16 HALAMAN
NOMOR 4 TAHUN KE 71
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
Senin Paing, 20 Agustus 2018
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Defia Raih Emas Pertama Indonesia Jakarta (Bali Post) – Taekwondoin Indonesian Defia Rosmaniar menyabet medali emas cabang taekwondo Asian Games 2018 dari nomor Poomsae individual putri. Ini merupakan emas pertama bagi kontingen Indonesia. Defia meraih emas setelah mengalahkan Marjan Salahshouri dari Iran dengan angka 8.690-
8.470 dalam pertandingan di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (19/8) kemarin. Indonesia hanya menyisakan Defia Rosmaniar pada cabang ini. Ia maju ke babak semifinal setelah lolos dari babak 16 besar dan
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
perempatfinal. Di babak 16 besar, Defia menyingkirkan Wong Kai Yu dari Hongkong, sementara di perempatfinal mengalahkan Tuyet Van Chau dari Vietnam. Di babak semifinal Defia bertemu wakil Korea, Jihye Yun. Sementara wakil Indonesia lainnya di kelompok individual putra serta
MENANG Rosmaniar Defia berlari membawa bendera Merah Putih usai menang melawan taekwondoin putri Iran Marjan Salahshouri, Minggu (19/8) kemarin.
beregu putra dan putri gagal melangkah ke babak selanjutnya. Wakil Indonesia di kategori individual putra Muhammad Abdurrahman Wahyu gagal melaju ke semifinal setelah dikandaskan atlet Iran Koorosh Bakhtiyar. Wahyu kalah dengan skor 8.190-8.250 dari Koorosh. (ant)
Bali Post/ant
Diguncang 814 Gempa Susulan
Puncak Rinjani Dikhawatirkan Rapuh
Jakarta (Bali Post) –
Bali Post/ant
SISWA SMPN - Yohanis Gama Marshall Lau, siswa SMPN Silawan, Belu, NTT, duduk di antara menteri Kabinet Kerja saat upacara Pembukaan Asian Games ke-18, Sabtu (18/8) malam.
Pemanjat Tiang Bendera Dapat Prioritas
Kupang (Bali Post) – Komandan Korem 161/Wira Sakti Kupang Brigjen Teguh Muji Angkasa mengatakan Yohanis Gala Marschal Lau (14) akan diprioritaskan jika ingin mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit TNI. ‘’Atas aksi heroiknya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengapresiasi dengan memberikan kemudahan dan memberikan prioritas kepada Yohanis jika ingin menjadi prajurit TNI,’’ katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/8) kemarin. Ia mengagumi aksi heroik Yohanis memanjat tiang bendera yang talinya terlepas untuk menyelamatkan upacara pengibaran Merah Putih di Pantai Mota’ain, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Hal. 15 Asian Games
Naik Motor dan Ikut Goyang
AKSI Jokowi menjadi perhatian penonton saat pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta, Sabtu (18/8) malam. Selain ‘’naik motor’’, Jokowi juga sangat menikmati lagu Via Vallen. Beberapa kali dia tampak menggoyangkan kedua tangannya seperti orang mengayuh perahu. Awalnya penonton dikejutkan tayangan video yang terpampang di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Saat itu Presiden Joko Widodo turun dari mobilnya lalu menunggang motor milik Paspampres berjenis Yamaha FZI. Aksi Presiden Jokowi, lengkap mengenakan jas, dasi merah dan helm, yang meliuk-liuk di tengah kemacetan bak film action dan mengerem mendadak dengan gaya freestyle menggemparkan seisi GBK. Video kemudian menampilkan Presiden Jokowi mengendarai motor sambil melambaikan tangan saat memasuki Stadion Utama GBK. Aksi Jokowi tersebut selanjutnya mengundang pertanyaan, apakah Jokowi benar-benar mengendarai motor terutama saat meliuk-liuk di jalan dan mengerem mendadak dengan gaya stoppie saat hampir bertabrakan dengan bajaj. ‘’Siapa yang menerbangkan sepeda motor Paspampres, meliuk-liuk di tengah kemacetan, mengerem mendadak dengan gaya stoppie, dan sampai tepat waktu ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, semalam? Hehehe,’’ tulis Jokowi di akun Instagram resmi miliknya. Tanpa menjawab siapa orang tersebut, Jokowi mengatakan rasa bangganya dengan kedatangan tamu-tamu istimewa dari 45 negara. Namun sejumlah pemberitaan menyebutkan bahwa ada pemeran pengganti dalam adegan itu. Ada sosok stuntman yang sukses mendukung video tersebut. Aksi yang tak kalah menarik juga dilakukan saat Via Vallen yang menghentak penonton dengan lagu Asian Games 2018 yang berjudul ‘’Meraih Bintang’’. Ternyata tidak hanya penonton yang terhibur, Presiden Joko Widodo pun ikut bergoyang. Menyadari Presiden ikut menikmati lagu yang dinyanyikan Via Vallen, penonton langsung bersorak. Via Vallen tampil usai seluruh kontingen dari 44 negara memasuki Stadion GBK. (kmb/ant)
Via Vallen
Bali Post/afp
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendata telah terjadi 814 kali gempa susulan pascagempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,0 yang mengguncang Pulau Lombok dan sekitarnya pada Minggu (5/8). ‘’Hingga hari ini (kemarin) telah terjadi 814 kali gempa dan 33 kali di antaranya dirasakan dengan kekuatan yang cukup besar,’’ kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Minggu (19/8) kemarin. Ia pun menyatakan gempa bumi susulan atau aftershock yang terjadi Minggu kemarin merupakan rangkaian gempa sebelumnya yang pusatnya dekat dengan Gunung Rinjani. ‘’Kami mohon masyarakat tetap tenang namun tetap waspada dan jangan mendekati area puncak dan lereng Gunung Rinjani, Lombok Timur dan Lombok Utara juga di Sumbawa barat laut. Lereng
dikhawatirkan menjadi sangat rapuh karena guncangan gempa yang sudah beberapa kali terjadi,’’ kata Dwikorita. Dia mengatakan, gempa bumi yang dirasakan tersebut termasuk dua kali gempa susulan yang terjadi berturut-turut pada Minggu (19/8). Gempa susulan yang pertama terjadi pada pukul 12.06 Wita dengan kekuatan magnitudo 5,4 dan episenter gempa pada 8,29
Lintang Selatan dan 116.62 Bujur Timut atau 25 km timur laut Lombok Timur, atau tepatmya pada lereng utara timur laut Gunung Rinjani dengan kedalaman 10 km. Menyusul gempa kedua dengan kekuatan magnitudo 6,5 pada pukul 12.10 Wita dengan lokasi pada 32 km timur laut Lombok Timur yaitu pada lereng utara timur laut Gunung Rinjani atau 8,24 Lintang Se-
Di Kintamani Juga Longsor
Bangli (Bali Post) Guncangan gempa yang terjadi Minggu (19/8) kemarin kembali membuat tebing Bukit Abang yang ada di wilayah Desa Buahan, Kintamani mengalami longsor. Material longsor berupa tanah dan bebatuan jatuh dan menutupi sebagian badan jalan. Labilnya kondisi tebing membuat sejumlah warga waswas dengan adanya gempa susulan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, longsor terjadi sesaat setelah gempa pukul 12.30 Wita kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Lokasi longsor juga cukup jauh dari permukiman warga. Perbekel Desa Buahan I Wayan Suardi membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan longsor yang terjadi akibat gempa di lokasi itu adalah yang ketiga kalinya. ‘’Lokasinya di titik yang sama,’’ ungkapnya. Dia mengatakan, meski sebagian jalan tertutup material longsor, namun akses lalu lintas dari Desa Abang, Desa Terunyan menuju Desa Buahan begitu juga sebaliknya, tidak terganggu. Hal. 15 Tebing Labil
latan, 116.66 Bujur Timur dengan kedalaman 10 km. ‘’Analisis ini kami sampaikan dalam waktu tiga menit 33 detik selisih sekitar beberapa detik setelah gempa terjadi berdasarkan data dari 26 sensor yang terekam di BMKG,’’ katanya. Dengan bertambah data dari 26 sensor masuk lagi sehingga total dari 152 sensor maka diperbarui gempa susulan menjadi magnitudo 6,3. Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman episenter maka disimpulkan gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat patahan naik Flores. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut dibangkitkan oleh
deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik mengingat episinternya relatif sama dengan gempa pada magnitudo 7,0 pada 5 Agustus lalu maka kedua gempa bumi yang baru terjadi tersebut merupakan gempa bumi susulan atau aftershock dari rangkaian gempa sebelumnya. ‘’Kami mohon masyarakat tetap tenang namun tetap waspada dan jangan mendekati area puncak dan lereng Gunung Rinjani, Lombok Timur dan Lombok Utara juga di Sumbawa barat laut. Lereng dikhawatirkan menjadi sangat rapuh karena guncangan gempa yang sudah beberapa kali terjadi,’’ kata Dwikorita. (ant)
Area Perbukitan Sembalun Longsor Mataram (Bali Post) – Area perbukitan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mengalami longsor pascagempa bumi berkekuatan 6,5 skala Richter, Minggu (19/8) siang kemarin. Dari video yang beredar, longsor di perbukitan Sembalun terjadi dibeberapa titik. Longsoran di beberapa titik ditandari abu yang mengepul ke udara. ‘’Gempa lagi, pas keluar rumah, saya lihat dari kejauhan sepertinya ada longsor di bukit,’’ kata Rusmala, warga Lombok Timur. Belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa akibat gempa bumi tersebut. Gempa bumi berkekuatan 6,5 SR yang berpusat di Lombok Timur, NTB, terasa hingga sejumlah wilayah di Provinsi Bali, Minggu kemarin, sekitar pukul 12.10 Wita. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Den-
LONGSOR - Kondisi jalan yang tertimbun material longsor di Desa Buahan, Kintamani. Bali Post/ist
pasar menyebutkan gempa bumi terjadi sebanyak dua kali yakni berkekuatan 5,4 SR sekitar pukul 12.06 Wita. Gempa bumi itu berpusat sekitar 25 kilometer timur laut Lombok Timur dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Selang empat menit kemudian terjadi gempa susulan atau gempa kedua dengan kekuatan lebih besar yakni 6,5 SR yang juga berpusat sekitar 32 kilometer timur laut Lombok Timur. BMKG menyebutkan gempa itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat akibat gempa 7 SR tersebut hingga Rabu (15/8) sebanyak 460 orang meninggal dunia. Terbanyak di Kabupaten Lombok Utara sebanyak 396 orang. Jumlah korban jiwa itu diprediksi masih bisa bertambah mengingat Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban tertimbun longsor. Untuk jumlah korban luka-luka tercatat 7.773 orang, di mana 959 orang luka berat dan rawat inap dan 6.774 orang luka ringan atau rawat jalan. Sebanyak 417.529 orang mengungsi di ribuan titik pengungsian. (ant)
Kapal Penyedot Pasir Resahkan Masyarakat Desa Adat Kutuh ALAM Bali mulai terusik khususnya di pantai selatan Bali. Sejumlah kapal melakukan penyodotan pasir setidaknya di dua lokasi. Di Pantai Pandawa dan Pelabuhan Benoa. Belum diketahui akan dibawa ke mana pasir-pasir tersebut. Sebab, hingga kini belum ada sosialisasi kepada masyarakat. Ketua Komisi I DPRD Bali I Ketut Tama Tenaya di Denpasar mengatakan, keberadaan kapal-kapal penyedot pasir meresahkan masyarakat. Terlebih, tidak pernah ada sosialisasi apa pun kepada masyarakat mengenai aktivitas ini. ‘’Masyarakat Desa Adat Kutuh, Kuta Selatan, dan sekitarnya resah dengan hadirnya kapal-kapal penyedot pasir itu,’’ ujarnya, Minggu (19/8) kiemarin. Dari pantauannya, kapal penyedot pasir itu salah satunya beroperasi di Pantai Pandawa. Di kawasan Pelabuhan Benoa juga dikatakan ada kapal keruk khusus. Ia khawatir eksploitasi secara masif ini akan menambah parah abrasi pantai mulai dari Tanjung Benoa, Nusa Dua, Kutuh, Ungasan hingga Pecatu. ‘’Kapal itu nyedot pasir sambil jalan. Air laut
sudah mulai keruh, makanya rakyat menjerit,’’ jelas politisi asal Tanjung Benoa, Badung ini. Tama meminta pemerintah khususnya Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali segera turun tangan untuk melakukan pengecekan. Aktivitas masyarakat khususnya nelayan sangat terganggu dengan penyedotan pasir itu. Di samping itu, penyedotan pasir ini juga berpotensi menggerus daratan karena abrasi. Pemerintah semestinya memperhatikan keamanan daerah pesisir yang penghidupannya hanya tergantung di pantai dan laut. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali I Made Gunaja mengaku belum menerima adanya keluhan dari masyarakat khususnya nelayan terkait aktivitas penyedotan pasir. Mengingat, kewenangan pembinaan nelayan ada di kabupaten/kota. ‘’Saya tidak tahu keluhan itu apa diteruskan ke Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten,’’ ujarnya. Sejauh ini, Gunaja menyebut hanya menerima informasi terkait kerusakan akibat angin kencang, dan tembusan permohonan bantuan ke Kementerian
Kelautan dan Perikanan mengenai kerusakan itu. Di sisi lain, ia juga tidak mengetahui secara pasti tentang aktivitas penyedotan pasir. ‘’Itu kan kaitannya dengan perizinan. Saya tidak mengerti kegiatan itu karena kemarin saya dengar dari rapatnya itu, izinnya dari Kementerian Perhubungan,’’ pungkasnya. Meski demikian, lanjut Gunaja, pihaknya memang diminta oleh gubernur untuk membuat pertimbangan teknis izin lokasi pengembangan apron di Bandara Ngurah Rai. Sementara kaitan dengan Pelabuhan Benoa ada otorita tersendiri. ‘’Izin lokasi yang saya diminta untuk membuat kajian teknis itu untuk pengembangan apron bandara. Kalau yang lain, saya tidak garap itu,’’ jelasnya. (kmb32)
I Ketut Tama Tenaya
DENPASAR
2 FIGUR Bukan Pencitraan BANTUAN tulus dan ikhlas dilakukan TNI khususnya Kodam IX/ Udayana terhadap korban gempa di Lombok, NTB, malah dituding hanya pencitraan dan tersiar di media sosial. Oleh karena itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto meminta kepolisian supaya mengusut tuntas akun penyebar hoax tersebut. Seperti rilis yang di-share Pendam IX/ Udayana, Minggu (19/8) kemarin, video berdurasi 58 detik itu sesungguhnya hoax yang secara sengaja ingin mendiskreditkan dan mengadu domba TNI dengan pemerintah. Padahal, pendistribusian bantuan tersebut tidaklah mudah. Ada yang ditempuh dengan berjalan kaki, menggunakan sepeda motor, truk besar maupun melalui jalur laut dan udara. Proses penyaluran bantuan kepada para korban yang mengungsi di daerah pelosok dan pegunungan, prajurit TNI, polisi dan relawan menghadapi beberapa lokasi yang medannya cukup sulit dijangkau, baik dengan mobil maupun dengan kendaraan roda dua. Namun, pihak TNI bersama dengan unsur terkait lainnya berupaya semaksimal mungkin supaya bantuan segera disalurkan secara merata kepada masyarakat. “Apabila masih ada pihak yang menyatakan kerja keras TNI bersama unsur terkait sebagai suatu pencitraan, sungguh merupakan kekeliruan besar. Itu sudah memutarbalikkan fakta, menghasut, mengadu domba dan menyesatkan masyarakat,” tegasnya. Oleh karena itu, Pangdam meminta pihak kepolisian mengusut tuntas para pemilik akun penyebar hoax dan fitnah tersebut agar tidak berkembang menjadi bibit penyakit sosial yang meresahkan dalam suasana keprihatinan masyarakat yang sedang terkena musibah, serta dapat memberikan tindakan tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (rah)
Target Luas Tanam Padi Tak Terpenuhi Denpasar (Bali Post) -
Memasuki musim kemarau, target luas tanam padi di Provinsi Bali tidak terpenuhi. Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Bali menargetkan peningkatan luas tanam 5 persen, namun baru tercapai 2 persen dari produksi Oktober 2017 sampai Juli 2018. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Hortikultura Provinsi Bali I.B. Wisnuardhana mengatakan, sepanjang April hingga Oktober mendatang merupakan musim kemarau. Meski hujan turun, namun udara kering. Ini mempengaruhi petani untuk memilih tanaman untuk ditanam di musim kemarau. Dalam setahun, ada dua kali musim tanam padi. Yaitu, Oktober hingga Maret dan April hingga September. Karena April hingga September merupakan musim kemarau, sejumlah petani beralih komoditi di lahan sawah, dari menanam padi menjadi kenikir. Pada Oktober 2017 hingga Juli 2018 lalu, kata Wisnuardhana, luas tanam padi mencapai 118.758 hektar. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya naik 1.900 hektar atau sekitar 2 persen. Karena tahun 2017 luas tanam hanya 116.632 hektar. “Ini ada kenaikan. Jika dipersentasekan, luas tanam padi naiknya 2 persen. Tapi, target kita naik setiap tahun 5 persen. Ini naiknya cuma 2 persen. Jadi, masih kurang dari target,” tegasnya.
Orang Asing Peduli dengan Bali
Sampaikan Pesan agar Merawat Ibu Pertiwi PEMBAWA pesan yang juga praktisi meditasi Jacqueline (38) dari Filipina membawa pesan khusus untuk Bali dan langsung datang ke Bali. Sebelumnya, ia sudah pergi ke 60 negara di dunia untuk melakukan meditasi. Suatu hari, ia mendapat bisikan untuk datang ke Bali menyampaikan pesan dari bisikan yang diterimanya. Ditemui Minggu (19/8) kemarin, Jacqueline mengatakan, ia mendapat tugas niskala untuk mengembalikan taksu Bali, yang pusatnya di Campuhan, Ubud. Sebab, dulu saat pertama ke Bali, Rsi Markandeya tinggal di sana untuk mengajari penduduk berbagai keahlian. Menurut Jacqueline, saat ini Campuhan Ubud kurang terawat, sehingga hatinya tergerak membersihkan tempat itu dari sampah bersama masyarakat sekitar. Jacqueline datang ke Bali pertama kali pada tahun 2016. Sebelum itu, nama Bali selalu ada di benaknya dan tertanam di alam bawah sadarnya. Ia adalah seorang yang berpendidikan. Ia mendapatkan beasiswa belajar ke Jepang selama satu tahun, lalu bekerja di sana. Dengan gajinya, ia pergi berkeliling dunia ke 60 negara. Itu dilakukan karena panggilan hati. Sejak kecil, ia memiliki ketertarikan dengan dunia spiritual. Keinginan itu yang membawanya melepas pekerjaannya dan pergi ke berbagai belahan dunia untuk melakukan meditasi. Bahkan, pekerjaan yang mapan sebagai Director of Languange Center Berlitz pernah dilakoninya. Lembaga itu merupakan tempat studi di mana murid-muridnya merupakan orang-orang parlemen dan artis dari seluruh dunia. Di sana ia pernah sebagai guru dari tahun 2003. Di tahun 2007, ia diangkat menjadi director. Namun Mei 2018, ia memutuskan berhenti dan kembali untuk mengembangkan kemampuan spiritualnya.
Bali Post/wan
PESAN - Pembawa pesan yang juga praktisi meditasi dari Filipina Jacqueline berfoto bersama Ketua Paiketan Krama Bali Dr. Agung Suryawan Wiranatha, Ida Rsi Wisesanatha, Agung Sujana, Nyoman Mertha Harnaya di Warung 63 Denpasar, Minggu (19/8) kemarin. Ketika datang ke Bali, ia percaya Bali seperti ibu pertiwinya. Ia tinggal di Ubud, tepatnya di Villa Anis. Di sana, ia tidak sengaja melihat gua Rsi Markandeya yang letaknya di area Villa Anis. Kondisinya sangat kotor dan tidak terawat. Ia meminta pemilik vila, Ibu Ani, untuk membersihkan. Namun, Ibu Ani menolak dengan alasan harus mencari hari baik, menyiapkan upacara dan sebagainya. Ia berdoa kepada Tuhan agar diberikan jalan. Secara tidak sengaja bertemu dengan pemilik Hotel Kayon. Ketika ia datang ke sana, ia merasakan aura yang luar biasa dan ia tahu di hotel itu ada kamar untuk meditasi. Ia ke kamar meditasi di hotel itu. Dari sana, ia mendapat bisikan untuk membawa pemilik Villa Ani’s untuk meditasi di kamar meditasi. Di sana, Ibu Ani menangis. Setelah kejadian itu, Ibu Ani dan suaminya membersihkan gua yang ada di area vilanya. Bahkan, di sana ditaruh patung dan dihiasi bunga-bunga. Sejak itu, kupu-kupu banyak datang ke sana. Selain gua itu, Jacqueline juga prihatin dengan kondisi campuhan sungai di Ubud.
Pertemuan dua sungai itu ditutupi sampah. Padahal, di sana merupakan tempat suci, bertemunya dua aliran sungai berwarna hijau dan cokelat. Ia sedih dengan kondisi ibu pertiwi itu. Lalu ia bersama masyarakat sekitar dan staf Kayon Hotel membersihkan area sungai. Ia berpesan kepada masyarakat Bali agar selalu ingat terhadap leluhur. “Selalu ingat siapa kita, selalu ingat kenapa kita di dunia ini, selalu ingat kenapa Bali di sini, selalu ingat siapa yang membuka Bali pada dunia, selalu ingat kenapa Bali masih eksis sampai sekarang. Jika kita bisa menjawab pertanyaan ini, kita akan terhubung dengan jiwa kita. Kamu dapat membantu memberikan sentuhan rohani pada orang-orang di dunia. Ketika kamu lupa pada ibu pertiwi, maka ibu pertiwi akan mengingatkanmu,” ujarnya memberikan pesan kepada masyarakat Bali. Misinya ini sesuai dengan visi-misi Paiketan Krama Bali. Sehingga pesan Jacqueline ini akan bersama-sama diwujudkan oleh Paiketan Krama Bali. (may)
nya dia kenal dengan korban di Lumajang. Selanjutnya, mereka janjian bertemu di Bali dan Utari dijanjikan dicarikan pekerjaan. Setibanya di Denpasar, Utari langsung menuju Hotel Lavarta dan tiba pukul 14.30 Wita. Selanjutnya, dia menuju ke kamar korban di lantai tiga. “Kata saksi (Utari - red), pintu kamar hotel tidak dikunci sehingga langsung dibuka,” ujar Adnan Panibu. Utari melihat mulut korban berbusa dan mencoba membangunkan temannya itu dengan cara menggoyang badannya, namun tidak bergerak. Utari langsung memberi-
tahukan hal tersebut kepada pegawai hotel di lantai satu. Pegawai hotel, Ketut Nartiyani (34), mengatakan korban check in pada Sabtu (18/8) sekitar 20.00 Wita dan rencananya menginap dua malam. Selama ini, pria asal Blahbatuh, Gianyar ini sering menginap di TKP dan biasanya berbanyak. Namun, saat kejadian tumben korban menginap sendiri. Kasus ini langsung dilaporkan ke Polsek Denbar. Sekitar pukul 15.00 Wita, anggota Polsek Denbar dan Inafis Polresta Denpasar tiba di TKP. Usai olah TKP, jenazah korban dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan ambulans. Petugas memasang garis polisi di TKP. Barang bukti yang ditemukan di TKP, di antaranya tiga sachet minuman herbal untuk meningkatkan stamina. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh korban. Untuk penyebab kematiannya, kami menunggu hasil pemeriksaan tim medis RSUP Sanglah,” ujar mantan Kapolsek Denpasar Timur ini. (kmb36)
Tamu Hotel Meninggal dengan Mulut Berbusa
Denpasar (Bali Post) Karyawan Hotel Lavarta di Jalan Pidada, Denpasar dikagetkan dengan meninggalnya salah satu tamu, I Nyoman Asa (52), di kamar 21, Minggu (19/8) kemarin. Saat ditemukan, mulut korban mengeluarkan busa dan penyebabnya masih misterius. Kapolsek Denpasar Barat (Denbar) Kompol Adnan Panibu mengatakan, yang pertama kali mengetahui kejadian ini adalah teman korban, Utari (47), yang beralamat di Jalan Yos Sudarso, Lumanjang, Jawa Timur. Saat dimintai keterangan, Utari menerangkan awal-
Topik : Target Luas Tanam Padi Tak Terpenuhi
Senin Paing, 20 Agustus 2018
Wisnuardhana mengatakan, luas tanam harus terus meningkat karena kebutuhan beras terus naik setiap tahun. Pemerintah pusat juga menargetkan kenaikan sekitar 5 persen agar Cadangan Beras Pemerintah (CBP) juga naik. “Di Bali naik saja sudah bagus karena alih fungsi lahan tinggi,” ujarnya. Selain alih komoditi, permasalahan pertanian di lahan sawah juga alih fungsi lahan. Tahun 2016 hingga 2017 lalu, alih fungsi lahan tinggi, yaitu 900 hektar atau 1,13 persen. Tahun 2016, luas lahan sawah di Bali 79.526 hektar sedangkan tahun 2017 menjadi 78.626 hektar. “Ini tumben tinggi 900 hektar. Biasanya, rata-rata alih fungsi lahan pada kisaran 400 hingga 500 hektar atau 0,6 persen,” katanya. Sesuai prediksi BMKG, kata Wisnuardhana, Agustus merupakan kemarau basah dan udara kering. Oleh karena itu, ia mengimbau petani mengikuti Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) agar kegagalan panen bisa tercover. “Karena risiko gagal biasanya di bulan Agustus,” katanya mengingatkan.
