20 HALAMAN
NOMOR 3 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948
perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
Minggu Paing, 20 Agustus 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
I Gede Siman Bawa Bendera RI di SEA Games
Kuala Lumpur Pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara (SEA Games) ke-29 secara resmi dibuka di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (19/8) malam kemarin. Pembukaan SEA Games dilakukan Yang Dipertuan Agong (Raja) Malaysia, Sultan Muhammad V. Pembukaan juga dihadiri Perdana Menteri Malaysia Dato Najib Razak dan Wakil Perdana Menteri, Ahmad Zahid Hamidi. Kontingen Brunei Darussalam tampil pertama kali dilanjutkan Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, Vietnam, dan terakhir tuan rumah Malaysia. Indonesia mengirimkan sekitar 200 orang atlet dan personel untuk mengikuti pembukaan. Pada defile kontingen, atlet dan official menggunakan pakaian jas berwarna biru dongker. Adapun pembawa bendera adalah perenang asal Bali, I Gede Siman Sudartawa. Indonesia menjadi kontingen terbesar ketiga pada pelaksanaan SEA Games 2017 dengan kekuatan 948 orang yang terbagi atas atlet dan official. Thailand menjadi negara yang paling banyak mengirimkan personel yaitu 1.264 orang yang terdiri 818 atlet dan 446 official. Sedangkan tuan rumah Malaysia berada di posisi dua dengan 1.234 orang yang terdiri dari 844 atlet dan 390 official. Hal. 19 Timor Leste
BPM/ant
UNJUK RASA - Karyawan korban PHK PT Freeport Indonesia berunjuk rasa di Cek Point Mile 28, Timika, Papua, Sabtu (19/8) kemarin. Mereka membakar sejumlah kendaraan dan memblokade jalan utama.
Karyawan Freeport Mogok
Bakar Kendaraan dan Blokade Jalan
Timika (Bali Post) -
PT Freeport Indonesia terus bergejolak pascapemecatan karyawan. Ribuan karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan subkontraktornya melakukan mogok kerja di Timika, Papua. Sejumlah kendaraan berat dan puluhan sepeda motor dirusak dan dibakar.
BPM/ant
BALI - Atlet asal Bali Siman Sudartawa mengibarkan bendera Merah Putih saat defile pembukaan SEA Games.
Para karyawan beserta istrinya hingga Sabtu (19/8) malam kemarin masih memblokade ruas jalan utama yang menghubungkan Timika ke Tembagapura, tak jauh dari Check Point 28. Imbauan Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon bersama Ketua DPRD Mimika Elminus Mom agar
karyawan mogok segera kembali ke rumah masing-masing dan segera mengosongkan akses jalan Freeport tersebut tidak diindahkan massa. Sekalipun Kapolres Mimika mengancam akan membubarkan secara paksa, namun massa bersikeras tidak mau meninggalkan lokasi itu. ‘’Kami tidak mau bergeser
dari sini. Silakan DPRD dan aparat keamanan hadirkan manajemen PT Freeport di tempat ini. Kami sudah lima bulan menderita tidak menerima gaji karena dipecat sepihak oleh perusahaan. Kami minta Freeport segera menyelesaikan persoalan ini sekarang juga,’’ teriak sejumlah karyawan mogok.
(19/8) kemarin mengatakan, wacana itu memang pernah diketahui. Akan tetapi, hingga sekarang dirinya justru tidak mengetahui tindak lanjut dari keinginan pemerintah pusat tersebut. Bukan hanya realisasi programnya, akan tetapi dia belum mengetahui secara detail kemasan sekolah yang diwacanakan berbasis Hindu tersebut. Hal. 19 Seperti Madrasah
PEMERINTAH Kabupaten Badung terus berupaya meningkatkan jumlah sekolah, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bernuansa Hindu. Langkah ini guna mencentak generasi yang berbudaya dan berjiwa nasionalisme. Program tersebut mendapat dukungan dari wakil rakyat di DPRD Badung. Mereka mengapresiasi program pemerintah setempat mengembangkan sekolah PAUD bernuansa Hindu. Bahkan, legislator berharap muatan lokal ini diterapkan hingga ke jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Anggota DPRD Badung I Nyoman Sentana mengatakan
sekolah bernuansa Hindu bukan berarti mengajarkan siswa agama Hindu, namun, lebih kepada budaya dan seni yang berkembang di Pulau Dewata, sehingga warisan leluhur tersebut tidak tergerus zaman. ‘Sekarang tidak semua anak-anak bisa berbahasa Bali dengan baik. Mereka kebanyakan bahasa Indonesia, kalau pun bisa kebayakan bahasa yang dipakai campuran,’’ ujarnya. Karena itu, Badan Kehormatan (BK) DPRD Badung ini berharap pengembangan pendidikan bernuansa Hindu bisa diperluas ke tingkat SD dan SMP. Hal. 19 Paham Terorisme
Sambil menunggu proses negosiasi dengan manajemen PT Freeport, Elminus mengajak karyawan mogok untuk kembali ke rumah. Namun, permintaan tersebut secara tegas ditolak massa karyawan mogok. Elminus meminta karyawan mogok agar tidak memperluas aksi perusakan dan pembakaran fasilitas milik Freeport dan menjaga keamanan agar jangan sampai aksi mereka ditunggangi oleh pihak-pihak lain. Hal. 19 Aksi Anarkis
Bali Perlu Miliki Sekolah Hindu
Disdikpora Menunggu, DPRD Buleleng Mendukung KEMENTERIAN Agama (Kemenag) RI sejak lama mewacanakan membuka sekolah Hindu di Indonesia. Sayang, hingga sekarang wacana itu tidak jelas tindak lanjutnya. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng belum mengetahui kepastian wacana itu. Sementara, Komisi IV DPRD Buleleng menyambut baik rencana tersebut. Kepala Disdikpora Gede Suyasa saat dihubungi Sabtu
Ketua DPRD Mimika Elminus Mom kepada massa menyampaikan bahwa kalangan dewan setempat segera menyurati manajemen PT Freeport untuk menyelesaikan masalah pemogokan ribuan karyawan yang telah berlangsung sejak April dan Mei lalu. ‘’Kami harus punya dasar untuk memanggil Freeport. Malam ini juga kami akan menyurati Freeport. Kalau mereka tidak datang, ada aparat keamanan yang bisa membawa paksa mereka,’’ kata Elminus.
Umat Hindu kini tersebar di seluruh Indonesia. Mereka memerlukan model pendidikan yang khusus juga di samping dalam hal pembinaan agama. Ketika umat Hindu memperingat turunya Ilmu Pengetahuan, Hari Suci Saraswati, Sabtu (19/8) kemarin, muncul ide agar Bali memiliki sekolah Hindu.
Badung Gelontorkan Rp 2,5 M
SELAMA ini untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah, semua sekolah di Bali umumnya menerapkan kurikulum nasional namun berbasiskan Hindu. Sekolah Hindu yang dimaksud benar-benar dikelola secara khusus kehinduannya di bawah Kemenag belum ada di Bali. Pengamat pendidikan yang juga Ketua PGRI Bali
Dr. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., Sabtu (19/8) kemarin, mengungapkan pendirian sekolah Hindu sangat urgen. Selama ini, sekolah yang ada belum mampu menyerap dana dari Kementerian Agama (Kemenag) untuk muatan Hindu. Alasannya, semua sekolah dasar dan menengah di Bali berada di bawah Kemendikbud. Sekalipun ada sekolah yang berbasiskan Hindu seperti Dwijendra, Saraswati, dan PGRI, hanya menyentuh sebagian dari kehidupan keumatan. Bagi dia, bukan mengejar anggaran Kemenag yang utama, namun adanya keberlangsungan kaderisasi keumatan serta sentuhan Hindu secara total. Makanya dalam sekolah Hindu ini diperlukan asrama. Mereka juga disiapkan menjadi calon pemimpin umat dan pemimpin bangsa. Bali, kata dia, memerlukan sekolah Hindu yang benar-benar murni pengajaran Hindu seperti madrasah dan pesantren. Hal. 19 ”Tri Hita Karana”
Izin Sekolah Hindu Sulit Keluar
BPM/025
TIRTHA - Anak-anak Hindu berebut tirtha saat perayaan hari Saraswati.
SEKOLAH Hindu di Bali memang tidak ada salahnya. Kendati, penekanan utama pendidikan di sekolah selain menuntut ilmu adalah budi pekerti. Artinya, budi pekerti tidak hanya menjadi materi wajib di sekolah berbasis agama, tetapi juga di sekolah umum. ‘’Kalau memang ada sekolah Hindu bagus, tapi kalaupun seko-
lah biasa tapi pelajaran konten lokalnya lebih ditingkatkan kan bagus juga. Kalaupun ada sekolah Hindu, izin Hindu itu agak sulit keluarnya,’’ ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Wirya saat dikonfirmasi Sabtu (19/8) kemarin. Hal. 19 Sangat Berat
Mengintip Pasraman Gurukula di Bangli
Kewalahan Tangani Keperluan Makan Siswa
BPM/025
HINDU - Inilah salah satu potret siswa sekolah Hindu.
Sekolah Pasraman Gurukula menjadi satu-satunya lembaga pendidikan di Bangli yang mampu menyeimbangkan pengetahuan umum dan pendidikan Agama Hindu. Sekolah Pasraman Gurukula ini juga masih ‘’kering’’ bantuan dari pemerintah dan Kemenag.
SEKOLAH Pasraman Gurukula di Bangli menyelenggarakan pendidikan mulai tingkat TK hingga SMA itu. Kini memiliki ratusan siswa yang berasal dari berbagai daerah. Sebagian besar siswa yang ditampung dan dibina di sekolah Gurukula berasal dari keluarga kurang mampu. Kepala Sekolah Pasraman Gurukula Wayan Arsada, Sabtu (19/8) kemarin menjelaskan, Sekolah Pasraman Gurukula dirintis sejak tahun 2003. Dua tahun kemudian atau pada tahun 2005, sekolah yang berdiri di Kelurahan Kubu Bangli itu diresmikan. Peresmiannya di-
lakukan oleh Menteri Agama, Gubernur Bali, dan Bupati Bangli yang menjabat kala itu. Kemudian pada tahun 2006, Sekolah Pasraman Gurukula mulai menerima siswa SMP sebanyak 20 orang. Seiring berjalannya waktu, sekolah rintisan mantan Bupati Bangli, Nengah Arnawa, yang dibangun dengan tujuan utama untuk membantu anakanak kurang mampu dan berasal dari daerah tertinggal terus berkembang. Pendidikan yang diselenggarakan pun bertambah. Saat ini, total jumlah siswa yang bersekolah di Sekolah Pasraman Gurukula mulai dari TK hingga SMA se-
banyak 143 siswa. ‘’Siswa yang selama ini kami bina berasal dari beragam latar belakang. Tidak hanya dari keluarga kurang mampu, namun ada juga anak-anak nakal yang dipecat dari sekolahnya dan terbelit dengan kasus hukum,’’ terangnya. Dikatakan Arsada, sistem belajar siswa di Sekolah Pasraman Gurukula berbeda dengan sekolah umum lainnya yang ada di Bangli. Usai mengikuti proses belajar mengajar di kelas, siswa yang diasramakan diberi tambahan pendidikan karakter. Hal. 19 Dua Kurikulum
Wayan Arsada
BPM/ina
2
Minggu Paing, 20 Agustus 2017
BPM/wan
REJANG DEWA - Tarian sakral Rejang Dewa mengiringi pelaksanaan upacara persembahyangan bersama dalam rangka perayaan hari raya Saraswati di Denpasar.
Pengaruhi Inflasi
Penanaman Komoditas Khusus Dikawal TNI Denpasar (Bali Post) -
Cabai dan bawang merah merupakan komoditas yang memengaruhi inflasi secara signifikan. Ada tiga komoditas yang dijaga betul agar tidak memengaruhi inflasi yaitu cabai, bawang merah, dan padi. Tiga komoditas tersebut menjadi prioritas pemerintah pusat. Selain itu, komoditas bahan pangan pokok seperti jagung dan kedelai juga menjadi prioritas. Sehingga dilakukan upaya khusus (upsus) untuk peningkatan produksinya pajale babe (padi, jagung, kedelai, bawang merah dan cabai).
BPM/dok
CABAI - Cabai merupakan salah satu dari tiga komoditas yang memengaruhi inflasi secara signifikan.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali I.B. Wisnu Ardhana mengatakan, penanaman komoditas tersebut dikawal TNI. Selain pengawalan yang intensif, peralatan pertanian juga ditambah, pupuk dan benih disubsidi pemerintah. ‘’Alatnya ditambah supaya lebih murah ongkos-ongkosnya, lebih efisien dan lebih cepat dalam pengolahan tanah,’’ ujarnya. Jika di lapangan mengalami kendala dalam pengelolaan komoditas tersebut, Babinsa turun membantu. Target upsus pajale babe adalah peningkatan luas lahan baik padi, jagung, kedelai, bawang,
dan cabai. Upsus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sehingga produksi juga bisa meningkat. Diakui kenaikan harga bawang dan cabai sebelumnya, di samping karena ada spekulan, komoditas itu juga merupakan komoditas musiman. Oleh karena itu, ada gerakan tanam bawang dan cabai di luar musim, agar setiap saat ada bawang dan cabai. Sedangkan di Bali ada gerakan puspasari (pusat pangan sehat lestari). Gerakan ini merupakan gerakan menanam cabai di rumah tangga dan juga ada program KRPL (kawasan rumah tangga pangan lestari). ‘’KRPL ini mengembangkan cabai termasuk sayuran lain di pekarangan rumah dengan polibag,’’ jelasnya. Tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan khususnya bidang pengembangan cabai telah menyebarkan 1 juta tanaman cabai dalam pot ke PKK dan rumah tangga. ‘’Karena menanam dalam polibag risiko kegagalannya kecil, jadi kalau kepanasan tinggal dipindahkan,’’ imbuhnya. Sedangkan komoditas bawang merah, Bali tidak perlu khawatir karena terdapat sentra bawang merah di kaldera Gunung Batur. ‘’Yang cabai ini agak hati-hati karena kebutuhan cabai besar yaitu per orang mengonsumsi cabai 4,2 kg per tahun,’’ bebernya. (kmb42)
Klungkung Dukung Ilmu Pengetahuan ibarat Sebuah Sapu Perpres tentang Penguatan Karakter
BPM/kmb38
KESELAMATAN - Persembahyangan bersama ini untuk memohon keselamatan dan kerahayuan agar suasana desa tetap kondusif.
Semarapura (Bali Post) Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sempat merencanakan untuk menerapkan sekolah lima hari dari jenjang SD hingga SMA. Kendati tak dipaksakan, banyak yang memandang ini sulit diterapkan. Biaya yang dikeluarkan orangtua siswa menjadi lebih besar. Selain itu, daya tampung sekolah tak mendukung. Di tengah sistem pembelajaran seperti saat ini saja, tak sedikit yang harus double shift. Melihat kondisi itu, Presiden Indonesia Joko Widodo berencana menggantinya dengan peraturan presiden (perpres) tentang penguatan karakter. Bahkan, kabar yang beredar menyatakan ini akan terbit pada awal September mendatang. Khusus di Kabupaten Klungkung, kebijakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu mendapat respons positif dari sekolah, salah satunya SMPN 1 Semarapura. Kepala SMPN 1 Semarapura Nyoman Karyawan mengungkapkan itu sebagai langkah strategis untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. ‘’Kami mendukung kebijakan ini. Kalau untuk sekolah lima hari, sangat sulit. Fasilitas masih kurang. Sekarang juga masih double shift,’’ ungkapnya, Sabtu (19/8) kemarin. Penerapan perpres ini,
sambungnya, dirasa tidak akan sulit. Sebab, di sekolahnya pendidikan berbasis penguatan karakter telah diterapkan sejak lama, salah satunya dikemas dalam ekstrakurikuler yang dilaksanakan secara rutin setiap Sabtu. ‘’Kalau itu diterapkan, kami tidak sulit. Penguatan ini sudah kami terapkan sejak dulu. Melalui kegiataan pembiasaan dan ekstrakurikuler,’’ imbuhnya. Sementara itu, Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta menyatakan penguatan karakter harus ditempa sedini mungkin dan berlanjut hingga perguruan tinggi. Bila perlu materinya dibuatkan secara khusus yang berisikan pemahaman tentang karakter dan jati diri bangsa, seperti Pancasila, NKRI, UUD dan kebinekaan. ‘’Kalau masalah penguatan karakter, kami sangat mendukung,’’ tegasnya. Wabup asal Desa Akah, Kecamatan Klungkung ini menyatakan hal-hal berbau penguatan karakter sudah sering digelorakan, salah satunya terhadap generasi muda yang tergabung dalam sekaa truna-truni. ‘’Setiap bupati dan saya turun, pendidikan karakter dan moral selalu ditekankan. Apalagi pada zaman kali ini, karakter dan moral harus paling utama dapat perhatian dari pemerintah,’’ tandasnya. (sos)
Denpasar (Bali Post) Ilmu pengetahuan ibarat sampat atau sapu. Dia harus tajam dan selalu diasah untuk dipakai membersihkan diri dan kemudian membersihkan orang lain. Hal itu diungkapkan pengamat Agama Hindu yang juga Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. saat memberi dharma wacana di persembahyangan Hari Saraswati, Sabtu (19/8) kemarin. Dia mengungkapkan ilmu pengetahun harus tajam dan tak pernah habis-habisnya. Makanya Hari Saraswati harus dipakai untuk merenung dan menghasilkan penyadaran diri sendiri itulah hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. Alasan itu pula ada yang menyebut Saraswati adalah turunnya Weda dan dalam sloka dikuatkan bahwa tak ada sesuatu di dunia ini yang bisa mengalahkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan ilmu pengetahuan kita tahu jalan hidup. Tanpa ilmu pengetahuan ibarat orang buta masuk gua. Untuk itu, dia mengajak umat Hindu mementingkan ilmu pengetahuan karena bisa menghindari kita dari dosa serta mencapai tujuan hidup berlandaskan satya, siwam, dan sundaram. Memaknai hari suci Sarawati, M.S. Chandra Jaya juga mengajak umat Hindu untuk menyeimbangkan tatwa, susila dan upacara. Sebab dengan widya (ilmu pengetahuan) kita bisa memerangi kebodohan dan kemiskinan. Caranya dengan belajar yang tekun dan mengejar ilmu setinggi-tingginya. Dengan demikian, umat Hindu akan menjadi SDM yang unggul dan selalu eling dengan jasa Catur
BPM/025
DHARMA WACANA- Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya saat memberikan dharma wacana Hari Suci Saraswati. Guru. Kedua, bagi umat Hindu yang mampu hendaknya menyisihkan punia untuk pendidikan. Sebab, kata dia, masih banyak anak-anak usia sekolah di pedesaan yang tak menikmati pendidikan dan masa kanak-kanaknya. Mapunia bagi pendidikan, kata dia, jauh lebih besar pahalanya daripada mapunia berupa benda. Punia pendidikan itu, kata dia, bisa berupa sumbangan untuk biaya pendidikan bagi yang ekonominya kurang. Kedua, membantu pendidikan bagi siswa yang pintar dan berprestasi. Hal itu dirintis di Dwijendra yang setiap
tahun menyerahkan sumbangan pendidikan bagi siswa tak mampu secara ekonomis dengan syarat penerimanya tak merokok dan berjudi. Dia juga meluruskan tak boleh membaca saat Saraswati. Yang benar menurut Chandra Jaya tak boleh membaca kitab Weda ketika kitab suci itu diupacarai. Sedangkan setelah diupacara justru kita banyak belajar soal ajaran kebenaran dan ilmu pengetahuan. Hadir di acara itu Ketua Pembina dr. Ketut Karlota, Sekretaris Ir. Wayan Abdi Negara, M.Si., Bendahara Luh Beji, B.A., dan pengawas Made Karmajaya. (025)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Paing, 20 Agustus 2017
daerah
Ratusan Anggota Rapi Tabanan Temu Darat di Puri Kerambitan Tabanan (Bali Post) Masih serangkaian dalam nuansa peringatan HUT ke-72 RI, para insan komunikasi yang tergabung dalam Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Tabanan, Minggu (20/8) hari ini menggelar temu muka alias kopi darat di Puri Gede Kerambitan, Tabanan. Dipastikan ratusan anggota akan berkumpul di salah satu puri yang terkenal dengan wisata puri di Kabupaten Tabanan itu. “Kurang lebih 500 anggota RAPI dari perwakilan masing-masing kecamatan akan hadir dalam temu darat tahun ini,” beber Ketua RAPI Tabanan Agung Mastika jelang persiapan kopi darat, Sabtu (19/8) kemarin. Dikatakannya, temu muka alias kopi darat rutin digelar semesteran, namun tetap dikemas secara sederhana dengan menggelorakan kebersamaan. Karena selama ini para anggota hanya dikenal dijalur komunikasi radio. Selain berkumpul dan saling berbagi suatu nilai, keluh kesah dan cita-cita yang direalisasikan sebagai prestasi kerja, kegiatan ini juga bentuk penyegaran dari rutinitas sehari-hari. Dan silaturahmi ini akhirnya bermuara pada peningkatan motivasi, prestasi serta kinerja pengurus maupun ang-
gota dalam menyongsong program kerja organisasi. Lanjut Mastika menyampaikan, selain acara pembinaan organisasi kepada pengurus dan anggota terutama perihal berkomunikasi dan pelaksanaannya yang sopan, dalam kegiatan tersebut juga akan diisi acara pelantikan pengurus kecamatan. “Anggota juga akan kita ajak keliling di Puri Gede Kerambitan untuk melihat langsung keasrian Puri Gede Kerambitan yang masih utuh,” ucapnya. Menurutnya, selama ini aktivitas utama RAPI dalam silang informasi dalam proses penanggulangan bencana sudah sangat konsisten dilakukan. Organisasi ini sangat didukung instrumen dan daya jangkau komunikasi yang luas, serta cepat dengan sarana radio. Bahkan informasi ini diakui oleh pemerintah daerah setempat menjadi bahan untuk mengakselerasi gerak pemerintah dalam penanganan berbagai masalah kemasyarakatan begitu juga sebaliknya. Pejabat asal Denbantas, Tabanan ini juga mengatakan, RAPI Tabanan sebelumnya juga telah menggelar beragam kegiatan serangkaian HUT ke-72 RI, seperti mengikuti upacara kirab bersama pada peringatan detik-detik proklamasi di Lapangan Renon, Denpasar. (bit/k325)
3
Suzuki Baleno Mobil ’’Hatchback” Terlengkap di Kelasnya BERBAGAI pengembangan untuk peningkatan kenyamanan dilakukan pada generasi terbaru Suzuki Baleno. Penerapan teknologi pada sejumlah fitur, baik interior maupun eksterior membuat mobil dengan tipe hatchback ini memiliki kesan elegan, nyaman dan terlengkap di kelasnya. Hal tersebut diungkapkan 4W Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Setiawan Surya pada launching Suzuki Baleno di Showroom PT Sejahtera Indobali Trada (SIT), Denpasar, Jumat (18/8). Baleno ini memiliki tiga kelebihan utama, yakni memiliki kesan yang flashy, premium dan nyaman. Eksteriornya memiliki disain elegan dan bertenaga dengan tema mengalir atau istilah otomotifnya liquid flow. Pada penerangan jalan dilengkapi proyektor HID yang dapat diatur ketinggian sinarnya dan daytime running light. Ini akan memudahkan, memperluas dan memperjelas penglihatan pengemudi. Lampu belakang menggunakan LED termasuk lampu stop dan spoiler-nya. Dibeberapa bagian eksterior menggunakan detail krom bertujuan membangun kesan mewah. Pada kaki-kaki menggunakan velg 16 inci, dibalut ban 195/55 R16. Dikombinasikan dengan bumper bergaya ekspresif sport, membuat mobil yang ditujukan untuk kaum muda ini berkesan sporty. Bukan hanya eksteriornya, interiornya juga cukup lapang dan lega. Sejumlah fitur-nya cukup lengkap dan canggih. Produk terbaru Suzuki ini menerapkan sistem entry keyles dan start/stop enggine. Cluster meter menggunakan layar LCD 4,2 inci dan instrumen panel MID dengan lampu latar biru. Dilengkapi audio, pengaturan AC, bluetooth. Bahkan pengemudi dapat menerima maupun menutup panggilan telephone tanpa harus menyentuh handphonenya (HP). Untuk mengatasi menu-
BALENO - Prosesi launching Suzuki Baleno di showroom PT Sejahtera Indobali Trada (SIT), Denpasar, Jumat (18/8). runnya power HP saat berada di dalam mobil, Suzuki Baleno menempatkan charge HP pada baris pertama dan kedua. Pada kesempatan tersebut, sejumlah media masa di Bali diberikan untuk menjajal dan merasakan beberapa keunggulan produk terbaru Suzuki melalui test drive. Rute yang diambil dari SIT Teuku Umar, Denpasar menuju arah Nusa Dua, Jalan Tol, Puspem Badung, Canggu, dan kembali ke SIT Teuku Umar. Suzuki Baleno menggunakan mesin berkapasitas 1.373 cc dengan 16 valve, DOHC, VVT, MPI. Mesin ini mampu menghadirkan tenaga 92,4 Ps pada 6.000 Rpm dan torsi 130 Nm pada 4.200 Rpm. Untuk memudahkan melepaskan panas dan meningkatkan efisiensi, mesin menggunakan bahan aluminium pilihan. Dengan begitu konsumsi bahan bakar pun dapat ditekan. Data uji termodinamika pusat teknologi motor dan propulsi BT2MP Januari 2017 menyatakan, konsumsi bahan bakar untuk trans-
misi manual 22,17 kilometer per liter dan transmisi otomatis 20,66 kilometer per liter. Meski tergolong irit, saat dipacu di jalan bebas hambatan, mobil mampu melaju dengan kecepatan 145 kilometer/ jam dengan stabil. Bodi Suzuki Baleno sendiri menerapkan new platform HEARTECT dan Total Effective Control Technology (TECT). Ini memungkinkan secara efektif menyerap dampak tumbukan dan menyebarkan energi tersebut ke seluruh rangka, sehingga mengurangi kerusakan pada mobil dan penumpang. Serta membuat bodi mobil lebih ringan, kokoh dan lebih aerodinamis. Kepala wilayah PT SIT Fie An menambahkan, bahwa produk yang baru di-launching ini dijual berkisaran harga Rp 214.500.000 untuk manual transmisi dan Rp 227.000.000 untuk otomatis transmisi. Sedangkan varian warnanya ada enam, yakni solid fire red, premium urban blue, arctic white, silver premium dan met granite grey. (bns1)
Tirta Panglukatan Taman Campuan
Bersumber dari Emat Sumber Mata Air
Bali Post/kmb
SARASWATI - Hari Saraswati kemarin diwarnai dengan pelaksanaan sembahyang bersama di Pura Agung Jagatnatha.
Hari Saraswati
Pura Agung Jagatnatha Dipadati Umat Denpasar (Bali Post) Hari Suci Saraswati yang juga dikenal dengan hari turunnya ilmu pengetahuan yang jatuh setiap enam bulan sekali pada Saniscara (Sabtu) Umanis, Watugunung (19/8) kemarin, ditandai dengan persembahyangan. Terutama siswa dan sekolah yang ada di Denpasar melakukan persembahyangan Puja Saraswati sejak pagi. Bahkan usai melakukan persembahyangan di sekolah, siswa kembali melanjutkan persembahyangannya ke Pura-pura besar lainnya. Salah satunya pura yang dituju di Denpasar yakni Pura Agung Jagatnatha. Di pura ini, selain diramaikan oleh pamedek anak-anak sekolah, pegawai di lingkungan Pemkot Denpasar juga menggelar persembahyangan. Persembahyangan bersama dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. Persembahyangan di-puput Ida Pedanda Gede Arimbawa dari Geria Sari Tegal. Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar bersama seluruh komponen masyarakat secara rutin melaksanakan persembayangan
di Pura Agung Jagatnatha pada hari Saraswati, sebagai ungkapan terima kasih kepada Sang Hyang Aji Dewi Saraswati karena telah memberikan ilmu pengetahuan. Hari raya Saraswati kali ini merupakan momentum paling istimewa, karena berdekatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. ‘’Di Hari Kemerdekaan RI kali ini saya berharap masyarakat dapat mengisi dengan kualitas diri, yakni ilmu pengetahuan sehingga masyarakat Kota Denpasar berkualitas dan mampu bersaing di dunia globalisasi ini. Dengan demikian, secara tidak langsung dapat mendukung visi misi Pemerintah Kota Denpasar yakni Kota Cerdas,’’ harapnya. Tidak hanya itu, Jaya Negara mengatakan di hari raya Saraswati ini hal yang paling penting dan harus dipetik hikmah adalah tidak sekadar memperingati hari turunnya ilmu pegetahuan, akan tetapi harus mampu mengintropeksi diri seberapa banyak kita telah menggunakan atau memanfaatkan ilmu pengetahuan yang kita miliki untuk peningkatan kualitas spiritual diri sendiri maupun untuk kesejahteraan orang lain. Lebih lanjut Jaya Negara men-
gatakan, perayaan hari raya suci Saraswati juga harus mampu meningkatkan kesadaran bagi umat se-Dharma, khususnya dalam penerapan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Begitu halnya dengan para generasi muda saat ini, mari kita tingkatkan ilmu pengetahuan kita agar kelak bisa berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. “Karena ilmu pengetahuan bersifat suci, dengan berusaha untuk mempergunakan ilmu yang kita miliki kearah yang lebih baik, serta bisa bermanfaat bagi orang lain,” pungkas Jaya Negara. Sementara itu, Mangku Pura Agung Jagatnatha Ida Bagus Mangku Widianegara mengatakan, pelaksanaan hariraya Suci Saraswati ini merupakan peringatan turunnya ilmu pengetahuan atau sumber kecerdasan serta menghormati Sang Hyang Aji Saraswati sebagai ibunya ilmu pengetahuan yang diperingati setiap enam bulan sekali. Sebelum melaksanakan prosesi persembahyangan, terlebih dahulu dilakukan ngelis atau penyucian di areal pura, baru kemudian dilakukan Puja Tri Sandya, serta diakhiri dengan persembahyangan bersama. (kmb12)
BPM/wan
PASANG PAVING – Dua pekerja memasang paving di trotoar Jalan By-pass Ngurah Rai di Suwung, Denpasar, Jumat (18/8).
OBJEK wisata spiritual di Kabupaten Bangli cukup banyak. Yang terbaru yakni objek wisata spiritual Tirta Panglukatan Taman Campuan yang berada di Banjar Sala, Desa Abuan, Susut, Bangli. Tirta Panglukatan Taman Campuan tersebut terdiri dari empat sumber mata air yang diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit non-medis. Bendesa Adat Pakraman Sala, I Ketut Kayana didampingi Jero Mangku Bale Agung beserta Jero Mangku Suteja mengungkapkan Tirta Panglukatan Taman Campuan ini memang sudah ada sejak lama. Hanya saja sekitar dua bulan lalu tempat ini di tata oleh warga setempat, mengingat tempat ini sering digunakan untuk melaksanakan upacara Atma Wedana (ngeroras) dan untuk patirtaan. “Tempat ini juga disucikan warga saat ada upacara,” ungkap Kayana belum lama ini. Kayana mengatakan, Tirta Panglukatan Taman Campuan ini bersumber dari empat sumber mata air yakni Tirta Pule, Tirta Bungbung, Tirta Pandan dan Tirta Tulak Wali. Kata dia untuk Tirta Pule sebagai pengobatan, Tirta Pandan sebagai penolak bala, Tirta Bungbung untuk kelancaran ekonomi dan Tirta Tolak Wali menolak kembali segala yang berbau negatif. Menurutnya, setiap yang melakukan pembersihan (malukat) juga diyakini dapat mengarah ke hal yang lebih baik serta dapat memohon sesuai dengan maksud dan tujuannya sendiri, salah satunya memohon kemurahan rejeki. “Jadi bagi masyarakat yang hendak melakukan panglukatan ke sini, sebelum malukat terlebih dulu mandi di pancuran bawah. Setelah itu baru dilanjutkan melakukan pangelukatan ke empat pancuran yang ada disebelah utara dan setelah,
BPM/nan
SUMBER - Tirta Panglukatan Taman Campuan di Desa Abuan, Susut, Bangli bersumber dari empat sumber mata air dan diyakini dapat menyembuhkan penyakit non-medis. dilanjutkan ke lima pancuran yang ada di sebelah timur,” ungkapnya. Dia mengatakan, Tirta Penglukatan Taman Campuan diyakini dapat menyembuhkan segala bentuk penyakit non-medis. Kata dia, keyakinan itu muncul setelah sebelumnya orangtuanya terkana racun, namun setelah diberikan Tirta Penglukatan Taman Campuan ini beliau langsung sehat seperti semula dan racun yang ada dalam tubuh keluar melalui dubur. Dari sanalah masyarakat meyakini kalau tirta ini bisa menyembuhkan penyakin non-medis. “Namun semua itu juga tidak bisa dilepaskan dari dasar keyakinan yang kuat serta kepercayaan yang tinggi dari diri sendiri. Kalau sudah didasari dengan keyakinan dan
niat yang tulus, pasti akan sembuh,” ujar Kayanan. Lebih lanjut dikatakannya, masyarakat ramai datang untuk melakukan penglutan pada harihari tertentu, seperti Purnama, Tilem dan Kajeng Kliwon. Kata dia, warga yang hendak melakukan panglukatan bisa membawa banten pejati, canang. Di mana warga yang datang dari Bangli maupun dari kabupaten lainnya di Bali. Karena tempat panglukatan ini dikeramatkan, maka pihaknya meminta kepada para pengunjng yang akan melakukan panglukatan ke sini, agar bisa menjaga kesopanan terutama berpikir dan mengeluarkan kata-kata. Karena pihaknya tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada pengunjung. (nan)
Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak
Denpasar (Bali Post) Menekan angka kematian ibu dan anak RSUD Wangaya terus berupaya meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Demikian disampaikan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima Tim Penilai Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu – Bayi (GRSSI-B) Provinsi, belum lama ini. Rai Mantra mengatakan, sebagai rumah sakit milik pemerintah Kota Denpasar, RSUD Wangaya selalu berusaha memberikan pelayanan kesehatan terbaik, begitu pula dalam memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi. RSUD Wangaya juga mendukung tujuan Millenium Developmnet Goals (MDG’s) 2015 untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. “Beberapa langkah telah dilakukan RSUD Wangaya sebagai upaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di antaranya adalah memberikan pelatihan penanganan obstetri neonatal emergency komperhensif (ponek), pelatihan manajemen laktasi, melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan untuk SDM di puskesmas dan melaksanakan kelas ibu hamil serta melaksanakan kegiatan klinik laktasi,” ujar Rai Mantra. RSUD Wangaya sudah lulus pada akreditasi yang dilaksanakan pada bulan Juni lalu dan berturut–turut telah meraih peringkat paripurna. “Ini berarti RSUD Wangaya telah memiliki standar bertaraf nasional dalam pelayanannya. Hal ini tentu tidak terlepas dari komitmen serta peran serta seluruh komponen yang ada di RSUD Wangaya,” ujar Rai Mantra. Lebih lanjut Wali Kota Rai Mantra berharap prestasi yang diperoleh oleh RSUD Wangaya dapat
dipertahankan, terutama untuk kegiatan gerakan rumah sakit sayang ibu dan bayi. Keberhasilan evaluasi ini bukan hanya dilihat dari hasil yang diberikan tim evaluasi Provinsi Bali saja, tetapi yang lebih ingin ditekankan adalah semua yang dipersiapkan untuk acara evaluasi ini tidaklah semu. Tetapi memang benar dijadikan prosedur tetap dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan bayi pada rumah sakit ini, baik dari sisi administrasi atau pun pelayanan kesehatan secara langsung. Kepada tim evaluasi provinsi Bali, Rai Mantra menyampaikan bahwa apapun hasil dari evaluasi ini berdampak sangat besar terhadap peningkatan mutu pelayanan nantinya dan berharap diakhir evaluasi nanti tim penilai GRSSI-B Provinsi Bali dapat memberikan masukan atas kekurangan dari proses pelayanan yang telah dilaksanakan, dan tentunya ini akan menjadi bahan evaluasi RSUD Wangaya selanjutnya. Ketua Tim Penilai Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu – Bayi (GRSSI-B) Provinsi Bali Dr. Made Laksmiwati mengatakan, penilaian Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu–Bayi (GRSSI-B) dilaksanakan rutin setiap tahunnya, di mana bertujuan untuk memonitor rumah sakit yang ada di Bali, baik itu rumah sakit negeri maupun swasta. “Tujuannya ialah untuk menekan angka kematian ibu dan anak sehingga nantinya bagaimana peran rumah sakit di dalam memberikan suatu standar pelayanan, terutama disektor kesehatan ibu dan anak. Intinya bagaimana upaya kita untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak.” ujarnya. (kmb)
4
Minggu Paing, 20 Agustus 2017
PANCASILA - Selama reformasi, tidak jelas lagi apa sebenarnya ideologi negara (Pancasila?). Inilah yang menjadi ciri mendasar era reformasi. Di tengah-tengah keadaan ini, kapitalisme sebagai ideologi yang kuat, menyusup dalam kehidupan praktis yang dibungkus oleh teknologi, praktik pasar, gaya hidup, investasi, komoditas-komoditas instan. Pada konteks ini televisi salah satu alat ideologi kapitalisme. Jadi, penyusupan ideologi ini tidak terjadi di ranah negara tetapi melalui kehidupan vertikal-horizontal, menyelusup jauh ke kehidupan akar rumput melalui teknologi dan program-program televisi. Bersamaan dengan itu, ideologi negara, agama dilemahkan. Keberadaan televisi di era reformasi, sebagai kekuatan yang mampu menandingi kekuatan negara atau bahkan melebihinya (yang tampak melalui kebergantungan kaum politisi terhadap televisi) adalah cerminan kehidupan masyarakat di dalam suatu negara tanpa fondasi ideologi yang kuat. Karena itu wajar munculnya pelemahan dan penguatan kembali Pancasila sebagai ideologi negara.
Televisi Dalam Dua Zaman
SETELAH setahun tidak menikmati program-program televisi, karena pertimbangan membebaskan anak dari kekuasaan televisi, televisi kembali menyala di rumah karena berdasarkan pengalaman bahwa anak saya sebenarnya tidak tertarik terhadap kehadiran televisi. Setahun tanpa televisi memang membuat saya berada di luar narasi besar industri hiburan murahan, main-main, dan anehnya bikin mabok.
label. Para politisi dan agamawan bersolek atau didandani bak selebriti. Sehingga masyarakat tidak bisa lagi membedakan wajah politisi dan kaum agamawan dengan wajah-wajah banci kaum pesohor. Peristiwa atau perayaan agama dan politik di televisi sama dengan ajang pemilihan dan penobatan ratu sejagat, ingar-bingar, kamerakamera mengendalikan cara pandang masyarakat, bermandikan cahaya warna-warni, pengap oleh retorika-retorika murahan.
