20 HALAMAN
terbit sejak 16 agustus 1948
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
u g g n Mi
perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
Minggu paing, 22 April 2018
NOMOR 233 TAHUN KE 70
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Umat Muslim Jembrana Siap Menangkan Mantra-Kerta
WARGA MUSLIM - Cawagub Bali nomor urut 2, I Ketut Sudikerta, disambut hangat warga Muslim di Desa Medewi, Jembrana, Sabtu (21/4) kemarin.
SOLIDITAS umat Muslim di Kabupaten Jembrana semakin kuat mendukung dan memenangkan pasangan calon Gubernur Bali nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta. Pemilik 36 persen suara di Jembrana itu menyatakan tekad bulat untuk mendukung dan memenangkan Mantra-Kerta. Setelah beberapa waktu lalu, Cagub Rai Mantra yang bersilaturahmi, Sabtu (21/4) kemarin, giliran Cawagub nomor urut 2 I Ketut Sudikerta menyapa warga Muslim bertempat di Masjid Pesingga-
han, Desa Medewi Kabupaten Jembrana. Saat itu, Sudikerta didampingi oleh tim Koalisi Rakyat Bali (KRB) Jembrana dan perwakilan KRB Provinsi Bali, perwakilan PBMB Jembrana, serta relawan Mantra-Kerta yang berdatangan dari seluruh Jembrana. Dalam pertemuan tersebut, hadir sekitar 200 perwakilan umat Muslim yang terdiri dari tokoh-tokoh umat, tokoh masyarakat, perwakilan pengurus masjid serta tokoh masyarakat dari desa setempat. Dialog berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
“Kami sudah mengenal figur Pak Sudikerta sejak dulu. Sudikerta pemimpin sejati yang tidak kenal lelah bekerja keras dan menyapa warganya,” ujar seorang warga di sela-sela pertemuan. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan aspirasi terkait kepentingan umat Muslim di Desa Medewi. Beberapa di antaranya adalah soal lahan parkir baik di areal masjid dan juga di luar areal masjid yakni di depan pemakaman. Hal. 19 Perluas Areal Parkir
Soal Capres-Cawapres
Kubu Demokrat dan PKS Bergejolak Jakarta (Bali Post) Suhu politik kian memanas, di tengah wacana dukung-mendukung capres dan cawapres. Kubu Partai Demokrat (PD) dan PKS kini sedang bergejolak. Kabar mengejutkan datang dari Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Roy Suryo. Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melarang Roy Suryo berbicara ke media soal capres dan cawapres. Perintah SBY itu tersebar ke grup-grup WhatsApp (WA) dengan bentuk screenshot percakapan WA. Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean saat dimintai konfirmasi tak bisa memastikan kebenaran perintah SBY itu. “SMS itu belum kami tahu kebenarannya. Tapi memang
Ketum mengingatkan kami semua untuk tidak asal bicara,” ujar Ferdinand Sabtu (21/4) kemarin. Ferdinand sudah melihat pesan SBY itu. Dia menyebut isi pesan yang kabarnya ditujukan khusus kepada Roy Suryo itu belum dapat dipastikan kebenarannya. “Ya betul tadi memang kami sedang diskusi bersama-sama teman yang lain di sela rehat siang lawatan ke Banten. Kami mendapat bocoran SMS dari kawan-kawan yang ditujukan kepada Bapak Roy Suryo,” ucapnya seraya kembali menegaskan bahwa SMS itu belum diketahui kebenaran-
nya. Sementara itu, Roy Suryo, yang dicoba dimintai tanggapan, belum mau memberi keterangan. Di kubu PKS juga bergejolak. Kader PKS dilarang ke acara Anis Matta.PKS Jawa Barat melarang kader mereka datang ke acara deklarasi Anis Matta sebagai calon presiden, yang digelar di Dago, Bandung, Sabtu malam kemarin. Fahri Hamzah, yang merupakan loyalis Anis Matta, menyebut larangan itu sebagai bentuk dendam. Hal. 19 Ingin PKS Hilang
BPM/ant
HARI KARTINI - Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) bersama Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla menghadiri peringatan Hari Kartini di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/4) kemarin.
Buntut Wisman Naik Padmasana
Sidangkan Pelakunya di Bali, Evaluasi MO Besakih Denpasar (Bali Post) Peristiwa wisman Eropa naik dan duduk di Padmasana Pura Gelap Besakih, terus menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan. Ketua PHDI Bali Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana setuju dengan sikap Maha Semaya Ki Mantri Tutuan untuk menutup utama mandala bagi wisatawan mancanegara (wisman). Bahkan, dia lebih keras lagi berbicara semua pintu masuk pura
Ketut Kanta
Pahlawan bagi Siswa Tuli Bisu
DESA Bengkala, Kecamatan Kubutambahan satu-satunya desa di Buleleng yang memiliki warga yang mengalami tuli bisu. Warga penyandang tuli bisu ini menyebar di semua dusun dan uniknya sebagian besar penderitanya dari orang tua sampai anak-anak mereka mengalami kelainan serupa. Bahkan, di desa ini antara warga normal dengan penderita tuli bisu bisa berkomunikasi walau hanya dengan isyarat yang muncul sejak dahulu. Di balik kondisi fisik warga di desa ini sempat mengancam anak-anak usia sekolah di desa ini tidak mengenyam pendidikan formal. Hal. 19 Bahasa Isyarat
digembok alias dikunci. Pura dan utama mandala hanya diperuntukkan bagi yang bersembahyang. ‘’Termasuk pura paibon, dadia, dan soroh di Besakih. Bahkan, Pura Bukit Buluh diberi gembok dan siapkan komunikasikan dengan para pemangku jika ada umat yang tangkil di luar piodalan,” tegas Prof. Sudiana saat berbicara di Mahasabha I Maha Semaya Ki Mantri Tutuan Pratisentana Sira Dalem Mangori, Sabtu (21/4)
kemarin, di ISI Denpasar. PHDI juga bersikap bahwa pura jangan dijadikan objek wisata. Sebaiknya dibuatkan jalan melingkar bagi wisman untuk melihat suasana di jaba sisi, jaba tengah pura, bukannya diberikan kebebasan seperti yang dilakukan di Pura Besakih. Jika sudah ada masalah, kata dia, umat Hindu yang sibuk. Makanya dia mengkritisi pola manajemen dan badan pengelola Pura Besakih
untuk tetap waswas, bukannya begitu dibayar dengan uang wisman bisa masuk seenaknya. Untuk proses hukum, PHDI Bali, kata dia sudah berkirim surat ke Imigrasi dan Polda untuk menangkap pelakunya. ’’Bila perlu sidangkan pelakunya di Bali, saya siap jadi saksi ahli,’’ ujarnya. Hal. 19 Ada Kesengajaan
Kartini Cilik Disabilitas
Habis Gelap Terbitlah Terang Sejumlah anak dan remaja di Bali mengalami kelainan fisik seperti menyandang disabilitas netra, sebagian besar dari mereka adalah kaum wanita. Namun, semangat belajarnya sangat tinggi. Sangat pas ketika kita merevitalisasi semangat Hari Kartini dengan karyanya ‘’Habis Gelap Terbitlah Terang’’.
Bagi anak-anak penyandang tunanetra, dunia ini memang gelap. Belum ada alat yang mampu membawa Kartini cilik ini melihat kenyataan pahitmanisnya dunia ini. Namun, di hatinya ada cahaya terang lewat pendidikan dan pelatihan mereka yakin bisa hidup mandiri. Di sinilah diperlukan sikap mengabdi dan menerima penyandang disabilitas secara sempurna. Terutama yang sering berhadapan langsung dengan Kartini cilik disabilitas ini adalah guru dan keluarganya. Selain memerlukan metode khusus, juga dibutuhkan kesabaran ekstra dan perencanaan pengajaran yang matang. Hal. 19 Dapatkan Pelatihan
Siswa Disabilitas Raih Prestasi Nasional
SEJUMLAH sekolah dijadikan model sekolah inklusi bagi penyandang disabilitas. Salah satunya SMP PGRI 6 Denpasar di Yang Batu, Jl. Kapten Japa Denpasar. Namun disayangkan, sekolah masih secara mandiri menangani siswa inklusi dengan caranya sendiri. Padahal, siswa ini memerlukan guru khusus inklusi dan model PBM yang khusus juga. Kepala SMP PGRI 6 Denpasar, Drs. Ketut Antara, M.Ag., mengatakan saat ini tercatat enam siswa inklusi belajar secara normal di sekolah ini. Selama ini, mereka dilayani dengan penuh kasih sayang, memperkuat pendidikan karakternya oleh guru secara ikhlas dan tulus. Makanya sejumlah siswa berkebutuhan khusus di sekolah ini sukses mempersembahkan prestasi. Salah satunya Ketut Widyadana yang mengalami kekurangan pendengaran.
Ketut Widyadana adalah penyandang disabilitas meraih dua emas dan satu perak di Kerjunas renang 2018. Saat ini, sedang dilatih untuk ajang di Dubai. Selama belajar di kelas, di telinganya dilengkapi dengan alat pendengaran. Namun hal itu belum cukup. Selama ini, dia belajar didampingi temannya jika disuruh menjawab pertanyaan. Sebab untuk urusan menulis dan berhitung dia sangat pintar, namun disuruh membaca dan berbicara dia bermasalah. Kasek Ketut Antara didampingi Wakasek Ni Nyoman Erawati, S.Pd. menambahkan selama ini sekolah baru dibantu toilet inklusi, kursi roda dan tongkat dari Disdikpora Bali. Padahal yang dia perlukan adalah guru inklusi untuk mendidik siswa berkebutuhan khusus. Hal. 19 Perhatian Khusus
Lebih Sensitif dari Anak Normal BPM/dok
BERPRESTASI - Widyadana siswa berkebutuhan khusus yang berprestasi nasional.
BERBEDA halnya para penyandang tunarungu. Memiliki kekurangan dalam berbicara dan mendengar tidak turut membatasi kemampuan mereka dalam hal olah gerak tari. Adalah pasangan suami istri, I Made Lila Arsana, S.Sn. dan Sri Aemi, M.Pd., yang memberdayakan para tunarungu
dengan mendirikan Sanggar Sandhi Muni Kumara Bali. Sanggar yang terletak di Jalan Gunung Seraya No. 33 Perumnas Monang Maning Denpasar ini didirikan khusus bagi penyandang disabilitas tunarungu tanpa dipungut biaya. Hal. 19 Bukan Hal Mudah
2
Daerah
Minggu Paing, 22 April 2018
’’Skill’’ Istimewa
PEREMPUAN pada era kekinian atau zaman now memiliki tantangan tersendiri untuk menunjukkan eksistensinya. Sama halnya ketika R.A. Kartini dulu memperjuangkan emansipasi wanita. Kendati saat ini, di Indonesia dan Bali khususnya, sudah muncul ‘‘KartiniKartini’’ baru yang kiprah dan prestasinya membanggakan kaum perempuan. Anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali, IGA Diah Werdhi Srikandi, kepada Bali Post, Sabtu (21/4) kemarin, mengatakan, perempuan masa kini harus menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Dengan demikian, mereka akan memiliki wawasan untuk bisa bersaing dan sejajar dengan laki-laki. “Perempuan masa kini harus punya skill yang istimewa agar tidak tertinggal di masyarakat. Harus pintar me-manage waktu antara karier dan keluarga,” ujar anggota Komisi III ini. Diah menambahkan, perempuan juga harus bisa mandiri, cekatan saat bekerja, dan kreatif. Selain itu, mampu menghadapi diskriminasi di lingkungan kerja. Tak dimungkiri, diskriminasi memang masih dialami sebagian perempuan meski dunia sudah semakin modern. “Hari Kartini ditetapkan Presiden Soekarno sejak tahun 1964. Selain merayakan HUT R.A. Kartini, juga dengan harapan 21 April bisa menjadi penghargaan terhadap perjuangan perempuan untuk mendapatkan hak-hak mereka di masyarakat,” imbuh Mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. Melalui peringatan Hari Kartini, lanjut Diah, perempuan Indonesia diharapkan selalu bersinar. Seperti halnya judul buku R.A. Kartini “Habis Gelap Terbitlah Terang”. (kmb32)
’’Pengempon’’ Pura Diminta Tutup Utama Mandala bagi Wisman Denpasar (Bali Post) -
BPM/ist
EKSEKUSI – Jaksa eksekusi terpidana kasus penyelewengan dana Gapoktan di Asahduren.
Jaksa Eksekusi Terpidana Kasus Gapoktan Negara (Bali Post) Tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, Jumat (20/4) malam, melakukan eksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap terpidana Nengah Sudarma. Sudarma yang mantan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Sejahtera, di Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan ini merupakan terpidana kasus penyelewengan bantuan Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan (PUAP) Pemerintah Pusat tahun 2009. Kasi Pidsus Kejari Jembrana, Made Pasek Budiasa, Sabtu (21/4) kemarin, membenarkan eksekusi yang dilakukan di rumah terpidana tanpa perlawanan. “Kita datang ke rumahnya sore, dan sekitar jam tujuh malam (19.00 wita) sudah di Rutan,” tandas Pasek. Dalam putusan Mahkamah
Agung (MA), terdakwa divonis dua tahun denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara. Sebelumnya, di tingkat Pengadilan Tipikor Denpasar, terdakwa divonis dua tahun denda Rp 50 juta. Kemudian terdakwa banding lalu diputus satu tahun penjara. Hingga akhirnya, JPU kembali mengambil upaya hukum kasasi. Sudarma sendiri telah keluar setelah menjalani satu tahun penjara. Akhirnya, keputusan kasasi turun belum lama ini dan kembali menguatkan putusan Majelis Hakim Tipikor Denpasar yakni dua tahun penjara denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara. Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Negara, Purniawal dikonfirmasi kemarin, membenarkan adanya satu terpidana eksekusi yang masuk di Rutan Negara Jumat malam. (kmb26)
Korban Lakalantas di Telaga Bermaksud Menemui Suaminya di Gerokgak KECELAKAAN lalu lintas (lakalantas) maut di jalan Desa Telaga menuju Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Jumat (20/4) sore, meninggalkan cerita miris. Pasalnya, korban Ni Putu Nina Damayanti (32) asal Desa Mundeh Kauh Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan mengajak tiga orang anaknya menemui suaminya yang bekerja di wilayah Gerokgak. Tidak disangka, maut menjemput korban bersama anaknya Ni Putu Ayu Santi Widiantari (14) dan Ni Komang Sri Mulyani (7). Mereka tewas setelah terjatuh dari sepeda motor hingga terjun ke dalam kubangan sungai di sekitar lokasi kejadian. Beruntung, satu-satunya korban selamat Ni Sayu K. Putri Anggita Cahyanti (8). Hingga sekarang, korban selamat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Santhi Graha, Seririt. Kasatlantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Sabtu
(21/4) kemarin, mengatakan, pihaknya kesulitan mencari tahu penyebab kecelakaan maut itu. Ini karena tidak ada saksi yang mengetahui kejadian nahas tersebut. Satusatunya saksi adalah anak korban Anggita Cahyanti yang selamat. Hanya, korban belum bisa dimintai keterangannya, karena masih trauma dan kesehatannya belum pulih. Polisi untuk sementara masih menunggu sampai korban sembuh baru akan dimintai keterangan terkait kronologis lakalantas itu. Meski demikian, dari keterangan di lokasi kejadian, korban diduga melintas di jalan Desa Telaga untuk tujuan ke Gerokgak karena jaraknya lebih dekat dibandingan lewat jalur Seririt-Pupuan. Jalan di kawasan hutan perbatasan Desa Telaga dan Sepang itu sendiri banyak turunan yang diikuti tikungan tajam. Jika hujan maka aspal jalan akan licin dan memerlukan konsentrasi ekstra kalau pengendara lewat jalan tersebut. (kmb38)
BPM/sue
MAHASABHA - Suasana Mahasabha I Maha Semaya Ki Mantri Tutuan Pratisentana Sira Dalem Mangori.
Sekitar 700 krama Hindu Maha Semaya Ki Mantri Tutuan Pratisentana Sira Dalem Mangori, Sabtu (21/4) kemarin, mengikuti Mahasabha I. Mahasabha membahas soal masalah kekinian umat Hindu, memilih pengurus, dan menyusun program kerja. Mahasabha dibuka Biro Kesra Pemprov Bali, A.A. Gede Griya, juga dihadiri Ida Dalem Semarapura, pimpinan pasemetonan se-Bali dan Ketua PHDI Bali, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana. Ketua Formaturdan Tim Pengarah Maha Semaya Ki Mantri Tutuan, Prof. I Gede Arya Sugiartha dan Ketua Panitia Mahasabha yang juga Wakil Ketua Formatur Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., mengungkapkan Maha Semaya Ki Mantri Tutuan Pratisentata Sira Dalem Mangori juga mengambil sikap terhadap ulah wisman yang duduk di padmasana Pura Gelap adalah kesalahan kita bersama. Untuk itu, dia minta umat Hindu untuk selalu menjaga kesucian pura dari tindakan tak etis wisman. Bahkan, Maha Semaya Ki Mantri Tutuan mengusulkan semua utama mandala pura penting di Bali ditutup bagi wisman. “Jangan semua dibebaskan hanya demi uang,” tegasnya. Jika diberikan kebebasan, kata Arya Sugiartha, akan makin banyak terjadi pelanggaran yang menggores hati
umat Hindu. Kecuali, bagi wisman yang mau bersembahyang dengan tata cara Hindu. Hal itu dipertegas lagi oleh Made Suarta. Rektor IKIP PGRI ini menambahkan para pemgempon perlu menutup pintu gerbang utama mandala bagi wisman karena tak ada manfaatnya kita memberikan wisman masuk ke ranah suci ini. Kedua, para pengempon dan pemangku diharapkan mengawasi semua arael pura agar tetap terjaga kesuciannya. Bila perlu, pintu ke utama mandala dikunci hanya dipegang oleh pemangku. Sebelum masuk ke lokasi objek wisata pura, wisman diberi pencerahan dan di tiap lokasi diisi papan pengumuman soal larangan bagi wisman. Termasuk guide lokal jangan memberikan pembiaran terhadap wisman. Perkuat SDM Bali Ditambahkan, I Gede Arya Sugiartha dan I Made Suarta, bahwa Mahasabha Maha Semaya Ki Mantri Tutuan ini pertama untuk melakukan konsolidasi dan menjalankan program kerja bidang parahyangan, pawongan, dan palemahan.
Salah satu program strategisnya yakni memperkuat SDM Bali baik melalui pendidikan dan usaha bersama. Hal ini sudah dilakukan para pasemetonan hanya saja belum diikat dalam sebuah lembaga. Kini dibuatkan koperasi dan memperkuat networking bidang usaha bersama. Namun tetap meningkatkan sradha bhakti dan persaudaraan demi mencapai kebahagian lahir dan batin. Ki Mantri Tutuan adalah cikal bakal warga Tutuan di Bali dan berdirinya Pura Kawitan Pura Bukit Buluh, Gunaksa, Klungkung. Nama kecil Ki Mantri Tutuan adalah Satryawangsa, putra dari Dalem Mengori. Dalem Mangori adalah putra Dalem Segening yang berstana di Gunung Agung. Ibu Ki Mantri Tutuan adalah Ni Berit Kuning, dia anak raja Airlangga. Ni Berit ini tinggal di hutan. Saat Satryawangsa menyembah ibunya di hutan tiba-tiba muncul sumur, burung Tuhu-tuhu (tutuan)dan pohon timbul. (025)
Promosi Penting dalam Pengembangan Usaha PROMOSI khususnya melalui media massa memegang peranan penting dalam mengembangkan suatu usaha. Demikian diungkapkan oleh Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungannya ke Redaksi Bali Post, Sabtu (21/4) kemarin. “Selama ini, selain menggunakan selebaran, kami lebih sering menggunakan media sosial untuk promo. Tapi di Bali, kami juga ingin menggaet konsumen melalui media massa baik cetak maupun elektronik,” ujar putra sulung Presiden Jokowi tersebut. Dalam kesempatan itu, Gibran juga menjelaskan bahwa dia akan membuka gerai Markobar yang kedua di Pulau Dewata ini. “Gerai baru ini tentunya perlu diperkenalkan ke publik dan di sinilah media sangat berperan. Cakupan media yang luas akan sangat memengaruhi citra dari suatu produk. Jadi, saya ingin bekerja sama dengan media untuk mempopulerkan Markobar,” imbuhnya. Ayah dari Jan Ethes Srinarendra itu juga mengatakan seberapa baik dan seberapa hebat pun suatu produk tapi jika tidak dikenal maka akan percuma. “Saya ingin Markobar ini menjadi salah satu produk kuliner yang paling dicari di Bali dan unggul dari para pesaingnya. Salah satu cara saya akan menggencarkan promosi di koran, majalah, radio, dan televisi,” kata Gibran. Dalam kunjungan tersebut, Gibran juga sempat mengungkapkan rencana untuk segera bekerja sama dengan Kelompok Media Bali Post. (kmb33)
Jaya Negara Resmikan Gerai Ke-16 Sang Pisang Kaesang Pangarep di Denpasar
GERAI - Plt. Wali Kota Denpasar IGN. Jaya Negara saat memberikan ucapan selamat kepada putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, atas dibukanya gerai Sang Pisang yang ke-16 di Ruko Graha Merdeka Unit C, Renon, Denpasar, Sabtu (21/4) kemarin.
PLT. Wali Kota Denpasar IGN. Jaya Negara meresmikan gerai Sang Pisang yang ke-16 di Denpasar milik putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep. Pembukaan gerai yang berlokasi di Ruko Graha Merdeka Unit C, Renon, Denpasar itu ditandai dengan pemotongan pita. “Rasa pisang ini enak, lembut di bibir dan sangat cocok untuk anak muda maupun anak-anak. Bahkan, pisang olahan Sang Pisang pas di lidah orang tua. Saya tadi sudah mencoba salah satu varian rasa, dan tadi yang saya coba rasa avokad, setelah mencoba, saya pingin menambah lagi,” ungkapnya Sabtu (21/4) kemarin. Selain mencobanya sendiri, Plt. Wali Kota Jaya Negara juga sempat membagikan satu kotak Sang Pisang miliknya kepada anak-anak yang hadir di sana sembari menyuapkan sepotong kue pisang tersebut kepada anakanak. Suasana pun menjadi terasa hangat dan kekeluargaan dalam opening gerai
ke-16 Sang Pisang di Denpasar ini. Plt. Wali Kota Jaya Negara menambahkan, potensi kuliner di Denpasar saat ini sudah berkembang pesat, apalagi kuliner-kuliner lokal. Dengan banyaknya bermunculan kuliner seperti ini pasti akan menambah lapangan kerja di Denpasar dan juga untuk memacu semangat para generasi muda yang ingin membuat usaha, khususnya di bidang kuliner. Sementara itu, Kaesang Pangarep mengatakan salah satu alasan memilih pisang sebagai produk kulinernya karena buah pisang mudah didapat di Indonesia. Untuk bahan baku pisang yang digunakan di gerai ini diambil langsung dari Bali. “Iya dari Bali, apalagi di Bali jenis pisangnya banyak,” kata anak bungsu Presiden tersebut. Ia mengatakan gerai Sang Pisang yang dibuka di Kota Denpasar ini merupakan yang ke-16. “Kami menargetkan untuk membuka sebanyak 300 gerai pada tahun 2018. Selain di Denpasar sebagai gerai per-
tamanya di Bali, cabang lain juga akan dikembangkan lagi di wilayah Singaraja maupun Karangasem. Dan setelah ini akan dibuka di Bogor, Palembang, Jambi, dan Pekanbaru,” katanya. Kaesang mengungkapkan, gerai Sang Pisang sudah dibuka di beberapa kota, seperti Jakarta, Bandung, Palembang, Lampung, Surabaya, Medan, Yogyakarta, dan Pare-pare. “Salah satu tujuan membuka banyak gerai di seluruh Indonesia untuk menjaring tenaga kerja yang banyak pula,” ungkapnya. Sementara terkait dengan namanya Sang Pisang, menurut Kaisang nama ini diambil namanya sendiri dari kata Sang, karena namanya bagus. “Namanya sang pisang dari nama saya, namanya bagus kan,” jelas Kaesang sambil melempar senyum. Seperti diketahui pisang nugget Sang Pisang dihadirkan dalam varian rasa cokelat, green tea, vanila, tiramisu, strawberry, blueberry, dan avocado. Dengan harga per kotak Rp 20.000. (ad1190)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/ Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Daerah
Minggu Paing, 22 April 2018
Masuk Dunia Laki-laki
TIDAK mudah masuk ke dunia laki-laki sekaligus tetap menjalankan kewajiban sebagai perempuan. Hal itu mampu dilakukan Inda Trimafo Yuda (41). Selain sebagai pengusaha wanita, Inda juga aktif berorganisasi. Tidak tanggung-tanggung jabatan yang dipegangnya adalah ketua dan dewan penasehat. Inda aktif berpolitik, namun keluarga tetap menjadi prioritasnya. Ditemui Jumat (20/4) di kawasan Sanur, Denpasar, Inda menuturkan, masuk ke dunia laki-laki maskulin seperti dunia politik, kewirausahaan, kepemudaan yang notabene “penghuninya” lebih banyak laki-laki, tidak membuatnya minder atau pun ragu. “Kalau untuk saya, tidak susah, karena kita harus bisa membaca fisiologis lingkungan, dalam arti karakter lingkungan kita. Contohnya di organisasi pengusaha itu banyak penghuninya laki-laki dan kita harus mengerti kelakuan mereka, tidak mudah tersinggung, jangan terlalu sensitif. Berpikir seperti mereka tapi tidak seperti mereka,” ujar Ketua BPD Putri Bali ini. Inda adalah perempuan pertama yang menjadi Ketua Umum HIPMI Bali dua periode. Bahkan di tingkat HIPMI Pusat pun belum pernah ada ketua umum perempuan. Namun pengusaha perempuan tidaklah satu, tapi banyak. Meskipun pengusaha perempuan tidak sebanyak laki-laki, namun ia masih bisa menyatukan. Sehingga laki-laki pada akhirnya bisa beradaptasi. “Bagaimana menghormati teman perempuannya, tetapi tidak kaku. Karena dalam organisasi kewirausahaan dan kepemudaan itu bukan organisasi yang kaku atau formal, melainkan itu lebih kepada komunitas berkumpul,” jelas wanita yang pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Partai Golkar ini. Meski organisasi yang diikuti sekurangnya enam organisasi, namun Inda tetap mampu membagi waktu dengan anaknya. Perkawinannya dengan pria asal Australia 17 tahun silam membuahkan dua anak, laki-laki dan perempuan. Waktu untuk anak ia atur sedemikian rupa, agar bisa meluangkan waktu untuk anak. Pekerjaannya sebagai business woman mengurus beberapa perusahaan, di pagi hari selalu ia sempatkan mengurus anak sebelum sekolah. “Saya membiasakan mereka sembahyang di Padmasana sebelum berangkat sekolah,” ujarnya. Setelah itu di sore hari hingga malam juga waktu bagi keluarganya, terutama anak-anaknya. Selam 20 tahun lebih ia menjalankan kehidupan pengusaha dan organisasi, keinginannya kini sebagai cucu pejuang dan keluarga aktivis adalah bisa ikut dalam pembuat kebijakan. “Karena saya sudah mengalami menjadi ibu rumah tangga, pengusaha pemula, menengah, kepemudaan, politik,” bebernya. (may)
”Minis Design” Koleksi Felice Jewellery Harga Mulai Rp 399 Ribu – Rp 2 juta
PAMERAN perhiasan emas dan berlian kembali digelar oleh Felice Jewellery mulai Minggu (22/4) hingga Rabu (25/4) mendatang di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Berbagai model perhiasan berkualitas dengan design terbaru siap menyambut para pecinta berlian di Bali. “Dapatkan Minis Design Diamond yang dipadukan dengan emas putih, kuning, atau pink dengan harga promo mulai Rp 399 ribu hingga Rp 2 juta,” ujar Sales Felice Jewellery Bazari saat dikonfirmasi, Sabtu (21/4) kemarin. Menurut Bazari, pihaknya juga menawarkan berlian dan batu–batu mulia. Dikatakan, berlian-berlian koleksi Felice semuanya dipadu padankan dengan emas putih sehingga membentuk perhiasan yang indah sekaligus berkelas. Sementara koleksi batu-batu berharga dari Felice di antaranya blue sapphire, rubi, cat eye dan emerald/jamrud. Bazari menambahkan, berlian fashion yang dihadirkan seperti anting dan liontin, gelang dan ladies ring, merupakan perhiasan model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. Dikatakan, pembayaran setiap perhiasan bisa dilakukan secara cash, debit, atau dengan kartu kredit. Bazari juga menjamin harga yang ditawarkan Felice sesuai dengan kualitas berlian yang dijual. “Berliannya didatangkan langsung dari Eropa dengan cutting Belgia, desainnya dibuat di Hongkong. Setiap pembelian perhiasan mendapat sertifikat yang selanjutnya bisa dipakai untuk mendapatkan garansi perawatan seumur hidup dengan gratis,” lanjutnya. Felice Jewellery, kata Bazari memang tidak hanya sekadar menjual emas dan berlian yang berkualitas. Karena itulah pihaknya juga memberikan maintenance lifetime guarantee atau garansi perawatan seumur hidup. “Garansi ini sengaja diberikan secara gratis untuk memoles kembali emas dan berlian yang kusam karena sering dipakai,” jelasnya. Bagi Anda yang gemar mengoleksi perhiasan berlian atau batu, tidak ada salahnya mengunjungi pameran Felice Jewellery. Harga yang relatif terjangkau ditambah desain yang unik, menjadi kelebihan Felice yang patut untuk dipertimbangkan. (ad1811)
BERLIAN -Koleksi berlian Felice Jewellery.
3
KPU - Acara KPU Got Talent yang dilaksanakan sebagai ajang sosialisasi pemilu sekaligus penjaringan bakat generasi muda di Kabupaten Bangli.
KPU Bangli Gelar ”KPU Got Talent” Bangli (Bali Post) – Ratusan anak dan remaja di Kabupaten Bangli, Sabtu (21/4) unjuk kebolehan dalam ajang penjaringan bakat KPU Got Talent. Acara yang digelar KPU Bangli di Balai Banjar Kelurahan Kubu, Bangli merupakan upaya KPU dalam menjaring dan mengembangkan minat dan bakat generasi muda di Kabupaten Bangli. Di samping tujuan utamanya untuk mensosialisasikan pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2019. Acara KPU Got Talent yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Kartini diisi berbagai penampilan bakat peserta. Di antaranya tari-tarian, karate, pertunjukan seni musik gitar, dan lainnya. Dalam acara tersebut juga diisi dengan berbagai lomba, seperti mewarnai dan lomba busana ke pura. Untuk memberikan penilaian terhadap penampilan para peserta, KPU Bangli melibatkan tiga orang juri yang berkompeten. Acara KPU Got Talent juga diisi hiburan yang dibawakan sekaa bondres Rare Kual. Ketua KPU Bangli Dewa Agung Lidartawan mengatakan, tujuan utama dilaksanakannya acara
KPU Got Talent adalah untuk menyosialisasikan Pileg dan Pilpres yang akan berlangsung 2019 mendatang. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk menjaring bakat generasi muda di Kabupaten Bangli. Menurutnya, generasi muda di Bangli memiliki banyak talenta, hanya saja selama ini tidak muncul ke permukaan karena minimnya acara yang bisa mewadahi bakat dan talenta mereka. “Talenta ini harus dikembangkan untuk melahirkan pemimpinpemimpin yang baik ke depan,” jelasnya. Lidartawan juga menyampaikan alasan memilih pelaksanaan lomba yang melibatkan anak-anak, karena dengan cara itu pihaknya bisa lebih banyak
menghadirkan warga. Anak yang tampil sebagai peserta dalam acara KPU Got Talent, umumnya akan diantar dan didampingi oleh orangtuanya. “Kehadiran para orangtua ini lah yang menjadi sasaran sosialisasi kita. Dari target 500 peserta sosialisasi, kita pastikan telah terpenuhi,” kata komisioner KPU asal Susut ini. Lebih lanjut disampaikan bahwa peserta KPU Got Talent yang berhasil tampil menjadi juara nantinya akan dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi pemilu yang dilakukan KPU. Pihaknya berharap acara seperti ini ke depannya bisa terus dilaksanakan secara berkesinambungan. (kmb40)
IHDN Denpasar Deklarasikan Diri sebagai Kampus Kerukunan Pertama di Indonesia INSTITUT Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar mendeklarasikan diri sebagai kampus kerukunan
pertama di Indonesia, Sabtu (21/4) kemarin. Deklarasi yang dilakukan bertepatan dengan Hari Kartini
DEKLARASI - Rektor IHDN Denpasar, Prof. Dr. IGN Sudiana, M.Si., (tengah) berfoto bersama seluruh partisipan yang menanda tangani dan menyaksikan deklarasi kerukunan kampus IHDN Denpasar, Sabtu (21/4) kemarin.
ini dibacakan langsung oleh Presiden BEM, Ketua DPM, dan Ketua Yowana IHDN Denpasar yang ditanda tangani oleh 16 perwakilan Perguruan Tingggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia sebagai saksi bahwa IHDN Denpasar mengikrarkan diri sebagai kampus kerukunan pertama di Indonesia. Penandatanganan juga disaksikan oleh Ketua Asosiasi Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) se-Indonesia, Ida Pengelingsir Putra Sukahet, Deputi Kerukunan Kementerian Hukum dan HAM RI, Aris. Disaksikan juga oleh Rektor PTN dan PTS se-Bali, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali dan DPRD se-Bali. Harapan dari deklarasi ini supaya kerukunan kampus yang dideklarasikan di IHDN Denpasar memancar keseluruh kampus di seluruh Indonesia. “Deklarasi keru-
kunan ini merupakan modal untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang multi etnik dan juga modal pembangunan manusia. Sehingga negara menjadi kuat dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. IGN Sudiana, M.Si., Sabtu (21/4) kemarin. Apalagi, lanjut Ketua PHDI Bali ini, kampus sebagai garba ilmiah terdepan, terutama kampus berbasis agama harus mampu memberikan contoh dan memelihara kerukunan, baik secara intern kampus maupun ekstern kampus, serta antar kampus dan masyarakat. Sehingga kampus nantinya menghasilkan generasi muda yang cerdas, berkualitas, berbudi pekerti yang luhur, serta mempunyai jiwa yang pengabdi kepada bangsa dan negara sebagai wujud ikhlas beramal dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. (ad1192)
The Wolas Villas & Spa
Resmikan Tampilan Baru yang Segar dan Fasilitas yang Ditingkatkan BALI Villa Properties (BPV) mengumumkan proyek estetika selama setahun, yaitu The Wolas Villas & Spa kini sudah usai. Berbagai perbaikan sudah dirampungkan sehingga direposisi menjadi hunian wisata canggih yang menghadirkan keanggunan Bali masa kini di kawasan Semiyak nan semarak. Dengan jalur berkelok-kelok dipenuhi pohon palem nan eksotis dan tanaman hijau, The Wolas Villas & Spa mengangkat inspirasi desa tradisional. Ke-18 vila mewah dan fasilitas pendukungnya sudah direnovasi untuk mengantisipasi kebutuhan wisatawan musiman yang menghargai privasi dan ketenangan pikiran. Manager Director Bali Villa Properties Gufron mengatakan, konsep desain dari vila berkamar tidur satu dan dua kini berfokus pada kenyamanan tropis. Kedua opsi hunian ini berada di dalam kompleks unit-unit dengan kolam renang pribadi dan paviliun terbuka. Dirancang untuk kenyamanan pribadi, masing-masing vila menampilkan kemewahan kelas atas dan elemen dekorasi yang mencerminkan warisan kerajaan Bali. Wollas Villa & Spa memiliki The Wok Spices restaurant. Restoran dengan tampilan baru yang mengkhususkan diri pada aneka kuliner Asia. Restoran ini dibuka sepanjang hari. Ini adalah tempat cerdas yang menyajikan menu segar dan lezat
dibuat dari bahan-bahan lokal. Hidangan andalannya adalah nasi goreng klasik Indonesia yang disajikan dengan artistik dalam wajan berukuran khusus. Fasilitas spa juga sudah direnovasi dengan mengadopsi nuansa sederhana dan mode pencahayaan guna memproyeksikan suasana yang lebih menenangkan. Kini tampil dengan suasana baru yang diperuntukkan bagi para tamu yang mengawali per-
jalanan peremajaan pribadi dengan menu lengkap perawatan tubuh dan kecantikan diilhami oleh warisan kesehatan tradisional Bali. Guna menciptakan suasana yang lebih ramah bagi tamu saat kedatangan, lobi juga sudah diperindah dengan memadukan ruang tunggu kecil dan bar. Area ini terhubung ke halaman yang menawan dengan pengaturan meja di bawah pepohonan untuk duduk bersantai
SPA - Suasana The Wolas Villas & Spa.
dan menikmati minuman pilihan, termasuk jus sehat dan kopi yang sangat baik. Selain melengkapi semua peningkatan, The Wolas Villas & Spa telah mengadopsi slogan baru Pengalaman Pulau Kerajaan (Royal Island Experience). Frasa ini mengekspresikan kemewahan properti serta standar layanannya yang disegarkan dan pribadi. “Semua perubahan di The Wolas Villas & Spa dilakukan sebagai upaya merespons tuntutan pasar saat ini. Para wisatawan kini mencari pilihan akomodasi yang menggabungkan kemewahan Bali dengan fasilitas gaya hidup modern. Saya yakin properti ini akan menarik khalayak tamu yang lebih luas dari mancanegara, kata Gufron. The Wolas Villas & Spa berada di lokasi yang sempurna untuk menikmati santapan paling ikonik di kawasan Seminyak setelah matahari terbenam. “Vila kami hanya sejauh 20 menit berkendara dari Bandara Internasional Ngurah Rai dan merupakan akomodasi strategis untuk menjelajahi semua keindahan dan kemewahan yang ditawarkan pulau ini,” ujarnya. Keramahtamahan Bali yang hangat ditambah dengan perhatian yang teliti terhadap detail menjanjikan masa tinggal yang kaya yang dipenuhi dengan pengalaman yang berarti. (ad1182)
4
Minggu Paing, 22 April 2018
BPM/ist
BOHONG - Pemanfaatan kata-kata yang dilakukan oleh pelaku ujaran kebencian dan penyebar berita bohong itulah yang menyebabkan kata-kata seakan kehilangan tuahnya. Kata-kata juga seolah tidak mampu lagi mengemban misi pentingnya sebagai amreta ‘air suci yang senantiasa memberi vitalitas kehidupan, kejernihan, dan basuhan yang menyegarkan lahir-batin pendengarnya’ seperti yang diidealkan dalam pustaka Niti Sastra. Karya sastra yang diduga kuat digubah oleh Dang Hyang Nirartha tersebut juga menekankan kepekaan sosial seseorang dalam berbahasa, terutama pemimpin. Seorang pemimpin diharapkan dapat menggunakan kata-kata yang dapat membahagiakan hati masyarakat luas.
Menelisik Ujaran Kebencian dan ”Hoax”
Perspektif Karya Sastra Klasik
SEJUMLAH kasus berkaitan dengan ujaran kebencian (hate speech) akhir-akhir ini semakin merebak. Dalam hitungan dua bulan sejak awal Januari sampai Februari tahun 2018, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menetapkan 18 tersangka yang terbelit kasus ujaran kebencian di media sosial. Kasusnya beragam, mulai dari penghinaan kepada tokoh agama, penghinaan terhadap pemerintah atau badan usaha, pencemaran nama baik, hingga isu yang berbasis pada suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA. Tidak hanya itu, penyebaran berita bohong atau hoax di media sosial semakin masif. Bahkan dimanajemen oleh kelompok-kelompok tertentu untuk berbagai kepentingan terutama ekonomi dan politik.
Pemanfaatan bahasa dalam ujaran kebencian dan berita bohong ‘hoax’ bukanlah fenomena yang sama sekali baru, baik dalam kehidupan nyata maupun karya sastra. Ujaran kebencian dan berita bohong yang disampaikan seseorang secara pribadi dalam kehidupan sehari-hari tidak akan dibahas lebih lanjut karena tidak memiliki efek sosial yang luas. Fokus penelusuran kita arahkan pada ujaran kebencian dan berita bohong yang memiliki tujuan khusus terutama yang profokatif dan berkelindan dengan kekuasaan. Yang menarik, dalam sejumlah karya sastra klasik, ujaran kebencian dan hoax identik dengan motifmotif politik. Hal itu secara konseptual sangat relevan dengan situasi saat ini. Yang berbeda hanyalah di tingkat teknis. Maksudnya, kecanggihan teknologi yang berkembang kini memungkinkan ujaran kebencian dan hoax bisa menyebar dengan lebih cepat. Kematian Sisupala Secara konseptual, karya sastra Mahabharata (Bharata Yudha) menceritakan fragmen menarik bertalian dengan ujaran kebencian, khususnya ketika Sri Krisna membunuh seorang raja dari kerajaan Cedi yang bernama Sisupala. Peristiwa itu berlangsung dalam acara Rajasuya Yajnya yang diselenggarakan oleh Yudistira. Ketika Rajasuya Yajnya berlangsung, ia ikut diundang oleh Yudhistira untuk
hadir. Saat itu, Dharma Wangsa bingung untuk memberikan penghargaan kepada seseorang yang dirasa telah membantu mendirikan kerajaan Indraprasta. Bhisma sebagai pinisepuh kerajaan Hastina menyarankan agar Basudewa Krisna yang diberikan penghargaan atas jasa-jasanya membantu Pandawa menuju kejayaan. Yudhistira setuju. Maka dipanggillah Krisna ke hadapan Yudhistira untuk menerima penghargaan. Saat itu, Sisupala berdiri dari tempat duduknya seraya melakukan ujaran kebencian kepada Krisna. Sisupala menghina Krisna mulai dari kedudukan ayahnya sebagai seseorang yang tidak dianggap berdarah ksatria. Ia juga mencemooh Krisna karena pekerjaannya sebagai penggembala lembu. Di sisi lain, ia juga mengejek Krisna karena mendapatkan istri dengan cara menculik. Masih banyak ujaran kebencian yang dilakukan Sisupala di hadapan seluruh raja dan pendeta yang hadir dalam Rajasuya Yadnya tersebut. Sisupala kehilangan kendali. Ia tidak mampu lagi menghitung jumlah ujaran kebencian yang ditujukan kepada Krisna. Memang demikian, seseorang tidak akan kuat menghitung jumlah kata yang dituturkannya setiap hari. Entah berapa kata yang menenangkan hati orang lain dan berapa kata yang justru membuat orang lain sakit hati. Yang pasti, setelah kata diproduksi oleh organ-organ wicara, kata lenyap bersama udara. Yang ada di pikiran manusia hanyalah citra bunyi yang bermakna. Sisupala lupa pada ujaran yang telah disampaikannya, tetapi Krisna tetap ingat. Pada penghinaan ke seratus, tiba-tiba saja cakra sudharsana Krisna melesat. Tanpa negosiasi lagi, kepala raja Cedi itu putus dari tubuhnya. Badannya rebah ke tanah. Kematian Drona Masih dalam sumber Barata Yudha, ada juga fragmen yang mirip dengan kasuskasus berita bohong ‘hoax’ saat ini. Pelakunya bukanlah pihak Korawa, melainkan Pandawa yang selalu diidentikkan dengan kebaikan, kebenaran, kesucian, dan images baik lainnya. Berita itu disebarkan atas perintah Krisna karena Drona yang diangkat oleh Korawa menjadi Panglima Perang tidak mampu dikalahkan. Setelah Guru Drona diangkat menjadi Panglima
Perang, pihak Pandawa banyak mengalami kekalahan. Oleh sebab itulah, Krisna mencari titik kelemahan Drona yang justru terletak pada kasih sayangnya kepada Aswatama, putranya. Tidak ada jalan lain, kecuali mengatakan kepada Drona bahwa Aswatama telah kalah dalam perang. Saran Krisna tersebut semula ditolak oleh Yudhistira dan Arjuna. Berbeda dengan pendapat adik dan kakaknya, Bima justru setuju dengan nasihat Krisna. Ia kemudian melompat dari keretanya untuk memberi tahu bahwa Aswatama telah gugur kepada Drona. Kebetulan saat itu ada seekor gajah milik raja Malawa yang juga bernama Aswatama. Gajah tersebut dipukul oleh Bima menggunakan gadanya sampai mati. Setelah itu, Bima menuju Drona untuk menyampaikan bahwa Aswatama telah meninggal dunia. Guru Drona tidak serta merta mempercayai ucapan Bima. Drona mengkonfirmasi kebenaran berita yang disampaikan oleh Bima tersebut kepada Yudhistira. Yudhistira akhirnya membenarkan berita yang dituturkan oleh adiknya Bima, bahwa Aswatama telah mati meskipun dalam hatinya Yudhistira merujuk pada gajah milik raja Malawa. Mendengar berita itu Drona lemas, tubuhnya bagaikan tanpa jiwa. Seketika ia roboh dan bersimpuh di kereta perangnya. Memanfaatkan momentum langka itu, Drestadyumna kemudian memenggal kepala Drona. Sang Mahaguru pun akhirnya gugur dalam peperangan. Motif Ujaran Kebencian dan “Hoax” Mencermati kisah Sisupala lebih dalam, kita dapat mengetahui bahwa sesungguhnya perilaku kekerasan bahasa yang dilakukannya dimotivasi oleh didikan gurunya yang bernama Jarasanda. Ia adalah raja Magadha yang bermusuhan dengan kerajaan Dwarawati. Sisupala sesungguhnya dijadikan alat oleh Jarasanda untuk ikut membenci Krisna. Dengan demikian, secara politik semakin banyak kerajaan yang memposisikan diri sebagai musuh Krisna. Di sisi lain, dendam Raja Cedi itu semakin besar setelah keinginannya untuk mempersunting Rukmini gagal karena sebelumnya telah diculik oleh Krisna. Pelaku ujaran kebencian saat ini tentu memiliki motivasi yang beranekaragam, tetapi yang jelas cerita ini berpesan bahwa kata-kata dapat mengantarkan seseorang
sampai pada kematian. Hal ini relevan dengan ungkapan Kakawin Niti Sastra yang menyatakan bahwa wasita nimittanta pati kapangguh ‘karena bahasa seseorang menemui kematian”. Hal yang sama juga ditemui dari kisah kematian Drona. Akan tetapi, apakah berita yang disampaikan oleh pihak Pandawa kepada guru Drona dapat dikatakan sebagai ‘hoax’? Sebelum mengindentifikasi hal itu sebagai hoax atau bukan, sebaiknya kita cari terlebih dahulu definisi hoax dan ciri-cirinya. Hoax konon berasal dari kosakata bahasa Inggris yang bermakna kabar atau berita palsu yang disebar dengan tujuan tertentu, sehingga berita palsu tersebut seolah tampak benar dan nyata, padahal berita itu tidak jelas asalusul sumber dan kebenarannya. Ciri-ciri hoax yaitu tidak berdasarkan sumber yang jelas, baik dari fakta peristiwa yang disampaikan maupun fakta pendapat yang dimuat dalam berita, dibuat dengan info atau cerita karangan yang berlebihan dan ada ajakan untuk menyebarluaskan atau membuat berita itu menjadi viral, dan kebenaran beritanya tidak dapat dibuktikan. Berdasarkan ciri-ciri hoax tersebut, tampaknya secara konseptual berita bohong yang disampaikan oleh Panca Pandawa kepada Drona termasuk bagian dari hoax. Pertama, berita yang disampaikan oleh Panca Pandawa memiliki tujuan yang sangat khusus yaitu mengalahkan musuh, dalam hal ini Drona. Kedua, meskipun Drona sempat meminta konfirmasi dari Yudistira yang diyakininya sebagai representasi kebenaran, tetapi Drona tidak menindaklanjutinya dengan memeriksa jazad Aswatama sebagai bukti atas kematiannya. Memang benar ada seekor gajah yang bernama Aswatama yang terbunuh, tetapi itu bukanlah putranya Drona. Yang dapat memastikan bahwa tindakan Panca Pandawa tersebut salah adalah bagian lain dari cerita Bharata Yudha yaitu Swarga Rohana Parwa. Meskipun dengan motif untuk menegakkan darma ‘kebenaran’, kesalahan yang dilakukan Yudhistira ketika membohongi Dronalah yang menyebabkan Ia harus tinggal dan merasakan kehidupan di Neraka untuk sementara. Merenungi Ajaran tentang Ujaran Merenungi motif ujaran kebencian dan hoax yang tercitra dalam karya sastra di
atas, kita tentu bertanya, bagaimanakah cara untuk menangkal ujaran kebencian dan hoax? Di antara banyak jalan yang dapat ditempuh, karya sastra klasik memberikan sejumlah ajaran tentang ujaran yang dapat menuntun kita pada hakikat bahasa. Pustaka Sarasamuscaya memberi analogi yang penting untuk senantiasa berhati-hati berujar, sebab kata-kata yang tak tertata tidak berbeda dengan busur panah. Sekali dilepaskan, pemanahnya tak akan dapat lagi menariknya. Apalagi katakata yang mengandung motif kejahatan, pustaka yang dikarang oleh Bagawan Wararuci menegaskan bahwa setiap udara yang dilalui panah kata-kata itu sejatinya mengalami kesakitan. Pemanfaatan kata-kata yang dilakukan oleh pelaku ujaran kebencian dan penyebar berita bohong itulah yang menyebabkan kata-kata seakan kehilangan tuahnya. Kata-kata juga seolah tidak mampu lagi mengemban misi pentingnya sebagai amreta ‘air suci yang senantiasa memberi vitalitas kehidupan, kejernihan, dan basuhan yang menyegarkan lahir-batin pendengarnya’ seperti yang diidealkan dalam pustaka Niti Sastra. Karya sastra yang diduga kuat digubah oleh Dang Hyang Nirartha tersebut juga menekankan kepekaan sosial seseorang dalam berbahasa, terutama pemimpin. Seorang pemimpin diharapkan dapat menggunakan kata-kata yang dapat membahagiakan hati masyarakat luas. Meskipun demikian, bukan berarti seorang pemimpin dapat menyampaikan kebohongan dan janji-janji palsu hanya untuk menyenangkan masyarakat. Kakawin Ramayana sudah mengingatkan mengenai pentingnya kesetiaan seseorang terhadap perkataan, terutama untuk pemimpin. Bukankan lidah sebagai indra pengecap rasa dan pengucap kata-kata lebih sering membuat jiwatman menderita? Ingat Dasarata jatuh atas janjinya kepada Kekayi. Demikian pula Drupadi sampai menikahi 5 lelaki karena ucapan Kunti. Kumbakarna yang menginginkan kesenangan terus menerus, malah mendapatkan tidur panjang karena kesalahan mengucapkan kata-kata. Bukankah semua masalah itu berpusat di lidah? l Putu Eka Guna Yasa
Mengenal Akses Darah Selama Cuci Darah DEWASA ini jumlah pasien yang menderita penyakit gagal ginjal dari tahun ke tahun semakin meningkat jumlah kasusnya, menurut data kemenkes penyakit gagal ginjal mencapai urutan ke-2 setelah penyakit jantung dengan pertumbuhan hingga 100 persen dalam kurun waktu 2014-2015. Pengobatan gagal ginjal kronis ada beberapa macam, tergantung tingkat kerusakan ginjal, dari yang terberat yaitu transplatasi (pengantian) ginjal hingga cuci darah. Untuk melakukan transplantasi ginjal sendiri, terdapat hampatan salah satunya adalah mencari pendonor ginjal. Pengobatan yang paling umum dilakukan pada pasien gagal ginjal adalah cuci darah (haemodialisa), dimana cara ini yang bisa mengurangi berbagai keluhan akibat gagal ginjal. Hal ini disebabkan ginjal tidak bisa bekerja secara maksimal dalam membuang zat-zat yang berlebih dalam darah kita.
Prosedur cuci darah adalah pasien akan dibuatkan akses (saluran) aliran darah sehingga aliran darah dari pasien berpindah ke mesin cuci darah. Ada berbagai macam teknik pembuatan saluran untuk mempermudah proses cuci darah pasien. Teknik - teknik tersebut diantaranya AV Shunt, Akses Femoral, Kateter Double Lumen. Pembuluh AV Shunt atau akses pembuluh darah ateri (pembuluh darah berotot yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh) dan pembuluh darah vena (pembuluh darah balik yang mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung). Teknik ini dilakukan dengan cara menghubungkan pembuluh darah ateri dengan vena, teknik penghubungan kedua pembuluh darah ini bisa dengan menghubungkan langsung pembuluh darah vena dan arteri atau dihubungkan melalui alat berbahan khusus yang ditanam di bawah permukaan kulit (AV Graft). Teknik operasi untuk prosedur
BPM/ist
DARAH - Dari semua teknik pembuatan akses pembuluh darah untuk mempermudah proses cuci darah AV Shunt yang paling sering dilakukan. Dokter ahli bedah thorak akan mengindetifikasikan mana yang sesuai untuk pasiennya berdasarkan berbagai faktor, semisal usia, derajat kepulihan kondisi ginjal, tekanan darah, adanya komplikasi, dan ada tidaknya kegawatdaruratannya pasien agar segera dilakukan cuci darah.
ini termasuk aman, karena biasanya dilakukan pembiusan hanya pada tempat dilakukan operasi. Pemasangan akses cuci darah ini pada lengan. Akses femoral (memalui paha) adalah teknik lain untuk mengakses pembuluh darah untuk dilakukan cuci darah. Prosedurnya hampir sama dengan sebelum, tetapi tempat dilakukan di paha. Akses femoral biasanya dilakukan pada saat pertama kali cuci darah atau sudah tidak bisa dilakukan pembuatgan akses cuci darah pada daerah lengan. Terdapat kekurangan jika dilakukan pembuatan akses aliran darah pada bagian paha, terutama untuk pergerakan seharihari, karena pada posisi paha, terjadi pergerakannya makin banyak. Kateter Kateter double lumen adalah sebuah alat yang terbuat dari plastik khusus dan mempunyai 2 buah cabang, dimana cabang selang berwarna merah (arteri) untuk keluarnya darah dari tubuh ke mesin cuci darah, dan pada selang berwarna biru (vena) untuk masuknya darah dari mesin cuci darah ke tubuh. Pemasangan kateter double lumen biasanya pada pembuluh darah utama yang berukuran besar, bisa di pembuluh darah pada leher, pembuluh darah pada bahu, Hampir sama dengan akses femoral, biasanya hanya untuk 2-3 bulan, kemudian akan dijadwalkan untuk dilakukan pemasangan akses di lengan untuk jangka panjangnya. Dari semua teknik pembuatan akses pembuluh darah untuk mempermudah proses cuci darah AV Shunt yang paling sering dilakukan. Dokter ahli bedah thorak akan mengindetifikasikan mana yang sesuai untuk pasiennya bedasarkan berbagai faktor, semisal usia, derajat kepulihan kondisi ginjal, tekanan darah, adanya komplikasi, dan ada tidaknya kegawatdaruratannya pasien agar segera dilakukan cuci darah. l Dr. Ferry Ferdiansyah S.Ked.
BPM/ist
DOSIS - Pemilihan jenis antibiotik dan dosis antibiotik sangat penting untuk menghilangkan kuman penyebab dan mencegah terjadinya resistensi kuman. Maka penting bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter sebelum mengkonsumsi antibiotik. Penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga daya tahan tubuh dengan cara mengkonsumsi makanan bergizi dan olahraga teratur. Berhenti merokok bagi anggota keluarga yang merokok. Menghindari makan makanan yang dapat mengiritasi tenggorok serta selalu menjaga kebersihan mulut dan tangan.
Faringitis Akut
APAKAH Anda pernah mengalami nyeri tenggorok? Anda menjadi sulit menelan? Apabila ya, mungkin Anda mengalami penyakit yang dinamakan faringitis akut. Faringitis merupakan peradangan dinding faring yang disebabkan virus (paling sering), bakteri, alergi, trauma, ataupun penyebab lainnya. Penyakit ini cukup sering ditemui, anak-anak dan orang dewasa umumnya mengalami 3-5 kali infeksi virus pada saluran pernapasan atas termasuk faringitis setiap tahunnya. Faktor risiko penyakit ini di antaranya usia 3-14 tahun, menurunnya daya tahan tubuh, konsumsi makanan yang dapat mengiritasi faring, gizi kurang, iritasi kronik oleh rokok, minuman alkohol, makanan, refluks asam lambung, dan paparan udara yang dingin. Penularan infeksinya dapat melalui sekret hidung dan ludah (droplet infection). Gejala Biasanya penderita akan mengeluhkan nyeri tenggorokan terutama saat menelan, demam, keluar sekret dari hidung, dapat disertai atau tanpa batuk, nyeri kepala, mual, muntah, rasa lemah pada tubuh dan
nafsu makan berkurang. Gejala khas dari faringitis bergantung pada penyebabnya. Pada faringitis akibat virus (umumnya oleh Rhinovirus) biasanya penderita akan mengeluhkan demam disertai pilek, mual, nyeri tenggorok, dan sulit menelan. Pada faring dan tonsil akan tampak kemerahan. Pada beberapa kasus juga dapat menimbulkan gejala mata merah (konjungtivitis) terutama pada anak. Sementara pada faringitis yang disebabkan oleh bakteri penderita biasanya mengeluhkan nyeri kepala hebat, muntah, kadang-kadang disertai demam dengan suhu yang tinggi, dan jarang disertai batuk. Biasanya tonsil akan membesar, faring dan tonsil tampak kemerahan dan terdapat eksudat di permukaanya. Kelenjar getah bening pada leher juga dapat membesar, kenyal, dan nyeri saat ditekan Disarankan agar anda memeriksakan diri ke dokter apabila memiliki gejala seperti di atas. Penting bagi dokter untuk membedakan penyebab dari faringitis ini agar dapat diberikan terapi yang tepat. Pengobatan Pada faringitis yang disebabkan oleh virus, antibiotika tidak
diperlukan. Istirahat, minum yang cukup, kumur dengan air hangat, serta kompres dingin di leher dapat membantu mengurangi nyeri. Bila dirasa nyeri sangat mengganggu dapat diberikan obat penghilang rasa nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen. Pemberian antivirus hanya diberikan pada kasus-kasus tertentu. Namun bila dokter meyakini penderita mengalami faringitis akibat bakteri, harus diterapi dengan antibiotik. Pemilihin jenis antibiotik dan dosis antibiotik sangat penting untuk menghilangkan kuman penyebab dan mencegah terjadinya resistensi kuman. Maka penting bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter sebelum mengkonsumsi antibiotik. Penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga daya tahan tubuh dengan cara mengkonsumsi makanan bergizi dan olah raga teratur. Berhenti merokok bagi anggota keluarga yang merokok. Menghindari makan makanan yang dapat mengiritasi tenggorok. Serta selalu menjaga kebersihan mulut dan tangan. l dr. A.A. Sagung Dewi Nurgitayanti
5
Minggu Paing, 22 April 2018
CERPEN
Penyunggi Semanggi Oleh I.B. Putera Manuaba
Seorang ibu setengah baya tergesa di pagi buta ke terminal angkot Benowo-Surabaya. Ia menyunggi bakul penuh adonan semanggi khas Benowo-Surabaya. Orang biasa menyebut ia: Bu Sih. Ia khawatir akan tiba kesiangan di Surabaya-Kota. Bakul penuh adonan semanggi itu, sebenarnya teramat berat. Namun, Bu Sih tak hirau lagi soal beban. Semangat dan kegigihannya seperti telah mengalahkan beratnya barang yang disunggi. Kakinya ringan mengayun. Langkah demi langkah ditapakinya. Tangannya seolah telah terlatih mencengkeram bakul. Bersyukur angkot terakhir menuju SurabayaKota, masih terkejar oleh Bu Sih. Untuk ke terminal angkot Benowo, ia harus berjalan hampir satu jam. Nafasnya terengah. Tapi ini sudah terbiasa ia alami. Jalanan tanah berdebu di musim kering. Becek di musim penghujan. Ini sudah menjadi dunianya. Dinginnya pagi, ia anggap biasa. Bahkan, ia tak pernah merasa takut di jalanan yang sepi. Meski ia perempuan. Ia merasa aman-aman saja, dalam kondisi apa pun. Ia amat percaya, Gusti Pangeran selalu bersamanya. *** Dalam angkot terakhir Benowo-Surabaya ke Surabaya Kota, yang melaju lamban, Bu Sih memangku bakul semangginya. Di kiri-kanan dan depannya, ada banyak penumpang yang juga mau ke Surabaya Kota. Mereka adalah para ibu yang juga punya keperluan sendiri. Namun, mereka tak asing lagi bagi Bu Sih. Ini karena hampir setiap pagi ia bertemu dengannya. Di angkot, Bu Sih bisa menghela napas. Menurunkan detak jantung yang berdebar. Menunggu tiba di tempat biasanya berdagang. Di Surabaya-Kota, di sebuah pojok kampus dekat parkiran mahasiswa. Angkot tiba pas di seberang jalan menuju kampus. Bu Sih segera turun. Menyunggi bakulnya kembali. Menyeberang. Bergegas menuju tempat biasanya berdagang. Ia mempercepat langkahnya. Di tempatnya berdagang, Bu Sih meletakkan bakul penuh adonan semanggi di bawah, di tanah yang dibatako. Ia duduk di tingklik kayu kecil kesayangannya, yang biasa ia bawa berdagang. Merajut piring dari daun pisang, yang lumrah disebut pincuk. Ia tinggal menunggu pembeli, yang kesemuanya mahasiswa. Biasanya, sudah ada pembeli sejak sepagi itu, terutama mahasiswa kos yang belum sempat sarapan. Mahasiswa kosnya biasanya agak sulit mencari sarapan pagi. *** “Pagi Bu Sih...”, sapa akrab pria bernama Sidarta, sambil menghentikan langkahnya. Ia amat menghormati Bu Sih. Seperti menghormati dosennya sendiri. Bu Sih di mata mahasiswa ini adalah orang yang berhati mulia. Meski ia berprofesi hanya sebagai seorang pedagang semanggi. Pria itu, seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, yang juga pelanggan semanggi Bu Sih. Untuk ke fakultasnya, ia melewati tempat Bu Sih berdagang. Ia termasuk penyuka semanggi. Juga penyuka hampir semua makanan tradisional. Penyuka produk bangsa sendiri. “Ya Nak Sidarta, pagi juga ...”, sahut Bu Sih dengan nada halus. Tampak sudah hafal dengan nama mahasiswa itu. Di mata para mahasiswa, Bu Sih dikenal sebagai pribadi yang lembut dan halus perangainya. Bu Sih melayani pembeli dengan hati, keikhlasan, dan kasih sayang. Ia berdagang, bukan hanya mencari untung. Tapi membahagiakan pelanggan. Melayani sebaik-baiknya. Ia punya keinginan luhur. Agar makanan semangginya dapat menyehatkan pembeli. Karena itu, ia selalu memilih bahan-bahan yang segar, sehat, dan bergizi. Meski ia orang kecil, tapi ia merasa bertanggung jawab agar orang-orang jadi sehat. Apa yang ia lakukan ini amat bermakna. Tentu sulit mencari pedagang yang punya niat seperti itu di zaman seperti ini. *** Sidarta memesan semanggi kesukaannya. Ia menunggui Bu Sih meracik makanan semanggi untuknya. Dan, pada hari itu, ia memang belum sempat sarapan di kosnya. “Yang pedas ya Bu Sih...”, pesan Sidarta. “Ya Nak Sidarta ...” sahut ibu juga tersenyum. Jari-jemarinya cepat terampil meracik, mengambil pincuk, diisi nasi, sayur semanggi segar, bumbu kacang, dan krupuk puli. ***
pembeli lainnya, Bu Sih menjawab dengan lancar satu per satu pertanyaannya. “Mengapa Bu Sih berdagang makanan semanggi seperti ini? Apa mungkin banyak untungnya?”, tanya Sidarta. Bu Sih sekilas melirik Sidarta, sembari tersenyum kecil. “Ah ya ndak Nak .... Hasilnya ya ada, tapi sedikit! Saya ingin meneruskan warisan budaya leluhur. Sebenarnya, hasilnya tak seberapa Nak.... Tapi, ya dicukup-cukupkan, ya disyukuri saja.” jawabnya polos. “Apa Bu Sih ndak punya keinginan mencari pekerjaan lain? Kan penghasilannya bisa lebih besar?”, tanya Sidarta agak mendesak. “Ya, sebenarnya sih punya juga, Nak... Tapi, saya lebih ingin mencurahkan hidup untuk melestarikan budaya leluhur makanan tradisional. Kalau bukan kita, siapa lagi ya Nak?!”, jawabnya sambil tertawa kecil bersahaja. “Apakah Bu Sih tak merasa keberatan berdagang semanggi seperti ini?”, tanya Sidarta lagi. “Ya ndak Nak... Saya sudah merasa senang, jika pembeli sudah merasa suka dan puas dengan makanan semanggi saya.”, jawabnya sekenanya. “Apakah pernah ada pembeli yang menawar atau tak membayar semanggi Bi Sih?”, tanya Sidarta lagi lebih jauh. “Ya pernah. Sering malahan.... Dulu, di antaranya yang masih saya ingat, pernah ada pembeli yang ndak bawa uang, tapi ya mau makan semanggi. Saya kasihan padanya, ya saya beri saja se-pincuk, terus orangnya itu berterima kasih berkali-kali. Tapi saya ikhlas...!”, tandasnya. “Apa Bu Sih menyesal?” tanyaku lagi. “Mengapa harus menyesal, Nak? Kan orangnya sudah mengaku jujur ndak punya uang, tapi ingin makan semanggi. Bu sih merasa wajib membantu. Terus, pernah juga semanggi saya mau diborong dan ditawar ndak sesuai harga standar. Semula saya belum bisa menerima, tapi orang itu terus saja menawar dan menawar. Malahan mau memborong semanggi untuk acaranya. Akhirnya, saya ikhlaskan saja, mungkin memang seharusnya diberikan.”, jawabnya pasrah, lugu, tanpa ambisi. “Lalu, apakah Bu Sih tak kecewa karena orang itu menawar di bawah harga standar? Apa Bu Sih tak merasa rugi?” lanjut Sidarta bertanya. “Ndak Nak.... Bagi saya, meskipun ditawar tak sesuai harga standar, saya rasa mungkin memang seharusnya begitu. Meskipun untungnya jadi kurang, yang utama adalah untuk persaudaraan! Persaudaraan itu jauh lebih penting.... Dan, Gusti Pangeran itu Mahatahu!”, jawabnya penuh kearifan. “Bu Sih..., apa tak kurang hanya dengan penghasilan berdagang semanggi?”, tanya Sidarta lagi. “Bagi saya, kurang-cukup itu tergantung kita yang mengatur, Nak.... Tapi yang penting bisa mensyukuri dan menikmati apa yang ada, sehingga kita jadi tenang. Meski dapat rezeki sedikit, asalkan diperoleh dengan jalan halal, akan amat bermakna Nak.... Akan nikmat!” Sidarta termenung mengingat semuanya itu. *** “Eh, Nak Sidarta..., kok pagi-pagi sudah melamun?! Ngelamunin apa ya Nak....?! Sidarta tersadar, ketika Bu Sih menyapanya. “Ndak, Bu Sih.... Hanya ingat dulu sewaktu mewawancarai Bu Sih, masih ingat ngga ya Bu...?” “O walah... itu ya Nak Sidarta... Saya kira ada apa...”, kata Bu Sih tersenyum tipis. Ini pesanan semangginya Nak, sudah jadi!” “O ya, Bu Sih.... terima kasih.”, sahut Sidarta sembari membayar pembelian semanggi yang dipesannya. “Sama-sama Nak...”, sahut Bu Sih sambil tersenyum kecil. Setelah mendapat racikan semanggi, Sidarta beranjak meninggalkan Bu Sih. Bu Sih nampak masih suntuk melayani mahasiswa lainnya. Ia nampak begitu bersemangat melayani mereka satu per satu. Tak terbersit secuil pun wajah kelelahan di wajahnya.
Dulu, di suatu pagi di tempat yang sama, Sidarta pernah mewawancarai Bu Sih. Sembari melayani
Penulis mengabdikan diri sebagai pengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Surabaya. Pernah menerbitkan buku kumpulan cerpen berjudul Senyum Nirmala (2016).
