12 HALAMAN
NOMOR 317 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
minggu Pon, 22 juli 2018
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 ,233801Faksimile: 227418
Inneke Ikut Terseret? Jakarta (Bali Post) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan artis era 90-an Inneke Koesherawati dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lapas Sukamiskin. Apakah Inneke ikut terseret? KPK sejauh ini masih mendalami peranan Inneke dalam kasus tersebut. Inneke merupakan istri dari napi kasus korupsi, Fahmi Dharmawansah, yang kini sedang menjalani masa pidana atas kasus suap proyek satelit monitoring Badan Keamanan Laut (Bakamla). Direktur Utama PT Merial Esa ini ditangkap sebagai pemberi suap dalam OTT terhadap Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Wahid Husen. Tim penindakan KPK turut mengamankan sejumlah uang tunai dan kendaraan. Inneke diciduk KPK bersama-sama suaminya Fahmi, dan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husein, serta beberapa orang lainnya. Sabtu (21/7) kemarin, mereka tengah diperiksa di kantor KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan. “Benar, dari enam orang (yang diamankan) tersebut. Ada berasal dari unsur penyelenggara negara di Lapas, narapidana korupsi, dan keluarga napi, serta PNS Lapas,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Hal.11 Sejumlah Uang
Lagi, Gunung Agung Erupsi
Amlapura (Bali Post) Hingga saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Agung masih relatif tinggi. Hal itu dibuktikan gunung tertinggi di Bali itu kembali mengalami erupsi Sabtu (21/7) kemarin. Atas erupsi itu, sejumlah desa yang berada di wilayah barat terpapar abu vulkanik. Kepala Pos Pemantauan Gunung Agung, di Desa Rendang, Karangasem, Dewa Mertayasa, saat dikonfirmasi Sabtu kemarin, mengungkapkan, letusan terjadi pukul 11.49 wita. Kata dia, kepulan kolom abu berwarna abu dengan intensitas sedang setinggi 1.500 meter di atas puncak. “Durasi letusan selama 93 detik dengan amplitudo 24 mm. Kolom abu condong mengarah ke arah barat,” ucapnya. Menurut Mertayasa, letusan yang terjadi disertai dengan abu vulkanik. Maka dari itu, pihaknya memprediksi jika wilayah di arah barat Gunung Agung dipastikan terpapar hujan abu dengan intensitas sedang. “Erupsi jelas disertai abu vulkanik. Jadi, desa-desa di barat dipastikan terpapar abu vulkanik,” jelasnya. Dia menambahkan, aktivitas vulkanik Gunung Agung sampai saat ini masih relatif kecil. Jelas dia, erupsi seperti ini masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu. Hanya, erupsi yang terjadi tidak besar dan radius bahayanya masih berada di jarak 4 km dari puncak. Hal.11 Zona Bahaya
Caleg Perempuan Tak Sekadar Penuhi Kuota
PARTAI politik wajib memenuhi keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen di setiap daerah pemilihan pada saat mengajukan daftar calon anggota legislatif. Di tingkat DPRD provinsi, rata-rata keterwakilan perempuan mencapai 33 persen. Sebab, ada pula partai politik yang memenuhi kuota tersebut hingga 40 persen. Ketua DPD I Golkar Bali, I Ketut Sudikerta, mengatakan, caleg perempuan di Partai Golkar sudah melebihi 30 persen. Khusus untuk Dapil Jembrana bahkan mencapai 50 persen. “Ketertarikan perempuan di daerah terhadap posisi-posisi seperti ini sangat terbuka lebar,” ujarnya. Diwawancara terpisah, Srikandi Partai Demokrat, Utami Dwi Suryadi, kembali mengadu peruntungan pada Pileg 2019. Ini adalah kali ketiga Utami terlibat dalam kontestasi politik untuk merebut salah satu kursi di DPRD Bali. Saat ini, Utami tercatat sebagai anggota Komisi IV. “Yang melatarbelakangi (maju kembali, red) karena saya adalah incumbent. Salah satunya itu, karena incumbent di seluruh partai itu memang diharapkan untuk mendulang suara. Hampir di seluruh partai begitu, tidak cuma Demokrat,” ujarnya. Utami menampik bila dirinya sekadar maju untuk memenuhi keterwakilan 30 persen perempuan. Buktinya di Dapil Denpasar, ia malah dipasang di nomor urut 1. Justru karena masih minimnya peran perempuan di kancah politik, menjadi alasannya untuk kembali maju sebagai anggota DPRD Bali. “Saya secara pribadi merasa terpanggil untuk ikut memenuhi keterwakilan perempuan, tanpa paksaan dari siapa pun dan tanpa embel-embel hanya sekadar-sekadar,” tegasnya. Incumbent lainnya, IGA Diah Werdhi Srikandi, mengaku kembali maju menjadi caleg DPRD Bali dengan kendaraan PDI-P lantaran partai ini adalah partai nasionalis. Partai yang kuat dan konsisten mempertahankan ideologi Pancasila dan bertekad untuk selalu menjalankan ajaran-ajaran Bung Karno khususnya ajaran Tri Sakti Marhaenisme. “PDI-P partainya wong cilik, itu merupakan pertimbangan saya untuk maju lagi sebagai caleg melalui PDI Perjuangan, sehingga nantinya dapat mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat dari berbagai kalangan khususnya Jembrana yang memang harus dan patut diperjuangkan,” kata Anggota Komisi III DPRD Bali ini. (rin)
BPM/eka
BACALEG - Suasana pendaftaran bacaleg di KPU Bali.
Wahid Husein
BPM/ade
BARANG BUKTI - Penyidik KPK disaksikan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dan Saut Situmorang menunjukkan barang bukti dalam OTT di Lapas Sukamiskin, Sabtu (21/7) kemarin.
Fahmi Darmawansyah
Kalapas Sukamiskin Resmi Jadi Tersangka
Bandung (Bali Post) Baru dilantik empat bulan tepatnya 18 Maret lalu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung, Wahid Husein, ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wahid terjaring operasi tangkap tangan (OTT) karena diduga terlibat dalam jual beli izin narapidana keluar lapas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Wahid Husein sebagai tersangka. Wahid juga diberhentikan sementara sebagai kalapas. KPK menduga Wahid menerima hadiah atau janji terkait dengan pemberian fasilitas, pemberian perizinan, atau pemberian lainnya di Lapas Kelas 1 Sukamiskin. “KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta
menetapkan empat tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK Jakarta, Sabtu (21/7). Wahid ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya. Wahid diduga berperan sebagai penerima hadiah atau janji bersama stafnya, yakni Hendry Saputra. Sementara dua tersangka lainnya bertindak sebagai pemberi suap, yakni narapidana kasus korupsi, Fahmi Darmawansyah
dan narapidana kasus pidana umum atau tahanan pendamping Fahmi, Andri Rahmat. Fahmi yang merupakan Direktur Utama PT Merial Esa sudah divonis dua tahun delapan bulan dan denda Rp 150 juta subsider tiga bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Ia terbukti memberikan suap kepada pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla). Wahid menerima pemberian berupa uang dan dua mobil dalam jabatannya sebagai Kepala Lapas Sukamiskin sejak Maret 2018. Pemberian itu terkait dengan fasilitas, izin luar biasa, dan lainnya yang tidak seharusnya kepada narapidana tertentu. “Diduga pemberian dari Fahmi tersebut
terkait fasilitas sel atau kamar yang dinikmati oleh Fahmi dan kemudahan baginya untuk dapat keluar masuk tahanan,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. KPK juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga terkait tindak pidana. Barang bukti tersebut, yaitu 2 unit mobil, yaitu 1 unit Mitsubishi Triton Exceed warna hitam, dan 1 unit Mitsubihi Pajero Sport Dakkar warna hitam. Kemudian, uang total Rp 279.320.000 dan 1.410 dolar AS, catatan-catatan penerimaan uang, dan dokumen teikait pembelian dan pengiriman mobil. Hal.11 Dua Kamar Disegel
Ramai-ramai Nyaleg
Wajah Lama Ingin Aman
Politik kadang baik kadang jahat. Tidak mengenal lawan dan kawan, yang utama adalah kepentingan. ‘’Perang’’ antarkawan itu sudah tampak saat menyusunan nama bacaleg yang diajukan partai. Mereka tega men-delite nama temannya sendiri dengan alasan tak berebut suara di Pileg 2019. Maka jadilah banyak ketua ranting dan pengurus partai mundur karena kecewa.
SEPERTI sebuah bursa kerja, tokoh parpol ramai-ramai mendaftarkan diri jadi bacaleg. Hasilnya, dari daftar bacaleg yang diajukan oleh parpol besar hampir semua wajah lama nongol di urutan terbaik. Mereka semua mencari aman. Hal ini tampak menonjol di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Klungkung. Di Kabupaten Badung sendiri anggota dewan sebagian besar kembali mencalonkan diri menjadi calon legislatif di Gumi Keris. Target kursi setiap partai beragam, rata-rata ingin menambah dibandingkan Pileg tahun 2014 lalu. Barisan incumbent yang kembali turun ke “medan laga” adalah I Wayan Suyasa, I Made Oka Suadnyana (Dapil Mengwi), I Nyoman Suka (Dapil Petang), IGN Shasraka (Dapil
Abiansemal), I Gede Suraharja, AAN Ketut Nadi Putra (Dapil Kuta Utara), Luh Gede Mediastuti (Dapil Kuta), dan I Nyoman Karyana, I Nyoman Mesir dan Ni Ketut Sueni (Dapil Kuta Selatan). Golkar juga menargetkan tambahan lima kursi yang datang dari kader-kader potensial yang dipasang Golkar. Tak segan-segan, mereka pun merekrut kader potensial partai lain untuk memperkuat barisan “beringin”. Salah satunya adalah kader Demokrat, A.A. Gerana Putra. Selain itu juga ada sejumlah mantan anggota DPRD Badung yang diminta tarung. Seperti IGN Wiadnyana (Mengwi) dan IGA Sastrawan (Abiansemal), IGN Mambal Asak (Abiansemal). Hal.11 Memasang ”Incumbent”
Mereka Punya Modal Bansos
DI Buleleng, pendaftaran bacaleg juga didominasi muka lama. Pengamat politik, Gde Made Metera, ketika dimintai konfirmasi terkait fenomena ini mengatakan, sulitnya membendung caleg yang sudah berkali-kali menjabat kembali mencalonkan diri tidak lepas karena amanat konstisusi yang menyebut bahwa hak memilih dan dipilih. Selain itu, faktor lainnya adalah, caleg dengan muka lama begitu berambisi mencalonkan diri kembali karena telah memiliki “modal” baik materi atau hasil kerja keras dalam masa jabatan terdahulu. Dia mencontohkan, salah satu kekuatan caleg lama dalam menghadapi pertarungan pileg adalah penyaluran dana hibah bantuan sosial (bansos) kepada konstituennya atau kepada masyarakat pemilih. Satu kekuatan ini saja sudah memiliki keunggulan kalau caleg lama itu akan mendapatkan simpati dari pemilih itu sendiri. Meski demikian, akademisi Universitas Panji Sakti (Unipas) ini berpendapat calon pendatang baru bukan berarti tidak bisa bersaing dalam laga pileg mendatang. Mereka bisa bersaing dengan catatan memiliki kompetensi dan rekam jejak yang tidak “cacat” dalam kehidupan bermasyarakat. Hal.11 Pemilih Harus Jeli
Caleg dari Generasi Milenial dan Amburadulnya Manajemen Parpol Sejak orde baru, politik didominasi tokoh-tokoh senior, namun belakangan ini sejumlah generasi muda pun mulai mencoba merebut posisi. Di daerah muncul bacaleg dari anak muda.
DI Kabupaten Tabanan, sejumlah nama incumbent juga masih mengisi daftar calon legislatif yang nantinya diharapkan bisa duduk di gedung dewan sebagai wakil rakyat. Di sisi lain, sejumlah nama baru yang notabene masih berusia muda juga ikut serta mengisi daftar nama calon legislatif. Seperti yang disampaikan Sekretaris I DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tabanan, I Made Alit Hermawan. Ia mengatakan dari sembilan caleg yang didaftarkan seba-
gian besar adalah kalangan generasi muda dengan usia 22 - 35 tahun. Bacaleg tersebut hanya terisi di tiga dapil yakni Dapil I Tabanan, Kerambitan, Dapil III Baturiti, Penebel dan Dapil IV Kediri, Marga. Sedangkan untuk Dapil II (Selemadeg Raya - Pupuan) tidak isi, karena kesulitan dalam mencari calon. Selain itu juga PSI masih partai baru. Jadi masih banyak masyarakat yang belum tahu. “Kami merupakan partai muda, ingin memberi pem-
belajaran bahwa orang muda juga punya hak, terutama menyasar kalangan muda,” ujarnya. Hermawan mengakui memilih banyak bacaleg dari kalangan anak muda karena pengurus lebih banyak dari kalangan anak muda/kalangan milenial. Selain itu juga menilai anak muda memiliki hak keterwakilan dalam parlemen dan sudah waktu mengabdikan diri kepada masyarakat. Dulang Suara Generasi milenial kini
banyak digaet partai politik sebagai calon legislatif, khususnya di DPRD Bali. Kehadiran mereka tentu saja diharapkan dapat mendulang banyak suara dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. Di samping menurunkan pula para incumbent untuk mencapai target perolehan kursi maksimal. Ketua DPD PDI-P Bali, Wayan Koster, mengaku mengajukan 55 caleg DPRD Bali untuk seluruh dapil di Bali. Hal.11 Wajah Baru
2 Minggu Pon, 22 Juli 2018
BPM/wan
Keluarga Gelar Upacara ‘’Nyiramang Layon’’ I.B. Raka Wiryanatha Tabanan (Bali Post)Upacara nyiramang layon almarhum I.B. Raka Wiryanatha digelar di Taman Gria Taman Sari Desa Perean Tengah Baturiti, Sabtu (21/7) kemarin. Upacara ini merupakan rangkaian awal upacara sebelum puncak pengabenan yang digelar, Senin (30/7) mendatang. Upacara nyiramang layon diikuti seluruh kerabat almarhum. Usai upacara nyiramang layon ini, prosesi acara akan dilanjutkan upacara nancep salon pada Minggu (22/7) ini, berlanjut upacara upacara saji tarpana yang merupakan upacara yang dilaksanakan saat bertemu hari Purnama yaitu pada Jumat (27/7). Rangkaian acara ber lanjut pada Minggu (29/7) yang dimulai dari mesesalin, munggah tumpang salu, nunas toya ning, melaspas kajang, pengaskaran, pemerasan, dan nunas toya pengembang. Upacara palebon yang berlangsung Senin (30/7) merupakan upacara pelebon tingkat utama ngewangun sawa preteka. Jenazah almarhum akan diantarkan dengan lembu berserta wadah ke setra Desa Pakraman Selat yang berjarak sekitar
satu kilometer dari Gria Taman Sari. Usai upacara palebon acara berlanjut dengan ngerorasin dan macaru pada Selasa (31/7) dan pada Rabu (1/8) dilanjutkan dengan ngangget don bingin, ngajum sekah, dan ngekeb. I.B. Raka Wiryanatha tutup usia pada umur 70 tahun. Sebelum meninggal dunia, Tuaji Raka -panggilan akrabnya- pada pukul 04.15 wita sempat dibawa ke RSUD Mangusada karena mengeluh sesak napas dengan tensi yang tinggi, namun sesampainya di rumah sakit setelah dilakukan pengecekan oleh dokter, Tuaji Raka dinyatakan sudah meninggal Rabu (18/7). I.B. Raka Wiryanatha semasa hidupnya dikenal sebagai tokoh, sekaligus pelaku usaha di bidang pertanian. Salah satunya, dalam upaya mengangkat nasib petani vanili Bali melalui produksi dan kualitas vanili lokal untuk bisa menembus pasar ekspor yang dirintis pada 1981. Dari upaya tersebut, pada 1984 akhirnya Tuaji Raka yang menjabat sebagai Presdir PT Bayu Jaya Kusuma berhasil melakukan ekspor perdana untuk vanili lokal Bali. (kmb24)
Bangli (Bali Post) -
Banyaknya pengaduan masyarakat terkait truk pengangkut pasir yang kerap melintas di jalur pariwisata Kedisan-Penelokan pada malam hari, ditindaklanjuti Satlantas Polres Bangli. Bersama Dinas Perhubungan, petugas Satlantas menggelar razia di wilayah Penelokan, Jumat (20/7) malam. Hasilnya, empat truk ditilang karena terjaring melanggar rambu. Kasat Lantas Polres Bangli AKP Dewa Gede Ariana, Sabtu (21/7) kemarin, mengatakan, empat truk yang terjaring razia tersebut kini masih diamankan di Polres Bangli. Dijelaskannya bahwa truk-truk tersebut ditindak tegas lantaran melanggar rambu. Sesuai aturan, truk dilarang melintas dari arah Kedisan ke jalur Penelokan. Jalur yang hanya boleh dilintasi truk pengangkut pasir adalah jalur Culali. Truk hanya diizinkan turun melalui Jalur Penelokan jika dalam keadaan kosong atau tidak bermuatan. “Saat ini, keempat truk yang kami tilang masih diamankan di Polres Bangli,” kata Ariana. Kapolres Bangli, AKBP Agus Tri
Waluyo, menerangkan bahwa kegiatan razia ini dilakukan sebagai tindak lanjut Polres Bangli dari banyaknya pengaduan masyarakat terkait keberadaan truk pengangkut pasir yang kerap melintas di jalur Penelokan pada malam hari. “Pengemudi truk selama ini main kucing-kucingan dengan petugas, sehingga tadi malam saya perintahkan Kasatlantas untuk menindak yang melanggar,” terangnya. Dikatakan Agus Tri bahwa jalur Penelokan dilarang untuk dilintasi truk pengangkut pasir karena merupakan jalur pariwisata. Di jalur itu selama ini sudah dipasangi rambu larangan untuk truk melintas. Dengan tindakan tegas ini, Agus Tri berharap ke depannya semua pengemudi kendaraan terutama sopir truk dapat lebih menaati segala rambu dan aturan lalu lintas yang ada. Sehingga tidak mengganggu kelancaran jalur wisata. (kmb40)
Biaya Transportasi Mahal, Bali Perlu Pelabuhan Barang Denpasar (Bali Post) Bali memerlukan pelabuhan barang. Karena Bali juga memiliki produk yang bisa diekspor. Komoditas utama yang diekspor Bali yaitu, ikan dan udang 21,31 persen, produk perhiasan/permata 16,16 persen, produk pakaian jadi bukan rajutan 12,40 persen, produk kayu, barang dari kayu 8,67 persen, dan produk perabot, penerangan rumah 7,57 persen.
Nilai ekspornya mencapai USD 49.636.175 pada Mei 2018, naik 1,10 persen dari April 2018. Produk Bali itu diekspor ke 10 negara tujuan ekspor yaitu Amerika Serikat, Australia, Singapura, Jepang, Hongkong, Prancis, Tiongkok, Thailand, Jerman, dan Inggris. Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali, A.A. Ngurah Alit Wiraputra, menyampaikan, pemerin-
tah harus segera membangun pelabuhan barang untuk tujuan ekspor. “Kalau tidak ada, biaya transportasinya sangat tinggi. Harus ke Surabaya dulu, atau ke Jakarta dulu dan itu cukup mahal, jutaan biayanya, belum pajaknya. Ya, pada akhirnya teman eksportir tidak untung atau untungnya kecil,” tuturnya. Pemerintah diharapkan juga membuat regulasi terkait
transportasi dari Bali ke Surabaya dan Jakarta. Karena pengiriman barang dari Bali tujuan ekspor ke luar negeri harus melewati Surabaya dan Jakarta. Selama ini, pengusaha merasakan transportasi dari Bali ke Surabaya atau Jakarta dengan tujuan ekspor sangat mahal. Apalagi dengan kenaikan BBM ini. Maka untuk menghemat biaya transportasi di bidang
kargo, Bali seharusnya memiliki pelabuhan barang sendiri. Menurutnya, Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Celukan Bawang bisa menjadi pelabuhan ekspor dan impor dari dan ke Bali. Sementara pelabuhan itu belum siap dari sisi infrastruktur untuk pelabuhan peti kemas. Saat ini yang sudah siap sebagai pelabuhan peti kemas hanya Surabaya dan Jakarta. (kmb42)
Sambut IMF-WB, TPA Suwung Ditata
Harapan Baru Masyarakat Pesanggaran BPM/mud
LAYON – Keluarga besar menggelar upacara nyiramang layon almarhum Desak Made Yuniarwati di rumah duka Jalan Kenanga No. 10 Singaraja, Sabtu (21/7) kemarin.
Besok, ’’Palebon’’ Desak Made Yuniarwati Singaraja (Bali Post) – Upacara nyiramang layon almarhum Desak Made Yuniarwati digelar di rumah duka, Jalan Kenanga No. 10 Singaraja, Sabtu (21/7) kemarin. Upacara ini rangkaian awal sebelum puncak palebon atau pengabenan yang digelar Senin (23/7) besok. Selain diikuti anak, menantu, cucu, kumpi, dan kerabat almarhum, keluarga besar almarhum tampak antusias melaksanakan prosesi nyiramang tersebut. Pihak keluarga sendiri diwakili oleh anak almarhum yang saat ini menjabat Kepala Biro (Karo) Humas Pemprov Bali, Dewa Gede Mahendra Putra. Prosesi diawali dengan pemlaspasan tempat nyiramang layon dan sarana lain. Setelah prosesi ini, keluarga mengusung jenazah almarhum keluar ruang persemayaman jenazah. Keluarga masih tampak dilanda suasana duka dengan kepergian almarhum. Sekitar satu jam, prosesi nyiramang berakhir dan jenazah kembali disemayamkan di lokasi upacara. Sebelum disemayamkan, anak almarhum, Dewa Gede Mahendara Putra, memimpin keluarga besarnya untuk melakukan sujud bakti kepada almarhum yang telah meninggalkannya ke alam baka. Dewa Gede Mahendra Putra usai
mengikuti prosesi nyiramang menjelaskan, sesuai tradisi dan kesepakatan keluarga besarnya, tingkatan palebon yang digelar untuk almarhum ibunya adalah madya utama. Tingkatan pengabenan ini tidak lepas dari rasa bakti dirinya sebagai anak bersama saudara, cucu, kumpi, dan keluarga besar untuk memberikan upacara mulia sebagai penghormatan kepada almarhum. “Atas kesepakaan keluarga dan kebiasaan kami memberikan persembahan terakhir untuk almarhum ibu dengan upacara pengabenan madya utama. Dengan bakti ini, kami bersama mendoakan almarhum mendapat tempat di sisi Tuhan dan senantiasa memberi tuntunan bagi anak, cucu, kumpi, dan kerabat yang ditinggalkan,” katanya. Ditanya pandangannya terhadap sosok almarhum, Dewa Gede Mahendra Putra menyebut, dia dan saudaranya berhasil meraih kesuksesan tidak lepas dari pendidikan yang dilakukan oleh almarhum. Semasa hidupnya, almarhum dikenal dengan sosok ibu yang bertanggung jawab membimbing anakanaknya agar kelak menjadi pribadi yang berguna. Selain itu, di lingkungan keluarga dan kesehariannya, almarhum dikenal penyabar dan sederhana dalam mengurus keluarga. (kmb38)
Denpasar (Bali Post) Sudah puluhan tahun, masyarakat Pesanggaran menunggu perubahan. Perubahan di wilayah tempat tinggalnya yang semakin tahun, “ladang” sampah semakin meluas. Sejak tahun 1985, wilayah Pesanggaran menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) yang dikenal TPA Suwung untuk wilayah Kota Denpasar. Namun tahun 2005, TPA Suwung tidak hanya menampung sampah Kota Denpasar tapi juga wilayah Sarbagita (Badung, Denpasar, Gianyar, Tabanan). Lahan sampah pun meluas hingga 32 hektar. Tokoh masyarakat dan juga Klian Adat Banjar Pesanggaran, I Wayan Widiada, S.H., M.H., menuturkan, penataan TPA Suwung oleh pemerintah pusat membuat masyarakat memiliki harapan baru. Karena warga Pesanggaran yang tinggal di sekitar TPA Suwung, jumlahnya semakin berkurang. Dengan adanya penataan ini, mereka akan kembali tinggal di tempatnya semula. Pada awalnya terdapat 150 KK adat di Banjar Pesanggaran, Kelurahan Pedungan ditambah 600 KK lainnya yang bukan warga adat. Sementara warga yang berada di sekitar TPS Suwung ada sekitar 250–300 KK. Ada warga asli, ada warga pendatang. “Mereka banyak pindah mencari tempat baru. Bahkan, ada rumah yang dikosongkan pemiliknya,” tuturnya. Yang bertahan di sana hanya peternak babi dan sapi. Sebagian besar dari mereka merupakan penduduk pendatang. Ada 125 peternak babi dan 35 peternak sapi di tempat itu. Sebagian besar peternak adalah pendatang. Sementara peternak asli lebih memilih pindah dari lokasi itu. Jika ditotal jumlah ternaknya mencapai ribuan ekor. “Tapi sekarang sudah berkurang jumlahnya, karena imbauan untuk tidak membuang limbah ternak ke laut. Kami sebenarnya tidak melarang beternak, tapi melarang agar tidak membuang limbah ternak langsung ke laut,” ungkapnya. Kepedulian Widiada terhadap lingkungan, mendesak para peternak babi dan sapi untuk menghentikan kegiatan peternakan dengan limbah yang mencemari laut. “Juni harus hilang semua, tapi sampai sekarang kami masih beri kelonggaran,” imbuhnya. Penataan ini tidak terlepas dari
adanya event besar IMF-WB. Event yang mengundang 189 gubernur bank sentral dan menteri keuangan seluruh dunia, membuat tempat yang selama puluhan tahun tak dihiraukan, kini menjadi perhatian khusus. Penataan ini merupakan harapan baru bagi warga Pesanggaran. TPA Suwung yang luasnya 32 ha, hanya 10 ha yang akan dijadikan tempat mengelola sampah (mendaur ulang sampah). Sementara seluas 22 ha akan ditata untuk dihijaukan, ditanami pohon agar wilayah pesisir itu kembali asri. Saat mendengar kabar bahwa TPA Suwung akan ditata, banyak warga yang dulunya mengungsi ingin kembali. Sebelum penataan dilakukan, warga telah diberikan sosialisasi. Saat itulah, warga menyampaikan harapan dan keinginannya untuk kembali ke rumah mereka semula. Mereka yakin dengan dihijaukannya kembali tanah kelahiran mereka, kehidupan di sekitar TPA Suwung akan lebih baik. “Warga menyampaikannya secara lisan kepada kami, ada yang ingin kembali. Dari tahun 1985, sekarang baru penataan dengan adanya IMF – WB. Kami sangat bersyukur,” imbuhnya. Kepala Lingkungan Pesanggaran I Putu Sucipta, S.E. menambahkan, pada paruman banjar, warganya kerap mengeluhkan tempat tinggalnya yang bau. Dulu TPS Suwung kerap mengalami kebakaran. Terhitung dalam setahun, bisa terjadi dua kali kebakaran. Akibatnya, asap kebakaran kerap mengganggu warga sekitarnya. Selain itu, petugas juga sering kesulitan memadamkan api. Banyak pihak menjanjikan pengelolaan dan penataan. Dari janji–janji itu, tiga pihak berhasil hingga tahap realisasi. Namun di tengah jalan, mereka gagal.
Dampak ekonomi yang paling dirasakan warga adalah harga properti di wilayah Pesanggaran turun 50 persen. Bahkan, banyak properti yang kosong, tidak ada yang mau menyewa karena berdekatan dengan TPA Suwung. Apalagi jika angin berembus dari timur, maka bau menyengat sampah akan semakin membuat masyarakat tidak nyaman. “Harapan kami ke depan apa yang sudah dicanangkan dan dibuat ini, supaya terus dijaga kesinambungannya. Untuk menjaga kesinambungan ini, diharapkan masyarakat dilibatkan,” imbuhnya. Analis Bank Indonesia KPw Bali, Umran Usman, sebelumnya mengungkapkan, sidang tahunan itu akan memberikan stimulus atau dorongan terhadap berkembangnya pembangunan proyek-proyek. Seperti pembangunan underpass Ngurah Rai yang menghabiskan anggaran Rp 326 miliar. Perluasan apron Bandara Ngurah Rai menghabiskan dana Rp 1,34 triliun termasuk penambahan check in counter, Benoa tourism port Rp 1,7 triliun, penyelesaian patung GWK Rp 450 miliar, penyelesaian TPA Suwung. Sehingga diperkirakan untuk infrastruktur menghabiskan dana Rp 5 triliun. Sidang yang dilakukan pada bulan Oktober, sebelumnya bahkan sejak Januari beberapa proyek sudah mulai dikerjakan. Dengan adanya pembangunan beberapa proyek besar ini, sektor konstruksi akan tumbuh lebih tinggi. Selain itu, perdagangan juga akan tumbuh karena bangunan proyek tersebut membutuhkan bahan bangunan yang di-supply dari pedagang, sehingga sektor perdagangan
akan tumbuh. Dengan bertumbuhnya dua lapangan usaha perdagangan dan konstruksi dari sisi penawaran akan membuat dari sisi permintaan yaitu konsumsi pemerintah juga akan terdorong. Karena pembangunan tersebut dananya bersumber dari anggaran pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Kepala Unit Kerja Pertemuan Tahunan IMF World Bank 2018 Peter Jacobs menambahkan, biaya yang dikeluarkan negara untuk event ini Rp 855,5 miliar. Nilai ini tidak sebanding dengan manfaat yang didapatkan Indonesia khususnya Bali dari event ini. Ada Rp 1,4 triliun manfaat langsung yang bisa didapat dalam satu minggu acara itu. Sedangkan manfaat jangka panjangnya, dengan memanfaatkan perhatian dunia dan kehadiran para pelaku utama sektor keuangan dunia ke Indonesia, yaitu, leadersip. Kepemimpinan Indonesia untuk pembahasan isu-isu global, pembangunan infrastruktur, stabilitas sistem keuangan, penanganan inequality, pembangunan sumber daya manusia, keuangan inklusif. Selain itu, manfaat jangka panjangnya juga akan terjadi investasi dan kondisi perdagangan yang positif. Secara tidak langsung, event IMF WB akan lebih memperkenalkan produk unggulan Indonesia di pasar global, pengenalan peluang investasi dan usaha di Indonesia. Event IMF WB juga semakin memperkenalkan pariwisata dan MICE Indonesia khususnya Bali. “Ini merupakan ajang promosi dan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke destinasi utama Indonesia, promosi event venues untuk MICE dan momentum perbaikan infrastruktur pariwisata. Yang terpenting adalah terjadi knowledge transfer. Yaitu menambah pengalaman dan membangun networkin dengan komunitas internasioanal. (kmb42)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 0215357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/ SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Daerah
Minggu Pon, 22 Juli 2018
3
Pastika Harapkan Para Konsul Jenderal Tetap Kerja Sama Promosikan Bali
BPM/eka
TELUR - Salah seorang pembeli memilih telur di Pasar Badung di eks Tiara Grosir, Denpasar. Harga telur di sejumlah pasar mengalami kenaikan. Peningkatan harga tersebut diduga karena kurangnya pasokan telur.
MSKMT Bali Gelar Lokasabha I di Karangasem Amlapura (Bali Post)Setelah pelaksanaan Mahasabha I di ISI Denpasar, 21 April 2018 lalu, Pasemetonan Maha Semaya Ki Mantri Tutuan (MSKMT) Pratisentana Sira Dalem Mangori langsung bergerak cepat dengan menggelar Lokasabha I di Kabupaten Karangasem, Sabtu (21/7) kemarin. Lokasabha pertama ini sengaja digelar dari Karangasem. Selain karena dinilai paling siap, Pasemetonan MSKMT Bali juga ingin memulai membangkitkan pasemetonan ini dari hulu (timur). Lokasabha I di Karangasem dipusatkan di Gedung UKM Center Amlapura. Dihadiri ratusan semeton MSKMT Pratisentana Sira Dalem Mangori Karangasem. Hadir pula dalam kesempatan ini Ketua MSKMT Provinsi Bali Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar., M.Hum., dan jajaran pengurus lainnya. Lokasabha dibuka Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa. Melihat tingginya semangat semeton MSKMT, Artha Dipa menyambut baik lokasabha tersebut. Ini menunjukkan adanya kesadaran yang tinggi terhadap kawitan dan selanjutnya akan mampu mempererat pasemetonan. “Ini bukan sekadar bicara klan. Apalagi menganggap klan tertentu paling hebat. Tetapi bagaimana dengan adanya kesadaran tinggi terhadap pasemetonan ke depannya agar Bali ini semakin ajeg,” kata Wabup Artha Dipa. Sementara Prof. Sugiartha yang juga Rektor ISI Denpasar ini, mengatakan lokasabha sebagai tindaklanjut dari mahasabha akan digelar di seluruh daerah di Bali. Pihaknya sengaja memulai dari Karangasem, karena sarat dengan filosofis, bahwa segala sesuatu akan bagus ke depan
jika dimulai dari hulu (timur). Dia menyebut Karangasem anggota pasemetonan-nya paling banyak. Tercatat dari data sementara sudah terdata ada sebanyak 2.500 orang, dari total sekitar 7.500 orang di Bali dan nusantara. Program kerja yang secara garis besar sudah tersusun dalam mahasabha, diharapkan bisa ditindaklanjuti di dalam lokasabha ini. “Visi kita itu bagaimana mewujudkan kerta warga. Lebih jelasnya, bagaimana kita bisa meningkatkan kebahagiaan warga pasemetonan ini. Pertama, meningkatkan sradha bhakti kita dengan memiliki pura yang bagus. Kemudian di bidang pawongan misalnya ada rencana membuat koperasi, bikin unit usaha dan banyak lagi rencana ke depannya,”
tegasnya. Ketua Panitia Pelaksana Lokasabha I MSKMT I Gede Sandi, mengatakan di dalam lokasabha ini dilakukan sidangsidang. Di dalamnya dibahas mengenai tata tertib, penetapan komisi-komisi, hingga membahas berbagai program kerja. Komisi A membahas parhyangan, Komisi B pawongan dan Komisi C adalah soal palemahan. Ini merupakan penjabaran dari program-program MSKMT Pusat. Sehingga nanti muncul program riil yang bisa membantu pasemetonan ini menghadapi persoalan di lapangan. “Misalnya, program ngaben massal. Kalau itu bagus, kenapa kita tidak lakukan. Sehingga bisa mewujudkan kesejahteraan itu (kerta warga),” katanya.
Kemudian yang tidak kalah penting adalah penataan anggota pada bidang pawongan. Pihaknya mengaku bersyukur, ketika pasemetonan ini dibentuk sudah ada sekitar 2.500 orang di Karangasem. Ini akan terus dilakukan pengembangan dengan cacah jiwa lengkap dengan kartu anggota. Sehingga ke depan dapat dimanfaatkan oleh pasemetonan. Ini kemudian akan membidani pembentukan unit usaha, seperti koperasi. Sehingga dari sanalah pasemetonan ini akan mewujudkan kerta warga itu mampu membangkitkan unitunit usaha pasemetonan. “Mari kita bangkit. Kita mulai dari timur, sesuai dengan tagline Karangasem, yakni Karangasem The Spirit of Bali,” ujar Sandi. (gik/k200)
mengapresiasi langkah para konjen yang bahu-membahu membantu penanganan erupsi Gunung Agung tahun lalu. “Saya masih ingat dan sangat berterima kasih atas bantuan Anda ketika Gunung Agung meletus. Bantuan Anda sekalian terhadap para pengungsi dan manajemen kegawatdaruratan yang Anda lakukan sangat berarti untuk kami,” imbuhnya. Selanjutnya, ia juga menyatakan jika Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih adalah orangorang yang sangat konsen akan pembangunan Bali. “Apalagi wakilnya datang dari kalangan pariwisata, saya kira Anda semua akan sangat mudah bekerja sama,” tandasnya. Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang untuk Bali yang sekaligus sebagai tuan rumah jamuan makan siang
tersebut, Hirohisha Chiba, mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Pastika selama sepuluh tahun ini. Menurutnya, Pastika selama ini terus merangkul para konsul jenderal dalam pembangunan Bali. “Kami bekerja sama dalam pembangunan Pariwisata di Bali, dan Bapak Gubernur selalu melibatkan kami, seperti ketika Gunung Agung meletus, Bapak Gubernur terus mengundang kami mengenai langkah-langkah antisipasi,” jelasnya. Ke depan dia juga berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut serta turut aktif memperkuat kerja sama antarnegara yang sudah terjalin. Acara tersebut juga dihadiri oleh Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, para Konsul Jenderal negara sahabat serta praktisi Pariwisata. (ad1241)
KONJEN - Suasana makan siang bersama para konjen di Ayodya Resort, Nusa Dua, Jumat (20/7) lalu.
Tembak Jendela, Karyawan Travel Ditangkap
BPM/gik
LOKASABHA - Wakil Bupati Karangasem saat membuka acara lokasabha I MSKMT Bali di Karangasem, didampingi Ida Dalem Semaraputra (baju hitam), Prof. Sugiartha dan I Gede Sandi.
IAB dan ”Anantara Music and Dance Institutions” Dubai
Persembahkan Tari Klasik India ”Prakruthi Dhwani”
ANANTARA Music and Dance Institutions Dubai mempersembahkan seni tari klasik India berjudul “Prakruthi Dhwani (Beats of Nature)” di Wantilan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, Denpasar, Sabtu (21/7) kemarin. Pentas seni “Prakruthi Dhwani” musim 3 ini didukung penuh dari kolaborasi apik Indian Association Bali (IAB) dengan Paiketan Krama Bali yang menampilkan 30 orang penari dari Dubai yang berkunjung ke Pulau Dewata. Tarian Klasik India ini juga akan ditampilkan di Surabaya dan Jakarta pada 26 dan 29 Juli mendatang. Presiden IAB Sonia Kaur mengatakan, tari klasik India “Prakruthi Dhwani” yang
MESKIPUN dalam beberapa bulan lagi masa tugas Gubernur Bali Made Mangku Pastika akan berakhir, ia berharap para Konsul Jenderal negara sahabat tetap bekerja sama membangun Bali sekaligus mempromosikan Pulau Dewata ke negara masingmasing. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara rutin Consular Lunch atau makan siang bersama para konjen di Ayodya Resort, Nusa Dua, Jumat (20/7). Bagaimanapun juga menurutnya para konjen memberikan kontribusi untuk pembangunan dan pariwisata Bali. “Saya sangat mengapresiasi kerja sama kita selama ini, saya harap Anda semua terus mengajak warga negara Anda untuk datang ke Bali,” kata Gubernur. Di samping itu, ia juga
menceritakan tentang Dewa Hanuman, Rama dan Krishna dipersembahkan khusus kepada masyarakat Bali. Perhelatan ini merupakan kerja sama IAB dengan Paiketan Krama Bali yang kedua kalinya dalam event kultural sebagai upaya untuk meningkatkan hubungan antar kedua negara. Mengingat kesenian Bali di Indonesia dan India memiliki banyak kesamaan, bahkan cerita-ceritanya sebagian besar diambil dari kisah Ramayana dan Mahabrata. Selain mempererat hubungan antara India dan Bali yang mempunyai persamaan kultural dan religi bisa lebih menyatukan antara sesama umat Hindu. Sehingga ajang ini ikut serta memberikan andil
dalam mempromosi pariwisata yang efektif dan tepat sasaran. “Program ini kita tunjukkan juga untuk lebih membawa menginternationalkan Bali, baik dari segi pariwisata maupun menjadi destinasi acara taraf Internasional. Terutama dengan slogan Bali aman untuk travel,” katanya. Selain mempersembahkan tarian klasik India, pihaknya juga melalukan workshop tarian di dua lokasi, yakni Singaraja dan Ubud. Setelahnya itu mereka akan mengunjungi beberapa objek wisata di Bali selama lima hari. “Nantinya mereka akan membawa cerita dan pengalaman menarik selama berkunjung di Bali kepada teman-temannya maupun sanak keluarganya,” ujar Sonia
BPM/win
PENARI - Presiden IAB Sonia Kaur (tengah) berfoto bersama penari dari Dubai pada pemetasan seni klasik India “Prakruthi Dhwani (Beats of Nature)” di Wantilan DPRD Bali, Sabtu (21/7) malam.
Kaur disela-sela pertunjukkan, Sabtu (21/7) malam. Sementara itu, Artistic Director of Anantara Institutions Dubai, Vimmi Bagavade Eswar menambahkan, penampilan tari-tarian yang dipersembahkan dibagi menjadi tiga pertunjukan yang berbeda dengan kostum yang spesial. Hal ini dilakukan untuk pertukaran kebudayaan, sehingga bisa terlihat perbedaan antara tarian Bali dan India untuk tarian yang sama. Ketiga tarian itu, di antaranya Tari Puspanjali sebagai bentuk persembahan doa dan bunga kepada dewa-dewa. Lagu ini merupakan pujian kepada Dewa Ganesha, Dewa Siwa, Sang Maha Tari, Guru, Kelompok Musik, dan para penonton. Tarian kedua, yaitu Tari Kandein yang menceritakan Sang Rama sedang menunggu berita baik tentang Sita dari Hanuman. Sebagai bhakta yang sempurna untuk tuannya, Hanuman menyampaikan berita itu dengan kata-kata yang baik dan indah. Dalam tarian ini Sang Hanuman menggunakan keindahan bahasa “Sangam Tamil” yang hebat dengan mengedepankan kata-kata “kandein kandein Kandein Sitayai” dan tiga kali diucapkan dengan jiwa kemenangan. Keindahan bahasa yang digunakan membuat Sang Rama memahami pesan positif yang diberikan. Tarian ketiga yang ditampilkan, yaitu Tari Srer Krishna Thulabharam. Tarian ini mengisahkan tentang Shri Krishna dan dua istrinya, Satya Bhama dan Rukmini yang mengedepankan pentingnya pengabdian. (win)
Mangupura (Bali Post)Penembakan menggunakan pistol airsoft gun terjadi di paviliun di Jalan Dewi Saraswati I, Seminyak, Kuta, Senin (11/6) lalu. Hasil penyelidikan anggota Polsek Kuta, pelakunya karyawan travel, Dicha Dibyo Putri (37) dan dia ditangkap, Selasa (17/7) lalu. Kasus ini dilaporkan oleh Fia Fauza (37). “Alasan pelaku karena jengkel dengan pelapor (Fiared). Selain airsoft gun, kami juga menyita pedang dan pisau lipat,” kata Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricki, didampingi Kanitreskrim Iptu Aan Saputra, Sabtu (21/7) kemarin. Keterangan Fia saat diperiksa, pada Selasa (12/6) pukul 05.00 Wita dia bangun dari tidur dan hendak membuka korden, dilihat kaca jendela kamarnya retak serta berlubang. Selanjutnya dia mengajak teman kerjanya, Riqky untuk memastikan lubang tersebut. Selanjutnya Fia mengganti kaca jendela tersebut seharga Rp 4,5 juta. Polisi langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Tim Opsnal Reskrim Polsek Kuta dipimpin Iptu Aan Saputra melakukan olah TKP dan mencari saksi-saksi. Alhasil diperoleh informasi bahwa pelaku sedang bekerja di travel seputaran TKP. Berbekal informasi tersebut, pada Selasa (17/7) pukul 14.00 Wita, petugas mendatangi tempat kerja pelaku. Setelah berkoordinasi dengan pimpinan travel tersebut, petugas mengamankan pelaku. Hasil penggeleda-
BPM/ist
DIAMANKAN - Tersangka Dicha Dibyo Putri saat diamankan di Polsek Kuta. han terhadap barang pelaku, ditemukan satu pucuk pistol airsoft gun di tasnya. Selain itu disita magazine berisi empat butir peluru. Pelaku lalu digiring ke tempat tinggal di Jalan Tunjung Sari, Denpasar Barat. Di kamarnya diamankan kotak senjata airsoft gun merk Jericho 941, tiga buah tabung gas airsoft gun masih utuh merk Gamo, satu pisau lipat dan sebilah pedang. “Pedang itu, kata pelaku souvenir dari adiknya,” tegas Iptu Aan Saputra. Hasil interogasi, pelaku
mengakui senjata airsoft gun tersebut dibeli lewat online dua tahun lalu seharga Rp 1,5 juta. Pelaku mengakui datang ke TKP pada Senin (11/6) pukul 19.00 Wita bersama temannya berinisial Ci. Tapi saat itu korban tidak ada. “Kalau pisau lipat itu, dalih pelaku untuk memperbaiki sepeda motor vespa. Sedangkan pedang itu hanya ditaruh di dalam kamar sebagai pajangan karena merupakan souvenir dari adiknya. Kasus ini masih kami dalami,” ujar Aan Saputra. (kmb36)
sebagai pedoman kegiatan serupa tahun depan. Kualitas kesenian dan penyelenggaraan, partisipasi peserta dan masyarakat, hingga aspek teknis seperti pengaturan jadwal, kebersihan, penataan parkir, keamanan dan ketertiban harus terus membaik setiap tahunnya. Menurut Pastika, PKB ke-40 telah mampu menjadi wahana komunikasi antarseniman. Termasuk memperkuat landasan dan mempertahankan eksistensi budaya Bali dari gempuran penetrasi budaya asing yang
tidak sesuai dengan nilai satwam, siwam, sundaram. “PKB bukan hanya sekadar merepresentasikan hasil kesenian semata. Lebih dari itu, PKB menjadi ruang apresiasi ragam kebudayaan daerah yang adiluhung sebagai cermin masih lestarinya budaya yang kita miliki,” ujarnya. Sejalan dengan itu, lanjut Pastika, upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya Bali yang sarat nilai filosofi kehidupan harus terus dimantapkan. (kmb32)
Sendratari ”Gugurnya Parikesit” Tutup PKB Ke-40
Denpasar (Bali Post) Gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 resmi ditutup Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Sabtu (21/7) malam. Penutupan PKB dimeriahkan dengan pagelaran sendratari kolosal “Gugurnya Parikesit” persembahan SMKN 3 Sukawati, Gianyar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali. Mangku Pastika dalam sambutannya mengatakan harus dilakukan evaluasi terhadap seluruh unsur penyelenggaraan PKB Ke-40
4
Minggu Pon, 22 Juli 2018
BPM/ist
PARENTING - Dengan memahami perbedaan anak dari zaman ke zaman, maka pola parenting juga harus disesuaikan. Dari fungsi kognitif atau cara berpikir mereka juga harus dipahami. Anak milenial menggunakan digital atau internet untuk mencari tahu apa yang terjadi di dunia luar. Sehingga orang tua atau guru harus menyamakan diri dengan perkembangan mereka. Mengetahui tren masa kini yang sedang digandrungi generasi milenial.
Pola Parenting
Anak Milenial Perlu Berdiskusi, Bukan Diperintah
MEMBANGUN karakter anak memang harus dimulai sejak dini. Pendidikan yang baik sejak awal membuat Indonesia kelak akan memiliki generasi yang benar-benar siap membangun negeri. Selamat hari anak nasional, 23 Juli 2018.
Era digital, tanda revolusi industri 4.0, tidak hanya membawa dampak bagi perekonomian secara makro dan mikro. Tapi juga terhadap perkembangan mental generasi muda yang akrab disebut generasi milenial. Hal ini membuat perilaku dan cara berpikir generasi ini berbeda dengan generasi terdahulu (generasi old). Agar tidak menimbulkan dampak negatif dari era digital ini, maka perlu memahami anak milenial agar dapat mendidik secara ideal. “Kalau kita masih memakai pola pendidikan yang old, yang lama, pasti akan muncul suatu konflik,� kata Retno IG Kesuma, Psikolog RSUP Sanglah belum lama ini. Pola parenting lama di Indonesia seperti atasan dengan bawahan. Hanya instruksi dan arahan yang dilakukan. Sehingga yang paling benar menurut pola ini adalah orang tua. Karena orang tua menganggap dirinya lebih tahu dengan pengalaman hidup yang lebih lama. “Itu salah, karena anak zaman sekarang
beda dengan anak zaman dulu, sehingga pola parenting juga harus berubah,� tandasnya.
Berbeda Meski anak zaman now dengan zaman old berbeda, namun tidak bisa diperbandingkan. “Itu tidak bisa diperbandingkan tapi maknai agar bisa memberikan parenting yang baik,� cetusnya. Ada kelebihan dan kekurangan. Yaitu, ketahanan mental anak zaman old lebih kuat dari anak milenial. Selain itu lebih ulet dan tekun. Sementara anak zaman milenial lebih kreatif, terbuka untuk berekspresi. Namun kelemahannya adalah menginginkan sesuatu yang instan. Dengan memahami perbedaan anak dari zaman ke zaman, maka pola parenting juga harus disesuaikan. Dari fungsi kognitif atau cara berpikir mereka juga harus dipahami. Anak milenial menggunakan digital atau internet untuk mencari tahu apa yang terjadi di dunia luar. Sehingga orang tua atau guru harus menyamakan diri dengan perkembangan mereka. Mengetahui tren masa kini yang sedang digandrungi generasi milenial. Pola parenting anak zaman milenial, mengajak berdiskusi. Orang tua tidak bisa lagi memakai cara, mendoktrin dan mencekoki anak dengan cara yang menurut
BPM/ist
orang tua benar. Cara yang benar adalah mengajak generasi milenial berdiskusi, ketika mereka menunjukkan perilaku yang merupakan bagian dari eksistensi anak milenial, misalnya anak yang mengikuti tren Korea. Sebagai orang tua, harus melihat kelebihan dan kekurangan serta positif dan negatif dari aksi yang dilakukan generasi milenial. Orang tua bisa berpurapura tidak mengerti tren itu dan bertanya pada anak. Anak akan mencari tahu dan menjelaskan tentang tren yang sedang diikuti itu. Secara tidak langsung anak akan belajar saat ia menjelaskan hal itu pada orang tua. “Masalah ia bisa menyerap 100 persen atau enggak, itu perlu pahami,� tandasnya. Dari fungsi sosial hampir sama dengan kognitif. Di masa remaja, anak sedang masa mencari bentuk sosialisasi dengan teman sebaya. Misalnya, mengikuti tren makanan atau tren pakaian. Tidak semua tren benar, namun juga ada hal yang menyimpang tapi menurut remaja hal itu tren. Coba Remaja juga suka mencoba-coba hal baru seperti berpacaran. Misalnya, berpacaran dengan orang yang baru kenal di sosial media. Ketika perilaku mereka menyimpang, orang tua tidak bisa memarahi remaja atau menghentikan anaknya.
ASMA - Secara medis penyakit asma sulit untuk disembuhkan namun penyakit ini dapat dikontrol agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Berbeda halnya dengan asma, karena penyebab bronkiolitis adalah infeksi tentunya cara mencegah bronkiolitis yang utama adalah dengan menjaga kebersihan anak berikan pula nutrisi yang baik pada anak dan hindari paparan langsung terhadap asap rokok.Â
Suara �Ngik-ngik� pada Napas Anak
Asma ataukah Bronkiolitis? Suara ngik-ngik atau mengi pada napas anak sering disalahartikan sebagai asma oleh orang tua. Padahal tidak semua suara mengi disebabkan oleh asma. Apabila si kecil berusia kurang dari dua tahun mungkin saja bronkiolitis penyebabnya. Lalu apa sebenarnya asma dan bronkiolitis itu? Dan mengapa bisa terjadi suara mengi? Asma diartikan sebagai penyakit saluran napas disertai suara mengi, batuk, dan sesak napas yang terjadi terutama pada malam hari atau dini hari. Menurut data WHO, penderita asma di seluruh dunia diestimasikan sebanyak 334 juta jiwa dan bisa saja lebih banyak karena beberapa kasus tidak dilaporkan. Asma pada anak termasuk dalam 20 besar penyakit kronis yang mengurangi kualitas hidup anak. Angka kematian secara global pun cukup tinggi yakni berkisar 0,7 kematian tiap 100.000 penduduk. Asma umumnya terjadi karena adanya faktor pencetus yang menyebabkan peradangan dan penyempitan di saluran napas. Peradangan ini pula yang memicu saluran napas mengeluarkan lendir (mukus) sehingga terjadilah batuk berdahak pada penderita asma. Sedangkan bronkiolitis merupakan infeksi virus yang menyerang saluran napas kecil atau disebut bronkiolus dalam istilah medisnya. Virus RSV (Respiratory Syncitial Virus) menjadi penyebab tersering dari bronkiolitis dan paling banyak mengenai anak di bawah usia 2 tahun terutama yang tidak diberikan ASI dan tinggal di daerah yang padat penduduk. Risiko lebih tinggi juga didapatkan pada yang lahir dari ibu muda dan atau merokok saat hamil. Â
Proses Pada dasarnya, kedua penyakit ini samaterjadi proses peradangan dan penyempitan saluran napas namun penyebab dasarnya yang berbeda. Lalu apa yang menyebabkan terjadinya suara mengi? Suara mengi terjadi karena penyempitan di saluran napas terutama di bronkiolus. Mengi pada bronkiolitis bisa saja terjadi berulang, namun kebanyakan sembuh total seiring bertambahnya usia. Nah, apabila mengi ini kembali berulang hingga anak berusia sekolah dan orang tua memiliki riwayat asma, alergi, dan radang pada kulit (dermatitis) yang berulang patut di curigai asma menjadi penyebab mengi. Asma Secara medis penyakit asma sulit untuk disembuhkan namun penyakit ini dapat dikontrol agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Berbeda halnya dengan asma, karena penyebab bronkiolitis adalah infeksi terntunya cara mencegah bronkiolitis yang utama adalah dengan menjaga kebersihan anak berikan pula nutrisi yang baik pada anak dan hindari paparan langsung terhadap asap rokok. Saat anak mengalami mengi untuk pertama kalinya usahakan jangan panik, berikan kesempatan pada anak untuk menghirup udara sebanyakbanyaknya dan ajak anak untuk ke tempat kesehatan pertama apabila anak tidak merintih, tidak sulit bernapas, dan masih mampu untuk minum. Namun, apabila terjadi sebaliknya disarankan agar anak dibawa ke unit gawat darurat untuk mendapatkan terapi oksigen dan dievaluasi lebih lanjut. l dr. Putu Andrie Setiawan, S.Ked.
Kisara Pagi Kak, aku mau tanya dong. Aku itu baru saja masuk SMA dan banyak teman kelas yang tidak aku kenal. Aku orangnya tidak PD-an banget memang dari dulu. Nah pas awal mulai sekolah itu aku memang jarang ngomong. Sebenarnya aku pingin banget ngobrol, tapi aku ngerasa beda sama mereka dari penampilan aku, gaya aku, pokoknya gak bisa ngikutin mereka. Aku juga biasanya selesai sekolah langsung pulang tanpa mau ngomong atau apapun ke temen aku. Nah, sampai hari ini aku di kelas itu ngomong cuma pas penting dan ditanya aja. Banyak orang yang nanya ke aku kalau aku itu orang introvert gitu. Aku bingung, padahal aku pingin banget bergaul sama mereka, tapi aku ngerasa gak PD. Itu gimana ya Kak? Mohon sarannya dong Kak, terima kasih.
Tapi ajak berbicara dan berdiskusi tentang apa yang mereka tahu dan apa yang orang tuanya tahu. Bahkan orang tua juga harus bertanya pada anak tentang hal yang diketahui anak. Media digital adalah media untuk belajar berdiskusi dan orang tua juga akan belajar. Orang tua yang gagal teknologi (gaptek) justru kesempatan untuk menaikkan harga diri remaja, dengan meminta penjelasan atau informasi pada anaknya. Pada era ini, menceramahi tidak relevan untuk remaja. Mengajak remaja berdiskusi adalah cara yang paling tepat agar remaja juga dapat memutar pikiran mereka, mengenali yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Tidak hanya pendidikan di rumah tapi juga di sekolah. Guru tidak lagi memberi pendidikan satu arah, tapi fokus pada student center. Student center artinya, siswa tidak lagi sebagai objek tapi sebagai subjek, memberdayakan siswa. “Guru tidak perlu repot lagi mencari bahan ajar, tapi siswa yang ditugaskan menjadi bahan untuk didiskusikan dan dipresentasikan,� ujarnya. Pengajaran di kelas juga tidak lagi ceramah, tapi presentasi dan mengeksplore ilmu bersama-sama di kelas. Presentasi juga melatih siswa menjadi lebih percaya
diri karena tidak semua generasi zaman now itu percaya diri. Selain diskusi, remaja milenial juga diberikan konsep on the job training. Remaja diajak turun ke lapangan untuk diberikan tantangan tugas. Misalnya, membuat proyek kecil di suatu tempat yang membuat mereka secara tidak langsung belajar lebih banyak, tidak hanya kaitannya dengan ilmu pengetahuan tapi juga belajar bersosialisasi, dan melatih skill-skill yang lain. “Jadi tidak hanya konsep tapi langsung action,â€? imbuhnya. Dengan mudahnya generasi milenial untuk terakses dengan dunia digital. Sehingga media sosial bisa menjadi ancaman. Media sosial bisa menyusup ke pola pemikiran remaja. Maka penjajahan medsos perlu diwaspadai karena bentuk yang menarik bahkan informasi yang dibumbui racun yang tidak kentara masuk ke otak remaja. Kemudian mendoktrin tubuh dan pikiran sehingga sangat mudah mempengaruhi ke hal negatif. Remaja perlu dibekali filter agar tidak mudah percaya  terhadap suatu informasi. Dengan mengajak melakukan cek kembali terhadap informasi yang didapat. Ancaman lainnya adalah anak menjadi berorientasi pada sesuatu hal yang instan, ia menjadi tidak sabaran sehingga ketahanan mentalnya lemah. (may)Â
Pentingnya Imunisasi
Measles Rubella (MR) untuk Buah Hati SETELAH melaksanakan kampanye imunisasi JE (Japanese Encephalitis) beberapa bulan lalu, pemerintah kembali menggelar kampanye imunisasi Measles dan Rubella (MR) yang akan diadakan pada bulan Agustus-September 2018. Tujuan pelaksanaan imunisasi ini tak lepas dari komitmen pemerintah Indonesia mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella/Congenital Rubella Syndrome (CRS) tahun 2020. Menjelang bulan kampanye imunisasi MR bulan Agustus-September 2018, berikut beberapa informasi mengenai imunisasi MR. Apa Itu Measles dan Rubella ? Measles atau campak atau morbili merupakan infeksi virus akut yang sangat menular melalui droplet (percikan) dari bersin atau batuk pasien yang sudah terinfeksi virus. Gejalanya berupa demam, batuk, flu, mata merah dan berair, diikuti munculnya bercak kemerahan di kulit dan tanda khas berupa bercak putih di mulut (koplik’s spot). Komplikasi dapat berupa infeksi paru, gangguan pada jantung, dan peradangan pada otak, bahkan pada kasus yang berat dapat menyebabkan kematian. Measles sangat berpotensi menimbulkan wabah apabila cakupan imunisasi lemah. Jika berinteraksi dengan penderita, maka orang yang belum memiliki kekebalan terhadap measles hampir 90% dapat tertular. Rubella merupakan infeksi virus dengan gejala yang ringan yang dapat menyerang anak-anak atau dewasa muda. Gejalanya berupa lemas, batuk, demam yang tidak terlalu tinggi, gejala flu, muncul bercak kemerahan di kulit, berawal dari wajah lalu menyebar ke bagian tubuh bawah biasanya menghilang dalam 3-4 hari. Ditemukan juga bercak kemerahan di mulut (Forchheimer spot) dan pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher. Secara umum orang yang terinfeksi rubella nampak memiliki gejala yang ringan, namun mengingat efek yang ditimbulkan pada kehamilan, baik untuk Ibu maupun untuk janin sehingga vaksinasi penting untuk dilakukan. Infeksi pada ibu hamil dapat beraki-
BPM/ist
MR - Vaksin yang digunakan pada kampanye imunisasi MR merupakan vaksin hidup yang dilemahkan. Kondisi dimana vaksin tidak dapat diberikan adalah anak dengan sistem imun rendah akibat penyakit ataupun pengobatan seperti radioterapi, anak mengalami anemia, kelainan fungsi ginjal berat, kelainan fungsi jantung, dan adanya alergi terhadap komponen vaksin (gelatin, neomycin). bat keguguran, kematian janin dalam kandungan, atau bayi lahir dengan kelainan organ (cacat) yang dikenal dengan sindrom rubella kongenital, dapat berupa kelainan jantung, mata, telinga, kulit, ataupun gangguan tumbuh kembang anak. Bagaimana Pemberian Vaksin MR? Va ksin yang d igunaka n p ad a kampanye imunisasi MR merupakan vaksin hidup yang dilemahkan. Kondisi dimana vaksin tidak dapat diberikan adalah anak dengan sistem imun rendah akibat penyakit ataupun pengobatan seperti radioterapi, anak mengalami anemia, kelainan fungsi ginjal berat, kelainan fungsi jantung, dan adanya alergi terhadap komponen vaksin (gelatin, neomycin). Apabila ditemukan kondisi tadi sebaiknya anak dikonsultasikan ke dokter. Vaksin sebaiknya ditunda pemberiannya apabila anak dalam keadaan demam, batuk, pilek yang berat. Tentunya sebelum pemberian vaksin, anak harus diperiksa kondisinya. Bila anak sudah pernah mendapat
vaksin atau pernah terinfeksi campak/ rubella, apakah masih perlu mendapatkan vaksin? Program kampanye imunisasi MR menyasar anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun, dan vaksin wajib tetap diberikan tanpa melihat status imunisasi sebelumnya atau riwayat anak pernah terkena penyakit campak atau rubella sebelumnya. Melalui kampanye ini dapat memberikan proteksi tambahan untuk anak. Nantinya vaksin MR akan masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin nasional. Apa efek samping pemberian vaksin? Vaksin yang digunakan sudah mendapatkan rekomendasi dari WHO. Beberapa efek samping ringan dari vaksin dapat berupa nyeri atau kemerahan di daerah suntikan, demam, dan nyeri otot. Beberapa efek serius yang dapat muncul yakni kejang demam dan alergi. Penelitian menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara pemberian vaksin dengan munculnya autis pada anak. l dr. I Kadek Serisana Wasita,S.Ked.
�Be Confident!� Hai, terima kasih sudah mau bercerita sama Kisara yaa karena jika terus dipendam maka tidak baik pula bagi kesehatan baik fisik ataupun mental kamu nantinya. Jadi sebelumnya, kamu harus tahu dulu bahwa apa sih introvert yang dikatakan oleh teman-temanmu itu. Introvert itu adalah orang yang cenderung memproses segala sesuatu secara internal dan berpikir dahulu sebelum bicara dan lebih memilih apa yang perlu diungkapkan pada orang lain ataupun tidak. Nah, jadi untuk kamu sendiri, mungkin karena awal sekolah jadi kamu masih merasa bahwa kamu
belum mau mengungkapkan apapun kepada orang yang baru kamu kenal seperti teman barumu di kelas. Jadi kalau kamu mau memulai, kamu bisa memulainya dengan tegur sapa kecil kepada orang dekat yang kamu ajak duduk dulu, setelah itu baru mengobrol kecil dan berusaha mendekatkan diri ke mereka lewat obrolan-obrolan kecil. Lalu mengenai percaya diri, kamu tahu kan bahwa percaya diri dapat diartikan sebagai meyakinkan pada kemampuan dan penilaian diri sendiri dalam melakukan aktivitas dan memilih pendekatan yang efektif. Jadi kamu itu masih belum percaya
diri dengan anggapan bahwa penampilanmu, gayamu yang tak seperti mereka. Nah coba dipikirkan, kamu di sekolah mendapatkan seragam yang sama dengan seluruh temantemanmu, jadi penampilan yang kamu tampilkan setiap harinya sama seperti apa yang dikenakan oleh teman di sekolahmu. Tidak ada yang membedakan, karena kamu dan temanmu adalah seorang remaja yang samasama bersekolah menuntut ilmu di sekolah, tidak ada yang membedakan. Nah, untuk sedikit masukan nih, jika mau, coba kamu berkenalan dengan beberapa teman di kelasmu, karena
memiliki teman adalah salah satu support system bagi kamu untuk bersemangat bersekolah. Setelah kamu memiliki support system, maka kamu akan lebih welcome dan lebih merasa lega karena dengan adanya teman kamu bisa saling sharing mengenai bagaimana penampilanmu di hari ini, bagaimana dengan pembelajaran yang telah dijalani sepanjang hari sepert itu agar tampil PD. Jadi sekarang semua pilihan ada pada dirimu sendiri, mau memiliki support system di sekolahmu agar kamu makin PD atau masih akan tetap seperti itu sampai lulus nanti.
