Skip to main content

Edisi 12 Nopember 2017 | Balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948

u g g n Mi

perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu umanis, 12 november 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

BPM/eka

HIBURAN RAKYAT - Sederet artis nasional dan lokal Bali, seperti Band Armada, Sazkia Gotik, Silvi Kitty, dan Band Lolot akan menggoyang panggung hiburan rakyat serangkaian HUT ke-8 Kota Mangupura, Kabupaten Badung.

Saksikan Semarak HUT Ke-8 Kota Mangupura

Dimeriahkan Musisi Nasional dan Lokal Bali ANGKAIAN HUT ke-8 Kota Mangupura Kabupaten Badung masih berlanjut, setelah berbagai kegiatan spektakuler yang telah dilaksankan di masing-masing kecamatan, pemerintah setempat akan menggelar hiburan rakyat bertempat di Lapangan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Minggu (12/11) ini. Hiburan gratis yang disuguhkan untuk masyarakat Bali, khususnya masyarakat Kabupaten Badung menghadirkan sederet musisi ibu kota dan lokal Bali. Seperti, Grup Band Armada, Sazkia Gotik, dan Silvi Kitty. Sementara dari musisi lokal yang akan tampil Reggae Badung, D Antoni, Band Matan Ai, Widi Widiana, Rai Peni, Diana Prasta, lawak Celekontong Mas, dan Band Lolot. Asisten I (Pemerintahan dan Kesra) Sekda Badung, I.B. Yoga Segara didampingi Kabag Pemerintahan, I Gusti Made Wardika, mengajak masyarakat untuk menyaksikan hiburan rakyat yang dimulai dari pukul 18.00 wita hingga pukul 24.00 wita. “Kepada masyarakat Badung dan sekitarnya kami mengundang untuk menyaksikan hiburan tersebut. Hiburan rakyat ini bukan saja dipersembahkan untuk pegawai Pemkab Badung, tapi juga untuk masyarakat Kabupaten Badung,” ujarnya. Dikatakan, puncak HUT Ibu Kota Kabupaten Badung yang mengusung tema Sarwatra Swaguna Badung Jayanti ini akan dihelat di Mangupraja Mandala, Pusat Pemerintahan

Kabupaten Badung, Kamis (16/11) mendatang. Tema yang diangkat memiliki arti, di mana pun dan kapan pun pemerintah menyejahterahkan alam dan masyarakat. “Lebih luas, artinya Badung berbagi dan dari Badung membangun Bali,” terangnya. Lebih lanjut dipaparkannya, rangkaian ulang tahun, seperti tahun sebe-

“Kepada masyarakat Badung dan sekitarnya kami mengundang untuk menyaksikan hiburan tersebut. Hiburan rakyat ini bukan saja dipersembahkan untuk pegawai Pemkab Badung, tapi juga untuk masyarakat Kabupaten Badung” Asisten I Pemerintahan dan Kesra Sekda Badung, I.B. Yoga Segara lumnya telah digelar sejak Oktober lalu. Per kecamatan merayakan HUT Mangupura dengan tema masingmasing yang diangkat, namun masih selaras dengan tema utama. Selain itu, sudah dilangsungkan pula sejumlah lomba, seperti kontes bonsai tingkat nasional, lomba lagu, Festival Seni dan Budaya yang msih berlangsung di kawasan Pura Taman Ayun, dan sebagainya. Terkait dengan pengamanan dan pengaturan parkir mengingat akan

ada banyak masyarakat yang datang ke Puspem Badung, Yoga Segara menjelaskan, semua sudah dipersiapkan. Bahkan, pihaknya bersama sejumlah pihak akan melakukan gelar pasukan bersama Kodim, Polres Badung, Satpol PP, satpam dan pecalang. Lokasi parkir juga telah dipersiapkan, yakni di sebelah selatan Puspem Badung. “Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Nanti pihak Dinas Perhubungan akan membantu kita dengan mengerahkan 125 anggotanya. Begitu juga dengan pihak Pemadam Kebakaran yang siap membantu dengan menyediakan empat mobil pemadam kebakaran. Kita juga sediakan lima toilet portebel untuk kenyaman para penonton,” paparnya. Ia juga mengatakan, untuk parkir roda dua, pihaknya menyedikan tempat mulai dari depan Depo Arsip ke selatan yakni kapasitas untuk 1.000 lebih motor. Untuk parkir kendaraan roda empat dipersiapkan di Depan Kantor Dinas PUPR, Depan Wantilan DPRD Badung, Utara Kantor DPMPTSP, sebelah barat Pos Damkar dan eks lahan Balai Diklat Badung dengan kapasitas 520 kendaraan. Terkait untuk pengamanan taman agar tak dirusak penonton, Yoga Segara memaparkan, pihaknya juga membuat barikade berupa pagar besi serta bantuan dari satpol PP untuk menjaga agar tidak ada pengunjung usil dan merusak taman di Puspem Badung. “Kami berharap pertunjukan yang kami suguhkan dapat menghibur masyarakat yang menyaksikan,” ujarnya. (ad481)

Bali Bhakti Pancasila Mahakarya Kabupaten Badung Pecahkan Rekor Muri

KOLABORASI antara Pemkab Badung dengan Forum Bela Negara Provinsi Bali, yang menggelar Bali Bhakti Pancasila Mahakarya Kabupaten Badung, dengan Parade 230 gebogan dalam sebuah mall di Kuta, Kamis (9/11) malam lalu berhasil tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) dunia. Pihak Muri juga mengakui rekor tersebut menjadi rekor dunia, karena budaya yang ditampilkan melalui gebogan. Pihak Muri mengaku mengapresiasi akan hal tersebut, dikarenakan kebudayaan Bali semacam itu harus dijunjung tinggi, jangan sampai menghilang di era globalisasi ini. Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, dalam kesempatan tersebut menerangkan kegiatan yang bersinergi dengan Forum Bela Negara Provinsi Bali tersebut bertujuan untuk memperteguh, memperkuat, memperkokoh rasa nilai kebangsaan dalam rangka bersamasama mempertahankan dan mengamankan empat pilar kebangsaan negara. Di mana untuk mengamankan empat pilar tersebut ada berbagai pola pendekatan yang kita dilakukan, salah satu yang dipilih pihaknya bersama forum adalah dari pendekatan budaya. “Dalam konteks kita bernegara, budaya itu adalah bagian yang berakar dari hati nurani, yang mana nilai tersebut kemudian diwariskan kepada kita semua secara turun- temurun. Budaya itulah yang paling ampuh untuk melakukan pendekatan batin dan mempererat persatuan kita dalam berbangsa dan bernegara,” terangnya. Kegiatantersebutdiakuinyajugasekaligus untuk memeriahkan HUT ke-8 Ibu Kota Badung, Mangupura pada tanggal 16 November ini. Melalui kegiatan tersebutpihaknyainginmembuktikankepada khalayak,terkait konsepsi pembangunan budaya di Kabupaten Badung yang berlandaskan budaya. Di mana rekor Muri

tersebut menjadi sekaligus pengakuan akan hal tersebut sehingga nantinya diharapkan bisa memberikan nilai yang baik bagi masyarakat dalam menjaga budayanya. “Rekor ini menggunakan pendekatan budaya dan seni serta dilakukanolehlangsungmasyarakatitusendiri. Ini suatu kebanggaan bagi masyarakat Badung dan Bali, karena dengan budaya ini kita bisa tampil di dunia. Ini membuktikan juga bahwa masyarakat Bali bisa bersinergidengankomponenmasyarakat manapunituuntukmewujudkanbudaya sebagai fundamen dasar pembangunan dan kehidupannya sehari-hari demi mencapai masyarakat yang maju, mandiri, sejahtera,” ujarnya. Sementara Ketua Forum Bela Negara Provinsi Bali, Agustinus Nahak, mengaku sangat berterima kasih atas bantuan dan dukungan Pemkab Badung atas terselenggaranya kegiatan tersebut, hingga berhasil menorehkan catatan dalam buku rekor Muri. Muri mencatat bahwa rekor tersebut adalah rekor parade gebogan terbanyak di mall, bahkan rekor tersebut diketahuinya juga menjadi rekor dunia. “Kita lakukan kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan rasa bela negara, nasionalisme dan Cinta TanahAir. Salah satu bentuknya adalah dengan mempertahankan budaya dan memperkenalkan budaya kepada dunia,” ujarnya. Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk berbangga dan tetap melestarikan budaya tersebut. Sebab, budaya Bali utamanya gebogan adalah salah satu bentuk bela negara yang nyata. Hal tersebut bukan sebatas pada gebogan, namun juga budaya Bali yang lainnya. “Acara Bali Bhakti Pancasila Mahakarya Kabupaten Badung yang kita sajikan dalam bentuk parade gebogan ini sekaligus untuk memeriahkan rangkaian HUT ke-8 Ibu Kota Mangupura,’’ imbuhnya. (ad480)

BPM/eka

MURI - Wabup Ketut Suiasa menerima hasil Rekor Muri saat acara Bali Bhakti Pancasila Mahakarya Kabupaten Badung, dengan parade 230 gebogan di Kuta, Kamis (9/11) lalu.

20 HALAMAN

NOMOR 83 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418


2

Sisi Lain

Minggu Umanis, 12 November 2017

BPM/dok

SANGKEP-Krama Bali perlu segera bersikap karena saat ini pelaku pemakai dan pengedar narkoba didominasi krama Bali. Acara sangkep seperti ini harusnya dipakai untuk menghasilkan pararem pencegahan narkoba.

Hadapi Ancaman Narkoba di Bali

Perlu Libatkan Desa Pakraman

PEREDARAN dan penyalahgunaan narkoba di Bali kian masif. Polres Buleleng berhasil mengungkap 49 kasus. Puluhan kasus ini sebagian besar merupakan pengguna dan beberapa di antara pelakunya merupakan pengedar. Dari perjalanan polisi mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba di Buleleng, sebagian besar polisi menemukan pelakunya adalah mahasiswa, pelajar, dan profesi lain . Kepala Satuan (Kasat) Narkoba AKP Ketut Adnyana Tunggal Jaya seizin Kapolres Buleleng Made Suka Wijaya yang dihubungi Sabtu (11/11) kemarin, mengatakan, upaya pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di wilayahnya tidak hanya dengan memburu pelakunya, tetapi upaya memberian pemahaman dan membangkitkan kesadaran masyarakat agar berpartisipasi untuk turut serta memberantas kejahatan narkoba di daerah terus digenjot. Tidak hanya dengan kegiatan penyuluhan menyasar sekolah atau kampus, namun dalam beberapa kegiatan yang digelar instansi lain, pihaknya menyelipkan materi terkait mencegah bahaya dan penyalahgunaan narkoba. Di Klungkung Penyalahgunaan narkoba telah menjajah warga Kabupaten Klungkung. Khusus tahun ini, sejak Februari hingga 6 November, tercacat sudah 22 orang diringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Klungkung. Angka ini meningkat dari 2016 yang hanya 16 orang. Di tengah situasi itu, masyarakat lokal mendominasi sebagai pelaku. Hanya satu orang yang tercatat berasal dari luar Bali. Bahkan ada satu orang yang masih di bawah umur. “Orang Bali mendominasi. Pelaku ini lebih banyak jadi pemakai dari pada pengedar,” ungkap Kasat Res Narkoba, AKP I Gede Sudyatmaja, belum lama ini. Langkah pencegahan, lanjut Mantan Kapolsek Tampaksiring, Gianyar ini sudah dilakukan. Tak hanya razia ke tempat-tempat yang rawan ter-

jadi peredaran. Namun juga melalui sosialisasi ke desa pakraman. “Kami juga berharap desa pakraman ikut melakukan pencegahan. Bisa melalui pembuatan pararem,” ucapnya. Ketua Majelis Madya Desa Pakraman Klungkung, I Ketut Rupia Arsana, menyatakan pembuatan pararem antisipasi penyalahgunaan narkoba sebelumnya sudah diimbau oleh Polres Klungkung. Hanya baru segelintir desa pakraman yang menindaklanjuti. “Kami berharap seluruh desa membuat. Akan kami kumpulkan, mana yang sudah punya dan belum,” tandasnya. Tim Khusus Di Karangasem, penyalahgunaan narkoba paling tinggi terjadi di Kecamatan Kubu. Bahkan, peredaran gelap narkoba di daerah ini sudah sejak lama memicu maraknya aksi pencurian, agar bisa membeli barang haram tersebut. Potensi besar di sektor galian C sangat berpengaruh terhadap kehidupan perekonomian masyarakat di Kecamatan Kubu, Karangasem. Namun, dampak yang ditimbulkan tidak hanya bersifat positif, dampak negatif juga berjalan beriringan. Salah satunya yang sejak lama sudah menjadi perhatian aparat kepolisian adalah maraknya penyalahgunaan narkoba. Seperti diketahui, pada beberapa tahun terakhir ini, Kecamatan Kubu menjadi penyumbang kasus narkoba terbanyak setelah Kecamatan Karangasem. Bukan hanya pengguna yang ditemukan polisi di sana, tapi juga banyak berstatus pengedar. Kapolsek Kubu, AKP Made Suadnyana, pun tak menampik indikasi bahwa saat ini penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya masih cukup tinggi. “Belakangan penyalahgunaan

narkoba dikaitkan dengan kejahatan pencurian. Ini sedang kami dalami,” katanya belum lama ini. Selain membentuk Tim Khusus, dalam menekan penyalahgunaan narkoba, Polres Karangasem juga terus memperketat penjagaan seluruh pintu ke Karangasem, seperti di Pelabuhan Padangbai dan jalur-jalur peredaran lainnya. Ini untuk mempersempit gerakan pengedar, sebagaimana arahan BNNP Bali. Sedangkan, Ketua BNK (Badan Narkotika Kabupaten) Karangasem, I Wayan Artha Dipa, juga komitmen bersama memerangi bahaya narkoba. Dia yang juga Ketua MMDP Karangasem ini menggandeng seluruh desa adat di Karangasem, untuk mengatur penanganan penyalahgunaan ini melalui pararem. Ancaman ini terlihat lebih nyata, karena dampaknya makin terasa, di mana peredarannya semakin luas hingga menyasar remaja dan anakanak, dari kota hingga pelosok-pelosok desa. “Narkoba ancamannya lebih nyata. Khusus Karangasem, peredarannya makin marak saja. Sehingga, kita perlu pihak yang lebih banyak terlibat menanganinya. Desa adat adalah kekuatan kita yang efektif mengatasi ini,” kata Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, belum lama ini. Untuk memaksimalkan peran desa adat ini, Artha Dipa mengundang khusus seluruh bendesa adat, MADP (Majelis Alit Desa Pakraman), dan tokoh masyarakat. Sebagai Ketua BNK Karangasem, Artha Dipa ingin pencegahan peredaran gelap narkoba bisa melibatkan desa adat dengan diatur dalam sebuah pararem, sebagai payung hukum yang sah di desa adat. Bahkan, dia sudah menyiapkan contoh draf, berikut butir-butir yang harus dimuat di dalamnya. (mud/sos/gik)

Suka Mencuri dan Berbohong KELUARGA merupakan garda terdepan untuk menangkal anggota keluarga menggunakan narkoba. Berdasarkan survei yang dilakukan di Klinik Adiksi RSUD Mangusada, klien terbanyak menggunakan narkoba alasannya adalah masalah keluarga yang tidak terselesaikan. Di samping juga karena coba-coba. Seseorang mencoba memutuskan memakai narkoba atau tidak, tergantung dari latar belakang keluarga tersebut. Selain itu, teman sebaya juga mempunyai pengaruh yang besar. “Kalau latar belakang keluarganya bagus, seseorang utamanya remaja akan mempunyai internal kontrol yang lebih bagus. Remaja dengan latar belakang keluarga yang tidak bagus, ketika teman sebaya membawa pengaruh yang tidak bagus, maka remaja itu akan mudah terpengaruh,” jelas Retno IG. Kusuma, psikolog RSUP Sanglah, belum lama ini. Latar belakang keluarga yang dimaksud bukan dari keluarga kaya atau kurang mampu, melainkan keharmonisan keluarga. Seperti, keluarga yang broken home tidak akan mampu memberi rasa aman dan nyaman pada keluarga. Terhadap fenomena tersebut, maka yang bisa dilakukan adalah peran keluarga inti sangat besar dalam memberikan sebuah pema-

haman. Keluarga khususnya orang tua harus tahu cara merangkul anaknya. Anak-anak pada masa remaja dikatakan masa tersusah dalam kehidupan manusia karena tidak paham akan perubahan emosi dan fisiknya sehingga masa remaja penuh dengan badai dan stres. Di masa ini, remaja membutuhkan sosok figur dalam keluarga, sehingga keluarga mempunyai peran yang besar dalam pembentukan karakter remaja. Dokter terapi Klinik Adiksi RSUD Mangusada dr. Sahat H. Harianja. M.Biomed., Sp.KJ. mengatakan, jarang sekali klien yang

BPM/may

TERAPI - Dokter Sahat H. Harianja memberikan terapi pada salah satu kliennya.

datang atas dorongan diri sendiri. Kebanyakan karena dorongan keluarga. Dalam program terapi di Klinik Adiksi RSUD Mangusada, peran keluarga sangat ditekankan. “Karena kuncinya itu sebenarnya di keluarganya. Terapi hanya beberapa jam di rumah sakit, sebagian besar waktunya kan di rumah. Pihak keluarga itulah sebagai supervisinya, sebagai pengawas berhasil tidaknya program rehabilitasi pasien,” ujarnya. Keluarga dengan pecandu di rumahnya akan kerap mengalami kehilangan barang. Karena pecandu biasanya melakukan tindakan kriminal seperti mencuri dan kerap berbohong. Rata-rata kliennya melakukan tindakan itu. Karena akibat memakai napza ini, kepribadian dan mental seseorang akan berubah. “Mereka sering berbohong. Yang tadinya sabar, jadi gampang emosi,” bebernya. Dari tahun 2015 hingga April 2016, BNN Provinsi Bali telah merehabilitasi 1.214 pecandu narkoba, 970 orang di antaranya merupakan hasil operasi tahun 2015. Sedangkan dari Januari hingga April 2016, BNN Bali mendapat 244 orang untuk direhabilitasi. Dari 1.214 pecandu yang direhabilitasi, 300 di antaranya melakukan pengobatan atas kesadaran sendiri, sisanya merupakan hasil tangkapan. (may)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 0215357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


20 HALAMAN

NOMOR 83 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948

u g g n Mi PDI-P Usung Koster-Cok Ace di Pilgub 2018 perintis: k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu umanis, 12 november 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Jakarta (Bali Post) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) memilih hari raya Kuningan, tanggal 11 bulan 11 untuk mengumumkan calon gubernur dan calon wakil gubernur Bali untuk pilkada serentak 2018. Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri yang memimpin rapat koordinasi resmi mengumumkan pasangan calon gubernur Bali I Wayan Koster berpasangan dengan calon wakil gubernur Bali Tjokorda Oka Ardhana Sukawati (Cok Ace) pada pilkada serentak 2018 yang akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018. Pengumuman disampaikan langsung Megawati di Kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11) kemarin. Prosesi pengumuman dilengkapi dengan penyerahan surat rekomendasi yang dibuat dengan mekanisme keamanan security print dan security code. Hadir ratusan kader PDI-P baik dari unsur DPP partai, DPD I, DPD II, para kepala daerah dari PDI-P se-Bali, dan anggota DPR dari Dapil Bali. Tampak duduk di meja pimpinan rapat antara lain Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto, Wakil Sekjen Eriko Sotarduga, Ketua DPP Andreas Pareira, Bambang DH dan I Made Urip. Sementara itu seluruh jajaran pengurus PDI-P dari berbagai tingkatan memadati ruangan rapat. Dalam pidatonya, Megawati meminta keikhlasan rakyat Bali agar mempercayai estafet kepemimpinan selanjutnya kepada Koster atau biasa disebut KBS (Koster Bali Satu) - Cok Ace. Hal. 19 Mohon Doa Restu

BPM/ade

REKOMENDASI- Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyerahkan surat rekomendasi kepada I Wayan Koster dan Cok. Ace sebagai pasangan Cagub dan Cawagub Bali, Sabtu (11/11) kemarin.

Koster Tak Mau Paksakan Reklamasi Teluk Benoa Jakarta (Bali Post) Calon Gubernur Bali dari PDI Perjuangan I Wayan Koster angkat bicara soal sikap yang harus dilakukan pemimpin Bali ke depan menyikapi rencana proyek reklamasi Teluk Benoa. Menurut calon yang dikenal dengan sebutan KBS (Koster Bali Satu) ini segala sesuatu yang tidak sinkron dengan lingkungan Bali tidak

bisa dipaksakan dilanjutkan. “Kami telah mempelajari secara mendalam bagimana lingkungan Bali ini. Segala sesuatu yang tidak sinkron dengan lingkungan maka tidak bisa dipaksakan untuk dilanjutkan,” kata KBS saat menggelar keterangan pers, Sabtu (11/11) kemarin. Hal. 19 Jaga Alam Bali

Alasan Mega Pilih KBS-Cok Ace lKeduanya miliki pendidikan akademis yang mumpuni lPengalaman duduk sebagai wakil rakyat baik di DPR maupun DPRD. lCok Ace pernah menjabat Bupati Gianyar dua periode yakni 2003-2008 dan 2008-2013. l Keluarga dari Puri Agung Ubud. lTrack record keduanya baik

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sudah resmi mengusung pasangan I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace untuk Pilkada Bali 2018 mendatang. Cagub-Cawagub Bali dari PDI-P ini akan dihadang dengan sembilan partai di Bali yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali (KRB). Menurut sejumlah sumber KRB ini terdiri dari koalisi Partai Demokrat, Golkar, Hanura, NasDem, PPP, PKS, Perindo, PKPI, dan PAN. Satu partai lain yakni Gerindra, dalam waktu dekat segera bergabung dengan KRB. Namun, ada juga yang menyebut Hanura akan bergabung ke PDI-P. Hal. 19 Belum Final

Setya Novanto Merasa Diperlakukan seperti Penjahat Jakarta (Bali Post) Langkah berani KPK menetapkan kembali Ketua DPRRI, Setya Novanto, sebagai tersangka mendapat perlawanan dari kubu Setnov. Tim pengacara Setnov melaporkan dua pimpinan KPK ke Polri terkait penyahagunaan wewenang. Sementara itu, sehari pascaditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Setya Novanto pun curhat kepada penasihat hukumnya. Dia merasa diperlakukan seperti seorang penjahat.

“Mengapa saya harus dilakukan seperti ini. Saya bukan penjahat. Saya bukan melakukan sesuatu hal yang membahayakan negara. Tapi kenapa saya dilakukan tidak adil seperti ini,” kata Setya Novanto seperti diucapkan kuasa hukumnya Fredrich Yunadi, Sabtu (11/11) kemarin. Menurut Fredrich, kliennya juga mempertanyakan mengapa KPK tak berani menyentuh kembali kasus-kasus praperadilan yang kalah. Hal. 19 Tak Diadili

Pelakunya Didominasi Krama Bali

Setiap Mau Berhenti, Kumat lagi

MENGATASI masalah narkoba tidak semudah membalikan telapak tangan. Paling penting adalah kesadaran dari pecandu narkoba untuk pulih. Namun hal itu sulit karena saat ini pecandu merasa dalam posisi zona nyaman sehingga menolak rehabilitasi karena merasa dirinya tidak sakit. Sementara masyarakat masih merasa hal itu adalah aib bagi keluarga. “Saya sangat bersyukur, kalau tidak ada BNNP saya tidak tahu saat ini seperti apa? Saya dulu tidak ngerti rehabilitasi sepert apa, sekarang saya tahu,” kata mantan pecandu narkoba, AS saat testimoni dalam acara BNNP Bali beberapa waktu lalu. AS menyampaikan waktu dulu tidak pernah mandi dan ileran, tapi sekarang wajahnya bisa cerah. “Saya bangga dan senang. Saya mengucapkan banyak terima kasih,” ucapnya. Sedangkan AP menceritakan panjang lebar kisahnya saat menjadi pecandu. Awalnya ia minum- minuman bera-

peningkatan. “Kondisi ini juga terjadi di Bali. Jika ini dibiarkan maka dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ke depannya. Perlu diketahui hasil penelitian BNN, mahasiswa penyalah guna narkoba tahun 2015 di Bali, menduduki ranking 4 dan jumlahnya 39 orang,” ungkapnya Sabtu (11/11) kemarin. Pemuda akan semakin rapuh digerogoti oleh zat-zat adiktif yang merusak saraf otak dan kondisi ini akan berdampak hilangnya suatu generasi bangsa (lost generation) di masa depan. Apabila kondisi ini tidak segera ditangani, akan timbul permasalahan yang lebih besar karena memiliki generasi muda yang terbelenggu oleh narkoba. Sementara perkembangan narkoba semakin mengkhawatirkan, seiring pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, terutama masalah narkotika baru yang disebut dengan New Psychoactive Substances (NPS). Hal. 19 Generasi Emas

Setya Novanto

Pengakuan Pecandu Narkoba

Bali Darurat Narkoba

DULU, pelaku tindak kriminal dan pengedar narkoba adalah nama-nama luar Bali. Namun kini, justru krama Bali mendominasi pelaku pengedar dan pecandu narkoba. Sebuah fakta yang mengejutkan bahwa 60 persen pekaku narkoba adalah krama Bali, dengan nama depan I Wayan, I Made, I Ketut, Ida Bagus, Anak Agung dan seterusnya. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa krama Bali banyak yang menjadi pengangguran terselubung. Kelihatannya tak bekerja, namum menghasilkan dari barang haram. Makanya semua Polda Bali menyebut Bali darurat narkoba. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa menyebutkan narkoba merupakan fenomena multidimensi karena berkaitan ke seluruh aspek kehidupan. Oleh karena itu, narkoba salah satu faktor yang dapat mengancam ketahanan nasional. Apalagi dalam perkembangannya, penyalahgunaan narkoba oleh generasi muda mengalami

Dihadang Sembilan Parpol

kohol, selanjutnya meningkat memakai benzo, ganja dan terakhir heroin. “Kita (dulured) enggak ngerti namanya adiksi. Di tahap saya mau berhenti, saya enggak ngerti caranya. Saat mau berhenti cara agama, kumat lagi. Saya mau berhenti sendiri, kumat lagi,” tegasnya. Akhirnya ia diperkenalkan dengan seorang mentor. Aw a l n y a i a r a g u k a r e n a cara yang digunakan mentor tersebut. Pasalnya disuruh terus menceritakan kejelekan dirinya. “Apa bisa cara seperti itu memulihkan? Te r n y a t a b i s a p u l i h d a n saya hampir 7 tahun pulih,” ungkap AP. Saat mau pulih, terakhir kalinya ia menggunakan metadon dosis tinggi dan bisa putus total dari narkoba. ”Saya coba dan bisa. Kalau kita berusaha, kenapa tidak? Ini untuk memulihkan kita. Saya pulih sampai sekarang, kerja seperti manusia lainnya,” tegasnya. Hal. 19 Habiskan Uang

Berkilo-kilogram Narkoba Disuplai ke Bali Dua Atlet Bali Tersangkut Narkoba Anehnya, Vonis Hakim Cenderung Lebih Rendah daripada Tuntutan Jaksa

NARKOBA juga menyerang kalangan atlet, setidaknya dua atlet Bali yang terjerat kasus narkoba. Seorang pecatur asal Kota Denpasar dan pebiliar dari Tabanan. Karena itu, Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, mewanti-wanti supaya para pelatih, maupun pengurus cabor yang mengetahui atletnya terlibat narkoba agar secepanya dilaporkan. ‘’Jika pelatih maupun pengurus cabor yang mengetahui atletnya tersangkut narkoba mohon dilaporkan kepada kami,’’ pesan Suwandi. Ia pun berniat menyadarkan atlet bersangkutan apakah melalui upaya rehabiltasi maupun bekerja sama dengan Badan Narkotika. ‘’Kami mohon kalau ada atlet mengonsumsi narkoba, agar jangan ditutup-tutupi,’’ ujar Suwandi. Selain itu, pihaknya berharap seorang atlet memahami dirinya dipacu untuk mengukir prestasi setinggi-tingginya. Diakuinya, jika para atlet masih ketergantungan dengan narkoba, dipastikan prestasinya bakal melorot, bahkan bisa menggerogoti organ tubuh maupun merusak jiwa dan mentalnya. ‘’Saya harap kasus narkoba yang menimpa atlet Bali, cukup sampai di sini saja, dan jangan sampai terulang lagi ke depannya,’’ jelasnya. Hal. 19 Dipicu Gaya Hidup

Jumlah Tersangka Hingga Januari-Oktober 2017 Jumlah: 852 orang -Laki-laki: 749 orang -Wanita: 103 orang WNI : 849 orang WNA : 19 orang

Berdasarkan Pekerjaan Ganja : 30.123,16 gram Hasish : 33,36 gram Kokain : 13,51 gram Sabu-sabu : 10.577,61 gram Ekstasi : 4.211 butir Ekstasi : 172,19 gram

PNS/DPRD : 4 orang Polri/TNI : 3 orang Swasta : 439 orang Wiraswasta : 219 orang Tani : 29 orang Mahasiswa : 25 orang Pelajar : 6 orang Buruh : 27 orang Napi : 4 orang Pengangguran : 96 orang Golongan Usia Kurang 15 tahun : 2 orang 16 sampai 19 tahun : 26 orang 20 sampai 24 tahun : 116 orang 25 sampai 29 tahun : 166 orang 30 tahun ke atas : 542 orang

TAHUN ini, perkara narkoba masih mendominasi di Pengadilan Negeri Denpasar dibandingkan dengan perkara pidana lainnya. Ya, di 2017 ini perkara narkoba yang masuk pengadilan tidak hanya menyidangkan perkara dengan barang bukti nol koma, atau graman yang putusan atau vonis majelis hakim bisa rehabilitasi atau hukuman fisik yang besarannya kisaran tahunan. Namun, hukuman rehabilitasi atau pun hanya hukuman kurungan dengan lamanya bulanan atau tahunan tidak berlaku bagi mereka yang menjadi pemasok narkoba ke Bali. Selama setahun ini, di Pengadilan Negeri Denpasar cukup banyak menyidangkan perkara narkoba yang status terdakwanya sebagai pemasok atau pengimpor. Jika dikalkulasi dari semua kasus, tidak dimungkiri jika Bali memang menjadi tujuan peredaran narkoba. Produsen besar berani memasok berkilo-kilogram narkoba ke Bali dengan berbagai jenis barang psikotrapika. Tidak hanya melibatkan WNI, namun orang asing juga tergiur penjual. Peredarannya tidak hanya di hiburan malam, atau vila bahkan rumah kos juga kerap menjadi pangsa pasar mereka. Hal. 19 Barang Bukti


4

Minggu Umanis, 12 November 2017

’’KUASA’’ GURU

YANG salah kaprah dipahami bahwa pada akhirnya, pendidikan hanya dapat dilakukan oleh sekolah (baca: para guru). Di sekolah para guru mempraktikkan salah kaprah sosial ini dengan jemawa betapa diri mereka adalah guru satusatunya. Pun siswa juga terindoktrinasi menerima para guru di sekolah sebagai guru mutlak dalam kehidupan. Para orangtua siswa juga memandang guru sebagai satu-satunya pusat belajar bagi anak-anak mereka. Atas nama anak-anak mereka, orangtua menerima segala “kuasa” guru, sekalipun hal ini kurang berkenaan di hati nurani. Sikap diam sering dipilih oleh orangtua ketika berhadapan dengan kuasa guru, misalnya memberi tugas kepada anaknya, suatu tugas yang tidak masuk akal, seperti mengerjakan seluruh tugas latihan di buku setebal 200 halaman, selama libur hari raya Galungan (dalam waktu dua minggu). Kalau orangtua protes terhadap kuasa guru maka secara langsung terbersit ketakutan atau rasa khawatir, jangan-jangan nanti di sekolah anaknya sendiri mengalami diskriminasi atau perlakuan tidak adil dari guru tertentu, guru yang dikritik oleh salah seorang orangtua siswa. Tentu kekhawatiran atau ketakutan ini bukan tidak beralasan, terutama banyak orangtua belajar dari pengalaman buruk ketika salah seorang orangtua berani mengritik kuasa seorang guru. Maka, anak mereka jadi “sandera” atau perisai hidup, sebagaimana layaknya dalam sebuah drama penculikan atau pembajakan pesawat. Dalam kondisi ini, seorang anak menjadi jaminan hidup-hidup bagi orangtua siswa yang berani menyinggung kuasa seorang guru. Aman Demi rasa aman itu, orangtua bersikap manis terhadap guru di sekolah, sekalipun tidak semua guru berperilaku humanis terhadap siswa. Dalam hal ini orangtua melakukan negosiasi besar untuk menghadapi kuasa seorang guru. Artinya, dalam sistem persekolahan, seorang guru benarbenar memiliki kuasa. Sikap orangtua yang terlalu lunak dengan alasan demi “keselamatan” anak-anaknya, maka guru sepertinya semakin mengukuhkan diri di atas kuasa tersebut, lebih-lebih lewat “penindasan” terhadap siswanya yang menjelma menjadi rasa hormat kepada

guru-gurunya, untuk mendapat legitimasi para orangtua siswa. Kuasa guru sesungguhnya sangat bagus dan dapat memberi banyak manfaat jika seorang guru memiliki integritas tinggi dalam melakukan kewajiban profesionalnya. Sementara ini, kuasa tersebut belum diberdayakan secara maksimal oleh para guru. Guru cenderung menggunakan kuasa tersebut untuk segala kepentingan dirinya dan bukan demi kepentingan para siswa. Kuasa seorang guru terbentuk secara sosiologis dalam relasi sosial di mana siswa memandang sekolah sebagai tempat baru yang dimasukinya dan diri mereka sebagai orang asing, sehingga kerena itu pula siswa harus bisa menempatkan diri dan bersikap. Siswa lebih banyak dituntut oleh kuasa guru untuk melakukan segala kebaikan, bukan dalam kerangka edukasi atau internalisasi kultural, ketimbang guru secara arif menggunakan kuasanya tersebut. Kuasa guru menjelma menjadi “teror” atau ancaman pada diri siswa dan siswa hidup di sekolah dengan cara berdamai dengan perasaan terancam. Karena itulah siswa sangat menghormati para guru mereka, misalnya dengan cium tangan atau berusaha untuk lebih dekat dengan guru-guru mereka, siswa mau melakukan apapun yang disuruh oleh guru. Kuasa Kuasa guru mestinya dimanfaatkan untuk mencapai tujuan pendidikan sebagaimana dikemukakan oleh Tan Malaka, yaitu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, dan memperhalus perasaan. Jadi, kuasa guru bukan untuk menyulap perilaku buruk guru menjadi tampak “boleh” atau “benar” di mata para siswa, misalnya ketika sekolah menuntut siswa datang tepat waktu sementara ada banyak guru yang harus antre di gerbang sekolah yang terkunci karena tiba terlambat. Karena kuasa itulah maka para guru yang antre di gerbang sekolah yang terkunci tidak merasa bersalah atau malu

KUASA - Kuasa digunakan bukan untuk seribu dalih sehingga para guru selalu tampak benar dan serba boleh di hadapan para siswa. Guru bukan subjek yang melawan objek (siswa). Tugas guru adalah berperan memasukkan diri ke dalam diri subjek (siswa) dalam ragka memerdekakan subjek. Hal ini penting semakin disadari dengan arif oleh para guru karena di alam bawah sadar, mereka menjalankan kuasa untuk menguasai atau menaklukan siswa atas nama segala kebaikan terbesar. Namun hal ini bersinggungan dengan terbentuknya siswa yang tidak merdeka atau terbelenggu pikiran. Mereka ada dalam taklukan kuasa guru. Para guru di suatu sekolah ibarat barisan prajurit bersepatu lars. Jarang sekali guru bekerja dengan segala kelembutan sebagaimana sosok seorang Budha atau seorang Lama Tibet. Guru tidak pernah berbicara dengan bisikan halus di kelas atau tersenyum dari hati yang dalam. Guru selalu bicara lantang untuk mengendalikan seisi kelas dan tentu saja untuk menekan. Semua itu terjadi karena guru menyelenggarakan peran profesional di atas kuasa minus keraifan! kepada ratusan siswa yang sangat disiplin. Guru juga dengan enak menyuruh siswa membaca buku atau menulis padahal dirinya sendiri tidak sanggup membaca dan menulis dengan beraneka dalih. Guru tidak pernah mau memungut sampah di kelas tetapi sangat gemar menyuruh siswa untuk memungut sampah atau marah-marah saat kelas kotor. Itu semua terjadi karena pandangan diri para guru bahwa dirinya memiliki kuasa. Menggunakan kuasa guru untuk mempertajam kecerdasan, seorang guru harus selalu mempertajam kecerdasan dirinya sehingga tidak stagnan atau mengalami dekadensi nalar. Guru dengan penuh tanggung jawab belajar secara mandiri. Pengalaman belajar secara mandiri ini ditunjukkan sebagai model di hadapan para siswa dengan penuh kuasa. Dalam hal ini guru memerankan kuasanya di atas karya nyata dan bukan omong kosong, yaitu selalu belajar untuk mempertajam kecerdasannya sendiri. Hal ini menjadi satu alasan mendasar bagi guru untuk bertindak atas nama kuasa kepada siswa dalam mempertajam kecerdasan mereka.

Dengan demikian, guru tidak malu atau memperoleh landasan yang kuat untuk menuntut siswanya kerja keras atau belajar yang giat karena pada saat yang bersamaan guru juga melakukan apa yang diomongkan kepada siswanya, pada dirinya sendiri. Sekolah-sekolah masih banyak memiliki guru dengan rasa kuasa diri hebat namun hanya bisa omong besar. Rendah Hati Tulisan ini mencoba mengajak para guru untuk lebih rendah hati di hadapan para siswa karena modal kuasa saja tidak bagus bagi pendidikan anak-anak di suatu sekolah. Mereka tidak bertumbuh sebagai subjek tetapi dibentuk dalam represi-represi kuasa. Kuasa guru tetap penting namun digunakan dengan rendah hati bahwa tugas guru bukan untuk menguasai atau menaklukkan siswa tetapi untuk membuat mereka bertumbuh dan berkembang, sehingga dapat memperkukuh kemauan di kalangan para siswa dan memperhalus perasaan (Tan Malaka). Kuasa digunakan bukan untuk seribu dalih sehingga para guru selalu tampak benar

dan serba boleh di hadapan para siswa. Guru bukan subjek yang melawan objek (siswa). Tugas guru adalah berperan memasukkan diri ke dalam diri subjek (siswa) dalam ragka memerdekakan subjek. Hal ini penting semakin disadari dengan arif oleh para guru karena di alam bawah sadar, mereka menjalankan kuasa untuk menguasai atau menaklukan siswa atas nama segala kebaikan terbesar. Namun hal ini bersinggungan dengan terbentuknya siswa yang tidak merdeka atau terbelenggu pikiran. Mereka ada dalam taklukan kuasa guru. Para guru di suatu sekolah ibarat barisan prajurit bersepatu lars. Jarang sekali guru bekerja dengan segala kelembutan sebagaimana sosok seorang Budha atau seorang Lama Tibet. Guru tidak pernah berbicara dengan bisikan halus di kelas atau tersenyum dari hati yang dalam. Guru selalu bicara lantang untuk mengendalikan seisi kelas dan tentu saja untuk menekan. Semua itu terjadi karena guru menyelenggarakan peran profesional di atas kuasa minus keraifan! l Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.

Pembelajaran yang Membawa Perubahan SEBUAH pembelajaran diharapkan membawa perubahan. Perubahan yang dimaksud termasuk dalam ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Untuk mencapai perubahan ini tentulah tidak mudah, perlu proses berkesinambungan hingga bisa diwujudkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang bisa diamati. Wujud nyata pengamatan itu berupa evaluasi dari ketiga ranah. Keberhasil guru terlihat dalam ranah itu. Secara tidak langsung, guru sebenarnya mengevaluasi dirinya dalam pembelajaran tidak hanya mengevaluasi peserta didik. Guru dalam konsep seperti ini dapat dikatakan sebagai agen perubahan (agent of change). Guru menempati posisi kunci dan strategis dalam menciptakan perubahan. Untuk itu, guru mampu mencipakan suasana pembelajaran yang kondusif, kontekstual, menyenangkan dan menantang bagi partisipasi aktif dan kreatif peserta didik sehingga tercapai tujuan secara optimal, efektif dan efisien. Dalam artian, seorang guru dituntut mampu dan terampil memerankan sejumlah peran secara simultan, misalnya kapan dan bilamana berperan sebagai desimiator, manajer, dokter, organizer, fasilitator, motivator, komunikator, dan asesor bagi terciptanya proses pembelajaran yang hidup, dinamis, inovatif (Mantra, 2017). Sebagai upaya agen perubahan, guru perlu terus membelajarkan dirinya secara kreatif hingga peran-perannya bisa diwujudkan dalam proses pembelajaran.

Perubahan yang Inovatif Guru yang mengharapkan terjadinya perubahan dalam pembelajaran hendaknya memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang inovatif. Guru tidak akan pernah berpuas diri dengan pembelajaran yang telah dilakukannya. Inovasi-inovasi dalam pembelajaran akan memberikan kemungkinan-kemungkinan terbaru dalam berpikir baik bagi peserta didik maupun bagi guru. Guru yang konvensional dalam pembelajaran tentu akan membuat pembelajaran menjadi monoton dan peserta didik akan cepat jenuh dengan langkah-langkah pembelajaran yang telah didesain guru. Guru yang inovatif bisa saja cepat mengambil sebuah keputusan pembelajaran agar peserta didik cepat memahami fakta, konsep, prosedural, dan metakognitif yang ada di setiap mata pelajaran. Guru-guru yang seperti ini selalu berupaya agar pembelajarannya terbarukan. Langkah-langkah yang paling sederhana dilakukan oleh seorang guru, misalnya (1) pembelajaran yang dilaksanakannya memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk menyampaikan pendapat maupun pemikirannya; (2) Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik menilai pembelajaran yang sedang berlangsung; (3) Guru berani dikritik oleh peserta didik; dan (4) Guru bersama-sama peserta didik berdiskusi mengenai pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pertemuan berikutnya. Keputusan-keputusan yang dilakukan secara bersama-sama akan lebih memberikan suasana yang kondusif hingga peserta didik tidak merasa canggung dalam proses pembelajaran. Dalam pemikiran seperti ini, guru sudah menghormati keberadaan peserta didik sebagai peserta di-

Di tengah kesibukan hari raya Galungan dan Kuningan, tetaplah menjaga kebugaran tubuh dengan tetap melakukan olahraga ringan, misalnya Senam Orhiba Ceria. Pada edisi kali ini gerakan pendinginan yang bermanfaat bagi pernafasan. Ikuti peragaan dibawah ini bersama instruktur Sangayu Putu Muliati dari LALA STUDIO.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

GURU - Di tangan guru-guru yang tidak pernah berhenti untuk belajar itulah akan terjadi perubahan. Guru-guru yang seperti ini akan menjadikan hambatan sebagai sebuah tantangan yang patut dijadikan peluang untuk membelajarkan peserta didik. Peserta didik dapat merasakan adanya perubahan dalam proses pembelajarannya. Meskipun harus diakui, keberadilan guru dalam membawa perubahan tidak serta-merta dapat dilihat, ada proses yang harus dilewati. Guru-guru yang memiliki jiwa, hati, pikiran, menuju perubahan akan bersikap terbuka. Guru-guru yang “gelisah” seperti ini disegani oleh peserta didik karena adanya komunikasi yang intens dan harmonis dengan peserta didik dalam proses pembelajaran. dik yang unik (peserta didik yang memiliki keberagaman). Semakin berkualitas sebuah pembelajaran yang dilakukan guru diharapkan melahirkan anak-anak bangsa yang berkualitas pula. Kualitas ini berkaitan juga dengan sarana, input, proses pembelajaran, output dan outcome. Pembelajaran berkualitas jika mampu memotivasi peserta didiknya agar bisa sukses menjalani proses pembelajaran. Belajar bukanlah sekadar mengumpulkan ilmu pengetahuan belaka. Belajar itu suatu proses aktivitas yang dapat membawa perubahan pada individu

yang belajar. Belajar membawa perubahan individu dalam kebiasaan, pengetahuan, dan sikap. Peseta didik dapat dikatakan belajar jika ada perubahan baik dalam perkembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilannya (Japa, 2017). Di tangan guru-guru yang tidak pernah berhenti untuk belajar itulah akan terjadi perubahan.. Guru-guru yang seperti ini akan menjadikan hambatan sebagai sebuah tantangan yang patut dijadikan peluang untuk membelajarkan peserta didik. Peserta didik dapat merasakan adanya perubahan

dalam proses pembelajarannya. Meskipun harus diakui, keberhadilan guru dalam membawa perubahan tidak serta-merta dapat dilihat, ada proses yang harus dilewati. Guru-guru yang memiliki jiwa, hati, pikiran, menuju perubahan akan bersikap terbuka. Guru-guru yang “gelisah” seperti ini disegani oleh peserta didik karena adanya komunikasi yang intens dan harmonis dengan peserta didik dalam proses pembelajaran. l IBW Widiasa Keniten

Senam Orhiba Ceria (9)

Gb. I Kaki kanan dan lengan kanan lurus samping kanan digerakkan dari arah atas ke bawah pada (hitungan 1 – 4) lalu lengan kanan lurus ke atas, tahan (hitungan 5 – 8). Lakukan juga pada arah kebalikan dan ulangi lagi.

Gb. II Kaki kanan ke depan dan ditekuk, sambil menekukkan kedua siku lengan depan dada, kaki kiri lurus ke belakang (hitungan 1, 2) lalu badan hadap kiri rentangkan lengan (hitungan 3, 4) lalu tahan (hitungan 5 – 8).

Gb. IV Tutup kedua kaki rapat, kedua lengan digerakkan dari atas perlahan-lahan ke bawah hingga menyentuh kaki bagian belakang lalu dengan kedua telapak tangan mengusap kedua kaki dari betis – pantat – punggung bawah – ketiak – hingga ke atas (hitungan 1 – 8)

Gb. III Luruskan kedua lengan ke bawah lalu arahkan ke atas dan tutup kaki, setelah itu lakukan arah kebalikan dengan cara yang sama (hitungan1 – 8)

Keluarga besar LKP LALA STUDIO mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan dan salam bugar dari LALA STUDIO.

Kupon


5

Minggu Umanis, 12 November 2017

CERPEN

Sebatang Pohon Itu adalah Seekor Binatang Oleh Surya Gemilang ORANG-ORANG mengira bahwa aku adalah sebatang pohon. Padahal, aku adalah seekor binatang. Dua bulan lalu, pada tengah malam, aku muncul begitu saja di lapangan ini—entah karena apa. Sedari muncul, batangku sudah setinggi 10 meter dan berdiameter 2 meter. Ketika pagi tiba dan aktivitas orang-orang dimulai, tak ada seorang pun yang tak terkejut begitu melihatku. Keterkejutan itu pun membuat mereka segera mengerubungiku. “Oh, besar sekali!” seru seseorang. “Pohon apa ini?!” “Aku bukan pohon!” sahutku. “Aku adalah binatang!” “Hei! Kalian dengar suara itu?” “Suara apa?” “Ya suara itu!” Aku menyahut lagi, “Itu suaraku!” “Suara itu terdengar lagi!” “Ah! Aku mendengarnya!” “Yang mirip serdawa itukah?” “Ya! Suara yang itu!” Aku lantas menyadari: orang-orang itu tak mengerti bahasaku—sedangkan aku mengerti bahasa mereka. Maka, dapat disimpulkan, memberitahukan mereka bahwa aku ini adalah seekor binatang tidaklah mudah. “Aku juga mendengarnya! Dan, kuyakin suara itu berasal dari pohon ini!” “Bagaimana bisa sebatang pohon bersuara?” “Bagaimana bisa pohon ini berada di sini?” “Ini pohon pasti bukan sembarang pohon!” tiba-tiba si Tetua berkata. “Ini pohon pasti titisan Dewa!” Berkat kalimat si Tetua itulah aku jadi dipuja-puja oleh banyak orang setiap hari. Di kemudian hari, aku dinamai Pohon Dewa oleh mereka. Kalau kupikir-pikir, tak bisa aku menyalahkan mereka karena menyangka aku adalah sebatang pohon. Sebab, bukan hanya mereka saja yang menyangka demikian, melainkan .... “Sejak kemarin, kuperhatikan kau berdiri terus di dekatku,” ucapku kepada si Makhluk Halus— entah ia laki-laki atau perempuan. “Apa yang sebenarnya sedang kaulakukan?” “Sejak kemarin, aku adalah penunggumu,” sahutnya. “Yah, ini semua gara-gara pohon yang sebelumnya kutunggui ditebang oleh seseorang. Jadi, terpaksalah aku berpindah tempat dan menungguimu, meski aku sendiri tak tahu pohon apakah kau ini.” “Aku bukan pohon! Aku adalah binatang!” Si Makhluk Halus pun terdiam beberapa jenak. Matanya menatapku lekat-lekat. “Tidak mungkin,” ucapnya kemudian. “Tapi aku tak berbunga pun berbuah, Makhluk Halus! Sebab, aku ini binatang!” “Tapi, lihatlah, kau ini berbatang, bercabang, beranting, dan berdaun.” “Tapi aku bermulut! Mana ada pohon yang bermulut?!” “Di mana mulutmu? Aku tidak melihatnya.” “Di puncak batangku, tertutup oleh daundaunku!” “Kalau memang ada, tapi tak terlihat, bisa saja dianggap tak ada, kan?” Apakah semua Makhluk Halus semenyebalkan ini? pikirku. *** Saban pagi, aku selalu ditemani oleh orang-orang yang berdoa—kepadaku—bersama. Setelah acara berdoa bersama usai, mereka akan meninggalkan sesajen masing-masing di sini, di tanah yang terselimuti bayangan daun-daunku. Kala siang tiba, mereka akan kembali kemari untuk membawa sesajen-sesajen itu pergi. Kutegaskan, apa yang kupermasalahkan hanyalah kebinatanganku yang tak diakui. Aku tak peduli mau seperti apa orang-orang memujaku. Omong-omong, sebelum aku ada, siapakah yang mereka puja? “Orang-orang itu pintar memilih sesajen, ya,” kata si Makhluk Halus suatu waktu, terdengar agak tak jelas sebab ia berbicara sembari mengunyah wujud halus salah satu sesajen yang dipersembahkan buatku. “Eh, kau yakin tak mau memakan sesajen-sesajen ini? Enak, lho.” “Tidak. Aku mempunyai makanan dan cara makanku sendiri.”

Perihal cara makanku, akan kujelaskan padamu: Aku memiliki akar, tapi aku makan bukan melaluinya—bagian itu hanyalah “alat untuk berdiri”—melainkan melalui mulut yang terletak di puncak batangku. Mulut itu mengeluarkan aroma yang “menarik” sehingga mangsaku akan memasukinya. (Biasanya, yang menjadi mangsaku adalah kaum insek dan aves.) Dan, tentu saja mulutku akan langsung bekerja begitu ada mangsa yang masuk. “Kalau tidak memakannya, bagaimana bisa kau menikmati-secara-utuh pemujaan yang dilakukan orang-orang?” “Aku tak perlu dipuja-puja seperti itu, meski aku tak mempermasalahkan pemujaan yang mereka lakukan!” “Oh, baiklah .... Setidaknya, Kawan, aku senang kau dipuja-puja. Karena dengan begitu, aku bisa menikmati banyak sesajen setiap hari.” “Oh ya,” sambung si Makhluk Halus, “perihal kebinatanganmu itu … jangankan mereka, aku yang belakangan ini terus bersamamu pun masih sulit memercayai bahwa kau adalah seekor binatang.” “Tapi, seperti yang sudah kubilang, aku mempunyai mulut, Makhluk Halus! Mulut bukanlah ciri fisik tumbuhan!” “Tapi, kan, mulutmu tak kelihatan, tertutup oleh daun-daunmu sendiri. Jadi, wajar saja mereka tidak tahu kalau kau mempunyai ciri yang sah sebagai binatang.” “Lantas, aku mesti bagaimana?” “Selain mulut, apa saja ciri sahmu sebagai binatang?” Aku berpikir beberapa jenak. “Aku tidak berfotosintesis. Bukankah itu termasuk ciri binatang?” “Hmmm … kurang memenuhi. Asal kau tahu, ada beberapa binatang yang berfotosintesis, semisal Elysia chlorotica dan Anemonia viridis.” “Ada ciri yang lain?” sambungnya cepat. “Aku memiliki penis dan anus, di bawah tanah.” Si Makhluk Halus mengernyit. “Kau serius?” “Ya.” “Syukurlah kalau memang di bawah tanah. Jadi, aku dan orang-orang tak perlu melihatnya.” “Oh ya, aku memiliki sistem saraf.” “Hmm … ada ciri yang lain?” “Ciri kebinatangan seperti apa lagi yang harus kumiliki?!” “Tentu saja ciri kebinatangan yang mudah dilihat dengan mata telanjang.” Aku merenung. Satu menit .... Tiga menit. “Tak ada,” jawabku pada akhirnya. “Ya sudahlah. Semoga hidupmu bahagia, Pohon.” *** Tadi pagi, si Makhluk Halus tiba-tiba saja berkata, “Aku mendapat ide! Aku tahu bagaimana cara agar kebinatanganmu diakui!” dan terbang-pergi selama beberapa menit. Ketika si Makhluk Halus kembali— dengan terbang pula—ia membawa sebuah benda pipih dan menyangkutkannya di rantingku. “Apa yang kaulakukan, heh?!” tanyaku. “Lihat saja nanti, Kawan. Aku mencuri benda ini dari langit.” Tak lama kemudian, datanglah dua orang laki-laki: bocah dan dewasa. “Di sana!” si Pria berkata sembari menunjuk ke arah benda pipih yang disangkutkan di rantingku. “Apa yang harus kita lakukan, Ayah?” ucap si Bocah. “Itu layangan kesayanganku!” Ia pun jatuhterduduk di tanah dan menangis tersedu-sedu. “Ayah, panjatlah Pohon Dewa! Ambilkan layanganku! Kumohon!” “Memanjat Pohon Dewa?!” Si Pria mendelik. “Itu adalah perbuatan yang sungguh tidak sopan, Nak! Bisa-bisa Pohon Dewa marah!” “Pokoknya ambilkan, Ayah!” Mungkin sebab tidak ingin mendengar tangisan si Bocah lebih lama lagi, si Pria akhirnya memanjati tubuhku. “Maafkan aku, Pohon Dewa,” ucapnya lirih. Tak butuh waktu lama baginya untuk menggapai layangan itu. Tangisan si Bocah usai sudah. Tiba-tiba si Pria tertegun. Tatapannya terpaku pada mulutku. “Apa itu?” gumamnya. Pria itu pun berjalan perlahan di dahanku, mendekati mulutku. “Bau ‘menarik’ itu ternyata berasal dari situ,

Resensi Buku

Kisah Orang-orang Pinggiran

toh.” “Nah! Momen inilah yang kutunggu-tunggu, Kawan,” ucap si Makhluk Halus dengan antusias. “Sebentar lagi ia akan menyadari kebinatanganmu! Dan, saat ia sudah menyadari kebinatanganmu, semoga saja ia akan memberitahukan apa yang baru disadari-dirinya-seorang itu ke banyak orang!” Si Pria lalu berjongkok di samping mulutku. Aku segera bersuara, berharap si Pria ketakutan dan segera turun. “Eh? Dari situ juga, toh, sumber suaranya?” Tangan kanannya kemudian bergerak ... memasuki “jebakan”-ku. Sayangnya, mulutku tak bisa berhenti bekerja— karena memang begitulah mulutku. “Tolong!!!” pekik si Pria, seraya berusaha menarik tangan kanannya dari mulutku. Si Bocah pun berlari menjauhiku, menghilang entah ke mana. Beberapa saat kemudian, si Bocah kembali kemari bersama begitu banyak orang. (Mereka tak membawa sesajen sama sekali.) “Ayah di sana!” pekik si Bocah—ia menangis lagi. “Tolong! Pohon ini bermulut!” pekik si Pria. “Mungkin itu hukumanmu karena beraniberaninya memanjati Pohon Dewa!” kata seseorang. “Kasihan suamiku!” ujar seorang wanita, sesenggukan. “Berikanlah ia pertolongan!” Tangan kanan si Pria makin hancur di mulutku. Ia pun terjatuh—ke belakang—dariku begitu

disentakkannya tangan kanannya dengan kuat hingga terputus. Segeralah tubuhnya menghantam tanah, lantas ia tak bergerak-bersuara lagi. Orang-orang menjerit. “Ini semua gara-gara kau, Makhluk Halus!” hardikku. “Orang-orang akan segera sadar bahwa kau adalah seekor binatang!” balas si Makhluk Halus, bangga. Beberapa orang lantas mengangkat jasad si Pria dan mengaraknya entah ke mana, diikuti oleh yang lainnya. “Dewa tidak mungkin sebrutal itu!” samarsamar kudengar salah seorang dari mereka berkata, ketika jarak mereka sudah agak jauh dariku. “Apakah tadi kalian dengar? Sebelum tewas, pria ini berkata bahwa Pohon Dewa mempunyai mulut,” kata seseorang yang lain. “Mana ada pohon yang bermulut?!” “Kalau bukan pohon, lantas apa?” “Jangan-jangan, sebenarnya Pohon Dewa itu adalah seekor binatang!” “Kau dengar itu?” ucap si Makhluk Halus padaku, dan tersenyum puaslah ia. *** Malamnya — masih pada hari di mana si Pria tewas — orang-orang dewasa, termasuk si Tetua, datang mengerubungiku entah buat apa. Masing-masing dari mereka membawa obor. Dan tampak marah.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Judul Buku :

Dawuk, Kisah Kelabu dari rumbuk Randu Penulis :

Mahfud Ikhwan Penerbit:

Marjin kiri Tahun Terbit : 2017 Jumlah hal. : 181 hal.

Dawuk, mengambil latar kawasan pesisir utara di timur Jawa, bersisian dengan hutan jati (wilayah yang melahirkan tradisi konflik sinder-mandor-blandongan), berkultur pesisiran yang ceplas-ceplos dengan orang-orang yang gemar menggunjing tetangga, dan bersemangat pada musik dangdut dan India, serta belakangan menjadi pemasok TKI ke Malaysia. Dawuk adalah sebuah roman kehidupan dan percintaan Mat Dawuk dan Inayatun yang ganjil lagi bergairah lagi indah lagi tragis. Dawuk yang terlahir buruk rupa menjalani masa kecil yang penuh ejekan dan hinaan, tumbuh menjadi remaja pendiam yang misterius, dan saat dewasa merantau ke Malaysia dengan pekerjaan yang sama misteriusnya. Sementara Inayatun lahir dari keluarga santri terpandang, tumbuh menjadi remaja pemberontak dengan pesona menggoda, lalu memilih pergi ke Malaysia untuk mencari kebebasannya. Keduanya bertemu dalam suasana yang suram tetapi perlahan membangun hubungan yang penuh cinta dan kegairahan. Cerita dibangun dengan gaya santai, menarik, sehingga membuat buku ini dihajar penghargaan bergengsi Kusala Sastra Khatulistiwa 2017. (osi)

W.G. Sumarta Nuriarta


Refleksi

6

Menghindari Lonjakan Suka dan Duka

sukha-duhkhe same krtva labhalabhau jayajayau tato yuddhaya yujyasva naivam papam avapsyasi (Bhagavad-Gita 2.38) “Terimalah dengan cara yang sama antara suka dan duka, untung dan rugi, menang ataupun kalah. Setelah itu, sibukkanlah dirimu di dalam peperangan. Dengan demikian, engkau tidak akan pernah dipengaruhi oleh dosa.” Pada sloka di atas kita melihat “dua kutub bertentangan tetapi selalu bersama” yaitu suka-duka, untung-rugi, dan menang-rugi. Kedua hal yang bertentangan tersebut tidak pernah berpisah satu sama lain. Sangat setia bersama walau dalam pertentangan kutub. Dalam hidup manusia, dua hal ini yaitu suka-duka, untung-rugi, dan menang-kalah selalu setia menemani hidup manusia sejak kecil hingga meninggal. Keduanya bersama menciptakan cakra kehidupan yang sangat serasi secara alami, mengiringi karma-karma yang dibawa sejak purwajanma (kehidupan lalu) dan karma-karma yang diperbuat dalam hidup sekarang. Tidak ada kekuatan yang mampu menghalangi atau menghentikan putaran cakra suka-duka, untung-rugi, dan menang-kalah tersebut. Ia merupakan cakra kehidupan sempurna ciptaan Tuhan yang digerakkan oleh hukum aksi-reaksi. Tidak ada suka yang tidak didahului oleh duka, dan tidak ada duka yang tidak disebabkan oleh suka. Tidak ada labha (untung) tanpa disertai oleh alabha (rugi), dan tidak ada rugi yang tidak disebabkan oleh untung. Tidak ada jaya (kemenangan) yang tidak disebabkan dan tidak disusul oleh ajaya (kekalahan). Kedua kutub membentuk putaran cakra sempurna. Kekuatan apa pun tidak mampu menghalangi atau menghentikan putaran pasti kedua kutub berseberangan tersebut. Bahkan, Tuhan sendiri “meminggirkan diri” dari proses sempurna putaran cakra suka-duka tersebut. Terdapat karma yang “bersembunyi” di dalam sebab-akibat putaran cakra tersebut.

Redaktur Khusus MIMBAR

HINDU I Gusti Ketut Widana BANYAK orang bisa bertanya, dengan berbagai macam pertanyaan, tetapi jawabannya hanya terbatas pada pengetahuan belaka, belum mampu memancing atau mendorong ke arah perenungan yang bermuara pada perolehan makna mendalam. Berikut contoh pertanyaan bermakna yang mengantarkan kita pada alam perenungan, tidak sekadar selesai pada alam pikiran. Dimulai dengan pertanyaan pertama, apakah yang ‘’paling tajam’’ di dunia ini? jawabannya ‘’pedang’’, benarkah? Ternyata bukan pedang melainkan ‘’lidah manusia’’, bagian organ yang tidak bertulang tetapi mampu menguliti atau bahkan menusuknusuk tubuh manusia hingga tersisa tulang belulang, akibat ‘’ditelanjangi’’ jati dirinya, dengan cara memfitnah, menjelekkan, memutarbalikkan fakta hingga melukai dan menyakiti orang lain. Kalaupun misalnya memang sedemikian jelek sifatnya, tentu tidak sepatutnya diumbar di depan orang lain/khalayak umum, yang pastinya dapat melukai atau menyakiti perasaannya. Pertanyaan kedua, apakah yang ‘’paling jauh’’ dari diri kita, antariksa, bulan, atau matahari? Jawabannya adalah ‘’masa lalu’’. Siapa pun kita harus tetap bisa menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang, karena masa lalu telah memberi jarak tentang waktu dan segala karma yang telah dilakukan, sehingga bisa berbuah untuk dinikmati pada masa kini atau diterima di waktu mendatang, bahkan di saat panumadian kelak. Meski paling jauh, masa lalu tetap menjadi satu rangkaian dalam perjalanan hidup seseorang, dan akan menjadi karmawasana tentang siapa sejatinya diri kita ini. Pertanyaan ketiga, apakah yang ‘’paling besar’’, gunung, bumi, ataukah matahari? Tiada lain ‘’nafsu’’ itu sendiri. Banyak manusia celaka, sengsara, atau menderita lantaran terlalu menuruti hawa nafsunya. Ibarat nyala api, semakin diembus dengan siraman bensin akan semakin berkobar membakar dan menghanguskan segalanya, terutama dalam konteks ini kesadaran

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa “Sukha-duhkhe same krtva” – samakanlah kesadaran dalam menerima kedatangan suka maupun duka, untung maupun rugi, atau menang maupun kalah. Hanya kesadaran penerimaan yang sama akan dapat menyelamatkan orang dari stress dan depressi dalam menghadapi putaran dua kutub berseberangan tersebut. Setelah berhasil menyamakan penerimaan antara suka dan duka, maka orang dapat melanjutkan aktivitas berjuang keras penuh tekad dalam membangun hidup manusia yang sejahtera dan damai secara material maupun spiritual. Usaha sungguh-sungguh tanpa lelah dan putus asa akan memastikan keberhasilan dalam meraih kemuliaan hidup dalam segala bidang. Hukum karma tidak mengajarkan orang untuk menjadi pasif menerima datangnya apa yang dinamakan nasib. Sebab nasib merupakan produk tamasa-guna atau kelambanan dan kemalasan. Sedangkan bhagya (semasam nasib) yaitu keberhasilan hidup sejahtera didapatkan melalui sattvaguna (usaha penuh kecerdasan) dan rajaguna (usaha dan tekad tanpa putus asa). Biasanya orang tidak begitu memahami apa itu suka dan apa itu duka. Suka bagi orang kebanyakan adalah apa saja yang sesuai dan mendukung kesukaan serta kecenderungannya. Ketika rasa panca indria terpenuhi maka itu dinamakan suka. Demikian pula sebaliknya, apa saja yang tidak mendukung hobi, kecenderungan, keinginan dan kesenangan indria maka ia dinamakan duka. Tanpa disadari, sangat sering orang menikmati kedukaan dalam kesukaan, atau kesukaan dalam kedukaan. Orang tidak memiliki konsep dan juga tidak mampu lagi mengalami suka yang suka atau pun duka yang duka. Menurut kitab Nyaya Sastra bernama Tarka Sangraha, definisi

tentang suka dan duka dijelaskan. Memahami definisi tentang suka dan duka seperti yang diberikan dalam Tarka Sangraha cukup membantu orang untuk memahami kesejatian suka dan duka demi mengarahkan hidup yang damai sejahtera secara material maupun spiritual. “Pratikula-vedaniyam duhkham” – benda, masalah, kata atau kalimat yang tidak sejalan dengan pikiran, kecerdasan dan antah karena Sang Diri maka benda, masalah, kata dan kalimat tersebut dikatakan sebagai kedukaan. Sedangkan apa yang dinamakan sebagai suka adalah anukulavedaniyam sukham, bahwa apa pun yang setuju dan sejalan dengan pemikiran, kecendrungan, kesukaan kita maka itu dikatakan sebagai suka. Suka dan duka adalah sentuhan menyenangkan dan tidak menyenangkan. Kadang hal-hal yang menyakitkan tetapi menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi seseorang, sedangkan tidak demikian dengan orang lainnya. Sebaliknya hal-hal yang menyenangkan sering memberikan kesakitan serta kedukaan pada seseorang, sedangkan tidak demikian halnya dengan orang lain. Suka dan duka datang dan pergi dengan pasti. Ia tidak melakukan kompromi dengan apa pun dan siapa pun. Ia berputar terusmenerus silih berganti menandakan kesempurnaan hukum yang diciptakan oleh Sang Pencipta Maha Sempurna. Sang Pencipta pun kadang memasukkan DiriNya ke dalam putaran hukum sempurna tersebut. Sang Pencipta Maha Adil dan Bijaksana. Ia tidak menyentuh dan tidak “mencemari” sistem ciptaan-Nya. Namun, Tuhan menciptakan pula sistem yang mengatasi suka dan duka, tanpa mencampuri sistem suka-duka. Sistem maha sempurna dalam menyaring halhal tidak sempurna dan meloloskan yang sempurna menuju tujuan sempurna. Kesempurnaan sempurna ada di luar putaran suka dan duka. Tidak ada suka tanpa diikuti oleh duka (sukhasyanantaram duhkham) dan tidak ada duka yang tidak diikuti oleh suka (duhkhasyanantaram sukham). Ketika orang mampu menembus putaran atau lingkaran suka dan duka tersebut, maka ia memasuki

alam mahasempurna terbebas dari sentuhan suka dan duka. Pada level mahasempurna tersebut, suka pun adalah mahasukha dan duka pun adalah mahasukha. Pencapaian suka sejati yang mahasukha tersebut dapat dicapai melalui alat yang dinamakan ati indriyam atau indria spiritual. Untuk mencapai kebahagiaan sejati orang harus mengembangkan daya serap indria spiritualnya. Sebab, kebahagiaan sejati tidak dapat dicapai melalui indria-indria duniawi. Kesenangan dan kenikmatan yang didapatkan melalui indria duniawi memberikan kenikmatan dan kesukaan terbalik, yang menyebabkan ikatan pada duniawi. Kesenangan serta kenikmatan duniawi perlahan-lahan menjadi semakin menuntut untuk dipenuhi, diisi, dipuaskan, dan akhirnya orang akan menjadi buta dalam kenikmatan duniawi yang menjadi semakin “membara” untuk dipuaskan. Sedangkan indria-indria pemuasnya akan menjadi semakin aus dan melemah sehingga tidak mampu lagi memberikan rasa nikmat yang diinginkan. Makanan enak-enak tidak akan mampu dinikmati lagi karena indria penikmat rasa di lidah sudah menjadi aus dan kebal rasa serta melemah. Demikian pula halnya dengan indria-indria kenikmatan duniawi lainnya. Ia tidak mampu lagi memberikan kenikmatan, sebaliknya hasrat keinginan untuk menikmati demikian membara sehingga membuat orang menjadi stres dan depresi. Segala cara dan bankan obat-obatan akan diusahakan untuk membantu mendapatkan kembali kenikmatan indria dunia tersebut. Akan tetapi, indria penikmat akan mati, sedangkan hasrat kenikmatan akan menjadi semakin hidup dan menggebugebu. Menumbuhkan rasa suka melalui ati indriya akan mampu menyelamatkan orang dari rasa stress dan depressi. Sebab, kesenangan dan kenikmatan yang didapatkan melalui indria spiritual (ati indriya) memberikan kebahagiaan dan bukan kenikmatan. Kebahagiaan tersebut semakin bertambah sejalan dengan praktik-praktik spiritual yang dilakukan dalam menyucikan dan memperhalus indria-indria spiritual tersebut.

MIMBAR AGAMA

Pertanyaan Bermakna

sang diri sebagai makhluk utama sekaligus mulia, yang diarahkan untuk menjadi manusia devasya (berkarakter dewa), bukan bhuta yang diselimuti kegelapan pikiran, hati dan nurani. Pertanyaan keempat, apakah yang ‘’paling berat’’, baja, besi, atau gajah? Ternyata jawabannya ‘’Janji’’, karena dengan santai dan begitu mudah diucapkan, tetapi terasa berat ketika hendak dibuktikan. Dalam bidang apa pun, mulai dari pertemanan, pekerjaan, usaha, apalagi politik, seringkali orang/oknum dengan seenaknya mengucap bahkan mengumbar janji, tetapi begitu saatnya harus dipenuhi, banyak alasan dilontarkan, berkelit seolah merasa tidak pernah berjanji dan menganggap tidak perlu mewujudkannya, lantaran kepentingan si pengucap janji sudah tercapai. Pertanyaan kelima, apakah yang ‘’paling ringan’’, kapas, debu, ataukah angin? Tidak lain, meninggalkan AKU (Tuhan). Karena mencapai keberhasilan dalam usahanya, lalu berimbas pada pencapaian terhadap apa yang menjadi kepentingannya, entah

itu berupa kekuasaan, kelimpahan proyek, atau perolehan rezeki berlebih, seringkali membuat orang dengan ringannya melupakan penyebab dari segala keberhasilannya, mulai dari melupakan orang-orang yang berjasa, teman, sahabat, kerabat, masyarakat, bahkan terhadap Tuhan itu sendiri selaku Sang Maha Kasih lagi Maha Pemurah. Pertanyaan keenam, apakah yang ‘’paling dekat’’, orangtua, sahabat, teman, suami, istri, anak atau pacar? Jawabannya adalah ‘’Kematian’’, karena ajal itu sudah pasti datangnya dan bisa terjadi sewaktu-waktu, kapan saja, di mana saja dan dengan cara bagaimana saja. Itulah sebabnya disarankan oleh para arif bijaksana, bekerjalah sekeras-kerasnya seolah-olah hidup ini berkepanjangan, tetapi berdoalah segiat-giatnya seakan hidup ini akan berakhir sebentar lagi dengan kematian. Pertanyaan ketujuh, apakah ‘’busana terindah’’ bagi manusia: pakaian mewah, atau mahal berkelas? Kitab Niti Sataka (80) memberikan jawabannya: ‘’Busana kekayaan adalah kebaikan hati,

busana keberanian adalah lidah yang terkendali, busana pengetahuan adalah kedamaian, busana kepandaian adalah kerendahan hati, busana kekayaan adalah menggunakan harta untuk mendidik putra yang baik, busana tapa adalah meninggalkan kemarahan, busana kebesaran adalah memaafkan, busana dharma adalah tidak menipu. Dan akhirnya sifat-sifat atau perilaku yang baik adalah inti dari semua busana’’. Pertanyaan terakhir, apakah yang ‘’paling gampang’’ dilakukan, makan, nongkrong, santai, atau yang lainnya sekehendak hati? Ternyata, benar-benar paling gampang dilakukan yaitu dengan membagikan renungan melalui pertanyaan ini kepada siapa pun yang masih berdenyut nadi kehidupannya. Dengan cara itu, pertanyaan dan jawaban ini akan menjadi bahan renungan bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain. Sebab, di balik itu ada amanat yang patut dijadikan semangat untuk mengangkat harkat, derajat dan martabat sebagai umat yang taat, baik untuk kepentingan jagat maupun akhirat.

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

Minggu Umanis, 12 November 2017

Capricorn: Peruntungan: Jangan biarkan orang lain mengombang-ambingkan prinsip anda, untuk itu sikap tegas sangat diperlukan sekali untuk meng-counter orang-orang yang beriktikad tidak baik. Terhadap partner kerja yang mulai tidak beres segera saja ditegur dengan catatan masalah pribadi jangan sampai dikait-kaitkan. Karier: Jangan segan untuk bersikap lebih berani dan tegas agar orang lain tidak meremehkan anda begitu saja. Kesehatan: Tenangkan pikiran dan hati anda, jangan cepat kaget dan cemas jika datang problem yang cukup berat dan sangat mendesak tersebut. Keuangan: Jangan bersikap sembrono karena pemasukan yang cukup tinggi tersebut tidaklah ada artinya jika pengeluaran yang harus dikeluarkan kenyataannya melebihi pemasukan yang ada. Cinta: Apa yang anda pikirkan mengenai dirinya, itu tidak semuanya benar, maka dari itu janganlah terlalu keras kepadanya. Aquarius: Peruntungan: Langkah anda semakin jelas saja, kesulitan yang selama ini menerpa anda mulai ditemukan titik terangnya, sehingga bisa ditindaklanjuti dengan lebih teliti lagi. Kesempatan kembali terbuka seiring dengan beralihnya posisi putaran perbintangan anda yang semakin terang dan mujur. Karier: Jika tak ingin karier anda statis sebaiknya anda harus lebih proaktif lagi, bila perlu dekati dan ambil hati atasan. Kesehatan: Jika tidak dijaga dengan benar maka bukan tidak mungkin kesehatan anda akan kembali terganggu. Keuangan: Pemasukan masih cukup baik dan tidak ada masalah. Cinta: Selama tidak ada yang mau mengalah maka debat mulut ini tidak akan ada selesainya. Pisces: Peruntungan: Jangan takut untuk mengambil terobosan-terobosan penting di minggu ini, tidak perlu takut akan dicemooh oleh rekanrekan, karena kapan lagi anda akan menunjukkan kemampuan dan kreativitas kalau tidak dimulai dari sekarang ini. Karier: Berusahalah bergerak dengan langkah dan rencana anda sendiri, itu akan lebih berhasil daripada anda berpatokan pada metode orang lain yang belum tentu cocok dengan kondisi pribadi anda. Kesehatan: Jangan banyak minum yang dingin-dingin karena batuk pilek anda bisa bertambah parah saja. Keuangan: Walaupun di saat ini masih santai, jika ada tawaran sebaiknya bisa anda tampung. Cinta: masih belum tertutup kemungkinan bagi anda untuk terus mendekatinya. Aries: Peruntungan: Di minggu ini suasananya masih cukup mendukung sekali bagi setiap rencana yang anda jalankan, karena peruntungan memang lagi mujur-mujurnya. Teruslah berupaya meraih hasil yang terbaik, tidak perlu menyerah dengan keadaan, karena ibarat orang berjalan pasti tidak akan selalu mulus jalannya, maka dari itu tetaplah optimis dan yakin. Karier: Tetap saja sulit lepas dari keraguan yang terkadang sangat tak beralasan sekali, cobalah anda lebih yakin dengan kemampuan diri anda sendiri. Kesehatan: Hindari merokok bila perlu agar batuk-batuk anda segera hilang dan tak sampai mengacaukan suasana yang indah ini. Keuangan: Pengeluaran tampak sulit untuk dikendalikan, dan ini wajar-wajar saja karena memang sangat sulit untu tidak bisa memberi jamuan yang berarti bagi tamu-tamu anda. Cinta: Teruslah menasihatinya kalau itu sudah menyangkut masalah yang besar dan bisa berdampak luas nantinya. Taurus: Peruntungan: Spirit anda tampak meningkat, maka dari itu hendaknya motivasi yang tinggi itu bisa diimbangi juga dengan kerja keras jangan sampai loyo ataupun tidak ada peningkatan dalam prestasi kerjanya. Apalagi bintang Leo di minggu ini posisinya berada dalam nuansa puncak kejayaan mingguan, yang tentunya peluang cukup terbuka lebar-lebar. Karier: Argumen anda cukup bisa diterima oleh atasan dan dibuat catatan olehnya, tetaplah konsisten dengan apa yang telah anda ucapkan, jangan sampai anda meragukannya sendiri. Kesehatan: Hindari makanan pedas karena hanya akan mengganggu pencernaan anda saja. Keuangan: Jika dirasa ada kekurangan apa salahnya jika anda mengambil dana yang tersimpan. Cinta: Sikap yang ingin selalu membahagiakannya, bakal terwujud di minggu ini. Gemini: Peruntungan: Cukup lancar dan tenang sehingga bisa beraktivitas se-enjoy mungkin. Maka dari itu jika ingin melakukan ekspansi di minggu ini cukup baik sekali, jangan ragu untuk melakukan apa yang terbaik menurut anda, yang penting keyakinan harus tetap dipegang teguh. Karier: Bila ada tawaran yang menguntungkan sebaiknya bisa ditindaklanjuti sebaik mungkin. Kesehatan: Hindari begadang sampai larut malam walau terkadang mengasyikkan tetapi tak jarang akan menyebabkan masalah dikeesokan minggunya. Keuangan: Jangan ragu untuk berani ambil keputusan penting, yang terpenting keyakinan tetap harus dipegang teguh. Cinta: Rasa pengertian perlu dipupuk lagi, sehingga suasana bisa lebih meningkat lagi. Cancer: Peruntungan: Jangan emosi bila dikritik dan jangan cepat lupa diri bila dipuji, dan inilah kunci sukses untuk bisa melangkah dan mempertahankan sesuatu yang telah ada ini agar bisa bertahan dan meningkat lagi untuk ke depannya. Karier: Masih ada saja yang usil, untuk itu cobalah sedikit cuek pasti nanti akan tenang dengan sendirinya. Kesehatan: Hindari cuaca malam karena sangat tak bersahabat dengan kondisi badan anda saat ini. Keuangan: Anda bisa bernapas lega karena segalanya tampak lancar dan sesuai dengan prediksi semula. Cinta: Berterus terang sajalah agar minggu-minggu ke depan nanti bisa lebih tenang dan tak ada ganjalan. L e o: Peruntungan: Apa pun yang terjadi cobalah anda pikir sendiri, tak ada gunanya anda meminta saran dari orang terdekat anda sekalipun karena akan semakin membuat anda bingung dan stres sendiri. Karier: Ada saja rintangan yang menghadang akan tetapi dengan ketenangan dan kesabaran maka semua itu akan dapat teratasi, yakinlah! Kesehatan: Cukup baik dan tidak ada masalah, hanya biasakan untuk berolahraga walau sebentar daripada tidak sama sekali. Keuangan: Cukup ada dana berlebih sehingga anda bisa lebih tenang di minggu ini. Cinta: Jangan selalu curiga agar hubungan ini tetap bisa berjalan mesra dan menyenangkan. Virgo: Peruntungan: Kesibukan di minggu ini begitu banyaknya sehingga tak heran jika anda sedikit terkejut, walau begitu gairah kerja tetap terjaga karena cukup banyak order yagn cukup menggoda karena bisa mendatangkan keuntungan yang lumayan besar. Karier: Ada harapan untuk bisa mendapatkan posisi yang lebih baik dibanding minggu-minggu kemarin. Kesehatan: Jangan makan terlalu pedas jika tak ingin sakit perut, begitu juga dengan merokok kalau bisa dikurangi agar kondisi badan tetap terjaga. Keuangan: Ada saja pengeluaran yang harus dilakukan walau begitu tak usah cemas karena income masih cukup besar. Cinta: Terbuka sajalah agar hubungan percintaan ini tetap dapat berjalan dengan tenang dan tidak sampai timbul cemburu buta. Libra: Peruntungan: Kesempatan cukup terbuka lebar tinggal bagaimana anda me-manage waktu yang ada sehingga semua peluang tersebut dapat diakomodir semuanya dan tak ada yang terlewatkan. Karier: Hindari berkata tanpa pikir panjang jika tak ingin ada masalah di kemudian hari. Kesehatan: Ada saja yang bikin hati jengkel sehingga jika anda tak bisa cuek maka akan bisa mudah sakit hati yang tentu saja akan berdampak pada kondisi kejiwaan anda. Keuangan: Jangan banyak keinginan karena apalah artinya pemasukan tinggi jika pengeluaran malah lebih tinggi. Cinta: Agar permasalahan tidak bertambah rumit maka hindari berkata kasar sekalipun anda lagi emosi saat itu. Scorpio: Peruntungan: Ucapan yang dilontarkan orang di sekeliling anda itu belum tentu seperti realita yang ada, cobalah anda lebih bisa memfilter segala kabar burung tersebut sehingga peluang yang muncul tidak sampai terbuang percuma. Karier: Yakinlah dengan suara hati agar tak timbul kebimbangan yang akan menghancurkan karier anda. Kesehatan: Hindari keluar malam jika tak terpaksa agar kondisi badan anda tetap terjaga dan selalu segar. Keuangan: Jangan terlalu mudah mengeluarkan dana yang ada jika tanpa ada pertimbangan yang masak sebelumnya. Cinta: Pasangan hidup anda kini semakin sayang dan perhatian, maka dari itu jagalah selalu perasaan hatinya jangan sampai tercabik-cabik oleh perkataan kasar dari diri anda. Sagitarius: Peruntungan: Kurang ada kecocokan dengan rekan kerja, sebaiknya bisa segera diadaptasikan, tak perlu terlalu dijadikan beban karena itu bisa mengganggu kinerja anda. Cobalah diselami dan tak perlu negative thinking dulu. Karier: Jangan salah mengartikan kebaikan dari atasan, jika anda berkerja tidak profesional maka akan kena damprat juga. Kesehatan: Jangan menunda-nunda lagi untuk segera kontrol ke dokter, walaupun pekerjaan setumpuk sebaiknya kesehatan harus tetap diprioritaskan. Keuangan: Masalah mulai bermunculan dan cukup mengganggu kestabilan keuangan anda. Cinta: Selama anda bisa membikin hatinya senang maka kecil kemungkinan si dia akan lari ke orang lain.

ULANG TAHUN - Tepat di hari raya Galungan, Rabu (1/11) lalu, Anak Agung Made Pandu Rajendra merayakan ulang tahunnya ke-2. Semoga panjang umur, selalu diberikan kesehatan dan jadi anak yang pintar serta membanggakan untuk kedua orangtua.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu

Berlaku : 12 - 18 November 2017


Redité Umanis, 12 November 2017

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

Bencingah Jero Mangku I Ketut Sutiyasa

Malancaran tur Macecingak

ARAINA wus Galungan kasengguh Umanis Galungan. Ring raina punika, ketah para krama malelungan utawi ngrauhin kulawarga tiosan, saling rauhin ngraketang pasametonan. Satios punika, wénten taler parikrama ngiringang patapakan Ida Bhatara Sesuhunan sané kasungsung olih soang-soang banjar jagi malelungayan utawi malancaran. Jero Mangku I Ketut Sutiyasa, pamangku ring Pura Dalem Harum Nyelati maosang, parikrama punika wantah sinalih tunggil dresta nganem bulan apisan sané kamargiang antuk tetujon mangda Ida polih malancaran saha macecingak ring panjak sami. Para krama ngumpamiang parikrama inucap sakadi kahanan ring manusa, tatkala meled matemu sareng sameton utawi kaluwarga sané arang kacunduk sinah ngaptiang pisan mangda prasida lunga. “Sangkaning unteng pikayunan sakadi punika, ngunya ring Umanis Galungan inucap wantah kapatutan. Dumun naen nénten kamargiang, ngawinang kahanan jagat ring Nyelati ‘bécék’ utawi nénten becik minakadi akéh kramané kalayusekaran,” baos dané. Malih dané maosang, nénten arang krama désa tios sané kaentasin tatkala palawatan Ida Bhatara lunga jagi maturan ring Ida Bhatara sesuhunan saking Nyelati punika yadiastun nénten sareng nyungsung. Punika kabaosang dané wantah kadasarin antuk rasa singgih tur bakti ring Ida, ipun lascarya maturan pateh sakadi tatkala maturan ring barong bangkung sané nglawang punika. Krama inucap taler nyantenang manawita ipun maturan sinah Ida Bhatara Sesuhunan setata éling ring ipun taler lédang mapaica waranugraha. “Maturan punika taler kadasarin antuk pikayunan mangda rahayu ring paumahan, ring tegalan sané kadruénang, ring sekancan beburonan miwah sané siosan. Punika kasinahang saking aturan marupa canang madaging antuk sesari cihna bélat baktinnyané ring Ida Bhatara,” dané nguningayang. (was)

Jero Mangku Ketut Rendin

Akéhnyané Nénten Kajantenang MAKUDANG-kudang dresta taler sima majanten setata nglimbak nganutin masa. Sakadi dresta ngrebeg makoték sané kamargiang ring Désa Adat Munggu nyabran Kuningan. Manut Jero Mangku Ketut Rendin, pamangku ring Pura Kahyangan Désa ring Désa Adat Munggu, pamargin dresta makoték sampun sayan nglimbak, kahanannyané mangkin sampun mabinayan sareng dumun. Yéning dumun, dresta inucap kamargiang antuk parikrama sané nénten bungah, panganggé krama tatkala punika wantah napi sané kadruénang kémanten. Sakéwanten yéning mangkin, parikramané sampun becik, bungah, tur sami mapanganggé adat madya. Krama Désa Adat Munggu sané nyarengin parikrama ngrebeg makoték taler nénten kajantenang akéhnyané. Wénten sané kantun yowana, sampun marabian taler sampun lingsir. “Yadiastun asapunika akéhnyané nanging sapasira krama sané jagi mundut taler sané ngiring ring ungkur sampun becik kadabdabang. Yéning sané makoték majanten akéhan wantah krama lanang sané kantun wimuda,” baos dané. Mangku Rendin malih maosang, dresta puniki dumun naen nénten kamargiang, ngawit punika taler medal kabrebehan ring Désa Adat Munggu minakadi akéh krama sané keni panyungkan utawi beburonanné keni grubug. Sangkaning kahanané punika, parikrama ngrebeg makoték malih kamargiang nganem bulan apisan. Sangkaning punika dané nyantenang yéning dresta ngrebeg makoték inucap nénten jagi punah. “Punika kasinahang saking kahanan krama utamamipun para yowana tatkala nyanggra Kuningan sané kapanggih sarat pisan nabdabang sekancan parindikan sané jagi kawigunayang tatkala makoték punika,” dané nartayang. (was)

(102)

BPM/was

LUNGA – Pinaka eédan parikrama rainan Galungan, wewidangan sané nyungsung patapakan Ida Bhatara Sesuhunan majanten jagi ngamargiang parikrama ngiringang Ida Bhatara lunga sajebag wewidangan désa utawi nglintangin bale agung.

Ngiringang Patapakan Ida Bhatara Ngunya

Kamargiang Kantos Asasih SAKADI sané sampun kauningayang, Galungan wantah sinalih tunggil rerainan jagat sané patut becik kamargiang. Krama Hindu utamanipun ring Bali majanten ngamargiang makudang-kudang parikrama pinaka dresta saking nguni, minakadi ngaturang sembah pangubakti ring pura sané wénten ring banjar wiadin désa adat utawi ngaturang sesodan ring pura miwah sanggah kamulan. Sios punika, ring makudang-kudang genah ring Bali sané nyungsung patapakan Ida Bhatara, tatkala punika taler ngamargiang parikrama ngiringang Ida Bhatara lunga malancaran utawi ngunya ring wewidangan banjar utawi désa adat utawi nglintang désa tiosan. Sakadi parikrama ngringang Ida Bhatara sané kamargiang ring wewidangan Banjar

Nyelati, Mengwi, Badung. Manut Jero Mangku I Ketut Sutiyasa, Jero Mangku Pura Dalem Harum Nyelati, parikrama ngiringang Ida Bhatara Sesuhunan lunga malancaran utawi ngunya sampun kamargiang saking dumun. Ring raina Galungan, Ida ngunya ngiterin sajebag wewidangan Banjar Nyelati, miwah ring raina Umanis Galungan kalanturang malih rauh ring wewidangan désa adat tiosan utawi ketah kasengguh lunga nglintang balé agung. Dané malih maosang, dumun parikrama ngunya nglintangin balé agung kamargiang kantos asasih duaning akéh pisan wewidangan sané jagi kalintangin. Saking Nyelati ngalérang kantos ring Perean, wus punika nganginang ka Petang tur ngelodang

kantos ring Gerana. Wusan irika kalanturang malih ka Samuan, Blahkiuh pamekas ring Pura Dalem Suargan miwah ka Pura Dalem Majapahit. Mawit saking irika, pamargi kalanturang ka Baha, raris ka Gulingan, ka Kuwum Belayu tur wawu Ida katurang budal. “Sané mangkin ketah nglintangin tigang balé agung kémanten, luiré ring Balé Agung Désa Adat Kuwum-Nyelati, Balé Agung Désa Selat, miwah Balé Agung Désa Adat Tuka,” baos dané. Asapunika taler kabaosang olih Pekak I Wayan Kebyeng, panglingsir taler pecak kelian panyarikan ring Banjar Nyelati. Dané maosang, ring Umanis Galungan i nguni Ida Bhatara lunga malancaran utawi ngunya tur marerep ring makudang-kudang désa sané

kalintangin. Mawinan punika, galah malancaran inucap prasida kantos asasih. Sakéwanten krama sané ngiring pamargin Ida Bhatara sampun becik kadabdabang utawi prasida matimbal-timbalan, krama sané polih galah mapamit prasida ngamargiang parikramanipun minakadi makarya ring carik utawi ngupapira beburonan sakadi banténg wiadin bawi. Parikrama ngiring Ida Bhatara Sesuhunan ngunya ri kala Umanis Galungan taler kamargiang olih krama ring Désa Adat Blahkiuh. Manut Jero Mangku Wayan Masna, pamangku ring Pura Dalem Majapahit Banjar Benehkawan, Désa Blahkiuh, Abiansemal, ngunya kamargiang olih krama pangempon Pura Dalem Pancer, Dalem Ageng, miwah Dalem Majapahit, sajabaning pangempon

Pura Dalem Suargan duaning Ida Bhatara Sesuhunan sané malinggih irika manut saking dresta wantah lunga ring raina Paing Galungan. Dané malih maosang, tatkala punika Ida Bhatara jagi lunga ngunya ring sajebag Désa Adat Blahkiuh. Punika sampun kapatutan sané nénten dados kalémpasin nganem bulan apisan, sajabaning wénten sinalih tunggil banjar ring Désa Adat Blahkiuh sané keni kalayusekaran. “Tatkala ngunya, patapakan Ida Bhatara wantah mamargi kémanten, nénten masolah ring lebuh paumahan soang-soang. Sakéwanten majanten krama jagi maturan ring pamesuan soang-soang, canang miwah aturannyané jagi kasiratin tur kapaicayang tirta miwah bija,” dané nlatarang. (was)

Dresta Ngrebeg Makoték

Ngiring Dué Ida Bhatara Tri Kahyangan RAINAN Kuningan wantah eédan saking parikrama rainan Galungan sané majanten patut pisan mangda becik kamargiang. Ring Tumpek Kuningan inucap majanten kapanggihin makudang-kudang wangun dresta tetamian saking para panglingsir sané setata becik kalaksanayang olih kramané. Soroh taler sapunapi parikraman dresta punika sinah mabina-binayan manut kahanan soang-soang wewidangan sané majanten kadabdabin antuk awig-awig sané kamargiang irika. Minakadi Ngrebeg Makoték sané kamargiang ring Désa Adat Munggu. Makoték utawi ngrebeg makoték punika wantah dresta saking Désa Adat Munggu sané kamargiang ring raina Kuningan kémanten. Manut pabaos Jero Mangku Ketut Rendin, pamangku Pura Kahyangan Désa ring Désa Adat Munggu, ngrebeg makoték sampun kamargiang saking masa i nguni pisan tur kantun becik katami kantos mangkin. Tatkala punika duén Ida Bhatara Tri Kahyangan kapundut mamargi

ngider bhuwana sawewengkon Désa Adat Munggu tur kasarengin antuk kotékan. Duén Ida Bhatara Tri Kahyangan inucap wantah marupa teteken utawi tumbak mamuncuk gada sané kasimpen ring Pura Kahyangan Désa, tumbak mamuncuk cakra sané kasimpen ring Pura Kahyangan Puseh, miwah tamiang utawi perisai sané kasimpen ring Pura Dalem Kahyangan. Ring galahé punika, makatetiga dué sané kapundut inucap taler kairing antuk mamas marupa tumbak madaging kober, umbul-umbul, bandrang miwah sané siosan. “Ketah kabaosang makoték utawi ngrebeg makoték puniki kamargiang pinaka cihna kawijayan Dharma ngasorang Adharma. Yéning manut sakadi sané taminin tiang, puniki taler pinaka dresta kuna ngiring Ida Bhatara Sesuhunan taler duén Ida Bhatara lunga mamargi,” baos dané. Jero Mangku laut maosang, makotékan ipun jagi kamargiang ring sajeroning pamargin Ida Bhatara inggih punika ring pempatan miwah pateluan mar-

gi sané kalintangin. Tatkala punika kamargiang, sinah Ida Bhatara taler papundutan sami jagi meneng ajebos. Wusan makotékan wawu malih pamargin Ida kalanturang saha malih mararian manawita pamargin Ida malih ngamanggihin pempatan utawi pateluan. I Made Rai Sujana pinaka Bendésa Adat Désa Munggu taler maosang, makoték punika kamargiang ring pateluan miwah pempatan margi duaning kajantenang irika wantah genah saking para bebhutan sané jagi ngulgul kahanan désa. Mangda sami makaon, sinah makotékan kamargiang irika. Rai Sujana malih maosang, parikrama dresta inucap kajantenang dados panulak sekancan mala tur ngicénin karahajengan majeng ring krama Désa Adat Munggu utamanipun ring carik mangda prasida setata mupu becik. Ngrebeg makoték punika taler manados dresta pakéling payudhan sané kamargiang Puri Mengwi daweg dumun. Antuk panglimbak masa, parikrama ngrebeg makoték punika taler dados patinget

RI K AL A nerima rapor semester ganjil, kepala sekolahé nyihnayang kelas tigané mangkin yukti sampun becik sayaga jaga ngarepin ujian. Nanging patut tetep pariyatna nincapang malih. Ponselné Gusti Ngurah tan sepi-sepi makering, sagét SMS, sagét ngonték ngrumpi saking timpalné Madé Sudiari, Lanang Geria, Ayu Swandéwi, Luh Suwarni rawing Ayu Citra tan naen pegat ngapé-apé mangda Ngurah Jelada mantuk ka Selat. Kocap raporné anjlok. Luh Méga taler akéh nerima télpon saking kakak kelasné dumun sané ngrajing ring Singaraja lan Denpasar sané mula demen ring raganné mangda nyak sareng ngranjing ring genahné. Luh Méga sering nyelag ngambil HP-né yén Ngurah Jelada ngrumpi sareng Ayu Citra. “Hé, Gung Citra anak alit dilarang pacaran. Awas nyanan ten naik kelas!” Kasaurin..., “Ah Mbok Luh, dia calon suamiku sampunang jangkutina,”

baosné mula manying. Yéning nerima lamaran saking timpalné nglemesin utawi saking mindonné Gedé Arya, Luh Méga nyaurin blancuk, “Ooh unduk ento cobak ngomong ajak gélan tiangé di peliatan.” Nyrepekang jaga ujian samian sisiané magutit malajah. Caranné Luh Méga malajah sareng Ngurah Jelada yukti mabinayan. Luh Mega akehan ngapalang. Ngurah Jelada akedik mamaca nanging madué ringkesan saha ngarya soal-soal. Punika mawinan Ngurah Jelada nuntun Luh Méga antuk tanya jawab utawi ngaryanin soal-soal ujian sané dumunan. Duk raina ujiané, semengan ibunné sampun sayaga ngarya ajengan goréng madaging taluh mata sapi, abon ayam, déngdéng menjangan, lalaban, mimbuh susu taluh madu. “Kénkén Luh, Tungurah, sampun sayaga bertarung?” baos ibu lan bapakné. “Nggih sampun siap Pak,

Bu, tiang pamit,” pasaur sang kalih raris mamargi. Luh Méga nelekep ngelut bangkiangné Ngurah Jelada kadi anak mapacaran. Ring jaba timpal-timpalné sané ngantosang mabriuk sami sumringah mamargi nututin. Daweg pangumuman asil ujiané, malih Baliné molihang predikat lulus pinih becik. Yadiastun SMA Negeri 1 Bangli wénten kekalih sané nénten lulus, nanging wénten kalih sisiané sané polih ranking 2 lan 6 ring Bali, Ngurah Jelada sareng Wayan Kédep. Yéning ring sekolahné Luh Méga polih rangking 3. Para sisia lan guruné samian angayu bagia. Kadi parencanané dumun, sisia grup-né malajah jaga durus mapéstaan nglawar kuir usan perpisahan ring sekolahné. Suaran HP lan télponé pakering sal;ing ucapin selamet pada lulus. Napi malih Gedé Arya Wicaksana sidumun nakénang kalulusanné Luh Méga saha ngaptiang mangda durus nglanjutang ka Unud

BPM/dok

MAKOTEK – Dresta makoték sané kamargiang ring Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung. prayudha sané padem sangkaning mayudha melanin Jagat Indonesia mangda prasida mahardika. “Dresta makoték puniki wantah kapatutan sané nénten dados kalémpasin olih krama ring sajebag Désa Adat Munggu. Para yowana lanang ngawit saking sané sampun

mayusa pat belas warsa prasida nyarengin makoték duaning sampun kaucap kelih. Tatkala punika ipun patut makta pangoték sané kakaryanin saking kayu pulet tur kadagingin antuk tamiang miwah pandan madui. Sané istri jagi nyarengin krama siosan ngiring ring ungkur,” dané nartayang. (was)

Denpasar. Nanging kasaurin tetep jaga ka IKIP Singaraja. Ngurah Jelada sidumun polih ucapan selamet saking Ayu Citra Andini, kasambung antuk Suwarni. Ipun taler polih rangking 2 ring SMA 1. Sami timpal-timpalné saking Rendang lulus saha Lanang Geria, Suwarni, lan Ngurah Jelada polih PMDK-Unud. Gedé Ngurah Widiana misanné Luh Mega sané sering nginep lan malajah irika liang pisan manahné tanmari nyalamin lan meluk mesra Ngurah Jelada sareng Luh Mégantari. “Nah, jani mboké lan Gusti Ngurah suba lulus. Cening masih apang nyidaang lulus.” “Bééh yén kalahina ring Tungurah sira lakar ngurukang tiang malajah, belog kakéné. Tungurah, icén tiang buku catatan ringkasan Tungutrahé nggih?” aturné Widiana mamelas. “Malah kalahin beli ajak mboké ka kota, Widiana patutné nongosin Bapak ajak Ibu

dini apang sing suung. Bukubuku ané perluang Gede dadi suba plajahin. Ten kénten Pak?” “Nggih, mungpung kari SMA patuté driki ngoyong,” baosné Gede Dauh bungah saha nyledétin Luh Méga sané makenyem matutang. Ngurah Widiana bingung manggutan. Wenginé punika Ngurah Jelada, Luh Mégantari lan reramanné mabligbagan indik kija jagi nglanjutang kuliahé. Luh Méga sampun nyantep ka IKIP jurusan Sastra Inggris. “Tungurah kija jagi ngranjing? Yén kayun manawi ka Kedokteran utawi ka Teknik, ka Ekonomi pastika nyidayang. Utawi napi sareng ka IKIP,” baosné Nyoman Padmini. “Yén tiang kari matari malu ring Tuaji. Yéning marasa kéweh kadung ka Akademi Bank lan Pajak masih kanggo. Asal énggal tamat nyidaang maan magaé,” baosné alon sendu. (Masambung)


8 Parahyangan

Pura Penataran Luhur Medang Kamulan

Sthananya Leluur Nusantara saking Majapahit taler Mataram Kuno

SATIOS ring Bali, wangunan pura taler akéh wénten ring wewidangan Gresik. Wangunan pura irika madué soang-soang cihna. Sakadi Pura Penataran Luhur Medang Kamulan, sané magenah ring Dusun Buku, Desa Mondoluku, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Pura sané kawangun daweg warsa 1960 puniki mawit wénten saking kawéntenan Pura Setia Dharma Bakti sané kawangun olih umat Hindu Mondoluku. Satios punika, pura puniki ketah kawigunayang genah pamuspaan antuk keyakinan Jawi. Samian wangunan pura ngawigunayang batu bata. Puniki wantah sinalih tunggil cihna saking wangunan Pura Medang Kamulan. Pura Medang Kamulan puniki sampun polih kabecikang. Ring warsa 1980 antuk wantuan krama Hindu kirang langkung 75 KK, ngwangun pura inucap ring tanah sané jimbarnyané kirang langakung 612 m2.. Nanging mangkin, jimbar palebaan pura sampun 3.966 m2. Daweg dumun, ring désa inucap naen wénten diskriminasi agama. Kantos wantah pitung KK sané kantun pageh ngamargiang swadharma magama Hindu. Yadiastun wénten diskriminasi sané kaon, dané kantun prasida ngamargiang upacara miwah mapuspaan madasar kalascaryan. Daweg Oktober 2010, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Wringinanom, Sai, miwah Ketua PHDI Kabupaten Gresik, Kusno, ngrauhin pondok Kadek Sumanila, sinunggil krama Hindu ring désa inucap. Kadek kauduhang mangda ngranjing dados pengurus anyar ring PHDI. Pamuput, Kadék kayun dados pengurus PHDI. Salanturnyané, Kadek, Kusno, miwah Sai, rauh ka Désa Mondoluku matemu sareng krama Hindu ring Mondoluku. Rauh irika, samian ngamargiang pamuspaan saha paum ngrincikang pawangunan pura. Tanggal 25 Desember 2010, wantah raina piodalan Pura Penataran Agung Margo Wening. Kala punika, Kadek kacunduk sareng Ida Pandita Sri, Mpu Nabe Daksa Samyoga, miwah Pinandita, Drs. I Nyoman Murba Widana M.ag. Kadek nlatarang kahanan krama Hindu miwah kahanan pura ring Mondoluku. Mawit punika, kahanan krama Hindu miwah kahanan pura sayan mecikang. Ring Pura Penataran Luhur Medang Kamulan, aran-aran palinggih akéhan ngawigunayang model Jawa. Gedong lingga kamulan pinaka genah pamuspaan majeng Ida Bhatara. Ring tengahnyané madaging rong tiga, luiré: Bapanta ring tengen, Ibunta ring kiwa, matemahan Sang Hyang Iswara ring tengah. Nyinahang yéning Ida wantah Hyang Tunggal Kamulan Sakti Kamimitan. Pura Penataran Luhur Medang Kamulan rumasuk sthananya para leluhur nusantara saking peradaban Kerajaan Majapahit rauh ring Kerajaan Mataram Kuno (Medang Kamulan). Panyiuan krama Hindu pamekas saking Bali sampun naen pedek tangkil ka pura inucap. (aldilla/dewi/febe/uma)

Dura Désa

Redité Umanis, 12 November 2017

Pura Agung Blambangan

Pinaka Saksi Panglimbak Hindu ring Banyuwangi Nincap tur nglimbaknyané umat Hindu ring Banyuwangi, Jawa Timur nglintangin makéh pisan parindikan. Makéh taler pengorbanan sané kamargiang. Sinalih tunggil saksi sejarahnyané wantah kawéntenan Pura Agung Blambangan sané magenah ring Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Pura puniki kangken pecak peninggalan Zaman Blambangan sané rumasuk ring Kerajaan Majapahit. Kabaosang, genahnyané madampingan sareng pusat Kerajaan Adipati Blambangan. PAWANGUNAN Pura Agung Blambangan kakawitin antuk upacara pagingsiran genah sesaji mawit situs Umpak Songo kairingin antuk upacara nuntun Ida Bhatara daweg tanggal 11 April 1975. Sadurungnyané, umat Hindu ngamargiang pamuspaan ring situs inucap. Santukan tanahnyané duén krama, umat Hindu kasarengin para panglingsir kala punika ngambil pamutus ngwangun Pura Kahyangan Jagat antuk aran Pura Agung Blambangan. Aran pura inucap mapaiketan pisan ring leluhur Blambangan, cikal bakal Banyuwangi. Pinih kapertama, wangunan Pura Agung Blambangan wantah marupa padmasari ring genah sané jimbaryané wantah 4.890 M 2 . Genah inucap wantah punia saking krama Hindu, alm. Saimin. Salanturnyané, pawangunan kalanturang malih ring warsa 1978 antuk

makarya tembok panyengker. Sangkaning kakirangan prabéa, umat Hindu Banyuwangi antuk wantuan saking umat Hindu ring Bali wawu prasida muputang wangunan pura ring warsa 1980, rumasuk ngwangun padmasana anyar sané lewih becik. Parindikan tawah metu ri kala ngwangun padmasana inucap. Ri kala ngawit ngruwak, krama manggihin kalih sumur kuno sané magenah napek ring pondasi padmasana. Sumur inucap salanturnyané kabecikang, kantos mangkin toyannyané kawigunayang pinaka tirta ri kala piodalan. Bilih-bilih, kala punika akéh pisan krama nunas toya inucap pinaka tamba. Pawangunan padmasana inucap puput saha kaplaspas daweg Saniscara Kliwon Kuningan, 28 Juni 1980. Raina inucap sapisanan kadadosang pinaka raina pujawali sané kamar-

giang nganembulan apisan, nepet ring rainan Kuningan. Panglimbak pawangunan Pura Agung Blambangan nerus kalanturang saha kabecikang, rumasuk genahnyané sané sayan jimbar. Pura Agung Blambangan manados pura pinih ageng ring Banyuwangi sané kasungsung olih umat Hindu ring 24 kecamatan sajebag Banyuwangi. Pengemong pura sané saraina ngaturang ngayah irika mawit saking petang kecamatan sané nampek saking genah pura, luiré; Kecamatan Muncar, Kecamatan Srono, Kecamatan Rogojampi, miwah Kecamatan Tegaldlimo. Nyabran raina, para pamangku saking makudang-kudang desa ring wewidangan Pura Agung Blambangan polih kémanten ngaturang ngayah ring pura puniki. Iriki taler kawangun genah pasraman majeng alitalit Hindu.