Resensi Buku
Kisah-kisah Indah Seputar Tumbuhan
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Judul Buku : Pradhajnana II Penulis : I Wayan Sukersa, dkk Penerbit: Swasta Nulus dan Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana Tahun Terbit : 2017 Satya Dewi
Jumlah hal. : 253 hal. Jurnal Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana ini mengambil tema “Lingkungan Hidup”, tulisan-tulisan di dalam jurnal ini memberikan petunjuk kepada masyarakat bahwa kekayaan naskah lontar mengandung nilai-nilai universal yang mencakup sistem pengetahuan ekologi Bali dalam rangka pelestarian alam dan lingkungan hidup. Kearifan ekologis mengenai hubungan manusia dengan tumbuh-tumbuhan, salah satunya termuat dalam teks “Taru Pramana”, dalam teks tersebut diungkapkan bahwa penyakit-penyakit yang diderita manusia, dapat disembuhkan oleh jenis-jenis tumbuhan tertentu. Beragam tulisan dalam jurnal ini membuka wawasan yang dalam tentang pentingnya mencintai dan melestarikan tumbuh-tumbuhan untuk kelangsungan hidup dan penghidupan manusia. (osi)
Budi Hari Pujiono
Refleksi
6
Membaca Rahasia di Balik Kuncir Rambut
Kesanam sesa-karanam sikhasthapanam Kesa-sesa karanam iti manggala-hetoh (Paraskara Grhya Sutra 2.1.22) “Pada upacara gundul rambut anak maka hendaknya disisakan untuk Sikha sedikit (kuncir rambut) karena ia memberikan keselamatan (dan) kerahayuan.” Merupakan pemandangan sangat umum pada zaman dahulu orang memotong rambut anak kecil dengan menyisakan sedikit bagian rambut di atas kepala. Ada yang di bagian belakang dan ada pula yang bagian depan rambut di atas kepala. Pada zaman dahulu hal tersebut merupakan pemandangan yang sangat biasa dan bukan lelucon atau pun “fashion”. Di India dan daerah-daerah lain yang dekat dengan India, ketika mencukur rambut anak lakinya, pada umumnya mereka menyisakan sedikit rambut di bagian belakang kepala anak. Di Thailand, Indonesia dan lain-lain lebih banyak yang menyisakan kuncir rambut pada bagian depan kepala, khususnya pada bagian ubun-ubun. Pada zaman itu, jika anakanak lelaki dicukur rambut tidak menyisakan bagian kuncir maka hal itu akan dianggap sangat aneh. Walau zaman sekarang kesan seperti itu sudah tidak ada sama sekali, namun pada zaman dahulu ia sudah mentradisi dengan baik sehingga menimbulkan pandangan positif seperti itu di masyarakat. Mengenai tradisi menyisakan rambut pada bagian belakang di atas kepala barangkali dijumpai hanya pada arca-arca peninggalan kuna,
Redaktur Khusus
KRISTEN PROTESTAN PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas.” Amsal 27:20 Seorang ahli psikologi asal Amerika membagi rasa lapar atas dua kategori: physical hunger dan emotional hunger. Lapar yang ‘palsu’ ini biasanya datang bukan dari perut melainkan dari pandangan mata. Saat melihat makanan yang tampaknya menarik dari sisi penyajian, melihat roti atau makanan di etalase, iklan dan sebagainya, seseorang merasa ingin makan padahal sedang tidak lapar. Karena lapar yang satu ini lahir lewat pandangan mata dan menggerakkan sisi emosional bukan kebutuhan fisik, makanya kita menyebutnya lapar mata. Sebuah penelitian menyebutkan 34 persen orang mengalami masalah dengan berat badannya berawal dari lemahnya mereka mengatasi lapar mata. Jadi kalau lapar mata dituruti, kita bisa dapat masalah dengan kondisi kesehatan kita. Dan pastinya, lapar mata ini akan membuat kita harus keluar uang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Tidak ada orang yang tidak ingin punya mata. Bahkan banyak orang rela menghabiskan dana jutaan hingga puluhan juta rupiah agar bisa memiliki mata yang indah dan bagus. Diluar keindahan mata, keadaan kemampuan mata pun sangatlah penting. Kalau mata sudah mulai kabur, kacamata, lensa kontak atau mungkin operasi atau dengan menggunakan laser diusahakan orang agar mata bisa kembali berfungsi dengan baik. Lalu bagi
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
di samping pada para Punakawan dalam pewayangan. Pada pertunjukan Wayang Bali orang melihat Tuwalen, Merdah, Delem dan Sangut selalu memakai kuncir di bagian rambut belakang kepala. Para tokoh pewayangan yang memakai kuncir pada umumnya adalah orang-orang yang bijaksana. Akan tetapi, untuk memberikan hiburan kepada masyarakat maka para Punakawan ditampilkan dan dibuat untuk menampilkan lelucon-lelucon. Tujuannya adalah agar pertunjukan Wayang menjadi hidup dan orang tertarik mendengarkan tutur nasihat dari kitab-kitab suci Veda khususnya Itihasa dan Purana yang ingin disampaikan oleh para Dalang kepada masyarakat. Kuncir atau yang dalam bahasa Sanskerta dinamakan Sikha ternyata mempunyai rahasia agama spiritual dan bukan merupakan “fashion” seperti yang dituduhkan oleh orang-orang kebanyakan. Banyak pula yang tidak mengerti bagaimana menjaga kuncir Sikha dengan baik sesuai aturan yang diberikan di kitab-kitab suci. Sikha tidak dibenarkan lepas terurai begitu saja. Ia harus diikatkan dan ada teknik tertentu untuk mengikatnya. Mantra tertentu juga disertakan ketika mengikat dan mengurai Sikha. Menurut kitab Katyayana Smrti, seseorang bahkan tidak boleh melakukan upacara api suci Agnihotra jika para pendetanya tidak memakai Sikha (sadopavitinam bhavyam sada
vaddhasikhena ca, visikho vyupavitas ca yat karoti na tat-krtam). Di Bali pada bagian ubun-ubun diyakini memiliki koneksi spiritual yang menghubungkan manusia dengan kekuatan spiritual. Sikha juga mempunyai fungsi seperti itu. Sikha yang dijaga, disensitifkan atau “dihidupkan” dalam keseharian dengan tirtha suci dan mantra akan mampu menjadi “jembatan” kuat penghubung spiritual pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ketika orang sedang bermeditasi, menurut Dr. E Cromer, kekuatan shakti Ojha muncul dan sangat ampuh untuk mempertemukan orang dengan apa pun yang diingat atau dituju melalui pikirannya. Pada waktu bermeditasi, orang memusatkan pikirannya pada Tuhan, maka kekuatan Sikha segera mempertemukan mereka dengan Tuhan. Melalui Sikha yang berada di atas otak, energi spiritual akan masuk pada diri orang yang melakukan meditasi. Sedangkan untuk wanita, sesuai dengan susunan badan dan rambut, mereka tidak perlu memelihara Sikha secara khusus. Para pendeta yang berambut panjang dan juga wanita (karena berambut panjang) tidak perlu memelihara Sikha di atas kepalanya. Memang untuk wanita, secara umum, kecuali ada pertimbangan khusus, sebaiknya tidak memotong rambutnya. Tradisi memelihara Sikha merupakan tradisi sangat kuno. Ia bahkan sudah ada sejak zaman Veda dan juga tercantum di dalam ajaran Veda. Bukan hanya pada pustaka-pustaka suci Veda belakangan melainkan pada pustaka suci Veda yang awal antara lain pustaka suci Catur Veda, Smrti dan lain-lain. Kitab suci Yajur Veda 19.92 menganjurkan agar orang memelihara Sikha jika mer-
MIMBAR AGAMA yang pernah jatuh cinta atau minimal tertarik pada seseorang tentu familiar dengan pepatah ‘dari mata turun ke hati’ alias ‘love at first sight’. Mata bisa menjadi jendela hati untuk memunculkan perasaanperasaan tertentu yang berawal dari sesuatu yang visual. Ada pepatah lain yang mengatakan bahwa “mata adalah jendela hati yang menyimpan seribu cerita”. Apa yang dimaksud oleh pepatah ini adalah bahwa semua yang dirasakan hati kita bisa tercermin dari mata. Ada banyak manfaat positif yang bisa kita peroleh dari indera yang satu ini, tapi jangan lupa pula bahwa lewat mata pula ada banyak masalah yang bisa muncul lewat mata seperti lapar mata tadi. Lebih dari itu, banyak jebakan dosa bisa menyelinap masuk lalu menghancurkan kita. Bayangkan kalau kita menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar makanan, yaitu menginginkan yang bukan milik kita. Bukankah itu bisa mendatangkan masalah besar dalam hidup kita? Ayat 1 Yohanes 2:15-16 berkata: “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” Yohanes mengatakan bahwa apabila kita mencintai dunia maka tidak ada kasih Bapa dalam diri kita. Ada tiga hal yang secara umum sesungguhnya bukan berasal dari Bapa, melainkan dari dunia yang bisa menghancurkan kita. Itu adalah:keinginan daging, keinginan mata,keangkuhan hidup. Jadi
eka menginginkan hidupnya tidak mengalami kesulitan dalam masalah ekonomi dan juga agar nama baik terjaga di masyarakat. Sikha yang dipelihara secara spiritual dengan baik akan mampu memberikan kesejahteraan dan kemuliaan kepada mereka yang menerapkan tradisi suci ini (yasasesriyai sikha). Atharva Veda pun memujimuji kemuliaan Sikha, “sikhibhyah svaha” - semoga orangorang yang memakai Sikha hidupnya dipenuhi oleh kemuliaan dan kesejahteraan (Atharva Veda 19.22.15). Sikha adalah Sikhara, atau puncak, biasanya dipergunakan untuk menyebut puncak gunung. Sikha adalah kekuatan spiritual itu sendiri, dan Sikha adalah sinar suci energi spritual. Sikha juga adalah pintu untuk menutup Sushumna Nadi di daerah Brahmarandhra di daerah cakra Mahkota (Sahasrara Cakra) sehingga energi spiritual Ojasakti menjadi terjaga selamat sehingga tidak terhamburkan keluar tubuh, sebaliknya ia terjaga di dalam tubuh untuk menyempurnakan diri manusia, khususnya dalam memajukan orang di jalan spiritual. Oleh karena itulah Sikha perlu diikat dan tidak dibiarkan terurai. Terdapat teknik khusus mengikatnya disertai dengan memakai sentuhan air dan mantram. Barangkali ada yang bertanya, “Apakah letaknya Sikha karena hubungannya dengan posisi Cakra Sahasrara?” Pada zaman Veda, ada seorang ahli bedah Ayur Veda sangat terkenal bernama Maharesi Susruta. Beliau mengatakan terdapat bagian sangat sensitif di daerah bagian kepala yang merupakan tempat bertemunya berbagai saraf. Tempat tersebut berada di daerah Cakra Sahasrara. Sikha yang berada di dae-
Lapar Mata
kalau kita masih dikuasai oleh ketiga hal ini, maka itu artinya hidup kita belumlah berakar pada kasih Bapa melainkan kepada cinta dunia. Hal kedua yang patut kita waspadai adalah keinginan mata. Betapa pentingnya mata bagi kita, itu sudah pasti. Tuhan begitu baik memberikan kita mata untuk memudahkan kita bekerja dan tentu saja agar kita bisa melihat kreasiNya yang begitu artistik dan indah dalam segala keragaman yang tak terhitung jumlahnya. Meski demikian, kalau mata tidak dijaga dan dikendalikan, mata bisa menjadi salah satu jendela dosa yang paling efektif. Lewat mata kita melihat hal-hal baik, lewat mata juga kita bisa melihat yang tidak baik atau tidak pantas untuk dilihat. Selain itu apa yang kita lihat bisa menimbulkan berbagai keinginan, yang kalau tidak dikendalikan dapat membuat kita tersandung dalam proses perjalanan hidup kita. Ada banyak orang yang akhirnya tergoda untuk korupsi karena tidak tahan melihat gemerlap kekayaan orang-orang disekitarnya. Ada yang sulit menabung bahkan jadi berhutang karena ingin menyamai gaya hidup dalam lingkungan pertemanan. Kita mendengar banyak berita perkosaan yang diawali dari menonton film porno. Mata bisa menggiring kita untuk menginginkan apa yang bukan menjadi milik kita. Bukankah gawat kalau kita menginginkan istri orang misalnya? Atau harta benda milik orang lain? Itu jelas bisa mendatangkan begitu banyak dosa yang akan menghancurkan kita. Atau, kalau orang mau menipu, salah satu kode yang paling populer adalah dengan mengedipkan mata. Semua
ini berhubungan dengan mata yang bisa mejadi awal kejatuhan orang dalam dosa. Sebuah bukti kuat tentang bahayanya keinginan mata bisa kita lihat lewat kisah hidup salah satu tokoh besar dalam Alkitab, yaitu Daud. Kurang terbukti apa lagi iman Daud? Kita bisa melihat bagaimana ia terus tegar dan percaya penuh pada Tuhan dalam menghadapi setiap kesulitan dalam hidupnya. Ia tampil di depan menghadapi Goliat dengan gagah berani dan menang karena mengandalkan Tuhan. Sejak kecil ia menghalau binatang-binatang buas yang hendak memangsa ternak yang ia gembalakan karena ia percaya ada Tuhan bersamanya. Dalam masa-masa sulit saat hendak dibunuh Saul, ia kembali menunjukkan kekuatan otot imannya. Tapi dalam hidup Daud ada catatan kelam, dan itu terbukti dimulai dari mata. Berawal dari mata yang ia pakai untuk mengintip Batsyeba mandi, Daud terus terperosok pada dosa yang terus bertumbuh semakin besar. Ia melakukan perbuatan zinah sampai merancang pembunuhan secara tidak langsung dengan mempergunakan akal. Dosa-dosa perselingkuhan dan zinah sering berawal dari ketidakmampuan mengendalikan mata. Dan seperti Daud, perbuatan ini bisa menjadi hanya sebuah awal untuk datangnya serangkaian perbuatan dosa lainnya.Kalau ada yang mengira bahwa tidak apa-apa melakukan dosa-dosa kecil saja, sesungguhnya memberi kesempatan sekecil apapun terhadap perbuatan dosa bisa menjadi pintu masuk si jahat untuk menghancurkan kita secara habis-habisan. Itu sama seperti membuka jalan air yang bisa jadi pada suatu ketika
rah Cakra Sahasrara memberikan keutamaan khusus untuk menjaga energi-energi spiritual yang sedang terbangkitkan akibat dari praktik-praktik spiritual yang dilakukan dan menyebar di cakra tersebut. Hanya jika ia terurai maka getaran-getaran energi spiritual akan banyak terbuang keluar. Sikha melindungi daerah sensitif tersebut yang bernama Adhipati Marma. Sebagaimana ajaran dan tradisi Veda lainnya sangat nyambung dengan sains, demikian pula sehubungan dengan Sikha, seorang Ilmuwan Barat terkenal bernama Nelson dalam bukunya berjudul “Human Machine” menyebutkan bahwa Fungsi kesadaran dan kewaspadaan dalam tubuh manusia dilakukan oleh pusat otak yang berada di seputaran daerah tempat Sikha.” Para praktisi spiritual dan para Yogi memberikan perhatian sangat khusus pada bagian penting tersebut. Praktisi spiritual Veda biasanya mengucapkan mantra mengikatkan Sikha: “cidrupini mahamaye divyatejah samanvite, tistha devi sikha-madhye tejo-vrddhim kurusva me”. Masyarakat umum dan wanita mengucapkan mantra berikut ketika mengikatkan Sikha: “brahmavani sahasrani sivavani satani ca, visnor nama-sahasrena sikhabandhanam karomy aham”. Lalu untuk membuka ikatan Sikha para brahmana mengucapkan mantra lagi, yaitu: “gacchantu sakala deva brahma-visnumahesvarah, tisthatvatracala-laksmih sikha-muktam karomy aham.” Mereka yang tidak memelihara Sikha tetap mengikat dan mengurai Sikha pada setiap sembahyang dilakukannya. Mereka mengucapkan mantra sambil menyentuh bagian Sikha dengan tangannya.
mendatangkan banjir yang sebelum bisa ditangani sudah keburu menimbulkan bencana. Sama seperti bermain korek api, kita bisa terbakar. Meski hanya bermain di tepi sungai, kita bisa terbawa arus kalau lengah bahkan sedikit saja. Karena itu kita tidak boleh memberi kesempatan apapun terhadap masuknya dosa. Bahayanya perzinahan yang kerap dimulai dari mata ini pun sudah diingatkan oleh Yesus. Perhatikan apa kata Yesus berikut ini: “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Matius 5:27-28).Sejauh mana perbuatan itu hingga dianggap zinah? Banyak yang menganggap bahwa zinah terjadi saat ada persetubuhan dengan lawan jenis yang bukan pasangan resmi. Tapi Yesus menegaskan bahwa apabila kita melihat dan menginginkannya saja sekalipun, itu sudah dianggap sebagai sebuah zinah. Memandang atau melihat, itu pasti menggunakan mata. Dari melihat, kemudian menginginkan, selanjutnya bermacam-macam kejahatan siap menelan. Sebagaimana dikutip pada awal tulisan,Salomo mengatakan bahwa mata manusia tidak akan pernah puas. “Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas.” (Amsal 27:20). Jangan pernah abaikan fakta bahwa mata bisa membutakan hati untuk menginginkan banyak hal yang jahat di hadapan Tuhan. Pergunakan anugerah Tuhan untuk memuliakanNya dan memberkati sesama.
Wisata Alam Desa Wanagiri Tumbuh dan Berkembang DESA Wanagiri, Kecamatan Sukasada, salah satu desa penyangga Taman Wisata Alam (TWA) BuyanTamblingan. Akhir-akhir ini potensi wisata alam di desa ini tumbuh dan berkembang. Perkembangan ini mucul dengan kemauan warga desa yang merintis sebuah usaha wisata yang ditawarkan kepada wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan domestik (wisdom). Pengembangan wisata
alam di Wanagiri sendiri sudah banyak yang mengenal. Ini semenjak tren berfoto diri (selfie-red) melalui jejaring media sosial (medos). Sejak itu, tempat sewa foto selfie di Wanagiri menjamur. Bahkan, sekarang mengimbas pengembangannya dengan memanfaatkan lahan milik warga yang memiliki pemandangan alam indah. Satu dari sekain tempat selfie itu adalah kawasan Air Terjun Cinta di Pun-
cak Wanagiri tidak jauh dari Wanagiri Hidden Hill. Tempat wisata yang satu khusus untuk pengunjung yang ingin menyewa tempat foto. Selain itu, tempat ini ditawarkan untuk lokasi prawedding pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Alasan mengapa diberi nama Air Terjun Cinta, karena pada bagian tengah terdapat gundukan tanah berbentuk hati yang diapit dua curahan air terjun den-
gan tinggi masing-masing sekitar 10 meter. Berkunjung ke tempat ini, wisatawan cukup membayar Rp 15.000 sudah bisa ber-selfie ria sepuasnya. Pengelola tempat wisata Air Terjun Cinta Ketut Ardika Yasa belum lama ini mengatakan, pengelolaan tempat wisata ini dimulai dari dibangunnya tempat Wisata Wanagiri Hidden Hill. Kemudian barulah mulai dikembangkan wisata Air
Terjun Cinta agar bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Untuk mendukung kondisi alam yang masih alami, Ardika membangun dua buah sarang burung raksasa yang terbuat dari rotan yang digantung pada dahan pohon besar. Hal tersebut terinspirasi dari burung tangsiah yang kerap bertengger di pohon-pohon tersebut. Sarang burung itu pun dapat menampung dua orang dewasa di dalamnya. (mud)
Minggu Paing, 22 April 2018
Capricorn Jangan cemas karena situasi mendukung Anda untuk melakukan langkah berani di minggu ini. Kemujuran tampak memayungi bintang scorpio. Walaupun sebenarnya posisinya masih berada dalam kungkungan awan gelap. Jangan takut untuk mengambil keputusan berani, yang terpenting itu benar-benar berasal dari hati Anda yang paling dalam dan bukan dari omongan orang lain. Asmara: Hargailah pendapatnya jangan sekali-kali Anda bertindak seolah-olah menyepelekan ucapannya karena itu sangatlah melukai hatinya. Aquarius Tetaplah optimis walaupun masalah yang Anda hadapi saat ini cukup kompleks dan memusingkan. Yakinlah, bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, yang penting bagaimana menjaga agar pikiran tetap selalu fresh sehingga bisa berpikir dengan jernih dan tidak sampai pusing sendiri. Begitu juga dengan rencana yang belum dapat terealisasikan sebaiknya dikoreksi lagi biar lebih sempurna. Asmara: Bicaralah yang ringan-ringan saja, dan hindari perkataan yang dapat membuat suasana menjadi panas lagi. Pisces Tak perlu cemas menghadapi berbagai rintangan yang terkadang memang sangat mencemaskan dan menjengkelkan. Sadarilah bahwa di dunia ini semuanya harus diraih dengan perjuangan, kecil kemungkinan untuk bisa mendapatkan apa yang diidam-idamkan jika tanpa diiringi ikhtiar dan kerja keras. Apalagi peruntungan bintang Capricorn di minggu ini cukup bagus, sehingga sangatlah disayangkan jika hanya berpangku tangan tanpa ada niatan untuk menggapainya. Asmara: Cukup terjalin mesra, walaupun terkadang dari mulutnya timbul perkataan yang menyinggung hati Anda, bersabarlah dan positive thinking sajalah. Aries Jangan cepat lupa diri, sadarlah bahwa perjalanan Anda masih sangat panjang sehingga sangatlah naif jika Anda merasa puas dan cukup dengan apa yang telah diraih selama ini. Jangan terlena oleh berbagai pujian, karena terkadang pujian itu merupakan racun bagi perjalanan karier Anda. Asmara: Takkan lari cinta dikejar, jika dia memang benar-benar cinta pada Anda maka si dia pasti mau menerima apa adanya, baik itu segala kebaikan ataupun kekurangan yang ada pada diri Anda. Taurus Semangat bersatu sangatlah diperlukan untuk menjawab berbagai persoalan yang muncul akhirakhir ini, jangan biarkan kekompakan dikacaubalaukan oleh adu domba, fitnah ataupun isu yang hanya akan membikin ke arah kehancuran saja. Memang semua itu tak semudah seperti apa yang diucapkan, akan tetapi semua itu bisa dimulai dari diri Anda yang mau mengalah dan mengerti dengan segala kekurangan partner Anda. Asmara: Memang sudah biasa jika dalam hubungan kisah kasih selalu ada perselisihan dan beda pendapat, tak perlu diperpanjang segera saja disudahi segala pertentangan dan itu bisa dimulai dari diri Anda sendiri yang mau mengalah demi ketenangan dan kebahagiaan. Gemini Jangan segan untuk mendengarkan saran dari orang lain walau terkadang ada perasaan bimbang dan ragu, karena itu adalah hal yang wajar. Yang terpenting Anda selalu bisa menempatkan rasio di atas perasaan Anda, sehingga bisa terbebas dari segala macam jebakan ataupun tipu daya dari orang lain. Asmara: Bila ada persoalan jangan segan untuk selalu mendiskusikan dengan pasangan Anda, tak perlu menutup diri karena itu hanya akan membikin pusing diri Anda saja. Cancer Awan masih bergelayut memayungi perjalanan bintang Cancer di minggu ini, itu pertanda kurang baik dan harus diwaspadai. Hindari segala konflik, walaupun sebenarnya Anda di pihak yang benar ada baiknya Anda menghindar dan mengalah saja, tunggu sampai situasi kembali baik dan menguntungkan. Di minggu ini persoalan baru mulai bermunculan, dan kunci untuk menjawab semua tantangan itu adalah ketenangan. Asmara: Berhati-hatilah karena hubungan kisah kasih Anda lagi disorot banyak orang, sehingga pandai-pandailah menjaga sikap, jangan sampai terlalu vulgar dalam bergaul. Leo Hawa segar mulai dirasakan dan cukup mendatangkan inspirasi baru. Teruslah berimprovisasi dan berkreasi, buang jauh-jauh segala kebimbangan dan keraguan yang hanya akan membikin kesuksesan menjadi menjauh dan semakin sulit untuk dikejar. Inilah kesempatan bagi Anda untuk membuktikan pada semua orang bahwa Anda masih punya power untuk bangkit dan berbuat yang terbaik untuk karier Anda. Asmara: Selama diri Anda mau mengalah dan tidak ngotot ingin menangnya sendiri maka tidaklah terlampau sulit untuk menciptakan ketenangan dan keharmonisan dalam hubungan kisah kasih Anda dengannya. Virgo Jika Anda bisa bersikap tenang dan sabar, maka hati dan pikiran Anda akan bisa terjaga dengan baik. Jangan biarkan amarah menghiasi pikiran Anda, karena bagaimanapun juga amarah hanya akan membuka kelemahan yang ada pada diri Anda, untuk itu waspadalah. Asmara: Tidak ada gunanya Anda berbohong kepada dirinya, karena bagaimanapun juga kepercayaan itu mahal harganya dan tidak bisa ternilai jumlahnya. Libra Kekesalan dalam hati segera saja disingkirkan jauh-jauh dari hati Anda, karena bagaimanapun juga jika disimpan terus menerus maka hanya akan menimbulkan penyakit. Berusahalah untuk bersikap sabar dan tenang dalam menghadapi segala macam persoalan hidup, dan jangan lupa untuk selalu berdoa kepadaNya, karena hanya Dialah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Asmara: Jalinlah komunikasi yang baik dengannya, terutama bila ada masalah sebaiknya selalu dibicarakan dengannya, jagan sampai Anda mengambil keputusan sepihak, karena itu terlalu beresiko sekali. Scorpio Hilangkan segala pikiran jelek dalam hati Anda di minggu ini, karena peruntungan dan kemujuran memihak bintangVirgo. Biarkan yang lalu biarlah berlalu, yang terpenting saat ini bagaimana Anda memikirkan kesempatan yang ada di depan mata, jangan ragu untuk berani mengambil langkah yang tepat, karena sukses tidaknya nasib Anda tergantung bagaimana usaha Anda sendiri, jadi jangan mengharapkan bantuan orang lain karena itu hanya akan memperlambat laju karier Anda saja. Asmara: Si dia lagi banyak masalah, untuk itu jika bertemu dengannya, usahakan Anda menghiburnya ataupun mencari solusi yang tepat bila memang Anda diajak berdiskusi olehnya. Sagitarius Pujian yang terlalu berlebihan dan tidak pada tempatnya itu seakan-akan merupakan racun yang akan dapat membunuh karier Anda secara perlahan-lahan. Akan tetapi sejelek-jelek kritikan bila Anda memperhatikan dan meresapinya dalam-dalam itu akan lebih menguntungkan, karena seakan-akan Anda diingatkan olehnya walaupun terkadang hati Anda tidak mampu menerima kritikan yang memang sangat menyinggung perasaan itu. Asmara: Jangan mudah percaya omongan orang sebelum Anda mengetahui dengan kepala Anda sendiri, ada baiknya Diasuh Oleh Anda menaruh kepercayaan Putri Wong Kam Fu lebih pada sidia Berlaku : 22 - 28 April 2018 daripada sama orang lain.
Redité Paing, 22 April 2018
Bali
7
Keris, Niyasa Sanghyang Tiga Sakti SOANG-soang wewidangan majanten madué tetamian budaya saking para panglingsirnyané. Wangun budaya sané kantun becik kawéntenanipun, majanten kajagra saha kalestariang. Wangun-wangun budaya inucap majanten akéh pisan wentuknyané. Wénten sané marupa upacara yadnya utawi ritual, wénten marupa soroh-
soroh kasenian, wénten taler marupa piranti minakadi conto makudang-kudang kain tenun kekunan miwah keris. Yéning selehin, saking nguni keris wantah piranti sané kawigunayang pinaka sanjata, taler kawigunayang pinaka piranti sajeroning pidabdab ngamargiang yadnya sané praya katur majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa taler prabawanida. Manut I Made Gede Suardika, pandé keris
ring Jln. Kenyeri, Br. Tegal Kuwalon, Denpasar, akéh pisan kawéntenan tetuek sajeroning keris inucap. Sinalih tunggilnyané pinaka niyasa Sang Hyang Tiga Sakti. Punika prasida kaselehin tatkala makarya keris ngawigunayang tigang soroh lakar, minakadi besi niyasa Brahma, waja niyasa Wisnu, miwah batu météor sané jagi nyinahang pamoripun niyasa Iswara. Sakéwanten manut tata-titi pamentengan, manawita nénten polih lakar marupa batu meteor, prasida kagentosin
antuk lakar tiosan sané sujatiné wantah daging ring meteor, minakadi titanium miwah nikel. “Tetuek indik kawidhian kasinahang saking tutur mabasa Kawi, ‘Tiga Wisesa Rai Soro Pucuk Sinunggal….’ sané tegesnyané wantah Tetiga kasidhian sané kasinahang saking mangan kekalih nanging mamuncuk asiki. Sangkaning punika wangun kerisé segitiga,” baos dané. Ngeninin indik pamor, dané maosang wantah corak utawi motif ring bebilahan keris mawarna putih sané medal risampun bebilahan keris kausap antuk toyan juuk. Wénten kalih soroh pamor, luiré pamor alami sané wangunipun medal newek sangkaning pepenténgan saking tagel-tagelan wiadin tetampihan besi, waja, miwah lakar siosan antuk wangun sané maéndahan. Malih siki kabaos pamor gegaén utawi pamor rekan sané wangunipun kakaryanin tur kareka olih sang pandé tatkala dané menteng bebilahan keris. Dané malih maosang, tios ngeninin indik upacara sané katur ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa, wénten taler makudang-kudang tetuek siosan sané
kapanggihin ring keris. Sinalih tunggilnyané, keris kajantenang pinaka niyasa panglingsir sané sampun maraga Bhatara utawi Dewa Hyang, duaning keris inucap wantah tetamian saking panglingsir tur kasungsung miwah katedunang kala wénten piodalan. Makéh sujatiné sané munggah ring keris, sakéwanten arang pisan krama sané tatas uning indiké punika duaning ring masan pamerintahan Belanda budaya keris sapunika taler indik makarya keris sampun nénten kaicén olih pamerintah Hindia Belanda daweg punika. Majanten kaweruhan indik keris nénten becik katamiang ring pratisentananipun. Ngeninin indik kasidhian ring keris, dané maosang punika prasida kaélingang olih krama soang-soang malarapan antuk rasa kémanten. Dadosné, nénten prasida becik kasobyahang ring krama tiosan, sangkaning punika keris becikan katureksayang antuk tigang parindikan sané ilmiah tur logis. “Minakadi indik teknologi m a ka r y a t a l e r l a ka ra n i p un, indik artistik utawi kalewihan wangunipun taler sané kaping tiga wantah sapunapi tetuek sané madaging utawi kadagingang ring keris inucap,” Gede Suardika nguningayang. (was)
KERIS – Pinaka tetamian budaya, kantun ketah kapanggihin dresta nyelet keris sané kamargiang olih krama lanang. Punika wantah kapatutan ring parikrama upacara yadnya sané patut kamargiang.
Bencingah
Pati miwah Saung
Nincapang Kasidhian Keris
I Made Gede Suardika
Kantun Maurip
PINAKA tetamian budaya saking para panglingsir, kawéntenan keris sajeroning kahuripan krama Bali kantun becik kapanggihin. Punika satmaka cihna kawéntenannyané kantun kalestariang olih krama. Manut I Made Gede Suardika, sangkaning budaya keris kantun becik kadabdabang ring kahuripan krama Hindu ring Bali, tetuek taler tattwanipun kantun becik maurip saha prasida kaplajahin olih kramané kantos mangkin. Parikrama inucap kasinahang ring makudang-kudang kahanan, minakadi, nyabran krama kapatutang madué keris sané jagi kawigunayang ring parikrama upacara yadnya. Yadiastun nénten makasami krama seneng ring keris, nanging antuk kapatutan punika ipun jagi nuénang keris mangda prasida kabakta ri kala ngamargiang upacara yadnya. “Minakadi ketah kapanggihin ring sajeroning genah, kapatutang mangda krama lanang nyelet keris ri kala ngamargiang upacara yadnya. Ipun jagi kadanda yéning nénten nyelet keris,” baos dané. Lanang sané embas ring Denpasar, 23 Maret 1973 puniki ngwewehin, ngawigunayang keris boya sangkaning kawigunayang ring upacara kémanten. Yéning mawali maosang indiké nguni, Bali kantun baya pisan antuk pasiat utawi payudhan ring soangsoang puri. Punika mawinan kala punika para panjak utawi soang-soang krama nyelet keris maidehan. Yadiastun kahanané mangkin sampun doh mabinayan, kawigunan keris pinaka sanjata nénten magingsiran. Ring kahanané mangkin, keris kawigunayang pinaka sesikepan sekala taler sakadi sané kajantenang olih krama Hinduné pinaka sikep niskala. “Ring kahanané mangkin, keris kantun kadadosang sesikepan sekala utawi sanjata nandakin manawita wénten biuta sané kapanggih tatkala ngamargiang pagebagan minakadi olih pecalang. Malih siki taler pinaka sesikepan niskala utawi kanggén nandakin kahanan kaon sané nénten prasida kacingakin olih krama akéh. Indiké punika sané kantun kajantenang olih krama Bali,” Gede Suardika nartayang. (was)
(124)
SAKADI sané sampun kauningayang, keris mabuat pisan sajeroning parikrama agama Hindu utamanipun ring Bali. Nénten wantah pinaka sanjata, taler pinaka tetamian budaya sané mabuat sajeroning parikrama upacara yadnya. Kawéntenan keris ketah kapanggihin saha kawigunayang sajeroning pidabdab kahuripan krama Hindu utamanipun ring Bali. Tios saking bebilahan besi sané sampun wusan mapenténg kantos tanying, mangan tur madaging antuk pamor, patut taler kajangkepang antuk piranti tios minakadi pati keris mangda keris inucap prasida becik kawigunayang sakadi sapatutné. Wénten makéh pisan lakar sané kawigunayang dados pati, minakadi tulang ulam sané ageng, wénten ngawigunayang slaka, temaga taler mas. Wénten taler ngawigunayang kayu sané raris kakaput antuk bulun jaran. I Made Gede Suardika maosang, sajeroning makarya keris, mas nénten ja mabuat pisan tatkala kanggén makarya pati yadiastun indik ekonomis doh agengan miwah becikan. Sané becik tur mabuat tatkala kanggén makarya pati wantah kayu, napi malih kayu sané madaging antuk pinget-pinget sané kajantenang mataksu sané majanten mewéhan karereh saihang ngrereh mas. “Pepingetan inucap kawastanin pellet, sorohnyané minakadi pelet batu, pelet bintang, pelet macan miwah
KAWÉNTENANÉ ring Jero Kawan Selat taler ramia. Banjaran miwah sametonané gipih nabdabang karyané. Ménjangang sampun matetampahan mangda nénten rémbat ring dinan karyané santukan samian jaga puput sapisanan arahina. Sedeng répot ring banjar, sagét wénten gatra kecelakaan ring Bikit Jambul, pasné balér wates Klungkung-Karangasemé. Korbanné mapeséngan Gusti Gedé Karang sareng rabinné Gusti Nyoman Sisu. Mobilné tingkeb kauh santukan banné ring arep kempés. Sané istri koma duurné mabencol, tanganné elung. Sané lanang mental ulung kangin nibénin batu. Jerijin tanganné remuk, gigirné kanin keni tusuk tiing tajep tembus ka lambung. Sané soléh barang-barangné ical, daging tasné bresih sajaba KTP miwah SIM-né sané kantun. Manut analisan polisiné minab keni rampok, utawi
sané siosan. Kajantenang pelet sakadi punika sidhi tur méweh pisan kapanggihin,” baos dané. Nénten wantah patinnyané, tatkala makarya saung, patut ngawigunayang kayu sané mataksu, duaning risampuné kanggén ngaryanin saungnyané kajantenang jagi nincapang kasidhian taler taksu ring keris inucap. Sangkaning punika, yadiastun nénten kapatutang nanging setata
kautsahayang mangda kayu sané kanggén makarya saung wantah pateh utawi asiki saking kayu sané kanggén saung. Ngeninin soroh kayu sané ketah kanggén makarya saung, manut I Made Sepéd, sangging saung keris ring Br. Jeleka, Batuan Gianyar, wantah ngawigunayang kayu sané kaucap lewih tur mautama. Minakadi kayu cenana utawi kayu majegau. Tios malih manut Pande
Nyoman Budiana, pande besi ring Br. Tatasan Kelod, Desa Tonja, Denpasar, saung keris inucap ketah kakaryanin olih pande sané matiosan sareng pande sané menténg besiné. Punika duaning nganutin saking “spesialisasi” ring soangsoang pandé manut soroh piranti sané kakaryanin. Bebilahan besi sané kapenteng kadadosang keris kakaryanin olih Pandé Besi utawi sané kawastanin antuk “Angan-
dring”, sakéwanten yéning saungnyané duaning ngeninin indik kayu miwah tata-titi undagi sinah kamargiang olih Pande “Meranggi”. “Yéning wénten ngawigunayang perak pinaka pepayasan minakadi ring pati utawi ring saungnyané sinah jagi kamargiang olih “Angaluh”, wastan saking pandé sané nabdabang tur ngaryanin piranti saking slaka utawi perak,” dané nartayang. (was)
BPM/was
SAUNG – Tios bebilahan keris, sané taler mautama wantah pati miwah saungnyané duaning kajantenang prasida nincapang taksu ring keris inucap. Sangkaning punika, saung taler patin keris kakaryanin antuk kayu sané taler kajantenang mataksu.
