16 HALAMAN
NOMOR 262 TAHUN KE 70
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Lima Ribu Kader TMP Siap Bantuan Desa Pakraman Rp 500 Juta, Rasional dan Realistis Gubernur Harus Junjung Etika dan Kepatutan Menangkan Koster-Ace SEKITAR lima ribu kader Taruna Merah Putih (TMP) dari sembilan kabupaten/kota se-Bali, Minggu (20/5) di GOR Kompyang Sujana, Denpasar, dilantik. TMP diketuai Bagus Jagra Wibawa untuk tingkat Dewan Pengurus Daerah (DPD) Provinsi Bali. Pelantikan dilakukan Ketua DPP TMP Maruarar Sirait dihadiri langsung Calon Gubernur Bali nomor urut 1 Wayan Koster yang juga Ketua DPD PDI-P Bali didampingi Nyoman Giri Prasta (Bupati Badung), A.A. Rai Wirajaya (anggota Fraksi PDI-P DPR-RI), Bagus Alit Sucipta (Wakil DPC PDI-P Badung) serta pengurus DPD PDI-P Bali. Pada kesempatan itu, lima ribu kader TMP yang merupakan organisasi sayap PDI-P menyatakan janji dan bertekad memenangkan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan KosterTjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), pada Pilgub Bali 27 Juni 2018.
Ketua DPP TMP Maruarar Sirait mengatakan, Taruna Merah Putih sebagai sayap PDI-P telah banyak melahirkan pemimpin yang mumpuni. ‘’Pada Pemilu (Legislatif) 2009, sebanyak sebelas kader Taruna Merah Putih berhasil duduk sebagai anggota DPRRI. Kemudian pada Pemilu 2014, meningkat menjadi 18 orang berhasil jadi anggota DPR-RI,’’ ujarnya. Di sisi lain, ia mengaku telah lama mengenal sosok Wayan Koster sebagai pribadi yang rendah hati bekerja keras, sehingga bisa sukses seperti sekarang ini. ‘’Saya sangat kenal dekat dengan beliau. Kami juga sama-sama duduk di DPR-RI. Beliau ini paling ngotot kalau sudah terkait memperjuangkan Bali di Senayan (DPR-RI). Sehingga beliau dipercaya partai untuk maju sebagai calon gubernur. Tapi tetap sangat rendah hati,’’ ungkapnya. Ia mengatakan sangat optimis Koster-Ace akan menang pada Pilgub Bali. Hal ini, menurutnya, berdasarkan
hasil survei dari dua lembaga survei yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. ‘’Meski sudah disebut akan menang, beliau tidak ingin terlena. Malah bekerja lebih keras lagi. Memang seperti itulah harusnya seorang pemimpin, punya mental kerja keras dan pejuang. Maka saya mengajak kalian (kader TMP) agar seperti beliau,’’ ucapnya. Selanjutnya, ia mengajak agar semua kader TMP se-Bali yang baru dilantik membuktikan kinerjanya dengan berjuang memenangkan Koster-Ace. ‘’Kalian semua sebagian besar adalah kaum milenia. Jadi sekarang kalian diuji bagaimana untuk merebut suara pemilih kaum milenia. Tadi kalian sudah mendapat pelatihan tentang public speaking dari Bung Nico Siahahan, soal bagaimana cara berkomunikasi mengajak kaum milenia agar tersentuh hatinya untuk memilih Koster-Ace,’’ paparnya. Hal. 15 Pasti Tepat
PELANTIKAN TMP - Wayan Koster bersama tokoh PDI Perjuangan saat pelantikan lima ribu kader Taruna Merah Putih (TMP), Minggu (20/5), di GOR Kompyang Sujana, Denpasar.
Revisi UU Antiterorisme
Harus Jangkau Organisasi ’’Underground’’
Jakarta (Bali Pos) Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta DPR agar memprioritaskan disetujuinya pengesahan revisi Undangundang No. 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme pada masa sidang ini yang beberapa hari lalu dibuka. ‘’Diupayakan mulai masa sidang (DPR) itu, revisi (UU Pemberantasan Terorisme) jadi prioritas untuk dibicarakan karena kita ada ‘problem’ sedikit masalah kata-kata di dalam definisi,’’ kata Tito, Selasa (22/5) kemarin. Tito menyampaikan hal itu seusai menghadiri rapat terbatas pencegahan dan penanggulangan terorisme yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla serta para menteri Kabinet Kerja. ‘’Tapi saya mengajukan definisi organisasi (ke dalam revisi) karena ini kan bukan kelompok organisasi formal seperti perusahaan terbatas yang medaftar ke Kementerian Hukum dan HAM, (teroris) ini organisasi underground dan yang diakomodasi dalam UU itu bukan hanya organisasi formal tapi juga informal sepanjang ada pimpinan, anggota dan ada pembagian tugas. Tinggal bagaimana kita rekonstruksi organisasi itu,’’ jelas Tito. Ia mencontohkan, di Hongkong ada organisasi ‘’triad’’ yaitu organisasi kriminal yang berbentuk secret society, tetapi karena UU di sana mengenal secret society maka aparat keamanan di negara itu dapat mengenali dan mempidanakan orang yang terlibat dalam secret society yaitu ‘’triad’’ tersebut. Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly mengatakan, rapat kerja DPR dengan pemerintah untuk membahas revisi UU Pemberantasan Terorisme akan dilakukan pada Kamis (24/5). ‘’Kalau UU Teroris revisi akan selesai dalam waktu dekat, dan targetnya Jumat (25/5) paripurna kita harapkan begitu. Sudah ada pembicaraan dengan temanteman DPR, kita lihat nanti raker rencananya Kamis,’’ tambah Yasonna. Harapannya setelah raker pada Kamis maka akan segera dilanjutkan dengan rapat paripurna pada Jumat (25/5). ‘’Mengenai definisi, kalau TNI-Polri sudah setuju dan dari pemerintah sudah sepakat, nanti kita lihat di DPR-nya saja, kan ada pembicaraan tingkat I, tingkat II baru paripurna,’’ ungkap Yasonna. (ant)
KOMENTAR Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang berdalih memberikan informasi yang benar perihal bantuan Rp 500 juta kepada desa pakraman setiap tahun sebagai program yang tidak realistis, kembali memicu tanggapan pihak yang dirugikan oleh komentar itu. Tiga elite partai politik secara terpisah memberi tanggapan, Selasa (22/5) kemarin. Mereka: Nyoman Suyasa, S.T. (Penasihat Fraksi Gerindra), I Wayan Adnyana, S.H. (Ketua Fraksi Demokrat) dan Dr. I Nyoman Sugawa Korry, S.E., M.M., Ak.CA. (Penasihat Fraksi Golkar). Hal. 15 Rugikan Paslon
Nyoman Suyasa
Wayan Adnyana
Nyoman Sugawa Korry
Mapolsek Diserang, Dua Polisi Dibacok
Jambi (Bali Post) – Kantor Polisi Sektor (Polsek) Marosebo Kabupaten Muarojambi, Selasa (22/5) siang kemarin diserang. Pelaku menggunakan senjata tajam dan melukai dua orang polisi. Pelaku berhasil ditangkap di rumahnya. Apa motif penyerangan itu, polisi belum membukanya. Kapolda Jambi Brigjen Pol. Muchlis AS mendatangi Mapolsek Marosebo pascapenyerangan itu. Ia mengatakan pelaku penyerangan berjumlah satu orang dan telah ditangkap. Pelaku berinisial AS, warga Danau Lamo, Kabupaten Muarojambi. ‘’Pelaku sudah kita tangkap. Pelaku kita tangkap di kediamannya,’’ kata Muchlis. Sementara itu suasana di Mapolsek Marosebo, petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan dipasang garis polisi. Petugas bersenjata lengkap juga terlihat berjaga-jaga di depan Mapolsek. Sebelumnya, pelaku yang hanya seorang diri menggunakan sepeda motor jenis matik langsung masuk Mapolsek. Ia menyerang dua anggota yang ada di Polsek dengan senjata samurai. Akibatnya dua polisi yang sedang bertugas mengalami luka bacok di kepala dan leher. Setelah melakukan penyerangan dan melukai polisi, pelaku kabur menggunakan sepeda motor. Beberapa saat kemudian berhasil ditangkap. Sementara itu dua anggota Polsek Marosebo yang terluka dibawa ke RS Bhayangkara Jambi untuk mendapat penanganan medis. (ant)
Bali Post/ant
POLSEK - Anggota kepolisian berjaga di Polsek Marosebo pascapenyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) di Muaro Jambi, Jambi, Selasa (22/5) kemarin.
Margin Bunga Bank di Indonesia Terlalu Tinggi
Sebabkan Kegiatan Ekonomi Kurang Efisien
Jakarta (Bali Post) – Margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) industri perbankan domestik mencapai 5 persen. Persentase tersebut terlalu tinggi. Seharusnya hanya 2,5 persen. Akibatnya kegiatan ekonomi kurang efisien. NIM yang terlalu tinggi itu pula yang membuat perbankan domestik ‘’malas-malasan’’ untuk ekspansi ke luar negeri karena keuntungan bunga yang diraih di dalam negeri jauh lebih besar. NIM merupakan selisih antara bunga pendapatan yang dihasilkan oleh bank atau lembaga keuangan dengan nilai bunga yang dibayarkan bank kepada pemberi simpanan, seperti deposito dan instrumen pendanaan lain. Di depan Komisi XI DPR, Selasa (22/5) kemarin, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyebutkan NIM perbankan yang saat ini 5 persen, seharusnya di 2,5 persen. ‘’NIM di Indonesia terlalu tinggi di dunia. NIM yang tinggi itu pula yang membuat bank kita tidak tertarik ke luar negeri, karena bisnis di Indonesia terlalu indah,’’ ucap Agus. Agus mengatakan, karena wewenang pengawasan dan pengaturan perbankan di tubuh BI sudah disapih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini bank sentral mengatur atau mengakomodasi fungsi perbankan melalui kebijakan makroprudensial. ‘’BI bisa melalui ranah makroprudensial,’’ ujarnya. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana pada Jumat (18/5) memproyeksikan hingga akhir tahun, NIM industri perbankan Indonesia masih di kisaran 5 persen.
Agus Martowardojo juga menjelaskan soal neraca transaksi berjalan Indonesia yang terus mengalami defisit. Hal ini menjadi faktor domestik yang selama ini membuat nilai tukar rupiah terus tergerus, selain karena tekanan ekonomi eksternal. Diakui, sejak menjabat sebagai Gubernur BI pada Mei 2013 hingga akan purnatugas pada 23 Mei 2018 esok, nilai rupiah dibanding dolar telah melemah dari 9.700 per dolar AS menjadi 14.100 per dolar AS. ‘’Ini tidak bisa terhindarkan karena ada faktor kita sejak 2012 transaksi berjalan terus defisit,’’ kata Agus. Sejak Agus memimpin bank sentral pada 2013 defisit transaksi berjalan menembus 28 miliar dolar AS dengan lonjakan inflasi hingga 8,38 persen. Dua faktor itu pula yang membuat Agus di awal kariernya sebagai pimpinan bank sentral langsung menerapkan kebijakan moneter ketat. Tahun ini, Agus memperkirakan defisit transaksi berjalan Indonesia akan sebesar 23 miliar dolar AS atau 2,3 persen dari PDB. Di sisi lain, inflasi juga masih terkendali di bagian bawah sasaran inflasi BI di rentang 2,5-4,5 persen (yoy). (ant)
Kualitas SDM Rendah, NPL BPR di Bali Tinggi
Tito Karnavian
Denpasar (Bali Post) Tujuh BPR di Bali yang mendapat pengawasan khusus. Salah satu karena kredit bermasalahnya secara persentase cukup tinggi. Kepala OJK Regional Bali Nusra Hizbullah mengatakan, non performing loan (NPL) BPR di Bali masih tinggi. Tercatat selama beberapa bulan NPL BPR di atas 5 persen yaitu 7,81 persen pada Maret 2018, 6,77 persen pada Desember 2017 dan 6,71 persen pada Maret 2017. Meskipun threshold NPL BPR 10 persen, namun persentase NPL ini dinilai cukup tinggi. Hal itu dikarenakan BPR di Bali masih lemah dalam berbagai hal.
Salah satu yang menyebabkan NPL BPR tinggi adalah SDM masih lemah. SDM BPR kalah jauh dengan SDM bank umum, sehingga analisis kredit kurang bagus. Itu penyebabnya masih tingginya kredit bermasalah. NPL BPR naik karena faktor operasional, juga kerap mengalami masalah internal. Jadi sampai saat ini BPR kita masih lemah dalam penyaluran kredit. Jika dibandingkan dengan SDM bank umum, BPR juga masalah internal kontrol direksinya,’’ bebernya, baru-baru ini. Selain itu, jumlah SDM tidak memadai. Misalnya satu orang komisaris, dua orang direktur, dua pegawai, dan bagian marketing kredit juga
minim, menyebabkan pemberian kredit kurang bijaksana. Selain faktor internal juga karena faktor eksternal. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi tidak merata menyebabkan NPL BPR berpengaruh. Walaupun NPL BPR tinggi, namun masih bisa hidup. Karena suku bunga kreditnya juga tinggi. Sementara bank umum terikat pada aturan pemerintah terkait suku bunga. Setiap tahun ia melakukan pemeriksaan bank umum dan BPR oleh pengawas. Terutama pada bank dengan NPL tinggi, apalagi yang mendekati threshold. Jika mendekati threshold, bank diminta membuat action plan untuk menyelesaikan kredit yang
bermasalah. ‘’Tapi yang namanya BPR tidak bisa kita samakan dengan bank umum. Kalau bank umum yang namanya action plan benar-benar dilaksanakan dengan baik, sedangkan BPR komitmen menyelesaikan diundur-undur,’’ pungkasnya. Ada beberapa tahapan pengawasan yang dilakukan pada bank/BPR yang bermasalah. Yaitu bank pengawasan normal, intensif dan pengawasan khusus. Bank dengan pengawasan khusus dikatakan permasalahannya cukup besar. Sedangkan bank dengan pengawasan intensif adalah bank yang memiliki masalah namun ringan, jika dibiarkan menjadi masalah besar. (kmb42)
DENPASAR
2
Rabu Pon, 23 Mei 2018
FIGUR ADA penampilan yang unik dalam acara Pagelaran Grand Final Miss Grand Bali 2018 di Harris Hotel Sunset Road, Kuta, Sabtu (19/5). Putri Suastini Koster diundang sebagai bintang tamu untuk membacakan puisi. ‘’Ini kali pertama, satu pagelaran pemilihan putri dibalut dengan hiburan baca puisi. Saya bahagia diberi kesempatan menyampaikan sesuatu lewat seni, yakni membaca puisi,’’ tutur istri Wayan Koster ini. Menurutnya, puisi adalah kata-kata yang indah yang berasal dari kedalaman hati. Pesan apa saja bisa disampaikan lewat puisi. ‘’Kadang kalau kita bicara biasa, bisa saja orang marah mendengar. Namun kalau lewat puisi bisa saja orang menjadi tersentuh,’’ kata perempuan yang piawai menari dan teater ini. Puisi tentang ‘’Drupadi’’ karya Dhenok Kristianti menjadi pilihannya. Puisi ini mengisahkan bagaimana perempuan dilambangkan sebagai suatu kehormatan. Ketika kehormatan dipertaruhkan dan kehormatan itu hilang, maka hilang pula jati diri manusia itu sendiri. ‘’Begitu Pandawa mempertaruhkan kehormatan Drupadi lewat judi, habis sudah, sehingga kehormatan itu sendiri yang mengembalikan jati dirinya. Drupadi bersumpah kalau dia belum mencuci rambut dengan darah Dursasana, dia takkan menggelung rambutnya. Saya harap generasi muda, khususnya kaum perempuan mampu menjaga kehormatannya,’’ ungkapnya tentang makna puisi Drupadi tersebut. Ia berharap, dari ajang pemilihan Miss Grand Bali akan lahir talenta muda yang berkualitas, berintegritas dan tidak melupakan jati diri sebagai manusia Bali. Dalam ajang ini juga ia mengajak masyarakat Bali untuk mencintai seni baca puisi. Dalam pandangannya, walaupun acara pemilihan perempuan bertalenta, seni baca puisi juga bisa masuk. Intinya, puisi itu bisa di mana saja dan kapan saja, tinggal disesuaikan temanya dengan acara dan situasi. Ia berharap ke depan puisi dapat menjadi kebutuhan manusia seperti ingin mendengarkan lagu. Mereka rindu menghadirkan para deklamator dan ingin menyerap bahasa kalbu. ‘’Puisi juga bisa komersial. Artinya, bisa diupah seperti lawak atau drama,’’ ujarnya berpesan. Sayangnya, katanya, sekarang puisi hanya hidup di komunitasnya. Yang baca puisi penyairnya, yang mendengarkan teman penyairnya, bukan masyarakat umum. ‘’Kalau kita kemas puisi dengan menarik, baca puisi adalah seni yang sangat ditunggu dan bisa populer di Bali Post/kmb masyarakat,’’ ujarnya. (kmb)
Kabur, Pelaku Curanmor Ditembak Denpasar (Bali Post) Setelah mencuri dan membawa sepeda motor Suzuki di sebuah rumah kos di Jalan Bukit Darma, Jimbaran, Kuta Selatan (Kutsel), Iif Irfansyah (28) balik ke TKP untuk mengambil sepeda motornya. Waktu diajak menunjukkan TKP lainnya, pelaku kabur dan langsung dilumpuhkan dengan menembak kaki kanannya, Senin (21/5). Pelaku mengaku mencuri lima sepeda motor. Kapolsek Kutsel Kompol Nengah Patrem, Selasa (22/5) kemarin mengatakan, pada Senin (21/5) pukul 14.30 Wita anggotanya menerima laporan dari masyarakat lewat telepon bahwa terjadi kasus curanmor di TKP. Mendapat laporan itu, Kanitreskrim Iptu H. A. Muh. Nurul Yaqin didampingi Panit Opsnal Ipda Wayan Dirga Adnyana melakukan olah TKP. Di sana polisi menemukan satu unit sepeda motor Yamaha Mio dan tidak diketahui pemiliknya. ‘’Kuat dugaan sepeda motor tersebut milik pelaku,’’ ujarnya. Selanjutnya, dilakukan pencarian di sekitar TKP. Sekitar pukul 15.30 Wita, datang pelaku menumpang ojek online. Setelah diikuti, pelaku menuju sepeda motor yang tertinggal di TKP dan langsung ditangkap. Kasus ini lalu dikembangkan dan pelaku mengaku beraksi di areal parkir kos Jims Resident di Jalan Uluwatu Gang Buana Sari, Kutsel, Jalan Siligita Gang Jambu, Perum Puri Gading dan Perum Puri Kampial di Jalan Soka, Kutsel. Pelaku lalu diajak menunjukkan TKP dan saat itulah dia melarikan diri. Polisi bergerak cepat dan melakukan tindakan tegas dengan cara menembak betis kanannya. ‘’Kasus ini masih dikembangkan karena tidak menutup kemungkinan pelaku beraksi di TKP lain,’’ ujar Kompol Patrem. Sementara itu, anggota Polsek Kuta menembak kaki pelaku copet yang beraksi di Jalan Legian, Kuta, Selasa (22/5) kemarin. Pelakunya berinisial TC (38) dan AL (37). Mereka berkomplot mencopet kartu kredit dan uang milik Dai Jia Yia (33) asal Taiwan di depan Paddys Club di Jalan Legian, Kuta, Badung, Minggu (20/5). Modusnya, kata sumber, saat korban melintas di TKP langsung dikerumuni pelaku. Ada yang pura-pura mengajak ngobrol untuk mengalihkan perhatian. Sedangkan pelaku lainnya merogoh tas korban dan mengambil kartu kredit, paspor serta uang 1.000 dolar Australia. Setelah menerima laporan kasus itu, Tim Opsnal Polsek Kuta dipimpin Kanitreskrim Iptu Aan Saputra didampingi Panit I Iptu Putu Budiartama memburu pelaku. Selanjutnya, pada Selasa (22/5) pukul 03.00 Wita kedua pelaku ditangkap di Jalan Legian. Karena melakukan perlawanan, kaki kedua pelaku ditembak. ‘’Mereka mengaku beraksi 10 kali di Kuta,’’ tegas sumber yang enggan disebut identitasnya. Kanitreskrim Iptu Aan Saputra saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Namun, dia tidak mau berkomentar banyak dengan alasan masih dikembangkan. (kmb36)
Bali Post/eka
Pesan ’’Drupadi’’
Surat Suara Pilgub Didistribusikan ke Kabupaten/Kota Denpasar (Bali Post) Surat suara untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali 2018 sudah rampung dicetak. KPU Bali bahkan sudah mendistribusikan logistik tersebut ke lima kabupaten/kota di Bali, yakni Buleleng, Denpasar, Badung, Tabanan, dan Jembrana. ‘’Sisanya mungkin besok (hari ini - red) atau dua hari lagi,’’ ujar Komisioner KPU Bali I Wayan Jondra, Selasa (22/5) kemarin. Menurut Jondra, ada 3.059.783 ditambah 2.000 surat suara untuk persiapan pemungutan suara ulang yang dicetak. Dari jumlah tiga juta
lebih surat suara, termasuk juga di dalamnya 2,5 persen surat suara cadangan. ‘’Surat suara cadangan itu digunakan kalau ada surat suara yang rusak atau keliru dicoblos,’’ jelasnya. Pencetakan surat suara, lanjut Jondra, telah melalui tiga tahap proses persetujuan dua pasangan calon. Mulai dari desain, contoh surat suara, hingga hasil cetak pertama. Untuk logistik lainnya, seperti segel dan hologram sedang dalam proses pencetakan dan ditargetkan selesai 30 Mei mendatang. Sebelumnya, KPU Bali telah menetapkan 2.982.201 daftar pemilih tetap (DPT)
Bali Post/kmb32
menembus PKB. ‘’Ini kan pamerannya lama, satu bulan. Ada yang hanya mampu dua hari saja, sudah habis barangnya. Ini kan tidak bisa pameran di PKB yang model-model begitu,’’ jelas mantan Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali ini. Menurut Astawa, pemerintah justru ingin produk-produk seni di Bali bisa mendapatkan
politik masa lalu. Sentimen ini yang kemudian menjadi sangat menentukan terkait ke mana suara mereka akan berlabuh. Mereka tak ubahnya massa mengambang, istilah di zaman orde baru, yang diperebutkan simpatinya oleh masing-masing kandidat. Oleh karena itu, pemilih pemula generasi milenial perlu mendapat informasi yang benar, bukan hoax, bukan berita-berita bohong sehingga memiliki tanggung jawab dan bisa melaksanakan hak pilihnya dengan baik. Melihat pula karakteristiknya yang berbeda dengan pemilih pemula di era sebelumnya. (kmb32)
Denpasar (Bali Post) -
Kerja keras guna menekan jumlah pengguna narkoba oleh BNNP Bali bersama instansi terkait membuahkan hasil. Kondisi ini dikuatkan dengan menurunnya prevalensi penyalahgunaan narkotika di wilayah Bali tahun 2016 dibandingkan tahun 2017. Secara nasional, Bali yang semula berada di urutan 11, kini turun di posisi 23. Jumlah pengguna narkoba tahun 2017 di Bali saat ini sebanyak 11.918 orang, sedangkan tahun 2016 sebanyak 61.353 orang. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa mengatakan, tercapainya hal itu tak lepas dari peran serta berbagai komponen terutama masyarakat Bali. Menurutnya, masyarakat merupakan elemen terpenting di dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kepedulian masyarakat sangat ditumbuhkan dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap bahaya barang terlarang tersebut. Hal itu tentunya berkat kerja keras BNNP Bali bersama seluruh komponen masyarakat yang terus menerus melaksanakan program pencegahan dan pemberdayaan tanpa kenal lelah selalu mengkampanyekan perang terhadap narkoba. ‘’Respons masyarakat terhadap upaya yang selama ini dilakukan oleh Badan Narkotika Na-
sional dan jajarannya, hasilnya terbilang positif. Terbukti dengan menurunnya prevalensi penyalahgunaan narkotika di wilayah Provinsi Bali,’’ tegas Brigjen Suastawa seusai menghadiri Rapat Kerja (Raker) Pemetaan Kawasan Rawan yang melibatkan seluruh elemen kelompok masyarakat di Kabupaten Klungkung, Selasa (22/5) kemarin. Saat itu Suastawa menyampaikan penguatan kepada masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengidentifikasi dan memperioritaskan kebutuhan masyarakat, harus terus dilakukan. Selain itu, masyarakat harus peka dan mengetahui ciri-ciri pemakai narkoba di lingkungannya masing-masing. Apalagi narkoba benar-benar mengancam seluruh lapisan masyarakat tanpa ada batasan umur, pro-
Tak Boleh Ada Diskon, Harus Ada Label Harga
I Putu Astawa
melakukan sosialisasi pilkada kepada mereka. Termasuk dalam memberikan pendidikan pemilih. ‘’Di samping sosialisasi oleh KPU, tentu pasangan calon juga dalam masa kampanye yang masih berjalan ini berkewajiban menyampaikan visi-misinya kepada mereka generasi muda yang memiliki hak pilih. Ini sangat penting dan menentukan karena jumlahnya banyak. Mereka dalam perkiraan saya tidak ada ikatan sejarah masa lalu,’’ jelasnya. Dengan kata lain, lanjut Raka Sandi, pemilih pemula saat ini bukanlah pemilih tradisional yang terafiliasi dalam peristiwa-peristiwa
Jumlah Pengguna Narkoba di Bali Urutan Ke-23
Pameran Kerajinan di PKB
Denpasar (Bali Post) Pesta Kesenian Bali (PKB) yang ke-40 akan digelar 23 Juni hingga 21 Juli mendatang. Seperti biasa, PKB tahun ini juga kembali diisi dengan pameran kerajinan di Taman Budaya Bali, Denpasar. Ada 215 buah stan yang dipersiapkan, tersebar sebanyak 92 stan di bawah Ardha Candra, 87 stan di bawah Gedung Ksirarnawa, 26 buah stan di parkir barat, dan 10 stan di parkir selatan (Dekranasda). ‘’Dinas Perdagangan kabupaten/kota melakukan seleksi perajin, diawali dengan sosialisasi. Lalu merekomendasikan untuk bisa maju ke seleksi provinsi. Di provinsi ada tim kurasi yang menyeleksi sampel-sampel produk perajin itu,’’ ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Bali I Putu Astawa, Selasa (22/5) kemarin. Dalam pameran kerajinan PKB sebelumnya, Astawa mengakui adanya kesan pilih kasih terhadap perajin kecil. Sebab, hanya perajin berskala besar yang seolah mampu
yang tersebar di 6.296 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Masing-masing TPS diisi KPPS yang terdiri dari tujuh orang anggota KPPS dan dua orang Linmas. Pembangunan TPS dan honor KPPS menghabiskan anggaran sekitar Rp 46,7 miliar. Ketua KPU Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi memperkirakan sekitar 25 sampai 30 persen dari DPT merupakan pemilih pemula. Jika dihitung, jumlah pemilih pemula generasi milenial mencapai antara 745.550 hingga 894.660 pemilih. Lantaran pemilih pemula terbilang cukup banyak, Raka Sandi mengaku sangat intensif dalam
tempat yang layak pada ajang PKB. Termasuk mendapatkan harga yang pantas sehingga harus memenuhi standar tertentu. Paling penting, tidak boleh ada diskon seperti halnya produk-produk yang dijajakan di pasar malam. ‘’Dari sini kita akan membangun citra produk-produk kita supaya mendapatkan tempat melalui pemasangan label harga. Pokoknya dengan harga sama, kualitas sama, di mana pun dia beli itu sama. Jangan saling banting-bantingan harga,’’ jelasnya. Astawa menambahkan, para perajin juga jangan saling bersaing. Sebaliknya, mesti bersinergi supaya saling berjejaring dan akhirnya saling menguatkan. Misalnya ada konsumen yang ingin mencari produk A di salah satu perajin, jika tidak memiliki produk tersebut, perajin itu agar mengarahkan ke perajin lainnya yang memiliki. ‘’Kemudian kita juga perlu antisipasi peristiwa kebakaran yang terjadi tahun lalu. Kita sudah menggandeng beberapa perusahaan asuransi. Prem-
inya cuma Rp 45.600. Nanti kalau terjadi kebakaran, kan dia mendapat tanggungan. Masalah krusial lainnya soal kebersihan, kita mengajak peserta pameran untuk ikut menjaga Taman Budaya Bali tetap asri,’’ tandasnya. Berdasarkan data Disdagperin Provinsi Bali, biaya sewa stan di bawah Ardha Candra dan di bawah Ksirarnawa dipatok Rp 6 juta. Sedangkan stan di parkir barat dan parkir selatan sebesar Rp 5 juta. Produk yang dipamerkan dibagi dalam kelompok tekstil/lembaran kain tekstil (kain tenun, endek, songket, bordir, dan celupan), kerajinan kayu (gasebo, jineng, patung, topeng, dan lain-lain), kerajinan logam (emas, perak, alpaka, kuningan, besi, dan lainlain), kerajinan kulit hewan (tas, sepatu, wayang, sandal, dan lain-lain), kerajinan berbahan baku ate, rotan, bambu, eceng gondok, daun lontar, dan lidi, kerajinan tanah liat (gerabah, keramik hias, guci), serta kerajinan lainnya (fashion, produk spa, dupa, lukisan, dan lain-lain). (kmb32)
fesi ataupun tempat. Untuk itu, berbagai strategi telah dilakukan BNN dan BNNP Bali bersama jajarannya, di antaranya melantik pecalang relawan antinarkoba, merintis dan mendorong pembuatan pararem di desa adat masing-masing merupakan inovasi pemberdayaan oleh BNNP Bali. ‘’Menekan penyalahgunaan narkoba dengan cara memberdayakan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah rawan peredaran barang terlarang tersebut. Memberikan pelatihan life skill dan merubah pola pikir masyarakat jagan sampai bandar narkoba dianggap pahlawan karena sering membantu atau menyumbang. Hal ini harus segera diluruskan,’’ ungkap jenderal bintang satu asal Desa Gulingan, Mengwi, Badung ini. Ia berharap peran serta masyarakat terutama para
Bali Post/ist
RAKER - Kepala BNNP Bali Brigjen Suastawa saat menghadiri raker di Klungkung. peserta rapat kerja yang hadir saat itu, dapat tampil sebagai stakeholder dalam menggerakkan masyarakat di daerahnya dalam rangka mengawasi lingkungannya supaya terhindar dari narkoba. (kmb36)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Prof. Widnya Diadili Kasus Pemalsuan Surat Denpasar (Bali Post) Prof. I Ketut Widnya diadili atas perkara dugaan pemalsuan surat berkaitan dengan pemilihan Bendesa Adat Serangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (22/5) kemarin. Dia didampingi penasihat hukumnya, Putu Wirata Dwikora. JPU Darmawan dan Dewa Lanang Arya di depan majelis hakim pimpinan H. Amin Ismanto, S.H., M.H. didampingi hakim anggota Wayan Kawisada dan Esthar Oktavi, awalnya membacakan dakwaannya. JPU Darmawan mengatakan, persoalan yang menjerat terdakwa bukan soal kop surat, namun isi surat tersebut. Di mana, terdakwa Prof. Widnya yang dipercaya menjabat Penua Kertha Desa Serangan diduga membuat surat yang pada pokoknya semua warga terdiri dari enam banjar menyetujui adanya pemilihan Bendesa Adat Serangan. ‘’Padahal dari enam banjar, hanya dari dua banjar yang menyetujuinya,’’ ujar Darmawan. Dalam perkara ini, terdakwa kemudian dijerat Pasal 263 KUHP. Untuk membuktikan dakwaannya, JPU dari Kejari Denpasar langsung menghadirkan saksi-saksi. Di antaranya saksi klian banjar, majelis madya dan juga saksi Made Sedana, Bendesa Adat terpilih saat itu. Majelis hakim dalam persidangan kemarin menanyakan kepada para saksi terkait peran terdakwa sebagai Penua Kertha Desa. Selain itu, juga digali soal mekanisme pemilihan, serta awig-awig desa setempat, khususnya soal masa jabatan, mekanisme pemilihan, termasuk soal panitia.
