Skip to main content

Edisi 05 November 2017 |Balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu Wage, 5 November 2017

u g g n Mi Pengemban Pengamal Pancasila

20 HALAMAN

NOMOR 76 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418


terbit sejak 16 agustus 1948

u g g n Mi

perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu Wage, 5 November 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

20 HALAMAN

NOMOR 76 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

DIGEREBEK, Oknum Wakil Ketua DPRD Bali kABUR Denpasar (Bali Post) -

Tim Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar di-back up Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali menggerebek rumah oknum Wakil Ketua DPRD Bali berinisial KS alias MJ di Jalan Pulau Batanta, Taman Pancing, Denpasar, Sabtu (4/11) kemarin. Penggerebeken tersebut diduga terkait kasus narkoba.

Bali Post/ist

GELEDAH - Polisi menggeledah rumah ini diduga terkait kasus narkoba.

31 Orang Diperiksa, 6 Tersangka SAMPAI saat ini, perburuan oknum anggota DPRD Bali berinisial KS alias MJ masih dilakukan tim gabungan Sat. Resnarkoba Polresta Denpasar dan Dit. Resnarkoba Polda Bali. Sedangkan hasil penggeledahan di rumahnya, petugas mengamankan puluhan paket sabusabu (SS) dan senpi diduga jenis Bareta, Sabtu (4/11) kemarin. Penyidik pun telah menentapkan enam tersangka dari 31 orang yang diperiksa. Sedangkan barang bukti yang disitia di antaranya 31 paket sabu, 3 airsoft gun, dan sepucuk senpi. Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan saat dikonfirmasi terkait senpi tersebut mengatakan sudah diserahkan ke Sat. Reskrim Polresta Denpasar. “Soal itu (senpi) perlu dicek keasliannya dan akan didalami penyidik Reskrim Polresta,” ujarnya. Ditanya keberadaan KS, mantan Kasat Reskrim Polres Tabanan ini mengatakan masih dilacak. Pengejaran akan terus dilakukan sampai dia ditangkap. “Masih dalam pengejaran. Mudah-mudahan secepatnya ditangkap,” kata Kompol Arta. Sedangkan menurut sumber, penggeledahan di TKP sampai sore. Seluruh ruangan dan barangbarang yang ada di rumah tersebut digeledah. “Ditemukan senpi jenis Bareta, sabu-sabu sekitar 32 paket, dan bong,” kata sumber yang minta identitasnya dirahasiakan ini. Sedangkan di salah satu kamar yang diduga ditempati KS, petugas mengamankan ransel di dalamnya berisi 4 paket SS. “Informasinya senpi tersebut juga ditemukan di sana,” ungkapnya. (rah)

Banyak Siswa Belum Balik

PASCAPENURUNAN s t a t u s Gunung Agung, aktivitas kehidupan di sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem mulai pulih. Aktivitas perkantoran, perbankan hingga sekolah juga sudah berangsur normal. Khusus untuk sekolah agar kegiatan belajar mengajar seperti biasa, maka siswanya juga harus BPM/gik segera kembali dari I Gusti Ayu Mas pengungsian. Akan Sumatri tetapi, hingga saat ini masih banyak siswa yang enggan balik sekolah di sekolah asalnya. Hal ini pun menjadi perhatian Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Terkait dengan pembelajaran bagi anak-anak di kawasan rawan bencana, ia menegaskan generasi emas ini harus tetap mendapatkan pendidikan yang layak. ‘’Mereka anak-anak pengungsi adalah bagian dari generasi emas Karangasem juga generasi harapan Bali,’’ ujarnya. Terkait masih enggannya generasi emas di kawasan rawan bencana kembali ke sekolahnya disebabkan banyak faktor. Pertama, masih adanya keragu-raguan dari pengungsi di KRB II dan I untuk pulang ke rumah, karena aktivitas Gunung Agung masih fluktuatif, meski statusnya sudah turun menjadi Siaga. Selain itu, juga faktor orangtua dan anak-anak. Sebab, anak-anak para pengungsi sudah bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang baru. Kalau balik ke wilayah rawan bencana lagi, berarti anak-anak mereka kembali belajar dari awal. Hal. 19 Masih Fluktuatif

Jumlah Pengungsi Terus Turun

JUMLAH pengungsi Gunung Agung terus menurun. Terlebih, pascahari raya Galungan, puluhan ribu pengungsi sudah pulang ke rumahnya. Jumlah pengungsi terakhir yang dikeluarkan Bidang Humas Satgas Tanggap Darurat, Jumat (3/11) lalu, pukul 18.00 wita, tinggal 129.109 orang pengungsi di 380 titik pengungsian di seluruh Bali. Sebelum Galungan, jumlah pengungsi masih tercatat hampir 140.000, tepatnya 139.995 orang. Kemudian jumlah ini perlahan turun menjadi 134.310 orang. Jumlahnya terus menurun, menjelang Galungan 1 November lalu. Apalagi dibarengi dengan penurunan status Gunung Agung menjadi siaga. Hal. 19 Masih Mengungsi

BPM/ist

BARANG BUKTI – Barang bukti yang disita polisi saat penggerebekan rumah oknum Wakil Ketua DPRD Bali berinisial KS alias MJ. Penyidik menetapkan enam tersangka dari 31 orang yang diperiksa. Sedangkan barang bukti yang disita di antaranya 31 paket sabu. 3 airsoft gun, dan sepucuk senpi.

Saat dikonfirmasi, Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan membenarkan pihaknya melakukan penggerebekan tersebut. Namun, ia belum bisa menjelaskan hasilnya karena masih olah TKP. “Kami masih olah TKP dan mengumpulkan barang bukti. Nanti kalau sudah selesai kami jelaskan,” tegasnya. Hal yang sama juga disampaikan Wakil Direktur Resnarkoba Polda Bali AKBP Sudjarwoko. Ia mengakui pihaknya sebatas mem-back up. Apa benar oknum dewan tidak ada di TKP? “Ya dia tidak ada. Dia kabur. Kami masih melakukan pengejaran,” tegasnya. Menurut sumber, di TKP kerap dipakai transaksi narkoba, bahkan disediakan tempat khusus untuk pakai barang terlarang tersebut. Sedangkan KS dulu sempat dites urine oleh BNNP Bali dan hasilnya positif. Terkait penggeledahan rumah anggota DPRD Bali ini, pimpinan DPRD Bali tak mau banyak berkomentar. Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry yang berhasil dikonfirmasi Sabtu (4/11) kemarin, mengaku belum mendapatkan informasi dan laporan. “Kami belum dapat info dan laporan. Kami bersama pimpinan masih dalami dulu,” ujarnya singkat melalui pesan whatsapp. Rumah oknum anggota DPRD Bali berinisial KS alias MJ di Jalan Pulau Batanta, Taman Pancing, Denpasar, digerebek Tim Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar di-back up Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali, Sabtu kemarin. Penggerebeken tersebut diduga terkait kasus narkoba. (kmb36/kmb32)

Ber-’’yadnya’’, Mencerdaskan Generasi Bali “Persembahan yang dilakukan tanpa diketahui maknanya adalah sia-sia, sama dengan mempersembahkan kebodohannya dan persembahan itu tak ada bedanya dengan segenggam abu.” (Manava Dharma Sastra III.97) PANDANGAN ini mestinya membuat kita menyadari bahwa menjadi cerdas dan peka menghadapi kehidupan ini sebuah keniscayaan. Hanya dengan mengasah diri kita bisa lepas dari cengkeraman kebododohan. Dalam konteks ini maka semua elemen di Bali hendaknya memiliki tanggung jawab moral membantu dan

mengarahkan generasi muda Hindu SDM Bali menjadi generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, dan peka teknologi namun tetap lekat dengan spirit budayannya. Harapan itu dilontarkan guru besar IHDN Denpasar Prof. Dr. Nengah Duija, kepada Bali Post. Ia menegaskan, membantu dan memfasilitasi umat atau SDM Hindu untuk menjadi cerdas juga merupakan yadnya. ‘’Yadnya bagi umat Hindu bukan hanya persembahan. Membantu sesama untuk meningkatkan kualitas diri juga merupakan yadnya utama. Pengertian yadnya tidak hanya vertikal tetapi juga horizontal,’’ ujarnya. Hal. 19 Pendidikan Warga

Jangan Sampai Putus Sekolah

’’Yadnya’’ Utama BER-YADNYA bagi umat Hindu beragam bentuk dan penjabarannya. Yadnya tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan upacara/ ritual. Membantu sesama yang sedang membutuhkan atau dalam kondisi kesusahan juga yadnya. Sedangkan yadnya dengan membantu memfasilitasi pendidikan generasi emas Hindu merupakan yadnya paling utama (atyanta dana). Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli Nyoman Sukra, Sabtu (14/11) kemarin, mengatakan,

BPM/dok

PENDIDIKAN – Ribuan generasi emas Bali berada di pengungsian. Kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan para pewaris budaya Bali ini perlu kepedulian semua pihak. Tampak anak-anak tetap belajar di pengungsian.

secara umum yadnya memiliki pengertian sebagai pemberian/ pengorbanan dengan dasar tulus ikhlas. Yadnya menurutnya tidak saja bisa diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan upacara namun juga dalam wujud pertolongan atau pemberian baik materi, punia, maupun pendidikan kepada sesama yang membutuhkan “Apa pun jenis pemberiannya asalkan didasari hati yang tulus ikhlas itu adalah yadnya,” terangnya. Hal. 19 Pemberian Bantuan

JAMINAN keberlangsungan pendidikan generasi emas Bali yang kini ada di pengungsian harus jelas. Semua elemen harus bersatu dan mengambil peran strategis dalam hal ini. DPRD Bali bahkan memastikan akan berupaya maksimal mengalokasikan anggaran untuk menjamin keberlangsungan pendidikan generasi muda Bali. ‘’Pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi mesti dijaga keberlangsungannya. Tidak hanya soal logistik, tapi juga kebutuhan dasar pendidikan. Anak-anak yang berada di pengungsian tidak boleh sampai putus sekolah,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry, Sabtu (4/11) kemarin. Menurutnya, terkait dengan anak-anak pengungsi, terutama yang masih berada di

zona berbahaya diharapkan bisa dibantu secara berkesinambungan. Bantuan hendaknya tidak hanya diberikan oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota tapi juga masyarakat yang mampu serta para pengusaha. ‘’Dari pemerintah provinsi, dewan sudah mengusulkan agar anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tetap meningkat dalam pembahasan APBD 2018. Meskipun saat ini status Awas Gunung Agung telah diturunkan ke level Siaga. “Kami tetap mengusulkan peningkatan anggaran tidak terduga sebagai bentuk langkah antisipatif terhadap berbagai kemungkinan,” jelasnya. Hal. 19 Bali Aman

Cerita Siswa Pengungsi

Sekolah Pindah-pindah, Terobsesi Jadi Mekanik

BPM/sos

Agus Arsana Putra

SEBULAN lebih, ribuan anak-anak usia sekolah dari kaki Gunung Agung tak bisa hidup nyaman sebagai pelajar. Mereka bahkan nyaris tak sekolah. Belakangan setelah pendataan, mereka akhirnya bisa sekolah dengan status siswa titipan. Belajar berpindah-pindah sekolah pun menjadi keseharian selama di pengungsian. Namun, anak-anak mereka tetap melewati hari–hari itu demi memujudkan impian. Setidaknya, menginjak pekan keenam, warga Karangasem yang bermukim di lereng Gu-

nung Agung masih mengungsi ke Kabupaten Klungkung. Tak hanya kalangan dewasa maupun lansia, juga anak-anak yang berusia sekolah. Meski jauh dari tanah kelahiran, hidup di dunia yang sebelumnya tak pernah diimpikan, mereka masih memiliki sisi beruntung. Bukan karena diberikan makanan untuk penyambung hidup, namun tetap bisa menikmati pendidikan. Tak ada yang putus. Menarikya, dalam kurun waktu itu, sejumlah anak tak hanya menjalani proses belajar-

mengajar di satu sekolah. Namun harus berpindah-pindah. Seperti halnya, Komang Darmawan (15) siswa SMPN 2 Selat asal Desa Sebudi. Setelah tiga pekan belajar sementara di SMPN 2 Semarapura, ia yang mengungsi di GOR Swecapura kembali pindah ke SMPN 1 Sidemen, Karangasem. Waktu tempuhnya sekitar 25 menit dengan sepeda motor. “Pindah ke sana imbauan dari Kasek. Jadi, satu dengan temanteman dulu. Bisa bertemu lagi,” tuturnya Sabtu (4/11) kemarin. Kenyataan itu tak membuat-

nya patah arang. Semangatnya untuk belajar masih membara. Itu dijadikan bekal untuk menggapai cita-citanya sebagai mekanik andal kelak. “Nanti setelah lulus SMP, ingin lanjut ke SMK. Ingin cari teknik mesin. Ingin jadi mekanik,” katanya. Kini, dalam mengenyam pendidikan, urusan biaya, anak kelas IX ini mengandalkan bantuan pemerintah melalui Program Keluarga Harapan. Besarnya Rp 700 ribu per bulan. Ini pun disambut riang. Hal. 19 Kembali Pindah


4

Minggu Wage, 5 November 2017

Dilema Adat Tradisi Bali di Tanah Kelahirannya Pencipta (Ida Sang Hyang Widhi Wasa). Ini sesuai yang dikatakan oleh Jendra (2006) dalam Suhardana (2006:128) bahwa agama Hindu bersifat luwes (fleksibel) sehingga mudah menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan lingkungan. Sehingga agama Hindu di Nusantara (Bali) telah dipribumikan, dimana agama Hindu hanya merupakan sentuhan kulit arinya saja (Warsika, 2017:1). Jadi apabila praktik agama Hindu menurut Weda itu dianggap benar, berarti yang sesuai adat-tradisi di Bali pun benar. Sebab agama Hindu bersifat luwes (fleksibel) sehingga mudah dan telah menyesuaikan diri dengan lingkungannya seperti di Bali. Dan yang pastinya hal ini sesuai dengan pepatah “dimana bumi dipijak, di sana langit dijunjung”.

ADAT - TRADISI. Itulah yang menghiasi Bali sehingga dikatakan unik. Ini didasari atas adat yang menjadikan masyarakatnya mempunyai sikap dan tata krama sebagai cermin kepribadian menjadi umat Hindu Bali. Tradisi menjadikan generasinya mewarisi berbagai tetamian seni budaya bernilai guna nan indah yang diimplementasikan dalam praktik keagamaannya. Inilah yang mendasari praktik agama Hindu di Bali susah membedakan antara adat dan agama. Keduanya ‘menyatu’ dalam mewujudkan sradha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestas-Nya. Keduanya ‘bersenyawa’ dalam menyatakan dirinya sebagai Hindu Bali yaitu umat Hindu di pulau Bali. Lambat laun berbagai tetamian tersebut menjadi nilai budaya tak terhingga yang membuat ‘nyama selat pasih’ salut dan penasaran hingga berbondong-bondong datang langsung menyaksikan dan menikmati ‘pementasannya’. Keadaan ini tentu menjadi dasar segenap tetamian adat-tradisi tersebut ‘nyaman’ berada di kampoeng generasi pencetusnya sendiri hingga dinikmati ‘nyama selat pasih’. Sehingga menjadi kepatutan apabila semakin hari keberadaan adat-tradisi semakin ajeg dan lestari sebagai tetamian yang berperan dalam mewujudkan sradha dan bhakti selain menunjang pariwisata (pariwisata budaya) di Bali. Akan tetapi, segenap adat-tradisi tersebut tak senyaman apa yang dilihat dan dirasakan dalam keseharian generasi penerusnya menjalani swadharma kehidupan menjadi manusia Hindu Bali di tanah kelahirannya. Keberadaannya sebagai sikap dan tata krama atau prilaku terus mendapat tekanan dan rongrongan dari berbagai arah dan sudut pandang. Seolah-olah keberadaannya menjadi dilema yang membingungkan dengan dalih kekinian yang tidak mengikuti perkembangan zaman, sehingga memberatkan di samping tidak menyenangkan dan tidak menguntungkan. Bahkan segenap tetamian Leluhur tersebut dikatakan tidak sesuai sastra agama dengan dalih ‘pembenaran’ Weda. Dalih Kekinian Kekinian, tentu yang dimaksud situasi dan kondisi Bali era sekarang zaman modern ini yang menjadi industri pariwisata. Berbedanya zaman tentu berbeda pula ‘produk’ aktivitasnya. Adat-tradisi yang merupakan produk agraris jelas tidak sepenuhnya berlaku dan relevan dalam pariwisata. Sebab produk agraris dilatarbelakangi oleh waktu senggang, tersedianya sarana-prasarana, dipengaruhi oleh pertanian, dsb. Sedangkan zaman

KEKINIAN - Kekinian, tentu yang dimaksud situasi dan kondisi Bali era sekarang zaman modern ini yang menjadi industri pariwisata. Berbedanya zaman tentu berbeda pula ‘produk’ aktivitasnya. Adat-tradisi yang merupakan produk agraris jelas tidak sepenuhnya berlaku dan relevan dalam pariwisata. ini (pariwisata) waktu sepenuhnya untuk beraktivitas (8 jam kerja/hari), saranaprasarana tak tersedia (lahan dipenuhi bangunan), dipengaruhi oleh kejar target, dsb. Keadaan ini jelas berpengaruh dan berdampak dalam menerapkan segenap yang namanya adat-tradisi tersebut. Mengenai dalih ini setidaknya krama Bali masih mempunyai ‘perasaan’. Mereka masih ‘setia’ menjalani adat-tradisi setempat walaupun dirinya sendiri sebagai pendukung menjadi korban, baik itu waktu, tenaga, materi maupun karir. Artinya mereka sadar akan kewajiban menjadi umat Hindu Bali, namun karena tuntutan keadaan menyebabkan ia seolah-olah jenuh dan bosan dengan segala kewajibannya. Oleh sebab itu, segala keluh-kesahnya patut dijadikan bahan pertimbangan dalam meluruskan adat-tradisi setempat agar tepat guna, tepat sasaran. Sehingga keberadaan adat-tradisi bersifat ‘melayani’ bukan ‘dilayani’ krama pendukungnya. Dalih ‘Pembenaran’ Weda Banyak yang menyimpulkan bahwa adat-tradisi dalam mewujudkan sradha dan bhakti umat Hindu Bali merupakan kepercayaan berdasarkan gugon tuwon-mula keto. Tak sedikit pula yang menganggap praktik agama Hindu Bali yang didominasi oleh adat-tradisi tidak sesuai

dengan sumber sastra. Seolah-olah apa yang telah dan akan dilaksanakan terkait dengan adat-tradisi sebagai bentuk kearipan lokal umat Hindu Bali tidak mempunyai arti dan makna dalam mempraktikan keyakinannya dengan dalih ‘pembenaran’ Weda. Dalih ini menjadikan Weda sebagai pedoman, acuan maupun tuntunan tentu tidak ada yang salah. Sebab Weda merupakan kitab suci agama Hindu, sumber sastra. Namun setidaknya dalih ini menyadari bahwa sebelum dikatakan Hindu Bali awalnya adalah Bebali--Bali. Dahulu para penglingsir, leluhur, nenek moyang sebelum datangnya Hindu beliau telah mengenal kepercayaan, salah satunya mengenai tirta (semua upakara diperciki tirta), bebali (menggunakan sarana-prasarana bebali) dan sebagainya. Artinya Leluhur telah mempunyai dasar kepercayaan baik yang disebut animisma maupun dinamisma. Namun ketika ajaran Hindu datang beliau tidak menolak akan tetapi menerima sesuai kebutuhan untuk menjiwai kepercayaannya. Terjadilah kolaborasi yang saling menguntungkan yang tidak bersifat menjajah. Akibatnya terbentuklah berbagai adat-tradisi sebagai bentuk kearipan lokal Bali yang dijiwai oleh Hindu sebagai wujud sradha dan bhakti menjadi umat Hindu Bali kepada Sang

Adat-Tradisi Keberadaan adat-tradisi sebagai cermin etika atau tata krama memang patut mengikuti perkembangan zaman. Dan hal itu dipandang perlu. Namun bukan berarti dihilangkan dengan dalih tidak sesuai perkembangan zaman. Ibarat undang-undang, adat-tradisi itu patut ‘direvisi’ agar tepat guna. Sehingga tidak ‘memberatkan’ apalagi ‘menyakiti’ kramanya sendiri. Bukan berarti adat-tradisi dipangkas sampai keakarnya dengan dalih tidak sesuai sastra agama dengan dalih ‘pembenaran’ Weda. Melainkan dibina sesuai desa kala patra (tempat, waktu, dan keadaan) agar tepat sasaran. Memang berbicara mengenai keyakinan (agama) khususnya tentang Hindu Bali apalagi dalam praktiknya yang didominasi oleh adat-tradisi tidak seperti membicarakan matematika yang menyatakan nilai pasti. Namun setidaknya dan tak ada salahnya meniru ‘gaya’ matematika khususnya menghitung mulai dari 0, 1, 2, 3… seterusnya. Rasanya tak ada dan tak mungkin orang belajar menghitung mulai dari 10, 11, 12, 13…seterusnya. Sebab, dari mana dapat angka 10 kalau tidak ada dasar angka 0 dan 1. Dari mana datangnya angka 12 kalau tidak ada gabungan angka dasar 1 dan 2…seterusnya. Hindu Bali pun demikian, kalau tidak didasari atas Leluhur mempunyai keyakinan akan kekuatan suatu hal baik yang bersifat animisma maupun dinamisma, tentu tidak ada Hindu Bali seperti sekarang ini dengan berbagai adat-tradisi dalam praktiknya. Dasar ini tentu kurang tepat apabila berbagai tetamian tersebut dinyatakan tidak sesuai sastra agama. Kalau dikatakan tidak tepat guna, tepat sasaran, lebih masuk akal. Sebab zaman dahulu berbeda dengan zaman sekarang, keperluannya pun berbeda. Misalnya dalam upacara tiga bulanan.

Kalau sampai sekarang masih ada di desa apalagi di kota semacam adat-tradisi membuat tetaring dengan ‘wajib’ nedunan/nyau banjar untuk peturunan klansah (klabang), tiing (bambu), panseh, hingga saang (kayu bakar), dsb setiap krama. Tentu tidak sesuai situasi kondisi sekarang. Itulah yang perlu diberikan pengertian, pemahaman, diluruskan agar tepat guna, tepat sasaran. Mengingat zaman sekarang berbeda dengan dahulu. Kalau zaman dahulu hal itu ia dan merupakan kebutuhan pokok. Sebab zaman dahulu secara umum pekarangan sanggah maupun rumahnya luas, dan yang namanya terpal apalagi tenda belum ada. Di samping itu didukung oleh banyaknya pohon kelapa yang tumbuh dengan subur, hutan luas untuk mencari panseh, dan banyaknya waktu luang atau senggang krama yang dipengaruhi oleh agraris (musiman). Apalagi saang (kayu bakar) jelas sangat dibutuhkan karena belum ada kompor. Sehingga tepat apabila sang madue karya sampai nedunan banjar untuk membantu mensukseskan kegiatan upacara keagamaannya (tiga bulanan). Akan tetapi sekarang adat-tradisi semacam itu tentu tidak tepat, bahkan dikatakan memberatkan dan menyakiti kramanya. Sebab sekarang secara umum keadaan pekarangan rumah apalagi sanggahnya sempit bahkan sangat sempit. Artinya jika krama banjar berjumlah 100 orang wajib peturunan klangsah otomatis ada 100 klangsah, sedangkan pekarangan sanggahnya berukuran 3 x 4 m, dan rumahnya tidak mempunyai natah. Jelas keadaan ini tidak tepat guna dan sasaran. Malah ngebek-ngebekin yang ujung-ujungnya ngerepotin sang madue karya (menyediakan hidangan, dsb), begitu pula membebani krama karena harus peturunan di samping uber-uberan waktu untuk tedun membuat tetaring sebelum berangkat kerja ngalih pangupajiwa. Alangkah lebih baiknya adat-tradisi semacam itu tidak perlu ‘diwajibkan’ melainkan dengan sistem ngidih dengan nyama maupun pisaga atau sebagainya, toh juga memerlukan hanya beberapa sehingga tepat guna dan tepat sasaran. Tujuannya agar melaksanakan upacara agama yang didominasi oleh adat-tradisi tidak membebani sang madue karya, begitu pula krama tidak terlalu direpotkan. Sehingga upacara berjalan sesuai rencana, tujuannya tercapai, dan yang pastinya menyama braya tetap terjaga. l I Gede Pariadnya Penyuluh Agama Hindu Non PNS Desa Sakti, Nusa Penida, Klungkung

Memperingati Bulan Bahasa

Membaca Prosa Para ”Kawi”

Bulan Oktober ditetapkan sebagai peringatan bulan bahasa, entah gaungnya saat ini masih dirasakan atau semakin sayupsayup meredup. Penetapan itu dilatarbelakangi oleh Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa. Sekadar mengingatkan, bunyi butir ketiga Sumpah Pemuda “Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Ungkapan menjunjung bahasa persatuan bermakna penghargaan terhadap eksistensi bahasa daerah atau bahasa lokal yang sampai saat ini masih dijadikan bahasa ibu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

bernama Nirguna. Kata Nirguna apabila ditelusuri dari pembentukan katanya berasal dari prefiks nir ‘tanpa’ dan kata guna ‘sifat’. Dengan demikian, makna Nirguna adalah ‘tanpa sifat, ‘bebas dari sifat’, atau boleh jadi juga berarti ‘tanpa guna’. Adakah pengarang bermaksud menggunakan nama Nirguna untuk menyatakan diri ‘tanpa guna’, sehingga hasil karyanya dapat berguna? Hal tersebut tentu paling diketahui pengarangnya. Akan tetapi yang penting dicatat dari penggunaan nama pena itu menunjukkan alir konsisten kebiasaan pangawi Bali yang menulis sastra Bali Tradisional di masa lampau, dengan pangawi modern yang menulis karya sastra Bali Modern saat ini.

Jauh sebelum Oktober ditetapkan sebagai bulan bahasa secara Nasional, para kawi atau pujangga Nusantara di masa lampau telah menempatkan bulan ini sebagai siklus alam yang istimewa dengan sebutan ‘kartika masa’. Kartika masa memang tidak terus menerus jatuh pada bulan oktober, tetapi dalam rentangan bulan OktoberNovember. Para kawi tampaknya tahu betul jika pada bulan ini bumi akan mempersembahkan tumbuhan dengan kualitas bunga terbaiknya untuk mekar (kartika panedenging sari), sementara langit akan menitipkan kerinduannya pada ibu bumi melalui gerimis (kahadang labuh), di kejauhan guruh lemah luruh dengan teduh rembulan malam. Bersamaan dengan suasana alam semesta itu, para kawi yang meyakini kemanunggalan makrokosmos dengan mikrokosmos, menjelajahi keindahan hutan gunung (wana ukir). Di tempat itu mereka berlatih memekarkan kuncup rasa dalam hatinya melalui yoga sastra. Dengan sarana katakata mereka menggubah karya sastra, melukiskan keindahan, dan menstanakan Dewi Keindahan. Sejumlah karya sastra yang diduga diciptakan pada bulan Kartika dalam khazanah sastra Bali di antaranya Kidung Wargasari, Kidung Pamancangah, Kidung Dampati Lalangon, dan yang lainnya. Para pujangga di masa lalu merayakan kartika masa ‘OktoberNovember’ dengan menggubah karya sastra, maka pada bulan yang sama kita akan mencoba memperingati bulan bahasa tahun ini dengan membaca sebuah karya sastra Bali Modern berupa kumpulan prosa liris berjudul Bulan Sisi Kauh. Karya sastra ini dilahirkan oleh seorang penulis yang mengaku

Memaknai Prosa Liris “Bulan Sisi Kauh” Pada bagian sampul, pengarang menggunakan foto yang memperlihatkan embun di sebuah ujung ilalang (ambun ri agraning kusa). Ia tidak menggunakan gambar bulan yang boleh jadi sesuai dengan judul karyanya. Pembaca tanda yang terlatih dapat dipastikan sudah langsung menggunakan kepekaan intuisinya untuk meraba-raba makna yang disematkan pengarang dalam wajah kumpulan karyanya. Dari bagian sampul dalam, pembaca juga diberitahu bahwa karya sastra ini diterbitkan oleh Pustaka Ekspresi pada bulan Mei tahun 2017, sebuah penerbit yang konsisten menerbitkan sastra Bali Modern. Pengarang menyatakan karya sastra yang ditulisnya sebagai persembahan kepada guru dengan ungkapan ‘katur ring guru’. Artinya pengarang memposisikan diri sebagai seorang murid atau pelajar. Kenapa ia menjadikan karyanya sebagai ‘tarpana saji’ atau sebuah sajian persembahan kepada guru? Boleh jadi ia merasa berhutang pengetahuan kepada sang guru, terutama dalam bidang sastra. Barangkali hutang pengetahuan seorang pelajar sastra kepada guru, dibayar dengan sebuah ‘guru daksina’ berupa karya sastra oleh sang murid. Secara keseluruhan prosa liris Bulan Sisi Kauh terdiri atas kumpulan 44 buah judul yang panjangnya masing-masing satu halaman sampai satu setengah halaman. Judul-judul tersebut adalah Wana, Ane Kecag di Duri, Bangli, Pinunas, Bayang-Bayang Kutang, Sane Matilar, Sane Matilar II, Bibi, Sang Jegeg, Bulan Sisi Kauh, Sagara, Bungah, Desa Gunung, Kamar,

Galang, Buta, Tresna Truna Tuna, Crukcuk, Dedalu, Ujan, Diolas, Ditu Adi Nyantosang, Dusun, Saput, Damar, Gumi, Dibi, Meneng, Lawat, Tunjung, Ilang, Bagia, Pegatang, Manusa Paling, Sandat Sasih Kapat, Negul Lawat, Margi Anyar, Negul Basang, Kacunduk ring Paliatan, Pitaken, Sane Dereng Panggih, Sasambat, Nganget Toya, dan Raga Kusuma. Menariknya, sejumlah judul prosa liris berisi fotofoto yang memberikan penegasan secara visual, maksud-maksud verbal dari pengarangnya. Misalnya, dalam prosa liris yang berjudul Pinunas, ada sebuah foto seorang

ini menjadi titik tolak pencarian tersebut. Pada karya ini, pembaca dapat menyimak kreativitas pengarang dalam menggambarkan suasana suatu pagi dengan cara mempersonifikasikan sejumlah pohon seperti Kayu Manis, Sandat, Nangka, Sotong [jambu biji] dan seekor Kawa-Kawa Embong [laba-laba]. Dengan menjelaskan keadaan pagi, pengarang menceritakan kebeningan embun. Pengarang menggambarkan embun itu menempel pada pucuk daun kayu manis. Para pembaca yang akrab dengan teks-teks klasik seperti Jnyana Siddhanta,

BAHASA - Jauh sebelum Oktober ditetapkan sebagai bulan bahasa secara nasional, para kawi atau pujangga Nusantara di masa lampau telah menempatkan bulan ini sebagai siklus alam yang istimewa dengan sebutan ‘kartika masa’. nenek tua yang mencakupkan tangan di depan kening yang sedang sembahyang. Demikian pula pada prosa liris yang berjudul Kacunduk ring Paliatan, pengarang memuat foto Goa Gajah yang menunjukkan sosok yang sedang melirik sesuatu. Ini adalah bentuk penggabungan seni sastra dengan seni rupa, kita melihat kepaduan yang estetik di antara keduanya. Dilihat dari aspek isi, karya sastra Bulan Sisi Kauh sarat dengan pencarian pengarang terhadap realitas kesadaran sejati. Dalam pencariannya itu ia bertanya, bingung, kecewa, berharap, rindu, tetapi juga tetap gigih dan berjuang untuk mengetahui, mengalami, bahkan ingin melebur dengan yang dirindukannya. Prosa Liris berjudul “Wana” yang ditempatkan pada bagian pertama kumpulan karya

Dharma Sunya, Yadnyeng Ukir, dan karya sastra lainnya dapat merasakan adanya sedikit perbedaan tempat melekatnya damuh atau embun dalam puisi di atas. Biasanya butir embun dinyatakan melekat pada ujung rumput khususnya ilalang, tetapi Nirguna menyatakan bahwa butir embun yang bening itu melekat pada pucuk daun kayu manis. Pengarang tampaknya memanfaatkan kata don yang memiliki makna ganda yaitu don yang berarti ‘daun’ dan don berarti ‘tujuan’. Dengan menyatakan bahwa butir embun melekat di ujung daun kayu manis, apa yang dapat kita maknai? Kebeningan embun di pagi hari yang masih menempel pada dedaunan memang terlihat seperti butir-butiran mutiara. Pengarang menekankan kebeningan itu sep-

erti permata utama yang dijadikan hiasan di Smara Loka. Pada butir embun itu juga tampak sinar matahari. Pengarang mulai mempertanyakan, matahari manakah yang sejati. Maksudnya, sinar matahari yang tampak pada kebeningan butir embun atau matahari yang ada di luarnya. Hubungan antara bening embun, dengan sinar yang memancar di dalamnya inilah yang sesungguhnya menjadi pusat pencarian pengarang dalam karyakaryanya selanjutnya. Kebeningan embun yang memancar seolah-olah seperti sinar matahari itu dalam ajaran agama Hindu melambangkan Parama Siwa: unsur hidup yang selalu sadar dan terjaga. Sementara itu, butir embun itu menyimbolkan atma: jiwa bagi seisi dunia. Jika dugaan tersebut benar, ungkapan ring muncuk donné, meneng i rika damuhé sané ening, barangkali dapat dimaknai hubungan antara kesadaran tertinggi dan percik kesadaran yang memancar dalam diri itulah tujuan. Tujuan dalam konteks ini dapat berarti tujuan hidup seseorang sekaligus titik pangkal pencarian dari pengarang. Pengarang tampaknya tahu bahwa energi halus itu ada, tetapi ia juga sadar bahwa manusia diikat oleh rupa, ganda, rasa, sabda, dan sparsa yang menjadi bagian panca indria sehingga kemampuan untuk merasakan yang halus dalam diri itu menjadi sulit. Tidak hanya itu, manusia juga disadari diikat oleh rasa cinta atau tresna. Tresna merupakan pertemuan sepuluh indria dengan objeknya masingmasing yang menyebabkan adanya keterikatan. Cinta adalah bentuk paling kuat dalam pikiran yang menggerakkan indria ingin kembali kepada objeknya. Keterikatan itu barangkali yang menyebabkan energi halus yang murni itu tidak mampu diketahui, terlebih dirasakan. Ia menganalogikannya seperti laba-laba yang menggelantung di sarangnya, terlihat terbang tanpa sayap apabila tidak diperhatikan. Sampailah ia pada sebuah pertanyaan, benarkah yang tidak terlihat itu tidak ada? Barangkali maksudnya, bulir embun yang telah tertutup berbagai keterikatan itu tak mampu lagi dilihat. Dalam prosa liris yang berjudul “Sane Matilar” kegigihan itu tampak. Ia yang berstana di tempat rahasia tersebut dinyatakannya tidak berada pada hal-hal yang dualitas seperti kiri-kanan atau atas-bawah. Di manakah tempat itu? Pengarang juga menyatakan tidak tahu karena tempat itu ra-

hasia. Di tempat yang rahasia itu tidak ada api, tanah, air, dan angin. Hitam dan putih juga tidak ada. Intinya, di tempat tersebut tidak ada lagi dualitas, termasuk ruang dan waktu. Belum bertemu dengan sesuatu yang dicarinya dalam pikiran, pengarang tampak tetap menjaga kerinduannya. Kerinduan itu diungkapkannya melalui dialog-dialog liris dengan figur yang feminim atau pradhana, seperti ibu (dalam prosa liris Bibi), wanita cantik (dalam prosa liris Sang Jegeg), bulan (dalam prosa liris Bulan sisi kauh), laut (dalam prosa liris Sagara), dan yang lainnya. Melalui ungkapan-ungkapannya yang liris itu, karya sastra ini menjadi beraroma tantris atau berorientasi pada pradhana/sakti. Dalam prosa liris “Bibi” yang dalam bahasa Bali bermakna ibu, kita menyimak rasa rindu yang memanifestastikan diri menjadi sikap yang bakti. Tidak seperti manusia pada umumnya, yang memberi untuk menerima. Pengarang ingin mempersembahkan dirinya kepada sang ibu, tanpa berharap apa-apa. Darahnya dipersembahkan untuh membasuh raga sang ibu, ususnya sebagai kalung, matanya sebagai permata pada mahkota, kepalanya sebagai alas kaki, kulitnya sebagai gelar tikar lidah sang ibu. Dengan sarana bakti, pengarang mendeskripsikan kerinduannya terhadap energi halus yang dicarinya itu. Hal tersebut juga tampak pada prosa liris Bulan Sisi Kauh, yang dijadikan pengarang sebagai judul prosa lirisnya secara keseluruhan. Dari ungkapan-ungkapan seperti rumasa dot pisan nganggit sunarane dingin, tunjuk tegehang pikedehé, dan tunas kaledangané kita dapat merasakan adanya kerinduan yang mendalam yang diungkapkan pengarang. Tatkala bulan itu bergerak di sisi barat, langit dilihatnya terang. Akan tetapi hati pengarangnya yang masih gelap, itulah yang dikatakannya tanpa bintang. Pengarang lalu memohon agar ia yang menjadi daya hidup bulan itu berkenan menuntun dirinya bertemu smara, atau manunggal dengan dirinya. Jenek ri tungtung kalangenan adalah cita-cita pengarang untuk melebur bersama keindahan. Dengan cara itu, ia ingin menjadi keindahan itu sendiri. Membaca Prosa Liris Bulan Sisi Kauh, kita dapat merasakan ratapan hati seorang pengarang yang rindu untuk melebur dengan energi kesadaran yang dicari, dirindukan, dan dipujanya. l Putu Eka Guna Yasa