sampun ulung raris kajarah antuk anaké sané manggihin korbané makta jinah akéh. Korbané makekalih sampun kabakta ka RSUD Klungkung. Untung digelis polih pertolongan. Sané istri sampun éling. Nanging sané lanang kantun koma santukan akéh kicalan darah kantos nelasang donor tigang kantong darah golongan A. Mirengang gatrané punika sametoné sami madeepan raris sareng amontor lunga natasang ka RSU Klungkung. Ngantos soré Gusti Madé Taman, Gusti Ngurah Anom miwah rakanné Gusti Gedé Sidemen wau mantuk. Kantun Gusti Gedé Penida sareng panyeroan tetiga nunggonin irika. Manut panyidikan polisi secara alon-alon Gusti Gedé Karang maosang mobilné jeg tan maa nyrérot bah kakébot. Raganné mental katengah marginé. Nadak wénten anak
rauh sareng kalih makta motor saking kelod ngambil jam, dompét raris ngentungang raganné kapinggir. Raganné tan marasa yéning tusuk sungga. Manut visum dokteré, jerijin tangané remuk lan kaniné saking gigir tembus ka waduk keni tiing lanying. Kantené tomésanné kari anyar. Polisiné sampun nyebar anggotanné mangda ngetut rampoké, utawi patulung sané nulung mentung. Mobilné sané ngliling bah sampun kabakta ka Polres Klungkung dados bukti. Bencanané puniki gelis kakabarang olih Gusti Ngurah Anom ring rainné Gusti Ayu Citra Andini miwah Gusti Ngurah Adnyana ring Denpasar. Gusti Ayu Citra tan nyidaang ngandet toyan panonné nangis masesambatan, ngulamé mangda aji lan ibunné gelis kénak. Ring rahina pawiwahané, panganténé ring Denpasar
semengan sampun mabéakala, natab sesayut prayascita, pakala-kalaan sategepipun kapuput antuk Pedanda. Wus punika raris mamargi ka Selat kairing antuk Gedé Arya, Gedé Dauh sakulawarga saking Taman Bali, raka rainné Ngurah Jelada miwah Gusti Bagus Cakra, Luh Suwarni lan timpal –timpalné sagerehan. Rauh ring Selat raris katuran saagan, taluh pinaka pamapag nganténé. Sesampuné polih magentos panganggé ring kamar raris malih medal jaga mapamit, majauman ka mrajan kembulané Gusti Gedé Karang. Irika p a ng a nt éné ka t erim a olih Gusti Gedé Sidemen, santukan aji lan ibunné kantun opname ring RSUD Klungkung. Ayu Citra tan sida ngampet toyan panonné raris nangis sasenggukan sambil muspa ring mrajanné. “Nah suud ngeling Gék Citra. Kanggoang Tuaji ngwakilin
jumah sawiréh aji ajak ibuné enu di Rumah Sakit. Jalan tunasang leluputan apang gelis kénak,” pandikan Wakné. “Inggih Wak titiang matur sisip, manawi pamargin titiangé iwang,” atur panganténé. “Nah eda ento buin lantanganga. Tuaji bagia cening maan jatu karma ané cocok lan masi enu sameton padidi. Dumadak pada rukun bahagia kayang tua,” baos Wakné nuturin. Budal saking jeronné raris mantuk ka Jero Kawan malih mabéakala, mabayuh noasin buta kala, papa klésané, natab prayascita durmanggala lan watek sesayut runtutan pawiwahané. Wus punika natab banten pawiwahan, matirta majaya-jaya, kasaksinin olih sameton dadia, kliang banjar lan adat miwah undangan samian. Upacarané puput sami jam roras siang. (Masambung)
Dura Désa
8 Parahyangan
Batu Payung, Segara Tan Pabias ring Lombok Tengah SEGARA Batu Payung ring Lombok Tengah naen dados destinasi wisata utama daweg warsa 2010. Sané mangkin, antuk kawéntenan destinasi-destinasi wisata anyar ring Lombok Tengah, segara inucap sayan arang karauhin wisatawan. Boya sangkaning nénten asri, nanging sayan akéh destinasi wisata anyar tiosan sané ngulangunin. Wénten kalih margi nuju genah Segara Batu Payung. Kapertama munggah ring bukit antuk jarak tempuh kantos a kilometer. Margi sané kaping kalih, ngawigunayang jukung antuk naur malih tigangatus tali saking Segara Tanjung Aan. Ketah, para wisatawan sané rauh lewih mamilih munggah jukung santukan lewih gelis rauh ring genah sané katuju. “Tiang ka Batu Payung majukungan. Panoramané asri pisan, ring Batu Payung taler asri ngulangunin. Batu punika ageng, becik kawigunayang pinaka spot foto,” baos wisatawan saking Surabaya, Beni Prayogi, Soma (16/4) lintang. Ring segara puniki, wisatawan sané rauh pacang manggihin sinunggil batu ageng sané ring duurnyané mawentuk sakadi payung saha ring sornyané sayan ngalitang sangkaning keni toya pasih. Wentuk watu punika sané
Pura Jagatnatha Mayura
Magenah ring Taman Mayura, Lombok
MAOSANG indik Pura Jagatnatha Mayura, yukti nénten prasida kapasahang sareng kawéntenan Taman Mayura, duaning pura inucap magenah ring wewidangan Taman Mayura, Lombok. Taman Mayura wantah pepadonan unik miwah macihna pisan saking kawéntenan taman, kolam, miwah pura. Wangunan sané macorak Bali, Jawi, miwah Lombok puniki kawangun daweg Kerajaan Bali kantun jaya ring Lombok, pamekas daweg warsa 1744 M olih Raja A.A. Made Karangasem. Pangawit, wewidangan Taman Mayura puniki mawasta Taman Istana Kelepug santukan wénten suara kelepug-kelepug sané metu sangkaning agengnyané toya sané medal saking klebutan ring tengahing kolam sané wénten irika. Kruna “Mayura” sajeroning basa Sansekerta mateges Kedis Merak. Kocap, daweg jaman Raja Made Karangasem, kedis-kedis merak inucap kawigunayang ngulah uled-uled sané wénten ring wewidangan taman. Ring wewidangan Taman Mayura wénten nem wangunan utama, luiré; kolam, Balé Loji, Balé Tunggu, Balé Kambang, Pura Milu Kelepug, miwah Pura Jagatnatha. Genahnyané ring wewidangan Jalan Tenun, Mayura, Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ring Pura Jagatnatha Mayura sané magenah ring wewidangan Taman Mayura Lombok, wénten makudang-kudang wangunan palinggih, luiré; Palinggih Ratu Gunung Rinjani, Padmasana, Palinggih Ratu Ngurah, Balé Panyimpenan, Balé Kulkul, Balé Banten utawi Pawédaan, miwah Balé Pasandekan. Palinggih Ratu Gunung Rinjani wantah palinggih ring Pura Jagatnatha pinaka genah pangayatan Ida Sang Hyang Widi sané malinggastana ring Gunung Rinjani. Kabaosang, ri kala wénten krama sané pacang munggah ka Gunung Rinjani, krama inucap patut ngaturang bakti nunas karahayuan ring Pura Jagatnatha antuk tetujon nunas panuntun saking Ida Sesuhunan ring Gunung Rinjani mangda rahayu sajeroning pamargi munggahang. Palinggih Padmasana wantah linggastana Ida Sang Hyang Widi Wasa sané kasengguh Hyang Tunggal. Ring palinggih Ratu Ngurah wantah linggih Ida Bhatara Indra. Satios palinggih, ring pura inucap taler wénten wangunan balé panyimpenan mawentuk gedong pinaka genah panyimpenan pratima miwah sané tiosan. Wénten taler wangunan balé banten miwah balé pasandekan para pamedek sané nangkil ka Pura Jagatnatha. Krama sané nangkil pamekas sané makemit, kadadosang meneng ring balé pasandekan. Balé inucap taler kadadosang genah pasantian miwah genah gamelan ri kala pujawali. Pujawali ring Pura Jagatnatha rauh nemoning Purnama Jiyesta. Ketah, pamedek sané nangkil boya wantah saking wewidangan Lombok. Akéh taler pamedek saking Bali sané rauh nangkil ri kala pujawali. Satios piodalan, Pura Jagatnatha Mayura taler ramia karauhin pamedek ri kala rerainan-rerainan Hindu, minakadi Purnama-Tilem, GalunganKuning, miwah rerainan tiosan. (kmb)
Redité Paing, 22 April 2018
ngawinang genah inucap kasengguh Batu Payung. Ring sor watu inucap, para wisatawan prasida mararian, ngetis. Taler ketah kawigunayang pinaka spot foto sané becik tur tawah. Genah inucap sané pinih ketah kawigunayang pinaka genah mapotrék olih para wisatawan sané rauh ka Batu Payung. Makudangkudang watu ageng tiosan ring wewidangan punika taler becik tur ngulangunin. Sané pinih tawah, Segara Batu Payung mabinayan pisan sareng segara utawi pasisi-pasisi tiosan. Segara Batu Payung nénten madaging bias. Punika sané ngawinang para wisatawan ngicén jejuluk segara puniki pinaka segara tan pabias. Segara Batu Payung wantah sinalih tunggil segara sané magenah ring Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Genah Segara Batu Payung madampingan sareng Segara Tanjung Aan. Genahnyané nepet ring ungkur bukit sané masahang Segara Tanjung Aan sareng Segara Batu Payung. Daweg dumun, genah inucap kasub sangkaning kadadosang genah spot iklan, mawinan sayan akéh wisatawan sané rauh sangkaning meled uning ring kaasrian Batu Payung. (lin/uma)
BPM/net
Bedol Pusaka Candi Mleri Kamargiang Nyabran Warsa PANYIUAN krama Blitar ngamargiang upacara sané kasuciang. Upacara inucap kawastanin Bedol Pusaka Candi Mleri. Upacara tetamian para lelingsir inucap mapaiketan ring upacara kirab pusaka tetamian Raja Kertanegara. Upacara sakral sané kamargiang nyabran warsa apisan puniki taler karaménin antuk parebutan Gunungan Lanang miwah parebutan Gunungan Wadhon. Kalih gunungan inucap sané kangken krama pinaka cihna kasukertan, makta rejeki. Candi Mleri puniki wantah candi pertapaan sané kawan-
gun daweg masan Kerajaan Kertajaya Kediri. Mawit saking Raja Kameswara rauh ring masan kajayan Singosari pinih untat, kantos pangawit Kerajaan Majapahit. Candi puniki magenah ring puncak Gunung Pegat, ring Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat, Blitar. Satios pinaka genah pemujaan, candi inucap taler kadadosang pinaka genah panyimpenan utawi pamendeman abu Prabu Wisnu Jaya Wardha, Raja Singosari kaping pat. Upacara Bedol Pusaka Candi Mleri sané kamargiang ngambil tema “Ruwatan Banda Bandu
Satua
Bumi Bung Karno.” Upacara ritual sané kamargiang awarsa apisan puniki yukti setata ngawi krama angob manonton. Pamekas ri kala pengiraban pusaka tetamian Raja Kertanegara saking Candi Mleri ngiterin désa rauh ring Lapangan Kauman. Bupati Blitar, Riyanto sané rauh daweg punika ngicén apresiasi becik antuk pamargin upacara bedol pusaka inucap. Bedol pusaka sané rumasuk ring tradisi budaya puniki kaptiang prasida dados daya tarik sendiri majeng para wisatawan lokal wiadin mancanegara. (kmb/surabayatv/uma)
Adi Sudi Anggara
Pan Angklung Gadang (1) Kaketus saking Satua-satua Bali (VI)
BPM/net
PUSAKA – Upacara Bedol Pusaka Candi Mleri kamargiang nyabran warsa apisan ring Blitar.-
KACARITA di désa anu ada koné anak madan Pan Angklung Gadang. Yéning di pawangwangan jlema bocok, mapi-mapi belog, mirib tuara nawang kangin kauh, nanging yén tlektekang dayané kerepan tekén bulun meng. Pan Angklung Gadang, ia mamarekan di purian. Kocapan sedek dina anu, Ida Anaké Agung makayun pacang lunga ka gunung, tumuli ngandikain Pan Angklung Gadang, “Ih, iba ngétéh-étéhin jaran apang enggal!” “Inggih, sandikain Cokor I Déwa sairing,” kéto atur Pan Angklung Gadangé, nglaut bangun ngénggalang nyemak jaran palinggihan Ida Anaké Agung. Jarané punika kaétéh-étéhin kapasangin kekepuh, kundali, ambed ikut muah canggah bias, makejang pada mablosong slaka. Di subané pragat, lantas Pan Angklung Gadang matur, “Inggih Ratu Déwa Agung, puniki sampun puput antuk titiang, durusang Cokor I Déwa munggah!” Lantas Anaké Agung ngamunggahin jarané saha buin ngandika, “Iba Angklung Gadang, kema jemak pacanangan gelahé, jalan iba ngiringang gelah jani!” “Inggih sandikan Cokor I Déwa,” raris Ida Anaké Agung manglinggihin jaran maalon-alonan, kairing baan Pan Angklung Gadang negen kompék pacanangan. Gelising satua, pamargian Ida Anaké Agung manglinggihin jaran kairing olih Pan Angklung Gadang, suba koné joh ngliwat désa, saget macepol blongsong ambed ikutné, nanging tusing duduka tekén Pan Angklung Gadang. Kacarita jani suba koné di gunung, tumuli Ida tedun saking jarané tur kacingakin jarané makocogan pesu peluh. Kandugi kawaspada antuk Ida, panganggén jarané kuang, blongsong ambed ikuté kecong. Raris Ida ngandika, “Ih iba Angklung Gadang, sawireh iba majalan durian, iba tusing ajin blongsong ambed ikuté kecong?” Matur Pan Angklung Gadang, “Inggih Ratu Déwa Agung, wantah kantenang titiang, sakéwanten tan wénten purun titiang ngambil punika, santukan durung wénten pangandikan Cokor I Déwa.” Ngandika Ida Anaké Agung, “Dong iba Angklung Gadang, nguda sih iba belog pesan. Suba ajinang iba slakané ulung, masih tusing iba ngelah keneh nuduk, nagih orahin dogén. Nah mani puan, yén iba ngiringang gelah, lamun ada macepol uli di jarané, duduk men énggalang pempen ka kompéké!” “Inggih, sandikan Cokor I Déwa titiang sairing.” (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
”Playoff” NBA
SPORT
Bucks Tumbangkan Celtics HAL 12
9
Minggu PAING, 22 April 2018
Setelah 22 Tahun
Informasi Pribadi Tanggal Lahir Tempat Lahir Tinggi Posisi Bermain Informasi Klub
: 22 Oktober 1949 (umur 68) :S trasbourg, Perancis :1 ,91 m :G elandang : Klub saat ini Arsenal (manajer)
Wenger Putuskan Mundur
Karier Junior 1963–1969 FC Duttlenheim 1969–1973 Mutzig
London –
Karier Senior Tahun Tim Tampil 1969–1973 Mutzig 1973–1975 Mulhouse 56 1975–1978 ASPV Strasbourg 1978–1981 RC Strasbourg 11 Total
67
Gol 4 0 4
Kepelatihan 1984–1987 Nancy-Lorraine 1987–1994 AS Monaco 1995–1996 Nagoya Grampus Eight 1996– Arsenal Prestasi Arsenal Premier League (3) : 1997–98, 2001–02, 2003–04 Piala FA (7) : 1997–98, 2001–02, 2002–03, 2004– 05, 2013–14, 2014–15, 2016-17 FA Community Shield (6): 1998, 1999, 2002, 2004, 2014, 2015
Tantangan Arsenal Cari Manajer Baru London – Arsene Wenger telah memutuskan mundur sebagai manajer Arsenal, akhir musim ini. Kini The Gunners harus mulai mencari sosok pengganti manajer asal Prancis ini. Direktur eksekutif Arsenal Ivan Gazidiz, sadar takkan mudah mencari pengganti Wenger. Apalagi Wenger sudah menukangi The Gunners selama 22 tahun. “Kami tak akan mencari pengganti dia. Arsene adalah manajer luar biasa dan pribadi yang luar biasa. Kami tak akan menemukan pengganti, kami perlu menemukan jalan baru,” kata Gazidis, Sabtu (21/4) kemarin Beberapa nama masuk kandidat pengganti Wenger. Dari mulai Brendan Rodgers, Thomas Tuchel, Carlo Ancelotti dan Luis Enrique. “Ketika kami menatap masa depan, klub saat ini sangat berbeda dibandingkan 22 tahun lalu. Tak terpikirkan dalam benak saya, kami akan memiliki manajer lain yang bakal bertahan 22 tahun,” ujar Gazidis. “Kami akan memulai proses mencari manajer baru, dan prosesnya dimulai hari ini. Sesuai dengan nilai-nilai Arsenal dan untuk menghormati Wenger, kami belum mendiskusikan itu. Saya tak meremehkan tantangan itu,” lanjutnya. Ada dua nama mantan pemain Arsenal yang muncul dan berpeluang menggantikan Wenger. Kedua pemain tersebut adalah Mikel Arteta dan Thierry Henry. Arteta saat ini berada di tim rival Arsenal, Manchester City. Pria asal Spanyol itu menduduki posisi Asisten Pelatih Manchester City yang diasuh Pep Guardiola. Wenger sebenarnya menginginkan Arteta untuk menggantikan dirinya jika suatu saat akan mundur. Namun, para pemain The Gunners tak setuju karena menilai Arteta terlalu arogan. Arsenal juga harus bersaing dengan Everton untuk mendekati Arteta untuk menduduki posisi pelatih. Maklum, Arteta merupakan mantan pemain Everton sebelum hengkang ke Arsenal pada 2011. Selain Arteta, Arsenal juga bisa menggaet legenda timnas Perancis, Thierry Henry. Henry saat ini berprofesi sebagai pengamat sepak bola setelah pensiun pada 2014. Henry juga menduduki jabatan sebagai Asisten Pelatih Timnas Belgia mendampingi Roberto Martinez. Pada Februari 2018, mantan Presiden Barcelona Joan Laporta bahkan menyebut Henry layak menjadi pengganti Wenger di Arsenal. Laporta mengatakan demikian karena dia pernah bekerja sama dengan Henry di Barcelona pada 20072010. “Henry memiliki kesamaan dengan Pep Guardiola ketika kami menunjuk Pep Guardiola sebagai pelatih baru,” tutur Laporta dilansir BolaSport.com dari Goal. “Dia tahu sepak bola, dia juga salah satu pemain terbaik dunia. Dia mengenal Arsenal dan suporter dengan baik. Dia layak mendapatkannya. Saya yakin dia akan menjadi pelatih yang baik. Dengan reputasi dirinya, dia seperti mustahil akan gagal,” tutur Laporta lagi. (kmb33/afp)
Setelah banyak terpaan suara sumbang yang menginginkannya untuk meninggalkan Arsenal, manajer Arsene Wenger secara ksatria akhirnya mengajukan pengunduran diri dari Meriam London pada akhir musim nanti. Hal tersebut terungkap dalam sebuah rilis di situs resmi klub, Sabtu (21/4) kemarin. Dalam rilis resmi Arsenal tersebut, Arsene Wenger mengeluarkan surat pernyataan pengunduran diri yang menurutnya dibuat dengan sangat hati-hati. “Setelah mempertimbangkan dengan hati-hati dan mengikuti diskusi dengan klub, saya merasa ini adalah waktu yang tepat bagi saya untuk mundur di akhir musim,” ujar wenger. “Saya bersyukur karena memiliki hak istimewa untuk melayani klub selama bertahun-tahun yang tak terlupakan,” tambahnya. Dalam
surat tersebut, manajer yang sudah mengabdi selama 22 tahun itu juga menuliskan komitmennya kepada Meriam London, sekalipun dirinya akan meninggalkan klub London Utara itu pada akhir musim. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada staf, para pemain, Direksi dan para fans yang membuat klub ini begitu istimewa. “Kepada semua pecinta Arsenal agar menjaga nilai-nilai klub. Cinta dan dukungan saya selama-lamanya untuk Arsenal. Mendapatkan surat pengunduran diri yang begitu mengejutkan, pemilik saham mayoritas Arsenal,
Stan Kroenke mengaku hal ini sebagai momen tersulit timnya sepanjang tahun ini. “Ini adalah salah satu hari paling sulit yang pernah kami alami sepanjang tahun dalam olahraga.” “Arsène memiliki kelas yang tak bisa ditandingi. Dan kami akan selalu berterima kasih kepadanya. Semua orang yang mencintai Arsenal dan semua orang yang mencintai sepak bola berhutang budi padanya,” ujar Stan Kroenke. Tak akan Pensiun Arsene Wenger diyakini bakal bertahan di sepak bola selepas akhir musim nanti.
Setelah 22 tahun mengabdi di London Utara, Wenger baru saja memastikan diri akan meninggalkan the Gunners di akhir kompetisi setelah mengantarkan tim meraih tiga gelar Liga Primer Inggris dan tujuh Piala FA. Meski bos berusia 68 tersebut diyakini tidak akan meninggalkan sepak bola secara langsung, dia mungkin tidak akan membesut klub lagi. Namun demikian, kans melatih tim nasional atau bahkan posisi direktur olahraga bakal diambil. Wenger memang belum tahu siapa penerusnya di Emirates dan dia tidak akan ikut campur hingga jajaran direksi klub mengambil keputusan pasti. Tidak seperti Sir Alex Ferguson yang merekomendasi-
kan David Moyes, Wenger enggan terlibat dalam proses pemilihan. Harus diakui, meski performa Arsenal tidak konsisten belakangan ini, keputusan yang baru saja dibuat Wenger telah mengguncang dunia sepak bola. Wenger diklaim mengambil keputusan sendiri dan mengumumkannya di hadapan tim sebelum sesi latihan. Kabar beredar, bahkan orang-orang terdekat di sekelilingnya tidak menduga sama sekali. Wenger mengumumkan keputusannya tersebut seiring dengan usaha merekatkan tim sebelum musim berakhir, apalagi memenangkan Liga Europa sekarang terasa sangat penting demi meraih tiket ke Liga Champions musim depan. (kmb33/afp)
10
Profil
Ingin Terus Bela PSG EDINSON Cavani mengungkapkan rasa cintanya kepada Paris Saint Germain. Ia berharap bisa terus membela tim ibu kota Prancis tersebut. Cavani terus memperlihatkan performa gemilangnya musim ini. Ia telah membuat 35 gol di semua kompetisi yang 24 di antaranya dicetak di Ligue 1. Sang pemain juga baru menjadi pahlawan PSG kala memenangi Coupe de la Ligue. Ia mencetak dua gol untuk membantu PSG mengalahkan AS Monaco di laga final dengan skor 3-0. Meski demikian, Cavani tak lepas dari gosip. Striker asal Uruguay itu dikabarkan akan meninggalkan Parc des Princes pada musim panas nanti. Namun Cavani menegaskan komitmennya kepada PSG. Cavani yang masih terikat kontrak hingga 2020 tak punya niat untuk hengkang. “Saya sangat bahagia di sini. Saya sudah berada di PSG selama lima tahun, sebuah bagian signifikan dalam karier saya,” ujarnya. “Hal terpenting adalah berhasil menghasilkan sesuatu bersama rekanrekan berupa trofi untuk klub. Saya berharap kisah cinta ini bisa berlanjut. Di kompetisi mana pun saya akan memberikan segalanya, sesuatu yang maksimal, sampai hari terakhir.” “Saya ingin bertahan dan itu adalah perasaan yang wajar. Terlepas dari itu, kita tunggu bersama, saya harap bisa bertahan. Meski demikian, kadang Anda tak bisa tahu apa yang akan terjadi,” jelas sang pemain. (kmb33/afp)
Tak Pedulikan Rumor BEK tengah Manchester United, Chris Smalling tidak jarang dikabarkan bisa hengkang di musim panas. Smalling lebih memilih untuk tampil bagus di atas lapangan. Manajer MU Jose Mourinho merekrut Eric Bailly dan Victor Lindelof sejak ditunjuk menggantikan Louis van Gaal pada 2015. Kedatangan dua bek tersebut memicu rumor bahwa Smalling akan didepak. Akan tetapi, toh Smalling tetap dipilih Mourinho. Meski tak bisa disangkal bahwa performa Lindeloef belum cukup meyakinkan usai direkrut dari Sporting di musim panas lalu. Smalling bahkan tampil impresif dalam beberapa pekan belakangan usai mencetak dua gol dalam tiga penampilan terakhir. Termasuk gol penentu kemenangan Setan Merah atas Manchester City 3-2. Kontrak Smalling memang akan habis pada 2019. Namun Smalling lebih memikirkan pendapat Mourinho ketimbang rumor dan spekulasi. “Kupikir rumor itu ikut dipengaruhi bahwa kami memiliki jadwal yang padat,” ungkap Smalling. “Lebih sering daripada tidak, kami bermain setiap dua atau tiga hari dan seluruh fokus Anda terpusat pada latihan, pada pertandingan dan pada manajer dan apa yang ia ingin Anda lakukan.” “Sudah jelas Anda tidak bisa mengelak dari rumor-rumor, tapi itu karena aku sangat fokus di atas lapangan sehingga aku cuma ingin tampil bagus dan terus membangun kepercayaan manajer kepadaku agar memainkanku di setiap pertandingan,” Smalling menambahkan. Smalling diboyong ke MU dari Fulham pada 2010. Selama ini Smalling telah meraih dua titel Premier League, satu Piala Liga dan Liga Europa, serta sekali Piala FA. (kmb33/afp)
Belum Pilih Klub GELANDANG muda asal Belgia, Andreas Pereira menyatakan belum memutuskan ingin bertahan di Valencia atau kembali ke Manchester United. Pereira berlabuh di Old Trafford pada Januari 2012. Manchester United merekrut pemain yang kini berusia 22 tahun tersebut dari PSV Eindhoven. Kendati demikian, Andreas Pereira jarang mendapat kesempatan bermain reguler bersama Setan Merah. Dia hanya mencatatkan 13 penampilan dengan koleksi satu gol dalam berbagai ajang. Manchester United sempat meminjamkan Pereira ke Granada pada musim 2016-2017 dan Valencia pada musim 2017-2018. Selama memperkuat Los Che, performa dia menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Alhasil Valencia ingin membeli Pereira secara permanen pada musim panas 2018. Namun dia rupanya masih memendam ambisi untuk sukses bersama Manchester United. “Valencia telah menghubungi agen saya dan mengatakan ingin membeli saya. Itu menarik, tetapi tidak seperti yang diberitakan media,” ungkap Andreas Pereira Sabtu (21/4) kemarin. “Media mengatakan saya menuntut pembicaraan dengan Jose Mourinho, tetapi saya tidak pernah melakukannya,” sambungnya. “Marcelino banyak berbicara kepada saya dan kami memiliki pemahaman yang baik, tetapi saya masih pemain Manchester United. Saya terikat kontrak hingga 2020 dan ambisi untuk sukses di Old Trafford. Saya tidak pernah meminta untuk hengkang,” tutup Pereira. (kmb33/afp)
Bola
Minggu Paing, 22 April 2018
Turin – Juventus akan menjamu Napoli akhir pekan ini, dalam persaingan menuju Scudetto. Giorgio Chiellini menilai pertarungan akan berjalan dengan hebat. Juventus duduk di puncak klasemen dengan mengumpulkan 85 poin dari 33 laga. Bianconeri unggul empat angka dari Napoli dengan hanya menyisakan lima pertandingan di Serie A musim ini. Kedua tim akan bertarung di Allianz Stadium pada Senin (23/4) dinihari nanti. Hasil akhir di laga ini akan punya dampak besar untuk Juve dan Napoli dalam persaingan perebutan scudetto. Chiellini menilai laga akan berjalan hebat. Duel satu lawan satu di atas lapangan bahkan bisa menentukan hasil akhir. “Scudetto tidak akan ditentukan pada akhir pekan nanti. Bahkan jika yang dipertaruhkan sangat tinggi. Ini akan menjadi pertandingan hebat yang kita semua nantikan, untuk mengukur diri kami sendiri berhadapan dengan lawan ini dan duel-duel satu lawan satu akan membuat perbedaan,” kata Chiellini, Sabtu (21/4) kemarin. Chiellini sudah mencetak empat gol ke gawang Napoli sepanjang kariernya. Dia berharap ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk kembali merobek jala Partenopei, namun hal terpenting untuknya tetap menang dan clean sheet untuk Bianconeri. “Mungkin ini akan menjadi waktu yang baik, tetapi yang terpenting adalah kami menang. Saya lebih suka clean sheet daripada mencetak gol,” sambungnya. Sebagai juara Liga Italia dalam enam musim terakhir, Juve seharusnya sudah terbiasa menghadapi tekanan seperti ini. Bianconeri tentu bertekad untuk segera menutup peluang juara Napoli. Apalagi Juve kini bisa fokus sepenuhnya ke kompetisi domestik setelah gagal di Liga Champions. Semakin cepat Juve menghabisi Napoli, semakin cepat pula mereka bisa
berkonsentrasi mengejar titel lain di Coppa Italia. Sementara itu, Napoli akan berupaya memutus catatan negatifnya di markas Juventus. Napoli berbekal laju apik di pertandingan tandang. Sejak menghuni stadion baru, Juve tak pernah kalah dari Napoli. Dalam enam duel di Serie A sejak 2012, Juve selalu menang atas Partenopei di kandangnya sendiri. Juve juga sangat sulit dikalahkan di kandangnya sendiri. Tim arahan Massimiliano Allegri itu tak terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhirnya di liga di Allianz Stadium dan hanya mencatatkan satu hasil imbang. Namun Napoli punya catatan sangat bagus dalam pertandingan tandang. Marek Hamsik dan kawan-kawan sudah tidak terkalahkan dalam laga tandang di Serie A sejak Oktober 2016. Napoli dibayangi kelelahan. Kendati saat ini hanya fokus ke Liga Italia, skuat Napoli tak cukup dalam untuk menjaga daya saingnya sampai akhir. Tim arahan Maurizio Sarri itu terlalu sering mengandalkan beberapa pemain tertentu. Namun Napoli bisa berharap kepada Arkadiusz Milik yang sudah pulih dari cedera. Milik menambah opsi Napoli di lini depan dan sudah mencetak dua gol dalam tiga pertandingan terakhir. Pada pertemuan di paruh pertama di San Paolo, Juve menang 1-0 atas Napoli. Maka laga akhir pekan ini juga akan menentukan rekor headto-head antara kedua tim. (kmb33/afp)
Neuer Kembali Berlatih
Munich – Bayern Munich mendapat kabar gembira setelah Manuel Neuer kembali mengikuti sesi latihan bersama rekan-rekannya. Latihan itu merupakan untuk pertama kalinya bagi Neuer dalam tujuh bulan. Neuer telah absen membela Bayern Munich selama tujuh bulan akibat cedera metatarsal pada kakinya. Kiper berusia 32 tahun itu baru bermain dalam empat pertandingan di berbagai ajang musim ini. Meski begitu, Neuer sudah mulai latihan sejak awal April 2018. Namun kapten Bayern tersebut masih berlatih terpisah dari rekan-rekannya. Kiper timnas Jerman tersebut baru mengikuti latihan bersama penggawa Bayern Munchen lain pada Sabtu(21/4) kemarin. Namun, pelatih Jupp Heynckes mengaku tidak ingin terburu-
buru memainkan Neuer. “Menurut saya, wacana memainkan Neuer masih terlalu dini saat ini. Menurut saya tidak ada diskusi soal menurunkannya untuk sekarang,” kata Heynckes. “Penting melakukan segalanya dengan benar untuk Neuer. Kami harus memutuskan dengan tim dokter dan fisioterapis, juga bersama Neuer. Kesembuhannya adalah target utama kami,” lanjutnya. Manuel Neuer menderita cedera sejak membela Bayern Munich pada ajang Liga Champions 2016-2017. Sempat pulih, cedera tersebut kembali kambuh pada awal musim 20172018. Meski sang kiper andalan tampaknya akan segera pulih, pelatih Jupp Heynckes mengaku tak akan mencampakkan Sven Ulreich. Dia mengaku sudah punya rencana pasti bagi kedua kiper
tersebut. Artinya, kembalinya Neuer tak akan lantas membuat mantan penjaga gawang VfB Stuttgart itu otomatis tersisih kembali ke bangku cadangan. Bayern memang tak bisa begitu saja mencampakkan sang kiper kedua. Bagaimanapun, sepanjang musim ini dialah yang berkali-kali menyelamatkan gawang Die Roten. Terakhir aksi-aksi gemilangnya membuat anak-anak asuh Heynckes menang 6-2 atas bayer Leverkusen di semifinal DFB Pokal. Sebanyak tujuh penyelamatan dilakukannya dalam laga itu. Patut ditunggu apakah nantinya kiper berumur 29 tahun itu akan mendapatkan jatah tampil di final DFB Pokal atau malah diturunkan di final Liga Champions bila Bayern berhasil melewati Real Madrid di semifinal. (kmb33/afp)
Ratu Tisha
BPM/ist
Kartini Dunia Sepak Bola
Salah Sudah Menjawab Ratu Tisha, Sekjen Keraguan Publik Inggris PSSI Wanita Pertama
Liverpool – Mohamed Salah tampil begitu hebat musim ini di Premier League. Ini jadi cara Salah menjawab keraguan publik Inggris kepadanya dulu. Salah baru didatangkan Liverpool musim panas lalu dan langsung mencuat ketika dia jadi kandidat terkuat topskor Premier League. Total sudah 30 gol dibuat Salah, unggul dari Harry Kane dan Sergio Aguero yang notabene adalah striker. Jika memasukkan kompetisi lain, Salah sudah punya 40 gol. Jumlah gol Salah itu sudah memecahkan beberapa rekor baik di Liverpool maupun kompetisi. Wajar jika performa Salah saat ini membuatnya mendapat banyak pujian. Padahal belum lama, seperti publik Inggris melihat Salah yang berbeda ketika didatangkan Chelsea pada Januari 2014. Saat itu Salah yang tampil oke di Basel tidak bisa berbuat banyak bersama The Blues. Dia hanya membuat 13 penampilan di liga selama setahun dilatih Jose Mourinho sebelum akhirnya dipinjamkan ke Fiorentina dan berlabuh di AS Roma. Menurut Salah, performanya saat ini tak cuma untuk membantu Liverpool finis empat besar dan meraih gelar Liga Champions, tapi juga demi menjawab keraguan banyak orang saat dia kembali ke Inggris. “Saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda sejak hari pertama saya di sini, sesuatu yang spesial. Saya pernah main di Chelsea, tapi tidak mendapat kesempatan sama sekali, lalu saya kembali. Saya ingin membuktikan kemampuan saya kepada orang-orang,” ujar Salah, Sabtu (21/4) kemarin. “Saya tidak banyak bermain. Anda bisa lihat statistik saya. Saya tidak mendapat kesempatam, tapi ketika bermain, Anda lihat saya bisa membuktikan bahwa orang-orang sudah salah menilai,” sambung pemain asal Mesir itu.
“Anda bisa lihat perbedaan dari saya saat ini, setahun sebelumnya, dua tahun sebelumnya. Saya ingin membuktikan setiap tahun, setiap hari, setiap bulannya. Saya selalu mencoba melihat kelemahan saya dan memperbaikinya, untuk menjadi pemain serta pribadi yang lebih baik. Semuanya.” “Anda bisa lihat sekarang badan saya sudah berbeda dari sebelumnya. Finishing saya sudah lebih baik, saya lebih nyaman di lapangan dan coba menjadi lebih baik dari hari ke hari,” tutupnya. (kmb33/afp)
Mohamed Salah
BPM/afp
Jakarta – Ratu Tisha menciptakan sejarah bagi sepak bola Indonesia. Tisha tercatat menjadi wanita pertama yang menjadi Sekjen PSSI. Kecintaannya dengan sepak bola menggaris takdirnya mengabdi untuk sepak bola Indonesia. Dia mengawalinya dengan menjadi manajer PS ITB. Setelah di ITB, Ratu Tisha juga pernah belajar tentang sepak bola dalam Program FIFA Master-International Master in Management, Law, and Humanities of Sports. Ia juga mendirikan Lab bola, di mana lembaga itu bergerak di bidang statistik yang secara khusus digunakan untuk mengukur performa tim maupun pemain secara individu. Lalu Ratu Tisha Destria semakin mencuat seiring dengan segera bergulirnya Indonesia Soccer Championsip (ISC). Ratu Tisha merupakan salah satu petinggi dari PT Gelora Trisula Semesta, operator dari ISC. Ratu Tisha menyebut sektor pembinaan yang terberat ada di wilayah wasit dan pelatih. Ia berpendapat, area tersebut tak lagi menjadi beban jika sanggup melalui peningkatan kualitas instruktur pelatih dan wasit. “Kami memulai pembangunan sepak bola Indonesia dari pembinaan instruktur pelatih. Ini merupakan fondasi yang menjadi akar dari permasalahan sepak bola Indonesia selama ini. PSSI harus benar-benar bekerja keras,” ujar Ratu Tisha, Sabtu (21/4) kemarin. Sekjen PSSI memberi sorotan tajam terhadap permasalah wasit di kompetisi sepak bola Indonesia. Namun area pengembangan wasit bukan hal yang utama, melainkan bagaimana wasit di Indonesia mengembangkan diri dengan ilmu yang didapatkan dari instruktur. PSSI sudah melakukan langkah nyata, yakni menggunakan jasa instruktur asing, yakni Direktur Wasit dari Jepang, Toshiyuki Nagi yang didatangkan langsung guna memberikan materi perwasitan. Ratu Tisha berharap segala tantangan yang harus dihadapi PSSI bisa berbuah manis dengan kemajuan sepak bola Indonesia. Wanita berusia 32 tahun ini mengungkapkan harapan agar masyarakat mau mempercayakan semua itu kepada PSSI. “Kami berharap PSSI bisa memberikan yang terbaik untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Bagi masyarakat, berikan kami waktu dan kepercayaan. Yakinlah kami berada di jalur yang benar guna memajukan sepak bola Tanah Air,” ujar Sekjen PSSI itu. (kmb33/rtr)
J uara
Minggu Paing, 22 April 2018
11
Safera Dwi Utami
Tes Kowad ATLET dansa kota Denpasar Safera Dwi Utami, punya kesibukan menyiapkan diri mengikuti tes masuk Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). Bahkan dirinya telah mendaftar secara online dan tinggal menunggu mengikuti tes seleksi, sekitar Agustus sampai September nanti. ‘’Saya ingin jadi anggota Kowad, saya kira keren juga,’’ ungkap atlet dansa kelahiran Denpasar, 27 Februari 1999 ini. Atlet yang akrab disapa Fera ini, sebagai persiapan fisik hampir tiga kali dalam sepekan berlari mengitari Pantai Mertasari Sanur. Maklum, Fera juga berlatih dansa di Studio Sanur, tiap Selasa, Kamis dan Minggu, ditangani pelatih Bayu Sarifudin. Prestasi Fera mendulang dua emas di nomor FFA Jive dan Rising Star pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Sementara pada Kejurnas Dancesport di Makassar, Sulsel, tahun lalu Fera yang biasa berpasangan dengan Adi Sudiarta juga menyabet emas di nomor Novice b, perak di Novice, serta perunggu di pre amateur. Fera sendiri mengenal dansa saat sosialisasi di sekolahnya SMP PGRI 1 Denpasar. ‘’Saya awalnya ikut-ikutan teman, sekarang malah jarang teman saya yang masih eksis di dansa,’’ ujarnya. Fera menyukai dansa sebab gerakannya merupakan ekspresi, gerakannya rancak dan keren, serta yang pasti menyehatkan. Alumnus SMK Kesehatan PGRI Denpasar Jurusan Keperawatan ini, pada 2017 ini mengakui belum sempat berpikir melanjutkan kuliah, sebab sibuk menghadapi Porprov Bali dan Kejurnas. ‘’Namun untuk 2018 ini, saya fokus menjadi Kowad, sekaligus tetap berkomitmen menjadi pedansa,’’ kata dia. (nel)
BPM/022
Heru Sutantio (kanan) bersama Ni Made Suparmi
BPM/wan
GARUK KEPALA - Bomber Bali United Ilija Spasojevic terpaksa garuk-garuk kepala, karena berhasil melewati pemain belakang lawan, tetapi asisten wasit mengangkat bendera karena Spasojevic berada dalam posisi off-side.
Jamu Barito Putera
BU Tak Mau Seri di Kandang
Mangupura (Bali Post)-
Tradisi tim spesialis seri bakal dibuang jauh-jauh saat Bali United (BU) menjamu tamunya Barito Putera, Banjarmasin, Kalsel, dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar, Minggu (22/4) sore ini. Tim Serdadu Tridatu bertekad mencuri poin penuh di depan pendukung setianya Semeton Dewata, bahkan tim pelatih termasuk para pemain telah mengevaluasi hasil seri BU ketika menjamu Perseru Serui, Papua. Salah seorang pemain Ricky Fajrin, menyatakan dirinya bersama rekan setimnya sudah sepakat dan berkomitmen untuk memenangkan laga sore ini. ‘’Kami sudah mengevaluasi laga Bali United melawan Perseru. Intinya, kami tetap ingin menang apalagi tampil di kandang,’’ tutur Ricky di Kuta, Sabtu (21/4) kemarin. Caranya, dirinya bersama rekan setimnya dituntut harus brkerja keras demi menuai poin penuh. Untuk itu, Ricky yang bertugas mengawal lini belakang berjanji tidak akan terlalu naik membantu serangan,
dan hanya sekali-sekali dilakukan, asalkan waktunya yang tepat. ‘’Masa transisi dari menyerang ke bertahan atau sebaliknya memang rawan, dikhawatirkan terjadi serangan balik (counter attack),’’ jelas Ricky. Sementara pelatih Widodo Cahyono Putro mengemukakan, hasil seri Bali United melawan Perseru bukan berkat permainan serangan apik lawan. ‘’Kami harus mewaspadai masa transisi baik dari penyerangan ke pertahanan atau sebaliknya,’’ tuturnya. Yang jelas, sederet asuhannya juga tak bisa tampil mulai Fadil Sausu,
Yabes Roni, Hanis Saghara yang sakit, ditambah Agus Nova dan Gede Sukadana terserang radang tenggorokan, serta M. Taufiq yang terkena hukuman. ‘’Oleh sebab itu, lini tengah kami menyiapkan Nick van de Velden dan Milos Krokotic,’’ ucapnya. Yang jelas, Widodo tak mau lagi asuhannya bermain seri di kandang. ‘’Kami bersyukur anak-anak sudah bisa menerjemahkan pola permainan seperti apa, dan hasil yang dipatok harus menang,’’ ujarnya. Widodo pun mengingatkan, dalam permainan sepak bola yang terpenting kerja sama tim.
Di mata Widodo, sosok tim Laskar Antasari tak banyak berubah skuadnya dibandingkan tahun lalu. Sementara pelatih Barito Putera Jacksen F. Tiago tak mau ambil pusing atau terpengaruh absennya sederet pemain pilar Bali United. Apalagi dalam sepak bola ditentukan 11 pemain yang turun di lapangan hijau, dan tak ada tim yang merasa diuntungkan. ‘’Kecuali kalau Barito Putera menurunkan 11 pemain, sedangkan Bali United hanya delapan pemain, mungkin posisi kami diuntungkan,’’ sergahnya. Bahkan, Jacksen menilai prestasi Bali United bukan sekadar level Nasional, tetapi sudah ke kancah Internasional. ‘’Dua tim yakni Bali United dan Persija Jakarta yang mampu berkiprah di kancah Internasional,’’ jelas dia. Tak cuma itu, dua tim
kontestan Liga 1 yang belum pernah terkalahkan hingga kini yakni Bali United dan Persipura Jayapura. Barito Putera datang ke Bali memboyong 20 pemain dalam kondisi siap tempur. Tak ada yang cedera maupun terkena akumulasi kartu. ‘’Saya kira seluruh tim yang bertarung ingin memetik kemenangan, demikian juga target yang diemban Barito Putera,’’ katanya. Ia pun menyiapkan asuhannya dengan pola latihan, plus taktik dan strategi khusus untuk menjinakkan Bali United. Salah seorang pemain Barito Putera Hansamu Yama juga bertekad tak mau kebobolan sampai lima butir gol, pada musim kompetisi tahun lalu. Hansama yang bermain di timnas bersama Ilija Spasojevic juga memuji pergerakan bomber Bali United yang susah dikawal. (022)
Ganda Putra dan Campuran ke Final Juri Dansa Dituntut Pahami Gerakan Atlet Denpasar (Bali Post)Untuk pertama kalinya, PP Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) mengelar ujian juri dancesport internasional di Sanur, Sabtu (21/4) kemarin. Tujuannya, supaya para juri memahami gerakan atlet dansa saat melantai dan secepatnya bisa menentukan para juaranya. Itu dikemukakan Ketua Umum PP IOD Heru Sutantio di sela-sela ujian sertifikasi juri dansa di Sanur, kemarin. Menurut dia, 100 detik sebelum lomba berakhir para juri sudah bisa menentukan atlet yang layak jadi juara, walaupun pesertanya cukup banyak hingga mencapai 40 pasangan (couple). ‘’Apalagi sistem penilaian digital, hingga kelihatan di layar monitor,’’ tuturnya. Dijelaskannya, sejak dulu Indonesia memiliki juri dansa internasional. Bahkan kinerjanya dikenal mempunyai disiplin yang tinggi. ‘’Jangan sampai lomba dansa sudah dimulai, juri tidak ada yang datang,’’ pesan dia. Pada bagian lain, Sekjen PP IODI Ni Made Suparmi menerangkan, ujian juri internasional ini pertama kalinya, digelar di Tanah Air. Bertujuan supaya peserta bisa menekan biaya. ‘’Selama ini para juri internasional Indonesia mengikuti ujian sertifikasi di luar negeri,’’ ucap Suparmi. Tim penguji dari Malaysia yakni Mr. Jon Liem dan Miss Joane Liong. Menurut Suparmi yang juga Ketua Umum Pengprov IODI Bali ini, peserta berdatangan dari Bali, DKI, Papua, Sumsel, Sulsel, Jatim, Sumut, Kalsel, serta Filipina. Hasil ujian peserta selanjutnya dikirimkan asosiasi juri internasional yang bermarkas di London, Inggris, dengan biaya tiap peserta Rp 9 juta. ‘’Bagi peserta juri yang lulus atau tidak, yang menentukan asosiasi juri internasional dansa di London,’’ terangnya. (022)
FSK Klungkung U-17 Ditahan Putra Pemenang Mangupura (Bali Post)Kesebelasan FSK Klungkung U-17 bermain imbang 1-1 melawan Putra Pemenang, dalam lanjutan Piala Soeratin U-17 Rayon Bali, Grup A, di Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran, Sabtu (21/4) kemarin. Sebiji gol FSK dilesakkan Komang Gede Krisna ke gawang Dika Hari Alfaris di menit ke-71. Sedangkan gol balasan Putra Pemenang dicetak Aigal Ramada yang dikawal kiper Kadek Bayu. Jadwal Piala Soeratin U-17 di Lapangan Kompyang Sujana, Grup B mempertemukan Kundalini melawan Bali FC, serta Bali United meladeni Porba Batubulan. Sedangkan di Grup A Persibu Buleleng menghadapi Perst Tabanan. (022)
Jakarta (Bali Post)Dua wakil Indonesia dipastikan menembus ke partai final turnamen bulu tangkis Malaysia International Challenge 2018, setelah dalam semifinal meraih hasil positif. Berdasarkan laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dipantau di Jakarta, Sabtu (21/4) kemarin, wakil Indonesia yang berhasil melaju ke partai puncak turnamen berhadiah total 25 ribu dolar AS ini berasal dari nomor ganda putra dan ganda campuran. Di ganda putra, Merah Putih diwakili oleh Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, sedangkan di nomor ganda campuran ada pasangan Andika Ramadiansyah/Mychelle Crhystine Bandaso, yang melaju ke final. Ahsan/Hendra yang didapuk sebagai unggulan lima, melaju ke final usai menundukkan wakil tuan rumah yang sebagai unggulan dua, Chooi Kah Ming/Low Juan Shen, dalam pertarungan dua gim di bawah 25 menit yang berkesudahan 21-15, 21-13.
Andika/Mychelle melaju ke partai puncak setelah melalui laga sengit tiga gim berdurasi 62 menit, melawan duet Cina unggulan delapan Guo Xinwa/ Liu Xuanxuan, 21-19, 13-21, 21-16. Di partai puncak, Andika/ Mychelle akan meghadapi duet Malaysia Tang Jie Chen/Yen Wei Peck yang di semifinal menundukan duet gado-gado Malaysia-Indonesia, Nur Mohd Azriyn Ayub/Devi Tika Permatasari 21-13, 21-15. Ahsan/Hendra akan meladeni tantangan duet Malaysia unggulan enam turnamen, Aaron Chia/Wooi Yik Soh yang di empat besar menumbangkan kompatriotnya di unggulan tiga, Szei Fei Goh/Nur Izzuddin 21-18, 22-24, 21-13. Peluang Terbuang Sejatinya Indonesia memiliki peluang, untuk menambah wakil di partai final jika Shesar Hiren Rhustavito (tunggal putra) dan Hanna Ramadini (tunggal putri) tidak terhenti di semifinal. Shesar yang ada di peringkat tiga turnamen, terhenti oleh
wakil Taiwan unggulan 14, Hsueh Hsuan Yi, 19-21, 15-21 setelah bertarung dua gim dalam waktu 37 menit. Hanna yang merupakan unggulan satu turnamen, menyerah dari wakil tuan rumah unggulan tiga, Ying Ying Lee dalam pertarungan sengit tiga gim selama 53 menit yang berkesudahan 7-21, 21-10, 17-21. Pelatih tunggal putri pemusatan latihan Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) Minarti Timur menyatakan, permainan anak didiknya tersebut sudah bagus, namun masih bersabar saat poin-poin krusial. “Saya baru dapat laporannya. Sayang gim tiga saat kedudukan 15-15, mestinya Hanna lebih sabar. Malah dia ingin cepat ambil poin padahal reli panjang, tetapi malah mati sendiri,” kata Minarti. Selain itu, menurut Minarti, anak didiknya tersebut juga perlu menambah kekuatan pukulannya sebagai modal untuk turun di Kejuaraan Asia perorangan 2018 di Wuhan, Cina pada 24-29 April 2018. (ant)
Suporter Ingin Serang Rombongan Arema Pamekasan (Bali Post) Aparat kepolisian Polres Pamekasan, Jawa Timur, membubarkan sekelompok suporter yang ingin menyerang rombongan Arema FC di luar Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, seusai klub itu melawan Madura United. Para suporter ini menunggu bus yang ditumpangan Arema FC di luar Stadion Pamekasan. Mereka sambil berteriak-teriak “Keluar Arema”. Ratusan orang itu memadati akses jalan yang hendak dilalui bus yang ditumpangi rombongan “Arema FC”. Meraka terus merangsek ke tengah jalan. Namun petugas bersepeda
motor segera membubarkan para suporter ini. Bahkan Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo, terjun langsung menyampaikan imbauan kepada para suporter ini. “Ayo bubar, pertandingan sudah usai, keluarga di rumah menunggu Anda,” ujar Kapolres dengan menggunakan pengeras suara. Di antara para suporter yang hendak melakukan penyerangan bus yang dikendarai Arema FC beberapa di antaranya terlihat berpakaian kaos Bonek dan Persib Bandung. “Aremania membuat masalah dengan Madura, sama halnya dengan membuat masalah dengan Bonek, Bebotoh dan Viking,” ujar salah seorang di antara mereka. Pengaman-
an kompetisi sepak bola yang digelar Madura United kali ini memang ektra ketat dibanding pertandingan yang digelar sebelumnya. Polisi mengawal pemain Arema dengan pasukan barakuda, puluhan pasukan bersepeda motor dan ratusan personel Brimob dari Polda Jatim. “Memang hanya kali ini saja, pengamanan dilakukan dengan ektra ketat. Sebelumnya tidak pernah,” ujar Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Moh Alwi. Sementara itu, pada laga lanjutan Liga 1 Indonesia antara Madura United FC melawan Arema FC di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu itu Madura unggul dengan skor akhir 3-2. (ant)
BPM/022
Johan Johari (kanan) bersama I Gusti Agung Putu Nuaba
Pesepak Bola Ditentukan Saat Usia 15-18 Tahun Mangupura (Bali Post)Anak-anak mengikuti program latihan di Sekolah Sepak Bola (SSB) sejak usia 5-6 tahun, kemudian bermain bola di bawah delapan tahun sampai 12 tahun, hingga 14 tahun. Akan tetapi, usia yang paling menentukan adalah 15 sampai dengan 18 tahun, sebab pada umur itu remaja mengalami masa transisi, apakah tetap konsisten menggeluti sepak bola atau bidang lainnya. Itu dilontarkan Instruktur AFC asal Singapura Johan Johari, pada Workshop Football Fundamental Development di Kuta, Sabtu (21/4) kemarin. Dijelaskannya, pada usia 15–18 tahun para siswa SSB bisa menentukan apakah mereka lebih cenderung memilih mata pelajaran akademis atau tetap eksis bermain bola, atau menekuni bidang lainnya. ‘’Biasanya, jika sampai usia 18 tahun mereka masih tetap bermain bola, kelak
bisa jadi pesepak bola,’’ tutur Johan. Menurut dia, SSB dalam memproduksi pemain bola makin tinggi usianya kian mengerucut dan jumlahnya makin sedikit. ‘’Bisa jadi yang benar-benar menjadi pesepak bola hanya segelintir,’’ terang dia. Di sisi lain, Panpel I Gusti Agung Putu Nuaba mengemukakan, yang perlu diperhatikan bagi siswa SSB mulai nutrisi, teknik dan perilaku. ‘’Faktor inilah yang paling menentukan. Siswa sekolah sepak bola usia 5-6 tahun sangat dipengaruhi asupan gizinya, terutama untuk pembentukan postur tubuh. Namun, jika sudah memasuki usia 18 tahun, ya percuma apa pun yang dikonsumsi tak ada efeknya,’’ ujar Agung Putu Nuaba. Workshop diikuti peserta dari unsur SSB, seperti pelatih, pemain, pemilik SSB, sampai pengurus PSSI. Mereka berdatangan dari Bali, Jatim, DIY, serta NTT. (022)
12
Profil
Terlalu Banyak Tonjolan PEMBALAP Alma Pramac Ducati, Danilo Petrucci telah menyindir banyaknya tonjolan yang ada di Sirkuit Austin, Amerika Serikat. Ia menilai kontur sirkuit menjadi semakin buruk usai dilakukannya perbaikan. Sebagaimana diketahui, penyelenggara acara berusaha mengurangi tonjolan pada permukaan lintasan dengan menggunakan truk penggiling. Perbaikan difokuskan pada sektor pertama pada tikungan petama hingga belokan ke-12. Mobil balap Formula One(F1) telah banyak disalahkan sebagai penyebab timbulnya tonjolan di atas lintasan tersebut. Hal tersebut dinilai menjadi sebuah masalah besar bagi para pembalap MotoGP yang memacu kuda besinya hingga kecepatn 300 kilometer per jam. Petrucci bukanlah menjadi pembalap pertama yang mengeluhkan bentuk Sirkuit Austin menjadi semakin buruk usai mengalami perbaikan. Sebelumnya pembalap Ducati Corse Andrea Dovizioso, juga menegaskan sirkuit sepanjang 5,5 kilometer tersebut menjadi semakin kotor dengan adanya debu usai perbaikan. “Di sini kami berjuang untuk melintasi tonjolan. Mereka mengatakan telah mencukur semua tonjolan yang ada, tapi tampaknya mereka telah mencukur tonjolan di sirkuit lain, karena tonjolan tersebut justru terlihat lebih besar ketimbang musim lalu,” ucap Petrucci. “Saya pikir tidak aman untuk balapan dalam lintasan seperti ini. Maksud saya, kami berada di kejuaraan dunia dan saya tidak pernah menemukan lintasan seperti ini, bahkan di kelas nasional. Tentunya kejuaraan dunia adalah yang tersulit di dunia dan kami harus berlomba dalam setiap kondisi dan setiap jalur,” lanjutnya. “Tapi terhempas karena tonjolan, saya pikir merupakan hal yang dialami Hailwood dan Agostini sepanjang karier yang ia miliki dalam dunia balap motor. Dan hari ini ada banyak kecelakaan karena tonjolantonjolan tersebut,” tutupnya. (kmb33/afp)
Yakin Bisa Nomor Satu Lagi SEMANGAT juang yang tinggi nyatanya dimiliki oleh petenis asal Serbia, Novak Djokovic, setelah tumbang di babak ketiga Monte Carlos Masters 2018 dari petenis Austria, Dominic Thiem. Alih-alih terpuruk atau pun bersedih, Djokovic justru merasa percaya diri kalau ia akan mampu merebut posisi petenis berperingkat satu dunia. Djokovic ditumbangkan oleh Thiem melalui permainan tiga set dengan skor 7-6, 2-6, dan 3-6. Meskipun dengan kekalahan tersebut Djokovic menjadi tersingkir dari ajang Monte Carlo Masters 2018, namun ia merasa bahwa kemampuannya saat ini telah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan sebelumnya. Seperti diketahui, dalam beberapa waktu terakhir Djokovic mengalami masa-masa yang sulit. Mantan petenis berperingkat satu dunia itu mengalami cedera saat berlaga di Wimbledon 2017 pada bulan Juli. Sejak saat itu Djokovic harus absen selama enam bulan. Kendati setelah cedera tersebut Djokovic mengikuti empat turnamen, namun ia tak pernah mencapai sekalipun babak perempatfinal. Bahkan, jika menarik garis lebih jauh lagi, petenis yang kini menduduki peringkat 13 dunia itu terakhir kali memenangkan turnamen grand slam adalah pada 2016 dalam ajang Prancis Open. Meski begitu, Djokovic nyatanya enggan menyerah, walau diketahuinya bukan tugas mudah menempati peringkat satu dunia lagi. “Idealnya saya ingin bermain sebagaimana cara saya bermain selama bertahun-tahun. Namun jelas dibutuhkan kesabaran, percaya pada prosesnya, percaya dengan diri saya, dalam permainan saya, serta orang-orang di sekitar saya,” ucap Djokovic. “Saya benar-benar percaya jika saya melanjutkan apa yang saya lakukan sejauh ini, percaya dengan diri saya sendiri, saya tahu pada akhirnya saya akan sampai ke sana. Saya akan sampai ke sana,” lanjutnya. Kini Djokovic merasa dirinya sudah tidak terlalu terbebani dengan cederanya lagi. Pertandingan di Monte Carlo Masters 2018 disebutnya sebagai langkah yang baik untuk memulai lembaran baru. Pasalnya, di turnamen tersebut ia bisa melangkah hingga babak ketiga, setelah pada dua turnamen sebelumnya selalu tumbang di pertandingan pertama. “Saya merasa seperti menjadi semakin baik setiap harinya. Saya telah memainkan tiga pertandingan di sini. Saya tidak mengharapkan apa pun. Saya bermain tanpa merasakan sakit di bagian siku, itu adalah hal penting. Banyak hal positif dalam turnamen ini,” tutup Djokovic. (kmb33/afp)
Ingin Jadi Juara Dunia PEMBALAP Mercedes, Valtteri Bottas mempunyai harapan pada ajang Formula 1 (F1) musim 2018 yang sudah berlangsung tiga seri. Setelah finis di posisi ke-8 pada seri perdana di Australia, Bottas sukses meraih hasil apik pada dua seri berikutnya di Bahrain dan China. Dia tampil konsisten untuk menjadi runner-up. Hal itu membuat pembalap berusia 28 tahun ini mengungkapkan hasratnya yang terpendam. “Saya berharap tahun ini saya bisa menjadi juara dunia,” kata Bottas. “Hanya itu target saya. Tetapi saya tidak tertekan karena itu, dan saya hanya ingin terus bekerja keras,” ucap pembalap asal Finlandia ini. Saat ini Bottas menempati peringkat ketiga klasemen sementara pembalap F1 musim 2018. Dia mengumpulkan 40 poin dari tiga balapan yang sudah diikuti. Torehan pemilik nomor 77 itu terpaut 14 poin dari sang pemuncak klasemen sementara, Sebastian Vettel (Ferrari). Posisi kedua diisi oleh rekan setim Bottas di Mercedes, Lewis Hamilton dengan torehan 45 poin. Seri keempat F1 musim 2018 akan berlangsung di Baku, Azerbaijan, 27-29 April 2018. (kmb33/afp)
A rena
Minggu Paing, 22 April 2018
”Playoff” NBA
Bucks Tumbangkan Celtics
Milwaukee – Boston Celtics menderita kekalahan di gim ketiga fase pertama playoff NBA. Celtics menyerah 92-116 dari Milwaukee Bucks, tapi masih memimpin dalam kedudukan 2-1. Pada pertandingan di Bradley Center Sabtu (21/4) kemarin, Celtics memulai dengan lambat usai hanya bisa mencetak 12 poin di kuarter pertama sehingga tertinggal dari Bucks yang mengemas 27 poin. Skenario belum berubah setelah Bucks mencetak 31 poin untuk menjauhkan jarak dari Celtics dengan skor 58-35 di kuarter kedua. Setelah jeda permainan Celtics membaik usai mendulang 27 poin, tapi jarak yang sudah terlalu jauh membuat mereka kesulitan mengejar. Skor ini 67-85. Performa meyakinkan Bucks berlanjut. Sebanyak 31 poin yang dihasilkan Bucks di kuarter keempat memastikan kekalahan Celtics, setelah hanya mencetak 25 poin. Celtics tidak diperkuat Kyrie Irving karena cedera lutut di sisa playoff. Al Horford mengemas 16 poin, Jayson Tatum 14 poin. Sedangkan Khris Middleton menginspirasi kemenangan Bucks usai mengemas 23 poin, delapan rebound, tujuh assist. Giannis Antetokounmpo menyumbangkan 19 poin dan masing-masing 17 poin dari Eric Bledsoe dan Jabari Parker. “Aktivitasnya, kalau Anda melihat di kertas statistik, aktivitas dan energi yang kami bawa di sepanjang permainan, itulah apa yang Anda butuhkan, energi yang pertama,” ucap pelatih Bucks Joe Prunty. Gim keempat masih akan digelar di Bradley Center hari ini. Sementara itu, Cleveland Cavaliers gagal menaklukkan sang tuan rumah Indiana Pacers pada gim ketiga. Cavaliers dipaksa menyerah satu bola dengan skor 90-92 untuk kemenangan Pacers. LeBron James menjadi pencetak poin terbanyak bagi Cavs dalam pertandingan ini dengan 28 poin. Kevin Love menyusul di belakang James dengan 19 poin. George Hill
menguntit di posisi ketiga dengan 13 poin. Namun kerja keras James dan kawankawan ternyata masih kalah dari para pemain Pacers. Bojan Bogdanovic menjadi penyumbang poin terbanyak dengan 30 poin. Victor Oladipo juga turut andil dalam kemenangan Pacers. Shooting guard berusia 25 tahun itu mengemas total 18 poin bagi Pacers pada pertandingan ini. Berkat kemenangan ini, Pacers mengungguli Cavs 2-1 dalam babak playoff NBA. Kedua tim masih akan bertarung pada gim keempat playoff. Cavs sebetulnya bisa menguasai kuarter pertama. Sebanyak 31 poin mereka dapatkan di kuarter permulaan ini. George Hill mengawali torehan poin Cavs berkat tembakan bebasnya. James lalu menambah keunggulan Cavs menjadi 5-0 lewat tembakan dua poinnya. Jeff Green menjadi pemain Cavs terakhir yang menyumbang poin di kuarter ini. Cavs menang 31-20 pada kuarter pertama. Cavs selanjutnya masih dominan atas Pacers. Tambahan 26 poin di kuarter ini membuat mereka unggul 57-40 atas Pacers, yang kembali menambah 20 poin. Kuarter ketiga menjadi titik balik bagi Pacers. Oladipo dan kawan-kawan berhasil menekan perolehan poin Cavs menjadi hanya 12. Sebaliknya, Pacers bisa meraup 23 poin. Tembakan Myles Turner jelang akhir pertandingan menipiskan ketinggalan Pacers menjadi 63-69. Strategi untuk menyerang cepat Cavs terbukti ampuh di awal kuarter keempat. Oladipo akhirnya menyamakan kedudukan 75-75 lewat tembakan bebasnya. Sejak itulah torehan poin Pacers tak lagi mampu dikejar Cavs. Pacers pun menang 92-90. (kmb33/afp)
BPM/afp
TEMBAK - Pemain Milwaukee Bucks Brandon Jennings melepaskan tembakan ke arah keranjang Boston Celtics dalam lanjutan playoff NBA, Sabtu (21/4) kemarin.
Usia Bukan Rossi Malas Ladeni Marquez Halangan
Kuala Lumpur – Legenda tinju Filipina, Manny Pacquiao mengatakan kariernya di atas ring belum usai. Juara dunia delapan divisi akan menghadapi petinju Argentina yang usianya empat tahun lebih muda, Lucas Matthysse. Pacquiao akan menghadapi Matthysse dalam pertarungan kelas welter di Kuala Lumpur, 15 Juli 2018 mendatang. Pacquiao menyinggung tentang usia jelang laga tersebut. “Saya ingin mengatakan kepada Anda, bahwa usia bukan halangan bagi seseorang untuk meraih sukses. Saya akan berkarier bukan hanya untuk gelar tetapi untuk menginspirasi semua orang,” kata Pacman, Sabtu( 21/4) kemarin. Sementara itu, Lucas Matthysse berjanji tampil habishabisan saat menghadapi Pacquiao di pertengahan bulan Juli mendatang. “Tentu kalian semua tahu, Manny telah memenangkan begitu banyak gelar. Dia sudah melakukan begitu banyak dalam tinju,” kata Matthysse. “Saya hanya memenangkan satu gelar dan saya tidak akan menyerah. Saya akan mati untuk itu, jika saya harus melakukannya,” tutur dia. “Bukan hal mudah bagi saya untuk membagi waktu antara menjadi politikus atau petinju. Tetapi saya harus menjalaninya saat ini, entah sampai kapan,” ujarnya lagi. Pacquiao menuju kejuaraan tinju dunia nanti dalam usia 39 tahun. Matthysse yang merupakan juara bertahan asal Argentina saat ini berusia 35 tahun. (kmb33/afp)
Texas – Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi mengaku masih enggan berbicara dengan Marc Marquez setelah insiden yang terjadi pada balapan MotoGP Argentina, (8/4) lalu. Dia juga ingin melupakan kejadian ini dan menatap ke depan. Rossi dan Marquez belum bertegur sapa pascakejadian di Sirkuit Termas de Rio Hondo. Bahkan niatan Marquez untuk meminta maaf hingga kini belum juga terlaksana. Marquez sempat menyambangi Rossi setelah balapan MotoGP Argentina berakhir. Namun Rossi enggan menemui pembalap asal Spanyol itu. Marquez pun diminta pergi dari garasi Yamaha kala itu. “Berbicara dengan Marquez? Saya tak tahu, mungkin ini bukan waktu yang tepat, mungkin di masa mendatang,” kata Rossi, Sabtu (21/4) kemarin. Pembalap berusia 39 tahun itu mengaku tak akan menarik perkataannya di Argentina setelah balapan. Menurutnya, komentar yang dikeluarkan kala itu sudah sesuai dengan fakta. “Jujur, saya menonton balapan itu lagi dan saya berpikir tepat seperti yang saya katakan setelah balapan di Argentina. Saya mengkonfirmasi semua perkataan saya. Namun, lebih baik untuk menatap ke depan,” ujar Valentino Rossi. Persaingan Marc Marquez dan Valentino Rossi akan menjadi bumbu menarik dalam lomba MotoGP Amerika di Austin, Texas. Terutama setelah perseteruan pembalap Yamaha dan Honda itu kembali memanas karena insiden di lomba Argentina. Kedua pembalap ini sudah lama terlibat
perseteruan. Sama-sama jago, pembalap senior dan junior ini selalu terlibat persaingan ketat di lintasan. Insiden besar yang melibatkan keduanya terjadi pada 2015. Rossi saat itu menendang Marquez dalam lomba di Malaysia. Marquez jatuh dan gagal finis. Rossi dihukum harus start dari posisi terakhir pada lomba pamungkas. Ia pun kesulitan dan akhirnya harus melihat gelar juara direbut rekan Marquez di Repsol Honda, Jorge Lorenzo. Sejak itu keduanya tak pernah akur. Marquez bahkan mengeluh bahwa kru televisi dari Italia melecehkan keluarganya terkait insiden itu. Namun perseteruan itu sempat mengendap cukup lama, hingga insiden di Argentina terjadi. Marquez menyenggol Rossi hingga jatuh. Rossi menyebut Marquez sengaja melakukannya. Ia juga menyebut pembalap Spanyol itu telah menghancurkan olahraga balapan. Dengan latar belakang seperti itu, menarik untuk melihat persaingan Rossi vs Marquez di Amerika. Pada dua latihan bebas pertama, Marquez mampu tampil lebih baik dari Rossi. Ia berada di urutan pertama latihan bebas pertama dan di posisi kedua pada latihan bebas kedua. Rossi hanya menempati posisi kedua dan keempat. Keduanya masih akan berjuang dalam sesi latihan bebas terakhir dan saat kualifikasi, Sabtu ini, juga saat lomba besok. Dalam klasemen umum, Marc Marquez kini menempati posisi kelima klasemen pembalap dengan nilai 20. Sedangkan Rossi di urutan kedelapan dengan nilai 16. (kmb33/afp)x
Manny Pacquiao
BPM/afp
Redité Paing, 22 April 2018
I Kaki Dengkil
Nata Tan Pabala
ASAPUSIRA sané kabaos Sang Nata? Kocap, Sang Nata punika nénten sios waluya Ida sang sané nyuryanin jagaté. Ida sané ngardi sarwa uripé maurip. Asapunika kémaon? Inggih asapunika kémaon wantah cutetang. Nénten wénten lengkara sané cutet wantah sampun umanjing dados pikenohnyané I Kaki Dengkil. Wenginé punika naler asapunika, Ipun kenjekan ijek ngamanahang baos Nata Tan Pabala. Punika santukan Ipun miragi orti sané tan manut. Ortiné punika indik Sang Angawaraté nangtangin warginé sané tan tinut mangda rauh ngrebatin. Wantah Nataning Natané punika tan sios paragayan Ida Sang Hyang Widhi, Ida Sang Angawaraté punika kabaos Nata Ratu. Punika awanan, Nata Ratuné sané Angawarat punika sujatiné nyledi paragayan Ida Sang Hyang Widhi manut tetujoné mangda jagaté kertha raharja. Wantah asapunika, patutké Sang Angawaraté brangti? Setata menggah wantah balané tan tinut? “Né... né... né... mara ya lempuyengan baana ngenahang!” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan wenginé puniki. Napi sané ngawinang Ipun lempuyengan ngamanahang lengkara nata tan pabalané punika? Daldalané asapuniki. Wantah manahang, kasujatian sané sampun manggeh, Ida Sang Nata ngamargiang tetujoné nyukertaang jagat antuk lingsehan ajeg. Minakadi wénten lemah tur peteng, suryané endag tur engseb ngraina manut gilihané. Punika kémanten. Sapisan-pisan kardina makudang-kudang bhaya. Wénten lindu bhaya, er bhaya, bhayu bhaya, gni bhaya, tur sané siosan. Sukertan jagaté salanturnyané kakardi antuk jatmané. Naya upaya sané kadruénang antuk manusané punika kaanggé. Kocap saking ngupapira urip majalaran antuk sané wénten ring jagaté minakadi woh-wohan, sekancan phala (phala gantung tur phala bungkah), kantos sekancan daging tukad, daging alas tur daging pasih. “Ngudiang kema lakuna?” I Kaki Dengkil sakadi marasa déwékné mamanah milehan. Slekat-slekit pangélingané éling ring indikindik maudakan. Lempas tetuek manah sané jagi manahanga. Inggih punika indik Nata Tan Pabala. Napi malih pakilitané sareng Sang Angawaraté nantangin walané sané tan tinut mangda rauh ngrebatin. Asretan, I Kaki Dengkil éling ring Puputan Badungé. Kocap sadurung pamargin puputané punika kalaksanayang, Ida Cokorda Mantuk Ring Rana mupulang warginé tur matakén sapunapi sayuwakti mampas kapal Sri Komalané sané kampih ring Sanur? Sesampuné kaaturang mampas daging kapalé sané kampih punika nénten sayuwakti, Ida sakadi polih adi bhayu jagi ngamargiang upakara puputan. Sané kanten ring wacanané punika, kanten pisan Ida Cokorda Mantuk Ring Rana sakadi nué paneges wantah jati pisan baosé Nata Tan Pabala jagi sirna. Punika awanan, Ida nénten makirig jagi mayuda sareng Walandané. Wantah Sang Angawaraté sakadi nantangin mayuda sareng balané néwék, asapunapi punika? Napi puniki wantah cecirén jagaté jagi rug? Santukan Ida Sang jagi rug? Santukan Ida Sang Angawaraté punika sakadi nénten malih sumanggem sareng balané? Sampunang ja pati, padem, seda, utawi sané siosan, wantah sampun punika semu Sang Angawaraté sinah jagi kabaos sirna. Ical nénten wénen sisané. Wantah asapunika, makéhang balané jagi malaib ngaonin Sang Angawaraté sané masolah brangti punika. Sampunang ja jagi miragiang pinunas balané, wau nampek sampun kasemprak. Sané bayuné alit, ngraris ngreres kinceh. Sané bayuné agengang, tan sah jagi sareng nyemprak tur brangti. Asapunapi punika patut kakardi antuk Sang Angawaté? Duaning Ida Sang Angawaraté sujatiné minakadi nyledi Ida Sang Mahasidi, napi solahné punika sakadi marupa pangéling mangda balané sayaga ngraina. Asapunika manahanga antuk I Kaki Dengkil. “Yén kéto buin, sinah jeg lakar beneh dogén Sang Angawaraté? Suba seken tusing mirengang pikenoh balané inggian Reklamasi Teluk Benoané lakar kudiang jani? Lamun lakar dadi Sang Angawarat pelajahin malu kupingé ningehang, apang tusing nyanan munyi tiding-tidong bakat gugu? Lamun dadi Sang Angawarat apang tusing irgamayang cara Nata Tan Pabala. Sambilanga uyuk-uyuk, I Kaki Dengkil nglaca-laca wantah sané mangkin sujatiné Sang Angawaraté sampun sumeken sakadi Nata Tan Pabala.