Dalam sidang, majelis hakim juga menanyakan mengapa di saat bendesa masih menjabat, sudah diadakan pemilihan. Dasar dan alasannya apa. Sehingga majelis hakim menanyakan ke saksi sejumlah klian adat, apakah dengan pemilihan itu ada pihak yang dirugikan. Saksi pun mengatakan ada yakni bendesa yang masih menjabat saat itu. ‘’Ini seperti kudeta, karena jabatan belum habis. Kok tiba-tiba ada surat. Jadi, ada dualisme bendesa di sana (Made Mudana Wiguna dan Made Sedana),’’ tandas ketua majelis hakim H. Amin Ismanto. Sementara saksi bendesa adat terpilih saat itu, Made Sedana, dalam kesaksiannya mengatakan dia terpilih Mei 2014. Dia mengatakan, saat itu ada dua banjar tidak setuju adanya pengukuhan bendesa adat lama yakni Made Mudana Wiguna (sekarang sudah almarhum) untuk menjadi bendesa adat. Dan saat pemilihan, dia mengaku memenangkan dan dijadikan Bendesa Adat Serangan. (kmb37)
(0361) 7400391, 812987 FM 96,5
Topik : Bapenda Intai Wajib Pajak Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
BADUNG
Rabu Pon, 23 Mei 2018
SOSOK Merasakan Kedekatan dengan Bali
MESKIPUN baru menjabat sebagai Komandan Korem 163/Wirasatya, Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi, S.IP., M.Si. sudah merasakan kedekatan dengan Bali. Pasalnya, saat baru masuk Bali dirinya terkesan dengan situasi masyarakat Bali yang tidak berbeda jauh dengan di kampung halamannya yaitu di Bantul, Yogyakarta. Karakter masyarakat Bali dengan Yogyakarta juga hampir sama, yakni menempatkan tamu sebagai roh yang harus dihormati. Dengan begitu, dia merasa lebih mudah untuk beradaptasi. “Dalam melaksanakan tugas nanti, tentu kami tidak akan lepas dari masyarakat. Untuk itu kami memohon dukungan segenap komponen yang ada di Bali, baik itu tokoh-tokoh agama, tokoh masyatakat, tokoh pemuda dan sebagainya untuk mendukung tugas menjaga keamanan. Kami berharap semua unsur bersama-sama mewujudkan kedamaian maupun kesejahteraan di wilayah, serta berasama-sama membangun Bali yang lebih bermakna, sejahtera dan berkeadilan,” tegasnya di sela-sela acara Pisah Sambut Danrem 163/Wirasatya di Nusa Dua, belum lama ini. Dalam waktu dekat ini, katanya, pihaknya akan mendatangi satuan-satuan jajaran untuk meyakinkan kesiapan mereka dalam mendukung tugas-tugas Korem. Ini juga untuk memberikan keyakinan supaya semua kegiatan yang dilaksanakan di Bali dapat terselenggara dengan aman dan damai. “Dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan pilkada serentak. Untuk itu, kami yang bertugas di Korem 163 akan mendukung tugas-tugas dari pihak-pihak kepolisian,” tegasnya. (edi)
Lipat Surat Suara Pilgub, KPU Libatkan Puluhan Tenaga
Mangupura (Bali Post) – Pelipatan surat suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali di Kabupaten Badung mulai dikerjakan Selasa (22/5) kemarin. Sedikitnya, 50 tenaga khusus yang direkrut dari masyarakat setempat untuk dilibatkan dalam pelipatan surat suara tersebut di Gedung KPU Badung, Jalan Raya Kebo Iwa Nomor 39 Denpasar. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung A.A. Gede Raka Nakula mengatakan, persiapan surat suara Pilgub Bali pada 27 Juni 2018 mendatang ditargetkan rampung sepekan ke depan. Proses pelipatan surat suara ini mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Dalam enam hari ke depan, pelipatan surat suara selesai. Surat suara yang dilipat sebanyak 367.348 lembar. Surat suara tersebut disimpan dalam 148 boks. “Jadi yang kami lipat sesuai yang kami terima sebanyak 148 boks dengan total 367.348 lembar. Ini termasuk surat suara cadangan. Sebab, sesuai aturan masing-masing TPS harus tersedia surat cadangan sebanyak 2,5 persen,” terangnya. Selama proses pelipatan surat suara berlangsung, tak hanya petugas dari KPU Badung yang melakukan pengawasan. Namun pihak Panwaslu Badung dan personel dari kepolisian juga turut melakukan pengamanan dan penjagaan. “Panwaslu dan aparat kepolisian juga tim logistik KPU Badung yang langsung mengawasi jalannya proses pelipatan surat suara,” ujar Raka Nakula. Berdasarkan informasi, serah terima surat suara Pilgub Bali 2018 milik KPU Badung dilakukan di Gudang Logistik KPU Badung Jalan Kebo Iwa Nomor 39 Denpasar, Senin (21/5) pukul 11.30 Wita. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPU Badung A.A. Gede Raka Nakula, Komisioner KPU Badung Divisi Logistik Ni Luh Nesia Padma Gandhi, Kasubag Logistik KPU Badung Ni Nengah Seriadi, staf Logistik KPU Badung, staf Panwaslu Badung Noviantari dan pihak Kepolisian. Dalam Proses sortir dan lipat surat suara KPU telah menyiapkan dua gudang, di mana satu gudang disiapkan khusus untuk logistik yang telah selesai diproses, dan satu gudang lagi disiapkan untuk proses pengelolaan logistik. Saat ini gudang logistik KPU Badung telah mendapatkan pengamanan dari empat orang personel Polresta Denpasar. (kmb27)
Penurunan Penumpang Bandara Ngurah Rai Masih Dalam Batas Normal
Mangupura (Bali Post) Beberapa hari terakhir, jumlah penumpang yang melalui Bandara Ngurah Rai sempat mengalami penurunan. Kondisi ini sempat menimbulkan spekulasi jika penurunan ini terjadi akibat dampak dari terjadinya teror bom di sejumlah wilayah di Indonesia, beberapa waktu lalu. Dari data yang ada, jumlah penumpang internasional selama tanggal 14 hingga 20 Mei, secara total memang mengalami penurunan sebesar 0,10 persen. Pada tanggal 14 Mei 2018, jumlah penumpang sebanyak 35.378 orang dan sempat mengalami penurunan drastis pada tanggal 15 Mei sebesar 30.699 atau sebanyak 13,23 persen. Namun mulai tanggal 16 hingga 19 Mei, jumlah penumpang kembali mengalami peningkatan sekitar empat hingga enam persen. Meski sempat meningkat, namun pada tanggal 20 Mei jumlah penumpang kembali mengalami penurunan sebesar 2,75 persen. Penumpang domestik juga mengalami penurunan sebesar 3,46 persen selama tanggal 14 hingga 20 Mei. Penurunan yang paling drastis terjadi pada tanggal 15 Mei sebesar 18,41 persen. Namun, selanjutnya jumlah penumpang kembali menga-
Bapenda Intai Wajib Pajak
Mangupura (Bali Post) – Badan Pendapatan (Bapenda) Kabupaten Badung makin intensif turun ke lapangan untuk mengintai Wajib Pajak yang belum memanfaatkan alat monitoring transaksi online. Bak detektif, dinas yang dikomandoi I Made Sutama ini menyamar sebagai pembeli untuk mengetahui apakah wajib pajak telah memanfaatkan sistem monitoring, seperti tapping box dan cash register online. Menurut Kepala Bapenda Badung I Made Sutama, pihaknya setiap saat turun ke lapangan melakukan sidak untuk mengetahui, apakah wajib pajak telah menggunakan alat monitoring yang telah dipasang. ‘’Biasanya kami turun ke lapangan menyamar sebagai pembeli untuk mengelabui pemilik usaha,’’ ujar Sutama, Selasa (22/5) kemarin. Dengan menyamar sebagai pembeli, kata Sutama pihaknya dapat mengetahui apakah alat yang dipasang telah dimanfaatkan dengan baik. Wajib pajak yang tidak memanfaatkan alat monitoring transaksi online ini akan dikenakan sanksi administrasi. Bahkan bisa berupa pencabutan izin usaha jika teguran tidak diindahkan sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2016 tentang Sistem Online Pa-
Dukung Upacara ’’ Atma Wedana’’ Desa Adat Kerta
Bupati Giri Prasta Serahkan Dana Hibah Rp 506 Juta pelestarian, seni, adat, agama, tradisi dan budaya. Upacara yang biasanya dilaksanakan setiap tiga tahun atau lima tahun sekali ini, akan mampu meringankan dari segi biaya serta dapat meningkatkan rasa manyamabraya dan gotong royong masyarakat. ‘’Untuk itu, kami Pemkab Badung akan selalu hadir di tengahtengah masyarakat untuk meringankan beban, paling tidak masyarakat tidak lagi mengeluarkan peson-peson atau iuran berupa dana,’’ jelasnya. Bupati Giri Prasta menambahkan, dalam melaksanakan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, Pemkab Badung telah menetapkan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). PPNSB mencakup lima skala prioritas program pembangunan, meliputi pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial
lami peningkatan. Peningkatan paling banyak terjadi pada tanggal 20 Mei sebesar 20,85 persen. Secara total, jumlah penumpang melalui Bandara Ngurah Rai dari tanggal 14 Mei sampai 20 Mei memang mengalami penurunan sebesar 1.76 persen. Dikonfirmasi Selasa (22/5) kemarin, Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, membantah jika penurunan penumpang merupakan dampak terjadinya teror beberapa waktu lalu. Dia menegaskan, penurunan penumpang ini memang dalam batas normal rata-rata penumpang. Menurut Arie Ahsanurrohim, data penurunan penumpang dari tanggal 14 hingga 20 Mei ini baru data selama sepekan. Sehingga hal ini belum bisa mewakili keseluruhan. ‘’Ini baru data selama sepekan. Penurunan penumpang bisa ditentukan melalui data selama sebulan,’’ tegasnya. Arie Ahsanurrohim mengaku optimis, jumlah penumpang akan mengalami lonjakan menjelang Lebaran, termasuk sebelum hari H dan juga setelah hari H Lebaran. ‘’Kami yakin, menjelang Lebaran jumlah penumpang akan kembali meningkat,’’ ujarnya. (kmb23)
Cek Penggunaan Alat Monitoring Transaksi ’’Online’’
SERAHKAN DANA HIBAH - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan dana hibah sebesar Rp 506.650.000 kepada krama Desa Adat Kerta, Desa Petang di Balai Banjar Desa Adat Kerta, Senin (21/5).
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan dana hibah sebesar Rp 506.650.000 kepada krama Desa Adat Kerta, Desa Petang di Balai Banjar Desa Adat Kerta, Senin (21/5). Dana tersebut untuk mendukung pelaksanaan upacara Atma Wedana, Mapandes dan Mapetik Desa Adat Kerta. Acara ini juga dihadiri Camat Petang Ida Bagus Nata Manuaba, Kepala Satpol PP Anak Agung Ngurah Surya Negara, Ketua WHDI Kabupaten Badung Ni Ketut Suas Isyudayani, Ketua Forum Perbekel Kabupaten Badung I Gusti Lanang Umbara, Perbekel Desa Petang I Wayan Suryantara. Bupati Giri Prasta sangat mendukung upacara Atma Wedana, Sawa Prakerti, termasuk upacara Mapetik dan Matatah yang dilaksanakan krama Desa Adat Kerta. Karya ini merupakan bagian dari
3
dan tenaga kerja, seni, adat, agama, tradisi dan budaya, serta pariwisata termasuk infrastruktur. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui program bedah rumah, pendidikan dan kesehatan gratis, pelayanan administrasi kependudukan gratis, PBB gratis, santunan kematian termasuk santunan bagi lansia. Sementara itu, Ketua Panitia I Wayan Darsana menyampaikan terima kasih kepada Bupati Badung yang telah membantu pelaksanaan upacara Atma Wedana, Mapandes dan Mapetik ini sehingga bisa berjalan dengan lancar. ‘’Kami mewakili masyarakat Desa adat Kerta, Desa Petang menyampaikan terima kasih atas bantuan Bapak Bupati Badung sehingga upacara Atma Wedana Mapandes dan Mapetik ini bisa berjalan lancar,’’ katanya. (ad1214)
jak Daerah. ‘’Kami akan terus melaksanakan pemantauan ke wajib pajak dalam rangka optimalisasi pendapatan asli daerah. Tiga kali teguran tidak diindahkan, maka akan ditindaklanjuti hingga pencabutan
izin,’’ tegasnya. Menurut Sutama, perangkat sistem online telah terpasang di 1.140 wajib pajak, meliputi hotel, restoran, hiburan dan parkir. Pihaknya juga tengah menyiapkan peraturan bupati
(perbup) bagi wajib pajak yang tidak memenuhi kewajiban menyetorkan pajak. ‘’Kami sedang siapkan Perbupnya. Nanti kalau ada wajib pajak yang membandel (tidak menyetorkan pajak – red), maka akan dipasangi spanduk kalau usaha itu belum membayar pajak,’’ katanya. Pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan ini mengapresiasi para pengusaha yang telah memanfaatkan alat monitoring tran-
saksi online, sehingga transaksi yang dilakukan konsumen dapat terpantau secara real time ke ruang monitoring yang berada pada Kantor Bapenda Badung. ‘’Bagi yang belum memanfaatkan akan ditindaklanjuti dengan pemberian surat teguran sebagai langkah awal penegakan perda,’’ ujarnya seraya menambahkan, pihaknya akan memasang alat monitoring ke seluruh wajib pajak secara bertahap. (kmb27)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Prodi Biologi FMIPA Unhi Gelar Kuliah Umum Siap Cetak Konsultan di Bidang Lingkungan
PROGRAM Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Hindu Indonesia (FMIPA Unhi) Denpasar menyelenggarakan kuliah umum dengan tema ‘’Peranan Ilmu Biologi dalam Pengelolaan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal’’, Senin (21/5). Kuliah umum menghadirkan dosen tamu dari Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. Ir. I Made Sudiana Mahendra, M.App.Sc. yang merupakan seorang pakar di bidang lingkungan. Hadir seluruh dosen FMIPA Unhi Denpasar dan alumni. Kuliah umum kali ini dirangkaikan dengan acara Ulang Tahun ke-25 FMIPA Unhi. Dekan FMIPA Unhi Denpasar Dr. I Nyoman Arsana, S.Si., M.Si. mengatakan, tema kuliah umum kali ini sangat tepat karena dikaitkan dengan profil lulusan Program Studi (Prodi) Biologi FMIPA Unhi, yaitu menjadi seorang konsultan lingkungan, di samping sebagai peneliti, akademisi (guru atau dosen), bio-entrepreneur serta karyawan. Prodi Biologi FMIPA Unhi sangat concern terhadap permasalahan lingkungan dan sumber daya alam hayati. Perhatian tersebut ditunjukkan dengan visi Prodi Biologi yakni menjadi program studi unggulan berskala nasional melalui kajian biodiversitas untuk mendukung pembangunan budaya. Visi tersebut kemudian dirumuskan dalam learing outcome. Unsur pengetahuan yang harus dikuasai di antaranya prinsip-prinsip biologi, sumber daya hayati dan lingkungan. Di samping itu harus menguasai konsep aplikasi biologi dan teknologi yang relevan dalam pengelolaaan sumber daya hayati dan lingkungan. ‘’Karena itu, Prodi Biologi FMIPA Unhi mengundang anak muda untuk bergabung di Biologi Unhi. Tersedia beasiswa bebas SPP serta beasiswa lainnya seperti Bidik Misi dan Peningkatan
KULIAH UMUM - Dekan FMIPA Unhi I Nyoman Arsana (paling kiri), Ketua Panitia I Putu Sudiartawan, pembicara I Made Sudiana Mahendra, Sekretaris Panitia Ni Ketut Ayu Juliasih dan Kaprodi Biologi Ni Luh Gede Sudaryati (paling kanan) berfoto bersama pada kuliah umum dalam rangka HUT ke-25 FMIPA Unhi. Prestasi Akademik (PPA). Setelah menamatkan pendidikan, lulusan akan dapat berperan sebagai peneliti, akademisi seperti guru atau dosen, konsultan lingkungan (Amdal, UKL-UPL), bio-entrepreneur, karyawan dan lain-lainnya,’’ tandas Arsana. Sementara itu, Prof. Sudiana Mahendra menjelaskan, sesuai dengan regulasi peran sentral bidang ilmu Biologi dalam pengelolaan lingkungan pada setiap usaha atau kegiatan yang berdampak terhadap lingkungan wajib dilengkapi izin lingkungan. Izin lingkungan ini baru bisa diterbitkan jika telah ada kajian dampak lingkungannya. Dalam kajian dampak lingkungan, semua komponen lingkungan baik itu biotik, abiotik maupun sosial budaya dan ekonomi harus dikaji secara detail. Di sinilah peran sentral seorang sarjana Biologi dalam mengkaji komponen biotik tersebut, sehingga mampu menggambarkan zona ling-
kungan sebelum kegiatan (proyek) dimulai dan memprediksi dampak yang akan terjadi setelah proyek berjalan. Dengan peran tersebut maka banyak peluang yang dapat diraih sarjana Biologi. Di sisi lain, lanjut Prof. Sudiana Mahendra, pengelolaan lingkungan dapat menggunakan tiga macam pendekatan yakni teknologi, institusional dan sosial-ekonomibudaya. Oleh karena itu, meskipun secara teknologi dan institusional pengelolaan lingkungan yang diakibatkan oleh sebuah proyek dapat diatasi, apabila masih terganjal dari aspek sosial-budaya atau ekonomi, maka kegiatan proyek belum dapat dilaksanakan. ‘’Hal inilah yang mendasari mengapa masih ada proyek di Bali yang belum dapat dilaksanakan, karena masih berbenturan dengan sosial budaya lokal. Bali telah secara tegas menuangkannya melalui peraturan daerah dan didukung oleh lembaga keagamaan,’’ terangnya. (ad1213)
STIMI HANDAYANI Denpasar Berikan Beasiswa untuk Anak Yatim Piatu
GUNA memberikan kesempatan kepada mahasiswa/ mahasiswi yang kurang beruntung karena ditinggal orangtuanya untuk tetap dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa harus memikirkan biaya, STIMI HANDAYANI Denpasar tetap berkomitmen menyediakan beasiswa kepada anak yatim piatu, terutama yang ingin menempuh pendidikan tinggi Program D-3 Sekretaris di STIMI HANDAYANI Denpasar. Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan HANDAYANI Denpasar Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., Selasa (22/5) kemarin. Dr. Radendra mengatakan, bantuan beasiswa penuh ini merupakan implementasi dari Campus Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial kampus kepada masyarakat luas. Selain itu, bantuan beasiswa ini sebagai wujud kepedulian Yayasan Handayani kepada anak-anak yang kurang beruntung karena ditinggal orangtuanya. Selaku Penyelenggara STIMI HANDAYANI Denpasar, Radendra menjelaskan STIMI HANDAYANI yang dulu bernama ASMI HANDAYANI adalah Sekolah Tinggi Manajemen pertama di Bali dan Nusa Tenggara. HANDAYANI tetap komit dan fokus pada Ilmu Manajemen sebagai bidang ilmu yang diselenggarakan sekolah tinggi ini sejak awal. Sarjana Manajemen lulusan STIMI HANDAYANI yang bergelar S.E. telah tersebar luas dan berkiprah di berbagai lembaga, instansi dan perusahaan di berbagai daerah Bali, nasional bahkan mancanegara. Demikian juga Ilmu Kesekretariatan pada Program D-3 Kesekretariatan STIMI HANDAYANI, telah luas diakui menghasilkan ahli-ahli madya berkualitas dan mumpuni. Fakta selama ini membuktikan bahwa anak yatim piatu pun bersemangat belajar tinggi sebagaimana ditunjukkan lewat kesungguhan mereka menempuh studi dan kuliah atau nilai-nilai yang diperoleh selama kuliah. Sebagai pelopor Sekolah Tinggi Manajemen di Bali dan Nusa Tenggara yang tetap komit dan konsisten, STIMI HANDAYANI tetap fokus pada Ilmu Manajemen sebagai bidang ilmu yang dikembangkan. Yayasan HANDAYANI terus mengondisikan STIMI HANDAYANI untuk tetap memberikan yang terbaik bagi publik dan bangsa. Berbuat yang terbaik agar tetap menjadi pusat dan kiblat lembaga pendidikan Manajemen di Bali dan Nusa Tenggara.
Program S-1 Manajemen HANDAYANI memiliki lima peminatan atau konsentrasi yakni Manajemen Bisnis Pariwisata, Keuangan, Pemasaran, SDM dan Perkantoran. Kelima program S-1 ini terus berusaha agar tetap menjadi preferensi publik untuk kuliah Ilmu Manajemen. Oleh karenanya, tidak berlebihan jika STIMI HANDAYANI meluncurkan tagline ‘’Kuliah Manajemen?? STIMI HANDAYANI Tempatnya..!!’’ ‘’Karena soal Ilmu Manajemen, kami memang konsisten untuk fokus dan klaim kami tersebut adalah klaim yang berdasar,’’ pungkas Radendra. Bagi mereka yang ingin kuliah di STIMI HANDAYANI, pendaftaran bisa dilakukan secara online melalui via web stimihandayani.ac.id. Sementara profil kampus dapat dilihat di youtube dengan ketik STIMI HANDAYANI VIDEO. (ad1215)
Sengit, Putri Bella Berhasil Rebut Gelar Miss STIKOM Bali 2018
PEREBUTAN gelar Miss STIKOM Bali 2018 akhirnya jatuh ke mahasiswi STIKOM Bali Kampus 2 Jimbaran yaitu Putri Bella Ayu Virgani yang mewakili UKM ITT. Grandfinal Miss STIKOM Bali 2018 digelar di Balai Pertemuan Bhumiku, Denpasar Barat, Minggu (20/5) malam lalu. Ajang tersebut dihadiri Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., Ketua STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan dan Pembantu Ketua III STIKOM Bali Ida Bagus Suradarma, S.E., M.Si. Bella merupakan mahasiswi semester II Kelas International di STIKOM Bali Kampus 2 Jimbaran. Kampus tersebut pada tahun ini telah membuka konsentrasi baru yaitu Konsentrasi E-Tourism. Atas kemenangannya, Bella berhak atas beasiswa penuh dari STIKOM Bali selama setahun. Bella mengaku bahagia dan bangga karena dipercaya menjadi Miss STIKOM Bali 2018. Rangkaian acara Miss STIKOM Bali 2018 dilaksanakan sejak lima pekan lalu (technical meeting, pembekalan 1 dan 2, photoshoot, pembukaan) diikuti oleh 24 mahasiswi yang mewaikili 24 UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di internal STIKOM Bali. Tepat pada 9 Mei 2018 digelar
GRANDFINAL – Para pemenang Miss STIKOM Bali 2018 bersama Ketua Yayasan Widya Dharma Santhi I.B. Dharmadiaksa, Ketua STIKOM Bali Dadang Hermawan dan Pembantu Ketua III STIKOM Bali I.B. Suradarma pada akhir grandfinal. acara Malam Bakat dan penyisihan 16 besar ke babak grandfinal. Dalam acara grandfinal, setelah seluruh finalis memaparkan visimisi dan melakukan seleksi tahap kedua (tanya jawab), tim juri menetapkan delapan finalis yang berhak melangkah ke tahap selanjutnya. Berikutnya pada tahap ketiga dilaksanakan sesi tanya jawab terakhir, dan juri pun menetapkan tiga besar yang berhak melangkah ke babak akhir Miss STIKOM Bali. Babak
akhir berlangsung sengit. Ketiga finalis memiliki jawaban terbaik yang mampu membuat dewan juri terkesan. Di akhir acara diumumkan bahwa Cheni Intan Kusuma dinobatkan sebagai Miss Photogenic, Leany Masyam Verentika Putri sebagai Miss Favorite, Runner-up II diraih Meylita Adesya Wijayanto, Runnerup I direbut Ayu Desi Darmawati dan Putri Bella Ayu Virgani sebagai Miss STIKOM Bali 2018. (ad1210)
Rabu Pon, 23 Mei 2018
Unud Mulai Buka Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Jalur Mandiri
UNIVERSITAS Udayana mulai membuka penerimaan mahasiswa baru program sarjana dan diploma melalui jalur mandiri tahun ajaran 2018/2019. Ini menjadi kesempatan bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang belum diterima melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN. Menurut Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., pendaftaran secara online dibuka mulai Selasa (22/5) kemarin sampai Selasa (10/7/2018). Pendaftaran bisa dilakukan melalui website https://eregistrasi.unud.ac.id. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi untuk pendaftaran di antaranya siswa SMA/MA/SMK sederajat kelas terakhir pada tahun 2018 dan merupakan warga negara Indonesia. Untuk lulusan tahun 2016 dan 2017 harus sudah memiliki ijazah. Sementara bagi lulusan tahun 2018 bisa menggunakan surat keterangan lulus (SKL) pendidikan menengah. ‘’Dalam hal ini pelamar harus memiliki kesehatan yang memadai, sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran di prodinya. Saat pendaftaran dikenakan biaya sebesar Rp 450.000,’’ katanya. Sebelumnya, lanjut Gde Antara, penerimaan mahasiswa baru di PTN telah melewati dua jalur, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Bagi yang tidak lulus lewat dua jalur ini masih memiliki kesempatan kuliah di kam-
JALUR MANDIRI - Wakil Rektor I Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng. (tiga dari kiri) memberikan keterangan terkait penerimaan mahasiswa jalur mandiri, Selasa (22/5) kemarin. pus negeri melalui jalur mandiri. Ta- 2018. Selain itu, peserta yang tidak hun 2018, pendaftaran mahasiswa lulus seleksi jalur SBMPTN 2018 nonreguler ditiadakan, sedangkan yang akan diumumkan pada 3 Juli pendaftaran untuk program nonreg- 2018. uler digabung dengan jalur mandiri. Untuk diketahui, pada jalur Pada SNMPTN sebelumnya, SNMPTN minimal 30% kuota sebanyak 1.396 orang mahasiswa daya tampung setiap prodi di PTN, dinyatakan lulus dari 14.000 pendaf- sedangkan SBMPTN 30% kuota tar seluruh Indonesia. Dari jumlah daya tampung setiap prodi di PTN. 1.396 orang yang sudah terverifikasi Seleksi jalur mandiri maksimal 30% 1.156 dan dinyatakan lulus, sedan- daya tampung setiap prodi di PTN. gkan 240 orang lainnya dinyatakan Tahun ini daya tampung Unud segugur. ‘’240 orang ini tidak bisa banyak 5.900 orang. diterima kemungkinan saat pendafWaktu pelaksanaan seleksi jalur taran tidak datang, adanya ketida- mandiri yaitu pendaftaran mulai ksesuaian dokumen nilai rapor dan Selasa (22/5) sampai Selasa (10/7). upload data,’’ pungkas Gde Antara. Ujian tulis akan dilaksanakan 15 Peserta yang dinyatakan lulus Juli 2018. Pengumuman kelulusan seleksi jalur mandiri adalah peserta tanggal 24 Juli 2018 dan pendaftyang belum terdaftar sebagai maha- aran ulang peserta yang lulus tangsiswa Unud melalui jalur SNMPTN gal 25-27 Juli 2018. (ad1212)
Ketua BEM dan DPM Unmas Kini Dipegang Wanita Bantu Cegah Masuknya Paham Radikal
REKTOR Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., Selasa (22/5) kemarin melantik dan mengambil sumpah pengurus BEM dan DPM Unmas 2018-2019 serta pengurus BEM dan BPM tingkat fakultas. Yang menarik, Ketua BEM dan DPM Unmas kini diketuai seorang wanita. Bahkan, Ketua BEM Unmas Ni Nyoman Nuryanti Bella tercatat pemecah sejarah sebagai wanita Ketua BEM pertama di Unmas. Dia dibantu Wakil Ketua I Komang Purwita, Sekjen Venansia Oktaviani dan Bendahara Ni Komang Sri Jawitri. Ketua DPM dijabat oleh Nadia Rizky Yuliasanti, Wakil Ketua Kadek Agus Widjantara, Sekjen Ni Putu Sekar Dewi dan Bendahara Nada Rizky. Saat itu juga dilantik pengurus BEM dan BPM tiap fakultas. Ketua BEM FT dipegang oleh I Made Ardana Yoga Pratama, Ketua BPM I Nengah Rantawan; Ketua BEM FKIP Putu Reynaldy Artha Nugraha, Ketua BPM Made Pradipta Adhiguna; Ketua BEM FKG I Putu Krisna Wibawa, Ketua BPM A.A. Ngura Cahya Satria Putra; Ketua BEM FE Ni Wayan Aryani Tusanti Tusan, Ketua BPM Deny Faturahman; Ketua BEM FP Eka Febriyan, Ketua BPM Florida Harti Darus; Ketua BEM FH Ni Luh Putu Megayanti Agustini dan Ketua BPM I Gusti Bagus Ngurah Agung. Ketua BEM Unmas Bella dan Ketua DPM Nadia mengungkapkan tak menjadi hambatan menjalankan tugas pimpinan kemahasiswaan sekalipun seorang wanita. Tugas yang sudah menghadang yakni Ga-
BEM - Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. (kanan) didampingi wakil rektor memberi selamat kepada Ketua BEM dan DPM Unmas. nesa Maba 2018, ospek dan Harmoni. Dia juga memiliki program terobosan berupa pameran foto dan diskusi reformasi serta membuat talk show tentang pilpres. Selain itu membantu rektor mencegah masuknya paham radikal masuk Unmas. Rektor Unmas Made Sukamerta didampingi WR I Dr. I Wayan Gde Wiryawan, S.H., M.H., WR II Dr. I Nengah Landra, S.E., M.M. dan WR III Ir. I Made Sastra Wibawa, M.Erg. menekankan BEM dan DPM Unmas adalah mahasiswa pilihan. Harus menjadi panutan dalam penegakan disiplin diri, sekaligus panutan dalam akademik dan nonakademik. Dia merasa bangga pimpinan kemahasiswaan di Unmas dipegang wanita, karena Unmas tetap mendukung persamaan gender. Rektor juga ingin pengurus BEM, DPM dan BPM menjadi panutan dalam kewirausahaan. Para aktivis
kampus ini menjadi contoh bahwa setelah tamat tidak mengejar menjadi PNS melainkan membuka usaha mandiri dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Made Sukamerta selanjutnya minta BEM dan DPM menjadi garda terdepan dalam menangkal masuknya paham radikial. Mereka harus mengawasi ancaman masuknya paham ini karena kampus Unmas dikenal sebagai kampus multietnis, harus bersih dari radikalisme. Yang melanggar pasti kena sanksi berat yakni dikeluarkan dari kampus. Pada penerimaan calon mahasiswa baru 2018, Unmas Denpasar membatasi menerima 2.500 mahasiswa. Khusus untuk Prodi Agribisnis Pertanian, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Matematika dan Fakultas Teknik diberikan keringanan bebas uang pengembangan. (ad1217)
Akademi Akuntansi Denpasar Wisuda 49 Ahli Madya
91,5 Persen Sudah Bekerja, Segera Buat Usaha Alumni AKADEMI Akuntansi Denpasar kembali mencetak human capital berkualitas bagi Bali. Direktur Akademi Akuntansi Denpasar I Wayan Wetra, S.E., M.M., Senin (21/5) lalu mewisuda 49 ahli madya akuntansi. Hingga kini Akademi Akuntansi Denpasar sudah menamatkan 517 ahli madya. Yang membanggakan, Akademi Akuntasi Denpasar sejak 2013 meraih akreditasi B. Semua tenaga ahli madya yang diwisuda kemarin 91,5 persen sudah bekerja, sisanya melanjutkan studi ke D-4. Sementara yang belum bekerja hanya memiliki masa tunggu nol tahun. ‘’Jadi, tak ada kata menganggur bagi lulusan Akademi Akuntansi Denpasar,’’ tegas I Wayan Wetra. Tampil sebagai lulusan terbaik Ni Nyoman Ayu Sri Maryani (3,96), Ni Kadek Fenny Santika Dewi (3,92) dan Ni Made Dwijayanti (3,91). Direktur Akademi Akuntansi Denpasar Wayan Wetra mengatakan, prestasi ini sebagai bukti bahwa lulusannya memiliki daya saing tinggi, mapan dalam keilmuan dan terampil di dunia kerja. Tuntutan ini sangat diperlukan dalam persaingan era global. Mahasiswanya disiapkan menjadi SDM dan calon tenaga kerja (naker) siap pakai sebagai ciri kampus berbasiskan pendidikan vokasi. Mereka ditempa dalam pendidikan hard skill dan soft skill yang memadai. Meski demikian, lulusannya diharapkan terus meningkatkan kualitas diri, baik kecerdasan akademis, sosial emosional maupun spiritual. Di acara wisuda juga diteken MoU antara Akademi Akuntansi dan IHDN dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Satu-satunya pendidikan vokasi di Kopertis VIII ini juga giat meningkatkan kuali-
WISUDA - Direktur Akademi Akuntansi Denpasar I Wayan Wetra saat menyerahkan naskah kerja sama dengan IHDN disaksikan Ketua Yayasan I Wayan Warsa di acara wisuda. fikasi dosen S-2 dan kelengkapan sarana. Ini sesuai visi Akademi Akuntansi Denpasar menjadi perguruan tinggi yang menghasilkan SDM berkompeten dalam akuntansi, beraklhak mulia, beriman dan berketuhanan. Bagi warga yang ingin anaknya menguasai akuntansi dan cepat kerja diharapkan bergabung ke Akademi Akuntansi Denpasar. Penerimaan calon mahasiswa baru sudah dimulai secara online dan manual. Tahun ini dibatasi hanya menerima 70 mahasiswa dengan perkuliahan di kampus Jalan Sari Gading No.2, Denpasar. Akademi Akuntansi Denpasar juga memberikan pendidikan kewirausahaan 3 SKS guna mempersiapkan mereka menjadi SDM berkualitas dan mandiri. Ketua Yayasan Werdhi Sastra Drs. I Wayan Warsa mengapresiasi kerja sama dengan IHDN dan perlu dikembangkan dengan perguruan tinggi lainnya. Dia bangga lulusan
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Akademi Akuntansi Denpasar 99 persen bekerja. Ini menandakan pas dengan pendidikan vokasi dan keberadaannya selalu dicintai masyarakat Bali. Lembaga ini berkembang menjadi Politeknik Akuntansi dengan D-4 konsentrasi Akuntansi Perhotelan, Akuntansi Publik dan Akuntansi Perbankan. Dia juga mendukung lembaga ini membentuk ikatan alumni dan membuka usaha bersama. Unit usaha ini bisa dijadikan lab praktik bagi mahasiswa dan SMK Pembangunan. Koordinator Kopertis VIII Prof. Nengah Dasi Astawa menekankan, lulusan perguruan tinggi saat ini wajib mengembangkan jiwa kewirausahaan di tengah ketatnya persaingan di dunia kerja. Para alumni perlu bergabung untuk menyumbang pemikiran bagi kemajuan lembaga dan memberi poin dalam akreditasi. Selain itu, lulusan Akademi Akuntansi Denpasar harus menjadi SDM yang kreatif. (ad1218)
Rabu Pon, 23 Mei 2018
info seremonial
Senator RI Ingatkan 110 Tahun Kebangkitan Nasional di Pemaron
Teladan Pahlawan Buleleng Mr. Gusti Pudja yang Ikut Tolak Piagam Jakarta pada 1945
PERAIH suara tertinggi di Pemilu DPD-RI tahun 2014, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, selalu dieluelukan khususnya oleh generasi milenial di pelosok mana saja. Sosok yang akrab disapa Arya Wedakarna (AWK) yang dikenal sederhana ini, benar-benar memiliki karisma yang tidak dipunyai oleh pemimpin Bali mana pun. Ini bisa dibuktikan saat AWK hadir di tengah ratusan anggota Karang Taruna Gesaron dan STT Pemaron di Buleleng. Tidak henti-hentinya anak muda Pemaron menyapa Senator sembari meminta bersalaman dan berfoto bersama, termasuk ibu-ibu dan krama adat. Kehadiran AWK di Karang Taruna Gesaron untuk memberikan jnana kepada anak muda Hindu tentang bagaimana mempertahankan palemahan desa dari rongrongan kaum anti-Pancasila sekaligus menyosialisasikan Piagam Tantular tentang penolakan terkait ide Desa Syariah di Bali dinilai melanggar Perda Provinsi Bali No.2 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan Budaya Bali yang dijiwai oleh agama Hindu. Semangat demi semangat terus digelorakan AWK khususnya kepada anak muda Hindu di Buleleng agar bangkit lan matangi dalam menjaga Pancasila. “Generasi muda Hindu di seluruh Indonesia jangan lupa kita pernah punya pahlawan nasional yang diakui oleh negara yakni Mr. Gusti Pudja asal Puri Sukasada, Buleleng, yang berjuang bersama Bung Karno dan kaum PNI untuk menegakkan ideologi Pancasila. Beliau sebagai wakil Bali dan wakil umat Hindu pada panitia persiapan Indonesia Merdeka 1945 dengan tegas
PEMARON - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (tengah) bersama pemuda Desa Pemaron, Buleleng, saat sosialisasi Piagam Tantular. menolak Syariat Islam yang Sudah ada APBN dan APBD tercantum dalam Piagam Ja- ke desa dan pakailah sebagian karta dijadikan dasar negara untuk pembangunan SDM. Indonesia. Saat itu wilayah Saya minta STT dan Karang Indonesia Timur termasuk Taruna jangan dimanfaatBali yang mayoritas Hindu kan menjelang pilkades dan menolak bergabung NKRI jika pilkada, nanti malah blunder dasar negara Indonesia bukan karena generasi milenial suPancasila. Syukurlah berkat dah pintar-pintar. Berdayakan salah satu perjuangan Mr. mereka dengan program rutin, Pudja, maka Indonesia menjadi rangkum dan ayomi. Di satu negara republik, bukan negara sisi, pihak STT dan Karang agama. Tugas anak-anak muda Taruna jangan segan berkomuBuleleng berada terdepan mem- nikasi, berkoordinasi dan mebela Pancasila. Apalagi saat ini minta anggaran kegiatan pada Indonesia tengah marak teror pemerintah desa. Ada dana bom, ini artinya kita darurat miliaran di sana dan itu hak ideologi,’’ ungkap Gusti Weda- generasi muda bangsa. Kalau karna yang juga Presiden The ada perbekel dan lurah yang Sukarno Center. pelit kepada STT dan Karang Terkait pembinaan Karang Taruna, laporkan ke saya. Taruna dan STT, pihak DPD-RI Nanti tiang tedun ke desa unBali minta pemerintahan desa tuk menegur dan menjelaskan dan kelurahan memberikan fungsi UU. Ada hampir 1.500 alokasi anggaran karena itu desa adat, hampir 800 desa sesuai amanat UU. “Salah dinas yang perlu diingatkan. satu parameter sehatnya desa Tanpa pemuda tangguh maka dan kelurahan, adalah aktif- Bali akan hancur dan musnah. nya organisasi semesta yakni Jangan anggap sepele masalah wadah pemuda baik STT mau- kepemudaan. Saya ingatkan pun Karang Taruna. Anak karena ini Satyagraha,’’ tegas muda jangan dibebankan pada Shri Arya Wedakarna yang kesibukan cari anggaran, tugas mantan aktivis KMHDI Janegara memenuhi hal tersebut. karta. (ad1205)
I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H.
Cuti Bersama, Samsat Tetap Layani Masyarakat LAYANAN Samsat UPT Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali di kabupaten/kota akan tetap buka seperti biasanya pada pelaksanaan cuti bersama serangkaian hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Juni mendatang. Informasi tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. dalam siaran persnya, Selasa (22/5) kemarin. Lebih jauh Dewa Mahendra menerangkan, pemerintah menetapkan tujuh hari cuti bersama yaitu tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19 dan 20 Juni 2018. Pada tanggal-tanggal tersebut layanan
Samsat tetap buka seperti biasa dan dimasukkan sebagai hari kerja. Waktu layanannya hari Senin sampai Kamis pukul 08.00 hingga 14.00 Wita, sedangkan pada hari Jumat layanan Samsat dibuka mulai pukul 08.00 hingga 13.00 Wita. Menurut Dewa Mahendra, kebijakan ini diambil karena Pemprov Bali berkomitmen memberi layanan terbaik bagi wajib pajak. ‘’Kita ingin layanan kepada masyarakat jangan sampai terhambat,’’ ujarnya. Selain itu, langkah ini bertujuan mencegah timbulnya denda PKB dan SWDKLLJ yang dapat merugikan masyarakat. (ad1219)
Anggota Ormas Perkosa Pemilik ’’Laundry’’ Denpasar (Bali Post) Anggota Satreskrim Polresta Denpasar menangkap pelaku pemerkosaan berinisial KS (26), Minggu (20/5) lalu. KS terlibat kasus pemerkosaan terhadap KB di laundry Jalan Trenggana, Denpasar Timur, Sabtu (12/5) lalu. Selain itu, pada Minggu (20/5) lalu, anggota ormas ini memperlihatkan kemaluannya kepada Ni Luh Su, tukang jahit yang bersebelahan dengan laundry tersebut. ‘’Pelaku dikenakan Pasal 285 KUHP dan atau Pasal 289 KUHP dan Pasal 281 KUHP tentang tindak pidana pemerkosaan serta melanggar kesopanaan di depan umum,’’ kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta
Ariawan, Selasa (22/5) kemarin. Menurut Kompol Arta, pada Sabtu (12/5) pukul 10.00 Wita, pelaku datang ke laundry milik korban untuk mengambil pakaiannya. Korban mengambil pakaian tersebut dan pelaku mengatakan pinjam kamar untuk mengganti pakaian dengan alasan langsung bekerja. Beberapa saat kemudian pelaku asal Kecamatan Ubud, Gianyar ini keluar dari kamar mandi dan pura-pura mau membayar laundry. Ternyata pelaku tidak ganti pakaian dan langsung memaksa korban memegang kemaluannya. Pemilik laundry berontak tetapi tersangka mendorongnya hingga jatuh dan diperkosa. Setelah itu pelaku kabur.
Minggu (20/5) pukul 10.30 Wita, pelaku datang lagi ke TKP. Di sebelah laundry tersebut ada tukang jahit baju dan Ni Luh Su. Tanpa malu sedikit pun, pelaku memperlihatkan kemaluannya hingga 5 menit. Kontan saja korban menjerit histeris dan pelaku langsung kabur. ‘’Setelah menerima laporan kedua kasus itu, dilakukan penyelidikan. Hari Minggu pukul 19.30 Wita, pelaku berhasil kami tangkap di rumahnya di wilayah Ubud. Tersangka merupakan anggota ormas. Barang bukti yang kami amankan jaket dan helm milik pelaku serta pakaian korban,’’ tegas mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini. (kmb36)
5
Tingkatkan Produk Lokal UMKM
Disperindag Kota Denpasar Gelar Sosialisasi Kebijakan Ekspor-Impor SEJUMLAH pelaku UMKM di Kota Denpasar mengikuti kegiatan Sosialisasi Kebijakan Penyederhanaan Prosedur dan Dokumen Ekspor dan Impor Tahun 2018 di Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Selasa (22/5) kemarin. Sosialisasi yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar ini mengangkat tema ‘’Peningkatan Produk Lokal UMKM Kota Denpasar Menuju Etalase Produk Peluang Ekspor’’. Hadir sebagai pemateri Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disdagperin Provinsi Bali yang membawakan materi tentang ekspor, Kepala Seksi Pelayanan Kepabean dan Cukai, Bea dan Cukai TMP A Denpasar dengan materi tata laksana KITE IKM, serta Sales Manager Khrisna Logistics I Nyoman Bawa. ‘’Pemerintah Kota melalui Disperindag selalu berupaya memberikan pemahaman, membantu para pelaku UMKM di Kota Denpasar melakukan ekspor impor dengan lebih gampang sehingga kita coba datangkan ahli-ahlinya yang menangani itu,’’ ujar Kepala Disperindag Kota Denpasar Drs. I Wayan Gatra, M.Si. Menurut Gatra, para pelaku UMKM diberikan pemahaman secara teknis,
SOSIALISASI - Disperindag Kota Denpasar menggelar Sosialisasi Kebijakan Penyederhanaan Prosedur dan Dokumen Ekspor dan Impor Tahun 2018 di Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Selasa (22/5) kemarin. baik administrasi maupun sama siapa pun untuk penpelaksanaan ekspor-impor. gurusan izin tentang eksporDiharapkan mereka dapat impor ini,’’ paparnya. Ada memahami dengan baik, se- sekitar 200 dari 300 pelaku hingga tidak lagi menemui ekspor-impor yang aktif terkendala dalam pelaksanaan- catat di Denpasar. Ekspor nya. Apalagi sekarang pemer- di ibu kota Provinsi Bali ini intah sudah memberikan ke- didominasi produk tekstil, mudahan-kemudahan seperti ikan tuna, kerajinan, produk pengurusan izin, kini sudah spa serta kerajinan ate dan mulai dilakukan secara online. kerang. ‘’Mudah-mudahan nanKepala Bidang Perdaganti setelah selesai diberikan gan Luar Negeri Disdagperin pemahaman, mereka bisa Provinsi Bali A.A. Ngurah melakukan dengan gampang Bagawinata mengatakan, dan bisa melakukan sendiri pemerintah pusat dan daedari rumahnya sehingga tidak rah telah mengeluarkan keperlu lagi meminta bantuan bijakan penerbitan Surat
Keterangan Asal (SKA) atau Certificate of Origin. Di negara-negara tujuan tertentu sesuai dengan kesepakatan perdagangan internasional, eksportir akan mendapatkan kemudahan dengan adanya SKA. ‘’Apakah itu bea masuk, pajak, barangnya tidak diperiksa dan sebagainya. Itu yang kita sosialisasikan, sehingga para eksportir berkeinginan mencari dokumen itu. Selama prosesnya mereka tidak dikenakan biaya atau gratis,’’ ujarnya. Kepala Seksi Pelayanan Kepabean dan Cukai, Bea dan Cukai TMP A Denpasar Aris Widjanarko menyatakan, tahun 2017 Presiden Joko Widodo telah meresmikan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor bagi Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM). Di Bali awalnya ada enam penerima fasilitas tersebut dan kini sudah berkembang menjadi 14 IKM. Dalam hal ini, eksportir mendapat kemudahan dalam mengimpor bahan baku untuk menghasilkan produk tujuan ekspor. Ketika mereka mendapatkan bahan baku murah, tentunya eksportir bisa bersaing di pasar luar negeri. ‘’Kemudahannya dari fiskal pemerintah itu memberikan kebijaksanaan pembebasan biaya masuk untuk impornya. Terus PPN impornya tidak dipungut, cukup membayar PPh impor,’’ ujarnya. (ad1209)
RS Prima Medika Gelar Seminar Medis
Penanganan Terkini Trauma dan Bedah Akut RS Prima Medika menggelar seminar medis penanganan terkini trauma dan bedah akut, Selasa (22/5) kemarin. Seminar menghadirkan beberapa pembicara yaitu dr. I Nengah Kuning Atmadjaya, Sp.B(K) Trauma, KKL., FICS., FINACS., dr. I Ketut Sudiasa, Sp.B(K) Trauma, FINACS., dr. I Wayan Niryana, Sp.BS., dr. Ketut Sinardja, Sp.An., KIC., dr. Putu Sandhy Kumara, Sp.OT. dan dr. A.A. Ngurah Jaya Kesuma, Sp.B., FINACS. Acara dimoderatori oleh dr. I Gede Suwedagatha, Sp.B(K) Trauma, FINACS. Direktur RS Prima Medika dr. Dian Ekawati, MPH. mengatakan, tujuan diadakannya seminar ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi paramedis. Karena sering RS mendapat kasus trauma yang tidak tertangani dengan baik sebelumnya, sehingga angka kematiannya tinggi. Oleh karena itu, penyebab kematian tertinggi ketiga adalah kecelakaan. ‘’Kami ingin berbagi tentang penanganan trauma dan bedah akut yang disampaikan oleh para ekspert yang ahli di bidangnya masing-masing,’’ ujarnya. RS Prima Medika kini hadir dengan layanan unggulan Trauma Center dan Bedah Akut di Gedung D. Gedung D merupakan gedung baru yang mulai beroperasi sejak awal 2018. Layanan ini adalah
SEMINAR – Suasana seminar medis membahas penanganan terkini trauma dan bedah akut yang digelar RS Prima Medika. salah satu layanan unggulan yang dikembangkan untuk memberikan pelayanan komprehensif dalam penatalaksanaan pasien dengan kedaruratan yang disebabkan kecederaan/trauma dan bedah akut. Didirikan untuk memberikan pelayanan yang paripurna dan komprehensif mulai dari perawatan pra-rumah sakit, evakuasi medis, layanan kegawatdaruratan kecederaan dengan penanganan definitif trauma dan komplikasinya termasuk replantasi-transplantasi/free flap, hingga tahap rehabilitasi medik. Tenaga dokter spesialis berpengalaman di bidang
spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi ditunjang peralatan medis berteknologi tinggi dan fasilitas penunjang lain, seperti ICU, laboratorium, radiologi, farmasi, ruang operasi dan bank darah siap memberikan solusi bagi setiap kasus trauma dan bedah akut 24 jam. Dengan layanan komprehensif tersebut diharapkan bisa menurunkan angka kecacatan atau kematian. RS Prima Medika juga memiliki layanna unggulan Cancer Center dan Klinik Bayi Tabung. Salah satu pembicara dr. I Nengah Kuning Atmadjaya, Sp.B(K) Trauma, KKL., FICS., FINACS. mengatakan,
seminar kali ini membahas tentang trauma dan bedah akut yang juga merupakan salah satu unggulan dari RS Prima Medika seperti usus buntu, tumor, terutama trauma. Secara teoretis angka kematian karena trauma kecelakaan 50 persen di tempat kejadian, 30 persen saat transportasi ke rumah sakit dan 20 persennya kematian itu di rumah sakit. ‘’Prahospital ini belum dilakukan penanganan dengan baik. Padahal yang dilakukan di rumah sakit tergantung penanganan saat prahospital. Selama ini kita berpikir penanganan trauma adalah di rumah sakit. Rumah sakit adalah penanganan terakhir,’’ jelasnya. Penanganan di awal terjadinya trauma adalah di tempat kejadian. Misalnya permasalahan yang terjadi di jalan napas, harus ditangani di tempat kejadian. Biasanya ada trauma yang menyebabkan kelainan di dada dan paru-paru. ‘’Itu harus ditangani karena menyebabkan kematian,’’ tandasnya. Dengan adanya seminar, ia ingin RS Prima Medika menjadi pioner untuk penanganan ini di prahospital dan rumah sakit. ‘’Itu sebabnya kita kembangkan unggulan RS Prima Medika, salah satunya adalah penanganan traumatologi dan bedah akut,’’ ungkapnya. (ad1206)
OPINI
6
Rabu Pon, 23 Mei 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Mengkritisi Penjabaran Tri Hita Karana
KONSEP Tri Hita Karana (THK) yang berasal dari ajaran agama Hindu adalah ajaran yang tak pernah ketinggalan zaman. Ketika zaman memasuki era digital, THK tetap relevan dijalankan. Ajaran ini berasal dari kata tri yang artinya tiga, hita yang artinya kebahagian, dan karana yang berarti penyebab. Dengan demikian, Tri Hita Karana tiga penyebab terciptanya kebahagian. Konsep kosmologi Tri Hita Karana merupakan falsafah tangguh. Falsafah tersebut memiliki konsep yang dapat keunikan ragam budaya dan lingkungan, di tengah hantaman globalisasi dan homogenosasi. Pada dasarnya, hakikat ajaran Tri Hita Karana menekankan tiga hubungan kehidupan dengan manusia di dunia ini. Setiap hubungan memiliki pedoman hidup menghargai sesama aspek sekitarnya. Ketiga itu meliputi hubungan manusia dengan sesama (pawongan), manusia dengan alam sekitarnya (palemahan), manusia dengan Tuhan (parahyangan). Jika kita mau jujur seberapa besarkah kita menjalankan ketiga hakikat hidup itu? Mari kita kritik pelaksanaan THK mulai dari diri sendiri. Kita yakin orang Bali (baca: Hindu) tak diragukan lagi sradha-nya kepada Hyang Widi. Namun pada era serba-instan dan pragmatis dewasa ini banyak orang Bali menyimpang dari ajaran Tuhan. Sebut saja makin banyak orang Bali yang menjadi pencuri, bahkan pencuri benda sakral serta curat. Makin banyak orang Bali yang korupsi, memperkaya diri dengan tidak benar serta terjerumus dalam lembah hitam. Tentu kita tak mungkin berharap 100 persen manusia Bali adalah jujur dan baik, namun persentasenya bisa ditekan karena kita tahu konsep rwabhineda. Di bidang pawongan, orang Bali masih dikenal sebagai orang yang tak suka melihat kesuksesan orang lain sesamanya. Seharusnya sisi hitam orang Bali ini diganti dengan konsep punia bahwa orang Bali suka berderma, saling membantu sesama. Bukan saja mapunia untuk pembangunan tempat suci, namun juga menolong orang miskin dan berkesulitan. Ajaran bakti dan mdita (toleransi dan kasih sayang) ini sering bertentangan di lapangan. Buktinya panti jompo selalu penuh oleh manula dari Bali. Ini menandakan masih banyak warga kita yang ditelantarkan alias tak mau diganggu oleh orangtua kita sendiri. Lalu di mana konsep suputra yang sejak kecil diajarkan. Dalam bidang ritual menjalankan palemahan (harmonis manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya) sudah bisa teruji. Namun sayang, semua itu baru slogan semata, belum diikuti perilaku nyata kita melestarikan lingkungan alam. Konsep jero dan tebe sudah hilang, nyaris semua telajakan rumah kini berubah menjadi warung beton. Semua lahan kosong (dulu tebe) kini dibangun tanpa sekat. Padahal, kita tahu hakikat mendasar Tri Hita Karana mengandung pengertian 3 (tiga) penyebab kesejahteraan itu bersumber pada keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam sekitarnya, manusia dengan sesamanya. Makanya para leluhur Bali zaman dulu mengajarkan kita kalau ingin menghasilkan buah kelapa tanamkan pohon kelapa. Jika ingin mendapatkan bambu, tanamlah pohon bambu. Dengan menerapkan falsafah THK secara konsekuen, kita diharapkan dapat menggantikan pandangan hidup modern yang lebih mengedepankan individualisme dan materialisme kembali menjadi harmoni. Membudayakan THK akan dapat menghapus pandangan yang mendorong konsumerisme, pertikaian, dan gejolak. Hubungan harmoni dimulai dari keluarga di rumah kemudian berkembang harmonis di masyarakat. Hubungan baik ini menciptakan keamanan dan kedamaian lahir batin dan masyarakat yang aman akan menciptakan tujuan yang tenteram dan sejahtera. Inilah yang disebut tujuan agama Hindu Mokshartam Jagaditha Ya Caiti Dharma.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Catat Meteran Pada umumnya pelayan/penjual jasa di bidang kelistrikan (PLN) dan air (PDAM) cara kerjanya sudah tergolong bagus. Hanya, di bidang pencatatan meteran sebagai petunjuk berapa nantinya pelanggan akan membayar, masih seperti dulu-dulu. Petugas langsung masuk ke rumah pelanggan. Hal ini sering mengalami kendala manakala si penghuni rumah tidak ada di tempat. Kunci pagar/rumah digembok. Dengan melihat kedua penyedia jasa tersebut yang sudah tergolong lama, mestinya institusinya bisa mencari cara (entah apa yang ditempuh) yang penting tanpa masuk rumah pencatatan meteran bisa dilakukan oleh petugas. Masak enggak bisa, sekarang kan zamannya serbadigital. Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja
Tri Hita Karana, ’’Local Genius’’ Bermanfaat Global Berbagai fenomena tindak kekerasan tidak pernah pupus dari kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia, meski semua pemimpin telah terus berupaya meniti kemajuan dan peradaban. Kejadian demi kejadian menyedihkan seolah tak pernah mau beranjak enyah dari muka ibu pertiwi ini. Yang lebih menyedihkan, semua itu dilakukan oleh ulah dari anak bangsa sendiri, bukan oleh orang lain. Kejadian paling terkini adalah bagaimana sadisme terjadi di tempat ajaran kebenaran dan penegakan aturan meski diterjadikan. Belum hilang kesedihan yang meluluhlantakkan perasaan saudara dan kerabat yang ditinggalkan, kejadian yang bahkan lebih parah menyusul, yaitu bom Surabaya, kemudian diikuti oleh kasus yang sama di Riau.
K
Oleh Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.
asus Surabaya tidak bisa dibilang enteng, karena melibatkan baik orangtua maupun anak yang bahkan masih sangat belia ikut andil dalam aksi pengeboman. Betapa hati ini sebagai pendidik dan orangtua terenyuh, anak-anak yang notabene masih suka bermain harus dirampas masa bermainnya dan bahkan masa depannya untuk menjadi teroris. Pun halnya orangtua yang notabene adalah guru nilai-nila karakter di rumah, begitu tega untuk mengajarkan paham-paham kebencian, yang tidak ada di dalam ajaran mana pun. Dalam tulisan terdahulu, penulis sudah menggarisbawahi bahwa tidak perlu menunggu ramalan novel “Ghost Fleet” bahwa Indonesia akan hancur 2030, kejadian demi kejadian yang mencengangkan sampai ke pelosok negeri dan berbagai belahan dunia merupakan penanda bahwa setiap saat, besok, seminggu, sebulan, setahun, dan kapan saja Indonesia bisa hancur, bila memang ada usahausaha yang sengaja dilakukan ke arah itu. Yang membuat kita getir justru yang menyebabkan kehancurannya adalah anak bangsanya sendiri. Indonesia berkabung den-
gan semua kejadian ini, sampai Presiden harus memberikan penganugerahan luar biasa Anumerta sebagai pahlawan atas korban staf Mako Brimob. Namun, masalah tidak sesederhana itu, tidak cukup hanya dengan pemberian anugerah. Bangsa ini harus berefleksi bahwa kehebatannya hanya mampu dicapai bila semua pihak, semua anak bangsa, semua elemen masyarakat bekerja sama bahumembahu untuk membangunnya bukan malah menghancurkannya. Bagi masyarakat Bali kata Tri Hita Karana bukanlah sesuatu yang asing di telinga. Keseharian mereka sarat dengan kegiatan yang dilandasi oleh filosofi kehidupan ini. Terdiri atas tiga kata fundamental, yaitu tri berarti tiga, hita berarti kebahagiaan, dan karana bermakna penyebab. Jadi, secara harfiah Tri Hita Karana memiliki makna tiga penyebab kebahagiaan. Dalam menjalani kehidupan ini, masyarakat Bali percaya bahwa kebahagiaan di dunia dan di akhirat akan mampu diraih bila kita seimbang secara vertikal dan horizontal. Vertikal ke atas meski diupayakan oleh semua umat manusia beragama di muka bumi ini, yang intinya adalah kita selalu tawakal, bersujud, dan berserah diri kepadaNya yang memiliki kehidupan
ini melalui doa dan puja-puji tulus ikhlas. Tanpa-Nya, segala sesuatu tidak ada di bumi, hanya oleh-Nya segala sesuatu ada dan mengada. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk menjadikan dirinya sombong dan yang paling benar, karena sesungguhnya kebenaran hakiki hanya ada pada-Nya. Vertikal ke bawah mencakup semua ciptaan-Nya termasuk hewan dan tumbuhan serta makhluk-makhluk lainnya yang tidak kasatmata yang terdapat di alam semesta ini. Di Bali hewan dan tumbuhan bahkan diupacarai pada setiap enam bulan Bali, yaitu Tumpek Kandang dan Tumpek Pengatag. Makna di balik upacara tersebut adalah bahwa semua umat manusia hendaknya bersyukur atas eksistensi mereka yang membantu kehidupan, tanpa ada mereka, manusia tidak bisa melangsungkan kehidupannya. Kita bisa bayangkan bahwa tanpa tumbuhan manusia tidak bisa makan, tanpa hewan pun sama halnya, karena manusia mendapatkan asupan gizi makanan dari dua jenis ciptaan Tuhan ini. Begitu pula keberadaan makhluk lainnya yang tidak kasatmata, kita percaya ada meski tidak terlihat, dan pada setiap tahun Çaka, masyarakat Hindu merayakan
hari raya Nyepi dengan diawali upacara macaru yaitu penyucian alam agar terjadi keseimbangan. Horizontal bermakna luas, bahwa dalam menjalankan hidup baik sebagai anggota keluarga, masyarakat, dan bangsa, umat manusia di muka bumi wajib hukumnya untuk melihat dan memaknai hidupnya sama di mata Tuhan. Satu hal yang pasti, Tuhan menciptakan perbedaan itu, ada terlahir dengan kulit putih, ada sawo matang, dan bahkan hitam legam. Pernahkah kita bisa memilih agar kita dilahirkan berkulit putih? Tentu tidak. Pun halnya, sebelum nongol ke muka bumi manusia tidak bisa memilih untuk dilahirkan pada orangtua tertentu dengan agama tertentu dan budaya tertentu, karena semua terjadi secara alamiah. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban semua umat manusia untuk selalu memahami hakikat kemanusiaannya dan tidak berusaha memaksakan kehendak untuk mengubah sesuatu yang sudah menjadi takdirnya. Horizontal juga bermakna tidak ada yang lebih baik atau lebih jelek, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah di mata Tuhan. Bila Tuhan tidak pernah merendahkan ciptaan-Nya, bagaimana dengan manusia? Bukankah manusia hanya setitik debu di muka bumi ini, yang semua kepemilikannya hanya bersifat semen-
Oleh I G.K. Pujawan Mengenai cagub yang lain, yang saya baca juga, melalui media massa, sepak terjangnya juga tidak kalah dengan cagub di daerah lain. Kalau seumpamanya yang dipakai perbandingan adalah Pilgub Jakarta (Bapak Ahok) untuk Bali, sehingga dikatakan kurang gereget, terus terang saya tidak setuju, saya justru sangat prihatin dengan apa yang terjadi pada masyarakat Jakarta pada saat itu. Dan untuk krama Bali yang saya cintai, tentunya situasi semacam itu tidak cocok. Saya mengapresiasi dalam Pilgub Bali tidak terjadi gonjangganjing karena politik, mudahmudahan selalu begitu, dan oleh karenanya, saya sangat berterima kasih atas sikap krama Bali yang gentleman. Dalam keseharian saya, ketika saya bertemu dengan orang-orang yang berkerumun, rata-rata mereka itu membicarakan Pilgub Bali juga, dan tidak kalah serunya dengan berita-berita yang dimuat di media massa. Masalah apatisme yang menimpa krama Bali, saya dengar di luar negeri pun sama saja. Kedua, kalau saya membaca buku ‘‘The Politic’s Book’’ hala-
man 312, yang berjudul: ‘‘The Liberator do not exist. The people liberate themselves’’, yang ditulis oleh Che Guevara (1928-1967) yang merupakan sahabat dari Fidel Castro, yang isi tulisannya juga, menurut pendapat saya, malah berlawanan dengan pendapat yang ditulis di Bali Post. Ketiga, saya pernah membaca karya George Horwell yang fenomenal yang merupakan masterpiece dari karya Horwell dengan semboyannya yang terkenal yang berbunyi: “all animals are equal, but some animals are more equal than others.” Menurut ahli bahasa Inggris, kata more equal tidak ada dalam bahasa Inggris, namun untuk menarik perhatian pembaca, supaya pembaca menjadi tergelitik, malah semboyan ini tidak hanya terkenal di negara Anglo Saxon, tetapi juga di Indonesia. Memang pemimpin itu lebih terhormat daripada rakyat biasa, namun kedaulatan sebenarnya ada di rakyat. Jikalau ada kekurangan ataupun masalah besar di suatu negara, tidaklah berarti bahwa hanya pemimpinlah yang salah. Kalau negara itu ingin maju,
Penulis, dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Ganesha
’’Bangsa ini harus berefleksi bahwa kehebatannya hanya mampu dicapai bila semua pihak, semua anak bangsa, semua elemen masyarakat bekerja sama bahu-membahu untuk membangunnya bukan malah menghancurkannya.’’
Jangan Menyalahkan Pemimpin
Membaca tulisan di Harian Bali Post tertanggal 18 Mei 2018 yang menguraikan sebagai berikut, pada Pilgub Bali tidak ada yang outstanding atau sesuatu yang luar biasa, dan seterusnya. Kemudian dilanjutkan dengan statemen yang lain yang menyatakan bahwa mereka yang secara umum menilai hidupnya tidak terpengaruh siapa pun kandidat yang menang pada Pilgub Bali yang digelar 27 Juni 2018 yang akan datang. Hidup mereka akan normal seperti biasa. Saya belajar membaca sejak kelas II Sekolah Rakyat, dan kadang-kadang saya membaca dari suara Harian Indonesia, terutama huruf cetak yang besarbesar, dan koran yang saya cintai ini sekarang bernama Bali Post. Membaca tulisan di atas, saya terhenyak, dan dengan segala hormat, saya tidak sepakat. Pertama, hal ini disebabkan karena saya membaca tulisan Bapak Prof. Rumawan Salain sebelumnya di harian yang sama, yang dalam tulisannya itu memuji kemajuan Denpasar dengan salah satu kalimatnya: “Denpasar bertabur bintang”. Dalam konteks ini Prof. Rumawan memuji prestasi dari Bapak Wali Kota beserta jajarannya di Pemerintahan Kota Denpasar, dan saya terus terang setuju.
tara, yang sewaktu-waktu harus dikembalikan dan ditinggalkan. Oleh karena itu, tidak ada ajaran mana pun yang mengizinkan kita untuk saling merendahkan. Horizontal juga bermakna kasih sayang dan toleransi. Sebuah ajaran Tat Twam Asi mengajarkan kita “Jika kamu sedih maka aku sedih, jika kamu bahagia, maka aku pun bahagia, karena sesungguhnya kamu adalah aku dan aku adalah kamu”. Hal ini memiliki makna yang sangat dalam dan luas bahwa kasih sayang bukan hanya kepada keluarga kita, tentu kepada semua makhluk di muka bumi ini, tanpa memandang ras dan agama mana pun di semua belahan dunia. Dalam berbagai perbedaan baik itu etnisitas, agama, dan kebudayaan hendaknya tidak diperuncing dengan kebencian dan permusuhan, melainkan dipupuk dengan membangun sikap toleransi dan tenggang rasa (tepo seliro), sehingga kita menjadi pribadi yang mampu menghargai orang lain. Dengan demikian, kita akan merasa bersahabat dan bersaudara dengan siapa pun di muka bumi ini, sehingga akhirnya hidup damai dapat diraih. Damai di hati, damai di dunia, dan damai selalu selamanya.
rakyat dan pemimpinnya harus secara bersama-sama memajukan negara. Buku ini memang membicarakan tentang kekuasaan menurut pendapat umum yang saya tahu, namun ada pula pendapat bahwa buku ini berisikan dukungan terhadap paham komunis. Ahli lain, tentunya melihat dari sisi lain pula bahwa buku ini berbicara tentang kekuasaan, yang harus dihadapi oleh rakyat dengan cara common decency dan kata ini dipakai untuk membuat pembaca merasa geli. Kata yang lebih tepat dipakai dalam konteks ini adalah decent behavior yang dimaksud kurang lebih adalah perilaku yang santun, perilaku yang memikirkan perasaan dan perilaku orang lain. Pendapat ini meyakini bahwa kalau seseorang berperilaku santun (decent behavior), maka masyarakat pun akan menjadi santun yang nantinya akan bermuara pada negara yang aman dan damai. Terakhir, saya berpendapat bahwa decent behavior inilah yang ideal untuk Bali, kalau memungkinkan, sehingga kita tidak akan saling menyalahkan, baik menyalahkan pemimpin ataupun masyarakat.
POJOK Kualitas SDM rendah, sebabkan NPL BPR di Bali tinggi. - OJK jangan diam. *** Margin bunga bank tinggi, kegiatan ekonomi tak efisien. - Yang penting untung. *** Jumat ini DPR dijadwalkan sahkan revisi UU Antiterorisme. - Biar lambat asal selamat.
Penulis, krama Bali, wiraswasta
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7 TABANAN Pembayaran PBB-P2 Tak Lagi Jemput Bola
Rabu Pon, 23 Mei 2018
Bali Post/kmb24
PBB-P2 - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wisyastuti saat melakukan pembayaran PBB-P2, Selasa (22/5) kemarin.
Tabanan (Bali Post) Transaksi nontunai yang digalakkan pemerintah saat ini secara bertahap diterapkan oleh Pemkab Tabanan. Salah satunya pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang saat ini tidak lagi memakai sistem jemput bola, tetapi melalui transaksi online melalui Bank BPD ataupun lewat jaringan yang bekerja sama dengan BPD. Hal ini dipaparkan Kepala Badan Keuangan Daerah Tabanan Dewa Ayu Sri Budiarti dalam acara gebyar pembayaran PBB-P2, Selasa (22/5) kemarin. “Pelaksanaan pungutan PBB-P2 secara langsung dengan sistem jemput bola sudah tidak dilaksanakan lagi. Terlebih saat ini telah diberlakukan transaksi non-tunai di berbagai institusi
pemerintah,” ujarnya. Dikatakannya, pola pembayaran pajak dilaksanakan secara mandiri yaitu wajib pajak datang langsung ke tempat pembayaran seperti Bank BPD Bali dan jaringan yang bekerja sama dengan BPD seperti, LPD, Koperasi hingga BUMDes. Sistem mandiri ini kata Dewa Ayu lebih memudahkan dan memberikan banyak pilihan bagi masyarakat dalam hal melaksanakan kewajiban membaya pajaknya. Gebyar pembayaran PBBP2 ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak. Dewa Ayu memaparkan, selama kurun waktu lima tahun sejak diserahkan kepada daerah, realisasi PBB-P2 selalu
melampaui target yang ditetapkan dan penyajian piutang PBB-P2 sudah lebih akuntabel dan dapat diterima oleh BPKRI. Pencapaian yang cukup menggembirakan ini tentu berkat upaya dan peran serta dari semua pihak secara langsung maupun tidak langsung. Sementara itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wirsyatuti yang hadir bersama dengan Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya dalam acara tersebut berharap kegiatan gebyar pembayaran PBB-P2 tersebut dapat menggugah kesadaran para wajib pajak untuk melaksanakan kewajibannya, sehingga secara langsung akan meningkatkan kapasitas fiskal. “Ke depan semoga akan ada program inovatif selanjutnya. Bagaimana caranya agar para wajib pajak semangat untuk
ikut melaksanakan tanggung jawabnya masing-masing,’’ ujarnya. Pejabat dan birokrasi, menurut Eka, harus memberi contoh. Begitu juga dengan camatcamat juga harus aktif melihat potensi di daerahnya, berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah untuk melihat apa saja yang bisa digarap untuk menambah potensi pendapatan. Bupati Eka juga mengingatkan kembali tentang pentingnya program e-government agar segera dilaksanakan secara maksimal, supaya e-planning, e-budgeting bisa benar-benar dilihat dengan satu sistem. Ia juga berpesan kepada para OPD tentang e-parking agar segera dikondisikan sehingga rencana e-parking pada Juni mendatang dapat berjalan dengan baik. (kmb24)
Jaga Potensi Wisata Desa Tunjuk
Siswa SD Dikenalkan Seni dan Budaya
Bali Post/kmb28
ANGKLUNG - Penyerahan bantuan angklung bambu sebagai upaya pelestarian seni dan budaya Bali. Tabanan (Bali Post)Desa Tunjuk Tabanan memiliki potensi wisata yang kental dengan seni dan budaya Bali. Untuk mempertahankan potensi tersebut, Desa Tunjuk menggandeng pelaku wisata Marthen lewat pemberian bantuan dua set angklung bambu, Selasa (22/5) kemarin di SDN 1 Tunjuk. Diharapkan, melalui alat musik tradisional ini generasi muda dapat mengenal dan melestarikan seni dan budaya Bali. Perbekel Desa Tunjuk Nyoman Budiarta menyampaikan, desa memiliki anggaran
untuk pembinaan kemasyarakatan khusus pembinaan kesenian dan adat budaya. “Semoga ke depan bisa lebih banyak membantu lagi dalam meningkatkan kreativitas anak. Kami di desa juga akan terus menjembatani apa yang menjadi kebutuhan sekolah,” ucapnya. Sementara itu, pemandu wisata bahasa Belanda, Marthen mengatakan, sebagai pecinta seni dan budaya Bali, dirinya ingin desa yang memiliki potensi wisata, baik itu panorama alam maupun seni dan budaya, minimal bisa terus mempertahankan kelestariannya.
“Mari sama-sama ngayah untuk Bali, karena bagaimana pun kami tidak pernah berjalan sendiri,” ucapnya. Menurut Marthen yang merintis divisi Belanda di Himpunan Pramuwisata Bali tahun 1999, dirinya telah memulai usaha Wika Bali International yang bergerak di bidang seni dan guest house wedding. Tentunya ia berharap agar seni dan budaya Bali bisa selalu lestari. Dengan adanya bantuan angklung bambu ini, minimal bibit seni di kalangam generasi muda mulai tumbuh. Didukung sejumlah tokoh seniman di Desa Tunjuk yang sebelumnya berkecimpung di sektor pendidikan membuat pihaknya ikut bersama-sama menjaga seni dan budaya Bali. Kepala SDN 1 Tunjuk Nengah Suarta mengapresiasi dan menyambut baik dukungan yang diberikan semua pihak untuk pengenalan seni dan budaya di lingkungan sekolahnya. Hal senada juga disampaikan Ketua komite SDN 1 Tunjuk Nyoman Arsana yang senantiasa akan memberikan dukungan penuh terhadap proses pembelajaran di SDN 1 Tunjuk. (kmb28)
184 Boks Surat Suara Pilgub Tiba di KPU Dikawal Polisi Bersenjata Lengkap Tabanan (Bali Post) Sebanyak 184 boks surat suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali yang akan digelar Juni 2018, Selasa (22/5) kemarin tiba di KPU Tabanan. Distribusi surat suara Pilgub dari KPU Provinsi tersebut mendapatkan pengawalan pihak kepolisian bersenjata lengkap. Dari pantauan di lapangan, 184 boks surat suara tersebut tiba di KPU pukul 10.50 Wita. Selanjutnya disimpan di gudang KPU setempat. Kemudian akan dilakukan penyortiran dan pelipatan kembali. Bahkan selama proses penurunan boks surat suara hingga ke gudang KPU, mendapat pengawasan pihak kepolisian di bawah komando Kabag Ops Polres Tabanan Kompol I Gede Putu Putra Astawa. Dikatakannya, untuk pengamanan surat suara pihaknya menerjunkan sembilan orang anggota tiap harinya. Baik untuk pengamanan kantor KPU berikut pengamanan surat suara. “Jadi, karena lokasinya jadi satu, memudahkan dalam pengamanan dan tiap harinya kita siapkan sembilan orang petugas, terbagi tiga shift,” ucapnya. Kasubag Keuangan, Umum dan Logistik KPU Tabanan Ni Wayan Purnamawati mengatakan, KPU Tabanan menerima 184 boks surat suara. “Jadi ada 183 boks berisi 2.000 surat suara dan satu boks pecahan atau berisi sebanyak 1.483,” ucapnya. Dikatakannya, jumlah surat suara yang datang disesuaikan dengan jumlah pemilih yang terdata, yakni sebanyak 358.154 ditambah 2,5 persen untuk surat suara cadangan. Usai diterima di KPU Tabanan, lanjut dikatakan tahapan selanjutnya akan dilakukan pensortiran dan lipat kembali. “Kita akan sortir surat suara yaitu berkaitan dengan surat suara kotor merata, surat suara sobek, surat suara kusut/mengkerut atau surat suara yang buram, sehingga sebelum dilipat perlu dilakukan sortir atau dicek dan diteliti terlebih dahulu,” ujarnya. Rencananya kegiatan sortir surat suara akan dilakukan seminggu setelah hari raya Galungan atau tanggal 2 Juni mendatang. (kmb28)
Bali Post/kmb28
SURAT SUARA - Penurunan surat suara Pilgub yang selanjutnya disimpan di gudang KPU Tabanan mendapat penjagaan ketat pihak kepolisian.
RANPERDA - Rapat paripurna intern DPRD membahas empat ranperda, kemarin.
Bali Post/kmb28
Dewan Sepakat Tetapkan Empat Ranperda Tabanan (Bali Post) -
Setelah pembahasan cukup panjang, seluruh fraksi DPRD Tabanan akhirnya menyepakati empat buah ranperda, termasuk dua ranperda inisiatif DPRD untuk segera ditetapkan menjadi perda. Kesepakatan tersebut disampaikan saat rapat paripurna intern DPRD Tabanan di ruang rapat bawah, Selasa (22/5) kemarin. Rapat paripurna intern dipimpin langsung Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi didampingi dua Wakil Ketua Ni Made Meliani dan Ni Nengah Sri Labantari. Selanjutnya Panus IV yang diketuai Putu Desta Kumara yang bertugas membahas dua Ranperda tentang Pemerintahan Desa dan Pengelolaan Limbah Domestik memaparkan hasil kerja pansus setiap pasal. Sementara Pansus V yang diketuai I Gusti Nyoman Omardani juga memaparkan hasil kerja Pansus yang membahas Ranperda inistif dewan tentang Desa Wisata dan Pelayanan
Perizinanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Usai pemaparan masingmasing pansus, selanjutnya disampaikan pemandangan umum masing-masing komisi dan fraksi. Secara umum semua komisi dan fraksi menerima hasil pembahasan Pansus terhadap empat ranperda tersebut dan selanjutnya ditetapkan menjadi perda. Tidak banyak pembahasan lagi dari empat ranperda tersebut, karena sudah dibahas cukup lama di pansus termasuk sosialisasi ke berbagai pihak terkait. Ketua Komisi I, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, berharap
empat ranperda ini dapat ditetapkan menjadi perda dan segera diikuti dengan pembuatan aturan teknis berupa Perbup agar bisa dilaksanakan. Ke depan, katanya, masih banyak hal yang harus dibahas dewan termasuk revisi atau pembuatan ulang Perda RTRW tahun 2012, serta membuat RDTR kawasan khusus WBD Jatiluwih dan RDTR perkotaan agar pembangunan di Tabanan lebih terarah. “Ke depan masih banyak tugas yang harus dikerjakan dewan,” tandasnya. Ketua Fraksi Gabungan Nasdem Hanura I Nyoman Satiayasa berharap setelah
ditetapkan menjadi perda diikuti pembuatan perbup sebagai dasar pihaknya untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat. “Segera rampungkan eksekutif untuk bisa bawa sosialisasi ke bawah,” pintanya. Sebelumnya, Ketua Pansus V I Gusti Nyoman Omardani yang membahas dua Ranperda inisiatif Desa Wisata dan PTSP menyebutkan pihaknya memang mendorong OPD terkait untuk segera membuat aturan teknis berupa Perbup. Bahkan saat ranperda ini dibahas, perbup juga sudah dirancang dengan OPD terkait. “Bahkan saat ranperda ini dibahas, kami sudah mendorong OPD terkait menyusun draf perbup sehingga begitu ditetapkan, draf perbup sudah bisa diajukan,” pungkasnya. (kmb28)
KARANGASEM
8
Rabu Pon, 23 Mei 2018
SOSOK
Siap Hadapi Galungan PEKAN depan umat Hindu merayakan Galungan. Di tengah perayaan ini, biasanya penggunaan air bersih akan jauh meningkat. Mengantisipasi peningkatan konsumsi air itu, PDAM Karangasem menyatakan siap 24 jam memenuhi keperluan air bersih kepada pelanggan maupun di banjar-banjar. Direktur PDAM Karangasem I Gusti Made Singarsi menyampaikan hal itu saat ditemui di Gedung UKM Center Amlapura, Selasa (22/5) kemarin. Dengan perombakan total dan sistem pengelolaan air bersih saat ini, Direktur PDAM asal Subagan ini mengatakan sangat siap menghadapi hari raya. ‘’Kalaupun airnya tak mengalir karena ada masalah teknis, kami sudah siapkan mobil tangki. Tinggal bilang saja,’’ kata Direktur yang baru saja menerima penghargaan nasional ini. Selain siap menghadapi Galungan, Gusti Singarsi juga menyampaikan bila ada kegiatan upacara agama di desa, misalnya ngaben massal, pihaknya juga menyatakan siap membantu ketersediaan air bersih secara gratis. Desa atau kelompok masyarakat yang sudah tercatat sebagai pelanggan, dalam situasi seperti itu, bisa mendapat dispensasi pembayaran rekening air. Ini, katanya, sebagai wujud program sosial PDAM Karangasem. ‘’Sampaikan saja kapan kegiatan keagamaan itu akan berlangsung. Misalnya kegiatan ngaben Juli-Agustus, nanti kita berikan dispensasi pembayaran rekening airnya,’’ jelas Singarsi. Pertengahan tahun ini, di sejumlah desa sudah mengagendakan menggelar ngaben massal. Banyak yang menggelar ngaben massal tahun ini, karena tahun depan tidak diperkenankan melaksanakan ngaben, menyusul pelaksanaan ritual Panca Bali Krama di Pura Agung Besakih. (gik)
Dampak Sengketa Tanah ’’Pelaba’’ Pura Segara
Proyek Pasar Ditunda, Dialihkan ke Infrastruktur
Amlapura (Bali Post) Desa Purwakerti, Abang, memutuskan menunda pembangunan pasar desa di atas tanah pelaba Pura Segara. Keputusan itu diambil untuk menenangkan situasi kedua belah pihak yang bersengketa, yakni Desa Pakraman Culik dan Desa Pakraman Tukad Besi. Setelah melalui musdes (musyawarah desa) dan musrembangdes, telah diputuskan dananya akan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Demikian disampaikan Perbekel Desa Purwakerti Nengah Karyawan saat dihubungi usai pembahasan persoalan ini pada musrembangdes, Selasa (22/5) kemarin. Sebelum dibahas di dalam musrembangdes ini, Karyawan mengatakan permasalahan ini sempat dibahas sebelumnya di dalam musdes yang difasilitasi BPD setempat, 18 Nengah Karyawan Mei lalu. Di sana disarankan agar dialihkan ke pembangunan infrastruktur. Berdasarkan arahan tersebut, Desa Purwakerti lantas menggelar musrembangdes, mengundang Kepala Dinas PMD, BPD, LPM, termasuk unsur Porkopinca Abang, hingga tokoh masyarakat setempat. “Desa Dinas Purwakerti ingin menyelamatkan dana desa ini. Ibarat mengambil ikan di kolam, agar airnya tidak keruh,” kata Karyawan. Dana desa tahun ini, katanya, harus tetap bisa dieksekusi, walaupun pembangunan pasar desa ini ditunda. Nantinya, setelah tahun ini dipastikan ditunda, pembangunan pasar desa ini, bisa dilanjutkan tahun berikutnya, setelah sengketa tanah pelaba Pura Segara ini berakhir. Perencanaannya sendiri tetap akan disimpan. “Kami dari Desa Perwakerti harus berjiwa besar menunda pembangunan pasar ini, guna menjaga kondusivitas wilayah kami,” katanya. Rencana pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dipusatkan pada akses jalan setempat yang menghubungkan tiga desa ke jalan Setra Tukad Besi hingga tembus ke jalan Setra Culik. Panjang jembatan yang dibangun mencapai 10 meter dari akses jalan sepanjang sekitar 200 meter. Lebarnya 6 meter. Dana yang dihabiskan untuk pembangunan akses jalan dan jembatan ini, sama besarnnya dengan rencana pembangunan pasar desa sebelumnya, yakni Rp 863 juta. Sebelumnya, kedua desa adat yang bersengketa dan Desa Purwakerti sempat dimediasi Dinas PMD di aula Diskominfo, 11 Mei lalu. Pada saat itu, Kepala Dinas PMD Karangasem Komang Agus Sukasena mengungkap sempat muncul opsi agar lokasi pembangunannya dipindah. Desa Purwakerti sendiri juga sempat mengamini opsi tersebut. Tetapi, setelah mediasi tersebut, atas berbagai pertimbangan, kemudian diputuskan pembangunan pasar desa itu ditunda sampai permasalahan sengketa lahan pelaba Pura Segara ini tuntas. (kmb31)
SIDAK DUKTANG - Tim Yustisi Karangasem melakukan sidak duktang di Karangsokong, Kecamatan Karangasem.
Bali Post/kmb
18 ABK Digelandang ke Kantor Polisi Disidak, Puluhan Duktang Tanpa KTS
Amlapura (Bali Post) Polsek Karangasem menggelandang 18 nelayan yang tengah beristirahat di Pantai Gili Selang, Desa Seraya Timur, Karangasem, Senin (21/5) sore. Mereka merupakan anak buah kapal (ABK) dari tiga kapal nelayan milik pengusaha ikan dari Serangan, Denpasar Selatan. Penangkapan ABK itu dilakukan karena semuanya tak mampu menunjukkan KTP. Sejatinya, tidak ada aksi pidana ataupun indikasi aksi terorisme yang mereka lakukan. Sebelum kedapatan parkir di perairan Pantai Gili Selang, ketiga kapal nelayan itu masing-masing Sarin Segara 01, Sarin Segara 03, dan Sarin Segara 05 menangkap ikan di perairan Padangbai. Ketiga kapal nelayan berukuran sedang itu menyingkir sampai ke Seraya semata-mata menghindari derasnya arus laut perairan Padangbai. Melihat ada kapal asing di wilayahnya, salah seorang warga Gili Selang, I Made Gari, melapor ke Mapolsek Karangasem. Laporan warga tersebut segera ditindaklanjuti polisi.
Singkat cerita, semua ABK kapal nelayan itu pun berhasil dikeler ke Pantai Gili Selang. Personel Polsek Karangasem akhirnya memutuskan menggelandang nelayan-nalayan itu ke markasnya. Alasannya, hanya kapten kapalnya yang mampu menunjukkan kartu identitas diri. Kapolsek Karangasem, Kompol I Nengah Berata, Selasa (22/5) kemarin, mengatakan dari ketiga kapal nelayan itu, pihaknya mengamankan 21 ABK. Dari semua ABK itu hanya tiga orang yang memiliki KTP, semuanya berstatus kapten kapal yaitu Suparman (36) asal Banyuwangi, Sudirman (40) asal Sumbawa,
dan Isman (26) asal Lombok Timur. Sempat diperiksa intensif di Mapolsek, malam itu juga. Namun, kemudian semuanya dikembalikan. Pemeriksaan itu dilakukan setelah pemilik kapal I Ketut Suara (40) asal Banjar Tengah, Serangan, datang ke Mapolsek membawa KTP para nelayan tersebut. ‘’Semuanya punya KTP tapi disimpan pecalang Desa Adat Serangan. Mereka rata-rata sudah satu tahun bekerja di perusahaan milik Pak Ketut Suara itu,’’ jelas Kapolsek. Polisi juga melakukan penggeledahan ke dalam kapal. Hasilnya nihil barang yang terindikasi pidana. Di dalam kapal itu kata Kapolsek, hanya
ditemukan panah ikan, kompresor, tabung gas, dan ikan hasil tangkapan. ‘’Ini untuk antisipasi keamanan. Pemilik kapal juga menunjukkan dokumen kapal, semuanya klir,’’ kata Kapolsek. Sidak Duktang Sementara itu, Selasa kemarin, Tim Yustisi Pemkab Karangasem melakukan sidak penduduk pendatang (duktang) di beberapa kantong duktang di Kecamatan Karangasem seperti Padangkerta dan Karangsokong. Sidak menyasar koskosan yang ditempati warga pendatang dari luar Bali. Di Padangkerta Kaler, Tim Yustisi menjaring 17 duktang. Mereka rata-rata wajah lama yang sempat pulang kampung dan sekarang kembali ke Karangasem. Saat diperiksa, mereka memang memiliki KTP daerah asal, tapi tidak memiliki Kartu Tinggal Sementara (KTS). Di
Karangsokong tim menjaring 15 duktang tanpa KTS dari sejumlah kos-kosan. Beberapa di antaranya pasrah dan mengaku bersalah, tapi ada juga yang coba berkelit. Mereka mengaku tak sempat ngurus KTS karena erupsi Gunung Agung, ada juga yang mengaku sudah menyerahkan data ke pemilik kos. Kepala Satpol PP Ketut Wage Saputra yang memimpin sidak duktang itu mengatakan, kegiatan yustisi itu bertujuan memberikan efek jera kepada duktang agar mereka melengkapi surat sesuai prosedur di Karangasem. Selain itu, juga untuk langkah antisipasi masuknya jaringan teroris. ‘’Sidak duktang itu tujuannya agar mereka patuh terhadap perda kependudukan. Juga untuk contoh bagi yang lainnya sehingga tahu apa yang harus dilakukan agar tidak terjaring ke depannya,’’ ungkapnya. (kmb)
Karangasem melalui MPP tersebut. MPP itu, kata Erlan, sejalan dengan program pemerintah pusat untuk memberikan pelayanan cepat, mudah, dan murah kepada masyarakat. MPP akan memungkinkan setiap warga menghemat waktu dan biaya terkait pengurusan administrasi kependudukan. Selain itu, sistem pelayanan terpadu ini juga akan memudahkan investasi, menciptakan lapangan kerja yang bermuara pada peningkatkan taraf perekonomian masyarakat. ‘’Ide dasar MPP ini adalah mendekatkan pelayanan yang selama ini tersebar di SKPD, BUMN-BUMN dan juga swasta. Dengan berbasis NIK, ke depan, semua jenis layanan agar terkoneksi secara online, dan juga terintegrasi. Surabaya sudah menerapkan aplikasi real time, Karangasem bisa belajar ke sana,’’ ujarnya. Jeffry Erlan Muller dan tim memantau sampai sisi belakang MPP yang ditempati unit layanan PDAM. Direktur PDAM I Gusti Made Singarsi mengatakan, MPP memberikan semua layanan untuk pelanggan
PDAM di Kecamatan Karangasem yang berjumlah 13 ribu pelanggan. Sedangkan untuk pelayanan di kecamatan lainnya tetap dilaksanakan di kantor unit di masing-masing kecamatan. ‘’Untuk di MPP, sejauh ini berjalan lancar. Kadang ada lonjakan pembayaran rekening, tetapi tempat kita masih mencukupi,’’ jelasnya. Kabid Tata Laksana Bagian Organisasi Setda Karangasem Gusti Ngurah Swisnawa mengatakan, MPP merupakan tindak lanjut dari program peningkatan pelayanan publik. Pada tahun 2015, Karangasem masuk kategori grade III termasuk yang terbaik nasional penilaian Ombusman RI. Nantinya, menurutnya, semua layanan MPP memang diarahkan terkoneksi secara online. Namun saat ini baru tiga SKPD terhubung online yaitu Dinas Catatan Sipil, Dinas PM-PTSP, dan RSUD Karangasem. ‘’Dalam kaitan itu, tim pusat juga sudah sempat mengunjungi Kator Dinas Catatan Sipil. Besok (hari ini - red) akan ke RSUD dan Kantor Dinas PM-PTSP,’’ jelasnya. (ad1211)
Tim Menpan-RB Sebut MPP Layak Operasi
TIM evaluasi dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) mengunjungi Mal Pelayanan Publik (MMP) Karangasem, Selasa (22/5) kemarin. Kedatangan tim untuk melihat kesiapan sistem, sarana-prasarana dan aktivitas pelayanan di pusat pelayanan terpadu di Gedung UKM Center, Jalan Gajah Mada, Amlapura tersebut. Tim yang dipimpin Asisten Deputi Pelayanan Publik Kemenpan-RB Jeffry Erlan Muller mengunjungi unitunit pelayanan satu per satu. Tim juga berinteraksi dengan beberapa pengunjung yang menunggu giliran pelayanan. Sebelum memantau aktivitas pelayanan, tim menerima pemaparan singkat dari tim teknis MPP yang dikoordinasikan Bagian Organisasi Setda Karangasem selaku leading sector pembinaan pelayanan publik Pemkab Karangasem. Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Karangasem IGB Widiantara mengatakan, MPP yang diujico-
PUSAT PANTAU MPP - Tim evaluasi Kemenpan-RB dan LAN Pusat memantau aktivitas pelayanan di loket pelayanan PDAM Karangasem, di MPP Karangasem. bakan sejak 5 April 2018 itu rata-rata melayani 281 pengunjung setiap hari di luar pelayanan PDAM. Untuk optimalisasi pelayanan, saat ini, tim terus melakukan pembenahan baik teknis maupun infrastrukturnya. ‘’Untuk sementara, MPP memberikan 159 jenis layanan. Sampai Senin kemarin, MPP sudah memberikan 30.679 layanan,’’ jelasnya. Dikonfirmasi usai peninjauan, Jeffry Erlan Muller mengatakan, secara umum MPP sudah layak dioperasi-
kan. MPP juga layak segera diluncurkan. Penataan unit-unit layanan itu sudah bagus. Namun untuk optimalisasi masih diperlukan beberapa penyempurnaan di antaranya menyangkut informasi jenis layanan, alur proses, sistem antrean dan informasi biaya jika ada jenis layanan yang berbiaya. ‘’Secara umum sudah bagus, MPP ini sudah layak di-launching (diluncurkan red),’’ ujarnya. Jeffry Erlan Muller mengapresiasi upaya Pemkab
Prioritaskan Pencegahan
Kejaksaan Dorong Desa Buat MoU Kejari Amlapura mendorong setiap desa membuat MoU dengan kejaksaan. Tujuannya agar desa bisa menjalin kerja sama yang baik dengan kejaksaan bilamana menghadapi persoalan hukum atau memerlukan pertimbangan, bantuan, dan juga pendampingan hukum. Saat ini dari 75 desa di Karangasem, baru dua desa yang sudah menjalin kerja sama dengan kejaksaan yakni Desa Amerta Bhuana Kecamatan Selat dan Desa Abang Kecamatan Abang. Dalam kaitan pembangunan yang menggunakan dana APBdes itu, apakah manfaat MoU desa dengan pihak kejaksaan itu? DESA Abang baru menjalin kesepakatan dengan kejaksaan, Selasa (22/5) kemarin. Kesepakatan itu terjalin setelah Perbekel Abang Nyoman Sutirtayana berinisiatif berkomunikasi langsung dengan Kajari Amlapura Nyoman Sucitrawan. Kajari Sucitrawan mengatakan, dengan adanya MoU, maka
otomatis Desa Abang akan selalu mendapat pendampingan hukum. Misalnya, dalam melaksanakan kebijakan, Desa Abang di-PTUN-kan atau digugat warganya. Maka saat itu, Kejari Amlapura tentu akan langsung melakukan pendampingan hukum. ‘’Misalnya, kalau Desa Abang itu digugat, maka
kami dari Kejari Amlapura akan bertindak selaku jaksa pengacara negara,’’ kata Sucitrawan setelah menandatangi isi MoU dengan Perbekel Abang, di aula Kejari Amlapura, Selasa (22/5) kemarin. Demikian juga ketika Desa Abang itu dirugikan pihak tertentu, hingga menimbulkan kerugian negara. Maka saat itu Kejari Amlapura bisa berposisi sebagai penggugat, agar kerugian negara yang ditimbulkan itu bisa dikembalikan. ‘’Misalnya, ketika tanah desa diserobot pihak lain. Nah, di sana kami bisa berperan mengadvokasi Desa Abang,’’ tegasnya. Bentuk kontribusi lainnya adalah Kejari Amlapura juga bisa memberikan layanan hukum terhadap warga setempat. Hingga dalam penyusunan anggaran pun, Kejari Amlapura bisa dilibatkan., sehingga peny-
usunan anggaran itu semuanya bisa dikaji. Tentu agar tidak ada penyimpangan hukum. Melihat manfaat yang begitu besar bagi desa itu sendiri, pihaknya mendorong agar desa-desa lainnya juga bisa segera melakukan MoU dengan kejaksaan. Pihaknya menegaskan, tidak ada bentuk kewajiban apa pun dari desa kepada kejaksaan. Apalagi, terkait biaya dan bentuk kontribusi lainnya. Ini semata-mata membantu desa agar tidak ragu-ragu ketika harus mengambil keputusan saat menjalankan kebijakan. ‘’Mungkin saat desa itu sudah menghadapi masalah hukum, baru menyadari pentingnya MoU dengan kami. Padahal, bupati sendiri juga sudah menyarankan agar segera membuat MoU,’’ ujarnya seraya mengatakan permasalahan ini di bawah tanggung jawab Kepala Seksi
Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun). Perbekel Desa Abang Nyoman Sutirtayana mengatakan pihaknya mengambil inisiatif seperti itu karena menyadari sangat awam dalam menghadapi persoalan hukum. Langkah ini juga sebagai antisipasi, di tengah gencarnya sorotan aparat penegak hukum tentang realisasi pembangunan di desa. ‘’Makanya jangan sampai kebijakan yang kami ambil bertentangan dengan hukum. Sehingga dalam menyusun ABPDes nanti, kami akan libatkan kejaksaan. Kami tidak mau hanya karena masalah administrasi di desa, kemudian bisa terjerat kasus hukum,’’ kata perbekel termuda di Karangasem ini didampingi Ketua BPD Abang Nyoman Kasyawan, Ketua LPM Abang Komang Anantayasa, Sekdes Nyoman Sukada, dan
Bali Post/gik
PENANDATANGANAN MOU - Perbekel Abang Nyoman Sutirtayana saat penandatanganan MoU bersama Kajari Amlapura di Aula Kejari Amlapura. Kasi Kesra Kadek Artika. Setelah empat bulan menjadi perbekel, Sutirtayana mengaku belum pernah menghadapi kasus perdata juga pidana. Kasus yang banyak maju ke desa itu hanya masalah perceraian warga dan sengketa tanah. ‘’Dengan adanya MoU ini, ke depan agar Desa Abang tetap diberikan masukan dan saran,
sehingga pelaksanaan pemerintahan desa ini semakin baik dan transparan,’’ ujar Ketua LPM Komang Anantayasa. Konsep MoU ini sesungguhnya sudah ada di Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Karangasem. Hanya, kesadaran masing-masing desa untuk menindaklanjutinya masih rendah. (gik)
GIANYAR
Rabu Pon, 23 Mei 2018
9 Sidak Tim Gabungan
Hotel di Kedewatan Diduga Melanggar IMB Gianyar (Bali Post) -
Tim gabungan Pemkab Gianyar yang terdiri dari Dinas Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP), Selasa (22/5) kemarin menggelar sidak ke sejumlah proyek akomodasi pariwisata di kawasan Ubud. Pada sidak tersebut, tim mensinyalir salah satu hotel telah melanggar aturan lantaran pembangunan di lapangan tidak sesuai dengan IMB.
SIDAK - Sidak proyek hotel di Ubud yang dilaksanakan tim gabungan Pemkab Gianyar, Selasa (22/5) kemarin.
Bali Post/ist
Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gde Agusnawa mengatakan, hotel tersebut berlokasi di Banjar Kedewatan Anyar Desa Kedewatan. Pada IMB, hotel tersebut hanya tiga lantai. Namun pada kenyataannya hotel itu justru lebih dari empat lantai alias tidak sesuai izin. Pihaknya sudah pernah memberikan teguran bahkan melayangkan surat peringatan (SP) 1 atas pelanggaran hotel ini. Kala itu pemilik hotel diminta membangun seperti yang tertera dalam IMB. Namun, SP tersebut ternyata tidak digubris. Terkait persoalan ini, Cokorda Agusnawa mengaku belum bisa mengambil tindakan. Pihaknya masih harus menunggu hasil kajian Dinas PUPR dan DPMPPTSP mengingat IMB sudah dikeluarkan. Meski demikian, ia menegaskan, pihaknya siap menindaklanjuti hasil kajian atau rekomendasi dua instansi tersebut. Ia pun mengaku sangat menyayangkan adanya pelanggaran perizinan. Sebab, persoalan ini bukan saja me-
’’Bale Piasan’’ Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Gianyar (Bali Post) Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Gianyar. Pada Selasa (22/5) kemarin, api melalap bale piasan di sanggah milik I Wayan Pageh Ardana (53) di Banjar Padangtegal Kelod Desa Padangtegal Kecamatan Ubud. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Menurut informasi, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Kala itu Ni Putu Sinta Dewi (30) yang merupakan menantu Wayan Pageh, tengah membuat sesajen di bale dangin. Tiba-tiba dia melihat kepulan asap pekat di atas bale dangin. Ia lantas meminta mertuanya mengecek sumber asap tersebut. Mereka pun terkejut lantaran asap tersebut bersumber dari atap piasan yang terbakar.
Namun mereka tidak bisa berbuat banyak. Pageh lantas meminta saksi lainnya, I Wayan Miasa, untuk menghubungi pemadam kebakaran. Berselang 10 menit, petugas dengan sejumlah armada pemadam kebakaran dari pos Ubud tiba di lokasi. Petugas langsung berupaya keras memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit. Berkat kesigapan petugas, api tidak sampai menjalar ke bangunan lain. Kerugian atas kejadian ini mencapai puluhan juta rupiah. Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gde Agusnawa menyatakan penyebab kebakaran diduga korsleting. Dugaan ini berdasarkan temuan petugas usai proses pemadaman yakni kabel lis-
Jumlah Naker Asing Terus Meningkat Gianyar (Bali Post) Jumlah tenaga kerja (naker) asing di Kabupaten Gianyar terus bertambah tiap tahunnya. Bahkan peningkatannya menunjukkan tren yang cukup signifikan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar A.A. Dalem Jagadhita, Selasa (22/5) kemarin. Dijelaskannya, di tahun 2016 terdapat 67 orang naker asing. Jumlah ini kemudian meningkat di tahun 2017 menjadi 101 orang. Sementara untuk tahun ini masih dalam pendataan. Meski demikian, sudah ada 50 naker asing sudah mengajukan perpanjangan izin bekerja.
Sejauh ini naker asing di Gianyar dominan bekerja di industri pariwisata seperti hotel. Mereka sebagian besar menduduki posisi jabatan menengah ke atas dalam perusahaan. Dia menegaskan, naker asing di Gianyar sudah mendapatkan legalitas berupa izin dari Kementerian Ketenagakerjaan. ‘’Selama ini semua sudah lapor. Kalau tidak, mereka tidak bisa mengurus dokumen-dokumen penting. Intinya kita memfasilitasi tenaga kerja asing yang sudah punya legalitas,’’ katanya. Dia pun menyatakan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) tetap berlaku. Izin yang perpanjangannya menjadi kewenangan pemkab ini menjadi dasar bagi pihaknya untuk memfasilitasi kebutuhan naker asing selama bekerja di wilayah Gianyar. Selain masalah legalitas, Dinas Tenaga Kerja Gianyar saat ini juga tengah mendorong agar naker asing memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan. Naker asing harus memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan jika sudah bekerja lebih dari enam bulan. ‘’Itu harus sudah include,’’ imbuhnya. (kmb25)
nyangkut penegakan aturan, melainkan juga soal pendapatan daerah. Potensi pendapatan daerah dari sektor retribusi IMB akan menguap akibat ketidaksesuaian pembangunan dan izin yang dikeluarkan. Ia juga menegaskan, pengusaha jangan mempermainkan aturan. Sesuai perda, ketinggian bangunan maksimal 15 meter. Bagaimanapun posisi lahan hitungannya tetap maksimal 15 meter dari dasar bangunan. Lebih lanjut Cokorda Agusnawa menyampaikan, sidak ini adalah sebagai tindak lanjut laporan DPRD Gianyar. Ada dua lokasi yang disasar. Selain proyek hotel di Kedewatan, pihaknya juga mendatangi hotel di Banjar Kutuh Desa Sayan. Khusus hotel di Kutuh, informasi yang diterimanya, hotel tersebut tidak menyisakan akses jalan. Namun dari penelusuran tim, sudah ada jalan meskipun kecil. Akses tersebut juga tidak berdampak luas bagi masyarakat. (kmb25)
Kasus Septiyani Dilimpahkan ke Kejaksaan
trik menempel pada atap bangunan berukuran 3x4 meter. Percikan api dengan mudah membesar akibat atap bangunan terbuat dari ijuk. Lebih lanjut dia berharap masyarakat lebih waspada akan potensi kebakaran. Berbagai hal yang dapat memicu kebakaran harus diantisipasi, seperti instalasi listrik yang tidak mengedepankan unsur keamanan, pembakaran sampah hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan. ‘’Intinya, kita harus lebih hati-hati dan kalau perlu cek lebih cermat,’’ katanya. (kmb25) PADAMKAN API Petugas saat memadamkan api yang membakar bale piasan.
Bali Post/ist
Gianyar (Bali Post) Kasus pembunuhan tiga bocah dengan tersangka ibu kandung korban, Ni Luh Putu Septiyani Permadani, kini ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar. Polisi telah melimpahkan tersangka berikut barang bukti ke Kejari, Selasa (22/5) kemarin. Septiyani yang sebelumnya mendekam di sel Polres Gianyar dipindahkan ke Rutan Gianyar. Kasi Pidana Umum Kejari Gianyar Wayan Genip menjelaskan, saat proses pelimpahan, tersangka sempat menjalani pemeriksaan jaksa. Jaksa juga memeriksa sejumlah barang bukti. Usai pemeriksaan di Kejari, tersangka digiring ke rutan. Kejari juga sudah menunjuk tim jaksa penuntut umum (JPU) untuk menangani kasus ini. JPU terdiri atas Echo Arianto dan Ni Made Widyastuti. Dia menegaskan, jaksa akan berupaya maksimal merampungkan berkas untuk selanjutnya dibawa ke persidangan. Kejari tidak ingin menunda-nunda pekerjaan, mengingat dalam waktu dekat akan ada libur panjang yakni Galungan dan Idul Fitri. Jangan sampai hari libur tersebut menghambat proses di kejaksaan. Kasi Intel Kejari Gianyar Gusti Agung Puger menambahkan, tersangka dijerat pasal pembunuhan pada Undang-undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. (kmb25)
Petani Panglan Kembangkan Minuman Organik
Bali Post/ded
ORGANIK - Pengunjung pameran HUT Kota Gianyar saat mencoba minuman organik hasil olahan petani di Banjar Panglan Desa Pejeng.
PARA petani di Banjar Panglan Desa Pejeng Kecamatan Tampaksiring yang tergabung dalam Kebun Mai Organik Bali (KMOB) mulai mengolah dan memasarkan hasil pertanian menjadi aneka produk minuman organik. Minuman herbal tersebut merupakan produk olahan hasil pertanian organik di kawasan Subak Kana, banjar setempat. Ketua KMOB I Made Kamardiyana, Selasa (22/5) kemarin, mengungkapkan KMOB adalah gerakan dari sebuah inisiatif masyarakat setempat yang berusaha memelihara prinsip-prinsip pertanian organik tradisional. Prinsip dan metode pertanian organik telah ada dan berkembang di desa-desa di Bali sejak berabad-abad lalu. ‘’Kami menanam dengan proses organik untuk melindungi lingkungan kami, mengampanyekan hidup sehat dan memastikan generasi penerus kami di Pejeng, rumah kami, untuk dapat terus menikmati keindahan alam, sejarah dan tradisi desa,’’ ujarnya. Selain membawa misi me-
lestarikan budaya, KMOB yang beranggotakan para petani muda Banjar Panglan tersebut juga berusaha memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan melalui pengembangan pertanian ke sektor agrobisnis. Salah satunya melalui pembuatan dan pemasaran produk-produk yang menyehatkan dan panganan tradisional Pejeng. Hasil pertanian organik mereka olah menjadi beberapa minuman seperti minuman kunyit asam, minuman rosella, loloh kelor, temulawak ginger, teh rosella hitam. Minuman kunyit asam. Minuman diolah secara tradisional dalam kemasan botol plastik 250 ml. ‘’Kalau harga, rata-rata Rp 8 ribu per botolnya,’’ katanya. Minuman herbal sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dia mencontohkan minuman rosella. Berbahan dasar bunga rosella yang dipadukan dengan cengkeh, kayu manis, staranis, jahe, serai, gula, jeruk nipis dan air. Minuman ini bermanfaat sebagai antioksidan, membantu kesuburan wanita, mencegah peradan-
gan, detoksifikasi, mencegah penuaan dini hingga meningkatkan vitalitas. ‘’Kami juga ada loloh kelor. Ini bisa mengobati rematik, mencegah kanker, mengatasi diabetes, menyehatkan kulit dan mata,’’ imbuhnya. Pihaknya memasarkan produk secara online, salah satunya melalui media sosial. Selain itu, event berupa pameran juga masih menjadi sarana promosi sekaligus pemasaran yang cukup efektif. Sejauh ini, respons masyarakat terhadap produk pertanian organik cukup baik. Terbukti saat mengikuti pameran sebagai rangkaian HUT Kota Gianyar belum lama ini, Stan KMOB memiliki repeater customer. Lebih lanjut diungkapkannya, kendala dalam pengolahan minuman organik ada pada proses produksi. Kamardiyana menyebutkan, pihaknya masih mencari rekanan di bidang pengolahan minuman. ‘’Kalau sudah ada partner, produksinya bisa ditingkatkan. Kalau seperti sekarang, masih sangat terbatas,’’ kata Klian Dinas Banjar Panglan ini. (ded)
JEMBRANA
10 SOSOK
Rabu Pon, 23 Mei 2018
Aktifkan Siskamling PASCALEDAKAN bom di sejumlah titik di Surabaya, tentunya membuat semua pihak harus waspada, termasuk juga di wilayah Jembrana. Pengamanan di pintu masuk Bali ditingkatkan. Sistem pengamanan lingkungan (siskamling) di desa dan kelurahan diharapkan diaktifkan kembali. Hal ini dilakukan untuk deteksi dini. Jika ada hal-hal yang mencurigakan tentunya agar segera bisa diantisipasi. Hal ini ditegaskan Dandim 1617/ Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok saat Kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Aparat Pemerintah di wilayah Kodim 1617/ Jembrana, Selasa (22/5) kemarin. Dandim mengingatkan ada empat konsensus dasar bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika harus dibenamkan di setiap warga masyarakat. Dalam mengantisipasi radikalisme, Dandim juga berpesan kepada masyarakat harus berperan aktif dalam memerangi kelompok radikalisme. “Kerukunan antar umat beragama harus tetap dijaga. Jangan sampai terpecah belah. Jangan sampai ada kelompok yang berkembang dan mempengaruhi persatuan dan kesatuan dalam menjaga keutuhan NKRI,” harap Letkol Djefri. Untuk pelaksanaan program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang tahun ini akan dilaksanakan di Desa Delodberawah, pihaknya juga akan mengimbau kesadaran masyarakat. Sebab di sana merupakan tempat wisata dan tidak sesuai standardisasi sehingga perlu ditata. “Kami akan berikan pengertian sehingga dengan sadar mengikuti apa yang dikatakan Pemkab. Karena di sana juga muncul permasalahan sosial,” pungkasnya. (olo)
Pembahasan Ranperda Pariwisata
PHRI Minta Dilibatkan
Negara (Bali Post) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) tahun 2018-2032 mendapat sambutan beragam di masyarakat. Sejumlah desa di Jembrana yang telah ditetapkan menjadi desa wisata, sangat mendukung ranperda itu bisa ditetapkan. Dengan demikian, ada payung hukum dalam pengelolaan pariwisata. Namun, tidak demikian dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jembrana yang sejak awal tidak dilibatkan. Ketua PHRI Jembrana I Nyoman Suantaya, Selasa (22/5) kemarin, mengaku terkejut mengetahui ada ranperda terkait pariwisata karena memang selama ini tidak pernah dilibatkan. Seyogianya, para pelaku usaha pariwisata yang tergabung dalam PHRI ini turut dilibatkan apalagi berkaitan dengan pengembangan pariwisata. “Karena semua nantinya juga akan datang dari para pelaku usaha. Bagaimana cara mengembangkan pariwisata Jembrana. Kami sama sekali tidak tahu,” ujar Suantaya. Sebelumnya, PHRI pernah dilibatkan terkait rencana usulan ranperda terkait sempadan pantai. Sedangkan ranperda yang justru berkaitan tentang pariwisata pihaknya tidak dilibatkan. Suantaya juga menyoroti terkait pengembangan pariwisata yang terjadi saat ini. Terutama bagaimana cara mempromosikan pariwisata di Jembrana. “Selama ini pemerintah gencar membuat fisik, tetapi bagaimana menarik tamu ke Jembrana. Itu yang selalu kami kritisi,” tambahnya. Pihaknya mengusulkan agar dibentuk Badan Promosi Daerah Jembrana yang tujuannya fokus mempromosikan objek yang ada, termasuk di desa wisata. Persoalan pariwisata ini pihaknya sangat berharap agar dilibatkan sehingga ada masukan dan solusi. Dengan demikian, hasil yang diperoleh pas. Apalagi sampai ranperda yang nantinya juga akan berdampak kepada para pelaku wisata. “Saya kadang-kadang berpikir, kajian-kajian itu siapa yang mengkaji dan apa benar itu. Banyak hal yang harus dikaji,” tambahnya. Pihaknya sangat berharap pelaku wisata dan asosiasi dilibatkan. Tidak bisa hanya orang di dalam internal pemerintahan saja dilibatkan. Sekretaris DPRD (Sekwan) Jembrana Made Sudantra saat dikonfirmasi membenarkan adanya jadwal perpanjangan waktu pembahasan tersebut. Menurutnya, ranperda ini sangat penting dan perlu dicermati, apalagi berlaku jangka panjang, yakni hingga tahun 2032. “Ya ini masih pembahasan, perlu pertimbangan yang cermat dan jauh ke depan,” ujarnya. Seperti berita sebelumnya, ranperda Ripparda saat ini masih diperpanjang waktu kerjanya. Sebab ada beberapa revisi yang harus dilakukan dan kesepakatan dengan eksekutif. Ditargetkan pada pertengahan Juni sudah ketok palu. Sebelum pembahasan, tahapan pengajuan ranperda ini diawali dari perencanaan dan penyusunan. (kmb26)
I Nyoman Suartaya
Bali Post/olo
APK Pilgub Banyak Rusak, Paslon Cuek Negara (Bali Post) –
Alat Peraga Kampanye (APK) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali di Kabupaten Jembrana semakin banyak yang rusak. Kendati demikian, APK yang disediakan menggunakan uang negara itu nampaknya dicuekin oleh masing-masing tim kandidat atau paslon di kabupaten. KPU mengaku telah menyerahkan APK yang di antaranya berupa umbul-umbul dan spanduk itu ke masing-masing tim paslon, sehingga tanggung jawab saat ini ada di mereka. Dari pengamatan Selasa (22/5) kemarin, sebagian besar APK yang rusak itu yakni umbul-umbul. Di tengah Kota Negara, umbul-umbul yang terpasang hampir semuanya rusak. Kerusakan itu ada yang robek dan ada yang roboh, tapi hingga kini
dibiarkan. Tak hanya itu, ada juga APK yang hilang, tinggal rangka kayu yang digunakan sandaran. Selain kota, di sepanjang jalan Denpasar-Gilimanuk seperti di Melaya dan Mendoyo juga banyak yang roboh. Baik yang bergambar pasangan calon
(paslon) nomor 1 maupun paslon nomor 2. Kondisi seperti itu justru memperlihatkan kekumuhan kota dan jalan. Apalagi APK itu dipasang di titik strategis, seperti di depan GOR Melaya. Pihak penyelenggara maupun pengawas pemilu di
daerah juga tidak berbuat banyak. Sejak sebulan lalu hingga saat ini, APK yang rusak semakin bertambah. Begitu juga APK yang tersebar hingga di masing-masing desa/kelurahan. Kerusakan didominasi karena faktor alam seperti melorot, robek dan roboh. Kendati demikian, sesuai aturan (PKPU) seluruh APK tersebut sudah diserahterimakan kepada tim paslon. Dengan demikian, untuk perawatan dan menjaganya menjadi tanggung jawab tim paslon. Kalaupun ada yang
rusak atau hilang, tim diperbolehkan memperbaiki atau menggantinya. Anggota Panwaslu Jembrana Wayan Murdika mengatakan pihaknya juga mendapati banyak APK yang rusak. Termasuk di sepanjang Jalan Udayana, Negara, tepatnya di dekat kantor Panwaslu dan KPU Jembrana. Tetapi panwaslu tidak berwenang, karena sudah diserahterimakan ke masing-masing perwakilan paslon. Semestinya ketika diketahui rusak, dengan segera diperbaiki, bukan malah dicuekin. (kmb26)
Logistik Surat Suara Pilgub Didistribusikan Baru Diterima 3.532 Lembar
Negara (Bali Post) – Menjelang pemungutan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali pada 27 Juni nanti, sejumlah logistik mulai dida-
tangkan bertahap ke KPU Kabupaten. Setelah logistik tinta sudah diterima, Selasa (22/5) kemarin ratusan boks surat suara yang nantinya disebar ke 499 Tempat Pe-
mungutan Suara (TPS) di Kabupaten Jembrana telah didistribusikan. Pendistribusian mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Kotak-kotak berisi
Bali Post/olo
SURAT SUARA - Sejumlah boks yang berisi surat suara untuk Pilgub 2018 diterima KPU Jembrana, Selasa (22/5) kemarin. Pendistribusian surat suara tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
surat suara yang belum dilipat tersebut selanjutnya disimpan di ruang Rumah Pintar Pemilu (RPP) Kantor KPU Jembrana. Komisioner KPU Divisi Logistik I Putu Eka Sutamarbawa mengatakan, ratusan boks surat suara, termasuk 2,5 persen cadangan sudah didistribusikan. Total ada 116 boks yang diterima. Terdiri dari 115 boks berisi 2.000 lembar dan satu boks isinya 1.532 lembar. “Sementara kita amankan di sini. Ruangan ini dikunci dan mendapat penjagaan,” kata Eka. Boks berisi surat suara itu baru akan dibuka saat proses pelipatan yang rencananya akan mulai dilakukan pada Sabtu (2/6) mendatang. Ditambahkan Sekretaris KPU Jembrana I Gede Martiana, dipilihnya ruangan RPP yang biasanya digunakan untuk rapat itu karena faktor keamanan. Selain dekat dengan penjagaan petugas keamanan juga posisinya lebih tinggi dibanding ruangan atau gedung lainnya. Pasalnya, di Kantor KPU ini
sering kebanjiran bila terjadi hujan deras. “Kalau di ruang lain riskan, sementara kita gunakan ruang ini. Nanti pelipatan juga dilakukan di sini,” terang Martiana. KPU menargetkan seluruh surat suara sudah dilipat sebelum penampahan Kuningan. Pelipatan sebanyak 231.532 surat suara itu direncanakan mengerahkan 25 orang selama sepekan. Surat suara yang masih dalam bentuk lembaran ini nantinya akan dilipat dua kali. “Kalau tintanya sudah duluan kita terima dan telah disimpan. Kita masih menunggu logistik lainnya,” tandasnya. Pihaknya juga telah menyiapkan kotak suara dan bilik suara yang nantinya juga akan disebar ke masing-masing TPS. Bilik dan kotak suara itu menggunakan logistik yang sebelumnya masih tersimpan dan sudah dibersihkan. Proses penyerahan logistik kemarin juga mendapatkan pengawalan dari anggota Polres Jembrana dan Polsek Kota Negara. (kmb26)
Karantina Amankan Enam Ton Sosis Ayam Ilegal Negara (Bali Post) – Karantina Pertanian Kelas I Denpasar Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk mengamankan 6.012 kilogram sosis ayam yang dikirim masuk ke Bali tanpa dokumen, Selasa (22/5) siang. Komiditi ini diangkut dengan truk boks berpendingin dengan nomor polisi B 9578 FCF itu diamankan petugas saat melintas di depan Kantor Karantina sekitar pukul 13.30 Wita. Penanggung Jawab Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk Ida Bagus Eka Ludra mengatakan, dari pemeriksaan petugas, dokumen yang diwajibkan untuk dibawa dalam pengiriman komoditi pertanian belum lengkap. Truk yang dikemudikan Krish Djara Bale (48) dari Sidoarjo, Jawa Timur kemudian diamankan di kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut. Eka Ludra mengungkapkan dokumen yang belum dilengkapi itu adalah Surat Keterangan Kesehatan Sanitasi dari Karantina Ketapang. Untuk penindakan, Karantina memberikan kesempatan kepada sopir untuk melengkapi dokumen. Sosis ayam tersebut dikirim dari Sidoarjo, Jawa Timur dengan tujuan Denpasar. “Sebenarnya pengiriman ini sudah dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Asal (SKKH), tetapi ada dokumen lain yang belum. Kami berikan waktu untuk melengkapi dokumen itu ke Karantina pelabuhan asal,” tandas Eka Ludra. Adapun pertimbangan dari Karantina memberikan kesempatan menurutnya pengiriman komoditi itu merupakan pendistribusian bahan pangan sehubungan dengan perayaan hari besar keagamaan nasional, bulan puasa, hari raya Galungan & Kuningan serta Idul Fitri 2018. Tetapi pihak Karantina tetap meningkatkan pelayanan dan memperlancar tindakan karantina namun tetap mengacu sesuai standar operasional prosedur (SOP) untuk menjamin kesehatan dan keamanan pangan yang dilalui melalui Pelabuhan Gilimanuk. Sebab komoditi itu nantinya akan dikonsumsi masyarakat. (kmb26)
Bali Post/olo
DIAMANKAN – Petugas Karantina Pertanian memeriksa komoditi ilegal yang diamankan di Gilimanuk, Selasa (22/5) kemarin.
BULELENG
Rabu Pon, 23 Mei 2018
11
’’Susik’’ Bondres Diaben
Terima Anugerah Seni Wija Kusuma SETELAH disemayamkan beberapa hari, jenazah seniman bondres almarhum Drs. Ngurah Made Sadika atau “Susik” Bondres diaben Selasa (22/5) kemarin, di Setra Desa Pakraman Panji, Kecamatan Sukasada. Ratusan krama desa dan sejumlah seniman serta kerabat dekat almarhum mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir. Duka mendalam masih dirasakan keluarga almarhum. Puncaknya, ketika jenazahnya akan dibakar, istri almarhum Luh Rening tidak kuasa menahan tangis. Bahkan, ibu dua anak itu mendadak lemas dan nyaris pingsan ketika api mulai membakar jenazah suaminya. Upacara pengabenan diawali dengan nyiramang di rumah duka Jalan Kresna, Singaraja. Dari rumah duka, jenazah dinaikkan ke ambulans untuk dibawa ke Setra Desa Pakraman Panji. Sampai di setra, jenazah kembali diupacarai. Keluarga dan kerabat mendoakan agar arwah almarhum mendapat tempat di sisi Tuhan. Pada prosesi ini, istri almarhum, Luh Rening, tidak kuasa menahan tangis. Berkali-kali dia ditenangkan oleh keluarga. Puncaknya, pada saat prosesi pembakaran jenazah, tubuh Rening tiba-tiba lemas. Dia pun sempat dipapah keluarganya untuk dibawa menjauh dari lokasi pembakaran. Selanjutnya, Rening bisa mengendalikan perasaan sedihnya dan sempat mengucap doa terakhir kepada almarhum agar mendapat tempat di sisi Tuhan dan senantiasa memberikan jalan kepada kedua anaknya, Gede Arya Darmadi dan Ni Made Ari Dharmini. Sementara itu, salah seorang teman almarhum yang juga sesama seniman bondres, Komang Suardika, mengaku sangat kehilangan atas kepergian almarhum. Pria
yang akrab dipanggil Mang Epo ini mengaku sering pentas satu panggung dengan almarhum. Kedekatan ini dialami ketika almarhum saat itu masih bergabung dengan Sanggar Seni Dwi Mekar yang dibesarkan Nyoman Durpa (alm). Suardika mengaku almarhum Susik memiliki karakteristik tersendiri sebagai seniman. Ciri yang sulit ditiru adalah suara dan gaya panggung almarhum yang menunjukkan sosok centil. “Almarhum punya ciri khas yang tidak dimiliki pemain bondres lainnya. Bahkan, saat pentas, sebelum bersuara pun penonton sudah tertawa. Ini kelebihan beliau,” katanya. Meski karakternya sulit ditiru, Suardika yakin kalau taksu Susik akan menurun kepada anaknya, Gede Arya Darmadi. Anugerah Seni Wija Kusuma Sehari sebelum upacara pengabenan, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menganugerahkan penghargaan Seni Wija Kusuma kepada almarhum Made Ngurah Sadika. Pemberian gelar seni tersebut serangkaian dengan penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 tahun 2018 di panggung terbuka eks Pelabuhan Buleleng. Bupati juga menyerahkan piagam penghargaan kepada almarhum atas jasa dan pengabdiannya merintis dan melestarikan seni bondres Buleleng tetap eksis seperti sekarang ini. Selain almarhum, penghargaan yang sama juga diserahkan kepada empat seniman lain masing-masing Ketut Artika seniman tari asal Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Made Sriwati, seniman tari dari Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Made Selamat, seniman sastra dari Seririt, Kecamatan Seririt, dan Made Sujana, pelukis dari Tejakula, Kecamatan Tejakula. (mud)
Bak Sampah Dekat Perpustakaan Sekolah
Siswa Mengeluh Aroma Tak Sedap Singaraja (Bali Post) –
Aktivitas siswa SDN 5 Banyuning, Singaraja terganggu dengan keberadaan bak sampah yang tidak jauh dari areal sekolah. Bak sampah itu menyebarkan aroma tidak sedap sampai ke ruang perpustakaan dan ruang kelas. Siswa terpaksa menggunakan masker menghindari gangguan pernapasan. Tempat sampah itu lokasinya hanya beberapa meter dari gedung perpustakaan. Setiap hari, sampah menggunung di bak tersebut. Bahkan, pada hari tertentu, volume sampah meluber. Selain sampah, di sekitar bak tersebut sering dibuang kasur bekas dan sisa material bangunan. Atas kondisi ini, guru dan siswa mengeluh karena lingkungan sekolah terganggu. Pihak sekolah sudah melakukan pendekatan kepada aparat Kelurahan Banyuning agar masalah ini dicarikan jalan keluar. Selain
itu, komite sekolah bersama sekolah pernah merencanakan akan memungut iuran untuk membuat pagar pembatas gedung perpustakaan dengan bak sampah tersebut. Rencana itu gagal karena dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan hukum karena regulasi melarang ada pungutan kepada siswa. Kepala SDN 5 Banyuning Luh Sri Suratni mengatakan, secara pasti dirinya tidak tahu mengapa bak sampah itu dibuat nempel dengan gedung perpustakaan sekolah. Jika dari awal diketahui, sekolah mungkin saja akan
mengajukan permohonan agar bak tersebut dibangun di lokasi lain, sehingga tidak mengganggu kenyamanan siswa dan guru. Sejak warga ramai membuang sampah di tempat itu, aktivitas anak didiknya terganggu. Selain aroma busuk, kerap kali lalat atau rayap menyebar sampai ke ruang perpustakaan, sehingga lingkungan sekolah seperti kumuh. “Kalau sampahnya numpuk dan mulai busuk itu baunya menyengat dan sampai ke ruang kelas. Anak-anak mengeluh karena bau itu menganggu, sampai anak kami sarankan
menggunakan masker,” katanya. Tidak ingin persoalan ini berlarut-larut, Suratni telah melapor ke Kelurahan Banyuning agar pihak kelurahan segera mencari jalan keluar. Selain itu, dirinya juga berharap ada bantuan dari Disdikpora untuk pembuatan pagar pembatas agar lingkungan sekolah lebih nyaman dibandingkan sekarang ini. “Tadi kami lapor ke Lurah tapi tidak ada karena sedang tugas dinas. KUPP dan Disdikpora juga sudah turun dan mengukur volume pembangunan pagar pembatas. Mudah-mudahan tidak terlalu lama pagar pembatas ini segera dibuat, sehingga anak-anak dan guru kami di sini nyaman, tidak terganggu oleh polusi sampah,” tegasnya. (kmb38)
Wabup Dorong Pembentukan BUMDes Disarankan Memanfaatkan ADD Bali Post/kmb38
DIABEN – Setelah disemayamkan beberapa hari, jenazah almarhum Made Ngurah Sadika alias “Susik” diaben di Setra Desa Pakraman Panji, Selasa (22/5) kemarin.
Pungut Parkir Tanpa Izin
Tiga Terduga Pelaku Diamankan Singaraja (Bali Post) – Tim Saber Pungli Polres Buleleng mengamankan tiga warga yang diduga melakukan tindak pidana pungutan liar (pungli). Mereka yang diamankan itu adalah AM (19), yang sehari-hari sebagai buruh serabutan. Ia diamankan saat memungut parkir kendaraan tanpa izin dan perjanjian kerja sama dengan Dinas Peruhubungan (Dishub) Buleleng. KBO Reskrim Iptu Dewa Putu Sudiasa, S.IP. seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Selasa (22/5) kemarin, membenarkan penangkapan terduga pelaku pungli parkir tersebut. Lebih jauh, AKBP Suratno mengatakan, sebelum mengamankan terduga pelaku, pihaknya mendapat laporan masyarakat yang mengadukan di sepanjang Jalan Hasanudin, Singaraja kerap kali ada orang yang memungut parkir kendaraan. Namun, oknum tersebut tidak memberikan karcis parkir yang diterbitkan Dishub Buleleng. Pengaduan itu kemudian ditindaklanjuti dengan menerjunkan Tim Saber Pungli ke lokasi kejadian. Saat itu, terduga pelaku MM ditemukan sedang berjaga memungut parkir kendaraan. Pelaku yang tidak curiga diincar polisi, berhasil diamankan tanpa
perlawanan. Dari tangan MM, anggota Tim Saber Pungli mengamankan barang bukti berupa satu buah peluit, uang Rp 89.000 yang diduga hasil pungutan parkir dan sebuah tas pinggang. “Benar kami mengamankan terduga pelaku setelah banyak warga yang mengadukan kalau di TKP ada pungutan parkir tanpa memberi karcis yang bisa dikeluarkan oleh instansi teknis di Buleleng. Kami amankan saat akan bertugas memungut parkir,” katanya. Berhasil mengamankan terduga pelaku MM, polisi belum puas. Penyelidikan kembali dilakukan dan berbekal keterangan terduga pelaku MM yang menyebut saat memungut parkir dilakukan bersama dua rekannya. Atas keterangan itu, polisi mengamankan dua lagi rekannya yaitu PP alias IM dan UM. Keduanya mengaku bergiliran bertugas memungut parkir. Dalam satu hari, uang hasil memungut parkir tersebut dibagi. “Kasus ini masih kami kembangkan untuk penyelidikan lebih lanjut. Dari keterangan ketiganya, mengaku tidak menggunakan karcis parkir atau kerja sama dengan instansi terkait di Buleleng. Hasilnya kemudian dibagi tiga untuk keperluan sehari-hari,” jelasnya. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mampu menggerakkan perekonomian desa. Namun, sampai tahun ini, dari 129 desa yang ada di Buleleng, masih ada 21 desa yang belum membentuk BUMDes. Untuk mempercepat pembentukan BUMDes, pemkab menawarkan agar pemerintah desa memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk penyertaan modal awal. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. usai membuka Bimtek Pengawasan BUMDes di Singaraja Selasa (22/5) kemarin. Lebih jauh, Wakil Bupati mengatakan, BUMDes yang sudah dibentuk sejauh ini telah menunjukkan hasil positif. Potensi yang ada di desa pun tergerak melalui program yang digulirkan oleh manajemen BUMDes. Bahkan, beberapa pengelolaan BUMDes meraih penghargaan tingkat nasional. Dia mencontohkan, BUMDes yang dikelola pemerintah Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan 2016 lalu dinobatkan sebagai BUMDes terbaik nasional untuk kategori pengelolaan terbaik. Selain itu, BUMDes dengan modal awal Rp 10 juta saja, sekarang asetnya Rp 16 miliar. Keberadaan BUMDes berprestasi ini diharapkan dijadikan bahan studi banding bagi pengelola BUMDes lain termasuk desa yang belum membentuk BUMDes melakukan sharing dengan pengelola BUMDes Tajun. Dengan
Sidak BBPOM
Ditemukan Jajan Positif Mengandung Rhodamin-B Singaraja (Bali Post) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar melakukan sidak produk pangan yang dijual di pasar tradisional dan pedagang hidangan khusus bulan puasa Selasa (22/5) kemarin. Hasilnya, kue (jajan) khusus untuk perlengkapan upacara yadnya dari enam sampel yang diuji dinyatakan positif mengandung rhodamin-B. Sementara, untuk hidangan pada bulan puasa, uji sampel menyebutkan terbebas dari pemakaian tiga bahan berbahaya seperti formalin, borak, mitanyl yellow dan rhodamin-B. Sidak dipimpin Kepala BBPOM Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt. didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Ny. Aries Suradnya-
na, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Drh. Nyoman Surya Temaja, dan Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Ketut Suparto. Aryapatni mengatakan, dari sidak pedagang di Pasar Buleleng, timnya menguji secara langsung terhadap enam jenis jajanan yang khusus untuk perlengkapan upacara yadnya. Hasilnya, tiga sampel jenis jajanan Bali tersebut positif mengandung rhodamin-B. Ketiga jenis jajanan itu masingmasing begina, apem, dan bijik. Terhadap temuan bahan berbahaya ini, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah untuk terus menyadarkan pedagang dan pembuat jajanan untuk menggunakan bahan yang memang direkomendasi dapat dicampur
Jajanan Bali yang sempat kita uji itu masih ada yang mengandung rhodamin-B. Ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR -red) bagi pemerintah, bagaimana pedagang dan pembuatnya untuk sadar menggunakan bahan-bahan yang aman untuk kesehatan. dalam bahan membuat pangan yang aman dikonsumsi. “Untuk jajanan Bali yang sempat kita uji itu masih ada yang mengandung rhodamin-B. Ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR -red) bagi pemerintah, bagaima-
na pedagang dan pembuatnya untuk sadar menggunakan bahan-bahan yang aman untuk kesehatan,” katanya. Sementara itu, dari pengawasan pedagang hidangan khas saat buka puasa Ramadhan di kawasan Pasar Anyar, tim BBPOM Denpasar kembali melakukan uji terhadap sepuluh sampel hidangan yang dijual pedagang. Hasilnya, semua sampel makanan tersebut dinyatakan negatif dari bahan berbahaya. Selain itu, pedagang sudah menjaga kebersihan dan higienitas pangan yang dijual. Ini dibuktikan dengan pedagang mengambil makanan menggunakan penjepit makanan, menggunakan alas makanan, dan semua hidangan ditutup dengan baik. (kmb38)
Bali Post/kmb38
BUMDES – Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. saat membuka Bimtek Pengawas BUMDes, Selasa (22/5) kemarin. demikian, ke depan, semua desa bisa mengelola BUMDes dengan unit usaha yang menyesuaikan dengan potensi di desa bersangkutan. “Banyak BUMDes di luar daerah yang belajar ke BUMDes Tajun. Ini kita harapkan BUMDes lain di daerah kita dan desa yang belum membentuk BUMDes silakan belajar ke sana (Tajun), sehingga apa trik dalam mengelola lembaga ekonomi itu bisa diterapkan dan semua desa di daerah kita bisa membentuk BUMDes,” katanya. Sutjidra menyarankan perbekel desa segera membentuk BUMDes. Jika alasan kesulitan modal, maka hal itu bisa diatasi dengan memanfaatkan porsi Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar 40
persen untuk pemberdayaan. Dirinya optimis, penyertaan modal awal oleh desa bisa direalisasikan dan desa pun sudah bisa mengelola BUMDes. “Saya minta gunakan ADD karena porsi anggaran untuk pengembangan BUMDes sudah disiapkan, sehingga tidak ada alasan lagi desa tidak membentuk BUMDes,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gede Sandhiyasa mengatakan, meskipun perkembangan BUMDes tergolong baik, namun peningkatan kinerja sumber daya manusia (SDM) pengelolanya masih perlu ditingkatan. Untuk itu, dengan Bimtek Pengawas BUMDes ini pihaknya
ingin memperkuat pengawas sehingga kemungkinan munculnya konflik internal atau pelanggaran ke ranah tindak pidana korupsi bisa dicegah. Dalam bimtek ini, pihaknya menghadirkan narasumber dari Dinas PMD Provinsi Bali, jajaran Polda Bali, BPK Perwakilan Bali, dan Inspektorat Daerah Buleleng. “Pengembangan BUMDes berbeda-beda dan menyesuaikan potensi masing-masing desa. Untuk itu, penting untuk kami melakukan bimtek pengawasan, sehingga pengelolaan BUMDes sesuai regulasi dan keinginan warga di masing-masing desa dalam mengoptimalkan potensi di desa itu sendiri,” jelasnya. (kmb38)
KLUNGKUNG
12
Rabu Pon, 23 Mei 2018
Revisi KKP Nusa Penida
Dewan Desak Segera Dituntaskan
Semarapura (Bali Post) Kepastian pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida yang masih menunggu revisi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali memantik komentar dari kalangan legislatif. Ketua Komisi I DPRD Klungkung I Nengah Mudiana mendesak hal tersebut segera dituntaskan. Menurutnya, hal itu penting untuk mengantisipasi pemanfaatan yang kebablasan. “Saya selaku anggota dewan, tentu mendesak persoalan di KKP segera dituntaskan,” tegasnya, Selasa (22/5) kemarin. Politikus Partai Gerindra ini menilai
pembahasan kewenangan pengelolaan kawasan tersebut sudah cukup lama. Berbeda halnya dengan kebijakan lain, berjalan cukup cepat. “Seperti pengelolaan SMA/SMK. Oleh provinsi bisa cepat diterima dari kabupaten. Tetapi ini (KKP - red) cukup lama,” ungkapnya. Menurutnya, pemkab lebih tepat terlebih dahulu menerima penyerahan dari pemerintah kabupaten. Tinggal urusan yang harus diselesaikan hanya dengan pemerintah pusat. “Karena penerimaan secara resmi belum ada, jadinya kewenangan pengelolaan seperti masih di kabupaten. Dan lebih tepatnya sekarang
I Nengah Mudiana
Bali Post/sos
status KKP itu abu-abu,” kata wakil rakyat asal Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung ini. Ditegaskan kembali, kondisi yang demikian berpotensi dimanfaatkan investor untuk secara leluasa menggeber wisata bahari yang belakangan semakin berkembang. “Jangan sampai hal seperti itu terjadi,” tandasnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali I Made Gunaja menjelaskan berdasarkan undang-undang, pengelolaan KKP sudah menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Namun secara fakta, masih menunggu hasil revisi keputusan menteri nomor 24 tahun 2014 oleh tim dari Kementerian Kelautan. “Karena di sana agak rancu, ada kawasan pulau terluar. Pemanfaatannya bisa dilakukan oleh kementerian. Ini (revisi - red) sedang proses. Mudah-mudahan KKP bisa ditetapkan kembali sehingga utuh menjadi kewenangan kita (provinsi-red),” jelasnya. (kmb45)
Gencarkan ”Simakrama”
Tjok Bagus Yakin Bisa ”Bobol” Kampung Suwirta Semarapura (Bali Post) Pasangan calon Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung Tjokorda Bagus Oka dan I Ketut Mandia (Bagia) telah melakukan simakrama di sejumlah desa di Kecamatan Nusa Penida. Tjok Bagus sangat yakin bisa membobol suara di kampung Cabup I Nyoman Suwirta. Cabup yang akrab disapa Tjok Bagus ini, Selasa (22/5) kemarin kembali menegaskan keyakinannya bisa menang di The Blue Paradise Island itu sudah tertanam di benaknya saat awal didaulat. “Begitu saya dicalonkan, harus sudah yakin. Kuncinya itu,” tegasnya. Pada Pilkada 2013, perolehan suaranya menempati nomor dua. Hanya jumlahnya terpaut jauh dengan Suwasta yang menduduki posisi pertama. Hal tersebut memantik kecurigaan akan adanya rekayasa dalam pemilihan. Pilkada tahun ini, hal tersebut dijadikan sebuah catatan dan dievaluasi. Pihaknya telah meyakinkan masyarakat melalui sejumlah program untuk menggalang suara. “Kita harus menyosialiasikan bahwa mereka harus ngetohin Bagia. Karena apa? Karena program yang diberikan oleh Bagia. Berikan pemahaman. Bahwa kita akan mempercepat pembangunan di Nusa Penida yang selama ini tidak dilakukan
Bali Post/dok
MENDAFTAR - Tjokorda Bagus Oka (kiri) bersama Ketut Mandia saat mendaftar sebagai bakal pasangan calon pilkada ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung. apa-apa. Apakah masyarakat ingin tetapi begini atau ingin mencari yang lebih baik? Kan begitu,” ungkapnya. Pemilihan saksi juga dilakukan secara ketat. Hanya untuk teknis, ia tidak bisa berkomentar karena bukan ranahnya. “Itu kan langsung dari tim. Saya seperti wayang. Begini alur ceritanya, begini. Begitu alurnya, begitu,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Anak Agung Gede Anom mengaku sangat selektif dalam mencari saksi dalam hajatan politik lima tahunan ini. Ia tak ingin lagi ada suara nol. “Untuk saksi, diseleksi
secara ketat,” ucapnya. Berdasarkan peroleh kursi di DPRD Klungkung dapil Nusa Penida, partai pengusung dan pendukung Bagia hanya tiga kursi, yakni I Wayan Misna, Ni Ketut Suwerni dari PDI-P dan Luh Andriani dari Partai Hanura. Lebih sedikit jika dibandingkan pengusung Cabup I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta (Suwasta) yang mencapai lima kursi. Yakni I Gede Gita Gunawan dari Partai Golkar, I Wayan Baru, I Gede Putu Santiasa, I Komang Sumajaya dari Partai Gerindra dan I Made Jana dari Demokrat. (kmb45)
Ketika Tim Yustisi Sidak Duktang
Berlangsung Berkali-kali, Pelanggaran Tetap Terjadi SIDAK penduduk pendatang (duktang) terus digulirkan Tim Yustisi Klungkung. Meski demikian, masih banyak yang mengabaikan surat keterangan lapor diri yang dikeluarkan kelurahan. Mereka berdalih dengan berbagai alasan, salah satunya lupa. Puluhan petugas, Selasa (22/5) pagi kemarin nampak berseliweran di tengah Kota Semarapura. Menumpangi truk berwarna khaki tua kehijauhijauan, serasi dengan pakaiannya. Mengenakan sepatu berwarna gelap sampai setengah betis. Mereka anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klungkung. Dalam perjalanan, terbagi menjadi tiga regu. Langsung berpisah, menyasar sejumlah lokasi di Kelurahan Semarapura Klod Kangin. Bukan sekadar patroli biasa. Namun, melakukan penertiban administrasi kependudukan terhadap duktang. Kos-kosan maupun tempat usaha menjadi sasarannya. Didatangi satu per satu. Mengetuk pintu sebagai tanda penghuni untuk keluar
sejenak. Ada pula menunjukkan raut wajah tegang saat diminta menunjukkan identitas kependudukan. Ada yang langsung terjaring lantaran tidak mengantongi surat keterangan lapor diri dari kelurahan. Jumlahnya mencapai 30 orang. Sebagian besar sudah berusia dewasa. Berasal dari berbagai daerah di luar Bali. Mereka dengan polos mengaku hanya berprofesi sebagai buruh. Mencari penghasilan untuk menyambung hidup. Ada yang sudah bertahun-tahun tinggal di bumi serombotan. Ada yang masih hitungan bulan. Diajak oleh temannya yang kebetulan sempat pulang kampung. Sejatinya, mereka sudah sempat disidak beberapa waktu lalu. Sudah diingatkan untuk
Bali Post/sos
SIDAK - Tim Yustisi Klungkung menggelar sidak duktang, Selasa (22/5) kemarin. Ditemukan puluhan orang tidak mengantongi surat keterangan lapor diri.
tertib administrasi kependudukan. Tetapi itu tak digubris. Seolah dianggap menjadi hal biasa. Tak ada sanksi yang menjeratnya. Dari sekian yang terjaring, ada yang bekerja di bengkel alat berat, Jalan Kresna. Penanggung Jawab Sunarto mengaku sudah ada petugas yang membantu mengurus surat keterangan lapor diri. Hanya sedang keluar. “Ini segera kami tindak lanjuti. Ke depan tidak terjadi lagi,” ucapnya. Duktang yang terjaring ini masih beruntung. Petugas tidak langsung mengangkutnya ke truk yang telah siaga menunggu. Tetapi hanya sebatas diberikan pembinaan. Pelaksana Harian (Plh.) Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung Komang Agus Putra Sanjaya mengatakan penertiban ini juga sekaligus sebagai bentuk antisipasi adanya teroris yang beberapa waktu lalu telah berulah di Surabaya, Jawa Timur maupun Mapolda Riau. “Ini sebagai bentuk antisipasi. Sekarang Tim Yustisi turun,” jelasnya. Pejabat asal Buleleng ini tak memungkiri beberapa kali sidak, masih ditemukan duktang yang melakukan pelanggaran. Mengantisipasi hal tersebut, perlu juga ada peran pemilik hunian dalam memberikan imbauan. “Kalau sekarang masih ada tuan rumah yang tidak mengetahui identitas duktang. Kami sangat berharap bisa diarahkan untuk mengurus administrasi kependudukan yang diperlukan,” tegasnya. (sos)
Jelang Galungan
Pasar Dibanjiri Pisang dan Kelapa ”Daksina” Luar Bali Semarapura (Bali Post) Jelang hari raya Galungan, Pasar Galiran, Kabupaten Klungkung mulai dibanjiri kebutuhan upakara berupa pisang dan kelapa daksina. Jumlahnya meningkat tajam dari hari biasa. Bahan upakara itu bukan produksi dalam daerah, namun didatangkan dari luar Bali. Berdasarkan pantauan, Selasa (22/5) kemarin, buah pisang telah memadati pelataran kios. Beberapa juga ada yang sampai menumpuk, terdiri berbagai jenis dengan warna masih hijau. Ditelusuri lebih jauh, buah yang sangat lumrah di masyarakat itu bukan datang dari petani Klungkung. Melainkan dari daerah seberang, Lombok. “Kalau pisang lokal, jumlahnya sedikit,” tutur pengepul, Ketut Mertadi. Pria asal Gianyar ini mengatakan jelang Galungan, pasokannya meningkat tajam. Dari biasanya ratusan tandan, menjadi ribuan. Meski tergolong lancar, kenaikan harga tak terelakkan,
kisaran Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu per tandan. “Untuk harga tergantung ukuran. Kalau pisang hijau, yang tandan besar bisa sampai Rp 70 ribu. Pisang buah kisaran Rp 30 ribu,” tuturnya. Penjualannya sejauh ini masih berjalan seperti biasa. Lonjakan diperkirakan terjadi lima hari sebelum Galungan. “Biasanya Kamis atau Jumat ini mulai ramai yang beli. Sekarang masih nunggu pasokan lagi,” imbuhnya. Pengepul lain, Ni Komang Sriasih, menyatakan selain pisang, pasokan dari luar Bali juga terjadi pada kelapa daksina. Jumlahnya berlipat-lipat dari hari biasanya. “Kalau kelapa daksina, datang dari Jawa
Timur. Harganya masih normal. Untuk eceran Rp 3.000 per butir. Petani lokal tidak bisa memenuhi,” sebutnya. Di sisi lain, perempuan asal Desa Paksebali, Kecamatan Dawan ini menyampaikan pembelian pisang dan kelapa tak hanya masyarakat Klungkung, tetapi juga dari Gianyar dan Karangasem. “Jualan dari jam 4 pagi. Mulai ada yang mencari pisang dan kelapa,” katanya. Sementara itu, untuk pantauan harga cabai, masih normal kisaran Rp 25 ribu per kilogram dan bawang merah Rp 27 ribu. “Harganya normal. Pasokan juga lancar,” ucap pedagang Mangku Luh Kisi. Kepala Dinas Kopera-
si, UKM dan Perdagangan Klungkung, I Wayan Ardiasa menyampaikan harga kebutuhan pokok jelang Galungan dan di tengah bulan puasa masih stabil. Demikian juga pasokannya belum ada persoalan, termasuk elpiji. “Sesuai pantauan, secara umum harga kebutuhan pokok masih stabil,” jelasnya. Jika terjadi lonjakan harga, pemkab sudah berkoordinasi dengan Bulog untuk menggelar pasar murah. “Kemarin sudah koordinasi. Bulog siap mem-back-up kalau terjadi lonjakan harga,” tegas Pejabat asal Jembrana ini. Sementara itu, khusus untuk pisang dan kelapa daksina, tingginya pasokan dari luar Bali karena produksi dalam daerah tidak mencukupi. “Seperti pisang, kalau pun ada panen dari petani lokal, hasilnya kurang bagus,” pungkasnya. (kmb45)
UPT Puskesmas Klungkung I Wakili Lomba KB-MKJP Tingkat Nasional
UNIT Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Klungkung I menjadi wakil Kabupaten Klungkung dalam lomba Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KB-MKJP) di tingkat Nasional. Penilaiannya berlangsung Selasa (22/5) kemarin. Kegiatan tersebut dihadiri Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Klungkung I Wayan Sugiada, Ketua Tim Penilai Direktur Kesertaan KB Pemerintah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat H. Komari, Kepala Perwakian BKKBN Provinsi Bali Catur Sentana, dan instansi terkait lainnya. Pjs. Bupati Klungkung I Wayan Sugiada berharap lomba ini dapat meningkatkan peran serta puskesmas dalam menurunkan angka kelahiran. Memcapai itu, sangat perlu didukung peningkatan kualitas layanan maupun sarana prasarana. Pada penilaian ini, tim di-
Bali Post/ist
LOMBA - Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Klungkung I Wayan Sugiada (kiri), memberikan sambutan dalam penilaian lomba Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KBMKJP) di tingkat Nasional, Selasa (22/5) kemarin.
minta dapat melaksanakan secara objektif dan transparan, serta memberikan pembinaan terhadap segala kekurangan sehingga lebih lanjut dapat disempurnakan. “Lomba ini bukan sekadar serimonial saja. Tapi juga sebagai evaluasi dalam
pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ungkapnya. Ketua tim penilai Direktur Kesertaan KB Pemerintah BKKBN Pusat H. Komari menyampaikan pelaksanaan lomba ini tak lepas dari masih rendahnya pelayanan KB yang dilakukan oleh
fasilitas pelayanan. Sesuai data, yang bersumber dari puskesmas, yaitu 20,3 persen pada 2002/2003, 16 persen pada 2007 dan terus menurun menjadi 13 persen pada 2012. Bahkan sampai 2012 juga, hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) masih menunjukan penggunaan kontrasepsi MKJP mengalami penurunan, yakni Intra Uterine Device (IUD) 3,9 persen dan implan 3,3 persen. Namun, pada 2017 jumlahnya menunjukan kenaikan yang cukup signifikan, yaitu penggunaan IUD 12,1 persen dan Implan 4,7 persen. Hal tersebut disebabkan sosialisasi yang terus digalakkan. “Sosialisasi salah satunya melalui puskesmas,” ungkapnya. Disampaikan lebih lanjut, dalam meningkatkan kualitas pelayanan, perlu ada terobosan inovatif dari setiap puskesmas. “Dengan ini, cakupan dan kesertaan KBMKJP semangkin meningkat,” pungkasnya. (ad1216)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Pon, 23 Mei 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
Dcr Admin Wnt U/18-23th,Rajin, Jujur,Menarik.Lamaran Lsg ke CV Wirajaya Jl.Dewi Supraba II No.3 Antasura Hub.0817566499
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD Unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692
G.02
G.03
Dcr Sgr Tukang Kayu utk Proyek Hub.087760098358/081248052999
B.BP.001.05.18.0001180
B.BP.004.05.18.0000997
B.BP.001.05.18.0001140
Barman must be Experienced, Cocktails Etc.Good English Sport Bar Great Team to Work with WA CV to 082340105452
B.BP.154.05.18.0001192
Dcr Lls SMU-S1 utk Guru PG/TK ada Diklat. Lgs Krj.0811380028 B.BP.821.05.18.0000246
!Staf Bersih Rmh Kost,Pria,Max 24th,Tinggal Dlm/085238203818 B.BP.001.05.18.0000912
BIRO JASA
Dcr SPG utk Toko di Seminyak, pglmn & Bhs Inggris Ph.4735917
B.BP.001.05.18.0000991
B.BP.004.05.18.0001193
B.BP.001.05.18.0001184
Garmen Bth Tng serabutan pria sbyk2nyaH:082236296170,237757
B.BP.001.05.18.0001197
Dbutuhkan Staff Pria,Max 27th, u/Teknisi CCTV & AC Pengalaman tdk dperlukan Hub:087862197843
B.BP.001.05.18.0001198
Kuta Townhouse Apartments Looking for Engineering&Steward Call 082144450099 for Interview Email: hrd@kutatownhouses.com
Dcr AcountingStaf u/WaterSport di Tanjung Benoa H.08123811600
SERVICE
DIJUAL RUMAH
RUPA-RUPA
B.BP.004.05.18.0001055
B.BP.001.05.18.0001200
B.BP.101.05.18.0001203
Dicr Admin Wnt&Tenaga Srabutan Laki2 Max 35Th.Lam:Jl Gurita I No.20C Dps.Telp:0361-710451 B.BP.001.05.18.0001178
DIJUAL MOBIL
Indigo Japanese Restaurant Canggu is Looking for Waitress and Cooker-English.Good Salary Call.08123840242
B.BP.004.05.18.0001143
Prsh Jasa Membutuhkan Tenaga Teknisi (laki) Hub.08123991503 B.BP.001.05.18.0001199
Supir SIM B1 Gaji: 2Jt-an/bln, Sales Mrkting,FO :085103167222
B.BP.001.05.18.0000864
RUPA-RUPA
FOTO COPY
DIJUAL MOBIL
RUPA-RUPA DIJUAL MOBIL
B.BP.001.05.18.0001186
Dcr sgr Staff Reservation bisa Berbahasa Perancis,Accounting staff yg menguasai MYOB,Staff Operation & Sopir Pariwisata SIM B1 Umum,Lamaran bawa Langsung ke PT.Golden Kris Tours, Jln Bypass Ngurah Rai 7 Sanur.
Dicr Karyawan/ti u/Perusahaan Perak Bag.Admin T:0361-8446108
SGA Bali (Sekuriti Grup Artha) Security:L/P,Tinggi Min 168cm, MinSMU,Max.35Th,E-KTP.AssGM: L/P,Min S1,Engl (Speak&Write) CV ke Discovery Shopping Mall Jl.KartikaPlaza,Kuta (Lt Dasar)
B.BP.001.05.18.0000984
B.BP.004.05.18.0001196
Dcr Tukang Masak untuk Warung Nasi Goreng Hub.08123861204
Dicari Accounting,DJ,Senior Bar, Waitress,Senior Kasir Hubungi/WA:085253612354(Iwan)
B.BP.001.05.18.0001039
LOWONGAN
B.BP.001.05.18.0001142
Dcr Staff Kantor Furniture Wnt bs Komputer,Bhs Inggris Lok di Sanur Gaji 2Jt.WA:08123872326
B.BP.001.05.18.0001181
Dcr Krywn Ltr Belakang Elektronika akan Dilatih dr Awal. Lam: UD.Sinar Mulia Jln.Kartini 112 Dps.Telp:0361-226815-236895 Good Salaries.Dcr Therapist Wnt utk Bekerja di Qatar. Diutmkn yg Brpglmn di Spa,KTP Bali. Exp in Massage, Facial, Waxing,Speak English.Usia 20-40Th. WA: +97466111991. Email:mjas_909@hotmail.com
Dcr Kywn Srbtan Wnt,Tdr&Mkn dalam,Gj sd 2Jt T.087861783753
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dibthkn Hair Dresser,Therapist yg Brpnglm Utk Salon & Spa di Kerobokan Hub:081293799814
B.BP.031.05.18.0001185
Travel Bth Sopir Max.30Th Single Hub.082147032919
B.BP.101.05.18.0001202
Waitress/Cook/Helper untuk Restaurant di Seminyak SMS/WA # 081338384364
B.BP.004.05.18.0001195
DIJUAL RUMAH RmhLT115,3KT,2KMPerumMuding Agung(Jl.Md Indah)H.0818303345 B.BP.001.05.18.0001179
DIJUAL TANAH Djl tanah kav di kota Denpasar Hub:08123600422 / 0811398086 B.BP.001.05.18.0000917
DICARI TANAH Dicari!!! Tanah strategis di Ubud utk di-develop/dijual kembali.Budget Rp 10-20 Milyar Hub.Purnama:085881515449
B.BP.821.05.18.0001189
DIJUAL RUKO Djl Cpt & Murah Ruko 2 Unit Jl. Tegal Wangi II/34 Sesetan Densel Hrg .2M Hub.087864154888 TP B.BP.030.05.18.0000454
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.085337370228/08123985172 B.BP.001.05.18.0000624
PENGUMUMAN No.Telp Seluler RSU Dharma Yadnya: 08970962629,08970952629, 08970922629, 08970902629 B.BP.001.05.18.0001124
BANGLI
14
Terbitnya Permendagri No. 19 Tahun 2018
Pengurusan Adminduk Semakin Mudah Bangli (Bali Post) -
Pengurusan administrasi kependudukan (adminduk) yang dilakukan oleh masyarakat kini semakin dipermudah dengan munculnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 19 Tahun 2018 tentang Peningkatan Pelayanan Adminduk. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bangli I Nyoman Sumantra, Selasa (22/5) kemarin. Sumantra menjelaskan, terbitnya Permendagri No. 19 Tahun 2018 tentang Peningkatan Pelayanan Adminduk dinilai sangat mempermudah masyarakat di dalam pengurusan administasi kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), Akta Perkawinan, Akta Perceraian, Akta Kematian, e-KTP dan yang lainnya. “Pelayanan ini sudah mulai kita jalankan sejak awal Mei lalu,” ucapnya. Dia mencontohkan, untuk paket satu dalam pengurusan Akta Kelahiran masyarakat cukup mengurus satu saja, yakni Akta Kelahiran. Karena dengan pengurusan Akta Kelahiran itu, nantinya tanpa memohon KK baru bakal sekalian dikeluarkan Kartu Keluarga (KK) yang mencantumkan keluarga yang baru. Termasuk KIA, masyarakat tidak lagi memohon KIA karena sudah sekalian juga langsung akan diterbitkan. Untuk paket kedua, mohon Akta Perkawinan biasa mereka hanya mengurus Akta Perkawinan. Namun sekarang ini, masyarakat tidak perlu lagi memohon KK, karena juga sekalian akan diterbitkan KK baru, KK orang tua mempelai yang lakilaki dan perempuan yang baru yang sudah berubah, sehingga mempelai tidak lagi tercantum di KK orangtuanya masingmasing. Dan di sana juga bakal langsung diterbitkan KTP baru dari status belum kawin menjadi kawin, sehingga mereka tidak
lagi mengurus KTP lagi. Dan paket yang ketiga adalah pengurusan Akta Kematian. Jadi masyarakat yang hendak mengurus Akta Kematian, mengikuti diterbitkan KK-nya dengan sudah tidak tercantum lagi yang meninggal di KK dan e-KTP janda atau duda dengan status cerai hidup. “Untuk yang bakal mencari Akta Kelahiran di atas lima tahun dan akan menerima Kartu Identitas Anak (KIA), harus melampirkan pasfoto ukuran 2x3 berwarna dua lembar saja. Bagi yang memohon Akta Perkawinan yang akan mendapatkan KK baru bagi mempelai dan KK kedua orang tua mempelai serta KTP kawin, pemohon supaya melampirkan KTP asli yang lama. Karena mereka tidak diperkenankan membawa dua KTP yang sudah kawin dan belum kawin. serta bagi pemohon Akta Kematian yang akan langsung menerima KK baru dan KTP baru janda atau duda dengan status cerai hidup, agar melampirkan KTP asli janda atau duda,” tegas Sumantra. (kmb41) I Nyoman Sumantra
Jelang Galungan
Pasar Murah di Tembuku Diserbu Warga Bangli (Bali Post) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli, Selasa (22/5) kemarin menggelar pasar murah di Kantor Camat Tembuku, Bangli serangkaian hari raya Galungan dan Kuningan. Dalam pasar murah tersebut, masyarakat memburu beras karena dalam sekejap puluhan kilogram beras yang disediakan sudah ludes terjual. Berdasarkan pantauan di lapangan, pasar murah yang dilaksanakan Disperindag disambut positif oleh masyarakat setempat. Pasalnya, masyarakat menyerbu pasar murah. Mereka membeli kebutuhan yang diperlukan menjelang hari raya dengan harga yang terjangkau. Sejumlah warga membeli tabung elpiji untuk segala kebutuhan. Bahkan, ada masyarakat sampai bolakbalik berkali-kali datang untuk membeli tabung gas 3 kg yang disediakan dengan harga yang terjangkau, yakni Rp 14 ribu rupiah. Kabid Perdagangan Disperindang Bangli I Gede
Putu Wahyuda di sela-sela pasar murah, Selasa kemarin mengungkapkan, pelaksanaan pasar murah ini serangkaian hari raya Galungan dan Kuningan. Kata dia, dalam pasar murah ini pihaknya bekerja sama dengan Pertamina, Hardys Gianyar dalam penyediaan kebutuhan pokok yang dijual kepada masyarakat. “Kita jual berbagai kebutuhan pokok, di antaranya beras sebanyak 30 kampil, minyak goreng, tabung elpiji 3 kg, dan kebutuhan yang lainnya. Bahkan, untuk beras yang kita sediakan dalam sekejap sudah ludes terjual,” ucapnya. Menurut Wahyuda, masyarakat sangat antusias dengan adanya pasar murah ini. Itu dibuktikan, membeludaknya masyarakat yang datang untuk berbelanja. Bahkan, ada sejumlah masyarakat meminta supaya pasar murah kembali dilaksanakan di Tembuku dekatdekat hari raya Kuningan. “Masyarakat minta kita kembali menggelar pasar murah di sini. Nanti kita akan sam-
Bali Post/kmb41
SERBU - Masyarakat menyerbu pasar murah di Kantor Camat Tembuku. paikan ke Pak Kadis (I Nengah Sudibia - red) untuk menindaklanjuti permohonan itu,” papar Wahyuda. Lebih lanjut dikatakannya, setelah melaksanakan pasar murah di Kecamatan Tembuku, pada Rabu besok (hari ini - red), pihaknya juga
bakal melaksanakan pasar murah di Desa Apuan, Susut. Pihaknya berharap, pelaksanaaan pasar murah di Susut bisa seperti di Tembuku. “Kita harap pasar murah di Susut juga sama seperti ini diserbu oleh masyarakat,” harap Wahyuda. (kmb41)
Bangli (Bali Post) – Pasar ekspor produk kerajinan bambu yang dihasilkan perajin di Desa Kayubihi, Bangli melesu sejak beberapa tahun terakhir. Salah satu pemicunya karena banyaknya saingan produk serupa di pasaran yang dihasilkan para perajin di Tingkok. Lesunya ekspor kerajinan bambu telah mengakibatkan banyak perajin yang beralih merebut pasar lokal bahkan beralih profesi. Perbekel Kayubihi Ketut Widiana saat ditemui, Selasa (22/5) kemarin mengungkapkan, produk kerajinan bambu warganya yang banyak diekspor ke luar negeri beragam. Di antaranya berupa keroncongan bambu, tempat kue, dan nampan. Adapun negara yang menjadi tujuan ekspor yakni Jepang, Tiongkok, Perancis serta negara Eropa lainnya. “Perajin di desa kami sudah mulai ekspor produk kerajinan bambunya sejak tahun 1990-an. Jumlah perajin yang mengekspor produknya saat itu cukup banyak,” ujarnya. Namun, sejak tahun 2012 lalu, jumlah perajin yang mengekspor kerajinan bambu menurun, seiring lesunya pasar ekspor. Menurut Widiana, salah satu yang menjadi penyebab lesunya ekspor karena banyaknya saingan
produk serupa di pasaran yang dihasilkan dari Tiongkok. “Sekarang jumlah perajin yang mengekspor produk kerajinannya hanya sekitar 8 orang. Kalau dulu lumayan banyak,” jelasnya. Tak hanya pasar ekspor, penjualan produk kerajinan di pasar lokal juga diakui Widiana melesu. Penyebabkan lantaran terjadinya persaingan harga yang tak sehat antarperajin maupun penjual. Dijelaskan bahwa antara pedagang di pasar lokal seperti pasar-pasar seni menjual produk kerajinannya dengan harga rendah untuk sekadar laku. Sehingga hal ini berpengaruh terhadap harga jual produk di tingkat perajin. Sedangkan di sisi lain, bahan baku kerajinan, di luar bambu justru terus mengalami kenaikan signifikan. “Penyatuan harga masih sulit,” ujarnya. Dikatakan juga oleh Widiana dari sekian jenis produk kerajinan bambu yang dihasilkan warga Kayubihi, produk yang penjualannya masih bertahan normal yakni kerajinan berupa sokasi. Hargannya pun paling bagus dibandingkan jenis produk kerajinan bambu lainnya. “Sokasi yang paling bertahan karena di pasar lokal selalu dibutuhkan untuk kegiatan upacara,” jelasnya. (kmb40)
Melesu, Ekspor Produk Kerajinan Bambu
Bali Post/kmb40
KERAJINAN - Perajin bambu di Kayubihi sedang mengerjakan produk kerajinan berupa nampan untuk diekspor ke luar negeri.
Rabu Pon, 23 Mei 2018
Peletakan Batu Pertama di Pasar Desa Abang Batudinding
Bupati Made Gianyar Berkomitmen Majukan Seluruh Pasar Desa
IMPIAN masyarakat Desa Abang Batudinding, Kintamani untuk memiliki pasar desa yang lebih nyaman dan modern akhirnya segera terwujud. Hal ini ditandai dengan kehadiran Bupati Bangli I Made Gianyar, S.H., M.Hum., M.Kn., Selasa (22/5) kemarin yang melaksanakan peletakan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan Pasar Desa Abang Batudinding. Acara ini juga disaksikan Kabag Protokol Sekda Kabupaten Bangli Cok Bagus Gde Gaya Dirga, Perbekel Desa Abang Batudinding Made Diksa dan sejumlah tokoh masyarakat setempat. Bupati Made Gianyar pada kesempatan itu mengatakan, selain fokus membangun pasar daerah, ia mengaku berkomitmen memajukan pasar-pasar desa di Bangli. Menurutnya, salah satu pasar desa yang potensinya sangat luar biasa adalah Pasar Desa Abang Batudinding. Jika dilihat dari sejarah pun, menurutnya, Pasar Desa Abang Batudinding merupakan salah satu pasar desa yang sudah maju di Bangli. Selain itu, jika dilihat dari luas, belum ada pasar desa di Bangli yang memiliki luas sampai 38 are selain Pasar Desa Abang Batudinding. “Sekarang kita baru bisa bangun dua los pasar. Tahun 2019 kita akan bangun lagi. Target tahun 2020, semua bangunan pasar sudah tuntas,” katanya. Untuk mewujudkan pasar yang berkualitas, Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani ini juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan mengawasi bersama agar pembangunan Pasar Desa Abang Batudinding berjalan dengan baik. Setelah selesai dibangun, masyarakat juga diminta bisa menjaga keadaan pasar tersebut agar tidak krodit, sehingga pembeli maupun penjual merasa
PASAR - Bupati Bangli I Made Gianyar saat melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan pasar Desa Abang Batudinding, Selasa (22/5) kemarin. aman dan nyaman dalam melakukan transaksi. “Kita ingin menjadikan pasar ini (Pasar Desa Abang Batu dinding) pasar tradisional yang berkonsep modern. Sehingga keamanan dan kenyamanan merupakan prioritas. Mudah-mudahan pasar ini bisa bermanfaat dan menjadi pusat perekonomian masyarakat,” harapnya. Sementara itu, Perbekel Desa Abang Batudinding Made Diksa mengatakan, sesuai dengan rencana pengembangan yang sudah disepakati, Pasar Desa Abang Batudinding akan dibangun menjadi pasar tradisional yang dikombinasikan dengan pasar modern. Di mana pada wajah pasar akan dibangun minimarket yang sepenuhnya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Sedangkan di belakang minimarket akan dibangun pasar tradisional yang berkonsep modern. “Dalam rencana pengembangan, Pasar Desa Abang Batudinding akan kita bangun menjadi pasar
tradisional yang modern. Artinya pasar tradisional yang jauh dari kesan semrawut, becek dan kotor,” jelasnya. Sambungnya, saat ini tercatat jumlah pedagang yang ada di Pasar Desa Abang Batudinding mencapai 186 lapak. Sedangkan dengan pembangunan dua los pasar yang baru, diperkirakan bisa menampung 36 lapak lagi. Sehingga target tahun ini, Pasar Desa Abang Batudinding bisa menampung 222 lapak pedagang. “Kita berharap dengan penataan ini, ke depan Pasar Desa Abang Batudinding semakin ramai dan semakin maju,” harapnya. Sementara itu, selain melaksanakan peletekan batu pertama pembangunan Pasar Desa Abang Batudinding, pada kesempatan kemarin Bupati Made Gianyar juga menyerahkan bantuan satu barung gong, yang diterima secara simbolis oleh Klian Gong Giri Suara Mukti Desa Abang Batudinding I Komang Astana, S.Pd. (ad1208)
Biaya Perawatan PLTS Capai Ratusan Juta Per Tahun Bangli (Bali Post) – Biaya perawatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi terbilang cukup tinggi. Setiap tahunnya, Perusahaan Daerah Bhuti Mukti Bakti (Perusda BMB) selaku pengelola PLTS harus mengeluarkan biaya perawatan hingga Rp 200 juta lebih. Hal itu diakui Direktur Perusda BMB Bangli Gusti Gede Satria Wira Tenaya, Selasa (22/5) kemarin. Dikatakan Wira Tenaya, perawatan yang dilakukan pihaknya di PLTS dengan biaya Rp 200-an juta berupa pembersihan di sekitar panel dan perawatan lainnya seperti mengencangkan baut pada sejumlah komponen PLTS. Biaya tersebut diakuinya belum termasuk perawatan teknis
lainnya, misalnya mengganti sparepart yang rusak. “Sejauh ini belum ada kerusakan karena baru direvitalisasi dua tahun lalu,” ujarnya. Untuk membiayai perawatan PLTS di Bangklet selama ini, Perusda BMB, kata Wira Tenaya, memanfaatkan pendapatan yang satusatunya bersumber dari hasil pengelolaan pabrik kopi di Mengani. Namun kini, pasca-adanya perjanjian jual-beli listrik antara Perusda dengan PLN beberapa bulan lalu, Perusda BMB memiliki sumber pendapatan baru yang bisa dipakai untuk membiayai perawatan PLTS. Dia menyebutkan pendapatan yang masuk ke Perusda dari hasil jual beli listrik PLTS mencapai sekitar Rp 70 juta per bulan, tergantung produksi listrik
yang dihasilkan. “Tergantung matahari, tidak bisa dipastikan,” jelasnya. Meski demikian, mengingat cukup tingginya biaya perawatan yang harus dikeluarkan, Perusda BMB berencana membicarakan dengan pusat untuk bekerja sama membantu meringankan pembiayaan perawatannya. Terlebih PLTS yang berkekuatan 1 MW itu pembangunannya dibiayai APBN. “Kerja sama bukan hanya kita saja, tapi semua PLTS yang dibiayai APBN. Sekarang masih sedang disusun program supaya bisa biaya perawatanannya sama-sama lebih murah. Bukan kita saja perlu perawatan. PLTS yang di Karangasem, Bangka dan lainnya semua juga perlu perawatan,” katanya. (kmb40)
15
Rabu Pon, 23 Mei 2018
Data Tak Valid Sebabkan Impor Beras Tak Pernah Henti Jakarta (Bali Post) Kebijakan impor beras yang dilakukan dari tahun ke tahun dikarenakan tidak adanya data valid soal neraca beras nasional. Padahal neraca perberasan ini sangat penting agar langkah impor beras bisa dikendalikan. ‘’Selama ini Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian ngapain saja. Apa mereka saling membelakangi. Harusnya mereka ini bersinergi saling menghitung kebutuhan beras. Ini kan untuk perut orang Indonesia,’’ kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Inas Nasrullah Zubir dalam diskusi ‘’Regulasi Izin Impor Beras Tambahan, Bagaimana Sikap DPR’’ di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/5) kemarin. Menurut Inas, sikap pemerintah khususnya Kementan dan Kemendag yang abai terhadap data pangan tak boleh dibiarkan. Begitupun dengan neraca gula nasional. Mereka dengan mudahnya melakukan impor gula. ‘’Berapa yang diproduksi dan berapa yang dikonsumsi, tidak tahu. Tapi kalau jumlah yang diimpor malah tahu. Wah bisa celaka pemerintah,’’ imbuhnya. Persoalan pangan ini sangat sensitif, kata Ketua DPP Partai Hanura. Buka keran impor bisa salah, namun tidak impor pun bisa salah.
‘’Kalau tidak impor, stok pangan bisa kurang, nanti rakyat ngamuk karena tidak ada beras,’’ ujarnya. Apabila kebijakan impor dibuka, banyak kalangan yang ‘’ngomel’’. ‘’Sayangnya Pak Buwas (Dirut Bulog) saat rapat koordinasi dengan Menko Perekonomian dan Menteri Pertanian serta Menteri Perdagangan juga tak bisa menjawab soal impor 500 ton ini,’’ terangnya. Malah informasinya, sambung Inas, rakor menko tersebut tidak bisa menjawab berapa sekarang jumlah cadangan beras yang
ada saat ini. ‘’Jadi saya nilai ini sudah omong kosong semua penjelasan soal angka-angka Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian,’’ tuturnya lagi. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Daniel Djohan mengatakan dalam konteks urusan impor yang harus dipegang adalah undang-undang. Dalam Undang-undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012 menyatakan impor pangan hanya bisa dilakukan manakala memenuhi syarat. ‘’Syaratnya apabila produksi dalam negeri tidak mencukupi. Dan
atau tidak dapat diproduksi di dalam negeri, atau produksi pangan dalam negeri dan cadangan pangan nasional tidak mencukupi,’’ paparnya. Menurut Daniel, selain soal data, masalah yang tak kalah penting adalah perencanaan. Pasalnya, perencanaan soal impor ini tidak bisa dilaksanakan satu bulan. ‘’Misalnya kita buat kebijakan sekarang, impor untuk menjawab persoalan berikutnya, hal itu tidak bisa dilakukan karena impor memerlukan data valid,’’ sebut Daniel. (kmb4)
WARUNG GLOBAL
Pelaku Narkoba Harus Dihukum Berat GENERASI muda memiliki andil dalam mengawal perubahan sosial yang terjadi. Terlebih di era global saat ini, peran generasi milenial sangat dibutuhkan. Generasi di zaman ini dapat menjadi agen pencegahan narkoba dimulai dari lingkungan keluarga. Selain itu peran orangtua harus memberikan contoh yang baik terhadap generasi muda. Yang terpenting lagi, sanksi hukum harus diberlakukan dengan tegas. Jika tidak, penanganan kejahatan narkoba akan terus terjadi seiring dengan peredaran narkoba yang semakin masif. Demikian pernyataan yang teruangkap dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM dengan topik ‘’Generasi Milenial Bisa Jadi Agent Action BNN’’, Selasa (22/5) kemarin. Berikut rangkumannya. Arya di Denpasar sangat risi dengan berbagai istilah. Terlalu banyak aturan tetapi tak semua bisa berjalan lantaran tersangkut dalam kepentingan. Generasi muda bisa saja menjadi agent action asal jangan tersangkut menjadi agen penyalur narkoba. Sebab, kita tidak bisa menutup mata bahwa jangankan remaja, anak SD pun dimanfaatkan untuk mengedarkan narkoba. Ini
cukup mengerikan. Kuncinya ada pada sanksi hukum. Jika sudah vonis mati, langsung saja dieksekusi. Jangan lagi ada peninjauan kembali. Suardana di Tabanan mengatakan, semua sadar akan bahaya narkoba. Selain pendekatan secara persuasif, hukumlah yang harus diperberat. Menurut Ayu di Petang, peran orangtua juga tak kalah penting yakni menjadi
contoh bagi anak-anak mereka selaku generasi penerus nantinya. Menurut Ketut Pitur, dengan menjadi agent action apakah tidak akan menimbulkan persoalan baru di kalangan masyarakat terutama di Bali yang kental dengan manyamabraya. Jika generasi muda misalnya melaporkan saudara atau rekannya yang terlibat narkoba ke polisi/ BNN, apakah tidak membuat
retak persaudaraan? Generasi milenial bisa jai agent action-nya BNN, sementara bandar narkoba juga tak kalah menyebarkan agent action untuk mengedarkan narkoba. Kata Werdha di Gianyar, aparat tak boleh kalah dengan agent action narkoba ini. Sebab peredaran narkoba adalah kejahatan luar biasa, jadi penanganannya juga harus luar biasa. Jangan sampai BNN atau aparat kalah selangkah dengan bandar narkoba ini. Ia setuju jika hukum pasar diberlakukan, jangan dibeli narkobanya otomatis bandar/penjual akan bangkrut. Begitu juga dibarengi dengan penegakan hukumnya, jangan direhab bagi pengguna, harus dihukum pidana, intinya tegakkan hukuman berat bagi pelaku baik pengedar maupun pengguna narkoba. (sikha)
Rugikan Paslon
Politisi Gerindra Nyoman Suyasa menjelaskan, partainya sudah melakukan protes dan mempertanyakan sikap Gubernur Mangku Pastika saat Sidang Paripurna DPRD Bali, Senin (21/5). Gubernur juga sudah merespons protes tersebut dengan alasan untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat karena ditanya para wartawan. ‘’Kami menilai, alasan Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberikan pendapat, menanggapi visi-misi Paslon Nomor 2 dengan alasan untuk meluruskan informasi yang benar itu jauh dari kepatutan dan etika sebagai seorang gubernur aktif. Karena sudah jelas UU tidak membenarkan Gubernur atau pejabat pemerintahan memberikan pernyataan yang berpotensi menguntungkan atau merugikan salah satu paslon. Ini adalah langkah yang berpotensi melanggar hukum,’’ ujar Suyasa. Menurut politisi asal Karangasem ini, seorang gubernur sekalipun menanggapi atau mengomenntari secara benar tentang visi dan misi paslon tetap saja dilarang sesuai amanat UU. ‘’Menanggapi dengan hal yang benar saja yang kemudian berpotensi menguntungkan atau merugikan paslon sudah tidak dibenarkan. Apalagi argumentasi yang disampaikan Gubernur belum dapat dibuktikan kebenarannya,’’
ujarnya. Dalam keterangan di media, Gubernur mengatakan, ‘’…kalau ada yang ketakutan saya minta maaf. Saya ini Gubernur Bali, wajib untuk menjelaskan kalau ada halhal menurut saya hitungannya tidak pas.’’ Terhadap pernyataan itu, Gerindra menilai ini adalah pemikiran yang merugikan paslon tertentu. ‘’Kami memandangkan hal tersebut yang sangat tendensius. Ini hal yang kurang tepat disampaikan ke publik apalagi terhadap Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang notabene beranggotakan sebagian besar parpol Koalisi Bali Mandara (KBM) sebagai pendukung konsisten tanpa pamrih kepada Mangku Pastika sebagai Gubernur Bali selama ini,’’ ujarnya. Ketua Fraksi Demokrat Wayan Adnyana menjelaskan, visi dan misi soal bantuan ke desa pakraman sebesar Rp 500 juta per tahun itu sudah diperhitungkan dengan cermat, melalui kajian yang komprehensif. Program itu bisa direalisasikan dengan baik, sejauh pemimpin itu memiliki komitmen yang kuat untuk melestarikan adat dan budaya Bali. ‘’Kami berpandangan dan berkeyakinan paslon tidak akan sulit merealisasikan program Rp 500 juta per tahun kepada desa pakraman di Bali. Karena di tahun yang akan datang, kita sudah tidak perlu lagi menganggarkan beberapa pos anggaran seperti anggaran pilkada (KPU, Bawaslu dan keamanan),
anggaran untuk pembangunan RS Mata atau RS Indera, RS Bali Mandara dan mengintegrasikan anggaran Simantri dan Gerbangsadu dalam pemberdayaan desa pakraman,’’ ujarnya. Adnyana menganalogikan seperti 5-10 tahun silam, ketika Mangku Pastika maju sebagai cagub. Tidak pernah gubernur saat itu menilai program Mangku Pastika tidak realistis, karena itu merupakan hal yang wajar untuk kampanye politik merebut jabatan gubernur. Program bantuan Rp 500 juta, menurutnya, bukan tanpa alasan atau pepesan kosong. Ke depannya sudah disiapkan berbagai strategi meningkatkan pendapatan daerah. Beberapa di antaranya: intensifikasi pemungutan melaui sistem online, maksimalisasi penerimaan pajak BBM, terobosan pengelolaan aset dan pengelolaan pariwisata, intensifikasi pemungutan PKB dan BBNKB tertunggak, serta komunikasi intensif peningkatan DAU dan DAK. ‘’Dalam jangka menengah dan panjang kita berjuang dengan maksimal mewujudkan revisi UU 33/2004 dengah memasukkan potensi pariwisata serta revisi UU 28/2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah,’’ tandas politisi asal Tabanan ini. Sementara itu, Penasihat Fraksi Golkar DPRD Bali Dr. I Nyoman Sugawa Korry, S.E., M.M., Ak.CA. menegaskan, menanggapi visimisi paslon dengan data yang
dianggap benar saja oleh gubernur sudah berpotensi menguntungkan dan atau merugikan paslon sesuai ketentuan PKPU sudah berpotensi melanggar hukum, karena gubernur adalah pejabat negara dan juga pejabat daerah. ‘’Apalagi menanggapi dengan argumentasi yang belum tentu benar sebagaimana apa yang direncanakan atau dimaksudkan oleh paslon yang ditanggapi. Saran kami, sebagai gubernur yang selama ini telah membina dan menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak, termasuk dengan Koalisi Bali Mandara (KBM) yang kini jadi Koalisi Rakyat Bali (KRB), sebaiknya beliau menyadari hal seperti itu tidak patut dilanjutkan,’’ tandas Sugawa Korry. (r/kmb)
Bali Post/ant
DIPERIKSA - Istri Zumi Zola, Sherin Tharia (kiri), bergegas seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (22/5) kemarin. Sherrin diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Zumi Zola dan Arfan dalam kasus gratifikasi terkait proyek di Dinas PUPR Provinsi Jambi tahun 2014-2017.
Istri Zumi Zola Diperiksa KPK Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklarifikasi Sherin Taria, istri dari Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola, terkait penyitaan uang dalam kasus penerimaan gratifikasi proyekproyek di Provinsi Jambi. Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan Zumi Zola dan Plt. Kepala Bidang Bina Marga PUPR Provinsi Jambi Arfan sebagai tersangka. ‘’Kepada yang bersangkutan penyidik mengklarifikasi sejauh mana pengetahuan saksi terkait uang yang disita penyidik di vila sebelumnya,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (22/5) kemarin. Adapun Sherin diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Zumi dan Arfan. ‘’Penyidik juga mengklarifikasi saksi tentang dugaan penerimaan gratifikasi yang telah menjadi aset,’’ ungkap Febri. Gratifikasi yang diduga diterima Zumi dan Arfan adalah Rp 6 miliar.
Tersangka Zumi baik bersama dengan Arfan maupun sendiri diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi dan penerimaan lain dalam kurun jabatannya sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021 sejumlah sekitar Rp 6 miliar. Zumi dan Arfan disangkakan Pasal 12 B atau Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Kasus ini adalah pengembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 29 November 2017 lalu terhadap Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Arfan, dan Asisten Daerah Bidang III Provinsi Jambi Saifudin dan anggota DPRD Provinsi Jambi 20142019 Supriono. KPK menetapkan Supriono sebagai tersangka pener-
ima suap, sedangkan pemberi suap adalah Erwan, Arfan dan Saifuddin. Artinya, Arfan ditetapkan sebagai tersangka untuk dua kasus yang berbeda. Ketiga tersangka itu saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi. Total uang yang diamankan dalam OTT itu adalah Rp 4,7 miliar. Pemberian uang itu adalah agar anggota DPRD Provinsi Jambi bersedia hadir untuk pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2018 karena para anggota DPRD itu berencana tidak hadir dalam rapat pengesahan RAPBD 2018 karena tidak ada jaminan dari pihak Pemprov. Untuk memuluskan proses pengesahan tersebut, diduga telah disepakati pencarian uang yang disebut sebagai ‘’uang ketok’’. Pencarian uang itu dilakukan pada pihak swasta yang sebelumnya telah menjadi rekanan pemprov. (ant)
Pasti Tepat Sementara itu, Wayan Koster selaku Ketua DPD PDI-P Bali merasa bangga melihat begitu banyaknya jumlah kader TMP se-Bali yang dilantik. ‘’Belum pernah lihat pelantikan Taruna Merah Putih sampai ribuan. Bahkan sampai lima ribu orang. Sebanyak ini dari dulu belum pernah ada. Ini sejarah baru bagi Taruna Merah Putih di Bali. Awal Gus Ari (Bagus Jagra Wibawa) direkomendasikan agar jadi ketua, saya langsung setuju. Karena yang merekomendasikan Pak Giri dan Gus Bota (Bagus Alit Sucipta), pasti orang yang tepat,’’ bebernya. Selain menghadiri pelantikan TMP, Wayan Koster juga menyapa kelompok pemilih
pemula Kota Denpasar, Minggu (20/5) di Gedung Futsal Universitas Mahendratta, Denpasar. Hadir mendampingi Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, A.A. Rai Wirajaya (anggota Fraksi PDI-P DPR-RI), Ketut Suteja Kumara (anggota Fraksi PDI-P DPRD Denpasar) dan Gus Marhaen selaku tokoh masyarakat. Di hadapan sekitar seratus orang dari kelompok generasi milenia itu, Calon Gubernur Wayan Koster mengajak mereka agar mengejar cita-cita setinggi mungkin. ‘’Adik-adik harus kuliah setinggi-tingginya untuk meraih cita-cita yang diinginkan. Saya dulu lahir dari keluarga tidak mampu di kampung, di gunung lagi. Tapi saya punya cita-cita bertekad harus
sekolah setinggi-tingginya. Astungkara saya bisa menamatkan pendidikan sampai S-3 (doktor),’’ tuturnya memotivasi mereka. Ia beralasan mengapa generasi muda Bali atau generasi melenia mesti mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Pasalnya, Bali tidak memiliki kekayaan alam. Oleh karena itu, Bali harus memiliki keunggulan di bidang sumber daya manusia (SDM) agar bisa bersaing di era globalisasi saat ini. ‘’Karenanya saya bertekad, ketika terpilih akan memprioritaskan bidang pendidikan. Mulai dari program pendidikan gratis 12 tahun, pembangunan sekolah unggulan dan beasiswa hingga S-3 bagi yang berprestasi,’’ pungkasnya. (kmb)
Rabu, 23 Mei 2018 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:05 Wita 10:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Keteladanan (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Adi Parwa (1) Bali Channel Tourist TV Dialog Interaktif Halo Kamtibmas Lejel Homeshopping
11:05 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 5:00 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita
Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Dharma Wacana Keteladanan (3) Berita Siang Klip Bali Bali Channel Tourist TV Klip Bali Healthy Life Agrobisnis Bali Channel Tourist TV Dialog Interaktif Sanggar Sunari (1) Dialog Interaktif Putra SBA
18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 9:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Dialog Interaktif Profit Indonesia Wirasa Peduli Sesama Mahadewi Peduli Sesama Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Calonarang Sukawati (1) Berita dan Bincang Terkini Folk Song Bali Channel
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Rabu Pon, 23 mei 2018
Ladeni Borneo FC Malam Ini
BU Waspadai Marlon dan Lerby Denpasar (Bali Post) Tim tamu Bali United (BU) mewaspadai pergerakan dua bomber berbahaya Borneo FC, Marlon da Silva dan Lerby Eliandry, dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Segiri Samarinda, Kaltim, Rabu (23/5) malam ini. Bahkan, Marlon dan Lerby tidak boleh bebas berkeliaran di areal benteng pertahanan Serdadu Tridatu, dan para defender siap main sapu bersih guna menghalau serangan Borneo.
Bali Post/wan
TARGET POIN - Berbekal modal mampu mengalahkan Arema 1-0, Bali United bertekad menargetkan poin ketika dijamu tuan rumah Borneo FC dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Segiri, Samarinda, Kaltim, Rabu (23/5) malam ini.
Semifinal NBA
Madrid – Jelang final Liga Champions antara Real Madrid dan Liverpool akhir pekan ini, Sergio Ramos menjelaskan bagaimana rencana timnya menghentikan Mohamed Salah dan Roberto Firmino. Salah dalam penampilan menawan sepanjang musim ini, dengan mengemas 44 gol dari 51 penampilan dalam debutnya bersama tim yang bermarkas di Anfield itu. Pemain tim nasional Mesir ini menjalin kerja sama apik dengan Firmino dan Sadio Mane, degan ketiganya berkontribusi besar dalam gelontoran gol tim Jurgen Klopp musim ini. Penyerang Braail Firmino mengoleksi 27 gol di berbagai kompetisi musim ini, termasuk 11 di Liga Champions. Ramos, yang berharap membawa timnya mengangkat trofi ketiga beruntun, menjelaskan rencana mereka mematikan duo maut tersebut. ‘’Kami tahu mereka lawan yang sangat kuat. Mereka sangat cepat dalam menyerang dan dapat benar-benar melukai Anda dalam serangan balik,’’ ujar Ramos, Selasa (22/5) kemarin. ‘’Firmino dan Salah pemain cepat, yang sangat sulit dihentikan. Jadi kami akan berusaha menjaga mereka di bawah kendali dan memastikan mereka tidak memiliki hari yang
Cleveland – LeBron James mencetak 44 poin untuk mengantar klubnya, Cleveland Cavaliers, mengalahkan Boston Celtics 111-102 sekaligus menyamakan kedudukan 2-2 pada final wilayah timur NBA, Selasa (22/5) kemarin. James juga menghasilkan 5 rebound, 3 assist dan 2 steal untuk mengantar kemenangan Cavaliers. ‘’Saya hanya bekerja keras. Tuhan memberi saya kemampuan dan saya hanya memanfaatkannya,’’ kata James usai pertandingan. Dengan hasil 2-2, game kelima akan berlangsung di Boston. Celtics mencatat hasil maksimal dalam pertandingan kandang dan tak pernah terkalahkan selama playoff. Sementara game keenam akan berlangsung di Cleveland. ‘’Pertandingan akan berlangsung berat di Boston untuk lawan-lawan Celtics,’’ kata James. ‘’Kami hanya ingin bermain seperti game ke 3 dan 4 di sana,’’ ujarnya lagi. Pemenang final wilayah timur akan menghadapi pemenang wilayah barat antara Houston Rockets dan juara bertahan Golden State Warriors pada Final NBA mulai 31 Mei mendatang. (kmb33/afp)
Piala Uber
Gasak Prancis, Indonesia Lolos ke Perempatfinal
Hasil pertandingan Babak Grup D Indonesia lawan Prancis: Gregoria Mariska Tunjung vs Yaelle Hoyaux 21-9, 21-8 Della Destiara Haris/Ni Ketut Mahadewi Istarani vs Emilie Lefel/Anne Tran dengan skor 21-10, 21-16 Dinar Dyah Ayustine vs Marie Batomene 21-17, 21-10 Nitya Krishinda Maheswari/Apriyani Rahayu vs Delpine Delrue/Lea Palermo 16-21, 21-19, 21-19 Ruselli Hartawan vs Katia Normand 21-17, 21-16
juga mau nyumbang poin. Deg-degan pas diumumin main hari ini ada. Tapi lebih kuat keinginan untuk ngeluarin yang terbaik biar bisa menang dan sumbang poin,’’ katanya. Permainannya sebelumnya menurut dia belum merupakan performa terbaiknya. Mengingat di game pertama dia mengaku masih lambat pergerakan kakinya. Berbeda dengan permainannya yang biasa. Kakinya lambat, menurut dia karena terbawa permainan lawan. ‘’Kaki kelambatan di game pertama, jadi malah ngikuti permainan lawan. Ambil poinnya satu-satu. Game kedua aku maunya neken dia (Maria - red) terus, dan waktu temponya dinaikin mainnya jadi enak. Di sini sudah mulai dapat ritme permainannya,’’ katanya. Di partai keempat, Nitya Krishinda Maheswari/Apriyani Rahayu juga meraih kemenangan kendati harus melewati pertandingan susah payah. Mereka mengalahkan Delpine Delrue/Lea Palermo 16-21, 21-19, 21-19 dengan durasi satu jam dan sembilan menit. Ruselli Hartawan menyempurnakan kemenangan Indonesia atas Prancis. Ruselli menang atas Katia Normand 2117, 21-16. Dengan kemenangan itu, Indonesia telah memastikan tiket babak perempatfinal. Peringkat akhir Grup D akan ditentukan lewat duel pada pada hari ini. ()
Dinar Dyah Ayustine
menaklukkan tim berjuluk Pesut Etam, apalagi mereka tampil di kandangnya. ‘’Caranya, para pemain harus bekerja keras lagi, sebab Borneo merupakan tim tangguh dan solid di segala lini,’’ ucapnya. Salah seorang pemain Bali United Made Andhika Wijaya menegaskan, pihaknya berbekal modal kemenangan atas Arema FC 1-0, siap memetik kemenangan kembali ketika meladeni Borneo FC. ‘’Saya dan rekan-rekan siap berjibaku untuk merebut poin,’’ tuturnya Sederet asuhannya juga ada yang Muslim, dan mereka
Ramos Siap Hentikan Salah
LeBron Bawa Cavs Samakan Kedudukan
Bangkok – Indonesia berhasil menyapu bersih kemenangan atas Prancis dalam babak penyisihan Grup B Piala Uber 2018. Indonesia menang telak 5-0. Dalam pertandingan dengan Prancis di Impact Arena, Selasa (22/5) kemarin, Indonesia mengawali pertandingan dengan manis. Gregoria Mariska Tunjung, yang tampil di partai pertama, mengalahkan Yaelle Hoyaux dengan skor 21-9, 21-8. Della Destiara Haris/Ni Ketut Mahadewi Istarani juga berhasil menuai kemenangan dan membuat kedudukan 2-0. Mereka menang atas Emilie Lefel/Anne Tran dengan skor 21-10, 21-16. Indonesia menyegel kemenangan atas Prancis di partai ketiga. Dinar Dyah Ayustine mengalahkan Marie Batomene 21-17, 21-10. Dinar mengaku degdegan di awal laga. ‘’Ini pengalaman pertama saya perkuat tim Piala Uber. Jadi pas dibilang main, pengan buktiin aja bahwa saya
Pelatih Widodo Cahyono Putro di Samarinda, Selasa (22/5) kemarin, menjelaskan para pemain yang siap mematahkan serangan Borneo yang diboyong ke Samarinda seperti Ahn Byungkeon, Demerson Bruno Costa dan Agus Nova Sablun Wiantara. Widodo mengakui dua pilar Bali United yakni Irfan Bachdim dan Ilija Spasojevic tidak dibawa ke Samarinda karena masih didera cedera. Widodo menerangkan, pihaknya datang jauh-jauh ke Samarinda tetap mematok pulang membawa poin. Cuma tidak mudah bagi Fadil Sausu dan kawan-kawan untuk
tetap menjalankan ibadah puasa. Hanya, latihan agak sore dan sebentar hingga menjelang berbuka, sedangkan malam hari pemain diharapkan tetap tidur antara pukul 22.00- 23.00, dan dini hari kembali bangun melakukan sahur. Pada bagian lain, pelatih Borneo FC Dejan Antonic menegaskan, kemenangan atas Serdadu Tridatu adalah harga mati. Pasalnya, jika tim berjuluk Pesut Etam mampu menaklukkan Bali United, otomatis diyakini mampu mengangkat motivasi dan performa tim guna melakoni laga berikutnya. ‘’Kami sudah melakukan evaluasi dan anakanak berjanji tak mengulangi kesalahan lagi,’’ ucapnya. Dia optimis asuhannya makin pintar menerjemahkan segala instruksi di lapangan hijau, dan hasil kemenangan merupakan kado buat suporter Borneo Fc supaya mereka tidak kecewa. (022)
Balipost/afp
menginspirasi, karena mereka bisa merusak Anda. Liverpool sangat bagus secara teknik dan cepat, tapi kami akan berusaha melukai mereka dengan pemain kami yang memiliki kekuatan yang sama,’’ imbuhnya. Ramos menambahkan bahwa timnya pantas disebut mendominasi Eropa jika mampu meraih trofi Liga Champions ketiga beruntun. Madrid bisa dibilang penguasa Eropa saat ini. Dalam lima musim terakhir, Madrid empat kali melaju ke partai puncak. Sebanyak tiga di antaranya diselesaikan Madrid dengan gelar juara. Sementara itu, final keempat baru akan mereka jalani saat bersua Liverpool. Sebelumnya pada musim 2016-2017, Madrid sebenarnya juga mencetak sejarah. Klub asuhan Zinedine Zidane itu jadi tim pertama yang sanggup menjuarai Liga Champions dua musim beruntun, sejak kompetisi berganti format pada 19921993. Peluang Madrid mengalahkan Liverpool sebenarnya cukup terbuka lebar. Secara pengalaman, personel Madrid jauh lebih matang ketimbang pemain The Reds. Mayoritas pemain Madrid pernah merasakan atmosfer tampil di final Liga Champions. (kmb33/afp)