Ketika kembali menikmati siaran televisi saya sadar ada banyak sosok, wacana, program yang asing bagi saya. Hal ini membuktikan betapa pesatnya pergerakan narasi-narasi di televisi dan kuatnya kuasa televisi atas hidup dan ingatan masyarakat. Hal itu berdampak pada hidup tanpa ‘’jejak’’ (karena segala hal dengan cepat kita lupakan) dan pemaknaan, penghayatan, dan perenungan. Hal ini mencerminkan hidup yang sangat dangkal. Seolah-olah televisi mengajari masyarakat hidup ‘’nyantai’’ dan meremehkan semua persoalan hidup. Ingatan dan harapan masyarakat ada di tangan produser program-program kejar tayang. ‘’Mesin’’ televisi jauh lebih kuat ketimbang ideologi, politik, pendidikan, bahkan agama. Karena itu, kita mafhum politik dan agama harus mendompleng kekuatan televisi. Politik dan agama, tunduk di bawah kekuasaan televisi. Agama dan politik hadir sebatas
Televisi Orde Baru Kekuatan ‘’mesin’’ televisi pada konteks sejarah politik dan kebudayaan Indonesia bukan hal baru. Setidaknya hal ini ditunjukkan oleh kehidupan pertelevisian pada masa Orde Baru. Ketika itu televisi baru saja dikenal oleh masyarakat Indonesia dan perkembangan teknologi ini di masa-masa awalnya sangat menguntungkan Orde Baru. Orde Baru memanfaatkan kekuatan ‘’mesin’’ ini dengan sangat baik. Pembangunan dan pengukuhan sesuatu yang fundamental dalam sejarah politik Indonesia, yaitu stigmatisasi terhadap Orde Lama adalah mimpi di siang bolong atau komunis/antiagama atau pengkhianat Pancasila, dilakukan secara sistematis dengan televisi dan media cetak umumnya serta kegiatan penerbitan/percetakan. Pada masa Orde Baru, ‘’mesin’’ televisi (TVRI) digunakan di bawah kendali atau kontrol negara melalui Departemen Penerangan RI. Melalui ‘’mesin’’ TVRI, rakyat
Indonesia menikmati narasi-narasi ‘’pembangunan’’ – yang digunakan untuk mengubur/menggantikan narasi-narasi ‘’Revolusi Indonesia’’. Narasi-narasi ‘’pembangunan’’ memiliki simpul-simpul penting, yaitu Presiden Soeharto, Golkar, ABRI, Pancasila, stabilitas nasional, tinggal landas, Repelita, dan SARA.
Imaji-imaji TVRI dibebani tugas oleh pemerintahan yaitu membangun imaji-imaji yang dikehendaki oleh pergerakan kekuasaan. Hal ini misalnya direpresentasikan melalui ‘’suara’’ dan ‘’wajah’’ di layar kaca TVRI, berupa ‘’suara’’ dan ‘’wajah’’ tunggal (otoriter, militeristik, dan sentralistik), yaitu Orde Baru, untuk tidak menyebut Presiden Soeharto. Melalui tayangan ‘’suara’’ dan ‘’wajah’’ Presiden Soeharto, sebagai yang utama dan yang tunggal di TVRI, nyaris semua ‘’suara’’ dan ‘’wajah’’ dari masa lalu sejarah Indonesia hendak dihapus. ‘’Suara’’ dan ‘’wajah’’ Presiden Soekarno semakin nyata menjadi ‘’suara’’ dan ‘’wajah’’ tabu/terlarang. ‘’Mesin’’ TVRI tampaknya digunakan untuk mereduksi potongan sejarah yang bisa mengancam keabsahan atau legalitas Orde Baru. Setidaknya hal ini dibuktikan melalui penayangan film mengenai pengkhianatan PKI tahun 1965 pada setiap tanggal 30 Oktober. Film ini digunakan untuk menyatakan pandangan Orde Baru terhadap Orde Lama bahwa periode 1945-1965 adalah milik Partai Komunis Indonesia, partai ateis yang bertentangan dengan
keyakinan bangsa Indonesia kepada Tuhan.
Televisi Reformasi Televisi di era Reformasi berbeda seratus delapan puluh derajat dengan televisi pada masa Orde Baru. Secara mendasar, televisi kini tidak lagi dikendalikan oleh kekuasaan negara. Hubungan televisi dengan negara menunjukkan pertarungan dua kekuatan: negara dan kapitalisme. Yang mengendalikan tele visi adalah kaum pemilik modal. Televisi adalah ‘’mesin’’ pencetak uang. Televisi adalah alat produksi alat untuk melipatgandakan modal. Karena itu, tidak ada lagi narasi-narasi berbangsa di dalamnya, misalnya ideologi negara, nasionalisme, program pembangunan. Televisi Indonesia sejak era Reformasi tidak memiliki tanggung jawab sosial, tanpa penghargaan kepada kemanusiaan, minus penghayatan terhadap tradisi Nusantara. Materi-materi program televisi tidak ditakar berdasarkan ideologi negara, misalnya, tetapi berdasarkan keinginan pasar. Kaum ini tidak pernah memiliki kepentingan kepada idealisme dan humanisme karena tidak laku di pasar hiburan. Program-program televisi di era Reformasi adalah programprogram yang memisahkan hubungan warga negara dengan negaranya sendiri, memisahkan hubungaan para pemeluk agama dengan agamanya, memisahkan masyarakat Indonesia dari re-
alitas dan penderitaannya. Maka, televisi ramai-ramai memproduksi program-program yang menghibur atau memabokkan. Nyaris semua program televisi adalah program main-main, dangkal dan tidak mendidik. Karena kuatnya kuasa modal dan adanya dukungan regulasi penyiaran yang dipandang sebagai ketidakberdayaan negara dalam menekan, mengendalikan, dan mengontrol televisi, atas nama demokrasi (Barat), maka televisi berperan sebagai pengendali, pengontrol ingatan, imaji, harapan, konstruksi-konstruksi narasi sosial, ‘’membunuh’’ dan ‘’melahirkan’’ sosok-sosok sosial, seperti ustad, motivator. Semua itu dilakukan secara bebas dan kreatif oleh para awak dunia hiburan yang sebenarnya menurut ideologi Marxis, mereka semua adalah kaum proletar, hanya memiliki diri sendiri, keterampilan dan daya cipta dan mereka dieksploitasi/diisap tanpa merasa ditindas, oleh kaum kapitalis. Hiburan Tayangan hiburan murahan dan program-program main-main di televisi diterima oleh masyarakat dengan penuh suka cita, menghibur, dan sebagai kewajaran. Resepsi masyarakat seperti inilah diciptakan dan dibina oleh televisi secara intensif dalam rangka menjalankan industri televisi sebagai mesin pelipat ganda modal. Kapitalis-kapitalis di sektor lain, lewat iklan-iklan niaga menginjeksikan gaya hidup konsumtif kepada ma-
syarakat. Keberadaan negara dan segala persoalannya bukan tanggung jawab kaum kapitalis. Karena itu, jika televisi berbicara mengenai persoalan bangsa bukanlah sebuah keterpanggilan atau sebentuk nasionalisme. Hal ini terjadi karena mediasi uang. Selama Reformasi, tidak jelas lagi apa sebenarnya ideologi negara (Pancasila?). Inilah yang menjadi ciri mendasar era Reformasi. Di tengah-tengah keadaan ini, kapitalisme sebagai ideologi yang kuat, menyusup dalam kehidupan praktis yang dibungkus oleh teknologi, praktik pasar, gaya hidup, investasi, komoditas-komoditas instan. Pada konteks ini televisi salah satu alat ideologi kapitalisme. Jadi, penyusupan ideologi ini tidak terjadi di ranah negara tetapi melalui kehidupan vertikal-horizontal, menyelusup jauh ke kehidupan akar rumput melalui teknologi dan program-program televisi. Bersamaan dengan itu, ideologi negara, agama dilemahkan. Keberadaan televisi di era Reformasi, sebagai kekuatan yang mampu menandingi kekuatan negera atau bahkan melebihinya (yang tampak melalui kebergantungan kaum politisi terhadap televisi) adalah cerminan kehidupan masyarakat di dalam suatu negara tanpa fondasi ideologi yang kuat. Karena itu wajar munculnya pelemahan dan penguatan kembali Pancasila sebagai ideologi negara. l I Wayan Artika, Dosen Undiksha
Perlukah Operasi pada Penyakit Tuberkulosis Paru? PERNAHKAH mendengar tentang penyakit Tuberkulosis? atau biasa disingkat TB atau TBC? Tentu sudah tidak asing lagi kita dengar. Penyakit Tuberculosis ini penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru, meskipun bagian tubuh lain seperti usus, tulang, ginjal, dan beberapa organ lain juga bisa terserang kuman ini.
KONTROL - Kontrol teratur terutama untuk pasien dengan umur di atas 49 tahun. Dan untuk pasien DM, Hipertensi dan penyakit jantung setiap 1, 2, 3, 6 bulan sekali di pusat kesehatan terdekat dan usahakan memiliki lingkar pinggang : laki-laki < 90cm, perempuan < 80 cm. Mari mulailah perbaiki pola hidup kita. Lakukanlah upaya pencegahan sedini mungkin. Aturlah konsumsi makanan, pola tidur, kelola stres dengan baik dan berolahraga yang teratur. Supaya hidup kita sehat dan berkualitas.
Penerapan Pola Hidup Sehat
Bagi Pasien Diabetes dan Hipertensi PENYAKIT Diabetes Mellitus (kencing manis) maupun Hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah penyakit yang bersifat kronik progresif, artinya pengobatan penyakit ini masih dalam tingkat pengontrolan bukan penyembuhan. Maka dari itu betapa pentingnya kita melakukan pencegahan penyakit ini sedini mungkin. Pencegahan ini bisa dimulai dengan cara pengaturan gaya hidup yaitu berupa pengaturan pola makan, olahraga dan mengelola stress dengan baik. Pengaturan pola makan bisa dimulai dengan melaksanakan pedoman GULOH SISAR (Gula, Urat, Lemak, Obesitas, Hipertensi, Cigaret, Inaktifitas, Alkohol dan Regular Check-Up) dengan prinsip BNI (Batasi, Nikmati, Imbangi). Khusus untuk pasien Diabetes Mellitus (DM), semua yang manis harus tetap dihindari dan dibatasi, berpantanglah gula bagi pasien DM dan kurangi konsumsi gula bagi orang yang belum terjangkit penyakit DM. Sedangkan makanan yang baik bagi penderita DM adalah makanan yang banyak mengandung Chromium yang banyak terkandung dalam merica, apel, brokoli, udang, kacang-kacangan, buncis, bawang putih dan teh hijau. Chromium sendiri bermanfaat untuk memperbaiki kerja insulin, ini berarti baik untuk pasien DM.
Untuk pasien yang mempunyai kadar asam urat lebih dari normal dan ada keluhan nyeri disendi jari tangan dan kaki maka batasilah JAS-BUKET yaitu daging jeroan, alkohol, ikan sarden, daging olahan burung dara, daging unggas, kaldu, emping dan tape. Kolesterol Untuk pasien dengan kolesterol tinggi batasilah TEK-KUK-CS2 yaitu telor, keju, kepiting, udang, kerang, cumi-cumi, santan dan susu. Untuk pasien hipertensi batasilah minum kopi, seandainya anda ingin sekali minum kopi maka dapat disiasati dengan membuat kopi yang diencerkan (takaran sedikit kopi dan sedikit gula) dan juga kurangi frekuensi minumnya, bila biasanya dalam sehari anda minum kopi 3 kali, maka kurangilah setidaknya sekali dalam sehari. Selain itu batasi juga konsumsi garam, ikan asin, kacang asin, dll. Usahakan tekanan darah kurang dari 140/90 mmhg. Kontrol rutin tekanan darah anda di pusat kesehatan terdekat dan minumlah obat sesuai anjuran dokter. Hindarkan inaktivitas/kurang beraktivitas dan lakukan aktivitas berolahraga secara rutin seperti jalan cepat sepanjang 3 km, bersepeda atau sip up 50-100 kali/hari. Pilihlah olahraga yang bersifat tidak berkompetisi.
Tidur Usahakan tidur nyenyak minimal 6 jam sehari dan kelola stres anda dengan hal-hal yang positif, karena stres bisa menurunkan imunitas tubuh anda dan bisa menyebabkan depresi. Anda juga bisa melakukan kegiatan, meditasi, yoga, rileksasi serta meluangkan waktu untuk menikmati hobi anda. Stop merokok. Berhentilah merokok sedini mungkin dan cegahlah anak-anak anda merokok. Racun dari rokok tidak hanya akan meracuni perokok saja tapi juga meracuni seluruh orang yang berada di dekat anda. Stop alkohol. Berhentilah untuk minum minuman keras karena akan merusak organ hati dan ginjal anda. Kontrol teratur terutama untuk pasien dengan umur di atas 49 tahun. dan untuk pasien DM, Hipertensi dan penyakit jantung setiap 1, 2, 3, 6 bulan sekali di pusat kesehatan terdekat dan usahakan memiliki lingkar pinggang : laki-laki < 90cm, perempuan < 80 cm. Mari mulailah perbaiki pola hidup kita. Lakukanlah upaya pencegahan sedini mungkin. Aturlah konsumsi makanan, pola tidur, kelola stres dengan baik dan berolahraga yang teratur. Supaya hidup kita sehat dan berkualitas. l dr. kadek Ayu Vigiawati
TB termasuk 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Data WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2015, Indonesia termasuk dalam 6 besar negara dengan kasus baru TB terbanyak. Infeksi yang umumnya menyerang paru ini adalah masalah utama yang dihadapi oleh pemerintah saat ini. Infeksi ini hampir selalu merusak jaringan paru yang sebelumnya sehat. Pengobatan yang tidak tuntas akan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius, sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut seperti pembedahan. Kerusakan Pembedahan digunakan untuk memperbaiki kerusakan paruparu, seperti pendarahan serius yang tidak bisa dihentikan dengan cara lain, infeksi TB paru berulang dengan pengobatan jangka panjang, pneumothorak, efusi pleural paru yang hancur, gagal pengobatan dengan obat rutin. Indikasi dilakukannya pembedahan pada TB paru meliputi batuk darah atau hemoptisis banyak (lebih dari 600cc dalam 24 jam), hasil pemeriksaan sputum positif persisten, kerusakan total baik itu dari sebagian atau keseluruhan paru akibat adanya gangrene atau kematian jaringan, penyempitan organ bronkus, penyakit TB dengan penyakit infeksi lain seperti infeksi Aspergilosis, kecurigaan pada keganasan, dan ketidakmampuan paru untuk mengembang kembali (trapped lung). Saat ini, indikasi terbaru untuk dilakukan pembedahan pada tuberkulosis adalah karena multidrug-resistant organism (MDRTB). Hal ini dapat diartikan bahwa dari pemeriksaan kultur, teridentifikasi karena kurangnya sensitivitas dari obatobat isoniazid, rifampicin, dan obat-obat lain dari golongan antituberkulosis. Risiko Penilaian risiko sebelum pembedahan meliputi tes fungsi paru, ventilation-perfusion scanning,
analisis gas darah dan pemeriksaan laboratorium rutin, serta sadapan EKG terutama untuk pasien-pasien di atas usia 40 tahun. Persiapan operasi akan dilakukan untuk mengurangi resiko komplikasi operasi. Semua penderita yang direncanakan untuk pembedahan harus dilakukan pemeriksaan kultur terhadap pengobatan spesifik TB sekurang-kurangnya 3 bulan sebelum tindakan. Apabila hasil pemeriksaan sputum tetap positif dalam pengobatan minimal 3 bulan, tindakan pembedahan diperlukan. Selain itu, diberikan asupan nutrisi tambahan pada penderita, karena tubuh tidak lagi mampu mengolah makanan secara baik. Penderita juga dilatih cara batuk yang efektif dan latihan bernapas dalam dengan bantuan alat rehabilitasi paru seperti incentive spirometry. Prosedur Prosedur dimulai dengan pembiusan umum dengan bantuan
dokter anestesi. Operasi dilakukan dengan menyayat dinding dada belakang yang sakit. Setelah rongga dada terbuka, dilakukan tindakan bedah utama sesuai kebutuhan dan kondisi pasien. Seiring kemajuan zaman, penggunaan VATS (Video-Assisted Thoracoscopic Surgery) sebagai alternatif teknik pembedahan pada kasus tuberkulosis sudah sering digunakan. Teknik ini aman dan efektif, serta baik digunakan pada penderita yang menginginkan tindakan operasi dengan minimal invasif. Operasi adalah pilihan terakhir bila pengobatan TB paru dengan medikamentosa gagal. Diharapkan dengan berkembangnya ilmu kedokteran dan pemahaman masyarakat tentang penyakit tuberkulosis ini, pencegahan dan penanganan akan menjadi lebih tepat dan efektif. l dr. Putu Lokita Pradnyana Putra, S.Ked.
PERNAHKAH mendengar tentang penyakit Tuberkulosis? atau biasa disingkat TB atau TBC? Tentu sudah tidak asing lagi kita dengar. Penyakit Tuberculosis ini penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru, meskipun bagian tubuh lain seperti usus, tulang, ginjal, dan beberapa organ lain juga bisa terserang kuman ini.
5
Minggu Paing, 20 Agustus 2017
Resensi Buku
CERPEN
Rahasia Dua Epos
Seimok Oleh Budi Afandi
Judul Buku : Pushpaka Vimana Penulis : Gede Agus Budi Adnyana Penerbit: Pustaka Bali Post Tahun Terbit : 2012 Jumlah hal. : 108 hal.
EPOS Ramayana dan Mahabharata sampai saat ini sekali menjadi perdebatan yang panjang, apakah epos itu benar-benar terjadi? Apakah epos itu fakta atau fiksi. Penulis buku ini meyakini bahwa epos Ramayana dan Mahabharata adalah sebuah sejarah, dan sama sekali bukan dongeng. Sejumlah peninggalan purba diyakini sebagai bukti kuat untuk mendukung keyakinan itu. Jembatan yang dibuat Sri Rama yang menghubungkan India dan Sri Lanka, bekas reruntuhan Kerajaan Sri Krishna yang ditemukan di dasar laut, merupakan contoh untuk menguatkan keyakinan bahwa kedua epos itu memang benar-benar terjadi. Buku ini juga memaparkan kendaraan terbang yang digunakan para tokoh yang hidup dalam kedua epos itu. Memang buku ini masih bisa dikembangkan kembali untuk memahami secara kritis apakah dua epos itu memang fakta atau fiksi? Perlu dilakukan penelitian lebih tajam, dalam, tentu saja akurat. (osi)
Resensi Film
Sisi Gelap Sebuah Boneka Judul Film : Annabelle , Creation Sutradara : David Sandberg Pemain : Anthony LaPaglia, Samara Lee, dan Miranda Otto Rilis : 2017
MENONTON film horor memang jadi pilihan menarik di akhir pekan. Salah satunya adalah film ‘’Annabelle: Creation’’. Film ini diawali dengan potret bahagia keluarga Mullins. Samuel Mullins (Anthony LaPaglia) sang kepala keluarga berprofesi sebagai pembuat boneka yang populer di lingkungannya. Samuel tinggal bersama istri dan anaknya, Esther Mullins (Miranda Otto) dan Bee (Samara Lee). Suatu hari, Bee tewas dalam kecelakaan mobil. Pasangan Mullins dilanda duka yang mendalam. Setelah 12 tahun, Samuel dan Esther memutuskan untuk menampung beberapa anak perempuan dari panti asuhan bersama pengasuhnya, Suster Charlotte. Semua berjalan baik-baik saja sampai Janice (Talitha Bateman), salah satu anak yatim piatu, memasuki kamar yang dulu ditinggali Bee. Sosok Janice yang rapuh secara fisik namun tegar, dibawakan dengan apik oleh Talitha Bateman. Penonton diajak menyelami ketakutan sekaligus rasa penasaran yang menghinggapi Janice. Annabelle adalah boneka yang dipercayai berhantu yang berada di Museum Warren Occult di Momroe, Connecticut, Amerika. Boneka Annabelle yang sebenarnya adalah boneka yang terbuat dari kain, tidak seperti film-film yang menggambarkan dirinya sebagai boneka porselen. Boneka ini diberikan sebagai hadiah kepada mahasiswa keperawatan berumur 28 tahun pada tahun 1970-an, Donna. Boneka ini dibeli bekas di toko Raggedy Ann. Teman sekamar Donna, Angie, adalah orang pertama yang melihat kejadian aneh pada boneka tersebut. Dia mengakui pernah melihat boneka itu bergerak sendiri. Keduanya menyadari bahwa kadang-kadang pintu yang dibiarkan terbuka akan menutup sendiri ketika tidak ada seorang pun di dalam rumah. Angie juga pernah menemukan sebuah catatan dengan tulisan ‘’Tolong Kami’’. (osi)
ACARA pernikahan Inak Seimok yang terakhir berlangsung sederhana seperti puluhan acara pernikahannya yang lain. Meski begitu tak pernah ada yang lebih rumit dari pernikahan perempuan berusia 66 tahun itu. Setelah akad nikah yang terakhir usai, tak pernah ada kabar dari pemuda yang ia nikahi, sampai berbulan-bulan kemudian ketika pemuda itu dikabarkan telah ditendang dari rumah Inak Seimok. Pemuda itu masih ranum, belum juga menyelesaikan pendidikannya di kampus. Ia berkenalan dengan Inak Seimok seperti mahasiswa lainnya berkenalan dengan warga dusun saat mereka mendapat tugas lapangan di dusun kami. Wajar Inak Seimok tertarik padanya, pemuda yang menjadi salah satu perbincangan gadis-gadis di dusun kami. Dan tak heran pula jika pemuda itu menyerahkan diri bulat-bulat kepada Inak Seimok. Ada yang mengatakan pemuda itu melarikan diri setelah berhasil lepas dari senggeger Inak Seimok. Benar atau tidaknya kabar itu, aku tak tahu, tapi aku lebih percaya Inak Seimok telah bosan kepadanya. Beberapa hari setelah kabar itu beredar, Inak Seimok mulai kerap keluar rumah bersama Hindun, anaknya. Hal lumrah yang ia lakukan saat tak ada suami di rumahnya. Dan jika sudah begitu, setiap lelaki yang datang ke dusun kami harus lebih awas. Kalau Inak Seimok melihat dan tertarik, maka tinggal menunggu waktu untuk menjadi suami barunya. *** Inak Seimok mampu menaklukkan semua lelaki yang ia inginkan. Tak ada yang mampu mencegahnya. Yang perlu ia lakukan hanya membuat lelaki itu melihatnya, lalu menunggu lelaki itu menyerahkan diri kepadanya. Pernikahan terakhir Inak Seimok - dengan pemuda yang belum lepas kuliah itu - adalah pernikahan yang ke-59, jumlah pernikahan yang belum terkalahkan oleh perempuan dan lelaki mana pun. Tapi jangan salah sangka, Inak Seimok bukan perempuan yang tak mengenal aturan. Ia tak tertarik pada laki-laki yang sudah beristri. Meski sesekali ia menjadi penyebab kegaduhan rumah tangga orang lain. Inak Seimok juga tidak banyak memilih lelaki dari dusun kami. Dari 59 suaminya, sebagian besar berasal dari luar dusun, hanya 12 orang yang berasal dari dusun kami dan salah satunya berhasil memberi Inak Seimok seorang penerus. *** Senggeger Inak Seimok sudah sangat terkenal. Aku juga sudah menceritakan hal itu kepada para mahasiswa yang melakukan praktik lapangan di dusun kami. Sayangnya orang-orang kota itu sudah merasa terlalu pintar untuk bersedia mempercayai hal-hal tak masuk akal yang masih bercokol di dalam kepala orang dusun. Aku masih ingat bagaimana pemuda itu menahan tawa saat aku mengingatkan para mahasiswa untuk tidak kerap melintas di depan rumah Inak Seimok. Memang tidak hanya dia yang nampak menganggap cerita itu lucu. Namun wajah-wajah itu sama sekali berbeda saat beberapa di antara mereka kembali ke dusun bersama petugas kepolisian. ‘’Tak ada yang bisa memaksaku meninggalkan istriku,’’ begitu pemuda itu menjawab mereka. Siapa yang bisa menahan sepasang kekasih yang dimabuk cinta? Siapa yang bisa menahan amarah lelaki yang membela kekasihnya? *** Angka pernikahan Inak Seimok memang mencengangkan. Maka tak heran pernah ada beberapa wartawan datang ke kampung kami. Tentu aku sudah mengingatkan para wartawan itu perihal senggeger Inak Seimok. ‘’Gimana kalau Inak Seimok tertarik pada salah satu di antara kalian?’’ aku meminta mereka menimbang kembali niatnya. Sempat pula aku meminta mereka menggunakan wartawati, sesuatu yang mereka jawab hanya dengan senyum. Saat aku ke rumah Inak Seimok menyampaikan hajatan mereka, Inak Seimok tampak sumringah. ‘’Tiang perlu dandan dulu. Side ‘kan tahu,’’ katanya dengan tersipu. ‘’Nanti sore saja.’’ ‘’Tak perlu dandan, Side sudah cantik,’’ sergahku. Detik itu aku hampir tak mampu mengenda-
likan diri. Mata Inak Seimok seperti batu permata paling langka. Tubuhnya seakan meruapkan udara hangat yang serupa dengan ruap udara di permukaan pemandian air panas. Suaranya terdengar seperti para penyanyi dangdut. Dan semua itu membuatku enggan meninggalkan ruang tamunya, sampai kemudian suaranya memecahkan segala yang melingkupiku. ‘’Pulanglah,’’ sambil menarik telapak tangan kanannya dari atas telapak tangan kananku. ‘’Side masih saja sering lupa.’’ Suara merdu yang tadi kudengar seketika berubah menjadi suara berat yang terdengar lelah. Mataku seketika menangkap sosok Inak Seimok yang renta, kulitnya penuh kerutan, rambutnya putih. Ketika aku meninggalkan ruang tamu hari itu, Hindun hanya menatap dari pintu dapur. Sorenya aku kembali bersama empat orang wartawan televisi dan radio. Setelah percakapan pembuka ala kadaranya, wawancara dilakukan seputar kehidupan Inak Seimok dan pernikahannya. Selama wawancara, Inak Seimok terus tersenyum. Di mataku dia terlihat tua dan lelah. Tapi aku yakin, apa yang dilihat para wartawan itu pastilah berbeda, jelas terlihat di mata mereka. Mereka terus bertanya dengan mata yang jarang berkedip, seakan sedang berhadapan dengan sesuatu yang paling ajaib. Mereka seakan telah berpindah dari tempatnya berada ke sebuah dunia di mana hanya ada diri mereka sendiri dengan Inak Seimok. Hari itu kami kembali ke balai desa dalam keadaan bisu. Empat wartawan itu meninggalkan rumah Inak Seimok dalam kemalasan yang demikian besar. Jika saja Inak Seimok tak meminta kami pulang, mungkin mereka tidak akan menemukan diri kembali ke jalanan. Tapi apa mau dikata, dua hari kemudian keempat wartawan itu kembali. Hindun datang
ke rumah dan membawaku ke rumahnya untuk menjemput mereka. ‘’Ayah harus bawa mereka pergi,’’ kata Hindun saat kami tiba di beranda. Aku tersenyum. Memegang tangannya dan berkata, ‘’Ibumu di mana?’’ ‘’Ibu di dalam,’’ balasnya begitu kami tiba di ruang tamu di mana empat lelaki itu sedang bersimpuh di lantai tepat di depan kamar Inak Seimok. Keempat lelaki itu seakan telah benar-benar kehilangan akal. Mata mereka kosong. Bibir mereka tersenyum. Mereka terus menatap tirai pintu kamar Inak Seimok, seakan tirai pintu di depan mereka telah menjelma sosok paling anggun yang pernah mereka saksikan. Melihat itu aku segera melepas cincin di jari manis tangan kananku, mengelus batu merah cincin itu, kemudian mengoleskan permukaan batu cincin itu ke kening keempat lelaki di depanku. Dan kurang dari satu menit kemudian, keempat lelaki itu kembali ke diri mereka sendiri. Saling menatap dengan heran. Menatapku dengan malu. Menatap Hindun dengan lebih malu. Setelah kejadian itu, aku tak pernah lagi melihat keempat wartawan itu, kecuali salah satu di antara mereka yang sempat kulihat datang bersama rombongan mahasiswa dan petugas kepolisian yang datang hendak menjemput suami ke-59 Inak Seimok. ‘’Kenapa Bapak tak membantu?’’ bisik wartawan itu. Aku menatapnya, tersenyum lalu berkata, ‘’Malas saja.’’ #Mataram-Jakarta Keterangan: Inak: Ibu; Senggeger: Pelet; Tiang: Saya; Side: Anda/panggilan untuk orang yang lebih tua atau lebih dihormati.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar. Khamidi Umi Lestari W.G. Sumarta
Dewa Komang Mahadewa Bagong Soebardjo
Afrizal
DIMENSI
6 Capricorn Peruntungan: Di minggu ini hampir tidak ada gangguan yang berarti yang akan membikin kacau. Karena suasana dan situasi cukup mendukung bisnis Anda, maka jangan ragu untuk melakukan manuver-manuver yang berbahaya sekalipun. Karier: Jangan biarkan diri Anda cepat merasa puas dengan apa yang dirasakan sekarang ini. Kesehatan: Tidak ada yang perlu ditakutkan untuk jajan makanan di luaran selama Anda tetap bisa memperhatikan faktor kebersihan. Keuangan: Bisnis cukup mendatangkan keuntungan yang berlebih, maka dari itu Anda harus lebih giat dan berkonsentrasi lagi. Cinta: Meskipun si dia berada jauh dari diri Anda, kesetiaannya cukup bisa diandalkan. Aquarius Peruntungan: Tetaplah melangkah maju karena sudah kepalang tanggung untuk melangkah mundur. Lebih baik yang ada dijalani dengan kesungguhan dan kemantapan hati. Karier: Tunjukkan bahwa diri Anda tak selemah seperti yang dibicarakan rekan-rekan Anda. Kesehatan: Jagalah hati Anda, terutama dari perasaan iri dengki yang hanya bikin hati panas dan menjadi sulit untuk bisa berpikir lebih tenang. Keuangan: Tetaplah bersyukur terhadap rezeki yang datang meski jauh dari harapan semula. Cinta: Jika Anda tidak suka sebaiknya jangan memberinya harapan, bisa pusing nantinya. Pisces Peruntungan: Suasana lebih tenang dan cukup melegakan. Walaupun segalanya masih belum menentu akan tetapi prospek cerah sudah mulai terasa. Karier: Jangan berhenti untuk melakukan segala terobosan, walaupun memang cukup sulit untuk dilaksanakan. Kesehatan: Sebaiknya tetap dijaga, jangan karena kondisi badan sudah terasa sehat lalu Anda menjadi sembrono. Keuangan: Segalanya mulai normal kembali. Bisnis mulai lancar walaupun hasilnya masih jauh dari harapan. Cinta: Apa sulitnya sih menuruti segala kemauannya, selama itu masih dalam batas-batas kewajaran dan norma-norma kesusilaan. Aries Peruntungan: Di minggu ini walaupun peruntungan lumayan bagus, akan tetapi jika ingin berspekulasi ada baiknya dipikir dengan hati-hati jangan grasa-grusu. Sikap sabar dan bijaksana dalam menilai dan menyikapi suatu persoalan sangat diperlukan, agar pikiran tidak sampai terbelenggu oleh satu persoalan. Karier: Situasi masih serba tidak menentu jika tidak pandai-pandai menyiasati keadaan, maka persoalan-persoalan baru akan bermunculan. Kesehatan: Jauhilah perasaan jengkel apalagi hanya karena persoalan sepele, itu akan sangat mengganggu kestabilan emosi dan kesehatan Anda. Keuangan: Masih saja ada pengeluaran yang tak disangka sebelumnya. Cinta: Ada sedikit cekcok mulut walaupun begitu jika tidak ada yang mengalah maka akan bisa berlanjut ke pertengkaran. Taurus Peruntungan: Bagaimanapun rumitnya persoalan, jika dihadapi dengan keuletan dan keyakinan maka pasti akan bisa menemukan solusi yang tepat. Maka dari itu jangan keburu panik ataupun berkecil hati bila ada problem. Karier: Optimislah bahwa setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya. Kesehatan: Tetap prima dan tidak ada yang perlu dicemaskan. Hanya susah tidur tampaknya menghantui Anda di minggu ini. Keuangan: Walaupun usaha dan bisnis masih sering mendapatkan rintangan, akan tetapi pemasukan masih tetap mengalir. Cinta: Hari hari, di minggu ini cocok untuk menghabiskan waktu bersamanya, namun begitu mesti tahu batas dan etika. Gemini Peruntungan: Di minggu ini kemajuan masih sulit dicapai, ini disebabkan karena munculnya rintangan dari luar. Namun bila Anda mau tekun dan disiplin, maka segalanya masih bisa diatasi. Karier: Untuk memberi keputusan ada baiknya dibicarakan bersama atasan dulu jangan sampai membuat keputusan sepihak. Kesehatan: Kondisi badan masih kurang fit, untuk itu pola makan sebaiknya tetap dijaga. Keuangan: Hindarilah tindakan yang terlau berisiko tinggi karena itu hanya akan mengganggu kestabilan keuangan Anda. Cinta: Tetap terasa hangat walaupun ada masalah yang masih mengganjal. Cancer Peruntungan: Di minggu ini jangan sampai lengah, karena apa yang Anda hadapi benar-benar berat, untuk itu ada baiknya selalu concern dengan segala urusan yang ada saat ini. Karier: Situasi masih belum menentu ada baiknya spekulasi dihindari dulu, daripada timbul masalah baru. Kesehatan: Joging lari pagi sangatlah baik untuk menjaga kondisi badan Anda, selain badan terasa lebih fit, pikiran juga akan lebih terasa segar. Keuangan: Walaupun masih sulit untuk mendapat keuntungan besar akan tetapi Anda sudah bisa lebih tenang lagi karena income terus mengalir. Cinta: Jalinlah komunikasi dua arah yang baik, agar hubungan tetaplah lancar dan jauh dari kesalahpahaman. Leo Peruntungan: Anda tak boleh berlaku santai dalam melihat suasana yang sekilas memang nampak tenang, karena di balik ketenangan itu bahaya benar-benar mengancam Anda, sehingga jika ada tawaran yang sekiranya menguntungkan sebaiknya benar-benar diwaspadai jangan asal diterima. Karier: Ingatlah persoalan besar bisa muncul di minggu ini berawal dari persoalan kecil yang tak disangka sebelumnya. Kesehatan: Terlalu banyak makan makanan pedas akan membikin sakit perut, untuk itu cabai sebaiknya dikurangi. Keuangan: Pemborosan masih menerpa Anda di minggu ini. Cinta: Cekcok mulut masih menghiasai suasana asmara Anda berdua. Virgo Peruntungan: Suasana tenang dan jauh dari permasalahan benar-benar bisa Anda rasakan di minggu ini. Segala rencana tampak lancar dan tidak mengalami hambatan, sehingga di minggu ini segalanya tampak menyenangkan. Karier: Ajakan teman untuk melaksanakan rencana baru sebaiknya benar-benar bisa ditindaklanjuti, jangan takut untuk mengalami kekecewaan. Kesehatan: Tetap sehat dan terjaga, dan hampir tidak ada problem mengenai kondisi badan Anda. Keuangan: Pemasukan tetap stabil, dan pengeluaran juga tetap bisa dijaga. Cinta: Hari-hari yang Anda lalui bersamanya selalu diliputi oleh kehangatan dan kemesraan. Libra Peruntungan: Tetaplah optimis dalam menghadapi berbagai rintangan yang tiba-tiba datang menghadang, hadapi dengan tenang dan semangat, sehingga bisa cepat teratasi. Karier: Usulan dari luar sebaiknya jangan cepat diterima mentah-mentah begitu saja, ulas dan pertimbangkan dulu sebelum memulai langkah yang baru. Kesehatan: Emosi yang labil di minggu ini benar-benar akan mengganggu kestabilan kesehatan rohani Anda. Keuangan: Masih terus meningkat, hanya terkadang keuangan kacau akibat ulah Anda sendiri. Cinta: Sikap positive thinking akan membikin suasana asmara Anda menjadi lebih tenang dan jauh dari kecurigaan. Scorpio Peruntungan: Di minggu ini Anda tak perlu cemas, karena segala rencana masih lumayan lancar. Hanya kerja sama dengan pihak luar, sebaiknya benar-benar dipikir secara mendalam, jangan hanya berlandaskan faktor perasaan saja. Karier: Saat ini cukup baik bila ingin melaksanakan terobosan-terobosan penting, karena peruntungan masih lumayan mujur. Kesehatan: Tidak ada yang patut dicemaskan karena segalanya berjalan dengan memuaskan. Keuangan: Cukup menjanjikan dan menguntungkan. Sehingga kalaupun ingin spekulasi ada harapan besar untuk menuai kesuksesan. Cinta: Masalah masih seputar itu-itu saja, di mana Anda masih mempersoalkan perkara kecil yang seharusnya tidak dimasukkan hati. Sagitarius Peruntungan: Akhir-akhir ini terasa menjenuhkan, apalagi pekerjaan tampak semakin menumpuk, dan kelelahan baik itu jasmani dan rohani semakin membikin Anda terpuruk. Karier: Jika ingin tetap sukses maka Anda harus menghilangkan jauh-jauh perasaan malas itu. Kesehatan: Istirahat terasa kurang, dan pikiran terasa lelah. Begitulah kondisi kesehatan Anda, di mana waktu luang yang tersedia harus benar-benar dimanfaatkan untuk menjawab semua itu. Keuangan: Jangan sembrono membeli sesuatu yang tidak Anda yakini, apalagi dikondisi yang serba tidak menentu ini. Cinta: Cukup mesra walaupun terkadang selisih pendapat masih sulit untuk dicari jalan tengahnya.
Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu
Berlaku
: 20 - 26 Agustus 2017
Minggu Paing, 20 Agustus 2017
Sarasvati sebagai Dewi Sungai dan Ilmu Pengetahuan Sarasvati drsadvatyor deva-nadyor yadantaram tam deva nirmittam desam brahmavartam pracaksate (Manava Dharma Sastra II.l7) ’’Di antara sungai Sarasvati dan sungai Drsadvati, yang keduanya disebut sebagai sungai dewa, terdapatlah daerah yang diperuntukkan sebagai tempat tinggalnya para Arya, orangorang yang beradab. Tempat tinggal itu disebut dengan nama Brahmavarta.’’ MANU Maharaja dalam pustaka Manu Smrti atau Manava Dharma Sastra menyebutkan Sungai Sarasvati (dan Sungai Drsadvati) sebagai sungai Dewa (Deva Nadi). Selain sebagai fewi ilmu pengetahuan, terutama pada mantra-mantra Catur Veda, Dewi Sarasvati juga dikenal sebagai dewi sungai suci. Sedangkan daerah di antara dua Sungai Sarasvati dan Sungai Drsadvati disebut sebagai daerah Brahmavarta, dan mereka yang tinggal di daerah Brahmavarta dinamakan bangsa Arya. Menurut penjelasan kitab suci Rg Veda, Sungai Sarasvati adalah sungai suci yang sangat luas dan besar, mengalir sampai ke laut, dan sepanjang daerah yang dilalui senantiasa memberikan kesuburan serta kemakmuran. Luas dan panjangnya Sungai Sarasvati mengalir sampai ke laut ditunjukkan oleh mantra: ekacetat Sarasvati nadinam suciryati giribhya a samudrat, rayascetanti bhuvanasya bhurer ghrtam payo duduhe nahusaya (Rg Veda 7.95.2). Mantra-mantra lain dari Rg Veda yang memuat pujianpujian pada sungai-sungai (nadi stutih), pada umumnya paling banyak mengagung-agungkan Sungai Sarasvati. Mengenai keterangan yang mengatakan sumber Sungai Sarasvati adalah di Himalaya, Rg Veda tidak menyebutkannya, paling tidak, kita belum menemukan mantra-mantra yang menyebutkan seperti itu. Akan tetapi, purana-purana menyebutkan demikian (himvatpada nihsrtah). Sehubungan dengan hal ini Rg Veda sendiri hanya menyebut dengan giribhya a samudrat. Selain pendapat-pendapat di atas ada pula yang mengatakan bahwa Sarasvati juga mengalir melewati daerah Punjab, Benggala dan Assam. Di Benggala sendiri ada diyakini bahwa Sarasvati mengalir serta bergabung dengan Gangga dan Yamuna. Jika di Prayag pertemuan ketiga sungai suci itu disebut dengan Triveni atau Yuktaveni,
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa maka di Benggala ada Muktaveni dan lebih dikenal dengan sebutan Dakshinaprayag. Das Gupta menyebutkan Sungai Sarasvati mengalir di daerah Harappa dan Mohenjo Daro. Bahkan daerah itu adalah daerah yang berada di mulut Sungai Sarasvati. Das Gupta juga menyebutkan daerah-daerah yang dilalui oleh Sungai Suci Sarasvati sangat subur dan biasanya terdapat kota-kota dan benteng-benteng (Many ports and cities were established on the river. Satagram and Bator were two famous trade centres on the Sarasvati and… Das Gupta l978. l2). Pada akhirnya kita akan menjumpai bahwa Sungai Sarasvati sekarang tidak kelihatan sepenuhnya. Muncul di satu tempat, setelah beberapa kilometer menghilang ke dalam tanah kemudian muncul lagi di daerah lain, dan setelah beberapa jauh menghilang lagi. Orang-orang bisa menyaksikan sendiri sumber Sungai Sarasvati yang mengalir deras di hulu atau sumbernya tiba-tiba saja menghilang masuk ke dalam tanah. Suatu hal yang sangat amat mustahil akan tetapi nyata ada terjadi dan bisa disaksikan langsung oleh mereka yang beruntung dapat nangkil atau berkunjung pada sumber Sungai Sarasvati. Kitab Jaiminiya Brahmana dan Tandya Brahmana menyebutkan Sungai Sarasvati muncul di satu tempat dan kemudian menghilang di tempat lain, muncul lagi di satu tempat dan kemudian kembali menghilang. Jarak dari sumber muncul dan kemudian menghilangnya (Plaksa Prasravana dan Vinasana) sampai mencapai ribuan kilometer. Terdapat pula cerita di dalam kitab Vamana Purana yang menyebutkan Sarasvati muncul dari pohon Pippala (di Bali Pippala dikenal sebagai pohon Ancak). Purana lain, yaitu Skanda Purana menyebutkan Sarasvati bersumber dari Kamandalu (kendi air suci) Dewa Brahma, lalu mengalir dari Plaksa di Himalaya, lanjut menuju ke arah barat di daerah Kedara dan akhirnya menghilang ke dalam tanah. Pada pertemuan tiga sungai suci di Prayag sendiri kita tidak melihat Sungai Sarasvati sekarang. Disebutkan bahwa Sarasvati sekarang mengalir di bawah tanah dan akhirnya
bertemu dengan Gangga dan Yamuna di Triveni. Dari sana, menurut Mahabharata, Sungai Sarasvati akhirnya mengalir menuju ke laut. Hemacandräcärya menempatkan Sarasvati dalam sinonim dengan 27 sungai, seperti Nadi, Hiranyavarna, Rodhovakara, Tarangini, Sindhu, Saivalivi, Vaha, Hradini, Srotasvini, Nimnaga, Srota, Nisjharini, Sarit, Tatini, Kulankasi, Vahini, Karsu, Dvipavati, Samudradayita, Dhuni, Aravanti, Sarasvati, Parvataja, Apaga, Jaladhiga, Kulya, dan Jambalini. Banyak aliran sungai zaman dahulu kini berpindah dari daerah aliran semula. Di Vrindawan juga dapat dilihat Sungai Yamuna telah berpindah beberapa jauh dari tempat semula mengalir. Mangku Made Aryana (sekarang sudah malinggih menjadi Nak Lingsir) dan Mangku Alit beserta beberapa kawan dari Bali yang sempat saya antar ber-tirthayatra ke daerah itu pada sekitar tahun 1990-an dapat melihat langsung bekas tempat yang dialiri oleh Sungai Yamuna dahulu dan tempat Yamuna mengalir sekarang. Demikian juga para tirthayatri yang datang dari berbagai daerah di Indonesia ke India, khususnya yang bertirthayatra mengikuti program tirthayatra yang saya prakarsai, yaitu program tirthayatra selama seminggu atau sepuluh hari di India dan sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu. Semua dapat menyaksikan bekas aliran Sungai Yamuna yang kini tempatnya lumayan jauh dari Yamuna mengalir sekarang. Purana-purana mengajarkan kesucian sungai-sungai suci, keutamaan mandi dan minum air suci serta keuntungan-keuntungan spiritual yang dapat diperoleh dengan cara mandi pada hari-hari atau saat-saat yang dianggap suci dan penuh karunia sesuai dengan perhitungan perbintangan. Beberapa di antaranya adalah pada hari Purnama dan Amavasya atau Tilem, hari Vaishak, saat gerhana bulan dan matahari, bulan Kartika, bulan Magha (Purnima) di sekitar bulan Januari, dan lain-lain. Pada umumnya berdasarkan pada alasan etimologi para penafsir memastikan bahwa Sarasvati adalah sungai atau dewi sungai. Kata Sarasvati berasal dari kata sr berarti bergerak, dan saras berarti air yang mengalir, dan juga berarti danau. Walaupun Catur Veda secara tidak begitu jelas menyinggung pula Sarasvati sebagai dewi kecerdasan, kebijaksanaan atau dewi ilmu pengetahuan, namun secara umum Catur Veda menjelaskan Sarasvati sebagai sungai, air surgawi dan dewi
sungai sesuai dengan arti kata Saras, yaitu air yang mengalir. Sebagai Nadi-devi (Dewi Sungai Suci) dan SarasvatiDevi (Dewi Ilmu Pengetahuan), maka Dewi Sarasvati memberikan jaminan pasti untuk mengantarkan mereka yang ‘’mengalir’’ bersama-Nya. Kata Sarasvati sendiri yang berasal dari bahasa Sanskerta saras (yang mengalir) dan vati (bentuk feminism berarti memiliki) mempunyai ciri mengalir terusmenerus memastikan karunia Dewi Sarasvati tersebut. Sungai selalu mengalir tanpa henti dan tanpa terputus. Pengetahuan juga selalu mengalir tanpa henti dan tanpa terputus. Ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang mengalir bagaikan aliran air yang tiada putus dan tidak akan pernah berhenti karena ia mempunyai tujuan, ada muaranya, yaitu samudera. Ia akan membawa semua dan segala yang ikut mengalir bersamanya ke muaranya, yaitu lautan maha luas. Demikian pula halnya dengan ilmu pengetahuan yang mengalir terus akan membawa serta apa saja dan siapa saja yang membiarkan dirinya ‘’mengalir’’ bersama vidya dan jñana atau ilmu pengetahuan suci untuk dibawa pada tujuan hidup manusia, yaitu pembebasan atau moksa. Ilmu pengetahuan suci akan membawa setiap orang yang berlindung pada vidya dan jñana untuk memasuki luasnya samudera keabadian selanjutnya bersama dengan Sang Hyang Embang, Tuhan Yang Maha Esa. ‘’Nahi jñanena sadrsam pavitram iha vidyate’’ – di dunia ini tidak ada daya kekuatan yang melebihi daripada ilmu pengetahuan suci jñana. Dalam tradisi Hindu Dharma, demi mendapatkan pengetahuan suci jñana yang lebih tinggi terdapat praktik mengucapkan mantra Sarasvati. Om aim mahasarasvatyai namah Mantra ini diucapkan sebanyak 108 kali, lalu tutup dengan mantra di bawah sebanyak 10 kali. Om aim vagdevyai vidmahe kamarajaya dhimahi tanno devi pracodayat ‘’Om, hamba bermeditasi pada Dewi Ucapan. Wahai Penguasa segala keinginan, mohon karuniai hamba dengan kecerdasan yang lebih tinggi, dan semoga Dewi Sarasvati menerangi pikiran hamba.’’ Mempraktikkan mantra di atas dengan hati yang bersih suci dan tulus dalam kesadaran bakti akan menjamin keberhasilan mantra, demi pencapaian tujuan hidup sejahtera secara material (jagat hita) dan pencapaian kedamaian abadi setelah meninggal (moksa artham).
MIMBAR AGAMA
’’Bullying’’ Tergolong ’’Himsakarma’’ Redaktur Khusus MIMBAR
HINDU I Gusti Ketut Widana IBARAT pisau, kekerasan sejatinya sudah mulai diasah sejak dini. Semakin lama bertambah tajam dan kian meruncing. Bentuknya antara lain berupa apa yang belakangan santer didengar sebagai perilaku ‘’perundungan’’ alias bullying. Jika dirunut, tandatanda terjadinya aksi bullying sebenarnya telah menampakkan wujudnya sejak awal anak memasuki dunia pendidikan, seperti PAUD/TK. Di lembaga pendidikan anak usia dini ini, sudah terbiasa terdengar tangisan anak-anak, ketika mereka pada awalnya terlibat permainan atau candaan (di Bali dikenal dengan istilah canda-canda cicing), lalu satu sama lain saling mengganggu, kemudian memancing pertengkaran, dan berlanjut pada perkelahian. Celakanya, oleh kebanyakan orang, kejadian itu dikatakan lumrah, biasa saja, dan dianggap sebagai bagian kelaziman ‘’kenakalan’’ anak-anak. Persoalannya, ketika memasuki jenjang SD, perkelahian dengan berbagai aksi kekerasan yang semula dianggap kelaziman justru kian berkecambah menjadi kezaliman. Bentukbentuk kenakalan anak tidak pernah terputus bahkan terus meremaja pada level SMP dan kian menunjukkan eksistensinya di tingkat SMA. Bahkan, tatkala memasuki dunia perguruan tinggi yang secara psikologis dianggap matang tingkat kedewasaannya, ternyata perilaku kekerasan (violence) seperti aksi bullying tidak serta
merta terhenti. Setidaknya, kasus bullying terakhir yang dilakukan oknum mahasiswa perguruan tinggi swasta di Jakarta dengan korban mahasiswa berkebutuhan khusus, telah menunjukkan buktinya. Dalam pandangan Kathleen Stassen Berger, perilaku kekerasan model bulyying itu disebut sebagai sikap antisosial, yaitu sikap dan perilaku yang tidak mempertimbangkan penilaian dan keberadaan orang lain ataupun masyarakat secara umum di sekitarnya. Berdasarkan sifatnya, tindakan antisosial dapat dibedakan menjadi dua: 1) tindakan antisosial yang dilakukan secara sengaja atau sadar dengan tidak mempertimbangkan penilaian orang lain terhadap tindakannya tersebut, misalnya vandalisme, aksi corat-coret tembok atau rambu, termasuk bullying; 2) tindakan antisosial karena ketidakpedulian pelaku terhadap keberadaan masyarakat di sekitarnya, seperti membuang sampah sembarangan, trek-trekan di jalan raya, pesta miras, geng motor, premanisme, aksi begal, dan sejenisnya. Secara faktual, perilaku bullying sebagai tindakan antisosial merupakan bentuk pelanggaran terhadap norma, baik norma kesopanan, kesusilaan, hukum dan tentunya norma agama. Dalam norma agama Hindu, perilaku bullying dapat digolongkan sebagai himsakarma, perbuatan yang bertujuan menyakiti, tidak hanya secara fisik tetapi hingga dirasakan secara psikis. Bentuk aksi bullying, bisa dilakukan secara verbal seperti ucapan, ujaran bernada penghinaan, celaan, umpatan, makian, dan sejenisnya. Bisa juga menyasar objek fisik, mulai dari colekan, dorongan, jeweran, jambakan, tamparan, pukulan, bantingan, yang berakibat cedera (ringanberat), bahkan tidak jarang
berakhir dengan kematian. Dalam praktiknya, aksi bullying, baik dalam bentuk verbal maupun fisik akan selalu berimbas dan membekas secara psikologis pada diri korban, seperti sakit hati, mengalami depresi, bisa juga mengurung diri, bahkan dalam beberapa kasus berujung pada tindakan bunuh diri. Luar biasa ternyata efek aksi bullying dengan segala bentuk tindakan kekerasannya. Permasalahannya, darimana sebenarnya akar perilaku bullying? Menurut Idianto Muin (2006) setidaknya ada dua faktor penyebab: 1) faktor pribadi pelaku seperti kelainan psikis (psikopat, psikoneurosis, frustrasi kronis, dan sebagainya); dan 2) faktor sosial, bisa berakar dari konflik rumah tangga (broken home), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), atau unsur-unsur dalam keluarga, satu sama lain sudah tidak berada pada kondisi harmonis. Ditambah faktor lingkungan, terutama dalam bentuk model pergaulan kekinian yang cenderung dipengaruhi bahkan dikendalikan konten-konten medsos, yang statusnya kini bertransformasi menjadi ‘’MedSos’’. Media informasi dan komunikasi yang telah memberi sinyal berbahaya sehingga bersifat darurat untuk segera disikapi dengan arif bijaksana. Tak salah jika kemudian pemerintah mengambil langkah cepat memblokir konten-konten medsos, terutama yang bermuatan sekaligus menebar paham kekerasan yang disadari ataupun tidak turut menjadi penyemai suburnya bibit aksi bullying. Sekaligus menjadi pintu masuk hancurnya karakteristik anak bangsa, yang selanjutnya dapat mengancam keutuhan dan keselamatan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia. Mencermati hal itu, diperlukan kepedulian semua pihak, terutama elemen Tri Pusat
Pendidikan, mulai dari masyarakat, sekolah dan pemerintah. Dari elemen masyarakat, misalnya, dalam hal ini pihak keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama, wajib memberi perhatian ekstra terhadap putra-putrinya. Tidak bisa lagi hanya bersikap permisif dengan menyerahkan pendidikan anak pada sekolah saja. Para orangtua harus mulai proaktif, terutama dalam urusan pengawasan melekat terhadap apa, dengan siapa, di mana dan bagaimana model pergaulan anak-anaknya. Sedikit lengah, anak-anak akan menjadi troublemaker, banyak tingkah, membuat ulah dan bisa mendatangkan banyak masalah. Begitupun pihak sekolah, tempat di mana anak-anak peserta didik mengikuti proses pembelajaran, dan pendidikan. Selama sekitar delapan jam bahkan lebih, anak didik berada di lembaga pendidikan formal ini, mewajibkan seluruh komponen sekolah, khususnya para guru memberikan perhatian lebih. Sebab, seperti sering terjadi, justru di lingkungan sekolah ataupun perguruan tinggi, bibit-bibit kekerasan seperti bullying terkondisikan secara masif. Aksi bullying, sebagai perilaku antisosial yang tergolong himsakarma ini tanpa disadari justru dibidani anak-anak didik yang notabene kaum terpelajar/intelektual. Berawal dari perbuatan nakal, berkembang menjadi perilaku antisosial, yang jika dibiarkan tumbuh berkembang bisa terjerumus ke dalam tindakan kriminal, bahkan menjadi gerbang masuknya paham radikal. Kalau sudah sampai sejauh itu, hanya akan ada rasa sesal, sebab taruhannya adalah masa depan anak didik, sebagai pewaris dan penerus tongkat estafet pembangunan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
Redité Paing, 20 Agustus 2017
Bali L e m b a r
B a s a
7
B a l i
Bencingah Jero Mangku Pasek
Niyasa Bhatara Brahma, Wisnu, miwah Iswara
KAHANAN wangunan pura sané dumun matiosan sareng mangkin. Minakadi lakar sané kawigunayang, mangkin magentos nganutin trend anyar. Parindikan inucap kabaosang Jero Mangku Pasek, Mangku Dalang sané nelebin makudangkudang sastra lontar. Dumun, ri kala ngwangun pura pastika ngawigunayang pepadonan bata barak, batu bulitan miwah paras putih, nanging mangkin akéhang ngawigunayang batu selem utawi batu lahar. “Kagentosin antuk batu selem sangkaning umat marasa takut yéning wangunan merajan wiadin pura gelis rusak,” baos dané. Manawita kramané uning ring tetuek sajeroning lakar wewangunan sané kabaosang tetiga i wawu, sinah kramané majanten nénten mapikayunan jagi ngentosin lakar punika antuk lakar batu lahar. Manut sakadi sané munggah ring sastra agama, “…Ida Bhatara Brahma masiluman dados bata bang, Ida Bhatara Wisnu dados batu bulitan, Ida Bhatara Iswara dados paras…”. Punika satmaka nugesang yéning bata barak wantah niyasa Ida Bhatara Brahma, batu bulitan niyasa Ida Bhatara Wisnu, paras putih niyasa Ida Bhatara Iswara. Yéning sampun madaging antuk lakar punika sinah wewangunan inucap sampun satmaka madaging antuk bayu, sabda, idep utawi api, toya miwah angin. “Sakadi punika kawikanan para panglingsir tatkala ngwangun pura. Antuk makudang-kudang tetuek, kauningayang “vibrasi spiritual” ring pura utawi merajan sané ngawigunayang lakar sakadi tetuek kuna punika doh bandingang sané akéh sakadi mangkin,” asapunika baos Jero Mangku sané meneng ring Jln. Pekandelan, Br. Dukuh Sari, Kerobokan, Kuta, Badung nguningayang. (was)
I Ketut Sandika
Ngamecikang Raga KAWENTENAN palinggih minakadi merajan wiadin pura ring wewidangan banjar utawi désa wantah mabuat pisan. I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd., budayawan taler penulis makudang-kudang buku budaya Bali puniki maosang, pura madué makudang-kudang kawigunan, minakadi nyinahang sapunapi kahanan Hindu sané kamargiang olih krama Bali, kaping kalih dados jalaran nincapang kahanan spiritualitas, kaping tiga dados genah nuut pamargi spiritual taler genah masadhana. Pura punika boya wantah genah ngamargiang parikrama yadnya kémanten, nanging taler genah nincapang kahanan raga mangda sayan becik. “Sangkaning punika, pura wantah genah kramané nangkil tur ngaturang bhakti mangda raga taler parikramannyané prasida sayan becik. Sakéwanten mawali malih ring rasa bhakti taler lascarya soang-soang krama,” baos Sandika. Dosén ring IKIP PGRI Bali punika malih maosang, ring daging ajah-ajahan Tantra kabaosang, krama sané jagi nangkil tur ngaturang pangubhakti ring pura patut pisan uleng pikayunannyané nyinggihang Sakti utawi kasidhian Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Mawinan patut kadasarin antuk rasa bhakti miwah lascarya, tan ngaptiang parindikan siosan. Sakéwanten ngaturang sembah pangubhakti antuk pangapti punika sujatiné nénten iwang yéning sané kaaptiang boya kahanan matérialistis. Minakadi nunas mangda kapaicayang pangalang manah utawi nunas mangda Ida mapaica karahayuan ring jagat taler sadagingipun. “Duaning kocap mangkin akéh pisan dasar utawi tetujon kramané nangkil ka pura. Nénten wantah nyinggihang Ida Sang Hyang WIdhi Wasa kémanten. Minakadi sangkaning meled nunas taksu, nunas tamba, meled dados jadma sakti miwah sané siosan,” lanang sané embas ring Nyalian, 11 Februari 1988 puniki ngumpamiang. (was)
(90)
Pura, Genah Nincapang ”Spiritualitas” PINAKA genah sané kasengguh “Pulau Dewata”, Pulo Bali madaging sakatah parikrama agama minakadi upacara Panca Yadnya sané majanten kamargiang sajeroning kahuripan krama Hindu. Antuk punika, akéh taler kapanggihin genah suci pinaka genah ngamargiang upacara inucap. Mawinan Bali polih jejuluk “Pulau Seribu Pura”. Ngeninin indik pura, wénten sané kasungsung olih jagat utawi krama saking sajebag Bali, wénten kasungsung olih krama banjaran utawi désa adat soang-soang, miwah wénten sané wantah kasungsung olih pasametonan utawi kulawarga. Kawéntenan pura inucap taler nyinahang kalewihan seni budaya Bali sané sampun kasub saking nguni. Sangkaning punika, pura patut kasuciang kawéntenannyané pamekas olih krama pangempon sané magama Hindu. I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd., budayawan sané sampun ketah nyurat buku-buku kebudayaan Bali maosang,
kruna “pura” minab kaiusang saking kahanan para prabu sané madeg agung ring Jawi. Duaning ring sastra Negarakertagama Majapahit, kruna “pura” mateges puri utawi keraton sajeroning panegara Majapahit. Ring kahanan Bali kuna, genah suci sané kawigunayang ngamargiang parikrama magama utawi genah nyinggihang Ida Sang Hyang Widhi Wasa kawastanin antuk Ulan. Sakadi sané munggah ring prasasti Kehen ; “…hyang api ing ulan…”. Kasuén-suén ulan inucap magentos arannyané dados pura utawi genah suci ngamargiang parikrama agama Hindu. Dané malih maosang, manut parikrama Hindu ring India, kruna pura mawit saking wit kruna pur sané mateges “benteng” utawi “tembok tegeh”. Sakéwanten, genah ngamargiang parikrama agama ring India kawastanin Mandir. “Yadiastun mabinayan teges kruna pura ring Bali miwah India, nanging pateh nugesang indik “perbentengan spiritual” utawi prasida nincapang tur
ngukuhang kahanan spiritual ring padéwékan soang-soang krama. Mawinan pura ring Bali boya ja dados genah nyinggihang Ida Sang Hyang Widhi Wasa taler para dewata utawi dados genah maparikrama yadnya kémanten, nanging taler ngukuhang utawi nyengker kahanan spiritual ring padéwékan soang-soang,” baos Sandika. Dané malih maosang, sajeroning pura utamanipun ring kahyangan tiga, sad kahyangan, dang kahyangan, pura pangidering bhuwana miwah pura sané dumun kasimpangin olih para Wiku Suci majanten madaging antuk méru. Ring sastra Siwagama kabaosang, méru kawigunayang nyinggihang atma suci, guru, Dang Acarya pinaka Siwa Sekala utawi Sang Adiguru Loka sané sampun mapaica kaweruhan ring jagat. Sios punika, méru kawangun pinaka jalaran krama mautsaha mangda sekala-niskala prasida setata becik madabdaban. Jero Mangku Pasek, Jero Dalang sané taler nelebang
makudang-kudang sastra lontar puniki maosang, méru pinaka cihna singgih bhakti, pangayatan majeng ring Ida Bhatara-Bhatari sané malinggih ring sekancan gunung minakadi Gunung Agung, Batur utawi Gunung Lempuyang. Ngeninin indik tumpangnyané dané maosang, ring pura sad kahyangan akéhan matumpang lima, pitu, miwah sia. Yéning ring pura kahyangan jagat, prasida kantos matumpang solas sané akéh tumpang miwah agengnyané majanten sampun kadabdabang ring Raja Purana indik parikrama ngwangun pura inucap. Malih dané maosang, wewidangan pura inucap patut kapah dados tiga sané kawastanin antuk Tri Mandala utawi nista-madya-utama mandala. Yéning nista mandala, lebuh pura taler genah makarya olah-olahan rumasuk genah nampah ulam sané jagi kawigunayang ring pura. Wus punika, madya mandala utawi jaba pura wantah wewidangan sané kawigunayang dados genah paruman. Yéning
MERU – Sajeroning pura minakadi pura Kahyangan Tiga rauh ring Kahyangan Jagat, majanten kapanggih wewangunan méru ring wewidangan Utama Mandala. Sios pinaka panyiwian Ida Sang Hyang Widhi Wasa, taler pinaka pangayatan Ida Bhatara sané malingga ring gunung.
utama mandala wantah genah ngamargiang upacara yadnya utawi ngamargiang pamuspan. Nanging akéh taler kapanggihin pura sané magenah ring sisin margi tur nénten madaging antuk tembok panyengker satmaka nénten kapah dados tri mandala. Dané maosang, sujatiné parindikan punika wantah sampun kamargiang Tri Mandalannyané, inggih punika genah margi sané lanyah duaning ketah kaentasin krama ngranjing dados nista mandala, wus punika wewidangan pura inucap wantah madya mandala tur genah palinggihnyané magenah wantah pinaka utama mandala. “Ketah taler kapanggihin ring madya mandala madaging antuk palinggih utawi genah pamuspan, dadosné madya mandala inucap malih kapah dados tetiga. Inggih punika genah palinggih inucap dados utamaning madya mandala, genah siosan dados madyaning madya mandala tur genah paruman dados nistaning madya mandala,” baos Jero Mangku Pasek. (was)
Togog Dwarapala
Pinaka Sang Dorakala miwah Sang Mahakala SAKADI sané sampun kawedar i wawu, pura wantah genah sané mautama sajeroning kaHuripan krama pinaka genah ngamargiang makudangkudang parikrama magama Hindu. Sangkaning punika, pura inucap wantah patut pisan setata kasuciang antuk parikrama miwah pararem sané sampun kacumpuang tur kamargiang sajeroning wewidangan adat pangemponnyané. Ring genah punika majanten kapanggihin makudangkudang wewangunan minakadi palinggih-palinggih, gedong miwah méru sané dados cihna saking pura inucap. Nanging sané taler ketah kapanggih in wantah kawéntenan togog sané wénten ring kiwa miwah tengen pamedal pura. Jero Mangku Pasek maosang, sané ketah kagenahang ring ajeng pura punika wantah togog sané wangunipun sakadi Bhuta Kala. Togog punika kawastanin antuk Togog Sang Dwarapala sané yéning kaselehin ring makudang-kudang
sastra agama Hindu wantah mapeséngan Sang Dorakala miwah Sang Mahakala. Ngeninin indik wangunipun sané satmaka nyejehin punika sujatiné wantah niyasa kasidhian galah utawi sané kawastanin antuk kala. Tetuekipun yéning kala inucap nénten becik kawigunayang majanten ngawinang jadmané kaon tur galah inucap manados Bhuta Kala Bhucari. Sakéwanten jagi becik pikolihipun yéning galah inucap sampun becik kawigunayang utawi sané kawastanin antuk Bhuta Kala Hita. Punika matetuek ring krama utamanipun para yowana mangda becik-becik nabdabang utawi ngawigunayang galah sané kadruénang. “Duaning yéning nénten, sinah iraga dados jadma sané uyun, bendu tur setata krodha sakadi raksasa miwah kaon satmaka jadma sané sampun wusan kagebug antuk gada sané ageng,” baos dané. Malih dané maosang, Dwarapala punika majanten kapang-
gihin sadurung ngranjing ring wewidangan pura. Nanging wénten taler sané nénten madaging antuk togog Bhuta Kala utawi Dwarapala sakadi punika sané minabang wantah sangkaning tetueknyané nénten kauningin. Sakéwanten yéning sampun saking ngawit kauningin olih pangemponnyané, majanten togog sané kawangun punika wantah togog Bhuta Kala. Malih dané maosang, nénten akidik ring arep pamedalan pura ring kiwa kalawan tengen madaging antuk togog Ganesha utawi togog sané siosan. Yadiastun asapunika, dané nyantenang yéning makekalih togog inucap wantah niyasa saking Sang Dorakala miwah Sang Mahakala yadiastun wangunnyané mabinayan utawi nénten marupa kala. Masiosan sareng sané kabaosang I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd. Dané maosang, togog Bhuta Kala sané magenah ring arep pamedal pura matetuek sajeroning wewidangan pura, sekancan solah karaksasan
NGURAH Jelada ka kamarné ngenahang ranselné, raris ngambil raporné édénganga ring ajinné. Titipan saking Nyoman Padmininé gagaha ring Ayu Jeladi madaging sanganan, kamben batik tulis lan kain baju apotong, saha baosné, “Oh niki kocap kanggén Ibu.” “Bééh, Aji angayu bagia, Cening maan ranking satu, lan adiné maan ranking dua. Dumadak selanturné Cening nyidayang lulus lakar angsehang Aji méanin ka universitas.” “Mbok Méga nélpon koné raganné ranking duanné. Padalem Mbok Citra jeblok sesukat Ajinné tersangka ngawinang Tuaji ka baak, jadin ten mabukti,” baosné Ayu Jeladi. Ngurah Jelada gumanti mucukang maturan milehan ka Pura Besakih, ngempahang kangen saha angayu bagia sami polih ranking sareng Arniek. Madé Sudiari sareng Madé Budiana sayan sakit ati tan sida malasang sang kalih. Nanging saking marasa senasib raris metu manahné sané boya-boya
mapi malajah nanging ngrumpi saling inepin kadi anak mamitra. Saking belinné sané makarya ring kapal pesiar, Ipun sering taler polih sabu-sabu, hasis anggén pésta narkoba. Aminggu ring jeronné Ngurah Jelada mapamit mangda polih nganggén sisan liburné ring Bangli santukan Luh Méga sampun kruang-kruing ngebél, SMS jumahné sepi. Minggu semeng Luh Suwarni nélpon sampun ngantos jumahné jaga ka Denpasar. Mawinan Ibunné amung ngicén sangu jinah nénten nitipang gapgapan siosan. “Tuaji, Ibu, Gék Jeladi tiang pamit sambilang malali ka Denpasar sareng Arniek.” “Naah melah-melah di jalan. Ingetang ngorang kén Bapané jumah pada seger lan pipis pamelin sampiné lakar kirimang Aji buin duang minggu anggon setoran motoré buin Rp. 5,- juta.” Ajinné ngusuh-usuhin okanné kasih-asih. Rainné ngedumel “Ah tiang déréng med, kari kangen Beli Wah sagét luas.” Ibunné amung bengong nyin-
gakin okanné mamargi. Sesampuné mapagin Arniek saha mapamit ring mamakné, Ngurah Jelada mamargi makembaran alon-alon beneng kelod. Rauh ring Bukit Jambul panggihina Madé Sudiari madandan tangan sareng Budiana jaga tedun ka Kopi Shop. Arniek iseng nglakson tit… tit… tit…. Budiana matolihan. “Hé céwék ganjen, bani-bani nyrémpét. Nyak nraktir kopi apa?” “Ooh nungkalik? Sing nyen binjul Dé sedeng kantongé tebel patuté nraktir iraga?” “Wah yén kayun, ento ané mula kaalih. Mungpung pada ngajak pasangan, dadi masih kapah-kapah tukar kunci kan? Mungpung di Kopi Shop sepi lan dingin kali janiné.” “Apa Cang sedeng tongpés. Kanggoang ngopi jumah matimpal séla matambus. Yén jani milu ngopi dini takut ngulgul anak in the hoy ngalih anget,” Ngurah Jelada nyelag. “Yén nagih tukar kunci duh padalem kadung tekek bakat gemel, sing kéto Niek?” imbuhné.
DWARAPALA – Pinaka sinalih tunggil cihna ring wewidangan pura, majanten kapanggih kekalih Togog Dwarapala ring ajeng pamedal pura. Akéhan marupa kala sané satmaka micayang makudang-kudang tetuek ring krama sané jagi ngranjing ka pura. miwah kakalaan sajeroning angga mangda kakeret utawi kakasorang dumun. Asapunika taler sekancan krodha saking telenging manah wiadin ati mangda kaicalang tatkala jagi ngranjing ka pura utawi jagi nangkil ring Ida BhataraBhatari ri kala pacang ngaturang sembah pangubhakti. “Prerai krodha saking togog
inucap wantah niyasa tur ngicén pawarah-warah ring krama mangda nénten takut utawi jejeh sajabaning wantah lascarya tatkala nangkil ring ajeng Ida Sang Hyang Widhi antuk prabawa Ida dados Dewata-Dewati miwah Bhatara-Bhatari sané malinggih tur kasungsung ring pura inucap,” Sandika nguningayang. (was)
“Sajan pragatang ja suba ajak dadua ditu. Cang sing milu-milu. Tingalin ja Sudiari suba putih bibihné kadinginan,” pasaurné Arniek nyetarter motorné ngambis gélanné alon. “Daag daag... amun sing telah baan makpak eda kutanga ampasné. Dadi anggon pupuk organik, jani jaman agrobisnis.” Ngurah Jelada kenyem ngebér motorné nedunang. “Aaah bangsat paling banter baniné kéto, sing hot, anget cara iraga sayaang,” raosné Budiana ngelut Sudiari tuun macelep ka Kopi Shopé ngintip Ngurah Jelada-Arniek saling pépét cliak-cliuk di jalané makélokkélok nagel siku di Bukit Jambul tongosné ngambul. “Bud, apa cang kuang séksi? Magenep carané nglemesin Tungurah sing kagugu. Dugasé nu SD iraga mula pada demen, bareng maplalian, malajah, mandus pada malalung, mepes madiman mengkeb-engkeban, ooh dadi jani mara truna bajang makejang masalin?” “Nah, eda ento sangetanga.
Iraga masih kéto. Ento madan cinta monyét mara marasa nawang madan luh lan muani. Iseng makejang bakat palali, cobain, mabet kelih bakat tolih. Nanging ngawit SMP sujatinné nafsuné suba nasak dipunya kadanin masa puber, makejang bakat uber, sing nawang uger. Yén demen padidi kéné dadinné,” Budiana alon makeengan. “Terus yén jani iraga ngambul mai apa adanné? Apa nasib iragané pada sial dadi pacundang? Cang sing nyak ngubuhin sedih, sementara ia maleganlegan,” baosné Madé Sudiari sendu. Madé Budiana meluk Madé Sudiari sané ngepes toyan panonné kasih-asih. “Mirib saja Dék. Ané madan jodoh patemuné sing setata uli cinta pada pandangan pertama. Ada ulian utang budi, ulian pagaén tua, ulian hobby patuh, ulian sesai matemu, malah ada ulian musuhan saling éjék saling cacad, lan cara iraga jani marasa patuh nasibé?” (Masambung)
Upacara
8 Bebantenan Katattwan Raina Kajeng Kliwon KAJENG Kliwon wantah raina sané paitungannyané jatuh ring Tri Wara (Kajeng) miwah Panca Wara (Kliwon). Patemon pantara Tri Wara (Kajeng) sareng Panca Wara (Kliwon) kangken pinaka raina tedunnyané para Bhuta nyelehin parajana sané nénten ngamargiang swadharma agama. Ring patemon pantara Kajeng miwah Kliwon, energi alam semesta (Bhuwana Agung) terealisasi ring Bhuwana Alit utawi angga sariran i manusa. Rainan Kajeng Kliwon sané kapakélingin nyabran limolas raina apisan sané kapah dados tigang soroh, luiré: Kajeng Kliwon Uwudan (Kajeng Kliwon wusan raina Purnama), Kajeng Kliwon Enyitan (Kajeng Kliwon wusan raina Tilem), miwah Kajeng Kliwon Pamelastali (Watugunung Runtuh, sané rauh nyabran nem bulan apisan). Mawit dumun kantos mangkin, krama Bali kantun percaya yéning ring raina Kajeng Kliwon prasida ngicalang sungkan. Tegesnyané, yéning wénten anak sané sungkan tibanan minakadi koréngan, gendongan, bisul sané nénten gelis seger. Ring raina Kajeng Kliwon, panyungkan punika prasida kakutang antuk ngaturang segehan/blabaran ring pempatan agung utawi pateluan agung, jangkep antuk banten sané kabuatang. Ketah parindikan punika kamargiang ring raina Kajeng Kliwon Pamelastali (sadurung piodalan Sang Hyang Aji Saraswati) utawi kasengguh Watugunung Runtuh. Raina Kajeng Kliwon kapakélingin pinaka raina tedunnyané para Bhuta. Ring raina punika taler para Bhuta manureksa parajanané sané nénten ngamargiang swadharma agama miwah parajana sané yukti-yukti ngamargiang dharma. Rerainan Kajeng Kliwon sané rauh sinunggil limolas raina apisan, ring raina punika parajanané ngaturang segehan mancawarna. Tetabuhannyané marupa tuak/arak berem. Ring duur gerbang (lebuh) katurang canang burat wangi miwah canang yasa. Samian punika katur majeng Ida Sang Hyang Durgha Déwi. Segehan katurang ring tigang genah sané matiosan, minakadi: kapertama ring natar sanggah/merajan utawi ring ajeng palinggih pangaruman, segehan katur majeng Sang Bhuta Bhucari. Kapaing kalih ring natar pakarangan paumahan, segehan katur ring Sang Kala Bhucari. Kaping tiga ring lebuh, segehan katur ring Sang Durgha Bhucari. Tetujon ngaturang segehan punika pinaka sinalih tunggil pamargi bhakti miwah sradha majeng ring Ida Sang Hyang Widhi sané sampun ngwaliang (nyomya) Sang Tri Bhucari. Punika matetuek ngwaliang kaseimbangan alam niskala, saking alam Bhuta nyujur alam Déwa, sajeroning sekalannyané parajanané nénten reredrered ngamargiang Tri Kaya Parisuda. Ring niskalannyané, nyomya Bhuta mangda dados Déwa. Cutetnyané, raina Kajeng Kliwon kangken olih krama Bali pinaka raina sané tenget (keramat), santukan kekuatan negatif mawit anggra sarira wiadin sané metu saking sisian angga sariran i manusia dangan pisan pacang metu tur ngulgul kahuripan i manusa. Parindikan punika sané prasida ngwetuang biyuta. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)
Redité Paing, 20 Agustus 2017
Tri Aksara
Ngemit Katreptian, Pralambang Tri Kona AKSARA modré pinaka aksara sané pinih inggil, pinih tenget kahananipun sajeroning agama Hindu. Sinalih tunggil wentuk aksaranipun marupa Tri Aksara sané kabaosang mabuat pinaka pangemit katreptian miwah pralambang Tri Kona (uttpati, stiti, miwah pralina). Sajeroning ajahan agama Hindu, Ida Sang Hyang Widhi kaniyasayang antuk aksara “Om” sané mawit saking aksara A, U, M (Tri Aksara). Pranawa AUM puniki wantah niyasa kagungan Ida Sang Hyang Widhi pinaka pangutpatti, stiti, miwah pralina (Tri Kona). Antuk punika, pranawa AUM (OM) taler pinaka niyasa Ida Bhatara Brahma, Bhatara Wisnu, miwah Bhatara Siwa (Tri Murti). “Tri Aksara luiré: Aksara Ang, Aksara Ung, miwah Aksara Mang (AUM) pinaka pranawa ‘Om’ sané setata kaucapang pinaka pangawit mantra sané ngwetuang vibrasi energi spiritual. Pinaka puja mantra,” baos I Ketut Sudarsana, pelestari Tri Aksara minakadi aksara modré. Kalanturang, vibrasi saking Tri Aksara puniki sujatiné kasengguh pinaka pahan saking Aksara Wijaksara sané kapercaya madaging parindikan sané katengetang miwah kasucian saking Ida Sang Hyang Widhi antuk prabhawanidané pinaka Tri Murti. Sudarsana ngwewehin, aksara Modré sios marupa Tri Aksara, modré taler kawangun antuk makudang-kudang aksara wreastra utawi swalalita sané wangunipun sakadi palawatan utawi “simbol” taler madué kawigunan utawi kasidhian
soang-soang. Aksara modré puniki malih kakepah dados kalih, inggih punika modré sané prasida kawacén taler modré sané nénten prasida kawacén. Sangkaning punika nénten akidik krama sané nyurat nénten uning ngwacén aksara modré inucap sajabaning wantah uning ring kawigunan utawi kasidhiannyané kémanten. Akéh aksara modré puniki taler prasida nyantos panyatusan lebih. Ngeninin indik Wijaksara, dané nlatarang wantah aksara wianjana sané polih panganggé suara ulu candra miwah ulu ricem. Wijaksara punika wantah cihna utawi niyasa saking Ida Sang Hyang Widhi Wasa miwah Ida Bhatara-Bhatari, minakadi aksara “Sa” sané polih ulu ricem manados “Sang” pinaka niyasa Ida Bhatara Iswara. Aksara “Ba” dados “Bang” inggih punika niyasa saking Ida Bhatara Brahma. Wijaksara punika taler kawigunayang sajeroning etéh-etéh parikrama upacara yadnya agama Hindu olih krama sané ngamargiang swadharma minakadi Ida Sang Sulinggih miwah Balian kanggén nguripang sekancan sarana sané jagi kawigunayang ring upacara inucap santukan aksara punika taler madué kasidhian. Akéh aksara Wijaksara punika nénten prasida kawilangin, sakéwanten sané ketah kawigunayang inggih punika sang, bang, tang, ang, ing, nang, mang, sing, wang, yang. Panca Brahma inggih punika Sang Bang Tang Ang Ing, Tri Aksara Ang Ung Mang, Rwa Binedha Ang Ah, miwah kadagingin malih Ong. (uma)
Samskrta Sandhya
Sansekerta, Basa Ibu saking Samian Basa PAKÉLING “Hari Sansekerta” (Samskrta Sandhya) rauh ring tanggal 7 Agustus 2017 nepet ring Purnima Srawana manut pawilangan bulan Saka. Antuk makudang-kudang pamineh, pakeling “Hari Sansekerta” ring Bali warsané puniki kapakélingin daweg raina Saniscara, 12 Agustus 2017 lintang magenah ring Aula Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Bali. Acara sané kamargiang olih ICCR Bali maprakanti sareng Bali Sanskrit Movement (BSM) puniki, satios karauhin olih para sulinggih sajebag Bali, para mahasiswa, karauhin taler olih Senator DPD RI, Ketua PHDI Provinsi Bali, Ketua Konsular
Jendral India, Wakil Konsular Jendral India, Ketua Bali Sanskrit Movement, miwah uleman tiosan. Sajeroning pamahbahnyané, Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. maosang, basa Sansekerta prasida ngwewehin khasanah basa Indosesia miwah basa daerah, minakadi basa Bali. Santukan sajeroning basa, majanten madaging norma, nilai-nila budaya, identitas, miwah kesaktian. “Hari Sansekerta sampunang wantah kapakélingin rainané mangkin kémanten. Sampunang wantah kawigunayang rainané mangkin kémanten, sakéwanten patut kawigunayang saraina,
BPM/uma
SANSEKERTA – Pakéling “Hari Sansekerta” sané kamargiang daweg Saniscara, (12/8) lintang karauhin para sulinggih, Senator DPD RI, Ketua PHDI Provinsi Bali, Ketua Konsular Jendral India, Wakil Konsular Jendral India, Ketua Bali Sanskrit Movement miwah uleman tiosan.
BPM/dok
TRI AKSARA - Sajeroning makarya Aksara Kaligrafi wiadin Aksara Modre, ketah pisan ngawigunayang Tri Aksara, luiré Aksara Ang, Aksara Ung, miwah Aksara Mang.
kapakélingin nyabran raina. Program-program sané wénten ring Yayasan Sansekerta puniki patut kalanturang tur katincapang malih,” baos dané. Ring galah sané pateh, Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna taler maosang, basa Sansekerta wantah pinaka basa ibu saking samian basa sané wénten ring jagaté. Kebudayaan Sansekerta wantah kebudayaan sané pinih lingsir, pinih tua ring jagat puniki. “Dumogi Yayasan Sansekerta puniki nénten wantah ngajahin teks book ring kelas, nénten wantah ngamargiang seminar sakadi puniki. Sané kamargiang patut lewih saking puniki, samian angganing patut mautsaha nglimbakang malih basa Sansekerta, samian patut bangkit, santukan Sansekerta wantah duén iraga.” Wedakarna taler ngaptiang, dumogi sayan akéh yowana miwah parajana Bali sané kayun malajahin basa Sansekerta. Mangda sayan akéh wénten sarjana sastra, sarjana Sansekerta mawinan sejarah Hindu nénten ical, nénten punah. Wedakarna taler metuéling, malajahin basa Sansekerta, ngwacén wéda, ngwacén Bhagawadgita nénten pacang ngawi krama buduh, yéning pula-pali malajah sampun becik kamargiang. Sajeroning pamargin acara sané karaménin antuk sesolahan-sesolahan Sansekerta, drama antuk basa Sansekerta, miwah gending-gending Sansekerta puniki kapuputang antuk sinunggil satua sané madaging tetuek becik olih I Made Suyasa, Ketua Bali Sanskrit Movement (BSM). Sajeroning satuannyané, Suyasa negesang yéning basa Sansekerta wantah basa ibu saking samian basa sané wénten. Mawinan punika, kahanan basa Sansekerta patut kalestariang. (uma)
Satua
Sang Hyang Narawati Kauji Bhatara Siwa Olih : Madé Taro SANG Hyang Narawati raris nyawis, “Titiang Sang Hyang Narawati, istri Bhatara Siwa.” “Wah, yéning sakadi asapunika, tiang nénten prasida ngwantu. Tiang nénten pacang ngicén susu puniki.” “Yéning Jeroné nénten ngicén titiang ngedih, pacang tumbas titiang utawi tukarang titiang antuk napi ja sané uduhang Jero.” “Ampurayang, Ratu. Ratu numbas antuk pangarga akuda ja tetep kémanten nénten pacang icén titiang. Ratu nukarang antuk barang napi ja, Ratu nénten pacang molihang susu puniki.” Pangangon lembu punika nglanturang malih pakaryané meres susu lémbu sané angonanga punika. Busan-busan dané nyledét ring anak istri listuayu punika. “Titiang wantah pacang ngicénin susu puniki antuk parindikan sané durung naen rasayang titiang,” baos pangangon lembu punika. “Napi sujatiné unteng bebaosan Jeroné, indayang tlatarang!” “Titiang wantah meled ring anggan I Ratu Bhatari.” Sang Hyang Narawati makesyab ring bebaosan pangangon lembu punika. Ida brangti tur mabaos, “Ehhh, wanén pesan Jeroné mabaos buka kéto. Titiang wantah Ida Bhatari, boya manusa sakadi Jeroné sané kabekin kama, nafsu indria.” Pangangon lembu punika meneng kémanten, acuh sahasa nénten mirengang bebaosan Ida Sang Hyang Narawati. Dané iteh kémanten meres susu, yadiastun dané ngrasayang yéning Sang Hyang Narawati mamulisah kawéntenanidané. Antuk makudang-kudang daya, Sang Narawati nglemesin pangangon lembu punika, sakéwanten precuma. Sang pangangon lembu nénten kayun ngicén susu. Istri Bhatara Siwa punika kantos kicalan daya mangda prasida nglemesin pangangon lembu. Ida mapikayunan, yéning mawali ka Siwa Loka nénten makta susu, pastika panyungkan Ida Bhatara Siwa sayan rahat. Ngruruh susu ring genah tiosan nénten pacang polih santukan ring tengahing alas punika sepi sipeng. Nénten wénten pangangon tiosan. Pamuputné Ida mabaos, “Nggih! Sakéwanten Jeroné patut nyilibang parindikan puniki. Sangkaning tresna lan kasatyan titiangé ring Bhatara Siwa, pacang margiang tiang mangda tiang polih susu.” Pangangon lembu punika raris ngicén susu majeng Sang Hyang Narawati. “Ampurayang, titiang wantah maguyonan. Ambil susu puniki, titiang las ngicén I Ratu. Nénten pisan wénten pikayunan titiangé pacang nukarang susu puniki,” baos pangangon lembu punika sinambi mamargi kasarengin lembunnyané. Makudang-kudang jahan, pangangon sareng lembu punika ical. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
Minggu paing, 20 AGUSTUS 2017
9
SPORT
Kyrgios Pulangkan Nadal
HAL 12
MU Bukan Favorit Juara
Manchester – Manajer Manchester United (MU) Jose Mourinho tak mau buru-buru menyebut skuadnya sebagai favorit juara Liga Inggris musim ini meskipun mampu menang telak 4-0 atas Swansea pada laga kedua Liga Premier Inggris. Meskipun demikian, dia mengakui bahwa dirinya saat ini memiliki skuad yang lebih baik dan bermain dengan lebih percaya diri. ‘’Saya terlalu stabil dan terlalu berpengalaman untuk kehilangan disiplin dan berpikir bahwa kemenangan 4-0 membuat kami menjadi tim impian. Kami tidak seperti itu. Kami memiliki kepercayaan diri lebih baik, lebih banyak waktu, lebih bahagia dan lebih nyaman dalam bermain,’’ ujarnya, Sabtu (19/8) kemarin. Mourinho juga menyatakan bahwa terlalu dini untuk memprediksi bahwa timnya akan memenangi Liga Inggris musim ini. Berkaca pada musim lalu, Mourinho menyatakan bahwa semua hal bisa terjadi. ‘’Musim lalu kami melewati tiga laga awal dengan meraih 9 angka, tetapi di akhir kami berada di posisi keenam klasemen,’’ katanya. Mourinho menambahkan bahwa dirinya menyukai apa yang dilakukan skuad Setan Merah pada dua laga pertama musim ini. Menurutnya, seluruh pemain MU baik yang bermain sejak awal atau pun sebagai pemain pengganti mampu menunjukan kualitas sama baiknya. ‘’Ketika saya melihat lagi dua pertandingan itu, saya menyukai banyak hal. Tantangannya adalah mengulangi performa yang sama seperti itu. Disiplin pada taktik, permainan baik dan dinamika yang baik saat menyerang,’’ lanjutnya. ‘’Tiga pemain pengganti yang masuk ke lapangan bahkan pemain yang hanya tampil lima menit seperti Jesse Lingard mampu tampil di level yang sama. Pada akhirnya saya memiliki banyak pemain bagus yang membuat saya tak kesulitan dalam memilih,’’ ujarnya. Mourinho mengindikasikan bahwa belanja Manchester United sudah selesai. Dia tak masalah jika skuadnya saat ini tak dapat tambahan pemain baru lagi. MU sudah merekrut Victor Lindelof, Romelu Lukaku, dan Nemanja Matic. Untuk mendatangkan ketiga pemain tersebut, Setan Merah sudah mengeluarkan dana mencapai 150 juta pound. Sukses mendatangkan tiga pemain tersebut, MU juga sempat disebut-sebut tertarik kepada Ivan Perisic dan Gareth Bale. Tapi upaya MU untuk mendapatkan mereka tak membuahkan hasil. Dengan bursa yang menyisakan 13 hari lagi, Mourinho tak yakin akan bisa mendapatkan tambahan satu pemain baru lagi. Jika memang tidak ada lagi pemain baru yang akan datang ke Old Trafford, Mourinho tak masalah. ‘’Saya pikir kami tidak lagi, kecuali sesuatu terjadi sehingga membuat kami turun ke bursa lagi,’’ Mourinho mengatakan. ‘’Saya mengatakan kepada Direktur Eksekutif Klub Ed Woodward kalau rencana saya adalah empat pemain, tapi saya juga bilang kepadanya agar tenang, tidak ada tekanan dari saya, lakukan apa yang Anda pikir terbaik untuk klub. Kami akan bersama-sama lagi untuk bursa transfer Januari dan musim panas berikutnya, jadi tidak ada tekanan dari saya sama sekali. Saya senang dengan skuad yang kami punya. Saya siap berjalan tanpa pemain keempat. Jika kami keluar dari bursa, saya tidak masalah, saya siap,’’ tutupnya. (kmb33/rtr)
Paul Pogba
Pogba Penuh Percaya Diri
BPM/rtr
Swansea – Bintang Manchester United (MU) Paul Pogba menyebut kemenangan 4-0 atas Swansea City menunjukkan bahwa mereka lebih percaya diri menghadapi musim ini. Meski sempat kesulitan di babak pertama, Manchester United akhirnya mampu menyudahi pertandingan dengan kemenangan empat gol tanpa balas di akhir pertandingan. Kemenangan itu membuat Manchester United perkasa di puncak klasemen dengan catatan delapan gol tanpa sekalipun kebobolan. ‘’Kami mendapatkan hasil yang sangat baik, kembali menang 4-0 dengan catatan clean sheet. Kami ingin terus melanjutkan tren seperti ini di dalam perjalanan kami musim ini,’’ ujar Pogba, Sabtu (19/8) kemarin. Paul Pogba selalu mencetak gol di dua laga awal Liga Primer Inggris musim ini. Pogba mengakui bahwa Manchester United terlihat lebih percaya diri di musim ini. ‘’Kami lebih percaya diri dibandingkan musim lalu. Kami bisa lebih saling memahami. Kami bekerja keras bersama-sama dan hal itu membuat segalanya jadi lebih mudah,’’ ucap pemain asal Prancis ini. Manchester United akan melanjutkan perjuangan mereka musim ini dengan menghadapi juara Liga Inggris 2015/2016 Leicester City pada pekan ketiga Liga Inggris, 26 Agustus mendatang. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
SALTO - Pemain Swansea City, Martin Olsson melakukan tendangan salto membelakangi Kapten Manchester United Antonio Valencia, saat kedua kesebelasan bertemu di ajang Liga Inggris, Sabtu (19/8) kemarin. MU menang 4-0.
MU Menang Besar Lagi
Swansea –
Manchester United (MU) kembali menuai hasil positif di laga Premier League. Setan Merah berhasil menggasak Swansea City 4-0. Bertandang ke Stadion Liberty, Sabtu (19/8) kemarin, MU tetap tampil menyerang. Namun gawang MU yang terlebih dulu terancam pada menit ketiga. Tembakan Jordan Aye yang sudah sangat dekat dengan gawang Setan Merah membentur tiang gawang.
Tak butuh waktu lama MU mampu membalikkan serangan. Lukaku sempat membuka peluang tapi tembakannya masih melebar. Sejak itu MU mulai meningkatkan tekanan terhadap Swansea. Rashford berulang kali mencoba untuk membuka rekening gol MU tapi tak berhasil. MU kembali membuang peluang yang didapatkan pada menit kesembilan. Tendangan bebas oleh Juan Mata disambar Phil Jones. Tapi tandukan Phil Jones membentur tiang. Pogba mendapatkan kartu
kuning pada menit ke-26 karena melakukan tekel keras pada Thomas Carroll. Rashford kembali mendapatkan peluang emas pada menit 36. Berlari dikawal empat pemain Swansea, Rashford bisa melaju paling depan hingga sangat dekat dengan gawang. Dia sudah berada pada posisi satu lawan satu dengan kiper Swansea, Fabianski. Tapi tembakannya terlalu pelan dan bisa ditebak oleh Fabianski. Dua upaya beruntun yang dilakukan Paul Pogba dan Juan Mata juga belum
berhasil setelah menit ke42. Tandukan Pogba masih bisa dihalau barisan pemain belakang Swansea. Bola muntah disambar Mata tapi melebar. MU baru dapat memecah kebuntuan pada menit terakhir. Bermula dari sepak pojok Daley Blind yang disambar Paul Pogba tapi mengenai tiang. Eric Bailly tak membiarkan kesempatan itu terbuang. Dia menyambarnya dan terjadilah gol untuk MU. Hingga babak pertama usai MU unggul 1-0 atas Swansea.
Swansea – Awalnya banyak yang mempertanyakan keputusan Manchester Unit ed (MU) merekrut Romelu Lukaku dengan biaya tinggi. Namun, melihat dari penampilan pada dua laga, Lukaku mampu membuktikan kualitasnya. Sejatinya Lukaku bukan target utama MU di bursa transfer musim panas ini. Mereka lebih sering dikaitkan dengan penyerang Real Madrid, Alvaro Morata dan Lukaku lebih condong ke Chelsea. Anehnya pemain yang didapat kedua tim malah tertukar. Lukaku memutuskan berkostum MU dan Morata merapat ke Chelsea. Harga yang harus dibayar Setan Merah untuk pemain asal Belgia itu mencapai 83,4 juta euro (Rp 1,3 triliun). Untuk pemain yang kualitasnya belum terbukti di Liga Champions, jelas harga itu sangat mahal. Namun Lukaku membuktikan bahwa anggapan itu salah besar. Tercatat
pemain berusia 24 tahun itu menceploskan empat gol dari tiga laga yang dijalani, dua di antaranya saat MU menang 4-0 atas West Ham United pada pekan pertama Liga Inggris 2017/2018 dan satu saat berjumpa Swansea. “Saya pikir Romelu adalah pemain yang bagus. Betul, penyerang hidup dalam gol dan karena gol Romelu kami bayar begitu banyak untuk memilikinya. Tapi striker bukan hanya angka. Mulai dari cara bermain, solusi yang diberikan, hingga caranya membuat orang lain bermain,” kata Jose Mourinho, Sabtu (19/8) kemarin. Performa impresif Lukaku bersama MU membuat dirinya dibandingkan dengan era kesuksesan Didier Drogba bersama Chelsea. Seperti diketahui, Drogba adalah pemain dengan ketajaman hasil dari polesan Mourinho. Selama di Chelsea, pemain asal Pantai Gading itu mampu mengemas 170
gol dan 88 assist. Total ia mampu membawa Chelsea empat kali juara Liga Inggris, empat Piala FA, tiga Piala Liga Inggris, dua Community Shield dan satu Liga Champions. “Saya tak suka membandingkannya. Saya pikir Drogba memiliki karier fenomenal di Liga Inggris. Romelu memilikinya, tapi ia belum memenangkan piala. Saya pikir sekarang ia bermain secara regular di salah satu klub yang akan mencoba memenangi gelar,” tegas Mourinho. “Jadi mari kita lihat apakah musim ini menjadi musim yang hebat baginya dan ini juga merupakan musim Piala Dunia. Roberto Martinez tinggal di sini dan ia tidak terlalu terhubung dengan sepak bola Inggris. Thierry Henri (asisten Martinez) juga tinggal di sini. Jadi ia dalam situasi di mana bisa memiliki musim yang sangat baik bersama kami dan di Piala Dunia,” tutup Mourinho. (kmb33/rtr)
Memasuki babak kedua, kedua tim bermain dengan tempo serupa babak pertama. Duet Lukaku dan Henrik Mkhitaryan di awal babak kedua belum berhasil menambah gol untuk MU. Permainan mulai memanas. Gawang David De Gea kembali terancam beberapa kali. Pada menit ke-75 Jose Mourinho menarik keluar Rashford dan Mata. Rashford digantikan oleh Anthony Martial, sedangkan Mata digantikan oleh Marouane Fellaini. Hal itu membuat perubahan signifikan pada tempo permainan Setan Merah. MU langsung memborong dua gol sekaligus dalam waktu berdekatan. Mendapatkan assist dari Mkhitaryan, Lukaku yang sudah berdiri di depan gawang berhasil mengecoh
Fabianski. Kedudukan 2-0 untuk MU. Kembali umpan matang dari Mkhitaryan membuahkan gol untuk MU. Kali ini umpan diselesaikan oleh Pogba. Martial menambah lumbung gol MU pada menit ke-84. Gol Martial tercipta lewat skema serangan balik dengan menyelesaikan umpan dari Pogba. Tak ada tambahan gol hingga wasit meniup peluit panjang. MU menang atas Swansea 4-0. MU memang tampil dominan sepanjang pertandingan. The Red Devils membuat ball possession dengan persentase 60 persen berbanding 40 persen. Pada pekan pertama MU juga menuai kemenangan besar dan clean sheet. Tim besutan Jose Mourinho itu mengalahkan West Ham United 4-0. (kmb33/rtr)
MU Tidak Rugi Beli Lukaku
Romelu Lukaku
BPM/rtr
OLAHRAGA
10
Minggu Paing, 20 Agustus 2017
Belasungkawa Klub-klub Besar Eropa Pascateror di Barcelona
BPM/rtr
ANDALAN - Pemain muda andalan Madrid Marco Asensio.
Madrid Siap Pertahankan Gelar
Madrid – Real Madrid bakal mengawali perjuangan mereka mempertahankan titel La Liga dengan melawat ke markas Deportivo La Coruna, Riazor pada Senin (21/8) dini hari nanti. Dalam laga kali ini Real bakal tampil tanpa diperkuat bintang mereka, Cristiano Ronaldo yang harus menjalani sanksi akibat mendorong wasit di laga Supercopa de Espana pekan lalu. Meski demikian, Los Blancos tampaknya tak terlalu bermasalah dengan absennya Ronaldo, karena para pemain lain kini tengah onfire, mulai dari Isco hingga sang bintang muda, Marco Asensio. Untuk laga ini entrenador Zinedine Zidane kemungkinan bakal memainkan Gareth Bale dan Isco sejak menit pertama, usai keduanya diistirahatkan di partai leg kedua Supercopa kemarin. Meski telah mengalahkan Barcelona, pelatih asal Prancis tersebut mengaku tidak ada pertandingan yang mudah di La Liga musim ini. Zidane memprediksikan kompetisi yang makin sengit di La Liga Primera. Tapi di saat bersamaan dia yakin kalau titel juara akan bisa dipertahankan. Real Madrid memasuki musim 2017/2018 sebagai unggulan teratas untuk menjuarai liga. Mereka adalah juara bertahan musim lalu, plus mengangkat trofi Liga Champions dan memenangi Piala Super Eropa dan Super Spanyol. Barcelona diprediksi akan kesulitan mengimbangi kekuatan Los Merengues, terlebih mereka sudah ditinggal Neymar ke PSG. Sementara Atletico terkenda dengan larangan transfer yang membuat kekuatan mereka tak banyak berubah dibanding tahun lalu. Meski begitu,
Zidane memprediksikan persaingan yang lebih ketat di La Liga musim ini. “Kami berada di moment yang sangat bagus dan harus memanfaatkannya. Memenangi La Liga musim lalu adalah hal terbaik yang terjadi di sepanjang karier saya. Kami tahu sangat sulit untuk memenanginya, dan menuntaskannya di pertandingan terakhir adalah sesuatu yang luar biasa,” ucap Zidane Sabtu (19/8) kemarin. “Konsistensi yang kami punya saat ini adalah sesuatu yang fantastis. Jadi rasanya berbeda dibanding trofi yang lain. Tahun ini kami ingin meraihnya lagi. Kami akan selalu bisa berkembang, itulah target kami sekarang. Kami tahu tahun ini akan lebih sulit,” lanjut Zizou. Sang pelatih akan mengandalkan Asensio pada saat Ronaldo absen. Sang pemain pun mengaku siap dan sangat mengagumi pelatihnya tersebut. Asensio mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seperti Zinedine Zidane. Zidane memiliki karier yang mengkilap saat masih aktif merumput. Pria berkepala plontos asal Pran-
cis ini menjadi bintang di Juventus, sebelum Real Madrid memboyongnya dengan label pemain termahal di dunia pada musim panas 2001 hingga pensiun di klub tersebut pada Juli 2006. Gantung sepatu, Zidane menjadi asisten pelatih di Santiago Bernabeu. Januari 2016 dia diangkat menjadi pelatih kepala menggantikan Rafael Benitez yang dipecat dan hingga kini sudah mengoleksi tujuh gelar. “Saya mengatakan hal tersebut bukan karena Zidane adalah pelatih saya saat ini, tetapi saya selalu ingin menjadi seperti Zidane,” kata Asensio. Gelandang Real Madrid itu juga mengatakan dia tidak akan pindah meskipun ada tawaran dari klub kaya raya seperti Paris SaintGermain (PSG). Di kubu Deportivo, entrenador Pepe Mel beberapa waktu lalu menyatakan bahwa ia akan senang jika timnya bisa menahan imbang Real Madrid tanpa gol. Artinya, timnya bakal mencoba tampil bertahan dengan hanya mengandalkan serangan balik. Sayangnya bomber Florin Andone kemungkinan
tak bisa dimainkan karena masih bermasalah dengan cedera pangkal paha. Lini depan kemungkinan akan diisi oleh bomber anyar mereka, Adrian Lopez yang bakal mendapat dukungan dari Zakaria Bakkali serta Federico Cartabia. Pepe Mel memberikan sebuah pujian kepada pemain lawan Marco Asensio. Sang pelatih menganggap Asensio sebagai pemain yang spektakuler. Asensio berhasil tampil memukau bersama dengan Madrid sampai sejauh ini. Pemain berusia 21 tahun itu sudah mengemas dua gol dari tiga pertandingan di musim ini. Dua gol tersebut tercipta ke gawang Barcelona dalam dua leg sehingga mampu mengantarkan Madrid merengkuh trofi Supercopa de Espana. Oleh karena itu, tidak heran jika Mel sangat mewaspadai sang pemain. “Dia pemain yang spektakuler, dia menunjukkan hal itu,” kata Mel. “Dia menerobos garis pertahanan, memiliki tembakan yang bagus, bisa mencetak gol, melepas umpan jitu, bisa bermain di posisi yang berbeda. Dan ditambah usianya, dia pemain untuk masa depan,” imbuhnya. Mampukah Real Madrid meneruskan tren positif mereka di awal musim ini? Atau justru Super Depor yang di luar dugaan bisa menciptakan kejutan? Kita nantikan bersama. (kmb33/rtr)
Pertahanan Munich Perlu Diperbaiki
Munich – Bayern Munich memulai Bundesliga musim 2017/2018 dengan kemenangan. Sang manajer Carlo Ancelotti meminta agar anak asuhnya memperbaiki lini pertahanan. Dalam pertandingan di Allianz Arena Sabtu (19/8) kemarin, Bayern memetik kemenangan atas Bayern Leverkusen 3-1. Dua gol Bayern dibuat pada babak pertama lewat pemain baru, Niklas Suele dan Corentin Tolisso. Satu gol lain diciptakan Robert Lewandowski lewat tendangan penalti pada babak kedua. Gawang Bayern kebobolan satu gol oleh Leverkusen. Gol itu dibuat oleh Admir Mahmedi. “Pertandingan tadi cukup sengit. Kami berhasil mencetak gol lebih dulu pada menit awal, tapi kemudian tak bertahan dengan baik,” kata Ancelotti. “Kami membiarkan jarak yang lebar di antara lini. Itu bisa terjadi pada fase yang seperti ini. Kami harus lebih baik lagi. Untuk bisa mencetak clean sheet, kami harus lebih kompak,” kata Ancelotti. Dalam pertandingan itu, Bayern tak menurunkan empat pemain pilar. Manuel Neuer, Javi Martinez, James Rodriguez dan Thiago. Mats Hummels juga tak bermain penuh karena sakit. Thomas Mueller juga ditarik keluar lapangan pada menit ke61. “Hummels mempunyai masalah dengan perutnya. Adapun pergantian Mueller itu semata-mata keputusan taktikal. Kami ingin mengubah sistem,” jelas Ancelotti. Ada satu kejadian unik dalam pertandingan tersebut,
tepatnya di sekitar menit 50’. Saat pemain Munchen hendak melakukan lemparan ke dalam, tiba-tiba wasit menghentikan pertandingan. Lalu tangan kanannya menekan telinganya sejenak. Sejurus kemudian, penalti! Dari proses inilah Lewandowski mencetak gol. Peristiwa itu tak lepas dari penerapan teknologi baru di dunia sepak bola. Teknologi yang bernama Video Assistance Referee (VAR) itu baru kali pertama digunakan di Liga Jerman. Dan Lewandowski adalah pemain pertama yang memanfaatkan VAR. “Sistem VAR baru pertama kali diperkenalkan di Bundesliga musim ini,” tulis BBC. Jelas tujuan penggunaan teknologi ini untuk meminimalisir kesalahan yang dibuat wasit di lapangan. Khusus di Liga Jerman VAR akan digunakan untuk empat situasi spesifik: kesalahan putusan (pelanggaran, handball dan offside), penalti, kartu merah maupun kuning dan kesalahan yang mengharuskan dikeluarkannya kartu merah atau kuning. Untuk hal terakhir juga terjadi di pertandingan tadi. Aranguiz diganjar kartu kuning dan Munchen mendapat hadiah penalti. Apa yang dilakukan di Liga Jerman ini sebenarnya sudah diterapkan oleh Major League Soccer, liga profesional Amerika Serikat. Tepatnya di awal bulan ini. Untuk menjalankan teknologi tersebut, sebenarnya perangkatnya tidak di Alianz Arena. Tetapi ada di sekitar 350 mil dari Munchen, atau di daerah
Cologne. Prosesnya mereka akan memberitahu wasit untuk kejadian-kejadian penting. Direktur Teknik FIFA Marco van Basten mengatakan, dengan penggunaan teknologi ini tidak ada yang berubah
dalam sepak bola. “Ini akan menjadikan pertandingan lebih jujur. Kami bekerja lewat VAR,” kata van Basten. FIFA berencana menggunakan VAR ala Bundesliga dan MLS di Piala Dunia 2018 di Rusia. (kmb33/rtr)
Robert Lewandowski
BPM/rtr
Barcelona – Aksi teror yang terjadi di Kota Barcelona pada Kamis (17/8) waktu setempat, menelan banyak korban. Real Madrid dan sejumlah klub besar Eropa pun turut mengucapkan duka buat para korban dan keluarga. Berdasarkan laporan The Guardian, sebuah mobil van berwarna putih melaju kencang di pedestrian jalan Las Ramblas, Barcelona. Mobil tersebut berjalan hingga satu kilometer dan menabrak para pejalan kaki yang tengah bersantai di Las Ramblas. Setelah menabrak pejalan kaki, pelaku meninggalkan mobilnya dan masuk ke sebuah restoran dengan menenteng senjata. Namun belakangan, laporan tersebut di bantah oleh otoritas setempat. Polisi dan tim medis wilayah Catalonia merespons cepat dan langsung menuju ke lokasi kejadian. Polisi pun berhasil menangkap satu orang tersangka yang bernama Driss Oukabir. Menteri Dalam Negeri Catalonia, Joaquim Forn menyebutkan 14 orang meninggal dunia akibat aksi teror ini. Selain
itu, 50 orang lainnya mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat. Selepas kejadian, ucapan duka mengalir untuk para korban, termasuk dari Real Madrid. Manajemen El Real berharap korban bisa segera pulih dari dan kembali beraktivitas “Real Madrid mengucapkan duka yang paling mendalam atas serangan yang terjadi di Kota Barcelona dan klub berdiri bersama dengan korban, keluarga dan teman mereka. Klub juga berharap pemulihan secepat mungkin bagi semua orang yang terluka dalam insiden tersebut,” bunyi pernyataan resmi Real Madrid, Sabtu (19/8) kemarin. Para pemain dan staf Real Madrid pun mengheningkan cipta sejenak ketika sesi latihan digelar. Bukan hanya Real Madrid, sejumlah klub besar Eropa juga mengucapkan duka. Berikut ini adalah reaksi lima klub top Eropa terkait aksi teror di Kota Barcelona. Barcelona “Sangat sedih dengan se-
rangan yang terjadi di kota kami. Semua pikiran kami ada bersama para korban, keluarga dan masyarakat Barcelona.” AC Milan “Semua orang di AC Milan sangat menyayangkan serangan yang terjadi di Barcelona. Belasungkawa kami yang terdalam untuk semua mereka yang terkena dampak.” Chelsea “Semua orang di Chelsea sangat sedih dengan kejadian hari ini di Barcelona. Pikiran kami ada pada semua yang terkena dampaknya.” Manchester City “Semua di Manchester City sangat sedih mendengar serangan di Kota Barcelona. Pikiran kami bersama semua yang terkena dampak dan layanan darurat.” Paris Saint-Germain “Pada hari tragis ini, pikiran kami ada bersama para korban, keluarga dan teman kami di Barcelona. Kami bersamamu.” (kmb33/rtr)
BPM/rtr
MENGHENINGKAN CIPTA - Para pemain dan staf Real Madrid pun mengheningkan cipta demi berbelasungkawa atas korban teror di Barcelona.
Awal Baik Milan
Milan Pelatih AC Milan Vincenzo Montella mengatakan kemenangan skuat asuhannya atas Shkendija baru langkah awal. Rossoneri mengalahkan klub asal Macedonia tersebut dengan skor 6-0 pada leg pertama play-off Liga Europa di Stadion San Siro, Jumat (18/8) dini hari. “Saya sangat senang dengan cara tim ini berkembang. Ini baru awal, tapi ini awal yang menjanjikan,” katanya Sabtu (19/8) kemarin. Montolivo mengatakan sudah mempelajari permainan Shkendija. Berdasarkan pengamatannya, Shkendija memiliki organisasi permainan yang baik. “Tapi kami mempelajari cara untuk membuka pertahanannya,” imbuhnya. Andre Silva menjadi bintang pada pertandingan tersebut. Pemain asal Portugal itu melesakkan dua gol ke gawang Shkendija pada menit 13 dan 28. Silva menjadi pemain Milan yang mengenakan nomor 9 pertama yang mencetak sepasang gol pada kompetisi Eropa di San Siro sejak Pippo Inzaghi mengantar Rossoneri menahan imbang Real Madrid 2-2 pada April 2010. Montella pun melayangkan pujian untuk Silva. “Ini bukan pertama kalinya di pramusim yang kami pakai dua striker. Andre Silva semakin membaik, namun dia masih bisa berkembang dengan meningkatkan kemampuan di berbagai hal,” ujar mantan striker AS Roma itu. Riccardo Montolivo juga mencetak dua gol, Fabio Borini dan Luca Antonelli menambah panjang daftar pencetak gol pada pertandingan ini. Menurut Montella, Montolivo melakukan peran luar biasa di lini tengah. “Dia menunjukkan performa yang hebat, dia menguasai lini tengah dan saya bahagia untuknya karena dia pantas mendapatkannya,” katanya. Dia pun menyatakan penampilan apik Montolivo mungkin karena tidak lagi mengenakan ban kapten di lengannya. Montella memutuskan menunjuk Leonardo Bonucci sebagai kapten Milan. “Mungkin pergantian ban kapten inilah yang membuatnya tampil lebih baik lagi,” ujar Montella. Montella juga berterima kasih pada penggemar yang
Patrick Cutrone memadati San Siro pada laga playoff Liga Europa. Ada sekitar 40 ribu penonton yang menyaksikan laga kontra Shkendija. Dia pun kembali melayangkan pujian pada skuatnya yang sudah bekerja keras dalam upaya mengantar Milan ke persaingan Eropa. Menurut dia, pekerjaan rumah Milan untuk mampu tampil kompak sebagai sebuah tim sudah selesai. “Saya tidak bercanda bahwa kerja keras sudah selesai, karena ini adalah skuat baru, anakanak bekerja keras dan saya bahagia,” kata dia. Satu-satunya hal buruk yang terjadi pada pertandingan tersebut yakni Giacomo Bonaventura harus mengalami cedera. Kritik Shevchenko Legenda AC Milan, Andriy Shevchenko mengecam aktivitas transfer mantan klubnya pada bursa transfer kali ini. Sheva menilai mantan klubnya tidak memperhitungkan dengan baik pembelian-pembelian mereka sehingga mereka bisa tergelincir pada musim ini. Kubu Rossonerri melakukan belanja besar pada musim panas ini. Mereka menghabiskan dana sebesar 200 Juta Euro lebih untuk mendatangkan sepuluh pemain ke San Siro. Banyak pihak memuji langkah agresif Milan di
BPM/rtr
bursa transfer kali ini. Mereka menilai kubu Rossonerri akan menjadi salah satu tim yang disegani kembali di Italia dan Eropa berkat pembelian-pembelian tersebut. Namun Sheva tidak sependapat dengan kabar tersebut, karena ia menilai aktivitas transfer Milan tidak terencana dengan baik. “Saya tidak tahu apa yang bisa diharapkan dari mereka,” ujar Sheva. “Ada dua metode untuk mencapai sebuah tujuan yaitu cara yang terencana dan cara yang spontas. Menurut pandangan saya ada aksi yang sembarangan dilakukan oleh Milan, karena mereka tidak terlihat memiliki rencana yang pasti. Montella memiliki visi dan rencana, namun kerangka waktunya dipercepat oleh klub sehingga mereka membeli banyak pemain baru. Mereka membeli pemain untuk posisi tertentu, lalu satu bulan kemudian mereka membeli pemain yang memiliki posisi yang sama. Ini adalah tindakan yang spontan. Saya tidak bisa meramalkan akan menjadi apa mereka musim depan. Namun saya tetap mendoakan yang terbaik bagi mereka, karena saya menganggap mereka sebagai klub saya sendiri.” tutup mantan striker tersebut. (kmb33/rtr)
Minggu Paing, 20 Agustus 2017
11
GELANGGANG
PS Badung Menang, Madura FC Protes Mangupura (Bali Post) -
Tim tuan rumah PS Badung sukses menaklukkan tamunya, Madura FC dengan skor 2-1 (0-1) dalam lanjutan Kompetisi Liga 2, Grup VII di Lapangan Samudra, Kuta, Badung, Sabtu (19/8) kemarin. Akan tetapi, tim tamu Laskar Jokotole melancarkan protes kepada Badan Liga Indonesia Baru, utamanya menyangkut keputusan wasit Ginanjar Rahman Latief (Bandung) yang memberikan penalti kepada Tim Keris di menit ke-86. BPM/ant
REBUT BOLA - Pemain Polo Air Indonesia Ridjie Mulia (kanan) berebut bola dengan atlet polo air Singapura Chow Jing Lun pada pertandingan Polo Air putra SEA Games XXIX Kuala Lumpur di National Aquatic Centre, kawasan Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (18/8) lalu. Tim Polo Air Indonesia bermain imbang melawan Singapura dengan skor 4-4.
Polo Air Putri Raih Perunggu
Kuala Lumpur Tim nasional polo air putri Indonesia meraih perunggu setelah berhasil mengalahkan Malaysia 7-1 dalam laga SEA Games 2017 di National Aquatic Centre, Bukit Jalil, Sabtu (19/8) kemarin. Medali emas diraih oleh Thailand, sedangkan medali perak diraih oleh Singapura. Penyerahan medali dilakukan oleh Presiden Aquatics Singapura Lee Kok Choy dan Sekjen Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI), Ali Patiwiri. Pencetak gol dari Tim Indonesia adalah Nyoman Ayu Safitri, Inez Febrianti Rasyid, Dewi Ratih, Ivy Nernie Priscillia, Hudaidah Kadir, Siti Balkis. Sedangkan pencetak gol dari Malaysia adalah Sharap Ann Thorp. Asisten Pelatih I Tim Polo Air Putri Indonesia, Anissa Nadhilah Utoro mengatakan pihaknya berterima kasih kepada Tuhan karena sudah memberikan kemenangan melawan Malaysia dengan bermain selepas-lepasnya menunjukkan yang didapat saat latihan. Dia mengatakan ini merupakan hasil yang terbaik dari latihan selama empat bulan “Sebenarnya potensi kita sangat baik, kalau dilihat dari junior-junior Indonesia. Bibit-bibit kita lebih unggul dari negara lain. Dilihat dari Tim Singapura, umur atletnya jauh dari pada kita. Mereka paling tua kelahiran 1986. Kita paling tua kelahiran 1991,” kata Anissa. Sekjen Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Ali Patiwiri mengatakan pihaknya bersyukur tim putri bisa melakukan perlawanan secara ketat melawan Malaysia. “Kemudian saat melawan Singapura kita bisa melawan dengan poin yang ketat dengan skore 6-7, jadi sebenarnya karena faktor keberuntungan saja hingga perak tidak kita dapatkan,” katanya. (ant)
Sejak kick-off serangan Madura FC lebih rancak. Operan bola dari kaki ke kaki sempat mengurung benteng pertahanan PS Badung. Sementara Tim Keris hanya mengandalkan serangan balik (counter attack) dan di barisan penyerang hanya bertumpu pada bomber gaek Rasmoyo. Berkal-kali pergerakan Rasmoyo dimatikan defender Madura FC Ahmad Mahrus Bahtiar, Andre Vemberyono dan Anis Mujiono. Laskar Jokotole unggul lebih dulu di menit ke31, melalui sepakan Robi Kriswantoro. Berawal Robi yang lolos dari jebakan offside, dia melesat sendirian sambil menggiring bola. Stoper PS Badung Putu Adi Purwanta berupaya menghalaunya, namun gocekkan Robi yang datar menyusur tanah sukses memperdaya kiper Tim Keris Putu Febri Andika. Hingga turun minum Madura FC unggul 1-0. Di paruh kedua, PS Badung merombak formasi dari 3-5-2 menjadi 4-3-3. Perubahan komposisi ini cukup efektif, utamanya dalam menyusun skema serangan.
Gelandang serang Ketut Tirtanadi Wardana mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-79. Tirtanadi dari sektor kanan yang menerima umpan melakukan tendangan spekulasi jarak jauh ke gawang dengan kaki kirinya. Alhasil gocekkan Tirtanadi berhasil mengoyak gawang Madura FC yang dikawal Yus Jafar. Gol penentu kemenangan Tim Keris ditentukan melalui titik putih di men i t k e - 8 6 . W a s i t G i n a njar memberikan tendangan penalti kepada PS Badung, sebab salah seorang pe main belakang Madura FC dianggap handball di petak keramat. Ketut Tirtanadi yang mengeksekusi kembali menggetarkan jala Yus Jafar. Usai laga, Tirtanadi mengakui dirinya menyumbang empat gol, seraya berharap PS Badung bisa bertahan di Liga 2 musim kompetisi mendatang. Pelatih PS Badung Nyoman Sujata mengemukakan, asuhannya tampil ngotot di babak kedua. Hal ini menandakan mereka juga ingin memetik kemenangan, sebab raihan
BPM/ist
BORONG — Pesepak bola PS Badung Ketut Tirtanadi Wardana (kiri) berhasil memborong dua butir gol ke gawang Madura FC, hingga membawa timnya PS Badung unggul 2-1 dalam lanjutan Kompetisi Liga 2, Grup VII di Lapangan Samudra Kuta, Badung, Sabtu (19/8) kemarin. tiga poin sangat berharga.
Pada bagian lain, kubu Madura FC tak menerima dengan hukuman penalti yang diberikan wasit Gi-
nanjar, karena pemain belakang Madura FC dianggap hand-ball di daerah terlarang. ‘’Kami langsung mengajukan protes kepada Badan Liga Indonesia Baru, berikut rekaman videonya,’’ kata Asisten Manajer Mad-
ura FC M. Yunus. Versi dia, defender Madura FC didorong pemain PS Badung, kemudian mengontrol bola dengan dadanya. ‘’Jadi tangan pemain kami sama sekali tak menyentuh bola,’’ kilah dia. (022)
Pada 35 menit kedua Mitra Devata unggul dua gol melalui sepakan Erwin Bulan dan Kombes Pol. Suparyono yang mengoyak gawang Masgibol yang dikawal Ferry Francis. Namun Masgibol mampu mempertipis kekalahan hingga skor 2-1. Pada 35 menit ketiga,
pemain Mitra Devata Made Mutram mencetak sebiji gol, tetapi disamakan pemain Masgibol dan skornya imbang 1-1, tetapi secara keseluruhan Mitra Devata unggul 7-2. Mitra Devata juga sempat melakoni latih-tanding melawan Baling FC di Lapangan Banteng Seminyak, Rabu
(16/8) lalu, dengan sistem 3 x 30 menit. Pada 30 menit pertama Mitra devata berbagi angka 1-1 melawan Baling FC. Selanjutnya pada 30 menit kedua Mitra Devata unggul 1-0 dan pada 30 menit ketiga, serangan bertubitubi yang dilancarkan Mitra Devata membawa unggul 2-0 atas Baling FC. (022)
Protes
Legend Mitra Devata Tur ke Kupang Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Legend Mitra Devata yang diperkuat mantan pesepak bola profesional di Bali, melakukan lawatan ke Kupang, NTT, guna melakukan serangakain uji coba melawan tim Kupang. Dalam latih-tanding, Legend Mitra Devata ung-
gul atas Masgibol Kupang dengan skor 7-2 di Kupang, Jumat (18/8) lalu. Uji coba menggunakan sistem 3 X 35 menit, dan 35 menit pertama Mitra Devata unggul 4-0 berkat tandukan Bayusutha, sontekan Nyoman Rafik Armawan, gocekan Purwanto, serta Wayan Gangga Mudana.
Sepak Takraw Rebut Perak
BPM/ant
Agus Prayogo
Rebut Perak 5.000 M, Agus Incar Emas 10.000 M Kuala Lumpur Agus Prayogo langsung fokus mengejar medali emas dari nomor andalan yaitu 10.000 dan 5.000 meter SEA Games 2017 Malaysia, setelah hanya mampu meraih perak pada nomor maraton di depan Istana Kehakiman, Putrajaya, Sabtu (19/8) kemarin. Pelari dengan spesialisasi jarak jauh ini mengaku akan secepatnya melakukan pemulihan, mengingat pada nomor maraton membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Apalagi turun di nomor tersebut pada SEA Games baru pertama kali dilakukan oleh atlet berusia 31 tahun itu. “Waktunya masih cukup untuk melakukan recovery. Itu salah satu alasan mengapa saya turun di nomor maraton. Makanya waktu yang ada harus saya maksimalkan,” kata Agus saat dikonfirmasi usai turun di nomor maraton. Meski baru menyelesaikan perlombaan dengan jarak 42,1 km, Agus Prayogo terlihat cukup bugar. Bapak beranak satu ini mengalami tantangan yang cukup hebat saat turun di marathon, yaitu tekanan dari lawan hingga suhu dan kelembaban kawasan Putrajaya yang cukup tinggi. Namun, setelah menerima medali bersama dengan peraih medali lainnya, pria kelahiran Bogor Jawa Barat ini, terlihat cukup bersemangat. Bahkan, Agus Prayogo langsung melayani masyarakat maupun komunitas yang mengajaknya untuk foto bersama. “Semoga pada nomor berikutnya saya mampu meraih hasil yang terbaik,” kata atlet yang juga seorang anggota TNI itu. Agus Prayogo datang ke Malaysia dengan status sebagai juara bertahan di nomor 10.000 meter, sedangkan untuk nomor 5.000 meter pada SEA Games sebelumnya hanya mampu meraih hasil perak. Pihaknya bertekad keduanya mampu meraih hasil tertinggi. Hanya Agus tidak menutup mata, karena persaingan di nomor andalannya bakal berlangsung dengan ketat. Wakil dari Vietnam, Thailand maupun Myanmar dipastikan akan memberikan perlawanan mengingat nomor ini cukup favorit dikalangan pelari jarak jauh. Sesuai dengan jadwal, perebutan medali nomor 10 ribu dan 5.000 meter ini akan digelar di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, 25-26 Agustus. Pada nomor atletik ini total medali emas yang diperebutkan mencapai lebih dari 40 keping. (ant) 1. Malaysia 2. Singapura 3. Thailand 4. Indonesia 5. Myanmar 6. Filipina 7. Vietnam 8. Laos 9. Brunei 10. Kamboja 11. Timor L
Emas 7 3 3 2 2 1 0 0 0 0 0
Perak Perunggu 4 3 3 2 1 1 3 1 0 0 0
5 3 1 4 0 2 1 1 3 2 0
Total 16 9 7 8 3 4 4 2 3 2 0
BPM/ist
JURUS — Seorang atlet wushu memperagakan jurus pada ajang Kejurda Wushu Bali 2017 di aula Vihara Dharma Ratna, Semarapura, Klungkung, Sabtu (19/8) kemarin. Kejurda Wushu Bali 2017 yang memperebutkan Piala Bupati Klungkung, bakal berakhir Minggu (20/8) ini.
Kuala Lumpur Pelatih cabang sepak takraw Indonesia Asry Syam, mengaku merasa antara puas dan tidak setelah anak-anak asuhnya meraih medali perak untuk nomor tim regu putra pada SEA Games Kuala Lumpur 2017 di Stadion indoor Titiwangsa, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (19/8) kemarin. Sementara itu, tim regu putra Thailand tetap mempertahankan dominasi medali emas, sedangkan tuan rumah Malaysia harus puas dengan perunggu. “Saya antara puas dan tidak dengan mendapat medali perak ini, karena kami dengan Thailand sebetulnya sama-sama kuat,” kata pelatih sepak takraw Indonesia itu. “Kami memang sempat kalah dari Thailand pada pertandingan sebelumnya, namun kami sebetulnya sama kuat dan saling memiliki peluang,” tambahnya. Dikatakannya, semua keberhasilan harus dilalui dengan proses untuk bisa menjadi yang terbaik. “Untuk bisa meraih medali emas harus pakai proses, kami butuh proses dengan
mencoba metode lain,” katanya. “Saya melihat finishing kita kurang, kami butuh nyali, tetapi saat melawan Thailand meski kami kalah, saya lihat anak-anak tampil lebih baik,” katanya. Indonesia memastikan medali perak pada nomor tim regu putra setelah melibas Brunei Darussalam 3-0. Indonesia harus menyerahkan medali emas kepada Thailand menyusul kekalahan tim regu Merah Putih melawan tim regu Gajah Putih. Dalam pertandingan kemarin, tim regu putra Indonesia harus menang telak 3-0 melawan Brunei untuk bisa mengamankan medali perak. Indonesia mengawali keunggulan set lewat trio Halim, Herson, Rezki Djaena yang menang 21-15, 21-7. Set selanjutnya trio Victoria Eka Prasetyo, Samsul Hadi, Saiful Rijal menang melawan regu kedua Brunei 21-19, 21-10. Regu ketiga Indonesia yang diperkuat Rizki Pago, Hendra Pago, Novriisal memastikan Indonesia memimpin 3-0 atas Brunei.(ant)
Denpasar dan Badung Bersaing di Kejurda Wushu
Semarapura (Bali Post)Tim wushu Denpasar dan Badung bersaing dalam Kejurda Wushu Bali 2017, memperebutkan Piala Bupati Klungkng di aula Vihara Dharma Ratna, Semarapura, Klungkung, Sabtu (19/8) kemarin. Atlet Denpasar yang menyabet emas seperti Hans Sanuya Wijaya di chang quan B putra, Natasha Fabrielle Budijanto di chang quan B putrid, Cakra Gusdijaya P di nan quan B, Ester Dahlia Saraswati di nan quan B putri, Putu Arta
Wiguna di taiji quan A, Putu Eka Putrawan di chang quan A, Muhammad Ridzky Sayyidin di nan quan A. Atlet wushu Denpasar lainnya yang menyabet emas, seperti Keigo Heyden Bay Ismaya di chang quan D, Gede Satya Wiguna Paramartha di chang quan C, Olyvia Audy Djohar di chang quan C. Sementara atlet wushu Badung yang merebut emas antara lain, Dewa Ayu Devya Radha Suari di chang quan D, Komang Anhony Perdana di nan quan D, Fe-
lita Delfina di nan quan D, Bobby Jose Amando Tanio di nan quan C, Ni Made Anita Purwaningsih di nan quan C. Di sisi lain, atlet wushu tuan rumah Klungkung juga menyumbang empat emas yang dipersembahkan Kiara Dewi Wijaya dua emas di jurus taichi tangan kosong dan pedang, serta dua emas lagi diperoleh melalui atlet Cecilia Celina Wijaya di taichi B jurus tangan kosong dan pedang. Kejurda Wushu Bali 2017 bakal berakhir Minggu (20/8) ini. (022)
BPM/rtr
TENDANG - Pemain Thailand Kritsanapong Nontakote melepaskan tendangan yang mencoba dihadang oleh pemain Indonesia Saiful Rijal dan Syamsul Hadi, dalam final cabang Sepak Takraw di SEA Games XXIX.
12
LAGA
Minggu Paing, 20 Agustus 2017
Kyrgios Pulangkan Nadal Cincinnati – Nick Kyrgios bermain tanpa cela untuk menjinakkan Rafael Nadal dengan 6-2, 7-5 dan mengamankan satu tempat di semifinal Western & Southern Open, Cincinnati, Sabtu (19/8) kemarin. Kyrgios mendominasi pertandingan dari awal hingga akhir pada pertandingan keduanya di hari yang sama, sehingga memuluskan jalannya ke semifinal turnamen Masters 1000 keduanya di musim ini dan semifinal pertamanya di Cincinnati. Kurang dari tujuh jam setelah mengandaskan Ivo Karlovic melalui pertandingan tiga set, Kyrgios hanya membutuhkan waktu 80 menit untuk menaklukkan petenis yang akan segera menempati peringkat satu dunia, Nadal. “Menjadi anak kecil yang bermain di lapangan tengah Cincinnati melawan Nadal adalah jalan terbaik untuk hasil terbaik,” tutur Kyrgios. Kemenangan tersebut semakin menakjubkan dengan mempertimbangkan gaya permainan yang berbeda dari kedua petenis. Dengan terdepaknya Nadal, hal itu menandai pertama kalinya sejak di Paris tahun 2012 ketika tidak ada anggota Big Four (Nadal, Roger Federer, Novak Djokovic dan Andy Murray) yang melenggang ke semifinal di turnamen Masters 1000. “Nick merupakan petenis luar biasa dan saya bermain dengan kurang baik. Saya
mengawali pertandingan dengan baik, tetapi kemudian saya memainkan permainan yang cukup buruk di set kedua ketika ia mematahkan saya. Saya memainkan beberapa poin apik. Ia lalu melakukan beberapa kesalahan dan saya pun bisa kembali fokus dengan pertandingan. Lalu saya kembali bermain dengan buruk. Jadi, itu pertandingan yang buruk bagi saya. Selamat untuknya,” jelas Nadal. “Saya mencintai turnamen ini. Setiap tahunnya turnamen ini berkembang. Tetapi saya tidak tahu kenapa saya tidak menemukan ritme permainan saya di sini. Cukup berat bagi saya untuk berkompetisi di sini. Tetapi saya akan tetap berusaha di musim depan,” imbuhnya. Dengan keluarnya petenis unggulan pertama, Nadal, untuk kali pertama sejak tahun 2006 tidak ada petenis unggulan lima teratas yang akan
tampil di semifinal Cincinnati. Kyrgios akan menghadapi David Ferrer di semifinal setelah Ferrer menumbangkan Dominic Thiem di perempatfinal. Dalam waktu 1 jam 17 menit, Ferrer memenangkan 6-3, 6-3 atas Thiem dan memuluskan jalannya menuju semifinal di Cincinnati untuk kali kedua dalam empat tahun terakhir. Ferrer pun mencatatkan 2112 di turnamen hard-court musim ini. Penampilannya di semifinal kali ini akan menjadi semifinal pertamanya di turnamen Masters 1000 sejak Paris Masters tahun 2015. Petenis berusia 35 tahun yang peringkatnya merosot hingga menghuni peringkat 46 dunia awal musim ini, kembali mencuri perhatian setelah membawa pulang gelar di Bastad dan penampilan apiknya di Cincinnati. Dia akan menjadi lawan yang tangguh untuk Kyrgios. (kmb33/rtr)
Nick Kyrgios
BPM/rtr
Vinales Bingung Menentukan Kritik Menjadikan Masalah Motornya McGregor Termotivasi
DUBLIN – Bintang Ultimate Fighting Championship, Conor McGregor menjelaskan seluruh kritik atas keterampilannya bermain tinju akan membuatnya semakin termotivasi untuk menghadapi Floyd Mayweather di atas arena. Kedua petarung berbeda seni aliran bela diri ini dijadwalkan bertarung pada 27 Agustus 2017 di T-Mobile Arena, Las Vegas. Namun format tinju yang berlaku dalam pertandingan membuat The Money Man (julukan Floyd Mayweather) menjadi kandidat yang dijagokan untuk meraih kemenangan. keputusan konyol yang dibuat The Notorious (julukan Conor McGregor) untuk meladeni Mayweather di atas arena membuat sejumlah pengamat olahraga dan para petinju lainnya angkat bicara. Namun dengan santai petarung berusia 29 tahun tersebut menganggap semua komentar miring terhadapnya sebagai sebuah motivasi yang membakar semangatnya ketika berada di atas ring. “Ini tentu saja menjadi sebuah motivasi bagi saya. Ketidak pedulian terhadap keahlian saya tentunya sangat mengecewakan. Saya melihat banyak orang yang berpikir seperti itu dan telah menutup pikiran mereka. Jadi menurut saya ini merupakan sebuah cara yang tepat dan tidak ada jalan lain untuk membuktikan kemampuan saya,” kata McGregor Sabtu (19/8) kemarin. “Anda harus memiliki pikiran terbuka dan Anda harus menyadari bahwa ada cara lain dalam bertarung. Anda harus menghormati disiplin lain dan gaya lainnya. Ada satu waktu dan tempat untuk setiap serangan,” lanjutnya. Salah satu petinju yang mengkritik keras McGragor adalah Paulie Malignaggi. Dia menilai Conor McGregor mungkin saja terkena diskualifikasi bila tak berpikir jernih saat tengah bertukar pukulan dengan Floyd May-
Conor McGregor weather Jr. di laga nanti. Malignaggi sempat jadi sparring partner McGregor dalam masa persiapan menghadapi Mayweather Jr. Namun Malignaggi kemudian memutuskan keluar karena video pertandingan mereka tersebar luas. Bagi Malignaggi, McGregor belum sepenuhnya jadi petinju meski sudah berlatih keras selama masa persiapan. “McGregor harus mengerti bahwa dalam pertarungan di tinju berbeda dengan pertarungan di tarung bebas. Saat ini Conor McGregor harus berusaha melakukan pukulan lebih banyak, namun lebih dari itu ia harus berusaha untuk tetap tampil bersih,” kata Malignaggi. Malignaggi menilai McGregor masih sering lupa bahwa dirinya kini akan bertarung dalam aturan tinju yang memiliki lebih banyak
BPM/rtr
peraturan yang mengikat dibandingkan ajang UFC. “McGregor masih terlihat bingung. Dia masih berusaha mencengkram dan menjatuhkan lawan. Tinju tentunya tak memperbolehkan mencengkram lawan dan itulah yang harus dipahami oleh McGregor. “Dia akan mendapat diskualifikasi bila ia terus mencoba memukul di bagian belakang kepala dan mendorong jatuh kepala lawan,” tutur Malignaggi. Malignaggi memaparkan, bahwa McGregor sendiri masih kesulitan menyarangkan pukulan dalam tinju. Hal itu yang bisa jadi pemantik rasa frustrasi sehingga McGregor melupakan aturan. “Satu hal lain yang harus dimengerti, McGregor adalah tak banyak mendaratkan pukulan dan pukulannya lebih banyak meleset,” kata Malignaggi. (kmb33/rtr)
Spielberg – Maverick Vinales masih kebingungan menemukan di mana letak sumber masalahnya. Usai finis keenam di MotoGP Austria, dia sadar kejuaraan dunia perlahan menjauh. Vinales cuma finis keenam di Red Bull Ring, pekan lalu. Dia diapit sesama pebalap bermesin Yamaha, yakni Johann Zarco di posisi lima dan Valentino Rossi di urutan tujuh. Vinales menyetujui pernyataan Rossi bahwa ada masalah pada ban belakang sehingga mereka tak bisa bersaing kompetitif. Tapi berbeda dengan rekan setimnya di Movistar Yamaha itu, Vinales masih kebingungan menemukan sumber masalah pada motornya. “Sejak awal balapan saya kesulitan dengan daya cengkram. Ketika daya cengkramnya terlalu kecil, motornya tak mau bekerja,” ujar Vinales Sabtu (19/8) kemarin. “Kami tak mampu menemukan kepercayaan diri, tugas yang lebih sedikit untuk menyelesaikan masalah ini. Inilah kali pertama saya melihat bannya selip-selip. Saya rasa kesulitan-kesulitan ini berasal dari penyetelan. Tampaknya kami melakukan sesuatu dengan salah, tapi saya tak bisa menemukan di mana letaknya,” dia menambahkan. Rossi menyebut masih YZR-M1 membuat ban belakang bekerja terlalu keras. Dia menilai problem ini bisa diatasi dengan mengutakatik unit kontrol elektronik (ECU), sebagaimana timtim rival yang sudah sukses melakukannya. Beberapa waktu lalu Rossi sudah berhasil mengurangi satu masalah Yamaha, yakni understeer. Pergantian sasis membuat i s u i t u b isa sed ikit t er t anga ni, ta p i kini p rob lem penggerusan ban jadi masalah berikutnya yang perlu diatasi.
Rumitnya situasi di Yamaha kini diakui Vinales membuat peluangnya untuk bersaing memburu
gelar juara dunia semakin sulit. “Finis keenam agak buruk. Saya jelas tak bisa
Maverick Vinales
bertarung untuk kejuaraan karena segalanya menjadi jauh lebih sulit,” tutupnya. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
Sastra
Redité Paing, 20 Agustus 2017
I Kaki Dengkil
Sang Wijayasastra 19
KRIDIP-kridip anget suryané nepén awak I Kaki Dengkilé sané malingkuh masaré ring Balé Pasandekan Pura Ponjok Batu. Nénten ja ngadébras bangun sakadi biasané, I Kaki Dengkil pating ambés, pating tlejek, sakadi wénten sané ajaka magulungan. Usan punika kebrus-kebrus angkiané sambilanga paningalané nelik ngiwasiwasin. Irgamayang sakadi topeng jauk kenjekan masolah. Wénten napi I Kaki Dengkil masolah asapunika das lemahé puniki? Kocap Ipun marasa jangkutin rangda sané matané nelik macaling rénggah tur layahné ngendih ngrédép. Pitananga awakné sampun padem santukan plekesa antuk Nini Rangda, palancah Idané sané malingga ring Pura Ponjok Batu. “Inggih… Ratu Bhatara, asapunapi sampun nampek panumayan tityangé mangjadma? Sampun nampek ké tityang jagi ngaonin jagatrayané puniki?” Asapunika I Kaki Dengkil makeengan padéwékan ri kala enten saking pulesné leplep ibi wengi. Sambilanga sidap-sidap naanang kiap, I Kaki Dengkil mategtegan naler negtegang bayuné runtag jangkutin Nini Rangda. Sesampuné tegteg bayuné, Ipun mapangenan. Ngudiang dados jerih jangkutin Nini Rangda? Nénten ké Nini Rangda rumasat Ibu? Ambat becikné nglantas kaemban antuk Nini Rangda? “Beh… ento ké artos sujatiné? Kondén las déwéké ngalain jagatpatiné ené? Ngudiang bakat jejeh empuanga tekén Nini Rangda? Suba kedat jani kakéné, buin lakar ngumbara di jagaté panesdingin kakéné. Di petengé dingin awaké langgér, di lemahé kebus baang pontrong surya! Yén suba di kedituan sinah tusing lakar rasaang buin byuta jagaté cara kakéné!” I Kaki Dengkil iteh mapangenan sakadi punika sambilanga makipekan Kalér-Kelod nyelehin genah masugi. Naler sampun masem rasaanga bibihné durung polih wédang. Gelisin satua bawak. Mangkin I Kaki Dengkil sampun dénes sesampuné usan kayeh ring klebutan sisin segarané. Samaliha, wédang dagangé ring warung dakocané ngawinang seger oger Ipun sané mangkin. Usan mabakti ring ajeng Ida Bhatara malungguh, I Kaki Dengkil malih ngrereh genah masandekan. Sambilanga nelektekang solah anaké mabakti semengané puniki, Ipun masandekan ring Balé Pasandekan Pura Ponjok Batuné punika. Santukan bengong nénten wénten manahanga, Ipun uyuk-uyuk kiap. Sayongé kesir-kesir saking segara mehpeh awakipuné naler ngawinang Ipun sayan undap-undap. Kenjekan undap-undap, masruét ring pangarsané indik Pura Ponjok Batuné rihiné panggihina asri matémbok batu pilah. Mangkin, kanten agung tan kirang asriné sakadi rihiné. Purané kanten macaya antuk hiasané kakardi antuk undagi pascat. Sapusira mecikang purané punika? Kocap pameréntahé sané dumunan mecikang. Asapunika kocap sané mungguh ring gagelaran Sang Wijayasastrané. Kamula pantes Sang Angawaraté kapituduh mangda miara parahyangan sesungsungan jagaté makasami. Sané manahanga antuk I Kaki Dengkil sané mangkin, inggih punika, wantah Sang Angawaraté sané rihinan prasida mecikang makudang-kudang parahyangan. Wantah mangkin asapunapi? Sampunang ja mecikang parahyangan, ngaturang aci kamanten aéng grenggengané. Makasami sumangsayain. Pangemponé, pamangkuné, sulinggihé, sratiné, tur sekancan manggala karyané kasangsayain ngageng-agengang karya kamanten karyané, mangda polih bati. Manggda ngakéhang mapikolih ri kala karyané kawangun. “Kija ja abana pipis pameréntahé jani? Yén ipidané amonto liuné pipisé angona menahin parahyangan, jani anggona gena? Anggona malali ka dura negara? Anggona kunjungan kerja? Anggona apa buin? Apaké sayan ngliunang pamalingan ngalangé? Jaji ping, apang tusing kéto dogén gaén danéswarané!” Aéng grenggengan I Kaki Dengkilé semengané punika. Nampek-nampek puniki, I Kaki Dengkil waluya asapunika. Demen pisan Ipun ngrikrik Sang Angawaraté. Napi minab sané manahanga. Minab santukan kuciwa ring kawéntenané sané mangkin? Larang pisan rerehan wargi Tepisiringé? Santukan sebet manahné, wargi Tepisiringé sayan sayah? Irgamayang sakadi bikulé layah ring ketungané? Waluya nénten padem sakadi sinonggané. Sapunapiang raris, kamula sampun nénten wénten pantun ring ketungané. I Kaki Dengkil makleteg sesampuné mamanah malingser sakadi punika. Saharsa Ipun ngadébras bangun sambilanga nganampekin anaké sané iteh mabakti kaéter antuk Jero Mangku. “Suud mabakti da nyen buin malali ka mall ka maretmareté ento nah…. Ingetang buin mani poan nu liu nyen papesoné tusing mabayah! Da pesan nuutang pakibeh jagaté cara jani! Nyanan makejang lakar pralaya baana. To iwasin pameréntahé, begeh pesan ngutang-ngutang pipis anggona malali nuutang keneh!” Asapunika I Kaki Dengkil mabaos. Ngemasin anaké sané rauh mabakti saking doh kamemegan nénten madrué kanda. Sambilanga ngiwasin I Kaki Dengkil mamargi alon nuju jabaan purané, makasami marasa polih pawisik mangda nénten goroh papak tumbas. (Jelantik)
Ejoh Tanah Langit Ejoh I Gede Suwartama TENGAINÉ ento panesé mlekpek. Matanainé bantet nyentér tusing sayub cara biasané. Langité galang maglandaran, pelung apanolihan tanpa ambu masiksikan. Anginé kelod satmaka ngambul tusing pesan makesiran. Kéto masi yéh pasihé degdeg cara yéh danu, tanpa alun lan ombak makaplésan. Kala ento, anak lanang ajaka dadua uli mara ngenjit ainé kangin suba ada di Désa Padangbai. Saking semeng kanti tengai itep mamancing. Cara panerikan uyeng pajalanné ajaka dadua ngangin ngauhang slegentinin. Baréné pulang-pulangina ka selagselagan jukung lan boaté. Koné ditu tongos bené demen maplalian ngalih amahamahan sambilanga nyaruang mengkeb ngelidin pangiwas ulam agengé ané setata teka mamangsa ka pasisi. “Mai Tu marérén malu! Béné suba sing nyak ngamahin. Ainé masi suba jegjeg. Lan ja madaar malu, apang nyak luungan lambetan palesé buin kesepan. Batis Beliné
suba kenyel, basang Beliné masi suba seduk, nyan yén suba suud madaar ajaka ngopi, apang cedangan buin paningalané nolih kledutan muncuk palesé.” Keto raos I Gedé Grantangé sambilanga makenyem jail ngajakin adi misanne I Putu Carma ngetis di betén punyan waruné ngrempiak selagan genah jukung bendégané katambak. Kabenengan lantas ditu ada anak lingsir sedek ngetis, negak masila sambilanga ngecelin siap kurunganné. “Nawegang Jero tiang sareng siki mateduh?” “Inggih-inggih durusang Gus. Polih ulam?” “Polih Jero, wawu akidik minab wénten agoréngan.” “Ulam napi?” “Maéndahan nika, muduk, lemujung, kacangan, coték, kérung taler wénten.” “Akéh Gusé polih ulam, napi kanggén umpan?” “Sepingan nika Jero, ituni semengan wawu ngenceg iriki polih gasék apanginangan.” Suud masaut, ditu lantas ajaka dadua pada nyedédéhang
13
palesné di jukungé tur capil lan dungkiné ané sangkola pejanga di duriné. Anaké lingsir ané negak di sampingné ento itep magecel sambilanga nyiksikin siapné. “Saking semengan panggihin titiang akéh mangkin torisé mriki nyebrang Jero nggih?” “Inggih, wawu saking abulané niki ramé. Haé sison kénten napi kocap nikaanga sareng gaidé, piragin titiang.” “Inggih patut high season. Makasami nika nyebrang ka Gili?” “Nénten, wénten ka Nusa, ka Lombok taler wénten.” “Oh kénten. Nawegang Jero, tiang jagi numbas ajengan lan wédang, minab Jeroné kayun taler ngajengan wiadin ngwédang?” “Ten.. ten.. tiang sampun, satondéné mriki sampun pepek, ngwedang taler sampun.” Masaut anaké lingsir sambilanga nlektekin boat penumpangé ané mara nyéndér di dermaga kayuné sisian kangin tongosé ngetis. “Tu, ené kéh malu!” I Gedé ngaukin I Putu ané iteh malinin bé di dungkiné. “Né pis anggon mablanja. Beli beliang nasi bungkus abesik tekén kopi selem pait. Yén Tu dot maimbuh lebihin naké meliang ragané nasi. Krupuk anggon paneman dadi masi beliang yén ada. Lénan kén ento, yén masisa pisé apa ja beli saluiré. Yéhé enu nyandang asananga ajak dadua nganti ked sanja ditu gantungang beli di panyantélan montoré, bénsep ingetang nyen nyemak satondéné mai!” Kéto buin raos I Gedéné nundénin I Putu apanga majalan mablanja sambilanga ngenjuhang pipis séketan ané tuni seleta di capilné. Tusing ada atelahan rokoné akatih, sagét I Putu suba némblés ngaba téngténgan. Tas kréséké gagaha, tur isiné pesuanga, “Né Beli Dé, lan naké madaar malu! Ngiring Jero, ngajeng dumun?” I Putu nanjénin anaké lingsir. “Ngiring Jero sareng ngajengang, niki wénten sanganan roti?” I Gedé nimpalin matanjénan. “Inggih-inggih durus Gus sareng kalih.” Anaké lingsir ento masaut nimbal. Kéwala paliatné ejoh sawat, mirib liu ané kenehanga. I Gedé lan Putu laut itep madaar. Tusing makelo sesubané ajaka dadua suud masehin lima, I Putu laut mabahan di biasé. Batisné lonjoranga tur capilé ané pejanga nekepin dungkiné kedenga anggona tatakan pabanné. “Blidé, tu lakar masaré kejep. Bénsep yén buin nyumunin dundun nah!” Keto I Putu mabesen tekéning I
ereh kenus sambilang malesin jangki. Yukti ja sakadi raos Jeroné, irika sayuwakti akéh sujatiné genah mamancing, kéwala tiang kadung seneng mriki yadiastun ejoh maondaan.” Kéto pasautné I Gedé. Anaké lingsir nyedsedang m a t a kon, “ Mun na p i sa né ngawinang Gusé seneng mriki? Tiang dogénan suba cupek ningalin désané dini jani, joh gati malénan tekén ipidan.” “Yén tiang dong ja néntén uning sapunapi gegambaran désané iriki riin. Tiang napetang sampun sakadi mangkin. Sakéwanten cupek-cupekan genahé iriki kantun raméan irika ring kota. Marginé pepesan macet, suaran motoré pagruéng saling becat tur pagedénin, sawah tegal sampun telas dados umah. Matiosan sareng iriki sané kantun akéh punyan-punyananné yadiastun di tepian segarané.” Suud masaut I Gedé buin ngutsaha ngenjitin rokoné. Anaké lingsir menahin tegakanné saha ngahgah kantong. “Niki Gus, tiang anak satata mabekel api. Yadiastun tiang suba makelo suud ngroko. Kanggoang jani mamako dogénan. Yén dadi baan pakapahin ngroko, padalem awaké! Apabuin jani ajin rokoné suba makeber.” “Inggih Pak, unduké nika tiang sampun uning. Kémaon rokoné sampun kadung gélanin tiang kemu mai.” I Gedé ngentungang kipekanné ningehang tutur anaké lingsir. Saruanga nyledét adinné Putu ané sagetan sirep leplep masaré di sampingné. “Tiang lakar mapamit malu Gus, mirib tukang batuné suba nyumunin buin magaé wusan masandekan di jumah. Jeg ibuk kenehé ngelah pianak muani tusing dadi tembahang. Makejang natahé péséna baan krikil sarwa warna-warni, koné jani kéto jaman payasan natahé. Punyan poh monto selegné mabuah jeg punggela. Ngelah punyan cempaka mara nyumunin mabunga masi punggela, turmaning gantina baan pot misi jepun jepang. Mih, jeg grimutan basangé kanti mauled ngenehang paminehné buka kéto. Kayang ngubuh-ubuhan siap jani tiang témbahanga koné apang tusing umahné uyak tai. Cicing clokotakané totonan, kadéna nyidayang apa déwékné idup padidiana dini di guminé.” Suud nampés-nampésin bias ané neket di celanané anaké lingsir laut magedi nyangkol kurunganné. I Gedé bengong nlektekin anaké lingsir sada mapineh-pineh. “Béh, déwéké maan padumanné jani.” ***
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Kautaman Bhakti Maharsi Utanka Olih : I K. Satria, S.Ag IDA Sang Madayanti mawali nglanturang, “Sané ngawigunayang anting-antingé puniki wantah sampun nénten prasida keni pinyungkan baya ring jagaté. Yéning sang sané ngawigunayang anting-antingé puniki madué pangadegan alit, irika raris antingé puniki pacang kapikantenang alit. Asapunika taler yéning sané ngawigunayang anting- antingé punika pangadegané ageng saha tegeh, antinganting puniki pacang ngagengang mawinan anut ring sang sané ngawigunayang. Punika wantah kawisésan anting-antingé puniki sané sampun kasub ring jagaté sané sujatiné titiang sané nuwenang. Anting-anting puniki nénten malih wénten sané nyamén pada ring jagaté. Asapunika taler makasujatinnyané antingantingé puniki sampun kasub ring jagat tigané. Punika sané mawinan titiang banget nyaratang cihna sané wénten kapaicain olih Sang Prabhu junjungan titiangé”! Wawu sakadi asapunika pangandikan Ida Sang Permaisuri, Sang Brahmana marasa sungsut santukan nénten prasida ngaturang sakadi sané kapisaratang. Ida Brahmana Utanka dahat sebet sangkaning nénten prasida molihang napi sané kasaratang. Sangkaning sakadi asapunika baos Ida Sang Madayanti, Ida Brahmana Utanka mawali nuju genah Ida Sang Prabhu Saudasa sané sampun kaloktah satya ring semaya. Sang Prabhu Saudasa sampun uning ring pangrauh Ida Brahmana Utanka ka genahidané. Sangkaning kasungsutan pikayunan, Ida Maharsi Utanka mawit matur lesu pisan, “Kawéntenan titiangé dahat nista pisan. Titiang mawali ka genah punika pacang nunas cihna sané prasida aturang titiang ring Ida Sang Madayanti, permaisurin Ida Sang Prabhu. Santukan Ida mapitakén indik cihna saking Ida Sang Prabhu sané nyihnayang pinunas titiangé puniki wantah Ida Sang Prabhu sané nguduhang.” Ida Sang Prabhu Saudasa raris nyawis antuk kenyem nyunyur manis, “Wantah wénten akidik sunar sané prasida ngicén karahayuan. Punika mawinan icénin anting-antingé puniki majeng ring titiang, Brahmana Utanka! Aturang kémanten sakadi baos titiangé puniki.” Teges pisan baos Sang Prabhu Saudasa. Wantah sakadi punika cihna sané kaicén Ida Sang Prabhu sané patut katurang majeng Ida Sang Permaisuri pinaka cihna sané kasaratang. Antuk punika, Ida Brahmana Utanka mawali malih nuju genah permaisurin Ida Sang Prabhu Saudasa saha ngaturang pabesen Ida Sang Prabhu sakadi asapunika. Gelisang satua, katurang raris pabesen punika majeng ring Ida Sang Permaisuri. Sangkaning pabesen punika, Ida Sang Permaisuri nénten malih panjar atur. Ida raris ngaturang anting-anting sané kaduénang majeng ring Brahmana Utanka.
Gedé, takut kasépan baan kenyelé kaliwat tur tindihin basangné wareg. “Nah, nah kemu suba masaré malu asrietan. Beli lakar ngopi dini sambilang ngorta kangin makauh ngajak anaké lingsir.” Disubané ngraos kéto sagét nyempléng anaké lingsir ané bareng ajaka ngetis di sampingné totonan. “Gus, tingalin ja ento turisé ba dauh! Yadiapin ia liu ngelah pipis turin pules di hotél, pianakné cerik ané mara nyumunin majalan ento baangina magaang sada glalang-gliling di biasé. Apa pelih yén kakéto?” I Gedé ané sedek nuruang kopiné ka gelas plastiké prajani nyeledét kauh sig tongos ané tujuanga tekén anaké lingsir. Tondén bakat baana nyautin, anaké lingsir buin lantas ngaraos, “I raga dadi anak Bali jani asananga bes kaliwat ngajumang pianak gelah. Abedik dogénan colék ebuk suba sepanan mémé bapanné nyadsadin. Saling kéh bani glalang-gliling di tanahé. Méh sepanan suba saup sangkola pianakné apang tusing dogénan kena daki. Kénkénang mun pianak-pianaké ané jani bisa ngajinang ebuk.” I Gedé ané sedek mautsaha ngenjitin rokoné baan korékné beseg uyak peluh nadak nganceng kapotrékan. Rokoné ané suba seletanga di bibihné dadi macepol tanpa rasaanga tur sépanan limané nyangkuak nakepin. Mirib ja ia mapinehpineh tekén raos anaké lingsir ané abuku makulitan ento. Tuara ada neng akijapan, sagét buin pesu raosné anaké lingsir, “Makebusan tusing dadi, kemu mai pragat masangkol tur krubunganga. Kénkénang lantas bisa ngajiang iusan langité? Nah tegarang Gus minehang munyin tiangé ento!” I Gedé makenyem dogénan, kéwala rasa kaplengek tan masaut maningehang raos anaké lingsir. Mirib ulian marasa déwék lekad di Galunganné. Nampedang makejang suba aluh buina sarwa modérn, tusing cara ipidan ané satata kéweh. “Gusé saking napi?” “Tiang saking Dénpasar Jero. Mun jeroné asli iriki?” “Nggih tiang asli. Nika napi umah tiangé ané di bucu kaja kangin margi pas gati di pateluanné ba daja.” Sambilanga anaké lingsir nuding kori nujuin tongos umahné. L a nt a s b ui n i a m a sa ut , “Mun dados ejoh gati saking Dénpasar mriki luas mamancing? Kadén irika akéh genahé mamancing? Mun mriki negakin onda?” “Inggih tiang mriki negakin onda sareng kakalih. Sampun pepes tiang mriki, kéwala pepesan wenginé nglambetin ngr-
Sesampuné nampi anting-antingé punika, Ida Sang Brahmana Utanka mawali nuju genah Sang Prabhu Saudasa saha ngaturang suksma antuk paica sané sampun kaicén olih Ida Sang Prabhu manut pangaptinidané. “Nawegang Sang Prabhu sané mautama indik dana punia, sadurung titiang mapamit makta anting-antingé punika tur mawali nyukserahang angga majeng ring palungguuh Sang Prabhu, lugrayang titiang nguningin napi suksman bebaosan utawi pabesen Sang Prabhu majeng ring dané Permaisuri? Yéning manahang titiang dahat utama, mawinan palungguh Permasuri nénten malih tempal?” Antuk pitakén Sang Brahmana Utanka sakadi asapunika, raris nyawis Sang Prabhu Saudasa sakadi asapuniki. “Wangsa Ksatrya, saking riin sampun kapatutang mangda setata bhakti majeng ring para brahmana. Awigé puniki sampun kasungkemin ngawit jagaté puniki kawéntenang. Sakémaon, sampun akéh sané kamargiang, sangkaning durjana sané ngawinang para brahmanané setata kekasorang, utaminnyané sané kalaksanayang olih para ksatria. Titiang sakadi mangkin wantah sangkaning kawéntenan brahmana, yadiastun wénten sané ala sané katibénin ring angga sariran titiangé olih silih sinunggil brahmana sakti. Titiang wantah madué Permaisuri Madayanti tur wantah angga sarirannyané sané pinaka paneduh sariran titiangé. Sujatiné, uduh brahmana utama, titiang madué pangapti, titiang nyaratang panunggalan taler banget ngaptiang mangda prasida ngamangguhang karahayuan ring kahuripané mangkin. Titiang sampun sauninga indik nénten wénten prabu sané mautama utawi manggihin karahayuan yéning nénten bhakti majeng Ida sané maraga Brahmana. Napi malih sané karepang ring jagat sunya sajabaning waranugrahan sané utama punika? Punika sané mawinan titiang ngaturang anting-antingé puniki majeng ring Sang Brahmana sané dahat merihang. Sakémaon titiang setata ngaptiang satya wacana saking palungguh Brahmana.” Mirengang sakadi asapunika baos Ida Sang Prabhu Saudasa, Ida Brahmana Utanka nyawisin, “Patut, patut pisan! Titiang setata malaksana sakadi napi sané baosang titiang. Titiang nénten purun tempal ring angga sarira, sakémaon malih titiang jagi matakén majeng ring Sang Prabhu.” Sang Prabhu Saudasa raris nyawis, “Inggih, napi malih jagi katakénang? Titiang cumpu pacang nyawis mangda prasida titiang ngicalang pikayunan nénten lascarya ring anggan Sang Brahmana Mautama!” sakadi asapunika Ida Sang Prabhu nyawis. (Masambung)
Pitulas Agustus Sukra tan krura lara tangkahé kebus bara Nemu Umanis gendis sampun gelis tinglis Jam dasa lintang dasa menit galah pingit Pitulas Agustus kebus matambus sami puspus Siu sanga setimahan warsané siddhi mahan Kudang rah sampun meliah membah Mimis tambis ampis tan polih ngamis Kudang watang pajulémpang tan pabangbang Tindih tan maperih mabéla ring merah putih Panamayané rauh kahyangin Hyang Tuduh Soekarno-Hatta lejeh pageh Suara kadi gereh Ngawi meseh jejeh Masamaya mrajaya Mahardhika Indonesia Adicaya jaya wijaya. Nala Antara
Kruna
14 Ni Kadek Sepiawati
Cerakén
Mawit Ngayah, Molihang Préstasi
Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
pupu;p\С(.
Redité Paing, 20 Agustus 2017
WAGED ngawigunayang gamelan tradisional sané katah kaambil olih anak lanang majanten ngawi anak sané nonton angob. Nyuarayang gamelan gendér kasinahang becik pisan olih anak istri antuk aran panjang Ni Kadek Sepiawati puniki. Yadiastun yusannyané kantun alit, kawagedannyané ngambelang gendér masaih sareng panabuh gendér sané sampun mayusa kelihan ring dané. Sangkaning kawagedannyané punika, dané ketah ngaturang ngayah magendér. Mawit wau mayusa pitung tiban, Sepiawati malajah gendér santukan ring wewidangan kulawargané akéhan seniman. Mawit saking seneng miragiang, kasuénsuén medal kayunnyané malajahin gendér wayang. “Kala punika tiang kaajahin olih embok tiangé, Ni Wayan Mulyawati,” baosnyané. Embas ring kulawarga seniman, akéh gamelan sané prasida kasuarayang. Mawit suling, rindik, gangsa, kendang, miwah gamelan tiaosan. Sangkanig kawagedan sané kaduénang, dané sering kaajak nagingin acara taler ngayah. Mawit sareng ring sesolahan wayang, nagingin acara r i ng upac ar a pawi wahan, mapandes, miwah ngayah ka pura taler ring sekolahnyané ring SMP Negeri 2 Amlapura ri kala rainan Saraswati utawi upacara tiosan. “Mawit sering kaajak nagingin acara sakadi punika, tiang polih jinah anggén prabéa masekolah,” boas anak alit sané embas ring Saren Anyar, 8 Mei 2002 puniki matadah kimud. Pinaka kaping kalih I Wayan Lunas miwah Ni Wayan Merta puniki meled pisan nglestariang budaya Bali sané sampun katamiang olih leluhurnyané. Jinah boya ja patokan n g a m a r g i a n g kasenengannyané punika. Ring pikayunannyané wantah ngaturang ngayah tur manyama braya. Sangkaning seringnyané ngaturang ngayah, dané polih
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
Pupuh Pangkur 13.tulêln*b)eg(pisn/,
Tulia lanang begér pisan, mulesoem;,
mula soméh, bgusÓ¡turenmnis/,
bagus tuturané manis, wiknßstÙmkidu*,
wikan masatua makidung, s)ttmg)egozékn/, setata magegonjakan, lênÀigusÓi,
lian I Gusti, k)tuetãonjystɱ,
Ketut Bona jaya satru, s)n%mg)g)bugn/,
seneng magegebugan, mtizéknådujurit/.
matinjakan ngadu jurit. 14.muls*kli;pÉdñn/,
Mula sang kalih pradnyan, \ulik×sÓË, ngulik sastra, krit)runmumæunin/, kari teruna mumpunin, kgÉiypunêmguru,
ka Griya Punia maguru, mljhinÐdêtßikn/,
malajahin kadyatmikan, hyuecokÞi, Ayu Cokli,
rkent2(mguru,
rakané taler maguru, \ir&hids*pnÑí,
ngiring Ida Sang Pandya,
sokongan saking guru, rerama, taler sawitrannyané ngamiletin pacentokan. Mawit irika dané mapikayunan ngamiletin pacentokan sané mapuputnyané ngateh dané molihang prestasi. Indik pacentokan sané naen kamiletin luiré: Utsawa Dharma Gita duta Kabupatén Karangasem, macepat putri, porsenijar tingkat Kabupatén Karangasem, miwah lomba gender wayang ring PKB daweg warsa 2013 sané prasida ngamolihang juara III. Dané taler ngamiletin pacentokan magendér wayang mapasangan sané kamargiang ring Universitas Warmadéwa, Dénpasar. Kala punika dané mapasangan sareng I Wayan Suryaditya tur prasida ngamolihang juara III. Kadek Sepiawati utawi sané ketah kasambat Mimin puniki maosang marasa seneng lan bangga sangkaning préstasi sané prasida kapolihang yadiastun nénten wénten target juara. “Samian sangkaning paswécan Hyang Widhi taler sokongan kulawarga, guru, miwah sawitran titiangé,” baosn y a n é m a k enyem. (uma)
I Déwa Gedé Putra
Nénten Samian Pragina Sida Nyolahang Télék PINAKA wangun kasenian saking Bali majanten makudang-kudang sesolahan utawi igel-igelan kantun akéh kapanggih ring pakraman kantos mangkin. Duaning sesolahan-sesolahan inucap wantah sinalih tunggil kahanan sané kasenengin utawi kasaratang ring parikrama pariwisata. Sios punika, makudang-kudang sesolahan inucap taler ketah kasolahang sajeroning parikrama upacara yadnya. Kantun akéh sesolahan kuna sané becik katami oleh kramané, sinalih tunggil nyané sesolahan Télék sané majanten kasolahang tatkala kamargiang parikrama yadnya. I Dewa Gede Putra, S.Pd., Guru Seni Budaya ring SMAN 1 Abiansemal maosang, karereh indik tetuekipun, sesolahan télék sujatiné wantah sesolahan sané nyihnayang “eksprési” taler parikrama jadma utawi wadwa tatkala nyanggra pangrauh Ida Bhatara-Bhatari sané katedunang tatkala parikrama yadnya punika kamargiang. Sesolahan inucap ketah kasolahang ring karya-karya yadnya ageng minakadi conto yadnya padudusan agung utawi karya yadnya ring Pura Besakih. Malih dané maosang, sesolahan punika kamargiang olih pragina sané akéhnyané limang diri. Soang-soang pragina pacang ngawigunayang tapel putih utawi sané ketah kabaosang tapel télék. “Krama istri sané nyolahang sesolahan télék sané katengetang punika, sapatutné ipun nénten keni kacuntakan ring angga utawi kacuntakan sangkaning wénten kalayusekaran. Indik yusa utawi tuuh, sinah nénten wénten patokannyané,” baos dané. Pragina sané embas ring Singapadu, 2 Februari 1976 puniki malih maosang, sakadi sané ketah kapanggihin durung majanten samian pragina prasida nyolahang télék. Asapunika taler sajeroni n g
sanggar. Punika minab sangkaning pragina punika durung tatas ring parikrama sesolahanipun utawi dumun sampun naenin nyolahang sakéwanten sampun lali ring parikramannyané. Sios punika, tatkala mapaurukan utawi tatkala masolah jagi ngawigunayang tapel sinah ngawinang ipun nénten becik macecingakan tur ngawinang meweh nabdabang “komposisi” masolah ring kalangan. Dané nglanturang, mangda praginané prasida waged nyolahang sesolahan télék inucap, ipun patut pisan seneng ring sesolahan punika tur uning ring sinalih tunggil paileh sesolahannyané. Sakéwanten sané taler mabuat pisan wantah setata nunas ica utamanipun ring palinggih taksu sané wénten ring sanggah utawi merajan soang-soang mangda ledang Ida Sang Hyang Widhi Wasa mapaica kabecikan utamanipun ngresikin angga miwah pikayunan tatkala jagi masolah. Katakenin indik genah sesolahan télék sané majanten sakral punika kamargiang, dané maosang wantah becik pisan yéning sesolahan inucap kamargiang ring PKB antuk tetujon nyinahang saha nglestariang sesolahan sakral inucap. Sakéwanten yéning punika lantas kasolahang ring genah-genah komérsial minakadi hotel pinaka balih-balihan, dané maosang kirang becik. Dané ngaptiang mangda nénten kamargiang sakadi asapunika. Sakéwanten yéning kawigunayang dados balih-balihan ring pura tatkala wénten piodalan, sinah parindikan punika nénten iwang. “Punika matetujon mangda sesolahan télék nénten kasolahang ring genah sané nénten sapatutné. Yadiastun sakral utawi tenget, nanging tatkala katonton olih kramane sinah dados kaucap balih-balihan sakéwanten ring wewidangan pura kémanten,” baos dané sané meneng ring Br. Belang, Singapadu, Gianyar puniki. (was)
Isin Gumi
r&gÉiymnÑrwti.
ring Griya Mandarawati.
Katarka Séket Diri Angganing ISIS ring Bali GATRA indik kawéntenan séket diri krama sané ngranjing ring ISIS nyebar ring Bali kabaosang Pangdam/IX Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak. Dané maosang, wénten kirang langkung séket diri krama sané ngranjing ring daftar anggota ISIS terdetéksi ring Bali. Yadiastun kawéntenan anggota ISIS ngranjing ka Bali sampun saking lami dados pakrimik, tetep kémanten gatra inucap karasa sakadi tatit saha ngawi krama Bali osah. Gatra sané kabaosang Pangdam inucap sapatutnyané kategesin pinaka pesan terselubung antuk
nangiang rasa éling krama pamekas krama Bali indik baya radikalisme. Parindikan punika kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wraspati, 17 Agustus 2017 lintang. Gung Dé, Singaraja Napi sané kabaosang Pangdam punika taler dados kategesin satmaka pakéling indik paiketan manyama braya sané sayan longgar ring tengahing pakraman. Panglimbak widang pariwisata ring Bali sapatutnyané nénten ngawi goyah tingkat uratian krama Bali
majeng ring katreptian lingkungan. Pastika séket diri anggota ISIS punika durung janten saking dija kémanten, napiké warga Indonésia utawi warga asing. Wayan Sengen, Nagasepaha Kawéntenan séket diri anggota ISIS ring Bali patut becik kapikayunin. Krama patut sayan yatna. Tunas titiang majeng angganing aparat, intelijén, angganing keamanan soangsoang désa adat sajebag Bali mangda nincpang pengawasan. Aparat sareng krama mangda masikian nambengin nglimbaknyané
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
pangkuh
1.
p*ku;,
1. angkuh
2.
pangkung
2.
p*ku*,
2. jurang
3.
pabahan
3.
pbhn/,
3. ubun-ubun
4.
mamacul
4.
mmcul/,
4. bertani
5.
padah
5.
pd;,
5. tumpul
6.
padgata
6.
pdát,
6. perlu, penting
7.
padik
7.
pdik/,
7. pinang, lamar
8.
pakeh
8.
pk);,
8. asin
9.
palud
9.
plud/,
9. gabus
10.
plÙ,
10. perahu
10. palwa
Bahasa Indonésia
anggota ISIS ring Bali. Lianan punika, soang-soang banjar prasida mawali nangiang siskamling. Tanaya, Kampung Tinggi Nambengin ISIS rauh ka Bali sampunang wantah ngandelang pihak keamanan kémanten. Makasami angganing, inggian krama Bali miwah krama pendatang sané sampun dados Krama Bali mangda sareng urati. Sareng sami éling santukan Bali kantu dadosang sasaran ISIS nglaksanayang tetujonnyané, inggih punika nyebarang paham radikalisme. Putra, Pengastulan Samian kahanan ring Bali patut nincapang kayatnaan. Minab Bali kadadosang tetujon nyebarang paham radikalisme olih anggota ISIS. Napi malih Bali kasub pinaka genah tetujon wisata sané ngulangunin. Lianan punika, krama Bali terbuka majeng sira kemanten sané rauh ka Bali. Gung Surya, Lovina Anggota ISIS prasida ngranjing ka Bali minab sangkaning kirangnyané pengawasan ring pintupintu masuk ka Bali. Antuk punika, aparat mangda gelis nincapang pengawasan ring pelabuhan-pelabuhan minakadi Gilimanuk, Benoa Padangbai. Yéning prasida mangda kagenahang petugas Dénsus miwah kawewehin malih antuk petugas keamanan tiosan. (ama)
Sang Hyang Aji Saraswati Niyasa Kaweruhan RAINAN Saraswati sané sampun kapakelingin ngélingang iraga sareng sami mangda setata ngruruh ilmu pengetahuan suci sané mawiguna sajeroning ngamargiang kahuripan puniki. Umat Hindu pamekasnyané, ri kala rainan puniki sami ngaturang bakti ngastawa Ida Sang Hyang Widhi Wasa sajeroning paragayan Ida pinaka Sang Hyang Aji Saraswati, sané kanggehang pinaka Déwi sekancan pangweruhan sané katedunang ring jagaté. Rainan Saraswati kapercaya pinaka rainan majeng sekancan pangweruhan, daging lontar-lontar pustaka, buku-buku suci wéda miwah buku paplajahan sané katedunang ring jagaté, raris katunas, kaplajahin olih manusa tur kaastitiang mangda pangweruhan sané sampun kapaica punika prasida maguna sajeroning kahuripan ngwantu manusané molihang kasukertan. Rainan Saraswati kalaksanayang olih umat pamekas matetujon ngastawa Déwi Saraswati, sakti Ida Bhatara Brahma. Sajeroning ajahan Tri Murti, Ida Sang Hyang Widhi pinaka pangripta (uttpati) sané maprabhawa Ida Bhatara Brahma/Dewa Brahma. Dewa mawit saking kruna Div sané mateges sinar/cahya. Sajeroning kawéntenan Ida sané maprabhawa Ida Bha-
tara Brahma, Ida ngripta kawéntenan Bhuwana Agung, Bhuwana Alit, ajahan-ajahan suci, ilmu pengetahuan suci, miwah sané tiosan, sangkaning punika Bhatara Brahma kadadosang pinaka lambang Dewa kecerdasan saha Dewa kepujanggaan. Ilmu pengetahuan suci punika kasimbolang antuk prabhawa Dewi sané ayu tur nudut kayun sané kabaosang Dewi Saraswati. Sajeroning agama Hindu ring Bali miwah ring India, Déwi Saraswati kapralambang pinaka Déwi sané ayu tur madué tangan patpat. Pralambang Déwi sané ayu nyihnayang indik pangweruhan punika nudut kayun gumanti manusané meled uning tur malajahin. Tangan Déwi Saraswati makapatpat makta piranti nyinahang kaagungan Ida. Ring tangan-Idané ngamel wina/alat musik, genitri, miwah cakepan/kitab. Tios punika, wénten taler angsa lan merak, miwah teratai pinaka linggih-Idané. Makasami sané
kagamel punika kadadosang pinaka pralambang. Genitri pinaka lambang ilmu pengetahuan nénten pacang telas yéning palajahin. Cakepan/ kitab pinaka lambang sumber ilmu pengetahuan inucap. Wina/alat musik pinaka lambang ilmu pengetahuan prasida ngawinang ulangun, saha ngamedalang rasa estetika. Kedis merak pinaka lambang ilmu pengetahuan punika agung tur mawibawa. Yéning angsa pinaka lambang/ simbol kawicaksanan, anggén minayang sané kasengguh becik miwah kaon. Saking kawéntenan punika, para krama pamekasnyané umat Hindu mangda yukti-yukti prasida ngresepang sekancan pralambang sané wénten ring Prabawan Dewi Saraswati punika. Taler kaptiang prasida becik ngawigunayang saha ngajiang sekancan pangweruhan sané kapolihang mangda prasida maguna sajeroning ngamargiang kahuripan. (uma)
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Paing, 20 Agustus 2017
Industri Tausiyah….
Berpuasa untuk Allah dan Mempuasai Indonesia
l Pertapaan Ramadlan (2)
DI TENGAH PROSES hari-hari Iktikaf, aku bertanya kepada dua anak di depanku: ‘’Ketika kau beriktikaf, di mana letak Allah, di mana Rasulullah, di mana Dunia, serta di mana Masjid? SALAH SEORANG dari mereka tersenyum mendengar pertanyaan itu. Aku perhatikan ternyata kemudian senyumnya melebar, lantas berkembang menjadi tertawa, dan akhirnya menjadi tertawa terpingkal-pingkal. Sampai terguncang badannya, sehingga ia berdiri dan pergi setengah berlari. Tentu saja aku kaget. Dan kecewa. Juga sedikit ada rasa tersinggung oleh suara tertawa anak itu. Tak sempat kukejar atau kuteriaki. Sebab harus kuhadapi anak lainnya, dan yang pergi itu nanti pasti akan kembali. SUNGGUH aku ingin di antara anakanakku itu akan ada yang menuturkan hasil iktikafnya berupa tausiyah, nasihat atau pitutur praktis yang bermanfaat bagi banyak orang. Sebab masyarakat di zaman ini sangat haus nasihat, sangat lahap memakan tausiyah dan sangat menggantungkan hidupnya pada pituturpitutur. TAPI ANAK INI malah bertanya: ‘’Apakah sekarang ini samudera hidayah AIQur’an dan Hadatsah Sunnah Sirah Kanjeng Nabi sudah kering air ilmu dan hikmahnya, sampai-sampai Kaum Muslimin mencari nasihat di luar dua samudera itu?’’ AGAK KAGET, tapi sedikit kagum juga aku mendengar pertanyaannya. Aku tidak segera merespons, dan memang masih agak tercengang. Dan ternyata memang anak ini belum selesai. ‘’Sejak kecil dulu, kalimat Allah yang paling mempesona hati saya adalah Al-Kahfi 109: ‘’Qul lau kaana-l-bahru midaadal-likalimati Rabbii, lanafida-lbahru qabla an-tanfada kalimaatu Rabbii, walau ji’naa bimitslihi madadaa.’’ ‘’Ini firman bukan hanya informasi. Bukan hanya ilmu. Bukan hanya data dan fakta. Bukan hanya infinitas cakrawala matematika. Bukan hanya huruf, kata dan kalimat. Ia juga musik. Ia aransemen ultrakreatif. Ia komposisi yang kata harmoni tak sanggup mewadahinya.’’ ‘’IA LUKISAN YANG lebih dari sempurna. Ia labirin mutiara titik-titik makna, garis-garis nilai dan gelembung-gelembung cinta. Ia puisi yang melampaui segala puisi. Ia inti bunyi, suara sejati, Ibu segala imajinasi. Padahal hanya beberapa kata, hanya satu kalimat. Hanya selintasan cahaya. Setiupan hawa cinta-Nya.’’ ‘’QUL’’, Allah menepuk bahu kita: Katakanlah. Artinya, teguhkan pengertiannya di pikiranmu, teguhkan akar maknanya di hatimu, manifestasikan dan jadikan ekspresi sejati setiap langkah kehidupanmu. ‘’Andaikan air di seluruh lautan dipakai untuk menuliskan kalimat Sang Maha Pengasuhku, niscaya akan mengering semua lautan itu, sebelum habis dituliskan kalimat-kalimat Maha Rabbi, meskipun Ia menuangkan lagi, memenuhkan lagi seluruh lautan itu dengan air, dituang dan dituang, dipenuhkan kemudian dipenuhkan, lagi dan lagi, terusmenerus dan terus menerus, madadaaa, madadaaa…’’ ‘’APAKAH MASIH ADA RUANG yang kosong dari ayat-ayat–Nya? Apakah masih
ada rongga untuk yang bukan firman-Nya? Apakah masih ada sela-sela sezarrah pun untuk tausiyah, ceramah, pitutur, nasehat, posting, copas, sharing, broadcasting dan segala yang semacam itu. Terlebih lagi untuk apapun yang keluar dari bibirku, yang tertoreh oleh ujung penaku?’’ SEBENARNYA lebih nikmat kalau aku diam dan mendengarkan apa saja ungkapan anakku ini. Tapi terloncat dari mulutku pertanyaan: “Apakah itu juga berarti tak ada celah bagi hadits-hadits Nabi, fatwa para Ulama, pesan para Pujangga, dakwah para Ustadz, panggilan jihad para Habaib?’’ TAK KUDUGA ANAK ITU canthas menjawab: ‘’Setiap untaian kata dari Rasulullah, setiap gerakan tubuhnya, setiap langkah perilakunya, bahkan fakta bahwa ada beliau - adalah bagian dari firman Allah yang tak tertuliskan dengan tinta tujuh samudera. Setiap tetes embun adalah bagian dari ayat-nya. Angin yang berhembus, tunas yang tumbuh, bunga yang merekah, air yang bergerak, seluruh benda alam semesta yang beredar, berputar, berthawaf dan bertasbih – adalah bagian dari Maha Orkestra Nyanyian Cinta Allah Swt.’’ ‘’Insya Allah serba sedikit aku mengerti itu’’, kataku, ‘’tetapi apakah berarti di antara manusia tidak ada peluang untuk saling menasehati? Bukankah kita disuruh ‘tawaashou bi-l-haqqi wa tawaashou bi-sh-shobri’?’’ SI ANAK MENJAWAB: ‘’Tawashou kata para Ulama berarti saling berpesan, saling mengingatkan, saling menasihati. Yang dipesankan adalah al-haq. Dan ‘’alhaqqu min Robbika’. Kebenaran berasal dari Allah, tidak terdapat pada manusia. Manusia hanya mendistribusikan kebenaran Allah, bukan menyebarkan kebenarannya sendiri, apalagi dengan memposisikan si penasihat adalah pihak yang tahu, alim, baik, saleh. Sementara yang dinasihati adalah pihak yang tidak tahu, buruk, awam dan bodoh…’’ ‘’Itu bisa terjadi pada siapa saja dan bisa dituduhkan kepada siapa saja, termasuk ke aku dan kau’’, aku memotong. ‘’LHO’’, jawabnya, ‘’Aku tidak pernah menasihati orang. Aku hanya menikmati persentuhanku dengan kebenaran Allah. Paling jauh aku hanya menjawab pertanyaan. Atau memenuhi permintaan. Sementara suasana yang berlangsung sekarang ini adalah banyak orangn yang selalu gatal untuk menasihati, dan kebanyakan orang seperti maniak untuk selalu minta nasihat, motivasi, pencerahan, seolah-orah sudah habis bahan-bahan yang berasal dari Allah dan Rasulullah. Sampai akhirnya mobilitasnya menjadi industri...’’ ‘’Bukankah itu bukti tawaashou bi-l-haq?’’ ‘’Sebaran-sebaran nasihat yang berseliweran selama ini kurang mencerminkan bahwa yang berlangsung adalah ‘saling’, tidak banyak nuansa kerendahan hati untuk ‘saling’. Jadi fokus saya bukan soal manusia menasihati lainnya, tetapi – pertama - apakah sudah tuntas, selesai dan habis kebenaran Allah diserap oleh setiap hamba-Nya’’ Kenapa kebanyakan orang tidak mengakses sendiri ke kebenaran Allah sebagai kepustakaan primer hidupnya?’’ l Emha Ainun Nadjib Yogya, 20 Juni 2017
Tata Kelola Monumen Hidup Kebangsaan … l Integritas Memahami Sastra Fondasi Pembangunan Semesta
NUSANTARA tak bisa lagi sepenuhnya dikendalikan kekuatan militer (hard power) tapi dengan soft power berbasis budaya dan ekonomi atau wacana trennya blue ocean. Jika boleh berharap blue ocean yang memiliki kawitan ‘’rasa puisi’’. Alur pemikiran ini dipahami Bali melalui penguatan kearifan lokal yang bersinergi dengan kemajuan teknologi di berbagai bidang. Konsistensinya lahir dalam Bali Mandara. Sebuah password yang membuka semangat membangun Bali pada sistem komputerisasi, baik urusan kependudukan, pemantauan arus kendaraan, hingga transportasi angkutan umum, termasuk mobilisasi masa dengan aneka ormasnya. Agar mekanisme pemerataan pembangunan di tingkat bawah menguat, maka JKBM, bedah rumah, dan simantri disuntikkan demi mengembangkan potensi lokal yang kurang prima. Diikuti kesadaran berbudaya dan berkesenian yang telah berbunga dan berbuah di pohon ‘’Paras Paros Sarpanaya, Sagilik Saguluk Sabayantaka’’. Tulus Memangku Bali Sebagai ujung tombaknya demokrasi Nusantara di dunia internasional, tantangan Bali makin lama makin besar. Di zaman Presiden SBY, sang presiden pernah memerintahkan protokoler kepresidenan untuk menghadirkan satu kursi lagi, bagi Mangku Pastika, dalam pertemuan multilateral dan bilateral di Istana Negara. Sebuah kursi yang diperuntukkan bagi pejabat setingkat menteri. Jelas ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi yang bersangkutan namun lebih dari itu, Bali adalah ‘’klepon istimewa’’ di mata dunia. KEISTIMEWAAN ini hendaknya membuat pejabat Bali tak lupa diri. Mereka harus ingat dari mana mereka berakar. Jika Presiden Soekarno pernah mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya, maka dalam pembentukan sebuah bangsa nama Raja Badung, Raja Kelungkung, Panji Sakti, I Gusti Ngurah Rai, Tjok Oka Sudharsana, serta ribuan nama yang terkubur menjadi pupuk
Emha 27 Mei
Arsa 27 Juni
untuk menyuburkan Bali yang kuat dan berakar ini, tak boleh dicabut dengan mental KKN. Sebab apa? Sebab mereka menghadirkan cinta tanah air dalam perjuangannya, yang terindoktrinasi lewat sastra dan budaya. Sastra sebagai bangsa Tahun 1928 merupakan tonggak sejarah lahirnya Soempah Pemoeda, di tahun itu, ‘’dokter Jawa’’ hanya berjumlah 50 orang. Lalu bibit Soempah Pemoeda itu menjadi pohon 17 Agustus 1945 yang kuat dan berakar. Pernahkah kita memikirkan kekuatan jiwa sastra apa yang ada dalam nubari mereka yang menyusun teks Soempah Pemoeda dan Proklamasi itu? Kata-kata yang menjadi Sabda Penggubah Nusantara di mata dunia. Berapa banyak profesor doktor sastra saat itu? Bisa jadi, tak lebih dari 10 orang. Meskipun demikian, ‘’beri aku satu kata puisi daripada seribu rumus penuh janji”, lahir sampai hari ini lewat pembangunan di daerah timur Indonesia oleh Jokowi. Mega mercusuar yang dicita-citakan dari lama Putra Sang Fajar. Monumen Hidup Kebangsaan Puisi yang menjadi Sabda Terang itu, telah mencerahkan para pahlawan menghadapi tank dan mitralliur meskipun hanya dengan bambu runcing. Mungkin zaman sekarang kita katakan itu konyol. Tapi jangan salah, di balik kekonyolan itu ada ketajaman jiwa yang lahir dari keseimbangan hati dan otak untuk berkorban. Inilah integritas yang disebut ‘’monumen hidup kebangsaan’’. Sebuah monumen yang menyegarkan kembali daya juang kita setelah bertempur puluhan, bahkan ratusan tahun. Ia memicu pelatuk cognisi anak-anak negeri untuk keluar dari stagnannya keadaan. Seperti yang diperjuangkan jungkir balik oleh berbagai komunitas sastra di Bali, usai gebyar ‘’Mahalango’’. Ironisnya, usai evoria itu nyaris tak terbangun Artefak Sastra Budaya yang mengekalkan perjuangan semangat insan muda sastra tersebut. Semangat pemikiran setajam bambu runcing yang mampu menelaah sisi-sisi humanis yang luput dari tangka-
Putri 27 Januari Turah Abi 27 Februari
Budhi 27 Maret
Erawan 27 Mei
l Pertapaan Ramadlan (3)…
ANAKKU YANG KELUAR RUANGAN sambil tertawa terpingkal-pingkal itu umurnya sedikit melewati 50 tahun. Ia pecinta dan sahabat rakyat kecil, penggerak UKM, penghimpun pekerja-pekerja di jalanan, serta banyak lagi yang menarik pada anak itu. Terutama otentisitas dan kemandirian hidupnya bersama keluarga dan komunitasnya. ALAMAT ANAK ITU di wilayah Negeri Kemanusiaan, berlindung di bawah Payung Ketuhanan. Ia menjauh dari wilayah Negara Politik Kekuasaan. ‘’Kenapa kamu tertawa dan lari keluar?’’ saya menagih. ‘’Karena aslinya saya sangat sedih’’, jawabnya, ‘’bahkan bisa dibilang sangat menderita. Selama iktikaf saya dibikin sangat kewalahan oleh kepungan kesedihan dan penderitaan itu, sehingga akhirnya saya tertawa terpingkal-pingkal. Teruuuuus sampai detik ini sebenarnya, tapi saya tahan jangan sampai keluar melalui wajah dan mulut saya.’’ ‘’Jadi’’, aku coba memahami, ‘’hidupmu sedang sangat sedih dan menderita…‘’ ‘’Lho. Bukan hidupku. Bukan aku,’’ jawabannya agak menekuk logikaku, ‘’Saya baik-baik saja. Hidup saya bahagia sekeluarga. Kami melakukan apa yang harus kami lakukan. Kami menerima dari Tuhan apa yang menurut Tuhan baik untuk kami terima. Kami bahagia karena hidup kami tidak berpedoman pada apa yang kami inginkan, tetapi berjuang memahami apa yang Tuhan rancang untuk hidup kami.’’ KUCOBA MEMANTAH, ‘’Tadi kamu bilang kewalahan oleh kesedihan dan penderitaan, sehingga akhirnya malah tertawa…’’ ‘’Lha ya memang benar demikian. Sedih dan derita yang saya sangga sampai kewalahan itu tidak ada kaitannya dengan kehidupan pribadi dan keluarga saya.’’ ‘’Lha kaitannya dengan apa?’’ ‘’Nggak apa-apa nih saya berterus terang…’’ ‘’Lho memang itu yang saya mau dengarkan’’ ‘’Satu: Kaum Muslimin, Dua: Bangsa Indonesia. Tiga: Ummat Manusia’’ Tak sengaja tangan saya bergerak sendiri, mengambil peci di kepala dan membantingnya ke lantai. ‘’Hebat amat kamu? Besar amat urusanmu? Gila. Ummat Manusia, Kaum Muslimin, Rakyat Indonesia…’’ ‘’Lho itu bukan urusanku’’ ‘’Gimana sih. Katanya kamu disiksa kesedihan dan penderitaan tentang Tiga itu…’’ ‘’Lha ya saya sedih dan menderita karena Tiga itu, untuk Tiga itu, demi Tiga itu, karena saya sangat mencintai Tiga itu. Selama Ramadlan ini saya berpuasa untuk Tiga itu juga, dengan minta izin kepada Allah, karena Beliau bilang ‘puasamu untuk-Ku’. Kali ini saya mohon izin untuk berpuasa untuk Allah, tetapi sekaligus mempuasai Tiga itu…’’ TERNYATA saya terseret untuk bicara miring-miring: ‘’Saya tahunya puasa. Kok ini ada mempuasai…’’ pan publik. Dahulu, kekuatan arus bawah ini melahirkan Sanggar Putih, Sanggar Minum Kopi, Teater Got, dll. Kendati komunitas itu telah tiada, tapi ingatan memonumenkannya pada jiwa-jiwa yang percaya diri di pentas dunia. MUNGKIN ini sedikit bersebelahan dengan puisi manis kemenangan ‘’Pastikerta’’ kali lalu yang telah diikuti pahitnya gosip secangkir kopi di beranda Gubernuran. Masih ingat peristiwa tulisan ‘’penggal kepala Mangku Pastika’’, ‘’Reklamasi berkedok revitalisasi’’, sampai tulisannya Arie Dus. Perlu kebijakan untuk menakarnya, agar ampas yang mengendap tak mendebarkan detak jantung, tapi memelekkan mata untuk berjuang secara merdeka. Di balik kritik yang membangun, masih saja ada sastrawan yang keliru menerjemahkan kata ‘’merdeka’’ membangun Bali. Tapi dengan sadar, kita tinggalkan saja pribadi lepas pribadi itu, jika yang dimaksud tidak memiliki integritas memahami sastra sebagai fondasi tata kelola pembangunan semesta berencana. Harapannya sih.. jangan sampai ke KPK. l frans wisnu lamablawa Denpasar-Ende-Malang P.P l Achmad Obe Marzuki
Lembar Elegi curam jalan malam lembar renung letih. Pada cangkir kopi pahit kuhisap getir sunyi agar wajahmu, Ibu tak tumpah air mata
Di bentangan layar hidup seribu puisi bait baitmu, kesabaran dan kata mengisi palung jiwaku dari tetesan cerita yang lampau menguap di ingatanmu
‘’Bahasa Jawanya puasa itu pôsô (baca ô-nya seperti di Concorde, bukan Toronto), mempuasai itu masani. Berpuasa berhenti pada tindak puasa itu sendiri pada seseorang. Mempuasai berarti memfungsikan puasa sebagai sarana untuk mencapai sesuatu pada sasaran tertentu’’ ‘’KAN Tuhan Bilang ‘puasamu untuk– Ku? Apa boleh untuk yang lain? Mosok Tuhan kok di-jamak, ibadah kok ke dua kiblat, cinta kok di-madu…’’ Anak itu menjawab dengan kecerdasan yang agak mencemaskan serta ketajaman yang bagiku mengkhawatirkan: ‘’NAMANYA juga memohon. Permohonan itu memungkinkan default jadi custom. Allah sendiri melambaikan tangan ‘ud’uni astajib lakum’, ayo ayo minta aja, nanti Aku kasih. Main icon karakter utama Allah saja Ar-Rahman Ar-Rahim. Belum lagi deretan sifat-Nya yang penuh cinta: Maha Pemurah, Maha Dermawan, Maha Pengayom, Maha Pengasuh. Maka permohonan saya melalui ‘masani’ atau ‘mempuasai’ itu sesungguhnya menunjukkan teguhnya pengakuan saya kepada Maha Pengasih Maha Penyayang-nya Allah’’ ‘’KAMU nakal ya…’’, kata saya. ‘’Karena hanya Tuhan yang punya solusi untuk sakit parahnya Tiga itu. Dan hanya solusi untuk sakit parahnya Tiga itu. Dan hanya ibadah puasa yang memiliki kadar ketinggian dan kemuliaan yang paling efektif untuk memancing perkenan Tuhan agar menolong Tiga.’’ ‘’SEBENTAR, sebentar’’, kupotong dia, aku berpikir sekarang giliranku: ‘’kalau ditanyakan yang mana yang utama dan paling urgen di antara Tiga, apa jawabmu?’’ ‘’BANGSA INDONESIA’’, ia menjawab tegas, ‘’merekalah yang paling darurat yang membutuhkan pertolongan Tuhan, sehingga saya pasani…’’ ‘’Saya tunda pertanyaan ‘Emangnya kamu siapa sehingga GR mempuasai Indonesia dan merasa ada kemungkinan
didengarkan oleh Tuhan?’ Itu saya tunda. Pertanyaanku berikutnya saja: ‘’Pengetahuanmu pasti sempit. Pola berpikirmu pasti linier dan parsial. Ilmumu kacamata kuda. Bagaimana mungkin Bangsa Indonesia menjadi kesedihan dan penderitaan bagimu? ‘’Apa salahnya Indonesia? Ia sakit? Penyakit jenis apa yang bisa mempan atas Indonesia?’’ ‘’INDONESIA BAIK-BAIK SAJA. Rakyatnya sudah terlatih 70 tahun lebih untuk menjadi bangsa yang maju dan matang. Pemimpin tertingginya dulunya Satrio Piningit, kemudian menjadi Satrio Pinilih. Dulu tersembunyi. Kini menjadi pilihan Bumi dan Langit’’ ‘’Kalau pucuk pimpinannya Pinilih, berarti itu produk dari Perwakilan Rakyat yang juga pinilih. Berarti tentaranya, polisinya, semua satuan pasukan-pasukan pertahanan nasionalnya, cendekiawannya, lembaga-lembaga kepemerintahannya, perusahaan-perusahaan Negaranya, dinamika Undang-undang dan improvisasi aturan-aturannya, juga Pinilih.’’ ‘’MUTU PROFESIONALITASNYA, tingkat intelektualitasnya, ketangguhan mentalitasnya, bahkan ketajaman spiritualitasnya, sudah serentak move on ke pencapaian Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghofur, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo. Inisiatif berhutang yang sangat radikal dan revolusioner dua tahun belakangan, menunjukkan kita adalah bangsa besar, Negara kuat, yang gagah perkasa menyongsong masa depan…’’ ANAKKU ITU agak terpaku dan menjadi kosong wajahnya. Aku meneruskan: ‘’Itulah sebabnya di awal pertemuan aku menanyakan: Ketika kau beriktikaf, di mana letak Allah, di mana Rasulullah, di mana Dunia, serta di mana Masjid?’’ l Emha Ainun Nadjib Yogya, 21 Juni 2017
Amuter Tutur: Memutar-mutar Kesadaran l Menggali-gali Mengolah Kata
PAMUTERAN, selain berarti mengitari, mengelilingi, juga berarti alat untuk memutar. Muncul dari bentuk dasar puter, sebutan ini dengan mudah menuntun pikiran pada kata puser, puseh, yang juga berarti pusat. Dalam dimensi politik, kenegaraan, bentukan dasar ini bisa melahirkan bentukan baru amuter, yang bermakna memerintah, menguasai, sehingga sang raja pemimpin dunia juga dinamakan sang amuter ing rat. Namun bagi penekun jalan kerohanian yang berkesadaran menyemesta, bersahabat sealur-seirama dengan Semestaraya, pamuteran terang mengingatkan pada proses tiada jemu tiada letih untuk memutar-mutar Kesadaran Diri. Pendetapujanggga, kawi-wiku, Mpu Kanwa, misalkan, lewat kakawin Arjuna-wiwaha gubahannya, menyuratkan kata itu dalam konteks proses pendakian rohani lewat ungkapan amuter tutur pinahayu, memutar Kesadaran Diri dengan pengetahuan kemuliaan yang memuliakan. Dengan senantiasa memutar Kesadaran Diri demikian, Mpu Kanwa memberi jaminan Dia Yang Mahaagung Mahagaib Maharahasia itu pun akan menampak nyata dalam diri si amuter tutur pinahayu. Sampai di sini dapat dimaklumi kenapa agama-agama memberi tuntunan untuk memutar butir demi butir bijibijian yang dipersatukan membentuk satu lingkaran, layaknya mata rantai, dengan jumlah tertentu. Orang Bali kini menyebut dengan istilah ganitri, orang India menamai japa-mala, di Timur Tengah dibilang tasbih, dan begitu seterusnya. Ketika sang pendeta memutar ganitri butir per butir hingga melewati satu putaran, berulangulang dengan japa pujaan ke hadapan Hyang Maha Pencipta Maha Penganugerah, ketika orang-orang berdoa dengan tasbih, bukankah di situ jelas-jelas bukan persoalan menghitung-hitung, melainkan justru proses menapak tangga demi tangga Kesadaran Diri, menembus menyelami lapis demi lapis samudra Kesadaran Diri? Mpu Kanwa dengan sangat tepat membayangkan proses panjang dan rumit yang menuntut ketekunan, keteguhkukuhan, serta ketetapan hati itu tiada ubahnya dengan pekerjaan mengupas buah kelapa hingga akhirnya menghasilkan santan, lalu diproses lagi sampai menjadi minyak. Di Bali poros proses demikian dapat dicermati lagi pada saat para wiku tapini, pendeta wanita pemimpin pembuatan sesajen dalam upacara berskala besar, mamineh empehan, yakni memerah-merah puting susu sapi atau lembu putih hingga mendapatkan susu saripati si lembu putih, dalam momentum waktu dan ruang yang sangat terpilih.
Ini mesti dilakukan dengan penuh kesabaran, ketekunan, dan ketetapan hati. Tidak boleh meleset. Mesti pada tempat (ruang) dan kesempatan (waktu) yang tepat. Bila keliru, bukan susu sapi yang diperah-perah, bisa-bisa malah (maaf) lubang pantat atau malah kelamin sapi. Kalau terpeleset begitu, yang keluar tentu bukan susu, melainkan kotoran sapi, atau air kencing. Jarak puting susu dengan dubur dan kelamin sapi memang begitu dekat. Terpeleset sedikit, tak akan mendapatkan susu. Dari susu hasil perahan itu lantas dipanaskan dalam jambangan, diaduk-aduk terus-menerus, hingga mengental menjadi madu parka. Selanjutnya, madu parka inilah dijadikan inti sari utama dasar pembuatan sesajen persembahan paling utama yang dinamakan catur, yang menyimbolikkan kesemestaan, empat ke-Maha-an Sang Spirit Agung. Maka mamineh empehan, memutar-mutar Kesadaran Diri, karena itu, menjadi titik momentum amat sangat penting sebelum sampai pada proses puncak. Itulah saat tepat buat kembali masuk berada di dalam ruang rumah Diri, karena Dia memang ada di Dalam Diri. Di dalam rumah sang Diri itu Dia ditemukan dengan ‘’modal’’ utama bernama tutur, smreti. Itulah Kesadaran, Keterjagaan, Kemelekan, ketidaktiduran, ketidaklupaan. Mungkin karena itu, kitab Bhismaparwa lantas memvisikan Dia Yang Mahapenuh itu layaknya samudra susu inti-sari utama yang mengelilingi sekujur tubuh, pehan ngaran ing tasik puter. Atau kitab Adiparwa memetaforakan dalam kisah pemutaran Gunung Mandara (pamuteran Mandara Giri) sebagai simbolik tubuh ragawi yang dikelilingi samudra susu (ksira-arnawa). Nun di masa ketika para intelektual alami menekuni dan menyurat aksara dengan alat tulis dari tanah yang dibuat sedemikian rupa, layaknya pensil masa sekarang, kata yang digunakan untuk menyebut kegiatan orang menyurat aksara pun amuter tanah: memutar-mutar ‘’tanah’’ Kesadaran Diri. Maka pekerjaan menyuratkan aksara dengan mengguratkan pena, karena itu, sesungguhnyalah merupakan penghayatan dalam wujudnyata memutar Kesadaran ‘’tanah Diri’’. Adakah sang Penyair, sang Sastrawan, orator, dan sederet profesi lain yang menggulati menggali-gali mengolah kata demi kata itu telah sesungguh-sungguhnya mengolah pendakian Kesadaran Jiwa? Atau malah sekadar seperti politisi pendoa yang sandar-sindir memainkan kesakralan sang Kata — yang tanpa sadar justru mendinakan diri sendiri? l deprabas
l Spirit Ruh Bangsa Kita, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita… l Ngampoeng Seni – JKP-109, Agustusan 27 Agustus 2017
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta NUSANTARA 2017 JK Pemerdekaan – 109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an Sangkan Paraning Dumadi, Yang Terpanggil Senanggungan l
l MINGGU Wage 27 Agustus 2017 di Jatijagat Kampung Puisi yang mengundang semua yang lahir 27 Januari – Desember al: Putri Suastini, Turah Abiyoga, Made Budhiana, Gusti Ngurah Harta SM, Nyoman Erawan, Emha Ainun Nadjib, Gusti Made Arsawan, IGPB Samar Gantang, Putu Sutawijaya, Made Wiradana (Agustus dan Desember Menyusul, Red). PARA Agustusan Utha Likumahuwa KH Ahmad Dahlan, Barack Oama, Darmanto Jatman, Dewa Putu Wijana Budhi Setyawan, Made Sujaja, Joan Arcana, Dayu Suwiti, Ni Nyoman Sani, Ainun Habibie, Muhammad Hatta, Rhenald Khasali, Dahlan Iskan, Korrie Layun Rampan, Rudy Hartono, Gus Tf Sakai, Jim Aditya, Siti Marniah, Maman S Hahayana, Ewith Bahar, Ramayani, Eddy Pranata, Galih Pandu Adi, Apma Aulia, Hilda Fauziah, Ahmad Ijazi Hasbullah, Yanwi Mudrikah, Fajar Chaidir… SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya masih KELILING Bali, tolong Hadang dikota masing-masing sampai Desember 2017 PARA pencinta APRESIASI (terutama dari luar Bali) yang ingin beraktivitas di-JKP-109, MOHON aktif menghubungi dan mengikuti Agenda JKP-109 via Face-Book Wayan Jengki Sunarta. Salam 17 Agustusan, Sampai-jumpa di JKP-109 27 Agustus 2017… Turah 27 April
Wira 27 Oktober
Gus TF 13 Agustus Jaya 10 Agustus Obama 4 Agustus
Road to Homecoming 230 years old Denpasart!!!
NASIONAL
16
Minggu Paing, 20 Agustus 2017
Penghina Jokowi Ditangkap Tanjungpinang (Bali Post) Anggota Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menangkap seorang pria berinisial MK yang diduga menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui akun Facebook-nya. “Yang bersangkutan sudah ditangkap, dan diperiksa” kata Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardianto Tedjo Baskoro, di Tanjungpinang. Ia menjelaskan MK ditangkap di Sungai Lekop, Jalan Korindo, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Pria yang mengaku berprofesi sebagai wartawan itu mengunggah foto Presiden RI Joko Widodo, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri, Menkopolhukam Wiranto, dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di akun media sosial Facebook miliknya. Di akun Facebook itu pula, MK turut menuliskan kalimat yang diduga menghina pejabat negara dan tokoh masyarakat di Kota Tanjungpinang. MK menulis kalimat yang menghina Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Ketua DPC NasDem Tanjungpinang Bobby Jayanto dan anggota Fraksi Hati Nurani Rakyat DPRD Kepri, Rudi Chua. Saat diinterogasi penyidik, MK mengakui telah mengunduh berita melalui media sosial Facebook miliknya, yang berisi kalimat yang menghina dan pejabat negara dan tokoh masyarakat di kota itu. MK beralasan mengunggah berita tersebut, karena menurut dia, pertanyaannya tentang dasar hukum suatu kelompok tertentu masuk dalam Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), namun tidak dijawab pengguna media sosial lainnya, sehingga dirinya pun merasa kesal. “Berawal dari kekesalannya, MK memposting beritaberita yang berisi penghinaan dan pencemaran nama baik kepada Presiden RI, wali kota, dan politisi di kota ini,” ujar AKBP Ardianto. Saat diperiksa penyidik, MK juga mengaku sebagai salah satu wartawan bernama Media Rakyat. Polisi turut mengamankan sejumlah identitas milik pelaku. “Kalau tidak ada tepuk, tidak ada tampar,” kata MK. Namun, ia tidak menjelaskan maksud dari kalimat yang disampaikannya kepada wartawan itu. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungpinang AKP Andri Kurniawan mengatakan MK saat ini masih dalam pengawasan Polres Tanjungpinang. “Saat ini yang bersangkutan masih kami amankan, dikarenakan selama satu kali 24 jam masih dalam pantauan kami,” katanya menambahkan. (kmb)
BUMN Tiongkok Kirim ’’Tour Group’’ ke Bali Mangupura (Bali Post) Jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Bali terus meningkat. Bahkan, perusahaan Xian Lian yang merupakan BUMN asal Tiongkok berkomitmen mengirim group ke Bali. Tahun ini saja, mereka akan mengirim lebih dari 2.000 wisatawan. “Awal tahun ini, kita melakukan kerja sama dengan Xian Lian yang merupakan perusahaan BUMN Tiongkok. Perusahaan ini ditugaskan oleh pemerintah Tiongkok untuk membuat tour group ke negara di Asia. Mereka memilih Indonesia dan mempercayakan pilihan kepada ITDC sebagai sesama BUMN,” ujar Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M. Mansoer, Jumat (18/8) lalu, saat acara penandatanganan kerja sama ITDC dengan Zhuhai Henqin Xina Lian & Financial Technology Co. Ltd di Pulau Peninsula. Dikatakan, perusahaan ini setuju menjadi organisator untuk mendatangkan wisatawan dari 22 provinsi di Tiongkok. Kedatangan 1.000 wisatawan Tiongkok ini merupakan kedatangan perdana rombongan dari Tiongkok. Mereka akan mendatangkan secara rutin rombongan besar Tiongkok. “Mereka memilih Bali, kali ini topiknya adalah yoga. Yoga menjadi menjadi olahraga yang digalakkan di Tiongkok,” ungkapnya. Dikatakan, untuk kedatangan berikutnya, mereka akan mendatangkan rombongan lain, seperti wedding tourism, sport tourism, serta convention. “Saat ini, kita akan meresmikan kerja sama dengan Xian Lian, tahap pertama ada 1.000 orang dan mereka percayakan kepada ITDC,” imbuhnya. Pihaknya mengaku sangat bangga karena Pulau Peninsula dijadikan venue oleh wisatawan Tingkok dalam jumlah besar. Bulan Oktober akan datang lagi 1.000 orang dan tiap tahun akan bertambah. Bahkan 2018 mendatang akan datang 12 group dari Tiongkok. “Selama liburan mereka di Bali (16-19), tamu asal Tiongkok ini tinggal di hotel-hotel ITDC. Saat ini, wisatawan Tiongkok menjadi market terbesar ITDC,” sebutnya. Sebagai awal dari kerja sama, ITDC dan Xian Lian bermitra dengan Platform ID Yoga, serta Centrum Advertising menyelenggarakan Grand Ceremony Asia Pacific Mass Yoga Session and Living Science 2017 pada 16-19 Agustus 2017 di Pulau Peninsula, the Nusa Dua, Bali. Selama lima hari penyelenggaraan, selain menikmati keindahan Peninsula The Nusa Dua, pencinta yoga dapat mengikuti lebih dari 6 tema kelas, 14 jenis kelas khas Bali, lebih dari 80 kelas yoga, kelas yang khas, kelas yang dikelola dalam yoga hall, kelas intensif, dan kegiatan komunikasi teknik yang menyediakan kesempatan komunikasi dan pembelajaran bagi peserta. Kegiatan ini juga akan dipandu oleh 30 instruktur yoga tingkat nasional. Selain itu, peserta juga dapat mengikuti pesta musik yoga, kegiatan orang tua dan anak, bazar kreatif, dan 3 rute wisata yang menarik, untuk memenuhi kebutuhan peserta dari berbagai golongan. Event yang ditargetkan masuk dalam kalender event Yoga internasional ini, diikuti oleh sekitar 1.000 peserta yang berasal dari Tiongkok, Macau, dan Hongkong dan domestik. Nantinya event yoga ini akan dilaksanakan sebagai event rutin mulai Oktober 2017 hingga 2023. (kmb23)
SIMULASI - KPU Pusat mengadakan simulasi penyelenggaraan Pemilu di Kota Tangerang, Sabtu (19/8) kemarin.
BPM/ant
KPU Usulkan Tambah Bilik Suara
Tangerang (Bali Post) Ketua KPU Arief Budiman mengatakan waktu pemilih berada di 5 bilik suara idealnya 4 menit. Angka 4 menit didapat KPU jika menghitung secara matematis. Rumus penghitungan, dijelaskan Arief, mulai dari total DPT maksimal yaitu 500 orang, dibagi jumlah bilik suara yang tersedia yaitu 5 bilik (untuk surat suara presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi,
DPRD Kabupaten/Kota). “Kalau mau dihitung secara kuantitatif, jumlah pemilihnya 500, itu artinya kalau mau dibagi rata setiap bilik mampu menampung 100 orang,” ujar Arief di sela-sela kegiatan simulasi pemungutan dan penghitungan suara untum Pemilu 2019, di Kelurahan Sindang Sono, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (19/8) kemarin. Arief melanjutkan, angka
100 orang kemudian dibagi lamanya waktu pemungutan suara, yaitu 6 jam (mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB). Sehingga muncul angka rata-rata 17, yang diartikan Arief sebagai 17 orang. “17 Orang itu dalam 60 menit atau perjam. Artinya kalau 60 menit dibagi 17 orang, maka rata-rata setiap orang menyelesaikan tugas konstitusionalnya dalam waktu 4 menit,” jelas Arief.
Namun, dia menjelaskan KPU tak berpatok pada waktu 4 menit tersebut karena kondisi pemilih di TPS berbedabeda. “Artinya kan bisa saja si A lebih cepat dari waktu normal, tapi si B agak lambat karena punya keterbatasan,” kata Arief. Arief menerangkan, KPU memiliki strategi untuk memaksimalkan partisipasi masyarakat dalam kurun waktu 6 jam proses pemun-
gutan suara. Salah satunya, yang menurut Arief dapat dipertimbangkan, adalah jumlah bilik suara ditambah. “Misalnya gini, boleh nggak bilik suaranya ditambah? Sekarang bilik suaranya 5, kalau ditingkatkan lagi bilik suaranya jadi 10, bisa nggak? Supaya antrean untuk ke bilik suara nggak panjang. Jadi, banyak pertimbangan yang akan kita lakukan,” tutur Arief. (ant)
Terlalu Dini Sebut Jokowi Menang 65 Persen
Jakarta (Bali Post) Partai Golkar memprediksi Joko Widodo (Jokowi) akan menang dalam Pilpres 2019 dengan suara lebih dari 65%. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menganggap prediksi itu terlalu dini.“Ya itu yang memang diharapkan, tetapi jangan tergesa-gesa ngomongin Pilpreslah. Nanti banyak penumpang gelap,” ujar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar kepada wartawan di Jakarta Barat, Sabtu (19/8) kemarin.
Muhaimin Iskandar
BPM/ant
Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin berpendapat, Pemilu 2019 masih jauh. Jika dibicarakan saat ini, rawan penumpang gelap. “Saya curiga, kalau ngomong presiden dan calon wakil presiden terlalu pagi, saya khawatir banyak penumpang gelap,” kata Cak Imin. Dia menegaskan sejak awal, PKB mendukung Jokowi dan bukan penumpang gelap. Namun, Cak Imin belum menen-
tukan apakah PKB akan mendukung Jokowi atau tidak. Dia tidak mau mengganggu kerja presiden dengan deklari calon presiden. “Belum waktunya (deklarasi dukungan), jangan ganggu konsentrasi presiden,” ucap Cak Imin. Sebelumnya, Sekjen Golkar Idrus Marham optimistis Jokowi memenangi Pilpres dengan perolehan suara di atas 65 persen. Selain itu, Golkar semakin mantap men-
gusung Jokowi dalam Pilpres 2019. “Jokowi untuk maju dalam pilpres harus ada nilai tambahnya, Golkar masuk ada nilai tambahnya. Apa nilai tambahnya? Bahwa Jokowi pada Pemilu 2019 kemenangan Jokowi di atas 65 persen. Itu komitmen Partai Golkar. Maka dari itu, kita harus konsisten, kita harus fokus,” ujar Sekjen Golkar Idrus Marham. (ant)
presidential threshold yang diusulkan pemerintah. Selain itu, ada juga pihak yang menyatakan akan melakukan uji materi terhadap UU Pemilu ke Mahkamah Konstitusi, karena merasa hak politiknya dirugikan. Mereka yang telah mengajukan uji materi antara lain Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra dan Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama. Keduanya
mengaku dirugikan UU Pemilu, sebab ingin maju sebagai calon presiden dan terhambat UU Pemilu. Sempat muncul desakan dari sejumlah pihak agar Jokowi segera menandatangani UU Pemilu yang sudah disahkan DPR. Sebab, jika belum diteken presiden dan diundangkan, maka gugatan yang diajukan sejumlah pihak atas UU tersebut ke Mahkamah Konstitusi tidak bisa diproses.
Deputi Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khairunnisa Nur Agustyati khawatir proses hukum yang lebih lama akan mengganggu jalannya tahapan, sehingga memengaruhi kualitas Pemilu 2019. “Kami mendesak Presiden untuk segera memberikan nomor. Karena potensi gugatan ke MK sudah ada. Semakin lama akan semakin molor,” kata dia. (kmb)
Jokowi Teken UU Pemilu
Jakarta (Bali Post) Ternyata Presiden Joko Widodo sudah menandatangani Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) pada Rabu lalu. “UU Pemilu sudah diundangkan pada 16 Agustus,” kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Johan Budi, Sabtu (19/8) kemarin. Johan mengatakan, undangundang tersebut terdaftar di lembaga negara sebagai
Undang-Undang nomor 7 tahun 2017. Undang-Undang Pemilu telah disahkan dalam rapat paripurna DPR pada 21 Juli lalu. Pengesahan tersebut diwarnai aksi walkout dari Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, dan Fraksi Partai Amanat Nasional. Keempat partai tersebut menolak ketentuan ambang batas pencalonan presiden atau
Pengawas Internal Segera Periksa Dirdik KPK
BPM/kmb23
YOGA - Yoga menjadi menjadi olahraga yang digalakkan di Tiongkok dan Bali menjadi pilihan yang tepat.
Jakarta (Bali Post) Pengawas Internal Komisi Pemberantasan Korupsi segera memeriksa Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Polisi Aris Budiman, yang diduga melakukan pelanggaran karena bertemu dengan anggota Komisi III DPR, berkaitan kasus korupsi proyek e-KTP. “Sesuai dengan arahan pimpinan KPK sebelumnya, proses klarifikasi secara in-
ternal di KPK sedang berlangsung,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Sabtu (19/8) kemarin. Menurut Febri, Aris meminta kepada pimpinan KPK agar diperiksa oleh bagian pengawas internal. Aris mengatakan tak ada pertemuan antara dirinya dengan anggota Komisi III DPR, dan bahkan Aris mengaku tidak mengenal anggota DPR yang dimaksud oleh mantan ang-
gota Komisi II DPR, Miryam S. Haryani. “Dalam proses pemeriksaan ini, KPK tentu akan melihat kronologi peristiwa secara utuh, terutama terkait dengan apa yang terjadi sekitar waktu pemeriksaan itu. Termasuk mencari tahu siapa saja atau apakah benar ada tujuh penyidik seperti yang disebut Miryam,” kata Febri. Febri menambahkan, proses pemeriksaan internal
ini adalah mekanisme yang berjalan di lembaganya untuk menjaga dan memastikan integritas seluruh insan KPK. Diketahui, informasi pertemuan Dirdik KPK dengan anggota Komisi III DPR ini muncul dalam rekaman video pemeriksaan Miryam yang diputar jaksa di persidangan. Dalam video tersebut, Miryam menyampaikan kepada penyidik KPK, Novel
Baswedan dan Ambarita Damanik bahwa dirinya mendapat informasi dari rekannya sesama anggota dewan, ada pertemuan antara tujuh orang yang disebut penyidik, termasuk direktur penyidikan KPK itu dengan anggota Komisi Hukum. Tidak hanya itu, Miryam, dalam video juga mengaku diminta menyiapkan uang Rp 2 miliar agar aman terkait perkara e-KTP. (kmb)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Paing, 20 Agustus 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dicari Drafter & Supervisor Interior Min.STM E:adhyara@gmail.com T.9347196
Persh Alat Kesehatan Mbthkan Sgr Tng D3 Farmasi & Pengirim Hub.Segera Telp 085100225302
Dcr Sgr Sopir Mobil Box (08563725295)/PO BOX 3287 Dps
Butuh sgr staf Reservasi, staf Operation,Wnt max 40th. Email lam : balicruising@gmail.com Ktr di Kuta Info:081230306679
B.BP.141.08.17.0001258
B.BP.001.08.17.0001273
**Dicari Penjahit Tas, Kaos, Rayon,Bikini Telp.082145355199
B.BP.001.08.17.0001317
Dcr: Engineering u/Villa Mgt, Pglm Sgl Pertukangan T.4490319 CV+Ft:gm.asaproperty@gmail.com
B.BP.001.08.17.0001283
Dicari:Waitress, Receptionist untuk Hotel:0361752270 081237680007
B.BP.001.08.17.0001308
Dbthkn: Akunting min D3 Pria, R.Medik Min D3 CV: RSiA Pucuk Permata Hati, Jl.Teuku Umar Barat No.71XX, rsia.pucukpermatahati@gmail.com
B.BP.001.08.17.0001259
B.BP.001.08.17.0000957
Cari: Sopir pengalman domisili Tabanan,Lamaran lengkap email ke:versaindustries4@gmail.com
Padma Utara Legian Kuta
B.BP.001.08.17.0001268
B.BP.001.08.17.0001144
Dcr Karyawati Jl.Antasura Gg Dewi Sita 9 Dps 085108835588
B.BP.001.08.17.0001304
Dcr QS, min S1 Sipil Brpglman, Eng Aktif.Hub:0361-8476574 E:saka.utama.bali@gmail.com
B.BP.001.08.17.0001019
B.BP.004.08.17.0001255
Dcr:Photographer u/Villa Mgt Pglm,Part/Full Time T.4490319 CV+Ft:gm.asaproperty@gmail.com
Tropic&Ocean Spa in Nusa Dua looking for:Spa Manager,Hairdresser,Therapist.Send CV corp-h rm@tropicalgroupbali.com/corphrd@tropicalgroupbali.com Ph.0361-775211
Padi Handycraftstore&Reflexology Nusa 2 needs:Opr,Spv. Send to:corp-hrm@tropicalgroupbali. com/corp-hrd@tropicalgroupbali .com Ph:0361-775211 ext 101
B.BP.001.08.17.0000961
B.BP.004.08.17.0001157
Dibutuhkan Pembantu Rumah Segera Hub.081338773721
B.BP.001.08.17.0001307
Driver.SIM A & SIM C Tenaga Serabutan.Laki-Laki Max 35 Thn.5 Hari Kerja Gaji UMK.Hub.730450
B.BP.004.08.17.0001256 Dstrbtr Nas BthCpt Adm Piutang Lgsg Trm Sopir Krm Brg SIM A&C Hub:PT.Dwiniaga Jln.P.Moyo 2 Pedungan Dps Tlp.0361720882 ImamBonjol Square 081999981658 B.BP.001.08.17.0001205
B.BP.001.08.17.0001284
B.BP.001.08.17.0001143
B.BP.101.08.17.0001320
PT ABC Cr Supir(SMU/K,SimB1/A) Sales(SMU/K,Min.23th) Lam Gatsu Timur 7 Tohpati 0361-462733
B.BP.001.08.17.0001227
Tropical Group looking for:Corp S&M Mgr,Corp.SalesExc.Corp.Ass Acct Mgr.Interal Audit.Acct Staff Send CV:corp-hrm@tropicalg roupbali.com/corp-hrd@tropical groupbali.com Ph.0361-775211
B.BP.101.08.17.0001321
B.BP.154.08.17.0001324
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Need:Accounting Officer female Experienced Capable English & Comp Domicile at Tabanan.Apply to:versaindustries4@gmail.com
Tropical Rest looking for Rest B.BP.101.08.17.0001322 Mgr/Rest Spv,sous Chef,CDP,WaiDibutuh Segera karyawati Admin B.BP.001.08.17.0001134 ter,Cook.Send CV:corp-hrm@trop kasir,Akunting Max Umur 28Th Dcr Tenaga Helper umur Max30Th icalgroupbali.com/corp-hrd@tro Alamat:Jl.teuku Umar barat No. Min.tmt SMA.Krm Lmrn ke Banoli 170B-03618466341/081238205400 picalgroupbali.com 0361-775211 Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps B.BP.001.08.17.0001234 B.BP.101.08.17.0001323
Dcr:HK Wnt,Pglm,bs Eng+B’fast. Dcr Opr,Resrv Trvl agent min D2 Gj 3Jt+Bns u/diSmnyk.T.4490319 Parwsta bs Bhs.Ing.Pglmn.Email B.BP.001.08.17.0001154 info@suartur.com, 081805589449 CV+Ft:gm.asaproperty@gmail.com B.BP.001.08.17.0001282 Dcr Asst toko,good English B.BP.001.08.17.0001267 Dibthkan Butler,Serabutan(L Tg Gaji menarik Hub.081239429291/ Dcr PRT Pg-Sore di Dps Barat gal dlm) Uluwatu 082236635607 sales.greenrock@gmail.com Hub.081353224186
Cr krywn bag.Grill,Kitchen.Krm CV:WR Subak Peguyangan,410940
B.BP.001.08.17.0001302
B.BP.001.08.17.0001230
Dcr Barista berpengalaman Dcr Sopir Pariwisata HiAce Hub Motion Cafe Canggu P/W Jl.Gunung Agung 69 Depan SMP 4 B.BP.001.08.17.0001239 Hub:081353345410/Purnama,Email Dcr Sopir Pglmn Mobil Mewah Gj purnama@motionfitnessbali.com B.BP.001.08.17.0001252 1,8Jt UMkn+Libur H081237576680 B.BP.101.08.17.0001292 Dcr HK Supervisor,Roomboy, Dcr Staf prdksi,gudang,Srbutan Laundry,Engineering,Bartender Gj UMK Hub: Bali Sari 9005107 CV Grand Sinar Indah Hotal Jalan
Informasi pasang iklan Telepon
Marcom, Sarjana - D3 berbagai jurusan, wanita, cantik, usia dibawah 25 th, Lamaran ke Jl.Kepundung 67A Denpasar
G.01
Satpam tamat SMTA, tinggi 170cm, belum pengalaman akan dilatih menjadi Satpam andal untuk tugas di Dps, Tabanan, Kuta, Sanur dan Nusa Dua, tidak bertato. Lamaran ke Koperasi Bali Post, Jl.Kepundung 67A Denpasar.
G.07
Sekretaris Staf Sarjana berbagai jurusan, diutamakan Sastra Inggris, usia dibawah 25 th, terima magang/praktek kerja. Lamaran ke Koperasi Bali Post, Jl.Kepundung 67A Dps.
Sopir, SIM A, B1 usia dibawah 25 Layanan Cepat antar koran hanya th, belum berkeluarga, tamat SMTA/ tugas pagi 3 jam, SIM C, punya SMP, pengalaman 2th. Lamaran ke sepeda motor. Lamaran ke Koperasi Koperasi Karyawan Bali Post. Karyawan Bali Post, Jl.Kepundung G.02 67A Denpasar. Akuntansi S1, D3 untuk tenaga G.08 admin baru tamat, angkatan 2016- Presenter - wartawan, Operator/ 2017. Lamaran ke Koperasi Bali Receptions, cantik, Bali TV untuk Post, Jl.Kepundung 67A Denpasar. Singaraja, Denpasar, Gianyar, G.04 SMEA - D3 untuk layanan customer Tabanan, Bangli, Karangasem dan Negara. Lamaran ke Jl. Kebo Iwa service, cantik, tinggi 168cm. 67A Denpasar Lamaran ke Koperasi Bali Post, Jl.Kepundung 67A Denpasar. G.09 G.05 Designing, Coding & Improving Staf Tabungan - Sarjana berbagai Website Prog. min 1th u/Web jurusan, pengalaman di bank Apps Developer. Ahli: PHP, minimal 2th. Lamaran ke Koperasi XML,MySQL jQuery, Codelgniter, Bali Post, Jl.Kepundung 67A HTML, HTML 5 Laravel, Linux, Denpasar. Javascript & Ruby on Rails, CSS, G.06 Linux, Nodejs, Mobile Apps Staf Akuntansi, S1, D3 Akuntansi baru tamat 2016-2017. Lamaran ke Development: S1 Informatika. Koperasi Bali TV TMD, Jl.Kebo Iwa Lam ask_sol21@yahoo.com/Kop. Bali Post, Jl.Kepundung 67A Dps 67A Denpasar G.11
G.03
G.10
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DIJUAL MOBIL
SUZUKI
FORD
BMW
Dijl Jeep BMW X6 Xdrive 351 At 2010 abu2 metalik samsat baru Hub:081999399566,085792112245
B.BP.001.08.17.0001147
HONDA
Splash GL Th’2012 Silver DK Denpasar HUb.087 862 270 180
Jual Cepat CB Germany’73 Cokroaminoto 32A Dps,081999605090
ISUZU
TOYOTA
DIJUAL MOTOR
B.BP.001.08.17.0001211
B.BP.001.08.17.0001305
CRV New’2005 Silver Tgn1 AT 2.4cc H.087860856999 Pribadi
MAZDA
B.BP.141.08.17.0001310
Dijual Honda Freed PSD 2010 Akhir Hub:085102306952
Over Kredit Mazda CX7 Htm’2011 UM40Jt Sisa 235Jt,085100856999
B.BP.164.08.17.0001316
DIJUAL MOBIL
Yaris TRD’15 Matic Putih KM7rb Asli Bali sptBaru,085100421453
B.BP.001.08.17.0001199
ALUMINIUM
B.BP.164.08.17.0001315
BIRO JASA
15
DP 5 Jt-an
DP
Jt-an
IGNIS
DP
5
DIJUAL RUMAH Dijual Rmh 2Are Lt2 di Subak Dalem,Tanah 1,65Are di Subak Dalem,Tanah 5,18Are di Sukawati Hub.087862813158
B.BP.001.08.17.0001296
BIRO JASA
GARANSI
Jt-an
KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL
242389 / 081236774491
HUB AYU 085238555858 C.0001064-mbl DIJUAL MOBIL
Ninja 250cc Hitam’2012 Variasi H.35Jt T.085100871119 Pribadi
WC
ERTIGA
FUTURA
B.BP.001.08.17.0000760
B.BP.001.07.17.0002124
Jual Tnh+Rmh 11,5 Are,Pesiapan Tbnan 275 Jt/Are 082145066060
B.BP.001.08.17.0001238 Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih Rmh 2KT KitchenSet Asri Tenang PondokCitra Pmogan 08123871809 B.BP.001.08.17.0000780 Nyaman,Mrh,Komp.Elit0811395051 B.BP.001.07.17.0002008 B.BP.001.08.17.0001278 DISEWAKAN TANAH Dijual Tanah 1,6A Ubung Jln Sari DISEWAKAN RUMAH Dana Hub.08123979815 500J N Diswkan tanah 11are Batujimbar Sanur bali.corp.01@gmail.com B.BP.001.08.17.0001216 2Lt 3KT KMdlm Lux Komp Elit,ReB.BP.001.08.17.0000946 Djl Tanah 20A (Kerambitan)& nonLaksamana XIIA/9 0811395051 B.BP.001.08.17.0001279 DIJUAL HOTEL Tnh 31,6A(Canggu)081558097478 B.BP.001.08.17.0001309 Dijual Hotel Matahari Inn Kuta DIJUAL RUKO Djl Tnh Bgnan 2are lok strg Jl. Lombok Luas 102 Are. Hub Owner Dijual Ruko,Tnh Kav,Rmh,Lokasi Tk.Sanghyang 14, 081999431337 08179796513(Tanpa Perantara) Denpasar Hub.0811398086
KEHILANGAN Hlg!! IMB No 1661 Th 2010 PT. Akasha Bali Management,Bagi yg Mnmkan Hub Kusuma 081338414450
DP Suka-suka Rmh di Sesetan Hub:08123983100
DIJUAL TANAH Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 130Jt/A Bs Kredit 087862450004 B.BP.001.08.17.0001032
B.BP.001.08.17.0001293
B.BP.001.08.17.0001235
PROMO MERDEKA DAIHATSU TERMURAH & TERLENGKAP
SERVICE MAMPET
PROMO MERDEKA CARRY
RUPA-RUPA Bantu murah Pajak SPT Tahunan bulanan SIUP NPWP 081338344155
B.BP.001.08.17.0001306
B.BP.141.08.17.0001311
Veloz th’2014 Pmk VR17 Silver AsliBali,sgtBagus,085100421453
NISSAN
Jazz RS’13 Matik Pth 196 Nego Jual Grand Livina’2008 AT XV Mulus,08123602617/085103499935 Abu Metalik Tgn 1. 08970137987 B.BP.001.08.17.0001313
B.BP.004.08.17.0001325
Djl Mobil Kijang Th 1998 Mulus Hrg.65Jt Nego Hub.087861862357
DIJUAL TANAH Djl Tnh Kav Siap Bangun Lokasi Jl.P.Saelus 1 Hub:08786239226
B.BP.001.08.17.0001299
KAWASAKI
B.BP.001.08.17.0001198
B.BP.141.08.17.0001312
B.BP.001.08.17.0001245
B.BP.164.08.17.0001314
Alphard T New 2016 Asli Trawat over kredit 081353333328 mls
Panther LS Artic08 Jl.Antasura Gg.DewiSita 9 Dps,085108835588
Djl Rmh Jl.Mudutaki VI No.6 Tegal Jaya Dlng H.087765274899
VW
Escape Ford’2006 DK Asli.Taman Mtiara Blok D6 Hb.085234505403
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
SIGRA
XENIA
DP DP Jt-an READY K C O PROSES CPT & MUDAH T S FREE ASTRA WORLD TERIMA TUKAR TAMBAH KTP LUAR BALI, RUMAH KOS BISA DIATUR
12
14Jt-an
PICK-UP DP
5Jt-an
KREDIT BISA SAMPAI DENGAN 8TH
PROMO BUNGA
0%
WA. 081 999 745 123 / 0821 4505 4252 C.0000546-mbl
HONDA DP. 40 JTan DP. 15Jtan BRIO MOBILIO DP. 19Jtan BRV DP. 26JTan KTP LUAR BISA HRV DP. 46Jtan BUNGA MULAI 0,3 NEWCRV TURBO DP. 82JTan TERIMA
NEWJAZZ
TUKAR TAMBAH
HUB.
www.promomobilhondabali.com
082 236 907 909 081 933 095 420 C.0001027-mbl
SERVICE
BALI WANGI RAJA BUNTU KURAS WC DAN MAMPET GARANSI
- CLOSET - WASTAFEL - BATHUB - SALURAN AIR TANPA BONGKAR - SALURAN DAPUR
WC
085 337 361 233 0877 6129 5235 C.0000701-brj
ATASI :
GEBYAR PROMO MURAH
WC Garansi 1 bulan
- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - MAMPET - TANPA BONGKAR - TERIMA KURAS
HONDA PROMO SPESIAL BULAN INI Mobilio
HR-V
20Jt
DP
081338013066 C.0000816-BRJ
DP
47Jt
READY STOCK : BRIO / JAZZ / BRV / CRV DP. 18 Jt / 50 Jt / 28 Jt / 50 Jt
* Discount Besar * DP Ringan * Bisa Nego sampai Deal
* Bonus Kaca Film Vkoll &Huper Optik * KTP Luar Bisa * Proses Kredit Mudah * Terima Tukar Tambah
081 337 565 872| 081 805 536 640 Anda sibuk untuk datang ke dealer, kami siap datang ke tempat anda, Telpon, Ketemu, Deal C.0000332-mbl
SERVICE
SERVICE
DEWATA JAYA TEKNIK Menerima Service Panggilan dan Bergaransi Service, Repair, Bongkar pasang pengadaan AC baru/bekas
AC
FREEZER SHOW CASE KULKAS MESIN CUCI WATER HEATER COOL ROOM
Jl. Raya Pemogan No. 172 � 0812 8791 3487 / 0821 4794 7321 C.0000819-SRV
SERVICE
B.BP.001.08.17.0001137
B.BP.001.08.17.0001276
Hlng KIR DK9760FY Noka:MHYESL4 15GJ757802 AN:Yohanes Trianmo
B.BP.001.08.17.0001215
KONTAK JODOH Pria Canada mapan cr gdis Bali Hindu,u/ diperistri,umr:20-35 Hub: thelostguide015@yahoo.com
B.BP.012.08.17.0000014
18
REKREASI
Minggu Paing, 20 Agustus 2017
Pertanyaan Mendatar:
1. Modal dalam perniagaan 4. Roh jahat 8. Suruk atau susup secara cepat 11. Peluit 13. Wuku ke-22 (Bali) 14. Low density lipoprotein, lemak jahat darah 15. Panggilan untuk ibu 16. Asrama tempat para petapa 18. Tertutup salah satu ujungnya 20. Jazirah 22. Metode yang mudah dan menyenangkan 27. Sebutan untuk raja 28. Mahir atau terbaik 29. Perang (Inggris) 30. Permainan 31. Liang di kaki gunung 32. Seroja 34. Logam alkali lunak, berwarna putih perak 36. Bandering atau alat pelontar 37. Burung hantu perindu bulan
Menurun:
1
TTS Bali Post
8
mengajak masyarakat desa untuk menjaga lingkungan desanya. Perbekel Desa Nyambu Ida Bagus Putu Sunarbawa mengatakan persiapan dan pengembangan desa wisata dilakukan sejak tahun 2015 dan mulai diterapkan April 2016 ini. Dalam prosesnya, masyarakat diajak untuk menjaga lingkungan berupa tidak membuang sampah sembarangan dan mengolah sampah plastiknya. ‘’Untuk sampah plastik setiap banjar sudah memiliki bank sampah. Untuk sampah organik kami bekerja sama pengangkutannya dengan desa adat,’’ ujarnya. Selama setahun desa wisata diterapkan, menurut
Sunarbawa, ada perubahan yang cukup signifikan dari masyarakat terutama dalam membuang sampah serta menjaga kebersihan lingkungan. Sebagai apresiasi dari ini, pihak desa mengadakan lomba telajakan bersih untuk merayakan HUT ke-72 RI beberapa waktu lalu. Karena Desa Ekowisata Nyambu dikembangkan untuk wisatawan kebutuhan khusus artinya yang benarbenar hendak menikmati lingkungan, kunjungannya pun dibatasi. Tujuannya dengan kunjungan yang tidak membeludak, alam dan lingkungan di Desa Nyambu tetap terjaga. ‘’Setidaknya
kunjungan yang diterima sekitar 13-15 orang per kunjungan,’’ ujarnya. Untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan sekaligus mendayagunakan SDM desa, pihak pengelola, kata Sunarbawa, menyiapkan guide lokal. Selain itu, di Desa Wisata Nyambu, wisatawan tidak dibiarkan berkeliaran sendiri tetapi dipandu dari awal datang hingga pulang. Karena pihak pengelola tidak siaga 24 jam, maka bagi wisatawan yang datang ke Desa Nyambu harus melakukan reservasi terlebih dahulu. ‘’Nanti akan ditentukan jadwal kunjungannya. Sebab, badan pengelola saat ini tidak bisa full siaga. Mereka punya pekerjaan lain,’’ ujarnya. Lanjut Sunarbawa, dengan perjanjian terlebih dahulu, maka wisatawan tidak bingung ketika datang ke Desa Nyambu. Mereka akan disambut dengan welcome
5
11
6
7
25
26
12
16
15
17
18
19
20
21
22
23
24
27
28 29
30 31 33
34
36
35
37
SPT2017
DESA Nyambu adalah salah satu desa di Kecamatan Kediri, Tabanan yang 60 persen luas wilayahnya merupakan kawasan hijau, baik itu berupa sawah, sungai, perkebunan maupun tebing. Masih bertahannya wilayah hijau ini karena sudah dari dulu ada peraturan di desa ini untuk tidak mengalihkan lahan produktif menjadi bangunan atau lahan beton. Melihat potensi ini, Desa Nyambu kemudian meluncurkan program Desa Ekowisata. Seperti namanya, program ini mengutamakan wisata lingkungan yang ternyata tujuan utamanya bukanlah uang tetapi bagaimana
10
14
KUPON TTS No.309 Ketentuan Menjawab
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 309 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 26 Agustus 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 3 September 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 307 1. Nakas 6. Lepeg 9. Aberasi 10. Demon 11. ATK 12. Fulus 13. Liong 14. Uranium 16. Sutil 19. Pawang 22. Nguda 24. Kompas 26. Kolok 28. Samapta
Desa Nyambu Tawarkan ’’Ecotourism’’
9
4
13
Mendatar:
NYAMBU - Desa Wisata Nyambu di Kediri yang mengusung tema ecotourism.
3
32
1. Warna merah tua atau merah menyala 2. Minyak pelicin 3. Bawa (Bali) 5. Mata (Inggris) 6. Pesawat berjulukan Si Cocor Merah 7. Penyakit dengan gejala kejang-kejang 9. Safir 10. Rute bolak-balik 11. Keadaan alam yang indah dipandang 12. Sapi 17. Alat musik gesek 19. Nama seorang tokoh anak di serial TV nasional 21. Mengejang 22. Pertunjukan hiburan berupa nyanyian, tarian dsb (Inggris) 23. Pulih seperti semula atau terlepas dari nasib buruk yang akan menimpa 24. Sebutan untuk bagian kaki di bawah mata kaki 25. Edit 26. Dibalik: Nama daun yang dimakan untuk menemani lalapan 33. Usia (Inggris) 35. Saya
BPM/san
2
31. Letal 32. Premi 33. ATS 34. Entip 36. Adaptor 37. Tiran 38. Anglo Menurun: 1. Nodulus 2. Kim 3. Sanggul 4. Pecalang 5. Sanksi 6. Limfoma 7. Perlu
drink dan beberapa pengarahan mengenai Desa Nyambu. Setelahnya akan diantar tour sesuai pilihan oleh guide yang disediakan pengelola. Menurut Sunarbawa, saat ini ada 4 guide lokal yang telah dilatih siap mengantar wisatawan. Ia menambahkan, Desa Wisata Nyambu tidak menutup guide luar datang mengantar wisatawannya, namun dengan adanya guide lokal maka keamanan lebih terjamin. ‘’Sebab mereka warga lokal. Hafal medan dan jika terjadi sesuatu mereka kenal dengan warga, sehingga lebih aman bagi wisatawan,’’ ujarnya. Awalnya ada tiga paket yang ditawarkan kepada wisatawan yaitu penelusuran alam, paket budaya dan paket susur sepeda dan tahun ini ada satu paket lagi yang dikembangkan dengan menambah jalur hutan sambil melihat populasi kera. (san)
8. Gersang 15. Upa 17. UNO 18. IAP 20. WHO 21. Neo 22. NSA 23. Deposito 24. Kampret 25. Aspiran 26. Kaldera 27. Kalipso 29. Mualaf 30. Tekor 35. Tag
Pemenang TTS No. 307 1. Ngurah Sarjana Jl. Udayana No.14 Mataram 83122 2. I Made Kuat Br. Basang Alas, Ds. Tribuana, Kec. Abang, Kab. Karangasem 3. I Kadek Ardi Wardita Br. Binyan, Ds. Buahan, Kec. Kintamani, Kab. Bangli 80652 4. Ni Wayan Suwati TK Samuscaya Ketewel, Sukawati, Gianyar 80582 5. Kadek Sudarma Dusun Delod Rurung, Desa Banjarasem, Seririt, Buleleng 81161 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Cok Istri Sariningsih Alamat : Br. Tegalsuci, Tampaksiring, Gianyar
19
Minggu Paing, 20 Agustus 2017
Seperti Madrasah Dari Hal. 1
‘’Dulu pernah mendengar, tapi sampai sekarang kami belum dapat informasi lanjutan. Tapi ada kemungkinan sekolah Hindu itu dibuka mirip sekolah agama seperti Madrasah (Muslim) dan tenaga pengajarnya itu dari Kemenag. Yang jelas kita masih tunggu perkembangannya dan setelah pasti baru bisa kami komentari,’’ katanya. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Buleleng Gede Wisnaya Wisna mengatakan, keinginan membuka sekolah berbasis Hindu merupakan gagasan positif dan mesti ditindaklanjuti dengan serius oleh pemerintah pusat. Apalagi, pemerintah pusat telah mengelurkan regulasi yang mendasari pembukana sekolah Hindu di Indonesia melalui Permendag No. 56 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Hindu, maka program ini sudah sepantasnya digulirkan ke daerah. ‘’Saya kira ini ide positif dan sudah ada regulasinya, tapi entah mengapa belum ada tindak lanjutnya. Kami mendukung dan harusnya ini
Gede Suyasa
Gede Wisnaya Wisna. tidak dibiarkan mengambang tapi harus ditindaklanjuti di daerah-daerah,’’ katanya. Politisi Partai Hanura ini menambahkan, Bali termasuk Buleleng yang memiliki mayoritas penduduk Hindu sangat membutuhkan sekolah yang memiliki spesialisasi tertentu. Untuk itu, sekolah Hindu seperti yang diwacanakan pemerintah pusat itu dinilai sangat tepat dalam menyebarluaskan dan memahami makna dan filosofi setiap ajaran dan budaya Hindu kepada siswa. Di samping itu, sekolah Hindu dapat diskusi - Suasana diskusi menambah proses pengajaran kemarin. tentang Hindu melalui kurikulum yang sekarang ini dijalankan pada sekolah formal. ‘’Di sekolah formal memang Dari Hal. 1 sudah ada pembelajaran agama Jika Thailand menjadi dan budaya Hindu. Saya kira negara yang paling banyak kalau ada sekolah spesial Hinmengirimkan kontingen, du ini akan sangat baik lagi, sehingga pemahaman tentang Timor Leste menjadi negara makna dan filosofi Hindu dapat yang paling sedikit mengirdikusasi lebih baik. Apalagi di imkan kontingennya yaitu agama lain seperti Agama Is- 69 orang yang terdiri dari lam sudah ada sekolah khusus, 50 atlet dan 19 official. Menjelang acara pemdemikian Katolik juga sudah dibuka, jadi sekolah Hindu perlu dibuka di daerah-daerah,’’ jelasnya. (mud)
Mengingat pendidikan mengenai budaya sangat penting untuk membentengi pengaruh budaya luar, termasuk menangkal masuknya paham terorisme. ‘’Terorisme itu kan tidak terlepas dari rendahnya pemahaman budaya yang kurang, sehingga muncul perilaku radikalisme. Karena itu, kami akan sangat mendukung pendidikan bernuansa Hindu ini dikembangkan lagi,’’ katanya. Kepala Disdikpora Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika mengatakan selain ke sekolah umum pemerintah rencananya akan membentuk pasraman untuk mengembangkan pendidikan bernuansan Hindu. ‘’Yang terpenting adalah anakanak diarahkan untuk mencintai dan menyerap nilai-nilai agama, seni, adat, dan budaya sejak dini. Dengan demikian, meski arus globalisasi kian de-
ras, anak-anak tetap mewarisi nilai-nilai tersebut,’’ terangnya. Meski bernuansa agama, PAUD tersebut dikatakan Widia Astika, masih bernaung di bawah Disdikpora Badung. ‘’Masih dalam naungan Disdikpora, bukan Kementerian Agama. Hanya saja kurikulumnya agak sedikit berbeda dengan PAUD lainnya, yakni berisi pembentukan karakter agama Hindu tadi serta nilai-nilai seni dan budaya,’’ ungkapnya. Seperti diketahui, guna menanamkan nilai-nilai agama Hindu dan budaya Bali bagi anak, Kabupaten Badung melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) mendukung pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bernuansa Hindu. Tak tanggung-tanggung, Disdikpora Badung menganggarkan dana hibah Rp 2,5 miliar lebih untuk 12 PAUD tersebut pada tahun 2017. (par)
Dua Kurikulum Dari Hal. 1
Dalam menyelenggarakan pendidikan, pihak sekolah menerapkan dua kurikulum sekaligus yakni kurikulum pendidikan nasional dan kurikulum pasraman. Kurikulum pasraman dituangkan dalam berbagai kegiatan seperti pendidikan agama, bertani, upakara, meditasi dan pendidikan karakter lainnya. Arsada mengakui meski keberadaan Sekolah Pasraman Gurukula sudah cukup berkembang baik dalam hal kualitas, kuantitas siswa dan prestasi, namun masih banyak kendala yang ditemui dalam menyelenggarakan pendidikan di Gurukula. Pihaknya kerap kesulitan untuk membiayai operasional dan kebutuhan makan siswa yang tinggal di asrama setiap harinya. Dalam setiap bulannya, pihaknya membutuhkan 1,5 ton beras untuk 143 siswanya. Belum lagi untuk lauknya. Jika dihitung, biaya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan makan siswa per bulannya mencapai Rp 20 juta. ‘’Selama ini, tidak ada sumber yang pasti. Kami hanya
Timor Leste
bukaam kawasan Stadion Bukit Jalil sempat diguyur hujan yang cukup lebat. Namun, kondisi ini tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk datang ke stadion terbesar di negeri jiran itu. Sementara itu, Indonesia memastikan menambah satu medali perak dari ca-
bang sepak takraw. Medali perak itu didapat setelah tim regu putra Indonesia menang telak 3-0 atas Brunei Darussalam di stadion indoor Titiwangsa. Perak juga diraih di lari jarak jauh. Hingga Sabtu malam, Indonesia berada di posisi empat perolehan medali sementara. (ant)
’’Tri Hita Karana’’
Paham Terorisme Dari Hal. 1
BPM/ade
soal pemanfaatan dana desa di Jakarta, Sabtu (19/8)
mengandalkan bantuan insidential dari donatur, yayasan, dan perusahan-perusahaan. Kalau tidak ada bantuan yang datang, kami tetap berusaha memenuhinya dengan cara urunan,’’ terangnya. Selain soal biaya operasional, dalam kegiatan belajar-mengajar siswa Sekolah Pasraman Gurukula selama ini juga sedikit kewalahan dalam mendidik dan membina siswa yang memiliki latar belakang beragam. Ini karena sekolah Gurukula hanya didukung seorang guru PNS. Sementara sisanya mengandalkan guru kontrak daerah dan guru pengabdi. Sementara itu disinggung mengenai bantuan yang selama ini diterima dari pemerintah, Arsada mengakui ada. Hanya, sifatnya tidak rutin. Bantuan yang pernah diberikan pemerintah selama ini berupa gedung, matras dan LCD. Sementara untuk bantuan biaya operasional pasraman belum ada. Agar bisa mendapat bantuan, Arsada mengaku sudah rutin mengajukannya ke pemerintah baik daerah maupun Kementerian Agama. (ina)
Dari Hal. 1
Model pengajarannya juga ala Hindu dengan konsep Tri Hita Karana. Bagi Aryasuda yang juga Kepala SMP PGRI 2 Denpasar ini, sekolah Hindu perlu dirintis untuk Provinsi Bali. Jika sudah sukses perlu dibuatkan proyek percontohan di setiap kabupaten dan kota, setelah itu baru ke luar Bali. ‘’Kan umat Hindu kita ada di mana-mana,’’ ujarnya. Yayasan Dwijendra di era kepemimpinan Ida Bagus Gede Wiyana pernah mempersiapkan diri menjadi sekolah Hindu. Nama-nama sekolah pun disesuaikan dengan nama Hindu, namun tak jadi dilaksanakan karena ternyata sangat sulit mendapatkan dana Kemenag bersamaan dengan dengan dana Kemendikbud. Hal itu dibenarkan Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. di selasela persembahyangan Hari Saraswati Sabtu (19/8) kemarin. M.S. Chandra Jaya mengungkapkan yayasannya pernah sekali mendapat dana Kemenag sekitar Rp 20 juta dalam bentuk pembangunan fisik, bukan dalam bentuk bantuan peningkatan mutu pendidikan. Hanya, katanya, risiko menjadi sekolah Hindu, juga ada yakni hanya bisa menampung warga Hindu. Sedangkan menjadi sekolah nasional berbasiskan Hindu membuat sekolah Dwijendra terbuka bagi semua orang dengan pen-
Chandra Jaya
guatan karakter kehinduan. Bagi dia, Bali perlu memiliki sekolah Hindu, asalkan dikelola dengan baik. Bukan malah menjadikan kita tampil eksklusif dengan pandangan sempit. Justru sebaliknya jadikan sekolah Hindu ini sebagai tempat dan sumber pembelajaran agama Hindu bagi masyarakat pada umumnya. Di sini berkumpul intelektual Hindu yang berpandangan moderat. Makanya dia setuju sekolah Hindu juga harus berwawasan global. ‘’Jangan malah membuat kita makin egoistis,’’ ujarnya. Sekolah Hindu atau sekolah agama, katanya, biasanya 40 persen menganut kurikulum nasional dan 60 persen muatan agama. Hal ini bisa dilakukan di Bali yang memiliki ciri khusus di Indonesia. Untuk itu diperlukan lahan yang luas lengkap dengan asramanya. Kemudian dikembangkan di seluruh Tanah Air. Sebab, hingga kini di luar Bali masih ada mata pelajaran Agama Hindu diajarkan oleh guru non-Hindu. ‘’Ini semua menjadi catatan kita bersama, ada sekolah nasional berbasiskan Hindu, ada juga yang murni sekolah Agama Hindu,’’ tegasnya.
Di Tabanan Di Kabupaten Tabanan saat ini pendidikan formal dengan lebel sekolah Hindu baru ada di tingkat Taman Kanak-kanak (TK). Itu pun didirikan oleh yayasan ataupun desa pakraman yang memang memiliki cita-cita menyediakan sekolah bernuansa Hindu. Artinya, bukan Hindu murni dengan dana Kemenag. Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Adnyana mengakui di Kabupaten Tabanan pernah ada TK bernuansa Hindu berlokasi di Taman Sekar, Kediri. SMK Hindu juga pernah didirikan oleh sebuah yayasan di wilayah Tanah Bang, Kediri. Sayangnya kedua sekolah tersebut minim siswa, hingga keberadaannya lambat laun makin menghilang. Meski demikian, pejabat asal Marga ini mengaku, Disdik Tabanan selaku leading sector pendidikan tidak patah semangat. Untuk bisa memberikan materi kearifan
Sangat Berat Dari Hal. 1
Aryasuda lokal baik itu agama, seni dan budaya Hindu disajikan atau diselipkan pada penyajian kurikulum pusat. ‘’Contohnya saja yang sudah terealisasi yakni Tri Sandya saat mengawali dan mengakhiri pembelajaran, serta pengembangan diri budaya Hindu tiap hari Sabtu,’’ ucapnya. Mantan Kadisbudpar Tabanan ini mengaku sebenarnya jika ada dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pemerhati pendidikan, sekolah Hindu bisa saja dibangun, apalagi potensi untuk itu di Tabanan sudah ada. ‘’Tergantung dukungan pemerintah dan tokoh masyarakat Tabanan. Jika sudah mendapat dukungan, saya kira potensi Tabanan luar biasa,’’ ujarnya. Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi menyampaikan jika benar sekolah Hindu didirikan, pihak legislatif akan mendukung penuh baik dari regulasi, persiapan DED, sampai pada dana pendamping. Tentunya Dinas juga harus mempersiapkan secara matang hal itu terutama menyangkut tenaga pendidik. ‘’Kalau kami dari DPRD tentu secara lembaga akan medukung sekali, apa pun yang menjadi persoalan apakah terkait regulasi, persiapan DED, sampai pada dana pendamping, tentunya persiapan juga oleh dinas seperti tenaga pendidiknya, dan komisi terkait akan semua bersinergi mendukung ini,’’ ujarnya. (sue/bit)
Jangankan sekolah Hindu, lanjut Wirya, pengusulan guru agama Hindu pun masih sangat berat. Padahal, jumlah guru agama Hindu terbilang masih sangat kurang. Namun, beberapa kali usulan ke Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama masih belum menampakkan hasil. Sementara guru agama yang ada banyak yang akan pensiun. ‘’Ternyata porsi guru agama Hindu disamakan dengan pengangkatan guru umum sehingga guru umum saja yang didrop ke daerah. Sudah dua kali kita ke Bimas Hindu, mengusulkan biar pengangkatan guru agama Hindu itu bisa segera. Sampai hari ini kan belum ada realisasinya,’’ jelas politisi Golkar ini. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta mengatakan geliat sekolah Hindu tidak terlalu tampak di Bali karena memang belum ada. Utamanya sekolah Hindu di tingkatan dasar. Padahal, sudah ada izin dari kementerian untuk mendirikan sekolah Hindu. Yakni TK/PAUD Hindu yang disebut Adi Widya, SD Hindu atau Pratamawidya. SMP Hindu atau Madyama Widya, SMA Hindu atau Utama Widya, dan perguruan tinggi Hindu atau Mahawidya. ‘’Kan sumber siswa SD itu ya di TK Hindu, sumber siswa SMP di SD Hindu, sumber siswa SMA di SMP Hindu, di Perguruan Tinggi ya SMA Hindu. Karena di bawahnya tidak ada, mau bagaimana,’’ jelas politisi PDI-P ini. Menurut Parta, PDI-P secara organisasi partai sudah membuat beberapa percon-
tohan TK dan PAUD Hindu. Sejauh ini sudah berjalan dan cukup diminati masyarakat. ‘’Tapi kurikulum belum punya,’’ imbuhnya. Sebelumnya, PDI-P memang menggagas pelaksanaan TK/PAUD Hindu dan TK/PAUD berbahasa Bali di enam kabupaten mulai 2017 ini. Dalam hal ini, kabupaten yang kepala daerahnya dari PDI Perjuangan yakni Badung, Jembrana, Bangli, Tabanan, Gianyar, dan Buleleng. Sementara Kota Denpasar masih belum bisa melaksanakan karena keterbatasan lahan. ‘’Penyelenggaraan PAUD Hindu, TK Hindu dan PAUD berbahasa Bali, TK berbahasa Bali diprogramkan mulai tahun 2017 sebagai pelaksanaan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana prioritas bidang pendidikan, adat, agama, tradisi, dan budaya,’’ ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Dr. I Wayan Koster. Menurut Koster, program PAUD/TK Hindu dan PAUD/ TK berbahasa Bali pada tahun 2017 baru merupakan percontohan. Sejauh ini, terbanyak ada di Bangli (23 PAUD/TK), disusul Gianyar (14), Badung (12), Tabanan (10), Buleleng (9), dan Jembrana (8). Ada yang baru dibangun, ada pula PAUD/ TK yang sudah ada namun diubah sistemnya. ‘’Bisa negeri, bisa swasta namun tidak dibedakan. Semuanya diberikan support yang sama dari Kementerian, baik Kemendikbud maupun Kementerian Agama. Untuk melaksanakan program ini secara baik, Dirjen PAUDNI dan Dirjen BIMAS Hindu mensosialisasikan prosedur dan administrasinya,’’ jelasnya. (rin)
Aksi Anarkis Dari Hal. 1
Sementara Kapolres Mimika Victor Mackbon mengancam akan membubarkan secara paksa aksi anarkis yang dilakukan oleh karyawan mogok. ‘’Saya memberi waktu sampai pukul 17.30 kepada Saudara-saudara untuk meninggalkan tempat
ini. Lebih baik Saudarasaudara kembali ke rumah. Toh ada perwakilan Saudarasaudara yang akan bertemu dengan manajemen Freeport yang difasilitasi DPRD Mimika,’’ imbau Kapolres Mimika. Namun, imbauan tersebut sontak ditolak tegas oleh karyawan yang mogok. (ant/kmb)
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu PAING, 20 Agustus 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Pertama Kali Injakkan Kaki di Candi Prambanan
Ada Band Merasa Malu LAMA tak terdengar kabarnya, Ada Band hadir dalam salah satu pergelaran musik paling bergengsi di Indonesia, yakni Indihome Prambanan Jazz Festival 2017 yang digelar baru-baru ini. Manggung di sebuah acara bergengsi seperti Indihome Prambanan Jazz 2017, Ada Band begitu antusias. Bukan hanya untuk pertama kalinya manggung di Indihome Prambanan Jazz Festival 2017 ternyata semua personel pelantun lagu ‘’Manusia Bodoh’’ itu juga baru pertama kali menginjakkan kaki dan berkunjung ke Candi Prambanan. Hal ini yang menjadi salah satu alasan band yang digawangi Donnie Sibarani, Suriandika Satjadibrata, Marshal Surya Rachman, dan Aditya Pratama itu begitu antusias untuk tampil di acara yang digagas oleh Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia Communication. “Positifnya karena tem-
patnya ya di Prambanan. Kalau dilihat event-event saat ini banyak yang ambil spot wisata. Kita kebetulan belum pernah ke Prambanan, memalukan sebenarnya. Saya baru pertama kali tadi malam pas cek sound,” kata Suriandika Satjadibrata atau biasa disapa Dika, pembetot bass Ada Band dalam wawancara di Hyatt Regency, Yogyakarta, Jumat (18/8). Ada band bernostalgia lewat lagu-lagu hits mereka yang pernah merajai tangga lagu di Indonesia. Mereka juga akan membawakan lagu baru mereka yang berjudul ‘’Siap Melepaskan’’
yang baru dirilis. “Di Prambanan nanti, kita akan mix dari album di tahun 2003 sampai sekarang. Kemarin baru saja ngeluarin single baru judulnya ’Siap Melepaskan’, nanti kami bawakan,” terang Dika. Selain Ada Band, sederet nama penyanyi dan musisi Tanah Air juga unjuk gigi dalam pergelaran musik bergengsi ini di antaranya Isyana Sarasvati, Raisa, Rio Febrian, Kunto Aji, Naif, Stars & Rabbit, serta beberapa artis asing seperti Shakatak, Sarah Brightman dan Shane Fillan, vokalis Westlife. (pik)
Jefri Nichol Ungkap Punya 15 Pacar Jakarta (Bali Post) Memiliki dua atau tiga kekasih saja, seorang pria bisa disebut playboy. Namun bagaimana jika memiliki 15 orang kekasih? Ternyata, artis peran Jefri Nichol pernah menjajal rasanya memiliki kekasih sebanyak itu. “Senang sih rasanya. Asyik juga bisa kenal sama banyak cewek,” kata Jefri Nichol. Artis peran Indah Permatasari, bahkan dengan tegas mengaku tak ingin dekat-dekat dengan lelaki seperti Jefri. “Menjauhlah pasti, (punya) dua (pacar) saja sudah nyakitin hati,” kata Indah. Untungnya, hal tersebut bukan berada di dunia nyata. Jefri memiliki 15 orang pacar hanya di dalam film A: Aku, Benci & Cinta. Film yang diangkat dari novel karya Wulan Fadila ini menceritakan kisah cinta Alvaro (Jefri Nichol) yang memiliki 15 kekasih. Hal tersebut membuat Anggia (Indah Permatasari) begitu membenci sosok Alvaro. Meski demikian, ked-
Jefri Nichol uanya harus dipertemukan dalam sebuah kelas musik. Rasa kagum satu sama lain pun perlahan muncul. Mau tak mau, Anggia harus mengakui dirinya jatuh cinta kepada Alvaro, yang ternyata juga memiliki perasaan yang sama. Namun, ia harus memikirkan perasaan Alex
(Brandon Salim) yang selama ini memerhatikannya. “Drama dalam film ini nggak over, dan ngalir begitu saja nggak berlebihan. Tidak seperti drama percintaan lainnya,” ucap Indah. Film A: Aku, Benci & Cinta merupakan produksi MD Entertainment, dan garapan sutradara Rizki Baiki. (pik)
Demokrasi 50 + 1 brolan BALE BANJAR ARIDUS BICARA soal kemerdekaan, tidak bisa lepas dari pembahasan ihwal kebebasan. Meski bebas tidak sama artinya dengan merdeka. Karena itulah, Rousseau menyindir hakikat kebebasan dengan aforisme. Manusia dilahirkan bebas, namun nyatanya di mana, ke mana dan kapan saja, dia terbelenggu, tulisnya. Sedangkan Heidegger sudah lebih paham hakikat kebebasan, yang sebenarnya cuma utopia atau gagasan ilusif buat menghibur diri, karena tujuan dari kebebasan adalah merdeka. Merdeka, bila menyimak saripati Leviathan karya Hobbes, bebas untuk dipaksa tunduk pada bermacam aturan dan disiplin. Itu semua, menurut Hobbes, demi kelestarian spesies manusia agar tidak mengikuti jejak Dinosaurus dan Mammooth, yang hanya tinggal tulang belulangnya tersisa di planet biru ini. “Lahir ke dunia adalah samsara! Bukan kenikmatan, bukan kebahagiaan tapi penderitaan, betapa pun sehat fisik, terjaminnya
hidup di tempat kelahiran atau betapa terhormatnya status sosial ekonomi yang mereproduksinya, bayi normal pasti menangis saat keluar dari rahim. Itulah simbol alamiah penderitaan! Orang berpikir waras tidak akan mengatakan menangis adalah pertanda gembira, sebab saraf ketawa akan mencak-mencak bila hasil karyanya diklaim saterunya. Heidegger dalam teori faktisitas mengulas, roh bayi menolak tubuh yang tidak ideal baginya atau berontak karena direproduksi orang tua yang bukan idolanya atau dilahirkan di sebuah negeri yang bukan pilihannya dan banyak lagi alasan yang membuatnya menangis. Terkesan aneh bila Heidegger yang terkenal sebagai nabi eksistensialisme yang ateis bicara masalah roh, namun kita tidak berhak menuduh dan mengecapnya ateis munafik. Sebab, penganut paham nihilis punya ribuan alasan untuk mendobrak segala kemapanan gagasan populer di zamannya. Apa pun alasannya, aku orang Bali yang berkeyakinan Panca Sarada, setuju tentang keberadaan roh dan uraian faktisitas itu. Karena hidup dan tumbuh sebagai manusia, mau tak mau harus mengikuti segala kondisi yang banyak di antaranya tidak sesuai dengan hasrat kebebasan kita,“ papar Rubag. “Kalimat terakhirmu, mirip esensi Leviathan, manusia harus dipaksa tunduk dan patuh oleh negara, demi kemaslahatan mereka sendiri.
BPM/pik
Tepat pula hakikat Kontrak Sosial yang diilhami Aristoteles, dilanjutkan Rousseau dan Hobbes bahwa manusia harus merelakan sebagian dari kebebasannya sebagai modal negara membuat produk hukum, peraturan dan perundang-undangan demi tertib, keamanan, dan keteraturan masyarakat. Nah itu berawal dari manusia sebagai individu, unsur terkecil dari bangsa, yang dimulai sejak kecil, dipaksa untuk mengikuti aturan keluarga, kebiasaan, dan etika bergaul yang dibimbing orang tua. Benar kata Heidegger bahwa kebebasan sejatinya utopia, sebab nyatanya, saat manusia keluar dari eksistensinya sebagai individu menuju makhluk sosial, dia sudah harus melepaskan sebagian dari kebebasannya. Karena di masyarakat, dia tidak mungkin terus menjadi diri sendiri, kecuali siap untuk diasingkan semua teman, karena selalu mau menang sendiri. Mungkin fenomena ini merupakan titik awal yang dipakai Erich Fromm menyusun kitabnya yang bertajuk Escape from Freedom atau Lari dari Kebebasan. Terkait teori faktisitas yang kamu tuturkan, bisa jadi bayi yang meninggal setelah beberapa hari lahir, merupakan bayi yang rohnya berhasil membebaskan diri dari raga setelah terus berontak memprotes. Bahkan ada bayi atau calon bayi yang mati dalam kandungan, baik disengaja lewat aborsi maupun tak sengaja. Ini menandakan roh meno-
Ada Band
BPM/pik
Cokelat Dulu, Musik Belakangan Jakarta (Bali Post) ‘‘Tahun emas’’ Ita Purnamasari ditandai dengan rencana merilis buku, konser tunggal dan yang menarik adalah diedarkannya IP Chocolate’s by Ita Purnamasari. “Sejak kecil saya pemakan cokelat, dengan rasa apa saja. Saat remaja dan dewasa sebagai penyanyi dan punya kesempatan banyak ke luar negeri, terutama dengan suami, Mas Dwiki Dharmawan - kegemaran pada cokelat itu kian menjadi-jadi. Saya selalu membawa buah tangan cokelat ke Indonesia, dengan rasa yang beragam,” ujar Ita Purnamasari, satu dari tak banyak lady rocker Indonesia. Februari 2017, Ita berkenalan dengan Filo Prakoso, pemilik home industry cokelat dari Yogyakarta, yang dibangun dari 2012. Perkenalan itu menghasilkan sinergi dan ambisi, untuk ‘tandem produk cokelat’ dengan modifikasi yang beragam. “Sejak kenal pertama, Mbak Ita sudah berpikir untuk bekerja sama dengan memperbayak varian cokelat, basic produknya adalah cokelat saya yang lama, yang selama bertahun-tahun saya distribusikan melalui promosi dari mulut ke mulut dan lewat sosmed, atau menjual online,“
ujar Filo yang memproduksi cokelat di rumahnya, di Yogyakarta. Sejak Februari itulah, Ita Purnasarai hilir mudik Jakarta - Yogyakarta, dan berpikir untuk menambah varian cokelat sambil mencari partner yang bisa diajak kerja sama, termasuk sebagai distributor. “Mbak Ita ketemu saya baru dua bulan lalu. Kami bicara serius tentang produk cokelat ini, yang menurut saya, bisa nyambung dengan bisnis bakery dan pastry saya,
Die Kuchen Bakery & Pastry yang terletak di Kemang. Saya juga penggemar cokelat, dark chocolate. Saya kira, kerja sama dengan Mbak Ita dan
sari. “Hasil wira wiri saya ke rumah produksi cokelat Mbak Filo adalah lahirnya lima varian cokelat kami,“ kata Ita. Lima varian itu adalah
Dark Chocolate Blueberry, Dark Chocolate Vanila, White Chocolate Melted, Milk Chocolate Melted, Milk Chocolate Cashew. Ita yang belanja campuran ‘rasa cokelat’ itu, lalu diolah di rumah produksi cokelat Filo di Yogyakarta. Ita juga membuat packaging-nya. Pada pre launching IP Chocolate’s by Ita Purnamasari di Roemah Katumburi Bhanuwati ‘Die Kuchen Bakery & Pastry’ Kemang Selatan, Jumat 11 Agustus, IP Chocolate’s by Ita Purnamasari untuk sementara akan memperkenalkan 2 varian, yakni Dark Chocolate’s Bluberry dan Milk Chocolate Cashew, tiga variant lainnya akan diluncurkan membarengi rencana rilis buku Ita Purnamasari dan menjelang konser tunggalnya akhir tahun 2017 ini. Dinie mengaku, buat sementara produk IP Chocolate’s by Ita Purnamasari akan ditawarkan di Die Kuchen Bakery & Pastry, Jalan Kemang Selatan 14 B. “Tapi ke depan, kami sudah harus siap mendistribusikannya melalui toko ritail, secara massal. Sekarang ini, kami melepasnya melalui pemesanan online atau presale, semoga bisa memenuhi sasaran,“ kata Dinie Katumbiri. (pik)
lak untuk lahir dan berhasil melakukan pembangkangan,“ ujar Wahyudita. “Kalau dipikir-pikir, ungkapan ‘jasmani atau tubuh adalah penjara jiwa atau roh‘ dari Plato, tidak keliru. Filsuf yang sekaligus juru tulis pendapat Sang Guru yakni Socrates, mahfum ajaran mentornya tentang hidup. Hidup yang tidak bisa dipertanyakan adalah hidup yang tidak perlu dilanjutkan. Ini berarti bunuh diri atau membiarkan hidup berakhir karena ulah menyerempet bahaya, lewat tindakan atau ucapan, seperti yang dilakukan Socrates. Saat menyebarkan ilmu pada para cantriknya, dia selalu menekankan agar mereka selalu bertanya tentang apa saja yang mengganjal di otak. Dapat jawaban atau tidak selalu bertanya, meskipun menyangkut yang terlarang untuk ditanyakan. Karena ulahnya, Socrates akhirnya ditangkap penguasa dengan tuduhan meracuni otak anak-anak muda dengan ajarannya dan divonis hukuman mati. Konsisten dan taat pada prinsipnya, dia lebih memilih minum getah cemara beracun atau hemlock, daripada melarikan diri dari penjara, karena dilarang melakukan kebebasan dalam bertanya ihwal hidup. Maksudnya, tentu hidup berbangsa dan bernegara, di mana Athena saat itu memulai paham demokrasi, yang menurut Socrates agak ganjil. Karena itulah, dia menolak untuk melarikan diri, meski sel yang ditempatinya tidak terkunci dan tanpa penjagaan, karena pejabat –pejabat yang berkuasa, sebagian besar anak didiknya,“ tutur Surjanegara.
“Ya, kalau tidak salah, demokrasi semboyannya pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat. Lalu yang dipertanyakan Socrates, mengapa rakyat dibatasi umur dan kelaminnya? Yang boleh memilih dan dipilih hanya laki-laki yang berusia di atas 30 tahun dan perempuan dijadikan warga negara kelas dua alias tidak boleh berpartisipasi. Demikian pula jumlah para budak di Athena nyaris melebihi setengah jumlah penduduk kota itu dan mereka tidak boleh terlibat sama sekali dalam urusan politik. Bisa jadi ada pertimbangan-pertimbangan tertentu yang membuat konsep demokrasi seperti itu dan kita tidak perlu rempong membahasnya. Bahkan di Prancis tahun 1789 pun saat terjadi revolusi berdalih demokrasi bersemboyan ‘liberte, fraternite, equalite‘ atau ‘kebebasan, persaudaraan, dan persamaan‘, bermuara kekacauan yang melahirkan Pemerintahan Teror. Ironisnya, kekacauan baru reda setelah diperintah Napoleon Bonaparte yang notabene orang Corsica, Italia. Lalu apa benar Amerika Serikat menerapkan demokrasi murni seperti yang diekspor ke luar negeri, termasuk Indonesia? Oke, AS pernah punya presiden berkulit hitam yang memerintah selama dua periode, mengapa negeri yang merdeka sejak tahun 1776 belum pernah punya presiden wanita? Paling tinggi jabatan yang diraih perempuan di sana adalah menteri luar negeri, sekretaris negara dan penasihat keamanan, seperti Medeleine Albright, Condoleezza Rice, dan Hillary Clinton,“ komentar Bakti Wiyasa.
“Itu pun bukan urusan kita, sebab kita tidak tahu pasti, apa sebenarnya berlangsung di balik yang kau komentari. Kudengar, di Amrik ada pemerintah bayangan atau Shadow Government, yang menentukan segala kebijakan strategis baik di dalam maupun luar negeri mereka. Jadi, demokrasi yang kita bicarakan sebenarnya hanya di seputar permukaan, sedangkan kedalamannya tidak terjangkau. Orang-orang yang royal melontarkan istilah demokrasi dalam setiap berdebat, belum tentu paham apa yang mereka katakan. Sebenarnya, kita punya tipe khusus demokrasi seperti tertuang dalam sila keempat Pancasila berbunyi, ‘Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan‘. Namun, warisan
pendahulu itu disepak jauh, karena ada barang impor berbunyi 50 + 1. The brand new democracy tersebut dijadikan alat unggul dalam berpolitik, yang melahirkan budaya keroyokan, karena ikut pula diterapkan zero sum games, bermoto pemenang mengambil semua. Wujud nyata demokrasi khusus kita adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat, yang merupakan lembaga paling terhormat di negeri ini. Celakanya, di gedung itu Rabu (16/8), terjadi peristiwa yang sangat memalukan, di mana pembaca doanya mengimprovisasi teks yang sakral menjadi lawakan. Padahal, dia bukan pelawak atau badut atau komedian, namun wakil rakyat yang mantan menteri di rezim sebelumnya. Memprihatinkan!“ kata Anom Wijaya. (aridus)
Filo akan menjadi menarik, melengkapi bisnis bakery dan pastry saya,” tambah Dinie Katumbiri, yang juga dikenal sebagai perancang busana etnik Roemah Katumbiri Bhanuwati. Tandem ‘chocolate lovers’ Ita Purnamasari, Filo Prakoso dan Dinie Katumbiri menghasilkan produk ‘IP Chocolate’s by Ita Purnamasari’ Dinie dan Filo mengaku, Ita Purnamasari yang paling berperan untuk menentukan varian rasa cokelat IP Chocolate’s by Ita Purnama-
Ita Purnamasari
BPM/pik