Skip to main content

Edisi 19 Nopember 2017 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu Pon, 19 november 2017

u g g n Mi Pengemban Pengamal Pancasila

20 HALAMAN

NOMOR 90 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418


terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu pon, 19 november 2017

u g g n Mi Pengemban Pengamal Pancasila

20 HALAMAN

NOMOR 90 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Minum Kopi Itu Sehat

Kopi salah satu minuman yang paling populer di kota-kota besar. Bahkan, kopi menjadi minuman favorit di kalangan remaja saat ini. Begitu juga halnya di Bali, terutama di Kota Denpasar. Ini terbukti semakin banyaknya bermunculan kedai kopi/coffeshop yang ada di sepanjang jalan di Kota Denpasar yang menjadi tongkrongan anak muda masa kini. SELAIN karena buahnya yang harum, kopi (terutama kopi Bali) juga mempunyai karakteristik aroma dan cita rasa yang berbeda dengan jenis kopi lainnya di Indonesia. Di samping itu, kopi memiliki efek stimulasi yang tinggi. Sebab, zat kafein yang terkandung di dalamnya dapat membangkitkan semangat para penikmat kopi di pagi hari atau mencegah kantuk saat lembur. Salah satu remaja penikmat kopi, I Kadek Nila Adi Antara (22), mengaku dirinya sudah sejak lama suka

minum kopi. Bahkan, remaja asal Nusa Penida ini tidak bisa terlepas dari minum kopi. Apalagi, ia sering dikejar deadline untuk mengerjakan tugas kampus yang mengharuskan dirinya lembur sampai tengah malam. “Dengan minum kopi, ngantuk terasa hilang. Bagi saya kopi adalah pacar kedua saya yang selalu menemani saya saat buat tugas kampus,” ujar mahasiswa semester VII Stikom Bali tersebut. Begitu juga yang dirasakan I Komang Mustika. Baginya, minum kopi merupakan sesuatu hal yang

unik. Sebab, berkumpul dengan teman tidak harus minum- minuman beralkohol, tetapi dengan minum kopi bisa menjadi sesuatu yang lebih santai sambil berkumpul bersama teman. Sehat lagi. “Dengan minum kopi kita bisa ngumpul bareng teman kita di kedai kopi sambil bergurau dan bertukar pikiran, sehingga muncul pikiranpikiran baru tentang suatu hal, terutama dalam penyelesaian tugas kampus,” tandasnya. Hal. 19 Kopi Pahit

Jangan Lebih Tiga Gelas Sehari DALAM kondisi sehat, boleh saja seseorang minum kopi, namun jumlahnya tidak berlebihan. Maksimal tiga gelas sehari. Sementara orang yang sedang sakit seperti sakit jantung dan ginjal, dianjurkan tidak minum kopi. Demikian disampaikan Dokter Spesialis Gizi Klinik RSUP Sanglah, dr. Syuma Adhy Awan, M. Kes., Sp.GK. belum lama ini. Dari beberapa jurnal menyebutkan, kopi ada manfaatnya bagi kesehatan. Bagi orang sehat, manfaatnya tubuh menjadi lebih segar, tidak mudah mengantuk. “Zat di otak yang disebut adenosin, itu yang bikin orang ngantuk. Kopi dengan kandungan caffeinnya akan melawan dengan memanipulasi reseptor adenosin itu, sehingga alarm ngantuk terhalangi dan rasa kantuk pun hilang,” ujarnya. Kopi juga mengandung zat antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Meski mengandung zat antioksidan, namun penderita jantung tertentu diharapkan berhati-hati minum kopi. Karena kopi dapat memacu jantung berdetak untuk memompa darah. Hal itu tentu sangat berbahaya bagi penderita penyakit jantung. Sehingga efek kopi, tidak disarankan baik bagi penderita jantung. Hal. 19 Penderita Jantung

Kopi Leak di Munduk Temu JANGAN terkejut dengan nama kopi Leak. Kopi ini bukan khusus untuk dikonsumsi para leak (penganut aliran hitam, red) di Munduk Temu, Pupuan, melainkan hanya sebuah merek kopi. Hanya kedengarannya menyeramkan guna menarik minat orang mencoba dan menikmati. Buktinya kopi jenis ini mulai disukai masyarakat dari kelas bawah hingga atas bahkan hingga mancanegara. Di Pupuan, dua Bumdes mengusung kopi ini untuk memberdayakan dan meningkatan perekonomian masyarakatnya yang kebanyakan berprofesi sebagai petani kopi. Dua Bumdes tersebut adalah Bumdes Sri Sedana

Munduk Temu yang ada di Desa Munduk Temu dan Bumdes Pajahan di Desa Pajahan. Kedua Bumdes sudah memproduksi kopi serbuk dengan merek sendiri yaitu kopi Leak untuk Bumdes Sri Sedana dan kopi Tugu Sari untuk Bumdes Pajahan. Perbekel Desa Munduk Temu, I Nyoman Wintara, mengatakan dalam mengembangkan produk Kopi Leak tantangannya adalah menyamakan rasa. Sebab, dalam hal pengolahan, Bumdes menggandeng lima kelompok tani dalam hal penyangraian kopi. Hal. 19 Bantu Petani

Kopi Kintamani Jadi Suguhan Tamu di Istana Negara

Jokowi

KOPI Kintamani sudah tidak asing lagi di kalangan para pencinta kopi. Kopi yang banyak diproduksi oleh petani kopi di Kintamani, Bangli ini memiliki keunikan rasa yang berbeda dengan jenis kopi asal wilayah lainnya di nusantara. Kenikmatan rasa yang dimilikinya membuat kopi Kintamani sempat dipilih menjadi suguhan bagi para tamu kenegaraan saat HUT ke-72 RI di Istana Negara Jakarta 17 Agustus lalu. Bupati Bangli I Made Gianyar didamping Sekda Ida Bagus Gede Giri Putra mengungkapkan rasa bangganya karena kopi Bali bisa menembus istana. Menurut Gianyar, kualitas kopi Kintamani yang bagus dan tak kalah dengan jenis kopi lainnya di nusantara seperti kopi Toraja, kopi Aceh dan lainnya menjadi salah satu pertimbangan pihak Istana memilih kopi Kintamani sebagai suguhan para tamu undangan kenegaraan. “Ini artinya, kopi kita diperhitungkan kualitasnya,” jelasnya. Hal. 19 Kesempatan Emas

Buleleng Kewalahan Penuhi Pasar Ekspor

SELAIN menghasilkan cengkeh dan kakao, Kabupaten Buleleng juga potensial dalam budi daya Kopi Arabika dan Robusta. Selain dijual dalam bentuk kering, kopi Buleleng belakangan mulai diolah oleh beberapa kelompok petani dan pengusaha menjadi kopi bubuk berkualitas. Kini, olahan kopi Buleleng sudah ada masuk ke pasar luar negeri (ekspor) terutama Kopi Arabika dengan sistem olah basah. Sayang, petani belum mampu memenuhi seluruh permintaan karena areal budi daya yang masih terbatas. Data di Dinas Pertanian (Distan) Buleleng menyebutkan, luas lahan Kopi Arabika tahun 2016 tercatat 2.834,00 hektar dengan total produksi kopi kering 884,95 ton. Kopi jenis ini banyak dibudidayakan pada lahan 900 meter di atas permukaan laut (MDPL -red). Sedangkan lahan Kopi Robusta di tahun yang sama tercatat seluas 10.375,91 hektar. Dari

luas lahan pada posisi 700 MDPL ini mampu berproduksi 6.023,86 ton. Sejak mulai dibudidayakan, dua jenis kopi ini hanya diolah dalam bentuk kopi kering. Oleh pengepul, produksi kopi tersebut kemudian diolah menjadi kopi bubuk dalam berbagai merek. Salah satu kopi bubuk dari Buleleng yang sudah sangat terkenal di Bali sekarang ini adalah Kopi Bubuk Banyuatis. Selain itu, ada juga olahan kopi yang sama mulai ikut meramaikan pasar di Bali dan luar daerah. Di tengah perkembangan industri pengolahan kopi Buleleng, sejak beberapa tahun sebelumnya petani di daerah ini mulai dibina untuk memproduksi kopi berkualitas dan unggul dari segi harga. Hasil kajian dan permintaan pasar ekspor, kopi yang dibudidayakan dengan sistem pengolahan olah basah adalah kopi Arabika. Hal. 19 Olah Basah

BPM/edi

MOHON HUJAN - Sejumlah warga Pecatu yang kerauhan menancapkan keris ke bagian tubuhnya saat prosesi memohom hujan, Sabtu (18/11) kemarin.

KPK Cuek dengan Protes Pengacara Novanto Soal Penahanan Saat Sakit

Jakarta (Bali Post) Kubu Setya Novanto sempat protes dengan keabsahan status tahanan Setya Novanto sejak Jumat (17/11) lalu. Walau gencar diprotes, kubu KPK cuek alias mengabaikan protes pengacara Setya Novanto tentang keabsahan penahanan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu. KPK menegaskan bahwa penahanan Setya Novanto sah meski kuasa hukumnya menolak menandatangani berita acara penahanan. Penahanan tidak bergantung pada soal berita acara penahanan diterima atau ditolak. “Ditandatangani atau tidak

berita acara penahanan bukan menjadi syarat yang memengaruhi keabsahan penahanan tersangka,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Sabtu (18/11) kemarin. Hal. 19 Dasar Hukum

Tunggu Hasil MRI dan CT-Scan

Jakarta (Bali Post) Tersangka kasus e-KTP yang juga Ketua DPR, Setya Novanto, sudah menjalani pemeriksaan MRI dan CT-scan, Sabtu (18/11) kemarin di RSCM Kencana. Untuk menahan tersangka kasus e-KTP itu, KPK tinggal menunggu kesimpulan dokter. Hal. 19 Tindakan Medis


4

Minggu Pon, 19 November 2017

Pendidikan untuk Mempertajam Kecerdasan

MODAL BELAJAR - Kecerdasan awal anak, merupakan modal belajar. Hal ini harus dimaknai oleh guru dengan cara membuat link atau sambungan yang bermakna dan autentik antara kecerdasan awal yang dimiliki anak dengan kegiatan belajar di sekolah. Dengan demikian, pada diri anak tercipta adaptasi yang nyaman antara dunia sebelum sekolah dan dunia sekolah. Hal ini memberi peluang besar bagi anak didik merasa bahwa pengalaman hidup mereka berlanjut pada dunia sekolah. Tidak sebaliknya, sekolah merenggut atau mencampakkan pengalaman prasekolah. Keadaan ini menimbulkan rasa asing siswa terhadap ekosistem atau atmosfer sekolah. Bahkan siswa diserang perasaan asing di sekolah. PASTINYA masih ada sebagian besar guru yang memandang anak didiknya tidak cerdas. Karena itu, guru mencekoki mereka dengan teori-teori atau hal-hal teknis. Padahal seperti pandangan Tan Malaka, yang menyatakan bahwa salah satu tujuan pendidikan adalah mempertajam kecerdasan. Tan Malaka amat sadar bahwa siswa sama sekali bukan nol kecerdasan. Seperangkat konsep, keterampilan, dan sikap telah terbentuk pada diri anak sebelum mendaftar sebagai siswa di sebuah sekolah. Karena guru kurang mengenal hakikat manusia, dan karena adanya dogma bahwa dirinya “maha tahu” sehingga tanpa rasa bersalah, maka guru memandang siswa mereka tidak cerdas. Diamdiam guru membandingkan dirinya secara mentah-mentah dengan siswa di kelasnya. Pemahamanan konsep tujuan pendidikan yang dikemukakan oleh Tan Malaka, bahwa pendidikan harus mempertajam kecerdasan anak maka hal ini berarti bahwa tugas guru meningkatkan kecerdasan yang telah dimiliki oleh anak. Bukan sebaliknya abai terhadap kecerdasan tersebut. Justru sebaliknya harus mengajar dengan beranjak dari kecerdasan yang telah dimiliki anak. Namun ironisnya, guru abai sama sekali terhadap kecerdasan

yang dibawa anak. Guru bahkan memotong kecerdasan ini sebagai hal yang tidak sejalan dengan pembelajaran di sekolah. Kecerdasan awal anak, merupakan modal belajar. Hal ini harus dimaknai oleh guru dengan cara membuat link atau sambungan yang bermakna dan autentik antara kecerdasan awal yang dimiliki anak dengan kegiatan belajar di sekolah. Dengan demikian, pada diri anak tercipta adaptasi yang nyaman antara dunia sebelum sekolah dan dunia sekolah. Hal ini memberi peluang besar bagi anak didik merasa bahwa pengalaman hidup mereka berlanjut pada dunia sekolah. Tidak sebaliknya, sekolah merenggut atau mencampakkan pengalaman prasekolah. Keadaan ini menimbulkan rasa asing siswa terhadap ekosistem atau atmosfer sekolah. Bahkan siswa diserang perasaan asing di sekolah. Dogmatisasi Namun karena gigihnya guru melakukan dogmatisasi kepada siswa, sebagai kuasa atas diri siswa, lambat laun yang terjadi adalah hal yang sebaliknya, yaitu siswa tercerabut dari lingkungan semula dan mengalami proses pembonsaian (pengkerdilan) di sekolah. Proses ini memang sangat halus karena telah melewati fase sosial dan pembudayaan. Proses ini tidak dipersoalakan oleh orang tua. Anak sendiri semakin berpisah jauh den-

gan lingkungan. Pada akhirnya, sekolah benar-benar mengasingkan anak-anak dari lingkungannya sendiri. Pembaruan pendidikan dewasa ini, lewat kurikulum 2013 sesungguhnya menyimpan misi besar dan mendasar dalam rangka untuk membebaskan anak didik dari pengasingan dan pengkerdilan, sebagai konsekuenasi kuasa guru. Dalam hal ini digunakan pendekatan kunci dalam pembelajaran, yaitu saintifik. Dengan pendekatan ini siswa diselamatkan dari tindakan guru yang mencekoki anak-anak di atas landasan bahwa mereka tidak cerdas, dengan pembelajaran berpusat pada kuasa guru. Pendekatan saintifik menghormati kecerdasan bawaan anak yang telah terbentuk di luar lingkungan sekolah. Pendekatan saintifik menggusur guru sebagai pemegang kuasa dan karenanya adalah pusat pembelajaran. Siswa adalah subjek belajar dan seluruh kegiatan belajar berpusat pada diri siswa. Pendekatan ini jauh lebih manusiawi ketimbang pendekatan kuasa guru. Pendekatan ini menghormati kecerdasan awal siswa. Dengan demikian, sesungguhnya pendekatan ini akan bisa mencapai konsep tujuan pendidikan yang dikemukakan Tan Malaka, bahwa pendidikan untuk mempertajam kecerdasan anak didik karena pendidikan mengutamakan kemandirian siswa,

dengan cara mereka dan siswa bukan sebagai tong penampungan aneka konsep dangkal yang diumbar oleh para guru. Anak Menghargai atau menjujung tinggi kecerdasan anak berarati guru berangkat dari kecerdasan yang dimiliki seorang anak. Dalam pelajaran kesenian misalnya, seorang anak tampil memukau di hadapan teman-temannya sebagai yang paling piawai meniup seruling, maka dengan konsep mempertajam kecerdasan, guru mengajar dari kecerdasn ini. Tidak sebaliknya, mengabaikan sama sekali lalu mengganti dengan pengetahuan atau keterampilan baru. Namun, kenyataan di lingkungan sekolah, guru-guru bahkan terkesan tidak menghargai kecerdasan awal anak karena tidak dinilai memiliki hubungan dengan pelajaran di sekolah. Tantangan guru dalam bekerja justru pada bagaimana ia bisa mengajar dengan memanfaatkan kecerdasan awal siswa sebagai titik tolak. Sehingga anak didik tidak mengalami diskontinyuitas pengetahaun. Anak didik pun tidak terasing dalam dunia sekolah karena rancangan pembelajaran disipakn untuk selalu berayun antara dunia sekolah dan dunia luar sekolah. Dua dunia tersebut terkonstruksi dalam rupa pengalaman yang kontinum dan bukan sebagai dikotomi yang bahkan sengaja

dikontraskan. Di antara dua titik dunia itu, sekolah dan realitas sosial, siswa mengalami ayunan pengalaman ulang alik. Proses belajar di sekolah pun tidak ekslusif tetapi enklusif karena anak didik tidak dikurung dalam “ruang kelas” dan materi tanpa konteks dan teks tetapi belajar seolah dalam kehidupan yang nyata adanya. Sekolah bagian dari hidup siswa. Hidup siswa bagian dari sekolah. Dengan model ini, kecerdasan siswa dipertajam oleh atau lewat proses pendidikan. Dengan model interaksi kontinum dalam belajar, antara dunia sekolah dan realitas autentik, pendidikan mampu mempertajam kecerdasan anak didik. Mereka tidak diasingkan oleh pengetahuan sekolah atau dipenjarakan tetapi terbebaskan oleh pembelajaran yang mempertajam kecerdasan. Pembelajaran sekolah juga dijumpai secara nyata dalam realitas karena konsep pengalaman yang bergerak seperti pendulum, dari sisi dalam kelas ke sisi realitas. Paradigma Pendekatan saintifik pun dipandang oleh siswa sebagai paradigma yang juga bisa diterapkan dalam kehidupan senyatanya, bukan sebatas teori kering ruang kelas. Demikian pula konsep-konsep pelajaran yang tidak hanya ada di atas kertas soal ulangan atau ujian nasional tetapi di ranah realitas anak didik.

Pendidikan mempertajam kecerdasan berfondasi pada pendidikan untuk memerdekakan nalar atau daya pikir anak didik. Adalah ironi besar yang diterima sebagau quasi kebenaran manakala hasil pendidikan adalah insan-insan yang tidak memiliki pikiran merdeka. Karena tidak adanya ikhtiar pendidikan untuk mempertajam kecerdasan maka dunia pendidikan adalah dunia yang stagnan. Rupanya pembaruan pendidikan lewat perubahan kurikulum yang melahirkan Kurikulum 2013 masih menempuh jalan panjang dalam kerangka besar memerdekakan pikiran siswa dan dalam rangka mewujudkan satu ikhtiar pendidikan untuk mempertajam kecerdasan. Hal ini terjadi mengingat betapa sulitnya guru mampu berubah secara radikal dalam waktu yang singkat. Inovasi Kurikulum 2013 dihadang oleh sikap guru yang konvensional, yang mawujud pada pandangan bahwa siswa adalah insan yang kurang cerdas karena siswa datang ke sekolah dengan nol kecerdasan. Atas dasar itu, guru masih berkehendak mencekoki para siswanya dan mencibir terhadap pendekatan saintifik. Pun guru tiada pernah berpikir jika pendidikan adalah untuk mempertajam kecerdasan. Tetapi, bagi guru pendidikan adalah untuk “mempertumpul” kecerdasan! l Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.

Mengenal Otitis Eksterna OTITIS eksterna merupakan suatu peradangan atau infeksi pada telinga bagian luar yang sering terjadi dan dapat mengenai semua usia. Otitis eksterna dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur dan virus serta dapat terjadi akut (kurang dari 6 minggu), kronik (lebih dari 3 bulan) atau bentuk nekrosis (ganas). Individu dengan kondisi alergi, seperti eczema, rhinitis alergi, atau asma memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena otitis eksterna. Otitis eksterna akut biasanya dikaitkan dengan paparan air (kegiatan rekreasi air, mandi, dan berkeringat berlebihan), keadaan yang hangat dan lingkungan lembab. Wisatawan yang berkunjung ke daerah tropis lebih rentan terkena otitis eksterna akut, oleh karena itu juga disebut dengan swimmer’s ear atau tropical ear. Air kemungkinan masuk ke dalam liang telinga luar dan menetap disana, seperti ketika berenang. Saat liang telinga luar basah dalam kurun waktu tertentu, kulit liang telinga menjadi lembut dan lembab sehingga menyebabkan lingkungan yang disukai oleh bakteri atau jamur untuk tumbuh yang akan menyebabkan infeksi. Faktor lain yang mempengaruhi peradangan pada telinga luar adalah perubahan pH di liang telinga yang biasanya normal atau asam. Bila pH berubah menjadi basa, proteksi terhadap infeksi akan menurun. Selain itu

faktor lain yang mempengaruhi otitis eksterna adalah trauma ringan ketika mengorek telinga. Akut Otitis eksterna akut adalah suatu kondisi yang ditandai dengan nyeri, kemerahan, gatal, pembengkakan pada saluran telinga luar serta terkadang disertai cairan yang keluar dari telinga. Insiden Otitis eksterna cukup tinggi. Di Belanda diperkirakan terjadi 12 – 14 per 1000 populasi per tahun. Di Amerika Serikat sekitar 98% disebabkan oleh bakteri, pathogen yang paling umum menyebabkan otitis eksterna adalah Pseudomonas aeruginosa (20%-60%) dan Staphylococcus aureus (10%-70%). Keluhan dan Gejala Klinis Gejala klinis pasien dengan otitis eksterna antara lain nyeri serta kemerahan, gatal, pembengkakan pada saluran telinga luar, penurunan pendengaran dan rasa penuh. Nyeri hebat juga dapat timbul spontan pada waktu membuka mulut ataupun nyeri tekan pada daun telinga. Terkadang disertai dengan cairan yang keluar dari liang telinga. Apabila gejala-gejala tersebut tidak diobati dapat menyebabkan keluhan menjadi lebih parah dan menurunnya fungsi pendengaran. Gejala dapat berkembang menjadi lebih parah yang ditandai dengan telinga tersumbat oleh bengkak, kemerahan pada daun telinga, demam, serta adanya rasa nyeri

RADANG - Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis yang disebabkan infeksi bakteri, jamur dan virus yang ditandai dengan nyeri, kemerahan, gatal, pembengkakan pada saluran telinga luar serta terkadang disertai cairan yang keluar dari telinga.

yang menjalar ke wajah, leher, atau daerah mastoid. Hal ini dapat berkembang menjadi nekrosis otitis eksterna dan membutuhkan rawat inap. Bila Anda mengalami gejala–gejala tersebut, segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Penanganan Penanganan otitis eksterna atau swimmer’sear umumnya dengan terapi konservatif yaitu dengan pemberian medikamentosa berupa pemberian obat salep dan obat tetes telinga, yang sesuai dengan penyebabnya yang mana mengandung antibiotik, steroid atau obat yang mengurangi inflamasi (radang) serta antiseptik. Selain itu liang telinga juga harus dibersihkan dan pada infeksi yang lebih berat perlu dimasukkan tampon yang mengandung antibiotik supaya tercipta kontak yang baik antara obat dengan kulit yang meradang. Selama 48 jam tampon diletakkan di liang telinga untuk melebarkan ukuran lumen. Kemudian obat dapat diaplikasikan langsung ke dalam liang telinga. Komplikasi Komplikasi yang dapat muncul bila otitis eksterna tidak ditangani dengan baik antara lain kehilangan pendengaran sementara, otitis eksterna kronis, selulitis dan necrotizing otitis externa dengan kerusakan tulang dan tulang rawan yang memerlukan rujukan dan rawat inap. Pencegahan Prinsip pencegahan pada otitis eksterna adalah untuk meminimalkan trauma pada liang telinga dan menghindari paparan air. Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah hal tersebut, antara lain : ü Menggunakan penyumbat telinga selama berenang atau mandi untuk mengurangi jumlah air yang masuk ke telinga. ü Memperhatikan telinga setelah berenang, menjaga agar tetap kering dan mengeringkan telinganya dengan alkohol apabila kontak dengan air. ü Menggunakan pengering rambut dengan volume paling rendah setelah mandi juga sangat membantu untuk menjaga telinga tetap kering, tetapi harus berhati – hati dan menjaga jarak agar tidak terbakar. ü Tidak menggaruk telinga atau menggunakan cotton buds di telinga untuk menghindari trauma. l dr. Putri Citra Laksmi Darsana

Gerhana Bulan Merah

Mengeja Alam dengan Beragam Pertunjukan Seni

MEMAHAMI dan mengeja tanda-tanda alam pada masa milenial ini memang sulit dan sangat tidak mudah terdektesi. Alam memiliki ritus dan putaran roda-roda kehidupannya yang wajib terus disiasati oleh manusia.

Berdasarkan beragam “amuk” dan “kecamuk” itulah workshop dan diskusi “Intermingle Art Fashion - Gerhana Bulan Merah” diadakan karena melalui kegiatan pameran, workshop dan diskusi kreativitas lintas ilmu dapat ditingkatkan. Kegiatan seni yang memunculkan istilah intermingle (bersahut-sahutan) dapat dijadikan satu alternatif dalam komunikasi seni multidisipliner. Sehingga dengan demikian optimalisasi antarbidang ilmu terus terasah. Titik temu kreativitas dari beberapa bidang ilmu dalam “intermingle art fashion” dapat menguatkan dan memperluas bingkai pemikiran seniman ataupun desainer bahkan “audience” yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Kreativitas seni menuju generasi emas Indonesia mendapat perhatian yang seluas-luasnya dari pemerintah melalui instansi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bidang seni rupa dan perfilman yang telah bekerja sama patut dihargai setinggi-tingginya. Dengan mengaitkan tujuan kegiatan ini yaitu: Pengembangan wawasan desain dan pengetahuan seni khususnya desain mode, seni murni (fine art), FTV, Seni Tari, Seni Musik, dan Seni Karawitan ma-

syarakat lokal, nasional Indonesia maupun internasional yang ada di Bali sehingga dapat merumuskan cara berpikir baru (new mindset), pemberdayaan masyarakat melalui workshop multi dan lintas disiplin sebagai salah satu cara menjawab optimalisasi seni “intermingle” (bersahut-sahutan), Perluasan akses ke masyarakat lokal, nasional maupun internasional melalui replika program “Intermingle Art Fashion” serta Peningkatan apresiasi masyarakat lokal, nasional dan internasional terhadap intermingle art fashion yang memiliki multi persepsi serta multi dimensi di Bali dapat memperkuat visi misi Institut Seni Indonesia menuju “Center Of Excellence”

“Gerhana Bulan Merah” Geliat kreativitas selalu memunculkan kegelisahan berkarya. Karya “pemikiran” menjadi jangkar untuk langkah selanjutnya. Diawali diskusi ringan tentang hidup, “kutukan” seorang pemecah masalah (solver problem), hingga melahirkan bingkai pemikiran baru (new mind set) menjadi rutinitas percakapan yang tidak pernah selesai tentang membaca kembali alam dalam hiruk-pikuk hidup dan kelanjutan hidup manusia. Perenungan, perbincangan, kode-kode alam yang terus berkelindan memunculkan ide dan apiapi kecil, semacam gairah untuk menyatukan beragam disiplin ilmu menjadi satu kesatuan. Api itu pemantik itu muncul hingga proses seni terinspirasi dari kejadian sehari-hari hingga imaji yang bersarang di unconscious (bawah

sadar). Demikian pula gagasan Intermingle Art Fashion (IAF) yang muncul dari “ruang kosong” tak berbatas untuk melingkupi seluruh ide-ide lintas ilmu (multi dan interdisipliner), seperti seni murni, seni tari, seni musik, seni karawitan, ‘lm dan televisi serta desain mode dalam mewujudkan karya seni rupa pertunjukan. Formula Intermingle Art Fashion (IAF) menekankan pada pencarian titik lompat (quantum leap) di setiap seniman yang terlibat untuk saling menggenapi. Kreativitas yang muncul disetiap fragmen merupakan letupan-letupan terprediksi serta saling menguatkan karya seni rupa pertunjukan. Tak luput karya “Gerhana Bulan MerahGBM” muncul dari kegiatan seni personal – Drawing On Novel, salah satu metode pendekatan seni karya Suklu sebagai pemenuhan ruang personal – Meluruhkan (Release). Berangkat dari kegiatan personal tersebut, memantik ide terkait dengan fenomena alam yang sangat langka, Gerhana Bulan Merah (Tetrad) hingga akhirnya beberapa seniman dan desainer bersinergi mencapai sinkronitas. Karya intermingle art fashion – Gerhana Bulan Merah (GBM) mengasah simpul-simpul kreativitas para seniman dan desainer serta menumbuhkan energi berkelanjutan (sustainable energy) dalam karya berikutnya. Performa akhir pada karya intermingle art fashion diharapkan menyusup ke dalam tulang sum-sum generasi emas Indonesia hingga terinstall menjadi DNA baru, DNA seni yang terbatas. (osi)


5

Minggu Pon, 19 November 2017

Pengakuan Lelaki Penjual Parfum

CERPEN

Oleh Wawan Kurniawan “Kau tak boleh membuka tutup botol parfum ini. Hanya dia yang mesti mencium aroma pertamanya” Lelaki yang menerima pesan itu bertubuh gempal dengan hidung pesek yang agak sedikit melebar. Pesan itu ia terima sejak sebulan kemarin dari tuannya, seorang lelaki kurus yang telah meracik aroma parfumnya sedemikian rupa. Setelah berhasil memadukan aroma jasmine dan mawar, ia menemukan racikan lain yang kemungkinan akan disukai oleh banyak orang. Parfum yang nantinya akan dijual di tokonya. Tapi racikan pertama itu hendak ia hadiahkan pada seseorang terlebih dahulu.Aroma ketumbar dan merica ia kombinasikan dengan buah jeruk mandarin dan jeruk citrus ditambah dengan aroma jasmine membuatnya yakin jika itu akan memberikan kesegaran yang luar biasa. Semula ia telah berjanji pada dirinya sendiri bahwa kelak akan membuat parfum istimewa untuk orang yang sangat ia cintai. Sayangnya, orang yang ingin diberikan parfum istimewa itu meninggal dan membuat lelaki hidung pesek harus berbohong kepada tuannya jikalau parfum yang ia bawa telah diterima dengan penuh rasa haru dan bahagia. Ia membayangkan tuannya tersenyum sendiri tiap kali ia membayangkan ekspresi si penerima kala menghirup dan memakai parfum itu. Sebab lelaki pesek itu paham betul akan perasaan tuannya, sebisa mungkin ia berdusta demi membuat perasaan tuannyatetapberbahagia. Terlebih jika ia kembali mengingat bahwa proses pembuatan parfum itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Lelaki itu benar-benar berbohong sesukanya. Tapi ia berbahagia dengan kebohongan yang ia ciptakan sendiri. Jika mengingat perjalanannya, ia merasa pantas untuk berbohong. Jarak tempat si penerima parfum sangatlah jauh dari tempat lelaki hidung pesek dan tuannya itu berada. Lelaki hidung pesek itu mesti menempuh empat sampai lima jam perjalan dengan menggunakan bus, hingga tiba di pelabuhan, ia harus menyeberangi pulau dengan kapal feri selama kurang lebih dua jam untuk tiba di Kepulauan Selayar. Selanjutnya, ia harus menempuh perjalanan sejauh 60 KM, menuju desa Appatanah, desa tempat si penerima itu berada. Di desa Appatanah, tak ada sinyal handphone sama sekali bahkan listrik pun belum terpasang, pak pos sendiri jarang membawa kiriman di tempat itu. Sebab itu, demi memastikan hadiah itu diterima dengan baik, secara khusus lelaki kurus itu meminta bantuan lelaki hidung pesek, yang memang setia dan telah bekerja selama dua tahun dengannya. Demi misi khusus itu, lelaki kurus itu memberikan jatah liburan yang cukup panjanguntuknyaserta bonus gaji yang cukup digunakan untuk bersenangsenang. Akhirnya, sepulang dari menjalankan misi itu, ia menikmati waktu liburannya nikmati waktu liburan itu untuk bermalas-malasan di dalam kamarnya. Ia hanya mengirimkan pesan singkat pada tuannya bahwa ia telah tiba dan berhasil menjalankan misi khususnya.Dan seperti yang ia harapkan, tuannya tersenyum sembari membayangkan parfum racikannya menebar aroma yang damai dan membuat si penerima merasakan kebanggaan yang tak terkira. Sehari menjelang masa liburnya berakhir, di dalam kamar, lelaki pesek itu memikirkan tentang si penerima parfum dan juga aroma yang ada di dalam botol parfum istimewa itu. Ia sama sekali tak berani bertanya tentang alasan mengapa orang itu mendapatkan hadiah parfum dan perlakuan istimewa dari tuannya. Ia sendiri tak tahu, apakah penerima itu adalah seorang lelaki atau perempuan. Tapi ia seakan-akan sangat yakin, jika orang itu adalah kekasihnya yang dulu berpisah beberapa tahun yang lalu dengan tuannya. Ia sangat ingin melihat wajah penerima itu, tetapi, yang ia temui di alamat yang diberikan tuannya hanyalah rumah panggung yang pintu dan jendelanya tertutup rapat. Serta pesan dari seorang anak kecil berusia sepuluh tahun. Anak itudengan bahasa daerah khas menjelaskan

jikalaupemilik rumah itu telah meninggal tiga tahun yang lalu. Lelaki pesek itu beruntung punya teman yang sering menggunakan bahasa yang serupa sehingga ia tak kesulitan menerjemahkan pesan anak kecil itu.Saat mendengar kabar itu, ia tak tahu harus berbuat apa. Kala itu, ia berencana meninggalkan botol parfum di depan pintu begitu saja. Tapi tibatiba, ia mendengar suaraku yang serak disertai batuk yang tertahan di dada. “Bawa saja parfum itu... (aku terbatuk cukup lama) dan katakan jika aku telah menerimanya dengan bahagia! ”Saat itu ia terdiam dan tanpa sepatah kata pun, ia berbalik menuju jalan pulang ke kota. Sepanjang perjalanan, aku membantunya untuk menyusun rencana agar tuannya tetap bahagia. Aku tak bisa menjelaskan dengan baik antara mengapa dan bagaimana ia bisa dengan jelas mendengarku, tapi sebelum ia tiba, kulihat ia tertidur di atas kapal yang tengah di serang gelombang tinggi dan dikelilingi kabut yang menghalangi jarak pandang awak kapal. Walhasil, kapal yang ia tumpangi tenggelam, dan tanpa sadar ia pun ikut tenggelam beserta ratusan penumpang lainnya. Saat ia terbangun, ia temukan dirinya berdiri di pelabuhan dan berjalan menuju arah mobil yang hendak menuju desaku. Di dalam mobil, aku berbincang dengannya dan ia sempat menawarkan beberapa merek parfum ternama. Aku juga sempat bercerita jikalau dulu, aku sempat ingin membuka toko parfum bersama kekasihku, tetapi ia berencana menikah dan aku memilih pergi ke desa Appatanah. Saat aku menyebut nama desaku, lelaki pesek itu memperlihatkan alamat yang diberikan tuannya. Aku mengantarnya hingga tiba di halaman rumahku sendiri, setelah itu kubiarkan ia naik ke tangga, mengetuk pintu, dan terus mengucapkan salam di depan pintu. Berselang beberapa menit, aku meminta seorang anak kecil untuk menyampaikan pesan yang sebenarnya. Dulu, anak kecil itu meninggal karena keracunan makanan. Baru setelah itu, aku bersembunyi dan menyampaikan pesan serta sejumlah cara agar ia tenang dan tetap merasa berhasil menjalankan perintah dari tuannya. Saat ia pulang ke rumahnya, dengan mudah aku menemukan alamatnya, dan kulihat pintu dan jendela rumahnya tertutup rapat. Tapi aku terus memanggilnya, sebab aku ingin sekali mencium aroma parfum itu. Lalu akan kuceritakan yang sebenarnya pada lelaki pesek itu, bahwa aku juga pernah menjual parfum, dan juga aku adalah kekasih dari tuan yang membunuhnya dan yang juga membunuhku. Tapi, lelaki pesek itu benar-benar menikmati liburannya dengan bermalas-malasan di kamar (sembari memikirkan aroma parfum istimewa itu). Wawan Kurniawan, menulis puisi, cerpen, esai dan menerjemahkan. Buku puisinya yang sudah terbit antara lain Persinggahan Perangai Sepi (2013) dan Sajak Penghuni Surga (2017). Buku esai pertama, Sepi Manusia Topeng (2017). Saat ini masih menetap di Makassar.

Resensi Buku

Ingatan-ingatan yang Mengular

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Judul Buku : Dunia dari Keping Ingatan Penulis : F.Aziz Manna Penerbit: Bentang Tahun Terbit : 2017 Jumlah hal. : 129 hal.

Afrizal F. Aziz Manna adalah penyair yang memiliki teknik dan diksi yang khas, tidak salah kalau pada tahun 2016, pengarang asal surabaya ini dihajar penghargaan bergengsi, Kusala Sastra Khatulistiwa 2016. Kali ini dia kembali menawarkan puisi-puisi yang tetap menggunakan tema-tema dan teknik yang menjadi ciri khasnya. Napasnya yang panjang, dan tematema yang ditawarkan membawa puisi ini jadi menarik untuk dibaca, karena tidak hanya menawarkan diksi-diksi yang indah dan membaukkan saja. Aziz mengambil kasus sosial yang sampai saat ini menjadi keprihatinan masyarakat Indonesia, Lumpur Sidoarjo. Berlatar belakang peristiwa itulah Aziz menjelajahi setiap sudut-sudut hati manusia Sidoarjo, menggiring kita menikmati sebuah perjalanan menyusuri kenangan, orang-orang yang terpinggirkan. Mengecap manisnya masa lalu yang tak lagi memiliki jejak, sekaligus meneguk dan menyesap kegetiran yang tak kunjung pergi. Orang-orang yang tidak lagi memiliki tanah miliknya. (osi)

K. Ngurah


Refleksi

6

Kehancuran Terjadi pada Penghancur Tradisi Leluhur sankaro narakayaiva kula-ghnanam kulasya ca patanti pitaro hy esam lupta-pindodaka-kriyah (Bhagavad-gita 1.42)

“Anak-anak (Varna) Sankara akan membawa keluarga maupun para penghancur keluarga ke neraka. Lenyapnya tradisi mempersembahkan makanan dan air kepada leluhur akan mengakibatkan kejatuhan para leluhur.” Śloka ini secara tidak langsung memberikan tuntunan kepada umat manusia agar jangan pernah melupakan tradisi leluhur. Bagaimana pun, tradisi leluhur keberadaannya sudah teruji dengan baik dan sempurna secara sakalaniskala, lewat sastra, dan telah teruji pula oleh zaman, bahwa sejak zaman dahulu tradisi-tradisi selalu ada di masyarakat. Tradisi leluhur tidak pernah meninggalkan umat manusia. Kadang kelihatan meredup tetapi ia tidak pernah punah. Ketika keterpelajaran “berbicara” terlalu banyak maka terjadilah “kecurigaan” atau “pengabaian” bahkan penentangan terhadap tradisi leluhur. Kebanggaan akan keterpelajaran menjadi “penuang bensin pada api” keakuan akan keterpelajaran dan/atau segala kehebatan dunia lainnya. Orang tidak lagi mampu melihat keindahan dan kemuliaan tradisi leluhur karena “rasa” sudah menjadi tumpul serta “keras”. Berlebihan mempergunakan akal dapat menyebabkan “mati rasa” lalu mendepak kita dari sentuhan tradisi leluhur. Arjuna menyampaikan kepada Sri Krsna perihal nasib orang-orang yang ikut ambil bagian dalam “pengancuran” tradisi leluhur. Arjuna meratap, ”Wahai Sri Krsna, orang-orang yang meninggalkan tradisi leluhur akan tinggal di neraka.” Artinya Arjuna menyesalkan, mengapa ia harus melakukan semua ini?! Mengapa Arjuna harus bertempur secara fisik jika pada akhirnya akan memberikan akibat yang sangat berat, sampai akan menyebabkan munculnya orangorang tergolong varna sankara, alias orang-orang yang tidak diinginkan di masyarakat?! Mengapa perbuatan rusak dan jahat seperti itu ia harus lakukan jika pada akhirnya akan masuk Neraka?! Kata varna tidak tertulis pada Sloka ini. Akan tetapi, keberadaannya sudah dipastikan bersama kata sankara. Ia terwakili dengan sendirinya karena pada Sloka sebelumnya merupakan pasangan dari

Redaktur Khusus MIMBAR

BUDDHA Dhana Putra SEBAGAI umat Buddha, tugas kita hanya satu; mempraktikkan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari dalam setiap aspek kehidupan. Ajahn Brahm, dalam sebuah bukunya mengatakan bahwa tujuan dia sebagai bhikkhu bukan untuk mendirikan vihara sebanyak mungkin, namun bisa mempraktikan Dhamma dalam kehidupan ini. Bisa jadi, Anda akan berkilah bahwa Ajahn Brahm bisa berkata demikian karena dia menjalani kehidupan tanpa rumah, tanpa kesibukan duniawi yang sedemikian banyak, tidak perlu bekerja untuk mencari uang, dan seterusnya. Sedangkan kita sebagai umat perumah tangga, menghabiskan banyak waktu untuk urusan duniawi. Bagi saya pribadi, masalahnya bukan karena kedudukan, status, dan pilihan hidup yang kita jalani. Masalahnya kembali pada diri sendiri, pada apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Apakah perbuatan kita sesuai dengan Dhamma atau tidak? Sampai sejauh mana kita mempraktikan Dhamma dalam keseharian? Banyak umat Buddha yang merasa dirinya sudah menjadi umat Buddha yang baik. Tiap minggu ke vihara, mengikuti kebaktian. Hadir saat perayaan hari-hari besar Buddhis. Berdana di bulan Kathina, bukan hanya di satu vihara namun di sejumlah vihara bahkan sampai ke luar negeri. Menjadi pengurus organisasi tertentu. Telah ikut berbagai kursus agama Buddha. Mendengarkan ceramah Dhamma sampai ke luar negeri. Telah diwisudi menjadi upasaka dan upasika. Masih banyak ukuran dan kondisi yang seakan-akan memberikan tanda seseorang telah menjadi umat Buddha.

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa dua kata lengkap, varna sankara. Pengabaian kata varna juga dimaksudkan demi memenuhi aturan chanda Sastra bagi sebuah Sloka. Sesuai aturan Chanda Sastra, selain terdiri dari 4 (empat) baris per-Sloka, dan setiap baris terdiri atas 8 (delapan) suku kata, ia juga harus mematuhi aturan “wirama” atau “guru-laghu” yang merupakan ciri khas dari karangan jenis padya (puisi) dari karya sastra Sanskerta. Itulah sebabnya kata varna sudah “terbaca” dalam kata sankara. “Sankaro narakayaiva kulaghnanam kulasya ca” - anak-anak yang tidak terbentuk dalam tradisi suci akan menghancurkan tradisi keluarga serta mengantarkan ke neraka. Dosa-dosa yang ditimbulkan oleh para kula-ghni atau kula-vighni (penghancur keluarga), semua akan berpengaruh meluas hingga munculnya orang-orang yang dinamakan sebagai varna sankara (orang-orang yang tidak diinginkan masyarakat). Jika pada akhirnya para varna sankara tersebut berpengaruh besar di masyarakat bahkan menjadi pemimpin, maka mereka akan sangat menentukan “wajah” masyarakat, yang dapat dipastikan akan membawa kepada kehancuran seluruh program-program indah masyarakat. Orang-orang seperti itu tidak akan menjalankan dan melaksanakan segala keindahan tradisitradisi leluhur karena mereka hanya akan memikirkan kepentingan-kepentingan pribadi, keluarga, kelompok atau golongan. Terlebih lagi jika mereka meraih kekuasaannya melalui “money politic” dan/ atau “horse trading”, maka segala program mereka pastilah akan menjauh dari tujuan tercapainya hidup dan kehidupan masyarakat yang tenang, damai, tenteram sejahtera (jagat-hita), serta mengantarkan pada tujuan sejati hidup manusia yang dinamakan moksa (pembebasan dari kesengsaraan). “Patanti pitaro hy esam luptapindodaka-kriyah” – para leluhur akan mengalami kejatuhan karena tidak ada lagi keturunan yang melakukan upacara persembahan Pinda-udaka. Menurut Swami Ramsukhadas, terdapat dua jenis

leluhur (pitara), yaitu: Ajana Pitara, dan Martya Pitara. Para leluhur yang tinggal di alam-alam leluhur (Pitara Loka) dinamakan Ajana Pitara, sedangkan yang tinggal di alam manusia (Manusya Loka) dinamakan Martya Pitara. Disebabkan keterikatan hubungan dengan keluarga yang ditinggalkannya, Martya Pitara sangat tergantung pada Sraddha, Tarpana, Pinda dan Udaka, yaitu persembahanpersembahan serta doa-doa dari keturunannya yang masih hidup. Ketika para Martya Pitara tidak mendapatkan Sraddha, Tarpana, pinda-udaka atau doa-doa dari para keturunannya, maka mereka akan mengalami kejatuhan dan kemerosotan. Inilah alasan mengapa orang perlu melakukan upacaraupacara persembahan dan doa-doa kepada para leluhur, sebagai tanda hormat bhakti kepada para leluhur. Persembahan Sraddha dan Tarpana yang ditujukan kepada para leluhur bukanlah penyembahan yang men”tuhan”kan leluhur. Upacara-upacara persembahan dan doa-doa dilakukan kepada leluhur hanyalah wujud bhakti yang sangat tinggi dari keturunannya dan bukan menyembah leluhur sebagai Tuhan. Merupakan kewajiban suci bagi keturunan untuk melakukannya karena tradisi suci penyembahan leluhur itu merupakan tradisi sangat kuna, yang sudah ada sejak mulai adanya peradaban umat manusia di atas muka bumi ini. Upacara Sraddha, Tarpana dan doa Prarthana yang dilakukan untuk leluhur berbeda-beda tergantung pada adat dan tradisi masyarakat setempat. Saking bhaktinya terhadap para leluhurnya, terkadang mereka memuja leluhurnya berlebihan sehingga “menuhankan” para leluhur. Pada masyarakat yang “terpencil” dari sentuhan ajaran Veda mereka bahkan akhirnya mengabaikan pemujaan pada Tuhan. Ada pula yang keseleo “memanfaatkan” kontak dengan leluhur untuk kepentingankepentingan duniawi yang sangat “kasar” dengan cara praktik-praktik berbau klenik; “menuhankan” atau “memperalat” leluhur. Sloka di atas dimulai dengan kata (Varna) Sankara, yaitu anak/ keturunan yang tidak berada di jalan Tuhan, keturunan yang mengabaikan tradisi leluhur. Keberadaan para Varna Sankara di dalam keluarga dengan sendirinya akan mengantarkan para anggota keluarga dan para leluhur kepada kejatuhan, bahkan sampai pada keadaan Neraka (sankaro narakayaiva kula-ghnanam kulasya ca). Kata patanti menunjukkan

kejatuhan bukan satu atau dua orang melainkan banyak orang, merembet pada kejatuhan banyak orang. Demikian bahayanya menjadi varna sankara, karena ia tidak jatuh sendiri melainkan siapa pun yang dekat dengannya akan diantarkan pada kejatuhan pula. Pindodaka kriyah adalah tradisitradisi untuk menghormati, mendoakan dan mengangkat leluhur. Tradisi-tradisi seperti itu akan menjadi lupta (hilang lenyap tanpa bekas) jika orang tidak mengembangkan kesadaran hormat bhakti pada keluhur. Tidak ada lagi “pratisantana” atau keturunan yang memikirkan, mengingat dan mendoakan leluhur. KeSava KaSmiri Bhattacarya dalam Tattva PrakaSika-nya menekankan bahwa bukan hanya anak varna sankara tersebut yang akan masuk neraka melainkan leluhur pun akan ikut terseret masuk ke dalam neraka (na kevalam kughnanam eva naraka-patah kintu tat-pitrnam apityaha patantiti). Ketidakberadaan keturunan yang benar-benar hormat bhakti pada leluhur maka tradisi persembahan-doa kepada leluhur juga akan menjadi lenyap dengan sendirinya. Leluhur dari para penghancur tradisi keluarga seperti itu akan masuk ke neraka (hi yatah santatyabhavalluptah pindodaka-kriya yesam te). Sisanya, semua hanya akan layak menjadi penghuni neraka (narake iti Sesah). Madhusudana Sarasvati pun setuju dengan ulasan KeSava KaSmiri di atas (na kevalam kula-ghnanam eva naraka-patah kintu tat-pitrnam apityaha patantiti). Sedangkan Sridhara Svami menekankan jatuhnya pada leluhur para varna sankara ke neraka (esam kulaghnanam pitarah patanti). Ketika segalanya berjalan baikbaik serta nyaman-nyaman saja maka orang cendrung mengabaikan leluhurnya. Kekeringan jiwa menyebabkan mereka mengabaikan kewajiban untuk selalu mendoakan leluhur, sehingga leluhur akan menjadi terangkat secara spiritual. Semakin terangkat melalui doa dan persembahan maka leluhur menjadi semakin tersucikan dan semakin dekat dengan alam serta kekuatankekuatan spiritual yang lebih tinggi. Para keturunannya dengan sendirinya akan mendapatkan kemuliaan dalam segalanya. Menghormati leluhur dilakukan oleh hampir seluruh masyarakat manusia di dunia. Semua pun “mencatat” bahwa mereka yang mengabaikan leluhur pasti hidupnya berantakan dalam segala hal. Semuanya menjadi baik kembali begitu mereka meningkatkan kembali hormat bhakti kepada leluhurnya.

MIMBAR AGAMA

Mempraktikkan Dhamma

T i d a k ada yang salah, kalau ukurannya adalah pengetahuan Dhamma. Kita bisa menggunakan berbagai cara untuk menambah pengetahuan Dhamma. Namun yang tersulit adalah mempraktikkan Dhamma. Saya banyak melihat pengurus organisasi atau vihara yang sibuk —urusan pribadi, rumah tangga, bisnis, dan organisasi yang ditangani. Akhirnya mereka tidak punya waktu untuk melatih diri. Urusan yang banyak membuat dia sibuk dan juga stress. Belum urusan pribadi yang berhubungan dengan rumah tangga, bisnis, karier, dan sebagainya. Banyak bhikkhu yang sibuk dengan urusan organisasi dan vihara yang ditangani. Si buk dengan urusan pelayanan umat —undangan baca paritta,

memberikan ceramah, dan kegiatan lainnya. Sibuk menjawab pertanyaan yang dikirim umat, sibuk di sejumlah media sosial. Ada pula umat yang rajin mengirim pesan Dhamma melalui media sosial. Sehingga menimbulkan kesan sebagai umat yang banyak pengetahuan, pintar, berkelas. Namun ternyata mereka hanya sibuk mengutip dari berbagai sumber. Beberapa di antaranya meneruskan pesan berantai. Ketika ditanya, mereka tidak bisa menjelaskan pesan yang dikirim. Cobalah untuk kembali pada diri sendiri, seberapa besar latihan dan penerapan Dhamma yang sudah kita lakukan dalam keseharian? Seberapa keras latihan yang sudah kita lakukan? Seberapa ketat sila yang sudah kita jalani setiap

hari? Berapa banyak waktu yang kita sediakan untuk melatih batin? Mempraktikan Dhamma seharusnya akan membuat hidup kita lebih bahagia. Kita berlatih mengurangi kemelekatan, kesenangan yang berlebihan dengan segala sesuatu. Kita bisa hidup di saat ini. Pikiran tidak mudah liar, berkelana ke masa lalu atau ke masa depan. Kita lebih tenang dalam menghadapi masalah kehidupan, lebih sabar, lebih bisa menerima. Banyak manfaat baik yang muncul ketika mempraktikkan Dhamma. Namun jika kita masih berkutat dengan yang lainnya, bisa jadi hanya menambah kekotoran batin saja walaupun terlihat berada di dalam lingkungan aktivitas Buddhis. (Dhana Putra)

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”.

lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata

retariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

Capricorn Peruntungan: Usahakan untuk tidak meremehkan masukan pemikiran yang datang dari rekan-rekan Anda, cobalah disikapi dengan sebijaksana mungkin, tak perlu emosi atau tersinggung dengan apa yang diucapkannya, karena bagaimanapun juga tidak akan ada asap kalau tidak ada api. Karier: Ketenangan sangatlah diperlukan di minggu ini agar pikiran tetap selalu dingin. Kesehatan: Hobi baru yang lagi Anda gemari ada baiknya tidak mengganggu kondisi badan apalagi saat ini masih dalam tahap pemulihan sehingga benar-benar membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Keuangan: Pemasukan lumayan lancar dan tetap harus di-manage dengan sebaik mungkin agar tidak sampai timbul pemborosan yang tentu saja akan memusingkan. Asmara: Kurang baik berkata yang keras dan menyakiti hatinya, cobalah diubah sikap yang tidak ada untungnya itu. Aquarius Peruntungan: Janganlah Anda meragukan apa yang telah Anda yakini sendiri, yakinlah dengan apa yang telah Anda yakini, tak perlu terpengaruh oleh sikap yang tidak simpati dari rekan kerja Anda, cobalah bertindak sesuai dengan ciri khas Anda sendiri dan tidak perlu ikut-ikutan menirunya, walaupun tak jarang mereka sering memperoleh hasil besar dari kecurangan tersebut. Karier: Tutup mata dan telinga Anda rapat-rapat, agar konsentrasi Anda tak sampai terpecah. Kesehatan: Di saat seperti ini penyakit perut sedang mewabah sehingga makanan dan kebersihan perlu diperhatikan. Keuangan: Tidak ada yang perlu dicemaskan karena income masih cukup lancar dan banyak, sehingga banyak kebutuhan penting yang akan tercukupi. Asmara: Harap bersabar, tak perlu membantahnya selagi dia bicara, apalagi kalau Sidia lagi emosi. Pisces Peruntungan: Meskipun suasana belum begitu memuaskan hati sebaiknya gairah kerja tetap dipertahankan. Agar peluang yang muncul di minggu ini tetap dapat ditindaklanjuti dengan semaksimal mungkin walaupun harus dilakukan dengan perjuangan ekstra keras. Karier: Pikirkan bagaimana cara untuk menyiasati peluang dan kesempatan yang ada ini, jangan sampai terbuang percuma begitu saja. Kesehatan: Masih sangat riskan bagi Anda untuk beraktivitas terlalu berat tanpa ada waktu istirahat yagn cukup, karena bagaimanapun juga kondisi badan belum begitu prima. Keuangan: Sektor pengeluaran harus mendapat perhatian ekstra lebih agar pemborosan tidak menimpa finansial Anda diminggu ini. Asmara: Semuanya memang membutuhkan waktu, untuk itu tak perlu terburu-buru bertindak tanpa pikir panjang. Aries Peruntungan: Ombak besar setiap saat masih bisa datang mengancam perahu Anda, itu perlambang meskipun suasana tampak cerah dan berprospek bagus tapi masalah serius bisa datang secara mendadak dan cukup bikin kacau jika tidak ada persiapan untuk menanggulanginya. Karier: Gunjingan orang sebaiknya tak perlu dimasukkan hati, anggap saja itu sebagai kecemburuan sosial yang bisa menimpa siapa saja. Kesehatan: Pantangan dari dokter sebaiknya jangan Anda langgar agar penyakit lama Anda tidak sampai kambuh kembali. Tunjang kesehatan Anda dengan berolahraga secara rutin setiap minggu terutama dipagi minggu. Keuangan: Kebutuhan penting masih bisa terakomodir karena income masih mengalir seperti harapan Anda, hanya saja pemborosan sebaiknya perlu diwaspadai. Asmara: Meski hati lagi jengkel, sebaiknya ucapan tetap harus dijaga agar suasana tidak semakin memburuk akibat ucapan kasar Anda tersebut. Taurus Peruntungan: Cobalah lebih concern pada suatu urusan yang lebih menguntungkan dan mendatangkan hasil besar. Jangan terpaku pada suatu urusan yang sulit dan hasilnya belum begitu pasti. Karier: Tawaran kerja sama cobalah dipelajari masak-masak tidak perlu terburu-buru ambil keputusan agar tidak menimbulkan kecewa dikemudian minggu. Kesehatan: Tak ada salahnya jika Anda mulai membiasakan jalan-jalan di pagi minggu karena cukup membantu menyegarkan pikiran dan tubuh Anda. Keuangan: Tak perlu cemas! Dana masih berlebih dan bisa dipergunakan untuk menutup segala macam kebutuhan Anda. Asmara: Sudah biasa jika hubungan yang tenang dan mesra akan mendatangkan perasaan iri dari orang lain, untuk itu tak perlu terlalu mendengarkan omongan orang. Gemini Peruntungan: Jangan suka bila dipuji karena itu merupakan racun yagn sangat mematikan. Lebih baik dikritik agar lebih bisa mengerti akan posisi dan kesalahan Anda saat ini. MEskipun peruntungan cukup baik dan mujur jika tak ada motivasi untuk meraih setiap peluang maka akan percuma saja. Karier: Bersikaplah lebih realistis sehingga bisa terhindarkan dari segala masalah yang memusingkan. Kesehatan: Buatlah suasana hati selalu happy dan jangan biarkan masalah yagn menyakitkan hati bersarang terlalu lama dalam hati Anda. Keuangan: Tetap sulit lepas dari pemborosan karena selalu ada saja pengeluaran yagn harus dilakukan. Asmara: Pahamilah watak dan karakternya sehingga bisa berpikiran lebh tenang dan jauh dari sakit hati. Cancer Peruntungan: Ganjalan-ganjalan yang terjadi dengan relasi Anda cobalah segera diselesaikan bila perlu lakukan bargaining yang saling menguntungkan untuk langkah kedepannya, jangan sampai permasalahan ini dimanfaatkan oleh pihak ketiga. Karier: Hindari berkata tanpa pikir panjang agar masalah tidak sampai timbul hanya karena ucapan sendiri. Kesehatan: Sering-seringlah berolahraga dipagi minggu walau sekadar jogging, agar badan tetap selalu segar sepanjang minggu. Keuangan: Meski disaat ini kebutuhan relatif masih sedikit bila ada sisa dana tidak adasalahnya jika Anda tabung. Asmara: Berusahalah untuk bisa bersikap tenang dan sabar dalam menghadapi semua permasalahan yang muncul. Leo Peruntungan: Jangan sia-siakan setiap peluang yang muncul di minggu ini dengan pikiran dan pertimbangan yang matang dan tidak perlu banyak pikir-pikir lagi. Karier: Hampir tiada hambatan yagn begitu berarti dan Anda bisa lebih enjoy dan tenang melaksanakan semua rencana yang sempat tertunda beberapa waktu yang lalu. Kesehatan: Badan tampak lemah dan terasa kurang bergairah, jika sudah begitu Anda harus lebih bisa pasang strategi agar semua pekerjaan bisa terselesaikan tanpa mengorbankan kesehatan Anda. Keuangan: Jika tidak ingin pusing dilain minggu sebaiknya jangan memberi pinjaman kepada siapa saja. Asmara: Walau ada sedikit selisih pendapat akan tetapi itu semua tidak mengurangi kemesraan Anda padanya. Virgo Peruntungan: Jangan cemaskan dan jengkel dalam menghadapi berbagai macam persoalan yang muncul. Sadarilah bahwa didunia ini semuanya harus diraih dengan perjuangan, kecil kemungkinan untuk bisa mendapatkan apa yang diidam-idamkan jika tanpa diiringi ikhtiar dan kerja keras. Karier: Jangan hanya berpangku tangan menunggu order datang karena akan jauh hasilnya jika Anda mau turun kelapangan. Kesehatan: Teruslah beraktifitas dengan seenjoy mungkin, hanya saja kebiasaan minum air putih sebaiknya terus dilanjutkan. Keuangan: Pengeluaran ataupun pemasukan masih tetap stabil dan tidak ada masalah. Bila ada sisa dana cobalah ditabung jangan sampai dihabis-habiskan untuk barang yang kurang begitu penting. Asmara: Sabarlah sekalipun terkadang dari mulutnya timbul perkataan yang menyinggung hati Anda. Libra Peruntungan: Meskipun saat ini Anda masih berada diatas angin sebaiknya jangan cepat lupa diri, sadarlah bahwa perjalanan Anda masih sangat panjang dan masih ada tantangan berat yagn harus Anda lalui, untuk itu dikala situasi masih cukupmujur sebaiknyabisa Anda pergunakan seoptimal mungkin. Karier: Ada hambatan dari rekan sekerja yang selama ini berseberangan dengan Anda, tak perlu ditanggapi biarkan saja. Kesehatan: Teruslah berolahraga, bangun dipagi minggu dan kurangi begadang sampai larut malam agar badan tetap selalu sehat segar bugar. Keuangan: Bersikaplah lebih hati-hati dalam menerima tawaran dari orang lain agar tak sampai mengganggu keuangan Anda dimasa yang akan datang. Asmara: Asmara yang tulus dan murni pasti akan mau menerima segala kebaikan ataupun kekurangan yang ada pada dirinya. Scorpio Peruntungan: Kesabaran dan kerja keras sangat diperlukan didalam mengarungi bahtera hidup ini, jangan biarkan diri Anda dililit perasaan putus asa, karena sikap tersebut hanya akan menghancurkan segalanya. Optmislah apalagi diminggu ini bintang penolong mendampingi perjalanan Anda. Karier: Jaga performa Anda dan jangan ragu untuk bersikap lebih tegas dan berani lagi. Kesehatan: Vertigo mulaimengincar Anda untuk itu waspadalah dan banyakbanyaklah beristirahat sertai selaluberpikiran rileks. Keuangan: Di minggu ini jangan terlalu berani main spekulasi sebaiknya Anda cari selamatnya saja. Asmara: Diskusikan dengan pasangan Anda dikala ada masalah yagn harus diselesaikan jangan tunggu masalah semakin membesar saja.

Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru

Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sek-

Minggu Pon, 19 November 2017

ULANG TAHUN - I Wayan Yuda Pratama, putra dari pasangan I Made Ariana dengan Ni Made Dwi Kamayanti pada Sabtu (18/11) kemarin merayakan ulang tahun yang ke-12. Selamat ulang tahun I Wayan Yuda Pratama, semoga panjang umur, sehat selalu dan menjadi anak yang berguna untuk kedua orang tuanya.

Sagitarius Peruntungan: Jangan sekali-kali mengingkari ucapan yang telah Anda buat sendiri cobalah untuk lebih bisa konsisten dan konsekuen sehingga visi kedepan Anda tetap dapat berjalan lurus dan tak sampai berhenti. Karier: Hindari sifat takabur, karena jika sampai meleset maka dampaknya akan terasa lebih menyakitkan. Kesehatan: Jika sudah waktunya istirahat lebih baik istirahat saja, daripada dipaksakan malah membikin badan menjadi sakit. Keuangan: Jangan punya pikiran ingin jual barang dulu, carilah cari jalan lain yang lebih baik lagi. Asmara: Jangan terlalu manja karena bisa menimbulkan salah presepsi saja.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu

Berlaku : 19 November - 25 November 2017


Redité Pon, 19 November 2017

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

Bencingah I Gede Pande Surayasa

Nénten Naen Kaupah MAKARYA ukiran patut kamargiang antuk pikayunan seni. Indik tetujon krama makarya ukiran Bali ring galahé mangkin kalawan nguni wantah mabinayan pisan. I Gede Pande Surayasa S.Pd., guru Pelajaran Produktif Ukir ring SMK Seni Ukir Tangeb maosang, ring galah sané sampun sayan nglimbak puniki, makarya ukiran wantah sinalih tunggil parikrama krama Bali ngrereh pangupa jiwa saraina. Yéning dumun kamargiang olih krama pinaka jalaran ngaturang ayah ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk maparikrama pepayasan sané becik tur luwih. “Tatkala punika, ageng pisan pikayunan krama ngaturang ayah, sangkaning punika pakaryan sané kamedalang wantah sané pinih becik. Krama inucap nénten naen kaupah,” baos dané. Kepala SMP Seni Ukir Tangeb puniki malih maosang, seni ukir taler wangun-wangun ukiran sujatiné sampun kauningayang ngawit saking masa pra-sejarah antuk wangun sané nénten bungah sakadi mangkin. Minakadi sané kapanggihin ring tebing-tebing miwah ring situs-situs sejarah. Ngranjing ring masa sejarah utawi sampun uning ring sastra, kahanan ukiran-ukiran inucap sayan nincap tur mangkin katami pinaka ukiran “gaya klasik”. Yadiastun asapunika, wénten ukir-ukiran sané dados kalimbakang wangunipun taler sané nénten dados kalimbakang utawi kantun pageh nganutin pakemnyané. Samian punika kadasarin antuk ring genah napi ukiran inucap jagi kakaryanin utawi kanggén. “Minakadi ring pura utawi palinggih sané kasuciang utawi sakral, sinah akéhan ukiran inucap nganutin pakem. Sakéwanten yéning ring genah tios sané nénten sakral minakadi ring balé paumahan sinah dados kalimbakang utawi kakaryanin variasi nganutin panglimbak masané,” dané negesang. (was)

I Nyoman Arcana

Muatang Raina Melah PAKARYAN seni utamanipun lukisan sané becik kocap wantah cihna saking pikayunan sang pangawi seni sané becik tatkala makarya. Dadosné, nénten arang yéning nelasang galah sané suétatkala makarya, mangda manah sané kamedalang wantah sané pinih becik, asapunika taler ri kala makarya lukisan Gaya Kamasan. I Nyoman Arcana, sinalih tunggil pelukis pawayangan gaya Kamasan maosang, mangda lukisan prasida becik sinah patut madasar antuk pikayunan sané ning taler ngrereh raina sané melah utawi dewasa ayu. Parindikan punika ketah kamargiang olih krama seniman lukisan gaya Kamasan saking nguni tatkala ngawitin makarya skét sané kantun katulad kantos mangkin. “Lukisan kakaryanin alon-alon, nénten maksayang raga. Yén tiang, ngawitin makarya sket lukisan akéhan ring raina Purnama utawi Pasah,” baos dané. Lanang sané embas ring Klungkung, 1 Juni 1972 puniki malih maosang, lukisan gaya Kamasan sané kasenengin wantah lukisan sané becik tur kakaryanin antuk parikrama makarya sané sumeken, nénten sangkaning mapaksa utawi pikayunan nenga-nenga. Duaning pabinayan wangun taler kahanan lukisan gaya Kamasan sané kakaryanin antuk pikayunan sumeken miwah sané kakaryanin antuk pikayunan nenga-nenga wantah sinah pisan. Minakadi sapunapi cedek, warna miwah kahanan sané siosan. Malih dané maosang, galah sané katelasang makarya lukisan nénten ja pateh. Minakadi ring lukisan 2 meter x 80 cm, jagi kakaryanin kirang langkung tigang minggu. “Ngawit makarya kanvas, kalanturang antuk makarya skét saha nagingin warna nguda miwah tua. Wusan mawarna wawu lukisan kadéngdéng. Yéning sampun tuh patut kagerus nganggén kaang mangda warna prasida becik ngisep ka kanvas ipun,” asapunika dané nugesang. (was)

(103)

BPM/was

UKIRAN – Akéh pisan kawéntenan soroh tetamian panglingsir sané ngranjing sajeroning daging pariwisata budaya, sinalih tunggilnyané marupa makudang-kudang wangun ukiran Bali sané ketah kapanggihing ring palinggih taler wewangunan tradisional Bali.

Ukiran Bali

Pepayasan Wangunan Tradisional, Sinalih Tunggil Daging Pariwisata Budaya PULO Bali mabinayan pisan sareng pulo tiosan ring Indonesia. Pamekas seni budayannyané sané macihna pisan. Makudangkudang kalewihan taler daging budaya sané kamedalang pinaka unteng pariwisata, mawinan pariwisata Bali kasengguh pariwisata budaya. Budaya Bali punika nénten wantah kasinahang ring widang pariwisata kémanten, nanging sampun raket pisan ring kahuripan krama Bali utamanipun sané magama Hindu. Wénten makudang-kudang soroh seni budaya Bali sané rumasuk ring sajeroning pariwisata budaya, minakadi marupa sesolahan, parikrama upacara yadnya agama Hindu Bali, taler marupa

pepayasan seni minakadi ukirukiran kayu motif Bali. Yéning selehin, ukiran Bali jakti nénten wénten pabinayan sareng ukiran saking genah siosan. Sakéwanten, manut I Gede Pande Surayasa S.Pd., manggalaning SMP Seni Ukir Tangeb, pepayasan sané marupa ukir-ukiran Bali akéhan ngawigunayang pakem marupa bunga madaging antuk katik miwah don. Ukiran cihna Bali punika taler madaging antuk pakempakem siosan sané kawastanin antuk patra, minakadi patra mesir, patra samblung, patra sari, patra ulanda, miwah patra bebancihan. Saking pepatran punika medal makudang-kudang panglimbak, minakadi

patra Cina miwah patra Perancis. “Patra Cina akéhan marupa bunga taler katik utawi alur. Yéning patra Perancis, ring abidang ukiranipun madaging akéh papayasan sakadi pepayasan cihna Eropa minakadi donnyané ageng, madaging bun-bunan taler sané siosan,” baos dané. Kawewehin, pabinayan kawigunan ukiran Bali saking dumun kantos mangkin yukti mabinayan. Yéning dumun, ukir-ukiran puniki wantah pepayasan sané kawigunayang ring genah-genah miwah kahanan sané katengetang utawi kasuciang minakadi ring pura, palinggih, pratima miwah arca. Sakéwanten sané mangkin,

ukiran Bali taler kawigunayang ring paumahan utawi balé. Ngeninin indik pangrauh soroh ukiran saking Jawi minakadi saking Jepara, dané maosang yadiastun sayan akéh sané rauh nanging ukiran Bali nénten katilarin olih krama. Parindikan inucap taler kabaosang I Wayan Wirandhana, sinalih tunggil krama Br. Batannyuh, Belayu, Marga, Tabanan sané makarya ngarap pasuh pepayasan ukiran kayu. Dané maosang, ukiran Jepara antuk jelanan gebyoknyané kantun nyaingin kahanan ukiran Bali antuk jelanan balé bandungnyané. Parindikan punika ngamedalang pikayunan para undagi ukiran antuk makarya

jelanan gebyok sané mapayas ukiran Bali. Yéning gebyok Jepara madaging antuk ukiran Jawi sané akéhan “searah” minakadi bunga-bunga utawi don-donan kémanten, gebyok style Bali puniki wantah jelanan gebyok sané madaging antuk ukiran saking satua pawayangan minakadi Ramayana miwah Bharatayudha. Dadosné ring gebyok Bali punika, ukiran sané kadagingin wantah lelampahan sané makéh sorohipun tur soroh ukirannyané taler akéh. “Antuk kawéntenan gebyok ukiran Bali, krama sané ngrereh jelanan balé bandung sayan ngidikang duaning akéhan sampun ngrereh gebyok Bali,” dané nartayang. (was)

Lukisan Pawayangan Gaya Kamasan

Matuuh Panyatusan Warsa

SIRA sané nénten uning lukisan wayang? Pamekas lukisan wayang gaya Kamasan antuk cihnannyané tan patanding. Lukisan puniki prasida kapanggihin minakadi ring langit-langit wangunan balé kambang ring Kertha Gosa, Klungkung. Kabaosang, lukisan wayang gaya Kamasan puniki prasida matuuh kantos panyatusan warsa laminé. Sakadi arannyané, lukisan pawayangan gaya Kamasan wantah lukisan jadma, beburon miwah parindikan ring satua pawayangan taler parindikan dewata miwah raksasa sané kasinahang utawi kagambar sakadi wangun pawayangan. I Nyoman Arcana, pelukis lukisan gaya Kamasan saking Banjar Sangging, Kamasan, Klungkung maosang, cihna saking lukisan punika wantah indik wangun wayang sané “dua dimensi”. Sios punika, prerai tokoh kasinahang setata nyingak nyamping taler full face utawi nyinahang makekalih panyingakannyané, nénten sakadi wayang kulit sané prerainipun nyibakang satmaka mapanyingakan asiki. Parindikan sané ketah kawigunayang pinaka daging lelampahan ring lukisan inucap, kabaosang

kaambil saking wiracarita Ramayana antuk Sapta Kanda miwah Bharatayudha antuk Asta Dasa Parwannyané. Wénten taler satua-satua Malat utawi indik Prabu Lasem, Prabu Kesari miwah sané siosan, satua Brayut taler satuasatua Tantri. “Tios punika, wénten kaketus saking Palelindon utawi pakirankiran indik aab gumi miwah jadma nganutin saking sasih, indik Palelintangan utawi indik bikas manusa manut saking patemon Saptawara miwah Pancawara pinaka dina embasanipun,” baos dané. Satios cihna lukisan sakadi pawayangan, dané malih maosang, cihna siosan lukisan wayang inucap wantah kanvas sané kawigunayang nénten pateh sareng lukisan siosan. Antuk punika, lukisan sané wus kakaryaning nénten kekeh, sakéwanten lemes mawinan nénten pacang usak yadiastun kagulung utawi katampih. Kawewehin malih, yéning becik kaupapira, alembar lukisan gaya Kamasan puniki prasida matuuh kantos panyatusan warsa. Sakéwanten yéning kaawag-awag kémanten sinah wantah matuuh séket warsa kémanten sampun ru-

sak. Sangkaning punika, lukisan inucap patut becik kagenahang. Ngeninin indik becik utawi kaon alembar lukisan gaya Kamasan inucap, dané maosang prasida kacingak saking sapunapi pepadonan warnannyané nyinahang kahanan sané klasik, wangunipun taler sapunapi cedek ring skét-nyané. Sios punika, kramané taler nyelehin saking sapunapi wangun cawi ring lukisan inucap. Sios punika yéning lukisan sané kakaryanin punika kasar, sinah geguwétan taler papadonan warnannyané kirang becik, yéning lukisan sané alus sinah adung kapanggihin, asapunika taler arsirannyané patut tur majanten prasida sayan becik pangargannyané tatkala kadol. “Sios punika, lukisan gaya Kamasan sané becik taler ngawigunayang warna sané kakaryanin saking lakar sané alami. Minakadi warna kuning saking batu péré, barak saking gincu, warna pelung saking don talem, kuning atal kanggén ring sibeh don-donannyané, miwah warna putih kakaryanin saking tulang menjangan utawi tulang bawi,” dané nlatarang. (was)

KAMASAN – Nénten akidik soroh lukisan Bali sané kasenengin olih para tamiu pariwisata, sinalih tunggilnyané lukisan pawayangan gaya Kamasan sané warna miwah wangunipun wantah macihna pisan.

“BÉH, yén mapineh jaga makarya ring bank/pajak becikan ja tamatang dumun ring Ekonomi, napi Akuntasi utawi Managemen mangda polih karya becikan. Yén indik genah ring Denpasar sampunang kobet. Wénten umahné Gedé Arya Wicaksana lan wénten taler bapanné madué genah koskosan limang kamar. Punika genahin akamar. Bénjang titiang ngurusang ring ipun. Dadosné kari minehin SPP lan buku-buku siosan. Sampunang walang kayun, titiang tetep jaga ngremba Tungurah kantos puput kuliah sareng Luh Méga, kadi mangkin iriki,” aturné Gedé Dauh kapatutang olih kurenanné. “Inggih Tungurah, angsehang malih sapisan. Yéning tiang ring Denpasar pasti taler magenah drika. Malih amasa Ngurah Widiana mangda ngiring Tungurah irika sapisanan nuntun ipun mangda dados jatma sané matanggung jawab, yéning Tungurah sareng Bapak wiyakti jaga nyerahang déwék

titiangé ring ipun,” baosné Luh Méga matadah kadi kimud. Reramanné makesiab santukan pianakné nyinggung indik sentana panyeledi ring jumahné. “Nggih Pak, Bu juanga baan lacuré tiang ten bisa ngomong napi malih. Buin mani tiang lakar mulih malu matur ring Tuaji, tiang kangen pesan,” baosné Ngurah Jelada alon. “Yén wantah kénten Pak, Bu tiang lakar sareng ka Jero makemit nyang maketelun. Iseng makelo ten manggihin Tuayu Jeladi lan anak lingsir drika,” baosné Luh Méga liang. “Ento sukserah I Luh lan tusing nglikadin Tungurah curhat ajak timpal-timpalné.” “Yén urusan curhat depin curhat ajak gélan-gélanné. Yén kanti wénten ané cemburu nika tanggung jawab Tungurah, ten kénten sayang?” Luh Méga meluk Gusti Ngurah Jelada. “Dadi pesan, sambilang I Luh milihin nyén ané cocok dadi gélan tiangé sekenan?” “Naah, Bu. Yén Bapak ajak

Tungurah dadi milihang tiang calon suami, patuté tiang kalugra masih milihin sira ané paling cocok kanggén rabinné Tungurah,” aturné Luh Méga. “Mimiih dadi kakéné pesan wikan Tungurahé ngepus papusuhan tiangé, ngicén tirta pawitra mangda matan titiangé kedat madué gusti kadi Tungurah. Titiang jaga méanin kuliah Tungurahé ngantos puput. Rarisang mantuk amung matari jaga kuliah ring Tuajiné saha sampunang meratin anak lingsir,” aturné Nyoman Padmini saha ngelut sang kalih saking manah bungah mabunga-bunga. Angayubagia pianakné ngrerehang margi sané utama. Bénjangné semengan sesampuné sarapan, Ngurah Jelada sareng Luh Méga mapamit amung makta tas gandong genah pakéanné soang-soang. Panganggénné mastélan macelana blue jeans mabaju kaos barak bintang film, paut anut kadi anak magegélanan setata mesra.

“Daag Bapak, Ibu.” Ngurah Jelada nyetarter motorné. Luh Méga makenyem ngelut bangkiang gélanné raris matilar. Reramanné taler kenyem nanging rengu matadah sendu. “Pak, sayang pesan iraga ngelah pianak tuah abesik. Yén sing kéto miribang séksék selehin sagumi Bali sing maan I Luh ngalih pasangan nyantep alah slepa maan tekepa cara ngiring Tungurah jani. Nah dumadak yén icening Ngurah Widiana sajan maan didikan Tungurah nyidang nulad cara gurunné nyang abedik,” baosné Nyoman Padmini nerawang. *** Tan caritanan ring margi, rauh ring Jero Pringalot sampun jam kalih siang. Ngurah Jelada sareng Luh Méga mabuaka nandan motorné ngranjing, mangda nénten uyut umiang. Dapetanga Ibunné ring pawaregan, Ayu Jeladi kari ring kamarné. Luh Méga jég maclengus ngranjing ngawinang raganné gelagapan tan keni antuka ngélingin Luh

Méga. “Napi karya Tubiang? Dados pareragan ring Jero?” aturné Luh Méga nyroscos. “Niki sira nggih dadi ten kana baan ngingetin. Napi tiang pikun?” pandikanné alon. “Nggih Ibu sampun pikun mangkin. Minab tiang taler ten keni ban Ibu ngélingin?” aturné Ngurah Jelada ngranjing meluk Ibunné sané mabriag ica raris meluk Luh Mégantari. “Mimiih Déwa Ratu… niki pasti Luh Méga. Kelan amoné kelihné makelo sing tepuk. Ayo ka balé dangin, Gék Jeladi mara teka, ngujang ka paon mabo andus. Bin jepan Tuajiné rauh, ngorahang ka bank nyetor tabungan,” baosné Gusti Biang Siwi kénak kayunné. “Banggayang ja iriki, jaga sareng ngarya jangan napi niki masanten maemba saha ambuné nyangluh pisan Tubiang?” aturné Luh Méga nyénduk jangané ring pangoréngané. (Masambung)


8 Parahyangan

Dura Désa

Redité Pon, 19 November 2017

Pura Tirta Empul

Genah Malajahin Kasenian Bali SATIOS ring Bali, ring wewidangan Kelurahan Babatan, Wiyung, Surabaya taler wénten pura sané mawasta Pura Tirta Empul. Ring pura inucap, ketah pisan kamargiang pasraman sané ngajahin alit-alit Hindu irika indik kasenian Bali. Pura Tirta Empul sampun wénten daweg warsa 1970. Daweg punika, pura inucap kantun marupa sanggar sané mawasta Sanggar Candi Pura. Nginutin panglimbak masa, krama Hindu ring wewidangan Babatan puniki ngamargiang paum mligbagang indik pawangunan pura. Ring warsa 1989 pura inucap mawit kawangun. Salami puniki, pura inucap sampun kabecikang kantos kaping pat antuk pauwahan wentuk wangunan saha genahnyané sayan jimbar. Wus pawangunan, pura inucap kawastanin Pura Tirta Empul. Yéning tlatarang, tirta mateges toya suci, miwah empul mateges sumber. Mawinan Pura Tirta Empul kategesin pinaka sumber kahuripan. Ring pura puniki wénten kori agung sané becik pisan. Kori puniki wantah kori utama nuju utama mandala utawi jeroan. Wangunan kori agung puniki yukti alit taler cupit, wantah prasida kalintangin olih asiki krama kémanten. Nyoman Wisada, manggala Pura Tirta Empul maosang, wénten makudang-kudang wangunan suci irika. Minakadi, padmasana, béji (parsucian), balé kulkul, pamiosan, miwah patung Dewa Ganesha. “Ring pura puniki kasungsung olih 150 KK mawit saking krama ring wewidangan Babatan miwah ring wewidangan tiosan,” baos Nyoman Wisada. Pujawali utawi piodalan ring pura puniki kamargiang awarsa apisan nyabran bulan Juli. Pura antuk jimbar 700 m2 puniki kaepah dados tigang mandala, luiré: Nista Mandala (jaba sisi), Madya Mandala (jaba tengah), miwah Utama Mandala (jeroan). Parikrama malajahin agama Hindu taler makéh kamargiang majalaran pasraman. Satios punika, ring raina-raina minakadi Purnama, Tilem, Nyepi, Galungan, Kuninga, miwah rainan tiosan, akéh krama Hindu sané pedek tanggil ngaturang bakti ka pura puniki. Indik pamargin pasraman, Wisada maosang kamargiang nyabran raian Redité. Pasraman inucap kasarengin olih alit-alit SD kantos SMA, kakawitin saking jam sia kantos jam solas semeng. Satios malajahin agama Hindu, alit-alit taler kaajahin kasenian Bali minakadi ngigel, magambel, miwah matembang. (aldilla/dewi/febe/uma)

AIR TERJUN – Kaasrian air terjun Selendang Arum sané magenah ring Desa Sumberarum, Songgon. Balipost/udi

Air Terjun Selendang Arum

Kaprecaya Pecak Genah Payogan Tawangalun Palemahan ring wewidangan Kecamatan Songgon yukti-yukti asri, sakadi swargan sané silib. Sané nedeng kasub, sinalih tunggilnyané wantah air terjun Selendang Arum sané magenah ring Dusun Sumberasih, Desa Sumberarum. Air terjun puniki kasengguh kantun “perawan”, santukan genahnyané doh saking désa. Genahnyané yukti asri tur ngulanguin manah. Becik pinaka genah ngruruh inspirasi, napi malih sané seneng ring fotografi, pamekas selfi. MATAN ai sampun nyentér, sakéwanten kahanan irika kantun dayuh, tis. Kawéntenan tetaruan ageng ngawi genahé puniki dayuh pisan. Kahanan sakadi puniki pacang karasayang sapanjang margi nuju genah air terjun Selendang Arum. Ngruruh genahé puniki nénten ja sukil, santukan krama prasida makta sepéda montor utawi mobil kantos ka genah parkir. Mawit saking irika, krama nglanturang pamargi kirang langkung malih 700 meter nuju air terjun. Santukan kasengguh kantun perawan, genah air terjun puniki yukti-yukti silib. Genahnyané ring balik tebing, tegehnyané kirang langkung 30 meter. Yukti muatang bayu seger tatkala rauh ka genah inucap. Rauh ring genah air terjun, rasa angob pastika karasayang.

Yukti-yukti asri, katimpalin suaran toya sané ngawinang pikayunané degdeg. Krama sané rauh irika pastika kalangen ngatonang kaasrian palemahan saha toya sané ening. “Air terjun puniki wawu kapanggihin kalih warsa sané lintang. Toyannyané nénten naen nyat sapanjang warsa, mawinan setata makanten becik,” baos Sugiono, silanih tunggil krama sané pinih kapertama manggihin air terjun Selendang Arum puniki. Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Desa Sumberarum puniki nyaritayang, air terjun Selendang Arum resmi kapanggihin daweg 31 Agustus 2012. Precaya utawi nénten, kapanggihinnyané air terjun inucap kadasarin antuk parindikan tenget, mistis. “Yukti pinaka

yasa pisan prasida manggihin kawéntenan air terjun inucap,” baos Sugiono. Kawewehin malih, manut carita saking pekak dané, ring wewidangan genah air terjun inucap daweg dumun wantah genah patapan utawi payogan balawadwa Sayuwiwit miwah Sang Prabu Tawangalun. Kacaritayang, wus pamargin yudha puputan Bayu, pasukan Jogopati sané kapucukin Sayuwiwit ngruruh genah ring wewidangan inucap. Kabaosang, genah inucap wantah genah air terjun Selendang Arum. “Kaprecaya, genah inucap taler pecak genah patapan Prabu Tawangalun,” tutur dané. Sangkaning carita inucap, Sugiono sané seneng malancaran manggihin genah air terjun inucap. Ri kala manggihin, dané naen moto, sakéwanten foto inucap

nénten dados kabuka malih. Aran Selendang Arum puniki taler kadasarin antuk pengalaman spiritual-nyané. Ring genah air terjun inucap kabaosang wénten tigang diri putri sané listuayu ngawigunayang selendang. Wénten sané maseléndang barak, gadang, miwah kuning. “Saking parindikané punika, aran Selendang Arum kadadosang aran genah air terjin inucap,” baos dané. Mawit kapanggihin, Sugiono kasarengin krama irika sakakidik ngawi margi nuju genah inucap. Minakadi, ngresikin tetauran mangda krama sané rauh lewih

dangan mamargi. Antuk utasaha punika, mangkin kawéntenan air terjun Selendang Arum sayan kasub, sayan kauningin krama. Wewidangan puniki kakelola olih Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) antuk angganing saking para muda-mudi irika. “Ketah, krama sané malilacita akéhan rauh ring raina Sansicara utawi Redité,” baos Sugiono. Yadiastun kahanané asri ngulangunin, krama sané rauh irika nénten keni prabéa. Wantah kasayagayang kotak genah madana punika manut kayun soangsoang krama. (udi/uma)

Satua

Arca Lingga Yoni ring Candi Sukuh, Niyasa Kalanduhan SAKING makudang-kudang wangunan candi ring Indonesia, Candi Sukuh rumasuk sinalih tunggil candi sané tawah. Punika sangkaning wentuk wangunan candi puniki mabinayan pisan sareng wangun candi-candi Hindu tiosan. wentuk candi puniki sakadi Piramida Suku Aztec ring Meksiko. Satios punika, Candi Sukuh taler madaging relief miwah arca sané nyinahang seksualitas. Wentuk prana miwah wentuk baga kasinahang pisan ring relief miwah arca sané wénten irika. Pralambang lingga kalawan yoni sané nyinahang wentuk prana miwah baga puniki taler kaukir ring dinding-dinding candi sané sampun wénten mawit abad ka-15. Wangunan Candi Sukuh sané magenah ring Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah puniki wantah

kaepah dados tigang undagan. Undagan kapertama marupa gapura. Ring undagan kaping kalih wénten makudangkudang arca sané kahanané sampun nénten becik. Rauh ring undagan kaping tiga, prasida kapanggihin wangunan candi marupa piramida. Ring wewidangan candi utama puniki, wénten taler relief lingga yoni kaiterin relief rantai melingkar. Relief puniki kaukir ring dasar utawi natar, mawinan krama sané pacang ka puncak nglintangin wangun relief puniki. Lingga yoni kadadosang pinaka niyasa kalanduhan. Lingga wantah simbol sané pinih sederhana saha kuna saking Bhatara Siwa. Yoni wantah niyasa sang istri, Dewi Parwati. Sang kalih wantah nisaya kalanduhan. Para arkeolog ring makudang-kudang sumber maosang, arca miwah relief sané erotis

ring Candi Sukuh wantah niyasa kalanduhan/kesuburan. Prana miwah baga wantah niyasa sané suci. Boya nyinahang porno sakadi pamineh kramané mangkin. Para ahli sejarah taler maosang, wangun arca miwah relief erotis puniki matetuek, krama sané nglangkahin relief inucap pacang kasengguh bresih saking sekancan mala. Santukan sampun sapatutnyané, krama sané pacang ngamargiang pamuspaan ring Candi Sukuh ninggal parindikan sané mapaiketan ring duniawi, rumasuk indik seksualitas. Relief lingga yoni puniki kagenahang ring natar gapura mangda sira kémanten sané nglangkahin relief puniki keni “suwuk”, utawi sekancan mala utamaning ring pikayunan prasida lepas. Tetueknyané pinaka pangruat majeng krama sané ngranjing ka Candi Sukuh. (***)

Satua Mén Tiwas Teken Mén Sugih Kaketus saking Satua-satua Bali XIV “BAPANE, Bapané suba nawang, Mén Tiwas nemu bagia ibi di alasé. Sedekan ia ngalih saang laut nepukin kidang putih, kidangé ento nundén Mén Tiwas nyeluk jitné. Mara seluka jit kidangé ento, laut mamesu mas-masan uli tengah basang kidangé. Ané buin mani, icang lakar ka alasé ajak i cening, sing ya saget ada pasuécan Widhi nepukin kidang buka Mén Tiwasé ibi.” Masaut muaniné, “Méméné, yén dadi baan oké da nyai ka alasé, joh nyai bakal nepukin Widhi buka kéto. Buina né gelah-gelah i déwéké ané ada jani, rasa tuara telah baan naar sakayang-kayang. Bakal gena sih ento patuutin?” kéto panglemek Pan Sugih tekén kurenanné. Ané luh masih mrereng lakar luas ka alasé. Kacarita buin mani semengané, payu koné Mén Sugih ajaka pianakné ngaba blakas kecong-kecongan kenehné apang patuh pesan buka pajalan Mén Tiwasé. Suba koné teked di alasé, lantas Mén Sugih nektek saang. Sabilang tektekanga blakasné kecong. Buin kejepné teka lantas kidang putih nundén Mén Sugih nyeluk jitné. “Seluk jit ku né!” Mara acepok mamunyi kidangé ento, Mén Sugih ngénggalang nrojog saha nyeluk jit kidangé. Mara pesan macelep liman Mén Sugihé di jit kidangé, lantas kijemanga tur Mén Sugih lantas plaibanga ka betbeté. Mén Sugih katulung-tulung, jeritjerit, kasakitan maéréd ludin antep-antepanga di punyan kayuné. Pianakné makwawéngan, mabudi nulungin tuara bani, ditu lantas ia malaib mulih morahan tekén bapanné. “Dong dayanin, dong dayanin….” Begbeg kéto dogén munyin Pan Sugihé sambilanga malaib nyagjagin kurenanné. Makelo alih-alihina Mén Sugih di tengah alasé, pamragat tepukina kesul-kesul di tengah punyan kétkété, gruguh-gruguh naanang sakit, awakné telah babak belur. Disubané Mén Sugih kasisianga tekén kurenanné, lantas ajaka mulih. Di jalan Mén Sugih tuara pegat-pegat maselselan, nyelselang buat kalacurané buka kéto. (Puput)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu PON, 19 NOVEMBER 2017

9

Bulls Akhirnya Menang

SPORT

HAL 12

Italia Cari Pengganti Ventura Roma –

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengumumkan pemecatan Gian Piero Ventura sebagai pelatih timnas Italia pada Rabu (15/11). Pascapemecatan itu, FIGC bergerak cepat untuk mencari pengganti Ventura. Pemecatan Ventura disebabkan kegagalan memimpin Italia lolos ke Piala Dunia 2018. Gli Azzurri kalah agregat 0-1 dari Swedia pada fase play-off Zona Eropa. Hasil itu membuat Italia absen pada Piala Dunia untuk kali pertama sejak 1958. Ventura dianggap sebagai biang keladi kegagalan Gianluigi Buffon dan kawan-kawan. Setelah memecat Ventura, FIGC mengincar sejumlah pelatih top dunia. Nama-nama seperti Carlo Ancelotti dan Claudio Ranieri dikaitkan untuk menangani timnas Italia. Lantas, siapa saja pelatih yang berpeluang menangani timnas Italia? 1. CARLO ANCELOTTI Dipecat oleh Bayern Muenchen pada September, Carlo Ancelotti terlihat sebagai kandidat teratas untuk melatih Gli Azzurri. Catatan Ancelotti sebagai manajer tak perlu diragukan. Tiga mahkota Liga Champions ditambah gelar liga di Italia, Inggris, Prancis dan Jerman menjadi bukti sahih mengapa dirinya pantas. Selama kariernya bermain, Ancelotti membuat 26 penampilan untuk tim nasional Italia era 1990-an. Tak terlalu bagus saat menjadi pemain, Ancelotti bisa memperbaiki prestasinya dengan membawa Italia berprestasi. 2. FABIO CAPELLO Salah satu keunggulan Fabio Capello adalah dirinya tidak kekurangan pengalaman internasional. Pasalnya, dia pernah menukangi timnas Inggris dan Rusia dalam perjalanan kariernya yang panjang. Dia belum pernah memimpin timnas Italia, dan ini bisa menjadi salah satu dari sedikit pekerjaan yang bisa memancingnya pergi dari Jiangsu Suning di Liga Super Tiongkok. Capello sebelumnya secara aktif mendukung Ancelotti untuk menjadi bos Italia berikutnya. Meskipun pelatih berusia 71 tahun itu menegaskan bahwa pekerjaan seb-

agai pelatih negaranya bukan untuknya, dia kemungkinan akan berada dalam radar FIGC mengingat pengalamannya yang luas. 3. FABIO CANNAVARO Kapten Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006, Fabio Cannavaro masuk radar karena dia adalah salah satu pelatih muda yang dianggap bisa meregenerasi tim. Usianya yang masih muda membuat dia dipercaya tidak akan kesulitan untuk mengembangkan pemain debutan, apalagi sosoknya sangat dihormati publik sepak bola Negeri Pizza. Sejak pensiun pada 2011, Cannavaro telah memulai karier manajerialnya di Asia dan saat ini m e nikmati periode kedua

melatih juara Liga Super Tiongkok, Guangzhou Evergrande Taobao. Akan tetapi, justru hal ini bisa menjadi batu sandungan, karena dia baru saja menandatangani kontrak dengan Evergrande pekan lalu. 4. ROBERTO MANCINI Memandu Zenit St Petersburg meraih gelar Liga Primer Rusia saat ini merupakan tujuan utama Roberto Mancini, tetapi pelatih berusia 52 ta-

hun itu akan menjadi pilihan populer untuk memimpin Gli Azzurri. Bersama Ancelotti, dia menjadi nama yang paling berpeluang menjadi pelatih Italia selanjutnya. Mancini sukses besar selama empat musim di Inter, memenangi tiga Scudetto dan yang paling fenomenal adalah ketika dia mempersembahkan satu gelar Liga Primer Inggris bagi Manchester City. Dia tidak lagi merasakan gelar sejak 2012 di tingkat klub, tetapi peluang Mancini tetap tinggi dan dia bisa tergoda oleh tantangan yang ditawarkan bersama tim nasional. 5. LUIGI DI BIAGIO Mengangkat pelatih yang sudah tahu seluk-beluk timnas Italia menjadi pilihan yang juga ideal bagi Italia. Mereka bisa

mengikuti jejak Jerman dan Inggris dengan mempromosikan pelatih Gli Azzurri U-21, Luigi Di Biagio. Joachim Loew menjadi pelatih kepala setelah kepergian Juergen Klinsmann usai Piala Dunia 2006 dan mengangkat Piala Dunia empat tahun lalu di Brazil, sementara Southgate menjadi pengganti Sam Al-

lardyce, sebelumnya melatih timnas Inggris U-21. Apakah Di Biagio bisa menikmati kesuksesan yang sama? Ini semua masih harus dilihat, tetapi sejak mengambil alih tim U-21 pada 2013 dia telah membawa Italia ke semifinal Piala Eropa U-21 tahun ini. Dengan Gianluigi Buffon, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, dan Daniele De Rossi pensiun, FIGC mungkin akan menganggapnya sebagai waktu yang ideal bagi pemain muda untuk membuat tanda dan hubungan Di Biagio dengan para pemain tersebut dapat membantu perjuangannya. Apalagi banyak pemain yang dulu dia latih saat di tim U-21 sudah naik kelas ke tim senior.

seperti tuttomercatoweb juga menyatakan dukungan mereka agar eks pelatih Siena itu kembali menjadi nakhoda Italia. Dukungan juga diberikan eks pemain timnas Italia, Fabrizio Ravanelli. Dia mengatakan: ‘’Saya akan b e r u s a h a sekuat tenaga untuk mendapatkan Antonio Conte kembali. Saya akan mencoba meyakinkannya dalam segala

hal, karena apa yang dia lakukan dengan t i m nasi-

6. ANTONIO CONTE Ini nama yang cukup sulit jika dipikirkan secara logika, pasalnya dia baru saja meninggalkan kursi kepelatihan timnas Italia tahun lalu usai gagal di Piala Er-

o p a 2016. Selain itu, belum ada tandatanda juga dia akan dipecat atau mengundurkan diri dari Chelsea. Namun, semua bukan tidak mungkin Conte akan kembali, mengingat sepertinya ada yang belum selesai saat dia menukangi timnas Italia. Beberapa media Italia,

Tidak Lolos

menempati lokasi yang lebih besar, jadi kita akan mencoba melihat apa yang bisa kita dapatkan,’’ ujar bos asosiasi sepak bola Denmark, Claus Bretton-Meyer, Sabtu (18/11) kemarin. Dalam laga terakhir Denmark kemarin, Christian Eriksen berhasil mencetak hattrick dalam laga melawan Republik Irlandia. Denmark pun keluar sebagai pemenang dan men-

gakhiri laga dengan skor 5-1. Federasi sepak bola Denmark juga dikabarkan telah mulai mencari tempat penginapan untuk waktu yang cukup lama, namun belum sempat dipastikan di mana lokasi penginapan bagi skuad timnas negara tersebut. Meyer mengatakan bahwa mereka perlu mempertimbangkan penginapan yang akan mereka gunakan, mengingat tentunya akan ada para

pendukung dari negara mereka yang turut hadir menyaksikan laga Denmark. Salah satu petinggi federasi sepak bola Denmark, Kim Hallberg, pun mengungkapkan bahwa pengalaman menarik sempat didapatkan skuad Denmark saat menjalani Piala Dunia 2010 lalu di Afrika Selatan. ‘’Kami memiliki pengalaman yang bagus saat di Afrika Selatan pada 2010 lalu, di mana kami menemukan penginapan yang bagus dan memiliki base camp, serta kami dapat terbang ke arena pertandingan dari sana langsung,’’ ungkapnya. (kmb33/rtr)

DIJUAL RUKO

DIJUAL TANAH

DIJUAL HOTEL

Italia Telanjur Pesan Hotel

BPM/ist

HOTEL - Salah satu hotel yang akan digunakan oleh tim nasional di ajang Piala Dunia 2018 mendatang di Rusia.

SABBE SANKHARA ANICCA Telah meninggal dunia dengan tenang pada hari Sabtu, 18 Nopember 2017 Pukul 09.25 Wita. Mama, Mama Mertua, Popo, Potai, kami tercinta:

NY. JD. ANGAO WIJAYA SATHIO Terlahir: LIONG SWIE FANG ( NI PUTU DEWI MURNI ) USIA 84 TAHUN Jenasah disemayamkan di Rumah Duka Kertha Semadhi, Ruang VIP Jl. Cargo - Ubung, Denpasar. Jenasah akan dikebumikan pada Hari Selasa, 21 Nopember 2017 di Yasa Setra Mandala Mumbul, Berangkat dari rumah Duka Pukul 12.05 Wita KAMI YANG BERDUKA CITA ANAK: - PAUL WARDANA SATHIO (ANIAW) - SATHIO ARTINI (ALING) - SATHIO WAHYUNI (AMOY) - SATHIO WATI (APUNG) - TIO SATHIO YUDANA (ASUN) - TIO SATHIO SUARDANA (ACEN)

MENANTU: RITA ISKANDAR SURYA PERMADI CAHYONO WAYAN SUASTA (KANG SU YAUW) TONY MINTARA NI PUTU ANGGRIANI (YEK LING) AIFI BONARTO (FIFI)

BESERTA SELURUH CUCU DAN CICIT K.0000932-rpa

onal adalah sesuatu yang hebat.’’ Ketika FIGC dimintai konfirmasi, lembaga tersebut menjelaskan bahwa mereka secera resmi telah mendekati pelatih AC Milan dan Real Madrid, Carlo Ancelotti. Ancelotti pun dikenal sebagai pelatih yang kenyang pengalaman karena sudah melatih di lima liga besar Eropa. Dia pernah melatih Juventus dan AC Milan di Liga Italia, Chelsea di Liga Inggris, Real Madrid di Liga Spanyol, Paris Saint-Germain di Prancis dan terakhir Bayern di Liga Jerman. Don Carlo, julukan Ancelotti, juga berpengalaman memenangi Liga Champions bersama AC Milan dan Real Madrid. (kmb33/rtr)

Turin – Meski sudah berjuang, Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia nanti. Padahal dikabarkan sebelumnya, mereka telah menyewa sebuah hotel untuk keperluan akomodasi Gli Azzuri selama menjalani laga di Rusia. Usai kekalahan 1-0 dari Swedia, otomatis Italia tak dapat melanjutkan perjalanan mereka ke Rusia. Penginapan yang telah dipesan tak lantas dilepas sia-sia begitu saja, karena ternyata sudah ada tim dari Denmark yang siap menyewa kamar-kamar tersebut.Pihak Timnas Denmark sendiri sebelumnya mengungkapkan pada pihak hotel bahwa mereka akan menyewa kamar yang sebelumnya telah di-booking oleh Timnas Italia. ‘’Negaranegara besar lainnya telah


Bola

10

Minggu Pon, 19 November 2017

Inter Vs Atalanta

Inter di Atas Angin

Milan – Stadion Giuseppe Meazza akan menjadi saksi dari upaya Inter Milan mendapatkan hasil positif di giornata ke-13 Serie A musim 2017/18. Inter akan menjamu lawannya, Atalanta, Senin (20/11) dini hari nanti. Inter akan berupaya untuk memberikan hasil yang terbaik pada pertandingan ini. Meski, belum ada kepastian tentang kondisi cedera yang menimpa Mauro Icardi. Kapten dan pencetak gol terbanyak Inter mengalami cedera pada melawan Torino di giornata 12. Tetapi, beberapa media di Italia menyebut bahwa Icardi sudah bisa bermain. Jika memang penyerang asal Argentina ini bisa bermain, tentu saja ini bisa menjadi energi positif bagi pasukan Luciano Spalletti. Sebelas gol sudah dicetaknya pada musim ini. Sejak dipercaya menjadi kapten Inter Milan, Icardi semakin matang. Dia menjadi pemimpin di lapangan bagi tim besutan Luciano Spalletti. Pemain berusia 24 tahun ini berkontribusi besar dalam penampilan mengesankan Nerazzurri sejauh musim ini. Kepala dan kaki Icardi sama tajamnya. Sejauh musim ini, Icardi telah mencetak 11 gol dari 10 penampilan di Liga Italia. Inter milan saat ini menduduki posisi ketiga klasemen. ‘’Ketika menyaksikan Inter, saya benar-benar terkesan oleh usaha Icardi memenangi bola saat mela-

wan Chievo,’’ sanjung bek Juventus, Giorgio Chiellini. Ketika berada di kotak penalti lawan, Icardi menjadi momok menakutkan. Naluri mencetak gol mantan pemain Sampdoria dianggap sudah kelas dunia. Spalletti menyanjung Icardi sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dia latih. Ketika timnya perlu konsistensi, menurut Spalletti, performa Icardi menjawab kebutuhan menjadi bagian dari proses berkembang. ‘’Saya meminta Icardi tidak lagi sering membantu ke belakang, dia fokus pada hal ini dan saya tahu dia akan mengambil keuntungan dari hal itu. Kami harus menjadi lebih baik ketika menguasai bola dalam penyerangan,’’ kata Spalletti, Sabtu (18/11) kemarin. Sang pelatih juga memuji fans Inter Milan setinggi langit. Ia menilai fans menjadi salah satu kunci

kebangkitan Inter musim ini. Nerazzurri belum terkalahkan dalam 12 laga. Tak heran Spalletti pun langsung mencuri perhatian penggemar Inter Milan. ‘’Terima kasih untuk semua sambutannya. Dengan kalian semua, maka tugas saya semakin mudah,’’ ujar Spalletti. Bagi kami, merasakan kedekatan dengan fans sangat penting. Kami semakin bisa menunjukkan rasa tanggung jawab,’’ ujarnya menambahkan. Spalletti juga menilai fans Inter Milan yang terbaik saat ini. Pasalnya, ia tak pernah dibanding-bandingkan dengan pelatih yang sukses sebelumnya. Hampir semua kekuatan terbaik Inter siap tampil di laga ini. Matias Vecino dan Roberto Gagliardini siap menjadi kunci di lini tengah Inter. Mereka berdua akan coba membendung agresivitas Bryan Cristante,

gelandang Atalanta. Pemain berusia 22 tahun jadi pemain paling subur di kubu tim tamu. Empat gol sudah dicetak oleh Cristante di Serie A. Tak heran jika pelatih Gian Piero Gasperini sangat mengandalkannya. Selain Cristante, Inter juga masih punya Josip Ilicic. Pemain yang dibeli dari Fiorentina pada awal musim langsung nyetel dengan permainan Atalanta. Tercatat, sudah dua gol dan assist yang ia hasilkan dari 11 pertandingan di Serie A. Setiap pergerakan Cristante dan Ilicic wajib diwaspadai oleh Inter. Bukan hanya oleh Vecino dan Gagliardini, tetapi juga oleh para pemain belakang. Dalam hal ini tentu ada duet Miranda dan Milan Skriniar yang besar kemungkinan akan turun sebagai inti. Sebagai catatan akhir dari prediksi ini, Inter masih belum pernah kalah dari 14 laga terakhir mereka di Serie A. Sementara Atalanta selalu gagal menang dalam lima laga tandang mereka di musim 2017/18. Jadi, sepertinya belum waktunya bagi Inter untuk merasakan kekalahan. (kmb33/rtr)

Barca akan Ikat Messi Seumur Hidup

BPM/rtr

CEDERA - Inter Milan berharap Mauro Icardi akan sembuh dari cederanya dan tampil kontra Atalanta, Senin(20/11).

Dortmund Kalah Lagi Stuttgart – Borussia Dortmund menyerah di tangan VfB Stuttgart dalam lanjutan Bundesliga. Die Borussen harus mengakui keunggulan lawannya itu dengan skor 1-2. Bertandang ke MercedesBenz Arena, Sabtu (18/11) kemarin, Dortmund cuma bisa mencetak satu gol lewat Maximilian Philipp. Sementara dua gol penentu kemenangan Stuttgart dilesakkan Chadrac Akolo dan Josip Brekalo. Kekalahan ini membuat Dortmund gagal memangkas jarak dengan pemimpin klasemen Bayern Munich. Mereka kini menempati peringkat ketiga dengan perolehan 20 poin dari 12 laga, terpaut enam poin dari Bayern. Adapun Stuttgart

berada di posisi ke-11 dengan 16 poin. Pada pertandingan ini, Dortmund tak memainkan penyerang terbaiknya, PierreEmerick Aubameyang. Aubameyang tengah dihukum karena melakukan pelanggaran disiplin. Stuttgart memimpin 1-0 saat pertandingan baru berjalan lima menit lewat gol Akolo. Gol ini tak lepas dari kesalahpahaman antara bek Dortmund, Marc Bartra dan kiper Roman Buerki. Bartra bermaksud memberikan backpass, sementara Buerki telanjur keluar meninggalkan sarangnya. Akibatnya, bola lepas dan malah dikuasai Akolo. Tinggal menghadapi gawang kosong, Akolo dengan mudah menc-

etak gol. Dortmund mendapatkan hadiah penalti di injury time babak pertama menyusul handball Benjamin Pavard. Andre Schuerrle maju sebagai algojo, tetapi eksekusinya dimentahkan oleh kiper RonRobert Zieler. Beruntung buat Dortmund, ada Philipp yang menjemput bola muntah dan langsung menceploskannya ke dalam gawang. Skor 1-1 menandai akhir babak pertama. Enam menit babak kedua berjalan, Stuttgart mencetak gol keduanya. Dalam sebuah serangan balik, Brekalo melakukan tusukan ke kotak penalti Dortmund dan mencetak gol dengan tembakan kaki kirinya. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

TANGKAP - Kiper Stuttgart Ron-Robert Zieler menangkap bola yang dikejar striker Borussia Dortmund Andriy Yarmolenko saat keduanya bertemu di ajang Bundesliga, Sabtu (18/11) kemarin.

Barcelona – Barcelona dan Lionel Messi masih belum mencapai kata sepakat untuk kontrak baru. Blaugrana menyiapkan kontrak jangka panjang untuk Messi hingga dirinya pensiun. Meski para petinggi dan pemangku kepentingan di Barcelona sudah berkalikali menyatakan tidak ada masalah dengan perpanjangan durasi kerja sama yang megabintang, namun tetap saja kabar miring berembus. Messi pada musim panas lalu memang diklaim Barcelona sudah setuju memperpanjang kontrak. Tetapi faktanya, sampai detik ini dia belum membubuhkan tanda tangan di atas surat perjanjian. Muncul kecurigaan Messi sebenarnya menolak untuk melanjutkan karier di Barcelona. Apalagi belakangan juga santer beredar kabar dia hendak dipinang raksasa Inggris, Manchester City. Di sana ada mantan pelatih Barcelona yang juga mentor Messi, Pep Guardiola. Disinyalir keduanya sudah kangen dan ingin bereuni dalam waktu dekat. Tak mau kehilangan penggawa terbaiknya, Barcelona kini siap melakukan bermacam cara. Dilansir sebuah harian setempat, Sabtu (18/11) kemarin, salah satu langkah yang hendak ditempuh adalah memberikan tawaran menarik sekaligus terhormat kepada Messi, yakni kontrak seumur hidup. Barcelona akan mengontrak Messi sampai dia pensiun. La Pulga pun diberikan hak penuh menentukan kapan dia akan gantung sepatu. Kontrak serupa sebelumnya sudah diberikan Barcelona kepada Andres Iniesta. Durasi kerja sama sang gelandang tadinya akan selesai pada Juni 2018 nanti, tapi demi menghormati jasa serta karena memang masih membutuhkan sosoknya, klub memberi pemain mungil itu kontrak seumur hidup. Untuk Messi, sayangnya tidak bisa dipastikan apakah dia mau menerima tawaran itu. Pelatih Barca Ernesto

Munich Incar Giroud

Munich Meski penampilannya masih belum stablil, striker Arsenal Olivier Giroud tetap mampu menarik perhatian Bayern Munich. FC Hollywood berencana membelinya tahun 2018 nanti. Media Jerman Bild, Sabtu (18/11) kemarin, melaporkan Munchen serius mengejar Giroud pada bulan Januari nanti. Giroud disiapkan jadi pelapis bagi mesin gol Robert Lewandowski. Munchen merasa perlu tambahan penyerang murni untuk melapis Lewandowski. Pasalnya mereka mengincar tiga gelar juara pada musim 2017-2018 ini. Sangat riskan jika hanya mengandalkan seorang Lewandowski untuk mengarungi musim 20172018. Munchen konon sudah memulai pendekatan terhadap pemain asal Prancis tersebut. Giroud diyakini tertarik dengan tawaran membela Munchen. Di Allianz Arena, peluang Giroud menjadi juara jauh lebih besar

ketimbang menetap di Arsenal. Giroud pada musim panas lalu juga nyaris meninggalkan Arsenal. Eks pemain Montpellier itu diincar oleh Everton dan sudah melakukan negosiasi. Namun kepindahan Giroud ketika itu batal terlaksana meski manajer Everton Ronald Koeman sangat ingin membawanya ke Goodison Park. Giroud mulai membela Arsenal sejak tahun 2012. Total sudah 72 gol dibukukan pemain 31 tahun itu untuk Meriam London. Musim ini Giroud sudah tidak jadi pilihan utama di Arsenal. Manajer Arsene Wenger lebih senang memainkan penyerang baru Alexandre Lacazette. Lewandowski memang meminta klubnya mendatangkan penyerang baru. Menurut Lewandowski, kedatangan penyerang baru bisa membuat dirinya sedikit beristirahat. ‘’Ada pilihan merekrut striker ambisius dan masih muda yang mau belajar dari para pemain

berpengalaman,’’ kata Lewandowski. ‘’Hal itu bisa membuat saya lebih sedikit bermain 15-20 menit dalam setiap pertandingan. Saya bisa menyimpan energi untuk laga selanjutnya dan meminimalisasi cedera,’’ imbuhnya. Perkataan Lewandowski sejalan dengan pelatih Jupp Heynckes yang menganggap Bayern Munchen seharusnya

merekrut Timo Werner beberapa tahun lalu. Namun saat ini, Werner sudah bernilai tinggi setelah tampil impresif bersama RB Leipzig. Lewandowski telah mencetak 11 gol di Bundesliga pada musim ini. Setelah Lewandowski, pencetak gol terbanyak selanjutnya Bayern Munchen adalah Arjen Robben yang mengemas tiga gol. (kmb33/rtr)

Valverde meminta agar fans Barcelona tenang dalam menyikapi drama perpanjangan konrak Lionel Messi. Fans Barcelona tentu cukup khawatir dengan Messi belum segera meneken kontrak baru, namun Valverde bergerak untuk menenangkan mereka dan mengisyaratkan sang penggawa andalannya akan bertahan. ‘’Saya berkata pada mereka untuk tak perlu khawatir. Lihatlah Messi bermain dan ketahuilah bahwa dia sama sekali tak khawatir. Sungguh menyenangkan melihatnya bermain,’’ katanya. Akibat belumnya ada kejelasan kontrak, rumor masa depan Messi semakin liar. Selain ke Inggris, Messi dikabarkan juga akan berlabuh ke Liga Super Tiongkok. Salah satu jurnalis Spanyol, Eduardo Inda, mengatakan bahwa beberapa bulan yang lalu saat bursa transfer musim panas, Messi mendapatkan tawaran untuk bermain di Liga Super Tiongkok dengan gaji menggiurkan, yakni 150 juta euro per musim. Namun, Messi memilih menolak sebelum akhirnya ia menyadari bahwa salah satu rekannya, Neymar, hijrah ke kubu Paris Saint-Germain. (kmb33/rtr)

Lionel Messi

BPM/rtr


Juara

11

Minggu Pon, 19 November 2017

Clarissa Christy Kusnadi

Juara Dunia ATLET Wing Chun Indonesia Clarissa Christy Kusnadi baru saja mendulang sekeping emas pada Kejuaraan Dunia Wing Chun di Hongkong, Oktober lalu. Medali emas yang dipersembahkan Clarissa di nomor siu lim tao kategori remaja (form) dan perunggu di nomor chum kiu kategori remaja (form). Clarissa terpilih masuk skuad Timnas Merah Putih Wing Chun, sebab dia meraih dua emas pada Turnamen Wing Chun Nasional di Solo (2016). Dua emas dipersembahkan Clarissa di nomor siu lim tao kategori remaja (form), serta chum kiu kategori remaja (form) untuk Banten. Padahal, Clarissa baru belajar wing chun 2005 lalu. ‘’Saya tertarik menekuni wing chun pascamenonton CD film ‘Ip Man’, yang mengisahkan Manusia Kayu sedang mengajar muridnya,’’ kenang atlet kelahiran Jakarta, 21 Juni 2000 ini. Sayangnya, dirinya menerima informasi bahwa wing chun harus ke Jakarta, yang cukup jauh, sedangkan dirinya tinggal di Tangerang, Banten. Bersyukur dibuka tempat latihan wing chun di Sport centre Alam Sutra, Tangerang. ‘’Saya dilatih Jemmy Alwi, Hendra Yudha, dan Ovan Anto,’’ terang putri kedua pasangan Hendic Kusnadi dan Inge Mettawaty ini. Berkat prestasi juara dunia 2017 ini, Clarissa otomati masuk skuad timnas proyeksi Kejuaraan Dunia 2018, dan tak perlu mengikuti turnamen wing chun nasional yang digelar di Kuta, Sabtu (18/11) kemarin. Siswi kelas III IPS 2 SMAK Candle Tree Tangerang ini menilai bela diri wing chun cara berkelahinya unik, sehingga membuat dirinya tertarik. (nel)

Raih Perak, Valentinus Masuk Pelatnas AG Denpasar (Bali Post) -

Petinju Bali Valentinus Nahak yang turun di kelas terbang (52 kg) harus puas membawa pulang medali perak pascadikalahkan lawannya Aldolm Sugoro (DKI) dengan skor tipis 2-3 pada partai final Kejunas Tinju di GOR Depati Bahrain, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (18/11) kemarin. Kendati hanya merebut medali perak, Valentinus tetap dipanggil masuk pelatnas Asian Games (AG), yang akan digelar di Indonesia tahun depan.

BPM/ist

Valentinus Nahak (kanan) bersama Manajer Tim Tinju Bali Made Muliawan Arya alias De Gajah.

Sejak ronde pertama, Valentinus dan Aldolm saling melancarkan serangan, dan permainan berimbang sampai ronde berikutnya. Hanya, Aldolm adalaa juara SEA Games di Malaysia 2017, sehingga para wasit juri cenderung memberikan kemenangan kepada Aldolm. Kendati demikian, Ketua Umum PB Pertina Brigjen Pol. Johni Asadoma tetap mengapresiasi perjuangan dan gaya bertinju Valentinus, sehingga dia layak dipanggil masuk skuad timnas

Asian Games. Manajer Tim Tinju Bali Made Muliawan Arya menilai secara jujur permainan Velentinus di atas ring lebih unggul dan layak menang. ‘’Cuma, yang diladeni petinju juara SEA Games, jadi wasit dan juri juga agak condong memberi angka kemenangan kepada Aldolm,’’ terang Ketua Umum Pengkot Pertina Kota Denpasar ini. Pria yang akrab disapa De Gajah ini mengakui Velentinus menerapkan taktik dan strategi yang diberikan

pelatih. Sebelumnya, Valentinus di babak semifinal juga mengalahkan James Amnesi (Kaltim). Sementara langkah dua petinju Bali terhenti di babak semifinal. Mereka adalah Julio Bria yang turun di kelas bantam (56 kg) ditundukkan Sunan Agung (Maluku Utara), sedangkan Gregorius Goris Gheda Dende dikalahkan Libertus Gha (NTT). De Gajah mengakui, Valentinus gaya bertinjunya lebih tenang dan sabar di atas ring. (022)

Ni Luh Ade Swandewi Putri

Lapis di Pelatnas BPM/nel

Lemkari Denpasar Gelar Kejuaraan Antar-Dojo Denpasar (Bali Post) Pengkot Lemkari Kota Denpasar menggelar Kejuaraan Antar-Dojo di GOR Ngurah Rai, Sabtu (18/11) kemarin. Alhasil, untuk juara kata perorangan putra usia dini direbut I Made Bayu Gargita Mayana Putra (Dojo Sari Kutaman). Di Sektor putri, juaranya RR Cassandra Putri Zuhayr (Dojo Harimau Putih). Juara kata perorangan pra-pemula Ketut Andika Arya Wiguna (Dojo Tulip), dan Ni Putu Amel Diah Puspita Dewi (Dojo Tulip). Juara kata perorangan kadet Ni Putu Chesya Putri Setia Dewi (Dojo Sari Kutaman) dan I Gusti Ngurah Gana Untaran (Dojo Tulip). Juara kumite usia dini -25 kg Ni Putu Olivia Sari (Dojo PKC) dan Ketut Duta Wisnu Pabawa (Tulip), usia dini -25 kg juaranya RR Cassandra Putri Zuhayr (Dojo Harimau Putih). Usia dini -30 kg, juaranya I Kadek Arya Dwijayanta Putra (Tulip), usia dini +30 kg juaranya I Gede Bagus Pratama (Galaksi). Untuk pra-pemula +30 kg, juaranya Ni Kadek Firliana Sekar Gayatri Tangkas (Harimau Putih), juara pra-pemula -35 kg Made Krisna Adijaya (Tulip), juara pra-pemula +35 kg I Gusti Ngurah Bagus Adi Yogi Swara (Tulip), juara pemula -40 kg i Putu Cahya Sri Narayani Kusuma Widya Putri (Tulip), juara pemula +40 kg Ni Nyoman Ratih Cahya Iswari (Tulip), kadet -47 juaranya Ni Komang Manik Sari (Tulip), kumite kadet -54 kg juaranya Maulidyah Pitaoka Kumala Dewi (Kusuma Sari), juara kadet 54 kg Made Ardianti Sri Parwati (Tulip). Juara pemula -40 kg Putu Aditya Praba Jyesta (Sari Kutaman), juara pemula -45 kg Ketut Aryawijaya (Sari Kutaman). Juara pemula +45 kg I Made Sedana Wiguna (Tulip), juara kadet -52 kg, I Gusti Ngurah Putu Wahyu Aditya Permana (Sari kutaman). Juara kadet -63 kg Bryan Cahya (PKC), juara junior -55 kg Mohammad Riski Syah Rizal (Sari Kutaman), juara junior -61 kg Komang Agus Sri Sutrena (PGRI 2), juara kadet -70 kg Putu Yuda Ari Putra Vinantha (Sari Kutaman), dan juara junior +70 kg Made Oka Harimbawa (Tulip). Ketua Pengkot Lemkari Kota Denpasar Ngurah Ambara mengemukakan, pihaknya berniat menggulirkan kejuaraan antardojo di Denpasar, secara rutin untuk menggeliatkan pembinaan para karateka Lemkari Kota Denpasar. ‘’Kami menyelenggarakan kejuaraan antardojo tiap enam bulan atau setahun sekali,’’ kata Ngurah Ambara. Di sisi lain, Ketua Panpel Ida Bagus Purna Werdi menjelaskan, kejuaraan sehari ini melibatkan 250 karateka dari delapan dojo, sedangkan total dojo yang ada di Denpasar mencapai 12 dojo. Dikemukakan, kejuaraan mulai dari usia dini sampai dengan junior, dan karateka yang berlaga tidak boleh yang pernah juara, termasuk juara Porjar. Pasalnya, tujuan kejuaraan ini untuk menjaring atlet lapis kedua. ‘’Kejuaraan Lemkari antardojo se-Kota Denpasar ini hanya diikuti atlet yang tak pernah juara,’’ katanya. Kejuaraan juga dihadiri Ketua Umum Pengprov Lemkari Bali Wayan Geredeg, serta Ketua Umum Pengkot FORK Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana. (022)

Ngurah Ambara

BPM/022

JUDOKA Ni Luh Ade Swandewi Putri dipastikan masuk atlet pelatnas lapis. Prestasi Ade memang hanya meraih perunggu di kelas -78 kg pada kejuaraan internasional Wismoyo Cup. Akan tetapi, saat semifinal Ade berjibaku meladeni pejudo pelatnas Salsa. Ade memang kalah, namun penilaiannya dianggap kontroversial. ‘’Saya memang tanpa seleksi lagi masuk pelatnas proyeksi Asian Games, sedangkan peraih perak Nur (Lampung) harus melalui seleksi dulu,’’ jelas judoka kelahiran Den-

pasar, 2 Desember 2000 ini. Sejauh ini, Ade belum memikirkan jika harus menghuni pelatnas di Padepokan Ciloto, Jabar, bagaimana sekolahnya. Ade baru saja mengawinkan emas di nomor perorangan -78 kg dan beregu kelas bebas untuk Kota Denpasar di ajang Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Siswi kelas II IPS 2 SMAN 7 Denpasar ini juga mendulang dua emas di nomor yang sama pada Porprov Bali XII/2015 di Buleleng. Ade belajar judo sejak duduk di bangku TK

Kerti Lok, bersama sang kakak Ni Luh Gita Mas Anjani. ‘’Saya berlatih di klub Tridatu, Jalan Imam Bonjol dilatih Made Swala,’’ kata putri kedua pasangan Ketut Arditha dan Ni Luh Gede Citra Dewi. Dalam perkembangannya, klub Tridatu dan Satria Jaya merger dan kini Ade dilatih Made Antika Kowara. Prestasi Ade ketika masih SD pernah juara di kelas -38 kg, pada Kejurda Judo di Gianyar, yang digelar di Sengoku Judo International Hall. (nel)

Tundukkan Tiongkok, Kevin/Marcus ke Final

Fuzhou Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses melangkahkan kaki ke babak final Cina Terbuka Super Series Premier 2017, Sabtu (18/11) kemarin. Hal itu dipastikan setelah mereka mengalahkan Li Junhui/Liu Yuchen, unggulan keempat asal Tiongkok, dua game langsung 21-14 dan 21-18. Hasil ini sekaligus menambah daftar panjang kemenangan Kevin/ Marcus atas Li/Liu. Sebelumnya, tiga kali berhadapan, Kevin/Marcus unggul 2-1 dari Li/Liu. Terakhir di Malaysia Open 2017, Kevin/Marcus menang 7-21, 21-17 dan 21-17. Di game pertama, Kevin/Marcus berhasil mengatasi lawan dengan mudah. Mereka langsung menguasai permainan, tanpa memberikan kesempatan Li/Liu berkembang. Namun masuk ke game kedua, Kevin/Marcus mulai mendapat perlawanan dari Li/ Liu. Pemain Tiongkok tersebut pun sempat menyusul perolehan angka Kevin/Marcus. ‘’Kami bermain cukup baik. Mungkin lawan di bawah tekanan terus. Namun, di game kedua lawan mulai jalan, sudah tidak semudah game pertama,’’ kata Kevin mengenai laganya di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Tiongkok. ‘’Awal-awal mereka belum panas sekali, sementara kami sudah lebih siap. Jadi kami tekan duluan. Kami terus jaga poin jangan mati sendiri, dan lebih fokus. Di game kedua, mereka mempercepat permainan, dan ada tekanan sedikit dari mereka,’’ tambah Marcus. (022/r)

Timnas Senior Indonesia Dikalahkan Suriah U-23 BPM/022

WADOKAI OPEN - Suasana hari terakhir kejuaraan karate terbuka bertajuk ‘’Wadokai Open Karate Championship Pemuda Pancasila Cup 2017’’ di GOR Lila Bhuana, Sabtu (18/11) kemarin.

Karateka Ayu Kompyang Juara Kumite Kadet Denpasar (Bali Post) Karateka Ni Luh Putu Ayu Kompyang P (Garing Jembrana) keluar sebagai juara kadet di kelas +54 kg dalam Wadokai Open Karate Championship Pemuda Pancasila Cup 2017, di GOR Lila Bhuana, yang berakhir Sabtu (18/11) kemarin. Juara II direbut Made Ayu Juli Maharani (Tumbak Bayuh), kemudian juara III bersama Ni Ketut Ratih Wulandari (Campuhan Asri Denpasar) dan Ni Putu Olla Anggreni (Inkai Badung). Sementara juara kadet -52 kg adalah Bayu Febrian (Inkanas Yadinu NTB), disusul Made Bagaskara (Pemedilan A), dan juara III Putu Agus Krisna Ari Sena (FORK Klungkung B)

dan Fransiskus Fina Saunoah (Garing Jembrana). Juara kadet -57 kg yakni Robby Pradana (Pemedilan A), kemudian Mahendra Putra (Pemedilan A), dan juara III I Gede Surya Juliawan (Suluh Dewata) dan Gilang Ramadhan (FORKI Lampung). Kumite usia dini -32 kg, juaranya Kadek Pande Panji Dirgantara (Tumbak Bayuh), disusul Gusti Agung Bagus Damar Praditya (Campuhan Asri Denpasar), serta juara III M. Gama Putra (Inkanas Yadinu NTB) dan Ketut Melki Candra Saputra (Dauh Puri Denpasar). Usia dini +32 kg, juaranya Kadek Hendra Teguh (Dojo Error), kemudian M Riski Mulya Akbar (FOR-

KI Lombok Tengah NTB), dan juara III Putu Bagus Aditya Putra (Garing Jembrana) dan Made Ananda kusuma (SD 12 Padangsambian). Usia dini -28 kg, juaranya Trista Indah Wijaya (Pemedilan A), kemudian Ni Nyoman Padma Kusuma G (Tumbak Bayuh), dan juara III Nurhayati (FORKI Lombo Tengah NTB) dan Ririn Febriani (FORKI Lombok Tengah NTB). Ketua Panpel AA Komping Gede menyatakan, event ini makin menggaung dan bergengsi, terbukti dihadiri mantan juara SEA Games seperti Tomi Firman dan Hasan Basri. Bahkan karateka DKI yang juara AKF, juga ikut turun pada ajang ini. (022)

Cikarang (Bali Post) Tim nasional Indonesia takluk dengan skor 0-1 dari tim nasional U-23 Suriah dalam laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (18/11) kemarin. Gol timnas U-23 dalam laga tersebut dicetak oleh Mouhamad Anez pada menit ke-84. Menurunkan seluruh pemain senior yang dipanggil termasuk Ilija Spasojevic, yang memainkan laga perdananya bersama tim nasional, Indonesia sebenarnya menguasai bola di awal-awal pertandingan. Namun, justru Indonesia yang tertekan di menit kesembilan. Tendangan tepat ke arah gawang oleh pemain timnas U-23 Suriah berhasil diamankan oleh kiper Andritany Ardhiyasa. Indonesia sendiri banyak menekan lawan dari sisi sayap kanan-kiri yang diisi oleh Andik Vermansyah dan Febri Hariyadi. Strategi melebar ini, sempat hampir menghasilkan gol, ketika sundulan Febri hasil umpan silang dari sisi kanan Indonesia menyamping di kanan gawang di menit ke-28. Sembilan menit kemudian, Andik Vermansyah yang mengobrakabrik pertahanan U-23 Suriah dengan kelincahannya sukses mengirimkan umpan tarik ke Boaz Solossa, yang berdiri bebas

di kotak penalti. Akan tetapi, tendangan penyerang Persipura Jayapura itu melayang di atas gawang Suriah yang dikawal Mhd. Yazen Ourabi. Peluang terbaik Indonesia datang di menit ke-45 saat tendangan bebas Andik dari sisi kiri, menciptakan kemelut di depan gawang Suriah. Sayangnya, para pemain Indonesia di depan gawang Suriah gagal menguasai bola dengan baik. Skor 0-0 pun bertahan sampai wasit Ngo Duy Lan asal Vietnam meniup peluit tanda selesainya babak pertama. Di babak kedua, Indonesia membuat peluang di menit ke-60 melalui sundulan Ahmad Jufrianto, yang melambung tinggi di atas mistar gawang lawan. Kesempatan emas Indonesia datang kembali di menit ke-67 melalui Febri Hariyadi, yang mendapatkan ruang terbuka di kotak penalti lawan. Namun, tendangan kaki pemain Persib Bandung itu masih melebar. Timnas Suriah yang terus berupaya membuat gol, akhirnya bisa menjebol gawang Indonesia di menit ke-84, setelah tendangan Mouhamad Anez meluncur mulus tanpa bisa diantisipasi Andritany Ardhiyasa. Skor 1-0 membuat Indonesia tersengat, tetapi dua serangan di akhir pertandingan tidak berhasil menghasilkan gol. (ant)


12

Arena Bulls Akhirnya Menang

Minggu Pon, 19 November 2017

Profil Akan Ubah Gaya Membalap

PEMBALAP rookie MotoGP, Franco Morbidelli, mengaku ingin mengubah gaya balapannya untuk melakukan debut di ajang tertinggi grand prix musim depan. Pasalnya, gaya balapan di kelas Moto2 dan MotoGP memang berbeda. Selain itu tampil di kelas MotoGP membuat Morbidelli dipastikan akan bertarung dengan pembalap top, termasuk sang mentor Valentino Rossi. Tentu saja untuk bisa bersaing dengan sederet pembalap papan atas, pembalap berusia 22 tahun itu akan berusaha tampil percaya diri.‘’Ini bukan lagi di Moto2, saya harus mengubah gaya (balapan) saya. Saya juga harus percaya diri dengan elektronik baru,’’ ungkap Morbidelli. Dalam sesi tes pascamusim MotoGP 2017 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Morbidelli belum menunjukkan ketangguhannya dengan menempati posisi 18 di hari pertama dan 16 di hari kedua. Tapi juara Moto2 2017 itu siap untuk terus belajar dan tak sabar untuk kembali melakoni tes. ‘’Proses belajar terus berlanjut. Saya perlu memahami ban dengan lebih baik. Saya tinggal menunggu tes berikutnya di Jerez,’’ tambahnya. Musim depan Morbidelli akan mendapat kepercayaan dari Marc VDS untuk menjadi andalan, setelah tim satelit Honda itu ditinggal dua pembalapnya yakni Jack Miller dan Tito Rabat. Ia akan berduet dengan rekannya di Moto2 yang sekaligus runner-up musim ini yakni Thomas Luthi. (kmb33/rtr)

Bukan Penyerang Biasa

PENYERANG Tottenham Hotspur, Harry Kane, menyombongkan diri perihal kemampuannya dalam menceploskan si kulit bulat. Kane menyebut dirinya bukanlah penyerang biasa. Ia menilai dirinya sendiri sebagai penyerang yang tak egois dan suka membuka ruang bagi pemain lain. ‘’Tanpa membual terlalu banyak, bisa dibilang saya memiliki segalanya untuk menjadi penyerang dan itulah yang saya coba kerjakan. Menguasai bola adalah hal terbesar dan saya senang bermain melebar. Dengan begitu, saya membuka ruang untuk pemain lain,’’ kata Kane. Dalam pola 3-4-2-1 andalan pelatih Tottenham yakni Mauricio Pochettino, Kane bertugas sebagai penyerang tunggal. Namun, pemain yang sempat menjabat kapten Tim Nasional (Timnas) Inggris itu tidak terpaku untuk beroperasi di area kotak penalti. Ia terkadang bermain melebar untuk menarik pemain belakang lawan. Rekan-rekannya seperti Christian Eriksen dan Dele Alli cukup produktif. Baik Eriksen maupun Alli sama-sama mengemas tiga gol di Liga Inggris musim ini. Terkait ketajaman di Liga Inggris, Kane bisa dibilang yang terdepan dalam empat musim terakhir. Setelah mengemas 21 gol di Liga Inggris 2014-2015, Kane keluar sebagai top skor ajang yang sama pada dua musim setelahnya, yakni 25 gol (2015-2016) dan 29 (2016-2017). Sementara di musim ini Kane juga masih melanjutkan ketajamannya. Mantan penyerang Leicester City itu telah mengemas delapan gol di Liga Inggris 2017-2018, berstatus top skor sementara bersama Sergio Aguero (Manchester City). (kmb33/rtr)

David Goffin

BPM/rtr

ATP Finals

Goffin Lolos ke Perempatfinal London – David Goffin memastikan diri lolos ke semifinal ATP Finals usai mengalahkan Dominic Thiem. Petenis Belgia itu selanjutnya akan menantang Roger Federer. Goffin menang 6-4, 6-1 ketika berhadapan dengan Thiem di O2 Arena, London, Sabtu (18/11) kemarin. Kemenangan tersebut meloloskannya ke semifinal sebagai runner-up Grup Pete Sampras. Goffin akan menghadapi Federer, juara Grup Boris Becker, di semifinal. Dalam enam pertemuan sebelumnya dengan petenis veteran asal Swiss itu, Goffin tak sekali pun menang. ‘’Saya tak pernah menemukan kunci untuk mengalahkan Roger,’’ ujar Goffin. Pada pertemuan terakhir dengan Federer di semifinal Swiss Indoor Basel pada bulan lalu, Goffin kalah dua set langsung 1-6, 2-6. ‘’Jujur, saya tak tahu apa yang harus dilakukan. Tapi, saya akan mencoba sesuatu, sesuatu yang berbeda, sesuatu yang sebelumnya tak pernah saya lakukan. Saya akan berusaha maksimal untuk menampilkan permainan yang lebih baik,’’ kata Goffin. Federer lolos dari Grup Pete Sampras setelah mengoleksi hasil sempurna di tiga pertandingan melawan Alexander Zverev, Marin Cilic, dan Jack Stock. Sementara Goffin hanya memetik dua kemenangan kontra Rafael Nadal dan Dominic Thiem, sedangkan satu kekalahan diterima melawan Grigor Dimitrov. Dalam 15 tahun sejak kejuaraan akhir musim pertamanya, pandangan Federer telah berubah. Dikatakan, setiap kali tampil ada perasaan berbeda karena dirinya harus memainkan melawan generasi berikutnya. Butuh waktu untuk membiasakan diri melawan petenis yang lebih muda. ‘’Tapi saya menikmatinya sekarang dengan cara yang berbeda. Saya pikir lebih menggembirakan ketika saya masih muda karena semuanya baru,’’ ungkap Federer. Pernyataan yang disampaikannya itu merujuk pada pertandingan melawan Goffin. Pasalnya, petenis veteran asal Swiss itu terpaut 10 tahun lebih tua dari lawannya tersebut. Kendati demikian, ayah empat anak itu tak pernah terjebak dengan agresivitas pemain Belgia. Hal itu terlihat dari rekor pertemuan kedua petenis mengingat Federer tercatat tak pernah menelan kekalahan (6-0) selama berhadapan dengan Goffin. ‘’Saya belum punya trik untuk mengalahkan Federer. Jujur, saya tidak tahu harus berbuat apa. Tapi saya akan mencoba sesuatu yang berbeda, sesuatu yang belum pernah kulakukan sebelumnya. Intinya, saya akan berusaha melakukan yang terbaik untuk bermain lebih baik daripada di Basel, pastinya,’’ ungkap Goffin. Sementara itu, semifinal lainnya akan mempertemukan juara Grup Pete Sampras, Grigor Dimitrov, dengan runnerup Grup Boris Becker, Jack Stock. (kmb33/rtr)

Chicago – Chicago Bulls akhirnya sukses akhiri paceklik kemenangan di lima laga terakhir NBA. Pada laga yang berlangsung di United Center, Sabtu (18/11) kemarin, Bulls menang tipis atas Charlotte Hornets 123-120. Bulls tidak mudah mengalahkan Hornets. Kedua tim sama-sama ngotot dalam mengoleksi poin. Point Guard Bulls Justin Holiday tampil gemilang dengan menyumbang 27 poin. Torehannya disusul Kris Dunn yang tampil sebagai pemain cadangan di Bulls. Dunn cetak 22 poin. Sedangkan dua forward Bulls, Valentine dan Markkanen, menyumbang 18 dan 16 poin pada laga tersebut. Kemenangan Bulls seakan menutup kegemilangan Kemba Walker, guard Hornets yang mencetak 47 poin di laga ini. Dia seakan bermain sendirian karena seperti tidak dibantu oleh pemain-pemain lainnya. Meski begitu, seluruh pemain Hornets baik yang starter maupun bangku cadangan mencetak poin. Mereka hanya tidak beruntung karena kalah tipis dari Bulls. Pada kuarter pertama saja, Hornets hanya bisa unggul 27-26 atas Bulls. Holiday mencetak 7 poin di kuarter pertama hasil dua kali free throw, satu tembakan tiga angka dan satu kali slam dunk. Pertarungan ketat kembali terjadi di kuarter kedua. Kali ini giliran Bulls yang unggul tipis dengan koleksi 33 poin, sedangkan Hornets 33 poin. Ini membuat skor menjadi sama kuat 60-60 hingga akhir kuarter kedua. Pada kuarter ketiga, Hornets kem-

bali meninggalkan perolehan poin Bulls. Hornets sukses cetak 32 poin. Walker kembali memimpin dengan torehan 10 poin. Dia membuat Hornets unggul 92-83 atas Bulls di kuarter ketiga. Pada kuarter keempat, giliran Bulls yang menggila. Bobby Portis langsung menyumbang dua kali three point dan Dunn dua poin di menit awal kuarter keempat. Bulls sukses meraih 40 angka di kuarter keempat. Ini membuat mereka unggul tipis 123-120 dari Hornets. Ini sekaligus menjadi kemenangan ketiga Bulls musim ini. Di partai lain, San Antonio Spurs melakukan comeback gemilang saat menghadapi Oklahoma City Thunder. Tertinggal 23 poin, Spurs akhirnya menang 104-101 atas Thunder. Menjamu Thunder di AT&T Centre, Sabtu (18/11) kemarin, Spurs yang masih tanpa Kawhi Leonard serta Tony Parker didominasi tim tamu di kuarter pertama. Spurs tak berdaya dan tertinggal 15-32. Masuk di kuarter kedua, Spurs sempat tertinggal lebih jauh yakni 23 poin di awal. Banyaknya turnover membuat Spurs kesulitan dan field goal mereka pun buruk. Tapi, Spurs lantas tancap gas di pertengahan kuarter kedua dan mencetak 33 poin berbanding 23 milik lawan.

BPM/rtr

MASUK - Pemain Chicago Bulls Kris Dunn mencoba memasukkan bola ke keranjang lawan. Spurs sukses memangkas ketertinggalan jadi tiga setengah bola yakni, 48-55 di kuarter kedua. Masuk di kuarter ketiga, Spurs gantian mendominasi dengan membuat 33 poin berbanding 23. Spurs menyamakan skor 78-78 di akhir kuarter ketiga lewat Davis Bertans di detik 38,3. Tiga poin Manu Ginobili di awal kuarter keempat membuat Spurs pertama kalinya memimpin setelah tip-off, 81-78. Pada akhirnya

Spurs mampu mempertahankan keunggulan untuk menang 104-101. Ini jadi kali pertama musim ini, tim mampu mengejar defisit sebesar itu dan menang. Tampil sebagai top performer dari kubu Spurs ada Danny Green dengan 17 poin, enam rebound, dan empat assist. Dia ditopang oleh LaMarcus Aldridge yang buat 26 poin serta Pau Gasol dengan 14 poin. Di kubu Thunder ada Paul George dengan 18 poin,

tujuh rebound, dan enam assist. Carmelo Anthony punya 20 poin. Kemenangan ke-10 Spurs musim ini menempatkan mereka di posisi keempat Wilayah Barat dengan rekor 10-6. Sementara Thunder di posisi kesembilan dengan 7-8. Dari Wilayah Timur, runnerup musim lalu Cleveland Cavaliers menang overtime 118-113 atas Los Angeles Clippers lewat sumbangan 39 poin LeBron James. (kmb33/rtr)

Life Sport

Olahraga di Lingkungan Panas dan Lembab

TERKADANG seorang atlet diminta berpartisipasi dalam pertandingan olahraga yang berlokasi di tempat berbeda dengan iklim serta cuaca yang berbeda. Sebagian besar event olahraga diadakan pada musim panas ataupun musim kemarau yang mengakibatkan derajat paparan sinar matahari serta suhu udara cukup tinggi. Tahukah anda ketika kita berolahraga di bawah paparan sinar matahari dalam jangka waktu panjang akan membuat tubuh kita mengalami banyak tekanan? Menurut Putu Ayu Sita Saraswati, S.Ft., M.Fis., dosen PS Fisioterapi FK Unud yang juga memperdalam ilmu fisiologi olahraga, ketika tubuh beraktivitas atau berolahraga di lingkungan yang memiliki suhu udara tinggi maka tubuh kita akan bekerja ekstra untuk mempertahankan suhu tubuh saat berolahraga agar tetap seimbang ketika terpapar oleh suhu lingkungan yang lebih tinggi. Proses tersebut dilakukan oleh sistem pengatur suhu tubuh sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan untuk mencegah terjadinya permasalahan pada tubuh ke depannya. Adapun contohnya ketika tubuh menerima paparan panas yang intens, maka tubuh akan bekerja untuk melepas panas tersebut dengan mekanisme mengeluarkan keringat yang disebut dengan mekanisme evaporasi. Indonesia merupakan salah satu negara yang terbentang di dalam zona iklim tropis dan mengalami kondisi lingkungan yang panas serta lembab. Adapun suhu udara rata-rata di Indonesia adalah 24-320 Celcius

dengan tingkat kelembaban relatif 55-100%. Menurut Ibu Sita, ketika seseorang berolahraga maka tubuh juga menghasilkan panas akibat proses metabolism, sehingga suhu tubuh turut meningkat yang kemudian merangsang sistem pengatur suhu tubuh bekerja untuk memelihara suhu tubuh dengan melepaskan panas melalui mekanisme evaporasi. Dalam kondisi kelembaban tinggi, proses evaporasi tidak dapat bekerja dengan baik dikarenakan keringat yang dihasilkan tubuh tidak dapat menguap dan menyebabkan suhu tubuh tidak menurun. Hal tersebut diakibatkan saat tingkat kelembaban relatif tinggi, udara memiliki sedikit ruang untuk menampung uap air. Dengan demikian, untuk berolahraga pada keadaan suhu dan kelembaban udara tinggi, terdapat beberapa hal yang patut diketahui sehingga heat related illness dapat dihindari. Menurut Ibu Sita, heat related illness sendiri merupakan suatu penyakit yang diakibatkan oleh paparan terhadap lingkungan atau keadaan dengan temperatur tinggi dalam jangka waktu lama. Heat related illness dipicu oleh peningkatan suhu tubuh yang terlalu tinggi dan dehidrasi yang diakibatkan oleh produksi keringat dalam jumlah banyak saat melakukan olahraga pada lingkungan panas dengan tingkat kelembaban udara tinggi. Adapun contohnya adalah heat cramps atau kram otot diakibatkan oleh tidak seimbangnya kadar cairan dan elektrolit dalam tubuh, heat syncope atau kehilangan kesadaran akibat

paparan panas dalam jangka waktu lama atau karena tidak melakukan proses adaptasi untuk berlatih pada lingkungan yang panas, heat exhaustion atau kelelahan pada tubuh akibat paparan panas yang intens dan kehilangan cairan dalam jumlah banyak dan heat stroke yang merupakan keadaan yang serius dan dapat membahayakan jiwa dikarenakan kerusakan sistem pengatur suhu tubuh akibat paparan panas yang terlalu tinggi. Adapun yang patut diketahui dan diperhatikan ketika melakukan aktivitas fisik atau berolahraga pada keadaan suhu dan kelembaban udara tinggi adalah bagaimana agar seseorang tetap dapat melakukan performa olahraga secara optimal dan aman dan terhindar dari risiko mengalami heat related illness. Dalam kondisi seperti ini, proses aklimatisasi dengan cuaca yang mirip atau sama perlu dilakukan selama kurang lebih dua minggu, sehingga tubuh dapat beradaptasi dengan baik, gunakan pakaian olahraga yang tepat serta mampu menyerap keringat dengan baik serta istirahat yang cukup dan nutrisi yang tepat diperlukan. Rehidrasi atau konsumsi cairan dengan jumlah kurang lebih sama dengan jumlah cairan yang hilang saat beraktivitas sangat berperan penting untuk mencegah dehidrasi. Adapun tindakan seperti mengelap keringat, kompres es atau membasuh tubuh dengan air dingin setelah berolahraga juga dapat dilakukan membantu melepas panas dari tubuh, sehingga risiko akan terjadinya heat related illness berkurang. (kmb33)

BPM/rtr

PANAS - Banyak hal yang harus diperhitungkan jika berolahraga dalam kondisi udara panas.

Lewis Hamilton

BPM/rtr

Hamilton Ogah Ganti Nomor

London – Pembalap Formula (F1) tim Mercedes Lewis Hamilton tidak akan mengganti nomor mobil pada musim balapan 2018. Hamilton tetap akan memakai nomor 44 di mobilnya, meski ia telah meraih gelar Juara Dunia 2017. Hamilton tetap memilih memakai nomor 44, karena sudah menjadi ciri khasnya. Juara Dunia F1 empat kali itu seharusnya juga memakai nomor 1 saat meraih gelar pertamanya pada 2009. Hamilton tidak ingin mengubah nomor mobilnya, karena ia ingin terus memakai nomor 44 tersebut. Bahkan, pembalap asal Inggris ini akan merasa aneh jika harus mengganti nomor mobilnya. ‘’Saya tidak ada rencana mengubah nomor mobil. Nomor 44 adalah seperti keluarga. Saya akan merasa aneh dan ini menjadi nomor keberuntungan saya. Ini adalah pilihan ayah saya ketika saya masih muda,’’ kata Hamilton, Sabtu (18/11) kemarin. ‘’Saya akan tetap memakai nomor 44. Saya bisa memakai nomor 1, tapi saya sebenarnya tidak suka. Saya yang memilih tetap memakai 44,’’ imbuhnya. Menurut Hamilton, nomor 1 sebenarnya bagus, namun ia tidak akan bisa memakai selamanya. Berbeda dengan nomor 44 yang bisa ia pakai selamanya. Hamilton untuk sementara mengatakan tidak menargetkan melampaui rekor kemenangan dari salah satu pembalab F1 tersukses, Michael Schumacher. Namun, ia menambahkan, bahwa rekor itu bukan tidak mungkin dicapai sebelum kariernya berakhir. Michael Schumacher memiliki beberapa rekor sampai saat ini. Di antaranya menjadi juara dunia 5 kali secara beruntun, 91 kemenangan Grand Prix, 13 kali kemenangan dalam satu musim, dan banyak lagi. Hamilton saat ini baru mencapai 62 kemenangan Grand Prix, yang masih jauh dari rekor kemenangan Schumacher yang sebanyak 91 kemenangan. Tetapi Hamilton sudah melampaui rekor pole position Schumacher (68 kali pole position) sebanyak 72 pole position. ‘’Saya harap dapat terus menang untuk waktu yang lama. Saya bertarung untuk itu, tetapi sampai saat ini saya tidak memiliki keinginan untuk melampaui rekor tersebut,’’ ujar pembalap 32 tahun tersebut. ‘’Saya berencana untuk memenangkan lebih banyak balapan, jadi kita dapat melihat bagaimana kelanjutannya,’’ ujar Hamilton. Kemenangan pada F1 2017, membuat Hamilton menggenapkan gelarnya menjadi sebanyak empat kali. Hal ini membuat dirinya setara dengan Alain Prost dan Sebastian Vettel. Sementara itu Hamilton ingin mengejar juara dunia untuk kelima kalinya agar dapat bersanding dengan Juan Manuel Fangio. (kmb33/rtr)


Redité Pon, 19 November 2017

I Kaki Dengkil

Nyastra

Girinatha

GIRI Tohlangkiré kanten agung nyelegedag saking kubon I Kaki Dengkilé. Bancangné masaput hima, muncukné makedus ngamedalang andus sliak-sliuk ampehang sayong. Makadi homa tan pegat ngraina. I Kaki Dengkil bengong kalangen manggihin Giri Tohlangkiré irgamayang sakadi Ida Bhatara Siwa malinggih masila padma. Heneng hening henung mayoga nyukertaang jagat. Sesampuné sué nyureng Giri Tohlangkiré, paningalan I Kaki Dengkil ngicir-ngicir. Giri Tohlangkiré sakadi paida ngalit-alitang kanten. Sambilanga negak masila lémpéh baongné jegjeg, tulang tunduné paida jegjeg. Silané nyansan bunter nekekang. Anak ngudiang I Kaki Dengkil sandikaoné puniki? Nénten wénten sané tatas uning. Pianak, mantu, tur cucunné I Doglagan sujatiné naler nénten tatas uning solah Ipuné sakadi punika. Jabat Ida Padanda Nengah Kekeran kémanten kocap sané uning, sané siosan nénten. Ida Padanda Nengah, asapunika Ida kasengguh, nganikaang wantah asapunika solah I Kaki Dengkilé, sampunang gulgula, sampunang kaukina utawi usuda, sampunang bangunanga, nyanan midep nglantas padem. Punika cecirén I Kaki Dengkil kenjekan mayoga. Nunggalang atmané kalawan sang parama atma. Ri kala punika, angkihané sakadi sampun nénten wénten. Kawantah ring bunbunané kebit-kebit. I Kaki Dengkil mangkian saking siwa dwarané. Sayan wengi, sayan teleb I Kaki Dengkil masila lémpéh, limané tekek ngrasodana ring pabinané. Muané masemu bungah. Alep nyunyur manis prabhawan I Kaki Dengkila. Ri kala yogané sampun tiling. Giri Tohlangkiré sayan ngalitang, ngrangsuk ring cudamani I Kaki Dengkilé mamukti dados Girinatha. Galang apadang rasaanga antuk I Kaki Dengkil tengahing dalu puniki. Sang Girinatha ngrangsuk ring sajeroning awak I Kaki Dengkilé wenginé puniki. Wénten sané ngantenang awakné nyalang macaya wantah sampun asapunika. Wénten naler sané maosang, ri kenjekané asapunika, awakné nénten ngenteg tanah. I Kaki Dengkil midep makeber? Kénten kocap baosanga antuk sané ngangken naan manggihin. Wenginé puniki kantené nénten wénten sané manggihin I Kaki Dengkil sampun tasak yogané sakadi punika. Wantah sayongé kesir-kesir sané nyaksiang. Raris, asapusira Girinathané punika? Asapusira sané ngawanang I Kaki Dengkil prasida ngicalang baat awakné? Sané prasida ngaonang pakekeh bhuwana agungé ngambél pabaat panca bhutané ring sajeroning bhuwana alité puniki? Kayunang punika. Kocap tuah Ida Bhatara Girinatha sané prasida micaang panugrahané punika, tan sios. Manut bacakan tattwa wité, sané kasengguh Girinatha punika tan sios Ida Bhatara Siwa. Sané mangkin, wawu pisan tengahing ratriné malengkas. I Kaki Dengkil sampun usan mamegeng. Saka kidik uadanga buntutné. Gamela jerijiné antuk tangané kiwa-tengen sambilanga nguadang bangkiangné. Raris saka kidik tedunanga buntutné ka natahé sané belus wawu keni sabeh kribis-kribis. Pitanang sapunapi jagi karyana malih. Napi jagi néngkléng ring tengah natahné? Pamekasné nénten. Ipun mangkin mamargi ka paoné ngenjit kompor raris nungguhang kétél madaging toya anyar. Nénten sué ring paoné, I Kaki Dengkil sagét sampun makta cawan madaging wédang pait dademenané. Sanunggil ngwédang, jangkep pisan pirantiné. Cawané sané sampun madaging wédang matekep tur matatakan lépékan. Kamula asapunika tata-titiné ngwédang sané margianga saking alit kantos mangkin sampun tua cakluk. Masila lémpéh aken I Kaki Dengkil ngwédang. Sasampuné siupan sané kaping tiga, I Kaki Dengkil ngadébras bangun. Sambilanga marep Kaja Kauh ngiwasin Giri Tohlangkiré sané kanten santukan keni caya Sang Sasi, kanten kalangen pisan Ipun. Grimik-grimik Ipun mabaos alon: “Pamekas Ida Girinatha ngripta jagaté kabéh. Yén selehin brahmanda puranané, koné dikenjekané peteng ibut, tusing ada apa-apa, né ada tuah yéh ané tusing bakat wilangin dalemné, ri kalané ento laut kapiragi makeplug mangiur-iur. Sasubané ento bhuwanané karipta. Saka bedik karipta jagaté landuh!” Pangkah pisan I Kaki Dengkil ngojah sastra sakadi asapunika. Sesampuné ngrimik sakadi punika, I Kaki Dengkil makisid negak ring balé kuboné marep Kelod. Manahanga sayuwakti patut pisan Ida Sang Girinatha sané ngripta jagaté tur dagingnyané. Ida Bhatara Girinatha sané tan sios sujatiné Ida Bhatara Siwa punika naler jagi ngardi karahayuan reriptané. “Lamun kéto, Girinatha ané malingga di Giri Tohlangkir sinah makayun apang mletus gunungé apang prasida nyukertaang jagaté ri kawekas. To iwasin, dugasé mletus ipidan, saja wargi Tepisiringé sengsara ajebos. Kuala ri kawekasan tusing ké letusan Giri Tohlangkiré ngawinang sarwa tinandur mupu?” Asapunika panepas I Kaki Dengkilé. Kasujatiané kocap, letusan Giri Tohlangkiré punika cecirén Girinatha sedekan maupaya jagi nyukertaang jagat. Punika awanan, I Kaki Dengkil matakén ring manah. Wantah asapunika kasukseman Girinathané sané jagi nyukertaang jagat majalaran antuk mletusné Giri Tohlangkiré, ngudiang pakaryan Idané tambakin antuk mapakelem mangda nénten durus mletus? (Jelantik)

Atma Pejuang Angulayang ring Uma Kaang I Madé Suarsa WUS mamaca, macepol niwang I Sampik, ciri suba kalah…, lengkara ciri suba kalah punggelan puh maskumambang, saking tawang angurayang asawang-sawang, nyaritayang Babah Sampik niwang, Nyonyah Ing Tay ngalahang, olih wang tani cekér-cekér matembang, liang ngetisin bangkiang ring pancoran tréjéng jurang, wus ngebuhang sawah-ladang. Kapiragiang saking bukit angang padang, sapanjang long march sangkan bangkiang gunung agung tegeh anglayang, paran doh nrajang ngauhang, anrawang ring awang-awang. Yan punika banggéang, tan kaalang-alang, tan wurungang ngranayang manah para pejuang gamang, kambang, bingbang. Bingbang ten, kambang nénten, gamang mboten, nanging érang kémanten, I Gusti Ngurah Rai lan ari anten-anten, santukan sang magending sat masesimbing mangenten, mastikayang Pak Rai lan Pasukan Ciung Wana ra pacang kaon kanten, mayudha nglawan tentara NICA ayat nyajah

malih Indonésia sampun mahardika merdéka jati-janten. Janten sampun kasujatiané satepung pinaro yuta ten wénten manah sang macekéran masesimbing, wantah tetuian pisan gendang-gending. Ten wénten wang Bali nganistayang pejuang, sejabana PPN, Pemuda Pembéla Negara (?), pemuda-pemuda soléh, pembéla salah, negara sané encén, negarané sira, wastu kaentél-entélan dados Pemuda Penjilat Néderland, doning PPN malah maroang NICA, nyunjung satru ngandap roang. Roang, para pejuang sampun gregetan digelis pacang matetangkep wirang sareng Tuan Gedé Basang, Londo Bok Pirang ring médan juang. Napi malih sesampuné para pejuang prasida makuéh ngamolihang senjata antuk ngrejek ngrebut tangsi gudang senjata ring Tabanan, olih Pasukan Ciung Wanara kamanggalain I Gusti Ngurah Rai. I Gusti Ngurah Rai, ketah kabaos Pak Rai wengi punika ring pamreman, kari ngusapusap rambut panjang Désak

Putu Kari, alon saha alus manis baosé ébeking sih sayang mapawéwéh. Pawéwéhé nuekang doning tan wurungan, digelis dané jagi mayudha macecepuk ngarepin Pasukan NICA kajengah-jengah, doning tan kadagingin manah ipun mangda Pak Rai arsa marerembugan, kayun maroang NICA jagi kawéhin pangkat jabatan tinggi. Nanging Pak Rai ajeg jegjeg, ten kayun, nénten arsa, tetep non kompromis. “Adi, Désak Putu Kari, melahang pesan nyén idéwa ngupapira i cening makadadua Gusti Ngurah Gedé Yudana, Gusti Ngurah Tantera, sawiréh tusing buungan, Beli lakar ninggal puri ngalahin idéwa, matangtang perang nglawan musuh!” “Titiang sampun manyet.” “Nah unduk bobot waduk Adiné, rasané Beli tusing sida lakar nyingak embasnyané i cening. Wekasan yan lanang embas i cening, wastanin Gusti Ngurah Alit Yudha. Pradé istri embas, sara idéwa ngwastanin! Petengé jani Beli ngalahin idéwa, ngalahin i cening, idepang Beli suba mati.” Mati maha prawiréng rana, sédan ida sang maraga ksatria purusa wantah kamulan patut ring tengahing payudan, sakadi munggah ring lontar Ramayana, sampun astana ring kayun Pak Rai lan rabiné, mawinan pada-pada lascarya. Pak Rai lascarya ninggal puri, rabi, lan putra, rabiné lascarya katinggal yata sedek mobot ageng. Ageng baktiné ring alit-alit, rabi lan puri, nénten nyurudang kayun Pak Rai kukuh melanin negari, ngrastitiang bhumi, yadiastun soréné punika Anggara Kasih Dukut, 19 Novémber 1946, Pak Rai mastikayang Désa Marga sampun kakepung kakurung olih pasukan NICA. Mawekaswekas dané ring pangabih andel-andel idané, Gusti Bagus Putu Wisnu. “Wis,…Wisnu,… Désa Marga suba kurung NICA.” “Nggih. Bénjang tan urungan yudané durus.” “Kénkén baan madaya, kramané apang tusing kena srémpétan?” “Sapunapi antuk?” “Jalan jani ajak makejang mabakti malu ka Pura Dalem Basa Olé mumpung rainan, nunas ica, makemit kanti semeng!” Semeng punika, Pak Rai pinaka pamucuk Pasukan Ciung Wanara, Markas Besar Oemoem Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia, lan Tentara Republik Indonesia Sunda Kecil, nguduhang mangda sami siadasa nem angga Pasukan Ciung Wanara, digelis késah saking Désa Kelaci nyujur wewengkon Subak Uma Kaang, mangda panjak-panjak

nénten dados sasaran mimis musuh, réhning yuda ageng tan wurungan pacang acecepuk. Ngancan tegeh suryané ngancan katah katon saking kadohan pasliab tentara-tentara NICA nangsek ngrangsek ngubek Désa Marga. Marga-margi Pasukan Ciung Wenara jagi sida unggul macecepuk sareng Pasukan NICA, sakadi galang. Mapupul masikian magenah ring palemahan sada tegehan, wastu sada élah antuk Pak Rai lan pasukan sami ngaton pasukan NICA wénten ring genah pradésa soran mulisah nénten uning genah bénténg p aengkeban Pak Rai. Ta n akedik krama sedek mamasar ring Pasar Marga katakénin, tan wénten ngangken uning. Uning kabogbogin, tan kidik krama kabaksa kasiksa, nanging tetep nénten ngaku. “Ngaku saja, di mana itu olang Si Rai dan kawankawan belsembunyi, aah?” “Saya tidak tahu Tuan.” “Apa,… kamu olang mau mati aah?” “Demi Pak Rai, demi Indonesia, saya tak takut mati Tuan.” “Aaah… bedebah kamu olang.” “Merdeka!!!” Merdéka manah warginé, doning Welandané nénten sida ngamolihang gatra saking krama, wastu pamucuk NICA, Tuan JBT Konig gedeg tan kadi-kadi, mréntahang mangda pasukannyané nyliksik umah, kubu, pondok krama, mapan katenger dados genah paengkeban Pak Rai. “Rai lupanya belsembunyi di sana. Ayooo geledah itu lumah-lumah penduduk! Suluh meleka membuat kelandakelanda untuk mengangkut mayat Rai dan kawan-kawannya. Ayooo cepaaattt tangkap Rai…!” Pak Rai mangkin banget menggah piduka miragiang laporan telik tanem yéning NICA maksa marikosa krama désa, gelis tegep ngicénin préntah. Bilih-bilih NICA terus nyliksik, kumantos nampek-nampekin wewidangan tegal sawah Subak Uma Kaang, genah nyantos sapatekan musuh. “Musuhé suba paek. Adi Sugianyar, Debes, ngoregang sisi kangin! Sisi kaja, Adi Suéta tekén Nyoman Kalér! Ba delod Bung Madé, Ketut Sanur! Dini tengah-tengah di Pura Ulun Sui, depang Beli ajak Wisnu! Yén tusing ada kode uli Beli, sing dadi némbak! Ngerti?” “Ngertiii,… Siaaappp….” Siap sayaga sami. Sawetara dauh tiga, pukul 09.00, pasukan Ciung Wanara kantun sipil ngesil. Serdadu NICA sayan akéh, sayan tampek, pasti pas keni yéning témbak. Tan pajamuga kapireng suara témbakan pistol Pak Rai ngicénin cecirén

macetar. “Cetaaarrr…!!!” Wawu amunika, pramangkin sat ngider palemahan krépédan suaran pistol pasukan Ciung Wanara sambung-sinambung saking genah ba duuran, magpag malaganing pasukan NICA beténan. Akedik ipun tan madaya, jagi kapagpag mimis. Tangkejut kapupungan, wastu tan akedik pajulimpang ngemasin padem tan sida makelid. Sané tiosan ngangsehang malaib kalapu-lapu kaencehenceh. Tan kadi-kadi pedihnyané JBT Konig polih lapuran katah anggota pasukannyané padem. Nanging ipun polih cecirén bénténg pasukan Pak Rai magenah ba duuran, patut kaduurin malih mangda sida mucah. Ten kantos sapanginangan makudang-kudang kapal capung makta bom ngindang sliwar-sliwer tulén capung sander-sinander ngentungang granat mulangin bom. Bom, drika-driki makeplug; granat, drika-driki makeplag. Pasukan Ciung Wenara tangkejut, nanging nénten kecut. Yata kalah anéh, nanging saling témbak tan wurungan. Hyang Surya ngancan magingsir lingsir. Seka siki pasukan Ciung Wenara ngemasin palatra. Rikanjekan kacingak Pak Wisnu nyulimpang séda keni mimis mitraliur, maweweh-weweh érang Pak Rai, raris ngamuk kadi banténg kataton saha nyerit mréntahang puputan. “Puputaaannn…!!!” Puputan puput sampun angrangsuk manah pasukan Ciung Wanara sané kantun maurip, sami ngamuk ngiring Pak Rai matohpati. Antuk gelaré tan sumaih, wastu saka siki ngemasin séda. Kirang langkung sia jam mayuda saking semeng, ring panguntat rikalaning ngancan nyoréang, mimis mitraliur bétél ngeninin dada Pak Rai. Pamuput, séda amekul Bhumi Pertiwi Bali. Ibu Pertiwi anambut asawang-sawang. “Cening Gusti Ngurah Rai, yén amoné gedén baktin idéwané tekéning Ibu, mélanin Ibu, dija pejang Ibu subaktin idéwané? Jani jalan idéwa mantuk ka Suargaloka.” Suargaloka sat lumbanglumbang mamungkah lawang, nyambut sapangrauh atma utama I Gusti Ngurah Rai kairing sia dasa lima diri atman Pasukan Ciung Wanara, ritatkalaning suara kidung girisa ngébek Puri Agung Carangsari, atha sedengira mantuk sang suralaga ringayun, tucapa haji wiratan karyasa nangisi weka, pinahajengira laywan sang putrénalapiniwa, pada lituhajenganwam lwir kandharppa pinatelu…, kala subha déwasa Budha Umanis Dukut 20 Novémber 1946 nyoréang, atman-atman para pejuang mangulayang ring Subak Uma Kaang. Anggara Wagé Dunggulan 311017

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Yadnya Utama

Ring Jagat Dwaraka Olih : I K. Satria, S.Ag NGLANTUR kacaritayang, tatkala punika Ida Sang Prabhu Krishna nyaksiang indik embasnyané Sang Parikshit sané sekantun ring tengahing garbha sampun naen padem sangkaning senjata brahmastra sané katibakang olih Ida Sang Aswatthama, putran Ida Bhagawan Drona. Sangkaning punika, ri kala putrané punika embas ka jagaté, anggané nénten pisan sakadi anak alit sané biasannyané sané wawu embas sampun nangis. Anak alit punika embas sakadi watang tan pabayu, sakadi sampun padem. Uning wawu madué sentana, sadaging Jagat Kuruné dahat angayubagia, sangkaning putra sané mautama sampun embas ka jagaté. Sakémaon, wawu éling ring kahanan anaké alit, rasa angayubagia nadaksara ucem mauwah dados sungsut. Samian kulawarga Kuru sebetné kalintang sangkaning uning ring kawéntenan putrané punika tan pabayu tan bina sakadi anak sané sampun séda. Sami parajanané sané wénten ring Astinapura nangis sangkaning nguningin parindikané punika. Kahanané punika ngawinang sami daging Jagat Kuruné marasa kalintang sungsut. Mirengang kasungsutané punika, Ida Sang Prabhu Krishna sané kairing olih Ida Sang Yuyudhana raris digelis nuju genah paseban sané mautama, genah kulawarga Kuruné mapupul. Ida Sang Prabhu Krishna sampun kasangra olih Ida Dewi Kunti. Kala punika Ida Dewi Kunti taler risedek ngayat-ngayat kawéntenan Ida Sang Prabhu Krishna mangda prasida rauh ka Astinapura. Ring genahé punika, Dewi Kunti kairingang olih Ida Dewi Draupadi. Wénten taler Ida Dewi Subhadra miwah para istriné tiosan. Samian wyakti prabawan para istriné punika ocem, dahat sedih sangkaning kahanan putra sané kajantos-jantosang sakadi asapunika. Jagat Astinapura madué sentana utama sané tanpa bayu. Sesampuné masadu ajeng ring Ida Sang Prabhu Krishna, Ida Dewi Kunti ngraris matur; “Nawegang titiang, Ida Sang Prabhu Krishna. Dahat angayubagia pisan, biang I Déwa, Ida Dewi Dewaki, anak istri sané mobotang kawéntenan palungguh I Ratu. Wantah palungguh I Ratu sané pinaka panuntun saha sané ngicén waranugraha mautama majeng titiang miwah kulawarga Kuru ring Jagat Astinapura. Palungguh I Ratu wantah pinaka pralambang kautaman titiangé

13

sami! Wangsa Kuruné puniki sujatiné sampun masayuban ring anggan palungguh I Ratu, mawit saking mayudha kantos molihang kajayan, molihang kautaman sakadi mangkin. Nawegang titiang, I Ratu sang sané mautama saking wangsa Yadu, kawéntenan putra sané mautama iriki, sané wawu embas puniki taler sampun pejah sangkaning senjata mautama Sang Aswatthama! Nawegang Sang Prabhu, titiang nunas mangda palungguh I Ratu mapitulung majeng ring titiang, majeng ring sentanan titiangé puniki! Nawegang majeng ring sané ngawesa wangsa Yaduné, boya ké kawéntenan I Ratu sampun masemaya ngicénin kahuripan majeng ring anak alit punika? Anak alit sané durung embas sampun katibakin senjata olih Ida Sang Aswatthama? Titiang kantun éling ring pangandikan I Ratu tatkala punika. ‘Titiang pacang nguripang malih putrané puniki yéning pradé benjangan embas nénten mabayu!’ Sakadi punika atur pangandikan Sang Prabhu tatkala punika. Satmaka masemaya yéning manahang titiang. Sané mangkin, putra punika sampun embas, nanging nénten mabayu sakadi sampun padem. Nawegang Ida Sang Prabhu, pinaka junjungan sarwa mauripé! Wantah sampun kacumawisang, palungguh I Ratu sané mapitulung ring anggan Dewi Uttara, Dewi Subhadra, Dewi Draupadi, para Pandawa, kulawarga Kuru, taler ring angga sariran titiangé. Sang sané kasengguh Putra Dharma, Sang Bhima, Sang Arjuna, Sang Nakula miwah Sang Sahadewa, sami putran titiangé punika ngarepang welas asih palungguh I Ratuné. Taler putra sané wawu embas wantah nunas urip ring anggan I Ratuné! Sami ksatria Pandawa wantah jaya ring payudhan sangkaning palungguh I Ratu. Punika mawinan sané mangkin, titiang banget mapinunas mangda prasida palungguh I Ratu nguripang saha mapitulung majeng ring kulawarga Kuruné. Titiang banget mapinunas majeng ring I Ratu sané sampun kasengguh Janardhana! Sami para istriné ring Astinapura sampun ngresepang pinunas Sang Abhimanyu tatkala jaga seda ring payudané, inggih punika ngrepang mangda wénten pasametonan pinaka sentana wangsa Kuruné urip ngajegang jagat,” sakadi asapunika atur Dewi Kunti majeng ring Ida Sang Prabhu Krishna. (Puput)

tanah pasih entik-entikan saisin gumi sami pakardin Widhi sami wantah druén widhi napi malih aturang yén rasayang tiang yadnya pinih utama wantah parisolah sané becik pikayun sané luwih turmaning welas asih pastika rahayu kapanggih

Abrasi

I Wayan Tojan

yéh maluab ka sisi dini ditu telah abrasi tanah carik di pasisi sertipikatné tekek kagisi kéwala tanahné anyudang abrasi kénkénang jani Bali sing pragat tuah di munyi raos puyung tan paisi segara di pasisi tongos melasti anéjani segara nyuhjuh giri Bali uber abrasi I Wayan Tojan


Jayanti

14

I Wayan Madik Kesuma

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Pangkur 39.m\Ðønåwitinßlj;,

Mangkin ngawitin malajah, r&psÉmn/,

ring pasraman, \Ézé&bÉhßcri,

ngranjing Brahmacari, mljhinÓtÙtutu(,

malajahin tatwa tutur, kwiknnÐdigéyn/,

kawikanan kadigjayan, \enÓosÓ˱ni,

ngantos truni, \Éjshmu\á;duwu(,

ngraja saha munggah duur, ptutÐ(yn*t)bsn/,

patut karyanang tebasan, hupkrm)enkÐ)li;.

upakara menék kelih. 40.ebyklpÉysÇitÓ,

Béakala prayascitta, p\Þ¡ktn/,

panglukatan, b)bnÓ)nnuæßrrti;,

bebantenan Smara Ratih, p\)k)bnÞnuæ)syut/,

pangekeban lan sesayut, pinksomæuné)jk,

pinaka sampun jejaka,

Setata Eling ”Pulang Kampung” MERANTAU manut akéhan krama Bali, boya ja parindikan sané dangan. Akéh taler rerama sané nénten kayun yéning pianak-pianaknyané merantau. Minab punika sané ngawinang dumun akéhan krama nénten kayun merantau. Sakéwanten, nénten sakadi asapunika manut I Wayan Madik Kesuma. Dané setata maosang ring reramané, yéning pianakné merantau mangda prasida sukses. Aget Madik – asapunika dané ketah kasambat, prasida ngawinang sang rerama las yéning déwékné merantau. Kacunduk daweg rainan Galungan, Madik Kesumua nyaritayang indik pamargin kahuripané ring rantauan. “Yéning éling-élingang malih parindikané dumun, yukti ngawi engsek. Urip nika pilihan, mawinan iraga patut kayun mamilih,” baos Madik. Madik Kesuma nénten pisan naen mapikayunan pacang madué utsaha ngraga ring widang paumahan ring Bogor. Daweg alit, dané ngranjing ring SD No. 5 Kesiman, Denpasar Timur. Tamat warsa 1981 dané nglanturang ka SMPN Sumerta sané mangkin mawasta SMPN 8 Denpasar. Kawagedan dané ring widang akademis sané becik, prasida ngateh Madik ngranjing ring SMAN 1 Denpasar. Tamat warsa 1987, Madik malih nglanturang kuliah ring Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) miwah lulus daweg warsa 1991. Pendidikan manut Madik Kesuma yukti mautama. Nénten marasa cukup madué ijazah STAN, dané malih nglanturang kuliah ring Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia miwah lulus warsa 1995. Dané prasida muputang Akuntan STAN warsa 1997. Pasca sarjana Kebijakan Fiskal Universitas Indonesia kapuputang daweg warsa 2001. Suami Ni Nyoman Rimawati puniki naen dados Auditor BPKP mawit warsa 1991 kantos 1998. “Akéh tetimbang sané ngawinang titian pamuput wus dados PNS. Tiang makarya ring sinalih tunggil perusahaan sadurung tiang ngwangun utsaha preragan antuk

aran PT. Kesuma Agung Selaras ring Kota Bogor,” tutur Madik. Ring pikayunan Madik, yéning meled sukses patut teleb mautsaha. Yéning sampun mautsaha pastika wénten asilnyané. Satios utsahannyané nglimbak, pianak pinih pertama prasida ngranjing ring UPN Jakarta sampun ngranjing semester VII Fakultas Kedokteran. Pianak kaping kalih miwah kaping tiga, Made Ismary Mentikaratih lan Nyoman Dikri Maharatih kantun ring kelas X lan XI SMAN 3 Bogor. Sané pinih alit, Ketut Kesawa Diktra Kesuma kantun kelas III ring SD Bogor Raya. Yadiastun ketah kasengguh perantau sukses, Madik Kesuma tetep éling pulang kampung nyabran polih selah saha nyabran rainan Galungan. Madik Kesuma éling yéning déwékné boya ja sira-sira. Sakéwanten dané meled berbagi pengalaman. Merantau punika wantah tantangan miwah tanggungjawab lebih sané nénten pacang karasayang yéning meneng ring tanah palekadan. Antuk punika, pastika pacang wénten rasa semangat saking déwék. Lanang sané embas ring Denpasar, 29 September 1967 puniki ngangken, akéh sané nyokong déwékné kantos prasida sakadi mangkin. Sinalih tunggilnyané, rerama miwah istrin dané sané pateh-pateh saking Kesiman. “Satios patut pulang kampung, tiang taler setata nguduhang sameton Bali ring Bogor miwah ring wewidangan inucap, mangda nénten lali ring dresta budaya Bali. Sinalih tunggilnyané Magalungan cara Bali, yadiastun nénten meneng ring Bali,” weweh Madik. (ast/uma)

Redité Pon, 19 November 2017

Putu Nayika Sari Patra

Manah Liang sangkaning Kahanan Désa Asri Lestari ALIT-alité mangkin akéhan seneng ring sekancan parindikan sané “praktis” utawi dangan, asapunika taler ngeninin indik ajeng-ajengan. Sangkaning punika, mangkin sampun sayan ngakéhang sané seneng matetumbasan ajengan “siap saji” tan paéling utawi rungu ring sapunapi vitamin sajeroning ajengan inucap. Mabinayan sareng Putu Nayika Sari Patra, yowana istri sané kantun wimuda, nanging sampun seneng pisan mareratengan. Sangkaning punika tatkala ibunnyané mareratengan, Naya – asapunika ipun ketah kasambat majanten nyarengin ring paon. Pianak kapertama I Nyoman Krisna Prananda, S.E., A.k., – Putu Widayanti, A.E., A.k., puniki taler maosang, mareratengan punika wantah pakaryan sané ngawinang liang, napi malih yéning sané kakaryanin kaucap jaen tur kasenengin olih kulawarga miwah timpal-timpalnyané. “Cutetné pakaryan mareratengan wantah pakaryan sané ngawinang liang. Ngolah sekancan lakar matah mangda dados ajengan wantah ngawinang manah tiangé liang pisan,” baosnyané makenyem. Siswa kelas V ring SD Bali Public School puniki malih nyatuayang, sios seneng mareratengan, ipun taler seneng malancaran sareng kulawarga. Sakéwanten boya ja malancaran ring genah-genah ramia sané wénten ring kota utawi genah-genah matetumbasan sané agengageng, nanging ipun seneng malancaran ring wewidangan désa sané doh saking kahanan ramia taler doh saking suaran mesin montor sané ngawinang empeng antuk andusné sané ngawinang kahanan udarané cemer. Wewidangan désa inucap taler

kasenengin duaning kahanannyané kantun asri, tis, sios punika taler kapirengang suaran makudang-kudang soroh kedis miwah buron sané siosan. Sangkaning seneng malancaran ring genah sakadi punika, sinah ngawinang dané meled pisan nembangang tembang sané nyinahang kahanan sakadi asapunika. Punika mawinan yadiastun sampun akéh prestasi sané kapolihang ring widang fashion miwah magending, Naya taler meled prasida sareng ngamedalang album antuk tetujon mangda ipun prasida nembangang tembang indik kaasrian kahanan ring désa. Satmaka titah Hyang Widhi, pangapti inucap prasida kamedalang duaning Naya sané molihang sokongan saking reramannyané puniki prasida ngamedalang album kompilasi risampuné ipun nyarengin alit-alit Bali Kumara Generasi Keempat. Ring tembang kompilasi sané mamurda “Dewi Gangga” punika, Naya nembangang tembang antuk mamurda Désa Asri Lestari. Tembang sané karipta olih Gus Saka puniki nyinahang kahanan désa sané asri, madaging antuk carik linggah miwah tlabah sané toyannyané ning tur resik. Kasinahang ring tembang inucap, alit-alité maplalianan ring pundukan cariké. “Majanten sampun prasida kaélingang sapunapi liang bagia manah iraga tatkala prasida ngamanggihin tur meneng ring kahanan désa sakadi punika. Sakéwanten durung majanten kawéntenan genah sané asri kantun akéh kapanggihin ring kahanan sakadi mangkin,” baosnyané makenyem. Tembang sané apik ka-aransemén olih Wiwit Setyawan punika prasida nyinahang sapunapi kahanan désa sané asri tur setata lestari kantos riwekasan. Mawit saking tembang punika Naya taler ngaptiang mangda alit-alit satuuhnyané setata éling tur tresna ring kahanan désa sané asri. Yéning ring galah libur sekolah patut setata ngwéntenang galah mangda polih budal ka désa saha ngaptiang mangda désané prasida becik kajagra saha prasida lestari riwekasan. Mangda toya ring tlabah sané ning nénten kacemerin antuk leluu miwah tanah cariké nénten magentos dados wewangunan. (ast/was)

mkciri,

maka ciri, hê*s)mrsomæunÓ)dun/,

Lontar Déwa Tatwa, ”Hégomoni” lan Paiketannyané ring umat Hindu Bali

Hyang Semara sampun tedun, s*kmjygum)l(,

Sang Kama Jaya gumelar, \tutÉ&s*kmrti;.

ngatut ring Sang Kama Ratih.

Isin Gumi

Nyabran Warsa, 600 Krama Padem ring Margi INDIK kasus baya lalu lintas kantun ageng pisan, pamekas ring Bali. Ratarata nyabran warsa sawatara 600 diri krama sané padem ring marginé ageng. Diréktorat Lalu Lintas Polda Bali maupaya ngirangin akéhnyané pawilangan kecelakaan antuk makudangkudang parikrama. Saking katah korban padem inucap, akéhan wantah yowana utawi generasi muda. Saking data sané kapupulang, krama sané padem akéhan

mayusa kantun produktif pantaraning 15 kantos 35 warsa utawi 60 persén. Punika mawinan para yowana sané banget rentan kecelakaan. Parindikan inucap kabaosang Kasubdit Ke a m a nan Kes el am at an Dit. Lantas Polda Bali, AKBP I Ketut Kanditha wawu puniki. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wraspati, 17 Novémber 2017 lintang.

Gung Surya, Lovina Wilangan baya lalu lintas ring usia produktif metu sangkaning kapertama, rasa émosi kantun labil, kantun angkuh ring padéwékan, makta kendaraan durung cacep pisan, miwah seneng ugal-ugalan ring margi. Parilaksana nyapa kadiaku taler prasida ngwetuang baya. Parindikan punika ketah pisan ngawinang baya majeng ring padéwékan miwah krama tiosan.

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

kangkang

1.

k*k*,

1. tamak

2.

kangkat

2.

k\Ðt/,

2. boleh

3.

kania

3.

knê,

3. bujang, gadis

4.

kanin

4.

knin,

4. luka

5.

kanista

5.

knisÕ,

5. dicemooh

6.

kantah

6.

knÓ;,

6. gadai

7.

kanten

7.

knÓ)n/,

7. terlihat

8.

kanti

8.

knÓi,

8. sekutu

9.

kantu

9.

knÓ¡,

9. pingsan

10.

kp;,

10. jarang

10. kapah

Bahasa Indonésia

Putu Mahardipa, Mayon Rasa éling para krama pamekas ring marginé kantun andap. Rasa éling mangda taat ring tata tertib lalulintas taler kantun kirang, utamané alit-alit minakadi para pelajar lan mahasiswa. Para yowana punika pungkuran akéh sané kirang disiplin. Puniki kabuktiang ketah kapanggihin wénten sepéda motornyané kaprétélin mangda kakantenang gaul tur nuutin jaman. Gung De, Singaraja Tios ring émosional-nyané tegeh, alit-alité ketah ngléwa ring margi saha kirang konséntrasi. Baya ring margi taler kaawinang olih infrastruktur utawi kahanan margi sané usak. Saking pihak kepolisian mangda ketah nyobyahang indik tertib lalu lintar ring margi, taler aturan-aturannyané. Putra, Seririt Faktor perkembangan ring usia produktif sané durung imbang utawi nénten stabil, ngawinang dégradasi parilaksana sané kirang becik, ketah nginutin trén lan jaga géngsi. Ketah taler nulad parilaksana sané nénten patut minakadi ring margi nglanggar rambu-rambu lalu lintas. Nénten mapikayun panjang, parilaksana punika pacang mayanin padéwékan saha anak tiosan ring marginé. (ama)

LONTAR Déwa Tatwa ring umat Hindu Bali pinaka silih sinunggil tuntunan sané jagi kanggén nglaksanayang upacara agama miwah ngaryanin upakarannyané. Indiké puniki sujatiné madué paiketan sané raket ring kahuripan umat Hindu ring Bali. Yéning rerehang mangkin basa keréné punika masaih ring kruna hégomoni. Wénten sané nguasain unteng pikayunan miwah penanaman ideologi ring umat Hindu ring Bali ri kala nglaksanayang upacara agama. Parindikané puniki nénten kasadarin olih umat Hinduné ring Bali. Yéning selehin manut suksman kruna Déwa Tatwa punika kawangun antuk kalih kruna, inggih punika déwa lan tatwa. Kruna tatwa ring basa Jawa Kuna/Kawi mawit saking basa Sansekerta suksmané kapatutan, kasujatian, sujati, yukti-yukti, hakikat, lan sifat kodratai. Déwa ring basa Sansekerta suksmané ketuhanan. Punika mawinan suksman Dewa Tatwa inggih punika ngeninin indik filsafat Ketuhanan, ajahajahan Ketuhanan, tuntunan sané kanggén ri kala ngamargiang sastra agama. Yéning selehin manut suksman Déwa Tatwa punika, iraga sareng sami sampun ngamangguhang rupa sané ngwasain unteng-unteng pikayunan ngamargiang upacara agama olih sang sané ngawi sastra agama, sané madué kuasa indik parikrama maagama umat Hindu ring Bali. Riantukan nguasain unteng pikayunan miwah penanaman ideologi sané kalaksanayang ring umat Hindu Bali, mamargi nganggén kaweruhan sastra miwah tutur budi, punika mawinan hégomoni puniki ngranjing ring hégomoni sané positif. Punika mawinan umat Hindu ring Bali dangan nerima, nénten uning déwékipuné sampun ka-hégomoni. Punika mawinan umat Hinduné ring Bali nganggén lontar Déwa Tatwa pinaka

pedoman utawi tuntunan ri kala ngamargiang parikrama magama pinaka warnaning ngamargiang sastra agama/ ajaran Ketuhanan. Hégomoni sané wénten ring lontar Déwa Tatwa puniki raket paiketannyané ring parikrama magama sané nganutin pola agama Agricultur, punika wenten ring sistem teologi-nyané. Sistem téologi pola agama Agricultur inggih punika natural politheismé sané precaya utawi srada ring makéh para Déwata pinaka manifestasi utawi prabawan Ida Sanghyang Widhi Wasa. Ring téks Déwa Tatwa wénten kasengguh makéh para Déwatané sané katurang bebantenan upakara. Soang-soang déwata katurang upakara sané mabinayan nganutin napi sané wénten ring lontar Déwa Tatwa punika. Silih sinunggil kepahan lontar puniki sakadi puniki. Sesayut katur ring Bhatara Iswara, ingaranan pujakrĕthi. Lwirnya, sĕga isĕhan, iwaknya ayam putih mulus pinanggang, angkĕbin ring sega, tañcĕbin sĕkar tuñjung akatih, ring tĕngah tañcĕbin kawangi 3 wiji, riwaka hĕlar ayam padha 1, sowang, ring ikuh 1, tulung matangga 1, jaja sarwa galahan, sĕdah woh, wohwohan denya sangkĕp. Sesayut katur ring Bhatara Mahadewa, ngaran Tirtha Amrĕthasari, mawak gadah, madaging toya, mesi sĕkar tuñjung 1, pangawak tumpĕnge tajĕrana sarwa sĕkar , kawangi 3, masadah ring tumpĕnge, iwaknya taluh 1, tulung 2, jaja sarwa galahan, sĕdah woh, raka, woh-wohan denya sangkĕp. Sesayut katur ring Bhatara Sangkara, ngaran Candikusuma, tumpĕng 1, ring tungtung ing tumpĕnge tajĕrana sĕkar tuñjung 1, ring sornya tañcebana sĕkar gĕnitir, pah tiga gĕnahnya, ngariris tuwun ring sĕlagan bungané, kawangi 3, pah tiga gĕnahnya, masadah ka

tumpĕnge, tulung 2, jaja, sarwa galahan, sĕdah woh, raka, wohwohan denya sangkĕp. Manut ring kepahan teks lontar Déwa Tatwa punika nyihnayang pola beragama umat Hinduné ring Bali nganutin pola agama Agricultur sané setata ngaturang srada bhakti ring makéh para déwata pinaka prabawan Ida Sanghyang Widhi Wasa. Punika manut sakadi sané munggah ring lontar punika, banten sesayut sané katurang ring para dewata. Sesayut sané katurang punika madué aran sané mabinayan manut para déwata sané katurang upakara punika. Sakadi sesayut sané katuarng majeng ring Bhatari Pertiwi maaran Ider Buwana, sesayut sané katurang majeng ring Bhatara Sambhu kasenguh Titik Jati; Sesayut sané katurang majeng ring Bhatara Mahadewa kasengguh Tirtha Amerta Sari, miwah sané lianan. Umat Hindu ring Bali kaicen kaweruhan miwah kawéntenan penanaman idéologi sané ngeninin indik para déwata pinaka prabawa Ida Sanghyang Widhi manut fungsi utawi kawigunan Ida sareng sami. Umat Hinduné ring Bali ngaturang bhakti ring Ida Sanghyang Widhi Wasa nganggén makéh prabawan Ida manut fungsi utawi kawigunan Ida. Santukan makéh kawigunan utawi fungsi Ida miwah makéh peséngan Ida punika mawinan ri kala ngaturang bhakti madué upakara soang-soang manut kawigunannyané, sakadi napi sané sampun kasengguh ring lontar punika. Parindikan puniki pinaka cihna kawéntenan hégomini ring tataran ideologi sané raket paiketannyané ring pola beragama umat Hindu ring Bali. Wayan Yogik Aditya Urdhahana


15 Wayang Indonesia, Demokrasi Semar, Ide Pindah Ibu Kota

Minggu Pon, 19 November 2017

Kehebatan, Kesaktian, Kepahlawanan Gajah Mada l Reruntuhan Patung Trowulan Seonggok Kepala

l Negosiasi Kedamaian, Sebar Keteduhan Lokasi Keraton

nya adalah keyakinan. Apakah keyakinan bisa dibenarkan oleh prinsip ilmu yang anut di Sekolah-

IBARAT Bedhol Negoro adalah kelapa, mohon izin saya merasa perlu nyicil menelusuri secara bertahap dan pelan-pelan kulit halus luarnya, sabutnya, batoknya kerambilnya, isi cairannya, bahkan mungkin manggar, glugu dan blaraknya. GARA-GARA di tulisan saya menyebut Sunan Kalijaga, sejumlah orang menyangka saya mengerti tentang beliau. Padahal tidak ada apapun dalam hidup ini yang saya benar-benar tahu. Saya hanya merasa tahu. Dan sering sok tahu. MISALNYA saya merasa tahu sedikit mengenai sehelai daun yang mongering, tetapi 99% pengetahuan yang menyangkut asal-usulnya, sanad penciptaanya, dasar irodahnya, spesifikasi dzatiyahnya, kebijakan rububiyah diadakannya, ketentuan isimnya, posisi fi’ilnya, pilihan sifat dan wujudiyahnya, dan beribu hal lagi, sama sekali saya tidak tahu. Setiap zarrah itu tak terbatas, meskipun benda. APALAGI tentang Sunari Kalijaga. Sedangkan kawruh saya tentang diri saya sendiri pun sedang terus saya cari, kejar, pelajari, lacak, dan masih jauh dari tahu. Para Guru mengatakan ‘’man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa Robbahu’’. Saya sering diam-diam menggeremangkan logika dialektisnya: ‘’man ‘arafa Robbahu faqad ‘arafa nafsahu’’. Kedua-duanya saya belum pernah benar-benar tahu. TETAPI KARENA sudah terjebak dan terpojok, saya wajib menjawab. ‘’Mbah, siapa sebenarnya Sunan Kalijaga itu?’’ SAYA MANTA—mantapkan menjawab: ‘’Sunan Kalijaga adalah Semar Bodronoyo sekaligus Panembahan Ismoyo, juga Prabu Kresna sekaligus Wisanggeni atau Ontoseno…’’ ‘’Lho ditanya tentang Sunan Kalijaga kok malah menyebut figure-figur lain,” si penanya memprotes. TENTU SAJA saya kebingungan. Jawaban saya itu bukan berasal dari pengetahuan saya, melainkan sekadar membaca running text di layar otak saya. ‘’Memahami manusia, apalagi multikarakter seperti Sunan Kalijaga, diperlukan kesabaran, karena harus tahap demi tahap. Kalau sekadar tubuh dan wajahnya mungkin tidak terlalu ruwet. Tapi andaikan saya lukis wajah beliau, apa landasannya bagi siapapun untuk percaya bahwa itu wajah Sunan Kalijaga?’’ ‘’Maksud Mbah?’’ ‘Seperti wajah dan badan gempal Perdana Menteri Gadjah Mada yang dikenal sekarang, yang selalu digambar-gambar ulang untuk berbagai keperluan atas dasar metodologi ilmiah apa sehingga itu disimpulkan sebagai wajah Gadjah Mada?’’ ‘’Kan semua orang yakin itu Gadjah Mada, Mbah” “Semua orang yakin. Berarti landasan-

sekolah?” “Kan tidak ada sanggahan atau penolakan dari para sejarawan” “Apakah kebenaran menjadi benarbenar kebenaran hanya karena tidak dibantah atau disanggah?” SI PENANYA tertawa. “Mbah, saya menemui Sampeyan ini untuk bertanya. Kok malah saya ditanya-tanya terus…” “Bagaimana kalau wajah yang diyakini sebagai wajah Gadjah Mada itu ternyata wajah Nambi, Ronggolawe, Raden Wijaya, atau Damarwulan, Layang Seto kembaran Layang Kumitir, atau malahan seorang pelawak di zaman itu?” Si penanya mulai meradang. “Yang saya tanyakan adalah Sunan Kalijaga, Mbah, bukan Gadjah Mada….” “Bagaimana kalau ada yang menyatakan bahwa Gadjah Mada itu asli Tangbatang dekat Sumenep Madura?”, saya mengejar terus, meskipun tidak untuk mendapatkan apa-apa, ‘’Dan Sumpah palapa itu bunyi aslinya adalah Sumpah Lapa-Lapa. Tapi karena Gadjah Mada orang Madura maka membacanya Palapa, sebagaimana RontoRonto menjadi Toronto?” “Saya ini serius, Mbah…” “Bagaimana kalau dulu ada seorang sejarawan memeriksa-meriksa reruntuhan patung-patung di Trowulan, kemudian menemukan seonggok kepala, yang menurut selera dia wajah semacam itulah seharusnya wajah Gadjah Mada, sesuai dengan kehebatan, kesaktian dan kepahlawanannya?” KEMUDIAN saya tertawa terpingkalpingkal, karena running text yang saya lihat ada emoticon wajah tertawa lebar. ‘’Baiklah, Mbah”, katanya, “Kenapa Sunan Kalijaga dihubungkn dengan Semar, Kresna, Wisanggeni dan Ontoseno?” “Tidak boleh kah?” “Lha wong Sunan Kalijaga saja belum tentu nyata, kok Njenengan malah melebar ke yang lebih tidak nyata lagi. Semar, Kresna, Wisanggeni dan Ontoseno kan Cuma wayang. Cuma dunia baying-bayang….” MENDENGAR pernyataan itu tiba-tiba percepatan running text meningkat, Saya agak kelabakan.. l Emha Ainun Nadjib Yogya 12 Agustus 2017

l Made Edy Arudi

Samadi Burungburung dari Kaki Gunung…. IBU SEGALA gunung rebahlah di pundak kesepianku dan jauh dari kakimu. Bermim-mil jarak pengungsian di bawah tenda tanpa guguran purnama telah kudirikan setikar samadi. Tak ada riuh percakapan sendok dan piring di atas meja tubuh. Lewat gelisah angin hanya kukirimkan mantra, wewangian dupa dan gerimis makin menderas sebab dalam jiwa masih terendus arak juga tuak yang kusadap sepanjang musim derita. Rebahlah, merasuk dalam sungai hening yang kualirkan ke muaramu, yang berabad mengeringkan cinta dan sengketa demi sengketa membatu. Teluh, sihir dan jerit pilu seperti pasir berserakan di sepanjang tukad mati. Rebahlah agar bisa terdengar lebih jelas letupan-letupan serupa wahyu. IBU SEGALA gunung rebahlah di pundak kesepianku, pohon cahaya telah lama menepi dari pekarangan tubuh burungburung dari kaki gunung, kicauan yang merana, rona biru langit terjatuh, ikan-ikan kecil berlarian dari telaga waja, kau dimana? Rebahlah di pundak kesepianku, sebab berulang kutulis kerinduanku di urat daun agar kau ceritakan semerbak mawar-mawar dan tepi hutan pingit dan wanginya terndus hingga ke ketinggian lengkung langit. PENANGKARAN musim derita dalam setikar samadi dari atas kuda tunggangan pencarian di gunung berbatu, aku mencatat setiap gemuruh sebagai deretan keluh untuk kemelataan jiwa burung-burung dari kaki gunung yang terpanggang samsara, maka iu segala gunung rabahlah di pundak kesepianku sebelum usia benar-benar tandas di halimun senja, beri seteguk nafas malam, dua teguk cahaya siang di tepian Besakih menempiakan guguran asap, abu dari ringis keluh yang kau cercakan bertubi dari ketianggian nan Agungmu. Singaraja, 10/11/17 l Zhee Lalune PAHLAWANKU Ia pulang dengan kantuk di waktu kala penghuni pintu tertidur lelap. Kadang dia pergi, kala romantisme bantal dan selimut bergelut memanggil Dia yang tak pernah dikenal para pria berpakaian rapi, dengan celana goyang hitam yang pakai bardo di tangan Yang mulutnya bergetar dengan seribu perintah Duduk di Singgasana seakan berseru rupiah yang dibeli atas waktu tidur ialah harga yang pantas. Seragam biru yang tak pernah dikenal orang Tanak peluk disepanjang garis putih jalan keselamatan Berkompromi agar tak celaka, walau sekadar berbatu rindu untukku yang menunggu di bibir pintu. Sebelum lelah mengetuk, aku menanti di waktu para kurcaci sibuk memandu Mimpi. Tak jarang, kau pulang bersama luka yang ditabung pada punggung tangan. Tatto kebanggaan itu teteskan air mata yang kusematkan dalam doa Orang bawah yang tak masuk hitungan. Dilindungi hukum dengan segelintir kemanusiaan

Kesedihan yang Menyelinap…. l Obituari Pak Doel Sumadi

ADA kesedihan menyelinap, diamdiam, ketika pertengahan November yang lembab, saya terima kabar dari seorang kawan tetang perginya seorang sahabat ke alam keabadian. Kabar yang terlambat. Saya juga baru tahu. Semua kita tahu terlambat, tulis balasan di layar handphone waktu aku menggugat kenapa baru mendapat kabar. BEGITULAH, di tengah kecepatan informasi dan kecanggihan gawai, sebuah berita duka justru terlambat kami dapat. Tapi mungkin lantaran itu pula ia menyusup dan menyelinap diam-diam, dingin, beku, seperti cuaca akhir tahun yang selalu lembab. Sosok yang pergi itu pun seolah basah kuyup di ujung jalan, bukan hanya oleh curah hujan, juga oleh derasnya kenagan, bagai ditumpahkan dari pancuran batu di kaki bukit, di tepi lading. LAKI-LAKI dengan wajah bulan tembam, badan besar bongsor, kata-kata dan senyumannya selalu menyatu setiap kami berhadap muka dalam percakapanpercakapan panjang. Dari Marga Tabanan, pantai Nyanyi, Kusamba, Bedahulu, hingga sebuah gang di Teuku Umar Denpasar. Ditemani minuman hangat, nasi beras merah, jukut ares, dan kopi hitam arang, kami rentang percakapan hingga malam tinggal dedak. Di lain waktu, ia

l Anggur

ajak kami menggasak kelezatan pepes ikan Kusamba, sambil menatap laut Nusa Penida. Ia pun bersama kawan-kawannya berhasil menyelenggarakan Lomba Cipta Puisi tentang peristiwa Puputan Margarana lalu membuat kegiatan sastra cukup besar di wantilan bersejarah itu. DALAM tubuhnya yang tambun, tersimpan gairah besar yang tak terlerai bahkan oleh embun menjelang dinihari. Ia hapal nama-nama siswa yang menulis puisi di sekolah yang ia ampun; puisi yang polos, indah dan mrni, katanya dengan senyum terkulum. Aku mengamsal kemurnian yang ia maksud dari denting botol limu, yang seolah ikut berdenting di antara botol-botol bir. Ia dan ayahnya adalah keluarga terakhir pengusaha minuman limun di Pulau Bali, atau bahkan mungkin di seluruh tanah air, sebelum semuanya tutup karena serbuan minuman bersoda penuh pengawet keluaran pabrik-pabrik korporasi. Tapi sebagaimana ia percaya pada kemurnian puisi yang ditulis murid-muridnya, seperti itu pula denting-denting botol limun itu berkecambah jadi gairah dalam hidupnya. Begitulah ia hidup, penuh persahabatan dan kehangatan. Ia rajin menelepon jika lama tak berjumpa. Sekadar kangen atau

‘’CUMA WAYANG? Cuma bayang-bayang? Lantas yang nyata yang mana? Kamu pikir Indonesia ini nyata? Kamu pikir yang kayak gini ini Indonesia? Kamu pikir Indonesia yang begini ini nyata sebagai Indonesia?” “Sungguh-sungguhkah kamu mengenal Indonesia, mencintai dan peduli padanya? Bisakah kamu berpikir bahwa bangsa yang seperti ini adalah bangsa Indonesia? Kamu pikir ini adalah manusia Indonesia? Kamu pikir begini ini Garuda?” “Lho bagaimana sih Mbah ini…” “Kamu pikir yang begini ini Kita? Kamu pikir Indonesia sekonyol ini? Serendah diri ini? Sepengemis ini? Se-tak-cerdas ini? Selemah ini? Semiskin ini? Sehina ini? Segampang ini ditipu aya? Dikooptasi, dikolonisasi, dimobilisasi? Kamu pikir Indonesia lebih memilih makanan daripada pakaian? Kamu pikir Indonesia berkata: “Biarlah aku tak pakai cawat dan celana, asalkan pakai jas. Biarlah aku tak berpakaian, asalkan bisa makan? Biarlah aku tak punya martabat, asal makmur sejahtera”? “Mbah in omong apa!” “Tidak. Dan bukan. Ini bukan Indonesia. Ini bukan bangsa Indonesia. Ini bukan manusia Indonesia. Ini bukan karakter Indonesia! Ini bukan Garuda!” SEBENARNYA saya tidak mendengar kata-kata apapun darinya. Saya juga tidak peduli pada sanggahan atau pertanyaannya. Saya Cuma membaca running text. “Indonesia tidak peduli pada Indonesia. Manusia Indonesia tidak peduli pada manusia Indonesia. Bangsa Indonesia tidak peduli pada bangsa Indonesia. Kita semua tidak peduli pada diri kita, pada siapa kita, pada harga diri kita. Sebab kita hanya mengurusi kepentingan, ambisi, benda-benda, materi, uang, utang-utang. Kita tidak mengerti kebesaran kita, sehingga menjadi benar-benar kerdil” “Saya tidak mau ikut. Saya tidak gabung. Saya sedang pelan-pelan mencari Indonesia. Tapi saya tidak ngundat-undat. Saya tidak mengutuk. Saya tidak manuding. Saya tidak menikmati kesalahan siapa-siapa. Saya mencari Indonesia…” SEBENARNYA saya juga tidak peduli apa isi running text itu. Saya membacanya saja. Pelan-pelan saya “sinau bareng’’ bersama Tiga saudara saya dan satu Pancer saya. Juga saya tidak peduli tidak dipahami oleh siapapun saja. Hidup saya bukan untuk dipahami. Hidup saya untuk memahami. “Prabu Kresna, arsitek perang Bharatayudha, adalah manifestasi peran Batara Wisnu. Anda tahu di sekitar itu ada Dewa Narada, Dewa Bayu dan lain-lain. Dulu orang berijtihad, mencari kawruh rohani, melacak peran-peran di luar dunia yang kasat mata. Puncaknya menemukan ada Sang Maha Penguasa Tunggal yang mereka sebut dengan sejumlah karakter berdasar fungsinya: Sang Hyang Wenang, yang orang Islam menyebutnya Al-qadir, berdasar informasi dari Tuhan sendiri. Sang Hyang Widhi, Al-Wahid, Sang Hyang Tunggal, Al-Ahad, Gusti Kang Akaryo Jagat, Al-Khaliq dll. Pemeran-pemeran di area rohaniyah itu kemudian diperkenalkan dengan idiom: Allah, Malaikat” “SUNAN KALIJAGA melihat bahwa ada wilayah fungsi yang belum di-cover oleh epik Ramayana yang ada Prabu Rana dan Mahabharata dengan pemeran utama Prabu Kresna. Kresna berada pada garis sanad dari Wisnu, Guru sampai Hyang Wenang. Sunan Kalijaga menemukan bahwa ada dialektika peran yang lebih luas, ragam dan dialektis. Maka di dalam sosialisasi Wayang Mahabharata ia menambahkan tokoh Semar, dengan tiga putranya. Yang Gareng dan Petruk diambil dari kaum Jin, untuk menggambarkan peran non-materi. Yang Bagong adalah bayangan Semar sendiri, atau representasi beberapa dimensi yang berasal dari Semar sendiri, atau semacam harpaan regenerasi….” “Aduh Mbah, berat emmahaminya”, kata si penanya. Saya tidak sempat menanggapi, karena harus terus memperhatikan dan membacakan running text. “SEMAR ITU DUA DARI TIGA BER-

SAUDARA, Yang sulung Mbah Togog, ia menelan dunia berhenti di tenggorokannya. Adik bungsunya Batara Guru menelan bumi sampai keluar dari duburnya. Sedangkan Semar bola bumi berhenti diperutnya. Togog ditugasi oleh Sang Hyang Wenang untuk memuntahkan kejahatan, sehingga selama di bumi ia mengawal tokoh-tokoh durhaka dan korup. Batara Guru steril dari jasad dunia sehingga ia bertugas mengelola software kehidupan manusia. Sedangkan Semar menanggung kehidupan penghuni bumi di perutnya” “Allahu Akbar”, si penanya mengeluh, “mimpi apa saya semalam…” ‘’SEMAR PALING BERAT TUGASNYA. Ia mengawal setiap penguasa yang baik. Semar bertugas jadi Punakawan. Punakawan bukan badut, bukan staf ahli, bukan pembantu khusus. Punakawan memiliki ilmu dan kawruh jauh melebihi penguasa, dan kemampuan mental dan kewenangan kharismatik untuk bisa menegur atau bahkan melengserkan penguasa. Semar adalah perwujudan demokrasi. Ia hanya rakyat kecil, Lurah di desa Karang Kedempel. Tapi sekaligus ia adalah senior para Dewa, Hyang Batara Guru pun bisa dihajarnya. Senjata utama Semar adalah kentut. Yakni bau busuk dunia. Kebusukan hidupnya penghuni bumi. Batara Guru yang steril dan dunia jasad, tak kuat menanggung bau busuk kentutnya Semar yang mampu menembus dunia rohani?” ‘’DEMOKRASI SEMAR adalah seutuhutuhnya demokrasi. Demokrasi adalah bulatan. Titik Semar sebagai rakyat kecil menjadi satu dengan titik Semar sebagai sesepuh para Dewa. Demokrasi Semar tidak struktural vertikal, tetapi lingkaran atau bulatan. Rakyat adalah pemilik kedaulatan menurut Demokrasi. Tetapi dalam praktik demokrasi di banyak Negara manusia, wakil rakyat merasa menjadi atasan dari yang member mandate perwakilan. Penguasa yang dipilih oleh rakyat dan wakilwakilnya,, merasa lebih tinggi kekuasaan dan martabatnya disbanding rakyat. Mereka semua menganggap rakyat adalah bawahan mereka. Akhirnya rakyat sendiri terseret menyimpulkan bahwa penguasa dan wakil mereka adalah atasan mereka. Rakyat membungkuk-bungkuk dan mencium tangannya.” ‘’SEKARANG INI PSEUDO-DEMOKRASI di suatu Negeri menghasilkan eskalasi permusuhan yang seakin sukar dikendalikan. Semar kentut sangat keras. Batara Guru memerintahkan Kresna untuk menantisipasi kemungkinan Perang Bharatayudha. Tapi Kresna menjumpai bahwa Raden Arjuna tidak lagi bertanya: “Kenapa harus berperang dan membunuh saudara kami sendiri?’’ . Padahal Kresna harus tetap memastikan regulasi Wayang bahwa Wisanggeni dan Ontoseno atau Ontorejo tidakl boleh ikut terjun dalam peperangan, karena mereka sangat sakti” ‘’SEBENARNYA AGAK PARADOKSAL policy Kresna ini. Kalau Wisanggeni ikut perang, mungkin cukup duel beberapa orang, tidak perlu pertempuran missal. Sejak awal, Sunan Kalijaga sebagai Kresna, aslinya bersikeras untuk cenderung diadakan dialog dulu antara Kresna dengan Arjuna. Juga Sunan Kalijaga sebagai Semar bisa main di ruang dalam Istana untuk menegosiasikan kedamaian. Sementara Sunan Kalijaga sebagai Wisanggeni dan Ontoseno terus rajin membantu Semar menyebarkan keteduhan dan ketenteraman di kalangan rakyat. Kalau perlu dibuka kemungkinan untuk Bedhol Negoro dengan menyepakati lokasi Keraton baru Astinapura.’’ ‘’TETAPI IDE PEMINDAHAN ibu kota Astinapura itu bisa dimanipulasi dan dieksploitasi untuk kepentingan salah satu di antara Pandawa atau Kurawa . Akan jadi bemerang bagi seluruh rakyat. Memang membingungkan, tetapi bagaimanapun Sunan Kalijaga bukanlah Sang Hyang Wenang. Innalloha ‘ala kulli syai’in qodir. Sang Sutradara Agung sudah menuliskan scenario-Nya sendiri di Kitab Lauhul Mahfudh”. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 13 Agustus 2017

Pada subuh yang berderik indah, kau meraba cahaya penunjuk jalan pulang Agar tak sesat walau sudah dekat Penyelamat hari, kala senja yang sibuk bergurau tanpa acuhkan perih di sela-sela jari Katamu “aku hanya buruh” Bagiku, kau lebih dari itu. bertanya apa kabar, di antara kesibukannya mengurus usaha travelnya yang lumayan terus berkembang. Kesibukan dan entah apalagi tampaknya menyita cukup tenaga dan waktunya, sampai akhirnya kami dengan ia jatuh sakit. SAKIT PERTAMA ia masih bisa bangkit, dan kembali bergabung mengurus usahanya. Serangan berikutnya, ia benarbenar hanya bisa di rumah, mengandalkan kursi roda. Namun begitu, teleponnya terus tersambung. Gairahnya tak padam, setidaknya lewat percakapannya di telepon, pagi, siang atau malam. Terakhir, ia menelepon kangen bakpia pathuk, dan kami mengirimkannya dengan senang hati. Setelah itu lama tak ada kabar, sampai menyelinap kabar yang dingin itu: Pak Doel Sumadi, telah berangkat kea lam abadi. MESKI terlambat, kabar itu tak basi. Hanya mengendap, tak mau pergi. Dan dengan itu kesedihan menyelinap, seperti botol limun terakhir yang dikarungkan lalu diseret derak truk tengah malam. Membawanya menjauh, tapi tidak, setiap kali terasa sayup, aku kembali membuatnya gemuruh. Seperti ombak Nusa Penida atau elombang Pantai Nyanyi, menghempas karang-karang rindu, di laut biru. l Raudal Tanjung Banua

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

NGAMPOENG SENI NOVEMBER’2017 JATIJAGAT Kampung Puisi - JKP-109 BolakBaliBalik MARGARANA Freedom for…. Diladang Jagung itulah Bung Rai Membuktikan…. D a r i M a r g a r a n a Ta b a n a n u n t u k I n d o n e s i a … . Freedom From MARGARANA Freedom For….

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

Senin UMANIS, 27 November 2017

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

PARA November-Para: WS Rendra, Isma Sawitri, Arswendo – Atmowiloto, Retno Marsudi, Putu Sutawijaya, Rio Helmi, Toni Lesmana, Ratu Selvi Agnesia, NPS Raras Rastiti, IK Suwidiarta, Agus Wiryadi, IDG Parwita Sukahet, Mohamad Isa Gautama, Fanny Jonathan Poyk, Ni Putu Vivi Lestari, Azrisa Noer, Wendra Wijaya, Rai Sri Artini, Edi Hara, Gede Sutarya, Bode Riswandi, Windu Setyaningsih, Nurani Yasha Sami, Noviana Kusuma Ardhani, Maria Ekaristi, Rasmini Mariyono. JUMARI HS, Thomas Budi Santoso, Ade Novi, Husnu Abadi, Yo serizal Zen, Yusrizal KW, Anisa Afsal, Asrizal Nur, Juftazani, Lukman A. Sulendra, M Helmy Prasetya, Ayu Fransiska, Fatin Humana Risyan, Adi Prasetyo, Raudal Tanjung Banua.


Daerah

16

Minggu Pon, 19 November 2017

Kemelut Kemanusiaan Paripurna

STPBI Gelar Seminar ’’Wine Knowledge’’

PRODI D-4 Manajemen Perhotelan STPBI menyelenggarakan Seminar ‘’Wine Knowledge’’, Sabtu (18/11) kemarin. Seminar ini mengangkat tema elevate local wine into international flavor dengan pembicara dari President of ISA (Indonesia Sommelier Association) Bali Chapter Ni Nyoman Kertawidyawati dan Sababay executive marketing Vania Dorothea. Ketua Panitia I Wayan Bayu Maharditya mengatakan, tema elevate local wine into international flavor diangkat karena wine semakin populer dan diminati banyak orang di Indonesia. Terbukti sejak tahun 2004 industri-industri wine semakin berkembang dan mulai merambah di Indonesia. Kurangnya informasi dan pengetahuan yang memadai tentang wine merupakan masalah dan kendala utama yang harus dihadapi oleh industri wine dan keberadaan wine itu sendiri di Indonesia. Perkembangan wine yang tidak disertai dengan ikut berkembangnya dan bertambahnya antusias konsumen akan wine, dirasakan tidak hanya dapat mematikan indistri wine di Indonesia, tetapi

juga dapat berdampak buruk pada citra wine itu sendiri. ‘’Berdasarkan pada fenomena tersebut, melalui seminar ini kami berharap agar para peserta mendapatkan pengetahuan tentang wine dan cara pengolahan wine khususnya wine lokal pada calon praktisi pariwisata dalam hal ini adalah mahasiswa,’’ ujarnya. Selain itu, seminar ini juga bertujuan untuk memperkenalkan wine, cara mencoba wine dengan benar. Karena selama ini wine hanya dinimati kalangan menengah atas. Namun sekarang sudah banyak muncul local brand wine dengan harga yang dapat dijangkau semua kalangan. Ketua STPBI I Made Sudiana, S.E., M.M., CHT., CHA. sangat mendukung kegiatan mahasiswa ini. Karena mahasiswa yang nantinya bergelut di bidang pariwisata pasti akan memberikan pelayanan, baik di bar maupun restoran, sehingga pasti akan berhubungan dengan wine. Ia sendiri merupakan salah satu penggemar wine. Namun mahalnya harga wine membuat Sudiana meracik sendiri wine. Dengan 15 kg anggur, bisa dihasilkan 6 botol wine.

WINE - Foto bersama saat pembukaan seminar wine, kemarin. ‘’Proses pembuatannya sangat sederhana, membuat wine sangat simpel. Bahannya anggur, gula pasir, ragi. Anggur yang sudah diblender, dicampur gula dan ragi dan masukkan ke aqua galon dan tutup yang rapat agar tidak ada udara yang masuk,’’ bebernya. Wine buatannya ini yang diminum setiap hari sebanyak satu sloki. Wine yang diminum secara rutin dengan jumlah tertentu dikatakan bermanfaat bagi kesehatan.

Dosen MICE STPBI Komang Trisna Pratiwi Arcana mengatakan, saat ini sudah banyak bermunculan wine lokal khususnya di Bali dan Jakarta. Kebanyakan bar dan restoran di Bali dan Jakarta menyediakan wine. Turis mancanegara ketika berkunjung juga akan menanyakan tentang wine lokal yang dimiliki, sehingga makanan dan minuman khususnya wine menjadi sangat berkembang saat ini. (ad937)

Pengobatan Tradisional Jnana Marga

Pelatihan/Aktivasi Kejantanan untuk Kesehatan dan Seksual

SETELAH sukses dengan pelatihan/aktivasi energi kejantanan, kini untuk kesekian kalinya Pengobatan Tradisional Jnana Marga dan Training Centre Metafisika Indonesia Bali kembali membuka pendaftaran pelatihan/aktivasi energi kejantanan yang akan dilaksanakan pada Minggu (26/11) mendatang. Pelatihan dan aktivasi energi kejantanan ini sangat baik untuk pria yang masih sehat untuk menjaga dan mempertahankan kesehatan, mengaktifkan, memperbaiki dan mengoptimalkan kinerja energi seks dalam tubuh. Energi seksual ini sangat istimewa karena menjadi sember dari segala sumber kesehatan yang ada pada tubuh manusia. Aktivasi kejantanan artinya mengaktifkan sumber energi seksual yang ada dalam tubuh. Sumber energi ini dimiliki oleh setiap orang. Hanya kekuatan atau optimalisasinya berbeda– beda. Ada yang kuat ada yang lemah. Mengaktifkan sumber energi seksual/kejantanan ini tidak membutuhkan waktu lama. Begitu diaktifkan, kekuatan energi tersebut langsung bisa dirasakan. Adapun tujuan dari pelatihan/aktivasi kejantanan ini adalah meningkatkan dan menjaga vitalitas pria, menguatkan energi positif dalam tubuh, menyembuhkan dan mencegah berbagai penyakit seperti mengatur reproduksi, mengendalikan

ejakulasi, mengaktifkan kinerja simpul–simpul energi dan mengoptimalkannya pada tubuh, menguatkan jantung, ginjal, melancarkan peredaran darah, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah stres dan lain–lain, sehingga tubuh mendapatkan kesehatan secara sempurna dan menyeluruh. Meningkatkan kebahagiaan suami istri (pasutri), mengobati diri sendiri dan orang lain. Energi kejantanan sangat berpengaruh terhadap baik-buruknya tingkat kesehatan, aktivitas dan kehidupan seseorang. Itulah sebabnya jika pusat energi kejantanan sedang dalam keadaan lemah atau tersumbat, hal itu akan berpengaruh negatif terhadap kesehatan seksual,

MENINGKATKAN kemampuan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah dan hasil penelitian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar pelatihan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Sabtu (18/11) kemarin di Gedung Widyasabha Unmas. Kegiatan yang diselenggarakan selama satu hari ini diikuti

para mahasiswa FKIP dari semester III ke atas. Acara yang digelar Badan Eksekutif Mashasiswa (BEM) FKIP Unmas ini dibuka Dekan FKIP Unmas Dr. Drs. I Nyoman Suparsa, M.S. Nyoman Suparsa mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan budaya menulis pada mahasiswa. Karena selama ini karya tulis dari segi kuantitas dan kualitas masih rendah.

I Nengah Edy Warsita dan Tim. kreativitas dan kehidupan secara menyeluruh. Apabila pusat energi kejantanan ini kurang aktif, tidak terbuka sepenuhnya ataupun kotor dapat menyebabkan emosi yang cenderung labil, sensitif, tidak tenang, dan tidak percaya diri, emosi negatif yang berlebihan, yang akhirnya berdampak pada kesehatan fisik seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini, hingga mengidap seks menyimpang. Untuk itu keseimbangan kinerja energi kejantanan sangatlah penting. Solusinya adalah dengan melakukan aktivasi seksual/kejantanan. Pelatihan/aktivasi energi kejantanan ini akan diberikan langsung oleh ahli seksual, Grand Master Metafisika Indonesia Bali I Nengah Edy Wasrsita,

therapist yang sekaligus Owner Pengobatan Tradisional Jnana Marga). Pelatihan meliputi, pengaktifan (aktivasi) energi kejantanan dengan energi berkekuatan khusus yang disebut dengan energi Janur Sakti. Pengecasan energi dengan teknik pernapasan dan Yadnya Sarira, penggunaan password dan lain–lain. Segera daftarkan diri di Pengobatan Tradisional Jnana Marga, beralamat di Jalan Gatot Subroto I Gang Jnana (1 km arah utara Apotek Anugrah) Denpasar. Telp. 085102111600. Jumlah peserta dibatasi hanya 10 0rang. Pengobatan Tradisional Jnana Marga dengan izin dari Dinkes No: 448stpt.41.07.17/Dinkes.17, sudah tergabung dalam IPATRI, AP3I membantu pria dengan berbagai keluhan seksual seperti ejakulasi dini, libido rendah/kehilangan libido, hyperseksual (menyeimbangkan energi seksual, menambah ukuran Mr. P. dan lain–lain. Juga pasangan yang susah mendapatkan keturunan setelah lama menikah. Menggunakan kekuatan energi Janur Sakti, Piramida yang digabung dengan metode yadnya sarira menjadikan sistem penyembuhan ini seperti kinerja lebah. Menyerang penyakit dari segala penjuru untuk memberikan kesembuhan secara sempurna dan permanen. Buka setiap hari Senin sampai hari Sabtu pkl.10.00 sampai 17.00 Wita. (ad0936)

FKIP Unmas Gelar Pelatihan PKM

PKM - Prosesi pembukaan pelatihan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar, Sabtu (18/11) kemarin.

Selain itu, pelatihan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pembuatan proposal PKM Yang meliputi bidang PKM pengabdian kepada masyarakat, penelitian, kewirausahaan, teknologi, karsa cipta, gagasan tertulis, dan artikel ilmiah. Di mana pada akhir pelatihan, hasilnya akan diseleksi di tingkat fakultas dan universitas. Lolos seleksi tersebut maka dilanjutkan ke tingkat nasional. Tentunya mampu lolos seleksi tingkat nasional maka proposal akan didanai Belmawa Kemenristekdikti. Ia menambahkan, selama ini Unmas telah mencapai sekitar 50 proposal per tahun. Di mana sejumlah proposal tersebut juga telah diikutkan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (Pimnas). Banyaknya jumlah proposal yang lolos seleksi di tingkat nasional dan didanai Belmawa Kemenristekdikti, akan memengaruhi peringkat perguruan tinggi tersebut. ‘’Selama ini Unmas Denpasar berada dalam klaster 100 perguruan tinggi terbaik di Indonesia, tepatnya pada peringkat ke-91,’’ papar Nyoman Suparsa. Dekan FKIP Unmas ini berharap para perserta untuk mengikuti pelatihan PKM dengan sebaik-baiknya dan penuh disiplin. Sehingga

dapat menghasilkan proposal yang berkualitas dan berhasil lolos seleksi di tingkat nasional. Selain mampu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai pembuatan proposal, pelatihan ini juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan penalaran mahasiswa. Usai acara pembukaan, Ketua BEM FKIP Unmas I Made Pradita Adhiguna menjelaskan, kegiatan PKM ini merupakan yang pertama kalinya digelar di FKIP Unmas. Kegiatan diikuti sekitar 75 mahasiswa FKIP dari semester III, V dan VII. Peserta diutamakan mahasiswa peraih beasiswa. Dalam pertemuan satu kali tersebut, peserta dilatih cara pembuatan format PKM dan prosedur seleksi. Untuk materi pelatihan, dipaparkan Wakil Dekan I FKIP Unmas Dr. Drs. Cornelius Sri Murdo Yuwono, M.Si., yang telah menekuni PKM sekitar dua puluh tahun, dan moderatornya Drs. I Nyoman Diarta, M.Pd. Made Pradita Adhiguna menambahkan, pada pelatihan ini para peserta didampingi langsung sejumlah dosen, dan hasilnya nanti akan dikumpulkan untuk diserahkan ke universitas. Ia berharap kegiatan pelatihan PKM ini dapat diselenggarakan rutin tiap tahunnya. (ad866)

PEMIKIRAN EF Schumacher terkait eksistensi manusia berjudul ‘’Keluar dari Kemelut’’ sebenarnya buku yang cocok dibaca setiap orang dewasa ini. Sebab, kemelut kemanusiaan yang dialami manusia akhir-akhir ini, tak lepas dari kelebihan mereka sebagai makhluk tersempurna ciptaan Tuhan. Surplus tersebut membuat pengarang buku ‘’Small is Beautiful’’ itu memberi kode ‘’P + X + Y + Z’’ untuk manusia. Namun karena unsur upaya menyadarkan diri yang disandang ‘’Z’’ dalam kesatuan simbol diabaikan, manusia kembali dilanda kemelut hebat justru pada puncakpuncak peradabannya. ‘’Ekonom sosialis kelahiran Jerman tahun 1911 itu bermigrasi ke Inggris untuk studi ekonomi. Dia tertarik pada agama Buddha khususnya aliran Zen, sehingga nyaris semua pemikirannya diliputi kesederhanaan. Hasil kajiannya tentang eksistensi manusia diawali dengan renungannya ikhwal keberadaan semua makhluk penghuni jagat raya. Benda mati atau pelikan dianggapnya menempati posisi terendah yang diberinya kode ‘P’. Selanjutnya tumbuhtumbuhan yang memiliki daya hidup disimbolkannya dengan ‘’P + X’, lalu binatang diberi kode ‘P + X + Y’, karena punya daya hidup, emosi dan sedikit kesadaran. Paling tinggi adalah manusia karena di samping memiliki semua kemampuan yang dimiliki makhluk lain, juga memiliki upaya untuk menyadarkan diri, sehingga diberi tanda ‘P + X + Y + Z’. Lewat pengamatan atas berbagai peristiwa di era modern, Schumacher memandang alam semesta kian sering dilanda kemelut atau chaos karena ada pemicu yang mengusik kosmologi atau keteraturan. Guna mengembalikan keharmonisan semesta adalah tugas manusia sebagai makhluk paling sempurna untuk meningkatkan unsur Z yang mereka miliki. Celakanya, manusia yang dihipnotis hasil modernisasi terutama sains dan teknologi, justru mendepak unsur Z yang ada pada dirinya, sehingga kemelut menjadi warna kehidupan penghuni jagat,’’ tutur Rubag. ‘’Aku tidak tahu bagaimana caranya mencatat dan menghitung, namun ada yang berpendapat bahwa sejak tahun 1900 atau Milenium kedua hingga awal Milenium ketiga, dunia diguncang 249 perang. Akibatnya, anak-anak haram modernisasi berupa mesin pembunuh beraneka ragam, konon, menelan 100 juta jiwa lebih. Selain perang, industrialisasi yang menjadi ikon utama modernisasi, menyebabkan gundulnya hutan, polusi udara dan terkeruknya sumber daya

alam, berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim. Seiring dengan itu berbagai jenis penyakit baru yang di antaranya sulit diobati, juga muncul dan merenggut nyawa. Kalau mau jujur, dampak psikologi yang mengubah perilaku manusia, juga meruyak kehidupan sehingga hubungan manusia dengan manusia lain dan alam, jadi renggang bahkan terputus. Memang, modernisasi menyebabkan hidup lebih mudah, namun mati juga gampang! Menyimak perikehidupan yang kian dilanda kemelut, beberapa tokoh teori sosial kritis mendakwa modernisasi adalah proyek yang gagal. Aufklarung atau Enlightment alias Pencerahan yang dijadikan dalih modernisasi dianggap sebagai kitab yang judulnya terlepas dari isi. Modernisasi gagal, namun dunia tidak kiamat dan hidup serta kehidupan harus berlanjut. Berbagai pakar seperti arsitektur, linguistik, antropologi, filsafat dan sejarah berupaya keras melanjutkan modernisme dengan judul baru, yakni postmodernisme. Metafisika, transendentalisme, mitologi yang lama disisihkan positivisme ilmiah diajak bergabung buat mengharmoniskan dunia yang tercabik kemelut,’’ papar Made Surjanegara. ‘’Maaf, aku kurang mengerti tentang postmodernisme! Yang kuamati dewasa ini seperti berlangsung Era Sungsang. Mirip lagu Ariel Peterpan berjudul ‘Di Atas Normal’ yang liriknya berisi ‘kepala di kaki, kaki di kepala’. Mungkin hal itu terjadi akibat pemanasan global dan perubahan iklim, di mana musim panas dan hujan bercampur-baur, sehingga sulit diketahui musim apa sekarang? Seperti perilaku yang mewajarkan keganjilan, membenarkan kelancungan dan menyalahkan kebenaran. Apakah ini yang disebut Zaman Now ya? Aku jadi teringat ramalan Joyoboyo! Zamane zaman edan, sing ora edan oraq bakal keduman. Nanging sak bejo-bejone wong edan, isih luwih bejo wong kang eling lan waspodo! Bila syair itu diterjemahkan lewat praktik sosial, kulihat banyak orang berstatus elite dan terhormat namun perilaku dan tabiatnya seperti tidak waras. Mungkin bila mereka mengikuti harkat dan martabatnya, mereka tidak bisa memperoleh penghasilan berlimpah kalau bertindak normal. Lucunya, saat terciduk, perilaku mereka lebih hina daripada maling jemuran yang tertangkap basah. Makanya, disarankan oleh orang bijak, untuk tetap bersikap dan bertindak wajar dan baik, sebab sehebat-hebatnya hasil yang diperoleh mereka yang tidak waras, jauh lebih terhormat peruntungan mereka yang tetap sadar dan mawas diri. Menyimak penuturanmu, orang yang mengabaikan upaya menyadarkan diri seperti imbauan Schumacher, berarti mereka memerosotkan hakikat dan martabatnya sebagai manusia. Mereka tidak sadar kalau kehidupan terus berlanjut kendati mereka sudah almarhum. Kasihan

anak-anak dan cucu-cucu yang mereka tinggalkan, sulit membersihkan jelaga yang mereka cipratkan,’’ komentar Wayan Wijaya. ‘’Mereka yang fanatik memuja Zaman Now dan menganggap Zaman Old adalah sampah yang harus dibuang, kukira, mereka terbius tesis Francis Fukuyama, The End of History atau Matinya Sejarah. Padahal almarhum WS Rendra pernah berpesan lewat puisi bahwa ‘kemarin dan esok adalah hari ini’. Orang-orang yang tidak percaya pada roh leluhur, boleh saja menganggap sejarah sudah mati, namun kita orang Bali, jangan sampai melakukan itu, kecuali siap dikutuk leluhur atau temah pitra. Kejadian-kejadian aneh dan mengerikan yang beritanya kita tonton di TV dan baca di media belakangan ini, bagiku, karena manusia mengabaikan upaya menyadarkan diri dan rohnya diambil alih Kala Sungsang. Sejak awal tahun 2017 ini saja, ada tiga anak yang menghabiskan nyawa ayah kandungnya secara sadis. Satu ditikam dengan pisau, kedua dimartir lehernya dan ketiga dikampak kepalanya. Berikutnya, seorang ibu membunuh anaknya yang berusia empat tahun lantaran sering ngompol. Paling tragis dan bisa dianggap menghina intelektualitas, seorang dokter membunuh istrinya yang juga dokter dengan gaya Wild-Wild West. Memberondong wanita yang dulu disayang, seperti seorang marshall menghabisi nyawa penjahat dengan enam peluru dari dua pistol di tangan. Kode manusia seperti tidak punya hati ini sama dengan makhluk berkode ‘P + X + Y minus Z’. Singa dan macan saja, konon tidak membunuh keluarganya,’’ argumen Anom Wijaya. ‘’Aku tidak mengerti acuan yang dipakai menyusun kebijakan pendidikan, yang terkesan ganti menteri ganti kurikulum dan segala perangkatnya termasuk metode, sistem dan ideologi pendidikannya. Membaca dan menulis pun agaknya ditekankan pada cepatnya tanpa memahami dan menyimak apa yang dibaca dan ditulis? Padahal Taksonomi Bloom sejak awal menekankan ikhwal kognisi atau mengetahui, afeksi atau memahami dan menyimak, lalu psikomotorik yakni menyerap apa yang diketahui dan dipahami ke dalam jiwa sehingga bisa diaplikasi dalam kehidupan nyata. Jadi pergantian buku pelajaran untuk mengenal huruf dan bisa membaca di sekolah dasar, sepertinya sekadar bacaan tanpa hakikat pedagogis. Ini Budi. Ini Bapak Budi. Itu Ibu Budi. Ini kakak Budi dan itu adik Budi. Itu harus dihafal meski tanpa tahu hakikat dan makna tentang bapa, ibu, anak, saudara. Terlebih pelajaran budi pekerti sempat dihapus selama belasan tahun dan kembali nongol saat otak anak-anak dijejali Doraemon, Kura-Kura Ninja dan segala jenis telenovela. Makanya kemelut kemanusiaan jadi paripurna, mudah-mudahan tidak dianggap wajar!’’ harap Nyoman Muka. (aridus)

21 November, Puncak Pujawali di Pura Uluwatu

SEJAK sepekan ini umat Hindu di Bali disibukkan nyanggra pujawali di Pura Luhur Uluwatu. Puncak pujawali bertepatan dengan rerahinan Anggara Kasih Medangsia, Selasa (21/11) mendatang. Selama pujawali di Pura Luhur Uluwatu akan melibatkan lima sulinggih. Ida Batara akan nyejer selama tiga hari hingga 24 November mendatang. Puncak pujawali diawali dengan prosesi mundut Ida Batara Agung Sakti dari Pura Parerepan, Pecatu mulai pukul 09.00 Wita dengan cara berjalan kaki menuju Pura Luhur Uluwatu. Pangelingsir Puri Agung Jrokuta selaku Pangempon Pura Uluwatu, A.A. Ngurah Jaka Pratidnya, menjelaskan pada saat pujawali upacara di-puput Ida Pedanda Gede Ketut Keniten dari Geria Dawan, Klungkung dan Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Geria Sari Denpasar. Umat juga akan dilayani selama 24 jam oleh Paiketan Pemangku Desa Pecatu dan Kahyangan Jagat se-Bali. Selama Ida Batara nyejer juga katurang bhakti panganyar secara bergiliran oleh umat di tiap kecamatan. Upacara panganyar Rabu (22/11) di-sanggra umat Kecamatan Petang, di-puput Ida Pedanda Gede Putra Manuaba dari Geria Sempidi, Badung. Upacara panganyar Kamis (23/11) di-sanggra umat Kecamatan Abiansemal, di-puput Ida Pedanda Gede Putra Mas dari Geria Mas Peguyangan. Sementara upacara panyineban dilakukan Jumat (24/11) mulai pukul 09.00 Wita di-sanggra umat Hindu Kec. Mengwi, dipuput Ida Pedanda Gede Ngurah Telaga dari Geria Telaga Tegal, Denpasar. Panglingsir Puri Agung Jrokuta Jaka Pratidnya yang akrab dipanggil Turah Joko meminta

masyarakat memberi prioritas pada iring-iringan ketika prosesi mundut Ida Batara dari Pura Parerepan, Pecatu menuju Pura Luhur Uluwatu. Umat juga diminta menjadikan kawasan Pura Uluwatu bebas dari sampah, termasuk sampah plastik. Untuk itu, pamedek diminta usai melakukan persembahyangan langsung membuang sampah sarana persembahyangan ke tempat yang disediakan. Demikian juga di jaba sisi dan sekitar Alas Kekeran umat dilarang membuang sampah sembarangan. Termasuk para pedagang dan wisatawan. (025)

A.A. Ngurah Jaka Pratidnya

BPM/ist


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Pon, 19 November 2017

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Cri Sales/Sopir ,SIM A 5 Orang Dcr Staf Admin Comp Min.SMK LOWONGAN Kanvasan SMS ke: 081338561513 081703339991 Bali Silver Celuk Join us! PT.Clipan Finance B.BP.817.11.17.0000886 B.BP.001.11.17.0000842 Dibuka: Staff Surveyor(CMO) Dcari FO,HK,Driver CV to Villa Dcr Therapist Spa Wanita untuk & Supervisor,Umur Max.30Thn, Mandi Ubud Hp:085103022308 di Ubud, Hub:(0361) 975604 B.BP.001.11.17.0000638 B.BP.001.11.17.0000754 mmliki SIM A,Info:081212420396 B.BP.001.11.17.0000845 Dcr Apoteker u/ Apotik di Dcr beberapa sopir utk bengkel Urgent Vacancy.Australia and Batubulan Hub.08123636725 mobil Hub: 081236066118 B.BP.001.11.17.0000918 B.BP.001.11.17.0000778 NZ.Visa Kerja Resmi Proses Dcr Asisten Produksi u/Garment Dcr serabutan cowok,cewek& Adm 3 Bln. WA.081330372496 yg berpengalamn & bagian stock bisa Comptr SIM C , Jln.Saridana Call.087761607090 B.BP.004.11.17.0000914 Hub: Hp.499117 / 085100804532 V/8 Cargo Hub.08123997672 B.BP.001.11.17.0000839 B.BP.001.11.17.0000913 ** Supir M.Box,Hub: Jl.Gadung Dcr Driver Umur Max 35th SIM Dcr,PRT,Serabutan Jl.Cekomaria No.81 Kreneng - Denpasar B.BP.001.11.17.0000909 B1.Bawa Lamaran Ke Banoli Gg.Karya No.9,Dps 082247484950 B.BP.001.11.17.0000917 *Dcr Karyawati Single utk toko Motor Jln.Buluh Indah 75 DPS Dcri Staff Accouting berpnglmn KueAnda diSempidi 085107032288 Telpon :0361-418642/411964 B.BP.166.11.17.0000928 u/ditemptkn di Singapadu Kaler B.BP.001.11.17.0000607 4* Htl in Seminyak is looking Email:Yudiknegari@gmail.com Dcr Engineering Hub.439888 / B.BP.001.11.17.0000905 for Front Desk (Male) fam.to 085100421225wanakubu@gmail.com Di butuhkan segera Staff Cook B.BP.166.11.17.0000927 VHP system,Good English 1 Exp Helper Hub Mini Restaurant Jln Dcr Karywn Toko & Kasir u/di years, Bellboy(single),can Legian 77 X Telp 0361 751651 Abiansemal hub.081237172650 drive a car and have a driving B.BP.001.11.17.0000931 B.BP.001.11.17.0000836 license (SIM A).1 Exp years, Dcr SPG Min.SMU Max 27Th,Jujur Dibthkn sgr Sopir,Satpam,Kasir good English Apply to Penampilan Menarik, Rajin, Hubungi: Bu Luh De (08123809006) hrdseminyak@yahoo.co.id B.BP.001.11.17.0000791 Penempatan Kuta&Nusa Dua B.BP.001.11.17.0000524 Dibutuhkan Audit berpengalaman Gj1,8Jt Hub Lusi 082144355655 Cari sgr Waitres/Cook Helper B.BP.001.10.17.0001449 Hub:03619004879 & 08113993388 Mammamia Rstrn Jl.Legian. gaji B.BP.001.11.17.0000760 Dcr Sopir Gaji 2-3jt,karyawati pokok service tunjangan Hari Urgent Housekeeping Staf Needed Gaji 2-2,5jt Lmr ke Jln Tukad Raya Hub SMS/WA 085647119728 for a Private Villa,Good EngIrawadi Gg .XX/3 Panjer Dps B.BP.001.11.17.0000847 B.BP.001.11.17.0000853 lish Experience,081805518196 Dcr Sales Umur Max 30 Pengalaman B.BP.001.11.17.0000923 Dcr Sopir u/Krm Brg Hotel&Rest Tdk Diutamakan Bawa Lamaran Dicari Guru mat,Fis,Bio,B.Ing, Max.35Th.Bw ke Jl.Gn.Lumut/63 Ke Banoli Motor Jl .Buluh Indah IPS,Basa Bali.Hub:08174761592 75 DPS Tlp:0361-418642/411964 Dps CV .Bali Dipta T.4740969 B.BP.001.11.17.0000604

BIRO JASA

B.BP.001.11.17.0000924

B.BP.001.11.17.0000837

Dicari Housekeeping Cewek Sanur. SMS:081338409322

Dicr Sopir SIM A Toko Bangunan Sanur Telp: 081246585888

Dicari Sopir Ambulance utk Klinik di Legian Hub.761443

Project Supervisor Utk Perusahaan Jasa kontruksi,Syarat:S1 Teknik Sipil,Bisa Autocad.Pnya Kendaran Pribadi,Domisili Bali Resume Email ke : bituproof@gmail.com

B.BP.001.11.17.0000889

B.BP.154.11.17.0000873

Dicari Store Man.u/Wil.Mengwi& NusaDua,Man Finance&Accounting U/Wil Jimbaran,SPV MD U/Wil Mengwi&Jimbaran H:0361-8953838 e:manhrd.nirmalasupermarket@ gmail.com

B.BP.001.11.17.0000901

B.BP.001.11.17.0000890

B.BP.001.11.17.0000891

Dicari pengawas Lap utk interior lamaran email di corneliu s_17dc@yahoo.com 087861816907

B.BP.004.11.17.0000735

Dicari sgr PRT Wnt Single Gaji Memuaskan,Hub:082144110545, 0818569689,(0361) 488572

B.BP.001.11.17.0000395

Leading TO offering challenging opportunities for qualified reservation staff, fluent English,ms.office,good interpersonal skill and able to work in team,min 1 year experience at the same field, send cv to:reservation@govacationindonesia.com

B.BP.001.11.17.0000904

Dicari :Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam Untuk Rumah Imam Bonjol, Dps Gaji 1,7jt SMS 0816571027

Mrkt/Sopir/OB/Opr Londry,Adm B.BP.004.11.17.0000851 bs Ing.krm/dtglsg.Ruko Sahadewa Tkg Kebun Profesional (6hr Krj Plaza R5.Pcatu Grh resort.Kuta /7-3) Security Freelance Mlm ( Sltn.085235867588/085852323927 1X Jaga seminggu) 081805596048 B.BP.004.11.17.0000933

B.BP.167.11.17.0000896

BIRO JASA

C.0000354-srv

PELUANG BISNIS

HOT PROMO Kredit Bunga

0,7% 0813.375.61.687 C.0000747-p.bis

BIRO JASA

H

MENGATASI MAMPET BERGARANSI:

KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, SALURAN DAPUR

0877 6129 5235 081 238 450 210 C.0000449-BRJ

RUPA-RUPA

RAJA BUNTU ATASI :

BA

WC

LIM

KU

RA

S

BALI WANGI

WC Garansi 1 bulan

- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - MAMPET - TANPA BONGKAR - TERIMA KURAS

081338013066 C.0000869-BRJ

DIJUAL MOBIL

BENGKEL LAS

SPA

Urgent,New Hotel is looking for Chief Accouting,General Cashier Income Auditor,Account R eceivable&Payable, Cost control Store.081990459999/Pls send CV to info@indoenterprise.biz.id

B.BP.820.11.17.0000756

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

KIA

Picanto AT AllNew Th’2015 Tgn1 Abumet Hub.087 862 270 180

B.BP.164.11.17.0000919

NISSAN

Djl Grand Livina SV AT’14 Pth Tgn 1,Istimewa, H.081337749922

DIJUAL TANAH KEHILANGAN Dijl tnh 45A lokasi Ds.Buangge Hlg BPKB No.G2963450-O,DK 777 Getasan Petang Hb.085100854499 FH, a/n Luh Widiani, Denpasar B.BP.001.10.17.0001214

B.BP.001.11.17.0000895

B.BP.001.11.17.0000860

Hlg BPKB No.I04693957-O,DK4109 AAJ, a/n Wagiman, Denpasar

Dijual Tanah 3 Are Pusat Kota Gianyar. Hubungi:0818985608

Sertifikasi Usaha Par&Iso Bth B.BP.001.11.17.0000852 Djl BUC tnh 9A lok.Pejeng, area Kary 3Auditor Par Min D3 Par P/W villa,JalanUtama,Viewsungai, SUZUKI Max50th,min2th Jbt managerial BUC Karimun Wagon R’15 GX AsDK 10mnt dri pusat Ubud 210jt/are Htl *4-5.Prnh ikt pltihan mana- Krd Dp10Jt ccl 2Jtan08124611999 Hp/WA:08113990054/081239677767 B.BP.001.11.17.0000856 B.BP.164.11.17.0000920 gerial,Auditr Parw(htl,Villa, Djl Tanah 20A (Kerambitan)& Resto,APW/BPW)lncr Eng/lsn/tls TOYOTA Tnh 31,6A(Canggu) 081558097478 Lam/Cv&foto ke Hrm PT.Garuda Jl Toyota Sedan All New Vios B.BP.001.11.17.0000892 Sertifikasi Indo,Jl .Pidada XI/9X GM/T Slvr Met’10, 082146419039 Jl Tanah 3 Are Br.Pemaron Gatsu Brt/hrm@gserti.com B.BP.001.11.17.0000925 Munggu Badung Hub.087874680077 PH:8947607(p.lmbt 15 Des 2017) Jual.Inova gold 2008,matic, B.BP.001.11.17.0000907 B.BP.001.11.17.0000854 Plat cantik, DK Asli, DISEWAKAN TANAH Sertifikasi usha Par&Iso Bth 3 hub.Hp.081936242105 Audior P/W max 50th,S1 Sipil/ Dikntrkan Tnh Kebun 20Are ada B.BP.004.11.17.0000902 Arsitek,min 2th Sbg Auditor Tanaman Jambu Kristal Mutiara DICARI MOTOR Konstruksi,Prnh ikt Pelatihan ±200Phn Jeruk±100Phn bs Dibgn Auditor konstruksi,lcr English Dcr Motor Bekas Segala Merk Gudang,Rmh,Tawer,Dsb.150Jt/15Thn lis/tlis.Lam/CV/FotoTerakhir Jmpt 082340857099/087860002630 Hp.081337004745TampakSiring Ke:HRM PT.Garuda Sertifikasi B.BP.001.11.17.0000906 B.BP.001.11.17.0000915 Indo.Jl Pidada XI/9X Gatsu Brt Dps.Ph:8947607(hrm@gserti.com) RUPA-RUPA DIJUAL RUMAH (plg lambat 15 Desember 2017) Jasa Finishing Cat Tmbok.Politur B.BP.001.11.17.0000857 Djl Cpt Rmh Hrg Murah 650jt PerumPurigading Jimbaran Lt135m2 Plafon.Tektur dll.085338223838 DIJUAL MOBIL DAIHATSU

Dijual Daihatsu Terios 2012 Hub:081338190500

B.BP.001.11.17.0000900

B.BP.001.11.17.0000894

Hlg KTP No:5108051009890004, NPWP No:364412072902000, SID No:IDN 100007884, a/n I Made Putu Dwi Pramana Putra, Br.Dinas Pumahan, Ds Gitgit, Kec.Sukasada, Kab.Buleleng B.BP.001.11.17.0000887

Hlg Sertifikat Tanah No.955 An.I Nyoman Laba Somaratha B.BP.001.11.17.0000908

PELUANG USAHA Dcr Investor/Leader MLM Baru Modal 600Rb P.TI, 085208522200 B.BP.001.11.17.0000910

PENGUMUMAN Dgn ini saya AS u’23th, pkrjaan IRT al.Dinas Tegal Kubutmbhan mnytakn permohonan maaf kpd PT.Arta Sedana Retalindo a.prbtan Pencurian yg tlh sy lakukan pd B.BP.001.11.17.0000893 Lb135m2,KT3,KM2.Hb:08113899962 10 Nov’17 di Hardys Surapati KEHILANGAN B.BP.001.11.17.0000899 Singaraja shg mrugikn PT.Arta Rmh Lt2 132/165 4Km tdr Grse Hlg BPKB No.G0468915-O DK5901 Sedana Retalindo,demikian perJl.Sekar Jepun VI, 085237295884 IG a.n Dwi Aryanto 085339157048 mohonan maaf ini sya sampaikan B.BP.001.11.17.0000930

B.BP.001.11.17.0000830

B.BP.001.11.17.0000674


18

Asah

Kemunculan Buaya di Aceh Utara Hebohkan Warga Lhokseumawe (Bali Post) Kemunculan buaya di muara Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh menghebohkan warga setempat. Kemunculan salah satu jenis hewan reptil besar tersebut, diketahui pertama kali terlihat pada Jumat (17/11). Kemunculannya terlihat di sekitar jembatan menuju Pelabuhan Umum Krueng Geukuh sebagaimana diungkapkan oleh Azhari, salah seorang warga setempat yang melihat buaya itu. Menurut warga tersebut, keberadaan buaya di aliran sungai tersebut sebanyak dua ekor, dengan ukuran panjang lebih kurang 3 meter dan berbadan besar. Posisi buaya itu berpindah-pindah tempat di kawasan aliran Sungai Krueng Geukuh. Setelah terlihat pada malam harinya, warga kembali melihat pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIB, di lokasi di tengah-tengah aliran Sungai Krueng Geukuh, saat hewan tersebut sedang berenang di air. Warga terlihat mengamati keberadaan buaya

tersebut yang sesekali menampakkan diri di atas permukaan air sungai memisahkan antara Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe itu. Menurut salah seorang warga setempat Nyakmat mengatakan bahwa sebelumnya tidak pernah terlihat keberadaan buaya pada aliran sungai dimaksud. Namun tiba-tiba terlihat dan mengundang kehebohan warga. Sejumlah warga lainnya juga mengatakan bahwa selama ini belum pernah ada ternak warga yang hilang dan juga tidak ada korban jiwa akibat terkaman buaya di lokasi tersebut. Warga menduga keberadaan buaya dimaksud berasal dari kawasan Ujong Pacu yang turun mengikuti aliran sungai tersebut menuju ke laut (muara). Pihak Dan Pos Lanal Lhokseumawe Letnan Dua Yudi mengatakan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat, supaya mengambil langkah-langkah selanjutnya terhadap penanganan masalah buaya tersebut. (ant)

Macan Tutul Kalimantan Tertangkap Kamera di Suaka Malaysia Kualalumpur Macan tutul Kalimantan dan dua anaknya saat menembus hutan lindung Malaysia tertangkap kamera pada pekan lalu, dan menjadi penampakan langka hewan yang sulit ditangkap itu pada siang hari di alam bebas. “Hampir tidak pernah terdengar orang melihatnya pada siang hari, apalagi bersama anak-anaknya,” kata Michael Gordon, yang memfilmkan hewan itu menyeberang jalan dan berjalan ke semak di Deramakot di Negara Bagian Sabah, Malaysia, di Pulau Kalimantan, tempat bidikan kamera pertama kali melihat keluarga kucing besar itu pada 2010. Jenis kucing besar tersebut hanya ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatra, serta ahli ilmu hewan disebut “Neofelis diardi”, dengan hanya 700 spesies diperkirakan hidup di lingkungan alam bebas, serta terus menyusut akibat perburuan dan penggundulan hutan. “Macan tutul Sunda sangat sulit ditemukan di sebagian besar wilayahnya, tapi tiga tahun belakangan, saya di Deramakot sudah beberapa kali melihatnya,” kata juru foto itu kepada Reuters. Macan tutul Sunda adalah nama lain macan tutul Kalimantan. Lingkungan hidup hewan itu menyusut sepersepuluh bagian setiap tahun dalam dua dasawarsa belakangan ini dalam catatan Dana Suaka Margasatwa untuk Alam (WWF) akibat perburuan dan penggundulan hutan bertujuan dagang. Mereka makan monyet, rusa kecil, burung dan kadal, serta menjadi pemangsa uta-

ma di Kalimantan, pulau bersama dari Malaysia, Indonesia dan Brunei Darussalam. Pada 2007 penelitian genetik menunjukkan jenis itu berbeda dari kerabat ter-

dekatnya, macan kumbang, atau “Neofelis nebulosa”, yang pertama digambarkan secara ilmiah oleh peneliti alam Inggris Edward Griffith pada 1821, catat WWF. (ant)

Minggu Pon, 19 November 2017

Pertanyaan

TTS Bali Post

TTS No. 322

Mendatar: 1. Dapat terbakar, berkarat, hancur atau rusak akibat reaksi kimia 4. Orang yang hidup atas biaya orang lain ; Tukang bonceng (Inggris) 8. Kesalahan serius dan memalu kan yang disebabkan oleh kebodohan, kecerobohan atau kelalaian 10. Kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata 11. Makhluk jadi-jadian khas Bali 12. Terjaga (Bali) 13. Putri Raja Wirata dalam kisah Mahabarata 15. Tidak enak badan (Inggris) 16. Nangro Aceh Darussalam 17. Ketengan ; Dijual secara satu-satu 19. Alat bantu untuk mengisap sabu-sabu 23. Orang bawahan ; Hamba 25. Pidato (Inggris) 28. On the road 30. Asosiasi gula Indonesia 31. (Karangan) yang bersifat sindiran atau ejekan 32. Lema 34. Awur ; Sebisanya (Bali) 35. Tidak ada kurangnya ; Genap 37. Pesawat udara yang mendarat 38. Grup nyanyi yang terdiri dari 6 orang 39. Pangkal paha Menurun: 1. Malu dan kecewa (Bali) 2. Gitar kecil berdawai empat 3. Dibalik : Nyanyian duka cita 5. Penyakit jantung koroner 6. Nyanyian ; Lagu 7. Ayahanda 9. Mudah kena ; peka 10. Cocok ; Sesuai ; Seia sekata 14. Bebal ; Goblok (Jepang) 18. Taksi (Inggris) 20. Palang merah Belanda 21. Daya tarik (Inggris) 22. Penyanyi 23. Unsur non logam berlambang “As” 24. Ingin (Bali) 26. Menjelajah ; Mendaki bukit 27. Masih tetap di tempatnya ; diam di satu tempat 29. Nama makanan atau sayur yang dilumuri kelapa parut yang berbumbu 33. Sebuah kabupaten di NTT 36. Seratus meter persegi

Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 322 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 25 November 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 3 Desember 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 320 Mendatar: 1. Benggala 5. Landep 8. Singkawang 11. Suar 12. UUSPN 13. Karotis 16. Wallpaper 19. NEM 20. Fog 21. Patroli 22. Sol 23. TNT 24. Donatur 26. Oksalat

29. Taska 31. Atom 32. Anteridium 34. Ibarat 35. Anumerta Menurun: 2. Etika 3. GPK 4. LewisWaterman (Lewis Waterman) 5. Lagu 6. Daun 7. PerwiraLaut (Perwira Laut)

Lima Mamalia Besar Satwa Kunci Way Kambas Lampung Timur (Bali Post) Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur, Lampung memiliki lima mamalia besar yang menjadi satwa kunci dan tidak setiap taman nasional memiliknya. Kepala Balai TNWK, Ir. Subakir di Lampung Timur, Jumat (17/11) menyebutkan lima satwa kunci itu yakni harimau, badak, gajah, beruang dan tapir. “Tidak semua taman nasional punya lima mamalia besar itu, hanya TNWK yang punya itu, dan lima satwa kunci ini hidup bahagia di Way Kambas, “ paparnya.

Subakir yang mulai menjabat Balai TNWK sehak April 2016 itu menyebutkan jumlah gajah di TNWK mulai bertambah. Sejak 2016 hingga saat ini terdapat 16 ekor kelahiran gajah TNWK. “Kita yang paling banyak anak gajahnya lahir, jika dibandingkan taman nasional di Bengkulu,” ujar Subakir lagi. Ia menambahkan, satwa badak di Pusat Konservasi Badak Sumatera atau (SRS) juga telah melahirkan dua anak badak pada 23 Juni 2012 yang diberi nama “Andatu” dan 12 Mei 2016 diberi nama “Delilah”. (ant)

9. GPO 10. NukleoProtein (Nukleo Protein) 11. SPMA 13. Konfederasi 14. Ringan 15. Tumpat 17. Puitis 18. Pastel 25. Adam 27. AMD 28. Adult 29. Toba 30. Kait 33. IKM

Pemenang TTS No. 320 Tan Gwat Lie Jl. Sultan Agung No.43, Br. Pendem, Kel./Kec. dan Kab. Karangasem (HP: 087 762 857385) Sayuti Br./Lingk. Tohpati, Gg.Ulun Carik, Kesiman Kertalangu, Dentim (HP: 081 338 319234) Ni Wayan Karti Br. Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Kec. Pekutatan, Jembrana, Negara 82262 I Wayan Wira Perum Puri Bagus B/3, Padangkerta, Karangasem 80811 (HP: 081 338 956942) I Komang Karda Br. Lekok Sampalan, Sampalan Klod, Dawan, Klungkung 80761 (HP: 087 861 244824) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Made Ayuni Alamat : KDS Tabanan, Jl. ByPass Sukarno, Kediri, Tabanan 82121


19

Minggu Pon, 19 November 2017

sosok Simakrama Ngerebong MINGGU (19/11) ini umat Hindu di Desa Pakraman Kesiman menggelar proses Ngerebong. Tradisi unik ini guna menjaga keharmonisan bhuwana agung dan bhuwana alit. Sebelum upacara ini dielar di Pura Petilan, krama Kesiman mengikuti acara simakrama di Puri Ageng Pemayun Kesiman. Saat itu tokoh masyarakat Kesiman yang juga Ketua DPRD Kota Denpasar Gusti Ngurah Gede, S.H. menggelar open hause dengan pasemetonan puri, warga, wargi, paman dan semua jenis paiketan di Kesiman. Gusti BPM/sue Ngurah Gede mengungkapGusti Ngurah Gede kan acara simakrama ini juga sebagai media untuk menjaring inspirasi membangun Kesiman yang lebih maju dan baik. Termasuk di dalamnya menemukan solusi terbaik terhap masalah yang muncul. Lewat dialogis yang dilakukan para Raja Kesiman sebelumnya, tradisi ini perlu diwariskan sehingga tak ada gejolak di wilayah Kesiman. Kedua, acara simakrama ngerebong ini juga media bagi warga Kesiman memperkuat rasa pasemetonan, penyatusan serta evaluasi terhadap tata kelola wilayah Kesiman. (sue)

Kesempatan Emas Dari Hal. 3

Bupati juga sempat menyampaikan bahwa dengan masuknya kopi Kintamani ke Istana Negara, merupakan kesempatan emas untuk mempromosikan kopi Kintamani secara gratis agar lebih dikenal luas. Untuk tetap menjaga eksistensi kopi Kintamani ke depannya, pihaknya meminta para petani untuk gencar membudidayakan kopi Kintamani dengan teknik budi daya yang benar tanpa harus meninggalkan komoditas pertanian lainnya seperti Jeruk Kintamani. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli Wayan Sukartana menjelaskan, kopi Kintamani dengan jenis Arabika sudah mulai dibudidayakan masyarakat di Bangli sejak tahun 1942. Saat itu, pembudidayaan kopi Kintamani dilakukan petani secara mandiri. Luas lahan budi daya kopi di Kitamani kala itu mencapai 11 ribu hektar. Dalam perjalanannya, budi daya kopi Kintamani mengalami pasang surut. Rendahnya harga jual dan kendala pemasaran membuat sejumlah petani kopi memilih membabat tanaman kopinya secara perlahan dan menggantinya dengan komoditas jenis lainnya yakni jeruk. “Tahun 2012, paling banyak terjadi alih komoditas ke jeruk,” kata Sukartana didampingi Kabid Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan Wayan Tagel Sujana dan Kabid Sarpras dan Pemasaran Dewa Sugiarta saat diwawancarai di kantornya beberapa waktu lalu. Sesuai data yang dimilikinya, pada tahun 2012, tercatat luas areal kebun kopi di Bangli mencapai 5.606 hektar. Namun pada tahun berikutnya luas areal bertambah menjadi 6.600 hektar. Bertambahnya luas areal saat itu tidak terlepas dari upaya-upaya yang dilakukan pemerintah yakni dengan proyek rehabilitasi tanaman perkebunan rakyat, memberikan bantuan permodalan, bibit, peningkatan SDM dan lainnya. Sukartana menjelaskan kopi yang dihasilkan dari perkebunan kopi di Kintamani telah mmiliki sertifikat indikasi geografis. Pemasaran kopi Kintamani tak hanya dilakukan di dalam negeri, namun juga banyak diekspor ke banyak negara seperti Jepang, Korea, Australia, dan Eropa. Ekspor kopi banyak dilakukan petani melalui perusahan-perusahaan eksportir besar yang ada di Bali dan Jawa. Sementara petani kopi di Kintamani selama ini kebanyakan sebatas mengolah biji gelondongan merah hingga dalam bentuk HS (berkulit tanduk kering) atau biji hijau (green been). “Perusahaan besar inilah yang kemudian mengolahnya menjadi bubuk atau lainnya,” terangnya. (ina)

Penderita Jantung Dari Hal. 3

Meskipun ada juga penelitian menyimpulkan bahwa 2-3 cangkir kopi tanpa gula dan krim justru disarankan untuk penderita jantung karena melatih kontraksi otot jantung. Pada intinya, kopi mempunyai efek beragam, bahkan untuk orang sakit tertentu punya efek positif dan menjadi berdampak negatif jika dikonsumsi secara berlebihan. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar yaitu 1-3 cangkir (maksimal 400 mg caffein), menurutnya masih bisa ditoleransi untuk orang sehat. Selain orang sehat, ibu hamil dan anakanak juga diperbolehkan

minum kopi, asalkan tidak berlebihan dan dianjurkan maksimal 200 mg/hari. “Yang perlu diperhatikan agar tidak berlebihan mengonsumsi minuman yang dijual bebas dengan kandungan caffein jika kita peminum kopi,” imbuhnya. Selain caffein, kandungan di dalam kopi yang sangat penting adalah asam klorogenat. Zat ini berfungsi sebagai antioksidan kuat dari jenis tanaman. Bahkan akhir-akhir ini, kopi dimanfaatkan untuk memaksimalkan program penurunan berat badan atau diet pada obesitas karena mempunyai fungsi mengurangi pelepasan glukosa dan meningkatkan metabolisme lemak. (kmb42)

Olah Basah Dari Hal. 3

Petani yang memiliki lahan pada 900 MDPL seperti di Desa Lemukih (Kecamatan Sawan), Wanagiri, dan Desa Pegayaman (Kecamatan Sukasada), digembleng tentang sistem olah basah. Tidak hanya membina dan membantu sarana dan prasarana (sarpars), pemerintah daerah memfasilitasi produksi kopi olah basah dari Buleleng diserap oleh pasar ekspor. Kopi olah basah ini dihasilkan dengan cara petik merah kemudian kulit luasnya dikupas hingga tinggal kulit tanduk (kulit kedua dari biji kopi -red). Biji kopi tersebut kemudian dikeringkan di bawah terik matahari hingga siap dipasarkan. Kepala Distan Buleleng Nyoman Swatantra didampingi Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Nyoman Partayasa Sabtu (18/11) kemarin, mengatakan, budi daya kopi dengan sistem olah basah sekarang produksinya belum mampu memenuhi permintaan pasar ekspor. Dia mencontohkan, tahun 2016, dari total

luas areal 400 hektar tersebar di enam kelompok subak mampu menghasilkan kopi dengan sistem olah basah 150 ton. Sementara permintaan dari perusahaan tercatat 850 ton, sehingga produksi yang belum dapat dipenuhi mencapai 697 ton. Dari evaluasi menyeluruh, Distan menemukan bahwa permasalahan ini terjadi karena areal yang masih sempit. Petani masih kurang memahami teknik pemeliharaan kopi yang benar. Selain itu, kebanyakan petani belum tertarik menerapkan sistem pengolahan kopi olah basah, karena sudah terbiasa dengan sistem pengolahan yang sudah dilakukan sejak awal budi daya kopi digeluti. “Kalau dari harga jelas kopi olah basah di atas harga kopi yang diolah dengan cara biasanya. Tapi, petani masih banyak yang belum mengikuti sistem ini, sehingga permintaan perusahaan belum terpenuhi. Melalui program yang sudah dirancang, sistem kopi olah basah ini terus kita kembangkan,” tegas Swatantra. (mud)

BPM/son

MUNAS- Munas WHDI Pusat dibuka Dirjen Bimas Hindu Kemenag I Ketut Widnya di Jakarta, Sabtu (18/11) kemarin.

Dari Munas WHDI

Perlunya Pemberdayaan Wanita Hindu

Jakarta (Bali Post) Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) yang dibuka Dirjen Bimas Hindu Kemenag I Ketut Widnya di Jakarta, Sabtu (18/11) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum WHDI Ratanaya B. Kentjanawathy Suwisma, Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tanaya serta tokoh Bali lainnya. Dirjen Hindu I Ketut Widnya mengatakan, peran wanita Hindu sangat penting dan menentukan tidak hanya bagi keluarga tetapi juga bagi bangsa dan negara. Dalam Weda disebutkan begitu pentingnya peran wanita dalam segala hal. “Tidak ada upacara yang tidak melibatkan wanita. Ini fakta,” tegasnya. Sementara Ratanaya B. Kentjanawathy Suwisma mengatakan, WHDI memiliki tugas yang sangat penting untuk meningkatkan kesadaran berkarya atau ber-swadharma bagi anggotanya dan berfungsi sebagai wadah mengembangkan pemikiran bermasyarakat. Organisasi ini, kata dia, mendukung dan membina aktivitas kelembagaan yang bernapaskan Hindu, berkomunikasi secara nasional serta menyumbangkan karya-karya nyata, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam rangka mengimplementasikan tugas pokok dan fungsi WHDI, dia menjelaskan, diperlukan peningkatan pemberdayaan Wanita Hindu. Khusus dalam era keterbukaan bahwa WHDI harus berwawasan luas, dapat tampil dengan nilai-nilai universal sehingga selalu relevan dalam menjawab tantangan dan perubahan zaman. Ratanaya mengatakan, Munas WHDI diharapkan mampu menganalisa semua tantangan dan permasalahan yang muncul serta mencarikan solusinya dengan arif bijaksana, dapat memilih ketua umum, sekretaris jenderal dan pengurus baru dengan kondusif yang menjunjung rasa persatuan dalam pelaksanaannya sehingga seluruh anggota dapat bersinergi dalam menjalankan tugas-tugas pokok dan fungsinya secara cerdas sebagai organisasi WHDI yang mandiri. (010)

Dasar Hukum Dari Hal. 3

Dasar hukum penahanan itu tercantum dalam pasal 21 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Alasan objektif atau pun subjektif dipandang telah terpenuhi untuk penahanan dan Novanto disangka dengan bukti yang cukup melakukan tindak pidana korupsi. Novanto pun, kata Febri, juga sudah masuk dalam daftar pencarian orang alias buron setelah tiga kali mangkir dari panggilan pemeriksaan di KPK. “Sehingga seluruh alasan hukum yang dibutuhkan untuk penahanan telah terpenuhi,” katanya. Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, memprotes KPK setelah lembaga itu menerbitkan surat penah-

anan untuk kliennya saat tempat perawatannya akan dipindahkan dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada Jumat siang. Dia juga menggugat dasar hukum KPK tentang perawatan Novanto kini menjadi wewenang lembaga antirasuah itu. Seharusnya, kata Fredrich, KPK lebih dulu memeriksa Novanto, setelah itu boleh menahan. Namun sejauh ini, KPK belum pernah memeriksa Novanto sebab kliennya belum dapat berbicara akibat kecelakaan dalam mobil yang ditumpanginya pada Kamis malam lalu. Berseteru dengan Mahfud Selain bersitegang dengan KPK, pengacara Novanto juga

Bantu Petani Dari Hal. 3

Meski belum memperlihatkan keuntungan dari sisi Bumdes, kata Wintara, keberadaan Bumdes sudah bisa membantu kesejahteran petani. Lewat bantuan pemkab sebesar Rp 200 juta, Bumdes memutar bantuan ini untuk membeli kopi petani di atas harga pasar yaitu Rp 28 ribu untuk kopi mentahan. Harga pasar jenis ini Rp 26 ribu. Tidak sebatas membeli kopi petani di atas harga pasar, Bumdes juga memberdayakan kelompok tani untuk menyangrai kopi sesuai standar dari Kopi Leak. Untuk ini, Bumdes memberikan upah untuk menyangrai sebesar Rp 5.000 per kilogram. “Jadi, manfaat Bumdes ini dirasakan petani,” ujarnya. Petani kini didorong untuk meningkatkan kualitas panen biji kopinya agar memenuhi standar dari produk Kopi Leak yaitu panen petik merah. Juga saat menyangrai prosedurnya harus sesuai dengan tahapan standar Kopi Leak. Pihaknya membebaskan petani untuk berkreasi menciptakan rasa di luar standar Kopi Leak dan menciptakan merek sendiri. Dengan ini diharapkan saat orang membeli kopi di Munduk Temu merek yang ada bervariasi. Rasa dari Kopi Leak setelah melakukan promosi menurut Wintara mulai diketahui dan diminati publik. Selain penjualan melalui Bumda Tabanan, saat ini Kopi Leak sudah mulai memasuki pasar oleh-oleh sep-

erti di Pantai Pendawa dan juga Waka Bali. Sementara itu, Kepala BUMdes Pajahan, Made Marsudi Cahyadi, mengatakan dana bantuan pemkab Rp 200 juta dijadikan untuk membeli bahan baku berupa kopi Robusta dari petani Desa Pajahan, Pupuan. Harga yang ditawarkan Bumdes biasanya di atas harga pasar. Untuk harga pasar saat ini 1 kuintal biji kopi kering dihargai Rp 2.600.000 dan Bumdes Pajahan membeli dengan harga Rp 2.650.000 hingga Rp 2.700.000 disesuaikan dengan kualitas biji kopi. Penyerapan kopi oleh Bumdes Pajahan dalam setahun kurang lebih 12 ton. Dalam sebulan terhitung 26 hari kerja, Bumdes ini mengelola biji kopi menjadi kopi serbuk sebanyak 1 ton. Kopi sudah dikelola dengan mesin semi-otomatis dan pengepakannya pun sudah sesuai standar. Satu kilogram kopi serbuk kopi Tugu Sari Pajahan ini dijual Rp 60.000. Untuk meningkatkan kualitas kopi di Tabanan, salah satu langkah yang diambil Dinas Pertanian Tabanan adalah mendapatkan sertifikat indikasi geografis yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Sertifikat tersebut bisa menjadi bukti bahwa kopi Pupuan adalah produk yang khas dan rasanya tidak bisa ditemukan di tempat lain. Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana mengatakan dengan adanya sertifikat tersebut, kopi Pupuan sudah diakui secara nasional dan berpeluang besar untuk ekspor. (san)

bersitegang dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Mahfud menilai rencana pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menuntut KPK ke pengadilan HAM internasional tak tepat. Sementara itu, Fredrich menilai Mahfud bicara di luar keahliannya. “Ya itu menurut beliau. Beliau kan bukan ahli pidana,” kata Fredrich. Pernyataan Mahfud ini disampaikan melalui akun Twitter resminya, @mohmahfudmd, Sabtu (18/11) kemarin. Mahfud menerangkan bahwa genosida dan kejahatan kemanusiaan itu mempunyai arti stipulatif. “Jangan-jangan Fredrick tak tahu bahwa pengadilan internasional tersebut hanya mengadili genosida dan kejahatan kemanusiaan. Genosida dan kejahatan kemanusiaan itu punya arti stipulatif, Bung. Tak bisa disuruh ngurusi Setvov,” tulis Mahfud. (kmb)

Tindakan Medis Dari Hal. 3

“Informasi yang kami dapatkan dari penyidik dan RS, selain pemeriksaan umum dan MRI, tes CT scan juga telah dilakukan. Selanjutnya setelah seluruh rangkaian tindakan medis dilakukan, analisis dan kesimpulan dari pihak dokter akan menjadi pertimbangan bagi KPK menentukan langkah berikutnya,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Sabtu (18/11) kemarin. “Apakah masih dibutuhkan observasi dalam beberapa hari ke depan atau dapat dilakukan pemeriksaan dan penahanan lanjutan di rutan KPK, akan ditentukan kemudian,” lanjutnya. KPK enggan membuka hasil pemeriksaan itu. Sebab, ini merupakan rahasia medis. “Kalau memang tidak ada perawatan signifikan yang dibutuhkan ya dapat dibawa ke rutan KPK. Tapi sebaliknya, kalau masih ada kebutuhan medis, maka pembantaran masih jalan,” ucap juru bicara KPK ini. KPK resmi mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap tersangka kasus korupsi e-KTP itu. Penahanan dilakukan untuk 20 hari pertama di Rumah Tahanan Kelas I

Jakarta Timur Cabang KPK terhitung 17 November 2017 hingga 6 Desember 2017. Namun, karena masih dirawat, penahanan Novanto dibantarkan. Selama proses pembantaran itu, Novanto akan dijaga ketat oleh KPK, yang dibantu Polri. Sesuai dengan aturan hukum, KPK tetap melanjutkan proses terkait pembantaran penahanan, yang berarti masa tahanan tidak dihitung selama tersangka menjalani perawatan di rumah sakit. Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, mengatakan bahwa Novanto lebih banyak beristirahat saat perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta. Bahkan, dokter yang menangani tidak berani membangunkan karena Novanto tidur pulas. Fredrich mengaku, setengah hari membesuk Novanto, kliennya itu terlihat lebih banyak tidur sehingga ia harus menunggu sampai bangun. Ia menyebutkan, Ketua Umum Partai Golkar itu sempat bangun sebentar untuk buang air kecil. Kepada pengacaranya, Novanto mengaku badannya masih lemas. Selain itu, Fredrick tidak tahu apalagi yang dikeluhkan Novanto. “Saya enggak sempat nanya,” ujar dia. (kmb)

Kopi Pahit Dari Hal. 3

Tak hanya remaja yang senang kopi Bali. Koordinator Kopertis VIII, Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa, S.E., M.Si., hampir dua kali sehari minum kopi. Namun, dia ingatkan remaja Bali bahwa kopi yang pahit dengan sedikit gula adalah yang sehat.

Dia juga menyarankan remaja Bali menyenangi kopi Bali yang rasanya sudah terkenal, bukan terlena karena merek terkenal. Bahkan di kantornya semua tamu disuguhkan dengan kopi. ‘’Bagi saya ngopi banyak memunculkan inspirasi dan membuat hidup sehat, asal jam dan caranya yang benar,’’ tegasnya. (win/sue)


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu pon, 19 November 2017

Ayushita

Takut Copet, Ternyata Aman INI pengalaman baru bagi aktris Ayushita Nugraha syuting di Swiss. Ia didapuk sutradara Salman Aristo berperan sebagai Chorina di film drama bertajuk ‘‘Satu Hari Nanti’’. Dalam film produksi Rumah Film dan Evergreen Picture yang merupakan kerja sama antara RI dan Swiss ini, ikut main sederet bintang terkenal yaitu Adinia Wirasti (Alya), Deva Mahenra (Bima) dan Ringgo Agus Rahman (Din). “Dalam bayangan sebelum berangkat, saya paling takut copet. Ternyata, aman-aman saja. Naik kereta api, aman dan disiplin. Swiss adalah negara di Eropa yang rakyatnya ramah dan hangat,” ujar Ayushita dalam peluncuran teaser, trailer dan poster film ‘‘Satu Hari Nanti’’ di Jakarta, belum lama ini. Selama hampir tiga minggu, Ayushita jalan-jalan bersama bintang lain dan mencoba transportasi umum di Swiss. “Swiss itu enggak memiliki pohon cokelat. Tapi bisa memproduksi cokelat terbaik se dunia,” papar aktris yang dilahirkan di Jakarta, 9 Juni 1989 ini. Diungkapkan, ketika membaca skenario, Ayushita tak suka karakter Chorina. “Tapi ternyata ceritanya bagus, akhirnya saya ambil juga Terlebih lagi, syutingnya di Swiss,” lanjutnya. Chorina adalah wanita manajer hotel di Swiss. Ia diungsikan oleh keluarganya dari Indonesia ke Swiss untuk bertahan hidup. Ayushita meroket namanya sejak membintangi film ‘‘3 Dara’’ (2015), ‘‘Gila Jiwa the Movie’’ (2016), ‘‘Bid’ah Cinta’’ (2017) dan terakhir ‘‘Kartini’’ (2017). Di film ‘‘Bid’ah Cinta’’, Ayushita masuk nominasi untuk kategori alkris utama Festival Film Tempo (FFT) bersama Dian Sastro, Tara Basro, Marsha Timothy dan Putri Marino. Ayushita menyukai alur cerita ‘’Satu Hari Nanti’’ yang mengisahkan tentang pilihan dari kegelisahan anak muda dalam membangun sebuah komitmen di Swiss, baik di lingkup cinta, pekerjaan dan keluarga. “Film ini berkisah tentang lika-liku pertemanan dan kisah cinta yang kelam yang tumbuh bersama dalam pencarian makna akan jati diri dari mereka di negeri orang,” demikian ujar sutradara Salman Aristo. (pik)

Ayushita

BPM/ist

u g g n Mi

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Konser ini dihadiri oleh undangan khusus, termasuk para duta besar dan tamu penting serta beberapa menteri. Hari kedua di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, yang dibuka untuk penonton umum. Konser ini merupakan rang-

Joey

BPM/ist

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

Hermawan Kartajaya Luncurkan Buku Citizen 4.0 Menjejakkan Prinsip-prinsip Pemasaran Humanis di Era Digital

Denpasar (Bali Post) -

Pakar pemasaran dunia sekaligus Founder & Chairman, Inc., Hermawan Kartajaya memperkenalkan hasil pemikiran terbarunya yang ditulis dalam buku bertajuk Citizen 4.0 :Menjejakkan Prinsip-prinsip Pemasaran Humanis di Era Digital. Peluncuran buku keempatnya ini dilakukan di Museum Puri Lukisan Ubud, Bali, Sabtu (18/11) kemarin. Peluncuran buku ini diselenggarakan bersamaan dengan perayaan ulang tahunnya yang ke-70. Sebelum dilakukan peluncuran buku, dalam perayaan ulang tahunnya ini terlebih dulu dilakukan upacara mabayuh dan malukat di Griya Gede Keniten, Sanur yang dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Wayahan Wanasari dari Griya Gede Wanasari Sanur. Acara ini dihadiri oleh keluarga Griya Jero Gede Keniten Sanur, yaitu Ida Pedanda Gede Dwija Ngenjung, Ida Pedanda Istri Agung Patni Ngenjung, serta keempat anak mereka, yaitu Ida Bagus Ngurah Agung Kumbayana, Ida Bagus Gede Agung Sidharta Putra, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, dan Ida Bagus Alit Awatara. Upacara ini bertujuan untuk memperingati hari kelahiran dan penyucian pikiran dan jiwa secara spiritual Hermawan Kartajaya. Hermawan Kartajaya menjelaskan buku Citizen 4.0 merupakan sebuah konsep yang memaparkan mengenai transformasi tahapan seseorang untuk menjadi lebih baik dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Dengan masuknya era 4.0 atau era digital, dikatakan manusia menjadi mendapat

kemudahan untuk terhubung dan memberikan informasi satu sama lain. Era ini juga menciptakan spirit bagi manusia yang akhirnya membuat mereka lebih terbuka untuk bekerja sama, berinteraksi, dan saling menukar ide untuk mewujudkan satu aksi bersama. Selain itu, era ini juga membuat tidak ada lagi pandangan mengenai bangsa, suku, dan agama melainkan bagaimana seseorang menjadi “citizen of the world”. Untuk mencapai titik Citizen 4.0, ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seseorang, yaitu fundamental, forefront, foster, dan final. Dijelaskan, fundamental merupakan tahap yang terjadi pada umur 0-20 tahun. Masa ini merupakan saat seseorang mengeksplorasi berbagai hal, memiliki daya imajinasi yang tinggi, dan juga masa pencarian jati diri. Tahap kedua adalah forefront life-stage yang terjadi pada umur 20-40 tahun, di mana kita mulai hidup mandiri, memiliki tanggung jawab serta mendapatkan sumber penghasilan. Di tahap ini pula kita begitu giat

BPM/win

BUKU - Hermawan Kartajaya saat meluncurkan karya Buku Citizen 4.0 : Menjejakkan Prinsip-prinsip Pemasaran Humanis di Era Digital di Museum Puri Lukisan Ubud, Bali, Sabtu (18/11) kemarin. untuk mencari pekerjaan dengan hasil finansial yang pantas. Berikutnya adalah foster life-stage yaitu pada umur 40-60, di mana kita sudah menjadi lebih stabil dibandingkan dengan titik sebelumnya. Pada tahap ini kita mulai sadar untuk memberikan dukungan kepada orang lain agar lebih sukses dalam kehidupan. Keberhasilan pribadi tidak lagi menjadi satu-satunya tujuan hidup, tapi bagaimana kehadiran kita dapat membawa manfaat pada orang lain. Sementara, pada tahap final life-stage di mana sudah timbul kebijaksanaan dan menikmati hidup. Me-

Joey Alexander Gelar Konser Dua Hari PIANIS muda asal Indonesia Joey Alexander (14) kembali menggelar konsernya di Indonesia. Kali ini, konser bertajuk “A Night With Million of Imagination” digelar dua hari berturut-turut yakni show case di Balairung Soesilo Soedarman Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat.

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

kaian konser Asian Tour Joey Alexander yang sebelumnya telah digelar di Jepang, Singapura, dan Hongkong. Joey sendiri mengaku bersyukur bisa kembali menggelar konsernya di Indonesia. “Bersyukur, I’m thankful bisa balik ke Jakarta, Indonesia. Terima kasih untuk support-nya dan bawa aku ke sini. Saya rasa bersyukur bisa bawa my new song, bisa share. Saya berharap posisi jazz bisa diberi kesempatan,” kata Joey dalam jumpa pers di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Gambir, Jakarta Pusat. Nantinya Joey tampil trio bersama drummer jazz Ulysses Owens Jr serta Dan Chmielinski pada bass. Anak muda bernama lengkap Josiah Alexander Sila itu juga berkolaborasi dengan Glenn Fredly, Isyana Sarasvati, dan Adinda Shalahita.

Hanin Dhiya Luncurkan Dua Buah Lagu BELUM lama ini, salah satu jebolan ajang pencarian bakat Rising Star Indonesia, sempat menghebohkan saat meng-cover lagu yang lagi ngehits saat ini, “Akad” milik Payung Teduh, Hanin Dhiya kini mencoba peruntungan dengan menyanyikan lagu miliknya sendiri. Tak tanggung-tanggung, dara berusia 16 tahun itu langsung mengeluarkan dua buah single sekaligus. Lagu tersebut berjudul ‘‘Darling’’ dan ‘’Kau yang Sembunyi’’ sudah dirilis Hanin sejak 15 September 2017 lalu. “Jadi sudah diskusi sama label, sama sutradara, sama produser juga. Konsepnya itu dua lagu judulnya berbeda, tetapi video klipnya itu nyambung. Jadi, video klipnya itu bercerita,” ujarnya saat dijumpai di kantor Warner Music Indonesia, Jakarta, belum lama ini. Hanin Dhiya mengungkapkan kalau kedua video klip single terbarunya itu memang dibuat dengan konsep yang unik dan menarik. Video klip single pertama bercerita tentang seseorang yang bingung dengan sikap sang kekasih yang tiba-tiba saja berubah. Sementara video klip kedua, “Kau yang Sembunyi” merupakan kelanjutan atau ending dari video klip yang pertama. Di video klip yang kedua ini si cewek akhirnya tahu mengapa si cowok sikapnya berubah. Rupanya diam-diam si cowok menyembunyikan kalau dia sebenarnya tengah sakit keras. Saat detik-detik si cowok itu meninggal, sang cewek baru dikasih tahu oleh teman-teman sang cowok kalau perubahan sikap itu karena si cowok sakit. (pik)

Sementara untuk konsep serta berapa lagu yang akan dibawakan oleh Joey, produser dari konser ini, Irsan Walad, memilih untuk memberikan Joey kebebasan. “Joey selalu ingin memberikan kejutan-kejutan sur-

prise. Bisa tambah lagu untuk memberikan nilai lebih dalam pertunjukkan ini. Dari sisi Joey memang kita memberikan kebebasan pada Joey dan Joey memang begitu penuh dengan improvisasi,” ungkap irsan, produser konser. (pik)

nikmati hidup di sini bukan berarti bersantai-santai, tetapi justru melakukan kegiatan yang disukai dan juga bermanfaat bagi orang banyak. “Untuk mengisi tahapan tersebut, kita memerlukan passion, bukan hobi. Passion itu terdiri dari passion for knowledge, passion for business, passion for service, dan juga passion for people,” ujar Hermawan Sabtu (18/11) kemarin.

Dipilihnya Bali sebagai tempat peluncuran bukunya, diakuinya Bali sebagai daerah tempat wisata. Di mana orang seluruh dunia mengetahui dan mengunjungi Bali. Sehingga, orang-orang seluruh dunia datang ke Bali, apalagi keterbukaan dan keramahan orang Bali sangat tinggi. “Jadi, buku Citizen 4.0 ini cocok banget diluncurkan di Bali, karena orang-orang citizen 4.0 ya di Bali,” tandasnya. (win)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 19 Nopember 2017 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu