Skip to main content

Edisi 20 Februari 2018 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 178 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

selasa umanis, 20 februari 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Tiga Arca di Pura Mandara Giri Semeru Agung Dirusak

Jakarta (Bali Post) Tindakan kekerasan terhadap tempat ibadah dan tokoh agama kembali terjadi di Tanah Air. Setelah perusakan gereja dan penyerangan terhadap ulama, kini giliran tempat ibadah umat Hindu dirusak. Tiga arca di depan pintu masuk Pura Mandara Giri Semeru Agung, Senduro, Lumajang, Jawa Timur dirusak, Minggu (18/2). Di salah satu arca itu tertancap kapak pada bagian kepala. Sementara dua lainnya dirusak di bagian dada dan tangan. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera, Senin (19/2) kemarin, mengatakan Kepolisian Daerah Jawa Timur menanggapi serius kejadian perusakan arca di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang. Sebab, kasus yang tergolong ke arah intoleran ini bisa mengakibatkan munculnya isu SARA maupun adu domba. Hal. 19 Harus Diusut

Bali Post/ist

MEGAH - Kemegahan candi bentar Pura Semeru Agung. Keberadaan pura ini telah menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar. Banyak warung, penginapan dan penjual makanan ringan mengais rezeki di sekitar pura ini.

Kapak Masih Menancap di Kepala Arca

Bali Post/ist

NANCAP - Kapak masih menancap di kepala arca.

Kasus E-KTP

Nazar Pastikan SBY Tak Terlibat

Jakarta (Bali Post) – Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin memastikan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak terlibat dalam kasus e-KTP. ‘’Masalah Pak SBY, soal e-KTP Pak SBY itu tidak pernah terlibat dan tidak pernah kita di Cikeas itu, seperti yang dibilang Mirwan Amir, Ibas juga tidak terlibat sama sekali. Makanya dari awal tuntutan Pak Irman yang komplit itu tidak ada nama Pak SBY ataupun nama Ibas,’’ jelas Nazaruddin usai bersaksi dalam kasus Setya Novanto, Senin (19/2) kemarin. Selain membantah keterlibatan SBY, Nazar juga meminta agar KPK membongkar kasus korupsi selain perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-elektronik (e-KTP). ‘’Saya akan menyerahkan segera berkas ke KPK tentang korupsi yang dilakukan oleh FH waktu dia jadi Wakil Ketua Komisi III. Saya akan membuktikan, kalau memang dia bersih dengan bukti saya itu kan, insya Allah bukti yang serahkan ini cukup untuk membuat dia jadi tersangka,’’ kata Nazaruddin. Ketika bersaksi untuk Setya Novanto, Nazaruddin selalu menjawab lupa saat ditanya mengenai aliran uang proyek KTP-elektronik (e-KTP) ke mantan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto. ‘’Jadi apa benar Setnov terima uang?’’ tanya penasihat hukum Setnov, Maqdir Ismail, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin kemarin. ‘’Lupa saya,’’ jawab Nazar. Hal. 19 Mas Anas

TIGA arca Dwarapala di depan Gapura Pura Semeru Agung, Senduro, Lumajang, dirusak. Kejadiannya berlangsung Minggu (18/2) dan baru diketahui warga sekitar pukul 14.00 WIB. Polisi telah menangani kasus perusakan ini. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa kapak, yang sebelumnya tertancap di kepala arca. Sesuai informasi yang dikumpulkan, pada Sabtu (17/2) pukul 23.00 WIB, rombongan umat Hindu dari Bali sebanyak dua unit bus tiba di Pura Mandara Giri Semeru Agung Senduro dan dilanjutkan melaksanakan persembahyangan. Mereka mapamit dari pura Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Pada pukul 14.00 WIB, masyarakat sekitar pura melaporkan kepada Misto

Bali Post/ade

Bali Post/ist

Badung Role Model Kerukunan Umat Beragama

Menteri Agama Ingin Jadi Warga Badung

PUKUL GONG - Menteri Agama RI H. Lukman Hakim Saifuddin disaksikan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta beserta jajarannya menandai Forum Kelitbangan Kabupaten Badung dengan pemukulan gong, Senin (19/2) kemarin di Ruang Rapat Kertha Gosana Puspem Badung.

MENTERI Agama (Menag) Republik Indonesia H. Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung di Mangupura, sekaligus membuka Forum Kelitbangan Kabupaten Badung, Senin (19/2) kemarin di Ruang Rapat Kertha Gosana Puspem Badung. Menteri Agama H. Lukman Hakim Saifuddin disambut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Prof. I Ketut Widnya. Pada kesempatan itu, Menteri Agama RI H. Lukman Hakim Saifuddin bersama Bupati Giri Prasta menandatangani MoU tentang Peningkatan Kualitas Kehidupan Beragama. Menteri Agama H. Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan rasa bersyukur bahwa Kabupaten Badung menginisiasi adanya forum kelitbangan, di mana telah menjalankan fungsi penelitian pengembangan dalam rangka memajukan masyarakat dalam aspek yang sangat luas, baik dalam bidang ekonomi, budaya termasuk di dalam kehidupan

keragama. Dia juga menyambut baik dan mendukung sepenuhnya keragaman yang telah tercipta sejalan dengan tema ‘’Menciptakan Kerukunan di Tengah-tengah Multikultural yang Sangat Beragam’’. ‘’Sebagai bangsa masyarakat yang agamis, itu harus senantiasa kita jaga, pelihara dan rawat dengan sebaik-baiknya,’’ kata Lukman Hakim. Sebagai Menteri, ia telah banyak mendengar dan menerima informasi akan kerukunan umat beragama di Kabupaten Badung, sehingga ia ingin menjadi warga Kabupaten Badung. ‘’Mendengar itu semua, saya ingin mendaftar sebagai warga Kabupaten Badung. Betapa nikmatnya menjadi warga Kabupaten Badung,’’ katanya. Kebijakan Pemkab Badung yang dipimpin Bupati Nyoman Giri Prasta akan dijadikan role model untuk diterapkan di seluruh kabupaten di Indoensia. ‘’Mudah-mudahan ini bisa dilanjutkan dengan programprogram lainnya di masa yang akan datang,’’ terangnya berharap. Hal. 19 Rawat Keberagaman

Menjaring Pemimpin Bali

Kedewasaan Berpolitik Suatu Keharusan ETIKA, estetika dan moralitas berpolitik harus dikedepankan dalam Pilkada Bali. Dengan demikian akan mampu menciptakan pilkada yang damai, jujur, adil, dan bermartabat. Kedewasaan berpolitik menjadi suatu keharusan.

Nazaruddin

(54), petugas piket pura, bahwa ada tiga arca ‘’Selamat Datang’’ di pintu masuk Pura Mandara Giri Semeru Agung dirusak orang tak dikenal. Atas laporan pihak pura, Polsek Senduro dan Koramil 0821/03 Senduro mengecek ke lokasi kejadian dan juga mengamankan barang bukti berupa kapak yang masih tertancap di kepala arca. Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol. Frans Barung Mangera, Senin (19/2) kemarin, menduga kasus perusakan arca itu dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin memperkeruh suasana terkait maraknya penyerangan pemuka agama dan tempat ibadah. Hal. 19 Perkeruh Suasana

Dosen STP Nusa Dua Bali Dr. I Wayan Mertha menyampaikan, dalam pemilihan pemimpin Bali, keamanan menjadi faktor utama yang harus dijaga. Betapapun tajamnya persaingan antarcalon dan pendukungnya, persaudaraan harus tetap dijaga. Bali harus tetap aman. Nanti setelah salah satu terpilih sebagai pemimpin Bali, harus satya wacana mewujudkan janjijanjinya, terutama menjaga Bali

agar anugerah Hyang Widhi ini tetap ajeg lestari. ‘’Bangunlah Bali agar masyarakat tidak tercerabut dari akar budayanya. Artinya, aspek sosial-budaya dan lingkungan Bali harus dibangun seimbang dengan aspek ekonominya, sehingga kesejahteraan lahir batin terwujud,’’ ujar Mertha yang Bendesa Adat Kedonganan, Badung ini. Dalam konteks pembangunan pariwisata ke depan, Mertha berharap lebih memberdayakan masyarakat, terutama di perdesaan. Kembangkanlah desa wisata yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang begitu beragam. Bangunlah kapasitas manusianya agar mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan sekaligus mampu juga mengelola usahanya untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke desanya. Sementara itu, akademisi Unud Dr. Eng. I Wayan Kastawan, S.T., M.A. menegaskan, ajang pilgub merupakan

suatu pesta demokrasi. Dalam hal ini, pesta mengandung makna perayaan untuk memilih pemimpin atau leader contest election. Sedangkan demokrasi diartikan sebagai kesepakatan yang dilandasi semangat kebersamaan atau spirit of social equality. Dengan demikian pesta demokrasi dapat dikatakan sebagai suatu ajang perayaan kesepakatan. Sepakat untuk

memilih yang terbaik dari yang baik. ‘’Oleh karena itu mari rayakan kesepakatan ini dengan kejernihan hati, sehingga menjadi kesepakatan hati atau democracy of heart,’’ ujarnya. Mari kita buka pikiran (open mind) yaitu dengan menghilangkan pikiran-pikiran negatif dengan menilai semua calon adalah orang Bali yang selalu berpikir positif untuk Bali lebih baik. Hal. 19 Keterbukaan Pikiran


denpasar

2 figur

Selasa Umanis, 20 Februari 2018

SAPI MENYEBERANG - Sejumlah kendaraan berhenti untuk menunggu gerombolan sapi menyeberang di Jalan Teuku Umar Barat. Beberapa warga di Kota Denpasar masih memelihara hewan ternaknya dengan cara melepasliarkannya.

Bali Post/ist

Kuota Belum Ditentukan

KUOTA elpiji bersubsidi tahun 2018 untuk Bali belum ditentukan. Sampai saat ini, belum ada surat resmi dari pemerintah pusat atau Dirjen Migas Kementerian ESDM mengenai besaran final kuota elpiji subsidi untuk tahun 2018. Namun, beberapa kabupaten/kota di Bali telah mendapatkan angka kuota elpiji 3 kilogram untuk di wilayahnya. Menanggapi hal itu, Manager Communication and Relation PT Pertamina MOR V Rifky Rahman Yusuf mengatakan, angka yang diumumkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sejumlah kabupaten/kota di Bali mungkin diperoleh pada rapat sosialisasi kuota elpiji pada tanggal 7 Februari lalu di Jakarta. “Saya sudah cross check ke Pertamina Pusat bahwa angkat tersebut masih belum final dan masih ada kemungkinan untuk direvisi,” katanya, Senin (19/2) kemarin. Tahun 2017 lalu, kata dia kuota elpiji subsidi untuk Provinsi Bali 177.633 metrik ton (MT). Namun pada September 2017, kuota elpiji subsidi untuk Bali dikurangi menjadi 134.000 MT. Rata rata supply elpiji subsidi adalah 650 MT/hari. Sementara pada tahun 2018, Pertamina akan menggalakkan program kampanye elpiji subsidi tepat sasaran di Bali. Program kampanye ini diklaim cukup berhasil semenjak dijalankan pada Juni 2017 lalu. Terbukti dari kelebihan kuota elpiji subsidi tahun 2017 turun menjadi 1,9 persen dari 3,9 persen di tahun 2016. (may)

Produksi Sabu-sabu

Dua Pria Dituntut 18 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Terdakwa Putu Ruly Wirawan alias Ayung (40) dan Mohammad Hifni alias Cak Ni (37) masing-masing dituntut hukuman pidana penjara selama 18 tahun pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (19/2) kemarin. Kedua pria tersebut dinyatakan terbukti bersalah atas kasus prekusor atau pembuatan sabu-sabu (SS). Pada sidang tersebut, JPU Hary Soetopo juga membebankan pada kedua terdakwa dengan membayar denda masing-masing Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. Jaksa di hadapan majelis hakim pimpinan Ketut Suarta menjelaskan, prekusor narkotika adalah zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang digunakan membuat narkotika. Dalam persidangan terungkap, terdakwa bersama-sama telah membeli bahan seperti tiga bal korek api, 10 botol kecil aceton, air accu dan lainnya. Sedangkan unsur pemufakatan jahat adalah dua orang atau lebih yang bersekongkol atau bersepakat melakukan tindak pidana narkotika. Terdakwa bersama-sama saling telepon untuk membeli prekusor di Bali dan kemudian diekstrak menjadi sabu-sabu. Atas dasar itu, jaksa dari Kejati Bali menjerat terdakwa dengan Pasal 113 ayat 1 dan kedua Pasal 129 huruf a juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atas tuntutan itu, kedua terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya Ketut Bakuh dan kawan-kawan bakal mengajukan pembelaan dalam sidang berikutnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Ayung pada 27 September 2017 di Jalan Seroja Gang Nanas, Tonja, Denpasar, tanpa hak atau melawan hukum memproduksi, mengimpor, mengekspor atau menyalurkan narkotika golongan I. Yakni, dengan cara memproduksi sabu-sabu yang dilakukan bersama temannya. Terdakwa melakukan dengan Cak Ni (berkas terpisah). Disebutkan bahwa dalam percakapan Ayung menilai bahwa Cak Ni punya resep untuk membuat sabu-sabu dan mereka ingin mencoba membuatnya. Kata jaksa, awalnya Ayung tidak percaya bahwa Cak Ni bisa membuat sabu-sabu. Namun dia akhirnya mencoba mengundang Cak Ni asal Pasuruan itu ke Bali serta membawa bahan pembuatan sabusabu. Bahan sabu-sabu itu dibeli dengan biaya bersama. Pada 7 September Ayung ditelepon Cak Ni bahwa dia sedang perjalanan menuju Bali dan Ayung diminta menjemput di Terminal Ubung. Besoknya Cak Ni tiba dan langsung diajak ke rumah kontrakan di Perum Mutiara Jalan Raya Abianbase, Badung. Terdakwa meminta pada Made Irwan Widiana alias Dek Wan (berkas terpisah) sebagai penyewa rumah kontrakan agar Cak Ni diizinkan menempati rumah tersebut. (kmb37)

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Paslon Diingatkan Tak Angkat Isu SARA Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

Pilkada Serentak

Paslon Diingatkan Tak Angkat Isu SARA

Denpasar (Bali Post)Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto mengingatkan seluruh pasangan calon (paslon) kepala daerah tidak mengangkat isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) selama perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada tahun 2018 ini. Pasalnya, isu-isu SARA tersebut sangat rentan memicu perpecahan dan menciptakan kondisi yang tidak kondusif. “Jangan angkat isu SARA. Sangat rentan isu SARA itu karena bangsa ini beragam suku bangsa. Saya selalu menyampaikan bangsa ini merdeka dibangun dari perbedaan. Jangan sampai kita mengisi kemerdekaan ini dengan mengangkat isu perbedaan jadi perpecahan,” tegas Pangdam Benny Susianto di sela-sela Rapat Pimpinan (Rapim) di Aula Makodam, Denpasar, Senin (19/2) kemarin. Benny Susianto mengatakan, pada kegiatan olahraga bersama yang dihadiri paslon di Renon, Denpasar Timur beberapa waktu lalu, pihaknya juga menekankan kepada paslon agar jangan mengangkat isu SARA. Ditegaskan, kemerdekaan ini diraih dari perbedaan yang menyatu. “Jangan sampai dalam mengisi kemerdekaan, justru mengganggap perbedaan itu tidak bisa dipadukan. Tentunya hal itu sangat kontraproduktif dengan kebhinekaan,” tegasnya. Terkait perkembangan situasi di Bali saat ini, mantan Kaskostrad ini menilai masih kondusif. Ia mengakui dinamika

politik selalu ada, tapi bisa disikapi dengan bijak. Ditegaskan, masyarakat Bali sangat paham situasi yang tidak aman akan berdampak tidak baik terhadap lingkungan wilayah seperti perekonomian. “Antisipasi dan menjaga situasi agar tetap aman harus terus dilakukan. Apabila terjadi perkembangan situasi lebih jauh sehingga dibutuhkan penebalan jumlah kekuatan TNI, akan kita lakukan. Satuan Kostrad sudah menyiapkan (pasukan-red) bila kita butuhkan. Tapi kita berharap masyarakat paham betul apa tujuan pelaksanaan pilkada bahwa keamanan jadi tujuan utama,” katanya. Tindakan nyata dilakukan Kodam beserta jajaran, di antaranya Babinsa melakukan patroli bersinergi dengan kepolisian dan komponen masyarakat. “Saya pribadi sudah keliling ke beberapa daerah terutama yang melaksanakan pilgub dan menyampaikan arti penting pilkada aman dan jangan menyimpang dari tujuan pokok pilkada yaitu memilih pemimpin yang mampu memimpin daerah dan mampu mewujudkan masyarakat se-

jahtera. Kalau tidak aman dan terjadi kekacauan, maka masyarakat tidak sejahtera,” tegas Benny Susianto. Tahun ini merupakan awal tahun politik yang mana diperkirakan potensi konflik dalam penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2018 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam proses demokrasi ini, kata Benny Susianto TNI-AD harus netral dan tidak memihak. Seperti yang telah ditekankan pimpinan TNI agar senantiasa memelihara dan meningkatkan sinergitas serta soliditas TNIPolri, TNI harus netral, tidak mudah terprovokasi dan bertindak sesuai prosedur sehingga pelaksanaan Pilkada maupun Pemilu bisa berjalan lancar, aman dan tidak ada permasalahan berarti. Terkait Rapim, mantan Wadanjen Akademi TNI ini mengungkapkan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan anggaran tahun 2017, menyampaikan pokok-pokok kebijakan pimpinan TNI-AD, menyamakan visi, misi dan persepsi serta meningkatkan

Bali Post/kmb36

JUMPA PERS - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto menggelar kegiatan jumpa pers di sela-sela acara rapim, Senin (19/2) kemarin. soliditas para unsur pimpinan di lingkungan Kodam IX/Udayana. Selain itu, dalam rangka meningkatkan profesionalisme dengan menguasai tugas dan tanggung jawab masing-masing, membangun dan mengembangkan profesionalisme sesuai dengan koridor aturan dan ketentuan yang ada, seperti Sapta Marga, Sumpah Prajurit serta Delapan Wajib TNI termasuk Sebelas Azas Kepemimpinan. Pasalnya, semua itu masih relevan untuk diterapkan dalam setiap pelaksanaan tugas, pegang teguh koridor ini dan sesuaikan dengan dinamika kehidupan sosial yang berkembang maka tugas akan terasa ringan untuk

dilaksanakan. “Tanamkan dan kembangkan loyalitas dalam kehidupan parajurit karena profesionalisme. Jika tanpa dibarengi dengan loyalitas, tentu akan sangat berbahaya. Profesiolnalisme yang dimiliki akan bisa dimanfaatkan oleh pihak lain, ini cukup berbahaya karena banyak institusi yang mengembangkan loyalitas namun tidak mampu diterapkan seperti loyalitas dalam kehidupan prajurit,” tegasnya. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Maksimalkan Sumber Air

PDAM Berencana Bangun Dam Karet di Blusung

Denpasar (Bali Post) – Kendala yang dihadapi PDAM Denpasar saat ini adalah kekurangan bahan baku untuk dijadikan air bersih. Oleh karena itu, salah satu perusahaan daerah milik Pemkot Denpasar ini telah merancang beberapa program dalam upaya memaksimalkan layanan kepada pelanggannya. Salah satunya, yakni membangun dam karet di aliran Sungai Ayung yang ada di Blusung. Direktur Teknik PDAM Denpasar Putu Yasa didampingi Humas PDAM Denpasar Gusti Anom Saputra mengatakan hal itu, Senin (19/2) kemarin. Menurut Yasa, rencana tersebut merupakan salah satu solusi mengatasi persoalan klasik yang masih dialami PDAM Denpasar.

Dam karet tersebut akan mampu mengatasi persoalan yang saat ini masih terjadi, yakni satu saluran dengan PDAM Badung. “Apabila sudah ada dam karet itu, kami bisa mengambil air di dam tersebut dan terpisah dengan sumber air yang diambil PDAM Badung,” katanya. Yasa menambahkan, kendala yang dihadapi bila sumber air masih satu saluran dengan PDAM Badung, yakni ketika mereka melakukan penggelontoran. Pihaknya pasti terdampak, karena saluran air yang mengalir ke saluran intake di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Blusung akan mati, seperti yang terjadi pekan lalu. Beberapa kali PDAM Denpasar tidak maksimal dalam memberikan

pelayanan kepada pelanggan, terutama di Denpasar Barat dan Denpasar Utara karena ada kekeruhan air baku di Sungai Ayung. Yasa menegaskan, dana yang dibutukan untuk pembuatan dam karet ini cukup besar. Estimasinya sekitar Rp 100 miliar. Oleh karena itu, sumber pendanaannya tidak melalui APBD Denpasar, melainkan dari dana APBN. “Mudah-mudahan ini bisa terealisasi di tahun 2019 mendatang,” harapnya. Selain membangun dam karet, kata Yasa pihaknya juga telah merancang peremajaan pipa saluran dari Blusung ke aliran di Jalan Nangka Utara. Pergantian pipa tersebut karena selain umurnya yang sudah tua, juga bahannya sudah tidak cocok untuk

saat ini. Dari segi kesehatan pipa yang digunakan tersebut sudah harus diganti. Hanya untuk pergantian pipa tersebut diperlukan dana yang tidak sedikit atau bisa mencapai Rp 98 miliar. Karena jumlahnya besar dan tidak bisa dianggarkan dari APBD, sehingga harus mencari dana bantuan ke pusat. Di sisi lain, sampai Desember 2017 lalu PDAM masih kekurangan produksi hingga 430,75 liter per detik. Pasalnya, kebutuhan pelanggan mencapai 1.652 liter per detik dan jumlah produksi hanya 1.221,25 liter per detik. Dari jumlah produksi sebanyak itu, terdiri dari sumber sendiri sebanyak 1.095,62 liter per detik dan

membeli sebanyak 125,25 liter per detik. Selain itu, PDAM Denpasar juga belum mampu menyelesaikan persoalan daftar tunggu yang cukup banyak. Sampai Desember lalu sedikitnya masih ada 2.189 pelanggan yang masuk daftar tunggu pemasangan baru. Tingginya daftar tunggu tersebut akibat masih terbatasnya kapasitas produksi. Kondisi ini juga berdampak pada besaran cakupan layanan yang terus menurun. Sebab, laju pertumbuhan penduduk jauh lebih cepat dari pengembangan jaringan yang dilakukan PDAM. Bukan hanya itu, kualitas sumber air baku juga mengalami penurunan di saat musim hujan. (kmb12)

Pemkot Denpasar Resmikan ”Si Baris”

Inovasi Sistem Pengadaan Barang/Jasa

PENGADAAN barang/jasa pemerintahan yang dinilai rentan terjadi tindak pidana korupsi maupun penyelewengan anggaran, menjadi perhatian Pemkot Denpasar. Mewujudkan pemerintahan yang bersih dari tindak pidana korupsi, Pemkot Denpasar melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa menerapkan Sistem Pengadaan Barang/Jasa Terintegrasi (Si Baris). Aplikasi ini diresmikan Senin (19/2) kemarin di Graha Sewaka Dharma Lumintang. Peresmian ini dilakukan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mewakili Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara bersama pimpinan OPD terkait yang ditandai dengan penekanan tombol. Bersamaan dengan peresmian itu, juga digelar Sosialisasi Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2018 yang menghadirkan narasumber Khalid Mustofa dari Pusat Pengkajian Pengadaan Indonesia. Plt. Wali Kota Denpasar dalam sambutannya yang dibacakan

PERESMIAN - Penekanan tombol oleh Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar menandai peresmian sistem Si Baris di Graha Sewaka Dharma Lumintang, Senin (19/2) kemarin. Sekda Rai Iswara mengatakan, terintegrasinya pengadaan barang dan jasa dalam sistem Si Baris dapat memberikan pemahaman

seluruh jajaran Pemkot Denpasar yang memegang teguh prinsip pengadaan yang efektif, efisien, transparan, terbuka, persaingan

sehat, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel. Perpres Nomor 54 Tahun 2010 menjadi pedoman dalam penyelenggaraan proses pengadaan barang/jasa pemerintah agar dipelajari dan dipahami sebaik mungkin. Mengingat Perpres ini banyak mengandung perubahan-perubahan yang cukup signifikan terkait dengan kebijakan pengadaan barang/ jasa pemerintah yang dilakukan melalui lelang secara elektronik. Di samping itu, Plt. Wali Kota dalam sambutannya berharap kepada para peserta untuk dapat memanfaatkan kesempatan untuk mengoptimalkan peran serta dan partisipasinya. Sehingga pemakaian sistem dan sosialisasi ini dapat dijadikan momentum dalam membangun komitmen bersama mewujudkan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang bersih, bebas korupsi dan berpedoman pada peraturan yang berlaku. Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Denpasar A.A. Gede

Risnawan mengatakan, inovasi Si Baris mengedepankan trasnparansi adanya jaminan keterbukaan yang diumumkan dalam sistem pengadaan. Di samping itu, dalam HUT ke-230 Denpasar lewat peresmian Si Baris sebagai inovasi untuk mengatasi permasalahan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengajukan dokumen pelelangan ke kelompok kerja pengadaan. Risnawan juga melaporkan bahwa tahun 2017 lalu masuk 143 paket barang jasa Pemkot Denpasar dengan pagu dana Rp 350 miliar lebih dan dapat efisiensi dalam pelaksanaan, yakni Rp 54 miliar lebih. Hal ini dalam pelaksanaan barang jasa tidak hanya muncul pada pelelangan, namun juga dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan proyek hingga proyek selesai. Sehingga, setiap pelaksanaan proyek ada pihak-pihak yang bertanggung jawab yakni pengguna anggaran, hingga pejabat pengadaan barang jasa. (ad995)


BADUNG

Selasa Umanis, 20 Februari 2018

Koster Bertekad Jadikan Bali Pusat Peradaban Dunia Mohon Doa dan Dukungan Pinandita Pasraman Brahma Vidya Samgraha ADAT, agama, tradisi, seni dan budaya adalah hal fundamental yang membuat Bali bisa bertahan dan bersaing dalam menghadapi perubahan zaman baik skala lokal, nasional maupun global. Untuk itulah pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1 (satu) Wayan Koster dan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) menjadikan adat, agama, tradisi, seni dan budaya sebagai salah satu prioritas. Koster saat berkunjung ke Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha di Buleleng, Minggu (18/2), bertekad menjadikan Bali sebagai pusat peradaban dunia. Kunjungan Koster didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng I Putu Agus Suradnyana, Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Kabupaten Buleleng I Gede Supriatna serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Buleleng. Rombongan calon Gubernur kelahiran Desa Sembiran Tejakula ini disambut Ida Bhawati Hermawan selaku Manggala Pasraman serta ratusan pinandita. Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha sendiri memiliki anggota lebih dari 1.700 orang dari Bali maupun luar Bali. Di hadapan ratusan pinandita, pemangku dan srati (tukang banten), Koster mengungkapkan akan mengunakan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang akan dijadikannya pedoman dalam memimpin Bali kelak. Kosep ini juga melibatkan para sulinggih dalam penyusunannya. “Konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali itu saya rumuskan bersama dengan Sulinggih. Konsep itu artinya memelihara, menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk menuju kehidupan krama Bali yang sejahtera,” papar Koster. Konsep itu pada akhirnya akan mengimplementasikan ajaran Trisakti Bung Karno dengan prinsip terencana, terpola dan terintegrasi, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana (PPNSB). “Ada lima bidang prioritas dalam konsep tersebut. Pertama adalah

BERKUNJUNG - Calon Gubernur Bali Wayan Koster saat berkunjung ke Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha di Buleleng, Minggu (18/2), bertekad menjadikan Bali sebagai pusat peradaban dunia. sandang, pangan dan papan,” ujarnya. Kedua, yakni kesehatan dan pendidikan. Ketiga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan. Keempat, adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Sedangkan kelima, pariwisata serta infrastruktur pendukung baik laut, darat maupun udara. “Khusus yang keempat di Bali ini adalah prioritas yang merupakan fundamental dan menjadi pilar paling prinsip bagi Bali. Inilah sejatinya yang harus diurus dengan sungguhsungguh sebagai prioritas,” tutur Koster. Menurut Koster, hal itu yang selama ini membuat Bali bisa bertahan dan bersaing dalam menghadapi perubahan zaman baik skala lokal, nasional maupun global. “Sehingga di Bali yang berkaitan dengan hal itu ada tiga unsur utama yang harus kita jalankan dengan sungguh-sungguh sebagai prioritas dalam mengambil kebijakan,” katanya. Hal itu tak lain adalah adat, agama, tradisi, seni dan budaya baik dalam hal sarana prasarana maupun sistem yang harus diperkuat untuk menggerak-

kannya. Sebab, ia melanjutkan, ketiganya-lah sebagai unsur utama membangun karakter, moralitas dan integritas masyarakat Bali. “Nanti akan diangkat tenaga kontrak yang ditugaskan memberi pendidikan, pelatihan dan pengajaran agama, adat dan seni budaya. Kita ambil dari IHDN dan ISI nanti tenaganya. Mereka harus bisa tiga-tiganya. Nanti ditugaskannya di desa adat di seluruh Bali,” papar Koster. Ia berjanji akan secara serius mengurusi persoalan adat, agama, seni dan budaya Bali jika terpilih menjadi Gubernur Bali. “Inilah yang akan menjadi strategi pembangunan budaya Bali. Ini yang harus dikedepankan. Bali kita jadikan pusat peradaban dunia, menjadi muaranya dunia karena dia mataksu, suci. Orang akan terus ke Bali. Dengan begitu, Bali akan sejahtera akan tumbuh ekonominya melalui pariwisata, tetapi adat, agama, tradisi, seni dan budaya yang menjadi dasarnya tetap terpelihara dengan baik,” demikian Koster memaparkan. Sementara itu, Ida Bhawati Hermawan mengucapkan teri-

ma kasih atas kehadiran Wayan Koster bersama rombongan. Diungkapkannya, pasraman yang dipimpinnya sempat dikunjungi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Sejak itulah perkembangan pasraman sangat cepat dan bisa bertahan hingga 12 tahun sampai sekarang. Mengenai program, visi misi pasangan Koster-Ace, dirinya mengaku telah mengikuti hingga tuntas pada saat pemaparan di Pura Samuan Tiga, Gianyar. “Saya sudah mengikuti sampai tuntas, sangat bagus, khususnya mengenai pelestarian adat, agama, tradisi, seni dan budaya,”katanya. Dirinya bersama seluruh sisya pasraman akan mendoakan pasangan Koster-Ace agar bisa memimpin Bali ke depan, sehingga bisa mengimplementasikan visi misi dan program yang telah dirancang. Soal dukungan, dirinya tidak boleh menggiring. Tapi dengan kahadiran Koster ke pasramanan sudah bisa dilihat ke mana arah dukungan sisya dan anggota Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha, Buleleng. (kmb)

3 Apel Paripurna Pemkab Badung

Wabup Suiasa Ajak ASN Tingkatkan Kuantitas dan Kualitas Pelayanan Publik WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa memimpin apel paripurna di Lapangan Puspem Badung, Senin (19/2) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Suiasa menyampaikan apresiasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Badung yang berhasil meraih berbagai prestasi yang membanggakan. Hadir dalam apel tersebut, di antaranya Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa serta para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung dan seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab Badung. Menurut Wabup Suiasa, apa yang dilakukan selama ini berkat kerja keras untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan publik. ‘’Dari kerja keras itu membuahkan hasil yang membanggakan dengan diraihnya penghargaan sebagai Role Mode Nasional Pelayanan Publik Terbaik Tahun 2017. Hal ini merupakan wujud kerja nyata, namun tentunya kita tidak boleh berpuas diri. Masih banyak hal yang harus kita capai dan benahi dalam rangka mewujudkan program-program prioritas yang tertuang dalam PPNSB,’’ pesannya. Demikian pula upaya peningkatan tata kelola pemerintah di Badung, kata Wabup Suiasa, melalui penerapan manajemen kinerja yaitu perencanaan, pengukuran, pelaporan dan evaluasi berorientasi kinerja membuahkan hasil yang menggembirakan. Terbukti nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Badung Tahun 2017 meningkat dari 76,37 menjadi 77,53

dengan predikat BB (sangat baik). Hal ini melampaui target RPJMD yakni 76,50. ‘’Makanya pemerintah pusat memberikan apresiasi atas prestasi ini adalah dalam bentuk Dana Insentif Daerah (DID) khusus untuk daerah yang memperoleh predikat A dan BB. Tentunya hal ini dapat diraih melalui perjuangan yang cukup panjang, sehingga program yang dicanangkan benar-benar tepat sasaran. Besar harapan saya, hal ini akan semakin memotivasi dan menginspirasi kita semua di Kabupaten Badung untuk terus meningkatkan kinerja, sehingga program dan kegiatan dapat mencapai sasaran sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD. Saya berharap berbagai capaian dan prestasi yang diraih dapat dipertahankan bahkan terus ditingkatkan. Disadari bersama, masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera,’’ tandasnya. Pada kesempatan yang baik itu, Wabub Suiasa juga meminta kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa mengevaluasi dan meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada publik/masyarakat. ‘’Saya minta agar seluruh proses administrasi dikerjakan dengan sebaik-baiknya, sehingga tidak tersandung permasalahan di kemudian hari,’’ pesan Wabup Suiasa. Usai apel, Wabub Suiasa langsung mendekati seluruh ASN yang ada di depan barisan, bertatap muka dan memberi semangat. (ad992)

APEL PARIPURNA - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Sekda Wayan Adi Arnawa menyalami ASN seusai apel paripurna di Lapangan Puspem Badung, Senin (19/2) kemarin.

Mendesak, Keberadaan Tempat Penetasan Telur Penyu di Legian Mangupura (Bali Post) -

Keberadaan fasilitas tempat pengeraman dan penetasan telur penyu di Pantai Legian dan sekitarnya dinilai sangat mendesak. Selama ini, banyak sekali dijumpai penyu bertelur di pesisir Legian. Keberadaan fasilitas itu tentunya bisa menjadi potensi pariwisata yang sangat layak dikembangkan di kawasan Legian. Menurut Ketua Pengelola Pantai Desa Adat Legian (PPDAL) Wayan Suarta, selama ini Pantai Legian memang sering dijadikan tempat bertelurnya satwa penyu. Telur-telur penyu tersebu seringkali dibawa ke tempat pengeraman telur penyu di wilayah Kuta karena di Legian belum ada tempat pengeraman dan penetasan telur. Jika pengeraman dan

Bali Post/kmb23

penetasan penyu tersebut berada di Legian, pihaknya menilai hal tersebut akan menjadi daya tarik baru bagi pantai di Legian. Namun, ia mengakui hal tersebut memang perlu dikerjasamakan dengan pihak ketiga. “Memang untuk tempat pengeraman telur pentu itu perlu dikerjasamakan dengan WWF maupun pihak terkait lainnya, sehingga setiap

PENETASAN - Sejumlah wisatawan mengabadikan momen saat anak penyu lahir di tempat pengeraman di Pantai Kuta. Mengingat banyaknya penyu yang bertelur di kawasan Pantai Legian, masyarakat setempat sangat mengharapkan keberadaan tempat pengeraman dan penetasan telur penyu di Legian.

”Try Out” UN SMP Gunakan Pensil dan Kertas Simulasi UNBK Dijadwalkan Terpisah Mangupura (Bali Post) – Puluhan Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta di Kabupaten Badung, mengikuti ujian pemantapan atau try out Ujian Nasional (UN), Senin (19/2) kemarin. Ujian yang berlangsung selama empat hari ini tidak berbasis komputer, melainkan menggunakan pensil dan kertas. Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikpora Badung I Made Mandi mengatakan, ujian pemantapan (try out) UN

yang dilakukan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Badung itu tidak menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). ‘’Tapi, tidak apa-apa (tes tulis–red). Ini juga bagus untuk melatih siswa menjawab soal ujian. Kami apresiasi positif karena dengan try out ini untuk melatih kemampuan siswa,’’ ujar Made Mandi, Senin (19/2) kemarin. Menurut Mandi, simulasi UNBK akan dijadwalkan terpisah pada Maret mendatang.

Pada tahun 2018, semua SMP negeri se-Badung melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sementara untuk sekolah swasta hanya sebagian melaksanakan UNBK dan sisanya melaksanakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). ‘’Sudah ada jadwalnya sendiri (UNBK–red). Kalau tidak salah, Maret ini,’’ katanya. Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Badung A.A. Putra Oka Sujana

KPU Rekapitulasi Hasil Coklit Mangupura (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung mulai merekapitulasi hasil proses pencocokan dan penelitian (coklit). Pemutahiran data pemilih dalam pilkada yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) ini akan ditetapkan Maret mendatang.

Ketua KPU Badung A.A. Gede Raka Nakula mengatakan, proses coklit telah dilakukan serentak di Indonesia mulai 20 Januari 2018 lalu. Saat ini data DP4 yang di-coklit tengah direkapitulasi. ‘’Baru Minggu (18/2) selesai coklit. Kami masih menunggu proses rekapitulasi untuk disinkronisasi,’’ ujar Raka Nakula,

Senin (19/2) kemarin. Menurut Raka Nakula, coklit dilaksanakan untuk menghasilkan data pemilih yang valid untuk menentukan proses tahapan selanjutnya, seperti pemetaan TPS dan keperluan logistik. Validitas data pemilih merupakan elemen penting dalam tahap penyelenggaraan pemilihan yang

menjelaskan, jumlah SMP yang ikut pemantapan ada 56 sekolah negeri maupun swasta. Sementara jumlah peserta 10.077 orang siswa. Pelaksanaan pemantapan ini berlangsung selama empat hari dengan tujuh mata pelajaran sesuai dengan USBN. ‘’Pemantapan ini efektif untuk melatih anak-anak menjawab soal-soal secara cermat, teliti, hati-hati dan jujur. Mengapa kita mengacu ke USBN, karena kelulusan menentukan di sekolah,’’ ungkapnya. Oka Sujana menambahkan,

ujian pemantapan bertujuan untuk mengukur capaian kompetensi masing-masing mata pelajaran. Misalnya, mengukur capaian kompetensi seluruh mata pelajaran, capaian kompetensi kelulusan program pemerintah yakni sejauh mana siswa sudah mencapai standar kelulusan. ‘’Satu ruang 20 orang siswa dengan dua orang pengawas, sehingga siswa tidak asing lagi dengan USBN karena suasana juga layaknya seperti suasana USBN,’’ tegasnya. (kmb27)

juga menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan pemilu. ‘’Sekarang pemetaan sampai tanggal 5 Maret dan hasil rekapitulasi akan diplenokan pada tanggal 7 Maret mendatang,’’ katanya seraya menyebutkan, jumlah daftar pemilih (DP4) di Badung mencapai 352.362 dari jumlah penduduk Badung yang mencapai 468.368 orang. Setelah Daftar Pemilih Sementara (DPS) ditetapkan, kata Raka Nakula, KPU Badung berencana mengumum-

kannya untuk ditanggapi oleh masyarakat. ‘’Di sinilah nanti akan ada kemungkinan perubahan karena bagi yang belum terdaftar akan didata. Sementara data yang kurang lengkap diperbaiki oleh PPS. Jadi, akan terjadi perubahan jumlah DPT-nya,’’ katanya. Dari DPS yang ditetapkan, jumlah pemilih terbanyak ada di Kecamatan Mengwi yang mencapai 94.253 pemilih. Sementara ini, jumlah TPS ditetapkan 574 TPS. (kmb27)

pelepasannya nanti akan ada pihak terkait yang menunjang kegiatan tersebut,” ujar Suarta, Senin (19/2) kemarin. Hal senada juga dilontarkan Lurah Legian Made Madiya Suryanatha. Dikatakan, harapan masyarakat terhadap keberadaan tempat pengeraman dan penetasan telur penyu tersebut dilatarbelakangi banyaknya penyu yang bertelur di wilayah pesisir Legian. Selama ini kawasan pantai

di Legian yang sering ditemui adanya penyu bertelur adalah di kawasan Pantai Padma. “Sebenarnya usulan ini muncul dari hasil parum Desa Adat Legian yang selanjutnya di ajukan ke musrenbang,” ujarnya. Menurut Madiya Suryanatha, usulan pengadaan tempat pengeraman atau penetasan telur penyu dinilai juga sangat baik bagi citra pariwisata Legian. Selain menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan, hal tersebut juga menegaskan bahwa Legian sangat peduli akan keberadaan penyu yang merupakan satwa dilindungi. (kmb23)


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Sekaa Teruna Dalung Permai Tak Dapat Dana Kreativitas Seni

Selasa Umanis, 20 Februari 2018

Menteri Agama ’’Launching’’ Buku ’’IHDN Zaman Now’’ dan ’’IHDN Press’’

Ketua DPRD Badung Bantu secara Pribadi IHDN Denpasar Berharap Berstatus Universitas

KETUA DPRD Badung Putu Parwata, Minggu (18/2) menyerahkan bantuan dana motivasi bagi 19 sekaa teruna di Dalung Permai, Desa Dalung. Ini wujud nyata komitmen memotivasi sekaa teruna dalam melestarikan seni budaya melalui kreativitas pembuatan ogoh-ogoh. Bantuan pribadi sebesar Rp 190 juta tersebut juga merupakan bentuk simpati kepada sekaa teruna di Dalung Permai yang tidak mendapatkan bantuan dana kreativitas seni pembuatan ogoh-ogoh Pemkab Badung akibat kesalahan nomenklatur. Kehadiran Ketua DPRD Badung Putu Parwata disambut antusias oleh Perbekel Dalung Putu Arif Wiratya serta ratusan anggota sekaa teruna se-Perumahan Dalung Permai di Banjar Bhinekanusa Kangin. Putu Parwata menjelaskan, penyerahan bantuan pribadi bagi 19 sekaa teruna di Dalung Permai masing-masing Rp 10 juta merupakan inisiatif pribadi dan ingin menjaga kebersamaan seluruh sekaa teruna yang ada di Dalung Permai. ‘’Sebelumnya memang ada sedikit kesalahan administrasi sehingga 19 sekaa teruna ini tidak dimasukkan dalam nomenklatur yang mengakibatkan sekaa teruna di Dalung Permai tidak mendapatkan dana bantuan kreativitas seni untuk pembuatan ogoh-ogoh dari Pemkab Badung. Sebagai wujud kepedulian kami terhadap para pemuda dan tidak menjadi kecemburuan antara sekaa yang lain, maka saya secara

DANA MOTIVASI - Ketua DPRD Badung Putu Parwata usai menyerahkan dana pribadinya untuk memotivasi kegiatan seni sekaa teruna di sejumlah banjar di Dalung Permai yang dipusatkan di Banjar Dinas Bhineka Nusa Kangin. pribadi memberikan bantuan untuk sekaa teruna yang ada di Dalung Permai,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya sebagai tokoh yang dituakan di Dalung Permai merasa prihatin tidak difasilitasinya sekaa teruna ini. ‘’Kami menyampaikan kepada 18 klian dinas yang ada di Dalung Permai termasuk satu sekaa teruna yang ada di Banjar Dukuh untuk mengumpulkan sekaa terunanya untuk diberikan bantuan dalam memotivasi kreativitas sekaa teruna sebagai generasi penerus bangsa khususnya dalam pelestarian adat seni dan budaya dan terhindar dari dampak negatif globalisasi,’’ papar Putu Parwata. Klian Banjar Dinas Bhineka

Nusa Kangin Wayan Sarma didampingi Kepala Desa Dalung Putu Arif Wiratya menyatakan rasa terima kasihnya atas bantuan motivasi untuk peningkatan kreativitas sekaa teruna yang diberikan Ketua DPRD Badung Putu Parwata. Pihaknya berharap ke depan Putu Parwata dapat meningkatkan bantuannya salah satunya seragam dan alat komunikasi pecalang berupa HT. Pada kesempatan tersebut, Putu Parwata menegaskan komitmennya untuk kembali memotivasi sekaa teruna se-Dalung Permai dalam lomba ogoh-ogoh serangkaian hari raya Nyepi tahun 2018 mendatang dengan memberikan bantuan dana untuk para pemenang lomba. (ad993)

Undiknas University Kini Miliki Dosen Asing

DOSEN ASING - Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma (kanan) usai penandatanganan kontrak dosen asing Robert-Vasile Moisa dari Rumania. SETELAH mempunyai mahasiswa asing dan kelas internasional, kini Undiknas memiliki seorang dosen asing dari Bucharest, Rumania. Ia adalah Robert-Vasile Moisa., M.Sc. (Master in Communication Science). Robert-Vasile Moisa juga diberikan hadiah buku baru oleh Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA. saat acara Wisuda dan Dies Natalis ke-49 Undiknas, Sabtu (18/2) lalu. Rektor Undiknas berharap kehadiran dosen asing ini mampu memberi vibrasi positif bagi penciptaan atmosfer akademik berwawasan global. Tidak hanya untuk mahasiswa tetapi juga buat para dosen. Masih terkait dengan dosen, Prof. Gede Sri Darma mengucapkan rasa terima kasih karena tahun ini 13 orang dosen Undiknas berhasil merebut hibah penelitian Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek Dikti. Selain itu, 10 dosennya mendapatkan hibah penelitian dosen pemula, hibah disertasi doktor dan hibah penelitian strategis nasional.

Meski demikian, ia mengingatkan tentang tuntutan baru tugas dosen yang terus mengalami perubahan. Hal ini terkait The World Economic Forum (WEF) atau Forum Ekonomi Dunia yang baru-baru ini menerbitkan laporan bahwa ada 10 kemampuan utama yang dibutuhkan dalam memenangkan persaingan di dunia kerja yaitu (1) kemampuan memecahkan masalah, (2) berpikir kritis, (3) kreativitas, (4) manajeman, (5) berkoordinasi dan bekerja sama dengan orang lain, (6) keseimbangan kecerdasan emosional (EQ), (7) menganalisis dan mengambil keputusan, (8) memberikan pelayanan, (9) bernegosiasi dan (10) fleksibilitas dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi. ‘’Ini merupakan sinyal bahwa karakteristik pendidikan juga harus berubah,’’ tegas Prof. Gede Sri Darma. Dikatakannya, peran sekolah dan perguruan tinggi akan menjadi sangat berbeda di masa depan. Pendidikan tidak lagi hanya memberikan

pengajaran tentang pengetahuan secara teori, namun harus disesuaikan dengan cara-cara yang baru dan lebih inovatif. Inilah yang disebut dengan customized curriculum. Kurikulum dan sistem pembelajaran tidak bisa lagi diterapkan secara massal, namun harus dikustomisasi sesuai kebutuhan dan keinginan setiap individu. Kedua, berkembangnya era Education 4.0 yang menuntut pengembangan potensi secara menyeluruh dan terintegrasi untuk menghasilkan individu yang seimbang dan harmonis secara fisik, intelektual, spiritual, serta emosial. Ada sembilan hal yang perlu dilakukan dalam mengubah paradigma pendidikan menuju tahapan Education 4.0 yakni (1) PBM tidak hanya berlangsung di dalam kelas, bisa dengan dukungan teknologi e-learning, (2) adanya personalisasi pembelajaran, (3) kebebasan untuk memilih mata kuliah yang ingin dipelajari dikenal dengan sebutan BYOD (Bring Your Own Device), (4) pembelajaran berbasis pada project, (5) memberikan kesempatan untuk langsung belajar di dunia nyata, (6) menginterpretasikan data melalui analisas statistik dalam mengambil keputusan, (7) sistem ujian menekankan proses pembelajaran, (8) adanya keterlibatan siswa atau mahasiswa dalam merancang kurikulum dan (9) pentingnya pendampingan oleh guru atau dosen. Semua hal tersebut menjadi tantangan yang menarik bagi dunia pendidikan. Proses pembelajaran Education 4.0 ini akan menjadi wajah baru dalam dunia pendidikan kita. ‘’Tentunya tak semudah membalikkan telapak tangan,’’ sebut Prof. Gede Sri Darma. (ad997)

Juara Olimpiade Sains Matematika dan IPA Ke-4

Tahun 2018, Gratis di SMP Widhya Brata Mengwi

SMP Widhya Brata Mengwi melaksanakan Lomba Olimpiade Sains Matematika dan IPA ke-4 secara gratis untuk siswa kelas VI SD. Peserta tahun 2018 ini paling banyak dibandingkan sebelumnya. Jumlah peserta 80 orang, namun yang hadir 79 siswa karena seorang sedang sakit. Kegiatan ini didukung oleh Klian Desa Adat Mengwi, Perbekel Mengwi, Yayasan Widhya Brata Desa Adat Mengwi, LPD Desa Adat Mengwi dan sponsor. Lomba diadakan Sabtu (10/2) lalu ditandai penyerahan name tag kepada peserta oleh Kepala Sekolah I Nyoman Karyana, S.Pd. Usai lomba, peserta, guru pendamping, undangan, OSIS dan staf SMP Widhya Brata Mengwi makan siang bersama. Panitia menyediakan studio mini untuk berfoto (dokumentasi) dan ruang pameran hasil karya siswa SMP Widhya Brata Mengwi. Puncak acara penyerahan hadiah diawali pemutaran selayang pandang kegiatan SMP Widhya Brata Mengwi. Selanjutnya tampil siswa

yang mendapat juara I story telling tingkat Provinsi Bali, musik oleh siswa SMP Widhya Brata Mengwi serta pengundian doorprize oleh tiga guru pendamping dan dua undangan. Kepala SMP Widhya Brata Mengwi I Nyoman Karyana dalam sambutannya menyatakan sangat bangga dan bersyukur dapat melaksanakan lomba ke-4 tahun 2018 dengan sukses berkat kerja keras, semangat, kebersamaan dan kekompakan keluarga besar SMP Widhya Brata Mengwi. Kasek melaporkan, tahun 2017 lalu siswanya mengikuti 35 jenis lomba tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Dari lomba itu berhasil diraih 20 juara dan satu juara umum dengan merebut piala bergilir balap sepeda untuk kedua kalinya. Sementara salah satu guru mendapat predikat juara III guru berprestasi tingkat kabupaten bidang agama Hindu atas nama Ni Made Sukantiasih, S.Pd.H. Dalam empat tahun siswa SMP Widhya Brata menjalani 179 jenis lomba dengan prestasi 69 juara, empat juara umum dan satu piala

BERSAMA - Perbekel Mengwi (paling kiri) bersama Kepala SMP Widhya Brata, guru pendamping, ketua komite, siswa, yayasan dan kepala UPT.

bergilir. Semua siswa yang mendapat juara baik perorangan maupun beregu diberikan bonus oleh sekolah dan kepala sekolah secara pribadi. SMP Widhya Brata Mengwi memiliki semboyan sebagai pijakan untuk meningkatkan mutu dan pelayanan dalam mengelola pendidikan yaitu Jadikan Sekolahku (Make My School) Sekolah Rapi (Tidy School), Sekolah Ramah (Friendly School), Sekolah Aman (Safe School), Sekolah Prestasi (Achievement School) dan Sekolah Integritas (Integrity School). ‘’Kami membangun karakter siswa dengan menanamkan disiplin dan budaya malu pada warga sekolah. Jika ingin maju harus terus belajar dari lembaga terbaik dan bekerja,’’ tegas Karyana. Menurut Ketua Panitia Ni Putu Ani Purwaningsih, S.Si., juara I direbut Artu Alycia Laksmi Dewi dari SD 2 Mengwitani, juara II Ni Kadek Ayu Ratna Kusuma Dewi (SD 3 Kapal) dan juara III I Kadek Dwipa Dama Perdana Putra (SD 1 Mengwitani). Siswa yang menjadi juara langsung diterima sebagai siswa kelas VII tahun 2018/2019 di SMP Widhya Brata Mengwi dan diberikan bonus. Hal yang sama juga berlaku bagi siswa kelas VI yang meraih juara I-III di kelas dan lomba akademis/nonakademis tingkat kabupaten/provinsi jika masuk SMP Widhya Brata Mengwi. Juara harapan berturut-turut Akke Iffa Nur Agustine (SD 3 Sempidi), Ni Putu Anggun Noviyanti (SD 2 Gulingan), Putu Andre (SD 4 Gulingan), Ni Made Chandra Wati (SD 5 Kapal), Ni Kadek Suariyanti (SD 2 Mengwitani), Ni Kadek Chesta Sri A.W. (SD 1 Penarungan), I Putu Gede Ardi Satriawan (SD 3 Sempidi), Putu Nadia Giovani Putri (SD 3 Penarungan), Ni Putu Pande Indi Arthari (SD 3 Mengwi) dan Ni Putu Agus Riyanta Putra (SD 1 Kapal). (ad950)

MENTERI Agama Republik Indonesia (RI) H. Lukman Hakim Saifuddin me-launching buku ‘’IHDN Zaman Now’’ dan ‘’IHDN Press’’ secara resmi, Senin (19/2) kemarin. Buku yang diluncurkan ini merupakan buku kompilasi keberadaan IHDN Denpasar, namun dengan sentuhan yang kekinian agar generasi milenial dapat dengan mudah membaca sejarah IHDN dan sejarah Hindu pada umumnya. Cara peluncuran dihadiri Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Rektor Institut Hindu Dharma Indonesia (IHDN) Denpasar, Kadis Kebudayaan Provinsi Bali, para sulinggih, para pimpinan perguruan tinggi umum dan keagamaan, para wakil rektor, dekan, direktur dan ketua lembaga di lingkungan IHDN Denpasar, para pimpinan majelis dan seluruh civitas akademika IHDN Denpasar. Pada kesempatan tersebut, Lukman Hakim Saifuddin berkesempatan memberikan kuliah umum bagi seluruh civitas akademika IHDN Denpasar sekaligus menyerahkan buku ‘’IHDN Zaman Now’’ kepada para sulinggih, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Kadis Kebudayaan Provinsi Bali dan BEM IHDN Denpasar. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan, kehadiran Menteri Agama RI akan menjadi tonggak besar bagi IHDN Denpasar, bukan saja karena diluncurkannya buku ‘’IHDN Zaman Now’’ dan ‘’IHDN Press’’, tetapi juga sebagai tiang pancang yang bakal dikenang abadi. ‘’Semoga hari ini menjadi momentum bagi kami untuk belajar melakukan lompatanlompatan kecil menuju perubahan yang lebih baik,’’ ujarnya. Dilaporkannya, IHDN Denpasar yang diresmikan pada 2004 adalah satu-satunya perguruan tinggi keagamaan Hindu yang berstatus

LAUNCHING - Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin didampingi Rektor IHDN Denpasar I G.N. Sudiana, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI I Ketut Widnya dan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra me-‘’launching’’ buku ‘’IHDN Zaman Now’’ dan ‘’IHDN Press’’, Senin (19/2) kemarin. institut. Kehadiran IHDN selama ini sudah banyak memberi warna dan kontribusi positif bagi masyarakat. Sampai saat ini IHDN telah mencetak lulusan 9.183 orang alumni dari tiga fakultas dan 11 jurusan pada jenjang Sarjana (S-1), empat program studi pada jenjang Magister (S-2) dan satu prodi pada jenjang Doktor (S-3). Para alumni tersebut telah tersebar di seluruh Indonesia serta diterima di berbagai instansi pemerintahan dan swasta. Mengingat semakin beratnya tantangan di dunia pendidikan, pembinaan agama serta kebutuhan yang semakin kompleks di masa depan, pihaknya berharap Menag menaikkan status IHDN Denpasar menjadi universitas dalam waktu yang tidak begitu lama. Sebab, dengan berstatus universitas akan dapat meligitimasi harapan umat Hindu di Indonesia untuk mewariskan lembaga pendidikan keagamaan. Di samping itu, saat ini pihaknya sedang bersemangat mengembangkan IHDN sebagai ‘’Kampus Kerukunan’’. Keinginan ini didasarkan atas suasana kehidupan keagamaan di Indonesia dan khusus-

nya di Bali yang mengalami pasangsurut. ‘’Dengan menjadi Kampus Kerukunan’’, IHDN ingin menjadi pioner untuk ikut berkontribusi aktif memelihara kerukunan dan toleransi baik secara interumat Hindu maupun antarumat beragama lainnya,’’ tegas Prof. Sudiana. Menag RI Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi usaha inovatif IHDN Denpasar yang telah memikirkan langkah-langkah strategis untuk mengikuti perkembangan di dunia perguruan tinggi. Pihaknya berharap buku ‘’IHDN Zaman Now’’ dan ‘’IHDN Press’’ bisa memberikan perspektif baru bagi generasi milenial yang tidak tahu banyak tentang sejarah IHDN dan dapat menjadi stimulus untuk membuat budaya akademik di IHDN semakin baik. ‘’Saya berharap IHDN terus mampu menangkap kebutuhan masyarakat. Perjuangan menaikkan status IHDN menjadi universitas bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, tetapi justru menjadi titik balik. ‘Rumah megah’ saja tidak cukup, namun harus mengisi dan merawatnya dengan budaya akademik,’’ tukasnya. (ad990)

Pansus PLP2B Serap Aspirasi Masyarakat

Pertanian Merupakan Ibu Pariwisata

- Ketua Pansus I Nyoman Dirga Yusa memimpin rapat serap aspirasi masyarakat terkait Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (PLP2B). KALANGAN legislatif Badung kembali melakukan serap aspirasi masyarakat. Acara serap aspirasi kali ini terkait Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (PLP2B) yang dipimpin Ketua Pansus I Nyoman Dirga Yusa, dihadiri Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan I Ketut Karpiana, akademisi dari Universitas Udayana, Kelompok Wanita Tani (KWT), Pekaseh Subak Yeh serta Pekaseh Subak Abian se-Badung, Senin (19/2) kemarin. Nyoman Dirga Yusa mengatakan, sebagai kabupaten yang

mengandalkan pariwisata, perlindungan terhadap pertanian sangatlah penting. Pertanian merupakan ibu dari pariwisata. ‘’Andalan PAD Badung adalah pariwisata, sedangkan pariwisata tidak bisa dipisahkan dengan pertanian,’’ ujarnya. Dikatakannya, jika perda ini tidak dibuat, pihaknya khawatir tidak sampai 30 tahun lahan pertanian di Badung akan habis. ‘’Yang sangat penting adalah perlindungan lahannya. Nantinya saya akan turun langsung mengawasi apakah perda ini sudah dilaksanakan atau tidak,’’ tegasnya.

Demi menyempurnakan Perda PLP2B, pihaknya bersama anggota pansus sudah melakukan studi banding ke Tasikmalaya. Sementara tekait penyerapan aspirasi, pihaknya menginginkan perda ini lahir langsung dari aspirasi petani. ‘’Kami ingin perda ini memiliki roh yang bersentuhan langsung dengan petani. Kami memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat,’’ jelas Dirga Yusa. Wayan Setiawan selaku Pekaseh Subak dari Bongkasa mengatakan, perlu adanya regenerasi dalam bidang pertanian. Karena saat ini kebanyakan petani sudah berusia di atas 50 tahun. ‘’Bagaimana agar generasi muda Badung kembali mencintai pertanian. Selama ini regenerasi tidak pernah ada. Kami ingin agar pemerintah bisa menangani itu,’’ tandasnya. Sementara itu, Made Nurbawa dari Pekaseh Subak di Sibanggede menyatakan Perda PLP2B penting karena alih fungsi lahan semakin sulit dikendalikan, sedangkan pihaknya sebagai pekaseh tidak memiliki kewenangan apa pun untuk melarang. Maka dari itu, ia ingin perizinan pembangunan semakin diperketat. ‘’Selain itu, kesulitan kami di subak adalah sumber air. Mengapa itu juga tidak dimasukkan ke dalam perlindungan,’’ imbuhnya. (ad994)

Peringati HUT Ke-36

Kopertis Wilayah VIII Gelar Apel Bendera

MEMPERINGATI Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36, Kopertis Wilayah VIII yang mencakup Bali, NTB dan NTT menggelar upacara bendera, Senin (19/2) kemarin. Bertempat di halaman depan Kantor Kopertis Wilayah VIII, Jalan Trengguli I, Denpasar Timur, apel diikuti seluruh pimpinan PTS di Bali beserta pegawainya. Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. bertindak selaku pembina upacara. Tema yang diangkat pada HUT ke-36 ini adalah ‘’Tingkatkan partisipasi dan kerja sama antarperguruan tinggi swasta dengan santai, serius dan selesai’’. Pada perayaan tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunianya selama 36 tahun memberikan tuntunan kepada Kopertis Wilayah VIII, sehingga bisa menaungi 166 PTS yang tersebar di Bali, NTB dan NTT. Selain itu, diumumkan para pemenang lomba yang dilakukan sebelumnya. Universitas Mahasaraswati Denpasar keluar sebagai juara umum I dan berhak mendapatkan sebuah sepeda motor Honda BeAT. Juara II diraih Universitas Dwijendra dengan hadiah mesin cuci dan juara III direbut STIE Triatma Mulya dengan hadiah lemari es. Sementara juara harapan I, II dan III masing-masing Stikom Bali, Stikes Bali dan Mapindo mendapat hadiah uang tunai. Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa mengatakan sebanyak 166 PTS yang berada di bawah naungannya sejauh ini tidak ada yang ‘’sakit’’ atau konflik. Semuanya berkualitas dan bisa

POTONG TUMPENG – Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. I Nengah Dasi Astawa memberikan potongan tumpeng kepada Rektor Universitas Warmadewa Prof. Dewa Putu Widjana pada perayaan HUT ke-36 Kopertis Wilayah VIII yang diisi upacara bendera. berkembang di tengah persaingan global yang semakin ketat saat ini. Kendati demikian, ia berharap PTS terus berpacu meningkatkan kualitas masing-masing. Dengan begitu, bagaimanapun ketatnya persaingan global PTS tetap bisa mengantisipasi bahkan memenangkannya. ‘’Dengan kualitas PTS bisa tetap eksis. Tanpa kualitas PTS akan ditinggalkan oleh masyarakat. Jadi, saya terus turun ke bawah untuk mengadvokasi dan membimbing PTS itu mulai dari SDM, pendanaan, hingga sarana dan prasarana,’’ ujar Dasi Astawa seusai apel bendera. Berkaitan dengan adanya rencana pembukaan perguruan tinggi luar negeri di Indonesia, Prof. Dasi Astawa menyatakan tidak menjadi permasalahan serius bagi perguruan tinggi khususnya PTS. Bahkan, hal tersebut menjadi sebuah tantangan baru bagi PTS untuk lebih meman-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

tapkan diri dalam meningkatkan kualitas di dalam mengelola lembaganya masing-masing. Apalagi tidak semua perguruan tinggi luar negeri bisa beroperasi di dalam negeri. Tentu ada regulasi yang harus dipenuhi terutama klaster-klaster tertentu, mengutamakan pandangan lokal. Hanya perguruan tinggi luar negeri yang berkualitas yang akan bisa beroperasi di Indonesia. Dengan demikian, PTS dalam negeri akan berlomba-lomba membangun kualitas lembaganya, sehingga berimbas pada peningkatan mutu PTS itu ke depannya. ‘’Strategi yang harus dilakukan adalah membenahi SDM, infrastruktur dan penguasaan iptek. Kita harus mampu memacu anak didik agar mempunyai kompetensi supaya bisa merebut dan menciptakan lapangan pekerjaan, baik di dalam maupun di luar negeri,’’ tegas Prof. Dasi Astawa. (ad836)


Selasa Umanis, 20 Februari 2018

daerah

5

Senator Minta Klarifikasi Kasus Pelecehan Turis Selandia Baru

Usai Surati Kemenlu, Shri Arya Wedakarna Lega Pemerintah AS Izinkan Kepulangan Jenazah TKI

Bali Post/kmb30

ROBOH - Rumah warga roboh diterjang puting beliung di Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Senin (19/2) kemarin.

Diterjang Puting Beliung, Sembilan Rumah Rusak

Banyuwangi (Bali Post) Angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (19/2) kemarin. Akibatnya, sembilan rumah rusak dan satu dapur rata dengan tanah. Beruntung tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Dua desa itu masing-masing Kedungringin dan Tapanrejo. Di Desa Kedungringin, empat rumah rusak parah. Sisanya di Desa Tapanrejo. Kerusakan paling parah dialami rumah milik Nurkolis (38) di Dusun/Desa Kedungringin. Tembok rumahnya jebol dan atapnya porak-poranda. Saat kejadian, rumah di tengah persawahan ini dalam kondisi kosong. Di dekat rumah ini, sebuah dapur ambruk total. Tembok penyangga berbahan batako tak mampu menahan amukan angin. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Angin mendadak mengamuk dari arah barat, lalu menerjang dengan cepat. ‘’Kejadiannya hanya beberapa menit. Akhirnya tembok rumah saya jebol atapnya berantakan,’’ kata Sulami (32), istri Nurkolis. Begitu angin datang, ia sambil menggendong bayinya langsung berusaha menyelamatkan diri. Tak berselang lama, terdengar suara tembok roboh disertai atap berjatuhan. Di dekat rumahnya, sebuah dapur juga ikut roboh. Keempat rumah yang rusak berada dalam satu lokasi dan berdekatan. ‘’Setelah menerjang rumah, angin bergerak ke timur. Tidak ada hujan,’’ ujarnya. Menurut Sulami, pusaran angin sempat terlihat dari arah barat. Lalu bergerak mendekat menyapu perumahan miliknya. Dibantu warga, ia membersikan puing rumahnya yang rusak parah. Padahal rumah ini belum selesai sepenuhnya. Sebelum menerjang Desa Kedungringin, angin lebih dulu mengamuk di Desa Tapanrejo. Di desa ini lima rumah warga rusak. Rata-rata gentengnya berantakan disapu angin. Sejumlah lahan pertanian terutama buah naga dan padi juga rusak disapu angin. Sementara itu, menurut data dari pos Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, angin puting beliung juga menerjang beberapa wilayah di Banyuwangi Selatan. Angin rata-rata merusak atap rumah warga, namun hanya rusak ringan. (kmb30)

DUA kasus tenaga kerja di Bali dan Amerika Serikat menjadi perhatian Senator DPD-RI Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Pertama, kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang karyawan hotel di Ramada Bintang Bali Sunset Road. Kedua, kasus kematian Kadek Ayu Ratih Shinta, lulusan STPBI yang sedang dalam proses kerja magang di AS. Hal itu sempat mengemuka saat acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komite III Urusan Tenaga Kerja dan Pariwisata bersama Disparda Bali, Disparda Badung, PHRI Bali, PHRI Badung, GM Hotel Ramada dan Asosiasi General Manager di Bali. Terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukakan oleh karyawan hotel, pihak DPD Bali telah menerima penjelasan dan klarifikasi dari manajemen hotel serta pandangan dari PHRI dan tokoh pariwisata. ‘’Dugaan pelecehan seksual ini sudah menjadi isu nasional, bahkan kita dapat pertanyaan dari mitra kerja di Selandia Baru. Penting

bagi lembaga negara DPDRI membantu meluruskan hal ini, karena menyangkut citra bangsa. Syukurlah sudah ada penjelasan dari pihak Polri yang dengan sigap membantu meredam isu ini, juga usaha dari pihak manajemen untuk memberhentikan si karyawan. Ke depan diperlukan mediasi dan rehabilitasi nama baik jika memang tidak bersalah. Di satu sisi, kita harus waspada akan oknum turis nakal yang sering membuat ulah di Bali termasuk mencari sensasi. Intinya tidak semua turis yang datang ke Bali berkualitas,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna. Ia juga menyayangkan bahwa si turis tetap mengunggah status jelek tentang Bali, padahal dari penjelasan hotel masalah sudah diselesaikan dengan baik sebelum si oknum ini kembali ke negaranya. ‘’Semoga ini menjadi pelajaran. Pesan saya agar pihak hotel benar– benar menempatkan SDM yang fasih berbahasa Inggris sebagai front liner. Jadi, tidak ada masalah komunikasi yang mengakibatkan fitnah,’’ tegasnya.

Terkait lamanya proses kepulangan jenazah WNI asal Bali yang tewas kecelakaan di AS, Senator DPD-RI Bali telah intensif berkomunikasi dengan pihak Kedubes RI di Washington termasuk Konjen RI di Houston. ‘’Saya mengirim surat ke Kemenlu RI dan berbicara langsung dengan Ibu Nana Yuliana (Konjen RI di Houston) agar proses pengiriman jenazah bisa dipercepat. Astungkara kita sudah dapat jawaban dari Konjen dan Pemerintah Negara Bagian Lousiana bahwa Sertication of Vital Record sudah dikeluarkan. Jenazah segera dikirim ke Tanah Air. Semoga perjuangan kami di DPD-RI dengan pemerintah Presiden Joko Widodo bermanfaat. Di sinilah peran lembaga negara hadir untuk melindungi warga negaranya. Terima kasih atas semua peran serta lembaga dan khususnya pemerintah AS atas percepatan proses ini,’’ papar Shri Arya Wedakarna. Alumni IVLP Washington ini berharap ke depan orangtua yang memiliki putra-putri bekerja di luar negeri lebih mengingatkan disiplin calon tenaga kerja akan peraturan

DI WASHINGTON - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di Washington, Amerika Serikat. di negeri tetangga, termasuk regulasi terkait visa dan izin tinggal. ‘’Anak muda Bali yang masuk ke Amerika Serikat dan negara mana pun agar disiplin dengan aturan hukum. Jika terjadi kecelakaan seperti ini, setidaknya bisa terlindungi by sistem. Lebih baik masuk

negara orang sebagai TKI dengan proses legal, sah dan baik. Termasuk sekolah pariwisata dan agen–agen tenaga kerja agar lebih memberikan pendidikan karakter dan wawasan hukum internasional. Ini urusan nama baik bangsa,’’ pungkas Shri Arya Wedakarna. (ad999)

Jaksa Tiga Kali Gagal Tuntut Willy Denpasar (Bali Post) – Majelis hakim yang menyidangkan perkara 19 ribu butir pil ekstasi tak tahan juga terhadap jaksa penuntut umum (JPU) yang menunda-nunda tuntutan. Bahkan, untuk terdakwa Abdulrahman Willy, jaksa sudah tiga kali gagal membacakan tuntutan dengan dalih angka atau besaran tuntutan belum keluar dari Kejaksaan Agung. ‘’Maaf yang mulia, secara formil kami sudah siap, tapi angkanya belum turun,’’ tandas JPU Dewa Lanang, Senin (19/2) kemarin. Atas apa yang disampaikan jaksa, majelis hakim pimpinan Made Pasek menanyakan maksud secara formil tersebut. Jaksa menyebutkan angka tuntutan belum ditentukan kejaksaan, namun jaksa dari Kejari Denpasar sejatinya sudah siap membacakan tuntutan. ‘’Itu artinya belum siap,’’ tambah hakim kepada jaksa. Tiga kali jaksa batal membacakan tuntutan, sama dengan tiga kali jaksa menghadirkan owner Akasaka sebagai saksi di pengadilan. Atas dasar itu, hakim minta supaya jaksa membacakan tuntutan, Selasa (20/2) ini. ‘’Maaf yang mulia, Willy hari ini (Senin - red) tidak bisa hadir. Menurut dokter, Willy sedang sakit,’’ ungkap JPU Dewa Lanang sembari memberikan surat sakit dari dokter. Mendengar hal itu, hakim marah dan meminta supaya Willy dan dokter dihadirkan, Selasa ini. ‘’Hadirkan Willy dan dokter besok (hari ini). Hari ini surat datang, tapi enggak lengkap. Hanya disebut Willy diare. Saya minta hadirkan Willy dan membawa alat kelengkapan dokter yang dipakai memeriksa Willy,’’ tegas hakim Made Pasek. Saking marahnya, hakim sampai sempat menawarkan mengeluarkan penetapan. JPU Dewa Lanang mengatakan akan berusaha menghadirkan Willy hari ini dan membacakan tuntutan. (kmb37)

NTB Programkan 85.000 Sapi Betina Bunting

Mataram (Bali Post) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nusa Tenggara Barat memprogramkan membuntingkan 85.000 sapi betina dengan teknologi inseminasi buatan yang diberikan secara gratis kepada pemilik ternak dalam rangka meningkatkan populasi ruminansia tersebut. “Kami akan berikan inseminasi buatan. Semen beku (sperma) diambilkan dari pejantan unggul yang kami pelihara di Balai Inseminasi Buatan, Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB drh. H. Aminurrahman di Mataram, Senin (19/2) kemarin. Semen beku berkualitas tersebut akan didistribusikan kepada kelompok-kelompok ternak yang memiliki sapi indukan siap bunting. Kelompok ternak akan dibimbing oleh petugas inseminasi buatan yang ada di masing-masing kecamatan. Ada yang berasal dari anggota kelompok ternak yang sudah dilatih dan dari dinas kabupaten/kota. Menurut Aminurrahman, pemberian inseminasi buatan secara gratis kepada puluhan ribu ekor sapi betina siap bunting milik peternak sebagai kelanjutan dari program Bumi Sejuta Sapi (BSS) yang masih menjadi menjadi prioritas pemerintah daerah. Program BSS NTB juga selaras dengan program yang telah dicanangkan oleh Kementerian Pertanian melalui Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Melalui sentuhan teknologi inseminasi buatan, diharapkan angka kelahiran sapi pedet (anak) mencapai 70 persen atau sekitar 60.000 ekor tambahan populasi sapi selama setahun. “Tambahan populasi 70 persen adalah yang hidup dari 100 persen kelahiran. Itu sudah standar minimal, biasanya mentok di kisaran 20 persen tingkat kelahiran hidup,” ujarnya. Jika perkiraan tersebut tidak meleset, akan terjadi penambahan populasi 60.000 ekor sapi dari total populasi saat ini sebanyak 1.149.719 ekor. Persediaan stok sapi di dalam daerah yang dianggap cukup besar, menjadi pertimbangan Pemerintah Provinsi NTB untuk menetapkan pengiriman sapi bibit dan potong 45.000 ekor ke berbagai daerah pada 2018. (ant)

DI PASAR - Cabup Klungkung I Nyoman Suwirta kampanye di Pasar Seni Semarapura, Senin (19/2) kemarin.

Bali Post/kmb45

Kampanye Paslon

Suwirta Sasar Pasar, Kasta Sambangi Wilayah Mandia Semarapura (Bali Post) -

Masa kampanye terbuka calon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung sudah dimulai. Senin (19/2) pagi kemarin, pasangan calon (paslon) I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta (Suwasta) yang mendapatkan giliran. Hanya, tempat yang menjadi sasaran berbeda. Cabup Nyoman Suwirta mengobok-obok Pasar Seni Semarapura. Di lokasi ini, seluruh pedagang disapa. Ia mengutarakan saat masih menjabat, pihaknya telah merencanakan merevitalisasi blok A Pasar Sema-

rapura. Anggaran yang disiapkan Rp 11 miliar berasal dari APBD Induk 2018. Revitalisasi dilakukan karena hasil pemeriksaan tim ahli labolatorium menyatakan sebagian besar fisik bangunan sudah men-

galami kerusakan. ‘’Ini pasti terealisasi,’’ katanya. Kebijakan itu untuk menjaga daya saing pasar tradisional dengan toko modern serta meningkatkan kualitas dan memberikan rasa nyaman baik terhadap pedagang maupun pembeli. Menariknya, kampanye dilakukan secara sederhana. Penampilannya seperti masyarakat biasa. ‘’Pada awal kampanye saya jalan-jalan saja dulu ke pasar biar san-

tai. Bisa dibilang kampanye, bisa juga dibilang jalanjalan,’’ ungkap Suwirta. Berbeda halnya dengan Cawabup I Made Kasta. Ia justru menyambangi Banjar Gelogor, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, yang menjadi basis lawannya, Cawabup I Ketut Mandia yang mendampingi Cabup Tjokorda Bagus Oka yang diusung PDI-P dan PKPI serta didukung Partai Hanura, PKB dan PAN. ‘’Pagi ini saya hanya ke Gelogor,

main-main ke rumah teman,’’ ujarnya. Sementara itu, Tjokorda Bagus Oka mengaku tak gentar lawannya menggalang suara ke wilayah yang menjadi basis suaranya. Hal tersebut dinilainya sebagai hal biasa dalam pesta demokrasi. ‘’Hari ini saya tidak ada agenda kampanye, hanya melayat ke Desa Akah,’’ kilahnya. Desa Akah merupakan tanah kelahiran Cawabup I Made Kasta. (kmb45)

Dishub Mataram Dukung Polda NTB Sita Kosmetik Ilegal Penertiban Taksi Daring Mataram (Bali Post) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendukung penertiban taksi dalam jaringan (daring) atau online sebagai upaya antisipasi bentrok antarangkutan umum. Penertiban taksi berbasis aplikasi yang direncanakan melalui operasi simpatik ini merupakan bagian dari kegiatan sosialasi agar mereka mau menggunakan stiker sebagai salah satu identitas taksi daring. Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram H. Khalid di Mataram, Senin (19/2) kemarin, mengatakan untuk membantu menertibkan taksi online, pihaknya akan menjaring sopir-sopir taksi daring ketika melakukan pengujian kendaraan bermotor atau kir. “Saat kir kami bisa mengidentifikasi mana

yang taksi daring yang sudah mematuhi ketentuan dan belum. Dengan demikian, keberadaan mereka jelas dan konsumen dapat membedakan mana taksi konvensional dan daring,” ujarnya. Kemenhub telah mengeluarkan Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Di dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa setiap angkutan daring berbasis aplikasi harus memenuhi beberapa persyaratan. Di antaranya kir atau memeriksa bagianbagian kendaraan bermotor, memasang stiker sebagai tanda taksi berbasis aplikasi dan sopir harus memiliki surat izin mengemudi A umum. Hingga saat ini taksi daring yang sudah memiliki stiker hanya taksi Uber

sebanyak 45 unit. “Selain Uber, belum ada lagi taksi daring yang memiliki stiker resmi yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Provinsi NTB. Padahal stiker tersebut sebagai upaya antisipasi bentrok antarangkutan umum,” kata Khalid. Terkait itu, untuk meningkatkan kepemilikan stiker taksi daring, pihaknya mendukung kegiatan penertiban. Jika taksi daring tidak memiliki stiker resmi dari Dishub NTB, taksi tersebut dapat disebut ilegal. Untuk menjadi moda angkutan umum yang resmi, taksi daring seperti Uber, Grab, Go Car dan sejenisnya harus mengurus izin operasional di provinsi. Apabila sudah memiliki izin, taksi daring berhak mendapatkan stiker sebagai salah satu identitas sekaligus petunjuk wilayah operasional. (ant)

Mataram (Bali Post) – Petugas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menyita ratusan produk kosmetik berbagai merek yang diduga ilegal dari sebuah toko klontong yang berada di wilayah Aik Genit, Kabupaten Lombok Barat. Kasubbid III Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB AKBP A.A. Gede Agung di Mataram, Senin (19/2) kemarin, mengatakan ratusan produk kosmetik berbagai merek diduga ilegal itu disita karena tidak disertai dengan izin edar. “Berbagai produk kosmetik ini tidak ada izin edarnya, jadi kami amankan bersama penjualnya,” katanya dalam jumpa pers di Mapolda NTB. Produk yang diduga ilegal itu dapat dilihat dari kemasannya yang tidak tercantum izin dari Dinas Kesehatan dan Balai Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM). “Kalau ada izinnya pasti di kemasannya itu ada nomor register yang dikeluarkan oleh BPOM dan Dinas Kesehatan, tapi ini tidak ada,” ujarnya. Pihaknya

masih melakukan koordinasi dengan BPOM untuk menguji mutu dan kualitas produk kosmetik yang sebagian besar merupakan krim wajah dan kulit untuk wanita tersebut. Lebih lanjut dikatakannya, penjualnya yang berinisial ES (42) mulai menjalankan usaha produk kosmetiknya sejak tahun 2017. Seluruh produk kosmetik yang dijual dipesan dari seseorang yang berdomisili di Purwakarta, Jawa Barat, melalui media sosial. Oleh karena itu, penyidik telah menetapkan ES sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 197 UU RI Nomor 6/2009 tentang Kesehatan yang ancaman pidananya paling berat 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar. ES yang sempat dimintai keterangan oleh wartawan mengaku tidak mengetahui jika menjual produk kosmetik harus disertai dengan surat izin edar dari Dinas Kesehatan dan BPOM. Makanya ia sampai berani membuka toko dan menawarkan ke orang-orang. (ant)


OPINI

6

Selasa Umanis, 20 Februari 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menjaga Netralitas TNI, Polri, dan ASN PADA rapat pimpinan antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kembali mengingatkan akan netralitas kedua institusi negara tersebut dalam pemilihan umum kepala daerah (pemilukada). Presiden memerintahkan jajaran TNI dan Polri untuk netral, karena dua institusi penjaga keamanan ini sangat strategis untuk terciptanya pelaksanaan pemilukada yang bersih dari konflik. Tak hanya TNI dan Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN -- dulu PNS/Pegawai Negeri Sipil) juga diminta bersikap netral dalam pemilukada. Netralitas TNI dan Polri diharapkan mampu menjaga kondusivitas pelaksanaan pemilukada. Netralitas TNI dan Polri ini juga untuk menutup celah terjadinya kecurangan. Apalagi, jika ada di antara calon berasal dari kalangan TNI atau Polri. Selama ini dari penyelenggaraan pilkada dan pemilu, TNI, Polri berperan dalam menjaga agar pilkada dan pemilu bisa berjalan aman dan damai. Profesionalitas dan netralitas prajurit harus dijunjung tinggi. Tujuannya, agar rakyat di daerah bisa melaksanakan hak pilih mereka dengan baik, tanpa intimidasi dan gangguan keamanan. Karenanya, anggota TNI dan Polri harus netral dan bersikap profesional, sekalipun ada prajurit TNI dan Polri yang bertarung dalam pilkada serentak yang akan digelar pada 27 Juni mendatang. Dengan netralitas TNI, Polri, dan ASN, diharapkan rakyat mendapatkan kepala daerah yang memiliki integritas, bertanggung jawab, bukan semata-mata mencari kekuasaan. Tetapi, masyarakat sendiri juga harus benar-benar mampu menilai dan mengetahui track record (rekam jejak) seorang calon pemimpinnya. Menjaga netralitas TNI, Polri, dan ASN, tidaklah juga bisa diharapkan hanya dari institusi mereka. Peran masyarakat untuk mengawasi dan melaporkan tiap kecurangan/penyimpangan, juga sangatlah penting. Tidak kalah penting, peran dari lembaga penyelenggara pemilu seperti KPU, Bawaslu/Panwaslu untuk segera menindaklanjuti tiap laporan masyarakat serta menindak tegas setiap pelanggaran. Mengingat, selama ini, kisruh pemilu justru banyak muncul akibat kekurangtegasan lembaga penyelenggara pemilu. Bahkan sangat ironis, lembaga penyelenggara pemilu yang justru dilaporkan melakukan kecurangan dan penyimpangan. Antisipasi berbagai potensi kecurangan dan penyimpangan, termasuk kemungkinan ketidaknetralan TNI, Polri, dan ASN, juga harus dilakukan mulai dari mereka-mereka yang ditugaskan sebagai pengganti/penjabat para kepala daerah di daerah yang ada pemilukada. Seperti yang belakangan mencuat, ada penjabat dari Polri yang ditunjuk sebagai pengganti/penjabat kepala daerah yang ada pemilukadanya. Sementara di antara para calon yang ikut bertarung di daerah itu ada dari unsur Polri. Ini sudah seharusnya dihindari agar tidak mengundang berbagai kecurigaan yang berujung kisruh pemilukada. Penunjukan penjabat pengganti kepala daerah juga haruslah dijaga netralitasnya. Langkah ini merupakan salah satu awal menjaga netralitas TNI, Polri, dan ASN dalam pemilukada agar menghasilkan pemimpin yang benar-benar seperti yang diharapkan masyarakat. Pemimpin yang benar-benar memiliki integritas, bertanggung jawab, mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Mohon Penjelasan Pengelolaan APBDes

Saya seorang warga yang ingin mempertanyakan tentang pengelolaan dana desa di Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar. Sebagai warga, saya tentu merasa bangga dengan predikat juara dan berbagai penghargaan yang disandang oleh Desa Dangin Puri Kangin, apalagi kemudian dibarengi dengan pembangunan proyek-proyek besar khususnya pembuatan gapura-gapura yang sangat megah. Di balik semua itu, saya juga merasa prihatin atas pembangunan proyek-proyek dan gapura tersebut kurang sejalan dengan arahan Bapak Jokowi yang mengharapkan agar dana desa dipergunakan untuk memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat. Kenyataannya program-program yang bertujuan menyejahterakan masyarakat tersebut justru tidak kelihatan dan bahkan nyaris tidak terdengar. Ada informasi bahwa pembangunan proyekproyek dengan anggaran fantastik tersebut tidak pernah melalui tender. Mohon penjelasan? Secara aturan semestinya tidak bisa dilakukan karena dibuat/dibangun di atas jalan yang bukan merupakan jalan (kewenangan) desa akan tetapi merupakan jalan (kewenangan) kota dan provinsi. Ketika ditanyakan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang semestinya berkompeten untuk menjelaskan malah tidak bisa berkomentar dan dikatakan semua yang dilakukan atas saran, petunjuk dan arahan dari BPMD Kota Denpasar. BPD juga menyatakan baru menerima rancangan/draf RAPBDes & RKP Desa Dangin Puri Kangin tahun 2018 dan rencananya dibahas pada Februari 2018 ini. Sebagai orang awam, saya tidak paham, apa mungkin APBDes untuk tahun 2018 dilaksanakan sementara rancangannya saja baru diajukan dan akan dibahas. Saya, selaku warga juga merasa salut atas apa yang telah dilakukan. Tapi saya tetap mohon penjelasan terkait pengelolaan APBDes. Ke mana saya harus bertanya? A.A. Gde Agung Ambara Putra Jl. Gadung Gg.V/11, Denpasar

Permendagri dan Antisipasi Kerawanan Pilkada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendapatkan kritik publik terkait rencana kebijakannya dalam pengisian Penjabat Gubernur di Jawa Barat dan Sumatera Utara. Kedua daerah tersebut direncanakan ditunjuk dua petinggi Polri sebagai penjabat gubernur. Rencana langsung berbuah pro dan kontra. Kecaman dan desakan pembatalan mencuat lantaran melihat upaya ini ada aroma pengembalian dwifungsi Polri. Isu semakin menghangat karena ada potensi konflik kepentingan. Pilkada Jabar salah satu kontestan ada dari unsur mantan perwira tinggi Polri. Alasan kerawanan konflik juga dipandang kurang kuat, apalagi dengan menabrak undang-undang. Alih-alih ingin meredam potensi konflik, jika Kemendagri bersikukuh justru berpotensi menciptakan sumber konflik baru dan besar.

Oleh Ribut Lupiyanto ua perwira yang diusulkan Kemendagri yaitu Asisten Operasi (Asops) Kapolri Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jabar dan Kepala Divisi Propam Polri Inspektur Jenderal Martuani Sormin sebagai Penjabat Gubernur Sumut. Dua nama ini merupakan usulan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian atas permintaan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar berakhir pada 13 Juni 2017. Sedangkan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut masa jabatannya berakhir pada 17 Juni 2017. Kemendagri menggunakan alasan tunggal yaitu keamanan pilkada. Kebijakan serupa sudah pernah dilaksanakan pada Pilkada 2017. Kala itu terdapat dua daerah yang dianggap rawan yakni Provinsi Aceh dan Sulawesi Barat. Kemendagri

D

saat itu menunjuk penjabat gubernur dua daerah tersebut dari kalangan TNI-Polri. Kemendagri menjamin perwira Polri yang akan ditugaskan sebagai penjabat gubernur atau jabatan lain setingkat kepala daerah akan netral selama Pilkada. Keputusan akhir nanti ada di tangan Presiden Joko Widodo. Meskipun Kemendagri menyatakan sudah ada lampu hijau. Kebijakan ini rawan gugatan. Pihak kontra menilai pemerintah melanggar UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pasal 28 (1) menyebutkan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis. Selanjutnya, dalam ayat (3) ditegaskan bahwa anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian.

Dasar hukum yang digunakan Kemendagri sendiri adalah Permendagri No. 1 Tahun 2018. Permendagri tersebut ditandatangani Mendagri Tjahjo Kumolo pada 9 Januari 2018. Permendagri No. 1 Tahun 2018 tentang Cuti di Luar Tanggungan Negara menggantikan aturan sebelumnya Permendagri Nomor 74 Tahun 2016. Permendagri baru di pasal 4 ayat 2 menyebutkan Penjabat Gubernur berasal dari pejabat pimpinan tinggi madya/setingkat di lingkup pemerintahan pusat/provinsi. Sedangkan Permendagri lama pada pasal 4 hanya membatasi penjabat gubernur hanya untuk pimpinan tinggi madya Kementerian Dalam Negeri atau Pemda Provinsi. Regulasi internal yang baru saja dikeluarkan juga diindikasikan banyak pihak sarat muatan politis. Meskipun demikian tetap dipandang menabrak UU Kepolisian yang tingkatnya di atas Permendagri. Mahendra (2018) menilai

Permendagri baru tersebut lemah dan kebijakan penjabat gubernur dari Polri rawan gugatan. Gugatan ke MK dapat dilakukan terkait permohonan kembali penafsiran atas UU tentang Kepolisian. Gugatan diprediksi berpotensi menganulir kebijakan Kemendagri. Efek politiknya mempermalukan pemerintah dan menghambat pemerintahan daerah. Selanjutnya, Sodik (2018) menilai kebijakan Kemendagri justru menunjukkan ketidakpercayaan diri pemerintah dalam menyelenggarakan pemilu yang aman. Pemerintah mestinya menempatkan polisi pada tugas, pokok, dan fungsinya sebagai aparat penegak hukum. Penugasan ke luar institusi Polri memungkinkan yang memiliki singgungan tugas, seperti BNN, BIN, BNPT, Kemenhan, dan lainnya. Penunjukan petinggi Polri sebagai penjabat gubernur daerah yang tedapat calon kepala daerah dari polisi berpotensi menciptakan opini negatif di masyarakat. Keputusan Bijak Pilkada serentak 2018 ini diprediksi akan berlangsung lebih panas. Hal ini disebabkan terlaksana bersamaan dengan tahun politik jelang Pemilu 2019. Selain itu, pelaksanaannya sebagai berada di daerah padat penduduk yang menjadi incaran lumbung suara pada Pemilu 2019. Di antaranya adalah Jabar dengan penduduk dan pemilih terbesar di Indonesia serta Sumut yang terbesar di Pulau Sumatera. Kemendagri mesti menyika-

Meminimalisasi Kekerasan terhadap Guru

Kematian Pak Budi Cahyono, guru Kesenian di SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menggemparkan publik. Guru dalam rangka melakukan tugas pengajaran, pendidikan, maupun pembinaan siswa, sejatinya telah diberikan kebebasan untuk memberikan sanksi. Hal ini tertuang pada Pasal 39 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Pasal ini berbunyi: guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama, norma hukum, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang ditetapkan guru, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya. Yang menjadi permasalahan adalah, minimnya pengetahuan serta pemahaman para guru mengenai rambu-rambu kebebasan yang melekat pada diri mereka. Sebagai akibatnya, ketika mesti menjatuhkan sanksi bagi siswa yang tindakannya tidak sesuai norma-norma maupun peraturan di satuan pendidikan, guru kerap dibenturkan dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pasal 9 ayat (1 a) undang-undang ini berbunyi: setiap anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain. Sebagai manusia biasa terka-

Oleh I Made Kridalaksana dang para guru pun tidak mampu mengendalikan emosi saat menghadapi siswa yang berperilaku menyimpang dari norma serta peraturan yang berlaku. Sering kali tanpa disadari para guru terpancing untuk melakukan “kekerasan” seperti mencubit, menampar, bahkan memukul siswa. Celakanya, tindakan seperti ini juga sering kali mendapat resistensi baik dari siswa bersangkutan maupun orangtua mereka. Selain “perlawanan” yang dilakukan terhadap Pak Budi Cahyono, kalau kita melihat ke belakang, perlakuan tidak terpuji sudah sering dialamatkan siswa maupun orangtuanya kepada para guru yang notabene hendak memberikan pendidikan serta pembinaan. Sebelumnya, pada tahun 2017, Malayanti dari Sulawesi Selatan dilaporkan orangtua siswa ke polisi karena mencubit anaknya yang main telepon seluler pada saat pembelajaran sedang berlangsung. Bukan ini saja, pada tahun 2016, Jamilah, seorang guru perempuan di Kalimantan Barat dicukur balik oleh orangtua siswa yang tidak terima rambut panjang anaknya dicukur sang guru. Demikian pula pada tahun 2012, selain dicukur balik oleh orangtua siswa, seorang guru di Jawa Barat, bernama Aop Saopudin juga dipukul karena mencukur rambut siswanya yang panjang. Banyaknya kasus kekerasan yang dilakukan siswa maupun orangtua siswa terhadap guru menandakan bahwa menjalankan

profesi sebagai guru bukanah pekerjaan ringan. Sebagaimana diatur Pasal 1 ayat (1) Undangundang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru adalah tenaga profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Berdasar ketentuan ini, tugas guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan termasuk penilaiannya, tetapi juga mendidik sekaligus membina. Sebab, selain untuk menguasai ilmu pengetahuan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, para guru juga mesti memberikan pendidikan sikap yang baik kepada para peserta didik. Dengan demikian, selain mampu menguasai serta mengaplikasikan ilmu pengetahuan dengan baik, para siswa juga diharapkan memiliki sikap yang baik pula. Untuk mengantisipasi agar kekerasan terhadap guru dapat diminimalisasi, setidaknya ada lima hal yang dapat dilakukan baik oleh unsur pemerintah, sekolah termasuk guru, siswa beserta orangtuanya. Pertama, menegakkan tata tertib siswa. Pihak sekolah mesti berani tegas dalam memberlakukan aturan maupun tata tertib siswa. Kedua, merinci kebebasan manjatuhkan sanksi. Pada saat melaksanakan tugasnya, banyak guru yang ragu menjatuhkan sanksi kepada siswa yang melanggar ke-

tentuan serta norma yang berlaku. Sebagai akibatnya, mereka membiarkan pelanggaran tersebut terjadi mengingat tidak berani menjatuhkan sanksi apa yang pantas diberikan. Untuk itu, pemerintah perlu menerbitkan peraturan yang memuat penjabaran secara rinci terkait sanksi yang dapat dijatuhkan sehingga tidak bertentangan dengan undang-undang tentang perlindungan anak. Ketiga, siraman rohani dan pendidikan budi pekerti. Pendidikan agama serta budi pekerti luhur memegang peran penting untuk memperkenalkan nilai-nilai kebaikan yang dapat dijadikan pedoman siswa tatkala bertindak. Keempat, mensosialisasikan pentingnya peran guru. Para siswa maupun orangtua mesti terus-menerus diingatkan dan disadarkan bahwa keberadaan guru sangat penting untuk mengeluarkan kita semua dari kebodohan. Kelima, perlindungan guru. Agar guru merasa aman dan nyaman dalam menjalankan tugas, Permendikbud No. 10 Tahun 2017 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan hendaknya dilaksanakan. Pasal 2 ayat 3 huruf a, b, c, d, dan e peraturan ini pada intinya memberikan perlindungan kepada pendidik dan tenaga kependidikan terhadap tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, dan/atau perlakuan tidak adil, dari peserta didik, orangtua peserta didik, masyarakat, birokrasi, dan/ atau pihak lain yang terkait dengan pelaksanaan tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan. Penulis, guru Bahasa Inggris di SMA Negeri 2 Mengwi, Badung

pi pro dan kontra secara bijak. Prinsip profesional, independensi dan optimasi solusi mesti dijalankan secara proporsional. Alternatif-alternatif kebijakan lain masih dapat dipilih dengan tetap mengedepankan kualitas. Penanganan kerawanan konflik tidak ada jaminan akan terlaksana sempurna hanya dengan penjabat gubernurnya dari kepolisian. Di sisi lain, penanganan kerawanan mutlak membutuhkan kepolisian dalam sinerginya secara profesional berbasis institusional. Rencana pengangkatan penjabat gubernur dari kepolisian dirasa akan lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Implikasi sosial politik dan hukumnya justru mengkhawatirkan. Kemendagri layak membatalkan rencana tersebut. Penjabat dapat ditunjuk dari Kemendagri sendiri atau ASN kementerian lain yang memenuhi kualifikasi administratif dan substanstif. Jika faktor kerawanan pilkada tetap diprioritaskan, maka sosok yang dipilih tentu mesti memiliki kapasitas kepemimpinan baik dan mampu mengelola sinergi lintas pihak yang andal. Pilkada sebelumnya menunjukkan Jabar dan Sumut berjalan aman dan lancer. Hasil pemetaan indikatif terkait potensi kerawanan patut diapresiasi namun tidak perlu dibesar-besarkan. Hal terpenting adalah langkah antisipasinya yang komprehensif. Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)

POJOK Tiga arca di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang dirusak. - Upaya adu domba. *** Jaring pemimpin, krama Bali mesti dewasa berpolitik. - Jangan mau diadudomba. *** Nazaruddin minta KPK bongkar kasus korupsi selain e-KTP. - Tantangan bagi KPK.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


BALI balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

KENDARAAN Sejumlah kendaraan pengangkut sampah tampak berderet di Jalan Mataram, Lumintang, Denpasar, Sabtu (17/2) lalu.

www.iklanbalipost.com

Balipost on Gadget

Bali Post/wan

Selasa Umanis, 20 Februari 2018

Pengedar Ratusan Gram Narkoba Ditangkap Mengaku Belajar di Lapas

Denpasar (Bali Post) Tersangka Komang Mertayasa saat berusia 17 tahun sebatas penyalah guna narkoba. Pada Maret 2015, ia ditangkap dan mendekam di Lapas Kerobokan. Hampir setahun lebih mendekam di lapas, ia mengaku diajari menjadi pengedar narkoba oleh napi di sana. Setelah bebas September 2016, pelaku direkrut napi berinisial Dn jadi pengedar. Pada Jumat (16/2) lalu, dia ditangkap di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, dengan barang bukti 65 paket sabu-sabu (SS) seberat keseluruhan 134.68 gram, 204 butir ekstasi dan 50 butir happy five. ‘’Sekarang usianya 19 tahun. Pelaku ditangkap di Jalan Imam Bonjol Gang Marlboro I, Denpasar,’’ kata Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Aris Purwanto, Senin (19/2) kemarin. Terungkapnya kasus ini, lanjut AKBP Artana, berawal dari informasi masyarakat bahwa pelaku mengedarkan dan memakai SS serta ineks. Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan. Pada Jumat lalu pukul 18.00 Wita, polisi menggerebek tempat kos pelaku. Selain menangkap pria pengangguran ini, petugas menyita barang bukti 65 paket plastik seberat 134,68 gram, 204 butir tablet ekstasi dan 50 butir tablet happy five. Saat diinterogasi, pelaku mengaku mendapat narkoba tersebut dari Dn yang saat ini mendekam di lapas. Ia mengatakan sekali tempel paket narkoba dapat upah Rp 50 ribu. ‘’Kalau diuangkan barang bukti tersebut nilainya Rp 354.424.000. Dengan penangkapan ini, ribuan orang kami selamatkan dari bahaya narkoba,’’ ungkapnya. (kmb36)

redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id

Mantra-Kerta Gelar Kampanye Simpatik

Bersih-bersih Pantai, Segera Revitalisasi Pasar Tradisional

PASANGAN calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra - Ketut Sudikerta (MantraKerta), menggelar kampanye perdana dengan mendatangi pasar ikan Kedonganan, Badung, Senin (19/2) kemarin. Selain melakukan kampanye simpatik bersih-bersih pantai, acara juga diisi dengan menggelar dialog bersama nelayan dan warga setempat. Tiba pada pagi hari, Mantra-Kerta yang didampingi Tim Pemenangan Mantra-Kerta IGN Wididana (Pak Oles), Ketua KRB (Koalisi Rakyat Bali) A..A Bagus Adhi Mahendra Putra dan sekitar seribu kader langsung menyapa warga dan nelayan di tempat tersebut. Usai melakukan bersih-bersih pantai, dalam kesempatan berbicara di depan massa, Rai Mantra mengatakan dirinya senang berada di lingkungan seperti Pasar Kedonganan. Sebab, di pasar tradisional tersebut ekonomi rakyat berdenyut, interaksi terjalin dengan baik. ‘’Saya senang berada di lingkungan begini, tantangannya adalah bagaimana membuatnya lebih bersih dan

lebih maju lagi,’’ ujar Rai Mantra. Menurutnya, penataan pasar tradisional telah berjalan baik selama memimpin Kota Denpasar. Terbukti Pasar Sindhu menjadi pasar tradisional terbaik di Asia Tenggara. Upaya penataan dan pemeliharaan pasar tradisional sejatinya merupakan upaya menjaga pariwisata sekaligus. Selain penataan kondisi pasar, aktivitas ekonomi juga ditunjang dengan mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Mengenai kemudahan akses kredit bagi nelayan dan pelaku usaha kecil, Rai Mantra menegaskan hal itu bukan janji, karena faktanya telah berjalan dengan baik di Kota Denpasar. ‘’Kami hadir untuk tingkatkan kemakmuran ekomomi rakyat ekonomi kecil. Saya tak banyak bicara, pilih nomor 2 kami segera langsung bekerja,’’ kata Rai Mantra. Dalam rencana program Mantra-Kerta menekankan pada penguatan ekonomi kerakyatan. Karena itu Mantra-Kerta sangat concern dalam hal penguatan koperasi, Lembaga Perkreditan Desa serta re-

vitalisasi pasar tradisional. Ketiga hal ini merupakan tulang punggung perekomomian Bali bahkan nasional. ‘’Bali punya kekhasan dengan LPD dan pasar tradisonalnya, jika LPD berkembang dan pasar tradisional tertata maka saya yakin ekonomi rakyat akan jadi tangguh,’’ pungkas Rai Mantra. Hal senada disampaikan Sudikerta yang mengatakan akan terus mendukung warga untuk memajukan ekonominya. Dikatakan, ia sudah dari dulu ketika menjadi Wakil Bupati Badung sudah concern memajukan Kedonganan seperti penataan kawasan tersebut hingga terus berkembang seperti sekarang. ‘’Nanti saya bersama Pak Rai Mantra akan terus meningkatkan lagi upaya-upaya memajukan Kedonganan,’’ ujar Sudikerta. Kampanye simpatik MantraKerta dihadiri massa beragam. Selain warga Kedonganan dan nelayan, hadir pula massa Wayan Disel Astawa dan I Made Sugita, mantan tokoh militan PDI-P yang kini mantap mendukung untuk memenangkan Mantra-Kerta. (kmb)

DI KEDONGANAN - Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) berada di Pasar Ikan Kedonganan saat menggelar kampanye perdana , Senin (19/2) kemarin.

Ada Rasionalisasi Anggaran 2018

Dewan Minta Eksekutif Genjot Pendapatan

Denpasar (Bali Post) -

Pemprov Bali melakukan rasionalisasi terhadap sejumlah program nonfisik yang direncanakan tahun 2018 ini. Pasalnya, ada kesalahan asumsi terkait silpa tahun 2017 untuk menutupi defisit yang dipasang tahun 2018. Salah satunya disebabkan penurunan pendapatan karena situasi ekonomi belum sepenuhnya pulih.

Bali Post/rah

BARANG BUKTI - Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana merilis barang bukti kasus narkoba.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang dikonfirmasi Senin (19/2) kemarin, mengatakan silpa yang diasumsikan untuk menutupi defisit anggaran 2018 adalah sekitar Rp 600 miliar. Namun, kenyataannya yang tersisa hanya sekitar Rp 150 miliar. ‘’Sekitar Rp 450 miliar itu habis karena uang yang masuk (pendapatan, red) juga kurang. Terus pelaksanaan program hampir selesai semuanya, dengan asumsi 90 persen ternyata penyelesaian program 98 persen sehingga tidak tersisa duit. Ada

salah asumsi di sini,’’ ujarnya usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Bali. Pastika menambahkan, situasi ekonomi sulit juga membuat pendapatan turun. Sebab, Pemprov Bali selama ini hanya mengandalkan pendapatan dari Pajak Kendaraan Bermotor. Sementara pendapatan dari sewa aset tidak bisa diandalkan lantaran, menurutnya, tidak banyak yang mau menyewa aset pemprov. Belum lagi ada batasan menyewa aset selama lima tahun sesuai ketentuan yang

ada. Besaran silpa yang tidak sesuai asumsi dan adanya penurunan pendapatan inilah yang kemudian memunculkan rasionalisasi. ‘’Ada beberapa program di tahun ini yang tidak langsung berhubungan dengan kesejahteraan rakyat kita tunda dulu. Misalnya rapat-rapat, bikin kajian-kajian, perjalanan dinas, makan-minum, dikurangi semua. Nonfisik yang banyak, kalau pembangunan fisik tetap jalan terus,’’ papar mantan Kapolda Bali ini. Menurut Pastika, Badan

Program Rumah Bersubsidi

Menggiurkan, tetapi Banyak Konsumen Jadi Korban

MEMILIKI rumah sendiri menjadi idaman banyak orang. Namun, tidak semua orang bisa mewujudkannya karena harga rumah kian mahal. Menyikapi kondisi tersebut, Presiden RI Joko Widodo menelurkan program Rumah Bersubdisi khusus untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dengan uang muka Rp 5 juta sampai Rp 7,5 juta dan cicilan Rp 800 ribu hingga Rp 900 ribu, MBR bisa memilki hunian yang layak. Program ini selain menggiurkan bagi MBR, juga pengembang ilegal. Pengembang ilegal ingin meraup uang muka dari konsumen tapi kelanjutan proyeknya tidak ada kejelasan. Ujung-ujungnya MBR yang jadi korban, termasuk pengembang yang legal. Ketua DPD REI Bali Pande Agus Permana Widura mengakui fenomena seperti itu saat ini. Pengembang ilegal memanfaatkan momen ini untuk meraup keuntungan dan mengabaikan kepentingan konsumen. ‘’Terus terang, kami prihatin dengan kejadian ini. Di satu sisi, kami ingin membantu MBR memiliki rumah, tapi di sisi lain pengembang ilegal merusak pasaran dan citra pengembang yang legal. Kami sudah sering menyampaikan dan mengimbau kepada calon konsumen supaya hati-hati dan teliti saat ingin membeli rumah bersubsidi. Jangan langsung tergiur harga murah,’’ tegas Agus Widura, Senin (19/2) kemarin. Supaya tidak tertipu, katanya, pihaknya berharap calon konsumen memastikan legalitas dari perusa-

7

Bali Post/rah

Bali Post/rah

Agus Permana Widura

I Gede Suardita

haan developer tersebut. Pastikan developer tersebut sudah ikut dalam suatu organisasi perumahan. Pasalnya, persyaratan dari Kementerian PUPR menyatakan bahwa setiap developer perumahan subsidi wajib terdaftar dalam satu organisasi perumahan. ‘’Kalau di Gianyar kami pernah mendengar ada kejadian seperti itu. Untuk wilayah lain, kami akan cek karena belum ada keluhan dari masyarakat,’’ ungkapnya. Untuk mengantisipasinya, Agus Widura mengatakan akan selalu memberikan informasi kepada masyarakat, baik melalui media cetak, media elektronik, maupun medsos terkait prosedur bagi pengembang dan pembeli rumah bersubsidi tersebut. Ia juga berharap kepada sesama organisasi yang bergerak di bidang perumahan untuk lebih gencar memberikan informasi kepada anggotanya

masing-masing agar dapat disampaikan informasi yang benar kepada calon pembeli. Kondisi tersebut dirasakan dan dialami pengembang asal Tabanan, I Gede Suardita. Menurutnya, pengembang yang ikut organisasi perumahan pasti paham akan aturan rumah bersubsidi. ‘’Kalau pengembang perorangan kan masih awam akan aturan ini. Yang proyeknya sudah berjalan mungkin tahu, tapi akan memulai pasti kurang paham. Mereka cuma tahu gampang jual, padahal regulasinya susah dan ribet,’’ tegas Owner PT Bumi Cempaka Asri (BCA) ini. Untuk di Bali, rumah bersubsidi baru bisa terealisasi di wilayah Tabanan Barat, Negara, Buleleng, dan Karangasem. Di Tabanan, kata Suardita, pengembang ilegal yang menggarap rumah bersubsidi sangat masif. ‘’Dari 10 perusahaan yang menggarap proyek ini, paling dua sampai tiga developer yang

legal. Sedangkan yang ilegal kadang-kadang mereka hanya jual gambar rumah dan mengambil uang muka konsumen. Setelah itu, tidak ada kejelasan kelanjutan proyeknya,’’ tegasnya. Kondisi ini akan membuat persaingan tidak sehat. Sementara MBR yang ingin punya rumah malah jadi korban. Pasalnya sudah bayar uang muka tapi rumah tidak kunjung dibangun. ‘’Aturannya, bangun rumah dulu baru dipasarkan. Kalau mereka (pengembang ilegal - red) dipasarkan dulu dengan embel-embel jumlah terbatas dan cepat laku. Jadi, calon konsumen kan langsung tertarik. Padahal, itu semua taktik tipu daya saja. Mereka cuma jual gambar,’’ ungkap Suardita. Bagi calon konsumen, Suardita mengimbau sebelum bayar DP lebih baik cek dulu legalitas developer, izin proyek dan bisa cek ke BTN. ‘’Bisa dicek BTN, apakah developer bersangkutan punya perjanjian kerja sama (PKS) dengan BTN. Kalau ada berarti sudah resmi proyeknya,’’ tandasnya. Ia menceritakan ada pengembang seperti itu sedang kebingunan mencari solusi. Pasalnya, uang muka dari konsumen sudah diambil, tapi proyek sulit digarap karena terbentur masalah izin. ‘’Saya berharap kepada instansi terkait supaya lebih ketat melakukan pengawasan dan cek ke lapangan. Kalau ditemukan pelanggaran harus ditindak tegas. Jangan sampai banyak konsumen jadi korban, baru ada tindakan. Lebih baik antisipasi sejak dini,’’ pintanya. (rah)

Pendapatan Daerah tahun ini mesti menggenjot pendapatan sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Jika tidak, pemprov bisa tekor untuk menutupi kekurangan anggaran. Namun, Pastika menyebut pendapatan sejatinya tidak mungkin terus naik. Ada kalanya stagnan, bahkan turun, tergantung dari situasi ekonomi. ‘’Karena duitnya belum nyetok, kita kan masih nyari dari hari ke hari. Ada bayar pajak motor, masuk,’’ imbuhnya. Namun, Pastika menjamin pembangunan Bali tetap berjalan dengan baik. Diwawancara terpisah, anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana mengatakan, pendapatan Pemprov Bali paling banyak memang

bersumber dari pajak kendaraan bermotor. Pihaknya justru tidak melihat adanya penurunan pendapatan dari sana. Namun, Badan Pendapatan Daerah yang dikatakan belum maksimal untuk mengejar para penunggak pajak. ‘’Sangat banyak, yang kita lihat kemarin banyak sekali. Misalnya, di Badung saja kita temukan 100 ribu motor tidak membayar pajak 2017. Tapi angkanya naik,’’ ujar politisi PDI-P ini. Adhi Ardhana menambahkan, ada pula potensi 5.000-6.000 kendaraan hobi yang bisa dioptimalkan sebagai pendapatan pajak. Oleh karena itu, pihaknya meyakini defisit yang tidak tertutupi oleh silpa masih bisa ditutup oleh pendapatan di 2018. (kmb32)

Soal Bahasa Bali Jadi MKDU

Pansus Segera Kumpulkan Pimpinan PT Se-Bali Denpasar (Bali Post) Rencana menjadikan bahasa Bali sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di perguruan tinggi telah mendapat lampu hijau dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemenristek Dikti. Namun, persetujuan itu tidak ada artinya bila pihak kampus atau perguruan tinggi di Bali tidak mau mengakomodir. Oleh karena itu, Pansus Revisi Perda No.3 Tahun 1992 tentang Bahasa, Sastra, dan Aksara Bali segera akan mengundang pimpinan perguruan tinggi se-Bali untuk dimintai pendapatnya. ‘’Hasil konsultasi ke Ditjen Dikti, intinya boleh sepanjang kampus-kampus di Bali setuju. Kurikulum tidak lagi menjadi urusan pusat, penuh menjadi urusan kampus-kampus di Bali. Oleh karena itu, kami akan segera mengumpulkan rektor, ketua, dan direktur perguruan tinggi swasta dan negeri di Bali,’’ ujar Ketua Pansus Revisi Perda Bahasa, Sastra dan Aksara Bali di DPRD Bali I Nyoman Parta yang dikonfirmasi, Senin (19/2) kemarin. Menurut Parta, kepentingan utama menjadikan bahasa Bali sebagai MKDU di perguruan tinggi adalah pelestarian. Selain itu, ada banyak aktivitas perguruan tinggi di lapangan yang membutuhkan pemahaman bahasa Bali. Sebagai contoh, mahasiswa atau lulusan Kedokteran yang harus bertugas ke desa-desa di Pulau Dewata. Ketika menghadapi masyarakat desa yang sakit, mereka harus memahami istilah-istilah kesehatan seperti puruh atau tuju. ‘’Kalau orangtua kita di desa ditanya rematik, mereka tidak mengerti. Mereka hanya tahu tuju. Dokter kan harus mengerti ini,’’ jelas Ketua Komisi IV DPRD Bali ini. Bukan hanya di bidang kesehatan, lanjut Parta, mahasiswa di perguruan tinggi juga harus memahami istilah-istilah yang berkaitan dengan tempat ataupun kebudayaan Bali secara umum sesuai dengan bidang ilmunya. Jadi, MKDU bahasa Bali yang diberikan di perguruan tinggi tidak sama dengan materi bahasa Bali di tingkat SD atau SMP. Namun, sebatas memperkenalkan berbagai istilah dalam bahasa Bali yang berkaitan dengan bidang ilmunya. Sebab, mahasiswa yang mengetahui bahasa Bali diharapkan lebih cepat tahu dan memahami budaya Bali. ‘’Di dunia pariwisata apa misalnya, pemangku, pinandita, sulinggih, selama ini disebut manager ceremony, penjor disebut just decoration. Kan tidak tepat, mestinya disebut pemangku atau penjor saja. Penjor itu kan ada maknanya, biar mengerti dia. Ketika terjun

Bali Post/ist

RAPAT - Ketua Pansus I Nyoman Parta usai memberikan jawaban dewan terhadap pendapat kepala daerah mengenai Revisi Perda Bahasa, Sastra dan Aksara Bali dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (19/2) kemarin. menghadapi tamu kan bagus, karena tamu juga bisa mendapatkan informasi yang benar,’’ papar politisi PDI-P ini. Parta menambahkan, ada banyak pengajar yang dimiliki Bali untuk memberikan MKDU bahasa Bali. Tidak hanya dosen di perguruan tinggi itu, tapi juga bisa mengundang ahli ataupun tokoh-tokoh adat seperti bendesa yang memahami istilah-istilah tersebut sebagai dosen luar biasa. Dikatakan, MKDU bahasa Bali yang akan diatur dalam revisi perda bukan untuk menyulitkan mahasiswa dari luar Bali. Tapi sebaliknya, justru akan membantu mereka untuk memahami Pulau Seribu Pura ini. ‘’Membantu mereka, 5 tahun dia di Bali ya dia harus tahu bahasa Bali. Dengan dia tahu bahasa Bali, lebih cepat dia akan tahu budaya Bali,’’ tandasnya. Diwawancara terpisah, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, rencana menjadikan bahasa Bali sebagai MKDU memang harus dibicarakan dengan para rektor atau pimpinan perguruan tinggi (PT). Pasalnya, menambah satu mata kuliah bukanlah sesuatu yang mudah. Butuh persetujuan dari Menristek Dikti serta perguruan tinggi bersangkutan. ‘’Jadi, tidak sesederhana itu. Tapi kita harus berusaha, mudah-mudahan bisa. Cuma persoalannya nanti bagaimana mahasiswa yang bukan orang Bali, kan banyak. Mudahmudahan sih bisa,’’ jelasnya. (kmb32)


BANGLI

8

Selasa Umanis, 20 Februari 2018

BPBD Kekurangan Petugas Lapangan Bangli (Bali Post) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli sampai saat ini masih mengalami kendala dalam penanganan bencana. Kendala tersebut salah satunya keterbatasan petugas lapangan. Akibat kendala ini, BPBD kerap kelabakan menangani bencana di lapangan. Kepala Pelaksana BPBD Bangli I Wayan Karmawan didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik I Ketut Agus Sutapa, Senin (19/2) kemarin, mengatakan, saat ini BPBD Bangli hanya memiliki tujuh petugas lapangan. Di sisi lain, cuaca ekstrem belakangan ini kerap memicu bencana berupa tanah longsor dan pohon tumbang. Dengan jumlah personel lapangan yang hanya tujuh orang, pihaknya kesulitan melakukan penanganan. Dia mencontohkan, ketika tanah longsor terjadi di semua kecamatan di Bangli beberapa waktu lalu, petugas harus bekerja ekstra dari satu lokasi ke lokasi lain dalam waktu singkat untuk membersihkan material tanah longsor. ‘’Kalau dilihat dari luas wilayah, idealnya minimal memiliki sekitar 15-18 personel lapangan untuk penanganan darurat sehingga bisa diberlakukan shift yang dibagi menjadi tiga regu. Setiap regu terdiri dari 6 personel yang bisa menjadi 2 shift yakni pagi dan malam. Sementara satu regu bisa off. Dengan begitu, petugas tidak ada sampai kehabisan tenaga akibat banyaknya bencana yang ditangani di lapangan,’’ katanya. Pria asal Kintamani itu mengaku sudah mengusulkan penambahan petugas lapangan. Dari sekian pengajuan yang dilakukan, tahun ini ada tambahan 1 petugas. Pihaknya pun berharap penambahan personel bisa dilakukan kembali. ‘’Kita berharap petugas lapangan bisa ditambah secara serentak. Kalau memang memungkinkan, kita harap petambahan ini bisa dipercepat,’’ ungkapnya. Selain petugas lapangan, BPBD juga kekurangan peralatan. Penambahan alat berat sangat diperlukan. Karena dengan hanya 1 alat berat yang dimiliki saat ini, penanganan bencana tidak bisa maksimal. (kmb41)

Bali Post/nan

JALAN JEBOL - Polisi memasang barrier dan police line di sekitar jalan Santi-Batur yang jebol.

Dinas PUTRKP Segera Perbaiki Jalan Santi-Batur

Bangli (Bali Post) Intensitas curah hujan tinggi di wilayah Bangli belakangan ini mengakibatkan kerusakan jalan di beberapa titik. Salah satunya, jalan Santi-Batur, Kintamani. Di salah satu titik, sebagian badan jalan jebol sehingga membahayakan pengendara. Atas kondisi itu, Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTRKP) Bangli segera melakukan perbaikan.

Kabid Bina Marga Dinas PUTRKP Bangli Putu Wida Gunawan, Senin (19/2) kemarin, mengatakan pascamenerima laporan adanya jalan jebol dari Polsek Kintamani, pihaknya menerjunkan petugas ke lokasi untuk mengecek kondisi jalan. Berdasarkan pengecekan, jalan jebol di jalur Santi-Batur sudah sangat mengkhawatirkan. Sebagian badan jalan jebol sehingga pengendara harus bergantian mengguna-

kannya. ‘’Jalan jebol akibat derasnya air yang mengalir dari timur karena gorong-gorong yang ada tidak mampu menampung besarnya air. Apalagi tanah di sana merupakan tanah berpasir sehingga jalan bagian pinggir tergerus dan akhirnya jalan jebol,’’ jelasnya. Menurut Wida Gunawan, selain jalan, di jalur SantiBatur, gorong-gorong setempat juga hancur sehingga har-

us diperbaiki total. Saat ini pihaknya sudah memasang buis untuk mengganti goronggorong yang hancur tersebut. Untuk sementara pula, pihaknya akan menaruh tumpukan karung berisikan tanah guna mencegah air mengalir ke bawah jalan yang jebol. ‘’Untuk perbaikan jalan di Santi-Batur akan segera kita lakukan. Kita pastikan sebelum Karya Purnama Kedasa di Pura Ulun Danu

Batur, Maret, jalan sudah selesai kita perbaiki. Agar tidak mengganggu arus lalu lintas pamedek yang tangkil, mengingat, jalan tersebut merupakan jalan alternatif yang dilalui oleh pamedek. Sementara untuk jalan yang jebol di Pludu menuju Belancan, besok (hari ini-red) kita akan turunkan alat berat untuk menguruk jalan dengan tanah, karena jebolnya tidak terlalu parah,’’ kata Wida Gunawan. (kmb41)

Banyak Penduduk Meninggal Tercatat sebagai Calon Pemilih

Bangli (Bali Post) –

Menjelang Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Bali 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli terus melakukan pemutakhiran data pemilih. Dari proses pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap data pemilih yang dilakukan sejak beberapa pekan terakhir, KPU menemukan banyak penduduk Bangli yang telah meninggal dunia namun tetap tercatat sebagai calon pemilih.

Bali Post/nan

PETUGAS - Petugas BPBD Bangli saat menangani bencana pohon tumbang. BPBD masih kekurangan petugas lapangan sehingga mengakibatkan penanganan bencana kurang maksimal.

Soal Kuota Elpiji 3 Kg

Disperindag Segera Berkoordinasi dengan Provinsi Bangli (Bali Post) Pemkab Bangli masih menunggu informasi mengenai kuota elpiji 3 kg tahun ini. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli berencana berkoordinasi dengan Pemprov Bali mengenai hal tersebut. Kepala Disperindag Bangli I Nengah Sudibia menyampaikan hal itu, Senin (19/2) kemarin. Menurut Sudibia, Bali Post/nan awal Februari lalu digelar rapat menyangkut I Nengah Sudibia pendistribusian elpiji 3 kg di Bali. Namun ketika itu, tidak ada perwakilan dari Bangli yang mengikuti rapat yang dilaksanakan di Denpasar tersebut. ‘’Kita tidak menghadiri acara itu mengingat acaranya mendadak,’’ ungkapnya. Dijelaskannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov guna memastikan kuota elpiji 3 kg utk Bangli. Pihaknya tidak ingin jatah untuk Bangli diberikan ke kabupaten lain. Sejauh ini, belum terjadi kelangkaan elpiji 3 kg di Bangli. Sementara harganya, mencapai Rp 19 ribu per tabung. Sudibia menegaskan, pihaknya tidak memiliki kewenangan mengatur harga elpiji 3 kg yang dijual di warung-warung. Sementara untuk yang dijual di BUMDes, pihaknya tetap memberikan imbauan agar harganya disesuaikan. ‘’Kalau di BUMDes, uangnya masuk ke desa. Sementara di warung masuk pribadi. Kalau di Pertamina, harga elpiji 3 kg Rp 14.500,’’ ujarnya. (kmb41)

Di Kecamatan Bangli misalnya, ditemukan data 623 penduduk yang telah meninggal dunia masih tercatat sebagai calon pemilih, meski sebagian di antaranya telah mengantongi akta kematian. ‘’Itu baru satu kecamatan saja. Belum di kecamatan lainnya,’’ kata Ketua KPU Bangli Dewa Agung Lidartawan, Senin (19/2) kemarin. Berdasarkan sampel tersebut dia pun mensinyalir di Bangli ada ribuan penduduk yang meninggal namun masih tercatat sebagai calon pemilih. Selain temuan itu, dari hasil coklit yang dilakukan, KPU juga menemukan ada warga yang mengantongi e-KTP namun tidak mempunyai Kartu

Keluarga (KK). Menurutnya, temuan di Desa Bangbang itu sangat aneh. Karena seharusnya untuk bisa mengantongi e-KTP, seorang penduduk harus memiliki KK. Terkait banyaknya temuan penduduk yang sudah meninggal dan mengantongi Akta Kematian namun masih tercatat hidup, Lidartawan mengungkapkan, itu terjadi karena Disdukcapil tidak melakukan pencoretan terhadap warga yang telah meninggal. Terkait hal itu, pihaknya pun akan segera melakukan rapat koordinasi dengan Disdukcapil Bangli setelah proses coklit tuntas dilakukan. ‘’Hal-hal seperti ini harus segera diselesai-

kan,’’ terangnya. Sementara itu, untuk mempercepat perekaman data e-KTP di masyarakat jelang Pilgub, Lidartawan menyebutkan, pihaknya selama ini terus mendorong Pemkab Bangli untuk membuat terobosan. Salah satu terobosan yang bisa dibuat adalah membuka pelayanan perekaman e-KTP hingga malam hari. Menurutnya itu efektif karena masyarakat yang tidak sempat melakukan perekaman e-KTP pada pagi atau siang hari bisa melakukan proses perekaman pada malam hari. ‘’Itu juga memudahkan Disdukcapil mengunduh data kependudukan ke pusat,’’ ujarnya. (kmb40)

Ranperda Belum Diserahkan, Pasokan Air Wilayah Kota Terganggu Rapat Paripurna Ditunda Bangli (Bali Post) Jaringan pipa PDAM Bangli kembali mengalami kerusakan akibat tanah longsor. Kali ini, pipa yang rusak berlokasi di Desa Kayubihi, Bangli. Kerusakan pipa tersebut berdampak pada terganggunya pasokan air ke sejumlah pelanggan di wilayah Kota Bangli sejak beberapa hari terakhir. Direktur PDAM Bangli Wayan Gede Yuliawan Askara, Senin (19/2) kemarin, mengatakan pipa yang mengalami kerusakan sebanyak 6 batang dengan ukuran 6 dim. Pipa tersebut rusak akibat terkena longsor, Jumat (16/2) lalu. Diungkapkan Yuliawan, rusaknya pipa tersebut berdampak pada terganggunya pelayanan air bersih terhadap pelanggan PDAM yang ada di wilayah Kota Bangli. Hanya saja, dia tidak menyebutkan

secara jelas lokasi dan total pelanggan yang mengalami gangguan pelayanan. Terhadap kerusakan tersebut, pihaknya sudah melakukan perbaikan. Hanya saja pihaknya mengakui proses perbaikan tidak bisa dilakukan dengan cepat karena terkendala cuaca. Jika tidak ada kendala, kemungkinan Selasa (18/2) hari ini perbaikan bisa dituntaskan. Terkait banyaknya pipa PDAM yang mengalami kerusakan, Yuliawan mengakui pihaknya harus menanggung kerugian yang tidak sedikit. Hanya saja dia tidak menyebutkan secara rinci total kerugian akibat longsor sejak Januari lalu. ‘’Yang jelas rugi materi, rugi pendapatan dan rugi pelayanan,’’ terangnya. Sebelumnya, pada akhir Januari lalu, cuaca buruk mengakibatkan jaringan

pipa PDAM di sejumlah titik mengalami kerusakan karena diterjang longsor. Salah satunya di Desa Selat Kecamatan Susut. Di desa tersebut panjang pipa milik PDAM yang rusak tertimbun longsor mencapai 10 meter. Akibat kerusakan pipa di Selat, pelayanan air bersih ke 400-an pelanggan menjadi terganggu. Selain di Selat, kerusakan jaringan akibat longsor juga terjadi di sumber mata air Tirta Barong. Kerusakan jaringan di sana berdampak pada terganggunya pelayanan air bersih ke wilayah Banjar Kawan dan Rumah Sakit Bangli. Untuk menangani kerusakan tersebut, PDAM telah melakukan perbaikan. Namun, karena terkendala hujan, upaya perbaikan tidak bisa dilakukan dengan cepat. (kmb40)

Bangli : 0366-91521/91002

Polsek Bangli

: 0366-91062

Polsek Susut

: 0366-5501596

Polsek Tembuku

: 0366-5595484

Polsek Kintamani

: 0366- 51122

Damkar

: 0366-92869

PDAM

: 0366-91094

PLN

: 0366-91268

Telkom

: 0366-91108

BPBD

: 0366-91448

Kodim

: 0366-91024

Kantor Bupati

: 0366-91032

Bali Post/ina

Pipa PDAM di Kayubihi Tertimbun Longsor

Telepon Penting RSU Bangli

Dewa Agung Lidartawan

PERBAIKAN - Perbaikan pipa PDAM di Kayubihi.

Bali Post/ina

Bangli (Bali Post) Rapat paripurna penyampaian delapan buah rancangan peraturan daerah (ranperda) Kabupaten Bangli tahun 2018 yang diagendakan berlangsung Senin (19/2) kemarin, batal digelar. Tidak jelas alasan DPRD membatalkan rapat yang telah dihadiri Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta serta pimpinan OPD tersebut. Namun menurut informasi di dewan, rapat paripurna ditunda karena fisik ranperda tersebut belum diserahkan eksekutif ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda). Informasi yang dihimpun siang kemarin menyebutkan, rapat paripurna penyampaian delapan ranperda tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 wita. Dari total 30 anggota dewan di Bangli, 26 di antaranya telah hadir di kantor DPRD untuk mengikuti rapat kerja. Setelah molor selama hampir 1 jam, rapat paripurna tersebut akhirnya diputuskan ditunda. Menurut beberapa sumber, batalnya rapat tersebut dikarenakan ketidakhadiran Bupati Bangli I Made Gianyar. Sumber lain menyebutkan, alas an dibatalkannya rapat paripurna karena fisik kedelapan ranperda tersebut belum diserahkan eksekutif ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda). Sekretaris DPRD Bangli A.A. Panji Awatarayana membenarkan dibatalkannya rapat penyampaian delapan buah ranperda kemarin. Hanya saja dia tidak mau menjelaskan hal yang menjadi penyebab dibatalkannya pelaksanaan rapat tersebut. Dia hanya menyebutkan, Wabup bersama jajaran pimpinan OPD sempat hadir di kantor DPRD. ‘’Jum-

lah anggota dewan yang hadir kuorum. Tapi mengenai alasan kenapa rapat batal, silakan tanyakan ke pimpinan DPRD,’’ terangnya. Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata tidak bisa dikonfirmasi terkait alasan pembatalan rapat paripurna. Beberapa kali dihubungi wartawan, tidak direspons. Sementara, Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles tidak mau memberikan komentar. Dia menyarankan wartawan untuk menghubungi Ketua DPRD. Anggota DPRD Bangli Dewa Gede Oka mengungkapkan, berdasarkan informasi yang didapatnya dari beberapa rekan sesama dewan, rapat paripurna kemarin batal dilaksanakan karena kedelapan ranperda yang akan disampaikan eksekutif belum diterima Bapemperda. Menurut Dewa Oka, sesuai mekanisme, sebelum diagendakan untuk dirapatparipurnakan, ranperda harus sudah ada dan diserahkan eksekutif ke DPRD terlebih dahulu. ‘’Mestinya ranperda yang akan diserahkan sudah ada fisiknya, tapi sampai kemarin tidak ada fisiknya. Dewan seperti diajak main-main,’’ terangnya. Namun di sisi lain, dia juga mengaku tidak mengerti, kenapa meski belum ada fisik ranperdanya, Bapemperda sudah menjadwalkan untuk menggelar rapat paripurna. Ketua Fraksi Gerindra mengaku sangat menyayangkan batalnya rapat paripurna tersebut. Dia mensinyalir persoalan seperti ini bukan kali ini saja terjadi. ‘’Eksekutif terlalu bermain-main. Perda APBD yang sudah diketok palu empat bulan lalu juga belum ada fisiknya sampai sekarang,’’ imbuhnya. (kmb40)


GIANYAR

Selasa Umanis, 20 Februari 2018

Menjambret dan Tabrak Pengendara Motor

Residivis Nyaris Dihakimi Massa

Gianyar (Bali Post) Made Sutapa nyaris dihakimi massa di Desa Seronggo, Gianyar pada Minggu (18/2) malam. Sutapa ketika itu diringkus masyarakat setempat ketika berusaha kabur setelah menjambret Ni Wayan Niti (45). Saat berusaha kabur dengan sepeda motor, pria 37 tahun itu malah menabrak pengendara motor lainnya sehingga berhasil diamankan warga. Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Sugiarta Yoga, Senin (19/2) kemarin menerangkan pengungkapan kasus ini bermula ketika korban Ni Wayan Niti usai memperoleh uang arisan. Usai arisan di Banjar Kesian Desa Lebih, korban sempat ke Pasar Gianyar membeli lauk pauk. Saat kembali pulang ke Desa Lebih inilah korban dipepet oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor Suzuki Thunder. ‘’Di Desa Serongga korban dipepet dan tas yang digantung di bahu kanan korban itu dirampas paksa oleh pelaku,’’ katanya. Lantaran ditarik paksa, korban terjatuh di lokasi tersebut. Korban mengalami luka lebam di wajah. Sementara pelaku berhasil merebut tas kulit warna coklat milik korban yang di dalamnya berisi uang tunai Rp 250 ribu serta surat-surat penting. Warga sekitar yang melihat kejadian itu sontak berteriak jambret. Melihat puluhan warga sudah berhamburan dan mengacungkan tangan, pelaku tancap gas ke arah timur. ‘’Nah, saat kabur inilah pelaku mengalami lakalantas dengan pasutri asal Desa Serongga,’’ ucapnya Kompol Yoga mengungkapkan, lakalantas itu terjadi di sebelah timur pertigaan antara Desa Serongga dengan Desa Tegaltugu, Gianyar. Akibat kejadian itu, pengendara motor Ketut Kembar Kartika (50) mengalami luka pada pipi kanan. Sementara istrinya, Ni Made Sudiari (50) mengalami luka cedera kepala berat, hingga menge-

9

Inspektorat Monitoring Tindak Lanjut 16 Temuan

Gianyar (Bali Post) Dari pemeriksaan tahun 2017, Inspektorat Kabupaten Gianyar mendapati 63 temuan dari sejumlah OPD. Dari jumlah tersebut, 47 telah tuntas ditindaklanjuti. Sementara 16 temuan lainnya masih dalam proses monitoring tindak lanjut hasil pemeriksaan. Hal ini diungkapkan Inspektur Kabupaten Gianyar I Made Juanda, Senin (19/2) kemarin. Bali Post/nik

TUNJUKKAN PELAKU - Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Sugiarta Yoga menunjukkan barang bukti dan pelaku. luarkan darah dari telinga. ‘’Korban mengalami luka parah. Usai di RS Gianyar, korban langsung dirujuk ke RSUP Sanglah. Infonya sekarang masih mendapat perawatan,’’ katanya. Setelah mengalami lakalantas, pelaku langsung meninggalkan sepeda motornya dan lari ke arah Sungai Sibi di Banjar Kesian, Desa Lebih. Warga setempat yang memberikan pertolongan kepada Ketut Kembar dan Ni Made Sudiari mendapat informasi bila yang menabrak pasutri ini adalah orang yang baru saja melakukan aksi jambret. Sontak emosi warga meluap-luap. Banyak di antara mereka yang mengambil kayu, parang hingga senapan angin untuk memburu pelaku. Bersama aparat kepolisian, puluhan warga yang membawa senjata ini lantas melakukan perburuan ke arah Sungai Sibi. Polisi yang dikomandoi Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu I Wayan Sujana akhirnya lebih dulu

menemukan pelaku di semak-semak rumah kosong di desa setempat sekitar pukul 21.00 Wita. ‘’Beruntung sekali pelaku ini ditemukan polisi. Kalau ditemukan warga, habis dia, karena warga sudah marah sekali,’’ ungkap Kompol Yoga. Sutapa lantas digiring ke Mapolsek Gianyar untuk proses pemeriksaan. Berdasarkan interogasi, pelaku diketahui merupakan residivis kasus pencurian yang sudah berulang kali ke luar masuk penjara. ‘’Dia ini residivis, bahkan kakinya ini ada bekas peluru ditembak aparat sebelumnya,’’ ucapnya. Diungkapkannya, sebelumnya Sutapa menjalani masa hukuman tiga tahun penjara dalam kasus jambret. Pelaku yang masih lajang ini baru bebas dari sel pada Agustus 2017. ‘’Setelah bebas, dia beraksi lagi. Di Gianyar ada dua TKP. Pertama yang di depan RS Family Husada dan yang di Desa Serongga ini,’’ jelasnya. (kmb35)

Juanda mengatakan, dengan menggandeng BPK, Inspektorat Kabupaten Gianyar melakukan pemeriksaan komprehensif terhadap 12 objek pemeriksaan dengan 10 kategori penilaian. Kategori tersebut didasarkan pada Indikator Kinerja Utama (IKU) Inspektorat Kabupaten Gianyar dan dikaitkan dengan Key Process Area (KPA) Levelling. ‘’Kami melakukan penilaian terhadap jalannya pemerintahan di Kabupaten Gianyar sepanjang 2017,’’ katanya. Dari 12 objek pemeriksaan pada OPD di lingkungan Pemkab Gianyar, pihaknya mendapati 63 temuan. Terdiri dari temuan administrasi sebanyak 35 temuan dan keuangan sebanyak 28 temuan. ‘’Untuk temuan keuangan itu nilainya mencapai Rp 371.575.610,’’ ucapnya Selain temuan itu, Inspektorat Kabupaten Gianyar juga memberikan penghargaan kepada OPD terbaik. Peng-

hargaan diserahkan kemarin. Penerima penghargaan adalah OPD yang memenuhi 10 kategori. OPD yang mendapat penghargaan lantaran memiliki kurang dari lima temuan dan kategori temuan immaterial terkecil diraih Bagian Pengadaan Setda Kabupaten Gianyar. OPD yang tidak memiliki temuan berulang diraih Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM. OPD yang memperoleh nilai audit kinerja terbaik diraih Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, nilai evaluasi SAKIP/ LKJIP yang terbaik dari tahun 2012-2017 diraih Bappeda dan Litbang. OPD yang tercepat menyelesaikan temuan sesuai dengan monitoring tindak lanjut diraih Bagian Umum Setda Kabupaten Gianyar. OPD yang tercepat menyelesaikan temuan BPK-RI yakni UPT Kesmas Payangan. OPD yang tercepat menyelesaikan temuan Inspektorat Provinsi Bali diraih

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar. ‘’Pemberian penghargaan ini diharapkan bisa menjadi motivasi. Sebagai virus disebarkan ke seluruh OPD sehingga yang lain dipicu. Ketika kita berbicara baik, di sanalah akuntabilitas itu bicara. Jika seluruh OPD semuanya baik, segi laporan keuangan, SAKIP, saya rasa tata kelola kita secara umum baik juga,’’ tegas Juanda. Sementara itu, Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata mengatakan, pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah merupakan bertujuan menjamin pemerintahan berjalan secara efisien dan efektif. Penghargaan diberikan dengan harapan dapat memacu motivasi jajaran OPD untuk lebih meningkatkan kualitas kerja secara berkelanjutan dalam meuwujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. (kmb35)

Seniman Persembahkan Buku Memori Pengabdian Bupati Agung Bharata Pemkab Akui Kesalahan Data pada Sampel Buku Gianyar (Bali Post) Setelah lima tahun menjabat, jasa A.A Gde Agung Bharata sebagai Bupati Gianyar telah dituangkan dalam sebuah buku berjudul ‘’Memory Pengabdian Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata’’. Namun, pada buku yang ditulis oleh akademisi itu tercantum kesalahan data pada bagian latar belakang. Kesalahan penulisan pada buku yang disebarluaskan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar terdapat pada halaman 2. Bagian mengenai latar belakang itu tertulis ‘’Dalam pemilu Bupati Gianyar periode 2013-2018, Agung Bharata mengalahkan Cokorda Artha Ardana Sukawati. Serta Agung Bharata dilantik sebagai Bupati Gianyar periode 2013-2018 berpasangan dengan Wakil Bupati Made Mahasytra’’. Padahal sesuai fakta, pada Pilbup lima tahun lalu, Agung Bharata dari PDI-P mengalahkan Cokorda Putra Nindia dari Puri Peliatan, Ubud. Cok Nindia merupakan mantan Sekda Gianyar yang maju lewat kendaraan Golkar. Kesalahan ini rupanya lolos dari editing Dinas Kebudayaan. Buku setebal 100 halaman itu tetap dicetak. Bahkan, Senin (19/2) kemarin buku itu diserahkan para penulis kepada Agung Bharata di ruang kerja Bupati. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar Gusti Ngurah Wijana mengaku sudah mengetahui mengenai kesalahan tersebut setelah buku dicetak. ‘’Kami sudah ganti itu. Seharusnya tertulis Cokorda Nindia,’’ ujarnya. Dikatakannya, pihaknya baru mencetak 25 lembar pada buku tersebut sebagai sampel. Sebelum dicetak massal, pihaknya pun sudah menyampaikan hal ini ke percetakan. Setelah dilakukan pembenahan, buku itu rencananya akan dicetak sebanyak 1.000 eksemplar. ‘’Kami akan sebar ke sekolah, Bendesa dan Perbekel,’’ jelasnya. Ngurah Wijana mengatakan, anggaran penyusunan buku itu mencapai Rp 175 juta. Sementara untuk idenya dari usulan para seniman, dengan pengerjaan dipercayakan kepada tiga akademisi. (kmb35)

ODGJ di Belega Diamankan Satpol PP Gianyar (Bali Post) Seorang pemuda dengan gangguan jiwa, Kadek Juniawan diamankan petugas Satpol PP Gianyar, Senin (19/2) kemarin. Pemuda asal Desa Belega Kecamatan Blahbatuh ini ditangkap karena mengamuk di rumahnya dan meresahkan warga setempat. Anggota Satpol PP Gianyar I Wayan Nasta menjelaskan, Juniawan mengalami depresi sejak SMA. Bahkan ia sudah pernah dibawa ke RSJ, Bangli. ‘’Tetapi setelah stresnya reda, pulang ke rumah. Sehari-hari dia aman-aman saja di rumah. Tumben ngamuk lagi, makanya ditangkap,’’ jelasnya. Juniawan menendang pintu mobil dan sepeda motor. Aksi ini membuat warga setempat resah. Salah seorang warga akhirnya meminta bantuan Satpol PP. Saat diamankan petugas, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ini sempat menolak. Bahkan ketika akan diajak naik ke dalam mobil Satpol PP, Juniawan kembali melawan. Setelah dirayu pelan-pelan akhirnya dia mau diajak berobat ke Bangli. (kmb35)

BUPATI Gianyar A.A. Gde Agung Bharata akan mengakhiri masa jabatannya pada Rabu (21/2) besok. Jelang berakhirnya masa jabatan tersebut, Agung Bharata mendapatkan apresiasi dari kalangan seniman di Gianyar berupa buku dengan judul ‘’Memory Pengabdian Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata’’. Buku setebal 100 halaman ini diserahkan langsung oleh penulisnya, Drs. I Wayan Geriya, Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. dan Prof. Dr. I Wayan Dibia kepada Bupati Agung Bharata di ruang kerja Bupati Gianyar, Senin (19/2) kemarin. Di era jabatan periode kedua Bupati Agung Bharata (20132018), Kabupaten Gianyar banyak memperoleh prestasi di bidang seni dan budaya. Berbagai prestasi dicatat untuk Kabupaten Gianyar sebagai sinergi bumi seni dan kota pusaka, serta Gianyar berpeluang melangkah lanjut sebagai Kabupaten Budaya di Bali (The Truly Soul of Bali). Kemajuan tersebut sangat menginspirasi, memberikan ragam inovasi dan mencatatkan rekor berkelas dunia seperti tuan rumah ICNT, anggota Jaringan Kota Pusaka Dunia, The OWHC dan menerima Warisan Budaya Dunia dari UNESCO mencakup wayang, keris, subak dan seni tari Bali. Melihat keseriusan Bupati Agung Bharata dalam mengembangkan seni dan budaya termasuk juga para senimannya, membuat tokoh budayawan sekelas Drs. I Wayan Geriya, Prof. Dr. I

Made Bandem, M.A. dan Prof. Dr. I Wayan Dibia tergerak hatinya untuk memberikan penghargaan atau kenang-kenangan pada akhir jabatannya. Seperti ditegaskan oleh Wayan Geriya, buku yang mereka susun ini bukan hanya sekadar buku yang isinya hanya memuji belaka, namun berdasarkan fakta yang terjadi di masyarakat. Perhatian Bupati Agung Bharata tidak hanya pada perkembangan seni saja, namun juga pada para senimannya. Bahkan menurut Geriya, untuk pertama kalinya pada tahun 2017 ini tiga tokoh seni mendapat penghargaan tertinggi atau maestro berupa Parama Satya Budaya dan Parama Citra Kara Budaya. Di bidang kesejahteraan juga tidak luput dari perhatian Bupati Agung Bharata. Pada penghujung tahun 2017, sebanyak 150 seniman dan budayawan diberikan kartu BPJS sebagai jaminan hari tua. ‘’Kalau beliau begitu intensnya memperhatikan seni dan budaya di Kabupaten Gianyar, lalu yang menghargai Bupati siapa? Berawal dari itulah kami bertiga sepakat menyusun buku sebagai ucapan terima kasih di akhir jabatannya,’’ tegas Geriya. Hal ini juga didasarkan atas UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Dalam UU tersebut, secara jelas dicantumkan antara hal dan kewajiban pemberi dan penerima penghargaan kebudayaan. Hal senada dikatakan Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. Menurut-

Salurkan ”Passion” Generasi Muda

MENYALURKAN tenaga kerja sesuai dengan passion adalah salah satu solusi yang ditawarkan calon Bupati Gianyar Tjokorda Raka Kerthayasa. Ia memiliki gagasan menyiapkan unit center untuk anak muda mengekspresikan hobinya. ‘’Kita ingin desain ini sesuai kebutuhan masyarakat Gianyar,’’ ucap pria yang akrab disapa Cok Ibah ini. Saat ini di Kabupaten Gianyar banyak anak muda yang sudah sarjana bahkan S-2, namun belum mendapat pekerjaan. Akhirnya mereka mempunyai inisiatif dengan mengandalkan kreativitas mem-

PENYERAHAN BUKU - Penyerahan buku oleh tim kepada Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata. nya, selama lima tahun terakhir ini Agung Bharata sudah meletakkan landasan yang kuat tentang pembangunan seni budaya. Ada tiga landasan kuat menurut Bandem, yaitu Gianyar sudah menjadi Kota Pusaka yang berarti sudah ada upaya inventarisasi, dokumentasi dan pemetaan kebudayaan di Gianyar. Setelah menjadi Kota Pusaka, Gianyar akan menuju Kota Kreatif. Sebagai kota seni, Gianyar sangat berpotensi menghasilkan beragam cipta karya yang luar biasa banyaknya. Sedangkan yang ketiga dan yang paling penting adalah manajemen yang baik. Dengan manajemen yang baik, Gianyar akan menuju

menjadi kota yang cerdas. ‘’Buku ini juga kami buat dalam bentuk pdf, dan akan kami masukkan di websate Gianyar, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses lewat internet,’’ kata Prof. Bandem. Sementara Prof. Dr. I Wayan Dibia lebih melihat pada masa ini yakni Pemkab Gianyar telah banyak melakukan kerja sama dengan daerah lain yang memiliki jiwa dan napas yang sama dengan Gianyar tentang seni dan budaya. Banyak terobosan yang telah dilakukan, seperti gong kebyar nyatur desa ataupun melukis di kanvas 1.000 meter, di samping juga intens mengembangkan

kantong-kantong seni di masingmasing kecamatan. Sementara itu, Bupati Agung Bharata mengaku sangat bangga dan terharu diberi penghargaan dalam bentuk sebuah buku. Selama ini ia begitu concern pada perkembangan seni dan budaya di Gianyar, bukan semata hanya untuk mencari popularitas, namun lebih pada rasa sukanya pada seni. Segala sesuatu jika tanpa dilandasi rasa suka, ibarat sayur tanpa garam. Bupati Agung Bharata berharap buku tersebut dapat dibaca oleh seluruh masyarakat dan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan seni dan budaya di Gianyar. (ad996)

perspektif

buka lapangan kerja sendiri. ‘’Justru banyak masyarakat seperti ini tenarnya di luar Gianyar,’’ katanya. Menurut Cok Ibah, meningkatkan kualitas SDM tentu membutuhkan SDM andal pula. Pihaknya pun akan menyiapkan SDM sebagai pionir dalam bidang tertentu. ‘’Tentu butuh SDM yang mengarahkan. Misal bidang seni, ya ahli seni. Supaya di dalam inovasi seni itu tidak liar dan tetap terarah,’’ ucapnya. Cok Ibah berharap, inovasi yang dikembangkan generasi muda tetap berdasarkan akar budaya sebagai warisan leluhur yang harus selalu dijaga. ‘’Ini juga menjadi kehebatan orangtua kita dulu, sehingga seni kita yang ada sekarang ini bisa menjadi tiga dimensi meliputi adat, ekonomi dan kreativitas,’’ tegasnya. (kmb35)

Andalkan LTSP

GUNA mengurangi angka pengangguran, calon Bupati Gianyar Made Mahayastra menjagokan terobosan Pemkab Gianyar berupa Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) yang membuka bursa kerja lintas instansi. Melalui layanan ini, masyarakat bisa mengakses lowongan kerja dengan mudah. Mahayastra menyebutkan, setiap ada pemuda di Kabupaten Gianyar yang telah tamat sekolah atau kuliah, bisa langsung melihat bursa kerja di layanan yang terakses secara online ini. ‘’Ini termasuk pekerjaan sampai ke luar negeri. Kita sudah kirim banyak tenaga ke luar negeri,’’ katanya. Peluang kerja lokal Kabupaten

Gianyar juga tercantum di layanan ini karena pemerintah sudah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan. Selama program ini berjalan, para pencari kerja juga ada yang diberikan pelatihan khusus untuk tingkat SMA/SMK bahkan pelatihan untuk lansia. LTSP membuat Kabupaten Gianyar ditunjuk Kementerian Ketenagakerjaan sebagai percontohan. Namun yang terpenting bagi Mahayastra adalah pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, kehidupan masyarakat dan berbagai hal terkait lainnya seperti lapangan pekerjaan bisa lebih layak. (kmb35)


JEMBRANA

10

Selasa Umanis, 20 Februari 2018

Ditinggal Beli Es, Uang Ratusan Juta Raib Negara (Bali Post) – Nasib apes dialami salah seorang warga asal Medewi, Kecamatan Pekutatan, Ed. Tas berisi uang ratusan juta rupiah miliknya raib dicuri di dalam mobil, Senin (19/2) kemarin. Kejadian kriminal ini terjadi sekitar pukul 15.00 Wita, tepat di depan Depot Es Atiek, Jalan Danau Kalimutu, Lelateng, Negara. Dari informasi di TKP, korban saat itu naik mobil Honda Jazz warna putih berhenti dan parkir di depan depot es tersebut. Awalnya istri dan anaknya yang keluar, lalu korban menyusul membeli es. Saat dalam kondisi mobil kosong itulah, pelaku yang diduga mengendarai sepeda motor dan sudah mengintai korban datang mengambil tas di dalam mobil. “Cuma sebentar beli es di sini, tidak sampai duduk. Keduanya (korban) berdiri dan mobil masih hidup,” terang Suciati (37), penjual es di Depot Es Atiek. Korban baru sadar ketika kembali masuk ke mobil mendapati dua tas yang berisi uang sekitar Rp 130 jutaan hilang. Uang itu sebelumnya ditarik dari bank oleh korban. Pelaku dalam melakukan aksinya sangat rapi dan tidak ada warga yang curiga. Padahal saat itu jalan di jalur tersebut termasuk padat orang lalu lalang. Diduga pelaku sudah membuntuti korban sejak keluar dari bank saat mengambil uang. Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Sementara itu, Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 133 juta. Kasus ini masih diselidiki Polres Jembrana. (kmb26)

DIRAWAT – Korban penebasan M Syahri kini dirawat di RSU Negara. Korban mengalami tujuh luka tebasan di tubuhnya.

Bali Post/olo

TKP PENCURIAN – TKP pencurian uang ratusan juta di dalam mobil di Jalan Kalimutu, Lelateng.

Panwaslu Imbau APK Paslon Segera Diturunkan

Negara (Bali Post) – Panwaslu Jembrana mengimbau kepada masing-masing tim pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali supaya segera menurunkan alat peraga kampanye (APK) yang hingga kini masih terpasang. Pasalnya, pascapenetapan nomor urut pasangan calon (paslon) pada 12 Februari lalu, Bawaslu Bali telah menginstruksikan kepada paslon untuk menurunkan, baik baliho, billboard maupun spanduk. Berdasarkan pantauan Panwaslu, di beberapa titik di wilayah Jembrana masih banyak terpasang baliho, spanduk dan billboard masing-masing paslon. Menyikapi hal itu, Panwaslu Jembrana, Senin (19/2) kemarin menggelar rapat koordinasi bersama KPU, Satpol PP, Kesbangpol, Polres Jembrana dan pihak terkait. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti adanya APK yang masih terpasang. Ketua Panwaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan mengatakan memang sudah ada beberapa (baliho, spanduk dan billboard-red) yang sudah diturunkan oleh tim masingmasing paslon. Tetapi, belum semuanya dilepas, sehingga yang masih terpasang itu akan segera ditertibkan. “Untuk yang belum dilepas ini, nanti kita tertibkan. Tadi (kemarinred) dalam rapat koordinasi juga sudah kita bahas,” kata Ady Muliawan. Dalam rapat koordinasi itu, kata mantan anggota KPU Jembrana ini, di antaranya untuk menyamakan persepsi APK yang dinilai melanggar. Selanjutnya teknis pelaksanaan penertiban APK akan dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana. Upaya ini dilakukan agar dalam pelaksanaan tidak menimbulkan persoalan baru terkait perbedaan tafsir terhadap isi aturan perundang-undangan. “Semua pihak pada dasarnya menyambut baik, tanpa harus saling menyalahkan di kemudian hari,” ucapnya. Namun, saat ini Panwaslu berupaya melakukan pendekatan ke paslon atau tim pemenangan agar menertibkan APK masing-masing. Panwaslu memberikan waktu 2 hingga 3 hari ke depan. Apabila masih ada yang terpasang, maka akan ditertibkan. Selain APK baliho, ada juga dalam bentuk billboard yang memiliki izin. Terkait hal itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perizinan dan yang lainnya. Hal tersebut menurutnya untuk meminimalisir masalah di kemudian hari. Nantinya, paslon diperbolehkan memasang APK masing-masing, baik yang disediakan KPU maupun dari tim. Waktunya akan ditentukan. (kmb26)

Bali Post/olo

RAKOR – Panwaslu Jembrana bersama instansi terkait menggelar rapat koordinasi (rakor) menyikapi APK di masa kampanye, Senin (19/2) kemarin.

Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135 Kantor Agama (0365) 41087

Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo(0365) 42443 Polsek Kota Negara087762879788 Polsek Pekutatan (0365) 4700097 Polsek Mendoyo (0365) 43015 Polsek Gilimanuk (0365) 61101 Polres Jembrana (0365) 41110 TMC Polres Jembrana(0365) 43110

Bali Post/olo

Cemburu, Keponakan Bantai Paman Korban Alami Tujuh Luka Tebas

Negara (Bali Post) -

Diduga karena cemburu, Ida Bagus Putu SB (42) asal Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, jadi gelap mata. Ia nekat membantai pamannya sendiri, M Syahri (66), dengan sabit hingga terkapar bersimbah darah. Akibat amukan keponakannya itu, korban mengalami tujuh luka tebasan di beberapa bagian tubuhnya. Korban pun dilarikan ke RSU Negara guna mendapatkan perawatan medis. Peristiwa penganiayaan berat ini terjadi di jalan umum di Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Senin (19/2) pagi. Sebelumnya, korban yang mengendarai sepeda motor berhenti di tempat kejadian perkara (TKP) untuk membeli bensin. Saat bersamaan, pelaku yang kala itu hendak mencari daun tengulun ber-

temu dengan korban. Tanpa basa-basi, pelaku langsung menghampiri korban. Pelaku membabi buta mengayunkan sabitnya ke arah kepala dan tangan korban. Tak pelak, kepala dan lengan korban mengalami luka tebasan. “Saat kejadian, korban tidak melakukan perlawanan. Pelaku langsung membantai korban hingga terkapar di tanah. Tubuh korban penuh luka dan ber-

simbah darah. Setelah tak berkutik, pelaku kabur dan menyerahkan diri ke Polsek Mendoyo,” kata salah satu warga kemarin. Kapolsek Mendoyo Kompol I Gusti Agung Komang Sukasana saat ditemui ketika menjenguk korban di RSU Negara mengatakan pelaku telah diamankan di Polsek Mendoyo, berikut barang buktinya. Ia menerangkan motif dari kejadian ini diduga

karena pelaku cemburu. Dari pengakuan pelaku, tindakan yang dilakukannya itu karena merasa emosi setiap melihat korban. Permasalahannya berawal dari dugaan perselingkuhan yang dilakukan istrinya, Ni Wayan MN, dengan korban. Pelaku sudah sempat menanyakan hubungan perselingkuhan itu kepada istrinya dan korban sendiri. Mereka mengakui memang benar punya hubungan asmara. Karena pelaku merasa tidak kuat menahan rasa emosi sehingga ketika ketemu korban langsung main tebas. Kapolsek Sukasana menambahkan, kasus ini masih dalam pengembangan. Untuk

sementara pelaku dijerat Pasal 351 ayat 2 KUHP. Sementara itu, Humas RSU Negara Asrika Wedayanti membenarkan ada korban penebasan yang saat ini dirawat di RSU Negara. Dari keterangan dokter jaga IGD, korban mengalami tujuh luka tebasan. Tiga luka pada bagian kening dan pipi kiri, dua luka sayat pada lengan kanan dan dua luka sayat pada lengan kiri. Semuanya sudah ditangani dengan dijahit. Namun, ada luka yang cukup dalam di bagian tangan kanan dan perlu dilakukan operasi. Rencananya operasi itu akan dilakukan Selasa (19/2) ini. (kmb26)

Karyawan Resah

Komisi B Pertanyakan Pengelolaan Perkebunan Karet Negara (Bali Post) Karyawan di perkebunan karet Pulukan, Desa Pekutatan yang dikelola PT CIPL (Citra Indah Praya Lestari) belakangan ini resah. Selain tertekan dalam bekerja, para pekerja yang sebagian besar warga Jembrana ini juga waswas dengan adanya kebijakan memindahkan puluhan karyawan ke Perusda Bali. Kondisi tersebut langsung disikapi Komisi DPRD Jembrana yang membidangi Pertanian dan Ketenagakerjaan. Komisi B DPRD Jembrana mendatangi kantor perusahaan perkebunan yang berada di Desa Pekutatan, Senin (19/2) kemarin. Ketua Komisi B DPRD Jembrana I Nyoman Sutengsu Kusuma Yasa menyampaikan sejak tahun 2017 lalu, pihaknya melakukan pemantauan aset provinsi ribuan hektar di wilayah Jembrana yang dikelola Perusda Provinsi Bali bekerja sama dengan PT CIPL Jembrana, menurutnya berkepentingan terkait tenaga

kerja yang bekerja di perkebunan tersebut. Tahun lalu, produksi karet mulai terjadi peningkatan. Tetapi untuk perhatian pada karyawan dinilai tidak ada peningkatan. Sementara para pekerja dituntut untuk bekerja ekstra. Dewan yang akrab disapa Suheng itu, mencontohkan untuk jatah beras dalam kitir dihitung Rp 6.000 per kilogram. Padahal harga beras saat ini terus merangkak naik hingga Rp 10 ribu. Dalam MoU dengan Perusda Provinsi, juga terkait memperhatikan karyawan. “Semestinya ini menjadi acuan memperlakukan karyawannya sebagai pekerja sesuai ketentuan,” terang Suheng. Selain itu, juga terkait cuti karyawan. Kendatipun memang diberikan, tetapi waktunya diatur perusahaan. Padahal keperluan cuti setiap karyawan berbeda-beda dan semestinya tidak bisa ditentukan oleh perusahaan. Suheng yang didampingi

hampir seluruh Komisi B juga membeberkan upah yang sejatinya belum sesuai UMK tahun ini. Dengan kondisi tersebut, karyawan sejatinya sudah tidak mendapaktan haknya secara penuh. Belakangan, kembali muncul desas-desus yang semakin meresahkan yakni pengalihan 35 karyawan ke Perusda. Mereka rencananya akan bekerja di agro wisata, sementara selama ini mereka hanya buruh sadap getah karet. “Ini tidak masuk akal, tidak nyambung tukang sadap karet ditarik di agro wisata,” tandasnya. Suheng juga mewanti-wanti agar perusahaan memperhatikan para tenaga kerja tersebut. Dan jangan membuat situasi resah dalam bekerja. Dari sidak kemarin, dari pihak Adm, Komang Wira Susila membenarkan adanya rencana penarikan karyawan itu tetapi hal itu merupakan kebijakan perusahaan. Sejak Februari, sudah dilakukan sosialisasi kepada

KEMUNCULAN sebuah benda pusaka berupa keris kecil tanpa pati (pegangan) di sekitar Payogan Pura Dang Kahyangan Prapat Agung di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) tahun 2012 masih mengundang misteri. Keberadaan keris pusaka bergambar naga di kedua sisi tersebut, Sabtu (17/2) diungkap dalam Seminar

“Munculnya Pusaka (Keris) di Payogan Pura Dang Kahyangan Prapat Agung” di Utama Mandala Pura setempat. Seminar yang diselenggarakan pangempon Pura Dang Kahyangan Prapat Agung menghadirkan sejumlah narasumber yakni Marsekal TNI (Purn) IB Putu Dunia, IB Sudiksa, IB Rai Putra dan IB

Susrama dengan moderator IB Suamba Bhayangkara. Menurut Marsekal TNI (Purn) IB Putu Dunia, keris merupakan senjata, ada senjata berarti ada ancaman. Jika dihubungkan dengan Ida Dang Hyang Nirartha, berarti ada yang mengancam peninggalan-Nya. “Peninggalan beliau (Ida Dang Hyang Nirartha) apa, yaitu ajaran Hindu Bali,” kata mantan Kepala Staf Angkatan Udara ini. Lebih jauh IB Putu Dunia menyebutkan, persepsi ini harus dipertahankan, mengingatkan bahwa ada satu ancaman terhadap Hindu di Bali. “Ini bisa sebagai ancaman, tantangan, gangguan dan hambatan,” sebut Dunia. Untuk itu menurut Dunia, umat Hindu harus berbenah dengan meningkatkan ilmu pengetahuan tentang ajaran-ajaran Ida Dang Hyang Nirartha sehingga mampu mengajegkan Agama Hindu Bali. Sementara itu Ketua Panitia Seminar yang juga Klian Pangempon Pura Dang Kahyangan Prapat Agung IB Susrama mengatakan, seminar ini digelar juga untuk lebih

Bali Post/olo

SIDAK – Komisi B DPRD Jembrana, Senin kemarin sidak ke kantor CIPL pengelola perkebunan karet di Pulukan terkait permasalahan tenaga kerja. karyawan dan mereka nantinya tetap mendapatkan gaji yang sama. Hanya saja pembayarannya melalui Perusda, dan pola pembayaran dibagi dua. Separuh dari Perusda Provinsi Bali dan separuh lagi dari PT CIPL. Saat ini ada 144 pekerja di PT CIPL dalam pengelolaan perkebunan karet tersebut. Namun, menurutnya

untuk kepastiannya nanti akan dilakukan oleh Perusda Bali yang rencananya datang pada Rabu (21/2) besok. Terkait dengan UMK, menurutnya justru pendapatan mereka dalam bekerja saat ini melebihi dari UMK Jembrana. Selain gaji, mereka juga mendapatkan premi dan biaya borong. (kmb26)

meningkatkan penyebarluasan keberadaan Pura Dang Kahyangan Prapat Agung kepada umat Hindu se-Bali dan Nusantara yang belum mengetahui keberadaan peninggalan Ida Dang Hyang Dwi Jendra. “Kami tidak membatasi jumlah peserta, akan tetapi yang jelas kami mengundang dari kalangan akademisi, spiritual dan Ida Pedanda se-Bali Nusantara untuk memohon tuntunan,“ pungkas Susrama. Seminar diakhiri dengan upacara memohon anugerah dengan ritual Napak Pusaka Keris dan menempatkan kembali pada Palinggih Gedong. Kemunculan keris berpahatkan naga di kedua sisinya ini merupakan salah satu kejadian aneh yang muncul di Pura Prapat Agung. Mulai dari bergetarnya tanah sekitar pura (Gunung Prapat Agung), sumur suci di atas batu karang sempat keluar air dan sering dilihatnya sinar berkelebat di areal pura. Berdasarkan catatan, kemunculan keris di petilasan Dhanghyang Dwijendra terjadi pada Tilem, Minggu, 20 Mei 2012 lalu. Sebilah keris ditemu-

kan di utara Palingih Payogan, Prapat Agung oleh Dewa Kade Suama. Pria asal Banjar Anyar, Desa Batuagung ini sekitar pukul 09.00 Wita, mendapatkan keris saat melakukan rutinitas membersihkan sampah sisa pamedek yang tangkil sembahyang. Tepatnya di halaman belakang palinggih payogan. Ujung cangkul yang dipakai membersihkan halaman, mengenai sebuah benda. Setelah diamati ternyata benda itu sebilah keris tanpa gagang. Menurut Pemangku Pura Prapat Agung Ida Bagus Suanda, saat itu dirinya diberitahu oleh sejumlah pekerja bangunan Bale Pesandekan Pedanda, bahwa tukang sapu (Dewa Suama) karauhan. Saat dilihat, tukang sapu berguling-guling di tanah, sambil menari-nari seperti harimau dan ular. Usai disuguhi sesajen, keris berukuran sekitar satu jengkal yang bercahaya keemasan diambil dari atas kepala orang yang karauhan. Setelah itu, keris distanakan di palinggih payogan dan yang karauhan berangsurangsur sadar. (olo)

Munculnya Keris di Payogan Pura Dang Kahyangan Prapat Agung

Bali Post/olo

UPACARA – Ratusan pamedek mengikuti prosesi upacara napak di Pura Prapat Agung Sabtu lalu. Munculnya pusaka keris di Payogan Pura Prapat Agung dikupas akhir pekan lalu di Pura Dangkhayangan Prapat Agung.


BULELENG

Selasa Umanis, 20 Februari 2018

11

Ikuti Diklatsar di Rindam IX/Udayana Tabanan

UKM Menwa Undiksha Kirim 25 Mahasiswa

UNIVERSITAS Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja mengikutkan 25 orang mahasiswa dalam Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Resimen Mahasiswa Tahun 2018 di Rindam IX/Udayana Tabanan. Kontingan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Menwa Undiksha ini merupakan yang paling banyak di antara perguruan tinggi lain yang mengikuti diklatsar tahun ini. Dari kegiatan ini, mereka akan digembleng dengan pendidikan semi militer dari 19 Februari sampai 3 Maret 2018 mendatang. Sebelum bertolak ke Rindam IX/Udayana Tabanan, puluhan mahasiswa UKM Menwa Undiksha mengikuti upacara pelepasan kontingen di lobi rektorat kampus setempat Senin (19/2) kemarin. Kontingen dilepas Wakil Rektor (Warek) III Undiksha Dr. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes. mewakili Rektor Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. Gusti Ngurah Pujawan usai melepas kontingen UKM Menwa Undiksha mengatakan, diklatsar ini merupakan kegiatan rutin yang menjadi syarat sebelum seorang mahasiswa secara formal menjadi anggota Menwa Undiksha. Selain itu, diklatsar ini juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, terutama menggembleng disiplin calon

menwa sebagai pengaman di lingkungan kampus. Untuk itu, tahap awal sebelum menetapkan anggota kontingen diklatsar ini, UKM Menwa Undiksha mengusulkan calon menwa ke Rindam IX/Udayana Tabanan. Selanjutnya, mahasiswa itu mengikuti seleksi dan salah satunya adalah tes kesehatan. Hasilnya, sebanyak 25 orang mahasiswa dinyatakan lolos mengikuti diklantsar tahun ini. Sementara tiga mahasiswa dinyatakan gugur karena tidak lolos seleksi terutama dalam menghadapi tes kesehatan. “Sebelum mahasiswa secara formal menjadi anggota Menwa yang mengamankan kegiatan di kampus nantinya wajib mengikuti diklatsar yang rutin digelar bekerjasama dengan jajaran TNI. Tahun ini kita ikutkan 25 orang dan tiga orang gugur karena tidak lolos seleksi,” katanya. Menurut Pujawan, selain mendapatkan syarat menjadi anggota menwa, diklatsar ini mendidik karakter dan disiplin setiap calon anggota menwa. Dua hal ini sangat penting ditanamkan, karena fungsi menwa itu sendiri dalam kehidupan kampus adalah mengamankan setiap kegiatan civitas akademika. Selain itu, menwa sendiri menjadi perwajahan kehidupan kampus

DIKLATSAR – 25 mahasiswa UKM Mahasiswa Undiksha dilepas mengikuti Diklatsar di Rindam IX/Udayana Tabanan.

dari segi disiplin sebagai kaum intelektual muda. “Pentinggnya pendidikan ini mahasiswa kami minta disiplin dan bertanggung jawab untuk mengikuti selama pelaksanan diklatsar tahun ini. Kami motivasi juga tidak sekadar lulus, tapi kami harapkan mereka tampil menjadi yang terbaik karena ini membawa nama besar lembaga Undiksha,” katanya. Terkait perkuliahan formal selama diklatsar, Gusti Ngurah Pujawan mengatakan, secara administrasi puluhan mahasiswa ini telah mendapatkan dispensasi mengikuti kuliah secara formal. Akan tetapi, pihaknya menjamin mahasiswa tetap bisa mengikuti perkuliahan walaupun tidak mengikuti kuliah tatap muka dengan dosen. Akan tetapi, tugas-tugas atau materi kuliah bisa dipelajari lewat kiriman bahan atau tugas kuliah melalui email atau transaksi elektronik lain. “Zaman cangih seperti sekarang ini saya kira tidak ada hambatan dan walaupun mahasiswa kami meninggalkan kampus, namun mereka bisa mengikuti kuliah atau mengerjakan tugas lewat bahan-bahan kuliah yang dipelajari di sela-sela mengikuti diklatsar,” jelasnya. Sementara itu, Komandan Menwa Undiksha Ni Kadek Ria Wulandari mengatakan, beberapa materi selama diklatsar tahun ini lebih kepada penanaman sikap disiplin, penguasaan pasukan baris berbaris (PBB), PUDD dan pengenaan dan latihan pengoperasian senjata. Selain itu, ada materi tambahan seperti penanaman sikap kepribadian dan melatih bakat kepimpinan. “Karena diklatsar ini lebih pada fisik, jadi persiapan kami sudah matang dan sesuai hasil tes yang bisa lolos 25 orang ini. Adik-adik mahasiswa kami akan dididik selain meteri utama juga ada latihan fisik perjalanan jauh dari Margarana ke Padanggalak, Denpasar,” tegasnya. (ad998)

Pemkab Alokasikan DAU dan DBH 25 Persen untuk Infrastruktur Singaraja (Bali Post) – Menyusul terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 112 Tahun 2017, komposisi alokasi anggaran dalam APBD Induk 2018 terpaksa dilakukan pergeseran pos anggaran. Buleleng harus mengalokasikan jatah Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar 25 persen untuk membiayai kegiatan bidang infrastruktur. Buleleng mendapat DAU pada tahun 2018 sebesar Rp 900 miliar lebih. Dari jumlah itu, Rp 225 miliar lebih harus digeser untuk bidang infrastruktur. Meski demikian, dana hasil pergeseran itu tidak ada yang dipergunakan untuk menangani kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor beberapa hari lalu. Dari perhitungan teknis, diperkirakan perbaikan pascabencana itu membutuhkan anggaran sebesar Rp 8 miliar. Hasil pergeseran itu mengikuti PMK No. 112 Tahun 2017, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melaporkan hasil pergeseran tersebut kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng, Senin (19/2) kemarin. Rapat koordinasi tertutup tersebut dipimpin Ketua TAPD yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. Sementara itu, Banggar hadir ketuanya Gede Supriatna bersama Wakil Ketua Ketut Susila Umbara bersama anggota banggar. Dewa Ketut Puspaka mengatakan, amanat PMK No. 112 Tahun 2017 itu sudah diikuti di mana jatah DAU dan DBH yang tadinya dialokasikan berdasarkan Permendagri telah disesuaikan. Penyesuaian ini pun sudah melebihi ketentuan dalam PMK yang mewajibkan pemanfaatan jatah DAU dan DBH yakni sebesar 25 persen untuk menunjang kegiatan infrastruktur di daerah. Hasil penyesuaian ini pun kemudian dikoordinasikan kembali kepada Banggar, sehingga sesuai regulasi penyesuaian pelaksanaan APBD Induk 2018 diketahui oleh dewan sebagai mitra pemerintah dalam melaksanakan kebijakan di bidang anggaran. ‘’Kita sudah sesuaikan dan sekarang kita laporkan kepada Banggar. Pada intinya kita sudah memenuhi ketentuan

Bali Post/kmb38

KOORDINASI – TAPD dan Banggar DPRD, Senin (19/2) kemarin membahas pergeseran pos anggaran APBD Induk 2018 menyusul terbitnya PMK No. 112 Tahun 2017. PMK itu dan ini memang karena APBD Induk kita bahas dengan acuan Permendagri termasuk alokasi DAU dan DBH, namun karena PMK terbit Januari 2018 jadi kita sesuaikan dan kami laporkan kepada Banggar,’’ katanya. Selain menyesuaikan alokasi DAU dan DBH, Puspaka juga melaporkan terkait perubahan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Penjabaran APBD Induk 2018 mendahului penetapan Perda tentang Perubahan APBD Induk 2018. Perubahan ini dilakukan karena Buleleng mendapat tambahan jatah DBH dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Dia mencontohkan, tambahan jatah itu sudah diarahkan untuk membiayai program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang sudah dialihkan ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan pengadaan mobil ambulans. Demikian juga tambahan DBH itu yang sudah diarahkan untuk program dan kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya. ‘’Ini juga sudah kami sampaikan dan walau sudah lakukan pergeseran dan mengarahkan pos anggaran sesuai regulasi terbaru, wajib untuk membahas dengan Banggar dan detail sudah disampaikan kepada banggar. Catatan dewan juga sudah diakomodir di mana JKN dapat mengakomodasi warga miskin di daerah kita,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengatakan, pergeseran karena terjadi perubahan regulasi itu telah disetujui oleh Banggar. Dia mengatakan, setelah mendiskusikan pergeseran itu, pada prinsipnya tidak ada permasalahan yang prinsip karena TAPD hanya melakukan pergeseran anggaran menyesuaikan dengan regulasi yang terbaru.

Selain itu, dirinya juga sudah mendapat penjelasan bahwa tidak ada realisasi program yang terhambat atau bahkan sampai gagal dieksekusi hanya karena pergeseran beberapa pos anggaran tersebut. ‘’Tidak ada hal prinsip dan ini karena pergeseran yang memang harus dilakukan karena terbitnya regulasi setelah APBD Induk 2018 disahkan. Program tidak ada yang terhambat atau gagal direalisasikan, karena hanya menggeser beberapa pos anggaran saja dan sudah dilakukan dengan sangat detail oleh TAPD,’’ jelasnya. Sementara itu, Dinas PUPR menghitung kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi infrastruktur irigasi sebesar Rp 6.175.000.000. Rinciannya kerusakan tanggul Sungai (Tukad) Banyumala, Kelurahan Banyuasri, tergerus sepanjang 300 meter diperkirakan menelan biaya perbaikan sekitar Rp 2,4 miliar. Kerusakan bendung sepanjang 20 meter dengan ketinggian 1,5 meter di Subak Belong, Desa Kayu Putih, Kecamatan Banjar senilai Rp 950 juta. Sisanya kerusakan tanggul, senderan irigasi dengan kerugian Rp 800 juta sampai Rp 250 juta. Perbaikan kerusakan ruas jalan kabupaten sebesar Rp 1.466.000.000, dan rehabilitasi Sarana Prasarana Air Minum (SPAM) perdesaan senilai Rp 339.279.000. Kerusakan SPAM perdesaan terjadi di Desa Tirtasari, Kayuputih, Tigawasa, dan Desa Sidatapa di Kecamatan Banjar, kemudian Desa Tegallinggah Kecamatan Sukasada, dan Desa Mayong, dan Joanyar di Kecamatan Seririt. Kerusakan terparah di Desa Mayong dengan kebutuhan dana Rp 173.688.000. Sedangkan kerusakan jalan, membutuhkan dana bervariasi antara Rp 100 juta sampai Rp 300 juta. (kmb38)

Bali Post/ist

SAPI – Pelaku pencurian sapi di Dusun Pumahan, Desa Gitgit meninggalkan bagian tubuh sapi yang disembelih di lokasi kejadian.

Hebohkan Warga

Kasus Pencurian Sapi Disembelih di Tempat Singaraja (Bali Post) – Setelah sempat tiarap, kasus pencurian sapi di Buleleng kembali merebak. Seperti yang terjadi di Dusun Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Senin (19/2) kemarin, sekitar pukul 07.30 Wita. Seekor sapi betina milik I Gusti Kadek Karjana (50), warga Dusun Purbakala, Desa Padangbulia, Sukasada ditemukan telah mati disembelih, tidak jauh dari kandangnya. Peristiwa ini menghebohkan warga setempat. Mereka ramai mendatangi lokasi kejadian. Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan, sapi berumur sekitar dua setengah tahun itu tersisa bagian badan dengan luka gorok pada bagian leher yang nyaris putus. Sedangkan keempat kaki sapi tersebut dibawa kabur pelaku. Sisa tubuh sapi tersebut dalam posisi terikat di pohon palem, sekitar dua meter dari kandang. Bercak darah tampak di sekitar lokasi. Pemiliknya, Gusti Kadek Karjana, kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Sukasada. Keterangan kepada polisi, Karjana mengatakan terakhir kali ia memberikan pakan untuk sapinya, Minggu (18/2) sore sekitar pukul 18.00 Wita. Kemarin, dia kembali ke kebun sambil memberi pakan rumput. Alangkah terkejutnya

setelah menemukan sapinya sudah tersembelih. Keempat kaki sapi itu terpotong, dibawa kabur pencuri. Hanya tersisa bagian badan hingga kepala. Karjana kemudian memberi tahu kepada warga di sekitar dan lanjut melaporkan kejadian itu kepada polisi. Kapolsek Sukasada Kompol Gede Juli seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. di ruang kerjanya, membenarkan pihaknya menerima laporan pencurian sapi yang langsung disembelih di tempat. Kompol Juli mengatakan, dari keterangan pemilik sapi dan penyelidikan sementara menyebutkan, pelaku dengan mudah beraksi karena lokasi kandangnya jauh dari keramaian. Pasalnya, jarak ke kebun tempat korban mengandangkan sapi itu sekitar 700

meter. Menyusul kondisi itu, pelaku yang diduga lebih dari satu orang itu leluasa beraksi. “Jadi, benar kami menerima laporan pencurian ternak sapi yang langsung dipotong di TKP. Kami masih mendalami dan mengumpulkan keterangan untuk mengungkap siapa pelakunya. Karena kandangnya jauh dan pelaku leluasa beraksi, dan pelaku ini lebih dari satu orang,” katanya. Untuk melengkapi pemeriksaan lebih lanjut, polisi mengumpulkan sejumlah barang bukti. Salah satunya adalah sampel bagian telinga sapi. Selanjutnya, polisi menyelidiki keberadaan pelaku dengan mengumpulkan keterangan dari penjual daging sapi. Sekiranya, keterangan dari penjual daging sapi bisa memberikan petunjuk,

sehingga pelaku pencurian sapi yang menghebohkan ini secepatnya terungkap. “Tetap kami proses dan bukti sampel bagian tubuh sapi sudah diamankan dan kami mohon dukungan warga kalau menemukan keberadaan pelaku bisa menginformasikan kepada aparat, sehingga pelakunya bisa ditangkap,” jelasnya. Kompol Juli mengingatkan agar peternak meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian hewan ternak yang akhir-akir ini kembali marak. Upaya yang paling efektif dilakukan adalah mengawasi ternak dengan ketat. Pengawasan ini pun bisa dilakukan bersama oleh para peternak. Biasanya, pemeliharaan hewan dalam jumlah banyak pengawasan bisa dilakukan bergiliran dari pagi, siang, maupun malam hari. Selain itu, polisi juga mengimbau kepada peternak mengandangkan hewan peliharaan yang berharga memilih tempat yang tidak terlalu sepi, sehingga niat pelaku kejahatan ini bisa dicegah. (kmb38)

PUPR Ancam Bongkar Beton Penutup Irigasi di Dusun Corot Singaraja (Bali Post) – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng mengancam akan membongkar beton penutup irigasi di Dusun Corot, Desa Dencarik, Kecamatan Banjar. Beton itu akan digunakan untuk jalan ke lokasi permukiman di wilayah selatan. Sebelum dibongkar paksa, pihak yang membangun beton tersebut dan yang memindahkan posisi irigasi, diberikan kesempatan membongkar sendiri. Kepala Dinas PUPR Ketut Suparta Wijaya belum lama ini mengatakan, setelah Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana memerintahkan membongkar beton penutup irigasi itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak yang disebutsebut membangun beton tersebut. Hasilnya, PUPR memberikan kesempatan kepada pihak yang membangun beton tersebut segera membongkar dan mengembalikan posisi irigasi ke lokasi asal. Hal ini karena pemerintah melaksanakan proyek rehabilitasi irigasi di Dusun Corot tahun ini mengatasi banjir bandang pada musim hujan. Di samping itu, kalau irigasi itu tidak dikembalikan pada posisi semula, dikhawatirkan aliran air dari selatan akan tertahan di ujung saluran tepatnya di pinggir jalan Singaraja – Seririt. Ini karena ujung salurannya sengaja dibuat berbelok ke timur menuju gorong-gorong di pinggir jalan. Seharusnya, posisi irigasi lurus, sehingga saat volume air bertambah, air akan lancar mengalir ke utara. “Sekarang kami menunggu kemauan pihak yang membangun untuk

membongkar penutup irigasi itu. Waktu kita koordinasi sudah disampaikan dan disanggupi untuk membongkar. Kami tunggu iktikad baik itu dan kalau tidak juga dibongkar, ya kami akan turunkan alat berat ke sana untuk membongkar paksa,” katanya. Di sisi lain, Suparta Wijaya mengatakan, hasil koordinasi terkait pemindahan irigasi tersebut menyebut bahwa irigasi dipindahkan ke sebelah barat dari posisi semula untuk memenuhi syarat lebar jalan menuju kawasan permukiman. Syarat itu menyebut bahwa lebar jalan yang harus disiapkan empat meter. Dengan keterangan itu, PUPR semakin meyakini kalau pembuatan

jalan dengan memindahkan posisi irigasi itu ke depannya akan digunakan untuk mencari izin pembukaan kawasan perumahan oleh perusahaan pengembang. “Siapa bilang itu tidak akan dijadikan jalan menuju perumahan, dan keterangan yang kita dapat bahwa jalan itu sengaja dibuat dengan memindah irigasi ke barat agar lebar jalan memenuhi syarat empat meter,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, irigasi di Dusun Corot, Desa Dencarik tersumbat hingga mengakibatkan air meluap dan menimbulkan banjir bandang Rabu (24/1) yang lalu. Atas kejadian itu, Bupati Putu Agus Suradnyana ketika meninjau kerusakan pascabanjir

menginstruksikan agar beton penutup irigasi yang digunakan jalan tersebut dibongkar. Mengawali pembongkaran itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi teknis terkait dibantu TNI mengawali pembongkaran irigasi yang memicu banjir tersebut. Hanya, karena peralatan tidak mendukung, pembongkaran pun belum berjalan sampai sekarang. Selain itu, diharapkan pihak yang membangun membongkar sendiri beton penutup irigasi tersebut. Sayang, sampai kemarin, beton penutup irigasi dengan ketebalan sekitar 40 sentimeter itu belum terlihat adanya tanda-tanda dibongkar. (kmb38)

Bali Post/kmb38

IRIGASI – Beton penutup irigasi di Dusun Corot, Desa Dencarik, Kecamatan Banjar belum dibongkar. Bupati Putu Agus Suradnyana menginstruksikan agar beton yang menyebabkan banjir tersebut dibongkar karena menghalangi aliran air ketika hujan.


KLUNGKUNG

12

Selasa Umanis, 20 Februari 2018

Raker Pembahasan Pelaksanaan Bantuan Hibah

Dewan dan Pemkab ’’Ribut’’

Semarapura (Bali Post) Keterlambatan pengerjaan puluhan bantuan hibah urusan kebudayaan yang didanai Pemkab Klungkung melalui APBD Perubahan 2017 ternyata sebagian besar difasilitasi kalangan legeslatif. Hal tersebut terungkap dalam rapat kerja DPRD Klungkung bersama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, Senin (19/2) kemarin. Saat itu pula, terjadi ‘’keributan’’ yang cukup lama lantaran terdapat perbedaan pandangan terkait mekanisme pencairan dana. Kepala Disbudpora Klungkung I Nyoman Mudarta menjelaskan sesuai hasil monev, terdapat 59 kegiatan yang mengalami keterlambatan pengerjaan yang sebagian besar berupa pembangunan pura. Hal tersebut tak hanya yang difasilitasi Bupati maupun usulan masyarakat sendiri. Namun juga legeslatif yang jumlahnya mendominasi. Dananya pun dari puluhan hingga ratusan juta rupiah. ‘’Pada prinsipnya, kami tidak pernah menghambat pencairan (dana - red). Saat sosialisasi sudah melibatkan kejaksaan. Paling lambat 10 Januari harus sudah menyetor laporan pertanggungjawaban. Ini ditegaskan langsung Kejaksaan,’’ tegasnya. Tak hanya itu, pejabat asal Desa Tegak, Kecamatan Klungkung ini kembali membeberkan sejumlah usulan masuk setelah pembangunan selesai. Ini bertolak belakang dengan ketentuan yang tertuang di proposal, pelaksanaannya akan dilakukan apabila dana yang diajukan telah terealisasi serta akan menyetor Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) berikut nota dan bukti pembelian barang. Tak hanya itu, adanya dua usulan untuk satu pura yang namanya dimanipulasi juga diutarakan pada rapat tersebut. ‘’Kejaksaan sudah ada yang koordinasi dengan saya soal ini,’’ sebutnya. Sesuai temuannya saat monitoring dan evaluasi, beberapa calon penerima mengaku tidak mempersoalkan jika tidak mendapat bantuan. Hanya terus ditawari oleh yang memfasilitasi. ‘’Kami juga beri masukan, kalau pura yang jelek diberikan bantuan, saya setuju. Tetapi yang diusulkan justru masih bagus,’’ imbuhnya. Mendengar penjelasan itu, kalangan legeslatif pun berkomentar. Anak Agung Sayang Suparta, anggota Komisi II menilai batas waktu pelaksanaan kegiatan tidak tertuang secara gamblang. Hal ini perlu dievaluasi. ‘’Ini sekadar sharing. Kalau melihat hibah dari provinsi, pengerjaannya diberikan batas waktu lagi. Ini didukung surat pernyataan kapan harus sudah tuntas,’’ katanya. Sementara itu, Ketua Komisi II, I Komang Suantara seolah tak sepakat dengan pernyataan Kadisbudpora terkait adanya dua usulan untuk satu pura yang namanya dimanipulasi. Bahkan, ini menuai ‘’keributan’’ cukup lama dan tidak ada titik temu. Terlepas dari itu, politisi Gerindra ini juga kurang terima akan sikap eksekutif yang terkesan memojokkan legeslatif dalam penyaluran hibah tersebut. ‘’Bapak teriak-teriak seolah-olah baik bekerja. Mungkin Bapak menyatakan clear bekerja. Seharusnya, temuan itu sebelumnya sudah dibahas, sebelum masuk ke dewan. Bapak cuma mentah memberikan paparan. Belum ada langkah konkret soal tindak lanjut. Jangan koar-koar, penyelesaian konkret tidak ada,’’ geramnya. Mengantisipasi persoalan serupa, ke depan eksekutif diminta untuk lebih maksimal dalam bekerja. Verifikasi harus terintegrasi dengan proses pencairan. Ketua DPRD Klungung I Wayan Baru yang memimpin rapat tersebut juga menyoroti proses pengusulan hibah yang masih berbelit-belit. Hal ini kerap dikeluhkan masyarakat. ‘’Penerima harus berkali-kali bolak-balik untuk mengurus ini,’’ sebutnya. Sementara itu, anggota DPRD I Wayan Mastra menyatakan pemkab terlalu cepat mengungkapkan persoalan ini ke publik. Seharusnya, dibicarakan terlebih dahulu dengan eksekutif untuk bersama-sama mencari solusi. Politisi PKPI ini juga menyoroti pencairan bantuan yang terkesan lambat. Itu dipandang sebagai pemicu molornya pelaksanaan kegiatan. Sesuai data, jumlah hibah mencapai Rp 21.526.000.000, dengan komposisi Kecamatan Nusa Penida Rp 7.014.000.000, Kecamatan Klungkung Rp 4.926.000.000, Kecamatan Banjarangkan Rp 3.004.000.000, Kecamatan Dawan Rp 3.282.000.000 dan KONI Rp 3.000.000.000. Jumlah tersebut berasal dari 282 usulan. (kmb45)

Bali Post/sos

IDENTIFIKASI - Petugas tengah melakukan identifikasi TKP pencurian uang di dalam mobil di Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Senin (19/2) kemarin.

Kaca Mobil Dikepruk, Rp 300 Juta Amblas

Semarapura (Bali Post) Warga diminta hati-hati ketika melakukan penarikan uang di bank dengan jumlah banyak. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kejadian serupa dengan apa yang dialami korban I Wayan Masih (48) asal Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Senin (19/2) kemarin. Uang ratusan juta yang ditaruh di dalam mobilnya raib setelah salah satu kaca dikepruk pelaku. Kejadian itu berlangsung saat dirinya tengah sembahyang sekitar pukul 09.30 Wita. Uang sebanyak Rp 300 juta yang raib baru ditarik dari salah satu bank di Jalan Puputan, Klungkung. Usai menarik uang, korban pulang dan memarkir mobilnya di

pekarangan rumah. Selanjutnya, korban melakukan persembahyangan sebelum ke Denpasar. Sebab, rencananya uang itu dipakai untuk melunasi rumah di Denpasar. “Saat sampai rumah, uang dibiarkan di dalam mobil karena akan langsung dibawa ke

Denpasar. Saya tinggal sembahyang sebentar. Ternyata tak lama kemudian hilang,” katanya. Aksi pencurian itu dilakukan dengan mengepruk kaca mobil bagian kanan. Kejadian itu pun sempat membuat korban pingsan. Sebelum kejadian itu, ibu

Masih, yakni Mangku Nyoman Runtug, sempat mendengar suara aneh. Hanya hal tersebut tidak memantik kecurigaan lantaran tidak dilihat ada orang ke arah mobil DK 1490 SD itu. “Saat itu saya duduk di Bale Dangin, jaraknya sektar 5 meter dari mobil. Hanya dibatasi mobil saja. Ternyata setelah anak saya mau berangkat ke Denpasar, baru tahu kejadian itu karena kaca mobilnya diketahui sudah pecah. Uangnya juga tidak ada,” ucapnya.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Banjarangkan. Tak berselang lama, petugas langsung turun melakukan identifikasi. Guna mengungkap pelaku, juga dilakukan pengecekan CCTV di jalur yang mungkin dilewati pelaku. “Sudah diidentifikasi. Hasilnya masih dipelajari. Mudah-mudahan di CCTV ada rekaman mengarah ke pelaku,” ungkap Kapolsek Banjarangkan AKP Ni Luh Wirati. (kmb45)

Tahun Ini, Dewan Siap Godok 19 Ranperda DPRD Klungkung tahun ini mengagendakan untuk menggodok belasan rancangan peraturan daerah (ranperda). Itu tak hanya usulan dari eksekutif, tetap juga inisiatif. Hal ini pun disampaikan dalam rapat paripurna penetapan Program Legeslasi Daerah (Prolegda), Senin (19/2) kemarin. Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru menyampaikan pada rapat paripurna di ruang Sabha Mandala itu, eksekutif mengusulkan pembahasan Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah, diajukan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, Ranperda Kearsipan diajukan melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Ranperda Penyertaan Modal diajukan melalui Bagian Perekonomian, Ranperda Kabupaten Layak Anak diajukan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindun-

gan Anak. Selain itu, ada pula Ranperda Pinjaman Daerah diajukan Bagian Perekonomian, Ranperda Badan Permusyawaratan Desa diajukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan KB, Ranperda Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan diajukan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ranperda Usaha Jasa Kontruksi diajukan oleh Dinas PU, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman. Ranperda lainnya lagi merupakan perubahan atas perda sebelumnya, di antaranya Ranperda tentang Perubahan atas Perda Kabupaten Klungkung Nomor 3 Tahun 1998 tentang Penetapan Jalur Hijau, Ranperda Perubahan Perda Nomor 14 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan,

Bali Post/ist

RAPAT - Suasana rapat paripurna Penetapan Program Legislasi Daerah DPRD Klungkung, Senin (19/2) kemarin. Ranperda tentang Perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pajak Hiburan, Ranperda tentang Perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2011

tentang Perolehan Hak Atas Tanah Bangunan serta Ranperda Pencabutan Perda Nomor 12 Tahun 2013 tentang Retribusi Izin Gangguan dan

Ranperda Pencabutan Perda Nomor 4 Tahun 2010 tentang Izin Gangguan. Selain eksekutif, DPRD juga mengusulkan lima ranperda inisiatif, yakni tentang Pelaksanaan Kewajiban Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, Ranperda Pembinaan Pasar Tradisional, Penataan Pasar Modern, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, Ranperda Tata Cara Penyusunan Program Pembentukan Perda, Ranperda Penyelenggaraan Perparkiran serta Ranperda Perlindungan dan Pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Usai sidang, politisi asal Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida ini mengatakan pembahasan 19 Ranperda itu ditargetkan tuntas tahun ini. Hal tersebut juga sebagai salah satu tolak ukur kinerja legeslatif. ‘’Pembahasan beberapa terkait peningkatan PAD,’’ pungkasnya. (ad989)

SOLUSI

Gandeng Institusi Bali Post/sos

DESA WISATA - Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung memiliki atraksi melukis yang menjadi salah satu bagian desa wisata. Namun itu belum begitu dilirik wisatawan.

Desa Wisata, Baru Segelintir Dilirik Wisatawan

Semarapura (Bali Post) Belasan desa di Kabupaten Klungkung telah ditetapkan pemkab menjadi desa wisata. Namun, beberapa tahun berjalan, banyak yang belum menggeliat. Hal ini diakui Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta, Senin (19/2) kemarin. Disampaikan, berdasarkan data terakhir, bumi serombotan memiliki 18 desa wisata yang tersebar di kawasan daratan maupun kepulauan Nusa Penida. Namun, sesuai hasil pantauan dan evaluasinya, yang dilirik wisatawan baru segelintir. Seperti Desa Pejukutan, Lembongan dan Pejukutan, Nusa Penida. Sementara untuk kawasan daratan baru Kamasan, Paksebali dan Gelgel. “Kalau di Nusa Penida memang sudah terkenal lebih dulu. Kalau yang di daratan, kunjungan belum maksimal,” jelasnya. Menyikapi itu, mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Klungkung ini mengaku sudah melakukan pembinaan kepada pengelola. Demikian pula promosi melalui sejumlah event yang diselenggarakan pemkab, seperti festival Nusa Penida dan Semarapura. “Ini harus bersama-sama membangkitkan. Tidak bisa mengandalkan pemerintah saja,” katanya. Disampaikan pula, pembentukan objek wisata ini juga sudah dilengkapi atraksi yang menjadi pendukung utama. Selain itu sudah terintegrasi dengan program city tour. Namun, hal itu belum mampu memberikan dampak signifikan. “Untuk city tour, sudah menawarkan untuk langsung ke Kamasan yang memiliki atraksi melukis dan Paksebali. Itu gratis. Tetapi ya itu, masih belum maksimal juga. Kami terus melakukan langkah-langkah untuk menggeliatkan ini,” sebutnya. (kmb45)

PERTANIAN rumput laut sempat menjadi primadona yang mampu menopang perekonomian masyarakat Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Kualitas panennya sangat baik dan memiliki standar ekspor. Pertanian ini banyak dikembangkan di Desa Ped. Digeluti hampir seluruh masyarakat. Namun, sejak setahun belakangan, keberadaannya kian berkurang, bahkan telah punah. Guna memunculkan kembali pertanian rumput laut, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Bagus Oka dan I Ketut Mandia (Bagia) menyatakan membangkitkan pertanian rumput laut di kawasan bahari ini tak hanya mengandalkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pemkab saja. Namun, perlu ada gerakan dengan menggandeng institusi yang memiliki kemampuan pada bidang itu. “Misalnya

Unud. Banyak yang memiliki pakar pertanian maupun peternakan. Harus contoh negara maju. Pasti bekerja sama dengan institusi,” tegasnya, belum lama ini. Ia pun menyebutkan keterlibatan para pakar, akan mampu memberikan hasil kajian yang lebih mendalam. Hal-hal yang diduga menjadi penyebab punahnya pertanian rumput laut bisa digali secara menyeluruh. Ini bisa dijadikan dasar untuk mengambil langkah penanganan selanjutnya. “Melalui kajian ini, akan diketahui penyebabnya. Kalau karena pencemaran, kita ajak masyarakat untuk menjaga laut. Ini ahlinya yang bisa mengetahui,” ungkapnya. Sesuai pengamatannya, saat ini kondisi alam di Nusa Penida terkesan lebih banyak dieksplore. Hal ini ke depannya harus diantisipasi. “Mensejahterakan masyarakat tidak hanya menghandalkan satu sektor,” pungkasnya. (sos)

Harus Didasari Kajian BERBAGAI hal diduga sebagai penyebab punahnya pertanian rumput laut di Nusa Penida. Salah satunya perkembangan pariwisata yang semakin pesat. Dampaknya, para petani rumput laut jadinya beralih profesi ke sektor pariwisata, sehingga pertanian rumput laut kini tidak ada yang menggeluti. Menurut pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati KLungkung, I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta (Suwasta), yang akan bertarung dalam pilkada serentak 2018, itu harus dibangkitkan. Kejayaannya harus segera dikembalikan. Paslon ini memandang membangkitan pertanian ini harus didasari dengan kajian. Itu dinilai penting untuk mengetahui secara pasti penyebab pertanian rumput laut tidak diminati lagi. Saat dirinya masih menjabat, anggaran sudah dipersiapkan untuk mendukung kinerja tim. “Seka-

rang tim sudah bekerja,” terangnya. Kajian tersebut, menurut mantan Manager Koperasi Pasar Srinadi ini, ditunjukkan dengan pembentukan demplot yang tersebar di wilayah Lembongan, Suana dan Sampalan. Masa tanamnya pun direncanakan berlangsung April, Agustus dan Oktober, menyesuaikan dengan musim. ”Ini yang menjadi dasar untuk budi daya selanjutnya,” jelasnya. Jika hasilnya positif, maka akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Sudah barang tentu, ini akan didukung pemasaran ke ranah yang lebih luas. “Selama ini pariwisata dijadikan biang kerok. Nanti hasil kajian, kalau pariwisata tidak mempengaruhi, tentu kita tidak berpikir ke pariwisata saja. Tetapi bisa mengarahkan masyarakat untuk mengembangkan pertanian rumput laut,” tandasnya. (sos)


Selasa Umanis, 20 Februari 2018

KARANGASEM

13

Ni Luh Tia Febriani

Pertama Kali Lomba Esai, Langsung Juara BERSAING dalam menulis bukan perkara mudah. Apalagi bila ini baru ditekuni pertama kali. Tetapi, bagi Tia Febriani, menulis tak jadi beban bila peka melihat situasi sekitar. Siswa kelas XI IPA 3 SMAN 1 Rendang ini membuktikannya dengan langsung menjadi juara dalam lomba esai yang baru pertama kali dia ikuti. Ditemui di sekolahnya, Senin (19/2) kemarin, siswa asal Banjar Sekar, Desa Nongan, Rendang ini menuturkan ikhwal ketertarikannya dalam menulis. Ini berkat pendekatan guru pembinanya I Nengah Sueca, S.Pd., M.Pd. yang jeli melihat potensi siswa binaannya. Kemudian, mengarahkan dan mengembangkannya agar fokus ke dalam satu bahasan yang menarik. Didampingi guru pembinanya, Tia mengaku menangkap ide menulis dari kehidupan sehari-hari. Memang idenya terlihat sepele, tetapi merupakan persoalan mendasar dengan dampak besar. Pemikiran kritisnya, menguak bagaimana keutuhan bahasa Indonesia semakin cepat tergerus oleh kemajuan teknologi. Ide dasarnya, dituangkan ke dalam esai dengan judul ‘’Bahasaku Kelabu di Tanah Ibu’’. Judul yang menarik, sebelum membaca secara utuh isi esainya. ‘’Bahasa Indonesia tatanan penggunaannya di tengah pergaulan kita sudah semakin kacau. Remaja kita lebih tertarik memopulerkan bahasa asing. Bahasa kita saat ini benar-benar kelabu,’’ kata Tia, alumnus SMPN 1 Rendang ini. Lewat ulasan esai yang jujur dan apa adanya itu, Tia akhirnya berhasil merebut juara III dalam Lomba Esai di Unud, belum lama ini. ‘’Kalau ada lomba esai, saya mau ikut lagi,’’ kata siswi kelahiran 21 Februari 2001 ini. Guru Pembina Nengah Sueca menegaskan kemampuan menulis memang tak bisa dipaksa. Menulis itu, bagaimana menuangkan ide ke dalam tulisan dan memaparkannya secara jujur. Guru asal Banjar Temukus, Desa Besakih ini mengatakan siswa yang memiliki potensi dalam menulis cukup banyak. Dia mengaku sudah mengamati itu sejak mengajar kelas X. ‘’Saya melihat potensinya, bukan hanya dari tulisan. Tetapi, dia mampu menjelaskan apa yang dia tulis. Poinnya di situ,’’ kata guru Bahasa Indonesia yang juga seorang dosen di STKIP Suar Bangli ini. Khusus Tia, dia mengaku menemukan bakat menulisnya lewat tugas membuat antologi cerpen. Dari sana, kemampuan Tia dalam menulis sangat menonjol, sehingga tinggal dibina dan dipoles sedikit lagi. Setelah menjadi juara di level provinsi, dia mengaku tertantang untuk menguji kemampuan menulis esai siswanya di level nasional. Dia mengaku masih mencari-cari informasi sebelum memutuskan untuk menerjunkan siswa, baik dalam lomba esai maupun KIR (Karya Ilmiah Remaja). ‘’Kalau ada lomba lagi, kami pasti ikut,’’ kata Sueca seraya mengatakan akan mematangkan kemampuan siswanya dalam menulis dengan mengikuti lomba mading yang digelar Harian Bali Post, serangkaian kegiatan Bali Post Goes yo School. Tia menambahkan, banyak cara yang bisa dilakukan generasi muda dalam menjunjung bahasa persatuannya. Salah satunya dengan mengadakan lomba-lomba yang berhubungan dengan bahasa dan satra Indonesia. Gagasan ini juga dia kemukakan dalam esainya itu. Dia menegaskan, yang paling penting adalah bagaimana menumbuhkan sikap bahasa. Dia yakin, kalau remaja mau bersikap positif terhadap bahasa Indonesia, pasti ke depan akan tetap lestari. Kuncinya adalah pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah wujud sikap tersebut. ‘’Kita harus mengubah pandangan terhadap bahasa Indonesia. Harus ada rasa bangga terhadap Bahasa Indonesia yang menjadi jati diri bangsa,’’ tutup Tia bersemangat. (gik)

Bali Post/gik

PENERTIBAN - Tim Gabungan saat melakukan penertiban APK di Kecamatan Selat. Sempat terjadi ketegangan, karena pendukung menolak APK-nya diturunkan paksa.

Penertiban APK di Selat Diwarnai Ketegangan

Amlapura (Bali Post) -

Tim Gabungan KPU Karangasem, Panwaslu dan Satpol PP Pemkab Karangasem mulai bertindak tegas terhadap APK (Alat Peraga Kampanye) yang melanggar. Tim gabungan semakin gencar turun langsung ke lapangan dengan membongkar APK dan alat sosialisasi kedua pasangan calon (paslon) gubernur Bali lainnya yang dianggap melanggar aturan, Senin (19/2) kemarin. Ini agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, agar pelaksanaan pilgub nanti berjalan sesuai aturan. Sempat terjadi ketegangan ketika tim menertibkan APK di Desa Duda Kecamatan Selat. Tim gabungan mulai bergerak sekitar pukul 10.00 Wita. Sasaran penertiban dilakukan di wilayah Kecamatan Selat, Karangasem. Sedikitnya belasan baliho ditertibkan petugas. APK terbanyak yang melanggar ditemukan milik paslon gubernur nomor urut 2. Begitu memasuki wilayah Kecamatan Selat, tepatnya di Desa Duda Timur, tim gabungan menertibkan APK yang banyak terpasang di pinggir

jalan. Ketegangan sempat terjadi di lokasi. Ketika petugas akan menurunkan, datang seorang pemuda yang kemungkinan adalah anggota tim pemenangan alat peraga kampanye dari paslon nomor urut 2. Setelah pembicaraan yang alot, yang bersangkutan akhirnya menyatakan untuk menurunkan sendiri APK yang berukuran cukup besar tersebut. Tetapi, tim gabungan juga tak kalah

tegas. Mereka meminta agar baliho tersebut diturunkan saat itu juga. Tiba di wilayah Desa Duda, tim kembali menemukan satu baliho berukuran besar. APK terpasang tepat di timur jembatan depan rumah mantan Wabup Karangasem I Gst. Lanang Rai (alm). Melihat kedatangan petugas, tim dari paslon nomor urut 2 pemilik baliho tersebut langsung mendekat dan menyatakan

untuk menurunkan sendiri baliho tersebut. Terkait penertiban APK ini, Komisioner KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana menjelaskan, dasar penertiban APK ini adalah PKPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye. Menurutnya, dalam PKPU tersebut secara jelas disebutkan jika segala APK itu dibuat oleh KPU, sementara masing-masing paslon diberikan kewenangan 150 persen dari alat peraga tersebut. ‘’Seperti baliho dengan ukuran 4x6, KPU menyediakan 5 buah jika dikalikan 150 persen maka paslon bersangkutan berhak membuat 7 buah baliho yang akan dipasang di zona-zona yang sudah ditentukan dengan SK Bupati,’’ tegas Gede

Krisna Adi Widana. Jadi yang ditertibkan ini adalah alat peraga kampanye di luar yang dibuat oleh KPU dan di luar dari desain yang disepakati antara KPU dengan paslon bersangkutan. Krisna menambahkan, selain di Kecamatan Selat, sebelumnya pihaknya juga sudah melakukan penertiban di Kecamatan Manggis. Di sana sedikitnya sebanyak 18 buah baliho paslon gubernur yang berhasil ditertibkan. Pihaknya juga menyambut baik kerja sama tim pemenangan paslon yang bersedia menurunkan sendiri alat peraga kampanye yang dianggap melanggar tersebut. ‘’Kami berharap kesadaran masing-masing tim untuk menurunkan APK-nya,’’ kata Krisna. (kmb31)

Setelah Ditinggalkan Pengungsi

UPTD Pertanian Rendang Gelar ’’Macaru Rsi Gana’’ Bali Post/gik

LOMBA ESAI - Ni Luh Tia Febriani bersama Nengah Sueca, guru Pembina, dan piala lomba esai saat ditemui di sekolahnya, Senin (19/2) kemarin.

’’Story Telling’’ Disambut Antusias Anak-anak TK

Amlapura (Bali Post) Sebanyak 200 anak dari 10 lembaga Taman Kanak-kanak (TK)/PAUD di Karangasem dengan antusias mengikuti lomba pelayanan story telling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Karangasem, Senin (19/2) kemarin. Lomba diawali dengan penampilan TK Tunas Harapan Amlapura. Selanjutnya hari berikutnya secara bergilir tampil TK/PAUD lainnya, hingga 5 Maret nanti. Teknis pelaksanaan lomba ini, anak-anak mendengarkan cerita yang dibawakan oleh narasumber. Kemudian oleh narasumber, anak-anak peserta dinilai dari aspek ketekunan mendengar cerita, mampu menjawab pertanyaan narasumber, kerapian duduk dan tampilan yel-yel. Tiga pemenang akan memperoleh hadiah. Lomba menampilkan narasumber dari pendidik anak TK, Ni Ketut Sukanganti dan I Made Suarta. Isi cerita terkait dengan manfaat buah apel bagi kesehatan. Menurut pencerita, Ni Ketut Sukanganti, ceritanya mengandung filosofi bahwa kita dapat hidup tergantung dari alam lainnya. Dari cerita itu, anak diharapkan wajib melestarikan alam. Kepala TK Tunas Harapan Amlapura Ni Ketut Suriani menyambut baik pelayanan story telling ini. Anak diharapkan dapat belajar dari isi cerita untuk diterapkan kehidupan sehari-hari. Panitia Lomba I Komang Pasek Antara menjelaskan, layanan story telling sudah rutin setiap tahun digelar. Dari layanan cerita ini diharapkan anak-anak memahami isi cerita dan mengamalkan dalam hidup keseharian. Karena isi cerita sarat akan makna kebajikan dan budi pakerti. Lanjut Pasek Antara, guru-TK/PAUD dapat melaksanakan bercerita di sekolah dan mengimplementasikannya. Layanan story telling dibuka Kadis Pustaka I Komang Daging. Dalam sambutannya, Daging mengatakan, perpustkaan era sekarang tidak lagi hanya terkesan tempat pinjam dan baca buku saja, tetapi tempat aktivitas pendidikan dan sosial lainnya. Dia berharap masyarakat dan guru pendidik di berbagai jenjang sekolah mengenalkan sejak dini anak-anak memanfaatkan perpustakaan untuk mencerdaskan bangsa. 10 TK/PAUD peserta lomba, antara lain TK Tunas Harapan Amlapura, TK Nurul Huda Subagan, TK Bina Purwaka Jasri, TK Widya Kumara Padangkerta, TK Santi Kumara Bugbug, TK Ganeswara SKB Jasri, TK Santi Kumara Amlapura, TK Kumara Langu Timbrah, TK Kuncup Mekar Subagan dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal Amalapura. (kmb31)

Bali Post/gik

LOMBA - Anak-anak TK/Paud dari TK Tunaa Harapan Amlapura saat mengikuti Lomba Story Telling.

Amlapura (Bali Post) Seiring pulangnya pengungsi pascaditurunkannya status Gunung Agung ke level III (Siaga), Kantor UPTD Pertanian Rendang yang sempat menjadi pos pengungsian, melakukan bersih-bersih. Untuk mengembalikan aura lokasi agar kembali seperti semula yaitu sebagai tempat pengembangan komoditas pertanian, digelar upacara panyapuh jagat dan pacaruan resi gana. Ritual pembersihan secara niskala itu dilaksanakan Minggu (18/2) lalu. Prosesi dipimpin tujuh sulinggih yakni Ida pedanda Istri Rai dari Geria Dalem Sangeh, Ida Pedanda Made Ketewel dari Geria Bukit Kembang Merta, Ida Pedanda Istri Sari Geria Simpangan Buduk, Ida Pedanda Istri Padma dari Geria Gede Mas Banjar Tegal Asah, Sanur Kaja, Ida Pedanda

Istri Buruan dari Geria Mandara Manggis, Ida Pedanda Gede Putu Ngenjung dari Griya Keniten Duda dan Ida Pedanda Gede Ketut Dwija Nugraha dari Geria Demung Budakeling. Ritual dilaksanakan di areal yang sebelumnya menjadi tempat dibangunnya tenda-tenda pengungsi. Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama Wabup Wayan Artha Dipa, Sekda Gede Adnya Mulyadi dan sejumlah pejabat daerah hadir dalam ritual tersebut. ‘’Melalui upacara ini kita memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sehingga alam berserta isinya damai sejahtera. Semoga bencana tidak lagi mengintai masyarakat Karangasem khususnya dan Bali pada umumnya,’’ ujar Mas Sumatri. Ritual mendem padagingan menjadi rangkaian penutup proses ritual. Sebelumnya juga

dilaksanakan persembahyangan bersama. Kantor UPTD Pertanian Rendang berjarak sekitar 12 km dari puncak Gunung Agung dan menampung ratusan pengungsi. Pos pengungsian tersebut menjadi tempat pengungsian warga dari wilayah Desa Besakih dan Desa Pempatan, Kecamatan Rendang. Posko pengungsian tersebut sebelumnya merupakan posko percontohan karena sudah mengaplikasikan sistem selter atau rumah singgah. Setiap keluarga mendapat bilik khusus sehingga lebih manusiawi meskipun masih berlantai tanah dan hanya berdinding dan beratapkan terpal. Pos Pengungsian Kantor UPTD Pertanian Rendang sudah ditinggalkan pengungsi sejak hari pertama turunnya level berbahaya Gunung Agung. Sampai empat hari setelah penurunan status, sejumlah warga sempat masih bertahan

Bali Post/kmb

RSI GANA - Upacara Rsi Gana di Kantor UPTD Pertanian Rendang untuk mengembalikan aura kantor pascaditinggalkan pengungsi Gunung Agung. di sana tapi hanya pada malam hari. Sementarai itu Gunung Agung masih memperlihatkan aktivitas vulkaniknya. Sepanjang Senin (19/2) kemarin, gunung setinggi 3.142 meter itu

mengeluarkan beberapa kali embusan. Embusan didominasi asap berwarna putih dengan intensitas sedang dengan ketinggian di kisaran 200 meter. (kmb)

Perbaikan Akibat Erupsi Mulai Dianggarkan

Musrenbang Selat Usulkan Rp 97 Miliar Amlapura (Bali Post) Pemkab Karangasem mulai mematangkan perencanaan pembangunan dengan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di setiap kecamatan. Setelah Kecamatan Karangasem dan Abang, giliran Kecamatan Selat, Senin (19/2) kemarin. Dari pelaksanaan Musrenbang Selat, terungkap usulan dari perencanaan pembangunan di Selat mencapai Rp 97 miliar. Camat Selat Nengah Danu mengatakan pelaksanaan Musrenbang Selat telah didahului dengan pelaksanaan musyawarah desa (musdes) di masing-masing desa. Musdes dilaksanakan pada Juni s.d. September 2017 lalu. Musrenbang tahun ini menghasilkan beberapa prioritas usulan yang menjadi kebutuhan masyarakat desa. Total usulan ada 19 program, 19 kegiatan, 224 indikator dengan nilai usulan sebesar Rp 97.054.000.000. Lebih jauh Nengah Danu juga mengusulkan beberapa ruas jalan yang rusak akibat dampak erupsi Gunung Agung. Di antaranya pengaspalan jalan Sebun menuju Bukit Galah Desa Sebudi,

pengaspalan dan pembuatan got jalan Pasar Agung menuju Desa Pakraman Bukit Galah Banjar Dinas Sogra Desa Sebudi dan pembuatan jembatan/daker yang menghubungkan Banjar Dinas Geriana Kangin dan Banjar Dinas Geriana Kauh Desa Duda Utara dengan panjang 5 meter dan usulan perbaikan pura petirtaan/penyucian Yeh Sah. ‘’Saya berharap dari usulan program kegiatan pembangunan yang disampaikan oleh masyarakat atau desa, memperoleh pendanaan di tahun 2019,’’ katanya. Kepala Bappelitbangda Sujana Erawan berharap dari pelaksanaan musrenbang ini, terwujud pemahaman mengenai kebijakan pembangunan daerah. Selain itu, juga terbentuknya komitmen dalam penetapan prioritas kegiatan pembangunan hasil rumusan musrenbang desa. ‘’Hasil lainnya adalah terpadunya perencanaan program kegiatan pembangunan, baik yang bersumber dari dana APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN dan sumber dana lainnya,’’ tegasnya. Usai membuka Musrenbang Selat, Wabup Arta Dipa mengatakan keterbatasan

Bali Post/gik

MUSRENBANG - Seluruh unsur pimpinan di Kecamatan Selat saat mengikuti musrenbang di Kantor Camat Selat. anggaran pemerintah daerah mengakibatkan tidak semua usulan dapat dibiayai dari dana APBD Karangasem. Namun, dia mengaku pemerintah tetap berupaya keras mendorong usulan prioritas pembangunan agar dapat didanai baik melalui dana APBD Provinsi maupun Pusat sesuai dengan program strat-

egis dan kewenangannya. Langkah-langkah yang sudah diupayakan Pemkab Karangasem, antara lain pengajuan proposal mitigasi dan recovery dengan total usulan Rp 1,4 triliun lebih. Usulan disampaikan ke Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pertanian, Kementerian Pemuda

dan Olahraga dan Badan Ekonomi Kreatif. Usulan ini juga sudah ditindaklanjuti dengan kunjungan dari Tim Ahli Wapres untuk melakukan verifikasi terhadap usulan yang sudah disampaikan. Kemudian pengajuan usulanusulan ke provinsi melalui emusrenbang sebesar Rp 192,7 miliar. (kmb31)


TABANAN

14

Selasa Umanis, 20 Februari 2018

BPK Mulai Periksa Laporan Keuangan Pemkab Tabanan

Tabanan (Bali Post) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Propvinsi Bali mulai Senin (19/2) kemarin memeriksa laporan keuangan Pemkab Tabanan hingga 30 hari ke depan. Dukungan dari Pemkab Tabanan dibutuhkan agar pemeriksaan dapat berjalan lancar. Kedatangan tim BPK-RI Provinsi Bali yang dipimpin Laurensius Indro Prakoso tersebut diterima Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, didampingi sejumlah OPD terkait di ruang rapat Bupati. Indro Prakoso saat bertemu Bupati Eka mengatakan timnya akan melaksanakan tugas pemeriksaan selama 30 hari di Tabanan, dimulai dari hari Senin (19/2). Pemeriksaan ini sesuai dengan surat tugas No. 29/ST/XIX. DPS/02/2018 tanggal 9 Februari 2018. “Kami akan melaksanakan tugas pemeriksaan selama 30 hari. Pemeriksaan tersebut dimulai tanggal 19 Februari 2018 dan akan berakhir tanggal 23 Maret 2018,” jelasnya. Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut, menurut Indra, pihaknya membutuhkan dukungan dan kerja sama dari Pemkab Tabanan dan OPD terkait agar pekerjaan bisa berjalan dengan lancar. ‘’Jika ada masalah bisa disampaikan. Jangan takut kepada BPK, karena kami juga memiliki fungsi melakukan pembinaan secara umum,” imbuhnya. Terkait harapan tersebut, Bupati Eka menyerukan kepada seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Tabanan agar berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik, serta mempersiapkan segala hal maupun dokumen yang berkaitan dengan proses pemeriksaan. “Lakukan komunikasi dan koordinasi serta persiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, sehingga pemeriksaan LKPD dapat berjalan dengan lancar. Saya minta agar para OPD terkait untuk mengawal entry ini sehingga dokumen yang diperlukan bisa tepat waktu dan lengkap,” ungkap Bupati Eka. Bupati Eka melanjutkan, yang terpenting dilakukan adalah niat dan usaha untuk berbuat yang terbaik. Meski demikian pihaknya berharap Tabanan dapat kembali meraih Opini WTP. “Kami berharap hasil kinerja bisa baik dalam pertanggung jawaban, sehingga Pemkab Tabanan dapat mempertahankan Opini WTP yang telah diraih di tahun-tahun sebelumnya,’’ harapnya. (kmb24)

Bali Post/kmb24

TERIMA - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi sejumlah OPD terkait menerima Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali, Senin (19/2) kemarin.

Tiga Kepala SMA/SMK Dimutasi

Tabanan (Bali Post) Proses penyegaran di kalangan dunia pendidikan di Kabupaten Tabanan kembali bergulir, khususnya jenjang SMA/SMK. Terdapat empat guru naik status diangkat menjadi kepala sekolah. Sementara itu tiga orang turun jabatan, dari yang sebelumnya menjabat kepala sekolah, kini menjadi guru. Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Tabanan I Nyoman Sudarma memaparkan, keempat guru yang diangkat menjadi kepala sekolah yakni Drs. I Wayan Sutaya yang sebelumnya guru SMAN 1 Kediri diangkat menjadi Kepala SMAN 1 Kediri, menggantikan kepala sekolah sebelumnya Drs. I Dewa Nyoman Maryono, M.Pd., yang turun jabatan menjadi guru di SMAN 2 Tabanan. Selanjutnya, Drs. I Nyoman Wardana, guru SMAN 1 Tabanan, yang diangkat menjadi Kepala SMAN 1 Kerambitan, menggantikan posisi Drs. I Wayan Sueca yang selanjutnya menjadi guru di SMAN 1 Tabanan. Kemudian I Made Wardita, S.Pd., guru SMAN 1 Selemadeg yang sudah lama menjabat Plt. Kepala SMAN 1 Selemadeg, akhirnya diangkat menjadi kepala sekolah setempat. Dan terakhir Putu Agung Mahardika, guru SMKN 2 Tabanan, yang menggantikan posisi Kepala SMKN 2 Tabanan yang sebelumnya dijabat Drs. I Ketut Darmita Wirawan, yang turun jabatan menjadi guru SMKN 1 Tabanan. Diterangkan Sudarma, mutasi merupakan hal yang biasa. Tujuannya untuk penyegaran serta pengisian kekosongan pascaditinggal pensiun, meninggal dunia, mengundurkan diri serta peningkatan karier guru. “Jadi dalam proses mutasi tidak menutup kemungkinan kepala sekolah turun jadi guru, itu sudah sering terjadi bukan kali ini saja,” terangnya saat dikonfirmasi, Senin (19/2) kemarin. Proses pelantikan dan pengambilan sumpah janji kepala sekolah baru telah dilaksanakan di aula Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Proses mutasi sudah dilakukan atas dasar profesionalitas dan dilakukan sangat objektif. Bahkan kepala sekolah telah mengantongi sertifikat sebagai kepala sekolah. Di samping pula ada pertimbangan lain mutasi, karena masa jabatan beberapa sekolah telah berjalan dua periode, sehingga harus diregenerasi. (kmb28)

Telepon Penting tabanan Polres Tabanan

0361-812519

Polsek Kediri

0361-812280

Polsek Marga

0361-8946155

Polsek Kerambitan

0361-8943991

Polsek Selemadeg

0361-8943669

Polsek Pupuan

0362-71110

Polsek Penebel

0361-819194

RAPAT - Pihak DPRD Tabanan dalam rapat kerja Komisi IV, mendesak agar setiap bayi yang baru lahir dapat langsung ditanggung BPJS.

Bali post/kmb28

DPRD Tabanan Desak Bayi Baru Lahir Langsung Ditanggung BPJS

Tabanan (Bali Post) Selama ini ternyata ada perbedaan perlakuan antara bayi baru lahir yang mengalami sakit yang ibunya sudah memiliki BPJS JKN. Jika peserta JKN KIS yang preminya dibayarkan Peserta Bayaran Iuran (PBI) pusat secra otomatis bayi baru lahir yang sakit ditanggung BPJS. Tidak demikian dengan yang PBI-nya ditanggung daerah atau BPJS mandiri. Perbedaan ini sontak menjadi perhatian serius dewan saat rapat Komisi IV DPRD Tabanan dengan BPJS Kantor Wilayah Denpasar, Badung dan Tabanan serta sejumlah OPD terkait, Senin (19/2) kemarin. Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Made Dirga, langsung menyoroti soal tanggungan BPJS bagi bayi baru lahir yang mengalami sakit, namun ternyata tidak serta merta mendapat tanggungan BPJS Kesehatan (JKN) meski ibunya sudah masuk BPJS JKN dengan PBI tanggungan APBD (daerah). “Saya banyak mendapat keluhan dari masyarakat, terutama warga kurang mampu yang melahirkan dan bayinya mengalami sakit ternyata bayinya tidak langsung

dapat tanggungan meski ibunya menjadi peserta BPJS JKN,” ungkap Dirga. Dia berharap agar kondisi ini dapat dicarikan solusi. Pihaknya berharap masyarakat terutama masyarakat miskin tidak diberatkan karena persoalan ini. Mereka harus mendapatkan pelayanan yang sama sesuai harapan dan tujuan adanya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Saya minta agar itu bisa dicarikan solusi, kalau memang hambatannya diaturan, harus segera dibahas. Ini dananya ada,

tapi tidak bisa diberikan untuk pelayanan masyarakat miskin,” sergah mantan Ketua Fraksi PDI-P DPRD Tabanan ini. Sementara penjelasan dari Kepala BPJS Perwakilan Denpasar, Badung dan Tabanan dr. Kiky Marbun, sesuai aturan yang ada, bagi ibu yang baru melahirkan dan bayinya mengalami sakit bisa langsung ditanggung BPJS kalau PBI-nya dibayarkan pusat. Namun kalau PBI-nya dibayarkan daerah tidak bisa langsung. Harus didaftarkan dan baru berlaku sebulan

kemudian. “Kalau suatu daerah sudah masuk kategori Universal Health Coverage (UHC) dengan kepesertaan BPJS minimal 95 persen dari masyarakat, maka secara otomatis ditanggung,” ungkapnya. Di Tabanan jumlah masyarakat yang masuk BPJS sebanyak 297.658 orang atau baru sekitar 71 persen masih ada 29 persen warga yang belum masuk BPJS. Untuk itu, dia berharap ke depan semakin banyak warga di Tabanan yang masuk BPJS JKN dengan PBI ditanggung daerah untuk masyarakat miskin dan JKN mandiri. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pembangunan (Bapelitbang) Tabanan Ida Bagus Wiratmaja menyebutkan, untuk program JKN ditahun 2018 ini pemkab menyiapkan

anggaran sebesar Rp 18,5 miliar. Jumlah ini lebih besar Rp 3 miliar dari PBI yang ditanggung pemerintah sebesar Rp 15,5 miliar. Dana sebesar Rp 3 miliar digunakan untuk antisipasi adanya peserta BPJS JKN baru. “Tapi dana itu tidak bisa digunakan untuk biaya tanggungan bagi bayi lahir yang sakit. Harus ada pos khusus seperti dana tak terduga,” jelasnya. Terkait adanya aturan dalam perjanjian kerja sama dengan BPJS pasal 7 yang mengatur soal tanggungan bayi baru lahir yang mengalami sakit diakui jika revisinya harus dibicaraan di internal pemkab serta dikomunikasikan dengan pihak BPJS. Hal tersebut juga diungkapkan Asisten II Setda Tabanan bidang Ekonomi dan Pembanguan I Wayan Miarsana yang memimpin rombongan eksekutif. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Seiring dimulainya masa kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan telah menetapkan zona (tempat) pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK). Adapun zona dibagi berdasarkan tingkat desa, kecamatan sampai kabupaten. Jumlah APK yang boleh dipasang masing-masing paslon pun diatur, termasuk posisi pemasangannya yang harus selalu berdampingan. Selain itu, KPU Tabanan mengingatkan tim sukses masing-masing paslon dilarang menghujat dan mempersoalkan NKRI. Demikian disampaikan Ketua KPU Tabanan Ni Luh Darayoni didampingi sejumlah komisioner KPU lainnya, Senin (19/2) kemarin. “Tempat pemasangan sudah kita tentukan, dan untuk spanduk paslon dipasang berdampingan atau bergandengan di mana pun titik yang telah ditentukan,” terangnya. Darayoni menyampaikan, pemasangan APK ditetapkan untuk desa, kecamatan dan

kabupaten. Misalnya saja untuk ditingkat desa ada lima titik lokasi pemasangan spanduk yang telah ditentukan oleh KPU Tabanan, yakni dua titik dipasang oleh pihak KPU dan tiga titik lainnya dipasang oleh masingmasing pasangan calon. Sedangkan untuk APK di tingkat kecamatan akan dipasang dalam bentuk umbul-umbul atau banner. Untuk kecamatan ada 50 titik, 20 titik dipasang oleh KPU dan 30 titik dipasang masingmasing paslon. Di tingkat kabupaten ada lima buah baliho yang akan dipasang oleh KPU dan pasangan calon diperbolehkan menambah tujuh baliho. Dengan ukuran baliho 4 x 6 meter. Terkait pemasangan APK, pihak KPU Tabanan meminta agar dilakukan saat giliran masa kampanye oleh masing-masing paslon dan diharapkan pula melakukan koordinasi dengan pihak KPU maupun panwaslu. “Agar bisa kita awasi penempatan pemasangan apakah sudah sesuai dengan zonasi yang ditentukan atau tidak,” terangnya. Disinggung masih adanya

baliho sosialisasi yang terpasang di sejumlah ruas jalan, Darayoni juga sudah bersurat pada Satpol PP yang rencananya akan ditindaklanjuti dengan menerjunkan petugas sapu jagat untuk menurunkan baliho tersebut. Di sisi lain terkait pelaksanaan masa kampanye dari tanggal 15 Februari hingga 23 Juni mendatang, masing-masing paslon diberikan jadwal secara bergiliran sesuai hari, bukan zona wilayah. Darayoni menyampaikan sejumlah larangan dalam masa kampanye seperti paslon tidak boleh melakukan kampanye di tempat ibadah, satuan pendidikan, rumah sakit, dan kantor pemerintahan. “Dan yang penting dilarang menghujat serta mempersoalkan NKRI,” kata Darayoni. Terkait kemungkinan adanya money politics dalam perhelatan pemilu, Darayoni menegaskan jika nantinya ada yang terbukti, segera laporkan ke panwaslu berikut barang bukti yang kuat. “Nanti akan diproses oleh KPU, kemungkinan keikutsertaan paslon akan dibatalkan,” tegasnya. (kmb28)

Pemasangan APK Cagub Harus Selalu Berdampingan

Bali post/kmb28

PEMASANGAN APK - Ketua KPU Tabanan dan sejumlah komisioner usai rapat penentuan pemasangan APK.

Kerap Mengamuk, Nenek Asal Jepang Diamankan

Tabanan (Bali Post) Rana Furusawa, warga negara asal Jepang yang sudah menjadi warga negara Indonesia diamankan pihak kepolisian Polsek Kerambitan dan selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial Tabanan, Senin (19/2) kemarin. Alasannya, perempuan berusia 51 tahun ini sering mengamuk di areal tempat kosnya di kawasan Griya Loka, Banjar Kutuh Kelod, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Kapolsek Kerambitan Kompol I Wayan Suana menjelaskan, Rana Furusawa dilaporkan ke Polsek, Sabtu (17/2) oleh warga karena dianggap meresahkan. Lalu pihaknya membawa Rana Furusawa ke Polsek Kerambitan. Hanya ketika ditanya kurang jelas dan sulit dimengerti. Tetapi kalau misalnya meminta sesuatu seperti makanan ia tulis. “Kalau ngomong biasa sulit dimengerti,” ujarnya. Lebih lanjut Kompol Suana mengatakan, Rana Furusawa sudah tinggal kos selama dua tahun di perumahan Griya Loka seorang diri. “Menurut orang-orang ia (Rana - red) depresi, kadang ketawa sendiri dan ngomong sendiri tetapi suaranya tidak

jelas,” ungkap Kompol Suana. Mengingat alamat di KTP Rana Furusawa adalah warga Desa Seminyak Badung, Polsek Kerambitan menyerahkan ke Dinas Sosial Tabanan. Dengan harapan Dinas Sosial Tabanan mengirim ke Dinas Sosial Provinsi sehingga diteruskan ke Dinas Sosial Badung. Dari informasi yang dihimpun, Rana Furusawa tinggal seorang diri hampir dua tahun usai bercerai dengan suaminya asal Jembrana. Akibat depresi, ia kerap memukul kaca mobil warga perumahan sampai pecah. Merasa khawatir akan keselamatan warga sekitar, akhirnya yang bersangkutan dibawa ke dinas sosial untuk penanganan lebih lanjut. Ditemui di Dinas Sosial Tabanan, Rana Furusawa terlihat kurus dan kurang terawat. Tidak jelas apa yang dibicarakan, sesekali ia tertawa sendiri dan ketika dicoba diajak komunikasi, kerap tidak nyambung, padahal ia bisa berbahasa Indonesia. Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan mengatakan, setelah melakukan koordinasi, Dinas Sosial Provinsi Bali menyarankan agar yang bersangkutan dibawa ke Konsulat

Jepang. “Tadi mau kami bawa tetapi belum bisa diterima, nanti kami akan carikan solusi dulu bersama dengan Dinas Sosial Provinsi sementara kita titip dulu di Rumah Perlindungan Sosial,” jelas Gunawan.

Nenek Asal Maluku Selain Rana, Hatija, nenek asal Maluku, juga dibawa ke Dinas Sosial Tabanan setelah menjadi korban penipuan. Hatija umur 66 tahun dibawa oleh Taksi Online ke Polres Tabanan dan dilanjutkan ke dinas sosial. Nenek yang beralamat di Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula, Maluku Utara ditipu Irma, tetangganya, dengan dijanjikan pekerjaan di Bali. Ia dimintai uang sebesar Rp 2.500.000 untuk biaya akomodasi atau pembelian tiket pesawat dan biaya taksi online oleh Irma. Irma berjanji akan menjemput via taksi online dan akan diantar ke tempat kerjanya. Saat ini Hatija sudah dibawa ke Rumah Perlindungan Sosial yang ada di Banjar Tuakilang, Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan. “Untuk masalah Hatija masih kita rundingkan dulu,” pungkas Gunawan. (kmb28)

Bali Post/kmb28

MENGAMUK - Rana Furusawa yang kerap mengamuk, memecahkan kaca mobil warga yang melintas saat dibawa ke Dinas Sosial Tabanan.


15

Selasa Umanis, 20 Februari 2018

Perlu Kesempurnaan Permainan untuk Kalahkan Barcelona

London -

Diperlukan sebuah permainan yang sempurna bila Chelsea ingin mengalahkan tim tangguh Spanyol Barcelona. Kedua tim akan bertemu di pertandingan pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (21/2) dini hari nanti di Stamford Bridge, London.

Petenis Rep. Ceko Petra Kvitova.

Bali Post/rtr

Kvitova Kembali ke 10 Besar

Doha Juara Wimbledon dua kali Petra Kvitova kembali masuk ke daftar peringkat sepuluh besar dunia untuk pertama kalinya sejak mengalami luka tusuk dua tahun silam. Petenis Rep. Ceko itu menaklukkan lawannya dari Spanyol Garbine Muguruza pada final turnamen Qatar Terbuka, Senin (19/2) kemarin, untuk meraih gelar keduanya musim ini. Menuju turnamen dengan menduduki posisi ke-21 dalam daftar peringkat WTA, petenis Ceko itu menang 3-6, 6-3, 6-4 dalam pertarungan selama dua jam 16 menit. Kemenangan ini melengkapi kesuksesannya setelah mendulang sukses di St Petersburg awal bulan ini. Kvitova berada dalam masalah ketika ia tertinggal 0-5 pada set pertama di mana unggulan keempat Muguruza terlihat akan menghentikan laju kemenangan petenis Ceko itu setelah mencatat kemenangan beruntun di 12 pertandingan. Namun mantan petenis peringkat dua dunia Kvitova bekerja keras untuk membawa pertandingan memasuki penentuan dan akhirnya mampu mengamankan kemenangan. Saat ditanyai bagaimana ia mampu membalikkan situasi, Kvitova menjawab, ‘’Saya tidak tahu. Saya hanya mencoba. Ini benar-benar pertandingan yang berat, pertarungan besar, dan mudah-mudahan orangorang menikmatinya.’’ Kvitova terpaksa pensiun sementara dari dunia tenis setelah diserang seseorang dengan menggunakan pisau di rumahnya sendiri pada 2016. Ia kembali bermain setelah menjalani operasi pada tangannya tahun lalu, namun terpental dari sepuluh besar dunia, mengakhiri musim dengan menduduki peringkat ke-11. ‘’Terasa menyenangkan (untuk berada di sepuluh besar),’’ kata Kvitova. Kembalinya Kvitova ke penampilan puncaknya akan membuat dirinya kembali diperhitungkan pada turnamen-turnamen utama musim ini. Sementara itu, petenis Afrika Selatan Kevin Anderson mengobati kegagalannya di final AS Terbuka tahun lalu dengan mendominasi tiebreak set ketiga untuk memenangi turnamen New York Terbuka lewat kemenangan 4-6 6-3 7-6(1) atas petenis AS Sam Querrey, Senin kemarin. Dengan kemenangan di lapangan di Nassau Coliseum itu Anderson kini telah mengoleksi gelar keempat dan peringkat bakal naik ke urutan sembilan dunia. Petenis yang berusia 31 tahun itu tercatat 15 kali masuk final namun hanya menang empat kali. Final yang sangat dramatis terjadi September lalu ketika dia dikalahkan oleh Rafa Nadal di AS Terbuka. (kmb39/rtr/ant)

Coleman Pecahkan Rekor 20 Tahun Greene

Washington Sprinter Christian Coleman pecahkan rekor dunia di 60 meter dengan mencatatkan 6,34 detik di kejuaraan nasional indoor AS di Albuquerque, New Mexico, Senin (19/2) kemarin. ‘’Itu seperti sebuah debu,’’ kata Coleman (21) yang memenangi medali perak lari 100 meter di kejuaraan dunia tahun lalu di London. Posisi kedua direbut Ronnie Baker dengan 6.40 detik dan posisi ketiga Michael Rodgers 6,50 detik. Rekor dunia nomor ini sebelumnya dipegang oleh Maurice Greene dari AS dengan 6,39 detik yang bertahan selama 20 tahun. Coleman akan memimpin tim AS ke kejuaraan dunia indoor IAAF untuk bulan depan di Birmingham, Inggris. Penampilan cantik di Albuquerque itu cukup membanggakan bagi Coleman setelah dia bulan lalu juga mencatat rekor dunia lebih bagus dari Green dengan 6,37 detik di South Carolina, namun tidak diratifikasi karena alasan teknis. ‘’Saya ingin mendapatkan itu,’’ kata Coleman setelah lomba. (rtr/ant)

Bali Post/net

REKOR DUNIA - Sprinter Christian Coleman memcahkan rekor dunia lari 60 meter dengan waktu 6,34 detik di kejuaraan nasional indoor AS di Albuquerque, New Mexico, Senin (19/2) kemarin.

Sang juara bertahan Liga Inggris itu telah bangkit dari laju penampilan buruk, lewat kemenangan secara beruntun pada pertandingan atas West Bromwich Albion di liga dan Hull City di Piala FA, namun manajer Antonio Conte tidak mau terbuai dengan euforia itu. ‘’Di satu sisi Anda tahu bahwa tim ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia, mungkin mereka merupakan favorit untuk memenangi kompetisi ini,’’ kata Conte kepada media Inggris, Senin (19/2) kemarin. ‘’Di sisi lain kami harus gembira karena kami memiliki peluang besar untuk memainkan pertandingan masif melawan tim yang benar-benar kuat dan untuk memperlihatkan level kami.’’ ‘’Kami harus berusaha untuk memiliki permainan sempurna dalam membuat keputusan terbaik. Untuk tim tipe ini, mereka memiliki karakteristik-karakteristik fantastis dengan bola. Namun mereka memiliki kelemahankelemahan tanpa bola, dan

kami harus berusaha dan mengeksploitasi hal ini,’’ lanjutnya. Bintang Barcelona Lionel Messi tidak pernah mencetak gol dalam delapan pertandingan melawan Chelsea dan Conte ingin timnya mempertahankan rekor tersebut. Apalagi dalam 12 kali pertemuan the Blues tercatat empat kali meraih kemenangan, sedangkan Barca baru 3 kali. Sisanya lima pertandingan berakhir imbang. Chelsea terakhir kali mengalahkan wakil Spanyol itu pada 2012 ketika klub London tersebut melaju untuk memenangi gelar Liga Champions perdananya. Gelandang Spanyol Cesc Fabregas, yang pindah ke Stamford Bridge dari Barcelona pada 2014, yakin pasukan Conte dapat mengulangi pencapaian tersebut. ‘’Mereka berusaha untuk memberikan tekanan pertama dengan sangat, sangat tinggi, (mereka) selalu mengejar bola,’’ kata Fabregas. Chelsea diharapkan bisa melewati fase pertama meng-

Bali Post/rtr

Pemain sayap Real Madrid Marco Asensio.

Pujian untuk Kerja Keras Vazquez dan Asensio Barcelona Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane memuji dua pemain sayap Lucas Vazquez dan Marco Asensio yang tampil gemilang saat menggulung Real Betis 5-3 pada pertandingan Liga Spanyol, Senin (19/2) kemarin. Keduanya tidak masuk dalam tim inti pada pertandingan pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Paris St Germain (PSG) pekan lalu. Namun kontribusi mereka memiliki dampak besar sebagai pemain pengganti, di mana Asensio menjadi pemicu untuk gol Cristiano Ronaldo dan Marcelo saat menundukkan wakil Prancis itu 3-1. Asensio juga membawa Real mendapatkan start ideal saat melawan Betis dengan menanduk bola pantul pada menit ke-11. Ia kemudian membawa timnya kembali memimpin pada babak kedua menit ke-59, setelah Betis sempat berganti memimpin sebelum turun minum melalui gol Aissa Mandi menit ke33 dan gol bunuh diri Nacho Fernandez (37). Kapten Sergio Ramos menyamakan kedudukan untuk Real 2-2 melalui golnya lima menit setelah babak kedua bergulir. Cristiano Ronaldo memperbesar keunggulan Real menit ke-65 sebelum Sergio Leon mencetak gol balasan hingga skor di Benito Villamarin menjadi 3-4. Namun pemain pengganti Karim

Benzema memastikan tim tamu pulang membawa poin penuh melalui golnya di injury time babak kedua. Zidane melontarkan pujiannya untuk Asensio dan Vazquez yang bekerja keras, baik saat bertahan maupun menekan pertahanan lawan. ‘’Mereka selalu layak untuk bermain lebih banyak karena ketika giliran mereka untuk melakukan pekerjaan kotor, mereka melakukannya dengan karakter,’’ kata Zidane kepada para pewarta. ‘’Namun itu bukan sekadar pekerjaan kotor, itu semua yang mereka lakukan, dari bermain di atas dan bawah di sektor sayap, untuk membuka lapangan, untuk bertahan. Mereka bermain sangat baik saat ini.’’ Asensio, yang didatangkan dari Mallorca pada 2014 dengan nilai transfer 3,5 juta euro sempat tampil gemilang pada awal musim, namun namanya perlahan redup ketika Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema kembali dari masalah skors dan cedera. ‘’Menurut saya, saya menjalani musim yang bagus, namun ketika Anda tidak banyak berpartisipasi Anda tidak dapat membuktikan diri dalam sejumlah jalan,’’ kata Asensio. ‘’Pada akhirnya, Anda harus mengambil keuntungan dari menit-menit yang Anda dapatkan di lapangan dan sekarang beberapa hal menjadi lebih baik.’’ (kmb39/rtr)

Bali Post/rtr

LATIHAN - Pemain Chelsea Gary Cahill dan Ross Barkley melakukan pemanasan dalam latihan di Cobham, London, Senin (19/2) kemarin. Chelsea akan menjamu Barcelona pada pertandingan Liga Champions, Rabu dini hari nanti. hadapi tekanan pasukan Ernesto Valverde itu. Selain tidak membiarkan lawan mendikte permainan, Chelsea bisa melukai Barca dengan memberikan tekanan balik. ‘’Mereka akan meninggalkan

banyak lubang di belakang,’’ kata Fabregas yang ingin mengeksploitasi kelemahan mantan timnya itu. Laga kedua akan dimainkan di Nou Camp pada 14 Maret mendatang. Usai meng-

hadapi Barca, Rabu ini, fokus Chelsea beralih ke Liga. Pasukan Conte akan memainkan laga penting dengan melawat ke markas tim peringkat kedua Manchester United pada Minggu. (kmb39/rtr/ant)

Bayern Munich Dapat Ujian Serius dari Besiktas

Munich Bayern Munich diuntungkan dengan kebugaran pemain-pemainnya jelang pertandingan pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Besiktas, Rabu (21/2) dini hari di Stadion Allianz Arena. Tim asuhan Jupp Heynckes juga memiliki keunggulan pertemuan dibandingkan lawannya dari Turki itu meski bakal mendapat ujian serius menghadapi tamunya itu. Dalam dua kali pertemuan, Bayern unggul 2-0 baik saat melakoni laga kandang atau tandang pada babak penyisihan grup Liga Champions 1997/1998. Namun kini kondisinya berbeda, meski Bayern di bawah kepemimpinan Heynckess, tak pernah kalah dalam empat pertandingan sebelumnya di turnamen ini, tetapi rekor Black Eagles pun cukup menterang karena menjadi satu-satunya wakil Turki yang mampu lolos hingga babak 16 besar. Besiktas yang diasuh Segnol Gunes kehilangan sejumlah pemain akibat cedera. Namun mereka diuntungkan karena akan menjadi tuan rumah di laga kedua pada 14 Maret mendatang. Meski kehilangan Cenk Tosun yang pindah ke Everton, Besiktas masih memiliki sederet pemain kunci yang bisa diandalkan seperti Ricardo Quaresma, Talisca dan Ryan Babel. Mereka mendukung penyerang tunggal jika tidak Vagner Love tentu Alvaro Negredo. Di sisil lain, Bayern pun mengalami kebangkitan luar biasa setelah kalah 0-3 atas Paris Saint Germain di awal penyisihan grup. Di bawah kendali Heynckes, tim raksasa Jerman itu sempat mencatat 13 kemenangan beruntun dan kini membidik tiga gelar sekaligus, seperti yang pernah

dilakukan Heynckes pada 2013. Selain itu Bayern telah memenangkan 14 dari 15 pertandingan yang digelar di Allianz Arena. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi Besiktas bila ingin menaklukkan Arjen Robben dkk. di depan pendukung mereka sendiri. (kmb39/rtr)

Bali Post/rtr

Gelandang Bayern Munich Arjen Robben.


olah raga

16 Komang Teguh Masuk Pelatnas Tahap Kedua

Denpasar (Bali Post) Satu-satunya pemain asal Bali yang masuk skuad timnas Merah Putih U-16 Komang Teguh Trisnanda memasuki pelatnas tahap kedua, di Kopassus, Cijantung, Jakarta mulai Senin (19/2) kemarin hingga menjelang keberangkatan mengikuti Turnamen Jenesys, di Jepang, 6-15 Maret nanti. Ayah Teguh yakni Nyoman Mertajiwa di Denpasar, kemarin, menjelaskan dirinya berharap Teguh yang direkrut melalui Diklat Ragunan, Jakarta, tetap bisa lolos masuk Bali Post/ist skuad timnas yang dilatih Komang Teguh Fakhri Husaini. Trisnanda Dijelaskannya, Komang Teguh masuk skuad lama totalnya 20 pemain, dan kini dipanggil lagi mengikuti seleksi lima pemain baru. ‘’Menjelang keberangkatan mengikuti turnamen Jenesys, tim akan dipangkas menjadi 18 pemain. Astungkara, doakan saja Komang Teguh tetap lolos,’’ harap Mertajiwa. Dikemukakan, Komang Teguh lahir di Denpasar 28 Oktober 2002, memulai belajar main bola di SSB Bintang Bali Centre (BBC), kemudian Guntur, dan Putra Tresna. Komang Teguh alumnus SMPN 9 Denpasar, dan kini duduk di bangku kelas I SMA Ragunan, Jakarta. Komang Teguh pernah membela Indonesia dan merebut juara dalam turnamen U-12 Singa Cup, di Singapura, bahkan dirinya dinobatkan menjadi pemain terbaik. Di timnas U-16, Komang Teguh yang menempati posisi gelandang bertahan, ikut andil mengantarkan timnas juara grup dalam Kualifikasi Piala Asia, di Thailand, Oktober 2017 lalu. Timnas U-16 bakal berlaga pada Piala Asia di Malaysia, Oktober nanti. ‘’Target timnas Indonesia tembus ke semifinal, sebab empat besar berhak mengantongi tiket berlaga ke Piala Dunia,’’ kata Mertajiwa yang asal Banjar Pule, Desa Kawan, Bangli ini. Timnas U-16 juga dijadwalkan mengikuti Piala AFF. Kakak Komang Teguh, Kadek Haarlem Anggriva, membela Bali United U-19, dan menduduki juara III pada musim kompetisi 2017 lalu. (022)

Izin Kejurnas Grasstrack Belum Turun

Denpasar (Bali Post) Kejurnas Grasstrack dan Motocross Region 3 (Bali NTB, NTT) Seri I, sedianya digelar di Sirkuit Wahana Bali Adrenaline (WBA) Sidakarya, 3-4 Februari. Hanya, sayangnya penyelenggaraan batal digelar, mengingat belum turun izin dari PP IMI. Untuk itu, sebagai gantinya Ketua Panpel Kadek Suartana mengganti dengan kejuaraan terbuka. Humas Pengprov IMI Bali Gede Gordon Sukarna, di Denpasar, Senin (19/2) kemarin mengungkapkan, pihaknya masih menunggu turunnya izin penyelenggaraan dari PP IMI. ‘’Kami juga mau berkoordinasi dengan NTB dan NTT tentang pelaksanaan seri pembuka,’’ tutur Gordon. Dikemukakan, jika surat izin penyelenggaraan sudah turun dari PP IMI, pihaknya menggandeng Kabid Roda Dua IMI Bali Cok Vicky, termasuk alternatif sirkuitnya di Buleleng dan Jembrana. Kejurnas Grasstrack dan Motorcross region 3 dibagi dalam lima seri, seri pembuka dan penutup di Bali, sedangkan seri II, III, dan IV di NTB. Menurutnya, IMI Bali juga mengagendakan menggelar Kejurprov Grasstrack dan Motocross empat seri. Selain itu, pihaknya juga berniat menjajaki sirkuit balap motor jalan raya (road race), yang makin sulit di Bali, ditambah pelarangan penutupan jalan umum untuk balapan road-race. Oleh sebab itu, Gordon ingin membentuk forum diskusi melibatkan insan otomotif, bertujuan mencarikan solusi dalam menghadapi segala permasalahan yang dihadapi cabor otomotif Bali. ‘’Forum diskusi melibatkan orang-orang yang berkompeten di dunia otomotif,’’ sebut Gordon. Di sisi lain, Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi juga siap menjembatani permasalahan otomotif di Bali. ‘’Kalau memang IMI Bali mau menggelar sarasehan otomotif, kami siap menampung,’’ tuturnya. Sarasehan bertujuan meningkatkan prestasi otomotif Bali, di kancah nasional. ‘’Yang penting, setiap penyelenggaraan event tujuannya untuk meningkatkan prestasi atlet maupun pembalap,’’ jelasnya. (022)

Tim Basket SMPN 10 Tundukkan SMPN 8

Denpasar (Bali Post) Tim SMPN 10 Denpasar putra menekuk lawannya SMPN 8 Denpasar pada hari pertama turnamen bola basket memperebutkan Piala Wali Kota IX/2018, di GOR Ngurah Rai, Senin (19/2) kemarin. Sejak kuarter pertama, SMP 10 yang menurunkan pebasket seperti Anom dan Wirasandi unggul 6-2. Tim SMPN 8 yang diperkuat pemain di antaranya Michael Owen dan Bintang Zulkarnaen mencoba mengimbangi, namun kuarter kedua, SMPN 10 tetap memimpin 8-4. Dominasi SMPN 10 terus berlanjut hingga kuarter ketiga unggul 21-6, dan kuarter keempat menutup dengan kemenangan 28-16. Sementara tim putra SMPN 3 yang diperkuat Kusuma, Ngurah Arya, Hindu, dan Junior unggul atas lawannya SMP Tunas Daud, dengan skor 43-13. Tunas Daud yang menurunkan Nathan, Michael, Aaron, dan Ino, sejak kuarter pertama tertinggal 2-10, kuarter kedua 4-24, kuarter ketiga 9-28, dan kuarter terakhir 13-43. Di sektor putri, Tim SMPN 10 tak perlu mengeluarkan keringat, sebab lawannya SMP Tunas Daud WO, sehingga SMPN 10 dinyatakan menang 20-0. Hasil lainnya, tim putri SMPN 2 Denpasar menang atas lawannya SMPN 3 Denpasar dengan skor 25-6. Tim SMPN 2 yang diperkuat pebasket Triana dan Hexa sejak kuarter pertama memimpin 4-0, kemudian kuarter kedua 11-1, dan kuarter ketiga 19-4, dan kuarter keempat sekaligus pamungkas dengan skor 25-6. Untuk tingkat SMA, tim putra SMAN 2 (Resman) menaklukkan SMAN 3 (Trisma) dengan skor 54-27. Selanjutnya, tim putra SMAN 5 (Smanela) menekuk SMA Tunas Daud 38-24. Tim putri SMAN 8 mengalahkan SMA Dyatmika dengan skor tipis 14-12. Kuarter pertama, SMAN 8 unggul tipis 4-2, kuarter kedua kembali unggul 6-4, dan kuarter ketiga giliran Dyatmika yang diperkuat Laksmi dan Aurel memimpin 8-6. Namun, pada kuarter keempat SMAN 8 yang diperkuat Riska unggul 14-12. (022)

Bali Post/wan

BIDIK - Pebasket SMPN 10 Anom membidikkan bola ke jaring lawannya tim SMPN 8 pada hari pertama turnamen bola basket memperebutkan Piala Wali Kota IX/2018, di GOR Ngurah Rai, Senin (19/2) kemarin.

Selasa Umanis, 20 Februari 2018

Persiapan Asian Games Dipastikan Selesai Juni Mendatang

Jakarta (Bali Post) -

Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018 akan selesai pada Juni, baik dari aspek infrastruktur, penyelenggaraan, maupun prestasi. ‘’Semua arena di Senayan sudah selesai 90 persen. Tanggung Jawab DKI Jakarta soal arena berkuda dan balap sepeda serta sejumlah gelanggang olahraga sudah berjalan,’’ ujar Wapres selepas rapat koordinasi di Kantor Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) di Jakarta, Senin (19/2) kemarin. Wapres mengatakan sejumlah arena pertandingan di Palembang, Sumatera Selatan juga sudah siap dan tidak ada halangan pekerjaan. ‘’Kita tidak akan seperti Brazil ketika Olimpiade 2016. Di Brazil, mereka masih kerja ketika upacara pembukaan,’’ kata Wapres. Wapres menyatakan persiapan penyelenggaraan Asian Games semakin matang setelah penyelenggaraan Kejuaraan Uji Coba Asian Games pada 8-15 Februari. ‘’Kami menemukan ada hal-hal yang baik dan ada yang perlu diperbaiki. Itu memang fungsi kejuaraan uji coba,’’ kata Wapres. Wapres mengharapkan target prestasi kontingen Indonesia dalam Asian Games 2018 untuk masuk peringkat 10 besar di Asia dapat terpenuhi setelah rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pekerjaan Umum

Bali Post/ant

ASIAN GAMES - Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) didampingi Menko PMK Puan Maharani (kanan) dan Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin (tengah) bersiap memimpin rapat koordinasi persiapan Asian Games di Kantor Inasgoc, Jakarta, Senin (19/2) kemarin. Rakor tersebut membahas evaluasi pelaksanaan Asian Games Invitation Tournament 2018 dengan empat poin yang menjadi perhatian yakni transportasi, koneksi jaringan, koordinasi internal dan eksternal. dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noordin, dan sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga terkait Asian Games. ‘’Sponsor yang masuk sudah me-

lebihi target semula. Setelah dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang direncanakan masuk, dana sponsor masuk, dan pajak sudah sesuai dengan kontraknya tidak akan ada kekhawatiran,’’ ujar Wapres terkait anggaran persiapan Asian Games pada 2018.

Rapat koordinasi persiapan Asian Games 2018 itu juga membahas rencana rekayasa lalu lintas yang akan dijalankan pada Agustus 2018 menyusul target waktu perjalanan atlet dari Wisma Atlet Kemayoran menuju Kawasan GBK Senayan selama 34 menit. (ant)

Biaya Perbaikan Kerusakan GBK dari Deposit Panitia Jakarta (Bali Post) Direktur Utama Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno Winarto mengatakan seluruh biaya perbaikan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) yang rusak oleh tindakan suporter setelah laga final Piala Presiden 2018, berasal dari deposit panitia Piala Presiden. Winarto, Senin (19/2) kemarin di Jakarta mengungkapkan, deposit atau uang jaminan itu sebesar Rp 1,5 miliar, sementara dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki beberapa bagian stadion adalah Rp 150 juta. ‘’Artinya uang jaminan tersebut lebih dari cukup untuk melakukan

perbaikan,’’ ujar Winarto dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Deposit memang menjadi salah satu syarat utama bagi semua pihak yang ingin mengadakan kegiatan di SUGBK, di luar uang sewa. Dana deposit itu nantinya bisa digunakan untuk membiayai perbaikan atas kerusakan stadion yang terjadi akibat dampak dari penyelenggaraan kegiatan tersebut. ‘’Panitia Piala Presiden 2018 mematuhi batas waktu pembayaran uang deposit pada Senin (12/2). Kalau tak ada jaminan pasti kami tidak mengizinkan panitia menyelenggarakan Piala Presiden

Bali Post/ant

RUSAK - Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto memeriksa kondisi pagar pembatas lapangan yang rusak di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu lalu. Kerusakan tersebut akibat ulah suporter tidak bertanggung jawab salah satu tim yang bertanding pada perhelatan final Piala Presiden.

2018 di SUGBK,’’ kata Winarto. Pihak panitia pengarah (SC) Piala Presiden 2018 melalui Ketua SC Maruarar Sirait menyatakan bertanggung jawab atas semua kerusakan yang terjadi di GBK. ‘’Jika ada kekurangan dari dana deposit Rp 1,5 miliar, kami siap membayarnya tanpa menawar,’’ tutur Maruarar. Adapun kerusakan beberapa bagian di SUGBK terjadi usai pertandingan final Piala Presiden 2018 Persija Jakarta versus Bali United pada Sabtu (17/2) malam. Setelah wasit meniup peluit tanda laga yang dimenangkan Persija dengan skor 3-0 itu berakhir, oknum suporter beramai-ramai masuk ke stadion untuk merayakan kemenangan tim kesayangannya. Secara umum pihak PPK GBK mengungkapkan bahwa bagian yang rusak dari SUGBK adalah tiga pintu masuk, tujuh segmen pembatas penonton dengan lapangan, taman karena terinjak-injak dan beberapa pohon besar. ‘’Semuanya akan kami perbaiki dalam waktu satu minggu, batas waktu yang diberikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Durasi itu sangat longgar dan logis,’’ kata Dirut PPK GBK Winarto. Insiden Usai Final Ketua Panitia Pengarah (SC) Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait, di Jakarta, Senin kemarin, mengaku

bersalah atas insiden usai final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2), yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ketika itu Anies Baswedan dilarang turun mendampingi Presiden Joko Widodo untuk memberikan hadiah kepada juara Piala Presiden 2018 Persija Jakarta oleh pasukan pengamanan presiden (paspampres), karena nama Anies tidak ada dalam daftar yang diberikan oleh panitia. Rekaman kejadian tersebut menyebar melalui media sosial dan menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin kemarin, Maruarar mengaku dirinya memang tidak memasukkan nama Anies Baswedan di dalam daftar pendamping Presiden Joko Widodo saat akan menyerahkan trofi ke para pemain Persija Jakarta. Sebab, ia mengira Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta otomatis menerima hadiah bersama Persija Jakarta dari Presiden Joko Widodo meski tidak diminta. ‘’Saya tidak begitu paham protokoler. Seharusnya saya meminta Mas Anies untuk menerima hadiah bersama Persija. Saya berharap semua pihak jangan salahkan siapa-siapa, salahkan saya,’’ ujar anggota DPR-RI periode 2014-2019 tersebut. Untuk itu, Maruarar pun menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Joko

Widodo, Gubernur DKI Anies Baswedan dan semua pihak yang dirugikan atas insiden tersebut. ‘’Saya bertanggung jawab 100 persen atas ketidaknyamanan ini. Sekali lagi saya meminta jangan salahkan siapa-siapa. Jangan salahkan paspampres karena mereka bekerja sesuai dengan arahan,’’ tutur politikus PDI Perjuangan ini. Maruarar yang akrab disapa Ara ini mengungkapkan, tidak pernah ada masalah antara dirinya dengan Anies Baswedan, juga antara Anies Baswedan dan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, dirinya dan Anies sudah berteman selama bertahun-tahun. Presiden juga demikian. Maruarar menyebut Joko Widodo dan Anies sudah berteman lebih dari 10 tahun. ‘’Hubungan pertemanan itu baik-baik saja. Saya mengantarkan Presiden Joko Widodo dan Anies Baswedan sampai ke mobil usai final juga baik-baik,’’ kata Maruarar. Berikutnya, anak dari politisi senior Sabam Sirait ini pun berjanji akan lebih mendalami hal-hal menyangkut protokoler agar insiden yang melibatkan Anies Baswedan itu tak terulang. ‘’Saya akan belajar lagi bagaimana protokoler yang baik. Saat itu saya memang tidak terlalu memperhatikan masalah itu karena fokus ke teknis Piala Presiden seperti fair play dan transparansi,’’ kata Maruarar. (ant)

RB41 dengan Corak Sementara

Milton Keynes Setelah lama ditunggu akhirnya mobil RB41, Senin (19/2) kemarin diluncurkan di Milton Keynes, Inggris, meski coraknya masih sementara. Mobil yang akan digunakan untuk balapan musim ini berbeda eksteriornya dibandingkan musim lalu. Musim ini Red Bull menggunakan nama baru Aston Martin-Red Bull Racing-TAG Heuer. Corak mobil Edisi khusus RB14 didominai warna hitam dan biru. Namun secara keseluruhan proses pengecatan mobil itu baru selesai jelang uji coba pramusim di Circuit de Catalunya, Barcelona, pekan depan.

Pembedanya dibandingkan musim lalu adalah piranti keselamatan Halo yang dipasang di atas kokpit serta hilangnya sirip hiu pada bagian belakang. Red Bull yang pernah menjadi juara dunia empat kali sebelum dominasi Mercedes dimulai pada 2014, musim lalu menempati peringkat ketiga. Sepanjang musim itu Red Bull hanya memenangkan 3 dari 20 seri yang digelar. Musim ini Red Bull mempertahankan komposisi pembalapnya yakni Daniel Ricciardo (Australia) dan Max Verstappen (Belanda). (kmb39/rtr)

Bali Post/rtr

Mobil Formula 1 RB41 Aston Martin-Red Bull Racing-TAG Heuer.


Selasa Umanis, 20 Februari 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Acc:Wnt Single Max 30Th Min D III Akuntansi Pglman Min 1Th,Lmrn ke padilla.acc@gmail. com/Hub.08123809438 B.BP.001.02.18.0000969

Dibutuhkan Sekuriti utk Pabrik Tabanan-Bali, Pengalaman, hub.Dewi,Hp: 081236222509 B.BP.031.02.18.0000972

Dicari Cleaning Servis/Laundry P/L,Min SMU(2,5Jt+500Rb Instv) BerpengalamanMin1Th.BawaLam ke Bodyworks SPA Jl. Kayu Jati No.2 Petitenget 0361-735058

B.BP.001.02.18.0000563

Butuh Marketing Wanita Handal, Cantik dan Menarik,Berpengalaman di bid.Automotif Hub.08113867250

B.BP.001.02.18.0000742

Koperasi wanita Raka Dewi Bali membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya,L/P max. 45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt,max. 27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35th. Krm CV: ketua@rakadewibali.com / WA: 081353976118/Hub.lebih lanjut: www.rakadewibali.com. Coco Group Bali Looking For: - Operation Manager - Asst.Accounting Manager All Candidate Having Experience in The Same Position Min. 1 years. Send Email To: asthrm@cocogroupbali.com

B.BP.803.02.18.0000827

Cr PRT Wanita,Bersih2 Cuci di Gatsu I H.087860149800 Harian

B.BP.001.02.18.0000974

Dbthkan Tng pelaksana Proyek u/Vila Hub.081934381590 P.Yasa

B.BP.001.02.18.0000976

SUZUKI

B.BP.001.02.18.0000916

Dicari 2 tnga utk warung lgsng kerja tidur dlm H.082144536053

B.BP.001.02.18.0000962

Dcr Sopir SIM A Umum Serabutan Max 35th.Hub.085100480049 Jl.Apit Telaga No.12/16,Br.Batur Peguyangan Kaja Dps Utara

B.BP.001.02.18.0000971

B.BP.154.02.18.0000968

Prsh Nas.Mmbthkan Kpl Delevery Penddkan.D3,Pnglmn diutamakan, Driver Pngiriman,Driver Kanvas Pendidikn min SMU,Max 28th.Lam ke PT.Tempo Jl.Antasura 21 Dps B.BP.001.02.18.0000967

BIRO JASA

Hlng BPKB No.A8245562-O DK 891 YI An.Benekdiktus Beke Noka

B.BP.004.02.18.0000096

B.BP.004.02.18.0000770

B.BP.001.02.18.0000949

Dilelang Suzuki APV GX’15 Asli Bali.Hub:089619874461

B.BP.001.02.18.0000942

TOYOTA

*Harrier 2.4 3Camera’2011 Htm* *Honda Jazz RS Th’2011* *Hnd.Accord Th’07 Matic Hitam* *Hub.0361-464168/081999315168*

B.BP.001.02.18.0000970

AvanzaG’2010 Silver AsBali Mls Prbd,082341251453/081933610070

Dijual Tnh Kvl Jln.Kebo Iwa. Aspek Perum.Hub:081337141817

DIJUAL MOTOR

J. Tnh L 4Are Lok Jl.Jepun/LC Hotmix Utr RS KasihIbu Tbn.Tnh L2Are Jl.Sekar Tunjung UtamaDps H.081338542300/0895346556943

B.BP.141.02.18.0000980

HARLEY DAVIDSON

Dijual Harley Davidson 48 Tahun2013,Hubungi:08123856699

B.BP.001.02.18.0000959

B.BP.001.02.18.0000979

DIJUAL TANAH Dijual Tnh Kav Gerokgak Bllng DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub:081338183031/081805374433

B.BP.141.02.18.0000982

B.BP.001.02.18.0000981

B.BP.001.02.18.0000880

B.BP.001.02.18.0000948

Hlg Buku IMB No.660 Thn’2006 An.Teddy Frans Sridana, SE.,MM

B.BP.001.02.18.0000966

Agya TRD Manual Putih’16 DK As Bgs Mls 110Jt Ng 08123969166

Dcr Krywti u/ Laundry,Lok.Jaya Giri Utara No.3 H:081258118546

PRT Wnt Tgl Dlm,Jjur,Rjn,KTP Gj Brsh 2jt+Bns, 081287191221

Dikontrakan rumah siap huni di Sesetan,br Renov 081239765555

B.BP.166.02.18.0000988

B.BP.141.02.18.0000983

Dcr Karyawan/ti Koperasi Artha Dwi Tunggal Jln.Gn.Seraya No.4 Pd.Sambian Kelod,H.08124646421

Dcr Sgr 2Karyawan/ti,Bag.Input Pembelian.Hub:087860560187

B.BP.004.02.18.0000943

*Vellfire 2.4 Th’11 Htm AsDK* *Mercedes SLK AMG’11 Hitam* *Hub.081238116467*

B.BP.001.02.18.0000975

B.BP.014.02.18.0000964

HlgBPKBNo.6015425-ODK764CD a/n I Ketut Patra Antara

Panther Pickup Th 2000, Jl. Pulau Batam No.10.H:0811393313

Dbthkn Pembantu Rmh Tangga bs Masak Hub.087862490031

Dibth Kary/i KSU Sari Tirta Jl.G.Lempuyang Gianyar 942218

DISEWAKAN RUMAH

B.BP.001.02.18.0000973

B.BP.001.02.18.0000947

B.BP.001.02.18.0000986

DAIHATSU

ISUZU

Dbthkn 2 staff Kitchen u/Villa (tgl dlm),1 Staff Villa yg bsa B.English Hub:Tio.081338703070

Dcr Staff(bs Mandarin)Send CV E:lee_fusen@hotmail.com Windys Bali Tour

KEHILANGAN Hilang BukuKIR L300 Th88 Putih DK 8879 DS Hub:087762854477

Xenia Th’2013Akhir,Samsat Baru Ban Baru sdh Variasi Hub.085953937903/087784792539

B.BP.001.02.18.0000889

Dcr Peg.Butik(SMA)Indi Butik & Jewelry Jl.D.Buyan 33 Sanur

DIJUAL RUMAH Djl Rmh Lt.2, Tnh 2 Are di Dps Hub:081805554460/081238339509

B.BP.001.02.18.0000965

Distributor Philips Butuh 1.Salesman/Girl 2.Admin Gudang Hub.Bedahulu No. 12 Dps

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL Great Xenia DK asli slvr’2015 Tgn1 ada Asuransi,081239765555

G.06

Informasi pasang iklan Telepon

Dicari Cleaning Service P/W Serius Hub:081238453208

B.BP.001.02.18.0000954

B.BP.001.02.18.0000946

DIJUAL RUMAH

Dicr Karyawati Toko, Jl.Pidada XII No.1 Ubung.Hub:0818333919

Hanya dg 595 sdh dpt Rmh siap huni,SiluanPnatih, 081558041018

SERVICE

SERVICE

B.BP.001.02.18.0000654

B.BP.164.02.18.0000977

B.BP.001.02.18.0000958

B.BP.001.02.18.0000963

PENGUMUMAN Dgn ini Sy,Ida Fitria Menytkan Permohonan Maaf Kpd PT.Arta Sedana(Hardys Malls Gianyar) Atas Perbuatn Pncurian 17Feb18 shg Merugikan PT.Arta Sedana. B.BP.001.02.18.0000944

Puji Syukur TrimaKasih Atas Terkabulnya DoaNovena 3SalamMaria

Kami Panitia Pura Luhur Sri Rambut Sedana Ds.Jatiluwih,Pnb Tbn.Memberitahukan Piodalan Pura:Rabu,28 Feb’18 - 3 Maret’18

B.BP.154.02.18.0000987

B.BP.001.02.18.0000955

RUPA-RUPA

PROMO MURAH DAIHATSU BALI FOTO COPY

DIJUAL RUMAH

SPA DP 20 Jt-an DP 40 Jt-an DP 20 Jt-an

DP 4 Jt-an DP 20 Jt-an DP 20 Jt-an TERIMA TUKAR TAMBAH PROSES CEPAT SYARAT RINGAN

HUB : 0817356452/ 085101456084 C.0000246-MBL

DIJUAL RUMAH

TOUR K.B.A TUR BALI TOUR JOIN 2018 * SIN Free & Easy 3D2N Rp. 4.450.000 (2-4 Mar, 20-22 Mar, 23-25 Mar) * BKK Kul 4D3N Rp. 6.775.000 (15-18 Mar 2018) * HKG – SHENZHEN 4D3N Rp. 10.875.000 (28-31 Mar 2018) Hubungi : 0361-8495858 Jl.Gatot Subroto Tengah No.46 Blok E Dps C.0001150-tour

ALUMINIUM


EKONOMI

18

Selasa Umanis, 20 Februari 2018

Soal Jawa-Bali Crossing

Hipmi dan IHGMA Nilai Positif Denpasar (Bali Post) Pembangunan Jawa-bali Crossing di Bali akan berdampak positif terhadap dunia usaha di Bali. Terutama dalam pengembangan usahanya. ‘’Kami memandang positif kebijakan Saluran Udara Tegangan Esktra Tinggi (SUTET) 500KV ini, sepanjang secara teknis bisa dilakukan dan tidak bertentangan dengan adat dan budaya Bali,’’ kata Dr. dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.KK., Senin (19/2) kemarin. Pasokan listrik di Bali sangat dibutuhkan ke depannya. Karena pengembangan di Bali baik dari sektor pariwisata dan properti kian meningkat. Apalagi di era Jokowi yang sangat concern dengan pariwisata dan rumah rakyat. Dengan demikian kebutuhan listrik akan sangat meningkat. Dari sektor perumahan rakyat, Jokowi mencanangkan program satu juta rumah seluruh Indonesia. Di Bali sendiri rencana pembangunan rumah rakyat sekitar 350 unit setiap tahunnya. Belum lagi dari sektor pariwisata, yang jumlah hotel dan fasilitas penunjang pariwisatanya semakin meningkat. Pembangunan-pembangunan tersebut tentu membutuhkan listrik. Harapannya pasokan listrik dapat terjaga, sehingga tidak sampai terjadi pemadaman bergilir.

Sebagai pengusaha, ia mendukung karena memang kebutuhan listrik adalah vital bagi usaha di Bali saat ini dan ke depannya. ‘’Jadi pasokan listrik untuk Bali agar bisa diterima oleh semua kalangan,’’ tegasnya. Wakil Ketua DPP Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Made Ramia Adnyana mengatakan, kemajuan pariwisata di Bali tidak terlepas dari kemandirian energi. Industri pariwisata di Bali hampir 8-11 persen pengeluaran untuk konsumsi listrik setiap bulan. Contohnya hotel bintang 4 membayar listrik Rp 220 juta setiap bulan. Maka dari itu Jawa-Bali Crossing (JBC) yang merupakan solusi PLN untuk memenuhi pasokan listrik di Bali diharapkan memberikan akses listrik yang murah dan aman. Karena industri pariwisata merasa bahwa nilai energi

Pemerintah Harus Tetapkan Persyaratan Kinerja Investor Asing Jakarta (Bali Post) Pemerintah Indonesia harus tetap bisa menetapkan persyaratan kinerja terkait investor asing, sehingga juga bisa menghasilkan produk yang bernilai tambah sehingga tidak hanya menambah ekspor secara kuantitas tetapi juga kualitas. ‘’Baik dalam kaitannya dengan penyediaan layanan dan pengadaan barang publik, Indonesia harus tetap bebas untuk menetapkan persyaratan kinerja yaitu pembatasan bagi investor asing,’’ kata Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) Rachmi Hertanti, Senin (19/2) kemarin. Menurut Rachmi, pembatasan tersebut termasuk dalam kepemilikan asing, pembatasan pekerja asing di posisi kunci, dan persyaratan konten lokal. Selain itu, ujarnya, Indonesia juga harus meningkatkan nilai tambah

domestik yang mendukung pengembangan industri hilir lokal serta membantu mengurangi tingkat pengangguran dan angka kemiskinan di Tanah Air. Sebagaimana diwartakan, Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo mendorong pemerintah untuk dapat meningkatkan kinerja ekspor Indonesia sehingga dapat berkompetisi dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. ‘’Kinerja ekspor ditentukan oleh faktor biaya produksi dalam negeri dan logistik,’’ kata Bambang Soesatyo. Pelaku usaha, katanya, selalu membandingkan tingginya suku bunga di dalam negeri yang mencapai dua digit, dengan suka bunga di negara-negara lain yang rendah, misalnya Tiongkok dan beberapa negara lain menawarkan kredit modal kerja suka bunga di kisaran lima

persen. Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar rapat koordinasi dengan para menteri terkait bidang perekonomian di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat (9/2), guna meningkatkan investasi dan ekspor di Indonesia. Ketua Tim Ahli Wapres Sofyan Wanandi mengatakan dalam rapat tersebut Wapres mendesak para menteri untuk mengidentifikasi dengan serius masalah-masalah yang selama ini menghambat penanaman modal dan ekspor komoditas Indonesia. ‘’Sekarang kita mencari jalan dan betulbetul mencari yang dapat mempercepat kita, mengembalikan kenapa sekarang ini investasi kita menurun, ekspor menurun, apa yang harus kita lakukan. Tadi itu dibicarakan segala macam masalah itu,’’ tutur Sofyan usai rapat di Istana Wakil Presiden, Jakarta.(ant)

masih sangat tinggi di Indonesia, khususnya di Bali. Pemenuhan pasokan listrik di Bali juga harus memperhatikan dampak ekonomi, sosial-budaya dan lingkungan. Karena dampak tersebut juga merupakan basis pariwisata, yaitu memberi manfaat pada triple bottom line. Terdiri dari economically viable, pariwisata tidak membebani masyarakat tapi justru memberi multiplier effect dan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Socio culturally accepted artinya dengan pariwisata dapat juga melestarikan budaya yang dimiliki. Environmentally protected artinya dengan adanya pariwisata, lingkungan tetap terjaga. Maka pemenuhan pasokan listrik dengan tetap menggunakan energi yang tidak merusak lingkungan. (kmb42)

Namun, dikatakan, sejak pemerintahan Jokowi, ada upaya membuka keran wirausaha. Kementerian berlombalomba memberi insentif agar aware terhadap wirausaha. Seperti Kemenristek Dikti yang mempunyai program inkubator bisnis untuk universitas/perguruan tinggi, Kementerian Koperasi dengan program KUR, dll. BUMN juga getol menggenjot pertumbuhan wirausaha. Misalnya PLN memiliki rumah kreatif, Telkom membuka market place digital blanja.com. ‘’Ini untuk merangsang wirausaha tumbuh lebih besar lagi,’’ ujarnya. Saat ini sudah banyak infrastruktur, kebijakan pemerintah dan swasta mendukung wirausaha. Banyak juga perguruan tinggi yang memberikan porsi pendidikan wirausaha. Pemerintah juga memberikan kesempatan para pengusaha untuk mendapatkan hibah

dan mendapatkan kemudahan dalam kredit usaha. ‘’Harapan kami, semua itu bisa ditingkatkan. Tidak hanya dari pemerintah, tapi dari masyarakat,’’ ujarnya. TDA pun lahir karena keprihatihan akan atmosfer pendidikan Indonesia yang jauh dengan wirausaha. Sehingga TDA membuat sila-

Made Ramia Adnyana

KRN BPD Bali Klaim Telah Lakukan Seleksi Sesuai Aturan Denpasar (Bali Post) Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN) BPD Bali menyatakan telah melakukan seleksi calon direksi sesuai aturan yang berlaku. Penilaian kompetensi sebagai syarat mutlak pelamar juga telah dipenuhi, karena OJK telah memiliki prosedur penilaian untuk menjadi seorang direksi bank. Demikian ditegaskan Dr. I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, Dewan Komisaris PT BPD Bali, Senin (19/2) kemarin. Kata dia, dari 25 pelamar, berdasarkan asesment KRN, terpilih 18 orang. Dari 18 itu disaring kembali dengan penilaian integritas dan kompetensi, munculah 8 nama. Dari delapan orang tersebut, dua calon melamar sebagai direktur utama, satu orang direktur operasional, dua orang direktur kredit, dua orang direktur bisnis nonkredit, satu direktur kepatuhan. Hasil tersebut disampaikan ke RUPS. Namun dalam RUPS, dari 8 orang tersebut diperdebatkan dari sisi usia. Karena sesuai PP 54 Tahun 2017 tentang BUMD, salah satu pasal menyebutkan usia direksi maksimal 55 tahun. Maka dari 8 nama tersebut, 3 orang ditetapkan untuk diteruskan ke OJK. ‘’Tiga orang ini kebetulan usianya

Iklim Usaha Mendukung, Wirausaha akan Tumbuh Denpasar (Bali Post) Iklim usaha di Indonesia, khususnya di Bali, saat ini sangat mendukung untuk berwirausaha. Karena peran pemerintah sangat mendukung dunia kewirausahaan. Berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya, masyarakat terdidik untuk menjadi pekerja. Ketua Komunitas TDA Bali Hendra W Saputro mengatakan, persentase wirausaha di Indonesia baru 2 persen. Lebih rendah dari Malaysia, Singapura dan Amerika yang jauh di atas 2 persen. Penyebabnya karena atmosfer wirausaha sejak Indonesia merdeka sampai sekarang tidak ada. ‘’Mata pelajaran atau mata kuliah tidak ada unsur wirausaha sehingga kita dibentuk menjadi pekerja,’’ ujarnya, Senin (19/2) kemarin, saat press conference pesta wirausaha Bali 2018. Itu menyebabkan dunia wirausaha tumbuh semakin lamban.

Gusti Nyoman Darmaputra

bus pendidikan wirausaha yang tujuannya mencetak wirausaha. Perlahan-lahan iklim untuk berwirausaha tumbuh. Hal itu terlihat dari pertumbuhan wirausaha di internal TDA Bali sendiri 25-35 persen. ‘’Itu bisa menjadi indikator pertumbuhan wirausaha di Bali,’’ tandasnya. (kmb42)

di bawah 55 tahun,’’ tandasnya. Sementara syarat mutlak Direksi BPD Bali ditegaskan telah dipenuhi. Karena ada parameter untuk menentukan kompetensi tersebut. Penilaian integritas berkaitan dengan akhlak dan moral, terdiri dari empat kriteria dengan penilaian kualitatif. Kompetensi juga ada empat kriteria dengan penilaian bersifat kuantitatif. Sementara data reputasi keuangan calon diperoleh dari OJK. ‘’Kedelapan calon ini sudah dilakukan skrining track record oleh OJK Bali. Dan OJK Bali mengatakan tidak ada masalah catatan. Artinya kedelapan itu belum pernah ditolak OJK, track record juga tidak ada catatan serius. Dari Badan Intelijen Negara (BIN) 7 orang dikatakan clear, hanya satu orang yang belum clear karena terkait masalah kredit. Jadi calon yang diputuskan itu dari dua lembaga ini telah dinyatakan clear,’’ bebernya. Sementara sisa calon yang belum diputuskan dalam RUPS, masih akan dipertanyakan ke Kemendagri dan OJK. Ia belum bisa memastikan apakah nanti akan dibuka lagi untuk mengisi kekosongan direksi atau menyeleksi kembali pelamar yang sudah ada. Keputusan tergantung RUPS. Tiga orang calon tersebut berasal

dari internal BPD Bali. Yaitu I Nyoman Sudarma, menjabat sebagai Kepala Divisi Kredit. Jabatan yang dituju Direktur Kredit. Ida Bagus Gede Setia Yasa dari Kepala Divisi Teknologi, Informasi dan Akunting (TIA). Jabatan yang dilamar adalah Direktur Operasional. I Wayan Sutela Negara dari Kepala Satker Audit Internal dan Anti Fraud, jabatan yang dilamar Direktur Bisnis Non-Kredit. Kepala OJK Bali Nusra Hizbullah mengatakan, BPD Bali memiliki KRN yang menyaring calon yang masuk. Saringan tersebut berdasarkan ketentuan yang diatur OJK. Contoh persyaratan misalnya memiliki sertifikat manajemen risiko. Proses seleksi lainnya adalah terkait track record kredit bermasalah atau tidak, dll. Setelah diputuskan tiga dalam RUPS lalu diajukan ke OJK. OJK akan melakukan croscek kembali sebelum melakukan fit and proper test. Namun tiga calon tersebut belum menjamin semua lolos. Namun dari tiga calon yang diajukan, diakui, merupakan nama-nama baru. Bukan lima nama yang pernah ditolak OJK sebelumnya. Meski secara resmi, pihaknya belum mendapat tiga nama tersebut. ‘’Yang ditolak kemarin tidak ada,’’ tandasnya. (kmb42)


19

Selasa Umanis, 20 Februari 2018

DOMPET PUNIA PURA BALI POST BCA CABANG DPS NO:040-3966000 BRI KANTOR CABANG DPS GAJAH MADA NO: 0017-01-001274-30-8 (Bukti transfer mohon difax ke 0361-227418)

Punia Pura Campuhan Windu Segara, Padanggalak Sanur AAK, Denpasar Rp 500.000 Sang Made Oka Budi Utama Rp 500.000 NN Rp 300.000 NN Rp 250.000 NN Rp 200.000 Agus Darmendra Rp 120.000 Putu Agus Darmendra Rp 100.000 PDD is MD Rp 50.000 PDD is MD Rp 50.000 PDD is MD Rp 50.000 Made Anindia Kayana Rp 50.000 DP Rp 50.000 PDD is MD Rp 50.000 DP Rp 50.000 DP Rp 50.000 DP Rp 50.000 PDD is MD Rp 50.000 I Ketut Sandiasa Rp 15.000 Jumlah penerimaan hari ini Rp 2.485.000 Jumlah penerimaan sebelumnya Rp 32.172.456 Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 34.657.456

Harus Diusut

Dari Hal. 1 ‘’Pelaku ini sepertinya memanfaatkan kasus yang ada sekarang ini. Makanya harus diusut mulai sekarang. Jangan sampai meluas,’’ tegasnya. Sebab, sebelum perusakan arca juga terjadi perusakan masjid dan gereja. Frans Barung menambahkan, Polda Jatim sudah memeriksa empat saksi dari hasil olah TKP di Lumajang. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa kapak yang ditinggalkan oleh pelaku perusakan. Ia mengatakan, kasus ini juga mendapat perhatian khusus dari Wakapolri Komjen Syafaruddin. Rencananya, Wakapolri akan datang langsung ke lokasi pada Selasa (20/2) hari ini. Anggota DPR-RI dapil Bali Nyoman Dhamantra mengutuk keras aksi ini. ‘’Saya pastinya mengutuk keras mereka yang melakukan kekerasan ataupun kegiatan yang terkesan ingin melecehkan atau penghinaan dengan cara kekerasan,’’ katanya, Senin kemarin. Politisi dari PDI Perjuangan ini menilai pada kasus perusakan rumah ibadah umat Hindu ini, motifnya sangat jelas ingin menciptakan ketegangan dengan membangkitkan kemarahan umat Hindu di Tanah Air. ‘’Karena

dilakukan dengan sengaja untuk membangkitkan konflik antarumat beragama,’’ katanya. Penegakan hukum atas kasus ini dinilainya penting agar motif perusakan ini tidak meluas, sehingga dapat merugikan semua umat beragama. ‘’Harapan saya aparat penegak hukum harus tegas menghukum mereka yang dari kelompok tertentu dengan sengaja ingin membangkitkan konflik antarumat beragama,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua MPRRI Zulkifli Hasan mengatakan berbagai rangkaian kejadian perusakan tempat ibadah merupakan upaya adu domba dan memperkeruh kerukunan umat beragama. Tujuannya memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu seluruh komponen bangsa ini harus bersatu dan melawan upaya tersebut. ‘’Kita tahu hari-hari ini ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang akan mengadu domba, memecah belah bangsa, mengoyak-oyak persatuan dan kesatuan bangsa dengan melakukan kekerasan kepada ulama dan tokoh agama. Karena itu kita harus melawan,’’ tegas Zulkifli, Senin kemarin. Dia meyakini, pelaku sangat sadar bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung toleransi, saling menghormati dan menghargai satu-sama lain, sehingga cara untuk merusak

Keterbukaan Pikiran Dari Hal. 1 Selanjutnya buka hati (open heart) yaitu pergunakan hati untuk menentukan yang terbaik dari yang baik. Kemudian, buka harapan (open will) yaitu dengan keterbukaan pikiran dan kejernihan hati diri sendiri akan menjadi harapan dan keinginan bersama ke depan yang lebih baik. Ia juga mengatakan, pemimpin Bali ke depan dapat menjaga ruang-ruang tradisi yang diwariskan para leluhur dan beradaptasi dalam era teknologi serta berlanjut dari generasi ke generasi. Karena itu pemimpin Bali terpilih sudah seharusnya meningkatkan upaya-upaya menjaga, melestarikan dan mengembangkan arsitektur tradisionsl Bali di era global. Partisipasi Politik Rektor Unhi Prof. Dr. Drh. I Made Damriyasa menegaskan, bagi masyarakat, pilkada ini harus dipandang sebagai bentuk real dari partisipasi politik masyarakat yang indikatornya ditentukan oleh tingkat kepercayaan dan tingkat pengetahuan ma-

syarakat. Semakin tinggi kepercayaan dan pengetahuan masyarakat, maka semakin tinggi juga partisipasi politik masyarakat. Partisipasi politik masyarakat ini bukan hanya dalam bentuk pemberian sikap pemberian suara, juga partisipasi dalam bentuk memberikan masukan dalam wujud aspirasi untuk diakomodasikan dalam program pemerintahan nanti. Aspirasi ini bisa berwujud tuntutan, kebutuhan serta kepentingan masyarakat Bali ke depan. Karena itu masyarakat Bali melalui momentum pilkada sekarang ini, seharusnya memanfaatkan hak politiknya secara rasional. Pemimpin Bali ke depan adalah figur yang mampu mengubah karakter kepemimpinan yang tidak lagi hanya berorientasi pada membawa kepentingan partai, memimpin partai, kelompok atau golongan tertentu, melainkan harus berubah menjadi pemimpin rakyat Bali. Pilkada hanyalah instrumen demokrasi yang diantarkan oleh atribut partai dan setelah

Warung Global

’’Hoax’’ Harus Dilawan PENYEBARAN berita bohong (hoax) kini menjadi persoalan yang cukup serius di Indonesia. Pasalnya, hoax menjadi salah satu pemicu fenomena putusnya pertemanan, gesekan, dan permusuhan. Ditambah lagi dengan ujaran kebencian yang pelakunya seolah mudah menghindar dari sanksi hukum. Pemerintah diharapkan tegas terhadap penyebar berita hoax. Selain itu warga jangan cepat terpancing dengan isu yang tidak jelas. Demikian saran yang disampaikan oleh pengopini yang bergabung dalam acara Warung Global, Senin (19/2) kemarin yang disiarkan Radio Global 96,5 FM. Gede Biasa di Denpasar memberikan tips agar tidak termakan berita hoax. Semua warga harus cerdas dan jeli jangan langsung menelan berita seperti ular atau buaya dalam memakan mangsanya. Informasi itu harus di kunyah-kunyah dulu cari kebenarannya baru telan. Gus Dark di Denpasar juga

kebinekaan itu dilakukan dengan perusakan dan penganiayaan tokoh agama dan rumah ibadah. ‘’Makanya, harus kita buktikan dengan seluruh kekuatan termasuk media dan tokoh agama untuk melawan upaya memecahbelah bangsa itu,’’ ujarnya. Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) juga mengutuk dan mendesak aparat mengusut berbagai aksi kekerasan hingga peristiwa kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini. ‘’Tindakan kekerasan terhadap orang lain, terlebih pemuka agama, tidak dibenarkan oleh ajaran agama mana pun,’’ tegasnya. Karena itu, Bamsoet mendesak aparat bergerak cepat untuk mengusut tuntas kekerasan tersebut, sehingga tidak ada lagi pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan kasus tersebut. ‘’Kepolisian harus cepat dan serius mengusut tuntas serta membongkar motif dan latar belakang penyerangan terhadap pemuka agama. Jika tidak, saya khawatir akan ada pihak yang memprovokasi masyarakat untuk mengusik kerukunan dan kedamaian beragama,’’ katanya. Masyarakat juga diminta tidak terprovokasi, namun tetap waspada terhadap upaya adu domba umat. ‘’Saya harap masyarakat tidak terprovokasi, apalagi mengaitkan ini dengan isu SARA,’’ ujarnya. (kmb4/ant) proses demokrasi itu selesai, maka legitimasi kepemimpinan telah berubah menjadi pemimpin rakyat. Pemimpin harus berada di tengah rakyat dan selalu bersama rakyat untuk membangun Bali. Untuk menjadi pemimpin Bali tidak cukup hanya reaktif dan aktif dalam memberikan respons terhadap kebutuhan dan tuntutan rakyat, melainkan yang lebih penting harus mampu bersikap antisipatif terhadap kepentingan pembangunan. Pemimpin Bali jangan terlena dengan dinamika pembangunan saat ini saja tetapi harus mampu menyusun format pembangunan yang antisipatif. Tantangan lain yang dihadapi bagi kepemimpinan Bali ke depan adalah bagaimana mengatasi kondisi ketimpangan antarkabupaten/kota di Bali, baik ketimpangan pendapatan daerah yang sudah tentu berpengaruh terhadap ketimpangan pembangunan. Ketimpangan ini tidak bisa dianggap sepele karena akan berkaitan dengan ketimpangan pembangunan sumber daya yang tidak merata di seluruh Bali. Dalam menghadapi kondisi ini, maka seluruh pemimpin di Bali (provinsi dan kabupaten/kota) harus

mengajak agar semua pihak menjaga NKRI, momen pilkada dan segala sendi kehidupan harus jauh dari berita bohong. Karena kekacauan sering berawal dari kemarahan akibat kurangnya mempergunakan pikiran dan nurani yang jernih. Ia menyatakan, hanguskan hoax sebelum menyebar dan membakar hidup kita, cegah

berita bohong mulai dari diri sendiri karena di luar sana masih ada orang-orang yang kurang suka membaca dan tidak berpikir dengan akal sehat. Awasi dan Lawan Hoax Sekarang! Febri di Denpasar juga menyatakan agar kita menyaring berita-berita di medsos. Banyak berita hoax tersebar, ujaran kebencian juga pelakunya sudah ada, tapi sanksinya tidak jelas. Ia pun menilai ujaran kebencian sama dengan gerakan terorisme yang terselubung. Sering terdengar bahwa negara kita sudah dewasa dalam berpolitik dan berdemokrasi, tapi kok masih percaya dengan berita hoax? Budiada di Tabanan berpendapat bahwa kuncinya adalah semua harus legowo, punya keyakinan sehingga tidak mudah terpengaruh. ‘’Saring informasi,’’ demikian tambahnya. (sikha)

Bali Post/ade

E-KTP - Terdakwa kasus dugaan korupsi KTP elektronik (e-KTP) Setya Novanto saat mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (19/2) kemarin. Sidang itu beragenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. Sidang tersebut mendengarkan keterangan saksi politisi PDI-P Arif Wibowo, politisi Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng dan mantan politisi Demokrat Nazarudin.

Rawat Keberagaman Dari Hal. 1 Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi yang setulus-tulusnya kepada Menteri Agama yang berkenan hadir di Kabupaten Badung. Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Badung akan senantiasa terus berupaya untuk menjaga dan merawat keberagaman umat beragama di Kabupaten Badung. Hal ini dilakukan sebagaimana yang diamanatkan dalam Pancasila dalam sila kelima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ‘’Artinya, semua insan sama dapat dan sama rasa,’’ tegasnya. Bupati juga menyampaikan lima program prioritas yang tertuang dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana

(PPNSB) dapat dinikmati secara penuh oleh masyarakat Badung. Lima program prioritas tersebut adalah bidang sandang, pangan dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, seni, adat, agama dan budaya dan pariwisata. Kepala Balitbang Badung I Wayan Suambara dalam sambutannya melaporkan, forum kelitbangan kali ini adalah merupakan pelaksanaan yang ke-2 sejak tahun 2016 yang lalu. Forum kelitbangan merupakan wahana bagi badan litbang untuk melaksanakan fungsi kelitbangan yang di dalamnya meliputi kegiatan penelitian pengkajian pengembangan perekayasaan penerapan pengoperasian dan evaluasi kebijakan. Pada kesempatan ini Balitbang akan melaksanakan

Perkeruh Suasana Dari Hal. 1 ‘’Perusakan itu dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab. Yang bersangkutan melihat ini sedang menjadi perhatian dan ingin memperkeruh suasana dengan merusak arca dan lainnya,’’ kata Barung. Barung menjelaskan,

duduk bersama merumuskan jalan keluarnya dengan melepaskan sekat-sekat asal partai pendukungnya dengan berlandaskan pada komitmen untuk membangun Bali. Bagaimana harusnya paslon dan tim sukses agar tidak pragmatis dalam hajatan politik ini? Masyarakat mesti diedukasi dengan pendidikan politik yang benar. Wakil Rektor I Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Prof. Dr. Putu Gelgel menegaskan, paslon dan tim suksesnya harus mampu menciptakan pilkada yang demokratis, aman, damai dan bermartabat. ‘’Jangan ada gesekan-gesekan yang bisa menyulut konflik sasama krama Bali. Kalau hal itu sampai terjadi, sangat ironis dalam pesta demokrasi yang

pelaku menggunakan benda tajam yang dipukulkan ke arca sehingga arca tersebut rusak. ‘’Pelakunya berapa orang, itu kami sedang selidiki karena kejadiannya baru kemarin sore. Kami masih melakukan penyelidikan, mohon doa kepada masyarakat, dan media untuk dapat menyampaikan apa yang sebenarnya,’’ ujarnya. (udi/ant) seharusnya mengutamakan kedamaian dan persatuan, justru sebaliknya memunculkan sifat dan sikap fanatisme yang penuh emosi,’’ ujar mantan Direktur Pascasarjana Unhi ini. Hal senada disampaikan, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Hindu IHDN Denpasar Nyoman Merta Harnaga. Jangan karena berbeda pilihan, persahabatan dan keluarga menjadi retak. ‘’Jadikan pilkada itu sebuah atraksi yang menyenangkan. Mari berdemokrasi secara dewasa. Hormati pilihan orang lain. Masyarakat sebaiknya dididik untuk menggunakan hak pilih sesuai hati nurani. Jangan memilih karena terpaksa atau karena tekanan atau uang,’’ ujarnya. (lun)

20 kegiatan kelitbangan, di luar kegiatan insidental yang ditugaskan oleh pimpinan. ‘’Dari sejumlah kegiatan tersebut maka isu strategis yang kami angkat adalah kerukunan hidup umat beragama di Kabupaten Badung,’’ ucapnya. Dikatakan, atas pertimbangan adanya indikasi gerakan radikalisme, ancaman terorisme, perlunya penguatan rasa nasionalisme sebagai implementasi pengamanan nilai-nilai Pancasila, heterogenitas penduduk Kabupaten Badung dan diperlukannya suasana yang kondusif bagi Badung sebagai daerah tujuan wisata. Hadir pula pada acara itu Forkompinda Kabupaten Badung, Rektor Universitas Udayana, Rektor IHDN Denpasar Prof. IGN Sudiana, Ketua FKUB

Provinsi Bali, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, Pelindung FKUB Kabupaten Badung A.A. Gde Agung, Ketua FKUB Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika, Pimpinan Majelis Agama Kabupaten Badung (PHDI, MUI, Walubi, MPAG, Keuskupan, MAKIN), Organisasi Kewanitaan Kabupaten Badung, Ka. Kanwil Kementrian Provinsi Bali, Ka. Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Kementerian Agama, Kepala Balitbang Provinsi Bali, OPD di lingkungan Pemkab Badung, Majelis Pertimbangan dan Tim Kelitbangan Pemkab Badung, Perbekel/Lurah seKabupaten Badung, Bendesa Adat se-Kabupaten Badung, Pengurus FKUB Kabupaten Badung dan Peserta Forum Kelitbangan. (ad991)

Mas Anas Dari Hal. 1 ‘’Yang katanya bagi-bagi uang di ruangan Pak Setya Novanto?’’ tanya Maqdir. ‘’Saat itu yang terima uang Bu Mustoko Weni dari Andi Narogong,’’ jawab Nazaruddin. ‘’Pak Setnov terima berapa?’’ tanya Maqdir. ‘’Lupa saya,’’ jawab Nazaruddin. ‘’Andi memberikan ke siapa saja?’’ tanya Maqdir. ‘’Lupa saya yang lebih detail saya tahu untuk Fraksi Demorat, saja 5 juta dolar AS, diserahkan ke ketua

fraksi mas Anas sekitar 2 juta dolar AS, diserahkan ke orangnya mas Anas langsung juga ada itu semua dari Andi, dalam perjalanannya ada dari Paulus Tannos tapi saya sudah kena masalah di KPK,’’ jawab Nazaruddin. ‘’Apakah tahu Setnov menerima 7,3 juta dolar AS?’’ tanya Maqdir. ‘’Saya hanya tahu urusan Fraksi Partai Demokrat,’’ jawaab Nazaruddin. Dalam perkara ini Setnov diduga menerima 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek e-KTP. (ant)

Selasa, 20 Februari 2018 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Wariga Tenung (2) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bal Hanoman (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:05 Wita Halo Kamtibmas 10:05 Wita DW TV 10:30 Wita Yowana Maqz Komunitas Aquascape 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Wariga Tenung (3) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Lila Cita Sanggar Guntur Madu Petang (2)

15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 16.05 Wita Dialog Interaktif Universitas Warmadewa 17:00 Wita Healthy Life 17:30 Wita Kartun Bagus and Friend 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Interaktif Adikamaks 21:00 Wita Ista Dewata Pura Gede Bantanancak 21:30 Wita Ajeg Bali Nyanjang, Sebuah Proses Sakralisasi 22:00 Wita Solusi Alternatif Biosa 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song 23.30 Wita Bali Channel


16 Pages

54 Number 10th year

Price: Rp

L O N A A T I E R N I N T

3.000,-

st.co.id e-mail: info_ibp@balipo t.com. rnationalbalipos

om. http://epaper.inte

L O N A A T I E R N I N T

ationalbalipost.c

ords With ’ Smashes Rec Office ‘Black PantherHoliday Weekend Box at $218 Million Tuesday, February

Iran cannot confirm missing plane found, freeze hampers search

online: http://www.intern

20, 2018

Tuesday,

February

20, 2018

and resthat of emergency Members search for the plane of area cue team a mountainous in 19, 2018. crashed February central Iran,

$218 for a super-heroic locations, is heading Panther” North American vel’s “Black weekend at 4,020 Day - Disney-Mar period President’s for the four-day LOS ANGELES over the four-day moviegoing above the $278 million -- far million debut North American showed Sunday. starring should hit $300 million to comScore. may estimates experience according “Black Panther,”

in screen means that of change by Ryan Coogler, mark in 2016, that the big That number and directedin less than a month. “This is proofmost powerful platform ,” senior media Boseman Chadwick its original tracking $200 million arguably be the Paul Dergarabedian communal, an estimatedto bring in behas doubled society,” said “The emotional, experience which carries when our with comScore.than life theatricalmedium can The film, cost, had been tracking $120 million“Black analyst and bigger no other $100 and production impressive on Jan. 25. Since then, that virtually many immersive tween an movie for has an impact emerged the audience previews match.” survey of percent ratfirst estimates become a must-see PostTrak 77 has night when Thursday Panther” Comscore’s numbers with and another 18 underlined the largest Thursday Kelly the second- showed outstanding as “excellent” moviegoers, $25.2 million, opener and REUTERS/Andrew Panther” brought in the film film. ing “Black for a February ruler of Wagood.” T’Challa, advertising the AMC preview gross gross for a Marvel gross of $192 percent as “very society, who at portrays King film of a poster largest previewestimated three-day ly advanced Killmonger, in front Boseman U.S., of screenings for a February New York, with an kanda, a technologicalB. Jordan’s Eric men gather opening night The film’s highest debut ever Letitia Wright, A group of the on its in Manhattan, all time. Combined from with Michael million is the throne. Gurira, cinemas Panther” highest of debut of $169 million esti- conflicts to take over Bassett, Danai an A+ “Black Harlem 9 and the fifth who intends market, the Angela international It’s receiveddone so Magic Johnson estimated of the international million through Lupita Nyong’o, 15, 2018. also star. $361 February film to have 69 percent debut stands at Daniel Kaluuya the only Marvel (rtr) for and mated global the record CinemaScore, “The Avengers.” and as Sunday. Panther” has demolished blowing past besides 2012’s an angry one, anger but it’s also “Black Day weekend, million. Overall del ways seen this year, sometimes Presidents $152 to listen of largest the 2016 mark director Guillermo for we’ve only way to get people thrilled that Mexican directing honours “Deadpool’s” is the the “Three Water,” and to change, so we’rethis,” he said. Toro took Shape of - Dark comedy Missouri” his fantasy “The the top male act- BAFTA has recognised in attendance LONDON many Outside Ebbing, BAFTA Gary Oldman took of Winston In addition, citing the campaign Billboards winner at the his portrayal and Sunwas the biggestheld in London on ing prize forin “Darkest Hour,” her wore badges harassment, while for including Film Awards, which saw the campaign Churchill against sexual was honoured and presenters, actress Tonya.” day, an event rights in the entertain- Allison Janney and British for the for honourees turn in “I, support for women’s take centre stage. five supporting “Coco” won Sam Rockwell won Christopher James expressed Pixar animation ment industry film, while for best Lily best winner, “Three Billboards” won best film, best animated biggest female “Baby movement. “Dunkirk” Frances The night’s did not join in the sartoawards, including its lead performer actor Nolan’sand Edgar Wright’s Daniel Kaacceptance actress for and a supporting sound, for editing. “Get Out” McDormand,saying in her the McDormandSam Rockwell. WriterDriver” won rial protest, though she supported star of also won luuya, the British award. award for speech that she had “a little trouble McDonagh star director Martinoriginal screenplay.best took the rising Up” campaign against movement, The “Time’s for the film’s film also won the on was a recurring with compliance.” winners included who Many notable U.S.-set The qualifying the sexual misconductthe evening. Other Roger Deakins, honours, wore black cinematographer on “Blade Runner British film its creative team and it, theme throughout attendees at work the basis of involved in producing of the female of protest. Mc- won for his also nominatedfor in a gesture Deakins is Awards speech, companies McKay are British. took outfits his acceptance such 2049.”month’s Academy REUTERS/Hannah In many of whom (rtr) Billboards” not next the hope that on the film. change. it did and Graham Though “Three Donagh expressed bring about of his work most trophies, Sam Rockwellas they hold with a number protests would a hopeful one in lots home the Peter Czernin, McDormand, is Outside dominate proceedings, films also “Our film Frances Billboards Martin McDonagh, pose with Film for ‘Three of Film and Televi- of critically well-received No. 106 Dps Broadbent, for Best Academy in London, garnering recognition. Jl. Raya Puputan at: No 148 their trophies at the BritishRoyal Albert Hall Mandala Renon Renon Bali Post Kopi Made Jl. Raya Niti at the onal No. 148 Ebbing Missouri’ Sanur 28 Manan (BAFTA) Mandala Jl. D.Tamblingan Sanur 29 Dimsum Jl. Raya Niti Yamin No.18 find Internati Smirnof Cafee sion Awards 18, 2018. Jl. Mohamad Jl. D.Tamblingan Sanur 30 Furama You can 19 No.88 Renon Renon Britain February 68

ards’ leads

‘Three Billbo

the pack at

Scret 10 Malaika Sari Kuta Jl. Bakung 11 Snack Shack Lokal Jl. Pantai Kuta 12 Warung Club Tanduk 1 Kuta Beach the Coffe Bear Jl. Camplung 13 Cokro Cafee Kuta Sari Kuta 2 Wen Dys Hotel Jl. Bakung 14 T.J.Bar Paradiso Bali 3 Seminyak Legian Kuta Jl. Padma 15 J & N Kebab Resort&Spa 23 4 Ramayana Bar 16 Goanna Legian Resort&Spa Jl. Doble Six/Werkudara No. 51 5 The Lokha Emtertaiment 17 Batu Jimbar Jl. D.Tamblingan Sanur Live Sport Cafee 6 66 Corner No.126 A 18 Ramayana Grill 140 Jl. D.Tamblingan 7 Leghawa Jl. D.Tamblingan dan Restoran 8 Retno Barr

politically

No Jl. D.Poso 20 Legwa Hotel No. 50D Cafee Jl. D.Poso 21 Nu Laser No. 39 Book Jl. D.Poso 22 Ganesa Sanur Jl. D.Poso 23 All For Daiving Sanur Jl. D.Poso 24 Barocca Sanur Jl. D.Poso 25 Lantern Sanur Jl. D.Poso 26 Shearlock Sanur 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan Jl. D.Tamblingan

edged BAFTA

awards

Subah Jl. Merdeka Jl. D.Tamblingan Sanur 31 Warung Denpasar khas Gilimanuk Wuruk 184 Jl. Hayam Jl. D.Tamblingan Sanur 32 Ayam Betutu Jl. D.Tamblingan 33 Bali Bakery 17 DKerobokan Jl.Petitenget 17E Kerobokan Jl.Petitenget Klod 17C Kerobokan Klod Jl.Petitenget 9 Kerobokan Jl.Petitenget

News Agency

sing plane confirm mis rch Iran cannot eze hampers sea found, fre REUTERS/Tasnim

ATR 72 turboprop Accord-

737 MAX 30 Boeing has to buy at least carrier Iran Air jets. Nationalplanes from Boeing 80 Boeing

24 years old. Safe- ordered from Airbus. A was twin-engined 100 was just over on board the Flight northwestern crashed in people, and 65 people not confirm ing to data cited byaviation-safety. and could to 727 plane crashed with killing 78 authorities on Sunday ty Foundation’s plane that been restored Iran in 2011, Tupolev bound down net website, it hadmonths ago after a Caspian Airlines in 2009, of an IranianMonday, but aviation from radar screens crashed three on an to have gone - The wreckage service just for Armenia February 2003, media saidfrom Tehran disappeared for six years. It is believed LONDON Iran, state to have survived. rescue being in storageATR said the cause killing 168. In carrier crashed n city of Yasuj. Airlines flight expected found in central Planemaker was not yet known. Ilyushin-76 troop killing all 276 hampered No one is the southwester The Aseman and the report. into its journey to town of Semirom. and mountain of the accident of Toulouse, in southeast Iran, tainous terrain Guard soldiers the French city countries teams. Helicoptersfrom the armed between Air- Revolutionary 50 minutes Based in the European s area near Iran asked help the search with rescue personnelRed Crescent, as ATR is a joint venture in a mountainou crew. (rtr) to KohgiLeonardo. the Space of were and plane Italy’s governor province and Chinaimagery, Iranian Sa- forcesas local volunteers, televi- bus and has suffered several The deputy state Iran well few decades. Boyer-Ahmad say- satellite deputy head Mojtaba saying by involved in the search,units started crashes in the past sanctions for luyeh and by state media as near Agency was quoted as “Five U.S. new was quoted was found radeghi in the early Tehran blames sion reported. importing with agency. county, ing the wreckage in -16 de- preventing it from ISNA news of the Red Crescent the search operation A deal city, in Semirom saying the morning, spare parts. official A member A few minutes Dengezlu nuclear quoted as dark hours of aircraft or province. Red Crescent on Iran’s of those team was “a in Isfahan Civil Aviation Organigrees,” a local as saying by IRNA world powers the rescue news agency that has lifted some for Iralater, Iran’s it could not confirm quoted minus 16 by ISNA near Dengezlu to was reporting degrees programmeopening the way been seen sation said discovered. spot” had “might be a trace not news agency, or 3.2 sanctions, to update their fleets. had been did year wreckage facing a total enigma. village that degrees Celsius nian airlines signed a deal last plane”. ISNA about “We are the crashed Aseman Fahrenheit. reconnaissance drones know anything We do notIran’s Minister of Roads elaborate. Military the area. The searching URES the crash,” Development Abbas were also by TEMPERAT and mounand Urbanwas quoted as saying after GLACIAL Glacial temperatures Akhoundi agency shortly Tasnim news in Semirom. his arrival

also be heard News can at Global in “Bali Image” from 9.30 96.5 Radio FM am. Listen to until 10.00 FM at http:// m Global Radio ten2myradio.co at http:// globalfmbali.lis streaming http:// or live video li.com and li. radioglobalfmbanel/global-fm-ba ustream.tv/chan

balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

9 Elkomedor

Selasa Umanis, 20 Februari 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

Pesawat Jatuh di Iran

Diperkirakan Tak Ada yang Selamat

London (Bali Post) -

Tim penyelamat Iran masih berusaha menemukan reruntuhan pesawat pada hari Senin sehari setelah kapal tersebut menabrak 65 orang di dalamnya, karena suhu glasial dan medan pegunungan menghambat pencarian mereka.

Penerbangan Aseman Airlines dari Teheran menghilang dari layar radar pada Minggu (18/2), sekitar 50 menit menuju ke kota barat daya Yasuj. Pesawat diyakini telah jatuh di daerah pegunungan dekat Kota Semirom. Helikopter dan personel penyelamatan gunung dari angkatan bersenjata dan Bulan Sabit Merah (Red Crescent), serta relawan setempat, terlibat dalam pencarian tersebut. Walaupun tidak ada yang diharapkan selamat dari kecelakaan tersebut, televisi pemerintah melaporkan. “Lima unit memulai operasi pencarian pada dini hari, di -16 derajat (Celsius, 3,2 derajat Fahrenheit),”

kata pejabat Red Crescent setempat, seperti dikutip oleh kantor berita IRNA. Pesawat pengintai militer juga mencari-cari di daerah itu. “Kami menghadapi tekateki besar. Kami tidak tahu apa-apa tentang kecelakaan itu,” kata Menteri Transportasi Abbas Akhoundi seperti dikutip oleh kantor berita Tasnim sesaat setelah tiba di Semirom. Iran telah meminta negara-negara Eropa dan Cina untuk membantu operasi pencarian dengan citra satelit mereka, wakil kepala Badan Antariksa Iran, Mojtaba Saradeghi mengatakan, seperti dikutip oleh kantor berita ISNA. ATR 72 bermesin ganda ini

berumur lebih dari 24 tahun. Menurut data yang dikutip oleh situs aviation-safety.net, operasional pesawat telah dipulihkan kembali sekitar 3 bulan lalu sebelum dihentikan selama 6 tahun. Produsen pesawat ATR mengatakan penyebab kecelakaan itu belum diketahui. Berbasis di Kota Toulouse, Prancis, ATR merupakan perusahaan patungan antara Airbus dan Leonardo asal Italia. Iran telah mengalami beberapa kecelakaan pesawat dalam beberapa dekade terakhir. Teheran menyalahkan sanksi AS karena mencegahnya mengimpor pesawat terbang atau suku cadang baru.

Kesepakatan dengan kekuatan dunia dalam program nuklir Iran telah mengangkat beberapa sanksi tersebut, membuka jalan bagi maskapai Iran untuk memperbarui armada mereka. Aseman menandatangani kesepakatan tahun lalu untuk membeli setidaknya 30 pesawat Boeing 737 MAX. Maskapai nasional Iran Air telah memesan 80 pesawat dari Boeing dan 100 dari Airbus. Sebuah pesawat Boeing 727 jatuh di Iran barat laut pada 2011, menewaskan 78 orang, dan sebuah pesawat Caspian Airlines Tupolev yang menuju ke Armenia jatuh pada 2009, menewaskan 168 orang. Pada bulan Februari 2003, sebuah kapal pengangkut Ilyushin-76 jatuh di tenggara Iran, menewaskan 276 tentara dan kru Garda Revolusioner. (iah/rtr)

Bali Post/rtr

BAFTA - Para pemain dan sutradara dari “Three Billboards Outside Ebbing Missouri” memperlihatkan sejumlah penghargaan yang diperolehnya di BAFTA, Minggu (18/2).

”Three Billboards” Menang Lima Penghargaan BAFTA London (Bali Post) Komedi suram “Three Billboards Outside Ebbing, Missouri” merupakan pemenang terbesar di British Academy of Film and Television Awards (BAFTA), yang digelar di London, Minggu (18/2). “Three Billboards” berhasil membawa pulang 5 penghargaan, termasuk film terbaik, aktris terbaik yang diraih artis Frances McDormand dan aktor pendamping terbaik Sam Rockwell. Tak hanya itu, penulis yang juga menyutradarai film ini, Martin McDonagh, berhasil meraih penghargaan atas orisinalitas skrip film itu. Meskipun “Three Billboards” membawa pulang penghargaan terbanyak, film itu tidak mendominasi selama penghargaan karena sejumlah film yang mendapat kritik positif juga berhasil meraih penghargaan. Sutradara asal Meksiko Guillermo del

Toro berhasil memenangi penghargaan lewat film fantasinya “The Shape of Water,” sedangkan Gary Oldman meraih penghargaan kategori Aktor Terbaik lewat perannya sebagai Winston Churchill di “Darkest Hour” dan Allison Janney memperoleh penghargaan di kategori pendamping wanita terbaik lewat “I, Tonya”. Animasi produksi Pixar “Coco” berhasil meraih penghargaan Film Animasi Terbaik, sementara film “Dunkirk” besutan sutradara Christopher Nolan meraih penghargaan kategori Musik Terbaik. Kampanye melawan pelecehan terhadap perempuan “Time’s Up” kembali menjadi tema dalam malam penghargaan itu. Banyak artis perempuan yang hadir menggunakan pakaian hitam sebagai tanda aksi protes mereka. (iah/rtr)

Tari Leko Sibanggede Diakui Warisan Budaya Tak Benda

Delia Husein

Bali Post/ist

Gugup Main di ”Benyamin Biang Kerok”

Delia Husein, debutan di dunia film nasional dan langsung mendapat kesempatan untuk beradu akting dengan aktor besar Reza Rahadian serta pemeran senior lainnya, seperti Rano Karno dan Meriam Berlina di film Benyamin Biang Kerok. “Kaget, senang, gugup,” kata Delia, saat di acara Festival Benyamin di Jatinegara, Sabtu (17/2). Dalam film, ia memerankan Aida Mustafa, kekasih Pengki yang diperankan Reza. Karakter Pengki dan Aida dipopulerkan Benyamin Sueb dan Ida Royani pada 1972 silam. Ia menyadari banyak aktris yang telah lebih dulu terjun ke dunia seni peran yang ingin memerankan Aida. Ia rutin mengikuti latihan selama sebulan untuk membangun “ikatan kimia” dengan lawan mainnya. “Yang sulit itu adaptasi dengan aktor-aktor yang luar biasa,” kata Delia. Delia dan Reza menjalani promosi film “Benyamin Biang Kerok” dengan menghadiri Festival Benyamin dan mengunjungi lanjut usia penghuni Panti Sasana Tresna Werdha di Ciracas, Jakarta Timur. Benyamin Sueb salah satu seniman besar nasional pada masanya. Dia terlahir pada 5 Maret 1939 di Jakarta dan meninggal dunia di Jakarta pada 5 September 1995. Dia mengawali kariernya sebagai pemusik jalanan yang kemudian bergabung dengan Melody Boys dan sering tampil membawakan beragam aliran musik, mulai dari rumba, cha-cha, jazz, blues, rock n roll, hingga keroncong. Suara dan pembawaannya bisa pas dengan semua keperluan penampilan. Melody Boys kemudian berubah menjadi Melodi Ria. Di dunia film, dia memulai kariernya pada 1970 dengan film pertamanya, “Banteng Betawi”, dan salah satu film ternamanya adalah “Intan Berduri” bersama Rima Melati (1972) dan “Si Doel Anak Modern” (1975), yang kelak dilayar televisikan menjadi “Si Doel Anak Sekolah”. Sepanjang usianya, Benyamin telah membintangi 53 judul film layar lebar. (ant)

Bali identik dengan keseniannya. Kesenian yang menonjol adalah seni tari. Bahkan, Bali memiliki tiga kelompok tari-tarian yang terdiri dari tari Wali, Bebali dan Balih-balihan sebagai penunjang kebutuhan adat dan agama. Sejak 5 Desember 2015, UNESCO telah menetapkan sembilan jenis tari dari ketiga kelompok tarian tersebut sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Masing-masing tarian tersebut adalah tari Rejang, Sanghyang Dedari dan Baris Upacara dari kelompok tari Wali, tari Gambuh, Wayang Wong dan Topeng Sidakarya dari kelompok tari Bebali, dan tari Legong Keraton, Joged Bumbung dan Barong Ket Kuntisraya dari kelompok tari Balih-balihan. Tari Joged Bumbung merupakan perkembangan dari Joged Kuno yang lahir lebih dahulu, baik dari segi bentuk iringan maupun repertoarnya antara

lain Leko, Joged Pingitan, Joged Gudegan dan Gandrung yang berfungsi sebagai hiburan. Tari Leko sendiri merupakan tarian langka di Bali. Sebab, tarian ini hanya dimiliki oleh beberapa daerah di Bali. Di antaranya, di Desa Sibanggede, Badung, Desa Tunjuk dan Baturiti, Tabanan dan Desa Pendem, Jembrana. Masing-masing memiliki kekhasan dengan iringan musik bambu (rindik). Khusus tari Leko Sibanggede, tarian di daerah ini bernuansa palegongan, baik pada iringan maupun perbendaharaan gerak tarinya. Rangkaian atau bentuk tari Leko Sibanggede memiliki empat tari lepas sebelum mencari “pangibing”, yakni condong, kupu-kupu tarum, goak manjus dan onte yang keempatnya memiliki keunikan pada gerak. “Tari Condong merupakan tarian tunggal dengan gerak tari abstrak bernuansa palegongan,

sedangkan Kupu-kupu Tarum mengisahkan sepasang kupu-kupu sedang mengisap bunga, Gowak Manjus mengisahkan sepasang gagak sedang mandi dan Onte mengisahkan sepasang mudamudi sedang memadu kasih, dimana seorang penari memakai topi. Setelah semuanya tampil, dilanjutkan dengan tari ibing-ibingan dengan mencari partner menari di antara penonton. Tarian ini sudah ada sejak tahun 1930an dan sekitar tahun 1950-an telah terkenal di daerah Badung Utara,” ujar A.A. Ayu Kusuma Arini, S.ST., M.Si. selaku pembina tari Leko, Senin (19/2) kemarin. Kendati demikian, pensiunan dosen ISI Denpasar ini, mengatakan perkembangan tari Leko mengalami pasang surut. Hal ini disebabkan kurang dikenalnya tarian tersebut di daerah Badung lainnya. Walaupun demikian, warga pendukungnya dari Banjar Parekan Sibanggede

senantiasa setia melestarikan tarian langka tersebut sebagai warisan adi luhung yang unik, karena berfungsi sebagai hiburan bagi masyarakat yang memerlukannya. Lebih lanjut dijelaskan, keberadaan tari Leko sejak tahun 1985 hanya sebagai revitalisasi, yakni menghidupkan kembali seperti sediakala dengan melestarikan bentuknya secara utuh dan gamelannya masih milik perorangan. Dalam perjalanan pelestariannya, sampai saat ini telah terjadi belasan kali pengkaderan penari. Hal ini disebabkan karena di antara mereka ada yang berhenti menari karena telah berkeluarga dan mendapat pekerjaan. Namun, sejak Desember 1999, Leko Sibanggede diresmikan dengan nama Sekaa Leko Cempaka Sari atas nama banjar dengan memiliki perangkat gamelan rindik baru bantuan Pemda Ba-

dung. Dalam penampilannya di hadapan Listibya Provinsi Bali, Sekaa Leko Cempaka Sari membawakan bentuk tarinya secara utuh oleh penari dan beberapa penabuh generasi baru. Dalam kesempatan itu, sekaa menerima Pramana Patram Budaya, yakni sertifikat layak pentas karena tarian dan iringannya masih dijaga kelestariannya. Tidak hanya itu, di bawah pembinaan Kusuma Arini, pada minggu ketiga Desember 2017 lalu, tari Leko Sibanggede telah menerima sertifikat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tari ini ditetapkan sebagai karya budaya dari Provinsi Bali yang masuk Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. “Seyogianya tari klasik yang memiliki keunikan tersendiri tersebut mendapat pembinaan secara berkesinambungan dari instansi terkait sebagai kebanggaan Kabupaten Badung ke depannya,” pungkasnya. (win)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 20 Februari 2018 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu