20 HALAMAN
NOMOR 321 TAHUN KE 69
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
minggu wage, 23 juli 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Waspadai, Beras Premium Oplosan Beredar di Bali Denpasar (Bali Post) Beredarnya beras oplosan bersubsidi menjadi harga premium di Jabodetabek dan daerah lainnya perlu diwaspadai juga beredar di Bali. Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali menduga jenis beras ini sudah mulai merambah Bali. Direktur YLKI Bali, I Putu Armaya, S.H., mengatakan jika beras oplosan ini sudah mulai beredar di Bali, pihaknya meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas untuk menindak hal tersebut. ‘’Aparat penegak hukum harus mengambil tindakan tegas. Jangan main-main dengan kasus ini. Karena masyarakat konsumen
yang sangat dirugikan. Langkah tegas dengan mengambil tindakan bagi yang melanggar dan tim gabungan di daerah juga harus melakukan pengawasan agar terhindar dari produk oplosan yang merugikan masyarakat,” ujar Putu Armaya Sabtu (22/7) kemarin. Sebelumnya, gudang beras milik PT Indo Beras Unggul (IBU) di Bekasi
digerebek Mabes Polri. Aparat menemukan 1.162 ton beras siap edar hasil oplosan beras yang disubsidi pemerintah menjadi harga premium. Langkah Polri dan Satgas Pangan menggerebek dan menyegel produsen beras palsu di Bekasi, layak diberikan apresiasi. Sebab, tindakan PT Indo Beras Unggul jelas sangat merugikan konsumen, dan dengan terang benderang melanggar UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK), juga melanggar berbagai produk UU lainnya. “Sanksi pelanggaran di UUPK pidana 5 tahun dengan denda paling banyak Rp 2 miliar,” tegas
Putu Armaya. Melihat kejadian tersebut, YLPK Bali mendorong agar hal ini tidak berhenti pada penggerebekan saja, tetapi harus berujung pada hukuman pidana yang menjerakan pelakunya. “Jangan sampai proses penegakan hukum ini berjalan antiklimaks, dengan hukuman yang ringan bagi pelakunya. Polri harus mengonstruksikan dengan tuntutan hukum yang berat dan berlapis. Kalau ada pembiaran otomasis kasus akan berulang-ulang,” tandas Armaya yang juga pengurus PBH Peradi Denpasar tersebut. Hal. 19 Pelaku Mafia
BPM/kmb
SIMAKRAMA - Tim Komunikasi Presiden A.A. GN Ari Dwipayana dan Sukardi Rinakit saat masimakrama dengan Ida Dalem Semaraputra.
Ida Dalem Dukung Presiden Perkuat Pendidikan Pancasila
Semarapura (Bali Post) Tim Komunikasi Presiden Jokowi, A.A. GN Ari Dwipayana dan Sukardi Rinakit, Sabtu (22/7) kemarin, melakukan simakrama dengan Ida Dalem Semaraputra, penglingsir Puri Agung Klungkung. Dalam pertemuan tersebut, Ari Dwipayana yang berasal dari Puri Kawan Ubud menyampaikan harapan pada Ida Dalem Semaraputra sebagai Ketua Iketan Puri-puri di Bali dan juga salah satu penggerak Raja-raja Nusantara untuk ikut bersamasama menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Hal. 19 Pemersatu Bangsa
MEMBELI BERAS - Masyarakat diminta berhati-hati membeli beras karena beredar beras bersubsidi disulap dengan harga premium. BPM/dok
Tiket Masuk Naik, Tanah Lot Tetap Ramai HARGA tiket masuk untuk objek daya tarik wisata di Bali bervariasi. Beberapa kabupaten di Bali pada tahun 2016-2017 mengalami kenaikan harga tiket. Seperti daerah wisata yang ada di Tabanan, Gianyar, dan Karangasem. Kenaikan tarif masuk ke objek wisata ini sering dikeluhkan pemandu wisata sebagai salah satu faktor wisman lebih memilih berkunjung ke Thailand dan Malaysia. Kenaikan harga tiket tersebut harus diimbangi dengan kelengkapan fasilitas, keamanan dan kenyamanan pengunjung. Peningkatan harga tiket ke DTW tersebut tidak memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan. Terbukti dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali yang menunjukkan kenaikan 24,03 persen
kunjungan pada bulan Mei 2017 dibandingkan Mei 2016. Begitu juga jika dibandingkan pada bulan sebelumnya (Maret) juga mengalami kenaikan yaitu 2,49 persen. Menurut Ketua Program Studi S2 Kajian Pariwisata Universitas Udayana, Prof. Nyoman Darma Putra, kenaikan harga tiket masuk DTW harus sesuai dengan peningkatan fasilitasnya. “Sehingga kesan wisatawan positif, dan mereka tidak menjadikan harga tiket masuk sebagai bahan kritikan,” tegas Darma Putra Sabtu (22/7) kemarin. Ia menilai harga tiket tergolong tidak mahal. Selain nilai uangnya relatif murah, juga nilai daya tarik yang bisa dinikmati wisatawan cukup memikat. Hal. 19 Taman Ayun
Benarkah Lari ke Vila? KONDISI pariwisata Bali kian berubah seiring perkembangan zaman. Tonggak perkembangan pariwisata di Bali adalah sejak dibangunnya Hotel Inna Grand Bali Beach. Sejak saat itu, perkembangan pariwisata khususnya hotel kian berkembang. Namun seiring perkembangan zaman, kehadiran vila mulai dilirik wisatawan untuk tempat menginap. Keunggulan yang ditawarkan vila adalah privasi. Menurut akademisi Universitas Udayana, Prof. Nyoman Darma Putra, akomodasi jenis vila menciptakan pasar khusus di Bali. Buktinya banyak berdiri vila dan wisatawan suka tinggal di vila, dengan alasan lebih private daripada tinggal di hotel berbintang yang ditandai banyak tamu dan kamar yang standar di mana-mana. Selain itu, wisatawan bisa melaksanakan party jika perlu. Artinya dengan tinggal di vila, mereka bisa melaksanakan pesta sesama teman dan keluarga yang berlibur. Hal. 19 “Time Share”
Darma Putra
Ramia Adnyana
Pariwisata Bali Kian Sesak
Pengusaha Bali Jadi Korban Hasil Pariwisata Tidak Adil
BPM/san
TANAH LOT - Objek wisata Tanah Lot, selalu diramaikan wisman sekalipun tarif masuk ke objek ini terus naik. BALI tak hanya disesaki oleh jumlah penduduk pendatang, namun juga oleh bangunan hotel, city hotel, dan vila. Kita bisa lihat kondisi Badung dan Denpasar sebagai kampungnya pariwisata Bali. Perkembangan bought atau city hotel di dua wilayah ini kian tak terkendali. Di Badung, bangunan ruko (rumah toko) di sepanjang
Jalan Sunset Road telah banyak berubah fungsi, disulap menjadi city hotel dengan harga kamar sangat murah. Hotel berbintang, banting harga agar bisa bersaing, maka terjadilah perang tarif. Yang menjadi korban adalah pengusaha lokal atau krama Bali bermodal kecil yang hanya memiliki kamar-kamar home stay.
Data dari Dinas Pariwisata (Diparda) Badung menunjukkan peningkatan jumlah hotel nonbintang di mana city hotel termasuk di dalamnya dalam 4 tahun terakhir melonjak tajam. Tahun 2010 hotel nonbintang berjumlah 541 dengan 12.657 kamar. Hal. 19 Empat Tahun
KETIMPANGAN hasil sektor pariwisata masih menjadi masalah klasik yang dihadapi Bali saat ini. Padahal, perkembangan pariwisata telah banyak menghasilkan gemerincing dolar. Namun nyatanya, belum bisa dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat Pulau Dewata. Kondisi Bali saat ini berkat kemajuan pariwisata, Karangasem yang luasnya 2 kali lipat Badung itu PAD-nya hanya 1/11 Badung. Buleleng yang luasnya 3 kali lipat Badung PAD-nya hanya 1/12 dari Badung. Kan itu sangat tidak adil, tegas Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry, di Denpasar, Sabtu (22/7) kemarin. Ketidakadilan ini, lanjut Sugawa, berdampak pada hasil-hasil pembangunan yang cenderung timpang. Tampak pula dari perbedaan yang mencolok dalam pendapatan per kapita, indeks pembangunan manusia, dan gini ratio. “Kalau ingin terjadi keseimbangan maka segala hal itu harus berkeadilan,” jelas politisi Golkar ini. Sugawa pun mengusulkan agar ada revisi pada Undang-undang No.28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Utamanya agar UU memasukkan sumber pendapatan berupa retribusi pariwisata. Sebab selama ini, pajak hotel dan restoran diserahkan kepada kabupaten penghasil khususnya Badung. Sedangkan pariwisata budaya di Bali ini didukung oleh seluruh kabupaten/kota. Hal. 19 Belas Kasihan
Kunjungan Wisatawan Naik
Klungkung dan Bangli Terkendala Infrastruktur SEKTOR pariwisata di Kabupaten Klungkung beberapa tahun belakangan kian berkembang. Itu tak hanya di daratan, namun juga Kepulauan Nusa Penida. Namanya pun tak asing lagi di kalangan wisawatan mancanegara. Namun di balik itu, sektor ini belum didukung infrastruktur yang memadai. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Nengah Sukasta, Sabtu (22/7) kemarin, menjelaskan pertumbuhan sektor pariwisata kian membaik, baik di kawasan daratan maupun kepulauan. Selain mampu memberikan imbas pada perekonomian masyarakat, pendapatan daerah juga turut terdongkrak. Berdasarkan data terakhir, itu berasal dari empat objek, yakni Goa
Lawah, Levi Rafting, Kertagosa, dan Nusa Penida. “Target PAD tahun ini Rp 2,8 miliar. Sampai 21 Juli, sudah terealisasi Rp 1,6 miliar lebih,” ujarnya. Sesuai Perbup nomor 3 tahun 2013 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, tarif masuk ke Goa Lawah untuk anak-anak Rp 6 ribu dan dewasa Rp 12 ribu. Levi Rafting untuk anak-anak Rp 2 ribu dan dewasa Rp 4 ribu. Kertagosa untuk anakanak Rp 4 ribu dan dewasa Rp 6 ribu. Sedangkan Nusa Penida, anak-anak Rp 4 ribu dan dewasa Rp 7 ribu. “Kalau kunjungan ada kecenderungan naik sekitar sepuluh persen dari tahun lalu,” katanya. Hal. 19 Lakukan Penataan
BPM/nan
PENELOKAN - Objek wisata Penelokan, Kintamani jadi andalan Bangli, namun sayang tak dilengkapi toilet.
DAERAH
2 Diduga Alami Gagal Multiorgan
Bayi Tanpa Anus Akhirnya Meninggal Dunia
Singaraja (Bali Post) – Tim dokter RSUD Buleleng gagal mengangani bayi penderita kelainan bawaan tanpa lubang anus asal Dusun Klandis, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan. Setelah menjalani operasi untuk membuat saluran anus sementara dan perawatan intensif di BPM/dok ICCU RSUD, bayi pasandr. Gede gan suami istri (pasutri) Wiartana, Kadek Kertiyasa (20) dan M.Kes. Made Tami Putriani (20), dinyatakan meninggal dunia Sabtu (22/7) kemarin sekitar pukul 00.30 wita. Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes. mengatakan, tim dokter yang menangani telah berbuat maksimal untuk menangani kelainan yang dialami sang bayi malang tersebut. Pascaoperasi pembuatan saluran anus sementara melalui perut, kondisi bayi masih stabil. Hanya pada Kamis (20/7) lalu, kondisinya sempat drop. Pada waktu itu gula darahnya turun hingga di bawah normal yakni 38 persen. Turunnya gula darah itu berhasil ditangani oleh tim dokter, hingga gula darahnya kembali ke posisi normal. Akan tetapi, kondisi tersebut kembali terulang, gula darah kembali turun. Tim dokter kembali melakukan upaya dengan harapan gula darah bisa dinaikkan. Sayang, sang bayi sepertinya tidak mampu berjuang untuk mendapatkan kesembuhan, sehingga kondisinya terus bertambah kritis. Sekitar pukul 00.30 wita, bayi dinyatakan meninggal dunia. Setelah melalui persiapan dan perlengkapan administrasi, jenazah bayi yang baru menginjak umur enam hari itu dibawa pulang oleh keluarga sekitar pukul 04.00 wita. “Sejak kelahirannya, kondisi bayi lemah sekali. Tindakan secara medis sudah sesuai dengan SOP, tapi memang kondisi bayi sangat lemah, risikonya tinggi kalau bayi baru lahir dilakukan oprasi,” katanya. Menurut dr. Wiartana, karena kasus kelainan ini tergolong langka, sehingga untuk sementara pihaknya tidak berani memastikan hingga bayi mengembuskan napas terakhirnya. Akan tetapi, pihaknya menduga kalau bayi yang telah diberinama Ni Kadek Anindita Iswasri tersebut meninggal dunia karena mengalami kegagalan fungsi banyak organ atau dikenal dengan sitilah Multiple Organ Failure, sehingga kondisi bayi terus memburuk dan mengakibatkan kematian. (kmb38)
Cadangan Listrik di Bali Surplus
Investor Tak Perlu Khawatir Investasi di Bali
Denpasar (Bali Post) -
Daya listrik di Bali surplus 35 persen atau sekitar 300 MW. Sehingga investor yang melakukan investasi di Bali dijamin kebutuhan listriknya terpenuhi. Surplus daya tersebut karena kondisi pembangkit di Bali yang ada di beberapa titik seperti Celukan Bawang, Pemaron, Pesanggaran menghasilkan daya listrik yang lebih. Surplusnya daya listrik tersebut agar keandalan listrik di Bali terjamin mengingat Bali adalah daerah wisata. Demikian disampaikan Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Distribusi Bali, Eko Suharno, Sabtu (22/7) kemarin, saat customer and stakeholder gathering di Sanur Paradise Hotel. “Kami memang menyediakan kebutuhan listrik di Bali lebih sehingga tidak ada keluhan. Sehingga investor yang masuk, kebutuhan listrik bisa terjawab,” imbuhnya. Pada acara tersebut, PLN Distribusi Bali mengundang pelanggan tegangan menengah 200 KVA dan stakeholder seperti Dinas Perijinan, PU, Pariwisata, Penanaman Modal. Saat ini, jumlah pelanggan tegangan menengah 200 KVA di Bali berjumlah 611 unit baik dari sektor perhotelan, kantor, industri, rumah sakit. Dari 611 pelanggan tegangan menengah tersebut, 78 persen merupakan pelanggan dari sektor pariwisata. Sementara dari 1,26 juta pelanggan PLN, sektor pariwisata memberikan kontribusi pemakaian listrik 25 persen. “Tapi dari sisi omzet atau pendapatan PLN, kontribusi bisnis yaitu pariwisata menyumbang hampir 56 persen,” ungkapnya. Meskipun pelanggan PLN dominan adalah rumah tangga yaitu yaitu 1,02 juta namun dari sisi pendapatan, pelanggan bisnis memberikan kontribusi yang tidak kalah dengan rumah tangga. Eko menambahkan, produk khusus PLN untuk pelanggan tegangan rendah tersedia paket lebaran yaitu tambah daya dengan diskon biaya penyambungan 50 persen. Sedangkan untuk tempat ibadah, sama sekali tidak ada biaya penyambungan alias gratis. Promo tersebut berlaku hingga 31 Juli. Hingga saat ini, jumlah pelanggan yang telah melakukan tambah daya dengan promo diskon biaya penyambungan 50 persen yaitu 3.500 pelanggan dan 300 pelanggan telah melakukan pembayaran. (kmb42)
BPM/kmb42
PERJANJIAN - Penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik tahap 1 layanan premium bronze daya 4,5 MWA dari total 24 MVA antara PLN Area Pelayanan Prima Bali dengan PT Bali Ragawisata.
Warga Samblong
Mengais Rupiah dari Menganyam Daun Buyuk
Truk Jatuh ke Jurang, Sopir Selamat
Bangli (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Kintamani, Sabtu (22/7) kemarin. Kali ini, sebuah truk pengangkut pasir jatuh ke jurang di jalan raya Penelokan, Batur dekat restoran Maharaja. Beruntung sopir truk Wayan Kartika (29) asal Desa Katung, Kintamani selamat dan hanya mengalami luka ringan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan terjadi pada pagi kemarin sekitar pukul 05.00 wita. Truk bernopol DK 9532 KN yang dikemudikan Kartika awalnya datang dari arah barat yakni Desa Bayung Gede menuju Desa Songan. Tepat di simpang tiga dekat restoran Maharaja, sopir yang hendak berbelok ke kanan, tak dapat mengendalikan laju truknya. Hingga kemudian truk yang dikendarainya terus melaju lurus meluncur dan jatuh ke jurang. Akibat kejadian tersebut, sopir truk mengalami luka ringan yakni lecet di beberapa bagian tubuhnya. Dibantu sejumlah warga, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit Bangli untuk mendapat penanganan. Kanit Laka Sat. Lantas Polres Bangli Iptu Sumardika yang dikonfirmasi kemarin, membenarkan adanya informasi kecelakaan tersebut. Dikatakannya, akibat kecelakaan itu, sopir truk sempat dilarikan ke RSU Bangli. Namun karena hanya mengalami luka ringan, sopir truk tersebut sudah bisa dipulangkan siang kemarin. Sumardika mengatakan bahwa dari hasil keterangan yang didapatnya bahwa kecelakaan tersebut terjadi saat sopir yang datang dari arah barat hendak berbelok ke kanan. Namun karena kurang konsentrasi, sopir mengira jalanan masih lurus. Hal itu kemudian menyebabkan truk hilang kendali dan langsung menabrak pembatas jalan yang ada didepannya hingga jatuh ke jurang kedalaman 15 meter. “Pemilik truk sudah menghubungi derek dan sedang diupayakan untuk diangkat,” terangnya. (kmb40)
BPM/ist
PENYOK - Kondisi truk dengan bagian depan penyok akibat jatuh ke jurang di jalur Penelokan-Kintamani Sabtu (22/7) kemarin.
Minggu Wage, 23 Juli 2017
BPM/kmb
MENGANYAM - Nenek Ketut Londri menganyam daun buyuk menjadi atap
Negara (Bali Post) Nipah atau nypa fruticans adalah salah satu pohon anggota famili arecaceae (palem) dan di Jembrana dikenal dengan nama buyuk, yang umumnya tumbuh di di daerah rawa yang berair payau atau daerah pasang surut di dekat pantai. Pohon nipah tumbuh di lingkungan hutan bakau. Daun nipah/buyuk yang muda berwarna kuning sedangkan yang tua berwarna hijau. Daun nipah dapat dimanfaatkan untuk membuat atap rumah, anyaman dinding rumah, dan berbagai kerajinan seperti tikar, topi dan tas keranjang. Pohon nipah (nypa fruticans)/ buyuk mempunyai manfaat yang tidak sedikit. Namun sayangnya, pemanfaatan tumbuhan ini masih belum maksimal. Bahkan, tumbuhan ini harus musnah seiring dengan musnahnya hutan mangrove dan kerusakan pantai yang terjadi akibat ulah manusia. Daun nipah/buyuk ini dimanfaatkan warga di Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Jembrana untuk membuat kerajinan atap rumah dan kerajinan pagar dan dinding. Apalagi daunnya lebih tahan air dibandingkan dengan daun kelapa. Jika anyaman sudah
kering disemprot solar akan lebih awet. Namun sayang kini daun nipah/buyuk ini makin langka dan sulit dicari karena banyak ditebang. Hal ini menyulitkan para perajin buyuk di wilayah ini untuk mendapatkan bahan baku, sementara permintaan kerajinan atap dari daun buyuk makin meningkat dan banyak dicari pengusaha hotel/vila. Nenek Ketut Londri (68) dari Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Jembrana, Sabtu (22/7) kemarin, mengatakan dia menjadi perajin/ penganyam daun buyuk menjadi atap sejak sebelum memiliki anak. Jadi, sudah puluhan tahun. “Jika dulu masih bisa membuat puluhan lonjor/batang sehari, tapi karena sudah tua kini hanya dapat 3 atau 5 sehari sudah capek dan tidak kuat duduk,” kata Nenek Londri. Biasanya Nenek Londri sebelum mengayam akan mengumpulkan daun buyuk dulu di rawa-rawa/tambak atau hutan mangrove di wilayah Perancak Jembrana sekitar 3 km-5 km dari rumahnya. “Mencari daun buyuk kaki harus siap terendam di rawa-rawa/air. Karena tumbuhnya kan di hutan bakau,”
jelas Nenek Londri yang ditinggal meninggal suaminya lima tahun lalu. Setelah mendapatkan daun buyuk, nenek akan menyiapkan batang bambu sepanjang 3 meter dan tali kemudian dianyam. Biasanya batang bambu dibelinya 50 batang yang sudah disepih Rp 30 ribu dan tali bambu satu ikat Rp 1.000. Anyaman atap buyuk dijualnya Rp 5.000 – Rp 8.000 satu batang/lonjor panjang 3 meter. “Biasanya ada pengepul dari Denpasar ke sini dan kadang juga ada pengusaha hotel ke sini beli,” jelasnya. Jika ada pesanan menantu nenek akan mempekerjakan beberapa orang dengan upah Rp 1.000 per batang/lonjor. “Kalau ada pesanan harus jauhjauh hari memesannya karena mencari buyuk cukup sulit. Bahkan, kami sampai menyewa lahan dan menanam buyuk dengan sistem bagi hasil,” kata Iluh menantu nenek Londri. Pihaknya berharap pohon buyuk tetap dipertahankan dan jangan dimusnahkan karena banyak manfaatnya. Apalagi kini atap dan anyaman daun buyuk lagi banyak dicari karena jika dijadikan atap dan pagar kelihatan seni. Meskipun tradisional. (kmb)
2017, BPN Kota Denpasar Targetkan Semua Tanah Bersertifikat Denpasar (Bali Post) Jajaran Kantor Pertanahan (Kantah) atau BPN Kota Denpasar kini harus kerja keras untuk menuntaskan target Presiden Jokowi menyertifikatkan seluruh bidang tanah di Tanah Air paling lambat 2025. Di Bali, program ini direncanakan tuntas tahun 2021, sedangkan di Kota Denpasar harus tuntas akhir tahun 2017 ini. Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) atau BPN Kota Denpasar, Ir. I Gusti Ngurah Pariatna Jaya, mengatakan Denpasar manargetkan 12.150 sertifikat melalui Program Nasional Agraria (Prona) melalui Sistem Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Artinya, semua bidang tanah di desa yang belum disertifikatkan akan didata dan yang berkasnya lengkap serta tidak ada permasalahan akan disertifikatkan. Berdasarkan data di kantor BPN Denpasar terdapat 11.000 lebih bidang tanah yang belum
disertifikatkan. Selain itu, terdapat pula bidang tanah yang sudah disertifikatkan namun belum dipetakan kurang lebih 40 ribu bidang. Makanya Kepala Kantah Kota Denpasar, Ir. I Gusti Ngurah Pariatna Jaya, dalam wawancara khusus dengan Bali Post, Sabtu (22/7) kemarin, menegaskan kini jajarannya sedang bekerja keras untuk melakukan pendataan seluruh desa di Denpasar, guna menyukseskan program ini agar tuntas akhir November 2017. Saat ini, kata dia, diturunkan empat tim ajudikasi di tiap kecamatan dan berposko di tiap desa dan kelurahan yang sedang melakukan sosialisasi. Untuk tahap pertama sudah dituntaskan pendaftaran tanah sejumlah 2.150 bidang. Tahap kedua ditargetkan tuntas 10 ribu bidang. Program tahap pertama menyasar 12 desa dan kelurahan, empat wilayah dinyatakan sudah tuntas 100 persen tahap pendaftaran tanah yakni Ke-
lurahan Serangan, Dauh Puri, Sumerta Kauh, dan Desa Peguyangan Kaja. I Gusti Ngurah Pariatna Jaya menegaskan semua bidang tanah akan didata. Hal ini dilakukan karena Prona PTSL juga untuk menghindari adanya sertifikat ganda. Jika berkasnya lengkap dan tak ada sengketa, dalam waktu satu bulan sudah turun sertifikatnya. Program ini bisa diikuti semua WNI, sementara tanah yang bisa ikut program ini adalah tanah milik masyarakat, milik badan hukum sosial dan keagamaan seperti pura, serta tanah aset pemerintah desa, kabupaten/kota dan provinsi. Untuk itu masyarakat, prajuru desa dan pura, kata dia, harus proaktif mendatangi posko jika tanahnya masih berupa pipil, atau sudah bersertifikat namun belum memiliki Nomor Induk Bidang (NIB) 13 digit. Tanah non-NIB 13 digit ini biasanya sertifikat yang dikeluarkan sebelum 2006.
Yang penting, kata dia, warga tak dikenakan biaya apa pun alias nol rupiah karena ditanggung dana APBN. Selain itu, masyarakat tak perlu takut dikaitkan dengan pajak BPHTB karena dengan peraturan Menteri Agraria dan ATR/BPN nomor 35 tahun 2016 jo nomor 1 tahun 2017, pelunasan BPHTB tidak lagi menjadi kelengkapan persyaratan namun menjadi pajak terhutang. Program ini seharusnya dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat karena dibiayai dari APBN, syaratnya mudah, BPN aktif mendatangi warga dan prosesnya cepat. Pengumuman hanya 14 hari kerja sehingga praktis dalam 1 bulan sertifikat dapat diselesaikan. Yang penting warga harus aktif mendatangi posko dan menyiapkan materai dan patok batas tanah. Apakah BPN Denpasar bisa mencapai target 2017, I Gusti Ngurah Pariatna Jaya men-
gaku optimis karena didukung karyawan yang bekerja keras ditambah dukungan proaktif dari kades serta warga Denpasar. (025)
BPM/sue
I Gusti Ngurah Pariatna Jaya
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Wage, 23 Juli 2017
seremonial
3
Klinik Jnana Marga FT Unhi Selenggarakan Pengabdian Masyarakat di Pura Candi Narmada Seks Jadikan Dunia Penuh Warna DALAM rangkaian kegiatan bulan HUT ke-24, Fakultas Teknik (FT) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) melaksanakan pengabdian masyarakat berupa bakti sosial di Pura Candi Narmada, Pemogan, Denpasar, Jumat (21/7). Kegiatan yang melibatkan 150 orang mahasiswa dari Prodi Teknik Sipil dan Prodi PWK, dihadiri oleh Rektor Unhi, Dekan Fakultas Teknik, para Wakil Dekan, Kaprodi Teknik Sipil, Kaprodi PWK beserta seluruh dosen dan pegawai di lingkungan Fakultas Teknik Unhi. Menurut ketua panitia Made Adi Widyatmika, pemilihan Pura Candi Narmada sebagai lokasi pengabdian masyarakat. Karena pura ini berlokasi di kawasan strategis, yaitu muara sungai Badung yang memerlukan strategi pengelolaan yang tepat untuk kelestariannya. Di samping itu, pura ini baru saja menyelesaikan Karya Padudusan sehingga mahasiswa Fakultas Teknik juga berkesempatan ngaturang ayah mareresik di lingkungan pura. Dekan Fakultas Teknik Unhi Dr. I Wayan Muka, S.T., M.T., dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Muka menyatakan kegiatan ini merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan berharap mahasiswa FT Unhi mampu menghasilkan kajian-kajian akademis dalam pengelolaan
HUT - Serangakain kegiatan HUT ke-24, Fakultas Teknik (FT) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) melaksanakan pengabdian masyarakat berupa bakti sosial di Pura Candi Narmada, Pemogan, Denpasar, Jumat (21/7). kawasan strategis di daerah muara sungai Badung tersebut. Senada dengan Dekan FT, Rektor Unhi Dr. I.B. Dharmika, M.A., menyambut positif kegiatan ini. Rektor Unhi berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, terutama manfaat bagi mahasiswa dalam meningkatkan sradha dan
bhakti mereka. Dalam kesempatan itu, Fakultas Teknik Unhi menyerahkan bantuan berupa sejumlah alat-alat kebersihan, guna menambah sarana kebersihan di lingkungan pura. Bantuan tersebut diterima langsung oleh jro mangku Pura Candi Narmada, disaksikan oleh Rektor Unhi dan Dekan FT Unhi. (ad1771)
Sikapi Polemik Pembangunan Kantor Lurah Loloan Barat
Wabup Kembang Ingatkan Toleransi Beragama
ADANYA pemberitaan di media sosial (medsos) terkait polemik pembangunan padmasari di areal Kantor Kelurahan Loloan Barat, mendapat perhatian serius dari Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan. Wabup Kembang menilai persoalan tersebut sebenarnya hal kecil ditingkat bawah yang bisa diselesaikan bersama. Namun, karena masifnya pemberitaan di medsos, persoalan itu mencuat menjadi konsumsi publik sehingga terkesan heboh dan meresahkan. Kendati demikian, menyikapi hal tersebut, Sabtu (22/7) Wabup mengaku telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, mulai dari unsur forum komunikasi pimpinan daerah, Kapolres Jembrana sampai menggelar rapat terbatas dengan pejabat terkait dilingkup Pemkab Jembrana. Bahkan komunikasi juga dilakukan dengan Danrem 163/Wira Satya agar persoalan tidak sampai meluas. Lebih lanjut ia mengatakan, pembangunan kantor desa/kelurahan sejatinya kebijakan yang digagasnya bersama Bupati Jembrana I Putu Artha. Sejak tahun 2012 sampai sekarang, sudah berhasil dibangun sebanyak 50 kantor desa/kelurahan. Sehingga, jika kantor kelurahan Loloan Barat tahun ini bisa terselesaikan, akan menjadi kantor yang terakhir dibangun dari total 51 desa/ kelurahan yang ada di Jembrana. Seluruh kantor itu pun dibangun dengan desain dan standar yang sama, sehingga tidak ada perbedaan
satu sama lain. Termasuk sarana prasarana yang ada didalamnya. Harapannya, dengan kantor yang lebih representatif akan diimbangi pula dengan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Terkait dengan informasi yang menyebutkan adanya penolakan pembangunan Padmasari di areal Kantor Lurah Loloan Barat, ia menilai hal itu hanya persoalan miskomunikasi saja. Karena yang dibangun pemerintah daerah hanya bangunan padmasana yang berada di areal kantor, dengan bentuk serta ukuran sama seperti kantor-kantor lurah lainnya.” Contohnya di Kantor Lurah Loloan Timur, meskipun berada di daerah yang dominan umat Muslim, tapi sampai saat ini tidak ada masalah serta keharmonisan umat beragama tetap terjalin sampai sekarang,” terang Kembang. Karena itu, Wabup Kembang mengajak semua pihak, tokoh masyarakat setempat untuk duduk bersama memahami letak persoalan yang sebenarnya dan menyampaikan hal-hal yang benar kemasyarakat, sehingga tercipta pengertian bersama. “Kita tentu tidak ingin hanya karena miskomunikasi semata persoalan yang sebenarnya bisa selesai ditingkat bawah, jadi meluas serta mengganggu keharmonisan umat beragama yang selama ini sudah terjaga dengan baik. Kalau ini sampai dicederai, tentu akan menjadi kemunduran bagi bangsa kita,” kata Kembang.
I Made Kembang Hartawan
Lebih jauh dikatakannya, jika menarik benang sejarah zaman kerajaan dulu, umat Hindu dan Muslim di Jembrana sudah hidup rukun dan harmonis. Bahkan saling bahu membahu apabila ada kegiatan keagamaan. Di Jembrana juga dikenal ungkapan nyama Bali dan nyama Selam, menggambarkan keharmonisan yang sudah terjalin dengan baik meski beda keyakinan. Selain itu, tempat ibadah yang lokasinya berdampingan juga sangat lazim dilihat di Jembrana. “Sebagai generasi penerus, warisan leluhur serta tetua kita terdahulu yang telah terbukti berjalan dengan baik, mesti kita jaga dan lestarikan dengan senantiasa memupuk sikap saling tenggang rasa, menghargai dan toleransi antar umat beragama,” harap Kembang. Sementara Asisten I Pemkab Jembrana I Made Wisarjita mengatakan, menyikapi polemik yang tengah berkembang, telah melakukan sosialisasi tentang pembangunan Padmasari di arel Kantor Lurah Loloan Barat yang baru bertempat Ruang Rapat Kantor Camat Negara, Jumat (21/7). Agenda ini diikuti 50 orang yang dihadiri langsung oleh Kapolres Jembrana, Danramil, MUI, FKU, NU, camat/lurah serta tokohtokoh umat Muslim Loloan Barat. Dikatakannya, pembangunan infrastruktur yang lebih representatif seperti halnya pembangunan Kantor Lurah Loloan Barat yang saat ini sedang berlangsung, yang pada hakekatnya sama dengan pembangunan di wilayah lainnya. Terkait dengan pembangunan Padmasari, disebut merupakan kelengkapan dari sarana prasarana Kantor khususnya di Provinsi Bali yang diperuntukkan bagi pegawai kantor Lurah Loloan Barat yang beragama Hindu. Pihak Dinas PU Jembrana selaku pelaksana dalam hal pembangunan ini sebelumnya telah melakukan sosialisasi. “Kita berharap permasalahan seperti ini dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat, terlebih selama ini di wilayah Kab. Jembrana yang notabene heterogen telah terjalin kerukunan antar umat beragama yang cukup baik,” cetus Wisarjita. Dari hasil mediasi pembangunan Kantor Lurah Loloan Barat tetap berjalan seperti konsep awal. Mengacu pada bentuk dan besar bangunan Padmasana yang ada di Kantor Lurah Loloan Timur. (ad1763 )
TANPA wanita dunia kurang meriah, tanpa pria dunia tanpa gairah. Rasanya tak terlalu berlebihan ungkapan yang disampaikan Grand Master Metafisika Indonesia Bali, ahli seksual yang juga terapis Klinik Jnana Marga I Nengah Edy Warsita. Ungkapan yang menggambarkan antara pria dan wanita saling membutuhkan, saling melengkapi satu sama lain. Menjadikan kehidupan lebih berwarna. Bayangkan, betapa sepi hidup pria tanpa wanita. Sebaliknya, malam begitu dingin tanpa ada pria disisi wanita. Dunia terasa mati dan kehidupun akan berhenti. Ketika pria dan wanita melakukan hubungan seksual, tak ada yang lebih membahagiakan ketika kedua belah pihak sama–sama bisa merasakan kenikmatan dan kepuasan. Inilah salah satu sorga dunia yang sesungguhnya, yang menjadi dambaan setiap pasangan. Namun, adakalanya pada beberapa wanita sangatlah sulit untuk mencapai titik klimaks atau lebih di kenal dengan istilah orgasme jika dibanding dengan pria. Selama ada gairah dan organ seksual masih berfungsi dengan baik, pria sama sekali tidak menemukan kesulitan untuk mencapai orgasme. Masalah ini banyak dialami oleh para wanita. Owner Klinik Jnana Marga dan Training Centre Metafisika Indonesia Bali ini menjelaskan. Walau mereka sangat berkeinginan untuk selalu sukses dalam pencapaian titik klimaks melalui orgasme tersebut, namun sejumlah studi melaporkan bahwa hanya sekitar 25 persen wanita yang bisa mencapai orgasme saat berhubungan seks dengan pasangannya. Kesulitan orgasme pada wanita tidak hanya datang dari faktor internal (dari dalam diri) namun juga dari luar (eksternal). Sayangnya banyak wanita memilih untuk diam dalam ketidakpuasan. Jika keadaan ini tidak dipahami para suami, maka yang terjadi adalah ketimpangan dalam kepuasan seksual. Hubungan seks yang memuaskan bukan melulu soal besar, kuat dan tahan lama. Tetapi ada faktor lain yang tak kalah penting yang harus dipahami pria. Di antaranya adalah momen yang tepat. Wanita butuh disenangkan, dibuat nyaman sebelum bercinta. Saat pasangan membuatnya kesal, bercinta pun akan dilakukan dengan setengah hati. Rangsangan berlebihan. Terkadang pria memberikan rangsangan seks yang berlebihan untuk pasangan, dengan tujuan wanita mengalami orgasme lebih cepat. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Kurang forplay. Untuk mendapatkan orgasme yang sempurna wanita wajib mendapatkan forplay dalam porsi yang cukup. Hal ini sering diabaikan pria yang cenderung “langsung tembak” padahal pasangan belum mendapatkan rangsangan yang cukup. Posisi bercinta. Bagi wanita, beberapa posisi bercinta mampu membuatnya merasa nyaman dan senang. Posisi yang salah justru membuat wanita
I Nengah Edy Warsita merasa tertekan. Tetapi hal tersebut bukanlah masalah besar. Karena sangat mudah diatasi. Dengan komunikasi yang baik masalah seperti itu akan dapat terselesaikan. Jika yang menjadi penyebab wanita susah orgasme karena masalah kesehatan atau gangguan fungsi organ seksual pria, solusinya adalah segera berkonsultasi dengan ahlinya. Klinik Jnana Marga dengan izin no. 448.3/3.PT.29.VI.12/DIKES dan sudah tergabung dalam Ikatan Pengobatan Tradisional Indonesia (IPATRI) dengan metode pengobatan energi Janur Sakti dan kekuatan Piramida yang berfungsi untuk menyembuhkan bermacam masalah seksual pria, seperti ejakulasi dini, libido rendah/kehilangan libido, hiperseksual (menyeimbangkan energi seksual), infertilitas (susah memiliki anak), menambah ukuran mr. P. dan lain–lain. Juga mampu menangani, memperbaiki dan menenangkan pikiran yang kacau dan menyembuhkan pikiran–pikiran yang sakit. Jnana Marga Training Centre Metafisika Indonesia Bali. Membuka dan memberikan pelatihan dan aktivasi energi metafisika. Energi ini berfungsi untuk mengendalikan ejakulasi, menguatkan kerja jantung dan ginjal. Karena untuk mendapatkan seks sehat dan berkualitas antara kinerja jantung dan ginjal harus selaras dan harmoni. Selain itu, energi ini berfungsi untuk kesehatan secara menyeluruh. Beralamat di jalan Gatot Subroto I gang Jnana (1 KM arah utara Apotek Anugrah) Denpasar, telp. 085102111600. Buka setiap hari Senin–Sabtu pukul 10.00 – 17.00 Wita. (ad1764)
HUT Ke-7 BROS
Kedepankan Konsep ’’Harmony in Integrity” untuk Wujudkan Visi BROS
BALI Royal Hospital (BROS) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 pada Sabtu (22/7). Perayaan HUT ditandai dengan pemotongan kue dan tumpeng oleh Direktur BROS bersama Dewan Komisaris dan Direktur PT Putra Husada Jaya. Acara perayan dimeriahkan oleh seluruh karyawan BROS, diisi dengan pementasan drama oleh karyawan BROS. Sebelum perayaan HUT, BROS telah melaksanakan rangkaian kegiatan yaitu tirta yatra, donor darah, lomba antar karyawan. Dengan kegiatan internal tersebut diharapkan hubungan antar karyawan semakin baik dan dekat. “Dengan saling mengenal dalam memberikan pelayanan dalam bentuk tim, hubungan mereka tidak menjadi kaku,” kata dr. Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes., Direktur Utama BROS. HUT BROS kali ini mengambil tema “Harmony in Integrity”, dimaksudkan untuk kerukunan internal BROS dan eksternal BROS. Dalam rumah sakit banyak pakar yang dilibatkan, sehingga dibutuhkan rasa toleransi di antara sesama pakar dan karyawan BROS. Setiap kekurangan dan kelebihan yang dimiliki harus saling melengkapi agar tercapai tujuan bersama untuk BROS. “Jadi kerukunan ini menjadi modal kita ke depan lebih baik,” ujarnya. Integrity dimaksudkan menyamakan pikiran, perkataan dan perbuatan. Persamaan tersebut dirangkum menjadi visi dan misi BROS. Visi BROS adalah menjadi pusat pelayanan kesehatan yang unggul. BROS memiliki layanan unggulan dengan mengutamakan keselamatan pasien. “Dalam perjalanan tujuh tahun, perbedaan pendapat sah-sah saja. Namun, setelah komunikasi
HUT - Perayaan HUT ke-7 BROS , kedepankan konsep Harmony in Integrity. diharapkan menghasilkan suatu kesepakatan untuk menuju lebih baik,” tandasnya. BROS tidak hanya melayani pasien local, tapi juga Warga Negara Asing (WNA). Sementara fungsi sosial yang telah dijalankan BROS adalah dengan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun hal tersebut masih dalam tahap proses. “Kami mendukung program jaminan kesehatan pemerintah. Kami sedang menunggu nanti kerja sama ini dengan BPJS Kesehatan,” imbuhnya. BROS memiliki empat layanan unggulan, yaitu bayi tabung, bedah plastik, neuro science center, minimal invasive surgery. Neuro science center terdiri dari tiga layanan unggulan
yaitu bedah saraf, THT (implant koklea), mata. Layanan minimal invasive surgery terdiri dari laparoskopi dan layanan terbarunya adalah gastric banding, operasi pengikatan usus untuk menurunkan berat badan. Layanan bayi tabung di BROS tidak hanya mengejar target kuantitas bayi tapi juga kualitas bayi. “Karena bayi tabung banyak yang kembar dua, kembar tiga. Ke depan arah kita adalah membantu mendapatkan keturunan dengan bayi tabung, tunggal namun berkualitas,” jelasnya. Tahun 2016 dan 2017, layanan baru yang diluncurkan adalah implant koklea dan gastric banding. Ke depannya pihaknya akan mengembangkan layanan untuk mata. “Mata akan menjadi agenda kita ke depan,” imbuhnya. (ad1767)
Rafi D’Academy 4 Meriahkan Festival 27 SCTV
Nonton Warkop di Layar Tancap
Denpasar (Bali Post) Kehadiran Rafi D’Academy 4 sukses menggoyang panggung Festival 27 SCTV di Lapangan Renon, Denpasar, Sabtu (22/7). Para pengunjung yang sebelumnya dimanjakan dengan berbagai lomba berhadiah menarik langsung bergerak merangsek ke depan panggung. Tak sedikit yang berjoget mengikuti dendang merdu peraih wild card di ajang pencarian bakat itu. Ada pula yang sibuk merekam aksi Rafi di atas panggung dengan smartphone masing-masing. “Senang banget rasanya bisa datang ke sini, bisa menghibur masyarakat Bali, khususnya Denpasar. Seru banget nie, semangatnya membara,” ujar Rafi disambut tepuk tangan meriah. Penyanyi yang identik dengan dangdut reggae ini mengungkapkan pula pengalamannya selama menjadi finalis D’Academy. Rafi mengaku mendapat banyak ilmu dari para coach di ajang tersebut. “Kemarin masuk 15 besar, terus masuk lagi di lima besar lewat wild card,” imbuh pria yang menggemari program FTV di SCTV ini. Di belakang panggung, Rafi mengaku baru pertama kali tampil menyanyi dalam sebuah panggung di Pulau Dewata. Kendati sebelumnya sudah pernah menginjakkan kaki di sini, untuk tampil sebagai pemain keyboard. Pria
berambut panjang ini pun merasa sangat bangga ketika mendapatkan kesempatan tampil di Festival 27 SCTV. “Bali itu tempat favorit buat holiday, buat reunian sama teman, kumpul-kumpul sama teman. Sudah paling bener deh kalau di Bali. Tempat paling menyenangkan, salah satu pulau keren, pulau indah di Indonesia,” ujarnya berbinar. Pascalulus dari D’Academy 4, Rafi kini tengah menggarap single dengan konsep dangdut reggae. Mengingat awalnya ia memang menekuni musik reggae sebelum terjun ke dangdut. Rafi sendiri sangat mengidolakan legenda di masing-masing aliran musik itu. Yakni Raja Dangdut Rhoma Irama dan Raja Reggae Bob Marley. “Mudah-mudahan bisa terealisasikan dan promo juga ke Bali nanti ke radio-radio. Pas di reggae, kita mainin reggae dengan aransemen reggae. Pas di dangdut, full dangdut juga. Jadi bisa dikombinasikan, malah dangdut Indonesia semakin berkembang dan lebih berwarna,” tandasnya. Selain penampilan Rafi, keseruan juga tampak dalam aneka lomba dan game’s berhadiah menarik. Seperti ketika sejumlah pengunjung mengikuti senam massal, lomba pakiak dan
lomba lainnya. Apalagi panitia menyediakan hadiah uang tunai dengan total jutaan rupiah. Saat senam berlangsung, pengunjung begitu bersemangat mengikuti gerakan dari para instruktur. Pun saat lomba, para pengunjung sampai berebut menjadi peserta. Puncaknya, ketika diputar Film Box Office Indonesia terlaris sepanjang masa “Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1” dalam layar tancap. Aksi kocak Abimana Aryasatya (Dono), Vino G. Bastian (Kasino) dan Tora Sudiro (Indro) sukses mengocok perut penonton. Sebelumnya Head of Program Communication SCTV, Verno Nitiprodjo mengatakan Kota Denpasar merupakan lokasi pertama digelarnya Festival 27 bersama Wonosobo. Total ada tujuh kota yang akan disambangi hingga 12 Agustus mendatang, untuk menyambut hari jadi ke-27 SCTV. Acara ini merupakan bentuk ungkapan terima kasih atas kesetiaan pemirsa pada televisi swasta nasional tersebut. “Selama 27 tahun SCTV selalu berupaya menjadi televisi terdepan pilihan pemirsa dengan sederet program unggulannya. Sesuai dengan tagline Satu Untuk Semua, SCTV menyuguhkan rangkaian program yang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan,” pungkasnya. (kmb32)
BPM/kmb32
SCTV - Para pengunjung Festival 27 SCTV di Lapangan Renon, Denpasar ikut berjoget saat Rafi D’Academy 4 beraksi di atas panggung.
4
Minggu Wage, 23 Juli 2017
SIGUG - Nyama atau apapun sebutannya secara umum menyatakan ikatan bersaudara satu garis keturunan. Ikatan ini terbentuk akibat orang tua atau leluhur terdahulu menurunkan putra kemudian menjadi sentana-generasi penerus. Seiring perkembangan zaman, tanpa disadari terjadi berbagai pergeseran dalam tatanan kehidupan masyarakat Bali, baik itu moral, etika, perilaku, pola pikir, dan sebagainya. Dulu konsep tat twam asi itulah kamu, sekarang menjadi itulah satru (musuhmu). Semuanya terjadi akibat pergeseran papineh menjadi sigug yang terus dikembangkan sehingga menjadi suatu tradisi berupa tradisi sigug.
Memahami Watak Orang Bali
“Sigug” merupakan ungkapan orang Bali yang menyatakan sifat, watak serta karakter yang buruk. Artinya secara umum orang itu sulit diajak manyama braya. Makanya tidak salah kalau Kanduk Supatra menyatakan bahwa sigug itu karakter yang kaku, singkuh, kukuh, dan pengkung. Orang-orang zaman dahulu sigug mungkin karena tidak semuanya berpendidikan, berpengetahuan yang tentu pula tidak berpengalaman. Jadi adanya suatu “kewajaran” bila ia sigug. Namun sesigug-sigug-nya orang zaman dahulu jarang melebihi batas kemanusiaan. Artinya di balik itu semua masih ada perasaan, pikiran, dan hati manyama braya. Anehnya zaman globalisasi yang modern lengkap berpendidikan, berpengetahuan yang tentu pula berpengalaman masih saja adanya sigug, baik itu sifat, watak, maupun karakter. Bahkan kesigug-annya semakin menjadi-jadi melebihi ambang batas kemanusiaan. Artinya tidak memikirkan itu nyama, braya apalagi pisaga. Kalau tidak cocok, “sikat”. Kalau tidak sepaham, “bantai”. Tentu ini menjadi sesuatu yang aneh di balik modern dan berpendidikannya. “Sigug Manyama” Nyama atau apapun sebutannya secara umum menyatakan ikatan bersaudara satu garis keturunan.
Ikatan ini terbentuk akibat orang tua atau leluhur terdahulu menurunkan putra kemudian menjadi sentana-generasi penerus. Leluhur merupakan orang tua yang disebut dengan ayah dan ibu ke atas seperti kakek nenek, kumpi, buyut, telempek, piratan, pirate, dan sebagainya. Semuanya yang telah meninggal dan disucikan berstana di Sanggah, Kamulan, Merajan, maupun palinggih lainnya untuk dipuja dan dimuliakan oleh sentana-nya. Seiring perkembangan zaman. Pulina menjadi globalisasi. Kuno pun telah modern. Tanpa disadari terjadi berbagai pergeseran dalam tatanan kehidupan masyarakat Bali, baik itu moral, etika, perilaku, pola pikir, dan sebagainya. Dulu konsep tat twam asi itulah kamu, sekarang menjadi itulah satru (musuhmu). Semuanya terjadi akibat pergeseran papineh menjadi sigug yang terus dikembangkan sehingga menjadi suatu tradisi berupa tradisi sigug. Akibat tradisi sigug bukan rahasia umum lagi dalam keluarga pasti ada saja yang tidak cocok dengan tugelan, misan, mindon, ipah, matua dan sebagainya. Dalam sekup pangempon Kemulan / Merajan pasti ada saja saling puikin. Apalagi masalah warisan pasti ada saja yang tidak amun kenehne (tidak sesuai keinginan) dengan istilah kerennya “magarangan warisan”. Akhirnya semua ini merembet
ke Sanggah, Kemulan, maupun Merajan baik pada saat piodalan maupun perawatannya yang ujungujungnya ribut atas dasar itungitungan (tidak iklas). Parahnya lagi akibat pembagian warisan sampai Kemulan / Mrajan pun “dibagi”. Artinya tanggung jawab setiap palinggih dibagi per KK (per kepala keluarga / per kaki) mulai dari perawatan, wastra dan upakaranya. Begitu pula akibat pembagian warisan Kemulan / Merajan ikut “dibagi” dengan mendirikan Merajan baru dalam satu keluarga besar. Itukah arti manyama? Semestinya keberadaan sanggah dan sebagainya selain untuk memuja dan memuliakan leluhur, juga digunakan sebagai tempat nyikiang raga magetih abumbung (satu keturunan) untuk pakedekpakenyung. Bukan sebaliknya akibat pembagian warisan yang tidak amun kenehne (tidak sesuai keinginan) merembet ke piodalan sanggah menjadi itung-itungan. Pada akhirnya dan tidak dapat dipungkiri pasti saling singguk atau sikut ngajak nyama, tugelan, misan, mindon, matua, mantu, ipah, maupun iwa. Setelah itu apa untungnya mapuikan ngajak nyama? Uniknya lagi, saat adanya kematian pasti ada saja yang menangis, kalau tidak panak, tugelan, ya: ipah, mantu, misan, mindon, dan sebagainya. Tetapi selama sakit
MATA - Konjungtivitis dibagi menjadi konjungtivitis infeksi dan non-infeksi. Pada konjungtivitis infeksi, penyebab tersering adalah virus dan bakteri, sedangkan pada kelompok non-infeksi disebabkan oleh alergi, reaksi toksik, dan berhubungan dengan penyakit sistemik lainnya. Penyebaran virus umumnya terjadi melalui tangan, peralatan mandi, bantal kepala yang digunakan bersama atau kontak dengan alat pemeriksaan mata yang terkontaminasi.
Hati-hati Mata Merah
Tidak Selalu Perlu Antibiotik
MATA merah atau biasa disebut konjuntivitis adalah peradangan ataupun infeksi pada selaput transparan (konjungtiva) pada bagian putih bola mata. Konjungtiva adalah membran mukosa tipis transparan yang melapisi bagian depan sklera (bagian putih bola mata) dan bagian dalam kelopak mata. Konjungtiva berfungsi sebagai salah satu komponen sistem perlindungan mata dari peradangan dan infeksi. Ketika pembuluh darah kecil di bagian putih bola mata menjadi meradang maka hal ini menyebabkan bagian putih mata muncul kemerahan atau merah muda. Mata merah tidak mempengaruhi penglihatan namun terkadang membuat tidak nyaman. Berdasarkan American academy of ophthalmology journal (19 Juni 2017), ada suatu penelitian terbaru yang membahas tentang sebagian besar pasien dengan konjungtivitis akut (mata merah) mendapatkan pengobatan yang tidak tepat. Sekitar 60% pasien diresepkan tetes mata antibiotik meskipun antibiotik jarang diperlukan untuk mengobati peradangan atau infeksi mata pada umumya. Sekitar 20% pasien yang mendapat pengobatan tetes mata steroid-antibiotik dapat memperlambat atau memperberat infeksinya. Pengobatan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu resistensi antibiotik. Berdasarkan penyebabnya, konjungtivitis dibagi menjadi konjungtivitis infeksi dan noninfeksi. Pada konjungtivitis infeksi, penyebab tersering adalah virus dan bakteri, sedangkan pada kelompok non-infeksi disebabkan oleh alergi, reaksi toksik, dan berhubungan dengan penyakit sistemik lainnya. Penyebaran virus umumnya terjadi melalui tangan, peralatan mandi yang digunakan bersama, bantal kepala yang digunakan bersama atau kontak dengan alat pemeriksaan mata yang terkontaminasi. Mata Merah Konjungtivitis virus merupakan penyakit mata merah yang paling sering dijumpai di masyarakat dan praktik dokter sehari-hari. Pada populasi dewasa, 80% kasus konjungtivitis akut disebabkan oleh virus. Virus yang dapat menyebabkan konjungtivitis di antaranya adalah adenovirus, herpes simpleks, herpes zoster, pox virus, myxovirus, paramyxovirus, dan arbovirus. Konjungtivitis sering terjadi bersama atau sesudah infeksi saluran napas dan umumnya terdapat riwayat kontak dengan pasien konjungtivitis virus. Gejalanya berupa mata merah, sekret/cairan mata berair dan dapat disertai pembesaran kelenjar getah bening. Gejalanya biasanya ringan dan tidak disertai penurunan tajam penglihatan, tapi juga terdapat kasus-kasus yang bersifat mengancam penglihatan sehingga perlu segera
dirujuk mendapat penanganan oleh dokter spesialis mata. Konjungtivitis viral sangat menular sehingga pasien perlu mendapat penjelasan untuk mengurangi kontak langsung maupun tidak langsung agar tidak menjadi sumber infeksi bagi lingkungannya. Sembuh Konjungtivitis viral dapat sembuh sendiri, namun pemberian air mata buatan, antihistamin topikal, atau kompres dingin berguna untuk meredakan gejala. Terapi antiviral tidak diperlukan untuk konjungtivitis virus, kecuali untuk konjungtivitis herpetik. Pemberian antibiotik topikal tidak dianjurkan karena tidak mencegah infeksi sekunder dan dapat memperburuk gejala klinis akibat reaksi alergi dan reaksi toksik serta tertundanya kemungkinan diagnosis penyakit mata lain. Antibiotik dapat dipertimbangkan jika konjungtivitis tidak sembuh setelah 10 hari dan diduga terdapat superinfeksi bakteri yg berpotensi mengganggu penglihatan. Pada konjungtivitis bakteri didapatkan sekret mata kental berwarna kuning kehijauan. Pada konjungtivitis alergi gejalaya berbeda-beda sesuai dengan subkategorinya. Pada konjungtivitis alergi musiman dan alergi tumbuh-tumbuhan, keluhan utama adalah gatal, kemerahan, berair mata, dan sering ditemukan kemosis berat. Pasien dengan keratokonjungtivitis vernal sering mengeluhkan mata sangat gatal dengan kotoran mata yang berserat, konjungtiva tampak putih susu dan banyak papila halus di konjungtiva tarsalis. Cairan Sumber penularan konjungtivitis secara umum adalah cairan yang keluar dari mata yang sakit yang mengandung bakteri atau virus. Salah satu media penularannya yaitu tangan yang terkontaminasi cairan infeksi, misalnya melalui jabatan tangan. Bisa pula melalui cara tidak langsung, misalnya tangan yang terkontaminasi memegang benda yang kemudian terpegang oleh orang lain, penggunaan handuk secara bersama-sama, penggunaan sapu tangan atau tisu secara bergantian, dan penggunaan bantal atau sarung bantal secara bersama-sama. Konjungtivitis dapat dicegah yaitu dengan tidak menyentuh mata yang sehat sesudah mengenai mata yang sakit, menghindari penggunaan bantal, handuk dan sapu tangan bersama, menghindari mengucek-ngucek mata, dan pada pasien yang menderita konjungtivitis, hendaknya segera membuang tissu atau sejenisnya setelah membersihkan kotoran mata. l dr. Ayuningtyas Anatika Santosa
saat membutuhkan bantuan dan pertolongan jarang bahkan hampir tidak ada sanak saudara datang menangis sebagai bentuk manyama, apalagi orang lain. Walaupun ada, kebanyakan datang dalam keadaan terpaksa. Mungkin malu (lek) dengan nyama braya menyebabkan ia terpaksa nelokin. Itupun hanya sebatas “absen muka” dalam bahasa Balinya “kualan genah”. Begitu pula dalam melaksanakan kegiatan, seperti ngaben, seharusnya dilaksanakan secara “manyama braya” satu Kemulan/Merajan walaupun penanggungjawabnya sentana marep. Keberadaan misan, mindon, ipah, iwa, dan sebagainya setidaknya ikut melaksanakan sebatas membantu dengan kaki-tangan. Bukan sebaliknya menjadi penonton dengan alasan, “rage sing oraine, rage sing ajakine, rage sing tedunine, rage sing pendakine, dan sebagainya”. Fenomena ini, di mana letak manyama, arti manyama, nulungin nyama, jele melah manyama, dan mapitungan ngajak nyama? Perlu disadari, dipahami, dimengerti, dihayati, bahkan dipikirkan matangmatang bahwa apapun yang terjadi, bagaimanapun keadaannya, separah atau semewah apapun itu, yang namanya nyama itu tetap nyama. Tidak ada istilah mantan nyama, bekas nyama, suud manyama, apa buin pegat manyama. Karena yang namanya nyama itu
tetap nyama. Sampai kapanpun itu. Walaupun tidak mengakui, orang lain yang menyatakan kita manyama.
Sigug Manyama Braya Manyama braya menjadi dasar kekeluargaan atau kebersamaan hidup bermasyarakat dalam satu banjar, desa, dan sebagainya. Atas dasar ini sering dijumpai suatu pelang nama berisi slogan suka duka banjar anu. Itu menandakan dalam wilayah itu adanya suatu kebersamaan masyarakat dalam keadaan suka maupun duka sebagai bentuk kesadarannya yang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Semuanya itu menyarankan untuk saling asah asih asuh baik dengan pisaga (tetangga) maupun krama lainnya agar tidak memusuh. Sekarang zaman yang serba canggih tidak dapat dipungkiri segenap jiwa dan raga diselimuti sigug, baik itu sifat, watak, maupun karakter yang sering menimbulkan duka atau mendukai. Akibatnya semua asas kebersamaan itu berubah makna dan arti. Dulu asas hidup “suka duka” bermakna baik buruk bersama berubah menjadi suka membuat orang berduka atau duka melihat orang bersuka. Buktinya tidak sendikit orang yang senang bahkan menertawai temannya yang sedang berduka (bahagia di atas penderitaan orang lain). Sebaliknya mendukai bahkan
tidak segan mencidrai temannya yang sedang bersuka akibat ketidaksenangnya melihat temannya senang atau bahagia. Semangat kekeluargaan yang disebut dengan manyama braya tidak dapat dipungkiri sekarang menjadi manyama breye yaitu sikap saling bermusuhan terutama dengan pisaga (tetangga) selat tembok. Kenyataannya tidak sendikit yang puik dengan tetangga selat tembok yang ujung-ujungnya serba kikuk dan kimud. Masalah kecil pun menjadi besar. Padahal bisa diselesaikan secara kekeluargaan dengan sistem manyama braya tanpa harus menempuh jalur hukum. Akibatnya ketika mempunyai kegiatan (upacara) semua teman, sahabat, rekan bisnis bahkan pejabat diundang tetapi pisaga dajan-delod rumahnya tidak diundang. Sungguh hal ini suatu keanehan dalam manyama braya satu banjar. Sesungguhnya lahir menjadi makhluk hidup bernama manusia di panggung kehidupan yang amat luas ini membutuhkan banyak tetangga (pisaga), nyama, maupun braya sebagai sahabat (timpal) yang akan menjadi harta utama. Semakin banyak sahabat (timpal) semakin banyak yang dapat dimintai bantuan saat kesusahan. l I Gede Pariadnya Penyuluh Agama Hindu Non PNS Ds. Sakti, Nusa Penida-Klungkung
Tetaplah Tenang Jika Anak Kejang Demam Kejang demam adalah salah satu kondisi yang selalu ditakuti oleh semua orangtua bila anaknya sedang demam. Perubahan kondisi saat si buah hati mengalami demam pastinya akan membuat orang tua merasa khawatir dan cemas. Walaupun demam pada anak umum pasti terjadi, tetapi apabila disertai dengan gejala tambahan yang muncul yaitu kejang disertai mata mendelik, kaku-kelojotan, dan lidah tergigit, maka orangtua harus waspada untuk memberikan pertolongan pertama dengan tepat. Situasi ini sering dihubungkan dengan epilepsi dan risiko keterbelakangan mental, sehingga membuat orangtua menjadi panik. Namun benarkah kejang demam berbahaya? Kejang Demam dan Penyebabnya Istilah umum yang lebih dikenal masyarakat untuk keadaan ini dikenal dengan nama stuip atau stip. Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh 38°C atau lebih yang disebabkan oleh suatu proses di luar otak. Jadi tidak semua anak yang demam lalu mengalami kejang kita sebut kejang demam. Kejang demam dapat terjadi pada 2–4 persen populasi anak, yaitu pada semua anak yang berusia 6 bulan sampai 5 tahun. Umumnya penyebab kejang terjadi karena peningkatan suhu tubuh yang sangat mendadak. Kejang demam dapat juga disebabkan karena infeksi bakteri atau virus, misalnya infeksi saluran napas atas, infeksi saluran kemih, amandel, radang telinga, atau penyakit lain yang dapat pemicu kejang demam. Faktor genetik juga diduga berperan memengaruhi kejang demam pada anak, karena kejang demam pada anak akan beresiko berulang ketika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat kejang demam. Apabila seorang anak sebelumnya
pernah mengalami kejang namun tidak diawali demam kemudian mengalami kejang kembali, tapi saat itu disertai demam maka anak tersebut tidak mengalami yang disebut kejang demam. Atau apabila seorang anak mengalami kejang yang disertai dengan demam namun usianya kurang dari 6 bulan atau lebih dari 5 tahun maka anak tersebut juga tidak dapat dikatakan mengalami kejang demam dan mungkin yang menyebabkan anak tersebut kejang disertai demam tersebut adalah adanya infeksi di tempat lain seperti infeksi di sistem saraf pusat, serangan epilepsi yang terjadi bersamaan saat anak demam ataupun penyebab yang lainnya. Ciri khas kejang demam adalah demamnya mendahului kejang. Sebagian besar kejang demam merupakan kejang umum. Bentuk kejang umum ditandai dengan gejala yang beragam, mulai dari mata mendelik atau terkadang berkedipkedip, kedua tangan dan kaki kaku, terkadang diikuti kelojotan, pada saat kejang anak masih demam dan tidak sadar tidak memberi respons apabila dipanggil atau diperintah. Setelah kejang anak sadar kembali. Kejang perlu diwaspadai karena dapat terjadi berulang dan dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak. Kejang demam dibagi menjadi dua jenis, yakni kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks. * Kejang Demam Sederhana (KDS), yaitu kejang demam yang menyeluruh, berlangsung singkat, kurang dari 15 menit dan umumnya akan berhenti, tidak berulang dalam 24 jam. * Kejang Demam Kompleks (KDK), yaitu kejang pada salah satu lengan/ tungkai saja yang berlangsung 15 menit, dan berulang dalam 1 hari atau selama demam berlangsung. Penanganan Penting untuk tetap tenang saat menangani kejang demam pada anak. Pada umumnya kejang terjadi di awal
masa demam anak. Pencegahan kejang demam yang pertama tentu dengan usaha menurunkan suhu tubuh apabila anak demam. Sehingga memberikan obat penurun panas kepadanya, seperti parasetamol atau ibuprofen hanya bermanfaat membuat anak lebih nyaman dengan suhu tubuh yang tidak terlalu tinggi, tapi tidak mencegah timbulnya kejang demam itu sendiri. Pemberian kompres air hangat (bukan dingin) pada dahi, ketiak, dan lipatan siku juga dapat membantu. Sebaiknya orangtua memiliki termometer di rumah untuk mengukur suhu anak saat sedang demam. Pengukuran suhu berguna untuk menentukan apakah anak benar mengalami demam dan untuk mengetahui pada suhu berapa kejang demam timbul. Jika sudah telanjur kejang maka lakukan hal utama ini: jangan berusaha menahan gerakan anak atau menghentikan kejang dengan paksa, letakkan anak di tempat yang aman, jauhkan dari bendabenda yang berbahaya, baringkan anak dengan posisi terlentang miring agar makanan, minuman, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar, jangan memberi makanan/minuman atau obat sekalipun saat si kecil mengalami kejang, agar anak terhindar dari bahaya tersedak, jangan berikan sendok, jari tangan, kain, atau apapun ke dalam mulut si kecil, agar jalan napas tidak tersumbat, longgarkan pakaian si kecil agar ia bisa bernapas lebih lega dan tidak mengganggu gerakan kejangnya. Meskipun orangtua panik, namun sebisa mungkin tetap amati dengan cermat apa saja yang terjadi saat anak kejang. Hitung pula durasi kejang. Hal tersebut dapat menjadi informasi berguna untuk dilaporkan ke dokter. Tunggu sampai kejang berhenti, kemudian segera bawa ke UGD rumah sakit terdekat untuk diperiksa dan ditangani lebih lanjut. l dr. I Gede Ardi Pratama
KEJANG - Jika sudah terlanjur kejang, jangan berusaha menahan gerakan anak atau menghentikan kejang dengan paksa, letakkan anak di tempat yang aman, jauhkan dari benda-benda yang berbahaya, baringkan anak dengan posisi terlentang miring agar makanan, minuman, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar, jangan memberi makanan/minuman atau obat sekalipun saat si kecil mengalami kejang, agar anak terhindar dari bahaya tersedak, jangan berikan sendok, jari tangan, kain, atau apapun ke dalam mulut si kecil, agar jalan napas tidak tersumbat, longgarkan pakaian si kecil agar ia bisa bernapas lebih lega dan tidak mengganggu gerakan kejangnya. Sebisa mungkin tetap amati dengan cermat apa saja yang terjadi saat anak kejang, hitung durasi kejang sebagai informasi berguna untuk dilaporkan ke dokter.
5
Minggu Wage, 23 Juli 2017
Resensi Buku
Gudang Peti Jenazah
CERPEN
Menggali Kembali Masa Lalu
Oleh Ketut Sugiartha
Judul : Perang Jagaraga Penulis : Soegianto Sastrodiwiryo Cetakan : 2011 Tebal buku : 248 Halaman Penerbit : Pustaka Bali Post
STUDI sejarah, di samping tugas pokoknya untuk merekonstruksi peristiwa sebagaimana terjadi di waktu yang lampau, biasanya juga dianggap memiliki fungsi edukatif, inspiratif serta rekreatif (petualangan ke masa lampau). Buku tentang perang Jagaraga memang sudah lama berlalu. Buku ini mencoba mengingatkan kita kembali pada retorika sejarah dan masa lalu. Buku ini menggambarkan secara detail sejarah dan beragam hal yang menyangkut perang Jagaraga. Layak untuk santapan siswa yang belakangan ini alfa tentang sejarah masa lalu terbentuknya Negara Indonesia. (osi)
Resensi Film
Petualangan Menjelajah Alam Semesta Judul Film : Valerian And The City Of A Thousand Planets Sutradara : Luc Besson Pemain : Dane DeHaan, Cara Delevingne, Clive Owen, Rihanna, Kris Wu, John Goodman dan Ethan Hawke Tayang : 2017
FILM ini bergenre Action-Adventure. Yang menarik film ini diangkat dari sebuah komik seri fiksi ilmiah Perancis Valerian dan Laureline yang ditulis oleh Pierre Christin. Menceritakan tentang kisah perjalanan dari Valerian (Dane Dehaan) dan Laureline (Cara Delevingne) yang diutus oleh komandan Arun Fillitt (Clive Owen). Mereka dikirim dalam sebuah misi, yaitu operasi khusus pemerintah wilayah manusia untuk menjaga ketertiban seluruh alam semesta. Valerian ternyata tidak berpikiran hanya ber-partner dengan Laurine, namun juga jatuh ke dalam asmara kepadanya. Akan tetapi, Valerian yang memiliki banyak sejarah terhadap wanita membuat Laureline terus menolaknya. Di samping mereka harus melakukan tugas mereka dan memulai misi ke kota Alpha intergalaksi. Kota ini merupakan sebuah metropolis yang terus berkembang dan terdapat ribuan spesies yang berbeda dari keempat penjuru alam semesta. Dengan 17 juta penduduk Alpha ini berkumpul lebih dari waktu untuk menyatukan bakat mereka, teknologi dan sumber daya. Petualangan yang memikat, cukup untuk mengisi hari libur. (osi)
Suatu sore pulang dari bepergian, kulihat pot-pot mawarku di belakang rumah kehilangan semua bunganya yang sedang mekar. Salah seorang tetangga memberitahuku bahwa bungabunga itu dipetik cucu-cucu Kong Kaca. Tentu saja aku sangat kesal, tetapi untuk melabrak mereka aku tak punya nyali. Kami sekeluarga tinggal di ruko sederhana berdinding kayu di dalam pasar, begitu pula tetangga kami yang berjumlah puluhan. Para pemilik ruko umumnya pendatang yang menetap di desa yang berhawa dingin ini. Ruko kami bersebelahan dengan toko-toko milik Kong Kaca, seorang kakek yang selalu mengenakan kacamata putih. Di samping memiliki banyak toko di bagian depan rumahnya yang luas, ia juga punya sawah yang berundakundak, membentang dari belakang rumahnya sampai ke dasar lembah, bersebelahan dengan kebun kopi tetangga kami yang lain. Laki-laki bertubuh pendek dan beralis tebal mirip golok itu punya banyak anak. Beberapa anak laki-lakinya yang sudah berkeluarga berdagang di tokotoko di depan rumahnya. Ada seorang anak perempuannya yang kawin dengan laki-laki dari kota dan kalau pulang selalu mengendarai mobil sedan, mobil paling bagus yang pernah masuk ke desa kami waktu itu. Cucu-cucunya yang masih duduk di bangku sekolah dasar biasanya sangat girang menyambut kedatangan mereka. Tidak ada yang tahu sejak kapan Kong Kaca mulai bertani. Setiap hari orang dapat melihatnya berjalan-jalan di pematang sawah dengan sebuah tongkat di tangan dan topi bulat menyerupai helem bertengger di kepala. Ia tidak turun langsung menggarap sawah. Ia hanya mengawasi petani-petani yang diupahnya sambil memberi petunjuk ini dan itu. Saat musim kemarau, ia tampak semakin sering menyusuri pematang. Ia tahu, air yang menyembur dari mata air di belakang rumahnya pas-pasan saja untuk mengairi semua sawahnya saat hujan lama tidak turun. Pada hari yang lain ketika aku sedang mengelus-elus dua ekor anak anjing, dua cucu perempuan Kong Kaca muncul di depanku. Aku langsung teringat pada pot-pot mawarku, tetapi aku tidak bertanya. Mereka tampak begitu gemas melihat makhluk-makhluk mungil bertelinga lepek, ras anjing terkenal dan diminati banyak orang. Aku dapat menerka apa yang mereka inginkan. “Lucu ya?” kata sang kakak. “Pasti tambah gemuk kalau dikasih susu,” timpal adiknya. “Buat aku ya, Gie?” pinta mereka hampir bersamaan. Lama aku terdiam sebelum akhirnya menjawab, “Maaf, sudah ada yang punya.” “Siapa?” “Liani.” “Dua-duanya?” “Satunya lagi kupelihara sendiri.” Aku merasa senang ketika mereka langsung pergi tanpa bicara apa-apa lagi. Tetapi, hari berikutnya kedua makhluk kesayanganku tiba-tiba lenyap. Setelah kucari ke mana-mana, tiba-tiba mereka muncul sambil terkaing-kaing menerobos pagar pekarangan Kong Kaca yang terbuat dari bambu. Mulut mereka tertutup busa putih. Kupikir keduanya telah terperosok ke selokan di belakang kamar mandi Kong Kaca. Mereka segera kubawa pulang dan kubersihkan. Yang membuatku tak habis pikir, dari mulut mereka terus menerus keluar busa dan selang beberapa saat kemudian keduanya menutup mata. Kukira tidur, tak tahunya mati. Aku tak tahu bagaimana menjelaskannya pada Liani. Ia begitu berminat pada si Poly dan aku telah menjanjikannya. Tak sanggup rasanya aku ber-
temu dengan sahabat karib adik perempuanku yang sangat baik ini. Ia sering datang ke rumah membawa kue-kue yang dibikinnya sendiri. Ia juga rajin meminjamiku bermacam-macam buku cerita, termasuk cerita-cerita silat Kho Ping Hoo yang kugemari. Di belakang rumah, di kebun kopi milik tetangga, ada pohon kopi tua sebesar paha orang dewasa yang rebah dan enak dipakai duduk-duduk sambil membaca. Di sanalah biasanya aku membaca buku-buku yang dipinjami Liani. Terkadang Liani menemaniku ngobrol di situ sambil menikmati keriuhan suara burung-burung jalak yang tengah menyantap bunga-bunga dadap. Dan kini ke sana juga aku pergi. Belum berapa lama aku nangkring di situ, Liani datang dan duduk di sebelahku. Melihat aku diam saja, ia lantas nyeletuk. “Kamu kenapa, Gie? Kok murung begitu?” Karena aku tidak menyahut ia meneruskan, “Kamu tak baca buku, pasti ada yang mengganggu pikiranmu.” Aku menoleh dan menatapnya sejenak sebelum berkata, “Aku harus minta maaf sama kamu.” “Kenapa?” “Si Poly mati.” “Apa?” Ia tampak kaget. Kuceritakan padanya bagaimana si Poly dan si Moni menemui ajalnya. “Pasti ada yang ngasih racun,” tanggap Liani. “Tahu dari mana?” “Mulutnya yang keluar busa.” Aku jadi ingat sama cucu-cucu Kong Kaca yang menemuiku pada hari sebelumnya. Mungkinkah mereka yang meracun? Entahlah. Aku merasa tak perlu menceritakan hal itu kepada Liani. Aku senang Liani tidak mempersoalkan kematian si Poly. Aku semakin suka padanya. Semakin hari aku dan dia semakin akrab, semakin sering nangkring sambil ngobrol di pohon kopi tua yang rebah di belakang rumah. Setamat SMP kami sama-sama meneruskan ke sekolah yang sama. Dasar anak-anak pedagang, waktu senggang sama-sama kami gunakan untuk membantu orangtua. Bila aku menyibukkan diri membantu menata barang-barang di ruko, pada saat yang sama Liani jualan lumpia di depan ruko orangtuanya. Sambil bekerja sesekali kami saling mencuri pandang. Kami sudah jarang ngobrol di pohon kopi rebah di belakang rumah. Walaupun hampir setiap hari jalan bareng ke sekolah, rasanya ada yang kurang atau hilang. Itulah sebabnya kenapa kalau Ayah atau Ibu atau adik perempuanku minta dibelikan lumpia, aku sengaja minta yang masih hangat sehingga aku punya kesempatan untuk menunggu sambil ngobrol dengannya. Tak peduli apakah orangtuaku atau orangtuanya berkenan dengan ulahku, aku makin rajin mendekatinya, sampai akhirnya kami sama-sama menyadari bahwa hati kami telah bertaut. Tetapi, mimpi buruk kemudian mendadak menyergapku. Aku merasa terhina sekali ketika mengetahui Liani akan dijodohkan dengan anak bungsu Kong Kaca yang sudah berumur. Berita itu sampai ke telingaku persis setelah kami lulus SMA. Sejak itu aku sering melamun di atas pohon kopi rebah di belakang rumah. Pada suatu sore yang ranum diam-diam Liani duduk di sampingku. “Kucari kamu ke mana-mana,” kudengar suaranya agak sendu. “Aku di sini,” sahutku cuek. “Kamu mau pamitan, kan?” Ia membisu. Mungkin merasa tertusuk oleh ucapanku yang bernada menyindir. Senja terasa beku. Burung-burung jalak telah lama pulang ke sarang. “Aku tahu kamu tak bisa menolak. Aku akan kehilangan kamu.”
“Aku akan tetap meminjamimu buku.” “Tidak usah!” tanggapku ketus sambil membuang muka. Aku tak mengerti mengapa tiba-tiba merasa berhak memperlakukannya seperti itu, padahal selama ini kami tak pernah membuat kesepakatan apa pun. Ia segera beranjak meninggalkanku tanpa pamit. Aku tahu ia pasti tidak dapat menerima sikapku. Ia telah melangkah beberapa jarak ketika kemudian berhenti dan menoleh ke belakang. Kupandangi ia dengan tatapan menyesal dan berharap ia tidak pergi begitu saja. Rupanya ia menangkap maksudku. Ia kemudian melangkah balik. “Kamu pikir hanya kamu yang kehilangan?” katanya pahit. “Maafkan aku,” ucapku seraya mengulurkan kedua tanganku yang segera disambutnya. Perasaan benci pada Kong Kaca tak dapat kubendung. Aku berharap agar ia cepat mati. Harapan seorang anak manusia yang tidak berdaya menghadapi sosok yang demikian berpengaruh, yang punya kuasa untuk menyihir hati banyak orang. Bayangkan, gudang peti jenazahnya saja bisa menjadi bahan pembicaraan.
Konon, bila terdengar suara berderakderak dari gudang peti jenazah, itu pertanda akan ada warga keturunan yang meninggal dalam waktu dekat. Tetapi, aku sama sekali tidak tertarik pada cerita-cerita tahayul seperti itu. Kupikir itu pasti ulah orang-orang suruhannya agar Kong Kaca semakin disegani. Suatu hari kudengar berita bahwa gudang peti jenazah Kong Kaca sedang dibongkar setelah suara-suara aneh itu terdengar lagi. “Ternyata banyak tikusnya,” begitu Budi, salah seorang teman, mengabarkan padaku. Aku menyambutnya dengan tertawa geli. Suara berderak-derak itu pasti diciptakan oleh tikus-tikus yang sedang mengerat kayu peti jenazah. Tetapi, sehari setelah gudang peti jenazah dibongkar, sore-sore ketika aku pulang dari rumah seorang teman yang tinggal di ujung desa, aku berdiri terbengong-bengong tak jauh dari rumah Kong Kaca. Kulihat orang-orang berdatangan dan satu persatu memasuki ruangan temaram yang dipasangi banyak lilin. Lama aku berdiri dengan kepala dipenuhi tanda tanya, sampai akhirnya kudengar suara yang amat kukenal, “Ia barusan meninggal. Kuharap aku tak jadi kawin.”
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Afrizal
Satya Dewi
Dewa Komang Mahadewa Adi Wiryadarma
Achmad Cholid Khamidi
DIMENSI
6 Capricorn Peruntungan: Meskipun suasana tampak tenang akan tetapi sebenarnya masih bergolak, sehingga kalau tidak waspada dan sembrono maka masalah baru yang cukup rumit akan Anda terima. Jalankan saja apa yang sudah ada dan hindari spekulasi yang terlalu berlebihan. Karier: Jangan segan untuk bertanya jika memang Anda kurang mengerti tentang perkataannya. Kesehatan: Kurang bisa mendukung kerja Anda minggu ini terutama rasa pusing di kepala yang selalu mengganggu konsentrasi Anda. Keuangan: Masih ada order besar yang bisa Anda kejar dan mendatangkan keuntungan yang lumayan besar. Cinta: Jangan semuanya dimasukkan hati, itu tidak akan membikin suasana tenang justru akan membuat gelisah saja. Aquarius Peruntungan: Jangan menyerah meski banyak halangan yang menghadang karena banyak peluang yang bisa dimanfaatkan di minggu ini. Tetaplah konsisten dengan visi dan misi Anda ke depan, yakinlah bahwa hanya dengan melewati tantangan tersebut maka baru bisa merengkuh kesuksesan yang Anda idam-idamkan.Karier: Kritikan yang datang jadikan bahan pertimbangan untuk bisa selalu mengontrol langkah-langkah yang telah Anda lakukan selama ini agar tak sampai salah arah. Kesehatan: Kondisi alam dan lingkungan kurang begitu bersahabat untuk saat ini maka ada baiknya Anda lebih berhati-hati terutama dalam mencari makanan yang ada di luar. Keuangan: Berhati-hatilah menuruti ajakan teman apalagi jika sampai mengganggu keuangan Anda karena bisa fatal akibatnya. Cinta: Sudah wataknya begitu, jadi buat apa dipermasalahkan, karena itu tidak akan ada habisnya, bukankah watak itu tidak ada obatnya. Pisces Peruntungan: Bila ada yang mencoba untuk memberi iming-iming untuk pindah haluan, sebaiknya jangan didengarkan, karena itu masih belum pasti dan hanya akan menimbulkan beban berat bagi pikiran Anda saja. Karier: Jangan takabur, karena semua ini masih tanda tanya. Kesehatan: Suasana hati agak tertekan dan itu akan sangat mempengaruhi kondisi badan dan pikiran Anda. Cobalah Anda sedikit rileks dan hadapilah segala persoalan dengan sesantai mungkin. Keuangan: Apa yang diharapkan ternyata masih jauh dari harapan semula, sehingga cukup mengganggu budget Anda. Cinta: Jaga ucapan Anda apalagi hati masih dilAnda perasaan emosi, jangan sampai salah omong karena bisa panjang urusannya nanti. Aries Peruntungan: Kesempatan untuk meraih hasil besar masih terbuka lebar tinggal tergantung bagaimana Anda memanage semua peluang tersebut sehingga bisa sampai pada sasaran yang diinginkan. Karier: Hindari ketergantungan dengan orang lain dan jangan mengharap yang terlalu tinggi tanpa melihat kondisi Anda saat ini. Kesehatan: Ingatlah bahwa pikiran dan kondisi badan Anda sudah cukup lelah, sehingga sekalipun dipaksakan untuk saat ini akan percuma saja hasilnya. Keuangan: Pemasukan masih cukup tinggi sekalipun kebutuhan juga terus meningkat. Cinta: Tak ada gunanya perkara sepele seperti itu dimasukkan hati, itu akan membuat diri Anda cepat tua saja, bukankah lebih baik jalani setiap masalah yang ada ini dengan perasaan gembira. Taurus Peruntungan: Segala persoalan yang muncul masih dalam batas kewajaran. Tetaplah bersemangat mengejar segala peluang yang ada, yang penting rasio harus lebih diutamakan daripada perasaan. Karier: Jangan mendengarkan omongan teman kalau hanya akan membikin Anda kesulitan sendiri nantinya. Kesehatan: Hindari konfrontasi dengan siapa saja karena hanya akan membikin pikiran menjadi tegang. Keuangan: Pemborosan masih sulit untuk Anda redam walaupun pemasukan masih terus mengalir dengan lancar. Cinta: Suasana masih terjalin mesra dan romantis. Gemini Peruntungan: Tak perlu menghiraukan tanggapan orang lain yang terkadang kurang objektif dan kurang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ada baiknya Anda percaya dengan rencana yang telah Anda susun sendiri sehingga bisa berjalan dengan tenang tanpa tergantung dengan orang lain. Karier: Bila ada perselisihan dengan rekan sekerja sebaiknya dibicarakan saja dengan atasan tak perlu diselesaikan dengan menggunakan otot. Kesehatan: Jika dalam hati terus merasa gelisah dan bertanya-tanya mengenai kondisi badan Anda saat ini ada baiknya segera konsultasikan dengan dokter ahlinya, sehingga hati bisa tenang dan tidur bisa nyenyak kembali. Keuangan: Percuma saja jika harus main spekulasi ataupun ambil keputusan penting sedangkan faktor kemujuran tampak minim sekali. Cinta: Keinginannya kadang sulit untuk dinalar, walaupun begitu tak perlu terlalu dipersoalkan. Cancer Peruntungan: Meskipun harapan tampak menipis sebaiknya Anda jangan pernah mudur selangkahpun, tetaplah berusaha sekuat tenaga agar urusan yang Anda kerjakan tersebut bisa memuaskan banyak pihak. Karier: Tak perlu grusa-grusu, berpikirlah sejenak sebelum berbicara dan mengambil tindakan. Kesehatan: Pola makan yang agak kacau balau akhir-akhir ini sebaiknya mulai dibenahi, cobalah selalu tepat waktu dan berhenti makan sebelum kekenyangan. Keuangan: Usahakan selalu tenang dan tidak keburu memutuskan segala sesuatunya ada baiknya Anda pertahankan saja apa yang sudah ada. Cinta: Kurang begitu menggembirakan, walau begitu tidak ada salahnya jika Anda tetap selalu tersenyum dan tidak uring-uringan. Leo Peruntungan: Tak perlu terburu-buru dalam bertindak, sebaiknya dipikir matang-matang agar tidak sampai salah jalan dan timbul penyesalan yang tak seharusnya terjadi. Peruntungan Anda di minggu ini cukup mujur walau begitu jika tak bisa membawa diri bukan tak mungkin masalah yang akan Anda tanggung juga. Karier: Hindari konfrontasi dengan siapapun, tak perlu ngotot ingin menang, sebab bukan kemenangan yang akan diraih justru cemooh dan dampratan yang akan didapat. Kesehatan: Badan dan pikiran terasa lebih fresh dan cukup mensupport kinerja Anda di minggu ini. Kebiasaan untuk berolahraga secara rutin sebaiknya dipertahankan, jangan karena merasa sudah sehat lalu ogah-ogahan untuk berolahraga kembali. Keuangan: Pemasukan cukup baik dan lancar sehingga keuangan semakin stabil saja dan jauh dari kekuatiran. Cinta: Berpikirlah realistis, sehingga tak sampai menuntut yang macam-macam, yang hanya menyebabkan dirinya jengkel dan tak tahu harus berbuat apa. Virgo Peruntungan: Jangan letih untuk bisa terus memanfaatkan celah yagn ada, jangan sampai mengendor apalagi terlena dengan keberhasilan selama ini yagn masih jauh dari apa yang Anda harapkan. Karier: Halangan untuk meraih posisi bagus justru dari diri Anda sendiri yang kurang bisa memanage diri sendiri dengan baik. Kesehatan: Hilangkan perasaan iri dengki jangan sampai tertanam dalam hati Anda, karena hanya akan membikin hidup menjadi tak berselera saja. Keuangan: Jangan ikut-ikutan teman Anda untuk bergaya hidup mewah sekalipun keuangan Anda saat ini masih cukup kuat. Cinta: Tetaplah mau bersabar dan tawakal dengan semua ini tak ada gunanya terus berkeluh kesah. Libra Peruntungan: Jangan hiraukan tekanan-tekanan yang dilancarkan oleh rekan-rekan Anda yang memang lagi iri hati dengan keberhasilan yang telah Anda raih selama ini. Tetaplah berkonsentrasi apalagi peluang tampak cukup banyak dan menguntungkan sekali. Karier: Berhati-hatilah dalam membuat keputusan jangan sampai sembrono. Kesehatan: Jika dirasa kondisi badan tidak berada pada performa seperti yang diharapkan maka ada baiknya dalam menyelesaikan aktivitas disesuaikan dengan kondisi badan Anda saat ini. Keuangan: Pemasukan tampak cukup seret sehingga sangatlah riskan jika pengeluaran tidak bisa di-manage dengan baik. Cinta: Sudah wataknya begitu, buat apa dipersoalkan, karena itu hanya bikin capek mulut Anda saja. Scorpio Peruntungan: Meski banyak yang terganggu dengan program yang lagi Anda jalankan saat ini ada baiknya tidak ditanggapi dengan emosi, tetaplah tenang dan yang terpenting masih selalu berjalan di atas rel yang telah direncanakan. Karier: Tak ada untungnya jika berbohong justru akan menimbulkan masalah saja. Kesehatan: Cobalah makan di rumah saja walau rasanya masih kalah dengan makanan diluaran akan tetapi dari segi kebersihan tentunya tak bisa diragukan lagi. Keuangan: Pemasukan dan pengeluaran tampak seimbang dan hampir tidak ada gangguan yang berat. Cinta: Jangan hanya manis dibibir akan tetapi dikala sidia lagi membutuhkan Anda seakan-akan hilang lenyap dari bumi ini. Sagitarius Peruntungan: Tidak disangka dan tak dinyana jika tiba-tiba proyek yang sebelumnya mustahil untuk bisa sukses ternyata bisa mendatangkan kabar baik di minggu ini. Tindaklanjuti kabar bagus ini tak perlu terbayangbayang oleh sesuatu yagn buruk yang belum tentu terjadi. Karier: Komunikasi dengan atasan tetap dijaga bila perlu ditingkatkan lagi jangan sampai atasan mempunyai pAndangan negatif mengenai diri Anda. Kesehatan: Konsentrasi kerja tampak terganggu dan yang lebih fatal lagi badan menjadi lemas dan ogah-ogahan untuk berkerja. Hanya dengan motivasi tinggi maka Anda bisa lepas dari hawa malas yang merugikan itu. Keuangan: Rezeki memang tidak disangka-sangka datangnya dan bersyukurlah karena dikala keuangan lagi seret, tiba-tiba ada Diasuh Oleh income masuk. Cinta: Masih seperti Putri Wong Kam Fu biasanya, tenang dan banyak cerianya Berlaku : 23 - 29 Juli 2017 daripada susahnya.
Minggu Wage, 23 Juli 2017
Agama Itu Sederhana dan Membahagiakan
Sruyatam dharmasarvasvam Srutva capyavadharyatam Atmanah pratikulani Paresam na samacaret (Padma Purana srsti 19.358)
“Seandainya seluruh ajaran Dharma dapat disampaikan dalam beberapa kata saja, maka Dharma adalah bahwa segala yang tidak menyenangkan diri sendiri, janganlah lakukan hal itu pada orang lain.” Kita mengikuti jalan indah Vaidika Sanatana Dharma, jalan kekal abadi Veda. Veda merupakan panduan dan “tongkat komando” penitian hidup material dan spiritual. Dengan demikian, kita dinamakan Vaidika Sanatani, penganut ajaran kekal abadi Veda, atau Sanatana Dharmi, pengikut ajaran Dharma yang kekal abadi tanpa awal dan tanpa akhir. Dharma sering diterjemahkan sebagai agama (religion). Akan tetapi, walaupun menunjukkan terjemahan benar, namun dharma tidak menunjuk (hanya) agama, khususnya agama seperti yang ada zaman sekarang ini, yang sangat nyata terlihat “pengkotak-kotakan” umat manusia, tanpa semua menyadarinya. Dharma mengandung pengertian sangat tinggi, mulia, maha luas, serta berlawanan arah sama sekali dengan terjemahan dharma yang terkesan “pengkotakkotakan” umat mannusia. Dalam bahasa Sanskerta, dharma berasal dari akar kata Dhr (dhatu), yang berarti, segala yang menyangga alam dan perputaran dunia ini dalam segala hal, itulah dharma (dharanat dharmam ity ahuh). Segala tingkah laku, tata cara, pengetahuan dan lain-lain yang memberikan kesejahteraan serta kebahagiaan lahir batin, material dan spiritual, semua itu dinamakan dharma. Pengajegan melalui pelaksanaan dharma seperti itu akan memberikan hidup tenang, damai dan sejahtera kepada setiap insan di dunia. Ia tidak hanya menjadi bekal selama hidup di alam material ini melainkan juga setelah meninggalkan badan jasmani (yato’bhyudaya nihsreyasa siddhih sa dharmah). Sloka di atas menyimpulkan, jikalau dharma dapat disampaikan dengan cara sangat sederhana dalam kalimat pendek maka dharma berarti Atmanah pratikulani paresam na samacaret segala yang tidak menyenangkan diri sendiri, janganlah lakukan hal itu pada orang lain. Ukuran
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa dharma adalah apa yang menyenangkan, menyejahterakan diri dan membahagiakan diri sendiri. Kebalikkan dari itu, yaitu halhal yang tidak menyenangkan, tidak menyejahterakan diri dan juga tidak membahagiakan diri sendiri bukanlah dharma atau agama, dan itu tidak dilakukan kepada orang lain. Itulah definisi dharma yang sederhana. Leluhur bangsa kita pun sangat menggarisbawahi pesan indah ini, asing tan kahyun yawakta, yatika tanulahakenanta ring len, bahwa segala sesuatu yang tidak berkenan bagi diri orang, semua itu seharusnya tidak dilakukan pada diri orang lain. Kunang deyanta, hana ya prawrtti, kemudian renungkanlah lagi, bahwa ada perilaku, kapuhara dening kaya, wak, manah, yang dilakukan melalui perbuatan, perkataan, dan pikiran, ndatan panukhe ya ri kita, magawe-duhkhapuhara hrd-roga, tetapi sama sekali tidak membuat dirimu menjadi senang, memberikan kedukaan menyebabkan sakit hati, yatika tan ulahakenanta ring len, perilaku seperti itu janganlah engkau perbuat pada orang lain, haywa tan harimbawa, ika gatinta mangkana, ya tika sangksepaning dharma ngaranya, janganlah tidak mengukur tingkah laku seperti itu pada diri sendiri, sebab perilaku seperti itu dinyatakan sebagai kesimpulan daripada ajaran Dharma, wyartha kadamelaning dharma yan mangkana, lilantat gawayakena ya, sia-sialah menjalankan ajaran Dharma bila demikian adanya. Lakukanlah (pada yang lain segala) apa yang membuat dirimu senang. “Na tat parasya sandadhyat pratikulam yadatmanah” - janganlah terapkan terhadap yang lain apa pun yang bertentangan dengan kebahagiaan dirimu. Biasanya, kita selalu melakukan apa pun yang pasti menyenangkan, menguntungkan, serta membahagiakan diri kita. Sangat tidak mungkin orang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kesenangan serta kebahagiaan dirinya. Sama sekali tidak mungkin orang melakukannya. Kecuali ada alasan-alasan tertentu, misalnya alasan kejiwaan. Ajaran-ajaran Dharma memberikan arahan serta tuntunan yang sangat jelas bagaimana melaku-
kan sesuatu di dunia ini. Sangat banyak tercecer ajaran-ajaran indah nan mulia yang jika orang mematuhinya maka hidupnya akan dipenuhi oleh segala jenis kesejahteraan dan kebahagiaan, yang pada sloka dikutip oleh Sarasamuccaya ini diringkas dalam satu kalimat indah, yaitu jangan melakukan suatu perbuatan terhadap orang lain yang tidak menyenangkan diri sendiri. Terhadap kalimat “cemerlang” tersebut, leluhur kita mengulasnya dalam bahasa Jawa Kuna secara lebih detail lagi, “Kunang deyanta...” - perhatikan dan camkanlah hal ini olehmu... Kalimat “kunang deyanta...”, memberikan peringatan kepada pembaca bahwa ketika orang membaca ajaran atau nasihat, maka orang tidak hanya membaca sebagaimana orang membaca koran dan majalah hiburan. “Kunang deyanta” memberikan peringatan agar orang membaca ajaran-ajaran dharma tidak mempergunakan akal, logika dan kecerdasan material secara berlebihan tanpa kendali. “Kunang deyanta”, orang hendaknya membaca “sastra tan patulis”-nya dan bukan “sastra tulis”-nya. Karena, “sastra tulis”nya merupakan kotak kemasan belaka, sedangkan “berlian” yang merupakan isi dari sastra tulis tersebut adalah apa yang “disembunyikan” oleh “sastra tan patulis”. Untuk itu, ia harus diberikan perhatian lebih, dibaca dengan penuh perhatian, dengan benar, jika ia adalah mantra maka secara “svaratah” - pelafalan atau pengucapan, dan “varnatah” secara spelling atau penulisan... harus mendapat perhatian dari sang pembaca. Kata pembaca dalam bahasa Indonesia, jika dicari padanan terjemahannya ke dalam bahasa Inggris, ia barangkali tidak tepat diterjemahkan sebagai “reader” karena ia bukan “reading” melainkan “vaaca” atau mengucapkan, artinya apa yang tertulis bukanlah apa yang harus dibaca, melainkan apa yang tidak tertulis, itulah yang hendaknya dibaca. Ia menyebarangi arti dan bahkan makna. Oleh karena itulah “reader” dalam bahasa Indonesia tersebut sesungguhnya mempunyai terjemahan sangat bermakna. “Hana ya prawrtti” terdapat tingkah laku atau perilaku, memberikan penegasan perbuatan atau perilaku yang berbeda dan/ atau hendaknya dibedakan dengan perilaku sehari-hari yang orang lakukan hanya untuk melakukan perbuatan. “Hanya ya prawrtti” menunjukkan perilaku yang berdasarkan pada suatu disiplin agama spiritual yang mantap. Selain itu, biasanya orang menganggap tingkah laku atau perilaku hanyalah apa yang
dilakukan melalui badan jasmani, sedangkan apa yang dilakukan melalui kata-kata dan pikiran tidak dimasukkan sebagai prilaku. “Hana ya prawrtti” memberikan penegasan bahwa apa yang dilakukan melalui kata-kata pun adalah prilaku, dan apa yang dilakukan melalui pikiran pun adalah prilaku. Biasanya, bagi kebanyakan orang terlebih orang-orang yang suka dan “memperoleh kepuasan” dengan mengata-ngatai dan berpikir buruk terhadap orang lain, tidak memasukkan “kata-kata” dan “pikiran”-nya sebagai prilaku. Mereka tidak menganggap dosa ketika mengata-ngatai keburukan orang lain, atau ketika berpikir buruk terhadap orang lain. Mereka memisahkan dosa dari prilaku kata dan pikiran. “Hana prawrtti” memberikan penegasan bahwa prilaku yang “kapuhara dening kaya, wak, manah’, semua itu adalah prilaku yang harus dipertanggujawabkan. Ia bukanlah sesuatu yang tidak memberikan “reaksi buruk” pada diri sendiri. “Hana ya prawrtti” memasukkan ketiganya yaitu “kaya wak manah” sebagai prilaku yang harus ditata dalam jalan dharma. “Ndatan panukhe ya ri kita, magawe-duhkhapuhara hrd-roga, yatika tan ulahakenanta ring len” - semua “prawrtti” atau perilaku tersebut yang tidak menyenangkan jika itu dilakukan pada diri kita, - semua itu “yatika tan ulahakenanta ring len” - hendaknya tidak dilakukan terhadap orang lain. Jika orang membuat baju untuk diri sendiri, janganlah ukuran orang lain yang dipakai, terlebih lagi jika ukuran S yang pas untuk diri sendiri lalu mengukur badan orang lain yang mempunyai ukuran XL, maka begitu keluar pekarangan rumah, kita memakai pakaian tersebut, maka seluruh “cicak” dan “tokek” pun akan tertawa melihatnya. Pribahasa “mengukur baju di badan sendiri” sepertinya sangat dekat dengan pesan sloka di atas, bahwa orang hendaknya tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang ia tidak ingin lakukan untuk dirinya sendiri. Orang tidak akan melakukan perbuatan apa pun terhadap orang lain yang tidak membahagiakan diri sendiri. Arya Vidura ketika memberikan nasihat kepada Maharaja Yudhisthira, menitipkan pesan singkat tetapi sangat mulia, yaitu “perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau memperlakukan dirimu sendiri.” Visnu Purana menegaskan “praninam upakaraya” – segala hal yang menyebabkan kesejahteraan semua mahluk hidup,- tad eva matiman bhajet, - itulah yang orang bijaksana harus lakukan dan usahakan.
MIMBAR AGAMA
Pengawasan dan Liarnya Medsos Redaktur Khusus MIMBAR
ISLAM H. Kusnadi Musthofa “Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (Q.S. al-Qiyamah [75]: 36). Ujaran kebencian, umpatan, penipuan, juga kata-kata yang tidak senonoh yang di antaranya mengarah pada nuansa pornografi, tidak jarang diumbar dengan sedemikian bebasnya melalui medsos (media sosial), seperti Facebook, Twiter, Watsapp, Telegram dan semacamnya. Tentu saja kita sangat prihatin dengan fenomena “gelap” dari sebagian pengguna medsos yang dengan mudah berkatakata (tepatnya menulis) semaunya itu, tanpa mengindahkan tata krama sopan santun pergaulan sesuai adat ketimuran yang toleran dan penuh kasih sayang. Dalam upaya mengerem dampak buruk medsos itulah, maka bisa difahami apabila sejumlah negara termasuk Indonesia menerapkan undangundang yang terkait dengan penggunaan medsos yang populer dengan sebutan UndangUndang Elektronika (UUE). Jelas bisa dibayangkan, betapa beratnya tugas aparat hukum kita dalam mengawasi penggunaan medsos yang angka penggunanya cenderung meningkat hingga puluhan, bahkan hingga ratusan juta orang itu. Sebagai warga Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa, mestinya kita sadar bahwa apa pun yang kita katakan, kita tulis dan apa-apa yang kita lakukan, semuanya akan
dimintai pertanggung jawab oleh Tuhan Yang Maha Esa. Begitu pun bagi yang mengimani keesaan Allah SWT dengan segala Sifat-Nya, tentu akan merasa takut apabila mendurhakai-Nya, apakah melakukan ujaran kebencian yang mengundang konflik, kebohongan, penipun, maupun tindakan lainnya yang tidak terpuji. “Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.” (Q.S. az-Zukhruf [43]: 80). Tentu saja tidak hanya diri kita, sebagai manusia, yang Dia awasi. Benda-benda terkecil seperti atom, sub atom atau yang lebih kecil dari itu, hingga milyaran bintang dan planet yang ada di alam semesta ini, juga senantiasa Dia awasi dengan pengawasan yang sempurna. Tidak ada suatu ciptaan-Nya, yang kecil maupun yang besar, yang luput dari pengawasannya. “Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.” (Q.S. al-Ahzab [33]: 52). Sistem pengawasan-Nya yang Dia terapkan untuk kita, dilakukan secara langsung, sekaligus lahir dan batin diri kita yang Dia awasi. Selain itu, PengawasanNya juga dengan melibatkan makhluk-Nya yang lain. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Q.S. Qaaf [50]: 16-18). Bukan tidak mungkin, suatu ketika diri kita khilaf, tidak me-
nyadari bahwa Allah SWT selalu mengawasi diri kita secara langsung, tidak pula menyadari bahwa para malaikat-Nya yang mulia senantiasa mengamati dan mencatat semua gerakgerik kita, baik secara lahiriyah maupun batiniyah, sehingga akibat kealfaan itu kita dengan mudah melakukan suatu kedurhakaan. “Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu. Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan. Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al-Infithar [82]: 6-12). Maka bersyukurlah mereka yang senantiasa mengingatNya (dzikrullah), yang meyakini keberadaan dan kehadiranNya di mana pun dirinya berada dan mereka itulah yang menerima limpahan rahmat-Nya (Q.S. 33: 41-43). Kata Ar-Raqiib disebut lima kali dalam Al Qur’an, terdiri dari huruf ra, qaaf dan ba’ arti pokoknya adalah: Tegak kokoh untuk memelihara sesuatu. Pengawas adalah Raqiib, bermakna tampil tegak kokoh mengawasi untuk memelihara yang diawasi. Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa Allah Ar-Raqiib adalah Dzat Yang Maha Mengawasi makhluk-Nya, termasuk diri kita dengan segenap Pemeliharaan dan kasih Sayang-Nya. Saat Dia menyebut dirinya Raqiiba, adalah saat Dia berpesan kepada manusia agar memelihara hubungan kasih
sayang. Karenanya, saat diri kita acuh tak acuh, apalagi enggan memelihara hubungan kasih sayang dengan sesama, ingat dan yakini bahwa Dia senantiasa mengawasi diri kita. “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silturrahim. Sesungguhnya Allah adalah Raqiiba, selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (Q.S. an-Nisaa’ [4]: 1). Betapapun pengawasan-Nya sedemikian cermat, lengkap dan sempurna, bahkan Dia “memasang alat perekam” di dalam diri kita, yakni kulit kita (Q.S. 41: 20-21). Para pakar Fisika Quantum dan Biologi Quantum juga menemukan bukti bahwa DNA (Dioxyruba Nucleid Acid) diri kita pun merekam dengan lengkap apa-apa yang kita pikirkan, rasakan (di hati) dan yang kita lakukan. Bagi kita orang-orang beriman yang meyakini Pengawasan, Pemeliharaan dan Kasih Sayang-Nya, jelas akan tumbuh rasa takut di hati manakala baru berniat saja untuk melakukan suatu pelanggaran dari aturan-Nya. Mudah-mudahan, dengan mengimani KemahabaikanNya, rasa cinta di hati kita kepada-Nya pun akan semakin tumbuh. Karena Pengawasan dan Pemeliharaan-Nya itulah, kita masih Dia beri kesempatan hidup dengan menikmati berbagai karunia-Nya. Masih diberi kesempatan memohon ampunan-Nya dan diberi kesempatan melakukan kebaikan untuk diri sendiri maupun orang lain dengan mengedepankan kasih sayang kepada sesama.
Redité Wagé, 23 Juli 2017
Bali L e m b a r
B a s a
7
B a l i
Bencingah I Gusti Made Ngurah Lascarya sané Utama NGAMARGIANG kahuripan dados krama Hindu, nyabran nangun yadnya pastika makarya bebantenan. Asapunika taler, krama pastika makta banten utawi sesodan ri kala upacara kamargiang. Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., Ketua Umum Yayasan Sabha Budaya Hindu Bali maosang punika wantah BPM/was cihna bhakti krama majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa malarapan antuk asil pakaryan miwah sané prasida katurang. Sapatutné asapunika parikramannyané, mawinan nénten ngawinang krama ewuh pakewuh tatkala maturan ka pura. “Wénten aturan sané madaging sanganan, ajengan penek miwah kacang saur. Punika sujatiné wantah sikut ka padéwékan krama pinaka cihna rasa bhakti malarapan antuk bebantenan sané sampun kaolah, sané risampuné wusan katur prasida kalungsur tur kaajeng,” baos dané. Pecak Kakanwil Depag Provinsi Bali warsa 1999-2008 puniki malih maosang, sané mautama ri kala ngaturang yadnya wantah rasa bhakti miwah manah lascarya duaning yéning sampun asapunika sinah prasida becik maturan ngawigunayang napi kémanten sané kadruénang. Tetujonnyané wantah nunas paica utawi nunas pangalang manah miwah rasa bagia duaning prasida ngaturang banten sané sampun sumeken kakaryanin. Risampuné Ida Bhatara sané katurang kayun ngaksiang sinah kajantenang Ida pacang mapaica waranugraha sakadi napi sané kaaptiang. “Nénten wantah banten, makudang-kudang kasenian minakadi tapel, wayang lemah miwah sané siosan sujatiné taler paatur-atur krama majeng ring Ida Bhatara. Boya panyangkep karya,” pecak Direktur APGAH Negeri Denpasar warsa 1996-1999 puniki negesang. (was)
Ni Kompyang Ratna
Mabina-binayan SAKADI sané sampun kauningayang, wénten makudang-kudang soroh banten manut soroh yadnya sané kamargiang. Sané patut kaélingang wantah sima miwah désa mawacara sané nénten pateh, mawinan wénten parikrama yadnya sané mabinabinayan. Indik wangun banten miwah lakar sané dados kawigunayang taler mabina-binayan, kaBPM/was patutanipun sinalih tunggilnyané inggih punika indik biu. Ni Kompyang Ratna, sarati banten ring Br. Kuwum, Désa Kuwum, Mengwi Badung maosang, yadiastun akéhan sané nénten nganggén Biu Saba ring bebantenan, ring wewidangan dané wantah nénten kadadosang ring banten sané katur munggah kémanten. Sakéwanten yéning sané katur ring sor minakadi soda ayaban prasida nganggén Biu Saba dados tetandingan banten. “Tios punika, ring banten bebangkit taler nénten dados nganggén Biu Saba. Yéning ring banten pacaruan, panyakap karang miwah pangruak karang dados nganggén Biu Saba,” baos dané. Kompyang Ratna malih maosang, wénten sima sané ngawigunayang Biu Kayu pinaka galeng layon tatkala parikrama nyiramin. Biu Kayu sané kawigunayang wantah aijas sané madaging 11 bulih. Manawita lebih patut kakepuk utawi kaicalang mangda ijasannyané nénten lewih saking 11 bulih. Biu Kayu sané kanggén galeng punika nénten kaambil malih yadiastun parikrama nyiramang layon sampun puput duaning biu inucap patut sareng karingkes. “Sisan kepukan biu sané lewih patut kakutang utawi kajeng, nénten dados malih kanggén makarya banten,” dané nguningayang. (was)
(86)
BIU – Pinaka sinalih tunggil soroh woh-wohan, biu ketah kawigunayang sajeroning parikrama yadnya ring Bali. Mawit saking sané pinih alit minakadi canang meraka kantos sané agengan minakadi gebogan.
Ngawigunayang Biu
Sangkaning Dangan Karereh, Kaadungang Sareng Wangun Banten SAKADI sané sampun kauningayang, sajeroning kahuripan krama Bali sané magama Hindu majanten ketah kapanggihin makudangkudang soroh parikrama upacara yadnya miwah bebantenan sané mabina-binayan duaning nganutin sapunapi upacara sané kamargiang. Yéning katilik indik lakar sané ketah kawigunayang makarya bebantenan, manut sakadi sané munggah ring Bhagawad Gita minakadi patram utawi dondonan, puspam utawi sekar, phalam utawi woh-wohan, miwah toyam utawi toya. Sinalih tunggil piranti banten marupa woh-wohan biu sané sampun kauningayang becik kawigunanipun ring pakraman saha kaaptiang utamanipun nampek raina minakadi Galungan miwah Kuningan. Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., Ketua Umum Yayasan Sabha
Budaya Hindu Bali maosang, daweg dumun biu wantah tetanduran sané ketah kapanggihin utawi katandur ring teba utawi tegalan krama. Duaning sios dangan kapiara, biu taler gelis ngamedalang buahnyané. Yadiastun asapunika, nénten makasami soroh biu prasida kawigunayang ring bebantenan, minakadi Biu Batu sané akéh madaging batu ring isinnyané tur ngawinang nénten prasida kaajeng miwah Biu Saba sané kocap wantah biu sané mentik saking susu Ida Bhatari Durga. Siosan punika minakadi Biu Kayu, Biu Mas miwah Biu Sasih sané asasih kantos kalih sasih sampun ngamedalang buah, dados kawigunayang makarya bebantenan. “Punika satmaka nugesang yéning biu wantah tetanduran sané pinih dangan kanggén taler pinih elah karereh. Napi
malih kantos mangkin ring sajeroning paumahan krama Hindu Bali sané madaging antuk teba taler ketah katandur biu inucap mangda prasida kaawigunayang tandingan bebantenan,” baos dané. Sios punika, tuuh biu taler mabina-binayan minakadi tuuh nasaknyané utawi tuuh dados mayang utawi berek risampuné nasak. Punika majanten sampun kaselehin olih para panglingsiré mangda prasida kadabdabang indik soroh biu sané becik katilik soroh biu sané becik kawigunayang ring banten sané sué kaunggahang utawi soroh biu sané becik kawigunayang ring banten sané kagenahang wantah ajebos tur gelis kasurud. Wénten taler sané ngawigunayang biu matah tatkala makarya banten. Kahanan punika akéhan kamargiang ring upacara ageng sané bantenipun patut
saking doh sampun kakaryanin. Tetujonnyané mangda biu nénten gelis berek tur risampuné kasurud mangda wawu biu inucap nasak. Biu pinaka sarana ring sajeroning yadnya patut taler kadagingin antuk unteng pikayunan minakadi Satyam utawi kakaryanin tur kapolihang antuk parikrama sané becik miwah patut, Siwam utawi patut kadasarin antuk manah lascarya tur ngrestiti Hyang Widhi, miwah Sundaram utawi kakaryanin antuk parikrama becik tur seni mangda prasida kasinahang kalewihannyané. Malih dané maosang, sekancan bebantenan ngawit saking pinih alit kantos sané ageng majanten ngawigunayang biu pinaka woh-wohan sané pinih dangan kapolihang ring pakraman. Ni Kompyang Ratna, sarati banten ring Br. Kuwum, Désa Kuwum, Mengwi, Badung
taler maosang yéning sampun saking nguni para panglingsir ngawigunayang biu sajeroning banten tetandinganipun. Minakadi ring banten pras ajengan daksina, banten suci, soda utawi sesodan utawi ring canang meraka. Ring banten pulagémbal miwah bebangkit taler kadagingin antuk biu. Sakéwanten parikrama ngawigunayangipun patut kadabdabang tur kaadungang sareng wangun bantennyané, ageng utawi alit. Duaning yéning sané alit biu inucap patut kaiiyis utawi makaet-kaet, yéning agengan akidik wawu prasida mabulihan. “Wénten taler sané ngawigunayang biu sané kantun maijasan minakadi ring gebogan. Yéning gebogan nénten madaging biu sinah punika kabaosang dados gebogan sané sebelan,” asapunika dané nartayang. (was)
Biu Lalung, Sarana Panyangkep ring Sanggah Surya SAJERONING kahuripan krama Bali, pisang utawi biu wantah mabuat pisan. Tios saking kajeng taler kawigunayang pinaka tetandingan banten. Biu kawigunayang antuk makudangkudang parikrama minakadi makaet, mabulihan utawi maijasan sané kadungang antuk pabuatnyané. Nénten buahnyané kémanten sané kawigunayang, daunnnyané prasida kanggén pangaput ajengen, gedebongnyané pinaka tetedan beburon. Indiké punika satmaka nugesang yéning makasamian saking punyan biu wantah mawiguna. Yéning katilik malih, wénten biu sané kawigunayang pinaka biu lalung. Ni Kompyang Ratna maosang, biu lalung kawigunayang ring pilar utawi adegan Sanggah Surya sané ketah kagenahang ring ulu Kaja Kangin saking wewidangan genah yadnya. Ring genah punika taler kadagingin antuk daun Peji, daun Ancak miwah daun Bingin. Soroh biu sané dados kawigunayang biu lalung, dané maosang wantah sekancan biu dados kawigunayang
sajabaning soroh Biu Batu miwah Biu Saba sané ketah nénten dados kanggén makarya bebantenan. “Nénten samian upacara yadnya madaging biu lalung ring Sanggah Suryané. Yéning wantah munggah banten pulagémbal, sinah nénten madaging biu lalung. Yéning yadnya inucap sampun kantos ngaturang banten bebangkit, sinah Sanggah Suryané patut kadagingin biu lalung,” dané maosang. Kawewehin, biu lalung wantah biu sané ijengannyané madaging kalih utawi tigang ijas biu tur ijasannyané madaging biu patpat utawi limang bulih kémanten. Sané taler dados cihna biu lalung inucap, patut kantun madagingin antuk don miwah untengnyané. Parindikan sané pateh taler kabaosang Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si. Panjang bantang biu sané kanggén makarya biu lalung wantah kirang langkung 60 cm. Biu lalung punika kabaosang jangkep duaning kantun madaging buah utawi phalam, daun utawi patram, miwah unteng utawi puspam saha ring
parikrama upacaranipun majanten kasiratin tirta pinaka toyamnyané. Gusti Made Ngurah malih nglanturang, sajeroning parikrama yadnya, banten miwah aturan ring Sanggah Surya kawastanin antuk yadnya. Yéning ayabayabanipun kawastanin angga utawi pangawak yadnya. Yéning sané magenah ring sor minakadi panggungan, caru, segehan taler gelar sanga ngranjing dados batisnyané. Ring uluning yadnya utawi ring Sanggah Surya patut pisan munggah banten miwah kadagingin étéh-étéh sané nyinahang kahanan sané kantun “alami” utawi kawéntenanipun durung kaolah olih jadma. “Sané kantun “alami” punika kasinahang saking biu lalung, duaning kahanan ipun kapanggih kantun sakadi punyan biu sané nedeng mabuah utawi nedeng metik ring tanah. Risampuné wusan karya, sinah biu lalung nénten prasida katandur malih sajabaning kakutang utawi kanggén lemekan,” dané nartayang. (was)
“NAH lamun kénten buin mani ajaka nglawar, lantas magibung ajak patpat apang kanti med. Kadén Tungurah wikan mébat? Lawar napi, ayam, céléng, sampi, utawi kuir, satmaka maselametan menék kelas. Kadén I Luh ten nyak baang hadiah,” baos ibunné alon. “Nggih, pang taén nglawar kuir Bu. Imbuhin bier ajak tuak. Pang melah ben tiang ngaukin timpalé buin ajak patpat, nggih Tungurah?” baosné Luh Méga ring ibunné manis. Bénjangné semengan timpalné Luh Méga sampun rauh. Déwa Gedé Ngurah makta kuir, Désak Marmita makta bebungkilan, Kadék Sutini makta daun blingbing lan Komang Juniathi makta kelapa. Nyoman Padmini raris ngedumang ulam, basa-basa lan pakaryané. Bapak Gedé Dauh, Ngurah Jelada sareng Déwa Gedé Ngurah ngébat ngawit saking nampah kuir, ngrajang basa, ngikih kelapa, ngarya sesaté, lawar, jangan blingbing miwah kekomoh. Luhluhé sami matulung masak nasi,
ngoréng saté, jangan arés, ngarya wédang ring paon sareng Ibu Padmini. Jam solas samian masakan miwah olahané sampun rateng. “Nah mangkin sami sampun puput, bresihin dumun tangan lan cokoré gumentos usan masagi ngarya gibungan dados kalih sela,” baosné Nyoman Padmini ngebatang karpét ring balé daja saha nyacarang gibungan kalih sela. Ajengan miwah ulamé matatakan naré ageng lan naré alit matatakan daun pisang. Bajang-bajangé nyarengin maktaang jembung wadah kekomoh, gelas sareng toya, bier kalih botol, coca-cola lan sprite alusin. “Nggih rarisang munggah sami ngempat mangda adung. Deriki bajang-bajangé né istri sareng patpat. Yén sané sikian Bapak, Ibu, Déwa sareng tiang,” baosné Ngurah Jelada. Sami raris malinggih ngiter gibungan. Luh-luhé sané durung naen magibung kari bingung. “Nah, apang ten bingung, becikan Ibu ané ngayahin malu. Depin durian ngajeng. Élingang ané dados pepara tukang menékang
ulam apang ten marebut,” baosné Nyoman Padmini saha nyacarang komoh mawadah jembung. “Nggih rarisang sampun ngajengang.” Gedé Dauh ngunggahang lawar sareng jangan blingbing, raris sami ngawit ngajengang. Salanturné timbungan, jangan arés, wau sesaté mimbuh opor lan ayam goréng timpalanga bier miwah coca-cola, sprite. Saking jaené kantos ping tiga mimbuh ajengan. Sami puas kawaregan. Ulamé bresih kadi sapuang. Ibu Nyoman Padmini sipungkur ngambil ajengan masila ngarepin lawar, saté, komoh, jangan blingbing lan arés kedem-kedem madaar. “Sapunapi antuk ngajengangé? Sampun ... ngiring usanin,” aturné Pak Gedé Dauh. “Bééh niki mara madan démokrasi ngajengang. Ngawit sareng-sareng, ngajengang saling ajinin, usan sareng-sareng, ngantos sami sareng wareg kapimpin olih sang pepara,” baosné Déwa Gedé Ngurah raris tedun. Luhluhé ngumbah praboté samian kantos bresih. “Nah Bu, kanggoang bir agelas
LALUNG – Sios kawigunayang pinaka tetandingan banten, biu taler kawigunayang pinaka sarana ring Sanggah Surya sané kawastanin biu lalung. Sané kawigunayang wantah biu, unteng, daun taler punyanipun sané kantun BPM/was
lan sprite abotol dogén anggon ngilangang nyelab,” baosné Gedé Dauh makenyem di samping kurenanné sané tan pasaur saking jaen sopané. “Bééh Beli sépanan ngabaang tiang minuman nganti lenlenan kéné,” baosné sausané nginem bier timpalanga saté. Lawar, jangan blingbing miwah arésé tan pasisa ring piringné. Luh Méga ilih-ilih kawaregan saha maketur, “Pidan yén lulus ajaka buin nglawar, nggih?” “Sira takut? Tiang janji ngaba kuir ajak nangka,” pasaurné Désak Marmita girang. “Tiang bebungkilan ajak basabasa sagenepné,” raosné Kadék Sutini lan Juniathi. “Naah sukserah alit-alité dogén. Asal selegang malajah apang sajaan lulus maan biji melah,” baosné Gedé Dauh sareng kurenanné. Santukan sampun jam kalih samian raris mapamit budal makta weteng wareg saha kenyem liang. Sang tuan rumah taler sumringah. “Pak, Bu, tiang mani mulih jebos ngédéngang raporé ring Tuaji.
masikian.