(Jelantik)
Nyastra
SASIH Kasanga, rahinan Jagat Nyepi sampun lintang, nemoning mangkin sasih Kadasa. Lintangin makudang rahina, kapanggihin rahinan jagat Purnama sasih Kadasa. Sané mapaiketan ring rahina punika sinunggilnyané wantah Karya Ida Bhatara Turun Kabéh ring Pura Besakih tur karya ring Pura Ulun Danu Batur. Makekalih punika nénten ja dados pasahang pamargin piodalané, santukan sampun saking nguni pamarginé wantah asapunika. Sami panjak sajebag Jagat Bali turin ring dura Bali lunga pedek tangkil ka makekalih pura punika. Wénten sané nyarter bus lan isusu, makta sepeda motor taler wénten sané makta mobil pribadi. Wénten niri-niri, wénten sareng rombongan taler ring kantor-kantor, pegawaipegawai swasta wiadin negeri sami pada tangkil sinambi ngayah ngaturang panganyaran. Kénten taler Nyoman Lekus sané madué manah pacang tangkil ka Pura Batur miwah Besakih. Manahipun taler kadaut ngajakin panangkilané makejang mangda sida sareng-sareng tangkil. Ngangsur angkih-angkih ngliling Man Lekus ring bataran balé sané makeramik sawusan mabanten Purnama Kadasa ring sanggah turin ring pura dadiané. Boya ja sangkaning kenjelné, kémahon sangkaning kebusé tan kadi-kadi mawinan ngangsur angkihané Man Lekus. Sedeng melahné ipun ngliling mapan di keramiké marasa tis, kantos nyeriet tan taunan Man Lekus masaré geris-geris, lantas kadundun olih somahnyané. “Yééé Nyoman, adi dini masaré? Gegaéné kondén pragat makejang, barengin ja tiang Man. Né kondén suud matanding banten anggon di ajeng.” Patut mula patut mapan somahné Man Lekus sayuakti ngiringang dados jero, ngelah kamar suci kanggén nglinggihang Ida Bhatara sané kasungsung tur kanggén genah matetamban. Tan rasayanga sagét sampun nyoréang, jero sampun puput ngastawayang bakti sané katurang ring ajeng, raris kasisi makekalih masandengan ring bataran baléné sinambi ngantosang panangkilan sané rauh pacang ngaturang bakti ring Ida sané malinggih irika. “Man mara tiang maan bisama saking Ida. Tiang kapaica baos apang sida tangkil ka Pura Besakih.” “Yéh…, sedeng becika niki tiang nak ada keneh masé lakar tangkil ka Besakih lan Batur. Dot masé ngajak panangkilané makejang.” “Yéh… Pa tiang dadi milu?” Sagét ngeblés pianakipune nomor dua, Kadek Padma. “Dadi…, ngudiang tusing Dék!” “Nah… nah Bapa. Apang beneh baan tiang ngorahin Wayan Diya ngalih mobil. Inget nyen catet panangkilané ané lakar milu Pa….” “Nahh Dék. Asal suba madan nangkil, jeg liang kenehné Kadek hahahahah….” Tan sué matuturan raris wénten rauh makudang panangkilan pacang ngaturang bakti irika. Kantos bek baléné Man Lekus, makejang sampun napak, wénten sané saking nguni tangkil mrika taler wénten sané wawu-wawu seger sangkaning matamba irika. Risampuné sami pada polih ngaturang bakti ring Ida
13
Nangkil Wahyu Waruna sané malingggih irika, sami masandekan sakadi biasa nutur kangin-kauh makedékan kasanggra olih Nyoman Lekus. Sakadi sampun mamargi, Man Lekus mula janten seneng malajahin Sastra Agama, mawinan panangkilan sané mrika sering katuturang tattwa, sastra miwah agama. Sami rumasa kahibur napi malih kaselingin antuk guyon-goyonané Man Lekus. Sedeng raména mabaosan, nyelag somahné Man Lekus (Bu Jero), “Yéh…, Nyoman katungkul iteh nyatua, pastika sap suba nyatet sametone ané lakar milu nangkil ka Besakih?” “Yéhh… sajan. Das pesan engsap tiang. Nggih…, sameton sami sané rauh mangkin, sira sané arsa sareng nangkil ka Pura Besakih taler ka Pura Batur?” “Ndén malu Man, satondén nyatet, kali kénkén lakar tangkil?” Kénten Pakdé Sarta sinunggil panangkilané nyautin. “Tiang suba sai-sai ngatehang rombongan tangkil kemu, luungan daslemahné, di Rediténé ené kemu apang makejang maan. Yén daslemahé kemu apang danganan maceté, apang tusing joh majalan. Yén ajak liu milu, lakar aliang tiang mobil.” Kénten Yan Diya, pianakné Man Lekus sané kelihan nyelag
manyautin. “Ngih tiang milu, tiang milu,” kénten makejang nyautin. Nénten caritayang malih saget dina Redité, jam 4 semeng sampun napak panangkilané diwang umahipuné Man Lekus. Sami sampun sayaga, kénten taler Man Lekus sakulawarga sampun pada sayaga. Diwangan, Yan Diya sampun taler sayaga sareng mobil elepnyané. Sami kararisang munggah ka mobilé, lantur berangkat nuju Pura Batur miwah Besakih. Nénten rasayang pamarginé saget sampun rauh ring Pura Batur, raris kamargiang pamuspan sakadi sané sampun mamargi. Sawusan ngaturang bakti raris sami mapupul malih ring mobil jaga nuju Pura Besakih. Risampun neked ring marginé, saking doh samar-samar Yan Diya nyingakin mobil-mobil sané dumunan marérén. “Adahh…! Macet masih nu semengan kakéné,” sagét wénten sopir tuun maosang kocap wénten bus mogok. “Mimih kena masi macet!” Kénten sami ngrenggeng. Wénten makudang jam, raris wénten sinunggil warga irika nglintangin mobilnyané Yan Diya, raris mabaos, “Yéning niki jantos jero, sinah lakar sué jeroné rauh ring pura. Becikan tuwut margi alit
***
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Sang Arjuna Nglanturang Pamargi Olih : I K. Satria, S.Ag MIRENGANG sakadi asapunika piterang Ida Déwi Ulupi, dahat angayubagia kawéntenan Ida Sang Arjuna. Ida ngraris sané mangkin ngandika, “Nénten iwang putri sané mautama. Sariran I Déwané nénten pisan wénten iwangnyané! Napi sané margiang I Déwa sakadi mangkin, sampun marupa kapatutan sané sujatiné patut kamargiang olih anak istri sané mautama!” Wusan punika, Ida Sang Arjuna mawali nujuang pangaksianidané majeng ring Ida Sang Wabhruwahana saha ngandika. Pangandikané punika taler kapirengang olih ibunidané, Ida Déwi mautama saking Chitranggada sané pinaka strin Ida Sang Arjuna. Sakadi asapuniki pangandikan Ida Sang Arjuna, “Yadnya sané mautama sané kamargiang olih Ida Sang Prabhu Yudisthira pacang kamargiang ring sasih utama saha ring purnama, sané pinaka déwasya becik. Banget saratang aji kawéntenan I Déwané prasida ngrauhin pamargin upacara inucap.” Sakadi asapunika pangandikan Ida Sang Arjuna. Wantah malarapan antuk manah sané gar jita, Ida Sang Wabhruwahana nyawis antuk bebaosan dahat bhakti. “Nawegang aji sané dahat bhaktinin titiang, sujatiné titiang nénten pisan lémpas ring swadharma, antuk pituduh saha titah aji. Titiang cumpu pacang rauh ri kala pamargin yadnya mautama punika. Yéning pradé palungguh aji lédang, durusang titahang titiang nyanggra para brahmana sané jagi rauh nyaksiang upacarané punika. Titiang jaga ngaturang bhiga miwah sané tiosan ring pamargin yadnyané punika. Asapunika taler, yéning pradé mapikayunan ngrauhin kawéntenan purin I Ratuné sané pinaka genah titiang dados prabhu, durusang Aji. Bénjang rahinané semeng, durusang palungguh aji memargi mawali ngemit jaran sané jaga kanggén yadnya. Dumadak kawéntenan aji nénten nulak pinunas titiangé puniki!” Sakadi asapunika atur Ida Sang Wabhruwahana majeng ring ajinidané, Ida Sang Arjuna. Duaning sakadi asapunika pinunas Ida Sang Wabhruwahana, antuk bebaosan sané dahat ngenyudin manah raris Ida Sang Arjuna nyawis antuk asih pisan pinunas putranidané punika. “Uduh cening pianak bapa sané dahat mautama saha pinaka ksatria sané mautama ring jagaté! Minab I Déwa sampun sauninga indik pamargin yadnyané sané pucukin aji puniki, aji sampun masemaya, napiké I Déwa sampun uning? Yéning aji nénten muputang yadnyané puniki, aji nénten pacang ngamargiang pamargi sané tiosan. Punika sané ngawinang aji nénten prasida nagingin pinunas I Déwané. Jarané sané sampun memargi tur nénten kategulin ngawinang pikayunan ajiné mangda sida natasang tur muputang pamarginé puniki. Sakémaon cening, dumadak kawéntenan I Déwané setata ngamangguhang kara-
ring samping nika, marginé nika sida tembus nampek-nampek Pura Besakih.” Yan Diya bingung mapan ipun nénten naenin nglintangin margi punika. “Bapa nawang Yan.. jeg tuut dogén jalané ento. Bapa ja bénjep nudingin, yén ada anak liwat mabaju adat, jeg to suba tutug,” kénten Man Lekus nyautin. Nénten mikir panjang malih, Yan Diya banting setir nuju margi inucap. Sué sampun ring margin, nénten kapanggih tanggunnyané sané nampek ring Pura Besakih. Yén matakén nénten wénten sira, duaning nglintangin tegal-tegalan sané bet. Saking doh kacingakin, wénten mobil pik up sané makta penumpang mapakian adat, raris mobil punika kauber. “Jeg tutug suba Yan! Pastika anaké ento lakar tangkil,” kénten Man Lekus ngraos. Mapan tan uning jalan, Yan Diya rumasa beneh raosné Man Lekus, raris pik up punika kauber. “Enggal tutug Yan pangsing énggal ilang,” kénten makejang ngraos apan doté gelis rauh ring Pura Besakih. Nénten lami kebut-kebutan, nadak sagét mobil pik up punika masang leting turin marérén, kénten taler Yan Diya nadak maréré di arep mubil punika. “Pa, nang tegarang tuun matakon adi marérén bapaké ento!” Ngéncolang Man Lekus tuun raris matakon. Durung ulung munyiné Man Lekus, anak lanang punika dumunan matakon, “Dados jero nututin tiang, anak wénten napi? Jagi lunga kija?” “Tiang jagi tangkil ka Pura Besakih. Jalan utama macet pisan, tiang ngrereh jalan pintas. Panggih tiang mobil bapaké makta penumpang mapakéan adat, tangeh tiang pastika pacang tangkil ka Pura Besakih.” “Hahahahaha….” kénten makejang anaké kedék ring mobil pik up punika. “Tiang nak sampun pamit saking maturan, niki tiang sampun neked jumah. Nika napi umah tiange.” “Hahaha….” Man Lekus kedék kingkih sinambi ngusap-usapin boknyané nyaruang lekné kaliwat. Raris katudingin margi ka Besakih sané nampek olih anaké punika mangda nénten keni macet. Raris Man Lekus mawali ka mobil rombongané nyaritayang indiké inucap. Malih Man Lekus kakedékin olih panangkilané sami. “Hahaha… Bapa bas dueg ngaku nawang jalan sada nundén nutug sekancan anaké liwat ané mabusana adat. Dapetan anak mulih bakat tutug, hahahaha….” kénten Dek Padma ngwalék bapanné kasarengin kedékné panangkilan sami. Kénten sayuakti kadi baosé nénten patut nutug pamargin anak sané nénten janten kauningin, sadurungé uning pamergi sané katuutin punika patut napi kaon. Raris Yan Diya muter ngrereh margi sané katudingin olih anaké punika. Nénten sué saget sampun rauh ring parkiran paling sibetén, nénten kadadosang mobilé ngranjing malih. Raris makasami mamargi nuju Pura Besakih, muputang sekancan pamuspan makadi tangkil ring padharman soang-soang nglantur sinarengan muspa ring ajeng Padma Tiga ring Pura Agung Besakih. Sawusan punika raris masandekan pada ngungkab takilan tur ngajengang surudan. Sami pada girang sapamuput pamargi nangkil kantos mapamit, mawali kaumah soang-soang.
hayuan sangkaning paswécan Ida Sang Hyang Parama Kawi sané ngawinang prasida jagat sané pucukin I Déwa puniki tegteg landuh saha parajanané rumasa seneng! Sané mangkin aji pacang mamargi dumun! Aji nénten pacang ngwigunayang galahé masandekan, punika sangkaning sampun sumaya ring pamargin yadnyané puniki!” Sesampuné ngandika sakadi asapunika, Ida Sang Arjuna mapamit saking genahé punika saha mawali nuju pamargin jaran sané pinaka sarana yadnya Aswamedha yadnyané punika. Sesampuné mémargi yéning akudang jagat sané sampun kalintangin olih jarané sané pinaka sarana yadnya punika, raris sané mangkin kacaritayang sampun mamargi mawali nuju Astinapura. Kawéntenan Ida Sang Arjuna kantun wénten ngetut pamargin jarané punika sami. Ring sajeroning pamarginé nuju genah Astinapurané, raris nglintangin jagat Ida Sang Prabhu Rajagriha. Sesampuné kauningin pamargin yadnyané punika sampun nuju genah Ida Sang Prabhu, raris rumasa jengah kawéntenanidané saha nantangin kawéntenan Ida Sang Arjuna. Sang Prabhu saking Jagat Rajagriha nénten wénten tios wantah putran Ida Sang Sahadéwa sané dahat mawisésa saha ngayunin pacang nandingin kawéntenan Ida Sang Arjuna sané mapésengan Ida Sang Prabhu Meghasandhi. Putran Ida Sang Sahadéwa punika raris medal saking puriné antuk nglinggihin kréta sané sami madaging senjata sané mautama, gumanti pacang nandingin Ida Sang Arjuna. Ida Sang Prabhu sampun digelis memargi nuju genahé sané becik pacang nandingin Ida Sang Arjuna sané tatkala punika mamargi nénten nglinggihin kréta. Sesampuné wénten ring ajeng Ida Sang Dhananjaya, Ida Sang Prabhu Meghasandhi antuk bebaosan sané kantun sakadi anak alit mabaos sakadi asapuniki. “Jarané sané pinaka sarana yadnya mautama puniki wyakti sampun mamargi ngiterin jagat. Sakémaon, sané mucukin saha ngemit kudané puniki wantah anak istri kémanten! Punika sané ngawinang titiang jagi ngambil jarané puniki, minab nénten wénten sané pacang ngawinang kapiambeng! Sakémaon titiang jagi ngicénin para ksatriané sané istri puniki malih ngambil antuk payudan! Yadiastun ajin titiangé nénten pisan naen ngajahin titiang indik pepanahan, indik senjata sané tiosan minab titiang cumpu pacang kasor, sakémaon titiang mawisésa, kasub ring jagaté. Yéning ksatria sané ngiringang jarané pinaka yadnya puniki, sinah élah antuk titiang ngasorang.” Sakadi asapunika sang prabhu sané dahat anom punika mabebaosan nantangin Ida Sang Arjuna. (Masambung)
Kadasa (01) Sampu rauh kadasa Sasih sané kedas Langité patut kedas Pasihé patut kedas Tukadé patut kedas Sapunike indiké sané tatas Kadasa Indiké sané tatas Tuah lémpas Tan iwas sane kedas Langité, pasihé tukadé tan kedas Tan wénten langité putih sakadi kapas Tan wénten yéh tukad sakadi banyun baas Kadasa Galah eling ring rasa Patut rasa makedas Mangda ané tatas tan lémpas Mangda langit, pasih, tukad tan lémpas ring kedas I Ketut Sandiyasa
Jayanti
14
Ni Komang Ari Rumidiartini
Cerakén
Sumeken Malajah
Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 1.riklpU(xmw)\i,
Ri kala Purnama wengi, mr&j)erod2méw, maring Jero Dalem Jawa, prumærsm)etoen,
parum para sametoné, winhê±ecokÞipnuw, Winahyu Cokli panua, hriengu[Õiezomnãzé(, ariné Gusti Nyoman Banjar, kli;k)tuetãontumut/, kalih Ketut Bona tumut,
NGIGEL satmaka sampun manados parikrama sané nénten prasida kapasahang saking padéwékan Ni Komang Ari Rumidiartini. Ketah kasengguh Ari – yowana sané embas ring Denpasar, 3 April 2002 puniki sarahina maparikrama ngigel. M i n a k a d i n a b - dabang raga jagi malomba wiadin ngayah, n a n g ing parikrama punika kamargiang s a w u s nabdabang parikramannyané pinaka siswa. Napi malih siswa kelas X IPS 1 SMAN 3 Denpasar puniki kantun n y a y a gayang raga jaga masolah nyarengin parikrama nyabran warsa, Pesta Kesenian Bali (PKB). Yadiastun sampun ketah masolah ring PKB, Ari setata meled prasida masolah sayan b e c i k malih saking parikrama sadurungnyané. Sangkaning punika, ipun setata mautsaha sumeken malajahang raga. Ring PKB 2018 puniki, Ari dados duta seni Kabupaten Karangasem tur masolah ring sesolahan gong kebyar. “Yéning nénten iwang, warsané mangkin wantah parikrama sané kaping pat tiang masolah ring PKB,” baos Ari. Pianak kaping tiga saking pasametonan sareng patpat pasangan I Nengah Rumintha-Ni Made Mustini puniki sampun seneng masolah saking alit. Kantun kaélingin olih Ari tatkala ngranjing ring TK Kusuma Sari IV Denpasar, ipun sampun ketah ngigel, sapunika taler tatkala
p\Þ&s^s*yy;r)n.
PRASIDA ngamolihang béasiswa shortcourse ring Australia kapikayunin Agung Yudha tan bina sakadi ulungin bulan, duaning punika selah sané kaptiang pisan olih makudangkudang dosén ring PTN sajebag Indonesia. Sané nyarengin seleksi beasiswa inucap akéhan wantah dosén sané kantun wimuda. Lanang sané madué aran jangkep A.A. Gede Yudha Paramartha puniki maosang, sujatiné anggané nénten nyantenang prasida nglintangin seleksi tur ngamolihang beasiswa inucap. Tios sané nyarengin kalintang akéh, parikramannyané taler ketat pisan. Sangkaning sarat nyarengin seleksi, anggané sampun becik nabdabang raga taler setata nunas ica. Pamuput, dosén wimuda ring Jurusan Bahasa Inggris Undiksha Singaraja puniki prasida nglintangin seleksi punika. Prestasi sané ngangobin yadiastun wawu makudangkudang sasih puniki anggané dados dosén negeri ring Undiksha. “Tiang nyuksmayang pisan duaning sampun prasida nglintangin seleksi inucap. Punika satmaka cihna prestasi taler wawasan akademis,”
pênkÀjienmk)j*,
pianak ajiné makejang, jnitutugæjlen,
jani tutug pajalané, c)n&pddhtɱn,
cening pada daha truna, somæunÀnÓ)sßrbiyn/, sampun antes marabian, eboyjhjimnunÑ¡*,
boya ja aji manundung, lmunætut&gÊhsÓ.
baosnyané cutet. Kacunduk ri kala nyarengin mahasiswa PPL ring SMAN 3 Denpasar, Agung Yudha nyatuayang yéning anggané mawit meled dados guru wantah ri kala dados mahasiswa PPL ring SMAN favorit ring Singaraja. Tatkala ngranjing ring kelas, ngajahin saha mabebaosan sareng para siswané, raris medal pikayunan dané meled dados guru. Wénten taler rasa bagia tur seneng tatkala ngamargiang parikrama dados guru. Matiosan ring alit-alit sayusan dané sané sampun madué cita-cita saking kantun alit, Agung Yudha tatkala alit nénten madué citacita. Ngeninin indik nyelehin jurusan bahasa Inggris ring Undiksha wantah sangkaning dané meled nuut pamargi makekalih reraman dané sané ngranjing ring widang pariwisata. Yadiastun galah saking alit kantos yowana akéhan kamargiang ring Jimbaran, Agung Yudha sujatiné wantah saking Klungkung. “Tiang sujatiné mimitan saking Klungkung, makekalih reraman tiangé merantau ka Nusa Dua tur makarya ring jasa Pariwisata,” baosdané
Isin Gumi
lamun patuting grehasta.
Pacang Kawangun Jalur Keréta Api Mengwitani-Singaraja punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz rahina Soma, 16 April 2018 lintang. Maafi, Pegayaman Tunas titiang, wacana sané riinan dumun puputang, minakadi rerincikan ngeninin indik pawangunan margi short cut Denpasar-Singaraja nglintang Gitgit. Wacana puniki sampun sué pisan karincikang, sakémahon kan-
tos mangkin durung wénten asilnyané. Ngeninin indik pawangunan jalur keréta api, manut titiang durung kabuatang pisan ring Bali. Gung De, Jl. Ngurah Rai Singaraja Wacana punika wantah becik. Sakémahon, napiké sampun becik kapikayunin? Napiké sampun perlu pisan makarya jalur kereta api ring Pulo Dewata puniki? Saihang sareng wewidangan tiosan ring Indonésia, Jagat Bali
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
gamol
1. gemol/,
1.
lamban
2.
gancang
2.
gzÇ&,
2.
cepat, kencang
3.
gancaran
3.
gzÇrn/,
3.
prosa
4.
ganjah
4.
gzé;,
4.
lincah
5.
gantut
5.
gnÓ¡t/,
5.
kependekan
6.
gaok
6.
gehok/,
6.
heran
7.
gapgapan
7.
gpápn/,
7.
oleh-oleh
8.
gapi
8.
gpi,
8.
bimbang, ragu
9.
gasék
9.
gesk/,
9.
cepat
10. gasir
10. gs^,
patut mangda setata becik nabdabang galah sané kadruénang. Mawinan wénten sané kautamayang tur kalimbakang mangda nénten kasengguh monoton. Patut sumeken ngamargiang makasami parikramannyané yadiastun wénten taler sané nénten prasida kamargiang. “Puniki sané setata kapiteketin olih makekalih reraman tiangé. Sangkaning punika tiang setata éling ring piteket dané,” baosnyané. Prasida masolah ring kalangan Taman Budaya Denpasar wantah kasuksmayang Ari, duaning nénten makasamian yowana prasida masolah sajeroning parikrama seni krama Bali sané kamargiang nyabran warsa punika. Ari setata nyumekenang mapaurukan y a d i a s t u n a k é h pisan tugas ring sekolah, nanging parikrama masolah setata kasokong olih makéh timpal kelasnyané. Nénten wantah ngicénin pawarah-warah tatkala ipun nénten masekolah, nanging taler ngrauhin ka genahipun malomba, punika karasayang Ari ngicénin support sané becik pisan. Akéh pisan kahanan sané kanggén Ari paplajahan, nénten tatkala jayanti kémanten nanging taler tatkala ipun kasor sané majanten wénten pikolihnyané. Sangkaning punika ipun nénten marasa kapok nyarengin malomba yadiastun nénten prasida dados juara utawi makta piala miwah piagam penghargaan. “Nyarengin lomba punika boya ja sangkaning ngrereh mangda juara, sakéwanten ngrereh pengalaman. Yéning juara punika satmaka bonus,” baos Ari. Yadiastun leket ring seni sesolahan, sakéwanten tatkala katakénin indik cita-cita, Ari maosang meled nglanturang ring Fakultas Ekonomi UNUD. (ast/was)
Lolos ”Seleksi” ka Australia
2.hudu;c)n&mksm,
Uduh cening makasami,
ngranjing ring SD No. 4 Penatih miwah SMPN 8 Denpasar. Napi malih risampuné ngranjing ring SMAN 3 Denpasar, parikrama ring widang sesolahan nerus kalanturang. Yadiastun kahanan jadwal ring sekolah prasida kaucap akéh antuk tugas-tugas, sakéwanten pisaratipun ring sesolahan ngasorang sekancan pikobet sané karepin. Naenin dumun jagi ulangan, nanging Ari taler nyarengin lomba tur sampun madaftar. Agetnyané guru sané ngajahin ngicénin galah tiosan ring Ari mangda prasida nyarengin ulangan. Kawagedan sané kaduénang Ari, satios sangkaning sumeken malajahang raga, taler kapolihang sangkaning nurun saking makekalih rerama sané taler seneng ring seni. Yowana istri sané ma-zodiak Aries puniki éling pisan yéning ngamargiang akéh parikrama w a n t a h
A.A. Gede Yudha Paramartha
panglingsir sang Yayah Rena.
RERINCIKAN proyék keréta api ring Bali sujatiné boya wacana anyar. Salami puniki ketah kawacanayang indik proyék keréta api keliling Bali antuk nyokong kahanan pariwisata Bali. Samaliha saking warsa 2016 lintang Pemprov Bali sampun nglaksanayang kajian mapaiketan ring pawangunan jalur kereta api Mengwitani-Singaraja. Parindikan punika kabaosang Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I G.A. Sudarsana wawu puniki. Wacana
Redité Paing, 22 April 2018
Bahasa Indonésia
10. lancar
puniki kalintang alit. Majeng ring sang amengkurat, wacana puniki patut kabligbagang malih sareng angganing sané wenang, mawinan nénten grasa-grusu nénten mawiguna. Made Mustika, Panji Salami puniki sampun akéh pisan wacana sané karincikang. Minakadi pawangunan Bandara Internasional, jalan tol, shot cut DénpasarSingaraja. Mangkin malih wénten wacana anyar pawangunan jalur kereta api. Pinaka krama titiang sayan bingung ring wacana inucap santukan asiki durung wénten sané kamargiang. Titiang wantah nyantosang sané yukti-yukti prasida kawangun. Yéning kawangun jalur kereta api janten sampun akéh nelasang lahan taler indik penanganannyané. Punika patut kawilangin dumun. Ketut Budarasa, Suwug Manahin titiang durung pas makarya jalur kereta api ring Bali. Yadiastun asapunika, tiang ngaptiang pemerintah ngwawanin malih marembug sareng krama, DPRD, utawi angganing sané wenang. Napiké kramané sampun ngamerluang pisan sarana kereta api puniki? Panampén-penampénipun mabuat pinaka dasar rerincikan puniki kamargiang. Santukan krama sané pacang ngawigunayang kereta api ri kala malelungan. (ama)
Prasida manados dosén muda antuk kahanan sané becik tur kasenengin para mahasiswi, wantah ngawinang bangga saha dados tantangan manut lanang sané embas ring Denpasar, 22 Juni 1988 puniki. Rasa bangga taler karasayang dané duaning sampun becik katerima olih para mahasiswa. Meneng kirang langkung petang sasih ring panegara Kangguru wantah kahanan sané anyar saking bungsu pasametonan sareng tetiga oka A.A. Rai Putra – A.A. Istri Sayang Ariani, napi malih saking alit dané setata mapupulan sareng kulawarga. Risampun nyelehin kuliah ring Undiksha majanten Agung Yudha patut merantau, mandiri manados anak kos. Becik nyarengin pendidikan kirang langkung petang sasih ring Australia, sayan nincapang malih pikayunan dané nagingin raga antuk kaweruhan. Meled taler dané ngamolihang béasiswa nglanturang pendidikan doktor ring Australia. Tatkala kabaosang indik sekolahnyané saking nguni, Agung Yudha wantah masekolah ring SD no. 12 Benoa, Badung sané kalanturang antuk masekolah ring SMPN 1 Kuta. Sangkaning meled masekolah ring dura désa tios ring Kabupatén Badung, raris dané sané madué sameton kembar sané
pateh taler dados dosén ring Undiksha puniki raris nyelehin masekolah ring SMAN 5 Denpasar. Ring yusan dané sané kantun wimuda, dané taler prasida nglintangin parikrama seleksi CPNS ring Undiksha, yadiastun sadurungnyané sampun ping tiga kaon rumasuk ring tes CPNS guru sané kamargiang Pemkab Badung miwah tes CPNS dosén. Sangkaning sampun ketah nemukaon, raris pisarat dané jaga malajah sayan nincap mangda nénten kaon malih. Pamuputné sakadi sané kaptiang, Agung Yudha prasida ngamolihang selah dados dosén Bahasa Inggris ring Undiksha. Lanang sané ma-zodiak Cancer puniki setata ngaptiang mangda para yowana setata sumeken malajah. Duaning sakadi sané ketah kapanggihin, sukses tur berhasil wantah kadruénang olih ipun sané sampun sumeken malajah. Napi malih selah miwah galah sané mangkin sayan akéh. Agung Yudha nénten kayun ngicénin conto sajabaning meled dados conto yéning sukses wantah patut kautsahayang tur kamargiang antuk kasumekenan. (ast/was)
Atur Piuning
Pujawali Pura Kahyangan Jagat Segara Rupek MAPAIKETAN ring pamargin upacara Pujawali Pura Kahyangan Jagat Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupatén Buleleng, para prawartaka karya mapaungu atur majeng ring para bhakta miwah umat Hindu sinamian, mungguing puncak pujawali kamargiang nemoning Purnamaning sasih Jiyesta, Soma Kliwon Wariga, 30 Mei 2018. Ida Bhatara nyejer samali solas rahina mawit rahina Anggara Umanis Wariga, 1 Mei 2018 rauh ring rahina Sukra Umanis Warigadian, 11 Mei 2018. Ring rahina inucap, Ida Bhatara sapisanan masineb. Parindikan dudonan upacara sané kamargiang, kaunggahang sakadi ring sor puniki. Ngeninin indik pula-pali upacara kamargiang ngawit rahinané mangkin, Redité Paing Gumbreg, 22 April 2018 antuk ngamargiang parikrama nanceb. Malih nem rahina sané jagi rauh, Saniscara Pon Gumbreg, 28 April 2018 pacang kamargiang upacara mapiuning ring Jawi miwah Bali. Bénjangnyané, Redité Wagé Wariga, 29 April 2018 kamargiang pula-pali masucian utawi Ida Bhatara kairing melasti ka segara. Pinaka puncak karya pujawali ring rahina Soma Kliwon Wariga, kamargiang pulapali pujawali saha pamuspaan. Ngawit rahina Anggara, Ida nyejer katuran bakti panganyar
saking Kecamatan Tejakula. Nglantur ring rahina Buda, Ida katuran bakti panganyar saking Kecamatan Kubutambahan. Ring rahina Wraspati, Ida Bhatara katuran bakti panganyar saking Kecamatan Sawan. Nglantur bénjangnyané saking Kecamatan Buléléng. Kalanturang malih ring rahina Sukra, bakti panganyar katur saking Kecamatan Sukasada. Katimbalin bénjangnyané bakti panganyar saking Kecamatan Banjar. Nglantur saking Kecamatan Busung Biu, Kecamatan Gerokgak. Ring rahina Wraspati, Ida kantun katuran panganyar saking para pangempon pura miwah prawartaka karya. Bénjangnyané taler saking pangempon pura sapisanan Ida ngluhur masineb kairing sesolahan Topéng Sidakarya. Pamuput ring rahina Saniscara Paing, 12 Mei 2018 kamargiang upacara mapakelem. Wantah sakadi asapunika atur piuning sané prasida kaunggahang. Kaaptiang majeng krama sané ngaturang bakti panganyar saking soang-soang kecamatan mangda nyarengang sekaa gong saha rejang déwa ngaturang ngayah sapisanan ngaturang bakti pamuspaan. Dumogi sareng sami ngamolihang karahayuan saha karya pujawali mamargi siddaning don. -0-
15
Minggu Paing, 22 April 2018
Yang Maha Menciptakan Maiyah
Lingkar Organisme Kemanusiaan Maka ini mungkin bagian paling berat bagi Seger untuk merumuskan dan mencatat. Sambil menajamkan pikiran untuk mulai mencatati Telaga Maiyah, ia membuka lembaran-lembaran sebelumnya: “Yang untuk Negerimu nanti sebentar. Sesudah tuntas untuk anak cucu di tahap memasuki tahun-tahun penuh ranjauranjau api ini, baru mungkin ada pesan buat Negara, Pemerintah, rakyat dan ummat—terlepas dari bangsamu memerlukannya atau tidak”, demikian Seger mencatat pesan Mbah Markesot. “Memang semua pesan buat anak cucu ini terdapat kandungan keadaan Negerimu, dengan segala romantika dan dinamikanya—karena kita semua adalah penduduk, warga resmi dan tinggal di sini. Tetapi semua catatan ini hanyalah setoran pribadi kepada Tuhan”. Seger menambahkan catatan pribadi: “Tak ada maksud saya untuk membuat pernyataan atau mengemukakan pendapat tentang Indonesia. Saya hanya mencatat hal-hal dari Mbah Markesot untuk anak cucunya” “Fa idza faraghta fanshab, Seger, begitu pesan Mbah Sot”, kata Pakde Tarmihim, “asalkan wa ila Robbika farghab lho…”. Seger sendiri belum paham kenapa Mbah Sot sangat menekankan bahwa semua himpunan pesan itu bukanlah tentang, kepada dan untuk Negerimu atau dunia. Juga tidak mempersoalkan, membenarkan atau menyalahkan Negerimu atau dunia. Tidak merupakan dukungan atau perlawanan apapun dan siapapun. Bukan pro atau kontra siapapun atau pihak manapun. Kalau ada yang meletakkannya di tempat, konteks, nilai atau komunikasi yang tidak sebagaimana dimaksudkan, tanggung jawabnya terletak pada yang meletakkan. “Semua ini dari sisi Allah. Kenapakah orang-orang Munafik itu hampir tak me-
mahami pembicaraan sedikit pun?”. Mbah Sot pernah berpesan bahwa keadaan Negerimu bisa menjadi medan pendadaran untuk menjadi manusia tangguh, canggih berpikir, dengan lipatan-lipatan ilmu dan gelembunggelembung pengetahuan yang tidak bisa kau dapatkan di luar Negerimu. Tetapi pada saat yang sama keadaan Negerimu juga bisa dengan sangat mudah menghancurkan kepribadianmu, mengikis kemanusiaanmu dan mencampakkanmu dari “Ahsanu Taqwim” menjadi “Asfala Safilin”. Jumlah Asfala Safilin meningkat pesat. Manusia turun derajat menjadi hewan, tetumbuhan atau bahkan menjadi bendabenda. Menjadi robot, boneka, onderdil, menjadi obeng, tang, mur dan baut. Lainnya menjadi singa kanibal, menjadi heyna, musang atau anjing hutan. Wujudnya tetap manusia, bahkan bersolek hampir seperti Malaikat dan bidadari. Tetapi perilakunya, budayanya, politiknya, adalah hewan. “Bal hum adholl”, bahkan lebih hina dari binatang. Maka jangan berkata apapun, jangan bantah dan jangan melakukan perlawanan terhadap hewan dan spare part industri. Kalian belajar dulu. Sambil memastikan bahwa di setiap jengkal pengalaman kalian tetap mempertahankan kemanusiaan, kalian Sinau Bareng dulu rajin-rajin. Markesot mendorong anak-anak itu untuk berhijrah. Bergerak mendekat ke mereka yang berhimpun dalam lingkaran “anak-anak asuh Markesot” lainnya, yang menyebutnya Maiyah. Lingkaran Cincin Persaudaraan yang membuka pintu sangat terbuka bagi siapa saja. Masukilah lingkar organisme kemanusiaan yang belum pernah ada sebelumnya. Alamilah, nikmatilah, belajarlah, bergembiralah, serta berbahagialah dalam keseimbangan. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 20 Februari 2018
Nabi Ahmad di Bakkah Seolah-olah lingkaran makhluk itu adalah anggota Klub Thariqat. Satu yang berkeliling-keliling itu mungkin semacam Mursyid mereka. Semua bersama-sama membaca firman Allah dalam bahasa aslinya. “Dan ingatlah ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad”. Kemudian: “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadat manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”. Sang Mursyid berteriak: “Shollu ‘ala Ahmad bi-Bakkata”. Semua yang melingkar merespons: “Allahumma sholli wa sallim ‘alaih”. “As-sholatu was-salamu ‘alaika ya Ahmad. Assalamu ‘alaika ya Shohiba Baiti Baitillah. Assalamu ‘alaika ya Aba Bakkata hudan lil’ alamin…”. Kemudian bersama mereka melantunkan: “Thala’al Badru ‘alaina, min tsaniyyatil wada’, wajabasy-syukru ‘alaina, ma da’a lillahi Da’. Ayyuhal Mab’utsu fina, ji`ta bil amril mutho’…” Kemudian semua yang duduk bersila melingkar, serentak berdiri. Bersambungan satu sama lain. Membikin gerakan-gerakan berjamaah sambil serempak melantunkan shalawat-shalawat. Gerakan-gerakan kolektif mereka sangat unik, indah dan tidak mungkin dilakukan oleh fisik dan tata ruang manusia. Suatu karya koreografi yang sangat boleh dipertandingkan di Festival Gerak Antar Makhluk. Kebudayaan manusia tak mungkin menandingi mereka. Kalau para koreografer terbaik se-bumi dari manusia dikumpulkan untuk berkarya, paling jauh mereka akan mencapai Juara Harapan III.