Minggu Pon, 22 Juli 2018
Capricorn Minggu ini kurang bergairah karena hawa malas yang menyerang diri Anda, sehingga tampak sulit untuk berkonsentrasi meskipun sebenarnya banyak celah yang bisa dimanfaatkan. Pandai-pandailah menarik simpati atasan, jangan malah membuat kesalahan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Pengeluaran masih dalam batas kewajaran, untuk itu tak perlu cemas. Asmara: Tak perlu berlagak di depannya karena hanya akan membuat diri Anda menjadi kerdil dalam pandangannya. Aquarius Jangan takut untuk merealisasikan rencana penting di minggu ini, karena semua faktor masih men-support Anda. Yang penting keseriusan harus tetap dipertahankan. Cobalah bicara seperlunya saja, itu akan lebih baik daripada Anda bicara banyak dan ngelantur entah ke mana. Jangan ragu untuk berani mengeluarkan modal, mumpung situasinya masih memungkinkan. Asmara: Jangan ragu dengan kesungguhan hati Anda, yakinlah dengan kelebihan yang ada dalam diri sendiri. Pisces Cobalah untuk selalu serius pasti akan lain hasilnya. Order sudah mulai mengalami penurunan, maka dari itu prestasi kerjanya harus lebih ditingkatkan lagi. Sesuatu yang sudah Anda putuskan sebaiknya Anda tak perlu ragu lagi untuk mempertahankannya. Jangan sembrono jika tidak segalanya bisa runyam jadinya. Asmara: Jangan hanya bikin hatinya jengkel, alangkah baiknya jika sekalisekali memberinya surprice. Aries Walaupun tampak tenang tetapi sebenarnya situasi masih bergolak, sehingga kalau tidak waspada dan sembrono maka masalah baru yang cukup rumit akan Anda terima. Dalam mengeluarkan perkataan perlu diwaspadai, jangan asal bicara tanpa piker panjang. Pandai-pandailah menyimpan dana yang ada, tak perlu mengharap hasil yang belum pasti. Asmara: Kesempatan untuk menarik simpatinya, cobalah bicara sehalus mungkin. Taurus Usahakan untuk bersikap sewajarnya saja, tempatkan segala sesuatunya pada proporsi yang benar, agar tidak ada ganjalan sehingga segalanya berjalan dengan lancar. Semangat tak perlu kendor karena omongan orang yang belum tentu kebenarannya. Pengalaman buruk yang dapat menimbulkan pemborosan sebaiknya bisa dihindari. Asmara : Berpikirlah positif sehingga bisa terhindarkan dari perasaan gelisah yang cukup menyiksa. Gemini Minggu ini banyak peluang yang terbentang di depan mata. Sehingga motivasi harus tetap dipertahankan dan cara kerja perlu ditingkatkan lagi. Kesempatan untuk meraih sesuatu yang selama ini tidak mungkin diraih mulai terbuka kembali. Hasil yang Anda harapkan masih jauh dari harapan untuk itu jangan menghambur-hamburkan dana yang ada. Asmara : Menjadilah yang terbaik dari yang baik dan jangan membuat sakit hatinya. Cancer Cukup banyak kesempatan yang terbuka dan dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Cobalah lebih konsentrasi dan jeli dalam melihat suatu peluang, agar tidak ada yang tersia-siakan. Terus menjalin komunikasi yang baik dengan atasan Anda. Pemasukan cukup baik dan membikin hati tenang. Asmara: Pertahankan suasana yang lebih indah dan menyenangkan ini, dengan selalu menuruti segala keinginannya. Leo Minggu ini masih menyenangkan, walau begitu sebaiknya segera Anda pikirkan bagaimana caranya untuk meningkatkan prestasi kerjanya karena mulai ada penurunan yang tidak Anda sadari. Berhati-hatilah dalam menentukan pilihan, jika tak ingin menyesal di kemudian minggu. Jangan biarkan pengeluaran membengkak tanpa ada iktikad untuk meredamnya. Asmara : Tanamkanlah sikap saling percaya dan yang paling penting yaitu kesabaran dalam menghadapi semua cobaan yang menerpa. Virgo Sesulit apapun masalah yang sedang dihadapi masih saja bisa teratasi. Sebab peruntungan sudah bertambah mujur, hanya saja harus lebih waspada dengan masalah yang muncul secara tiba-tiba. Jangan sampai timbul anggapan bahwa diri Anda ini hanya pandai bicara saja. Cukup baik dan stabil, bila ingin berspekulasi yang terlalu berisiko sebaiknya ditunda dulu. Asmara: Cobalah untuk lebih bersabar, dan memandang masalah dari beberapa sisi jangan hanya satu sudut pandang saja. Libra Apa yang Anda bayangkan belum tentu seperti kenyataan yang ada untuk itu janganlah sembrono terutama dalam memberi kepercayaan kepada seseorang sebaiknya benar-benar telah Anda pertimbangkan dengan masak agar tak sampai muncul penyesalan di kemudian hari. Jangan salah dalam mengartikan anggukan kepala dari seseorang. Masih belum ada peningkatan yang signifikan, harap bersabar. Asmara : Hindari bersikap kasar jika tak ingin suasana akan berubah seperti pasar. Scorpio Kalahkan perasaan takut yang tidak cukup beralasan itu, agar semua kesempatan yang datang bisa ditindaklanjuti dengan sepenuh hati. Jangan biarkan orang lain merongrong dengan ancamannya, bersikaplah lebih tegas lagi. Walau pas-pasan, tetapi suasana hati bisa dibilang lebih tenang. Asmara : Tetaplah bersabar meski terkadang ucapannya cukup pedas juga. Sagitarius Meskipun suasana minggu ini lebih menguntungkan sebaiknya Anda tetap berhati-hati, terutama dalam mengambil keputusan penting sebaiknya telah dipikir seribu kali. Jangan terlena hanya mencari keuntungan saja lalu mengabaikan risiko yang harus Anda tanggung. Masih cukup banyak rekan yang antipati terhadap kerja Anda, tetaplah bersabar. Jangan mencemaskan kondisi keuangan Anda, karena pemasukan masih terus mengalir. Asmara: Jangan berpikiran negatif karena hal itu Diasuh Oleh hanya akan menPutri Wong Kam Fu jadi beban pikiran Berlaku : 22 - 28 Juli 2018 Anda saja.
Refleksi
5
Membentuk Diri Melalui Pergaulan
tyaja durjana-samsargam bhaja sadhu-samagamam kuru punyam ahoratram smara nityam anityatah (Canakya Niti Sastra 14.19) “Tinggalkanlah pergaulan dengan orang-orang jahat, carilah pergaulan dengan orang-orang suci. Lakukanlah perbuatan mulia yang menguntungkan Atma (roh) siang-malam, dan renungkanlah senantiasa hal-hal yang bersifat kekal abadi dan halhal yang bersifat sementara.” Seharusnya semua sudah menyadari keberadaan diri sampai saat ini merupakan bentukan dari pergaulan lekat diri dengan lingkungan. Seseorang menjadi dokter karena lingkungan atau pergaulan dekatnya adalah orangorang yang paling tidak menginspirasi hal-hal tentang kedokteran sehingga ia memutuskan untuk menjadi dokter. Barangkali yang lain dekat dengan pergaulan bisnis, kesadarannya pun terarahkan ke bisnis sehingga memilih kuliah jauh-jauh dari rumah untuk memperdalam ilmu bisnis. Bahkan mungkin tidak cukup S-1, ia melanjutkan ke S-2 dan seterusnya. Ia ingin mencapai yang terbaik dan terpuncak dalam bidangnya tersebut. Yang pergaulan lengketnya adalah dengan orangorang yang suka segala sesuatu tentang Russia misalnya, maka ia memilih belajar bahasa Russia dan pergi ke Russia. Sarasamuccaya menegaskan kekuatan pergaulan. Walaupun memiliki hanya sedikit sifat baik atau pengetahuan, jika mendapat kesempatan bergaul dekat dengan orang yang memiliki sifat baik mulia atau tinggi pengetahuannya, maka sifat baik dan pengetahuannya pasti menjadi semakin bertambah (yadyapin akedika ktikang guna, yan irika sang wwang maguna, lot masangsarga lawan sang maguna kuneng, lumra ya mangkin awuwuh). Bagaikan minyak yang
Redaktur Khusus MIMBAR
HINDU I Gusti Ketut Widana Ketika seseorang terlahir atau dilahirkan, entah itu pada keluarga siapa, dengan orang tuanya bagaimana, apakah berkeadaan normal atau cacad, kaya atau miskin, beragama A, B, C atau lainnya, semuanya begitu rupa terjadi menjadi bagian dari perjalanan awal kehidupan di dunia. Tak ada satu pun yang namanya makhluk hidup ciptaan-Nya memiliki hak atau kuasa untuk memilih bagaimana seharusnya keadaan diri sesuai keinginan. Semuanya (harus) diterima apa adanya sebagai kehendak Tuhan Sang Maha Pencipta lagi Maha Kuasa. Hendak mengelak, apalagi menolak tidaklah mungkin, kecuali pada kehidupan sekarang terus berikhtiar mengarahkan karma semakin baik. Andai saja bisa dan diberi kesempatan memilih, tentunya setiap orang akan menentukan pilihan terbaik menurut keinginannya, semisal dilahirkan pada keluarga baikbaik, berkeadaan normal, kaya
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
menetes di atas permukaan air (kadi rupanikang lenga tumiba ring wwai), menjadi menyebar dan meluas. Pergaulan membentuk dan mengarahkan sifat atau pengetahuan. Pergaulan adalah “bunglon”. Ia membentuk dan menjadikan orang seperti pergaulan itu sendiri. Sentuhan “pergaulan” bunga menyebabkan tanah, air, minyak dan kain mempunyai aroma wangi yang sama dengan wangi bunga (nahan yamboning sekar, antular mara ring dodot, wwai, lenga, lemah, maka nimitta pasangsarganya, lawan ikang kembang). Demikian Sarasamuccaya menyamakan pergaulan dengan aroma wangi bunga yang bisa tertular pada kain, air, minyak, dan tanah. Resi Canakya memberikan arahan pergaulan demi pembentukan diri. Ada sadhu-sanga (bergaul dengan orang baik-baik) dan ada durjana-sanga (bergaul dengan orang tidak baik). Pilihan diberikan jelas, baik atau tidak baik. Jika orang memilih untuk menjadi baik, ia memilih pergaulan sadhu sanga. Memilih untuk menjadi tidak baik, maka pilihannya adalah durjana sanga. Tentu saja pergaulan tidak berarti hanya pergaulan luar, yang lebih penting lagi justru adalah pergaulan jiwa. Pergaulan sehari-hari yang dilakukan seharusnya adalah pergaulan jiwa dan bukan hanya bertemu “apa kabar”. Jika pergaulan dilakukan hanya pergaulan luar, bertemu dan jalanjalan atau melakukan tugastugas bersama-sama barangkali memberikan pengaruh baik, akan tetapi hasil pergaulan baik tersebut dapat seketika punah lenyap tanpa bekas dalam sekejap ketika mendapatkan pergaulan dur-
dirinya dan tidak meluluhkan dirinya dalam pergaulan. Untuk itu, rahasianya adalah, jiwa tidak “diserahkan” untuk dilekatkan dalam pergaulan. Hanya teknik pergaulan seperti itu yang dapat menyelamatkan orang dari pengaruh negatif pergaulan. Berbeda ketika orang beruntung mendapatkan pergaulan sadhu (pergaulan dengan orang baik-baik). Sadhu sanga juga disebut sujana sanga yang mempunyai arti berseberangan dengan durjana sanga. Jana artinya orang (biasa). Durjana artinya orang tidak baik, sedangkan sujana artinya orang baik-baik. Pada durjana sanga, yaitu pergaulan dengan orang-orang tidak baik, kelekatan jiwa hendaknya dihindari sedangkan pada pergaulan sujana sanga, bergaul dengan orang baik-baik, di sana kesertaan dan kelekatan jiwa justru diperlukan. Hanya ketika jiwa ikut serta di dalam pergaulan maka orang akan menjadi pergaulan itu sendiri, atau menjadi bagian dari pergaulan. Mereka yang berbahagia mendapatkan kesempatan bergaul dengan orang baik dan mulia, maka kesertaan serta kelekatan jiwa hendaknya menyertai pergaulannya tersebut. Bahkan pergaulannya patut dilakukan “siang dan malam”. Resi Canakya menegaskan “kuru punyam ahoratram”, - lakukan hal-hal mulia dan menyejahterakan hidup yang lain siang dan malam. Kata ahoratram menunjukkan perbuatan mulia tersebut hendaknya dilakukan siang dan malam tanpa lelah dan tanpa keluhan. Itulah yang akan mengantarkan kemuliaan hidup orang. Melakukan kemuliaan demi yang lain, selalu mengangkat hidup yang bersangkutan lahirbatin. Ia memberikan hasil nyata. Menjaga pergaulan sujana sanga hendaknya disertai pemahaman bahwa di dunia ini ada yang langgeng dan ada yang tidak langgeng. Dalam pergaulan sujana sanga atau sadhu sanga, hal-hal yang langgeng dan yang mengantarkan untuk mencapai kelanggenganlah yang dihasilkan. Pergaulan durjana sanga
memberikan pengaruh dan arahan tidak baik, menjadi pengantar hal-hal yang tidak langgeng. Bagaikan menggenggam angin di tangannya erat-erat, apakah yang orang dapatkan? Hanya angin, hanya kosong, dan hanya khayalan keberhasilanlah yang dapat dibanggakan oleh mereka yang lelap dalam pergaulan durjana sanga. Pergaulan sadhu atau sujana mengantarkan pada pencapaian amerta kekekalan. Ia hendaknya menjadi pilihan orang untuk menjalani hidup di dunia khayal mayapada ini. Kalau tidak, orang hanya akan berhasil menjadi orang yang berbangga menggenggam angin erat-erat di dalam genggaman tangannya karena ia hanya menggenggam kegagalan. Hanya pergaulan sujana sanga yang mengantarkan orang pada keberhasilan “menggenggam berlian” dalam genggaman tangannya, “menggenggam kesejatian hidup”. Sadhu sanga juga adalah sat sanga (pergaulan kebenaran sejati). “Yadi sat-sanga nirata”, jika orang melekatkan dirinya dalam pergaulan sujana/sadhu/ sat-sanga, memberikan waktunya untuk mendapatkan pergaulan indah mulia seperti itu, maka di sana ada keberhasilan hidup, bhavisyasi... bhavisyasi... engkau akan berhasil, engkau akan sukses, engkau akan terbimbing ke arah jalan pencapaian kekekalan, moksa. Sebaliknya ketika orang mendapatkan atau bahkan lekat lelap dalam pergaulan durjana sanga maka apakah yang akan terjadi? Patisyasi... patisyasi..., engkau akan gagal dalam hidupmu, engkan akan jatuh terpuruk dalam hidupmu. “Lem perekat” pergaulan mulia sadhu sanga adalah smara nityam anityatam, yaitu selalu sadar pada yang kekal dan yang tidak kekal. Mereka yang memahami yang kekal akan memantapkan pergaulan sadhu/ sujana/sat-sanga, sehingga tidak menjadikan pergaulannya sebagai entertainment atau hiburan semata, melainkan menjadi jalan untuk mencapai tujuan hidup “sekala-niskala”.
kata orang bijak manusia bisa merencanakan namun Tuhan jua yang menentukan sebagai bagian dari karma, termasuk hidup, rezeki dan kematian. Pendeknya, apapun pilihan hidupnya, yang pasti terlahir sebagai manusia sudah menjadi pilihan Tuhan untuk memberikan kesempatan kesekian kali memanfaatkannya sebagai anak tangga menuju penyempurnaan, setidaknya perbaikan guna mengentaskan asubhakarma menjadi subhakarma, dengan harapan kelak memperoleh pahala surga, jika mungkin mencapai moksa. Hal ini dengan jelas disuratkan dalam kitab Sarasamuscaya sloka 2, 3, 4, dan 8 : “diantara segala makhluk hidup, hanya yang dilahirkan menjadi manusia sajalah yang dapat melaksanakan perbuatan baik ataupun buruk, leburlah ke dalam perbuatan baik segala perbuatan yang buruk itu; demikianlah guna (pahalanya) menjadi manusia; oleh karena itu janganlah sekali-kali bersedih hati sekalipun hidupmu tidak makmur; dilahirkan menjadi manusia itu hendaklah menjadikan kamu berbesar hati,
sebab amat sukar untuk dapat dilahirkan menjadi manusia, meskipun kelahiran hina sekalipun; menjelma menjadi manusia itu sungguh-sungguh utama, sebabnya demikian karena ia dapat menolong dirnya dari keadaan sengsara (lahir dan mati berulang-ulang) dengan jalan berbuat baik, demikianlah keuntungannya dapat menjelma menjadi manusia; kelahiran menjadi manusia (orang) pendek dan cepat keadaannya itu, tak ubahnya dengan gerlapan kilat dan amat sukar diperoleh; oleh karena itu gunakanlah sebaikbaiknya kesempatan menjadi manusia ini untuk melakukan penuaian dharma, yang menyebabkan musnahnya proses lahir dan mati, sehingga berhasil mencapai surga”. Makna tersirat suratan sloka Sarasamuscaya di atas menginspirasi setiap umat untuk tidak patut lagi berbicara tentang siapa dan menjadi apa diri kita dalam kehidupan sekarang, melainkan bagaimana mengisinya dengan ikhtiar dan itikad baik agar semakin hari bertambah benar jalan hidupnya. Hidup yang semakin meningkatkan derajat manawa (manusia) menjadi madhawa (berkarakter kedewataan), tidak lagi terjerembab ke dalam kubangan danawa (mengunggulkan
sifat keraksasaan). Lebih-lebih lagi kesempatan hidup sebagai manusia dikatakan sangat utama dengan durasi waktu singkat, seperti sekelebat kilat. Begitu waktu lewat dengan cepat kesempatan memperbaiki diri melesat, bisa telat atau terlambat merealisasikan amanat menaikkan harkat, dan derajat sebagai umat yang taat dan bermartabat. Karenanya sebelum hitungan waktu kehidupan tamat, ada baiknya setiap umat mempunyai kiat untuk selalu memilah dan memilih apa yang sepatutnya ditingkatkan dan apa pula yang seharusnya diistirahatkan. Untuk yang ditingkatkan pastinya hal-hal yang berhubungan dengan kualitas rohani (spirituality), sementara untuk yang penting diistirahatkan, apalagi jika umur kian bertambah uzur, tiada lain hal-hal yang berkaitan dengan kuantitas pemenuhan jasmani atas kebutuhan materi, yang jika dituruti akan semakin menggerogoti (pikiran, jiwa, dan badan). Melepas bebaskan tubuh dari ketergantungan materi merupakan pilihan hidup terbaik di setiap pertambahan usia, hingga akhirnya usai sudah kesempatan memilih apapun, kecuali dengan pasti memilih kembali pada-Nya.
dan tabiat yang baik, sehingga memancing empati dan simpati orang lain. Syukur pemuda yang tadinya tidak dikenal banyak orang karena terlahir dan besar di sebuah dusun kecil Karang Pengsor, Lombok Utara, mengubah pandangan dunia tentang Indonesia. Ya, prestasi Lalu Muhammad Zohri yang diukir dalam sprint 100 meter di Finlandia dalam Kejuaraan Atletik Yunior Dunia U 20, menyadarkan kita semua bahwa banyak potensi bangsa yang belum tergali dan dimunculkan,“ ulas Rubag bangga. “Di tengah ketercenganganku menyaksikan video kehebatan Zohri di facebook, tiba-tiba muncul keprihatinan. Sebab setelah menembus garis finish, dua pelari peringkat 2 dan 3, Anthony Schwartz dan Eric Harrison dapat tepuk tangan dari pinggir lapangan serta di leher hingga punggung keduanya terselempang The Star Spangled Banner, bendera AS, sementara Zohri kelihatan bertepuk tangan sendiri sambil berlari celingak-celinguk, mungkin mengharap ada yang menyodorkannya Sang Saka Dwiwarna. Baru pada Kamis (19 /7) lalu, kubaca di media daring bahwa seorang pelatih Asosiasi Atletik Polandia, Marcin
Gora mengaku menyodorkan bendera negaranya pada pelari kita. Terpaksa kukutip penjelasannya dalam bahasa aslinya, Inggris, ‘ The person who gave flag to Zohri was me, technical leader during this champsionships. It was the moment when I thought I can help him. Then I cried him, hey Indonesia, and throw Polish Flag, as you know very similar to Indonesian ‘. Wah, kalau benar apa yang dikatakannya, itu cermin toleransi, simpati dan penghargaan, kendati atletnya sendiri tidak berhasil dalam lomba itu. Mungkin sikap rendah hati dan kesederhanaan Zohri membuat Marcin Gora bersimpati,“ tutur Wahyudita. “Kalau boleh aku berkomentar, Zohri berlari sendiri, berusaha keras sendiri, menang sendiri dan tepuk tangan sendiri. Ketika diwawancarai dalam akun berbagi video International Association of Athletic Federations, dia mencurahkan isi hatinya. Saya sangat bangga terhadap apa yang saya dapatkan hari ini. Sangat luar biasa bagi saya. Sangat bangga bisa mengukir sejarah bagi Indonesia. Jadi, kalau tidak mau disebut nyinyir dan rempong, sebaiknya masalah bendera jangan terlalu
diributkan. Mari dari sekarang kita belajar menjadi bangsa yang baik, rukun dan bersatu. Mungkin karena disihir kejuaraan dunia sepak bola dalam kurun waktu yang sama, kita seakan melalaikan perjuangan gigih Zohri di negeri yang jauh. Bukan hanya dia yang bangga, seluruh warga bangsa ini juga sangat bangga atas prestasi Zohri yang mengagumkan. Bahkan Presiden Joko Widodo merasa malu, ketika Zohri diwawancarai wartawan, ingin ke istana untuk bertemu dengan orang besar. Orang besar itu bukan di istana, tapi Zohri sendiri, sanggah Jokowi. Dengan segala keterbatasan dan kekurangan fasilitas, namun berkat ambisi besar, kerja keras dan kegigihan bisa memenangkan kejuaraan dunia lari 100 meter, sambung Presiden yang selanjutnya mengajak Zohri keliling Istana Bogor melihat kandang kuda dan Taman Teratai. Ya, kisah real pemuda miskin dari Lombok Utara tersebut berhasil menyaingi filem anime Jepang bertema , From Zero to Hero! Dari bukan apa-apa menjadi pahlawan hebat! Kisah nyata ini benar-benar inspiratif bagi bangsa Indonesia, “ komentar Turah Kesuma.
MIMBAR AGAMA
Hidup Bukan Pilihan
raya, selalu dalam keadaan sejahtera-bahagia, lahir bathin. Begitu harapan semua orang untuk memilih kehidupan terbaiknya. Persoalannya, hidup bukanlah pilihan, tetapi suatu keadaan yang telah ditentukan sesuai karma wasana yang menjadikan setiap manusia sedemikian rupa adanya. Hanya saja, meski hidup bukan pilihan, tetapi ketika hidup sudah dimulai, tumbuh berkembang dalam putaran roda kehidupan, tentunya tak pernah lepas dari pilihan-pilihan, disebut pilihan hidup. Pilihan hidup itu bisa dipilih sesuai keadaan, kemampuan dan kesempatan. Apakah pilihan yang diinginkan akan sesuai pilihan atau malah tersisih dari yang semestinya dipilih, lalu merasa pedih dan bersedih, ternyata banyak faktor turut memengaruhi dan menentukan. Contoh, pilihan bersekolah tingkat SD-SMA, setiap calon siswa boleh memilih, tetapi bisa saja tersisih lantaran tergantung pada prestasi, status ekonomi dan zonasi; lalu mencari pekerjaan, selain prestasi juga dipengaruhi relasi; apalagi memilih pasangan hidup,
From Zero to Hero! ANAK muda usia 18 tahun dari Indonesia itu ditempatkan di lintasan ke delapan. Sebuah jalur paling luar yang lazimnya untuk atlet yang kurang diperhitungkan dalam lomba lari cepat atau sprint bertaraf internasional atau dunia. Sementara yang difavoritkan menempati lintasan tengah, keempat dan lima, yang saat itu diisi pelari dari Amerika Serikat. Ternyata yang diremehkan melesat dan mencapai garis finish 100 meter dalam tempo 10.18 detik, sedangkan yang diunggulkan tiba belakangan, yakni 10.22 detik. “Makanya jangan membiasakan diri meremehkan orang! Apa pun yang tercipta dan ada di dunia, harus dihargai dan diberi makna. Ingat dialog imajiner tentang lubang pantat yang diremehkan anggota tubuh lain. Akhirnya Si Ass Hole marah lalu menutup saluran pembuangan akhir, menyebabkan jiwa melesat dari tubuh akibat tidak bisa berak dan kentut berhari-hari. Karenanya untuk sesama warga bangsa,
jana. Segala kebaikan akan terlupakan dalam satu detik setelah mendapatkan pergaulan durjana. Kekuatan durjana sanga tidak dapat diukur, khususnya ketika hal-hal tidak baik disentuhkan melalui kemasan kebaikan, misalnya dibelikan laptop atau hp bagi remaja, dibelikan rumah bagi orang-orang tua, dibelikan permen atau boneka bagi anakanak. Banyak cara durjana sanga mengarahkan dan mengalahkan orang baik-baik. Tyaja-durjana samsargam, tinggalkanlah pergaulan lengket dengan orangorang tidak baik, khususnya ketika hal-hal tidak baik disentuhkan melalui kemasan kebaikan. Pergaulan lengket yang dimaksud adalah ketika jiwa ikut di dalamnya. Jika hanya badan yang hadir dalam pergaulan, ia tidak dikatagorikan sebagai lengket atau lekat. Ia hanyalah pergaulan “sesi ramah tamah” dalam hidup yang memang seharusnya tetap dilakukan dan dijaga oleh setiap orang. Banyak yang mendapat kritikan ketika berteman dengan kawan yang suka berjudi atau mabuk-mabukan. Orang harus menjaga pergaulan, dan tidak boleh meninggalkan pergaulan. Yang perlu dijaga ketat adalah agar pergaulan yang dilakukan tidak harus pergaulan yang lekat jiwa dan raga, yang cendrung membentuk orang menjadi seperti pergaulan itu sendiri. Itulah yang namanya sanga, pergaulan lekat yang menyebabkan orang menjadi bagian (anga) dari pergaulan tersebut, karena “engkau adalah pergaulanmu”. Ketika jiwa tidak ikut lekat di dalam pergaulan maka pergaulan adalah kewajiban menjaga hubungan pertemanan yang harus dilakukan dengan jujur. Tidak berarti kawan pergaulan main game pagi-siang-malam maka dia juga harus kecanduan main game. Pergaulan dengan orang-orang merokok, tidak berarti orang itu juga harus merokok, main judi, dan lain-lain. Orang bijak akan bergaul sebagai “aku adalah aku” yang artinya, ia tetap mempertahankan jati
brolan BALE BANJAR ARIDUS kita harus saling menghargai tanpa membedakan gender, suku, agama dan status sosialnya, agar bangsa lain juga menghargai kita. Iri hati, dengki dan curiga yang melahirkan kepo, nyinyir dan rempong perlu dihapus dari hati, agar kita tidak melecehkan satu sama lain. Ingin dihormati dan dihargai bangsa lain, harus dimulai dari penghargaan terhadap sesama warga bangsa. Termasuk kehormatan diri sendiri seyogyanya dimulai dari sikap
Bali
6
Redité Pon, 22 Juli 2018
Kasenian Gambuh
Sesolahan ”Kolosal” sané Mabasa Kawi BALI wantah genah sané kasub kantos mancanégara pinaka genah tetujon wisata, yadiastun kahanan wewidanganipun kaucap alit katimbang pulo tiosan sané kasub ring sajebag Indonesia. Sané ngangobin manah, parindikan sané ngawinang Bali kasubboya ja kalewihan jagat utawi palemahanipun kémanten, nanging taler makudang-kudang wangun budaya sané kadruénang krama pinaka tetamian saking para panglingsiripun. Sinalih tunggilnyané marupa makudang-kudang wangun sesolahan kuna sané kantun kalestariang kantos mangkin. Wénten makudang-kudang soroh sesolahan sané patut kalestariang kahanannyané, sakadi sesolahan Gambuh. Ngeninin indik sesolahan inucap, Dr. I Nyoman Cerita SST., M.FA., pragina taler akademisi ring ISI Denpasar maosang, gambuh wantah sesolahan kuna sané akéh madué parindikan taler tetuek becik sajeroning pakraman. Sesolahan punika kantun kapanggihin ring Bali duaning gambuh ketah kasolahang pinaka sesolahan wewali ring upacara yadnya sané kairingang antuk gamelan sané madaging suling sané lantangipun kantos ameter duang dasa senti pinaka cecirinipun. Taler ngawigunayang piranti sané kawastanin Gumanak utawi sarana gamelan sané madaging antuk kalih bebilahan kémanten. Gumanak punika sané jagi ngamedalang suara tembang tabuh sané becik tur nyinahang taksu miwah tenget sesolahan inucap. Ngeninin indik akéh jejangkepan pragina sané jagi masolah ring gambuh, dané maosang kiranglangkungnyané wantah petang dasa diri. Minakadi wénten sané manados Condong, Kakang-kakang, makasami Arya, Tumenggang-tumenggung, Panji, Rangga, Prabu Kaon, Prabu Becik, Mahapatih miwah sané siosan. Prasida taler kidikan malih manut lakon utawi lelampahan sané kasolahang sané jagi nyantenang sapasira kémanten
tokoh sané patut kasolahang. “Wénten tokoh sané patut kasolahang sapunapi ja lelampahan inucap. Minakadi Condong, Kakang-kakang, Galuh, Panji, Tumenggang-tumenggung, Arya, Prabhu, Panasar taler parekan. Sangkaning pragina sané masolah punika akéh, sinah sesolahan gambuh puniki prasida kaucap dados kasenian kolosal,” baos dané. Nyoman Cerita malih nartayang, ring parikrama sesolahan gambuh, lelampahan sané kasolahang ketah satua “roman”. Indik basa basita sané kabaosang olih tokoh nénten ngawigunayang Basa Bali, nanging ngawigunayang Basa Kawi. Wantah para parekan sané mabasa Bali, duaning parekan inucap sané ngartos daging bebaosan para tokoh miwah sané mabebondresan ring pamargi sesolahan gambuh inucap. Ngeninin indiké punika, I Made Djimat, pragina gambuh taler manggalaning Sekaa Gambuh Panti Pusaka Budaya saking Batuan, Sukawati, Gianyar maosang, basa basita inucap kawastanin ucap-ucap sané dagingipun nganutin saking lakon sané kasolahang sané majanten ngawigunayang Basa Kawi. Sangkaning punika, sesolahan gambuh ketah kaucap pinaka sesolahan sané pinih méweh kaplajahin duaning soang-soang praginané patut nelebin ucap-ucap Basa Kawi. Nénten sakadi sendratari sané wénten juru raos, ring gambuh sekancan ucap-ucap kabaosang olih praginannyané sinambi masolah. “Sané patut taler katelebang wantah paileh wiadin pakem-pakem sesolahanipun, duaning punika wantah sinalih tunggil wangun sesolahan kuna sané majanten madué pakemnyané sakadi sesolahan kuna marupa wayang wong wiadin parwa miwah calonarang. Sakéwanten nénten sakadi wayang wong miwah parwa sané ngawigunayang tapel tatkala masolah, sesolahan gambuh wantah mapayas nganutin sapasira tokoh sané kasolahang,” dané maosang. (was)
Bencingah
Dudonan Upacara Yadnya KASENIAN tradisional majanten patut kalestariang kawéntenanipun, napi malih sané madaging makudang-kudang parindikan taler pitutur sané becik miwah dados pangawit saking wangun sesolahan sané tiosan. Majanten, ngutsahayang kasenian punika mangda nénten punah wantah kapatutan sané kamargiang olih krama sané naminin, asapunika taler indik sesolahan gambuh. I Made Djimat maosang, kawéntenan kasenian kuno inucap kantun kapanggihin kantos mangkin duaning ketah kasolahang ring makudang-kudang parikrama upacara, utamanipun déwa yadnya. Minakadi sané kamargiang ring wewidangan Désa Batuan, sesolahan gambuh dados sinalih tunggil daging schédule utawi dudonan saking upacara yadnya sané kamargiang. “Tatkala punika ketah kapanggihin kapatutan mangda nyolahang sesolahan gambuh kasarengin antuk nabuhang gong gambang, gong selonding, gong saron, semar pagulingan miwah makekidungan,” baos dané. Pragina gambuh sané embas ring Batuan, 5 Oktober 1949 puniki malih maosang, lakon sané ketah kasolahang nganutin soroh upacara yadnya sané kamargiang. Minakadi tatkala gambuh kasolahang ring upacara yadnya ring pura rumasuk ring karya Panca Wali Krama utawi piodalan, sinah lakon sané kasolahang indik Ida Sang Prabu nangun karya. Yéning wantah upacara pawiwahan adat Bali sakadi sané ketah kamargiang ring Puri Ubud utawi Puri Gianyar, sinah sané kasolahang wantah Raden Panji mapawiwahan sareng Putri Langkirsari miwah sané siosan. Sios saking nyolahang gambuh, nglestariang seni gambuh taler kamargiang sangkaning nyungsung pratima pagegambuhan. “Sakadi ring pura sané wénten ring wewidangan Baturiti, irika nyungsung gelungan gambuh kuna kantos mangkin. Ri kala piodalan, majanten Ida kaaturin medal. Tatkala punika sinah tiang sareng sekaa rumasuk juru tabuh ngayah masolah saha mundut pratima marupa gelungan inucap,” manggalaning Sekaa Gambuh Panti Pusaka Budaya puniki nguningayang. (was)
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
singid
1.
si\id/,
2.
singkuh
2.
si\С;,
3.
singsal
3.
si\uæl/,
4.
singsé
4.
sie\uæ,
5.
sipeng
5.
sip%,
6.
sirna
6.
s^x,
7.
sisu
7.
sisu,
8.
soda
8.
esod,
9.
solah
9.
esol;,
10.
soméh
10.
esoem;,
BPM/was
GAMBUH – Kawéntenan sesolahan gambuh ring masané mangkin arang pisan kapanggihin. Yadiastun asapunika, kantun akéh sané kayun nglestariang kasenian inucap. Pidabdabnyané taler mabina-binayan nganutin dresta wiadin tata-titi sané mamargi sajeroning genah sesolahan inucap kalestariang.
Panglimbak Sesolahan Gambuh
Ngawit Warsa 1400, Ngamedalang Calonarang miwah Arja PINAKA sinalih tunggil wangun sesolahan kuna, majanten gambuh sampun ketah kapanggihin ring pakraman saking nguni. Yadiastun kahanannyané sané mangkin sampun matungkalikan utawi sayan arang kasolahang, nanging ring makudang-kudang wewidangan, gambuh kantun kapanggihin tur kalestariang kawéntenanipun. Pinaka sinalih tunggil wangun sesolahan Bali, majanten sesolahan gambuh ngawinang kawéntenan soroh budaya Baliné sayan akéh, napi malih akéh pisan daging tetuek sajeroning sesolahan inucap. Mawinan mabuat pisan yéning sesolahan puniki katelebin olih para krama utamanipun para yowanané, yadiastun sujatiné kahanan sesolahan inucap kantun kasor antuk kahanan sesolahan calonarang sané pungkuran puniki sayan kasenengin krama. Maosang indik gambuh, patut taler kabaosang indik sapunapi kawéntenan miwah panglimbak kasenian inucap kantos wénten ring Bali pinaka sinalih tunggil sesolahan kuna. I Nyoman Cerita maosang, gambuh wantah sinalih tunggil sesolahan sané pinih lingsir tuuhnyané. Duaning manut saking runut sejarahipun, gambuh boya ja sesolahan sané kakaryanin ring Bali sajabaning rauh saking Jawi ka Bali. Punika kamargiang sangkaning kahanan panegara Majapahité sané sampun makaon ring Jawi tatkala warsa 1400an, tatkala punika akéh krama Jawi ngungsi ka Bali kasarengin utawi makta seni budaya sané kauningang tur kadruénang rumasuk ring sesolahan gambuh miwah wayang kulit kuna. Punika mawinan basa sané kawigunayang ring sesolahan inucap wantah Basa Jawi Kuna utawi Basa Kawi. Sesolahan gambuh puniki taler kaiusang antuk iusan daging-daging budaya miwah parikrama ring wewidangan saking genah sesolahan inucap. Dadsoné soang-soang pidabdab sesolahan gambuh madué “gaya” wiadin style sané mabina-binayan manut sapunapi kahanan ring wewidangannyané soang-soang. Minakadi conto gambuh Singapadu sareng gambuh Batuan majanten
madué pabinayan. “Yéning gambuh Singapadu jagi waged ring pidabdab sesolahan individu utawi soang-soang pragina kasarengin antuk “kréativitas” rumasuk ring parikrama bebondrésan. Yéning gambuh Batuan sinah ngulengang utawi nyumekenang pidabdab sesolahan antuk pakem kekunan, minakadi sapunapi parikrama Kakang-kakangnyané, Panjinyané miwah sané siosan mangda anut saking pakem kuna,” baos dané. Malih dané maosang, pinaka kasenian sané nglimbak tur becik kahananipun ring masa féodal ring Bali daweg nguni, majanten tatkala punika kasenian gambuh kadruénang, kapiara tur kalimbakang olih raja sané madeg agung tatkala punika. Dadosné gambuh akéhan madaging pidabdab-pidabab miwah tata-titi indik féodalisme sané patut kaanutin ring pakraman sané kasinahang malarapan antuk lelampahan sané istanaséntris. Minakadi madaging antuk tata-titi taler pitutur mangda kramané setata ngagungang kahanan raja, asapunapi kalewihan pidabdab Ida madeg agung miwah sané siosan. Asapunika taler indik tata-titi matutur mabebaosan ring soang-soang tokoh, minakadi conto sapunapi sapatutné pidabdab i parekan matur ring gustinnyané tur ring Ida Sang Prabu. Punika wantah nyinahang tata susila sané anut miwah patut kamargiang. Kasuén-suén raris medal makudang-kudang k a s e n i a n t i o san sakadi drama gong sané lelampahanipun ngambil saking sesolahan gambuh, minakadi satua Panji miwah sané siosan. Parindikan inucap taler kabaosang I Made Djimat. Gambuh wantah sesolahan sané ngawigunayang satua-satua Malat pinaka lakon lelampahan sané ngamedalang sesolahan Calonarang wiadin Arja, duaning wangun lelampahanipun miwah tokoh-tokoh sané kasolahang nénten mabinayan sareng gambuh yadiastun nénten pateh akéhipun sakadi ring gambuh. “Pabinayannyané, gambuh wantah maparikrama alon, yéning sesolahan tios minakadi arja wantah becat tur “dinamis” pidabdabipun sané ngawinang arja dados kasenengin katimbang gamb u h , ” b a o s dané. (was)
Dura désa
PABUAN - Sarana nginang kagenahang ring pabuan sané dagingnyané marupa basé, mako, pamor, buah, miwah gambir.
Nginang, Sinalih Tunggil Tradisi ”Suku Osing”
DAWEG dumun, para panglingsiré ketah nginang, ngajeng basé sané kamargiang antuk nagingin makudangkudang panyangkep minakadi mako, pamor, gambir miwah buah ring basé inucap. Dumun, ngajeng basé antuk panyangkepnyané punika ketah kapanggihin ring pakraman, utamanipun kamargiang olih krama istriné. Mawinan daweg dumun nginang ketah kabaosang pinaka dresta ngajeng basé sajejangkepan ipun sané kamargiang olih pupulan krama utawi pakraman saking nguni. Pidabdab parikrama nginang inucap taler kamargiang ring Bali, sakéwanten madué kawigunan sané tiosan sajeroning pakraman. Minakadi pinaka suguhan majeng ring atiti utama, pinaka sarana ngamargiang tamba miwah dados lekesan utawi sinalih tunggil jejangkep ring sarana upakara yadnya. Déwasané mangkin, méweh pisan ngamanggihin krama sané kantun ngamargiang dresta nginang inucap. Sajabaning wantah ring wewidangan désa kémanten, punika taler kamargiang olih krama lingsir sané sampun matuuh nem dasa warsa utawi lintangan. Tios ring Bali, dresta nginang inucap taler kantun manados sinalih tunggil dresta ring Banyuwangi, pamekas ring Désa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Nginang ketah kamargiang olih krama suku Osing utawi krama asli ring Banyuwangi. Dresta nginang inucap sujatiné nénten ja wénten tur kamargiang ring Suku Osing kémanten. Sarana sané kanggén nginang minakadi buah, gambir, mako, miwah pamor sané raris kagulung dados asiki ring baséné. Yadiastun dresta punika sayan katilarin, nanging krama suku Osing kantun becik ngamargiang saha nglestariang dresta inucap. Sinalih tunggilnyané antuk ngelarang pacentokan nginang nyabran warsa apisan. Tetujon parikrama punika kamargiang wantah nglestariang dresta nginang pamekas ring krama Désa Kemiren. Duaning kawéntenan dresta inucap sampun tambis-tambis ical tur katilarin olih para yowanané. Punika mawinan para pamilet pacentokan inucap akéhan wantah krama lingsir sané sampun matuuh séket warsa lintang tur soang-soangnyané manados panyeledii saking kutus likur utawi 28 RT ring Désa Kemiren. Para niang panglingsir sané jagi macentokan tur maklambi sané pinih becik, majarik miwah kebaya punika jagi meneng tur malinggih dumun ring kursi sané sampun kasiagayang olih prawartaka pacentokan sadurung ngranjing ring kalangan. Tios punika para pamilet pacentokan majanten makta wadah kinangnyané soang-soang, wénten sané kakaryanin saking kuningan, wénten taler sané kakaryanin saking kayu. Makakalih soroh wadah kinang utawi sané ketah kasengguh pabuan inucap majanten kadagingin antuk ukiran-ukiran sané ngawinang sayan ngamecikang kahanan wadah kinangnyané punika. Satios punika, para pamilet pacentokan taler maparikrama ring sajeroning macentok nginang inucap. Para niang panglingsir punika patut taler nyinahang kawagedannyané ring arep para panodia utawi juri sinambi ipun ngracik tur ngajeng basé. Wénten sané jagi mawewangsalan utawi saling sautin wewangsalan, wénten sané masesolahan tur wénten taler sané matembang. (kmb/uma)
Jayanti
Redité Pon, 22 Juli 2018
Nincapang Widang Pendidikan NGAWIT warsa 2014, Kadek Sukarma, S. Kom., kajudi pinaka perbekel ring Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Tiosan ring widang pawangunan infrastruktur désa, widang pendidikan naler polih uratian malarapan ngwangun sekolah PAUD miwah TK antuk nuansa Hindu. Ipun maosang, sekolah PAUD miwah TK kawangun sangkaning akéh alit-alit ring Désa Punggul masekolah ka dura désa. Parindikan punika ngawinang para rerama makaengan santukan doh ngatehang piankanyané masekolah. “Tiang mautsaha, alit-alit ring wewidangan Désa Punggul mangda nampek masekolah. Punika mawinan kawangun Yayasan Werdi Kumara,” baos Sukarma. Ngawitin pawangunan sekolah PAUD miwah TK, akéh pikobet sané karepin. Ipun setata mautsaha nincapang PAUD miwah TK inucap. Makasamian guru ring PAUD miwah TK kaicén pelatihanpelatihan kanggén nincapang kualitas tenaga pengajar, raris nglantur pawangunan gedung sekolah, pinaka sinalih tunggil utsaha nincapang pendidikan ring sekolah PAUD miwah TK. “Sesampuné makasami puput, titiang malih mataki-taki mecikang program makarya PAUD sané Bernuansa Hindu sakadi sané sampun kaaptiang ngawit saking nyayagayang sarana prasarana miwah tenaga pengajar sané umandel,” baosnyané. Manut sakadi program bapak Bupati Badung, seni, adat, miwah budaya utaminipun budaya Hindu patut katincapang. Anggané sampun ngamargiang parindikan inucap, ngawit saking pendidikan ring anak usia dini. Yéning nénten kaajahin saking alit-alit, minab méweh ngajahin alit-alité maparilaksana sané becik saha uning ring seni, adat, miwah budaya Hindu. Makasami parajana ring Desa Punggul cumpu yéning sekolah PAUD miwah TK kadadosang sekolah sané Bernuansa Hindu. Sekolah PAUD miwah TK sané Bernuansa Hindu akéhan pendidikannyané ring widang pendidikan agama Hindu, sakadi wawu ka sekolah alit-alit sampun nguncarang panganjali Om Swastyastu, kacunduk sareng sawitrannyané taler nguncarang Om Swastyastu. Ring bebantenan alit-alit sané masekolah ring PAUD sampun prasida nanding canang. Ri kala rainan Purnama miwah Tilem alit-alité kauduhang mangda mabusana adat. Alit-alité taler kaajahin Tri Sandya, magama Hindu sané becik, makasami nganggen media-media, sané sampun kacumawisang minakadi proyektor tur media-media sané lianan. Siswa PAUD miwah TK sané masekolah nénten naur prabea (gratis) ngawit saking nénten naur SPP, busana, yadiastun wénten maplesiran, makasami gratis. Ring PAUD taler sampun wénten mobil antar jemput. Tetujonnyané mangda reraman alit-alit prasida makarya, nénten malih ngateh pianaknyané ka sekolah. “Titiang mapangapti alit-alit Punggul sané Jaya. Alit-alit sané pradnyan ring samian widang, prasida masaing. Dumogi PAUD miwah TK sané sampun kawangun prasida mapikenoh, utaminipun majeng ring alit-alit Désa Punggul,” baos perbekel Desa Punggul puniki makenyem.
Ida Bagus Putu Ardika
7
Seniman ”Multitalenta” SENIMAN Ida Bagus Putu Ardika puniki rumasuk seniman sané waged. Samian widang seni prasida kaambil. Dané prasida masolah dados pregina arja, prémbon, topéng, lan sendratari. Sajeroning seni pawayangan, dané taler wikan nalang, inggian wayang peteng utawi wayang lemah. Tios ibuk makarya wayang lan topéng, dané taler nglatih nabuh lan ngigel. Ida Bagus Putu Ardika puniki sampun malajah ngigel mawit kantun masekolah kelas II SR. Manut caritan dané, kala punika alit-alit ring désannyané nénten madué pakaryan sajaba ka cariké. Beciknyané ring desané wénten seniman Alm. Agung Rai sané nyokong alit-alit irika malajah ngigel. “Nanging wantah akidik sané prasida nulad pamarginé Alm. Agung Rai,” baosnyané. Pangawit malajah, dané sareng sawitrannyané malajahin Tari Baris Tunggal. Wus punika kalanturang malajahin igelan Jauk antuk gerakan dasar. Sadurung prasida midep ring dasar-darsar tari, dané durung molihang paileh igel. “Sinambi malajah gerak, titiang taler kauduhang malajah ngigel nyinahang semita,” baos rabi Jero Sumarsa puniki sumeken. Dané ngwewehin, alit-alit sané sampun kasengguh waged ngigel kaicén galah ngaturang ngayah ring pura. Sangkaning sampun karasayang waged dané kaicén galah malajahin dramatari arja. Kala punika dané kajudi pinaka pregina kartala (punakawan) sané pinaka ari saking Punta. Kala punika dané kasengguh banyol, mawinan kajudi dados pregina banyol. “Sangkaning sering latihan, titiang kasengguh sampun prasida ngigel arja, mawinan
I Wayan Sukada
Kayun Masekolah Sané Kautamayang
DADOS guru wantah pangaptin I Wayan Sukada, S.Pd., ngawit alit. Dasar madué rasa meled dados guru sangkaning ngaksi sosok guru daweg punika banget kaajiang ring pakraman. Pangrauh guru ka sekolah kajantosang pisan olih murid-muridé. Ring pakraman guru taler kaajumang pisan. Indiké punika metu sangkaning akéhan guru SD miwah SMP genah Sukada sekolah mawit saking désa lianan gumanti ngawinang bapak utawi ibu guru kapah masuk sekolah, santukan pulang kampung miwah sangkaning sakatah pikobet sané ngawinang guru nénten prasida ngranjing ngajahin. Metu sajeroning pikayunan Sukada, yéning dané prasida dados guru ring sekolah sané wénten ring désanyané, Sukada pacang setata prasida ngajahin santukan ngajahin ring désa padidi. “Titiang marasa angayubagia pisan prasida nyalantarayang pangaptin tiang daweg alit dados guru,” tutur Sukada cutet. Embas saha kelih ring sinunggil dusun ring Désa Blandingan, Kecamatan Kintamani, Bangli, kekalih rerama pinaka petani ngawinang Sukada daweg alit ketah ngwantu rerama pinaka petani. Sukada naen marasa inguh santukan jejeh nénten prasida nyujuh pangaptinnyanné punika. Napimalih reramané naen nénten nyokong dané dados guru. Reramannyané maosang kapiambeng prabéa. Reraman Sukada mikayunin mangda prasida dados guru muatang prabéa sané akéh. Mungguing anggén prabéa idup ring pasarainan kémanten kantun kirangan. Nanging aget Sukada boya ja yowana sané dangan rered. Yadiastun kalih reramannyané kirang nyokong pangaptinnyané dados guru, nanging Sukada tetep percaya prasida dados guru. Pangaptinipun pacang ngabdi ring désannyané embas prasida kasalantarayang. Kasumekenan Sukada punika pamuputnyané kapolihang. Sesampun muputang sekolah ring SMAN 1 Kintamani, pianak I Made Kantra miwah Ni Remben puniki mutusang nglanturang ka IKIP PGRI Bali. Program studi sané dados pilihannyané Jurusan Bahasa dan sastra Bali. Manut lanang sané embas ring Désa Blandingan, 1 Februari 1990, wénten sakatah dasar tetimbang sané ngawinang dané milih jurusan sané kirang kasenengin tamatan SMA galahé mangkin. Éling jenek ring désa sané doh saking kota, kahanan basa lan sastra Bali banget kabuatang. Sajabaning dados guru basa Bali, Sukada ngaptiang ilmu miwah kawagedannyané mabasa Bali dados kanggén ring banjar miwah désa adat. “Minab sampun dados garis idup titiang dados guru. Pangaptin tiang daweg alit sané méweh patut polihang tiang. Sujatiné akéh pisan pikobet sané kalintangin sajeroning molihang gelar sarjana pendidikan puniki,” baos Sukada. Dané kantun éling, ri kala nglanturang kuliah dané sinarengan makarya mangda molihang prabéa kuliah. Siosan punika reramannyané stroke. Aget akéh krama ring wewidangannyané sané madué pikayunan becik sané nyokong dané nénten kantos puput kuliah. Naen nglintangin pikobet abot sajeroning molihang ipian dados guru, Sukada sané mangkin tugas ring SMKN 2 Kintamani, setata nyokong siswannyané mangda semangat masekolah. Sukada setata mabesen majeng siswannyané, yéning sekolah punika nénten raris ngawinang siswa pintar tur pamuputnyané dados pegawai negeri, nanging madué pangweruhan sané jimbar tur prasida dados angganing sané madué méntal kuat. “Indik kawikanan nomor salanturnyané. Pinih mabuat siswa kayun masekolah. Ngicén sokongan majeng siswa sané nénten dangan,” baos Sukada. (uma)
kaicén galah masolah. Kala punika tiang masolah sareng guru Alm. Agung Rai lan Alm. Kak Riuh. Seneng pisan polih masolah sareng Sang Guru,” baos dané makenyem. Malajahin arja, manut dané patut madué kawagedan matembang, inggian tembang sinom, pucung, basur, taler tembang tiosan. Risampuné waged matembang wawu malajah ngigel. Sinambi ngigel taler malajah mabebaosan santukan nyabran pregina arja madué tata cara mabebaosan sané matios-tiosan. “Tiang pinaka kartala taler katuntun mangda prasida banyol, mawinan sesolahan sayan becik.” Wus malah arja, dané sareng sawitrannyané malajahin Sendratari Ramayana antuk carita sané cutet. Kala punika Ida Bagus Ardika kajudi dados Hanoman. Mawit warsa 1987, sekaa sendratari sané kaduénang madué jadwal masolah sané tetep ring Bali Beach, Sanur. “Mangkin, titiang wantah nalang, nopéng, dados pregina prémbon, arja, lan drama gong,” baos dané sané meneg ring wewidangan Banjar Lebah, Désa Marga, Kecamatan Marga–Tabanan makenyem. (uma)
Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 15.hrienb\Ésñhurin/, Ariné bangras nyaurin, miriebÀemãokÓ¡s&nw*, mirib embok tusing nawang, hinÑikuæ)sudukÓÌ[Åen, indik sesuduk tresnané, klh*sk&kulin, kalahang saking kulina, npimli;ewnÓ)nál;, napi malih wénten galah, mt)muriklsuwu*, matemu ri kala suung, emeyoe\dmæi\inæinÑ*. méongé dampingin pindang.
Satua
Sang Astika (4) Kaketus saking Satua-satua Bali (XIV) SAPUNIKA atur Dewi Jaratkaru saha ngusap prerain Sang Jaratkaruné. Tengkejut Sang Karatkaru, kapupungan matangi. Dukanidané kalintang panyingakanné ngencorong waluya ngendih, wedanané baag biing kadi bungan pucuké bejek. Ida ngandika bangras, “Ih nyai naga luh dusta! Kaliwat langgah nyai, bani ngoda awaké sirep. Pelih pesan tingkah nyainé! Ento krana, jani awaké lakar ninggal nyai, suud makurenan tekaning nyai!” Sapunika pangandikan Sang Jaratkaru saha gegeson mamargi. Raris kauber olih rabiné. Sesampun kakeniang, raris dané meluk cokor Sang Jaratkaruné saha matur ngasih-asih. “Inggih Ratu Peranda…, titiang nunas geng rena pangampura, ring singgih Peranda. Manawi iwang antuk titiang malaksana. Boya saking manah titiang langgah, purun nanginin singgih Peranda. Wantah tiang makéling ring singgih Peranda ring panamayané ngarcana mamuja. Yan kapatut, becik singgih Peranda mawali, sampunang titiang tinggala. Bénjang pungkur, yén sampun titiang madrebé sentana sané prasida nulungin kadang titiangé luput saking yadnya sarpa, kala irika singgih Peranda ngwangun tapa malih.” Sapunika pinunas Dewi Jaratkaru ring Sang Jaratkaru. Dados éling Sang Jaratkaru ring pamuat kayunida mangda madué putra. Raris Ida ngandika, “Dahat patut parisolah Adiné minget anaké buka Beli, mamuja ngangken sandikala. Nanging Beli tuara dadi mitia wacana, tuara dadi ngubah ané suba ucapang Beli, lakar ninggal anaké buka Adi. Nah to ada pinuans Adiné buka keto, éda Adi sangsaya. Asti, adan putran adiné, ané lakar nulungin kadang Adiné luput saking yadnya sarpa. Lédangan kayun Adiné.…” Raris Sang Jaratkaru lunga, tan dados tambakin ninggal Dewi Jaratkaru. Caritayang Dewi Jaratkaru matur ring Sang Besuki, nguningayang parindikan dané katinggal olih Sang Jaratkaru miwah sapangandikan Ida tekaning kawéntenan bobotan danéné. Dadi lédang kayun Sang Besuki mireng atur rainidané. Sampun tutug wulanannya, raris Dewi Jaratkaru maputra, warnané bagus genjing mapeséngan Sang Astika, santukan “asti” pangandikan ajinidan sané nguni. Anaké alit punika kaambil olih Sang Besuki, kaupakarain manut upakara sang brahmana, kapiara saha kawehin upawita, kalung nyihnayan kabrahmanan. Ri kala Sang Astika medal, sang pitara sané magantung ring tiing petungé, mlesat ka suargan, mukti palan tapanidané duk kari ring mercapada Sesampun Sang Astika duur, sampun patut malajahin sarwa Weda. Raris Ida kaicén paplajahan sarwa sastra sané kamanggehang olih Bhagawan Bregu. Sang Astika sané ngawinang i Naga Taksaka luput saking yadnya sarpa Maharaja Janamejaya. (Puput)
8
Tiga (3) Puisi Warih
Wisatsana
Minggu Pon, 22 Juli 2018
BULELENG setikungan lagi bulan mati di gerbang puri riuh lorong pasar dini ini melipur umur
HIKAYAT SEBATANG POHON Setiap petang kakek mengunjungi ibu Selalu singgah dahulu ke tepi ngarai Mengulurkan bunga yang sama ke patung yang itu juga Aku tak tahu apakah ia sungguh berdoa Atau semata mengulang mantra serupa Sesudah itu ia bercerita tentang kisah lama yang sama Bahwa dulu di simpang jalan ada pohon ratusan tahun Yang akar-akarnya terjulur liar seperti tangan-tangan para penari Yang ranting-rantingnya rimbun tengadah seakan wajah para pemuja yang pasrah
LEGIAN Di Legian tak ada yang menyadari semua pohon ingin tumbuh rindang Hanya bar tak bernama di tikungan merelakan bunga kecil merambat liar menembus retak dinding melampaui kisi jendela melilit erat sebatang tiang pancang lalu melambai pada bulan semalaman pada orang lalu lalang di jalanan Setengah limbung terhuyung, entah dari mana seseorang sekenanya bertanya dari manakah asal tumbuhan ini akarnya tak mati mati tersiram tumpahan bir dan wiski
Berkali kakek bercerita seolah sungguh pohon itu tumbuh bersama leluhurku Raja- raja agung yang terbuang pangeran buronan seberang lautan Kisah hari tak selesai pahatan lumut di kaki candi
Seseorang yang lain memotret berulang takjub memandang bunga sekuntum murung meremang tersentuh pendar cahaya dari seberang Tak ada yang memahami tanah tempat dirinya dulu tumbuh kini menjelma gedung menjelma jalan manusia segala bangsa bersimpang bersisian
Ia percaya dalam diriku ada benih luhur itu Yang kelak tumbuh merimbun melampaui segala pohon
Hanya semut semut yang terbangun kepagian berduyun beriringan menyusuri tepian henti sejenak di tikungan memberi salam
Seperti biasa ibu lalu menemani kakek Berdiam semalaman di dalam kamar tempat dimana dulu aku dilahirkan Demam mengigaukan hujan Memanggil leluhur yang menyamar desir air di batuan
Kunti
Begitulah aku tumbuh tahun demi tahun Bersama mambang menyeberangi malam Menemui peri penunggu perigi yang tak henti membujuk pergi meninggalkan ibu sendiri Bertanya rahasia air suci dalam kendi suratan lontar dan prasasti Jalan pulang bagi ayah yang tak kunjung kembali
kawanku penyendiri diaben siang nanti
Setelah perang bengis yang panjang itu. Sebelum cahaya hilang jauh. Mereka yang tersisa dari wangsa Kuru turun menuju tepi sungai. Ke Gangga, sungai jiwa, tempat yang keramat, tempat roh-roh dilepaskan dan disucikan dari semua karat. Pagi-pagi sekali Narada melihat Yudistira sedang berdiri di sisi tendanya. Ksatria itu tidak berkata apa-apa, kesedihan
menindihnya, ia hanya memandang sisa abu api pembakaran, bertumpuk dan tak tertanggungkan. “Kau telah memenangkan perang, bahagiakah kau?” tanya Narada. “Memang Astina sudah jadi milikku. Tapi, saudara-saudaraku sudah tak ada lagi. Aku pun telah kehilangan anak-anak yang kukasihi. Kemenangan ini lebih terasa sebagai kekalahan, sebagai luka yang sulit sembuh. Dan bagaimana bisa kami jadikan saudara sendiri musuh, bahkan tega membunuhnya? Aku masih ingat dan terbayang Karna tegak berdiri bagai batu membela kehormatannya. Keberaniannya membuat seluruh dunia kagum dan kehormatan bagi anak-anak Pritha. Tapi, tindakan keji membunuh saudara sendiri tak dibenarkan, dosa besar. Aku bisa saja menyelamatkannya atau bersamanya sampai akhir. Namun ia menepati janjinya pada ibu dengan tidak membunuh kami. Dia kakakku, dan aku tega membunuhnya dengan cara-cara keji. Aku merasa amat berdosa, kecil, dan hina. Kaki Karna mirip kaki ibu. Di ruang pertemuan itu, waktu Drupadi dipermalukan dan amarahku meluap, aku melihat ke arah kakinya yang mirip kaki ibu, saat itu juga amarahku mereda. Setiap aku mengingat itu, hatiku seperti disayat sembilu.” “Aku tak bisa lagi merasakan kegembiraan, biarkan aku pergi mengasingkan diri ke hutan,” jawab Yudistira. Tapi sebuah suara berkata, “Tunggu. Jangan salahkan dirimu atas kematian kakakmu Karna. Ayahnya, Batara Surya, dan aku ibunya, Kunti, sudah berusaha keras membujuknya untuk memihak Pandawa. Tapi ia bergeming. Dia tetap pada janjinya, membalas jasa Duryudana.” Yudistira berbalik dan melihat orang-orang tua berjajar di hadapannya. Narada, Drestarata, Widura, Sanjaya, Gandari, Kunti. Juga Bima. Juga Arjuna. Juga Nakula dan Sadewa. Juga Drupadi. Dia memandang Kunti ibunya. Tiba-tiba kesedihan mengisi benaknya. Dia kembali
Hingga kini aku pun tak tahu apakah ibu percaya Pohon itu sungguh telah tumbuh di dalam diriku
l Tiga Baris Puisi Sumpah Pemuda Mengantar TITIK(Gecek) LEDAK 17 Tahun Kemudian...
teringat Karna. Dadanya sesak dan ia mulai menggugat Kunti. “Dengan menyimpan rahasia rapat-rapat, ibu telah membohongi kami semua, ibu sudah berbuat jahat. Semoga, mulai saat ini, para perempuan tak bisa lagi memegang rahasia.” “Ibu bilang itu tidak masalah, biar Karna binasa, dia sendiri yang memilih kehancurannya,” masih kata Yudistira. “Tapi ibulah penyebab kematiannya. Tak ada yang lebih hina daripada kebohongan seorang wanita hanya untuk menumpahkan darah dagingnya.” Jantung Kunti berdetak kencang mendengar ucapan Yudistira. Kini Kunti, janda baginda Pandu, ratu sepuh yang ingin melihat anaknya menduduki tahta Astina itu dan mengikuti mereka selama dalam pengasingan, bak batu di depan Yudistira. “Ibu, putri dari Surasena raja bangsa Yadawa dan yang diberkati Resi Druwasa dan ibu dari Pandawa, bicaralah padaku,” kata Yudistira. “Atau kau mau mendengar seluruh keluh kesahku?” “Sepuluh tahun lalu di alun-alun istana, di hadapan rakyat Astina, kau biarkan Bima mencaci Karna sebagai Suta –anak kusir kereta. Ia hampir jatuh pingsan karena malu, andai tidak ada
Duryudana yang membelanya. Dan sejak itulah, dalam kebulatan tekad dan amarah, ia bersumpah akan membela Kurawa sampai tetes darah terakhirnya. Kenapa bukan saat itu ibu membuka rahasia? Itulah satu-satunya kesempatan unutk menebus dosamu di masa lalu, dia sungguh anak yang bernasib buruk, sampah tak berharga, dibuang oleh ibunya demi menutup malu. Tapi kau tak pernah bisa menemukan keberanian untuk mengakui kebenaran itu hingga semuanya sudah terlambat. Karna yang dibuang sepenuhnya menjadi orang lain, terbakar dan terluka.” Dan Kunti, kekuatan yang menyatukan Pandawa itu, menangis. “Kau terus mengingatkanku tentang kisah Vidula, seorang ibu yang tegar. Tapi kau lupa akan cerita leluhurmu sendiri, Ratu Satyawati, penerus dari dinasti Chandrawanshi, yang berani mengakui Abyasa –anak yang lahir dari sebuah percintaan gelap– di depan khalayak ramai. Ketika lilin mati, seorang akan menyalakannya. Tapi kau membiarkannya gelap dan menua.” Narada menghampirinya dan melingkarkan lengannya pada Yudistira. Dan berbisik di dekat telinganya: “Hidup tak bisa dibayangkan...” l Agus Roisalam
Pemanasan Ulang Tahun 25 Juni 2018
sembilan puluh (90) tahun yang membelai napas kita
MENUJU JATIJAGAT KOPI PUJUNGAN 28 OKTOBER 2018 Jatijagat Kampung Puisi Bersama Sanggar PURBACARAKA Sanggar CAKRAWALA Jalan Nias 13 Denpasar Menjelang Enampuluh (60) Tahun FAKSAS-FIB UNUD Rabu Umanis, 25 Juli 2018 pukul 19:30 wita di JKP-109
Yayasan Dharmasastra
MANIKGENI JATIJAGAT Kampung Puisi - JKP - 109
Desa Pujungan Tabanan
Minggu Umanis 28 Oktober 2018
l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an
Juli-Rememberance 27 in 73…, 73 in 27
l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! H U B U N G I d a n A k t i f M e n g i k u t i Wa y a n J e n g k i S u n a r t a v i a F a c e b o o k d u a ( 2 ) M i n g g u s e b e l u m K O M U N I TA S A N D A d i J K P - 1 0 9 Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Dewa MH
Fotografi
Fotografi ”Human Interest”
Menghadirkan Cerita Menyentuh dari Manusia
FOTOGRAFI human interest merupakan genre dalam dunia fotografi yang mengkhususkan sasaran bidik kamera pada manusia beserta aktivitas yang menyertainya. Pada foto human interest, fotografer akan memberikan penekanan yang lebih terhadap hadirnya mood, suasana maupun emosi dalam setiap foto yang dihasilkannya. Penekanan terhadap unsur “mood” ini menjadikannya berbeda dengan fotografi jurnalistik yang cenderung menitikberatkan pada unsur peristiwa. Awalnya, fotografi human interest lebih termasuk ke dalam bagian dari foto jurnalistik, yakni menggambarkan kehidupan dan interaksi manusia dengan lingkungannya. Seringkali foto-foto human interest ini ditujukan untuk mengetuk hati simpati penikmatnya, kemudian tergerak melakukan sesuatu untuk membantu subjek yang ada dalam foto tersebut. Dalam ranah jurnalistik, foto human interest ini biasanya dipergunakan untuk memperkuat feature (berita kisah-red) yang merupakan salah satu bentuk tulisan non fiksi dengan karakter human interest yang kental. Biasanya, feature lebih banyak mengulas tentang kehidupan individu atau masyarakat biasa yang jarang diulas. Serupa dengan feature, foto human inter-
est kebanyakan “merekam” kehidupan masyarakat dengan ekonomi lemah. Misalnya, masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman, pesisir pantai dan kelompok masyarakat “pinggiran” lainnya. Namun, foto human interest sejatinya tidak membatasi pada subjek masyarakat kelas bawah saja. Potret keberhasilan dari masyarakat kelas atas juga sah-sah saja dijadikan sasaran bidik kamera untuk menciptakan foto-foto human interest yang menarik. Foto human interest bisa ditampilkan sebagai foto tunggal maupun rangkaian foto yang bercerita yang di ranah jurnalistik dikenal sebagai photo story atau essay. Untuk menciptakan foto human interest yang bagus, subjek yang difoto harus memiliki karakter yang kuat/menarik, ekspresi yang hidup dan tentu saja memiliki cerita yang menyentuh. Supaya subjek yang difoto bisa tampil alami atau senatural mungkin, foto human interest biasanya dibuat dengan candid sehingga orang yang difoto tidak menyadari dirinya sedang dijadikan sasaran bidik kamera. Subjek sama sekali tidak diarahkan oleh fotografer. Selain itu, momen merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah foto human interest. Seringkali orang yang dijadikan
“target” melakukan hal-hal menarik yang tak terduga, sehingga fotografer dituntut senantiasa siaga dan sigap untuk menekan shutter kameranya saat momen tak terduga itu datang. Dalam konteks ini, settinglah kamera dalam mode continous agar bisa menangkap momen yang setiap detiknya bisa berubah itu dengan cepat. Saat hunting foto human interest secara candid, sangat disarankan menggunakan lensa telefoto dengan rentang jarak fokus antara 50-300 mm sehingga kita bisa mengeksekusi subjek foto dari jarak jauh tanpa merasa terusik. Kebanyakan foto human interest diambil di jalanan. Oleh karena itu, pengetahuan tentang berbagai tema sosial dalam masyarakat dapat memperluas wawasan. Sebagai bahan referensi sebelum hunting, ada baiknya menyempatkan diri membaca koran atau media online sebagai tambahan pengetahuan maupun inspirasi tentang foto apa yang kira-kira bisa mengundang perhatian jika ditampilkan. Biasanya, setiap media menampilkan beberapa foto human interest pada setiap edisinya sebagai sisipan dari berita utama dan hal itu bisa dijadikan referensi untuk memperkaya foto-foto yang kita ciptakan. Selamat memotret! (ian)
dr. Ketut Ngurah
Wied N
Semangat Tanpa Batas karya Nyoman Hendra Adhi Wibowo
Pedagang Disabilitas karya Nyoman Hendra Adhi Wibowo
Melangkah dengan Mata Hati karya Nyoman Hendra Adhi Wibowo
Seniman Difabel karya Nyoman Hendra Adhi Wibowo
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Pon, 22 Juli 2018
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Sardine Restaurant Looking for Hostess Must Speak English Experienced Telp.733617,Mail: sardine@sardinebali.com Jl.Petitenget No.21 B.BP.141.07.18.0001229
Dibutuhkan Supervisor MEP dan Orang Gudang MEP,Min SMA & D3 Penempatan Area Jimbaran, Eml : jsw.msys@gmail.com Hub:081807173945/081999814343 B.BP.004.07.18.0000962
!!!Admin & Penagihan.CV krm ke personalia_27@yahoo.com B.BP.001.07.18.0000868
Admin Penjualan / Akuntansi (Tabanan), Pengalaman, bisa Komputer,HubDewi081236222509 B.BP.004.07.18.0001166
Asmen/Asstn Mgr3org,Supervisor 6 org, Marketing 20 org, Akunting 1 org,Keuangan 1 org, Admin 1 org,Tng Gudang 1org,OB 1 org.lamaran ditujukan ke PT. Sarana Pancakarya Nusa Bandung Jl.Gatot Subroto Timur No.244A Denpsar.Syrat & ketentuan bisa hubungi CP.Anis:081342407993 B.BP.001.07.18.0001208
Bth Sgr Krywn Hb:Eko Cafe Bali Jl.Bumbak 98x T:081237709989 B.BP.001.07.18.0001207
Urgent. Dbtuhkan Staff Tukang/ Kepala Tukang(Mandor)brpglaman Gaji Tinggi. Tlp.0361 289742 CV: asahrd2018@gmail.com B.BP.001.07.18.0000885
BIRO JASA
Dicr Teknisi Beton Min SMA/SMK Punya Sim A .Kirim Lamaran ke Email:hjbeton@yahoo.com B.BP.001.07.18.0000891
Dcr Reserv+ACCT Staff Ex.Min 1th,Bhs Ingg+Comp. Telp:287555 CV: ptworldsurfaris@gmail.com B.BP.001.07.18.0000883
Dcr Staff Tour&Travel (Wanita) & Driver Pariwisata(Laki-Laki) Hub.085737317070 atau Email CV ke:rusdy@istadewatatour.com B.BP.001.07.18.0001147
Dcr Tenaga Warung Lsng Kerja, Tidur dalam Hub:082144536053 B.BP.001.07.18.0001234
Dibthkn 5 Org Markting keToko2 Bangunan Area DPS,L/P Min SLTA Max.26Th,5 Org Sopir SIM B1 Min SMP.Lam:Jl Suwung Batan Kendal 33Dps.HP:08164722107/P.Komang B.BP.001.07.18.0000954
Dibtuhkan secepatnya Gardener villa untk area Seminyak.Rajin & brpnglaman. Tlp.0361 289742 CV: asahrd2018@gmail.com B.BP.001.07.18.0000886
Dibutuhkan Sopir,Segera Hub.087751101663 B.BP.004.07.18.0001173
Dibutuhkan Villa Coordinator. menguasai bahasa Inggris. Memiliki pengalaman dibidang yang sama. Tlp.0361 289742 CV: asahrd2018@gmail.com B.BP.001.07.18.0000887
Dicr S1 Akuntan,Kasir Kolektor Hub:085238505970/081338136908 B.BP.001.07.18.0001044
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
G.01
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
G.02
Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com
G.03
Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com
G.04
Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com
G.05
Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com
G.06
Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com
G.07
Dcr Karyawan/ti untuk Kosan di Dps.081236017555/081999433377
B.BP.001.07.18.0001230
BIRO JASA
Dcr Marketing KSU Bintang Tmr Jl.Tk Badung 97X ,0361-4744084
Bth Security Bersertifikat Satpam Hub.081236035887
B.BP.001.07.18.0001135
B.BP.001.07.18.0001239
Dibutuhkan Waitress Wanita Ulet Bhs Inggris,Sanur 0816771720
B.BP.001.07.18.0001240
B.BP.004.07.18.0001182
Dicr Cleaning Servis&Sales u/ Rai Fitness.Hub:081999821210 B.BP.001.07.18.0001159
Dicari Quality Control Furniture Pengalaman. Info: www.yunibali.com/vacancy B.BP.004.07.18.0000959
Dicari Sgr CS Staf Wnt Max.25 Th Min SMA/D1 bisa Komp.Krm Lamaran ke Sarana Dewata Jl. Akasia 16X Dps/H.261577/243539 B.BP.001.07.18.0001227
Kary/ti Kasir&Adm bs Kompt Min SMA:081236648152/087854906940 B.BP.001.07.18.0000996
Looking for an Architect/Site Manager With Minimum 1year Experience.Must Speak English, Have a Working Knowledge of AutoCad and 3D Sketch Up and Be Ready to Travel. Please Email CV and Portfolio to: roberto@vjhome.com B.BP.141.07.18.0001228
Staf Produksi (Tabanan) Lulusan Teknologi Informatika, Pengalaman, Hub. Dewi 081236222509 B.BP.004.07.18.0001165
Sales/Marketing,(Produk Makanan),Pengalaman,Lmrn ke: info@tsbali.com
B.BP.004.07.18.0001167
DIJUAL RUMAH
ELEKTRONIK
Dibthkn Segera PRT, Cook Helper & Barista Hub.087864026891
DIJUAL MOBIL HONDA
APVx2005 DK Silver 74Jt Nego Jl.Buluh Indah 60,081236809809 B.BP.001.07.18.0001236
Mobilio RS CVT’17 Mdl Baru Pth Serion15 Matic Pth, 08123806257 B.BP.001.07.18.0001231 KIA
Picanto All New Th’2013 Putih Tgn 1 Manual Hub.087862270180 B.BP.001.07.18.0001235 NISSAN
Dijual:Nissan March Matic 1.5cc Th2015 KM16.000 H.0811389420 B.BP.101.07.18.0001183 TOYOTA
Dijual Avanza Warna Silver Th’2013 Barang Mulus Silahkan Hub .Ph/WA.081338552747 B.BP.004.07.18.0001172
Jual Harrier,Th’2007, Hitam, Mulus,Asli DK Hub.081337188868 B.BP.004.07.18.0001213
KOST Kost2an Aktif 19Kmr,LT 10A,Msh ada tnh Kosong 3A.Hrg 4,5M Lok Jl.G.AgungDpsHP:087761724888 B.BP.001.07.18.0000991
DIJUAL MOBIL
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL RUMAH 1.Dijual Rmh.LT.100m2 di Kel. Bitera,Gianyar; 2.Dijual Tanah & Bangunan,LT.290m2. Di Jl.Patih Jelantik, Gianyar. Hub.Telp.(0366)91054 B.BP.004.07.18.0000913
BUC Rmh 45/100 Istimewa Lok.Nyaman Dps Utara 087762502287 TP B.BP.001.07.18.0000948
BUC Rmh Lt 2 Jln.Gn.Agung Dps dan Griya Loka Tabanan Hub.08113802880 B.BP.004.07.18.0001175
Dijual Rumah Jl.Teuku Umar Dps LT 4,34are,2Lt,LD 12m2.Panjang 36m2LB660m2Hub.081236794728 B.BP.001.07.18.0001001
Rmh LT 175m2,Strtgis,Pingr Jln Narakesuma28DPS/082191905090 B.BP.001.07.18.0000366
DISEWAKAN RUMAH Dikontrkn Rmh 1Lt,3KT Jl .Tukad Badung XVIIA/9A H:081236713745 B.BP.001.07.18.0001206
Dkont Rmh pusat kota Jl.P.Sula No.44 daerah Sanglah. 1KT,3KT, 1R.Klg+K.Mandi,1 Dpr,1Grs. LT. 200m2LB.125m2H:085237050234 B.BP.001.07.18.0000804
DIJUAL TANAH Dijual Kebun Jati Mas Ls.1Ha, SHM, u/16Th di Ds.Pohsanten, Jembrana Hub.081353689838 B.BP.001.07.18.0001225
Jl Tnh 2,5 Hktr ada SHM & IMB Lok.Tabanan Hub:081381185747 B.BP.004.07.18.0001169
Buruan Beli Tanah Dapat Scoopy Dijual Tanah 1 Are Jl.Astasura I Denpasar Harga 350Jt Nego Hub.081338711554/081338960016
B.BP.001.07.18.0001148
Dijual Tnh Global Tamblang DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:082236881191/081805374433
B.BP.004.07.18.0000135
Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809
B.BP.001.07.18.0000043
RUPA-RUPA Badut,MC,Sulap,Dekorasi Balon, Games,MurahKeren,081338544255
B.BP.001.07.18.0000871
KEHILANGAN Hlg BPKB Mtr DK 8787 GO Nosin JFB1E1863122 AN Putu Didhiek Diantara SE H.0816297839
B.BP.167.07.18.0001214
Hlg BPKB No.A.5815372-O AN:IWynSwandiyasa,Karangasem B.BP.012.07.18.0001216
Hlg BPKB No.F.4205959-O AN:I Komang Ngurah,Karangasem B.BP.012.07.18.0001215
Hlg BPKB No.K06772909-O AN:I Gd Mertha Yasa,SE,Kr.asem B.BP.012.07.18.0001219
Hlg BPKB No.L07083189-O AN:I Gd Mertha Yasa,SE,Kr.asem B.BP.012.07.18.0001217
SALON Djl Salon+Kontrkn 35Jt Bs Nego Alat2 Lngkp,Renon,085792166088 B.BP.001.07.18.0001046
10
Minggu Pon, 22 Juli 2018
Mendatar: 1. (Surat) Permohonan resmi kepada pemerintah 2. Pijakan kaki untuk naik memasuki kendaraan, misalnya kereta api, mobil, dll. 8. AUR 9. Hampir 11. Sesuatu yang digunakan dalam permainan oleh anak-anak, orang dewasa ataupun binatang, dll. 12. Dibuat lagi/Ulang (Inggris) 14. Berbagai jenis makanan dan minuman yang tersedia dan siap dihidangkan. 15. Keadilan ; Kebijaksanaan ; Atau orang yang menempuh jalan yang benar 18. Bayar (Bali) 19. EKLIPS 20. Nasabah usaha 24. Tumbuhan bergetah yang bijinya dapat dijadikan minyak untuk obat 26. Tukar-menukar barang 30. Bagian terdalam dari sesuatu 31. Teliti ; Seksama ; Cermat ; Tepat benar 32. Alat untuk mengukur sudut (derajat, panjang) yang sangat saksama 33. JIMAT 34. Sisa nasi yang sudah kering 35. Kamar kecil ; Kakus 36. KELADI
Seirama dengan Hiu Paus di Botubarani ADRENALIN langsung terpacu dan nyali rasanya langsung menciut seciutciutnya saat hiu paus besar tiba-tiba muncul dari bawah air ke depan mata untuk pertama kalinya. Bahkan meski otak sudah memiliki memori bahwa ikan ini ompong dan hanya makan plankton atau ikan-ikan kecil. Namun rasa itu kemudian berganti dengan kegembiraan luar biasa, dan setelah beberapa kali bertemu, spesies ikan besar ini justru terlihat manis, seperti mengajak bermain layaknya anak kucing peliharaan. Di perairan pesisir Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, hiu paus kadang dengan lembut menyundul pinggul wisatawan yang berenang di dekatnya, seakan mengajak bercanda. Ketika interaksi semacam itu terjadi, jangan panik. Tenangkan saja pikiran dan berenang rileks mengikuti lembut irama geraknya. Tentunya sambil tetap waspada karena kibasan ekornya yang kuat dan sisik tajamnya bisa melukai. Dan setelah bisa mengikuti irama geraknya, ber-
siap saja menikmati pengalaman menakjubkan berenang bersama sekelompok Rhincodon typus yang bisa terdiri atas dua, empat, enam atau delapan hiu. Satwa yang biasa mengembara dari satu wilayah ke wilayah lain di samudra tropis ini bisa dijumpai di sejumlah perairan Indonesia. Di wilayah perairan Desa Botubarani, ikanikan yang bisa tumbuh sampai seukuran bus ini bisa muncul hanya sekitar dua menit setelah naik perahu dari pesisir. Mereka begitu dekat. Hanya 10 sampai 15 meter dari pesisir Desa Botubarani yang merupakan palung nan dalam. Desa Botubarani juga tidak jauh dari pusat kota. Hanya butuh sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Gorontalo, dan uang Rp 75 ribu untuk menyewa perahu yang muat dinaiki oleh tiga orang serta membeli tiket masuk. Jika ingin berenang bersama ikan yang juga disebut hiu bintang itu, pengunjung bisa menyewa alat snorkling dan kaki katak dengan biaya Rp 50 ribu. Dan bagi yang ingin menyelam lebih dalam demi melihat lebih dekat hiu paus, perlengkapan menyelam bisa disewa dengan biaya Rp 450 ribu.
Perahu kayu bercadik untuk menuju lokasi hiu paus bergerak dengan didayung. Perahu bermesin tidak boleh digunakan, karena baling-balingnya dikhawatirkan bisa melukai ikan yang di dalam bahasa Jawa disebut geger lintang. Tak perlu waktu lama untuk sampai ke tempat hiu paus berada. Dan saat perahu berhenti, warga lokal yang memandu akan memukul-mukul lambung perahu dan menepuk-nepuk permukaan air untuk memanggil mereka. Ikan-ikan besar berwarna hitam keabu-abuan dengan bintik-bintik putih pun serta merta muncul ke permukaan air dekat lambung perahu, membuka mulut lebar-lebar untuk kepala dan kulit udang yang biasa disiapkan pemandu. Hiu paus bisa berlamalama membuka mulut di dekat perahu. Cukup waktu bagi para wisatawan untuk berswafoto bersama. Jika air laut sedang jernih, kepala sampai ekor hiu paus bisa terlihat dengan jelas hanya dari atas permukaan air. Tapi terjun ke laut dan berenang bersama mereka akan memberikan pengalaman yang lebih luar biasa. (ant)
BPM/ant
HIU PAUS - Hiu paus di perairan Desa Botubarani, Bone Bolango, Gorontalo, Rabu (18/7).
Menurun: 1. Kutuk/hukum karena melanggar larangan dari yang tidak tampak (Bali) 2. Sangat menyedihkan 3. Instalasi bedah sentral 4. Materi artifisial yang ditempelkan pada suatu makhluk (Inggris) 5. Tidak bisa mengalir ; Tersumbat 6. Suatu kondisi yang dapat mengakibatkan peluang bahaya yang sudah mulai tampak, sehingga memunculkan suatu tindakan. (Inggris) 7. Uang yang diberikan sebagai pengganti kerugian karena kecelakaan, kematian, dsb. 10. Tulisan yang tertera di salib Yesus 13. Tidak waras 14. Ikan air tawar 16. Perempuan Yunani pertama 17. IBRANI 19. Bentuk dinamit yang sangat eksplosif 21. Nama sebuah pulau di Toscana, Italia. 22. Yang (Bali) 23. Sifat bahan kimia yang merusak kulit dan menimbulkan iritasi 24. Perhatian 25. Sistem administrasi manunggal satu atap 27. Unsur kimia terkecil 28. Sediaan obat ; Padat, bulat, pipih. 29. Persewaan ; Sewa-menyewa 33. Anemia gizi besi ; Kekurangan sel darah merah yang diakibatkan kurangnya asupan makanan sumber zat besi.
Ketentuan Menjawab
Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 356 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 28 Juli 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 5 Agustus 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 354 Mendatar: 1. Apek 4. Inersia 8. BAUT 9. Obsesi 10. KUA 11. TOL 12. Kanker 15. OKTANA 17. EBM 18. AMAR 20. LONTO 21. Vektor 22. Parodi 23. Amorf 24. AMIN
26. OWN 27. Santet 29. RAISIN 32. IBA 33. Gua 34. SANTER 36. Bagi 37. Seledri 38. Raih Menurun: 2. PUB 3. Klesa 4. Imitator 5. SNAKMA
BPM/ant
BUAYA - Buaya liar berukuran raksasa yang selama ini meresahkan warga Desa Kayu Besi di Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akhirnya tertangkap walaupun kemudian mati tanpa diketahui penyebabnya.
Buaya Raksasa Resahkan Warga Bangka, Akhirnya Tertangkap Mati
SEEKOR buaya berukuran raksasa yang selama ini meresahkan warga Desa Kayu Besi di Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akhirnya tertangkap walaupun kemudian mati tanpa diketahui penyebabnya. “Setahun belakangan ini sudah lima kali warga kita diterkam buaya di Sungai Kayu Besi. Terakhir kali terjadi sekitar dua minggu lalu, beruntung warga itu hanya mengalami luka robek di kaki,” kata salah seorang warga yang ikut menangkap buaya, Mang Dodo di Sungailiat, pekan ini. Ia mengatakan, buaya yang berhasil ditangkapnya bersama beberapa warga itu berukuran raksasa, yakni panjang empat meter dengan bobot sekitar 400 kg, berwarna kecoklatan. Menurutnya, bukan hanya buaya ini sering menerkam warga, tetapi masih ada buaya lain yang bakal ditangkap dengan menggunakan pancing rakitan warga. “Ada beberapa ekor buaya yang sering mengganggu warga pencari ikan atau udang. Jadi akan kita pancing lagi supaya warga aman ke sungai,” kata Dodo. Dikatakannya, sebelum memasang umpan dan pancing di lokasi tempat buaya sering menampakkan diri dan menerkam warga, terlebih dulu melakukan ritual seperti biasanya. Ia menambahkan, warga setempat saat ini masih merasa takut untuk beraktivitas ke sungai, apalagi sampai turun ke pinggir sungai untuk menjaring udang atau ikan. “Kami akan terus berusaha agar buaya lainnya bisa ditang-
kap. Buaya yang tertangkap dan sudah mati ini akan kita kubur di lokasi yang disetujui warga dan semuanya sudah disiapkan,” paparnya. (ant)
6. ABIN 7. FUSE 9. Opovivipar 10. Kleptomania 13. Karbonat 14. Respirator 16. Traktasi 19. Maaf 20. LORI 22. Prasasti 25. NONGOL 28. NENER 30. AKAD 31. Sais 35. EBI
Pemenang TTS No. 354 1. Ni Kadek Yuwinda Dewi Jl.Gunung Sanghyang Gg.Kalingga No.3 Denpasar (HP:081338 714136) 2. I Wayan Suwena Jl.Tunjung Putih, Sukawati, Kab.Gianyar (HP:085738 283810) 3. Nengah Vico Dsn.Begasing, Sedahan Jaya, Sukadana, Kayong Utara, Kalbar (Eks-Transmigran) (HP:081999 744777) 4. I Wayan Wira Lapas Anak, Jl.Serma Natih Amlapura, Kab. Karangasem (HP:081338 956942) 5. I Made Sutama Br.Celuk, Dalung, Kuta, Kab.Badung (HP:081239 41577) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Made Parwati Alamat : Jl.Kebo Iwa No.65 Denpasar (HP:085239 292753)
INspirasi
Minggu Pon, 22 Juli 2018
11
Ubud Royal Weekend Remaja Milenial Perlu Diajak Berdiskusi, Ruang untuk Wirausaha Muda Bukan Diperintah
ERA digital, tanda revolusi industri 4.0, tidak hanya membawa dampak bagi perekonomian secara makro dan mikro, tapi juga terhadap perkembangan mental generasi muda yang akrab disebut generasi milenial. Hal ini membuat perilaku dan cara berpikir generasi ini berbeda dengan generasi terdahulu (generasi old). Agar tidak menimbulkan dampak negatif dari era digital ini, maka perlu memahami anak milenial agar dapat mendidik secara ideal. “Kalau kita masih memakai pola pendidikan yang old, yang lama, pasti akan muncul suatu konflik,” kata Retno IG Kesuma, Psikolog RSUP Sanglah belum lama ini. Pola parenting lama di Indonesia seperti atasan dengan bawahan. Hanya instruksi dan arahan yang dilakukan sehingga yang paling benar menurut pola ini adalah orang tua. Karena orang tua menganggap dirinya lebih tahu dengan pengalaman hidup yang lebih lama. “Itu salah, karena anak zaman sekarang beda dengan anak zaman dulu, sehingga pola parenting juga harus berubah” tandasnya. Meski anak zaman now dengan zaman old berbeda, namun
tidak bisa diperbandingkan. Remaja milenial menggunakan digital atau internet untuk mencari tahu apa yang terjadi di dunia luar, orang tua atau guru harus menyamakan diri dengan perkembangan mereka. Mengetahui tren masa kini yang sedang digandrungi generasi milenial. Pola parenting anak zaman milenial, mengajak berdiskui. Orang tua tidak bisa lagi memakai cara, mendoktrin dan mencekoki anak dengan cara yang menurut orang tua benar. Cara yang benar adalah mengajak generasi milenial berdiskusi, ketika mereka menunjukkan perilaku yang merupakan bagian dari eksistensi remaja milenial misalnya anak yang mengikuti tren Korea. Sebagai orang tua, harus melihat kelebihan dan kekurangan serta positif dan negatif dari aksi yang dilakukan generasi milenial. Orang tua bisa berpura-pura tidak mengerti tren itu dan bertanya pada anak. Anak akan mencari tahu dan menjelaskan tentang tren yang sedang diikuti itu. Secara tidak langsung anak akan belajar saat ia menjelaskan hal itu pada orang tua. Dari fungsi sosial hampir
sama dengan kognitif. Pada masa remaja, anak sedang mencari bentuk sosialisasi dengan teman sebaya. Misalnya mengikuti tren makanan atau tren pakaian. Tidak semua tren benar, namun juga ada hal yang menyimpang tapi menurut remaja hal itu tren. Tidak hanya pendidikan di rumah tapi juga di sekolah. Guru tidak lagi memberi pendidikan satu arah, tapi fokus pada student center. Student center artinya, siswa tidak lagi sebagai objek tapi sebagai subjek, memberdayakan siswa. “Guru tidak perlu repot lagi mencari bahan ajar, tapi siswa yang ditugaskan menjadi bahan untuk didiskusikan dan dipresentasikan,” ujarnya. Selain diskusi, remaja milenial juga diberikan konsep on the job training. Remaja diajak turun ke lapangan untuk diberikan tantangan tugas. Misalnya membuat proyek kecil di suatu tempat yang membuat mereka secara tidak langsung belajar lebih banyak, tidak hanya kaitannya dengan ilmu pengetahuan tapi juga belajar bersosialisasi, dan melatih skill yang lain. “Jadi tidak hanya konsep tapi langsung action,” imbuhnya. (may)
Dua Kamar Disegel Sebelumnya, KPK melakukan OTT dan penggeledahan di Lapas Sukamiskin Sabtu dini hari. KPK menangkap Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, ajudan Wahid Husein Hendri, narapidana kasus Ba-
korkamla Fahmi Dharmawansyah, Tb. Chaeri Wardana, napi lainnya Andre dan artis yang juga istri Fahmi, Inneke Koesherawati. Dari informasi yang dihimpun, KPK juga menyegel kamar milik Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Namun kelu-
arnya napi korupsi ini dibela oleh Kemenkum HAM bahwa keduanya sedang sakit. “Dia sakit. Semua yang dikatakan itu sakit,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum HAM Liberti Sitinjak di depan Lapas Sukamiskin, Bandung, Sabtu kemarin. (kmb)
Pemilih Harus Jeli Selain itu, masyarakat pemilih juga dituntut jeli sebelum menjatuhkan dukungannya kepada calon yang akan diberikan mandat mewakili hak rakyat di parlamen. Sikap jeli ini bisa dilakukan dengan memahami kompetensi calon bersangkutan termasuk
komitmen dalam membawa aspirasi di gedung dewan. Di sisi lain, Gde Made Metera menyebut untuk memberikan persaingan politik yang sehat dan tidak didominasi calon incumbent, pembatasan bisa dicalonkan kembali untuk kursi DPRD itu bisa dikaji lebih matang. Artinya, jika memungkinkan ada regulasi yang juga mem-
batasi pencalonan anggota DPRD seperti jabatan poliik lain. Jika pembatasan ini dimungkinkan, maka kemunculan calon-calon baru di setiap hajatan politik akan terwujud dan tidak selalu diwarnai muka lama. Pemilih sendiri semakin terdidik untuk mencari pejabat politik yang memang memiliki kualitas. (mud)
Memasang ”Incumbent” Sedangkan, PDI Perjuangan juga berniat 23 kursi dibidik dari total 40 kursi di DPRD Badung, atau naik 7 kursi dari periode sekarang di mana PDI Perjuangan menguasai 16 kursi. Untuk mencapai target tersebut, selain memasang kembali seluruh incument yang merupakan kebijakan partai, calon-calon pendatang baru juga kemampuannya tak perlu diragukan. “Wajah-wajah baru yang kita ajukan semuanya potensial dan memiliki kemampuan,” ujar Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Putu Parwata. Nama-nama incumbent bakal caleg PDI Perjuangan Kabupaten Badung yang diajukan, seperti I Nyoman Satria, I.B. Alit Arga Patra, I Wayan Regep, I Nyoman Dirga Yusa, I.B. Made Sunartha, I Putu Alit Yandinata, I Made Ponda Wirawan, I Made Sumerta, I Wayan Luwir Wiana, I Gusti Anom Gumanti Yunita Oktarini, Putu Parwata, I Wayan Sandra. Sedangkan, Partai Demokrat mengajukan kadernya Made Sunarta, Ketut Subagia, Wayan Mendra, Made Retha, Gede Erawan, Nyoman Oka Widianta. Mereka merupakan jajaran wakil rakyat yang kini masih duduk di kursi DPRD Badung.
Di Denpasar juga sama, wajah lama tetap masuk bursa bacaleg. Hanya dari kalangan wanita yang muncul nama baru. Di Denpasar juga muncul gejolak, pengurus ranting yang dinilai berkeringat oleh massa justru tak masuk bacaleg demi mengamankan nama seseorang. Bahkan, ada bacaleg yang sudah tiga kali duduk di dewan masih tetap bersaing di dewan. Hanya PKS Kota Denpasar yang konsisten dengan aturan caleg yang sudah dua kali duduk di DPRD Kota Denpasar/kabupaten jika tak mundur harus rela bersaing ke tingkat provinsi. “Karatan” Di Klungkung 15 partai politik (parpol) telah mendaftarkan bakal calonnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung. Secara keseluruhan mencapai 322 orang. Dicermati lebih jauh, masih didominasi wajah lama, hanya sedikit dari itu kader “bau kencur”. Dalam artian tak hanya baru maju dalam Pileg, namun juga tergabung dalam parpol. Selain itu, ada juga politikus “karatan” yang telah menjabat lebih dari tiga periode sebagai wakil rakyat. Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Klungkung, I Wayan Topik Nusa Putra, masuk sebagai deretan pendatang baru
yang terdaftar. Diakui, dalam kontestasi politik ini harus bersaing dengan calon yang sudah beberapa kali menjabat. Namun, ia optimis tetap bisa mendulang suara. Penyanyi pop Bali, I Ketut Margiana, yang sebelumnya sering tampil di panggung juga ikut dalam pencalegan melalui Partai Perindo. Ia pun membantah langkahnya tersebut karena alasan financial, melainkan ada dukungan dari masyarakat dan ingin menyampaikan aspirasi, terutama dalam seni dan budaya. “Ada dukungan dari teman-teman, khususnya di bidang kesenian. Ada juga dorongan dari keluarga. Ya sudah, biar ada perwakilan. Selama ini kan belum pernah ada dari seniman yang duduk di legislatif, khusus untuk di Klungkung,” ucapnya. Anak Agung Gede Bagus, politikus PDI-P ini sudah menjabat sebagai wakil rakyat empat periode. Yakni 1992-1997, 2004-2009, 20092014, 2014-2019. Pada Pileg 2019 mendatang, ia pun kembali dipercaya untuk maju oleh masyarakat dan masuk Dapil Klungkung. ‘’Saya maunya ke provinsi. Katakanlah untuk meningkatkan karier, supaya ada tantangan. Hanya, peluang itu tidak ada. Karena sudah ada teman-teman di struktur DPD yang lebih layak,” ucapnya. (par/ara/sos)
WIRAUSAHA muda yang bergelut dalam sektor usaha kecil menengah memang wajib untuk didorong. Wirausaha muda yang mengawali langkah ini juga harus diberi ruang berekspresi. Demikian pula budaya Bali agar terus tumbuh dan berkembang harus didukung oleh entrepreneur. “Budaya Bali harus didukung entrepreneur muda, karena Bali daerah pariwisata,” ucap Menteri Koperasi dan UMKM RI, A.A.N. Puspayoga saat mengunjungi Ubud Royal Weekend yang diselenggarakan di Museum Puri Lukisan Ubud, Sabtu (21/7) kemarin. Puspayoga pun mengapresiasi Ubud Royal Weekend yang menjadi wadah untuk wirausaha muda menampilkan berbagai produk. “Tentunya ini Ubud Royal Weekend merupakan suatu ide kreatif yang kita apresisi,” katanya. Dikatakan Ubud Royal Weekend yang kelima ini pun sudah berjalan konsisten dari pertama kali digelar. Ia pun mengapresiasi event seperti ini dilaksanakan tidak hanya menyangkut kehadiran orang banyak. “Orang datang banyak perlu, tetapi target terpenting adalah bagaimana menumbuhkan entrepreneur, sekali lagi saya apresiasi karena animo masyarakat Ubud dalam berusaha tinggi,” katanya. Sementara Ketua Panitia Ubud Royal Weekend, Cokorda
Bali Post/kmb35
MENKOP - Menkop dan UMKM, A.A. Gde Ngurah Puspayoga, saat menemui sejumlah wirausaha yang ikut dalam Ubud Royal Weekand, di Museum Puri Lukisan Ubud. Agung Ichiro Sukawati, mengatakan penyelenggaraan event ini memang untuk menumbuhkan wirausaha muda dan tangguh, serta siap bersaing di pasar global. “Jadi, indikator event ini bukan ramai berarti sukses, tidak demikian. Yang terpenting setelah ini menghasilkan wirausahawan muda,” kata pria yang juga pengusaha muda dari Puri Ubud ini.
Diungkapkannya, saat ini, Ubud Royal Weekend diikuti sekitar 40 lebih wirausaha muda. Mereka datang dari pengusaha muda asal Ubud, ada juga wirausaha luar Bali yang memulai bisnis dan diperkenalkan lewat Ubud Royal Weekend. “Jadi, cukup banyak yang kita fasilitasi di sini, ada kerajinan dari industri kreatif dan ada juga yang dari pen-
gusaha kuliner,” ucapnya. Festival Ubud Royal Weekend ini menampilkan tiga aspek, yakni edukasi melalui acara workshop hingga seminar, festival dalam bentuk bazar hingga perfomance dan fashion show. Acara yang dipusatkan di Museum Puri Lukisan ini sudah diselenggarakan sejak Kamis (19/7) lalu dan ditutup Minggu ini. (kmb35)
Wajah Baru Menurutnya, ada banyak wajah baru yang dicalonkan sebagai anggota DPRD Bali. “Yang muda itu kira-kira 40 persen untuk mewadahi kaum milenial yang ada di Bali ini dan orangnya sangat potensial untuk memperkuat barisan PDI Perjuangan,” jelasnya. Tak hanya PDI-P, Partai Golkar juga mengusung 40 persen generasi milenial sebagai caleg. Salah satunya Rhadea. “Kami melihat bahwa Partai Golongan Karya adalah partai yang tidak memiliki sentralisasi figure. Jadi, semua yang berprestasi dan bersinergi yang baik secara politik itu memiliki ‘saham’ yang proporsional,” ujarnya. Manajemen Parpol Hasil verifikasi sementara berkas pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) di sejumlah daerah di Bali menunjukkan
fenomena amburadulnya manajamen partai politik (parpol). Banyak bacaleg yang didaftarkan dengan persyaratan administrasi yang serbakurang. Padahal, sosialisasi pendaftaran yang sudah dilakukan KPU cukup lama. Hampir semua KPU kabupaten yang melakukan verifikasi awal menyatakan ada banyak persyaratan administrasi yang belum dipenuhi bacaleg. Kekurangan paling banyak adalah fotokopi ijazah yang tidak terlegalisasi oleh lembaga pendidikan yang mengeluarkan ijazah. Legalisasi menjadi penting untuk menghindari adanya ijazah palsu. Di Singaraja menurut keterangan Ketua KPU Dr. I Gede Suardana bahkan ada bacaleg yang terdaftar menyandang gelar akademik, tetapi tidak ada bukti ijazah yang dilampirkan. Untuk persyaratan administrasi yang cukup mudah didapatkan seperti SKCK, Surat
keterangan sehat jasmani dan rohani, bahkan fotokopi KTP saja juga banyak yang tidak melampirkan. Ketua KPU Bangli Dewa Agung Lidartawan mengatakan bacaleg yang mendaftar untuk memperebutkan kursi di DPRD Bangli, ada yang hanya melampirkan pas foto saja. Fenomena unik lain dari pendaftaran bacaleg terjadi di Singaraja. Disinyalir ada satu nama bacaleg yang didaftarkan oleh dua parpol. Sesuai UU Pemilu, satu nama bacaleg hanya boleh dicalonkan oleh satu parpol untuk satu daerah pemilihan. Amburadulnya manajemen parpol diakui oleh pegiat LSM Manikaya Kauci, I Nyoman Mardika. “Proses pencalegan memang amburadul,” tegasnya. Minimnya kelengkapan persyaratan administrasi tidak lepas dari penentuan yang dilakukan menit-menit terakhir dan dicurigai terjadi setelah
adanya tawar-menawar alot antara bacaleg dengan elite parpol. Parpol menurut Mardika memang banyak yang tidak menetapkan standar tinggi dalam hal administrasi karena menganggapnya sesuatu yang dapat dinegosiasikan. Selain itu, kata Mardika, parpol juga sepertinya menggunakan standar ganda karena membiarkan bacaleg yang diajukan merupakan mereka yang pindah parpol, tetapi belum menyatakan mundur atau belum ada SK pemberhentiannya. “Ada harapan parpol dapat bermain-main di ranah penyelenggara pemilu terutama KPU dan Bawaslu,” kata Mardika. Mardika berharap penyelenggara pemilu terutama KPU tetap melaksanakan tugas sesuai aturan dan menjaga integritasnya. Amburadulnya manajemen parpol jangan sampai berujung bacaleg tidak berkualitas lolos dalam daftar calon tetap (DCT). (bit/rin/ata)
Sejumlah Uang Febri menambahkan, selain mengamankan orang, tim KPK juga mengamankan sejumlah
uang dan barang bukti lain. Tim Satgas KPK juga amankan uang tunai rupiah dan valas yang sedang dihitung serta kendaraan diamankan sebagai barang bukti awal.
“Seperti ketentuan di KUHAP, KPK diberi waktu paling lama 24 jam sebelum penentuan status hukum pihak-pihak yang diamankan tersebut,” kata Febri. Saat penggeledahan, KPK
Zona Bahaya
Atas kondisi ini, pihaknya tetap merekomen-
dasikan masyarakat di sekitar Gunung Agung dengan zona bahaya 4 km diimbau untuk tidak melakukan aktivitas. Be-
gitu juga untuk pendakian juga tidak diperkenankan. Selain itu, masyarakat yang bermukim di sekitar aliran-aliran sungai yang
tak menemukan narapidana Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. KPK menduga adanya transaksi suap terkait fasilitas napi korupsi. (kmb)
berhulu di Gunung Agung untuk tetap mewaspadai potensi ancaman aliran lahar hujan. (kmb41)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Minggu PON, 22 Juli 2018
t r o Sp
Hazard Mendekat ke Madrid London–
10 Tim Sepak Bola Marakkan YPS Cup Denpasar (Bali Post)Tercata 10 tim sepak bola ikut menyemarakkan turnamen sepak bola antarbanjar memperebutkan Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) Cup X/2018, di Lapagan Letda Made Pica, Sanur, mulai Sabtu (21/7) kemarin. Kesepuluh tim yang ambil bagian dibagi dalam dua pul, yakni Grup A dihuni Real Medura Banjar Medura, Gosila Banjar Singgih, Cemara Beneh Banjar Sindu, POR Pura Bamjar Batanpoh, serta PSG Banjar Gulingan. Sementara tim yang menghuni Grup B adalah Udiana Putra Banjar Tamansari, Gajah Putih Club (GPC) Banjar Belong, Graha Canti Banjar Semwang, Putra Dwipa Banjar Batujimbar, serta DCFC Banjar Penopengan. Ketua Umum YPS Ida Bagus Gede Sidharta Putra menyatakan, turnamen sepak bola antarbanjar YPS Cup sudah memasuki usia kesepuluh, dan diharapkan melalui event ini Sanur mampu mengembalikan kejayaan olahraga yang terkenal sejak dulu. ‘’Jika perlu mereka ini bisa mengukir prestasi lebih tinggi, baik tingkat Kota Denpasar maupin Bali,’’ katanya. Selain itu, melalui ajang ini diharapkan muncul bakat-bakat pesepak bola bertalenta yang bisa mengharumkan nama Sanur di kancah event yang lebih tinggi. Karena itu, turnamen YPS tahun ini benar-benar memberdayakan dan menggali potensi warga Sanur asli. ‘’Jadi, mereka yang berlaga wajib memiliki KTP Sanur. Regulasi ini tentu berbeda dibandingkan peraturan tahun sebelumnya,’’ ucapnya. Sementara Ketua panpel Made Sukadana menjelaskan, turnamen YPS Cup bertujuan menggeliatkan pembinaan sepak bola sekaligus sebagai wadah bagi generasi muda Sanur yang menggeluti sepak bola. ‘’Kejuaraan ini juga untuk mengisi spirit semangat juang Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-73,’’ terangnya. Dikemukakan, turnamen berhadiah total uang pembinaan Rp 14 juta dan biaya penyelenggaraan Rp 94 juta ini digelar sampai dengan 15 Agustus mendatang. ‘’Babak penyisihan ini menggunakan sistem setengah kompetisi,’’ ujarnya. (022)
Bintang Chelsea, Eden Hazard dikabarkan AS semakin dekat bergabung dengan Real Madrid. Pemain Belgia itu diproyeksikan akan menggantikan peran Cristiano Ronaldo yang hengkang ke Juventus. Oleh karenanya, Real Madrid mengalihkan pemburuan. Eden Hazard menjadi nama yang paling memungkinkan untuk menggantikan CR7 di Santiago Bernabeu. Apalagi situasi Eden Hazard di Chelsea sedang tidak kondusif dalam beberapa musim terakhir. Penampilannya pun dianggap melempem karena dikabarkan sudah tidak betah berkarier di London. Media-media Spanyol mengabarkan Real Madrid sudah membuka negosiasi untuk transfer tersebut dengan ayah Eden Hazard. Kabarnya bahwa Real Madrid dan Chelsea sepakat dengan angka 170 juta pound sterling atau sekitar Rp 3,2 triliun. Namun dari nilai itu Chelsea hanya akan menerima 90 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,7 triliun terlebih dahulu. Sisa 80 juta pound sterling akan diberikan Real Madrid jika Hazard memenuhi sejumlah kriteria musim depan. Media Mirror mengabarkan bahwa Chelsea akhirnya melepas Hazard karena khawatir nilainya akan turun pada musim depan. Pasalnya, Hazard tinggal menyisakan dua tahun dalam kontraknya bersama Chelsea. Apalagi si pemain tak menunjukkan bahwa dirinya akan menandatangani kontrak bersama klub milik taipan minyak Rusia Roman Abramovich tersebut. Perwakilan Hazard telah bertemu dengan Real Madrid, Sabtu (21/7) kemarin. Mereka membicarakan berapa bayaran yang akan diterima si pemain di sana. Kabar tersebut sedikit mengejutkan karena manajer anyar Chelsea, Maurizio Sarri menyatakan ingin mencoba membujuk si pemain untuk bertahan terlebih dahulu. Sarri ingin agar Eden Hazar dan Thibaut Courtois yang juga dikabarkan akan ke Real Madrid, bertemu dengannya dan bergabung bersama tim untuk merasakan atmosfir yang dia bangun di Chelsea. Eden Hazard dan Thibaut Courtois sendiri hingga saat ini dikabarkan belum bergabung bersama Chelsea yang sudah memulai latihan pra musim mereka. Keduanya diberikan waktu libur lebih panjang setelah berhasil membawa Belgia meraih gelar juara ketiga di Piala Dunia 2018. Soal Courtois, Chelsea dan Real Madrid juga kabarnya telah menyepakati nilai transfer sebesar 35 juta pound sterling. Kubu Singa London terpaksa menjualnya karena kontrak Courtois tinggal tersisa satu tahun lagi. Jika tak menjualnya sekarang, mereka akan kehilangan penjaga gawang berusia 26 tahun itu tanpa mendapatkan sepeser uang pun pada musim depan. (kmb33/afp)
Obor Asian Games Lewati Jalan Panjang Jakarta– Akhir pekan ini pawai obor Asian Games 2018 akan dimulai. Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) akan melibatkan 53 pemerintah kabupaten dan kota di 18 provinsi dalam kegiatan pawai obor. Obor ini memiliki tinggi 60 cm dan lebar 3,5-9 cm. Berat kosong obor ini adalah 1,6 kg dan 1,7 kg saat terisi penuh bahan bakar gas propane. Berikut ini adalah perjalanan obor Asian Games: Api obor Asian Games ke-18 akan diambil dari Stadion Nasional Dhyan Chand, New Delhi, India pada 17 Juli. India adalah tuan rumah Asian Games pertama pada 1951. Di sana
api obor akan dihasilkan dari cermin parabola yang diarahkan langsung ke matahari. Selepas pengambilan api dari India, obor Asian Games akan tiba di Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah pada 18 Juli. Tepatnya di Candi Prambanan, akan ada penggabungan api obor yang sudah dinyalakan di India dengan api abadi di Mrapen. Obor kemudian akan mulai berkeliling Indonesia, mulai dari Yogyakarta pada 19 Juli menuju Stadion Sriwedari sebagai tempat bersejarah bagi olahraga Indonesia. Di situ pertama kalinya Pekan Olah raga Nasional (PON) di gelar. Obor akan dibawa ke Gunung Bromo pada 21
Juli dan ke Banyuwangi pada 21-23 Juli. Sampai di Banyuwangi, obor dibawa ke Kawah Ijen dan pantai Boom. Lepas dari pantai Boom, obor akan dibawa pada 23-24 Juli ke Bali, tepatnya berkeliling Gilimanuk, Kuta, dan Tanah Lot. 24 Juli obor kemudian menuju Mataram, NTB melalui udara. Obor lalu diterbangkan ke Raja Ampat, Papua melalui sorong untuk dibawa menyelam dan berlayar dengan kawalan kapan-kapal perang suku Papua di Pianemo, sebelum akhirnya di arak keliling kota Sorong. Obor lalu dibawa ke Makassar melalui jalur darat menuju Tanjung Bira. Pada 30-31 Juli, obor dibawa
dari Makassar ke Banjarmasin dan dipamerkan kepada masyarakat di Pasar Terapung. Pada 17 Agustus obor dibawa ke Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu untuk ikut dalam upacara bendera HUTRI. Sore harinya obor dibawa ke Istana Negara pada saat upacara penurunan bendara. Di sini akan ada prosesi serah terima obor dari Presiden ke Ketua Inasgoc. Pada 18 Agustus obor yang menginap di Balai Kota Jakarta akan di bawa oleh torch barrier bersama 2018 pelari lainnya menuju GBK. Lalu api akan dinyalakan dua torch ambassador pada saat upacara pembukaan Asian Games 2018. (ant)