Iseng makelo tan matemu. Sajaba nika biasa wénten pertemuan Ikatan Pelajar/Mahasiswané ngamasa,” baosné Ngurah Jelada nyledétin Luh Méga sané nyebeng ring sampingné. “Makapidan Tungurah di Jero? Tiang dong kasepian driki padidi,” baos Luh Méga. “Kanggoang apang kanti med malu. Suud niki kadén lakar persiapan ujian Luh?” “Nggih praha kénten, sira ten kangen ring anak lingsir. Deriki taler misan mindonné I Luh muah para siswané sané ring Denpasar/ Singaraja pasti mulih. Napi malih wénten odalan ring Pura Dalem,” aturné Gedé Dauh kenyem ningalin pianakné nyebeng. “Sajaba ring anak lingsir, pasti taler kangen ring truna-truniné,” Ibu Padmini nyelag. “Biasa... Tungurah kan mula ngelah gélan liu. Napi malih ané di Selat, eda papasa. Bilang wai, yén dadi bilang menit ngebél mapimapi malajah jarak jauh,” saurné Luh Méga. (Masambung)
Upacara
8
Redité Wagé, 23 Juli 2017
Bebantenan
PASRAMAN Ngamargiang pasraman
Tetuek Mantram Puja Tri Sandya TRI Sandya utawi Puja Tri Sandya wantah sinalih tunggil mantram sajeroning agama Hindu, pamekas majeng umat Hindu ring Bali miwah ring sajebag Indonesia miwah dura negara. Matrisandya sapatuné kamargiang ping tiga, luiré; semeng, siang, miwah nyoréang. Yéning nénten mrasidayang nepet ring jam 6 semeng, jam 12 siang, miwah jam 6 soré, prasida taler kamargiang ring galah semeng nuju siang, siang nuju soré, miwah nyoréang nuju wengi. Kaanutang ring kahanan soang-soang. Sajeroning mantram Puja Tri Sandya, wénten 6 bait mantram. Mantram kapertama kawastanin Gayatri Mantram, manut aran iramannyané, inggih punika gayatri. Irama-irama tiosan wénten kawastanin anustup, tristup, canustup, pragathah, jagati miwah sané lianan. Gayatri Mantram kasengguh mantram sané pinih mautama. Gayatri Mantram kasengguh ibu saking mantram-mantram tiosan. Kasengguh asapunika duaning setata kauncarang olih umat Hindu ri kala ngamargiang pamuspaan. Mantram bait kaping kalih, sajeroning mantram puniki, i krama ngredana Ida Sang Hyang Widhi wantah tunggal sané suci nirmala tan panoda. Ida wantah tunggal, nénten wénten nyaménpada. Mantram puniki wantah sinalih tunggil saking réntétan mantram sané panjang sané kawastanin antuk Catur Veda Sirah (Empat Veda Kepala). Catur Veda Sirah puniki wantah marupa salinan Narayana Upanisad, sinunggil Upanisad alit. Iriki kabaosang yéning Ida Sang Hyang Widhi Wasa luput saking dosa, papa klésa. Kawéntenan Ida wantah tunggal. Mantram bait kaping tiga, olih sané ngredana, Ida Hyang Widhi madué akéh pungkusan. Ida kasinanggeh Siwa, Mahadewa, Iswara, Parameswara, Brahma, Wisnu miwah Rudra. Miwah kantun akéh pungkusan Ida sané tiosan. Sajeroning cakepancakepan suci agama Hindu, kapanggihin makéh pisan pungkusan Ida. Ida karedana antuk makéh prabhawanidané. Mantram bait kaping pat, sané ngredana utawi i manusa maosang anggané papa, samian kirang. Kaon karyané, kaon anggané, kaon embasnyané. Samian kasengguh kaon. Antuk punika i manusa nunas majeng Ida mangda kauttpati miwah kabersihang saking papa klésa sané neket ring anggané. Wantah Ida sané pinih suci, Ida sané prasida ngicén kasucian majeng krama sané teleb ring ajahan-Idané. Mantram bait kaping lima, i manusa sané ngredana nunas ampura majeng Ida. I manusa nunas mangda lepas saking papa, klésa, dosa, miwah parindikan sané kaon tiosan. I manusa nunas mangda kaupapira, santukan wantah Ida sané prasida nguttpati samian daging jagat. Mantram bait kaping nem, i manusa nunas mangda kaampurayang sangkaning dosa ring angga, dosa sané metu sangkaning pikayunan, bebaosan, miwah parilaksana. Dumogi prasida kalebur. I manusa nénten prasida lémpas saking dosannyané, sakéwanten prasida kalebur antuk parilaksana dharma, parilaksana becik. Mawinan sané kaon prasida sayan luntur tur prasida ngwedar sinar suci ring angga. Antuk puniki pamargin nuju moksa lewih dangan kamargiang. Sané pinih ungkur wantah nguncarang Om santih, santih, santih Om. Dumogi samian santi. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)
ring sekolah wiadin ring banjar wantah sinalih tunggil utsaha nambakin alit-alit maparilaksana sané nénten becik. Ring pasraman, alit-alité akéh polih paplajahan miwah piteket sané becik.
Majalaran Catur Guru Nambakin ”Kenakalan Remaja” BPM/ist
MAKÉHNYANÉ parilaksana kaon sané kalaksanayang yowanané pungkuran puniki ngawinang sebet taler osah. Sakadi sané ketah kawedar ring koran, tipi, media sosial, radio miwah media tiosan, akéh yowana sané maparilaksana nénten manut. Inggian mamunyah, marikosa, mamaling, mamadat, majaguran, seks bebas, kantos mademang anak tiosan. Indiké punika ketah kasengguh kenakalan remaja. Sira sané iwang? Manut Drs. Madé Taro, kahanan para yowana sakadi punika minab sangkaning kirang uratian saking rerama, mawinan alit-alit punika ngrereh uratian ring genah tiosan. Satios punika, panglimbak teknologi taler
maius kaon yéning iwang carané ngawigunayang. Siaransiaran ring tipi minakadi sinetron kirang ngicén pendidikan sané becik majeng anaké alit. Napi sané katonton, utamanipun indik sané kaon pastika pacang katulad olih alit-alité santukan meled uning sapunapi parindikan punika yéning kamargiang. Antuk punika, pengawasan rerama kaaptiang pisan mangda prasida nambakin parilaksana kaon alit-alitnyané. Parindikan inucap boya wantah kamargiang olih rerama majeng pianaknyané kémanten, nanging prasida taler katambakin utawi katawengin majalaran Catur Guru. Satios Guru Rupaka, wénten taler Guru
Pangajian, Guru Wisésa, miwah Guru Swadyaya. Guru kapertama wantah i rerama utawi yayah rena sané ngembasang anak alit. Pendidikan sané kapertama kapolihang i pianak wantah ring kulawarga. I rerama kaptiang mangda prasida ngupapira, nguratiang i pianak madasar tresna. Amunapi ja kasibukan makarya, pianak mangda molihang uratian taler pengawasan. Tetujonnyané mangda i pianak prasida tumbuh dados yowana maguna miwah suputra taler luh luih. Satios punika yayah rena taler mangda ngicén conto i pianak maparilaksana becik, mangda sané becik sané katulad. “Uratian rerama prasida kawedar antuk sering mabebao-
Nyinggihang Rerama, Sinunggil Cihna Bakti ring Catur Guru PENDIDIKAN kadadosang pinaka sinalih tunggil jalaran ngrereh kaweruhan taler prosés penanaman nilai-nilai sané pacang ngatehang i manusa ngruruh sané kabaos kedewasaan sané nénten wantah ring jasmani kémanten, taler ring moral, mentalitas saha spiritual. Samian punika kapolihang saking ajah-ajahan sané kawéhin olih guru. Mawinan iraga patut bakti ring sang guru. Ajahan agama Hindu nyihnayang kawéntenan guru banget nentuang kasidan para siswa sajeroning nempuh pendidikan. Sajeroning kitabkitab Upanisad kaunggahang yéning pendidikan sané utama wantah pendidikan sané kaicén olih i mémé lan bapa (rerama). Rerama wantah guru sané kapertama sané ngicénin paplajahan majeng pianaknyané. Yéning selehin, sukses sané kapolihang nénten prasida lémpas saking sira sané ngajahin iraga. Makasami punika nénten lianan wantah bimbingan saking guru. Guru banget madué peran sajeroning ngicénin arahan, ngajahin tur ngicénin pitutur sané becik. Sajeroning ajahan agama Hindu, wénten patpat guru
sané kasengguh Catur Guru liuré: Guru Rupaka utawi sané ngembasang (rerama), Guru Pengajian inggih punika guru ring sekolahan, Guru Wisésa utawi pemréntah, miwah Guru Swadyaya utawi Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Makasami guru inucap ngicénin sané pinih becik, kawéntenannyané mautama pisan. Santukan saking makasami guru inucap, i manusa prasida ngamolihang pencerahan, ngicalang katambetan, ngicénin sunar ring pamargin kahuripan. I Kadek Satria, S. Ag., maosang ri sajeroning Taitriya Upanisad kaunggahang wénten sané kabaosang Metru Deva Bhavo mateges mémé pinaka Déwa majeng pianak, Pitra Deva Bhavo mateges bapa pinaka Dewa majeng pianak, Acharya Deva Bhavo mateges guru pinaka Dewa majeng murid-muridnyané, miwah Atiti Deva Bhavo mateges samian kramané wantah nyinahang kahanan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Antuk kawéntenané punika, majeng ring i pianak, mémé bapa utawi Guru Rupaka sané patut kasinggihang. Majeng murid-muridé inggian sané kantun TK kantos perguruan tinggi, Sang Guru Pen-
gajian sané patut singgihang. Majeng krama, Guru Wisésa sané patut singgihang. Yéning Guru Swadyaya, wantah guru saking saisin jagaté sané pinih utama kawéntenannyané,” Satria negesang. Satria ngwewehin, Dewa majeng i pianak wantah i mémé kalawan i bapa. Indiké punika santukan mémé bapa kasengguh pinaka ana data, prana data, miwah sarira kerti. Ana data mateges i mémé bapa sané ngembasang, prana data mateges i mémé miwah i bapa sané ngupapira, sarira kerti mateges mémé bapa sané nguripin i pianak. “Sapunapi antuk, pinaka pianak mangda setata bakti ring rerama. Sakantuné reramané urip, pinaka pianak mangda prasida ngicén sané pinih becik majeng rerama,” baos Satria. Sajeroning nyinahang bakti majeng Catur Guru sané kabaosang iwawu, manut Satria sinahang kémanten majeng ring guru sané pinih nampeka. Guru sané pinih nampek wantah i rerama pinaka sang Guru Rupaka wireh rerama sané ngembasang, rerama sané pertama ngicénin ajah-ajahan, taler rerama sané nguripin iraga. (uma)
san sareng pianak, ngwatesin pianak ngawigunayang teknologi sakadi hapé, ngawigunayang media sosial, game online, saha urati ring pianak ri kala mabalih tipi mangda nénten nonton parindikan sané nénten pantes katonton,” baosnyané. Kalanturang, guru salanturnyané wantah Guru Pengajian sané ngajahin alit-alité ring sekolahan. Guru Pengajin taler patut urati ring murid-muridnyané, sapunapi antuk mangda disiplin, mangda bakti ring anak sané kelihan, bakti ring rerama, seleg malajah, miwah parindikan becik tiosan. Guru taler mangda ngicén tetuladan sané becik majalaran tatacara mabaos miwah maparilaksana. Sampunang kan-
tos sang guru ngicén conto sané kirang becik, sakadi marikosa murid utawi mamaling. Guru salanturnyané wantah Guru Wisésa utawi pemerintah. Para pemerintah taler patut ngicén conto sané becik majeng krama pamekas para yowana. Inggian becik ngayahin krama, becik ngamargiang swadarma, nénten korupsi. “Tios tetiga guru inucap, wénten taler Guru Swadyaya utawi nénten tios wantah Ida Sang Hyang Widhi. Sapunapi antuk, i rerama patut prasida ngicén ajah-ajahan mangda i pianak prasida malaksana dharma. Takut ring Widhi miwah bhakti ring Catur Guru,” dané negesang. (uma)
Satua
Ipian I Samong Olih : Madé Taro DI tengah alasané ané bet, idup macan ané loba pesan. Adané I Samong. Beburon ané lénan jejeh pesan tekén macané ené. Pangawakné I Samong gedé gangas, kuku lan calingné lanying, kuat pesan. Ia demen pesan ngamah beburon ané lénan, boya tuah beburon ané cenik-cenik kadi kijang lan kambing, sakéwala kanti buron ané gedé kadi sampi lan jaran masih amaha. Asal suba nepukin buron ané lén, pasti ubera tekén I Samong lantas amaha disubané bakatanga. Ento ané makada beburon ané lénan ngejoh tekén I Samong. Suba makudang-kudang dina I Samong tusing maan amahamahan. Peteng-lemah I Samong majaga mabekel basang layah lan bedak. Sedek dina anu, petengné I Samong ngipi. Ada jaran cenik malaib maekin I Samong. Jarané ento ngidih apang I Samong ngamah awakné. “Ulian carané ento, jaran ané satya ento lakar ngayahin awaké,” kenehné I Samong. I Samong kenyem-kenyem girang ulian ipiané buka kéto. Sahasa I Samong magedi nuju umahné I Jaran. “Eh… Cai Jaran! Serahang awak Cainé idup-idup!” kéto gelurané I Samong. Jaran ané mara pesan enten marasa kesiab tur takut. Meled malaib nanging suba tusing ngidaang wiréh cunguhné I Samong suba ngenteg di baongné. “Ngudiang Icang patut ngerahang awak Icangé idup-idup?” sautné I Jaran maniang mesuang munyi. “Ulian ipian Icangé, aa ipian Icangé ané makada. Ibi lemeng Icang ngipi melah pesan. Cai amah Icang idup-idupan. Ipian Icangé ento apang seken,” kéto pasautné I Samong kadi suba tusing sabar lakar ngamah I Jaran idup-idup. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
Minggu Wage, 23 Juli 2017
9
SPORT
Rose Jadi Rebutan HAL 12
Chelsea Dapatkan Morata
London –
Jose Mourinho
BPM/rtr
MU Tak Kecewa Morata Pilih Chelsea
Manchester – Sebelum merekrut Romelu Lukaku, penyerang yang menjadi target utama Manchester United adalah Alvaro Morata. Sayang Real Madrid tak melepasnya meski MU sudah dua kali melayangkan tawaran. Bagi MU, Lukaku adalah opsi kedua jika mereka gagal merekrut Morata. Jauh sejak sebelum bursa transfer musim panas dibuka mereka sudah memulai negosiasi dengan Madrid terkait proses transfer Morata. Berbagai macam cara pun sudah ditempuh Setan Merah. Awalnya mereka melayangkan tawaran 70 juta euro (Rp 1 triliun) kepada Real Madrid. Namun tawaran tersebut langsung ditolak. Tim besutan Jose Mourinho itu pun meningkatkan tawaran menjadi 80 juta euro (Rp 1,19 triliun). Anehnya, tawaran MU terus mendapat penolakan. Kini kekecewaan MU semakin menjadi-jadi setelah Madrid justru melepas Morata ke Chelsea. “Saya tidak tertarik dengan apa yang dilakukan Chelsea, sungguh. Kami membutuhkan striker. Marcus Rashford saja tidak cukup,” ujar Mourinho, Sabtu (22/7) kemarin. Chelsea mendapatkan Morata dengan biaya 70 juta euro, atau sama seperti tawaran pertama yang dilayangkan MU kepada Madrid. Hal itu yang menjadi pertanyaan bagi banyak pihak mengapa Madrid justru hanya mau melepas Morata ke Chelsea. Meski begitu, Mourinho sudah memprediksi Chelsea akan menjadikan Morata sebagai target mereka. Terlebih setelah Chelsea gagal merekrut Lukaku yang justru lebih memilih MU. Nantinya Morata akan menggantikan peran Diego Costa yang diprediksi siap hengkang. “Saya sudah berpikir Chelsea akan mendatangkan striker, terutama setelah situasi antara pelatih Antonio Conte dan Diego. Morata adalah pemain yang sangat bagus untuk mereka,” Mourinho menjelaskan. “Kami mendapatkan pemain hebat, pemain yang bisa saya bandingkan dengan apa yang ia lakukan beberapa tahun lalu, karena ia bekerja dengan saya selama beberapa bulan. Perkembangannya sangat bagus. Kami pikir kami telah memiliki pemain top Eropa,” katanya. (kmb33/ap)
Costa Sudah Pilih Klub
Madrid – Diego Costa sudah memberi sinyal yang kuat terkait klub mana yang akan dibelanya musim ini. Setelah dipastikan tinggalkan Chelsea, Costa tampak sedang berpesta dengan menggunakan kostum Atletico Madrid. Meski harus menganggur selama enam bulan karena tak bisa didaftarkan, Costa seperti tak punya klub lain untuk dipilih selain Atletico Madrid. Ini sekaligus membungkam rumor dia bakal hijrah ke Liga Tiongkok. Costa sendiri sudah bolos ikut tur pramusim Chelsea. Dia memilih untuk berlibur ke Lagarto, Brazil bersama teman-temannya. Dalam tayangan video langsung di akun instagramnya, Sabtu (22/7) kemarin Costa terang-terangan ke mana akan main musim ini. Dia memakai baju Atletico Madrid yang merupakan klub lamanya sebelum hijrah ke Chelsea. Video langsung Costa mendapatkan tanggapan dari rekannya, Cesc Fabregas. Tak lupa Costa pun menyindir manajer Chelsea Antonio Conte saat membalas komentar Fabregas. “Beri Conte pelukan dari saya,” tulisnya dalam bagian komentar di video langsung tersebut. Meski dipastikan bakal hengkang, Costa belum tentu akan bergabung Atletico pada Agustus nanti. Itu karena Atletico terkena larangan untuk mendaftarkan pemain oleh FIFA hingga Januari mendatang. Bisa jadi Costa gabung klub lain untuk jangka waktu pendek, demi menjaga kebugaran sebelum gabung ke Vicente Calderon. Dia mungkin dipinjamkan ke AC Milan. Sang pemain bisa didaftarkan oleh tiga klub berbeda pada tahun yang sama, selama ia tidak melakoni laga kompetitif bersama Chelsea, ia bisa menghabiskan waktu enam bulan di Serie A dan kembali ke La Liga awal tahun depan. (kmb33/rtr)
Transfer Alvaro Morata dari Real Madrid ke Chelsea akhirnya terjadi. Jawara Liga Primer Inggris ini memastikan pihaknya telah mendapatkan tanda tangan sang striker asal Spanyol. Bomber 24 tahun ini bertolak ke Stamford Bridge dengan nilai 70 juta pound dan menyetujui ikatan kontrak berdurasi lima musim. Morata hijrah setelah tampil di 43 pertandingan bagi jawara Eropa itu musim lalu. Dalam periode itu, dia mampu mengemas 20 gol.
“Chelsea Football Club dan Real Madrid menyepakati transfer Alvaro Morata ke Stamford Bridge,” sebut pernyataan resmi Chelsea, Sabtu (22/7) kemarin. Morata menyadari kepergian dari Santiago Bernabeu mesti dilakukan mengingat skuat yang dimiliki Zinedine Zidane surplus. Dia kesulitan mendapatkan jam terbang karena lini depan Madrid sudah diisi pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema dan Garteh Bale. Sang striker pun mantap untuk memutuskan bergabung dengan laskar Antonio Conte. Morata akan berjumpa dengan rekanrekan barunya dalam tur pramusim Asia. Conte sempat mengakui, Morata merupakan target nomor satu untuk peran No. 9, meski pun The Blues beberapa waktu lalu berusaha keras mendatangkan Romelu Lukaku sebelum akhirnya nama terakhir memutuskan untuk hengkang ke Manchester
United. Morata yang berkembang dari akademi Madrid, pernah hampir dipoles Conte di Juventus. Namun keputusannya bergabung dengan jawara Serie A Italia itu bertepatan setelah Conte memutuskan untuk mengambil job melatih timnas Italia. Meski demikian, Morata mengungkapkan pengaruh Conte memiliki andil cukup besar saat dia menentukan untuk bergabung dengan kubu Stamford Bridge. Dengan demikian, Morata menjadi rekrutan keempat Chelsea setelah sebelumnya mereka berhasil mendapatkan jasa Willy Cabalero, Antonio Rudiger dan Tiemoue Bakayoko. “Ini adalah musim panas yang sedikit aneh bagiku. Banyak hal yang sudah terjadi. Pada akhirnya, jika Tuhan berkehendak aku akan ada di klub yang sudah menginginkanku selama bertahun-tahun, bersama pelatih yang selalu aku
Biodata Nama lengkap : Álvaro Borja Morata Martín Tanggal lahir : 23 Oktober 1992 (umur 24) Tempat lahir : Madrid, Spanyol Tinggi : 1,87 m Posisi bermain : Penyerang Informasi Klub Klub saat ini Real Madrid Nomor 21 Karier Junior 2005–2007 Atlético Madrid 2007–2008 Getafe 2008–2010 Real Madrid Karier Senior Tahun 2010–2013 2010–2014 2014–2016 2016-
Tim Real Madrid B Real Madrid Juventus Real Madrid
Tampil 83 37 63 17
(Gol) (44) (10) (15) (8)
Tim Nasional 2009 2010 2010–2012 2013– 2014–
Spanyol U-17 Spanyol U-18 Spanyol U-19 Spanyol U-21 Spanyol
6 2 13 13 18
(2) (3) (11) (13) (8)
ajak bicara. Jadi aku sangat senang,” ujar Morata. “A ku a ka n b ergab ung dengan tim yang dilatih oleh pria yang menaruh kepercayaan paling besar kepadaku dan itu luar biasa. Aku sudah berlatih keras untuk hasil apapun, tapi jelas ini adalah tujuanku. Aku sedih meninggalkan Real Madrid, tapi aku harap segalanya akan berjalan dengan baik di Chelsea,” katanya menambahkan. Penyerang tim nasional Spanyol tersebut pun menulis surat perpisahan kepada Real Madrid dan para suporter. “Hari ini istimewa dan berbeda. Ada begitu banyak hal yang ingin saya katakan, ada begitu banyak rasa dan kenangan yang berseliweran di kepala saya. “Hari ini menandai berakhirnya petualangan kedua saya di Real Madrid, sekaligus dimulainya tantangan baru untuk karier saya,” tulis Morata di awal suratnya. Dalam suratnya Morata menulis bahwa
dia pergi dengan kesadaran dirinya sebagai bagian penting untuk kesuksesan Real Madrid, termasuk saat memenangi Liga Spanyol dan Liga Champions pada musim 2016-2017. Dia pun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Real Madrid yang dia reken sudah menghormati keputusannya pergi. “Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih ke Real Madrid. Tanpa klub ini saya takkan bisa jadi seperti sekarang. Saya tak bisa berkata apaapa di surat ini selain ucapan terima kasih. Terima kasih untuk presiden klub yang sudah memahami dan menghormati keputusan saya,” kata Morata lagi dalam suratnya. Morata juga mengucapkan terima kasih untuk para suporter Real Madrid. Di matanya para suporter selalu membuat dia merasa diterima dan dicintai sejak awal dia kembali pada awal
musim 2016-2017. “Sejak saya kembali ke Real Madrid, kalian membuat saya merasa dicintai dan dihargai. Itu karena kalian selalu ada untuk saya sejak awal,” lanjutnya. Morata menjalin komunikasi dengan rekan senegaranya asal Spanyol, Cesar Azpilicueta, sebelum memutuskan hijrah ke Stamford Bridge. “Saya berdiskusi dengan Azpilicueta dan dia mengatakan segalanya baik. Dia membuat segalanya berjalan mudah,” tutur Morata. Morata merupakan pemain impian Conte. Pelatih asal Italia tersebut mendatangkan Morata ke Juventus pada 2014. Namun pada saat bersamaan, Conte mundur dari Juve demi melatih tim nasional. Pada musim panas lalu, Conte berusaha mendatangkan Morata tetapi si pemain memilih kembali ke Madrid. Kehadiran Alvaro Morata diharapkan dapat mendongkrak lini serang Chelsea pada musim 2017-2018. (kmb33/rtr/ap)
OLAHRAGA
10
Minggu Wage, 23 Juli 2017
Milan Lumat Bayern Shenzhen – AC Milan melumat Bayern Munich empat gol tanpa balas ketika keduanya bertemu dalam laga di turnamen pramusim International Champions Cup (IIC) 2017. Milan langsung menekan pada menit-menit awal pertandingan di Longgang Stadium, Shenzhen, China, Sabtu (22/7) kemarin. Bayern membalas, di antaranya lewat sebuah skenario sepak pojok walaupun sundulan Robert Lewandowski masih belum tepat sasaran. Tekanan Milan berbuah hasil di menit ke-14. Kiriman bola Ricardo Rodriguez, usai kerja sama satu-dua dengan M’Baye Niang dari sayap tak kuasa dihalau dengan baik oleh lini belakang Bayern. Bola liar lantas disambut Franck Kessie untuk membuat Milan unggul 1-0. Keunggulan Milan bertambah di menit ke-25. Kiriman bola Ricardo Rodriguez dari tendangan bebas berhasil disambut Patrick Cutrone dan mengubah skor jadi 2-0. Salah satu peluang Bayern memperkecil ketinggalan hadir di menit ke-29. Tapi tendangan bebas Lewandowski masih membentur pagar pemain Milan. Lewandowski lalu kembali menguasai bola dan tendangannya masih melebar dari sasaran. Cutrone
mencetak gol keduanya di menit ke-43. Diawali kombinasi operan para pemain Milan, Cutrone yang berdiri bebas pada akhirnya dengan mudah menjebol gawang Bayern usai menerima sodoran umpan matang Giacomo Bonaventura. Memasuki babak kedua Bayern berusaha keluar menyerang. Salah satu hasilnya adalah tembakan keras Thomas Mueller dari luar kotak penalti di menit ke-57, meskipun belum menemukan hasil yang ia inginkan. Di menit ke-62 pemain teranyar Milan, Leonardo Bonucci bersiap untuk diturunkan. Mantan pemain Juventus itu terlihat sempat berbicara sejenak dengan pelatih Vincenzo Montella sebelum masuk menggantikan Cristian Zapata.
Inilah penampilan perdana Bonucci. Corentin Tolisso menjebol gawang Milan di menit ke-72, setelah menerima operan dari Lewandowski. Tapi wasit menganulirnya, sehingga Bayern masih tetap ketinggalan 0-3 dari Milan. Beberapa menit kemudian James Rodriguez, pemain baru Bayern yang turun di babak kedua menyodorkan operan terobosan ke sisi kiri. Tapi Lewandowski dan David Alaba tak kuasa mengejar si kulit bundar. Berikutnya ada aksi Mueller yang berhasil mengejar umpan terobosan menuju depan gawang Milan. Ia juga sukses menjaga bola di bawah pengawalan dua pemain Milan. Tapi usahanya mengoper justru bisa dihalau
lini bertahan lawan. Pada prosesnya justru Milan yang bisa mencetak gol lagi, tepatnya di menit ke-85. Hakan Calhanoglu yang masuk di babak kedua tak terkawal dengan baik, sehingga bisa melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Milan unggul 4-0. Sampai habisnya lima menit injury time, skor tidak berubah. Milan menang empat gol tanpa balas atas Bayern. Tepat di laga pramusim sebelum ini juga di partai ICC Bayern kalah adu penalti 2-3 dari Arsenal, setelah berimbang 1-1 di waktu normal. Bayern berikutnya bakal menghadapi Chelsea tanggal 25 Juli mendatang di Singapura. Sementara itu, Milan menelan kekalahan 1-3 ketika menghadapi klub Jerman lainnya, Borussia Dortmund di laga sebelumnya. Salah satu jadwal Milan berikutnya di pramusim kali ini adalah menjajal Real Betis awal Agustus mendatang. (kmb33/rtr)
Spurs Tak Khawatir Tak Beli Pemain
BPM/ap
Hakan Calhanoglu
Southampton Tak Izinkan Van Dijk Pindah Southampton – Southampton membenarkan bahwa pemain belakang mereka, Virgil van Dijk ingin pergi. Akan tetapi, The Saints tetap tak mau menjual pemain asal Belanda itu. Van Dijk sempat jadi incaran Liverpool pada musim panas ini. Namun Liverpool kemudian berhenti mengejar Van Dijk setelah Southampton mengeluhkan adanya pendekatan ilegal kepada si pemain. Sejak awal Southampton bersikeras tak mau melepas Van Dijk. Di sisi lain, pemain 26 tahun itu sudah tak betah dan ingin angkat kaki dari St Mary’s Stadium. Oleh karena itulah Van Dijk untuk sementara diminta berlatih sendirian oleh manajer Mauricio Pellegrino. “Dia tidak dilibatkan di dalam tim, karena secara psikologis dia tidak siap,” jelas Pellegrino Sabtu (22/7) kemarin. “Ketika saya bicara dengannya, dia mengatakan tidak siap main karena ingin pergi. Saya perlu bekerja dengan pemain yang bekerja 100 persen untuk membela Southampton. Ini mudah buat saya,” tambahnya. “Inilah keputusannya. Saya harus mengatakan, “Oke, kalau kamu tak ingin terlibat karena merasa tak senang, kamu harus berlatih sendirian sampai periode waktu ini berakhir,” kata Pellegrino. Ditanya, apakah Van Dijk akan mendapatkan lampu hijau untuk pergi dari Southampton, Pellegrino menjawab, “Saya ulangi bahwa klub bilang tidak. Saya berharap Virgil bisa mempertimbangkan lagi perasaannya karena sekarang ini seorang pemain adalah bisnis be-
Virgil van Dijk sar. Bukan cuma pemain, tapi di belakang mereka ada banyak kepentingan,” katanya. “Saya tak ingin bicara terlalu banyak, tapi kami butuh dia. Saya ingin membantu skuat, saya ingin membantu Virgil, tapi kami butuh seorang pemain yang terlibat di setiap sesi latihan bukan hanya dengan badannya tapi juga pikirannya bersama para pemain lain,” tutup Pellegrino. Van Dijk sendiri sempat jadi incaran banyak klub besar Eropa di bursa transfer musim panas ini, karena performanya. Raksasa Chelsea, Manchester City, Liverpool, Arsenal dan Manchester United saling berjejer rapih demi dapatkan jasanya. Buntut Southampton matimatian mempertahankan Van Dijk, Chelsea dan MU akhirnya
BPM/rtr
mundur teratur dari persaingan dan telah membeli bek tengah baru. Kini tinggal Liverpool, Manchester City dan Arsenal yang tersisa. Situasi seperti ini sebenarnya bukanlah situasi yang baik untuk kedua belah pihak. Bagi Southampton, alihalih bisa mempertahankan Van Dijk, “mengucilkan” dia seperti ini justru bisa membuatnya semakin tak kerasan dan bersikukuh ingin hengkang. Untuk Van Dijk, apabila ternyata klub-klub yang menginginkannya ternyata tak jadi mengajukan tawaran dan menyelamatkannya, sementara dia terus ingin pindah, maka bisa saja Pellegrino semakin kejam dengan melakukan hal ini sampai musim 2017/2018 bergulir dan masa depan karier Van Dijk bisa menjadi semakin tak jelas. (kmb33/ap)
Lacazette Perlu Waktu Adaptasi
Alexandre Lacazette London – Robert Pires mengakui kualitas yang dimiliki oleh penyerang baru Arsenal Alexandre Lacazette, meski ia menilai sang pemain akan butuh waktu untuk beradaptasi di Liga Inggris. Arsenal benarbenar serius dengan janji mereka mendatangkan pemain bintang di bursa transfer musim panas ini. Setelah memastikan memperpanjang kontrak Arsene Wenger, Ar-
BPM/rtr
senal kemudian membuat rekor transfer klub dengan mendatangkan Alexandre Lacazette dari Lyon dengan biaya sebesar 52 juta pound. Lacazette sendiri mencetak 37 gol musim lalu dan 28 di antaranya ia cetak di Liga Perancis. Pires mengakui kepiawaian sosok penyerang berusia 26 tahun itu dalam urusan mencetak gol, namun Pires juga menilai jika Lacazette membutuhkan waktu
untuk beradaptasi bermain di Liga Inggris. “Saya pikir dia akan sukses di Arsenal,” ujar Pires, Sabtu (22/7) kemarin. “Dia adalah penyerang hebat dan telah mencetak banyak gol di Lyon. Tentu saja di awal karier akan sulit baginya, karena ketika anda bermain di Prancis kemudia pindah ke Inggris, maka itu adalah hal yang berbeda. Liga Inggris sangat agresif,” imbuhnya. “Mungkin dia akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi, namun semua orang disekelilingnya akan menjadi penting, terutama hubungan dengan orang Prancis lainnya di Arsenal. Saya merasa Arsene Wenger memiliki peran penting baginya, Arsenal kini memiliki Lacazette, Olivier Giroud, Alexis Sanchez dan Danny Welbeck, itu adalah hal yang bagus dan saya merasa bahagia untuk klub,” katanya lagi. Pires merasa Lacazette membutuhkan waktu setidaknya hampir 1 musim untuk menemukan bentuk permainan terbaiknya di Liga Inggris. Pires sendiri datang dari Perancis sebelum bergabung dengan Arsenal dan ia menyadari kesulitan yang akan dihadapi oleh Lacazette nantinya. (kmb33/ap)
London – Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino tidak risau kendati timnya belum membeli pemain baru. Menurut Pochettino, Spurs punya kebijakan berbeda dengan klub-klub kompetitornya di Liga Inggris. Aktivitas transfer Tottenham Hotspur pada musim panas 2017 masih berkutat di penjualan pemain. Mereka sudah melego Kyle Walker ke Manchester City, Federico Fazio ke AS Roma, dan Clinton N’Jie ke Marseille. Bandingkan dengan pesaing mereka, seperti Chelsea yang sudah membeli Antonio Ruediger, Tiemoue Bakayoko, dan Alvaro Morata. Ada pun Liverpool mendatangkan Mohamed Salah, Arsenal menggaet Alexandre Lacazette dan Manchester United membeli Romelu Lukaku. Pochettino santai menanggapi perbedaan aktivitas transfer klubnya dengan tim-tim lain. “Dua tahun terakhir kami sudah berkembang pesat. Filosofi kami adalah memainkan sepak bola atraktif dengan banyak pemain muda, serta tampil beda dari klub top lainnya. Musim depan adalah ujian bagi filosofi kami,” kata pelatih asal Argentina tersebut. Lebih lanjut, Pochettino memastikan kalau dia masih memercayai
BPM/ap
Mauricio Pochettino pemain didikan akademi klub. “Klub lain memang berinvestasi dengan membeli banyak pemain baru untuk meningkatkan kualitas skuat mereka, tetapi Spurs tetap tenang karena kami percaya pemain akademi. Mungkin Spurs kekurangan beberapa pemain, tetapi tim kami
tetap solid,” ujarnya. Walker dilepas Spurs dengan banderol fantastis, 54 juta pound. Tapi klub asuhan Mauricio Pochettino tak panik kehilangan Walker. Sebab The Lily Whites telah mendapatkan penggantinya. Dia adalah Kyle Walker-Peters. Ya, kedua pemain ini memang memiliki nama yang sama.
Walker-Peters juga memiliki posisi bermain yang sama dengan Walker, yakni bek kanan dan kerap membantu serangan lewat sayap. Walker-Peters adalah pemain akademi Spurs yang siap promosi ke tim utama untuk mengisi tempat Walker. Di usia Walker-Peters yang kini baru menginjak 20 tahun, dia digadang-gadang akan menjadi pemain masa depan klub. Oleh karena itu, manajemen telah memperpanjang kontrak di awal tahun lalu. Walker-Peters adalah pemuda lokal. Pemain kelahiran 13 April 1997 ini lahir di Edmonton, London Utara, hanya beberapa puluh meter dari markas Spurs, White Hart Lane. Jika melihat posisi dan gaya bermainnya akan lebih mudah membandingkannya dengan pemain-pemain senior seperti Pablo Zabaleta atau Leighton Baines. Walker-Peters bergabung dengan Spurs saat usianya 16 tahun dan menandatangani kontrak profesionalnya pada 1 Juli 2013. Sejak bergabung dengan tim muda di pertandingan “Post-Season of Malaysia and Australia” tahun 2015 lalu, dia total sudah bermain di 58 laga. Namanya juga menjadi bagian dari FA Youth Cup tahun 2015. (kmb33/ap)
Neymar Diyakini Bertahan di Barca Barcelona – Pelatih Barcelona Ernesto Valverde santai menanggapi soal masa depan Neymar. Valverde menegaskan, bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal kabar Neymar diminati oleh Paris St Germain. Valverde menjadi pelatih Barca setelah menggantikan Luis Enrique di akhir musim lalu. Namun Valverde terancam tanpa diperkuat Neymar dalam skuatnya di musim 2017/2018 setelah diminati PSG. Meski demikian, Valverde mengaku tidak khawatir soal Neymar. Hal itu ditegaskannya saat mempersiapkan skuatnya menghadapi Juventus di International Champions Cup di New Jersey. “Ini adalah saat rumor, kami mengerti betul bagaimana hal itu, tapi dia bersama kami saat ini. “Kami ingin dia tinggal di sini,” kata Valverde mengatakan kepada wartawan, Sabtu (22/7) kemarin. “Neymar dan saya telah berbicara tapi tentang hal lain, seperti taktik dan halhal yang berkaitan dengan itu. Dia adalah pemain yang kami cintai dan kami inginkan, tidak hanya di sepak bola tapi juga hal-hal yang dia bawa ke dalam tim di ruang ganti,” imbuhnya. “Saya mengerti bahwa Anda bersikeras pada topik Neymar, tapi tidak perlu khawatir tentang sesuatu di mana kita tidak tahu apakah itu akan terjadi atau tidak. Neymar tidak akan pergi. Jika sesuatu terjadi di masa depan, kita akan lihat di masa depan, tapi untuk saat ini tidak perlu khawatir tentang hal itu,” tutup Valverde. Bek Barcelona Javier Mascherano menyebut bintang Brazil Neymar sebagai masa depan raksasa Spanyol tersebut. Dia juga berharap striker berusia 25 tahun itu tetap bersama Barca hingga beberapa tahun mendatang. “Dalam kasus Ney, jelas dia masih muda dan saya
harap dia ada di sini bersama Barcelona selama bertahuntahun,” kata Mascherano. Masa depan Neymar di Camp Nou dipertanyakan menyusul kabar bahwa pemain asal Brazil itu dapat masuk dalam daftar pemain yang bakal dijual Barca pada bursa transfer musim ini. Dia dilaporkan akan dijual ke Paris Saint-Germain. Paris-Saint Germain disebutkan siap menebus Neymar dengan harga 222 juta euro atau Rp 3,45 triliun, yang bakal menjadi rekor penjualan pemain. Kendati, ada pula yang menyebutkan manuver PSG ini hanya balasan bagi Barca yang telah
menggoda bintang mereka, Marco Verratti. “Dia adalah pemain yang sangat penting bagi klub. Karena usianya, dia adalah masa depan klub dan kami berharap bisa terus mengandalkannya,” kata Mascherano. Berbagai laporan mengatakan Neymar telah mengatakan kepada rekan setimnya di Barca, bahwa dia ingin pindah. Namun Mascherano menyebutkan pembicaraan seperti itu tidak mempengaruhi pemain yang telah mencetak 105 gol dalam 186 pertandingan untuk Barcelona dan 52 gol dalam 77 penampilannya untuk negaranya. “Dia terbiasa dengan
Neymar
tekanan dan orang-orang berbicara. Selalu ada desasdesus dan berita seputar dia,” kata Mascherano. Namun Mascherano tak mau ikut-ikutan berkomentar mengenai situasi yang terjadi. “Akan sangat sulit untuk memberinya nasehat. Yang pertama, saya bukan orang yang tepat untuk memberikan nasehat dan yang kedua adalah karena saya melihatnya sangat bahagia di sini, sangat bahagia,” kata dia. Saat ini Blaugrana masih menjalani persiapan pramusim di Amerika Serikat. Barca akan menghadapi Juventus dalam pertandingan persahabatan hari ini. (kmb33/ap)
BPM/ap
Minggu Wage, 23 Juli 2017
11
GELANGGANG
Singaraja FC U-16 Tundukkan Laskar Langit
Singaraja (Bali Pos)Kesebelasan Singaraja FC menundukkan lawannya, Laskar Langit dengan skor 4-2 pada turnamen Piala Menpora U-16, Region Buleleng di Lapangan Undiksha Singaraja, Sabtu (22/) kemarin. Keempat gol kemenangan Singaraja FC hasil bidikan Dwi (dua gol), kemudian masing-masing satu gol disumbangkan Nuri dan T Ali Imron. Sementara dua gol balasan Laskar Langit diborong Komang Budiartana. Hasil lainnya, Way FC unggul tipis atas lawannya, Tunas Harapan 2-1. Dua gol kemenangan Way FC diciptakan Abu Rizal Bakri dan Ketut Yogi. Tunas Harapan mampu mempertipis kekalahan lewat gol Brilyano Alif Firmansyah. Hasil lainnya, untuk Region Denpasar Damar Cakti menekuk Guntur dengan skor 2-1, sedangkan Mandala United menang besar 6-1 atas Garuda Sakti Bali. (022)
Kerja Keras Kunci Kemenangan Indonesia Atas Mongolia
Jakarta (Bali Post)Pelatih tim nasional U-22 Indonesia Luis Milla, mengatakan kerja keras menjadi kunci kemenangan anak-anak asuhnya atas timnas U-22 Mongolia dengan skor telak 7-0, dalam laga kedua Grup H Kualifikasi Piala Asia U-23 2018 di Bangkok, Thailand, Jumat (21/7) lalu. “Saya mengapresiasi kerja keras pemain dan semangat tidak kenal putus asa. Itu menjadi kunci kemenangan kami atas Mongolia,” ujar Milla. Menurut pelatih asal Spanyol itu, para pemainnya berlaga dengan sangat baik, sehingga mampu bangkit dari kekalahan atas Malaysia 0-3 di pertandingan sebelumnya. “Anak-anak bermain luar biasa. Selamat untuk para pemain. Tak lupa saya juga berterima kasih untuk para suporter yang terus memberikan dukungan,” kata Milla. Tim nasional U-22 Indonesia berhasil menaklukkan Mongolia dengan skor 7-0 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia U-23 2018. Gelontoran gol di laga tersebut didapatkan melalui Saddil Ramdani (16 dan 56), Gavin Kwan Adsit (34 dan 87), Marinus Maryanto Wanewar (30), Osvaldo Haay (71) dan Septian David (90). Kemenangan itu membuat peluang lolos Indonesia ke putaran final Piala Asia U-23 semakin besar, setelah sebelumnya kehilangan poin karena kalah 0-3 dari Malaysia, Rabu (19/7) lalu. Malaysia sendiri pada Jumat (21/7) takluk dari Thailand dengan skor 0-3. Indonesia pun kini memiliki tiga poin di klasemen sementara Grup H, sama dengan Malaysia. Thailand yang sekali seri lawan Mongolia dengan skor 1-1, dan sekali menang dari dua laga menjadi pemuncak Grup H dengan lima poin. Tim Garuda harus menjadi juara grup, agar bisa lolos langsung ke putaran final Piala Asia U-23 2018. Atau pilihan kedua setidaknya bisa menjadi salah satu dari lima peringkat kedua, atau runner up terbaik yang berhak ke putaran final Piala Asia U-23 di Tiongkok. Demi menggenapi hal tersebut, Indonesia harus menundukkan Thailand di pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Asia U-23 di Bangkok pada Minggu (23/7) ini. (ant)
Filipina Mundur dari Tuan Rumah SEA Games
Manila Filipina megundurkan diri sebagai tuan rumah Southeast Asian (SEA) Games 2019, untuk berfokus membangun kembali kota yang dilanda pertempuran selama dua bulan, antara pasukan keamanan dan militant. Demikian disampaikan pemerintah, Jumat (21/7) lalu. Pejabat olahraga negara itu secara resmi membatalkan rencana untuk Filipina menjadi tuan rumah turnamen tersebut, setelah serangkaian pertemuan dengan Presiden Rodrigo Duterte. Hal itu dikemukakan Ketua Komisi Olahraga Filipina William Ramirez. “Sumber daya akan difokuskan untuk rehabilitasi dan pembangunan kembali Marawi dari pada mendanai 2019 penyelenggaraan SEA Games,” kata Ramirez. Ekstremis yang mengibarkan bendera hitam kelompok ISIS menduduki bagian selatan Kota Marawi dua bulan lalu, memicu pertempuran berkepanjangan dengan pasukan militer. Lebih dari 550 orang tewas, dan serangan udara dan artileri membuat sebagian besar kota berpenduduk 200.000 jiwa itu hancur. Duterte memberlakukan darurat militer di sepertiga wilayah selatan Filipina untuk membasmi ancaman militan. Filipina sepakat pada 2015 untuk menjadi tuan rumah SEA Games 2019, setelah dua negara lainnya, Brunei dan Vietnam, menolak. (ant)
BPM/ist
BORONG GOL — Bomber PS Badung Ketut Tirtanadi Wardana (kanan) memborong dua butir gol ke gawang PS Sumbawa Barat, hingga timnya unggul 2-1 dalam lanjutan Kompetisi Liga 2, Grup VII di Lapangan Samudra, Kuta, Badung, Sabtu (22/7) kemarin.
PS Badung Menang Tipis Atas Sumbawa Barat
Mangupura (Bali Post)-
Tim tuan rumah PS Badung menang tipis atas tamunya, PS Sumbawa Barat dengan skor 2-1 (2-0) dalam lanjutan Kompetisi Liga 2, Grup VII, di Lapangan Samudra, Kuta, Badung, Sabtu (22/7) kemarin. Kedua gol kemenangan Tim Keris diborong bomber Ketut Tirtanadi Wardana, sedangkan gol balasan PS Sumbawa Barat dilesakkan Hafid. Tim Keris unggul cepat ketika pertandingan yang dipimpin wasit Suyanto (Semarang) baru bergulir dua menit. Skema serangan yang dilancarkan tim asuhan Nyoman Sujata berawal penguasaan bola Putu Adi Purwanta dari lini belakang, kemudian disodorkan kepada kapten Wayan Gede Bayu Yusa. Selanjutnya Bayu Yusa mengoper bola kepada Umam,
hingga melakukan umpan ke depan kepada Ketut Tirtanadi. Tirtanadi yang dikawal dua pemain belakang PS Sumbawa Barat mampu berkelit, kemudian mencocorkan bola ke gawang, hingga mengoyak gawang PS Sumbawa Barat yang dikawal Junaidi. Unggul 1-0 PS Badung terus melancarkan serangan. Lagilagi Tirtanadi menggandakan kemenangan di menit ke-31.
Umpan terukur Taji Prasetyo dari sektor kanan ke mulut gawang, disongsong gocekan Tirtanadi dan kembali memperdaya kiper PS Sumbawa Barat Junaidi. Hingga turun minum, Tim Keris unggul 2-0. Di paruh kedua, PS Sumbawa Barat yang tertinggal 0-2 tampil ofensif. Bahkan Tri Rahmad Priadi dan kawan-kawan mampu mengurung benteng
Ronaldinho
Ronaldinho dan Luis Figo Tampil di Ningxia
Guangzhou Mantan bintang sepak bola dunia dari Brazil Ronaldinho dan dari Portugal Luis Figo bakal saling berhadapan dalam tim berbeda di Ningxia, Cina. Ronaldinho yang akan memimpin tim bintang Amerika Selatan bertanding melawan Figo dan kawan-kawan dari tim bintang Eropa di wilayah otonomi yang banyak dihuni etnis Hui itu pada 19 Agustus 2017. Pihak panitia penyelenggara mengatakan bahwa tim Amerika Selatan akan ditangani langsung oleh mantan pemain tengah Brasil Roberto Carlos. Sementara tim Eropa bakal ditangani legenda sepak bola Italia Paolo Rossi yang mengantarkan timnya juara Piala Dunia 1982 di Spanyol. Dalam pertandingan persahabatan di Ningxia itu, kedua tim tersebut bakal menurunkan beberapa legenda sepak bola dunia, di antaranya Ivan Zamorano (Cili), Salvatore Schillaci dan Massimo Oddo (Italia), dan Fabrizio Ravanelli (Italia). Ningxia yang berada di wilayah barat daratan Tiongkok dalam persepakbolaan di negara tersebut memiliki satu klub yang berlaga di Divisi II, yakni Yinchuan Helanshan FC. Klub yang bermarkas di Ibu Kota Ningxia di Yinchuan tersebut baru berdiri pada 2013. (ant)
Febri Andika. Sampai akhir pertandingan skor tetap 2-1. ‘’Kemenangan ini harus kami syukuri, guna menambah kepercayaan diri anak-anak dalam melakoni laga tandang ke kandang Celebest FC Palu,’’ tutur pelatih PS Badung Nyonan Sujata. Ia pun bertekad membenahi semua lini, utamanya benteng pertahanan. ‘’Pemain belakang tak boleh berlama-lama mempermainkan bola,’’ pesannya. Di sisi lain, asisten pelatih PS Sumbawa Barat Mulyadi mengakui asuhannya baru menemukan pola permainan menyerang di babak kedua. (022)
Jamu PSM
BU Tanpa Sukadana dan Bachdim Mangupura (Bali Post)Tim tuan rumah Bali United (BU) dipastikan tanpa diperkuat dua pilarnya, yakni Gede Nano Sukadana dan Irfan Bachdim saat menjamu lawannya, PSM Makassar dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Minggu (23/7) malam ini. Kendati demikian, poin penuh merupakan target harga mati bagi Tim Serdadu Tridatu. Seorang pemain BU Made Andika Wijaya di Kuta, Badung, Sabtu (22/7) kemarin menerangkan timnya sama sekali tak memberikan kesempatan kepada tim lawan untuk mencuri poin. ‘’Bagi kami main di kandang harus mampu mewujudkan kemenangan,’’ tutur pemain yang akrab disapa Otong ini. Pelatih Widodo Cahyono Putro menilai sosok Tim Juku Eja cukup solid di segala lini. Namun dirinya sudah menga-
nalisis gaya permainan PSM kepada para punggawa BU. ‘’Anak-anak saya beri tahu PSM tim tangguh, tetapi BU harus menang. Caranya pemain dituntut bekerja keras di lapangan hijau,’’ pesan dia. Yang membanggakan kata Widodo, Fadil Sausu dan kawan-kawan tensi emosinya tergolong rendah, sehingga diharapkan tidak bermain kasar. ‘’Sepak bola ini hiburan atau entertainment, jangan bermain brutal,’’ tukasnya. Oleh sebab itu, para pemainnya diinstruksikan sekecil apa pun peluang di depan gawang harus mampu dikonversi menjadi gol. Apalagi skuad Serdadu Tridatu dalam kondisi siap tempur, pascamelakoni laga away ke kandang Sriwjaya FC di Palembang. ‘’Waktu pemulihan anak-anak sudah cukup,’’ tuturnya. Sementara pelatih PSM Robert Rene Alberts menegaskan, meskipun dirinya
mengintip laga BU menjamu Barito Putera, ditambah tayangan Sriwijaya melawan BU, tetapi belum cukup. ‘’Kami menyaksikan BU bermain hanya sepuluh pemain, ketika wasit mengusir Irfan Bachdim dan skor sementara BU unggul 3-0. Kenyataannya, justru BU mampu menambah dua gol hingga menang 5-0,’’ sebut pelatih berkebangsaan Belanda ini. Ia juga menyebut, sekitar dua sampai tiga pemainnya tak bisa diturunkan. Di mata Robert Rene Alberts, sosok tim BU hebat karena diperkuat trio pemain asal Negeri Kincir Angin. Mereka adalah Irfan Bachdim, Sylvano Dominique Comvalius dan Nick van Der Velden. ‘’Di tubuh PSM juga diperkuat pemain asal Belanda, temasuk pelatihnya, pelatih dan pemain dari Belanda yang merumput di Liga Indonesia, semuanya hebat-hebat,’’ jelasnya. (022)
Hanya Tiga Cabor Dianggarkan ke Fornas BPM/ist
pertahanan PS Badung. Puncaknya, di menit ke-60 PS Sumbawa Barat mempertipis kekalahan lewat sontekan Hafid. Gol itu tak perlu terjadi seandainya defender anyar Nengah Repot Sulendra tidak mengotak-atik bola di daerah pertahanan. Gara-gara mempermainkan bola terlalu lama, pemain Sumbawa Barat Husni Tamrin mampu menyerobot dan mencuri bola, bahkan Sulendra kalah dalam speed. Husni Tamrin pun mengumpan bola kepada Hafid. Dengan tenang sepakan Hafid menjebol gawang PS Badung yang dijaga Putu
Denpasar (Bali Post)Sampai saat ini baru tiga cabor yang sudha dianggarkan biayanya dan dipastikan mengikuti Fornas IV di Banjarmasin, Kalsel, 20-24 Oktober mendatang. Ketiga cabor adalah hadang, engrang, dan terompah berpasangan, padahal hajatan multievent dua tahunan olahraga rekreasi masyarakat Indonesia ini melombakan 25 cabor, plus lima cabor ekshibisi. Ketua Kontingen Fornas Bali IGN Bagus Mataram, pascarapat di Pemkot, barubaru ini menjelaskan pihaknya tak berani menjanjikan memberangkatkan cabor lain, kecuali mengirimkan atletnya atas partisipasi biaya sendiri atau mencari donatur. ‘’Silakan kalau mau memberangkatkan atletnya, tetapi batas waktu pendaftaran sampai dengan 10 Agutus nanti. Kami juga akan memohon bantuan dana ke Pemprov, sebab mereka ini mengusung bendera Bali,’’ ungkap Ketua Umum Federasi olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Denpasar ini. Dikemukakan, Fornas di Banjarmasin dominan melom-
bakan cabang olahraga air, mengingat di Kalsel cukup banyak sungai. ‘’Bahkan upacara pembukaan Fornas dipusatkan di Sungai Martapura,’’ jelasnya. Tim Bali menerjunkan dua tim untuk hadang, engrang dan terompah, bertujuan supaya pulang membawa medali. Olahraga rekreasi masyarakat, kata dia termasuk digan-
KONI Gianyar Minta Enam Atlet Bridge Tetap Disidangkan
drungi masyarakat Kota Denpasar. Terbukti, penyelenggaraan Porkot di Denpasar sudah memasuki tahun kedelapan. ‘’Porkot Denpasar digelar November nanti, atlet yang tampil merupakan juara di Pordes dan Porkel,’’ tuturnya. Cabor yang dilombakan di Porkot seperti hadang, dagongan, jalan terompah, deduplak, pencak silat seni dan metajog. (022)
Cabor Terompah
BPM/wan
ABSEN — Pesepak bola Bali United (BU) asal Belanda Irfan Bachdim, dipastikan absen saat timnya menjamu PSM Makassar, dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar, Minggu (23/7) malam ini. Bachdim absen karena diganjar kartu merah saat BU melawan Barito Putera.
BPM/ist
Gianyar (Bali Post)KONI Gianyar selaku pemohon enam atlet bridge agar bisa berlaga mengusung bendera tuan rumah Porprov Bali XIII, supaya tetap diproses hukum dan disidangkan. Pasalnya, empat pemain bridge yakni Akhmad Masyuri, Healtho Brilian Argario, Michael Fernando, Zulfikar Akbar Priambodo, sudah mengibarkan bendera Gianyar sejak Porprov Bali XI di Denpasar pada 2013 silam. Selain keempat atlet, dua pemain putri yang diusulkan adalah Rorojoffani Tungga Dewi dan Trisuci Indahsari. Ketua Umum KONI Gianyar Ketut Jagrasunu di Gianyar, Sabtu (22/7) kemarin menerangkan, pihaknya harus bersusah payah untuk menggaet keempatnya. Bahkan melalui sidang dewan hakim yang dipimpin Bidang Hukum dan Etika KONI Fredrik Billy. ‘’Saya kira putusan sidang dewan hakim sudah mempunyai kekuatan hukum dan mereka resmi milik Gianyar,’’ tutur Jagrasunu. Oleh sebab itu, kata dia tidak boleh ada pihak yang menganulir putusan tersebut. ‘’Kami tahu Masyuri, Healtho, dan Zulfikar saat ini membela Jatim, guna mengikuti Kejurnas
Bridge di Sidoarjo yang berakhir Minggu (23/7) ini. Yang perlu diketahui, kejurnas menjaring atlet melalui kejurprov maupun kejurda, sedangkan atlet juara di Porprov bakal direkrut guna berlaga ke Pra PON maupun PON,’’ papar dia. Untuk itu, pihaknya berharap agenda sidang tetap digelar, dan tak boleh ada pihak maupun personel yang intervensi, apalagi menganulirnya. ‘’Sebagaimana hasil mediasi, kami diberi batas waktu sepekan untuk melalukan damai dengan Pengprov Gabsi Bali. Kami harap Gabsi Bali bersedia merekomendasi enam atlet, sehingga mereka bisa mendapatkan Kartu Tanda Atlet (KTA) yang diterbitkan KONI Bali, sebagai persyaratan berlaga pada hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali,’’ paparnya. Secara kebetulan, menurut dia yang memimpin sidang dewan hakim sekaligus sebagai mediatornya Fredrik Billy. ‘’Hasil mediasi sudah jelas, kami diberi waktu sepekan guna mencari jalan keluar atau win-win solution. Para mediator Fredrik Billy bersama IGN Oka Darmawan mengharapkan kami berdamai,’’ ungkap dia. (022)
12
LAGA
Minggu Wage, 23 Juli 2017
Rose Jadi Rebutan
Cleveland Setelah gagal mendapatkan beberapa pemain incarannya, finalis NBA musim lalu Cleveland Cavaliers kini mengincar point guard Derrick Rose. Eks pemain Chicago Bulls itu berstatus free agent. Cavaliers tengah dalam pembicaraan serius dengan Rose. Cavaliers berniat menawarkan kontrak singkat berdurasi setahun kepada Rose. Jika bergabung dengan Cavaliers, Rose hanya akan menjadi pemain cadangan. Dia berstatus sebagai pelapis dari Kyrie Irving yang jadi starter di posisi point guard. Cavaliers sebenarnya baru mendatangkan point guard pelapis Irving, Jose Calderon. Namun mereka kurang yakin dengan pemain asal Spanyol itu, sehingga Rose yang disiapkan jadi pelapis Irving. Karier Rose menurun dalam beberapa tahun terakhir akibat sering terkena cedera lutut. Peraih MVP NBA 2011 ini sudah tiga kali menjalani operasi lutut. Musim lalu Rose memperkuat New York Knicks. Sebelum didekati Cavaliers, Rose sempat dikabarkan jadi incaran Milwaukee Bucks yang dilatih pemain legendaris Jason Kidd. Selain itu, Los Angeles Lakers juga berminat mendapatkan jasa peraih MVP NBA 2011 itu. Rose saat ini berstatus free agent. Dia masih belum memu-
tuskan klub mana yang akan dibela di NBA 2017/2018. Rose memilih mempertimbangkan dengan masak-masak setiap tawaran yang datang. Rose kabarnya sudah mengadakan pertemuan selama tiga jam dengan Lakers. Pertemuan berlangsung positif, namun belum ada kesepakatan yang dicapai. “Saya masih belum memutuskan. Saya ingin memikirkan semua tawaran terlebih dahulu,” ujar Rose Sabtu (22/7) kemarin. Rose tidak akan menjadi starter jika bergabung dengan Lakers. Klub yang bermarkas di Staples Center itu akan mengandalkan rookie pilihan kedua Lonzo Ball. Di Lakers Rose akan berperan sebagai pelapis sekaligus mentor bagi Ball. Lakers menyiapkan Ball sebagai calon bintang masa depan mereka. Ball pemuda asal Chino Hills ini diharapkan bisa kembali membawa Lakers ke kejayaan mereka. Selain jadi pilihan tepat,
Ball juga menjadi pemain paling prospektif pada NBA Draft musim ini, selain Markelle Fultz yang sudah dipilih Philadelphia 76ers. Ball punya skill lengkap untuk sukses. Di UCLA dia jago memberi assist, tembakan tiga angka dan steal. Ayah Ball, Lavar Ball meyakini anaknya bisa membantu Lakers musim ini. Dia bahkan yakin Ball bisa membawa Lakers ke playoff NBA 2018. “Lonzo Ball bakal bawa Lakers ke playoff di tahun pertamanya. Ini menyenangkan, tapi saya tahu ini bakal terjadi,” katanya. Selain Rose, Lakers juga melirik beberapa point guard yang tengah berstatus free agent. Ada Ian Clark, Brandon Jennings, Ty Lawson dan Deron Williams. Lakers konon juga sudah bertemu dengan Clark, yang musim lalu membela Golden State Warriors. Tapi sama seperti Rose, negosiasi dengan Clark baru tahap awal. (kmb33/rtr)
REBUTAN - Point Guard Derrikc Rose menjadi rebutan beberapa klub di NBA.
Bolt Incar Dua Emas di Turnamen Terakhirnya
Usain Bolt Berlin – Sprinter Jamaika Usain Bolt, menargetkan meraih dua medali emas pada kejuaraan atletik dunia di London, Inggris, Agustus mendatang. Manusia tercepat di dunia itu optimistis akan berjaya di nomor 100 meter dan 200
meter. ”Saya merasa jauh lebih baik selama beberapa hari terakhir, karena saya pergi menemui dokter saya di Jerman, dan saya telah berlatih. Cuaca di sini bagus, ini pertanda baik. Setelah tampil di Monaco selanjutnya adalah dua emas di kejuaraan dunia
Bottas Ingin Bertahan Bersama Mercedes
Silverstone – Peta persaingan di Formula One (F1) 2017 telah memasuki seri ke-10. Pembalap anyar Tim Mercedes, Valtteri Bottas berhasil finis di posisi kedua saat melintas di Sirkuit Silverstone, Inggris. Dengan hasil itu Bottas berhasil menempati urutan ketiga di klasemen sementara dengan raihan 154 poin. Pembalap berkebangsaan Finlandia itu telah mengoleksi tujuh podium di musim ini. Bottas sukses menjuarai dua seri balapan di Grand Prix (GP) Rusia dan Austria. Sisanya ia sudah tiga kali finis di urutan kedua dan dua kali menyelesaikan balapan di posisi ketiga. Melihat pencapaian itu, Bottas mengatakan dirinya ingin tampil lebih lama bersama Mercedes. Sebelum melakukan pembicaraan dengan timnya, pembalap berusia 27 tahun itu menyebut dirinya ingin fokus meraih hasil maksimal hingga paruh musim ini. “Kami harus benar-benar membahas durasi kontrak sebelum membuat pengumuman atau menyusun kontrak apa pun. Kami masih harus menunggu beberapa pekan lagi dan melihat bagaimana proses nanti, tapi itulah target saya ke depan,” ujar Bottas Sabtu (22/7) kemarin. “Kami mendekati titik untuk sampai ke pertengahan musim dan jeda di bulan Agustus akan segera tiba, dan biasanya akan ada tahapan diskusi. Target utama saya saat ini ingin bertahan lebih lama dengan tim Mercedes,” imbuhnya. Bottas bergabung dengan Mercedes sejak Januari 2017. Dia menggantikan posisi Nico Rosberg yang memilih pensiun. Bos Mercedes, Toto Wolff rupanya tak ingin Bottas menjadi incaran tim lain. Maklum saja, sejumlah pembalap bakal habis kontrak akhir musim ini, sebut saja Fernando Alonso, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen. Tentu saja tim-tim dari pembalap tersebut tengah berancang-ancang untuk mendapatkan pembalap lain atau mempertahankan yang ada. Berdasar itu, Mercedes langsung bergerak cepat agar Bottas tak digaet tim lain. “Bottas adalah pembalap yang luar biasa. Dia adalah pelengkap puzzel yang sempurna. Saya pikir dia tak hanya pantas untuk 2018 saja, melainkan musim balap 2019 dan 2020,” jelas Wolff. Rasanya sangat tidak mungkin Mercedes akan melepas Bottas. Penampilan pada musim pertama bersama Mercedes sangat mengesankan. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
di London,” ujar Bolt seusai jumpa pers kejuaraan IAAF Diamond League Monaco 2017, Sabtu (22/7) kemarin. Bolt mengatakan, ajang IAAF Diamond League Monaco 2017 yang dihelat di Stadion Stade Louis II, Monaco merupakan ajang pemanasan sebelum
tampil di kejuaraan dunia di London. ”Musim ini saya memulainya dengan lamban. Saya mengalami kemunduran setelah temanku Germaine meninggal. Tapi saya harus bangkit, IAAF Diamond League Monaco 2017 adalah ajangnya,” katanya. Bolt harus kehilangan teman akrabnya, Germaine Mason yang tewas dalam kecelakaan sepeda motor pada April lalu. Dia sangat terpukul. Saking berdukanya, Bolt sempat menolak melakukan latihan. Selain itu, Bolt merasa punggungnya cedera dan harus melakoni perawatan. Setelah dirayu keluarga dan manajemennya, Bolt akhirnya mau menjalani perawatan di Jerman. Dia dirawat intensif oleh dokter HansWilhelm Mueller-Wohlfahrt. Bolt baru kembali ke lintasan lari pada Juni lalu di Ceko. Pada kejuaraan di Ceko, Bolt mencatatkan waktu 10,06 detik untuk meraih medali emas. Di Monaco Bolt berhasil mencatatkan waktu 9,95 detik, sekaligus berhasil meraih medali emas. Bolt mengungguli pelari AS Isiah Young (9.98) dan Akani Simbine (10.02) dari Afrika Selatan. (kmb33/rtr)
Valtteri Bottas
BPM/rtr
BPM/rtr
Usia Menjadi Kendala
Federer Coba Lebih Realistis
London – Setahun meraih tiga gelar grand slam mungkin sudah pernah di dapatkan Roger Federer. Namun, dengan usia yang sudah tidak muda lagi, kesempatan itu dinilai akan sulit dilakukannya. Federer memang memiliki satu peluang lagi untuk menambah gelar grand slam pada tahun ini. Kesempatan itu akan terjadi di Amerika Serikat Terbuka, 28 Agustus–10 September nanti. Dengan usia 36 tahun pada 8 Agustus mendatang, kondisi fisik menjadi salah satu ancaman untuknya bisa mengulang sukses pada 2004, 2006 dan 2007. Ketika itu dia mampu meraih tiga gelar grand salam dalam setahun. Melihat kondisinya sepanjang tahun ini, Federer mungkin masih layak dipercaya bisa melakukannya. Bagaimana tidak, dia masih bermain mengesankan, termasuk merebut gelar Wimbledon akhir pekan lalu. The FedEx, julukan Federer menjadi juara tanpa kehilangan satu set pun di sepanjang turnamen tersebut. Keberhasilan itu menambah koleksi gelar Federer menjadi delapan di Wimbledon. Capaian itu sekaligus menjadikannya sebagai pengoleksi trofi terbanyak atau unggul dari Pete Sampras (AS) dan Williams Renshaw (tujuh gelar) di grand slam lapangan rumput tersebut. Sebelumnya Federer juga berhasil merebut gelar Australia Terbuka awal tahun ini. Namun Federer menyadari bahwa usianya sudah tidak muda lagi untuk bisa melakukan pencapaian seperti itu. Akan tetapi, dia tetap merasa percaya diri bisa melakukan permainan terbaik pada grand slam pengujung tahun tersebut. Petenis kelahiran Basel
Roger Federer itu merasa belum bisa membayangkan jika bisa pulang dengan tiga gelar grand slam tahun ini. ”Saya tahu jika tetap mempertahankan kondisi, maka ada peluang untuk tampil bagus di AS Terbuka. Tapi untuk jadi juara? Yeah, saya merasa harus realistis,” kata Federer, Sabtu (22/7) kemarin. ”Saya tak lagi berumur 25 tahun. Saya tak yakin bisa memenangi tiga grand slam dalam setahun. Memenangi dua gelar sudah cukup gila dan sudah cukup bagus bagi saya,” ungkapnya. Catatan sejarah menunjukkan, bahwa Federer selalu menjadi juara AS Terbuka jika pada tahun yang sama dia menjuarai Australia Terbuka dan Wimbledon. Apalagi turnamen ini belum ada yang mampu didominasi oleh siapa pun sejak dia memenangkan pada 2004–2008. Setelah itu, sang juara selalu bergantian dari Rafael Nadal
BPM/rtr
(2010, 2013) dan Novak Djokovic (2011,2015) yang menjadi juara dua kali serta masingmasing satu kali oleh Juan Martin del Potro (2009), Andy Murray (2012), Marin Cilic (2014) dan Stan Wawrinka (2016). Karena itu, persaingan pun dipastikan makin memanas di AS Terbuka. Meski rivalnya seperti Djokovic dan Murray masih belum tampil konsisten pada sepanjang tahun ini, tetap harus diwaspadai. Namun Federer harus lebih waspada dengan Nadal yang tampil lumayan bagus, termasuk menjadi juara di Prancis Terbuka tahun ini. Dengan begitu, Federer akan mempersiapkan diri dengan cara seperti biasa dan melihat apa yang terjadi di New York. ”Saya tentunya berusaha mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, sehingga saya memiliki peluang terbaik untuk tampil bagus di Amerika Serikat Terbuka,” ujar Federer. (kmb33/rtr)
Sastra
Redité Wagé, 23 Juli 2017
I Kaki Dengkil
Sang Wijayasastra 15 “TENDAS benet apa, aget I Doglagan énggal nyerepang. Tusing ngelah gaé apa I Toris nyengguhang déwéké nglekas di Pamuun Sema Tegal Bucuné! Ibi, dugas mapagang Kajeng Kliwoné koné tepukina I Déwék kenjekan nglekas. Masrana sanggah cucuk, ditu tengah lemengé!” I Kaki Dengkil ngupet-upet asapunika padéwékan wenginé puniki ring kubonné. “Tusing tawanga apa anaké ané kasengguh bisa ngléak tusing dadi garap. Tusing dadi pandusang dugasé mati. Turmané tusing dadi ketisin tirtan padanda, tusing dadi upakaraang! Kéto nyen anaké nyalanang désti!” Aéng selselan I Kaki Dengkilé ngrémon sakadi punika. Inunian semengan, I Kaki Dengkil miragi I Doglagan maseserep ka umah I Torisé dauh tukad patiné. Piragina cucunné ngamuk nagih nyepeg baongné I Toris santukan nyobyahang I Kaki Dengkil panggihina ngaréh ring Pamuun Tegal Bucu dawegé mapagang Kajeng Kliwoné lintang. “Kapin Cai tua, Icang wenang nyepeg baong Cainé! Né, Icang cucun I Kaki Dengkil tusing takut mabui ulian mélanin kapatutan. Cai suba ngusak-asik wibawan Kakin Icangé! Wenang lakar cérét getihné!” Asapunika I Doglagan sakadi préman usan nyabu nganggarang pedang samurai tetamian todyané. Aget wénten I Nyoman Sudarsana, pernah cucuné sané dados pulisi nambakin. Wantah nénten asapunika, sinah jagi byuta antuka. I Doglagan tur I Toris baktana ka kapolrés. Makekalih tuturina. “Bapa Toris, da papak pisunaanga nah, nyanan kena undang-undang pencemaran nama baik nyen! Gedé ento ukumané! Né, Cai Doglagan da mabet wirang, lamun ada apa-apa Beli malu alih. Percuma Cai ngalah nyama dadi pulisi! Ngaba sanjata nagih nyepeg anak to masé ada ukumné. Gedé masé dosané!” I Sudarsana mituturin I Doglagan tur I Toris sakadi punika. Wantah sapuniki becik pulisiné, ambat ja trepti jagaté? Nénten ja ngraina ngejuk tajén, anak maceki, mabola adil, tur nilang kamanten! Waluya asapunika, I Doglagan kantos mangkin kantun meh basangné santukan kakinné kaaranin midep ngléak. Pisunaané sakadi asapunika wantah nénten gelis puputang sinah ngawinang byuta ring kawekasan. Sakadi punika sampun. Wantah midep ngléak sinah nénten dados upakarain ri kala ngaonin. Santukan nénten terima kakinné kaaranin midep ngléak, I Doglagan raris masadok ring pasangkepan banjaré mangda I Toris kapidanda. Asapunika naler majeng bendésa adaté, Ipun nagih mangda I Toris ngaturang guru piduka ring Pura Désa santukan misunaang anak tan pa dasar. I Kaki Dengkil ingkel-ingkel miragi cucunné buut ngurusang déwékné sané kasengguh nglekas ring Tunon Setra Tegal Bucuné. “Da bes sangetanga, masé I Toris tusing ada ané ngugu! Ulesné ada ané nyilih muan Kakiné! To awanan Kaki tepukina ditu!” I Kaki Dengkil ngapul-apul I Doglagan sané kantun renget basangné nagih ngepluk I Toris.” “Apa, né nyangkut adan kulawarga. Yén tusing masiar di banjar tur di désa I Toris mogbog, Icang tusing puas né! Apang tawanga wakya nimitanta ala katemunta!” I Doglagan banggras masaur asapunika. “Icang tan agawok ring mas artha! Nyak I Toris bayahina tekén Sang Angawaraté apang ngidih pelih tekén Icang, nyak tusing. Tedung jagat cara apa ento mragatang raos baan pipis? Icang tusing terima Kaki! Sajan cara munyin Kakiné, Sang Angawaraté tusing pesan tatas tekén baos Sang Wijayasastra. Tusing tawanga ené pikamkam nindihin cayan kulawarga? Akuda ja Icang baanga pipis lakar tulak terasné!” I Doglagan nglanturang baosné sambilanga dengkal-dengkil matungked bangkyang. Miragi baos I Doglagané asapunika, ngadébras I Kaki Dengkil bangun sambilanga nuding langit limané kanawan. Limané sané kébotan matungked bangkyang. “Wih… kita prabhu yaksa… tusing suud-suud Cai ngalih ala! Temah cicing Cai! Suba ping satak keti orahin, ané madan Sang Wijayasastra tan agawok ring mas artha masé. Koné dueg, apané dueganga? Apané ririhanga? Tuah mabekel pasal 303 dogén? Tusing genep to anggon bekel dadi Sang Angawarat! Koné kasub liu mamaca, ngudiang ento dogén tusing tepukin? Kéné suba ngalih kuasa ulian daya!” I Kaki Dengkil sareng medal renget basangné sakadi cucunné. Sakadi makomando, sang kalihé punika mlesat mamargi nuju pondokipuné I Toris. Makedusdasan I Kaki Dengkil kasarengin antuk I Doglagan ngrereh I Toris. Irika sampun wénten I Sudarsana pernah keponakané. “Ih… Cai Sudarsana, da barengbareng. Né pikamkam Icang ajak I Toris. Cai Toris, apang tawang nah… Icang tan agawok ring mas artha. Orahang tekén Sang Angawaraté, tusing lakar makisid I Kaki Dengkil uling jelegné ulian mas artha! Amliyun ja Icang baanga pipis, tusing lakar makirig. Lamun tusing Cai ngidih pelih ajak karma banjaré, lamun tusing Cai ngaturang guru piduka di Pura Désa, tengerin ja buin telun pegat baong Cainé! Nyandang Angawarat apa to tusing nawang gagelaran Sang Wijayasastra!” I Sudarsana kamemegan miragi wacanan I Kaki Dengkilé, napi malih I Toris, bungker-bungker naanang enceh. I Toris sampun ngidih pelih ring ajeng karma banjaré. Naler sampun ngaturang guru piduka ring Pura Désa. Nanging sané ibi wengi kasiar I Toris madem nadak ring pasaréan. Wargi Tepisiringé gaok. Sapunapi I Kaki Dengkil sayuwakti sakti mandra guna? (Jelantik)
Ada Anak Buduh di Natah Sekolahé Gedé Aries Pidrawan “SUUDANG, suudang, sakit, sakit, suudang,” Madé Tojan ngeling jengking-jengking tatkala guruné nerangang di malu. Makejang timpalné tengkejut. “I Tojan karauhan,” keto timpalné ngorahang. Gegisonan Gedé Ger, guru Matematikané ané sedek ngajain maekin Madé Tojan. “Kénkén Cai né? Karauhan apa nguluk-uluk? Suud ngaé-ngaé kéto, lanturang malajah!” Gedé Ger mamunyi bangras. Kelasé sepi. Madé Tojan suba suud ngeling jengking-jengking. Timpalné masih suba makejang marep ka malu nlektekang rumus Matematika ané tulisa tekén guruné. Ri kala sedeng iteha timpalné nulis, kenjekan ijek guruné nerangang, Madé Tojan buin jengking-jengking. “Suudang, sakit, sakit, sakit, suudang.” Gedé Ger maekin Madé Tojan. Muané barak, mirib bunbunané suba ngendih ulian gedeg. “Tumbén jani ngelah murid kual buka Cai,” Gedé Ger nengkik. “Cai suba murid paling dengkal, demen ngaé rusuh di kelasé. Pesu Cai.” Madé Tojan paida ka sisin kelasé. Di samping jenela kelasé ia oraina nyongkok. “Dini ngoyong, kéné
suba upah demen ngaé rusuh di kelasé.” Sirahné Madé Tojan unguk-ungukanga. Suud kéto, ia makaad ka kelas. Madé Tojan nyongkok di malun ruang kelasé. Ia ngeling sengi-sengi. Sakit kupingné jani suba ngigisang, enu marasa kenyot-kenyot. Ia tusing nawang apa kadén ané makada, yén ada guru nerangang di malun kelasé, kupingné sakit. Kupingné sakit sawiréh munyin guruné ento patuh tekén munyin bapa lan méménné jumah. Keto masih, sabilang ia ningalin tulisan lantang mlémpad di papan tulisé, ia inget tekén sampat lidi ané suba siapanga tekén méménné lakar anggona mecutin. Ada guru nerangang, ada tulisan di papan, bayuné prajani uyang. Ia ngeling jengking-jengking. Kupingné lan paningalané rasaanga sakit, macek-macek. Madé Tojan idup ngajak mémé kualon. Mémé asliné suba palas ajak bapanné. Idup ngajak mémé kualon, sai-sai ia kena batbat, kena dampratan, kena pukpukan. Mémé kualoné galak. Asing apa ané gaéna pasti pelih. Paané sesai barak ulian kena lima lan bongkol sampat. Taén masi awai ia ubetina di kamar mandi, tusing
13
ngidaang pesu sawiréh pintuné makunci uli sisi. Awai ia tusing madaar. Basangné ané seduk tuah pulangina yéh WC dogén. Maniné, ia méncrét. Duang wai tusing ngidaang bangun. Tusing ajaka ka dokter, tusing alianga ubad Bali. Sakit basangné nguletulet buka ada anak ngorés-ngorés aji temutik. Ia makita ngeling baan tusing ngidaang naanang sakitné, sakéwala tusing bani, jejeh ada pisagané ane ningeh tur nyagjagin. Yén ia ngeling, lantas ada pisaga ané nawang tur nyagjagin, sinah ia lakar cakcaka tekén mémé kualoné. Madé Tojan nguntul. Ia enu ngeling sengi-sengi. Sakit kupingné suba ilang. Luh Asih, guru Basa Baliné teka maekin. “Ngudiang Cening ditu? Tusing malajah?” Madé Tojan siep. Ia enu nguntul. Ia masi enu ngeling sengisengi. “Ngudiang Cening ngeling, napi ané makada?” Madé Tojan makipekan. Sengisenginé suba ilang. Ia makirig buka nepukin unén-unén. Ia nganengneng Luh Asih ané teka maekin. Paningalané barak. Limané magemelan nagih nyagur. “Niki Ibu. Sampunang Cening takut. Tegarang tuturang napi ané makada Cening ngeling?” Luh Asih maekin Madé Tojan sambilanga ngusu-usuin sirahné. Madé Tojan geluta. Sirahné Madé Tojan nelepék di sipahné Luh Asih. Luh Asih tekek ngelut Madé Tojan lan ngusu-usuin bancangné. Ngusuusuin bancang muridné ento, ia inget tekén rarené ané suba tusing enu. Gedé Bayu adané. Pianakné ento suba tusing enu, ngalain dugas mara matuuh atiban kena sakit hydrosepalus. Yén saihang, umurné Gedé Bayu jani mirib masaih ngajak Madé Tojan. Yén masuk, sinah Gedé Bayu suba kelas nem, patuh tekén Madé Tojan. Inget tekén paukudan pianakné ané tusing enu, yéh paningalané ngetél. Énggal-énggal ia ngusap yéh paningalané ané suba ngeloh ngebekin pipiné. Elek yén nyanan ada murid utawi guru nawang. “Ning, tegarang tuturang ajak Ibu napi ané makada Cening ngeling?” Buin Luh Asih matakon sambilanga ngusap-usap bokné Madé Tojan. Tusing masaut. Madé Tojan saget suba geris-geris aris, pules di pabinané Luh Asih. Luh Asih paling, kénkén carané nyangkol Madé Tojan ané awakné bongsor. Luh Asih maawak cenik, yén paksaang sangkol, sinah ulung, bisa-bisa bancangné maklepod. Yén dun-dun, padalem. Ia nawang Madé Tojan sai-sai magadang di jumahné nulungin mémé lan bapanné magarapan. Sasukat ento, Madé Tojan leket sajan ngajak Luh Asih. Sabilang tengai nuju ngaso, ia negak di betén punyan ketapangé ngantiang Luh Asih pesu uli kelasé. Ditu ia ngantiang sambilanga nglebitin buku, malajah. Luh Asih nyag-
nawang lek. Murid enu cenik kéto masi ajaka. Yén iraga siep, sinah adan sekolahé bisa cemer. Jalan laporang tekén Pak Kepsek apang tusing terus-terusan kéné.” Maniné, Luh Asih panggila ka ruang kepala sekolah. Kondén neked awakné di arep kepala sekolahé, ia suba kena batbat. “Bu, tiang nunas mangda Ibu ngwatesin laksana sareng murid.” “Napi maksudné Pak.” “Nika, Ibu sareng I Tojan, napi-napian adané? Sami guruné pakrimik.” “Titiang tuah nglaksanaang tugas dados guru Pak. Titiang tuah mastiang mangda murid tiangé tatas uning ring napi sané plajahina.” “Nggih, nika becik. Yéning indik ayah-ayahan dados guru Bu, tiang guru, tiang uning ring sajeroning ayah-ayahan dados guru. Kémaon nénten ja kantos magelut-gelutan, nénten ja kantos mapules-pulesan ngajak murid. Yéning kadi nika, nika malajah napi kabaos? Napi malih Ibu maraga istri, Tojan murid muani, watesin akidik Bu. Lek atiné. Mangkin, Ibu sampunang dumun ngajain. Ibu tiang tugaskan ring perpustakaan dumun.” Kondén maan Luh Asih natasang undukné Madé Tojan, ia suba orahina pesu. Makesyor bayuné. Entudné asananga lemet. Majalan ia pesu uli ruang kepala sekolahé ngojog ruang guru. Di ruang guru, ia kasambut olih guruguru ané semuné ngadésem. Ada timpalné maekin, “Sing nawang lek nyai Luh.” Geginané Luh Asih jani tuah nabdabang buku di perpustakaan. Ia tusing baangé ngajahin ka kelas, apabuin lakar katemu Madé Tojan di betén punyan ketapangé, tusing dadi. Sabilang wai Luh Asih inget teken Madé Tojan. Uli kaca jendela perpustakaan ia ningalin Madé Tojan malaib ngojog natah sekolahé. Di natah sekolahé, dugas i matanai jegjeg duur sirahné, Madé Tojan negak mamaca. Suud negak, ia majujuk tolah-tolih ka ruang guru. “Bu guru, tiang sampun ngambar bunga cempaka Bu Guru.” Madé Tojan ngelur. Tusing ada guru rungu. Tusing ada timpalné rungu. Makejang pada maklieng ngejohin Madé Tojan. “Bu Guru, jawabané telung dasa Bu Guru.” Tusing ada guru maekin. Tusing ada guru ngusapusap sirahné buka Luh Asih. Ada guru liwat di sampingné. Guruné ento tuah makenyem, “Béh, buduh muridé ené.” Madé Tojan ngeling sengi-sengi. Sirahné kaplug-kapluganga di bongkol punyan ketapangé. Ningalin ento, yadiastun uli joh, tusing marasa yéh paningalané Luh Asih makembengan. Makelo-kelo, yéh paningalané ento mabyayagan melusin pipiné. Ia kangen, sajansajan kangen nepukin murid buka Madé Tojan. ***
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Sang Prabhu Janamejaya Olih : I K. Satria, S.Ag SEDEK dina anu, kacaritayang Ida ngruruh tarus yadnya ring tengahing wana sané pacang kawigunayang ngamargiang yadnya utama. Raris sesampuné molihang, Ida mawali nuju pasraman saha nadtad taru sané sampun sayaga. Tatkala punika, ida sampun dahat kenyel nuju tengahing wana, wastu sampun banget ngaptiang sahananing ajengan. Makasami punika nénten malih kapikayunin olih Ida, sangkaning teleb ring bhakti. Sesampuné rauh ring genah pasraman, Ida raris ngenahang taruné punika ring genah sapatutnyané, nanging tatkala punika taler Ida keni pinyungkan, rambutidané sané sampun maketu sakadi dwijati sinarengan runtuh sareng taru ageng punika. Makasami rambutidané jatuh ka pertiwi. Irika raris ida dahat sungsut sangkaning sampun nénten malih sida ngayunin sami punika. Raris ida hening ring pikayunan. Irika ida rumasa ring yusa sampun lingsir. Ida mulat sarira sinambil ngetélang toyan panonidané sangkaning teleb ring pikayunan lingsiré punika. Ida nénten prasida ngeret pikayunan sungsutidané tatkala punika. Yéning kapikayun, tatkala punika ida nénten mrasidayang ngayunin déwék luih saha ngeret sahananing pikayunan sané engsek. Irika raris tangisidané dahat, nénten sida kasilibang. Ida Maharsi Gautama sané pinaka gurunidané madué anak alit sané dahat listu ayu. Ida Maharsi Gautama ngandikain putrinidané mangda ngrumrum kawéntenan Ida Brahmana Utanka. Irika raris Putrin Ida Brahmana Gautama rauh ring ajeng Maharsi Utanka saha ngusap toyan panonidané. Antuk tanganidané sané dahat rsik mulus mudak angrawit, sakémaon wénten sané dahat ngawinang angob. Toyan panon Ida Maharsi Utanka punika dahat panés ngawinang tangan anak sané alit ayu punika sakadi kaborbor agni ageng! Digelis toya panoné punika karuntuhang ring pertiwi. Pertiwiné taler nénten pisna prasida nyangga saha nampi sané wénten tatkala punika. Panés bara wyakti toyan panon Ida Maharsi Utanka sané sedeng sungsut. Irika raris Ida Brahmana Gautama dahat lédang saha banggi santukan sampun madué sisya sané mawisésa sakadi asapunika. Guru Gautama raris nampekin saha ngandika alus manis majeng Maharsi Utanka. “Uduh Cening sisyan Bapa sané mautama, napi mawinan Cening sungsut rahat sakadi asapuniki? Degdegang kayun I Déwané. Aturang sané mangkin napi sané wénten. Satuayang sané mangkin majeng ring Bapa, Bapa sayaga nampinin!” Mirengang sakadi asapunika pangandikan alus Ida Brahmanna Gautama, Ida Maharsi Utanka mapikayunan saha ngaturang sembah majeng ring Ida
jagin, nuturin, lan nuréksain apa ané suba plajahina tekén Madé Tojan. “Bu Guru, titiang madué gambaran luung Bu Guru,” Madé Tojan nyerahang bukuné. “Mimih luungné,” Luh Asih masaut. “Mangkin, pragatang PR-é nggih!” “Sampun Bu Guru.” Madé Tojan nyerahang buku ané buin besikan. Buku makaput kertas koran misi tulisan Matematika. “Niki buku sekolah, ampunang gambarina nggih. Niki PR Matematika, itung-itungan, yén Cening ngambar, driki di buku gambaré nggih.” “Nggih Bu Guru.” Madé Tojan sumringah nyemak buku tulisné. “Napi tulis Bu Guru?” Luh Asih makenyem,” Sepuluh dikali tiga, dibagi lima sama dengan....” “Ten ngerti tiang Bu Guru.” “Mangkin, gambar kedis dasa, dasa ping telu, terus itung akuda jumlahné, suud nika kedisé makejang bagi pah lima, itung mangkin pada makuda maan kedis, nika jawabané.” “Kedis napi Bu Guru? Kedis perit nggih?” “Dadi.” “Ah, ten nyak. Kukur nggih?” “Dadi.” “Buung kukur, jelek Bu Guru. Tiang lakar ngambar garuda Bu Guru.” Luh Asih makenyem. “Dadi masi.” Madé Tojan iteh ngambar. Suud ento metékin gegambarané, ngaliang, magi. Ia maangsegan. Muané masemu girang. “Nemnem jawabané Bu Guru.” “Beneh Ning. Bisa ja Cening nyawab.” Madé Tojan makraik girang. Bukuné entunganga menék. “Buin mani pragatang PR-é nggih.” “Dados nganggon gambar Bu Guru?” “Dadi.” “Gambar gajah nggih Bu Guru? Gambar bojog Bu Guru? Yén gambar bunga dados Bu Guru?” “Dadi Ning. Makejang dadi Ning,” Luh Asih masaut degdeg. “Lakar ngambar bunga. Bunga mawar nggih Bu Guru?” “Dadi... dadi.” “Ten nyak Bu Guru. Bunga cempaka gambarané. Bunga cempaka nggih Bu Guru apang miik.” Luh Asih makenyem. “Nggih, bunga napi dadi.” Bél suba mamunyi. Luh Asih ngorain Madé Tojan macelep ka kelas. Madé Tojan ka kelas malaib sambilanga magending, “Kelapkelap ngalap bunga, bunga cempaka gurun tiangé miik gati....” Luh Asih ngangkid awak uli betén punyan ketapangé. Ia jani lakar ka kelas. Natah sekolahé suba sepi. Makejang murid lan guruné kadénanga suba ka kelas. Sakéwala, ia tusing nawang, uli di ruang guru, timpal-timpalné ngintip. “Béh, Luh Asih tusing
Hyang Guru Gautama. Sakadi aspauniki aturidané. “Mawit saking dumun, ngantos mangkin, titian sayaga saha mangubhakti majeng ring palungguh I Ratu sané dados gurun titiang! Titiang setata ngaturang napi luir sané patut tur sida aturang titiang majeng sang guru. Wyakti wantah palungguh I Ratu sané wénten ring angga sariran titiangé. Wyakti ngantos lingsir titiang sampun ngaturang bhakti majeng ring singgih I Ratu. Punika sané ngawinang titiang éling ring pikayunan indik saking riin titiang sampun bhakti majeng ring I Ratu, sampun taler titiang nelasang udeg sangkaning bhakti. Punika taler kawéntenan palungguh I Ratu nénten ngicénin titiang ninggal pasramané puniki, saha titiang nénten naenin uning ring asapunapi kawéntenan jagaté tios ring genahé puniki. Minab sampun wénten satus warsa titiang sampun wénten iriki antuk kapitresnan palungguh I Ratu. Wyakti sampun akéh sisyané sané rauh iriki, saha sampun taler muputang saluiring kawisésan mawali ka genahnyané soang-soang. Sujatiné wénten panyiuan brahmana sané wénten iriki saha sampun kaicén ninggal pasramané. Punika mawinan meled manah titiang nguningin indik asapunapi mawinan palungguh Ratu nénten ngicén titiang ninggal pasraman?” Mirengang sakadi asapunika atur sang sisya, Ida Brahmana Gautama raris nyawis dabdab alon. “Uduh Cening, sisyan Bapa sané banget tresnain Bapa, sujatiné Bapa dahat seneng ring kawéntenan saha kateleban angga sariran Ceningé. I Déwa pinaka sisyan Bapa sané pinih utama, sané banget ngawinang lédang pikayunan Bapa! Sujatiné Bapa taler nénten prasida nguningin saha éling ring kawéntenan I Déwané iriki sagét sampun sué. Sané mangkin, yéning sangkaning pikayunan I Déwané lédang tur seneng ninggal Bapa iriki ring pasraman, durusang. Bapa nénten malih mialangin. Sané mangkin tampi paican Bapané puniki, pinaka permata, brana luih duén Bapa!” Ida Sang Maharsi Utanka raris ngaturang sembah. “Nawegang palungguh Ratu sané dahat sungsung suun titiang, napi minab sané prasida aturang titiang majeng ring palunguh I Ratu sané mangkin? Sané mangkin titiang banget ngaptiang, napi minab sané patut aturang titiang majeng ring palungguh I Ratu. Wantah sesampuné titiang ngaturang punika, titiang pacang prasida mawali nuju genah titiangé, taler antuk waranugrahan palungguh I Ratu!” (Masambung)
Sesuluh Marasa tekén déwék embuh belogé mapunya tumbuh mapunduh mentik maliah kadi toyané gentuh kuangé mangoda kadi bikul pisuh Embuhé patut dagingin baan sesuluh sesuluh madasar baan sastra wibuh wibuh ring titi sané sampun kauduh kauduh saking Sang Maraga Landuh Sampunang setata magenah di lebuh di lebuh tusing ja lakar kasengguh kasengguh dadi titi lantang matuuh dados titi sida ngetisin sakadi damuh. I W. Wikana-Seraya
Kruna
14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
pupu;p\С(.
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
Pupuh Pangkur 5.he\ánß\icl*z)lb/,
Anggén mangicalang nyelab, ewnÓ)nrk/,
wénten arak, miw;b)ÏmÀkidik/,
miwah berem akidik, sisenhe\ánßtbu;,
sisané anggén matabuh,
tunsuæmimk)cirn/,
tunas sami makeciran, \enÓosÞitig/,
ngantos litig, \win*b)dkßwuwu;,
ngawinang bedak mawuwuh, tmãninÐdipmdt/,
tambanin kadi pamadat, mmuz;t2(tnã)cik/.
mamunyah taler tan becik. 6.mlimnikwsÕen,
MA lima nika wastané, kp$tm, kapertama, mmdtåewn*2\it/,
mamadat ngawénang lengit, mmuz;enptikcu;,
mamunyah né pati kacuh, memoeto;m\ut*\ut*,
mamotoh mangutang-ngutang, medonßli;,
Madon malih, \win*humehhuwug/,
ngawinang umahé uwug, skitÐmtusÞnær*,
sakit kamatus lan parang, mml*pc*mbuwi.
mamaling pacang mabui.
Redité Wagé, 23 Juli 2017
I Wayan Warka
Pada-pada Ngabdi DURUNG naen kapikayunin olih I Wayan Warka jagi makarya ring widang politik saha prasida dados angga komisi empat DPRD Kota Denpasar. Parindikan punika kabaosang sampun kamargiang mawit saking kajudi dados kepala désa. Lanang sané embas ring Denpasar, 29 Mei 1962 puniki maosang prasida kajudi duaning akéh timpalnyané maosang yéning dané madué jiwa kepemimpinan sané becik. Kasarengin antuk makudang-kudang pariindikan sané kapanggihin, Warka kaaptiang mangda nyarengin pamariseleh utawi pemilihan Kepala Désa Kesiman Kertalangu makéh warsa sané lintang. Sangkaning akéh pisan krama sané cumpu, sinah Warka nénten prasida nulak pangapti inucap sané pamuputné dané kaselehin tur kajudi dados Kepala Désa Kesiman Kertalangu. “Risampuné manados kepala désa, majanten tiang jagi ngamanggihin kawéntenan politik. Sangkaning punika tiang ngrasayang patut pisan ngawitin malajahin indik politik,” baos dané polos. Ngamargiang swadharma dados kepala désa, Warka ngaptiang jagi becik-becik ngayah mangda kahanan pawangunan ring désannyané sayan becik saha nénten ngawinang krama sané sampun nyelehin dané dados kepala désa marasa kuciwa. Dané ngutamayang nénten indik wewangunan fisik kémanten, nanging taler ngwangun SDM ring désa sané becik tur siaga nandakin pangaptin krama taler berdaya saing tinggi. Kahanan punika kabaosang dané patut
katincapang antuk nilikin kawéntenan sarana miwah prasarana taler ngamecikang wewangunan fisik sekolah sané wénten ring Désa Kesiman Kertalangu. Sios saking nguratiang pendidikan dasar, pendidikan usia dini (PAUD) sané akéh kapanggih ring makudang-kudang banjar ring Désa Kesiman Kertalangu taler kauratiang. Puniki ngawinang Warka sané sampun dados kepala désa kalih periode puniki setata marasa bangga tatkala nyingakin alit-alité seneng malajah ring kelas utawi ring sisi, asapunika taler para guru prasida becik ngamargiang swadarmannyané. “Yéning kapikayunin alon-alon sujatiné iraga pada-pada ngabdi, sapunapi ja pakaryan sané kamargiang. Sangkaning punika patut pisan sekancan swadharma i wawu kamargiang kadasarin antuk manah lascarya miwah sumeken ngayah,” asapunika Warka nartayang. Bapak I Putu Arya Dharmaadi, I Kadek Arya Purwita miwah Ni Komang Ayu Satya Wati malih maosang, tatkala alit sujatiné dané nénten naen mikayunin indik citacita. Nénten sakadi mangkin, alit-alit pada akéh pisan madué cita-cita. Parikrama saraina Warka tatkala kantun alit nénten mabinayan sareng timpal-timpalnnyané ring Désa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur. Risampuné budal saking sekolah SD inggih punika ring SD Negeri Tohpati sané mangkin sampun dados SD. No. 3 Kesiman majanten dané jagi maplalianan sareng timpal-timpalnyané minakadi malayangan
Isin Gumi
Yowana Bali Sayan ”Beringas” KAHANAN widang pendidikan ring Bali tercoréng sangkaning parilaksana sinalih tunggil siswa SMA sané ngawinang prajurit TNI ngemasin padem. Parindikan puniki majanten ngawinang osah saha nénten percaya yéning yowana mayusa 16 tiban prasida nglaksanayang parilaksana mamati-mati sakadi punika. Pemerhati masalah sosial Prof. Dr. Rai Setiabudi, SH., MH., wawu puniki ngandikayang, kenakalan remaja ring era modérn sampun nglintangin wates. Akéh alit-alit sampun ngroko, mamadat, séks bebas, kantos ngamademang krama tiosan. Parindikan punika kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wraspati, 20 Juli 2017 lintang. Komang Suparta, Kerobokan Wénten makudang-kudang parindikan sané ngawinang wéntennyané kenakalan remaja, minakadi kirangnyané komunikasi pantara pianak sareng reramannyané. Lianan punika, makekalih rerama sibuk makarya kantos lali urati ring pianak. Gung De, Singaraja Ketah i rerama belog ajum ngicén pianaknyané kebebasan miwah nagingin samian pangaptiné. I pianak
kirang ngamolihang kasih sayang miwah conto sané becik saking i rerama ring kulawarga. Sapatutnyané para rerama nyelanang galah ngicén uratian saha pengawasan majeng pianak ri kala sareng timpalnyané, inggian ring sekolah utawi ring genah tiosan. I rerama patut wénten galah majeng pianak, ngicén piteket sané becik. Komang Lara, Tigawasa Sinunggilnyané kawinang makudang-kudang tayangan ring tipi taler sané wénten ring media sosial sané bebas miwah pulgar. Para yowana élah pisan nulad indik sané janten mawesana nénten becik ring padéwékanyané. Samian angganing patut ngicén pidabdab maprakanti sareng aparat hukum, kaaptiang kapungkur nénten wénten malih sakadi puniki. Aji Bima, Banjar Minab, parilaksana brutal punika metu sangkaning ius kaon panglimbak téknologi. Lianan punika, kirangnyané pangweruh indik nilai-nilai agama, ring sekolah taler kirang ngamolihang bimbingan kepribadian. Pihak sekolah mangda nadosang parindikan puniki pinaka paplajahan mangda bénjangan nénten wénten malih kasus sakadi puniki.
wiadin memancing sakéwanten riwusan nyarengin rerama magarapan ring carik. Duaning tatkala punika ring wewidangan Désa Kesiman Kertalangu kantun akéh kapanggih carik sané jimbar pisan. Risampuné tamat SD sané nampek saking genahnyané, dané nglanturang ka SMEP Denpasar utawi sekolah lanjutan kapertama sané mangkin sampun kawastanin antuk SMPN 3 Denpasar. Yadiastun sampun ngranjing ring SMEP nénten wénten sané magentos saking Warka inggih punika dané kantun seneng maplalianan ka carik sakadi kantun SD. Risampuné ngranjing ring SMA wawu kurenan saking Ni Wayan Suarti puniki madué cita-cita meled pisan prasida dados guru utawi ngamargiang pakaryan sané ngeninin indik pendidikan. Sangkaning punika Warka nglanturang kuliah tur nyelehin jurusan Sastra Indonesia Unud. Sakéwanten sangkaning rasa tresna antuk sekancan kawéntenan ring carik, kantos mangkin Warka setata ngwéntenang galah jagi macecingak ka carik sané kadruénang olih kulawargannyané. “Tiang nyuksmayang pisan polih galah taler pengalaman masan alit-alit sané becik pisan. Yadiastun tatkala punika galah saraina akéhan telas ring carik tur mulih tatkala sanja mapag sandikala antuk kahanan baju telah mauyak endut, nanging tiang marasa liang pisan. Napi malih ri kala mulih prasida makta ulam polih mancing yadiastun layangan tiangé usak,” baos dané makenyem. (ast/was)
Mologan, Mayong Ring kulawarga, i pianak mangda kauratiang. Ketah mabebaosan sareng pianak. I pianak kaicén uratian saha kasih sayang. Ngicén kebebasan sampunang kebablasan saha ngicén matéri sampunang kantos lebihan. Lianan punika, rerama mangda sida kadadosang genah masayuban saha genah curhat sané nyaman majeng i pianak.
Putra, Pengastulan Tindak tegas yowana sané malaksana bringas sakadi punika, sampunang nyelehin sira reramané, yadiastun pianak pejabat utawi sapasira. Biasané anak alit sakadi punika ngandelang kedudukan reramané. Titiang pinaka krama Bali pacang ngantosang pidabdab aparat sané wenang, miwah banget ngaptiang mangda indiké puniki nénten mawali malih. (ama)
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
kasob
1.
kesob/,
1. heran
2.
katah
2.
kt;,
2. banyak
3.
kedalon
3.
k)delon/,
3. asik
4.
landung
4.
lnѡ*,
4. tinggi
5.
lintangan
5.
linÓ\n/,
5. melebihi
6.
makaon
6.
mkehon/,
6. pergi
7.
makelus
7.
mk)lus/,
7. mirip
8.
makurah
8.
mkur;
8. berkumur
9.
marma
9.
m(m,
9. ragu-ragu
10.
pknÓ;,
10. jaminan
10. pakantah
Bahasa Indonésia
15
Minggu Wage, 23 Juli 2017
RASA AGAMA NUSANTARA….
Berakhirnya Era Kemanusiaan…. SUNGGUH saya menantikan berakhirnya Era Kemanusiaan (‘Insan), beralih ke Era Hamba Tuhan (Abdulllah), berkembang menuju Era Khilafah (Khalifatullah). Itu yang saya maksud Pasca Abad-21. SESUAI dengan evaluasi ‘’6 hari penciptaan’’: Sudah kita lewati Era Materi, Era Tetumbuhan dan Era Hewan, meskipun banyak manusia masih sering melorot menjadi benda yang profesinya diinjak dan dieksploitasi. Atau menikmati turun derajat menjadi hewan. YANG dimaksud Allah ‘’Ulaaika kal-an ‘aam, bal hum adhollu’’, mereka seperti binatang, bahkan lebih hina – siapa lagi kalau bkan kita. Khilafah ‘’cap apa’’ yang subjeknya kayak kita-kita ini. ‘’TAHSABUHUM jamli’an wa quluubuhum syattaa’, Allah berfirman: tampaknya kompak bersama, tapi hati terserak-serak. Teriak-teriak ‘persatuan dan kesatuan’, tapi sesungguhnya hati kita terpecah belah, memendam dendam dan ancaman satu sama lain. Masing-masing memenjarakan diri di sel nafsunya sendirisendiri. SEMAKIN lama kita membangun kebodohan untuk menitipkan kepengurusan Negara ini kepada orang-orang yang selama bermusuhan di antara mereka, tiap hari membuat hati kita galau dan hampir bikin pecah kepala kita. Kalau pas kasih sebiji mangga diumum-umumkan, ketika merampok sekebun duresn, dirahasiakan. Salah satu puncak kebodohan kita adalah terlalu mudah kagum, ‘’gumunan’ dan ‘’kepencrutan’’. Bahasa Maduranya tusrifu, taghlu, ghuluwwun, Jawanya kelegen, Inggrisnya too much, Arabnya: lebai. Terlalu mudah mentuhankan tokoh, menabikan manusia dan mendewakan orang. BAHKAN KALAU ADA telethong Sapi dikasih ke kita, asal dibentuk atau dicetak dan diwarnai seperti onde-onde, kue bolu atau pukis, insya allah mak nyusss kita makan. Jangan pula kaget kalau keluar brandingnya”: Onde-onde Pancasila, bolu Syari dan Pukis Khilafah. Ditambah Kopi Muamalat, Sup Tol Laut, Samberl Blusukan. ITU TIDAK USAH membuat kita menyimpulkan bahwa kita sedang mengalami Era Lebah, dengan Rezim Tele-thong. Tapi memang kita mandatkan Tanah Air ini kepada para pemimpin yang pandai membangun da cakap menyelesaikan masalah, tapi yang mereka pikiran hanya pencapaian ambisinya sendiri, yang dilakukan hanya pemenuhan nafsunya sendiri. BANGSA KITA, terutama yang menengah dan atas: bukan hanya terkeping-keping, tapi sudah menjadi kepingan-kepingan. Melihat segala sesuatupun secara kepingan-kepingan. Kalau omong hidung, tak ingat pipi. Bahkan kalau diingatkan, marah : ‘’Ini soal hidung, bukan pipi.’’ Kalau bicara depan, lupa belakang. Pada saat yang sama, tak bisa mengurai manis dan gula, meyakini yang panas hanya api, atau menyangga ombak adalah air. BANGSA INDONESIA dikepung, diaduk-aduk, diseret dan diapung-apungkan oleh desain besar, dengan skala besar dan stretegi besar dan jangka panjang. Tapi memang bangsa ini luar biasa. Sanggup meneruskan kehidupan hanya sebagai kepingan-kepingan yang terlempar –lempar oleh baling baling raksasa globalisasi. Mampu terus menerus membiarkan dirinya dijadikan onderdil dan spare part, staf
, alat-alat, objek dan pelengkap penderita dari langkah-langkah raksasa global yang mereka tidak pernah diperbolehkan untuk melihat substansinya, memahami hakikatnya dan menyadari kekejamannya. PADAHAL bangsa Indonesia bukanlah hamparan benda-benda, batang-batang pohon dan kumpulan binatang, melainkan menusia-manusia. Bukan kumpulan narapidana yang hidup di sela-sela kesempatan berpikir , yang hidup dengan pita sempit rasionalitas dan mental sumbu pendek KITA DIGIRING untuk membuktikan Negara, hidup kita dibiki n rebut oleh politik dan kekuasaan. Semua prose situ tidak ‘’care’’ kepada kemanusiaan kita. Kita dipersaingkan dan dipeprtengkarkan oleh materi dan nafsu, sehingga tidak ingat bahwa tanda manusia adalah peradaba n dan keberadaannya. Padahal Abad-21 adalah Era Supremasi Manusia. Abad ‘’Human Right.’’ KALAU ‘’nyicil’’ bercermin ke Surah At-tin, yang kita jalani sekarang ini adalah nilai dan peradaban pra-At-tin atau praBudha. Maka teman-teman kita di negaranegara maju, yakni pelaku utama Abad Kemanusiaa, secara alamiah sangat terpikt oleh Budhisme. Sidharta Gautama gerah oleh puncak krisis kemanusiaan, karena manusia dipandang sebagai faktor utama dalam kehidupan. SEBAGAIMANA yang diberonak oleh Budha, pencapaian peradaban global saat ini adlah Supremasi Manusia dan Kemanusiaa, filosofi universalnya Hak Asasi Manusia, aplikasi sosialnya Demokrasi. Pusat pengerakan sejarah adalah egosentrisme manusia. Seakan akan manusia eksis dengan sendirinya. Seolah-olah manusia menciptakan dirinya sendiri, sehingga ia merasa berhak atas dirinya dan alam semesta. Manusia seperti meng-ada begitu saja tanpa seab akibat, kecuali karena dirinya sendiri. Tanpa asal usul, kecuali dari dirinya sendiri. Tanpa sangkan-paran, kecuali dari dan kepada dirinya sendiri. Semua faktor alam semesta yang lain harus mengabdi atau diabdikan kepada kepentingan manusia. TUHAN. Nabi, Agama dan kitab Suci sudah dikenal, tetapi banya diposisikan sebagai bagian dari kekuasaan manusia. Tuhan didefinisikan tidak menurut Tuhan. Nabi tidak dipahami dengan berpedoman pada konsep Nubuwah. Era HAM belum bisa memilah antara Nubuwah, Risalah, Karamah, Khilafah, apalagi Walayah, Uluhiyah, RUbubiyah. Agama pun dirumuskan sebagai karya manusia, sehingga Islam disebut Muhammadanism. Kitab Suci direvisi terus menerus disesuaikan dengan kepentingan manusia, yang meletakkan dirinya sebagai di atas apapun saja lainnya. MAKA Budha di dalam jiwa manusia modern keluar dari Istana, menguak cakrawala, mencari sejatinya manusia, posisinya, keoordinatnya, asal usulnya, sangkan dan parannya. Tetapi jiwa manusia Indonesia yang ber_pancasila, justru menenggelamkan diri lebih dalam, di lubuk keduniawan manusia yang Budha meninggalkannya. Tapi peluang untuk mengakhiri Era Kemanusiaan tetap sangat besar. Kalaupun tidak move on ke Era Abdullah kemudian Era Khallatulah, kan bisa ke Era Hayawan. Kan kita sudah berlatih lama untuk itu. Bal Hum Adhollu. l Emha Ainun Nadjib (Menuju: RASA AGAMA NUSANTARA) Yogya 14 Juni 2017
Seabad Lebih Setelah Puputan Berlalu l 100 Tahun Bali Pulina Tanpa Impian~1
PAGI, 28 April 1908. Raja Klungkung, Dewa Agung Putra, diiringi sekitar 200an keluarga kerajaan dan rakyat, bertempik menghadang berondongan peluru meriam balatentara Belanda. Dalam jarak sekitar 200 meter di depan meriam yang berdentam-dentam memuntahkan pelor, di depan pintu purinya, penguasa terpuncak Klungkung itu penuh anggun menghunus keris pusaka. Atas bisikan kerabat kerajaan, Cokorda Gelgel, sang Raja menghujamkan keris pusaka ke pusaran pertiwi. Ada harapan tersembul: karena tuah keris pusaka kerajaan, tanah yang dipijak pasukan musuh itu bisa amblas. Dengan begitu, pertiwi bakal melumat sekaligus mengubur hidup-hidup pihak lawan. Namun, harapan itu tak mewujud! Tubuh sang Raja sontak terguncang. Ia roboh, tersungkur dihantam pelorpelor lawan.
Kewafatan Raja Klungkung itu tak cukup hanya diikuti dengan aksi puputan kerabat dan pengiringnya. Simbol Sasuhunan Raja-raja Bali-Lombok yang melekat ratusan tahun pada Klungkung itu pun tanggal sudah. Sebagai bayaran termahalnya: seluruh wilayah tanah-air Bali pun menjadi taklukan penjajah Belanda, mulai sejak itu juga—setelah Badung dikuasai 20 September 1906. Dari sini alur sungai sejarah di atas tanah-air Bali Pulina pun berkelok, berubah arah—praktis sama sekali tak tertebak sebelumnya. Belanda, seperti penyantap bubur panas yang cerdas: sabar, memamah sendok demi sendok dari tepian luar Bali. Mulai dari Buleleng, Bali Utara, pertengahan 1800-an, dalam kurun 60-an tahun berselang, seantero tanah-air Bali Pulina pun tercaplok jua, akhirnya—meskipun dengan enam kali operasi besar militer. l deprabas
l Arifin Chairin Noer Dalam Bayangan Tuhan Beratus-ratus tahun sudah Kita tak pernah istirahat Betapa panjang ini perjalanan Betapa panjang bayangan Tuhan Betapa menyilaukan cahaya Tuhan
Menyindir ‘Batis Lantang Cunguh Barak’
l 100 Tahun Bali Pulina Tanpa Impian~2 BAGI BALI, pencaplokan Belanda tak pelak menjadi pertanda awal hembusan angin perubahan baru untuk kesekian kalinya. Sepanjang sejarah tanah-air Bali Pulina, tonggak-tonggak perubahan pembaruan yang mendasar dan besar memang lebih dominan menerobos dari luar—dan kerap justru lewat kuasa politik. Bermula sejak wangsa Warmadewa-Sriwijaya di abad ke7, lalu wangsa Sanjaya-Kediri sekitar abad ke-12, hingga Majapahit pada abad ke-14, perubahan dalam wujud pembaruan tatanan kehidupan Bali Pulina yang mendasar, besar, dan menyeluruh itu memang datang dari luar—dalam beragam kekuatan, kekuasaan: dari militer, strategi, politik, hingga uang. Dan, Belanda pun bukanlah pengecualian: dia tak luput pula membawa serta menanamkan bibit-bibit pembaruan tatanan kehidupan di atas tanah-air Bali Pulina. Berbeda dengan arus-arus pembaruan sebelumnya yang relatif berbasis tata nilai sama, ke-Timur-an, Belanda justru menebar bibit nilai-nilai yang sama sekali berlainan dengan tata kehidupan lama. Itulah: tata nilai ke-Barat-an—yang boleh jadi tak terbayangkan sebelumnya. Tak heran bila para cendekiawan Bali alami pedesaan saat itu, lewat suratan-suratan karya susastra di daun rontal, memahami kemenangan Belanda ini sebagai pertanda sanghara, uwug, rereg— zaman serba berbalik, kehancuran, wibawa memudar. Dari sini dapat dibaca, dirasakan: betapa terguncangnya saat itu keyakinan manusia Bali Pulina yang sudah mengendap sedemikian dalam di lubuk kalbu hati kolektif, manakala berhadapan dengan peradaban baru, yang lian, yang sangat lain. Belanda, yang mewakili peradaban Barat itu, misalnya, disimbolkan dalam nyanyian kanak-kanak Goak Maling Taluh, lewat frase yang penuh selidik curiga: …/nyen teka uli kauh (siapa datang dari Barat). Ada pula nyanyian kanak-kanak Made Cenik yang memberikan jawaban sindiran lewat syair: batis lantang cunguh barak, berkaki panjang dengan hidung kemerahan. Sastrawan Ida Pedanda Ngurah dari Belayu, Tabanan, bahkan sempat membaca kehadiran Belanda di Bumi Bali ini sebagai pertanda jungkir balik ‘hilir jadi hulu’, atau ‘kaki jadi kepala’, lewat ungkapan daksina dadi ulu dalam satu karya sastranya yang digubah pada abad ke-19 silam. Berlebihankah kegundahan kalangan elite, cendekiawan Bali, saat itu atas Belanda? l deprabas Empat (4) Sajak l Nyoman Tusthi Eddy Keranda Jasad (I) Menyapa tubuh yang ringkih langkah gontai semakin letih Jalan setapak nan panjang berujung bayang-bayang Siapa yang menuntun langkahmu ke bilik-bilik semu berbahasa lagu rindu KERANDA JASAD (II) Masuk ke ruang tubuh keranda kau menemu dunia semu Namun wahai indahnya memenjara sepanjang usia Berlupa, berceria lupa muasalmu semula Nikmat semu di ruang keranda membunuh makna merdeka KERANDA JASAD (III) Dapatkah kau masih bertanya dari mana kau bertolak ke mana kau pergi kelak? Bumi penuh duri debu maya dan polusi Kau bangun rumah-rumahmu mengingkar waktu sesat bagai si buta KERANDA JASAD (IV) Sang bijak selalu menyapa Mengapa kau begitu nikmat di depan keranda Kau bangun hunian dengan pendar cahaya dengan aksesori dunia bak singgasana raja-raja Kau terjerat tipu daya
‘’Fa man sya’a falyu’ min, wa man sya‘a falyakfur’’, Bagi yang berjuang mensungguh-sungguh Allah, Islam, Al-Quran, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, nikmatilah pagi hari kesungguhanmu seusai kegelapan malam. BAGI YANG BUTUH memanipulasi Allah, dengan Akherat, Barat dengan Timur, Agama mengeksploitasi Islam, menunggang Al-Quran, Samawi dengan Agama Ardli, Kesalahen men-tabis-I Pancasila dan memanfaatkan Bhin- Individu dan Kesalehan Sosialm Album Pop neka Tunggal Ika, demi mengejar keuntungan dan Album Religi, Nada dan Dakwah. Bahkan dunia, kemenangan politik dan kekuasaan – nik- secara statis memilah makro dengan mikro, matilah rahasia dan kejutan-kejutan ‘’yaroh’’. aku di sini Tuhan di sana, cinta kepada keluAku meneruskan pengabdianku merawat arga bersaing dengan cinta kepada Tanah Air, tetanaman di Kebun Nusantara. cinta kepada Tanah Air dicemburui oleh cinta Sejak jauh sebelum Masehi, manusia kepada Tuhan. Seolah-olah manusia tidak Nusantara sudah mengarungi keindahan kepada pernah belajar fisika glepung, serbuk, gelemasal-usulnya, supaya mengetahui arah dan tujuan bung, titik, garis, ruang, yang seluruhnya satu pada ujung kehidupannya. Nenek moyang kita sudah dalam Maha Gelembung Tuhan Yang Maha mengolah rasa keagamaan, meskipun ada abad-abad Esa. Seakan-akan belum ada software 010101. di mana mereka belum didatangi oleh Agama. TUHAN juga sangat getol menginformasiNENEK MOYANG KITA sudah sangat men- kan ilmu melalui simbolisme buah, daun, pohon dalam mencari Tuhan, meskipun ada kurun waktu dan kebun. Semua kalimat yang baik, manusia di mana Tuhan belum menurunkan teks firman ke yang baik, Negara yang baik, masyarakat dan bumi. Manusia Nusantara melakukan perjalanan perusahaan yang baik: seperti pohon yang keluar dan ke dalam dirinya. Nenek moyang kita baik, ‘’yang akarnya menghunjam ke bumi adalah para pecinta yang mencari kekasihnya. Di dan dedaunannya merambah langit,’’ Sorga suatu tahap mereka menyadari bahwa yang mereka diperkenalkan dengan kata Al-Jannah, artinya kangeni bukan sekedar kekasih, tapi kekasih. kebun. Kehidupan adalah berkebun, agar kelak ADA YANG MENEMUKAN banyak Kekasih. terlatih ketika menghuni Kebun Sorga. Tetapi Mereka memberi sebutan-sebutan atau nama keka- Ulama sibuk dengan pagarnya. Pendidikan sih. Ada yang melihat banyak kekasih. Ada yang Islam adalah pendidikan pagar, bukan melatih menyimpulkan ada tiga Kekasih. Sampai akhirnya bercocok tanam di kebun kehidupan. menyepakati kekasih itu adalah Tuhan Yang Maha DARI SUMPAH Tuhan atas empat faktor: Esa. Tapi ada yang lebih sejati kebenarannya dari tin, ambil buah. Dari Zaitun, lihat pohon. Dari Esa, Tunggal, Siji, The Only, Satu-satunya. sinal, temuian hamparan tanah bebukitannya. SIAPA GERANGAN nama-Nya? Apakah Ia perlu Dan Baladil – Amin adalah bangunan peradaban nama? Apakah ia punya teman-teman sepergaulan manusianya. Terdapat evolusi yang ‘’tidak taat sehingga perlu sebutan? Apakah manusia punya ke- waktu’’ dari Budha, Isa, Musa hingga Muhammungkinan untuk mengetahui nama-Nya? Apakah pen- mad. Benih nilai dulu. Kemudian ditanam jadi getahuan dan Ilmu manusia mampu menjangkau-Nya. pohon, kemudian ditata kebunnya, akhirnya PASTI TIDAK, Kemungkinannya hanya satu: dibangun Peradaban Al-badal Al-Amin Sang Kekasih memperkenalkan diriNya kepada ISLAM JANGAN MANDEG di “Mekah” manusia yang diciptakannya. Terserah itu nama dulu sebagaimana aspirasi Islam yang berkemsejati-Nya, atau sekedar inisial agar manusia tidak bang di Eropa, Amerika, Canada, Rusia. Sehingga kebingungan menyebut-Nya. Manusia tak juga terkagum-kagum pada “Ini Negara Kafir kok mampu mengenali karakter dan sifat-sifat-Nya, malah hukumnya bagus, pembangunannya 99 kah? Atau 240? Atau tak terbatas? Tan kinoyo hebat dan politik rahmatan lil’alamin”. Negarangopo, tan keno kiniro, laisa kamitslihi syalun. negara Barat melaksanakan Islam Madinah TAK ADA DAYA pada manusia kecuali Sang tanpa Mekah, Kaum Muslimin menmegakkan Kekasih sendiri yang hadir dan mengekspresikan Mekah tanpa berpiki Madinah. Ummat Islam diri pada batas kemampuan manusia untuk bisa yang minoritas (15%) di Negeri Madinah, tanpa mengakses-Nya. Apakah kehadiran-nya bisa bekerja sama menciptakan Peradaban <adaniyah, ditangkap oleh panca-indra? Rasionalkah bahwa dimana Rasulullah mengayomi mereka semua Ia Tuhan kalau manusia bisa melihat-Nya? Ia me- tanpa jabatan resmi sebagai Khalifah, meskipun nyatkaan ‘’Ia tudrikuHul abshar Wa Huwa Yudrikul desain pengayomannya adalah Khilafah. Abshar, wa Huwal Lathiiful Khobiir’’. Makhluk tak PADA PUNCAK EVOLUSI Khilafah dikesangguh melihatnya, Ia melihat semua makhluk- nal konsep ahsanu taqwim dan “asfala safilin”, Nya, Ia maha Lembut dan Maha Mengabarkan. yang di dalamnya terangkum dialektika benar KALAU manusia mencari Tuhan, itu namanya salah, baik buruk dan mulia hina. Khilafah rasa keagamaan atau religiusitas, Kalau Tuhan artinya membuntuti Tuhan dengan berjalan di menginformasikan, menghidayahi, menyuruh dan belakangnya. Tentu tidak secara fisik, melainmelarang, itu namanya Agama atau religion, Kalau kan nilai. Kalau kesadaran Abdullah adalah manusia menentukan inisiatif untuk mendekati pengetahuan bahwa manusia dan kehidupan Tuhan, apapun bentuknya, apapun ucapan dan hanya diselenggarakan: kita terikat kepada gerakannya, kapanpun waktunya- itu namanya rasa Yang Maha Menyelenggarakan. Maka keskeagamaan. Di dalam Islam disebut Ibadah Mua- adaran Khalifatullah adalah bahwa kita tidak malah. Kalau Tuhan yang mengatur peribadatan hanya hamba, kita adalah mandataris, asisten manusia kepada-Nya, dengan bentuk, gerakan, uca- manajer untuk mengelola rahmatan lil’alamin. pan serta ketentuan waktunya-itu namanya Agama. SEMENTARA Default value abad ke-21 Dalam Islam namanya Ibadah Mahdioh. Tanda manusia adalah “Tuhan”. Ketika menapak keAgama adlaah kalau ada Ibadah Mahdloh. Karena sadaran Hamba Tuhan, manusia mengerti “aku kalau Ibadah Muamalah, yang meskipun juga baik, tidak punya mata, aku hanya dipinjami mata dan tetapi ia bukan Agama, melainkan rasa keagamaan. diperkenankan melihat, sesungguhnya mataku INFORMASI Tuhan berjodoh dengan akal manu- adalah mata-Nya”. Demikian juga telinga, tanah, sia yang ia siapkan, dengan daya serap, daya tembus lautan, tambang, apapun saja sahabat pergaulan lahir batin. Tak terbatas kabar dari Allah, manusia di alam semesta. Itulah sebabnya nenek moyang hanya mampu mengakskes sangat sedikit cipratan- bangsa Nusantara mengajari cucu-cucunya untuk nya. Apalagi formula literasi Tuhan sama sekali tidak berupacara Ruwat Desa atau Merti Desa. Tapi seperti teks akademis ilmiahnya manusia. Jangan bagitu kita menjadi Negara, isi bumi kita kuras meneliti semut dengan kepustakaan utama Surat An- habis tanpa minta izin kepda Maha Pemiliknya. Namu, atau kebingungan mempelajari riwayat Nabi Kita manusia Abad Kemanusiaan Abad-21 Musa karena tidak ada Surat Musa. Surat Lebah dan merasa memiliki dunia dan alam semesta. Surat Madu juga bukan kepustakaan tentang hewan. Kita hutang melebihi tingginya gunung tanpa ADA UPAYA religiusitas yang menemukan sopan santun dan a’issah kepada cucu. Padahal simbolisme evolusi kesadaran nilai dalam per- manusia tidak rasional untuk merasa memiliki adaban adalah satu Kepala dengan empat tahap: dirinya semdiri. Bahkan menumbuhkan. Bluluk (Taurat),Cengkir (Zabur), Dengan (Injil) MUNGKIN KARENA ITU sejatinya Bangsa kemudian Kelapa (AlQuran). Jangan marah. Ini dan Negara Indonesia butuh belajar Khilafah. religusias, gairah pencarian cinta. Bukan Agama, TIdak sebagai gerakan ppolitik, tapi sebagai ilmu bukan firman. Parameternya bukan benar salah dan program keselamatan masa depan. Kapanmenurut tafsir manusia, melainkan ridha Allah kapan kita bertamasya ke Kebun Ilmu untuk berdasarkan niat baik atau buruknya. Bluluk menikmati keindahan betapa rasa keagamaan Cengkir Degan Kelapa itu satu, bukan empat. Tapi bangsa Nusantara telah bertemu dengan peradaban manusia sampai abad-21 meng-empat jodohnya, yakni hidayah dari Tuhan Yang Maha kan itu dan mempertengkarkannya satu sama lain. Esa. Kata orang Jawa : “Tumbu Ketemu Tutup” PARALEL dengan ‘’satu dianggap empat’’ itu, l Emha Ainun Nadjib terdapat juga bias dan tipuan kamera ilmu manusa (Menuju KALAU KEKASIH DISAKITI) yang mendikotomikan Langit dengan Bumi, Dunia Yogya, 15 Juni 2017
Pendidikan: Mata Air Kesadaran Pembaruan l 100 Tahun Bali Pulina Tanpa Impian~3
HIDUP dan kehidupan tak pernah menampilkan satu sudut pandang yang lurus, memang. Sebaliknya, senantiasa menampilkan wajah ganda, bahkan jamak. Adalah sulit dipungkiri, bibit pembaruan yang ditancapkan Belanda di awal abad ke-20 itu di Bali Pulina memang besar dan mendasar. Dua di antaranya yang paling menonjol, utama, mencakup bidang pendidikan, dan administrasi, sekaligus birokrasi pemerintahan. Inilah dua ranah baru yang akibatnya kelak mencakup keseluruhan jenjang kehidupan, kebudayaan, bahkan peradaban Bali Pulina. Dan, adalah Belanda pula yang kemudian mulai menciptakan ekonomi pariwisata bagi Bali—hingga jadi ‘anak emas’ sejak tiga dasawarsa terakhir. Dalam kurun enam tahun setelah 1908, Belanda langsung menabur bibit baru itu dengan mendirikan sekolah formal, HIS, di Singaraja—yang kemudian diikuti di lain tempat di Bali. Semula sekolah dibuat Belanda untuk memenuhi keperluannya akan pegawai di bidang administrasi pemerintahan, namun dalam perjalanannya kelak, justru dari sinilah kesadaran kalbu hati dan pikiran tunas-tunas generasi baru Bali Pulina dicerahkan. Pendidikan sekola-
han yang dikenalkan Belanda justru malah menjadi “mata air” kesadaran pembaruan tatanan kehidupan di tanah-air Bali Pulina. Ini tentu ‘tradisi’ anyar yang tidak dikenal dalam masyarakat Bali, sebelum Belanda datang. Bagaimana pun Belanda hendak membendung Bali Pulina dari pengaruh paham-paham kebangsaan yang telah bermunculan di tanah Jawa dan Sumatra pada saat itu, seperti Boedi Oetomo (1908), toh kelak manusia baru Bali Pulina tetap saja mencari arus besar spirit zaman. Meskipun di masa-masa awal kemunculan sekolah relatif kurang bersambut di kalangan ningrat tradisional Bali, tetap saja pendidikan formal sekolahan itu mengembuskan angin pembaruan tak kecil bagi Bali secara menyeluruh. Akibat pendidikan, muncul kelaskelas sosial baru dalam masyarakat Bali Pulina. Penjenjangan lama yang tertutup berdasarkan keturunan lantas dikoreksi dengan pelapisan masyarakat yang terbuka berdasarkan prestasi. l deprabas
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta NUSANTARA 2017
Ngampoeng Seni JKP-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l Sangkan Paraning Dumadi bagi yang Terpanggil Sepenanggungan l
l
Para Pencinta Apresiasi terutama dari Luar Bali yang ingin beraktivitas di JKP 109 Mohon aktif mengikuti Face – Book Wayan Jengki Sunarta
KAMIS Pon, 27 Juli 2017 Riki Dhamparan Putra, Dayu Oka Rusmini, Putu Fajar Arcana, Todung Mulyia Lubis, Agus R Sarjono, Ahmad Yulden Erwin, Dwitra Ariana, Marewo Jatendra, Putu Wirata Dwikora, Wulan Saraswati, Made Gunawan, GM Sukawidana, Heri Anggara, Helmi Haska, Angga Wijaya, DS Putra, Rukmi Wisnu Wardani, Balawan, Achmad Marzuki, Sindu Putra, Goenawan Mohamad, Setya Nugraha, Remy Sylado, Tirtayasa, Raka Santeri, Hamka, Yudha Bantono, Nugroho Notosusanto, Dwitanaya, Zaim Rofiki, Suryadi, Sukoco, Sukarelawanto, Pramono, Hanafi, Meidi Loekito, Ersa Sasmita, Nermi Silaban, Made Susanta, Nanang Suryadi, Joan Valentina, Abdul Muis, Ketut Jaya, Ayu Diah Cempakadewi, Tarmizi, Ersa Sasmita, Pasek Suardika, Jasmin Okubo, Setya Nugraha, Anwar Juliadi, Arsiawan Adi, Lailatul Kiptiyah, Tuti, Dirgha, Melati Suryadarmo, Tirtayasa, Agus Sarjono, Angga Wijaya, Salman Yoga, Saiful Badar, DP Arsa, Ayat Katili, Herdiman, Dwitra J. Ariana, Arika Mihardja SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya Keliling BALI… Jaga dikota masing masing sampai Desember 2017 KEJUTAN Apresiasi 2017 Buleleng – Karangasem Kardanis Mudawi Jaya Sliding Bali Timur JAGA di Jatijagat Kampung Puisi – 109 SETIAP tanggal 27 TIAP bulan, Menjelang 230 Tahun DENPASAR nonstop 24 jam TANPA jeda… MENGUKUR 2017, PELUANG 2018…. Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart ZINDA Ruud Purnama, IA Wayan Sugiantari, Ayu Ratna Budhiarti, IGA Komang Wiliani, Made Edy Arudi, Santiasa Putu Putra, Moch Satrio Welang, Surya AR Gemilang, Rai Sri Aritni DIATAS kertas sementara ini sangat berpeluang memasuki ARENA Partai Solo – Run 2017 – 2018. Siapkan Pasfoto bebas + Adat plus biografi singkat tapi jelas. MAKIN banyak karya prosa dan sajak TERSELEKSI yang anda kirim YANG PALING MAKSIMAL jelas jelas tak perlu antre LANGSUNG menggebrak.
Road to Homecoming 230 years old Denpasart!!!
NASIONAL
16
Minggu Wage, 23 Juli 2017
Biaya Pendidikan, Masalah Utama Dihadapi Yayasan Tat Twam Asi Dwijendra Bebaskan SPP Hingga Sarjana
BPM/ade
PAMERAN - Suasana Pameran Flona 2017 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/7) kemarin. Pameran Flona 2017 tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup khususnya flora dan fauna.
’’Presidential Threshold’’ 20 %
Menutup Peluang Capres Tunggal
Jakarta (Bali Post) Sejumlah parpol menganggap terlalu berlebihan bila ada pihak-pihak yang mencurigai lahirnya UU Pemilu terutama tentang presidential threshold 20-25 persen hanya untuk melahirkan calon presiden (capres) tunggal. Sebab, dalam pembahasan di pansus RUU Pemilu, semua pihak menutup peluang capres tunggal. “Terlalu berlebihan kalau mencurigai dikatakan lahirnya UU ini (UU Pemilu) akan melahirkan calon tunggal karena perdebatan di Pansus kita hindari betul adanya calon tunggal,” kata Wasekjen Golkar, Ace Hasan Syadzily, dalam diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (22/7) kemarin. Menurutnya, bila melihat peta politik saat ini, kemungkinan maksimal akan ada tiga capres yang akan maju. Golkar sendiri sudah sejak lama mendeklarasikan dukungan pada Presiden Joko Widodo untuk kembali maju di Pilpres 2019. PKB pun membantah isu adanya calon tunggal di Pilpres mendatang. “Karena yang usulkan pasal tentang antisipasi calon tunggal itu pemerintah. Jadi tidak relevan menuduh presidential threshold 20 persen dalam
rangka mendorong Pak Jokowi menjadi calon tunggal,” kata Ketua DPP PKB, Lukman Edy. Wakil Ketua Komisi II DPR, Lukman Edy, memprediksi tak ada calon tunggal dalam Pilpres 2019 dengan presidential threshold 20-25 persen. Ia memprediksi Pilpres 2019 diikuti hingga empat capres, termasuk Jokowi dan Prabowo Subianto. “Pak Prabowo masih ingin jadi capres dan konsolidasi politik di situ cukup signifikan. Pak Jokowi ingin jadi capres. Berdasarkan konstelasi ini, minimal dua (capres), maksimal empat (capres),” ujar Lukman dalam diskusi tersebut. Menurut Lukman, dalam UU Pemilu yang baru disahkan, sangat sulit menghadirkan capres tunggal pada Pemilu 2019. Sebab dalam UU tersebut, disebut Lukman, ada sanksi bagi partai
Pasti Ditolak Sementara itu, PKPI menilai upaya parpol untuk mengajukan uji materi UU Pemilu ke MK lebih baik daripada mencaci maki UU tersebut. Hanya, PKPI yakin uji materi yang diajukan akan ditolak MK. Ketua Dewan Pimpinan Nasional PKPI, Teddy Gusnaidi, mengatakan, pasal yang kemungkinan digugat ke MK terkait ambang batas capres atau presidential threshold sebesar 20-25 persen. Namun, akan sulit gugatan itu dikabulkan
yang menggugat adalah parpol baru dan parpol peserta pemilu 2019 (berdasarkan verifikasi Pemilu 2014). “Jadi, kalian mau judicial review dengan alasan tidak boleh gunakan hasil Pemilu 2014, tapi parpol sendiri mengunakan kewenangan hasil Pemilu 2014. Ini lucu. Ini namanya standar ganda. Di satu sisi boleh gunakan hasil tahun 2014, tapi di sisi lain tidak boleh gunakan hasil 2014,” ujar Teddy. Dengan angka presidential threshold 20-25 persen, mau tidak mau harus ada koalisi untuk mengusung capres pada Pemilu 2019. Kecuali jika perolehan parpol tersebut sudah memenuhi kriteria tersebut. Bagaimana jika ingin menghapus presidential threshold dari UU Pemilu, Teddy mengatakan seharusnya tidak menggugat ke MK, tetapi dikembalikan ke DPR dan pemerintah untuk merevisi UU Pemilu. Hanya saja saat ini sulit untuk merevisi UU Pemilu karena akan menggangu tahapan Pemilu serentak 2019. (kmb)
Denpasar (Bali Post) Selain akomodasi, perubahan pariwisata Bali yang terasa betul adalah travel agent. Dulunya jasa travel agent sangat digandrungi untuk memandu para wisatawan mengenal Bali dan daerah wisatanya. Seiring berkembangnya zaman dan seiring Bali dikenal luas, wisatawan repeater (datang berkali-kali) semakin banyak. Sehingga tempat wisata dan segala hal tentang Bali mulai diketahui sehingga jasa travel agent tidak lagi
digunakan. Kemunculan OTA (online travel agent) menyebabkan travel agent bisa kehilangan banyak bisnis. “Tapi, untuk kepentingan pemandu wisata dan tour group, travel agent masih bisa mendapatkan bisnisnya,” ujar Prof. Nyoman Darma Putra, Ketua Prodi S-2 Pariwisata Universitas Udayana. Dalam perkembangan suasana bisnis termasuk hadirnya OTA, travel agent harus kreatif dan inovatif. “Dulu, mereka bisa dapat bisnis lewat jual tiket, kini
banyak pelanggan beli tiket langsung lewat web. Namun, tidak tertutup kemungkinan untuk tiket grup, travel agent masih menjadi tempat bagi pelanggan untuk mendapatkan jasa,” ungkapnya. Wakil Ketum DPP IHGMA, Made Ramia Adnyana, menambahkan, dengan gencarnya kemajuan IT dinilai memang ada kecenderungan travel agent yang menerapkan konsep pelayanan model lama ditinggalkan oleh online travel agent. Sebab, kemajuan teknologi menun-
tut pelayanan yang cepat sehingga yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Meski demikian, pelayanan travel agent konvensional masih tetap diperlukan untuk meet and greet customer serta memberikan sentuhan pelayanan dengan hati atau touch customer by heart. Namun, promosi produk harus dilakukan lewat online dan media sosial. Sehingga kemajuan teknologi dimanfaatkan untuk kecepatan pelayanan kepada customer. (kmb42)
yang tidak mau memajukan capres padahal partai tersebut bisa memajukan. “Itu berat sekali calon tunggal, filternya banyak sekali. Ada sanksi bagi parpol yang tidak majukan capres, padahal mereka bisa mencalonkan,” tegas Lukman.
Pelayanan ’’Travel Agent’’ Model Lama Mulai Ditinggalkan
BNN Kembali Tangkap Bandar Narkoba Jaringan Internasional
Jakarta (Bali Post) Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menangkap seorang tersangka bandar narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) jaringan internasional dengan barang bukti sabu di Batam, Sabtu (22/7) kemarin. “Tersangka yang ditangkap di Batam berinisial JAR dengan barang bukti yang berhasil disita 10 kilogram
sabu asal Malaysia,” kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol. Arman Depari. Barang bukti sabu sebanyak 10 kilogram ditemukan petugas BNN di dalam mesin cuci di rumah tersangka JAR, katanya. “Tersangka JAR adalah pemasok sabu kepada tersangka lainnya telah ditangkap oleh BNN di Bandara Soekarno - Hatta,
Tangerang, Denpasar, Jambi, dan Palembang beberapa hari yang lalu sebanyak delapan kilogram,” kata Arman. Jumlah barang bukti sabu yang berhasil disita dari tersangka JAR seluruhnya 18 kilogram, katanya. Sebelumnya, BNN dan Bea Cukai berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 2,02 kilogram di Bandara
Soekarno Hatta, Sabtu (15/7). Tiga orang tersangka JF (29 tahun) YS (28 tahun), dan HS (32 tahun) dengan sabu yang dipasok oleh tersangka JAR. Ketiganya diketahui akan membawa sabu dari Jakarta ke Lombok melalui Bandara Soekarno Hatta dengan menyembunyikan sabu di dalam sepatu, kata Arman. (ant)
YAYASAN Tat Twam Asi Denpasar yang mengelola Panti Asuhan (PA) Tat Twam Asi, Sabtu (22/7) kemarin, genap berusia 30 tahun. Yayasan sosial ini kini mengasuh 47 siswa warga miskin dan yatim piatu, namun memberikan akses pendidikan sejak SD hingga meraih sarjana. Ketua Yayasan Tat Twam Asi, Nyonya I Gusti Ngurah Ketu, mengungkapkan hingga saat ini ada empat anak panti yang sudah meraih sarjana (S-1) dan enam lulusan diploma. Mereka ditanggung biaya pendidikannya oleh sejumlah donatur perorangan dan lembaga pendidikan. Setelah meraih sarjana, kata dia, barulah anak-anak panti dilepas ke masyarakat karena sudah dianggap mandiri. Sebagai materi tambahan, untuk membekali kompetensi life skill-nya, anakanak PA Tat Twam Asi selama berada di asrama panti diberi bekal majejahitan dan keterampilan lainnya. Dengan demikian, mereka tak hanya dididik di sekolah formal namun juga pendidikan informal. Bahkan, pihak yayasan berterima kasih sudah diberi koran Bali Post gratis oleh Kelompok Media Bali Post setiap hari untuk kantor dan literasi anak panti. Pada puncak HUT ke-30 Sabtu kemarin, Yayasan Tat Twam Asi mendapat
kado istimewa dari Yayasan Dwijendra Denpasar. Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar, Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., bersama Seretaris Ir. I Wayan Abdi Negara, M.Si., Bendahara Luh Beji dan kepala unit menyerahkan bantuan berupa bebas SPP dan uang gedung bagi 26 anak asuh panti ini yang kini bersekolah di Dwijendra. Dari 26 itu, 15 sekolah di SMP Dwijendra dan 11 di SMA Dwijendra. Bahkan M.S. Chandra Jaya menawarkan jika ada anak panti ini melanjutkan ke PT, Undwi siap membebaskan mereka biaya SPP hingga tamat. Sedangkan biaya buku dan pakaian ditanggung pihak panti. Sehari sebelumnya juga diserahkan bantuan Rp 5 juta untuk membantu biaya pendidikan anak panti. Bentuk peduli sosial Dwijendra ini, kata M.S. Chandra Jaya, adalah amanah para pendiri leluhur bahwa Dwijendra didirikan untuk krama Bali dan membantu warga yang miskin. Awalnya Dwijendra memberi diskon 50 persen biaya sekolah, kini ditanggung 100 persen bebas biaya pendidikan. Inilah, kata dia, bentuk komitmen Yayasan Dwijendra untuk membantu warga yang memerlukan bantuan. Ketua Yayasan Tat Twam Asi, Nyonya I Gusti
Ngurah Ketu, berterima kasih Yayasan Dwijendra Denpasar dan lembaga lain berperan banyak membantu mencerdaskan anak bangsa di panti. Bahkan kini, dia mendapat tawaran untuk menguliahkan anakanaknya di Undwi. Hal ini akan diisi dengan cara memberi kesempatan bagi anak panti yang berprestasi setelah tamat SMA. Sebab, dia akui menanggung biaya pendidikan anak panti adalah beban terberat selama ini, jika semua donatur bisa membantu seperti Dwijendra dan lembaga lainnya, dia yakin semua anak panti bisa meraih sarjana. Namun, dia tak pernah mewajibkan donatur membantu berupa uang, melainkan sesuai kemampuannya. Masalah kedua, kata Nyonya Gusti Ngurah Ketu, kondisi gedung panti yang mulai rapuh dimakan usia karena sudah berumur 30 tahun. Yayasan ini memiliki donatur tetap berupa bantuan pemberian uang saku bagi anak panti dan sejumlah koperasi dan bank. Panti asuhan ini meraih juara II nasional lomba pengelolaan panti asuhan. Bahkan, anak asuhnya banyak mengukir prestasi. Puncak HUT kemarin juga dihadiri Kepala Dinas Sosial Denpasar, Mertajaya, dan Ketua K3S Denpasar Nyonya IA Selly Rai Dharmawijaya Mantra. (025)
BPM/025
SELAMAT - Ketua Yayasan Tat Twam Asi, Nyonya Gusti Ngurah Ketu, mendapat selamat dari Ketua Yayasan Dwijendra, M.S. Chandra Jaya.
Dua Pemuda Ditebas Hingga Luka Parah Denpasar (Bali Post) Dua pemuda asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Edy Sunawan (21) dan Idham (19), ditebas sekelompok orang tidak dikenal di seputaran Jalan Danau Tempe, Denpasar Selatan (Densel), Sabtu (22/7) kemarin. Akibat kejadian itu, korban luka parah dan hingga saat ini dirawat di RSUP Sanglah. Informasi diperoleh di lapangan, kejadiannya pukul 03.30 wita. Sebelumnya korban mengendarai sepeda motor melintas di TKP. Tibatiba mereka dihadang sekitar delapan orang mengendarai sepeda motor. Setelah korban berhenti, para pelaku langsung menebas kepala Edy dan Idham berusaha merebut parang dipakai pelaku. Akibat kejadian itu, tangan jari kanan dan kirinya luka. “Korban (Idham) mengaku sempat langsung menebas pelaku pada bagian punggung. Setelah itu, pelaku langsung kabur,” kata sumber. Kedua korban minta perlindungan ke Polsek Kawasan Laut Benoa. Mengingat TKPnya di wilayah Densel, mereka diantar anggota Patroli Polsek Kawasan Laut Benoa ke Polsek Densel. “Mengingat lukanya parah, mereka langsung dibawa ke RSUP Sanglah,” tegas sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Kapolsek Kawasan Laut Benoa Kompol Nyoman Gatra saat dikonfirmasi membenarkan jika anggota mengantar korban penebasan ke Polsek Densel. “Kasus tersebut ditangani Polsek Densel,” ujarnya. (kmb36)
BPM/ist
DIRAWAT - Kedua korban penebasan saat dirawat di RSUP Sanglah.
Minggu, 23 Juli 2017 05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Tri Hita Karana (6) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 Taman Sari TK Dharma Praja 09.30 Belajar Menggambar
Menggambar Harimau 10.05 Education On Bali TV 11.00 Round Up The World 11.30 Dunia Otomotif Selubung Wild Adventure Trail 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Upacra Pitra Yadnya dan Atma Wedana (1) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Homeshopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Harmoni Bali
17.05 Inovator 17.30 Githa Santhi Sekaa Santhi Yowana Gita Swara (2) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Kuis Cerebrovit 19.30 Kris 20.00 Dialog Interaktif Pemulihan Jiwa (Dedy Susanto) 21.00 Lila Cita Calonarang Bakbakan Gianyar (3) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Calonarang Benoa (5) 23.00 Lila Cita Calonarang Sukawati (6)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Wage, 23 Juli 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!
Informasi pasang iklan Telepon
� Tarif iklan Mini/Baris
Dicr Seles Kampas berpengalaman Hub.087860810128
Dcr Segera Serabutan u/Garmen Coco Group Looking for Dcr 3FO 3HK 1Supervisor untuk Laki2 Umur Max25Th,SMA SedeUrgently Candidate: di Ubud Hub.087 860 818 546 B.BP.001.07.17.0001728 rajat CV Dibawa ke Jln Mertanadi E:bedplus.seminyak@gmail.com !!! 1jt Gj+U.Mkn+Mess+Bonus No.95 Kerobokan (0361)8476008 B.BP.001.07.17.0001762 - Accounting Supervisor Warung.Kue Cewek T085100801168 B.BP.153.07.17.0001611 Dcr PRT & Krywati Tnggl Dlm di B.BP.001.07.17.0001768 !! Operator SPBU5480323 Sunset Celuk Skwti Gyr H.081999757011 Min.1 years Experience in the Bth Sgr Staff Reservasi Tour B.BP.001.07.17.0001642 Road UMK Lamaran Bawa Langsung same position.Send CV to Wnt Max 40Th,Info:085102499349 B.BP.001.07.17.0001724 Dcr Sales Counter,Mrktng,Sopir hrm@cocogroupbali.com Email CV:Bcwtour@gmail.com !!GM Resto&Admin CV ke Email: kerja shift. Hub: 08113886929 B.BP.803.07.17.0001576 B.BP.001.07.17.0001676 hrd.gm888@gmail.com sanidatabali.hrd@gmail.com Cr Pembantu Gj1,5 Jl.I.Bonjol B.BP.001.07.17.0001293 Cr 3 Sales.Komisi Thr Gaji U.Makan, B.BP.001.07.17.0001632 Gg.Sawit 4,085222555444/487612 Bth Guru/Mhs.Matematika/Mipa U.Transport,Hrs pny motor Delivery 5org Laki Max.30Th B.BP.001.07.17.0001595 KrjaSore 2xSminggu.08179791223 (Ada U.Sewa Mtr)0813-1012-0683 Sehat,Pny Mtr dan SIM Lamar B.BP.001.07.17.0001533 Dcr Krywn/ti srabutan u/antar B.BP.031.07.17.0001652 dgn CV dtg Lsg ke NewspaperdiDcr Krywti 2 Orang Gj Menarik ambil documen kantor konsultan Dcr Salesman/Girl Hb.PT Tantri rect Sentral Parkir Kuta Blok Wil.Dps HP:087861070289 Jimbaran NusaDua H081999202060 HP:081933047773-089649671750 Techno 9 Ph.769414 B.BP.101.07.17.0001747
B.BP.001.07.17.0001709
B.BP.001.07.17.0001580
B.BP.001.07.17.0001710
: : : :
Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �
Need FO Spv,Min2yr Exp Engl is a must,able to Joint Immediately hr@prajahotelbali.com/263518
Dcr Therapist Spa (Ada Mess), Pengalaman,Hub.081236005691
Dicari Chef pengalaman di Healthy Food Smoothies Fruit Salad Fruit Bowl, Veggie salad kirim CV ke paul.eikon@gmail.com Hp. 0811612959
B.BP.001.07.17.0001307
Dcr Tkg Pola&Sample u/Garment Gaji Menarik Hub:081916665544
B.BP.001.07.17.0001575
Dibutuhkan 6 Pegawai Rumah Mkn Lamaran ke Warung Mkn Demung Jl.Raya SibangKaja 08123913958
B.BP.001.07.17.0001739
Dicari Steward utk Restoran di Pantai Brawa Hp.081 836 8846
B.BP.001.07.17.0001731
: : : :
(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456
VISA
� Email: pembacabalipost@gmail.com
Dcr Sales Otomotif Laki-laki Max30Th Punya SpdMtr Pengalaman min 1Th bawa lamaran ke PT.Banoli Jl.Buluh Indah 75 Dps
B.BP.001.07.17.0001558
Jakarta Mataram Denpasar Surabaya
B.BP.820.07.17.0001743
B.BP.154.07.17.0001760
Dicr Accounting(Tamatan SMK/ Diploma)Diutamakan yg sdh Berpengalaman Bidang Jasa Konsultan/Kontraktor.Kirim CV ke info@ptramawijaya.com
B.BP.004.07.17.0001672
Segera! English Teachers for a National Plus School.Send to Jl.Tkd.Batanghari V/18 Panjer Phone 085101561816
B.BP.001.07.17.0001682
Urgently Req.Adm Staff,Packer& Driver.Pls Send CV to PT.Nusa Trans Cargo Jl.By Pass Ngr Rai No.66 Kesiman.Ph.0361-462484 Email:info@nusatrans.com
PT.Bamboo Pure,membuka Lowongan Dcr Kasir, Penddkn SMU/SMK, Housekeeping,Assistant Factory blm menikah,wanita, umur Production Manager Costing,CV maks.27thn. ke Koprasi Krama Bali, Jl Kepundung No.61 A Dps ke:hrd@ptbamboopure.com B.BP.031.07.17.0001697
Dcr Waiter/ss lancar ing,ada gj, Tip u/RMLegian,081236109808 B.BP.001.07.17.0001753
Maintanance Villa di Legian Mengerti pekerjaan Elektrikal. Plumbing & Garden,English SIM A/C Hub: 085237558277
B.BP.001.07.17.0001434
Dicari Group Band Penari api dll Resto Kuta,0811395490
B.BP.167.07.17.0001720
B.BP.154.07.17.0001761
Dicari sopir pribadi utk Dps Hub.08123916970
Dicari Segera 1 orang helper laki Hub:241138 - 241139
B.BP.001.07.17.0001645
B.BP.004.07.17.0001730
G.01
Urgent Server,Cookhelper Black Canyon Coffee Jl.Kayu Aya Seminyak Square 0361-738029 susilusianti@yahoo.co.id
B.BP.001.07.17.0001737
Dicari Tenaga Administrasi Pendidikan SMA,Usia Max35Thn Diutamakan bisa Komputer,Pengalaman min.1Thn,Kirim CV ke Sri jaya Aluminium Jl.Maruti No.33 Denpasar Tlp.0361-426590
B.BP.001.07.17.0001492
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post Rush TRD Sportivo’17Htm AT 0KM Djl Carry 1.0 PU’1990 Hrg.20Jt DAIHATSU Asli Bali 235Jt,081933056327 Nego,Lampu Dpn Sdh Kotak,mesin Zebra Master Pick Up’2005 B.BP.001.07.17.0001756 Bgs,Siap Pake Kerja,Yg Brminat Kaleng Total 30JtNg,0817356452 Yaris E’2010 Hitam AT Full Ors B.BP.001.07.17.0001769 Hub:082236443173. Cokroaminoto 377. 085100462764 B.BP.001.07.17.0001723 Jual Terios TX Adv’13 AsliBali B.BP.164.07.17.0001754 APV X’05Hitam Samsat Br sangat Putih FullVar 085903144171 B.BP.001.07.17.0001770 Terawat Istimewa,08123900272 DIJUAL MOTOR HONDA
City’1999 Pakai’2000 Tgn1,Splash’2015 a/n Sndri 081338718013
B.BP.001.07.17.0001745 TOYOTA
B.BP.001.07.17.0001713
Avanza’13 AirBag Putih 143Jt Splash’15 H.129Jt,085100856999
B.BP.001.07.17.0001689
Rover’94 Short Pwr Stering AC Dobel 135Jt,087860856999
Civic’87 Power W Biru Mesin Bagus P.Sambian 087861945638 SUZUKI
B.BP.141.07.17.0001750
B.BP.141.07.17.0001749
Karimun GX’04Silv,Ayla X’13&14 Rush S Automatic’2012 Putih Ptih,Jimny’95,Splash’11Slv Jaz 05 Slv Smua AsDK,085100584428 terawat KM60rban H:085333124554 B.BP.001.07.17.0001757
B.BP.001.07.17.0001718
Dkont Rmh Modern LB137m2 LT105 m2 2Lt 3KT+Kmr Pmbntu,Grs Mbl, Jl.Batursari 2 No3 Renon Dps. 10mtr dr Jl.Utama Niti Mandala Renon.08114225708/08124268089.
B.BP.001.07.17.0001542
DIJUAL RUMAH Djl Rumah Lt2 4Kamar strategis Perum Padang Asri IV/18. Harga 800 Juta Nego Hub.087785534536
HONDA
Scopy’2015 Sporty Crem Mulus,085100856999 Pribadi
B.BP.001.07.17.0001742
B.BP.141.07.17.0001748
Jl Rmh LokRenon 2Lt LT2,5A 5KM 5KT,AC,Garasi,085101783994 SHM
DISEWAKAN RUMAH Dikontrakkan Rumah Jl.P.Belitung -Pedungan-Dps.H:081338739570
B.BP.001.07.17.0001630
Kntrk Rmh 3KM Tdr 2Km Mndi Jayagiri 31 Rnn HP089669521121
B.BP.001.07.17.0001716
DIJUAL TANAH Djl Tanah 1,5A 5A Induk Banyak Villa Hub.082147454248
B.BP.164.07.17.0001752
Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 130Jt/A Bs Kredit 087862450004
B.BP.001.07.17.0001494
*Tnh 1A,370,Jl6m CempakaDalung Hub:081237666809, 081238920022
B.BP.001.07.17.0001002
2 Are+Rmh 550Jt/A Ng Jl.Karang Sari I Gatsu Brt,082145717363
B.BP.001.07.17.0001725
BU T.Umar 1,6Are Strategis Rmh 2A Hrg.1,1M di Nangka Utra Alfian:081284120025 NoPrantara Gg.Kesumasari 1/3,085257440881 B.BP.001.07.17.0001711 B.BP.001.07.17.0001758
Rmh 3KT,1Gd,Grs,1AC,Jl.G.Agung Gg.Bumi Ayu N/4 Hp.08123624682
B.BP.001.07.17.0001740
B.BP.001.07.17.0001712
Rumah 2,5Are Penamparan Bs TT Mobil H.085100856999 Pribadi
B.BP.141.07.17.0001751
BU Tnh 170m2 Penarungan 275Jt Semua Jl 4M Hub.082144442900 B.BP.001.07.17.0001772
SERVICE
BUC Dijual Tanah 1,4A Jl.Patih Nambi IA Prum Graha Sepa Nambi III/25 Ubung Kaja 081916365005
B.BP.001.07.17.0001726
DISEWAKAN TOKO Disewakn segera,toko strategis didekat Hotel Padma Legian ukuran Panjang 720 & Lebar 360 Listrik 1300 Hub.081338178178
B.BP.001.07.17.0001727
KONTRAKTOR Swimming Pool Specialist Contractor,Pny Mslh.082144464070
SERVICE
B.BP.001.07.17.0001487
RUPA-RUPA Djl Vel.Racing R.20 245/35+Ban Kondisi 90%,085237045550 B.BP.001.07.17.0001634
DISEWAKAN TANAH Tnh Disewa 210m2 Sanur ada Sumur Bor+Listrik Hb:081999395073
KEHILANGAN Hilang BPKB No.C 0120216-O An.PT Andree Garment Bali
B.BP.001.07.17.0001541
B.BP.001.07.17.0001654
DIJUAL RUKO Ruko Kertha Wijaya AI/Buluh Indah 26C Dps,085100867168
Hlg BPKB No.2851465-O, DK 2666 AAC an.Winarsih, 081936221656
SERVICE
SERVICE
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.07.17.0001733
B.BP.001.07.17.0001744
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
PUSAT DAIHATSU BALI TERMURAH & TERLENGKAP DIJUAL MOBIL SIGRA XENIA
11Jt-an
DP DP Jt-an READY PROSES CPT & MUDAH STOCK FREE ASTRA WORLD TERIMA TUKAR TAMBAH KTP LUAR BALI, RUMAH KOS BISA DIATUR
8
PICK-UP
5Jt-an
DP
KREDIT BISA SAMPAI DENGAN 8TH GRATIS JALAN-JALAN KE JEPANG BUNGA MURAH 3,6% BONUS LAINNYA
0821 4505 4252 / 0822 4445 9698 C.0001504-MBL
REKREASI
18
Minggu Wage, 23 Juli 2017
Pertanyaan Mendatar: 1. Salah satu Hari Raya Hindu 5. Jala tebar (Bali) 8. Musibah 11. Dibalik: Kapok 12. Kata dan uraian makna penjelasannya yang termuat dalam kamus 13. Mengapung (Bali) 16. Encok (Inggris) 19. Dua (Bali) 20. Salah satu bidang spesialisasi kedokteran 21. Penyimpangan dari norma umum 22. Bukan/tidak 23. Nangro Ace Darussalam 24. Salah satu penentu letak titik pada suatu bidang datar yang dibatasi oleh sumbu tegak dan sumbu datar 26. Dibalik: Nasabah usaha 29. Tumbuhan muda yang baru timbul 31. Dahak 32. Timbel 34. Bagaikan 35. Ibu kota Chili
2
3
8
MBP/ist
poco, senam lansia, lomba permainan tradisional yang dipadukan dengan kegiatan Pekan Olah Raga Masyarakat Desa (Pormides). Selain itu untuk kebersihan akan dilaksanakan juga kegiatan Beach Clean Up yang melibatkan komunitaskomunitas yang tentunya bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan pantai.
Selain itu ada juga kegiatan donor darah, penyuluhan dan tentunya hiburan dari artis Pulau Dewata. “Kegiatan ini juga tentunya sangat bermanfaat, karena selain sebagai ajang hiburan juga dapat mengetahui betapa pentingnya sebuah budaya yang ada di berbagai daerah yang akan membuat lebih memahami bagaimana cara melestarikan dan menjaga budaya tersebut agar suatu saat nanti dapat diingat dan dijadikan warisan untuk generasi berikutnya”, ujar Made Ada.
7
11
12 13
14
15 16
17
18
19 21
20
22 23
24
25 26 29
27
28
30
31
32
34
33
35
KUPON TTS No.305 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 305 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 29 Juli 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 6 Agustus 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 303 31. KumpulKebo (Kumpul Kebo) 36. Saip 37. Luu 38. Akulturasi 39. Paek Menurun: 1. Pentas 2. AKDR 3. Sak 4. Sia 5. Lordling 6. Inisiasi 9. Etanol 11. Onagata 12. Bumper
Perkuat Daya Tarik Wisata di mata masyarakat. Perbekel Desa Sanur Kauh, Made Ada, Jumat (21/7) mengungkapkan parade ini akan diisi dengan parade gong kebyar, baleganjur, genjek lansia, tari Bali cilik, bondres Bali, lawak dan tentunya tidak ketinggalan pasar tradisionalnya. Selain itu juga berbagai kegiatan jasmani, yakni jalan sehat, lomba senam poco-
6
10
Pesona Budaya Mertasari
PESONA Budaya Mertasari II kembali akan digelar pada 28 sampai 30 Juli mendatang di Pantai Mertasari, Sanur. Kegiatan budaya yang bertema Pesona Budaya Mertasari II ini akan menyuguhkan parade yang sangat menarik dan menghibur. Kegiatan ini juga untuk memperkenalkan dan memperkuat objek wisata Pantai Mertasari
5
9
Mendatar: 1. Papa 3. Seismologi 7. KTA 8. Nged 10. Kolaborasi 13. Tri 15. Akumulasi 16. Sendang 17. Acne 19. Gelagat 22. Origami 25. Kail 26. Gelegar 28. OrangUtan (Orang Utan) 29. Mal
PANTAI- Keindahan Pantai Mertasari, Sanur yang telah menjadi daya tarik bagi wistawan.
4
SPT2017
Menurun: 2. Belum menjadi pendeta (Bali) 3. Yang wajib dimiliki oleh setiap pegawai 4. Gerakan melayang menjauhi bumi atau melawan gaya tarik bumi 5. Tempat sirih terbuat dari emas atau perak 6. Nama buah kecil, merah dan manis 7. Nama makanan tradisional terbuat antara lain dari hidung sapi 9. Cela 10. Kendaraan kerajaan dari emas 11. Bangsa yang dianggap menurunkan bangsa eropa 13. Perdebatan atau persengketaan 14. Mengingkari iman 15. Tokoh pemilik lampu wasiat dalam kisah 1001 malam 17. Barang yang dipermainkan 18. Lubang pada daun telinga 25. Serabut pada batang pohon enau 27. Harga (Bali) 28. Nenek 29. Atur Agar Rapi 30. Kakak tua (Bali) 33. Merangsang atau menggiurkan
1
TTS Bali Post
Sementara Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi suatu ajang rekreasi seni budaya dan wadah kreativitas untuk generasi muda serta menjadi suatu daya tarik baru untuk wisatawan datang ke Pantai Mertasari. “Kita berharap bisa terus menggali akar-akar budaya serta terus berupaya menarik wisatawan untuk berwisata di Denpasar dan Bali pada umumnya”, ujarnya. (ara)
14. Inang 18. Nolgnub (Bunglon) 19. Goloekra (Arkeolog) 20. Amanap (Panama) 21. Aktual 23. Islam 24. Angola 27. Rampok 30. Asup 32. Mau 33. UPT 34. KIR 35. Oli
Pemenang TTS No. 303 Ni Kadek Sumarni Desa Carangsari, Kec. Petang, Kab. Badung 80353 Luh Warma Pradnyani SMPN 1 Sukawati, Kab. Gianyar 80582 (Hp: 0857 3781 8566) A.A. Oka Puspawati SDN No.2 Gumbrih, Pekutatan, Jembrana (Negara) 82262 I Made Sucarya Jln. Raya Bedugul No.156, Baturiti, Tabanan Marliana Jl. ABD. Kadir Munsyi No.27 Punia Jamak, Lombok 83126 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Kadek Mega Putra Alamat : Jl. Akasia XVI, Gang Melon No.10, Br. Buaji Anyar, Kesiman, Denpasar Timur. (Hp: 089 779 643 56)
19
Minggu Wage, 23 Juli 2017
Presiden Ingin Tumbuhkan Sikap Tenggang Rasa bagi Pelajar Yogyakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo menyampaikan usul agar kurikulum juga memasukkan kegiatan sosial sebagai pekerjaan rumah (PR) bagi pelajar sekolah. “Bisa saja mereka diberikan PR misalnya menengok tetangganya yang sakit. PR-nya itu menengok tetangganya yang sakit, atau menengok kawannya yang sakit,” kata Jokowi dalam sambutannya saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional PGRI, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (22/7) kemarin. Selain itu, Presiden juga mengusulkan contoh PR lain seperti memberi makan warga miskin dan mengikuti kerja bakti di daerah masing-masing. Hal itu diharapkan Presiden dapat menumbuhkan sikap tenggang rasa dan memupuk kerukunan di masyarakat. Presiden mengatakan dirinya telah menyampaikan hal itu kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy agar pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam ruangan sekolah. “Inilah pembangunan karakter yang lama kita lupakan. Oleh sebab itu, sekali lagi, marilah kita isi anak-anak kita dengan jiwajiwa yang baik, jiwa-jiwa yang mulia karena guru adalah tokoh panutan, guru adalah
yang memberi inspirasi, guru adalah yang memberi teladan,” tambah Kepala Negara. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan pendidikan dasar nilai-nilai kebangsaan perlu ditanamkan kepada siswa-siswi Indonesia antara lain yang berkaitan dengan etos kerja, kejujuran, kedisiplinan, integritas, kerja keras, hingga pantang menyerah. Jokowi telah melakukan kunjungan kerja di Yogyakarta sejak Jumat petang (21/7) hingga Sabtu sore. Dia menghadiri Kongres Pancasila yang ke-9 di Balairung UGM, membuka Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional PGRI, serta memberikan kuliah umum di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sekaligus meletakkan batu pertama peresmian pembangunan Museum Muhammadiyah. Pada Sabtu petang, Presiden beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerja ke Kota Semarang untuk menghadiri halalbihalal Kebangsaan di YPI Nasima. Usai acara tersebut, Jokowi dan rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke Pekanbaru, Riau menumpang pesawat kepresidenan Indonesia Satu untuk menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional 2017 pada Minggu ini. (ant)
Belas Kasihan Dari Hal. 1
BPM/ant
MAHASISWA - Presiden Jokowi saat berbicara dengan mahasiswa di UGM, Yogyakarta.
Taman Ayun Dari Hal. 1
Ia mencontohkan bahwa tiket masuk ke daya tarik wisata Pura Taman Ayun, Mengwi yang menjadi bagian dari warisan budaya dunia UNESCO Rp 20.000 untuk wisatawan asing dan Rp 10.000 untuk wisatawan domestik. Bagi wisatawan asing, harga tiket jika dihitung dengan mata uang Amerika, kurang dari USD 2. “Di luar negeri, tidak ada tiket masuk serendah itu,” imbuhnya. Di objek wisata lain, seperti Monkey Forest Ubud, pengelola mematok tarif tiket masuk Rp 40.000, dan itu sudah termasuk ongkos parkir. Dengan harga tiket masuk hanya Rp 40.000, fasilitas toilet di Monkey Forest dapat terjaga dengan baik, setara bintang lima. Bersih, wangi, terawat sepanjang waktu. “Dilihat dari semua itu, tarif ke objek wisata di Bali tergolong tidak mahal,” tandasnya. Di Bali masih terdapat daya tarik wisata yang tidak mengenakan tiket masuk, seperti Puri Ubud. Wisatawan bisa masuk tanpa membayar. Mereka bisa menikmati keagungan dan keanggunan suasana dan arsitektur Puri Ubud. “Kalau hari Minggu, di Puri ada anak-anak latihan menari,” katanya. Wakil Ketua Umum DPP IHGMA (Indonesia Hotel General Manager Association), I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., mengungkapkan hal yang sama. Kenaikan harga tiket tidak akan berdampak terlalu signifikan terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke DTW. Sepanjang pelayanan, keamanan, serta kenyamanan wisatawan terpenuhi. Sebab DTW yang dikelola dengan baik, dengan fasilitas yang berstandar internasionaL akan selalu menjadi tujuan para wisatawan. “Tapi jika harga tiket naik terus tapi pelayanannya kurang saya yakin akan ditinggalkan,” ujarnya. Tanah Lot Meski harga tiket naik per 1 Januari 2017, namun kunjungan ke DTW Tanah Lot tidak berpengaruh bahkan mengalami peningkatan. Seperti diketahui pada awal tahun 2017, tiket masuk ke DTW Tanah Lot naik setidaknya 50 persen dari Rp 30.000 untuk wisman dewasa menjadi Rp 60.000 dan dari Rp 10.000 untuk wisdom dewasa menjadi Rp 20.000. Bahkan kenaikan kunjungan tahun 2017 ini diharapkan bisa melampui kunjungan tahun 2016 atau tembus empat juta pengunjung. Manajer DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, Sabtu (22/7) kemarin, mengatakan target kunjungan tahun 2017 yang ditetapkan adalah 2,8 juta pengunjung. Namun, melihat adanya kenaikan kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot sebanyak empat persen dibandingkan tahun lalu, pihaknya berharap kunjungan bisa melampui kunjungan yang dicapai tahun 2016. ‘’Kunjungan tahun 2016
lalu, melampui target dan mencapai angka 3,5 juta pengunjung. Diharapkan tahun 2017 ini bisa melampui total kunjungan 2016 bahkan bisa tembus empat juta,” ujarnya. Dari data kunjungan terakhir hingga Juli, total kunjungan tahun 2017 ini adalah 2.010.734. Jumlah ini mengalami peningkatan dari kunjungan tahun 2016 di rentang waktu yang sama yaitu 1.925.026 kunjungan. Lanjut Toya Adnyana, kunjungan masih didominasi wisatawan mancanegara sebanyak 54 persen dan 46 persen merupakan wisatawan domestik. ‘’Untuk wisman masih didominasi oleh wisatawan Taiwan,’’ jelasnya. Adanya kenaikan tiket, tentunya diiringi dengan peningkatan kualitas layanan. Pihak DTW Tanah Lot telah melakukan penataan taman, trotoar, jalan hingga penataan kios. Selain itu juga meningkatkan keamanan dengan menambah CCTV. Apabila terjadi pembeludakan pengunjung, pihak DTW telah siap dengan lahan parkir cadangan. Selain menawarkan pemandangan alam laut dan pura yang menjadi andalan DTW Tanah Lot, pihak manajemen juga menggelar kegiatan yang menarik wisatawan. Seperti baru-baru ini menggelar Festival Tanah Lot yang berhasil menarik banyak pengunjung. Peningkatan pengunjung dari festival yang berlangsung selama tiga hari ini mencapai 50 persen lebih dari kunjungan biasa. Diharapkan kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara kontinu untuk menaikkan kunjungan ke DTW Tanah Lot. Tidak hanya DTW Tanah Lot, daerah tarik wisata yang juga menaikkan tiket masuk adalah DTW Jatiluwih. Meski mengalami kenaikan namun tidak memengaruhi kunjungan ke daerah wisata yang menawarkan pemandangan sawah abadi ini. Manajer DTW Jatiluwih, Nengah Sutirtayasa, mengatakan tahun 2016 total kunjungan di DTW Jatiluwih sebanyak 213.509 orang. Jumlah ini meningkat sekitar 30 persen dari kunjungan tahun sebelumnya. Sementara untuk wisatawan domestik persentasenya meningkat dari yang biasanya 10 persen dari jumlah kunjungan menjadi 25 persen. Dari data tahun 2016 kunjungan domestik mencapai 28.252 sementara wisatawan mancanegara sebanyak 185.275 orang. “Jadi, masih didominasi oleh wisatawan mancanegara terutama dari Prancis,” ujarnya. Dalam meningkatkan kunjungan ke DTW Jatiluwih, sejak bulan April 2017 lalu diadakan festival Jatiluwih yang akan berlangsung hingga Agustus nanti. Dalam festival ini selain menonjolkan pemandangan alam sawah, pihak manajemen juga menggelar free event yang menampilkan budaya lokal baik itu tarian maupun budaya lainnya. (may/san)
Lakukan Penataan Dari Hal. 1
Guna memaksimalkan jumlah kunjungan, kata mantan Kepala Dinas Perhubungan Klungkung ini penataan terus digulirkan. Hanya itu belum mampu menyentuh seluruh objek secara bersamaan. Anggaran terbatas menjadi penyebab hal tersebut. “Sekarang penataan pada Gertagosa, angarannya sekita Rp 1 miliar. Untuk di Nusa Penida, hanya dianggarkan promosi. Itu sekitar Rp 500 juta. Penataan direncanakan tahun depan,” terangnya. Pengembangan pariwisata ini belum mampu berjalan mulus. Infrastruktur yang menjadi pendukung utama masih menjadi kendala, khususnya di Nusa Penida. “Infrastruktur ke objek masih ada yang belum memadai. Itu yang jadi kendala. Ini akan menjadi perhatian pemkab untuk mendapat penanganan,” tandasnya. Di Bangli Hal yang sama dialami Bangli. Sejauh ini masih banyak fasilitas pariwisata di Bangli yang belum lengkap. Salah satunya kamar mandi di objek wisata Penelokan. Atas kondisi itu, Pemkab Bangli dalam hal ini Dinas Pariwisata diminta supaya bisa membangun fasilitas penunjang tersebut. Sekretaris Asita Bali, Putu Winastra, mengatakan,
untuk mengembangkan dan memajukan pariwisata khususnya Bangli masih banyak yang perlu dibenahi mulai dari sarana dan prasarana. Kata dia, hingga kini masih ada fasilitas penjung pariwisata yang belum ada salah satunya toilet di objek wisata Penelokan. “Sampai saat ini di objek wisata itu sama sekali tidak ada kamar kecil untuk wisatawan. Jika ingin menarik kunjungan, maka sarana prasarana harus diperhatikan guna memberikan kenyaman dan kepuasan bagi pengunjung,” ungkapnya. Winastra mengatakan, sejauh ini memang belum ada perubahan yang signifikan yang terjadi di Bangli. Memang ada beberapa perbaikan yang dilakukan oleh Pemkab Bangli untuk menunjang pariwisata yakni tidak adanya lagi pengunjung parkir di sepanjang jalan di Penelokan. Kata dia, berdasarkana informasi yang didapat kalau pemkab akan segera menata objek wisata Penelokan. Maka dari itu, pihaknya berharap rencana itu bisa secepatnya terealisasikan. Tahun ini, Bangli menargetkan satu juta lebih pengunjung. Kabid Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) BangIi I Wayan Merta mengatakan, di Kabupaten Bangli sejatinya banyak memiliki potensi ob-
Empat Tahun
Dari Hal. 1
Pada tahun 2014 jumlahnya menjadi 855 dengar jumlah kamar 34.815. Artinya, dalam 4 tahun jumlah kamar bertambah 22.158. Sedangkan hotel bintang tetap dalam posisi 98, dengan jumlah kamar 16.360. Anggota DPRD Badung asal Legian, I GN Sudiarsa, mengungkapkan, perang tarif hotel di kawasan Kuta, Legian dan Seminyak tidak terkendali, akibat menjamurnya city hotel. “Pemerintah harusnya jangan cuci tangan, hanya menyaksikan perang tarif yang semakin tak terkendali,” kata Sudiarsa. Bendesa Adat Legian ini menyebut yang paling merasakan dampak perang tarif adalah pengusaha lokal yang memiliki home stay. Dengan harga yang sama bahkan lebih murah, turis tentu akan memilih hotel dibandingkan dengan home stay karena memiliki fasilitas lebih lengkap. “Ada yang salah dalam perencanaan. Perbup pengendalian akomodasi wisata juga keluarnya terlambat, karena kondisi di lapangan city hotel sudah menjamur,” ujarnya. Perbup standar minimal luas bangunan dan jumlah kamar hotel/kondotel No. 36/2014 yang dikeluarkan Pemkab Badung diharapkan tidak hanya menjadi macan kertas. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, IG Rai Suryawijaya, mengatakan,
Perbup yang menyebut luas minimal lahan pembangunan hotel 50 are di wilayah Kuta, 75 are Kuta Utara dan 100 di Kuta Selatan disebut bisa menghentikan maraknya pembangunan hotel di Badung. Hanya, Perbup tersebut tidak akan efektif selama pengawasan dari pemerintah tidak maksimal. “Perbupnya jangan ada di kertas saja, tapi harus disosialisasikan dan diawasi oleh aparat, anggota dewan dan masyarakat,” kata Suryawijaya. Menurutnya, jumlah hotel di Badung sudah melebihi kapasitas. Bahkan, jumlah pertumbuhan kunjungan tamu dan pertumbuhan kamar hotel tidak sebanding. Jumlah kamar lebih banyak daripada kedatangan tamu. Tak ayal, kunjungan hotel menjadi sepi dan terus merosot. Pengusaha pun gencar melakukan perang tarif untuk menggaet tamu dan tetap eksis. Kondisi ini sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Menjamurnya hotel di Badung saat ini tak lepas dari lemahnya kontrol pemerintah. “Teknis pengawasan menjadi sangat penting. Badung bukan lagi saatnya mengejar kuantitas tamu, tapi kualitas tamu. Percuma tamu banyak tapi kalau murahan. Maka membawa dampak tidak signifikan,” bebernya. Meski demikian, untuk tahun 2017 ini, Kabupaten Badung menargetkan jumlah wisatawan mancanegara
jek wisata yang dapat dipakai sebagai magnet untuk menarik wisatawan. Jika semua potensi yang dimiliki digarap serius, bukan tidak mungkin kunjungan wisatawan yang datang setiap tahunnya bakal meningkat. Jadi, banyak yang harus dikerjakan ke depannya untuk memajukan pariwisata di Bangli, ungkapnya. Dia mengatakan, untuk tahun ini, pihaknya menargetkan kunjungan yang datang ke Bangli di atas 1 juta pengunjung. Pihaknya berharap dari target yang dicanangkan tahun ini bisa terealisasi. Bahkan, pengunjung yang datang bisa melebihi target. Dia menjelaskan, kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara setiap tahunnya rata-rata mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dimikili, pada tahun 2007, wisatawan yang berkunjung ke Bangli sebanyak 352.777, 2008 (437.207), 2009 (526.706), 2010 (418.143), 2011 (566.617), 2012 (548.152), 2013 (616.637), 2014 (647.607), 2015 (610.349), dan 2016 (695.123). Per Juni 2017 sudah ada sebanyak 46.322 pengunjung yang datang ke Bangli. Tarif karcis masuk ke Kintamani untuk wisman Rp 30.000 dan domestik Rp 15.000. Harga karcis naik sejak 2015 lalu. kalau sebelumnya untuk wisman Rp 15.000 dan wisdom Rp 10.000. (sos/nan)
(wisman) yang datang ke ‘Gumi Keris’ sebanyak enam juta orang. Selain mempertahankan destinasi yang sudah ada, pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pariwisata juga sedang menggenjot desa wisata di Badung Utara dan merencanakan 600 kamar home stay tahun ini. Kepala Dinas Pariwisata Badung, Made Badra, mengungkapkan, pihaknya optimistis target enam juta wisman tersebut tercapai, bahkan bisa melampaui. “Kami optimis karena slot penerbangan mancanegara ada 27 per jam di bandara. Daya angkutnya 15 sampai 16 ribu. Kalau dikalikan 360, rata-rata high season low season lebih dari target, yakni sekitar 6,4 juta,” ungkapnya. Peningkatan wisman dari kalangan Asia beberapa waktu ke belakang juga dikatakannya meningkat signifikan. “Jadi, kami di jangka pendek ada trip insentif dari Asia, Asia Pasifik, India, dan Amerika. Sehingga wisman sudah meningkat signifikan,” terangnya. Mengenai destinasi wisata, mantan Kadis Perikanan tersebut memaparkan, Badung memiliki destinasi wisata paling banyak di Bali. Hal itu bisa dilihat dari menjamurnya sarana akomodasi seperti hotel dan vila. “Hotel saja 155, room available 98 ribu. Anggap saja 100 ribu ditambah dengan vila dan sebagainya,” paparnya. (edi)
“Dulu itu kebijakannya adalah untuk hotel-hotel berbintang dibangun di Sanur, Kuta, dan kabupaten lain adalah pendukung sehingga dana pajak hotel dan restoran kan masuk ke Badung saja. Kabupaten lain kan sekarang hanya seperti menerima belas kasihan dan itu sangat subjektif. Senang tidak senang, bahkan bisa jadi dalam tanda kutip ada motif-motif lain,” terangnya. Sugawa menegaskan merevisi UU 28 harus dilakukan agar PHR yang kini dibagikan langsung oleh Badung ke kabupaten penerima tidak hanya menjadi belas kasihan. Namun bisa menjadi hak bagi kabupaten pendukung. Dengan demikian, keadilan baru akan bisa tercipta. Selain UU 28, pihaknya juga mengusul-
kan agar pemerintah pusat merevisi Undang-undang No.33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Sebab, dana perimbangan yang diterima Bali selama ini tidak sebanding dengan devisa yang disumbangkan Pulau Dewata lewat kemajuan pariwisatanya. “Dalam UU 33 itu kan sumber dana bagi hasil hanya sumber daya alam. Bali kan tidak punya itu, kan tidak adil. Padahal di sana sumber dana bagi hasil itu ada dua, dari sumber daya alam dan sumber daya lainnya. Nah, penjabaran sumber daya lainnya di dalam UU 33 itu tidak ada. Kita menuntut itu harus diadakan perubahan dengan mengusulkan pariwisata masuk di dalamnya,” ujarnya. (rin)
’’Time Share’’ Dari Hal. 1
Vila bisa disewa dengan sistem time share. Artinya, orang memiliki atau menyewa vila dan bisa disewakan lagi kepada orang jika. Kini vila ditawarkan di web. Kehadiran vila secara positif memberikan bentuk daya tarik dan fasilitas ‘baru’ sesuai selera wisatawan. “Secara negatif, mereka tidak terkena jangkauan pajak. Ini adalah tugas pemerintah untuk memantau mereka agar beroperasi sesuai dengan ketentuan perpajakan,” ujarnya. Dewan Penasihat IHGMA, Gusti Kade Sutawa, mengungkapkan, tidak semua
tamu melirik vila. Karena ada tamu yang suka menginap di hotel, ada pula vila. Hal itu dibenarkan Wakil Ketua Umum DPP IHGMA, I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA, bahwa tidak selalu tamu ingin menginap di vila, sebab masing-masing tamu memiliki karakteristik. “Ada yang memilih privacy, intimacy dan natural sehingga mereka cenderung memilih vila walaupun harga yang ditawarkan lebih tinggi. Sebab di vila konsepnya lebih personalize service. Namun, ada pula yang suka di hotel agar lebih ramai dan convenience dengan harga yang lebih terjangkau,” urainya. (may)
Pelaku Mafia Dari Hal. 1
Selain itu, Polri juga harus mengusut tuntas pelaku mafia yang sebenarnya. Sebab, patut diduga kuat ada oknum aparat pemerintah yang terlibat di dalam akses beras bersubsidi tersebut. Pihaknya juga mengimbau agar konsumen tidak tertipu dan mengonsumsi beras palsu tersebut semakin banyak. “Kami dari Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Bali mendesak Polri, Kemendag, dan Kementan agar menarik dari pasaran (recalling) merek beras yang terbukti dipalsukan itu. Kalau masih beredar konsumen akan dipastikan akan tetap mengonsumsi,” tegasnya. Armaya berharap, pemerintah melalui instansi terkait agar sering sidak dan memeriksa produsen beras. Bila perlu dilakukan secara kontinu dan
meluas, termasuk untuk komoditas pangan lain seperti daging, gula, gandum, minyak goreng dan komoditas pangan lainnya. Apalagi fenomenanya, banyak terjadi dugaan pelanggaran pidana pada komoditas pangan di Indonesia dan juga dugaan pelanggaran adanya kartel harga dan monopoli. Sehingga, mengakibatkan semua konsumen harus menebus dengan harga yang sangat mahal. Ini jelas adalah sebuah pelanggaran bagi konsumen. Saya mengimbau kepada masyarakat, jika menemukan hal-hal yang mencurigakan atas produk beras agar segera melapor kepada instansi terkait, termasuk juga kepada Lembaga konsumen. ‘’Kami siap untuk melakukan advokasi dan pembelaan kepada konsumen sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya. (win)
Pemersatu Bangsa
Dari Hal. 1
Pancasila bukan saja dasar negara tapi juga pemersatu bangsa yang berbhineka tunggal ika. Apalagi Bhinneka Tunggal Ika merupakan sesanthi yang diambil dari kitab Sutasoma karya Mpu Prapanca. Selain itu, Sukardi Rinakit menambahkan bahwa Presiden Jokowi sangat concern bukan hanya pembangunan infrastruktur fisik tapi juga infrastruktur budaya melalui pendidikan karakter bangsa. Dalam hal ini, para tokoh adat, agama, dan budaya
bisa mengambil bagian dalam pendidikan karakter bangsa tersebut. Ida Dalem Semaraputra menyambut baik harapan dan ajakan Presiden tersebut. Dia menyampaikan bahwa selama ini, Puri berperan penting dalam mengayomi seluruh warga dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Ida Dalem juga mendukung komitmen Presiden untuk kembali memperkuat pendidikan dan pengamalan Pancasila pada seluruh segmen masyarakat terutama generasi muda. (kmb)
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu Wage, 23 Juli 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418 FTF - Para juara fashion show touch of endek kategori D pada Food Truck Festival (FTF) 2017 di lapangan parkir Taman Kota Denpasar, Sabtu (22/7) kemarin. Selain menampilkan berbagai kuliner bermobil, FTF juga dimeriahkan hiburan dan olahraga.
Jadwal FTF 2017
BPM/win
SEPANGGUNG - Gek Diah 3G feat. Duo Centil saat sepanggung bersama pelawak MKP Mersi, Jumat (21/7).
Gek Diah, Duo Centil Sepanggung dengan MKP Mersi
Denpasar (Bali Post) Ada hiburan yang menarik disuguhkan kepada para pengunjung pada malam hari pertama (jumat malam) Food Truck Festival (FTF) 2017 yang diselenggarakan oleh Kelompok Media Bali Post (KMB). Menariknya, selain dimeriahkan oleh jajaran band-band indie dan penyanyi kenamaan Bali, seperti Ayu Saraswati, Dewa Sugama, Dek Ulik, Bayu KW, dan Yong Sagita, biduanita cantik Gek Diah 3G yang menggandeng Duo Centil secara mengejutkan satu panggung dengan bondres asal Buleleng, MKP Mersi. Pemandangan ini jarang dipertontonkan oleh kedua artis penghibur masyarakat Bali tersebut. Diawali dengan penampilan energik Gek Diah 3G dengan menyanyikan lagu “Plaibang Bojog” dengan versi dangdut, kemudian dilanjutkan dengan single ciptaannya “Sayang” feat. Duo Centil. Secara tiba-tiba, pelawak MKP Mersi yang dimotori oleh Mince, Kribo dan Peceh tersebut masuk ke panggung. Suasana pun pecah. Para pengunjung FTF pun secara sumringah menyaksikan kekonyolan mereka di atas panggung. Tak sedikit, ribuan penonton yang memadati Lapangan Lumintang Denpasar pada malam itu pun pun tertawa riang dibuatnya. Dengan kecentilan Gek Diah 3G, MKP Mersi pun meladeninya dengan kekocakan yang dimilikinya. Mer-
eka pun akhirnya secara bersama-sama menyanyikan lagu “Dangap-dangap” yang dipopulerkan oleh Dek Ulik feat Lolak tersebut. Keseruan mereka pun berlanjut hingga tengah malam dan penonton tetap antusias bertahan menyaksikan kehebohan mereka. Hingga akhirnya mereka mengakhiri kekocakan mereka dengan lagu “Kenceng” miliknya Raka Sidan dan single “Buaya Cinta”. Tak berhenti di sana, MKP Mersi pun melanjutkan kejenakaan mereka di atas panggung untuk mengocok perut para pengunjung dengan kekocakan mereka. Dalam kesempatan tersebut, bondres yang sudah malang melintang di atas panggung hiburan rakyat Bali dan bergelimang prestasi ini pun menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat. Salah satunya adalah mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah secara sembarangan. Sebab, sampah, terutama sampah plastik susah terurai di dalam tanah. “Janganlah buang sampah sembarangan. Jagalah kebersihan lingkungan di sekitar kita demi generasi berikutnya. Sebab, sampah plastik sangat susah terurai dalam tanah dan membutuhkan waktu 300 tahun untuk itu. Sehingga, generasi kita nanti tidak akan melihat tanak lagi, tetapi sudah dipenuhi dengan sampah plastik,” imbau MKP Mersi di sela-sela penampilannya, Jumat (21/7) malam. (win)
MINGGU, 23 JULI 2017 Waktu
07.00 - 09.00 Zumba Time BPM/eka
Hari Ini, Penutupan FTF 2017
Tampilkan Rocky N, Ayu Wiryastuti, Galuh Bilen, Widi Widiana, dan Rare Kual
PENUTUPAN Food Truck Festival (FTF) 2017 hari ini, akan dimeriahkan jajaran artis penyanyi Bali yang sudah melanglang buana di jagat hiburan dan akan menjadi hari yang penuh kejutan. Pasalnya, pada malam nanti akan dilakukan pengundian kupon undian FTF 2017 dengan berbagai hadiah menarik, seperti 1 unit TV, 1 unit kulkas, 2 buah sepeda gunung, 2 tiket PP Denpasar-India, dan hadiah utama berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Aerox yang telah disiapkan oleh panitia FTF 2017. Dan tentunya dihibur oleh penyanyi kenamaan, seperti Ayu Wiryastuti, Galuh Bilen, Widi Widiana, dan tak kalah menarik juga akan dihibur dari penampilan penyanyi yang akhir-akhir ini mencuri perhatian masyarakat pencinta lagu pop Bali, yaitu Rocky N’. Mereka semua siap menutup festival tahunan yang digelar oleh Kelompok Media Bali
brolan BALE BANJAR ARIDUS SUNGGUH mengejutkan membaca berita bahwa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapat kepercayaan sebanyak 80 persen dari rakyat Indonesia. Kepercayaan atas prestasi kerja dan dedikasi terhadap kepentingan rakyat dan kemajuan serta kemakmuran bangsa dan negara diterbitkan lembaga internasional, Organization for Economic Co-operation and Development (OECD ) pada 17 Juli 2017. Indikator atas pencapaian program kerja pemerintah tersebut merupakan hasil jajak pendapat Gallup World Poll (GWP) yang berbasis di Amerika Serikat. Peringkat teratas berikutnya setelah Indonesia, adalah Swiss, India, Luksemburg, Norwegia, dan Kanada. “Yang membuatku terperanjat, seminggu sebelum pengumuman OECD yakni 10 Juli, Presiden ke-7 RI tersebut mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perppu nomor 2 tahun 2017 tentang pembubaran ormas atau organisasi kemasyarakatan anti-Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. Kebijakan mencengangkan presiden yang sering diledek lawan politiknya dengan sebutan si Kurus Ceking membuat beberapa pihak yang merasa terancam seperti cacing kepanasan. Bahkan, ada politisi yang juga pakar hukum namun sering gagal dalam kon-
Post (KMB) ini dengan penampilan semaksimal mungkin untuk menghibur para pengunjung. Galuh Bilen misalnya, dipercayakan kembali untuk yang kedua kalinya di acara FTF KMB telah menyatakan siap menghibur pengunjung dengan menghadirkan singlesingle andalannya dan akan berpenampilan semenarik mungkin untuk menarik perhatian pengunjung. “Hari minggu nanti (hari ini -red), saya akan membawakan tiga buah lagu yaitu ‘Pancoran Apit Telaga’, ‘Paling Bagus’, dan lagu andalan saya yang sudah tidak asing lagi di tengah masyarakat, yaitu ‘Pelet Bali’, “ujar Galuh Bilen Sabtu (22/7) kemarin. Wanita kelahiran Bangli, 25 Oktober 1975 yang tengah merintis usaha salon kecantikan ini juga mengapresiasi kegiatan FTF 2017 KMB. Sebab, kata dia, selain memberikan peluang bagi para pelaku usaha kuliner untuk mengembangkan usahanya, FTF 2017 KMB juga memberikan hiburan kepada masyarakat Bali dengan melibatkan penyanyipenyanyi lokal, pelawak dan band-band Indie untuk menunjukkan kualitasnya di tengah masyarakat Bali. “FTF sangat bagus. Karena, selain
08.00 - 13.00 09.00 - 11.00 10.00 - 14.00 14.00 - 14.20
Lomba Mewarnai Cooking Class Dance Competition Deev Band Cricket Band Netix Band Nakula Vivo Ball on Garis Lima n Band Dek Bams Solo Drum Calish Rey Rock Maha Band Malaikat Band IMAS Istirahat
memberi peluang kepada pelaku kuliner juga memberikan hiburan pada masyarakat Bali yang mana tentunya masyarakat Bali sangat antusias dengan acara seperti ini. Ini menurut pengalaman saya dari FTF tahun lalu,” ungkapnya. Tak kalah menarik dan mengundang gelak tawa, di pengujung acara malam nanti juga akan dihibur dari 18.40 - 19.00 Juara 1,2,3 kekocakan bondres asal Buleleng, Lomba Karaoke Genta Rare Kual. Rare Kual yang dimainPengundian Kupon FTF 1 kan oleh Wah Indra berperan sebagai Ayu Wiryastuti Ngurah Joni, Slamet sebagai Bojes, Pengundian Kupon FTF 2 Arpin menjadi Ayuk Sintya dan Rocky N Dedek sebagai Slowly ini akan memPengundian Kupon FTF 3 berikan kejenakaan mereka kepada Galuh Bilen masyarakat Bali yang hadir di FTF Pengundian Kupon FTF 4 2017 yang bertempat di Taman Kota Widi Widiana Lumintang Denpasar. Pengundian Kupon FTF 5 Selain artis ternama di atas, Rare Kual pengunjung FTF 2017 juga akan 22.00 - 22.05 Pengundian Hadiah Utama FTF disuguhkan hiburan dati penampilan band-band indie dari siang hingga CALON GUBERNUR BALI sore hari. Mereka di antaranya, Deev Band, Cricket Band, Netix Band, Nakula Band, Vivo Band, Ball on Garis Lima n’ Band, Dek Bams Solo Drum, Calish, Rey Rock, CALON WAKIL GUBERNUR BALI Maha Band, Malaikat Band dan IMAS. (win)
KOCOK PERUT - Rare Kual yang akan mengocok perut pengunjung di pengujung acara (FTF) 2017 malam nanti.
NKRI = Negara Hukum! testasi politik, memanfaatkan situasi dengan filosofi nelayan, yakni memancing di air keruh. Apalagi Pemilu 2019 sudah di ambang pintu. Tanpa malu atas kepakaran dan gelar akademiknya, layaknya pedagang obat kaki lima atau pokrol bambu, dia berkoar menyerukan agar semua ormas dan masyarakat yang merasa akan terlibas oleh Perppu, bersatu padu melawan. Bibir yang difungsikan kayak kompor buat memanasi suasana, sempat menimbulkan isu akan terjadi unjuk rasa besar-besaran, sehingga masyarakat awam membayangkan demo berjilid-jilid akan terulang. Bila dipikir-pikir, mantan dagang mebel yang lebih akrab dipanggil Jokowi, sejak terjun ke kancah politik, dengan mencalonkan diri menjadi wali kota di Solo, jadi Gubernur DKI Jakarta, hingga jadi Presiden RI, jarang henti menerima usikan dan gangguan. Bukan hanya pada saat kampanye, bahkan setelah jadi orang nomor satu di Solo, Jakarta, dan Republik Indonesia, berbagai ejekan, fitnah, dan kesalahan dilemparkan padanya,“ ulas Rubag. “Meski disebut kerempeng, malah ditambahkan istilah planga-plongo, namun hasil polling OECD yang dipaparkan tadi membuktikan, Jokowi, menurut sesonggan Bali, adalah payuk prumpung misi berem! Payuk atau belanga boleh kelihatan dekil dengan beberapa bagiannya seperti retak atau primping, namun isinya berem, minuman yang dianggap mewah zaman dulu, terbuat dari ketan hitam. Tubuh kurus tapi nyali sebesar buah kelapa dan otak seencer air meski hemat kata. Sikapnya dalam setiap menghadapi usikan dan gangguan sangat tenang namun menghanyutkan. Gertakan dan ancaman tidak pernah dibalasnya dengan
Acara
perilaku serupa, meski statusnya sebagai kepala negara yang notabene panglima tertinggi angkatan bersenjata atau TNI dan Polri. Tidak suka ribut dan kalem, namun lawan politiknya yang kelihatan agresif dan show of force karena merasa banyak punya dukungan, satu per satu tertimpa masalah. Coba simak koalisi parlemen yang pernah berniat mengunci geraknya sejak diumumkan sebagai pemenang Pilpres 2014, kini tinggal kenangan karena persekutuan itu bubar. Sebab, Jokowi paham cara membuat mereka tidak akur. Bila dianalogikan dengan dunia kangouw versi Asmaraman Kho Ping Ho, putra Solo ini seperti Bu Beng Cu atau Pendekar Tanpa Bayangan. Musuhnya sulit menjebak atau menyerangnya, karena ilmu meringankan tubuhnya luar biasa. Jangankan menyentuh raganya, bayangannya pun tak tampak,” komentar Anom Wijaya. “Analogi yang tepat dan lebih mirip filosofi hidup yakni berpikir dan bercitacita tidak terlalu berat. Nah, ketika presiden menghadiri Pertemuan G-20 di Hamburg, Jerman, selain delegasi juga mengikutsertakan 3 anak, 1 cucu, dan 1 menantu di samping Ibu Negara Iriana Widodo. Suasana di dalam negeri jadi ramai. Karena kaum nyinyirwan mengalami gatal mulut kalau tidak ngomel. Mereka menyoal masalah biaya untuk keluarga Jokowi, yang dicurigai menguras uang negara. Kepala Biro Pers Sekretariat Kepresidenan Bey Machmudin dalam keterangan tertulis menyatakan bahwa seluruh biaya keluarga dibayar presiden. Selama di pesawat, keluarga Jokowi menempati ruangan yang dihuni Presiden dan Ibu Negara, sehingga tidak mengurangi tempat delegasi yang berjumlah 42
orang. Konsep efisien dan efektif yang dijunjung Jokowi selalu dilaksanakan, termasuk menggunakan pesawat kepresidenan yang berbobot dan berkapasitas lebih kecil daripada pesawat maskapai penerbangan Garuda. Kendati anggaran untuk menyewa pesawat komersial untuk tugas kenegaraan ada, namun demi efisiensi pesawat kepresidenan difungsikan, meski harus transit di beberapa tempat untuk mengisi bahan bakar dan keperluan lain. Delegasi berjumlah kecil namun semua anggotanya memiliki jadwal yang padat selama acara pertemuan G-20 berlangsung dari 5-9 Juli 2017. Itulah efektivitas! Setelah membaca keterangan Bey, kaum rempongwan dan kepowan seperti jangkrik-jangkrik yang serentak berhenti berdering, gara-gara ada yang buang air kecil di semak,“ ujar Made Surjanegara. “Orang yang suka apriori dan nyinyir biasanya memiliki mentalitas curang dan gemar memanfaatkan kekuasaan yang sebenarnya mandat dari rakyat. Mis-
alnya, bila anaknya ke luar negeri, karena menganggap diri punya kekuasaan absolut, dia akan menyuruh salah seorang staf kedutaan untuk melayani dan membiayai seluruh aktivitas anaknya. Ini disebut aji mumpung! Dia lupa bahwa kini zaman sudah berubah menuju transparansi. Seluruh kebiasaan buruk akan terungkap dan bila kebusukan menjadi pengetahuan publik, siap-siaplah untuk malu kendati saraf malu sudah putus. Nah, kebiasan buruk seperti dirinya disangka juga dimiliki semua orang, sehingga menjadi paranoid dan mengobral prasangka pada setiap orang. Sungguh keliru mencurigai Jokowi, yang getol memerangi korupsi, kolusi, dan nepotisme! Meski kutahu, tiada yang langgeng di dunia ini, namun dari sejak kuamati sepak terjangnya saat menjadi Wali Kota Solo hingga sekarang, kejujuran, keterbukaan dan keikhlasan Jokowi sebagai negarawan, belum ada tandingannya. Bila diandaikan bangunan, dia adalah sebuah wantilan atau panggung pertunju-
kan terbuka. Tidak perlu mengintip dan curiga berisi bunker, sebab semua tiang, tembok dan ruangnya bisa diamati jelas!“ papar Nengah Suardana. “Meski negara yang dipimpinnya sekarang, sedang disasar terorisme dengan target aparat keamanan, terutama kepolisian, juga ada pihak yang ingin mengganti dasar negara Pancasila, UUD 1945 dan merombak republik menjadi khilafah, Jokowi tetap bangga dengan toleransi rakyatnya. Rakyat yang majemuk, dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dalam negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Itu konon dituturkan dalam salah satu sesi di pertemuan G-20, Jumat (7/7). Program deradikalisasi, disebutnya sebagai upaya pemerintahannya dalam menangani terorisme. Menurut Jokowi, sejarah
mengajarkan kita, senjata dan kekuatan militer semata, tidak bisa untuk memberantas terorisme. Pikiran sesat, baginya, hanya bisa dikoreksi dengan cara berpikir benar. Untuk itu, pemerintahnya telah merekrut pengguna akun media sosial berpengaruh untuk menyebarkan pesan perdamaian. Presiden menyarankan agar G-20 memanfaatkan teknologi informasi sebagai kekuatan pendorong buat penyebaran nilai-nilai damai dan toleran. Mungkin untuk mendukung ucapannya, setiba di Tanah Air hari Minggu, keesokannya Senin (10/7), Perppu No. 2 tahun 2017 langsung dikeluarkan. Bagi yang tidak setuju dan menentang Perppu, disarankannya untuk menempuh jalur hukum, sebab Indonesia adalah negara berdasar hukum,“ kata Ngurah Santika. (aridus)