Jamaah Shalawat di tepian telaga kaca itu kemudian malah menghambur ke dalam lingkaran telaga. Mereka merangkai bentuk-bentuk dan gerak-gerak sedemikian rupa sehingga pada suatu momentum tercipta susunan huruf “Allah”, pada momentum lain tersusun huruf “Muhammad”. Betapa indahnya. Pasti yang demikian ini bukan seluruh masyarakat Jin yang ada. Mungkin hanya sebagian. Malah mungkin hanya minoritas dari seluruh Jin. Banyak golongan, suku, marga, segmen atau apapun yang berbedabeda di antara Kaum Jin. Termasuk berbeda atau bertentangan kepercayaan dan sikapnya kepada Tuhan. Mungkin yang banyak berseliweran ke dunia manusia adalah milisi-milisi Jin yang disoriented, kehilangan pegangan hidup, atau terkena narkoba. Layak kalau para Kiai dan Ustadz bersikap radikalis kepada golongan Jin yang semacam ini. Para Pakde dan empat pemuda itu juga merasakan semacam kepolosan pada makhluk-makhluk di telaga kaca itu. Mereka lugu. Tidak menyebut Muhammad, melainkan Ahmad, sebagaimana informasi di firman. Mereka sangat tekstual. Kata atau nama Muhammad dalam Al-Qur`an dituturkan di terjemahannya, sesudah melalui elaborasi Asbabun-Nuzul dan penafsiran kaum Ulama. Sedangkan sebutan harfiahnya adalah Ahmad. Demikian juga Bakkah. Muhammad dan Mekah atau Makkah dituliskan di antara kurung buka dan kurung tutup. Rasanya berbeda dibanding manusia. Kaum Jin, minimal yang di telaga kaca itu, tidak suka berhias-hias secara budaya. Tidak meruwet-ruwetkan ilmu pengetahuan. Tidak mencanggih-canggihkan kehidupan. Tidak menseram-seramkan laku peribadatan kepada Tuhan. Masyaallah. “Shollu ‘ala Ahmad bi-Bakkata”. l Joko Umbaran Jakarta, 23 Februari 2018
Meskipun melihat Telaga itu dari tempat agak jauh, Toling berpikir: apakah ini mimpi? Yang dimaksud adalah pemandangan Telaga ini. Tapi ia bantah sendiri: Ah, apakah mimpi bukan salah satu jenis realitas? Terserahlah. Toling tidak tahu, tapi Allah Maha Tahu. “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab. Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah”. Apa saja tidak mustahil. “Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. Toling, Seger dan semua tidak terlalu terikat pada benar atau salah pandangannya. Apapun yang mereka alami, harus membuat mereka lebih beriman kepadaNya. Mbah Markesot entah berapa ratus kali berpesan bahwa yang disebut kebenaran hanyalah yang berasal dari Allah. Dan manusia bisa menangkap kebenaran itu mungkin di bawah 1 persen. Ummat yang paling bodoh dalam peradaban sejarah adalah yang mempertengkarkan kebenaran. Menurut Mbah Sot, tidak mungkin manusia memproses perabaannya atas kebenaran sampai ke garis absolut. Maka hanya makhluk dungu yang mempertentangkan kebenaran, sampai bikin Perang Dunia yang bersimbah mayat. Di lingkaran organisme kemanusiaan Maiyah yang dianjurkan oleh Markesot agar anak-anak bergabung itu, yang dilakukan adalah bersikap rendah hati terhadap relativitas jangkauan manusia terhadap kebenaran. Tujuan manusia bergaul dengan kebenaran bukanlah untuk memilikinya dan memfanatikkannya. Melainkan apakah ia menjadi manusia yang lebih baik atau tidak—meskipun yang dicapainya hanya separuh kebenaran atau apapun yang pada setiap manusia berposisi belum tentu benar. Itu namanya prinsip Tadabbur. Kalau harus melakukan Tafsir, baik-baik saja,
Pemanasan Ulang Tahun 25 April 2018
Jatijagat Kampung Puisi Bersama Sanggar PURBACARAKA Sanggar CAKRAWALA Jalan Nias 13 Denpasar Menjelang Enampuluh (60) Tahun FAKSAS-FIB UNUD Rabu Kliwon, 25 April 2018 pukul 19:30 wita di JKP-109
Wirid Salah Tajwid Seger berhenti membuka lembaranlembaran catatannya, karena ada yang menakjubkan di Telaga Maiyah itu. Ternyata rupa dan wujud mereka para makhluk yang melingkar mengelilingi tepian telaga itu, sangat menarik dan aneh. Ada pula seorang yang berbicara kepada lingkaran itu sambil berjalan-jalan ke sana kemari di atas kaca. Berjalan-jalan di atas kaca itulah yang membuat Para Pakde dan Junit serta lainnya menyimpulkan bahwa itu bukan air. Mana mungkin berjalan-jalan di atas air. Seger teringat kisah yang turun-temurun dikisahkan oleh Mbah Markesot tentang seorang Kiai yang mengantarkan rombongan Santri-santri naik kapal untuk berangkat naik haji. Pak Kiai mengantarkan santri-santrinya sampai masuk kapal. Di sebuah pojok Pak Kiai menjumpai seorang Ibu atau Mbok-mbok yang duduk menjahit kain sambil rengeng-rengeng membunyikan semacam wirid atau shalawat. Tentu saja Pak Kiai adalah pakarnya soal wirid, dzikir dan apapun yang gitu-gitu. Sehingga beliau menghampiri Ibu itu untuk mengingatkan bahwa wiridan Ibu itu banyak salah tajwid dan makhrajnya. Si Ibu terdiam. Meneruskan menjahit. Pak Kiai berlalu. Sampai kemudian beliau turun dari kapal. Akhirnya kapal berangkat. Bergerak beberapa ratus meter. Pak Kiai melambai-lambaikan tangannya kepada para Santri sambil berdoa. Tiba-tiba dari atas kapal ada orang yang melompat turun ke laut. Ia berlari menuju pantai, mengarah ke tempat Pak Kiai berdiri. Ternyata si Ibu yang tadi diingatkan kesalahan wiridnya. Sambil berlari di atas air, si Ibu berteriak kepada Pak Kiai: “Pak Kiai! Mohon saya diajari bagaimana wiridan yang benar! Tadi kan belum Kiai ajari…” Pak Kiai pingsan. Entah bagaimana penjelasannya. Mungkin ia merasa shock dan malu yang memukul jiwanya, karena Ibu-Ibu yang dikritik wiridannya tadi ternyata mengejarnya dengan berlari di atas air. Emangnya kenapa? “Hari di mana Kami perjalankan gunung-gunung, dan kamu melihat bumi ini datar, dan kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorang pun dari mereka”. Gunung saja dibikin jalan-jalan, apalagi Ibu-Ibu yang manusia. Pak Kiai ditolong oleh Santri-santri yang mengawalnya. Tapi ketika para santri itu melihat ke laut, si Ibu itu sudah tidak ada. Mereka mencarinya di berbagai kerumunan manusia di pelabuhan, juga tidak ketemu. Toling malah seperti bermimpi melihat makhlukmakhluk aneh dan pemandangan yang luar biasa menakjubkan. Tapi siapakah mereka yang duduk melingkari telaga kaca itu? Pasti bukan manusia. Tetapi mungkin maqam mereka seperti Ibu-Ibu yang berlari di atas air itu. Kalau manusia tidaklah seperti itu. Besar badannya bermacam-macam. Wujud mereka beraneka ragam, tidak ada standarisasi seperti wujud manusia. Ada yang kepalanya memanjang. Ada yang telinga lancip dan lebar hampir sampai ke tanah. Ada yang kedua matanya hampir memenuhi wajahnya. Ada yang kedua tangannya bersedekap tapi dilingkarkan berlapis-lapis di badannya. Ada yang kecil sekali. Ada yang besar sekali. Ada yang jasadnya berunsur seperti manusia. Ada yang lain sama sekali. Dan jika mereka semua berada di tengahtengah masyarakat manusia, pasti akan menjadi bahan ejekan anak-anak kecil. Atau membuat orang sekampung lari tunggang langgang. Atau pasukan tentara akan mengepung mereka dan Densus 88 segera meringkus mereka. Tapi ditahan di mana? Kayaknya mereka bisa menembus dinding di dunia manusia. Mereka bisa berlalu-lalang di antara ada tiada dalam pandangan jasad rendah manusia. l Emha Ainun Nadjib Mojokerto, 22 Februari 2018
asalkan mengikatkan diri pada prinsip Tadabbur: yakni, sesudah menafsirkan, seseorang menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat, seberapapun jangkauannya terhadap kebenaran. Jangankan di Telaga yang bagaikan mimpi itu: di dalam pengalaman Maiyah di Bumi sendiri sangat banyak keanehan, keajaiban dan fenomena-fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya di zaman dan kurun sejarah apapun. Meskipun, mereka yang berada di dalamnya dan mengalami berbagai keajaiban itu belum tentu mampu merumuskannya. Maiyah bukan bikinan Mbah Markesot. Bukan sesuatu yang dicita-citakan, dirancang, dikonsep atau diprogram oleh Markesot. Sebab mustahil Markesot punya kemampuan untuk “menciptakan” Maiyah. Mustahil manusia menghasilkan karya Maiyah. Berbagai keanehan, kedahsyatan dan keajaiban peristiwa Maiyah itu bahkan juga mustahil dicatat oleh Seger. Bahanbahannya saja hampir tidak mungkin dihimpun, jangankan lagi merumuskannya. Sebab lingkaran energi Maiyah hanya bisa dilihat sebagiannya belaka, hanya yang padatan, yang kasat mata, yang ukuran-ukuran materiilnya, metodologi ilmu dan pola pandang budayanya bisa dicari. Di luar itu tidak mungkin dicatat oleh ilmu, kata, metode, serta rumusanrumusan dengan cara bagaimanapun— meskipun sebagai pengalaman sangat nyata, sangat menancap dan mengalir. Pernah Seger memancing tiga Pakde untuk melengkapi catatannya: “Dengan banyak keanehan dan keajaiban itu, kirakira apa yang akhirnya nanti dicapai oleh Maiyah? Apa yang akan terjadi bersama Maiyah di lingkungan masyarakat, ummat dan bangsanya?” “Bertanyalah kepada Yang Maha Menciptakan Maiyah”, jawab Tarmihim, “Mbah Markesot bukan yang bikin, dan memang tak mungkin mampu bikin Maiyah”. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 21 Februari 2018
BPM/martawan
Kitab Sijjin
Kepolosan makhluk-makhluk itu terekspresikan sampai ke penampilan jasad dan perilaku budaya mereka. Pakaian mereka sangat seadanya. Bukan hanya kain atau apapun bahan penutupnya tidak mewah. Tapi juga hanya sebatas di atas pusar sampai di bawah lutut bagi yang lelaki. Sangat bersahaja. Hampir tidak ada nuansa hedonisme. Sayangnya para Pakde dan anak-anak muda itu tak bisa melihat yang wanita kecuali hamparan warna putih, yang hanya bisa mereka lihat tanpa kejelasan mereka itu berada di tempat yang dekat ataukah jauh. Ini bukan dunia materi-nya manusia. Bukan jasad dengan rumus fisika dan matematika seperti yang diajarkan di Sekolah Manusia. Junit yang duluan kaget melihat bangunan tepian telaga itu sangat mengkilat. Terdiri dari logam-logam mulia, emas permata, bahkan di sana sini berhiaskan berlian. Tetapi tidak ada satu makhluk pun yang memakai logam mulia itu di badannya sebagai hiasan. Kostum dan penampilan mereka sangat dusun, cenderung kumuh, tidak canggih. Kalau masyarakat manusia melihatnya, akan tampak mereka ini adalah komunitas makhluk yang kebudayaannya terbelakang dan tidak punya kecanggihan. Asyik juga ternyata Kitabnya kaum Jin adalah Al-Qur`an, dan Nabi kepercayaan serta kesayangan mereka adalah Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Mungkin di kampung-kampung masyarakat Jin ada juga TPQ. Pesantren Tahfidhul Qur`an. Ngaji Kitab Kuning hasil karya Ulama manusia. Siapa tahu ada juga Islamic Boarding Schoolkhusus Jin. Walhasil sangat masuk akal bahwa kaum Jin juga sangat menikmati AlQur`an, sangat bergembira berkerubung di Masjidil Haram dan semangat berthawaf. Seger baru sadar bahwa di ayat aslinya “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadat manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah
yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”, adalah “Hudan lil’alamin”, tetapi di Qur`annya manusia diterjemahkan dengan dipersempit menjadi “petunjuk bagi manusia”. Kok gitu ya manusia. Jelas untuk seluruh penghuni alam semesta, kok dimonopoli menjadi “untuk manusia”. Kok manusia hobi amat berbuat curang. Bahkan sejak awal berpikir juga sudah mulai curang. Jumlah dicurangi. Presisi dicurangi. Nada dicurangi. Irama tidak ditepati. Apalagi politik, Negara, jabatan, kedudukan, birokrasi. Yang paling mengalami kecurangan manusia mungkin adalah kepemimpinan, baik dalam konteks Ra`is, Imam, Khalifah, Malik, Presiden, Gubernur hingga Lurah dan berbagai jabatan lainnya. Bukan konsepnya yang curang, tapi perlakuan manusia atas kepemimpinan. Seger mencatat, jauh-jauh hari Allah sudah wanti-wanti: “Celakalah orangorang yang curang. Kalau dari lainnya menuntut kejujuran takaran. Kalau untuk orang lain, mereka kurangi”. Tapi manusia memang begitu sih. Susah banget percaya bahwa urusan dengan Tuhan tidak begitu saja berlalu dan selesai. “Tidakkah mereka percaya bahwa mereka akan dibangkitkan, pada Hari Agung, di mana mereka berdiri menghadap Tuhan”. Junit dan Jitul bahkan berprasangka jangan-jangan para pendahulu masyarakat Jin, yang lebih tua eksistensinya dibanding manusia—sudah ada yang membaca Kitab Sijjin. “Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin. Tahukah kalian apa itu Sijjin? Ialah Kitab yang tertulis”. Sehingga banyak Jin yang tidak berani berbuat securang banyak manusia. Dasar manusia. Qur`an saja tidak dijadikan kepustakaan utama. Apalagi Sijjin. l Joko Umbaran Yogya, 24 Februari 2018
BPM/martawan
l Anggur
Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…
l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l
Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan
April-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27
Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!
HUBUNGI dan Aktif Mengikuti Wayan Jengki Sunarta via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA di JKP-109
16
Daerah
Minggu Paing, 22 April 2018
Sengkuni
MELAYANI Sejumlah Polwan Ditlantas Polda Bali ketika melayani masyarakat dengan mengenakan kebaya, Sabtu (21/4) kemarin.
Polwan Ditlantas Layani Masyarakat Kenakan Kebaya
BPMt/jay
Denpasar (Bali Post) Memperingati Hari Raden Ajeng (R.A.) Kartini, Polisi Wanita (Polwan) di bagian Subdit Regident Ditlantas Polda Bali kompak mengenakan seragam kebaya dalam melayani masyarakat. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengingat tanda jasa pahlawan Kartini yang berhasil mengangkat harkat derajat wanita. Seperti yang terlihat di gedung pelayanan Samsat Renon, Denpasar dan gedung BPKB Ditlantas Polda Bali, Sabtu (21/4) kemarin. Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. A.A. Made Sudana mengatakan sebagai anggota polisi, khususnya Polwan, mengenakan pakaian kebaya ini merupakan wujud dari rasa terima kasih kepada pahlawan wanita
R.A. Kartini karena sudah memberikan dan mengangkat harkat dan marbatat derajat wanita. Selain itu, juga sebagai salah satu peningkatan pelayanan masyarakat guna mewujudkan program Profesional Modern dan Terper-
caya (Promoter). “Saya harap semua Polwan, khususnya di Ditlantas Polda Bali dapat menumbuhkan semangat dalam mengabdi kepada negara seperti halnya pahlawan Kartini. Baik itu ketika dalam menjalankan tugas sebagai polisi maupun ibu rumah tangga,” kata Kombes Sudana. Selain itu, kata mantan Kapolresta Denpasar ini, dalam menjalankan tugas sebagai pengayom, pelayan, dan pelindung masyarakat, juga diharapkan memberikan pelayanan yang lebih luwes, sopan, dan santun demi terwujudnya
suatu pelayanan prima. Lebih lanjut dikatakan, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Kombes Sudana menilai bahwa sosok R.A. Kartini ini merupakan inspirasi kaum wanita untuk dapat berkarya dan menjadi seorang pemimpin. Atas kerja keras R.A. Kartini memperjuangkan wanita dapat menyamai persamaan gender, pada era sekarang ini kedudukan wanita sudah hampir sama dengan laki-laki. Hal itu terlihat dari fakta yang ada, beberapa wanita kini sudah menjadi pemimpin dan berprestasi. (kmb21)
Semua SMA-SMK Wajib Pendidikan Inklusi
Denpasar (Bali Post) Seluruh SMA/SMK di Bali sebetulnya telah diwajibkan sebagai sekolah inklusi. Terlebih setelah SMA/SMK menjadi kewenangan Provinsi Bali. Sebelumnya, hanya ada 138 sekolah dari tingkat SD, SMP, dan SMA yang menjadi sekolah inklusi. Yakni, sekolah yang memberikan kesempatan bagi siswa berkebutuhan khusus untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dengan siswa pada umumnya dalam satu kelas yang sama. “Dengan masuknya SMA dan SMK ke provinsi, maka diwajibkan seluruhnya sebagai sekolah inklusi,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Parta, saat dikonfirmasi Sabtu (21/4) kemarin. Menurut Parta, sarana pendidikan sekolah inklusi di Bali untuk saat ini memang masih sangat terbatas. Hal ini karena pemerintah tidak menganggarkan secara rutin atau permanen. Begitu juga terkait
jumlah pendidik yang minim. “Untuk pendidik, masalahnya juga terletak pada kompetensi. Mereka belum memiliki keahlian mengajar karena belum mendapat pelatihan,” jelas politisi PDI-P asal Guwang, Gianyar ini.
Di Badung Untuk memfasilitasi siswa berkebutuhan khusus, di Kabupaten Badung sudah disiapkan dengan sekolah inklusi yang menampung anak berkebutuhan khusus. Materi pelajaran yang diberikan sama dengan sekolah umum. Bahkan, pengajarnya dari guru umum. Perlakuannya juga sama dengan anak-anak normal. Meski demikian, untuk siswanya yang bisa diterima adalah anak berkebutuhan khusus yang tingkat IQ-nya tidak terlalu rendah. “Dibatasi, tidak boleh terlalu parah. Kalau sudah melewati ketentuan, harus disekolahkan di SLB,” kata Kepala Disdik-
pora Badung I Ketut Widia Astika, Sabtu (21/4) kemarin. Nantinya, kata Widia Astika, perlu ditambahkan tenaga psikolog dan sarana prasarananya di masing-masing kecamatan. Untuk saat ini yang paling banyak siswanya yaitu di SD 11 Jimbaran dan di SD 3 Sempidi. “Yang paling banyak siswanya di kawasan Kuta Selatan dan Mengwi, yang lain masih belum,” ujarnya. Memang yang perlu ditambahkan yaitu tenaga psikolog. Karena mereka perlu penanganan yang agak khusus. Saat ini, pihaknya juga sudah melakukan pengadaan tenaga psikolog untuk ditempatkan di sekolah-sekolah yang menerapkan sekolah inklusi. Sebelumnya, pihak IKIP PGRI juga dilibatkan dalam penyusunan perda. Karena mereka merupakan lembaga pendidikan. “Mereka kemarin dilibatkan dalam penyusunan perda inklusi,” ujarnya. (kmb23)
BPM/kmb38
Siswa SLB Negeri 1 Buleleng Antusias Ikuti Apel Hari Kartini
Singaraja (Bali Post) – Puluhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Buleleng mengikuti apel peringatan Kartini Sabtu (21/4) kemarin, di sekolah setempat. Siswa dari jenjang TK, SMP, dan SMA ini kebanyakan perempuan mengenakan kebaya pada masa perjuangan R.A. Kartini yang memperjuangkan emanmsipasi wanita. Keunikan lain, apel terpaksa dilakukan dengan bantuan guru bahasa isyarat, karena sebagian besar siswa SLB Negeri 1 Buleleng menderita kelainan tuli bisu. Selain siswa, apel juga diikuti guru yang ditugaskan menjadi pembina, pemimpin upacara, pasukan pengibar bendera, pembaca teks Pancasila, UUD 1945, doa, dan paduan suara. SLB Negeri 1 Buleleng sejak dahulu menerima siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Sejak dibuka sampai sekarang, siswa yang menempuh pendidikan formal di sekolah ini sebagian besar mengalami kelainan tuli bisu. Selain itu, ada juga penderita tunarungu, grahita, dan tunadaksa. Bahkan,
sekarang ini SLB Negeri 1 Buleleng juga menerima siswa penderita autis. Kepala SLB Negeri 1 Buleleng Drs. Wayan Cirtha mengatakan, momen peringatan Hari Kartini di sekolahnya memang rutin digelar setiap tahun. Sesuai nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini yang mengutamakan peran perempuan, sehingga itu mendorong bagaimana siswa dan guru perempuan dilibatkan dalam pelaksanaan apel. Bahkan, dirinya mempersiapkan apel dengan matang, sehingga peringatannya berjalan dengan khidmat. Tidak ketinggalan, momen ini digunakan untuk mengedukasi anak-anak untuk memahami dan mengaplikasikan citacita dan nilai perjuangan R.A Kartini baik dalam kegiatan di sekolah atau di lingkungan masing-masing. “Kita berikan anak-anak dan guru perempuan untuk melaksanakan apel ini dan kaum laki-laki juga mendukung. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan seperti cita-cita perjuangan R.A. Kartini,” katanya.
Sementara itu, seorang guru Ketut Kusuma Ayu Ningsih mengatakan, berpartisipasi menjadi petugas pengibar bendara di Hari Kartini dianggap sebagai kebanggaan tersendiri. Agar tampil baik, perempuan yang sehari-hari mengajar IPA di SLB Negeri 1 Buleleng ini melakukan latihan rutin bersama teman-temannya. Terkait tingkat kesulitan dibandingkan upacara hari-hari besar lainnya, Ayu Ningsih mengaku karena mengenakan kain dan kebaya sedikit menyulitkan dalam melangkah tegap saat mengibarkan Bendera Merah Putih. “Bangga dan merasa dihormati sebagai perempuan bisa bertugas dalam apel seperti in,” jelasnya. Selain apel, puluhan siswa SLB Negeri 1 Buleleng mengisi peringatan Hari Kartini dengan lomba peragaan busana kebaya yang diikuti oleh guru dan pegawai di sekolah setempat. Selain itu, ada juga pembacaan puisi yang bertemakan ajaran emansipasi wanita. Menariknya, lomba ini dinilai sendiri oleh siswa yang menonton acara tersebut. (kmb38)
PREDIKSI yang mewacanakan situasi akan memanas pada tahun politik 2018/2019 tidak begitu meleset. Libido kekuasaan di kalangan politisi elite kian kentara lewat ucapan mereka membuat masyarakat awam yang tak paham politik kekuasaan ikut terpengaruh. Di antara politisi bersyahwat kekuasaan menggebu, ironisnya merupakan orang-orang berpendidikan tinggi dan terhormat. Perilaku dan ucapan mereka sangat bertolak belakang dengan status sosialnya. Ucapan provokatif disertai fitnah dan stigma kasar yang dilabelkan buat lawan-lawan politik, justru dibela para pendukungnya sebagai kewajaran dalam kehidupan berdemokrasi. Akibatnya, demokrasi jadi beda tipis dengan democrazy! “Sebenarnya, bukan hanya lawan-lawan politik yang mereka rusak nama dan reputasinya, malah politik, demokrasi dan reformasi yang sebenarnya bernilai luhur pun mereka hancurkan hakikatnya. Makanya, jangan apriori terhadap masyarakat yang alergi politik mencibir demokrasi bahkan menyesal ikut gerakan reformasi. Sebab ketiga hal yang pernah dirindukan masyarakat saat ditindas tirani kekuasaan di era Orde Baru, ternyata dibelokkan maknanya setelah pergantian rezim. Kekuasaan memang seperti candu, di mana para pecandunya terus menambah dosis, demi mengikuti hasratnya yang kian menggebu akan kenikmatan yang semu. Mereka akan uring-uringan bila porsi candu tidak terpenuhi dan ini mirip kekuasaan yang stagnan. Celakaya, kalau pecandu narkoba kehabisan stok cukup lama, mereka akan mengalami sakaw yakni menggigil dan berupaya dengan berbagai cara buat memenuhi keinginannya. Idem ditto dengan pecandu kekuasaan, apalagi pamornya sudah luntur karena kelicikan dan karakter buruknya dipahami masyarakat yang pernah menyanjungnya. Dalam keadaan sakaw atau
depresi berat, mereka akan mengabaikan status sosial dan pendidikan tinggi yang pernah dikenyamnya, lalu melontarkan berbagai isu termasuk fitnah dan buli pada lawan-lawan politiknya,“ ulas Rubag. “Agaknya kita di Bali tidak perlu terkejut menyaksikan kelicikan di kancah politik dan kekuasaan. Sebab, warisan leluhur berupa pertunjukan wayang kulit sudah sejak zaman dulu mengisahkan hal serupa. UNESCO salah satu divisi Perserikatan Bangsabangsa yang membidangi kebudayaan dan pendidikan pernah menyatakan wayang sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity atau warisan kemanusiaan yang adiluhung berupa budaya tutur yang tak berwujud. Ini berkembang di Jawa dan di Bali secara turuntemurun dan diakui merupakan hak paten Indonesia. Kendati bangsa lain punya warisan puppets atau boneka, namun beda hakikat dan fungsi dengan wayang. Meski pertunjukan wayang sempat digeser bioskop dan televisi, di Bali dan Jawa para pencintanya masih banyak. Pewayangan berkembang sejak Hindu menjejakkan pengaruhnya di Nusantara Semua episode Ramayana dan Mahabharata dituturkan oleh para dalang ke masyarakat. Bahkan, konon, Walisanga pun menyebarkan Agama Islam lewat wayang. Ini benarbenar hasil genius lokal Nusantara, yang berawal dari wayang berbahan kulit dengan berbagai jenis seturut cerita, lalu ada juga wayang yang terbuat dari bambu, kayu, rumput dan orang atau wayang wong,“ tutur Ketut Sumadi. “Benar, wayang tidak hanya mementaskan kekuasaan dan politik melalui debat dan perang, unsur filosofi, agama, pergaulan, lingkungan dan pendidikan juga ada di sini. Dari karakter dan kepribadian luhur seperti Yudistira dan Kresna sampai tabiat jahat dan licik seperti Sengkuni secara lengkap dituturkan dalam wayang. Terkait sinyalemen Rubag, tentang politisi busuk penyebar fitnah yang licik menjelang Pemilukada Serentak 2018 dan Pemilihan Presiden 2019, aku tertarik membahas tokoh Sengkuni, yang menjadi biang kerok terjadinya Bharatayudha. Agaknya tokoh licik yang sebenarnya berasal dari bangsawan terhormat seperti Sengkuni, lahir di setiap
zaman, untuk melengkapi isi dunia yang berbasis Rwa Bhineda. Meskipun dalam kisah Sengkuni bertubuh kebal dan tidak terlukakan oleh senjata apa pun, lantaran pernah melumuri tubuhnya dengan Minyak Tala yang sakti mandraguna, namun Semar tahu rahasia kelemahannya. Dia membisikkan Bhima bahwa dubur atau anus Sengkuni luput dari olesan minyak ajaib, sehingga putra kedua Pandawa itu merobekrobek lubang pantat Sengkuni sehingga sekarat. Dia mampus setelah Duryodana menggigit lehernya, karena dedengkot Korawa itu penglihatannya rusak, tubuhnya penuh luka dihajar Bhima dan baru bisa mati bila istrinya Banowati mendampinginya. Tragisnya, Sengkuni yang ditaruh di sebelahnya disangka Banowati digigit lehernya, sehingga pasangan ideal di bidang kelicikan tersebut mati berdampingan,“ komentar Ngurah Santika. “Ya, kalau memgikuti kisah kelicikan Sengkuni sejak bernama Trigantalpati atau Suman, aku berpendapat bahwa dunia jadi tidak sempurna justru akibat perbuatan manusia sebagai ciptaan Tuhan paling sempurna. Gara-gara ambisi besar untuk jadi patih Hastina saat diperintah Pandu, dia memfitnah Gandamana, yang dikatakannya membelot ke musuh. Akibat dihajar babak belur Gandamana, wajahnya jadi rusak dan hidungnya bengkok, sehingga sejak itu dia diberi nama Saka-Uni dan populer dipanggil Sengkuni, yang berarti wajah rusak akibat mulut tidak benar. Dia tidak kapok, bahkan setelah menjadi penasihat Korawa, dia menghasut Duryodana untuk menantang pihak Pandawa bermain dadu dengan taruhan kerajaan Indraprasta. Berkat kelicikan Sengkuni sebagai pelempar dadu, Pandawa terusir dari tempat kelahiran selama 12 tahun. Malah Drupadi nyaris mendapat pelecehan seksual dari Dursasana gara-gara hasutan Sengkuni. Tempat bermalam Pandawa di pinggir hutan, Jatugraha juga sempat dibakar atas suruhan Sengkuni dan syukur mereka bisa menyelamatkan diri. Karena otak bangsawan yang tidak memiliki kehormatan sebagai ningrat itu dicekoki setan, maka perang saudara keturunan Bharata terjadi. Kalau di Indonesia, ada nggak orang terhormat bertabiat mirip Sengkuni ya?“ tanya Anom Wijaya menutup obrolan. (aridus)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Paing, 22 April 2018
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Cari Sopir Grab Hub.081353950481
B.BP.001.04.18.0001167
Pembantu Rmh Tangga. Langsung Kerja.Serius 082144277772
B.BP.001.04.18.0001117
Cari Staf Delivery Makanan yg Ramah,Jujur&SopanT08124630812
B.BP.001.04.18.0001002
Bag.Gudang/Helper,Max28Th,SMA Sigle,Lam Lngs:Jln Gn.Andakasa TegalDukuhI/17 Hp:081237811808
B.BP.001.04.18.0001104
Bth Staf Akunting,Mng.Restoran Email CV:nexky1975@gmail.com
B.BP.001.04.18.0000873
Cr Adm D3 Pajak/Ekonomi,Plaksn Bgn/Inter (T.Sipil) Jl.P.Singkep 46X Dps.Hr Senin T.0361-254869
B.BP.001.04.18.0001166
Dbth Sgr Therapist Wnt Berpeng Pnmpln Mnrik Max.30Th.WA.08128 6859195(Nama,Umur,Almt Skrng)
B.BP.154.04.18.0001179
Dbthkan Pengawas Sipil/Arsitek BrpnglamanHub/WA:087861864937
B.BP.001.04.18.0001171
Dcr House keeping,Supervisor HK,Melktkl Htl Kuta 0811395490
B.BP.154.04.18.0001178
Dcr Motorist Komisi/Gaji Besar Hub:085237842565/08113922396 B.BP.001.04.18.0001026
Dcri 1 Adm,1 Sopir &3 Serabutan Hub.08123771995/087861275496 B.BP.001.04.18.0000817
BIRO JASA
Dcr Sopir B1 Umum u/Pengiriman Tanki Diving Hub.KKK Rental & Refill Tank Jl.P.Moyo 45 Dps 081999091159
B.BP.001.04.18.0001170
Dcr Sopir Matic Max 40th SIM A Umum.Br.Batur,Peguyangan Kaja, Dps.Utara.Hub:085100480049
B.BP.004.04.18.0001102
Dcr Spr,Adm,Mrktng,D3 Farmasi, HRD.Hub:08113886929/Jl.T.Umar 22/sanidatabali.hrd@gmail.com
B.BP.001.04.18.0001103
Dcr:FO,B.Boy,HK,Driver,Laundry Engineering,Security, u/Htl E: newarenahotelkutabali@gmail.com B.BP.164.04.18.0000999
Dibth Tenaga Villa Coordinator Pribadi Baik,Pekerja Keras & Gaji Menarik.Hub.0361-289742/ E:asavillasproperty@gmail.com
B.BP.001.04.18.0000866
Dibthkan Gardener u/Villa Area Seminyak.Pribadi Baik, Pekerja Keras, Gaji menarik. Hub:0361-289742, CV Kirim ke: E:asavillasproperty@gmail.com
B.BP.001.04.18.0001073
Dibthkan Tenaga House keeping u/Villa Area Seminyak & Pecatu Pribadi Baik,Pekerja Keras & Gaji Menarik.Hub.0361-289742/ E:asavillasproperty@gmail.com B.BP.001.04.18.0000865
Dicari Security,CS,Driver A, B1 Hub.081246566670/082145890210 B.BP.001.04.18.0001079
Dicari Marketing, wanita/pria, maks 25th, penampilan menarik,mudah bergaul,semangat kerja tinggi,kerja Tim, kirim lamaran ke: Jl. Kepundung No.67 A Denpasar/ Email: konvergensiiklan@gmail.com iklanbp@yahoo.co.id
G.01
Dibthkan Tenaga Housekeeping u/Villa Area Ubud,Pribadi Baik Pekerja Keras & Gaji Menarik. Hub.0361-289742 .CV Kirim Ke: E:asavillasproperty@gmail.com
Dicari Driver utk Queen Rose SPA Jimbaran Tlp.0361-8480383
B.BP.001.04.18.0000693
PT.Trans Marine Indonesia Gili - Gili Fast Boat: Looking for Cruises Directur Reservation (Female)Operation.Send CV:info @giligilifastboat.com / 763306
B.BP.154.04.18.0001115
SERVICE
SERVICE
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.04.18.0001161
Dijual Cepat Honda CR-V 2,4 AT Th 2014,Km 71800,315 Jt Nego Hitam Mutiara,Hub:081339202872
B.BP.001.04.18.0001030
B.BP.004.04.18.0001145
Dijual Rumah Jln Praja, Badung 2Lt, Ls.106M2,Lb116M2, 3KTdr, 2KMd. Hubungi:087761590888
B.BP.001.04.18.0000895
Djl Rmh Elit dgn Harga Menarik Lt2, dgn Berbagai Type, Nyaman, Strtgs di Dalung,bs Cash/KPR Hub.087860041028,082138258844
B.BP.001.04.18.0001037
DISEWAKAN RUMAH
TOYOTA
DIJUAL MOBIL
DIJUAL TANAH Tnh 6300m2 Seririt Bllng DP 10% Bunga Krd 0,9% perbln Hub.081338183031/081805374433
NISSAN
Agya TRDs Manual Th 2013 Tgn 1 Silver 95Jt Nego,087862270180
B.BP.001.04.18.0001160
DIJUAL RUMAH BUC Super Murah,Griya Loka Tbn Uk.45/91,2KT+1KM, 081932236003
Jual Rmh 3Are Jl.Singosari No.18 Gg.I Dps Hub.081236510772
B.BP.001.04.18.0001169
Sgr!SopirSIMB1,Max35,SMA/SMK Staf IT,SMK IT,PT.Laris Manis Utama (Gudang Buah) Jl.Gatsu Timur 67B,Dpn Jl.Sekar Jepun Lam.Max27AprlCP:082147243898
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dijual Mitsubishi T120SS Box Th2008 Rp.55Jt Hp.081338643548 G.Livina’11 AsBali,Prbd,Mulus Samsat Baru,125Jt.085778778168
B.BP.001.04.18.0000590
SERVICE
MAZDA
B.BP.001.04.18.0001023
Dicari Koki Chinese yg berpengalaman,Pnmptn di Bali, Gj .7-9Juta ke atas. Hub.Lini 081318583815
B.BP.001.04.18.0001168
B.BP.004.04.18.0001164
B.BP.141.04.18.0001175
B.BP.001.04.18.0001172
Dicr:Pelaksana D3 Sipil, MEP Max:40Th Ex:3Th,Acc D3 Ex:2Th, Adm SMK Ex:2Th T:0361-9071755 E:elis.mataharibali@gmail.com u/Persh Kontraktor
Isuzu Panther LM25 Th 2005, Silver, Mulus,Terawat,Tgn 1. Hub.085109004445
MITSUBISHI
Dibutuhkan Tukang Cat/finising Borongan/HarianHb.08113809949
B.BP.001.04.18.0000950
B.BP.141.04.18.0001185
ISUZU
Mazda CX7 Th’10 H.225+Nissan XGear’10 AT BsTkr,085100871119
B.BP.001.04.18.0001072
Dicari! Staff Marketing Segera Pria/Wnt max.30th,pddkn semua jenjang,Kirim CV ke: PT.Hilon Indonesia Bali Jl.Denpasar Bedugul Br.Luwus Baturiti Tbn Email: hrd.hilonbali@gmail.com Telp.(0368) 2021100
Jual CRV’2009 Hitam Asli Bali 2.4cc Matic Hub.081239364588
Informasi pasang iklan Telepon
Innova’2011 Coklat Metalik Hub.087702509473
B.BP.154.04.18.0001180
NewLGX’02 AsDK2000cc AT HtmMet Istw Jl.P.Saelus10, 08179785354 B.BP.004.04.18.0001189
Toyota Veloz’16 DK Putih Mnl 1.3 Istmw 0818-0561-3699 BU179 B.BP.001.04.18.0001187
DICARI MOBIL Cari Mobil Bekas Suzuki,Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349
B.BP.164.04.18.0001122
B.BP.001.04.18.0001183
Dikont Rmh Jl.NuansaKori Barat V/1 Dps Utara Hp.081805532969
B.BP.004.03.18.0001156
DICARI TANAH Yayasan Regina Angelorum Cr.Tnh.Min 100A area Canggu, Berawa,Munggu,Kaba2,KayuTulang Tiying Tutul,Buduk,Cepaka, Abianbase,Sempidi, Peguyangan, Darmasaba,Sibang,Abiansemal, Kapal,Lukluk,Mengwitani, Gulingan,WerdhiBuana.U/Panti Asuhan,Pmbyrn Deferred Payment 081382825476/081338607777 B.BP.004.04.18.0000717
B.BP.001.04.18.0001193
Dikont.Rumah Gatsu I,Gg.11 No. 18. 60Jt Nego Hub.08123806755 B.BP.001.04.18.0001090
DICARI HOTEL Dicari Hotel Berbintang Lokasi Bali Hub.082147071965
B.BP.001.04.18.0001177
DISEWAKAN R.MAKAN Over warung muslim+isi:2th Masih oprasi di Tbn 081547314416 B.BP.001.04.18.0001111
DIJUAL TANAH
RUPA-RUPA Jual 6 meja bundar dll ex. Rumah Makan Hub.081547314416 B.BP.001.04.18.0001112
KEHILANGAN Hlg BPKB No:M 03623960-O DK 3626 BJ AN:Jimmi Tarihoran B.BP.001.04.18.0001136
Hlg IMB No.1286 Tahun 2005.An I Made Mardiabi,Hlg Area Perum Priskila Buduk,Hub:08199115815 B.BP.001.04.18.0001158
Jl Sawah 40Are&35Are Ds.Telaga Busungbiu,Sngrja, 081236510772
Hlg SHM No.4476/Dalung Ls350m2 AN:I Kt Sudirta H:081916496680
B.BP.001.04.18.0001184
B.BP.166.04.18.0001191
Asah
18
Minggu Paing, 22 April 2018
Pertanyaan Mendatar: 1. Belikan/bayar makanan/ minuman untuk orang lain 5. Surat kabar ukuran kecil yang sering memuat berita sensasi 9. Udang kering 10. Kias 13. Jenis tanaman tahunan yang membentuk rumpun padat yang batangnya digunakan sebagai penyedap makanan 15. Sua ; Jumpa 16. Kehilangan (Jepang) 18. Dulu PNS, sekarang? 19. Hebat ; Seram (Bali) 21. Salah satu racun pada rokok 22. Tandak ; Tarian tradisional khas Ciamis Jabar 25. Kakak ; Abang (Minang Kabau) 26. Tuan (Inggris) 27. Penganan dari kacang tanah, wijen, gula merah yang dikeringkan kemudian dipotong-potong 30. Nomor pokok anggauta 31. Akhiran pembentuk kelas kata sistem kepercayaan atau aliran 33. National security agency 35. Penganut paham semata-mata hendak mengambil keuntungan untuk diri sendiri di kesempatan yang ada 37. Itu (Bali) 38. Sikap duduk (Bali) 40. Kain penutup kaki wanita 42. Salah satu jenis pupuk tanaman 43. Monyet besar berbulu hitam yang tidak berekor 44. Gerakan September tiga puluh Menurun: 2. Keinginan kuat untuk bertemu 3. Terlalu ; Juga (Inggris) 4. Real estate Indonesia 5. Jaringan (Inggris) 6. Alat untuk melubangi 7. Pandangan yang mendasari pikiran atau kecenderungan 8. Kubus kecil bersisi enam 11. Rusak karena terinjak-injak (Bali) 12. Pemandu (Inggris) 14. Anti tetanus serum 16. Perintah Tuhan 17. Dibalik : Orang yang bertugas melakukan sesuatu 18. Besar ; Mulia 21. Liar ; Tak terkendali (Bali) 23. Sebutan untuk seluruh wilayah kepulauan Indonesia 24. Rumah kaum brahmana 28. Bubuk arang murni 29. Peti ; Koper ; Tempat barang (Inggris) 32. Gadis ; Perawan (Sunda) 34. Save our souls 36. Dibalik : Rumah ; Tempat kediaman 37. Usap ; Belai 39. Hadir 40. Sarjana kedokteran gigi 41. Seratus gram
Populasi Harimau Sumatera Diperkirakan Tersisa 400 Ekor DIREKTUR Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ir. Wiratno mengatakan populasi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat ini diperkirakan berkisar 400 ekor. “Populasi harimau di Sumatera hanya sekitar 400 ekor,” kata Wiratno dalam jumpa pers keberhasilan penangkapan harimau Bonita di Pekanbaru, Riau, Sabtu (21/4) kemarin. Dia mengatakan sebaran satwa dilindungi tersebut menyebar dari Taman Nasional Ulu Masen dan membentang hingga ke Swaka Margastwa Kerumutan, Rimbang Baling, Bukit Tiga Puluh terus ke Lampung. Dia mengakui jika harimau Sumatera yang merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini terus terancam keberadaannya akibat perubahan fungsi hutan di Sumatera. Untuk itu, dia mengatakan perlu upaya menjaga “rumah” harimau, termasuk diantaranya melestarikan siklus makanan pada habitatnya. “Harimau itu top predator, harus ada siklus makannya. Indikasi pakan menentukan populasi harimau. Kita sekarang ada perubahan (fungsi hutan) besar-besaran di Sumatera,” ujarnya. Di Riau 190 ekor Lebih jauh, Kepala Bidang
Ketentuan Menjawab
Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 343 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 28 April 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 6 Mei 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 341 Mendatar: 1. Kilimanjaro 8. Naoru 9. NATO 11. Ambing 13. Abir (Riba) 14. KAF 15. BAPEDA 17. Ria 18. Lara 20. Ekstravaganza 23. Sinematografi 26. Irit 28. ILL 29. Kitoib (Biotik)
31. Les 32. Atma 34. Ingsut 36. Asia 37. Tahta 38. Tawankarang Menurun: 1. Kenyal 2. Lota (Atol) 3. Astabrata (Dibalik) 4. JAB 5. Ongkang 6. Konfrontir
Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Mulyo Hutomo mengatakan populasi harimau sumatera yang berada di Provinsi Riau diperkirakan sebanyak 190 ekor atau sepertiga dari total populasi di Pulau Sumatera. “Populasi harimau sumatera di Riau diperkirakan sekitar 190 ekor,” ujarnya. Dia mengatakan, populasi satwa predator itu tersebar di sejumlah kantong-kantong harimau di Riau, termasuk salah satunya di SM Kerumutan, atau habitat Bonita, harimau Sumatera betina yang menjadi perhatian publik dalam empat bulan terakhir. (ant)
HARIMAU - Seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), berada dalam kerangkeng perangkap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera barat, di kawasan hutan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (17/4). Populasi harimau Sumatera saat ini diperkirakan berkisar 400 ekor.
Burung Kakatua Tanimbar Dilepasliarkan ke Habitat
BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku kembali melepasliarkan secara bertahap 61 ekor burung kakatua Taimbar (Cacatua goffiniana) ke habitat. “Pelepasan burung endemik Tanimbar dilakukan tim BKSDA Maluku di Saumlaki, setelah sebelumnya burungburung diamankan warga di desa Sangliat Dol sebanyak tujuh ekor, 38 di desa Tumbur dan 16 ekor di desa Olilit,” kata Kepala BKSDA Maluku Mukhtar Amin Ahmadi, Sabtu (21/4) kemarin. Ia mengatakan, puluhan burung diamankan masyarakat karena predikat hama yang melekat pada kakatua goffin, selain itu musim jagung yang sementara berlangsung di kepulauan Tanimbar, membuat burungburung mencari makan di kebun milik masyarakat. “Anggapan masyarakat bahwa burung ini hama bagi tanaman, tidak jarang membuat petani kebun memasang perangkap. Burung yang berhasil ditangkap tersebut dikumpulkan untuk dipelihara dan dijual,” katanya. Petugas BKSDA Mukhtar, kemudian mengirimkan burung-
TTS Bali Post
burung ke kandang habituasi di desa Loruluan Kecamatan Wer Tamrian, untuk diperiksa kesehatan dan dilakukan persiapan penyesuaian untuk dirilis kembali ke alam. Kandang Habituasi merupakan kandang yang didirikan para peneliti burung kakatua Tanimbar dari University of Veterinary Medicine Vienna dan LIPI pada tahun 2016. Dijelaskannya, pelepasliaran burung dibantu peneliti burung dari LIPI yang sementara melakukan penelitian di Kepulauan Tanimbar. Selain memeriksa kondisi burung yang masih liar, para peneliti juga melakukan pemasangan ring sebagai penanda bagi burung yang akan dilepasliarkan. Kakatua Tanimbar kata Mukhtar, merupakan salah satu jenis burung yang masuk dalam lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999, tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. Sanksi untuk setiap pelanggaran yakni pidana maksimal lima tahun penjaran, dan denda paling banyak Rp 100 juta. (ant)
BPM/ant
Permata Hati Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
PERNIKAHAN
Pada Rabu 18 April 2017, I Made Upadana mengakhiri masa lajangnya dengan menyunting I Gusti Agung Sri Utari. Upacara pernikahan berlangsung di Jl Kertanegara No. 59 Br. Pohgading, Ubung Kaja. Semoga langgeng sampai kakek nenek dan segera memiliki momongan.
7. Bundaran 10. Oblak 12. Ide 16. Prahoto 19. Regnellahc (Challenger) 21. Aerobatik 22. Aspirate 24. Maksiat 25. Firma 27. Tulang 30. TAG 33. Asma 35. SKA
Pemenang TTS No. 341 I Wayan Deresta Dusun Bajing, Desa Tegak, Kec. Klungkung, Kab. Klungkung (HP: 0813388 72476) I Gede Made Rupawan Br. Dukuh, Desa Penebel, Kec. Penebel, Tabanan 82152 (HP: 081933 051121) I Wayan Suparta Br. Pamesan, Ketewel, Sukawati, Gianyar 80582 (HP: 081999 023911) Ni Wayan Suwati Jl. Veteran, Kel. Padangkerta, Kec. Karangasem, Kab. Karangasem (HP: 081236 823350) I Wayan Sandiarta Br. Metra Kaja, Desa Metra, Kec. Tembuku, Kab. Bangli (HP: 081246 65695) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: Ni Putu Hendryana Alamat: Br. Kutri, Singapadu Tengah, Sukawati, Gianyar (081999 802803)
Minggu Paing, 22 April 2018
Aktivitas Desa
19
Sekaa Gong Kebyar Eka Wakya
Pertahankan Pakem “Kekebyaran” Khas Buleleng
BPM/mud
GONG KEBYAR – Sekaa Gong Kebyar Eka Wakya, Banjar Adat Paketan, Kelurahan Paket Agung Singaraja. BERDIRI sejak tahun 1926 silam, Sekaa Gong Eka Wakya Banjar Paketan,
Kelurahan Paket Agung, Singaraja salah satu sekaa gong yang tetap eksis dan
Bahasa Isyarat Dari Hal. 1 Beruntung, ada salah seorang warga yang mengabdi untuk mengajar bahasa isyarat untuk anak penderita tuli bisu. Mulai 19 Juli 2007 yang lalu, pendidikan bahasa isyarat resmi bergabung di SDN 2 Bengkala. Sekarang, sekolah ini ditetapkan sebagai satusatunya pendidikan inklusi di Buleleng. Terbentuknya SD Inklusi di Bengkala tidak bisa dilepaskan dari pengabdian I Ketut Kanta. Diawali dengan mendidik anak-anak tuli bisu di rumahnya sekarang berkembang ke sekolah formal. Sejak pendidikan bahasa isyarat bergabung di sekolah formal itu beberapa anak penderita tuli bisu sudah menamatkan pendidikan SD dan melan-
jutkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB). Sekarang, Kanta mengajar dua anak penderita tuli bisu asal Desa Depaha, Kecamatan Kubutambahan. Dua anak ini masing-masing duduk di kelas II dan seorang di kelas III. Selain itu, satu anak dari Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula yang juga mengalami kelainan yang sama sedang dididik. Ketiga anak ini sudah tidak memiliki rasa malu mengikuti pendidikan di sekolah formal dan bergaul dengan anak-anak normal pada umumnya. Selama mengajar anak-anak ini, Kanta yang pernah mengasah penguasaan bahasa isyaratnya di Belanda ini juga memperdalam materi pembelajaran di kelas dengan mengajak belajar ana-anak di rumahnya dan setelah selesai dia kembali harus mengantar anak penderita tuli bisu itu.
meraih sejumlah prestasi. Sekaa ini beberapa kali sempat tampil dalam event kabupaten dan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB). Sekaa ini komitmen untuk bertahan dalam melestarikan pakem kekebyaran khas Buleleng. Sekaa Gong Eka Wakya terdiri dari sekaa gong dewasa, remaja, anak-anak, dan ibu-ibu Tim Penggerak PKK. Warga memiliki antusiasme yang tinggi dalam seni karawitan. Sejak berdiri tahun 1926, sekaa gong kebyar ini dimulai dengan bentukan sekaa gong dewasa. Keberadaannya pernah mengalami pasang surut beberapa
Mengajar anak dengan kondisi fisik tidak normal tentu tidak mudah. Kanta mengaku sejak mulai mengajar bahasa isyarat dirinya berusaha bersabar. Ini karena perilaku anak-anak termasuk orangtuanya yang terkadang membuatnya sakit hati. Namun hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk mengajar anak-anak untuk mau belajar, sehingga bisa mengenyam pendidikan seperti anak-anak normal pada umumnya. “Sejak saya mulai mengajar di rumah terkadang saya harus jemput dan anak kembali ke rumahnya setelah belajar. Selain itu, perilaku anak-anak juga membuat kita sakit hati karena dikasi tahu malah balik memarahi kita. Kalau tidak punya niat dan tanggung jawab, maka susah mengajar anak-anak ini ,” jelasnya.(mud)
Dapatkan Pelatihan Dari Hal. 1 Namun, bagi Agung Sudiani yang merupakan alumni Universitas Australia, bersama rekannya Nurull Naisin tidak mengalami kendala yang begitu berat melatih menyandang disabilitas netra. “Kami sebelumnya telah mendapatkan pelatihan bagaimana mengajar dan mengelola kelas disabilitas netra dan ini sangat membantu kami menjalani program kami ini dalam memberikan pelatihan bahasa Inggris dasar bagi penyandang disabilitas,” ujar Agung Sudiani belum lama ini. Sebanyak 12 orang (6 perempuan dan 6 laki-laki) disabilitas netra dari anggota Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia) Kota Denpasar diberikan pelatihan percakapan Bahasa Inggris dasar secara gratis selama dua bulan. Tujuannya pun mulia, yaitu untuk meningkatkan keterampilan berbahasa bagi para tunanetra, sehingga bisa
memperluas peluang kerja dan meningkatkan taraf hidup. Apalagi, dikatakan di balik kekurangan yang dimiliki para penyandang disabilitas netra, sejatinya mereka memiliki keahlian khusus. Seperti halnya para disabilitas netra di Pertuni Kota Denpasar yang hampir seluruhnya berprofesi sebagai tukang pijat. Pekerjaan pemijat sejatinya pekerjaan yang mempunyai peluang bagus, apalagi Bali sebagai destinasi wisata dunia. Sehingga, banyak wisatawan yang memanfaatkan profesi ini. Namun, karena para tunanetra memiliki akses yang sangat terbatas akan kesempatan belajar atau mendapatkan pelatihan bahasa asing yang relevan dengan kebutuhan kerja, sehingga kemampuan komunikasi dalam bahasa asing sangat terbatas dan mempersempit peluang kerja mereka. Pelatihan yang diberikan menerapkan metode mengajar yang menekankan keterlibatan para tunanetra dengan materi yang bisa diakses den-
gan mudah. Disediakan pula perangkat belajar mandiri yang dilengkapi dengan materi dalam huruf Braille dan audio. Metode ini dilakukan agar peserta dapat secara terusmenerus melatih keterampilan baru yang dimiliki setelah program pelatihan selesai. “Mereka selalu datang dengan semangat belajar yang tinggi dan ini sangat membanggakan karena kami merasa apa yang kami lakukan bermakna dan bermanfaat bagi mereka. Selain itu, kegigihan mereka dalam belajar menjadi inspirasi bagi kami untuk melanjutkan program kami (Dare to Hope -red) untuk disabilitas di tahun yang akan datang,” tandasnya. “Sebagai ganti fungsi penglihatan, indera peraba dan pendengaran menjadi penting dalam proses belajar. Di sinilah pentingnya menggunakan realia (benda nyata) dan tactile (perabaan) dan kinestetik atau gerakan dalam menjelaskan konsep dan fungsi bahasa,” ujarnya. (win)
Ada Kesengajaan Dari Hal. 1 Dia menilai pelaku dengan seenaknya minta manfaat sambil tertawa. Ini menandakan adanya kesengajaan melecehkan simbol suci umat Hindu. Jika ini tak diadili, kata dia, taksu Bali ini akan hilang. Saat itu juga wisman tak mau lagi ke Bali. Suara PHRI Setelah MMDP Karangasem, kini giliran PHRI Karangasem berbicara. PHRI tak hanya meminta desa adat setempat berbenah, tetapi juga Manajemen Operasional (MO) Besakih agar dievaluasi. Menurut Ketua PHRI Karangasem I Wayan Tama, wiaman sampai bebas keluar
masuk Pura Agung Besakih, hingga naik ke atas Padmasana, memperlihatkan ada yang perlu diperbaiki dari cara kerja MO Besakih. “Seharusnya, MO Besakih juga harus ikut bertanggung jawab,” katanya. Manajer MO Besakih Mangku Ngawit mengatakan pihaknya sudah melakukan evaluasi secara menyeluruh. Namun, pihaknya enggan disalahkan dalam kejadian memalukan ini. Dia menegaskan, sesuai Pergub nomor 51 tahun 2016, MO Besakih hanya bertugas di bidang palemahan dan pawongan Desa Adat Besakih. Atas dasar itu, dia mengaku akan tetap melaksanakan tugas seperti biasa, memberikan pelayanan dan keamanan yang
lebih baik kepada pamedek dan wisatawan yang berkunjung ke Besakih. “Terkait kejadian tamu yang naik di Padmasana Pura Gelap, itu merupakan wilayah parahyangan yang secara tugas bukan wilayah kerja MO Besakih. Itu ranah Desa Adat Besakih ditangani Jro Bendesa,” kilah Mangku Ngawit. Humas MO Besakih Gusti Mangku Bagus Kariawan, menambahkan MO Besakih sudah berkoordinasi dengan Pecalang Desa Adat. Penjagaan keamanan di pintupintu masuk Pura Besakih yang ada di kawasan Pura Besakih, akan diperketat oleh petugas, baik dari pecalang maupun dari pihak keamanan MO Besakih. (025/kmb31)
kali kemudian dibangkitkan kembali dan tetap eksis seperti sekarang ini. Sekaa gong ini kemudian mulai berkembang dengan membentuk sekaa gong remaja yang sempat mengalami pasang surut. Situasi ini berhasil dibangkitkan kembali pada tahun 1992, 1997, 2007 hingga saat ini. Tepatnya, tahun 2011, Made Pasca Wirsuta, seorang lulusan sarjana seni ditunjuk sebagai pelatih sekaa tersebut. Pasca Wirsuta didampingi Klian Sekaa Gong Eka Wakya Made Astawa menuturkan, beberapa kali event yang diikuti oleh sekaa ini
adalah ikut serta dalam pawai di kabupaten maupun di Provinsi Bali. Bahkan, di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) sekaa gong ini sempat mendapatkan panggung kehormatan menunjukkan bakat seni mereka. Antara lain, tahun 2004 diawali oleh sekaa gong kebyar dewasa, tahun 2009 oleh sekaa gong remaja, tahun 2013 oleh sekaa gong anak-anaknya dan masuk menjadi sekaa gong terbaik saat itu. Dalam pembinaan dan pelatihan pria yang akrab disapa Dek Pas itu, menuturkan masing-masing memiliki pendalaman tersend-
Perluas Areal Parkir Dari Hal. 1 “Umat meminta agar memperluas areal parkir di dalam masjid dan dekat pekuburan. Permintaan ini sangat masuk akal karena umat Muslim di Desa Medewi sudah banyak. Pemerintah akan mengupayakan memperluas lahan parkir itu,” ujar Sudikerta. Warga sekitar masjid menyampaikan agar diberikan lahan untuk parkir di areal masjid atau memperluas parkir di depan pemakaman dekat masjid. Usai bertemu kelompok umat Muslim, Sudikerta berkesempatan menyapa murid-murid yang berada di SD dekat Masjid Pesinggahan. Sudikerta memberikan
motivasi kepada murid-murid agar memiliki semangat dalam menggapai cita-cita. Kampanye dialogis di Jembrana ditutup dengan persembahyangan di Pura Penataran Puseh Desa Asah Duren, Jembrana. Persembahyangan kali ini diikuti sekitar 100 warga terutama yang berasal dari Jembrana. Mereka berasal dari masyarakat umum dan juga anggota KRB Jembrana. Usai sembahyang, Sudikerta dan rombongan tangkil di Griya Batur Suci, Desa Gumbrih, Jembrana. Pada kesempatan itu, Sudikerta bertemu dengan Ida Pedanda Griya Batur Suci. Ida Pedanda menyambut dengan hangat kedatangan Sudikerta bersama rombongan. (kmb)
Bukan Hal Mudah Dari Hal. 1 Berbekal pendidikan dan pengalaman mengajar karawitan dan tari selama tiga tahun di Amerika Serikat, serta didukung oleh sang istri, Lila Arsana yakin dan optimis dengan rasa tulus ikhlas bisa mengajar tari khusus kepada penyandang tunarungu. Selain menari, di Sanggar Sandhi Muni Kumara, anak-anak penyandang tunarungu juga belajar pantomim dan modeling. “Meskipun awalnya saya tidak mampu berbahasa insyarat, namun saya percaya, dengan dibantu oleh sang istri, saya dapat menjalankannya dengan belajar bahasa isyarat secara pelan-pelan,” ujar Lila Arsana, S.Sn., yang merupakan jebolan ISI Denpasar. Bukan hal mudah untuk melatih 48 orang anak yang menyandang tunarungu untuk menari, pantomime, dan modeling saat ini. Selain kendala komunikasi, secara emosi anak-anak penyandang tunarungu lebih sensitif dibandingkan anak-anak normal pada umumnya. Namun, dengan keikhla-
san dan kesabaran, kendala yang ada dapat diatasi. Bahkan, anak-anak sanggar telah menganggap Lila dan Aemi sebagai orang tua mereka. Begitu juga dengan Lila dan Aemi yang juga telah menganggap anak-anak sanggar sebagai bagian keluarga mereka. “Saya senang sekali melihat mereka (para penyandang tunarungu -red) berkumpul dan saling berkomunikasi sesama komunitas mereka satu sama lain di sini,” imbuh Aemi. Lila dan Aemi saling mendukung dan mengisi dalam mengelola Sanggar Sandhi Muni Kumara. Lila yang awalnya tidak bisa bahasa isyarat, dibantu sang istri yang cukup tahu bahasa isyarat akhirnya mampu memahami bahasa isyarat anak didiknya. Selama empat tahun Sanggar ini berdiri, tepatnya 14 Februari 2014 silam, semangat pasutri ini untuk membina anakanak penyandang tunarungu terus menyala. Semangat itu makin bertambah, manakala anak-anak yang dilatihnya mampu tampil bagus dalam sebuah pertunjukan. Dan yang lebih penting, dengan berlatih tari mampu menumbuhkan kemandirian anak-anak. (win)
iri. Seperti pada gong kebyar dewasa disiapkan untuk membawakan gamelan khas Buleleng, sedangkan sekaa gong remaja dan anak-anak dilatih untuk penguasaan tabuh dan tari kreasi. Namun, seluruhnya tetap memegang teguh kekebyaran khas Buleleng. Sekaa ini menggunakan gong pacek yang merupakan ciri khas sejak gong kebyar lahir di Bali Utara. Dalam mempelajari lagu atau (gending -red) sengaja diarahkan untuk menguasai gamelan maupun tarian yang diciptakan oleh maestro-maestro seni dari Buleleng sendiri. Dalam setiap pentasnya,
Sekaa Gong Eka Wakya menggunakan set gong kebyar yang berbeda dari set gong pada umumnya. Jika pada gong kebyar biasa menggunakan empat gangsa, namun sekaa ini menggunakan delapan gangsa. Biasanya set gong kebyar yang lengkap akan dikeluarkan ketika ada piodalan di Banjar Paketan. Belum diketahui apa maksud perbedaan tersebut. “Yang jelas ketika seluruh set gong kebyar dimainkan oleh lebih banyak sekaa dan bunyi kekebyarannya lebih maksimal,” jelas Wirasuta sembari diiyakan Klian Sekaa Gong Kebyar Eka Wakya, Made Astawa. (mud)
Ingin PKS Hilang Dari Hal. 1 “Sejak dia sukses mempertahankan eksistensi partai 2014 dengan memimpin PKS keluar krisis setelah kasus LHI, banyak yang dendam sebab niatnya adalah ingin PKS hilang,” ujar Fahri kepada wartawan Sabtu kemarin. Fahri menyebut ada kelompok di PKS yang sedang bergerak untuk menjegal Anis Matta. Kelompok itu juga disebut Fahri ingin mengubur PKS. “Kelompok itu bergerak lagi dengan niat sama, menguburkan PKS sampai hilang dari bumi pertiwi,” tuduh Fahri. Anis Matta mendeklarasikan diri sebagai capres 2019 di Bandung, Jawa Barat, Sabtu malam. PKS Jawa Barat mela-
rang kader mengikuti deklarasi tersebut. Deklarasi itu disiapkan relawan Anis Matta Presiden Muda (AMPM). Namun, PKS Jabar menerbitkan surat yang isinya melarang kader PKS Jabar mengikuti acara tersebut. Larangan itu tertuang dalam surat bernomor 012/D/EDR/AJPKS/1439. “Kami mengimbau agar struktur dan kader tidak berpartisipasi atau menghadiri acara deklarasi bacapres internal mana pun dan agar memfokuskan segala daya upaya dalam pemenangan pilgub dan pilkada di daerah masing-masing,” demikian isi surat itu. Presiden PKS Sohibul Iman, yang dimintai konfirmasi soal larangan ini, mengaku tak tahu. DPP PKS, disebutnya, juga tak diberi tembusan. Sohibul hanya berpesan agar setiap acara PKS sesuai dengan aturan. (kmb)
Perhatian Khusus
Dari Hal. 1 Selama ini, sekolah menerapkan kurikulum reguler bagi siswa inklusi. Hanya, mereka diberikan perhatian khusus oleh gurunya, Nyoman Ngasih. Dengan demikian, mereka ikut belajar klasikal bersama teman yang normal. Bahkan, Antara bersama Nyoman Ngasih harus tuyuh mengajar dengan demonstrasi dan power point agar siswa inklusi bisa cepat mengerti. Makanya Ketut Antara mengaku memberi perhatian lebih kepada siswa inklusi agar mampu memberdayakan potensinya. Baik lewat akademis, pengembangan diri dan pendidikan karakter. Syukurnya, hingga saat ini, siswa inklusi di SMP PGRI 6 Denpasar sukses lulus UN dan ujian sekolah. Pergub Dirancang Sementara itu, Pergub tentang penyandang disabilitas dipastikan selesai sebelum masa jabatan Gubernur Bali Made Mangku Pastika berakhir. Salah satunya, Pergub untuk menindaklanjuti pengesahan Perda Provinsi Bali nomor 9 tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyan-
dang Disabilitas. “Salah satu kewajiban pemerintah adalah harus hadir dan memberikan dukungan semaksimal mungkin kepada penyandang disabilitas,” ujar Pastika. Direktur PUSPADI Bali I Nengah Latra mengatakan, Bali masih menghadapi masalah keterbatasan akses untuk penyandang disabilitas. Kendati, Pulau Dewata merupakan destinasi pariwisata internasional dan bahkan sudah memiliki Perda yang kompatibel dengan penyandang disabilitas. Pihaknya berharap, Pemprov khususnya gubernur dapat segera menuntaskan Pergub sebagai tindak lanjut Perda yang sudah ada. Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Bali, I Gede Suamba, mengatakan, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan warga negara lain. Termasuk dalam mengakses pendidikan, pekerjaan dan lainnya. Dewan utamanya sangat mendukung pelaksanaan pendidikan inklusif di Bali. Dikatakan Suamba, pendidikan inklusif memungkinkan siswa penyandang disabilitas untuk bersekolah di sekolah formal tanpa harus dibedakan kelasnya. (sue/rin)
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Minggu PAING, 22 April 2018
Kisara
u g g n Mi
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
Kehamilan yang Tidak Direncanakan (KTD) “HAI Kak, Kenalin Aku Silvi usiaku baru 18 tahun kak. Jadi gini Kak, aku punya teman, aku memang tidak terlalu dengan dia karena dia anaknya pendiam, sebut saja nama teman aku itu “iin”, beberapa bulan sebelum UNBK sebuah kabar mulai menyeruak tentang temanku ini kak, katanya dia hamil dan tak kunjung masuk sekolah lagi kak. Aku yang mendengar kabar itu jadi takut kak, takut jika hal tersebut terjadi padaku atau saudara perempuanku kak. Jadi, aku mau bertanya, bagaimana sih kak, caranya supaya terhindar dari hamil di luar nikah kak? Mohon dibalas ya kak. Terima kasih.” Hai Silviii. Terima kasih atas pertanyaannya. Kakak salut banget sama pemikiran kamu yang kritis banget! Ok sebelum kakak jawab bagaimana cara mencegahnya kita bahas sedikit tentang kehamilan yang tidak direncanakan pada remaja ya. Kehamilan yang Tidak Direncanakan atau sering disingkat dengan (KTD) merupakan suatu kondisi, perempuan dan atau pasangannya tidak menghendaki adanya kehamilan. Proses kehamilannya pun dapat merupakan akibat hubungan seksual sukarela maupun yang dipaksa. Kehamilan yang Tidak Direncanakan (KTD) juga dapat terjadi pada semua perempuan usia subur termasuk remaja yang sudah mengalami menstruasi tanpa melihat status perkawinan, status pendidikan, agama yang dianut dan latar belakang budaya. Nah, buat pertanyaan dari Silvi tentang cara mencegah Kehamilan yang Tidak Direncanakan (KTD), kakak punya beberapa tips nih, yaitu : 1. Ikuti kegiatan–kegiatan yang positif; kamu bisa mengikuti kegiatan positif seperti mengembangkan bakat atau mengikuti organisasi yang positif di sekolah untuk mengisi waktu luang 2. Perbanyak informasi yang penting dan berguna untuk pengembangan diri seperti lebih banyak mencari informasi yang benar tentang seks education 3. Lebih berhati–hati dalam menyerap informasi dari sumber yang tidak jelas 4. Hati–hati dalam bergaul dan memilih teman, karena bisa jadi teman dekat yang dapat menjerumuskan untuk melakukan seks bebas sehingga berujung pada KTD Nah, selain beberapa tips di atas ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menghindari Kehamilan yang Tidak Direncanakan (KTD) yaitu dengan tidak melakukan hubungan seksual hingga pada saat yang tepat, mengetahui tentang hubungan seksual dan kapan hubungan seksual itu dapat menyebabkan kehamilan dan bagi remaja yang telanjur aktif secara seksual maka wajib menggunakan alat kontrasepsi sebagai cara penurunan dampak buruk (pencegahan kehamilan). Itu saja bahasan kita kali ini, ya. Kalau kamu masih ingin bertanya dan mau tau informasi lebih lanjut seputar kesehatan reproduksi, jangan ragu untuk tanya di sosial media KISARA ya! Yuk chat personal dengan add line@ kisara di : @ozy7685j ditunggu pertanyaan berikutnya.
Mengarak Ogoh-ogoh karya Tjandra Hutama Kurniawan
Kecak Dance karya Tjandra Hutama Kurniawan
Fotografi
Menciptakan Foto “Powerful” dengan “Slow Sync Flash” TEKNIK slow sync flash barangkali masih terdengar asing di telinga sebagian fotografer, khususnya bagi mereka yang baru menekuni dunia fotografi. Mendengar istilahnya saja sudah menakutkan dan benak kita langsung tergiring bahwa teknik ini memerlukan keahlian khusus sehingga sebagian pemula enggan mempelajarinya karena sangat merepotkan. Padahal, slow sync flash sejatinya adalah teknik fotografi yang sangat sederhana dan mudah dipelajari. Keistimewaannya, penggunaan teknik ini akan mampu menciptakan foto-foto yang powerful dan dramatis. Apa sebenarnya teknik slow sync flash tersebut. Berikut pemaparan Tjandra Hutama Kurniawan, fotografer Bali yang sering menerapkan teknik ini dalam karya-karya fotografinya. Tjandra Hutama Kurniawan yang juga Ketua Perhimpunan Fotografer Bali (PFB) ini mengatakan, slow sync flash adalah teknik menggunakan shutter speed kecepatan rendah yang dipadukan dengan kilatan lampu flash guna menghasilkan subjek yang tajam. Subjek dalam gambar akan selalu nampak jelas, sedangkan background bisa seperti gerakan animasi apabila background-nya bergerak dan bisa juga tampak sangat jelas apabila background-nya diam. Normalnya, saat kita menyalakan flash dengan shutter speed yang rendah, maka shutter kamera akan terbuka dalam waktu sepersekian detik yang menjadikan kilatan flash sebagai sumber cahaya. Dengan shutter speed yang lambat, maka rana akan terbuka lebih lama bahkan lebih lama dari kilatan flash itu sendiri, bisa sepersekian detik atau lebih dari satu detik. “Saat kita memutuskan menggunakan fitur slow sync flash, kita bisa memilih menyalakan flash pada awal atau akhir yang tentunya akan memberikan hasil dan efek yang berbeda. Secara garis besar,
slow sync flash dibagi dua jenis. First curtain sync (rear sync), berarti pada setting shutter speed yang lambat misalnya dua detik, lampu flash akan menyala bersamaan dengan saat tombol shutter ditekan. Second curtain sync (front sync), berarti pada setting shutter speed yang lambat misalnya dua detik, saat tombol shutter ditekan, flash tidak menyala. Flash baru menyala pada detik kedua atau terakhir,” katanya memaparkan. Lantas, kapan saat yang tepat menggunakan slow sync flash? Menurut fotografer yang berhasil mendulang berbagai prestasi di tingkat nasional dan internasional ini, teknik slow sync flash bisa diimplementasikan pada kondisi minim cahaya (low/poor light). Sebagai contoh, kita ingin memotret seorang teman yang berdiri di depan pemandangan yang indah pada malam hari dengan background minim cahaya. Normalnya, kita mempunyai dua pilihan untuk mengabadikan gambar tersebut. Pertama, menggunakan flash untuk menerangi objek yang mungkin akan berakhir dengan background yang gelap. Pilihan kedua, menggunakan shutter speed rendah agar background nampak jelas, namun risikonya objek pasti akan tidak tajam atau blur. Tentunya, kedua pilihan itu kurang ideal untuk kondisi tersebut karena yang diinginkan mendapatkan gambar objek dan background yang sama menariknya. “Dengan menggunakan teknik slow sync flash, kita bisa menggabungkan dua fungsi tadi sama baiknya. Yakni, mendapatkan background yang terang serta objek yang tajam. Tentunya, dengan menggunakan shutter speed yang rendah serta kilatan lampu flash. Untuk mendapatkan background yang jelas dan bercahaya tentunya diperlukan bantuan tripod. Namun untuk membuat kreativitas semburan warna, kita boleh
hanya mengandalkan kekuatan kedua tangan untuk memegang kamera,” ujarnya. Selain dalam kondisi minim cahaya, kata Tjandra Hutama Kurniawan, teknik slow sync flash juga sangat efektif untuk mengabadikan objek yang pergerakannya cepat. Misalnya, dalam sports/action photography. Penggunaan teknik ini akan mampu menghasilkan objek foto yang terang dengan latar belakang gerakan yang buram. “Hal ini akan memberikan sensasi kecepatan yang lebih natural dibandingkan jika hanya membekukannya dengan menggunakan shutter speed cepat,” katanya. Tjandra Hutama Kurniawan menambahkan, penggunaan shutter speed lambat menuntut kita menggunakan tripod agar gambar yang dihasilkan tajam dan bebas blur. Pasalnya, sestabil-stabilnya tangan dalam memegang kamera tetap saja akan terjadi blur. Apalagi, jika shutter speed-nya di-setting dua detik atau di bawahnya. Penggunaan kabel release juga terkadang sangat diperlukan untuk meminimalisasi guncangan pada kamera. “Namun jika kita menginginkan efek tertentu, boleh-boleh saja tidak menggunakan tripod seperti menghasilkan lightgram yang dramatis dan eksprimental yang justru akan membuat foto tampil lebih menarik. Dalam teknik slow sync flash, saya sarankan menggunakan flash eksternal. Penggunaan flash built in (flash yang tertanam pada kamera -red) sebenarnya bisa saja, namun kemampuannya sangat terbatas dan cenderung menghasilkan cahaya-cahaya keras. Tentunya, kualitasnya sangat berbeda dibandingkan menggunakan flash eksternal,” katanya sambil mengingatkan agar dilakukan sinkronisasi lampu flash terlebih dulu sebelum melakukan slow sync flash. (ian)
Unity karya Tjandra Hutama Kurniawan
Derap Drumband karya Tjandra Hutama Kurniawan