Bali Post/wan
Selain faktor cuaca, yang menyebabkan petani menunda menanam padi juga karena bergiliran memakai traktor yang sangat dibutuhkan petani. Terbukti dari bantuan 149 traktor yang diberikan pemerintah daerah, luas tanam padi cukup signifikan. Bantuan traktor ini tersebar di seluruh subak di Bali. Tidak hanya pemerintah, pihak swasta juga membantu dalam pemberian traktor sehingga total bantuan traktor tahun
ini diperkirakan 300 unit. “Ini juga kabar yang menggembirakan. Karena salah satu penyebab luas tanam tidak signifikan, karena giliran memakai traktornya,” kata Wisnuardhana. Dengan target peningkatan luas tanam padi 5 persen, kata Wisnuardhana, maka target produksi gabahnya mencapai 850 ribu ton. Sementara tahun 2017, produksi gabah 835 ribu ton. Dari 835 ribu ton, 62 persennya menjadi beras
sehingga tahun 2017 produksi beras 518 ribu ton. Sementara kebutuhan beras di Bali 417.816 ton dan 37.000 ton kebutuhan lain. Dengan demikian, Bali pada tahun 2017 lalu surplus 63 ribu ton beras. Tahun ini, surplus beras diperkirakan lebih dari itu. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Pemkot Denpasar Gelar Apresiasi Seni Kemerdekaan Sekaligus Aksi Peduli Kemanusiaan Gempa Lombok PEMERINTAH Kota Denpasar menggelar acara apresiasi seni kemerdekaan yang sekaligus dikemas sebagai aksi peduli kemanusiaan gempa Lombok. Acara ini digelar di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Sabtu (18/8). Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang secara khusus hadir dalam acara tersebut mengatakan, acara ini adalah konser kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Lombok yang melibatkan artis-artis Bali yang tentunya memiliki misi yang selaras. Lebih lanjut disampaikan, penggalangan bantuan kemanusian ini bersinergi dengan elemen masyarakat Solidaritas Bali untuk Gempa Lombok, dan termasuk di dalamnya BEM Universitas Warmadewa. Rai Mantra dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar yang sudah terlibat dan memberikan kontribusi positif di acara ini. “Terima kasih dan saya sangat bangga melihat masyarakat khususnya
anak-anak muda yang hadir menyaksikan konser dan juga turut serta berdonasi,” ujarnya. Ketua panitia penyelenggara yang juga Asisten I Administrasi Pemerintahan dan Kesra I Made Toya mengatakan, peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI tahun ini dikolaborasikan dengan aksi peduli dan acara Rare Bali Festival atau festival anak-anak yang memang rutin digelar setiap dua tahun sekali. “Acara ini berlangsung dari pagi hingga malam hari. Pada pagi hari diisi festival anakanak, kemudian sore hingga malam diisi dengan konser Gelar Seni Kemerdekaan dan penggalangan dana aksi peduli,” katanya. Konser kepedulian ini diisi oleh sejumlah artis dan musisi Bali. Di antaranya, Joni Agung & Double T, Sekehe Kubu Barong Sanur, Lawak dan Wayang Kontemporer, Gede Bagus dan anak berbakat, Small Axe and Boby Dinnar Reggae, Perkusi Nusantara, Crazy Horse Rock Nostalgia, Kiss Band dan Bintang Band. Presiden BEM Universitas Warmadewa Windu Darmaja-
AKSI PEDULI - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra ikut serta dalam acara Apresiasi Seni Kemerdekaan yang dikemas sebagai aksi peduli kemanusiaan Gempa Lombok. ya juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Rai Mantra yang memberikan akses keterlibatan mereka. “Sebelumnya kami melaksanakan audiensi dengan beliau dan langsung diterima baik untuk turut serta berkolaborasi di acara ini. Jadi, kami sangat berterima kasih,” ujarnya.
Sementara itu salah satu masyarakat asal Denpasar Barat yang hadir, Gede Pujaastawan mengatakan, acara ini sangat positif karena tidak hanya konser semata tapi juga dikemas aksi sosial. “Saya sangat respect dengan Pemkot Denpasar yang menggelar acara seperti ini,” katanya. (ad890)
Rare Bali Festival 2018
Rai Mantra Ajak Angkat Kearifan Lokal, Bentuk Karakter Anak ”Curik-curik semental alang-alang boko-boko, tiang meli pohé, aji satak aji satus kéténg, mara bakat anak bagus pécéng, enjok-enjok.” Itulah sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan rare (anak-anak) Denpasar dalam gelaran Rare Bali Festival 2018 di areal Niti Mandala, Renon, Denpasar, Minggu (19/8) kemarin. Berbagai parade budaya anak-anak memeriahkan kegiatan tahunan Pemkot Denpasar dalam melestarikan permainan tradisional, sesuatu yang dekat dengan dunia anak namun mulai terlupakan. Ditampilkan pula dalam parade kebudayaan berbagai macam kreasi anak-anak seperti fragmentari, pawai pakaian adat anak-anak disabilitas, parade busana cita-cita anak, atraksi paskibraka, pencak silat dan lain sebagainya. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra hadir didampingi Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, serta seluruh OPD Pemkot Denpasar memberikan semangat kepada anak-anak dalam menampilkan berbagai atraksi permainan tradisional. Pada kesempatan tersebut, Rai Mantra juga menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba dan mengisi sesi tanya jawab berhadiah yang berlangsung sangat atraktif dan diakhiri penyerahan donasi bantuan kepada korban gempa Lombok. Wali Kota Rai Mantra saat ditemui mengatakan, pembentukan karakter anak sejak dini sangat diperlukan untuk bisa mencapai apa
yang disebut “Genius” (Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat). “Hal ini memerlukan tahapan yang tidak instan. Perlu dibentuk materi pembelajaran yang menciptakan iklim berinteraksi bagi anak. Genius di sini tidak hanya berarti pintar, namun perlu juga anak diasah untuk berempati pada lingkungan. Rare Bali Festival 2018 sangat tepat dalam mengangkat unsur kearifan lokal, yaitu permainan anak tradisional yang secara tidak langsung merupakan media yang ampuh untuk membentuk karakter sosial anak,” ujarnya. Rai Mantra menambahkan, ke depan perlu terus menggali kearifan lokal seperti permainan tradisional sebagai media interaksi sosial anak dan disisipkan ke dalam kurikulum sekolah, sehingga anak-anak di era digital berupa penggunaan gadget dan internet perlu diimbangi dengan interaksi sosial di masyarakat. Hal ini bisa didapatkan salah satunya saat memainkan permainan tradisional. “Permainan tradisional tidak sekadar bermain, namun di dalamnya memiliki makna, arti dan fungsi yang dapat membentuk karakteristik anak,” tegasnya. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti mengatakan, Rare Bali Festival 2018 dikemas serangkaian peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2018 dan merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya. “Rare Bali Festival tahun
RARE BALI - Hari kedua pelaksanaan Rare Bali Festival 2018, Minggu (19/8) kemarin, dimeriahkan parade budaya anak-anak. ini mengangkat tema Genius (Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat) dan digelar selama dua hari, mulai tanggal 18 Agustus diisi dengan berbagai macam lomba. Pada hari kedua ini ditampilkan parade budaya,” ujarnya. Penggagas Rare Bali Festival Kadek Wahyudita mengatakan, dalam Rare Bali Festival 2018 ini secara khusus mengangkat permainan tradisional yang menekankan fungsinya sebagai media pembentukan karakter anak. “Bagaimana kita mengenalkan permainan tradisional kepada anak yang hidup di tengah perkotaan yang modern. Rare Bali Festival 2018 secara spirit masih memiliki misi merawat tunas peradaban. Kegiatannya masih mengacu pada tiga hal prinsip, yaitu permainan tradisional, seni, dan literasi. Dari tiga hal pokok ini diterjemahkan
menjadi kegiatan pameran, lomba, pentas seni, parade, workshop dan lain sebagainya. Di hari kedua pelaksanaannya ini, ditampilkan parade budaya anak-anak PAUD hingga SMP se-Kota Denpasar. Selain itu juga digelar workshop oleh seniman pemerhati lingkungan Made Bayak dan pengenalan tradisi Barong oleh Kubu Barong,” katanya memaparkan. Salah satu peserta parade, Caca asal SMPN 9 Denpasar, mengatakan dia sangat senang dan bangga dapat berpartisipasi dalam parade budaya Rare Bali Festival 2018. “Tentu kegiatan ini sangat bagus bagi kami anak- anak di Kota Denpasar memiliki wadah dalam menunjukkan talenta dan kreativitas,” ujar Caca yang bersama rekan-rekannya menampilkan atraksi Paskibraka ini. (ad889)
BADUNG
Senin Paing, 20 Agustus 2018
3
Tumpek Kandang di Uluwatu
”Gebogan” Buah untuk Kawanan Monyet
Bali Post/kmb23
GEBOGAN - Sejumlah wisatawan mengabadikan momen persembahan gebogan buah untuk monyet di Uluwatu, Sabtu (18/8).
SUASANA berbeda terlihat di objek wisata kawasan Uluwatu serangkaian Tumpek Uye atau Tumpek Kandang, Sabtu (18/8). Persembahan gebogan buah untuk kawanan monyet menjadi tontonan menarik bagi wisatawan. Banyak wisatawan yang datang menyaksikannya. Ini tentu bisa menjadi atraksi atau daya tarik tambahan di sana. “Tentunya ini sesuatu yang langka bagi wisatawan. Melihat antusias wisatawan yang datang menyaksikan upacara ini, mungkin nanti kami akan suguhkan tarian sebagai atraksi tambahan,” kata Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta di sela-sela upacara Tumpek Kandang di kawasan Uluwatu. Menurutnya, upacara ini sebagai ungkapan rasa syukur, terima kasih sehingga keberadaan monyet ini bisa hidup berdampingan dengan manusia atau pengunjung di lingkungan objek Uluwatu, sesuai dengan konsep Tri Hita Karana. Kegiatan ini memang rutin dilaksanakan enam bulan sekali dalam kalender Bali. “Ini merupakan cerminan untuk melaksanakan konsep Tri
Daerah Wisata Berkembang
Makin Banyak Krama Bali Terlibat Narkoba
Mangupura (Bali Post) -
Semakin banyak objek atau daerah wisata di Bali, perekonomian warga makin bertumbuh. Itu positifnya. Negatifnya, peredaran narkoba ikut mengiringi. Pengedar barang terlarang itu menyasar orang kaya baru (OKB). Kondisi ini dikuatkan dengan semakin banyak orang Bali terlibat narkoba. Data diperoleh di Polda Bali, periode Januari-Juni 2017 tercatat 382 orang Bali terlibat narkoba, dalam periode sama tahun 2018 meningkat menjadi 450 orang. “Destinasi pariwisata baik nasional maupun internasional menjadi pasar potensial peredaran gelap narkoba,” kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Minggu (19/8) kemarin. Untuk itu, peran desa adat sangat penting dalam upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba terutama Kabupaten Badung karena destinasi pariwisata nasional dan internasionalnya. Bila semua pihak menutup mata dengan kondisi ini, maka jumlah orang Bali kena atau terlibat narkoba akan terus meningkat. Guna menggugah kesadaran krama Bali akan kondisi tersebut, mantan Direktur Binmas Polda Bali ini selalu mengajak, memotivasi dan menyadarkan supaya membentengi diri agar terhindar dari narkoba. “Hari Kamis tanggal 16 Agustus lalu, bendesa adat se-Kabupaten Badung hadir dalam kegiatan asistensi penguatan pembangunan berwawasan antinarkoba kepada kelompok masyarakat,” ujar Suastawa didampingi Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini. Di hadapan puluhan bend-
esa adat se-Kabupaten Badung, jenderal bintang satu asal Desa Gulingan, Mengwi ini, mengajak desa adat berperan aktif dalam penanganan narkoba, seperti membentuk kesepakatan adat secara tertulis (pararem) dengan melibatkan pecalang dalam pemantauannya sebagai garda terdepan. Pecalang dan sekaa teruna teruni juga dapat
ikut terlibat sebagai relawan P4GN untuk memproteksi diri dan desanya. Peran pecalang yang sentral dapat melakukan pemantauan dan pemeriksaan ke sejumlah tempat hiburan malam atau kafe yang ada di daerahnya, didampingi bendesa adatnya. Selain itu bila menemukan pecandu narkoba di desanya, maka pecalang melakukan pendampingan untuk melapor kepada BNN. “Kegiatan ini selain untuk meningkatkan komitmen dan sinergi seluruh bendesa dan masyarakat di desa adat, juga meningkatkan kontribusi nyata desa adat dalam mendukung upaya P4GN,” ungkap ayah dua putra ini. (kmb36)
Bali Post/ist
BENDESA ADAT - Kepala BNNP Bali Brigjen Suastawa saat pertemuan dengan bendesa adat se-Kabupaten Badung.
Sekolah dan Permendiknas No. 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai kepala sekolah. Permendiknas ini mengamanatkan bahwa perlunya penataan kembali sistem rekrutmen dan pembinaan karier kepala sekolah, sehingga diperoleh kepala sekolah yang kredibel dan berkompetensi. “Diklat calon kepala sekolah merupakan kegiatan pemberian pengalaman pembelajaran teoritik maupun praktik yang sudah tentu bertujuan untuk menumbuhkembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada dimensi-dimensi kompetensi, kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial,” terangnya. Kabid Pembinaan Ketenagaan I Nyoman Suardana mengatakan, pendidikan merupakan landasan dasar dalam era global dengan segala peluang dan
USAI aubade dan upacara penurunan sang saka merah putih, Pemerintah Kabupaten Badung menggelar syukuran serangkaian HUT ke-73 RI di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Jumat (17/8). Syukuran diisi pemotongan tumpeng oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Ketua DPRD Badung Putu Parwata yang diberikan kepada perwakilan Veteran Republik Indonesia Kabupaten Badung. Ini sebagai ungkapan rasa syukur serta terima kasih atas jasa para pejuang dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan RI. Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta beserta jajaran juga menyerahkan bingkisan kepada veteran. Acara syukuran juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, pimpinan dan anggota DPRD Badung, Sekda Badung Adi Arnawa, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Badung, pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Badung, Ketua Organisasi Wanita serta Paskibraka Kabupaten Badung. Bupati Giri Prasta menyampaikan pada peringatan HUT ke-73 RI ini, mari kita tegakkan 4 Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, mengisi Kemerdekaan sesuai dengan ide, gagasan serta cita-cita pendiri bangsa. Lanjut dikatakan, generasi penerus mempunyai kewajiban moral yang amat besar untuk mengisi kemerdekaan sesuai dengan cita-cita Proklamasi, yaitu melaksanakan pembangunan di segala bidang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, dengan meringankan beban pribadi dan komunal masyarakat melalui program pendidikan, kesehatan, PBB gratis. Beban komunal, membebaskan masyarakat dari iuran kegiatan keagamaan seperti
tantangannya. Dalam hal ini sekolah merupakan satuan pendidikan formal yang mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan pengetahuan sikap dan keterampilan seluruh warga sekolah. “Tujuannya untuk memperoleh calon kepala sekolah yang memenuhi persyaratan administrasi dan akademik sesuai ketentuan dan selanjutnya siap mengikuti pendidikan dan pelatihan penyiapan calon kepala sekolah,” jelasnya. Lebih jauh dijelaskan, mekanisme seleksi meliputi seleksi administrasi, kelengkapan dokumen guru sebagai calon kepala sekolah. Seleksi akademik, yaitu penilaian kepala sekolah dan pengawas, penilaian kinerja guru, makalah kepemimpinan dan penilaian potensi kepemimpinan. “Setelah lulus Seleksi akademik dilanjutkan dengan diklat,” pungkasnya. (kmb27)
Lagi, Puluhan Pohon Perindang Mati Mangupura (Bali Post) Masih ingat dengan kasus puluhan pohon perindang ditemukan dibor pada pangkal pohon dan dimasukkan zat beracun, sehingga mati pada Agustus 2017? Pohon jenis mahoni yang berada di Jalan Sunset Road - Imam Bonjol ini diduga sengaja diracuni, karena dianggap mengganggu. Kasus serupa kembali terjadi. Puluhan pohon perindang di seputar Jalan Raya Canggu Kuta Utara, Badung mati kering. Matinya puluhan pohon perindang secara bersama ini diduga ada kesengajaan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Badung Putu Eka Merthawan mengatakan, sebanyak 37 pohon milik pemerintah itu mengering secara misterius. Kejadian ini diperkirakan disengaja. “Karena tidak mungkin pohon itu mati kekeringan kurang air. Mengingat di se-
belahnya ada got yang banyak air. Ada 37 pohon perindang angsana mati kering misterius,” ujar Eka Merthawan, Minggu (19/8) kemarin. Pihaknya sangat menyayangkan matinya puluhan pohon itu, mengingat ukuran-
nya sudah besar karena telah berumur 10 tahun. Anehnya, matinya berderetan dan ini tak ada unsur alam. “Kejadian ini diketahui satu bulan lalu oleh tim URC Perindang Dinas LHK dan daunnya baru rontok. Minggu ini positif
Bali Post/ist
MISTERIUS - Puluhan pohon perindang di seputar Jalan Raya Canggu, Kuta Utara, Badung mati misterius.
mendongkrak kunjungan wisatawan. “Di Bali kita memiliki konsep Tri Hita Karana, hubungan manusia dengan alam dan lingkungan, terutama yang memberikan manfaat terhadap objek ini terutama keberadaan monyet di kawasan Uluwatu,” terangnya. Dikatakannya, dari data hasil observasi peneliti Kanada, monyet di Uluwatu telah dinyatakan bebas rabies oleh Balai Besar Veteriner dan dilakukan perawatan rutin setiap 6 bulan sekali melibatkan pihak Fakultas Kedokteran Hewan Unud. Pengunjung tidak perlu takut dan khawatir terhadap keberadaan monyet ini, karena setiap hari sudah ada petugas atau pawang monyet. “Monyet di sini adalah jenis monyet yang pintar dan lucu, bukan agresif,” tegasnya. Untuk memberikan rasa nyaman, saat ini di objek wisata kawasan luar Uluwatu sudah dilengkapi dengan mobil ambulans dan tim medis. Bahkan secara rutin dari RS BIMC menyerahkan keperluan medis kepada pengelola. (edi)
Badung Gelar Syukuran HUT Ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI
Disdikpora Siapkan Calon Kepala Sekolah Mangupura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) setempat menyiapan calon kepala sekolah untuk mengisi kekosongan di Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kadisdikpora Badung Ketut Widia Astika mengatakan telah melakukan seleksi akademik yang diikuti oleh 59 orang guru (37 orang guru SD dan 22 guru SMP). “Ini merupakan salah satu upaya daerah untuk meningkatkan mutu tenaga pendidikan dengan kewenangan dalam pembinaan karier, maka salah satunya adalah pelaksanaan rekrutmen kepala sekolah,” ungkap Widia Astika, belum lama ini. Menurutnya, rekrutmen kepala sekolah telah diatur dalam Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala
Hita Karana, penghormatan terhadap alam beserta isinya, salah satu isinya adalah monyet,” ucapnya. Selama ini, kata Sumerta, wanara atau monyet sudah memberikan kontribusi yang positif terhadap kelengkapan objek wisata di kawasan Uluwatu. Tentu ini merupakan satu perbedaan dari objek wisata lain karena ini menjadi daya dukung terhadap kesejahteraan di Desa Pecatu. “Kawasan wisata luar Pura Uluwatu bisa dikatakan salah satu objek wisata yang cukup lengkap, dan melebihi dari objek wisata lain. Bahkan objek wisata Uluwatu sering disebut dengan The Five Wonderful Beauties at Uluwatu karena selain bisa melihat panorama alam, sunset, Pura, Kecak, Forest tentu juga dilengkapi keberadaan monyet,” ujarnya. Sementara itu, Asisten Manajer Pengelola Objek Kawasan Luar Pura Uluwatu Wayan Mosin Arjana menambahkan, Tumpek Kandang yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali rutin dilakukan oleh pengelola kawasan objek wisata Uluwatu. Sehingga, keberadaan monyet ini diharapkan bisa
dinyatakan mati,” ungkapnya. Pihaknya pun menerjunkan tim URC perindang untuk menangani kasus ini. Bahkan kalau terbukti ada yang melakukan tindakan sengaja mematikan pohon tersebut akan mendapat hukuman sesuai Perda Badung No. 4 Tahun 2001 tentang ketertiban dan kebersihan. “Kalau terbukti akan mendapat hukuman pidana ringan maksimal kurungan 3 bulan dan denda maksimal Rp 5 juta,” tegasnya. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk ikut menjaga pohon perindang di sekitarnya. Sementara, kemarin pihaknya melakukan perompesan pada empat pohon tersebut karena daunnya berguguran. Sebelumnya, DLHK Badung sempat membuat sayembara untuk mengungkap pelaku yang sengaja meracuni pohon perindang dengan hadiah Rp 2 juta. (kmb27)
SYUKURAN - Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa serangkaian syukuran HUT ke-73 RI di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Jumat (17/8). membangun pura, masjid, gereja, vihara, piodalan dan biaya untuk upakara/upacara. “Kalau semua ini telah dibantu, masyarakat tidak perlu mengeluarkan iuran, dengan tujuan agar dana yang dimiliki dapat dikelola di rumah tangga masing-masing sehingga ekonomi menjadi meningkat dan kemiskinan menurun astungkara sampai ke nol persen,” jelasnya. Dalam kesempatan ini juga disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung melalui Bupati, Wakil Bupati dengan pimpinan dan seluruh anggota DPRD beserta SKPD telah sepakat di hari Kemerdekaan RI ke-73 ini mendeclare khususnya poin ketiga dari Program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) tentang jaminan sosial. Sudah diputuskan untuk memberikan jaminan kepada krama Badung di masa hari senjanya, krama Badung yang usianya 60 tahun ke atas yang sakit, tidak bisa beraktivitas dan berkebutuhan khusus diberi santunan. Termasuk krama Badung lansia yang usianya 72 tahun ke atas diberikan gaji. “Marilah kita bersama-sama bergerak, berjuang
untuk membangun Kabupaten Badung menuju Krama Badung Sehat dan Bahagia,” paparnya. Bupati juga memberikan apresiasi tinggi kepada Paskibraka Kabupaten Badung, yang telah menunjukkan dedikasinya pada peringatan HUT Kemerdekaan RI. Dari pengibaran sampai menurunkan Sang Saka Merah Putih, dengan penuh rasa tanggung jawab serta disiplin tinggi. Bupati Giri Prasta menekankan kepada generasi muda, generasi milenial Kabupaten Badung agar bisa menjadi generasi muda yang kuat, karena Bung Karno Presiden RI pertama The Founding Father mengatakan pada pidato politiknya, beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia. “Saya merasa bangga dengan generasi muda Badung yang telah mampu menanamkan rasa patriotisme dengan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan. Astungkara apa yang kita cita-citakan bersama untuk Kabupaten Badung bisa berjalan dengan baik,” harapnya.(ad888)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Undiknas Peduli Lingkungan Libatkan 1.000 Mahasiswa
UNDIKNAS Denpasar dikenal kampus paling intens menggelar aksi peduli lingkungan. Minggu (19/8) kemarin seribu lebih mahasiswa baru Undiknas diterjunkan melakukan aksi bersih-bersih di Pantai Sanur hingga Padanggalak. Aksi ini dipimpin langsung Direktur Direktorat Student and Alumni Undiknas Dr. I.B. Teddy Prianthara, S.E., M.Si. Aksi ini juga menggandeng komunitas ‘’Malu dong buang sampah sembarangan’’. Ketua Penanggung Jawab Student Week I.B. Teddy Prianthara mengungkapkan aksi Undiknas Peduli Lingkungan ini merupakan rangkaian program Student Week Undiknas 2018 di tingkat universitas. Hal ini juga dilakukan sesuai seruan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti agar masyarakat membersihkan pantai serentak pada 19 Agustus 2018. ‘’Kebetulan pas dengan program Undiknas Care,’’ ujarnya. Ida Bagus Teddy Prianthara yang juga Ketua HUT Emas Undiknas menambahkan, Undiknas Care dipusatkan di Sanur karena kawasan ini bagian penting dari objek wisata internasional Bali. Kawasan ini juga masih banyak ditemukan sampah plastik dan organik hasil sisa upakara karena kawasan ini setiap hari dipakai umat untuk upacara Panca Yadnya. Sementara itu, tujuan khususnya yakni memberikan pembelajaran kepada mahasiswa bahwa kebersihan adalah bagian kehidupan sehari-hari juga guna mengasah rasa kepedulian terhadap lingkungan serta menjadi insan problem
UNDIKNAS PEDULI - Direktur Direktorat Student and Alumni Undiknas I.B. Teddy Prianthara bersama mahasiswa baru yang mengikuti Undiknas Peduli di Pantai Sanur. solving masalah kekinian. Makanya akuntan publik ternama ini mengungkapkan aksi ini bagian dari syarat 200 SKP yang wajib dimiliki mahasiswa jika ingin menempuh KKN. Bagi I.B. Teddy Prianthara yang juga akuntan KKB ini, pemerintah harusnya gencar mengedukasi masyarakat untuk menanamkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk membuang sampah pada tempatnya. Undiknas sebagai perguruan tinggi favorit di Bali akan terus aktif berperan mengedukasi masyarakat, apalagi Undiknas rutin mendapatkan Tri Hita Karana Award sebagai kampus bersih dan sehat. Undiknas, katanya, juga sedang aktif menjalani PBM berbasis e-learning. Ini sesuai dengan
motto Undiknas ‘’Smart, Global dan Digital’’ sehingga pembelajaran berupa teleconference, termasuk membuka international class room yang semuanya diperuntukkan bagi generasi milenial alias anak muda zaman now. Selama tiga hari mahasiswa baru, dikatakan Ketua Panitia Student Week Dr. I Made Wira Dharma, S.H., M.H., diberi materi pengenalan kampus, prodi dan sistem pendidikan, layanan akademik, keuangan dan kemahasiswaan serta memperkuat jati diri sebagai bangsa Indonesia dan insan Pancasila. Mulai Senin ini Student Week dilakukan di tingkat fakultas. Setelah itu dilanjutkan dengan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM). (ad884)
FT UNR Lepas Calon Wisudawan
Terus Berinovasi agar Mahasiswa Selesaikan Studi Tepat Waktu
FAKULTAS Teknik Universitas Ngurah Rai (FT UNR) melaksanakan pelepasan Sarjana Teknik pada Sabtu (18/8) lalu di Ruang Damar Hotel Golden Tulip, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Acara tersebut dihadiri para pejabat di lingkungan Yayasan Jagadhita Denpasar, Rektor UNR, para pejabat dan dosen dari masing-masing fakultas di lingkungan UNR, perwakilan alumni FT UNR, pengurus senat mahasiswa FT UNR, serta keluarga calon wisudawan FT UNR. Pada pelepasan periode ini, ada sebanyak 22 orang lulusan, 19 orang di antaranya berasal dari Prodi Teknik Sipil dan 3 orang dari Prodi Teknik Arsitektur. Sampai saat ini FT UNR telah meluluskan 815 orang sarjana, sebagian besar sudah terserap di dunia kerja. Dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya, yakni IPK rata-rata lulusan 3,65 untuk Prodi Teknik Sipil dan 3,44 untuk Prodi Teknik Arsitektur dengan lama masa studi rata-rata adalah 4 tahun 7 bulan. Penghargaan diberikan kepada lulusan berprestasi dengan IPK tertinggi yaitu I Gede Mahanata Wijaya dari Prodi Teknik Sipil dengan IPK 3,65 dan I Putu Edy Putra Ariawan dari Prodi Arsitektur dengan IPK 3,44. Penghargaan juga diberikan kepada lulusan termuda yaitu Putu Sudarma (23 tahun 10 bulan) dari Prodi Teknik Sipil dengan IPK 3,40. Dekan FT UNR Ir. I Gusti Made Sudika, M.T. menyampaikan bahwa label yang selama ini melekat pada proses perkuliahan
di Fakultas Teknik yang dianggap sulit dan lama telah bisa dilepaskan. Sehingga diimbau untuk tidak perlu ragu memilih Fakultas Teknik UNR sebagai tempat menimba ilmu. ‘’Asalkan dilaksanakan dengan serius pasti bisa lulus dengan baik dan cepat,’’ ujarnya. Dikatakan pula bahwa FT UNR terus berusaha mencari terobosan baru agar mahasiswa bisa menyelesaikan studi tepat waktu. Di antaranya dengan mengadakan evaluasi secara rutin meliputi silabus, kurikulum, dan metode pengajaran. Sehingga proses bisa lebih cepat, serta mutu tetap bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan. Lebih lanjut disampaikan, guna meningkatkan mutu lulusan, Prodi Teknik Sipil dan Arsitektur FT UNR yang terakreditasi B terus berbenah diri yaitu dengan meningkatkan kualitas SDM dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Seperti menyelenggarakan
seminar-seminar akademik dan pameran di bidang keteknikan serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Yang terbaru adalah kerja sama antara FT UNR dengan Dinas PUPR dan LPJK Provinsi Bali dalam rangka sertifikasi tenaga ahli bidang konstruksi untuk sarjana teknik yang baru lulus lewat program SIBIMA (Sistem Informasi Belajar Intensif Mandiri). Saat ini FT UNR juga sedang dalam proses membentuk prodi baru yaitu Teknik Informatika. Untuk itu diimbau kepada para generasi muda untuk terus berkarya dan bergabung dengan FT UNR. Pada tahun akademik 2018/2019 FT UNR kembali membuka penerimaan mahasiswa baru. Untuk mendapatkan informasi terkait hal tersebut, bisa menghubungi Sekretariat FT UNR di (0361) 467533, 462617 atau website http://www.ft.unr. ac.id. (ad885)
”Grand Opening’’ Finns VIP Beach Club FINNS Bali yang menaungi Finns Beach Club dan Finns Recreation Club melebarkan sayapnya dengan membuka (grand opening) kembali Finns VIP Beach Club, Sabtu (18/8) malam lalu. Grand Opening Finns VIP Beach Club ini dihadiri seribuan tamu undangan, baik wisatawan, pengusaha, artis, anggota DPRD Badung maupun tokoh masyarakat Desa Tibubeneng. ‘’Tanggal 18 Agustus 2018 merupakan hari bersejarah pembukaan Finns VIP Beach Club sekaligus merayakan HUT ke-73 RI dengan mengisi sesuatu hal lebih istimewa. Karena usaha ini merupakan ekspansi dari usaha yang dibangun sebelumnya yakni Finns Beach Club dua tahun lalu berada dalam satu lokasi di Pantai Berawa,’’ kata Owner Finns Bali I Ketut Subina didampingi Business Partner Tony Smith, CEO Finns Bali I Dewa Deny, Direktur Finance Finns Bali A.A. Putra Wigena, Direktur Operasional I Wayan Wirawan dan Area Operation Manager Wayan Asrama. Dibukanya Finns VIP Beach Club ini guna memberi pelayanan kepada tamu-tamu yang privasinya terjaga dari wisatawan kelas menengah sampai kelas atas. Karena itu fasilitas yang ada di Finns VIP Beach Beach jauh lebih mewah dan elegan dengan Finns Beach Club, sehingga wisatawan yang bersantai sambil menikmati sunset di Pantai Berawa akan merasa puas dan senang. ‘’Kami harapkan dibukanya Finns VIP Beach Club mampu me-
BERSAMA – Owner Finns Bali I Ketut Subina (nomor 2 dari kanan) foto bersama Business Partner Finns Bali Tony Smith, CEO Finns Bali Dewa Deny (kiri) dan Perbekel Desa Tibubeneng I Made Kamajaya (kanan) di sela-sela pembukaan Finns VIP Beach Club Berawa, Sabtu (18/8) malam lalu. ningkatkan kunjungan wisatawan ke Badung umumnya dan Pantai Berawa khususnya. Karena Pantai Berawa sudah ramai dikunjungi wisatawan mancanegara sejak dibukanya Finns Beach Club dua tahun lalu,’’ ujar Subina. Sementara itu, Perbekel Desa Tibubeneng I Made Kamajaya mengatakan, pihaknya bersyukur adanya Finns Beach Club dan Finns VIP Beach Club masuk ke Pantai Berawa, sehingga pariwisata di Pantai Berawa mulai menggeliat. Dia mengaku kerja sama yang dijalin dengan Finns Beach Club
selama ini cukup bagus dan terus mengembangkan usahanya, sehingga mampu mengangkat Desa Tibubeneng semakin dikenal wisatawan mancanegara. ‘’Berkat Finns Beach Club beroperasi di Pantai Berawa, Desa Tibubeneng semua sektor jadi menggeliat. Ini sangat luar biasa dan kami mengapresiasi pemilik Finns Beach Club kembali mengembangkan usahanya yakni Finns VIP Beach Club untuk tamu berkelas, sehingga Pantai Berawa semakin terkenal di mancanegara,’’ papar Kamajaya. (ad887)
Senin Paing, 20 Agustus 2018
Penandatanganan MoU Unmar-Senmon Kyouiku Jepang Terkait Nat Test
Ribuan Calon Naker ke Jepang akan Jalani Tes di Kampus Mahendradatta
UNIVERSTITAS Mahendradadatta (Unmar) sebagai PTS tertua di Bali dan Nusa Tenggara kembali menunjukkan eksistensinya. Dalam kesempatan ini Unmar menggandeng Senmon Kyouiku Publishing Co. Ltd., sebuah perusahaan lisensi resmi dari Jepang, mengadakan kerja sama dalam penyelenggaraan Nat-Test di wilayah Bali. Hal ini terwujud setelah ditandantanganinya nota kesepahaman (MoU) antara Unmar dan Senmon Kyouiku. Menurut CoordinatorProctor Ni Luh Putu Ening Permini, penyelenggaraan Nat-Test sudah memasuki kali kedua pada bulan Agustus. Nat-Test sendiri merupakan ujian kemampuan bahasa Jepang yang didesain untuk mengukur kemampuan bahasa Jepang bagi penutur nonbahasa Jepang. Dengan mengukur kemampuan kosakata, tata bahasa, bacaan dan pendengaran, Nat-Test memberikan evaluasi umum kemampuan bahasa Jepang peserta ujian. Ujian ini digunakan oleh pelajar bahasa Jepang yang ingin melanjutkan pendidikan ke Jepang sebagai salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan bahasa Jepang. Adapun kelebihan dari penyelenggaraan Nat-Test ini antara lain: Diadakan reguler 6 kali dalam setahun, soal ujian sama persis dengan JLPT dan sertifikat diakui oleh pemerintah Jepang,
sistem pendaftaran melalui online sehingga peserta tidak perlu datang ke tempat pendaftaran, serta hasil ujian bisa diketahui peserta paling lambat 3 minggu setelah ujian. Unmar sebagai satu-satunya penyelenggara yang memiliki lisensi resmi di Bali berharap penyelenggaraan Nat Test ini nantinya dapat meng-cover dan membantu generasi muda Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya yang ingin mengembangkan diri dan mengukur skill dalam berbahasa Jepang serta memiliki sertifikat resmi yang nantinya dapat digunakan dalam bersaing di pangsa kerja internasional.
‘’Peserta didik dari kursus-kursus bahasa Jepang maupun lembaga tinggi penyelenggara studi Jepang tidak perlu bingung atau pergi jauh untuk mendapatkan sertifikat resmi. Karena di Bali kami Universitas Mahendardatta siap membantu penyelenggaraan tes tersebut. Bagi calon peserta bisa mendaftar langsung melalui web resmi Nat-Test ataupun email kami di net.test.unmar@gmail. com, di mana penyelenggaraannya reguler tiap dua (2) bulan sekali. Masih ada dua kali kesempatan di tahun ini yakni pada bulan Oktober dan Desember,’’ pungkas Coordinator Proctor Ni Luh Putu Ening Permini. (ad882)
Aset Capai Rp 435 Miliar
BPR Sri Partha Group Rayakan HUT Ke-49 dengan Donor Darah MERAYAKAN HUT ke-49, BPR Sri Partha Group menggelar aksi sosial berupa kegiatan Donor Darah ‘’Setetes untuk Senyum Bersama’’ melibatkan seluruh karyawan di Kantor BPR Sri Partha Bali, Jalan Prof. Moh. Yamin No. 7 Renon, Denpasar, Minggu (19/8) kemarin. Selain donor darah, berbagai rangkaian kegiatan salah satunya sosialisasi dan ceramah kesehatan dari RS Surya Husadha, rekanan Sri Partha Group dalam bidang kesehatan. Ketua Panitia Ni Made Dwi Aryawati, S.P. mengatakan kegiatan donor darah merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap enam bulan sekali, di samping juga melaksanakan program-program pendidikan yang dilakukan secara berkala setiap bulannya. BPR Sri Partha Group terdiri dari lima jaringan kantor, yaitu PT BPR Ashi, PT BPR Shri Gangga Bali, PT BPR Sri Partha Bali, PT BPR Tish, dan PT BPR Pusaka. Hingga semester I per Juli Tahun 2018, aset BPR Sri Parta Group telah mencapai Rp 435 miliar lebih, dengan tabungan mencapai Rp 103 miliar, deposito Rp 251 miliar dan kredit yang disalurkan mencapai Rp 264 miliar. Jumlah penabung sampai dengan bulan Juni 2018 sebanyak 21.619 orang dengan jumlah peminjam sebanyak 1.425 orang. Menurut Dwi Aryawati yang juga Direktur Utama BPR Shri Gangga Bali, BPR Sri Partha Group termasuk jajaran The Big Five BPR di Bali. Dijelaskan, pada tanggal 27 Juli lalu telah dilakukan rapat kerja oleh seluruh Pengurus Sri Partha Group untuk mengevaluasi kinerja sampai dengan semester I tahun 2018. Berdasarkan kompilasi data yang
POTONG TUMPENG - Dewan Penasihat BPR Sri Partha Group I Wayan Gatha dan I Nyoman Pegug saat menerima potongan nasi tumpeng pada perayaan HUT ke-49 BPR Sri Partha Group, Minggu (19/8) kemarin. dilakukan, BRP Tish menduduki ranking I, BPR Ashi ututan kedua, dan BPR Gangga, BPR Pusaka, dan BPR Sri Partha menduduki ranking ke-3, 4, dan 5. Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengajak kepada seluruh dirut dan seluruh karyawan untuk mengejar ketertinggalan, lebih meningkatkan semangat kerja, membudayakan kerja cerdas dengan melakukan do defferent for goal defferent. ‘’Jangan berperilaku seperti kutu loncat, harus loyal dan setia, jangan bekerja hanya untuk hasil yang tinggi sesaat tetapi nantinya menimbulkan risiko, tapi harus menekankan proses. Together we can grow in harmony, Bersama kita tumbuh dalam keharmonisan,’’ pesannya.
Sebagai rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-49, sebelumnya juga telah dilakukan beberapa kegiatan CSR yakni tirtayatra ke Pura Batur dan Pura Besakih sekaligus menghaturkan dana punia, kegiatan bersih-bersih pantai sekaligus memberikan donasi beberapa tempat sampah dan papan pengumuman. Perayaan puncak HUT ke-49 BPR Sri Partha Group juga ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pelepasan balon ke udara oleh I Wayan Gatha dan I Nyoman Pegug selaku perintis dan pendiri BPR Sri Partha Group, sekaligus saat ini selaku Dewan Penasihat. Hadir pula seluruh direktur utama, direktur, komisiaris utama masing-masing jaringan Kantor BPR Sri Partha Group. (ad886)
NPL Perbankan 3,73 Persen
Penyumbang Tertinggi Pertambangan dan Penggalian Denpasar (Bali Post) Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusa Tenggara, semester I 2018 NPL perbankan naik yaitu 3,73 persen dibandingkan Desember 2017 yaitu 3,42 persen. Khusus Kredit Usaha Rakyat (KUR), NPLnya mencapai 0,45 persen. NPL ini lebih kecil dari semester I 2017 yang mencapai 0,56 persen (yoy). Kepala OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara Hizbullah mengatakan, penyaluran kredit per Juni 2018 mencapai Rp 83.912 miliar, mengalami kenaikan dari Desember 2017 yang pada waktu itu kredit yang disalurkan Rp 82.679 miliar. Penyaluran kredit terbesar di Bali yaitu penerima kredit bukan lapangan usaha sebesar 38,06 persen, perdagangan besar dan eceran 31,62 persen dan penyediaan akomodasi, makanan dan minuman yaitu 8,90 persen. Sementara penyaluran kredit khusus KUR di Bali per Juni 2018 mencapai Rp 5,45 triliun. KUR tersebut disalurkan ke sektor perdagangan sebesar 62,83 persen, pertanian 14,32 persen, industri pengolahan 7,43 persen. Dari penyaluran kredit itu, rasio
NPL-nya mencapai 3,73 persen. Tiga sektor penyumbang NPL tertinggi adalah pertambangan dan penggalian sebesar 10,72 persen, kegiatan usaha yang belum jelas batasannya 8,83 persen, dan jasa perorangan yang melayani rumah tangga 7,70 persen. Sementara NPL KUR mencapai 0,45 persen. Jika ditelisik per sektor, penyumbang NPL KUR terbesar adalah sektor real estate sebesar 0,88 persen. Penyumbang NPL KUR lainnya yaitu dari sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi sebesar 0,64 persen. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali belum lama ini merilis kinerja pertumbuhan ekonomi semester I 2018. Dari semua kinerja lapangan usaha, lapangan usaha perbankan yang mengalami kontraksi - 0,31 persen. Regional Head Bank Danamon untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara I Gusti Agus Indrawan mengatakan, NPL Bank Danamon secara nasional masih terjaga di kisaran 3,3 persen pada semester I 2018, jauh di bawah ketentuan regulator. ‘’Kualitas aset kita terus terjaga melalui pengelolaan risiko yang prudent, proses kolektif dan
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
kredit recovery yang prudent sehingga rasio NPL 3,3 persen,’’ ujarnya. Selama ini penyaluran kredit Bank Danamon secara nasional ditopang kredit konsumer mortgage atau KPR dan SME (small medium enterprise) atau UKM. Dengan tiga kali kenaikan suku bunga acuan dari Bank Indonesia, tentu membuat margin perbankan tipis. Maka untuk menguatkan fondasi kinerja, ia mencari dana-dana murah, dengan melakukan diversifikasi sumber pendapatan. Dana murah itu melalui CASA (current account saving account) granular. Sumber pendapatan lainnya yaitu dari tabungan dan giro (CASA) tumbuh 9 persen. ‘’Hal ini disebabkan oleh peningkatan rekening tabungan yang bersifat granular,’’ ujarnya. Pendanaan tidak hanya diperoleh dari tabungan tetapi juga deposito yang berbunga rendah. Deposito yang berbunga mahal bukan sengaja dilepas, namun disesuaikan dengan kinerja dan strategi bisnis bank. Maka jika tidak sesuai, akan dilepas. Hal ini menyebabken kinerja deposito Bank Danamon turun 7 persen. (kmb42)
daerah
Senin Paing, 20 Agustus 2018
Kasus Dugaan Suap ASN
Soal Vonis Tujuh Bulan, Jaksa Nyatakan Menerima Denpasar (Bali Post) Majelis hakim pimpinan Made Sukereni dalam putusan kasus dugaan suap atau gratifikasi terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN), terkait perubahan bendera kapal asing, pekan lalu memberikan waktu sepekan kepada terdakwa dan jaksa dalam menyikapi putusan majelis hakim. JPU Wayan Suardi yang dikonfirmasi soal menerima atau menempuh upaya hukum banding dalam putusan 7 bulan atas perkara korupsi ini, Minggu (19/8) kemarin, menyatakan merima putusan majelis hakim tersebut. Sehingga perkara dugaan suap pengurusan bendera kapal asing ke bendera Indonesia (Dream Bali) itu sebentar lagi akan inkracht. ‘’Jaksa terima,’’ ucap Wayan Suardi. Sebelumnya, dalam perkara dugaan suap terhadap ASN, majelis hakim pimpinan Made Sukereni menghukum terdakwa Adi Wicaksono dengan pidana penjara selama tujuh bulan, denda Rp 35 juta subsider dua bulan kurungan. Putusan majelis hakim ini adalah putusan paling rendah sepanjang sidang pidana korupsi di Pengadilan Tipikor Denpasar. Sedangkan rekannya, Direktur PT Bali Merine Service Rustyasi Pilemon (32), dihukum pidana penjara se-
lama satu tahun dan denda Rp 50 juta. ‘’Jika tidak dibayar setelah kasus ini mempunyai kekuatan hukum tetap, maka diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan,’’ vonis hakim. Atas vonis tersebut, Adi Wicaksono langsung bersujud. Begitu juga dengan Pilemon yang langsung memeluk keluarganya begitu hakim ketok palu. Dalam perkara ini, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dalam Pasal 13 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor.31 Tahun 1999 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Sebagaimana diketahui, kedua terdakwa diadili atas dugaan suap dan gratifikasi terkait pemalsuan dokumen kapal dari Dream Tahiti berbendera Prancis menjadi Dream Bali. Sebagai penerima suap adalah oknum ASN di Pelabuhan Benoa dan Tanjungwangi. Sebelumnya dalam dakwaan disebutkan bahwa perbuatan kedua terdakwa dianggap telah merugikan keuangan negara dengan hilangnya hak negara dari
pendapatan pajak impor kapal Dream Tahiti/Dream Bali sebesar Rp 1.096.449.000. Kasus ini berawal dari pembelian kapal berbendera Prancis oleh saksi Ni Made Sumbersari dan Michel Malo Menager melalui Loic Bonnet pemilik perusahaan Archipel Croisieres di Prancis seharga USD 80.000. Kemudian dua saksi tersebut mendatangi terdakwa Rustyasi Palemon selaku Direktur Agent Isle Marine untuk mengurus perubahan bendera kapal dari Prancis menjadi Indonesia. Terdakwa Palemon menghubungi terdakwa Wicaksono selaku kapten kapal freelance untuk menyelesaikan proses perubahan bendera tersebut. Wicaksono menjalin komunikasi dengan Joni Edy Susanto (terpidana dalam kasus yang sama) selaku PNS kantor KSOP Benoa, yang kemudian disanggupinya dengan bantuan almarhum Heru Supryadi selaku PNS di kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi. Berbekal dokumen palsu itulah, Dream Tahiti yang kemudian berubah nama menjadi Dream Bali beroperasi selama dua tahun dengan rute pelayaran di perairan Bali-Lombok, Serangan-Nusa Penida, dan Nusa Lambongan. (kmb37)
5
Penerapan ”Blockchain’’ Merevolusi Industri Pertanian Teknologi ini memang familiar dan awalnya berkembang untuk sektor perbankan. Namun, seiring waktu banyak perusahaan besar berbasis teknologi maupun strat-up yang masuk ke ranah blockchain untuk industri pertanian. Salah satunya The Funding Partners atau TFP. ‘’The Funding Partners ingin memimpin era baru revolusi industri pertanian melalui teknologi blockchain. Apalagi kita tahu potensi pertanian Indonesia sangat besar, tetapi permasalahannya juga kompleks,’ ujar CEO TFP Jim Edwards, Minggu (19/8) kemarin. Menurut Edwards, para petani Indonesia masih dihadapkan masalah panjangnya rantai distribusi. Mereka masih harus berhadapan dengan tengkulak yang mempermainkan
harga. Di sisi lain ada juga masalah ketidakmerataan data dan ketidakseragaman informasi terkait dengan kapasitas, pasar dan pembiayaan bagi seluruh pemain di sektor pertanian. TFP yang merupakan sebuah perusahaan ekuitas swasta global terdepan yang didirikan di Utah, AS pada 2007 ini fokus mengoptimalkan aset dan layanan pertanian melalui metode penciptaan nilai berbasis teknologi mutakhir. TFP merevolusi industri pertanian dari pola lama menuju inovasi berbasis pemanfaatan teknologi blockchain. ‘’Teknologi blockchain ini menambahkan lapisan transparansi pada ekosistem pertanian, mendekatkan petani dengan
konsumen sekaligus menciptakan sinergi antara petani, pengusaha dan konsumen yang belum pernah terjadi sebelumnya,’’ tandas Edwards. Dalam sistem manajemen rantai pasokan, dikatakan, transparansi bisnis sangatlah penting untuk memastikan kepatuhan serta kepuasan pelanggan. Dengan menggunakan teknologi digital yang sedang naik daun seperti blockchain mampu meningkatkan pengalaman pelanggan atau konsumen dan mengarahkan pada laba bersih yang lebih kuat. Sementara itu, Komisaris TPF Indonesia Joni Eko Saputro mengatakan salah satu pilot project penerapan blockchain ini adalah di Jatiluwih, Tabanan dengan luas lahan 60 hektar. Nantinya para petani padi maupun kopi akan didampingi dalam produksi pertanian, sehingga meningkatkan kapasitas produksi maupun kualitas hasil pertanian. ‘’Nanti ada peningkatan efektivitas dan efisiensi pengelolaan lahan dan penanaman hingga perawatan bahkan panen. Termasuk pula akses jaringan pemasaran hingga ekspor,’’ imbuhnya. Penerapan blockchain berikutnya akan dikembangkan di Bogor dengan rencana luas lahan 1.000 hektar yang akan ditanami durian. Selain untuk diekspor, durian ini juga dikembangkan untuk menunjang industri pariwisata khususnya agrotourism. (win)
Denpasar (Bali Post) Gempa bumi tektonik berkekuatan M=6,5 kembali mengguncang wilayah Pulau Lombok, Minggu (19/8) kemarin. Gempa yang terjadi pada pukul 12.10 Wita ini setelah dilakukan pemutakhiran menjadi M=6,3. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,24 LS dan 116,66 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 32 km arah timur laut Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 14 km. Hingga pukul 13.00 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 797 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), di antaranya 33 gempa bumi dirasakan.
‘’Kepada masyarakat kami imbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,’’ pesan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, S.T., Dipl.Seis., M.Sc., Minggu (19/8) kemarin. Dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya, maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault). Mengingat episenternya relatif sama
dengan gempa bumi M=7,0 yang terjadi pada 5 Agustus 2018 lalu, maka BMKG menyatakan bahwa gempa bumi ini merupakan gempa bumi susulan (aftershock) dari rangkaian gempa bumi yang terjadi sebelumnya. Dampak gempa bumi berdasarkan laporan dari masyarakat, guncangan dirasakan di daerah Lombok Utara III SIG-BMKG (VI MMI), di Mataram II SIG-BMKG (IV MMI), di Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Bima, dan Sumbawa Besar II SIG-BMKG (III MMI), di Denpasar, Waingapu dan Jimbaran I SIG-BMKG (II MMI). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami. (win)
Denpasar (Bali Post) Di era industri revolusi industri 4.0, penerapan teknologi dan digitalisasi pertanian menjadi arah baru pengembangan industri pertanian ke depan. Salah satu teknologi yang tengah ramai dibicarakan dan mulai diterapkan di sektor pertanian Indonesia adalah blockchain.
Ponkod, Teknologi Alat Panjat Warga Denpasar Rasakan Guncangan Gempa Temuan Orang Bali Episenter di Lombok Timur M=6,3
Bali Post/may
PONKOD - I Gede Juliana Eka Putra menunjukkan ponkod. BANTUAN untuk pertanian tidak hanya untuk bibit dan pupuk. Tapi yang tak kalah penting untuk petani adalah bantuan pascapanen, seperti teknologi pascapanen dan pemasaran. Misalnya cold storage, teknologi untuk mengelola hasil pertanian, termasuk alat untuk memanen. I Gede Juliana Eka Putra bersama dua temannya I Gde Sucahya Jaya dan Gede
Widiasa menciptakan alat ponkod untuk membantu petani memanjat pohon kelapa. Mereka bukanlah orang pertanian. Namun, kecintaannya pada pertanian membuat dosen, pedagang dan pemilik usaha bengkel itu menciptakan ponkod. Ide membuat alat ini tercetus karena mereka ingin membantu petani memanjat pohon kelapa dengan biaya murah. “Kalau sekarang kan mahal, biaya panjat per pohon Rp 25.000. Pada musim hujan lebih parah, tidak bisa memanjat kelapa,” ujar Juliana Eka Putra, belum lama ini. Dengan cara tradisional, kata Juliana Eka Putra, seorang pemanjat biasanya hanya mempu memanjat 15 pohon kelapa sudah kelelahan. Namun dengan teknologi ponkod ini, mereka mampu memanjat pohon kelapa dengan jumlah hingga dua kali lipatnya. Biaya panjat juga bisa lebih murah. Biaya yang awalnya Rp 25.000 per pohon, dengan ponkod bisa ditekan menjadi Rp 15.000 per pohon. Menurut Juliana Eka Putra, alat ponkod dibuat secara otodidak tanpa ada basic khusus sebelumnya. “Kami hanya iseng buat karena sama-sama menyukai dunia pertanian,” ujarnya. Kebetulan saat itu ada lomba inkubator bisnis teknologi dari Kemeristek tahun 2016 dan mereka memutuskan untuk ikut. Mulai dari tahap satu mereka menang hingga sampai ke final. Akhirnya mereka mendapat dana hibah sebesar Rp 800 juta. Setelah menang lomba tersebut, masih banyak tahapan dilalui hingga akhirnya ponkod bisa dikomersialisasikan. Tahapan itu di antaranya mengikuti uji paten, pelatihan, inkubasi, uji SNI, dan lain-lain. “Sekarang ini sudah diuji dan aman sekali dipakai,” ujar Juliana Eka Putra. Untuk memproduksi satu peralatan ponkod, kata Juliana Eka Putra biayanya Rp 800 ribu. Ia menjual dengan harga Rp 1,8 juta. Di Indonesia alat ini hanya ada di Bali, karena diciptakan oleh orang Bali. Ponkod tidak hanya alat memanjat pohon tapi juga turun. “Sama seperti naik turun tangga. Selain untuk memanjat pohon kelapa, alat ini juga bisa digunakan untuk memanjat pohon pinang. Yang jelas untuk pohon yang tidak bercabang,” katanya memaparkan. Menurut Juliana Eka Putra, saat ini ponkod banyak dipakai di hotel dan vila di Ubud untuk membersihkan daun-daun yang sudah kelapa tua. Namun orderan juga banyak berdatangan dari luar Bali. “Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pameran di Halmahera, Maluku, karena pusat kelapa Indonesia ada di sana,” ujarnya. (may)
Di Buleleng Muncul Komunitas Petani Muda Keren
BALI dikenal dengan potensi pertanian dan perkebunan. Potensi besar ini sejak lama mengalami permasalahan pelik. Terutama, minat anak-anak muda terjun langsung mengelola potensi pertanian atau perkebunan di daerah masih minim. Masalah ini belum terjawab, karena anak muda menganggap bahwa petani adalah pekerjaan kasar, hasil rendah, dan selalu bergelut dengan hal-hal kotor. Situasi ini belakangan mulai mendapat perhatian serius dengan munculnya Komunitas Petani Muda Keren. Komunitas ini media untuk saling sharing ide kreatif memajukan usaha tani di daerah. Koordinator Komunitas Petani Muda Keren A.A. Gede Agung Wedhatama belum lama ini mengatakan, membangkitkan minat anak muda mengelola pertanian atau perkebunan perlu dilakukan inovasi kreatif bidang pertanian. Dari aplikasi inovasi yang dilakukan itu
akan memberi hasil, sehingga hal itu menjadi bukti yang bisa mengangkat derajat dan menyejahtrakan petani itu sendiri. “Anak muda sekarang harus melihat bukti dulu, sehingga perlu inovasi dan kita harus tunjukan contoh kesuksesan bertani,” katanya. Bagi dia menjadi petani sukses tidaklah mudah. Banyak tantangan yang memerlukan kerja sama dari hulu sampai hilir. Hal ini penting dilakukan untuk membentuk mental petani yang siap bersaing dengan usaha tani di Bali sendiri atau bahkan di luar daerah. Jalinan sinergitas ini mulai digulirkan dengan membentuk Komunitas Petani Muda Keran. Sekarang ini sudah dibentuk kelompok petani dari masingmasing desa yang disesuaikan dengan komoditas andalan seperti kelompok petani jeruk, manggis, durian, stoberi, sayur mayur, dan kelompok petani lain. “Lewat komunitas ini media untuk membangun kerja sama solid antara petani yang bercocok tanam
dan petani yang bermain di pascapanen,” jelasnya. Pria yang akrab dipanggil Gung Weda ini menambahkan, kelompok petani di masing-masing desa bergabung dalam wadah asosiasi sesuai komoditas usaha taninya. Pengelompokan komoditas pertanian itu akan memudahkan petani yang mengembangkan varietas yang sama untuk sharing atau kerja sama berkaitan usaha tani yang digeluti. Dia mencontohkan, seorang petani ingin membudidayakan jeruk, maka dapat bergabung dengan komunitas petani jeruk. Dalam komunitas itu, mereka akan dibantu cara menanam jeruk agar mengahsilkan sepanjang tahun, cara menanggulangi hama dan penyakit, bahkan dibantu dalam pemasaran sehingga harga jualnya standar dan ini akan menghindari kerugian ketika musim panen raya. “Mata rantai dalam usaha tani di daerah kita harus ada sineritas dari hulu sampai ke hilir,” katanya. (mud)
OPINI
6
Senin Paing, 20 Agustus 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Menjaga Etika Politik dan Bermasyarakat ADA peristiwa menarik beberapa waktu sebelum peringatan 73 tahun Kemerdekaan Indonesia. Masyarakat Indonesia melihat dan mendengar bagaimana hiruk-pikuk soal pemilihan calon wakil presiden. Sebagian masyarakat mengatakan bahwa pemilihan calon wakil presiden ini terlalu menguras energi psikologis bagi masyarakat, sebagian mengatakan membuang-buang waktu, kemudian ada yang sampai tidak peduli dengan kenyataan tersebut. Meski menyatakan tidak peduli, tetapi mereka tetap nasionalis dan mencintai negara Indonesia. Alangkah tidak eloknya sikap elite di mata masyarakat ketika ia memilih lebih nasionalis ketimbang harus berkutat menunggu siapa yang akan menjadi wakil presiden. Manakala wakil presiden telah terpilih, meski mengejutkan tetapi belakangan hari kemudian ketahuanlah bagaimana fenomena di balik terpilihnya calon wakil presiden tersebut. Ada yang menyebutkan faktor mahar uang, ada pula ternyata fenomena saling ketidaksetujuan. Masyarakat semakin tidak peduli dengan fenomena tersebut. Apakah kemudian hikmah segala fenomena itu dengan hari ulang tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke-73. Hemat kita, terutama kepada para politisi elite, tidak saja di Jakarta tetapi juga di daerah-daerah, marilah kita berani mengisi kemerdekaan ini dengan sikap yang benar-benar santun. Politik sering kali dikatakan sebagai sebuah hajatan yang kotor. Sesungguhnya bukan. Politik tetap mempunyai etika yang seharusnya dapat kita pakai sebagai patokan untuk saling menjalankan perilaku dalam bernegara. Dalam hal pemilihan calon wakil presiden misalnya, etika itu dapat kita jaga dengan memberikan keleluasaan kepada presiden untuk memilih siapa yang menjadi pasangan calon. Bagaimanapun, presidenlah yang akan mempunyai pasangannya saat bekerja selama lima tahun, siapa pun kelak yang menjadi presiden Indonesia. Dalam perkiraan banyak orang, demikian berlarut-larutnya waktu pemilihan calon wakil presiden, ini disebabkan karena ada campur tangan pihak luar. Banyak yang menyebutkan pengaruh partai atau orang yang berpengaruh pada kelompok tertentu. Inilah yang kiranya dapat dikatakan sebagai mengganggu etika politik. Mengapa dikatakan mengganggu? Setidaknya presiden tidak dapat leluasa memilih pasangannya. Ke depan, kita harus mengisi kemerdekaan ini dengan mengedepankan etika. Hanya dengan cara itulah, kita dapat mengisi keberhasilan para pahlawan kita dalam merebut kemerdekaan dan keberanian mereka dalam memproklamasikan kemerdekaan itu. Etika itu haruslah dimulai dari politik karena saat itu pelanggaran etika itu dimulai dari ranah ini. Dan selanjutnya, kita harapkan etika tersebut mengental pada pergaulan-pergaulan sosial. Kita tekankan pada pergaulan sosial karena Indonesia adalah negara majemuk. Dengan semakin majunya teknologi, terutama teknologi transportasi dan kemunikasi, maka pencampuran antarmasyarakat itu akan semakin tinggi. Bukan tidak mungkin di setiap kota besar, terkomposisi penduduk dari berbagai suku di Indonesia. Di sinilah kita harus berani menjaga etika, tidak menyinggung perasaan pihak lain dan tetap mengutamakan keindonesiaan. Kental dalam setiap upacara bendera, bahwa kita harus mengucapkan masing-masing sila dari Pancasila kemudian dengan tegas setelah itu, ada petugas yang membacakan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Ini adalah sistematika etika sosial dan politik. Indonesia didirikan berdasarkan atas berbagai kumpulan etika yang bersumber dari Pancasila. Setelah itu, barulah kemudian etika itu dimantapkan lagi dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Keduanya secara khidmat dikumandangkan kepada masyarakat agar memahami bagaimana luhurnya budaya bangsa Indonesia itu, sekaligus agar kita mampu menerapkannya dalam bermasyarakat dan bernegara.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mohon Informasi Cuaca Tiga hari belakangan ini, cuaca terus mendung dan hujan. Ini membuat aktivitas warga dan pekerjaan profesi termasuk pramuwisata terganggu. Bahkan, saya dengar penyeberangan Gilimanuk–Ketapang sampai tutup. Mohon penjelasan, sampai kapan anomali cuaca ini akan berlangsung? Saya juga berharap BMKG terus menginformasikan perkembangan cuaca belakangan ini dengan menginformasikannya lewat media massa. Belakangan, informasi cuaca memang mudah kita dapatkan di media sosial, namun informasi serupa hendaknya terus diinformasikan juga di media massa. Terus terang, informasi tentang cuaca belakangan ini menjadi informasi penting bagi kami yang sehari-hari bekerja di sektor pariwisata. I Putu Budiana Gianyar, Bali
Sabar dan Banyak Doa Saya prihatin mendengar korban gempa Lombok yang begitu banyak. Jumlah yang saya baca lebih dari 450 orang. Saya ikut berduka atas bencana ini. Mudah-mudahan bencana kali ini bisa kita hadapai dengan tabah dan kuat. Sebagai umat Hindu, saya juga menyampaikan rasa duka yang mendalam untuk umat Hindu yang ada di Lombok. Mudah-mudahan kita bersama bisa kuat dan teruslah berdoa. Saya juga menyampaikan duka bagi umat lainnya yang juga kena musibah. Mudah-mudahan kebersamaan kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia membuat kita kuat menghadapi bencana alam. Saya juga berterima kasih kepada para donatur yang telah membantu sahabat dan saudara kami yang terkena musibah. I Dewa Made Oka Denpasar, Bali
Menjadi Bangsa Berani dan Berhasil Mengisi Kemerdekaan Sudah 73 tahun lebih usia Republik Indonesia saat ini. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Diukur dari usia manusia, tentu ini sudah merupakan usia matang. Tetapi diukur dari usia sebuah negara (apalagi dinasti), barangkali masih remaja. Sering dibanding-bandingkan Indonesia dengan Kerajaan Majapahit yang berusia empat abad dan Sriwijaya yang dua abad. Pembanding inilah yang sering dikatakan kalau Indonesia itu masih remaja. Ada satu dinasti di Tionghoa yang hanya berusia sekitar 100 tahun. Akan tetapi, nama dinasti ini “tenggelam” dan jarang disebut-sebut dibandingkan dengan usia dinasti lain yang sekitar tiga, empat, atau bahkan enam abad. Jadi, sekali lagi usia 73 tahun ini boleh dikatakan masih muda untuk usia sebuah negara. Akan tetapi, di abad ke-20 - 21 ini, keberadaan sebuah negara ditentukan oleh keberanian dan keberhasilan negara tersebut.
Oleh GPB Suka Arjawa
Y
a, keberanian dan keberhasilan itulah yang paling dilihat dan sangat menentukan masa depan negara itu. Kedua faktor ini akan sangat berpengaruh ke dalam dan keluar bagi negara bersangkutan, dan pada akhirnya memberikan pengaruh pada masa depan negara itu. Singapura misalnya, usianya jauh lebih muda dari Indonesia. Tetapi keberaniannya menerima pemisahan diri dari Malaysia awal dekade enam puluhan, dari wilayah yang seukuran Jakarta, dengan penduduk miskin yang jumlahnya kurang dari tiga juta waktu itu, memberikan rasa kagum jika dilihat dari keberhasilan mereka membangun diri dan akhirnya menjadi negara kuat dan modern secara ekonomi di dunia. Kroasia, negara kecil dengan penduduk sekitar 4 juta, berani memisahkan diri dengan Yugoslavia tahun 1992. Perjuangannya dilakukan dengan pengorbanan fisik ketika terjadi perang saudara. Tetapi
kini negara itu tercatat sebagai negara maju dengan jumlah pariwisata dua-tiga kali lipat dari penduduknya sendiri dan dikenal sebagai negara dengan sumber pemain sepak bola berbakat di dunia. Ini hanya sebagian contoh dari keberhasilan negara-negara tersebut. Tinjauan lebih jauh terhadap faktor ini, sesungguhnya ada pada lingkup elite, kemampuannya untuk memanfaatkan sumber daya yang ada secara bersinergis dan keberaniannya untuk menindak segala persoalan yang mendera negara tersebut. Bagaimana dengan Indonesia dalam 73 tahun terakhir? Dari sini keberanian, sejarah sudah membuktikan bagaimana bangsa Indonesia itu mampu berjuang dalam upaya membela keberadaannya sendiri di dunia internasional. Perjuangan untuk menentang pengaruh luar, sudah berlangsung berabadabad, dan itu bisa dilacak dari bagaimana pertentangan masyarakat Ternate dan Tidore terhadap pihak asing yang mencoba mencari rempah-rempah di wilayah tersebut. Dari masa ini sampai dengan pertengahan
abad ke-20, rakyat di seluruh nusanatara telah melakukan perjuangan untuk menghadapi campur tangan asing. Tetapi keberanian yang paling hebat, kelihatan pada awal abad ke-20, di mana keberanian ini terpusat padad dua hal, yaitu berani untuk menyatakan diri sebagai bangsa Indonesia dan kemudian berani berjuang di dalam keberagaman bangsa Indonesia, yang berasal dari nusantara tersebut. Artinya, bangsa Indonesia telah berani melihat kelemahan perjuangan yang dilakukan sebelumnya yang bersifat kedaerahan, berani mengakui adanya perbedaan kemudian berani mengintegrasikan perjuangan itu ke dalam bentuk kesadaran satu bangsa. Bisa dibayangkan, pada saat itu juga, Indonesia harus menghadapi bangsa asing! Sampai sekarang, tidak ada negara atau bangsa yang melakukan tindakan demikian dalam dua dimensi sekaligus. Berani mengakui kelemahan, berani mengakui keberagaman, kemudian menyatukan keberagaman itu dan pada saat sama menghadapi penjajah, ini merupakan kemampuan yang
luar biasa dari sebuah bangsa yang beragam dan mengalami penjajahan. Puncak dari kulminasi keberanian itu adalah proklamasi Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Apa pun namanya, entah ada Jepang yang menyerah atau apa pun yang disebutkan orang, tetapi puncak keberanian muncul pada tahun itu dan itulah keberhasilan Indonesia. Nilai keberhasilan ini sangat tinggi. Apabila India merdeka dipimpin oleh seorang yang benar-benar berani sederhana (Mahatma Gandhi), Indonesia pun mempunyai keberhasilan dengan memakai pikiran dan peralatan sederhana. Hanya dengan kontinuitas berjuang, dengan pikiran yang sederhana melalui kemampuan berdiplomasi, keberanian berkorban jiwa dan dengan peralatan yang sederhana (bambu runcing), Indonesia juga berhasil merdeka. Seharusnya, saat ini fenomena tersebut dibalik. Keberhasilan itu mesti diisi dengan sebuah keberanian sesuai dengan tantangan modern. Pada bidang politik, keberhasilan itu diisi dengan keberanian mencoba dengan menerepkan demokrasi parlementer, sebuah gaya pemerintahan yang kebanyakan dilakukan pada masyarakat Eropa atau yang mempunyai latar Eropa. Akan tetapi, keberanian itu gagal menuai keberhasilan dan secara berani kemudian kita kembali pada Undang-Undang Dasar 1945. Persoalannya kemudian ternyata Indonesia secara berkelanjutan tidak mampu mengisi keberhasilan itu dengan maksimal. Dalam bidang politik, kemudian berlangsung demokrasi terpimpin, lalu ada tragedi 1965, berlanjut dengan
demokrasi etalase pada zaman Orde Baru. Sesungguhnya, pada zaman ini, keberhasilan itu hampir bisa dicapai dengan baik ketika pemerintah menciptakan strategi pembangunan yang sangat sistematis, yaitu Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Sayang sekali kemudian ini menemui kegagalan karena Indonesia tidak berhasil mencegah adanya korupsi. Campuran antara keberanian dan keberhasilan sudah mulai kelihatan lagi tahun 1998, ketika masyarakat secara berani menumbangkan rezim Orde Baru. Keberanian ini menuai keberhasilan karena rezim yang berkuasa 32 tahun itu tumbang. Hanya, keberhasilan itu kembali merayap hingga kini karena sejak tahun 2014 politik Indonesia gonjang-ganjing tidak jelas. Kembali lagi Indonesia gagal mengisi keberhasilan itu dengan keberanian. Indonesia terutama elite-elitenya tidak berani mengakui kekalahan dan terbenam dengan berbagai intrik kegagalan, mulai dari saling serang di media sosial sampai dengan saling sikut di dunia politik nyata. Maka, memperingati 73 tahun Kemerdekaan Indonesia, haruslah berani sportif. Terutama di bidang politik. Tahun 2019, benar-benar menjadi batu ujian bangsa Indonesia, apakah berani mengisi keberhasilan kemerdekaan Indonesia secara jujur. Gagal dalam mengisi keberhasilan ini dengan sikap berani menerima kekalahan dan kemenangan dalam pilpres, akan memberi cerita buruk kepada generasi mendatang. Penulis adalah staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana
Minim Kurikulum Berorientasi Kehidupan POJOK GEMPA bumi tektonik berkuatan 7,0 pada skala Richter mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu. Korban jiwa dan luka berjatuhan. Tiga wilayah di Nusa Tenggara Barat menjadi daerah terparah terdampak gempa. Ketiga wilayah itu adalah Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, dan Kota Mataram. Sebagian besar korban yang meninggal dunia adalah karena tertimpa bangunan yang roboh saat gempa berlangsung. Secara teoretis, episodeepisode gempa bumi di negeri ini masih akan terus berlanjut. Harap maklum, sebagai negara yang berada di antara tiga lempeng bumi yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik, Indonesia memang menjadi salah satu kawasan yang rawan gempa bumi. Indonesia bahkan disebut-sebut sebagai salah satu negara yang memiliki titik gempa bumi paling banyak di dunia. Dengan kenyataan seperti ini, mestinya warga negeri ini memiliki pemahaman yang baik mengenai gempa bumi dan harus selalu siap -- fisik maupun psikis -- menghadapi setiap kemungkinan terjadinya gempa bumi.
Oleh Djoko Subinarto Namun, faktanya, dibandingkan penduduk sejumlah negeri lain yang juga berada di kawasan rawan gempa bumi, seperti Amerika Serikat, Jepang, Romania, maupun Selandia Baru, misalnya, sebagian warga negeri ini tampaknya masih tak paham soal bencana gempa bumi serta senantiasa kurang siap dalam menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi. Salah satu penyebabnya adalah minimnya pendidikan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang diperuntukkan untuk anakanak sekolah maupun yang diperuntukkan untuk masyarakat umum secara luas. Ujung-ujungnya bisa ditebak, masih banyak penduduk kita yang menganggap gempa bumi sebagai azab Tuhan dan juga mengait-ngaitkanya dengan konstelasi politik nasional. Sementara itu, saat gempa berlangsung, masih banyak warga negeri ini yang tidak mengetahui cara bertindak yang tepat. Padahal, memiliki pengetahuan yang mumpuni ikhwal
kesiapsiagaan menghadapi bencana sangat penting untuk mengurangi risiko yang lebih buruk ketika terjadinya bencana alam, seperti gempa bumi. Dalam konteks pendidikan di sekolah, secara pribadi, saya sangat setuju dengan pendapat Hamid Hasan, salah seorang anggota tim inti pengembangan Kurikulum 2013, yang menyatakan bahwa kurikulum pendidikan kita minim berorientasi kepada kehidupan. Padahal, justru kurikulum pendidikan yang berorientasi kepada kehidupanlah yang sebaiknya lebih banyak diajarkan di sekolah-sekolah kita. Dengan melihat fakta bahwa negeri ini sebagian besar wilayahnya berada dalam kawasan rawan gempa bumi, maka sudah selayaknya pendidikan gempa bumi menjadi salah satu pelajaran yang perlu lebih banyak diajarkan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Dalam hal ini, agaknya kita bisa berkaca pada apa yang dilakukan pemerintah Romania.
Menyusul gempa bumi dahsyat yang terjadi di kawasan Vrancea tahun 1990 silam, pemerintah Romania segera berinisiatif meluncurkan program nasional pendidikan gempa bumi bagi publik secara berkala dan berkesinambungan. Untuk menunjang program ini, pemerintah Romania menerbitkan buku panduan praktis gempa bumi untuk para orangtua, anakanak, para guru, staf sekolah, tenaga medis dan berbagai kategori profesi lainnya serta masyarakat luas yang berada di daerah-daerah rawan gempa bumi. Diharapkan dengan adanya pendidikan gempa bumi kepada para siswa dan masyarakat umum lainnya ini semakin banyak warga yang kian paham bagaimana belajar hidup dan bertahan hidup di kawasan yang rawan gempa bumi, mampu bertindak rasional dan efisien sebelum dan ketika terjadi gempa bumi, mampu mencegah bencana/petaka lebih jauh tatkala gempa bumi berlangsung dan mampu bekerja sama serta mengambil langkah tepat bagi proses pemulihan setelah gempa bumi terjadi.
Makin banyak krama Bali terlibat kasus narkoba.
- Narkoba ancam hancurkan Bali. *** Orang asing ingatkan krama Bali rawat ibu pertiwi. - Kenapa krama Bali tidak eling? *** Kapal penyedot pasir di Pantai Pandawa dikeluhkan nelayan. - Ancaman kehancuran dari mana-mana.
Penulis adalah kolumnis dan esais
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Senin Paing, 20 Agustus 2018
Kopi Tabanan Dilirik Pasar Dunia Tabanan (Bali Post) -
Kopi Tabanan sangat menjanjikan. Bahkan, telah dilirik pasar dunia. Agar kopi asli daerah ini lebih terkenal, dalam Festival Tanah Lot tahun ini ditampilkan sembilan Barista. Masing-masing dari Kedai Kikung, M. Aboe Talib, Kikopi, Leak Bali Coffe, Pelangi Coffe, Tugu Sari Pajahan, Kemieri, dan Kopi Kita Serasi.
KOPI - Salah satu stan kopi yang cukup diminati pengunjung di Tanah Lot.
Bali Post/kmb28
Pantauan Bali Post Minggu (19/8) kemarin, sejak pagi, stan kopi Tabanan di arena Festival Tanah Lot ramai pengunjung. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti yang menyempatkan diri meninjau stan kopi tersebut mengatakan, potensi kopi di Kabupaten Tabanan sangat menjanjikan. Bahkan sudah beberapa kali melakukan kontrak dengan sejumlah negara, salah satunya Korea. Menurutnya, Kabupaten Tabanan memiliki tanah yang subur dan sebagian wilayah sangat cocok untuk ditanami pohon kopi. Setiap tahunnya, Tabanan banyak menghasilkan biji kopi berkualitas. “Salah satu produk unggulan Tabanan ini adalah kopi. Dalam festival ini, para pengunjung bisa menikmati aneka ragam sajian produk kopi khas Kabupaten
Tabanan,” kata Bupati Eka. Dengan dipamerkannya berbagai macam produk kopi tersebut, diharapkan ke depan bisa lebih dikenal di tingkat nasional maupun internasional. “Tanah Lot ini merupakan tempat wisata yang sudah dikenal dunia. Setiap hari, ribuan wisatawan mengunjungi Tanah Lot. Ini adalah momen terbaik untuk memperkenalkan produk kopi asli Tabanan,” katanya. Ketua BUMDes Tugu Sari, Desa Pajahan, Pupuan, Made Marsudi Cahyadi, mengatakan produksi kopi khususnya di Desa Pajahan cukup banyak. Bahkan hampir setiap rumah tangga memiliki kebun kopi, dengan rata-rata menghasilkan satu ton kopi bijian jenis robusta. Dari satu ton kopi bijian mentah tersebut diperkirakan
bisa menghasilkan kurang lebih sepuluh kuintal kopi bijian yang sudah kering. “Dari potensi besar inilah, Desa Pajahan mengembangkan BUMDes untuk mengolah kopi menjadi kopi bubuk, dan pemasaran sudah merambah toko, minimarket, dan warung di seluruh kabupaten di Bali. Bahkan, ada juga permintaan dari luar daerah seperti Jombang, Jakarta, dan Bandung,” ucapnya. Sementara terkait keberadaan barista, memang diakuinya baru ada sekitar satu bulan ini. Diawali dengan program pelatihan di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan untuk barista. “Satu perwakilan dari BUMDes kami kirim untuk ikut pelatihan tersebut. Program ini memang cukup bagus untuk pengembangan kopi ke depan,” katanya. (kmb28)
Konsisten Tak Pakai Pemanis
Bali Post/kmb28
JAJAN KHAS BALI - Suarnadi dengan olahan jajan khas Bali di stan Festival Tanah Lot.
TANAH Lot Art and Food Festival 2 juga dimeriahkan jajanan atau kuliner khas Kabupaten Tabanan. Salah satunya Stan Chazzo Balinese Cake & Bakery. Beragam olahan jajan tradisional seperti uli, tape, apem, bubur sumsum, caramel dan sebagainya diolah dengan bahan dasar alami tanpa pemanis. Pemilik usaha, Suarnadi (45), warga asal Banjar Tibubiu Kaja, Desa Tibubiu Kerambitan, mengaku sejak merintis usahanya tahun 2000, dirinya memang komitmen tidak menggunakan pemanis dalam olahan jajanannya. “Jadi, semua bahan alami, pewarna hijau saya pakai daun suji, karena kami
ingin membuat jajanan yang memang sehat untuk dikonsumsi,” ucapnya. Biasanya saat momen pernikahan, piodalan, melaspas, dan acara pertemuan, pihaknya banjir orderan. Pihaknya menyambut baik gelaran Festival Tanah Lot yang memberikan kesempatan bagi para pelaku kuliner untuk lebih memperkenalkan jajanan khas Bali. Tidak hanya bagi masyarakat Bali melainkan juga wisatawan domestik maupun mancanegara. “Senang juga bisa ikut memeriahkan festival semacam ini, karena jajanan khas Bali bisa lebih dikenal oleh wisatawan asing maupun domestik,” ujarnya. (bit)
’’Full Day School’’ Belum Bisa Diterapkan Maksimal Tabanan (Bali Post) Full day school belum bisa diterapkan maksimal di Kabupaten Tabanan. Pasalnya, sarana pendukung masih minim dan perencanaan belum lengkap di masing-masing sekolah. Meski demikian, sudah ada sekolah yang mulai menerapkan, salah satunya SMPN 4 Marga. Sekolah ini tengah bersiap menerapkan program full day school tahun 2018. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gede Susila. Dikatakannya, Dinas Pendidikan sudah mengarahkan SD dan SMP di Tabanan untuk terapkan full day school. Namun, untuk tingkat SMP negeri, baru SMPN 4 Marga yang melapor berencana menerapkan full day school. “Untuk swasta, SD Immaculata saja yang sudah terapkan full day school. Kalau sekolah lain belum ada,” ung-
kapnya, Minggu (19/8) kemarin. Terkait hal ini, SMPN 4 Marga bahkan telah menyiapkan format jadwal dan format guru dalam mengajar. Mereka akan terapkan full day school tahun ajaran 2018. “Saya hanya tekankan agar penerapan full day school jangan sampai membebani siswa. Karena belajar sampai pukul 13.00 Wita saja sudah jenuh. Sisanya itu harus terapkan pendidikan karakter,” tegasnya. Susila mengakui, penerapan full day school harus dilengkapi dengan fasilitas yang ada. Mulai dari sarana prasarana (sapras), toilet, dan sumber daya manusia (SDM) di masingmasing sekolah. “Sehingga untuk di Tabanan kami belum bisa target terapkan full day school. Mengingat kita harus lihat sapras dulu sudah memadai atau belum,” terangnya. (kmb28)
I Gede Susila
Bali Post/kmb28
Gali Peluang Baru PARA pelaku usaha terus menggali potensi baru di tengah ketatnya persaingan yang dihadapi. Ide-ide baru juga harus dimunculkan untuk bisa bertahan. Seperti yang dilakukan pengusaha kopi asal Desa Munduktemu, Kecamatan Pupuan, I Nyoman Wintara. Pria yang juga menjabat Perbekel Desa Munduk Temu ini banyak menelurkan karya dan gagasan inovatif. Mulai dari produksi kopi robusta yang dihasilkan oleh BUMDes desa setempat, yang dikenal dengan nama Kopi Leak (singkatan dari Langsung Enak Anda Ketagihan), hingga membuat spot selfie di
desa setempat yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Inovasi terbarunya adalah membuat lukisan di tempurung kelapa. Ide ini berawal dari banyaknya potensi tempurung kelapa yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Biasanya setelah kelapa diambil untuk dijadikan minyak VCO, hanya dikumpulkan untuk selanjutnya dijual ke daerah lain sebagai bahan pembakaran genting dan sebagainya. “Ada ide, kenapa tidak dimanfaatkan untuk menyalurkan hobi melukis anak-anak nantinya, apalagi yang semacam ini sepintas saya lihat sudah ada
Bali Post/kmb28
LUKISAN - I Nyoman Wintara menunjukkan lukisan dalam tempurung kelapa.
di daerah lain,” ucapnya. Meski terbilang baru percobaan, sejumlah anak sekolah sudah mulai melirik kerajinan ini. Ia berharap ke depan, kerajinan tempurung kelapa ini bisa diterima di pangsa pasar industri, sehingga bisa memberi tambahan penghasilan untuk warga setempat. “Mudah-mudahan laku, apalagi bahannya cukup sederhana,
hanya dengan tempurung kelapa dan bawahnya disatukan dengan ranting pohon kopi yang tidak terpakai,” ujarnya. Bagi pria yang akrab dipanggil Mank Full Gendeng ini, para pelaku usaha harus bisa menggali sumber potensi untuk melahirkan peluang baru tersebut tanpa harus susah mencari ke manamana. (bit)
Bali Post/kmb28
BARONG - Pementasan tari Barong Kuluk mewarnai hari kedua Tanah Lot Art and Food Festival 2.
Barong Kuluk Kejutkan Pengunjung Tanah Lot
PARA pengunjung Tanah Lot Art and Food Festival 2, terutama di lokasi stan kuliner dikejutkan oleh kehadiran Barong Kuluk dalam prosesi ngelawang, Minggu (19/8) kemarin. Penampilan Barong Kuluk sedikit berbeda dengan barong lainnya seperti Barong Bangkung atau Barong Bangkal. Tak khayal para pengunjung festival mendapat suguhan menarik. Ditampilkan apik oleh penari binaan Sanggar Cenik Lantang, Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur dan Sekaa Tabuh Sanggar Padam Budharem Desa Tunjuk, pementasan Barong Kuluk mampu menyedot perhatian pengunjung. Penggagas Barong Kuluk, I Nyoman Ardika alias Sengap, menyampaikan bagi masyarakat Bali, kuluk (anjing - red) memiliki jalinan
hubungan sejak lama. Masyarakat Bali terkenal dengan kearifan lokalnya, memelihara anjing sebagai penjaga rumah, dilepasliarkan namun akan kembali pada pemiliknya. Mereka dipelihara untuk mengatasi kesunyian di rumah, menjaga harta majikannya, dan ada yang percaya sebagai penjaga dari hal-hal gaib, di samping juga dijadikan caru untuk upacara keagamaan. “Kuluk bagi masyarakat di Bali juga simbol kesetiaan, karena selama ini keberadaan kuluk dijadikan alarm atau pemberi isyarat jika ada hal-hal yang dirasa mengganggu,” katanya. Mengapa dalam wujud barong, lanjut Sengap, karena barong mengandung arti raja hutan. “Kalau bersifat raja berarti besar. Jadi, Barong Kuluk ini adalah raja kuluk,” ucapnya. Barong Kuluk terinspirasi
dari cerita Mahabharata. Anjing merupakan penjelmaan dari Sang Hyang Dharma yang bisa tembus ke surga. Di mana asu berarti asuba karma. Barong Kuluk ditampilkan perdana mengisi rangkaian kegiatan Tanah Lot Art and Food Festival 2. Barong Kuluk juga kerap ditampilkan saat piodalan di Gedong Sanggar Cenik Lantang tepatnya pada malam Saraswati. Sementara itu, penari Barong Kuluk, Andika Ramadan (26) alias Madon, asal Banjar Delod Rurung, Desa Delod Peken mengaku tidak ada pakem khusus dalam gerakan tarian Barong Kuluk, dibandingkan dengan Barong Ket, ataupun Barang Bangkung pada umumnya. “Jadi, gerakannya cukup sederhana, sesuai dengan gerakan anjing pada umumnya,” ucapnya. (bit)
BULELENG
8 Sebelum Pagar Permanen Dibangun
Ortu SDN 1 Baktiseraga Pasang Pagar Darurat Singaraja (Bali Post) – Orangtua siswa SDN 1 Baktiseraga, Kecamatan Buleleng melakukan gotong royong memasang pagar darurat di areal sekolah, Minggu (19/8) kemarin. Pagar darurat itu terpaksa dipasang, menunggu pembangunan pagar permanen yang diagendakan tahun 2019. Pagar darurat ini untuk mencegah siswa keluar dari areal sekolah pada jam pelajaran. Selain itu, mengantisipasi agar pihak lain tidak mudah keluar masuk areal sekolah. Gotong royong itu dipimpin Ketua Komite Sekolah Putu Oka didampingi Kepala SDN 1 Baktiseraga Putu Ada. Guru dan pegawai di sekolah ini juga terlibat dalam kegiatan gotong royong. Pagar darurat itu dibuat menggunakan bambu, kayu, dan batang pohon kayu santen. Tanpa dikomando, orangtua siswa itu antusias memasang pagar darurat itu. Semua material pagar sementara itu dari sumbangan swadaya orangtua siswa masing-masing. Ketua Komite Sekolah Putu Oka di sela-sela gotong royong mengatakan, pemasangan pagar sementara itu karena pihaknya khawatir kalau lingkungan sekolah yang tanpa pagar pembatas itu mengganggu kenyamanan anak didik saat beraktivitas di sekolah. Apalagi dengan jumlah siswa mencapai 324 anak. Hal itu perlu pengawasan ekstra oleh para guru. Selain kenyamanan anak didik, juga perlindungan. Jika areal sekolah itu terbuka, maka dikhawatirkan akan terjadi tindakan kriminalitas di areal sekolah itu. Bahkan, dia sendiri pernah mendapat laporan dari guru, terjadi kehilangan sarana prasarana sekolah. “Sebab, lokasinya dekat jalan raya. Lalu lintasnya ramai. Saat jam istirahat, anak-anak berhamburan di pinggir jalan. Kenyamanan mereka terganggu dan guru
Gunami Tewas Ditusuk Anak Tirinya Singaraja (Bali Post) –
Warga Desa Tamblang Kecamatan Kubutambahan mendadak heboh, Sabtu (18/8) lalu sekitar pukul 17.30 Wita. Ini dipicu kejadian penganiayaan hingga berakhir penusukan menggunakan senjata tajam. Akibat kejadian yang dilakukan anak tirinya itu membuat korban mengalami luka serius. Korban sempat dirawat di rumah sakit di Kota Singaraja. Namun, jalan hidup menentukan lain. Korban I Wayan Gunami (60) akhirnya mengembuskan napas terakhirnya.
Bali Post/kmb38
PAGAR DARURAT – Orangtua siswa SDN 1 Baktiseraga gotong royong membuat pagar darurat di areal sekolah, Minggu (19/8) kemarin. Pascabanjir bandang Januari 2018 lalu, sekolah ini rusak berat. Pagar sekolahnya ambruk karena diterjang banjir dahsyat. sulit mengawasi, sehingga kami sepakat secara swadaya memasang pagar sementara ini,” katanya. Mantan Kepala SDN 1 Baktiseraga itu mengatakan pascabanjir bandang Januari 2018 lalu bukan saja merusak bangunan dan pagar sekolah. Lapangan anak-anak bermain dan upacara sekarang ini tidak tertata dengan baik. Setiap hari, ratusan anak-anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang berdebu. Bisa saja hal itu mengganggu kesehatan siswa. Tampak kondisi ruang toilet juga tidak memadai dibandingkan jumlah siswa saat ini. Tak pelak, situasi ini membuat anakanak harus keluar sekolah meminjam toilet. Yang malu, tidak sedikit anak-anak itu terpaksa menahan kencing, selain buang air besar. Sebab, karena tiga ruang toilet itu kurang nyaman. Bahkan, ada ruang rusak akibat bencana banjir bandang itu. “Harapan kami, ada penanganan serius karena lingkungan di sekolah kami ini sangat tidak nyaman seperti ini,” katanya. Kepala SDN 1 Baktiseraga Putu Ada berterima kasih atas partisipasi para orangtua
siswa yang secara swadaya memasang pagar sementara itu. Perhatian ini murni karena areal sekolah itu tanpa pagar pembatas dan sarana pendukung lainnya tidak memadai. Walau dengan penanganan sementara, dikatakan, pengawasan anak-anak lebih baik dibandingkan sebelumnya. Di sini memang ada kesulitan mengawasi anak-anak akibat sering berhamburan di pinggir jalan raya yang padat lalu lintas. “Sekolah kami ini memang tidak senyaman sekolah lainnya. Semoga bantuan orangtua secara swadaya membuat sedikit nyaman anak-anak mengikuti jam pelajaran,” katanya. Untuk pembangunan pagar permanen pascabanjir bandang, kata Putu Ada, ditangani dari APBD 2019 mendatang. Pembangunan pagar ini sekaligus juga dibangun enam ruang kelas belajar (RKB) baru. Hanya, berapa besarnya anggaran itu, Putu Ada mengaku belum tahu. Alasannya, program masih dikalkulasi Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora). Anggaran toilet baru itu dipastikan pada anggaran perubahan tahun ini. (kmb38)
Kapolsek Kubutambahan AKP Nyoman Mustiada seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan kejadian itu. Kasus ini, kata Kapolsek, terjadi di depan Pasar Desa Tamblang. Berawal ketika korban Wayan Gunami (60), warga Desa Bila, Kubutambahan itu berjualan di Pasar Desa Tamblang itu. Tiba-tiba dia ditusuk menggunakan senjata tajam oleh terduga pelaku Ketut BA (24), warga Dusun Kaja Kauh Desa Tamblang. Terduga pelaku itu diketahui sebagai anak tiri korban. Akibat serangan itu, korban mengalami luka serius di bagian perutnya. Warga yang melihat kejadian itu langsung mendatangi lokasi kejadian. Korban yang sudah terluka itu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Setelah dirawat intensif, nyawa korban tidak tertolong. Dokter menyatakan korban meninggal dunia karena luka serius yang dialami. “Jadi benar, kita menerima laporan penganiayaan itu. Korban dibawa ke rumah sakit karena luka serius, kemudian tewas,” katanya. Terkait motif kasus penganiayaan itu, AKP Mustiada belum bersedia memberikan keterangan. Ini karena pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti. “Apa motif kejadiannya, Tim Opsnal kami masih melakukan penyelidikan dan mencari barang buktinya,” jelasnya. Pascakejadian itu, tim Laboratorium Forensik (Labfor)
Ribuan Judul Buku untuk Perpustakaan SD Harus Bebas Pornografi dan Terorisme Penambahan referensi dan buku pengayaan di perpustakaan SD di Buleleng terus digenjot Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Buleleng. Seperti tahun 2018 ini, 45 SD di Bali Utara mendapat jatah buku. Sebanyak Rp 2 miliar lebih dana dari DAK dialokasikan untuk 2.624 judul buku itu. Bagaimanakah harapan Disdik kepada sekolah yang belum punya perpustakaan? REKANAN CV Sumber Anugrah Hindu ditetapkan sebagai pemenang setelah proses tender dari Disdik itu usai. Sesuai tahapan kontrak Sabtu (18/8) akhir pekan lalu, rekanan itu menyerahkan buku yang telah dipesan, sebelum didistribusikan kepada sekolah penerima bantuan. Ribuan judul buku itu diperiksa, melibatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Singaraja, Inspektorat Daerah Buleleng, Tim Penerima Hasil Pekerjaan, dan guru yang memanfaatkan buku tersebut. Verifikasi yang dilakukan itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Gede Suyasa bersama Direk-
Senin Paing, 20 Agustus 2018
tur CV Sumber Anugrah I Wayan Yuda Adnyana, S.E. Tidak saja jumlah dan kesesuaian judul buku itu diperiksa. Juga dipastikan kalau semua judul buku itu bebas dari penulisan materi yang berkaitan dengan pornografi, terorisme, dan informasi yan tidak mendidik lainnya. Kepala Disdikpora Gede Suyasa mengatakan, setiap tahun pihaknya mendapat anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang masuk dalam APBD Buleleng. Dana itu kemudian dialokasikan untuk menambah buku pengayaan dan referensi perpustakaan. Hanya, karena alokasi anggarannya terbatas, sehingga
pengadaan buku itu dilakukan bertahap. Bantuan itu khusus untuk sekolah yang sudah memiliki perpustakaan atau sekolah yang telah mengalihfungsikan mes guru dijadikan perpustakaan. Dari 485 sekolah, sekarang ini 344 sekolah sudah memiliki perpustakaan. Sisanya 141 sekolah belum memiliki perpustakaan. Ratusan sekolah yang sudah memiliki perpustakaan itu dijatah buku pengayaan dan referensi secara bertahap. Setelah diserahkan kepada sekolah, buku itu sepenuhnya menjadi aset sekolah. Itu artinya, sekolah bisa memelihara buku termasuk mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi (TI) “Setiap tahun, kita mengalokasikan DAK untuk pengayaan dan referensi perpustakaan. Kita sasar yang sudah ada perpustakaannya. Sebab, kalau yang belum takutnya buku itu tidak terpelihara dengan baik,” ujarnya memberi alasan. Di sisi lain, Suyasa menambahkan, karena DAK untuk pengadaan buku itu dialokasikan rutin, Disdikpora juga terus mendorong
sekolah agar melengkapi perpustakaannya. Selain mengandalkan DAK, juga diprogramkan lewat dana APBD Buleleng. Penambahan perpustakaan sekolah itu tidak harus membangun gedung fisik dari nol, tetapi bisa dilakukan memanfaatkan mes guru di sekolah untuk perpustakaan. Ini bisa dilakukan dengan cara merehabilitasi bangunan mes guru itu sehingga kepustakaan itu representatif. “Setiap tahun akan ditambah buku-buku itu. Kita dorong sekolah lainnya membuat perpustakaan dengan memanfaatkan mes guru yang tidak digunakan,” jelasnya. Direktur CV Sumber Anugrah Hindu I Wayan Yuda Adnyana, S.E. mengatakan, sesuai kontrak, pihaknya telah menyerahkan buku yang dipesan Disdikpora itu. Masing-masing sekolah mendapat 892 judul buku meliputi agama Hindu, IPS, dan buku panduan pendidikan. Khusus untuk buku agama Hindu, pihaknya bekerja sama dengan penerbit di Bali, sehingga dipastikan materi buku itu sesuai dengan ajaran Hindu Bali. (mud)
Cabang Denpasar kemarin melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dipimpin AKBP Ngurah Wijayaputra. Empat anggota Labfor melakukan pemeriksaan untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus tersebut. Salah satu upaya pemeriksaan itu, anggota tim meneliti bercak darah untuk mengetahui golongan darah dan mencocokkan DNA korban dengan senjata tajam milik terduga pelaku yang diamankan di Mapolsek Kubutambahan. Saksi mata, Made Rediani (45), yang juga saudara korban menuturkan, sebelum kejadian, dirinya dan kakaknya sedang mengupas kacang. Saat itu datang terduga pelaku mengendarai sepeda motor. Setelah memarkir kendaraannya, terduga pelaku langsung menganiaya korban dengan senjata tajam yang dibawanya. Saksi sempat melerai dan berusaha merebut senjata tajam yang digunakan menyerang korban. Namun, dia kalah kuat. Bahkan, tangannya turut terluka akibat sayatan senjata tajam yang dibawa terduga pelaku. “Maunya merebut benda
Bali Post/ist
BARANG BUKTI - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Denpasar mengumpulkan barang bukti (BB) di TKP. tajam itu tapi tidak bisa dan saya lihat korban terluka kemudian dibawa ke rumah skit,” katanya. Setelah menganiaya, terduga pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek Kubutambahan. Dia diantar seorang warga Made Hadita (43). Pelaku diantar ke Mapolsek, mengendarai sepeda motor bersama anggota Polsek Kubutambahan yang kebetulan sedang menggelar patroli. Dari keterangan warga yang mengantar menyerahkan diri, terduga pelaku diduga khilaf karena masih terbayang kematian almarhum ayahnya yang terbunuh beberapa waktu lalu. Wayan Anggardita (33), saudara kandung terduga pelaku, tidak menyangka kalau saudara kandungnya itu melakukan perbuatan melawan hukum. Dalam waktu dekat ini, pihaknya berencana
mendatangi keluarga korban untuk meminta maaf secara kekeluargaan. Terkait kondisi kejiwaan, belakangan ini terduga pelaku sering menunjukkan gelagat tidak wajar. Bahkan, terduga pelaku seperti orang sedang mengalami depresi setelah almarhum ayahnya, Made Dika, meninggal akibat dibunuh di Desa Mengening, Februari 2017 lalu. Meski mengalami situasi mental kurang baik, dirinya sempat mendengar kabar kalau saudara kandungnya itu ingin membeli sepeda motor baru. “Pernah membakar baju orangtuanya dan pernah ditentang, sehingga emosinya menjadi-jadi. Sampai-sampai tembok rumahnya jadi sasaran. Kalau soal beli motor itu, kami tidak tahu dari mana dapat uangnya,” jelasnya. (kmb38)
GIANYAR Perbaikan Infrastruktur di Ubud Rampung 80 Persen
9
Senin Paing, 20 Agustus 2018
Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar sudah mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak di kawasan Ubud. Bahkan, perbaikan infrastruktur berupa jalan dan trotoar itu sudah mencapai 80 persen. Perbaikan ini dipastikan rampung sebelum datangnya kunjungan delegasi yang tergabung dalam International Monetary Fund (IMF) - World Bank (WB) Group pada Oktober 2018 mendatang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar Nyoman Nuadi mengatakan, pengerjaan perbaikan infrastruktur di kawasan Ubud sudah hampir rampung. Pihaknya menargetkan pengerjaan ini tunas sebelum Oktober 2018 mendatang. “Sekarang sudah 80 persen, tinggal beberapa pengerjaan lagi sedikit,” ujar Nuadi, Minggu (19/8) kemarin. Menurut Nuadi, perbaikan jalan di septuaran Ubud menggunakan dana dari APBD 2018 dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Perbaikan dilakukan dari kawasan Pertamina, Pengosekan. “Dari lokasi itu ke utara melewati Monkey Forest hingga di selatan Catus Pata Ubud,” katanya memaparkan. Nuadi menambahkan, perbaikan di sepanjang ruas jalan itu menggu-
nakan hotmix. Selain itu, pihaknya juga melakukan perbaikan trotoar. Di luar ruas jalan itu, Dinas PUPR juga melakukan perbaikan trotoar di sejumlah titik kerusakan lainnya. Menurut Nuadi, perbaikan untuk ruas jalan provinsi, meliputi ruas jalan dari jembatan Campuhan hingga simpang tiga Kedewatan. Sementara untuk ruas jalan nasional meliputi Jalan Cok. Sudarsana, Teges, hingga Campuhan. “Kawasan Catus Pata Ubud itu juga kewenangan pemerintah pusat. Kami di Pemkab Gianyar hanya sampai perbatasan Catus Pata-nya,” ujarnya. Terkait perbaikan ruas jalan provinsi dan nasional, Nuadi mengaku telah berkoordinasi dengan Pemprov Bali dan pemerintah pusat. Sejauh ini, responsnya cukup baik. Penanganan ruas jalan provinsi, anggarannya akan bersumber dari DAK. Sementara untuk jalan nasional, Nuadi mengaku belum mendapatkan kepastian dari pusat. “Dengan adanya event IMF itulah, kami sudah koordinasikan untuk penataan jalan di ubud, khususnya jalan paving di catus pata. Proposal sudah diajukan ke pusat. Belum tahu bagaimana keputusannya,” tegasnya. Selama proses perbaikan ini, Nuadi meminta permakluman keadaan pengguna jalan karena sejumlah arus lalu
lintas menuju Ubud harus dialihkan sementara waktu. “Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penataan arus selama perbaikan ini. Kami juga mengharapkan pengertian masyarakat pengguna jalan selama proses ini,” katanya. Sementara itu, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Gianyar Nus Widyaswanto mengatakan, proses perbaikan infrastruktur yang dilakukan Dinas PUPR di kawasan Ubud, belum sampai mengganggu arus lalin. Namun, pihaknya tetap mengoptimalkan personel di lapangan guna mengantisipasi kemacetan yang tak terduga. “Misalnya di jalur Pengosekan kemarin kan dihotmix, sampai sekarang pengerjaannya sudah rampung. Tidak sampai mengganggu arus lalin,” ujarnya. Nus Widyaswanto mengakui, beberapa kali sempat terjadi kemacetan. Namun, hal itu karena tingginya volume kendaraan yang mengarah ke Ubud. Pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian dalam pengaturan arus lalin di kampung turis tersebut. “Kami terus berkoordinasi dengan Polsek setempat. Sebagai contoh, kemarin ada penutupan arus lalin di wilayah Kutri, Singapadu karena sedang diselenggarkan upacara adat,” katanya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
MELINTAS - Sepasang wisatawan melintas di atas trotoar yang sudah diperbaiki oleh Dinas PUPR Gianyar.
Belum Berizin, Toko Berjaringan yang Dikelola Kepala Satpol PP
Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar sudah melakukan moratorium atau tidak lagi mengeluarkan izin baru untuk toko modern berjaringan. Namun, toko berjaringan tanpa izin ini justru makin menjamur di kawasan seni ini. Ironisnya, salah satu toko berjaringan yang belum mengantongi izin itu justru dikelola oleh Cokorda Gede Agusnawa yang saat ini menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar.
Bali Post/ist
PEMBERSIHAN – Kegiatan pembersihan pantai yang dilaksanakan serentak, Minggu (19/8) kemarin.
Jelang Pertemuan IMF-World Bank
Kebersihan Pantai Jadi Prioritas Gianyar (Bali Post) Penyelenggaraan pertemuan IMF-World Bank tahun ini di Bali menjadi perhatian khusus Pemkab Gianyar. Berbagai persiapan dilaksanakan, mulai dari penataan kawasan hingga program kebersihan. Khusus kebersihan, salah satu prioritasnya adalah kawasan pantai. Gerakan pembersihan pantai dalam beberapa bulan terakhir makin gencar dilaksanakan. Minggu (19/8) kemarin, Pemkab Gianyar bersama Polres, Kodim, pramuka, dan masyarakat pesisir melaksanakan pembersihan kawasan pantai secara serentak. Sampah sebanyak empat truk berhasil dibersihkan. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar Wayan Kujus Pawitra, sampah didominasi sampah organik berupa batang pohon dan dedaunan yakni sebanyak tiga truk. Sementara sisanya merupakan sampah anorganik berupa plastik. Pembersihan pantai rutin
digelar untuk menyambut pertemuan IMF-World Bank di Bali. Kegiatan ini juga menindaklanjuti Surat Edaran Sekda Gianyar nomor 005/7180/Bid.II/DLH/2018, terkait rangkaian peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI. “Dalam menyambut kegiatan IMF-World Bank dan mengingat Bali sebagai destinasi pariwisata dunia, maka partisipasi semua komponen masyarakat Bali sangat dibutuhkan dalam menjaga situasi wilayah tetap aman, nyaman, dan bersih, terutama daerah yang memiliki pantai,” ujarnya. Meskipun pagi kemarin cuaca kurang mendukung yakni hujan di sejumlah pantai, hal tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat. Tidak sedikit peserta yang menggunakan mantel untuk melindungi diri dari hujan agar tetap bisa mengikuti kegiatan. “Dari Polres Gianyar banyak yang menyemangati peserta agar melanjutkan proses pembersihan pantai,” kata Kujus Pawitra. (kmb25)
Bali Post/kmb35
TOKO BERJARINGAN - Toko berjaringan di wilayah Desa Peliatan, Kecamatan Ubud yang dikelola Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gede Agusnawa.
Dikonfirmasi Minggu (19/8) kemarin, Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gianyar I Wayan Sudamia menerangkan, pemerintah sepakat melakukan moratorium terhadap permohonan izin toko berjaringan, sebelum dikeluarkan kajian baru untuk kuota toko berjaringan. Ditegaskan, hal itu merupakan kesepakatan antara eksekutif dan legislatif saat sidang di gedung DPRD Gianyar, beberapa waktu lalu. “Permohonan izin toko berjaringan kita pending, karena sudah moratorium. Sampai saat ini, tidak pernah ada dikeluarkan izin baru, kecuali perpanjangan izin toko berjaringan,” ujarnya. Menurut Sudamia, toko berjaringan baru yang beroperasi di depan kediaman Cokorda Gede Agusnawa dipastikan belum mengantongi izin toko berjaringan. “Itu (toko berjaringan milik Cokorda Gede Agusnawa - red) belum kantongi izin untuk toko berjaringan, tapi sudah dibuka oleh beliau,” keluhnya. Sudamia menambahkan, permohonan izin untuk toko berjaringan yang berdiri di Desa Peliatan, Kecamatan Ubud itu belum ada pengajuan ke Dinas PMPTSP Kabupaten Gianyar oleh pemilik yang juga Kepala Satpol PP Gianyar tersebut. “Mengajukan permohonan (izin toko berjaringan - red) juga belum ada. Kalaupun mengajukan, sekarang tidak akan kita terima karena sudah moratorium,” tegasnya. Untuk membuka toko berjaringan, kata Sudamia, pemilik wajib mengurus beberapa perizinan. Diawali dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan
dilanjutkan dengan Surat Izin Tempat Usaha (SITU). “Beliau (Cokorda Gede Agusnawa - red) sudah memiliki IMB yang bentuknya berupa bangunan toko, setelah itu harus ada izin SITU yang mencantumkan izin untuk toko berjejaring. Nah, SITU ini yang belum diurus oleh beliau,” ungkapnya. Dikonfirmasi terpisah, Cokorda Gede Agusnawa mengakui bahwa toko berjaringan yang dibuka di depan kediamannya di Desa Peliatan Kecamatan Ubud itu merupakan miliknya dan dikelolanya sendiri. “Saya yang mengelola itu (toko berjaringan - red), itu franchise,” ujar pria yang juga Kepala Satpol PP Gianyar ini. Pejabat asal Puri Peliatan yang akrab disapa Cok Agusnawa ini mengatakan, kalau di kawasan Ubud sebanyakbanyaknya membuka toko berjaringan, seharusnya tidak jadi persoalan karena merupakan kawasan wisata dengan aktivitas 24 jam. “Kalau di Ubud, bek-bek (banyak - red) toko tak masalah karena 24 jam. Keamanan kan ada itu. Kalau di lain tempat kan dipermasalahkan itu,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Gianyar I Wayan Suamba menjelaskan, terkait toko modern itu ditangani oleh tim, meliputi instansi Disperindag, Dinas PMPTSP dan Dinas Satpol PP Gianyar. Sementara bila ada toko berjaringan yang baru dibuka, menurut Suamba, menjadi kewenangan Satpol PP Gianyar melakukan penertiban. “Sekarang tinggal penertiban, karena kan berarti pelanggaran mereka karena tidak diizinkan memang,” tegasnya. (kmb35)
Merawat Kerukunan Melalui Pentas Seni Lintas Agama Gianyar (Bali Post) Guna memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar menggelar pertunjukan seni lintas agama berjudul Khang Ching Wie yang dibawakan Yayasan Bali Nusa Jagarti dan Sanggar Giri Anyar di Balai Budaya Gianyar, Sabtu (18/8) malam. Pementasan ini mengingatkan
bahwa kerukunan antarumat beragama di Bali sudah terjalin sejak dulu. Wakil Ketua FKUB Kabupaten Gianyar Drs. Haji Monajat mengatakan, peringatakan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonsia menjadi momentum untuk lebih memantapkan lagi kerukunan antarumat beragama yang selama ini sudah terjaga dengan baik di Kabupaten Gianyar. “Tahun kemarin, kita tampil
masing-masing agama. Malam ini, keenam agama berkolaborasi dalam satu pementasan. Konsepnya, m e n e k a n k a n k e r u ku n a n umat beragama melalui seni dan budaya,” ujarnya. Pementasan yang diiringi sekitar 15 penabuh dari Sanggar Giri Anyar binaan Gusti Ngurah Aryawan tersebut juga menampilkan perwakilan dari masing-masing pemuka agama. Dikemas dengan tampilan sedikit kocak, ma-
sing-masing pemuka agama tersebut diperankan oleh beberapa orang dengan karakter edukatif, fleksibel dengan suasana riang gembira. Sementara itu, Ketua Yayasan Bali Nusa Jagarti Gusti Ngurah Putra Adnyana mengatakan, akulturasi budaya sangat kental tergambar melalui cerita Kang Ching Wie. Perpaduan dua budaya, yakni Bali dan Tiongkok ini masih dilakukan hingga kini. “Kebudayan
Cina memengaruhi tatanan kehidupan masyarakat Bali, salah satunya penggunaan uang kepeng (pis bolong red) sebagai sarana upacara yang diwarisi sampai saat ini oleh masyarakat Bali,” ujarnya. Di pengujung acara dipentaskan tari Agni yang menggambarkan suasana penuh sukacita memaknai HUT Kemerdekaan RI dalam keberagaman. (kmb35)
Bali Post/kmb35
ADEGAN - Salah satu adegan dalam pertunjukan drama Kang Ching Wei yang melibatkan pemeran lintas agama di Balai Budaya Gianyar, Sabtu (18/8) malam.
JEMBRANA
10
Senin Paing, 20 Agustus 2018
HUT Ke-123 Kota Negara
Usung Tema Bhuana Kanthi Pada HUT ke-123 Kota Negara ini, Jembrana Festival kembali digelar dengan mengusung tema ‘‘Bhuana Kanthi’’. Bhuana berarti alam/ dunia sedang kanthi berarti sahabat. Untuk itu, secara filosofis tema ini merupakan konsep sinergitas pembangunan di Jembrana yang berbasis pada Tri Hita Karana. Falsafah hidup yang membangun keseimbangan dan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya sebagai sumber kesejahteraan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi kehidupan manusia. Mengimplementasikannya, sejumlah kebijakan dan program di bawah kepemimpinan Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di berbagai sektor, seperti pendidikan, ekonomi, infrastrukur jalan, kesehatan dan pariwisata dan
Berjuang Tanpa Pamrih PERINGATAN HUT ke123 Kota Negara menjadi momentum yang tepat untuk merefleksi dan mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Jembrana serta mensyukuri keberhasilan yang diraih. ‘’Melalui peringatan ini diharapkan mampu menumbuhkan ikatan emosional serta memperdalam rasa bangga sebagai masyarakat Jembrana,’’ kata Bupati Jembrana I Putu Artha. Dengan demikian akan terbangun rasa kebersamaan dan sinergitas segenap komponen masyarakat Kabupaten Jembrana. Dalam penyelengaraan pemerintahan daerah, pemberian pelayanan, dan peningkatan partisipasi masyarakat sehingga Kabupaten Jembrana, Kota Negara dan kehidupan masyarakatnya menjadi semakin baik dan sejahtera. Peringatan HUT Kota Negara tahun ini mengambil tema ‘’Bhuana Kanthi’’ yang berarti memuliakan alam sebagai sumber kehidupan. Menurut Artha, tema ini mengandung makna yang sangat dalam, di mana Pemkab Jembrana senantiasa berpijak pada filosofi Tri Hita Karana dalam setiap kegiatan pembangunan dan perbaikan di segala bidang yang dituangkan dalam berbagai program. Berbagai upaya telah dilakukan antara lain dengan
meningkatkan perekonomian melalui optimalisasi potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, sosial dasar serta meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana publik. Tekad Pemkab Jembrana juga sejalan dengan program Nawacita yang salah satunya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Menurut Artha, semuanya harus bersyukur atas keberhasilan yang tercapai dalam pembangunan Kota Negara dan Kabupaten Jembrana. Perlu diingat keberhasilan itu bukanlah upaya individu, kelompok, maupun golongan semata. Namun keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh masyarakat Jembrana tanpa terkecuali, sesuai dengan perannya masing-masing. Artha berpesan agar terus berjuang tanpa pamrih dan tanpa menghitung jasa-jasa, demi kesejahteraan rakyat. Hal ini selaras dengan pesan ‘’The Godfather’’ bangsa kita, Bung Karno, yang mengatakan ‘’Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segitiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk, pekerjaan kita belum selesai. Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyaknya keringat’’. (kmb26)
budaya berjalan cukup maksimal dan sudah dirasakan masyarakat. Peringatan HUT yang digelar sejak 20 Juli hingga 1 September 2018 mendatang, sejumlah kegiatan disusun panitia yang berasal dari beberapa OPD di lingkup Pemkab Jembrana. Ada 59 jenis kegiatan yang terbagi atas bidang olahraga 27 jenis, seni budaya 14 jenis serta pementasan lainnya 18 jenis kegiatan. Bupati Artha mengatakan, berbagai jenis kegiatan HUT Kota Negara yang disusun dan dilaksanakan panitia berdasarkan aspirasi dari masyarakat. Menurutnya, tema besar perayaan HUT Kota Negara kali ini yang menitikberatkan pada pelestarian lingkungan hidup, hingga pelestarian budaya lokal. Ia berharap perayaan HUT Kota Negara tidak dimaknai dengan hura-hura,
namun juga ada kepedulian terhadap lingkungan hidup. “Perayaan yang kita gelar bukan sekadar hiburan, tapi momentum refleksi diri untuk meningkatkan kinerja ke arah yang lebih baik. Dalam konteks HUT Kota, kita juga ingin berbagi kebahagiaan lewat serangkaian kegiatan yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” kata Artha. Berbeda seperti tahun lalu, HUT Kota Negara tahun ini tidak mengundang artis nasional. Tapi mengedepankan budaya dan artis lokal. “Kita sengaja menonjolkan budaya dan artis lokal karena masukan dari masyarakat. Tahun ini cukup banyak artis lokal yang akan tampil sekaligus memberikan panggung kepada mereka menyumbangkan karyanya menyambut HUT kotanya,” ucap Artha. Hal senada juga disampaikan Wabup Kembang Hartawan. Berbagai rangkaian acara yang disusun sangat selaras dengan tema besar, pelestarian alam dan budaya. Tidak hanya kesenian modern, ia mengatakan untuk kesenian atau budaya tradisional juga
ditampilkan karya seniman lokal, termasuk keseniankesenian yang saat ini sudah langka dipentaskan. “Kesenian yang sekarang sudah langka dipentaskan, justru harus mendapatkan perhatian lebih. Kalau banyak masyarakat belum tahu kesenian ini wajar karena memang jarang dipentaskan. Harapan kami, dengan sering dipentaskan, kesenian ini kembali dikenal dan digemari masyarakat,” katanya. Meskipun ada sejumlah kegiatan yang sama dengan tahun sebelumnya, panitia mengupayakan adanya inovasi, sehingga meskipun wujud acaranya sama, tapi ada sesuatu yang baru yang bisa dilihat masyarakat. (kmb26)
Prioritaskan Program Kerakyatan
Patung Siwa Mahadewa – Patung Siwa Mahadewa yang menjadi ikon baru Daerah Tujuan Wisata (DTW) Gilimanuk.
SEBAGAI bagian kabupaten dari Provinsi Bali yang termahsyur akan pariwisatanya, Kabupaten Jembrana terus menggeliat dan menata diri. Di bawah sentuhan duet kepemimpinan Bupati I Putu Artha serta Wabup I Made Kembang Hartawan, Kabupaten Jembrana berusaha menyejajarkan diri dengan kabupatenkabupaten lain, lewat serangkaian penataan dan pengembangan wisata. Penataan kawasan wisata, Daerah Tujuan Wisata (DTW) Gilimanuk, Pantai Yeh Leh, Rest Area Candikusuma dan Pengeragoan sampai rehabilitasi sirkuit Makepung sebagai kesenian asli Jembrana. Juga dengan dibangunnya ikon wisata baru yakni Kebun Raya Jagatnatha dan Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) Rambut Siwi dengan bantuan pemerintah pusat. Promosi wisata juga coba lebih digencarkan melalui paket wisata unggulan, jaringan kerja sama, serta event-event rutin seperti Jembrana Festival, Festival Teluk Gilimanuk, Makepung Bupati Cup, Makepung Lampit dan lainnya. Sedangkan dari sisi SDM tidak dikesampingkan agar industri pariwisata siap dijalankan. Di antaranya melalui pemberdayaan pelaku wisata memberikan bintek kepada Pokdarwis. Arah pembangunan yang fokus menumbuhkembangkan bidang pariwisata, bukan berarti bidang lain diabaikan. Sektor pembangunan, kesehatan, pendidikan, sosial, pertanian dan ekonomi juga mendapat perhatian serius dengan kebijakan dan program yang menyentuh langsung pada masyarakat. Semua itu demi satu tujuan, mewujudkan kesejahteran masyarakat Jembrana. Di sektor kesehatan, pengembangan RSU Negara diupayakan naik kelas dari tipe C ke B, melalui perluasan
areal rumah sakit, pembangunan gedung baru (gedung IRD, IBS) serta menambah jumlah dokter umum maupun spesialis sebagai ujung tombak pelayanan. Seluruhnya ditarget rampung pada tahun 2019. Langkah lainnya, membangun puskesmas rawat inap di masingmasing kecamatan guna mendekatkan pelayanan serta pemenuhan sarana dan prasarana penunjang kesehatan. Di bidang sosial, sudah beberapa kebijakan dan program dengan regulasi yang udah dibuat. Seperti bantuan sosial untuk penunggu pasien, santunan kematian, membuat akta kelahiran gratis dan bantuan bedah rumah. Dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, agar tidak sekadar jargon, digulirkan program revitalisasi untuk mewujudkan kondisi pasar yang lebih baik, pengelolaan yang lebih modern. Harapannya pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan secara merata ke seluruh masyarakat. Sampai saat ini proses revitalisasi sudah menjangkau seluruh kecamatan yang memiliki pasar tradisional, tinggal menyisakan Pasar Umum Negara sebagai pasar terbesar di Kabupaten Jembrana. Sementara untuk sektor pendidikan, seluruh masyarakat Jembrana wajib belajar 12 tahun dengan tanggungan pemerintah. Perluasan akses layanan pendidikan juga diupayakan, melalui pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi, laboratorium sekolah (TK, SD, dan SMP). Penyaluran beasiswa mahasiswa berprestasi asal Jembrana tetap dipertahankan, bahkan tiap tahun anggarannya meningkat. Membangun pendidikan tinggi Akademi Komunitas Negeri Jembrana (AKN) yang berupa pendidikan tinggi vokasi dibangunnya kampus Poltek Kelautan Jembrana di Desa Pengambengan. (kmb26)
616 Layang-layang Adu Kebolehan di Pengambengan
LOMBA layang-layang turut mengisi rangkaian HUT ke-123 Kota Negara. Event yang diselenggarakan, Sabtu (18/8) di Lapangan Tanah Timbul, Pengambengan, Negara, diikuti 616 layangan yang dibagi dalam kelas lokal dan open. Lomba yang dibuka Bupati Jembrana I Putu Artha dengan menerbangkan layangan jenis Bebean (berbentuk ikan) diikuti pula oleh Wabup Kembang Hartawan, Ketua DPRD Ketut Sugiasa, Sekda Made Sudiada, Wakapolres Jembrana. Bupati Artha memberikan apresiasi kepada panitia lomba atas diselenggarakan lomba layang-layang ini. Menurut Artha, lomba seperti ini memacu kreativitas, persatuan dan kerukunan di kalangan generasi muda.
Yang terlibat tidak hanya sekaanya, namun juga hingga banjarnya ikut hadir. Bahkan mereka membawa baleganjur. ‘’Dengan lomba ini warga bisa bersatu untuk berlomba. Tidak ada perbedaan dan melihat warna. Saya sangat merasa senang dengan lomba ini,’’ kata Bupati Artha. ‘’Untuk tahun depan panitia diharapkan mencari lokasi baru. Sebab, lokasi yang sekarang akan digunakan untuk Poltek Kelautan dan Perikanan. Di depan Pura Segara bisa dimanfaatkan. Kita akan terus support, ini bentuk apresiasi kepada masyarakat,’’ terang Artha. Bupati Artha menambahkan, dengan lomba seperti ini, bisa juga memutar roda perekonomian yang ada di Jembrana. ‘’Dengan lomba seperti
ini tentunya warga akan banyak membeli bahan layang-layang, seragam, bahkan dagang kaki lima pun ikut menikmati,’’ papar Artha. Hal senada juga disampaikan Wabup Kembang. Menurutnya, lomba layang-layang, beberapa tahun terakhir ini menjadi tradisi baru yang membumi, terutama generasi muda. Mulai dari proses pembuatan hingga lomba terasa kental nuansa gotong royongnya dan kerja sama. ‘’Tanpa gotong royong dan kerja sama dalam pembuatan atau perlombaan tentu tidak akan berhasil. Bagaimana mereka mengatur strategi bersama sekaa-nya tentu menjadi kunci untuk menampilkan yang terbaik,’’ pungkas Wabup Kembang.
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba I Dewa Putu Mertayasa yang akrab dipanggil Dewa Abri mengungkapkan, ke-616 layang-layang yang ikut terbagi di dua kelas. Kelas lokal 205 layang-layang yang diikuti peserta dari Kabupaten Jembrana. Kemudian kelas open 411 layanglayang yang diikuti peserta luar Jembrana. Di kedua kelas tersebut dipertandingkan kategori Bebean dan Kreasi. Yang dinilai adalah keseragaman/kekompakan kelompok, kerapian layangan, tarian di udara, dan saat menurunkan layangan. Untuk kelas lokal hadiah di persembahkan oleh Pemkab Jembrana. Juara I LAYANG-LAYANG – Lomba layang-layang yang diselengRp 5 juta, juara II Rp 4 juta dan juara garakan di Pantai Pengambengan, Negara serangkaian HUT ke-123 Kota Negara. III Rp 3 juta. (kmb26) adv.832
KARANGASEM
Senin Paing, 20 Agustus 2018
11
Diguncang Gempa 6,5 SR
Puluhan Pasien RSUD Dirawat di Tenda
Amlapura (Bali Post) Guncangan gempa berkekuatan 6,5 SR yang terjadi di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (19/8) siang kemarin, kembali memicu kepanikan warga Bali khususnya di RSUD Karangasem. Bahkan, pihak rumah sakit terpaksa memindahkan sejumlah pasien ke selasar dan tenda darurat yang dibangun BPBD. Tenda itu berada di halaman rumah sakit setempat. Kabid Keperawatan dan Rujukan RSUD Karangasem Wayan Arsiawan Adi, Minggu (19/8) kemarin mengungkapkan, pascagempa yang kembali mengguncang Lombok berkekuatan 6,5 SR, pihaknya terpaksa kembali memindahkan pasien ke tenda darurat. Tenda itu sebelumnya dibangun BPBD di luar gedung. “Ada 96 pasien kembali dirawat di luar. Pasien yang sebelumnya menempati kamar Melati, dirawat di selasar. Sedangkan pasien di UGD itu dirawat di halaman RSUD,” ujarnya. Penanganan pasien, kata Arsiawan, ketika ada gempa sekarang ini sudah sangat terkoordinasi dengan baik.
Pasalnya, semua perawat telah mendapatkan pelatihan-pelatihan menajemen kebencanaan tentang bagaimana cara mengevakuasi pasien ketika terjadi gempa bumi seperti ini. “Dengan pelatihan itu, mereka tahu sistem penanganan pasien. Mereka sudah tahu ke mana arah pasien harus dievakuasi. Karena sesuai panduan yang kita buat, kalau lokasi evakuasi yang aman yakni di selasar, halaman RSUD, dan tenda-tenda yang dibangun di halaman rumah sakit” ujarnya. Pihaknya juga memiliki manajemen tim supervisi yang bertugas melakukan pemantauan di lingkungan RSUD dan pengecekan seluruh pasien
setiap harinya. Jumlah petugas yang berjaga sebanyak tiga orang. “Petugas bergiliran dapat tugas jaga. Tim ini mulai aktif setelah terjadinya gempa besar 5 Agustus lalu,” jelasnya. Sampai kapan pasien menjalani perawatan di luar, Arsiawan menegaskan, kalau pihaknya tetap melihat kondisi pasien. “Jika memang pasien sudah tenang, dan mau kembali masuk ke dalam, kita akan rawat di dalam lagi. Kalaupun mereka belum siap masuk, maka kita tetap rawat mereka di luar. Kita tetap mengutamakan psikologi pasien,” tegas Arsiawan sembari menyatakan pelayanan RSUD masih normal. (kmb41)
Cegah Rabies, Anjing Liar Dieliminasi Bali Post/kmb41
DIRAWAT DI TENDA - Puluhan pasien di RSUD Karangasem kembali menjalani perawatan di selasar maupun tenda darurat pascadiguncang gempa berkekuatan 6,5 SR kemarin.
Percepat Distribusi Bantuan ke Lombok
Disiagakan Dua Kapal Tiap Hari Amlapura (Bali Post) Serangkaian bencana gempa bumi di Lombok, telah mengakibatkan daerah ini hancur. Warganya saat ini amat memerlukan bantuan. Guna memfasilitasi penyaluran bantuan itu, Pelabuhan Padangbai menyiagakan dua kapal untuk mempercepat proses pendistribusian bantuan kepada para korban. Kepala ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Padangbai Wayan Rosta, Minggu (19/8) kemarin, mengatakan sampai
25 Agustus nanti, Pelabuhan Padangbai menyiagakan dua kapal tiap trip penyeberangan. Kapal-kapal ini khusus mengangkut kendaraan yang mengangkut berbagai jenis bantuan ke Lombok. “Kecuali kapal ekstra, bisa lebih. Kalau kapal portlink 7 milik ASDP extra, bisa angkut 10 sampai 15 unit kendaraan,” kata Rosta. BPTD Korsatpel Padangbai Agus Sugiarta menambahkan, bantuan dari para relawan tak sampai menumpuk di pelabuhan. Dengan dua kapal tiap
Ngaben 8 Sawa dan 35 Atma Wedana
PROSESI ngaben dan mamukur sebanyak 8 sawa dan 35 atma wedana di Setra Banjar Pande, Desa Nongan, Rendang, Karangasem, Minggu (19/8) kemarin berlangsung khidmat dan lancar. Warga begitu antusias dalam rangkaian ritual pitra yadnya dari awal hingga puncak hari H. Setelah ngaben, pada malam harinya dilanjutkan prosesi matatah yang melibatkan 31 orang. Sedangkan upacara menek kelih (12 orang), nyapuh (6 janin), dan seorang ngelungah. Pemucuk Nayaka Pande Gede Sudasta bersama Komang Sida mengatakan, prosesi yang melibatkan semeton yang khusus datang dari Papua itu dilaksanakan secara gotong royong. Sifatnya memang masih intern warga saja. Prosesi yang dipersiapkan sejak tiga bulan lalu itu di-puput Ida Sira Mpu Dasi dari Geria Tamanbali, Bangli. Bersamaan ritual ngelinggihan pada Senin sore, juga menggunakan prosesi Homa Yadnya, di tempat pelaksanaan payadnyan, yang akan dipimpin Acharya Rishi Sadhu Giriramananda. (ram)
trip penyeberangan, seluruh bantuan dapat terangkut dengan baik. Khusus distribusi bantuan, tak dikenakan biaya. Di pelabuhan, kendaraan diperiksa jenis barang bantuan yang diangkut. Kalau tidak memenuhi syarat akan dikenakan biaya. Apalagi tidak membawa barang bantuan. “Jam berapa pun kendaraan bantuan datang, langsung bisa terangkut. Karena tiap trip, ada dua kapal yang mengangkut,” katanya. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rah-
Bali Post/ist
KE SETRA - Warga dan semeton begitu antusias, beramai-ramai menggotong wadah menuju setra yang jaraknya sekitar 300 meter dari tempat payadnyan itu.
Rekatkan Persaudaraan
Digelar Kejuaraan Bola Voli Antar-’’Kawitan’’
Demam pesta olahraga Asian Games di JakartaPalembang, telah sampai ke desa-desa. Berbagai cabang olahraga, seperti bola voli kini semakin populer. Kejuaraan unik antarklan atau kawitan digelar terkait semarak berolahraga di Desa Adat Sibetan, Bebandem. Bagaimanakah keunikan kejuaraan bola voli antar-kawitan itu? PUNCAK kejuaraan ini dilangsungkan 17 Agustus pada HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ketua Panitia Made Peru mengatakan, kejuaraan ini digelar guna memasyarakatkan olahraga, sejalan dengan agenda internasional Asian Games. Kejuaraan ini digelar organisasi kepemudaan desa setempat, yang menamakan diri
Kaum Kuzam Club. Ini juga dilaksanakan serangkaian HUT Kaum Kuzam yang ke-26. Kegiatan dipusatkan di Lapangan JVC Jungutan. Pada babak final, mempertemukan Semeton Tangkas Kori Agung dengan Semeton Pasek, yang dimenangkan Semeton Pasek 2-1. Uniknya selain mempertandingkan peserta antarklan, juga karena konstum para pemain-
Bali Post/gik
KENAKAN ROK - Para pemain saat bertanding di Lapangan JVC Jungutan. Para pemain tampil unik, karena juga mengenakan rok.
nya nyeleneh. Demikian juga hadiahnya tak kalah nyeleneh. Perabotan rumah tangga seperti alat-alat tukang bangunan, centong dan siku-siku, hingga kebutuhan sehari-hari. Setiap kekalahan jelang akhir pertandingan, diputarkan musik angklung, yang biasa diputar saat ngaben. Hal itu mengundang tawa ratusan penonton di sekitar lapangan. Peru menegaskan, kejuaraan didesain seperti ini, selain untuk memeriahkan HUT RI maupun Asian Games, juga merekatkan kekerabatan antarklan atau kawitan yang sudah hidup berdampingan di Desa Adat Sibetan sejak dulu. “Kami juga rutin turun membantu masyarakat kurang mampu dan memberikan beasiswa kepada siswa miskin berprestasi,” kata Peru. Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi juga sempat hadir dan melihat langsung pertandingan. Dia menilai pemuda setempat amat kreatif dalam mengisi kemerdekaan maupun menyemarakkan momen Asian Games. “Ini contoh yang baik memberdayakan pemuda di desa,” katanya setelah melakukan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Juara I menerima hadiah uang tunai Rp 1,5 juta dan piala. Juara II memperoleh piala dan uang tunai Rp 1 juta. Akhir pertandingan, ditutup magibung bersama. Hal itu sebagai media membangun semangat kebersamaan antarklan, di dalam satu desa adat. (gik)
mat Triyono merilis informasi episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,24 LS dan 116,66 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 32 km arah timur laut Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 14 km. Dengan memerhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). (kmb31)
Pasca-Jero Mangku Meninggal Digigit Anjing
Amlapura (Bali Post) Pascasalah seorang warga di Banjar Puregae, Desa Pempatan, Rendang, I Nengah Sueca alias Mangku Nengah Widi, meninggal akibat digigit anjing positif rabies, membuat Dinas Pertanian Karangasem langsung bertindak cepat. Guna mencegah kasus serupa kembali terjadi, dinas langsung melakukan eliminasi anjing liar di wilayah terjadinya kasus tersebut. Kabid Peternakan Dinas Pertanian Karangasem Made Ari Susanta saat dimintai konfirmasi, Minggu (19/8) kemarin, mengatakan pascamenerima laporan adanya warga meninggal akibat digigit anjing positif rabies, pihaknya langsung turun melakukan investigasi bersama Puskeswan Kecamatan Rendang ke lokasi kejadian. Pihaknya langsung melakukan edukasi terkait kewaspadaan rabies termasuk langkahlangkah yang harus dilakukan, mencegah penyebaran rabies dan juga agar terhindar dari kasus seperti itu. Untuk mencegah, kasus serupa kembali terjadi, pihaknya telah melakukan eliminasi pada populasi anjing-anjing liar di lokasi kasus itu dan sekitarnya. “Kita sudah eliminasi sekitar 154 ekor anjing liar,” jelasnya.
Bali Post/ist
ELIMINASI - Dinas Pertanian saat melakukan eliminasi anjing liar di lokasi kasus rabies di Banjar Puregai, Desa Pempatan, Rendang, Karangasem. Terkendala alam karena kabut di lokasi, eliminasi belum maksimal dilakukan. Kegiatan akan dilanjutkan hari ini, di banjar-banjar di desa tersebut. (kmb41)
KLUNGKUNG
12
Senin Paing, 20 Agustus 2018
Sambut Peserta Kejurnas Time Rally 2018
Bupati Suwirta Harap Turut Promosikan Pariwisata
PESERTA Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kejurnas Time Rally 2018 tiba di Kabupaten Klungkung, Minggu (19/8) kemarin. Mereka yang berasal dari sejumlah daerah disambut Bupati I Nyoman Suwirta di Depan Kantor Bupati. Sekaligus juga dilepas untuk menuju rute selanjutnya yang masuk putaran kedua. Bupati asal Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida ini mengharapkan kegiatan tersebut tidak hanya seperti tour mobil biasa, melainkan ada imbas lain. Salah satunya terlibat dalam mempromiskan potensi dan pariwisata suatu daerah, salah satunya
Kabupaten Klungkung yang menjadi rute. Oleh sebab itu, seluruh peserta dinilai perlu untuk diberikan informasi. “Dengan itu, ke depan pariwisata di Bali bisa lebih dikenal di Indonesia maupun di mata dunia,” ungkapnya. Ketua Panitia Rally putaran ke-2 di Bali, Toni Susiartono menyampaikan, kejuaraan nasional Time Rally 2018 digelar 5 putaran. Pertama, pada 4-5 Agutus sudah digelar di Jawa Timur. Kedua, diselenggarakan di Bali 18-19 Agustus 2018 dengan mengambil tema Bali Wisata Rally. Ketiga, DI Yogyakarta pada 8-9 September. Keempat, Nusa Tenggara
Barat pada 20-21 Oktober, dan kelima di Kalimantan Selatan pada 10-11 November. Konsep penyelenggaraan, selain tetap menekankan pada unsur kompetisi dan wisata, juga digabungkan dengan kegiatan wisata touring komunitas otomotif sekaligus kampanye keselamatan berkendara. Sehingga kejurnas tersebut akan dapat diikuti oleh banyak peserta. Untuk di Bali, diikuti 38 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Rute startnya di awali dari Kota Denpasar, lanjut ke Kabupaten Gianyar, ke Kabupaten Klungkung dan finishnya di Pantai Padanggalak, Sanur, Denpasar. (ad883)
RUSAK - Salah satu bangunan warga yang rusak akibat gempa pada 5 Agustus 2018 lalu.
Bangunan Rusak Akibat Gempa
Kerugian Capai Rp 2 Miliar, Bantuan Hanya Stimulan
Semarapura (Bali Post) Pendataan kerugian kerusakan bangunan akibat gempa beberapa waktu lalu telah dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung. Berdasarkan data sementara, nilainya sekitar Rp 2 miliar. Tak menutup kemungkinan, dalam satu minggu ke depan terjadi penambahan lantaran diperkirakan masih ada yang belum dilaporkan.
Bali Post/ist
MELEPAS - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat melepas peserta Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kejurnas Time Rally 2018 untuk menuju rute selanjutnya, Minggu (19/8) kemarin.
Bali Post/ist
Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widida, Minggu (19/8) kemarin, mengungkapkan pendataan tersebut dilakukan setelah gempa 5 Agustus lalu. Tercatat ada lebih dari 150 bangunan yang mengalami kerusakan, tersebar di Kecamatan Klungkung, Dawan, Nusa Penida dan Banjarangkan. “Itu sudah dilaporkan ke
Pemerintah Provinsi (Pempov) Bali dan berlanjut dimohonkan bantuan ke pemerintah pusat,” sebutnya. Sementara itu, Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra menjelaskan sebagai bentuk antisipasi, pemkab juga berupaya mengalokasikan anggaran untuk bantuan. Pada APBD 2018, terdapat dana tak ter-
duga sebesar Rp 1,5 miliar. Itu akan digeser ke bantuan sosial (bansos) minimal Rp 500 juta. “Pemkab tetap mempersiapkan langkah antisipasi. Khawatir tidak ter-cover di pusat,” jelasnya. Ditegaskan, bantuan yang dikucurkan itu bersifat stimulan atau rangsangan. Pemkab tidak bisa menanggung secara penuh
akibat anggaran yang terbatas. “Itu sifatnya rangsangan saja. Tidak dibantu penuh. Ini juga akan ada verifikasi,” katanya. Seperti berita sebelumnya, gempa 7,0 SR berpusat di Lombok Utara telah menyebabkan kerusakan. Tak hanya tempat tinggal, namun juga lainnya, seperti palinggih dan panyengker. Sejumlah warga juga ada yang tertimpa hingga menderita luka dan harus mendapat perawatan di RSUD Klungkung. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian yang juga merusak bangunan warga Kabupaten lain di Bali ini. (kmb45)
Jangkar Bejo Tegaskan Menangkan Jokowi-Ma’ruf Amin Semarapura (Bali Post) Pada pemilihan presiden (pilpres) 2019, Joko Widodo telah memutuskan untuk berduet dengan Ma’ruf Amin. Sejalan dengan itu, Jaringan Kerja Rakyat Bersama Jokowi (Jangkar Bejo) siap untuk memenangkannya. Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum Samsudin Mandja di sela-sela pengukuhan Jangkar Bejo Bali di rumah Dewa Made Widiasa Nida yang dipercaya menjadi ketua, di
Kelurahan Semarapura Klod, Klungkung, Minggu (19/8) kemarin. Jaringan ini tidak bisa dilepaskan dari sosok Jokowi. Pihaknya pun mendukung penuh untuk bisa mewujudkan Nawa Cita pada periode kedua. “Ini sudah dideklarasikan di 34 provinsi, termasuk Bali. Jangkar dalam bahasa Jawa berarti pertahanan. Bejo berarti keberuntungan. Jokowi bertahan untuk bisa mewujudkan Nawa Cita pada
periode kedua untuk bangsa ini,” ungkapnya didampingi Sekretaris Jenderal Helmi Djen. Memenangkan JokowiMa’ruf, sasaran kerja jaringan ini bukan rakyat kelas atas. Namun lebih ke bawah, seperti petani, nelayan dan pedagang. “Kami tidak main di atas. Seperti pasang pamplet besar. Tapi kita main di pasar, pelabuhan dan lainnya,” ucapnya. Jaringan ini terlahir dari
‘rahim’ dari Partai Golkar. Mandja yang juga menjabat sebagai salah satu Ketua Badan Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menegaskan jangan sampai ada pengurus maupun kader partai berlambang pohon beringin itu yang mbalelo. “Kalau ada, siapa pun orangnya. Jangankan ketua di Bali. Termasuk di pusat. Kalau dia mengkhianati dan tidak komit dengan hasil munas, ya... kita harus mengambil sikap sesuai
aturan. Satu-satunya kita beri sanksi. Kita recall. Tidak ada alasan,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Jangkar Bejo Bali Dewa Widiasa Nida yang membacakan ikrar menegaskan siap mendukung dan memenangkan jagoannya itu sebagai Presiden 2019-2024. Pihaknya pun segera memasang atribut di seluruh kabupaten di Bali. “Kami siap memenangkan Bapak Jokowi dan Ma’ruf Amin,” tegasnya. (kmb45)
Bali Post/sos
JANGKAR BEJO - Jangkar Bejo Bali menyatakan sikap untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019, Minggu (19/8) kemarin.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Paing, 20 Agustus 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dicari Staf Cook untuk villa Hub.081337727338
B.BP.164.08.18.0000881
Distributor Bth Tng Teknisi Pria(Listrik&Elektro, Max 25Th) Interview Lsg di Jln.Hayam Wuruk 72A(Sblh Waja Motor)
Dcr Kuli/Srbtn (L/P) Kuta.082144877778
Dicari PRT Tidur Dalam WR. Supratman 66 Dps,081237651088
Dcr Min Lls SMU utk Guru PG/TK ada Diklat. Lgs Krj.0811380028
Dicari Sopir Serabutan SIM A.C utk Denpasar Hub.08123809046
Dcr PRT, Tidur dlm, bisa Masak Max.50Th Gj 1,7Jt 085829145389
Dicari Telemarketing dan Kurir Hub:0361-239117, 4743092
B.BP.001.08.18.0000846
B.BP.821.08.18.0000541
B.BP.004.08.18.0000856
B.BP.001.08.18.0000878
B.BP.001.08.18.0000866
B.BP.001.08.18.0000847
B.BP.001.08.18.0000853
B.BP.004.08.18.0000852
B.BP.001.08.18.0000720
B.BP.001.08.18.0000780
Rna Spa Membutuhkan Karyawati Berpengalaman,Gaji Pokok+Uang Makan+KomisiHub:081338704401
B.BP.004.08.18.0000835
B.BP.154.08.18.0000854
B.BP.004.08.18.0000579
Cr Lk+40th,Rwt Ortu+Srbtn SIMA KTPBali,08123928624,0811387484 B.BP.001.08.18.0000877
Cr Pembantu Villa Cwek Tgl Dlm Biasa Krj d Villa 081946555765
Dbthk Sopir u/Bank,Krm Lmrn ke BPR.Adiartha, Jl.Raya Sempidi No.45X Call.422387, 412131 Dcr Art >40Th,Telaten pada org tua Jl.Nangka Sltn 156.Bln I = 2Jt Bln II Naik. 081337506750
Dcr Sgr 2 Admin Wanita bisa Computer Max.25 Hub . Telp.087.860.560.187
Dcr Sgr Admin Lam:Ekwan Wito Jl.Trenggana 179x Br.Anggabaya Penatih Dps,Smp Psr Phn Brngin
Distro Philiphs: Salesman/Girl Income s/d 10Jt, Bedahulu IV No.12 Dps,E:herryy.hr@gmail.com
B.BP.001.08.18.0000844
B.BP.001.08.18.0000845
Dicari Karyawan Lk,Single,Max 30Th Hub.085792112079 Serius B.BP.001.08.18.0000843
Dcr Tkg Chekking,Tkg Patrun Manual,Tkg Jahit dpt U.Makan, U.Transport,U.Hadir,Bonus Tlp.0361 754085/08123823758 B.BP.154.08.18.0000841
SERVICE
FOTO COPY
RUPA-RUPA
SERVICE
ALUMINIUM
SERVICE
J&T Express,Membutuhkan Kurir: 1.Pendidikan SMA/SMK Sederajat 2.Memiliki Sepeda Motor& SIM C 3.Mnguasai Area Ssuai Domisili 4.Pengalaman Kurir Diutamakan 5.Memiliki HP SmartPhone 6.Bisa Bekerja Team/Pribadi 6.Penempatan Seluruh Area Bali Walk Interview Jl.By Pass Ngr. Rai 313 Sanur Hp.087860991336 B.BP.803.08.18.0000831
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com G.04
Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com G.05
HONDA
CRV Prestige 2.4 Th’2013 Mulus DK Police Metal Hub.0811387317
B.BP.001.08.18.0000851
DIJUAL RUMAH Djl Rmh 3Kmr LT1A Pengilian Dalung 650Jt, Hub.082147454248
B.BP.164.08.18.0000880
Djl Rmh 6are Lt.2 Jl.Gelogor Carik PemoganHub.081338882895
B.BP.004.08.18.0000285
DIJUAL TANAH Dijual Tanah Kav, Buana Raya, Padang Griya Hub.0811398086 B.BP.001.08.18.0000721
Dijual Tnh & Bgnan 3Lt, Jl.Raya Kuta,Bali SHM LT:1.075m2 cck utk Hotel & Kantor,dpn Gelael Hrg. 30M Peminat Lgsg Hub:08161876272 (Pemilik) B.BP.031.08.18.0000792
Djl Tnh 4are bs ambil 2are hrg 475Jt Ng P.Saelus,087860156001 B.BP.001.08.18.0000857
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.08.18.0000574
Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com
B.BP.803.08.18.0000830
B.BP.004.08.18.0000834
B.BP.001.08.18.0000648
G.03
J&T Express Membutuhkn Finance, Kualifikasi 1.Pria/Wanita Max.28 Tahun 2.Lulusan S1 Akuntansi 3.Penglman Min.2Th Akunt/Pajak 4.Bisa menggunakan Sistem Akuntansi Accurate 5.Domisili Bali Walk Interview Jl.By Pass Ngr. Rai 313 Sanur HP.087860991336
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto PastiBrangkat Line WA081375409869&087754689692
Looking For Receptionist, F, Good English(2,6jt+1jt Instv) Send CV to Bodyworks Spa Jl.Kayu Jati No.2 Petitenget E:acc.bodyworksbali@yahoo.com
G.02
Dicr Cook Helper,Sopir,Spa Staf di Kuta.0811395490
B.BP.001.08.18.0000879
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com
Dicari staf database/design D3/S1, exel,corel draw, photo shop, programming. 0818346584
Dcr: FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta 40,Kuta
ALUMINIUM
Sales Marketing Instalasi Gas, House Keeping.Hub:085103167222
B.BP.001.08.18.0000649
B.BP.004.08.18.0000855
B.BP.001.08.18.0000824
B.BP.145.08.18.0000875
Dcr:Therapist sebanyak2nya,P, Min SMU(2,5jt+16rb/jam instv, Cleaning Service,L/P (2,5jt+500 rb instv)Pglmn Min 1th.Lamaran ke Bodyworks Spa.Jl.Kayu Jati No.2 Petitenget/Telp:735058
Dcr Graphic/Web-Design/3D, S1 Pglm 3 Th, hrd@melali-mice.com
B.BP.001.08.18.0000842
B.BP.001.08.18.0000876
Dcr!Satpam(Bersertifikat),Peng Min 2 Thn&Supir SIM A & B1.Krm ke PT.Prathama Line Logistics Jln.Teuku Umar Barat No.128 Telp:0361-8476456
Gardener(Boy)&House Keeping (girl) Experience villa/Hotel English speaking Motorbike & SIM.C good salary Tlp.081238845170
B.BP.001.08.18.0000770
Urgently Required:Accounting Staff, Basic English and Accounting Back Ground. Please Call 085339071033
B.BP.001.08.18.0000771
Dicari Sales & Admin PT Sukses Indah Metalindo Jl.Cargo 19X Dps, H.0816297300
Informasi pasang iklan Telepon
G.06
Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com Villa Seminyak Teknisi Enginer Maintenance SMS 081999882123
B.BP.004.08.18.0000668
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
G.01
G.07
DIJUAL MOBIL SUZUKI
Ertiga’14 Matic kond.istimewa asli DK,STNK br,Ori, putih,36Rb tangan 1,TP,Hub.081338251999 B.BP.001.08.18.0000848
BIRO JASA
BIRO JASA
BANGLI
14
Senin Paing, 20 Agustus 2018
Petani Dipusingkan Kawanan Kera Bangli (Bali Post) – Petani di Tempek Tegalalang Subak Sidembunut, yang lahannya berada dekat bantaran Sungai Melangit sampai saat ini masih dipusingkan dengan keberadaan kawanan kera. Hewan tersebut kerap merusak tanaman pertanian. Lantaran tak kunjung ada solusi untuk mengatasi serangan kera tersebut, sejumlah petani terpaksa membiarkan lahannya nganggur. Klian Tempek Tegalalang Sang Ketut Rencana, Minggu (19/8) kemarin mengungkapkan, keberadaan kawanan kera di bantaran Sungai Melangit cukup banyak. Populasinya diperkirakan mencapai ribuan ekor. Keberadaan kawanan kera selama ini di-
katakan sangat mengganggu lantaran sering merusak dan memakan tanaman petani. Kawanan kera itu tidak hanya merusak tanaman kacang dan ubi, tetapi juga menyerang dan merusak tanaman padi. “Pohon-pohon kayu seperti albesia yang baru ditanam juga sering dirusak dengan cara dipatahkan,” ujarnya. Karena serangan kera benar-benar sangat merugikan, petani pun tak bisa memanfaatkan lahannya secara maksimal. Sejumlah petani terpaksa membiarkan lahan pertanian keringnya nganggur ditumbuhi semak. Dia mengatakan total lahan pertanian kering khususnya di tempek Tegalalang yang kini dibiarkan nganggur mencapai kurang
lebih 10 hektar. Untuk mengatasi banyaknya serangan kera, Rencana mengatakan krama subak sempat membuat upacara untuk mengusir kera. Tak hanya itu pihaknya juga sudah pernah melaporkan persoalan ini ke Dinas Pertanian di Bangli. Bahkan Dinas Pertanian Provinsi Bali sekitar tiga tahun lalu juga pernah turun ke lokasi untuk mengatasi masalah tersebut. Ketika itu ada sejumlah rencana yang akan dilakukan sebagai solusi menangani masalah serangan kera, yakni dengan cara ditangkap dan dipindahkan, hingga solusi dikebiri. “Tapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya dari pemerintah,” ujarnya. (kmb40)
Ditinggal ke Pura, Rumah Terbakar Bangli (Bali Post) – Kebakaran menghanguskan rumah Ni Ketut Genten (60), warga Banjar Bukih Desa Belancan Kintamani, Sabtu (18/8). Kebakaran diduga karena korsleting listrik. Korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Informasi yang dihimpun Minggu (19/8) kemarin menyebutkan, musibah kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Saat kebakaran, rumah tersebut sedang dalam keadaan kosong, karena ditinggal korban melakukan persembahyangan di Pura Pengangon di wilayah banjar setempat. Saksi yang pertamakali mengetahui kebakaran itu
Ni Nengah Trisnawati. Saat itu saksi yang merupakan seorang bidan desa sedang bersih-bersih di halaman puskesmas yang lokasinya berada tak jauh dari bangunan yang terbakar. Saksi awalnya melihat adanya percikan api dari tiang listrik pada atap rumah korban serta kepulan asap. Lama-kelamaan api dilihat semakin membesar. Saksi yang panik langsung meminta pertolongan warga untuk membantu memadamkan kobaran api. Sementara korban, yang ketika itu sedang berada di pura langsung pulang setelah mendapat kabar rumahnya terbakar. Setibanya di rumah korban mendapati rumahnya
sudah ludes. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, api berhasil dipadamkan warga beberapa saat kemudian. Kebakaran mengakibatkan bangunan yang terdiri atas tiga buah kamar dan satu ruang tamu tersebut hangus. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ujarnya. Dikatakan Sulhadi, pihak kepolisian yang mengetahui adanya kejadian itu sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Polisi juga meminta keterangan korban dan sejumlah saksi. Dari hasil olah TKP, diduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. (kmb40)
Bali Post/kmb40
TERBAKAR - Rumah Ni Ketut Genten (60), warga Banjar Bukih, Desa Belancan, Kintamani terbakar.
PEDAGANG - Pedagang pakaian yang menempati sejumlah kios di objek wisata Penelokan.
Bali Post/kmb40
Proyek Penataan Penelokan Segera Dikerjakan
Pedagang Bingung Cari Tempat Berjualan Bangli (Bali Post) –
Proyek pembangunan atau penataan Penelokan Kintamani segera dikerjakan dalam waktu dekat. Hal itu menyusul sudah adanya pemenang tender proyek tersebut. Di sisi lain, sejumlah pedagang kain dan makanan yang selama ini mengais rezeki di kios objek wisata Penelokan kini mulai bingung. Pasalnya, sampai saat ini belum ada penyampaian dari dinas terkait mengenai rencana pemindahan/relokasi pedagang selama proyek berlangsung. Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Bangli Made Ari Pulasari, Minggu (19/8) kemarin, mengatakan sudah ada pemenang lelang proyek penataan Penelokan dan sudah ditetapkan Kamis (16/8) lalu. Nilai proyek yang ditawar pihak rekanan Rp 12.697.970.688,01. Setelah adanya pemenang, Ari Pulasari mengaku akan secepatnya melakukan rapat dengan Disparbud selaku leading sector proyek itu. “Senin ini kita akan rapat. Kita akan buat surat perintah pelaksanaan pekerjaan. Setelah itu kita akan serahkan pemenangnya ke PPK di dinas. Nanti dinas
yang akan membuatkan kontrak,” terangnya. Diupayakan pengerjaan proyek yang akan memakan waktu selama empat bulan tersebut bisa dimulai secepatnya. Mengingat di lokasi proyek terdapat berbagai aktivitas masyarakat maupun usaha, Ari Pulasari mengharapkan dinas terkait segera bergerak untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar pelaksanaan proyek tidak terhambat. “Dalam rapat nanti kita juga akan minta PPK segera bergerak berkoordinasi dengan pihakpihak terkait seperti PLN, masyarakat, termasuk penga-
lihan arus lalu lintas. Karena dalam pengerjaan proyek akan ada alat berat, material, kemungkinan arus lalu lintas nanti dialihkan,” jelasnya. Sementara itu, beberapa pedagang saat ditemui di Penelokan mengungkapkan bahwa beberapa hari lalu sempat ada pemborong yang turun ke lokasi terkait rencana pengerjaan proyek tersebut bahwa pengerjaan proyek penataan dimulai dalam waktu dekat. “Katanya sudah akan segera dipasangi patok,” kata salah seorang pedagang makanan yang menempati kios di Penelokan, Wayan Adi Ratna.
Akan tetapi, Ratna dan pedagang lainnya mengaku belum mendapat arahan apapun dari dinas terkait. Termasuk mengenai rencana relokasi pedagang selama proyek berlangsung. Pedagang asal Desa Batur Tengah ini mengaku dirinya masih bingung mencari tempat berjualan saat nantinya proyek penataan mulai dikerjakan. Jika dipindah ke areal Pasar Seni Geopark, pedagang kemungkinan tidak mau. Sebab, selama ini pedagang yang mengais rezeki di objek wisata Penelokan sudah punya kelompok dan wilayah sendiri-sendiri. Masing-masing kelompok sepakat tidak boleh berjualan di luar wilayahnya. Contohnya, dirinya yang selama ini berjualan di Penelokan tidak boleh berjualan di areal pasar seni Geopark, demikian juga sebaliknya. (kmb40)
15
Senin Paing, 20 Agustus 2018
E-Parkir Tetap Harus Lindungi Hak Konsumen Denpasar (Bali Post) Penerapan sistem parkir elektronik atau e-parkir harus tetap berpedoman pada perlindungan hak konsumen. Di satu sisi harus didukung, namun di sisi lain perlindungan hak konsumen jauh lebih penting. Hal itu disampaikan Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali I Putu Armaya, S.H. Seperti diketahui di Kabupaten Tabanan menerapkan sistem parkir elektronik atau e-parkir dengan menempatkan alat e-parkir di sejumlah titik di kota Tabanan. ‘’Sebenarnya kami sangat mendukung kebijakan ini, namun kebijakan ini akan pincang jika tidak memikirkan sistem perlindungan kepada konsumen. Kebijakan ini akan lebih bagus dan terarah jika memikirkan hak-hak konsumen. Karena sistem e-parkir ini menggunakan sistem parkir progresif,’’ ujar Armaya. Salah satu yang menjadi sorotan YLPK Bali adalah jika terjadi kehilangan kendaraan atau terjadinya kerusakan, misalnya tergores, dll. siapa yang akan mengganti. Menurutnya, hal ini harus dipikirkan. Bila perlu dibuat payung hukum, perda, perbup atau bisa dengan menggandeng pihak asuransi. Sebelum penerapan eparkir di Bali, mestinya ada kajian mendengar masukan dari suara konsumen. ‘’Kami punya data masalah layanan dan perparkiran begitu banyak di Bali. Ke depan kami sangat senang jika dilibatkan dalam pembahasan masalah perparkiran apalagi layanan e-parkir,’’ katanya. Menurut Armaya, konsumen parkir memiliki hak sesuai Undang-undang No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yaitu hak atas keamanan kenyamanan dan keselamatan. Konsumen yang memarkir kendaraan jika terjadi kehilangan, maka sesuai Pasal 19 UUPK mendapatkan ganti rugi. Lalu ketika kebijakan e-parkir ini
dilaksanakan jangan sampai hanya melihat dari sisi pendapatan saja tanpa memikirkan perlindungan kepada konsumen. Apalagi konsumen akan membayar parkir dengan sistem progresif. Menurut Armaya, penerapan e-parkir selain sebagai upaya untuk melakukan penataan parkir, sekaligus pula sebagai jawaban terhadap permasalahan terbatasnya ruang parkir yang tersedia di tengah tingginya pertumbuhan kendaraan pribadi dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas. Ke depan pemerintah daerah di Bali, baik kabupaten maupun kota yang ingin memberlakukan e-parkir, ia berharap agar memikirkan masalah perlindungan kepada konsumen parkir. Menurut Armaya yang juga Pengurus Nasional Himpunan Advokat, sesuai Pasal 4 Undang-undang No.8 Tahun
1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK), konsumen memiliki hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan, dalam hal ini pelayanan jasa parkir. Bahkan ada sanksi pidananya 5 tahun penjara denda sampai Rp 2 miliar. Berdasarkan Pasal 18 ayat (1) UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UU 8/1999), klausula baku yang menyatakan pengalihan tanggung jawab pelaku usaha dilarang untuk dicantumkan. Konsekuensi dari pencantuman klausula baku tersebut terdapat pada Pasal 18 ayat 3 UU 8/1999, yaitu klausula baku tersebut dianggap tidak pernah ada dan tidak berlaku atau yang biasa disebut dengan dinyatakan batal demi hukum. Menurut Armaya, pelayanan parkir seperti di rumah sakit, bandara, ataupun parkir layanan publik lainnya harus juga memberikan perlindungan kepada konsumen. (kmb42)
Tebing Labil Dari Hal. 1 Kendaraan masih tetap melintas seperti biasanya. Karena kondisi tebing yang labil, warga cukup waswas, apalagi jika terjadi hujan. Suardi mengatakan kondisi tebing yang mengalami longsor selama ini gundul dan berbatu. ‘’Kami sangat khawatir jika hujan. Pasti akan ada longsor susulan. Sekarang saja setiap hari
sudah terkikis,’’ katanya. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa mengatakan, longsor di lokasi tersebut terjadi karena pohon-pohon penyangga tanah sudah tidak ada lagi. Meski sebagian jalan tertimbun longsor, namun tidak terjadi kekroditan di lokasi. Kendaraan roda empat dan dua masih bisa melewati jalur tersebut. (kmb40)
Peserta Karnaval Berpakaian ala ISIS
KPAI Minta Usut Inisiator
Jakarta (Bali Post) -
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak aparat penegak hukum mengusut inisiator terkait pakaian serba hitam bercadar yang dipakai murid-murid TK Kartika V sambil menenteng sejanta mainan laras panjang pada karnaval HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (18/8). ‘’KPAI minta kepada pihak polisi terus mengusut pihak-pihak yang terlibat dalam inisiatif penggunaan atribut karnaval TK Kartika,’’ kata Ketua KPAI Susanto, Minggu (19/8) kemarin. Penegasan itu disampaikan Susanto setelah mendapat aduan masyarakat yang merasa prihatin atas tindakan pengajar di sekolah tersebut, karena memaksa anak-anak di bawah umur menggunakan atribut seperti anggota teroris. ‘’Dalam pengaduannya yang disampaikan via WhatApps, masyarakat prihatin dan menyayangkan karnaval anak TK Kartika V mirip atribut ISIS di Suriah. Masyarakat menyayangkan pihak sekolah yang menggunakan anak-anak yang masih polos sebagai propaganda gerakan radikal,’’ katanya.
Padahal kegiatan yang sedang diselenggarakan adalah pawai budaya dalam rangka HUT Kemerdekaan RI. ‘’Harusnya, pawai budaya yang sesuai dengan khazanah budaya Indonesia,’’ kata Susanto. KPAI juga meminta kepada Kantor Kementerian Agama di tiap daerah untuk melakukan pembinaan kepada sekolah-sekolah tentang ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamiin. ‘’Simbolisasi Islam dan ajaran Rasulullah agar tidak dinisbatkan pada simbol kekerasan sebagaimana sering diasosiasikan dengan simbol Taliban/ISIS,’’ ujarnya.
Pawai 17 Agustus di Purbolinggo menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. Video muridmurid Taman Kanak-kanak Pertiwi itu mendapat perhatian karena menggunakan kostum warna serba hitam dan bercadar sambil menenteng senjata mainan laras panjang dan pedang. Setelah banyak diprotes warga net, Kepala Sekolah TK Kartika V Probolinggo meminta maaf kepada publik atas atribut yang dipakai oleh anak-anak TK tersebut. Kapolres Probolinggo Ajun Komisaris Besar Alfian Nurrizal melalui keterangan tertulisnya men-
gatakan, permintaan maaf itu dituturkan oleh Kepala Sekolah TK Kartika V Ibu Hartatik dalam pertemuan yang digelar pada Sabtu siang pukul 14.30 WIB. ‘’Dalam pertemuan itu, kepala sekolah sudah meminta maaf kepada masyarakat. Itu disaksikan saya, Pak Dandim 0820 Probolinggo Letkol Depri Rio Saransi, dan Ketua Panitia Pawai Budaya Ibu Supaiani,’’ kata Alfian. Ia mengatakan, pawai budaya itu sebenarnya bertema ‘’Bhinneka Tunggal Ika’’ dan diikuti 158 taman kanak-kanak di Kota Probolinggo. TK Kartika V merupakan satu peserta kegiatan rutin tahunan tersebut. Dari pemeriksaan sejauh ini, panitia penyelenggara mengakui tidak mengecek kostum para peserta, karena kebijakan masing-masing TK bersangkutan. (kmb4)
Asian Games Dari Hal. 1 ‘’Berkat kesetiaan dan kecintaan kepada NKRI dengan keberaniannya, bendera Merah Putih dapat dikibarkan dalam upacara di wilayah perbatasan negara dengan Timor Leste itu,’’ katanya. Untuk itu, TNI memberikan prioritas kepada pelajar yang akrab disapa Joni itu manakala usianya mencukupi dan memenuhi syarat menjadi prajurit TNI. Ketika ditanyai cita-cit-
anya, lanjut Teguh, Yohanis sendiri juga mengaku ingin menjadi seorang prajurit TNI. Jenderal berbintang satu itu menambahkan, tidak menutup kemungkinan juga suatu saat nanti Yohanis ingin menjadi anggota Polri juga akan mendapat prioritas yang sama. ‘’Kepolisian juga akan memberikan prioritas dan kemudahan kepada yang bersangkutan, karena memang dilihat dari apa yang dilakukan itu cukup heroik,
patriotik, dan itu menginspirasi kita semua,’’ katanya. Sebelumnya, aksi Yohanis Gala Marschal Lau menyelamatkan upacara pengibaran Merah Putih di wilayah perbatasan negara dengan Timor Leste itu menyita perhatian publik dan menjadi viral di berbagai jejaring media sosial. Akibat aksinya itu, dia pun menuai banjir pujian dari publik termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Yohanis akhirnya diun-
dang secara khusus oleh Menteri Imam Nahrawi ke Jakarta dan dijanjikan untuk menonton salah satu cabang olahraga dalam perhelatan Asian Games 2018. Ia diterbangkan dari Bandara El Tari Kupang, Sabtu (18/8) pukul 08.10 Wita dengan pesawat Batik Air menuju Jakarta bersama kedua orangtuanya serta Dandim 1605/Belu Letkol CZI I Gusti Putu Dwika dan Kapolres Belu AKBP Christian Tobing. (ant)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
senin Paing, 20 Agustus 2018
Timnas Indonesia Antisipasi Gelandang Hongkong
Jakarta (Bali Post) – Pelatih tim nasional sepak bola U-23 Indonesia Luis Milla menginstruksikan skuadnya untuk mengantisipasi pergerakan gelandang Hongkong dalam laga penyisihan terakhir Grup A Asian Games 2018 di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/8) malam ini mulai pukul 20.00 Wita. ‘’Pelatih Luis Milla meminta para pemain bermain rapat di lini tengah,’’ ujar asisten pelatih timnas U-23 Indonesia Bima Sakti usai mengawasi anak-anak asuhnya berlatih di lapangan sepak bola B Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (19/8) kemarin. Menurut Bima, pemain tengah Hongkong memiliki kemampuan teknis yang baik untuk melakukan operan-operan berbahaya ke pertahanan lawan. Gelandang Hongkong juga subur. Dari sektor ini mereka sudah menghasilkan empat gol di Asian Games 2018. Tiga disumbangkan Tan Chun Lok dan sisanya ditorehkan Lam Ka Wai. Timnas Indonesia juga mengantisipasi lemparan ke dalam Hongkong yang biasanya dieksekusi oleh bek Tsui Wang Kit. Pemain bernomor punggung 3 ini memiliki lemparan ke dalam yang berbahaya. Namun, Bima Sakti menegaskan pihaknya tidak akan menempatkan pemain khusus untuk mengawal sosok-sosok yang dianggap berbahaya di kubu Hongkong. ‘’Kami menerapkan pertahanan daerah,’’ jelasnya. Pertandingan kontra Hongkong sangat penting bagi Indonesia. Kalau kalah, Garuda Muda kemungkinan besar akan angkat koper dari Asian Games 2018. Seandainya menang, Indonesia dipastikan lolos ke fase 16 besar dengan status juara Grup A. (ant)
Pegulat Eko Roni Gagal ke Semifinal
Jakarta (Bali Post) – Pegulat Indonesia Eko Roni Saputra gagal melangkah ke babak semifinal setelah dikalahkan Minghu Liu dari Cina pada perempatfinal, Minggu (19/8) kemarin. Pada pertandingan yang digelar di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Eko Roni takluk dengan poin 1-3 dalam waktu enam menit. Kegagalan pegulat asal Kalimantan Timur tersebut menembus semifinal membuat peluangnya meraih medali emas di kelas 57 kg gaya bebas (freestyle) terhenti. Hasil ini membuat pegulat Cina Minghu Liu lolos semifinal dan selanjutnya menghadapi Kum Song Kang (Mongolia). Pemenangnya akan menghadapi pemenang duel Reza Atrinagharchi (Iran) melawan Bekhbayar Erdenebat (Mongolia). Di bagian lain, pada babak perdelapanfinal kelas 65 kg, pegulat Indonesia lainnya Ardiansyah Darmansyah kalah atas Batyr Borjakov (Turkmenistan) dalam waktu tiga menit 50 detik dengan poin klasifikasi 1-4. Tidak itu saja, pada pertandingan babak perdelapanfinal kelas 86 kg, kembali pegulat tuan rumah gagal melangkah ke babak berikutnya setelah Fahriansyah menyerah atas Hassan Yazdanicharati (Iran) dengan poin klasifikasi 0-4. Pada hari pertama cabang olahraga gulat total memperebutkan lima medali emas masing-masing kelas 57 kg, 65 kg, 74 kg, 86 kg dan 97 kg. Pegulat Indonesia turun di lima kelas tersebut, masing-masing Eko Roni Saputra (kelas 57 kg), Ardiansyah (65 kg), Rizki Darmawan (74 kg), Fahriansyah (86 kg) dan Ronald Lumban Toruan (97 kg). (ant)
Bali Post/022
PORDES - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra (tengah) saat membuka Pordes Dangin Puri Kangin di Stadion Ngurah Rai.
Wali Kota Rai Mantra Buka Pordes Dangin Puri Kangin
Denpasar (Bali Post) Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra membuka Pekan Olahraga Desa (Pordes) Dangin Puri Kangin di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Minggu (19/8) kemarin. Ia mengapresiasi pelaksanaan Pordes, sebab cukup efektif mengajak masyarakat berolahraga. Pordes sekaligus dimanfaatkan untuk ajang sosialisasi antara pemerintah desa dan masyarakat. ‘’Pordes tetap perlu digelorakan di tengah-tengah Kota Denpasar,’’ ujar Wali Kota Rai Mantra. Menurut Perbekel Desa Dangin Puri Kangin IGN Putrawan, pihaknya mengangkat tema ‘’Mengajak masyarakat berolahraga tradisional di tengah kota’’. Oleh sebab itu dilombakan matajog, hadang PKK terompah dan tarik tambang. ‘’Kami ingin mempersatukan dan mensinergikan masyarakat dan pelajar yang bersekolah di lingkungan Desa Dangin Puri Kangin dengan pemerintah desa, mengingat pemerintah desa merupakan bagian dari pemerintahan terkecil yang diakui pemerintah,’’ ungkapnya. Serangkaian HUT ke-73 Kemerdekaan RI, diadakan jalan sehat yang dilepas dari Stadion Ngurah Rai menuju Jalan Melati, Jl. Mawar, Jl. Kamboja dan Jl. Angsoka. Ketua Panpel yang juga Kadus Kertha Bhuwana Made Arya Wangsa menyebutkan, jalan sehat diikuti sekitar 1.500 peserta warga Banjar Kertha Bhuwana, Kertha Buwana Kaja, Kreneng, Kreneng Kaja, Mertha Rauh, Mertha Rauh Kaja, Merthanadi dan asrama polisi menempuh jarak 3 km. (022)
Pengkaderan Atlet Berprestasi
Pembinaan Sejak Dini Sangat Perlu
Mangupura (Bali Post) Pembinaan atlet sejak dini sangat perlu untuk pengkaderan atlet berprestasi. Hal itulah yang terus dilakukan KKI Badung melalui pembinaan mulai dari anak-anak SD, sehingga nantinya atlet yang dihasilkan tidak didapat secara instan, tetapi melalui proses dan ditempa sejak dini. Pembinaan seperti ini sekaligus bisa menjaring dan melihat prestasi atlet-atlet potensial untuk diandalkan dalam meraih prestasi di tingkat kabupaten, tingkat yang lebih tinggi hingga jenjang internasional. ‘’Pembinaan sejak dini kami nilai sangat berpotensi menghasilkan atlet berprestasi. Kami yakin para pelatih di tiap dojo lebih tahu atlet mana yang bisa diandalkan berprestasi pada tiap tingkatan,’’ kata Ketua Umum KKI Badung I Nyoman Ardana di sela gashuku dan ujian kenaikan tingkat KKI Badung di GWK, Minggu (19/8) kemarin. Ketua Panitia yang juga Ketua Harian KKI Badung I Nyoman Sulendra menambahkan, selain ujian kenaikan tingkat juga digelar gashuku atau penyeragaman teknik gerakan. Kegiatan gashuku diikuti 80 orang, sedangkan ujian kenaikan tingkat melibatkan 250 orang. (kmb23)
Perolehan Medali Sementara (Hingga Pukul 20.00 Wita) 1. Cina 2. Korsel 3. Indonesia 4. Taipei 5. Thailand 6. Jepang 7. Iran 8. Filipina 9. Vietnam 10. India
5 2 1 1 1 0 0 0 0 0
3 2 1 0 0 2 2 0 0 0
2 2 0 3 1 2 0 2 2 1
Bali Post/ant
MEDALI - Atlet wushu putra Indonesia Edgar Xavier Marvelo (kiri), Sun Peiyuan (tengah) dari Cina dan Tsai Tsemin (Chinese Taipei) saat upacara penyerahan medali Asian Games 2018 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Minggu (19/8) kemarin.
Edgar Marvelo Sumbang Medali Pertama
Jakarta (Bali Post) – Atlet wushu Indonesia Edgar Xavier Marvelo menyumbangkan medali perak dari nomor cahngquan putra bagi kontingen Indonesia pada Asian Games 2018. Dalam pertandingan yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Minggu (19/8) kemarin, Edgar memperoleh poin 9,72, kalah tipis dari Peiyuan Sun asal Cina yang mendapat skor 9,75 sekaligus mendulang medali emas. ‘’Terima kasih kepada semua pihak termasuk kepada pengurus, pelatih dan teman-teman semua. Juga kepada keluarga saya yang memberikan dukungan dan semangat kepada saya sehingga berhasil meraih medali perak,’’ ujar Marvelo yang merebut
perak pada Kejuaraan Dunia Wushu 2017 di Rusia dan perunggu di SEA Games 2017. Pelatih Susyana mengatakan capaian yang diraih Marvelo luar biasa, karena sejak awal tidak ditargetkan meraih emas. Menurutnya, tim pela-
tih meminta Marvelo main bagus, namun kenyataannya mendapatkan perak yang membuatnya bangga. ‘’Pencapaian ini cukup bagus mengingat Marvelo adalah atlet baru. Saya bangga atas hasil ini,’’ katanya. Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia Airlangga Hartarto mengaku puas atas capaian yang ditorehkan Marvelo. ‘’Alhamdulillah perolehan medali perak yang diraih Edgar adalah medali pertama untuk kontingen Indonesia. Mudah-mudahan perolehan medali terus bertambah dari wushu,’’ ungkapnya.
Messi Cetak Gol Ke-6.000 Barca Barcelona – Juara bertahan Liga Spanyol, Barcelona, memulai musim baru dengan kemenangan 3-0 atas Alaves di Nou Camp, Minggu (19/8) dini hari kemarin. Raihan poin penuh Barca ditentukan oleh tendangan bebas ke bawah pagar pemain yang spektakuler dari Lionel Messi yang mengemas dua gol dan tembakan melengkung pemain pengganti Philippe Coutinho. Gol pertama Messi merupakan gol ke-6.000 Barca yang dibukukan di Liga Spanyol. ‘’Saya tidak tahu dia akan menembak seperti itu. Bagi kami merupakan hal yang spektakuler bahwa dia memiliki rentang opsi-opsi seperti itu,’’ kata gelandang Barca, Segio Busquets. ‘’Terkadang di pertandingan seperti ini Anda harus menunggu Leo untuk bergerak dan melakukannya. Pada kesempatan pertama sepakannya membentur mistar gawang, pada kesempatan kedua gol ke-6.000,’’ tambah Sergi Roberto. Barca bergabung dengan Levante dan Real Sociedad yang mengoleksi tiga poin di puncak klasemen. Pada pertandingan yang dimainkan lebih awal, Sociedad memaksimalkan dua kesalahan di pertahanan untuk bangkit dari ketinggalan dan menang 2-1 di markas Villarreal. Celta Vigo ditahan imbang 1-1 oleh Espanyol, sedangkan Levante memberikan kejutan dengan menang 3-0 di markas Real Betis. Liga Inggris Chelsea mengalahkan Arsenal 3-2 pada pertandingan Liga Inggris yang berlangsung menegangkan. Bek Marcos Alonso mencetak gol penentu kemenangan The Blues di kandang pada menit ke-81 setelah The Gunners sempat bangkit dari tertinggal 0-2. Chelsea membuka keunggulan pada menit ke-9 ketika Pedro menyambar umpan silang dari Alonso. Alvaro Morata mengemas gol kedua memaksimalkan umpan terobosan Cesar Azpilicueta 11 menit kemudian. Pada menit ke37 Henrikh Mkhitaryan melepaskan tembakan
mendatar yang gagal diantisipasi kiper Chelsea Kepa Arrizabalaga. Alex Iwobi menyamakan kedudukan menjadi 2-2 empat menit kemudian. Ini kemenangan pertama bagi manajer Chelsea Maurizio Sarri yang menjalani pertandingan kandang pertama di bawah asuhannya. Sementara itu, Kylian Mbappe mengemas sepasang gol ketika juara bertahan Paris St. Germain melengkapi kebangkitan di babak kedua untuk menang 3-1 atas tuan rumah En Avant Guingamp di Liga Prancis. Pemain sayap Marcus Coco memaksimalkan kesalahan bek kanan Colin Dagba dan menyodorkan bola kepada penyerang Nolan Roux untuk membuat tuan rumah memimpin. Penyerang Radamel Falcao gagal mengonversi penalti ketika AS Monaco ditahan imbang LOSC Lille pada pertandingan kandang pertama musim ini. Monaco, satu-satunya tim selain PSG yang mampu menjuarai Liga Prancis dalam lima musim terakhir, gagal memanfaatkan peluang-peluang pada babak pertama, sedangkan Lille jarang mengancam gawang Diego Benaglio. Juventus bangkit dari ketinggalan untuk mengukir kemenangan dramatis 3-2 di markas Chievo. Cristiano Ronaldo tidak mencetak gol pada pertandingan perdananya di Liga Italia. Usaha Ronaldo beberapa kali digagalkan oleh kiper veteran Chievo Stefano Sorentino dan handball yang dilakukannya saat membangun terjadinya gol membuat gol Juventus tidak disahkan, menyusul peninjauan VAR (Video Asisten Wasit). Gol-gol Juve dihasilkan Sami Khedira, bunuh diri Chievo Mattia Bani dan Federico Bernardeschi. Pelatih Juventus Massimiliano Allegri senang dengan penampilan Ronaldo, namun tidak suka dengan cara timnya membiarkan Chievo bangkit. ‘’Kami menurunkan penjagaan karena kami pikir pertandingan ini sudah berada di tangan. Kami perlu mengingat ini dari awal, bahwa setiap pertandingan di Liga Italia sulit dan tidak ada yang datang dengan cumaCuma,’’ kata Allegri. (ant/rtr)
Dia mengaku bangga atas semangat yang ditunjukkan para atlet wushu Indonesia dalam ajang Asian Games 2018 yang bermain lepas tanpa beban. Terkait bonus yang akan diberikan PBWI sedang dipikirkan, karena bonus mobil dipersiapkan untuk atlet peraih medali emas. Edgar Marvelo merupakan salah satu atlet yang dijagokan oleh Pengurus Besar Wushu Indonesia untuk merebut medali di Asian Games 2018 selain nama-nama seperti Lindswell Kwok, Achmad Hulaefi dan Bobby Valentinus. (ant)
Bali Post/ist
SOSIALISASI - Sosialisasi poco-poco di Wantilan Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Krisna dan Suarini Peserta Poco-poco Terbaik
Denpasar (Bali Post) Ida Bagus Krisna dari Jembrana dan Putu Suarini (Klungkung) merupakan peserta terbaik putra dan putri dalam sosialisasi pocopoco di Wantilan Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar, Minggu (19/8) kemarin. Selanjutnya, Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonsia (FOKBI) Bali siap memasyarakatkan poco-poco sampai ke pelosok Pulau Dewata. Ketua Harian FOKBI Bali Adolfina Grace Tangkudung menyatakan bangga sebab peserta yang dominan dari Gianyar antusias dan tekun mengikuti sosialisasi poco-poco. ‘’Poco-poco sudah mendunia bahkan telah memecahkan rekor dunia dan masuk Guinness World Record (GWR) karena melibatkan 65.000 peserta dari Monas sampai ke Istana Negara, Jakarta, pada 5 Agustus lalu,’’ katanya usai sosialisasi. Dua pekan pascapemecahan rekor dunia, Bali mendapatkan kehormatan mengadakan sosialisasi poco-poco. Dijelaskannya, poco-poco mengandung unsur gerakan mendayung, memanah, lempar lembing, kuda lumping serta perpaduan tarian Kalimantan dan Papua. Sampai-sampai kakek dan nenek di Eropa dan Amerika piawai melakukan gerakan poco-poco. Gerakan poco-poco yang rancak dan dinamis diharapkan secepatnya diperkenalkan ke daerah-daerah se-Bali. (022)