5

Minggu Wage, 5 November 2017

CERPEN

Ketidakadilan Oleh Ketut Sugiartha

Didera ketidakadilan adalah takdirku. Buktinya? Sejak awal keberadaanku di muka bumi ini membuahkan kekerasan yang lain.” aku sudah kehilangan hak azasi. Aku tak ubahnya seonggok properti, hanya sebuah objek di mata “Tak usah mengguruiku, kekerasan adalah milik kesang pemilik. Siapakah sang pemilik? Ayahku! Sosok yang merasa paling berhak mengendalikan satria. Jika engkau hendak membela orang itu, lakukan keberadaanku karena aku adalah miliknya tetapi ia bukan milikku. dengan cara kesatria. Jangan jadi banci!” Wajah orang asing itu mengeras dibalut kemarahan. Kegagalan demi kegagalan yang menghadang cita- yang sedang duduk bersila tak jauh di depannya. Anak yang Aku berdebar, merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang citanya telah membentuknya menjadi manusia tem- patuh itu menghunus pedangnya, siap mengambil tindakan. tak kuinginkan. Rupanya kekhawatiranku menemukan peramental. Ia begitu reaktif dan sulit dipisahkan dari Hatiku meradang. Bukan karena aku tahu yang duduk alasan. Perlahan laki-laki itu mengangkat tangan kananyang namanya kegusaran. Segudang kekecewaaan yang tepekur dalam sikap semadi itu adalah Resi Drona, tetapi nya. Kepalan tangannya hanya menyisakan jari telunjuk menyesakkan lantas dilampiaskannya pada diriku. Ia aku merasa miris menyaksikan bagaimana kesatria bisa yang mengarah ke atas. Aneh, tiba-tiba telunjuknya memperlakukanku tidak sebagai layaknya manusia. melakukan tindakan biadab seperti itu. Hendak membunuh menjadi poros dari benda bulat pipih bergerak seperti Apa yang dapat kulakukan? Pemberontakan seorang musuh yang tidak memegang senjata. Ini keterlaluan. gasing yang tiba-tiba muncul dari ketiadaan. Aku tahu perempuan seperti diriku terlalu mudah untuk ditindas. Dan itu membuat laki-laki asing yang kutemui tadi benda itu cakra, senjata Dewa Wisnu. Ya ampun, ia akan Kadang aku berpikir, jangan-jangan hidup yang di sungai berteriak sambil berkacak pinggang. menyerang ayahku dengan senjata itu. Tak ayal sebentar kujalani merupakan utang karma yang harus kubayar. “Hentikan!” lagi leher Ayah akan terpenggal. Dalil ini kedengaran masuk akal walau aku tidak tahu “Hei, engkau siapa? Berani mencampuri urusanku?” Tidak! Itu tidak boleh terjadi. Sebagai anak aku wajib bagaimana aku bisa berutang dan kapan terjadinya. protes Ayah dengan sikap menantang. menyelamatkan ayahku, apapun risikonya. Ia boleh saja Mungkin keinginan-keinginan terpendam di pikiran “Aku datang untuk memberimu pelajaran.” membenciku, mengusirku dan bahkan tidak mengakuiku bawah sadarku telah berproses membentuk utang yang Ayah tertawa mendengar ucapan laki-laki asing itu. sebagai anaknya. Namun sebagai orang yang pernah dipeminta dilunasi dalam perjalanan hidupku. Jika tidak, “Engkau pikir dirimu siapa?” liharanya, aku tidak dapat begitu saja menganggap tidak bagaimana mungkin ada skenario hidup yang tidak dapat “Dengar! Kekerasan yang engkau lakukan akan ada jasanya yang tertoreh pada diriku. Ada utang budi kuingkari? Sebagai pelaku aku sama sekali tidak berdaya karena kehendak bebasku seakan telah dipasung. “Pergi dari sini! Dan jangan pernah menginjakkan kaki lagi di tempat ini,” hardiknya seperti mengusir seekor anjing kurap. Aku terkejut seakan ada halilintar yang menyambar. Kata-kata Ayah adalah perintah. Perintah yang mengandung kekuatan hukum karena ia penguasa tunggal di negeri ini. Jika tidak patuh niscaya aku akan menerima hukuman yang lebih berat. Dalam keadaan begini, pilihan apa yang masih tersedia untukku? Minta maaf bukanlah solusi. Maka dengan langkah berat aku beringsut meninggalkan istana yang selama ini telah memanjakanku dengan segala bentuk kemewahan. Semua yang hadir di ruang persidangan menundukkan wajah. Bergeming. Tak ada yang berani menghalangi, apalagi membela. Tidak juga Srikandi yang barusan kubela. Rupanya aku terlalu lancang. Terlampau berani mendebat keputusan Ayah atas diri Srikandi. Ia diberhentikan dari jabatannya sebagai panglima utama hanya karena gagal membunuh Drona. Ini tindakan semena-mena. Keputusan yang keluar dari gejolak emosi dan bukannya pikiran jernih. Dan aku harus menanggung risikonya. Aku dicampakkan dari rumah. Tidak hanya itu. Ia bahkan telah memperhinakanku dengan mengatakan dirinya bukan ayahku. Itu berarti aku bukan bagian dari keluarga istana. Aku bukan siapa-siapa. Aku sebatang kara. Aku tak lebih dari anak pemberian dewa yang tidak dibutuhkan karena aku perempuan. Ia membutuhkan anak laki-laki, seorang gagah perkasa yang mampu mengalahkan musuh-musuhnya. “Apa yang engkau lakukan di sini, Tuan Putri?” tegur seseorang. Suaranya menyentakkanku dari lamunan. Kini kusadari diri sedang berdiri di bibir sungai. Kuperhatikan laki-laki yang berdiri tak jauh di depanku. Ia berkulit gelap dengan perawakan tegap. Tiara yang bertengger di kepalanya berhiaskan bulu burung merak. Hidung mancung dan kelopak bibir tipis membuat wajahnya yang jernih tampak memesona. Namun senyum kanak-kanaknya mengisyaratkan bahwa hatinya dipenuhi rasa welas asih. “Aku tidak mengenalmu. Apa yang membuatmu peduli padaku?” aku balik bertanya, menyelidik. “Kemanusiaan. Rasa kemanusiaan memanggilku untuk menyelamatkanmu.” “Bagaimana engkau bisa berpikir aku perlu diselamatkan? Aku tak pernah minta tolong pada siapapun.” “Melihat air mukamu, siapapun tahu kalau engkau sedang dirundung kesedihan.” “Jangan sok tahu. Engkau dari mana? Untuk apa datang ke sini?” “Aku dari seberang, datang ke sini untuk menghukum Drupada.” “Apa?!” “Aku datang untuk mengadili penguasa Pancala yang congkak. Apa masih kurang jelas?” “Engkau sedang mengingau atau bergurau?” “Dua-duanya tidak. Aku serius.” “Apa hakmu atas dirinya?” “Setiap orang punya hak untuk menegakkan keadilan.” “Engkau berani?” “Kenapa tidak?” Aku terpana dan dari bibirku melompat tanya, “Apakah engkau dewa yang jatuh dari langit?” Ia hanya tersenyum lalu melangkahkan kaki meninggalkanku. Aku mematung seperti kena sihir. Alangkah beraninya dia. Pasti dia tidak tahu siapa yang akan dihadapinya. Sayang sekali kalau tubuhnya yang bagus itu sampai dilumat ayahku yang ganas. Ah, siapa tahu ia memang dewa yang mendapat tugas untuk menyelamatkan negeri ini dari kesewenang-wenangan. Negeri yang sudah tidak nyaman lagi untuk dihuni karena ulah pemimpinnya yang maruk kekuasaan. Kalau benar begitu niscaya tak akan ada yang dapat menghalangi. Keingintahuan yang besar membuatku melangkah balik. Aku bergegas menuju istana. Dan pemandangan yang tidak biasa di depan istana membuatku tertegun. Sepertinya ada perang tanpa mengerahkan pasukan. Ayah memberi perintah pada Drestajumena agar segera menghabisi laki-laki

pada torehan itu yang akan terus melekat seumur hidup. Maka tanpa pikir panjang aku berlari dan setelah berdiri menghadang di depan Ayah, aku menantang orang asing itu. “Bunuh aku dulu sebelum kaubunuh ayahku!” Ia menatapku terpana sebelum akhirnya tersenyum. Benda yang berputar di telunjuknya raib dengan tiba-tiba. “Aku tak punya alasan untuk membunuhmu, Drupadi,” ucapnya teduh. “Lagi pula, aku akan membutuhkanmu suatu saat nanti.” Aku terhenyak. Apa yang dia maksudkan dengan ucapannya? Seperti di sungai tadi, ia tersenyum lalu membalikkan badan dan menyeret langkahnya menjauh. Ketut Sugiartha tinggal di Belayu, Tabanan. Kumpulan cerpen pertamanya, Sketsa Untuk Sebuah Nama, terbit tahun 1985. Salah satu cerpennya termuat dalam antologi cerpen Indonesia dalam bahasa Inggris: OUR HERITAGE, 16 Modern Indonesian Stories (1993). Telah menerbitkan 4 novel, yang terbaru berjudul Misteri Tanah Para Dewa (2017).

Resensi Buku

Memahami Guru Milenial Judul Buku : Guru Penjaga moral bangsa

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Penulis : IBW Widiasa Keniten Penerbit: Pustaka Ekspresi Tahun Terbit : 2017 Jumlah hal. : 90 hal. Khamidi

BUKU ini mungkin bisa dijadikan acuan cara pandang guru “rasa lokal”, karena penulisnya sendiri sesungguhnya sudah berjibaku sebagai guru puluhan tahun, dan berenang di dunia pendidikan di Bali. Beragam potret pendidikan diBali tentu dipahaminya. Ada 22 esai dan beragam kritik dan solusi membangun dunia pendidikan dengan cita rasa “lokal”, yang sudah pernah dimuat di harian ini.Menarik rasanya jika melihat seorang guru memiliki waktu untuk memikirkan “dunia pendidikan” dengan kritik dan beragam hal-hal yang perlu kita renungkan kembali. Puji ini mungkin patut dijadikan acuan untuk membuka wawasan guru untuk berpikir. Karena di tengah masa dan zaman kapitalis ini, banyak juga guru yang memiliki pemikiran berbeda, menggunakan profesi guru untuk “memberi les “tambahan bagi siswa didiknya, padahal ini adalah “korupsi” kecil, karena jika guru memberi les, tentu nilai anak yang ikut les “berbeda” dengan anak yang tidak ikut les. Sayang sekali guru adalah “contoh” baik, pahlawan tanpa tanda jasa harus dicemari dengan hal-hal seperti itu. Isu ini yang belum diangkat dalam bungai rampai ini. Semoga kelak lahir buku baru yang lebih menggigit dan bernas. (osi)

Bagong Soebardjo

Ikhsan Dwiono


Refleksi

6

Kehancuran Berlindung pada ”Paravarga” atma vargam parityajya para-vargam samasrayet svayam eva layam yati yatha rajyamardhamatah (Canakya Niti Sastra 11.2) “Meninggalkan golongan sendiri dan mencari perlindungan pada golongan lain, dengan sendirinya orang tersebut menemui kemusnahan, bagaikan raja yang menempuh jalan adharma/ ketidakbenaran (pasti menemui kehancuran).” Sloka indah dari Canakya Niti Sastra ini sangat bermanfaat untuk direnungkan. Sloka indah dari Resi Canakya ini memberikan perenungan terhadap hal-hal yang pada umumnya orang mulai abaikan dalam kehidupan sehariharinya. Dalam hidup ini, kita selalu menemui dan mengalami perpisahan maupun pertemuan. Kedua hal ini datang dan pergi dalam putaran cakra kehidupan. Kadang jeruji roda ada di atas dan kadang di bawah. Ia menjalani putaran yang tanpa henti dan tidak ada kekuatan yang mampu menghentikan putaran sambungmenyambung dari pertemuan dan perpisahan ini. Pertemuan membawa kesukaan dan perpisahan membawa kedukaan. Sebagaimana pertemuan dan perpisahan datang dan pergi dalam putaran cakra kehidupan yang tanpa pernah henti, demikian pula suka dan duka datang dan pergi tanpa ada kekuatan yang mampu menjebolnya. Kemampuan sabar tabah juga sering kecolongan ketika kita memasuki halaman luas suka dan duka. Orang bahkan tanpa sengaja membuat dirinya menjadi super aktif dalam menciptakan kemulusan putaran kerja baik dan buruk, pertemuan dan perpisahan, suka dan duka. Tanpa seorang mampu berenang manis dalam kolam suka-duka, namun ia akan berenang terus dan terus tanpa henti dengan berbagai gaya renang untuk menjadi capek dan akhirnya tenggelam lenyap dari permukaan kolam. Ketika orang menjadi aktif menciptakan pertemuan dan perpisahan, mer-

Redaktur Khusus

KRISTEN PROTESTAN PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” Mazmur 119:71 Kapan kita berkata bahwa Tuhan itu baik? Puji Tuhan kalau kita bisa mengatakan hal itu dengan tulus dalam segala keadaan, baik atau buruk. Banyak orang yang mudah berkata seperti itu saat hidup sedang aman dan lancar, tapi menjadi sangat sulit pada waktu kita ditimpa masalah, sedang susah atau berada dalam keadaan tertindas. Tadinya Tuhan dikatakan baik, tapi mereka segera merubah pandangannya saat hidup sedang berada pada titik yang kurang atau tidak baik. Mereka beralih pada sikap bersungut-sungut, mengeluh lantas kecewa kepada Tuhan bahkan tidak jarang yang kemudian meragukan eksistensi-Nya. Sebagian menuduh Tuhan sedang berlaku tidak adil, bertindak semenamena, kejam terhadap mereka. Tidak ada satupun dari kita yang ingin mengalami hidup sulit. Tidak ada yang suka menderita, tapi ada kalanya kita harus masuk kesana. Bisa jadi karena kesalahan kita sendiri tapi bisa juga sebagai bagian dari proses pembentukan/ pemurnian dari Tuhan agar kita bisa menjadi pribadi baru yang benar hidupnya. Satu hal yang penting, meskipun kondisi tidak baik saat ini datang dari kesalahan kita sendiri, Tuhan bisa pakai itu sebagai sarana untuk membentuk kita kalau kita menyikapinya dengan benar. Jangan sampai kita malah melakukan tindakan-tindakan yang lebih memperburuk keadaan karena kita salah menyikapinya.Tapi kalau semua hal buruk itu ternyata merintangi kita untuk menerima segala sesuatu dari Tuhan, kalau sampai membuat kita jauh dari rencana Tuhan, bukankah lebih baik bagi kita untuk mengalami proses itu? Tertindas, tertekan itu tidak enak. Tapi ada hal-hal positif yang bisa kita dapati disana yang justru jarang bisa kita peroleh saat hidup sedang baik. Salah satunya adalah bahwa dalam keadaan tertindas, kita justru bisa belajar banyak tentang ketetapan Tuhan. Hal itu juga disadari oleh Pemazmur. Mazmur ini adalah

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa eka melupakan rahasia kesejatian perpisahan dan pertemuan. Orang akan lelap dalam pisah-jumpa, tawa-tangis, suka-duka, dan lainlain. Atma-vargam parityajya – dalam perjalanan penitian jalan suka-duka pada umumnya orang lebih memilih perpisahan dengan orang-orang atau kelompok sendiri. Semakin dekat dan akrab maka “celah” untuk “pecah belah” juga semakin terbuka. Orang akan mengabaikan segala kebaikan, kemuliaan, keakraban, dan kebersamaan dengan orang-orang atau kelompok warganya sendiri. Sebaliknya, mereka akan sibuk dengan penuh rasa hormat serta bangga hati datang berlindung pada warga atau kelompok lain (para-vargam samasrayet). Orang akan lebih memilih dekat dengan orang luar dari pada dengan keluarga sendiri. Kata atma-vargam berarti warga sendiri, keluarga sendiri, saudara sendiri. Parityajya berarti dengan begitu mudahnya kita meninggalkan atau memutuskan hubungan dan parityajya itu kita lakukan dengan mudah, ringan, tanpa beban sedikit pun dalam batin. Orang dengan tanpa penyesalan sedikit pun merelakan “varga-vichedam” atau putus hubungan dengan keluarga sendiri. Mereka tidak akan menghargai bagaimana indahnya berada dalam kebersamaan sesama keluarga. Keindahan dalam suka itu semua mengakui. Akan tetapi, keindahan dalam duka, tidak semua dapat menerimanya. Orang akan memilih mempertahankan pergaulan yang hanya dalam batasan suka atau tidak suka. Kalau suka mereka akan mempertahankan pertemuannya, sedangkan sedikit saja ada selisih pendapat mereka akan dengan mudah segera memisahkan pertemuan dan kebersamaan yang

indah itu. Varga-vicchedam artinya memutuskan hubungan kekeluargaan. Bagaimana indah hidup dalam suka duka, bagaimana bahagianya dalam duka tetapi dilewati dalam kebersamaan, mereka tidak lagi menghargainya. Dalam kamus mereka yang ada hanyalah suka atau tidak suka. Hanya itu. Suka, mereka akan bersama tetapi tidak dalam duka. Begitu duka datang mereka akan lagsung memutuskan berpisah. Bahkan lebih jauh, bukan hanya berpisah tetapi mereka akan menyimpan dendam kesumat, lalu memfitnah dan menghancurkan orang sendiri atau keluarga sendiri dengan siapa dia pernah mengalami berbagai kesenangan dan keriangan dunia. Hubungan varga atau kulavarga akan menjadi hubungan kali-kalian (hitung-hitungan untung-rugi) dan tidak lagi menjadi hubungan kebersamaan dalam suka dan dalam duka. Dharma tidak akan dikedepankan melainkan suka atau tidak sukalah yang diutamakan. Semangat vasudhaiva kutumbakam tidak lagi menjadi wadah dalam menjaga serta memelihara hubungan varga-kulavarga. Karena untuk menjaga hubungan varga-kulavarga yang dalam kesadaran vasudhaiva kutumbakam (seluruh dunia adalah keluarga besar) memerlukan keluasan serta keuniversalan pandangan yang sangat indah mulia. Sedangkan mereka memilih varga parityajyam karena ia (varga parityajyam) memerlukan kesempitan pandangan. Berlian susah didapatkan sedangkan pecahan-pecahan kaca tersedia berserakan dimana-mana. Kebersamaan sangat sulit didapatkan sedangkan perpisahan serta permusuhan sangat mudah didapatkan. Perpisahan dan kebencian tidak perlu dibeli. Varga-vicchedam atau memutuskan hubungan dengan warga sendiri tidak perlu didapatkan melalui usaha keras dan pengorbanan berbagai hal. Ia disebabkan oleh kesempitan pandangan yang hanya berpedoman pada suka atau duka, untung atau rugi. Kesempitan pandangan dapat dipungut secara gratis di pinggiran jalan. Sangat murah serta bisa didapatkan dengan mudah. Jika dirinya yang dalam ke-

adaan duka maka mereka memerlukan kehadiran kulavarga membantu dirinya melepaskan diri dari kedukaan dan masalah-masalah. Sedangkan jika orang lain yang mengalami kedukaan, maka itu adalah aib yang harus sesegera mungkin dihindari karena dapat menular kepada diri dan keluarga. Kebersamaan dalam suka merupakan hal yang sangat mudah dilakukan oleh semua, sedangkan kebersamaan dalam duka, orang memang perlu belajar membiasakan karena ia hanya dapat terjadi dalam jiwa besar. Jika tidak, maka orang akan segera berlindung pada para-vargam, atau pada warga kulavarga lainnya. Ketika orang berlindung pada keluarga lain dan meninggalkan keluarga sendiri maka mereka akan segera menemukan kehancuran bagi dirinya (svayam eva layam yati). Tanpa daya mereka akan menemukan kehancuran dengan sendirinya. Kehancuran tersebut juga terjadi pada jabatan, kedudukan, harta benda dan kesenangankesenangan duniawi lainnya. Mereka akan menikmati kesenangan dalam beberapa waktu, namun pada akhirnya menemukan kehancuran total, hancur terkubur dalam kedukaan. Keindahan dalam kebersamaan dengan warga sendiri ia tidak lagi miliki, di sisi lain mereka mengalami kehancuran dalam segala hal. Berhati-hati dalam meninggalkan hubungan dengan warga sendiri sangatlah bijak. Orang harus bersabar ikut mengalami kedukaan keluarga atau warganya demi kebahagiaan susulan. Hukum alam tidak ada yang mampu mengubahnya, duhkhasya anantaram sukham, bahwa setelah kedukaan pasti segera disusul oleh kebahagiaan. Orang-orang yang menghargai kebersamaan akan sanaat bersabar menunggu kehadiran kebahagiaan tersebut. Kebahagiaan yang didapatkan melalui kedukaan bersama warga sendiri merupakan kebahagiaan yang sangat indah. Sedangkan kebahagiaan (baca: kesenangan) yang didapatkan melalui meninggalkan warga sendiri datangnya hanya sebentar saja karena ia segera akan disusul oleh kedukaan yang sangat menyakitkan (sukhasya anantaram duhkham).

MIMBAR AGAMA

Tertindas Itu Baik?

mazmur terpanjang sekaligus pasal terpanjang dalam keseluruhan Alkitab. Salah satu pesan penting dalam Mazmur ini adalah mengajarkan kepada kita akan kepatuhan sepenuhnya kepada Tuhan dalam kondisi apapun. Penulis Mazmur 119 ini sudah melalui pengalaman spiritual untuk sampai kepada sebuah penundukan diri dan pemahaman dengan menyikapi masamasa tertindas dengan positif. Mari kita lihat serangkaian ayat berikut:”Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapanMu kepadaku. Orang yang kurang ajar menodai aku dengan dusta, tetapi aku, dengan segenap hati aku akan memegang titah-titahMu. Hati mereka tebal seperti lemak, tetapi aku, Taurat-Mu ialah kesukaanku. Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapanMu. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.” (Mazmur 119:67-72).

Kita bisa melihat bahwa titik balik dari Penulis Mazmur ini adalah saat ia masuk ke dalam kondisi tertindas. Kalau dulunya kehidupannya masih banyak yang menyimpang alias melanggar ketetapan Tuhan, tapi ia bersyukur masuk ke dalam keadaan tertindas karena disana ia dipulihkan, dibentuk ulang menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Keadaan tertindas membuatnya belajar banyak tentang ketetapan-ketetapan Tuhan. Ia belajar berpegang pada janji Tuhan yang menunjukkan pertumbuhan imannya.Tertindas tidaklah enak. Kita seringkali harus menerima atau menelan saja perilaku semena-mena orang yang berbuat jahat pada kita. Tapi saat berada dalam kondisi seperti itu, ketimbang mengeluh, marah, kecewa atau malah pahit, kita bisa belajar dari Pemamzur yang mengambil sikap positif untuk menggali keuntungan yang justru jarang bisa didapat pada saat baik, yaitu belajar banyak tentang ketetapan Tuhan. Belajar bahwa kita harus bersabar, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, jangan mudah marah atau

lekas tersinggung, dan hidup berpegang pada iman dalam segala situasi dan kondisi. Belajar menyerahkan keadilan pada Tuhan dan tidak main hakim sendiri, belajar menyadari betapa besarnya harga ketetapan dan ajaran Tuhan itu, sehingga ia tidak lagi menyianyiakannya. Pemazmur menyadari bahwa berada dalam posisi tertindas itu bukan berarti bahwa itu adalah akhir dari segalanya, tapi justru semua itu merupakan waktunya untuk belajar ketetapanketetapan Tuhan, mengalami pembentukan karakter agar lebih dewasa/matang, menyadari bahwa ia harus belajar untuk mengandalkan Tuhan dan berhenti bergantung pada kekuatan manusia yang terbatas, menjadi pribadi yang benar di hadapan Tuhan, bukan lagi on and off benarnya atau malah terus menyimpang.Tertindas itu ternyata ada sisi baiknya. Rasa sakit ternyata bisa membuat kita belajar banyak hal, mendewasakan dan membentuk karakter yang jauh lebih kuat dan bijaksana dari sebelumnya.

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

PERNIKAHAN - Selamat atas pernikahan Ketua Waka Waka I Jero Komang Karma alias Yokana dengan Ni Kadek Mina yang berlangsung pada 26 Oktober 2017 di Banjar Yeh Panes, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Semoga kedua mempelai selalu berbahagia hingga kakek nenek. Dengan lancarnya upacara ini, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar, teman, sahabat dan lainnya.

Minggu Wage, 5 November 2017

Capricorn Peruntungan: Tak ada gunanya Anda menentang arus untuk saat ini karena kondisi Anda masih belum begitu memungkinkan. Pakailah nalar Anda dengan selalu menimbang untung ruginya setiap akan bertindak. Karier: Kebahagiaan yang Anda alami merupakan suatu jenjang yang harus dipertahankan, jangan sampai mudah luntur hanya karena sesuatu yang belum pasti. Kesehatan: Jangan makan pedas jika tak inginsakit perut, apalagi pencernaan Anda belum sembuh benar sehingga harus dijaga dengan sebaik mungkin. Keuangan: Langkah Anda masih terlampau jauh untuk dapat meraih kesuksesan seperti yang Anda harapkan walau begitu pemasukan masih tetap mengalir. Asmara: Jangan abaikan harapan seseorang yang menggebu apalagi semula memang Andalah yang memberinya harapan. Aquarius Peruntungan: Jangan pantang menyerah terhadap orang yang tidak sejalan dengan gagasan Anda, itu adalah hal yang biasa dan lumrah jadi maklumi saja. Yang terpenting adalah hasil akhirnya harus sesuai dengan apa yang Anda utarakan, sehingga cukup bisa membuktikan bahwa gagasan-gagasan itu adalah positif. Karier: Kesabaran merupakan kunci untuk melewati situasi yang cukup sulit bagi Karier Anda. Kesehatan: Kondisi badan relatif sehat, hanya saja terkadang di pagi minggu masih sering batuk-batuk yang akan hilang dengan minum obat seperti biasanya. Keuangan: Income masih mengalir dan ada harapan untuk bisa menabung diminggu ini. Asmara: Tetaplah tersenyum walaupun hati ini sebenarnya cukup jengkel juga. Pisces Peruntungan: minggu ini cukup santai karena memang tidak ada yang memusingkan. Rencana segalanya berjalan seperti yang diharapkan, terhadap berbagai permalahan yang muncul, masih relatif ringan dan bisa diselesaikan dengan secepat mungkin. Karier: Sikapi saja semua itu dengan tersenyum, daripada ditanggapi hanya akan bikin masalah bertambah panjang saja. Kesehatan: Hindari konfrontasi dengan siapa saja karena hanya akan membikin pikiran menjadi tegang. Tak perlu emosi walaupun hati Anda sebenarnya cukup tersinggung juga. Belajarlah sabar agar tetap awet muda. Keuangan: Pemborosan masih sulit untuk Anda redam walaupun pemasukan masih terus mengalir dengan lancar. Asmara: Jangan terlalu cemburu, karena itu sumber dari permasalahan yang ada dan lumayan memusingkan. Aries Peruntungan: Usahakan untuk lebih teliti, karena sebenarnya permasalahan yang timbul itu berasal sikap Anda yang teledor dan suka memAndang remeh suatu pekerjaan. Apalagi banyak teman yang sedang memanfaatkan kedaan ini untuk menjatuhkan dan merobohkan pertahanan yang selama cukup solid dan sukar untuk ditembus. Karier: Segera lakukan evauasi dan yang sekiranya hanya menghambat saja sebaiknya segera ditinggalkan, jangan sampai terlambat. Kesehatan: Kondisi kurang begitu bagus maka dari itu jangan dipaksakan untuk pergi apalagi sampai larut malam dan terlalu makan banyak tenaga. Keuangan: Jangan terlalu royal, tak perlu latah dan gampang membelanjakan uangnya untuk barang-barang yang kurang bermanfaat. Asmara: Memang manis kelihatannya tapi kalau sudah kita cicipi akan terasa pait, oleh sebab itu jagalah diri dengan baik. Taurus Peruntungan: Bila ada janji cobalah ditepati jangan sekali-kali mengingkarinya, bukankah kepercayaan itu tidak bisa dibeli dengan apapun juga, maka dari itu harus benar-benar dijaga agar klien bisa lebih percaya pada kinerja Anda. Karier: Hindari perbuatan yang hanya buang-buang waktu saja, disaat seperti ini Anda harus lebih bisa berpikir jernih dan cepat. Kesehatan: Perbanyak minumair putih dan hindari makanan yang terlalu pedas, bagaimanapun juga kondisi badan masih perlu perhatian ekstra untuk menjaganya. Keuangan: Pengeluaran cukup terkontrol dan pemasukan ada peningkatan. Asmara: Tidak ada gunanya membatasi segala ruang geraknya, taruhlah kepercayaan padanya. Gemini Peruntungan: Jika ada yang memberi saran cobalah dipetik hikmahnya tak perlu melihat dari sosok orangnya, karena segala yang Anda dengar di minggu ini sangat membantu bagi Anda untuk bisa memecahkan konflik yang selama ini Anda tanggung. Karier: Tak ada untungnya jika berbohong justru akan menimbulkan masalah saja. Kesehatan: Kurang bisa dijamin jika Anda kurang bisa perhatian dan disiplin dengan kondisi badan Anda. Keuangan: Berhematlah dengan tidak berfoya-foya membeli barang-barang yang kurang begitu penting. Asmara: Belajarlah dari kesalahan-kesalahan dimasa lalu, jangan sampai terulang kembali. Cancer Peruntungan: Tak perlu takut untuk rugi demi keuntungan besar nantinya, ibarat petani diminggu ini adalah tabur benihnya, jadi tidak mungkin kalau ingin mengharapkan hasilnya saat ini juga. Karier: Masih perlu kesabaran dan rasa optimis yang tinggi, sehingga bisa melaksanakan aktifitas dengan penuh semangat lagi. Kesehatan: Tak ada gunanya berkeluh kesah jika hanya akan membikin pikiran stres dan kurang gairah. Jalani hidup ini sesantai mungkin agar bisa tetap awet muda dan tak cepat tua. Keuangan: Cobalah berhemat agar pemborosan tetap bisa ditekan. Asmara: Apa masih kurang pengorbanannya, kok Anda masih ngoceh dan mempermasalahkan kekurangannya yang tidak terlalu prinsip itu. Leo Peruntungan: Masih banyak rencana yang harus diselesaikan dan ditangani secara lebih profesional lagi. Untuk itu hindarilah melakukan kegiatan yang hanya akanbikin masalah baru. Karier: Jangan berputus asa! Teruslah melangkah maju mumpung atasan masih mem-back-up karier Anda. Kesehatan: Apa mau dikata jika mata terasa sulit untuk dibuka dan itu pertanda bahwa Anda sudah harus beristirahat walau sejenak tetapi akan bikin badan menjadi fresh kembali. Keuangan: Income diminggu ini tampak lebih banyak dibanding minggu-minggu kemarin, optimislah. Asmara: Jangan terlalu dimasukkan hati ucapannya itu, karena begitulah orang kalau lagi emosi, jadi bersabarlah saja. Virgo Peruntungan: Kewaspadaan masih diperlukan diminggu ini terutama dalam melaksanakan segala rencana penting, jangan sampai kesembronoan menghancurkan segala yang sudah hampir ada ditangan. Karier: Ucapan dan saran dari orang lain, sebaiknya dicerna dan dipelajari dulu, jangan biasakan menerima mentahnya saja. Kesehatan: Tenaga terasa kurang prima. Cobalah diimbangi dengan makanan bergizi dan istirahat yang cukup, bila perlu tunda dulu kegiatan yang hanya menghabiskan tenaga saja. Keuangan: Bila ada dana lebih ada baiknya disimpan saja jangan malah diobral keluar. Asmara: Segeralah cari jalan tengah untuk menyelesaikan selisih pendapat itu. Libra Peruntungan: Tak perlu bimbang dan takut gagal karena peruntunganmasih memayungi bintang libra, sehingga jika ada urusan yang penting dan terlalu beresiko tinggi tetap laksanakan saja, tidak perlu berhenti ataupun mundur selangkahpun. Karier: Kesempatan Anda untuk meraih kesuksesan cukup tinggi sekali, tinggal tergantung bagaimana diri Anda memompa semangat motivasi Anda. Kesehatan: Suasana hati sangat membantu bagi pemulihan kondisi badan Anda, untuk itu cobalah bisa berpikiran rileks dan jangansimpan kekecewaan terlalu lama dalam hati. Keuangan: Bersabarlah karena apa yang Anda tunggutunggu ternyata tak kunjung datang. Asmara: Jangan terlalu cerewet padanya jika tak ingin sidia berpaling dari diri Anda. Scorpio Peruntungan: Tidak perlu ragu bila ingin merealisasikan rencana penting diminggu ini, sebab semua faktor dan elemen tampak mendukung. Yang penting keseriusan harus tetap dipertahankan, jangan sampai Anda bertindak setengah hati. Karier: Partner kerja yang kurang serius sebaiknya dijauhi saja dan tak perlu didekati karena hanya akan mendatangkan masalah saja. Kesehatan: Masih perlu kesabaran untuk terus menjaga kondisi badan Anda agar penyakit lama Anda tidak sampai kambuhkembali hanya karena makanan yang seharusnya bisa dihindari. Keuangan: Sulit untuk bisa lepas dari pemborosan sekalipun Anda terus melakukan penghematan. Asmara: Tidak perlu ragu dengan kesungguhan hatinya, yakinlah dengan kelebihan yang ada dalam diri sendiri, itu akanmenolong dari rasa minder yang berlebihan. Sagitarius Peruntungan: Semua masalah jika dihadapi dengan serius pasti lain hasilnya, lain jika hanya setengah hati, pasti hasilnya sulit untuk bisa maksimal. Apalagi order sudah mulai mengalami penurunan, maka dari itu prestasi kerjanya harus ditingkatkan, agar tidak sampai mengalami kemunduran yang terlalu berlebihan. Karier: Dengarkan perintah atasan dan laksanakan sesuai keinginannya agar Karier Anda tetap bertahan dan tak sampai mengalami gradasi. Kesehatan: Makanan goreng-gorengan ada baiknya dihindari untuk sementara waktu, lain bila Anda menggoreng sendiri karena faktor higienis lebih terjamin daripada Anda beli diluaran. Keuangan: Semuanya cukup stabil dan tidak ada yang perlu dikuatirkan diminggu ini. Asmara: Jangan hanya bikin hatinya jengkel, alangkah baiknya jika sekali-sekali memberinya surprise kepadanya, supaya hatinya tidak selalu jengkel.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu

Berlaku : 5 - 11 November 2017


Redité Wagé, 5 November 2017

Bali L e m b a r

Bencingah Jero Mangku Gede Ketut Samiada

Patut Katunas

PRATISENTANA ring kulawarga patut setata bhakti ring leluhur taler panglingsir yadiastun sampun nénten kari utawi sampun maraga Déwa Hyang. Duaning manut saking sané kajantenang krama Hindu utamanipun ring Bali, Ida setata éling tur ngaksi para sentanannyané saking jagat “kadituan”. Sangkaning punika, nyabran Kuningan Ida jagi katuran banten taler rayunan manut dresta ring soang-soang wewidangan. Sakadi sané kabaosang Jero Mangku Gede Ketut Samiada, pamangku ring Dusun Sandikerta, Pejarakan, Gerokgak, Buleleng. Ring rainan Kuningan, krama saking wewidangan Seririt taler wewidangan Banyuatis miwah Munduk ngaturang banten maulam tur masaté kebo. Wus kaaturang, lungsurannyané sinah patut katunas utawi kaajeng olih krama utawi pratisentana ring kulawarga inucap. “Duaning manut para panglingsiré, lungsuran leluhur inucap yéning nénten katunas jagi ngawinang Ida leluhur marasa sebet duaning pratisentanannyané nénten kayun ngajeng lungsuran utamanipun lungsuran saté ulam kebo,” baos dané. Jero Mangku malih maosang, yadiastun pangargan ulam kebo ring pasar kabaosang mael, dané nyantenang jagi mautsaha numbas duaning sané kautamayang wantah kanggén makarya ulam banten kémanten. Dadosné dresta maturan saté ulam kebo inucap nénten jagi ical ring pakraman duaning sujatinné fléksibel utawi dados ngawigunayang ulam kebo utawi dados kagentosin antuk ulam ayam manawita nénten mrasidayang numbas ulam kebo. “Yadiastun kahanannyané fléksibel sakadi punika, tatkala ngaryanin saté ulam kebo nénten dados macampur sareng ulam siosan minakadi ulam ayam. Yadiastun tetujonnyané mangda akéhan polih saté, nanging punika ngawinang saté inucap sampun nénten prasida kabaosang saté kebo,” Jero Mangku nartayang. (was)

Jero Plasa

Nénten Pateh KRAMA Hindu sampun uning tur éling yéning rerainan Kuningan wantah sinalih tunggil éédan saking rainan Galungan. Tatkala maosang taler nabdabang parindikan nyanggra rainan Galungan, majanten taler kajangkepin makudang-kudang parindikan sané pacang kawigunayang ring rainan Kuningan. Manut Jero Plasa, Jero Sarati banten saking Banjar Nyelati, Kuwum, Mengwi, Badung, parikrama upacara ring rainan Galungan sareng Kuningan nénten pateh. Minakadi ri kala Galungan, krama majanten ngawigunayang ulam banten marupa saté lilit taler banten madaging tumpeng miwah nasi soda sané katurang munggah ring palinggih-palinggih. Sakéwanten tatkala Kuningan, banten punika madaging antuk ulam marupa calon, ajengan ring slanggi miwah katurang taler pepiringan. “Pepiringan punika wantah rayunan sané kadagingin antuk ulam masisit, krupuk, urutan, calon miwah rerasmén kacang-saur,” baos dané. Dané malih maosang, slanggi pinaka piranti utama ring banten Kuningan, wénten kalih soroh inggih punika saking don nangka miwah saking ron. Yéning slanggi don nangka akéhan kadagingin antuk ajengan kuning, sakéwanten slanggi ron kadagingin antuk ajengan putih. Krama taler ngias makasami kamulan utawi palinggih antuk piranti don intaran miwah bunga ratna. “Don intaran punika alembar patut kawigunayang pinaka plawa, bunga ratna akatih warna barak utawi warna putih pinaka bungannyané. Manawita nénten wénten bunga ratna, wawu dados kagentosin antuk bunga siosan. Yéning nénten polih don intaran, dados ngawigunayang don kayu mas,” dané nartayang. (was)

(101)

B a s a

7

B a l i

Maturan ring Rainan Kuningan

Nénten Nglintang Tajeg Surya SAKADI sané sampun kauningin, wus Galungan, malih dasa raina pacang rauh rainan Kuningan. Yadiastun raina patinget kawijayan Dharma ngasorang Adharma inucap sampun lintang, sakéwanten kahanan bungah saking parikrama rerainan jagat inucap kantun karasayang olih makudang-kudang krama Hindu utamanipun sané meneng ring Bali. Nyanggra rerainan inucap majanten ketah kapanggihin kramané mapidabdab nyangkepang sekancan parindikan sané kaptiang saha kawigunayang ring rainan Kuningan. Kahanan taler pisarat krama ngamargiang parikrama rainan Kuningan nénten banget mabinayan sareng rainan Galungan. Rerainan Kuningan utawi sané ketah kabaos Tumpek Kuningan wantah rerainan sané kamargiang nyabran 210 raina apisan, inggih punika ring raina Saniscara Kliwon Wuku Kuningan. Tatkala punika, krama Hindu nyantenang Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk prabawa Ida manados bhatara-bhatari kasarengin antuk para Pitara utawi Dewa Hyang jagi tedun ka mercapada niwakang sekancan paica. Krama pacang ngaturang banten taler rayunan ring raina inucap. Pateh sakadi Galungan, ring raina Sukra Wagé Wuku Kuningan utawi araina sadurung Kuningan taler kabaosang raina Panampahan Kuningan. Tatkala punika,

kramané jagi nyangkepang sekancan parindikan taler banten sané jagi kaunggahang benjangnyané. Sakadi sané munggah ring sastra Lontar Sunarigama, ring raina Panampahan Kuningan, nénten wénten parikrama upacara sané patut kamargiang, sajabaning sané kabaosang wantah “sapuhakena malaning jnyana” sané tegesipun wantah “ngicalang sekancan leteh ring pikayunan”. Mawinan krama patut nincapang tur nyikiang pikayunan mangda parikrama yadnya sané kamargiang prasida mamargi becik antuk manah suci nirmala. Sané pinih macihna sajeroning parikrama rainan Kuningan, kapatutan nagingin pepayasan marupa piranti jejahitan sané kawastanin antuk tamiang, kolem, endogan miwah sané siosan. Pepayasan inucap kapasang ring makudangkudang genah utawi wangunan ring paumahan, minakadi ring palinggih sané wénten ring merajan utawi sanggah, ring balé, paon miwah sané siosan. Punika wantah niyasa “perisai” taler dados sarana nunas pangukuh miwah panyengker mangda kramané sami setata kukuh ngambel, ngrajegang taler ngamargiang Dharma ring jagaté saha nunas karahayuan taler kadirgayusan. Ngeninin upakara sané ketah katurang ring pakraman tatkala punika minakadi slanggi sané madaging antuk ajengan, wénten taler tebog, canang maraka, pasucian miwah canang wangi.

TAMIANG – Sinalih tunggil cihna rainan Kuningan, para krama ngawigunayang jejaitan marupa tamiang taler sajangkepipun pinaka payasan ring palinggih miwah balé ring soang-soang paumahan. Majeng ring soang-soang angga minakadi sesayut prayascita, sesayut nasi kuning, ulam bebek miwah penyeneng. Indik parikrama yadnya inucap kamargiang manut sakadi sané munggah ring Lontar Sunarigama, parikrama upacara utawi maturan Kuningan kamargiang mawit semengan kantos tajeg surya utawi nénten dados nglintang ring galah tengai tepet. Duaning tatkala punika kajantenang

para Dewata kasarengin antuk para Dewa Hyang sampun mawali budal ka Swargaloka utawi “dewa mur mwah maring swarga”. Parindikan inucap taler kabaosang Jero Plasa, Jero Sarati banten saking Br. Nyelati, Kuwum, Mengwi, Badung. Dané maosang, parikrama rerainan Kuningan puniki sapatutné sampun puput kamargiang sadurung tajeg surya duaning para Dewata-dewati,

Bhatara-bhatari miwah Dewa Hyang sampun mawali ka Sunia Loka. “Sangkaning punika akéhan kramané maturan taler ngunggahang banten Kuningan ring pura rauh ring merajannyané ngawit saking semengan minakadi saking jam kutus rauh ring jam roras siang sampun puput. Mabinayan sareng Galungan sané prasida kamargiang kantos sanja,” dané maosang. (was)

Banten Maulam Kebo

Katur ring Sang Pitara Maraga Suci

KEBO – Ring makudang-kudang wewidangan, dresta ngamargiang rainan Kuningan majanten mabina-binayan. Sakadi ring Buleleng, krama nagingin ulam kebo marupa saté lilit ring banten rayunan.

wantah parikrama sané kamargiang sangkaning dresta miwah rasa bhakti taler kalascaryan krama. Jero Mangku Gede Ketut Samiada, Jero Mangku saking Dusun Sandikerta, Pejarakan, Gerokgak, Buleleng maosang, krama sané ngamargiang dresta inucap wantah krama ring wewidangan Kecamatan Seririt, krama ring Désa Banyuatis miwah Désa Munduk ring Kecamatan Banjar taler krama ring genah tiosan sané witnyané dumun wantah saking wewidangan inucap. Banten sané kadagingin antuk saté ulam kebo punika wantah banten ajengan utawi rayunan sané katur majeng ring Ida Sang Pitara sané sampun maparagayang utawi maraga suci taler sané katur ring palinggih-palinggih Ida Bhatara. Duaning sakadi sané kajantenang olih krama Buleleng ring wewidangan inucap, sané kautamayang kaaci utawi kapuja tatkala Kuningan wantah Ida Sang Pitara-pitari utawi Ida sané maparagayang Dewa Hyang. “Manut dresta irika, Ida Sang Pitara sané sampun maraga suci nénten becik tur nénten adung yéning katurang banten sané madaging ulam bawi. Beciknyané Ida katurin banten maulam saté kebo,” baos dané. Yadiastun nénten marupa kapatutan, nanging krama irika setata ngutsahayang mangda ngamolihang tur prasida ngawigunayang ulam kebo soroh napi kémanten ring banten rayunannyané. Sakéwanten

yéning nénten ngamolihang ulam kebo minakadi sampun telas ring pasar, sinah dados kagentosin antuk ulam ayam. Dané maosang, sangkaning nénten dados kapatutan sinah wénten kémanten pikayunan krama sané meled ngawigunayang ulam bawi, nanging majanten krama nénten lascarya tur ngrasayang nénten “etis” manawita ngaturin Ida Sang Pitara banten sané maulam saté bawi tatkala rainan Kuningan. Malih dané maosang, ri kala rainan Kuningan, krama sané madué pitara sané sampun maraga suci utawi sané durung puput upacara jagi mamunjung ka setra. Majanten Pitara sané sampun kasuciang jagi katurin banten maulam kebo. Sakéwanten yéning Sang Pitara sané durung puput upacara utawi durung kasuciang sinah jagi katurin banten nanging nénten madaging antuk ulam utawi saté kebo. Tios ring banten ri tkala Galungan miwah Kuningan, ring upacara Padudusan Agung taler ngawigunayang banten sané maulam kebo utawi olahan kebo. “Soroh kebo sané kawigunayang tatkala punika mawasta Kebo Ius Mrana inggih punika kebo muani sané kantun alit utawi nguda antuk warnan bulu selem nanging lekad saking ina sané mabulu barak. Kebo punika sané kawigunayang caru. Ulamnyané kaolah dados makudang-kudang olah-olahan,” Jero Mangku Samiada nguningayang. (was)

“PAK, Bu tiang lakar malali ajak timpal-timpalé ka Tampaksiring. Makelo ten taén mememan drika satmaka nunas panglukatan dasa mala apang segeran manian malajah,” baosné Luh Méga nyubit Ngurah Jelada. “Pang taén malali cara anak magélan Tungurah.” “Bééh I Luh, eda naké ngomong kéto, ngaé Bapak sedih. Maksud Paké tulus kok.” “Tiang masih tulus kok, lakar ngayahin rerama, ngayahin Tungurah satmaka bhakti ring Sang Hyang Widi Wasa sané ngrupaka déwék tiangé. Mangkin tiang mayasa ngayahin Tungurah cara anggon tiang nyama, anggon guru, anggon gegélan, cara ngayahin suami. Mungpung kari ada galah awak tiangé déréng gelahang anak lén,” baosné Luh Méga sendu. “Nah, Ibu ngerti Cening ajak dadua satmaka anggon Ibu pianak. Tungurah sajan-sajan gurun I Luh, masih gurun Ibu ajak Bapaké yadiapin Ibu, Bapak tua, mung tua tuuh.”

majanji jaga jemet malajah mangda sida lulus. Samian anteng mabresih ngumpulang mis pecakné ngajengang kakutang ring genah leluuné. Nénten wénten omongan jaruh, napi malih tingkah bejigar nyorat-nyorét tembok. Jam satu samian mawali mantuk, makta manah rena lan suci nirmala pinaka sisia utama. Ngawit nyumunin ngranjing nabdabang raga jaga ujian, siswa SMA-né rajin malajah. Para sisiané sané saking Taman Bali seringan malajah ring umahné Luh Méga santukan genahé jimbar saha kulawarganné uratian nyediang minuman lan snack sawéntené ring para sisiané. Gumantiné wénten Ngurah Jelada sané mula pénter mligbagang soal ujiané. Abahné Luh Méga taler pangus, leket kadi anak magegélan sareng Ngurah Jelada. Jumahné Luh Méga ngayahin tan bina kadi anak marabian. Semengan sadurung ngranjing masedia sekar, wedang, lan sarapan. Nyoréang mresihin pasirepan

maturan makideh saha nyediang sekar lan tirta ngraris masoda wédang ring kamar tamu kanggén sareng sami. Yén Minggu Luh Mega ngumbah rawing seprain gélanné, Gusti Ngurah sané nyetrika rawing pakaianné Luh Méga sajaba pakaian dalem. Sang kalih kanten rukun pakedékpakenyung paut-anut kadi anak manyama utawi magegélanan, tan pa cenidra yén wénten trunatruni mangguran. “Pak, yén amuniki abahné I Luh sareng Tungurah, lulut asih cara anak magegélan malah ngayahin kadi marabian, tiang dadi sedih banget madalem pangorbananné. Yén di sisi ngenahné liang sumringah, nanging kénkén kadén sajeroning atinné,” ibunné makeengan. “Tiang masih kéto. Nanging kénkén nyen buin. Depang dogén asal sang kalih lascarya nglaksanaang kadi papinéhné Tungurah “Gung kerti gung yasa gung godané.”

PINAKA unteng pikayunan ri kala ngamargiang parikrama yadnya, lascarya miwah bhakti wantah kapatutan sané utama mangda parikrama sané katurang prasida mamargi antar. Sangkaning punika, sajeroning parikrama yadnya ketah kapanggihin wénten krama sané maturan antuk kahanan sané pinih becik duaning kajantenang punika ngawinang krama

inucap marasa lega tur lascarya yadiastun minab akéhan nelasang prabéa. Asapunika taler ri kala rainan Kuningan sakadi ring makudang-kudang genah ring Bali. Wénten makéh soroh parikrama sané kamargiang nganutin desa, kala, patra. Sangkaning punika, majanten krama saking wewidangan A nénten pateh sareng wewidangan B, nanging sané majanten

“Béh, Bu, Bapak sampunang nika malih pinehanga. Tiang niki satmaka mula panak Ibu driki. Luh Méga mula adin tiang ané paling sayanga,” baosné Ngurah Jelada kenyem. “Pamit Pak, Bu, tiang malali,” baosné Luh Méga magandéng ngelut gélanné medal. Reramanné bengong mangu-mangu masebeng ngeling, kangen mireng pitutur pianakné. Ring lapangan timpalné masuryak ningalin Ngurah Jelada rauh ngandéng Luh Méga, sané némpél mesra ngelut bangkiangné. Ipun ten nyak tedun, nanging ngajakin gelis mamargi. “Ayo langsung berangkat, apang ten bas tengai. Ampura yén makelo ngantosang,” baosné Luh Méga nekekang pelukanné maserét sidumun. Timpalné sareng petang pasang mabriuk nututin. Sami makta tas gandong genah pakaian mandi lan bekelné soang-soang. Ring Tampaksiring sami paceburbur masiran mameman saha malukat saking pancorané.

nénten mabinayan wantah rasa bhakti miwah lascarya pinaka dasar parikrama inucap kamargiang. Sinalih tunggilnyané, dresta ngaturang banten madaging ulam kebo olih krama ring Buleleng. Ngaturang ulam kebo sané sampun kaolah dados saté lilit ring bebantenan Kuningan sujatiné boya ja kapatutan agama Hindu sajabaning

Usan mandus raris ka purian. Désak Marmita ngaturang banten atanding saha canang sari pinaka taled aturan muspa lan nunas wangsuh pada. Usan muspa raris ngojog ka wantilané mararian ngagah bekelnyané sané marupa asil masakannyané soang-soang. Sadurung ngawitin Ngurah Jelada sareng Désak Marmita lan Komang Juniathi pinaka juri nyicipin saha nentuang juara masakané. Sané pinih becik wantah bekelné Kadék Sutini marupa ayam betutu sareng ketopot. Nomor kalih bekelné Luh Anggreni marupa pésan karper, jangan olah lan lontong. Sané nomor tiga wantah bekelné Luh Méga marupa opor ayam, saduran lan ajengan beras barak. Samian masuryak pada liang saha ngawitin saling cicipin rasan masakanné. Déwa Gedé Ngurah ngelisang numbas inum-inuman coca-cola, sprite, téh botol, lan bir 2 botol. Kantos jam roras trunatruniné maliang-liang namtamin liburané. Ngawit bénjang samian

(Masambung)


8 Parahyangan Wangunan Pura Jagat Giri Natha

Pageh ring ”Arsitektur” Bali ARAN genah suci sajeroning ajaran Hindu matios-tiosan, wénten sané nyengguh devalaya, devasthana, deval utawi deul sané mateges genah para dewa. Ring Indonesia, genah suci agama Hindu kasengguh Pura. Pamekas ring Bali, kawéntenan pura akéh pisan. Pura boya wantah kawangun ring Bali. Ring dura Bali taler akéh kawéntenan pura, inggian sané ageng wiadin alit. Indik aran pura taler nénten dados ngawag, patut madué teges sané becik. Sakadi sinalih tunggil Pura Jagat Giri Natha sané magenah ring wewidangan Beton, Menganti, Gresik, Jawa Timur. Aran pura puniki madué teges “genah suci umat mangda prasida mulat sarira”. Pura puniki kawangun daweg warsa 1981. Pawangunan pura matiosan sareng pura sané wénten ring Jawi sané kawangun marupa sanggar. Pura Jagat Giri Natha mawit kawangun sampun marupa palebaan pura, yadiastun kantun cupit, matiosan sareng mangkin sané sampun jimbar tur ngamecikang. Pawangunan pura taler nénten ngawag, panyungsung pura ngaptiang wangunan sakadi wangunan pura sané wénten ring Bali, inggian patra talet iasan-iasannyané. Mawinan nénten ngicalang cihna wangunan agama Hindu ring Indonesia. Antuk punika, mangda anut ring pangapti para panyungsung, bahan sané kawigunayang karauhang saking Bali. Undagi sané ngambil taler para undagi saking Bali. Pura Jagat Giri Natha puniki kapah dados tigang mandala, luiré: Utama Mandala, Madya Mandala, miwah Nista Mandala. Wénten taler wangunan tiosan minakadi balé agung pinaka wangunan serba guna, patung Ganesha, parantenan, miwah perpustakaan. Pamuspaan sinarengan ring pura inucap kamargiang nyabran sore. “Pura puniki kasungsung olih 50 (KK) utawi kirang langkung 300 diri krama,” baos Joko Utomo. Krama Hindu irika setata ngamargiang puja nyabran raina Redité wengi sané karaménin olih yowana-yowana Hindu. Kamargiang dharma wacana. Satios punika, pendidikan agama minakadi pasraman taler kamargiang ring pura inucap. Kamargiang nyabran raina Anggara, kasarengin olih alit-alit kelas 4 miwah 5 SD, raina Buda kasarengin olih alitalit kelas 6 SD, Sukra kasarengin olih siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), miwah raina Redité kasarengin olih siswa SMA. Satios punika, ring Desa Beton kramané wantah nganut kalih kepercayaan, luiré Hindu miwah Islam. Yadiastun asapunika, paiketan manyamabraya irika becik pisan, saling isinin. (aldilla/dewi/febe/uma)

Dura Désa

Redité Wagé, 5 November 2017

Klebutan Mbah Kopek ring Desa Kumendung

Pinaka Tamba taler Ngrauhang Mertha Desa-desa ring Banyuwangi makéh madué tetamian kuna sané tawah. Sinalih tunggilnyané, klebutan Mbah Kopek ring Desa Kumendung, Kecamatan Muncar. Genah sané nampek sareng sétra umum désa puniki kasub tenget pisan. Toya klebutan irika nénten naen nyat utawi tuh. Kabaosang, toya saking klebutan puniki prasida kadadosang tamba. Satios punika, toya inucap taler prasida ngrauhang mertha utawi kasugihan. Punika mawinan, akéh krama sané ngalab berkah ka genahé puniki. KLEBUTAN Mbah Kopek genahnyané doh ring tengah-tengah carik. Genah puniki kasengguh pinaka wit kawéntenan Desa Sumbersewu. Aran Mbah Kopek kambil saking akéhnyané klebutan ring genah inucap. mawit désa puniki kapah, klebutan Mbah Kopek dadosné magenah ring Desa Kumendung. Krama sané pacang ka genahé punika, nénten sukil, duaning motor wiadin mobil sampun prasida mararian nampek genah inucap. Ngranjing ring genah klebutan, kahanan sakral mawit karasayang. Wénten taru bingin ageng sané tegeh. Saking sor taru puniki, klebutan Mbah Kopek maasal. Toyané ning, tis. Yadiastun magenah ring tengahing carik, toya ring genah puniki sakadi toya saking gunung. Minab sangkaning akah taru bingin sané setata ngengkebang kahanan klebutané. Ring duur klebutan kawangun wangunan marupa bendungan. Ring genahé punika krama sané rauh pacang masiram. Akéh krama rauh nyabran nyoréang taler wengi. Raina Sukra Umanis, krama akéh pisan rauh ka genah puniki. Sané rauh boya wantah saking Banyuwangi

kémanten. Wénten sané saking Jember kantos saking Bali. “Ketah, krama punika rauhnyané wengi, ngamargiang ritual miwah masiram,” baos Poniyem, sinalih tunggil sané ngemit klebutan Mbah Kopek. Anak istri puniki maosang, krama sané rauh pastika madué tetujon nyabran rauh ka Mbah Kopek. Wénten krama sané sungkan, wénten taler sané nunas mertha utawi kasugihan. Wus masiram, krama sané rauh akéhan makemit ring makam Mbah Kopek. Genahnyané nampek saking genah klebutan. “Lumrahné, melekan (magadang) ring makam. Wénten taler sané ring ambén wangunan,” tutur dané. Wus masiram, krama taler makta toya inucap budal. Nénten wantah krama sané sungkan, krama sané meled polih jabatan becik taler ketah rauh ka genah inucap. Minakdi, ri kala pemilihan kepala desa miwah pemilu. Ring paserainan, klebutan Mbah Kopek taler nénten naen sepi. Nyoréang, genah puniki ketah kadadosang genah malilacita. “Yéning raina Redité sayan ramia sané rauh,” baosnyané. Saraina, satios pinaka pangemit,

Poniyem taler setata ngresikin genah sakral inucap. Utamanipun ngresikin daun bingin sané jatuh ring natar klebutan miwah ring toya. Yadiastun ramia sané rauh, pengunjung nénten keni prabéa yéning pacang ngranjing. Wantah wénten genah mapunia majeng krama sané kayun. Poniyem sané sampun limang warsa ngemit genah inucap maosang, nénten wénten sané serem saking genahé punika. Nanging, dané marasa tis, dayuh yéning meneng irika. Satios Poniyem, panglingsir Desa Sumbersewu, Oentoeng Margiyanto maosang, klebutan Mbah Kopek mapaiketan pisan sareng purana désa irika. Manut satua turun-temurun, Mbah Kopek wantah panglingsir sané kapertama ngrabas alas. “Punika satua turun-temurun. Nanging, nénten wénten bukti sané marupa sesuratan,” baosnyané. Dumun, daweg warsa 1990-an, naen kamargiang penelitian cagar budaya ring klebutan Mbah Kopek. Kasujatiané, makam kuno sané kasakralang boya ja makam, nanging sakadi petilasan sané naen karauhin panglingsir désa irika. Pecak petilasan punika

Candi Panataran

Candi Hindu Pinih Ageng ring Jawa Timur CANDI Panataran utawi Candi Penataran wantah sinalih tunggil candi macorak Hindu sané sampun wénten daweg Kerajaan Kediri. Candi pinih ageng saha pinih jimbar ring Jawa Timur puniki magenah ring Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Genahnyané nepet ring lereng barat daya Gunung Kelud, ring sisi Kaja Blitar, ring ketinggian 450 meter di atas permukaan laut. Aran sujati Candi Penataran wantah Candi Palah manut sané munggah ring Prasasti Palah, miwah kawangun daweg warsa 1194 olih Raja Çrnga (Syrenggra) sané polih gelar Sri Maharaja Sri Sarweqwara Triwikramawataranindita Çrengalancana Digwijayottungadewa. Ring pangawit pawangunan candi inucap, Candi Penataran kawigunayang pinaka genah upacara agama Hindu. Tetujon saking upacara sané kamargiang minakadi mangda kadohang saking baya letusan Gunung Kelud. Ring warsa 1286, Candi Naga kawangun ring komplek Candi Penataran. Ring Candi Naga puniki, wénten relief sia diri manusa ngamel naga. Naga punika wantah niyasa candrasengkala utawi warsa 1208 Saka. Daweg Jayanegara madeg agung, Candi Penataran malih polih uratian sané becik. Pemimpin salanturnyané, Tribuanatunggadewi miwah Hayam Wuruk taler urati ring kahanan candi, mawinan candi puniki dados candi negara resmi antuk status dharma lepas. Sajeroning Kitab Negarakertagama reriptan Mpu Prapanca (1365), kabaosang yén-

ing Raja Hayam Wuruk sané daweg punika madeg ratu ring Kerajaan Majapahit warsa 1350 rauh ring warsa 1389 M, rauh ka Candi Penataran, Jawa Timur. Raja Hayam Wuruk rauh ka candi inucap antuk tetujon ngamargiang pemujaan Hyang Acalapat, pinaka prabhawan Ida Bhatara Siwa pinaka Girindra utawi Raja Penguasa Gunung. Ring sumber tiosan, sinunggil kronik saking abad XV, kabaosang, Candi Penataran rumasuk genah sané kawigunayang pinaka genah malajahin agama miwah genah ziarah sané ramia karauhin krama.

BP/udi

KLEBUTAN - Klebutan Mbah Kopek sané ning. Aran Mbah Kopek kambil saking akéhnyané klebutan ring genah inucap. sané kawentuk marupa makam kuno. “Dumun wénten saking cagar budaya miwah guru-guru ngamargiang penelitian. Punika kangken genah petilasan, boya makam,” tutur dané. Manut Oentoeng, wénten akéh versi ngeninin indik Mbah Kopek. Versi tios maosang, ring klebutan inucap dumun karabas olih Mbah Joyo Kesumo. Mangkin, aran inucap kakukuhang pinaka aran Dusun Sumberjoyo ring Desa Kumendung, pahan

Desa Sumbersewu. Wénten taler sané maosang, Mbah Kopek wantah jin sané marupa macan. “Makéh versi sané metu. Nika wantah satua turun-temurun,” weweh dané. Sapunapi ja puranané, baos Oentoeng, klebutan Mbah Kopek dados sinalih tunggil kekayaan budaya ring Desa Sumbersewu miwah Kumendung. Napimalih, ring genah puniki kamargiang upacara Entas-entas utawi ngaben Jawi sané kamargiang olih umat Hindu ring Muncar. (udi/uma)

Satua

Kronik puniki nyaritayang indik pamargin sinunggil bangsawan Kerajaan Sunda ka Candi Penataran sané kasengguh Rabut Palah. Sakadi sané kabaosang sadurungnyané, Candi Penaratan rumasuk candi sané pinih jimbar miwah pinih ageng ring Jawa Timur. Candi puniki madué jimbar 12.946 m2. Ring komplek candi, wénten makudang-kudang soroh wangunan. Ring ungkur candi wénten telabah sané ning. Ring ajeng candi wénten makudang-kudang wangunan candi perwara miwah balé pendopo. (*)

Satua Mén Tiwas Teken Mén Sugih Kaketus saking Satua-satua Bali XIV

BPM/net

CANDI - Wangunan Candi Penataran rumasuk candi pinih jimbar miwah pinih ageng ring Jawa Timur.

ADA tuturan satua Mén Tiwas ajaka Mén Sugih. Mén Tiwas ngelah pianak dadua luh muani. Ngelah ia pisaga madan Mén Sugih masi ngelah pianak dadua luh muani. Mén Tiwas tuah tiwas pesan, gegaenné ngalih saang adep-adepa ka peken. Pamelin saangé totonan uupanga baas. Yén tuara maan madepan saang, tulus ia tuara nyakan, sawiréh tusing pesan ada gegaén lénan ané sedeng angkuhanga. Mén Sugih, sugih pesan, rasa apa ko tuara kuangan, nanging ké ia banggi, loba, pestad tekén anak lacur. Kacarita sedek dina anu, Mén Sugih ngunya kumah Mén Tiwas. Teked ditu dapetanga pianak Mén Tiwasé ngeling nagih nasi, sawiréh uling ibian tuara madaar. Ditu lantas matakon Mén Sugih teken Mén Tiwas, “Mén Tiwas dadi depin nyai pianak nyainé ngeling nagih nasi, kénkén nyai konden nyakan?”. Masaut Mén Tiwas, “Apa ja jakan Icang, kadirasa baas abatu tuara gelahang. Ngadep saang tuara payu. Embok nyak meli saang Icangé?” Ditu masaut Mén Sugih, “Oké sing meli saang, saang okéné ta ngebekin glebeg. Lamun nyak ja nyai ngalihin oké kutu, nyanan upahina ja nyai baas acrongcong!” Nyak lantas Mén Tiwas ngalihin Mén Sugih kutu. Kacarita subané suud, upahinné koné Mén Tiwas baas acrongcong. Prajanian lantas tepenga tekén Mén Tiwas. Mara Mén Tiwasé nitisin tepengné, kacarita Mén Sugih genitanga sirahné, mara siksika sagét makatang panak kutu abesik. Ditu lantas Mén Sugih ngénggalang ngalih Mén Tiwas ngédéngang kutunné. “Mén Tiwas, Mén Tiwas! Kénkén sih Mén Tiwasé ngalihin kutu. Né Oké maan kutu buin abesik, mai uliang baas Okéné!” Masaut Mén Tiwas, “Baas Emboké suba tepeng Icang, né apa mara titisin.” “Suba matepeng ja baas Okéné, tepeng bakal juang Oké.” Juanga koné lantas tepengné kuting payukné gosonga tekén Mén Sugih abana mulihné. Teked jumahné lantas bréokanga di amah-amahan céléngé. Mén Tiwas céngah ngajak pianak somah ngeling paclenguk, kangen tekén déwék lacur. Kacarita mani seméngné, luas koné Mén Tiwas ajaka pianakné makadadua ka alasé praya ngalih saang, ngaba blakas gudig ludin kecong-kecongan. Suba koné neked di alasé, nektek lantas ia saang. “Tek… tek… tek…, klencong…,” kecong tur kelés koné blakasné uli patiné. Benahina lantas blakasné sakéwala disubané pragat mara tektekanga buin koné kecong. Ditu lantas Mén Tiwas mrérén matektekan, negak di duur bantangé sambilanga maselselan. Nyelselang buat kalacuran déwékné. Mara sedekan ia bengong, saget ada koné kidang putih maekin Mén Tiwas, tur ngomong koné kidangé ento. “Seluk jit ku né, seluk jit ku né!” (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu WAGE, 5 NOVEMBER 2017

Irving Menangkan Celtics

9

SPORT Conte Khawatirkan Performa City

Manchester City Vs Arsenal

London – Manajer Chelsea Antonio Conte, menilai tim-tim di Liga Inggris dalam masalah besar. Sebab, jika Manchester City tak terpeleset, maka peluang tim-tim lain untuk juara akan buyar. Manchester City sedang kokoh di puncak klasemen Liga Inggris dan punya perjalanan yang mulus di awal musim ini. Dari sepuluh laga yang telah dilalui, Sergio Aguero dan kawan-kawan memenangi sembilan laga dan seri sekali. The Citizens juga sukses melesakkan 35 gol. “Saya pikir sekarang ada masalah besar bagi semua tim yang ingin memperjuangkan gelar juara, dan masalah besar itu adalah Manchester City,” kata Conte Sabtu (4/11) kemarin. “Karena, jika Manchester City melanjutkannya dengan cara ini, saya pikir ini adalah masalah besar bagi semua tim yang sedang berpikir untuk meraih gelar. Tapi pastinya kami harus berusaha melakukan yang terbaik dalam setiap pertandingan. Saya pikir sampai sekarang kami layak mendapatkan jumlah poin ini (19).” Chelsea kini berada di peringkat empat klasemen Liga Inggris. The Blues tertinggal sembilan angka dari City di singgasana. “Saya tidak tahu apakah City bisa terus begini. Sampai sekarang, mereka memiliki jalan yang fantastis. Jika terus begini, sulit untuk meraih gelar,” Conte menambahkan. Chelsea sendiri akhir pekan ini bakal menjamu Manchester United di Stamford Bridge. Kemenangan jadi harga mati bagi Eden Hazard dan kawan-kawan, agar tak semakin tertinggal dari City. (kmb33/rtr)

Guardiola Enggan Jemawa Manchester –

Langkah Manchester City untuk merengkuh trofi juara English Premier League akan mendapat tantangan besar pada akhir pekan ini. Mereka akan berhadapan dengan salah satu tim kuat EPL, Arsenal di pertandingan pekan ke-11 EPL malam nanti. Hingga pekan ke-9, Manchester City telah membuktikan diri bahwa mereka calon terkuat untuk meraih gelar juara musim ini. Di bawah komando Josep Guardiola mereka berhasil memetik sembilan kemenangan dan satu hasil seri di sepuluh laga EPL musim ini, sehingga mereka kokoh berada di puncak klasemen di mana mereka unggul lima poin dari Manchester United yang berada di peringkat kedua. Pada pertandingan pekan ke-11 ini mereka akan berhadapan dengan salah satu tim kuat EPL, Arsenal. Jika City mengawali musim ini dengan mulus, lain halnya dengan Arsenal yang mengawali musim ini dengan inkonsisten. Namun perlahan tapi pasti tim besutan Arsene Wenger ini mulai menemukan ritme permainan mereka dan berhasil memetik hasil bagus selama satu bulan terakhir, sehingga mereka menduduki peringkat lima klasemen sementara EPL musim ini. Sejauh ini Manchester City memiliki rekor kandang yang mengesankan di Liga Inggris, di mana mereka meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang di lima laga kandang terakhir mereka. Yang lebih menakutkannya lagi, Manchester City selalu mencetak setidaknya tiga gol di lima laga kandang terakhir mereka, di mana tim kuat EPL lainnya Liverpool dipaksa bertekuk lutut den-

gan skor 5-0 di Etihad Stadium. Oleh karenanya, laga ini dipastikan akan menjadi laga yang berat bagi Arsenal untuk mencuri poin di kota Manchester. Meski memiliki performa yang bagus belakangan ini, bukan berarti Manchester City bisa meremehkan Arsenal. Tim asal London Utara ini sudah membuktikan bahwa mereka bisa menjadi momok yang menakutkan bagi sang Manchester Biru, di mana mereka memenangkan empat dari lima laga kompetitif terakhir mereka melawan Manchester City. Mereka juga hanya kalah dua kali dari enam kunjungan terakhir mereka ke Etihad Stadium, sehingga mereka bisa menjadi ancaman yang serius bagi kubu The Citizens. Jelang laga big match ini, pelatih Josep Guardiola dikabarkan hampir bisa menurunkan seluruh pemain terbaiknya pada laga ini. Hanya Benjamin Mendy dan Vincent Kompany yang kemungkinan besar masih harus absen karena mengalami cedera. Guardiola sendiri kemungkinan akan menurunkan skema 4-1-4-1 andalannya dengan Sergio Aguero sebagai ujung tombak mereka. Ia akan dibantu oleh duet Raheem Sterling dan Leroy Sane yang akan membantu serangan dari sektor sayap. Di lini tengah trio Fernandinho, David Silva dan Kevin De Bruyne akan ditugas-

Perkiraan Susunan Pemain Kedua Tim Manchester City (4-1-4-1): Ederson; Delph, Otamendi, Stones, Walker; Fernandinho; Sane, De Bruyne, D.Silva, Sterling; Aguero Arsenal (3-4-2-1): Cech; Holding, Mertesacker, Koscielny; Monreal, Xhaka, Ramsey, Bellerin; Sanchez, Ozil; Lacazette Statistik Kedua Tim Head to Head 23/04/17 Arsenal E 2 - 1 Manchester City (FA Cup) 02/04/17 Arsenal 2 - 2 Manchester City (EPL) 18/12/16 Manchester City 2 - 1 Arsenal (EPL) 08/08/16 Arsenal 3 - 2 Manchester City (Uji Coba) 08/05/16 Manchester City 2 - 2 Arsenal (EPL) Lima Pertandingan Terakhir Manchester City (M-M-M-M-M) 18/10/17 21/10/17 25/10/17 28/10/17 02/11/17

Manchester City 2 - 1 Napoli (UCL) Manchester City 3 - 0 Burnley (EPL) Manchester City P 0 - 0 Wolverhampton (CC) West Brom 2 - 3 Manchester City (EPL) Napoli 2 - 4 Manchester City (UCL)

Lima Pertandingan Terakhir Arsenal (M-M-M-M-S)

Antonio Conte

HAL 12

BPM/rtr

20/10/17 22/10/17 25/10/17 28/10/17 03/11/17

Red Star Belgrade 0 - 1 Arsenal (UEL) Everton 2 - 5 Arsenal (EPL) Arsenal E 2 - 1 Norwich City (CC) Arsenal 2 - 1 Swansea City (EPL) Arsenal 0 - 0 Red Star Belgrade (UEL)

kan untuk mengatur tempo permainan The Citizens, sementara gawang mereka akan dikawal oleh Ederson Moraes. Meski dijagokan, Guardiola justru merendah. Menurut pelatih berkebangsaan Spanyol itu timnya memang merupakan klub yang kuat namun bukan berarti tidak bisa dikalahkan. Menurut Guardiola, Arsenal masih memiliki kesempatan untuk bisa mengalahkan anak asuhnya. Apalagi rekor pertemuan kedua tim masih dipegang oleh tim besutan Arsene Wenger dengan dua kemenangan dari lima kali pertemuan.

“Saya sangat senang mengatakan ini kepada Arsene Wenger, karena rekor berpihak kepadanya,” ujar Guardiola Sabtu (4/11) kemarin. “Kami tidak akan berhenti untuk terus berusaha memenangkan pertandingan, tapi kami masih bisa untuk dikalahkan. Saya tidak tahu kapan, tapi sebuah tim pasti akan mengalahkan kami,” imbuhnya. Di kubu tim tamu, pelatih Arsene Wenger dikabarkan memiliki sejumlah masalah dengan cedera. Nama-nama seperti Danny Welbeck, Calum Chambers, Shkodran Mustafi, Sead Kolasinac, Santi Cazorla dan David Ospina kemungkinan besar absen pada laga ini karena mengalami cedera. Wenger sendiri kemungkinan akan menurunkan tim yang berbeda dari tim yang ia mainkan kontra Red Star Belgrade baru-baru ini. Dengan skema 3-4-2-1 Alexis Sanchez dan Mesut Ozil akan bertugas menopang pergerakan Alexandre Lacazette selaku ujung tombak mereka. Di lini tengah duet Granit Xhaka dan Aaron Ramsey akan bertugas mengatur aliran bola mereka, sementara gawang mereka akan dikawal kiper veteran Petr Cech. Sebagai pemuncak klasemen, City tak c u m a b e l u m terkalahkan. Tim arahan Pep Guardiola itu juga dikenal punya lini serang yang menakutkan. Sampai sepuluh pertandingan Sergio Aguero dkk. sudah menghasilkan 35 gol. Tapi Wenger

tak akan menginstruksikan timnya untuk fokus bertahan demi meredam City di pertandingan akhir pekan nanti. Dia tak akan mengorbankan filosofi menyerang Arsenal. “Kami akan mencoba memainkan permainan kami, kami tidak akan sembunyi, katakanlah seperti itu. Anda ingin bertahan dengan baik, tapi Anda tidak bisa hanya fokus ke bertahan. Kami ingin bermain dan memegang bola dan menciptakan situasi berbahaya. Kadang cara terbaik untuk bertahan adalah menyerang,” kata Wenger. Pelatih asal Prancis itu menyadari rencananya itu bisa saja berisiko besar untuk Arsenal. Tapi demi tiga poin, Wenger siap mengambil risiko. “Anda harus menerima risiko jika ingin bermain sepak

dan kami ingin mencoba untuk menang di sana,” tutupnya. Manchester City kini duduk nyaman di puncak klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi 28 poin dari sembilan kemenangan dan satu hasil imbang. Sementara Arsenal masih berada di urutan kelima dengan 19 poin. (kmb33/rtr)

bola. Anda menerima perjudian dan risiko. Itu adalah bagian dari permainan. Anda harus menilai risikonya. Apakah risiko hanya bertahan lebih besar jika sebuah tim sangat kuat ketika mereka menyerang?,” tanya Wenger. “Anda bisa menang dengan gaya apapun. Itulah yang membuat sepak bola menarik. Selama Anda kuat dalam gaya yang ingin Anda mainkan. Kami mempertaruhkan tiga poin

BPM/rtr


Bola

10

Minggu Wage, 5 November 2017

Real Madrid Vs Las Palmas

Laga Kebangkitan Los Blancos

Madrid – Tuan rumah Real Madrid akan bertemu dengan Las Palmas, Senin (6/11) dini hari nanti. Laga ini seharusnya menjadi partai kebangkitan bagi Los Blancos. Madrid tampil kurang cukup baik dan memuaskan dalam lima pertandingan terakhirnya. Dari lima laga tersebut, Real Madrid hanya mendapat dua kali kemenangan dan satu kali menerima hasil imbang dan dua kali menelan kekalahan. Hasil tersebut tentunya sangat buruk untuk tim sekelas Madrid.

BPM/rtr

KALAH - Striker Real Madrid Cristiano Ronaldo menyesali kekalahan atas Totenham Hotspur di ajang Liga Champions.

Mourinho Keluhkan Cedera Pemain

Manchester – Jose Mourinho masih kesal dengan kritik terhadap performa Manchester United di awal musim. Mourinho menilai kalau dia mengeluhkan cedera Paul Pogba, MU akan mendapatkan pujian. Di musim kedua dalam arahan Mourinho, MU menjalani start yang impresif. Dalam 16 pertandingan di semua kompetisi, Setan Merah baru sekali kalah dari Huddersfield Town 1-2 di ajang Premier League. MU bahkan terus membayangi Manchester City di papan klasemen. David de Gea dkk. duduk di peringkat kedua dengan selisih lima angka di ambang kelolosan ke babak 16 besar Liga Champions dan masih berpeluang mempertahankan gelar Piala Liga usai maju ke perempatfinal. Namun demikian, MU tetap dikritik. Terlebih dengan gaya permainan defensif yang diperagakan saat bermain imbang di markas Liverpool 0-0 dan mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0. Padahal MU tidak diperkuat beberapa pemain berpengaruh seperti Paul Pogba dan Marouane Fellaini. Absennya kedua pemain itu diyakini berimbas pada permainan MU yang tidak seimpresif di awal musim. Belum lagi absennya Michael Carrick, Zlatan Ibrahimovic dan Marcos Rojo. “Saya pikir start apik MU kurang dihargai karena kesalahan saya, karena saya seharusnya menangis setiap pekan tentang cedera-cedera pemain kami dan mengingatkan semua orang setiap hari atau di setiap konferensi pers,” kata manajer MU itu, Sabtu (4/11) kemarin. “Itu adalah keputusan saya, cara saya menghadapi banyak masalah, cara saya mencoba memotivasi dan memberi kepercayaan diri kepada para pemain yang akan mengganti pemain lain, tapi mungkin saya harus mempertimbangkan lagi prinsip saya. Saya tahu saya sering mengeluh tentang banyak hal, tapi saya tidak men-

asi kembali penyebab kekalahan mereka. Namun posisi di klasemen semakin jauh dari rival abadi mereka, Barcelona tidak bisa dibohongi. Ada delapan poin memisahkan dua raksasa La Liga itu. Sebagai juara bertahan kondisi ini menimbulkan tekanan, baik kepada pemain maupun tentunya untuk pelatih sebagai penanggung jawab. Zidane berpotensi mengalami nasib naas seperti Vicente Del Bosque dan Carlo Ancelotti. Dia bisa dipecat kapan saja. Sekadar catatan, eks. gelandang Juventus tersebut mencatat rekor sensasional ketika membawa Madrid mempertahankan gelar Liga Champions. Sejak format berganti menjadi Liga Champions, baru Zidane pelatih yang mampu membawa sebuah tim merajai kompetisi paling elite benua biru dua musim beruntun. Namun semua bakal hilang begitu saja jika ia tak segera berbenah. Maka laga melawan Las Palmas akan menjadi taruhannya. Namun, menghadapi parta nanti tak kurang dari lima pemain utama Madrid bakal tak tampil lantaran cedera. Satu di antaranya yakni Gareth Bale yang memang dilaporkan sudah mulai ambil bagian dalam latihan penuh pada Jumat (3/11) lalu. Tetapi Bale pun dikabarkan sulit

bisa tampil 90 menit saat menjamu Las Palmas nanti. Ada pun empat pemain lainnya sudah dipastikan tak bakal bisa turun lapangan. Kiper Keylor Navas dan bek kanan Dani Carvajal masih dibekap cedera. Kondisi serupa juga dialami gelandang bertahan Raphael Verane dan Mateo Kovavic. Dalam sesi latihan Jumat, empat pemain tersebut tak ambil bagian. Tentunya hal ini akan menjadi ujian bagi Zidane. Pemain sayap Las Palmas Victor Machin atau Vitolo mengaku tidak yakin Real Madrid sedang berada dalam kondisi krisis. Menurutnya, Los Blancos memiliki pemain yang punya kualitas, berpengalaman, dan bisa bangkit setiap saat. Namun Vitolo yakin Madrid akan menunjukkan mereka tetap perkasa. Menurut dia, Madrid berambisi besar untuk mengalahkan timnya. “Real Madrid akan menunjukkan mereka tidak dalam krisis dan akan melakukan segalanya untuk mengalahkan kami. Anda tidak bisa meremehkan mereka meski dalam kondisi yang kurang bagus,” kata Vitolo. Meski demikian, pemain yang bakal hijrah ke Atletico Madrid awal tahun nanti mengaku yakin timnya bisa mencuri angka. Namun dia menuturkan Los Amarilos

Montella Tak Takut Dipecat BPM/rtr

PAJAK - Pelatih Manchester United Jose Mourinho tiba di Pozuelo de Alarcon, sebuah kota dekat Madrid untuk menjalani sidang terkait penggelapan pajak, Sabtu (4/11) kemarin. geluh soal cedera dan mungkin seharusnya saya mengeluh saja,” imbuh Mourinho. “Saya tidak membicarakan Pogba sekalipun. Hanya ketika Anda menanyakan situasi Pogba saja dan tidak hanya Pogba. Fellaini, Carrick, Ibra, Marcos Rojo juga cedera. Ini banyak. Jadi saya pikir kami tampil sangat, sangat, sangat baik,” kata Mourinho. Usai mengalahkan Spurs, MU mendapat tantangan besar lainnya ketika menyambangi Chelsea di Stamford Bridge, malam nanti. Sidang Jose Mourinho akan menjalani sidang kasus dugaan penggelapan pajak pada hari Jumat (3/11) waktu setempat di Madrid, Spanyol. Mourinho yakin kasus ini tidak mengganggu tugasnya di Manchester United. Kasus pajak yang dialami oleh Mourinho memang sempat dikhawatirkan membawa dampak pada kubu United. Apalagi pada laga akhir pekan mereka akan berjumpa rival sesama tim papan atas Premier League, yakni Chelsea. Tapi Mourinho coba menepis kekhawatiran tersebut. Manajer asal Portugal yakin bahwa

kasus yang menimpanya tidak akan berdampak pada persiapan United di laga melawan Chelsea. “Tidak, itu tidak akan mengganggu,” ucap Mourinho. “Ini hanya soal perubahan waktu latihan saja dan itu adalah hal yang normal karena saya berada di sana dan saya tidak bisa berada di sana pagi hari. Jadi saya harus mengganti waktunya,” sambung Mourinho. Laga United melawan Chelsea akan digelar di Stamford Bridge. Artinya, ini adalah tahun kedua bagi Mourinho untuk datang ke markas The Blues sebagai musuh. Musim lalu fans Chelsea tidak memberi sambutan yang ramah kepadanya. Tapi Mourinho tidak menganggap hal itu terlalu serius. Baginya datang Stamford Bridge sebagai musuh adalah hal yang biasa saja. “Itu bukan yang besar untuk kembali ke sana, normal saja, ini sepak bola, ini kehidupan profesional. Seperti inilah kehidupan sepak bola, suatu hari Anda berada di satu klub dan kemudian Anda berada di klub lain,” tutup mantan pelatih Inter Milan itu. (kmb33/rtr)

Evra Diskors Setelah Berseteru dengan ”Fans” Paris – Patrice Evra telah diskors oleh Olympique de Marseille menyusul perseteruannya dengan seorang penggemar sebelum pertandingan Liga Europa pada Kamis di markas Vitoria Guimaraes. OM menyatakan dalam pernyataannya bahwa pemain internasional Prancis itu dipanggil untuk wawancara yang akan berujung pada tindakan disiplin. Rekaman video memperlihatkan seorang pemain Marseille mengarahkan tendangan ke sekelompok penggemar saat terjadi perseteruan di belakang salah satu gawang, namun klub tidak menyebut perihal tendangan itu. Evra kerap menjadi sasaran cemooh oleh para penggemar Marseille sejak didatangkan dari Juventus pada musim panas, dan penampilan buruknya telah membuat pelatih Rudi Garcia mencoretnya dari tim inti. “Sebagai seorang profesional dan pemain berpengalaman,

Pascakekalahan 1-2 dari Girona, Madrid kembali takluk dari Tottenham Hotspur di Liga Champions. Kekalahan dari Tottenham Hotspur merupakan yang terburuk bagi Real Madrid dalam sembilan tahun terakhir. Ketidakmampuan Los Blancos untuk mengalahkan klub Inggris tersebut menjadi pukulan besar bagi Real Madrid dan para pendukung. Beberapa pihak menyebutkan bahwa Real Madrid tengah mengalami krisis pada musim ini. Namun sang pelatih menyanggah tuduhan krisis tersebut dan mencoba menetralkan situasi. “Tentu kami kecewa karena kalah dua kali beruntun. Namun kami tidak sedang krisis,” ujar Zinedine Zidane Sabtu (4/11) kemarin. Bagi pelatih asal Perancis tersebut kekalahan Real Madrid murni karena klub melawan bermain dengan lebih baik. “Kami memiliki tim berpengalaman. Para pemainnya pun juara. Kami bisa mengubah situasi dan kami tahu caranya,” ujar Zidane. Zidane pun masih mencoba untuk berpikir positif untuk menghadapi laga-laga selanjutnya bersama Real Madrid. “Kami kalah, tetapi musim ini masih panjang,” ujar Zidane. Sang pelatih pun mengungkapkan bahwa ia dan pihak Real Madrid akan mengevalu-

harus mengerahkan kemampuan terbaik dan berharap Madrid tidak berada di level teratas. Los Amarillos sedang berupaya bangkit setelah menderita tujuh kekalahan pada sembilan laga. Las Palmas sudah menunjuk Pako Ayestaran pada September silam untuk menggantikan Manolo Marquez setelah start yang buruk. Namun kehadiran Pako belum berhasil mengangkat moral tim. Vitolo pun menuturkan performa yang perlu ditingkatkan oleh timnya, yakni meminimalisir kesalahan yang akan menguntungkan lawan. “Situasi kami sulit, tapi Pako (Ayestaran) telah datang dan mengubahnya. Dia suka timnya bermain dengan bola dan memiliki kecerdasan. Kami benar-benar memiliki keyakinan padanya dan percaya bahwa dia bisa membawa tim kembali ke tempat yang seharusnya berada di klasemen,” kata dia. Apalagi Vitolo mengatakan sekarang ini dia telah pulih dari dua cedera yang telah membekapnya. Karena itu, dia siap untuk membantu memulihkan kondisi tim saat ini. “Yang paling penting adalah saya siap untuk tim dan membantu memulihkan situasi,” kata dia. Saat ini Las Palmas berada di zona degradasi, yakni peringkat ketiga dari bawah di klasemen LA Liga Spanyol. Sementara Anak asuhan Zinedine Zidane berada di posisi posisi tiga klasemen sementara LA Liga Spanyol dengan 20 poin dari sepuluh pertandingan. (kmb33/rtr)

Patrice Evra Patrice Evra tidak boleh bereaksi tidak selayaknya seperti itu,” demikian bunyi pernyataan setelah mengetahui bahwa Evra terprovokasi oleh para penggemar OM yang mengejek dirinya. Pat memiliki pengalaman dan seharusnya tidak bereaksi. Itu sudah jelas,” kata

BPM/ant

Garcia Sabtu (4/11) kemarin. “Patrice lebih dari sekadar berpengalaman dan kami tidak dapat merespons, tentu saja terhadap pelecehan-pelecehan yang mungkin mereka terima dan hebatnya hal itu mungkin datang dari salah satu penggemar kami,” tutupnya. (ant)

Milan – Peringkat delapan AC Milan akan bertandang ke markas tim peringkat 17 Sassuolo pada giornata 12 Serie A 2017/2018, Senin (6/11) dini hari nanti. Milan datang ke Mapei Stadium diselubungi sebuah tanda tanya besar, yakni terkait masa depan sang pelatih Vincenzo Montella. Dalam 13 laga terakhirnya di semua kompetisi musim ini, Milan hanya mampu meraih lima kemenangan. Itu pun cuma melawan Austria Vienna, Udinese, SPAL, Rijeka dan Chievo Verona. Sisanya dilalui Milan dengan lima kekalahan dan tiga hasil imbang. Kekalahankekalahan tersebut didapatkan Milan saat melawan Lazio, Sampdoria, AS Roma, Inter Milan dan Juventus. Selain itu, Milan juga cuma bisa imbang tanpa gol melawan Genoa di Serie A dan dua pertemuan kontra AEK Athena di Liga Europa. Untuk klub yang sudah belanja besar di awal musim, Milan tentu saja diharapkan bisa menampilkan performa lebih baik dari pada ini. Milan pun kerap mendapatkan cemoohan dari para suporternya sendiri. Montella jelas dinilai sebagai sosok yang paling bertanggung jawab. Oleh karena itu, muncullah isu di Italia yang menyebutkan bahwa Montella bakal dipecat jika melawan Sassuolo nanti Milan sampai kalah. Isu tersebut muncul setelah Milan ditaklukkan Juventus di San Siro, tengah

pekan ini kembali tak mampu mengalahkan AEK Athena. Dengan kata lain, ada kemungkinan Milan tidak bakal dilatih Montella lagi di laga selanjutnya, yakni melawan Napoli di San Paolo setelah jeda internasional. Lalu, sebesar apakah peluang Milan kalah di markas Sassuolo? Sassuolo sendiri sejatinya juga sedang jeblok. Setelah ditinggal pelatih Eusebio Di Francesco ke AS Roma dan kini ditangani Cristian Bucchi, Sassuolo baru meraih dua kemenangan di Serie A. Dua kali imbang dan tujuh kali kalah bahkan membuat I Neroverdi berada setingkat di atas zona merah. Selama beberapa musim terakhir, Sassulo kerap memberi masalah bagi Milan. Namun musim lalu Milan mengalahkan Sassuolo dua kali, kandang (4-3) dan tandang (1-0). Bertemu lagi kali ini, Milan sebenarnya punya kans cukup bagus untuk kembali menang. Terlebih lagi, Sassuolo belum bisa diperkuat Domenico Berardi yang cedera. Sementara itu, Alessandro Matri dan Diego Falcinelli masing-masing baru mampu menyumbangkan satu gol untuk timnya. Kondisi Sassuolo yang tak kalah mencemaskan itu bisa memberi sedikit harapan buat Montella yang nasibnya sebagai pelatih Milan berada dalam ancaman. Montella menyatakan dirinya tidak mengkhawatirkan ancaman kehilangan pekerjaan di San Siro. “Saya santai menyikapi masa de-

Vicenzo Montella pan saya,” buka Montella Sabtu (4/11) kemarin. “Saya tahu risiko dari profesi ini. Jadi, saya tahu klub sedang mendukung saya. Akan tetapi klub juga membutuhkan hasil positif, jadi saya harus mewujudkannya,” imbuhnya. Montella percaya skuat yang dimilikinya saat ini bisa

BPM/rtr

bersaing untuk membawa Milan kembali bersaing di papan atas. Dia cukup puas dengan materi pemain Rossoneri. “Kami perlu hasil, gaya sepak bola saya adalah menguasai bola dan saya menilai ada banyak bakat di dalam skuat kami. Jadi, saya amat sangat yakin,” tutup sang pelatih. (kmb33/rtr)

Persib Terancam Dikeluarkan dari Liga 1

Jakarta – Persib Bandung terancam dikeluarkan dari Liga 1 lantaran menolak melanjutkan pertandingan melawan Persija Jakarta. Lantas bagaimana nasib dua laga sisa Persib? Laga Persija vs Persib di Stadion Manahan, Solo, Jumat (3/11) lalu terhenti di menit ke-83. Persib tak melanjutkan pertandingan karena kecewa dengan kepemimpinan wasit Shaun Evans Robert. Persib kecewa setelah Robert tak mengesahkan gol Ezechiel N’Douassel di babak pertama. Selain itu, Maung Bandung juga tak terima lantaran wasit mengganjar Vladimir Vujovic dengan dua kartu kuning. Jika merujuk regulasi Liga 1 pasal 13 poin C, keputusan Persib mengundurkan diri sebelum laga selesai bisa membuat klub asal Bandung

itu dinyatakan keluar dari liga. Tapi kasus ini akan lebih dulu dibawa ke Komisi Disiplin PSSI. “Kasus ini telah masuk ke Komisi Disiplin untuk ditindaklanjuti,” kata Chief Opera-

tion Officer PT Liga Indonesia Baru, Tigor Shalomboboy saat dihubungi pada Sabtu (4/11) kemarin. Pertanyaan pun muncul bagaimana nasib dua laga Persib berikutnya. Persib

akan menghadapi Borneo FC pada Rabu (8/11) dan Perseru Serui tiga hari kemudian. “Status pertandingan Persib selanjutnya tidak ada perubahan sampai saat ini,” ujar Tigor. (ant)

MOGOK - Persib Bandung mogok main di laga kontra Persija.

BPM/rtr


Juara

11

Minggu Wage, 5 November 2017

Prestasi Olahraga Nasional Diharapkan Bangkit di AG Denpasar (Bali Post)Prestasi olahraga nasional terpuruk pada SEA Games di Malaysia, beberapa bulan lalu. Karena itu, diharapkan para atlet timnas bisa bangkit dan mampu mengukir prestasi pada Asian Games (AG) di Indonesia, Agustus 2018 mendatang. Dr. Ketut Yoda, S.Pd., selaku Ketua Panitia pertemuan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan/Fakultas Olahraga Kesehatan (FOK) dan Asosiasi Profesor KeoBPM/022 lahrgaan (Apkori) se-IndoDr. Ketut Yoda, S.Pd. nesia, di Grand Inna Bali Beach Sanur, Sabtu (4/11) kemarin menerangkan, pertemuan tersebut dihadiri 106 peserta, terdiri atas dekan, wakil dekan I, ketua jurusan dan ketua progam studi (kaprodi), serta professor keolahragaan. ‘’Peserta ini hanya khusus dari kalangan Perguruan Tinggi Negeri (PTN),’’ sebut Ketut Yoda. Dikemukakan, dalam pertemuan para insan olahraga ini juga merumuskan kira-kira cabor apa saja yang mampu mendulang medali pada hajatan multievent Asian Games. ”Kami membahas cabor unggulan Indonesia yang mampu mendulang medali dan mendongkrak peringkat Indonesia di level Asia. Apalagi Indonesia selaku tuan rumah,’’ ucapnya. Ditegaskan Indonesia tidak boleh main-main utamanya dalam menggapai prestasi, mengingat Asian Games tinggal 10 bulan lagi. ‘’Hasil keputusan dari pertemuan para ahli dan pakar olahraga ini, selanjutnya kami rekomendasikan kepada pemerintah, kiat-kiat dan upaya yang dilakukan demi mendongkrak prestasi Indonesia di ajang Asian Games,’’ papar Yoda. Selain itu, kata Ketut Yoda dalam pertemuan juga membahas jurusan olahraga bukan hanya berkutat pada pendidikan jasmani (penjas) dan ilmu keolahragaan. Akan tetapi, ke depan juga berkembang pesat dan perlu dibuka program studi massage, bio mekanika, fisiologi olahraga, fisioterapi olahraga, termasuk olahraga pariwisata (sport tourism). ‘’Sport tourism sangat cocok dikembangkan di Bali. Misalnya golf dan tenis di darat, kemudian diving, snorkling dan surfing di laut,’’ jelas Yoda. (022)

Dhitya Octora, S. Farm. Apt.

Targetkan Medali di Kejurnas

Dhitya Octora

BPM/ist

PEBILIAR Dhitya Octora (32) baru saja menyabet emas pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, di nomor tunggal bola10 untuk Buleleng. Selain itu, atlet yang akrab disapa Tya ini juga meraih dua perunggu di nomor single bola-9 dan campuran bersama Wawan ‘Cwan’ Widiarta. Sebelumnya pada Porprov Bali XII/2015, di Buleleng Tya juga menyumbang emas di nomor single bola-9 dan perunggu pada bola-8. Tya kini menyiapkan diri mengikuti kejurnas biliar di Ja-

karta, mulai 18 November nanti. ‘’Saya kemungkinan turun di nomor single bola-9 dan bola-10. Saya menargetkan yang penting pulang membawa medali,’’ sebut Tya. Dia mengakui kejurnas biliar 2017 ini merupakan partisipasinya yang kedua kalinya, sebab sebelumnya ya pernah turun pada kejurnas di Pekalongan (2015) dan meraih medali perak di nomor ganda putri bersama Desak Raka Kasih Ariati. Sebagai persiapan terjun ke kejurnas, Tya harus berlatih penggenjotan fisik

di Lapangan Renon, termasuk berlatih teknik di Paradiso Kuta. ‘’Saya berlatih bersama pebiliar senior seperti Yudarman dan Awan Parasola,’’ terangnya. Tya sendiri mulai menekuni olahraga bola sodok sejak dirinya kuliah di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya, sekitar sepuluh tahun silam. Kini pebiliar putri Bali ini menyandang gelar sarjana farmasi dan apoteker, mengaku belum puas atas prestasi yang digapainya. ‘’Saya kira prestasi di biliar bisa ditingkatkan lagi,’’ katanya. (nel)

Pebiliar Kejurnas Digenjot Fisik Denpasar (Bali Post)Para pebiliar Bali yang akan mengikuti kejurnas biliar di Redball Billiard and Cafe Cikarang, Jakarta, 18 November sampai dengan 1 Desember mendatang, mulai menjalani latihan fisik dengan mengelilingi Lapangan Renon, Sabtu (4/11) kemarin. Ketua Umum Pengprov POBSI Bali Njoo Daniel Dino Dinatha, kemarin menegaskan, penempaan fisik dan stamina tetap diperlukan bagi atlet olahraga bola sodok ini, mengingat mereka selama bertanding juga dituntut lama berdiri, termasuk memainkan stick, yang tentu perlu energi dan stamina esktra. ‘’Penggenjotan fisik ini tiap Sabtu, Senin dan Rabu sampai menjelang keberangkatan ke kejurnas,’’ tutur Dino Dinatha. Dijelaskannya, pihaknya mengharapkan sepuluh pebiliar yang diterjunkan seluruhnya bisa mengukir prestasi dan pulang bisa mengondol medali. Hanya Dino Dinatha, menginginkan pebiliar Bali menjadi terbaik di nasional, dan pulang bisa menyumbang medali. Di sisi lain Sekum POBSI Bali Nyoman Alit Sukantara menyatakan pihaknya siap mengucurkan bonus Rp 25 juta, bagi peraih emas dan target tim biliar Bali minimal merebut dua emas. (022)

KALAH — Timnas Indonesia U-19 menelan kekalahan pascadicukur Korea Selatan dengan skor 0-4, dalam babak Kualifikasi Piala Asia 2018, Grup F, Sabtu (4/11) kemarin.

Korsel U-19 Cukur Timnas Indonesia

BPM/ant

Jakarta (Bali Post)-

Tim nasional U-19 Indonesia ditekuk Korea Selatan dengan skor 0-4 dalam pertandingan ketiganya di Grup F Kualifikasi Piala Asia U-19 2018, Korea Selatan, Sabtu (4/11) kemarin. Gol-gol dari Korea Selatan dicetak oleh Um Wonsang (9’, 61’), Oh Sehun (58’) dan Lee Jaeik (77’).

BPM/ist

FISIK — Para pebiliar digenjot fisik dan staminanya di Lapangan Renon. Atlet bola sodok Bali yang diterjunkan pada Kejurnas Biliar 2017 di Redaball Billiard and Cafe Cikarang, Jakarta, dipatok merebut dua emas.

Pebulu Tangkis Indonesia Berpeluang Tambah Wakil ke Dubai Jakarta (Bali Post)Sekretaris Jenderal Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Achmad Budiharto, menilai Indonesia masih berpeluang menambah wakilnya di turnamen World Super Series Final Dubai 2017, Desember mendatang. “Masih berpeluanglah ada dua Super Series di Cina Terbuka pada 14-19 November dan Hong Kong Terbuka pada 21-26 November, sebelum ke Dubai,” kata Budiharto di Jakarta, Jumat (3/11) lalu. Menurut Budi, yang saat ini berpeluang adalah dari nomor tunggal putra melalui Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, serta kemungkinan di nomor ganda putri melalui Greysia Polii/Apriani Rahayu yang dalam Super Series terakhir di Prancis Terbuka 2017 meraih gelar juara perdananya. “Kalau bisa ke semifinal dalam dua Super Series tersebut, kemungkinan besar mereka bisa berlaga di Dubai pada akhir tahun nanti. Namun dengan catatan para pemain yang sudah di zona aman, juga membukukan catatan baik,” ujar Budiharto. Untuk bisa berlaga di Dubai nanti, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memberlakukan sistem peringkat road to Dubai, yang hanya memberikan tiket bertanding pada para pemain yang menempati posisi delapan besar dalam daftar tersebut. Hingga Jumat (3/11) lalu, hanya ada tiga wakil Indonesia yang sudah berada dalam zona aman untuk menuju Dubai. Mereka adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di ganda putra, serta dua pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto. Marcus/Kevin kini menempati peringkat teratas klasemen road to Dubai di ganda putra dengan membukukan poin 66.630, sedangkan Tontowi/Liliyana dan Praveen/Debby menempati peringkat tiga dan empat dengan masing-masing membukukan poin 46.090 dan 41.700. Di nomor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting (9) dan Jonatan Christie (12) berpeluang dengan masing-masing membukukan poin masing-masing 37.120 dan 35.570. Saingan terdekat mereka adalah pemain Malaysia Lee Chong Wei (39.010) di peringkat delapan, wakil Hong Kong Wong Wing Ki Vicent (39.620) di peringkat tujuh dan pemain Denmark Viktor Axelsen (39.700) di posisi enam. Ada pun Greysia/Apriani mulai menjadi penantang kuat untuk menembus delapan besar klasemen ganda putri road to Dubai 2017 dengan menempati posisi 13 yang membukukan poin 24.820 sedangkan di posisi aman urutan delapan ada duet Korea Selatan Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan dengan poin 37.220. (ant)

Dalam laga tersebut, pelatih tim nasional U-19 Indonesia Indra Sjafri menurunkan para pemain terbaiknya di starting eleven, seperti Egy Maulana Vikri, Hanis Saghara, Saddil Ramdani, Rifad Marasabessy dan Rachmat Irianto. Namun, sejak wasit asal Vietnam Vo Minh Tri meniupkan peluit tanda dimulainya pertandingan, Indonesia tampil tertekan oleh permainan rapat

Korea Selatan. Akibatnya, Egy Maulana dan rekan-rekan tidak bisa mengembangkan potensi terbaiknya. Korea Selatan pun bisa membuat gol cepat di menit ke-9 melalui Um Wonsang. Skor 1-0 bertahan hingga paruh pertama pertandingan usai. Di babak kedua tim Garuda Nusantara juga terlihat kesulitan lepas dari taktik menekan yang diperagakan skuad Korea

Selatan. Setelah beberapa kali dipaksa berjibaku di sektor pertahanan, Indonesia akhirnya kebobolan untuk kedua kalinya di menit ke-58, kali ini hasil sundulan Oh Sehun. Kesalahan pemain bertahan Indonesia di menit ke-61 membuat Um Wonsang leluasa melesakkan bola ke gawang Aqil Savik dan menjadikan skor bertambah untuk Korsel 3-0.

Pertandingan pun berakhir dengan skor 4-0 setelah gol pamungkas Korea Selatan di menit ke-77 yang dicetak Lee Jaeik tak mampu dibalas dengan gol oleh pemainpemain Indonesia. Hasil ini membuat Indonesia untuk sementara berada di peringkat kedua klasemen Grup F Kualifikasi Piala Asia U-19 2018, dengan enam poin di bawah pemuncak grup Korea Selatan. Dari tiga laga, Indonesia berhasil menang dua kali, sekali kalah, membuat 10 gol dan kebobolan empat gol. Korea Selatan sendiri

baru menjalani dua laga dan sukses memenangkan seluruhnya dengan membuat 15 gol dan belum kebobolan. Berikutnya, di pertandingan ketiga sekaligus terakhirnya, timnas U-19 Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia di Stadion Paju, Korea Selatan, Senin (6/11), mulai pukul 11.00 Wita. Sebagai informasi, apa pun hasil di kualifikasi tidak akan mempengaruhi kesempatan Indonesia berlaga di putaran final Piala Asia U-19 2018, karena Indonesia akan tampil sebagai tuan rumah kejuaraan tersebut. (ant)

PSM Siap Redam Serangan Cepat Bali United Makassar (Bali Post)Tuan rumah PSM Makassar mengantisipasi serangan cepat Bali United, saat bertemu dalam lanjutan pertandingan Liga 1 di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (6/11) besok. Pelatih PSM Robert Rene Alberts, di Makassar Sabtu (4/11) kemarin, mengaku sudah mengetahui strategi tim asal Bali tersebut. “Kami tahu tim Bali United melakukan serangan cepat dan bertahan secara konservatif. Mereka selalu melibatkan empat hingga lima pemain untuk menyerang dan sebagiannya fokus bertahan,” jelasnya. Ia menjelaskan, para pemain tim “Juku Eja” sudah siap menjalankan instruksi untuk bisa meredam kecepatan pemain Bali United. Sementara terkait kondisi kapten PSM Hamka Hamzah yang sebelumnya mengalami sakit, kini sudah bergabung

dalam latihan di Stadion Mattoanging. Kehadiran kapten tentunya memberikan efek positif dan menaikkan motivasi para pemain yang lain menghadapi pertandingan ke depan. Pelatih asal Belanda itu juga mengakui kemampuan dan ketajaman yang dimiliki penyerang Bali United Sylvano Dominique Comvalius, sehingga sepatutnya diwaspadai saat bertemu di pertandingan nanti. Menurut dia, pemain yang baru bermain di kompetisi sepak bola Indonesia itu memang punya kemampuan dan sudah dibuktikan dengan tampilnya sebagai top skor sementara dengan koleksi 35 gol. “Comvalius saya kira pemain bagus, kuat dan yang utama mampu mencetak gol dalam kondisi apa pun. Tentu semua tim bersedia menggunakan tenaganya,” kata dia. (ant)

BPM/ant

REDAM — Pesepak bola PSM Makassar (kiri) siap meredam serangan cepat yang diperagakan Bali United, dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging, Makassar, Sulsel, Senin (6/11) besok.

Persipura U-19 Tekuk Bali United Bekasi (Bali Post) Dalam laga pertandingan U-19, Persipura mampu menekuk Bali United dengan skor akhir 3-2 di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (4/11) kemarin. Ini dikarenakan Persipura U-19 pada babak pertama menit dua melalui kaki pemain depannya, Ronaldo Rubener Wanma berhasil menembus benteng pertahanan Bali United dan mencetak satu gol.

Kemudian pada menit tiga melalui tendangan dari penyerang yang bernama Gunansar Papua Mandowen, kembali menunjukkan performanya dengan menyumbang satu gol. Dalam pertandingan ini, Bali United mengalami kekalahan dua gol dari Persipura yang unggul terlebih dahulu. Namun gol ketiga dari anak-anak Persipura kembali muncul di menit 39, melalui tendangan Todo Rivalfo (ge-

landang). Dan hingga babak pertama skor sementara 3-0. Tetapi perjuangan tersebut tidak sampai di sini. Pasalnya, pada babak kedua Bali United kembali melakukan serangan mendadak dan membangun setangan dengan memanfaatkan kelalaian Persipura. Sehingga pada menit ke-77 Bali United berhasil memasukkan bola ke gawang Persipura melalui kaki gelandang serangnya, Kadek Haarlem Anggariva.

Kemudian pada menit 88 dicetak oleh striker pengganti Arapenta Lingka Poerba. Hingga babak kedua berakhir kedudukan masih dimenangkan oleh Persipura 3-2. Sementara itu, Pelatih Kepala Bali United I Wayan Arsana mengatakan permainan anak asuhnya sudah jauh lebih baik. Hanya perlu pengembangan strategi bila ingin mendapatkan kemenangan. Tetapi, guna membentuk

strategi ini memang diakuinya memerlukan proses dan waktu. Pasalnya, hal utama yang terpenting harus adanya kekompakan dalam mengolah bola dan penguasaannya. Dalam hal ini gol cepat pada babak pertama memang membuat mental pemainnya menurun. “Dan ini adalah pertandingan yang berat, karena harus mengejar ketertinggalan tiga gol sejak babak pertama,” katanya. (ant)


12 Profil

Arena Irving Menangkan Celtics

Minggu Wage, 5 November 2017

Boston – Kyrie Irving tampil dominan saat membantu Bolton Celtics mengalahkan Oklahoma City Thunder 101-90 di Chesapeake Energy Arena dalam lanjutan NBA, Sabtu (4/11) kemarin.

Tidak Peduli Motor

PEMBALAP anyar Tim LCR Honda, Takaaki Nakagami mengaku tak terlalu mempedulikan soal motor apa yang akan ia gunakan pada musim depan di balapan MotoGP 2018. Pembalap berpaspor Jepang itu berkemungkinan menggunakan motor spek 2017, tapi belum dikonfirmasi lebih lanjut. Hal itu ia sampaikan, pasalnya ia sendiri belum memiliki pengalaman kelas tertinggi ajang grand prix itu. Tahun depan ia akan memulai debutnya sebagai pembalap MotoGP dan berstatus rookie pada musim depan. “HRC akan memutuskan motor mana yang akan digunakan. Tapi saya tidak peduli dengan motor mana, karena saya sendiri tidak punya pengalaman motor MotoGP,” ungkap Nakagami Sabtu (4/11) kemarin. “Mungkin saya tidak mengerti antara perbedaan motor 2017 atau 2018,” tambah pembalap berusia 25 tahun itu. Pembalap yang memenangi race dua kali di Moto2 itu resmi menjadi pembalap LCR kedua MotoGP 2018, setelah dikonfirmasi tim pada Agustus 2017. Ia akan menemani Cal Crutchlow yang merupakan pembalap utama dari tim satelit Honda itu. Selain mencatat prestasi baik di kelas Moto2, Nakagami juga hadir di MotoGP sebagai pembalap Jepang pertama yang mampu tampil di kelas utama sejak Hiroshi Aoyama pada 2014. Tapi musim ini Aoyama sempat tampil di MotoGP Jepang sebagai pembalap pengganti Jack Miller di Tim Marc VDS. (kmb33/rtr)

Akhirnya Bertunangan AKHIR 2017 semakin membahagiakan bagi mantan petenis nomor satu dunia Caroline Wozniacki. Wozniacki mengumumkan telah bertunangan dengan kekasihnya, David Lee. Petenis Denmark berusia 27 tahun itu baru saja menjuarai WTA Finals di Singapura, titel terbesar dalam kariernya pada Oktober lalu. Saat ini Wozniacki dan Lee sedang berlibur bersama di Bora-Bora sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius. “Hari paling membahagiakan dalam hidupku, kemarin mengatakan ya kepada belahan jiwaku @Dlee042,” cuit Wozniacki di akun Twitter-nya sembari memamerkan cincin pertunangan dengan ukuran berlian yang cukup besar. Lee yang berusia 34 tahun adalah pemain basket asal Amerika Serikat yang saat ini berstatus sebagai free agent usai meninggalkan San Antonio Spurs. Di dalam kariernya, dia pernah menjuarai titel NBA pada 2015, saat bergabung dengan Golden State Warriors pada 2015. Kabarnya Wozniacki dan Lee telah berkencan selama lebih dari setahun. Namun hubungan itu baru diketahui publik di awal tahun ini. Kabar pertunangan Wozniacki disambut gembira oleh teman karibnya sesama petenis, Agnieszka Radwanska yang telah naik pelaminan lebih dulu di musim panas. “Wohoo, selamat @carowozniacki,” tulis petenis Polandia itu lewat Twitter. Sebelum bersama Lee, Wozniacki pernah bertunangan dengan pegolf Rory McIlroy. Namun hubungan mereka kandas di 2014. (kmb33/rtr)

Guard Celtics itu mencetak 25 poin saat menghadapi Thunder. Irving menciptakan lima rebound dan enam assist. Rekan setimnya, Al Horford juga tampil istimewa. Forward Celtics itu mengumpulkan 20 poin setelah melakukan delapan rebound dan menciptakan empat assist. Sedangkan bintang Thunder, Russell Westbrook tampil tak seperti biasanya. Dia hanya mampu meraih 19 poin dengan 11 assist dan enam rebound. Westbrook malah kalah dari Paul George. Forward Thunder itu mendapat 25 poin. George melakukan sepuluh rebound dan satu assist. Sementara itu, di laga lainya Los Angeles Lakers bangkit dari kekalahan untuk mengalahkan Brooklyn Nets 124-112. Lakers yang sebelumnya dikalahkan Portland Trail Blazers memetik kemenangan keempat dari sembilan laga NBA musim

ini. Center Brook Lopez jadi kontributor terbesar kemenangan Lakers dengan torekan 34 angka dan sepuluh rebound. Kyle Kuzma menyusul lewat 21 poin dan 13 rebound, disusul Brandon Ingram dengan 18 nilai dan sepuluh rebound. Sedangkan guard rookie kembali gagal menunjukkan akurasi dengan hanya memasukkan tiga dari 15 tembakan dari lapangan. Dia pun cuma mencetak enam angka. Di kubu Nets, Allen Crabbe menjadi penyumbang angka terbanyak meski bermain dari bangku cadangan. Dia menciptakan 25 poin, disusul Rondae Hollis-Jefferson (21) dan D’Angelo Russell (17). Lakers belum meraih kemenangan beruntun pada NBA musim ini. Namun mereka sempat tumbang berturut-turut ketika dikalahkan Toronto Raptors dan Utah Jazz. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

MASUK - Guard Boston Celtics Kyrie Irving mencoba memasukkan bola ke keranjang lawan.

Life Sport

Pentingnya Penanganan Cedera Olahraga Secara Dini

OLAHRAGA merupakan suatu kebutuhan bagi manusia. Dianggap kebutuhan, karena manusia adalah makhluk yang bergerak. Manusia dalam melakukan aktivitasnya tidak pernah terlepas dari proses gerak, sebab tidak ada kehidupan tanpa adanya gerakan. Olahraga sendiri bersifat universal, dengan kata lain olahraga dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat tidak memandang suku, ras, agama, latar belakang pendidikan, status ekonomi maupun gender. Baik lakilaki maupun wanita dapat melakukan aktivitas olahraga tanpa pengecualian. Cedera olahraga merupakan hal yang cukup mengkhawatirkan bagi sebagian orang yang rutin berolahraga ataupun bagi orang yang pekerjaannya berkecimpung di bidang olahraga, seperti atlet. Apakah cedera olahraga itu? Menurut Ni Komang Ayu Juni Antari, S. Ft., sebagai seorang lulusan sarjana fisioterapi yang sekarang sedang menempuh kuliah S-2 Fisiologi Olahraga, cedera olahraga dapat mengenai semua orang dan tidak mengenal

usia sehingga siapapun dapat mengalami cedera olahraga dari yang sifatnya ringan hingga berat. Cedera olahraga adalah suatu keadaan di mana terjadi proses patologi pada jaringan spesifik yang dikarenakan oleh aktivitas olahraga. Proses patologi yang terjadi pada jaringan spesifik tersebut akan menimbulkan gangguan pada gerak dan fungsi seseorang. Penanganan cedera olahraga yang salah dapat ngekakibatkan hal yang fatal dan akan memperburuk kondosi. Untuk itu, masyarakat olahraga Indonesia sudah sebaiknya melakukan penanganan cedera olahraga yang tepat dan komprehensif dengan pendekatan ilmu dan tehnologi. Di dalam penanganan yang komprehensif tersebut peranan dari fisioterapi sangatlah penting. Fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan kelompok dalam memelihara, mengembangkan, dan memulihkan gerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisioterapi. Gerak dan fungsi

Dijual Hotel

Dijual Ruko

yang menjadi objek formal fisioterapi menjadikan fisioterapi olahraga sebagai salah satu fragmentasi pelayanan fisioterapi. Cedera olahraga yang juga menimbulkan gerak dan fungsi di dalam penanganannya memerlukan pendekatan fisioterapi. Ia juga mengatakan bahwa upaya penanganan yang dilakukan oleh fisioterapi memiliki tujuan untuk meningkatkan gerak dan fungsi untuk melakukan aktivitas olahraga tanpa menimbulkan cedera/ gangguan, mengembalikan gerak dan fungsi yang terganggu akibat cedera olahraga, mengembangkan aktivitas olahraga sesuai dengan kapasitas kemampuan fungsional fisik yang tersedia. Maka dari itu, pemahaman masing-masing individu untuk penanganan pertama saat cedera olahraga sangatlah penting. Apabila telah terjadi cedera akibat olahraga, baik itu cedera yang dialami oleh amatir maupun profesional, penanganan awal yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan prinsip PRICE, agar akibat cedera tersebut dapat segera pulih kembali dan tidak

terjadi kerusakan jaringan yang makin parah. Ada pun PRICE adalah singkatan dari: Protection (perlindungan): Lindungi area yang mengalami cedera dari cedera lebih lanjut dengan cara hentikan kegiatan dan hindari aktivitas yang dapat memperburuk kondisi, Rest (Istirahatkan): mengistirahatkan bagian yang cedera, Ice (Es atau Cryotherapy): pendinginan bisa menggunakan kompres es yang dibalut handuk atau dengan ice pack pada bagian yang cedera, lakukan selama 15-20 menit. Compressi on ( penekanan): memberikan balutan tekan (bisa dengan elastic bandage) sehingga dapat

mengurangi pembengkakan, Elevation (tinggikan): bagian yang cedera diangkat, dapat juga untuk mengurangi pembengkakan. Tetapi perlu diingat bahwa tindakan tersebut diatas adalah penanganan awal yang dapat dilakukan. Apabila cedera yang dialami parah atau tidak membaik dengan penanganan di atas, maka harus dikonsultasikan dengan tenaga medis, salah satunya melalui fisioterapi. Fisioterapi bukan merupakan pengobatan yang baru dan juga tidak dapat menggantikan pengobatan dengan obat-obatan atau pembedahan, akan tetapi adalah melengkapi cara-cara pengobatan yang modern. (kmb33/rtr)


Redité Wagé, 5 November 2017

I Kaki Dengkil

Nyastra

Tatenger Giri Tohlangkir WINTANG tengala kanten ring langité galang. Wintang kukus nglintang ring tengahing ambara. Wintang maikuh nylebat nglintang ngalér kanginang. Tatenger Giri Tohlangkir jagi mletus? Daging Bhuwana Agung-Bhuwana Alité sujatiné masikian. Wantah asiki sengkaon, sinah sané siosan sareng sungkan. Irgamayang sakadi sirahé matatu, awaké sareng keni panes dingin. Wantah Giri Tohlangkiré mletus sané siosan jagi nguéhin tatenger. Wintange, sayongé, ambuné, linduné, naler nguéhin tatenger. Paksiné, bojogé, lelipiné, tur sané siosan pacang ngentenin ngaturang tatenger. I Jatma? Naler asapunika, sliwah-sliwuh, saah-suuh, solahé sujatiné marupa tatenger Giri Tohlangkiré jagi mletus. Ngudiang durung mletus? I Kaki Dengkil kedék ngrékék bungker-bungker padéwékan ring Tepisiring. Ipun nénten ngungsi santukan durung polih pawisik, naler durung polih tatenger saking Ida Bhatara Giri Tohlangkir. Kocap malahan Ipun marasa kanikayang ngoyong ring Tepisiring. Wakbaré makéla nyalung saking panca désa. I Kaki Dengkil sakadi nénten miragiang. Ipun iteh ngamanahang sané kabaos tatengeré punika. Sawat-sawat, piragina suaran blaganjur saking sor Désa Tepisiringé. “Cara kéto ulesné, sesubané ramya aung-aung munyin wakbaré, laut teka munyi oong-oong blaganjuré. Nah, kéto té ben abet ngorahang. Apang nyak magilihan satuané, apang kadéna suba tegeh jnanané nyujuh langit. Asané buin aglantingan swargané suba bakat baan nyujuh!” Ingkel-ingkel I Kaki Dengki mabaos asapunika sambilanga ngamanahang parindikan tatenger jagaté. Wénten wewintangan pinaka tatenger Giri Tohlangkiré jagi mletus. Giri Tohlangkiré mletus naler tatenger kapiambengan jagat jagi rauh. Rihiné, Giri Tohlangkiré mletus kabaos tatenger rug jagaté daweg géstoké. Wantah mangkin Giri Tohlangkir jagi mletus tatenger sapunapi ké jagaté jagi rauh? Asapunika ké sané manahanga antuk I Kaki Dengkil? Minab té! Kantos wenginé sayan surup rainané mangkin Ipun kanten kantun uyang. Nguyangang indik tatengeré punika. Daldalané, inunian wargi Tepisiringé sané ngungsi pablesbes rauh. Ring tanggun désané I Kaki Dengkil ngiwasin anaké rauh punika sambilanga matungked bangkyang. Wargi Tepisiringé nénten purun macapatan riantukan jejeh jagi upet-upeta. Kocap ring pangungsian, wargi Tepisiringé naan rereha antuk I Kaki Dengkil ngwicaraang indik sané kabaos ngungsiné punika. Makasami batbata kawunguin indik tetuek ngungsiné punika. Kocap ri kala Ida Bhatara Tohlangkir matangi ngudiang kaonin ngungsi? “Awaké dadi ungsiang, kéto masé kenehé. Kuala jani di tepengan Ida Bhatara matangi ngudiang ngungsi? Tusing ké patutné pendakin? Sesubané seken kanten Ida matangi mara ungsiang déwéké, pamekasné keneh déwéké!” Asapunika baos I Kaki Dengkilé duk pablesat wargi Tepisiringé ngungsi. Kantos suung mangmung désané. Mangkin, ri kala kawedar antuk pameréntahé Ida Bhatara Giri Tohlangkir malih degdeg wawu wargi Tepisiringé purun mantuk. Becik naler susilan wargi Tepisiringé? Taat ring Guru Wisésa? Napi sayuwakti asapunika? Asliaban kantené asapunika. Wargi Tepisiringé kanten taat ring Guru Wisésa. Nanging wantah selehin becik-becik minab té nénten asapunika. Kantun makéh mamengkung dawegé kapréntang mangda ngungsi. Punika napi, sané nué banténg makéh. Sané umahné becik wawu makeramik. Sané wawu polih nendak taru alas. Tur sané siosan. Punika sané belog pengkung. Sané makadi I Kaki Dengkil sapunapi? Ipun nénten ngungsi santukan mabinaan pidabdab sareng pameréntahé. Wantah Jaman Blandané kasengguh ekstrimis. Wantah daweg Orde Lama kasengguh pembangkang. Wantah daweg Orde Baru kasengguh PKI. Méweh nggih jatma sané sakadi I Kaki Dengkil. Sané émenganga antuk I Kaki Dengkil, tan kirang makéh wargi Tepisiringé sané ngungsi santukan marasa untung polih jatah. Wareg ngraina nénten tuyuh makarya. I Kaki Dengkil kedék ngrékék miragi wargi Tepisiringé sané mamanah asapunika. Sané mangkin sampun sayan ngwengiang I Kaki Dengkil ngamanahang sapunapi tatenger anaké sané mantuk saking pangungsian? Nggih wantah sayuwakti Giri Tohlangkiré nénten mletus. Wantah nadak mletus sapunapi? Minab jagi makéh keni wancana. Sambilanga uyuk-uyuk, I Kaki Dengkil nyiksik pawisik. Kawanten nénten kenianga. Kantos maglebug sirahné ring tikeh klasané cihna Ipun sampun masaré, nénten kenianga tatenger Giri Tohlangkiré jagi mletus. Sapunapi sapangrauh wargi Tepisiringé saking pangungsian marupa tatenger Giri Tohlangkiré jagi mletus? “Nger... nger... tatenger” I Kaki Dengkil ipit maosang tatenger Giri Tohlangkiré jagi mletus. Durung kémanten mletus, kocap wénten tatengernyané! (Jelantik)

Galuh Ratna Agus Sutrarama TUARA sida antuk nandingin kajegégan Gumi Baliné. Mirib tuara konyangan anaké lakar ngraosang jegég, minabang taler bagus, ganteng. Odah-odahé ané kedék pawah, nyolahang lemuh égolané. Sisan-sisan bayunné buka ngentenin generasi mudané jani. Yén ipidan dugasé enu bajang, Ia tuah pragina ané kasub masesolahan. Ané mangkin, jiwané masolah nglintangin wates raganné, lemuh galak. Raré-raréné malaib-laiban di natahé maabu, ngepungin pitiké ané crarat-cririt kiak-kiak kemu lan mai. Masa maganti, raré-raré puniki tuah Baliné riwekasan. Tiang driki nyaksiang sami, jeprat-jeprét antuk

kamera tiangé. Foto niki sané ngrekam galahé riwekasan lakaran dadi sejarah. “Beli Tu, niki téhé alih dumun....” Kénten anak istri punika ngabaang tiang téh anget lan jaja pisang rai saking paon. Ipun tuah Kadék Ratri, adin timpal tiangé, Wayan Nata, sané tumpangin tiang nginep i peteng. “Suksma Dék... Dék tusing magaé jani?” “Tiang magaé jam sia, Beli Tu lakar pesu jani?” “Aa Dek, Beli lakar ka Pura Puseh, lakar ngrereh gambar drika.” Seneng tiang jeprat-jeprét, ngawinang tiang demen kema-mai. Aget masi tiang akéh

madué timpal sané ngadukung demenan tiangé niki. “Dék, Beli Tu lakar ka Pura Puseh jani. Odahé tondén bangun?” Tiang mataken ring Kadék indik odahné. “Déréng Beli Tu, kari sirep. Nah, nyanan Dék ja ngorahang teké Odah.” Odahné Kadék épéh sajaan ring timpal-timpal cucunné, rumasuk déwék tiangé. Wayan Nata taen nyaritayang tekén tiang yén odahné ento tuah pragina dugasé kari bajang. Ipun kasub sareng sekaa arja bon-bonan, dados Galuhnyané. Yén sampun Ipun kauningin masolah, cerik kelih tua bajang rauh mabalih. Sané pinih kaingetang tuah ri kala Ipun naenin kaundang masolah ring Istana Tampak Siring antuk Presiden Sukarno kala ento. Sawai tiang ngenehang kénkén ya Ipun ipidan ri kala masolah, sabilang tiang ningalin panyingakan lan kedékipuné. Tiang sampun neked ring jaban Pura Puseh. Duh... HyangWidhi, asri pakardin Ida antuk para jatma sané anteng ngaturang ayah, setata makenyem manis, makedékan. Andusé ngepul putih di sisi jaba kelod. Sisan-sisan pakaryan sampun katunjel, resik. Cahyan suryané lusuk, ibu-ibu makebaya makta aturan, sépanan tiang ngambil kamera. Ring jeroan, para pamangku nguncarang japa mantra, asep dupané mangepul miik, kidung sembah ngulangunin manah. Ring pawaregan, lanang-lanangé teleb makarya adonan, jukut arés, saté lilit, makilit makedékan nanging sumeken ngayah. Raris irika wénten anak lanang nyapatin tiang, “Tu, nyanan buin ka pura nah, ada arja!” Kénten Bapa Dangin, adin bapanné Wayan Nata ngingetin tiang. “Nggih Pa, tiang pastika teka.” Irika naler tiang kacapatin olih Gedé Raka lan Tut Robin, timpal-timpalné Wayan Nata, saha kakenalang sareng timpaltimpal lianan drika. Tiang polih nyarengin makarya saté ajebos, wus punika sareng-sareng nunas ring pawaregan. Sadéréng mapamit tiang sareng-sareng para wargané ngaturang pangubakti. Gedé Raka lan Tut Robin ngorahang lakaran majalan

makarya tur ngingetin tiang apanga nyanan singgah malali mulihné. Saka besik lanang-lanangé mapamit, tiang kari ring jaba tengah ring genah sesolahan arjané raina nyanan jaga kapéntasang. Sampun kapayasin, langsé pradané sampun kapasang. Keneh tiang ngulayang. Inget tiang ring carita indiké Odah Ratna, Sang Pragina Galuh. Sajan ané jani solah-solahan tradisional Baliné sampun kalah masaing sareng walih-walihan ring TV-né. Sajaan ané jani para praginané tusing mataksu, nanging miribang tiang ané salah, boya ja pragina-pragina iragané tusing mataksu, nanging miribang samian tuah sampun madué masannyané. Ipidan, driki Galuh Ratna ngayah masolah, katonton olih ketog semprong para warga désané, turmaning saking désa lianan ané naler ningeh indiké Ipun sané naenin masolah ring Istana, ané tuara ja liu praginané sida masolah irika. Sané tuara sida nonton riantukan bas kaliuné anaké majeljel, baan ningeh jangih suaranipuné ri kala magending, sampun ngrasayang lega tan kadi-kadi. Bulun kalong tiang majujuk. Peteng Purnama, buin kejep dogén sesolahan arjané jaga kakawitin. Para panabuh sampun sayaga. Irika naler wénten Bapa Dangin, sané ngisiang kendang. Asiki pamangku ngaturang canang ring natah paméntasan, mapinunas ring Ida Bhatara sami dumogi ja walih-walihané mamarga antar. Kamera tiang sampun uli tunian jeprat-jeprét. Dek Ratri sareng timpal-timpalné sané negak irika tan luput antuk jeprétan kamera tiangé. Ri kala tabuhé ngawit, saka besik wargané nekanin, dereng ja akéh pisan. Suara tabuhé ngurub langit saking pangeras suara. Kapertama pesu Desak Rai lan Liku, tingkah lan banyolané ngaé sami anaké briag-briug kedék, alit-alité sané mabalih di malu kakencanin olih Likuné. Kénten naler Jero Mangkuné kacandain olih Desak Rai. Tiang masih tan sida naenang kedék, boya ja sanget ulian daging banyolané sané rasayang tiang biasa-biasa dogén, nanging ulian dueg baan Ipun masemu, pangus. Ningalin muanné dogén kadirasa tan sida baan tiang yén

tan kedék. Irika laut pesu pragina lianan, tiang matakén ring bapak di samping ané ngorahin tiang yéning nika tuah panyeroané Galuh. “Nah, ané jani aturin malu Ratun awaké medal.” “Inggih, ratun titiang Galuh durus medal ratu ….” Kéto abetné I Panyeroan. Nadak sara tabuhé marérén, sami panontoné naler siep, makesieng bayun tiang. Saking tengahing langsé dingeh tiang suara punika, Galuh sané magending. Sakabesik wargané teka malih, ané mangkin lingsirlingsiré ané liunan teka, pekak lan odah-odah, kaicén margi olih para wargané mangda nyidaang manonton saking arep, di jalanné kantun akéh anaké rauh. “Galuh Ratna ... Galuh Ratna buin ngigel ....” Kénten dingeh tiang saking asiki odah-odah. Yakti, ri kala langséné makebat, tabuhé ngebyar. Suara punika tuah gelah Galuh Ratna, tepuk tangan para wargané sami, ngembeng-ngembeng yéh matan tiang tan sida naenang rasa suka cita antuk napi sané aksiang tiang mangkin iriki. Yadiastun tan sakadi duk dumun, nanging seldétipun, kenyungipun, kantun idup, asri maurip. Galuh Ratna tan wénten ané sida ngentosin. Tan ja makelo Odah Ratna masolah, yadiapin tiang sida ningalin yéning di kenehipuné déréng ja makeneh suud masolah, nanging tuah kulit lingsiripuné ngwatesin. Raina mangkin sampun tigang raina saking paméntasan punika. Tiang polih kabar duka saking timpal tiang Wayan Nata indik odah sané i peteng sampun ngalahin. Wayan nyaritayang kénkén kendel odahné ri kala nyingakin fotoné dugasé masolah ring Pura Puseh. Foto punika setata kabakta sirep, tur nimpalin Ipun luas ka tanah wayah. Ring dina pangabenannyané, semangat para wargané ngerauhin sakadi nyihnayang semangat Odah Ratna dumun ngayah ri kala idup, turin asih Ipun ring nyama braya. Iriki wénten Wayan Nata lan Kadék Ratri ring samping tiang pinaka generasi muda ané jaga nglanturang semangatipuné. Odah, lanturang pamargi nuju Swargaloka, Galuh Ratna tuah abadi. ***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Ring Jagat Dwaraka

Jagatnatha Kalima

Olih : I K. Satria, S.Ag IDA Sang Prabhu sané wicaksana punika salantang margi nyaksiang para panjakidané antuk angastungkara saha maswabhawa dahat bungah. Bala tanda mantra saha para ksatriané punika mamargi sakadi griungan I Tambulilingan ring sasih Kapaté, sami bungah saha ngawinang angob sang sané ngantenang. Péédané punika akéh nglintangin danu, tukad, miwah taman-taman utama sané ngawinang pamarginé punika dahat mautama. Yéning akudang raina mamargi, sané mangkin kacaritayang sampun napak ring genah sané pinaka tetujon pamarginé punika. Irika raris Ida Sang Prabhu ngandikayang mangda ngaryanin genah pasayuban sané pacang kawigunayang olih sami panjakidané. Genahé sané kawigunayang makarya genah pasayuban punika dahat asri saha kawéntenannyané ring muncuking bukit sané asri pisan kapikantenannyané. Ida Sang Prabhu Yudhistira sané kapertama ngandikayang mangda genah pasayubané punika kapucukang majeng ring para brahmanané sané mautama sané sampun tatas ring sekancaning yadnya miwah daging wéda utama. Lianan ring punika, kapucukang malih ring para brahmana sané sampun waged ring daging upacara miwah upakara. Sinalih tungil brahmana sané mautama punika mapeséngan Ida Maharsi Agniwesya, utawi kaloktah pinaka Ida Rsi Dhaumriya, inggih punika Pandita Wangsa Kuru sané dahat kaloktah ring jagaté. Ida dahat mautama ring sekancan daging wéda sané mautama, sané prasida raris ngawinang jagaté degdeg antuk sekancaning yadnya. Sesampuné puput ngaryaning genah masayuban, irika raris Ida Sang Prabhu Yudhistira kairing olih para ratuné saking makudang-kudang negari ngawit ngaryanin yadnya sané kapucukin olih para brahmana mautama. Sesampuné puput ngamargiang yadnyané punika, para prajurité raris kapandikayang olih Ida Sang Prabhu nuju genah masayuban sané sampun puput kekaryanin. Para brahmana katunasang mangda ngepah genah masayubané punika dados sia genah. Ida Sang Prabhu miwah tanda mantrin dané sané wénten nglinggihin pasayubané sané pinih madya utawi tengah. Kakaryanin margi sané matemuang genah pasayubané soang-soang. Wénten nem margi miwah sia genah masayuban. Genah para beburon taler sampun kawangun mangda prasida becik kawéntenan buroné. Piranti-piranti sané tiosan taler sampun puput kakaryanin. Indiké punika ngawinang Ida Sang Prabhu Yudhistira nampekin saha mupulang para brahmanané sami saha ngandika; “Titiang nunas majeng ring makasami brahmana sané suciang titiang mangda ngamargiang sekancaning sané patut margiang mangda napi sané kaptiang ring pemarginé puniki prasida kapolihang. Asapunika taler, titiang nunas majeng ring para panditané mangda ngruruh saha nyelehin raina sané becik kanggén ngawitin karyané utawi yadnyané puniki. Dumadak ja nénten lami ngantosang ring genahé puniki. Durusang Ratu para brahmana utama mangda ngamargiang sakadi punika!” Sakadi asapunika pangandikan Ida Sang Prabhu majeng ring brahmanané sami. Para brahmanané punika wénten sané dahat waged ring sekancaning yadnya-yadnya sané mautama saha prasida negdegang jagat, tatkala punika sami brahmanané dahat angayubagia sangkaning sampun kaicénin karya pinaka sinalih tunggil swadharmanidané. Sami para

13

brahmanané punika nyayagayang yadnya antuk pamargi sané dahat utama sakadi pangaptin Ida Sang Prabhu Yudhistira, prabhu wicaksana sané dahat katresnain. Sesampuné puput ngigumin déwasa sané becik saha sampun puput sajeroning pangrencana yadnyané punika, para brahmana mautama punika raris mawali nuju genah Ida Sang Prabhu Yudhistira pacang nyobyahang sami pangrencana yadnyané punika. Wénten sané mucukin saha ngandika ; “Rainané mangkin wantah raina sané dahat becik pinaka pangawit yadnya sané utama, sané mangkin pacang kasayagayang makudang-kudang yadnya sané patut kalaksanayang. Ngawitin rainané mangkin sami para brahmanané pacang ngawit ngamargiang brata, inggih punika upawasa pinaka sarana kanggén nyuciang angga sarira, nénten pacang ngayunin sekancaning bhoga, sakémaon wantah pacang ngayunin toya ening. Dumogi palungguh Sang Prabhu sayaga saha nyarengin pamargin bratané punika!” Sakadi punika pangandikan para brahmana sané dahat kasuciang olih Ida Sang Prabhu. Ngawit rainané punika, Ida Sang Prabhu miwah makasami brahmana miwah tanda mantriné ngamargiang brata mautama inggih punika upawasa mangda prasida ngawinang sauca ring angga sarira. Bénjang semengné kakawitin antuk sunar Ida Sang Hyang Surya sané sunarnyané dahat tinglas saking genahé punika, irika raris sami para brahmanané ngamargiang surya sewana sinarengan. Sesampuné punika, sinalih tunggil brahmana utama nuju genah Ida Sang Prabhu saha ngandika sakadi asapuniki; “Nawegang Sang Prabhu, sané mangkin pacang kamargiang yadnya sané matetujon ngrastiti majeng ring Ida Sang Mahadewa. Nunas pamargi majeng ring Ida Bhatara Mahadewa gumanti nyaratang pamargin yadnyané puniki nglantur becik. Sesampuné punika sami pacang mamargi nuju genah ngambil sarwaning brana pinaka waranugrahanidané.” Sakadi asapunika pangandikan Ida Brahmana utama punika majeng ring Ida Sang Prabhu. Sesampuné ngrenga kawéntenan Ida Brahmana, Ida Sang Prabhu Yudhistira raris nitahang majeng ring makasami pangayahé mangda nyayagayang sekancaning sarana upakara sané kanggén ngamargiang yadnya punika, gumanti sarat bhakti majeng ring Ida Sang Hyang Mahadewa sané malinggih ring sajeroning linggacala utawi wukir mautama. Ida Rsi Dhaumya raris ngaturang minyak mautama ring Sang Hyang Agni, ngwekasang sekancaning caru antuk makudang-kudang mantra sané dahat mautama. Lianan ring punika, katurang taler sekancaning sekar sané miik, sekancaning toya saking sekancaning genah, sekancaning ulam beburon miwah sané tiosan. Ida taler ngaturang sekancaning beras sané kadulurin antuk ngrateng pinaka cihna sarana yadnya sané mautama. Ida Brahmana Dhaumya ngamargiang yadnyané punika antuk mantramantra sané kanggén ngastawa saha ngawinang ledang Ida Sang Hyang Mahadewa mangda ngicén waranugraha. Tios punika taler katurang yadnya caru majeng ring makasami bala ancangan Ida Sang Hyang Mahadewa. Ngraris nglantur yadnyané punika katujuang majeng ring Sang Hyang Kuwera, taler majeng ring para déwatané sané mapaiketan ring sekancaning arta brana. (Masambung)

Rainané puniki Purnama Kalima tui Maka pinget ngaturang puja wali Iriki ring Pura Jagatnatha yukti Catur rebah pinaka sesaji Katur ring Ida Sang Hyang Parama Kawi Maprabhawa Sang Hyang Jagatnatha iki Loka natha loka shanti Sesolahan topéng, tabuh gamelan, lan kidung shanti Sairing dané mangku mangayat bhatara sami Ening saking manah suci Nuntun sembah pangubhakti Para nayaka prajané sinami Masarana canang sekar wangi Saking galang nunas pamargi Mangda Kota Denpasar ajeg sutrepti I Gede Suwartama

Erupsi Giri Sametoné akéh mangungsi Ngrereh genah sané sutrepti Sangkaning Giri Agungé erupsi Ngawi sangsaya tan kadi-kadi Rta bhuwana pastika mamargi Napi malih sampun pituduh Widhi Dados manusa patut lascarya nampi Duaning Ida sané ngardi Elingang setata ngrastiti bakti Sareng palemahan patut tetep urati Dumogi tan wénten bencana ageng mamurti Rahayu jagaté prasida gemah ripah loh jinawi Yéning lahar giriné jagi kayun matangi Durusang, durusang alon-alon mamargi Pinaka rabuk sané nglanduhang pertiwi Pinaka panugrahan majeng iraga sami Made Suar-Timuhun


Jayanti

14

Kadek Intan Dwi Laksmiantari

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Redité Wagé, 5 November 2017

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Pangkur 35.punikptuetÀli\*,

Punika patut élingang, s)b)lÐnÑ)l/,

sebel kandel, cunÓkensk&p\wit/,

cuntakané saking pangawit, hibpmsucidumun/,

I Bapa masuci dumun,

Seneng Magending, Jayanti ring Bali Mandara Nawanatya INTAN, sakadi punika siswa kelas IV SD Saraswati 1 Denpasar puniki ketah kasambat. Mawit ngranjing kelas I SD, dané setata polih juara I ring kelasnyané. Beciknyané, Intan sané madué aran panjang Kadek Intan Dwi Laksmiantari puniki, nénten wantah wikan ring widang akademis kémanten. Pianak I Made Sukalama, S.H.Luh Putu Parmiadi puniki taler waged ring widang tarik suara. Kawagedan olah vokal-nyané sampun ngasilang makudang-kudang piagam penghargaan. Sinalih tunggilnyané, lomba magending Bali tingkat anak-anak sajeroning Bali Mandara Nawanatya II-2017 ring Gedung Ksirarnawa, Ta-

rikln&erorsÑin,

ri kalaning roras dina, m\ÑbÊsi;,

mangda bresih, \2psewonæuniku,

ngalepas awon puniku, \Érisß\iecninÀrn/,

ngraris mangicénin aran, rerenhbinæsihin/. raréné abin pasihin. 36.p)t*dskli;din,

Petang dasa kalih dina, yhiemem, ya i mémé,

tutuguæ)\Ð$zenm\Ðin/,

tutug sengkernyané mangkin, ebbsuæk&tpsau,

bébas saking tapa sadhu, \sÓitê&eboebotn/,

ngastitiang bobotan, kdulurin/, kadulurin,

cunÓkmehokhiku, cuntaka maoka iku, ptutÂtbæÉysÇitÓ, patut natab prayascitta, ebyklmh)n&-h)n&.

béakala mahening-hening.

man Budaya, Denpasar wawu puniki. Kacunduk ring genahnyané meneng ring wewidangan Jalan Tukad Balian, Denpasar, Intan nyatuayang yéning anggané sampun seneng magending saking alit. Sakéwanten, wawu kayun nyarengin lomba mawit kelas II. Wawu kapertama taler dané sampun molihang juara III yadiatsun dané wantah pinaka pendatang baru. “Tiang angayubagia ri kala aran titiang keni bacakan dados juara III. Yukti nénten prasida kalaliang,” baos Intan makenyem. Intan marasa aget madué rerama sané urati ring déwékné. Satios nyokong taler setata ngicén tetimbang sané becik. Minakadi ri kala pacang nyarengin lomba, kekalih reraman dané setata ngicén tetimbang sané anut. Intan taler karanjingang ring Sanggar Cressendo, Sukawati, Gianyar. Satios prasida madué sawitra, Intan taler sayan nelebin kabisannyané ring widang olah vokal. Intan éling yéning magending sané sedeng katelebin wantah sawates kasenengan. Dané setata éling ring pabesen kekalih reraman dané, sané utama sajeroning nelebin widang kasenengan mangda nénten lali ring swadarma pinaka siswa, setata teleb malajah. Sangkaning sokongan reraman dané, Intan setata mautsaha nyinahang sané pinih becik. “Sujatiné, magending punika ngawi bagia. Satios punika, tiang akéh madué kanténan anyar,” baos Intan. Yadiastun seneng magending miwah ketah molihang juara, Intan sané embas ring Denpasar, 19 Februari 2008 puniki meled dados dokter spesialis anak. Pangaptin Intan, ri sampuné dané dados dokter, nénten wénten malih alit-alit sané sedih sangkaning nandang sakit. Santukan, yéning anaké alit sungkan, pastika manying tur ngawi inguh kulawarga. Precaya ring bebaosan ‘sukses miwah keberhasilan pacang kapolihang yéning teleb malajah’, ngawinang Intan sayan teleb malajah. Intan kasarengin sawitrannyané ring Bali Kumara Generasi kaping pat sampun launching album pinih anyar. Intan sajeroning album kompilasi inucap ngendingang tembang antuk murda “Nguni Gelatik”, sané tegesnyané kedis gelatik. Intan rumasa seneng tur bangga pisan santukan prasida ngranjing dapur rekaman miwah syuting video klip. (ast/uma)

Isin Gumi

Ni Ketut Sigek

Teleb Makarya, Setata Angayubagia SIRA sané maosang ajengan tradisional katilarin para yowana? Sujatiné kantun akéh yowana sané seneng ring ajengan tradisional. Kawéntenan dagang suun keliling ketah makta ajengan tradisional inucap, sapangrauhnyané setata kajantosang olih muridmurid SMA. Sinalih tunggil dagang suun keliling sané madué langganan murid-murid SMA maaran Ni Ketut Sigek. Anak istri mimitan Br. Kedampal, Desa Abang, Karangasem puniki, pangrauhnyané setata kajantosang olih murid-murid ring SMAN 3 Denpasar. Ring balé bengong sané wénten ring wewidangan sekolah, Sigek madagang. “Kanggiang mangda wénten anggén ring dapur kémanten,’” baosnyané alus. Sigek sané polih jejuluk Miss Su utawi Mek Suun olih alit-alit puniki leket pisan ring anak alit. Sigek mawit madagang jam roras. Yadiastun sampun siang, dané prasida nelasang dangangan sané kabakta. Manut tuturan Sigek, dané kadadosang madolan ring sekolah antuk makudang-kudang catatan. Minakadi, ajengan sané kaadol patut bresih, sehat, nénten madaging pengawét. Sangkaning dagangan sané kabakta akéhan marupa ajengan tradisional sakadi sela malablab, jagung malablab, kacang taler woh-wohan maiis mabungkus plastik, ngawinang dagangan dané gelis telas. Napimalih argannyané mudah, wantah duang tali rupiah.

Anak istri sané embas daweg 31 Desember 1962 puniki maosang nénten pisan naen ngranjing ring sekolahan utawi ngranjing pendidikan formal. Dané nekat merantau ka Dénpasar antuk pikayunan akéh pakaryan sané prasida kaambil. Sané penting madasar teleb tur kayun makarya. Mawit madolan ring warsa 2000, pangawit dané mungkah warung alit nampek ring genahnyané meneng. Manggihin madagang keliling akéhan polih bati saha dagangan gelis telas, Sigek ngamargiang pakaryan inucap. Wénten sawatara aminggu dané madagang keliling, pamuput dané madagang ring SMAN 3 Denpasar. “Kepala sekolah ngicén tiang madolan iriki, nénten naur napi-napi. Sakéwanten wus madolan, nénten wénten luu sané makacakan taler ajengan sané adol tiang puniki bresih,” tutur Sigek. Sigek sané sampun seneng madolan saking alit setata mautsaha makarya dagangan néwék. Dané nénten kayun yéning kepercayaan sané kapolihang ring sekolah ical sangkaning kaiwangan dané néwék. Nyabran raina, nyayagayang dagangan sané pacang kaadol, Sigek ketah sampun matangi jam 4 semeng. Kabaosang, makarya dagangan néwék wantah sinalih tunggil utsaha mangda dagangang lais. Nénten wantah ajengan tradisional sané lais, soroh woh-wohan maiis taler lais. Katakénin indik bati sané kapolihang, Sigék maosang nénten ja akéh saihang ring katuyuhan sané karasayang. Éling ring nénten madué ijasah ngawinang Sigek teleb ring pakaryané puniki. Dané setata angayubagia antuk pamargin kahuripan sané kasuratang. “Tiang merantau ka Dénpasar mangda prasida nglanturang urip. Ida sampun ngicén pamargi, tiang patut setata angayubagia,” baos Sigek. (ast/uma)

Ni Madé Sumudri

Méweh Molihang Pagawé

KETAH kapiragi utawi kasaksiang ring TV indik gatra para yowana méweh ngamolihang pakaryan. Indiké punika kocap sangkaning kahanan ekonomi sané sedeng nedunang miwah genah pakaryan bandingang ring sané wikan milihin genah invéstasi ngruruh pakaryan kantun doh akéhan sané sané resmi. Selehin dumun ngruruh pakaryan. Tios punika, pendidikan sané kadruénang taler ketah kadadosang sadurung nyarengin. dasar ngruruh pakaryan. Sujatiné, yéning kayun kréatif taler ngicalang géngsi, akéh Gung Surya, genah makarya utawi pakaryan sané prasida Lovina Kahanan mangkin jaman kaambil, sakadi sané kajantenang Ni Madé sayan canggih, duratmaka Sumudri. Pamucuk Kelompok Pemindang Merta antuk kedok invéstasi naler canggih ngajakin nasa- Segara sané magenah ring Br. Pandé, Abibah mangda kayun sareng ansemal, Badung puniki maosang, utsaha magabung. Krama mangda rumah tangga sané sampun kamargiang olih nganggé wiwéka utawi logika krama Br. Pandé saking nguni sujatiné ngicén indik napi sané ketanjaang asil sané becik tur prasida akéhan polih jinah punika. Minakadi kabaosang yéning seleg, sakadi kekalih pagawé sané mayéning magabung pacang po- karya ring genahnyané. Kekalih pagawé sané lih bunga 10 kantos 20 persén kaduénang makarya saking jam pat nyoréabulan. Yéning invéstasi sané ang kantos jam pitu. Araina pagawé punika légal, janten pacang ngun- sampun polih jinah séket tali rupiah. Yéning tungang krama yadiastun ulam sané kapindang akéhan, pagawé sané asilnyané sué wawu prasida kaduénang pacang makarya kantos wengi, upah sané kapolihang taler akéhan. kapolihang. Sumudri maosang, yéning jaga maburuh makarya pindang, patut pisan krama inucap Putu Karsini, prasida nandakin ambu andih taler rasa Banjar Kasus invéstasi bodong sam- kebus sangkaning parikrama mumpunin pun ketah nibénin krama sadu- ulam inucap. “Makarya pindang utamanipun rungnyané. Kémahon kantun tatkala mumpunin miwah nglablab jakti akéh krama sané precaya ring ngaptiang akéh pagawé, sakéwanten mangkin investasi sakadi punika. Iriki kantun méweh pisan ngrereh krama sané krama patut malajah saking kayun ngamargiang pakaryan puniki,” baos kasus-kasus sadurungnyané. Sumudri sané embas ring Abiansemal, 10 Tiosan punika, sampun akéh November 1977 puniki. Katakenin indik leluu sané pacang kamedataler krama sané dados korban, ngemasin jinahnyané ical kan- lang saking pakaryan makarya pindang puniki, anak istri sané ketah kasambat Bu tos ratusan yuta. Diah maosang wénten kalih soroh luiré marupa leluu éncéh miwah leluu padet. Leluu éncéh Gung De, ingih punika toya sisan ngumbah ulam miwah Singaraja Kaptiang majeng pemerin- getih ulam pacang kakutang ring séptic tank tah sareng pihak sané wenang sané sampun kasiagayang tur kadruénang maprakanti nabdabin antuk pinaka genah pangutangan. Sakéwanten yéntegas sira sané dados pamucuk ing leluu padet minakadi tenggek ulam, isin saking invéstasi bodong puniki. basang-basang miwah siosan pacang kakutang Krama taler mangda ngrereh ring telaga sané sampun madaging antuk dumun informasi yéning wént- makudang-kudang lélé tur pacang kateda olih en nawarang invéstasi antuk léléné punika. Dadosné makekalih soroh leluu asil sané tinggi. (ama) inucap nénten ngawinang cemer.

”Invéstasi Ilegal” Ngwetuang Pikobet Anyar K A W É N T E N A N inv éstasi ilegal utawi bodong secara nénten langsung pacang ngwetuang pikobet anyar minakadi mayanin perékonomian krama yéning nerus mamargi. Punika mawinan kawéntenan invéstasi bodong prasida ngawi krama pocol miwah stres. Ngawit warsa 2007 rauh ring warsa 2017, kerugian krama kawilangin sampun 50 entitas invéstasi bodong sané akéhnyané kantos Rp. 105 triliun. Kerugian inucap

metu sangkaning investasi bodong sané pinih ageng. Pemerintah nénten pacang ngentosin kerugian krama sané kawinang invéstasi ilegal puniki, santukan nénten wénten dasar ukumnyané. Parindikan inucap kabaosang olih Ketua Satgas Waspada Invéstasi, Tongam L.Tobing wawu puniki. Parindikan inucap kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Sukra, 3 Novémber 2017 lintang.

Gede Merta, Celuk Buluh Indik invéstasi ilegal utawi bodong sampun ketah pisan kasurat ring makudang-kudang media masa. Santukan sané dados invéstor waged pisan ngerayu calon nasabah ngawinang para krama kadaut. Krama sané kayun sareng ring investasi inucap kajanjiang antuk asilnyané sané ageng saha gelis kapolihang. Napi malih nasabah kabaosang nénten perlu tuyuh makarya. Antuk punika, krama patut

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

puponan

1.

pueponn/,

1. hasil

2.

pupu

2.

pupu,

2. paha

3.

pupul

3.

pupul/,

3. kumpul

4.

puput

4.

puput/,

4. selesai

5.

purak

5.

purk/,

5. bedah

6.

purana

6.

purn,

6. kisah, sejarah

7.

purna

7.

pU(x,

7. lengkap

8.

purug

8.

purug/,

8. melanggar

9.

purwaka

9.

pU(wk,

9. awal

10.

pusæ,

10. bunga

10. puspa

Bahasa Indonésia

Indik kahanan maadolan pindang ring pasar, kurenan I Ketut Sulatra puniki maosang yéning pangaptin krama ring ulam pindang amangkinan ngenduk. Duaning akéh pisan kamargiang upacara yadnya, indiké punika sané pacang ngiusang sapunapi pisarat utawi pangaptin krama ring ulam pindang. Sakéwanten yéning nénten wénten rerainan kadi asapunika, sinah ulam pindang lais pisan kaaptiang tur katumbas olih krama sané ngawinang krama pamindang prasida makarya nyantos 200 kg araina. “Indik bati sané kapolihang nénten ja pateh duaning nganutin akéh sané prasida kakaryanin tur akéh sané prasida kadol. Sakéwanten yéning indik akéh makarya taler kahanan matumbasan ring pasar sedeng-sedeng, sinah araina prasida polih bati Rp 150.000 utawi Rp 4,5 yuta abulan,” asapunika ibu saking Ni Putu Diah Nandasari, Ni Kadék Yunita Indrasari miwah Ni Komang Amanda Aprilia Sari puniki maosang. (wan)


15

Minggu Wage, 5 November 2017

Aku Seorang Sudra: Namaku Sambuka… l Enteng saja Keraguan, Kemurnian dan Kekeliruan….

DI TEPIAN sebuah danau besar, seorang melakukan tapa. Ia bergantung terbalik bagai kelelawar, di antara lebatnya daun nangka. Matanya redup, menampung cahaya yang hidup. Bukan cuma terang matahari, tapi juga angin yang asing dan sendiri. ALKISAH, setelah setengah hari berkereta di luar Kota Ayodya Rama memergoki samana itu. Ia turun dari kudanya. Dan pelan-pelan mendatanginya. Tak ada orang lain yang tampak. Hanya bayangan pohon yang dipeluk air danau, dan dahan digerakkan angin, berderakderak. DEMIKIAN Rama berjalan menuju si pertapa. Ia ingin mendengar ajaran dari mulutnya, dari seorang yang hatinya telah dimurnikan, menghembuskan aroma wangi berkilauan. Ujar Rama ‘’Satu hal, ohg kau pertapa agung, orang suci aku mengagumi tapamu, kau begitu gigih kepada sumpahmu. Kau menyusuri jalan pengingkaran diri. Kau biarkan tubuhmu lapar, haus, letih untuk waktu yang sangat panjang. Katakan, wahai orang yang kuat ibadat. Kesediaanmu, akan menggembirakanku. Aku Rama, anak Dasarata, Raja Ayodya, ingin tahuL: Apakah kastamu?’’ SANG PERTAPA masih membisu. Seolah tak tersentuh. Dan Rama bertanya sekali lagi. Kuulangi: “aku datang dari jauh Untuk mendengar jawabanmu Apakah yang kauinginkan? Apakah yang jadi tujuan Apakah kau memimpikan surga Atau hal lainnya? Berjalan di atas air, misalnya Mengapa ikau bertapa Mengapa kau Melepaskan diri dari rumah Apa yang sesungguhnya Kaukehendaki? Mengkhisi semua penderitaan ini menghapus noda-noda hati Dan tidak dilahirkan kembali? Bicaralah Terus terang saja Apakah kau anak Brahmana? Apakah kau wangsa Ksatria Saiwala? APakah kau dari kasta ketiga, Waisya? APakah kau seorang Sudra? Katakana sebenarnya.’’ DENGAN TENANG PERTAPA ITU mendengar semua ucapan Rama. Pelan, matanya terbuka, ditatapnya tanah dan wajah Rama, begitu jernih. Sekarang ia berkata, dengan suara ramah, ‘’Kuharap yang mulia tidak marah kepadaku. Rama yang mulia, aku terlahir dari kandungan jelata. Budak, Aku bertapa karena ingin jadi seperti dewa. Maaf, kalau bicaraku ini terlalu lancing. Tapi aku tidak berbohong. Rama, kala kukatakan bahwa aku ingin

tinggal enak di kahyangan. Selamanya: Aku seorang Sudra, namaku Sambuka.’’ BEGITU Sambuka selesai berucap seperti itu. Rama langsung mencabut pedang dan menebas batang leher pertapa yang tak banyak diingat orang it, dan kepala itu jatuh. Menggelinding, lepas, dengan darah yang masih menetes. Konon dalam Utttara Kanda disebutkan, kematian Sambuka, pembunuhan Sudra, membuat seisi penghuni langit gembira. Mereka memuja Sri Rama berkali-kali. ‘’Kau, Raja keluarga Ikswaku, telah memastikan seorang Sudra tak akan mencapai derajat surge,’’ kata Agni. SAYA TAK PERNAH bayangkan sebelumnya, kala pertama kali membacanya, dalam Ramayana di sana terselip kisah pembunuhan Sudra. Biadab? Ada apa ini? Apakah ini suatau wahyu, titah Dewa? Apa sebenarnya yang ingin disampaikan Rama dengan memanggal kepala Sambuka? Sungguh, Saya tak tahu menghabisi nyawa orang lain atas tuduhan kasta apakah ini ‘’biadab’’ perbuatan tak terpuji atau mutlak hal yang suci, Saya lebih tak tahu kenapa untuk membunuh Sambuka cara seperti itu yang dipilih Rama? Memang sulit untuk dimengerti. Yang pasti: membenci, merasa benar sendiri, dan mendakwa kemurnian iman siapa saja yang dicurigai, dan membantai mati satu negeri, di zaman ini bukan hal yang sulit, enteng saja. DI SITU JELAS, neraka adalah orang lain. Di seputar itu para penghasut, atau entah apa namanya, mengelilinginya. Dalam kisah ‘’Pembunuhan Sudra’’ ini penghasut itu adlaah brahmana utama yang menjadi penasihat istana, Narada. ‘’DENGARKAN , o, raja. Mengapa anak itu mati sebelum waktunya. Di dalam Krita-yuga, kaum brahmana melakukan tapa. Hanya mereka yang boleh melakukannya. Dalam yuga itu tak ada kematian sebelum waktunya. Di dalam Treta-yuga, kaum ksatria bertapa. Mereka punya tekad keras sehingga tapa mereka senilai tapa brahmana. Di dalam Treta-yuga tercipta empat kasta: brahmana dan ksatria bertapa, waisya berdagang, sudra menghaturkan uja pada ketiganya. Di dalam Dwaparayuga, pelanggaran darma menjadi banyak, waisya ikut bertapa. Tetapi kasta Sudra, dilarang melakukannya Jika bersikeras ini akan jadi kejahatan besar. Itulah yang terjadi di kerajaamu sekarang, seorang sudra bertapa, dan hal-hal buruk terjadi. Jadi carilah, o, Raja agung, humumlah dia, bunuhlah orang kotor itu. Tak ada keragentang ini.’’ ITULAH KATA-KATA yang diucapkan Narada dihadapan Rama. Dan Rama agak gentar, ketakutan. Tapi pembunuhan Sudra itu telah punya alasannya: kemurnian dan kekeliruan. l Agus Roisalam

Sajak-sajak l Muhamad Arifin Percakapan Sederhana di Kening Bulan Oktober 1/ bibir bulan yang hendak belajar merekah menyublim kisah termanis dari kumpulan wajah dan jam-jam yang mengirim bertukar sapa— di kening hari-hari sebelum petang adalah puisi yang berkabar dari setiap jalan—kesunyian memberi petunjuk atas sendu yang membiru perlahan membisik di ubun mencair di matamu 2/ buku bacaan yang berdebu di pojok perpustakaan sempat mengirim percakapan di kepalanya dari guyuran imaji—sampai mengamini ruang sunyi tak ada lantaran yang resah di jendela—memberi asupan cahaya merapalkan doadoa hingga mengajaku bertamasya cermin yang boleh saja kita lihat sebentar dari mimpi terpanjang gerimis kedukaan langkahmu yang datang seperti kisah rembulan disebuah taman langit memberi pertanyaan dari kisah puisi yang dikayuh sebelum ombak berlabuh 3/ ada jemari—pada cermin oktober memberi jalan mimpi sebelum kematian—kesedian sebelum pulang membicarakan ihwal pengguguran jarum jam meraba suguhan gemintang dalam keabadian lanskap cincin rembulan. Sumpah Meditasi Pemuda 1/ tabah laut mengusung ombak ketepi mengibarkan mata air dari celah lazurdi satu dari seribu nyala perbedaan memberi pijar pada taman bangsanya tanah yang senantiasa memberi puisi bahasa yang menjadi lisan tradisi menggenang pada cita tanahnya pada peradaban rimba satu pohonnya 2/ yang dilahirkan pada nafas kesalihan juga orang-orang bermeditasi angin

l Anggur

mengumandangkan bahasa persatuan tentu pada mata air pada bahasa buku kita diajarkan menyalakan bintang-bintang memberi lukisan penuh imaji dalam rahim ibu petiwi 3/ sebelum ajal menyapa pada kedalaman doa—penuh airmata bahwa perjuangan adalah sisi akar menelurkan keringat dingin waktu segala harga diri demi satu waktu Indonesia rumah abadiku.

Puisi-puisi

l Leli Fraftiani Harapan Menatap harap Kampung halaman Seusai sunyi Disetiap nyanyian malam Denting mendengar Radio usai Selamat kenangan Mendengar suaramu Pada sayap kampung halaman Dan memilih sepi Harapan usai mengganti Kepada mendengar lagi Kepada setiap menulis Sebuah cerita indah Bukan Milikku Melihat anak anak Saling berkejaran riang Melewati nafas panjang

Selembar dedaun tumbuh Tangannya mulai dingin Oleh ombak mentari Dokter berkata hendak banyak doa Kasih menjaganya Setelah menuntaskan Bicara bekal dan Kalam Menukar kebahagiaan

disitu Apakah ada usapan cerita disitu Lalu engkau menuntaskan Kembalikan semua alam Pada sastra yang abadi Memuja keindahan Pada setiap kepasrahan Kasih Tuhan

Dalam sebuah indah yang pekat Si ibu dan anak merenggut nyawa di dalam kamar Seusai rindu kepada Tuhan Kebaikan malam malam Doa dituntaskan Selamat tinggal Anakku dipelukan

Menanya Senja

Sebuah Ombak

Pada asa kelabu Rinduku bersamamu

Apakah engkau pernah mendengar ombak Bagaimana suaranya Apakah ada nyanyian disitu Apakah ada dentingan malam

Padang rumput bergoyang Membisiki sepi Adakah aku yang tandus Meresahkan diri Pada sekotak lagu Melukis rasa kita Menumbuhkan satu satu

Tangan Lembut Ibu Senyuman indah Bagai sahdu dalam hening

Menangkap malam senja Dibawah purnama Menatapnya kasih Sutas lalu Aku kepadamu Ibuku Kemarau Panjang Kau telah melihati diri Aku pun bersaksi Pada kemarau nan panjang ini Air air mengalir gersang Dedaun patah ranting menguning Sayap berkejaran Pada dinding sepi Pada selimut menepi Pada ruang paling damai Diantara dinginnya hujan Pada hujan yang deras Bermekaran mawar yang sebentar lagi kemarau kepanjangan

Mayat yang Menceritakan Kematiannya Nama yang terakhir kali ia sematkan pada dirinya adalah Anda Ruapandewi. Sebelum itu, ia memakai nama Ramlah Ampa Besse dan Farida Patitingi yang bertahan dua bulan semasa awal kepenulisannya. Dua nama itu ia ubah, karena merasa tak cukup membuatnya beruntung dikenal banyak orang sebagai penyair. Nama terakhirnya jauh dari kesan lokalitas, tetapi ia bangga, berkat nama itu ia menerima penghargaan bergengsi bertaraf nasional, karena puisi-puisinya dinilai juri cukup menarik. Ketika itu orang-orang di Jakarta terkejut dan bergemuruh melihatnya di panggung, karena nama dan sosoknya tak sesuai perkiraan. Namun, kariernya dalam kepenulisan berlangsung singkat, Anda mati dibunuh. *** “Apa arti puisi bagimu?” pertanyaan yang dianggap Anda sudah klise. Namun, ia mencoba tak bosan menjawabnya. “Kehidupan yang tak mengenal mati.” “Tetapi kau sudah mati. Siapa yang akan membaca tulisan-tulisanmu?” “Orang-orang yang senang membaca puisi di alam ini.” “Tak ada yang suka membaca di sini. Puisi, walau bahasanya sederhana selalu butuh tafsiran. Mengapa kau tak mencoba hal lain?” “Jika aku mencoba hal lain, aku tentu gagal melanjutkan karierku sebagai penyair.” “Oh jadi itu memang sudah menjadi impianmu ya?” “Tak sekadar impian, itu pekerjaanku.” “Pekerjaan resmi menurut KTP atau pekerjaan yang kau klaim sendiri?” “Aku tak peduli dengan hal itu. Yang jelas menulis puisi adalah pekerjaanku selama ini dan aku bergairah melakukannya.” “Apa itu menguntungkanmu?” “Bagiku menguntungkan.” “Berhasil membuatmu kaya?” “Ya. Kaya hati.” “Oh, kupikir kau merasa dengan menulis puisi membuatmu kaya harta.” Anda diam. Ia memang cukup keras kepala. Kendati, ia sudah meninggalkan dunia selama-lamanya, di alam kubur ia tetap menulis. Apakah menjadi penyair memang layak dijadikan sebagai impian? Anda ingin membuktikan kepada orangorang, termasuk Juang yang kadang membuat keningnya berkerut menjawab pertanyaan-pertanyaan. Sudah setahun lebih Anda menjadi mayat yang kerjaannya monoton. Jika tak menulis, ia akan membaca buku, begitu sebaliknya. Juang berharap Anda tak hanya menulis puisi, tetapi juga menjual coto. Orang-orang yang ada di kompleks pekuburan mereka selalu lapar tengah malam. Dan tak ada warung yang buka 24 jam, sehingga biasa orang-orang tersebut ke kompleks pekuburan tetangga untuk menyantap makanan. “Puisi-puisimu kan bercerita tentang coto? Tak kepikiran dengan saranku untuk membangun warung?” “Aku merasa cukup dengan menulis puisi.” “Menurutku, ada baiknya kau membuka warung coto, itu lebih menguntungkan. Aku yakin orang-orang di sini akan lebih senang denganmu jika kau melakukannya. Aku akan membantumu membangun warungnya. Nanti, akan kuajak juga temantemanku untuk bersama-sama membantumu. Kau akan mendapat penghasilan di samping menulis puisi.” “Aku belum kepikiran melakukan itu. Aku ingin fokus menulis puisi saja.” “Kau tak melihat peluang ya? Peluangnya besar di sini ketika kau jualan coto. Bukannya kau sudah meriset dan tahu mengolah daging sapi untuk jadi coto yang bercita rasa nikmat? Kau juga bisa melatih orang-orang di sini untuk bisa mahir membuat coto. Aku yakin, warung cotomu akan laku dan banyak peminat. Aku juga yakin cita rasa coto dari tanganmu akan tersebar ke kompleks pekuburan di daerah lain.” “Tapi aku ingin serius menulis puisi

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

saja.” Juang memang kadang membuat Anda jengkel. Di balik itu, Juang sebenarnya jatuh cinta kepada Anda. Di dunia, Juang juga senang menulis puisi. Namun, itu hanya sekadar senang belaka, yang celakanya ketika ia dipertemukan dengan Anda, ia malah merahasiakan kesenangannya itu. Nyalinya tak cukup kuat melihat Anda yang sudah ia kenal melalui buku berjudul Semangkuk Coto untuk ia ajak diskusi. Ia belum siap memperlihatkan puisi-puisinya yang ia anggap sendiri masih kurang bagus. “Kau yakin tak akan memikirkan saranku?” “Untuk saat ini mungkin tidak Juang.” “Siapa yang akan mengapresiasi puisipuisimu di sini? Tak ada orang yang peduli dengan puisi. Apalagi berharap ada kritikus yang akan menilainya, itu mustahil. Aku tinggal tiga tahun di kompleks pekuburan ini dan tak menemukan ada orang yang menyukai puisi.” dalam hatinya, Juang ingin berkata kecuali dirinya yang senang dengan puisi. “Aku yakin, suatu hari mereka akan percaya, bahwa puisi bisa membuat hidup mereka bergairah dan tak terpaku meratapi dosa-dosanya di dunia.” Juang tak ingin terlalu memaksa kehendak Anda. Ada perasaan segan di hatinya. “Bagaimana perasaanmu saat meraih penghargaan sebagai pemenang menulis puisi di ajang bergengsi?” “Darimana kau tahu kabar itu?” “Siapa yang tak mengenalmu, penyair muda berbakat.” “Kau seperti tahu saja segalanya tentang aku.” “Sewaktu masih di dunia, aku sudah baca buku puisi hasil menang lombamu itu.” “Terima kasih.” “Apa penting puisi-puisi diperlombakan?” “Waktu itu aku butuh uang. Hadiahnya lumayan banyak. Aku coba saja mengikutkan manuskrip puisiku. Tiba pengumuman, aku terkejut namaku ada di urutan ketiga. Padahal aku pesimis, sebab aku sudah memprediksi akan banyak penyair yang sudah terkenal ikut lomba itu. Ternyata, sesuatu berkata lain, manuskrip puisiku keluar sebagai pemenang karena dianggap memiliki keunikan.” “Aku percaya, bahwa puisi-puisimu memang unik. Tetapi, kalau boleh tahu, uang yang lumayan banyak itu kau gunakan untuk beli apa?” “Untuk menebus utang pacarku.” sebenarnya Anda bohong. Uang itu untuk memenuhi kehidupan sehari-hari bersama pacarnya. Anda hanya berusaha menutupnutupi kepribadiannya, agar tak mudah ditebak oleh Juang. Jadi, Anda membuat cerita belaka. “Apa utang pacarmu?” “Tak perlu kau tahu. Sudah jangan bahas itu. Aku ingin melupakannya.” Mendengar itu, Juang meminta maaf. Di lain sisi, hatinya masih bergejolak ingin tahu kematian Anda yang belum terungkap jelas. “Kalau boleh tahu, kau mati karena apa? Maaf kalau aku bertanya hal ini.” tibatiba Juang terkejut dengan pertanyaan Anda. Pertanyaan yang Juang juga ingin tanyakan. Momen ini dimanfaatkan Juang untuk balik bertanya hal yang sama. “Aku mati dibunuh….” “Wah, sama denganku,” Anda menimpali. “Mati karena apa?” “Dibunuh karena puisi.” “Serius?” “Tidaklah,” canda Anda. “Perkataanmu bikin merinding. Kupikir itu betulan.” “Serius, kau dibunuh karena masalah apa?” “Aku membunuh seorang lelaki. Kerabatnya balik membunuhku.” “Mengapa bisa kau membunuhnya?” Juang menghela napas, sengaja mengambil jeda untuk memperlambat waktu. Sesungguhnya ia tak menimbang apapun.

Ia sudah mengambil keputusan. “Aku akan cerita jika kau juga serius cerita tentang kematianmu.” “Aku malu mengatakannya.” “Tak usah malu, kita sama-sama mati dibunuh.” “Ok. Mengapa kau membunuh lelaki itu?” “Aku membunuh lelaki itu, karena ia tak menghargaiku.” “Kenapa tak menghargaimu?” “Selalu kubilang ke lelaki yang sebenarnya pacarku itu, kalau mau bertemu, jangan di rumahku. Aku menghargai istriku yang sudah menerimaku apa adanya. Aku takut istriku curiga, bahwa jiwaku belum sembuh. Sore setelah kedatangannya di rumah, selepas Isya, aku yang balik datang ke rumahnya dengan kepala mendidih, dada bergetar kencang, dan mata seakan menyulutkan api. Waktu itu, pacarku sendiri yang membuka pintu rumah. Tak menunggu lama aku menikamnya dengan badik. Kerabatnya tak terima jika aku tak mati juga, karenanya aku diburu. Pelarianku terhenti, aku dipergoki, lalu ditikam dan ditebas” “Kau pemarah juga ya?” “Bukan pemarah, tetapi aku ingin ia menerima keadaanku yang beristri. Dan aku juga selalu bilang padanya, cerita para tetangga kadang bikin panas telinga.” “Ya… itu sudah keputusanmu yang harus kau tanggung.” “Kau sendiri dibunuh karena apa?” Anda diam sejenak. Keraguannya untuk tidak mengungkap kematiannya sudah lenyap, “Aku dibunuh karena ketahuan mengintip pacarku bersetubuh dengan pacar lelakinya. Keesokan harinya aku dibunuh.” “Sesederhana itu?” Sambil mengangguk, Anda berkata, “Iya.” “Dibunuh oleh pacarmu atau pacar lelakinya?” “Pacar lelakinya. Aku memang mencurigai mereka sebelumnya. Sebab, mereka sering kali kudapati bepergian bersama. Hingga suatu waktu, aku nekat membuktikan hal yang membuat hatiku resah.” “Wah lumayan tragis juga ya kematianmu.” “Iya, tak jauh beda dengan kisahmu.” “Bedanya, kau masih dikenang, karena puisi-puisimu masih bisa dibaca. Kalau aku dikenang dengan desas-desus yang tak mengenakkan.” “Kehidupan di dunia memang kejam. Tapi, ada baiknya jangan larut dengan itu. Kita sudah memiliki penghidupan yang tak kalah menariknya di sini,” Anda mencoba memberi nasihat. “Oh ya, mengapa kau tak menulis puisi tentang cinta, kan pembacanya banyak?” “Puisi-puisiku juga tentang cinta, hanya saja, coto menjadi tema besarnya.” “Kau memang senang makan coto ya?” “Iya. Berangkat dari kesenangan makan coto itu, terbersit di pikiranku untuk menulis puisi. Berkunjung makan coto sambil riset.” “Pantas puisimu dikatakan menarik oleh orang-orang. Tapi sebenarnya siapa nama aslimu?” “Apa itu penting kau ketahui?” “Aku bertanya karena ingin tahu?” “Namu asliku, Rungka.” “Sependek itu?” “Iya, Rungka.” Hanya Anda yang ingin dekat dengan Juang. Beberapa mayat di kompleks pekuburan tahu, bahwa Juang tak begitu tertarik dengan perempuan, begitupun dengan Anda yang membuat orang-orang Jakarta ketika menerima penghargaan mengiranya penyair perempuan. l Alfian Dippahatang

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

October-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

Para Oktober Para : Sitor Situmorang, Sunaryono Basuki KS,Bakdi Soemanto, Suminto A Sayuti, Dorothea Rosa Herliany, Bambang Widiatmoko, Edy Lyriscera, Otto Sukatno CR, Mahwi ATM Waiya, Made Edy Arudi, Heru Antoni, Muhammad Lutfi , Firdaus Akmal, Fitrah Anugerah, Zelfeni Wimra, Gantari Yasa, Mauliediya Yassin, Anisa Isti, Kurnia Effendi, Tengsoe Tjahjono, Leginah, Abdul Wachid BS, Robby Jannatan, Jefri al Malay, , Nyoman Sukaya Sukawati, Dedy Triadi Riyadi, IB Herry Wijaya, Made Adnyana, Sihar Rames Simatupang, Hendra Utay, NMF Aswarini, Ardhani Mudita, Yuanita Ramadhani, Heru Joni Putra, Geg Ary Suharsani, Irmansyah, Obed Wewo, Nana RiskhiSusanti, Adi Chantong Sutrisna, Bolit Antara, Made Wiradana, Geg Nana Krisnaningrat, Atrari Senudinari, Ulfatin CH. SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya masih KELILING Bali, tolong Hadang dikota masing-masing sampai Desember 2017 PARA pencinta APRESIASI (terutama dari luar Bali) yang ingin beraktivitas di-JKP-109, MOHON aktif menghubungi dan mengikuti Agenda JKP-109 via Face-Book Wayan Jengki Sunarta. Salam Puisi Sumpah Pemuda Oktober, Sampai-jumpa di JKP-109


Daerah

16

Minggu Wage, 5 November 2017

Doa, Kekuatan Luar Biasa!

Program BBM Satu Harga

Pertamina Tambah Satu SPBU di Nusa Penida

Denpasar (Bali Post) PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region V menambah satu SPBU kompak 3T (Tertinggal Terdepan dan Terluar) penyalur bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Nusa Penida, Bali. SPBU kompak ini diresmikan sejalan dengan program BBM Satu Harga yang dicanangkan pemerintah untuk mengupayakan pemerataan harga di seluruh Indonesia. SPBU kompak 3T ini tidak hanya menyediakan BBM bersubsidi premium dan solar, namun juga menyediakan bahan bakar khusus seperti pertalite, pertamax dan dexlite. “Selain daerah 3T, Nusa Penida juga merupakan kawasan pariwisata yang membutuhkan sokongan bahan bakar berkualitas untuk mendukung aktivitas pariwisata di daerah tersebut,” kata Gigih Wahyu Hari Irianto, Senior Vice President Fuel Marketing

& Distribution saat meresmikan SPBU kompak 3T di Klungkung Nusa Penida Bali, Sabtu (4/11) lalu. Saat ini, realisasi kebutuhan BBM di Nusa Penida sebesar 400 KL untuk premium dan 64 KL untuk produk solar. Dengan penambahan SPBU kompak 3T ini, maka akan ada penambahan premium sebanyak 100 KL dan solar 50 KL, volume yang disesuaikan dengan kebutuhan dan konsumsi.

Di wilayah MOR V sendiri, kata Gigih Wahyu Program BBM Satu Harga sudah terlaksana di empat wilayah dari enam titik yang dicanangkan yaitu Labuhan Badas, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Sumenep, Jawa Timur dan Klungkung, Nusa Penida Bali. Ke depan akan dilaksanakan di Pulau Sapudi, Jawa Timur dan Belu, Atambua, Nusa Tenggara Timur.

Upaya Pertamina merealisasikan BBM satu harga di beberapa wilayah ini sejalan dengan Permen ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Secara Nasional yang diberlakukan sejak 1 Januari 2017. Gigih Wahyu menambahkan, untuk melaksanakan tugas negara melalui BBM satu harga bukan perkara yang mudah. Sebagai perusahaan milik negara, Pertamina selalu berusaha untuk mengimplementasikan tugas tersebut dengan perjuangan keras dari seluruh insan Pertamina. (kmb42)

Bali Post/rin

KURSUS - Para panitia pelaksana Kursus Brahma Widya-Teologi Hindu di sela-sela upacara pawintenan dan majaya-jaya peserta kursus angkatan pertama.

Peserta Kursus Teologi Hindu ”Mawinten” dan ”Majaya-jaya” Kursus Angkatan Kedua Dibuka Desember 2017

PELAKSANAAN Kursus Brahma Widya-Teologi Hindu Angkatan Pertama telah berakhir. Sebanyak 142 peserta mengikuti prosesi pawintenan dan majaya-jaya di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Sabtu (4/11) kemarin. Kursus yang digelar PHDI Bali bekerja sama dengan Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil Bali ini berlangsung sejak akhir April hingga awal November 2017. “Selama kursus, para peserta mempelajari tiga kerangka dasar agama Hindu, yakni tattwa, susila dan upacara,” ujar Ketua Pelaksana Kursus Teologi Brahma Widya Pinandita Drg. I Made Budiarsana. Menurut Budiarsana, sedikitnya ada 13 mata pela-

jaran yang diberikan kepada peserta. Mulai dari weda, itihasa, yoga, upanisad hingga praktek upacara. Termasuk mengenai parikramaning pemangku, praktik metafisika untuk meningkatkan spiritualitas para peserta, serta teologi dan filosofi semua upacara. Seluruh materi bersumber dari kurikulum IHDN Denpasar, khususnya Jurusan Teologi dan Filsafat di Fakultas Brahma Widya. “Tujuannya ini untuk meningkatkan SDM para pemangku. Harapannya, pemangku bisa memberikan sedikit dharma wacana setelah nganteb atau memimpin upacara. Yakni, menjelaskan makna upacara yang dilaksanakan dan tahu manfaatnya. Di sini kita mulai mengikis istilah mule keto,”

jelasnya. Budiarsana menambahkan, kursus diadakan dua kali seminggu pada hari Sabtu dan Minggu. Satu kali pertemuan berlangsung selama tiga jam. Pascadinyatakan lulus, para peserta mendapatkan sertifikat disertai nomor induk. Sertifikat ini sekaligus bisa menjadi lisensi untuk menjadi seorang pedharma wacana, mengingat visi dan misi dari program PHDI dan PSN ini adalah untuk meningkatkan integritas, profesionalisme, dan spiritualitas pemangku. Sebab, pemangku merupakan ujung tombak dari upacara yadnya sekaligus berperan dalam meningkatkan sradha dan bhakti umat Hindu agar lebih memahami agamanya. “Dari PHDI

Pusat dan Dirjen Bimas Hindu juga merespons bagus sekali untuk menjadi Sekolah Teologi,” imbuhnya. Para peserta dari seluruh Bali, lanjut Budiarsana sangat antusias mengikuti Kursus Teologi Hindu yang baru digelar pertama kali ini. Saat ini bahkan telah dibuka perekrutan peserta kursus untuk angkatan kedua, dengan biaya Rp 900 ribu. Kursus angkatan kedua akan dimulai Desember mendatang. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran peserta kursus angkatan kedua bisa menghubungi Jmk Ayu (08179759555)/ Lia Kartika (08563776309) atau datang langsung ke PHDI Bali Jl. Ratna Nomor 71 Tatasan Kaja, Denpasar (Telp. 0361 224965). (rin)

Buka Musda VII, Gubernur Apresiasi RAPI Bali Hari Ini Rayakan HUT di Buleleng

GUBERNUR Bali diwakili Wakil Gubernur Ketut Sudikerta, membuka Musyawarah Daerah (Musda) VII Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 14 Bali di Ruang Rama Sita, Hotel Bali Beach, Sanur, Sabtu (4/11) kemarin. Pembukaan Musda yang ditandai dengan pemukulan gong tersebut mempunyai tiga agenda, yakni penilaian laporan pertanggung jawaban pengurus periode 2013-2017, menetapkan program kerja dan memilih pengurus periode 2017-2032. Gubernur mengapresiasi keberadaan RAPI, karena telah berbuat nyata dalam membantu masyarakat. Dia mencontohkan terkait status

Gunung Agung, anggota RAPI ikut informasikan yang benar kepada masyarakat. Untuk itu, Gubernur berharap agar anggota RAPI yang mengikuti musda untuk memanfaatkan waktu yang singkat dengan sebaik-baiknya untuk memilih pengurus baru yang mumpuni. Gubernur juga menyarankan agar RAPI merangkul komunitas pengguna radio amatir di pedesaan, seperti pecalang. Terutama dalam hal perangkat dan perizinannya. Pasalnya, kalau para pecalang tidak mempunyai izin menggunakan radio dalam berkomunikasi akan dapat mengganggu frekuensi. Ketua RAPI Daerah Bali

IGN Agung Mastika, S.Sos., M.Si., mengatakan musda merupakan permusyawarahan dan pelaksanaan aturan sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Dia mengajak anggota RAPI seluruh Bali untuk menyatukan pola pikir dan wawasan, sehingga apa yang dihasilkan dalam musda tersebut positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Mastika yang tidak bisa dipilih lagi karena sudah dua kali menjabat sebagai ketua, menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota RAPI di Bali yang mencapai sekitar 6.000 orang atas kepercayaan yang diamanatkan kepada dirinya selaku ketua dua periode. Dengan segala kerendahan hati, dia menyampaikan permohonan maaf karena dalam memimpin organisasi dengan ribuan anggota tentu tidak bisa sempurna. Sementara itu, Ketua Umum RAPI Nasional Agus Sulistyono meminta anggotanya tidak menjadikan RAPI sebagai gagah-gagahan, tetapi menjadi anggota RAPI memang dengan niat yang tulus untuk membantu masyarakat, terutama ketika sedang ada bencana atau keadaan yang menuntut anggota RAPI ada di depan. Dia

menilai keberadaan RAPI sangat bermanfaat, seperti saat ini di mana Gunung Agung sempat berstatus awas. ’’Anggota RAPI harus berada tetap terdepan dalam memberikan pertolongan, terutama dalam memberikan informasi yang benar,’’ katanya seraya mengingatkan, pengurus jangan minta diurus tetapi memberikan pelayanan kepada anggota dan masyarakat. Musda yang berlangsung sehari tersebut sepakat memilih pengurus yang terdiri atas Dewan Pengawas dan Pengurus Daerah Bali. Dewan Pengawas diketuai IGN Agung Mastika dengan anggota I Made Yota, SH., IGP Wisnawa, BPA., I Made Mudra dan I Made Agus Sumertadana. Terpilih sebagai Ketua RAPI Bali Wayan Sila Sayana, Wakil Ketua I IGM Rai Aridana, Wakil Ketua II I Made Wisada Wirya, Sekretaris I Gustu Agung Putu Weda, SH., Wakil Sekretaris I Made Suarjana, Bendahara I Wayan Subagia dengan Wakil Bendahara I Made Adnyana, SE. Mastika menyebutkan, Minggu (5/11) ini jajaran RAPI merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-25 untuk RAPI Bali dan HUT ke-37 RAPI Nasional di Gedung Manik, Singaraja. (k250)

UDAYA Parwata adalah nama yang pernah dilekatkan pada Gunung Agung yang dikaitkan dengan salah satu episode Ramayana. Udaya berarti tinggi, parwata berarti gunung. Kemudian nama tersebut menghilang karena Sang Hyang Tohlangkir sebagai gelar suci gunung tertinggi di Pulau Dewata lebih populer. Namun di lidah orang awam, selain tinggi (3142 M), gunung berapi yang juga besar dan sangat disucikan kini lebih lazim disebut Gunung Agung. Tercatat beberapa kali erupsi terjadi akibat aktivitas gunung berapi itu, yakni tahun 1808, 1821, 1843 dan 1963 yang berlangsung hingga 1964, mengakibatkan 1.549 korban nyawa dan tak terhitung kerugian harta-benda. Letusan hebat itu membuat istilah transmigrasi mulai dikenal di Bali. “Akibat kerusakan lahan pertanian, perkebunan dan hilangnya mata pencaharian masyarakat, terutama penduduk yang berdomisili dekat G. Agung, mereka menerima tawaran pemerintah untuk hijrah ke kawasan lain Indonesia dalam program transmigrasi. Bukan karena serangan musuh, namun akibat bencana alam yang traumatik menyebabkan terjadinya diaspora orang Bali. Beberapa kawasan di Sumatera Selatan, Sulawesi Utara dan Tenggara, Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur menjadi tempat mereka menyambung hidup dan kehidupan. Berkat keuletan, ketrampilan dan semangat hidup yang mereka wariskan dari leluhur, kendati ada sedikit yang gagal, namun banyak yang berhasil menjadi ‘orang’, karena status sosial dan ekonomi melampaui standar layak. Meskipun hidup moncer, tanah kelahiran dan leluhur di Bali tidak mereka lupakan. Sekali waktu pada hari-hari raya tertentu berdasar kalender Bali, termasuk odalan di Pura Kawitan, Dadia, Panti dan Sanggah yakni tempat pemujaan suci para leluhur, mereka sempatkan diri untuk pulang kampung. Walau suasana ke-Bali-an seperti komposisi bangunan, tempat suci, sistem kekerabatan, adat, kesenian dan upacara mereka tetap langgengkan di daerah transmigrasi, namun rasa rindu terhadap tempat kelahiran sulit ditahan. Apalagi biaya pulkam tidak lagi masalah. Penyebabnya, kukira saat lahir ari-ari orang Bali yang beragama Hindu ditanam di halaman rumah dilengkapi sesajen, dengan harapan mereka selalu ingat pada tempat kelahiran dan leluhur,“ tutur Rubag. “Bukan hanya orang Bali, orang Jepang yang cukup modern pun punya kerinduan dan rasa cinta pada kampung kelahiran. Itu malah dicetuskan lewat dua lagu berjudul sama

yakni ‘Furusato‘, satu sering dinyanyikan murid Taman Kanak-kanak dan yang lain dibawakan sebuah boy band. Ya, bencana G. Agung tahun 1963 kalau kita renungkan adalah berkah di balik musibah. Kisah sukses para transmigran yang berawal dari diaspora merupakan motivasi transmigran swakarsa yang meninggalkan kampung halaman bukan karena bencana, tapi karena kemiskinan dan tidak punya lahan pertanian untuk digarap. Seperti penuturanmu, kepiawaian orang Bali dalam bercocok tanam membuat mekanisme pengairan komunal yang unik membuat sistem subak terkenal, sehingga dijadikan warisan budaya dunia. Celakanya, sistem yang merupakan warisan leluhur ini kini nyaris tinggal nama, khususnya di wilayah yang penduduknya padat di Bali, karena lahan pertanian berubah jadi perumahan, perbelanjaan modern serta perkantoran. Pura-pura Subak juga kehilangan pangempon karena banyak yang meninggalkan profesi petani gara-gara terbius dolar pariwisata. Aku khawatir suatu saat nanti orang Bali akan belajar ikhwal subak ke Jepang, Jerman dan tempat lain, seperti orang Yunani belajar demokrasi ke Amerika, sebab pasca-Socrates paham itu dilupakan di tanah kelahirannya,“ komentar Made Surjanegara. “Sinyalemenmu masuk akal dan mungkin terjadi bila semakin banyak dari kita yang memuja modernisme dan meninggalkan tradisi dan adat warisan leluhur. Malah terdengar isu bahwa di suatu kawasan di Bali ada yang melarang ketika masyarakat berencana mendirikan Pura. Baru-baru ini di facebook, konon ada postingan tentang rekrutmen karyawan oleh sebuah rumah makan yang mengutamakan non-Hindu. Entah apa maksudnya, namun isu tersebut menimbulkan gejolak karena viral. Mudah-mudahan semua isu tersebut hoax, sebab orang Bali menyintai kedamaian dan ketenangan karena ujaran ‘Om Shanti, Shanti, Shanti Om‘ menegaskan karakter dan kepribadian itu. Aku juga tidak setuju pendapat bahwa meningkatnya aktivitas G. Agung sejak September lalu, akibat Bali dikotori ulah manusia yang memadati pulau ini, sehingga Hyang Tohlangkir murka. Bukan bermaksud sok ilmiah, namun secara logika kita harus paham, setiap gunung berapi yang masih aktif pasti akan meletus. Justru letusan membuat stabilitas alam terjamin, kendati keselamatan dan kenyamanan manusia terganggu atau terancam. Jangan sok tahu sifat dan emosi sesuatu yang kita tidak pernah kenal secara fisik dan batiniah, apalagi menyatakan Sang Hyang Tohlangkir murka! Tidak ada yang bersifat Illahi kejam terhadap makhluk ciptaan -Nya,“ sahut Wayan Wijaya. “Setuju! Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang! Maha Tahu! Maha Adil! Andai pun dianggap murka, marilah kita berdoa dan memohon pengampunan -Nya. Benar, orang Bali

terkenal tidak mau menyalahkan orang lain, bila terjadi suatu musibah, bencana dan tragedi. Kita berdoa dan memohon agar tercipta kedamaian dan ketenangan, tidak ingin menyelesaikan masalah dengan masalah yang malah berakibat lebih fatal. Seperti bom teroris yang terjadi tahun 2012 dan 2015, kita tidak berang dan mengamuk menyerang orang-orang yang kita curigai, namun berdoa dan membuat upacara Karippu Baya di TKP dan Pakelem di laut. Ternyata bukan hanya komplotan teroris di Bali yang terungkap dan tertangkap, juga jaringan mereka di luar negeri tergulung dan tertumpas. Bukan ingin menepuk dada, namun bila mau jujur, masalah terorisme dunia mulai terkuak dari Bali. Nah, soal G. Agung yang menampakkan ciri-ciri akan meletus sejak pertengahan September lalu, juga disikapi serupa. Para akhli vulkanologi yang cukup berpengalaman memprediksi bahwa gunung tertinggi di Bali itu akan meletus 23 September 2017 jam 16.00 Wita. Untuk itu status ‘siaga‘ ditingkatkan menjadi ‘awas’ pada 22 September dan ribuan pengungsi ditampung di ratusan titik di seluruh kabupaten dan kota di Bali. Ajaib dan mengagumkan, aktivitas yang mencirikan erupsi justru mereda. Malah pada 29 Oktober status diturunkan dari ‘awas‘ ke ‘siaga‘ dan kawasan rawan bencana diciutkan jaraknya dari lava. Pengungsi bersuka-cita karena dapat merayakan Galungan dan Kuningan di tempat kelahiran,“ tambah Nyoman Muka. “ Ya, ketulusan doa merupakan kekuatan niskala yang luar biasa! Agama Hindu mengajarkan kompromi dan damai pada setiap makhluk ciptaan Tuhan. Karenanya, jangan heran kalau di Bali tidak ada ritual memburu dan menangkap setan! Kita justru menghaturkan segehan dan blabaran buat makhluk yang disebut buta khala, agar mereka tidak mengganggu, karena antara manusia dan mereka hidup di alam berbeda sehingga tidak perlu saling ganggu. Itulah alasan aku kurang sepaham bila Hari Raya Galungan dikatakan perayaan buat kemenangan dharma melawan adharma, yang dikaitkan dengan mitologi Mayadenawa. Bila dharma versus adharma dikaji dari sudut filosofi, kita sudah cukup banyak punya perayaan ikhwal menaklukkan Sad ripu dan Sapta Timira, seperti Pagerwesi, Siwa Ratri dan Nyepi. Tidak elok bila perayaan agama dikaitkan dengan perang ditambah istilah menang dan kalah! Galungan bagiku adalah perayaan buat menghormati para leluhur, sehingga lokasi ritual ada di Sanggah, Pamerajan, Pura Dadia dan Kawitan. Bila masih ada anggota keluarga yang belum diaben, setelah upacara di rumah kita pergi ke kuburan. Pertama meng haturkan sesajen ke Pura Kahyangan dan Prajapati, lalu ke gegumuk atau nisa, menghaturkan punjung. Maknanya, kita berterima kasih berkat leluhur kita ada dan mohon tuntunannya dari alam niskala,“ ujar Wayan Sadar. (Aridus)

Dua Bulan Diburu, Perampok Diringkus

Denpasar (Bali Post)Setelah hampir dua bulan menyelidiki kasus perampokan di Toko Rare Genius Jalan Ahmad Yani Utara, Denpasar, Polsek Denpasar Barat (Denbar) akhirnya berhasil meringkus pelakunya, Sabtu (4/11). Pelakunya Beni Novanto alias Beni (25) asal Lumajang, Jawa Timur. Saat beraksi, pelaku mengancam korbannya, Putu Rusmini (26) dengan parang. “Pelaku merupakan TO (target operasi-red) kami dan berhasil ditangkap bertepatan dengan Operasi Sikat 2017,” tegas Kanit Reskrim Polsek Denbar Iptu Aan Saputra, seizin Kapolsek Kompol Gede Sumena. Ada pun kejadianya, lanjut Iptu Aan pada Rabu (6/9) pukul 16.45 Wita korban yang beralamat di Jalan Merak, Denpasar ini sedang menjaga toko HP dan situasi saat itu tidak ada pengunjung. Tiba-tiga datang pelaku menodongkan parang dan meminta uang. Karena takut, korban tidak berani melawan. Selanjutnya pelaku mengambil uang tunai Rp 1.488.000, HP dan

Bali Post/ist

DIPERIKSA - Tersangka Beni Novanto saat diperiksa di Polsek Denbar. satu set pakaian serta celana anak. Pelaku langsung kabur dan korban melapor ke Polsek Denbar. Polisi langsung melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. Hampir dua bulan menyelidiki kasus itu, tim yang dipimpin Iptu Aan didampingi Kanit Buser Ipda Nengah Seven Sampeyana mendapat informasi HP milik korban dijual di toko HP di Jalan Kedaton. Selanjutnya, petugas ke toko tersebut. “Kami cek ke Toko Bintang Cell

dan ternyata benar menerima gadai HP korban. Di sana juga ada KTP pelaku,” ujarnya. Selanjutnya petugas menelusuri alamat pelaku sesuai KTP-nya dengan alamat di wilayah Desa Rejasa, Penebel, Tabanan. Setelah dicek ke sana, ternyata benar dan pelaku berhasil ditangkap Sabtu pukul 11.00 Wita. “Pelaku kami tangkap di rumahnya,” ujar mantan Kanit Reskrim Polsek Mengwi, Badung ini. (kmb36)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Wage, 5 November 2017

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Privat Villa Looking for Female HouseKeeping age Max 30,Must Speak English Call:085237256305/ 081246378545 No SMS

B.BP.141.11.17.0000085

Dicr Kryawan/ti MiniMarket “Krisna Mart” Jl.Gn Catur 100X Dps Hub Hp.082145521880

B.BP.001.11.17.0000131

Dcr Asst.Garment&Handicraf Bisa Bhs Inggris Sedikit Internet Pria/Wanita u/2Bl 087857872475

Urgently req. Accounting,Adm IT Staff,Customer Serv.& Driver SIM B1.Pls sen CV to PT Nusa Trans Cargo Jl.By Pass Ngr Rai No.66 Kesiman Email: info@nusatrans.com Ph.462484

B.BP.001.11.17.0000082

Cr Pembantu Gj 1,5Jt yg Anter 500 T.085222555444 Lgs Kerja

B.BP.001.11.17.0000145

!!Dcari PRT Single tdr dlm Max 30TH gaji 1,8Jt H.081339374017 B.BP.001.11.17.0000033

Akan dibk PTS di Bali Dibthkan Dosen Prodi:TI,SI,Statistik, B.BP.001.11.17.0000005 T.Industri,T.Lingkungan,Desain SMK di Dps Bth WK.Kurikulum Produck Industri,Pariwisata, Syrat:Sarjana Pendidikan, Syarat:FC.Ijazah+TranskripS2, Memahami K-13,mampu Berbhs Ing KTP,CV,Srt bersedia mjd dosen (Fasilitas Keluar Negeri Free) ttp.Krm ke.ISTNUBA Po Box 3341 Honor & Insentif Mnrik.Hub: Dps 80000/istnuba@gmail.com tugasbali@yahoo.com B.BP.001.11.17.0000132

SERVICE

Dcr Staff Admin Wnt Max.SMA Lam Jl.Badak Agung II No.1 Dps

Dcr HouseKeeping/HK,FO,Puri Asih Htl.Jl.Pantai Kuta40 Kuta

Dicari Peg.Laundry Wil.Renon Hub.081337287307 -085857318696

Coco Group Bali looking for: 1. Asst.Accounting Manager 2. Accounting Supervisor 3. Buyer import product 4. Corporate Secretary 5. HR Staff All position must have experiences min 1 years send CV at hrm@cocogroupbali.com

Dcr Segera TK Jahit Pengalaman u/ Garmen,Hub:081999941227

Dicari Pembantu Rumah Tangga Hub.087860713727

Dcr Sopir Pengalaman Mobil Mewah Gj2,3Jt+Lembur,081237576680

Dicari Pembantu Rumah Tangga, Pintar Masak,Tidur Dalam,Gaji Rp 2.500.000/Bulan Hubungi Telp:081 237 777 772

B.BP.001.11.17.0000129

B.BP.803.11.17.0000080

Cr Tk.Jahit & Tk.Potong Garmen Hub:08123675330 / 081999312347

B.BP.001.11.17.0000074

Dcr Asisten Rumah tangga diutamakan bs masak H:081374220873

B.BP.001.11.17.0000135

Dcr Bag Kirim,Single,Rajin,SMU 28TH,Lgs Bw Lam ke Gn Andakasa Tegal Dukuh I/17,087862998181

B.BP.001.11.17.0000002

SERVICE

B.BP.001.10.17.0001683

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.11.17.0000001

B.BP.001.11.17.0000107

B.BP.101.11.17.0000152

Dcr:Pembantu Masak.Waiter/ss Lancar Inggris,ada Gaji + Tip Hub:081236109808,0818553392 B.BP.001.11.17.0000146

Dibutuhkan :#1 Production Manager (Pengalaman di bidang Garmen dan mengerti dunia Fashion).#2 Driver (Pengalaman Supir Truck). #3 Sales & Customer Services (Booking/ Reservasi).Kirim lamaran dan gaji yang diharapkan ke: secretary@thegreenroombali.com

B.BP.001.11.17.0000119

B.BP.154.11.17.0000156

B.BP.001.11.17.0000035

Dicari Pria/Wanita u/Jualan Nasi(Lalapan)Hub.085936122591

B.BP.001.11.17.0000137

Dicari Satpam Utk Villa Punya Sertifikat/KTA,bs nyetir,pglmn 1th ke info@villadianabali.com

B.BP.004.11.17.0000053

Kerja PartTime Online 1-5Jt/Bulan Hub.Angga 087861576072 WA

B.BP.001.11.17.0000130

Krywti u/ Brsih2 di Penginapan Tdr dlm umur35-40,085100402075

B.BP.001.11.17.0000105

B.BP.004.11.17.0000054

SPA

BIRO JASA

WC

LIM BA H

KU

RA

S

BALI WANGI MENGATASI MAMPET BERGARANSI:

KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, SALURAN DAPUR

0877 6129 5235 081 238 450 210 C.0000522-BRJ

SERVICE

SERVICE

PELUANG BISNIS

TUNGGAL JAYA K U L K A S GA M . C U C I RA CHEELER N S W.HEATER I Kerja Ditempat

AC

081999111542 082144420026 C.0001532-SRV

SERVICE

SERVICE

SALON

Dcr SPG Min.SMU Max 27Th,Jujur Penampilan Menarik,Rajin, Penempatan Kuta&Nusa Dua Gj1,8Jt Hub Lusi 082144355655

B.BP.001.10.17.0001449

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Fortuner TRD’2012 Bensin Putih H.290Jt H.085100871119 Pribadi

B.BP.141.11.17.0000140

DAIHATSU

GrandMax PU AC Pwr Stering Mei ’17 as.DK KM6Rb Htm 0816577397

Villa Canggu Need Ass Mgr/Head B.BP.001.11.17.0000149 Butler,Good English,Comptr & Internet Skills,Guest Relation&Ha MAZDA ndling Staff,CV to:bali_villa8 Mazda CX7 Putih’10+XOver’10 MT @yahoo.com/SMSonly081237871977 Bs Kredit Dp35Jt,085100856999 B.BP.166.11.17.0000155

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Avanza G Th’2012 A/T (Matik) Silver Hub.081237870367

B.BP.001.11.17.0000142

Avanza G’05Champain Samsat baru H.85Jt Jl.Soka T.0817555449

B.BP.001.11.17.0000157

Avanza G’09 Silver,Ayla X’14 Pth AsBali 085101978746 B.Krd

B.BP.001.11.17.0000123

B.BP.141.11.17.0000141

SUZUKI

Mega Carry APV PU 2013 Hitam as.DK terawat 081353220100

B.BP.001.11.17.0000150

Spash’11 silver Asli DK mulus trwt,Low Km 085100584428 B.Krd

B.BP.001.11.17.0000122

DIJUAL RUMAH Dijl Rmh Lt 2,5Are,5kt,5km,Grs Lt II,Lok Renon 085101783994

B.BP.001.11.17.0000124

DISEWAKAN RUMAH Oper Kontrak Rumah Jl.Saridana Cargo Dps. Hub:085100535516

B.BP.001.11.17.0000037

DISEWAKAN TOKO Dikont Toko uk.5x5 mtr,parkiran Lok.Renon Hub.085100584428 B.BP.001.11.17.0000125

For Rent,2 Unit Kios,Good For DIJUAL TANAH BUC Tnh+Rmh 221m2 Rp.890jt Jln Salon & SPA Or Sembako Jl.Raya Keboiwa Utara H.081999528628 Darmasaba No.88 H.087861366610 B.BP.001.11.17.0000067

Dijl tnh 45A lokasi Ds.Buangge Getasan Petang Hb.085100854499

B.BP.001.10.17.0001214

Djl scpt TNH 5,8a Dewi MadriI Renon,Dps,Nego,H:081239964448

B.BP.001.11.17.0000046

Jl Tnh Tukad Balian Utama 31a Hrg 600JT/a,HB:082146577807 TP B.BP.001.11.17.0000113

Rp.165Jt/Are LT1Are Ld10mtr Li ng.Pndatang@Ketewel.0817340222 B.BP.001.11.17.0000139

Tnh 3,26A Lok.Subak Sari,Sayan Ubud 250Jt/A nego,082247035009

B.BP.001.11.17.0000095

B.BP.001.11.17.0000040

RUPA-RUPA Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Talang,Dll(Daris)085102796346 B.BP.001.11.17.0000138

KEHILANGAN Hilang BPKB No A9329190-O DK 1952 DI a.n Erdiani Agustina B.BP.001.11.17.0000032

Hlg Buku KIR & STNK,DK 9538 AJ a/n PT.Coca Cola,Denpasar B.BP.001.11.17.0000052


18

Asah

Minggu Wage, 5 November 2017

Pertanyaan TTS No. 320

Mendatar: 1. Nama sejenis sapi unggul keturunan Sapi Zebu 5. Nama Wuku kedua (Bali) 8. Nama kota di Kalimantan Barat 11. Nyala api untuk isyarat 12. Undang-undang sistem pendidikan nasional 13. Arteri besar di leher penyalur darah ke kepala 16. Kertas pelapis dinding (Inggris) 19. Nilai ebtanas murni 20. Kabut (Inggris) 21. Perondaan 22. Nada kelima dari satu tangga nada 23. Sejenis senyawa yang sering dipakai bom 24. Pemberi dana 26. Garam/ester/asam yang mengandung gugusan (COO)2 29. Tabungan asuransi berjangka 31. Unsur kimia terkecil yang dapat berdiri sendiri 32. Sel kelamin jantan pada ganggang, pakis, dll 34. Bagaikan 35. Setelah meninggal Menurun: 2. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk 3. Gerakan pengacau keamanan 4. Nama penemu pulpen dari Amerika 5. Nyanyian 6. Bagian dari tumbuhan 7. Kelompok anggota AL yang berpangkat diatas Bintara 9. General post office 10. Senyawa pembentuk virus yang tersusun dari asam nukleat dan protein 11. Sekolah pertanian menengah atas 13. Gabungan beberapa negara 14. Tidak berat 15. Penuh padat karena terjejal 17. Bersifat puisi 18. Kapur berwarna untuk menggambar 25. Laki-laki pertama di dunia 27. ABRI masuk desa 28. Dewasa (Inggris) 29. Nama danau besar di Indonesia 30. Gaet 33. Ilmu kesehatan masyarakat

Arifin Putra Ingin Masyarakat Peduli Duyung Jakarta (Bali Post) Aktor Indonesia, Arifin Putra, menginginkan masyarakat peduli dengan dugong dan lamun atau rumput yang tumbuh di laut yang menjadi makanan bagi dugong alias duyung (dugong dugon). Saat ini duyung masih diburu hidup-hidup dan dagingnya dikonsumsi, padahal hewan mamalia laut ini telah dilindungi pemerintah lewat Peraturan Pemerintah Nomor 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. “Kalau kita datang ke tempat wisata jangan banyak-banyak membawa plastik, beli makanan di tempat yang kita kunjungi. Kalau kita tidak membawa banyak plastik maka kita tidak menghasilkan banyak sampah plastik,” kata Arifin saat ikut menanam lamun di Pulau Pari, Jakarta, belum lama ini. Pria yang baru dinobatkan sebagai Duta Dugong untuk Kampanye Konservasi Dugong dan Lamun Indonesia itu juga meminta masyarakat tidak mengambil air mata dugong dan tidak membeli bahan-bahan dari dugong. Dia pun meminta masyarakat untuk tidak menghancurkan lamun yang menjadi makanan dan tempat hidup beberapa jenis ikan di laut. “Lamun adalah rumah untuk para ikan dan makanan bagi dugong, kita tidak boleh menghancurkan rumah keluarga kita sendiri, kita harus menjaga itu,” kata Arifin yang lahir 1 Mei 1987. Semua makhluk di dunia adalah keluarga. Sebagai anggota keluarga yang sedang khawat-

TTS Bali Post

BPM/ant

BANGKAI - Sejumlah anak berdiri di sekitar bangkai duyung (Dugong dugon) yang terdampar di pesisir pantai, kemudian ditarik ke atas dermaga Pelabuhan Rakyat Mamokeng, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Senin (10/7) lalu. ir dengan keadaan bumi, dia harus melakukan intervensi. “Kita semua punya satu ibu, yaitu bumi. Saat ini bumi kita sedang kelelahan, sedang memiliki masalah, salah satu masalahnya adalah dugong dan lamun. Maka, aku di sini untuk menggaungkan usaha konvservasi dugong dan lamun,” kata aktor yang pernah bermain di film The Raid 2. Menurut data dari sebanyak 1.507 km2 luas padang lamun di Indonesia, hanya lima persen tergolong sehat, 80 persen kurang sehat dan 15 persen tidak sehat. (ant)

Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 320 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 11 November 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 19 November 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 318 Mendatar: 1. Nautilus 5. Harpun 8. Mistar 10. Atraktif 11. Bima 13. Omong 14. Sultan 16. Ter 18. NGO 19. Tipikor 22. Imitasi 25. Nye (NyeNye) 26. ATK

28. Apatis 29. Batik 30. Bolu 32. Antasari 33. Anasir 34. Agunan 35. Nasional Menurun: 1. NusaPenida (Nusa Penida) 2. Ultrasonik 3. Inokulasi 4. Simfoni 5. Histori

6. Peri 7. NASA 9. ABG 12. MEE 15. Atma 16. Transparan 17. Reversibel 20. PDIP 21. Kontraksi 23. Titisan 24. Sakarin 27. TKO 29. Bun 30. Boga 31. Laju

Pemenang TTS No. 318 Ni Komang Aprianti KSU. Dana Asih, Singapadu, Sukawati, Gianyar 80582 (HP: 085 935 115929) I Kadek Darmadi Jl. Stroberi No.9, Br. Geria (SDN 9 Subagan), Kel. Subagan, Karangasem 80813 Anthony Joan Artha Br. Petang Tengah, Desa Petang, Kec. Petang, Kab. Badung (HP: 085 697 854594) Suciani Sedayu Selatan, Ds. Kediri Selatan, Kec. Kediri, Lobar, NTB (HP: 087 861 778309) I Made Putra Darma Br. Kawan, Kel. Kawan. Kec. Bangli, Kab. Bangli 80613 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Eni Mahayani Alamat : RS Dharma Kerti – Tabanan, Jl. Teratai, Tabanan

Vandalisme Ancam Kelestarian Rafflesia Arnoldii Bengkulu (Bali Post) Koordinator Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu, Sofian Ramadhan mengatakan sikap vandalisme atau perusakan dan penghancuran secara kasar terhadap tumbuhan liana, mengancam kelestarian bunga langka Rafflesia arnoldii. “Vandalisme masih terjadi di wilayah Bengkulu Tengah. Orang tidak bertanggungjawab mencincang tumbuhan inang rafflesia,” kata Sofian di Bengkulu, Kamis. Ia mengatakan beberapa hari terakhir, dua habitat bunga Rafflesia arnoldii dirusak oleh orang tak bertanggungjawab dengan cara memotong tumbuhan liana yang merupakan inang atau tempat tumbuh Rafflesia arnoldii.

BPM/ant

MEKAR - Bunga Rafflesia Arnoldii yang sedang mekar di Kawasan Hutan Lindung Bukit daun Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

Tindakan ini kata dia bukan yang pertama dan dikhawatirkan masih berpotensi terjadi sehingga mengancam keberlanjutan bunga dilindungi yang menjadi ikon Provinsi Bengkulu itu. “Kami menilai ada yang harus dibereskan di tingkat masyarakat sekitar habitat bunga langka itu bahwa tindakan mereka berbahaya untuk masa depan bunga rafflesia,” ucapnya. Anggota komunitas lanjut dia berinisiatif mempertemukan para pihak yang berkepentingan atas kawasan hutan lindung Bukit Daun dan Cagar Alam Taba Penanjung di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah. Menurut Sofian tindakan perusakan secara kasar terhadap inang bunga rafflesia, bisa saja dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang ekosistem hutan dan kelestarian Rafflesia arnoldii. “Kami juga melihat ada potensi konflik sosial dalam penanganan habitat bunga yang selama ini dijadikan oleh sekelompok orang untuk mengumpulkan sumbangan, ini perlu dibahas secara terbuka,” ucapnya. Bila pengetahuan masyarakat sudah cukup dan perusakan masih saja terjadi, menurut Sofian perlu tindakan tegas dari penegak hukum. Sebab, perusakan bunga langka dilindungi itu dapat dikenakan hukuman penjara sesuai Undang-Undang tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. (ant)


19

Minggu Wage, 5 November 2017

Pendidikan Formal Harus Dituntaskan

Sekolah Terbuka Bisa Jadi Solusi Denpasar (Bali Post) Penantian berakhirnya bencana Gunung Agung tak ada yang tahu. Hal ini diprediksi akan terjadi lama. Namun, pendidikan anak-anak pengungsi Gunung Agung tak boleh terbengkalai. Diperkirakan, 25.000 anak berada dalam usia sekolah yang membutuhkan tempat pendidikan dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK di sana. Persoalan pendidikan pun telah mendapatkan solusi yaitu menampung anak-pengungsi di sekolahsekolah yang jauh dari lokasi rawan bencana. Sekolah yang setara dengan sekolah mereka sebelumnya. Demikian disampaikan Pengamat Pendidikan, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si., Selasa (24/10). “Tapi kita belum ketahui, 25.000 anak ini apakah sudah mendapatkan sekolah atau tidak. Jika tidak, memang harus ada teman-teman relawan yang dikoordinasikan dengan dinas pendidikan untuk mengadakan

tatap muka pada anak-anak di tempat pengungsian,” ujarnya. Meski solusi pendidikan telah diberikan pemerintah, Rumawan memikirkan konsep belajar model UT (universitas terbuka). Jika daya tampung di masing-masing sekolah ini menyulitkan, bisa dengan model UT (universitas terbuka). “Kenapa kita enggak coba paket model UT, coba diadopsi,” ungkapnya. Sementara di Denpasar sudah ada Damamaya sebagai sebuah komponen yang mendukung smart city. Sehingga bisa dikerjasamakan dengan dama maya untuk bisa mencerdaskan anak pengungsi itu melalui dunia maya. Namun harus dipersiapkan tutor atau gurunya.

Meskipun dalam kondisi sulit seperti ini, para pengungsi harus mampu survive untuk bertahan hidup. “Kasus Gunung Agung baru satu tantangan, akan masih ada tantangan-tantangan lainnya di kemudian hari,” kata Prof. Nyoman Supartha, Ketua Dewan Pakar Forum Semeton Karangasem (Sekar), Sabtu (4/11) kemarin. Menurutnya, pemahaman itu yang harus dikuatkan, seperti warga Karangasem yang survive pasca-Gunung Agung meletus tahun 1963. “Pengungsi kita dari Karangasem yang namanya pengungsi pasti tidak menyenangkan. Tetapi sangat bersyukur saat ini perhatian semeton Bali luar biasa terhadap pengungsi,” ungkapnya. Semula ia khawatir tentang pendidikan anak-anak pengungsi, namun kemudian ternyata bisa ditampung pada sekolah negeri atau swasta di wilayah pengungsiannya. Jadi, menurutnya di bidang pendidikan masih

aman. Bahkan justru anak mendapat pengayaan, pengalaman, teman dari sekolah lain. Anak-anak itu perlu motivasi untuk mampu survive menghadapi tantangan hidup. Pendidikan formal mereka harus selesai sampai tuntas, apa pun kondisi dan hambatannya. Mereka harus tahu sudah banyak pihak yang baik hati kepada mereka dan keluarganya. Sementara para orang tua atau SDM di usia kerja tidak dapat bekerja di tempat asalnya, tersiksa di pengungsian, kemungkinan terjadi tekanan psikologis. Sehingga tidak bisa memanfaatkan potensinya dan kapasitasnya 100 persen. Hal ini perlu waktu untuk memulihkan kondisi seperti semula. Secara psikologis dan secara ekonomi, SDM pengungsi pasti akan tertekan. “Restart ini membutuhlan uluran tangan dan program pemerintah yang nyata,” tandasnya. (kmb42)

Kembali Pindah Dari Hal. 3

Bali Post/ant

JATUH - Petugas mengevakuasi pagar pembatas beton (parapet) yang jatuh ketika dilakukan pemasangan di atas deck girder proyek Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Panglima Polim, Jakarta, Jumat (3/11). Penyebab jatuhnya parapet tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Masih Fluktuatif

Dari Hal. 3

Tentu dalam situasi yang waswas, karena Gunung Agung masih fluktuatif. Lagi pula kalau nanti tiba-tiba naik lagi menjadi Awas, maka mereka diharuskan lagi mengungsi. Ini yang membuat warga masih ragu-ragu kembali pulang. “Rata-rata warga yang saya temui di lokasi pengungsian, warga ingin memastikan bahwa Gunung Agung benar-benar sudah normal, baru aman untuk pulang,” katanya. Sebagai kepala daerah, dia ingin tetap memberikan pendidikan yang layak. Oleh karena

itu, setelah penurunan status menjadi Siaga ini, dia ingin kondisi sekolah di luar zona siaga sudah bisa kembali pulih, dengan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Saat masih status Awas, jumlah siswa pengungsi mencapai 20.881 orang. Setelah turun menjadi Siaga, belum diketahui, berapa siswa yang sudah kembali dari pengungsian. Bupati mengakui, kendala yang dialami saat ini adalah bagaimana meyakinkan agar masyarakat di KRB I dan II mau segera pulang. Sedangkan, KRB III tetap bertahan di pengungsian. Sebab, selain

situasi warga di KRB II dan I yang enggan pulang, situasi terbalik juga ditemui di lokasi pengungsian warga di KRB III. “Ada yang menangis sambil mengatakan kepada saya, lebih baik saya mati di rumah, daripada hidup tak jelas di pengungsian. Sikap seperti ini banyak diungkapkan lansia di KRB III. Sehingga, setelah dipaksa turun, khususnya yang lansia ini mereka akhirnya tidak mau makan di lokasi pengungsian, menderita sakit, akhirnya meninggal. Ini yang saya dengar langsung sewaktu saya turun,” jelasnya. (gik)

Dalam konteks ini seharusnya ada kontribusi dari hasil pariwisata untuk membangun sumber daya budaya dan sumber daya manusia (SDM) Bali. ‘’Musibah ini adalah musibah Bali, bukan hanya Karangasem. Semua pihak harus tergerak untuk membantu pendidikan muda Bali. Sektor pariwisata hendaknya berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia Bali dan sumber daya budaya Bali,’’ ujar mantan Rektor IHDN ini. Hal yang sama disampaikan Asdir I Program Pascasarjana Unhi Dr. Wayan Budi Utama bahwa pengertian yadnya itu tidak hanya vertikal tetapi juga horizontal. Membantu sesama dalam bidang pendidikan adalah yadnya horizontal yang sama mulianya dengan yadnya vertikal. Terlebih membantu pendidikan warga kita yang

mengalami kesusahan. Dalam kaitan ini, konsep filantropi harus terus digemakan dan diejawantahkan dalam membangun sumber daya manusia Bali. Menurut Budi Utama, selama ini partisipasi masyarakat Bali untuk membantu saudaranya yang tertimpa masalah memang sangat bagus. Masyarakat segera tergerak membantu sesamanya yang mengungsi. Hal ini kiranya perlu dikelola dengan lebih baik sehingga terkontrol dan lebih profesional. Karena itu, Budi Utama menyarankan mestinya lembaga yang kredibel dalam menampung dan mengelola dana bantuan masyarakat terutama dalam kaitan untuk membantu pendidikan anak –anak pengungsi. Dengan demikian, dana yang terkumpul bisa lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan siswa. (lun)

Pendidikan Warga

Dari Hal. 3

Menurutnya, yadnya tidak sebatas bhakti kepada Sang Pencipta (atas) tetapi juga ke samping---ber-yadnya untuk kepentingan sesama. Dalam hal ini membantu pendidikan warga pengungsi Gunung Agung juga merupakan yadnya. Prof. Duija mengatakan, dalam Hindu pendidikan adalah yadnya yang utama. Oleh karena itu, apa pun tindakan kita hendaknya berkorelasi dengan pendidikan. Dan langkah itu patut diusahakan. Menurutnya, generasi muda Hindu yang di pengungsian juga merupakan insan Tuhan. Karena itu, marilah kita memelihara titipan Tuhan sebagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri. Karena itu, pendidikan anak-anak pengungsi harus diperhatikan.

Semakin memacu semangatnya untuk bersekolah. “Semoga nanti dapat beasiswa lagi,” imbuhnya. Tak jauh berbeda dengan yang dirasakan I Gede Agus Arsana Putra (18). Siswa kelas XII asal Banjar Geriana Kangin, Desa Duda Utara ini sempat mengenyam pendidikan sementara di SMAN 1 Dawan. Hanya tiga pekan, kembali pindah ke SMAN 1 Sidemen. “Dulu sekolah di SMAN 1 Selat,” ucapnya saat ditemui di posko pengungsian di Banjar Lebah, Semarapura Kangin.

Meski perjalanannya demikian, dalam mengikuti proses belajar-mengajar tak ada kendala berarti yang dihadapi. Seluruhnya dapat diikuti dengan baik. Membaranya semangat untuk menempuh pendidikan tak lepas dari motivasi orangtuanya. “Pendidikan bagi saya sangat penting. Saya juga ingin kuliah,” katanya. Tinggal di pengungsian, menjadikan keinginannya untuk bisa berkunjung ke sejumlah objek wisata terpaksa diurungkan. Waktu hanya dihabiskan dengan bercengkrama bersama keluarga. “Tidak ada ke mana. Hanya di pengungsian saja,” tutur Putra. (sos)

Bali Aman Dari Hal. 3

Sugawa Korry juga mengharapkan kabupaten/kota se-Bali tetap meningkatkan anggaran tidak terduga pada anggaran induk 2018. Termasuk tetap melakukan peningkatan informasi dan komunikasi ke seluruh potensi wisatawan di seluruh dunia. “Informasi dan komunikasi hendaknya dimaksimalkan bahwa Bali aman untuk dikunjungi,” ujarnya. Anggota Komisi II DPRD Bali, A.A. Ngurah Adhi Ardhana, mengatakan, pihaknya sudah pernah menyampaikan masalah bantuan sosial pada rapat kerja anggaran dengan dinas atau OPD mitra kerja. Bantuan sosial yang bisa dianggarkan ini untuk menjaga keberlangsungan kebutuhan dasar

serta bergulirnya perekonomian. “Seperti mendata potensi, menggulirkan serta menyerap. Demikian pula dengan menjamin kebutuhan dasar pendidikan. Bantuan tersebut apabila diimplementasikan berupa penyerapan tenaga kerja, penyerapan hasil ekonomi kreatif dan menampung atau menjamin pendidikan,” jelasnya. Implementasi bantuan itu, lanjut Adhi Ardhana, tentunya harus tetap dilaksanakan hingga pascakemungkinan bencana. Mengingat, kegiatan kemasyarakatan selama dua bulan ini terpaksa terhenti. “Dari sudut perbankan pun telah disiapkan skema-skema restrukturisasi kredit maupun luncuran pola-pola pendorong perekonomian,” ujarnya. (kmb32)

Masih Mengungsi Dari Hal. 3

Warga di KRB II dan I sudah diperbolehkan pulang. Jumlah pengungsi ini diperkirakan Satgas Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Agung akan terus berkurang. Sebab, jumlah warga di KRB III yang masih diharuskan mengungsi, sesuai data para perbekel seharusnya hanya sekitar 50 ribu orang. Jika mengacu pada data terbaru bahwa jumlah desa di zona siaga akhirnya membengkak menjadi 15 desa, jumlah pengungsi di zona siaga diperkirakan tidak leb-

ih dari 60 ribu orang. Sebab, wilayah sembilan desa lainnya yang masuk zona Siaga rata-rata kurang dari 10 persen. Data ini sedang diperbarui ke setiap desa di zona Siaga, agar memperoleh data detail wilayahnya hingga ke setiap wilayah banjar dinas. Sehingga, mana warga yang mengungsi dan mana yang tidak, menjadi sangat jelas. Artinya, bila mengacu pada jumlah wajar warga yang harus mengungsi dari zona Siaga dengan jumlah pengungsi yang masih tersisa sekarang, jumlah pengungsi saat ini rupanya masih tergolong tinggi. (gik)

Pemberian Bantuan Dari Hal. 3

Di tengah kondisi bahaya Gunung Agung sekarang ini, yadnya berupa pertolongan/ pemberian bantuan kepada sesama sangat penting untuk dilakukan. Hanya, pertolongan/pemberian yang diberikan harus dilakukan secara selektif. Mereka yang diberikan bantuan baik dalam bentuk makanan, materi maupun lainnya, harus diutamakan yang benarbenar membutuhkan atau tidak mampu. Agar jangan sampai bantuan yang diberikan tidak tepat sasaran dan menimbulkan masalah baru. Sukra menjelaskan, sesuai yang termuat dalam Saracamuscaya, sejatinya ada empat tingkatan pemberian tulus ikhlas kepada sesama. Tingkatan yang paling nista adalah pemberian kepada sesama dalam bentuk makanan. Sementara pemberian yang masuk dalam tingkatan madya adalah pemberian dalam bentuk pakaian, emas, maupun harta. Memberikan/ merelakan anak gadis diperistri oleh orang lain, kata Sukra adalah pemberian yang masuk tingkatan utama. “Pemberian yang tingkatannya paling utama/ tidak terbatas atau yang

diistilahkan atyanta dana adalah dalam bentuk pendidikan ilmu pengetahuan,” terangnya. Dijelaskan Sukra, pemberian ilmu pengetahuan bisa diwujudkan dalam bentuk pendidikan maupun pelatihan. Sehingga mereka yang membutuhkan bisa memiliki pengetahuan untuk mengubah sikap maupun perilaku serta dapat meningkatkan kualitas hidup dan keyakinan kepada Tuhan. Dalam ajaran Hindu, orang yang mampu memberikan ilmu pengetahuan kepada sesama akan mendapatkan pahala yang berlimpah. Dengan demikian, Sukra sangat berharap masyarakat yang ingin membantu sesama dalam hal ini pengungsi Gunung Agung tidak saja memberikan bantuan dalam bentuk pemberian bantuan makanan. Bantuan pendidikan, kata Sukra, menjadi bentuk pemberian yang utama dan penting diberikan karena dengan pendidikan akan mampu mengubah perilaku dan meningkatkan kualitas hidup orang yang dibantu. “Ini tidak ada batasnya. Siapa pun yang memiliki kemampuan dan kemauan, bisa membantu sesama,” terangnya. (kmb40)

Minggu, 5 November 2017

05:00 Gayatri Mantra 05:30 Bali Channel Tourist TV 05:52 Mars Indonesia Raya 05:54 Mars Bali Jagadhita 05:56 Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Puja Trisandya 06:05 Dharma Wacana : Hukum Perkawinan Dalam Ajaran Agama Hindu (1) 06:35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan

07:35 Sehat & Bugar 08:00 Klip Anak 08:35 Bali Channel Tourist TV 09:05 Kartun Krisnha Garuda (1) 09:30 Belajar Menggambar Membuat Kreasi Halloween 10:05 Bali Channel Tourist TV 11:30 Dunia Otomotif Mitsubishi Truck Campaign 2017

12:00 Puja Trisandya 12:05 Dharma Wacana Hukum Perkawinan Dalam Ajaran Agama Hindu (2) 12:30 Traventure 13:00 Wirasa 13:30 Lejel Homeshopping 14:30 Tembang Bali 15:30 Bali Channel Tourist TV

16:05 Harmoni Bali 17:00 Inovator 17:30 Gita Santhi Sekaa Santhi Cau Blayu Marga - Tabanan (2) 18:00 Puja Trisandya 18:05 Seputar Bali 19:00 Kuis Cerebrovit 19:30 Kris

20:00 Samatra Artis Bali 21:00 Lila Cita Calonarang Tangaling Blahbatuh (1) 22:00 Berita dan Bincang Terkini 22:05 Lila Cita Calonarang Maospahit Tatasan (1) 23:00 Berita dan Bincang Terkini 23:05 Lila Cita Calonarang Babakan Gianyar (2)

Satyaki dan Sahadewa Hadapi Serangan Ksatria Gajah

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Empat Puluh Tiga)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

SANJAYA berkata, banyak ksatria gajah mengendarai binatang-binatang raksasa kesayangan mereka itu didesak putra paduka untuk meneruskan melawan ksatria utama Pandava Dhrishtadyumna. Duryodhana dipenuhi kemarahan. Ia berkeinginan merancang kehancuran Pandava secepatnya. Banyak ksatria utama yang terampil dalam pertarungan menggunakan gajah, yang dimiliki orang-orang dari daerah timur, selatan, keluarga-keluarga Anga, Vanga, Pundra, Magadha, Tamraliptaka, Mekala, Koshala, Madra, Dasharna, Nishada bersatu dengan keluarga Kalinga. Oh Bharata, setelah menghunjamkan panah-panah, tombaktombak dan anak-anak panah seperti awan-awan. Serangan panah-panah itu seperti menurunkan hujan membasahi med-

an tempur pasukan Panchala. Cucu Prishata itu menutupi serangan-serangan gajah-gajah itu dengan menggunakan anakanak panah terbaiknya. Dan panah-panah itu menghancurkan musuh, gajah-gajah yang dipacu oleh penunggang dari pihak Kuru. Penghancuran itu menggunakan tumit kaki, ujung kaki dan pengait-pengait. Masing-masing binatang buas itu sangat besar. Tampak seperti bukit-bukit sangat besar. Kemudian pahlawan Panchala itu menyerang dengan sepuluh, delapan dan enam batang panah yang diasah sangat tajam. Oh Bharata, pangeran Panchala itu gajah-gajah seperti Matahari yang diselubungi awan-awan. Keluarga Pandu dan keluarga Panchala itu meneruskan menuju Dhrishtadyumna sambil mengeluarkan raungan-raungan

keras. Mereka bersenjatakan senjata-senjata tajam. Menuangkan senjata-senjata terbaik mereka kepada gajah-gajah itu. Prajurit-prajurit itu mulai menarikan tarian para pahlawan. Tarian itu sangat indah lantaran diiringi musik dari tali busur mereka. Suara dari telapaktelapak tangan mereka yang didorong pahlawan-pahlawan yang menabuh waktu itu. Kemudian Nakula, Sahadeva, putra-putra Draupadi, para Prabhadraka, Satyaki, Shikhandi, Chekitana yang dilengkapi energi besar, semua pahlawan itu — membasahi gajah-gajah itu dari setiap sisi dengan senjata-senjata mereka. Seperti awan-awan membasahi bukitbukit dengan hujan-hujan. Gajah-gajah yang marah itu dipacu oleh prajurit-prajurit Mleccha. Mereka menyeret ke bawah den-

gan belalai-belalainya. Manusia, kuda-kuda, kereta-kereta, menyerang gajah gajah itu berikut kaki-kaki mereka. Beberapa menyerang ujung-ujung gading mereka. Beberapa menaikkan dan meremukkannya di atas tanah. Dan yang lain-lainnya diangkat dengan gading-gading binatang buas yang sangat besar itu. Selanjutnya menjatuhkannya ke bumi. Hal itu menyebabkan para penonton sangat ketakutan. Kemudian pangeran Satyaki menyerang bagian-bagian vital gajah yang dimiliki Raja Vanga itu. Gajah itu sedang berdiri di hadapannya. Dengan menggunakan panah panjang dilengkapi kecepatan tinggi, gajah itu diserang pangeran Satyaki. Serangan itu menyebabkan gajah yang besar itu terjatuh di medan pertempuran. Kemudian pangeran

Satyaki itu menyerang dengan panah panjang gajah gajah lainnya. Serangannya itu ditujukan ke bagian dada pengendara yang tidak dapat disentuh itu. Tepat ketika penunggang gajah itu hampir melompat dari punggung binatang kesayangannya itu kemudian ditusuk oleh Satwata itu, akhirnya penunggang gajah itu terjatuh ke bumi. Sementara Sahadeva dengan tiga batang panah-panah itu menembak dengan sangat hatihati. Sahadewa, menyerang gajah Pundra, ketika gajah itu maju melawannya. Serangan itu seperti sebuah gunung yang bergerak. Serangan Sahadewa membuat lawannya kehilangan tiang bendera, sais kereta, baju zirah termasuk nyawanya. Setelah membunuh gajah itu, Sahadeva meneruskan melawan kepala keluarga Anga itu. (bersambung)


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu WAGE, 5 NOVEMber 2017

Maddy Slinger

u g g n Mi

Bangga Harumkan Bali di Kancah Nasional MENJADI yang terbaik dalam setiap bidang yang ditekuni merupakan impian banyak orang. Hal itu pula yang dirasakan gadis berwajah oriental bernama lengkap Madelaine Putri Edna Slinger atau yang biasa disapa Maddy Slinger. Di usianya yang baru menginjak 12 tahun, ia mampu menorehkan prestasi bertaraf nasional dalam ajang kompe-

tisi “Wajah Pesona Indonesi 2017” yang diselenggarakan oleh Plor Management yang didukung Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Dalam pergelaran bergengsi tingkat nasional yang dibagi menjadi tiga kategori yakni usia 4-9 tahun, 10-14 tahun dan 15-25 tahun tersebut, Maddy Slinger tampil sebagai juara “Icon” Wajah Pesona Indonesia kategori 10-14 tahun mewakili Bali. Ia sukses menyisihkan peserta lainnya dari 22 kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Subang, Denpasar, Pacitan, Kepulauan Riau, Pontianak, Kendari, Mojokerto, Medan, Jayapura, Gorontalo, Manado, Palembang, Padang, Samarinda, Batam, Palopo, Makasar, Kupang (NTT), Semarang, Bau-Bau dan Ternate. Melalui prestasi tersebut, Maddy sekaligus akan menyandang status sebagai duta pariwisata untuk Bali. Acara yang dimeriahkan Yofi KDI, Kania Indira, HR Dance Studio dan Tiara Bintang itu diselenggarakan di Kementerian Pariwisata Sapta Pesona Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (29/10) lalu. Dalam kompetisi yang mengangkat kain tradisional Indonesia ini, putri pasangan dari Keith Slinger dan Inneke Wijaya ini menggunakan gaun rancangan Andy Soe pemilik Point Management Bali, tempat Maddy menekuni dunia modeling saat ini, dengan arahan Eka Raditya Poetra dalam setiap penampilannya. Sejatinya, gadis berkulit putih yang saat ini sedang mengenyam pendidikan di Asian Intercultural School Bali – Jimbaran yang juga merupakan talent dari Absolute Management ini sejak kecil sudah sering menjadi model untuk kebutuhan promosi. Bakatnya itu akhirnya membawanya untuk mengembangkan talentanya dalam dunia modeling. Ditanya tentang perasaannya tampil sebagai juara di ajang nasional, Maddy mengakui sangat bangga. “Nggak nyangka dan bangga pastinya bisa mewakili Bali di ajang nasional dan menjadi yang terbaik,” ujarnya. Menurut Maddy, banyak hal positif yang didapat selama dirinya menjalani karantina, di antaranya kesabaran dan fokus menjadi modal untuk prestasi yang diraihnya. Bagi Maddy, pengalamannya ini akan menjadi sesuatu yang berharga. Dengan memegang prinsip yang ia yakini “Belajar dari Kesalahan untuk Berhasil”, niscaya ke depan segala sesuatu yang ditekuninya akan membuahkan hasil yang setimpal. (edi)

Afgan Bawa Pulang Penghargaan Anugerah Planet Muzik 2017 SUKSES membawa pulang penghargaan Anugerah Planet Muzik 2017 untuk lagu “X” sebagai kolaborasi terbaik, kini Afgan telah siap memberikan kejutan lainnya untuk para penggemarnya. Lagu yang lahir dari hasil kolaborasi dengan rapper asal malaysia, SonaOne, ini memang bukan lagu yang biasanya Afgan bawakan. Afgan mengaku kalau dirinya keluar dai zona nyamannya dalam bermusik untuk menghasilkan single ini. Afgan yang dikenal sebagai penyanyi ballad Indonesia, kini Afgan mempersembahkan genre yang berbeda dan memperlihatkan kualitasnya sebagai penyanyi Indonesia yang serbabisa. “Saya akui kalau lagu ini merupakan a whole new sound from me. Tapi, saya rasa dari liriknya sendiri pasti bisa relate dengan lagu ini,” ujar Afgan yang mengakui kalau lagu ini adalah lagu favoritnya di album “Sides”. Proses pembuatan lagu ini cukup singkat, karena Afgan dan SonaOne telah saling mengenal dan mengagumi karya masing-masing. Sehingga, chemistery di antara keduanya terbentuk dengan mudah. “Saya dan Afgan sudah saling kenal lama sejak lama dan waktu itu kami juga pernah saling kontak dengan Trinity Optima Production. Waktu pembuatan album Afgan, pihak Trinity Optima Production mengajak saya untuk membantu membuat lagu di album “Sides”. Hanya butuh seminggu, Afgan ke malaysia untuk membicarakan lagu ini dan minggu depannya saya ke Jakarta untuk proses rekaman,” ungkap

SonaOne yang bangga bisa memenangkan penghargaan Anugerah Planet Muzik 2017 pertamanya bersama Afgan. Single ini juga memiliki makna mendalam dan diikuti dengan kampanye yang menarik. #XCeritaMu menjadi salah satu kegiatan yang mendekatkan para penggemar dengan Afgan. Dalam kampanyenya, Afgan mengajak penggemarnya untuk menceritakan perjuangan move on dari kisah masa lalu mereka ke instagram dan sekitar lima ratus akun instagram mengikuti kampanye #XCeritaMu. Afgan juga berencana mengadakan Xmarket, sebuah garage sale di mana para penggemar dapat menghibahkan barang-barang dari masa lalu mereka untuk dijual. Tidak hanya itu, video klip yang digarap baik oleh Candi Soeleman berlokasi di Korea Selatan, menggunakan konsep urban dengan pemandangan gedung-gedung futuristik yang diambil dengan gaya clean cut dan minimalis. Korea Selatan dipilih sebagai lokasi pembuatan video klip karena Candi Soeleman ingin memperlihatkan sisi Afgan yang modern gentleman di tengah kota dan juga karena Korea Selatan memiliki lebih banyak panorama gedung-gedung berdesain futuristik. Afgan kini telah mendapatkan nominasi dari Anugerah Musik Indonesia 2017 untuk kategori Best Pop Album, Best of the Best Album dan Best Pop Solo Artist. Mengingat kesuksesan di single “X” ini, tidak menutup kemungkinan mereka akan berkolaborasi kembali di proyek selanjutnya. (pik)

Afgan dan SonaOne

BPM/ist

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

Panitia FFI 2017 Dinilai Kurang Transparan Pilih Film “Posesif”

FILM ‘’Posesif’’ telah diumumkan menjadi salah satu nominasi film terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2017. Namun, film garapan sutradara Edwin tersebut baru disensor sehari setelah diumumkan sebagai peraih nominasi FFI 2017. Keputusan ini dipertanyakan oleh komunitas wartawan film dan kebudayaan serta kritikus film. Menurut mereka, kinerja panitia FFI 2017 menunjukkan sejumlah ketidakprofesionalan dan kurangnya transparansi. “Penyelenggaraan FFI 2017 dibiayai uang negara baik APBN maupun APBD. Oleh karena itu, penyelenggaraan FFI 2017 harus dapat dipantau dan diawasi secara terbuka oleh publik, termasuk kami para wartawan film dan kebudayaan serta kritikus film,” kata juru bicara komunitas, Wina Armada. Wina menjelaskan, keberadaan dan pelaksanaan FFI yang digelar sejak 1955 tidak dapat dilepaskan dari peranan dan kedudukan wartawan film dan kebudayaan serta kritikus film Indonesia. “Dengan demikian, FFI bukanlah milik segelintir orang. Karena itu, kami senantiasa memiliki kepedulian terhadap penyelenggaraan FFI, termasuk terhadap penyelenggaraan FFI 2017,” ucapnya. Ia memaparkan, dalam syarat film peserta FFI 2017 disebutkan bahwa film peserta FFI 2017 harus sudah diputar di tempat umum berbayar dan menurut UU Perfilman, setiap film yang diputar umum untuk publik harus lebih dahulu lulus sensor dan mempunyai Surat Tanda Lolos Sensor. “Kami sudah berkali-kali secara terbuka meminta mekanisme sistem ini dijelaskan kepada publik

dan apabila ada kekurangan untuk segera diperbaiki, tetapi tidak mendapat tanggapan yang memadai dari Panitia FFI 2017,” ujarnya. Wina mengemukakan, sepanjang film ‘’Posesif’’ masih diikutsertakan dalam FFI 2017, maka panitia dapat dinilai bekerja tidak profesional dan tidak demokratis karena tidak bersedia membuka pintu dialog untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Untuk itu, lanjutnya, komunitas juga meminta aparat hukum terkait menyelidiki dan menyidik kemungkinan adanya perbuatan pelanggaran dalam pemakaian dana dari APBN atau APBD serta mekanisme sistem yang dipakai panitia. Film ‘’Posesif’’ mendapatkan 10 nominasi di Festival Film Indonesia 2017 meski baru tayang di bioskop pada 26 Oktober 2017. Sempat ada pertanyaan yang mengemuka karena menurut aturan yang bisa dipilih adalah film yang sudah ditayangkan sejak Oktober 2016 hingga September 2017. Sebelum tayang di bioskop besar, film garapan sutradara Edwin itu sebenarnya sudah diputar di bioskop mikro pada September lalu. Produser film ‘’Posesif’’ menyatakan tidak ada masalah yang harus diperdebatkan karena mereka tidak menyalahi aturan. “Kita memang sudah dinyatakan memenuhi kualifikasi FFI,” jelas produser Meiske Taurisia usai pemutaran “Posesif” di Jakarta. Dengan demikian, asosiasi

film memang berhak merekomendasikan “Posesif” untuk menjadi nominasi FFI 2017. Menurut Meiske, setiap tahun selalu ada polemik yang berkaitan dengan FFI meski yang diperdebatkan selalu berbeda-beda. Meski demikian, dia berpendapat itu juga suatu pertanda masih banyak orang yang peduli

dengan industri film Tanah Air. “Ini bagian dari pendewasaan kita semua di industri film,” katanya. Beberapa dari nominasi yang didapat ‘’Posesif’’ meliputi kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik dan Pemeran Utama Wanita Terbaik. (pik)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 05 November 2017 |Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu