20 HALAMAN
NOMOR 181 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
jumat wage, 23 februari 2018
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Serangan Jadi Penyemangat Berantas Korupsi
Tuntaskan Kasus Novel Baswedan
Jokowi Didesak Bentuk TGPF Jakarta (Bali Post) Sudah 10 bulan 10 hari kasus Novel Baswedan berlalu. Polisi belum juga berhasil mengungkap pelakunya. Karenanya banyak desakan agar Presiden Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Bahkan, aktivis antikorupsi menyerahkan petisi yang didukung 65 ribu orang yang meminta agar dibentuk TGPF untuk membongkar kasus penyerangan kepada Novel Baswedan. Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan setuju adanya usulan agar Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta untuk menyelidiki kasus penyiraman penyidik senior KPK Novel Baswedan. ‘’Saya kira jika memang diperlukan, pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta juga bagus agar kasusnya bisa diusut tuntas,’’ kata Ketua MPR Zulifli Hasan, Kamis (22/2) kemarin. Zukifli menegaskan bahwa kasus Novel Baswedan ini harus segera dituntaskan. Kalau dibiarkan berlarut-larut, khawatirnya nanti merugikan pemerintah. Semakin cepat kasusnya terungkap, semakin baik untuk kepercayaan publik pada pemerintah. Sementara itu, mantan Ketua KPK Abraham Samad meminta agar pimpinan KPK segera mengusulkan TGPF untuk mencari pelaku penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan. ‘’Kami minta pimpinan KPK segera mengusulkan ke Presiden Indonesia untuk membuat Tim Gabungan Pencari Fakta karena saya sangat yakin dalam rentang waktu 10 bulan dan pelaku belum ditemukan, tidak ada jalan lain selain satu-satunya jalan mengungkap dan menemukan pelaku penyerangan Novel adalah dibentuk TGPF,’’ kata Abraham di gedung KPK Jakarta, Kamis kemarin. Senada dengan Abraham, pengacara Novel, Saor Siagian, juga mengatakan bahwa hingga lebih dari 10 bulan, belum ada kemajuan berarti dari investigasi yang dilakukan pihak kepolisian. Hal. 19 Minta Kapolri
Jakarta (Bali Post) – Novel Baswedan telah kembali ke KPK, Kamis (22/2) kemarin, pascakejadian penyiraman air keras. Tragedi itu ternyata tak meruntuhkan semangatnya memberantas korupsi. ‘’Bagi saya yang terjadi pada diri saya, penyerangan terhadap diri saya, saya tidak ingin menjadikan hal ini menjadi kelemahan tetapi tentu saya ingin menularkan semangat yang sama, sehingga kita bisa semakin berani, semakin sungguh-sungguh, dalam rangka melakukan tugas-tugas pemberantasan korupsi,’’ kata Novel di hadapan pegawai KPK yang menyambutnya. Menurut Novel, bila kejadian terhadap dirinya itu membuat kerja pemberantasan korupsi menurun, malah mendatangkan kemenangan bagi pelaku penyerangan. ‘’Saya ingin hal ini sebagai penyemangat buat diri saya. Saya juga ingin mengharapkan hal ini juga berkaitan dengan rekan-rekan semuanya, baik pegawai KPK, baik para aktivis penegak hukum dalam rangka bertugas memberantas korupsi,’’ kata Novel. Novel tiba di gedung KPK sekitar pukul 13.05 WIB. Ia didampingi Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Ratusan pegawai KPK bersama dengan para aktivis antikorupsi kompak berpakaian putih menyambut kedatangan Novel. ‘’Tentunya suatu kebanggaan bagi saya ketika saya bisa kembali dan kemudian bertemu dengan semua rekan sekalian,
KPK - Novel Baswedan saat tiba di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/2) kemarin. Penyidik KPK Novel Baswedan menjalani pengobatan mata kiri yang rusak akibat siraman air keras di Singapura selama sepuluh bulan terakhir.
pimpinan KPK, media dan semua orang yang mendukung dalam rangka pemberantasan korupsi,’’ tambah Novel. Novel disiram air keras oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Ia kemudian dibawa ke Singapura untuk menjalani pengobatan di kedua matanya. Selama Novel menjalani perawatan, polisi belum berhasil menangkap pelaku penyiraman. Beberapa orang sempat diamankan karena diduga sebagai pelaku, tetapi mereka kemudian dilepaskan karena tidak ada bukti. Polda Metro Jaya sudah merilis dua sketsa wajah yang diduga kuat sebagai pelaku, namun belum ada hasil dari penyebaran sketsa wajah tersebut. (ant)
Bali Post/ade
Longsor di Brebes
5 Tewas, 18 Masih Tertimbun Bali Post/ant
BERBINCANG - Presiden Joko Widodo berbincang dengan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo saat meninjau Situ Cisanti di Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/2) kemarin. Presiden mengatakan bahwa penanganan penanggulangan pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum akan menjadi percontohan bagi penanganan DAS lainnya seperti Bengawan Solo dan Brantas.
Sederhanakan Proses Perizinan
Bandung (Bali Post) – Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya dengan menyederhanakan proses perizinan agar bisa mendorong kegiatan investasi dan ekspor. Hal. 19 Banyak Aturan
Bali Post/rtr
LONGSOR - Beberapa warga sedang mengambil foto tanah longsor di Brebes, Kamis (22/2) kemarin. Longsor tersebut menimbun belasan orang yang semuanya petani.
Purwokerto (Bali Post) – Bencana tanah longsor itu terjadi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/2) kemarin pukul 08.00 WIB. Hutan produksi milik Perhutani yang masuk wilayah Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, longsor dan menyapu puluhan hektar sawah yang ada di bawahnya. Akibatnya puluhan petani yang bekerja di sawah tertimbun. Hingga sore kemarin lima petani dinyatakan tewas dan 18 lainnya masih terkubur. Sementara yang bisa diselamatkan sebanyak 14 orang. Mereka mengalami luka-luka. Koordinator Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Pos SAR Cilacap Mulwahyono mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan laporan dari keluarga. ‘’Kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Sementara jumlah korban yang ditemukan meninggal dunia sebanyak lima orang dan selamat 14 orang,’’ katanya. Terkait upaya pencarian korban, dia mengatakan tim SAR gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes untuk semen-
tara melakukan assessment atau penilaian terhadap kondisi tanah di sekitar lokasi longsor. ‘’Kebetulan saat ini kondisi cuaca mendung dan gerakan tanah masih terjadi sehingga kami melakukan assessment, pola pencariannya seperti apa, nanti kami koordinasikan lebih lanjut,’’ katanya. Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, lima korban yang ditemukan meninggal dunia terdiri atas Karsini, Sapto, Wati, Radam, dan Kiswan. ‘’Tim SAR kesulitan mencari korban karena tanah masih bergerak, material longsor gembur, tebal, dan cukup luas. Alat berat belum dapat digunakan untuk mencari korban. Cuaca mendung berpotensi hujan juga dapat menyulitkan pencarian korban,’’ kata Sutopo. Sutopo Purwo Nugroho mengatakan korban yang hilang dari longsor di Desa Pasir Panjang Kabupaten Brebes berjumlah 18 orang. Hal. 19 Belum Dievakuasi
Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK, Tabanan Raih Ranking Pertama KERJA keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan dalam menindaklanjuti segala rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) rupanya tidak sia-sia. Terkait hal tersebut, Pemkab Tabanan memperoleh penilaian baik dari BPK dan menempati ranking pertama dengan nilai 95,68. Hal tersebut terungkap di sela-sela Diskusi Kelompok Terarah yang dihadiri para kepala daerah di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, gubernur, bupati maupun wali kota, Selasa (20/2) di Hotel Jayakarta, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan itu dibuka anggota VI BPK RI Dr. Harry Ashar Aziz dan diarahkan oleh Auditor Utama VI BPK RI Dori Santosa, S.E., M.M. Dari Pemkab Tabanan, kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya serta Inspektur Daerah Kabupaten Tabanan I Nyoman Gede Urip Gunawan. Terkait prestasi tersebut, Wabup
Sanjaya menyampaikan rasa bangga serta terima kasihnya kepada BPK RI yang telah memberikan apresiasi terhadap kerja keras yang dilakukan jajaran Pemkab Tabanan. Dikatakan, prestasi itu merupakan hasil kerja keras semua pihak, baik dari organisasi perangkat daerah, perusahaan daerah, serta dukungan DPRD selaku lembaga legislatif. ‘’Karena semua bahu-membahu dan antusias untuk menindaklanjuti setiap hasil temuan BPK dalam setiap pemeriksaan. Untuk itu, saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak. Tanpa adanya dukungan-dukungan tersebut, tentu sulit untuk memperoleh prestasi ini,’’ sambungnya. Pada acara tersebut, anggota VI BPK RI Harry Azhar Azis menegaskan bahwa opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan sebuah kewajiban yang harus dicapai setiap pemerintah daerah dan bukan sebatas imbauan semata. Bahkan,
hal ini sudah menjadi penekanan penting yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam arahannya. Dalam tugasnya, selain melakukan audit atau pemeriksaan, BPK juga wajib memberikan rekomendasi-rekomendasi sebagai bahan tindak lanjut bagi pemerintah daerah. Dalam hal rekomendasi, BPK juga wajib memantau pelaksanaan rekomendasi sebagai sebuah kewajiban yang diserahkan kepada pemerintah daerah sesuai pasal 20 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan, dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Karena itu, sambungnya, BPK memiliki salah satu visi yakni mendorong pengelolaan keuangan negara melalui pemeriksaan yang berkualitas dan bermanfaat. Di sisi lain, dengan meningkatnya tindak lanjut atas temuan dan rekomendasi BPK juga dapat mengoptimalkan keuangan negara dan daerah. (ad1201)
BERTEMU BPK - Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya (dua kiri) saat pertemuan dengan BPK dihadiri para kepala daerah di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Selasa (20/2), di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
denpasar
2 figur Kendalikan Penyebaran Rabies
MESKIPUN kasus rabies sudah bisa diatasi, namun upaya mengatasi munculnya kembali kasus ini terus dilakukan. Pemkot Denpasar melalui Dinas Pertanian bersinergi dengan beberapa komponen dan lembaga menyelenggarakan sterilisasi dan kastrasi khusus hewan lokal serta vaksinasi rabies gratis terhadap hewan peliharaan milik masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Dinas Pertanian Kota Denpasar, Kamis (22/2) kemarin. Kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari. Pada hari pertama, masyarakat sangat antusias membawa anjing dan kucing lokal peliharaannya untuk divaksinasi, dikastrasi dan disterilisasi. Terdata sudah ada 100 hewan peliharaan yang mengantre. Vaksinasi rabies gratis ini sebenarnya kegiatan rutin yang digelar oleh Pemkot Denpasar. ‘’Kali ini kegiatan vaksinasi rabies ini diiringi dengan sterilisasi dan kastrasi yang dikhususkan pada Hewan Penular Rabies (HPR) lokal, yakni anjing dan kucing,’’ kata Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra saat ditemui di sela-sela kegiatan tersebut. Sepanjang tahun 2017, kata dia, Kota Denpasar terbebas dari kasus positif rabies (zero kasus). Hal tersebut dikarenakan program vaksinasi yang dilaksanakan Dinas Pertanian Kota Denpasar berjalan sangat baik dengan capaian cakupan vaksinasi rabies sebesar 87,56 persen dari 87.992 populasi Hewan Penular Rabies (HPR). Populasi anjing lokal lebih saat ini lebih banyak dibandingkan anjing Ras, di mana pada tahun 2017 saja populasi anjing lokal mencapai 96.000 ekor. Untuk itu, Dinas Pertanian Kota Denpasar mengkhususkan sterilisasi dan kastrasi pada anjing lokal, sebab dari angka tersebut banyak yang merupakan anjing liar. ‘’Selain vaksinasi rabies, kami juga mengadakan sterilisasi dan kastrasi gratis untuk mengendalikan populasi hewan lokal tersebut karena banyak masyarakat yang masih membuang anjing maupun kucing lokal di jalanan. Kami berharap, masyarakat sadar diri dan tidak lagi membuang anjing maupun kucing lokal ke jalanan. Jika ada yang membuang maupun menemukan anak anjing dan kucing liar di wilayah Denpasar, bisa langsung dilaporkan ke Dinas Pertanian Kota Denpasar. Kami akan menindaklanjutinya,’’ tegasnya. (ara)
’’ Finishing’’ Proyek di Gedung Dewan Dikeluhkan
Denpasar (Bali Post) – Proyek penambahan fasilitas Gedung DPRD Kota Denpasar yang rampung akhir tahun 2017 lalu, menuai keluhan. Komisi III DPRD Denpasar menilai banyak terjadi ketidaksesuaian dengan yang dirancang. Misalnya, lampu taman serta finishing secara keseluruhan kualitasnya tidak maksimal. Menyikapi hal itu, komisi ini meminta kepada rekanan untuk segera memperbaikinya pada masa pemeliharaan ini. Hal itu terungkap dalam rapat kerja antara Komisi III dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kamis (22/2) kemarin. Rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi III Eko Supriadi juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Wayan Mariyana Wandhira. Pada kesempatan itu, Mariyana Wandhira menilai proyek penambahan fasilitas gedung dewan tersebut banyak yang kurang baik dalam finishing-nya. Hal ini terlihat dari masih adanya pemasangan kusen, lis serta handle pintu yang sudah rusak. Bahkan beberapa plafon belum tertutup penuh. ‘’Masih ada lubang di bagian yang tersembunyi, seperti di sudut ruang pertemuan yang baru dibangun. Demikian pula lis di ruang sidang belum diselesaikan dengan sempurna,’’ ujar politisi Golkar ini mengkritisi. Hal senada juga dilontarkan Ketua Komisi III Eko Supariadi, anggota Komisi A.A. Susruta Ngurah Putra dan Wayan Suwirya. Mereka menilai pekerjaan yang dilakukan rekanan hasilnya tidak maksimal. Selain terlambat, hasil akhirnya tidak mencerminkan apa yang direncanakan sebelumnya. ‘’Saya kira ini banyak yang menjadi catatan bagi rekanan, karena beberapa jenis pekerjaan kurang baik,’’ kata Eko Supriadi. Terhadap semua usulan dari Komisi III, Sekretaris Dinas PUPR I Made Widiyasa meminta kepada rekanan untuk segera memperbaiki apa yang menjadi catatan para anggota dewan. Pihaknya tidak mau lagi menerima keluhan terhadap hasil kerja yang dilakukannya itu. Mengingat, bila hasil pekerjaannya kurang baik, pihaknya juga yang pertama akan terkena dampaknya. ‘’Bapak-bapak di dewan juga akan kena dampaknya. Jadi saya minta rekanan untuk memperbaikinya,’’ ujarnya. Perwakilan rekanan yang juga hadir dalam rapat kerja tersebut menyanggupi melakukan perbaikan. Bahkan mereka mengaku sudah melakukan beberapa perbaikan sejumlah pekerjaan yang masih dikeluhkan para wakil rakyat tersebut. ‘’Kami akan cek. Bila masih perlu diperbaiki, kami akan lakukan,’’ ujar perwakilan rekanan. (kmb12)
081 337 032 965, (0361) 819446
FM 96,5
Topik : Perda Bendega Lindungi Nelayan dari Investor Pariwisata Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
Jumat Wage, 23 Februari 2018
Pria Berkebutuhan Khusus Tewas Dibantai
Pelakunya Pengidap Gangguan Jiwa
Denpasar (Bali Post) Pembunuhan sadis terjadi di Jalan Antasura Gang Suar Nomor 2 Denpasar Utara, Kamis (22/2) kemarin. Korbannya, I Nyoman Kertiyasa (25), tewas setelah dibantai di TKP oleh Agus Gede Susastra (37) yang diduga mengidap gangguan jiwa. Rencananya korban hendak mengobati pelaku dengan cara dipijat. Selain ditusuk, perut korban dibelah hingga ususnya terburai. Kanitreskrim Polsek Denbar Iptu Aan Saputra mengatakan, awalnya korban yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Gang Tohjaya V/1, Denpasar Utara, pukul 10.30 Wita tiba di TKP dengan maksud untuk mengobati pelaku dengan pengobatan alternatif. Saat diobati, pelaku emosi lalu masuk ke kamar mengambil pisau dan langsung menusuk korban yang berkebutuhan khusus ini. ‘’Yang kena bagian punggung dan kaki, lalu pelaku semakin beringas,’’ ujarnya. Melihat kejadian itu, Ni Ketut Puspiani (kakak pelaku - red) lari keluar rumah dan berteriak minta tolong. Teriakan itu didengar tetangganya, I Made Sukarja, dan langsung ke TKP. Saat itu ia melihat korban yang berasal dari Sembung, Mengwi ini rebah saat melarikan diri. Tiba-tiba datang pelaku sambil membawa parang dan dipakai menebas korban dalam kondisi terkapar di dekat pintu gerbang. ‘’Perut korban dibelah oleh pelaku sampai isi perutnya keluar. Setelah menerima laporan kejadian ini, kami langsung ke TKP dan menangkap pelaku,’’ kata Aan Saputra. Sementara informasi yang diperoleh di TKP sesuai keterangan Ni Ketut Puspiani (40) yang tak lain kakak kandung pelaku, sekitar pukul 10.00 Wita ia bertemu dengan korban di salah satu warung di Jalan Kaswari, Penatih, Denpasar Timur saat berjualan minuman kesehatan. Saat itu Puspiani bercerita kepada ko-
rban punya adik (pelaku) yang diduga mengidap gangguan jiwa. Korban langsung merespons dan mengaku bisa mengobati penyakit pelaku. Selanjutnya korban menawarkan diri untuk mengobati pelaku dan menanyakan kapan bisa bertemu dengan pelaku. Namun, Puspiani menyarankan agar datang langsung ke rumah adiknya. ‘’Selanjutnya, saksi (Puspiani - red) mengajak korban ke TKP dan mereka naik motor masing-masing. Korban naik sepeda motor Yamaha Byson,’’ ungkap petugas. Setibanya di TKP, korban memarkir sepeda motor dekat bale dangin yang biasa dipakai untuk upacara. Sementara Puspiani yang beralamat di Jalan Gutiswa V, Perum Kopertis, Denpasar Timur ini memarkir sepeda motor di depan dapur. Selanjutnya Puspiani memanggil pelaku yang saat itu berada di dalam kamarnya. Beberapa menit kemudian pelaku keluar kamar dan korban menghampirinya. Saat itu Puspiani menyuruh korban agar jangan terlalu dekat dengan pelaku. Namun hal tersebut tidak diindahkan oleh korban. Usus Terburai Korban lalu minta canang kepada ibu pelaku, Ni Wayan Sutri (68). Sutri langsung ke dapur untuk mengambil canang. Sementara korban memegangi tangan pelaku dan Puspiani berusaha mencegahnya. Karena tangannya dipegang korban, pelaku marah lalu masuk ke kamarnya. Beberapa detik ke-
mudian pelaku keluar sambil membawa sebilah pisau. Tibatiba dia menusuk punggung korban. Akibatnya korban langsung tersungkur di depan kamar pelaku, sedangkan Puspiani lari mencari ibunya. ‘’Hasil olah TKP, korban mengalami luka robek sayatan pisau pada bagian atas bibir, leher, luka tusuk pada punggung bagian kanan, luka robek dari dada terbelah sampai perut sehingga usunya terburai. Juga ada luka sayatan di tangan kanan, lutut kanan dan pergelangan kaki kanan,’’ ungkap petugas yang enggan disebut identitasnya ini. Paman pelaku, Ketut Sandia, mengatakan setelah ditusuk di depan kamar pelaku, korban berusaha menyelamatkan diri sampai di depan dapur. Setibanya di sana, korban duduk dan ternyata pelaku mengejarnya sambil membawa pisau dan golok. Selanjutnya korban langsung dibantai, perutnya dibelah hingga ususnya terburai. ‘’Biasanya dia (pelaku - red) bikin layangan. Pisau yang dipakai menusuk itu dipakai buat layangan. Kalau dia sudah ngamuk, tidak ada yang berani dekat, meskipun banyak orang,’’ tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr. Dudut Rustyadi, Sp.F., S.H. mengatakan korban yang tiba di Forensik RSUP Sanglah pukul 13.10 Wita mengalami beberapa luka terbuka akibat kekerasan benda
PERJALANAN hidup I Nyoman Kertiyasa (25) sungguh tragis. Kertiyasa merupakan putra satu-satunya dari pernikahan Made Sudarsa yang merupakan pensiunan pegawai Kantor Pos dengan Made Kasmirianti (52). Ayah korban berasal dari Sembung, Mengwi, Badung dan ibunya dari Sibang Gede, Abiansemal. Hingga sore kemarin, Kasmirianti tidak tahu kalau anak kesayangannya itu dibunuh. Begitu pula dengan kakak dan adik kandungnya. ‘’Tadi (kemarin - red) ada orang yang mengaku intel
datang ke sini dan menanyakan anak saya itu. Tapi mereka tidak mau mengatakan masalahnya. Selanjutnya, suami saya (Made Sudarsa) dibawa ke kantor polisi. Saya panik, ini saja tidak makan dari pagi,’’ tegasnya. Ibu tiga anak ini menceritakan, Rabu (21/2) malam ia menelepon korban agar besok paginya pulang ke Denpasar sambil membawa proposal pembangunan merajan yang akan diajukan ke Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Kamis (22/2) pagi korban tiba di rumahnya di Jalan Ahmad Yani Gang
Tohjaya V/1, Denpasar Utara sambil membawa proposal tersebut. ‘’Surat itu (proposal) lalu diserahkan kepada ayahnya. Setelah itu, dia bilang melancong naik sepeda motor. Saya tidak tahu dia ke mana,’’ ungkapnya. Kasmirianti mengakui sejak lahir korban berkebutuhan khusus sehingga disekolahkan di SLB di Jalan Ahmad Yani Selatan, Denpasar. Setelah tamat, korban dikenal bisa memijat. Bahkan ia sering dipanggil tetangganya untuk memijat. ‘’Kadang-kadang diberi uang Rp 20 ribu. Anak saya ini putra satu-satunya dari tiga bersaudara,’’ ujarnya.
Bali Post/ist
DITANGKAP - Agus Gede Susastra saat ditangkap petugas setelah membunuh I Nyoman Kertiyasa. tajam. Jenis lukanya sesuai akibat tebasan atau bacokan. Luka tersebar di seluruh badan. Yaitu di wajah, kepala bagian belakang, luka di dada memanjang hingga membelah perut. Luka ini membuat usus korban terburai. Dudut Rustyadi menambahkan, pihaknya juga menemukan luka tangkisan di tangan kanan dan kiri serta lengan bawah. Luka ini menandakan korban sempat melakukan perlawanan.
Diduga pelaku menyerang ke arah wajah dan badan. Pada lutut korban juga ditemukan luka sabetan. ‘’Yang parah di perut, karena ususnya sampai keluar,’’ tegasnya. (kmb36/kmb42)
Menurut Kasmirianti, korban lebih sering tinggal di rumahnya di Sembung, Mengwi. Tetapi kalau butuh uang, korban menemui ibunya di Denpasar. ‘’Saya sering telepon-teleponan untuk mengecek keberadaannya. Tapi dia lebih sering tinggal di rumah di Sembung. Namanya anak muda, susah diatur. Kadangkadang suka ngamuk. Bahkan saya suruh dia nikah biar ada yang mengurusnya,’’ katanya. Kasmirianti menambahkan, korban tidak tahu apa-apa. Jangankan tahu alamat rumah, membaca saja korban tidak bisa.
‘’Kakaknya sudah menikah ke Buleleng, tapi tinggal di Sobangan. Sedangkan adiknya masih SMA,’’ ungkapnya. Sementara itu, paman korban saat ditemui di Polsek Denpasar Barat mengenal sosok Kertiyasa sebagai anak yang baik. Ia mengakui korban bisa mijat. ‘’Dia mungkin malu kalau terus minta uang. Makanya dia mijat. Kebanyakan keluarga yang dipijat. Saat ini ayah korban masih dimintai keterangan. Saya kira dia tabrakan, ternyata dibunuh,’’ katanya dengan nada bergetar. (rah)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
Bawa Proposal Pembangunan ’’Merajan’’
Pascadituntut Seumur Hidup
Willy Mengaku Dijadikan Tumbal
Denpasar (Bali Post) Pascatuntutan seumur hidup yang dialamatkan pada terdakwa Dedi Setiawan, Iskandar Halim, Budi Liman dan Abdulrahman Willy alias Willy Bin Ng Leng Kong, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa dugaan kasus 19 ribu pil ekstasi ini melakukan pembelaan atau pledoi, Kamis (22/2) kemarin. Dari empat terdakwa yang disidang secara terpisah, tiga kompak meminta dibebaskan dari jeratan hukum karena kasus tersebut adalah rekayasa belaka dan tuntutan jaksa jauh dari fakta persidangan. Mereka yang minta bebas adalah Willy, Iskandar dan Budi
Liman. Sedangkan Dedi meminta keringanan hukuman. Abdulrahman Willy yang sebelumnya mengaku manajer marketing Akasaka ini, misalnya di hadapan majelis hakim pimpinan I Made Pasek dengan gamblang mengatakan bahwa kasus ini penuh rekayasa dan intervensi. Atas dasar itu dia mengaku dijadikan tumbal atau korban dalam perkara yang membuat Diskotek Akasaka yang beralamat di Simpang Enam Jalan Teuku Umar Denpasar tutup. “Saya terkejut dan shock. Jaksa menuntut tidak sesuai dengan fakta persidangan, tapi maunya sendiri. Seberapa lama dia maunya. Saya berani
bersumpah di atas Alquran. Ini rekayasa tingkat tinggi oleh orang yang punya wewenang untuk menjadikan saya tumbal,” tandas Willy dalam pembelaannya tersendiri. Atas dasar itu, pria yang kemarin memakai peci putih itu hanya minta majelis hakim berani menolak intervensi dari siapapun dan memutus perkara ini seadiladilnya. Sementara itu, kuasa hukumnya, Robert Khuana menyampaikan beberapa pertimbangan hukum dan juga keganjilan perkara tersebut. Di hadapan majelis hakim Robert Khuana mengatakan, kasus yang menjerat Willy dari
awal penuh kejanggalan supaya terdakwa dihukum berat. Polanya adalah dengan menggunakan skenario. Yakni polisi menggunakan mulut terdakwa lain untuk menjerat Willy. “Yaitu dengan mengumpulkan terdakwa lain di hotel di Sanur dan dari sanalah Willy ditelepon melalui Budi Liman. Polisi juga membawa barang bukti ke Akasaka dengan menggunakan tas. Polisi dan Willy sempat berpapasan di Akasaka,” tandas Robert Khuana dalam pledoinya. Robert Khuana menambahkan, bagaimanapun sempurnanya rekayasa kasus ini, pasti meninggalkan jejak yang dapat dilihat
secara kasat mata. “Jika memang polisi beralasan bahwa penangkapan Willy berdasarkan control delivery, mestinya polisi mengontrol barang yang akan dipesan. Bukan memerintahkan Budi Liman untuk menelepon Willy, sedangkan barang sudah dalam penguasaan polisi,” tandads Robert. Ditambahkan, dalam perkara 19 ribu butir ekstasi itu Willy bukanlah tertangkap tangan. Pasalnya, barang bukti itu sudah ada pada penguasaan Dedi Setiawan jauh sebelum Willy ditangkap. Sehingga pihak terdakwa menyebut bahwa dalil percobaan dan permufakatan jahat tidak terbukti dalam persidangan. (kmb37)
Wujudkan Kota Pusaka, Kreatif dan Cerdas
Balitbang Kota Denpasar Gelar Seminar Nasional
SERANGKAIAN HUT ke230 Kota Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Pengembangan dan Penelitian (Balitbang) menyelenggarakan seminar nasional dengan tema ‘’Denpasar Dalam Sinergi Kota Pusaka, Kreatif dan Cerdas’’. Kegiatan ini dibuka oleh Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mewakili Plt. Wali Kota I G.N. Jaya Negara di Prime Plaza Hotel & Swites, Sanur, Kamis (22/2) kemarin. Seminar ini menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan yaitu Gede Prama, Dirjen Kebudayaan RI Hilmar Farid, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Imam Karana, Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. A.A. Raka Sudewi dan Guru Besar ITB Prof. Dr. Suhono Harso Supangkat. Hadir pula Wakil Bupati Karangasem I Wayan Arta Dipa, pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar dan undangan lainya. Plt. Wali Kota Denpasar I G.N. Jaya Negara dalam sambutan-
nya yang dibacakan Sekda Rai Iswara mengatakan, seminar ini menginspirasi Denpasar dalam sinergi kota pusaka, kreatif dan cerdas yang merupakan representasi sinergi kota yang beridentitas budaya, ekspresif dan progresif dalam dinamika dan kemajuan. ‘’Ini erat kaitannya dengan tingkat kebahagiaan masyarakat, karena pengabdian kita tidak berhenti untuk menyejahterakan masyarakat saja, tapibagaimana mampu menciptakan kebahagiaan masyarakat yang berkelanjutan,’’ ungkapnya. Rai Iswara menjelaskan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai angka 82,58 dan maju dalam Indeks Kebahagiaan Masyarakat (IKM) 74,63 menjadi bukti nyata sinergi yang baik antara pemerintah, pihak swasta dan masyarakat. Ia berharap tahun 2018 yang dikatakan sebagai tahun politik berlangsung sukses, damai dan jujur. Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian Kota Denpasar A.A. Bagus Sud-
harsana selaku Ketua Panitia menyatakan, tema dan subtema yang diangkat tahun 2018 yakni ‘’Kerja Kreatif, Kerja Cerdas, Kerja Bersama Jaringan Lokal, Nasional, Internasional Menuju Kebahagiaan yang Berkelanjutan’’. Materi seminar ini lebih difokuskan pada konsep kerja untuk menyelaraskan visi dan misi pemerintah pusat dalam pembangunan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Denpasar. ‘’Adapun Pemkot Denpasar secara berkesinambungan terus mengembangkan ekonomi kreatif, industri kreatif dan orange ekonomi dalam memaksimalkan ekonomi kerakyatan,’’ ujarnya. Ditambahkannya, berkembangnya ekonomi kreatif memberikan ruang kepada seluruh masyarakat untuk menjadi motor penggerak perekonomian. Jadi, sebuah daerah khususnya perkotaan tidak hanya bertumpu pada satu sektor saja. ‘’Inilah yang ingin diterapkan Pemkot Denpasar. Tidak bertumpu pada satu sektor dalam meningkatkan perekonomian,
SEMINAR - Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara (kiri) membuka seminar nasional ditandai pemukulan gong di Sanur, Kamis (22/2) kemarin. melainkan banyak sektor salah satunya mewujudkan Kota Pusaka, Kreatif dan Cerdas,’’ paparnya. Salah satu narasumber, Prof. Dr. A.A. Raka Sudewi, dalam makalahnya menekankan pengembangan Kota Denpasar sebagai Kota Pusaka yang kreatif dan cerdas. Kondisi demiki-
an dapat diwujudkan dengan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki karakter, cerdas dan berdaya saing tinggi. ‘’Jadi, untuk mewujudkan Kota Denpasar sebagai Kota Pusaka yang kreatif dan cerdas tentunya harus diimbangi dengan pengembangan SDM,’’ tandas Rektor Unud ini. (ad1209)
BADUNG
Jumat Wage, 23 Februari 2018
3
Apresiasi Ngaben Massal
Koster-Ace akan Subsidi Melalui APBD
MENYAPA - Calon Wakil Gubernur Cok Ace menyapa ramah seorang warga saat menghadiri upacara ngaben massal di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
CALON Wakil Gubernur Bali tahun 2018 Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Kamis (22/2) kemarin menghadiri upacara ngaben massal di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Kehadiran Cok Ace yang berpasangan dengan Calon Gubernur Wayan Koster ini disambut antusias oleh warga, termasuk oleh panglingsir Panca Desa Bali Aga yang ada di Kecamatan Banjar. Pada kesempatan tersebut, Cok Ace yang hadir didampingi Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Kabupaten Buleleng I Gede Supriatna dan Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Mangku Mertayasa, menyatakan upacara ngaben massal menjadi salah satu program unggulan pasangan nomor urut 1 ini. Di mana pemerintah
akan memberikan bantuan (subsidi) untuk pelaksanaan upacara yang sifatnya massal. Ngaben massal di Desa Cempaga yang termasuk Desa Bali Aga ini diikuti oleh 30 sawa. Selain hadir tokoh dan panglingsir Desa Cempaga, hadir juga panglingsir Desa Bali Age lainnya, seperti dari Desa Sidetapa, Desa Cempaga, Desa Tigawasa dan Pedawa. Pada kesempatan tersebut, Cok Ace menyatakan sangat mendukung kegiatan upacara pitra yadnya yang dilakukan secara bersama-sama. “Fasilitasi dan pemberian bantuan (subsidi) untuk pelaksanaan upacara Pitra Yadnya, ngaben gotongroyong, matatah gotong-royong dan upacara yadnya yang dilaksanakan secara bersama-sama menjadi salah satu program unggulan kami,” kata Cok Ace.
Panglingsir Puri Ubud, Gianyar ini menambahkan, selain lebih efisien dari segi biaya, pelaksanaan upacara secara bersama-sama ini membangkitkan semangat kebersamaan dan gotong royong di tengahtengah masyarakat. Model upacara yang dilaksanakan secara bersama-sama ini juga sangat efisiensi dari segi biaya, tanpa mengurangi nilai kesakralan. Upacara pitra yadnya adalah sangat mulia sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian kepada leluhur yang telah mendahului kita. Dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, yang kaitannya manusia mulai dari kelahiran, kemudian proses kehidupannya dan saat akhir kehidupannya atau kematian harus menjadi program pri-
oritas dan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Salah satunya, upacara ngaben dan nyekah massal adalah bagian dari program yang menjadi salah satu prioritas. Di mana jika Koster-Ace dipercaya memimpin Bali akan mengalokasikan anggaran melalui APBD Provinsi Bali untuk kegiatan upacara ngaben massal dan upacara manusia yadnya yang dilakukan secara massal, termasuk mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk menganggarkan dalam APBD, sesuai dengan kemampuan keuangan masing-masing daerah. Pada kesempatan tersebut, disampaikan kebulatan tekad memenangkan KosterAce yang disampaikan tokoh pemuda asal Pedawa Gede Wiradana alias Proyek. Alasan mendukung pasangan kandi-
dat yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, PPP, PAN, PKB dan PKPI langsung menyentuh pada kebutuhan rakyat. Selain itu, baik Koster maupun Cok Ace adalah figur rendah hati yang mau datang langsung menyapa rakyat dengan cara turun ke bawah untuk menggali masalah yang mereka hadapi. Yang membuat ia makin salut, Koster-Ace langsung menjawab permasalahan yang dihadapi rakyat dengan solusi yang tuntas. “Ya, kami berkomitmen satu jalur mendukung dan siap memenangkan KosterAce. Kami siap memenangkan Koster-Ace dan mensosialisasikan program unggulan yang diusung agar target 80 persen perolehan suara di Kecamatan Banjar bisa tercapai. Dan kami optimistis hal itu terealisasi,” tegasnya. (kmb)
Karya ”Melaspas” dan ”Mendem Padagingan” Balai Banjar Kelodan Punggul
Bupati Giri Prasta Serahkan Dana BKK Rp 729 Juta
RAMPUNGNYA pembangunan Balai Banjar Kelodan, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal di lokasi yang baru, maka masyarakat setempat melaksanakan karya melaspas dan mendem padagingan. Acara ini dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, anggota DPRD Badung I Gede Suardika yang juga warga banjar setempat, Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Camat Abiansemal I Gusti Ngurah Surya Jaya beserta Tripika Kecamatan serta tokoh masyarakat, Rabu (21/2) lalu. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mendem padagingan di palinggih Pura Melanting yang dilanjutkan dengan melakukan persembahyangan bersama dan penandatanganan prasasti pertanda peresmian balai banjar tersebut. Pada kesem-
Bali Post/ist
SIDAK - Tim Monitoring dan Evaluasi Usaha Jasa Minyak dan Gas Bumi Kabupaten Badung melakukan sidak di Desa Sibanggede, Kamis (22/2) kemarin.
Tidak Miliki Izin Operasional
Usaha Penjualan Elpiji di Sibanggede Dihentikan Mangupura (Bali Post) -
Penjualan Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau elpiji di Desa Sibanggede dihentikan Tim Monitoring dan Evaluasi Usaha Jasa Minyak dan Gas Bumi Kabupaten Badung, Kamis (22/2) kemarin. Pasalnya, usaha yang menjual gas 3 kilogram hingga 50 kilogram ini tidak memiliki izin operasional. Penemuan adanya usaha tanpa izin tersebut berawal dari sidak yang dilakukan tim gabungan ke sejumlah titik pangkalan dan agen gas di Kecamatan Abiansemal. Tim yang dipimpin oleh Ni Komang Muliani yang juga Kasubag Ketenaga Kerjaan, ESDM dan Transmigrasi B a g ia n E konom i Set ka b Badung ini menyasar dua pangkalan, yakni di Banjar Busana, Desa Sibanggede dan di Desa Sangeh. Turut hadir dalam sidak tersebut B a g ia n E konom i Set ka b Badung, sejumlah anggota Polres Badung, Satpol PP, petugas Dinas perdagangan dan Koperasi serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu dan perwakilan PT Pertamina (Persero) Cabang V Denpasar A.A. Satria. “Tim menemukan satu tempat di Banjar Busana, Desa Sibanggede di mana ada ratusan tabung di sebuah rumah warga. Kita lihat itu pangkalan bukan, agen juga bukan,” ujar Muliani. Menurut Muliani, usaha penjualan elpiji, baik agen maupun pangkalan wajib mengantongi izin. Oleh karena itu, pihaknya minta pemilik usaha tersebut menghentikan sementara usahanya sebelum memiliki izin yang jelas. “Kalau agen
atau pangkalan pasti bisa menunjukkan surat izinnya. Tapi saat kami datang yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan surat izin tersebut,” katanya seraya meminta agar warga yang menimbun tabung gas dari 3 kilogram hingga 50 kilogram tersebut menghentikan penerimaan gas dari agen lain, selama belum melengkapi perizinannya. “Sebelum melengkapi izin-izinnya, kami harap warga yang menimbun ini agar menyetop dulu usahanya,” tegasnya. Muliani menambahkan, monitoring yang dilakukan tim gabungan merupakan tugas pemerintah dalam memonitoring usaha jasa gas maupun minyak utamanya yang bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran. Sementara itu, perwakilan PT Pertamina (Persero) Cabang V Denpasar A.A. Satria mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan monitoring elpiji 3 kilogram. “Kami ingin gas elpiji subsidi ini tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan,” jelasnya. Gede Dirga, warga yang menimbun elpiji di rumahnya, tersebut saat ditanya oleh pihak Pertamina dan
tim monitoring tidak bisa menjelaskan secara rinci terkait perizinan usahanya tersebut dan mengaku bahwa izinnya masih sedang diproses. Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Perdagangan Kabupaten Badung terus melakukan pengawasan terhadap peredaran elpiji 3 kilogram. Upaya ini menyusul adanya dugaan pengoplosan elpiji di wilayahnya. Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung I Ketut Karpiana mengatakan, pihaknya memiliki wewenang melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap distributor gas jika ditemukan adanya penyelewengan. “Sebagai aparat, kami bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan distribusi gas elpiji,” katanya. Menurut Karpiana, Badung pendapatkan kuota total 19.000 tabung elpiji 3 kilogram. Elpiji jenis ini disinyalir banyak dikemas menjadi 12 kilogram sehingga mendapat keuntungan dari selisih harga. “Elpiji 3 kilogram yang kita awasi distribusinya dari Pertamina ke agen, dari agen ke pangkalan. Kuotanya harus utuh, tidak boleh keluar lagi,” ujarnya. (kmb27)
patan tersebut, orang nomor satu di Gumi Keris ini menyampaikan, kesadarannya bahwa kebanyakan waktu masyarakat habis di adat dan dana masyarakat banyak habis untuk melakukan yadnya. Untuk itu, pemerintah selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk dapat meringankan beban yang ditanggungnya, baik dalam pelaksanaan pembangunan maupun dalam melakukan yadnya agar masyarakat tidak mengeluarkan urunan. Untuk pembangunan Balai Banjar Kelodan, Desa Punggul, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memberikan bantuan sebesar Rp 1 miliar dan setelah selesai bangunannya dilakukan karya melaspas dan mamungkah juga diberikan bantuan upakara berupa dana BKK sebesar Rp 729 juta.
MENGHADIRI - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Karya Melaspas dan Mendem Padagingan Balai Banjar Kelodan, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal. Sementara itu, Ketua Panitia I Gusti Ngurah Partama memyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan
serta akan selalu mendukung program-program pemerintah dan arahan-arahan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. (ad1203)
info seremonial
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Jumat Wage, 23 Februari 2018
Percepat Proses Persiapan Perubahan Status Kelurahan
Para Lurah agar Mulai Siapkan Diri PEMERINTAH Kabupaten Badung mengumpulkan 16 lurah se-Badung di Puspem Badung, Kamis (22/2) kemarin. Para lurah sengaja dikumpulkan agar mulai menyiapkan diri mengingat usulan perubahan status kelurahan menjadi desa telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Badung Putu Gede Sridana serta seluruh camat se-Badung. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Badung Putu Gede Sridana
menjelaskan, rapat bersama para camat dan lurah bertujuan mempercepat proses persiapan perubahan status kelurahan menjadi desa. Setelah mendapat nomor register, Bupati Badung akan mengangkat penjabat kepala desa sehingga dapat melakukan tugas, wewenang dan kewajiban yang sama seperti kepala desa. ‘’Tugas, wewenang dan kewajiban itu seperti menyelenggarakan pemerintah desa, membentuk struktur organisasi dan tata kerja pemerintah desa, mengangkat pemerintahan desa, memfasilitasi pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa, membentuk lembaga adat dan membentuk
lembaga kemasyarakatan,’’ jelas Gede Sridana. Sementara itu, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menegaskan, dengan keluarnya Undangundang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, seluruh kelurahan yang ada di Kabupaten Badung memungkinkan untuk berubah statusnya menjadi desa. ‘’Terkait proses perubahan status kelurahan menjadi desa di Kabupaten Badung ini, tentu perlu ada pengajuan perubahan status agar disesuaikan dengan bunyi Pasal 67 ayat 1 Permendagri Nomor 1 Tahun 2017. Kalaupun ada dokumen yang belum lengkap, mohon segera dilengkapi,’’ ujarnya. (ad1024)
Induk UMKM Indonesia Bali Fasilitasi Pelaku Usaha Bangkit
BERSAMA - Ketua Umum DPD Induk UMKM Provinsi Bali A.A. Ngurah Mahendra berfoto bersama pengurus lainnya. PELAKU Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terbukti mampu mendorong perekonomian bangsa. Termasuk UMKM di Bali yang jumlahnya sekitar 300 ribu, namun masih memiliki kendala pada umumnya pemasaran, permodalan, kualitas (produksi), penyedia bahan baku dan tenaga kerja. Hal ini terkuak dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘’Strategi UMKM Bali Menghadapi Persaingan di Era Milenia’’ yang digelar Induk UMKM Indonesia Provinsi Bali, Kamis (22/2) kemarin. FGD dibuka Kadis Perindag Provinsi Bali dan dihadiri Ketua Umum Induk UMKM Indonesia Provinsi Bali A.A. Ngurah Mahendra dan pengurus lainnya, Kadis Koperasi dan UKM Bali, Bea Cukai, OJK, Jamkrida Bali, narasumber, asosiasi pelaku UMKM Bali dan undangan lainnya. Mahendra yang didampingi Sekjen I.B. Agung Juniarta Manuaba dan Bendahara Umum I Made Sukadana mengatakan, banyak kendala klasik yang dihadapi pelaku UMKM, di antaranya permodalan, produksi dan pemasaran. Padahal produk yang dihasilkan pelaku usaha sudah dikenal oleh masyarakat lokal, nasional sampai luar negeri. Apalagi
akhir-akhir ini media sosial makin deras yang ikut membantu mendongkrak pasar. Terbukti produk asing membanjiri Indonesia termasuk Bali. Untuk mendorong perkembangan UMKM, Induk UMKM Indonesia Provinsi Bali siap membantu menuntaskan kendala yang dihadapi selama ini. FGD dilaksanakan untuk menggali masalah yang dihadapi para pelaku UMKM, kemudian didiskusikan guna mencari solusi, sehingga UMKM maju dan mampu mandiri. Induk UMKM memiliki visi dan misi mendorong terwujudnya iklim usaha kondusif bagi UMKM Indonesia, membangun UMKM tangguh melalui peningkatan kapasitas usaha, inovasi dan kreativitas serta membantu UMKM memperoleh akses pemasaran, menguatan SDM, teknologi dan pendanaan. Selain itu, mendorong tumbuhnya wirausaha baru yang unggul dan berdaya saing tinggi serta memperkuat lembaga pembinaan dan pendidikan UMKM. Agung Juniarta menjelaskan, sasaran prioritas tahun 20182019 membangun kemandirian organisasi Daerah Induk UMKM Indonesia Provinsi Bali di tingkat kabupaten/kota sampai kecamatan, bekerja sama dengan aso-
siasi usaha, lembaga swadaya dan pemerintah melalui kegiatan yang menunjang tumbuh kembangnya UMKM di Bali. Selanjutnya melakukan kajian kebijakan dan mengadvokasi kebijakan dalam rangka menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi UMKM dan melaksanakan fungsi mediasi serta membangun akses kepada berbagi lembaga penyedia jasa promosi pemasaran, pendanaan, teknologi dan penguatan SDM. Sukadana menambahkan tentang rencana pelayanan Induk UMKM yaitu memberikan informasi tentang UMKM, informasi keuangan, pasar, pelatihan dan seminar, peluang investasi, sumber teknologi, hak paten dan informasi ekspor. Kendala selama ini meliputi SDM masih rendah, kemasan belum berdaya saing, biaya produksi tinggi, permodalan, hak paten, pemasaran, dukungan logistik sangat minim, sehingga biaya mahal dan regulasi pemerintah berpihak mendorong kemajuan UMKM. Susunan Pengurus Daerah Induk UMKM Bali; Dewan Pembina Gubernur Bali, Bupati dan Wali Kota se-Bali, Kadis Koperasi dan UKM Bali dan Kadis Perindag Bali. Dewan Penasihat I Gede Pasek Suardika, S.H., M.H., Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Cokorda Ngurah Suyadnya. Ketua Umum A.A. Ngurah Mahendra, Sekretaris Jenderal I.B. Agung Juniarta, Bendahara Umum I Made Sukadana, Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan Drs. I Nyoman Senimantara, M.Si., Riset dan Pengembangan Usaha Ir. I Nyoman Baskara, Kebijakan Publik dan Advokasi Sunarto, S.E., Diklat dan Pendampingan I Ketut Sunada, S.E., M.M., Investasi dan Pembiayaan Sigit Prabowo, Hubungan Luar Negeri Yunata Octaviano, Pemasaran I Wayan Wijaya, Pertanian Ir. Gede Sutapa, M.P., Aneka Industri Nengah Pasek, S.E., Ekonomi Kreatif Arman Setiawan, Pariwisata Ir. I Made Wijaya Kusuma, Koperasi Made Swantare, S.H. (k250)
IKIP PGRI Bali Desak Cabut Moratorium Rekrutmen Guru PNS Kopertis Usul Guru Bahasa Bali Bisa Pakai Dana Desa
WISUDA - Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Made Suarta (tiga dari kanan) dan Ketua Yayasan PT IKIP PGRI Bali Drs. I G.B. Arthanegara (tiga dari kiri) saat acara wisuda ke-40. IKIP PGRI Bali tahun ini memasuki usia ke-35. Kampus ini tetap menjadi LPTK pencetak calon guru swasta favorit di Bali, makin berkualitas dan bermutu. Selain unggul di akademik lewat PBM dan penelitian, lulusannya terbukti bermutu menjadi guru profesional. Untuk memenuhi hasil Konkernas PGRI di Batam belum lama ini, IKIP PGRI Bali mendesak pemerintah segera mencabut moratorium pengangkatan guru PNS. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. usai mewisuda sarjana baru, Kamis (22/2) kemarin, menegaskan mengangkat guru baru guna mengisi kekurangan di Bali jauh lebih penting daripada mewacanakan pendidikan gratis. Sebab, kenyataannya Bali kekurangan guru di segala bidang. Koordinator Kopertis Wilayah
VIII Prof. I Nengah Dasi Astawa juga mendesak pemerintah mencabut moratorim rekrutmen CPNS guru secara selektif. Artinya, rekrutmen dibuka pada daerah yang kurang guru karena ada wilayah yang penyebaran gurunya tak seimbang. Dasi Astawa mengusulkan kekurangan guru Bahasa Bali dan Agama Hindu di desa bisa ditalangani dengan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) sesuai UMK. Dengan demikian program desa juga menyentuh pembangunan SDM dengan memprioritaskan warga desa. Syaratnya dibenarkan secara regulasi. ‘’Tiap desa bisa dianggarkan untuk dua guru ini,’’ tegasnya. Usulan itu didukung Rektor IKIP PGRI Bali Made Suarta dan Ketua YPLP IKIP PGRI Bali Drs. I G.B. Arthanegara, S.H.,
M.H., M.Pd. karena selama ini guru Bahasa Bali dirangkap oleh guru Agama Hindu. Dengan memanfaatkan SDM lokal, ADD tak hanya menyentuh pembangunan fisik, namun juga SDM warga desa. Dengan demikian sebagian permasalahan pendidikan bisa diatasi. Makanya Prodi Bahasa Bali di IKIP PGRI Bali terus dipertahankan. ‘’Ada mahasiswa atau tidak tetap kami buka untuk mengajegkan Bali,’’ ujarnya. Soal wacana pendidikan gratis oleh DPRD Bali, Rektor Made Suarta menyarankan sebaiknya Pemprov Bali dan DPRD Bali membantu pengangkatan guru kontrak dengan dana APBD dan membantu gaji guru swasta yang masih banyak di bawah UMR. Menurutnya, pendidikan gratis juga tak menganut aspek keadilan. Sebab, anak pejabat dan orang kaya ikut dibantu oleh APBD. ‘’Ini yang namanya tak berkeadilan. Biarkan siswa dari keluarga tak mampu diberikan pendidikan gratis,’’ ungkapnya. Di sisi lain, Rektor Made Suarta memaparkan IKIP PGRI Bali kini didukung 159 dosen. Dari jumlah ini, 20 dosen berkualifikasi S-3, seorang guru besar dan 11 dosen masih menempuh pendidikan S-3. I G.B. Arthanegara mengusulkan SDM guru SD sekarang tak hanya lulusan S-1, namun juga S-2. Dengan memanfaatkan ADD, potensi desa kian terangkat. Soal kampanye dan wacana pendidikan gratis harus disikapi secara berhati-hati. Sebab, ia tak ingin di tengah wacana pendidikan gratis, kualitas pelayanan sekolah asal-asalan. Jangan sampai terjadi kelihatan pendidikan gratis, namun tetap membebani orangtua. (bns1)
RAPAT - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Badung Putu Gede Sridana menggelar rapat perubahan status kelurahan bersama para camat dan lurah se-Badung.
Kopkar Nasuki Unwar Gelar RAT dan Pemilihan Pengurus Masa Bakti 2018-2020 SHU Rp 591 Juta dan Aset Rp 2 Miliar
KOPERASI Karyawan Nalar Pasupati Kemakmuran Insani (Kopkar Nasuki) Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Gedung Widya Sabha Uttama Kampus Unwar, Kamis (22/2) kemarin. RAT ini bertujuan menyampaikan pertanggungjawaban pengurus Kopkar Nasuki selama satu tahun terakhir (1 Januari - 31 Desember 2017), menyusun program kerja ke depan sekaligus memilih pengurus masa bakti 2018-2020. RAT dan pemilihan pengurus baru dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., S.ParK., Wakil Rektor, Ketua Kopkar Nasuki Unwar I Wayan Gede Merta, S.E., M.Si., Direktur Pascasarjana Unwar beserta jajaran, para dekan dan seluruh anggota koperasi yang saat ini berjumlah 372 orang. Pada acara tersebut juga dilakukan pengundian doorprize kepada anggota yang hadir. Ketua Kopkar Nasuki Unwar I Wayan Gede Merta mengatakan, sejak berdiri tahun 1989, kinerja
keuangan Kopkar Nasuki Unwar terus meningkat. Koperasi yang bergerak di bidang usaha unit pertokoan, unit simpan-pinjam, unit jasa dan properti ini, setahun tarakhir mengalami peningkatan sangat drastis. Tahun 2016 diperoleh SHU (sisa hasil usaha) Rp 259.019.042, sedangkan tahun 2017 Rp 591.134.073 atau terjadi peningkatan Rp 332.115.031 (128,22%). Sementara aset koperasi tahun 2016 Rp 1.741.727.946, sedangkan akhir tahun 2017 menjadi Rp 2.209.782.429 atau terjadi kenaikan Rp 468.054.483 (26,87%). ‘’Kami bersyukur Kopkar Nasuki berhasil meningkatkan SHU dan aset tahun ini. Namun, masih banyak tantangan dan kekurangan yang perlu diperbaiki dan menjadi program ke depan oleh pengurus baru, seperti kelengkapan dokumen dan administrasi, penyempurnaan program komputer pertokoan dan kredit, peningkatan dan kualitas SDM serta kreativitas dan inovasi usaha,’’ tandas Gede Merta. Rektor Unwar Dewa Putu Widjana berharap dengan peningkatkan Kopkar Nasuki Unwar di segala unit
DANA HIBAH - Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti didampingi Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana menyerahkan dana hibah kepada Ketua Kopkar Nasuki Unwar I Wayan Gede Merta pada RAT dan pemilihan pengurus masa bakti 2018-2020.
usahanya, ke depan Kopkar Nasuki Unwar harus mempunyai rencana program yang strategis, pasti dan terarah untuk lebih menyejahterakan anggota. Ia mengakui selama kepemimpinannya di Unwar, Kopkar Nasuki terus mengalami peningkatkan meskipun tidak besar. Oleh karena itu, di samping pergantian pengurus, Kopma (Koperasi Mahasiswa) diharapkan bisa bergabung dalam Kopkar Nasuki Unwar, sehingga jumlah anggotanya bisa mencapai 13 ribu orang. ‘’Kalau bisa dikelola dengan baik, niscaya dalam waktu singkat Kopkar Nasuki Unwar akan maju dan bisa menyejahterakan anggotanya,’’ ungkapnya. Sementara itu, Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali A.A. Gede Oka Wisnumurti mengatakan, koperasi sebagai soku guru perekonomian nasional harus bisa menyejahterakan anggota. Upaya strategis untuk memajukan dan meningkatkan unit usaha Kopkar Nasuki Unwar adalah pengurusnya harus menjalankan program yang baik, inovatif, kreatif dan terarah. Di samping itu, bisa melakukan terobosan kekinian disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang diinginkan karyawan, mahasiswa dan masyarakat umum. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan sesuai harapan anggota dan masyarakat umum yang memanfaatkan koperasi. Jadi, cita-cita Kopkar Nasuki Unwar untuk kesejahteraan bersama bisa terwujud. ‘’Koperasi ini diciptakan dari dan oleh anggota serta diabadikan sepenuhnya bagi kemajuan perekonomian dan kesejahteraan anggota. Oleh karenanya, sangat tepat kalau koperasi ini bisa menjadi proses pembelajaran dan role model bagaimana tata kelola koperasi yang sehat, baik dan benar bagi mereka yang mengembangkan usaha di bidang koperasi ke depannya,’’ pungkasnya. (ad1199)
Senator RI Dorong Slot Penerbangan Langsung Rusia-Bali
Shri Arya Wedakarna Bahas ’’Sister City’’ hingga Dukung Rusia Berantas Teroris
TOKOH muda Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menunjukkan kelasnya sebagai salah satu wakil rakyat asal Bali. Ini ditandai meluasnya jaringan yang dimiliki oleh Senator RI termuda itu. Sejumlah komunikasi politik antara parlementarian Bali dan diplomat asing selalu digerakkan oleh Shri Arya Wedakarna dengan tujuan sederhana yakni melanjutkan kehebatan sejarah para founding father Indonesia dengan pimpinan negara sahabat. Hal itu terekam dalam pertemuan antara Shri Arya Wedakarna dan Madame Vironica Nuvoselteva, Ph.D. di Kedutaan Besar Rusia. Sejumlah hal dibahas terkait kerja sama Indonesia dan Rusia termasuk pandangan Senator Arya Wedakarna terhadap kebijakan Presiden Vladimir Putin. ‘’Rusia atau dulunya Uni Soviet adalah negara besar. Dalam sejarah Indonesia, hubungan Bung Karno dengan Pemimpin Rusia Nikiti Kruschev sangat dekat. Walau negara komunis di zaman itu, ada dua simbol Indonesia yang dibantu oleh Uni Soviet dan Cina yakni Gelora Bung Karno dan Gedung MPRRI. Begitu juga dalam hubungan politik internasional, Rusia dan Indonesia saling mendukung dalam urusan kedaulatan. Kini saatnya generasi muda Soekarnois melanjutkan hubungan baik antara Indonesia dan Rusia di segala bidang, apakah itu politik, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, militer bahkan sinergi untuk memerangi kontraterorisme. Secara pribadi saya adalah pengagum Putin. Bagi saya, Putin adalah Soekarno masa kini yang menerapkan kepemimpinan demokrasi terpimpin. Rusia tidak akan kuat tanpa Putin, begitu juga Indonesia tidak akan seperti sekarang tanpa legacy (warisan) Bung Karno,’’ ungkap Shri Arya
Wedakarna. Dalam kesempatan itu, Shri Arya Wedakarna juga membicarakan kemungkinan ditingkatkannya kuota pendidikan luar negeri khususnya di Rusia bagi generasi muda Bali serta hubungan ekonomi dan pariwisata BaliRusia. ‘’Salah satu isu yang akan didorong oleh DPD Bali adalah menyetujui keinginan Rusia adanya penerbangan langsung (direct flight) Rusia-Bali secepatnya. Saya suka dengan turis Rusia karena mereka berkualitas. Turis Rusia mencintai budaya Bali, senang datang ke pura Hindu dan selalu memberdayakan ekonomi orang Bali. Jadi, turis Rusia saya harapkan semakin meningkat karena karakternya jelas. Saya akan sampaikan rekomendasi tertulis ke Menteri Perhubungan RI terkait slot Rusia–Bali dan sebaliknya,’’ papar President The Sukarno Center ini. Terkait Sister City yang nantinya berguna untuk meningkatkan hubungan antara Bali dan Rusia, ia akan mengajukan Bangli atau Klungkung agar bisa menjadi Sister City Bali–Rusia.
‘’Banyak kemiripan potensi alam dan sejumlah kota di Rusia dan kita harap bisa terealisasi segera. Peran pemerintah daerah juga sangat penting. Saya akan bawa Bali lebih dekat dengan Rusia agar ke depan anak muda Bali lebih berkembang dan menjadi lebih hebat dalam hal internasional,’’ ujar Senator Wedakarna. Senator RI juga memberikan pandangan terkait dukungan Bali agar Rusia ikut serta memberantas terorisme global. ‘’Memerangi terorisme berkedok agama harus menggunakan kekuatan besar. Salah satu kekuatan besar itu adalah Rusia dengan kemampuan militernya salah satu terbaik di dunia. Jadi, kalau mau Indonesia dan Bali aman dari paham dan jaringan teroris dan radikalis, akarnya terorisme yang ada di Timur Tengah harus dihancurkan. Terlepas dari masalah Suriah, sikap saya mendorong Rusia bantu memerangi terorisme global. Bali tidak boleh berjuang sendiri karena jadi korban Bom Bali I dan II,’’ jelas Shri Arya Wedakarna yang juga Duta Besar Perdamaian UPF-PBB. (ad1197)
KEDUBES RUSIA - Duta Besar Perdamaian OPF–PBB Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (kanan) bersama Madame Veronica Novoselteva di Kedubes Rusia.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Jumat Wage, 23 Februari 2018
daerah
5
Tahapan Pilkada Gianyar
Penjabat Bupati Ingatkan Netralitas OPD Gianyar (Bali Post) Penjabat Bupati Gianyar I Ketut Rochineng mengingatkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjaga netralitas dalam pilkada. Seluruh PNS dimintanya mengikuti peraturan perundang-undangan. Tidak boleh ada PNS yang ikut kampanye, apalagi terlibat politik praktis. Rochineng menegaskan, pihaknya akan fokus mengontrol kedisiplinan seluruh jajaran Pemkab Gianyar. ‘’Tentu ada sanksi menanti bila terbukti berani melanggar kedisiplinan,’’ tegasnya, Kamis (22/2) kemarin. Ia juga akan menerapkan pendekatan berpola leadership partisipatif untuk mengayomi seluruh jajarannya. Dalam artian bakal mengutamakan pendekatan secara kekeluargaan sesuai dengan situasi dan kondisi. ‘’Sewaktu-waktu bisa saya anggap pegawai sebagai teman. Dalam kesempatan lain, saya kondisikan antara atasan dan bawahan serta terkadang sebagai anak dengan orangtua. Tergantung situasi,’’ ujarnya. Pria asal Buleleng itu lebih lanjut berharap kondisi Kabupaten Gianyar kondusif. Tidak sampai ada gesekan yang berarti dalam pilkada. Menurutnya, masyarakat Kabupaten Gianyar rata-rata berwawasan seni dan budaya. Maka dari itu, ia yakin warga akan mengedepankan kedamaian ketimbang kekerasan anarkis dalam menyelesaikan setiap masalah. ‘’Gianyar ini kota seni. Saya merasa nyaman menjalankan tugas di sini,’’ kata Rochineng. (kmb35)
Mencuri di Jembrana, Ditangkap di Denpasar Negara (Bali Post) – Dua pelaku pencurian berat (curat), Lucky Lestyono Insidenta (37) dan Fadzhur Rahman (37) yang sempat buron dua minggu lebih, Kamis (22/2) kemarin berhasil dibekuk oleh jajaran Polres Jembrana. Kedua pelaku mencuri satu unit mobil Toyota Agya, kamera digital dan HP di rumah I Nyoman Nada Wibawa (38) di Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, 4 Februari lalu. Kedua maling asal Surabaya, Jawa Timur itu diamankan jajaran Sat. Reskrim Polres Jembrana di Jalan Pulau Panjang, Kelurahan Dauh Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar. Lucky berasal dari Kecamatan Gayungan, sedangkan Rahman dari Kecamatan Krian. Keduanya sempat menjadi buronan polisi selama dua pekan lebih setelah menyatroni rumah korban. Pelaku berhasil ditangkap karena ada rekaman CCTV. Saat pelaku mencuri laptop dan HP di rumah I Nyoman Nada Wibawa terekam oleh CCTV setempat. Kedua pelaku dengan mudah masuk ke rumah korban lantaran rumah dalam keadaan tidak terkunci saat ditinggal keluar oleh korbannya. Dalam rekaman CCTV tampak kedua pelaku datang dengan mengemudikan mobil Toyota Agya warna merah nopol L 1597 IS. Dari informasi tersebut kemudian diteruskan dan dilakukan pengejaran serta pengembangan oleh jajaran Sat. Reskrim Polres Jembrana hingga akhirnya tertangkap di Denpasar. Menurut Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak Agustinus, mobil Toyota Agya yang diamankan STNKnya atas nama Dewi Yuliana Astuti, sedangkan laptop milik korban I Nyoman Nada Wibawa. Pihaknya masih mengembangkan kasus pencurian ini termasuk menelusuri barang bukti lainnya seperti obeng yang diduga dipakai pelaku untuk mencongkel rumah korban guna mengungkap kemungkinan kedua pelaku beraksi lokasi lainnya. (kmb)
Bali Post/kmb26
RUSAK - Sebagian tanaman padi yang terserang penyakit daun kering di Subak Gede, Yehembang, Jembrana. Petani di areal persawahan dekat dengan pantai ini mendapati penyakit itu sejak padi berumur 1,5 bulan.
Terserang Penyakit Cacar Daun
Puluhan Hektar Padi Mengering Negara (Bali Post) Puluhan hektar tanaman padi di Subak Gede, Yehembang, Kabupaten Jembrana, terserang penyakit cacar daun atau daun mengering. Hasil pantauan, Kamis (22/2) kemarin, padi yang ditanam di amparan sawah di pinggir Pantai Yehembang banyak terserang penyakit dengan ciri daun-daun mengeras dan mati. Kondisi tersebut membuat para petani yang menunggu musim panen resah. Mereka meyakini serangan penyakit ini akan berdampak pada produksi padi yang ditanam. Sejumlah petani yang ditemui mengaku khawatir sejak mendapati ciri-ciri tanaman padi di antaranya kering.
Kondisi ini ditemui sejak padi berumur 1,5 bulan. Padi yang mulanya berwarna hijau, tiba-tiba menguning dan kering, padahal belum memasuki masa panen, bahkan belum keluar bulir. Agar tidak merembet ke tanaman lainnya, petani berupaya mengenda-
likan penyakit dengan melakukan penyemprotan. Upaya ini dilaksanakan secara rutin minimal dua kali seminggu. Tetapi kendati sudah disemprot secara intensif, tetap tidak berhasil mencegah tanaman mati. Daun-daun padi tetap mengering hingga menjalar ke tanaman padi lainnya. Salah seorang petani, Gusti Ketut Biasa, mengungkapkan dari 1,5 hektar sawah yang digarapnya, sudah 50 are mengering terserang penyakit. Walaupun sudah melakukan antisipasi dengan menyemprot, usaha ini tidak banyak menolong. Tanaman padi telanjur mengering. Penyakit itu
Korban TPPO Dipulangkan
Berkas Jro Jangol dan Istrinya Masuk Pengadilan Denpasar (Bali Post) Tim jaksa dari Kejari Denpasar sudah melimpahkan berkas kasus narkoba dengan tersangka mantan anggota DPRD Bali Jro Gede Komang Swastika alias Jero Jangol. Dikonfirmasi, Kamis (22/2) kemarin, pihak Pengadilan Negeri Denpasar melalui Humas I Made Pasek membenarkan telah menerima perkara atas nama Jro Swastika. Menurut Pasek, berkas itu sudah masuk ke Ketua Pengadilan Negeri Denpasar. Pihak pengadilan juga sudah menunjuk hakim yang akan menyidangkan perkara Jro Jangol. Kasus Jro Jangol bakal disidang majelis hakim pimpinan Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi dengan hakim anggota Novita Riama dan Agus Walujo. Sementara untuk istri Jro Jangol, Ni Luh Ratna Dewi, majelis hakim yang akan menyidangkan adalah I Gusti Ngurah Partha Bhargawa dengan hakim anggota Made Pasek dan Ketut Suartha. Ia akan disidang, Selasa (27/2) pekan depan, sedangkan Jro Jangol akan dibacakan dakwaannya per 1 Maret 2018. Dalam perkara Jro Jangol, terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jro Jangol disebut memiliki, menyimpan narkotika golongan 1 berupa kristal bening atau sabu-sabu, dengan berat keseluruhan 3,73 gram di dalam lima plastik klip dengan kandungan mentafentamina. Dalam uraian singkat perkara ini dijelaskan, rumah Jro Jangol di Jalan Pulau Batanta Nomor 70, Banjar Sebelange, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat, digeledah pada 4 November 2017 sekitar pukul 14.00 Wita. Jro Jangol sebagaimana dalam berkas perkara disebut menjual, menyerahkan narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu kepada Luh Ratna Dewi, I Kadek Dandi Suardika, Rahman dan Made Agus Sastrawan (dalam berkas terpisah) yang dilakukan sejak Juli lalu. (kmb37)
juga menyerang tanaman padi milik petani lainnya di subak setempat. Puluhan hektar padi yang berada di pinggir pantai terdampak penyakit tersebut. ‘’Khawatirnya berdampak pada hasil buah (bulir) padi,’’ ujarnya. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, tanaman padi yang mengering sebelum berbuah berdampak pada buah padi. Biasanya bulir padi banyak yang kosong dan tumbuhnya tidak normal. Para petani berharap ada pendampingan dan penanggulangan agar penyakit ini tidak semakin merembet ke tanaman lainnya yang masih normal. (kmb26)f
Bali Post/kmb30
BARANG BUKTI - Anggota TNI-AL Banyuwangi menunjukkan barang bukti benur yang akan dikirim secara ilegal, Kamis (22/2) kemarin.
TNI-AL Gagalkan Pengiriman Benih Lobster Banyuwangi (Bali Post) – Aksi penjualan benih lobster atau benur masih saja muncul di Banyuwangi. Sebanyak 3.000 benur berhasil diamankan jajaran TNI-AL Banyuwangi, Kamis (22/2) kemarin. Sedianya lobster anakan yang nilainya ditaksir puluhan juta ini akan dikirim ke Jakarta. Satu orang diamankan bersama barang bukti. Kejadian itu berawal dari penyelidikan anggota TNI-AL Banyuwangi. Berbekal informasi warga, petugas melakukan penyelidikan. Hasilnya, ditemukan sebuah mobil Kijang Innova bernopol P 1217 VV diduga mengangkut benur. Tanpa pikir panjang, petugas melakukan pengejaran. Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dan mobil tersebut. Akhirnya, mobil yang dikemudikan Lukman Efendi asal Purwoharjo ini berhasil dihentikan. Petugas mendapati sebuah kotak sterofoam alias tripung di bagasi belakang. Di dalamnya terdapat 30 bungkus plastik berisi benur. Bersama barang bukti, pengemudi mobil
digiring ke Mako TNI-AL Banyuwangi. Pria ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mako TNI-AL. Petugas juga mengembangkan jaringan pengiriman benur tersebut. Hasil pemeriksaan sementara, benur yang diamankan terdiri atas dua jenis yaitu benur pasir 2.900 ekor, sisanya benur jenis lobster mutiara. Pengemudi mobil diduga membeli benur lewat jaringan terputus, sehingga tak diketahui siapa pengepulnya. Komandan Pangkalan TNI-AL (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Suhartaya membenarkan penangkapan benur tersebut. Menurutnya, jual beli benur melanggar UU No.31/2004 tentang Konservasi Lingkungan dan UU No.15/2009 tentang Perikanan, serta Permen Kelautan dan Perikanan No.56/2016. Isinya, larangan penangkapan dan penjualan benih lobster. ‘’Tim kami masih mengembangkan kasus ini. Pemilik benur sedang diperiksa di Mako Lanal,’’ jelas Suhartaya. Pihaknya berharap penjualan benur lobster dihentikan, sebab berdampak kurang bagus terhadap lingkungan. (kmb30)
Mataram (Bali Post) – Enam korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Turki akhirnya dipulangkan oleh penyidik Subbid IV Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) ke pihak keluarganya. Kasubbid IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB AKBP Ni Made Pujawati di Mataram, Kamis (22/2) kemarin, mengatakan bagaimana pun suasana psikologis korban akan lebih baik ketika bertemu dengan keluarganya masing-masing. Meskipun dipulangkan dan dapat kembali berkumpul dengan pihak keluarga, keenam korban diminta tetap kooperatif kepada penyidik, jika sewaktu-waktu keterangannya dibutuhkan untuk melengkapi proses penyidikannya. ‘’Kami sudah tekankan kepada korban untuk tetap kooperatif, artinya tetap berkomunikasi dengan pihak penyidik. Masih banyak keterangan yang kami butuhkan untuk klarifikasi dalam mengungkap perkara ini,’’ ujarnya. Dari enam korban yang dipulangkan ke pihak keluarga, satu di antaranya dengan inisial SAK (21), perempuan lulusan sarjana kebidanan, pulang ke rumahnya di wilayah Kota Mataram. Sementara lima korban lainnya yakni SY (21), SK (19), LK (19), SR (21) dan JU (21), perempuan lulusan sarjana keperawatan di Makassar, dipulangkan menggunakan bus antarkota ke Kabupaten Dompu dengan pengawalan penyidik. Sejak tiba di NTB pada 25 Januari 2018, keenam korban sudah hampir genap sebulan lamanya ditempatkan di lokasi penampungan yang ada di wilayah Kota Mataram. Selama ditempatkan di lokasi penampungan, keenam korban telah mendapatkan serangkaian pendampingan dari sejumlah stakeholder yang menangani persoalan perempuan. Penyidik Polda NTB telah menetapkan dan menahan dua tersangka, dengan inisial SU (40) asal Dompu dan UA (42) asal Bima berdomisili Jakarta. SU dibantu UA dari Jakarta merekrut dengan modus menjanjikan gaji besar tanpa adanya potongan untuk bekerja di Turki. Karena peran tersebut, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 10 atau Pasal 11 juncto Pasal 4 Undangundang RI Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). (ant)
Dihadang Massa, Eksekusi Rumah Batal
Bali Post/kmb30
AKSI - Massa menggelar aksi menolak rencana eksekusi rumah di Perum Dadapan Indah, Kabat, Banyuwangi, Kamis (22/2) kemarin.
Banyuwangi (Bali Post) Eksekusi sebuah rumah di Perumahan Dadapan Indah, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Kamis (22/2) kemarin, mendapat perlawanan. Seratusan massa menghadang juru sita Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Demi pertimbangan keamanan, proses eksekusi dibatalkan. Petugas PN memilih tidak datang ke lokasi. Sedianya eksekusi rumah yang ditempati Ali Mustofa, warga Muncar, Banyuwangi ini digelar pukul 08.00 WIB. Namun, sejak pagi sekitar 100 massa menghadang pintu masuk perumahan. Mereka membawa sejumlah poster, termasuk ban mobil yang akan dibakar. Warga juga berorasi menuding kinerja oknum pegawai Bank Tabungan Nasional (BTN) terkait penjualan rumah. Massa bertahan di lokasi hingga siang. Mereka baru membubarkan diri setelah perwakilan Polres tiba. ‘’Saya didukung warga ingin meminta
keadilan. Saya sudah membeli rumah ini secara sah melalui BTN, tapi mendadak rumah sudah dibeli orang lewat lelang,’’ kata Ali Mustofa di sela orasi. Pria yang juga anggota DPRD Banyuwangi itu menjelaskan, rumah yang kini ditempatinya dibeli tahun 2016 melalui pindah kredit dari pemilik pertama. Kala itu Ali membayar Rp 280 juta kepada pemilik rumah disaksikan petugas BTN. Bahkan, muncul akta jual-beli hingga akta pindah kredit dari notaris yang ditunjuk BTN, namun pihaknya tak pernah mendapatkan formulir pindah kredit dari bank. Jadi, dirinya tidak pernah membayar kekurangan kredit dari pemilih rumah pertama. ‘’Saya sudah berkali-kali minta formulir kredit, tapi tak diberi, sehingga saya tidak membayar cicilan rumah. Tahu-tahu muncul penetapan pemenang lelang rumah ini. Saya korban,’’ jelas Ali.
Padahal, rumah tersebut sudah ditempatinya termasuk direnovasi dengan biaya besar. Nilai jual rumah itu sekitar Rp 450 juta. Pihaknya juga sedang mengajukan gugatan perdata di PN Banyuwangi terkait persoalan jualbeli rumah tersebut. Akibat kejadian ini, ia merugi cukup besar. Padahal Ali siap melunasi pindah kredit sesuai aturan. ‘’Kami melawan bukan tidak tunduk hukum, tapi menjadi pembelajaran bagi semua. Jangan mempermainkan rakyat,’’ tegasnya. Kabag Operasional Polres Banyuwangi Kompol Samsudin menjelaskan, eksekusi batal digelar lantaran pertimbangan keamanan. PN Banyuwangi meminta pengamanan ke Polsek terkait rencana eksekusi, namun ternyata massa jumlahnya cukup banyak. ‘’Eksekusi tergantung putusan PN. Kami hanya bersifat pengamanan. Kami tunggu dari PN terkait eksekusi lanjutan,’’ jelasnya. (kmb30)
OPINI
6
Jumat Wage, 23 Februari 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Pemimpin Bersih dan Aspiratif PILKADA tidak lagi menjadi hal istimewa bagi masyarakat. Pilkada yang telah berulang kali berlangsung membuat masyarakat melewati tahapan Pilkada dengan biasa-biasa saja. Tak ada euforia. Saat masa kampanye, tak ada lagi gerakan massa yang memacetkan jalan. Bahkan, fanatisme publik atas jagonya juga tak diekspresikan secara berlebihan. Semua berjalan biasa-biasa saja. Mencermati respons publik atas pilkada kali ini, ada keyakinan seberapa lama pun masa kampanye Pilkada digulirkan, hasilnya tak akan terlalu signifikan dalam membantu pencitraan calon. Masa kampanye yang justru akan memperkuat sistem politik pragmatis dan transaksional. Masalahnya, kini rakyat cenderung sudah punya pilihan politik. Lima menit di bilik suara akan menjadi finalisasi berbagai tahapan pilkada. Itu artinya, rakyat sudah mempelajari sepak terjang calon kandidatnya sejak lama. Apa yang dilakukan calon dan apa bentuk kinerjanya sudah dirasakan. Bahkan, siapa mendekati rakyat dan siapa hanya melakukan pencitraan temporer sudah diidentifikasi. Terlepas dari proses pilkada, rakyat tentu berharap figur yang menduduki kursi kekuasaan bukanlah figur biasa-biasa saja. Figur yang mendeklarasikan diri menjadi pemimpin haruslah layak diteladani dan memiliki karakter yang terukur sebagai pemimpin. Kini, di tengah maraknya isu korupsi dan politik uang, figur yang terpilih haruslah bersih dan bebas dari praktik korupsi. Itu tentu menjadi tanggung jawab kita untuk mewujudkannya. Sebab, pemimpin lahir dari tangan pemilihnya. Akan sangat berisiko bagi satu daerah jika pemimpinnya tersandera berbagai kepentingan politik dan akhirnya korup. Tak hanya merugikan citra daerah, pemimpin yang terciduk karena kasus korupsi akan menjadi hambatan dalam pelaksanaan roda pemerintahan. Untuk itu, sangat ideal jika publik berharap pemimpin bersih menjadi salah satu kriteria utama. Hal lainnya adalah pemimpinnya janganlah arogan. Sebaliknya, pemimpin hendaknya aspiratif. Pemimpin yang terkesan arogan dan cenderung memaksakan kehendak akan menjelma menjadi pemimpin yang otoriter. Ia akan mengabaikan semua saran publik. Jika figur arogan yang berkuasa maka bersiaplah sepanjang tahun kekuasananya, konflik kepentingan antara rakyat dengan pemimpinnya akan terkondisikan. Ini juga akan menyandera waktu pengelolaan kekuasaan untuk pembangunan. Ujung–ujungnya yang rugi adalah rakyat sebagi pihak yang memilihnya. Intinya, kita sebagai pemilih harus mengenali karakter calon pemimpin kita. Figurnya arogan atau tidak. Apakah figur yang kita akan dukung memiliki kemampuan komunikasi publik atau tidak? Jika seorang tidak memiliki kemampuan komunikasi publik yang memadai sebaiknya sejak awal kita tandai sebagai figur yang tak layak atau patut dipertimbangkan diberi mandat kekuasaan. Masalahnya figur yang gagal melakukan kecakapan komunikasi akan tersandera kepentingan personalnya dalam mengelola kekuasaan. Padahal, kita tahu kekuasaan adalah mandat publik bukan hak. Karena itu mandat maka wajib hukumnya seorang pemimpin melakukan komunikasi dengan warga sebelum mengambil keputusan strategis. Harapan lainnya, selama proses Pilkada Bali dan pilkada di dua kabupaten Gianyar dan Klungkung, kita sebagai masyarakat Bali jangan menjadi pihak yang mendukung membudayanya politik pragmatis. Kita harus membiasakan diri menggunakan hak pilih dengan nurani dan logika. Menyeimbangkan nurani dan logika dalam mengelola hak pilih akan menjadikan kita pemilih bijak. Ini juga akan mendukung lahirnya pemimpin bersih dan aspiratif. Ketika kita sebagai pemilih memaksa calon memberikan imbalan uang untuk suara kita, maka ke depan, kekuasaan juga akan dikelola secara transaksional. Jika ini terjadi ada kecenderungan lahan-lahan di Bali akan menjadi komoditas untuk diperjualbelikan. Bahkan, ada kecenderungan kekuasaan akan menjadi agen pengusaha, karena modal pilkada kecenderungannya juga disumbangkan oleh pemilik modal.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Bali Perlu Solusi
Pilkada Bali, hemat saya hanya proses politik yang berulang. Boleh dikatakan rakyat sudah terbiasa mengikuti proses pilkada. Buktinya, pada pilkada kali ini kesannya biasa-biasa saja tak ada yang terlalu reaktif. Bahkan, masa kampanye yang biasanya jalan-jalan penuh kendaraan dan kader partai sekarang justru lengang. Itu artinya, semakin sedikit rakyat yang bisa digerakkan hanya untuk tujuan politik. Kembali pada pilkada, saya hanya berharap Bali tak hanya melahirkan pemimpin. Bali harus mengatasi masalah serius yang kita hadapi. Selain tantangan kependudukan yang semakin heterogen makin terkoreksinya daya tahan ekonomi krama Bali juga menjadi ancaman. Jika ini gagal dicarikan solusi, saya yakin pemimpin tak akan berdaya mengelola Bali. Pemimpin hanya akan mengakhiri masa kekuasaannya secara rutinitas tanpa terobosan. Untuk itulah, saya berharap semua rakyat Bali mari bicara dan tawarkan solusi untuk menjaga Bali. Terlalu berisiko bagi kita, jika kita hanya mempercayakan Bali kepada perseorangan atau kelompok. Bali harus dijaga semua pihak. Itu bukan berarti hanya penduduk Bali yang bertanggung jawab menjaga Bali. Investor dan pemerintah pusat juga harus peduli Bali. Bali jangan hanya dijadikan lahan untuk menguatkan daya tahan ekonomi, melainkan harus dijaga. Hemat saya, pilkada kali ini jangan terjebak pada kekuasaan tetapi bagaimana rakyat Bali bersama-sama mencari solusi atas problem sosial, lingkungan, adat dan budaya termasuk energi. Semoga ruang pelibatkan rakyat Bali makin terbuka pasca-Pilkada 2018. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Korupsi dan Politik Transaksional Memasuki tahun politik pemberitaan di media massa, masyarakat tidak hanya disuguhi berita tahapan pilkada di 171 daerah. Saling menghujat di medsos dari masingmasing pendukung paslon bersaing dengan derasnya pemberitaan gencarnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan kepala daerah.
Oleh AAN Oka Wiranata erdasarkan data, tahun 2017, ada 19 kasus OTT yang dilakukan KPK. Tahun 2017, KPK melakukan 114 kegiatan penyelidikan, 118 penyidikan, dan 94 kegiatan penuntutan, baik kasus baru maupun sisa penanganan perkara pada tahun sebelumnya. Selain itu, juga melakukan eksekusi terhadap 76 putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Bahkan, tren keterlibatan kepala daerah semenjak KPK didirikan pada tahun 2002 sudah 93 kepala daerah dijadikan tersangka. Sebagai bahan pembanding lima tahun terakhir dari 2014 hingga memasuki 2018 trennya tidak terjadi penurunan signifikan. Kasus korupsi melibatkan kepala daerah pada tahun 2014 sebanyak 10 orang, jumlahnya sama pada tahun 2016. Yang mencengangkan publik, baru memasuki pertengahan bulan Februari 2018, angka keterlibatan kepala daerah cukup fantastis yakni 8 orang dengan rincian bulan Januari 3 kepala daerah terjerat korupsi, sisanya 5 orang kepala daerah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK di pertengan bulan Februari. Tingginya kasus OTT tidak serta merta membuat jera para
B
penyelenggara pemerintahan dan kepala daerah, termasuk dari aparat penegak hukum dan anggota legislatif. Menjadi pertanyaan, siapa yang memiliki peluang melakukan korupsi? Dan mengapa korupsi itu dilakukan? Menjawab pertanyaan pertama, peluang terbesar memungkinkan melakukan korupsi ada pada mereka yang memiliki kekuasaan atau yang dekat dengan penguasa. Lord Acton pernah membuat ungkapan yang menghubungkan antara korupsi dengan kekuasaan, yakni Power tends to corrupt, and absolut power corrupts absolutely, bahwa kekuasaan cenderung untuk melakukan korupsi dan kekuasaan yang absolut cenderung korupsi absolut. Artinya, kekuasaan adalah bagian yang sangat rentan terhadap penyakit korupsi. Secara tidak langsung hal ini mengisyaratkan bahwa kekuasaan dapat dijadikan sebagai sarana yang dapat mempermudah bagi pemangkunya untuk menjelma menjadi seorang koruptor. Apalagi kekuasaan itu tersebar di segala lini melalui kaki tangan orang yang dipercaya, sehingga semakin tersebar dan sistematis. Lalu di mana saja ruang yang dijadikan objek persekongkolan korupsi oleh para penguasa dan “orang kepercayaannya”.
Paling tidak ada di tiga ruang yang sering dilakukan ajang korupsi yakni pengadaan barang dan jasa, perangkat daerah yang terkait dengan perizinan dan pengangkatan pejabat yang memiliki tempat strategis. Terjadinya korupsi yang dilakukan oleh para penguasa atau pejabat pemerintahan itu, salah satu alasannya untuk menutupi atau membayar utang akibat tingginya biaya politik. Tingginya biaya politik disampaikan oleh salah satu pimpinan komisioner KPK, Laode Muhammad Syarif. Ia mengatakan bahwa ongkos untuk menjadi seorang bupati bisa mencapai angka Rp 50 miliar. Bahkan menjadi seorang gubernur di satu daerah tertentu bisa menghabiskan biaya politik sampai ratusan miliar rupiah. Tingginya biaya politik yang dihabiskan bukan saja untuk membiayai ongkos para saksi, tetapi bisa lebih dari sekadar “uang saksi” yakni pemberian sambako pra hingga pascakampanye. Berbagai pihak sudah sering mengingatkan agar oknum pejabat maupun kepala daerah untuk berhati-hati, jangan tergiur dengan kepuasan materi sesaat, meskipun sudah berulang-ulang diperingati, bahkan dari pihak KPK pun setiap melakukan penangkapan OTT juga selalu berupaya melakukan
pencegahan dengan memberikan warning. Dampak dilakukannya korupsi yang melibatkan pejabat pemerintahan dan penguasa di daerah di antaranya pendapatan daerah berkurang, kualitas pengerjaan infrastruktur tidak terjamin baik dan pelayanan publik rendah, keberlanjutan pelaksanaan pembangunan yang strategis tidak berjalan dengan baik. Bahkan yang lebih parah lagi, biaya ekonomi akan menjadi tinggi yang memengaruhi tingginya masalah kemiskinan dan terjadi ketimpangan sosial makin tak terkendali. Rantai dari korupsi inilah yang tidak dipikirkan oleh para pihak yang memiliki tempat strategis. Terjadinya korupsi yang dilakukan oleh para penguasa atau pejabat, salah satu alasannya untuk menutupi atau membayar utang akibat tingginya biaya politik saat mengikuti hajatan pilkada. Tingginya biaya politik itu, misalnya seperti yang disampaikan oleh salah satu pimpinan komisioner KPK, Laode Muhammad Syarif, pada satu kesempatan bahwa ongkos untuk menjadi seorang bupati bisa mencapai angka Rp 50 miliar. Bahkan menjadi seorang gubernur di satu daerah tertentu bisa menghabiskan biaya politik sampai ratusan miliar rupiah. Tingginya biaya politik yang dihabiskan bukan saja untuk membiayakan obnkos para saksi, tetapi bisa lebih dari sekadar “uang saksi” yakni pemberian sambako pra hingga pascakampanye. Berbagai pihak sudah sering mengingatkan agar oknum pejabat maupun kepala daerah untuk berhati-hati, jangan tergiur dengan kepuasan materi sesaat, meskipun sudah berulang-ulang diperingati, bah-
Sinergi Mengikis Politik Radikal
Memahami persoalan radikalisme, sudah saatnya kita berpikir jernih dan komprehensif yakni tak hanya soal kekerasan fisik. Namun, lebih daripada itu, kini radikalisme sudah menyasar ke dalam berbagai aspek kehidupan termasuk politik. Unsur politik yang seharusnya direpresentasikan secara santun dan bijak, terkadang malah dinodai dengan berbagai tindakan politik kotor seperti isu SARA, ujaran kebencian, dan adu domba. Pemahaman ini kiranya bukanlah berlebihan dan tidaklah salah, sebabnya memang dalam realitas empiriknya. Tengok saja, rekam jejak dunia politik di Indonesia. Negeri yang menjunjung tinggi asas demokrasi, nyata-nyatanya sering kali diingkari oleh mafia politik. Berbagai tindakan radikalisme politik terusmenerus terjadi. Apalagi, pada saat menjelang pemilihan umum baik kepala daerah maupun presiden. Membawa manuver radikalisme ke dalam domain politik tentu akan sangat berbahaya. Ini harus segera dihentikan dan jangan dibiarkan berlarutlarut. Bangsa ini sudah saatnya mengembalikan marwah demokrasi Pancasila dan menerapkan secara menyeluruh ke dalam berbagai domain kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini bisa dilakukan
Oleh Suwanto tentunya dengan simbiosis antarberbagai entitas negara untuk menangkal praktik politik kotor. Hal yang bisa dilakukan bangsa ini ialah, pertama benar-benar menjadikan Pancasila sebagai landasan idiil yang termanifestasi dalam proses perpolitikan ini seperti mekanisme pemilu bersih. Sebagaimana telah diketahui bersama, Pancasila diakui negara sebagai falsafah hidup, cita-cita moral, dan ideologi bagi kehidupan berbangsa. Pancasila diyakini mampu menyaring berbagai pengaruh ideologi yang masuk ke Indonesia sebagai konsekuensi logis dari sebuah masyarakat dan bangsa yang majemuk (bineka). Praktik-praktik politik radikal yang jelas bertentangan dengan Pancasila harus dibumihanguskan di bumi pertiwi ini. Kedua, menjadikan UUD sebagai ideologi konstitusi. UUD 1945 sebagai hukum dasar tertulis ialah sebagai landasan konstitusional di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pembukaan UUD 1945 memuat tujuan kemerdekaan serta dibentuknya negara Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, adil, dan
makmur. Landasan utama dalam kehidupan bernegara adalah pengakuan bahwa Indonesia merupakan negara hukum, bukan negara berdasarkan kekuasaan semata. Domain politik di negeri ini juga harus patuh pada hukum. Para penyelenggara negara dan warga negaranya (rakyat) dalam kehidupan bermasyarakat harus bertindak berdasarkan hukum dan menjunjung tinggi hukum. Demikian pun manakala dijumpai adanya oknum bertindak radikal dalam proses pemilu, harus segera ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Penghormatan dan perlindungan terhadap HAM menjadi prinsip utama dalam kebijakan, strategi, dan upaya-upaya yang dijalankan. Prosedur pemilihan umum yang akan diadakan dua tahun ke depan harus menjadikan hukum sebagai panglima keadilan. Ketiga, menjadikan wawasan nusantara sebagai landasan visional. Wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungan dalam mencapai tujuan bersama yaitu tujuan nasional. Wawasan nusantara ini mengacu kepada kondisi
dan konstelasi geografi, kondisi sosial budaya, serta faktor kesejahteraan, dan perkembangan lingkungan. Konsepsi yang terkandung dalam wawasan nusantara merupakan simpulan dari pengalaman masa lalu dan lingkungannya yang memiliki relevansi dan validitas dengan masa mendatang sehingga dapat menjadi acuan dalam melaksanakan interaksi antarkomponen bangsa dalam hidup bersama yang bermanfaat (Lemhannas RI, 2011). Keempat, memperkuat konsepsi ketahanan nasional. Konsepsi ketahanan nasional jika dikaitkan dengan permasalahan penanggulangan radikalisme dalam politik, implementasi ketahanan nasional merupakan keuletan dan ketangguhan bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman radikalisme politik dalam berbagai bentuk dan manifestasinya. Keuletan dan ketangguhan tersebut harus dimiliki oleh setiap pribadi warga negara Indonesia, keluarga, kelompok masyarakat, penyelenggara negara di pusat maupun daerah yang pelaksanaannya diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang sinergis, sistematis, dan berkelanjutan.
kan dari pihak KPK pun setiap melakukan penangkapan OTT juga selalu berupaya melakukan pencegahan dengan memberikan warning. Dampak korupsi yang melibatkan pejabat pemerintahan dan penguasa di daerah di antaranya pendapatan daerah berkurang, kualitas pengerjaan insfrastruktur tidak terjamin dan pelayanan publik rendah, keberlanjutan pelaksanaan pembangunan strategis tidak berjalan. Bahkan yang lebih parah lagi biaya ekonomi akan menjadi tinggi. Ini memicu tingginya kemiskinan dan terjadi ketimpangan sosial. Keterlibatan kepala daerah dalam kasus korupsi harus dengan serius disikapi bukan saja oleh para elite partai politik juga masyarakat. Masyrakat harus berperan aktif untuk menekan korupsi. Masyarakat sebagai pemegang hak suara dalam pilkada harus berani bersuara dan melaporkan apabila melihat terjadi transaksional dalam rangkaian pilkada. Pencegahan dini dapat dilakukan masyarakat melalui sikap menolak politik uang dan dengan tidak memilih paslon yang terindikasi money politics. Dingatkan juga kepada para petinggi partai politik supaya tetap secara kontinu melakukan konsolidasi terutama kepada para paslon dan tim pemenangan untuk tetap tidak melakukan praktik jual beli suara dan lebih mengedepankan norma politik moral. Disadari atau tidak apabila kepala daerah maupun paslon kepala daerah terlibat korupsi secara tidak langsung akan memengaruhi elektabilitas partai politik dalam pemilu 2019. Penulis, alumni S-2 Unhi
POJOK Presiden Jokowi minta sederhanakan proses perizinan. - Terpenting, hilangkan pungli. *** Novel Baswedan nyatakan harus tetap semangat berantas korupsi. - Jangan ada kata mundur. *** BUMDes bukan kewajiban, harus tumbuh dari bawah. - Wajib kuatkan ekonomi desa.
Penulis, peneliti pada UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Negeri Yogyakarta
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Jumat Wage, 23 Februari 2018
Capaian Akseptor KB 89,69 Persen
Kecamatan Tabanan Tertinggi, Selemadeg Terendah Tabanan (Bali Post) Target capaian akseptor atau pemakai alat kontrasepsi KB, Tabanan tahun 2017 adalah 7.118 akseptor. Dari jumlah ini, yang tercapai adalah 6.384 akseptor atau 89,69 persen. Angka ini meningkat dari pencapaian tahun 2016, yaitu 85,17 persen. Dari jumlah akseptor ini terbanyak kontribusinya dari Kecamatan Tabanan sebanyak 1.404 akseptor atau capaiannya mencapai 108,7 persen dari target yang ditetapkan di Kecamatan Tabanan yaitu 1.292 akseptor. Sementara capaian terendah terdapat di Kecamatan Selemadeg yang hanya 78,3 persen. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana I Nengah Sumerta, Kamis (22/2) kemarin, mengatakan tingginya pencapaian akseptor di Tabanan karena daerahnya gampang terakses layanan KB. Untuk daerah-daerah yang masih jauh dari layanan KB, kata Sumerta, pihaknya terus menggencarkan petugas untuk turun ke lapangan dan menyusuri masyarakat, khususnya perempuan yang memerlukan layanan KB. Selain petugas, pihaknya juga menurunkan mobil layanan KB keliling yang dijadwalkan turun setiap hari. Langkah-langkah ini menyebabkan pencapaian akseptor di Tabanan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. ’’Selain karena masyarakat sudah mau sadar untuk ber KB, kami juga menjangkau masyarakat yang jauh dari layanan KB,’’ ujarnya. Dari data, menurut Sumerta, capaian akseptor terendah ada di Kecamatan Selemadeg atau sebesar 78,3 persen. ‘’Target untuk Kecamatan Selemadeg adalah 632 akseptor, tapi yang tercapai 495 akseptor atau 78,3 persen,’’ ujar Sumerta. Paling rendahnya pencapaian akseptor di Selemadeg untuk Kabupaten Tabanan, dilanjutkan Sumerta, karena tenaga atau SDM ketersediaannya belum maksimal atau tidak sesuai dengan luas wilayah. Tenaga PLKB di Selemadeg, kata Sumerta, saat ini ada empat orang. Jumlah ini dianggap belum bisa melayani wilayah Selemadeg yang luas. Di samping itu, petugas juga masih memerlukan pelatihan dasar umum yang saat ini terus dilakukan pihaknya secara bertahap. ‘’Pelatihan petugas itu ada kuotanya. Jadi tidak bisa sekaligus. Karenanya dilakukan secara bertahap,’’ ujarnya. Daerah lain yang memiliki kontribusi unik untuk akseptor KB adalah Baturiti. Di daerah pegunungan ini memiliki partisipasi KB pria paling banyak di Tabanan. Untuk tahun 2017 saja dari target 10 peserta KB pria yang menjalani vasektomi dipenuhi sebanyak 12 orang di daerah Baturiti. Adanya kesadaran pria untuk ber-KB ini, kata Sumerta, karena di daerah tersebut ada Motivator KB pria juga. Ke depan untuk semakin meningkatkan kesadaran pria untuk ikut serta dalam program KB, pihaknya akan menambah motivator KB pria di Tabanan. (kmb24)
Bali Post/kmb24
I Nengah Sumerta
Telepon Penting tabanan Polres Tabanan
0361-812519
Polsek Kediri
0361-812280
Polsek Marga
0361-8946155
Polsek Kerambitan
0361-8943991
Polsek Selemadeg
0361-8943669
Polsek Pupuan
0362-71110
Polsek Penebel
0361-819194
Polsek Baturiti
Polsek SelTim
0368-21110
0361-8509985
Damkar
0361-812113
BPBD
0361-811171
BRSU Tabanan
0361-811027
UGD RSU Tabanan
0361-819810
RS Kasih Ibu
0361-3005757
Puskesmas Tabanan I
0361-814102
Puskesmas Tabanan II
0361-810650
Puskesmas Tabanan III
0361-815049
Bali post/kmb28
MENINJAU LOKASI - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto yang juga selaku Pangkoops PAM VVIP kunjungan Presiden menyempatkan meninjau lokasi.
Hari Ini di TPB Margarana
Presiden Jokowi Bagikan 15 Ribu Sertifikat Tanah
Tabanan (Bali Post) Presiden RI Joko Widodo akan membagikan 15.000 sertifikat tanah kepada 9.087 orang warga yang ada di Tabanan, Jumat (23/2) pagi ini. Penyerahan akan dilakukan di areal Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana. Kabag Humas Setda Kabupaten Tabanan I Putu Dian Setiawan ketika dikonfirmasi menjelaskan, sertifikat yang akan dibagikan Presiden Joko Widodo berasal dari enam kecamatan yakni Tabanan, Kerambitan, Selemadeg Timur, Pupuan, Marga dan Kediri. “Total sertifikat yang akan dibagikan sebanyak 15 ribu buah milik 9.087 warga,” ungkap Dian, Kamis (22/2) kemarin. Dikatakan, sertifikat yang
dibagikan merupakan bagian dari program PTSL yang menyasar seluruh warga yang lahannya belum memiliki sertifikat. Dari enam kecamatan yang sudah melaksanakan PTSL, terbanyak di Kecamatan Marga dengan jumlah pemohon 2.949 orang atau badan di 12 desa. Disusul Kecamatan Kediri di 11 desa dengan total pemohon atau warga sebanyak 1.542 orang atau badan. Disusul Kecamatan
Selemadeg Timur di 10 desa dengan total pemohon 1.455 pemohon, Kerambitan di 10 desa sebanyak 1.339 pemohon, Kecamatan Tabanan di empat desa dengan total 1.148 pemohon dan terakhir Kecamatan Pupuan di dua desa dengan 654 pemohon. “Sertifikat yang dibagikan merupakan program PTSL di enam kecamatan,” sebutnya. Dikatakan, berbagai persiapan dilakukan untuk acara
Layanan Dokumen Administrasi Capil Kini Bisa Via WA
Tabanan (Bali Post) Jarak dan waktu selama ini masih menjadi kendala warga di wilayah Kecamatan Pupuan, ketika hendak mengurus dokumen administrasi kependudukan. Bahkan ketika mereka datang ke kantor catatan sipil, nomor antrean sudah habis sehingga harus pulang dengan tangan hampa. Meminimalisir hal itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tabanan membuka layanan khusus dalam bentuk aplikasi WA (Pandawa Serasi). Kecamatan Pupuan dipilih sebagai pilot project. “Jarak Pupuan dengan pusat pelayanan pencetakan dokumen kependudukan cukup jauh, jadi pilot project program ini kita sasar kecamatan Pupuan,” ucap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil IGA Rai Dwipayana, Kamis (22/2) kemarin. Lanjut disampaikannya, pelayana dokumen administrasi berbasis aplikasi WA (whatsApp) untuk tahap awal diperuntukkan bagi masyarakat Kecamatan Pupuan yang akan melaksanakan permohonan cetak KTP-elektronik (e-KTP) dan selanjutnya akan berkembang dengan pelayanan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil kecamatan lainnya. Terkait terobosan baru ini,
mekanisme permohonan, kata Rai Dwipayana, adalah masyarakat pemohon pelayanan dengan cara melakukan upload data ke nomor whatsApp (WA) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tabanan yang telah ditentukan. “Bila telah upload data, operator kami akan memberitahukan kepada pemohon bila dokumen yang dimohonkan sudah selesai dicetak, jadi kalau belum diinformasikan, ya… jangan datang dulu,” jelasnya. Selanjutnya pemohon yang telah memperoleh konfirmasi dari operator, dapat mengambil dokumen yang dimohonkan pada loket Pandawa Serasi di lantai dua gedung dinas kependudukan dan pencatatan sipil (bidang PIAK) dengan menukarkan berkas asli persyaratan permohonan sesuai dengan hasil upload di WA. “Jika pemohon yang hendak mengambil dokumen tidak dapat menyerahkan berkas aslinya, penyerahan dokumen yang dimohonkan akan kami pending sampai dengan tersedianya berkas asli,” terangnya. Sejumlah permohonan yang dilayani untuk program ini, sementara ditujukan untuk pemohon KTP yang berstatus print ready record sesuai data SIAK Capil. Pemohon e-KTP
Bali Post/kmb24
IGA Rai Dwipayana
yang memiliki surat keterangan pengganti e-KTP. Pemohon eKTP dengan alasan hilang yang dibuktikan dengan surat kehilangan dari kepolisian, pemohon e-KTP yang rusak dibuktikan dengan fisik e-KTP yang rusak. Camat Pupuan Hendra Manik menyambut baik terobosan Capil ini. Bahkan, ia mengaku sempat koordinasi dengan Disdukcapil. “Rencananya mau pakai sampling Desa Karya Sari dengan jumlah penduduk kurang lebih 2.800 yang berKTP,” ucapnya. (kmb28)
tersebut, terutama mendatangkan seluruh pemohon. Sebanyak 250 unit bus digunakan untuk membawa seluruh penerima sertifikat ke TPB Margarana. Bus akan mendroping peserta ke lokasi, selanjutnya meninggalkan lokasi menuju areal parkir yang sudah ditentukan. “Selesai acara bus kembali menjemput warga dan membawa pulang ke kecamatan masingmasing. Ada 250 armada bus disiapkan,” ungkapnya. Di lokasi yang terpusat di areal bagian tengah TPB Margarana juga telah dipasang tenda besar. Sebelumnya tenda
sempat di utara menghadap ke selatan, kemudian diubah di barat menghadap ke timur. Bahkan untuk kesiapan acara mendapat perhatian langsung Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto. Pangdam yang juga selaku Pangkoops PAM VVIP kunjungan Presiden menyempatkan meninjau lokasi. “Tadi (kemarin - red) bersama Sekda mendampingi Pangdam meninjau lokasi,” ungkap Camat Marga I Gusti Agung Alit Adiatmika saat dikonfirmasi. Sementara untuk pengamanan sepenuhnya dikomandoi Kodam IX/Udayana. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Kecamatan Marga, Tabanan, Jumat (23/2) ini, Polres Tabanan akan menerjunkan 206 personel untuk mengamankan kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut. “Kalau ring satu itu kan dari Paspampres dan untuk pengamanan sepenuhnya dikomandoi Kodam IX/Udayana,” terang Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Putu Oka Suyasa, Kamis (22/2) kemarin. Dikatakan AKP Oka Suyasa, sebanyak 206 personel dari Polres Tabanan dikerahkan dalam pengaturan lalu lintas. Tambahan personel pun akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan, Satpol PP, TNI yang ada di Tabanan, termasuk juga atensi Kodam IX/ Udayana. “Jumlah pasti keseluruhan kami tidak tahu, tentu akan dilakukan pengamanan VVIP, tetapi untuk Polres saja 206 dikerahkan dalam pengaturan lalu lintas,” ungkapnya. Ia juga mengatakan, kedatangan Presiden Jokowi tidak sampai melakukan penutupan jalur. Namun jalur akan steril mulai dari Polsek Marga ke Taman Pujaan Bangsa Margarana atau sepanjang dua kilometer. “Tidak ada penutupan jalan, namun hanya dialihkan
ke jalur alternatif,” tegasnya. Sementara mengenai parkir, mengingat hari ini akan ada 9.000 masyarakat yang datang termasuk undangan yang hadir, untuk bus-bus besar diarahkan parkir ke Terminal Tuakilang, sementara kendaraan pribadi akan diarahkan parkir di seputaran jalur Tunjuk, Desa Tunjuk, Kecamatan Marga, Tabanan. “Khusus bus-bus besar kami arahkan ke Terminal Tuakilang, dengan terlebih dahulu menurunkan masyarakat di depan Taman Pujaan Bangsa Margarana, lalu pulangnya akan dijemput kembali,” beber AKP Suyasa. Untuk memantapkan acara tersebut, pada Kamis pagi telah dilakukan geladi bersih dalam pengamanan Presiden Jokowi, khususnya di pengaturan lalu lintas. Dari pantauan di lapangan, tepatnya di Taman Pujaan Bangsa Margarana seluruh pihak tengah mempersiapkan segala aspek. Termasuk pemangku setempat, Jero Mangku Ketut Nyeneng yang menyampaikan dari sisi niskala sudah menghaturkan pakeling dengan sarana Pejati di seluruh tempat yang ditentukan areal Taman Pujaan Bangsa Margarana. “Bendesa Pakraman Marga Dauh Puri juga menyarankan mapekeling agar mendapat kelancaran proses jalannya acara,” ujar Jero Mangku Nyeneng. (kmb28)
Amankan Kedatangan Presiden, Polres Kerahkan 206 Personel
Senilai Rp 7,5 Miliar
Gedung LPD Desa Adat Kekeran Diresmikan Bupati Eka
BUPATI Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti meresmikan gedung Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kekeran, Desa Selanbawak Kecamatan Marga, Tabanan, Kamis (22/2) kemarin. Peresmian gedung senilai Rp 7,5 miliar tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita. Turut hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Provinsi Bali I Ketut Purnaya, anggota DPRD Kabupaten Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi, Lembaga Keuangan dan Perbankan dan unsur Tripika Kecamatan Marga. Bupati Tabanan dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya akan eksistensi, keberadaan dan kemegahan gedung LPD yang dimiliki Desa Adat Kekeran. ‘’Baru sampai saya bingung, ini hotel apa LPD,’’ ucapnya memuji sembari tersenyum. Melihat keberhasilan LPD Kekeran ini, kata Bupati Eka, bisa menjadi contoh bagi LPD lainnya. Menurutnya, LPD Kekeran bisa bangkit, bangun dan menyejahterakan warganya merupakan
contoh. Sehingga harapan ke depan akan lahir LPD-LPD yang bisa sukses seperti ini dan bisa menumbuhkan ekonomi kerakyatan. ‘’Tularkan dengan LPD lain keberhasilan ini. Jangan menjadi pintar sendiri. Sehingga bisa sama-sama menumbuhkan perekonomian rakyat,’’ ujarnya. Ditambahkannya, LPD merupakan salah satu unsur kelembagaan desa pakraman yang menjalankan fungsi keuangan untuk mengelola potensi keuangan desa pakraman. Eksistensi LPD tidak hanya sebagai lembaga yang memberikan pinjaman, kredit, tabungan maupun deposito semata, akan tetapi yang lebih penting adalah bagaiman LPD mampu melakukan proses pengelolaan dana di masyarakat desa pakraman dengan sebaikbaiknya, sehingga masyarakat menempatkan uangnya di LPD merasa aman dan percaya. ‘’Kontribusi LPD dalam perekonomian masyarakat di pedesaan merupakan indikator keberhasilan LPD. Semakin besar peran LPD kepada krama desa pakraman,
maka keberadaan LPD semakin baik,’’ jelasnya. Kepada para prajuru LPD, Bupati Eka berharap agar mempergunakan kepercayaan krama untuk mengelola dengan jujur, transparan, mengacu kepada ketentuan yang ada dan selalu meningkatkan kapasitas diri serta berinovasi untuk kemajuan LPD. Ketua LPD Desa Adat Kekeran I Made Gurim, S.E. mengatakan, LPD Desa Adat Kekeran telah berdiri sejak tanggal 9 November 1988 dan hingga Desember 2017 asetnya telah mencapai sekitar Rp 45 miliar. Gurim melanjutkan, untuk pembangunan gedung telah dilakukan sejak dua tahun lalu, dengan menghabiskan biaya sekitar Rp 7,5 miliar. Ia menambahkan, pihak pengelola selalu berkomitmen menjadikan LPD sebagai urat nadi perekonomian krama. Komitmen tersebut bukan hanya diukur dari laba yang diperoleh, tetapi dari labda. Artinya, bukan saja menekan pada sisi materi tetapi juga dari sisi nonmateri. ‘’Dalam setiap kegiatan krama LPD
DIRESMIKAN - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti meresmikan gedung LPD Desa Adat Kekeran, Desa Selanbawak Kecamatan Marga, Tabanan, Kamis (22/2) kemarin. selalu hadir. LPD juga menanggung semua kegiatan upakara di Desa Adat Kekeran, memberikan beasiswa penuh kepada warga yatim-piatu yang dalam kondisi
tidak mampu. Adanya sumbangsih ini menciptakan kepercayaan dari masyarakat untuk berkontribusi dalam perkembangan LPD,’’ ucapnya. (ad1200)
8 Langgar Komitmen
Desa Ujung Hyang Protes Pengelola Vila Ujung Amlapura (Bali Post) Pengelolaan Vila Taman Ujung Karangasem kembali membuat Desa Adat Ujung Hyang meradang. Kali ini masalahnya adalah soal tenaga kerja. Banyak pekerja warga Desa Ujung kabarnya diberhentikan, kemudian diganti dengan pekerja dari daerah lain. Ini dinilai tidak sesuai dengan komitmen awal, sehingga membuat pihak Desa Ujung Hyang cukup tersinggung dan merencanakan aksi demo. Bendesa Ujung Hyang Gusti Suteja dihubungi, Kamis (22/2) kemarin, mengakui ada perselisihan antara pihak pengelola Vila Ujung dengan pihak desa adat. Aksi demo sudah direncanakan digelar Kamis kemarin. Tetapi tiba-tiba dibatalkan, karena pihak pengelola meminta waktu untuk bisa membicarakan masalah ini tanpa melibatkan banyak warga. ‘’Kami memang berencana menggelar aksi damai. Karena kami lihat pihak pengelola sudah tak ada niat baik menyelesaikan masalah ini. Kami ingin bertemu langsung dan bertanya, kenapa ini terjadi,’’ tegasnya. Dia juga heran, kenapa dari awal sudah ada warga Ujung yang training dan dinilai sudah mampu, tak langsung dipekerjakan saja. Tetapi justru kembali merekrut karyawan lain dari luar yang belum punya kemampuan. Pihaknya berharap pengelola Vila Taman Ujung sesuai dengan komitmen awal, siap menampung tenaga kerja dari Desa Ujung Hyang. Salah satu Owner Vila Taman Ujung A.A. Ayu Mahesarani dihubungi, Kamis kemarin, membantah adanya persoalan tersebut. Dia menyebut situasi di dalam Vila Taman Ujung berjalan seperti biasa. ‘’Tidak ada aksi demo. Tidak ada pemangkasan karyawan. Vilanya baikbaik saja,’’ kata Mahesarani, seraya mengaku terus memonitor di dalam vila meski ada di tempat jauh. Dia mengaku tak ada masalah dengan karyawan. Mantan Perbekel Desa Abang ini mengatakan vilanya hanya sedikit terpengaruh dengan adanya erupsi Gunung Agung. Sebab, dampaknya kunjungan wisatawan dan tamu yang menginap juga jauh menurun. Disinggung apakah ada pemangkasan karyawan akibat erupsi ini, dia juga mengaku tidak ada. Menurutnya, sekarang kondisi vila perlahan membaik. Namun, dia enggan menyebut jumlah karyawannya saat ini. Vila Taman Ujung sudah beroperasi sejak Agustus tahun 2015. Tempat ini cukup representatif. Selain menyasar wisatawan, vila ini juga kerap dimanfaatkan untuk kegiatan pemerintahan dan tempat resepsi pernikahan. Vila lengkap dengan kolam renang hingga ruang rapat ini berlokasi sangat strategis di dekat Taman Soekasada Ujung. Sehingga, selain representatif, juga dapat melihat Taman Soekasada Ujung dari atas dengan utuh. (kmb31)
Kunjungan Wisatawan ke Karangasem Meningkat
Amlapura (Bali Post) Pascaturunnya status Gunung Agung ke level Siaga, secara umum sektor pariwisata Karangasem mulai bergeliat. Sudah terjadi peningkatan kunjungan yang didominasi wisatawan mancanegara. Pada periode 1 Februari 2018 sampai 9 Februari 2018, kunjungan per hari untuk wisatawan mancanegara 497 orang dan domestik 207 orang. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Karangasem I Wayan Astika, Kamis (22/2) kemarin, ‘’Total dalam delapan hari pertama Februari ada 4.477 wisatawan mancanegara dan 1.867 wisatawan nusantara,’’ ungkapnya. Pascastatus Siaga terhitung mulai 10 sampai 18 Februari 2018, total kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 4.832 orang atau 536 wisatawan per hari. Sedangkan untuk wisatawan domestik 2.850 orang atau 316 orang per hari. Melihat tren yang ada, Astika berkeyakinan wisatawan yang datang ke Karangasem akan terus meningkat. Astika mengakui aktivitas vulkanik Gunung Agung menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap sektor pariwisata. Namun, terlepas dari faktor alam tersebut, dalam meningkatkan target kunjungan, pihaknya mengatakan Pemkab Karangasem terus berupaya meningkatkan faktor pendukung lainnya. Faktor-faktor yang dianggap sangat berpengaruh terhadap dunia pariwisata adalah keamanan, kebersihan, dan unsur sapta pesona lainnya. Sejauh ini, Astika mengaku belum bisa menentukan target kunjungan karena aktivitas Gunung Agung masih fluktuatif. Mengingat Sektor pariwisata merupakan sektor andalan penyumbang pendapatan asli daerah, pihaknya mengajak seluruh komponen masyarakat tetap menjaga komponen-komponen sapta pesona. Melalui cara itu pihaknya punya keyakinan sektor pariwisata akan terus membaik meskipun saat ini Gunung Agung masih berstatus Siaga. Kawasan Besakih yang menjadi andalan Karangasem juga makin moncer. Meski berada di kaki Gunung Agung, sejauh ini Besakih justru menjadi episentrum pariwisata Karangasem. Plt. Manajer Operasiolan Badan Pengelola Besakih, Mangku Ngawit, mengatakan, saat ini Besakih rata-rata dikunjungi 200 turis asing 47 turis domestik setiap harinya. Jumlah itu memang masih di bawah kondisi normal 550 turis asing dan 75 turis domestik per hari. Namun, dari hari ke hari tingkat kunjungan terus membaik. ‘’Wisatawan mulai ramai, begitu juga aktivitas pamedek, mendekati normal,’’ terangnya. (kmb)
KARANGASEM
Jumat Wage, 23 Februari 2018
Perda Bendega Lindungi Nelayan dari Investor Pariwisata
Amlapura (Bali Post) Sudah bertahun-tahun keberadaan nelayan terpinggirkan. Tidak ada perhatian yang jelas dalam menyejahterakan nelayan. Terlebih lagi saat berhadapan dengan investor yang mengkapling-kapling pantai sehingga nelayan tak bisa menambatkan perahunya. Rupanya, kendala utamanya adalah regulasi. Setelah menunggu hampir 31 tahun, kini akhirnya nelayan punya regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali No. 11 Tahun 2017 tentang Bendega. Selain melindungi nelayan, perda ini juga menjadikan nelayan bisa menuntut hak yang sama seperti bantuan yang selama ini diperuntukkan bagi desa pakraman atau subak dan subak abian di Bali. Hal tersebut disampaikan Ketua HNSI (Himpinan Nelayan Seluruh Indonesia) Bali Ir. I Nengah Manumudhita, M.M. saat menyosialisasikan isi Perda Nomor 11 Tahun 2017 tentang Bendega di Gedung UKM Center, Kamis (22/2) kemarin. ‘’Sewaktu saya menjadi kepala dinas tahun 1984, ide ini sudah tercetus. Tetapi, saya baru bisa wujudkan di Badung tahun 1994, waktu menjadi Kepala Dinas Perikanan Badung. Setelah berjuang cukup lama, akhirnya sejak tahun 2017, kita punya perda untuk tingkat Provinsi Bali,’’ kata Manumudhita. Persoalan besar para nelayan adalah semakin sulitnya memperoleh lahan untuk sekadar parkir jukung. Selain itu, juga ancaman dari investor yang selalu mengincar garis-garis pantai yang indah. ‘’Perda ini akan menjadi acuan untuk mengomunikasikan berbagai kebijakan yang menyangkut bendega. Seka-
lipun itu saat berhadapan dengan kepentingan investor,’’ katanya. Manumudhita menegaskan, dengan adanya perda ini, maka posisi bendega nantinya bisa sejajar dengan subak. Karena keberadaan bendega mulai mendapat pengakuan pemerintah daerah. Bukan hanya soal hak dan kewajiban, tetapi juga bagaimana masyarakat pesisir mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan adanya perda ini, maka kemampuan nelayan di Bali untuk memperjuangkan hak-haknya juga akan semakin besar. Setelah terbentuknya Perda tentang Bendega ini, selanjutnya DPD HNSI Bali sedang menunggu turunnya Pergub Bali. Selain itu, dengan terbentuknya perda ini, maka DPD HNSI Bali menginstruksikan kepada seluruh DPC HNSI di kabupaten, untuk mendorong masing-masing pemerintah daerah menyusun perda tentang bendega di tingkat
Bali Post/kmb31
PERDA BENDEGA - Ketua DPD HNSI Bali saat mensosialisasikan Perda tentang Bendega di Gedung UKM Center Karangasem. kabupaten. ‘’Nanti secara detail wilayah, akan diatur di dalam perda kabupaten. Ini sudah ditunggu-tunggu oleh 40 ribu nelayan di Bali,’’ tegasnya. Rencana jangka panjang HNSI Bali adalah, selain mendorong hak para nelayan, juga bagaimana membuat kehidupan masyarakat pesisir ini lebih kuat. Setiap kelompok bendega nanti akan menyusun awig-awig, untuk mengatur kerja bendega. Selain itu, untuk memperkuat secara ekonomi juga direncanakan membentuk Koperasi Bendega sebagai wujud program KUB (Kelompok
Usaha Bersama). Jika semua itu terwujud, tinggal bagaimana memodernisasi cara kerja bendega hingga mendorong agar hasil kerja mereka terserap maksimal oleh pasar. ‘’Kita harus optimis, sebagai anak laut, kita kuat dan akan maju ke depan,’’ tegas Manumudhita. Kepala Dinas Perikanan I Ketut Artama mengaku sangat menyambut baik lahirnya Perda tentang Bendega ini. Pihaknya menegaskan segera berkoordinasi untuk menyiapkan draf, kemudian mengajukan ke Bagian Hukum, sebelum nantinya diaju-
kan ke DPRD Karangasem untuk dibahas. Menurutnya, perda ini manfaatnya sangat strategis. Ini akan menata kehidupan bendega, mengembalikan nilai-nilai luhur masyarakat pesisir, dalam konsep Tri Hita Karana. ‘’Kehidupan di pesisir, bukan sekadar menangkap ikan. Di sana ada Pura Segara dan potensi lainnya. Jadi, menata kehidupan bendega, maka akan mencakup aspek ekonomi, budaya, sosial dan kehidupan religius masyarakatnya. Ini akan berdampak baik bagi 5.300 nelayan yang ada di Karangasem,’’ tegas Artama. (kmb31)
Cegah Penyelundupan Motor Bodong
Polsek Padangbai Sita Sembilan Motor Tanpa Dokumen
Amlapura (Bali Post) Polsek Kawasan Laut Padangbai mengamankan sembilan unit sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan surat-surat yang sah. Kesembilan motor tersebut merupakan hasil pemeriksaan yang dilakukan setiap hari selama sebulan terakhir. Kanit Reskrim Polsek Padangbai AKP I Wayan Sukarita, Kamis (22/2) kemarin, mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap setiap kendaraan baik yang keluar maupun masuk Bali melalui dermaga Padangbai. Kesembilan sepeda motor berbagai jenis itu diamankan baik yang akan diseberangkan ke Lombok maupun datang dari Lombok. ‘’Motor kita sita karena tidak dilengkapi dokumen,’’ katanya. Sukarita mengatakan sepeda motor yang diamankan
tersebut belum tentu motor bodong ataupun motor hasil kejahatan. Yang jelas, menurut dia, sampai saat ini semua sepeda motor itu masih berstatus tanpa tuan. Polsek Padangbai baru akan mengeluarkan sepeda motor tersebut jika pemiliknya mampu menunjukkan bukti dokumen yang jelas. Tindakan penyitaan yang ditempuh Polsek Padangbai bertujuan mencegah penyelundupan sepeda motor bodong baik ke Bali maupun ke luar Bali (Lombok). Dalam skala yang lebih luas, tindakan tegas itu untuk mengantisipasi aksi-aksi kejahatan terutama aksi curanmor. ‘’Setiap kendaraan yang keluar maupun masuk pelabuhan, kita periksa secara menyeluruh. Pelabuhan Padangbai kan merupakan filter terakhir,’’ tegasnya.
Meski ada sembilan sepeda motor yang disita karena ketidaklengkapan dokumen, secara umum situasi kamtimbas di pintu penyeberangan Bali-Lombok itu relatif kondusif. Sepanjang tahun 2018 ini, polisi belum menemukan hal-hal yang berpotensi mengacaukan keamanan. Pemeriksaan di pintu keluar pelabuhan terhadap barang bawaan penumpang, juga tidak ditemukan benda-benda yang berkaitan dengan aksi kejahatan baik berupa sajam ataupun benda-benda yang dapat digunakan untuk aksi terorisme. ‘’Pemeriksaan identitas penumpang juga terus kita lakukan bersama tim gabungan. Penumpang yang tak membawa dokumen identitas yang jelas, dikembalikan ke Pelabuhan Lembar,’’ ujarnya. (kmb)
Bali Post/kmb
CEGAH PENYELUNDUPAN - Mencegah penyelundupan kendaraan bermotor dari Lombok ke Bali, Polsek Padangbai mengamankan sembilan unit sepeda motor yang tidak dilengkapi dokumen sah.
Bali Post/kmb31
TERGERUS - Nampak badan jalan sudah sedikit tergerus. Ini sangat mengkhawatirkan bila hujan terusmenerus turun.
Titik Longsor Jalan di Desa Muncan Ditangani Sementara dengan Karung Pasir
Amlapura (Bali Post) Hujan terus-menerus membuat tanah mudah tergerus. Seperti di Desa Muncan arah menuju jembatan Toya Sah, beberapa titik jalan mulai tergerus. Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut. Titik gerusan kecil nampak di barat tikungan Gerembeng Muncan. Sebelah barat jalan jebol, sangat dalam yang langsung tembus ke sungai yang dalam. Menyadari titik longsor membahayakan pengendara, Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Karangasem langsung berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi. Kepala Dinas PUPR Karangasem I Ketut Sedana Merta, Kamis
(22/2) kemarin, mengatakan sementara titik longsor kecil itu hanya ditangani dengan karung pasir. Tujuannya, agar kendaraan saat melintas tak terlalu kepinggir titik yang longsor. ‘’Sementara kami tangani dengan sand bag. Nanti kami rencanakan lebih jauh,’’ kata Sedana Merta. Dia meminta warga berhatihati saat melintas di jalan tersebut. Sebab, hujan masih terus turun, khususnya saat malam hari. Jika hujan lebat terus turun, titik longsor dikhawatirkan bisa menggerus badan jalan. Titik rawan longsor juga terjadi di sepanjang jalur Selat – Rendang. Cukup banyak gerusan kecil yang bisa memicu longsor besar. Oleh karena itu, pengguna jalan diminta berhati-hati saat melintas. (kmb31)
Tantangan Pasca-Erupsi Gunung Agung
Perbaikan Infrastruktur dan Mengembalikan Optimisme Pengungsi
Gunung Agung mulai tenang pasca-erupsi sejak September 2017 lalu. Sebagai bencana alam, erupsi Gunung Agung memiliki dampak yang cukup besar. Tidak saja saat erupsi terjadi melainkan juga pasca-erupsi. Bahkan masa pasca-erupsi menjadi tantangan berat yang tidak bisa hanya dihadapi oleh warga dan pemerintah Karangasem, melainkan seluruh komponen masyarakat Bali. Tantangan tersebut meliputi perbaikan infrastruktur yang rusak dan yang terpenting adalah membangkitkan kembali optimisme pengungsi yang menjadi korban erupsi. DALAM sebuah bencana alam seperti erupsi Gunung Agung, persoalan yang dihadapi berlangsung dalam kurun waktu panjang. Saat menjelang erupsi, warga yang berada di kawasan rawan bencana haruslah diungsikan. Terkadang jangka waktu pengungsian sangat lama. Bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Hal ini terjadi karena dampak erupsi gunung sangatlah luar biasa dahsyat, dapat menghancurkan desa hingga sama sekali tidak layak dihuni. Itulah yang menyebabkan ketika erupsi di tahun 1963, banyak warga Karangasem yang mengungsi permanen, ada yang bertransmigrasi ada pula yang mengungsi ke wilayah lainnya di Bali seperti ke Kabupaten
Jembrana. Pasca-erupsi, permasalahan lainnya adalah proses rehabilitasi berbagai insfrastruktur yang membutuhkan biaya sangat besar. Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri ketika dalam simakrama terkait dua tahun pemerintahannya mengakui bahwa perbaikan infrastruktur pasca-erupsi menjadi tantangan tersendiri. Tentu saja dana yang dibutuhkan sangat besar, sehingga Pemkab Karangasem akan menggunakan banyak APBD untuk kepentingan ini. Mengingat keterbatasan yang ada sementara kebutuhan lainnya tidak dapat ditinggalkan, dipastikan dana yang dibutuhkan tidak akan dapat dipenuhi secara mandiri, sehingga penggunaan
dana dari APBN diperlukan. Bupati Karangasem pada sebuah kesempatan mengatakan, pihaknya membutuhkan setidak-tidaknya dana sebesar Rp 1,5 triliun untuk rekonstruksi permanen. Kerusakan sarana dan prasarana umum seperti jembatan yang terputus, rusaknya jalan dan tentu saja rumah-rumah milik warga di kawasan bencana perlu segera direkonstruksi. Menurut Mas Sumatri, dana rekonstruksi dampak erupsi Gunung Agung tersebut sedang diajukan kepada pemerintah pusat.
Nasib Pengungsi Kepala Pusat Informasi Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam sebuah pernyataan menyampaikan bahwa kerugian dari erupsi Gunung Agung mencapai belasan triliun rupiah. Kerugian dari infrastruktur sebenarnya tidaklah sebesar kerugian ekonomi yang harus dialami. Sutopo menjelaskan, salah satu kerugian yang akan dihadapi pasca-erupsi adalah terdapatnya kredit macet dari para pengungsi yang tidak lagi dapat beraktivitas secara ekonomi. Pernyataan Sutopo ini men-
jadi benar, ketika menyimak pengakuan warga pengungsi saat sudah dibolehkan kembali. Warga Bukit Galah Dusun Sogra Desa Sebudi setelah diperbolehkan pulang, Senin (12/2) lalu. Perbekel Sebudi I Komang Tinggal mengakui bahwa tantangan yang dihadapi warganya sangatlah berat. Selain akses jalan yang masih terputus, lahan pertanian mereka terpapar abu Gunung Agung, sehingga rusak parah. Kebun alpukat yang menjadi andalan rusak total, sementara ternak sapi sudah dijual. Jika masalah mata pencaharian yang sulit dipenuhi, maka itu berarti ekonomi warga pengungsi terhantam keras. Akibatnya mereka akan kesulitan untuk membayar cicilan utang. Inilah kerugian besar yang dialami sebuah bencana alam. Tidak saja warga tetapi juga lembaga-lembaga keuangan yang memberikan pinjaman saat erupsi belum terjadi. Hidup pengungsi masih memerlukan perhatian besar dalam ekonomi. Kebijakan pemerintah dalam hal pembayaran utang biasanya adalah memberikan kemudahan. Setidak-tidaknya penundaan pembayaraan cicilan
dalam kurun waktu tertentu. Hal ini dimungkinkan karena erupsi Gunung Agung adalah kondisi force majure atau kegawatdaruratan. Aturan internasional pun menyatakan bahwa dalam kondisi force majure, kewajibankewajiban seperti utang-piutang dapat ditinjau kembali. Pemerintah melalui instansi terkait dapat mengeluarkan kebijakan untuk membantu pengungsi. Selain dari pemerintah, perhatian terhadap masyarakat yang menjadi korban erupsi juga harus datang dari sesama warga Bali lainnya. Seperti yang sudah nampak luar biasa ketika erupsi Gunung Agung pertama kali terjadi. Banyak warga Bali yang berlombalomba memberikan bantuan dalam segala bentuk. Perhatian seperti ini juga diperlukan ketika nantinya status Gunung Agung benarbenar sudah tenang. Semangat membantu dari warga Bali harus tetap konsisten kepada sesama di Karangasem yang menjadi korban. Bantuan yang akan dapat membangkitkan dan menjaga optimisme. Jika optimisme seluruh warga Bali dapat terjaga, maka pemulihan ekonomi pun dapat berjalan lebih baik. (winayaka)
Jumat Wage, 23 Februari 2018
Septiyani Diduga Alami Tekanan Mental INSTALASI Forensik RSUP Sanglah, Rabu (21/2) telah melakukan autopsi pada tiga jenazah korban tewas diduga diracuni ibu kandungnya. Sejauh ini, penyebab pasti kematian korban belum bisa ditentukan. Namun kuat dugaan penyebab kematian tiga korban karena minum racun. Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr. Dudut Rustyadi, Sp.F., SH., Kamis (22/2) kemarin mengatakan, ia bersama timnya menemukan tanda-tanda hipoksia atau kekurangan oksigen yaitu pelebaran pembuluh darah, bintik kemerahan di mata, bibir kebiruan, jari-jari kuku dan kaki juga kebiruan. Setiap jenazah diautopsi oleh satu tim yang dipimpin oleh dokter spesialis forensik. Selain itu, juga ditemukan luka lecet pada pangkal lidah masing-masing korban. Luka tersebut akibat iritasi karena meminum cairan yang menyengat. Pada kedua anak yaitu anak usia 6 tahun dan 4 tahun ditemukan luka lecet pada pipi. Dilihat dari polanya, diduga karena penekanan jari tangan. ‘’Mungkin ada jari yang menekan di situ. Dugaan kita, ada upaya paksa untuk memberi cairan zat itu,’’ ujarnya. Sedangkan pada anak usia 2 tahun, temuannya sama namun tidak ada luka lecet di pipi. Untuk menentukan sebab pasti, ia masih melakukan pemeriksaan laboratorium forensik. Pada saat autopsi,
ia sudah mengambil sampel dari ketiga jenazah. Dari pemeriksaan, tanda kekerasan yang menimbulkan kematian tidak ditemukan sehingga dugaannya adalah adanya zat-zat beracun yang dipaksa untuk diminum. Ketua Tim Terpadu Pelaporan dan Pencatatan Korban Tindak Kekerasan Perempuan dan Anak (T2P2 KTK PA) RSUP Sanglah dr. IB Putu Alit, Sp.F., DFM. menjelaskan, kejadian ini bisa terjadi karena anak mempunyai faktor sebagai korban. Anak mempunyai ketergantungan pada orangtua sehingga bisa menjadi objek pelampiasan emosi. Ia melihat kasus ini motifnya ingin bunuh diri yang diduga karena faktor psikogenik. Psikogenik ini muncul karena stres. Stres berkepanjangan memunculkan keinginan bunuh diri. ‘’Oleh karena anak adalah suatu objek yang bergantung, jadi dia akan melampiaskan ke anak. Anak tidak mungkin bunuh diri. Jadi ibu itu ingin anaknya dan dia sama-sama bunuh diri,’’ jelasnya. Setiap orang memiliki defense mechanisms atau mekanisme penangkal berbeda-beda. Ada yang bagus, ada yang rendah. Jika mekanisme penangkal ini bagus, maka orang tersebut tidak akan kehilangan cara untuk menjalani hidupnya. Namun jika mekanisme penangkalnya rendah, dengan adanya sedikit masalah, bisa muncul upaya-upaya bunuh diri. (kmb42)
GIANYAR
9
Kasus Tiga Bocah Tewas di Banjar Palak
Polisi Belum Tetapkan Tersangka
Gianyar (Bali Post) Polres Gianyar belum menetapkan tersangka dalam kasus tewasnya tiga bocah di Banjar Palak Desa Sukawati. Ibu kandung yang diduga memaksa para korban menenggak racun pembasmi serangga, Ni Luh Putu Septiyani Permadani (33), hingga Kamis (22/2) kemarin masih berstatus korban. ‘’Status ibu korban kita belum bisa memastikan sebagai pelaku, karena polisi belum memintai dia keterangan,’’ ucap Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo.
Diungkapkannya, kondisi Septiyani yang menjalani perawatan di RSUP Sanglah itu pagi kemarin sudah membaik. Namun, Septiyani belum bisa dimintai keterangan. ‘’Mungkin masih depresi,’’ katanya. Kapolres pun memastikan adanya pengawasan ketat terhadap Septiyani guna mengantisipasi percobaan bunuh diri. Pihaknya berharap Septiyani segera bisa diajak berkomunikasi agar kasus ini bisa segera diungkap. Sampai saat ini, polisi sudah memeriksa empat orang saksi termasuk ayah korban, Putu Moh Diana. Namun belum ada yang bisa digali dari pemeriksaan awal terhadap pria 35 tahun itu. Disinggung terkait informasi Putu Moh Diana memiliki wanita idaman lain yang membuat Septiyani marah, Djoni Widodo enggan mengomentarinya. Dia menegaskan masih menunggu pemeriksaan dari pihak-pihak terkait. Ditambahkannya, pihaknya sudah membentuk tim guna mengungkap kasus ini. Tim ini menggali informasi di Banjar Palak Desa Sukawati dan Banjar Sandakan Desa
Komunikasi Kurang Baik, Kelainan Mental Sulit Dideteksi
KASUS kekerasan terhadap anak yang dilakukan orang terdekat belakangan kerap terjadi. Belum hilang dari ingatan kasus pembunuhan adik oleh kakaknya di Mengwi dan pembunuhan pecalang di kabupaten yang sama, kini publik dikagetkan dengan kasus tiga bocah yang tewas di Banjar Palak, Sukawati yang diduga akibat diracuni sang ibu. Psikiater RSUP Sanglah dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ. menilai, pemberitaan di media sosial, cetak dan elektronik tentang peristiwa kekerasan seperti pembunuhan dan bunuh diri dapat membuat orang-orang terdorong melakukan hal yang sama. ‘’Terutama orang-orang yang sedang dalam masalah kejiwaan seperti depresi, cemas dan orang dengan gangguan jiwa seperti skizoprenia. Akhirnya dengan mudah mewujudkan prilaku-prilaku yang berisiko pada diri atau lingkungannya,’’ ujarnya, Kamis (22/2) kemarin. Kejadian seperti itu terjadi karena perasaan putus asa lantaran merasa tidak berguna, sehingga ingin mengakhiri hidup. Kehilangan minat dan keinginan dengan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan sehari-hari bisa berlangsung lebih dari dua pekan. Hal itu merupakan tanda-tanda gangguan depresi berat. Jika dalam kondisi tersebut seseorang juga mendengar adanya suara-suara
yang menyuruh mati atau hal-hal negatif lainnya, yang hanya didengar oleh yang bersangkutan, maka orang tersebut akan melakukan tindakan tersebut. Dijelaskannya, orang yang menarik diri dari lingkungan, curiga berlebihan pada orang dekat, pikiran dan perilaku aneh merupakan tanda-tanda gangguan psikotik atau skizofrenia. Jika tidak memdapat penanganan segera, akan berdampak pada diri dan lingkungan. Depresi disertai gangguan psikotik tidak hanya dapat melakukan tindakan bunuh diri, tapi juga membunuh orang dekat atau orang lain. Gangguan depresi dengan gejala psikotik atau tanpa gejala psikotik sering sulit terdeteksi. Jika dalam keluarga komunikasi kurang baik, maka tandatanda kelainan tersebut tidak dapat dideteksi sejak dini. Pada akhirnya bany a k t e r jadi kasus-kasus kekerasan yang dilakukan oleh Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) atau oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Ditambahkannya, gangguan mental dapat dialami oleh siapapun. Dapat juga disebabkan oleh banyak faktor seperti genetika atau keturunan, stres, psikososial dan penyakit fisik. ‘’Kejadian seperti ini harus ditangani segera oleh dokter ahli kedokteran jiwa, sehingga kejadian-kejadian luar biasa di masyarakat dapat dikurangi,’’ ujarnya. (kmb42)
PENGECEKAN - Tim Labfor melakukan pengecekan di TKP tiga bocah tewas di Banjar Palak Desa Sukawati, Kamis (22/2) kemarin.
Di Mata Guru TK Tunas Harapan 1 Plaga
Diana Mudah Bergaul dan Cerdas
Di TK Tunas Harapan 1 Plaga, Badung, Ni Putu Diana Mas Pradnya Dewi (6) belajar dan bermain. Bocah yang akrab disapa Diana ini dan 21 anak seusianya tiap pagi mengikuti kegiatan dengan diasuh dua orang guru yakni Made Erawati dan Ni Wayan Suningsih. Di mata para guru, Diana merupakan anak yang cerdas. Kepergian Diana untuk selamanya yang diduga akibat dipaksa minum racun oleh ibu kandungnya pun meninggalkan duka mendalam bagi para guru. Kepala TK Tunas Harapan 1 Plaga Made Erawati, Kamis (22/2) kemarin mengungkapkan, selain cerdas, Diana juga tergolong anak yang mudah bergaul. Namun, dia sedikit bicara saat berhadapan dengan para guru. Tidak jarang pula dia menjawab singkat saat ditanya. Diana belajar di TK tersebut selama delapan bulan. Sebelumnya dia mengikuti PAUD di Sandakan, Sulangai, Petang. Paud tersebut berlokasi di sebelah utara SD 4 Sulangai, Petang. Erawati menceritakan, Diana dipindahkan ibunya, Ni Luh Putu Septiyani Permadani, ke TK ini karena lokasinya dianggap lebih dekat dibandingkan TK lainnya sehingga memudahkan antar-jemput. Diana merupakan satu-satunya siswi di luar zona TK Tunas Harapan 1 Plaga. TK yang didirikan tahun 1976 ini memiliki zona Banjar Kiadan dan Nungnung.
Atas meninggalnya salah satu anak didiknya, Kepala TK Tunas Harapan 1 Plaga merasa kaget dan sangat bersedih. Informasi tersebut didapatkannya dari media sosial pada Rabu (21/2) lalu. Ia tidak menyangka peristiwa itu terjadi. Hal ini lantaran pada Senin (19/2) lalu, Putu Septiyani menjemput Diana terlihat seperti biasanya. Namun, diakuinya, pada Selasa (20/2) Diana tidak masuk tanpa pemberitahuan. Hal senada diungkapkan Kepala SD 4 Sulangai, Petang, Wayan Gelgel, S.Pd. Menurutnya, sosok Ni Luh Putu Septiyani Permadani merupakan salah satu guru yang baik. Dalam melaksanakan pekerjaan, Septiyani termasuk cekatan. Di SD 4 Sulangai dia merupakan wali kelas I dengan jumlah siswa 14 anak. ‘’Ibu Luh Putu (Septiyani - red) sendiri merupakan PNS. Dia diangkat 2010 dan ditempatkan di SD 1
Tunjangan Tambahan Penghasilan Guru Segera Cair Gianyar (Bali Post) Tidak ada masalah pada proses pencairan tunjangan tambahan penghasilan untuk guru PNS di Kabupaten Gianyar. Tunjangan tersebut akan cair dalam waktu dekat. Hal itu ditegaskan Sekda Gianyar Wisnu Wijaya, Kamis (22/2) kemarin. Dikatakannya, keterlambatan pencairan tunjangan tambahan penghasilan untuk ribuan guru di Kabupaten Gianyar hanya dikarenakan sedikit persoalan teknis. Persoalan tersebut sudah diselesaikan. ‘’Sekarang ya tergantung kecekatan bendahara masing-masing agar tunjangan ini bisa segera cair,’’ ucapnya. Dijelaskannya, tunjangan ini tercantum dalam Peraturan Bupati Gianyar Nomor 57 Tahun 2017 tentang Pemberian Tambahan Penghasilan Berdasarkan Beban Kerja kepada Pegawai Negeri Sipil di Ling-
kungan Pemkab Gianyar. Dalam Perbup dinyatakan, guru dengan golongan IV dan III mendapatkan tunjangan per bulan sebesar Rp 750 ribu dan golongan II sebesar Rp 650 ribu. Sementara itu, Ketua PGRI Gianyar I Wayan Gabra menyampaikan apresiasi terkait pemberian tunjangan tambahan penghasilan untuk para guru yang akan segera terealisasi. ‘’Kita juga berterima kasih kepada Bupati Agung Bharata yang selama ini memberi perhatian kepada para guru, dari pengangkatan GTT hingga kini pemberian tunjangan,’’ ucapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, rencana Pemkab Gianyar memberikan tunjangan tambahan penghasilan untuk guru hingga awal Februari belum terealisasi. Kondisi ini membuat resah sebagian besar guru PNS di Gianyar. (kmb35)
Sulangai. Di sisi lain, tim Forensik Mabes Polri Cabang Denpasar kemarin melakukan pengecekan ke rumah Made Parwata di Banjar Palak Desa Sukawati. Tim yang dikawal Kapolsek Sukawati Kompol Pande Sugiharta ini melakukan pengecekan terhadap benda-benda yang diduga bisa dijadikan petunjuk baru dalam kasus ini. Semua barang bukti dibawa ke Labfor untuk diteliti. Sementara itu, pihak keluarga atau pemilik rumah lokasi kejadian di Banjar Palak diminta segera melakukan pacaruan. Hal ini merupakan kesepakatan dalam paruman Desa Pakraman Sukawati. Klian Banjar Palak I Made Sanggra mengatakan, upacara yang akan digelar yakni pacaruan manca warna. Menurut rencana, pihak keluarga akan melaksanakan upacara tersebut pada Sabtu (24/2) besok. Sanggar menambahkan, pacaruan cukup dilaksanakan di rumah atau tempat kejadian. Hanya saja selain pacaruan juga perlu dilengkapi beberapa upacara seperti pabayuhan. Di lokasi kejadian untuk tahap telah dilakukan pangelukatan pada Kamis malam. ‘’Pangelukatan harus dilaksanakan hari itu juga agar tidak lewat dari 24 jam,’’ tegasnya. (kmb35)
Bali Post/eka
RUANG TK - Dua guru tengah berbincang-bincang di salah satu ruangan TK Tunas Harapan 1 Plaga, Kamis (22/2) kemarin. Korban pembunuhan Ni Putu Diana Mas Pradnya Dewi (6) merupakan salah satu siswi TK ini. Batubulan, Gianyar. Karena menikah ke Sulangai, dia pun dipindahkan ke sini,’’ ujarnya. Gelgel menambahkan, di sekolah Septiyani sangat tertu-
perspektif
tup jika menyangkut masalah di luar pekerjaan. Ia tidak pernah bercerita tentang masalah rumah tangganya maupun masalah lainnya dengan rekan
di sekolah. ‘’Terakhir kali yakni Selasa lalu, dia sempat masuk pagi dan siangnya izin untuk pulang ke Gianyar, karena ada acara,’’ ujarnya. (eka)
Topik: KESEJAHTERAAN GURU
Siapkan ”Reward” untuk Guru CALON Bupati Gianyar Tjokorda Raka Kerthyasa Sukawati alias Cok Ibah akan memperhatikan kesejahteraan guru baik PNS maupun non PNS. Tingkat kesejahteraan dipandang penting mengingat besarnya jasa para guru dalam mencerdaskan anak
Pengangkatan GTT
CALON Buapati Gianyar Made Mahayastra menjanjikan kembali mengangkat guru tidak tetap (GTT) di tahun 2019. Akan ada ratusan guru yang akan diangkat dari tingkat SD hingga SMP. ‘’Sebenarnya ada rencana pengangkatan tahun ini, namun karena terkendala anggaran, dipastikan pengangkatan GTT akan berlangsung pada 2019,’’ ucapnya. Diungkapkannya, tenaga pendidik yang sudah diangkat sebagai
GTT akan mendapat gaji yang dianggarkan dari APBD Gianyar. Dengan begitu, gaji yang diterima setara tenaga kontrak di Pemkab Gianyar. ‘’Ini akan menjadi pengangkatan yang kedua. Pengangkatan yang pertama sudah kami lakukan beberapa tahun lalu,’’ katanya. Pengangkatan GTT ini dipandang penting untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik non-PNS. Sebab, sebelum diangkat sebagai GTT, mereka hanya
bangsa. ‘’Reward ini penting kita siapkan, karena dari sekian prestasi, mereka mencerdaskan anak didik. Harus ada suatu reward yang real,’’ ucapnya. Dikatakannya, pemberian gaji atau hal lainnya juga harus tetap diukur dari kriteria dan jam mengajar para guru. Jangan sampai apa yang didapat tidak sesuai kinerja, sehingga justru menimbulkan kecemburuan sosial.
memperoleh honor sekitar Rp 300 ribu per bulan. Bila sudah diangkat sebagai GTT, mereka digaji lebih layak, sekitar Rp 1,7 juta per bulan. ‘’Bila kesejahteraan sudah dijamin, tentunya mereka bisa menjalankan tugas lebih baik,’’ ujarnya. Dia juga menjanjikan beasiswa untuk tenaga pendidik yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. (kmb35)
Sebelumnya Cok Ibah menyampaikan tekadnya dalam meningkatkan sarana prasarana pendidikan untuk menciptakan proses belajar mengajar yang nyaman bagi peserta didik di Kabupaten Gianyar. ‘’Jadi, kita tingkatkan SDMnya. Dari PAUD kita negerikan, dari gaji, agar guru sesuai UMR,’’ ujarnya. Pihaknya juga bertekad menyediakan sistem transportasi yang layak bagi para siswa. (kmb35)
JEMBRANA
10
Jumat Wage, 23 Februari 2018
Dihantam Bus, Pejalan Kaki Selamat Negara (Bali Post) Nasib beruntung dialami Rukiah (55). Pejalan kaki ini selamat dari maut setelah ditabrak bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP) di Jalan Sudirman, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Rabu (21/2) malam. Ia hanya mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuhnya. Padalah, saat ditabrak bus yang dikemudikan I Wayan Suarjana (54) ini, korban terlempar hingga 5 meter. Informasi yang dihimpun, Kamis (22/2) kemarin menyebutkan insiden kecelakaan ini berawal ketika nenek Rukian usai membeli nasi lalapan di sekitar TKP. Ia pun menyeberang jalan dengan berjalan kaki. Begitu korban di tengah jalan, tiba-tiba bus Gunung Harta nopol DK 9020 GH datang dari timur (Denpasar). Entah apa terjadi, tubuh korban ditabrak. Benturan keras pun terjadi. Tubuh nenek Rukiah terpental hingga 5 meter. Akibat kejadian itu, bus berhenti. Sedangkan, warga di sekitar langsung mendatangi TKP dan melihat korban sudah terkapar di tengah jalan. Warga langsung mengevakuasi korban ke dalam sebuah mobil yang kebetulan melintas di TKP. Untungnya, korban selamat dari maut itu. Sementara, petugas kepolisian setempat yang mendapat laporan langsung melakukan olah TKP di lokasi. Sedangkan, korban dilarikan ke RSU Negara untuk mendapatkan perawatan medis. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko mengatakan, atas kejadian tersebut korban dilaporkan mengalami luka benjolan pada dahi kiri, robek siku kanan dan luka pada telinga kanan. Sementara sopir bus kini telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kuat dugaan penyebab kecelakaan ini karena sopir bus yang kurang hati-hati saat berkendara sehingga tak melihat ada pejalan kaki yang menyeberang. “Kami masih dalami kasusnya,” kata Yoga. (kmb)
Bali Post/olo
RASTRA - Salah satu penyaluran beras sejahtera (rastra) di desa. Masih kurang sinkronnya data dari pusat dengan di desa memicu permasalahan pembagian bansos ini.
Data Penerima Rastra Belum Sinkron
Bali Post/kmb
KECELAKAAN - Kecelakaan yang melibatkan bus dengan pejalan kaki di Jalan Sudirman, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Rabu (21/2) malam.
Hemat Biaya Listrik, LPJ Diganti LED
Negara (Bali Post) Lampu Penerangan Jalan (LPJ) di sepanjang jalan protokol di Negara rencananya akan diganti dengan lampu otomatis. Penggantian ini dilakukan guna menghemat tagihan listrik dan menyesuaikan penggunaan sesuai kebutuhan. Pasalnya, selama ini tagihan listrik, terutama untuk LPJ terus membengkak. Selain penerapan LPJ otomatis, secara bertahap lampu yang sebelumnya menggunakan lampu pijar, nantinya biasa diganti dengan Light Emitting Diode (LED). Ruas jalan yang menjadi percontohan yakni di Jalan Sudirman, namun belum semuanya diganti dengan LED. Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Perhubungan Jembrana, I Made Dwi Maharimbawa, Kamis (22/2) kemarin mengatakan, penerapan LPJ otomatis ini sudah dilakukan dengan mengambil lokasi di beberapa titik, salah satunya di Jalan Sudirman. “Sekarang baru percontohan. Kita bisa atur secara otomatis tingkat kecerahan. Menyesuaikan situasi, sehingga lebih hemat,” kata pejabat yang pernah menjabat Kabid Lingkungan Hidup (LH) ini. Sementara untuk penggantian lampu biasa dengan LED, dilakukan secara bertahap. Secara umum nantinya akan diratakan menggunakan LED agar pembiayaannya lebih hemat. Sistem lampu otomatis untuk LPJ ini sudah diterapkan di sejumlah daerah dan berhasil menekan biaya listrik. Maharimbawa memaparkan lampu bisa disetel dengan daya disesuaikan. Tidak seperti lampu biasa yang masih sebagian besar digunakan saat ini. Tetapi dari pemetaan, ada beberapa titik jalan yang masih harus menggunakan lampu biasa. Sebelumnya, dari beberapa kali rapat kerja dengan DPRD, pemerintah daerah diminta melakukan upaya guna menekan belanja listrik yang tinggi. Khususnya penggunaan dari lampu penerangan jalan. Sejumlah fraksi di DPRD Jembrana menyarankan untuk mengganti lampu biasa dengan lampu LED. Selain itu, pemasangan LPJ juga diperluas di titik-titik jalan yang minim penerangan. (kmb26)
Bali Post/olo
JARINGAN LPJ - Salah satu jaringan LPJ di Jalan Sudirman yang menerapkan sistem otomatis dan diganti dengan lampu LED. Upaya ini dilakukan untuk menghemat biaya listrik.
Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135 Kantor Agama (0365) 41087
Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo(0365) 42443 Polsek Kota Negara087762879788 Polsek Pekutatan (0365) 4700097 Polsek Mendoyo (0365) 43015 Polsek Gilimanuk (0365) 61101 Polres Jembrana (0365) 41110 TMC Polres Jembrana(0365) 43110
Supaya Tepat Sasaran, Desa Disarankan Gelar Musyawarah Negara (Bali Post) Sejumlah desa yang hendak menyalurkan bantuan sosial beras sejahtera (rastra) tahun ini terkendala dengan data yang kurang akurat. Tidak sinkronya data diduga menjadi pemicu munculnya permasalahan penerima. Apalagi terdapat data baru, di mana warga yang sebelumnya tidak menerima rastra, tahun ini tercatat menerima. Di sisi lain, ada warga masih tergolong miskin sudah tidak tercatat dalam data dari pusat itu. Dari informasi di sejumlah desa di Kecamatan Mendoyo, permasalahan ini dialami lantaran data penerima bantuan rastra dari pemerintah pusat, tidak sinkron dengan data KK miskin yang dimiliki desa. Seperti yang dialami di Desa Mendoyo Dangin Tukad. Di desa ini justru jumlah penerima rastra bertambah. Dari sebelumnya 79 orang, kini menjadi 84 orang.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Yehembang Kauh, Mendoyo. Jumlah penerima rastra untuk tahun ini bertambah sekitar 25 orang penerima dari tahun-tahun sebelumnya. Sementara itu, di Desa Yehembang Kangin jumlah penerima masih sama dibanding tahun sebelumnya, yakni 169 orang. Selain ada desa yang terjadi penambahan jumlah penerima rastra, beberapa desa juga ada yang
terjadi pengurangan. Seperti di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara. Jumlah penerima bansos rastra tahun ini justru berkurang dari sebelumnya 382 warga tahun ini hanya 298 orang. Sehingga ada pengurangan data warga penerima rastra dari pusat itu sekitar 84 orang. Padahal sejatinya mereka di antaranya masih tercatat warga yang berhak menerima rastra. Kondisi
tersebut, sempat membuat para perangkat di desa kewalahan. Sehingga sejumlah desa harus melakukan sosialisasi ulang agar tidak timbul permasalahan di bawah. Selain data nama-nama penerima dari pusat, cara pembagian juga berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Dari segi volume berkurang dari tiap kampil atau karung sebelumnya 15 kilogram kini hanya 10 kilogram. Namun, karena berbentuk bansos, warga penerima manfaat mendapatkan beras itu tanpa menebus dengan uang seperti sebelumnya alias cuma-cuma. Terkait hal ini, Kepala Dinas Sosial I Wayan Gorim,
sebelumnya menyebutkan memang ada beberapa desa yang belum melakukan pembagian karena penyesuaian data penerima itu. Beberapa desa/kelurahan yang datanya tidak sesuai antara pusat dan di desa sebelum membagikan disarankan untuk menggelar musyawarah desa/kelurahan (musdes/muskel) lagi. “Tujuannya agar bantuan rastra ini tepat sasaran, jangan sampai keluarga yang mampu mendapatkan. Karena itu di beberapa desa yang ada masalah itu, agar menggelar musdes dulu,” terangnya. Untuk pendistribusian sudah merata seluruh kecamatan tersalurkan di tiap desa/kelurahan (kmb26)
Kasus Korupsi Terminal Manuver
Mantan Kadis Kominfo Kembalikan Uang Rp 26 Juta Negara (Bali Post) Memasuki tahap II (pelimpahan) dua tersangka kasus korupsi retribusi Terminal Manuver Gilimanuk, uang kerugian negara yang dikembalikan kembali bertambah. Sebelumnya, selama tahap penyidikan, pengembalian uang telah dilakukan tersangka I Nengah Darna dan puluhan petugas pungut lainnya. Kini langkah yang sama juga dilakukan tersangka lain I Gusti Ngurah Bagus Putra Riyadi yang merupakan mantan Kadis Kominfo Jembrana. Dari informasi yang dihimpun, Kamis (22/2) kemarin, tersangka yang saat itu menjabat Kepala Dinas (Kadis) Hubkominfo telah mengembalikan uang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana senilai Rp 26 juta. Penyerahan dilakukan salah satu anggota keluarga setelah tahap II pekan lalu. Pengembalian uang ini merupakan bagian dari nilai total kerugian negara dari penyimpangan uang retribusi terminal manuver Rp 429.700.000. Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jembrana I Made
Bali Post/olo
LOKET - Loket karcis retribusi parkir Terminal Manuver Gilimanuk. Seluruh kendaraan yang hendak keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk diarahkan ke parkir manuver ini dengan dikenai retribusi berdasarkan kendaraan. Pasek Budiawan membenarkan pihaknya menerima uang pengembalian dari Kadis Hubkominfo tersebut. Pengembalian dilakukan sudah sepekan lalu. Selanjutnya uang tersebut akan dikumpulkan dengan uang
pengembalian sebelumnya yang jumlah totalnya mencapai Rp 200 juta lebih. Secara rincian, dari 22 petugas pungut, rata-rata per orang mengembalikan sekitar Rp 8,4 juta. Sedangkan tersangka lain, Nengah Darna
juga telah mengembalikan uang senilai Rp 42 juta. Untuk itu, total pengembalian hingga tahap II senilai Rp 264.700.000 dari total kerugian negara Rp 429.700.000. Walaupun telah ada pengembalian termasuk dari dua
pelan-pelan akan melakukan pembenahan. Namun, hal ini tetap harus dikoordinasikan dengan pimpinan,” katanya, Kamis (22/2)kemarin. Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jembrana Nyoman Sutengsu Kusumayasa mengatakan pihaknya tidak punya kewenangan untuk mencampuri masalah di perkebunan. “Kami hanya punya kepentingan terhadap karyawan. Mereka ini agar diperhatikan dan mendapatkan hak-haknya,” ucap pria yang akrab dipanggil Suheng ini. Terkait masalah produksi dan aset, kata Suheng, pihaknya tidak punya kewenangan untuk ikut campur. Ia menyayangkan setiap ada admin baru, kebijakan
selalu berubah. Hal ini yang membuat karyawan jadi resah dan tidak tenang dalam bekerja. Pihaknya merasa heran, hal ini muncul saat kondisi perkebunan karet mulai berproduksi. Bahkan, santer kabar berhembus, puluhan karyawan diintimidasi dan akan ditarik ke sana kemari. Selain itu, Suheng melanjutkan ada pula masalah terkait BPJS karyawan dan tunjangan masuk. Hal ini disebut-sebut ada potongan. Artinya tidak full dibayar. Demikian juga masalah pengupahan yang rupanya masih di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK). Di perusahaan ini dikatakan karyawan hanya digaji Rp 1,4 juta. Se-
dangkan, merujuk UMK di Jembrana, nilainya Rp 2,181 juta. “Ketika produkasi meningkat segala sesuatu tentang kesejahteraan harusnya bisa dipenuhi bagi karyawan,” tandas Suheng. Persoalan lain juga terkait keselamatan kerja yang kurang diperhatikan. “Selain gaji, sepatu, senter dan alat sadap juga tidak diberikan,” terangnya. Dengan demikian, ia meminta hendaknya karyawan diperhatikan karena hal ini merupakan aset dari perusahaan. “Jangan merusak hal-hal kerja para karyawan. Jembrana hanya berkepentingan pada karyawan,” tegasnya. Suheng menambahkan pihaknya mendengar ada 35
tersangka, menurut Pasek Budiawan tidak menghentikan proses hukum yang telah berjalan. Pengembalian uang negara ini nanti akan menjadi pertimbangan dalam penuntutan dan hakim yang memutus perkara. Seperti berita sebelumnya, awal Februari lalu, Kejari Jembrana menahan dua tersangka dugaan kasus penyelewengan retribusi Terminal Manuver Gilimanuk. Mereka yakni tersangka I Gusti Ngurah Bagus Putra Riyadi yang saat itu menjabat Kadis Hubkominfo dan I Nengah Darna selaku koordinator terminal. Dari hasil penyelidikan Kejari, akibat penyelewengan retribusi ini, negara dirugikan hingga ratusan juta rupiah. Retribusi parkir manuver ini sebelumnya dikelola Perusda Jembrana. Hingga pada tahun 2016, dilimpahkan ke Dinas Hubkominfo. Selama setahun itulah, sejumlah uang retribusi yang dipungut dari kendaraan yang melintas tidak disetorkan ke kas daerah. Jumlah antara tiket dan uang yang disetorkan ada selisih. (kmb26)
Merasa Diintimidasi, Puluhan Karyawan PT CIPL Resah
Negara (Bali Post) Sejak perkebunan di Persil, Pekutatan yang merupakan aset Provinsi Bali atau Perusda Bali dikelola PT Citra Indah Prayasa Lestari (CIPL), sejumlah masalah muncul. Salah satunya, puluhan karyawan setempat mengaku resah lantaran dikabarkan akan ditarik ke Perusda Bali. Mereka merasa khawatir hak yang selama ini didapat tidak sesuai, bahkan takutnya tidak dibayar. Tak hanya itu, mereka juga khawatir hak yang seharusnya diterima selama ini tidak sesuai perjanjian. Terkait permasalahan itu, Admin PT CIPL, Komang Wira Susila mengaku kalau dirinya baru di sana. “Kami
karyawan yang akan ditarik Perusda Bali. “Gajinya Perusda, namun kerja di PT CIPL. Ini bagaimana. Kalau mereka ditarik ke lahan baru jelas mereka mulai dari nol. Tolong ini agar diperhatikan. Admin harusnya bisa memperjuangkan,” harap Suheng. Sementara di pihak lain, selain adanya persoalan itu, gedung perusda tampak terbengkalai. Dari pengamatan belum lama ini, bangunan yang dulu digunakan sebagai kantor, kini tampak tidak terurus. Gedung utamanya tampak mulai hancur dan bocor. “Memang jarang ada yang ngantor sejak dikelola pihak ketiga. Untuk itu, aset ini tidak terurus,” ujar salah seorang karyawan. (kmb)
BALI DWIPA
Jumat Wage, 23 Februari 2018
11
Bali Post/ist
GELAR PASUKAN - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto saat gelar pasukan pengamanan Presiden Joko Widodo.
Amankan Kunjungan Presiden, Kewaspadaan Ditingkatkan
Mangupura (Bali Post) Pengamanan baik personel dan sarana prasarana terkait kunjungan Presiden Joko Widodo ke Bali telah dipersiapkan. Terkait itu, Kodam IX/Udayana menggelar apel kesiapan pengamanan, Kamis (22/2) kemarin di Lapangan Lagun, Nusa Dua, Badung. Meski sudah sering melaksanakan kegiatan tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto mengimbau kepada personel yang terlibat pengamanan tersebut agar meningkatkan kewaspadaan. Upacara gelar pasukan pengamanan VVIP tersebut melibatkan 1.264 orang dari TNI, Polri, dan unsur pengamanan terkait yang tergabung dalam Koopspam VVIP terdiri atas Satgas Pamwil dengan membawahi 19 Sub-Satgas dan unsur BKO Paspampres. Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan bahwa kegiatan pengamanan seperti ini sudah sering dilakukan, namun segenap personel yang terlibat tidak boleh lengah dan menganggap kegiatan pengamanan ini sebagai hal yang biasa. “Semua harus tetap siaga dalam melaksanakan tugas yang mulia ini. Manfaatkan apel ini sebagai sarana untuk berkoordinasi segenap unsur yang terlibat sehingga tidak ada kesalahan prosedur sekecil apa pun,” ujarnya. Kodam selaku Koopspam VVIP dibantu Polda Bali, Pemda Provinsi Bali dan unsur pendukung lainnya dalam melaksanakan tugas pengamanan VVIP, perlu adanya kejelasan tugas, tanggung jawab dan rantai komando yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, kepada segenap personel yang terlibat agar memahami dan menguasai prosedur tetap pengamanan VVIP sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. “Memegang teguh disiplin dan tegakkan rantai komando. Tingkatkan kewaspadaan, jangan lengah terhadap perkembangan situasi di lapangan, jalin komunikasi dan koordinasi antarunsur pengamanan secara oftimal serta laporkan perkembangan situasi secara hierarki, sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar,” tegasnya. Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Bali dalam rangka penyerahan sertifikat tanah kepada masyarakat Bali, salah satunya di Taman Pujaan Bangsa Marga, Tabanan. (kmb36)
Bali Post/wan
BERSIHKAN SUNGAI - Demi kelancaran air, petugas mengangkat batu-batu di alur sungai di kawasan Busung Yeh, Monang Maning Denpasar. Foto diambil Rabu (21/2).
Ingin Sidak
Macet Total, Komisi III Tak Bisa Masuk Tol Denpasar (Bali Post) -
Maksud hati melakukan sidak, rombongan Komisi III DPRD Bali justru terjebak dalam kemacetan menuju Tol Bali Mandara, Kamis (22/2) kemarin. Dewan akhirnya tidak bisa masuk ke tol di atas permukaan air itu, dan memilih mendatangi PT Jasamarga Bali Tol (JBT) selaku pengelola. Selain itu, mendatangi pula Kantor Bank Indonesia Perwakilan Bali guna memudahkan transaksi di tol menggunakan uang elektronik (e-money).
Pascakebakaran
Gedung Unit V Di-’’cover’’ Asuransi Rp 6,6 Miliar Denpasar (Bali Post) Gedung Unit V Kantor Gubernur Bali telah sepekan lebih terbakar. Namun hingga saat ini, Pemprov Bali masih belum tuntas mengidentifikasi kerugian yang dialami akibat kebakaran pada Selasa (13/2) lalu. Beruntung gedung tiga lantai itu telah di-cover asuransi dari PT Asuransi Bangun Askrida. Pertanggungan asuransi Bali Post/rin nantinya disesuaikan dengan hasil investi- I.B. Ngurah Arda gasi dan kelayakan konstruksi bangunan yang masih tersisa. “Per unit gedung memang kita asuransikan. Preminya kita bayar Rp 5,4 juta per tahun. Nilai pertanggungannya maksimal Rp 6,6 miliar lebih, khusus untuk gedung itu saja (Unit V - red),” ujar Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda saat dikonfirmasi, Kamis (22/2) kemarin. Menurut Arda, pihak Askrida sudah mengecek lokasi gedung yang terbakar dan masih melakukan pengkajian. Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Bali juga sudah ditugaskan oleh Sekda untuk mengecek kelayakan fisik bangunan yang masih tersisa. Di sisi lain, pihaknya mendorong Biro Umum agar mengoordinir OPD yang menempati gedung Unit V untuk segera mendata kerugian akibat kebakaran. “Gedung yang terbakar itu kan ditempati oleh tiga biro, yakni Biro Pemerintahan, Biro Hukum dan HAM, dan Biro Humas termasuk BPD juga memanfaatkan. Sampai saat ini, belum ada data kerugian. Kita dorong Biro Umum selaku kuasa pengguna barang yang mengoordinir itu,” jelasnya. Arda menambahkan, Biro Humas yang menempati lantai satu saat ini sudah dipindah ke Gedung Unit I. Sementara Biro Hukum dan HAM di lantai dua telah pindah ke Gedung Unit IV bersama Biro Kesra. Untuk Biro Pemerintahan di lantai tiga, awalnya direncanakan pindah ke Rumah Jabatan Gubernur di Renon. Lantaran di sana masih kosong, Biro Pemerintahan akhirnya dipindah ke Wiswa Sabha Pratama. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Bali, I Nyoman Astawa Riadi, mengatakan, pengecekan kelayakan fisik bangunan sudah dilakukan oleh tim dari Universitas Udayana, Rabu (21/2) lalu. Saat ini, hanya tinggal menunggu hasilnya. “Kita menunggu hasil dari tim Udayana. Saya minta kemarin secepatnya. Setelah itu, baru bisa kita melangkah berikutnya,” ujarnya. (kmb32)
Bali Post/ist
KEMACETAN - Komisi III DPRD Bali saat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kemacetan di Tol Bali Mandara dengan melakukan kunjungan kerja ke PT JBT dan BI Perwakilan Bali.
“Kami tadi sidak, tapi ketika melewati tol kami tidak bisa masuk karena macet total, parah sekali dari baru masuk Benoa sampai pintu gerbang,” ujar Sekretaris Komisi III DPRD Bali I Ketut Kariyasa Adnyana. Menurut Kariyasa, banyak pengendara yang menghindari proyek underpass Simpang Tugu Ngurah Rai melalui Tol Bali Mandara. Inilah yang kemudian menyebabkan kemacetan. Kondisi ini diperparah lagi dengan banyaknya pengguna tol yang belum siap menerapkan uang elektronik (emoney). Baik karena tidak membawa kartu tol, maupun tidak memiliki saldo uang elektronik. Proses pembayaran menjadi lambat, padahal kendaraan yang antre sudah mengular. “Hanya satu pintu untuk membeli langsung kartu tol (e-money - red) sehingga agak memperlambat. Kalau membayar langsung dengan kartu tol itu cuma 2 detik, tapi kalau manual bisa menghabiskan waktu 3 menit,” jelas Politisi PDI-P ini. Kariyasa menambahkan, pihak JBT sudah disarankan untuk membuat e-money mobile reader. Atau mesin pembaca uang elektronik yang sifatnya mobile sehingga bisa melakukan jemput bola terhadap pemilik kendaraan
yang antre. JBT dikatakan siap mengeluarkan tenaga untuk memberikan pelayanan itu. Hanya, otoritas uang elektronik ada di pihak bank. Komisi III lantas mendatangi Bank Indonesia untuk membahas masalah ini lebih lanjut. “Untuk mengurai kemacetan, kami meminta BI menambah 4 mobile reader di setiap pintu sehingga tidak membuat kemacetan di pintu masuk tol dan pintu keluar,” imbuhnya. Kariyasa melanjutkan, BI juga menyadari pentingnya menjaga image pariwisata. Adanya kemacetan panjang tentu akan merusak citra pariwisata Bali di mata wisatawan. Terlebih sebelumnya, kemacetan di tol menuju bandara sudah dikeluhkan oleh wisatawan Prancis dan Tiongkok. Oleh karena itu, BI langsung menjadwalkan pertemuan dengan semua bank penyedia uang elektronik, Jumat (23/2) ini. Sementara Komisi III juga akan mengundang semua komponen terkait untuk mengatasi kemacetan, Senin mendatang. Di antaranya Otoritas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Pelaksana PU, JBT, dan bank. “Itu langkah kita untuk mengatasi keluhan dari masyarakat,” tandasnya. (kmb32)
Dua WNA Ditangkap di Bandara Mangupura (Bali Post) Tim Bea Cukai Ngurah Rai kembali berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba oleh dua warga negara asing (WNA) yang menggunakan maskapai penerbangan yang berbeda di Bandara Ngurah Rai, Badung. Pelaku yang ditangkap berinisial ASH (48) asal Inggris dan SKAR (56) asal Jerman. Keduanya berupaya penyelundupan barang terlarang tersebut menggunakan modus yang sama, yakni concealment (upaya penyembunyian) tapi digagalkan dalam pekan terakhir di bulan Januari. Pengungkapan kasus ini menambah daftar panjang tangkapan yang dilakukan petugas Bea Cukai Ngurah Rai. Tahun 2016 diungkap 10 kasus dan tahun 2017 sebanyak 25 kasus. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT Husni Syaiful, didampingi Himawan Indarjono, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Ngurah Rai, Kamis (22/2) kemarin, mengatakan, ada dua kali penindakan dilakukan minggu terakhir Januari 2018. “Dari masing-masing penindakan tersebut ditemukan adanya upaya penyelundupan sediaan narkoba dan psikotropika yang
disembunyikan dalam barang bawaan penumpang dengan beberapa modus penyembunyian,” ungkap Husni. Penindakan yang pertama dilakukan yaitu menangkap ASH. Ia tiba di Bali naik pesawat Air Asia FD 398 rute Bangkok Don Mueang-Denpasar. Pelaku berprofesi sebagai computer analyst ini kedapatan memiliki psikotropika, 24 Januari pukul 02.45 wita di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Ia menegaskan, awalnya petugas Bea Cukai Ngurah Rai mencurigai ASH saat akan melewati area pemeriksaan dan dilakukan proses pemeriksaan x-ray. Hasil image x-ray tersebut memperlihatkan adanya barang yang mencurigakan. Atas dasar tersebut, penumpang yang diketahui berkewarganegaraan Inggris diperiksa lebih mendalam di ruang pemeriksaan. Hasilnya ditemukan satu botol plastik dengan label tertera merek “SOLINA” dan “Diazepam tablets BP 5 mg” berisikan 655 tablet berwarna kuning bertuliskan “CENTAUR” tanpa pemberi tahu kepada Customs Declaration. “Temukan juga dokumen menyerupai resep. Namun, tertera konsumsi yang dianjurkan adalah Diazepam 2 mg
tablet sebanyak 42 tablet. Atas dasar perbedaan tersebut ASH diduga melanggar Pasal 102 (e) dan 103 (c) UU No. 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan UU No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika,” ungkapnya. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 3 Tahun 2017, Diazepam termasuk dalam daftar psikotropika golongan IV. Sedangkan jika mengacu kepada Undang-undang No. 5 Tahun 1997 tentang psikotropika, hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan atau ilmu pengetahuan. Bagi wisatawan atau warga negara asing yang memasuki wilayah negara Indonesia, pemilikan dalam jumlah tertentu dapat dilakukan sepanjang digunakan hanya untuk pengobatan atau kepentingan pribadi. Selain itu, yang bersangkutan harus mempunyai bukti bahwa psikotropika berupa obat dimaksud diperoleh secara sah. Sedangkan tersangka SKAR tiba di Bali naik pesawat Qatar Airways QR-962 rute DohaDenpasar, 26 Januari pukul 20.00 wita. Barang terlarang yang diselundupkan terdiri dari heroin, amphetamine, morfin, dan diazepam. Barang tersebut
Bali Post/rah
RILIS KASUS - Rilis kasus narkoba melibatkan WNA digelar di Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Tuban, Badung. disembunyikan di beberapa barang bawaan, termasuk di celana dalam pelaku. Barang bukti heroin yang diamankan seberat 6,78 gram dan disembunyikan di tisu. Ada juga satu botol kecil berwarna putih berisi bubuk berwarna putih yang diduga sebagai sediaan narkotika jenis amphetamine dengan berat kotor 2,57 gram yang disimpan di dalam tas. SKAR juga kedapatan membawa 18 butir obat yang diduga mengandung morfin yang disimpan di dalam tas kecil.
Ditemukan juta lima butir obat tanpa kemasan yang juga diduga mengandung morfin dan 30 butir obat. “SKAR bersikap kooperatif. Ketika petugas menanyakan keberadaan barang bawaan sejenis lainnya, dia menunjukkan satu plastik klip berwarna hitam berisi bubuk berwarna cokelat yang diduga sebagai sediaan narkotika jenis heroin dengan berat kotor 1,21 gram yang disembunyikan di dalam celana dalam yang tengah dikenakan,” ungkapnya. (kmb36)
KLUNGKUNG
12 Kecelakaan Motor
Jatuh ke Jurang, Warga Asal Rusia Tewas Semarapura (Bali Post) Keinginan wisatawan asing asal Rusia Keren Tatarenko (22) untuk menikmati indahnya alam Nusa Penida harus pupus. Ia tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Tebing Klibun, Banjar Karangdawa, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Kamis (22/2) kemarin. Tubuhnya jatuh ke jurang sedalam 200 meter dan jenazahnya ditemukan mengambang di laut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 13.00 Wita. Diawali dengan kedatangannya dari Objek Wisata Klingking bersama temannya, Christina (23), dengan masing-masing mengendarai motor. Namun, sampai di TKP, tiba-tiba motornya oleng dan terpeleset akibat banyak krikil. Hal tersebut membuatnya langsung terpental ke tebing dan jatuh ke jurang. Mengetahui hal itu, Christina langsung meminta bantuan kepada warga setempat, Ketut Subianto (28) dan Wayan Awan (25). Bahkan, kejadian itu juga dilaporkan ke Polsek Nusa Penida. Menerima laporan itu, sejumlah petugas datang ke lokasi kejadian. Anggota ini dibagi menjadi dua tim. Ada yang melakukan pencarian korban di darat, dan tim lainnya mencari di laut. Kapolsek Kompol Ketut Suastika menyatakan langsung melakukan pencarian. “Sebagian anggota mencari lewat jalur darat. Saya dan Basarnas Bali lewat laut dengan boat,” jelasnya. Setelah sampai di Perairan Tebing Klibun, korban yang menginap di Desa Sakti, Nusa Penida ditemukan mengambang dalam kondisi meninggal dunia dengan usus terburai. Tim pun langsung melakukan evakuasi menuju Dermaga Banjar Nyuh, Desa Ped. Sekitar pukul 16.30 Wita, jenazahnya langsung dibawa ke RSUP Sanglah dengan boat Basarnas. (kmb45)
Jumat Wage, 23 Februari 2018
Soal Kehadiran di Kediaman Suwirta
Kadishub Dipanggil Panwaslu
Semarapura (Bali Post) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Klungkung I Nyoman Sucitra memenuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Klungkung, Kamis (22/2) kemarin. Hal itu dilakukan untuk mengklarifikasi kehadirannya di kediaman Cabup I Nyoman Suwirta di tengah masa kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada). Kedatangan mantan Kasatpol PP Klungkung ini hanya seorang diri. Mengenakan pakaian adat, langsung diterima Ketua Panwaslu I Komang Artawan sekitar pukul 15.30 Wita. Saat itu, ia dimintai keterangan dengan dicecar sejumlah pertanyaan. Sekitar dua jam, ia pun keluar dari salah satu ruangan. Kepada media, ia kembali menegaskan kedatangannya ke kediaman Cabup Suwirta di Banjar Siku, Desa Kamasanan, Selasa (20/2) malam hanya untuk berkoordinasi terkait tagline “Gema Santi” yang terpasang pada angkutan siswa gratis. Sesuai koordinasi dengan paslon, itu diminta untuk tidak menampilkan. “Tujuan saya ke sana tidak
lain adalah pada sore hari Bapak Ketua (Panwaslu - red) langsung menghubungi saya terkait stiker angkutan siswa gratis. Maka saya sampaikan akan koordinasi dengan Bapak Nyoman Suwirta. Karena hal tersebut sehubungan dengan pekerjaan tiang,” sebutnya. Jika tidak dikoordinasikan, pencabutan stiker secara sembarangan, maka akan ada masalah dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pejabat asal Desa Tusan Kecamatan Banjarangkan ini mengatakan alasannya tidak membicarakan hal tersebut dengan Penjabat Sementara Bupati. “Karena kami berpersepsi, beliau (Suwirta - red) kan sedang cuti, sehingga tanggung
Bali Post/sos
KLARIFIKASI - Kepala Dinas Perhubungan Klungkung I Nyoman Sucitra, Kamis (22/2) kemarin mengklarifikasi kehadirannya di kediaman Cabup I Nyoman Suwirta di tengah masa Kampanye Pilkada. jawab selaku SKPD masih beliau,” sebutnya seraya mengaku tidak keberatan dengan adanya pemanggilan ini. “Saya juga tidak protes. Setiap pemilihan pasti ada saja seperti ini,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Panwaslu I Komang Artawan menyatakan ada 19 pertanyaan
yang diutarakan kepada yang bersangkutan. “Pertanyaannya tentang fakta kehadiran beliau di rumah Pak Suwirta. Di sini kita tahu bahwa beliau seorang ASN. Sudah barang tentu, sudah jelas diatur tidak boleh,” terangnya. Berdasarkan klarifikasi itu, mantan Komisioner KPU
Klungkung ini mengaku akan membuat kajian dengan dasar hukum. Setelah diputuskan, rekomendasi akan dikeluarkan dan disampaikan ke Penjabat Sementara Bupati, dan ditembuskan ke Gubernur maupun Kemendagri. “Kami menduga ada keberpihakan salah satu calon,” tandasnya. (kmb45)
Semabu Hills Fast Boat, Bangkitkan Pelabuhan Kampung Toya Pakeh Pjs. Bupati Turut Jajal Trip
Bali Post/sos
EVAKUASI - Jenazah wisatawan asal Rusia Keren Tatarenko dievakuasi polisi dan Basarnas, Kamis (22/2) kemarin.
Pembangunan SPAM di Tukad Unda
Bupati Keluarkan Rekomendasi Semarapura (Bali Post) Rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, Tabanan dan Klungkung (Sarbagitaku) dengan memanfaatkan air Tukad Unda, Kabupaten Klungkung terus dimatangkan. Bahkan, ini sudah mendapat rekomendasi dari Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pada 13 Februari 2018. Hanya hal tersebut disertai dengan sejumlah catatan. Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Klungkung I Wayan Wasta, Kamis (22/2) kemarin, menjelaskan rencana tersebut telah dirapatkan bersama Pemrov Bali, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, investor maupun pemerintah kabupaten lain. Seluruhnya menyatakan mendukung. “Ini melibatkan lintas kabupaten, kerja samanya difasilitasi pemerintah provinsi,” jelasnya. Hal tersebut pun langsung disambut Bupati Suwirta dengan mengeluarkan rekomendasi yang berisi sejumlah ketentuan. Yakni, investor PT Bangun Cipta Kontraktor dalam perencanaan pembangunan harus melakukan sinkronisasi dengan pemanfaatan kawasan (zonasi) sebagaimana telah dikaji atau ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Klungkung. Selain itu, dalam penggunaan lokasi harus memenuhi semua peraturan perundangan yang berlaku serta mengindahkan adat istiadat. “Itu yang menjadi penekanan bupati dalam mengeluarkan rekomendasi,” ungkapnya. Sesuai perencanaan, pembangunan SPAM itu berlokasi di eks galian C, Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung, tepatnya di utara jembatan By-pass Ida Bagus Mantra. Ini dipastikan tidak berdampak pada pengairan ke lahan pertanian lantaran berada di kawasan hilir. “Yang mengalir ke lahan pertanian kan ada di hulu. Sedangkan ini lokasinya di hilir,” kata mantan Kabag Ekonomi Setda Klungkung ini. Sementara itu, terkait debit air yang dimanfaatkan belum diketahui. Itu akan mengacu pada hasil kajian yang dilakukan investor. Demikian pula dengan mulai pengerjaan maupun penyelesaiannya. “Ini masih ada kajian,” sebutnya. Rencana ini, sambungnya sudah muncul belasan tahun lalu. Namun, belum ada investor yang tertarik. Jika mengandalkan anggaran dari Pemkab, dipastikan tidak memungkinkan. “Air di sana kan bagus. Selain itu pemkab tidak bisa membangun sendiri. Jadi pemrov membaca peluang ini untuk memenuhi kebutuhan daerah lain. Mudah-mudahan investor sekarang bisa melakukan,” bebernya. (kmb45)
PERKEMBANGAN pariwisata dan peningkatan perekonomian masyarakat di Nusa Penida harus dibarengi dengan fasilitas penunjang yang memadai. Salah satu faktor pendukungnya ketersediaan pelabuhan dan pelayanan transportasi penyeberangan yang cepat dan aman. Satu inovasi yang kini dilakukan adalah dibukanya kembali Pelabuhan Tradisional Kampung Toya Pakeh, Nusa Penida oleh Semabu Hills Fast Boat. Boat cepat berkapasitas 100 penumpang ini melayani rute penyeberangan dari dan ke Pelabuhan Toya Pakeh, Nusa Penida-Pelabuhan Kampung Kusamba, Kecamatan Dawan dalam lima trip per hari. Peresmian sekaligus pelayaran perdananya dihadiri langsung Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klungkung I Wayan Sugiada, Kamis (22/2) kemarin. Uji coba didampingi Camat Nusa Penida, Gusti Agung Gede Putra Mahajaya,
Bali Post/ist
TRIP - Pjs. Bupati Klungkung Wayan Sugiada (depan kiri) mencoba trip Semabu Hills Fast Boat dari pelabuhan Kampung Toya Pakeh-Kampung Kusamba, Kamis (22/2) kemarin. unsur Pimpinan Kecamatan bersama undangan lainnya. Di sela-sela itu, Sugiada menyampaikan ini satu inovasi dan responsif masyarakat terkait meningkatnya kebu-
tuhan jasa transportasi laut atau boat cepat. “Ini merupakan sinergi yang baik antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha,” ucapnya. Kembali dibukanya rute
ini akan memberi dampak positif pada perkembangan pariwisata serta meningkatkan perekonomian masyarakat di Nusa Penida. “Saya mengapresiasi atas gagasan yang dilakukan. Semoga dengan dibukanya kembali jalur ini akan memberi dampak pada pariwisata dan perekonomian masyarakat,” ujar birokrat asal Tabanan ini. Perbekel Desa Kampung Toya Pakeh, Musbahudin menyatakan Pelabuhan Toya Pakeh merupakan pelabuhan tradisional tertua setelah Mentigi di Nusa Penida. Hanya beberapa tahun terakhir sempat sepi. “Karena berbagai inovasi dikembangkan di beberapa pelabuhan, jadi pelabuhan di sini dalam beberapa tahun ke belakang sempat sepi,” jelasnya. Sementara itu, tokoh masyarakat asal Nusa Penida sekaligus pemilik Semabu Hills Fast Boat, Nengah Setar, mengaku setelah melihat lamanya pelabuhan tidak ber-
fungsi, membuatnya melakukan inovasi dengan membuka kembali penyeberangan lewat pelabuhan Kampung Toya Pakeh. Di samping memperlancar akses transportasi, langkah tersebut akan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. “Niat kami ingin memajukan kembali Pelabuhan Kampung Toya Pakeh setelah lama tidak berfungsi, sekaligus mengurangi pengangguran,” ujarnya. Layanan penyeberangan dilakukan lima trip per hari. Berangkat dari Pelabuhan Toya Pakeh Pukul 07.00, 09.00, 11.00, 14.00 dan 16.15. Sementara dari Kampung Kusamba pukul 07.30, 09.30, 11.30, 14.30 dan 17.00. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan konsumen, ia juga tengah merancang membuka rute Kampung Toya Pakeh-Sanur. “Ke depan kami akan berupaya memenuhi kebutuhan konsumen dengan penambahan armada. Apalagi Nusa Penida sekarang sudah bangkit,” jelasnya. (ad1205)
SOLUSI Topik : Hidupkan Pelabuhan Gunaksa
Usulkan ”Review”
PELABUHAN Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Kerusakan sudah terjadi pada sejumlah bagian. Bahkan itu tergolong parah. Selain itu, jalan yang menjadi akses penting sudah putus tergerus ombak dan air Tukad Unda. Bisa dikatakan, posisinya bak Pura Tanah Lot. Berpisah dengan daratan. Di tengah kondisinya yang demikian, kewenangan pengelolaannya ada di tangan pemerintah pusat. Lalu, apa langkah paslon menyikapi itu? Cabup yang diusung dan didukung PDI-P, PKPI, Partai Hanura, PAN dan PKB, Tjokorda Bagus Oka menyampaikan kilas balik. Pada pertarungannya di Pilkada 2013, Cabup I Nyoman Suwirta menargetkan pelabuhan tersebut sudah beroperasi pada 2015. “Coba buka lagi. Kami dulu paket Bagus mengatakan review dulu. Saya dulu ngotot lokasinya tidak cocok di situ. Waktu itu saya pakai logika saja. Saya bilang ubah desainnya. Katanya tidak bisa. Tapi sekarang kan begini,” ungkapnya, belum lama ini. Jika dipercaya memimpin Klungkung bersama I Ketut Mandia, pelabuhan yang pembangunannya telah menelan anggaran lebih dari Rp 200 miliar itu tetap akan diusulkan ke pemerintah
pusat untuk di-review. Bahkan, ini sudah ditegaskan langsung saat deklarasi di lapangan Puputan Klungkung, bersamaan dengan Paslon Pilgub. “Tiga kali uji coba. Seluruhnya gagal. Kami usulkan review,” sebutnya. Hal tersebut, sambungnya harus dlakukan oleh tim ahli. Ini bisa didapatkan dari instituasi yang memiliki bidang pelabuhan. Bukan hanya mengandalkan kebijakan bupati. “Siapa yang bisa mengatakan itu. Apakah bupati? Kan tidak. Yang bisa adalah ahlinya. Ini harus dicari secara jeli,” tegas akademisi Universitas Udayana ini. Jika misalnya pelabuhan itu pindah, menurutnya yang paling optimal adalah redesign. Kapal harus mampu bersandar. Namun, untuk menentukan kebijakan ini, sepenuhnya ada di tangan pemerintah pusat. (sos)
Usulkan Jadi Marina
BERBEDA halnya dengan pandangan Cabup I Nyoman Suwirta. Ditegaskan, status pelabuhan tersebut sudah masuk sebagai aset pemerintah pusat. Pemkab hanya bisa memberikan masukan untuk keberlangsungan ke depannya. Hal ini pun akan dilakukan. “Dengan situasi laut yang ganas, tentu yang paling penting bagaimana pusat melakukan evaluasi. Kalau di-review, tempatnya hanya begitu saja,” sebutnya. Keberadaan pelabuhan tersebut diusulkan menjadi salah satu bagian penataan eks galian C yang lokasinya berada dalam satu kawasan menjadi kawasan pariwisata terbesar di Bali. Ini juga terintegrasi dengan marina dan watersport. “Galian C sekarang normalisasi sudah ada FS-nya dari Balai Wilayah Sungai (BWS) BaliPenida. Kalau teman ada memiliki ide, wajarlah. Lebih baik berikan masukan kepada pusat, kita buat
marina. Mungkin beda-beda tipis dengan review. Tapi saya membuat konsep yang lebih besar dari itu adalah membuat marina,” ungkapnya. Langkah tersebut, sambung paslon yang berpasangan dengan I Made Kasta ini akan mampu memberikan dampak yang lebih besar. Lapangan pekerjaan untuk masyarakat akan mampu tersedia cukup luas. Demikian juga dengan perekonomian, akan bisa menggeliat, di samping adanya suntikan pendapatan untuk daerah. “Ini akan mampu memberikan dampak yang luas,” tandasnya. (sos)
Jumat Wage, 23 Februari 2018
EKONOMI
Rupiah Sentuh 13.676/Dolar AS Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (22/2) sore bergerak melemah sebesar 64 poin menjadi 13.676 dibandingkan sebelumnya pada posisi 13.612 per dolar AS. ‘’Pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar AS pada dasarnya memang karena hasil risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 30-31 Januari lalu yang diumumkan dini hari tadi memberi sinyal hawkish terhadap suku bunga The Fed,’’ ujar Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong, di Jakarta, Kamis kemarin. Ia mengemukakan, The Fed memberi sinyal untuk menaikkan suku bunganya didukung sejumlah data ekonomi, di antaranya pasar tenaga kerja dan inflasi yang menunjukkan perbaikan. Ia menambahkan, sentimen dari beberapa bank sentral negara maju yang cenderung melakukan pengetatan kebijakan juga turut membuat jarak antara suku bunga di dalam negeri dengan negara maju semakin tipis. ‘’Faktor domestik masih belum mendukung penguatan rupiah menyusul perkiraan pertumbuhan ekonomi yang belum maksimal, di mana membuat BI 7-day Reverse Repo Rate tidak akan dinaikkan dalam waktu dekat. Situasi itu, membuat yield instrumen investasi di dalam negeri menjadi kurang menarik,’’ katanya.
Kendati demikian, menurutnya, fluktuasi mata uang rupiah di pasar valas relatif masih kondusif seiring dengan adanya penjagaan dari Bank Indonesia, situasi itu cukup membuat pelaku pasar tidak khawatir. ‘’Yang penting fluktuasi rupiah di pasar tidak bergejolak dengan kisaran yang lebar,’’ katanya. Di sisi lain, katanya, lelang obligasi pemerintah yang melebihi penawaran yang ditetapkan juga turut menjaga pergerakan rupiah. Pemerintah telah menyerap Rp 8,47 triliun dari lelang SBSN, dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 13,3 triliun. Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (22/2) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi 13.665 dibandingkan posisi sebelumnya 13.582 per dolar AS. (ant)
Adrian Panggabean
13
Akibat Larinya Modal Asing
Jakarta (Bali Post) – Pelemahan nilai tukar rupiah sejak pertengahan Januari 2018 dan berlanjut hingga akhir Februari 2018 ini belum memunculkan nilai fundamental (rezim) kurs baru, dan diyakini akan segera kembali ke rentang Rp 13.100-13.600 per dolar AS. Kepala Ekonom CIMB Niaga Adrian Panggabean di Jakarta, Kamis (22/2) kemarin, mengatakan memang sedang terjadi kondisi modal asing keluar yang memicu depresiasi kurs sebesar -0,24 persen sejak awal tahun hingga 21 Februari 2018 (year to date/ytd). ‘’Namun fluktuasi rupiah pernah jauh leibih lebar daripada saat ini,’’ ujarnya dalam riset. Adrian mengatakan saat ini pelemahan rupiah terjadi karena larinya aliran modal asing. Di awal Februari 2018, kurs rupiah melemah di tingkat terbesarnya di antara pergerakan sepanjang tahun yakni sebesar -1,56 persen. Dana asing yang keluar itu terlihat dari jumlah dana masuk di pasar obligasi sebesar Rp 44 triliun per 23 Januari 2018 yang turun menjadi Rp 15 triliun per 14 Februrai 2018. Artinya ter-
jadi dana keluar sebesar Rp 29 triliun pada kurun 23 Januari hingga 14 Februari atau tiga pekan. Namun, menurut Adrian, kondisi ekstrem di pasar obligasi dan saham saat ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali di Indonesia. Preseden sebelumnya bahkan memicu volatilitas kurs yang lebih buruk. Saat Donald Trump terpilih menjadi Presiden AS di November 2016, volatilitas dan proses pencarian ekulibirium baru di berbagai kelas aset berlangsung selama tiga pekan dan memicu volatlitas kurs dengan depresiasi -4,6 persen. Sedangkan kondisi ekstrem saat ini menyebabkan pelemahan -1,56 persen dalam tiga pekan terakhir. Artinya, rentang depresiasi kurs saat ini jauh lebih rendah dibanding November 2016 saat tekanan eksternal begitu deras. ‘’Ke depannya, dengan melihat faktor fundamental dan nonfundamental yang memengaruhi rupiah, saya melihat prospek rupiah untuk tetap berada di rezim kurs yang sama yakni di rentang 13.100-13.600 per dolar AS,’’ ujarnya. (ant)
Freeport Didesak Patuhi Kesepakatan
Bali Post/dok
PERTAMBANGAN - Kawasan pertambangan yang dikelola PT Freeport Indonesia di Papua.
LUNA Target Raih Pasar 20%
BERDASARKAN pada statistik APJII (Asosiasi Penyelenggera Jasa Internet Indonesia) pertumbuhan industri internet kian meningkat, hal ini pun menjadi dampak positif bagi beberapa industri, khususnya smartphone. Ini juga menyebabkan kebutuhan terhadap berbagai konten, entertaint, games hingga edukasi membuat spesifikasi hardware yang dibutuhkan pun makin meningkat. Spesifikasi yang semakin meningkat membuat harga smartphone pun melambung tinggi dan kian tak terjangkau. Permasalahan inilah yang ingin dijawab LUNA Smartphone asal Korea dengan menghadirkan smartphone terbarunya, yaitu LUNA V Lite. LUNA V Lite menghadirkan spesifikasi dan teknologi yang sedang tren, seperti layar Fullscreen IPS HD+. Seperti yang diketahui teknologi Fullscreen kini sangat digemari, tetapi smartphone Fullscreen rata-rata dipatok dengan harga yang tinggi, paling murah 3,5 jutaan. Namun, Luna V Lite dengan layar Fullscreen rasio 18:9 mampu menghadirkan kualitas yang sama dengan harga yang jauh lebih murah. ‘’Kita tidak menjual brand ambassador kepada konsumen, tetapi kita betul-betul menawarkan smartphone dengan spesifikasi unggul yang lebih bermanfaat untuk konsumen,’’ ujar Suryadi Willim, Manager Marcomm LUNA Indonesia, Kamis (22/2) kemarin. Selain itu juga diinfokan bahwa LUNA telah sepakat menginvestasikan dana Rp 1 triliun di Indonesia yang akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur, pelatihan SDM, dan pengembangan produk. Dilihat dari gerak-geriknya, bukan tidak mungkin Smartphone LUNA bisa menguasai pasar 20% dalam waktu 3 tahun kedepan dan ditargetkan masuk Top 5 smartphone terlaris di Indonesia. (win)
Suryadi Willim, Manager Marcomm LUNA Indonesia.
Jakarta (Bali Post) Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera mendesak PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk merealisasikan pelepasan 51 persen sahamnya ke pemerintah Indonesia. Desakan ini dinilai penting karena pemerintah telah berkomitmen memenuhi permintaan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut dengan memperpanjang kontrak karya untuk mengeruk kekayaan alam yang beroperasi di Papua itu. Bamsoet mengatakan, hingga saat ini kesepakatan tentang pelepasan 51 persen saham PTFI tak kunjung terlaksana. Padahal, pemerintah bakal memperpanjang kontrak karya bagi PTFI hingga 2041. ‘’Karena itu pimpinan DPR mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mendesak PT Freeport Indonesia untuk segera memenuhi kesepakatan tersebut,’’ kata Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/2) kemarin. Dia menegaskan, Komisi VI dan Komisi XI DPR yang menangani persoalan ini perlu mendorong Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Keuangan untuk segera membahas divestasi 51 persen saham yang dijanjikan PTFI ke pemerintah. Pasalnya, selama ini pemerintah telah mengizinkan PTFI mengekspor konsentrat. Di sisi lain, pemerintah diminta bertindak hati-hati sebelum memperpanjang kontrak karya bagi anak usaha perusahaan pertambangan asal Amerika Serikat itu. Menurutnya, pemerintah harus konsisten mengacu UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. ‘’Pemerintah harus cermat sebelum melakukan perpanjangan perjanjian agar tidak merugikan masyarakat,’’ tegasnya. (kmb4)
BUMDes Bukan Kewajiban, Harus Tumbuh dari Bawah Denpasar (Bali Post) BUMDes diharapkan terbentuk atas prakarsa dan kebutuhan masyarakat desa itu sendiri, sehingga bisa mengakar dan semua masyarakat merasa memiliki. Pembentukan BUMDes bukan merupakan sebuah kewajiban, sehingga tidak setiap desa harus membangun BUMDes. ‘’Jangan BUMDes jadi program dari atas ke bawah, itu tidak akan kuat,’’ kata I Ketut Lihadnyana, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyaratak dan Desa (PMD) Provinsi Bali, Kamis (22/2) kemarin. Ia berharap BUMDes terbentuk atas prakarsa masyarakat, yang berarti tumbuh dari bawah, sehingga BUMDes akan menjadi milik bersama dan menjaga bersama. BUMDes adalah badan usaha yang dimiliki secara utuh oleh desa. Sahamnya milik masyarakat desa, bukan milik perorangan atau pengurus. Maka dari itu diharapkan dengan hadirnya
BUMDes bisa mewadahi sebuah kegiatan ekonomi di desa. Dengan begitu, BUMDes dapat menjadi institusi pemberdayaan ekonomi masyarakat. ‘’BUMDes diharapkan mampu menjadi sebuah lokomotif pengembangan ekonomi yang ada di desa. Dengan begitu, pertumbuhan ekonominya akan lebih cepat, pertumbuhan tenaga kerjanya nanti diserap lebih banyak dari desa, sehingga mengurangi pengangguran,’’ ujarnya. Kata dia, agar terkelola secara profesional, BUMDes perlu penguatan kapasitas SDM. Dalam penguatan kapasitas dan SDM ini, perlu bantuan dari pihak ketiga seperti perbankan. Tujuannya untuk memberikan penguatan manajerial dan mengarahkan pengelola BUMDes mempunyai jiwa entrepreneurs. ‘’Kalau itu sudah dimiliki, maka kita bisa melakukan sebuah upaya pengelolaan potensi
yang ada di desa itu,’’ tukasnya. Terkait pengawasan anggaran, ia menilai BUMDes adalah institusi yang paling banyak diawasi. Karena masyarakat langsung yang mengawasi. Desa dalam mengelola anggaran, bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga pengawasan yang paling baik dan efektif adalah masyarakatnya. Saat ini ada 438 BUMDes di Bali. Angka ini akan terus berkembang. BUMDes tersebut bergerak dalam berbagai sektor. Tergantung potensi desa tersebut. Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali NTB dan NTT Putu Bagus Kresna mengatakan, BNI sebagai salah satu agen pembangunan berkomitmen untuk membantu pemerintah menyukseskan program Nawa Cita. Dalam program Nawa Cita salah satunya adalah membangun Indonesia dari pinggiran dalam hal ini membangun desa. (kmb42)
Digitalisasi Asuransi Dorong Akses Keuangan Jakarta (Bali Post) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis digitalisasi dalam industri asuransi akan mendorong peningkatan akses keuangan masyarakat karena dapat langsung terhubung kepada konsumen. ‘’Pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dalam industri jasa keuangan termasuk asuransi akan memberi nilai tambah,’’ kata anggota Dewan Komisioner OJK Riswinandi dalam keterangan pera yang diterima Bali Post Jakarta, Kamis (22/2) kemarin. Menurut Riswinandi, industri asuransi juga harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi
saat ini dengan semakin dekatnya masyarakat memanfaatkan digitalisasi. Menurutnya, perusahaan asuransi dapat memanfaatkan koneksi internet untuk memasarkan produk, pelayanan klaim hingga penanganan keluhan konsumen. Dengan begitu, mekanisme itu akan mendorong efisiensi dan dalam jangka panjang dapat menekan biaya produksi dan diharapkan menekan biaya premi. ‘’Teknologi informasi memberikan kecepatan layanan dan klaim sehingga kegiatan asuransi semakin diminati,’’ ucapnya. Meski mengakui membangun infrastruktur digital tidak murah, namun perkembangan teknologi itu
menuntut perusahaan termasuk asuransi menerapkannya karena desakan besar generasi milenial saat ini. Walaupun demikian, OJK melihat ada sisi lain dari kemudahan dalam digitalisasi tersebut di antaranya munculnya potensi virus dalam jaringan yang menyerang sistem digital. Sumber daya manusia bidang asuransi juga dituntut memiliki pendalaman yang optimal dalam menganalisis sistem informasi digital. ‘’Ancaman lainnya yaitu potensi risiko operasi seperti kegagalan mengenal konsumen, risiko penipuan dan pencucian uang,’’ imbuhnya. Riswinandi mengakui belum ada
aturan khusus mengenai asuransi berbasis digital. Saat ini aturan terkait asuransi baru diatur dalam Peraturan OJK Nomor 23 Tahun 2015 tentang produk asuransi dan pemasaran produk asuransi. Dalam aturan itu, lanjutnya, mengatur ketentuan polis asuransi yang dapat diterbitkan dalam bentuk-bentuk digital dan elektronik yang menurutnya masih perlu pendalaman lebih lanjut. ‘’Kami tetap mengelompokkan risiko teknologi informasi itu dalam modul operasional termasuk memastikan produk yang dijual terdaftar di OJK dan ada diskripsi jelas terkait produk,’’ ucapnya. (010)
BULELENG
14
Jumat Wage, 23 Februari 2018
Mayat Tersangkut di Saluran Irigasi
Singaraja (Bali Post) – Penemuan sesosok mayat di saluran irigasi, menggemparkan warga Lingkungan Sidayu Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, Kamis (22/2) kemarin. Mayat itu diketahui bernama Wayan Gunayasa alias Soklak (50), warga Banjar Dinas Kawan Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng.
Bali Post/kmb38
SOSIALISASI PUBLIK – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana membuka sosialisasi publik RKPD, Kamis (22/2) kemarin.
Sosialisasi Publik RKPD
Dibahas, Kebijakan Fokus Sektor Pertanian
Singaraja (Bali Post) – Kebijakan fokus menangani sektor pertanian Buleleng, tampaknya tak sekadar wacana. Terbukti, ide Bupati Putu Agus Suradnyana dan Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. (PAS-Sutjidra) periode dua ini mulai dibahas lewat sosialisasi publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kamis (22/2) kemarin di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja eks Pelabuhan Buleleng. Kegiatan ini secara khusus membedah program yang akan dijalankan lewat keberpihakan secara penuh di sektor pertanian dari hulu hingga hilir. Untuk mendapatkan masukan, dalam sosialisasi ini, pemkab melibatkan praktisi, akademisi, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan sebagainya. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, untuk menjalankan ide membangkitkan sektor pertanian dalam arti luas, dilakukan dengan berbagai pendekatan. Salah satunya, pendekatan teknokratis yang diimplementasikan lewat diskusi antara pemerintah dengan semua stakeholder terkait. Dengan pendekatan ini diyakini program atau kegiatan yang dijalankan untuk menangani sektor pertanian dari hulu sampai di hilir, akan dapat dicapai optimal. “Ini salah
satu pendekatan teknokratis yang saya jalankan sebelum nanti kebijakan membangkitkan pertanian Buleleng akan diimplementasikan di 2019,” katanya. Selain pendekatan teknokratis, Bupati mengatakan pendekatan yang juga penting dilakukan adalah membangkitkan partisipasi semua komponen masyarakat, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, LSM, dan komponen lain. Bisa saja lewat pendekatan partisipasi ini, petani atau komponen lain bisa mengusulkan ide, keinginan, dan hal lain yang riil diperlukan dalam mengelola sebuah usaha tani agar bisa memberikan keuntungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah Pengembangan Penelitian (Bappeda – Litbang) Gede Dharmaja, M.Si. mengatakan, sosialisasi publik RKPD ini merupakan tahap awal sebelum pemkab akan menggulirkan kebijakan yang fokus di sektor pertanian dalam arti luas. Karena ini baru tahap penyusunan program, maka lewat kegiatan ini, pihaknya ingin mendapatkan masukan ide, dan saran dari semua komponen. Dengan demikian, program yang akan digulirkan
mulai tahun depan itu berjalan sesuai rencana dan targetnya adalah membangkitkan potensi pertanian Buleleng dari hulu sampai di hilir. “Kami belum membicarakan anggaran, tapi dalam sosialisasi ini, kami membicarakan dunia pertanian Buleleng, perkembangan dan permasalahannya. Dari sosialisasi ini kita mendapatkan masukan atau ide untuk menyempurnakan kembali program yang akan dijalankan tahun depan,” jelasnya. Menurut Dharmaja, secara umum program di bidang pertanian sesuai keinginan pimpinan di daerah menyentuh dari sektor hulu meliputi penyiapan bibit, benih, irigasi, sarana prasarana pertanian dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani. Selain itu, proteksi lahan pertanian produktif dari laju alih fungsi lahan menjadi bangunan atau fungsi lain juga menjadi perhatian dalam penyusunan program pemerintah. Sedangkan di hilir adalah penanganan pascapanen yang di dalamnya ada program pengolahan produk pertanian yang dalam situasi tertentu membeludak, sehingga dapat memberi nilai tambah produk pertanian itu sendiri. Aspek lain di hilir yang juga akan masuk dalam program fokus di pertanian adalah pemasaran. (kmb38)
Masih Ada Penduduk yang Belum Dicoklit DP4
Singaraja (Bali Post) – Tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) berakhir 18 Februari 2018 lalu. Di Buleleng sebanyak 597.820 penduduk yang masuk DP4 sudah berhasil dicoklit oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Namun masih ditemukan penduduk di Bali Utara yang justru belum didatangi PPDP yang melakukan coklit. Informasi dikumpulkan di lapangan, Kamis (22/2) kemarin, penduduk yang mengaku belum dicoklit, salah satunya di kawasan Perumahan LC Kelurahan Banyuasri, Singaraja. Seratusan penduduk di kawasan ini belum dicoklit. Kendati belum dicoklit, warga di dalam kota ini mengaku enggan melapor ke PPDP. Komisioner KPU Buleleng Divisi Hubungan Masyarakat, Data Informasi dan Hubungan Antar-Lembaga Drh. I Wayan Seriyasa ketika dimintai kon-
firmasi terkait hasil coklit DP4 mengakui masih ada penduduk yang tercecer dari tahapan coklit yang digulirkan dari 20 Januari hingga ditutup pada 18 Februari 2018. Dia mengatakan, data pemilih hasil coklit ini masih dalam bentuk rekapitulasi. Dari rekapitulasi itu, sebanyak 597.820 pemilih di Buleleng telah dicoklit. ‘’Coklit sudah berakhir dan data masih dalam bentuk rekap untuk diproses lebih lanjut untuk menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS - red),’’ katanya. Terkait penduduk yang belum dicoklit, Seriyasa mengatakan, masalah ini terjadi karena penduduk tidak ditemukan di rumahnya saat petugas PPDP akan melakukan coklit. Seharusnya, petugas PPDP menjadwalkan kembali mencoklit, namun itu tidak dilakukan di hari berikutnya, sehingga penduduk banyak yang tercecer. Penduduk yang tercecer dalam coklit serentak itu, masih memiliki kesempatan untuk mencatatkan diri
sebagai pemilih. Hanya, ini baru bisa dilakukan setelah nantinya, DP4 dijadikan DPS dan dalam pemutakhiran penduduk yang tercecer ini bisa diakomodir, sehingga tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dalam tahapan input data lewat aplikasi Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) KPU, ini data penduduk yang berstatus tidak memenuhi syarat (TMS - red) akan dibersihkan. Selain itu, dalam tahapan ini juga dilakukan penyempurnaan data penduduk yang berstatus pemilih baru, penduduk yang melakukan perubahan data, dan penduduk yang belum memiliki eKTP. ‘’Masih bisa diakomodir setelah coklit DP4-nya akan di-input lewat aplikasi Sidalih KPU kemudian menjadi DPS. Dalam tahapan ini ada pemutakhiran kembali, sehingga saat itu yang tercecer ini bisa diakomodir dengan melaporkan diri ke penyelenggara terdekat,’’ jelas pria asal Desa Pelapuan, Kecamatan Busungbiu ini. (kmb38)
Informasi dikumpulkan di lapangan menyebutkan, pertama kali mayat yang sudah membusuk itu ditemukan Ketut Suparta, warga Lingkungan Sidayu Kelurahan Penarukan. Sekitar pukul 06.30 Wita, dia hendak mengairi sawahnya. Aliran air tiba-tiba mengecil, saksi pun memutuskan melihat kondisi saluran irigasi untuk membersihkan jika tersumbat sampah atau mengalami kebocoran. Sampai di lokasi pembagian air, saksi terkejut melihat sesosok mayat yang menyangkut di irigasi yang sempit. Temuan itu kemudian dilaporkannya kepada anggota Babinsa setempat. Tak pelak warga di sekitar lokasi penemuan juga ramai menyaksikannya. Semula warga ramai, namun ketika mayat itu diangkat, aroma tidak sedap pun menyebar, w arga akhirnya buyar. “Saya lihat juga kondisinya sudah membusuk dan langsung saya lapor ke polisi,” katanya. Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata
Kusuma, seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan dokter dari Puskesmas Penarukan tidak ditemukan luka atau tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan yang bersangkutan meninggal dunia telah lebih dari tiga hari. Posisi mayat saat ditemukan tersangkut di irigasi Subak Sidayu Kelurahan Penarukan dengan kondisi kaki tertekuk. Sedangkan posisi kepala ada pada sebelah utara. “Sudah dicek badannya lebam dan sudah putih kemungkinan sudah meninggal tiga hari lebih. Sementara yang mencurigakan tidak ada, ada lebam yang wajar karena meninggalnya sudah lebih dari tiga hari,” katanya. Setelah pemeriksaan di lokasi, polisi awalnya akan menitipkan jenazah di RSUD Buleleng, namun karena pihak keluarga korban telah berhasil dihubungi, mayat tersebut langsung diambil oleh pihak keluarga untuk diupacarai. (kmb38)
Bali Post/ist
MAYAT – Sesosok mayat ditemukan warga di saluran irigasi Subak Sidayu, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, Kamis (22/2) kemarin.
Penghargaan Seni Wija Kusuma 2018
Seniman Kendang Tercecer Singaraja (Bali Post) – Pemerintah daerah kembali memberikan penghargaan Seni Wija Kusuma kepada seniman dan budayawan, serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke40 tahun 2018. Lima nama seniman sudah ditetapkan sebagai penerima penghargaan tersebut. Namun, tahun ini seniman yang piawai menabuh kendang justru tercecer. Hal ini terjadi karena ketika rapat akhir penetapan nama, seniman kendang itu baru muncul, sehingga Listibiya Buleleng tidak merekomendasikannya sebagai penerima penghargaan Seni Wija Kusuma tahun ini. Data yang dihimpun di Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng, Kamis (22/2) kemarin, menyebutkan seniman kendang yang gagal menerima penghargaan Wija Kusuma tahun ini adalah Gede Mendra (alm) asal Kelurahan Paket Agung, Singaraja. Almarhum adalah seniman tabuh yang lihai memainkan kendang. Pada masa hidupnya, almarhum Mendra tercatat sebagai pemain kendang untuk Buleleng Tengah. Almarhum pun dikenal sebagai pesaing dua seniman tabuh dari Desa Jagaraga,
Bali Post/kmb38
I Wayan Sujana
Kecamatan Sawan almarhum Gde Manik untuk dangin enjung (Buleleng Timur) dan dari dauh enjung (Buleleng Barat) almarhum Putu Sumiarsa asal Desa Kedis, Kecamatan Busungbiu. Nama almarhum Mendra tercecer sebagai penerima penghargaan Wija Kusuma dalam PKB tahun ini karena minimnya referensi yang didapat oleh tim Listibiya yang ditugaskan merekomendasikan seniman dan budayawan yang layak mendapat penghargaan seni tersebut. Justru refer-
ensi baru terungkap pada saat penetapan lima nama seniman dan budayawan Buleleng sebagai penerima penghargaan seni tahun ini. Selain itu, karena sosok Mendra sudah almarhum, maka diperlukan ahli waris proaktif mengusulkan kepada Listibiya. Tidak sekadar usulan, ahli waris harus melampirkan silsilah keluarga yang disahkan pejabat terkait sebagai pihak yang mendapat waris untuk menerima penghargaan dari pemerintah. Usulan dari keluarga almarhum ini juga lambat, sehingga nama sosok penabuh kendang asal Paket Agung itu tercecer dalam daftar penerima penghargaan seni Wija Kusuma tahun ini. Kabid Kebudayaan I Wayan Sujana, kemarin, membenarkan ada satu seniman yang belum ditetapkan sebagai penerima anugerah seni Wija Kusuma tahun ini. Dia mengatakan, sebelum menetapkan nama-nama seniman dan budayawan yang akan diberi anugerah seni, pemerintah menyerahkan kepada Listibiya Buleleng. Seluruh tahapan, mulai dari survei, prestasi, dan hasil karya seniman atau budayawan atas rekomen-
dasi Listibiya Buleleng. Untuk penabuh kendang almarhum Gede Mendra kenapa tercecer, karena selain usulan ahli waris tidak ada, tim Listibiya juga baru mendapatkan cerita terkait keberadaan almarhum Mendra sebagai penabuh kendang yang kerap bersaing dengan almarhum Gde Manik dan almarhum Putu Sumiarsa. Atas kondisi ini, Sujana menyatakan nama almarhum Mendra sudah dicatat dan dipastikan akan masuk dalam usulan penerima anugerah seni Wija Kusuma pada PBB Buleleng di tahun 2019 mendatang. Sementara itu, lima nama seniman dan budayawan yang sudah dipilih sebagai penerima anugerah seni Wija Kusuma dalam PKB ke-40 Buleleng, 2018 ini masing-masing Ketut Artika, S.Pd. asal Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu sebagai seniman tari, Drs. I Made Ngurah Sadika dari Kota Singaraja untuk kategori seniman bondres, Ni Made Seriwati, S.Sn., M.Si. asal Desa Sepang, Gede Sujana asal Desa Tejakula, penekun seni rupa dan dikenal sebagai penari dan Made Selamet seniman sastra. (kmb38)
15
Jumat Wage, 23 Februari 2018 Jadwal Pertandingan --------------- Liga Spanyol ---------------------------------------Sabtu (24/2) dini hari Deportivo La Coruna vs Espanyol --------------- Liga Jerman ----------------------------------------Sabtu (24/2) dini hari Mainz 05 vs Wolfsburg --------------- Liga Prancis ---------------------------------------Sabtu (24/2) dini hari Strasbourg vs Montpellier Hasil --------------- Liga Champions -------------------------------------Sevilla vs Manchester United 0-0 Shakhtar Donetsk vs Roma 2-1 --------------- Liga Europa ----------------------------------------Pertandingan II, Babak 32 Besar CSKA Moskva vs Crvena Zvezda 1-0 (CSKA Moskva unggul keseluruhan 1-0) --------------- Liga Spanyol ---------------------------------------Leganes vs Real Madrid 1-3 1. Barcelona 24 19 5 0 62-11 62 2. Atletico Madrid 24 16 7 1 36-9 55 3. Real Madrid 24 14 6 4 58-27 48 4. Valencia 24 14 4 6 47-28 46 5. Sevilla FC 24 12 3 9 31-35 39 6. Villarreal 24 11 5 8 35-29 38 7. Eibar 24 10 5 9 32-36 35 8. Girona 24 9 7 8 34-30 34 9. Getafe 24 8 9 7 29-21 33 10.Real Betis 24 10 3 11 41-50 33 Pencetak gol : 20 - L. Messi (Barcelona).
TEPIS BOLA - Kiper Manchester United David De Gea (kanan) menepis bola sundulan pemain Sevilla Luis Muriel pada pertandingan pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (22/2) kemarin. Pertandingan di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan berakhir imbang 0-0.
CSKA Moscow Lolos ke 16 Besar
De Gea Selamatkan MU
Moskow CSKA Moscow menjadi tim pertama yang mencapai 16 besar Liga Europa setelah gol Alan Dzagoev membawa wakil Rusia itu menang 1-0 pada laga kedua atas tamunya Red Star Belgrade, Kamis (22/2) kemarin. Di pertemuan pertama di ibu kota Serbia itu, laga berakhir imbang tanpa gol. Dzagoev mengamankan kemenangan timnya menjelang turun minum dengan penyelesaian jarak dekat memanfaatkan umpan gelandang Konstantin Kuchaev dari sisi kiri. CSKA, yang menjuarai Piala UEFA pada 2005, mendominasi pertandingan di malam yang dingin melawan juara Piala Europa 1991 Red Star. Tuan rumah berpeluang menang dengan skor yang lebih besar, namun hal itu tidak terwujud karena beberapa penyelesaian buruk dan penyelamatan bagus kiper Red Star Milan Borjan. Tembakan Kuchaev melebar pada menit ke-35 dan Borjan telah kehilangan posisi saat itu. Pemain Brazil Vitinho melepaskan sepakan dari jarak jauh yang melambung di atas mistar gawang pada menit ke-44, sebelum Dzagoev memecah kebuntuan. Peluang emas Red Star didapat menjelang bubaran. Aleksandar Pesic melepaskan tembakan melebar dari jarak lima meter setelah mendapat umpan silang dari kanan pada menit ke-81, dan mitranya di lini depan El Fardou Ben Nabouhane melepaskan sepakan voli melebar pada menit ke-90. (rtr/ant)
Bek Real Madrid Sergio Ramos.
Bali Post/rtr
Real Madrid Menuju Peringkat Ketiga Madrid Real Madrid bangkit dari ketinggalan untuk menang 3-1 di markas tim sekota Leganes pada kompetisi Liga Spanyol, Kamis (22/2) kemarin. Kemenangan ini mengatrol posisi Real ke peringkat ke-3 klasemen sementara untuk pertama kalinya sejak 2 Desember. Pelatih Real Zinedine Zidane mengistirahatkan Cristiano Ronaldo, Isco dan Marcello pada laga ini. Efeknya langsung terlihat di Stadion Butarque Municipal ini saat pertahanan mereka tembus pada awal babak pertama. Pemain bertahan Leganes Unai Bustinaza membawa tim tuan rumah memimpin pada menit keenam setelah aksi buruk dari kiper Kiko Casilla. Pemain sayap Spanyol Lucas Vazquez membawa tim juara bertahan menyamakan kedudukan lima menit kemudian, dengan menguasai bola operan tumit Casemiro dan mengarahkan penyelesaiannya menuju sudut bawah jauh. Vazquez kemudian berganti menjadi pengumpan gelandang Brazil Casemiro yang menyelesaikan pergerakan untuk membawa Real memimpin pada menit ke-29. Sedangkan kapten Real Sergio Ramos memastikan kemenangan timnya dengan mengonversi penalti menjelang pertandingan usai. Ronaldo melewatkan pertandingan liga untuk pertama kalinya sejak 20 September, ketika Zidane merotasi timnya. Pelatih Prancis ini juga mengistirahatkan kiper pilihan pertama Keylor Navas. Sedangkan Toni Kroos, Marcelo, dan Luka Modric tidak dimainkan karena cedera. Sementara Gareth Bale menjadi pengganti Karim Benzema. Pertandingan ini awalnya dijadwalkan dimainkan pada Desember, namun harus tertunda karena partisipasi Real di Piala Dunia Klub. Kemenangan ini mendongkrak pasukan Zidane untuk melampaui Valencia dan menuju ke peringkat ketiga di klasemen dengan 48 poin setelah 24 pertandingan. Real masih tertinggal 14 poin dari pemuncak klasemen Barcelona dan tertinggal tujuh poin dari tim peringkat kedua Atletico Madrid. (kmb39/rtr/ant)
Bali Post/rtr
Seville -
Kiper Manchester United (MU) David de Gea membuat serangkaian penyelamatan saat timnya menahan imbang Sevilla 0-0 pada pertandingan pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (22/2) kemarin. MU akan tampil habis-habisan di laga kedua mendatang untuk meraih tiket ke perempatfinal. ‘’Kami kini memiliki satu pertandingan penentuan di Old Trafford. Old Trafford merindukan laga knockout Liga Champions. Saya kira Old Trafford menginginkan pertandingan besar Liga Champions dan itu akan terjadi nanti,’’ kata Mourinho. Mourinho harus berterima kasih pada kiper timnas Spanyol itu yang menggagalkan upaya penyerang Kolombia Luis Muriel pada akhir babak pertama pertandingan kemarin. De Gea kemudian menahan tendangan salto dari bek Argentina Gabriel Mercado ketika tim Spanyol itu menciptakan lebih banyak peluang dibanding pasukan Jose Mourinho. Penyerang United Romelu Lukaku mendapatkan peluang pada awal
babak pertama ketika ia menyambar bola operan dari Alexis Sanchez, namun bola melambung ke atas mistar gawang. Penyerang Belgia ini dinyatakan melakukan handball pada akhir babak kedua sata mendapat peluang keduanya. Hubungan Mourinho dengan Paul Pogba tetap menjadi sorotan karena menempatkan pemain termahalnya di bangku cadangan. Ia terpaksa memainkan gelandang Prancis ini ketika Ander Herrera mendapat cedera pada menit ke-17. Pogba belum mampu menjawab kritik-kritik yang tertuju kepadanya setelah dibeli dari Juventus dengan nilai 89,1 juta pound (125 juta dolar AS). Ia tidak mampu mengkreasikan
banyak serangan dan melepaskan tembakan melambung dan melebar dari gawang pada babak kedua. Mourinho memperpanas suasana dengan lebih memuji Scott McTominay. Pemain berusia 21 tahun mampu tampil matang padahal baru dua kali tampil di Liga Champions dan 8 kali di semua kompetisi. ‘’Penampilannya fantastis, seperti pemain senior, matang dan penuh pertimbangan taktis serta bertanggung jawab,’’ kata Mourinho. Bintang anyar Alexis Sanchez menjalani malam yang tidak mengenakkan pada penampilan pertama di kompetisi Eropa dengan seragam MU sejak didatangkan dari Arsenal pada Januari lalu. Penyerang Chile itu digantikan Marcus Rashford pada menit ke-75. Muriel memberi penghormatan kepada De Gea karena keberhasilannya menggagalkan peluangnya, dan mengatakan dirinya kecewa timnya tidak mampu memaksimalkan peluang. ‘’Dia menggerakkan tubuhnya dengan begitu
Roma Kalah, Di Francesco Murka Kharkiv Pelatih AS Roma Eusebio Di Francesco murka dan bingung dengan anjloknya mental timnya di babak kedua saat melawan Shakhtar Donetsk pada pertandingan pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (22/2) kemarin. Tim Liga Italia itu terlihat nyaman ketika mereka unggul 1-0 melalui Cengiz Under jelang babak pertama berakhir. Namun juara Ukraina itu memberikan pukulan balik di babak kedua dengan menciptakan dua gol beruntun untuk menang 2-1. Bahkan mereka potensial menciptakan lebih banyak gol lagi namun digagalkan oleh penyelamatan-penyelamatan kiper Roma Alisson.
‘’Sepertinya kami menurunkan dua tim yang berbeda pada malam ini,’’ kata Di Francesco. ‘’Perbedaannya adalah bahwa pada babak pertama, permainan kami mampu melukai mereka dan pada babak kedua kami duduk di belakang. Ini tidak saya pahami.’’ Bagaimanapun, ia memuji kiper asal Brazil Alisson. ‘’Dia melakukan penyelamatanpenyelamatan sulit terlihat mudah,’’ tuturnya. Shakhtar diperkuat banyak pemain Amerika Selatan dan terbukti terlalu kuat bagi AS Roma. Gol-gol dari Facundo Ferreyra dan Fred memberi kemenangan tim tuan rumah pada pertandingan yang berlangsung pada kondisi dingin di Metalist Stadium, Kharkiv.
Cengiz Under membawa Roma memimpin melalui gol kelimanya dari empat pertandingan, empat menit sebelum turun minum. Ketika suhu udara makin menurun menuju minus sembilan derajat Celcius, penyerang asal Argentina Ferreyra mengambil keuntungan dari buruknya pertahanan Roma untuk mencetak gol pada menit ke-52. Hal itu mengubah arah permainan. Gelandang asal Brazil Fred melepaskan tendangan bebas melengkung yang masuk ke bagian bawah tiang gawang pada menit ke-71. Gol itu memastikan kemenangan wakil Ukraina ini sebelum memainkan laga kedua di Olimpico bulan depan. (kmb39/rtr/ant)
Bali Post/rtr
GOL - Pemain AS Roma Cengiz Under (depan) mencetak gol pembuka pada pertandingan melawan Shakhtar Donetsk di Kharkiv, Kamis (22/2) kemarin. Shakhtar Donetsk mengalaghkan Roma 2-1.
baik, saya semestinya dapat mengarahkannya ke sudut namun saya terlalu kuat saat melakukan penempatan (bola) dan dia merupakan kiper hebat,’’ kata Muriel kepada para pewarta. Sevilla akan memainkan laga kedua di Old Trafford pada 13 Maret. Sepanjanng musim ini, Sevilla selalu menelan kekalahan bila menghadapi laga tandang melawan tim empat besar Liga Spanyol. Musim lalu mereka juga disingkirkan Leicester City setelah menang kandang 2-1 dan kalah 0-2 di Inggris. Pelatih Vincenzo Montella pun mengungkapkan kekecewaannya atas hasil di Ramon Sanchez Pizjuan semalam. Kegagalan meraih keuntungan di laga kandang membuat langkah mereka di Old Trafford semakin berat. ‘’Kami menciptakan banyak peluang untuk mencetak satu atau dua gol. Saya sedikit kecewa (dengan hasilnya) tapi saya gembira dengan penampilan tim saya,’’ katanya. (kmb39/rtr/ant)
Bali Post/rtr
BARU - Mobil baru tim Formula 1 Mercedes W09 dan pembalap Lewis Hamilton (kedua dari kanan) serta Direktur Eksekutif Toto Wolff (kanan).
Mercedes Targetkan Gelar Kelima
Silverstone Tim Formula 1 Mercedes, Kamis (22/2) kemarin mencanangkan target merebut gelar juara katagori pembalap dan konstruktor untuk kelima kalinya secara beruntun pada 2018 ini. Dengan menggunakan mobil baru W09, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas diharapkan mampu merealisasikan target itu. Mercedes berpeluang menyamai rekor legendaris Ferrari yakni juara konstruktor dan pembalap yang diraih saat bersama Michael Schumacher antara 2000-2004. Pabrikan Jerman ini mendominasi era mesin hibrid V6 dengan menyapu gelar dari 2014-2017, Memasuki musim 2018, Mercedes juga tetap dijagokan untuk mempetrahankan gelar juara. Mengulangi acara 2017, Mercedes meluncurkan mobil barunya di Silverstone, Inggris sekaligus menjalani test serta pengambilan gambar. Sementara sesi peluncuran disiarkan secara daring dan via televisi. Musim ini, Mercedes tidak mengubah susunan pembalapnya dan masih mengandalkan Hamilton dan Bottas.
Hamilton membela Mercedes di musim keenamnya. Sedangkan Bottas musim lalu menggantikan juara dunia Noco Rosberg yang mendadak pensiun. Bottas menjajal mobil W09 dengan memacunya di Sirkuit Silverstone. Pembalap Finlandia itu mengitari sirkuit dalam beberapa putaran pada sesi pagi sebelum mobilnya diserahkan pada juara dunia empat kali Hamilton untuk sesi sore. Musim lalu, Mercedes bersaing sengit dengan Ferrari yang mengandalkan mantan juara dunia Sebastian Vettel. Ferrari sempat memimpin hingga seri ke-13 denga Vettel memimpin klasemen pembalap usai Grand Prix Italia. Tapi Mercedes memperlihatkan konsistensinya dan memperbaiki penampilan mobil 2017 hingga mampu mencapai tangga juara. Mobil W09 masih mempertahankan corak lama yakni warna keperakan dan hijau. Musim ini tim mendapat sponsor baru Tommy Hilfiger yang juga merancang kostum tim, laporan wabsite Crash.net. (kmb39/rtr/net)
olah raga
16
Jumat Wage, 23 Februari 2018
Timnas Makin Atraktif dan Ofensif Jakarta (Bali Post) -
Setahun kepemimpinan Luis Milla Aspas, timnas sepak bola Indonesia dinilai membuat banyak kemajuan. Pelatih Spanyol itu mampu membenahi gaya permainan meski rekor penampilan Tim Garuda Muda belum impresif. Bali Post/022
TINJAU - Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi (kiri) bersama Menpora Imam Nahrawi ketika meninjau Stadion Ngurah Rai, Denpasar.
Besok, KONI Bali Lobi Menpora
Denpasar (Bali Post) Utusan KONI dari 25 provinsi yang mendukung Bali menjadi tuan rumah PON XXI/2024 naik Bounty Cruise ke Pulau Lombok, Kamis (22/2) kemarin. Mereka diterima dan mendapat paparan dari Gubernur NTB, terkait pengajuan NTB bersama Bali menjadi tuan rumah bersama hajatan multi-event empat tahunan antarprovinsi se-Indonesia itu. Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, di Denpasar, kemarin, menegaskan semestinya yang hadir 27 delegasi KONI provinsi, hanya KONI DIY dan Babel yang terpaksa absen. ‘’KONI DIY menggelar Rapat Anggota Tahunan, sedangkan KONI Babel berbarengan ada pelantikan,’’ tutur Suwandi. Para rombongan utusan KONI provinsi balik ke daerahnya masing-masing dari NTB. Bahkan, Suwandi juga mengagendakan bertemu Menpora Imam Nahrawi yang diagendakan berkunjung ke Pulau Seribu Pura, Sabtu (24/2) besok. ‘’Saya juga akan melobi kepada Menpora terkait pengajuan Bali menjadi tuan rumah PON,’’ ujarnya. Dikemukakan, tahapan dari pengajuan diri tuan rumah PON (bidding), tim verifikasi bakal turun serentak ke calon tuan rumah Bali/NTB, Sumut/Aceh, dan Kalsel pada Senin (26/2) nanti. ‘’Sebagian tim verifikasi juga akan berkunjung ke NTB,’’ sebut Suwandi. Dijelaskannnya, selama dua hari persisnya pada 26 dan 27 Februari, tim akan melihat dari dekat persiapan tuan rumah, termasuk inventarisasi tempat pertandingan (venue). ‘’KONI kabupaten dan kota, Disdikpora, berikut Bappeda, harus siap menerima kunjungan tim verifikasi bidding,’’ tuturnya. Ia memperkirakan pada PON XXI/2024 mempertandingkan 48 cabor, Bali menjadi tuan rumah 32 cabor, sedangkan NTB 16 cabor seperti berkuda, balap sepeda, balap motor, futsal, paralayang, atletik, dan voli pantai. (022)
Milla telah menularkan filosofi permainan sepak bola yang atraktif dan ofensif. Mantan pemain Barcelona ini menilai pemain yang diasuhnya mengalami banyak kemajuan. ‘’Setelah satu tahun bersama Timnas Indonesia, saya sangat senang melihat banyaknya kemajuan. Kita bisa rasakan adanya kemajuan dari setiap individu pemain. Namun, semua itu butuh proses,’’ kata Milla kepada website PSSI, Kamis (22/2) kemarin. Yang lebih membuat Milla senang, perkembangan dan kemajuan tak cuma dari sisi individu, tetapi juga secara tim. ‘’Ini menjadi modal yang bagus untuk menghadapi event Asian Games mendatang,’’ jelas pelatih berusia 51 tahun ini. Selain Timnas U-23, Milla juga dipercaya menukangi Timnas Senior. Pada ajang SEA Games 2017 lalu, ia membawa Hansamu Yama
OCA Diminta Batalkan Keputusan AWF
Jakarta (Bali Post) Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) untuk membatalkan penghapusan nomor perlombaan kelas 62 kilogram pada cabang angkat besi Asian Games 2018 menyusul surat Federasi Angkat Besi Asia (AWF) tentang penghapusan nomor itu. ‘’Kami dengan sangat menyesal harus menyatakan kepada Anda bahwa kami menolak keputusan Komite Teknis AWF dan anggota Dewan Eksekutif AWF untuk menghapus nomor kelas 62 kilogram,’’ demikian surat Menpora Imam kepada Presiden OCA Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah. Menpora mengatakan alasan permohonan pembatalan penghapusan nomor kelas 62 kilogram cabang angkat besi itu merujuk pada Rapat Koordinasi Komite Asian Games di Jakarta pada 14 Januari yang tidak membahas penambahan atau pengurangan nomor pertandingan Asian Games 2018. ‘’Kami akan sangat mengapresiasi jika Anda dapat mempertimbangkan untuk tidak menghapuskan nomor kelas 62 kilogram cabang angkat besi Asian Games 2018,’’ tulis Menpora. Menpora mengharapkan respons positif dari Presiden OCA terkait permohonannya untuk pembatalan penghapusan nomor kelas 62 kilogram cabang angkat besi. Meskipun ditujukan kepada Presiden OCA, surat Menpora itu juga ditembuskan kepada Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Asian Games, Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC), Presiden Federasi Angkat Berat Internasional (IWF), dan Presiden Federasi Angkat Berat Asia (AWF). Sebelumnya, Presiden AWF Mohamed Yusuf Almana mengirim surat pada 11 Februari kepada Direktur Jenderal IWF Attila Adamfi tentang penghapusan nomor kelas perlombaan 62 kilogram pada Asian Games 2018. ‘’Saya ingin menyampaikan kepada Anda tentang keputusan dari Komite Teknis AWF dan anggotaanggota Badan Eksekutif AWF bahwa mayoritas memilih untuk menghapuskan kelas perlombaan 62 kilogram dari Asian Games ke-18,’’ demikian isi surat dari AWF itu. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) Joko Pramono mengatakan pencoretan kelas perlombaan 62 kilogram dapat memengaruhi target medali kontingen Merah-Putih dan bukan hanya target PB PABBSI. ‘’Pengurangan nomor kelas perlombaan memang ada pada Olimpiade Tokyo 2020 mendatang dengan total kelas perlombaan sebanyak tujuh. Tapi dalam Olimpiade Rio 2016, kelas perlombaan sebanyak delapan kelas,’’ ujar Joko. Pengurangan kelas perlombaan itu, menurut Joko, menyusul kasus doping pada Olimpiade Rio 2016. ‘’Kalau ada pengurangan kelas perlombaan, semestinya pada kelas berat karena skandal doping itu ada pada kelas berat dan tidak ada pada kelas 62 kilogram,’’ ujar Joko. (ant)
Bali Post/ant
LATIHAN - Pelatih Timnas U-23 Luis Milla (tengah) memberikan instruksi saat latihan di Lapangan ABC, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (22/2) kemarin. Latihan tersebut merupakan persiapan sebelum mengikuti ajang Asian Games 2018. Perez, Miguel Gandia dan legenda sepak bola Indonesia, Bima Sakti. Selama menangani Timnas Indonesia pada 2017 dan awal 2018, Milla telah mela-
koni 22 kali pertandingan. Ia membukukan rekor 10 kali menang, lima seri, dan tujuh kali kalah. Saat ini harapan masyarakat dan pendukung Timnas
Indonesia ada di pundak Luis Milla. Ia diharapkan untuk selalu memberikan transfer ilmu kepada pemain dan sepak bola Indonesia secara maksimal. (kmb39/net)
Tim Basket Smansa Tantang Resman di Semifinal
Skuad Timnas Hoki Diumumkan Juli Mendatang
Jakarta (Bali Post) Nama-nama pemain yang terpilih menghuni tim nasional hoki lapangan putra-putri Indonesia untuk Asian Games 2018 akan diumumkan pada Juli 2018, kata Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Hoki Indonesia (PP FHI) Brigjen TNI Yus Adi Kamrullah. Menurut Yus Adi, alasan FHI mengumumkan para pemain tersebut sebulan sebelum Asian Games 2018, yang dimulai pertengahan Agustus, adalah untuk menjaga level semua pemain tetap sama. ‘’Jadi seandainya ada pemain timnas Asian Games cedera sebelum bertanding, pemain lain sudah siap menggantikan karena kondisinya tidak jauh berbeda,’’ ujar Yus Adi, Kamis (22/2) kemarin. Saat ini timnas hoki lapangan putra dan putri diisi oleh masing-masing 27 pemain yang masih menjalani pemusatan latihan di Lapangan Hoki Gelora Bung Karno, Jakarta. Jumlah tersebut akan dikerucutkan menjadi 18 pemain sesuai dengan aturan jumlah maksimal pemain per tim yang bisa berkompetisi di cabang olahraga hoki lapangan Asian Games 2018. PP FHI sendiri tidak menargetkan medali di Asian Games 2018 karena menyadari Indonesia sulit bersaing dengan negara-negara Asia lainnya seperti India, Jepang, Pakistan dan Malaysia. Meski demikian, FHI tetap mempersiapkan tim nasional dengan total. Selain menggelar TC sejak Januari 2018, timnas hoki putra-putri dijadwalkan menjalani TC di Malaysia mulai akhir Maret 2018. Malaysia dipilih menjadi lokasi TC karena dianggap sebagai negara dengan timnas hoki lapangan terbaik di Asia Tenggara. Total 54 pemain timnas Indonesia yang saat ini melakoni TC di Jakarta akan dibawa serta ke negeri jiran dan berada di sana selama kurang lebih satu bulan. ‘’Di sana kami akan mengikuti liga hoki Malaysia,’’ tutur Yus Adi. (ant)
dan kawan-kawan meraih perunggu di ajang olahraga terakbar di kawasan Asia Tenggara tersebut. Meski tidak menjadi juara, permainan Garuda Muda layak dipuji dan selalu menampilkan permainan yang aktraktif dan menyerang. Striker Timnas Indonesia Ilija Spasojevic mengataku nyaman berlatih di bawah arahan Milla. ‘’Pengaturan tempo latihan sangat bagus serta sesuai dengan kebutuhan para pemain. Terkadang, kami bercanda saat latihan. Pernah kami dapat menu latihan main football tennis. Setelahnya, pelatih bilang waktunya kami serius,’’ jelas Spasojevic. Kini event Asian Games bulan Agustus 2018 mendatang telah menanti, Milla diharapkan membawa Timnas U-23 tembus babak semifinal. Milla dalam tim kepelatihan Timnas U-23 dan Senior dibantu asistennya yakni Eduardo
Bali Post/ant
EMAS - Tim lari estafet putra Indonesia (kiri ke kanan) Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, Fadlin, dan Yaspi Bobi berpose usai final lari estafet 4x100 meter putra atletik 18th Asian Games Invitation Tournament di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Tim lari estafet putra Indonesia berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 39,07 detik.
Perkembangan Atlet Pelatnas Dievaluasi Usai ’’Test Event’’
Jakarta (Bali Post) Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) akan melakukan evaluasi perkembangan pelatihan atlet-atlet nasional menjelang Asian Games 2018 selepas penyelenggaraan kejuaraan uji coba (test event) Asian Games di Jakarta pada 8-15 Februari. ‘’Kami akan memantau secara detail ke semua cabang olahraga yang sudah menggelar uji coba. Kami minta agar atlet dapat meningkatkan motivasi latihan karena lawan sebenarnya ada pada Asian Games nanti,’’ kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana di Jakarta, Kamis (22/2) kemarin. Mulyana mengatakan kejuaraan uji coba Asian Games memang bukan tolok ukur prestasi atlet-atlet pelatnas Indonesia karena kejuaraan uji coba merupakan simulasi penyelenggaraan. ‘’Bagi atlet-atlet yang belum meraih prestasi pada uji coba, mereka masih punya waktu hingga Asian Games untuk memperbaiki kelemahan,’’ ujarnya. Mulyana mengatakan keikutsertaan atlet-atlet pelatnas Indonesia dalam kejuaraan uji coba Asian Games merupakan langkah untuk pengujian mental bertanding serta pengujian lapangan pertandingan. ‘’Kami tidak sekadar melihat apakah ada atlet yang berlatih atau tidak, tetapi juga apa
yang sedang dilatih dan pada tahapan apa,’’ katanya. Kemenpora akan melakukan evaluasi secara menyeluruh pada April untuk semua cabang olahraga yang akan turun dalam Asian Games ke-18. ‘’Jika pada cabang olahraga ada atlet yang tidak mengalami kemajuan dalam latihan, induk cabang olahraga wajib mempromosikan atlet-atlet yang belum mendapatkan surat keputusan pelatnas,’’ katanya. Evaluasi itu, menurut Mulyana, tidak berupa hasil mengikuti kejuaraan. ‘’Misalnya VO2 Max meningkat atau tidak, daya tahan, kelincahan, dan penguasaan tekniknya,’’ ujarnya. Selain evaluasi proses latihan, Kemenpora dan KONI juga akan melakukan pengawasan anggaran pelatnas yang telah diberikan kepada pengurus induk cabang olahraga. ‘’Kami akan memantau terkait distribusi uang saku kepada atletatlet pelatnas dari induk cabang olahraga. Pencairan dana berasal dari Kementerian Keuangan kepada induk cabang olahraga lantas dari induk cabang olahraga kepada atlet,’’ katanya. Kemenpora, lanjut Mulyana, ingin mengetahui apakah distribusi uang saku itu melalui rekening atau secara langsung dalam bentuk tunai. ‘’Kami meminta rekening koran dari setiap induk cabang olahraga setiap bulan untuk melihat penggunaan anggaran dari pemerintah. Kami minta rekening koran itu paling lambat tanggal 26,’’ ujarnya. (ant)
Denpasar (Bali Post) Dua tim basket tangguh dan musuh bebuyutan yakni SMAN 1 (Smansa) dan SMAN 2 (Resman) putra dan putri harus bentrok lebih awal pada babak semifinal Piala Wali Kota IX/2018, di GOR Ngurah Rai, Jumat (23/2) ini. Di sektor putra, semifinalis lainnya mempertemukan SMAN 7 (Sisma) menantang SMN 5 (Smanela). Sedangkan di bagian putri, SMAN 7 (Sisma) meladeni SMAN 3 (Trisma). Untuk tingkat SMP, tim putra SMPN 1 jumpa SMPN 6 di semifinal, serta SMPK Santo Yoseph (Sanjose) meladeni SMPN 3. Di bagian putri, semifinalis mempertemukan SMPN 1 melawan SMPN 10, dan SMPN 8 meladeni SMP Dyatmika. Tim putri SMPN 8 menaklukkan SMPN 2 dengan skor 40-11, Kamis (22/2) kemarin. SMPN 8 menurunkan Nandini, Prema, Regina, Ade, dan Maharani sejak kuarter pertama melesat 13-2. Pada kuarter kedua, SMPN 8 kembali memimpin 20-7. Tim SMPN 2 yang diperkuat Hexa, Reina, Manik, Ivel, dan Triana, pada kuarter ketiga tak berkutik, bahkan sama sekali tak mampu merebut poin, hingga skor 7-30, dan kuarter keempat SMPN 8 unggul 40-11. Tim putra SMPK Sanjose membuat kejutan, mengingat mereka tertinggal pada kuarter pertama, kedua, dan ketiga, namun pada kuarter keempat jusru sukses membalikkan keadaan dan mengalahkan SMPN 10 dengan skor 38-35. Pada kuarter pertama, SMPN 10 yang menurunkan Gus Yoga unggul 14-8, kemudian Sanjose yang diperkuat Ar-
lend, Elgi, Dyon, Kharisna tetap tertinggal 18-21, pada kuarter kedua. Bahkan, pada kuarter ketiga SMPN 10 tetap memimpin 31-25 atas Sanjose. Pada kuarter pamungkas inilah, Sanjose mampu melesat dan menutup kemenangan 38-35. Sayangnya, di sektor putri justru Sanjose ditundukkan SMPN 10 dengan skor 4-61. Sejak kuater pertama, Sanjose bermaterikan Cinta, Yola, Nora, Andara, dan Nonik tertinggal 3-16 atas SMPN 10 yang menurunkan Prida, Arista, Dayu Cintya, Ratih, dan Nabila. Selanjutnya, pada kuarter kedua, Sanjose tak mampu menambah poin, hingga tertinggal 3-30, dan pada kuarter ketiga 4-44, serta skor akhir SMPN 10 unggul 61-4. Hasil lainnya, tim putra SMPN 3 menundukkan SMP
Dyatmika 41-28. Tim SMPN 3 menurunkan Diva, Naradnea, Jung Ya, Ngurah, dan Ade unggul tipis 7-6 pada kuarter pertama, kemudian SMP Dyatmika yang diperkuat Pande, Kai, Bagus, Ilios, dan Aga, kembali tertinggal 14-17 pada kuarter kedua. Bahkan, dominasi SMPN 3 masih memimpin 27-18, pada kuarter ketiga, dan skor akhir unggul 41-28. Tim putra kandidat juara Smansa mengatasi SMA 1 Saraswati dengan skor 84-17. Tim Smansa menerjunkan pebasket Kesawa, Lie, Reza, Keivo, dan Yudiantara unggul 27-4 pada kuarter pertama. Pada kuarter kedua, menang 49-8, kemudian unggul 66-10, pada kuarter ketiga, dan skor akhir 84-17. Tim putra Sisma juga unggul atas SMA Dwijendra dengan skor mencolok 51-8. (022)
Bali Post/wan
DIGANGGU 1 Pebasket SMPN 8 (kiri) yang sedang mengusai bola, diganggu lawannya dari SMPN 2, dalam lanjutan Piala Wali Kota IX/2018, di GOR Ngurah Rai, Kamis (22/2) kemarin.
Jumat Wage, 23 Februari 2018
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dbthkan Admin/Accounting Berpengalaman Dibidangnya.Lam Email:hrd@seasafaricruises.com
B.BP.001.02.18.0001196
Bth SPB/SPG Toko Daiso Japan Pnmptn Plaza Renon,Bali. P/W Max.24Th.SMA/SMK.085100645575
B.BP.031.02.18.0001175
!Job Australia Resmi Perkebunan Hub.Whatsapp : 08563925015
B.BP.166.02.18.0001192
*Dcr Segera Waiter/ss Pglm/Tdk Ramah&Sopan.Min.SMU.Jl.Tukad Batanghari 36,Dps. 081999670006
B.BP.001.02.18.0001171
Admin(Developer) Pria single pnya SIM C.Hub.BSD Property Telp.4747258/087752007598
Dcr Mekanik Tamat STM Otomotif Untuk Bengkel Mobil Jln Teuku UmarDenpasar.Hub:081236066118
B.BP.001.02.18.0001008
Dcr SPG/SPB,20-30th,B.Inggris Bgs,Pny Motivasi,Pglmn 2th,Gj+ Bonus u/Sogo Kuta 087861026642
B.BP.001.02.18.0000984
Dcr Sales,Spv,Teknisi STM,Gj+ Bns+Kms+BPJS,Lam PT.PMA, Bedahulu XVII/7 Dps
B.BP.821.02.18.0000960
Dcr Security unt Spa&Restorant Hub:081237895362 (Pasta)
B.BP.101.02.18.0001190
Dcr Sopir SIM A Umum Serabutan Max 35th.Hub.085100480049 Jl.Apit Telaga No.12/16, Br.Batur Peguyangan Kaja Dps Utara
B.BP.001.02.18.0000971
B.BP.001.02.18.0001154
Arsitek buat Proyek Pria, BSD Property 4747258/087752007598
B.BP.001.02.18.0001155
Coco Group Bali Looking For: -Management Trainee Supervisor send new CV at: hrm@cocogroupbali.com
Dcr Sls Counter Ymh Bisma,min SMK,Wanita,Hub:410535/413045
B.BP.004.02.18.0001167
Dcr Tng Pngjr Smua Mta Peljran U Max 22 u/PartTime:0817566499
Dcr Staf Accounting Pria Min S1 Akuntansi 28Th SIM A&C;Staf Personalia Pria S1 Psikologi/ Manajemen SDM 28 Th SIM A&C; Mekanik Pria Min SMK/Teknik Otomotif 28 Th SIM A&C;SPG Wanita 28 Th Min SMA SIM C Krm CV Lgkp ke PT Sinar Sosro Sunset Road 108 SS Kuta Bali
Dcr PartTime Cooker. Kirim CV ke kevin_ceren@yahoo.co.uk
Dcr:FO,HK,Bs.Shift Malam. Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta 40,Kuta
B.BP.001.01.18.0000847
Rumah Murah Kuta Dekat Bandara BUCBerminatHub:081547314416
B.BP.141.02.18.0001181
B.BP.141.02.18.0001180
Toyota Mark X Pmk’2013 Sunroof Hitam Asli Bali H.081999675175
All New CRV 2.4 Th’2010 Matic Putih Cash&Credit,081999675175
B.BP.141.02.18.0001178
DIJUAL RUMAH
B.BP.141.02.18.0001184
HRV ECVT 2018 Mobil Gres Baru Warna Merah Hub:081236749292
Rmh LT=1,33 LB=100m2 Jl.Tkd Pancoran,085100937334 Mlk Sndri
B.BP.001.02.18.0001087
B.BP.001.02.18.0001195
B.BP.004.02.18.0001159
B.BP.001.02.18.0001070
B.BP.154.02.18.0001183
New Hotel Lembongan,Urgently Needed:FO,HK,Purchasing,Acct, Engineering,Cook,FB Spv.Send Your CV to info@theacala.com B.BP.001.02.18.0001094
Supplier Bth Tng Admin Bs Computer Mak’35th WA 081338365211
B.BP.001.02.18.0001174
B.BP.001.02.18.0001048
B.BP.001.02.18.0001139
Dcr Pegawai Showrom Mbl Second Rajin&Kerja Keras, 08123633777
Dcri Tenaga Sablon Untuk Percetakan Hub:089632512899 Densel
Ymh Bisma Dicr:1.D1/SMA/S1 Ek 2.Mekanik Hub:T.Umar 142 Dps
B.BP.141.02.18.0001177
B.BP.001.02.18.0001161
B.BP.001.02.18.0001092
BIRO JASA
SERVICE
0877 6129 5235 081 238 450 210
RUPA-RUPA DIJUAL MOBIL
BALI LESTARI JASA KURAS
WC
HUB : 085101540362 XL 087860189607 AS 085253103978
Mengatasi Mampet, Saluran air, Wastapel, Closet, Tanpa Bongkar
SALON
C.0001501-BRJ
0361-490729 - 085100448999
Paket Hemat HDCVI Rp. 3.000.000 4 Unit Camera 1 Megapixel + HCVR 4 Ch + HDD1 TB 500
2
(Selama Persediaan Masih ada)
Garansi produk CCTV 2 thn
Terima Service Stavol & Ups
Website : www.stavolbali.com C.0001454-ELK
B.BP.001.02.18.0001093
B.BP.164.02.18.0001186
B.BP.001.02.18.0001020
Kav Celuk dpn ArsopAnggel to Anggel,081337283254-081338791301 B.BP.001.02.18.0001103
Murah 11Are/SHM Dalung bisa beli sebagian Hub.081998392361 B.BP.001.02.18.0000920
HRV Prestige 1.8’2015 Putih AT Asli Bali Istimewa, 081999675175
B.BP.141.02.18.0001182
SUZUKI
Djl Carry 2015 85Jt nego Jl.Tk Balian No.117 Hub.089612376003
B.BP.004.02.18.0001191
S.Ertiga GL’2016 Putih Manual Asli Bali LowKM H.081999675175
Dijual Rmh L2 Sempidi Mengwi DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub:08174792678/081805374433 B.BP.004.02.18.0000099
Djl Rmh TP45/72F Jl.Pura Demak Hub:0811398086,0361-245460 B.BP.001.02.18.0000519
Hanya dg 595sdh dpt Rmh S.huni Jl.Siulan Penatih, 081558041018
Tanah Tkd Badung XVI hdp barat 8.5are 800jt Nego 085237316076 B.BP.001.02.18.0001022
Tnh 7,7A pgr jl Raya ± 2KM dr RS Kasih Ibu Saba 081337561687 B.BP.001.02.18.0001156
TnhPuriGadingL3948m2,08133728 3254-081237449024-081338791301 B.BP.001.02.18.0001106
DISEWAKAN GEDUNG
Rush TRD Baru Pake 7Bln KM3Rb Htm Sprt Baru,085100937334Prbd
Rmh 2Lt 5Kmr LT.160m2 Jl.P.Adi 153B T.Umar 08179785354 Nego
Dikont 1 unit Gdung Bru (3ruko) Lt2,Pngir Jln,kwsn wsta Canggu Pererenan Badung,IMB,sewa smua 100jt/th, pemilik:082144431233
B.BP.001.02.18.0001188
B.BP.001.02.18.0001140
BENGKEL LAS
BENGKEL LAS
B.BP.141.02.18.0001179
TOYOTA
B.BP.164.02.18.0001187
B.BP.001.02.18.0001194
FOTO COPY
WC
B.BP.001.02.18.0000584
Djl Box ELF 4 rd Alm tg 187 Cm Hub:081353099090
Djl Tnh 24Are,Baturiti Tbn Hrg 20Jt Nego,H:08123665040 BU.TP
n
Desig
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
SERVICE
B.BP.001.02.18.0001038
B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat T.08123985172 / 412815
B.BP.001.02.18.0001141
SERVICE
Melayani : LIMBAH IJIN PRINSIP, IMB, MELAYANI MAMPET UKL/UPL, SITU/HO, BERGARANSI NPWP, SIUP, TDP, KLOSET, WASTAFEL, IJIN APOTIK, API, BATHUB SALURAN AIR, PATEN,PAJAK,PASPOR, SALURAN DAPUR SIM, SAMSAT, NPPBKC, AKAD NIKAH C.0001098-BRJ C.0000620-brj
B.BP.001.02.18.0001193
B.BP.164.01.18.0001516
Djl Tnh 10 A lingk villa Buduk Hub:082147454248 segera
ANUGERAH DEWATA
BALI WANGI
*Simpanan Koperasi 15%/Th S&K Berlaku Hub.081239011111
B.BP.001.02.18.0001163
B.BP.001.02.18.0001007
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
Jl. Gunung Wayang 24, Denpasar
Dikontrakan Rumah Geria Alam Fajar Blok C6 Angantaka Hub.087860136627
Dijual Tnh 8,35 are,SHM,Aspek Perumahan,Kawasan wista Ubud, pemilik Hub:082144431233
Money Back Guarantee
� 08124651138-085103005620 JASA KURAS
RUPA-RUPA Dana 1Hr Cair,BPKB,Srtfkt,KPR 0,5%Hb.430373/74-085100978067
Dijual Lahan 3 are Jl.Nangka Gg.Nuri. tanpa Perantara Hub:08123803813
�
AC
DISEWAKAN RUMAH
DIJUAL TANAH
Free
SULASTRI - BIRO JASA GUNUNG WAYANG RESIDENCE
B.BP.001.02.18.0001095
Dikont Rumah Jl.P.Kae 1A Dps,4 Kmr,Dpr,GaraseHp:082227776866
B.BP.001.02.18.0001013
B.BP.001.02.18.0000563
DICARI RUMAH Cari Rumah Dalung Budget 9-10 Jt/Th. Hubungi:081558847042
B.BP.001.02.18.0001146
DISEWAKAN RUKO
Dicari Tukang Kebun,L,Min SMU (2,5Jt+500Rb Instv)Pengalaman Min 1Th.Bawa Lam ke Bodyworks Spa Jl ,Kayu Jati No.2 Petitenget 0361-735058
Karma Resort membutuhkan Staf utk ditempatkan sebagai Staf Promosi dg persyaratan Male/female,min SMA/sederajat,speak English,Hight energic & confidence, Hard work gaji pokok+BPJS + bonus menarik kirim ke: hilar ius.habin@karmagroup.com/Hilla 08123986414 Jl.Plawa No.37A Seminyak mulai jam 10.00 pagi.
B.BP.001.02.18.0001189
Dikontrakkan Ruko Baru 2Lantai Kebo Iwa Slatan.H:081237600837
B.BP.001.02.18.0001143
B.BP.001.02.18.0001076
Dcr PRT u/Daerah Cargo Tdr Dlm Hub:081558575977
HONDA
Inova G’13 Hitam Matic Bensin TV3 Jok Kulit H.081999675175
B.BP.001.02.18.0001158
Dcr HRD,IT,Marketing.Email CV ke:rsvn@balibountycruises.com Tlp:0361-728433/081236351133
B.BP.001.02.18.0001150
B.BP.001.02.18.0001160
Rmh Jl.Ceningan Sari 37X 2Lt 5Km LT185m2 08179785354 cpt BU
Ibu RT u/Part/Fulltime/Sales, Marketing/Kanvas/085737391777
B.BP.154.02.18.0001185
B.BP.004.02.18.0001142
B.BP.001.02.18.0001010
Dicari Cleaning Servis/Laundry P/L,Min SMU(2,5Jt+500Rb Instv) Berpengalaman Min 1Th.Bawa Lam ke Bodyworks SPA Jl .Kayu Jati No.2 Petitenget 0361-735058
DAIHATSU
Dijual Mobil Grandmax(Box)’13 Minat Hubungi:0818459677
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Innova V Luxury Pmk’2013 Slvr MT Bensin Pjk Br,081999675175
Dicr Pembantu Rmh Tangga Bs Masak Gj 1,7TdrLuar/087888899869
B.BP.803.02.18.0001071
Dcr Krywati Artshop Celuk,SMP/ SMA,Single,Tdr Dlm,0811386978
B.BP.817.02.18.0001042
Dicari Arsitek Pengalaman 1Th Hubungi:08989644043
DIJUAL MOBIL
B.BP.001.02.18.0000564
Dcr 2Satpam,3Tk.Kebun,3Bersih2 villa. Hub:Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21X T.4731979/736353
Dcr Karyawati, Min D1, Pengalaman 1th, bw CV ke Synus Refil Center, Jl.Imam Bonjol No.551A Dps T.490452-3
Dibutuhkan:MarketingCommunity Syarat:Pria/Wanita Max.28Th, Min.D3,Good Komunikasi,Kerja Dilapangan,Penugasan Seputaran Denpasar/Badung.Kirim Lamaran ke:PT Indosat Tbk (Jl.By Pass Ngurah Rai No.88 Kuta/Up Soma)
Informasi pasang iklan Telepon
C 0000051 bkl
KEHILANGAN HilangBPKBNo.R285822X2014GR DK-1622 KV An.I Nyoman Sugita
B.BP.001.02.18.0001165
Hlg BPKB No.Pol DK 117 DD,Noka MHRGK5860EJ406421,NosinL15Z51 011499 An.I Wayan Mudiasa,SH & BPKBNo:L02530607-ODK1975EE Noka:MHFXW42G9E2290303 Nosin:1TR7807074 An.Ayub
B.BP.001.02.18.0001147
SEMINAR Seminar Income Dollar Aktif & Pasif.Dari Profit Forex. Sabtu, 24-2-2018,Jam:16.00 s/d 20.00 Tempat:Ayam Bakar Wong Solo, Jl.Merdeka No.18 Dps. Syrt dftar: team-ultra.blogspot.co.id
B.BP.001.02.18.0001152
18
BANGLI
”Try Out” UN SMP Gunakan Sistem Manual Bangli (Bali Post) Sebagai persiapan untuk menghadapi Ujian Nasional (UN) pada April mendatang, seluruh SMP di Kabupaten Bangli akan mengikuti pemantapan atau try out UN pada 26 dan 27 Februari. Try out menggunakan sistem manual yakni berbasis kertas dan pensil. Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli I Nyoman Sedana, Kamis (22/2) kemarin, mengatakan, berdasarkan hasil rapat Disdikpora bersama seluruh Kepala Sekolah SMP se-Bangli, untuk try out ada empat mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA. Try out masih menggunakan sistem layaknya Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNKP). ‘’Kalau untuk simulasinya sudah mulai dilaksanakan oleh sekolah-sekolah sejak beberapa hari lalu,’’ ungkapnya. Try out sangat penting bagi siswa. Dengan mengikuti try out, siswa akan memiliki persiapan yang matang menghadapi UN baik UNBK maupun UNKP. Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Bangli I Nengah Suardana mengatakan, try out akan diikuti 29 SMP dengan jumlah siswa sebanyak 3.781 orang. Karena try out akan dilaksnakan selama dua hari, maka ada dua mata pelajaran yang diujikan setiap harinya. ‘’Kalau sebelumnya, kita ujikan satu mata pelajaran setiap harinya. Kita laksanakan try out dua hari saja agar siswa kelas VII dan VIII tidak lama libur akibat kelas mereka dipakai terlalu lama,’’ katanya. Diungkapkannya, try out menggunakan sistem manual berbasis kertas dan pensil. Hal ini lantaran tidak ada sistem try out berbasis komputer. Sementara terkait soal ujian, sudah mengacu pada kisi-kisi nasional. (kmb41)
Cekcok dengan Suami
Jumat Wage, 23 Februari 2018
Antisipasi Kebocoran Retribusi Pariwisata
Dishub Pasang Rambu Larangan Melintas di Jalur Tikus Bangli (Bali Post) -
Sorotan yang kerap disampaikan anggota DPRD Bangli terhadap indikasi kebocoran pendapatan daerah dari sektor retribusi pariwisata di Kintamani akibat maraknya wisatawan yang melalui jalur tikus, akhirnya ditindaklanjuti Pemkab Bangli. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), Pemkab memasang sejumlah rambu larangan bagi kendaraan pariwisata di jalan yang kerap dilalui pemandu wisata untuk menghindari pembayaran retribusi.
Bali Post/ina
PASANG RAMBU - Petugas Dishub Bangli memasang rambu lalu lintas dilarang melintas di sejumlah jalur alternatif yang kerap dilalui wisatawan untuk menghindari pungutan karcis retribusi.
Kepala Dishub Kabupaten Bangli Gede Arta, Kamis (22/2) kemarin, mengatakan selama ini terdapat sejumlah jalan alternatif menuju kawasan wisata Kintamani. Jalur alternatif kerap dimanfaatkan untuk menghindari pungutan retribusi. Guna menekan kebocoran pendapatan dari sektor tersebut, pihaknya kini memasang rambu larangan melintas bagi kendaraan pengangkut wisatawan di jalur alternatif, salah satunya di jalur Desa Bayunggede. Pemasangan rambu juga dilakukan di jalan yang tembus kantor Desa Batur Tengah maupun sekitar Tunon yang tidak dijaga petugas pungut. ‘’Pemasangan rambu-rambu larangan ini merupakan tindak lanjut dari rapat Forkompinda di Kecamatan Tembuku,’’ terangnya. Lebih lanjut dikatakannya, dengan dipasanginya rambu lalin tersebut, diharapkan wisatawan mematuhinya dan mencari jalur pariwisata yang telah ditentukan, yang ada loket pungutan retribusinya. Jalur dimaksud seperti di jalur
Sekaan atau Penelokan. Dengan upaya tersebut, kebocoran retribusi pariwisata diharapkan bisa ditekan seminimal mungkin. Sebagaimana diketahui, dugaan kebocoran retribusi akibat banyaknya kendaraan wisata melalui jalur tikus kerap menjadi sorotan kalangan dewan. Sebagaimana disampaikan Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles, ada beberapa jalur alternatif yang sering dilalui kendaraan pengangkut wisatawan untuk menghindari pungutan retribusi. Selain di jalur Bayung Gede, jalur lain yang juga kerap dilalui kendaraan wisatawan yakni jalur Talemba. Untuk mengatasi hal itu, dia menyarankan eksekutif untuk menempatan petugas pungut di jalur tikus. Selain itu, upaya lain yang disarankan dilakukan untuk menyetop banyaknya kendaraan pariwisata melintas di jalur itu yakni dengan memasangi rambu dan mengarahkan wisatawan melintas di jalur resmi yang sudah ditentukan selama ini. (kmb40)
Terkait Pembuatan Ogoh-ogoh
IRT di Songan Sekaa Teruna Diminta Perhatikan Empat Unsur Tenggak Cairan Pembasmi Serangga Bangli (Bali Post) Cekcok dalam rumah tangga hingga berujung percobaan bunuh diri kembali terjadi. Kali ini dilakukan Ni Nyoman Serinu (24), warga Desa Songan, Kintamani. Ibu rumah tangga (IRT) itu nekat menenggak cairan pembasmi serangga, setelah terlibat pertengkaran dengan suaminya. Beruntung nyawa korban masih bisa diselamatkan setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Informasi yang dihimpun Kamis (22/2) kemarin menyebutkan, kasus percobaan bunuh diri tersebut terjadi pada Rabu (21/2). Kronologinya berawal saat korban bersama suaminya, I Wayan Yudiastika, memenuhi undangan di Banjar Serongga Desa Songan. Keduanya mengendarai sepeda motor dengan mengajak serta anaknya yang masih berumur dua tahun. Usai acara tersebut, sekitar pukul 13.00 Wita, mereka mampir di rumah salah seorang warga untuk berteduh karena hujan. Entah apa pemicunya, pasangan suami-istri itu terlibat cekcok. Korban yang emosi memilih pulang sendiri dengan berjalan kaki ke rumahnya, sementara suami dan anaknya masih berteduh di rumah tersebut. Sekitar pukul 15.00 Wita, saat Yudiastika tiba di rumahnya, dia tidak melihat istrinya. Yudiastika beserta anggota keluarga lainnya kemudian mencari Serinu di sekitar rumah. Yudiastika akhirnya menemukan Serinu dalam kondisi tergeletak lemas. Di samping korban, ditemukan botol pembasmi serangga. Diduga korban lemas karena menenggak cairan pembasmi serangga. Korban pun langsung dilarikan ke puskesmas dan selanjutnya dirujuk ke RSU Bangli. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, setelah mendapat laporan percobaan bunuh diri tersebut aparat dari Polsek Kintamani langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi termasuk suami korban. Baik korban maupun suaminya belum bersedia memberikan keterangan detail latar belakang permasalahan yang memicu terjadinya aksi percobaan bunuh diri. ‘’Dari keterangan medis, korban tiba di RSU Bangli dalam keadaan sadar. Sementara saat ini korban masih dirawat di rumah sakit,’’ jelasnya. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Sekaa teruna di Kabupaten Bangli mulai membuat ogoh-ogoh untuk diarak pada pangerupukan sebagai rangkaian hari raya Nyepi, Tahun Baru Çaka 1940. Terkait pembuatan ogoh-ogoh, Pemkab Bangli mengharapkan sekaa teruna memperhatikan empat unsur atau kriteria. Hal tersebut disampaikan Kabid Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli I Nyoman Wiradana, Kamis (22/2) kemarin. Dia mengatakan, empat unsur dimaksud yakni etika, estetika, logika dan praktika. Etika perlu dikedepankan lantaran ogoh-ogoh berkaitan dengan pelaksanaan upacara keagamaan. Pembuatan ogoh-ogoh harus mencerminkan budaya Bali yang bersumber dari sastra Hindu. Unsur estetika juga mesti ber-
dasarkan budaya Bali. Dia mencontohkan, sekaa teruna harus bisa menentukan tema dan cerita yang akan ditampilkan. Jika sudah ada tema dan cerita, baru diterjemahkan dalam bentuk ogoh-ogoh. ‘’Kalau memilih tokoh Rahwana, busana yang dipakai seperti apa, apa saja senjata yang dibawa dan ukurannya seberapa besar, ini mesti diperhatikan. Termasuk setelah selesai digunakan, mereka harus tahu ogoh-ogoh mau di bawa ke mana,’’ jelasnya. Pada unsur logika, dia menyebutkan, jika ogoh-ogoh akan dipentaskan di desa, ukurannya harus disesuaikan dengan jumlah pengusung. Jika mau ditampilkan di sore hari, mesti diperhatikan perlu tidaknya penerangan. ‘’Dan praktika, karena ogoh-ogoh merupakan hasil karya seni, harus diperhatikan betul
mulai dari proses pengumpulan bahan, pembuatan sampai pementasan,’’ ungkapnya. Wiradana yang seorang seniman itu juga menekankan, dalam pembuatan ogoh-ogoh juga diharapkan menggunakan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan. Jangan menggunakan bahan-bahan yang dapat mencemari lingkungan seperti styrofoam. Pihaknya tidak ingin kegiatan kesenian yang seharusnya menimbulkan kebahagian, justru menimbulkan bencana atau kerusakan lingkungan. ‘’Bahan styrofoam bisa mencemari lingkungan, tanah dan air karena mengandung zat yang berbahaya. Semoga para sekaa bisa menggunakan bahan-bahan yang alami demi menjaga lingkungan sekitar agar tetap lestari,’’ harap Wiradana. (kmb41)
OGOH-OGOH - Parade ogoh-ogoh di Kabupaten Bangli tahun lalu.
Bali Post/nan
Putu Merta Utama
Bali Post/nan
Perbaikan Jalan Menuju Pura Dukuh Dianggarkan Rp 350 Juta Bangli (Bali Post) Ruas jalan menuju Pura Dukuh di Desa Tiga Kecamatan Susut akan segera diperbaiki. Perbaikan jalan yang rusak berat tersebut dianggarkan Rp 350 juta melalui Alokasi Dana Desa (ADD). Hal tersebut diungkapkan Perbekel Desa Tiga Putu Merta Utama, Kamis (22/2) kemarin. Dia menjelaskan, di beberapa titik sudah terdapat lubang pada jalan sehingga membahayakan pengendara. Kerusakan sudah terjadi sejak lama. Jalan tersebut memiliki panjang 1 km. ‘’Akses jalan hanya sampai di Pura Dukuh saja karena buntu. Jalan ini merupakan jalan usaha tani. Tapi jalan juga dilalui sejumlah warga karena ada beberapa permukiman di sana,’’ ujarnya. Menurut Merta Utama, jalan tersebut merupakan jalan desa sehingga perbaikannya menjadi kewenangan pemerintah desa. Sejatinya untuk perbaikan jalan akan dilakukan akhir tahun 2017. Hanya saja, ketika hendak diperbaiki, terjadi erupsi Gunung Agung yang berimbas pada lonjakan harga material. Berdasarkan
kesepakatan di musyawarah desa, akhirnya diputuskan perbaikannya ditunda. ‘’Sejatinya kalau mau dikerjakan tahun lalu bisa. Akan tetapi, volume harus dikurangi karena naiknya harga material. Jika volume dikurangi, maka jalan kemungkinan hanya setengah saja yang dapat dikerjakan. Maka dari itu, kita putuskan untuk perbaikan tahun ini,’’ katanya. Anggaran yang disiapkan untuk perbaikan jalan tersebut mengalami peningkatan. Kalau sebelumnya anggaran melalui ADD sebesar Rp 287 juta, setelah adanya perubahan RAB, tahun ini anggarannya meningkat menjadi Rp 350 juta. ‘’Anggaran dinaikkan karena menyesuaikan harga material yang juga naik,’’ jelasnya. Saat ini perbaikan jalan belum bisa dilakukan. Pasalnya, APBDes belum bisa dijalankan karena adanya perubahan aturan dari Pemerintah Pusat. ‘’Kalau tidak ada perubahan ini, APBDes Desa Tiga sudah selesai. Dan saat ini APBDes masih disempurnakan dan menunggu disahkan. Setelah itu kegiatan baru bisa dijalankan,’’ tegasnya. (kmb41)
Bupati Made Gianyar Terima Kunker Bupati Lampung Barat Tanam Bibit Kopi di Mengani DALAM upaya menambah ikatan kerja sama sekaligus sharing pengetahuan dan teknologi terkait pengolahan kopi di Kintamani, Kamis (22/2) kemarin Pemkab Lampung Barat berkunjung ke Kabupaten Bangli. Rombongan yang dipimpin Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus tersebut diterima langsung Bupati Bangli I Made Gianyar di Pabrik Pengolahan Kopi Arabika Mengani. Bupati Parosil Mabsus menyampaikan terima kasih atas penerimaan dan penyambutan yang luar biasa dalam kegiatan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Bangli. Melalui kunjungan kerja
ini diharapkan dapat meningkatkan jalinan silaturahmi dan kerja sama bukan hanya di bidang kopi tetapi juga bidang yang lain. Terlebih potensi wilayah Lampung Barat sangat mirip dengan kabupaten Bangli. Dijelaskannya, wilayah Lampung Barat berada di ketinggian 700 s.d. 100 Dpl. Jika di Bangli yang dikembangkan adalah kopi jenis arabika, di Lampung Barat yang banyak dikembangkan adalah Robusta. Meski demikian, dengan kunjungan kerja ini Parosil berharap ada sesuatu yang bisa diadopsi dan dikembangkan di Lampung Barat, terutama dari segi teknik pengolahan
yang semuanya termanfaatkan baik dari hulu ke hilir. ‘’Dari kunjungan ini ada satu hal yang membuat saya berkesan adalah pemberian wawasan yang disampaikan oleh pengelola dengan banyaknya temuan temuan yang dihasilkan sehingga hal ini akan menjadi nilai tambah untuk produktivitas kopi sehingga memberi nilai ekonomis untuk para petani kopi,’’ terang Parosil Mabus. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan dengan kesamaan potensi yang dimiliki, jalinan kerja sama ini harus terjalin terus sehingga Kabupaten Bangli maupun Lampung Barat bisa sama-sama
maju. Gianyar mengatakan, pihaknya sangat berbangga karena produk kopi Kintamani sudah dikenal dan sempat masuk istana untuk menjamu tamu negara saat HUT Kemerdekaan, Agustus lalu. Meski demikian, pihaknya terus mengembangkan kopi Kintamani. ‘’Kita sudah lihat dan rasakan bersama berbagai produk hasil olahan dari kopi yang tentu secara ekonomis dapat meningkatkan produktivitas kopi itu sendiri yang pada akhirnya akan dapat memberi nilai tambah untuk kesejateraan para petani kopi. Yang lebih penting adalah bagaimana tidak ada sedikit pun dari limbah
kopi yang terbuang, hampir semuanya termanfaatkan dan inilah salah satu alasan Bapak Presiden mengundang kopi Kintamani masuk Istana,’’ kata Made Gianyar. Sementara itu, sebagai kenang-kenangan atas kunjungannya ke Bangli, Bupati Lampung Barat bersama Bupati Bangli melakukan penanaman pohon kopi bersamasama di Mengani. (ad1198)
KUNJUNGAN KERJA Bupati Bangli I Made Gianyar saat menerima kunjungan kerja Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus.
19
Jumat Wage, 23 Februari 2018
Warga Canggu Kobarkan Semangat Tolak Reklamasi CANGGU, salah satu primadona destinasi wisata di Bali. Menjadi daerah tujuan wisata yang semakin populer tidak lantas menjadikan warga Desa Adat Canggu terlena dengan ancaman terhadap kehidupan Pulau Bali ke depan. Rencana reklamasi Teluk Benoa juga mengusik warga Desa Adat Canggu. Solidaritas mereka bangkit yang diwujudkan dengan pernyataan tegas dari Desa Adat Canggu untuk menolak reklamasi Teluk Benoa. Kini, warganya aktif dalam kegiatan yang berhubungan langsung dengan gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa. Menjaga api semangat penolakan reklamasi Teluk Benoa, Rabu (21/2) warga Desa Adat Canggu mendirikan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa yang didirikan di pertigaan Banjar Tegalgundul, Canggu. Menurut I Made Edhi Gunawan, Ketua ST Dwi Buhana Santhi, Banjar Tegal Gundul, Canggu, pemasangan baliho kali ini untuk terus menggelorakan semangat warga Canggu dalam perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa. ‘’Perjuangan ini memang melelahkan untuk itu perlu terus
digelorakan, apalagi tahun 2018 ini tahun penentuan, kita pasti menang bila kita bersatu dan tetap semangat,’’ ujar Edhi. Sementara itu, I Gede Kusrendra dari Semeton BTR Canggu, yang merupakan basis gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa di Desa Adat Canggu menyampaikan, sebagai masyarakat pesisir mereka hidup dari laut dan pantai. Oleh karennya, ia tidak ingin pantai di Bali rusak karena kerakusan manusia. ‘’Kami tidak ingin pantai-pantai di Bali rusak dan kita di Canggu pernah menang melawan kerakusan manusia di tahun 1997 saat Loloan Yeh Poh ingin diuruk investor. Semangat perlawanan terhadap rencana menguruk Teluk Benoa harus terus dikobarkan untuk kemenangan Teluk Benoa,’’ ungkap De Kus, panggilan akrabnya. Pemasangan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa di wilayah Desa Adat Canggu akan terus mengingatkan bahwa sampai saat ini rencana reklamasi Teluk Benoa belum dibatalkan, sehingga perjuangan untuk memenangkan Teluk Benoa harus terus dilakukan. (kmb)
Warung Global
Desa Wisata Harus Tampilkan Ciri Khas PADA hakikatnya rakyat memiliki nilai-nilai budaya/tradisi yang luhur yaitu gotong royong, ramah, seni tari/budaya, dll. Semua ini sebagai modal dan aset pariwisata. Eksistensi desa wisata yang ada sekarang ini muncul dan berkembang berdasarkan kegiatan turun-temurun yang menjadi unggulan di desa tersebut. Untuk menjaga dan melestarikan tentu bukan tugas masyarakat saja, pemerintah harusnya lebih banyak mengambil peran sehingga desa wisata berkembang, terus berinovasi dan tetap eksis. Demikian terungkap dalam Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM edisi Kamis (22/2) kemarin. Pariwisata berkembang ada beberapa faktor yang menunjang, yang utama adalah keamanan. Jika wilayah aman, warganya rukun, wisatawan banyak yang tertarik berkunjung selain juga ditunjang oleh budaya yang dimilki, demikian Fera di Tabanan berpendapat. Febri di Denpasar menyampaikan, selama ini ada beberapa desa wisata di Bali yang cukup dikenal oleh wisatawan, misalnya Kertalangu, Pengelipuran padahal ada banyak yang lainnya. Oleh karenanya harus berinovasi karena masing-masing desa punya ciri khas yang unik dan berbeda. Menurut Made Torek di Denpasar, wacana soal desa wisata sudah dari dulu, cuma sepertinya terkendala SDM. Masing-masing desa punya ciri khas. Lilis di Tabanan juga menyatakan hal yang sama. Selama ini regenerasi harus tetap berjalan, kita sering dengar di media massa, pariwisata berbasis pertanian, tapi generasi tua saja yang masih bergelut dengan pertanian. Di masing-masing desa punya pelaku seni yang berbakat dan umurnya sudah tua, ini perlu dibina sehingga tetap memiliki regenerasi. Di sinilah peran pemerintah sangat dibutuhkan dengan memfasilitasi para pelaku seni yang sudah berusia lanjut tujuannya agar budaya,
tradisi, seni, segala pendukung desa wisata bisa tetap terjaga dengan baik. Budiada menilai di Tabanan sudah berkembang desa wisata berkonsep spiritual. Itu pun sudah berjalan dua tahun lebih. Namun masih banyak potensi yang bisa dikembangkan. Sebagai warga Batuan Gianyar, Nyoman Mastra menyampaikan bahwa Bali ini sudah punya ciri khas yang cukup menarik, konsep seperti Tri Hita Karana sudah bagus, cuma perlu ditata kenyamanannya, kebersihan, dan keamanan. Warga Gianyar lainnya, Gusti Guatama, berbagi pendapat bahwa budaya yang luhur, menjadi konsep pariwisata di Bali. Wacana soal desa wisata sudah dari dulu terdengar, jangan demi materi, konsep-konsep yang sudah ada justru dikorbankan. Made Nurbawa di Denpasar melihat, yang banyak terjadi sekarang bukan mengembangkan desa wisata tapi membuat atraksi wisata di desa, dua hal yang berbeda. Sebagai pengunjung terakhir, Arya di Denpasar melihat perkembangan desa wisata mengikuti pangsa pasar, apa yang diminati, itu yang dikembangkan justru ini menyerap tenaga kerja. Untuk itu, ia berharap dukungan dan peran dari aparat desa setempat. (sikha)
Bali Post/ist
TEGALGUNDUL - Pemasangan baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa di Desa Adat Canggu yang dipasang di pertigaan Banjar Tegalgundul, Canggu. Pemasangan baliho ini sebagai komitmen warga tetap menolak reklamasi Teluk Benoa.
Banyak Aturan Dari Hal. 1
‘’Problemnya seperti yang sering disebutkan, saya sampaikan, saya ulang-ulang terus mengenai lamanya perizinan, banyaknya aturan, banyaknya rekomendasi, banyaknya persyaratan. Itu yang saya minta untuk secepat-cepatnya dipangkas, sebanyak-banyaknya disederhanakan,’’ kata Kepala Negara usai memberikan sambutan dalam pengarahan kepada peserta Rakernas APPSI di Kota Bandung, Kamis (22/2) kemarin. Dalam beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan dua hal yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yaitu peningkatan investasi dan nilai ekspor. Begitu pula saat berbicara di hadapan gubernur dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah
Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Menurut Presiden, penyederhanaan perizinan inilah yang akan mempercepat dunia usaha untuk bergerak, berekspansi, serta berinvestasi. ‘’Sehingga kita harapkan lapangan kerja semakin bertambah,’’ ucap Jokowi yang dirilis oleh Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin. Guna mewujudkan hal tersebut, pemerintah berenc a n a a ka n m e m b ua t s ebuah peraturan yang akan mengintegrasikan pola distribusi antarp rovinsi d i seluruh Tanah Air agar lebih efektif dan efisien. ‘’Ini nanti kita siapkan setelah bertemu detailnya seperti apa sih. Jangan sampai ini malah meruwetkan, harusnya memudahkan, mempercepat,’’ ujar Presiden. (kmb)
Belum Dievakuasi Dari Hal. 1
‘’Sebanyak 18 orang yang hilang diduga tertimbun longsor dan hanyut ke Sungai Cigunung,’’ kata Sutopo. Tim SAR gabungan dari Badan Penangulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Brebes, TNI, Polri, Badan SAR Nasional (Basarnas), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), polisi hutan, Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), relawan, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat belum bisa melakukan evakuasi terhadap korban dikarenakan medan yang sangat sulit. ‘’Yang masih dilaksanakan adalah penyisiran sepanjang sungai untuk mencari korban hanyut lainnya,’’ tuturnya. Sesuai prosedur, pencarian akan dilakukan selama tujuh hari. Jika belum dite-
Bali Post/ant
ROBOH - Sejumlah warga bergotong royong menyeberangkan sepeda motor karena jembatan putus akibat abrasi di Sungai Jragung, Dusun Sapen, Candirejo, Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/2) kemarin. Robohnya jembatan tersebut memutus akses sekitar 1.500 warga di Dusun Sapen dan Borangan.
Sub. Badung 089629266361 | Sub. Tabanan 087860701455 | Sub. Gianyar 081237773563 Sub. Bangli 085238056500 | Sub. Klungkung 081916268341 | Sub. Jembrana 081936083440 Sub. Buleleng 081933117962 | Sub. Karangasem 085338534631 C.0000171-RPA-10
mukan maka akan dilanjutkan tujuh hari berikutnya. ‘’Tidak mudah mencari korban tertimbun longsor karena kondisi lapangan. Kendalanya adalah adanya kemungkinan longsor susulan, material tanah gembur, luas, tebal dan cuaca yang kemungkinan hujan,’’ katanya. Lokasi longsor di Desa Pasir Panjang Kecamatan Salem merupakan daerah zona rawan sedang hingga tinggi longsor. Mahkota longsor dari perbukitan di hutan produksi Perhutani BKPB Salem Petak 26 PlRPH Babakan menimbun sawah di bagian bawah dan menimpa petani yang sedang bekerja. Saat longsor terjadi pukul 08.00 WIB, cuaca tidak sedang hujan. Lahan p ertanian sawah berada di bagian bawah agak jauh dari perbukitan mahkota longsor. (ant)
Minta Kapolri Dari Hal. 1
‘’Saya katakan ke Kapolri, awalnya saya berpikir dia dikerjai anak buahnya, tapi sebagai pengacara Novel, setelah 10 bulan tidak ada progress maka kita minta kepada Kapolri agar kasus ini segera dituntaskan. Kalau tidak, martabat kita sebagai negara hukum dan martabat Kapolri akan dipertanyakan. Saya minta Kapolri ini utang bersama yang harus dituntaskan,’’ kata Saor. Sebelumnya (BP, 22/2) Presiden Joko Widodo mengatakan akan terus mengejar Kapolri untuk menemukan pelaku
penyiraman. ‘’Saya akan terus kejar di Kapolri agar kasus ini menjadi jelas dan tuntas siapa pun pelakunya. Akan kita kejar terus Polri,’’ kata Presiden. Sejumlah pihak termasuk Novel juga mengusulkan untuk dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kasus itu, tetapi pembentukan TGPF belum juga dilakukan. ‘’Dan, Polri juga sudah menyampaikan (kemajuan penyidikan), kalau Polri sudah ‘gini’ (menyerah) baru kita akan ‘step’ yang lain,’’ kata Presiden sambil mengangkat kedua tangannya menunjukkan orang tanda menyerah. (ant)
16 Pages
57 Number 10th year
Price: Rp
L O N A A T I E R N I N T
3.000,-
st.co.id e-mail: info_ibp@balipo t.com. rnationalbalipos
om. http://epaper.inte
sy U.S. embas up grenade at Man throws ro, then blows himself in Monteneg
L O N A A T I E R N I N T
ationalbalipost.c
online: http://www.intern
Friday, February
23, 2018
and republics 23, 2018 Yugoslav join all former country to Friday, February identifica- became the 29th (rtr) the person’s last May. establish for NATO also be heard a hand grenade, tion. embassy was closed News can at Global and it The in “Bali Image” from 9.30 device, probably midnight before on Thursday 96.5 , around an explosive Radio FM am. Listen to issuing visas citizens to stay away man threw capital of Montenegro until 10.00 FM at http:// warned U.S. notice. the m Global Radio Podgorfurther A - An unidentified Podgorica,on Thursday. ten2myradio.co embassy in there is device. “Immediately ex- until PODGORIC building in at http:// said threw an “The U.S. explosive globalfmbali.lis citizens at the embassy streaming http:// were out before, that person the intersecat the U.S. or live video ali.com and advises U.S. up, the government li. police vehicles it embassy plosive device fromCenter into the ica active security situation radioglobalfmb nel/global-fm-ba guns and to pose blowing himself near the an in Podgorica,” Sport Irons having chaps,” ustream.tv/chan were reported on the streetsThursday morning tion near the compound.” U.S. embassy or Jeremy in assless of No casualties which con- building on - Jennifer for a photo call journalist Helen U.S. embassy was most probably said on its website. embassy near is the smallest the incident. blasted from the small explosion in a tweet, London The device LOS ANGELES Montenegro it said. Police State after on Wednesday of her tweeted The government,an hour after a hand grenade, and trying to firmed a The U.S. Stephanie Lawrence over a photo out- Lewis. were be- said that about half journalist person” Keogh investigating its compound. that it dress Australian a controversy said checks REUTERS/Eddie staff on Twitter ac“an unknown with an were plunging black Department out to ensure all as sexist, Peatling remarked midnight suicide 21, 2018. wearing a the bloke London day enough that and scarves to ing carried had committed side on a cold Britain, February was “cold coats and “not feminism.” London, were safe. star, 27, said tors have to wear yet poor Jennifer with submachine ridiculous Arena in Policemen she was their press call and a small amount at the O2 The Oscar-winning Awards posting that at the Brit in a Facebook offended” by what Lawrence is wearing call a dress.” arrives might Lipa most Dua ridiculous” of fabric some also “extremely one of the the “utterly Lawrence,actresses in Hollyshe called social and mainstream part reaction on photo, taken as sought-afterhaving none of it. the fabumedia to for her upcoming wood, wasVersace dress was cover “That of promotions going to Sparrow.” on think I’m a coat you outdoors with movie “Red up lous, taken 5 The picture, day in London that gorgeous dress outside forthe a barein scarf? I was a bitter winter’s a and a I would have stood I love week, showed earlier this Lawrence wearing minutes. dress because shouldered while actor Jeremy snow for that was my choice,” cast mem- fashion and that black gown, Facebook. ridiculous, three fellow Irons and thick wool coats the she wrote on this is s saw she added. “This is sexist, bers donned BRIT from Many commentator of the presis not feminism,” at this year’s event a reflection Hollywood this creating silly distractions photo as each at an people” biggest winners women in given “It’s issues. Get a grip thriller in were the two trophies sure on a real particularly and Stormzy awards, taking “Red Sparrow,” to look good,previous outspoken Dua Lipa plays a Russian in against sexual - Singers high-profile pop musicbiggest acts. next week. Lawrence’s the gender pay gap which Lawrence LONDON most worldwide of music’s #Metoo movements and supportcriticism ofindustry. spy, opens on top of harassment and abuse es from some awards, Britain’s who rapped rights. means either (rtr) the movie performanc and Lamar, containing a luxury ing women’s that saw “True equality getting a coat, make a difference,” female cube carpet by a man “It does named best at a glass was smashed up on the red Jennifer Lawrence Lipa was breakthrough act car that Lipa told Reuters are protesting and a bat. to suffer of the protest. “We this how we’re solo artist Record Industry Trust on wielding act appeared that way and Lamar’s the British held in London in our own difficulties a difference.” Stormzy technical (BRIT) awards, going to makealso saw Oasis front while rappersolo artist from periods of his performance, media to Wednesday, The show perform “Live British male of the year muted fans on social Gallagher victims won the leading frustration.for grand man Liamin a tribute to the on a British album prize and Signs & Prayer.” attack express their went Forever” global opened of a suicide bombing by U.S. Other artists for “Gang took the of “Say venue hosting a concert in ManEd Sheeranbut lost in the three scale. Justin Timberlake Grande was with a rendition by a success award in which he the show pop star Ariana2017, which killed Direction Something” accompanied throughin May other categories while One of choir dottedDua Lipa chester reported nominated,Styles won for video people. scores-strong while 22 outlets the audience, dozens of star Harry a British artist. British media been added to for out accompanied by throughout that Gallagher had last minute, to the year by was took the prize at the Foo Fightersgroup. U.S. rapper dancers, also scattered the line-upplanned tribute perfora named best arena. international who dropped stars in attendance replace Lamar was with New the States emMany of the on the red carpet mance by Grande,(rtr) Kendrick male artist,taking the roses the United illness. Montegesture white to a international as wore Lorde out due Police guard in Podgorica, 2018. the show Up and 22, Zealand singer and during the Time’s artist honours. bassy building negro, February female solo featured performanc- of support for Dawson Lipa The event REUTERS/Simon of likes of Sheeran, No. 106 Dps premiere es from the Jl. Raya Puputan 148 Renon No the European Post at: Made Bali Niti Mandala Kopi arrives forFebruary 19, 2018. Raya 28 Jl. 148 Renon onal Sanur Lawrence Britain Manan Mandala No. Jl. D.Tamblingan Sanur 29 Dimsum Jl. Raya Niti Yamin No.18 find Internati Smirnof Cafee Actor Jennifer in London, Jl. Mohamad Renon Jl. D.Tamblingan Sanur 30 Furama You can 19 Renon “Red Sparrow” Merdeka No.88 No 68
- Jennifer over ‘Get a grip’ offended Lawrence dress furor plunging
Stormzy Dua Lipa, nours ho take top ards at BRIT aw
Scret 10 Malaika Sari Kuta Jl. Bakung 11 Snack Shack Lokal Jl. Pantai Kuta 12 Warung Club Tanduk 1 Kuta Beach the Coffe Bear Jl. Camplung 13 Cokro Cafee Kuta Sari Kuta 2 Wen Dys Hotel Jl. Bakung 14 T.J.Bar Paradiso Bali 3 Seminyak Legian Kuta Jl. Padma 15 J & N Kebab Resort&Spa 23 4 Ramayana Bar 16 Goanna Legian Resort&Spa Jl. Doble Six/Werkudara No. 51 5 The Lokha Emtertaiment 17 Batu Jimbar Jl. D.Tamblingan Sanur Live Sport Cafee 6 66 Corner No.126 A 18 Ramayana Grill 140 Jl. D.Tamblingan 7 Leghawa Jl. D.Tamblingan dan Restoran 8 Retno Barr 9 Elkomedor
Jl. D.Poso 20 Legwa Hotel No. 50D Cafee Jl. D.Poso 21 Nu Laser No. 39 Book Jl. D.Poso 22 Ganesa Sanur Jl. D.Poso 23 All For Daiving Sanur Jl. D.Poso 24 Barocca Sanur Jl. D.Poso 25 Lantern Sanur Jl. D.Poso 26 Shearlock Sanur 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan Jl. D.Tamblingan
Man throws grenade at U.S. embassy in Montenegro, then blows himself up
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Subah Jl. Jl. D.Tamblingan Sanur 31 Warung Denpasar khas Gilimanuk Wuruk 184 Jl. Hayam Jl. D.Tamblingan Sanur 32 Ayam Betutu Jl. D.Tamblingan 33 Bali Bakery 17 DKerobokan Jl.Petitenget 17E Kerobokan Jl.Petitenget Klod 17C Kerobokan Klod Jl.Petitenget 9 Kerobokan Jl.Petitenget
Jumat Wage, 23 Februari 2018
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418
SENI BUDAYA I Wayan Santika
Liku hingga Topeng Sidakarya
I Wayan Santika
Bali Post/ist
BALI memang sarat dengan seniman serba bisa. Mereka adalah penjaga taksu Bali lewat kegiatan berkeseniannya. Salah satunya I Wayan Santika (51). Seniman tari Arja ini dulu eksis berperan sebagai Liku dalam pagelaran Arja muani. Namun kini, pria asal Desa Batannyuh Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan ini lebih fokus ke seni topeng, khususnya Topeng Wali Sidakarya. Ia mengaku sudah berkecimpung di dunia seni panggung sejak tahun 2000 silam. Usai merampungkan studinya di STSI Denpasar pada 1992, ia tidak langsung mengembangkan ilmu berkesenian yang diperolehnya di kampus. Hingga akhirnya pada 2000, terbersit keinginannya untuk menggeluti seni panggung. “Saat itu saya mulai berpikir, untuk apa belajar seni tari jika tidak dilanjuti,” ucapnya. Santika pun kemudian bergabung dengan pagelaran Arja muani Sanggar Seni Bianglala. Ia pun berperan jadi perempuan (liku). Dari sana jam terbangnya menjadi lebih tinggi. Santika
pun mengakui mendapatkan tantangan saat memainkan peran liku, mulai dari cibiran ‘bencong’ dan harus menyesuaikan karakter suara dan gaya layaknya perempuan saat tampil di atas panggung. “Jujur pernah kesal, saat ada yang memanggil bencong saat berias hendak tampil menjadi liku, bahkan pernah saya tunjukin tato di lengan saya sembari mengatakan saya lelaki tulen,” terangnya sambil tersenyum saat mengingat pengalaman itu. Tetapi, bagi ayah dua orang putri ini, peran liku hingga kini kerap digunakannya di kantor tempat dia bertugas. “Kadang saat jenuh, keluar candaan dengan gaya liku, biar semua tersenyum dan semangat lagi di kantor,” ucapnya. Setelah hampir empat tahun bergelut dalam kesenian Arja muani, akhirnya Santika pada 2004 memutuskan berhenti dari aktivitas pentas Arja dan beralih ke seni Topeng Sidakarya. “Karena mungkin sudah faktor usia dan masih hobi menari, akhirnya saya pilih beralih ke seni topeng, khusus topeng wali Sidakarya sejak tahun 2004,”
terangnya. Meski sudah tidak lagi menggeluti seni Arja, dirinya kerap mendapat penawaran untuk kembali manggung. Sayangnya karena karakter suara sudah mulai berubah, ia mengaku kesulitan untuk kembali ke Arja. Dan lebih menggeluti seni topeng. Kini, salah satu dari dua putrinya mengikuti jejaknya sebagai penari. Bakat yang dimiliki putrinya ini, dikatakannya, mengantarkan sang putri tampil di luar negeri seperti Eropa dan Jepang, juga di wilayah Indonesia, salah satunya di Kalimantan. Ia melihat para generasi muda sudah banyak menggeluti dunia seni. Dominan seni tari. Hanya kesempatan untuk tampil belum banyak dan belum terkoordinir. Ia yang kini menjabat Kasi Pementasan di Dinas Kebudayaan Tabanan ini pun memiliki ide untuk segera mengumpulkan seniman muda. Mereka akan diajak rembuk melestarikan tarian Bali, khususnya tari sakral, agar tidak kehilangan arah dan jejak. (bit)
Bali Post/ist
BERALIH - Wayan Santika kini beralih ke seni topeng, khususnya Topeng Wali Sidakarya.
Bali Post/ist
LIKU - Wayan Santika saat berperan menjadi Liku.
Rahayu n’ Friends
Tuangkan Kisah Nyata Dalam Lagu
Bali Post/rtr
BERTEMU - Presiden Donald Trump bertemu dengan sejumlah siswa dan orangtuanya di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat (AS), Rabu (21/2) waktu setempat.
Siswa AS Protes Penggunaan Senjata
Trump Sarankan Persenjatai Guru Washington (Bali Post) -
Siswa yang menuntut adanya tindakan nyata terhadap peraturan kepemilikan senjata pascapenembakan massal di Florida pada Rabu (21/2) menemui anggota legislatif untuk membicarakan tuntutan mereka. Bahkan, para siswa dan orangtua siswa dari Florida berhasil bertemu Presiden AS Donald Trump. Trump melakukan pertemuan selama sejam dengan siswa yang berhasil selamat dalam penembakan massal di Florida itu dan orangtua yang anaknya tidak termasuk korban dalam kasus itu. Presiden AS yang terkenal kontroversial itu pun menyarankan para guru untuk dipersenjatai. Menurut Trump, mempersenjatai guru dan staf di seko-
lah akan membantu mencegah terjadinya tragedi penembakan di masa mendatang. Ia mendukung adanya ide itu, yang juga didukung oleh National Riffle Association (NRA), sebuah grup pelobi pro senjata di AS. Berbicara panjang lebar dalam sesi dengan siswa dan orangtua itu, Trump mengatakan mempersenjatai guru dan petugas keamanan akan
menyebabkan para calon penembak gentar. Hal ini akan mengurangi banyak kematian. “Jika Anda memiliki seorang guru yang mengerti cara menggunakan senjata, mereka akan sangat mungkin menghentikan serangan dengan sangat cepat,” kata Trump sambil mengakui bahwa proposal terkait itu kontroversial. Presiden asal Partai Re-
publik ini, yang juga merupakan pendukung hak kepemilikan senjata dan didukung NRA saat kampanye Pilpres 2016, mengatakan akan bergerak cepat untuk memperketat pengecekkan latar belakang bagi para pembeli senjata. Ia juga akan mempertimbangkan pembatasan usia untuk pembelian senjata jenis tertentu. Sebuah penembakan massal di SMA Marjory Stoneman Douglas, Florida, menyebabkan 17 orang meninggal. Peristiwa ini disebut sebagai peristiwa penembakan mematikan kedua di sekolah negeri.
Menurut penyelidik, penembakan dilakukan oleh Nikolas Cruz (19), yang merupakan mantan siswa di SMA itu. Ia membeli senjata AR-15 setahun lalu. “Nikolas Cruz bisa membeli senjata karena ia bisa membeli bir,” kata siswa Stoneman Douglas, Laurenzo Prado, merujuk pada UU di Florida yang memperbolehkan anak berusia minimal 18 tahun membeli senjata. Anggota legislatif di Tallahassee menyatakan mereka akan mempertimbangkan menaikkan batasan umur bagi pembelian senjata dan alkohol menjadi 21 tahun. (iah/rtr)
Di Brit Awards
Mawar Putih Simbol Antipelecehan Seksual DI ACARA penganugerahan bergengsi untuk industri musik Inggris, Brit Awards, mawar putih digunakan sebagai simbol antipelecehan seksual. Banyak selebriti yang hadir di O2 Arena, London, tempat digelarnya penghargaan itu, menggunakan pin mawar putih atau diberikan sekuntum mawar putih. Simbol ini merupakan bentuk solidaritas atas gerakan “Time’s Up” yang pertama kali diinisiasi di Hollywood. Sejak itu, seruan adanya perubahan di industri hiburan meluas hingga ke berbagai negara. Dalam Brit Awards tahun ini, Rabu (21/2), Dua Lipa dan Stormzy meraih dua penghargaan. Stormzy, yang menjadikan genre rap ke arusutama komersial, di-
nobatkan sebagai penyanyi pria terbaik. Ia juga memenangkan penghargaan album terbaik untuk album debutnya, “Gang Signs and Prayer.” Ia mengucapkan terima kasih pada Tuhan, ibunya, keluarga dan timnya serta London Selatan, tempat dia dibesarkan. Ia mengaku album tersebut merupakan upaya yang terberat yang dilakukannya seumur hidup. “Saya tidak pernah bekerja untuk sesuatu seperti ini seumur hidup saya,” katanya. Sementara itu, Lipa, yang mengeluarkan debut pada 2017 lalu, dianugerahi penyanyi perempuan terbaik dan artis pendatang baru terbaik. Lipa mendedikasikan penghargaan penyanyi ter-
baiknya untuk semua musisi perempuan yang telah berjasa di industri musik. “Untuk semua perempuan di panggung ini, makin banyak perempuan yang memenangkan penghargaan dan menguasai dunia,” kata Lipa yang menduduki peringkat pertama di tangga lagu Inggris dengan “No Rules.” Para penyanyi papan atas hadir dalam Brit Awards yang dipandu komedian, Jack Whitehall. Mereka di antaranya Justin Timberlake, Rita Ora, Sam Smith, Foo Fighters dan Kendrick Lemar. (iah/ap) BRIT AWARDS Dua Lipa saat menerima penghargaan Brit Awards, Rabu (21/2) di O2 Arena, London.
Bali Post/rtr
Mencintai seseorang dengan tulus ikhlas, namun dibalas dengan pendustaan, tentu membuat kita kecewa dan sakit hati. Itulah kisah nyata perjalanan cinta dari Rahayu Lasmini (25), wanita asal Singaraja, yang dituangkan dalam single album “Sing Keto Carane”. Album yang dikemas dalam video klip ini pun akan diluncurkan Rahayu n’ Friends, pada 25 Februari mendatang. Manajer Rahayu n’ Friends, Jeric Vanesha, diamini vokalis Rahayu Lasmini, Dexton (bass), dan Dek Juni (cajon), mengatakan Rahayu n’ Friends berkonsep bukan band, melainkan solo. “Kami bertiga membantu mengiringi Rahayu Lasmini dalam albumnya, apalagi Rahayu satu manajemen dengan Rabbit 03,” ujar Jeric saat presscon, Selasa (20/2). Dikatakan Jeric, biasanya cewek identik dengan nada sendu, tapi Rahayu ada ska dan reggae untuk membuat nuansa berbeda. “Album Sing Keto Carane ini membawa pesan ingin membangkitkan semangat supaya tidak putus asa dan percaya diri, dan ke depannya supaya lebih dewasa,” imbuhnya. Lagu ini, lanjut Jeric, mengajarkan bagaimana mencintai yang benar dan memaknai cinta dengan tulus karena cinta itu tidak memandang materi, fisik dan lainnya, tapi dengan hati. Rahayu sudah memiliki tujuh single, yaitu “Mepamit”, “Luh Beho”, “Ngalih Pasangan”, “Percaya Diri”, “Sing Jodoh”, “Lelah dan Sing Keto Carane”. Masih ada tiga lagu, yakni “Bebas”, “Cinta Terakhir”, dan “Sadar” dalam proses penggarapan. Sementara Rahayu Lasmini, mengaku tak terpikir akan menjadi penyanyi. “Awal dari iseng dan mencoba, tapi Jeric Vanesha mendorong saya untuk tampil bernyanyi, dan akhirnya saya mulai memberanikan diri. Awalnya solo, sewaktu manggung kurang gereget dan dimasukin raggae dan diterima dengan baik pecinta suara. Dan saya merasa lebih nyaman bergabung dengan kawan-kawan seperti Jeric, Dexton dan Dek Juni daripada solo,” ucap Rahayu. (win)
Rahayu n’ Friends
Bali Post/ist