Candi Gedong Songo

Kapanggihin olih Sir Thomas Stamford Raffles RING Jawa Tengah, makéh pisan poténsi-poténsi wisata budaya sané kadruénang. Satios punika, akéh taler warisan budaya marupa candi Hindu wiadin Budha sané wénten irika. Wangun candi sané wénten ring wewidangan punika taler kasengguh tawah, satios asri pisan pakantenannyané. Minakadi ring Kabupaten Semarang, wénten kompleks candi Hindu sané mawasta Candi Gedong Songo. Kabaosang, ring genah punika wénten sia wangunan candi, nanging sané prasida kakantenang krama wantah rauh ring wangunan candi kaping lima. Candi Gedong Songo sané magenah ring Dusun Darum, Kelurahan Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah puniki wénten ring ketinggian 1.200 mdpl. Candi Gedong Songo kapanggihin pinih kapertama olih Sir Thomas Stamford Raffles daweg warsa 1740 M. Kala punika, Raffles

manggihin akéhnyané pepitu wangunan candi, mawinan punika wangunan candi inucap kawastanin Candi Gedong Pitu. Aran Candi Gedong Pitu kawigunayang kantos panyiuan warsa laminé. Ring warsa 1908 – 1911 sinalih tunggil arkeolog saling Welanda, Van Stein Callenfels mawali malih ngamargiang penelitian ring wewidangan Candi Gedong Pitu. Salami tigang warsa, Callenfels malih manggihin kalih wangunan candi sané genahnyané nampek sareng wangunan candi sadurunyané. Antuk punika, wangunan candi sané kapanggihin akéhnyané dados asia. Antuk kapanggihinnyané kalih candi punika, aran Candi Gedong Pitu mauwah dados Candi Gedong Songo. Kangken, Candi Gedong Songo puniki kawangun daweg abad VIII Masehi daweg Jaman Mataram Kuno olih Raja Putera Sanjaya. Coraknyané Hindu,

santukan akéh arca-arca Hindu sakadi Lingga Yoni kapanggihin ring genah inucap. Satios Lingga Yoni, ring Candi Gedong Songo taler kapanggihin makudangkudang arca Dewa-Dewa Hindu, minakadi Arca Siwa Mahaguru, Siwa Mahakala, Siwa Mahadewa, Maharsi Agastya, miwah Ganesha Durgamahesasuramardhani. Ring Candi Gedong Songo, pinih kapertama pacang kapanggihin Candi Gedong I. Genah inucap kawigunayang pinaka genah pamujaan. Genahnyané jimbar, kahanannyané taler asri ngulangunin. Salanturnyané, pacang kapanggihin Candi Gedong II. Genahnyané lewih jimbar saking wangunan Candi Gedong I. ring Candi Gedong III, wénten tetiga wangunan candi sané mapasahan. Sadurung nglantur nuju wangunan Candi Gedong IV, krama sané rauh irika pacang manggihin genah sané ngamedalang andus belerang. Ri sampuné rauh ring genah Candi Gedong V utawi ring puncak, krama sané rauh pacang katuntun mawali tedun saking genah sané tosan. (***)

(Bali Post/udi)

Candi – Candi Bentar ring Pura Agung Blambangan, Banyuwangi. “Nganutin dresta, krama iriki ngamargiang rainan Kuningan ring Pura Agung Blambangan. Samian umat Hindu Banyuwangi ngamargiang pamuspaan sinarengan, sapisanan upacara pujawali,” baos Ketua PHDI Kecama-

tan Muncar, Marsaid, wawu puniki. Manut Marsaid, Pura Agung Blambangan dados penyemangat kebersamaan umat Hindu Banyuwangi. Kantos mangkin, pamargin rainan Kuningan kapusatang ring pura inucap. (udi/uma)

Satua

Mén Tiwas Teken Mén Sugih Kaketus saking Satua-satua Bali XIV

BPM/ist

CANDI - Wangunan Candi Gedong I ring wewidangan Candi Gedong Songo, Semarang Jawa Tengah.

MASAUT Mén Tiwas, “Tiang sing ja bani nyeluk jit jeroné.” Buin koné maakmaakang kidangé, begbeg koné kéto dogén munyin kidangé, Mén Tiwas tundéna nyeluk jitné. Lantas masuet koné Mén Tiwas, seluka lantas jit kidangé. Mara pesuanga limanné pabrusbus pesu pipis uli jit kidangé. “Buin di tengahan seluk!” Kéto buin mamunyi kidangé. Buin lantas seluka jit kidangé. Mara umada limanné, memesu lantas mas-masan, luiré: gelang, bungkung, masesocan melah-melah. Suba koné liu kidangé ento mesuang mas pipis, lantas kidangé ento ilang. Mén Tiwas saha pianakné kendel pesan, lantas ia mulih mabrokongan ngaba pipis ajaka tetelu. Suba teked jumahné, Mén Tiwas prajanian meli baas miwah darang nasi ka peken. Pianakné epot ngendihang api di paon. Pan Tiwas dugasé ento tuara jumah, mara ia mulih napetang suba ada nasi lebeng. Ditu lantas ia ajaka makejang madaar. Sambilanga matutur-tuturan, nuturang paundukané nemu bagia di alasé. Buin maniné paseméngan Mén Tiwas suba nyakan, dugasé ento ngatuju pianak Mén Sugihé malali kemu, tingalina paon Mén Tiwasé makupuk,

lantas ia ngénggalang mulih, morahan tekén méménné. “Mémé, Mémé, tumben ja Mén Tiwas kali jani suba nyakan. I busan icang malali kemu tingalin icang paonné makupuk.” Masaut méménné, “Ah masa nyén kali jani ia nyidaang nyakan. Apa to jenenga engseba.” “Tusing, sekala icang ningalin Mén Tiwas ngaba baas ka paon. Tegarang ja Mémé nelokin!” Kemu lantas Mén Sugih ka umah Mén Tiwasé. Mara teked ditu, dapetanga pianak Mén Tiwasé makadadua nganggo mas-masan. Ditu lantas Mén Sugih tengkejut. “Ih né dija nyai maan kéné-kéné, baan nyai memaling?” Masaut pianakné Mén Tiwase, “Tusing icang maan di alasé, sedekan icang ngalih saang ajak mémén icangé.” Déning uyut dingeha tekén Mén Tiwas uli di paon, lantas ia nyagjag ka ampiké, dapetanga Mén Sugih ajaka pianakné. Ditu lantas ia nlatarang paundukané maan masmasan di alasé, tuturanga uli ia nektek saang aji blakas kecong-kecongan. Mén Sugih iri pesan mara madingehang tutur Mén Tiwasé buka keto, prajanian ia mulih ngorta teken kurenanné. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu UMANIS, 12 NOVEMBER 2017

Thunder Bangkit dari Kekalahan Beruntun

9

SPORT

HAL 12

MotoGP Valencia

’’Race’’ Penentuan, Marquez ’’Pole’’ Valencia –

Andrea Dovizioso

BPM/rtr

Dovizioso Berharap Marquez Lakukan Kesalahan

Valencia – Balapan GP Valencia yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo menjadi arena perebutan antara Andrea Dovizioso dan Marc Marquez untuk memastikan diri sebagai juara dunia. Saat ini, Marquez berada di puncak klasemen dengan keunggulan 21 poin atas Dovizioso. Peluang Dovizioso menjadi juara dunia memang tergolong kecil. Namun, dalam olahraga semua bisa terjadi. Pembalap Ducati tersebut berharap Marquez akan melakukan kesalahan pada balapan GP Valencia. Menurut Dovizioso, syarat harus gagal finis atau finis tidak masuk di urutan 11 besar adalah hal yang sulit terjadi bagi pembalap sekaliber Marquez. Marquez memiliki pengalaman dengan tiga kali mengunci gelar juara dunia MotoGP pada 2013, 2014, dan 2016. Adapun Dovizioso belum pernah meraih titel juara dunia pada kelas premier. ‘’Marquez sangat bagus dan tahu bagaimana menangani keadaan ini,’’ kata Dovizioso, Sabtu (11/11) kemarin. ‘’Ketika Marquez melihat sebuah kemungkinan, dia berjuang untuk menahan diri. Tetapi, kami tidak akan tahu apa yang bisa terjadi di balapan, bisa saja Marquez membuat kesalahan,’’ ujar Dovizioso. Kesalahan yang dibuat Marquez akan menjadi keuntungan bagi Dovizioso. Pada musim ini, tercatat Marquez mengalami tiga kali gagal finis yakni saat membalap di Argentina, Prancis, dan Inggris. Meski berdoa agar Marquez membuat kesalahan, Dovizioso tidak memungkiri jika hal tersebut sangat jarang terjadi. ‘’Namun, berbicara tentang dia membuat kesalahan adalah tidak masuk akal. Strategi kami adalah mencoba memenangi balapan,’’ tutup Dovizioso. (kmb33/rtr)

Pembalap Tim Repsol Honda Marc Marquez menjadi yang tercepat pada sesi kualifikasi MotoGP Valencia 2017 di Sirkuit Ricardo Tormo, Sabtu (11/11) malam. Pembalap 24 tahun itu berhasil menempati pole position setelah mencatatkan waktu terbaik 1 menit 29,987 detik. Sebenarnya, penampilan Marquez di kualifikasi kurang maksimal. Pasalnya, The Baby Alien, julukan Marquez, kembali terjatuh di tikungan empat yang membuatnya kehilangan beberapa menit. Posisi kedua ditempati Rookie of The Year 2017, Johann Zarco. Pembalap Tim Monster Yamaha Tech 3 itu kembali tampil impresif dengan menempati posisi kedua dengan catatan waktu terbaik 1 menit 30,246. Tidak hanya Zarco, Andrea Iannone (Tim Suzuki Ecstar) juga berhasil menampilkan performa apik pada sesi kualifikasi MotoGP Valencia 2017. Pembalap 28 tahun tersebut menempati posisi ketiga yang sekaligus melengkapi row pertama dengan waktu 1 menit 30,399 detik. Sementara itu, hasil mengecewakan justru ditorehkan oleh pesaing Marquez di tabel klasemen, Andrea Dovizioso. Rider Tim Ducati Corse itu hanya mam-

pu menempati posisi sembilan dengan selisih 1,064 detik dari The Baby Alien. Dengan hasil ini, maka Dovizioso harus bekerja keras untuk dapat memenangkan balapan guna menjaga asa meraih gelar juara dunia MotoGP pertamanya. Namun, ia juga harus berharap kuti Dovizioso dengan 261 poin. Dengan keunggulan 21 poin ini, Marquez dapat meraih gelar juara dunia dengan setidak-tidaknya menyelesaikan balapan di posisi ke-11. Jika dapat finis di urutan ke-11 atau lebih tinggi di Valencia, maka Marquez akan menjadi juara dunia apa pun hasil yag diperoleh Dovizioso. Berdasarkan data yang dihimpun dalam motogp.com, catatan Marquez di Sirkuit Ricardo Tormo Valencia lebih unggul dibandingkan Dovizioso. Sejak memulai kariernya di klasemen MotoGP pada 2013, Marquez selalu berhasil menempati podium setiap tahunnya di

Marquez Takkan Ubah Gaya Membalap Valencia – Sepanjang MotoGP 2017 sudah 26 kali Marquez terjatuh. Insiden terkini dialami The Baby Alien pada sesi terakhir latihan bebas kedua MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Jumat (10/11) lalu. Itu mengapa Marquez gagal memperbaiki catatan waktunya pada FP2 MotoGP Valencia. Pembalap asal Spanyol itu hanya bisa menempati urutan kelima dengan selisih 0,603 detik dari pembalap Ducati Jorge Lorenzo sebagai yang tercepat. Marquez sendiri sebenarnya tak ingin sering terjatuh seperti itu. Namun, itu juga menjadi bagian dari strateginya. Ia selalu memaksakan diri saat latihan bebas, lalu melakukan pendekatan yang Klasemen MotoGP 1. Marc Marquez 282 2. Andrea Dovizioso 261 3. Maverick Vinales 226 4. Valentino Rossi 197 5. Dani Pedrosa 185 6. Johann Zarco 154 7. Jorge Lorenzo 137 8. Danilo Petrucci 121 9. Cal Crutchlow 104 10. Jonas Folger 84

berbeda pada kualifikasi dan balapan. ‘’Untuk beberapa alasan, insiden seperti itu terjadi rutin tahun ini. Ini juga soal motor yang memberikan sedikit masalah. Saya selalu berusaha memacu hingga titik kritis,’’ ujar Marquez, Sabtu (11/11) kemarin. ‘’Seperti yang saya katakan, saya tak akan mengubah gaya Marquez akhir pekan ini. Saya akan selalu mendekati batas dalam sesi latihan, lalu mencoba mengelola balapan dengan cara yang berbeda,’’ ia menambahkan. Bagi Marquez, MotoGP Valencia akan balapan yang berbeda. Itu karena balapan ini menjadi penentu siapa yang tampil sebagai juara dunia MotoGP 2017. Pesaingnya adalah pembalap Ducati Andrea Dovizioso. Marquez memang dalam posisi yang menguntungkan. Pembalap berusia 24 tahun itu memimpin puncak klasemen dengan keunggulan 21 poin atas Dovi. Hanya jika finis di urutan

Marquez gagal menyelesaikan balapan atau setidaknya finis lebih dari posisi 11. Saat ini, terdapat selisih 21 poin antara kedua pembalap. Marquez menempati posisi pertama dengan 282 poin, dii-

ke-12 atau lebih buruk dan Dovi merebut podium juara yang membuat Marquez gagal menjadi juara dunia. ‘’Saat ini saya senang dengan pekerjaan saya meski ban depan di FP2 tak cukup baik.

Saya mencoba dua jenis ban belakang, medium di FP1 dan lunak di FP2. Saat terjatuh, ban depan sudah melakukan banyak putaran, tapi kecepatannya bagus,’’ tutup Marquez. (kmb33/rtr)

sirkuit ini, meskipun hanya berhasil menempati posisi pertama pada musim 2014. Di samping itu, Valencia mungkin tidak menjadi tempat favorit Dovizioso. Ia hanya satu kali berhasil menempati podium Ricardo Tormo pada musim 2011 sejak menjadi pembalap MotoGP pada 2008. Bantuan Jorge Lorenzo tentu diharapkan kembali oleh Doviziso. Kejadian saat balapan di Sepang sempat menjadi sorotan publik. Lorenzo disalip Dovizioso merebut posisi pertama demi mempertipis selisih poin Dovizioso dengan Marquez. Bagi seorang Lorenzo, Sirkuit Ricardo Tormo mungkin merupakan salah satu sirkuit unggulannya. Ia memenangi 3 dari 4 balapan terakhir di Valencia (2013, 2015, dan 2016) dengan salah satu kemenangannya menempatkan Lorenzo di posisi juara dunia MotoGP 2015. Namun, pencapaian itu diraih Lorenzo saat masih bersama Yamaha. MotoGP Valencia tahun ini akan menunjukkan apakah Lorenzo akan tetap unggul di Valencia dengan Ducati-nya. Lalu, apakah kelihaian Lorenzo di Valencia dapat meggiring Dovizioso menuju kemenangan. Sementara catatan Dani Pedrosa sebagai rekan satu tim Marquez nampaknya tidak secemerlang Lorenzo. Pedrosa berhasil menaiki podium Valencia dalam 4 tahun berturut-turut (2012 hingga 2015), tetapi ia hanya ada satu kemenangan yang diraih di antaranya (2012). (kmb33/rtr)


Bola

10

Minggu Umanis, 12 November 2017

Kalah dari Swedia

Italia Salahkan Wasit

Stockholm – Pelatih Timnas Italia Gian Piero Ventura menyebut timnya tidak pantas kalah 0-1 dari Swedia pada leg pertama playoff Piala Dunia 2018 zona Eropa di Swedia, Sabtu (11/11) kemarin. Ia juga menyalahkan kepemimpinan wasit asal Turki Cuneyt Cakir yang dianggap terlalu lunak di lapangan terutama saat pemain Swedia melanggar Leonardo Bonucci pada awal pertandingan. Gol kemenangan Swedia dicetak pemain pengganti Jakob Johansson yang juga membukukan gol pertamanya untuk tim nasional setelah sepakannya mengenai tubuh gelandang Italia, Danielle De Rossi, sehingga mengecoh pergerakan kiper Gianluigi Buffon saat pertandingan memasuki menit ke-61.

BPM/rtr

BENTURAN - Kiper Italia Gianluigi Buffon berbenturan dengan pemain Swedia Ola Toivonen di ajang playoff Piala Dunia, Sabtu (11/11) kemarin.

Bale Cedera Lagi

Madrid – Gareth Bale bakal kembali menepi dari lapangan setelah Real Madrid mengonfirmasi cedera yang dialami sang bintang asal Wales. Penampilan Bale dalam kampanye musim ini baru sembilan kali di semua kompetisi dan terakhir kali beraksi saat Los Blancos menang 3-1 atas Borussia Dortmund di Liga Champions pada September lalu. Kala itu, sang winger berusia 28 tahun mengalami cedera betis hingga membuatnya melewatkan laga penentuan Wales dalam fase kualifikasi Piala Dunia 2018 yang berakhir dengan kekalahan lawan Republik Irlandia. Cedera betis dan juga eng-

kel memang menghantui Bale sejak musim 2016/17 kemarin. Kondisinya sempat membaik dalam beberapa pekan terakhir dan diprediksi fit untuk laga derby kontra Atletico Madrid, namun mengalami kemunduran dan bakal absen dalam lanjutan La Liga Spanyol pada akhir pekan depan. ‘’Pemain kami Gareth Bale, yang merasa tak nyaman pada bagian kaki kirinya ketika berlatih pada tengah pekan kemarin dan harus menjalani beberapa tes yang dilakukan oleh tim medis Real Madrid Sanitas,’’ demikian bunyi rilis resmi klub, Sabtu(11/11) kemarin. ‘’Dia didiagnosis mengalami ketegangan pada sepertiga

otot tengah pada kaki kirinya. Proses pemulihannya akan terus dievaluasi.’’ Bale kemungkinan akan absen selama tiga hingga empat pekan ke depan, dengan sejauh ini Madrid masih belum bisa memastikan batas waktu kembalinya sang pemain dari masa cedera. ‘’Dia didiagnosis mengalami ketegangan pada sepertiga otot tengah pada kaki kirinya. Proses pemulihannya akan terus dievaluasi.’’ Bale kemungkinan akan absen selama tiga hingga empat pekan ke depan, dengan sejauh ini Madrid masih belum bisa memastikan batas waktu kembalinya sang pemain dari masa cedera. (kmb33/rtr)

Peluang terbaik Italia tercipta melalui usaha keras Matteo Darmian yang melepaskan bola membentur tiang pada menit ke-70, namun satu-satunya kesempatan emas lainnya adalah tandukan Andrea Belotti yang juga membentur mistar gawang saat laga baru berjalan enam menit. Ventura menilai timnya cenderung bermain lebih baik ketimbang Swedia karena menguasai 64 persen distribusi bola. ‘’Mengingat apa yang terjadi di lapangan, itu adalah kekalahan yang tidak patut. Buffon tidak memiliki penyelamatan, kami memiliki peluang dan membentur tiang gawang,’’ katanya. Ventura terang-terangan mengkritik wasit Turki Cuneyt Cakir yang membiarkan pemain Swedia melanggar keras Leonardo Bonucci yang mengalami patah hidung dalam insiden yang terjadi pada awal babak pertama itu. Kendati demikian, Ventura yakin Italia akan membalikkan kedudukan pada babak kedua. ‘’Saya berharap di Milan mereka mengizinkan

kami melakukan apa yang diizinkan oleh wasit, karena dalam permainan yang begitu penting dengan begitu banyak yang dipertaruhkan, Anda tidak dapat mengambil pendekatan itu,’’ katanya. ‘’Tapi itu bukan pembenaran. Hasil imbang adalah hal minimum yang bisa kami targetkan untuk mempertimbangkan dua laga tersebut. Saya ulangi, pada level ini, wasit harus lebih memperhatikan,’’ imbuhnya lagi. Bonucci mengatakan bahwa Ola Toivonen melakukan pelanggaran yang mematahkan hidungnya. Ia menilai Swedia semestinya menyelesaikan pertandingan dengan 10 orang. ‘’Dia mematahkan hidung saya setelah 30 detik dan seharusnya sudah diusir,’’ kata bek ini. Hasil ini membuat Italia terancam gagal lolos ke Piala Dunia setelah turnamen 1958 yang secara kebetulan diadakan di Swedia. Kompetisi besar terakhir yang dilewatkan Italia adalah Piala Eropa 1984 dan 1992. Hal lain yang merugikan Italia adalah absennya gelandang

kreatif Marco Verratti pada leg kedua karena akumulasi kartu kuning. Jika sampai gagal lolos ke Piala Dunia 2018, Italia akan menghadapi mimpi buruk. Kapten Italia Gianluigi Buffon meminta rekan-rekannya untuk bisa mengamankan tiket ke Rusia. Buffon sangat ingin berlaga di Piala Dunia 2018 karena usai ajang empat tahunan itu dirinya berniat untuk pensiun. ‘’Saya pikir pemain seperti saya ini hidup untuk mencapai dan mewujudkan target paling penting, yang juga merupakan mimpinya anakanak. Jadi selama dia tetap memberi saya antusiasme dan motivasi, saya akan terus melakukannya,’’ ujar Buffon. ‘’Italia selalu tampil d Piala Dunia secara reguler. Jadi kami harus melakukan yang terbaik untuk memastikan kami dapat menjaga rekor tersebut,’’ imbuh Buffon. Buruknya penampilan Andrea Belotti dan Ciro Immobile di lini depan jadi persoalan Tim Nasional Italia dalam pertandingan ini. Buruknya penampilan keduanya

bahkan membuat Italia hanya mampu melepaskan satu percobaan ke gawang selama 45 menit pertama dan menjadi catatan terburuk sejak mereka menghadapi Spanyol, Oktober 2016 silam. Timnas Italia disarankan untuk tampil lebih ofensif untuk mengejar defisit gol dari Swedia di leg II playoff Piala Dunia 2018. Mereka disarankan bermain 4-3-3. Ventura mempertahankan skema bermain 3-5-2, yang menjadi andalannya dalam laga itu. Dengan absennya Marco Verratti karena akumulasi kartu, Italia disarankan oleh eks pemainnya, Andrea Pirlo, untuk mengubah skema bermain demi mengejar defisit gol saat menjalani pertandingan di San Siro, Milan. ‘’Saya akan mengambil pendekatan menyerang, bermain dengan sistem 4-3-3 untuk memberi sedikit ruang bagi Lorenzo Insigne hingga dia bisa menarik pemain lain di sepertiga akhir,’’ kata Pirlo, ‘’Kami banyak kehilangan bola di sektor tengah karena cara bermain dua striker. Kami harus melebarkan permainan ke sayap untuk mengungguli mereka. Akan sulit untuk menemukan ruang dan Swedia akan bermain sangat defensif di leg kedua. Tapi, Anda bisa mengalahkan mereka dengan mengalirkan bola dengan cepat,’’ dia menambahkan. Italia memang harus menyerang agar dapat segera mencetak gol. (kmb33/rtr)

Marseille Pecat Evra

Marseille – Marseille mengumumkan pemutusan kontrak beknya, Patrice Evra. Hal itu dilakukan tak lama setelah Evra mendapat sanksi larangan bertanding tujuh bulan dari UEFA. Evra baru saja dihukum UEFA karena terlibat keributan dengan suporter sebelum pertandingan Marseille vs Vitoria Guimaraes di Stadion D. Alfonso Henriques pada matchday 4 Liga Europa, Kamis (2/11) lalu. Ketika itu, Evra menendang kepala suporter Marseille karena kesal diejek saat pemanasan. Pemain berusia 36 tahun itu langsung dikartu merah sebelum laga. Kasusnya kemudian diusut UEFA dan akhirnya ia dilarang main di kompetisi antarklub Eropa selama tujuh bulan ke depan plus dikenai denda 10 ribu euro (sekitar Rp 157 juta). Tak lama setelahnya, Marseille langsung memutus kontrak Evra. Pemutusan kontrak sendiri dilakukan karena Marseille tak bisa menoleransi

perbuatan Evra. ‘’Dengan kesepakatan bersama, Olympique de Marseille dan Patrice Evra memutuskan untuk mengakhiri kerja sama mereka. Kontrak pemain secara resmi dihentikan,’’ Marseille membuka pernyataannya di situs resmi klub, Sabtu (11/11) kemarin. ‘’Pada tanggal 2 November di Guimaraes, dia melakukan kesalahan yang tak dapat dimaafkan dengan menanggapi provokasi keterlaluan dari segelintir individu. Meskipun demikian, tidak ada dalam bentuk atau substansi apa pun, kesalahan semacam itu bisa dibenarkan, terutama karena dia adalah pemain berpengalaman, yang perilakunya di dalam dan di luar lapangan menjadi inspirasi bagi pemain muda,’’ Marseille menambahkan. Evra sendiri didatangkan Marseille dari Juventus pada Januari lalu. Dia tampil pada 21 pertandingan bersama Marseille di semua kompetisi. Meski banyak yang mencela namun

Patrice Evra dukungan datang dari striker Arsenal Olivier Giroud. Giruod mengungkapkan dukungannya untuk Evra. Mantan pemain Manchester United dan Juventus itu diharapkan bisa melalui masa-masa sulit dan bangkit. ‘’Saya berharap dia bisa bangkit. Saya sudah mengirim pesan dukungan saya untuknya. Kami menjalani

BPM/rtr

lima tahun yang luar biasa bersama dengan tim nasional dan dia selalu menjadi seorang pemimpin,’’ kata Giroud. ‘’Dia memenangi beberapa gelar juara, dia pemain yang luar biasa. Saya berharap dia bisa bangkit, bisa menemukan kembali kebahagiaannya dan menyudahi dengan cara yang berbeda,’’ tutupnya. (kmb33/rtr)

Xavi Pensiun Akhir Musim Ini

Gareth Bale

BPM/rtr

Selandia Baru Gagal Kalahkan Peru Wellington – Selandia Baru gagal memanfaatkan keuntungan tampil di kandang sendiri pada play-off interkontinental untuk Piala Dunia 2018. Menjamu Peru, andalan OFC itu harus puas bermain 0-0, Sabtu (11/11) kemarin. Kedua negara kini akan menentukan satu tempat di Piala Dunia Rusia pada duel kedua di Estadio Nacional, Lima, Rabu (15/11) nanti. Selandia Baru dan Peru tampil solid sepanjang pertandingan, sehingga sama-sama sulit menciptakan peluang. Terbukti, mereka gagal melepas tembakan tepat sasaran. Kedua negara juga cuma menghasilkan masingmasing satu sepak pojok, dengan Peru mendominasi penguasaan bola sebesar 58 persen. Selandia Baru akan mencoba merebut tiket Piala Dunia ketiga sepanjang sejarah, setelah berpartisipasi pada 1982 dan 2010. Sedangkan Peru berusaha ambil bagian pada pesta sepak bola termegah untuk kali kelima. Mereka sebelumnya mengikuti edisi 1930, 1970, 1978, dan 1982.

Wakil OFC dan CONMEBOL pertama kali bertemu pada play-off interkontinental untuk Piala Dunia 1990. Uniknya, kala itu Israel menjadi wakil OFC. Mereka ikut kualifikasi dari Oceania karena tidak diakui di Asia dan keluar masuk zona Eropa. Di luar itu, wakil OFC dan CONMEBOL bertemu di tiga kesempatan. Dari empat pertemuan total, wakil CONMEBOL unggul dengan meraih tiga kemenangan. Pelatih Selandia Baru Anthony Hudson mengaku tak gentar terbang ke ibu kota Peru, Lima, untuk melakoni laga kedua playoff. ‘’Kami menantikan untuk pergi ke Lima. Ini benarbenar sesuai harapan kami, dan kami sudah terbiasa menghadapi kesulitan,’’ kata Hudson. ‘’Saya selalu mengeluh bahwa kami tidak pernah bermain di kandang, kami selalu bermain jauh dari rumah. Tapi, kini terbiasa dengan itu,’’ imbuhnya. ‘’Sebagian besar tempat di mana kami sambangi, kami berhasil mencetak gol dan menciptakan peluang sehingga kami yakin bisa pergi ke Lima dan mencetak

gol.’’ Peru punya statistik bagus di Lima. Dari 28 laga Peru di Lima sejak 2010, mereka menang 17 kali, imbang tujuh dan kalah hanya empat kali. Empat kekalahan itu melawan Kolombia pada tahun 2012 dalam kualifikasi Piala Dunia, lalu saat melawan Uruguay pada tahun 2013, Chile pada tahun 2015, dan kalah dari Brasil 0-2 tahun lalu. Selandia Baru tetap underdog melawan Peru, tetapi Hudson mengatakan dia telah belajar dari playoff antarbenua dalam dua kampanye kualifikasi sebelumnya. All Whites lolos ke Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dengan kemenangan 1-0 atas Bahrain di leg kedua, setelah bermain imbang 0-0 di Wellington. Empat tahun lalu, mereka dikalahkan Meksiko 1-5 di leg pertama dan gagal lolos ke Brazil. ‘’Kunci bagi kami adalah bahwa ini bukan laga 90 menit, ini adalah 180 menit dan kami harus tetap berada dalam permainan dalam 10 menit t er akhi r di L i m a,’’ kat a Hudson. (kmb33/rtr)

Xavi Hernadez

BPM/rtr

London – Legenda Barcelona Xavi Hernandez mengungkapkan keinginannya untuk pensiun sebagai pesepakbola di akhir musim ini. Sang juara Piala Dunia, yang bergabung dengan klub Qatar Al Sadd pada 2015, berencana untuk segera beralih menjadi pelatih. Gelandang berusia 37 tahun itu telah menjalani karier yang luar biasa hebat sejak menembus tim utama Barcelona. Di sana ia sukses meraih delapan gelar juara La Liga Spanyol dan empat kali juara Liga Champions. Xavi juga mencatatkan 133 penampilan untuk timnas Spanyol pada periode 2000 hingga 2014. Ia sukses meraih gelar juara Euro 2008, sekaligus menjadi pemain terbaik di turnamen

tersebut dan 2012 serta menjuarai Piala Dunia 2010. ‘’Saya beruntung tidak mengalami cedera dan saya pikir karier saya telah mendekati akhir,’’ kata Xavi, Sabtu (11/11) kemarin. ‘’Telah terjadi penurunan. Qatar mengizinkan saya melakukan ini. Sekarang saya sudah merasa lebih lelah, sulit untuk melakukan pemulihan, ini bisa dipastikan akan menjadi tahun terakhir saya sebagai pesepakbola,’’ imbuhnya. ‘’Saya punya rencana untuk mendapatkan lisensi kepelatihan tahun depan dan menjadi seorang pelatih,’’ katanya. Xavi sukses menjuarai Qatar Cup bersama Al Sadd April lalu, itu merupakan trofi pertamanya di kompetisi negara tersebut. (kmb33/rtr)

Mane Bawa Senegal ke Rusia

Polokwane – Sadio Mane tampil cemerlang dan membawa Senegal menundukkan Afrika Selatan 2-0 dalam kualifikasi Piala Dunia putaran ketiga Zona Afrika, Sabtu (11/11) kemarin. Kemenangan di Stadion Peter Mokoba ini membawa Senegal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Ini untuk kedua kalinya Senegal tampil di putaran final Piala Dunia setelah tahun 2002. Mane memang tidak mencetak gol namun berperan sangat besar dalam kemenangan ini. Sukses di Polokwane ini membuat Senegal dipastikan menjadi juara Grup D unggul atas Burkina Faso, Cape Verde, dan Afrika Selatan. Pertandingan terakhir mereka pada 14 November nanti menjamu Afrika Selatan sudah tak berpengaruh lagi. Raihan 11 poin dari lima

pertandingan tak mungkin terkejar oleh rival mereka termasuki Burkina Faso yang berada di urutan kedua dengan enam poin. Striker West Ham United, Diafra Sakho, mencetak gol pembuka kemenangan timnya saat laga memasuki menit ke-12. Pemain yang tengah berupaya hengkang dari klubnya itu mampu mengejar umpan dari Mane dan menaklukkan kiper Itumeleng Khune dengan penyelesaian yang cerdas. Mane juga terlibat dalam gol kedua yang dilesakkan timnya sebelum jeda. Khune berhasil meredam tendangan penyerang Liverpool itu namun bola muntah mengenai Thamsanqa Mkhize dan melesak ke gawang sendiri. Senegal mengikuti jejak dua tim Afrika lainnya Nigeria dan Mesir yang sudah memastikan diri lolos ke Ru-

sia. Undian pembagian grup Piala Dunia 2018 akan digelar 1 Desember mendatang. Senegal pernah mengejutkan dunia dengan mengalahkan jawara Piala Dunia Prancis dalam pertandingan pertama mereka di putaran final Piala Dunia 2002 di Korea/Jepang. Jika mereka ingin mengulang kejutan tersebut di Rusia 2018, barangkali penyerang Liverpool Sadio Mane akan menjadi katalisatornya. Tidak mengherankan. Mane adalah bagian integral dari kemenangan yang membawa mereka kembali mencicipi Piala Dunia, dengan visi permainan bola yang luar biasa dia memberi umpan matang untuk Sakho untuk membuka gol. Dia juga terlibat pada terciptanya gol kedua. Kini, beban ada di pundak Mane untuk membawa timnya sukses di Rusia. ‘’Itu tidak mudah tapi

saya harus terus mendorong tim ini. Terlalu banyak tekanan pada saya tapi itu sudah menjadi normal,’’ kata Mane. ‘’Penting untuk bisa membuat perbedaan,’’ tambah pemain sayap berusia 25 tahun itu. Tuan rumah Piala Dunia 2010 itu memainkan peran mereka, bahkan mendominasi penguasaan bola dalam pertandingan yang semarak. Sepakan Lebogang Manyama sempat menghantam mistar gawang, namun gol kedua membuat mereka mati angin. Pelatih kepala Aliou Cisse adalah kapten Senegal saat debut 2002, yang mengalahkan Prancis di laga pembuka, dan mengantar mereka ke perempatfinal. Diharapkan dia bisa menginspirasi tim saat ini untuk mencapai prestasi tinggi di Rusia. (kmb33/rtr)


Julio Bria Ladeni Petinju DIY Denpasar (Bali Post) Petinju Bali Julio Bria yang turun di kelas bantam (56 kg) bakal meladeni petinju DIY Gunawan Pramana dalam laga perdana kejurnas tinju 2017 di Gedung Olahraga Depati Bahrain Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (12/11) ini. Selain itu, petinju Bali lainnya yang naik ring yakni Ferdy Seran di kelas layang (49 kg) melawan Martinus (Kutai Utara), sedangkan petinju Jekri Riwu yang turun di kelas ringan (60 kg) jumpa Decky (Kaltim). Manajer Tim Tinju Bali Made Muliawan Arya yang dikontak, Sabtu (11/11) kemarin menjelaskan, pihaknya optimis petinju asuhan pelatih Yulianus Leo Bunga mampu melewati laga perdana ini. ‘’Kami optimis ketiga petinju mampu melewati babak penyisihan ini,’’ kata pria yang akrab disapa De Gajah ini. Dikemukakan, sebelum naik ring, para petinju manjalani timbang badan pada Minggu (12/11) pagi ini, sedangkan laga adu jotos ini dimulai siang pukul 14.00 WIB. (022)

Delapan Besar Ditunda

Pemain Persebaya Diminta Jaga Mental Surabaya (Bali Post) Pelatih Persebaya Surabaya Angel Alfredo Vera meminta pemainnya tetap menjaga mental pada masa penundaan pertandingan babak delapan besar Grup Y Liga 2. ‘’Belum jelasnya jadwal pertandingan yang terus berlarut-larut ini, membuat kami kesulitan menjalankan program. Namun, kami tetap berlatih untuk menjaga mental dan motivasi pemain agar tetap fokus,’’ katanya, Sabtu (11/11) kemarin. Tim berjuluk Bajul Ijo itu sekarang konsentrasi latihan. Pada Jumat (10/11) lalu, mereka berlatih di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Seluruh pemain mengikuti latihan yang menekankan materi taktik tersebut, kecuali Misbakhus Solikin, yang tengah menjalani pemulihan akibat cedera. ‘’Kami tetap menggelar latihan untuk menjaga kekompakan, skill, dan stamina pemain. Kondisi pemain harus terjaga, agar siap setiap saat,’’ kata pelatih asal Argentina tersebut. Jadwal pertandingan baru diterima Persebaya, melalui Surat dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) bernomor 437/ LIB/XI/2017, yang menyebutkan perpindahan arena dan perubahan jadwal pertandingan grup Y babak delapan besar Liga 2. Dari jadwal terbaru, seluruh laga ‘’Green Force’’ akan dihelat sore hari di Gelora Bandung Lautan Api. Pada pertandingan pertama, Persebaya akan menghadapi PSIS Semarang pada 15 November, PSPS Riau pada 18 November dan laga pamungkas melawan PS Mojokerto Putra pada 21 November. (ant)

Tim Persebaya Surabaya.

