terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
Minggu umanis, 21 januari 2018
u g g n Mi Pengemban Pengamal Pancasila
BPM/kmb38
DISAMBUT MERIAH – Pasangan calon (paslon) KBS – Ace disambut meriah dengan berbagai kesenian khas Buleleng sebelum mengikuti deklarasi, Sabtu (20/1) kemarin, di lapangan umum Taman Kota (Tamkot) Singaraja.
Ribuan Warga Buleleng ”Ketog Semprong” Dukung KBS-Ace Tak Beranjak meski Hujan Lebat
RIBUAN massa pendukung, kader PDI Perjuangan, partai pengusung, tokoh masyarakat, dan komunitas pencinta otomotif tumpah ruah alias ketog semprong memadati ruas Jalan Veteran, Jalan Ngurah Rai, hingga di lapangan umum Taman Kota (Tamkot) Singaraja, Sabtu (20/1) kemarin. Hujan yang mengguyur Gumi Panji Sakti ini tak menyurutkan masyarakat untuk memberikan dukungan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (KBS-Ace). Kehadiran ribuan warga Buleleng yang menampilkan berbagai kesenian tradisional khas Buleleng semakin menguatkan kemenangan paket KBSAce dalam Pilgub 2018 ini. Sebelum deklarasi, KBS – Ace didampingi pengurus DPD PDI Perjuangan Bali, Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng Putu Agus Suradnyana, dr. Nyoman Stujdira, Sp.OG., Ketua Tim Pemenangan KBS – Ace Kabupaten Buleleng Gede Supriatna mengawali deklarasi dengan bersembahyang untuk memohon restu di Sanggah Merajan Leluhur Bung Karno di Bale Agung. Persembahyangan yang berlangsung kusyuk itu diikuti oleh segenap keluarga besar Bale Agung. KBS –Ace kembali melaksanakan persembahyangan di Pura Desa Bale Agung, Desa Pakraman Bule-
leng. Kali ini tidak saja bersembahyang, namun KBS – Ace menyaksikan pementasan Tari Rejang yang merupakan Tari Wali (sakral) yang dibawakan ratusan remaja dan ibu-ibu. Dari Bale Agung, iring-iringan KBS – Ace menuju kawasan Patung Tugu Singa Ambararaja di Jalan Pahlawan. Di tempat ini, seniman Buleleng menyambut KBS – Ace dengan kesenian khas Buleleng seperti Tari Truna Goak, Wayang Wong, Kecak, Ngoncang, hingga kesenian Adrah. Dari Tugu Singa Ambararaja, KBS – Ace kemudian berjalan kaki menuju lapangan umum Taman Kota Singaraja. Sepanjang Jalan Ngurah Rai ini, dimeriahkan berbagai sekaa baleganjur hingga suasana hujan berubah menjadi riuh. Sepanjang perjalanan ini, masa pendukung berusaha untuk mendekati KBS- Ace untuk berjabat tangan hingga mengajak foto selfie. Saat deklarasi, aspirasi komponen masyarakat Buleleng yang dibacakan oleh Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Buleleng Dewa Putu Budarsa menyatakan kebulatan tekad untuk mendukung KBS – Ace dalam laga Pilgub Bali 27 Juni 2018 mendatang. Dia menilai keputusan PDI Perjuangan bersama partai pendukung sangat tepat memilih sosok KBS – Ace menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. Hal ini karena kedua calon ini memiliki
kemampuan dalam berbagai hal dalam menjalankan pembangunan Bali yang satu jalur untuk memajukan pembangunan di Buleleng. “Keputusan tepat dan kami siap mendukung dan memenangkan KBS -Ace,” tegasnya. Menurut Budarsa, sosok Wayan Koster yang sukses menjadi DPR-RI berhasil menyalurkan aspirasi masyarakat Bali dan berhasil dalam program pendidikan siswa SD, SMP, SMA dan SMK. Menyalurkan bantuan untuk perbaikan pura, membangun wantilan, pembangunan gedung sarana olahraga, sarana kesenian dan perbaikan infrastrukur jalan. Sedangkan, sosok Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dikenal sebagai sosok seniman dan budayawan dan diakui kredibilitasnya. Selain itu, mantan Bupati Gianyar ini dianggap berpengalaman dalam pengembangan industri pariwisata secara umum di Bali. “Perhatian, partisipasi dan dedikasi KBS – Ace mencerminkan kepemimpinan pada zaman Bung Karno di mana tidak hanya kepentingan partai politik, tetapi berbuat untuk masyarakat Bali sesuai ajaran Bung Karno. Sekarang juga digulirkan kebijakan dengan program pembangunan semesta berencana yang dijalankan dengan konsep satu jalur, sehingga kami yakin pasangan ini tepat untuk dimenangkan dalam pilgub nanti,” jelasnya. (ad970)
Buleleng Gantungkan Harapan KBS-Ace Wujudkan Pemerataan
DEKLARASI pasangan calon (paslon) I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (KBS – Ace) betul-betul dijadikan momentum bagi warga Buleleng untuk menyampaikan aspirasinya. Warga Den Bukit (Buleleng) pada deklarasi yang dihadiri ribuan massa itu berharap pasangan KBS – Ace mampu mewujudkan pemerataan di segala sektor. Harapan itu sacara lantang disuarakan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS). Di hadapan massa, Suradnyana dengan detail menyampaikan enam hal kepada KBS – Ace. Enam program itu yakni, pentinggnya pemerintah membangun sarana transmisi untuk memudahkan warga Bali Utara untuk menikmati berbagai siaran televisi. Kedua, menyangkut pendidikan dan kesehatan, pemerintah ke depan diminta untuk meningkatkan anggaran muntukmemberikanpelayanankesehatan
BPM/mud
PIDATO- Ketua Pemenangan KBS-Ace, Giri Prasta berpidato di tengah ribuan massa pendukung KBS-Ace.
dan pendidikan secara gratis. Permintaan ketiga dalam hal membangkitkan pengelolaan sektor pertanian. Keempat menyangkut pengembangan dunia pariwisata. Buleleng selain memiliki potensi wisata alam, seni dan budaya, juga mulai mengembangkan wisata bahari. Untuk mengoptimalkan pengembangan pariwisata di Bali Utara perlu ada kebijakan untuk pemanfaatan Pelabuhan Barang Celukan Bawang Kecamatan Gerokgak menjadi pelabuhan kapal pesiar. Sementara dua program lain adalah percepatan realisasi proyek jalan shortcut Singaraja – Bedugul yang sekarang masih dalamprosespenyusunanDetailEngeneering Design (DED). Tidak ketinggalan satu harapan besar lagi adalah menyangkut nasib wacana proyek pembangunan Bandara Internasional di Kecamatan Kubutambahan. Menganggapi enam permintaan itu, Wayan Koster didampingi Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ketua Tim Pemenangan KBS – Ace Provinsi Bali Nyoman Giri Prasta, dan Made Urip menyatakan, permintaan warga di Buleleng itu tidak akan sulit untuk merealisasikan, asalkan dirinya dipercaya oleh warga untuk mengantarkan sebagai pemimpin Bali lima tahun ke depan. “Kami sudah merencanakan dengan konsep pemerintahan satu jalur antara Gubernur dengan Bupati, maka keinginan warga untuk kemajuan daerah
akan bisa dilakukan dengan optimal,” katanya. Koster mencontohkan, keinginan untuk memperpanjang dermaga Pelabuhan Celukan Bawang untuk menjadi pelabuhan kapalpesiarsudahdalampembahasanoleh pemerintah pusat. Itu artinya, pemerintah pusat sudah memikirkan untuk memperpanjang dermaga itu agar bisa disinggahi kapal pesiar seperti di daerah lain. Demikian pula, soal proyek pembangunan shortcut yang sudah tahap penyusunan DED, maka ini tidak akan lama akses Buleleng dengan Bali Selatan akan diperpendek. Sementara untuk pertanian, Koster menjanjikan begitu dirinya terpilih menjadi Gubernur Bali, langkah pertama akan dilakukan adalah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang akan mengatur perusahaan di Bali untuk menyerap produksi buah lokal Bali termasuk di Buleleng. Sedangkan untuk akses siaran televisi, dirinya menyebut tidak sulit dan tinggal mengajukan permohonan ke pemerintah pusat, maka fasilitas untuk perluasan seiaran televisi ini akan bisa diwujudkan di Buleleng dan daerah lain di Bali. “Saya siap berjuang dan untuk langkah awal, buah mangga, anggur, durian, dan yang lain banyak dihasilkan di Buleleng akan saya atur dengan pergub,’’ tegasnya sembari menyerukan target perolehan suara di di Buleleng mencapai 80 persen. (ad970)
20 HALAMAN
NOMOR 150 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
2
Sisi Lain
Minggu Umanis, 21 Januari 2018
BPM/kmb41
PULANG - Pasien keracunan makan nasi bungkus yang dirawat di RSU Bangli semuanya sudah diperbolehkan pulang, Sabtu (20/1) kemarin.
Pasien Keracunan di RSU Bangli Diperbolehkan Pulang
Bangli (Bali Post) -
Setelah sempat menjalani perawatan secara intensif, puluhan warga yang keracunan makanan saat menghadiri upacara pernikahan yang dirawat di RSU Bangli sudah diperbolehkan pulang Sabtu (20/1) kemarin. Seluruh pasien diizinkan pulang, setelah kondisi mereka mulai membaik. Wadir Pelayanan RSU Bangli I Ketut Darmaja, Sabtu (20/1) kemarin, mengungkapkan, 48 pasien yang sebelumnya menjalani rawat inap untuk mendapatkan perawatan secara intensif akibat keracunan makanan tersebut sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya mulai membaik. “Setelah menjalani rawat inap selama sehari, seluruh kondisi pasien mulai stabil. Karena kondisinya sudah membaik mereka semua sudah diperbolehkan pulang,” ungkapnya. Kepala Dinas Kesehatan Bangli I Nengah Nadi mengungkapkan, pihaknya kemarin (Jumat, red) sudah mengambil sampel makanan bersama nasi, muntahan, dan air yang diminum untuk dibawa ke Lab Provinsi untuk diteliti untuk mengetahui secara pasti penyebab puluhan warga keracunan. “Pagi-pagi sampel sudah dibawa ke Lab Provinsi Bali,” ungkapnya. Kata Nadi, pihaknya belum bisa memastikan kapan hasil lab akan diperoleh. Hanya, menurutnya biasanya hasil cepat bisa keluar. “Biasanya hasilnya cepat keluar. Mudah-mudahan hasil labnya bisa segera keluar.
Nanti kalau sudah keluar kita akan informasikan lebih lanjut,” imbuh pejabat asal Randang itu. Sementara itu, Kapolres Bangli AKBP I GN. Agung Ade Panji Anom menambahkan, jumlah total korban 57 orang. Untuk pasien yang ditangani oleh RSUD Bangli 48 orang semuanya sudah diperbolehkan pulang dan jumlah pasien yang dirawat di RS BMC sembilan orang yakni lima sudah diperbolehkan pulang dan empat masih menjalani perawatan. “Kami sudah tangani kasus ini. Sekarang kami juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi termasuk sampel makanan, minuman serta muntahan dari korban sudah kami ambil untuk dibawa ke Laboratorium Forensik Cabang Denpasar. Semua sampel sudah kami bawa dan kini tinggal menunggu hasil dari pemeriksaan Laboratorium Forensik untuk memastikan apakah makanan atau minuman yang disuguhkan dalam pesta pernikahan itu yang menyebabkan warga Tambahan Bakas, Jehem, Tembuku mengalami keracunan,” ucap Agung Ade Panji Anom. Sementara salah seorang warga yang keracunan Dewa Made Hariana mengakui, setelah makan nasi tersebut mulai merasakan gejala awal seperti kembung, muntah-muntah, pusing, panas, gemetar, dan kedua kakinya terasa dingin. Kata dia, dirinya tidak merasakan aneh dengan nasi yang disantapnya. Sementara nasi dan mi instan tidak berbau. “Karena gejala itu, saya langsung dibawa ke RSU Bangli. Sekarang kondisi sudah membaik,” katanya. (kmb41)
Koster Jalani Coklit di Desa Kelahirannya Singaraja (Bali Post) – Pencocokan dan penelitian (coklit -red) serentak diawali dengan menyasar tokoh politisi yang sekaligus sebagai calon Gubernur Bali Wayan Koster. Coklit ini dilakukan di tanah kelahirannya Dusun Dukuh, Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula Sabtu (20/1) kemarin. Pada coklit itu, Koster bersama istrinya Ni Luh Putu Putri Suastini dan anaknya tercantum sebagai pemilih. Hanya, Koster baru mengalihkan KTP elektroniknya ke Buleleng, sehingga datanya dikategorikan sebagai pemilih baru. Sedangkan, istrinya juga masuk sebagai pemilih, namun dilakukan perbaikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kepala Keluarga (KK). Coklit kemarin dimulai sekitar pukul 08.00 wita. Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) diawasi langsung Ketua KPU Gede Suardana, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ketut Rudia, dan Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Buleleng Ketut Ariyani. Coklit diawali dengan mengecek elemen data pada Kartu Keluarga (KK) dengan KTP milik Koster dan keluarganya. Setelah dicocokkan, petugas PPDP kemudian mengisi formulir yang sudah ditulsi tangan sebagai tanda coklit sudah dilakukan. Proses terakhir, menempelkan formulir pada jendela rumah milik Koster di Dusun Dukuh, Desa Sembiran. Ketua KPU Gede Suardana mengatakan, dari proses PPDP di kediaman Wayan Koster, secara umum prosesnya sudah berjalan sesuai mekanisme. Dalam coklit itu, Koster yang sengaja disasar sebagai tokoh politik sekaligus calon Gubernur Bali dinyatakan terdaftar sebagai pemilih. Berdasarkan A-KWK atau data DP4, Koster dan istrinya terdaftar sebagai pemilih di TPS 06 Desa Sembiran bersama dengan 638 pemilih lainnya. Dari pengecekan, Koster dimasukkan sebagai pemilih baru karena KK dan KTP elektroniknya baru dipindah dari Jakarta ke Buleleng mulai 2017 yang lalu. Istrinya, Suastini, juga sudah terdaftar sebagai pemilih dan hanya dilakukan perbaikan No. NIK dan No. KK. Sedangkan, untuk kedua anaknya memang sudah berumur 17 tahun, namun karena belum melakukan perekaman KTP elektronik, maka PPDP baru akan melakukan coklit ketika yang bersangkutan sudah melakukan perekaman data kependudukan. Di sisi lain, Suardana mengatakan, coklit serentak yang diawali dengan menyasar tokoh politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kalangan artis, dilakukan agar semua warga yang sudah berumur 17 tahun ke atas semakin sadar untuk mencocokkan kembali data kependudukannya sebelum coklit berakhir pada 18 Februari 2018 mendatang. Dengan kesadaran masyarakat yang semakin meningkat itu, data pemilih menjadi akurat dan terhindar dari persoalan pemilih ganda atau hingga ada warga yang tidak terdaftar. Sementara itu, Wayan Koster menyambut positif upaya penyelenggara pemilu yang melakukan
coklit untuk menyempurnakan data pemilih sebelum nantinya akan ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dia mengatakan, coklit ini sangat penting dilakukan untuk menghindari munculnya persoalan pada saat pilkada serentak digulirkan oleh penyelenggara. Untuk itu, Koster mengimbau semua warga di Bali menyukseskan dan berpartisiapsi aktif untuk melengkapi data kependudukannya mulai dari KK dan perekamanan KTP elektronik. “Sebelum marah karena tidak terdaftar atau tidak dapat surat undangan untuk memilih, lebih baik sekarang kita cocokkan data kependudukan kita, sehingga tidak ada lagi kesan menyalahkan penyelenggara ketika pilkada serentak digulirkan,” katanya. Di sisi lain, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini mengingatkan kepada pemerintah provinsi (pemprov) dan pemkab dan pemkot untuk mengenjot lagi perekamanan data kependudukan bagi warga yang sudah cukup umur sebagai pemilih. Hal ini karena dari laporan yang diterimanya, masih banyak warga di Bali yang belum melakukan perekamanan KTP elektronik. Bahkan di daerahnya sendiri (Buleleng -red), ada sekitar 30 ribu warga yang belum melakukan perekamanan. “Untuk ukuran Buleleng jumlah yang belum perekamanan itu banyak sekali. Untuk itu, saya mendorong dan meminta pemerintah melakukan perekamanan lebih intens. Demikian pula partai politik yang berkepentingan menyukseskan pemutakhiran data pemilih ini dan mumpung masih ada waktu sampai batas akhir coklit berakhir,” tegasnya. (kmb38)
BPM/mud
COKLIT – Wayan Koster bersama istrinya Ni Luh Putu Putri Suastini mengikuti tahapan pencocokan dan penelitian (coklit ) data pemilih Pilgub Bali di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sembiran, Tejakula, Sabtu (20/1) kemarin.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
20 HALAMAN
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
u g g n Mi AS ’’Shutdown’’, Trump Disudutkan
NOMOR 150 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu umanis, 21 januari 2018
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
New York Sangat mengejutkan, Sabtu (20/1) kemarin, AS mengumumkan pemerintah AS mengalami shutdown tepat pada ulang tahun pertama pelantikan Presiden Donald Trump. Nasib PNS tak jelas. Taman nasional dan monumen juga akan ditutup untuk umum, layanan esensial tetap akan dijalankan.
BPM/edi
GEBOGAN - Sejumlah wisatawan menyaksikan persembahan gebogan untuk monyet di kawasan objek wisata Uluwatu, Sabtu (20/1) kemarin.
Gebogan untuk Monyet SUASANA berbeda terlihat di kawasan luar Pura Uluwatu, Sabtu (20/1) kemarin. Serangkaian Tumpek Uye atau Tumpek Kandang, Desa Adat Pecatu bersama pengelola objek wisata Uluwatu, menggelar upacara persembahan berupa gebogan buah setinggi dua meter serta banten otonan untuk wanara (monyet). Upacara ini sebagai ungkapan rasa syukur, terima kasih sehingga keberadaan monyet ini bisa hidup berdampingan dengan manusia sesuai dengan konsep Tri Hita Karana. Menurut Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, kegiatan ini memang rutin dilaksanakan enam bulan sekali dalam kalender Bali. Ini merupakan cerminan untuk melaksanakan konsep Tri Hita Karana, penghormatan terhadap alam beserta isinya, salah satu isinya adalah monyet. “Kegiatan ini juga kami maknai sebagai langkah untuk lebih membuat monyet yang ada di sini bisa beradaptasi dengan pengunjung,” ucapnya. Selama ini, wanara atau monyet ini sudah memberikan kontribusi yang positif terhadap kelengkapan dari objek wisata di kawasan Uluwatu. Hal. 19 Daya Dukung
Bangga Menjadi Pemuda Hindu
ORGANISASI pemuda Hindu di Bali harus bisa menjadi garda terdepan di dalam mengawal dan mengajegkan adat istiadat, agama dan budaya Bali. Apalagi, di era global seperti saat ini banyak budaya luar yang telah menggerus budaya yang kita miliki di Bali. Untuk bisa melakukan hal tersebut, tentu anggota dari organisasi pemuda Hindu Bali harus mempunyai komitmen dan tujuan yang sama untuk mengantisipasi hal tersebut. Sehingga, rasa bangga menjadi bagian dari organisasi pemuda Hindu akan muncul dan menjadi nilai plus tersendiri bagi organisasi itu sendiri. Terlebih jika mampu menjalin kerja sama yang baik dengan organisasi lainnya yang sama-sama mempunyai tujuan untuk mengajegkan adat, agama, dan budaya Bali ke depannya. “Komitmen inilah yang harus dilakukan, meskipun antara organisasi itu berbeda, namun perbedaan tersebut harus dieksplor, sehingga menjadi satu kesatuan untuk mengajegkan Bali,” tandas Ketua PD KMHDI Bali, I Gusti Ngurah Kirana Dana, Sabtu (20/1) kemarin. Ngurah Kirana mengatakan, di era globalisasi saat ini, banyak budaya luar yang telah membengkokkan budaya luhur yang ada di Bali sehingga, peran generasi muda Bali untuk meluruskan kembali budaya Bali yang telah terpengaruh tersebut adalah suatu kewajiban. Apalagi, dalam membuat perubahan harus dimulai dari dalam diri. “Kehidupan ini ibaratkan telur. Jika telur dibuka secara terpaksa, maka tidak akan lahir anak ayam, tidak ada generasi. Namun, kalau telur itu terbuka dengan sendiri tanpa dipaksakan dari luar maka kehidupan ini akan berlanjut dan berkembang menjadi lebih besar, sehingga bisa meghasilkan telur yang lebih banyak lagi. Begitu juga kehidupan, harus dimulai dari dalam diri kita sendiri,” ujarnya. Selain itu, dikatakannya, kita harus bangga menjadi generasi muda Bali. Kita harus bisa mengungkap jati diri yang sesungguhnya. Tidak pernah malu dengan apa yang dimiliki, dan harus bisa menunjukkan bahwa apa yang dimiliki belum tentu dimiliki oleh orang lain dan itu menjadi identitas diri yang sesungguhnya. Hal. 19 Ajegkan Bali
Pemerintahan Donald Trump tutup setelah presiden dan senator Demokrat gagal mencapai kesepakatan soal anggaran 2018 akibat kehabisan uang sebagai dampak molornya pembahasan anggaran. Pemerintah AS pernah mengalami shutdwon pada 2013 pada era Presiden Barack Obama. Saat itu, ada 850 ribu PNS di AS yang dirumahkan. Kini, kondisi terjadi akibat terjadinya deadlock saat membahas anggaran 2018. Hal. 19 Penyebab Utama
KPK Ingin Tangani Korupsi di Swasta Jakarta (Bali Post) Selain menangani kasus korupsi yang merugikan keuangan negara oleh penyelanggara negara, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ingin menangani kasus yang sama di swasta. Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif meminta agar lembaga yang dipimpinnya juga mempunyai kewenangan menangani korupsi swasta sebagaimana tertuang dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). “Dalam KUHP harus ada pasal yang mengatakan bahwa KPK juga memiliki kewenangan penanganan tindak pidana korupsi swasta,” kata Laode di Jakarta, Sabtu (20/1) kemarin. Hal. 19 RUU KUHP
Donald Trump
Rupiah Diuntungkan, Dolar AS Cenderung Melemah
Jakarta (Bali Post) Dampak terjadinya shutdown bagi Indonesia, secara temporer sangat minim ke nilai tukar rupiah namun jika terus berlanjut bakal menguntungkan bagi nilai tukar rupiah. Peneliti Indef, Bhima Yudhistira, mengatakan, proyeksi rupiah masih berada dalam rentang yang terkendali di kisaran 13.350 - 13.400 ketika terjadi shutdown. Sebab pada masa
shutdown, dolar AS cenderung melemah. “Terjadinya shutdown menyebabkan prospek pemulihan ekonomi AS bisa terganggu. Shutdown atau penghentian sementara operasional pemerintahan di AS akan membuat posisi rupiah diuntungkan,” kata Bhima. Hal. 19 Masih Positif
Bangkitlah Yowana Bali Paiketan Krama Bali melalui Departemen Pemuda dan Kaderisasi menggelar dharma tula Yowana Bali 2018 dengan tema Yowana Bali Metangi “Saling Asah, Asih, lan Asuh” di Danes Art Veranda, Sabtu (20/1) kemarin. Agenda ini digelar untuk membuka kesadaran pemuda atau yowana Bali segera bangkit dan bangga menjadi orang Hindu.
Bali Post/eka
DHARMA TULA - Ketua Paiketan Krama Bali A.A. Putu Agung Suryawan dalam kegiatan dharma tula yowana Bali 2018 di Danes Art Veranda, Denpasar, Sabtu (20/1) kemarin.
ACARA yang dikemas dengan diskusi santai ini menghadirkan generasi muda Bali antar-organisasi Hindu, seperti DPP Peradah Bali, PD KMHDI Bali, FPMHD Unud, PMHD Unwar STIKI Indonesia, STP Nusa Dua, Stikom Bali, Gerakan Bhagawadgita Indonesia, Vivekananda Spirit Indonesia, Youth Sakki, Forum Komunikasi STT se-Badung dan STT Banjar Sebudi Tanjung Bungkak. Mereka sharing program dan menyamakan persepsi untuk memajukan dan menjaga keajegan Bali ke depannya. Ketua Umum Paiketan Krama Bali, Dr. Ir. A.A. Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., mengatakan kegiatan dharma tula Yowana 2018 merupakan kegiatan pertama sekaligus menjadi tonggak awal dari kegiatan yang akan dilakukan Paiketan Krama Bali di sepanjang tahun 2018 ini. Sebab, yowana merupakan suatu organisasi yang di dalamnya bernaung para generasi muda Bali cerdas yang akan memimpin Bali ke depannya. Oleh karena itu, keberadaan yowana harus terdeteksi dan terintegrasi menjadi satu kesatuan yang mempunyai maksud dan tujuan yang sama, yaitu untuk mengajegkan adat istiadat dan budaya Bali ke depannya. Hal. 19 Jadi Fasilitator
”Dharma Tula” Yowana Bali 2018
Tunjukkan Rasa Welas Asih Antarsesama MEMBENTUK dan bergabung dalam suatu organisasi adalah suatu hal yang sah-sah saja berdasarkan hukum. Apalagi, di dalam dunia demokrasi sangat diperlukan organisasi-oraganisasi yang bisa berkontribusi di dalam mengawal pembangunan bangsa dan negara. Terutama organisasi yang di dalamnya dinaungi generasi muda bangsa yang mempunyi pemikiran dan ideide yang cemerlang dalam menjaga, membangun, dan melestarikan adat istiadat, budaya, dan nilai-nilai luhur bangsa.
BPM/eka
HINDU- Salah seorang yowana Hindu memberikan pemaparan di dharma tula yowana Bali 2018.
Khusus di Bali, organisasi kepemudaan Hindu Bali harus menjadi garda terdepan dalam mengajegkan Bali. Tentu hal ini tidak bisa dilakukan oleh satu organisasi kepemudaan Hindu saja, namun harus disinergikan dengan organisasi kepemudaan Hindu lainnya, bahkan kepemudaan luar Hindu. Sehingga, Bali menjadi tempat “hidup” yang semakin berkualitas dan nyaman dengan segala bentuknya. “Semua harus memiliki kesadaran ini dan generasi muda harus berada di depan di dalam semua aktivitas untuk menjaga kelestarian Bali. ’’Generasi muda harus bangkit,” tegas Pembina Paiketan Krama Bali, Ida Rsi Wisesanatha, Sabtu (20/1) kemarin. Apalagi, sampai saat ini, Bali masih menjadi tujuan wisata dunia dengan berbagai keunikan yang dimilikinya. Pengaruh budaya global yang hedonis, yaitu budaya yang menganggap bahwa kemewahan memudahkan segala kehidupan, sehingga pengaruhpengaruh negatif akan sangat mudah masuk dan berpengaruh di dalam diri generasi muda Bali. Oleh karena itu, sinergisitas antarorganisasi muda Bali harus dijalin, sehingga komunikasi yang tercipta semakin intens dengan ide-ide yang positif di dalam memajukan Bali ke depannya. Hal. 19 Bekerja Keras
Ida Rsi Wisesanatha
4
Minggu Umanis, 21 Januari 2018
Para Pemuja Gunung
Memahami Penanda Alam di Tahun Politik SEJAK dahulu masyarakat Bali percaya dengan beragam mitologi yang terus berderak di dalam sulur dan alur kehidupannya. Tahun 2018, lebih dikenal dengan sebuah nama “tahun politik” tentu suasana, napas dan gerak-geriknya sudah terbaca, agak “menghangat”. Namanya juga tahun politik, tahun unjuk narasi janji. Beragam narasi gelisah, narasi kenencian, hoaks terus menggelinding di tengah pusaran kekuasaan. Jika masyarakat Bali mau menengok kembali masa lampau, banyak lontarlontar yang memiliki “narasi” indah untuk mencegah beragam hal buruk yang akan terjadi untuk masa depan. Salah satunya adalah “mitologi gunung”. Gunung Agung berulangkali erupsi, sedangkan orang-orang kebingungan, antara diam sebagai pengungsi atau kembali. Orang lain membantu memberikan pertolongan dengan mendirikan tempat-tempat yang layak untuk dihuni. Kemanusiaan sungguh sedang diuji. Entah siapa yang akan lulus ujian, dan siapa yang mesti tinggal kelas. Bagi yang lulus ujian, akan diberikan persoalan-persoalan lain, dan sebagaimana umumnya, soalnya akan lebih susah. Bagi yang tinggal kelas, akan diberikan pelatihan, dari tingkat dasar sampai tingkat puncak. Hidup ini memang mirip sekolah. Begitulah “alam” Bali mengajari kita “pertanda” , tafsir untuk memahami membaca masa depan . Tentang sekolah, Tagore tampaknya juga memiliki definisinya sendiri. Dibangunnya Shanti Niketan, sekolah dimana anak-anak belajar tentang pohon pada tanah tempat pohon itu tumbuh. IBM Dharma Palguna berkata “Pada kehidupan Rabindranath Tagore restu jaman ternyata mengiringi setiap kerja kreatifnya, sehingga ia berhasil menjadikan dirinya seorang ‘Rabindranath Tagore’
sebagaimana dunia mengenalnya”. Restu zaman menurutnya adalah kekuatan yang sangat menentukan bagi manusia untuk mengangkat dirinya dari kekerdilan. Sepertinya rumus yang serupa berlaku bagi Dharma Palguna: restu jaman. Restu Jaman Restu jaman jugalah yang menjadi sebab Dharma Palguna menulis tentang ‘Pencari Sunyi dan Gunung’. Restu jaman pula yang menyebabkan tulisan itu dibaca kini dan mengilhami. Ida Pedanda Ngurah adalah seorang kawi wiku yang disebut pencari sunyi pada gunung-gunung, atau mungkin gunung di tempat yang sunyi. Pencarian itu disebut alanglang kalangon. Alanglang berarti perjalanan. Kalangon bisa diterjemahkan menjadi keindahan, meski tidak sama sekali tepat. Tetapi kalangon juga tidak sama dengan kesunyian. Kali ini cukupkan dulu pengertian kalangon sebagai keindahan yang tak terperikan. Konsekuensi ketakterperikan itu menyebabkan para pencarinya membuat analogi-analogi. Analogi yang dibuat dapat sekaligus bertindak sebagai pemujaan. Kakawin Dharma Kusuma misalnya, menyebutkan kata Girinatha [penguasa gunung] dalam manggalanya [bait awal pada karya sastra kakawin]. Pemujaan dipersembahkan kepada Girinatha sebagai penguasa gunung yang ‘halus’ di dalam pikiran [suksmaning idhĕp]. Jika sesuatu yang halus dikatakan berada di dalam pikiran, artinya sesuatu itu lebih halus dari pikiran. Ada delapan sifat pikiran, salah satunya adalah anima yakni kekuatan menjadi sekecil-kecilnya, dengan demikian juga halus sehalushalusnya. Jika lebih halus dari pikiran yang halus sehalus-halusnya, maka tentu Girinatha tidak dapat dipikirkan, ia acintya. Berpikir Girinatha adalah yang membuat piki-
ran berpikir, tapi ia tidak dapat dipikirkan. Shastra memang seperti teka-teki, usaha memecahkan satu teka-teki akan menghadirkan teka-teki lainnya. Orang yang terlalu asik bermain teka-teki, kadang lupa kemana kereta waktu telah membawanya berlalu. Dharma Sunya ber-
adalah terlepas dari buddhi dan mencapai anandam [kebahagiaan tertinggi]. Agar bahagia, segala hal yang telah dimiliki mesti ditinggalkan. Tapi tanpa merasa kehilangan! Demikian memang perjalanan mendaki gunung, segala yang memberatkan
GUNUNG -- Gunung Agung berulangkali erupsi, sedangkan orang-orang kebingungan, antara diam sebagai pengungsi atau kembali. Orang lain membantu memberikan pertolongan dengan mendirikan tempat-tempat yang layak untuk dihuni. Kemanusiaan sungguh sedang diuji. Entah siapa yang akan lulus ujian, dan siapa yang mesti tinggal kelas. Bagi yang lulus ujian, akan diberikan persoalan-persoalan lain, dan sebagaimana umumnya, soalnya akan lebih susah. Bagi yang tinggal kelas, akan diberikan pelatihan, dari tingkat dasar sampai tingkat puncak. Hidup ini memang mirip sekolah. Begitulah “alam” Bali mengajari kita “pertanda” , tafsir untuk memahami membaca masa depan. kata manjing ing alit kalĕgan [masuk ke dalam yang kecil, leluasa], lit ira n lĕngit ring alit [kecilnya tak kelihatan di antara yang kecil], demikian diterjemahkan. Jawaban dari teka-teki itu adalah Girinatha. Girinatha juga diibaratkan sebagai paramartha buddha shiwa [tujuan utama buddha shiwa]. Tujuan buddha dan siwa
”Patibrata”
mesti dilepaskan. Jika tidak, perjalanan akan sangat sulit dan melelahkan. Dari puncak gunung yang satu akan terlihat puncak gunung lainnya. Palguna mencatat perjalanan Ida Pedanda Ngurah ketika sampai di Puncak Gunung Batukaru melalui pembacaan terhadap Geguritan Yadnyeng Ukir. Dari puncak Gunung
Batukaru maka dilihatlah Gunung Ranchani, Gunung Agung, Gunung Abang, Gunung Batur, Gunung Peyasan, Gunung Lesung, Gunung Sanghyang, Gunung Asti, Gunung Pucuk, Gunung Galiran, Panca Parwata, Gunung Kuntul, Gunung Rangda, Gunung Sumeru, Gunung Tengger, Gunung Brahma, Gunung Rawun, dan Ulu Watu. Gunung di Bali digambarkan sebagai sekuntum bunga padma mekar delapan kelopak yang berpusat pada Gunung Agung. Gunung itu seperti peta mistis yang sulit dicari batasnya secara geografis. Mistis Gunung Manasa adalah pegunungan mistis dengan delapan puncak menurut lontar Bhuwana Kosa. Manasa dekat hubungannya dengan manah yang berarti pikiran, sama halnya dengan terjemahan Sumanasa dapat berarti pikiran yang baik. Manah disebut sebagai raja dari sepuluh indriya yang dimiliki manusia. Sebagai raja, manah itulah yang berkuasa menggerakan pasukan bernama indriya itu. Sayangnya, sebagai penguasa ia malah diikat oleh pasukannya sendiri. Ikatan disebut banda. Naga yang mengikat disebut Nagabanda. Ada hubungan antara Naga dengan gunung sebab di Gunung Agung ada Pura Besakih. Besakih berhubungan dengan Basukih, dan Basukih adalah nama salah satu Naga dalam mitologi. Jika Gunung Agung kini meletus, adakah hubungannya dengan Naga Basukih?*** Begitulah masa lalu mencatat hal-hal detail, dan kelihatan remeh. Tetapi jika ditafsirkan lebih jauh dan penuh perhitungan. Hidup itu ibarat “sekolah” harus tetap ditata dan diperhatikan dengan detail. Bahwa setiap jaman memiliki tantandanya sendiri untuk membuat manusia “awas”. Semoga tahun 2018, sebagai tahun politik tetap bisa menjaga aroma Bali tetap sejuk dan tenang. l IGA Darma Putra
Membaca Pesan Ibunda Sita kepada Generasi Milenial
Panah bernama guhya wijaya yang diberikan Dewa Indra kepada Rama berhasil menggugurkan Rawana. Apakah masalah selesai? Ternyata tidak. Setelah musuh di luar diri dikalahkan, maka pertempuran yang sejati adalah perang melawan musuh yang konon tempatnya dekat. Pengarang kakawin Ramayana sejak awal telah mengingatkan bahwa musuh itu tidak jauh, ia dekat, ia berada di dalam diri, ia bermarkas di hati. Pada gilirannya, reinkarnasi Wisnu itu juga berhadapan dengan dirinya sendiri. Benih keraguan atas kesucian Sita yang telah lama di negeri musuh tumbuh, berbunga, mekar dan berbuah dalam hatinya. Benalu keraguan yang telah tumbuh di pohon hati itu ternyata sulit dihilangkan. Ketika ia perlahan membesar, pohon cinta Rama-Sita yang justru diancamnya. Dengan keraguan itu sesungguhnya Rama menunjukkan sisi kemanusiaannya. Ia juga menggunakan logika manusia pada umumnya, mana mungkin seorang perempuan yang telah lama di negeri musuh tidak pernah dijamah oleh penculiknya. Terlebih tempat diculiknya Sita adalah sarang raksasa yang aktivitas kesehariannya memang bergelut dalam dunia yang diklaim oleh pengarang berkecimpung dengn minuman keras, sanggama, pemerkosaan, perang, dan sejenisnya. Sekali lagi logika Rama sangat masuk akal. Meskipun Ia lupa, raksasa Rawana yang telah menculik istrinya itu juga adalah raksasa berkualitas, pemuja Siwa yang taat, dan tidak hanya ingin memenangkan tubuh tetapi sekaligus hati Sita. Keraguan yang kuat itu disikapi oleh Rama dengan cara menyatakan ingin menceraikan Sita. Rama sama sekali tidak menggunakan kekuatan kedewataannya yang ‘betel tingal’ untuk mengetahui salampah laku Sita selama berada di Alengka. Apabila Rama menggunakan kemampuannya itu, Ia tentu tahu bahwa istrinya selama berada di negeri Alengka dengan teguh menjalankan patibrata. Lalu apakah patibrata itu, apa godaannya, dan apa anugrah yang diterima Sita? Seperti itulah pada umumnya cara kita sebagai manusia pragmatis berpikir dengan
orientasi apa yang hendak didapatkan ketika melaksanakan suatu ajaran. Dengan tidak melandaskan diri pada kewajiban, tidakkah kadar ketulusan pelaksanaan suatu ajaran akan berkurang?
Langsung Ajaran patibrata yang dijalani Sita tidak dinyatakan secara langsung, tetapi kita ketahui dari ungkapan-ungkapan Tri Jata, satu di antara perempuan raksasa baik hati anak Wibhisana yang melayani Sita selama disekap di taman Angsoka. Sita sendiri tidak pernah sekalipun menyatakan dirinya melaksanakan ajaran patibrata. Ajaran itu misalnya dinyatakan Tri Jata setelah menyaksikan penolakan mentah-mentah yang dilakukan Sita atas rayuan Rawana yang telah dipersiapkan dengan matang. Meski telah memberi berbagai hadiah, Sita tetap menolak untuk dipersunting Rawana. Maka dengan meminjam lidah Tri Jata, pengarang menyatakan tuwi satya tar papadha ring patibrata ‘Sita benar-benar setia tanpa tanding dalam pelaksanaan Patibrata”. Barangkali, tidak menyatakan diri melaksanakan suatu brata adalah bagian dari brata itu sendiri. Berbeda sekali dengan sejumlah penekun dunia spiritual saat ini yang dengan terang-terangan menyatakan diri sedang melakukan suatu brata. Justru ketika ada seseorang yang menyatakan diri melaksanakan brata tertentu, apalagi sampai menggembar-gemborkannya, kita patut bertanya kesejatian brata yang dilakukannya. Konon brata adalah janji diri yang sifatnya sangat personal. Seseorang yang menempuhnya harus siap dengan kesendirian sebagai hadiah pertama atas janji dirinya, sementara godaan adalah hadiah berikutnya. Tanpa godaan kualitas brata seseorang tidak akan diketahui. Baru mendapatkan godaan, belum tentu juga seseorang akan menerima anugrah. Pendeta Sita mempelajari dan mempraktikkan langsung ajaran patibrata di sebuah ‘universitas’ di luar negerinya bernama Alengka, setelah ia berhasil diculik Rawana dengan wujud pandeta di hutan Citrakuta. Sita yang ditinggalkan Rama dan Laksmana mencari kidang emas seorang diri di hutan ternyata merasa kesepian. Meman-
Di musim hujan dengan cuaca yang tak menentu ini marilah kita tetap berlatih agar kondisi tubuh tetap fit. Berlatih Senam Kebugaran Indonesia sangatlah mudah karena gerakannya yang mudah dilakukan. Ikuti gerakan berikut ini bersama instruktur senior Lia dari Lala Studio.
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.
faatkan kesepian itu, Rawana merubah wujud menjadi seorang pendeta dan berhasil melarikannya. Seorang perempuan yang tengah kosong hatinya, perlu berhati-hati dari raksasa yang menyamar menjadi pendeta, barangkali itulah pesan yang dapat ditangkap dari fragmen ini. Sita sesungguhnya tidak sepenuhnya salah dalam kejadian ini, ia hanya setia pada konvensi tradisi, bahwa salah satu sumber kebenaran dapat diraih dari tutur kata pendeta. Memang demikianlah yang diungkapkan dalam teks-teks sastra. Niti Raja Sasana misalnya menyatakan bahwa sari-sari sastra dan baik-buruk kehidupan dapat dicari pada nasihat pendeta (reh saking pandita sami, kojaran sarining sastra, ala ayu benar sisip). Dari gambaran pengarang, Sita bukanlah sosok yang lemah dalam intelektual, Ia adalah figur perempuan terpelajar. Pada zamannya ia membaca kitab-kitab parwa, purana, dan kanda. Oleh sebab itu, ketika dilanda kesedihan yang mendalam setelah berpisah dengan suaminya, Ia meminta tolong kepada Tri Jata untuk dibacakan kisah-kisah perpisahan dan pertemuan seperti yang tersurat dalam pustaka-pustaka tersebut. Tidak hanya itu, Sita juga menguasai ilmu kecantikan yang ia pelajari dari kitab Indrani Sastra. Dalam konteks penculikannya, Sita hanya kurang terlatih mengidentifikasi pendeta sejati dan pendeta samaran, sama juga dengan kita saat ini yang kurang peka menyadari sosok wiku nagara dan wiku raksasa. Setelah diculik, Sita ditempatkan di taman Angsoka. Angsoka yang berarti taman bebas dari kesedihan, tak mampu sedikitpun mengobati lara hati Sita selama di Alengka yang long distance relation dengan Rama. Di taman itulah kualitas patibrata Sita diuji. Sita dibujuk oleh Rawana dengan berbagai hadiah berupa intan, permata, pakaian, dan perhiasan lainnya. Rawana bahkan telah membuatkan rumah yang terbuat dari permata ‘umah manik’ sebagai tempat tidur, tetapi Sita lebih memilih menghabiskan malam-malamnya dengan berbaring di atas pertiwi. Selain itu, Sang Dasanana juga menjanjikan Sita kedudukan di ketiga dunia. Jika Sita mau saja menerima permintaannya, Dewa Indra sekalipun akan dijadikan pelayannya. Meskipun
Rawana telah menggunakan seluruh daya upaya, Sita bagaikan gunung yang tidak pernah goyah kesetiaannya. Keteguhan Sita lantas menyebabkan Rawana tidak lagi memilih pendekatan dialogis. Ia berusaha melakukan tekanan psikologis dengan cara menipu Sita menggunakan penggalan kepala Rama. Hati Sita hancur, tetapi berhasil ditenangkan oleh informasi Wibisana yang menyatakan Rama masih hidup. Tekanan fisik juga sempat dilakukan Sang Dasamuka dengan menghunuskan keris kepada Sita, namun Dewi Janaki tak takut kepada kematian. Keteguhannya menyebabkan Rawana tidak berhasil sekalipun menjamah Sita.
Cinta Sita yang sesungguhnya telah tamat dari godaan cinta, harta, dan tahta yang ditawarkan Rawana, ternyata belum lulus. Ujian tahap akhir ditempuhnya ketika menghadapi keragu-raguan suaminya sendiri. Luka hati yang belum benar-benar kering atas penculikan yang dilakukan Rawana, dilanjutkan dengan sayatan luka baru dari penolakan Rama atas dirinya. Setelah Dasamuka berhasil dikalahkan, Rama justru menyangsikan integritas Sita selama berada di negeri Alengka. Ia pun takut, Sita akan mengotori keturunan Ragu apabila tidak menceraikan Dewi Janaki yang telah ternoda. Dengan sungguh-sungguh Ia lalu menawarkan Sita untuk kembali ke Metila, tinggal bersama Wibisana di negeri Alengka, menuju ke tempat Sugriwa, atau menetap bersama Barata dan Laksmana. Sungguh memilukan. Sita sebagai perempuan tegar tentu tidak menerima tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia meminta Tri Jata untuk memberikan testimoni, sebab dialah saksi hidup selama Sita di Alengka. Tri Jata telah menyampaikan betapa bakti dan setianya Sita selama berada di kerajaan Rawana. Dia berusaha meyakinkan Rama sebagai reinkarnasi Wisnu yang tampaknya dilanda kebingungan. Dalam konteks inilah pengarang menyampaikan ungkapan tatar hana saswatānulus yang artinya “tidak ada kehidupan yang sempurna”. Sebuah ungkapan yang saat ini biasa dikutip untuk dijadikan penutup dalam suatu pidato, sambutan, darma wacana dengan berbagai variasi tanpa
pernah membaca sumbernya. Tidak hanya meminta penjelasan Tri Jata, putri raja Janaka itu juga berseru kepada lima unsur alam semesta yaitu tanah, air, sinar, angin, dan udara yang ada di luar dan di dalam diri sebagai saksi. Kepada tanah yang menjadi tempat hidup semua ciptaan, kepada air yang menghidupi jagat, kepada sinar yang selalu ada siang dan malam, kepada angin yang menyusupi semua makhluk, dan kepada angkasa yang merangkul bumi, Sita meminta bantuan. Akan tetapi sia-sia, karena Rama masih tetap tidak percaya.
Suci Tidak ada jalan lain kecuali membuktikan kesuciannya dengan cara melabuh geni ‘menceburkan diri ke dalam kobaran api’. Kepada Dewa Agni sebagai saksi dunia Sita berikrar, jika ia ternoda maka tubuhnya akan terbakar. Akan tetapi, jika ia suci maka perlindungan dan pembuktian yang ia mohonkan. Tidak berselang lama, persiapan segara dilakukan oleh Laksmana. Kayu-kayu dibakar dengan lidah apinya yang berkobar. Sita terjun ke dalam lautan api, namun dirinya sama sekali tidak terbakar. Melainkan perasaan orang-orang yang melihat peristiwa itu yang hangus. Api seketika berubah menjadi teratai emas (kanaka pangkaja), nyalanya menjadi kelopak daun (dadi dala tang dilah), dan asapnya menjadi keharuman bunga teratai (kukus arum). Dengan cara itu Sita membuktikan kesetiaannya. Itulah anugrah bagi ia yang melakukan ajaran patibrata. Ajaran patibrata yang dijalankan Ibunda Sita dalam kakawin Ramayana barangkali menitipkan pesan ketegaran dan kesetiaan kepada generasi yang disebut-sebut milenial kini. Kata Sita memang sangat dekat dengan Siti yang artinya ‘pertiwi’ atau ‘bumi’. Sita dan Siti sama-sama menitipkan pesan ketegaran dan kesetiaan. Ibunda Sita setia terhadap Rama, sedangkan ibu bumi selalu setia pada bapa akasa. Di zaman sekarang tentu kita bisa bertanya, apakah kesetiaan hanya harus dilakukan oleh seorang perempuan? Adakah sumber sastra yang menyebutkan kesetiaan seorang laki-laki? Jawabannya ada. Tetapi kita akan bahas di lain kesempatan. l Putu Eka Guna
Senam Kebugaran Indonesia (2) Gb. I : Kaki kanan maju, naik turunkan kedua bahu dan kaki kembali tutup rapat (1,2) lakukan kiri (3,4) kaki kanan maju sambil menaik-turunkan kedua bahu (5-8). Setelah itu arah kiri dengan cara dan hitungan yang sama.
Gb. II : Kaki kanan buka ke kanan sambil memutar kedua bahu ke belakang/ke depan (1-4) lalu kedua kepalan tangan di depan perut dan di pinggang (58). Lakukan juga pada arah kebalikan.
Gb. III : Gerakan jalan di tempat, kedua lengan depan dada lalu lurus ke atas, lalu tekuk menyiku ke samping (hitungan 1-8). Kedua lengan ditekuk ke atas, kepalan kanan di depan kepalan kiri lalu ke samping badan (1-8).
Dengan gerakan yang mudah dilakukan, maka kebugaran tubuh dapat kita peroleh dan salam bugar dari Lala Studio.
Gb. IV : Melangkah 2 x ke kanan (14) lalu tangan kanan lurus ke samping kanan, dan melangkah 2 x ke kiri. Gerakan toe-touch 3 x kanan dan 3 x kiri.
Kupon
5
Minggu Umanis, 21 Januari 2018
CERPEN
Pertanyaan dan Pernyataan Lain yang Selalu Ada Oleh Fina Lanahdiana
--Selamat
pagi, apakah tidurmu nyenyak?
Aku selalu memimpikan pertanyaan itu, sebuah kalimat tak terlalu penting yang jika kau ucapkan bisa saja membuatku merasa menjadi perempuan paling bahagia. Berlebihan memang, sebab pertanyaan itu sesungguhnya terlalu biasa dan bersifat umum, bisa diucapkan oleh siapa saja, bahkan barangkali oleh seseorang yang tidak kukenal di sebuah bangku kereta. Mungkin ia seorang lelaki kesepian yang ketika suatu pagi ingin kembali memejamkan mata tapi tidak memiliki rasa kantuk, sementara buku bacaannya yang berjumlah kurang dari tujuh sudah habis ia lahap dengan rakus. Sudah mencoba mengecek ponsel beberapa kali, namun apa yang dia lakukan tidak mengubah apapun: ponsel itu tetap sepi saja, tanpa satu pun pesan atau panggilan, paling-paling satu-satunya pemberitahuan adalah bahwa seseorang di dalam sebuah dunia game online mengajaknya bermain Duel Otak. Bukankah sesuatu yang membosankan sekali di saat seperti itu? Sementara ia merutuki dirinya sendiri karena lawan mainnya terus-menerus menyerang dengan kategori pertanyaan yang tidak dia tahu sehingga menyebabkan pertahanannya tumbang. Selanjutnya lelaki itu mencoba mencari cara lain agar tidak merasa tersiksa. Dia juga memandang jam tangannya seolaholah jika jam itu tidak dia pandangi sekali saja, jam itu akan menghilang dari lingkar pergelangan tangannya. Kemudian dia melirik ke arahku, malu-malu dan purapura sibuk, melongok jendela, membayangkan hujan, padahal tidak hujan, dan sesekali memotret entah apa. “Selamat pagi, apakah tidurmu nyenyak?” Pertanyaan itu meluncur dengan mulus tanpa menemui kendala berarti. “Selamat pagi. Ya, tidurku nyenyak. Bagaimana denganmu?” Padahal semestinya aku tidak menginginkan percakapan lain yang lebih panjang terjadi. Tentu saja, dia orang asing, dan tidak terlalu menarik. Dan pertanyaan, biar pun pertanyaan itu juga tidak istimewa, akan terasa sekali atmosfir anehnya di sekelilingku. Seperti selingkar warna kelabu di antara warna-warna. Lantas yang keluar dari mulutku adalah suara yang sedikit ragu antara ingin menjawab atau membiarkan pertanyaan tidak penting itu menguap bersama napas hangat orang-orang di dalam kereta. Tentu saja sedikit diliputi perasaan jengkel. “Aku tidak bisa tidur. Padahal tidak banyak yang kupikirkan.” Dia tersenyum yang lebih menyerupai seringai. Sungguh mengerikan. “Oh.” Kepura-puraan memaksaku untuk tertawa. Selanjutnya tidak ada percakapan lain yang kami ciptakan. Sesungguhnya aku tahu, niat lelaki itu berujar bahwa ia tidak bisa tidur padahal tidak memikirkan banyak hal sebab menginginkan aku memberi tanggapan akan apa yang menimpanya itu. Tentu saja aku tidak akan menanggapi apa-apa. Itu bukan urusanku. Lagi pula tingkah lakunya seperti seorang penjual makanan yang menawarkan dagangan tanpa banyak berpikir, langsung meletakkan makanan itu di pangkuan penumpang, seolah-olah seluruh penumpang sedang dilanda wabah kelaparan yang maha dahsyat. Namun jika pertanyaan itu berasal darimu, tentu saja rasanya akan berbeda. “Selamat pagi, apakah tidurmu nyenyak?” “Tentu saja. Aku memimpikan sesuatu yang indah.” “Benarkah?” “Ya. Ini tentang kita.” Dan aku akan bercerita banyak hal, sementara kau menjadi pendengar yang
setia. Cerita-cerita itu bisa saja kubuat semauku, asal kau bahagia. Lalu pagi itu akan berakhir dengan secangkir kopi dan beberapa sisir roti bakar dengan olesan selai kacang. “Aku harus segera berangkat, jalanan pasti akan macet sekali. Kau tidak apaapa, ‘kan?” “Baiklah. Hati-hati, ya. Aku akan memasak menu spesial untukmu.” Kau memilih buru-buru seperti tengah dikejar sesuatu, dan tetap tersenyum. --Bagaimana kabar ibumu? Dia sehat, ‘kan? Malam hari yang menyedot cahaya semesta. Kita memilih makan malam di dalam rumah tanpa berpikir ingin menikmati nuansa kafe atau restoran cepat saji atau di halaman rumah dengan melihat bintang-bintang dan rembulan. Kita memilih di dalam karena di luar udara begitu dingin—tidak sampai turun hujan—meskipun antara dingin dan akan turun hujan sama sekali tidak memiliki korelasi, kecuali sebuah gejala bahwa setiap kali turun hujan, udara menjadi dingin. Tapi sebenarnya itu juga tidak selalu benar, aku lebih sering merasakan bahwa ketika hujan turun, udara di sekitarku justru terasa panas sekali. Entah hantu jenis apa yang sedang berada di sekitarku. “Bagaimana kabar ibumu?” Pertanyaan itu muncul dengan perasaan yang diamdiam menyimpan kecemasan. Kecemasan seorang menantu kepada mertuamu: ibuku. “Belakangan ia sering merasa sakit punggung dan sulit tidur. Tapi syukurlah, sekarang keadaannya jauh lebih baik. Bagaimana dengan ibumu?” “Ibuku s a m a b a ik n y a dengan ibumu, hanya s a j a tidak sakit
punggung dan sulit tidur. Tapi toh ibuku juga ibumu dan ibumu juga ibuku. Mulai sekarang kita cukup memanggil mereka ibu. Setuju?” Aku akan mengangguk dan merasa sangat gembira. Tidak ingin menyembunyikan apa-apa, kita saling bercerita satu sama lain mengenai apa-apa yang sehari sebelumnya dikerjakan. Begitulah hari-hari indah yang selalu ada. Kita selalu sanggup merencanakan banyak hal dengan alasan masa depan. “Kamu ingin anak pertama kita lakilaki atau perempuan?” “Laki-laki lebih baik, tapi peempuan pun tidak apa-apa.” “Hmm, aku pernah membaca sebuah majalah kesehatan secara tidak sengaja. Di sana dijelaskan bahwa kita bisa merencanakan jenis kelamin anak kita.” “Oh ya?” “Salah satunya, jika kita menginginkan anak laki-laki, maka kamu harus memperbanyak makan daging. Segala jenis daging. Sementara jika kita menginginkan anak perempuan, kamu harus banyak mengonsumsi sayur dan buahbuahan.”
Mengetahui bahwa kau lebih tahu informasi yang seharusnya lebih diketahui wanita, aku merasa tersipu. Benar-benar takjub, meskipun di depannya, aku meledek, bagaimana mungkin seorang laki-laki membaca majalah wanita. Untunglah kau tidak merasa tersinggung, bahkan kau terlihat memamerkan kelihaianmu memilih informasi. “Apakah menurutmu itu bukanlah sebuah mitos?” “Seorang dokter spesialis kandungan yang mengatakannya. Apakah kamu pikir ia akan berbohong?” Kau mencubit hidungku lalu beranjak pergi. --Apakah kamu ada masalah? Aku siap meminjamkan sepasang telinga dan bahuku untukmu? Kesedihan menghinggapiku ketika pada suatu subuh, Puyi, seekor kucingku yang malang, mati. Kematian yang sedikit tiba-tiba, sebab tidak sepenuhnya tiba-tiba. Beberapa hari sebelumnya, kucing gemuk berbulu cokelat itu demam dan muntah cairan berwarna kuning. Karena tidak tahu gejala penyakit apa yang tengah menyerang kucing itu, aku membiarkannya dan berpikir bahwa kelak ia akan sembuh dengan sendirinya. Pada kenyataannya pilihan berpikir untuk membiarkannya itu sama saja dengan aku membiarkannya mati. Aku merasa menjadi orang tidak berguna dan menyesal. Bagaimana mungkin aku tidak berbuat apa-apa ketika kucingku sekarat? “Apakah kamu ada masalah? Aku siap meminjamkan sepasang telinga dan bahuku untukmu?” Hanya isakan dan air mata yang menjawab pertanyaanmu. Kau tampak bingung. Saat seperti ini, wanita mana pun pasti akan sangat membuat lakilaki merasa tidak tahu harus melakukan apa-apa. Bagaimanapun, lakilaki bukan pembaca pikiran yang bisa mengetahui masalah wanita tanpa ia mendengar cerita terlebih dahulu. Aku tidak berkata banyak padamu, hanya menarik agar kau mengikutiku. Di dapur, di dekat kamar mandi, seekor kucing terbujur kaku dengan balutan kain handuk yang sudah tidak terpakai. Kau memutuskan untuk ke gudang, mengambil cangkul untuk mengubur mayat kucing malang itu. Setelahnya baru kau membujukku untuk berbicara. “Tidak apa-apa. Kucing itu akan lebih tersiksa ketika ia sakit.” hiburmu kepadaku. “Apakah kita butuh untuk melakukan sesuatu? Mungkin memasak atau pergi berlibur atau melukis? Pekerjaan yang sudah lama sekali tidak kulakukan dan kamu juga menyukainya. Dan kupikir kamu bisa menuangkan perasaanmu di
sana. Seperti ungkapan Paul Klee, seni bukan mereproduksi sesuatu yang tampak, melainkan membuat sesuatu menjadi terlihat. Dan perasaan itu tidak tampak, agar bisa dilihat oranglain, kamu perlu melukisnya. Mungkin juga akan membuat suasana hatimu lekas membaik.” Tidak juga ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutku. Kau hafal benar, bahwa hal-hal semacam ini kerap berulang ketika satu per satu kucingku mulai berjatuhan. Entah, jika kucing-kucing itu tiba-tiba mati, aku merasa sangat menyesal saja. Seolah-olah aku telah berbuat kesalahan yang besar. Kau pergi dan kembali dengan kanvas, kuas, dan cat yang disimpan di sudut gudang. Kita memang lama sekali tidak melukis, tetapi alat-alat itu tetap tersimpan dengan baik. --Jangan lupa makan, nanti kamu sakit! Saat merasa asyik dengan dunia yang kuciptakan—melukis—kau kerap mengingatkan agar aku tidak terlalu larut dan malah berujung menyiksa diri sendiri. “Jangan lupa makan, nanti kamu sakit.” Dan eureka! Secara ajaib kau muncul dengan sebuah celemek yang terikat ke tubuhmu. Menu masakan yang resepnya kau ciptakan sendiri sudah berada di atas meja. Aku sedang tidak bisa dan tidak ingin berpikir, maka aku segera menghampirimu. Lagi-lagi tanpa bicara. “Terima kasih, Sayang.” “Udahan dong sedihnya ...” Maka yang terjadi selanjutnya, tidak bisa tidak, aku tertawa. Kau selalu punya cara-cara menghibur yang mengejutkan. Cara-cara yang belum tentu bisa kupikirkan saat kepalaku sedang merasa dangkal, berada dalam kecemasan dan kegelisahan yang maha. “Banyakin dagingnya dong. Katanya mau anak laki-laki ...” Aku sibuk memisahkan kulit cabe dari makanan. “Tenang saja, aku tidak menggunakan bawang putih.” Selain tidak menyukai baunya yang menyengat, aku juga alergi terhadap bawang. Entah, setiap kali secara tidak sengaja memakan bawang, kulitku akan merasa gatal dan sedikit panas. Sudah kubilang kau selalu punya cara yang tidak terduga. --Semuanya akan baik-baik saja. Acara masak, melukis, dan makan berlalu. Hal yang selanjutnya kita lakukan adalah memperpanjang obrolan. Sebuah panggilan masuk. Mengejutkan. Membuat seolah jantung berhenti berdetak untuk beberapa saat. “Antoni kecelakaan. Saat ini kondisinya kritis. Berdoalah.” Antoni adalah kakak sepupuku. Dia memang sering bepergian menggunakan sepeda motor, dan ugal-ugalan. Sering menyalip di antara truk dan kontainer. Aku berpikir, mengingat ke belakang. Kenangan-kenangan bersama Antoni berkilasan seperti potongan film. Kedua telapak tanganku menangkup ke wajah. Merasa bersalah. Entah. Sama bersalahnya ketika kucingku mati. “Semuanya akan baik-baik saja.” Kau selalu menguatkan. Diraih tubuhku ke bahumu. Kau peluk. Saat itu juga air mata tidak berhenti mengalir. Kau menepuk punggungku, mengelus rambutku, seolah aku adalah anak kecil yang butuh dikasihani. “Tenanglah ...” Suara Ibu menyadarkanku. Di sebuah bangku tunggu rumah sakit, aku tidak henti-hentinya meraung. Banyak sekali kesedihan. Banyak sekali yang mesti disesali. Padahal hidup terus berjalan tanpa mau menunggu. Seperti juga Antoni, kepergianmu kali ini terasa sangat cepat sekali. Kepergian yang tidak cukup ke dapur atau ke gudang atau ke kantor. Kepergian yang tidak ada seorang pun yang tahu ke arah mana sesungguhnya kehidupan berlanjut dan berlabuh.
Resensi Buku
Sebuah Pertarungan Psikologis yang Indah
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Judul Buku : Fiesta Penulis : Ernest Hemingway Penerbit: Bentang Tahun Terbit : 2005 Jumlah hal. : 457 hal.
INI adalah novel pertama yang melambungkan Ernest Hemingway di panggung kesusastraan Amerika. Cerita dalam novel ini bermula dari keriuhan fiesta dan pertunjukan adu banteng San Fermin, garis pemisah antara hidup dan mati begitu tipis. Lima ekspratriat yang hanya berniat bersenangsenang melewatkan liburan dengan mengikuti festival keagamaan yang eksotis tiba-tiba harus menghadapi berbagai hal yang mengguncangkan kenyamanan hidup mereka. Satusatunya perempuan dalam kelompak ini, Lady Brett Ashley, datang bersama tunangannya, Michael Campbell. Tetapi dua lelaki lain dalam kelompok itu, Robert Cohn dan Jakes Barnes juga menyimpan hati untuknya. Jalinan cinta ini semakin rumit ketika Brett tertarik kepada seorang matador belia, Pedro Romero. Cerita yang melilit, rumit, dan indah ala Ernest Hemingway. (osi)
Satya Dewi
K. Ngurah
Refleksi
6
Memahami Tuhan yang Tidak Terpahami
tadejati tannaijati tad dure tadvantike tadantarasya sarvasya tadu sarvasyasya bahyatah (Sukla Yajur Veda, ISa Upanisad 5) “Tuhan itu bergerak tetapi juga Tuhan itu tidak bergerak, Dia sangat jauh dan Dia juga sangat dekat, Dia ada dalam segalanya tetapi juga di luar segala sesuatu.” Orang sering mempertentangkan Tuhan dengan cara, gaya, dan selera masing-masing. Pada akhirnya orang-orang mematok bahwa Tuhan itu (harus) menjadi seperti yang mereka pahami dan sukai. Selain itu, Tuhan bukanlah Tuhan. Orang sering mencari Tuhan (hanya) di tempat-tempat sembahyang seperti Pura, Masjid, Gereja, Vihara, Mandir, dan lain-lain. Begitu mereka balikkan badan dari Pura dan lain-lain maka dia sudah tidak bersama Tuhan karena Tuhan “dititipkan” di Pura, Masjid, Gereja, Vihara. Sering pula orang mempertentangkan bahwa Tuhan itu berbentuk (Saguna Brahma) atau Tuhan itu tidak berbentuk (Nirguna Brahma). Bagi yang berhasil memahami Tuhan dalam bentuk, mati-matian akan mengatakan bahwa Tuhan itu berbentuk. Jika Tuhan tidak berbentuk maka Tuhan bukanlah Tuhan. Sebaliknya juga demikian, jika mereka berhasil memahami Tuhan dalam tidak berbentuk maka jika ada yang mengatakan Tuhan dalam bentuk maka mereka akan mengatakan bahwa Tuhan itu bukanlah Tuhan dan jika orang memuja Tuhan dalam bentuk mereka akan berusaha menghancurkannya dan bila berhasil menghancurkan “Tuhan orang lain” mereka akan menganggap dirinya pahlawan Tuhan. Demikian pemahaman perihal ketuhanan beraneka-ragam sesuai dengan selera yang bahkan sering dibawakan dengan berlindung pada kitab suci. Pada mantra di atas dijelaskan bagaimana orang hendaknya memahami Tuhan melalui pemahaman yang akan menyebabkan dirinya bisa bersama Tuhan kapan saja, dimana saja, dan dalam keadaan apa pun, dan juga bersama siapa pun. Pada pemahaman seperti itu, orang tidak akan “merasa berhak” untuk mempertentangkan Tuhan dan/atau “menciptakan” Tuhan. Mereka akan memiliki kesadaran
Redaktur Khusus MIMBAR
HINDU I Gusti Ketut Widana Sejatinya agama diturunkan Tuhan adalah untuk manusia. Sehingga penerapannya lebih kepada usaha memanusiakan manusia agar menjadi manusiawi. Prinsip dasarnya adalah bagaimana melalui ajaran agama kehidupan manusia selalu dalam keadaan sejahtera dan bahagia, diliputi suasana aman, nyaman, rukun dan damai. Sehingga kalau ada pertanyaan, agama apa yang baik, sebenarnya bukan pada agamanya tetapi pada manusia beragamanya. Kalau agama, apapun namanya sudah pasti baik dan benar, karena merupakan ajaran Tuhan. Hanya saja, ketika ajaran agama diperilakukan umat-Nya, seringkali tampil tidak manusiawi alias melanggar atau bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama itu sendiri. Paling mendasar, keberadaan agama yang berbeda-beda bagaikan pelangi warna-warni, justru acapkali dilumuri warna gelap hingga menutupi kecemerlangan pikiran, membutakan hati dan membekukan nurani umat, menjadi seakan-akan tidak beragama. Padahal agama yang adalah ajaran Tuhan, apapun label namanya bertujuan sejalan, mengangkat harkat, derajat dan martabat manusia menjadi lebih terhormat, selama hayat mengemban amanat sebagai umat, hingga memperoleh pahala nikmat di dunia akhirat. Jika saja pernyataan di atas merasuk dalam pemahaman, apalagi meresap dalam penghayatan batiniah umat, sepertinya dunia ini benar-benar akan menjelma menjadi surga di dunia nyata (swarga nyekala). Persoalannya, sebagaimana hukum rwabhineda berlaku, selalu muncul dua kutub pandangan yang bisa jadi mempertajam perbedaan bukan menselaraskan missi keagamaan yang bertujuan melahirkan umat berkarakter religis spiritualis, sekaligus humanis, dicirikan dengan penerapan ajaran keagamaan berdasar nilai kemanusiaan. Religiositas ataupun spiritualitas, sesungguhnya sudah mengandung unsur humanitas. Tanpa humanitas,
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa yang sangat luas dan jelas bahwa Tuhan itu adalah segalanya dan Tuhan itu bukanlah Tuhan seperti yang mereka pahami dan dibuatkan “partai” untuk didukung bersama orang-orang sepemahaman. “Tad ejati tannaijati “ - Tuhan itu bergerak tapi juga Tuhan itu tidak bergerak. Kata Tat menunjuk pada Tuhan, dan kata ejati berarti Dia bergerak. Pemahaman Tuhan yang “dipertentangkan” dalam dua sudut bertolak belakang pada mantram ISa Upanisad ini memerlukan orang untuk tidak mempergunakan kecerdasan, melainkan hati. Sehubungan dengan hal ini, Guru ji Acharya-Sri Kamal KiSore Gosvami selalu mengatakan “collapse your mind, open our heart” - tutup pikiran dan buka hati. Guru ji menjelaskan dalam hubungan dengan bagaimana orang hendaknya memahami hal-hal ketuhanan dan spiritual, bahwa pikiran mempunyai keterbatasan penerimaan dan keterbatasan kemampuan sentuhan. Pikiran bukanlah segalanya. Upanisad pun menegaskan bahwa hal-hal ketuhanan tidak dapat disentuh oleh kecerdasan yang super tajam (na medhaya). Lapangan tempat bermain kecerdasan itu terbatas. Ada batas dan ada yang membatasi kemampuan kecerdasan. Dia yang dielu-elukan dunia, dia yang dijadikan ukuran “menilai” dunia ternyata bukanlah alat utama yang dibutuhkan untuk menyentuhkan diri pada Tuhan. Disebutkan bahwa sampai dimana batas kemampuan kecerdasan, hal-hal spiritual itu mulainya dari sana. Untuk memahami Tuhan bergerak tapi Tuhan tidak bergerak, kecerdasan akan macet di sana. Kecerdasan pada “terminal” ini perlu dibelikan “tiket” baru. Ia perlu dimurnikan melalui berbagai praktik spiritual. Dengan demikian, barulah ia akan mempunyai kemampuan lebih untuk menyentuh hal-hal ketuhanan dan spiritual. Setelah dimurnikan melalui berbagai praktik spiritual, kecerdasan atau budhi akan menjadi sadbudhi, artinya kecerdasan spiritual. Setelah budhi dimurnikan menjadi sadbudhi barulah ia akan mempunyai kemampuan untuk menyentuh hal-hal ketu-
hanan dan spiritual lebih jauh lagi. Pemanfaatan budhi yang hanya dipergunakan dalam belajar-mengajar akan sangat terbatas kemampuannya. Ia hanya akan berhasil mendiskusikan ketuhanan dan spiritual dengan sangat baik, akan tetapi untuk memasuki pemahaman lebih jauh, terlebih untuk berhasil memasuki alam anubhava (pengalaman spiritual), budhi memang perlu “dimasak” lagi melalui praktik-praktik spiritual yang diawali dengan penerapan yama-niyama-vrata yaitu sumpah-sumpah suci dalam aturan peraturan spiritual. Sadbudhi-lah yang akan membantu orang untuk memahami Tuhan bergerak tetapi Tuhan tidak bergerak. Tuhan itu tidak diam, akan tetapi pada saat yang sama Tuhan itu diam. Bagaimana Tuhan itu diam, tetapi pada saat yang sama bergerak aktif? Sadbudhi-lah yang akan memberikan pemahaman kepada orang tanpa diganggu oleh pertentangan dan tanpa keraguan dalam bentuk apa pun (na samSayah). Memahami Tuhan itu bergerak, tetapi pada saat yang sama Tuhan tidak bergerak memberikan kesempatan kepada orang untuk memahami bahwa Tuhan itu maha segala, maha kuasa. Barangkali contoh sederhana untuk dunia sederhana dalam hal ini dapat dipergunakan adalah, ketika seseorang sedang duduk menyepi bermeditasi di rumah, dalam sikap kaki padmasana, dengan sikap tangan jnana-mudra, dan mata terpejam, dia sedang diam, tetapi orang itu sedang sangat aktif melalui pikirannya terbang ke kota Palembang misalnya karena mertua sedang opname di rumah sakit. Ada yang melakukan hal yang sama, duduk menyepi, tetapi pikirannya terbang ke kota Palu karena adik manisnya akan melakukan upacara potong gigi. Pada contoh di atas, keduanya diam duduk tenang damai, akan tetapi ia bergerak terus ke kota Palu dan ke Palembang yang sangat jauh. Tentu saja contoh ini tidak mewakili keberadaan Tuhan sehubungan dengan Tuhan itu bergerak dan Tuhan itu tidak bergerak, melainkan dapat memberikan sedikit “clue” untuk kita memahami tadejati tannaijati. Melalui sadbudhi orang dapat memiliki pemahaman yang benar dan spiritual sehingga hidupnya tertuntun dalam usaha mendekatkan dirinya pada Tuhan. Kecerdasan budhi tidak mampu memahami kekuasaan Tuhan yang saling bertentangan, akan tetapi sadbudhi dapat mengantarkan orang pada pemahaman indah tersebut. “Tad dure tadvantike” - Tuhan itu jauh tetapi Tuhan itu sangat dekat.
Selain bergerak dan tidak bergerak, keadaan kontradiksi-nya Tuhan juga adalah Tuhan itu jauh tapi juga dekat. Tat dure, Tuhan itu sangat jauh, tat antike, Tuhan itu sangat dekat. Jadi, Tuhan itu memang ada sangat jauh di luar langit ke tujuh, di luar surga ke tujuh (satya loka), akan tetapi juga Tuhan itu sangat dekat, ada di sini, di hadapan kita. “Tadanatarasya sarvasya tadu sarvasyasya bahyatah” - bahwa Tuhan itu ada di dalam diri setiap makhluk, akan tetapi pada saat yang sama Tuhan berada di luar semua mahkluk. Tuhan itu sarvasya antah - Tuhan itu ada di dalam hati setiap makhluk (sarvasya caham hrdi sannivistah), bahwa Tuhan berada di dalam hati setiap makhluk hidup. Juga disebutkan Tuhan itu sarvasya bahyatah – Tuhan itu berada di luar diri setiap makhluk. Dengan demikian Tuhan itu berada di dalam hati setiap makhluk namun juga berada di luar setiap makhluk. Cara memahami Tuhan seperti ini akan membantu para pencari Tuhan untuk dapat mendekati Tuhan dengan cara lebih ketuhanan daripada cara “kemanusiaan”, maksudnya melalui cara-cara yang hanya dapat diterima oleh akal terbatas manusia. Tuhan ada di tempat sembahyang, kuil, pura, tetapi Tuhan juga berada di rumah. Itu karena Tuhan itu jauh tetapi juga dekat. Orang akan mulai melihat Tuhan dalam diri manusia dan bukan hanya di pura, kuil, vihara, masjid, gereja, dan lain-lain. Melalui pemahaman Tuhan berada di dalam hati setiap makhluk maka orang akan mulai mengasihi setiap makhluk hidup. Melihat Tuhan ada di dalam hati setiap makhluk maka ia akan mangasihi manusia, mengasihi binatang, mengasihi tumbuhan. Semua akan diterapkan sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri dalam cinta kasih bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Orang bijaksana tidak akan menerima dirinya berada di dalam keagamaan spiritual jika mereka tidak mengasihi manusia, binatang, tumbuhan, dan makhluk hidup lainnya. Orang tidak akan mengertikan dirinya memuja Tuhan hanya ketika mereka berada di pura, masjid, gereja, vihara melainkan juga memuja Tuhan ketika mereka menyayangi binatang-binatang dan tumbuhan. Leluhur Bali mengajarkan pesan indah ini melalui hari raya Tumpek Wariga untuk menghormati tumbuhtumbuhan dan Tumpek Kandang untuk menghormati hewan ternak. Kedua hari raya ini menanamkan pemahaman bahwa Tuhan juga bersemayam dalam tubuh hewan dan tumbuhan (cara acara).
MIMBAR AGAMA
Agama Kemanusiaan
keberagamaan umat hanya sekadar menjadi pembeda identitas dengan penganut agama lainnya. Identitas keagamaan itu kemudian menjadi kebanggaan secara formalitas, meski dalam praktiknya belum tentu mendorong lahirnya humanitas, kecuali mungkin sikap fanatisme. Menumbuhkan religiositas atau spirtualitas yang humanitas inilah dapat disebut sebagai “agama kemanusiaan”, yang dalam praktik keagamaannya lebih banyak bicara dan berlaksana di tataran kemanusiaan, selalu tampil manusiawi menebar nilai filosofiwasudewa kuthum bhakam. Bahwa semua makhluk, apalagi manusia pada hakikatnya bersaudara. Satu sama lain, wajib saling menghargai, dan menghormati perbedaan, dengan selalu berusaha mempertautkan persamaan dalam visi, missi dan aksi kemanusiaan. Dalam konteks ini, tampaknya penting sekali ditanamkan pemahaman, bagaimana sepatutnya memosisikan agama dalam situasi kekinian. Sehingga tidak berkembang pemahaman sempit, bahwa urusan agama semata-mata hanya berpikir tentang kehidupan nanti di seputar surga atau neraka. Sementara dalam kehidupan kini yang nyata-nyata dihadapi, bahkan sarat dengan permasalahan kemanusiaan diabaikan. Sejatinya yang disebut surga maknawi itu adalah, bagaimana dapat mewujudkan sekaligus menikmati kesejahteraan dan kebahagiaan bersama pada kehidupan di dunia kini, baru kemudian menyusul kehidupan nanti. Begitupun yang dsebut neraka itu sesungguhnya adalah suatu keadaan dengan derita yang mendera kehidupan. Jadi surga dan neraka itu nyata adanya, bisa diupayakan, diwujudkan sekaligus dinikmati atau dirasakan di kehidupan dunia ini. Menciptakan surga di dunia nyata itulah visi dan missi agama kemanusiaan dengan merealisasi satu aksi : gumaweaken sukanikanang wong len, membuat sukacita dalam sejahtera dan kebahagiaan orang lain, sesama atau saudara. Agama kemanusiaan ini berpegang pada prinsip humanistik, lebih mementingkan sisi-sisi humanitas dalam menjalin relasi antar umat beragama untuk bersama-sama membangun kehidupan yang santih lan jagadhita, tidak hanya dalam wa-
cana, tetapi lebih penting lagi dalam laksana. Jika kita sama-sama percaya bahwa Tuhan adalah pencipta semua makhluk, maka siapapun dia, dengan label agama apapun, suku bangsa, ras dan golongan manapun, semuanya adalah sama, manusia juga, terikat dan diikat oleh kodrat kemanusiaan, bahwa semua manusia sama-sama berasal dari satu asal dan tujuan final – Tuhan itu sendiri. Bagaikan air yang asal sumbernya dari laut, lalu mengalir melalui banyak sungai, akhirnya hanyut kembali, menyatu pada laut luas. Tidak ada air yang tidak berasal dan bersumber dari laut, yang membedakan adalah menjadi air murni, air daki yang terkontaminasi atau air suci. Swadharma umat beragama saat ini adalah tidak penting lagi memasalahkan apalagi mempertentangkan
perbedaan label agamanya, tetapi jauh lebih bermanfaat mempertemukan visi dan missi keagamaan dalam konbteks kemanusiaan. Bahwa hidup menjelma sebagai manusia yang hanya sekejap ini sebesar-besarnya dapat dimanfaatkan menjalankan amanat dharma guna menghilangkan segala penderitaan dunia (papaklesa), hingga kelak memperoleh pahala surga, sebagaimana disuratkan kitab Sarasamuscaya, 8 : Manusyam durlabham prapya vidyullasita cancalam, bhavakuayem atia kaya bhavopakaraoesuca(menjelma menjadi manusia itu sebentar sifatnya, tidak berbeda dengan kerdipan petir, sungguh sulit (didapat), karenanya pergunakanlah penjelmaan menjadi manusia itu untuk melaksanakan dharma yang menyebabkan musnahnya penderitaan, surgalah pahalanya.
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Minggu Umanis, 21 Januari 2018
Capricorn Peruntungan: Kewaspadaan tetap harus diutamakan walaupun jalan yang Anda lalui di minggu ini sudahlah mulus, karena masih banyak orang yang sengaja ingin menyesatkan maka dari itu tak perlu terpancing dengan segala yang diomongkan orang. Kesehatan: Hindari hal-hal yang membuat diri Anda stres, untuk itu dalam bergaul sebaiknya perlu menjaga jarak. Tak perlu terlalu rapat agar hati Anda tidak sampai mengalami kekecewaan di kala ada perbuatannya yang membikin sakit hati. Keuangan: Walaupun relatif stabil, namun pemborosan tetap perlu diwaspadai dan dicegah jangan sampai timbul diminggu ini. Asmara: Tak banyak mengalami perubahan, biasa-biasa saja hanya perlu lebih pendekatan di pihak keluarganya. Aquarius Peruntungan: Tak perlu pesimis teruskan cita-cita dan rintis rencana lama agar tak mengalami hambatan lagi di kemudian hari. Memang wajar teringat akan pengalaman pahit di masa lalu, namun bukan berarti harus diingat terus. Kesehatan: Bila kondisi badan terasa kurang enak dan ada yang mengganjal, lebih baik dibawa ke dokter saja, agar bisa dilakukan pencegahan dini. Jangan main coba-coba dengan obat-obatan, karena itu akan merugikan diri sendiri. Keuangan: Lancar, apalagi bila terbuka dengan pihak keluarga, sehingga setiap masalah pasti lebih mudah teratasi. Asmara: Cukup membara, perlu pengendalian diri agar tak sampai terbawa arus emosi. Pisces Peruntungan: Tataplah ke depan dengan pandangan penuh dan pengharapan, apalagi kemujuran dan kesempatan cukup terbuka lebar bagi Anda yang berzodiak pisces, sehingga sangatlah disayangkan jika Anda bertindak santai dan kurang motivasi untuk memanfaatkan momen yang bagus ini. Kesehatan: Kondisi badan cukup prima, hanya saja pola makan yang sulit dikendalikan itu sebaiknya perlu diredam, agar badan Anda tidak bertambah gemuk saja. Keuangan: Apa yang Anda tunggu-tunggu kini bisa terealisasi, sehingga cukup membawa angin segar bagi keuangan Anda. Asmara: Kesabaran masih merupakan kunci untuk meredam berbagai cekcok mulut yang terkadang muncul secara tiba-tiba. Aries Peruntungan: Omongan orang kalau diikuti maka tidak akan ada habis-habisnya, sedangkan dalam hidup ini ketenangan dan kedamaian sangatlah diperlukan agar di dalam mengarungi kehidupan ini bisa lebih bahagia dan semarak. Tetaplah konsentrasi pada urusan yang lagi Anda hadapi saat ini. Kesehatan: Makanan yang banyak mengandung lemak juga kurang bagus Anda konsumsikan bagi tubuh. Kurangi dan ganti dengan makanan lain yang lebih segar dan membuat bugar tubuh, sekalipun mungkin sekilas harganya jauh lebih murah. Keuangan: Pemborosan masih merupakan masalah terberat keuangan Anda saat ini. Asmara: Kalau ada masalah selesaikan saja berdua, pasti bisa dan mampu, tak perlu mengikutsertakan pihak ketiga kaena hanya akan bikin kacau saja. Taurus Peruntungan: Omongan sumbang dari luar sebaiknya ditanggapi dengan hati dingin tidak perlu terlalu menuruti maksud mereka karena segalanya akan bisa hancur berantakan. Berusahalah untuk lebih berkonsentrasi di kala sedang menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan yagn muncul. Kesehatan: Jagalah kondisi badan dengan cermat bukankah kesehatan itu mahal harganya. Jangan sampai Anda meremehkan gejala-gejala yang muncul, ada baiknya segera saja konsultasikan dengan dokter, agar bisa dilakukan tindakan preventif. Keuangan: Teruslah waspada, jangan sampai lengah sedikit pun karena masalah yang tidak Anda duga sebelumnya ternyata bisa membuat kalang kabut. Asmara: Jangan hanya mau manisnya saja, akan tetapi pahit juga harus mau Anda rasakan, dan begitulah cinta yang selalu naik turun. Gemini Peruntungan: Jangan hanya memburu kesenangan pribadi, ada baiknya hal-hal yang kurang bermanfaat ditinggalkan saja. Bagaimanapun juga masa depan perlu dirintis sejak dini, kapan lagi kalau Anda hanya santai-santai dan masa bodoh. Kesehatan: Bila badan terasa kurang sehat sebaiknya jangan ditunda untuk pergi ke dokter, karena bila dibiarkan saja akan membuat bingung mengatasinya. Juga keluar malam hari untuk saat ini sebaiknya dikurangi bila perlu tidak sama sekali karena cuaca dan kondisi badan masih kurang bersahabat. Keuangan: Belum juga beres segera atasi dan jangan biarkan terus berlarut, karena bagaimanapun juga keuangan harus lancar. Asmara: Cobalah refreshing sejenak ke tempat yang jauh dari kebisingan dan kesibukan, agar kejenuhan mulai muncul di sela-sela percintaan Anda bisa teratasi. Cancer Peruntungan: Semua langkah sebaiknya dipertimbangkan secara dewasa , terutama dalam menghadapi ajakan kerja sama dari teman lama Anda yagn sekilas nampak menguntungkan. Agar tidak sampai muncul hal-hal yang tak diinginkan sebaiknya jangan berulah apalagi sok tahu. Kesehatan: Cobalah perbanyak makan sayur-sayuran dan buah-buahan demi kesehatan Anda yang akhir-akhir ini selalu nyaris terganggu. Keuangan: Tak banyak yang harus dipusingkan, karena semua berjalan sebagaimana mestinya, selama Anda bisa mengaturnya maka semua akan beres-beres saja. Asmara: Berusahalah untuk bertanggung jawab dan komitmen dengan perkataan cinta yang telah Anda utarakan kepadanya. Leo Peruntungan: Jangan meremehkan perkataan orang walaupun itu belum benar kenyataannya alangkah baiknya jika Anda lebih melakukan instropeksi ke dalam sehingga jika ada yang perlu dilakukan perubahaan bisa secepatnya dilakukan. Kesehatan: Kondisi badan cukup baik dan tenaga cukup prima sehingga bisa beraktivitas dengan se-enjoy mungkin. Keuangan: Meskipun banyak pengeluaran, tetapi keuangan Anda tetap stabil karena pemasukan masih lancar. Asmara: Beginilah percintaan yang tidak selamanya menemui hal-hal yang manis saja. Virgo Peruntungan: Buat apa marah dengan sikap dan tingkah laku orang yang jelas-jelas memusuhi Anda selama ini. Cuekin saja dan tenangkan hati agar suasana yang santai dan indah ini tidak terganggu dan dapat dinikmati seoptimal mungkin. Kesehatan: Batuk pilek mulai mengancam diri Anda, untuk itu waspadalah dengan menghindari minum air es yang terlampau banyak. Keuangan: Cukup baik meski pengeluaran masih sulit untuk dikendalikan. Asmara: Jangan menutup-nutupi kebohongan, itu akan percuma saja. Libra Peruntungan: Hingar bingar suasana di sekeliling Anda sebaiknya bisa disikapi dengan sebijaksana mungkin, terutama urusan pekerjaan yang ada batas waktunya cobalah diselesaikan tepat waktu, agar kepercayaan partner tetap terjaga dengan baik. Kesehatan: Biasakan untuk tidak tidur larut malam, walaupun selama ini kondisi badan tidak ada masalah. Cobalah Anda bisa istirahat lebih banyak dibanding hari-hari kemarin. Keuangan: Pemasukan masih relatif lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya. Asmara: Semua pasti akan melalui yang namanya cobaan, hadapilah semua itu dengan kekompakan dan rasa saling mengerti. Scorpio Peruntungan: Teruslah maju dengan penuh percaya diri, jangan merasa kalah sebelum maju bertempur karena itu sama saja dengan bertindak konyol. Sekalipun hari ini sikonnya masih tidak menguntungkan, janganlah ambil sikap negatip yang bisa merugikan diri sendiri. Kesehatan: Hilangkan segala keluh kesah yang selama ini sering Anda utarakan kepada teman-teman Anda, karena jika mereka tidak bisa memberikan solusi bagaimana jalan keluarnya itu hanya akan menambah beban diri Anda saja. Keuangan: Harap bersabar, karena belum sampai temponya untuk meraih hasil besar seperti yang Anda idam-idamkan. Asmara: Jangan punya pikiran untuk meninggalkannya, karena itu tidaklah semudah seperti apa yang Anda bayangkan. Sagitarius Peruntungan: Jangan pantang menyerah! Teruslah berjuang dan jangan mudah puas dengan apa yang sudah dicapai sebab menuntut ilmu itu tiada batasnya dan memang harus selalu ditimba demi kematangan diri sendiri. Kesehatan: Tak perlu merisaukan kondisi badan Anda, karena berangsur-angsur pulih kembali. Yang perlu dipikirkan saat ini adalahbagaimana caranya bisa memanfaatkan kondisi badan yang prima ini untuk dapat bekerja lebih giat lagi agar bisa meraih hasil maksimal. Keuangan: Terus membaik, perbanyaklah menjalin komunikasi dengan kolega-kolega Anda agar bisa muncul order baru yang lebih Diasuh Oleh menguntungkan. Asmara: Penyesuaian itu memang harus Putri Wong Kam Fu terus digalang dengan lapang Berlaku : 21 - 27 Januari 2018 dada saling pengertian.
Redité Umanis, 21 Januari 2018
Bali L e m b a r
Bencingah I Wayan Tantra Pralambang Tapak Dara
KAWÉNTENAN klangsah wantah sampun ketah kapanggihin ring kahuripan krama Hindu Bali, utamanipun ri kala ngamargiang upacara yadnya sané prasida ngawinang kahanané kasinahang mataeb, alami tur mataksu. Sakéwanten, klangsah pabuatnyané boya wantah asapunika kémanten, duaning manut I Wayan Tantra, S.Ag., guru Agama Hindu ring SMPN 2 Baturiti, klangsah taler nyinahang pralambang tapak dara. Pralambang punika kaselehin tatkala ngulat klangsah slepan sané masilangan sakadi wangun tapak dara. “Punika jagi kapanggihin ring makasami soroh klangsah, pamekas ring ulatulatanipun. Krama sané magama Hindu majanten sampun uning yéning pralambang Swastika taler kawangun saking tapak dara, satmaka cihna bukti tapak dara wantah parindikan sané mabuat ring krama Hindu,” baos Wayan Tantra. Lanang sané embas ring Badung, 31 Desember 1961 puniki malih maosang, dané nyantenang kramané ring Bali riwekasan kantun ngawigunayang klangsah inucap ring makudang-kudang parikrama yadnya. Utamanipun kanggén dados aled, kanggén raab, miwah kanggén payasan témbok sané ring sajeroning parikrama yadnya nyatur kawastanin antuk “pagehan anyar”. Piranti saking klangsah sané kadagingin ring duuran pagehan sanggah utawi mrajan wantah niyasa saking wates wewidangan suci genah ngamargiang karya yadnyané. “Tios punika, klangsah taler ketah kawigunayang dados sarana nyerung genah banten ring sanggar tawang utawi sanggah surya yadiastun sampun madaging utawi kasengker antuk ancak saji,” asapunika angga Kertha Desa ring Desa Adat Kuwum Nyelati puniki nugesang. (was)
I Ketut Resep
Gupuh Makarya SANGKANING kahanan kahuripan sampun sayan-sayan nincap, majanten kramané sami pamekas ring Bali taler sayan gupuh ngamargiang pakaryan utawi ngrereh pangupa jiwa. Dadosné kramané sayan arang polih galah embang saraina, sakadi sané kajantenang I Ketut Resep, sinalih tunggil pangadol katikan saté taler piranti-piranti tiing ring Banjar Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Abiansemal, Badung. Sangkaning akéhan krama sayan gupuh makarya, ngawinang dané nénten polih galah ngaryanin piranti-piranti sané patut setata kasiagayanag, minakadi katikan saté. Ketut Resep maosang, ring rerainan sakadi Galungan miwah Kuningan sané majanten ngawigunayang saté ring banten, kahanan sakadi mangkin, kramané akéhan sané numbas katikan saté kanggén makarya ulam banten saihang ring ngarya katikan preragan. Asapunika taler ketah kapanggihin ri kala kramané ngwéntenang pakaryan yadnya ring raina-raina siosan. “Punika satmaka cihna yéning krama Baliné mangkin akéhan sané sampun sayan gupuh makarya utawi ngrereh pangupa jiwa ring widang tiosan. Sangkaning punika, tatkala jagi ngawigunayang katikan saté sinah dané gelisan numbas mangda prasida gelisan polih manut akéh sakadi sané kaaptiang,” baos dané. Lanang sané embas ring Kedampal, 30 Desember 1953 puniki malih maosang, pangaptin krama ring katikan saté kantun degdeg duaning pinaka sarana upacara yadnya patut setata sadia. Kawewehin malih, ri kala nénten polih ngaryanin preragan majanten sampun kramané jagi numbas. Sakéwanten sangkaning pinaka “peluang ekonomi” sané becik sinah nénten arang kapanggihin krama sané maadolan katikan saté “musiman” utawi madolan tatkala nampek reraina Galungan miwah Kuningan kémanten. Punika taler prasida ngawinang kahanan madolan krama sané sampun saraina ngadol katikan saté kasinahang nedunang yadiastun sujatiné akéh krama sané ngrereh tatkala punika. “Sios punika, ring soang-soang genah utawi désa, wangun utawi lantang katikan saténé mabinayan yadiastun sujatiné sorohnyané pateh. Minakadi katikan saté lembat ring wewidangan Sibang, lantangnyané kirang langkung 20 cm, sakéwanten ring wewidangan Mengwi rauh ring Sembung akéhan wantah 18 cm lantangnyané,” asapunika dané nguningayang. (was)
(112)
B a s a
7
B a l i
Ngawigunayang Klangsah
Nincapang Cihna Mataksu sajeroning Upacara Yadnya
BPM/was
KLANGSAH – Ring sajeroning parikrama yadnya Hindu ring Bali, majanten klangsah kantun becik kaanggén ring pakraman nyantos mangkin. Minakadi kaanggén tetaring, raab miwah pagehan tur nyinahang parikrama yadnyané sayan mataksu. SAMIAN krama Hindu ring Bali sinah jagi ngamargiang makudang-kudang soroh upacara yadnya manut ring pangapti miwah palet-paletan yadnya, minakadi nista, madya, miwah utama. Sané taler mautama sajeroning parikrama yadnya wantah piranti-piranti sané patut kajangkepin. Satmaka sampun manados dresta ring pakraman tatkala nyangkepang sahananing piranti sané kawigunayang sajeroning upacara yadnya punika. Ketah kakaryanin antuk lakar sané kapolihang saking palemahan utawi wewidangan yadiastun kahanané mangkin sampun kaucap ngranjing ring aab mo-
dérn. Punika duaning sakadi sané kajantenang olih krama, piranti-piranti tradisional madué kawigunan soang-soang sajeroning upacara sios saking ngawinang parikrama yadnya kasinahang tradisional miwah mataeb. Sinalih tunggil piranti sané ketah kapanggihin wantah marupa klangsah. Klangsah ketah kawigunayang ring pakraman dados tatakan negak rikala ngamargiang pakaryan sané kalaksanayang ring natah utawi betén, minakadi tatkala makarya katikan saté, mébat, miwah sané siosan. Sios punika, ketah taler kawigunayang panabeng utawi dados pagehan miwah
kawigunayang raab, nanging punika wantah ajebos, salami parikrama yadnya kamargiang. I Wayan Tantra, S.Ag., guru Agama Hindu ring SMPN 2 Baturiti maosang, wénten kalih soroh klangsah sané ketah kawigunayang ring upacara yadnya, luiré; klangsah klabang mantri miwah klangsah klabang barak utawi blarak. Pabinayanipun wantah ring akéh lakar sané kawigunayang taler parikrama ngulat. Yéning klangsah klabang barak, klangsah kaulat saking slépan atengan papah utawi asibak. Yéning klangsah klabang mantri jagi kaulat antuk slépan apapah utawi kalih widang dados klangsah
klabang mantri asiki. Ngeninin indik kawigunan, klabang mantri akéhan kawigunayang aled banten, makarya tetaring utawi kawigunayang payasan tembok panyengker ring pura wiadin sanggah tatkala wénten piodalan. Yéning klabang barak, yadiastun prasida taler kawigunayang ring genah sané pateh, nanging prasida taler kawigunayang dados raab. “Duaning tatkala ngulat klangsah klabang barak, soang-soang don slépan jagi kebah utawi kebat, nénten jagi tuduhan tatkala kawigunayang raab risampuné katumpuk antuk klangsah kalih widang. Sakéwanten yéning klangsah klabang mantra, sinah tebelan tur kekeh nanging nénten becik kawigunayang raab duaning soang-soang don slépan nénten kebah tatkala kaulat,” baos dané. Sios ring kalih soroh klangsah inucap, ring wewangunan taler kapanggihin klangsah utawi klabang mrepat alit sané ketah kagantung ring témbok balé ring tengahan. Ulat-ulatanipun masaih sakadi klabang mantri tur kajantenang pinaka sarana panulak mala. Wénten taler klabang sané kawigunayang olih krama dados sarana néngdéng jaja gina utawi jaja uli yadiastun sané mangkin sampun kagentosin antuk triplék miwah piranti siosan. Punika jagi kakaryanin saking kekalih klabang mantri sané becik kasikiang tur papah ring soang-soang klabang mantri i wawu manados sibehnyané. Dané malih maosang, ring pakraman wénten sané kawasta-
nin klangsah klabang bangké sané wangun miwah parikrama ngulat masaih sareng klabang mantra, sakéwanten mabinayan ring sisiknyané. Ring pakraman, soroh klangsah punika nénten kayun kawigunayang ring sekancan genah. Ri kala kapanggihin olih krama lingsir sinah jagi katués utawi karusak mangda nénten prasida kawigunayang malih. Sakéwanten sujatiné soroh klangsah klabang bangké inucap kakaryanin tatkala kramané iwang ngulat sisik ri kala makarya klangsah klabang mantri. Ngeninin indik lakar sané kaucap becik kanggén makarya klangsah, dané maosang wantah slépan demela utawi busung sané wawu masalin dados slépan nanging durung wayah pisan. Manut I Wayan Sidia, pangadol klangsah ring wewidangan Desa Tegal Darmasaba, slépan sané becik majanten ngawinang klangsah sané kakaryanin prasida sué becik, sakéwanten punika taler nganutin saking sapunapi kahanan masané. Ri kala masan endang utawi panés, sinah klangsah inucap matuuh limang dina kémanten sampun dados tuh, sakéwanten yéning masan ujan sinah prasida kantos aminggu langkungan. “Kantos mangkin kramané kantun akéh sané kawigunayang klangsah, duaning sios saking nyinahang kahanan tradisional taler prasida nyinahang karya sané kamargiang sayan mataeb miwah mataksu yéning saihang ring ngawigunayang bedeg,” sapunika dané nartayang. (was)
Katikan Tiing
Nganutin Soroh Ulam Banten sané Kakaryanin KETAH kauningayang, krama Bali utamanipun sané magama Hindu ngawigunayang sekancan lakar saking palemahan kawigunayang nagingin makudang-kudang pangapti sajeroning parikrama upacara yadnya. Kahanan sané sampun kataminin saking para panglingsir i nguni punika laut kamargiang olih krama Baliné nyantos mangkin. Sakéwanten lakaran sané karereh tur kapolihang saking palemahan punika nénten ja marupa dondonan kémanten nanging ketah taler karereh tur kawigunayang kayu ipun duaning ketah taler mabuat pisan kawigunannyané. Minakadi sané kantun ketah kaanggén inggih punika ngawigunayang tiing napkala makarya ulam yadnya marupa saté. Saté banten majanten sampun pinaka sarana pajangkep sané sampun ketah kapanggih ring sajeroning parikrama upacara yadnya agama Hindu ring Bali. Minakadi anggén makarya ulam tetandingan ring sajeroning banten utawi kaanggén ring kahanan sosial utawi tetandingan jot-jotan. Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si pinaka ketua umum Yayasan Sabha Budaya Hindu Bali maosang, ring sajeroning bebantenan ketah kapanggih makudang-kudang
soroh wangun saté sané marupa sanjata dewata nawa sanga tur majanten katikan inucap taler kakaryanin mangda mesaih rupanyané sakadi wangun sanjata sané kaaptiang punika. Minakadi saté cakra, saté gada, nagapasa, bajra miwah sané siosan. Nénten wantah amunika nanging wénten taler wangun saté sané sios saking kaanggén bebantenan taler jagi kaanggén ring sajeroning tetandingan jot-jotan. “Inggih punika minakadi saté lembat, saté kablet, saté asem, saté pusut, saté srapah taler wénten sané kabaos panangkeb marupa kulit mrepat sané katusuk nganggén katikan tanying,” baos dané. Sané laut mabuat ring sajeroning saté anggén jot-jotan punika wantah makudangkudang wangun katikan sané makasamian punika majanten kakaryanin saking lakaran tiing sané alami. Minakadi katikan saté asem wantah katikan sate sané gilik tur tanying anggén nebek jejeron ulam tur wénten malih katikan saté lembat utawi katikan tipis sané ring bongkolnyané katemos kidik mangda danganan nunu ipun. Wénten taler katikan saté empol inggih punika katikan saté sané wangun ipun mrepat nénten gilik utawi tipis sakadi saté lembat. Nanging wénten taler katikan
saté empol sané ring muncuk utawi genah saté ipun sampun gilik nanging ring bongkolnyané kantun mrepat. Yéning katikan saté panggul sané mamuncuk tanying punika wénten kalih soroh ipun, inggih punika kaanggén ring saté pusut inggih manawita muncuk tanying ipun kaanggén nusuk ulam ati sakéwanten yéning kaanggén nusuk muluk sinah punika kawastanin antuk saté kablet. Asapunika taler kabaosang olih I Ketut Resep inggih punika pangadol katikan saté saking Banjar Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani. Dané maosang yéning soroh-soroh katikan saté tiing asapunika kantun kaaptiang ring pakraman minakadi katikan saté asem, nagasari utawi katikan saté panggul sané tanying muncuk ipun, katikan saté bina utawi katikan saté panggul biasa asapunika taler katikan saté lembat. Wénten taler katikan sate sané kaanggén ring dangsil sakéwanten wangun ipun wantah mabina-binayan nganutin saking sima miwah dresta ring sajeroning genah wiadin desa. Ngeninin indik lakar sané kaanggén makarya katikan saté i wawu, dané maosang yéning punika becik yéning ngawigunayang tiing petung. Punika
duaning soroh tiing inucap wantah ageng tur tebel sangkaning punika majanten jagi akéh prasida kaanggén makarya katikan.. Sakéwanten yéning nganggén tiing tali, punika wantah tiing sané tipis miwah alitan kidik tur yéning kapaksayang sinah kidikan polih makarya katikan. “Ring sajeroning makarya yadnya, becik ngawigunayang taler nabdabang lakarnyané
wantah mabuat pisan mangda prasida akéh polih katikan tur nénten wénten lakar sané makutang-kutang. Minakadi akeleng tiing petung yéning becik kadabdabang prasida ngamolihang katikan 70 nyantos 80 katih utawi saking tiing sané malantang tigang méter prasida makarya katikan nyantos 1.200 katih,” asapunika dané nartayang. (was)
UPACARA wisudané ring Akademi Perawat lan Bidan wiyakti ramé lan ngulangunin santukan sané tamat langsung polih pakaryan ring Rumah Sakit. Sajaba punika wénten limolas diri rawing Gusti Ayu Jeladi sané lulus nglanturang prakték Kabidanan malih kalih seméster. Puniki kambil antuk Dinas Kesehatané santukan ring Puskesmas makudang kecamatan kantun kirangan Bidan. Gusti Ngurah Jelada lintang rena nyalamin rai-rainné. “Nah Gék Citra, kénkén kayuné lakar magaé di Denpasar napi lakar pindah matugas di Selat. Sira nawang kari ada tongos jumah di Selat,” baosné Ngurah Jelada nyesedang. “Manah tiangé mungpung maan tugas deriki lakar cobakin malu sambilang malajah. Sira nawang ada tongos ngekos sig Beli Ngurahé, banding mulih ngawé keneh sumpek.” “Tapi kan jumah suung, satmaka ngentinin Tuaji Karang dadi Kepala Perawatné.”
“Dadi Kepala Perawat? Ah Beli Wah ten ngerti, tiang nagih jangkepanga ajak Beli Dé Penida. Timbang dadi istri kedua adanan tiang mati. Beli Wah dogén ten nyak nuduk?” Aturné sendu. Ngurah Jelada tan purun nglanturang mangda tan panjang pariselselané. Gedé Ngurah Widiana sané kuliah ring D.3 Pariwisata Unud taler sampun lulus saha wisuda duk raina Saniscarané. Luh Méga sareng Ngurah Jelada sané rauh nyaksiang. Ring koskosan dapetanga Arniek, Gung Arnita, Ayu Jeladi, Ayu Citra lan Gusti Bagus Catra sampun ngantosang. Samian nyalamin ngicén selamet, sajaba Luh Méga sané magumana ngecup pipinné mesra sané kasuryakin antuk truna-truniné. “Aah, di pipi kuang nyahok.” “Huss, yén cipika-cipiki kuang nyahok terus kénkén? Nyanan ada ané cemburu.” “Nah, kanggoang teked ditu dogén. Porno,” Ngurah Jelada nyelag mapi cemburu. “Nggih, matur suksma antuk
doané sami,” aturné Ngurah Widiana kadi kimud. “Nah, jani sampun tamat, lantas rencanan adik-adik kénkén?” Gung Arnita nyelag. “Paling melah mulih malu berunding. Sira nawang Dé Widiana katerima dadi PNS bidang Pariwisata di Bangli, utawi manager réstoran di Panelokan,” baosné Ngurah Jelada. “Yén tiang ten maan di RS Sanglah utawi di Wangaya, di RS swasta masih kanggo. Pokokné malajah idup mandiri deriki,” baosné Gusti Ayu Citra Andini masebeng sendu. Luh Méga nundikin Ngurah Jelada makisikisi, “Kenapi Gék Citra cara anak ngambul?” “Ah, eda nyesedang ento, raganné sedeng ada masalah,” baosné Ngurah Jelada alon. Sesampuné bubaran, wenginé punika Luh Méga, Ayu Jeladi lan Arniek kater antuk Ngurah Jelada lan Widiana shoping ka swalayan numbas gapgapan jaga mantuk bénjang. Gung Ayu Arnita pamit budal, Ayu Citra
Andini lan Gus Catra mantuk ka jeronné Gusti Bagus Cakra ring Kesiman. Mangda nénten répot masak raganné ngajeng ring réstoran. Polih galah liburan usan KKN lan prakték mengajar, Luh Méga minakadi Ngurah Jelada miwah Luh Suwarni marencana mantuk. Bénjangné semengan sagerehan mantuk nganggén motor sareng limang pasang rawing Lanang Geria miwah Putu Galang. Sami ngandéng pacarné soang-soang. Ayu Citra taler sareng, mangda polih simpang ring Pringalot. Nika awinan rombongané ngamarginin ka Bangli. Simpang ring Luh Mégané ajebos ngwédang. Duk punika Ibunné Luh Méga makisi-kisi ring Gusti Ngurah Jelada “Tungurah, sapunapi yéning mangkin titiang durus ngedih Gedé Ngurah Widiana ring bapanné. Banggayang resmiang matunangan manten dumun gumentos I Luh lulus?” “Nggih, cocok Bu. Apang ten bingung yén buin pidan mara
orahin. Dék Wid kayang mangkin kari nganggep Luh Mega pacar tiangé.” Luh Méga kenyem matutang gélanné. “Nggih yén kénten kayang ulang tahunné Luh Méga hari Kamis durus mapéstaan. Tungurah, sareng Tuayu lan Arniek mangda mantuk mriki... harus!” baos Bu Padmini teges. Samian raris mapamit ngebér motorné nglanturang pamarginé mantuk saha ma daag-daag. Rauh ring jero sampun siang. Ayu Citra meluk Gusti Biang Siwi nangis, nanging nénten wénten medal pandikanné utawi curhat. Bibinné taler nénten purun nakénang masalahné. “Gég, koné suba lulus. Kénkén lakar dadi perawat jumah napi di Denpasar?” “Becikan ring Denpasar dumun satmaka job training mangda seken-seken dados perawat, wau mantuk. Sios Gék Jeladi polih pilihan dados Bidan,” baosné matadah sendu.
BPM/was
KATIKAN – Krama Bali sampun saking nguni kataminin dresta indik makéh soroh katikan saté saking tiing sané wangunipun mabina-binayan manut soroh saté sané kakaryanin tur kaptiang kanggén banten.
(Masambung)
8 Parahyangan
Dura Désa
Redité Umanis, 21 Januari 2018
Segara Mustika ring Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi.
Pura Pemacekan
”Petilasan” Kiai I Gusti Ageng Pemacekan
BALI kasengguh pinaka Pulo Seribu Pura. Satios ring Bali, pura taler wénten ring sajebag Jagat Indonesia, sinalih tungilnyané sakadi ring Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Pura inucap mawasta Pura Pemacekan utawi lewih kasub antuk aran Pura Pasek, pura Hindu sané kawangun ring bongkol Gunung Lawu. Manut sakadi sané munggah ring Babad Bali, Pura Pemacekan puniki wantah induk saking pura-pura pasek ring Bali. Pinaka wewidangan Kabupaten Karanganyar, akéh pisan peninggalan sejarah pamekas saking Kerajaan Majapahit. Akéhan peninggalan inucap marupa candi miwah pura sané katarka mawit saking panguntat masa kerajaan Majapahit sané kala punika kapimpin olih Raja Brawijaya V. Sinalih tunggil peninggalan pura sané kasub mawasta Pura Pemacekan sané magenah ring Dusun Pasekan, Desa Keprabon, Kecamatan Karangpandan. Genah pura inucap nampek saking Tawangmangu, wantah 35 km saking Kota Surakarta. Sakadi wewidangan tiosan ring Gunung Lawu, wewidangan Pura Pasek taler kaiterin antuk kaasrian palemahan sané ngulangunin, asri tur tis pisan. Mapaiketan ring Pura Pemacekan, wénten carita indik kawéntenan pura sané mabusana sarwa barak miwah kuning puniki. Pura Pemacekan puniki wantah petilasan utawi tempat istirahat terakhir saking Kiai I Gusti Ageng Pemacekan utawi Ki Ageng Pasek utawi Pangeran Arya Kusuma. Manut sejarah, Pangeran Arya Kusuma puniki wantah sinalih tunggil mantu sapisanan senopati kerajaan saking raja pinih untat Majapahit, Raja Brawijaya V. Mapaiketan ring Pura Pasek, sakadi sané kaambil saking Babad Bali, minakadi Babad Pasek, umat Hindu saking samian wewidangan ring Bali sané ngangken pinaka pasek, pungkuran puniki nénten wantah ngamargiang tirta yatra utawi pamuspan ring Pura Dasar Gelgel, Klungkung sané kangken pinaka induk pura Pasek ring Bali kémanten, nanging taler ngamargiang pamuspaan utawi matirtayatra kantos ka Pura Pemacekan ring Karanganyar sané kangkén krama Bali pinaka induk saking pura-pura pasek ring Bali. (kmb)
Pura Pemacekan, Karanganyar
Segara Mustika
Genah Kapanggihin Senjata Ratu Kidul
SEGARA ring sisi Kelod Banyuwangi, Jawa Timur nénten wantah kasub sangkaning kaluwihannyané. Nanging, akéh madué carita mistis. Sinalih tunggilnyané sakadi Segara Mustika ring Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Kocap, pasisi puniki naan kasimpangin penguasa laut selatan, Kanjeng Ratu Kidul. Sané mangkin, segara antuk toyannyané sané ning puniki kadadosang destinasi wisata sané ngulangunin. Carita mistis Segara Mustika dados keyakinan kuat majeng krama ring wewidangan pasisi. Manut carita, ri kala Ratu Kidul simpang ring pasisi Segara Mustika, senjata pusaka utawi mustika sané kabakta magumana kakutang irika. Pamuput, wénten sinalih tunggil krama sané manggihin senjata inucap. Krama inucap uning, mustika punika wantah duén Ratu Kidul. Senjata punika nénten kabakta budal, nanging kasabatang ka tengahing segara antuk pangapti Ratu
Kidul prasida malih manggihin mustika inucap. Mawit parindikané punika, pasisi puniki kasub kasengguh Segara Mustika. “Punika mawinan pasisi puniki kawastanin Segara Mustika,” baos Masmudi, sinalih tunggil krama sané sedek madolan ring pasisi, wawu puniki. Segara Mustika kantun majajar sareng Pulo Merah. Dohnyané kirang langkung limang kilo ngauhang. Margi nuju pasisi taler sampun becik, mulus. Mobil taler sampun prasida parkir ring pasisi.
Ketah, krama wiadin wisatawan sané pacang malancaran ka Segara Wedi Ireng, pastika nglintangin Segara Mustika. Kaasrian Segara Mustika nénten sandang sangsayain malih. Ombaknyané degdeg, biasnyané alus mawarna putih. Santukan ombaknyané nénten ageng, Segara Puniki becik kawigunayang pinaka genah nglangi. Genahnyané kantun asri tur bresih santukan kantun arang krama sané rauh irika. Ring wewidangan segara, ka-
Lingga-Yoni ring Candi Gunung Wukir
Niyasa Ida Bhatara Siwa CANDI Gunung Wukir, Candi Canggal, utawi sané kasengguh Shiwalingga wantah sinalih tunggil candi sané magenah ring Dusun Canggal, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kangken pinaka candi Hindu santukan kapanggihin Lingga-Yoni miwah Arca Nandi. Lingga-Yoni wantah niyasa Siwa, Arca Nandi wantah palinggihan Ida Bhatara Siwa, sakéwanten lingga sané kabaosang sampun ical. Ring Candi Gunung Wukir naen kapanggihin prasasti sané kasub mawasta Prasasti Canggal antuk angka tahun 732 M (654 Tahun Saka), kasurat antuk sesuratan Sansekerta saha mabasa Pallawa. Manut daging prasasti, candi puniki wantah candi pinih tua sané kawangun Raja Sanjaya. Prasasti puniki katah madaging parindikan ngeninin Kerajaan Medang utawi Kerajaan Mataram Hindu. Manut prasasti, Candi Gunung Wukir madué aran janten Shiwalingga utawi Kunjarakunja. Prasasti Canggal sané kapanggihin ring wewidangan Candi Gunung Wukir mangkin sampun kagenahang ring Museum Nasional, ring Jakarta. Ring prasasti inucap kabaosang ngeninin indik Raja Sanjaya sané mawibawa saha prasida jayanti ri kala mayuda miwah prasida ngawi musuhmusuh dané satinut ring dané. Raja Sanjaya wantah pangentos saking Raja Sanna, paman dané sané padem ring genah mayuda. Sangkaning kawijayan dané, Raja Sanjaya salanturnyané ngwangun lingga ring duur bukit. Minab, genah sané kabaosang wantah genah Candi Gunung Wukir. Raja Sanjaya sané kasub
kasengguh pinaka Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya wantah angga saking Dinasti Sailendra sané naen menguasai Jawa Tengah antuk kerajaannyané mawasta Mataram (Hindu). Pendiri Dinasti Sailendra mapeséngan Dapunta Selendra. Raja-raja sané kasub saking Dinasti Sailendra minakadi; Sri Maharaja Rakai Panangkaran sané katarka ngwangun Candi Borobudur, Mendut, miwah Sewu pinaka Candi Budha. Satios punika, Sri Maharaja Rakai Pikatan taler ngwangun Candi Prambanan (Hindu) miwah makudang-kudang candi ring Plaosan (Budha). Raja-raja saking Dinasti Sailendra, nganut ajahan agama sané matios-tiosan. Wénten sané magama Budha, sané ngentosin magama Hindu. Mawinan akéh kapanggihin candi Budha sané madampingan sareng
hanané kalintang asri. Jéjéran taru kelapa becik kanggén genah masayuban. Ring sampingnyané madaging kursi kayu. Krama sané rauh prasida mararian irika sinambi nginum toya kuud. Genah segara puniki taler dangan karereh. Krama sané rauh wantah naur parkir, wus punika krama prasida malilacita. Saking pasisi, krama sané rauh prasida ngaksiang kahanan palemahan ring Segara Mustika sané ngulangunin saking kadohan. Pulo antuk jimbar 3 hektar puniki nyinahang panorama dinding tebing sané ngulangunin. Warnanipun coklat. Nénten wantah pasisi, ring wewidangan Segara Mustika taler wénten keindahan bawah laut. Terumbu karang miwah
sekancan soroh ikan hias dados daya tarik tersendiri. Para pengunjung taler dados snorkling. Para pemancing taler dados ngrereh ulam ring wewidangan segara puniki. Sinalih tunggil biota sané tawah sané wénten ring segara puniki wantah ular laut. Kocap ring Segara Mustika wénten benteng masa penjajahan Jepang. Nampek saking Segara Mustika, wénten pulo alit. Krama ngwastanin pulo inucap, Pulo Bedil. Wentuknyané sakadi bedil. Daya tarik Segara Mustika boya wantah palemahané sané asri tur bresih. Kasumuyuban krama ngemit karesikan pasisi patut molihang apresiasi sané becik. Nyabran ngaminggu, krama setata mareresik ring wewidangan pasisi. (udi/uma)
Satua
candi Hindu. Ngranjing ring wewidangan Candi Gunung Wukir, kapanggihin makudang-kudang wangunan candi sané sampun usak. Ngeninin indik wangunan candi, Candi Gunung Wukir kakaryanin antuk soroh batuan andesit. Wénten asiki candi induk miwah tetiga candi perwara. Satios prasasti, ring genah reruntuhan candi taler kapanggihin LinggaYoni miwah Arca Nandi. LinggaYoni punika magenah ring candi utama, Arca Nandi magenah ring ajengnyané, ring candi perwara. Wangunan candi induk majeng Kangin utawi arah endag Sang Surya, pinaka niyasa embas, utpati. Samian raab miwah dinding candi induk sampun runtuh. Ring wagian tengahnyané wénten Yoni antuk ukuran nganutin dasar candi. (kmb)
Pan Balang Tamak (3) Kaketus saking Satua-satua Bali (X)
BPM/ist
ARCA - Wangun Arca Nandi ring Candi Gunung Wukir, Magelang, Jawa Tengah.
KACARITA maninné buin karahin Pan Balang Tamak yén désané mani sangkep di balé banjaré. Mara Pan Balang Tamak ningeh arah-arahé kéto, lantas ia ngaé jaja uli injin, bakal anggona melog-melog désané. Maninné makikén sangkep, lantas Pan Balang Tamak ngaba jaja uli injin mapulung-pulung amun tain cicingé tekén yéh, laut pejang-pejangina sig sendin balé banjaré muah kecerina yéh. Nyén ngadén tra tain cicing. Kacarita suba pepek désané lantas Pan Balang Tamak mauaruar, kéné munyinné; “Ih jero makejang, nyén ja bani naar tain cicingé totonan, tiang ngupahin pipis siu.” Masaut panyarikané, “Bes sigug abeté mapeta, ento nyén nyak ngamah tain cicing, indayang cai ngamah! Lamun bani, icang ngupahin pipis siu.” Mara kéto lantas pelen-pelena baan Pan Balang Tamak, dadi cengag désané ngiwasin Pan Balang Tamak bani ngamah tain cicing. Déning kéto mawuwuh-wuwuh brangtin désané muah tan sah bakal ngaénang daya upaya, mangdané Pan Balang Tamak mati wiadin kena danda. Maninné buin Pan Balang Tamak kaarahin, yéning sing dadi ngenjek karang anak muah malih-alihan ka abian anaké. Nyén lejeh bani, bakal kena danda gedé. Kéto uar-uaré. Jet kéto, baan Pan Balang Tamak tuara kéweh, krana ia saking patut. Ditu ia ngaé daya, géréta puleté ané di sisin pekené anggona abian, pagehina lidi, apesina baan benang. Kacarita mara tebeng pekené, ada anak makita masakit basang, lantas nylibsib ka puleté. Laut masuak Pan Balang Tamak, “Ih jero désa, tiang nandain anak mamaling ka abian tiangé.” Dadi cengang anaké ané masakit basang, endehanga baan Pan Balang Tamak. Lantas ia masaut, “Apa pelih tiangé, muah dadi nagih nandain jeroné?” Masaut Pan Balang Tamak, “Jeroné macelep ka abian tiangé muah mamaling pamula-mulaan tiangé. Ento apa bongkos jeroné.” Mara ungkabanga, saja mrareket puleté sig kambéné. Puputné payu ia dandaina baan Pan Balang Tamak. Kacarita désané kéweh pesan ngencanin Pan Balang Tamak, daya kudang daya sing ada mintulin. Ané jani keneh désané bakal nunasang papongoran tekén Anak Agung. Gelisang carita, suba koné kaicén cetik ané paling mandina apanga Pan Balang Tamak mati sapisan. Kocap Pan Balang Tamak suba ningeh kagaé-gaénang patinné, lantas ia makruna tekén kurenané. “Ih iané, yén awaké suba mati, gantungin bok awaké tamblilingan. Suba kéto sedédégang sig piasané. Buina pagelah-gelahané pesuang, pejang sig balé sakenem, rurubin baan kamben putih sambilang pangelingin. Nah bangkén awaké wadahin peti, pejang jumah metén!” (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
Minggu umanis, 21 JANUARI 2018
9
Australia Open
Langkah Sharapova Terhenti
SPORT
HAL 12
Harga Pemain Bola Kian Mahal London –
Philippe Coutinho resmi bergabung ke Barcelona. Harga Coutinho adalah 120 juta Euro plus bonus 40 juta Euro. Ia pun tercatat sebagai pemain termahal kedua di dunia, di bawah Neymar. Kontroversi harga Coutinho pun mengemuka. Coutinho meningkatkan kualitasnya sebagai pemain di Liverpool. Setelah hanya berstatus penghangat bangku cadangan di Inter Milan, Coutinho diberi kepercayaan di The Reds dan sanggup membayarnya dengan baik. Coutinho mampu jadi gelandang serang yang berkualitas di atas rata-rata dan jadi pemain vital untuk Liverpool dalam beberapa musim terakhir. Namun untuk ukuran prestasi, Coutinho belum mampu mengangkat Liverpool meraih trofi juara. Latar belakang itu membuat harga mahal yang melekat pada Coutinho jadi sebuah pertanyaan, meski usia muda sebagai investasi jangka panjang bisa diajukan sebagai pembelaan. Pertanyaan tentang selangitnya harga pemain saat ini bukan hanya ditujukan pada Coutinho, melainkan sudah ada dalam sejumlah proses transfer sebelumnya. Legenda Manchester United, Paul Scholes sempat mengkritik Paul Pogba, mantan pemain termahal di dunia yang dianggapnya tampil buruk. Scholes menyebut Pogba tak layak
dihargai 105 juta euro oleh Manchester United bila tak memberikan dampak signifikan di lapangan. Mahal! Kata itu yang dipakai oleh tokoh-tokoh sepak bola zaman dulu untuk menggambarkan kondisi yang ada di dunia transfer sepak bola saat ini. Harga pemain termahal di dunia, Neymar bisa dikonversikan untuk membeli empat Zinedine Zidane yang juga sempat memegang rekor transfer pemain termahal dunia saat pindah dari Juventus ke Real Madrid pada 2001. Perkembangan Pesat Antara proses transfer yang jadi rekor dunia milik Neymar dan Zidane, terdapat perbedaan selama 16 tahun yang pastinya memunculkan sejumlah perubahan besar. Pada 2001, Alessandro Del Piero menerima gaji terbesar dengan pendapatan 72,5 ribu pound per pekan. Carlos Tevez jadi pemain dengan bayaran tertinggi per pekan di tahun 2017 dengan nilai 615 ribu pound, delapan kali lipat lebih banyak dari
gaji Del Piero pada 16 tahun lalu. Mengesampingkan anomali Liga Super China, gaji-gaji pemain yang merumput di Eropa pun mengalami pen-
i n g katan signifikan. Lionel Messi meraup 500 ribu pound per pekan, tujuh kali lipat dari gaji Del Piero 16 tahun silam. Pemasukan klub-klub juga mengalami perkembangan besar. Pada musim 2000/2001, harga termurah untuk tiket satu musim penuh adalah 323 pound, sedangkan di musim ini tiket satu musim termurah di Old Trafford adalah 532 pound. Begitu pun halnya dengan pemasukan dari hak siar televisi. Pada tahun 2000 Sky membayar 1,1 miliar pound untuk paket 66 laga siaran langsung. Untuk tahun 2017, dikabarkan hak siar Liga Inggris harus dibeli dengan nilai di atas 5,14 miliar pound. Bagi mereka yang ragu
nilai transfer Coutinho, plus transfer-transfer lainnya masa kini macam Ousmane Dembele, Virgil van Dijk, Romelu Lukaku, hingga Neymar, maka mereka harus tahu bahwa hal itu adalah bagian dari perkembangan sepak bola. Ukuran kualitas pemain saat ini tidak bisa dibandingkan dengan pemain satu dekade lalu dengan menggunakan ukuran nilai transfer. Mahalnya harga van Dijk, Dembele,
Rio Ferdinand, Gianluigi Buffon, hingga Luis Figo yang nilai transfernya ‘terbilang murah’ untuk ukuran sekarang. Sama halnya dengan harga rekor transfer termahal di dunia milik Hernan Crespo pada 2000 yang tujuh kali lipat lebih besar dibandingkan transfer Diego Maradona dari Barcelona ke Napoli pada 16 tahun sebelumnya. Hal itu tak kemudian membuat transfer Crespo dianggap tak pantas karena menggunakan ukuran harga Maradona yang jadi murah di era 2000-an. Klub-klub yang berniat menjual pemain pun tentu tak rela melepas pemain dengan harga murah, karena tahu sang pemburu memiliki kocek jauh lebih dalam. Belum lagi
Coutinho, Lukaku, hingga Neymar tak lantas membuat mereka disebut tidak pantas menyandang harga tersebut. Pasalnya, kualitas mereka disandingkan dengan pemain top satu dekade lalu seperti Zidane,
Dyche Heran Gaji Besar Sanchez Burnley – Manajer Burnley, Sean Dyche heran ada yang mempertanyakan gaji besar Alexis Sanchez dari Manchester United. Dia pun mengibaratkan Sanchez seperti film Harry Potter. Sanchez selangkah lagi akan berseragam MU setelah Arsenal menyepakati nilai transfer 35 juta pound sterling, di mana 20 juta pound akan diberikan untuk Arsenal dan sisanya masuk ke kantong agen pemain Chile itu. Hal ini lantas mengakhiri spekulasi soal masa depan Sanchez yang sejak musim panas lalu selalu dikait-kaitkan dengan beberapa klub top termasuk Manchester City yang gagal mendapatkannya. MU sendiri menyalip di tikungan terakhir karena berani membayar gaji besar untuk menggaet Sanchez. Kabarnya pemain 29 tahun itu mendapat bayaran bersih 14 juta pound per musim atau sekitar 400 ribu pound per pekan (Rp 7,3 M). Gaji selangit itu membuat Sanchez jadi
pemain dengan bayaran tertinggi di Premier League saat ini. Wajar jika Sanchez dianggap mata duitan karena enggan bertahan di Arsenal dan menolak tawaran City yang lebih berpeluang meraih gelar juara musim ini. Tapi, bagi Dyche apa yang dilakukan Sanchez wajar mengingat pesepak bola di era modern saat ini pantas dibayar mahal seperti halnya bintang film hollywood. Apalagi sepak bola saat ini merupakan ladang uang bagi yang terlibat di dalamnya. “Ini menjadi bisnis yang sangat-sangat besar dan saya rasa akan terus seperti ini,” ujar Dyche, Sabtu (20/1) kemarin. “Ambil contoh Daniel Radclife, pemeran Harry Potter. Di film pertamanya dia masih berumur 13 tahun dan dibayar 150 ribu pound. Apakah Anda pikir dia akan dibayar sama di film kedua? Tentu saja tidak,” sambungnya. “Lalu di film ketiga saat umurnya 15 tahun dan bilang saja angkanya sekitar 15 juta pound. Lalu film keempat dan tentunya dia tidak dibayar 15 juta pound lagi, dia mendapat
35 juta pound di saat umurnya masih 19 tahun,” imbuhnya. “Tidak ada yang datang dan bilang, “Tidak, tidak, tidak, berikan saja 150.000 untuknya, itu bayaran di film pertamanya. Itu konyol”. Jadi kenapa atlet harus dibedakan? Menarik menyaksikan seperti apa deal TV di sepak bola ke depannya karena saya akan terkejut jika angkanya tidak naik,” tutup Dyche. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
Alexis Sanchez
dengan fakta mereka juga butuh dana besar untuk mendatangkan pemain pengganti untuk mengisi posisi yang kosong. Pendapat Para Manajer Para manajer yang sudah melalui perubahan zaman transfer gila-gilaan dalam satu dekade terakhir pun terkadang lupa bahwa uang di sepak bola sudah berkembang begitu pesat. Ucapan Arsene Wenger yang mengatakan bahwa Arsenal punya dana untuk membeli pemain, namun tak banyak pemain yang tersedia di pasaran menjadi kurang relevan jika yang dimaksudnya adalah pemain bagus dengan harga masih di angka 30-40 juta Euro. Hanya ada sedikit pemain bagus dengan kisaran angka tersebut saat ini, itu pun mungkin karena durasi kontrak tersisa di klub lama hanya tinggal semusim atau dua musim. Contoh lainnya adalah Jose Mourinho. The Special One menyindir Manchester City yang membeli Benjamin Mendy dan Kyle Walker di kisaran 50 juta Euro karena harga itu dianggap merupakan harga
striker. Tetapi Mourinho seolah lupa bahwa ia juga matimatian mempertahankan keputusan Manchester United membeli Paul Pogba yang merupakan seorang gelandang dengan rekor transfer termahal di dunia, padahal banyak yang mempertanyakan keputusan itu. Mourinho yakin pada akhirnya harga 105 juta Euro yang mengiringi Pogba akan murah seiring waktu berjalan dan seiring kontribusi yang ia berikan. Pada akhirnya, ucapan manajer Liverpool Juergen Klopp mewakili apa yang sesungguhnya terjadi di dunia sepak bola saat ini. “Virgil van Dijk punya kontrak panjang di Southampton. Bila sebuah klub tak ingin membayar mahal, maka jangan lakukan. Kami punya kesempatan untuk melakukannya dan itulah mengapa ia jadi pemain Liverpool. Harga yang ada tidak bagus namun begitulah pasar dan dunia sepak bola saat ini. Kita semua harus beradaptasi,” ucap Klopp terkait transfer van Dijk. Bagaimanapun perdebatan yang tercipta tentang transfer Coutinho dan transfer-transfer lainnya saat ini, rasanya harga 100-200 juta Euro akan jadi harga yang wajar menghiasi sejumlah proses transfer pemain di musim-musim berikutnya. (kmb33/rtr)
10
Profil
Bola Kane, Pemain No. 9 Sejati
Minggu Umanis, 21 Januari 2018
London – Legenda Manchester United Dwight Yorke menyebut Harry Kane bisa disejajarkan dengan para striker top era Liga Primer Inggris seperti Alan Shearer, Robbie Fowler dan Andy Cole. Bomber Tottenham Hotspur tersebut melanjutkan performa gemilang musim ini dengan torehan 20 gol dari 22 pertandingan liga, sebuah statistik yang membuat kagum Yorke.
Kembali ke Feyenoord
ROBIN Van Persie kembali ke Belanda untuk bergabung lagi dengan Feyenoord setelah 14 tahun meninggalkan klub yang membesarkan namanya itu. Van Persie bergabung dengan Feyenoord secara cuma-cuma. Penyerang berusia 34 tahun itu baru-baru ini sepakat memutus kontraknya dengan klub Turki, Fenerbahce. Van Persie akan menanda tangani kontrak dengan Feyenoord pada Senin (22/1) besok. Namun Feyenoord tak mengungkapkan durasi kontrak Van Persie. Van Persie menimba ilmu di akademi Feyenoord sebelum melakukan debut profesionalnya pada 2001. Setelah tiga musim membela Feyenoord, Van Persie hijrah ke Inggris untuk bergabung dengan Arsenal. Van Persie menghabiskan delapan musim di Arsenal. Dia mencetak 132 gol dalam 278 pertandingan bersama The Gunners dan memenangi Piala FA pada 2005. Van Persie kemudian menyeberang ke Manchester United pada 2012. Bersama MU dia langsung meraih trofi Premier League dan jadi top skorer di musim pertamanya. Van Persie memperkuat Fenerbahce sejak 2015, setelah kariernya di MU meredup. Dia mencetak 36 gol selama berkostum Fenerbahce.Di Feyenoord Van Persie akan dilatih oleh mantan rekannya di timnas Belanda, Giovanni van Bronckhorst. Kehadirannya diharapkan akan mampu mengangkat prestasi Feyenoord yang saat ini tercecer di peringkat kelima klasemen Liga Belanda dan berjarak sembilan poin dari zona Liga Champions. (kmb33/rtr)
“Saya pernah mengamati Kane dan bekerja dengannya beberapa kali, jujur saja pada awalnya ada keraguan. Tetapi yang saya lihat sekarang, Kane adalah pemain yang sudah berkembang menjadi seorang penyerang top,” kata Yorke, Sabtu (20/1) kemarin. “Saya sering jadi striker, tetapi tidak pernah menyebut diri sendiri sebagai nomor 9, namun Kane adalah nomor 9 murni. Saya melihat Kane seperti Alan Shearer, Andy Cole dan Robbie Fowler, barisan penyerang yang saya anggap sebagai nomor 9 paling lengkap,” imbuhnya. “Harry Kane punya ciriciri itu, dia punya insting mencetak gol yang tajam dan konsisten. Ini penting. Anda pasti sering membandingkannya dengan pemain lain di seluruh dunia. Apakah dia memang cepat? Kemampuan apa yang paling dikuasainya dan apa kekuatannya. Saya beri bocoran, kekuatan Kane adalah mencetak gol dan ini paling krusial,” kata mantan striker MU itu. “Saya tidak ragu, Kane akan memecahkan rekorrekor yang lainnya,” tutup Yorke.
Hebat Tentunya performa hebat ini tidak datang begitu saja. Kane bekerja keras demi menyaingi dua megabintang sepak bola saat ini, Lionel Messi (FC Barcelona) dan Cristiano Ronaldo (Real Madrid). Kehebatan Ronaldo dan Messi membuat keduanya dianggap bukan manusia biasa. Bahkan ada yang sampai menyebut mereka layaknya makhluk luar angkasa alias alien. Namun Ronaldo dan Messi kini mulai mendapatkan pesaing baru, yakni Kane yang sepanjang tahun 2017 sukses mencetak 56 gol untuk klub dan negaranya. Prestasi tersebut menjadikan Kane sebagai pencetak gol terbanyak 2017 di lima kompetisi top Eropa, mengungguli torehan gol Messi. Mengenai pencapaiannya itu, Kane mengaku harus bekerja sangat keras sampai mengorbankan waktu senggangnya di luar lapangan. “Bisa mengalahkan mereka (Ronaldo dan Messi) adalah sesuatu yang membanggakan. Saya tak hanya ingin mengalahkan mereka, tetapi juga meraih banyak trofi sep-
erti yang mereka dapatkan,” tutur Kane. “Saya telah mengorbankan sebagian besar waktu saya. Saya datang, berlatih, bermain, pemulihan, kemudian istirahat. Begitulah kehidupan pesepak bola. Saya tak mengeluh. Justru saya menyukainya,” ucap dia. Kane mengakui tak semua pemain sepak bola melakukan rutinitas seperti yang dia jalani. Beberapa pemain, kata
Kane mungkin ada yang pergi keluar untuk makan dan melakukan aktivitas sejenisnya pada waktu senggang. Sementara itu, saat waktu senggang Kane memilih pulang ke rumah untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga demi mencapai performa terbaik. “Saya melakukan semua yang saya bisa dalam waktu singkat. Semua itu demi meraih apa yang bisa saya
capai,” ujar Kane. Perjuangan Kane memang terbilang tidak sia-sia. Pada musim ini dia tercatat sudah menorehkan 18 gol dari 21 pertandingan Liga Inggris. Performa-nya di ajang Liga Champions juga tergolong memuaskan, yakni mencetak enam gol dari lima pertandingan. Dalam ajang Piala FA, Kane sukses menelurkan dua gol dari satu pertandingan. (kmb33/rtr)
Berlin – Borussia Dortmund belum meraih kemenangan pada tahun 2018. Die Borussen kembali gagal menang setelah bermain imbang 1-1 dengan Hertha Berlin. Mengunjungi Olympiastadion Berlin, Sabtu (20/1) dinihari kemarin Dortmund tertinggal lebih dulu. Gol Davie Selke membawa Hertha memimpin di awal babak kedua. Dortmund baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-71 melalui sundulan Shinji Kagawa. Dortmund tak membawa striker andalannya, PierreEmerick Aubameyang pada
laga ini. Tanpa Aubameyang, tim tamu mengandalkan Andre Schuerrle, Jadon Sancho dan Christian Pulisic di lini depan. Namun absennya Aubameyang memang membuat serangan Dortmund kurang menggigit. Ini adalah hasil imbang kedua secara beruntun yang didapat Dortmund sejak mereka memarkir Aubameyang. Pada akhir pekan lalu mereka ditahan imbang Wolfsburg 0-0 di kandang sendiri. Dortmund untuk sementara naik ke peringkat ketiga klasemen Bundesliga dengan perolehan 30 poin dari 19 laga. Mereka berjarak 14 poin
dari Bayern Munich yang menguasai posisi teratas. Sedangkan Hertha duduk di posisi ke-11 dengan 25 poin. Peluang pertama Dortmund pada laga ini didapatkan oleh Kagawa di menit ke-14. Kagawa menyambut umpan silang Pulisic dengan sundulan kepala, tapi arah bola masih melambung. Hertha kemudian gantian mengancam lewat tendangan bebas Marvin Plattenhardt, tapi sepakan Plattenhardt masih terlalu tinggi. Sementara itu, sundulan Niklas Stark meneruskan sepak pojok Plattenhardt masih melenceng dari gawang Dortmund.
Setelah babak pertama berakhir dengan skor kacamata, Hertha membuka keunggulannya di menit ke46 lewat gol Selke. Gol ini diawali kerja sama antara Valentino Lazaro dan Ondrej Duda di sisi kiri pertahanan Dortmund. Lazaro kemudian mengirimkan umpan silang yang disontek Selke ke gawang Roman Buerki. Dortmund berpeluang menyamakan kedudukan di menit ke-55. Tapi sepakan keras Pulisic dimentahkan oleh kiper Hertha, Thomas Kraft. Tim tamu baru bisa mencetak gol penyama pada menit
ke-71. Sancho yang melakukan penetrasi ke kotak penalti Hertha mengirimkan umpan silang kepada Kagawa yang berdiri bebas. Sambil menjatuhkan diri, Kagawa menanduk bola untuk mengubah skor jadi 1-1. Sancho sebenarnya punya kesempatan untuk membawa Dortmund berbalik memimpin pada menit ke-82. Tapi mantan pemain Manchester City itu menyia-nyiakan peluang karena tembakannya melebar. Hingga akhir laga Dortmund tak bisa mencetak gol kedua. Mereka pun harus puas membawa pulang satu poin. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
Hary Kane
Hertha Tahan Dortmund
Ingin Juara Liga Champions
Edinson Cavani bercita-cita mengantarkan Paris SaintGermain berdiri di podium juara Liga Champions musim ini. Dalam beberapa musim terakhir, Les Parisiens selalu mandek di fase perempat-final. Cavani gemas dan dia pun berharap musim ini jadi musimnya klub ibu kota untuk berbicara banyak di pentas tertinggi Benua Biru tersebut. PSG kembali berhasil melaju ke babak gugur di UCL musim ini dan harus melewati rintangan yang terbilang berat di babak 16 besar karena berjumpa sang juara bertahan Real Madrid. Penyerang internasional Uruguay itu mengakui, tantangan di UCL memang berat, namun dia berhasrat untuk mempersembahkan trofi Eropa bagi klub kesayangannya ini. Bagi bomber Uruguay tersebut, sekarang saatnya mengangkt piala Liga Champions setelah berbagai ajang domestik sudah kenyang dirasakan oleh anak-anak Unai Emery. “Di setiap kompetisi, hanya ada satu tim yang keluar sebagai pemenang,” ujar Cavani.“Akan tetapi, paris adalah salah satu tim terbaik dunia. Memang akan sangat sulit untuk menjuarai Liga Champions. Akan tetapi, itulah yang memang ingin kami wujudkan, yakni menjuarai kompetisi Ligue 1 lalu Liga Champions,” imbuh eks bintang Napoli tersebut dengan nada yakin. Saat ini pasukan Emery tengah menikmati musim 2017/2018 dengan berada di puncak klasemen Ligue 1. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
GOL - Pemain Dortmund merayakan gol yang dicetak oleh Shinji Kagawa ke gawang Hertha Berlin.
Klopp Tak Ngotot Cari Pemain Baru Semakin Bernilai Tinggi Striker Italia, Simone Zaza kini sudah menemukan titik balik dalam kariernya. Pemain 26 tahun itu mendapatkan kepercayaan penuh dari klubnya, Valencia. Musim ini bisa dikatakan sebagai comeback terbaik Zaza pascaketerpurukan selama empat tahun. Di La Liga yang baru sampai Jornada ke-17, Zaza sudah mengemas 10 gol. Ia melanjutkan kesuburan di musim pertama di Valencia dengan mencetak enam gol dari 20 laga. Zaza akan disodori kontrak manjang oleh manajemen klub El Che. Dan dalam kontrak itu Valencia memberi klausul pelepasan sebesar 100 juta euro. Tujuannya agar tak ada klub lain yang begitu mudah merayu Zaza berganti klub lagi. Harga 100 juta euro dinilai sangat fantastis, mengingat bagaimana musim lalu penyerang Timnas Italia itu terkatung-katung sebelum ditampung Valencia di Mestalla. Semula Zaza bersinar bersama kuda hitam Serie A Sassuolo selama dua tahun sejak 2013-2015. Pada 2015 Juventus menariknya lagi ke Turin. Tapi ketajaman Zaza menurun bersama Bianconeri karena sulitnya bersaing di lini depan Juventus. Musim lalu Zaza dipinjamkan ke klub Liga Primer Inggris West Ham United. Di sana ia pun gagal. Hanya tampil delapan laga di Liga Primer selama setengah musim dan tak mampu mencetak gol. Barulah pada awal 2017 Zaza dipinjam Valencia sampai mendapatkan kontrak permanen di sana. Musim ini 10 gol Zaza telah membawa Si Kelelawar bercokol di papan atas Liga Spanyol. (kmb33/rtr)
Liverpool – Manajer Liverpool, Juergen Klopp tak masalah jika tak ada pemain baru yang datang lagi Januari ini. Klopp mengaku sudah puas dengan skuat yang ada. The Reds belum mendatangkan lagi pemain setelah menggaet Virgil van Dijk dari Southampton dengan banderol 75 juta pound sterling awal bulan ini. Sementara mereka sudah kehilangan Philippe Coutinho yang dilepas ke Barcelona dengan harga 142 juta pound. Ini artinya Liverpool punya
uang banyak di kantong dan siap dibelanjakan untuk mendatangkan beberapa pemain. Nama-nama seperti Mesut Oezil, Thomas Lemar, Julian Brandt, Manuel Lanzini, Christian Pulisic dan sempat juga Alexis Sanchez. Tapi sampai saat ini belum satupun yang didatangkan, sementara bursa transfer tinggal tersisa 11 hari. Waktu yang mepet ini tentunya harus digunakan sebaik mungkin oleh Liverpool dan juga Klopp mencari pengganti Coutinho. Bukan hal mudah mencari pemain baru di bursa trans-
Jurgen Klopp
BPM/rtr
fer Januari ini. Kalaupun ada Liverpool harus mengeluarkan banyak uang untuk mendatangkannya. Terkait hal ini, Klopp tak mau ngotot mencari pemain yang nantinya hanya akan mengganggu komposisi timnya. Jika memang tak ada yang cocok, Klopp tak mengapa bertahan dengan skuatnya saat ini. “Jika memang ada pemain yang cocok menurut saya, maka kami akan mengejarnya. Tapi kami tidak mau mengejar pemain yang tak kami tahu kualitasnya dan apakah itu akan menjadi solusi,” ujar Klopp, Sabtu (20/1) kemarin. “Kami harus menggunakan para pemain top yang kami punya dan saya rasa itu masuk akal karena kami punya para pemain berkualitas,” sambungnya. “Lallana bukan pengganti Coutinho, tapi dia fantastis dan sudah kembali main. Dia tidak banyak main di paruh kedua tahun 2017, tapi kini sudah pulih dan itu bagus. Tapi saya tidak bisa bilang bahwa kami akan aktif di bursa transfer,” tutupnya. (kmb33/rtr)
Carrick Pensiun Akhir Musim
Manchester – Gelandang Manchester United, Michael Carrick akan pensiun sebagai pemain pada akhir musim dan mengambil peran kepelatihan tim pertama di klub yang bermarkas di Old Trafford itu. Pemain berusia 36 tahun itu tidak ikut bertanding sejak mengalami masalah irama jantung tidak teratur pada September, meski ia telah mulai kembali berlatih pada November setelah menjalani perawatan. “Klub akan sangat gembira dia melakukan hal itu. Saya akan sangat gembira juga dia melakukannya. Saya berharap dia bergabung,” kata Mourinho, Sabtu (20/1) kemarin. Carrick bermain pada empat pertandingan pramusim untuk United, namun satu-satunya penampilan kompetitifnya musim ini adalah saat kemenangan mereka atas Burton Albion di Piala Liga, ketika ia mulai merasa aneh. Ia menjalani perawatan yang disebut ablasi jantung yang bertujuan untuk mengendalikan atau mengoreksi tipe irama jantung yang tidak normal.
Mourinho mengatakan ia berharap Carrick dapat kembali bermain musim ini untuk United, sebelum mengambil peran kepelatihan. “Ia sudah melalui beberapa bulan bahkan tanpa berlatih, maka sekarang ia berada dalam pekan kedua berlatih bersama tim. Dia merupakan pemain yang sangat penting bagi kami,” kata pria Portugal itu. “Menurut saya keputusan ini merupakan keputusan yang bagus untuk tim dan keputusan yang bagus bagi dia untuk mengakhiri bermain sepak bola dan tidak dalam keadaan cedera atau dengan masalah lain,” ujar Mou. Carrick melakukan debutnya untuk West Ham United pada 1999 sebelum pindah ke Tottenham Hotspur pada 2004, dan kemudian pindah ke United pada 2006. Ia telah bermain di 300 lebih pertandingan untuk klub dan ditunjuk menjadi kapten sebelum awal musim ini. Ia telah memenangi liga gelar Liga Inggris, Liga Champions, Liga Europa, Piala FA, tiga Piala Liga, dan Piala Dunia klub. (kmb33/rtr)
Michael Carrick
BPM/rtr
Juara
11
Minggu Umanis, 21 Januari 2018
PROFIL A.A. Alit Supartana
Bakar Lisensi Pelatih PELATIH sepak bola A.A. Alit Supartana pernah mengalami kecewa berat, ketika dirinya sedang menangani tim didepak secara sepihak, persisnya pada 2015 silam. Saking jengkelnya, A.A. Alit Supartana sampai nekad membakar sendiri lisensi pelatih D, C, dan B yang asli. ‘’Kini saya hanya mempunyai foto kopinya, jika melamar menjadi pelatih saya hanya mengandalkan foto kopi, itu pun kalau BPM/nel saya diterima, kalau ditolak ya tak masalah,’’ tutur pelatih kelahiran Denpasar, 20 Februari 1975 ini. Padahal dia memperoleh lisensi pelatih dengan susah payah, dengan mengikuti kursus pelatih lisensi B di Rawamangun, Jakarata. ‘’Saya malahan dititipi lisensi B milik Kadek Swartama yang ikut kursus priode sebelumnya, dan tak lama tak diambil,’’ kenangnya. Agung Alit Supartana tak mempermasalahkan dirinya tak melatih bola lagi, sebab memilih fokus pada pekerjaan. ‘’Setahun ini saya berdinas di Basarnas Mataram, Lombok, NTB,’’ ujarnya. Agung Alit lebih sreg bermain untuk klub yang melambungkan namanya yakni Damar Cakti, Pemecutan. ‘’Pada turnamen Pesanku Cup di Kuta, saya dipercaya menjadi kapten Damar Cakti U-40, terpaksa bolak-balik Mataram-Bali, dan hasilnya Damar Cakti juara III,’’ tuturnya. Meskipun menetap di Mataram, Agung Alit tetap memantau perkembangan sepak bola di Denpasar dan Bali. Karier sepak bola Agung Alit mulai di Perseden Denpasar U-15, kemudian ikut andil mengantarkan Perseden U-17 juara II nasional, setelah di final dikalahkan Persikasi Bekasi. Pesepak bola yang biasa berposisi di stoper dan gelandang bertahan ini, pernah memperkuat Perseden di divisi II, kemudian ketika Tim Laskar Catur Muka promosi ke divisi I, justru Agung Alit bergabung dengan Gelora Dewata. (nel)
Bucika Dinda Zahrevi Rahardjo
Ingin Jadi Atlet Panahan Nasional ATLET panahan Kota Denpasar, Bucika Dinda Zahrevi Rahardjo menyabet sekeping emas pada Kejurnas Panahan, November 2017 lalu di Aceh. Ia mendulang emas di nomor mix 40 meter standar bow bersama Sumerti. Selain itu, atlet yang akrab disapa Cika ini juga meraih perak di nomor aduan individu standar bow 40 meter, total jarak 30 meter, serta merebut perunggu di nomor total jarak 40 meter dan 50 meter. Sedangkan BPM/nel di ajang Porprov Bali XIII/2017 di Ganyar, Cika juga menyabet dua emas di nomor beregu putri bersama Erviera dan Cahya. Emas lainnya diperoleh di nomor aduan individu 40 meter, ditambah dua perak di nomor aduan beregu 40 meter, serta total jarak 30 meter, 40 meter dan 50 meter. ‘’Saya mulai belajar panahan sejak duduk di bangku kelas 1 SMPN 3 Denpasar,’’ kenang atlet kelahiran Denpasar, 6 Maret 2001 ini. Bakat dan talenta Cika mengalir deras dari sang ayah sekaligus pelatihnya. ‘’Saya SMP sudah juara di Piala Wali Kota Denpasar,’’ terang putri pertama pasangan Wari Sri Rahardjo dengan Yuyun Herawati ini. Siswi kelas II IPA, SMAN 2 Denpasar (Smansa) yang diterima melalui jalur prestasi atlet panahan ini, bercita-cita ingin menjadi atlet panahan nasional. Caranya, dirinya harus sering mengikuti kejuaraan nasional, termasuk mematok target lolos pada PON XX di Papua 2020 mendatang. Bagi Cika, olahraga panahan memerlukan konsentrasi tinggi, ditopang fisik yang bugar. Untuk itu, dirinya juga harus latihan penggenjotan fisik dan stamina melalui pull-up, push-up, angkat barbell, termasuk lari. ‘’Kepuasan bagi pemanah jitu, jika anak-panah yang dibidikkan persis mengenai sasaran yang di tengah, sehingga mendapatkan poin tinggi,’’ kata dia. (nel)
Tim Voli Putri Petrokimia Tundukkan PGN Jakarta (Bali Post)Tim putri Gresik Petrokimia memetik hasil maksimal pada laga perdananya di kompetisi bola voli Proliga 2018, seri pertama. Berdasarkan data yang diterima di Jakarta, Sabtu, dalam pertandingan perdana kedua tim dalam Proliga 2018 yang dihelat di GOR UNY, Yogyakarta ini, tim asal Kota Pudak ini menumbangkan Jakarta PGN Popsivo Polwan dengan skor tipis 3-2 (16-25, 25-18, 22-25, 25-20, 15-13). Di set pertama Popsivo yang diperkuat beberapa pemain nasional sepertinya akan menang mudah setelah unggul 25-16. Namun pada set berikutnya Petrokimia memberikan perlawanan sengit dan berhasil menyamakan skor menjadi 1-1. Di set ketiga Popsivo yang diasuh pelatih asal Thailand, Apichat Kongsawat kembali memimpin dan unggul 25-22. Namun dua set berikutnya Petrokimia mampu meraih kemenangan. “Saya mengubah serangan beberapa kali untuk merusak serangan lawan. Dan taktik itu ternyata berhasil,” ujar pelatih Gresik Petrokimia M. Hanafi usai pertandingan. Pada set pertama pelatih senior asal Jawa Timur itu mengatakan anak asuhnya belum siap. Pasalnya, dia menilai para pemainnya masih junior, sementara pemain lawan banyak pemain senior. Sementara asisten pelatih Popsivo Ayib Rizal menyebutkan, kekalahan timnya dari Petrokimia lebih banyak dikarenakan ketenangan yang belum stabil. “Kami akan perbaiki ke depannya nanti,” tutur mantan pemain nasional tersebut. Sementara itu, kapten tim Popsivo Amalia Fajrina, mengakui kalau timnya kurang fokus di pertandingan pertama ini. “Ke depannya kami harus lebih percaya diri lagi dari saat ini,” tutur anggota Polisi Wanita itu. Adapun pemain asing Gresik Petrokimia, Yeliz Basa mengatakan kalau dirinya saat ini masih dalam penyesuaian. “Hingga saat ini, masih banyak kesalahan yang harus saya perbaiki,” kata pemain asal Turki ini. (ant)
Pemain MU Made Riswanda Dipanggil Timnas U-16 Denpasar (Bali Post)-
Pemain belakang Mandala United (MU) I Made Riswanda Verdinan Danu, dipanggil guna mengikuti seleksi Timnas U-16 di Cijantung, Jakarta 17-27 Januari. Surat pemanggilan bernomor 218/AGB/70/I-2018, ditanda tangani langsung Sekjen PSSI Pusat Ratu Tisha. Ketua Harian Mandala United Made Sugiarto, Sabtu (20/1) kemarin menegaskan pihaknya bangga tim asuhan Sandika Pratama bisa dipanggil seleksi Timnas. ‘’Kami berharap Riswanda yang mengikuti seleksi selama sepuluh hari bisa lolos dan resmi bekostum Timnas Merah-Putih,’’ harap Sugiarto. Dikemukakan, selama ini Timnas U-16 dihuni 24 pemain, termasuk Komang Teguh Trisnanda (Putra Tresna) yang tahun lalu sudah masuk skuad Timnas. Saat ini, kata dia tim polesan Fahri Husaini kekurangan pemain depan dan belakang, hingga dipanggil sekitar enam pemain lagi. ‘’Kemungkinan tim definitif memerlukan 22 pemain dan konsekuensinya beberapa pemain bisa dicoret,’’ ungkap Made Sugiarto. Timnas U-16 dipesiapkan berlaga pada Japan ASEAN U-16 Football Exchange Programme 2018, di Jepang, Maret nanti.
Dijelaskannya, Riswanda dipantau saat membela Perseden Denpasar U-15 yang ditangani pelatih Komang Mariawan, ketika berlaga pada putaran nasional Piala Soeratin U-15 di Yogyakarta 2017 lalu, dan terhenti sampai babak 16 besar. Juara. Prestasi Mandala United, keluar sebagai juara dalam turnanen Inter Nusa Cup 2017 U-16 di Mojokerto, Jatim, akhir Desember 2017 lalu. Tim-tim peserta terbaik di Jateng, Jatim dan Bali, seperti Surapati Pasuruan, Sidoarjo United. Penampilan tim Mandala United selama tujuh kali memetik enam kali kemenangan dan sekali seri. Atas hasil ini anak asuh Sandika Pratama laris manis. Terbukti dua pemainnya, Komang Dedi Hendrawan dan Made Trisomananda dipersilakan mengikuti seleksi Persebaya Surabaya U-19. Bahkan pelatih tim Piala
BPM/ist
I Made Riswanda Verdinan Danu (kiri), Made Tito Wiratama, dan Made Deya Dwi Arya Soeratin Persika Kaimana, Papua, U-17 Anton Pribadi yang dulu pernah memperkuat Gelora Dewata mempersilakan
empat pemainnya langsung bergabung dengan Persika U-17. Keempat pemain yang diminta bergabung adalah
Made Deya Dwi Arya, Gede Agus Mahendra, Made Tito Wiratama, dan Prince Patrick Kalon. (022)
Tim Anggar Indonesia Tambah Tiga Perak Samarinda (Bali Post)Tim anggar Indonesia berhasil menambah tiga medali perak pada kejuraan anggar SEAFF Championship kadet dan junior 2018 yang berlangsung di OCM Indoor Sport Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Manajer Timnas anggar, Muslimin dihubungi dari Samarinda, Kaltim Sabtu (20/1) kemarin mengatakan, tambahan tiga medali perak
tersebut diraih oleh Anis Rohadatul pada nomor degen junior putri, Yusuf pada nomor floret junior putra dan Iqbal pada nomor sabel junior putra. “Anis hampir saja menambah medali emas, sayangnya di laga final dia harus menyerah dari atlet Vietnam Tran Thi Thuy Trinh dengan skor 15-9,” jelasnya. Selain tiga perak, lanjut Muslimin, timnas juga
menambah medali perunggu melalui Geby Novita di kelas degen putri junior. “Pada laga sebelumnya Geby meraih emas di kelas kadet degen putri, sayangnya saat naik kelas junior dia hanya mampu meraih perunggu,” kata Muslimin. Sampai saat ini dikatakan Muslimin, Timnas Indonesia sudah mengoleksi satu emas, tiga perak dan empat perunggu.
Medali emas tersebut menurut Muslimin merupakan medali emas pertama bagi Timnas Indonesia sepanjang partisipasinya mengikuti kejuaraan SEAFF Championship sejak tahun 2010 lalu di Brunei. “Ini menandakan bahwa perkembangan anggar di Indonesia cukup positif, dan para atlet yang mayoritas masih berusia kadet dan junior inilah yang akan kita an-
dalkan untuk sejumlah event internasional,” jelasnya. Ia menambahkan, bahwa peluang untuk menambah medali masih terbuka lebar, utamanya pada nomor beregu. “Kami optimis bakal bisa menambah emas di nomor degen beregu putri dan degen beregu yang akan bertanding, Minggu (21/1) ini. Kami minta doa restu masyarakat Indonesia,” imbuhnya. (ant)
Intanon Jumpa Tzu Ying di Final Malaysia Masters
BPM/ist
TEMBAK REAKSI — Para peserta Ujian dan Sertifikasi Tembak Reaksi Nasional Angkatan ke-120/2018 menerima materi teori di hotel dan praktiknya di Lapangan Tembak Bhayangkara Tohpati, Denpasar, 19-20 Januari.
Bupati Natuna Ikuti Ujian Tembak Reaksi Denpasar (Bali Post)Bupati Natuna, Batam, Kepulaun Riau (Kepri), H. Abdul Hamid Rizal mengikut Ujian dan Sertifikasi Tembak Reaksi Nasiona Angkatan ke-120/2018 di Denpasar, sejak Jumat (19/1) lalu sampai dengan Sabtu (20/1) kemarin. Melalui ujian ini, diharapkan muncul petembak reaksi baru. Wakil Ketua Bidang Tembak Reaksi Pengprov Perbakin Bali Makno di Denpasar menjelaskan, para peserta menerima teori di hotel, sedangkan praktiknya di
Lapangan Tembak Bhayangkara, Tohpati. Makno menyebutkan, total peserta dua orang, berdatangan dari DKI (6), Jatim (1) dan sisanya Bali. Sedangkan di antara peserta terdapat anggota Polri (3) dan anggota TNI-AD (1). ‘’Para peserta utamanya dari Bali, dipastikan bakal berlaga pada kejuaraan tembak reaksi level-3, bertajuk “Commissioner of Bali Police Championship 2018” di Lapangan Tembak Pecatu, 26-28 Januari nanti,’’ jelas Makno. Dikemukakan, para
peserta ujian dan sertifikasi diuji dua orang penguji dari PB Perbakin. Menurut Makno, selain kejuaraan di Pecatu, agenda kejuaraan tembak reaksi level 2, Piala Danpaspampres di Jakarta 9-10 Februari, termasuk kejuaraan tembak reaksi level-3 di Yogyakarta 2425 Februari nanti. “Kami berharap melalui ujian dan sertifikasi tembak reaksi ini, cabor tembak reaksi makin diminati dan prestasi petembak reaksi Indonesia makin meningkat,’’ jelas Makno. (022)
Jakarta (Bali Post)Partai final turnamen bulu tangkis Malaysia Masters 2018 menjadi pertemuan ke-20 dua atlet tunggal putri Ratchanok Intanon (Thailand) dan Tai Tzu Ying (Taiwan). Berdasarkan laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dipantau di Jakarta, Sabtu (20/1) kemarin kedua pemain yang beberapa kali bertemu di laga puncak berbagai turnamen bulu tangkis ini, saling mengalahkan satu sama lain. Dari rekor pertandingan, Intanon masih lebih dominan dengan 10 kemenangan, sementara Tai membukukan sembilan kemenangan. Namun soal peringkat, atlet Taiwan lebih digdaya dengan peringkat pertama dunia, berbekal tujuh gelar turnamen Super Series dan Super Series Premier sejak akhir 2016 hingga akhir 2017. Sementara itu, Intanon berada di peringkat lima dunia, berbekal dua gelar GPG dan satu Super Series Premier sepanjang 2017, ditambah satu GPG, dua Super Series dan satu Super Series Premier sepanjang 2016. Dalam perjalanan mereka ke partai final Malaysia Masters 2018 sendiri, kedua pe-
main harus melalui laga alot yang sama-sama memakan waktu lebih dari 1 jam di partai semifinal. Tzu Ying yang berstatus unggulan satu, menghadapi perlawanan berat dari unggulan empat asal Spanyol, Carolina Marin. Setelah melalui laga selama 1 jam 19 menit, Tai akhirnya memperoleh tiket final setelah membukukan kemenangan 12-21, 21-15, 23-21. Intanon yang didapuk sebagai unggulan lima. Dia harus berjibaku kala menghadapi wakil Jepang unggulan dua, Akane Yamaguchi di semifinal. Bermain selama 1 jam 10 menit, Intanon akhirnya berhak ke final usai menang 21-15, 16-21, 21-19. Dengan jumlah kemenangan bagi kedua pemain tunggal putri yang cukup berimbang, laga final antara Intanon dan Tai ini sendiri akan sangat sulit diprediksi. Akan tetapi, melihat dari lima kali pertemuan terakhir Intanon dan Tai, wakil Thailand lebih dominan dengan tiga kemenangan berbanding dua kemenangan milik Tai. Dua kali perjumpaan terakhir kedua pemain sendiri di Cina Terbuka 2017 dan Super Series Finals 2017, menjadi milik Intanon. (ant)
Indonesia Berpeluang Dulang Emas AG pada 19 Cabor Cianjur (Bali Post)Kementerian Pemuda dan Olahraga menyebutkan, peluang medali emas bagi kontingen Indonesia dalam Asian Games (AG) berada pada 19 nomor pertandingan dari 40 cabang olahraga yang akan digelar Agustus 2018. “Peluang medali emas menurut versi kami hingga Januari ini, ada pada 18-19 nomor pertandingan. Tapi kami akan terus memantau perkembangan setiap tiga bulan sekali, hingga Juli mendatang,” kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Mulyana di sela-sela Rapat Koordinasi Kemenpora di Cianjur, Jawa
Barat, Jumat (19/1) malam lalu. Ia mengatakan, hitungan peluang medali emas kontingen Indonesia menurut Kemenpora berbeda dengan hitungan menurut cabangcabang olahraga maupun penghitungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Peluang medali emas Indonesia versi cabang-cabang olahraga ada 50 nomor pertandingan, sedangkan KONI menghitung berdasarkan cabang olahraga, yaitu 16 cabang. Kemenpora mencatat daftar atlet yang masuk program pemusatan pelatihan nasional 2018 mencapai 760
atlet. “Jika dihitung total bersama pelatih dan pendukung, kontingen Indonesia mencapai lebih dari 1.250 orang,” katanya. Namun, Kemenpora akan bekerja bersama KONI untuk memverifikasi dan mengawasi program latihan cabangcabang olahraga, menyusul potensi pengurangan jumlah orang dalam kontingen “Merah-Putih”. “Kami sudah melaporkan kepada komandan kontingen, terkait kemungkinan pengurangan atlet menyusul program promosi dan degradasi atlet. Tapi komandan kontingen tetap mengharapkan semua atlet masuk,” kata
Mulyana. Anggaran pelatnas Mulyana mengatakan 37 dari 40 cabang olahraga yang akan mengikuti Asian Games telah menyepakati pencairan anggaran program pemusatan pelatihan nasional 2018, kecuali sambo, hoki dan kabaddi. “Komite Olimpiade Indonesia masih melakukan pendekatan kepada pihak internasional, agar cabang hoki dapat dipertandingkan dalam Asian Games, karena Federasi Hoki Indonesia masih mengacu kepada KONI dan belum diakui federasi internasional,” katanya. Total anggaran yang telah
dialokasi Kemenpora bagi cabang-cabang olahraga yang menyepakati program pelatihan nasional 2018, mencapai lebih dari Rp 470 miliar dari Rp 735 miliar yang dianggarkan bersama alokasi kebutuhan Komite Paralimpiade Nasional (NPC). “Anggaran untuk cabangcabang olahraga itu lebih dari Rp 470 miliar ditambah NPC Rp 130 miliar, maka total lebih dari 600 miliar,” kata dia. Deputi IV Kemenpora juga telah menyiapkan anggaran Rp 75 miliar untuk kebutuhan kontingen Rp 55 miliar dan bantuan cabang olahraga potensial emas Rp 20 miliar. (ant)
12 Profil
Arena
Minggu Umanis, 21 Januari 2018
Australia Open
Langkah Sharapova Terhenti
Melbourne – Langkah Maria Sharapova di Australia Terbuka 2018 sampai babak ketiga. Petenis cantik Rusia itu dikandaskan Angelique Kerber asal Jerman.
Dukung Folger
ROOKIE di MotoGP 2017, Jonas Folger memutuskan untuk mundur dari gelaran balap motor paling bergengsi di dunia itu. Folger mengumumkan keputusan ini jelang satu minggu tes pramusim MotoGP 2018 digelar. Sejatinya, Folger memang telah didiagnosa mengidap Gilbert Syndrome saat menjalani debutnya musim lalu. Akibat diagnosa tersebut, Folger harus menepi dari balapan dalam empat race terakhir yang digelar di Jepang, Australia, Malaysia, dan Valencia. Saat memutuskan untuk absen dari MotoGP tepat di musim 2018, Folger menegaskan bahwa kondisinya belum pulih 100 persen. Dengan begitu, pemain asal Jerman itu tak ingin tampil dengan performa yang buruk. Padahal pada akhir tahun 2017, Folger sempat menegaskan bahwa ia akan kembali tampil untuk musim 2018. Nantinya sesi tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia akan menjadi comeback pertamanya untuk kembali menunggangi YZR-M1 (nama motor utama Yamaha). Dengan absennya Folger di MotoGP 2018, pembalap berusia 24 tahun itu mendapatkan dukungan dari juara dunia musim lalu, Marc Marquez. Marquez mengunggah sebuah foto dirinya dan juga Folger. Dalam unggahan foto tersebut, pembalap yang memiliki julukan The Baby Alien itu membubuhi caption penyemangat. Marquez berharap bahwa rekan sekaligus rivalnya itu mampu kembali lagi secepatnya adu kecepatan di atas lintasan. Kepergian Folger juga membuat Bos Yamaha Tech 3, Herve Poncharal kecewa dan kaget dengan keputusan yang diambil oleh pembalapnya. Sebab, keputusan tersebut diumumkan jelang sesi tes pascamusim MotoGP 2018. Hingga berita ini diturunkan, Yamaha Tech 3 belum mengonfirmasi pembalap pengganti untuk menempati posisi yang ditinggalkan oleh Folger. Meskipun beberapa media memberitakan bahwa ada sejumlah pembalap yang cocok untuk menggantikan Folger. (kmb33/rtr)
Punya Masalah Besar
PETINJU dunia, Anthony Joshua telah memilih untuk secara terbuka membahas kemunduran dalam kariernya. Selain itu, Joshua juga mengaku bahwa ia pernah terluka ketika berlatih tinju dengan David Price. Sebelum pertarungan yang mempertemukan Joshua dan Joseph Parker disepakati oleh promotor asal Selandia baru, David Higgins, ia menyebut Joshua “berdagu kaca”. Hal ini lantaran rumor yang terus berkembang mengenai perilaku sang petinju saat berada di tempat latihan. Namun pemegang gelar IBF dan WBA tersebut telah memutuskan untuk membicarakan kekalahan amatirnya sebelum mengalami insiden dengan Price. Joshua mengaku bahwa sejarah masa lalu telah membuatnya menjadi petarung yang lebih kuat. “Ketika Anda berbicara tentang diri saya saat terjatuh dan apa yang Anda lakukan, ini merupakan bagian dari strategi pemasaran. Bila Anda ingin membicarakan fakta, saya telah terjatuh dan terluka sebanyak tiga kali saat berada di Kejuaraan Eropa. Saat itu McCracken mengetahui saya sebenarnya dilarang masuk ke dalam tim Inggris. Karena saya masih mendapat masalah,” terang Joshua, Sabtu (20/1) kemarin. “Saya berhenti tinju dua minggu sebelum kejuaraan Eropa dan saya dipanggil ke negara ini. Saya sangat tidak layak, saya tidak terjatuh dan saya berhenti. Ketika semangat Anda kosong, maka akan sangat sulit untuk tampil,” lanjutnya. “Yang kedua adalah David Price, saya keluar dari sel polisi pada hari saya berlatih, saya tidak akan menggunakannya sebagai alasan. Tapi David Price adalah pons dan kurang berpengalaman. Dengan Klitschko, ia beberapa kali mengatakan kepada saya akan memakan waktu lebih dari pada manusia untuk menghentikan saya ditempat saya berada saat ini. Itulah hal yang bisa saya pelajari. Ketika Anda lelah, maka Anda tidak tahu di mana Anda berada. Anda berjalan dengan iman dalam perjalanan ini,” tutupnya. (kmb33/rtr)
Duel di Rod Laver Arena, Sabtu (20/1) kemarin adalah pertarungan dua petenis putri pemilik Grand Slam tersisa di Australia Terbuka tahun ini. Garbine Muguruza sebelumnya sudah kandas di babak kedua dan Serena Williams masih absen pascamelahirkan. Diharapkan, bakal berlangsung ketat dan seru duel Sharapova dan Kerber bisa dibilang antiklimaks. Ini karena performa Sharapova yang tak prima sehingga memudahkan Kerber menguasai jalannya laga. Di set pertama saja Kerber dengan mudah meraih dua angka lebih dulu sebelum Sharapova memperkecil di gim ketiga. Setelah itu Sharapova tak mampu membendung Kerber yang menang 6-1 di set ini. Masuk di set kedua, Sharapova yang pertama kali turun di ajang Grand Slam usai skorsing 16 bulan karena doping, bisa memberikan perlawanan. Sempat tertinggal 0-2, Sharapova menyamakan 2-2 dan bahkan di angka 3-3. Tapi, lagi-lagi perlawa-
nan Sharapova sampai di situ saja, karena Kerber dengan mudah mengumpulkan angka untuk menang 6-3 di set kedua dan lolos ke babak keempat dalam waktu 64 menit. “Lapangan ini spesial untuk saya, jadi saya main di sini dan coba menikmati setiap poin, segalanya lebih spesial dengan adanya kalian penonton. Saya tahu ini bakal jadi laga yang sulit. Saya hanya coba menampilkan yang terbaik,” tutur Kerber yang menjuarai Australia Terbuka tahun 2016. “Saya senang ini tahun 2018 dan bukan 2017 lagi. Saya hanya coba menikmati setiap momen saat ini. saya belajar banyak selama 24 bulan terakhir. Saya tampil hebat di 2016 dan tahun lalu memang sedikit kesulitan, tapi semua tahu saya tidak gampang menyerah,” sambungnya. Di babak 16 besar nanti, Angelique Kerber akan berhadapan dengan pemenang antara Su Wei Hsieh (Taiwan) dan Agnieszka Radwanska (Polandia). (kmb33/rtr)
Lakers Kalahkan Pacers
Los Angeles Los Angeles Lakers tampil gemilang ketika menjamu Indiana Pacers pada lanjutan NBA, Sabtu (20/1) kemarin. Tanpa diperkuat tiga pemain andalannya, Lakers menang 99-86 di Staples Center. Dalam laga ini Lakers kehilangan Lonzo Ball, Brandon Ingram dan Kentavious Caldwell-Pope. Ketiganya sedang mengalami cedera. Main di kandang sendiri, Lakers terlambat panas. Pasukan Luke Walton sempat tertinggal 25-18 di akhir kuarter pertama. Untungnya Lakers cepat bangkit di kuarter dua. Dimotori pemain cadangan Jordan Clarkson, Lakers bisa membalikkan keadaan saat jeda babak pertama setelah merebut kuarter dua 29-14. Pertarungan sengit terjadi di kuarter tiga. Kedua tim sama-sama membuat 27 poin. Rapihnya defense Lakers membuat Pacers cuma membuat 20 poin di kuarter empat. Lakers pun menang dengan selisih 13 poin. Clarkson jadi bintang kemenangan Lakers. Dia nyaris membuat triple double dengan 33 poin, tujuh assists dan tujuh rebound. Julius Randle menyusul dengan 14 poin. Sementara di Pacers, Victor Oladipo kembali jadi mesin angka dengan 25 poin. Kekalahan Pacers ini tak lepas dari buruknya performa point gurard Darren Collison. Dia cuma membuat lima angka. Dengan mengalahkan Pacers, Lakers mengakhiri dua kekalahan beruntun di laga NBA. Mereka kini memiliki rekor 16-29. Sedangkan Pacers
Jordan Clarkson memiliki rekor 24-22. Di pertandingan lain Brooklyn Nets mengakhiri rentetan tiga kekalahan beruntun dengan merebut kemenangan 101-95 atas Miami Heat. Tuan rumah tampil kurang begitu menggigit di dua kuarter awal. Nets tertinggal 43-53. Tapi di dua kuarter berikutnya (ketiga dan keempat), tuan rumah tampil menggila dengan mencetak 58, sedangkan Miami Heat hanya 42. Nets akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 101-95. Hasil positif ini sekaligus mengakhiri rentetan lima kekalahan beruntun Nets di Barclays Center. DeMarre
BPM/rtr
Carroll menjadi aktor di balik kemenangan tuan rumah. Small forward Nets itu membukukan 26 poin, enam rebound, dan satu assist. Penampilan gemilang Carroll mendapat dukungan dari Spencer Dinwiddie yang mengemas 15 angka, enam rebound dan tiga assist. Sementara Hassan Whiteside keluar sebagai top skor untuk Miami Heat dengan 22 poin, 13 rebound dan dua assist. Namun usahanya tersebut masih belum membantu tim keluar dari kekalahan dan ini merupakan kali kedua di bulan Januari Miami Heat gagal mencetak kemenangan. (kmb33/rtr)
Cari Pengganti Folger
Yamaha Inginkan Pembalap Moto2
”Dunk” Berbuah Petaka
TAK semua aksi dunk berujung gemuruh penonton dan meningkatkan kepercayaan diri. Guard Chicago Bulls, Kris Dunn malah dapat petaka karena aksi dunk-nya. Membuat aksi fastbreak, Dunn yang tak terkawal langsung melakukan dunk dalam laga Bulls menghadapi Golden State Warriors di kuarter empat. Dia berhasil melakukan dunk dua tangan, tapi setelah itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh dengan wajahnya terlebih dahulu menghantam lantai. Pebasket 23 tahun itu terlihat mengalami cedera pada mulut dan giginya, yang membuat dia langsung ditarik keluar. Setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan Warriors 119-112, Bulls langsung membuat pernyataan pada situs resminya. “Guard kami, Kris Dunn mengalami dislokasi dua gigi depannya ketika jatuh di kuarter empat tersisa 2:52 melawan Warriors,” tulis mereka. “Kami sudah mengevaluasi terkait kemungkinan gegar dan dikonfirmasi Dunn tak mengalami hal tersebut. Dunn akan kembali dievaluasi dan kami akan memberikan perkembangan kembali soal kondisinya,” tutup Bulls. Dunn sedang menjalani musim yang cukup baik. Rataannya bersama Bulls mencapai 13,6 poin, 6,4 assists dan 4,6 rebounds. Menitnya pun mencapai rataan 30 menit per laga. Kepergian Jimmy Butler dan Dwyane Wade membuat Dunn mendapat kesempatan lebih banyak. Sayang ketika sedang dalam performa yang cukup baik, dia malah mendapat musibah seperti itu. (kmb33/rtr)
London – Yamaha Tech3 dibuat kelabakan menyusul keputusan Jonas Folger mundur dari MotoGP 2018. Kini Tech3 sedang mengevaluasi nama-nama yang bisa jadi pengganti. Folger mengumumkan diri takkan turun balapan di musim 2018 karena merasa belum pulih dari penyakitnya. Pembalap asal Jerman itu didiagnosis mengalami sindrom Gilbert pada akhir musim lalu. Keputusannya itu mem-
buat kepala tim Tech3 Herve Poncharal kini pusing tujuh keliling. Sebab tes pramusim di Sepang akan dimulai pada akhir bulan Januari ini sementara dirinya harus mencari pengganti Folger. Meski demikian, Poncharal memastikan timnya tetap akan menurunkan dua pebalap. Saat ini dirinya sudah mendapatkan banyak penawaran. “Telepon saya sudah terus berdering dan saya telah menerima banyak email juga,
Herve Poncharal
BPM/rtr
BPM/rtr
Maria Sharapova
banyak yang sudah menawarkan,” katanya, Sabtu (20/1) kemarin. “Kami jelas akan menurunkan dua pebalap di 2018, meskipun ini sudah jadi pukulan telak untuk tim. Kami sebelumnya sudah siap untuk tes Sepang, sangat sulit untuk menemukan seseorang hanya sepekan sebelum tes,” imbuhnya. Poncharal sudah mengarahkan targetnya secara spesifik ke para pebalap Moto2. Langkah ini dinilai akan lebih menguntungkan untuk jangka panjang. Tapi dia juga menegaskan takkan mengusik para pebalap yang terikat kontrak dengan tim lain. “Mengambil pebalap muda dari Moto2 dan membantunya tumbuh, ini adalah proyek yang paling menarik untuk saya. Karena kami punya Johann yang sekarang punya pengalaman satu tahun,” sambungnya. “Tapi ada satu hal, saya takkan mengambil pebalap manapun yang sedang di bawah kontrak dengan tim lain, itu bakal jadi langkah yang salah,” tutup Poncharal. (kmb33/rtr)
Life Sport
Olahraga Dapat Mengurangi Stres STRES adalah suatu kondisi yang wajar dalam hidup, karena jika stres dikelola dengan baik akan memacu kita untuk maju. Tetapi jika stres tidak diatasi dengan baik, maka akan berpotensi menyebabkan gangguan mental. Stres disebabkan oleh banyak factor, seperti pekerjaan, masalah rumah tangga, hubungan dengan orang lain dan masih banyak faktor-faktor lain yang dapat memicu terjadinya stres. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengelola stres dengan baik, salah satunya adalah dengan berolahraga. Tidak banyak orang mengetahui bahwa olahraga dapat memberikan manfaat dalam mengurangi stres. Berdasarkan wawancara dengan seorang dosen di Program Studi Fisioterapi FK Unud yaitu dr. Nila Wahyuni, M.Fis., berolahraga secara rutin dapat mengurangi stres dan memperbaiki kesehatan mental seseorang. Bagaimana olahraga dapat mengurangi stres? Menurut dr. Nila, olahraga merupakan suatu aktivitas fisik yang dapat menstimulasi tubuh kita untuk menghasilkan suatu zat yang disebut dengan “endorphin”. Endorphin merupakan suatu zat yang bersifat mirip morphin yang menimbulkan rasa senang/bahagia sehingga akan dapat memperbaiki mood seseorang. Endorphin juga diyakini dapat mengurangi rasa nyeri. Olahraga dapat mengurangi stres apabila olahraga dilakukan di tempat umum atau tergabung dalam suatu kelompok olahraga. Apabila olahraga dilakukan di tempat umum, seseorang dapat bersosialisasi dengan orang lain, di mana bersosialisasi merupakan salah satu teknik untuk menangani stres. dr. Nila juga menambahkan, bahwa dengan berolahraga secara teratur minimal 30 menit tiap harinya juga dapat meningkatkan rasa percaya diri sehingga dapat mengurangi stres yang dialami. Beberapa jenis olahraga yang efektif untuk mengurangi stres yaitu olahraga yang bersifat ritmis yaitu olahraga yang melibatkan gerakan yang berulang-
ulang seperti berlari, berjalan dan bersepeda. Olahraga yang bersifat ritmis akan efektif untuk mengurangi stres apabila olahraga tersebut dilakukan dengan pikiran yang fokus dan ralaks. Pada saat melakukan olahraga ritmis, fokuskan pikiran pada gerakan yang dilakukan sambil mengatur nafas. Misalnya ketika melakukan olahraga lari, fokuskan pikiran pada setiap tahapan gerakan lari yaitu ketika kaki menyentuh tanah dan fokus pada ritme pernafasan. Jenis olahraga lain yang juga efektif untuk mengurangi stres adalah stretching exercise yaitu jenis olahraga di mana gerakannya adalah meregangkan beberapa bagian tubuh. Jenis olahraga ini akan efektif untuk mengurangi stres apabila dilakukan dengan pikiran yang fokus dan relaks. Beberapa jenis gerakan dalam stretching exercise yaitu cable stretch yaitu posisi duduk, perut dan bahu dalam keadaan relaks, kaki diluruskan bayangkan kepala ditarik ke atas, tahan selama tiga detik dan kemudian relaksasi. Gerakan ini diulangi sebanyak tiga kali. Gerakan stretching yang kedua adalah neck stretch yaitu gerakan kepala ke salah satu sisi bahu selama 15 detik. Ulangi untuk sisi lainnya masingmasing tiga kali untuk tiap sisinya. Gerakan lain yang juga dapat dilakukan adalah diagonal neck stretch yaitu gerakan kepala memutar kemudian lihat ke bawah, tahan selama lima belas detik. Ulangi sebanyak tiga kali untuk setiap sisi. Gerakan berikutnya adalah shoulder shrug yaitu gerakan bahu ke atas ke arah telinga, tahan selama tiga detik kemudian putar bahu ke belakang dan ke arah bawah. Ulangi sebanyak 10 kali. Sebelum mengakhiri perbincangan, dr. Nila menyampaikan bahwa olahraga sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Efek untuk mengurangi stres hanyalah salah satu dari sekian banyak manfaat olahraga bagi tubuh kita. Jadi olahraga adalah aktivitas yang sangat penting dan bermanfaat dan satu pesan dari dr. Nila, “Ayo berolahraga!”. (kmb33/rtr)
Redité Umanis, 21 Januari 2018
I Kaki Dengkil
Giri Bayu Bhaya
IRGAMAYANG ngupinin baa antuk sémprong, I Kaki Dengkil ngupinin lima kanawan kakantiané sané mawasta I Lada punika. Usan punika, limané kébot engkahina. “Lakar ngudiang koné I Kaki Dengkil. Apa lakar buktianga?” Asapunika I Lada matakén ring manah. Nakénang solah I Kaki Dengkilé sané ngupinin liman I Ladané. Napi malih puniki sampun tengahing latri. “Sing tawang, nyanan jeg oyota bayuné tekén I Kaki Dengkil?” Nrugdag bayun I Ladané santukan éling satuan anaké lingsir rihinan indik Bakéké ngoyot bayu anaké cerik kantos nyem létég. Inggih té, antuk kasubné wisésan I Kaki Dengkilé, ngawinang jejeh manah I Ladané wawu upin-upina limané makekalih, kiwa muwah tengen. Sira uning, mangkin sampun nyansan tua, I Kaki Dengkil ngisep bayu anaké lénan mangda ngedénang bayuné. Ulian polih ngisep bayu saking anaké siosan, kocap jagi ngawinang seger bayuné anaké lingsir. Aksinin punika Ida Bagus Nyoman sané sampun kalintang sepuh, sanunggil semengan sampun klincak-klincak ring jaba. Mangda polih kémanten ngusudin I Sandat sané wawu pisan rauh saking memasar. Polih nyolekin bangkyang rengkyang I Sandaté kémanten sampun krura seneng Ida Bagus Nyomané. Ingkel-ingkel ica semringah. Saking dija minab rauh bayuné sagétan sampun gencang marginé. Indayang cingakin ngraina, rasané krura tangkepé irgama anak alit wawu malajah mamargi. Pating kaplung ruyud pamargin Ida Bagus Nyomané santukan sampun rompod, cokorné lemet sakadi nénten prasida nunjang angga. “Béh... amonto dogén I Lada suba enyeh, apa buin edéngang ané lénan, sinah mati majujuk déwéké!” I Kaki Dengkil kamula asapunika, sering pisan mlegéndahang I Lada. Sakadi sané sampun sampun, wenginé puniki plegéndahanga I Lada antuk upinan tur engkahan. “To, apang tawang nyen Lada, engkahan ento pangrabdané kebus, upinan nyem. Yén lakar nguripang api uling baa upunin nyen, da engkahina! Yén engkahin kayang buin mani nyen baané tusing lakar urip dadi api. Kéto masé anaké gelem kebus baang da nyen upinina bunbunané, nyanan nglaut ngebusang. Lamun nyegerang anak cerik gelem, pupukin bunbunané baan baas cekuh. suba lantas kéto engkain. Astungkara lakar seger anaké cerik gelem ento! Yéh, dadi kema lakuna?” Ingkel-ingkel I Kaki Dengkil sambrag wacanané. “Kéné ukuha lakar oraang. Ané kabaos bhayu bhaya malakar baan angin ané tekané uling Guminé Agung! Kéto masé bhayu bhayané ento dadi tekaang uling bhuana alité! Né pikenohnyané tusing lénan maiketan ajak ajahajah Sang Hyang Dharma Smerthi. Sujatiné makejang ada di awaké padidian!” Durung janten tatas baos I Kaki Dengkilé. Punika awanan kantos ngetél poos I Ladané miragi tutur I Kaki Dengkilé. “Lamun bhayuné ané teka uling bhuana agung tur bhuana alité ento bes gedé, tusing iwang anaké ané ngorahang ada ané kasengguh madan bhayu bhaya! Apan musuh tan madoh ri awak! Kéto nyen munyin sastrané!” Asapunika I Kaki Dengkil nuturin I Lada sané kantun enggang ngep bibihné mautsaha miragiang. Napi sumeken miragi napi nénten, sira uning? Boya nyampahang, nénten ké I Lada sengguhanga sayuwakti bongol? Wantah nikaang bongol, kisikisi ja I Kaki Dengkil mabaos, anak piragina punika antuk I Lada. I Lada mayasa bongol, napi Kaki Dengkil sané sampun tasak adnyanané kantos midep piragina baosné antuk anak bongol. Nénten tatas pisan indiké punika. “Nah, né ké malu tuturang. Lamun Giri Tohlangkiré ngupinang bhayu, apa sajan upinané nyem pangrabdané? Apa engkahané patuh pangrabdané kebus? Lamun patuh cara manusané, sinah letusané lakar ngwetuang kasujahteran. Lamun bes gedé letusané sinah ento ané kabaos lakar nyengsaraang wargi Tepisiringé!” Asapunika I Kaki Dengkil nuturin I Lada. Nadak sara, kenjekan mabaos asapunika raris kapiragi Giri Tohlangkiré mletus rainané mangkin. Kocap letusané i wawu sujatiné punika ngwetuang bhasma. Sané nyukertayang jagaté kapungkuran. Asapunika té baosanga antuk I Kaki Dengkil, kantos ngawinang makéh sané nuduk aon letusan Giri Tohlangkiré anggéna sémbék utawi baos tegehné mawasta wibhuti. “Lamun kéto, nyak ja asané da malu ngungsi. Lukat malu déwéké baan bhasma apang seger oger sadya rahayu anaké ajak makejang. Lamun kéto, nyak asané da malu orahanga Giri Tohlangkiré ngwetuang Giri Bayu Bhaya. Ané patut, Giri Tohlangkiré kenjekan ngwetuang kasukertan jagaté. Miribné ento wedaranga apang jagaté sutrepti malu satondéné teka bhayané.” I Kaki Dengkil anggut-anggut miragi baos I Ladané sambilanga uyuk-uyuk santukan sané mangkin sampun jagi semengan. Kocap sampun pituduh Sang Hyang Maha Wenang sané jagi ngayunang malih pidan Giri Tohlangkiré jagi ngwetuang kasukertan jagat, malih pidan jagi ngwetuang Giri Bayu Bhaya. Kayunang dumun, sampunang lénga dumun malih pidan patutné ngungsi, kantos malih pidan dados magenah ring Tepisiring. Antosang dumun mangda tedun dumung bojong putihé. (Jelantik)
Nyastra
“NAK Ayu dané lakar marabian, tusing ja Guti. Sing patut Guti mutusang. Yan suba Ayu demen, Guti masé demen. Jelé melahé Ayu ngaba wekasan.” Baos Gusti Aji Lingsir dahating wicaksana, masukserah ring bobot kayun oka kasayangan dané, Gusti Ayu Madé Arwati. “Yan Biang di tengah-tengah. Sing maroang kema, sing maroang mai. Biang setuju-setuju dogénan. Sakéwala yan dadi idih Biang, da ja Ayu joh-joh mabalik ka désa marabian! Ditu gumi tenget. Bisa nyén Yu lakar nempahang raga ditu?” Sakadi nunjuk layangan, Biangdané ngulur-ngedetin mawekaswekas. “Suba luwung di Jawa ngoyong, kadung aluh Wi ngalihang gaé, né Ayu jeg malah mabalik mulih ka Bali, ngéwehin Biang-Guti dogénan. Awak lacur, apa lakar gotol? Gaé apa lakar jemak Yu di Bali? Sagét nagih ngantén, ngantén ka désa. Kénkén lakar idup Yu mani puan, aaahhh…?” Katah malih sepet-sepet, nyangket-nyangket baos makekalih rakané lanang-lanang sué jenek ring Jawi, cihna duka pisan miragiang rencanan ariné marabian ka Puri Kaba-Kaba. Désa kasub ndéso, tenget, kekeh kaku kukuh ring dresta kuna, sapabudal nylibsib, tan pawangsit, tan papamit sakéng Jawi, sesampun tamat Sarjana Pendidikan IKIP Sura ing Bhaya Jawi Wétan. “Ayu malah marabian joh ka désa ngajak anak lén. Moné abias pasih liuné Ayu ngelah nyama, misan, mindon, sing ada nyang aukud nyetin Ayu? Beli sing kanggoang Yu? Yadian Beli sing berpendidikan, sakéwala carik tegal liu Beli ngelah.” Timbal-tinimbal mingsikin dané ngomporin, mingkalihan dané ngempurin. Cutet, sajabana Guti, saksat sami panyandang lan panyanding Puri Tabanan ten cumpu tan setuju, yéning bungan bebonggan puriné, Gusti Ayu Madé Arwati marabian ka Kaba-Kaba. Tulén sakadi sesenggak mareratengan ring pawaregan. Ring ajeng biasa-biasa manten, malah ring rirun maluab ngrodok dumunan. Anaké istri sapatutné kasayangang, picayang galah masenengseneng pacang nincap grehasta asrama, malah keni ubel-ubelan, dados bal-balan, kadi kapuikin kasepékang. Sadum titahing widhi, yukti tan kena linésan. Yan sampun Ida Sang Hyang Widhi nitahang, napi malih manusa, kadirasa déwa déwata ten sida mialangin. Antuk pikayunané kukuh kadi kepuh, tan sida kapiambengin Gusti Ayu Madé Arwati maparabian ka Puri Kaba-Kaba, nagingin panglamar Gusti Putu Alit. Ri kala pakerab kambé, makekalih rakané lanang-lanang ring Jawi, mingsiki mingkalihan dané nénten wénten rauh nyaksiang, nyihnayang pisan pidukané, wastu tan kadi-kadi sedih nyagnyug kadi gedahé pantigang pikayunan Gusti Ayu. Sapatuté binar jenar tusta lédang dados raja-ratu sehari, puniki magréndé-gréndé mareroncé mapayas ageng, Gusti Ayu Madé Arwati malah nangis sigsigan, deres toyan panoné ngetéltél maguti hunu ring susu, ngeninin tutuk norajané padet nyangkih mabalut sutra gading. Raja dan ratu sehari boya sesenggak guyu-guyuan. Sami jakti-jakti mabukti. Sampian canang pakerabané durung tuh, séh-sumeléh pakéwuh mupuh ngipuh Gusti Putu Alit-Gusti Ayu Madé Arwati lepah-lepuh bah labuh. Durung ngagem pakaryan tetep, kumantos yusa tigang warsa anaké alit
13
Ibu Biu Bui I Madé Suarsa
lan ngadut bobot ageng, nénten madué jero, kantun dados “kontraktor”. Ulehulehan méweh, olih-olihan seret, wastu mameteng ngingsanan anaké alit ring Ajung-Biang Matua Kaba-Kaba, mapan tan sida malih maulehan genah, galah, lan jinah, anggén ngemban ngamertanin anaké alit ring Dén Pasar. “Jik, niki karmapalan tiangé ten ngugu baos kulawarga, mawinan amuniki kéweh panggih tiang. Numbas baas akilo anggén masak bénjang ten mrasidayang.” Makeplag tangis Gusti Ayu Madé Arwati ring samping rabi mapangsegang rauh saking makarya, kluén bedaké kalintang. Cingak méja pawaregan, puyung ten wénten ajengan nyang ajumput. Ungkab pulu, prungpung ten kantun beras nyang akatih. Kebit dompét, sruyung tan kanten jinah nyang apésér. “Ajiiiikkk…. Ajik… nguda kéné lacuré Ajiiikkk….” Leleh layu dudus, pastika labuh tan éling ring raga Gusti Ayu Madé Arwati mikayunin agung pakéwuhé, yén ten ké gelis kasaup kasangkol olih rabiné. Kasirepang anaké istri ring pamreman, sareng kalih lanang istri ngawa kluén waduk, seduk kadi kakeduk. “Ratuuuu… Betaraaa…?” Gusti Aji grimutan, tangané makepelan, alon-alon nytater cekétér jeblok séven mangda rabiné ten matangi, nglintangin margi satapak malet ébeking endut nyangket. Yan kija lunga, sagét rauh glayut-glayut makta bungkusan kalih, nampekin rabiné alon matangi. “Jik,… gelang Khrisna gadéang dumun, tanggal satu tebus. Duga baan
kéné ten ngajeng-ngajeng! Khrisna sampun ya ngajeng ring Kaba-Kaba?” “Yééé,… sampun gadéang Jik wawu. Unduk Khrisna ten sandang Ma sangsaya. Guti ajak Biang utun pesan tekén cucu.” “Sayang opo kowé krungu jerité atiku, mengharap kau kembali sayang nganti memutih rambutku ra bakal luntutr tresnaku, wis tak coba nglelaké jenengmu soko atiku, sak tenané ra ngapusi isih tresno sliramu, pepuja néng ati, nanging koé ra ngerti. Koé sih tak wanti-wanti malah jebul saiki koé mblenjani janji…” Iteh masuir-suir lagu Sayang Via Vallén, Gung Khrisna Gung Wahyu pramangkin siep nyingak Biangné preragan nangis. Katakénin olih anaké alit, wastu molih galah lan genah becik Gusti Ayu mahbahang ring okan-okané indik pamarginé ngawit saking riin méweh tan kadi-kadi, wastu mangkin…. Wastu mangkin, sangkaning jejer mautsaha, ageng pasuécan Betara-Betari Lelangit, yata sat sategeh langit salinggah segara méwehé, sami kasapuh. Sida madué jero jimbar ring Dén Pasar, makekalih putrané sampun sarjana, paguyuban swagotra kulawarga, sekolah, bebanjaran, désa pakraman sami mamargi antar becik. “Khrisna, Wahyu,…Gus sat kayu kukuh genah Ibu lan Aji nglanting wekasan Aji-Ibu lingsir. Ulih kénkén Ibu-Aji ipidan banting tulang mangda durus numbas baas akilo, ring sapunapiné wantah polih ubi, polih biu. Ibu ten lek mautsaha napi ja, yan sampun ten nyungsang kapatutan, mangda
***
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Sang Arjuna ring Aswamedha Yadnya Olih :I K. Satria KACARITAYANG mangkin, kawéntenan para jarané mamargi manut sakadi sané karepang. Pamarginé wantah nuju wewidangan kaprabon sané sampun prasida kakasorang olih makasami ksatria Pandawané. Ring sajeroning pamargin yadnya Aswamedha Yadnya, akéh pisan wénten payudan, sangkaning nénten prasida satinut ring kawéntenan kaprabon Ida Sang Prabhu Yudisthira. Indik payudané punika pacang kasatuayang salanturnyané. Jarané punika sampun mamargi nuju jagat sané ring Utara, ngraris nuju Purwa. Sami kaprabon sané wénten sajeroning pamargi kakasorang saha satinut ring Ida Sang Prabhu Yudisthira. Jarané punika mamargi kairing olih Ida Sang Arjuna pinaka ksatria utama. Sujatiné kantun akéh pisan wénten para ratuné sané brangti ring pikayunan sangkaning kawéntenan Ida Sang Arjuna. Sané mawinan, nénten tios wantah sangkaning pasametonan ratuné punika sampun kakasorang utawi kapademang ring Kuruksetra. Sinalih tunggilnyané, Sang Prabhu Kirata Yawana, Ida Sang Prabhu Mecha, miwah para ratu sané wénten ring wangsa Arya ring sapanjang pamargin yadnyané punika. Ring genahé tiosan, para ratu sané madué prajurit sané akéh miwah senjata sané kantun becik, taler sayaga pacang nandingin Ida Sang Arjuna ri kala wewengkonnyané pacang kambil. Wénten makudang-kudang payudan pantara Ida Sang Arjuna sareng para ratu sané madué wewengkon. Ida mautsaha mangda genahnyané nénten kambil olih Ida Sang Arjuna. Sinalih tunggilnyané wantah payudan ageng sangkaning kawisésan para ratuné tatkala nandingin kawéntenan Ida Sang Arjuna, payudan Ida Sang Arjuna nandingin putun Ida Sang Trigatra sané kawéntenannyané saking dumun sampun madué pikayunan nénten becik utawi dados meseh sané singid. Para ksatria Trigatra sampun kaloktah dahat mawisésa ring jagaté ri kala mayuda nglinggihin kréta. Sesampun uning ring pamarging yadnya Aswamedha Yadnya sané pacang ngambil wewengkon kaprabon, para ksatria Trigatrané sayaga pacang nandingin kawéntenan Ida Sang Arjuna. Sami sampun sayaga mabusana payudan tur sampun banggi ring padéwékan pacang prasida ngasorang kawéntenan Ida Sang Arjuna, yadiastun sampun sauninga indik kawisésan Ida Sang Arjuna tan bina sakadi kawéntenan para déwata ring Swarga Loka. Wénten para prajurit Trigatra sané nglinggihin kréta kasayagayang ring genah sané sampun cumawis sampun maririgan sayaga pacang mademang mesehé. Sami ngamel senjata panah sané mautama. Irika raris para prajurité ngepungin kawéntenan jara sané pinaka piranti yadnya Aswamedha Yadnya pacang katangkepin. Nyaksiang indiké punika, Ida Sang Arjuna dahat degdeg ring pikayunan saha ngulengang pikayunan miwah japa mantra mangda sami kawisésanidané mamargi ngasorang mesehé. Ida Sang Arjuna kala punika mabusana dahat ngangobin saha
Ibu ngruruh ubi, biu, sangkaning iub uib kayun, ten mapuara bui. Mélanin patut, Ibu tidak takut. Yan Ibu takut, ten Gus sareng kalih dados sarjana kadi mangkin.” “Hebat, hebat. Ibu hebat sekali.” “Benar kata Khrisna. Ibuku hebat.” “Hebat. Makanya Gus berdua juga hebat.” Katah malih Gusti Ayu Madé Arwati nlatarang utsahan dané ten naenang makelid, wastu kasayangang ring kulawarga, bebanjaran, makamiwah sekolahan genah dané ngrumrum alit-alit baud PAUD budi suci, jujur, kadi kertas tabularasa putih, wastu sat ngraina dané polih bek-bekan terima kasih. “Terima kasihku ku ucapkan, pada guruku yang tulus, ilmu yang berguna slalu dilimpahkan, untuk bekalku nanti. Setiap hariku dibimbingnya, agar tumbuhlah bakatku, kan kuingat slalu nasihat guruku, terima kasihku ucapkan. Terima kasihku...” Mawanti-wanti terima kasihku… terima kasihku… lagu lugu medal saking cangkem-cangkem tipis lengut panyéketan siswa-siswi PAUD Indraprasta Kuta, wastu tan sida Ibu Guru Cantik Gusti Ayu Madé Arwati nanggek cécéhan toyan panyingakan. Sakasiki kagelut alit-alit imut-imut, wastu sekolahé duk Sukra Umanis Merakih 22 Désémber yukti-yukti manis, kadi kalikub madu drawa gendis manis. Manis sayan manis, kawewehin antuk… terpujilah wahai engkau Ibu Bapak Guru, namamu akan selalu hidup dalam sanubariku, semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku, sbagai prasati terimakasihku tuk pengabdianmu, engkau pelita dalam kegelapan, engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa… Ngrasayang ageng lascarya nulus bukti bakti murid-muridé, Gusti Ayu rumasa kadi keni pamali. Doning duké kantun daa, dané ngaet pisan mangda dados polwan. Pangadeg nyepek, pantaraning tegeh lan bobot pas. Kasenengan pas, olahraga. Duka dané ten kadi-kadi ring asing-asing guru, doning sering para guru gemes pisan yén ngukum murid-murid. Sedek dané iseng muter malih kasét sejarah suka-duka pamarginé riin, duk pertama kacunduk Gusti Aji ring sumur sedek nimba toya, Gusti Ayu nyaru-nyaru nyapuh ring pinggir sumur mangda polih sledat-sledét,… panulaméné buyar, tan pajamuga Gusti Aji lan putrané kalih Gung Khrisna Gung Wahyu matetegar macekéran… Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia… Nulad Trio Libél, é é malah dados Trio Libelék Matigtig… “Aji suarané bésér….” “Ya lo….” “Ten ja bésér Gus.” Gusti Ayu nyelag “Men napi?” “Béro…. béro….” Gusti Aji gegelisan nyawis mangda ten kagelisin. “Ha…ha…ha…” Sami ica, ngicain ébeking pasuéca, kapica rabi, kaicén ibu, sat sumbu Gusti Ayu Madé Arwati pinaka Ibu, sangkan lascarya ening uib iub, jemet migarangin ubi simbul ajeng-ajengan, biu simbul jangan woh-wohan, nanging tatan ngirangin prayatna waspada ten kenéng bui… ibubiubui….
nguningayang kawéntenanidané pinaka ksatria mautama sajeroning mucukin jaran sané kanggén yadnya. Ida setata ngutamayang pasametonan mangda nénten nemu payudan tatkala punika. Suaranidané dabdab alon majeng ring para mesehé. Sakémaon para ksatria miwah prajurit Trigatrané nénten pisan nampénin indiké punika, sami sampun nibénin senjata majeng ring makasami ksatria Pandawané. Senjata panah, gada miwah sané tiosan sampun kamargiang saha nibénin prajurit Ida Sang Arjuna. Duaning sakadi asapunika, nénten pisan Ida Sang Arjuna malih prasida degdeg, duaning senjata wantah sida katandingin antuk senjata, sakadi asapunika pikayunanidané. Raris Ida Sang Arjuna ngambil senjata kanggén nangkisin saha nandingin sapikayunan mesehé! Ida ngamel senjata mautama, yéning tibakang asiki dados panyiuwan senjata panah sané mlesat. Ida Sang Arjuna dahat pascat ring payudané punika, angob ngantenang kawéntenan ksatria sané wénten ring payudané punika. Sinambi makenyung manis Ida Sang Arjuna ngandika, “Nawegang para ksatria sami, tangledang dumun senjatané! Pamargin payudan sakadi asapuniki dahat nénten becik, nénten kapatutang ksatria mautama mamargi sakadi asapuniki! Kayunin indik kahuripané dahat mautama napi malih dados manusa!” Sakadi asapunika pangandikan Ida Sang Arjuna. Sujatiné sadurung Ida Sang Arjuna mamargi, Ida Sang Prabhu Yudisthira sampun mitetesin pisan, mangda nénten wénten payudan sané ngawinang padem kawéntenan ksatriané, duaning ngayunin payudané ring Kuruksetra sampun akéh pisan ngawinang jadmané padem tanpa dosa. Ngélingang paritetes saking rakanidané, Ida Sang Arjuna malih ngélingang majeng para ksatria Trigartané mangda sida ngayun-ngayunin, nénten kantos metu payudan. Sakémaon sangkaning banggi ring padéwékan, sami ksatria Trigartané nénten mirengang napi luwir sané kabaosang Ida Sang Arjuna. Sami ngamel saha ngawigunayang senjatannyané nandingin Ida Sang Arjuna. Makasami ksatriané punika mamargi dahat gelis ngawigunayang makasami senjatanidané saha ngawinang padem sané katandingin! Punika mawinan Ida Sang Arjuna nandingin kawéntenan Ida Sang Suryawarman sané pinaka prabhu ring Jagat Trigarta. Ida Sang Arjuna ngawigunayang senjata mawisésa sané metu panyatusan panah kanggén nangkis senjata mesehé. Asapunika taler para ksatria sané sampun wénten irika sampun sayaga pacang mademang Ida Sang Arjuna. Sami nglinggihin kréta sané dahat becik saha ngamel senjata sané akéh pisan. Ring genah sané tiosan, Ida Sang Suryawarman sampun nyihnayang kawisésanidané majeng Ida Sang Arjuna. Antuk kawisésanidané, raris kalepasang panah nuju genah Ida Sang Dhananjaya. (Masambung)
Gelar Gelur Gelar makebat kebur-kebur Lantang ngandang bek masepek Di malu di duri ngapit metpet Gelar mapuara gugur Mata bileh-bileh nelik mamedih Bibih mangan masangih Alus banban tulus nuduh Layah lanying ulap-ulap nyilap Munyi keras bangras nyarap Angabar-ngabar ngaba kabar kabur Alis kenyat jernat Batis kekeh jangkeh Gelar ngelur ngebur lebur Solah tan nyunjung polah Sih kalah lawan selah Tong bisa ngaba abah melah Putu Reland Dafincy Tangkas
Jayanti
14
I Gede Eka Putra
Cerakén
Ngaptiang sané Pinih Becik
Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
pupu;p\С(.
Redité Umanis, 21 Januari 2018
SAMPUN akéh pisan gegarapan tembang pop Bali sané sampun kamedalang olih I Gede Eka Putra ring sajeroning parikrama Paradé Pop Bali Pesta Kesenian Bali. Selah nyarengin parikrama inucap nyabran warsa setata becik kadabdabang anggén jalaran nyinahang asil pagaé sané pinih becik. Pak Eka – asapunika dané ketah kasambat olih siswa-siswanyané puniki maosang yéning dané nénten madué pangapti ageng napkala nabdabang gegarapan tembang sajabaning nyinahang utsaha sané pinih becik majeng ring Kabupaten Badung. Sangkaning punika galah sané kaaptiang olih sang sané nuénang Sanggar Musik dan Vokal Mahardika puniki nénten prasida ajebos tatkala makarya mangda becik asil ipun. Duaning parikrama sané patut kalintangin wantah akéh pisan ngawit saking audisi peserta, nuwasén mapaurukan nyantos ngamargiang tirtayatra nunas karahayuan ring sajeroning parikrama mapaurukan miwah tatkala ngamargiang pacentokan. “Pinih becik punika wantah nganutin saking pikayunan tiang taler krama tiosansané sareng ngaryanin gegarapan inucap. Duaning becik utawi kaon pakaryan seni punika wantah nganutin sapasira sané nyingakin,” baosnyané cutet. Kacunduk ritatkala wusan nyinahang gegarapannyané ring kalangan Taman Budaya, Denpasar, Eka Putra nyuksmayang pisan duaning gegarapannyané sampun prasida becik kamargiang. Duta Kabupaten Badung sampun prasida nyinahang yéning pamilet ipun nénten ja waged matembang kémanten nanging taler ngigel, dados dalang miwah sané siosan. Akéh pisan pikobet sané patut katepasin tatkala ngamedalang pakaryan, sané majanten jagi kapanggihin olih krama sané ketah nyarengin langsung. Sakéwanten sangkaning tetujon utama dané pacang ngayahin Kabupaten Badung, sinah sakancan pikobet punika nénten naenin ngasorang pisaratnyané makarya. Napi malih alit-alit setata disiplin tatkala mapaurukan asapunika taler para reramanipun setata nyarengin napi sané kakaryanin tur jagi kamedalang. Bapak kalih oka puniki nyante-
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
Pupuh Pangkur 57.s)somæuengl*tn;, Sesampuné galang tanah, sm)etoen, sametoné,
sksikirrisßt\i,
saka siki raris matangi, khulent2(b\un/, kaulané taler bangun, gumnÓihytßsirm/,
gumanti ayat masiram, hyuecokÞi, Ayu Cokli,
kpezÇornß\ÐinÓ)dun/,
kapancoran mangkin tedun, khir&hnÓ¡kæz)erown/, kairing antuk panyeroan, mkumСmnuæÏ*smi.
makumkuman sareng sami. 58.ln*lne\nutug*,
Lanang-lanangé nutugang, mgilirn/, magiliran,
nang yéning wénten galahnyané dané nénten madué “idé” sané prasida jagi kamedalang, sakéwanten sangkaning dokuméntasi paradé tembang pop Bali nyabran warsa sané kadruénang setata ngamedalang idé anyar antuk dané. Sios punika siswa-siswanyané setata nganutin tur nyarengin sapunapi pituduh-pituduhnyané. Sakéwanten dané taler setata kasarengin olih makéh krama pinaka tim kréatif tatkala ngaryanin gagarapan paradé tembang pop Bali sané jagi kamedalang ring PKB. Wénten sané ngarap koréo, iringan musik miwah gegambelan taler panganggé ipun. Sampun saking sué ngarap paradé tembang pop Bali druén Kabupaten Badung, bapak saking Dede miwah Arin puniki nyantenang yéning ngamedalang pakaryan sané pinih becik punika nénten ja dangan. Setata kapanggih kakirangan yadiastun sampun becik tur sumeken pidabdab taler perencanaan ipun. Parikrama ring sajeroning paurukan taler sarana tiosan nénten prasida kajantenang, nanging kakirangan punika wantah sinalih tunggil sarana anggén evaluasi tatkala makarya gegarapan ring warsa riwekasan. “Tiang meled prasida malajah saking krama akéh. Duaning rasa bangga ring sajeroning seniman wantah tatkala gagarapan ipun kasenengin kémanten,” baosnyané nyantenang. Eka Putra sané nyantos mangkin kantun manados sinalih tunggil staf ring Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung maosang yéning prasida ngamedalang gegarapan sané manut sakadi pangaptin atasannyané wantah nincapang rasa bangganyané. Rasa kenyel sangkaning lemah-peteng makarya dados ical. Dané taler setata maosang yéning nénten wénten target ring pararagannyané sajabaning prasida setata becik ngambel kepercayaan sané kapolihang. Pangripta tembang spesialis alit-alit puniki majanten sebet tatkala nénten kantun kaicén kepercayaan. “Kepercayaan punika sané pinih utamayang tiang, dadosné tiang jagi becik mautsaha mangda prasida nyagra kepercayaan inucap malarapan antuk sumeken makarya,” baos Eka Putra makenyem. (ast/was)
r&pezÇornuæksiki,
ring pancoran saka siki, ewnÓ)nuæenmkÓs\С,
wénten sané makta sangku, mzirtinСmСmn/, manyiratin kumkuman, somæunuæmi,
sampun sami, m\ÐinÐpurmkumæul/,
Kadek Intan Dheya Pratiwi
Nincapang Kawagedan
KANGGEHANG dados pamilet anak-anak putri terbaik 2016 olih juri lomba lagu “Bungan Jepun”, ngawi bangga Kadek Intan Dheya Pratiwi. Kawagedan magending Intan – sapunika dané ketah kasambat sayan katincapang. Sajabaning rajin latihan, taler nénten naen absen nyarengin lomba. Tetujonnyané nénten wantah juara, nanging mangda molihang pengalaman anyar yadiastun siswa kelas V SD No. 6 Sanur, Dénpasar Selatan puniki sampun naen ngranjing dapur rekaman album kompilasi sareng alit-alit Bali Kumara II ring tembang sané mamurda “Kalangen” reriptan Ni Wayan Ardini, S.Sn., M.Si. “Tiang seneng magending. Napimalih yéning wénten lomba pastika sareng,” baosnyané sinambi makenyung. Sajeroning lomba tembang “Bungan Jepun” ring Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Intan sampun mataki-taki sadurungnyané. Latihan sané kalaksanayang pamuputnyané ngamedalang asil becik. Putri kaping kalih pasangan I Made Mudana miwah Ni Wayan Arianti puniki prasida ngasorang dasaan pamilet lianan. Durung malih Intan méntasang lagu pilihan sané mamurda “Mudalara” tembang sané nyaritayang anak alit ngidih-idih sangkaning nénten madué rerama, rumasuk meled sekolah minakadi sawitrannyané. “Marasa angayubagia antuk kasidan puniki. Tiang patut setata latihan. Napimalih pacang péntas nyeledi Badung ring PKB,” baosnyané seneng. Guru-guru ring SD No. 6 Sanur, Dénpasar Selatan, maosang Intan pinaka siswa berprestasi miwah madué bakat. Sajeroning prestasi akademis Intan ketah dados juara kelas. Manut dané anteng malajah sangkaning kasokong olih reramannyané. Wénten piteket bapannyané, mangda manggihin kasidan tur sukses nyujuh cita-cita, patut kayun mautsaha, anteng malajah saha nincapang potensi. Semangat miwah sokongan saking déwék nyujuh prestasi ngawinang Intan sayan anteng malajah. Dané setata nyelanang ngwacén miwah latihan soal, yadiastun nénten wénten ulangan. Seneng paplajahan Matematika, naen ngiringang Intan lolos peringkat kaping-11 seleksi Olimpiade Matematika sajebag Bali. Prestasi sané rumasuk ngawi bangga yowana sané embas ring Dénpasar, 11 Maret 2005 puniki. Sampun rumasuk akéh piala miwah piagam penghargaan sané sampun kapolihang. Nénten wantah piagam pinaka langganan juara kelas, taler piagam penghargaan lomba melukis ring The Hindu Centre of Indonesia daweg Festival Anak Hindu Indonesia kaping-13 warsa 2014 lintang. Sapunika taler lomba nyanyi Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kecamatan Dénpasar Selatan miwah tingkat Kota Dénpasar. Intan meled nguji kawagedan tur ngaksi kawagedan pamilet lianan. Dané sané madué cita-cita dados dokter puniki pamuputnyané éling ring kakirangan déwéknyané, gumanti patut setata malajah miwah latihan. (ast/uma)
mangkin ka pura makumpul, musælnßtÉisnÑí, muspa lan matri sandya, \jpuæ*hê*srsÙti.
ngajap Sang Hyang Saraswati.
Isin Gumi
Panglimbak ”Téknologi” Prasida Ngwetuang Kaon TEKNOLOGI setata ngwedar parindikan anyar saha panglimbaknyané becat pisan. Ri kala ngawinunayang teknologi antuk pabuat sané becik, becik taler kawigunan sané karasayang utawi kapolihang. Sakémahon, yéning iwang ngawigunayang, sinah prasida ngwetuang wesana kaon. Umpami, yéning iwang kawigunayang olih ipun sané durung antes ngawigunayang saha molihang parindikan inucap, sinah kaon sané kapanggihin. Pamekas alit-alit sané durung prasida becik ngawigunayang teknologi
informasi inucap, sinah sané tawah-tawah utawi parindikan kaon sané pacang karereh. Parindikan punika sané prasida ngwetuang parilaksana iwang saha akéh kejahatan sané nibénin alit-alit dibawah umur, inggian dados korban utawi pelaku kejahatan. Parindikan inucap kabaosang praktisi hukum, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H.,M.H., wawu puniki. Parindikan punika kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 16 Januari 2018 lintang.
Gung Dé, Ngurah Rai Singaraja Ring aab jagat sané sayan canggih antuk panglimbak téknologi, yukti wénten wesana kaon miwah becik sané pacang kapolihang. Samian punika mawali ring soang-soang krama, sapunapi mangda bijak ngawigunayang téknologi. Pinaka yayah rena patut nguratiang alit-alitnyané indik ngawigunayang téknologi inucap. Putu Gamada, Patemon Sayan akéhnyané keja-
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
ambis
1.
hmãis/,
1. ambil paksa
2.
arangsukan
2.
hr\uæukn/,
2. seperangkat
3.
congah
3.
eco\;,
3. malu sendiri
4.
dumilah
4.
dumil;,
4. berkilauan
5.
durjana
5.
du(jn,
5. penjahat
6.
keta
6.
k)t,
6. gagap
7.
piwal
7.
piwl/,
7. menentang
8.
sentana
8.
s)nÓn,
8. keturunan
9.
silib
9.
silib/,
9. tersembunyi
10.
suejnn/,
10. lesung pipi
10. sujénan
Bahasa Indonésia
hatan sané nibénin alit-alit, sampun janten nénten lempas mawit saking bebas alit-alit inucap ring aksés internét miwah média sosial. Mawinan pinaka guru rupaka sampunang wantah sawates numbasang sané mawasta gadgét taler pulsa, kémahon patut nguratiang napi kémanten sané karereh ring internet. Aji Bima, Banjar Yukti daging saking internét miwah média sosial nénten setata becik saha ngicén pendidikan majeng alit-alit. Ketah, mawit ngruruh ring internét utawi media sosial ngawinang alit-alité ngamolihang inspirasi kaon. Gung Surya, Lovina Ring jero soang-soang, para rerama mangda prasida ngwatesin pianaknyané ri kala nganggén HP. Aab sakadi mangkin, indiké punika prasida ngawinang alit-alité kecanduan. Kasuén-kasuén ipun prasida malaksana kaon. Mologan, Mayong Nabdabin parindikan punika, para guru ring sekolah mangda ngicénin pakéling miwah nyobyahang wesana becik iwah kaon saking téknologi nyabran polih selah ring para siswannyané. Indiké puniki satmaka mayungin para siswa mangda kadohang saking ius kaon internet. (ama )
Tumpek Kandang, Cihna Sekala-Niskala Ngajiang Sarwa Beburon KAHURIPAN krama Hindu Bali nénten prasida kapasahang sareng upacara yadnya. Ngamargiang sekancan upacara yadnya wantah sinalih tunggil utsaha niskala sané kamargiang olih krama mangda prasida nyagra jagat miwah sekancan dagingipun tetep teteg, ajeg, miwah lestari, tios ring utsaha-utsaha sekala sané sampun ketah kamargiang. Parindikan punika pinaka cihna yéning jadmané sampun saking nguni éling setata nyagra kalestarian palemahan pinaka panaur saking sekancan utsaha jadma sané “ngalap” daging palemahan puniki anggén nagingin sekancan pangaptin kahuripanipuné. Wénten makudang-kudang yadnya sané kamargiang olih krama Hindu sané prasida kabaosang dados utsaha niskala anggén nyagra palemahan puniki. Minakadi ngamargiang caru, ngaturang banten miwah sesodaan ri kala rainan Galungan lan Kuningan, ngamargiang piodalan ring pura kahyangan jagat utawi pura sané wénten ring désa utawi banjar. Upacara utawi rerainan sané taler mabuat pinaka jalaran nglaksanayang utsaha niskala punika wantah rerainan tumpek. Tumpek sané pinaka rerainan nganutin pawukon puniki rauhnyané ring untatin Saptawara inggih punika raina Saniscara sareng untatin Pancawara inggih punika
Kliwon. Sinalih tunggil tumpek sané kamargiang ring Bali inggih punika Tumpek Uye utawi sané ketah kabaos Tumpek Kandang. Tumpek sané rauh nganembulan apisan ring raina Saniscara Kliwon wuku Uye puniki pinaka rerainan ngotonin sekancan beburon sané kaupapira, duaning beburon taler pakardin Hyang Paramakawi mawinan janten sampun ketah nulungin jadma ri kala ngamargiang kahuripan puniki. Minakadi sampi kanggén nulungin matekap ring carik, siap miwah bawi sané kanggén ulam ajengan, paksi kapiragiang suaranipun tur asu kanggén nyagra kahanan sekala ring jero soang-soang. Dadosnyané upacara inucap pinaka unteng rasa suksmaning manah jadmané majeng ring para beburon punika. Satios punika, ring raina Tumpek Uyé sané kaastawa wantah prabhawanida pinaka Hyang Raré Angon, sané kapercayain ring Bali pinaka déwa sekancan buron sané wénten ring jagaté. Tetujonnyané mangda Ida setata
ngicén waranugrahannyané majeng sekancan ubuh-ubuhan sané kapiara, mangda wénten paiketan becik pantara manusa sané ngubuh sareng ubuh-ubuhannyané. Sujatiné unteng ngamargiang upacara Tumpek Kandang punika prasida kamargiang saraina malarapan antuk becik-becik ngupapira sekancan beburon sané kaduénang. Punika sampun rumasuk ring Nitya Karma utawi yadnya sané kamargiang saraina. Yéning upacara sané kamargiang ri kala Tumpek Kandang rumasuk ring Naimitika Karma utawi yadnya sané kamargiang ri kala rerainan-rerainan kémanten. Tumpek Kandang punika taler kabaosang pamucuk saking utsaha ngupapira beburon. Malarapan antuk rerainan Tumpek Kandang puniki ngiring sarengsareng sayan becik ngupapira sekancan beburon antuk utsaha sekala sané kaduénang duaning kawéntenanipun janten mabuat pisan ring kahuripan jadma pamekas ri kala ngamargiang upacara yadnya. (kmb)
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
Minggu Umanis, 21 Januari 2018
TERBANG TINGGI INDONESIAKU
CHANDRA BHERAWA : SEBUAH KARYA SASTRA PEMIKIRAN, (3-habis) KECERDASAN SUKMA MULIA HINDU BALI, AWALAN KABHINEKAAN SIWA BUDHA
l Ihdinas-shirathal Globalisasi...
l Tulisan ini Terinspirasi oleh Sikap Gus Palguna, yang Memilih “sunyi” dalam Keriuhan Zaman.
Wacana yang diajukan kemudian sebagai ‘penyakit’ dari kesalahan menjadikan agama sebagai alat untuk menaikkan jenjang peradaban itu; Kunang Mangke, warah ta ri kami, wruh kami ri mula ning agama, Trikaya Parisuddha, padhayun ira Sang Hyang Mahadewa, pahoman nira ring argha, kelasa nguni, mwang dewata kabeh, mangke sampun wineh kakan ta sang Yudhistira, winyapakeng madhyapada, tinut ing wwang sahob ing Bharatawarsa, don ikang wwang sighra manut majrih ri sang natha kalih, apan sira mahasakti, ikang wwang tumur, tan wruh ring kalingan ing dharma sanyasa, ri prakreti ning wwang anembah arca, kabuyutan, kewalya sumbah-sumbah juga tekang wwang, asing tan manut ri gati mangkana, gawenan swakriya bhaya, tiniban danda niti de sang prabhu, ndan sira sang manutaken manembah ara prasadha, tan wruh ri kalingan ing Sad Kahyangan haneng sarira, tan wruh ri mula ning sembah, tan wruh ri tungtung ing sembah, syapa sang sinembah, syapa sang anembah, apan swajatinya tan hana dewa haneng prasadha, yadyapai ring meru, kabuyutan kunang, reh swajatinya suna, gawenan prelingga arca, cinitra rupa ning dewa. Dening taru candana, gawenan banten, tengetan ring wwang akweh, yan cuntaka pamongmongnya henengan tang prasadha, tan hanang dewa sabda, den gawenan banten, adyapi tan Bhuta Yajna, ingke ring dewantara, tan tahu hanang pracaru, syapa hana memanggih wangke ning Bhuta kala, pejah tan pamangan caru,...dst.” Hindu di Bali dalam prosesnya bercampur dengan keyakinan-keyakinan sebelumnya yang tumbuh dalam masyarakat juga dengan keyakinan lainnya, yang memasuki proses sosial masyarakat Bali, tidak lagi sebagaimana pengertian agama sebagaimana umumnya. Namun menjadi kerangka bagian hidup, pandangan keduniawian, mencakup semua aspek, fisik, mental dan spiritual. Semuanya itu terjalin oleh pewarisan tradisi, menjadi kesatuan tunggal ekspresinya. Kurang lebih inilah cara untuk memahami bagaimana memahami sikap kritis yang disampaikan Candra Bherawa kepada Bhima. Pertanyaan-pertanyaannya sungguh mewakili apa yang terjadi kini. Betapa ada trend ‘menjalankan kewajiban keagamaan’ lebih karena takut kepada masyarakat sekitarnya atau kepada ‘stigma’ yang akan ditorehkan oleh tokoh atau yang mewakili institusi bahkan oleh individu. Bahwa itu dimanfaatkan oleh kepentingan politik bahwa ‘ketakutan’ itu dapat menjadi senjata untuk ketertundukan. Chandra Bherawa mengajak Bhima memikirkan; bahwa terlibatnya rasa takut akibat turut campurnya institusi agama yang disokong penguasa. Ini sering tidak terungkap dalam keseharian. Diwakili oleh pertanyaan; mengapa sembahyang? Siapa yang disembah? Siapa yang membenarkan salah ataukah mantra yang disampaikan bila sembahyang dan bahkan oleh pendeta? Mengapa timbul ketegangan seolah ada yang paling tahu soal perlakuan pada rumah suci dan atau soal kitab suci, ayat suci, siapa yang membenarkan dan menyalahkan? Bukankah seharusnya Hyang Widhi? Tapi bukankah ‘dia’ tak akan pernah menyalahkan, menuntut dan sebagainya. Bahkan tidak sekalipun pernah menuntut untuk dipuja-puja. Bukankah akibat dari semua itu, lahir aliran, mashab, tokoh-tokoh yang dengan nyali mendekati nekad menjadi yang merasa paling dekat dengan Hyang Widhi; disebut kedewadewan dalam konteks teks dalam kisah ini. Bukankah trend mencari rumah suci menjauh dari dirinya telah ditunjukan akibat turut campurnya ‘kekuasaan’ institusi dalam proses umat menjalani keyakinannya. Menariknya adalah isi ajaran; teks suci itu yang dijadikan pertanyaan balik kepada perilaku yang selama ini dituntut untuk ditunjukkan oleh institusi penguasa agama. Dalam wacana ini; pemikiran, teks, doktrin, sejarah dan bagaimana institusi dalam kelompok-kelompok menjadi isyarat betapa pentingnya kembali kepada cara pengajaran hakekat. Bhima jelas-jelas terguncang oleh sikap dan perkataan Chandra Bherawa, yang jelas secara kemampuan dan keterampilan, baik dalam memimpin negara, kualitas spiritual bahkan kesaktian mencapai kesempurnaan dan puncak kesadaran cahaya. Menggugat apa yang hendak dikampanyekan oleh Yudistira dan Kresna dalam membangun masyarakat bermoral, berbudi pekerti, damai dan sejahtera. Chandara Bherawa menyampaikan: ajaran yang membuatnya mencapai tingkat demikian bernama Bhajradhara. Sesungguhnya Sang Hyang Widhi itu ada dalam diri. Tuhan ada dalam diri sendiri. “apan ring sarira mula ning kawah loka, si pagawenya dawak amangunaken swarga Naraka, kami tan harep ring swarga Loka, Swarga Ciuta, Naraka Ciuta, yeka karwa kawyapaka sangku kalanyan dhatang, tunggal ring teka ning sukha duhka, haneng sarira, nguni weh yan hana wwang luputa ring sukha duhka karinyeng hurip, ikang wwang bhagyamanta ngaranya ring rat, saparanya wwang mangkanan, tan kinalaran dening kadang mitranya, samangkanan swadharma mami....” Dengan gamblang soal surga dan neraka, dua hal yang sering dijadikan ‘alat’ mengikat kepatuhan perilaku manusia dibahas dengan terbuka. Betapa jernih dijelaskan, ketakutan akan neraka itu
seringkali dijadikan alat ambisi oleh yang memiliki kuasa, membawa manusia makin jauh dari dirinya, jauh dari surga yang sebenarnya melekat dalam dirinya, dalam hidupnya, dalam suka dukanya. Wacana selanjutnya adalah dari Yudhistira, “Singgih Rari Maharaja Kresna, kaya wreta Sri ChandraBherawa, apan mahabhara wekas ing tattwa, tekwan yoga sanyasa pariwretanya, susuk sima brata sang nisreyasa, wekas ing mahottama tika, tathapi ahyekeneng loka dresta, tan hana kottamanya anuraken ring loka, yang weinehaning wwang mudha durnaya. Kunang waneh, ikang bhumi kurang sopakaranya, kamenanyan tang mandala tan hana singgah suci campur ngaranya, yan durung inurakeng niwedhyanya, bindhan ngaran ing jagat, yan mangkana” Berbeda dengan Kresna yang dengan terbuka mengatakan; tidak mengerti tentang ajaran yang dianut oleh Chandra Bherawa, terutama mengenai ajaran tinggi kasunyatan, sebab banyak dan berbedabeda ajaran yang diciptakan oleh Sang Hyang Widhi, namun yang dinamai ciptaan, kata Kresna dengan fanatik: ada juga cacat celanya salah satu, lupa bila apa yang diyakininya dapat pula ada cacat celanya. Kresna menjadi tokoh yang mewakili keinginan umum ambisi kaum agamawan, yakni menyeragamkan pengajaran dan anutan. Alasannya tentulah nasib masyarakat dari sisi keyakinan beragama; kesucian, dosa, dan banyak lagi hal yang dicemaskan akan dialami oleh manusia dalam hidup bermasyarakat dan cara agar manusia terhindar dari dosa tak terampunkan adalah menyeragamkan perilaku, tata cara, bahkan tafsir keagamaannya. Kisah ini bergerak ke wacana yang tak terhindarkan; perang karena perbedaan cara beragama, bahkan mirisnya dari ajaran yang sama. Membaca dan belajar mengkaji karya sastra dengan kandungan tattwa, pada kisah Candra Bherawa ini seperti pada tulisan bagian pertama, tetaplah memerlukan kehati-hatian. Sebab didalamnya mempertemukan dua agama besar yakni Siwa dan Budha, dan Waisnawa diwakili oleh Kresna. Latar belakang tempat sesungguhnya ‘abstrak’ tidak di negeri Bharata, artinya bukan di India. Juga kisah yang dikemukakan bukan bagian lanjutan kisah Mahabrata walau tokoh yang dilibatkan adalah Panca Pandawa. Namun ini adalah dialog perbandingan, menemui titik beda yang mencengangkan. Dalam konteks ini saya cenderung melihat Negeri Dewantara sebagai “balidwipa’ di masa lalu memang penganut Budha. Sebelumnya agamaagama ‘bumi’ disebut agama wali telah ada di pulau ini. Saat Bali memiliki relasi dengan Jawa mulailah paham siwait ini masuk, dari mashab Sidhanta. Dalam tulisan di awal telah dikutipkan mengenai bagaimana penulisan ini pada runutan kalimat dan sintaksisnya; membangun wacana. Jelas tidak dalam konteks narasi dan deskripsi. Wacana yang dikemukan adalah perbedaan antara Karma Sanyasa dengan Yoga Sanyasa. Keduanya berakar pada ajaran Dharma. Muaranya pada Ajaran Brahman. Walau kisah dialirkan dengan jernih, ringkas, mengenai perjalanan Bhima ke Negeri Dewantara dan mengalami keterkejutan dengan apa yang didengar dan dilihatnya akan Negeri Dewantara. Sebagai utusan Yudhistira dan Kresna, sang pemilik gagasan untuk melaksanakan “penyeragaman” pelaksanaan keagamaan di seluruh wilayah di muka bumi; Bhima tak bisa menggertak dan menakut-nakuti Chandra Bherawa, yang memiliki karakter kokoh dan tangguh, dan penuh percaya diri, karena tahu makna kata yang diucapkan. Bhima setibanya di Hastina melaporkan sikap Chandra Bherawa. Reaksi Yudhistira mengisyaratkan bahwa ia memahami akan ajaran kasunyatan, itu lazim dalam tradisi spiritual disebut ‘susuk simabrata’ hanya berlaku bagi sang pendeta, pendeta dengan klasifikasi yang sudah lepas bebas dari ikatan duniawi. Yudhistira sebagai penguasa, pimpinan mengatakan bahwa jika ajaran kasunyatan diajarkan kepada masyarakat umum, akan timbul kesalahpahaman. Apalagi jika itu diajarkan kepada manusia bodoh, pemalas, dan berkelakuan buruk, ajaran kasunyatan ini, dapat dijadikan tempat sembunyi dari kewajiban-kewajiban keagamaan yang seharusnya mendidiknya untuk melangkah menuju tahapan penyiapan diri dan membangun relasi kemanusiaan. Karena itu Karma Sanyasa diperlukan untuk menatakramakan manusia dalam membangun karakter mulianya menuju sukma mulia. Tanggapan Kresna atas penjelasan Yudhistira itu, memicu Kresna untuk mengambil tindakan, yakni menyerbu Negeri Dewantara. Namun dicegah oleh Yudhistira dengan mengatakan, kirim utusan untuk menyampaikan sekali lagi alasan mengapa Hastina mengambil kebijakan mengajak seluruh negeri melaksankan Karma Sanyasa; yakni bahwa semua agama memiliki ritual dan ritus; dari sembahyang sampai liturgi. Kepatutannya adalah untuk mencapai kereligiusan. Di sini jelas, isyarat yang disampaikan ada perbedaan tegas antara spiritual dengan religius. Sebagai perbandingan keduanya mengalami perbedaan pandangan yakni, Karma Sanyasa menempatkan agama lebih bersifat fungsional, bahwa agama itu milik kelompok atau seharusnya melakukan fungsi-fungsi tertentu dalam
masyarakat atau seluruhnya. Sedang Yoga Sanyasa lebih menekankan kepada substansi, bahwa orang-orang yang beragama harus dibekali kemasukakalan, dengan cara itu akan memegang nilai dan dipahami sebagai individu maupun secara bersama. Kisah dilanjutkan dengan diutusnya Ki Patih Kiratha ke Negeri Dewantara. Setibanya dihadapan Sri Chandra Bherawa, ”Sajna Aji Sri Candrabherawa, kami kinon de Sri Natha Krsna, umatur I jong Sri Bhupati, kunang Sri Maharaja inudesa de Sri Natha Krsna, eka paksa makarma sanyasa, hane sarira guhya swakirti aji ikang yosa snayasa, yan ikang yoga sanyasa maka don Sri Aji sampun wruha ri suksma ning yoga sanyasa, ring loka drsta sinanggah kurang Sri bhupati. Kamenanya haneng sakala, ikang yasa karma sanyasa juga damel sang prabhu, tan hana ng lemah larangan, suci campur ngaranya, apan tan keneng widhiwidhana, tiniban puja mantra samadhi, bondhan lwir ikang prthiwi, alpanamrta palapa ning humi, salwir ing phla bungkah phala gantung, padha hina sad rasanya kojar ing sastra, gati ning wwang hina pranamnya....dst” Wacana yang dibangun melalui Bhima di awal kisah, dilanjutkan lagi oleh Patih Kiratha. Menjelaskan mengapa Karma Sanyasa seharusnya dilaksanakan oleh masyarakat umum dan mengapa seorang pemimpin patut mengajarkannya kepada rakyat, dari membangun rumah suci, disebutkan Sad Kahyangan, Sanggar Kabuyutan, melaksanakan upacara, membedakan daerah suci dan tidak. Menyucikan melalui upacara dan mantra kepada semua sarwa prani; semua itu akan mendidik manusia untuk menghargai semua mahluk ciptaan Yang Widhi, jika hanya Yoga Sanyasa, itu ajaran lebih tepat kepada pencarian pribadi. Tidak dapat dan memang tidak menularkan ajaran Yoga Sanyasa ini kepada umum. Sebab dapat terjadi ‘mereka’ akan berpura-pura telah mencapai ‘kesadaran cahya’ itu sebab diuntungkan dari kebebasan kewajiban melakukan ritus dan ritual. Manusia adalah mahluk tak terduga. Hanya dapat ditertibkan dengan Karma Sanyasa agar hidup bersama menemukan maknanya. Jawaban Chandra Bherawa mengisyaratkan adanya kritik yang tajam kepada Kresna, walau disampaikan dengan nada bercanda,” Dhu kamung kita Patih Kiratha, ah ah, mangkana ling Sri Natha kalih, sang amutereng Bharatawarsa, salah harep kami magunita lawan kita, becikana kita pamantuka juga, warahakena kami tan kimuteng satru sakti, sadek singgih tuhan ta kalih, mangayam-ayam kami wruha, ri kamahatmyan sang Natha Kresna, apan si Krsna juga makambek ang krodha ri kami, kaniscayannya, apan wisnu murthi, reh brahmatya katattwanya Sang Hyang Wisnu nguni, kasapa de Sang Hyang Gana, duk hana ring Yawadwipa mandala, mangkana kamu ng duta, warahakena sabda ri tuhan ta si Krsna,” Pada bagian ini menjelaskan bahwa ketika ajaran Hindu sampai di Jawa, ada peristiwa yang membuat posisi Krsna sebagai awatara tidak mendapatkan tempat sebagaimana di India. Yakni adanya kutukan dari Sang Hyang Gana. Wacana ini menjelaskan bahwa Chandra Bherawa memang dilatarbelakangi adanya perdebatan serius ‘sukma mulia’ di wilayah nusantara, khususnya di Balidwipa sebelum mencapai kesepakatan menganut Siwa Budha. Jadi proses kebhinekaan menuju tunggal ika, agaknya tidaklah mudah, jelas mendapatkan banyak gangguan bahkan mungkin dengan berbagai kecurigaan dan kesalahpahaman. (Bandingkan kemudian dengan kisah Mpu Kuturan dengan Samuan Tiganya!) Pesan debat sukma mulia dalam karya sastra ini adalah kepada Kresna sang Awatara. Dalam tujuh hari dari tibanya utusan, itu pesan Krsna yang disampaikan patih Kiratha, bila Candra Bherawa tetap menolak anjuran melaksanakan karma sanyasa maka negeri Dewantara akan diserbu. Selanjutnya dalam hitungan tujuh hari, datanglah pasukan Hastina dipimpin oleh Nakula dan Sadewa. Chandra Bherawa memang tidak mengeluarkan perintah apapun kepada pasukannya di perbatasan. Sehingga serangan Hastina menimbulkan gelombang pengungsian menuju ibu kota. Para pemimpin pasukan tanpa melakukan konsultasi lagi melakukan gerak cepat menghadapi pasukan Hastina. Kematian begitu banyak komandan pasukan Dewantara menyebabkan Brahma dan Wisnu melaporkan kepada Chandra Bherawa yang dengan senyum mengajak menteri delapan dewa (asta dewa) menuju wilayah yang diserbu Hastina dengan tanpa senjata. Dilambungkan oleh betapa lemah pasukan Dewantara, Nakula dan Sadewa maju menyerbu bahkan mengejar hendak menghabisi seluruh pasukan Dewantara dan tiba-tiba dihadang oleh Chandra Bherawa yang tanpa senjata. Tentu saja Nakula dan Sadewa menegur Raja Dewantara,”Kenapa engkau datang bertempur tanpa senjata? Ambil senjatamu dan mari kita bertempur!” Jawaban Chandra Bherawa terhadap Nakula dan Sadewa memulai perdebatan sukma mulia ini; walau dibungkus dengan kisah pertempuran sesungguhnya inilah dimulainya dialog tattwa yang seringkali oleh banyak pihak di Bali, sebagai isyarat
BPM/ist
l Anggur
Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…
15
Bagaimana ini. Tak saling paham satu sama lain. Indonesia berlari amat cepat, sedangkan aku terseok-seok di belakang ekornya. Bahkan Indonesia sedang terbang amat tinggi mengarungi masa depan, melompati pagarpagar cakrawala. Sementara kakiku terantukantuk batu, kaki kanan dan kiriku terusmenerus saling menyerimpung satu sama lain. Pesawat tol udara Indonesia membalapku tak alang kepalang. Melintas-lintas, menembus seribu cakrawala, sementara aku terpuruk di kotak kekerdilanku sendiri. Semakin tua renta semakin tak terkejar laju Indonesia olehku. Terlalu banyak yang aku tak paham dan tak mampu. Aku minta tolong anakku: Nak, kasih aku sepuluh kata yang paling kunci untuk mengejar laju kurun milenial ini. Anakku mengirim sepuluh kata: block chain, cryptocurrency, artificial intelligence, big data, hyperloop, post-truth politic, black-hole collision, stem cell, red ocean, blue ocean, patreon… Lhadalah. Ciker bungker matek mlungker bagaimana mungkin aku paham itu. Melesat amat jauh Garuda Milenial Airways. Terbang teramat tinggi Indonesiaku. Ya kemantapan hidupnya. Ya daya juangnya. Ya keyakinannya. Ya ilmunya. Ya utangnya. Ya takhayul dan khurafatnya. Sungguh Iblis menyusahkan hidupku. Siapa yang bisa kusalahkan, kalau bukan Iblis demit dimemonon lengèng. Yuwaswisu fi shuduri. Aku mati ngenes meratapi perkara akal sehat, kedaulatan, kepribadian, ketepatan cita-cita dan formula penyelesaian masalah - Iblis menjebakku: ternyata bukan itu perkaranya. Di masa muda dengan sombong kutulis puisi Dunia sudah habis bagiku. Tak ada yang melezatkanku. Ruang dan waktu hanya menipu. Hidup mati menjebakku…. Sekarang terbalik: Kau sudah habis bagi dunia. Baginya kau tiada. Ruang dan waktu bukan untukmu. Mati menjebak hidupmu… Inilah aku, Ahmaq, anak didik Iblis. Otakku bluluk. Yakni buah kelapa ketika masih berupa semacam calon-buah. Seperti bongkahan kecil. Belum ada detail struktur dan pembagian fungsi. Komponen-komponennya belum jadi. Setiap unsurnya masih gejala. Potensialitas pun belum. Jadi sebenarnya entah aku harus hidup berapa kali lagi untuk menempuh pembelajaran dan pengalaman lagi agar menjadi dan berfungsi. Berbeda dengan cengkir, yang sudah ada beda antara kulit luar dengan sabutnya, meskipun kulit bathok-nya belum jadi bener. Juga belum ada “krambil” atau daging kelapa yang bisa diparut dan menghasilkan santan dan ampas. Ketika evolusinya sampai ke degan, airnya sudah nikmat diminum, tapi tetap masih belum bisa memproduksi santan. Sebagai manusia otak bluluk pastilah aku kagum dan cemburu kepada Indonesia yang ber-otak kelapa. Semua
cerdik pandai di dunia, yang terdidik dan beradab, tentu mampu mensimulasikan sendiri betapa dahsyat dan sempurna-nya otak kelapa Indonesia. Inilah aku. Ahmaq. Tak bisa kutemukan gradasi, koridor, jarak konteks, ketidakpersisan satuan atau bias dan kerancuan – antara berbagai hal yang tampaknya sama di dalam praktik kehidupan. Umpamanya antara identitas dengan personalitas. Aku tidak punya naluri analitik untuk membedakan antara aku-manusia dengan aku-status-sosial, aku-suami, akubapak, aku-warga negara, dan kompleks aku-aku lainnya, yang tidak sederhana. Kabur di penglihatanku akuindividu dan aku-sosial. Aku-makhluk dengan aku-Khalifah. Aku-alam dengan aku-nasib. Aku-pejuang dengan aku-takdir. Aku otentik dengan aku profesi. Akumakhluk dengan aku-hamba. Atau antara aku-bumi dengan aku-langit. Aku-pangkat dengan aku-derajat. Aku-profesi dengan aku-aktualisasi. Aku-ingin dengan akubutuh. Aku-amanah dengan aku-ambisi. Aku-cinta dengan aku-mencintai. Inilah aku. Ahmaq Sarjana Utama. Tidak bisa menemukan jarak antara partai PKI dengan orang PKI. Antara PKI Indonesia dengan Partai Komunis Dunia. Antara aktivis komunisme dengan anggota BTI. Antara keluarga PKI dengan ideolog PKI. Serta berbagai sama tapi tidak sebangun lainnya. Sebagaimana aku juga susah memilah antara Islam dengan Arab, Arab dengan Saudi, Saudi dengan Wahabi, Wahabi dengan Takfiry. Bahkan antara Quraisy dengan Badwy, termasuk antara kostum Nabi Muhammad dengan pakaian Abu Jahal. Atau antara Raja dengan Lembaga Kerajaan, Ratu dengan Nilai Keraton, Keraton sebagai Pusaka dengan Keraton sebagai benda, Keraton sebagai sejarah dengan Keraton sebagai komoditas. Kusandang pisau di pinggangku sebagai pusaka, kupakai keris untuk mengirisi bawang. Inilah aku. Profesor Doktor Ahmaq. Aku tidak bisa melihat perbedaan prinsipil antara Pemerintah dengan Negara. Tak mengerti pilah antara Keluarga dengan Rumah Tangga. Tidak mengerti tata kewajiban dan hak antara Aparat Sipil Negara dengan petugas Pemerintahan atau bawahan pejabat. Antara kas Pemerintah dengan kas Negara. Antara Bendahara dengan Kasir. Antara Lembaga Negara dengan perangkat Pemerintahan. Juga level dan skala otoritas antara pengabdi permanen hingga pensiun dengan tenaga outsourcing lima tahunan. Indonesia berlari amat cepat, sedangkan aku terseok-seok di belakang ekornya. Bahkan Indonesia sedang terbang amat tinggi mengarungi masa depan, melompati pagar-pagar cakrawala. Di satu koordinat angkasa aku berpapasan dengan Indonesia. Aku bertanya: Globalisasi?. Ia menjawab: “Nggak ah, globalisasi kok”. Aku mengangguk-anggukkan kepala: O, kupikir globalisasi. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 29 September 2017
pembenar, bahwa kisah Chandra Bherawa ini adalah tutur kawisesan, ajaran menuju kesaktian. Padahal, jika disimak ini adalah wacana; ajakan berdiskusi mengenai tattwa, bahwa di dunia ini antar agama, aliran, mashab, apapun latar belakangnya akan tetap memiliki proses menjadi berbeda satu sama lain; bagaimana caranya berhadapan dengan perbedaan dalam keyakinan?—Dalam kajian ini dengan pendekatan sosiologi dan metafisika. Berselang-seling lebih menempatkan mengamati sebagai karya sastra pemikiran, kandungan tattwanya diisyaratkan dengan cara menuliskan dengan bentuk wacana ke wacana. “Kamung Naluka Sahadewa, kanyu tan wruh ri sanjatang ku, kanyu tekamawa sanjata, nyama kita tan wruh ri tas ning sanjatan ta, tan siddha mati den ta, lah tibaken tuwek ta ri kami” Chanda Bherawa memulai menyampaikan wacana besar itu, dia datang berperang di dunia ini, dalam peperangan ini tanpa senjata. Nakula dan sadewa tak akan paham hal itu, dengan halus Chandra Bherawa menyampaikan,”kalian berdua belum sampai pada tahap pemahaman ini. Cobalah semua senjatamu itu, tidak ada ketajaman senjata yang akan menggores kulitku!” Apa senjata itu sesungguhnya dalam hidup? Nakula dan Sadewa tidak menjawab malah menyerbu. Semua senjata tak dapat melukai kulit Chandra Bherawa dan karena kasihan kepada amarah dua saudara kembar itu. Chandra Bhewara mengambil batu; batu itu dapat dipecah oleh senjata Nakula dan Sadewa, lalu Chandra Bherawa menyerahkan tubuhnya, senjata-senjata Nakula Sadewa tak dapat melukai,”Tidakkah engkau paham? Batu dapat engkau pecahkan namun diriku? Sebaliknya bila aku mau menyerangmu, apa yang kemungkinan dapat terjadi terhadap dirimu. Pulanglah. Sampaikan kepada Kresna!” Arjuna yang menerima pengaduan Nakula Sadewa, dengan segera datang menggantikan penyerangan. Menatap heran kepada Chandra Bherawa, kembali pertanyaan yang sama,” Mengapa engkau berlaga tanpa senjata. Itu tidak perilaku ksatria yang gagah berani?” Chandra Bherawa kembali tersenyum,” Aku membawa senjata, tetapi engkau tidak mengetahui senjataku, silahkan keluarkan seluruh ilmu panahmu.” Arjuna yang ingin menyelesaikan pertempuran dengan cepat mengeluarkan senjata sampata dan panah Sang Hyang Pasupati. Dua senjata yang pernah men-
galahkan Karna dan Sang Niwatakawaca, tidak dapat melukai Chandra Bherawa. Dengan suara tenang, Chandra Bherawa menjelaskan mengapa kedua panah itu tidak dapat melukainya, inilah wacana yang sungguh indah dalam barisan kalimat dari awal,”Kamu ng Arjuna,tan mati kami dene warayang ta iku, ikang sara sampata, mwang Pasupati astra. Sara ngaran ing sabda, sampat ngaran ing sarira, pasu ngaran ing becik, pati ngaran ing sari ning wuwus, sedheng sang Karna pejah den iki, apa ya tan wruha ri rasa ning Pasupati, sang suka ning Hyang, Hyang ning wuwus, lawan Sang Niwatakawaca, sedheng ya pejah den iki, apa ya ghoranada, ring tutuk kembang ing nara sampata, kawruhan ora sang watekang aji, haneng tutuk juga wruh nira, ndan sang turung tepet, pejah den I sanjata iki, tekwan eweh pamet tang wwang tepet ing ucap, dene ri kami, kamenanya kami wruh ri sari ning wuwus, tan kami pejah dening sara sampata mwang Pasupati,adyapi tikelakenan ta, mantra ning pasupati samuha, maka catur sargah, tan hana wwang mati dene sasonteng,” Tidak mengherankan, banyak penggemar spiritual Bali, mengira teks, kisah Chandra Bherawa ini adalah pelajaran mendapatkan ilmu kesaktian tingkat tinggi. Banyak yang terkecoh oleh cerita dari mulut ke mulut atau ketidaktelitian membedakan perlakuan ketika membaca teks ini. Kalimat-kalimat dalam teks Candra Bherawa tidak dapat diartikan utuh hanya melalui kalimat. Harus sebagai sekumpulan kalimat bahkan melewati syarat sintaksis, dan yang disampaikan bukan petunjuk ataukah nasehat, namun wacana; artinya siapapun yang membaca harus memasuki daya tafsir yang mendalam, jauh ke balik-balik wacana itu. Ketika Chandra Bherawa mengalahkan Arjuna dan menjelaskan mengapa ia tak dapat dibunuh oleh dua senjata dahsyat itu disebabkan ia memahami: intisari perkataan. Siapapun dia yang sakti sekalipun akan mati oleh dua senjata itu, bila tidak memahami intisari perkataan. Bagi mereka yang belum jujur dalam perkataan, pasti kalah oleh dua senjata itu. Mantra pasupati, jelas Chandra Bherawa terdiri dari empat bagian, sekalipun Arjuna melipatgandakan pembacaannya mantra-mantra itu tak akan berguna, sebab Arjuna tidak memahami intisari perkataan. Ilmu intisari kata ini sungguh mengejutkan ditawarkan sebagai senjata super sakti: yakni jujur dalam perkataan. l Cok Sawitri
Jatijagat Kampung Puisi Bersama Sanggar PURBACARAKA Jalan Nias 13 Denpasar Menjelang Enampuluh (60) Tahun FAKSAS-FIB UNUD Senin Wage 29 Januari 2018 pukul 19:30 wita di JKP-109
l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l
Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan
January-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27
Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!
Daerah
16
Minggu Umanis, 21 Januari 2018
Siwa Nataraja
Tujuh Pelamar Sekda Provinsi Bali
Satu Orang Tak Penuhi Syarat Administrasi
Denpasar (Bali Post) Pendaftaran sekaligus penyerahan berkas lamaran terkait lelang jabatan Sekda Provinsi Bali memasuki hari terakhir, Sabtu (20/1). Hingga sore kemarin, sedikitnya ada tujuh pejabat yang mengajukan lamaran untuk jabatan tertinggi di birokrasi tersebut. Namun seorang di antaranya tidak memenuhi syarat administrasi. Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan, para pelamar jabatan Sekda di antaranya, Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Putu Astawa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana, Kepala BPBD Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Bali I.B. Wisnuardhana, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali Luh Putu Haryani, Sekretaris DPRD Bali I Wayan Suarjana dan Pejabat Fungsional Perencana Utama dari Bappenas Dewa Gede Sugihamretha. “Khusus pelamar yang dari
Bappenas setelah kita verifikasi tidak memenuhi syarat administrasi,” ujarnya. Selain karena seorang pejabat fungsional, lanjut Mahendra, Dewa Gede Sugihamretha juga tidak pernah menduduki jabatan eselon IIa. Termasuk belum mengikuti Diklat Pim II dan ada masalah pada surat keterangan sehat jasmani dan rohani. “Surat keterangan sehat jasmani dan rohani bukan dari RS yang ditunjuk yaitu
RS Sanglah, tetapi dari RS Fatmawati, Jakarta. Jadi keputusan hasil seleksi administrasi kita serahkan ke pansel yang akan rapat pada hari Senin, tanggal 22 Januari 2018,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Tim Panitia Seleksi (pansel) Cokorda Ngurah Pemayun mengatakan, pendaftaran dan penyerahan berkas sejatinya baru ditutup pukul 24.00 Wita. Namun jumlah pelamar hingga sore ke-
marin dikatakan sudah memenuhi ekspektasi. Sebelum dirinya pensiun, Pemprov dipastikan sudah memiliki Sekda baru. “Saya pensiun 1 Maret 2018, kemungkinan kalau tidak ada halangan di pusat, tanggal 23-24 Februari sudah kita punya (Sekda baru, red),” ujar pria yang kini masih menjabat Sekda Provinsi Bali. Menurut Pemayun, semua pelamar memiliki kans yang sama untuk menduduki jabatan Sekda. Pasalnya, mereka sudah memiliki kemampuan memadai. “Sekarang tinggal kemampuan manajerialnya, kemudian koordinasinya, nanti kita tanya,” imbuhnya. Pemayun menambahkan, tahapan berikutnya setelah pendaftaran adalah seleksi administrasi pada 22 Januari, uji kompetensi pada 25-26 Januari, penulisan makalah pada 30 Januari, serta presentasi dan wawancara pada 1 Februari. “Bobot penilaian yang paling besar nanti di wawancara. Ada tujuh orang dari Pansel yang nanti melakukan tes wawancara,” tandasnya. (kmb32)
Semarapura (Bali Post)Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung semakin dekat. Dua pasangan calon, yakni paket I Nyoman Suwirta-I Made Kasta (Suwasta) dan Tjokorda Bagus OkaKetut Mandia (Bagia) dipastikan akan bertarung. Pada hajatan politik lima tahunan itu, tercatat ada ratusan ribu daftar pemilih potensial yang berhak menyalurkan suara. Angka ini meningkat dari pemilihan presiden 2014. Menindaklanjuti itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) mulai Sabtu (20/1) kemarin. Ketua KPU Klungkung I Made Kariada menjelaskan, coklit ini menyasar 162.742
orang pemilih potensial. Data tersebut berasal dari KPU pusat. Jika mengacu pada Pilpres, jumlah daftar pemilih potensial pada pilkada ini lebih banyak. “Kalau dulu (pilpres-red) jumlahnya 153.737 jiwa. Coklit sampai 18 Februari,” terangnya. Target partisipasi pemilih masih terpasang minimal 80 persen. Lebih tinggi dari yang dipasang KPU pusat, sebesar 77 persen maupun capaian saat Pileg dan Pilpres 2014 sebesar 78 persen. Mewujudkan ambisi itu, sosialisasi terus dilakukan secara masih. Saat kampanye nanti pasangan calon disarankan menyasar tempat yang ramai didatangi masyarakat. Bahkan memungkinkan melaksana-
kan langsung di daerah yang menjadi kantong-kantong rantauan warga Klungkung, seperti Denpasar. “Kalau melihat coklit saat Pilpres, tidak ada kendala berarti. Paling warga bersangkutan tidak ada di rumah. Tapi itu bisa terselesaikan cepat. Saat coklit juga sekaligus sosialisasi. Kami juga sudah memasang spanduk di banjarbanjar yang menginformasikan seputaran pemilu, salah satunya waktu pencoblosan,” tegasnya. Sebelumnya, KPU sudah melakukan penelitian administrasi bakal calon. Hasilnya, seluruhnya sudah sesuai persyaratan yang ditentukan sebelumnya. Dari sisi kesehatan jasmani dan ro-
hani juga dinyatakan telah lolos. “Untuk Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) juga sudah disampaikan. Seluruhnya lengkap,” terangnya. Terkait surat keputusan pengunduran diri Tjok Bagus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Mandia sebagai anggota DPRD Provinsi Bali, disampaikan ke KPU satu bulan sebelum pencoblosan. “Kami yakin bakal paslon ini bisa memenuhi seluruh persyaratan,” ungkapnya. Pria asal Nusa Penida ini menyebutkan, selain LHKPN, bakal paslon juga harus melampirkan rekening dana kampanye paling lambat 12 Februari, bertepatan dengan penetapan paslon. (kmb45)
Cokorda Ngurah Pemayun
BPM/rin
Coklit Sasar 162.724 Pemilih Potensial
Nusa Penida Menggeliat
SDM Nusa Penida Belum Memadai
Denpasar (Bali Post)Sejak tiga tahun terakhir, aktivitas pariwisata di Nusa Penida mulai menggeliat. Berawal dari ekspos Nusa Penida di media sosial. Ditambah konsistensi pemerintah Kabupaten Klungkung membangun Nusa Penida membuat daerah tersebut menggeliat. Namun perkembangan pariwisata Nusa Penida yang cepat tidak didukung SDM yang memadai. Akademisi Gede Tanjung menuturkan, tahun 1990-an Nusa Penida belum se-populer seperti saat ini. Bahkan Nusa Penida dianggap sebagai wilayah Bali yang terisolir. Akses transpotasi pada saat itu pun masih buruk, karena untuk menyeberang laut dari Bali ke Nusa Penida butuh waktu satu hari. Perkembangan era digital ini membawa dampak positif bagi performa Nusa Penida. Sayangnya perkembangan Nusa Penida yang begitu cepat, belum didukung kesiapan masyarakat Nusa Penida. Bahkan untuk menangani
turis yang datang, SDM Nusa Penida bisa memerankan dua peran sekaligus. Ada yang sebagai driver sekaligus juga guide. Karena kurangnya pemahaman hospitality, layanan pariwisata tidak optimal. Wakil Ketua PHRI Klungkung Ketut Gunawan mengatakan, ada 120 akomodasi hotel dan vila yang ada di Nusa Penida, dengan jumlah kamar terbanyak 50. Okupansi di hotel dan vila tersebut mulai naik signifikan sejak tahun 2016, yaitu 75 persen. Tahun 2017 naik lima persen menjadi 80 persen dan awal Januari okupansi telah mencapai 57 persen. “Okupansi ini naik karena kesiapan masyarakat, mulai sadar wisata,” tandasnya. Tingkat kunjungan ke Nusa Penida mencapai 5.000-6.000 per hari. Namun kunjungan wisatawan itu kebanyakan one day trip. Hari itu berangkat, hari itu juga kembali. Ia perkirakan hanya 500-1.000 orang yang menginap. Meski aktivitas pariwisata berkembang pesat dan infrastruktur jalan mulai dibena-
hi, namun daya dukung air dan listrik masih kurang. Listrik di Nusa Penida masih kerap padam 1-2 jam setiap malam. Akses transportasi melalui laut juga belum terkelola dengan baik. Penumpang moda laut masih kerap menunggu lama, namun penyedia jasa transportasi tidak berbenah diri, memperhatikan kenyamanan penumpang. “Mereka hanya berpikir dapat penumpang, penumpangnya bayar. Tapi tidak memperhatikan kenyamanan penumpang,” ujarnya. Sehingga persaingan harga transportasi laut kerap di bawah pengawasan. Begitu juga transportasi darat di Nusa Penida. Jika pintar menawar, harga sewa sepeda motor bisa Rp 50.000 per hari. Namun jika tidak, penyedia jasa akan memberikan harga lebih mahal. Mengatasi masalah yang muncul ketika pariwisata mulai menggeliat, menurutnya diperlukan kelompok sadar wisata yang bisa memberikan pengawasan dan masukan pada pemerintah. Adanya
kelompok sadar wisata ini tujuanya untuk mewujudkan pariwisata Nusa Penida yang berkelanjutan. Tidak hanya mengejar kuantitas tapi juga kualitas. Selain juga agar lahan perekonomian lain selain pariwisata juga dapat berkembang. Ketua Bidang Lingkungan Asita Bali Ketut Tunggu memaparkan, parameter kualitas destinasi adalah potensi tempat tersebut, peranan SDM setempat dalam mendukung daerahnya, dukungan budaya di daerah itu dan peran pemerintah. Ia melihat penataan Nusa Penida yang masih jauh dari harapan, perlu peningkatan sistem keamanan dan kenyamanan, penataan kawasan wisata baik parkir maupun toiletnya serta sentuhan masyarakat dalam mendukung tempat wisata tersebut agar bisa eksis. Budaya Nusa Penida yang juga menjadi ikon pariwisata Bali harus digali dan ditampilkan secara reguler. Serta promosi offline dan online harus saling mendukung. (kmb42)
JANGAN meremehkan, apalagi menghancurkan patung-patung serta artefak budaya kuno gara-gara alergi pada mistisisme, mitologi dan dongeng atau legenda! Sebab, peradaban baru muncul berkat inspirasi peninggalan luhur nenek moyang yang bersama berkembang dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan penemuan mutakhir lainnya. Artinya, kesenian dan kebudayaan berkembang lebih dulu, menyusul agama, norma, sains dan teknologi, dilengkapi tata tertib berupa undangundang. “Manusia pertama yang lancang mengumumkan kematian Tuhan, yakni Fredrich Nietzsche saja mengatakan tidak bisa hidup tanpa musik. Tanpa tetabuhan, baginya hidup terasa gersang, buang-buang waktu tanpa guna dan sepatutnya diakhiri. Pengarang ‘Sabda Zarathustra‘ tersebut sengaja menafikan keberadaan Tuhan sebagai pelontar pertama ‘bunyi‘ yang menciptakan isi semesta saat disuarakan. Ya, ada sebuah ayat di buku suci tertentu berbunyi ‘Pada awalnya adalah sabda‘. Di Bali menurut ajaran Hindu, tidak hanya suara atau sabda saja, namun ada tenaga atau bayu yang melontarkan suara ke alam dan bunyi tersebut akan punya makna bila didasarkan pada aturan atau idep, yakni tata suara dan tata bahasa. Bayu, sabda, dan idep merupakan suatu kesatuan tidak terpisahkan, yang membentuk eksistensi manusia sebagai ciptaan Tuhan paling lengkap. Tumbuh-tumbuhan hanya punya satu elemen yakni bayu yang disebut Eka Pramana. Hewan punya dua elemen yakni bayu dan sabda atau Dwi Pramana. Sedangkan manusia memiliki ketiganya yakni bayu, sabda dan idep atau Tri Pramana, sehingga manusia juga disebut The Speaking Animal atau Homo Loquak. Idep yang membedakan berbicara dan berbunyi atau to speak dan to sound,“ papar Rubag. “Benar, bunyi yang keluar dari mulut tanpa pertimbangan yang akurat lewat aturan bahasa dan tata bunyi, sering dicap asal bunyi disingkat ‘asbun‘. Kerusuhan atau konflik massal sering berawal dari ucapan yang tidak beraturan karena pengucapnya membiasakan diri asal nyeplos. Selain salah ucap, sering pula disertai arogansi dan merasa diri tidak bersalah, lalu enggan minta maaf. Para orang tua Bali tempo dulu, sering mewanti-wanti anakanak dan cucu-cucu mereka dalam menggunakan bahasa yang tepat dan sopan saat bergaul. Ajahin ragane ngerawos Ning! Yen memunyi pinehin malu apang
pesu dadi rawos , ngeranang rahayu. Yen tusing mepineh, ane pesu peta ngeranang byuta! Artinya, kalau berbicara dipikir dengan baik Nak, agar ucapan membuat ketenangan dan keselamatan, bila tidak dipikir akan timbulkan keributan! Memang akhir-akhir ini sering salah ucap atau tulis, terutama di media sosial sering berbuntut jadi urusan hukum. Apalagi budaya tulis dan baca digeser budaya lisan, yang kemudian dengan adanya facebook, twitter dan instagram, budaya tulis dihidupkan lagi dengan gaya gaul. Selain banyak kata disingkat sehingga ditafsir tidak seperti yang dimaksud si penulis, juga ejaan sengaja diubah dengan dalih ‘kekinian‘ atau ciri generasi zaman now,” komentar Nyoman Muka. “Demokrasi yang dibonceng reformasi di era globalisasi ini, seakan menjamin kebebasan ekspresi. Sayang kebebasan tersebut tidak diimbangi kemampuan berbahasa yang baik dan benar, kendati di era Orba ada program pengembangan bahasa Indonesia secara rutin di layar kaca. Aku masih ingat nama dua pakar bahasa yang menjadi mentor saat itu yakni Pak Anton Mulyono dan Pak Yus Badudu. Setelah mereka mengkritisi ucapan para pejabat yang masih berbau kebelanda-belandaan untuk mengucapkan kata-kata tertentu, seperti semakin diucapkan semangkin, akhiran ‘kan‘ diucapkan ‘ken‘, acara mereka lenyap dari program televisi. Ternyata program berbahasa yang baik dan benar itu hanya ditujukan buat rakyat, sedangkan para pemimpin seakan punya privelese atau hak bebas melakukan kesalahan. Demikian pula dalam berpolitik, rakyat diindoktrinasi menghindar dari politik dengan program depolitisasi dan deparpolitisasi, serta jumlah parpol diciutkan menjadi tiga buah. Sebuah di antaranya menganut sistem monoloyalitas, yang sekaligus juga monopoli kuasa dan pendapat. Tanpa sadar unsur Sabda dalam Tri Pramana dilenyakpan selama puluhan tahun. Nah, saat banjir bandang reformasi melanda negeri ini tahun 1998, muatan atau faktor ikutannya yang bernama demokrasi mengucurkan hujan lebat kata-kata dan informasi,“ ulas Made Surjanegara. “Ya, phantasmagoria, yakni hujan lebat informasi tidak bisa disimak secara holistik karena simpanan ilmu pengetahuan di otak sebagai referensi atau payung buat menghadapi informasi baru, kurang cukup dan memadai. Vistualisme yang hanya mengenalkan budaya permukaan yang banyak jenis dan ragam, yang ditampilkan di TV, hanya menyodorkan banalitas alias kedangkalan. Kedalaman dan isi informasi diabaikan sehingga menimbulkan problem baru dalam berbangsa dan bernegara. Demokrasi yang menjamin kebebasan berpendapat membuat kegaduhan di ranah publik jadi menyebar ke seluruh sektor
kehidupan. Pas buku yang berjudul ‘Demokrasi, ekspor Amerika yang paling mematikan‘, meski Pancasila tetap kuat menjaga keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia. Kedangkalan dalam berpikir bisa salah satu penyebabnya adalah kecenderungan orang tua siswa di ranah pendidikan, yang menyarankan anak-anak mereka memilih pendidikan berbasis eksakta. Akibatnya, humaniora menjadi mata pelajaran yang dianaktirikan atau kelas dua. Padahal menyimak dan menganalisis masalah kebangsaan dan kewarnegaraan merupakan bidang yang dikembangkan humaniora. Aku ikut terpingkal saat Presiden Jokowi berinteraksi dengan anak-anak SD setiap membagi KIP dan sepeda. Ada anak SD kelas III disuruh menyebut nama empat jenis ikan, yang celakanya saat mengujarkan ikan tongkol, disebutnya nama yang berkesan porno, hahaha,“ gelak Anom Wijaya menutup ceritanya. “Pak Jokowi menganggap anak itu gugup dan tetap dapat hadiah sepeda. Ada hal lain yang mengundang tawa, di mana seorang anak menanyakan apakah Presiden Jokowi pernah pacaran dengan Megawati Soekarnoputri? Ternyata anak itu tidak mengerti makna kata ‘mantan‘. Dia sering membaca di media bahwa Megawati Soekarnoputri adalah mantan Presiden RI, yang dimaknai bahwa putri Bung Karno tersebut adalah mantan pacar Pak Jokowi. Untunglah presiden kita paham makna demokrasi, sehingga tidak tersinggung saat ditanya hal-hal yang sensitif. Jadi, aku setuju, konsep Tri Pramana perlu dipahami maknanya dalam berkomunikasi, buat menghidarkan kesalahpahaman. Aku tertarik pendapat Prof. Wyn Dibia yang mengatakan manusia punya tiga tubuh, yakni tubuh fisik, tubuh rohani atau spiritual dan tubuh estetika atau seni. Tubuh estetika inilah yang perlu diberi porsi mendalam dalam dunia pendidikan. Lembaga Riset Nuklir Eropa, Consell Europeen pour la Recherche Nucleaire yang berdiri 29 Sptember 1954 di Switserland, sejak 18 Juni 2004 menempatkan patung logam berwujud Siwa Nataraja di depan kantor mereka. Itu merupakan simbol tarian subatom atau partikel di jagat, yang dimetaforakan dengan King of Dancer Siwa. Mereka terpengaruh buku fisikawan Fritjof Capra, bertajuk ‘Tao of Physics‘. Capra menggabungkan mitologi kuno Hindu, seni patung dan keagamaan serta fisika modern. Sebab seni patung dan cabang kesenian lain, menurutnya, bisa menghidupkan imajinasi yang dalam dan luas dalam otak manusia dan mencegah mesin otak memanas. Picasso menambahkan, seni mencuci bersih debu-debu dari kehidupan jiwa manusia sehari-hari. Bayangkan, dunia tanpa seni akan menjadi sebuah padang pasir luas yang gersang,“ kata Nyoman Sudiantara. (aridus)
Layanan Paspor Simpatik Berakhir Denpasar (Bali Post) Setelah dibuka selama sebulan, persisnya mulai 16 Desember 2017, pelayanan plus atau layanan pembuatan paspor simpatik di Kantor Imigrasi (Kanim) Denpasar berakhir, Sabtu (20/1). Dari kuoto yang diberikan
100 permohonan setiap Sabtu terpenuhi. “Dalam pelayanan paspor ini, kuoto dibatasi. Ada sekitar 100 permohonan paspor setiap hari Sabtu,” tandas Kasi Lalu Lintas Imigrasi Denpasar, Usin, kemarin. Kuoto yang disediakan
itu selalu habis. “Pelayanan paspor simpatik ini dalam rangka HUT Imigrasi pada 26 Januari mendatang,” tegasnya. Selain masyarakat umum, layanan yang dibuka hingga akhir pekan ini juga dimanfaatkan Wakil Gubernur Bali
BPM/asa
PASPOR - Warga mengantre untuk membuat paspor di Kantor Imigrasi Denpasar di hari terakhir layanan paspor simpatik.
Ketut Sudikerta dua pekan lalu. “Hari ini sudah ada 100 permohonan. Ini adalah hari terakhir pelayanan paspor simpatik,” tandas Usin. Selama dibukanya layanan plus ini, setidaknya ada 354 pemohon yang sudah menyelesaikan permintaan paspor. Awalnya saat dibuka ada 30 orang pemohon, hari berikutnya 24 orang dan setelah itu kuoto dihabiskan masyarakat. Yakni ada jatah paspor 100 setiap Sabtu dan itu selalu dihabiskan. “Awalnya hanya 30 permohonan. Setelah masyarakat tahu, permohonannya membludak,” ujar Usin. Walau layanan simpatik dibatasi, namun di hari biasa permohonan paspor tak kalah angka. Kata Kasilantaskim, rata-rata di hari biasa ada 200 lebih permohonan paspor. “Layanan paspor simpatik hari ini kita tutup. Selanjutnya akan berjalan seperti biasa, yakni Senin sampai Jumat,” tutup Usin. (kmb36)
BPM/san
GOTONG ROYONG - TNI dan warga gotong royong bersihkan pura luhur besi kalung, Sabtu (20/1) kemarin.
TNI dan Warga Gotong Royong di Pura Luhur Besi Kalung
Tabanan (Bali Post) Musim hujan disertai angin menyebabkan banyak terjadi pohon tumbang. Tidak hanya itu, pohon tumbang juga kerap merusak fasilitas umum seperti pura ataupun rumah penduduk. Menghindari hal ini, TNI yang dipimpin Danramil Penebel Kapten Inf T. Yudha Wicaksono bersama-sama warga melaksanakan kerja bakti pembersihan dan penebangan pohon di areal Pura Luhur Besi Kalung Desa Babahan Penebel, Sabtu (20/1). Pembersihan semak mau-
pun pohon dan bambu ini juga sekaligus untuk membuka pemandangan ke objek wisata alam teras sering Subak Kedamaian yang terlihat dari posko Pura Luhur Besi Kalung. Menurut Kapten Yudha, Pura Luhur Besi Kalung merupakan penyangga objek wisata WBD Jatiluwih. Pura tersebut juga berkaitan dengan sejarah Catur Angga Batukaru dan berkaitan dengan sejarah 15 tempek subak di Kecamatan Penebel. Sehingga Pura Besi Kalung tidak hanya bisa dikunjungi untuk tujuan spiri-
tual, tetapi juga bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk tujuan wisata karena pemandangan yang dimilikinya. Kegiatan ngayah berupa penebangan pohon dan pembersihan diikuti pula oleh Pecalang Pura Luhur Besikalung dan Panitia Pura Besi Kalung yang ada di wilayah Utu Desa Babahan, Penebel. Yudha berharap dengan kegiatan ini Pura Besi Kalung kelihatan bersih dan panorama Jatiluwih lebih indah dipandang dari pelataran Besikalung. (kmb24)
Minggu Umanis, 21 Januari 2018
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dcr pengawas Lapangan Arsitek Akunting,Daerah Ubud.Kirim CV ke: suryakembarbali@yahoo.com
LOWONGAN Dicari: Sopir bisa Alphard Matik.Untuk Rumah Dps.SMS/WA Data ke 0816571027
B.BP.001.01.18.0000965
Tropical Rest looking for:Rest Manager.CDP(Ubud),Receptionist. Send CV:corp-hrm@tropicalgrou pbali.com/corp-hrd@tropicalgro upbali.com ph:361-775211
B.BP.004.01.18.0000962
Dcr Guru TK SPAUD Umur Maks 27Th Hub.081338654925
B.BP.001.01.18.0000941
Dcr HouseKeeping/HK,FO,Puri Asih Htl.Jl.Pantai Kuta 40 Kuta
B.BP.101.01.18.0000975
B.BP.001.01.18.0000809
Dcr Tkng Kirim&admin gudang, cowok usia max 25,tdk merokok u/farmasi.lamaran ke Suli 102
Dcr Acounting,Adm Pajak,Washer Hub:081237221357/082236182035
B.BP.001.01.18.0000905
B.BP.001.01.18.0000910
Dicr Sopir Max 35Th SIM A Umum HB:085100480049. Jl.Apit Telaga No.12/16 Banjar Batur Peguyangan Dps Utara
Dicr Sls Mtr Dist Rokok u/Bule leng Fs.Gj,Int,Um,Ub,Motor Prs H:081338686808/0811392708(Rudi)
B.BP.001.01.18.0000902
Dcr:1.Sopir Pglm,Bisa Matic,2. Cleaning Service,3.Tkng Sample Llsan SMK Tata Busana,Ada Mess Dapat BPJS.Bawa Lamaran ke PT. Dianatina Ayu, Jl.Griya Anyar No.3XX Kuta Telp:081353303366
B.BP.001.01.18.0000865
Markting Pglm 2Th 089638338583 /E:info@alamtirtaoutbound.com
B.BP.001.01.18.0000912
Padi handycraft store&Reflexology Nusa 2 needs,Opr,Spv.Send to:corp-hrm@tropicalgroupbali. com/corp-hrd@tropicalgroupbali .com ph:361-775211
B.BP.001.01.18.0000821
B.BP.001.01.18.0000315
BIRO JASA
Dcr Tkng Potong Blnan/Borongan Hub.Indah Garment(0361)463708
Sgr 3 Satpam Sertifikat u/Htl di Seminyak,siap krj.Krm Lam Jl. Padang Griya 12 T.081236014257
Dcr Krj LN ke Sudan,PRT Wnt u/ Keluarga, B.Inggris. Interview hubungi: Tlp/WA 081237215750
Tropic&Ocean Spa in Nusa Dua looking for:Spa Manager,Hairdresser,Therapist.Send CV:corp-hr m@tropicalgroupbali.com/corp-h rd@tropicalgroupbali.com. ph:0361-775211
*Dcr Guru Playgroup+TK @ 2orang Diutamakan S1 PAUD utk Sekolah Di Dalung H: 085100861502
B.BP.001.01.18.0000971
DIJUAL MOBIL
B.BP.101.01.18.0000977
Tropical Group looking for:Corp S&M Mgr.Corp,Marcom,IT Spv, internal Audit.Send CV:corp-hrm @tropicalgroupbali.com/corp-hr d@tropicalgroupbali.com. ph:0361-775211
B.BP.101.01.18.0000974
B.BP.101.01.18.0000976
HONDA
Brio E’2017 Manual Grey 98% Istmw Spt Baru KM 6Rb Hub. 0812-834-79699 BU 137Jt
SUZUKI
B.BP.001.01.18.0000907
B.BP.004.01.18.0000924
Djl CRV’08,2,4 Otomatik, abu2 metalik,ban’18 H:081353997789
B.BP.001.01.18.0000913
DISEWAKAN RUMAH DISEWAKAN BENGKEL Dikont Rumah 3Kmr Tdr,2Kmr Mnd Dikontrakan Bengkel Resmi SepeJl.Akasia Hub:081239359549 da Motor Honda Hub.08123636462 B.BP.001.01.18.0000906
B.BP.001.01.18.0000973
DIJUAL TANAH DIJUAL RUMAH Dijual Tanah Ls 1,7H Lok. Desa Djl/Dikont Rmh diPandak TabaKONTAK JODOH Pelaga,Petang Kab. Badung. nan kawasan Villa, 082266626299 Pria cr wnt Bali Single 30th B.BP.164.01.18.0000978 Pinggir Jalan, Hub:087775923878 B.BP.001.01.18.0000766 kbwh srius&stia H.087754455442 Rmh 2Lt 160m2 asri Jl induk, P. B.BP.004.01.18.0000740 Jl Tnah 4A Pgir Jl Clkan Bwang Adi,T.Umar S.huni 08179785354 B.BP.001.01.18.0000934 Sgr,Ayam Bkisar,H:081999980424 RUPA-RUPA B.BP.001.01.18.0000915 Rmh2Lt Asri LT185m2 JlCeningan Puji Syukur Atas Terkabulnya Sari 37X,5KT,5KM,08179785354 Tn 4A Bungtomo Ubung /A750Jt Doa Novena 3xSalam Maria *Gama B.BP.001.01.18.0000933 Strategis LD 17M 087862392060
B.BP.001.01.18.0000969
Dcr Penjahit u/kaos di Legian. Borongan Hub:0896-3160-1770
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Djl APV’07 Warna Hitam,Pribadi 80Jt Nego Hub:082247016355
B.BP.001.01.18.0000822
B.BP.166.01.18.0000980
Informasi pasang iklan Telepon
B.BP.001.01.18.0000979
SINGARAJA
Djl Rmh Krisna GU A/4 LT 100/70 350jt Ng AC+T.air,085103235500
Tnh 17A 225jt/Are lok.Tabanan Kota Jl.Pajajaran, 081237387959
B.BP.001.01.18.0000981
B.BP.001.01.18.0000914
Siap Bnt Adm Pjk Bln/Th-SPT Tahunan&Byrkn Pjk H.082146447060
B.BP.001.01.18.0000824
B.BP.001.01.18.0000355
JASA KONSTRUKSI
JASA KONSTRUKSI � DESAIN ARSITEKTUR � JASA GAMBAR � KONSTRUKSI / BANGUN BARU � RENOVASI � RUMAH BOCOR � LAS PAGAR/KANOPI � SUMUR BOR
HUB.
081 338 744 141 087 860 300 744 C.0000674-JK
GARANSI
ANTI MAMPET
RUPA-RUPA
081 239 534 731 C.00000511-BR
BALI WANGI JASA KURAS WANGI BALIBALI WANGI LIMBAH JASA KURAS
WC WC WC
MELAYANI MAMPET JASA KURAS
LIMBAH BERGARANSI LIMBAH MELAYANI MAMPET
KLOSET, WASTAFEL, MELAYANI MAMPET BERGARANSI BATHUB SALURAN AIR, BERGARANSI KLOSET, WASTAFEL, SALURAN DAPUR KLOSET, WASTAFEL BATHUB SALURAN AIR, BATHUB SALURAN AIR SALURAN DAPUR 0877 6129 5235 SALURAN DAPUR
PELUANG BISNIS
081 238 450 210 6129 5235 0877 0877 6129 5235 C.0000620-brj 081 238 450 210 Peluang BIT COIN 081 238 450 210 C.0000620-brj C.0000710-BRJ
ATASI :
RAJA BUNTU
WC Garansi 1 bulan
- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - MAMPET - TANPA BONGKAR - TERIMA KURAS
Profit Perhari 3% selama 200 Hari (Tanpa Bekerja)
Modal Min 10$ = Rp.139.000
Hub 081386216001, 081318274567 https://cryptosystem.biz. C.0000659-PB
081 338 013 066
SERVICE
C.0000972-BRJ
DIJUAL MOBIL
MITRA JAYA TEKNIK SERVICE PANGGILAN KERJA DITEMPAT CHELEER FREZEER
AC
Bongkar / Pasang AC Isi / Nambah Freon AC
BERGARANSI 6 BULAN
M. CUCI
PROMO SUZUKI KULKAS
FUTURA
15
DP 5 Jt-an
DP
Jt-an
082 236 620 990 081 939 797 598
�
ERTIGA
CARRY
IGNIS
DP
5
C.0000620-SRV
Jt-an
HUB AYU 085238555858
HONDA promo di awal tahun
C.0000395-MBL
SALON
Discount Puluhan Juta DP Ringan Bunga Murah, 0,3% Syarat Kredit Mudah dan Tidak Ribet Proses Kredit di Bantu Sampai Deal
A TERIM R TUKAAH TAMB
ASTRA DAIHATSU BALI PROMO AWAL TAHUN � PROSES CEPAT � DISKON PULUHAN JUTA
� BUNGA RINGAN 0,3% � READY STOCK
� KTP LUAR BISA � TENOR 6-8TH
PROMO ALL NEW DAIHATSU DISKON BESARBESARAN
PROSES CEPAT & MUDAH
READY STOCK NEW VARIAN
KTP LUAR BISA
BUNGA RINGAN 0,3%
TENOR s/d 8TH
PROMO Balinesse Body Spa 2 jam 150.000 Chocolate Sensational Spa 2 jam 120.000 Perawatan Miss V 80.000 Jl. Jaya Giri III / 22 Renon, 089527788120 Jl. Hang Tuah 11X Sanur, 0361 289 481 C.0000582-SLN
BRIO HUBUNGI :
PUTU OKA
JAZZ
HR-V
081 337 565 872 081 805 536 640 C.0000431-MBL
PICK UP DP 6JT ALL NEW XENIA CUSTOM READY STOCK ALL NEW TERIOS Terima Tukar Tambah
081246730700, 081999043890
www.daihatsukreditbali.com C.0000478-MBL
PICK UP DP 5Jtan
NEW TERIOS DP 30Jtan
081336764836 | 082244459698 | 081999745123 C.0000496-MBL
18
Asah
Minggu Umanis, 21 Januari 2018
Pertanyaan Mendatar: 1. Siap siaga 4. Pengembara 8. Bahan yang menyebabkan pengikisan 11. Burung berparuh besar 13. Yang (Bali) 14. Satuan informasi terkecil dalam sistem informasi 15. Pemindangan 16. Penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus 18. Perjamuan makan minum 20. Pengumpulan, pemilihan dan penyimpanan informasi dalam bidang pengetahuan 22. Penyalur 27. Gaduh ; Ribut (Inggris) 28. Merek barang-barang elektronik 29. Ribo nukleik acid 30. Berita acara pemeriksaan 31. Nomor pokok anggota 32. Sebuah negara adidaya 34. Salah satu jenis burung bersuara merdu 36. Orang yang datang dari negara lain dan tinggal menetap di suatu negara 37. Bedil Menurun: 1. Bersifat duniawi atau kebendaan 2. Berbaris beriringan (Bali) 3. Sebutan untuk pekerja-pekerja kita yang bekerja di luar negeri 5. Nama Wuku ke-22 (Bali) 6. Keterikatan pada sesuatu secara berlebihan 7. Luruh daunnya sehingga tak berdaun lagi 9. Sistem irigasi khas Bali 10. Hal yang bersifat khayal dan tak mungkin dicapai 11. Peristiwa bersejarah di abad 14 antara Kerajaan Majapahit (Gajah Mada) dengan Kerajaan Sunda (Maharaja Linggabuana) 12. Organ yang terletak di bagian kiri atas rongga perut 17. Masuk akal 19. Hanya es ; Es saja 21. Ketidaknormalan ; Kelainan 22. Penyakit yang baru saja mewabah di Indonesia 23. Tanaman sejenis rumput-rumputan yang bisa dipakai bumbu masakan 24. Tampar, di bagian muka atau pipi 25. Kembar atau ganda 26. Sesuatu yang dapat menyenangkan atau menyejukkan hati 33. Kredit tanpa agunan 35. Ini (Bali)
Pengelola Taman Nasional Komodo akan Batasi Pengunjung OTORITAS Taman Nasional Komodo (TNK) berencana untuk membatasi jumlah pengunjung di destinasi wisata yang dihuni satwa purba komodo (Varanus komodoensis) itu mulai 2018. “Pembatasan jumlah pengunjung itu akan kami terapkan untuk tiap objek destinasi tempat wisata baik di darat maupun lokasi selam,” kata Kepala TNK Sudiyono saat dihubungi dari Kupang, Sabtu (20/1). Menurutnya, pembatasan wisatawan mancanegara dan domestik itu untuk meminimalisir dampak dari ekowisata terhadap lingkungan di kawasan TNK, mengingat arus kunjungan wisatawan yang terus membeludak seiring waktu. TNK mencatat, arus kunjungan wisatawan ke TNK yang merupakan salah satu dari 10 destinasi unggulan nasional itu dalam tahun 2017 mencapai 119.599 orang atau naik 11,04 persen dari tahun 2016 sebanyak 107.711 orang.
Arus wisatawan yang membeludak itu, menurutnya, dikhawatirkan berdampak pada kondisi lingkungan maupun keberlangsungan hidup satwa komodo yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia (new seven wonderes) itu sendiri. Untuk itu, lanjut Sudiyono, perlu adanya pembatasan jumlah pengunjung yang dilakukan secara tid ak langsung dengan menaikan tarif kunjungan sesuai dengan pembagian rayon. Ia menjelaskan, saat ini karcis masuk untuk pengunjung umum pada rayon III masih rendah dengan tarif Rp 150.000 per orang per hari untuk wisatawan mancanegara dan Rp 5.000 untuk wisatawan domestik. Sementara tarif untuk rombongan pelajar atau mahasiswa masing-masing untuk mancanegara sebesar Rp 100.000 per orang per hari dan domestik Rp 3.000. Tarif tersebut, katanya, masih lebih rendah dibandingkan dengan rayon II dengan tarif
Rp 250.000 per orang per hari untuk wisatawan mancenegara dan Rp 20.000 untuk domestik. Tarif untuk rayon I masingmasing Rp 200.000 per orang per hari untuk wisatawan mancanegara dan domestik Rp10.000. “Kunjungan yang saat ini masuk rayon III ini kami usulkan untuk nantinya jadi rayon I atau II,” katanya. Ia menyebut, kenaikan tarif untuk wisatawan mananegara bisa mencapai 25 persen per rayon, sedangkan wisatawan domestik mencapai 50 persen dari tarif yang ada saat ini. “Saat ini tarif masih terlalu murah untuk masuk TNK dengan sekali masuk bisa menjangkau seluruh objek,” katanya. Sudiyono berharap, rencana kenaikan tarif tersebut membuat pendapatan negara bukan pajak (PNBP) tetap tinggi, di sisi lain jumlah kunjungan bisa dikendalikan sehingga tekanan pengunjung terhadap kawasan konservasi lebih kecil. (ant)
BPM/ant
Menurutnya pula, persoalan konflik manusia dan satwa dikarenakan bertambah areal perkebunan sebelumnya merupakan kawasan jelajah kawanan gajah terse-
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 331 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 27 Januari 2018 Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 4 Februari 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 329 Mendatar: 1. Auntie 4. Sokoguru 8. RJP 9. Albino 11. Pura Pulaki (Pura Pulaki) 13. Neraka 15. Itsasarp (Prasasti) 18. Edukatif 20. SAR
21. OKI 23. Gnitirek (Keriting) 25. Nominasi 27. Ananda 28. Stonemason 29. Tattwa 31. Nor (Ron) 32. Gutentag 33. Empati
BPM/ant
MATI - Warga mengamati dua gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) yang mati diduga akibat tersengat arus listrik di Kawasan perkebunan warga Desa Seumanah Jaya, Rantoe Perlak, Aceh Timur, Aceh, Minggu (15/10). gajah yang menjadi korban ekses konflik manusia satwa, umumnya terjerat dan tersetrum listrik serta tidak kehilangan anggota tubuhnya terutama gading,” ujar Dedy.
Ketentuan Menjawab
KOMODO - Wisatawan melihat satwa Komodo (Varanus Komodoensis) di Pulau Rinca, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (17/1). Menurut data Taman Nasional Komodo (TNK) kunjungan wisatawan di salah satu destinasi wisata unggulan nasional ini meningkat lebih dari 120.000 orang dengan pendapatan Rp 27 miliar selama tahun 2017.
Penyebab Kematian Gajah-gajah di Aceh PERBURUAN liar mendominasi angka kematian gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) di Provinsi Aceh sesuai data Seksi Konservasi Wilayah I Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh di Lhokseumawe. Pada tahun 2017, dari enam ekor gajah yang mati, sebagian besar merupakan korban perburuan, kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Aceh Dedy Irvansyah, di Lhokseumawe, pekan ini. Dia mengatakan, angka perburuan gajah paling tinggi di wilayah kerjanya mulai dari Kota Sabang hingga Aceh Tamiang, di Kabupaten Aceh Timur. Menurutnya, gajah-gajah tersebut dibunuh dengan cara diracun dan ditembak. Setelah terbunuh, diambil gadingnya sebagai bagian berharga dari gajah tersebut. Motif kehilangan gadingnya tersebut, dianggap memang sengaja diburu untuk dibunuh dan diambil bagian tersebut. “Untuk membedakan gajah korban perburuan dan konflik dengan manusia adalah pada kehilangan bagian tubuhnya yaitu gading. Sedangkan
TTS Bali Post
TTS No. 331
but, mengingat karakteristik satwa yang memiliki belalai panjang tersebut menandai areal jelajahnya secara turun temurun termasuk daerah lintasannya. (ant)
Menurun: 1. AlainDelon (Alain Delon) 2. TKI 3. Eropa 4. Sportif 5. Komposisi 6. Gnalis (Silang) 7. Urai 10. Bermukim 12. Kura (Kura-kura)
14. KUA 16. Astronot 17. Proklamasi 19. Treatmen 22. Koit 23. Ginseng 24. Ton 26. Innate 27. Antre 28. Seng 30. Top
Pemenang TTS No. 329 Putu Bambang Cahyadi Jl. Parkit Gg.II/1A Singaraja – Bali 81116 (HP: 081338 539123) Ni Nyoman Sriwahyuni Br. Dinas Munduk, Desa Bajera Utara, Kec. Selemadeg, Tabanan 82162 I Wayan Suwena SD Negeri 1 Ketewel, Sukawati, Gianyar 80582 (HP: 085738 283810) Ni Wayan Mandri Br./Lingk. Susuan, Kel./Kec. dan Kab. Karangasem (HP: 081915 615194) I Nyoman Suastha Jl. Raya Padang Luwih No.123, Br. Celuk, Dalung, Kuta, Badung (HP: 081238 01354) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Made Winarta Alamat : Dinas Sosial Kab. Gianyar, Jl. Ksatrian No.18 80511 (HP: 081337 193949)
19
Minggu Umanis, 21 Januari 2018
Kadin Bali Minta PLN Trasparan Soal Harga Listrik Denpasar (Bali Post) Rencana PLN membangun Jabali Crossing berkekuatan 500 KV tidak hanya ditentang PHDI tapi juga Kadin Bali. Karena selama ini, PLN menjual listrik ke industri pariwisata di Bali dengan harga lebih mahal. Seharusnya, keuntungan dari penjualan listrik yang mahal tersebut digunakan untuk membangun pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT). Untuk itu, Kadin Bali menantang PLN buka-bukaan soal harga listrik. “Kita ingin Bali mandiri secara energi dan memanfaatkan EBT. PLN harus berani beli mahal listrik dari EBT itu. Karena dia jual ke industri pariwisata di Bali mahal,” cetus A.A. Ngurah Alit Wiraputra, Ketua Umum Kadin Bali, belum lama ini. Ia menuturkan, pengusaha hotel dengan 30 kamar membayar listrik PLN cukup mahal
setiap bulannya yaitu Rp 100 juta per bulan. Jika kamar hotel 100, berarti pengusaha hotel harus membayar listrik lebih dari Rp 200 juta per bulan. Sementara untuk vila yang jumlah 30 kamar, biaya listrik yang dibayar setiap bulannya Rp 75 juta. Menurutnya, listrik yang dijual ke industri pariwisata harganya lebih dari USD 25 sen per kWh. Padahal, PLN membeli listrik dari Jawa hanya USD 6,5 sen per kWh. Sehingga keuntungan yang didapat PLN sangat besar. Jika tingginya harga listrik tersebut untuk subsidi ke masyarakat, menu-
rutnya, tidak ada masyarakat Bali yang mendapat subsidi. Kadin meminta PLN transparan terhadap masalah harga tersebut. “Kadin menantang PLN buka-bukaan masalah harga. Berapa dia jual ke industri, berapa dia jual ke masyarakat yang katanya disubsidi. PLN Bali surplus kok, keuntungannya besar. Masyarakat Bali membeli listrik dengan token, itu harganya bahkan bukan USD 25 sen per kWh tapi USD 28 sen per kWh. Itu pun cepat habis. Beli Rp 100.000, seminggu sudah habis,” ujarnya. Sebelumnya, General Manager PLN (Persero) Distribusi
Masih Positif Dari Hal. 3
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun disebutnya masih akan tetap positif di kisaran angka 6.490 - 6.500 yang didorong oleh sentimen investor dalam negeri terhadap prospek pemulihan ekonomi Indonesia. Bhima menuturkan, peristiwa shutdown di AS pernah terjadi tahun 1995-1996 dan tahun 2013. Saat itu, kurs rupiah hampir tidak terpengaruh oleh shutdown di AS lantaran sifatnya lebih temporer atau jangka pendek yang kira-kira berlangsung dalam waktu dua minggu. “Dalam konteks persiapan menghadapi rencana shutdown saat ini, cadangan devisa Indonesia masih cukup untuk stabilisasi kurs. Angka terakhir bulan Desember 2017, cadangan devisa berada di posisi 130 miliar dolar,” ujar dia. Ditambahkannya, jika shutdown berlangsung lama, kinerja perdagangan Indonesia ke Amerika berpotensi terganggu, sehingga ekspor Indonesia sepanjang 2018 berpotensi
Bali, Nyoman Suwarjoni Astawa, mengatakan, dengan adanya Jabali Crossing tidak hanya akan menghindarkan Bali dari defisit listrik, tapi juga harga listrik di Bali menjadi lebih murah. Dengan adanya Jabali Crossing, harga listrik bisa semakin murah dan semakin berwawasan lingkungan. “Bukan hanya dari sisi keandalan yang harus kita perhatikan, tapi juga dari sisi ekonomis,” ujarnya. Ia mengatakan, harga listrik bisa lebih murah karena pembangkit-pembangkit yang dibangun dengan 35.000 MW ini, hampir 26.000 MW dibangun di Jawa. Pembangkit yang dibangun ini skalanya 600 MW bahkan 1.000 MW yang harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan pembangkit yang lama.
Contoh Biaya Pokok Produksi (BPP) dari PLTU adalah USD 4,2 sen per kWh, BPP PLTGU USD 4,6 sen per kWh. “Itu lebih rendah dari BPP yang ada saat ini. Kalau nanti itu beroperasi, BPP PLN akan turun, tarif listrik akan turun. Kalau mau pembangkit lain, apakah dari sisi skala dan ekonomis bisa membuat BPP kita turun? Kan itu juga harus menjadi salah satu perhatian. Karena kita tidak bisa hanya melihat dari sisi kecukupan, keandalan tapi juga ekonomis,” tandasnya. Hanya saja, ia belum bisa memastikan nantinya berapa harga listrik dengan Jabali Crossing. “Namun di JawaBali, yang paling mahal adalah biaya BPP pembangkit di subsistem Bali,” ujarnya. (kmb42)
menurun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2017, porsi ekspor Indonesia ke AS mencapai 11,2 persen dari total ekspor atau senilai US$17,1 miliar. “Pemerintah harus mempersiapkan mitigasi risiko salah satunya dengan memperluas pasar ekspor ke negara alternatif sehingga ketergantungan terhadap AS berkurang,” jelasnya. Sementara itu, dari sisi investasi langsung sepanjang Januari-September 2017 berdasarkan data BPKM, realisasi investasi AS di Indonesia berada di peringkat keempat yakni US$ 1,53 miliar atau naik US$ 1,1 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut Bhima, tren positif investasi AS pada 2018 bisa terkoreksi akibat terjadinya shutdown, ditambah adanya reformasi kebijakan AS mulai berlaku efektif. Dengan kondisi tersebut, lanjut dia, pemerintah perlu terus melanjutkan reformasi investasi khususnya percepatan perizinan, deregulasi dan evaluasi insentif fiskal. (kmb)
Minggu, 21 Januari 2018
Atas peristiwa ini, senator Partai Demokrat justru menyudutkan Presiden AS Donald Trump sebagai penyebab utamanya. Partai Demokrat menyalahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas terjadinya kondisi shutdown pemerintah AS. “Ini akan disebut sebagai ‘Trump Shutdown’ karena tidak ada siapa pun yang pantas disalahkan atas posisi yang kita dapati sekarang selain Presiden Trump,” kata Ketua Minoritas Senat AS, Chuck Schumer, seperti dilansir CNN. Menurut Schumer yang merupakan Senator Demokrat mewakili New York ini, Trump turut andil dalam kondisi shutdown pemerintah AS. “Pak Presiden Trump, jika Anda mendengarkan, saya mendorong Anda, tolong pilih iya sebagai jawaban, hal yang terjadi hari ini. Cara Anda berpaling dari kesepakatan bipartisan, nyaris seolah-seolah Anda mendukung shutdown,” kata Schumer. Sementara itu, kubu Gedung Putih menyalahkan Partai Demokrat dan menyebut Senator Chuck Schumer yang mewakilinya sebagai pecundang. Schumer dianggap telah menghalang-halangi. “Mereka menempatkan politik di atas keamanan nasional, keluarga militer, anak-anak kita, dan kemampuan negara untuk melayani semua orang Amerika,” sebut Gedung Putih dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters, Sabtu kemarin. Sementara itu, para pemimpin Partai Demokrat dan Republik, Sabtu (20/1) kemarin, telah melakukan perundingan dan mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk
mendapatkan kesepakatan secara cepat. Seperti diketahui, ada beberapa persoalan yang dianggap mengganjal Partai Demokrat saat melakukan Kongres AS yakni permasalahan imigran dan perbatasan. Demokrat melalui Schumer selama ini memang getol menyuarakan kepentingan imigran anak-anak atau Deferred Actions for Childhood Arrival (DACA). Dengan adanya program DACA, sekitar 700 ribu imigran anak-anak bakal dilindungi di Amerika Serikat. Sementara pada September 2017, Trump melakukan pengumuman menghentikan DACA dengan keputusan bahwa program tersebut bakal berakhir Maret 2018. Trump ketika itu memberi waktu kepada Kongres AS hingga 5 Maret untuk membahas program pengganti. Operasi Militer Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis menyatakan dampak besar akibat tutupnya pemerintah AS yang tengah terjadi saat ini adalah militer. Menurut Mattis penutupan pemerintah akan memengaruhi operasi militer termasuk beberapa operasi pelatihan, perawatan, dan intelijen. Mattis yang berbicara dalam periode tanya jawab setelah berpidato, mengatakan bahwa dia akan pergi akhir pekan ini untuk melakukan perjalanan ke Indonesia dan Vietnam. Pentagon mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perjalanan Mattis ke Asia akan berlanjut karena hal itu diperlukan untuk keamanan nasional dan hubungan luar negeri. (rtr/cnn)
Jadi Fasilitator Dari Hal. 3
Paiketan Krama Bali melibatkan dan memfasilitasi para yowana di dalam kegiatan kami ini, sebab selama ini mungkin di antara para yowana ini belum terhubung satu sama lainnya, sehingga kami menjadi fasilitator untuk mendorong mereka menghadapi tantangan yang semakin berat di era seperti saat ini. Baik dari segi aspek sosial budaya, religi, agama, maupun di bidang ekonomi. Sebab, yang menjadi tulang
punggung untuk menjaga Bali ke deannya adalah para yowana-yowana ini, tandas Agung Suryawan, Sabtu (20/1) kemarin. Sementara itu, Ketua Departemen Pemuda dan Kaderisasi, I Made Dwija Suastana, S.H., M.H., menjelaskan dipilihnya tema Yowana Bali Metangi “Saling Asah, Asih, lan Asuh”, pihaknya ingin mengajak seluruh generasi muda untuk bangkit, baik jiwa dan raganya untuk selalu menjalin hubungan yang harmonis
Pitra Yadnya dan Atma Wedana (1) 12:30 Traventure 13:00 Wirasa 13:30 Lejel Homeshopping 14:30 Tembang Bali 15:30 Bali Channel Tourist TV 16:05 Harmoni Bali 17:00 Inovator 17:30 Kreasi anak Pelangi Pro (2) 18:00 Puja Trisandya 18:05 Seputar Bali 19:00 Lipsus Wayan Koster 19:30 Kris 20:00 Samatra Artis Bali 21:00 Parade Band Indie 22:00 Berita dan Bincang Terkini 22:05 Lila Cita Calonarang Windu Segara Sanur (4) 23:00 Berita dan Bincang Terkini 23:05 Fokks Song
RUU KUHP
Penyebab Utama Dari Hal. 3
05:00 Gayatri Mantra 05:52 Mars Indonesia Raya 05:54 Mars Bali Jagadhita 05:56 Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Puja Trisandya 06:05 Dharma Wacana Karya Mamungkah Mupuk Pedagingan, Ngenteg Linggih, Caru Balik Sumpah (5) 06:35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Sehat & Bugar 08:00 Klip Anak 08:35 Bali Channel Tourist TV 09:05 Kartun Ball Ganesh (3) 09:30 Belajar Menggambar Membuat Mainan Tokek 10:05 Bali Channel Tourist TV 11:30 Dunia Otomotif Kymco Nation 12:00 Puja Trisandya 12:05 Dharma Wacana
Dari Hal. 3
GEBOGAN - Ritual ngerebeng gebogan di Alas Kedaton.
BPM/kmb28
’’Ngerebeg Gebogan’’ di Alas Kedaton Tabanan (Bali Post) – Ritual otonan kera di Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, pada Saniscara Kliwon Uye berlangsung meriah, Sabtu (20/1) kemarin. Otonan kera kali ini diisi ngerebeg gebogan (gunungan) buah setinggi dua meter. Otonan bojog di DTW Alas Kedaton juga jadi momentum mengajarkan anak-anak mengasihi binatang. Banyak warga yang datang menyaksikan ngerebeg gebogan buah mengajak anak-anak. Bahkan, mereka mengajarkan anak-anaknya memberi makanan kepada kawanan kera. Sekretaris Desa Adat Kukuh, Drs. I Gusti Ngurah Pujayasa, mengatakan, Tumpek
Uye merupakan salah satu penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha yakni palemahan, hubungan manusia dengan alam binatang. Selaku penanggung jawab DTW Alas Kedaton, Desa Adat Kukuh bersama Badan Pengelola DTW Alas Kedaton serta Kelompok Pedagang Alas Kedaton rutin menggelar otonan bojog. Namun sejak 1,5 tahun lalu, membuat tradisi ngerebeg gebogan buah setinggi dua meter. “Tumpek Uye hari ini merupakan pelaksanaan ngerebeg gebogan ketiga kalinya. Ini sebagai wujud syukur kami atas kesejahteraan yang dilimpahkan Ida Sang Hyang Widi Wasa. Berkat kera dan kelelawar penghuni Alas Kedaton bisa menarik wisatawan,” ungkap Pujayasa. Sebelum ngerebeg gebo-
gan buah, diawali menggelar otonan kera di jaba tengah Pura Alas Kedaton. Seusai otonan kera dilanjutkan sembahyang bersama sekaligus menghaturkan gebogan buah ke hadapan Tuhan Yang Mahaesa. Tak ketinggalan, Kelompok Pedagang Alas Kedaton juga turut menghaturkan 22 gebogan buah ukuran kecil. Baik gebogan buah persembahan Badan Pengelola DTW Alas Kedaton dan Kelompok Pedagang Alas Kedaton samasama berisi buah lokal di antaranya jambu merah, tomat, jagung, wortel, pisang, rambutan, pepaya, mangga, dan kacang panjang. Seusai persembahyangan dilanjutkan dengan mengarak gebogan buah di jaba tengah Pura Kahyangan Kedaton dan di jaba pura. (kmb28)
Ajegkan Bali Dari Hal. 3
Hal senada juga dikatakan, Ketua Umum PMHD Universitas Warmadewa (Unwar), I Wayan Sastrawan. Ia men-
gatakan, sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan Hindu di Bali berbagai program dilakukan untuk mengajegkan Bali. Salah satunya adalah mensinergikan konsep
Tri Kaya Parisuda (parahyangan, palemahan, dan pawongan) dalam bentuk ngayah di pura, seminar, diklat, dan pengabdian kepada masyarakat. (win)
di antara sesama maupuan antar-organisasi. Sehingga, segala bentuk rintangan yang dihadapi dalam upaya untuk memajukan dan mengajegkan Bali bisa tercapai dengan semangat dan daya juang bersama-sama. “Yowana Bali secara fisik sudah bangun dan bangit, tetapi harus lebih dibangkitkan lagi jiwa raganya untuk membangun dirinya. Apalagi, mereka yang terdiri dari individuindividu yang merupakan bagian dari makhluk sosial yang membutuhkan interaksi, sehingga rasa saling asah, asih, dan asuh harus tetap dijaga dan dilaksanakan dalam
pergaulan antarorganisasi,” ujar Dwija. Selain itu, dalam berorganisasi, mendengarkan pendapat dan saling menghargai satu sama lain adalah salah satu cara yang untuk mencapai sinergisitas. Meskipun, pihaknya menyadari bahwa untuk bisa mensinergikan generasi muda antarorganisasi tidaklah mudah. Apalagi, generasi muda mempunyai jiwa, karakter, dan ego yang sangat tinggi. Namun, dengan dharma tula pihaknya yakin bahwa perbedaan yang mereka miliki bisa disatukan untuk mengawal pembangunan Bali ke
depannya. Kita di Bali kaya akan seni dan budaya, tentu untuk mengajegkan ini (seni dan budaya -red), generasi mudalah yang menjadi tulang punggung ke depannya. Jadi, segala potensi yang ada di masing-masing organisasi, baik terkait dengan seni budaya maupun kearifan lokal di Bali. ‘’Mari kita rawat dan lestarikan dengan baik dengan memperkuat peradaban yang saling bersinergi, sehingga nanti mereka, baik secara organisasi maupun individu lebih kuat, sehingga mereka bisa menjadi pemimpin-pemimin Bali ke depannya,” ujarnya. (win)
DPR saat ini sedang memfinalisasi Rancangan UndangUndang (RUU) KUHP yang menyepakati tindak pidana korupsi sektor swasta yaitu yang murni dilakukan oleh pihak swasta tanpa mengikutsertakan penyelenggara negara dimasukkan dalam KUHP. Sebenarnya, korupsi sektor swasta sudah masuk dalam UU No. 7 tahun 2006 mengenai ratifikasi Konvensi PBB Antikorupsi (UNCAC) tapi dalam legislasinya masih banyak kekurangan sehingga pada RUU KUHP akan mengatur hal tersebut tapi penegak hukum yang berwenang untuk melakukan penindakan terhadap korupsi sektor swasta hanyalah Polri dan Kejaksaan. KPK sendiri tidak dimasukkan sebagai penegak hukum yang bisa mengusut korupsi tingkat swasta karena UU KPK No. 30 tahun 2002 hanya memberikan kewenangan terhadap dugaan tindak pidana korupsi oleh penyelenggara negara. Dalam KUHP sebelumnya
yang merupakan peninggalan Belanda, tidak diatur kewenangan untuk mengusut korupsi di sektor swasta. Laode menegaskan jika korupsi sektor swasta hanya dapat diinvestigasi oleh Polri dan Kejaksaan adalah suatu kesalahan/kebodohan berpikir karena tidak ada alasan filosofi,sosial dan legal yang dapat membenarkan hal tersebut. KUHP Indonesia nanti akan menjadi bahan tertawaan karena KPK dilarang menyidik atau menuntut korupsi sektor swasta padahal semua lembaga antikorupsi negara lain seperti ICAC, CPIB, SFO, FBI, SPRM melakukan penyidikan korupsi sektor swasta dan sektor publik, tambah Laode. Menurut DPR, bila KPK ingin menindak korupsi sektor swasta maka perlu dilakukan revisi UU KPK mengingat UU KPK telah mengatur tegas batas kewenangan KPK dalam menindak perkara korupsi, yaitu yang dilakukan penyelenggara negara saja. (ant)
Bekerja Keras Dari Hal. 3
“Satu-satunya jalan adalah membuat diri berkembang, cerdas, berbudi luhur, dan bekerja keras,” tandasnya. Selain itu, generasi muda Bali harus bisa membangkitkan segala potensi yang ada. Tidak hanya bangkit secara fisik, emosi, dan pikiran, namun juga harus bangkit rasa welas asihnya. Sebab, dikatakan, selama ini generasi muda Bali dan Indonesia pada umumnya, kurang memiliki rasa welas asih kepada sesamanya. “Buktikan kalau kita adalah insan yang ber-Tuhan yang mempunyai rasa welas asih dan berbudi luhur, serta memahami siapa kita. Inilah yang harus dibangkitkan di zaman sekarang ini untuk membangkitkan Bali dan Indonesia yang sesuai dengan aksara dan tanahnya,” imbuhnya. Sementara itu, menurut Ketua Umum Paiketan Krama
Bali, Dr. Ir. A.A. Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., membangun rasa memiliki terhadap adat dan budaya adalah salah satu cara untuk mengawal keajegan Bali. Sebab, generasi muda sangat berkewajiban menjaga warisan leluhur. Apalagi, dalam sektor ekonomi, Bali sudah terjepit dari atas (investor) dan dari bawah (sektor informal). “Generasi muda kita dorong ke berbagai sektor untuk bisa mandiri yang tidak harus fokus pada satu sektor saja. Sehingga, sharing program dalam keorganisasian kepemudaan perlu dilakukan untuk menghasilkan program atau kegiatan bersama dengan tujuan yang sama pula. Di sinilah peran Paiketan Krama Bali yang anggotaya terdiri dari berbagai ahli bidang ilmu sebagai inisiator kegiatan yang mempertemukan generasi muda Hindu Bali antarorganisasi,” ujarnya. (win)
Daya Dukung
Dari Hal. 3 Tentu ini merupakan satu perbedaan dari objek wisata lain karena ini menjadi daya dukung terhadap kesejahteraan di Desa Pecatu. Kawasan wisata luar pura Uluwatu bisa dikatakan salah satu objek wisata yang cukup
lengkap, dan melebihi dari objek wisata lain. Bahkan, objek wisata Uluwatu sering disebut dengan ‘‘The Five Wonderful Beauties at Uluwatu’’ karena selain bisa melihat panorama alam, sunset, pura, kecak, forest tentu juga dilengkapi keberadaan monyet, tambahnya. (edi)
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Minggu UMANIS, 21 Januari 2018
Konseling Remaja
u g g n Mi
Pacaran yang Sehat Tanya: “Hai Kak, aku mau tanya dong. Sebenarnya pacaran itu boleh atau gak sih kak? Kalau aku yang masih SMP, boleh pacaran gak kak? Terus pacaran yang baik itu gimana ya kak? Tolong dijawab ya kak! Makasih kak. Melati, 13 tahun Jawab: Hai Kak Melati, pertanyaannya bagus sekali! Boleh gak sih pacaran? Oke, jadi pertama-tama kita bahas dulu apa sih itu pacaran? Pacaran lebih kurang memiliki arti upaya untuk saling mengenal di antara dua individu yang saling mencintai untuk menemukan kecocokan dan kenyamanan. Biasanya saat kita jatuh cinta akan merasakan tanda-tanda jika bertemu dengan doi, seperti jantung berdebar, pandangan mata yang intens, badan panas dingin, rasa seperti ada kupu-kupu beterbangan di perut dan grogi bahkan salah tingkah. Benar gak, Kak? Lebih kurang seperti itu ya, tapi mungkin saja beda orang beda tandatandanya! Perasaan-perasaan itu terkadang sulit untuk dikendalikan sehingga remaja, khususnya, perlu belajar untuk bersikap. Lalu apakah pacaran itu boleh atau tidak? Pacaran itu adalah pilihan, mau pacaran atau mau jomblo, itu terserah Kakak. Jika memilih berpacaran, remaja harus tahu apa saja hal yang perlu dipertimbangkan dan
sampai mana batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan sehingga remaja dapat mengontrol perilakunya dan tetap sehat baik secara fisik, mental, dan sosial. Kapan sih waktu yang pas untuk pacaran? Nah mungkin Kakak atau teman-teman Kakak sering bertanya-tanya seperti itu. Kapan seseorang boleh pacaran itu relatif ya. Jika merasa siap untuk berpacaran dan sudah mempertimbangkan dengan matang, ya boleh saja. Namun, kalau kamu belum siap mending jangan dulu deh, tunggu sampai kamu merasa siap dan mampu untuk berkomitmen. Orangtua sering kali tidak memberikan anaknya berpacaran karena khawatir prestasi anak menurun atau mengganggu aktivitas lainnya. Oleh karena itu, kamu harus bisa meyakinkan orang tua bahwa kamu adalah pribadi yang bisa dipercaya dan akan berkomitmen untuk rajin belajar walaupun nanti punya pacar hehehe. Pacaran yang bagus itu seperti apa sih? Nah, pacaran yang baik itu adalah pacaran sehat. Eittsss sehat di sini bukan berarti setiap berpacaran harus jogging keliling lapangan loh ya hehehe. Pacaran sehat adalah hubungan yang bisa saling memberi motivasi satu dengan yang lainnya, tidak saling menyakiti, apalagi melakukan kekerasan, tapi lebih kepada rasa saling menghormati antar pasangan. Prinsip pacaran sehat yang kamu perlu tahu supaya hubungan kamu sama pacar
sehat dan langgeng, di antaranya saling terbuka dalam berbagi pikiran dan perasaan, menerima pasangan apa adanya dilandasi dengan kasih sayang, saling menghargai perbedaan-perbedaan yang ada, saling memberikan pengaruh yang positif, saling menjaga kehormatan pasangan, dan tidak menjadikan aktivitas seksual sebagai ukuran cinta. Pacar yang baik adalah yang tidak hanya bisa berbagi cerita, tetapi juga berbagi pikiran, perasaan dan pengetahuan. Jika berpacaran, kamu juga harus bisa menghargai pasangan kamu dan menerima dia apa adanya. Apa pun kekurangan yang pacar kamu terimalah, jangan dicemooh, cobalah untuk menjadi pasangan yang saling mendukung dan melengkapi. Jadikan perbedaanperbedaan yang kalian miliki sebagai sesuatu yang saling melengkapi. Pasti akan menyenangkan dan tidak monoton. Dan catatan KISARA yang paling penting adalah jangan pernah mengukur cinta dengan hubungan seksual ya! Cara menunjukkan cinta itu ada banyaaakkk sekali yang hangat dan sederhana, seperti perhatian, membantu memecahkan masalah pasangan, bercengkrama, dan hal-hal lainnya yang bukan aktivitas seksual. Silakan kamu cari contohnya sendiri yaaa dan kalau masih bingung jangan malu untuk add line@ kisara di : @ozy7685j yaa! Semoga membantu dan menjawab pertanyaan kamu yaaa!
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Dwijendra, SMAN 1 Denpasar, dan SMAN 2 Denpasar. Ketua BEM FH Undwi, Laurentius Wawan Ari Supriyanto, menjelaskan karena digemari anam muda, agenda ini akan diadakan secara berkelanjutan sehingga menjadi ajang kompetisi bergengsi di Bali. Dekan FH Undwi, Dr. A.A. Sagung Ngurah Indradewi, S.H., M.H., mengungkapkan, Dwijendra Youth Festival dengan tema ‘’Dwijendra Muda Berkarya’’ diperuntukkan bagi siswa SMA dan SMK serta masyarakat umum untuk dijadikan ajang peningkatan bakat anak muda. Ini merupakan ajang unjuk gigi anak muda dalam hal perpaduan gerak, lagu dan tari, guna memeriahkan HUT ke-65 Yayasan Dwijendra Denpasar. Makanya BEM FH Undwi dipercayakan sebagai pelaksana guna memberi pengalaman bagi mereka untuk belajar mengelola sebuah event. Melalui event ini, kata
Indradewi, FH Undwi ikut berperan menumbuhkan kreativitas dan inovasi pada tataran bisnis oleh pemuda serta memberi penguatan pertumbuhan ekonomi Bali. Selain itu, sebagai wadah mengaktualisasi diri dan panggung kreativitas sekaligus menjadi hiburan anak
28 Penyanyi Ikut ’’Singing Competition’’
SUASANA lomba menyayi atau singing competition di SMK Dwijendra, Sabtu (20/1) kemarin tampak semarak. Band SMK DJ ‘’Kalut Band’’ tampil memukau ketika pentas pengisi jeda. Grup band ini menyayikan dua lagu favoritnya ‘’Aku Mau’’ dari Once dan ‘’Berbohonglah’’ dari Kiss Band. Grup band yang dibentuk sejak dua tahun lalu ini didukung Andika (bas), Krisnanda (kajon), Ika Junisia (vokalis), Krisna Ananta (gitar), Agus Mahendra (gitar), dan Sari (vokalis). Dika dan Sari mengaku grup band ini dibentuk dadakan saat lomba di Forkom OSIS Festival SMA-SMK sehingga muncullah nama ‘’Kalut Band’’. Grup band ini juga pernah tampil di lomba band se-Bali. Bahkan baru-baru ini, sukses meraih juara III se- Bali lomba Musikalisasi Puisi. Sementara itu, 28 penyanyi SMP se-Kota Denpasar dan Badung bersaing di singing competition SMK Dwijendra Denpasar. Lomba yang juga didukung Tabloid Wiyata Mandala ini dibuka Sekretaris Yayasan Dwijendra, Ir. Wayan Abdi Negara, M.Si., didampingi Kepala SMK Dwijendra, I Ketut Widia, M.Si.
Singing competition serangkaian HUT ke-65 Yayasan Dwijendra ini dikoordinasikan oleh OSIS SMK Dwijendra Denpasar. Ketua OSIS SMK Dwijendra, A.A. Ngurah Upadana Dinata, menjelaskan lomba singing bagi siswa SMP ini adalah yang pertama untuk mempromosikan keberadaan SMK Dwijendra. Kedua, sesuai dengan moto SMK Dwijendra yang berbasis budaya baik tradisional maupun modern. Lomba ini juga untuk menggali bakat dan potensi siswa dalam bidang musik dan menyanyi. Peserta putra wajib menyanyikan lagu ‘’Simponi yang Indah’’ karya Once dan peserta putri lagu wajib ‘’Takkan Berpaling Darimu‘’ dari Rosa. Lagu pilihannya sejumlah lagu bahasa Inggris antara lain lagu ‘’Ben’’ dari Michael Jackson. Kepala SMK Dwijendra Ketut Widia didampingi Wakasek Kurikulum, I.A. Paramita Maasari, S.E., Wakasek Kesiswaan, Y.Shinta Yati Ciptani, S.S., M.Hum., dan Wakasek Sarpras I Wayan Sumardika, S.Pd., mengaku bangga ajang yang dikelola oleh OSIS ini sukses dengan banyak peserta. Makanya dia menyebut ajang
BPM/sue
KALUT BAND - Kalut band di ajang singing competition.
muda di malam minggu. ‘’Ajang ini juga penting untuk memperkenalkan keberadaan FH Undwi,’’ ujarnya. Rektor Undwi, Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., sebelum memberikan sambutan mengajak generasi muda Bali untuk menggelorakan ‘’Narkoba No, Kreativitas Yes’’.
MODERN DANCE - Rektor Undwi Putu Dyatmikawati didampingi M.S. Chandra Jaya, A.A. Sagung Indradewi, dan I.B. Rai saat membuka lomba modern dances di Dwijendra Youth Festival.
Dia memuji penyelenggaraan festival yang melibatkan anak muda ini guna mengisi mereka dengan kegiatan positif pada era global yang sarat godaan oleh pengaruh menyesatkan. Dwijendra Youth Festival ini salah satu sarana mengembangkan kreativitas anak muda melalui gerakan tari dan musik. Ajang ini sebagai wadah anak muda menunjukkan talenta dan kreativitasnya serta yang paling utama adalah untuk meningkatkan soliditas antar-anak muda dalam kedamaian. Untuk itu, dia merasa bangga dan mengajak anak muda terus berkarya, tunjukkan kepada orang tua dan masyarakat serta bangsa bahkan dunia bahwa anak muda Indonesia pasti bisa. Pasti berhasil dalam berkarya pada masa depan yang lebih baik. Untuk itu, dia mengajak peserta berkompetisi secara jujur, fair demi sebuah kebanggaan. (ad982)
Fotografi
Berekspresi dengan ”Digital Imaging” BERBICARA mengenai fotografi memang tidak ada habisnya. Terlebih dengan kemajuan teknologi saat ini yang didukung booming-nya berbagai media sosial, para penggiat dunia fotografi memiliki ruang berekspresi yang mahaluas untuk menyampaikan ide, gagasan, dan kreativitasnya kepada publik. Mungkin, banyak orang yang tidak menyadari bahwa sejumlah “foto” yang mereka lihat di media sosial, blog, website, sebenarnya “bukan foto”. Namun, yang mereka lihat
sejatinya adalah sebuah foto yang diciptakan dengan teknik digital imaging. Teknik digital imaging ini, misalnya, dapat kita lihat pada sejumlah karya I Made Adi Dharmawan, S.Sn., M.Sn. yang cukup intens menggeluti genre fotografi ini. Menurut staf pengajar di Program Studi Fotografi Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar ini, digital imaging merupakan sebuah teknik rekayasa dalam penciptaan sebuah karya foto yang memiliki nilai estetika dengan cara menggabungkan
“The history of Kintamani Dog’s’’ karya I Made Adi Dharmawan
beberapa foto menjadi satu melalui perangkat lunak pengolah foto, seperti Adobe Photoshop. Biasanya, sebuah karya foto digital imaging merupakan hasil penyampaian gagasan, pikiran, ekspresi, ide, cerita dan peristiwa yang dirasakan sang fotografer. Setelah menemukan sebuah konsep, kata Adi Dharmawan, sang fotografer melanjutkan ke tahap berikutnya. Yakni, ke tahap proses mewujudkan konsep. Dalam tahap ini sang fotografer cenderung mulai merancang sketsa karya, membuat list pemotretan hingga melakukan observasi (pemotretan) terhadap objek-objek yang akan disatukan nantinya. Ketika semua bahan terkumpul, dilanjutkan ke tahap penciptaan karya yang semuanya dilakukan di dalam perangkat lunak. Dalam Adobe Photoshop, semua bahan yang tadinya merupakan hasil pemotretan sebelumnya mulai disatukan satu-persatu hingga membentuk sebuah karya foto seni yang sesuai dengan sketsa awal. Menurut Adi Dharmawan, ada sejumlah tips dan trik yang bisa dilakukan seorang fotografer dalam menciptakan sebuah karya digital imaging yang memiliki daya pukau dan layak untuk diapreasiasi oleh publik. Pertama, rajinrajinlah memotret objek-objek di sekitar kita sehingga me-
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
’’Kalut Band’’ SMK Dwijendra Tampil Memukau
Semarak, Lomba ’’Modern Dance’’ di Dwijendra Youth Festival UNIVERSITAS Dwijendra terus membangkitkan potensi generasi muda dalam segala hal. Salah satunya berupa lomba modern dance dalam Dwijendra Youth Festival. Lomba modern dance digelar FH Undwi dikoordinir langsung oleh BEM Fakultas Hukum Undwi. Dwijendra Youth Festival 2018 berlangsung semarak dibuka Rektor Undwi, Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum, didampingi Ketua Yayasan Dwijendra, Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., Dekan FH Undwi, Dr. A.A. Sagung Ngurah Indradewi, S.H., M.H., dan WR III Undwi Drs. Ida Bagus Rai, M.Si., Sabtu (20/1) malam kemarin. Pembukaan ditandai dengan pemukulan drum. Sebanyak sembilan grup dance bersaing di festival ini. Penampilan perdana dari ZNT Crew disusul SMK PGRI 2 Denpasar, SMAN 4 Denpasar, SMA Dwijendra, Wind Rangers, SMA 8 Denpasar, SMK
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
miliki banyak stok foto yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan digital imaging. Kedua, banyak-banyak melihat referensi dan mengapresiasi karya seni orang lain guna menambah momen dan pengalaman estetis kita. Ketiga, terus belajar dan bereksperimen dalam menggunakan perangkat Lunak Adobe Photoshop guna melatih dan mengasah kemampuan kita dalam
menguasai segala fitur yang terdapat di dalamnya, seperti pemahaman akan tools-tools dasar Photoshop, teknik seleksi/cutting, masking foto hingga penerapan blending. “Satu hal yang tak kalah pentingnya, seorang fotografer juga wajib terus-menerus mengembangkan imajinasinya sehingga senantiasa mampu melahirkan sesuatu yang baru, segar, dan inovatif,” tegasnya. (ian)
ini pas dipakai untuk meningkatkan rasa manyama braya kemudian mengekspresikan kreativitas siswa. Bagi SMK DJ dijadikan sebagai wahana merekrut calon siswa baru. Makanya pas tema kali ini yakni ‘’Menghargai prestasi melalui kreativitas seni budaya’’. Selain singing competition juga diadakan jalan sehat
diikuti siswa SMP se-Kota Denpasar. Juga diisi dengan pameran kompetensi sesuai program keahlian di sekolah ini yakni Akuntansi, Akomodasi Perhotelan (APH) dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Ketut Widia mengaku agenda ini sengaja dikelola OSIS untuk melatih mereka memanajemen sebuah event besar. (sue)