BPM/ant

Ni Made Dwima Pebri Yani

Juara

11

Minggu Umanis, 12 November 2017

Indonesia Kerja Sama dengan Lebanon di Bidang Olahraga Jakarta (Bali Post) Pemerintah Indonesia dan Lebanon menyepakati kerja sama di bidang olahraga, terutama pada cabang pencak silat dan bulu tangkis. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang melakukan kunjungan ke beberapa negara di Timur Tengah menandatangani kesepakatan kerja sama itu bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Lebanon Mohammad Fneish, di Beirut, Jumat (10/11) lalu. ‘’Kami berencana membantu pengembangan olahraga di Lebanon, terutama cabang pencak silat dan bulu tangkis yang menjadi andalan Indonesia,’’ kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Sabtu (11/11) kemarin. ‘’Hubungan erat kedua negara yang historis pantas untuk terus dieratkan. Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam hal ini berinisiatif

meningkatkan kerja sama, terutama bidang keolahragaan,’’ katanya. Ia mengatakan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam bidang bulu tangkis, dan Lebanon meminta pengiriman pelatih dari Tanah Air untuk melatih atlet-atlet mereka. Indonesia, menurutnya, juga berusaha mempromosikan pencak silat ke Lebanon. ‘’Kami berharap pencak silat dapat dipertandingkan secara resmi dalam Olimpiade, dengan dukungan dari puluhan negara. Kami harus mempromosikan pencak silat sebagai cabang olahraga ke berbagai negara,’’ kata Imam. Indonesia mempunyai kedekatan historis dengan Lebanon, salah satu negara di Timur Tengah, yang mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia pada 1947. (ant)

Milla Panggil 33 Pemain untuk Latih Tanding Jakarta (Bali Post) -

Pelatih tim nasional Indonesia Luis Milla memanggil 33 pemain untuk melakoni laga uji coba kontra timnas U-23 Suriah dan Guyana pada tanggal 16, 18 dan 25 November 2017. Dalam keterangan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang diterima di Jakarta, Sabtu (11/11) kemarin, menyebutkan salah satu pemain yang dipanggil adalah penyerang Bhayangkara FC Ilija Spasojevic, yang baru saja dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia. Luis Milla sendiri lebih banyak memanggil pemain muda untuk laga-laga uji coba ini, termasuk tiga pemain timnas U-19 Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah, Muhammad Rafli Mursalim, dan Egy Maulana Vikri. ‘’Tujuan dan prioritas saya pada laga uji coba ini adalah mengumpulkan para pemain yang akan disiapkan sebagai timnas U-23, yang akan tampil di Asian Games 2018,’’ ujar Luis Milla. Adapun pertandingan uji coba pertama akan digelar pada hari Kamis (16/11) pukul 17.00 WIB yaitu timnas U-23 Indonesia melawan timnas U-23 Suriah. Timnas senior Indonesia akan berlaga di partai kedua, juga menghadapi timnas U-23 Suriah pada Sabtu (18/11) mulai pukul 18.00 WIB. Sementara pertandingan ketiga adalah timnas senior Indonesia kontra Guyana pada

Sabtu (25/11) pukul 21.30 WIB. Semua pertandingan itu akan digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Berikut 33 nama yang dipanggil oleh Luis Milla: Di posisi penjaga gawang ada Satria Tama Hardianto (untuk timnas U-23), Awan Setho Raharjo (timnas U-23), Kurniawan Kartika Ajie (timnas U-23) dan Andritany Ardhiyasa (timnas senior). Tugas sebagai bek diembankan kepada Andi Setyo Nugroho (timnas U-23), Hansamu Yama Pranata (timnas U-23), Bagas Adi Nugroho (timnas U-23), Ryuji Utomo Prabowo (timnas U-23), I Putu Gede Juni Antara (timnas U-23), Gavin Kwan Adsit (timnas U-23), M. Rezaldi Hehanusa (timnas U-23), Ricky Fajrin Saputra (timnas U-23), Fachruddin Aryanto (timnas senior) dan Ahmad Jufriyanto Tohir (timnas Senior).

Sektor gelandang ada Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah (timnas U-23), Muhammad Arfan (timnas U-23), Muhammad Hargianto (timnas U-23), Hanif Abdurrauf Sjahbandi (timnas U-23), Evan Dimas Dharmono (timnas U-23), Miftahul Hamdi (timnas U-23), Ilham Udin Armayn (timnas U-23), Septian David Maulana (timnas U-23), Osvaldo Ardiles Haay (timnas U-23), Saddil Ramdani (timnas U-23), Febri Haryadi (timnas U-23), Muhammad Taufiq (timnas senior), Bayu Pradana Andriatmo (timnas senior) dan Andik Vermansah (timnas senior). Terakhir, penyerang ada Muhammad Rafli Mursalim (timnas U-23), Egy Maulana Vikri (timnas U-23), Yabes Roni Malaifani (19 timnas U-23), Boas Salossa (timnas senior) dan Ilija Spasojevic (timnas senior). (ant) Luis Milla

Sempat Kecewa

PRESTASI pesilat Badung Ni Made Dwima Pebri Yani merebut medali perak di nomor seni tunggal putri pada PON XIX di Jabar, 2016 lalu. Ia berhak mewakili Bali pascamenyabet medali emas pada Porprov Bali XII di Buleleng 2015 lalu. Bahkan, di ajang Pra-PON. Bali bersama DKI berada satu wilayah dan harus melakoni pertarungan di Gorontalo. ‘’Secara kebetulan peraih emas Pra-PON pesilat Puspa Arum Dara (DKI) dan saya merebut medali perak. Bahkan, di ajang resmi PON, peraih emasnya tetap Puspa Arum Dara, dan saya juga tetap meraih perak,’’ jelas mahasiswi semester I Stispol Wira Bhakti Denpasar ini. Hanya, pesilat yang akrab disapa Undis ini sempat kecewa saat pelaksanaan Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, dirinya harus puas meraih perak. ‘’Saya memang sempat kecewa, masak saya harus meraih perak pada hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali ini,’’ keluh pesilat kelahiran Bangli, 21 Februari 1997 ini. Akan tetapi, Undis cepat melupakan kekecewaannya, dan kembali rutin berlatih di Kerobokan, ditangani pelatih Muhsin. Tujuannya, dirinya ingin kembali mendulang emas pada Porprov Bali XIV di Tabanan pada 2019 mendatang. ‘’Saya mematok target emas pada Porprov Bali di Tabanan, agar kembali bisa mewakili Bali ke ajang Pra-PON,’’ sebut karyawati kontrak Dinas Kesehatan Badung ini. Undis sendiri mulai belajar ilmu bela diri warisan leluhur sejak duduk di bangku kelas IV SD, di Bangli. Putri kedua pasangan Wayan Meja dan Ni Ketut Sepun ini menekuni silat laga dan seni, bahkan sejak kecil sering mengawinkan juara laga dan seni. Hanya, setamat SMA, Undis baru fokus menggeluti silat seni. (nel)

Nyoman Adi Wirya Tama

Ingin ke SMA Ragunan

Peter Osaze Odemwingie (tengah)

BPM/ant

Trauma Jamu Bhayangkara FC

Odemwingie Putus Kontrak dengan Madura United Pamekasan (Bali Post) Marquee Playar Madura United FC Peter Osaze Odemwingie memilih memutus kontrak dengan klub tersebut dan tidak lagi bermain di Indonesia pasca-insiden di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) saat Madura menjamu Bhayangkara FC. ‘’Hal ini disampaikan langsung kepada saya, dan dia merasa sangat berisiko dan khawatir bermain di Indonesia,’’ kata Presiden Klub Madura United FC Achsanul Qosasi dalam keterangan persnya kepada media, di Pamekasan, Jatim, Sabtu (11/11) kemarin. AQ -- sapaan karib Achsanul Qosasi -- lebih lanjut menjelaskan, keputusan Odemwingie untuk tidak bermain lagi di Indonesia, karena trauma dengan kejadian di Stadion Gelora Bangkalan saat klub sepak bola itu menjamu Bhayangkara FC. Dia merasakan atmosfir pertandingan yang tidak fair, serta adanya aksi provokasi dari tim lawan sejak awal per-

tandingan. Apalagi ditambah dengan keputusan wasit yang selalu merugikan dirinya. AQ menjelaskan, Madura United sebenarnya mengontrak Odemwingie untuk dua musim, yakni pada musim kompetisi tahun ini dan untuk kompetisi 2018. ‘’Dan dia bermaksud mengembalikan DP yang telah kami bayar kepada dia, saat merasakan atmosfir pertandingan yang tidak fair di Indonesia, terutama saat Madura United menjamu Bhayangkara FC itu,’’ ujar AQ. Selain tekanan terhadap pemain, saat laga itu, tim tamu juga terlihat menekan tim Madura United dengan menggerakkan semua personel polisi masuk ke lapangan dengan dalih untuk melakukan pengamanan. Padahal, saat pertandingan antara Madura United FC melawan Bhayangkara FC digelar laga tanding Madura United FC dengan Bhayangkara FC disanksi oleh PSSI tanpa penonton dan suporter. Tidak hanya itu, yang paling

membuat Odemwingie merasa tidak nyaman bermain di Indonesia, saat rombongan petugas memasuki kamar ganti pemain Madura United, yang menurutnya itu sudah di luar batas kewajaran di klub sepak bola. Selain itu, keberadaan anggota polisi dalam jumlah banyak masuk ke Stadion Gelora Bangkalan, yang sebelumnya mengaku hendak mengamankan pertandingan, tetapi justru menjadi penonton, dan suporter tim lawan, dinilai Odemwingie, sebagai bentuk pelaksanaan kompetisi di Indonesia yang tidak sehat. ‘’Kejadian di SGB Bangkalan saat Madura United menjamu Bhayangkara FC dengan tekanan dan intimidasi dari petugas yang luar biasa itulah yang membuat Odemwingie trauma. Dia berpandangan akan terjadi selama seperti itu, karena pelakunya adalah klub sepak bola yang dikelola oleh institusi negara,’’ ujar Achsanul Qosasi. (ant)

PESEPAK bola Perseden Denpasar U-15 Nyoman Adi Wirya Tama baru saja mempunyai pengalaman pada putaran nasional Kompetisi U-15, di Bantul, Yogyakarta. Pemain berposisi sayap ini mengakui jam terbangnya bertambah. ‘’Saya senang bisa bertanding di level nasional, pengalaman saya juga bertambah,’’ kata pemain kelahiran Denpasar, 7 Juli 2003 ini. Bahkan, pemain yang akrab dipanggil Mang Adi ini punya cita-cita ingin melanjutkan sekolah ke SMA Ragunan. ‘’Saya ingin mengembangkan karier sepak bola, dengan memasuki sekolah atlet SMA Ragunan, Jakarta,’’ tutur siswa kelas III SMPN 4 Denpasar ini. Mang Adi sendiri mulai belajar menendang bola di SSB Damar Cakti, ketika duduk

di bangku kelas IV SDN 1 Pemecutan. Ia dilatih Gung De, namun dalam perkembangannya Mang Adi sekarang dilatih Muhammadan. Mang Adi masih ingin berlaga di kancah nasional lagi. Untuk itu, dirinya ingin meloloskan Perseden Denpasar U-17 supaya juara Rayon Bali. ‘’Astungkara, doakan saja saya bisa membela Perseden U-17 pada ajang Piala Soeratin,’’ jelas putra ketiga pasangan Nyoman Wiryana dan Ni Nyoman Sri Gati ini. Mang Adi yang biasa menempati posisi sayap kiri dan kanan ini, bertekad main bola terus, sampai menjadi pesepak bola profesional. ‘’Saya sudah senang sekali bermain bola, dan ingin bisa bermain di liga profesional,’’ ucapnya. (nel)


12

Arena

Minggu Umanis, 12 November 2017

Profil Tetap Buka Peluang ke Timnas WINGER Bayern Munich Arjen Robben membuka kemungkinan kembali ke timnas Belanda. ‘’Jangan pernah katakan tidak. Jangan!’’ kata Robben saat ditanya kemungkinan kembali dari masa pensiun demi timnas Belanda berlaga di Piala Eropa 2020. ‘’Kita tak akan pernah tahu. Mungkin saja aku bisa dalam kondisi yang sangat fit pada saat itu. Tentu akan sangat fantastis bila itu terjadi dan aku bisa berlada di Piala Eropa,’’ katanya lagi, Sabtu (11/11) kemarin. Robben mengumumkan pengunduran diri dari timnas Belanda usai kemenangan 2-0 atas Swedia pada bulan lalu. Meskipun dia membuat dua gol, Oranje tetap gagal melangkah ke Rusia 2018 karena membutuhkan kemenangan besar dalam laga itu. Wacana tentang mantan penggawa Real Madrid tersebut mencuat karena penampilannya yang tetap oke bersama Bayern. Akhir pekan lalu, dia membuka kemenangan Die Roten atas Borussia Dortmund di kandang lawan dengan gol khasnya. Gol itu pun membawa dia mengukir dua rekor. Pemain yang memulai kiprah profesionalnya bersama FC Groningen tersebut juga tetap memendam ambisi besar. Walaupun Bayern terseok-seok, terutama di Liga Champions, dia masih membayangkan kesuksesan besar pada musim ini. ‘’Aku katakan kepada istriku, Mari membayangkan ini tahun super dengan memenangi Liga Champions. Mungkin aku akan menutup karier dengan hal itu,’’ tutupnya. (kmb33/rtr)

Thunder Bangkit dari Kekalahan Beruntun

Oklahoma – Oklahoma City Thunder mengakhiri empat kekalahan beruntun di NBA 2017-2018. Kecemerlangan forward Paul George membantu Thunder menang 120-111 atas Los Angeles Clippers, Sabtu (11/11) kemarin. George membuat 42 poin di laga ini yang merupakan pencapaian terbaiknya bersama Thunder di NBA. George nyaris membuat triple double dengan sembilan rebound dan tujuh assists. Akurasi tembakan George di laga ini sangat baik dengan memasukkan 13 dari 22 tembakan.

Ingin Jadi Pelatih LEGENDA Italia Andrea Pirlo membuka peluang untuk berkarier sebagai seorang pelatih meski hal itu bergantung pada hasil pelatihannya nanti. Pirlo baru saja resmi gantung sepatu setelah melakoni pertandingan terakhirnya bersama New York FC di Major League Soccer Amerika pekan lalu. Setelah berkarier lebih dari 20 tahun sebagai seorang pesepakbola, kini Pirlo menyebut dirinya siap untuk mengambil peran yang berbeda, meski masih dalam dunia sepak bola. Pirlo mengakui dirinya akan mengikuti kursus kepelatihan di Italia. Namun Pirlo bersikeras bahwa keputusannya nanti bergantung kepada hasil pelatihannya di Coverciano, yang merupakan markas latihan para pemain dan para staf teknik. Pirlo juga mengungkapkan keinginannya untuk mengemban jabatan sebagai salah satu direktur klub yang menurutnya sesuai dengan dirinya. ‘’Saya akan tetap berada di New York hingga akhir tahun, untuk mempesiapkan kepindahan anak-anak saya, kemudian saya akan kembali ke Italia dan memulai perjalanan baru,’’ ujar Pirlo, Sabtu (11/11) kemarin. ‘’Saya belum memutuskan apakah saya akan menjadi seorang pelatih, karena saya belum memiliki pikiran yang jelas. Pastinya saya akan pergi ke Coverciano dan mengikuti kursus kepelatihan, kemudian jika ada tanda-tanda baik, maka saya akan mulai bekerja sebagai seorang pelatih, namun kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti,’’ imbuhnya. ‘’Saya juga ingin menjadi seorang direktur, karena saya suka menyaksikan pertandingan, mengetahui tentang banyak liga dan mengikuti perkembangan para pemain muda. Kita akan lihat nanti,’’ kata mantan pemain AC Milan itu. Pirlo menambahkan, ‘’Semua pelatih yang pernah bekerja sama dalam karier saya layak untuk mendapatkan banyak pujian. Mircea Lucescu memberikan kepercayaannya pada saya ketika saya masih berusia 15 tahun. Gigi Simoni saat di Inter Milan, begitu penting. Carlo Mazzone berhasil mengubah posisi saya. Kemudian ada Marcelo Lippi, Carlo Ancelotti dan Antonio Conte yang sangat fundamental.’’ (kmb33/rtr)

Roger Federer

BPM/rtr

Federer Ingin Lebih Banyak Gelar

London – Roger Federer mengaku siap menjalani pertandingan Final ATP 2017 yang berlangsung di O2 Arena pada 12-19 November mendatang. Federer sejauh ini telah mencatatkan penampilan ke-15 di Final ATP. Efek kejut yang ditimbulkan Federer pada tahun ini secara tidak langsung berhasil menjatuhkan mental pesaingnya, terutama Rafael Nadal. Tujuh gelar juara sudah dikumpulkannya dalam setahun ini dan Federer tentunya ingin mengakhiri musim terbaiknya hampir satu dekade dengan mengoleksi delapan trofi juara. Tidak ada skenario khusus yang dipersiapkan ayah empat anak ini jelang pertandingan Final ATP. ‘’Ini merupakan prestasi bagus. Tahun lalu saya tidak bisa berada di sini, jadi bagus untuk bisa melakukannya lagi karena tahun ini saya harus mulai lebih jauh untuk mendongkrak peringkat. Tujuan awal saya adalah berada di peringkat 8 dunia sebelum atau sesudah Wimbledon,’’ ungkap Federer, Sabtu (11/11) kemarin. ‘’Tapi pada akhirnya setelah memenangkan Australia Terbuka saya cukup banyak berada dalam posisi yang baik di seluruh turnamen. Jadi saya sangat senang bagaimana saya bermain sepanjang musim,’’ tambahnya. ‘’Saya sangat senang bisa berada di sini lagi dan berkesempatan bersaing dengan yang terbaik. Itu selalu menjadi salah satu hal yang utama,’’ kata petenis asal Swiss itu lagi. Namun, ternyata sang petenis lebih memilih menjadi juara di Final ATP daripada menjadi peringkat I dunia. Soal peringkat satu dunia memang terus dikaitkan dengan prestasi Federer yang baru saja mengalahkan Rafael Nadal di Shanghai Masters 2017. Tapi, lagi-lagi Federer menegaskan enggan membicarakan peringkat nomor wahid yang sekarang disandang Nadal. Kedua petenis papan atas dunia tersebut tahun ini memang seolah bangkit dari kubur. Setelah sama-sama mengalami sederet masalah kesehatan, pada 2017 ini mereka bisa kembali ke permainan terbaiknya. Dua gelar grand slam masing-masing diperoleh Federer dan Nadal. Nadal lebih beruntung karena sanggup menyalip perolehan angka Federer hingga kembali naik tahta. Peluang Federer untuk mengkudeta Nadal kini terbuka kembali menyusul keberhasilannya menjadi juara di Shanghai Masters 2017 akhir pekan lalu. Kini bidikannya ada di Final ATP yang akan digelar di London pada 12 sampai 19 November 2017. Kali terakhir petenis Swiss itu meraih gelar bergengsi tersebut pada 2011. ‘’London adalah prioritas dan saya ingin menjadi juara di Final ATP. Saya sangat bersemangat tahun ini,’’ ucapnya. ‘’Menyelesaikan tahun ini sebagai petenis nomor satu dunia adalah jangka panjang. Saya tidak mau memikirkan soal itu, tapi kalau saya bermain seperti sekarang ini, kenapa tidak? Mungkin saya akan lebih dekat lagi,’’ tutupnya. (kmb33/rtr)

Paul George

BPM/rtr

Bintang Thunder Russell Westbrook sendiri membuat 22 poin dan delapan assists. Sedangkan Carmelo Anthony hanya menghasilkan 14 angka. Di kubu Clippers, Lou Williams secara mengejutkan jadi pengumpul angka terbanyak dengan 35 poin. Sementara Blake Griffin finis dengan 17 poin. Kemenangan atas Clippers membuat Thunder mengakhiri rentetan hasil buruk. Dalam empat laga terakhir di NBA, Thunder selalu kalah. Sebaliknya Clippers justru kini merasakan empat kekalahan beruntun. Turun tanpa big man Steven Adams, Thunder sempat dapat perlawanan sengit dari Clippers. Thunder baru bisa unggul jauh di kuarter dua. Saat turun minum, Thunder memimpin 63-54 berkat 21 poin dari George dan 17 poin Westbrook. Thunder terus memperlebar jarak di kuarter tiga. Tembakan tiga angka Anthony membuat mereka unggul 15 poin. Tapi Clippers bisa memangkas jarak di akhir kuarter ketiga sehingga hanya tertinggal 86-94 saat memulai kuarter empat. Sayangnya momentum ini tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Clippers. Akurasi

tembakan mereka buruk di kuarter empat. Clippers hanya memasukkan satu field goal di tiga menit terakhir pertandingan. Di partai lain, Boston Celtics masih mampu meraih kemenangan beruntun ke-11 di NBA 2017-2018 meski Kyrie Irving mengalami cedera. Celtics menang dramatis 90-87 atas tamunya Charlotte Hornets. Bertanding di TD Garden, malapetaka menimpa Celtics saat laga baru berjalan satu menit 50 detik. Irving mengalami cedera kepala akibat benturan dengan rekan setim Aron Baynes. Cedera yang dialami Irving cukup parah. Eks pemain Cleveland Cavaliers itu diduga mengalami gegar otak sehingga tidak dapat kembali melanjukan pertandingan. Keluarnya Irving membuat Celtics praktis tak memainkan big three. Sebelemunya Gordon Hayward dan Al Horford sudah lebih dulu absen akibat cedera. Celtics sempak kagok begitu ditinggal Irving. Hornets berhasil unggul 26-11 di akhir kuarter pertama. Tembakantembakan tiga angka dari Frank Kaminsky membuat Hornets unggul 16 poin saat jeda. Baru di kuarter tiga Celtics bangkit. Pasukan Brad

Stevens bisa memangkas jarak menjadi hanya tertinggal 12 poin saat memasuki kuarter empat. Penampilan gemilang rookie Jayson Tatum membuat Celtics terus mendekat di kuarter empat. Usaha keras Celtics mengejar ketertinggalan akhirnya membuahkan hasil. Drive dari Jaylen Brown saat laga tersisa lima menit 29 detik membuat Celtics memimpin untuk pertama kali di laga ini, 80-79. Hornets berpeluang kembali unggul saat laga tersisa 3,6 detik. Sayangnya tembakan Kemba Walker meleset dari sasaran. Celtics kemudian memastikan kemenangan setelah Terry Rozier mengeksekusi dua hadiah lemparan bebas. Di kuarter keempat, Hornets benar-benar tampil buruk. Mereka cuma memasukkan empat dari 20 tembakan dan membuat enam turnover. Tatum dan pemain cadangan Shane Larkin memimpin perolehan angka dengan 16 poin. Sedangkan di kubu Hornets, Kemba Walker yang jadi penampil terbaik dengan 20 poin dan 11 assists. Ini menjadi kemenangan ke-11 beruntun Celtics, sedangkan Hornets menelan kekalahan keempat berturut-turut. (kmb33/rtr)

Life Sport

Prinsip Frekuensi, Intensitas, Time, dan Tipe (FITT) serta Peranannya dalam Olahraga Denpasar (Bali Post) – Di tengah kesibukan yang sangat padat, masyarakat pada umumnya mengesampingkan olahraga sebagai salah satu aktivitas yang seharusnya rutin dilakukan. Namun dengan pengetahuan mengenai prinsip FITT, sebenarnya masyarakat dapat menggunakan waktu singkatnya untuk dapat melakukan olahraga yang bermanfaat. Seperti yang dipaparkan oleh Gede Parta Kinandana, S.Ft., seorang sarjana fisioterapi yang telah berkecimpung di dunia olahraga, menyatakan bahwa FITT merupakan landasan sesorang untuk dapat melakukan olahraga dengan baik. FITT merupakan sebuah singkatan yang terdiri dari Frekuensi, Intensitas, Time (Waktu), dan Tipe. Frekuensi merujuk kepada seberapa sering olahraga dilakukan per minggu, Intensitas menggambarkan tingkat atau beban olahraga yang dilakukan, Time (waktu) menjelaskan durasi latihan yang dilakukan dalam satu sesi, sedangkan Tipe menunjukkan jenis latihan apa yang dilakukan dalam sesi tersebut. Salah satu staf pengajar di Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini juga mengatakan bahwa seseorang tidak harus memiliki waktu yang sangat luang untuk dapat berolahraga, namun masyarakat hanya perlu menentukan FITT dan menyesuaikan olahraga dengan waktu yang dimiliki. Misalnya, jika sesorang memiliki waktu 30 menit per hari,

untuk mendapatkan manfaat yang baik dari olahraga, maka seseorang dapat meningkatkan Intensitas latihan, menyesuaikan jenis latihannya serta meningkatkan kekerapan per minggu (frekuensi). Sehingga ketika dimasukkan ke dalam rumus FITT, maka akan didapatkan contoh sebagai berikut, Frekuensi (F) olahraga dilakukan sebanyak 3 kali seminggu, dengan Intensitas (I) sedang yaitu 50%-70% dari denyut nadi maksimal, Waktu (T) olahraga yaitu 30 menit terdiri dari 5 menit pemanasan, 20 menit latihan utama, diakhiri dengan 5 menit pendinginan, serta Tipe (T) olahraga yang dilakukan adalah jogging. Kemudian, jika seseorang memiliki waktu yang sangat singkat, maka olahraga yang disarankan adalah olahraga dengan frekuensi 4 kali seminggu, menggunakan intensitas tinggi yaitu 70-90% dari denyut nadi maksimal, dengan waktu olahraga 1015 menit, dan jenis olahraga yang dilakukan yaitu angkat beban. Jadi dengan demikian, maka masyarakat tetap dapat meluangkan sedikit waktunya untuk berolahraga dan tetap mendapatkan hasil yang maksimal dari olahraga tersebut. Prinsip FITT juga digunakan untuk menentukan target yang ingin didapatkan dari olahraga sehingga setiap jenis olahraga memiliki takaran FITT yang berebeda-beda. Sebagai contoh, olahraga yang cenderung bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh menggunakan takaran FITT dengan frekuensi sedang,

intensitas rendah, durasi yang panjang, dan tipe olahraga seperti senam aerobic dan jogging. Untuk olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan, maka menggunakan olahraga dengan takaran FITT yaitu olahraga frekuensi tinggi, intensitas tinggi, durasi yang cenderung pendek, dan tipe olahraga yang dilakukan seperti angkat beban maupun olahraga yang menggunakan berat badan seperti push-up dan squat. Terakhir, beliau menambahkan beberapa hal yang penting diperhatikan dalam prinsip FITT serta aplikasinya dalam olahraga. Yang pertama, frekuensi olahraga sebaiknya dilakukan setidaknya tiga kali per minggu, oleh karena jeda lebih dari dua hari dapat mengurangi manfaat dari olahraga tersebut. Yang kedua, menurut beliau, banyak belum tentu baik, artinya melakukan olahraga intensitas tinggi dengan durasi yang panjang malah memberikan dampak yang kurang baik seperti adanya overtraining dan kelelahan. Dan yang terakhir adalah sesuaikanlah olahraga yang dilakukan dengan tujuan anda, misalnya jika ingin memiliki daya tahan tubuh yang baik, maka lakukan olahraga intensitas ringan atau sedang dengan durasi yang panjang, namun jika tujuannya adalah meningkatkan kekuatan, olahraga intensitas tinggi dengan durasi pendek merupakan pilihan yang disarankan. Jadi dapat disimpulkan bahwa olahraga yang baik

dapat dilakukan dengan memahai prinsip FITT yaitu dengan menyesuaikan frekuensi, intensitas, durasi dan tipe latihan, maka manfaat positif dari

berolahraga akan tetap dapat dinikmati walaupun olahraga dilakukan di tengah kesibukan yang sangat padat. (kmb33/rtr)

Sao Paolo – Meski meraih progres di beberapa balapan terakhir, Fernando Alonso mengaku bahwa McLaren-Honda telah melewati musim yang buruk pada Formula 1 2017. Setelah mencetak waktu tercepat kelima pada babak Q1 kualifikasi GP Meksiko, Alonso mengklaim bahwa mobil McLaren MCL32 yang ia kemudikan sebagai yang terbaik di lintasan. Tetapi jelang gelaran GP Brazil pekan ini, juara dunia F1 dua kali itu berkata bahwa kemajuan yang timnya raih pada beberapa balapan terakhir masih tidak bisa menutupi buruknya musim yang mereka lewati. ‘’Saya pikir cukup buruk,’’ jawab Alonso saat diminta penilaiannya soal performa timnya sejauh ini. ‘’Ini bukanlah musim yang bagus, meski ada kemajuan yang terlihat pada mobil, dan juga optimisme menatap tahun depan. Saya pikir kami semua di tim yakin 2018 akan menjadi musim yang

fantastis. Kami punya suasana perasaan yang lebih positif di dalam tim,’’ katanya, Sabtu (11/11) kemarin. ‘’Tapi jika kita melihat kembali saat McLaren meluncurkan mobil pada Februari lalu. Dengan perubahan regulasi, dan waktu empat bulan untuk mengembangkan mesin, harapan saya dan tim untuk musim ini jauh berbeda. Sekarang kami berada di posisi kesembilan klasemen konstruktor, dan sejauh ini sudah memakai sembilan mesin. Buat tim manapun itu tidak bisa dianggap sebagai musim yang bagus,’’ ujarnya. Musim balap F1 2018 bagi Alonso bakal menjadi pekerjaan yang berat. Tim bakal menurunkan mesin-mesin mobil yang jauh lebih baik. Sisi setelan dan spesifikasi mesin akan jauh lebih baik, demikian pula yang menjadi harapan Alonso terhadap Renault, yang menjadi mesin baru bagi McLaren. Alonso tetap optimis dan berupaya yakin bahwa Re-

nault memiliki kekuatan untuk bersaing. ‘’Akan ada banyak piranti dan spesifikasi yang tinggi dan berat, tapi itu semua untuk kepentingan kemenangan dan penampilan terbaik mobil di lintasan balap. Saya juga berusaha meyakini kehadiran mesin Renault di McLaren. Mesin ini adalah satu dari sekian banyak mesin formula yang baik, jadi saya yakin mesin ini bisa kuat bersaing di musim depan,’’ kata Alonso. Meski tidak ingin lagi membahas tentang mesin Honda yang dipakai tim McLaren di musim balap 2017, Alonso

memang belum sepenuhnya mampu menyembunyikan kekecewaan terhadap produk mesin formula racikan pabrikan Jepang itu. Menurut Alonso, selama musm 2017 dirinya lebih banyak menelan pil pahit kekecewaan saat hendak bertarung di lintasan balap. Meski tidak secara langsung menyebut bahwa mesin Honda melempem, namun pembalap asal Spanyol yang memelihara brewok ini merasa tidak yakin saat sama-sama menggeber gas, sementara di sebelahnya ada Mercedes dan Ferrari.

‘’Saya bukan ingin bilang mesin itu jelek, tapi ternyata apa yang telah diracik, dibuat, disetel, serta menggunakan spesifikasi komponen yang terpilih, tidak sepenuhnya memberikan hasil yang memuaskan. Saya juga sulit memahami ada kesalahan di mana. Tapi, mungkin saja dengan Renault kali ini, peluang bersaing, terutama saat bersama Ferrari dan Mercedes akan berjalan lebih baik. Saya juga ingin kembali ada di depan dan saya yakin Renault mampu mendukung itu,’’ tutup Alonso. (kmb33/rtr)

DIJUAL TANAH

DIJUAL HOTEL

DIJUAL RUKO

Gede Parta Kinandana, S.Ft.

BPM/ist

Alonso Alami Musim yang Buruk


Redité Umanis, 12 November 2017

I Kaki Dengkil Mapekelem

CENGOB? Sayuwakti cengob pisan Désa Tepisiringé antuka duk Giri Tohlangkiré sengguhanga jagi mletus antuk pameréntahé. Marginé suung mangmung santukan makasami warginé sampun pablesat ngungsi. Sakadi gumi kalah, ten wénten sané makrisikan. Kudu-kudu wénten sané mentas, paliatné puyung sakadi wangké mamargi. Duké punika, I Kaki Dengkil ngintip solah anaké sané clamang-clamang suung paningalané punika saking pagoan juuk kingkité. Érang pisan manahné, kantun wénten jatma purun magenah ring Tepisiring. Wawu tlektekanga, pamuputné sané kantun purun magenah ring Tepisiring punika soroh I Lekir, I Daging, I Raya, I Prodong, I Jangolan, I Keten, pamekasné soroh wargi Tepisiringé sané kirang matadah lacur. Sebet pisan manah I Kaki Dengkilé wantah kantos wénten nénten purun ngungsi riantukan nénten madrebé bekel. “Kéné suba landuh guminé, nu masé ada anak kanti tusing bani luas ulian tusing ngelah bekel? Dadi tukang, dadi pangayah, dandi tukang ngumbah baju, magenepan pesan gegaéné kanti tusing ngelah bekel nang satus tali rupiah? Suba kanti panyatakan ongkos tukangé nu masé tusing nyidaang ngelah pipis? Dadi tukang parkir di peken dogén kanti nyidaang ngaé umah! Dadi pembantu dogen Luh Simprug, nyidaang meli onda!” I Kaki Dengkil mamarna wargi Tepisiringé sané tuna lacur punika. Wawu selehina, kocap tuah kekalih turasan wargi Tepisiringé sané tiwas punika. Pinih siki, sané kamula kiul nénten enyak makarya. Sané kaping kalih, turasan wargi Tepisiringé sané mamotoh. Sanunggil polih upah pakaryan tumbasanga buntut utawi baktana ka tajén, maceki tur mablok kyu. Kituk-kituk I Kaki Dengkil mamarna paripolah wargi Tepisiringé sané kawéntenané asapunika. Dawegé nuréksa wargi Tepisiringé sané ngungsi, wénten ké ngungsi ka Klungkung, Gianyar, Badung, tur sané siosan. Punika minab sané akéhan madrué bekel. Pamekasné bekel jinah. ATM-né akéh madaging jinah panumbas godél, ayam, kambing, bawang, ménté, salak, tur sané siosan. Kija ja lakuna ngungsi, santukan irika wénten sametoné. Wénten ké sané madunungan ring ipahné, matuané, warangné, mantuné, tur sané siosan. Ngéndah wénten nggih? Punika té, sayan ngakéhang wargi Tepisiringé sané sampun caluh mabang-bangan. Sampunang nikaanga nggih... wénten sané makéh jinahné santukan wawu ngadol bangket... Sapunapi mangkin? Sampun sayan ngakéhang wargi Tepisiringé mantuk saking pangungsian. Sasukat pameréntahé maosang kawéntenan Giri Tohlangkiré malih degdeg. Nénten wénten malih linuh ring Giri Tohlangkir. Minab Ida Bhatara Giri Tohlangkir durung kayun matangi. Minab Ida Bhatara Giri Tohlangkir prasida antuka naanang kalangené tekén putrané. Tekén putuné naler. Wenginé puniki, I Kaki Dengkil ngamanahang indik makéhné wargi Tepisiringé purun mongkod Giri Tohlangkiré. Kocap ngaturang pakelem ring kawah Giri Tohlangkiré. Genah Ida Bhatara Tohlangkir mayoga. Santukan mangkin aluh antuka ngambil gambar tur ngarya pélem nganggé hapé. Béh, aéngan ring bintang pélem anaké mapakelem ngéstra ring muncuk Giri Tohlangkiré. Makéhan makuaca pamangku putih-putih. Magenep solahné. Wénten ngédéngang buron wewalungan. Wénten sané ngregep sadurung ngetisin banten. Wénten sané kemak-kemik mamantra. Ngéndah solah ipuné. Sané belog ajuman akidik, nagih tedun ka kawah Giri Tohlangkiré. Amangkinan, durung wénten sané mageblug ulung ka kawahé. Suaran dongkangé ngundang sabeh nénten rengeanga antuk I Kaki Dengkil wénginé puniki. Asuné sané rengas paling, cihna jagi sabeh wenginé puniki naler nénten runguanga. Wantah nénten wénten sané manahanga, sampun kaulah. Asapunika naler keberan bukalé krabak-krubuk ngrereh poh nasak naler nénten ulaha. Sesampuné sabehé kribis-kribis tedun, I Kaki Dengkil kanten makrimikan. “Ngudiang Ida Bhatara Giri Tohlangkiré aturin pakelem? Tusing ké ulian mapakelem unén-unén Ida Bhatarané lakar bangun ngrubéda? To iwasin, I Bojog kanti bareng kema. Kadénang ia teka ulian Giri Tohlangkir buung mletus? Tusing, ento ulian ia layah suba makelo tusing maan jaja gina. Apa lelipiné pasliwer bareng menek ka muncuk Giri Tohlangkiré ulian ia nagih bareng dadi wewalungan? Tusing, lelipiné suba layah makeneh lakar nyaplok wewalungané ané kakutang anggon pakelem!” I Kaki Dengkil lempuyengan ngamanahang warginé sayan ngakéhang mapakelem. Sakadi malomba marasa santukan déwékné mapakelem ngawinang Giri Tohlangkiré nénten durus mletus. “Sing nyen, ulian mapakelem di kawah Giri Tohlangkiré nyanan lakar ngawinang payu mletus? Ngluah nyen Ida Bhatara Giri Tohlangkir aturin makudang-kudang pakelem!” Sambilanga kadésam-kadésem, I Kaki Dengkil mamanah jail. Sapunapi ké tetuek mapakelemé punika? Kocap tetueknyané mangda degdeg Bhuwana Agung lan Bhuwana Alité. Kocap Giri Tohlangkiré pinaka Lingga Sakala, ngudiang anggé genah mapakelem? Nénten ké patutné mapakelem ring segara santukan punika pinaka yoni jagaté. Wantah asapunika, nénten ké patutné mapakelem ring segara? Sesampuné usan mamanah asapunika, I Kaki Dengkil ngraris masaré. Kocap bénjang Ipun jagi ngawarah-warahin wargi Tepisiringé mangda usan mapakelem ring Giri Tohlangkir. Jagi gegana ké pawarah I Kaki Dengkilé?

(Jelantik)

Nyastra

Matunangan Ketut Sandiyasa SUBA petang dasa tiban Wayan Arya tuah ping telu taén matunangan. Malénan tekén nyamanné, Madé Subagia ané matunangan tuah acepok pinda kanti ngelah kurnan ngelah pianak petang diri. Wayan Arya tusing ngantén kayang jani. Yén alih uling goba, ia anak tuara bagus sajan tusing masi jelék. Dugas nu matuuh pitulas tiban, ia kuliah di Badung dadi ketua senat. Wayan Arya anak mula demen gradaggrudug nyemak gegaén mamocol. Dueg ngarepang gaé kéwala ngurus awakné padidi tuara ngidaang. Patutné dadi ketua senat, anak luh magarang ngalih. Nanging Wayan Arya tusing garanga tekén anaké luh. Minab ulian palekadané ngedengang. Di kenehné dot cara timpal-timpalné matunangan, malam Minggu ka Puputan magandéng. Purnama maturan ka

Jagatnata. Yén mamunyi wanén Wayan Arya da ngajak anak luh, ngajak kepala kampusné suba biasa marebat. Suba biasa berorasi cara jani. Nanging nglemesin anak luh tuara taén bakatanga. Ping kuda-kuda nglemesin anak luh tuara nyak anggona gegélan. Ada doén alasan anaké luh punika, wénten ngorahang kari dot seleg malajah, wénten masi ngorahang dot ngelah tunangan ané suba magaé, ané paling soléh dot ngelah tunangan matato. Wayan Arya tuara héran tekén anaké luh ané nulak tresnané krana ingat tekén déwékné tusing ngidaang ngisinin keneh anaké luh. Sakéwala ané ngaénang eran anaké luh ento nyak matunangan tekén timpal- timpalné ané solahné tusing beneh, demen mamunyah, demen maganti-ganti tunangan. Ulian unduké ento Wayan

Arya matakon-takon tekén timpal-timpalné ané suba ngelah tunangan. Maan jawaban ané ingetanga sajan uling Gedé Roby. Gedé Roby terkenal dadi playboy di kampus. “Anak luh ento tuah di kuping kalahné Yan”. Inget tekén pasautné Gedé Roby, Wayan Arya ngéngggalang meli bukuné Khalil Gibran, ditu ia nuduk tutur tresna. Ditu ia muruk lakar ngajum anak luh, lakar mikat aji munyi diastun nguluk-nguluk abedik. Ada patpat Wayan Arya meli bukunné Khalil Gibran. Marasa suba ngelah gelar, Wayan Arya lakar ngalih tunangan jani. Ia inget satondéné ada ping pat maekin nak luh. Jani seken ia lakar maekin anak luh uling bukit Kaang-kaang Karangasem. Adan anaké luh ento Luh Dék Sri. Dék Sri kenyemné manis, misi sujénan. Tuara dueg mapayas, lén tekén bajang-bajang cara janiné. Tegehné doén kuangan bin ausap. Lén ajak ané pidan, jani Wayan Arya tusing lek ngorahang demen. Kéwala pikatina Dek Sri baan perhatian, tugas tulungina, nilai tulungina, kondén buin bilang nutur ajaka mamanis-manis ngajumang, ngulurin ngedetin. Kanti nak luh kalem buku Dek Sri demen tekén Wayan Arya. Suba marasa Dek Sri demen, kapriutangan, Wayan Arya lantas mara nyambatang demen. Makejang anaké éran Wayan Arya ngelah tunangan, makejang timpalné éran tekén Dék Sri, guna-guna apa ya kena kanti ngenyakin Wayan Arya. Misi kenehné Wayan Arya matunangan ngajak Dék Sri bajang Kaang-kaang. Kéwala Dék Sri tusing cara bajang ané lénan, bapanné galak sajan ngelah pianak luh adiri. Kija-kija matehang. Dot Wayan Arya ngajak malali, Dék Sri tuara nyak. Kuda-kuda ngajak nutur limanné tuara dadi gisi. Kalingké lakar dadi ané lénan. Dot masi Wayan Arya cara timpal-timpalné malali ngisinin tresna. Pocol ngelah tunangan kéto kenehné Wayan Arya. Adané dogén matunangan, kéwala tusing cara anak buka jani matunangan. Timpal dogén dadi ajak malali. Né ngelah tunangan tusing dadi gisi limanné, budi ojogin takut tekén bapanné ané dadi panekek di desanné. Adénan suba tusing ngelah tunangan. Lakar suud matunangan ngajak Dék Sri, nyén nawang ada anak bajang ané galakan bedik. Wayan Arya buin jomblo tusing ngelah tunangan. Ada telung bulan jomblo, patuh cara ipidan hidupné Wayan Arya. Sagét ada pindahan mahasiswi uling Lom-

bok madan Luh Ayu. Jegég Luh Ayu puniki lan dueg mapayas. Akejep ia suba dadi bungan kampusé, liu anaké ngarangin apa buin timpal-timpalné, nanging tusing masi ada ané makatang. Penasaran Wayan Arya, jani suud ia maca bukunné Gibran lakar ngalih Luh Ayu. Timpal-timpalné ané duegan mikat anak luh tuara makatang, kaling déwéké. Inget ngelah odah dadi balian, lantas buku odahné jemaka nanging tusing matari. Odahné Wayan Arya tuah balian kasub. Ané paling kasubanga wantah balian wadon. Bukuné ento suba ilu kéwala nu ngidaang maca. Bukuné ento buku pawadonan, liu misi mantra pangasih-asih masrana bunga, roko muah ané lenan. Ditu Wayan Arya malajah, sambilang nyidiang mantrané mapuasa Wayan Arya, malukat ka sekancan ada pancoran, ka Tirta Empul, ka Sudamala. Suba marasa mandi mantrané, Wayan Arya maekin Luh Ayu nganggon pangégér jepun putih. Sambilanga mamantra di kenehné, ajaka nutur Luh Ayu matukar-tukaran No. HP. Sukat ento Wayan Arya saling telpun ajak Luh Ayu kanti matunangan. Ping pinda Wayan Arya dadi katuturan di kampusné ulian ngelah tunangan. Ipidan ngelah tunangan Dék Sri ané kalem tuara bisa mapayas. Jani ngelah tunangan jegég lan dueg mapayas. Wayan Arya makeneh, jani suba lakar ngrasayang ané madan seken matunangan, tusing cara dugas ngajak Dék Sri, matunangan cara gedebong tusing ada angetné. Ngenah-ngenah Luh Ayu yén ajak-ajak malali, lakar gisi limanné, lakar tagih ané lénan. Dugasé ento peteng sedek ngayalang Luh Ayu, sagét mamunyi Hp-né Wayan Arya. “Beli Yan, iluh sing ngidaang engsap ngajak Beli?” “Ah…, seken Luh?” “Seken Beli Yan, inguh bayun tiangé. Mani ajak tiang malali Beli!” “Nah mani ajaka malali ka Pantai Kuta mabalih ombak lan matan ai engseb.” Lega pesan kenehné Wayan Arya. Majalan pangurip pangasih-asihné, Luh Ayu klepekklepek. Buin maninné, malali Wayan Arya ngajak Luh Ayu ka Pantai Kuta. Mula dueg Luh Ayu mapayas cara jani, tusing med bakat tingalin. Magandéng vesva geluta bancangné Wayan Arya. Ngejer tangkahné. Di Pasih Kuta nutur matatakan bias maroman manying-manyingan ajaka dadua. Sambilanga mabalih

matan ai engseb, limanné Wayan Arya gisina tekek baan Luh Ayu. Mara akejep matunangan suba misi lamun kenehé, kéto munyin kenehné. Makelo-kelo pepes maan SMS Wayan Arya. Beliang tiang baju! Kirimin tiang pulsa! Ajak tiang malali! Kéto doén SMS ané pepes bacana. Sasukat matunangan ngajak Luh Ayu, pragat ijek ia malali kema-mai. Ijek nguluknguluk bapanné ngorang mayah kéné-keto. Diastun misi kenehné matunangan, nanging ada ané malénan asaanga jani. Wayan Arya biasa jani nguluk-nguluk, kapah masuk, ané paling kapah maturan. Tusing patuh ajak dugasné jomblo, ia inget maturan sabilang wai. Liang kéwala mara ngeh ada ané ilang. Ané soléh bakat anggona kenehan, sabilang malali jek sépanan Luh Ayu ngisi bancangné. Sépanan nagih niman, maluina niman ajak Luh Ayu. Tusing asananga ngejer limanné Luh Ayu. Maan takonina, ngujang Luh bani kéné matunangan ajak beli? Tiang suba biasa beli. Ento pasautné Luh Ayu ané ngulgul kenehné. Makeneh Wayan Arya ané suba ngalih nak luh ulian guna paksa. Jani megatin kéwéh, bisa buduh anaké yén tusing matiang pangasih-asihé. Ditu Wayan Arya ngamatiang pangasih-asihné tekén Luh Ayu. Mirib suba mati pangasihné, Luh Ayu ngorahang tusing nyak buin matunangan. Ngaku tusing demen tekén Wayan Arya. Lega kenehné Wayan Arya wiréh mula dot suud matunangan ngajak Luh Ayu. Suud matunangan Wayan Arya ajak Luh Ayu, buin ia dadi katuturan. Ada ané madalem nepukin Wayan Arya jomblo, ada ané lega krana ada kesempatan ngalih Luh Ayu. Buin Wayan Arya tusing ngelah tunangan, buin dadi kelompok IJO LUMUT anaké nyambatang ikatan jomblo lucu imut. Suba tusing meled ia matunangan, tusing ada manis-manisné. Tusing ada bébas-bébasné, nagih kéné, nagih kéto, nagih kema nagih mai. Depang suba sing matunangan ajak nak luh. Jani pesu tetimbang uling kenehné yén matunangan ajak nak luh takut buin matemu ajak nak luh cara Dek Sri ajak Luh Ayu. Yén matuangan ajak Widhi diastun matunangan ngajak suung sinah lakar lalungina kenehné. Lek tekén awak liu ngelah pelih. Encén kadén lakér ajak matunangan, kayang jani tuara maan pasaut uling kenehné. ***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Ring Jagat Dwaraka

Nglawang

Olih : I K. Satria, S.Ag SANÉ mangkin kalanturang malih pamargin yadnya punika. Sané kacaritayang, pamujané taler katujuang majeng ring para yaksa sané wénten irika pinaka pangiring para déwatané, inggih punika kautamayang majeng ring pangiring Ida Bhatara Mahadéwa. Wyakti akéh pisan katurang sekancaning bebantenan miwah woh-wohan saha sanganan sané kekaryanang antuk dahat mautama kawéntenannyané. Ring yadnya punika, Ida Sang Prabhu Yudhistira ngaturang dana punia sawatara panyiuan banteng majeng ring para brahmana. Sesampuné pamujan majeng ring para déwata pamekas Ida Hyang Mahadéwa, para brahmana sané wénten irika raris nglantur ngamargiang pamujan majeng ring sami watek pangiring Ida Hyang Mahadéwa. Ambu taru majagau miwah cendana sané kageseng antuk agni utama ngawinang banget nglédangin sang sané nyaksiang. Asapunika taler makudangkudang sekar sané miik-miik, ambunnyané ngalub. Duaning sakadi punika kawéntenannyané, ngawinang genahé irika ngulangunin manah. Sesampuné ngaturang pamujan majeng Hyang Rudra miwah Hyang Gana, Ida Sang Prabhu sané katuntun olih Ida Bhagawan Wyasa raris mamargi nuju genah sané kaliput sekancaning arta brana. Sesampuné irika, mawali Ida ngrastiti majeng ring Ida Hyang Kuwera sané nuénang sekancaning arta brana irika. Sami ngaturang sembah antuk sekar sané miik, ngaturang sekancaning pala sané mautama miwah sanganan sané dahat nglédangin. Irika taler kamargiang pamujan majeng ring sarwa mulia inggih punika Sankha miwah Nidhi, taler majeng ring para Yaksa sané nuénang sekancaning arta brana. Sesampuné punika, Ida Sang Prabhu Yudhistira raris manyembah saha nunas karahayuan. Antuk punika, Ida raris nitahang mangda ngruruh arta brana ring genahé punika miwah ring soring pertiwi. Malarapan antuk pamarginé punika, raris kapolihang sarwaning emas miwah sarwa mulia sané kapikantenang becik kawéntenannyané. Sinalih tunggilnyané wénten Bhringna, Kataha, Kalasa, Bardhamanaka miwah makudang-kudang panca datu sané kawéntenannyané becik pisan. Emas miwah sarwa mulia punika raris kagenahang ring genah sané dahat becik. Sami prajurité ngambil saha ngagem sekancaning branané punika pacang kabakta nuju Astinapura. Lianan punika, sampun kasayagayang makudang-kudang kuda, gajah miwah unta, taler panyiuan kréta sané sayaga makta arta brana punika. Yéning panggihin, sami sané wénten irika nénten pisan prasida pacang wilangin, akéh manusa miwah kréta saha beburon ageng sané pacang kanggén ngambil arta branané punika. Sakadi punika wyakti akéh arta brana sané kapolihang ring genahé punika, sangkaning waranugraha Ida Hyang Mahadéwa miwah para dewatané. Sangkaning manah sané gargita, Ida Sang Prabhu Yudhistira raris mawali ngamargiang pamujan ngaturang parama suksma majeng ring para déwata an-

13

tuk waranugraha punika. Antuk kalédangan Ida Bhagawan Wyasa, Ida Sang Prabhu miwah prajuritidané kalugrayang mawali nuju Astinapura. Sangkaning akéh molihang arta brana, punika mawinan pamarginé dahat lami. Sampun makudang-kudang raina mamargi, pamuput samian rauh ring Jagat Astinapura. Parajanané dahat angayubagia nyanggra sapangrauh Ida Sang Prabhu kasarengin sameton miwah prajuritidané. Ring genahé tiosan, Ida Sang Wasudewa sané kairingan olih ksatria sané mautama raris mamargi nuju Jagat Astinapura pacang malancaran saha matemu sareng Panca Pandawa. Dumun, duk Ida ninggal Jagat Astinapura nuju Jagat Dwaraka, Ida Sampun polih uleman mangda prasida mawali nuju Jagat Astinapura. Sesampuné ngawitin nyanggra yadnya Aswameda, raris Ida Sang Prabhu mawali sampun napak Jagat Astinapura. Ida taler kairing Ida Dewi Rukmini, Yuyudhana, Ida Sang Charudeshna, Ida Sang Samba, Ida Sang Gada, Ida Sang Kritawarman, Ida Sang Nisatha, miwah Sang Unmukha. Wénten taler Ida Sang Baladewa sané mucukin pamarginé punika. Nénten lali taler Ida Dewi Subhadra. Ida Sang Dhrestarastra sané kairing olih Ida Sang Widura nyanggra sapangrauh Ida Sang Prabhu Krishna antuk panyanggra sané sapatutnyané mamargi. Ida Sang Prabhu Krishna sané mautama punika raris kasanggra olih Ida Sang Widura miwah Yuyutsu. Nglantur kacaritayang, tatkala punika raris Ida Sang Prabhu Krishna nyaksiang indik embasnyané Sang Parikshit sané sekantun ring tengahing garbha sampun naen padem sangkaning senjata brahmastra sané katibakang olih Ida Sang Aswathama, putran Ida Bhagawan Drona. Sangkaning punika, ri kala putrané punika embas nénten pisan sakadi anak alit sané biasannyané, sakémaon sakadi watang tan pabayu. Indiké punika ngawinang Jagat Kuruné dahat angayubagia, sangkaning putra sané mautama sampun embas ka jagaté. Sakémaon sami mauwah dados sungsut sangkaning uning ring kawéntenan putrané punika tan pabayu tan bina sakadi anak sané sampun séda. Sami parajanané sané wénten ring Astinapura nangis sangkaning nguningin parindikané punika. Kadukané punika ngawinang sami daging jagaté sareng marasa sungsut. Mirengang kasungsutané punika, Ida Sang Prabhu Krishna sané kairing olih Ida Sang Yuyudhana digelis nuju genah paseban sané mautama. Ida Sang Prabhu Krishna sampun kasangra olih Ida Dewi Kunti. Tatkala punika Ida Dewi Kunti taler risedek ngayat-ngayat kawéntenan Ida Sang Prabhu Krishna. Ngiringang Dewi Kunti wénten Ida Dewi Draupadi, wénten taler Ida Dewi Subhadra miwah para istriné tiosan. Sami wyakti para istriné punika dahat sedih sangkaning kawéntenan Jagat Astinapurané madué putra utama sané sakadi punika kawéntenannyané. (Masambung)

solas lemeng galah nandang ngawit Galungan kantos Kuningan maudeng makamen mabedbed seléndang barong kendang lan gambelan kastawayang raré-raré sayaga mapang barong maselusupan ngranjing ka désa nyluksuk rurung mailehan tan wenang nyampahang barong nglawang sanggra aksiang pupahang sasidan nyidayang nglawang negdegang jagat mapahayu jagat nglawang nyomia bhuta nulak baya menangin dharma ngalahin adharma sastra Siwa Tattwa ngamedalang. Wahyu Waruna

Sabu-sabu Sabu-sabu nglidu kadi wabah makalukan Ngentuh ngembahin unteng kahuripan Parajana kadaut makepu dija-dija Penjabat wakil rakyat magibung mapesta Nganggo, ngadepin sakita-kita Nyumbah maktinin ngengsap lipia Tatu sengsaranétikul aidupan Selsel sedihé teka dorinan I Ketut Aryawan Kenceng


Jayanti

14

I Kadek Bayu Satya Wiguna Prayoga

Cerakén

Seneng Magending “Sandikala”

Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

TEMBANG antuk murda “ Sandi k al a” r er i pt an Kom ang Raka, wawu pisan ka-launching I Kadek Bayu Satya Wiguna Prayoga. Kasarengin 19 diri penyanyi alit-alit tiosan, Delon Prayoga– sapunika dané ketah kasambat becik pisan ngendingang tembang inucap. Manut baos siswa kelas VD SD Cipta Dharma, Denpasar, pangawit dané nenten meled malajah magending. Kapikayunin, magending wantah pantes kamargiang olih anak istri kémanten. “Tiang taler nénten uning, napi mawinan nénten seneng magending. Tiang sadurungné lewih seneng ngigel. Ring sekolah taler nyarengin klub tari,” baos Delon. Kacunduk daweg acara launching sané karauhin Wagub I Ketut Sudikerta, Soma (6/11) lintang, Delon nyaritayang indik rasa melednyané magending mawit sareng mapupul ring paduan suara sané ngendingang lagu-lagu Natal ring sinalih tunggil hotel ring Nusa Dua, Badung. Sangkaning kawagedannyané mabasa Inggris, dané kayun ngranjing ring Griya Musik Cressendo, Sukawati, Gianyar pinaka paduan suara. Sayan sué gradag-grudug sareng alit-alit ring Sanggar Cressendo, Delon sayan seneng magending. Mawit punika dané kayun malajah magending miwah kayun nagingin acara ring sekolah. Minakadi ri kala acara pelepasan siswa kelas VI sané kamargiang ring Hongkong Garden, Denpasar. Rumasuk ngamiletin pacentokan ngendingang “Lagu Bungan Jepun” sané kamargiang Dinas Kebudayaan Pemkab Badung. Yadiastun nénten nyaratang juara, Delon prasida dados finalis miwah ngranjing ring posisi enam besar. “Sadurung lomba, tiang sungkan panes. Tiang mautsaha mangda bénjangnyané prasida magending,” baosnyané makenyem. Ring album kompilasi Dewi Gangga, Delon ngangken seneng pisan ngendingang tembang reriptan Komang Raka, sinalih tunggil pangripta lagu pop Bali sané kasub, sané taler ngawi kasub makudang-kudang penyanyi pop Bali. Minakadi Widi Widiana, sané kantos mangkin kantun eksis ring musik pop Bali. Tembang antuk murda “Sandikala” reriptan Komang Raka puniki, manut Delon metuéling déwékné saha krama tiosan mangda nénten malali ri kala Sandikala. Mangkin,

Pupuh Pangkur 37.slnÓ¡(z\n)mã¡ln/, Salanturnya nganem bulan,

ptutæisn/, patut pisan,

hnekhlietÀoetonin/,

anaké alit otonin,

ydênÐenÓosßcucu, yadian kantos macucu,

k(wn*syutÑt)\n/, karyanang sayut datengan,

pini;hlit/,

pinih alit,

bnÓ)nÉm)senktu(, banten ramesané katur,

nsienmuzÇ¡kСsСsn/, nasiné muncuk kuskusan,

cn*smæênÂgsri.

canang sampian nagasari. 38.hupkrslnÓ¡(z, Upakara salanturnya,

tumã¡;gigi, tumbuh gigi,

mk)tusætutæi\)tin/, maketus patut pingetin,

\witÑedosétßtuhu,

ngawit dados jatma tuhu,

husnÀidrerhe\on/,

usan Ida Rare Angon, m\)zÇnin/, mangencanin,

hê*kumrt2(mnÓ¡k/, Hyang Kumara taler mantuk,

b)k)linuæyutÓtbn/, bekelin sayut tataban,

akéh alit-alit sané nénten uning ring tradisi Bali sané sarat antuk piteket miwah ajaha-ajahan sané maguna majeng kram a Hindu. Umpami sandikala utawi anak Bali maosang sarumua. Sujatiné galah sadilaka punika kaon, patut nglintang dumun ring sandikala yéning meled malelungan. “Ring album Dewi Gangga puniki, akéhan madaging tembang

Isin Gumi

bêklpÉsÇitÓhugi.

byakala prascitta ugi.

Tenaga Kontrak ring Pemkab Buléléng Kalintang Akéh KAWENTENAN tenaga kontrak ring Pemkab Buleleng mawali dados sorotan DPRD Buléléng. Wakil rakyat ring Buleleng nyelehin akéhnyané tenaga kontrak sané nglewihin kuota sapatutnyané. Punika ngawinang pikobet ring keuangan daérah sané sayan nincap. Satios wilangannyané tambis pateh ring PNS, kawéntenan tenaga kontrak akéhan nénten manut sareng kaperluan beban kerja ring Organisasi Perangakat Daérah (OPD). Indiké punika kasinahang anggota Ba-

dan Anggaran (Bangar) DPRD Buléléng, Putu Tirta Adnyana wawu puniki. Dané narka, wilangan tenaga kontrak kantos limang tali diri. Parindikan punika kabligbagang sajroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wraspati, 9 Novémber 2017 lintang.

Putra, Pengastulan

Yéning yukti tenaga kontrak sané akéh punika membebani keuangan daerah, durusang

para anggota dewan miwah angganing tiosan ngamargiang paum, mligbagang parindikan puniki. Yadiastun asilnyané pacang nyakitin para tenaga kontrak, nénten punapi. Tetujonnyané mangda beciknyané keungan daerah miwah mawiguna majeng krama.

Komang Budiartana, Panji

Manut titiang, kahanan punika yukti nglebihin utawi overload mawinan sakadi nénten becik kawéntenannyané.

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

sadin

1.

sdin/,

1. percaya

2.

saged

2.

sg)d/,

2. pintar

3.

sajeng

3.

sj%,

3. tuak

4.

samapta

4.

smpÓ,

4. selesai

5.

samben

5.

smã)n/,

5. ruwet

6.

samun

6.

smun/,

6. sepi

7.

sanggra

7.

s\áË,

7. terima

8.

satru

8.

stɱ,

8. musuh

9.

sayub

9.

syub/,

9. teduh

10.

s$bi,

10. seram

10. serbi

Redité Umanis, 12 November 2017

Bahasa Indonésia

Satios punika, anggaran sané medal taler ageng, santukan anggaran akéh kaserap kanggén naur tenaga kontrak. Bénjangan, yéning ngrekrut malih mangda manut kaperluan.

Gung De, Singaraja

Tenaga kontrak punika minab sampun madué keahlian soang-soang. Indiké puniki patutné dados tanggung jawab pimpinan instansi utawi OPD. Tenaga punika patut kagenahang ring dija sapatutnyané, taler nguningayang aturanaturan sané wénten irika tur napi sané patut kakaryanin. Yéning mangkin kalaksanayang pemutusan kerja sinah pacang ngwetuang biuta.

Aji Bima, Banjar

Yéning sampun janten sakadi punika, wilangannyané patut kakirangin. Pidabdab puniki pacang prasida ngirangin prabéa sané kamedalang. Satios punika kantun akéh parindikan sané patut ngamolihang uratian.

Adi Putra, Lovina

Manut titiang, tenaga kontrak sané dumunan samian kaangkat dumun. Warsa salanturnyané sampunang dumun malih nerima tenaga kontrak. Santukan sakadi mangkin kantos limang talian diri. Yéning mangkin malih kamungkah penerimaan sinah pacang madugdug. Tenaga kontrak sané mangkin patut kawigunayang utawi kagenahang manut kabisannyané. (ama)

sané nyinahang tradisi, adat, miwah budaya Bali. Rumasuk makudang-kudang genah ring Bali sanépatut kauningin alit-alit Bali,” wewehnyané. Mawit nelebin widang magending, ngawi Delon sayan akéh malajahang raga. Yadiastun nénten nyaratang juara, pamuput Delon akéh madué pengalaman, rumasuk ngranjing dapur rekaman miwah syuting video. “Pinaka krama Bali, iraga patut bangga madué adat, tradisi, seni, lan budaya sané adiluhung. Iraga sané patut nglestariang.” Malajaran tembang inucap taler Delon ngajak alit-alité mangda kayun mabasa Bali. (ast/uma)

Ngurah Gede Dharmayudha

Nénten Wénten Dokter Saklek

SIRA maosang yéning akéhan dokter punika saklek, nénten akéh mareraosan tur pamuputné nyinahang kahanan tenget? Sujatinné sané mangkin sampun nénten wénten malih dokter sané saklek sakadi dumun. Sinalih tunggil kasinahang saking dr. Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda, M.Kes., inggih punika kepala Puskesmas 1 Denpasar Selatan sané embas ring Denpasar, 9 Mei 1977 tur seneng pisan macanda yadiastun masemu serius. “Kawéntenan dokter saklek miwah tenget sakadi dumun sampun makaon, napi malih sané ngamargiang swadharma ring Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Dokter sané makarya ring wewidangan irika setata kasinahang becik tur ajér. Tiang sinalih tunggilnyané,” baos dané. Napi malih sesanti “Sewaka Dharma” sané kasungsung Pemkot Denpasar tatkala ngamargiang pamerintahan setata kanggén dasar tatkala ngamargiang swadharmanyané. Makasami dokter ring Kota Denpasar setata kawanti-wanti olih pimpinan yéning swadharma dokter wantah ngayah. Krama sané heterogen antuk pulah-palih pikayunan sané mabina-binayan punika patut kaayahin antuk manah sané setata sabar. Alumnus Fakultas Kedokteran UNUD puniki maosang, ngayah dados dokter ngawinang dané mrasa bagia, duaning prasida mapitulung ring krama sané sungkan. Asapunika taler tatkala alit-alit nangis sangkaning sakit prasida dados pakedek-pakenyum duaning sampun seger. Kacunduk ring genahnyané makarya, Turah Dokter – asapunika dané ketah kasambat maosang, sampun saking alit dané kadabdabang mangda seneng ngayah tur setata sabar. Duaning ibunyané Ni Gusti Kompyang Sukarni inggih punika guru SD pénsiunan PNS nanging kantos mangkin kantun semangat melajah tur ngajahin ring SD Saraswati 5 Denpasar. Napi malih saking kantun alit dané meled pisan dados dokter, sangkaning meled ngamedalang pikayunan inucap lanang sané seneng ring seni puniki setata becik mautsaha tur malajah. “Mabinayan pisan pidabdab sané kapaicayang ring tiang saking rerama sané dados guru, napi malih ibu kauningayang dados guru sané disiplin. Tiang nyuksmayang pisan duaning sampun prasida ngamolihang pangaptin tiangé dados dokter,” baosnyané. Dané malih maosang, samian krama patut misadia masalin. Yéning setata kaku ring pikayunan taler ambek soang-soang majanten jagi kalindes masa, sakéwanten masalin punika wantah dados kahanan sané sayan becik. Dané nyuksamayang taler rabinnyané, Anak Agung Sagung Mas Indrayuni, S.Sos, nénten wantah dados rabi nanging taler dados timpal diskusi miwah timpal macanda sané becik. Dokter puniki taler ketah kasinahang dados model video klip okannyané, Anak Agung Sagung Istri Agung Teja Antari sané ketah kabaos Tujung Teja ring tembang Tunjung Biru. Dharmayuda taler nyinahang kawagedan dané magitaran taler ngiringang tembang sané karipta olih ibunnyané. Polih makarya ring RSU Surya Husadha miwah dokter umum ring Puskesmas 2 Denpasar Selatan, dokter sané taler dados Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Denpasar puniki ngaptiang para karma setata ngamargiang kahuripan sané sehat taler bagia. (ast/was)

Kuningan, Ngripta Kahuripan Kerta Raharja KUNINGAN wantah rerainan umat Hindu sané kalaksanayang dasa lemeng wus rainan Galungan. Kuningan kalaksanayang nyabran nem bulan apisan duk raina Saniscara Kliwon Wuku Kuningan utawi kabaos Tumpek Kuningan sané wawu pisan kapakélingin ring rainané dibi. Ring raina puniki, para krama sané magama Hindu nglaksanayang upacara pamuspan majeng Ida Sang Hyang Widhi, pitara, miwah para leluhur nunas waranugraha miwah kaselamatan. Sajeroning Lontar Sundarigama kabaosang, nglaksanayang puja ring rainan Kuningan mangda nénten liwat tajeg surya utawi kalaksanayang semengan sadurung tajeg surya. Sadurung tajeng surya punika rumasuk Satvika Kala utawi galah becik ngamolihang waranugrahan Ida. Upakara utawi banten sané kanggén ri kala rainan Kuningan mabinayan sareng rainan Galungan. Ri kala rainan Kuningan, piranti upakara sané kanggén minakadi tébog, selanggi, éndongan, kolem, tér, tamiang, taler ngaturang sodan marupa nasi kuning. Ring rainan Kuningan wenang kramané ngaturang ajengan nasi kuning mawadah selanggi. Rainan Kuningan pinaka raina kalanduhan sané kasimbolang antuk kawéntenan nasi kuning. Nasi punika amerta. Antuk ngaturang nasi kuning, iraga nunas waranugraha majeng Ida Sang Hyang Widhi mangda prasida ngripta urip gemuh landuh kerta raharja miwah saling ajiang majeng ring sesamén. Mapaiketan ring sarana upakara sané kawigunayang ring rainan Kuningan, samian kadadosng pinaka simbol/niyasa. Jejaitan tér pianaka simbol sanjata. Sanjata sané paling utama sajeroning ngamargiang kahuripan puniki nénten tios wantah ilmu pengetahuan miwah kaeningan pikayunan, mangda iraga

prasida minayang becik kaon parisolah sané kamargiang taler éling ngamargiang ajah-ajahan dharma. Jejaitan tamiang sané marupa roda pinaka simbol perputaran alam utawi siklus urip manusa ring jagaté. Manusa embas pastika pacang padem tur mawali ka alas wayah. Tamiang taler pinaka simbol sanjata, taméng. Jejaitan éndongan pinaka simbol perbekalan. Bekal sané mautama sajeroning ngamargiang kahuripan inggih punika ilmu pengetahuan miwah bhakti (jnana). Ring rainan Kuningan, para krama taler ngawigunayang selanggi miwah tébog, wadah ngaturang nasi kuning. Lumrahnyané tébog miwah selanggi kakaryanin antuk ron, nanging kahanan mangkin sampun wénten kapanggihin selanggi miwah tébog antuk don ental. Selanggi miwah tébog sané katurang kadagingin nasi kuning, kacang saur, ikan asin, adéng madadar, miwah kadagingin sampian sané kawastanin kepet-kepetan. Ring pakéling rainan Kuningan puniki kaptiang para kramané éling ngamargiang swadarma manut ajah-ajahan dharma, taler nunas waranugraha majeng Ida mangda urip puniki prasida gemuh landuh, ngripta kahuripan kerta raharja. (uma)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@ yahoo.com


15

Minggu Umanis, 12 November 2017

Puisi-puisi

terjadi adalah caci-maki detik adalah hidup menit adalah perjalanan dan waktu adalah pengembaraan tanpa lalu

lAZIZI SULUNG Rindu Ibu

semenjak detak jam dinding mengajariku bertabah merampungkan segala rencana menitipkan segala rindu pada kelana

rindu ini adalah lautan mengeram ombak dan menyimpan juang para nelayan juga ikan-ikan dan batu karang meraung, melontar keruh tak kuasa memikul karat rindu yang sudah sekian lama tumbuh dan membiru rindu ini adalah matahari ia memilih mengutuk diri selamanya akan menjadi setia atas nama cahaya tak peduli awan pekat curah hujan yang menghujam selamanya matahari akan memilih setia atas nama rindu dan cahaya

sia-sia, hingga pada detik terakhir waktu tetap mengantar wajah gelisah dan gundah yang merambah waktu bagi kita tetap luka yang basah.

Kusaksikan Hujan Usai Di Matamu gelisah yang dihantar malam menuntaskan perjalananku memburu hujan : hujan yang menampung segala rahasia dan rindu yang menggebu

rindu ini adalah kobaran api menyulut segala sunyi membakar segala yang akan pergi asapnya akan berkabar bahwa sudah tak ada kuasa bagi kayu bakar setelah menyerahkan segala juang demi rinduku ibu tersayang

matahari kusaksikan tanggal terburu-buru mengajakku kembali melebur pada kelam malam : malam yang menumpahkan segala kesal dan dendam

rindu ini adalah Tuhan dengan segala keutuhannya yang tak mungkin terdustakan.

sesekali rintik bermula di kelopak matamu memburu desau angin dan purba silam kenangan : kenangan yang menuntaskan segala peristiwa yang hati ini sama sepakat menjadikan segalanya sebagai rahasia.

Cerita Pagi :k. jalal membaca hidup bak menerka riak air hingga pada hilir yang mana ia akan berhenti mengalir?

mata menerawang menyusur jalan-jalan panjang rasanya tak cukup ikhtiar sebagai muara bersandar dan menuntaskannya lewat doa dan bersabar

Lubtara

pada purba tubuhmu kuasaku memahat namamu yang baru. Perempuanku darimu, aku belajar memanjat mimpi merahasiakan segala sunyi bila nanti engkaulah perempuan berwujud nabi :ajarilah aku memerangi nafsu dan mengebiri khilaf diri

Melepas Hujan saat kau genggam rintik mengeram terik hati terdalam ini berbisik: hujan ciptakan gerimis perjumpaan akibatkan perpisahan cinta berdulang dusta seumpama peluk petir kabarkan getir hujan yang basah menandaskan kecewa sebagai luka terindah.

Riwayah Waktu jangan minta aku menghitung datakmu tersebab segala peristiwa yang

pengetuk Sibuk selalu menghampiri bersamaan

Gandrung Meramal Angka

dengan peluang

Kode kode peristiwa ditafsirkan menjadi angka Pintu untuk tujuh, asalnya dari Jawa, pitu maksudnya Begitu pula dengan rentetan peristiwa serupa Tentu memunculkan barisan angka Jangan ditertawakan Semua elemen berlomba menembak Melesatkan asa kemujuran Siapa yang kuasa menolak dengan iming iming menggiurkan

Helaan heran memenuhi rongga pikir Lagi lagi termenung merupakan kelegaan sesaat Membiarkan yang masuk berkeliaran Tersentak dengan kejutan kejutan yang nyaris membuyarkan Tebakan soal mendatang melenceng dari susunan

Pertanyaan Kepatuhan

Pergi untuk merenungi Memprediksi sekaligus menata kemung

Sesepuh ajarkan laku yang teratur

kinan yang perlu diambil

Tak satupun yang menempel

Siapa mampu membendung kecemasan

Menua dengan melenggang tiada

Pulpen dan berlembar kertas beradu Memindahkan tebakan tebakan yang kerap menjebak Mencocokkan yang lalu agar muncul yang kelak

yang setia menempel

pedoman

Adakah cara mengusir keraguan yang

Buah-buah memilih diam

selalu menggetarkan

Wajar terombang ambing buaian angin

Banyak yang menyarankan untuk be

Kadang jatuh di tanah empuk

rani memutuskan

Bisa pula tersangkut di sungai keruh

Meminta petunjuk ke kerabat yang konon bisa menerawang Nyatanya gagal tertembus Besaran jerih menguap, berhamburan masuk ke para pemain besar Seringkali mujur, meski lebih sering membuang makian Begitulah angka sukar dibidik

Justru itulah peliknya Lebih baik meringkuk lalu menghilang

Pertanyaan kepatuhan terlontar Mengaitkan dengan penandaan Siapa kendali yang menggerakkan? Lantas mengapa ada perihal soal jatuh, bangkit, dan upaya penyembuhan? Bagaimana jika melanggar?

Sementara orang-orang riuh

Ucapmu, Pulanglah!

Dengan lantang merobohkan

sudah lama aku menunggu hujan luruh membasuh keluh membasahi jalan-jalan kering dan jarak yang menghunusku tak pernah berpaling

Patuh untuk satu dan sama tak dilarang

menyorakkan untuk menyeragamkan yang tampak asing

Jangan sampai menjegal perjalanan Mereka yang memilih menepi Berada di kerumunan terkadang menyeramkan Beda sebenarnya tak usah dikhawatirkan

Tiga Gumam Andalan Tak banyak rapalan pedoman yang diingat Hanya selintas yang tertanam, itu pun penggalan pendek Wajar saja, sebab dini tiada sentuhan

Hujan Sore Hari

ke silam tubuhmu aku mengembara mencari masa lalu melewati jalan buntu dan berbatu masihkah dapat kutemukan sejarah setelah berulangkali terjarah

darimu, aku belajar menyimpan luka mencurahkan segala rasa meski berdusta memanjakan gelisah memendam resah bila nanti, engkau adalah pemangku senja beserta segenap keindahannya bawalah aku ke ceruk tubuhmu dan kutuklah aku menjadi batu agar bisa abadi menunggumu.

Lama mengurung lantaran sepi

l SHELA KUSUMA

ucapmu, pulanglah! lambaikan tanganmu pada waktu janganlah lagi menoleh karena sesal akan berkejaran dan langkahmu akan disambut sebagai kenangan.

memecah takdir sama halnya memahat hilir :ke mana ia berkehendak, ke arah yang sama nasib akan beranjak.

Membuat Ketetapan

Puisi-puisi

hujan sore hari memeluk gerimis menangkup ritmis segala tentangmu telah rampung kueja bersama rintik dan sempurna terlahir sebagai suatu yang sangat puitis.

Belakangan ini disebarkan manfaat

lewat jemari hujan dan lambai landainya berdesakan menghapus yang tersisa hingga pada pucuk usia yang tak lagi kuasa kita eja

Tiga panduan yang hampir diuntaikan

apa yang tak dibasahi hujan kecuali luka dan dendam sebab tak cukup hujan sebagai air mata menangisi luka dan kecewa.

menyebutkan tiga kunci itu

Kedahsyatan satu jenis bacaan itu Komat kamit lirih menjejalkan ke otak Ruang-ruang kosong mulai terisi Terkucuri penyejuk yang melegakan

tatkala hinggap kecemasan Jiwa meronta pelan berangsur tenang Raga sempoyongan kembali kokoh usai Memang benar, mendekatlah pada pem beri yang murah hati Keraguan yang seolah menghujam

keras akan rontok sendiri

Panggillah Aku Malam perkenalkan, aku bernama malam membawa dingin dan temaram bintang yang karam bisik burung hantu perjalanan kenangan seluruhnya aku beri nama malam.

Perempuan Pemintal Cinta

Karya : Faris Al Faisal

Tiga gumam itu mampu menopang pasang surut gelagat untuk berbenah Membulatkan keinginan nyatanya harus dibarengi kelegaan jiwa lewat tiga gumam

Benang-benang rindu kau pintal jua Sehelai demi sehelai tak terasa merajut mimpi tak berputus asa Bertali kelindan merajut cinta Selembar kain kasih tercipta Berwarna terang macam purnama Menunggu kekasih orang tercinta Letih pun hilang saat berjumpa Perempuan-perempuan pemintal cinta Bersabar hari menahan duka Kinilah tiada yang tersia-sia Dia pun datang membawa setia

l Anggur

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72â&#x20AC;Ś

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

October-Rememberance 27 in 72â&#x20AC;Ś, 72 in 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

Para Oktober Para : Sitor Situmorang, Sunaryono Basuki KS,Bakdi Soemanto, Suminto A Sayuti, Dorothea Rosa Herliany, Bambang Widiatmoko, Edy Lyriscera, Otto Sukatno CR, Mahwi ATM Waiya, Made Edy Arudi, Heru Antoni, Muhammad Lutfi , Firdaus Akmal, Fitrah Anugerah, Zelfeni Wimra, Gantari Yasa, Mauliediya Yassin, Anisa Isti, Kurnia Effendi, Tengsoe Tjahjono, Leginah, Abdul Wachid BS, Robby Jannatan, Jefri al Malay, , Nyoman Sukaya Sukawati, Dedy Triadi Riyadi, IB Herry Wijaya, Made Adnyana, Sihar Rames Simatupang, Hendra Utay, NMF Aswarini, Ardhani Mudita, Yuanita Ramadhani, Heru Joni Putra, Geg Ary Suharsani, Irmansyah, Obed Wewo, Nana RiskhiSusanti, Adi Chantong Sutrisna, Bolit Antara, Made Wiradana, Geg Nana Krisnaningrat, Atrari Senudinari, Ulfatin CH. SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya masih KELILING Bali, tolong Hadang dikota masing-masing sampai Desember 2017 PARA pencinta APRESIASI (terutama dari luar Bali) yang ingin beraktivitas di-JKP-109, MOHON aktif menghubungi dan mengikuti Agenda JKP-109 via Face-Book Wayan Jengki Sunarta. Salam Puisi Sumpah Pemuda Oktober, Sampai-jumpa di JKP-109


Daerah

16

Minggu Umanis, 12 November 2017

Manusia, Makhluk Ironi

Tiga Koperasi Bentuk ’’Holding’’ PT Persaudaraan Jaya Mandiri

KOPDIT Kubu Gunung Tegal Jaya bersama Kopdit Kosayu Malang dan Kopdit CU Sawiran melakukan penandatanganan pembentukan holding PT Persaudaraan Jaya Mandiri pada Jumat (10/11) di Aula Zizz Convention Hotel. Komisaris Utama PT Persaudaraan Jaya Mandiri FX Gatot Setyo Purnomo mengatakan, pertumbuhan tiga koperasi yang membentuk holding ini sangat unik. Pada mulanya dua koperasi bertemu dan berinisiatif membentuk holding. Berangkat dari semangat kebersamaan dan berbagi holding tersebut pun terbentuk. Ia percaya dengan bersama, koperasi akan menjadi lebih kuat. Hal itu pun direalisasikan dengan bersama-sama membentuk holding. “Setelah bersama harus berbagi. Berbagi adalah jalan menuju kekuatan,” katanya. Setelah holding terbentuk, tiga koperasi besar itu pun membangun komitmen. Menurutnya melalui kebersamaan ini, akan membangun kesejahteraan lebih cepat melalui gerakan yang mengadopsi perkembangan

koperasi. Holding ini pun bergerak dengan cara yang berbeda, bergerak yang mendahulukan manfaat daripada keuntungan. Direktur Marketing PT Persaudaraan Jaya Mandiri, I Made Ramia Adnyana, mengatakan, targetnya berfokus pada hospitality seperti hotel dan travel. Selain itu unit usaha lainnya di bidang IT (informasi dan teknologi) dan properti. “Jadi ada banyak hal, termasuk target kita nanti membentuk ritel,” imbuhnya. Pihaknya pun akan berkembang di seluruh Bali, Malang, dan Pasuruan. Menurutnya, potensi tersebut harus dikembangkan. Salah satu caranya adalah men-set up melalui holding. Ke depan, holding ini akan mengumpulkan 300 koperasi primer yang ada di seluruh Indonesia. “Jadi memang cukup besar peluang asetnya. Asetnya kurang lebih bisa mencapai Rp 7 triliun. Kalau semua koperasi ini bergabung di bawah holding,” ungkapnya. PT Persaudaraan Jaya Mandiri juga akan berfokus pada peningkatan sumber daya manusia di bidang kop-

HOLDING - Suasana penandatanganan pembentukan holding PT Persaudaraan Jaya Mandiri pada Jumat (10/11) di Aula Zizz Convention Hotel. erasi. Yaitu sertifikasi untuk karyawan-karyawam ataupun manajer-manajer koperasi, sehingga ke depannya koperasi akan memiliki tenaga-tenaga yang kompeten. “Sehingga kita akan membentuk lembaga sertifikasi profesi yang ada di bawah naungan PT Persaudaraan Jaya Mandiri ini,” imbuhnya. Koperasi selama ini bermasalah dengan kredit macet yang dilakukan oleh ang-

gota. Sehingga dengan dibentuknya holding ini, akan ada satu divisi yang khusus membawahi risk manajemen. Sehingga ke depannya solusi yang diberikan adalah untuk kepentingan koperasi primer yang memiliki saham di PT Persaudaraan Jaya Mandiri dan tentunya akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi koperasi yang bernaung di bawahnya. (ad483)

EVAKUASI - Petugas SAR saat mengevakuasi korban yang terseret arus di Pantai Kuta.

BPM/ist

Terseret Arus, Pengunjung Pantai Kuta Ditemukan Tewas Mangupura (Bali Post) Seorang pengunjung Pantai Kuta ditemukan tewas, Sabtu (11/11) kemarin. Pengunjung atas nama Sutarlan (28) asal Temanggung, Jawa Tengah ini, pagi hari sekitar pukul 07.00 wita, diketahui terseret arus saat berenang bersama dengan teman-temannya. Teman-temannya kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Balawista dan diteruskan kepada pihak Basarnas Kantor SAR Denpasar. Sesuai data yang diperoleh dari laporan salah seorang anggota Balawista, korban yang berdomisili di daerah Pondok Satria, Gg Kingkong, Banjar Kubu Anyar Kuta.

Salah seorang teman korban sempat menceritakan awal mula peristiwa nahas tersebut. Menurut keterangannya saat sedang asyik berenang tibatiba arus datang dan menyeret korban. Teman-temannya tak bisa berbuat banyak, karena dalam waktu singkat tubuh Sutarlan sudah tak terlihat. Dalam pencarian korban, sebanyak 14 personel SAR Denpasar dikerahkan ke lokasi. Bahkan, personel dari KN SAR Arjuna yang berada di Benoa berjumlah tiga orang juga ikut dilibatkan. Setelah berjam-jam melakukan penyisiran, akhirnya jasad Sutarlan ditemukan tak jauh dari titik tempat ia tenggelam.

Saat ditemukan, tubuh korban sudah terbujur kaku dengan pakaian masih melekat di tubuhnya. Selanjutnya, jasad korban dievakuasi menuju RS Sanglah dengan menggunakan ambulans Balawista Badung. Kepala Kantor SAR Denpasar, Ketut Gede Ardana, S.E., ikut langsung terlibat di lokasi menyampaikan bahwa masyarakat harus lebih berhati-hati saat beraktivitas di tempat-tempat yang berisiko terjadi bahaya. Dikatakannya, saat-saat seperti inilah, di mana banyaknya masyarakat yang memanfaatkan hari libur di tempat-tempat wisata. Bahkan persentase terjadinya kondisi membahayakan bagi

manusia menjadi lebih besar. Sebagai tim SAR sudah menjadi keharusan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. “Tak ada yang pernah bisa memprediksi kondisi alam, untuk itulah kita harus lebih hati-hati,” ucapnya. Potensi SAR lainnya yang juga terlibat dalam proses pencarian di antarnya Balawista Badung, Polsek Kuta, Polair Kuta, Satgas Pantai Kuta, bersama dari pihak keluarga korban dan masyarakat setempat. Alat Utama/Alut yang digunakan di antaranya 1 unit Rescue Truck, 1 unit Rescue Car Type I Unit, 1 unit Rubber boat, 1 unit jetski dan peralatan SAR air. (kmb23)

Pencuri Kotak Amal Ditangkap Warga Negara (Bali Post) Seorang lelaki setengah baya, Sabtu (11/11) kemarin, ditangkap warga karena telah melakukan pencurian isi kotak amal di Masjid Ad Da’wah di Lingkungan Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur, Jembrana. Pelaku yang ditangkap Misra’e (55) dari Dusun Batu Jaran, RT/ RW 005/001, Desa Peragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Barang bukti yang diamankan yaitu 2 buah obeng, 1 buah tas kain motif kotakkotak, 1 buah HP Nokia, uang tunai Rp 8.000, 1 buah dompet warna hitam, dan 1 buah buku list permohonan bantuan dana. Modus yang dilakukan pelaku yaitu dengan berpurapura sebagai petugas pencari dana pembangunan Ponpes Tarbiyatul Islam-Sumenep/ Madura. Namun, hal tersebut

BPM/kmb

KOTAK - Pelaku pencurian kotak amal di Masjid Ad Da’wah di Lingkungan Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur, Jembrana ditangkap warga Sabtu (11/11) kemarin. dimanfaatkan oleh pelaku untuk mengambil uang kotak amal yang berada di masjid dengan cara mencongkel dengan obeng yang dibawanya, dan setelah berhasil mengam-

bil uang tersebut terlapor langsung balik ke Jawa. Pelaku saat melakukan aksinya sempat tertangkap kamera CCTV. Pelaku ditangkap di Mushola Buyut

Lebai Loloan Timur, Sabtu pagi kemarin. Diduga pelaku akan melakukan hal yang sama (pencurian uang kotak amal). Selanjutnya, pelaku berikut barang buktinya diamankan di Polsek Negara untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A. Sooai seizin Kapolres Jembrana yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku pencuri kotak amal yang sempat tertangkap CCTV tersebut. Kaling Loloan Timur Muztahidin yang sempat memposting di facebook rekaman CCTV mengaku kalau pelaku sejak tertangkap kamera CCTV menjadi atensi warga. Sehingga tertangkap di Mushola Buyut Lebai dan diamankan warga serta diserahkan ke polisi untuk proses lebih lanjut. (kmb)

MANUSIA bukan cuma sebungkah daging dan tulang –belulang tergenang darah. Bukan pula selembar roh yang melayang-layang di jagat raya. Namun, gabungan keduanya yang tindakan dan perilakunya penuh kontroversial dengan julukan sebagai ciptaan Tuhan tersempurna. Ada pendapat, manusia adalah makhluk paling misterius yang sejak keberadaannya membuat dunia tidak tenteram. Buat merenungi fenomena manusia itu, Rubag memutuskan ngobrol secara senyap dengan dirinya sendiri atau berefleksi lewat kontemplasi. Ilmuwan mengatakan manusia dengan bentuk atau wujud paling akhir atau modern konon mendiami planet biru ini sejak 40 ribu tahun silam. Jenis ini disebut Cromagnon. Memiliki ruas tulang belakang sempurna sehingga bisa berdiri tegak di atas dua kaki sebagai Homo Erectus. Otak kian membesar volume dan kapasitasnya akibat cara hidup tidak lagi merangkak dan bergelayut di atas pohon untuk cari makan, namun berdiri tegak, membuatnya paling cerdas di antara semua makhluk bumi. Dengan volume otak 1350 cc, didukung 100 juta sel saraf atau neuron, kapasitas memori otak manusia, menurut John von Naeumann, mencapai 35 exabyte. Bisa dihitung bila 1 exabyte setara dengan 1 miliar gigabytes! Jadi, tidak perlu diragukan bila manusia dijuluki Homo Sapiens atau makhluk yang terus berpikir. Ironisnya, karena kemisteriusannya, sering pula kapasitas otak yang berlimpah tidak digunakan untuk berpikir sebelum bertindak, sehingga memicu kekacauan. Celakanya, ada kelompok tertentu yang mencakmencak bila mendengar teori Darwin ikhwal asalusul manusia yang dikenal sebagai Teori Evolusi. Ini ironi berikut, karena otak digunakan untuk marah, bukan berpikir tenang dan sejuk. Mereka ngamuk dan memaki bila ada yang memaparkan bahwa manusia berasal dari makhluk serupa kera atau Ape Man (Manusia Kera), bukan kera atau monyet! Mareka dulunya hidup dan beraktivitas di antara pohon-pohon, sehingga tulang belakangnya melengkung. Karena sumber makanan kian menipis di pohon, lalu mereka mencarinya di darat. Kebiasaan menggelayut berubah secara evolusi selama ribuan tahun menjadi berdiri tegak di atas dua kaki, yang sekaligus berdampak pada volume dan kapasitas otak. Tak terkecuali kemampuan kaki dan tangan yang lebih fleksibel serta organ tubuh lainnya semakin sempurna dan kuat. Perkembangan itu membuat

manusia mulai bercocok tanam buat melangsungkan hidup karena sumber makanan terus menipis lantaran perkembangbiakan manusia drastis. Ya, terjadi the law of diminishing return, sehingga perlu dibarukan lewat pertanian, perkebunan, berburu dan upaya lain sesuai daya pikir dan nalar. Hal itu dimungkinkan perkembangan, dari makhluk yang suka bermain atau Homo Ludens, menjadi Homo Faber atau Makhluk Pembuat Alat. Bumi yang juga disebut Planet Biru ini memang anugerah Tuhan yang harus disyukuri manusia, sebagai tempat yang sangat cocok untuk hidup dan berkembang. Bila saja rasa syukur lebih dominan dibanding kerakusan, maka kedamaian dan keharmonisan akan melandasi relasi antarpenghuni bumi. Tri Hita Karana terwujud tanpa doktrin, karena manusia menganggap sesamanya dan seluruh isi alam adalah saudaranya. Ironi selanjutnya muncul justru saat manusia merasakan nikmat dan kenyamanan bumi. Progres yang dicapai berubah menjadi bumerang, tatkala nafsu mengelola otak mereka dan menggiring mereka menjadi homo economicus dan zoon politicon atau makhluk ekonomi dan makhluk politik. Sebenarnya perkembangan tersebut tidak masalah, bila nafsu yang mengelola otak, tidak didompleng hasrat dan libido berlebihan, sehingga ekonomi dan politik menjadi alat kemakmuran, kesejahteraan, ketertiban dan kedamaian. Kebisingan dunia mulai bergaung tatkata Niccolo Machiavelli (1469-1527) memperkenalkan tesis kekuasaan dengan segala cara. Diikuti Francis Bacon (1561-1626) mengajak kaum Renaissance atau Pencerahan, menyiksa bumi beserta isinya berdalih demi kemakmuran manusia. Perang yang awalnya bersenjata tombak dan pedang berubah menjadi saling bunuh massal karena terciptanya mesin perang berefek luas dan menyeramkan. Kendati diberi judul Zaman Pencerahan namun yang berlangsung era kegelapan dan ironi terbesar dalam sejarah manusia. Menjelang akhir Millenium Kedua, terjadi Perang Dunia I (1914-1918), Perang Dunia II (1939-1945), Perang Dingin (1945-1991). Awal Millenium ke-tiga, dimulailah Perang Salib Modern yang juga disebut McWorld Versus Jihad dengan hancur leburnya World Trade Center di New York, Amerika Serikat , 11 September 2001. Bali yang penduduknya mayoritas beragama rumpun Oriental (agama bumi) juga terkena ciprat Perang Oksidental (agama langit) itu. Bom teroris pertama meledak di Legian, Kuta 12 Oktober 2002, yang kedua diledakkan di Jimbaran dan Kuta, 1 Oktober 2005. Sesuai sebutannya, sebagai penganut agama bumi tanpa gembargembor berteori tentang keharmonian penghuni bumi, masyarakat Bali menyikapi tragedi yang menimpa diri dan daerah mereka dengan

upacara keagamaan. Mereka memohon agar Tuhan Yang Maha Esa, yang disebut Sang Hyang Widi Wasa, memperlihatkan keadilan-Nya, sesuai Hukum Karma Phala seturut salah satu ajaran agama yang dipeluk mereka. Percaya atau tidak, keadilan memang ditunjukkanNya lewat terbongkarnya masalah terorisme di dunia, meski McWorld versus Jihad terus berlanjut hingga kini. Ada yang berbentuk proxy war, seperti di kawasan Timur Tengah seperti ditayangkan di layar kaca, diselang-seling pembantaian massal di Eropa dan Amerika. Ironi yang sangat menjengkelkan, pelaku teror dan perang justru mencatut nama Tuhan untuk membenarkan tindakan mereka. Mungkin karena ideologi sudah dibunuh Daniel Bell tahun 1944, sehingga tidak punya alasan sebagai dalih kebrutalannya. Bila Tuhan menunjukkan keadilan-Nya, bisa jadi para pencatut nama-Nya akan mengalami nasib tragis seperti Nixau, pemeran utama filem ‘’The Gods Must Be Crazy’’. Karena lancang memperolok dan mempermainkan Tuhan! Karena kemisteriusannya manusia menjadi makhluk ironi, yang perilaku dan pemikirannya senantiasa kontroversial dengan penampilan dan status sosialnya. Ini terkait dengan pendapat Thomas Hobbes tentang manusia. Manusia, menurutnya, sangat kejam, suka bertengkar, mementingkan diri sendiri, loba dan rakus, sebaliknya ingin selamat, tidak mau menderita dan takut mati. Hal utama yang mendorong manusia untuk bergerak adalah nafsu. Karena mementingkan diri sendiri, manusia akan berusaha menggapai segala keinginannya dengan berbagai cara. Karena objek keinginan sangat terbatas jumlahnya, sedangkan yang menginginkan banyak, maka terjadilah persaingan dalam berbagai bentuk untuk meraihnya, termasuk menggunakan segala cara. Sayangnya, dalam hati manusia ada rasa takut dan berani, namun karena rasa takut mati lebih dominan, maka digunakanlah tenaga dan keberanian orang lain buat mewujudkan keinginannya. Watak hakiki manusia menurut Plautus, seperti serigala yang tega memangsa manusia lain demi tersalurnya hasrat, menyebabkan konflik tak terelakkan. Homo homini lupus kemudian berkembang menjadi perang semua melawan semua atau bellum omnium contra omnes, lanjut Hobbes. Untung saja manusia adalah makhluk ironi, yang takut mati dan menyintai keselamatan diri, membuat mereka mau menanda-tangani kontrak sosial. Karena kebanyakan orang setuju kontrak yang menjaga kelestarian hidupnya, maka negara harus membuat hukum dan perundang-undangan sebagai pakem perilaku dan tindakan peserta kontrak. Bagi yang melanggar karena dorongan nafsu harus siap dicap kriminal dan diganjar hukuman badan atau denda. (aridus)

Diburu ke Banyuwangi

Maling Ditangkap di Kafe Denpasar (Bali Post) Tim Satgas Tindak Operasi Sikat Agung berhasil membekuk Mulyadi. Pasalnya, buruh bangunan ini terlibat kasus pencurian di beberapa TKP. Maling asal Banyuwangi itu ditangkap saat asyik karaoke sambil minum miras di kafe kawasan Kompleks Pakem Banyuwangi, Jumat (10/11) pukul 13.00 wita. Wakil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali, AKBP Sugeng Sudarso selaku Wakaopsda menjelaskan, penangkapan pelaku berdasarkan laporan dua korban kehilangan HP. Awalnya, pelaku mengambil HP Nokia di rumah I Wayan Parwita (27) di Banjar Munduk Lawang, Desa Angsri, Baturiti, Tabanan, Kamis (23/10) lalu. Waktu itu, pelaku mendengar suara HP korban berdering. Setelah melihat TKP sepi, dia langsung mengambil dan membawa kabur HP korban. Pelaku juga mengambil HP milik I Ketut Sugiarta (37) di TKP yang sama. Setelah berhasil mencuri dua HP itu, pelaku langsung kabur ke Banyuwangi, Jawa Timur. “Hasil penyelidikan kami dan keterangan saksi-saksi, kecurigaan mengarah ke tersangka. Kami mendapatkan

informasi bahwa pelaku sudah ada di kampung halamannya,” tegasnya Sabtu (11/11) kemarin. Polisi langsung ke sana dan menangkap pelaku. Selanjutnya, pelaku dibawa ke Bali. Mantan Kapolres Karangasem ini menambahkan, penangkapan pencuri handphone ini masih dalam rangka Operasi Sikat Agung 2017. Anggota Polda Bali yang tergabung bekerja keras untuk menekan angka kriminalitas yang berkaitan dengan tindak pidana curat, curas, hingga curanmor. Perburuan target operasi (TO) selama Operasi Sikat Agung sampai ke luar Bali. Seperti tim Ospnal Polsek Denpasar Barat (Denbar) mengejar tersangka Anwar Afandi alias Anwar (32) hingga ke Jawa Timur (Jatim). Pelaku akhinya dibekuk saat tidur di emperan toko, Jumat (10/11) lalu. “Pengungkapan kasus ini merupakan imbangan Operasi Sikat Agung. Targetnya pelaku kasus pencurian,” tegas Kanit Reskrim Polsek Denbar Iptu Aan Saputra, seizin Kapolsek Kompol Gede Sumena, Sabtu kemarin. Pengungkapan kasus tersebut berdasarkan laporan Paulo Rosky Mailenzu (35) beralamat

di Jalan Gunung Selamet, Denbar. Ia kehilangan drone dan HP dengan kerugian Rp 17 juta, Minggu (5/11) lalu. “Berdasarkan hasil olah TKP, ada saksi mencurigai Anwar pelakunya karena saat itu dia ada di TKP,” ungkapnya. Selanjutnya, dilakukan pengejaran terhadap Anwar. Diperoleh informasi jika pelaku sedang dalam perjalanan menuju Kediri, Jatim. Tim Opsnal dipimpin Iptu Aan langsung ke sana dan melakukan penyisiran di Jalan KDP Slamet, Kediri, Jatim. Sekitar pukul 20.00 WIB, pelaku dibekuk sedang tidur di emperan toko. Selanjutnya, dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti uang sisa hasil penjualan drone Rp 6.562.000. Saat diinterogasi, pelaku mengatakan drone dijual di Klaten, Jawa Tengah. Pelaku asal Gresik, Jatim ini dibawa ke Klaren untul mencari barang bukti. Setibanya di Klaren, petugas tidak menemukan penadah drone tersebut. Sedangkan HP curian dan uang sisa penjualan drone ditemukan di rumah temannya. “Pelaku masih diajak mencari barang bukti sehingga belum tiba di Bali,” tegas Aan. (kmb36)


Minggu Umanis, 12 November 2017

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

B.BP.001.10.17.0001418

B.BP.001.11.17.0000451

B.BP.001.11.17.0000482

B.BP.001.11.17.0000324

B.BP.001.11.17.0000450

B.BP.001.11.17.0000229

SERVICE

DIJUAL MOBIL

SPA

DIJUAL RUMAH

SALON

PELUANG BISNIS

B.BP.001.10.17.0001214

DISEWAKAN RUKO B.BP.001.11.17.0000412 Ruko 2Lt 4x8M Jl.Supratman 320 Dicari Tukang Jahit Segera dan KEHILANGAN B.BP.001.11.17.0000445 Dcr Staff Purchasing utk Restorant Tohpati Dps T:0811398825 Murah Hlg BPKB No.D1980392-O,DK 2586 Operator Mesin Potong Laser B.BP.031.11.17.0000444 KPAP Bali bth Tng Staf Um&Stpm Ari Putri Hotel, Jl.Cemara B.BP.001.11.17.0000406 Hub:0361 290292/08155751174 Jl. Melati 21 Dps P.lmb 17 Nov’17 Br .Semawang Sanur 081353222828 Dicari sgr PRT Wnt Single Gaji II an.I Gusti Nyoman Suarya B.BP.001.11.17.0000262 B.BP.004.11.17.0000337 Memuaskan,Hub:082144110545, B.BP.001.11.17.0000325 DIJUAL GUDANG B.BP.001.11.17.0000441 Dcr:Acc,Adm,Sek D3 Ex:2th max: Dbthkn krywn Salon Gaji 1-3jt+ 0818569689, (0361) 488572 Jual Rugi/Gdg-Jl.Kargo=9A Ubung 35th, pengawas Bagunan D3 B.BP.001.11.17.0000395 service Hub:087762223906(Nita) JASA Jl.Jepun Pipil=9,09A/Jl.DewiDIJUAL MOBIL B.BP.001.11.17.0000197 Teknik Ex:3th max:45th, sopir Dcr Waiter/s,Cook, Krm Lamaran Jasa Konsultan Pjk,Siap mlyani Sri2-Kuta=6,4A/Jl.Trengguli= Djl Mobilio E Manual 2014 Dcr Marketing,Adm & Office Boy SIM:A+C max:40th dom.keluarga ke Five Monkeys Bali Jl.Legian Pajak Anda Hub.081331578111 H:08123669169/WA:081246412982 350/imadenarayana@yahoo.co.id diBali Hub:lidyaokta@gmail.com Hitam,Istimewa,Hub.08113800265 SHGB=41,9A:HP/WA:08113899108 B.BP.001.11.17.0000329

B.BP.001.11.17.0000190

SERVICE MAMPET

WC GARANSI

KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL

242389 / 081236774491 C.0000209-BRJ

BALI WANGI

WC

H

B.BP.001.10.17.0001449

Farmasi Bth Kary.Gudang Pria Max 25Th PT.BKS,Jl.Suli 102Dps

DIJUAL TANAH Dijl tnh 45A lokasi Ds.Buangge Getasan Petang Hb.085100854499

BA

Dcr tkg msak&karywn utk warung Makan krm lam ke Wr.Demung Jl. Raya Sibangkaja H:08123913958

DIJUAL RUMAH Rumah Kost 15 Kamar Utara Poltek Jimbaran.Hp:08123825010

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

LIM

B.BP.001.11.17.0000382

Dcr SPG Min.SMU Max 27Th,Jujur Penampilan Menarik,Rajin, Penempatan Kuta&Nusa Dua Gj1,8Jt Hub Lusi 082144355655

S

Cr Pembantu Gj 1,5Jt yg Anter 500 T.085222555444 Lgs Kerja

Dicr sgr Admin & Sales Meubel Hubungi HP: 081246967070

RA

B.BP.001.11.17.0000421

Dibutuhkan Tenaga dokter gigi, pramubakti,satpam, pengemudi. Lmrn krm ke PO BOX 109 Gianyar (melampirkan ijazah terakhir, KTP,pas photo terbaru (2 buah) uk.4X6 & Daftar Riwayat Hidup) paling lambat tgl.15 Nov 2017.

KU

LOWONGAN BPR KAS Mencari Sopir Pglaman Min 2Thn Hub.081339403582

Informasi pasang iklan Telepon

MENGATASI MAMPET BERGARANSI:

KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, SALURAN DAPUR

0877 6129 5235 081 238 450 210 C.0000449-BRJ


18

Asah

Warga Tangkap Buaya di Halaman Rumah Sampit (Bali Post) Warga Samuda, Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menangkap seekor buaya muara sepanjang sekitar empat meter di halaman rumah salah satu warga setempat. ‘’Kami sudah mendapat laporan penangkapan buaya dan kami sedang ke lokasi,’’ kata Komandan Pos Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah Muriansyah di Sampit, Sabtu (11/11) kemarin. Sebulan terakhir, masyarakat yang tinggal di pinggir Sungai Mentaya Sampit selalu waswas saat beraktivitas di sungai karena buaya makin sering muncul. Bahkan warga sempat melihat empat buaya sekaligus sedang berjejer di bantaran Pulau Lepeh, sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang terletak di tengah Sungai Mentaya. Penangkapan buaya di Samuda Kota terjadi pada Jumat (10/11) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, kawasan bantaran sungai di kecamatan tersebut sedang dilanda banjir akibat pasang laut, sehingga permukaan Sungai Mentaya ikut naik dan merendam permukiman hingga selutut orang dewasa. Diduga buaya kelaparan sehingga mencari makan hingga permukiman. Apalagi, akhirakhir ini banyak ternak, seperti ayam dan bebek,

milik warga hilang diduga dimangsa buaya. Saat kejadian, sebagian warga terjaga karena khawatir banjir merendam rumah mereka. Saat itulah ada warga yang melihat kemunculan buaya muara yang dikenal sebagai buaya ganas atau pemangsa di halaman salah rumah warga bernama Hasan. Mengetahui hal itu, warga dengan cepat berkumpul dan berusaha menangkap buaya tersebut. Setelah cukup lama, buaya akhirnya berhasil ditangkap dengan menggunakan jaring. ‘’Sementara kami amankan dulu sambil menunggu arahan pimpinan. Biasanya dibawa ke Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat, selanjutnya dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Lamandau,’’ kata Muriansyah. Serangan buaya terhadap warga sudah banyak memakan korban. Insiden buaya menerkam manusia di kawasan itu pernah terjadi di Kecamatan Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan dan Seranau. Camat Pulau Hanaut Eddy Mashami mengatakan selama 2016 ada empat warganya yang diterkam buaya. Dari empat orang tersebut, hanya satu korban yang jenazahnya ditemukan, sedangkan tiga orang lainnya hilang hingga saat ini. Tahun ini juga ada warga yang tangannya terluka akibat disambar buaya. (ant)

Dua Orangutan Pemulangan dari Thailand Dilepasliarkan Balikpapan (Bali Post) Dua orangutan Kalimantan Tengah (Pongo pygmaeus wurmbii) hasil pemulangan dari Thailand tahun 2006 akhirnya bisa dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit BakaBukit Raya di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. ‘’Butuh waktu 11 tahun dalam masa rehabilitasi bagi orangutan Nanga dan Sukamara untuk bisa kembali dilepasliarkan di alam bebas,’’ ungkap Direktur Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Dr. Jamartin Sihite, Jumat (10/11). Nanga dan Sukamara

adalah nama yang diberikan para pengasuh di BOSF Nyaru Menteng untuk dua orangutan hasil pemulangan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, Thailand. Keduanya bagian dari 12 orangutan yang dilepasliarkan pada 10-11 November 2017. Kelompok itu terdiri atas empat jantan dan delapan betina. Dalam 11 tahun ini, menurutnya, Nanga yang berkelamin betina 16 tahun, dan Sukamara (betina 20 tahun) menjalani hidup di Nyaru Menteng, di pusat rehabilitasi yang dikelola BOSF di dekat Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Saat berumur enam tahun, Nanga dan Sukamara (saat 8 tahun) dipulangkan dari Thailand setelah menjadi bagian dari sebuah model taman hiburan di Negeri Gajah Putih itu. Lantaran sejak kecil hidup dalam lingkungan manusia dan terbiasa diberi makan, maka Nanga dan Sukamura belum bisa mandiri sehingga perlu dilatih lepas liar selama bertahun-tahun. ‘’Orangutan seperti manusia, perlu dididik untuk bisa mandiri,’’ kata Sihite. Di alam, menurutnya, yang mendidik adalah induk dan kawanan, serta lingkungan orangutan sendiri. Oleh karena itu, Nanga dan Sukamara perlu dilatih mandiri karena mereka menemui bertahan hidup bila dilepas begitu saja ke alam bebas. ‘’Bahkan, di Sekolah Orangutan untuk anak orangutan yatim piatu, kami mulai dengan pelajaran memanjat pohon, baru mengenal jenis makanan, mengenal bahaya, mencari makan, dan membuat sarang,’’ ujar Sihite. Selama 11 tahun itulah Nanga dan Sukamara belajar menguasai seluruh keterampilan bertahan hidup di alam bebas. Bersama 10 orangutan lainnya, Nanga dan Sukamura dibawa dalam dua kelompok pemberangkatan terpisah melalui perjalanan darat dan sungai selama kurang lebih 10 hingga 12 jam dari Nyaru Menteng. Mereka dilepaskan terpisah-pisah di titik-titik yang telah ditentukan di Taman Nasional. (ant)

Minggu Umanis, 12 November 2017

Pertanyaan

TTS Bali Post

TTS No. 321 Mendatar: 1. Retak atau patah pada tulang 4. Perkembangan yang tidak sempurna dari jaringan atau orgam tubuh 8. Masih (Bali) 9. Juara 10. Pakaian wanita 11. Tempat pijat 12. Dana alokasi umum 13. Tidak bermoral ; Tidak berakhlak 16. Ahli pembuat busana wanita 19. Ibu dari orang tua kita 21. Format 23. Lagu 25. Sebuah kota di Bali 26. Rajin (Bali) 27. Makan (Inggris) 29. Sesuatu yang masih belum jelas dan menjadi teka-teki 33. Sengsara ; Derita 36. Sebuah akhiran sebagai kata ganti kepemilikan orang ketiga 37. Kredit usaha rakyat 38. Keluar (Inggris) 39. Semangat untuk berbuat 40. Suka cita 41. Selasa (Bali) 42. Berkilau ; Jelas sekali Menurun: 1. Sesuatu yang benar-benar ada dan terjadi 2. Sirip 3. Celupkan ke air dalam waktu lama 4. Emas 5. Lahir (Bali) 6. Kerangka kendaraan 7. Pembunuh larva nyamuk 14. Proses pergantian kepemimpinan 15. Gugur dan meluncur ke bawah 17. Aktor yang memainkan peran perempuan dalam pertunjukkan “Kabuki” 18. Pelatih 20. Menunggu giliran 22. Rest in peace 24. Hingga kini ; Sampai sekarang (Inggris) 28. Balai-balai tempat duduk- duduk atau tempat sesajian (Bali) 29. Tujuan akhir pemeluk hindu 30. Dorong (Bali) 31. Penyakit yang sangat mematikan yang disebabkan oleh virus 32. Bentuk terikat yang berarti di dalam 34. Baja (Inggris) 35. Dibalik ; Wujud ; Sudut pandang

Ketentuan Menjawab

Pemenang TTS No. 319

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 321 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 18 November 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 26 November 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 319 Mendatar: 1. Ludes 5. Serpis (Servis) 8. Legawa 9. Kijang 11. Ensefalitis 13. Nurani 14. Gaib 17. AA 18. Usilimo 20. Hanaya 23. Panama 26. Euforia 29. ME 30. Agni

32. Laknat 35. Bebondresan 37. Salmon 38. Antara 39. Hambar 40. Sepeg Menurun: 1. Loreng 2. Drastis 3. Slop 4. Lazim 5. Sakinah 6. Prakata 7. Sugriwa 10. Isu

12. Aksi 15. Aura 16. Bida 19. Oke 21. Nira 22. Yuan 23. Pelasuh 24. Nekolim 25. Amtenar 27. Food 28. Igesrep (Persegi) 31. Inning 33. ABO 34. Porto 36. Ruas

Gede Ketut Wijana Jl. Gatot Subroto II/3B Tabanan 82123 Ni Nyoman Jati Jl. Nangka Utara, Br. Tangguntiti, Tonja, Denpasar (HP: 081 237 47101) Nani Daryuni Perum Graha Royal, Jl. Barcelona III/158 Gunung Sari, Lombok 83351 Wilhelmina Buik Nahak Br. Puri Chandra Asri, Batubulan, Sukawati, Gianyar 80582 (HP: 081 236 231863) Ni Putu Sunarti Br. Kerta Buana, Tianyar Barat, Kubu, Karangasem 80853 (HP: 081 803 644308) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Gusti Ayu Putu Yuni Arianti Alamat : Jl. Plawa No.83 Br./ Lingk. Pagan Kelod, Kel. Sumerta Kauh, Denpasar 80236

Al Gore Puji Restorasi Gambut Indonesia Bonn Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Albert Arnold Gore Jr. (Al Gore) mengapresiasi upaya penyelesaian persoalan hutan dan lahan gambut yang menjadi komitmen pemerintah Indonesia sebagai bagian dari upaya mengendalikan emisi gas rumah kaca (GRK). ‘’Indonesia jelas merupakan salah satu negara penting di dunia, negara yang juga sama seperti negara saya yang juga terdampak perubahan iklim dari peningkatan muka air laut, badai yang semakin kuat, kerusakan subsistem agrikultur dan banyak lagi,’’ katanya di Pavilun Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim (Conference of Parties/COP) 23 di Bonn, Jerman, Jumat (10/11). Namun, ia mengatakan komitmen pemerintah Indonesia untuk menggunakan energi terbarukan dan terutama perhatian dalam menyelesaikan persoalan hutan dan lahan gambut yang telah terkonversi menjadi perkebunan sawit ada. ‘’Pemerintah Indonesia mengambil upaya untuk membenahi itu. Saya senang bisa melanjutkan kerja sama dengan para Climate Leader

dan individual di pemerintahan di Indonesia untuk memecahkan persoalan perubahan iklim karena persoalan yang dihadapi Indonesia lumayan berat,’’ katanya. Pemuka Iklim (Climate Leader) adalah sebutan dari para aktivis lingkungan hidup yang mengikuti pelatihan yang diprakarsai Al Gore melalui Proyek Kenyataan Iklim (Climate Reality Project). Peraih Nobel Perdamaian 2007 itu juga mengajak kalangan internasional mendukung Climate Reality Project di Indonesia. Sejauh ini sudah ada sekira 300 orang Indonesia sebagai Climate Leader yang mengikuti pelatihan dan bekerja keras untuk aksi pengendalian perubahan iklim. ‘’Dan, untuk generasi berikutnya, kami peduli dan ingin memastikan kalian aman, dan penetapan Kesepakatan Paris berjalan,’ ujarnya. Aktivis perubahan iklim AS ini kurang dari 30 menit berada di Paviliun Indonesia, namun disesaki pengunjung dari berbagai negara. Mereka mendengarkan dengan seksama pernyataan Al Gore langsung di dalam paviliun maupun di luar melalui televisi. ‘’Saya senang melihat kerumunan di

BPM/afp

Al Gore Paviliun Indonesia hari ini dan terima kasih telah menciptakan perubahan iklim di dalam paviliun,’’ demikian Al Gore, yang terpaksa melepas jasnya karena paviliun yang terasa panas karena penuh sesak pengunjung. (ant)


19

Minggu Umanis, 12 November 2017

Barang Bukti Dari Hal. 3

Berdasarkan data persidangan di PN Denpasar, perkara besar tentu dengan barang bukti besar pula di tahun ini sudah ada yang diputus dan ada pula yang sedang berlangsung. Bali dengan status darurat narkoba bukanlah alasan yang dibesar-besarkan. Kurir yang ditangkap polisi dan BNNP mayoritas adalah masyarakat Bali. Bahkan, wakil rakyat (oknum DPRD Bali) yang kini berstatus DPO juga disebutsebut sebagai bandar oleh pihak kepolisian dengan keuntungan yang terbilang wah. Kembali ke proses pembuktian bahwa Bali dijadikan sasaran empuk produsen narkoba adalah denga dikirimnya narkoba berkilo-kilogram ke Pulau Dewata. Salah satunya dilakukan Sugeng Wiyono. Pria berusia 33 tahun asal Banyuwangi ini nekat mengirim 17 Kg ganja ke Bali dengan menggunakan mobil truk fuso. Pada 19 September lalu, Sugeng dinyatakan bersalah oleh majelis hakim PN Denpasar atas penyelundupan ganja seberat 19,1 kg bruto atau 17,3 kg neto. Walau barang buktinya terbilang banyak, majelis hakim pimpinan Gede Ginarsa, menghukum Sugeng hanya 13 tahun penjara. Di samping itu, dia juga dihukum membayar denda Rp 8 miliar subsider empat bulan. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa. JPU sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 8 miliar subsider enam bulan kurungan. Karena hukuman ringan, terdakwa pun menerima putusan majelis hakim. Tak hanya orang Indonesia, orang asing pun terlibat dalam pemasokan narkoba ke Bali. Buktinya wanita asal Afrika Selatan, Olwethu Sizwekazi Mcinga. Pada September lalu, dia dituntut hukuman 18 tahun penjara namun oleh majelis hakin kembali dipotong dan Olwethu hanya diganjar hukuman 16 tahun penjara. Dia pun menangis haru dan menerima putusan itu karena lepas dari hukuman mati.

Terdakwa menyadari bahwa dari barang bukti narkoba sekilogram lebih, persisnya 1,135 Kg, ancaman hukuman seumur hidup dan atau mati. Lain halnya dengan Khoirul Anam (30). Dia tak kuasa membendung air matanya ketika jaksa membacakan tuntutan di PN Denpasar. Ya, jaksa Eddy Arta Wijaya di depan majelis hakim pimpinan Agus Walhujo menuntut terdakwa dengan pidana hukuman selama 20 tahun penjara. Pria asal Banyuwangi itu juga dituntut membayar denda Rp 2 miliar. Jaksa berdalih terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkotika yaitu secara tanpa hak atau melawan hukum menerima dan menjadi perantara dalam jual beli (kurir) narkotika golongan 1 yang beratnya melebihi lima gram atau tepatnya 1.076,8 gram neto (1 kg lebih) sabu-sabu (SS) dan 501 butir ekstasi. Modus yang dilakukan adalah mengirim dengan bus (lewat darat). Dari data dan fakta tersebut, putusan majelis hakim cenderung lebih rendah dari tuntutan yang diajukan pihak kejaksaan. Nah yang masih hangat dan dalam proses persidangan adalah kasus yang membuat hiburan malam ternama di pusat Kota Denpasar tutup. Tempat dugem itu bernama Akasaka. Rentetan dalam perkara ini, sebagaimana dakwaan jaksa ada empat terdakwa dan dilakukan penuntutan terpisah. Mereka adalah Dedi Setiawan alias Cipeng bin Alex, Iskandar Halim, Budi Liman dan Abdul Rahman Willy alias Willy Bin Ng Leng Kong yang merupakan tokoh sentral di Akasaka. Dalam perkara yang cukup menghebohkan itu, Bareskrim Mabes Polri menyita 19 ribu butir pil ekstasi. Ekstasi sebanyak itu tentu bisa meracuni generasi muda anak Bali. Kasus ini masih dalam tahap persidangan di PN Denpasar. Jika melihat pasal dalam dakwaan, ancaman hukuman mereka sangat berat, yakni hukuman mati atau seumur hidup dan atau paling lama 20 tahun. Tidak berhenti sampai 19 ribu butir pil ekstasi, baru-

baru ini dengan jaksa Agung Alit Swastika dari Kejati Bali juga ada perkara narkotika dengan barang bukti 9.675 butir pil ekstasi. Duduk sebagai terdakwa adalah Stiefani Anindya dan Sukron Wardana. Ancaman hukuman mereka sebagaimana pasal yang didakwakan juga tak jauh beda dengan kasus Akasaka. Begitu mudahkan narkoba masuk Bali, hingga jumlahnya beribu-ribu butir dan berkilokilo? Siapa sejatinya bandar besar itu? Pemerhati hukum sekaligus Ketua Forum Bela Negara (FBN) Bali yang juga sering bersama BNNP Bali melakukan kegiatan antinarkoba, Agus Nahak, Sabtu (11/11) kemarin, sependapat bahwa di Bali sudah rawan narkoba karena obat laknak itu sudah menembus semua lapisan masyarakat. Bahkan dari data yang diperoleh FBN, bahwa pelaku bahkan yang menghuni Lapas Kelas II A Denpasar di Kerobokan, 78% adalah tahanan narkoba. ‘’Saat ini memang Indonesia sudah darurat narkoba. Khusus di Bali saja pemakai sudah masuk angka 5 juta. Dan sesuai dengan data bahwa pemakai narkoba di Bali hampir 60 ribuan lebih masyarakat Bali mengunakan narkoba,’’ tandas Agus Nahak. Liciknya dan cerdasnya pola permainan bandar narkoba, maka hukuman berat dinilai tidak bakal menzerokan narkotika, termasuk di antaranya hukuman mati. ‘’Penegakan hukum tetap merupakan hal ampuh dalam penanganan narkoba. Di samping itu salah satu cara ampuh lainnya yaitu meniadakan pemakai narkoba. Otomatis para pengedar dengan sendirinya akan menghentikan bisnis ini karena selama masih ada pemakai dan permintaan barang haram ini, maka bisnis ini tidak akan pernah berhenti,’’ tegasnya. Agus yang juga Ketua HAMI Bali Bersatu ini mengatakan aparat atau pihakpihak penegak hukum, baik kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan serius dalam memberikan hukumaan maksimal. (asa)

Dipicu Gaya Hidup Dari Hal. 3

Terungkapnya kasus kepemilikan narkoba yang melibatkan oknum Wakil Ketua DPRD Bali di Denpasar belum lama ini, cukup mencengangkan banyak masyarakat. Kejadian itu sekaligus kembali membuka mata masyarakat tentang ancaman kejahatan narkoba ada di mana-mana dan sangat rentan menjerat seluruh lapisan masyarakat. Tokoh masyarakat yang juga Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Bangli Made Rijasa mengaku cukup terkejut mendengar informasi dari pemberitaan di media massa tentang kasus narkoba yang menjerat oknum pejabat di Bali. ‘’Kalau pimpinan sudah begini, bagaimana bisa menjalani tugasnya mewakili rakyat dengan baik,’’ terangnya. Menurut Rijasa, maraknya kasus narkoba di Bali selama ini tidak terlepas dari pengaruh materialisme yang mulai

merasuk di masyarakat. Masih lemahnya pengawasan juga ikut menjadi penyumbang suburnya penyalahgunaan dan bisnis narkoba di masyarakat. Sementara itu, tokoh masyarakat lainnya, Kadek Ardhi Negara, mengungkapkan, banyaknya masyarakat di Bali terutama generasi muda belakangan ini yang terjerat kasus narkoba sebagai penyalah guna, karena masih adanya anggapan narkoba adalah gaya hidup. Anggapan itulah yang lama-kelamaan membuat mereka yang mentalnya masih labil berusaha mendapatkannya tanpa memikirkan risiko hukum yang diakibatkan dari barang haram itu. ‘’Kelabilan anak muda inilah yang dijadikan lahan oleh pengedar dan produsen menjual barang tersebut,’’ ujarnya. Demikian juga dengan mereka yang terjun menjadi pengedar narkoba, memilih mengambil pekerjaan itu

Belum Final Dari Hal. 3

Kedua, KRB ini belum final karena belum mendapat persetujuan dari pimpinan pusat parpol tersebut di Jakarta. Sementara kubu PDI-P pun sudah melakukan lobi-lobi ke sembilan parpol anggota KRB untuk memuluskan jalan Koster- Cok. Ace. Terhadap hal itu, penggagas KRB, I Made Mudarta membenarkan partai politik yang tergabung dalam KRB belum

mendapat persetujuan terlebih dahulu dari pengurus pusat. Hal itu pula yang menyebabkan KRB menunda mengumumkan kandidat yang mereka usung di Pilkada Bali 2018. Rencananya, ada dua kandidat yang disepakati oleh KRB untuk diusung menjadi calon Gubernur Bali. Bisa saja, kedua nama itu dikawinkan dalam satu paket. Namun, mesti mendapat persetujuan dari pengurus pusat partai. (kmb)

meski berisiko hukum, karena cara kerjanya yang dirasa gampang dan sangat menguntungkan dibandingkan pekerjaan lainnya. ‘’Sekarang, siapa yang punya tanggung jawab dengan kondisi itu, adalah semua pihak,’’ terang Ardhi. Keluarga sebagai orang terdekat menurutnya harus bertanggung jawab utama untuk mengawasi anggota keluarga lainnya. Sementara lembaga seperti BNN dan pihak kepolisian yang ditugaskan negara untuk memberantas dan memproteksi masyarakat dari bahaya narkoba harus aktif dan kian gencar ke masyarakat dengan melakukan pencegahan maupun penindakan. Anggota DPRD Bangli periode 20142019 ini sangat mendukung program tes urine yang selama ini digelar lembaga berwenang guna mencegah dan mendeteksi adanya penyalahgunaan narkoba di beberapa lembaga pemerintahan dan instansi lainnya. (nel/ina)

Tak Diadili Dari Hal. 3

Ia juga mempertanyakan kenapa KPK hanya berani pada sipil. Akhirnya, hingga kini banyak tersangka tapi tak diadili. “Kenapa bertahun-tahun jadi tersangka seumur hidup. Apakah itu adil. Sekarang saya tanya, corruption indeks Indonesia setelah 12 tahun KPK naik cuma 19.796, memalukan itu memalukan sekali. Apa yang dilakukan selama ini? Tidak ada,” kata Fredrich.(kmb)

Generasi Emas Dari Hal. 3

“Maka dari itu, pemerintah memiliki program Menyongsong Generasi Emas tahun 2045. Karena generasi muda merupakan pemegang tongkat estafet masa depan bangsa sehingga harus dipersiapkan dalam mencapai citacita bangsa,” tegas Suastawa. Apakah saat ini Bali darurat narkoba? Mantan Direktur Binmas Polda Bali ini menegaskan seperti itulah Bali saat ini. Kalau dilihat dari prevalensi saja ada 62.457 penyalah guna barang terlarang tersebut di tahun 2017. Dengan demikian, kondisi darurat itu sudah terbukti. Jika dilihat dari atau berdasarkan umur atau usia, tertinggi dari 21-47 tahun. Orang yang kena narkoba dari golongan pejabat, ekonomi menengah, mapan dan yang mempunyai peran penting dalam organisai mana pun. “Kenyataan itu dibuktikan lagi tidak hanya kalangan bisnis perhotelan dan swasta, kalangan birokrat dan legislatif juga kena. Buktiknya ada oknum anggota DPRD Tabanan dan DPRD Bali terindikasi seperti itu (pengguna narkoba -red),” ucapnya. Disinggung banyak pejabat Bali terlibat barang terlarang tersebut, jenderal bintang satu di pundak ini menyatakan, kemungkian bisa terjadi. Pasalnya, narkoba menyerang semua lapisan masyarakat, termasuk pejabat yang notabena ekonominya mapan. Apalagi Bali merupakan sasaran empuk narkoba, terbukti ada pabriknya, prekusornya juga ada. Diperparah dengan terus adanya penyelundupan, ekstasi masuk sampai puluhan ribu butir, sabu-sabu, ganja masuk, flakka masuk, dan blue safir juga masuk. “Yang mengejutkan, saat ini dari pengungkapan kasus narkoba, 60 persen melibatkan krama Bali. Ada jadi pengedar, pemakai, dan penyimpan,” imbuhnya. Motivasi orang Bali terjeremus jaringan narkoba, lanjut Suastawa, banyak yang mencari kesenangan dengan barang haram tersebut. Padahal sudah dinyatakan sangat berbahaya. Mereka justru mencari kesenangan yang sesat atau salah, pelarian dari kenyataan hidup dan lifestyle. Padahal itu bohong semua karena justru membuat orang mati pelan-pelan. Banyak orang mati karena narkoba.

Di Indonesia 50 orang mati per hari, sedangkan di Bali 2 sampai 3 orang mati karena narkoba. Untuk menyelamatkan orang Bali dari barang membuat mati pelan-pelan tersebut, menurut Suastawa, BNNP Bali sudah melakukan berbagai cara, baik dalam upaya pencegahan, penindakan, dan pemulihan bagi pecandu. Saat ini diperkuat dengan diterbitkannya Surat Edaran Menpan-RB No. 50 tahun 2017 tanggal 11 Oktober lalu dan Perda nomor 7 tahun 2017. Kedua aturan tersebut menginstruksikan instasi pemerintah agar secara periodik (6 bulan sekali) melakukan dites urine. Tahun 2018, BNNP akan mendorong desa adat membuat pararem karena sebagai inti atau jantungnya menjaga Bali. Selain itu memperkuat relawan, pecalang, penggiat antinarkoba, kurikulum dan penguatan Balai Rehabilitasi. Sementara Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose beberapa kali kesempatan menyampaikan ia berkomitmen bagaimana meminimalisasi potensi orang Bali terlibat narkoba dengan mengedepanan kearifan lokal. Oleh karena itu, ia ingin mengedepankan pecalang, berjuang bersamasama sehingga bisa menekan narkoba di Pulau Dewata ini. “60 sampai 70 persen kurir narkoba orang Bali. Oleh karena itu, saya berusaha menekan jumlahnya sehingga tidak merusak Bali. Sejak saya masuk (jadi Kapolda) sudah bentuk Satgas CTOT salah satu sasarannya memerangi narkotika,” tegasnya. Pihaknya selalu menekankan agar anggotanya jangan pernah main-main dengan narkoba. Ia minta jangan masih seperti dulu menganggap jadi life style, meningkatkan stamina dan sebagainya. Bila ada yang melawan, Golose memerintahkan anggotanya agar keluar dari institusi Polri. Mantan petinggi BNPT ini mengaku berbuat seperti itu demi generasi penerus Bali. “Pemanfaatan teknologi informasi sangat canggih, membantu mereka mendapatkan narkoba,” ujarnya. Dilihat dari barang bukti yang disita terus meningkat, mengindikasikan adanya ancaman serius bagi kelangsungan generasi dan masa depan bangsa. (rah)

Habiskan Uang Dari Hal. 3

Ag saat bertemu dengan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa menceritakan pengalaman terkena narkoba, bahkan sampai menghabiskan uang milik orangtuanya. Ia men-

gaku pakai narkoba karena ajakan teman dan kecanduan. Sebulan sampai habis Rp 2 juta untuk membeli sabu-sabu dan harta orangtuanya sampai habis. Saat ini Ag berusia 18 tahun dan ingin hidupnya bersih dari narkoba. (rah)

Jaga Alam Bali Dari Hal. 3

KBS menegaskan komitmennya menjaga alam Bali dari kerusakan dan itu telah dituangkan dalam visi, misi, dan program kerjanya untuk membangun Bali lima tahun ke depan. “Tentu kami akan melihat secara keseluruhan. Dalam visi misi kami adalah bahwa alam Bali dengan lingkungannya harus dikelola secara arif. Dengan tetap menjaga kelestarian alam berdasarkan konsep Tri Hita Karana,” sebutnya. Ketika didesak apakah diartikan ia mendukung penghentian proyek reklamasi Teluk Benoa, KBS menegaskan pada intinya dirinya tidak akan melaksanakan pembangunan yang tidak sesuai dengan kelestarian alam. “Tentu kami harus melihatnya secara menyeluruh. Kalau secara alam memang tidak cocok tentu kami tidak akan melaksanakannya,”

tegasnya. Koster mengaku mendukung penilaian mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang juga hadir pada deklarasi pencalonannya itu, bahwa pembangunan di wilayah Bali Selatan sudah sangat padat sehingga perlu dipikirkan moratorium pembangunan di wilayah Bali Selatan dalam bentuk aturan. “Secara umum kami telah mendengar semua pendapat dan masukan dari berbagai pihak memang Bali di wilayah Bali Selatan pembangunan sarana dan prasarana seperti hotelnya sudah padat. Dan Bali tidak saja Bali Selatan dan Badung tapi ada di belahan utara dan timur yang pelaksanaan pembangnnnya belum merata dan adil,” tegasnya seraya mengatakan komitmennya meraih kemenangan secara santun, berbudaya, dan beradab. (kmb4)

Mohon Doa Restu Dari Hal. 3

“Kepada masyarakat terutama masyarakat di Bali mohon doa restunya, mohon bantu saya. Supaya pilih mereka berdua. Saya merem saja deh, masa orang Bali nggak sayang sama saya,” pinta Megawati. Presiden kelima RI ini menjelaskan alasan memilih KBS-Cok Ace. Menurut Megawati, selain memiliki pendidikan akademis yang mumpuni, keduanya juga telah memiliki pengalaman duduk sebagai wakil rakyat baik di DPR maupun DPRD. Sebab, lembaga parlemen merupakan mitra kerja pemerintah yaitu DPR yang menjadi mitra kerja presiden dan jajaran kabinetnya, serta DPRD yang menjadi mitra kerja gubernur maupun bupati/wali kota. Megawati mengatakan Koster orangnya pintar. “Jadi orangnya kurus kecil, kalau orang Jawa bilang kayak nggak memper. Ya biar kalau dia yang saya suruh ya, saya jadikan dia. Tapi setelah lihat (dia, red) pintar juga, dia ini, doktor, insinyur, pakai MM. Namanya I Wayan Koster,” ujarnya. Sedangkan, sosok Cok Ace, menurut Megawati merupakan kader yang telah lama dikenalnya. Cok Ace pernah menjabat sebagai Bupati Gianyar dua periode yakni 2003-2008 dan 2008-2013. Ia juga dikenal sebagai seorang akademisi. Cok Ace juga merupakan keluarga dari Puri Agung Ubud. “Ayahnya Raja Ubud yang sangat melegenda namanya,” papar Megawati. Mengenai pendidikan Cok Ace, Megawati mengaku terkesan karena gelar sarjana S-1-nya adalah insinyur jurusan Arsitektur. “Tetapi S-2-nya dan gelar doktornya Sastra dan Kajian Budaya, yang anehnya memperoleh nilai cumlaude. Dia juga bisa penari magis yang tidak boleh semua orang melakukannya. Karena ada aturan-aturannya,” ungkap Mega lagi. Dalam memilih calon kepala daerah, Presiden pertama RI Soekarno itu menegaskan pemilihan cagubcawagub melihat kapabilitas termasuk track record. Selain itu, harus berpengalaman di legislatif. “Kalau seorang masuk politik mau jadi ekse-

kutif kalau menurut saya yang malang melintang paling tidak minimum dia jadi anggota DPR. Apa DPRD II, DPRD I. Karena mitranya pasti pemerintah-pemerintah daerah juga tingkat kabupaten/kota,” sebut Mega. Selain itu, pemahaman tentang ajaran Soekarno juga dinilai penting. Apalagi menurut Megawati, dirinya sangat berkepentingan kepada para kepala daerah terpilih dari PDI-P untuk menerapkan konsep Sistem Pembangunan Semesta Berencana yang digagas ayahnya itu. Target 65 Persen Suara Sementara itu, calon Gubernur Bali I Wayan Koster menargetkan minimal perolehan suara 65 persen untuk merebut kursi Bali 1 pada pertarungan Pilkada serentak 2018. Sejauh ini, pasangan cagub dan cawagub Koster Bali Satu (KBS)-Cok Ace dari PDI Perjuangan itu masih menjalin komunikasi dengan sejumlah partai untuk membangun kekuatan politiknya. “Sejauh ini, kami sudah melakukan pembicaraan dengan PAN, dengan PKB duaduanya ada arah mendukung. Kami masih melakukan upaya pendekatan koalisi agar bergabung dengan kami,” ujarnya. Selain menjalin komunikasi dengan sejumlahb parpol, KBS mengatakan dirinya bersama Cok Ace dan tim pendukung akan lebih sering lagi turun ke lapangan menemui berbagai kelompok di masyarakat untuk mensosialisasikan visi, misi dan program kerjanya. Koster mengaku dirinya ditugaskan secara khusus oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk menjadikan Provinsi Bali sebagai model percontohan penerapan konsep Sistem Pembangunan Semesta Berencana yang digagas oleh Presiden Soekarno. Untuk memantapkan langkah politiknya, anggota Komisi X DPR RI ini mengatakan langkah pertama yang dilakukannya adalah melakukan konsolidasi internal. “Apa pun yang harus kami lakukan untuk mencapai kemenangan yaitu partai harus lebih dulu mulai melakukan konsolidasi mulai dari DPD, DPC hingga ke ranting,” ujarnya. (kmb4)


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu Umanis, 12 November 2017

u g g n Mi

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

Minim, Generasi Penerus Tenun Cagcag

SALAH satu produk kerajinan asal Kabupaten Jembrana adalah tenun cagcag. Secara bertahap, kerajinan tenun ini mulai menggeliat. Para perajin yang didominasi wanita ini kini mulai merasakan dampak dari produksi tenun tradisional itu, setelah bertahun-tahun krisis. Alat-alat tenun cagcag yang dulu lama teronggok di rumah-rumah, kini kembali dihidupkan. Namun, di balik itu, kerajinan yang telah turun-temurun ditekuni masyarakat khususnya di Desa Sangkaragung, Jembrana ini terancam tergusur tekstil impor. Dari sekian perajin, didominasi wanita yang sudah berumur, dan hanya segelintir generasi muda yang mau belajar membuat tenun cagcag ini. “Sebenarnya sekarang benang (bahan baku) sudah gampang, yang membeli (kain) ada, jadi kami kerja berhari-hari pun tidak payah,” ujar Ketut Sunari (43), perajin tenun songket cagcag di Desa Sangkaragung beberapa waktu lalu. Namun, di tengah produksi yang mulai cerah itu, satu hal yang masih menjadi kekhawatirannya, yakni regenerasi. Situasi saat ini jauh berbeda dengan masanya dulu, di mana setiap

anak-anak perempuan mulai menggeluti kerajinan ini. Bahkan untuk biaya sekolahnya dulu, Sunari menggantungkan dari hasil menjual tenun. Kini, dengan kontaminasi modernisasi, sangat sulit membiasakan anak-anak perempuan menggeluti tenun ini. Untuk menjaga kerajinan ini tetap eksis, regenerasi harus dilakukan. “Kalau saat ini masih banyak generasi saya dan wanita di sini, nantinya ini untuk regenerasi bagaimana,” terangnya. Tenun cagcag merupakan tradisi masyarakat di Jembrana yang cukup tua. Menggunakan alat tenun yang cukup sederhana dari kayu tetapi rumit, sehingga membutuhkan ketekunan perajinnya. Kerajinan ini berkembang di sejumlah desa tua di Jembrana, seperti di Batu-

agung dan Sangkaragung. Proses yang cukup lama dan membutuhkan ketelitian menjadikan kain ini bernilai cukup tinggi. Banyak versi hingga kerajinan tenun ini dinamai cagcag. Yang paling sering dipahami dari tetua, cagcag berasal dari bunyi benturan kayu dengan kayu dari proses menenun. Saat ini, para perajin cukup merasakan perbedaan hasil dibandingkan saat krisis lalu, karena dari kerajinan inilah ia berpenghasilan. Sunari yang telah menekuni sejak umur 7 tahun ini pernah merasakan sulitnya mendapatkan benang dan jalur pemasaran. Usaha kerajinannya memang tergolong kecil, bahkan ia jalankan sendiri dan awalnya sebagai sambilan. Tetapi sejak suaminya meninggal akibat kecelakaan, Sunari mengandalkan pendapatan dari tenun dengan motif-motif pakem asli Jembrana. Di Kelurahan Sangkaragung, hampir semua ibu rumah tangga memiliki keterampilan tenun cagcag. Saat krisis lalu, banyak ibu-ibu yang meninggalkan keraji-

nan ini dan memilih bekerja di sawah atau serabutan. Alat-alat cagcag dari kayu yang mereka miliki turuntemurun masih tersimpan tapi ada juga yang sudah rusak. Namun sejak Sangkaragung menjadi sentra kerajinan tenun cagcag, alat-alat tenun kembali berkembang. Bahkan, beberapa ibu rumah tangga membuat baru. Namun tak sedikit pula yang menggunakan alat tenun yang sudah puluhan tahun, termasuk alat tenun miliknya. Kain songket cagcag ini memang jauh berbeda dengan songket lainnya dan memerlukan ketekunan dalam pengerjaan. Satu kain songket cagcag ukuran dua meter (maksimal), membutuhkan waktu minimal tiga hari. Itu pun untuk yang motifnya mudah dibuat, seperti motif bulan bintang, bunga tabur dan sebagainya. Tak heran, harga tenun ini pun bisa mencapai Rp 800 hingga Rp 1,2 juta. Kendati harga bahan baku (benang) naik, tak membuat para perajin kecewa, karena pemasaran juga menggembirakan. Untuk pemasaran,

BPM/eka

Naura Tampil Mencuat LAGU-LAGU bertemakan anak–anak sudah mulai usang digerus perkembangan zaman. Tak banyak penyanyi cilik yang mengeluarkan lagu-lagu bertema anak. Adila Rafa Naura Ayu atau biasa disapa Naura ini, penyanyi cilik yang konsisten merilis lagu–lagu bertema anak–anak ini kembali meluncurkan album terbarunya yang menjadi soundtrack sebuah film musikal. Film musikal untuk anak dan keluarga yang berjudul ‘‘Naura & Genk Juara’‘ siap diluncurkan dan ditayangkan di bioskop mulai 16 November 2017 mendatang. Sebelum itu, album soundtrack film ‘‘Naura & Genk Juara’’ lebih dulu dirilis pada Rabu (25/10). Naura, penyanyi cilik sekaligus bintang utama film tersebut, mengatakan bahwa dengan adanya album tersebut, penonton bisa ikut bernyanyi sambil menonton filmnya. Naura memang lihai. Dia mengisi ceruk di genre lagu anak yang lama kosong pasca-Sherina Munaf yang mencuat lewat lagu dan film ‘’Petualangan Sherina’’, 15 tahun silam. “Aku berharap temanteman Naura bisa nonton bareng sama keluarga atau sahabat. Dan karena ini musikal, aku seneng banget kalau teman-teman yang nonton bisa nyanyi bareng di bioskop,” kata Naura di Pondok Indah Mall I. Dalam album Naura& Genk Juara di bawah label Trinity Optima Production ini, berisikan 9 track yaitu, Juara, Bawakan Cerita Banyak Untukmu, Mendengarkan Alam, Kamu Menyebalkan, Setinggi Langit, Aku Hanya Ingin Pulang, Janganjangan, Kita adalah Juara, dan Berani Bermimpi. Menurut Nola Be3 sang bunda, lagu–lagu yang ada dalam Album Naura & Genk Juara semuanya diciptakan oleh Mhala dan Tantra Numata. “Sembilan lagu musikal

dalam album ini diciptakan oleh Mhala dan Tantra Numata. Mereka hebat banget dengan waktu yang singkat bisa menyelesaiakan 9 lagu ini dengan hanya membaca skrip film dan hasilnya keren banget. Kita semua puas karena ternyata setiap lagu mengambarkan setiap adegan–adegan di film,” ujar Nola saat disambangi di Peluncuran album dan buku sang anak tercinta. Bersamaan dengan peluncuran album, dirilis pula cetakan kedua buku ‘‘Naura &

Genk Juara: The Movie’’ yang diterbitkan Kompas Gramedia Production dan Creative & Co sebagai rumah produksi film Naura & Genk Juara juga merilis cetakan kedua buku Behind the Scene (BTS) film tersebut. Buku tersebut berisi mengenai kegiatan Naura dan tim produksi saat beraktivitas di balik layar (behind the scene) film ‘Naura & Genk Juara’. Selamat dan sukses ya Naura. Tetap berkarya dengan lagulagu bertema anak-anak. (pik)

BPM/ist

Kelurahan Sangkaragung saat ini juga memiliki galeri dengan bantuan salah satu perbankan. Di sisi pemasaran hingga modal, para perajin juga diberikan bantuan. Sunari berharap agar kerajinan khas Jembrana ini terus menggeliat dan mengakar. Sehingga ketika orang menyebut Jembrana, tenun cagcag melekat menjadi ikon atau cenderamata. Salah satu generasi muda yang menekuni tradisi menenun ini dapat kita temui di Batuagung, tepatnya Banjar Sawe. Di usia muda, Desak Kembarina sudah mulai menekuni seni tenun tersebut setelah putus sekolah SD. Pekerjaan ini ditekuninya sejak umur 12 tahun. Sepintas melihat rumahnya tidak ada aktivitas tenun cagcag. Kembarina mengaku mengerjakan tenun itu diwaktu luang. Ketika dirinya melakukan aktivitas lain, alat tenun itu dimasukkan ke dalam rumah. Hanya segelintir generasi seperti Kembarina ini. Ia mengaku menekuni ini karena kebutuhan hidup untuk menambah pendapatan. (olo)

NGEREBEG - Krama Desa Adat Munggu menggelar tradisi ngerebeg pada hari raya Kuningan di Munggu, Badung, Sabtu (11/11) kemarin. Tradisi ngerebeg atau yang sering disebut dengan makotek berawal dari perayaan para prajurit yang menang perang pada masa kerajaan. Tradisi ini terus dilestarikan dan diselenggarakan krama Desa Adat Munggu sebagai ungkapan rasa syukur dan memohon keselamatan pada sang pencipta. Krama desa menggelar tradisi mengitari wilayah desa sebagai upaya tolak bala (menolak hal-hal buruk).

BPM/olo

CAGCAG - Tenun cagcag yang berkembang di sejumlah desa tua di Jembrana.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 12 Nopember 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu