Skip to main content

Edisi Senin, 19 Maret 2018 balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 200 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

Senin Pon, 19 Maret 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Bali Post/panitia KTT

ASEAN-AUSTRALIA - Para pemimpin ASEAN dan Australia foto bersama pada puncak ASEAN-Australia Special Summit, Minggu (18/3) kemarin.

Deklarasi Sydney Sydney (Bali Post) – Empat kesepakatan dihadirkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi Khusus ASEAN-Australia, Sydney, Australia. Empat hal yang dituangkan dalam Deklarasi Sydney itu meliputi. Pertama, bidang pendidikan berupa beasiswa. Kedua, kerja sama di bidang perdagangan ekonomi digital (ASEAN-Australia Digital Standards) dengan tujuan mencapai pertumbuhan ekonomi inklusif melalui standar internasional. Ketiga, kerja sama penanggulan terorisme melalui penandatanganan nota kesepahaman. Keempat, kerja sama keamanan pada sektor maritim, digital siber, pendidikan pertahanan, penanggulangan perdagangan manusia. Dalam keterangan pers, Minggu (18/3) kemarin, Perdana Menteri Australia Malcom Turnbull dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyatakan KTT Khusus ASEAN-Australia yang dilaksanakan pada 16-18 Maret 2018 berjalan sukses. Dalam Deklarasi Sydney, ASEAN-Australia menyatakan berbagi komitmen yang kuat terhadap perdamaian dan keamanan regional serta penyelesaian perselisihan secara damai. Termasuk penghormatan penuh terhadap proses hukum dan diplomatik, tanpa menggunakan ancaman atau penggunaan kekuatan sesuai dengan prinsip-prinsip yang diakui secara universal. Hukum internasional, dan peraturan berbasis regional dan internasional. Hal. 19 Perkuat Kemitraan

Jokowi Bicara Kontraradikalisme di KTT Istimewa ASEAN-Australia

Indonesia Libatkan Generasi Milenial dan Mantan Napi Sydney (Bali Post) –

Ada banyak cara yang dilakukan Indonesia dalam kontraradikalisme. Dua di antaranya pelibatan anak muda milenial dan mantan narapidana teroris. Alasan pelibatan anak muda karena mereka menggunakan bahasa yang dipahami oleh generasinya. Sementara pelibatan mantan narapidana terorisme yang sudah insyaf juga dalam upaya mencegah membesarnya ancaman radikalisme dan terorisme. Keduanya terbukti efektif menangkal radikalisme di Indonesia. Dua hal itu menjadi penekanan Presiden Jokowi pada Sidang Pleno KTT Istimewa ASEAN-Australia, Minggu (18/3) kemarin di Sydney.

Wartawati Bali Post dari Sydney melaporkan, Presiden Joko Widodo sangat mengapresiasi kerja sama Australia dalam penanggulangan terorisme yang sampai saat ini masih menjadi ancaman kawasan Indo-Pasifik. ‘’Saya mengapresiasi Australia atas upaya memajukan kerja sama counter-terrorism dengan ASEAN,’’ ucapnya. Kerja sama subregional

pasca-Marawi yang digagas Indonesia dan Australia bersama dengan Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam dan Selandia Baru disebut Jokowi sebagai satu contoh kerja sama yang cepat dan efektif. ‘’Kerja sama ini sangat praktis dan hasilnya langsung dapat dirasakan,’’ lanjutnya. Hal. 19 Pendekatan Lunak

Bali Post/panitia KTT

Pemeluk Hindu Telah Memberi Contoh Gapai Keharmonisan Hidup

Kasus Perdagangan Orang di Bali

8 Tersangka Ditangkap, 20 Korban Diamankan

Bandung (Bali Post) – Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, berhasil mengungkap sindikat perdagangan orang dengan modus akan dijanjikan bekerja di kafe yang akhirnya dipaksa menjadi pekerja seks komersial di Bali. ‘’Kasus ini berhasil terungkap berdasarkan laporan orangtua korban, kemudian kami tindak lanjuti sampai akhirnya menangkap pelaku dan mengamankan korban di Bali,’’ kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna, Minggu (18/3) kemarin. Ia menuturkan, sindikat perdagangan orang itu sudah beroperasi selama empat tahun dengan mencari korbannya dari beberapa daerah di Jawa Barat, termasuk korbannya yang berhasil terungkap berasal dari Kabupaten Garut. ‘’Ini sindikat sudah empat tahun, kita dalami dengan memerintahkan anggota Reskrim kami untuk ungkap kasus ini,’’ katanya. Ia menyampaikan, dari kasus tersebut polisi berhasil menangkap delapan tersangka yang memiliki peran berbeda-beda yakni sebagai bos, pencari korban, dan kurir termasuk oknum petugas bandara juga terlibat dalam kasus tersebut. Mereka ditangkap di tempat berbeda yakni di Kabupaten Garut dan di Denpasar, hingga akhirnya dibawa ke Markas Polres Garut. ‘’Pelakunya ada beberapa orang Garut,’’ katanya. Ia mengungkapkan, selain menangkap pelaku, polisi juga berhasil mengamankan 20 korban dari berbagai daerah yang menjadi korban perdagangan orang di Bali. ‘’Semuanya ada 20 korban, kita bawa ke sini (Garut),’’ katanya. Hal. 19 Pekerja Seks

BERTEMU - Menlu Retno Marsudi (kiri), Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull MP, Presiden Joko Widodo dan Menlu Australia Julie Bishop (kanan) foto bersama sebelum bertemu di sela-sela ASEAN-Australia Special Summit, Sabtu (17/3).

Bali Post/ara

CATUR MUKA - Suasana di Catur Muka, Kota Denpasar, saat hari raya Nyepi, Sabtu (17/3). Suasana serupa juga terlihat di Jalan Tol Bali Mandara, Kuta dan Bandara Ngurah Rai.

Ambon (Bali Post) Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo mengajak seluruh elemen masyarakat meneladani pentingnya keseimbangan dan keharmonisan hidup seperti yang dijalani umat Hindu melalui hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1940. Penegasan itu disampaikan Bambang Soesatyo dalam kunjungan kerjanya (kunker) di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Sabtu (17/3). Bambang Soesatyo mengatakan nilai yang terkandung dalam hari raya Nyepi bisa dijadikan pegangan bagi bangsa ini dalam menciptakan perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. ‘’Hari ini saudarasaudara kita umat Hindu melakukan berbagai ritual. Mari kita jadikan ritual tersebut untuk saling mawas diri, membersihkan diri lahir batin, menyatukan pikiran, meneguhkan hati, serta memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan kekuatan menjalankan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang,’’ kata Bamsoet, panggilannya. Dalam menyambut hari raya Nyepi, menurut Bamsoet, umat Hindu melakukan Catur Brata Panyepian. ‘’Saudara-saudara kita pemeluk Hindu telah memberikan contoh bagaimana menggapai keseimbangan dan keharmonisan hidup melalui perayaan hari raya Nyepi. Bagi mereka, baik-buruk, menangkalah, kaya-miskin, sengsara-bahagia, merupakan ujian kehidupan untuk dapat mengendalikan diri. Saya menaruh rasa hormat yang besar kepada mereka,’’ tegasnya. Bamsoet juga melihat perayaan hari raya Nyepi yang kental dengan berbagai upacara budaya harus terus dilestarikan. Karena ada nilai sejarah dan banyak terkandung makna di dalamnya. Hal. 19 Upacara Budaya

Bambang Soesatyo

Bali Post/ant

Arus Balik Pasca-Nyepi, Ketapang Padat

Bali Post/udi

PELABUHAN KETAPANG - Antrean pengendara roda dua dan roda empat di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pasca-Nyepi, Minggu (18/3) kemarin.

Banyuwangi (Bali Post) Setelah ditutup 24 jam selama Nyepi, penyeberangan Ketapang-Gilimanuk kembali dibuka, Minggu (18/3) kemarin. Penyeberangan pertama dari Ketapang dimulai pukul 04.30 WIB. Sejam sebelum dibuka, antrean sudah memenuhi areal parkir. Tiga kantong parkir pelabuhan seluruhnya dipenuhi kendaraan. Rata-rata kendaraan pribadi dan truk sudah antre di pelabuhan sejak pukul 03.00 WIB. Walaupun banyak kendaraan, antrean tak sampai meluber ke jalan raya. Hal ini dikarenakan pihak pelabuhan mempercepat bongkar muat berlangsung 20 menit.

Pengendara roda dua tak harus menunggu lama untuk bisa menyeberang. Petugas memprioritaskan pengendara roda dua bisa lebih dulu masuk ke kapal. Sedangkan kendaraan pribadi rata-rata harus menunggu sekitar dua jam untuk bisa masuk ke kapal. Sementara armada truk harus rela menunggu lebih lama. Hingga pukul 10.00 WIB, antrean kendaraan masih memadati Pelabuhan Ketapang. Rata-rata didominasi kendaraan pribadi dan truk. Untuk menghindari antrean meluber, jadwal bongkar muat kapal dari Ketapang dan Gilimanuk langsung dipercepat. Dalam kondisi normal, bongkar muat kapal

membutuhkan waktu sekitar 36 menit, kini jauh lebih cepat. ‘’Bongkar muat kapal maksimal hanya 20 menit. Kita buat esktra cepat, agar antrean bisa terurai,’’ kata Manajer Usaha PT Indonesia Ferry (ASDP) Cabang Ketapang Ardy Eka Pati, Minggu pagi kemarin. Ia menjelaskan, antrean kali ini merupakan dampak dari penutupan pelabuhan selama Nyepi. Karena datangnya bersamaan, kendaraan langsung memadati pelabuhan. Namun, katanya, kantong parkir tambahan yang disiapkan tidak sampai penuh sesak dengan kendaraan. Sebab, pihaknya mempercepat bongkar-muat kapal. ‘’Tiga kantong parkir

tambahan di luar pelabuhan tak sampai penuh sesak. Karena, begitu buka, kita percepat bongkar-muat penyeberangan,’’ jelasnya. Pihaknya memprediksi arus balik Nyepi ini akan berlanjut hingga Senin (19/3). Hal ini berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, arus balik tidak selesai dalam sehari. Ditambahkan, meski terjadi lonjakan penumpang arus balik, pihaknya tidak menambah jumlah armada kapal. Total tetap diterjunkan 32 kapal. Selama arus mudik dari Bali sebelum Nyepi, jumlah penumpang yang datang dari Gilimanuk mencapai 141.000 orang, roda dua 22.000 dan roda empat 23.000. (udi)


denpasar

2

Senin Pon, 19 Maret 2018

Tradisi ’’Omed-omedan’’

figur Tak Lupakan Pakem SEHARI setelah pelaksanaan hari raya Nyepi, umat Hindu melaksanakan hari Ngembak Geni yang pada tahun ini bertepatan dengan hari Banyupinaruh. Di Kota Denpasar, tepatnya di Banjar Kaja, Sesetan, pada Ngembak Geni secara rutin digelar tradisi Omed-omedan. Tradisi tahunan yang dikemas dalam sebuah festival bertajuk ‘’Sesetan Heritage Omed-omedan Festival’’ (SHOF) kembali digelar Minggu (18/3) kemarin, dan genap berusia satu dasawarsa saat bernama SHOF. Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara yang hadir pada kesempatan itu menegaskan, pihaknya sangat mendukung kegiatan yang dikolaborasikan dengan tradisi tersebut. Hal ini lantaran ajang Omed-omedan di Banjar Sesetan Kaja merupakan warisan tradisi di Kota Denpasar yang telah berlangsung turun-menurun. Tentunya, hal ini patut dilestarikan. ‘’Saya mendukung kegiatan tersebut. Selain menjadi tradisi budaya yang dikemas dalam sebuah festival, nantinya dengan dikemas melalui SHOF diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan, khususnya di Kota Denpasar. Namun dalam pelaksanaannya, tetap tidak melupakan pakem-pakem tradisi omedomedan sebagai bentuk pelestarian kebudayaan Bali agar masyarakat luas mengerti makna omed-omedan ini,’’ katanya menegaskan. (ara)

Tradisi di ”Penyatusan” Kesiman

Pagi ”Maprani”, Sore Lomba Ogoh-ogoh Anak-anak

KESIMAN termasuk desa tua di Bali. Desa pakraman yang terdiri dari 34 banjar adat ini juga memiliki tradisi unik berbasiskan kearifan lokal soal menjaga kebersamaan. Sejumlah banjar tergabung dalam ikatan penyatusan karena memilki kesemaan visi dan hubungan emosional yang mendalam. Salah satunya adalah penyatusan Panca Naya Eka Wakya yang terdiri dari Banjar Kedaton, Banjar Bukit Buwung, Banjar Ceramcam, Banjar Ujung dan Banjar Kusuma Jati. Karena jumlah warganya lebih dari 100 KK, makanya disebut penyatusan. Menjelang dan menghormati hari raya Nyepi yang oleh warga penyatusan dikenal dengan pengasangaan, warga penyatusan Panca Naya Eka Wakya memiliki tradisi mebat alias maolahan bersama, dilanjutkan dengan maprani bersama. Warga Banjar Kedaton dan Bukit Buwung sudah turun-temurun melaksanakan mebat dan maprani bersama. Agenda mebat pada Jumat (15/3) pagi dipusatkan di Banjar Kedaton, sedangan upacara maprani bersama di Wantilan Pura Petilan Kesiman saat pagi hari. Tradisi mebat dan maprani ini, menurut Klian Banjar Kedaton Kesiman A.A. Ketut Agung, S.H. dan Klian Adat Banjar Bukit Buwung I Wayan Mudita, pihaknya tidak berani menghilangkan tradisi ini karena sudah diterima panglingsir banjar secara turun-temurun. Justru agenda ini sangat relevan dengan tantangan kekiniaan yakni mempererat persahabatan warga Panca Naya dan mengeleminasi disintegrasi antarwarga. Soal biaya, ditanggung kedua banjar. Tradisi maprani dilakukan sebagai bentuk kebersamaan juga dengan mempersembahkan makanan kepada semua makhluk hidup atau swarwa prani yang didahului dengan persembayangan bersama, dilanjutkan macaru bersama dan menjaga Nyepi bersama. Kini tradisi ini diperkuat lagi dengan lomba ogoh-ogoh anak-anak Panca Naya Eka Wakya yang diikuti lima banjar. Lomba diprakarsai STT Yowana Dharma Krettih Kedaton, Kesiman dipusatkan di Setra Ganda Mayu Kesiman di malam Pangerupukan. Lomba dibuka tokoh Puri Ageng Pemayun Kesiman Gusti Ngurah Gede, S.H., didukung KSP Kedaton dan Puri Pemanyun yang diikuti puluhan ogoh-ogoh kecil lengkap dengan fragmentarinya. Ketua STT Yowana Dharma Krettih Made Wida Sastra mengungkapkan, lomba ogohogoh anak-anak ini tetap mengacu pada tattwa agama dan mempersatukan warga. Penilaian meliputi kreativitas, anatomi, fragmentari dan kekompakan. (sue)

Awalnya Digelar Saat Nyepi SETIAP Ngembak Geni atau sehari setelah hari raya Nyepi, Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan selalu menggelar tradisi Omed-omedan. Tradisi ini telah digelar sejak zaman kerajaan dan hingga kini masih tetap dipertahankan. Namun, ada beberapa yang mengalami perubahan dari pelaksanaan Omedomedan di zaman dulu. Apa saja yang berubah? I Gusti Ngurah Oka Putra, salah seorang keturunan di Puri Oka Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan, mengatakan tradisi Omedomedan ini dimulai kurang lebih pada abad ke 17-18 yang berawal dari leluhurnya (Batara Kompyang) yang ditokohkan di Desa Sesetan pada waktu itu. Pada saat menjelang hari raya Nyepi, Batara Kompyang-nya yang bergelar Anak Agung Made Raka menderita sakit keras. ‘’Beliau sulit berdiri, apalagi berjalan. Beliau juga melarang warganya menjenguk dirinya. Namun pada saat Nyepi tiba, warga di Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan, sedih dan kecewa, karena dilarang tangkil atau menjenguk dan melayani beliau pada saat itu. Di tengah kesedihan dan kekecewaan yang dirasakan masyarakat pada saat itu, mereka berkumpul dan menggelar permainan saling tarik yang disebut dengan Omedomedan. Inilah cikal bakal tradisi ini,’’ ujar Oka Putra kepada Bali Post, belum lama ini. Akibat peristiwa itu, kata pria yang akrab disapa Turah Bima ini, Batara Kompyang-nya yang saat itu sedang sakit menjadi marah dan memerintahkan keluarganya untuk mengantarkan beliau ke depan puri. Mungkin ingin membentak dan mengusir abdinya agar tidak melakukan keributan di depan puri. Namun ketika sampai di depan puri, sakitnya dirasakan hilang sama sekali. Seketika itu pula beliau mengurungkan niat-

nya untuk melarang keramaian, bahkan berkehendak sebaliknya. Mulai hari itu, keramaian Omedomedan terus dilaksanakan sepanjang tahun pada hari Nyepi. Pada saat itu, masyarakat belum mengenal adanya Catur Brata Panyepian, sehinggan Omed-omedan masih tetap dilaksanakan pada hari Nyepi. Oka Putra menambahkan, sejalan dengan perkembangan akan pemahaman agama dan memaknai hari raya Nyepi dengan Catur Brata Panyepian yang digemakan pemerintah dan PHDI, maka tradisi ini diubah waktu pelaksanaannya. Bila sebelumnya saat Nyepi, kemudian dipidahkan sehari kemudian yakni Ngembak Geni. ‘’Ini terjadi sekitar tahun 1980-an, karena dulu orang Nyepi hanya tidak menyalakan lampu Bali Post/wan saja,’’ katanya. OMED-OMEDAN – Suasana suka-cita saat berlangsungnya tradisi Omed-omedan di Banjar Setelah berjalannya waktu, Kaja, Kelurahan Sesetan, Minggu (18/3) kemarin. tradisi ini juga mendapat penilaian Pada saat itu, kata Oka Putra, tokoh masyarakat di tempat itu nya tradisi ini dikoordinir langsung negatif dari pihak luar. Orang menilai tradisi Omed-omedan identik di tempat atau lokasi pelaksanaan bermusyawarah untuk membahas oleh keluarganya. Yang diawali dengan ciuman massal. Lantaran tradisi Omed-omedan dipasang kejadian itu dan menganalisis apa dengan ngelawar di purinya, kegerah dengan penilaian itu, seb- pengumuman bahwa Omed-omed- kira-kira yang akan terjadi akibat mudian sore harinya diberikan keagai pewaris dari pencetus tradisi an ditiadakan. Walaupun dipasang peristiwa tersebut. ‘’Segera setelah pada para remaja yang akan ikut ini, Ngurah Oka sempat melarang pengumuman seperti itu, warga mendapat keputusan dari musy- Omed-omedan. Setelah berjalan pelaksanaan Omed-omedan. Hal dan para penonton tetap datang awarah tersebut, prajuru banjar tiga periode, tradisi ini kemudian ini terjadi sekitar tahun 1984-an. dan berkumpul memenuhi tempat memanggil muda-mudi Banjar diambil alih oleh sekaa teruna ‘’Saya menolak tudingan miring yang biasa diadakan tradisi Omed- Kaja, Kelurahan Sesetan agar hingga sekarang. ‘’Kalau zaman yang mencemohkan warga kami. omedan. Anehnya, yang terjadi jus- bersiap-siap dan melaksanakan dulu peserta bukan saja remaja. Gesekan anak-anak muda dalam tru ada dua ekor babi yang berkela- tradisi Omed-omedan saat itu juga, Warga yang sudah nikah pun ikut. pergulatan Omed-omedan itu hi sampai berdarah dan hilang seperti tahun-tahun sebelumnya Bahkan, sebagai pembuka pasanmungkin saja terjadi, tapi intinya entah ke mana. Setelah kejadian dan akan berlanjut sepanjang ta- gan suami-istri. Namun sekarang hanya dilakukan oleh anggota kan bukan ciuman,’’ tegas Oka aneh tersebut, I Gusti Ngurah Oka hun,’’ katanya memaparkan. Putra bersama prajuru banjar dan Menurut Oka Putra, pada awal- sekaa teruna saja,’’ ujarnya. (ara) Putra.

Dukung Pertemuan IMF

AP I Tingkatkan Kapasitas Lima Bandara Denpasar (Bali Post) Guna mendukung kesuksesan penyelenggaraan pertemuan tahunan Badan Moneter International (IMF) dan Bank Dunia yang akan dilakukan pada tanggal 8-14 Oktober 2018 di Bali, PT Angkasa Pura I (AP I) mulai melakukan pembangunan infrastruktur di lima bandara milik AP I. Salah satunya Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Adapun peningkatan kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai yaitu melalui perluasan apron, sehingga kapasitas parking stand menjadi 64 parking stand dari kondisi eksisting sebanyak 53 parking stand. Selain itu juga dilakukan penambahan dua rapid exit taxiway menjadi total empat dari dua rapid exit taxiway. ‘’Dengan penambahan dua rapid exit taxiway ini, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pergerakan pesawat dari 30 pesawat per jam menjadi 33 pesawat per jam,’’ kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi, Minggu

(18/3) kemarin. Menurut Faik Fahmi, konter check in internasional juga akan diperluas dan diperbanyak dari 96 unit konter check in seluas 2.470 meter persegi menjadi 126 unit dengan luas 4.420 meter persegi. Dari sisi parkir kendaraan di sisi darat, kapasitasnya bertambah sebanyak 1.600 unit. Faik Fahmi menambahkan, ajang pertemuan ekonomi tingkat dunia ini akan dihadiri sekitar 17.000 delegasi dari 189 negara. Termasuk juga 189 menteri keuangan, 189 kepala bank sentral dan 23 kepala negara. Untuk itu, Angkasa Pura

I berupaya menyiapkan berbagai fasilitas agar perpindahan moda transportasi pada hari kedatangan dan kepulangan tamu negara dapat berjalan lancar dan nyaman. ‘’Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali merupakan pintu gerbang utama bagi tamutamu negara pada pertemuan IMF dan Bank Dunia, Oktober 2018 mendatang. Penambahan rapid exit taxiway, perluasan apron dan penundaan sementara overlay runway selama kegiatan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia tersebut akan menambah daya tampung penumpang hingga 22.650 penumpang

per hari. Jumlah tersebut sudah melebihi dari perkiraan delegasi yang akan hadir sebanyak 17.000 orang,’’ katanya. Sebagai langkah antisipasi, jika pergerakan pesawat melebihi kapasitas apron Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, kata Faik Fahmi, AP I telah menyiapkan program perluasan bandara-bandara alternatif untuk menambah jumlah kapasitas parkir pesawat atau parking stand. Adapun bandarabandara yang dilakukan perluasan, yaitu Bandara Juanda, Surabaya dengan penambahan jumlah parking stand untuk tujuh narrow body atau tiga wide body. Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar dengan penambahan jumlah parking stand untuk enam narrow body atau tiga wide body. Bandara Lombok Praya dengan penambahan jumlah parking stand

untuk delapan narrow body atau empat wide body. Bandara Adi Soemarmo, Solo dengan penambahan jumlah parking stand untuk enam narrow body atau tiga wide body dan Bandara El Tari, Kupang dengan penambahan untuk lima small aircraft. ‘’Untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan kedatangan dan kepulangan tamu negara, Kementerian Perhubungan juga memberikan dukungannya dengan melakukan perluasan apron Bandara Blimbingsari, Banyuwangi untuk dapat menampung empat pesawat narrow body dan dua pesawat ATR,’’ katanya menambahkan. (kmb23) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Saat Nyepi, Dua WNA Diamankan

Denpasar (Bali Post) Dua warga negara asing (WNA) diamankan pecalang dan anggota Polsek Denpasar Barat (Denbar) saat hari raya Nyepi, Sabtu (17/3) lalu. Kedua WNA tersebut yaitu Sekoloyq Lukas Mikolaj asal Polandia dan Yapier J. Rochas (35) asal Italia. Mereka langsung dibawa ke Mapolresta Denpasar. Berdasarkan informasi yang diperoleh Minggu (18/3) kemarin, pada Sabtu (17/3) pukul 10.30 Wita, Klian Ban-

jar Merta Jati, Desa Pemecutan Kaja bersama pecalang dan Linmas mengamankan Lukas saat berjalan di Jalan Cokroaminoto, tepat di depan dealer Daihatsu Denpasar. Pengakuan Lukas, dia berjalan dari Terminal Mengwi dengan tujuan ke Kuta. Selanjutnya, pecalang bersama personel Polsek Denbar membawa orang asing tersebut ke Polresta Denpasar. Sementara Yapier diamankan pukul 12.45 Wita oleh pecalang Banjar Pekambingan

bersama anggota Polsubsektor Diponegoro. Yapier diamankan saat berjalan di Jalan Diponegoro, di depan Ramayana Denpasar. ‘’Yapier mengaku jalan kaki dengan tujuan ke rumah temannya yang berada di Jalan Sudirman. Selanjutnya, dia diamankan ke Polresta Denpasar,’’ kata sumber. Kapolsek Denbar Kompol Gede Sumena saat dikonfirmasi membenarkan diamankannya kedua WNA tersebut. ‘’Langsung dibawa ke Polresta,’’ tegasnya. (kmb36)

Bali Post/ist

DIAMANKAN - Dua WNA diamankan di Mapolresta Denpasar karena jalan-jalan saat Nyepi.

Bali Post/sue

BARONG BRUTUK - Ogoh-ogoh Barong Brutuk dari Titibatu Kedaton Kesiman.

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Pemkab Lindungi Bangunan Tua Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

MEMBUKA - Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat membuka Parade Ogoh-ogoh Desa Pakraman Tonja dan Oongan di perempatan Jalan Gatot Subroto Timur-Jalan Kenyeri yang ditandai dengan pemukulan kulkul, Jumat (16/3) malam. (ad752)


Senin Pon, 19 Maret 2018

BADUNG

3

Wabup Suiasa Hadiri ”Siat Yeh” Banjar Teba Jimbaran Catat sebagai Salah Satu Tradisi di Badung WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri pelaksanaan tradisi Siat Yeh di Banjar Teba, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Minggu (18/3) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Kuta Selatan, Sekretaris Disbud, tokoh masyarakat yang juga Sekretaris DPRD Nyoman Predangga, Kadisdukcapil Nyoman Soka, Lurah Jimbaran Ketut Rimbawan, Ketua LPM, Kaling, Klian Banjar, Sekaa Teruna Bhakti Asih Banjar Teba serta masyarakat setempat. Sekilas tradisi tersebut mempertemukan air dari Suwung, yakni rawa sebelah timur Banjar Teba dengan Segara, pantai sebelah barat Banjar Teba. Air tersebut dimohon dengan ritual dan diiring ke perempatan banjar. Air tersebut disatukan dan digunakan sebagai panglukatan agung seluruh warga banjar. Sisanya digunakan untuk tradisi Siat Yeh. Wabup Suiasa dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan Siat

TRADISI - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri pelaksanaan tradisi Siat Yeh di Banjar Teba, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Minggu (18/3) kemarin. Yeh yang kembali dibang- karena itu, perlu dilestarikitkan setelah vakum sejak kan. “Pasti ada maknanya 1983 silam. “Sementara ini oleh leluhur. Meski kadang disebut tradisi. Jika tradisi k i t a t i d a k t a h u , n a m u n sudah dibuatkan aturannya perlu diyakini,” ujarnya. dalam bentuk pararaem dan Suiasa pun menyatakan sebagainya, akan jadi adat,” kekagumannya dan berungkapnya. janji akan memasukkannya Pejabat asal Pecatu, Kuta sebagai salah satu tradisi Selatan ini mengatakan, di Badung serta meminta tradisi perang air tersebut Dinas Kebudayaan setempasti ada maknanya. Oleh pat mencatatnya. “Untuk

ke depannya, terkait biaya akan kami bantu. Yang jelas kami berharap agar tradisi ini ajeg. Ini sesuai dengan salah satu skala prioritas PPNSB,” tandasnya. Dalam acara tersebut, Suiasa menyerahkan bantuan Rp 50 juta, lanjut menandatangani prasasti. Ketua Panitia Festival Budaya Siat Yeh Sekaa Teruna Bhakti Asih Anak Agung Bagus Cahya Dwijanata menyatakan terima kasih atas bantuan dari Pemkab Badung. Ia berharap, ke depan tradisi tersebut bisa menjadi salah satu warisan budaya dunia tak benda. Inti kegiatan tersebut, menurutnya selain pembersihan secara niskala bhuana agung dan bhuana alit, juga mengeratkan persatuan warga. “Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas segala dukungannya. Tentu berharap dukungan berlanjut ke depannya,” tandasnya didampingi Panitia Pengarah I Gusti Ketut Gede Yusa Asana Putra. (ad749)

Ketua DPRD Badung Buka Parade Ogoh-ogoh Dalung Permai Juga Resmikan Patung Catur Muka

GUNA memeriahkan hari Pangerupukan, 18 sekaa teruna dari 18 banjar yang ada di Perumahan Dalung Permai, Jumat (16/3) malam melaksanakan parade ogohogoh di Catus Pata kawasan Dalung Permai. Parade ogohogoh tersebut dibuka oleh Ketua DPRD Badung Putu Parwata, sekaligus meresmikan Patung Catur Muka yang ada di Catus Pata Perumahan Dalung Permai dengan menanda tangani prasasti. Ketua DPRD Badung Putu Parwata mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi apa yang dilaksanakan oleh warga Dalung Permai. Hal ini menunjukkan rasa kebersamaan sesama warga walaupun di perumahan Dalung Permai masyarakatnya heterogen. “Masyarakat Dalung Permai sangat menjaga pluralisme. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Dalung Permai hidup dengan damai,” ujarnya. Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, kegiatan

MERESMIKAN - Ketua DPRD Badung Putu Parwata meresmikan Patung Catur Muka yang ada di Catus Pata Perumahan Dalung Permai dengan menanda tangani prasasti sekaligus membuka parade ogoh-ogoh di wilayah setempat. ini juga sebagai bentuk du- agama seni adat dan budaya. kungan terhadap program Pemerintah Kabupaten BaP e m e r i n t a h K a b u p a t e n dung juga sangat mendukung Badung dalam pelestarian kegiatan yang berkaitan den-

gan pelestarian seni adat dan budaya. Hal itu ditunjukkan dengan memberikan bantuan dana untuk penyediaan sarana dan prasarana kegiatan di masing-masing banjar. “Ke depan kami berharap kegiatan parade ogoh-ogoh ini terus dilaksanakan setiap tahun dengan berbagai inovasi baru,” terangnya. Dari informasi yang dihimpun, ada sebanyak 18 ogoh-ogoh mengikuti parade ini dengan melintasi rute sepanjang Jalan Dalung Permai dan mengelilingi catus pata yang diiringi oleh baleganjur dan menampilkan berbagai judul cerita dan bermacam karakter ogoh-ogoh. Masing-masing kelompok peserta diberikan waktu selama 15 menit untuk tampil. Masyarakat sangat antusias menyaksikan parade ogoh-ogoh ini. Tampak pula para pecalang dan pihak kepolisian ikut mengamankan jalannya parade ogoh-ogoh di Dalung Permai. (ad753)

Wabup Suiasa Bersama Kapolda dan Wakapolda Bali Hadiri Pembukaan Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta 2018

WAKIL Bupati Badung Ketut Suiasa bersama dengan Kapolda dan Wakapolda Bali hadir dalam pelaksanaan pawai ogoh-ogoh, Jumat (16/3) malam, serangkaian dengan Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta ke-8. Ikut hadir pula dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Badung Dapil Kuta, jajaran Muspika Kecamatan Kuta, Lurah dan ketua LPM Kuta, Bendesa, prajuru dan Ketua LPD serta masyarakat Kuta dan para wisatawan yang menginap di Kuta. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Suiasa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Kuta yang kembali secara berkesinambungan melaksanakan kegiatan lomba ogoh-ogoh serangkaian dengan menyambut hari raya Nyepi dan Tawur Agung Kasanga. Di mana hal tersebut sekaligus sebagai wujud dan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Badung bersama dengan masyarakat untuk dan akan selalu memperkuat dan memberdayakan serta melestarikan adat, budaya, tradisi dan seni. Lebih-lebih hal tersebut merupakan salah satu parameter pihaknya untuk mengukur kesuksesan pembangunan di Badung yang berlandaskan adat, seni, budaya dan tradisi. “Ini adalah sebagai ajang untuk membuktikan bahwa masyarakat kita selalu menunjukkan jati dirinya. Masyarakat kita sadar bahwa Bali inti dan rohnya ini berkekuatan dari adat, budaya dan seni. Maka, roh ini tentu tidak pernah akan mati, harus dijaga dan terus digalakkan. Kami di Pemkab Badung akan selalu hadir, memperkuat, memperkokoh dan mendukung seni fundamental yang menjadi roh ini,” paparnya.

MENGHADIRI - Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa bersama dengan Kapolda dan Wakapolda Bali saat menghadiri pembukaan Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta 2018. Dalam kesempatan terse- seni, budaya adat Bali. Bebut, pihaknya juga memberi- gitu juga dengan kami di kan dana wujud tali kasih Kuta,” katanya. kepada Desa Adat Kuta. Swarsa memaparkan, Pihaknya berharap, melalui Festival Seni Budaya Desa kegiatan tersebut nantinya Adat Kuta yang dihelat ke-8 bisa memberikan suatu nilai kalinya tersebut mengambil positif bagi masyarakat Ba- tema ”Yatna Siksa ring Angdung. Selain itu, pihaknya ga”. Di mana yatna dan siksa juga mengajak masyarakat itu mengandung makna yang Kuta agar melaksanakan sama, yang artinya waspada Nyepi dengan khusyuk, ter- atau eling. Sedangkan angga tib, aman dan nyaman. artinya diri kita sendiri. SeBendesa Adat Kuta Way- hingga makna tema tersebut an Swarsa menyampaikan memiliki arti waspada diri terima kasihnya terhadap untuk menjaga desa adat para undangan yang berke- dari segala hal-hal yang bisa nan melewati malam Pan- mendegradasi desa adat, segerupukan di Desa Adat bagai penjaga ajaran-ajaran Kuta. Apalagi hal tersebut adat Bali yang humanis. menjelang akhir masa aya- Melalui festival tersebut, han pengurus Desa Adat generasi muda di Kuta juga Kuta periode 2013-2018. Me- diberikan ruang dan waktu lalui apa yang ditampilkan yang sebebasnya untuk bertersebut, pihaknya berharap kreasi secara positif dalam hal tersebut bisa bermanfaat upaya menjaga identitas lebih untuk menunjukkan mereka sebagai orang Bali kepada dunia, tentang aja- di tengah persaingan saat ran dan kearifan lokal Bali ini. “Pawai ogoh-ogoh yang yang senantiasa diajegkan sudah menjadi tradisi, kita dan dilestarikan masyarakat kembangkan menjadi suatu Kuta. “Seni itu adalah iden- bentuk kreativitas para titas Bali dan desa adat atau yowana (pemuda - red). Sedesa pakraman yang ada di hingga tidak ada budaya Bali mempunyai kewajiban mabuk-mabukan dan berandan tanggung jawab untuk tem, sebab seni itu hakikatmenjaga dan melestarikan nya membuat kita tertawa,

nyaman di hati dan bisa dinikmati. Melalui Nyepi ini, mari kita mulat sarira dan melakukan introspeksi diri terhadap apa yang kita lakukan dalam tahun yang sudah lewat,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua Panitia Festival Seni dan Budaya Desa Adat Kuta Tahun 2018 I Komang Alit Ardana menerangkan, festival ogoh-ogoh ke-18 dan fragmentari tersebut menjadi satu rangkaian Festival Seni dan Budaya Desa Adat Kuta ke-8 Tahun 2018. Selain ogoh-ogoh dan fragmentari, di dalam festival tersebut juga ada lomba Jegeg Bungan Desa Adat Kuta 2018, parade gong kebyar anak-anak dan Pasar Majelangu. Khusus untuk lomba ogoh-ogoh, fragmentari dan Jegeg Bungan Desa Adat Kuta diikuti oleh 13 sekaa teruna yang ada di Desa Adat Kuta. “Tujuan kegiatan ini adalah sebagai upaya pelestarian seni dan budaya Bali, warisan leluhur yang adi luhung. Menumbuhkembangkan sportivitas dan solidaritas, kesatuan dan persatuan di kalangan masyarakat Kuta, khususnya di kalangan pemuda di Kuta dan meningkatkan pembinaan aktivitas dan kreativitas seni budaya Bali di kalangan generasi muda Kuta. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai media promosi pariwisata, mengingat Kuta adalah daerah destinasi pariwisata dunia sehingga kegiatan ini sekaligus ajang promosi pariwisata budaya tahunan Desa Adat Kuta,” paparnya sembari menerangkan, lomba ogoh-ogoh tersebut nantinya dinilai oleh wisatawan dari 20 hotel yang ditunjuk, sebagai upaya melibatkan wisatawan. Selain itu, lomba ogoh-ogoh dan fragmentari akan dinilai oleh dewan juri dari ISI Denpasar. (ad748)

Bali Post/edi

SIAT YEH - Sejumlah krama Banjar Teba, Jimbaran sangat antusias mengikuti tradisi Siat Yeh pada Ngembak Geni, Minggu (18/3) kemarin.

DLHK Bersihkan Ratusan Ton Sampah Mangupura (Bali Post) Usai pelaksanaan Tawur Agung Kasanga dan Pangerupukan pada Jumat (16/3), petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung langsung berjibaku dengan sampah bekas upacara dan parade ogoh-ogoh. Saat itu, pihak DLHK mengumpulkan sebanyak 300 ton sampah yang berhasil dikumpulkan di sejumlah kawasan di seluruh Kabupaten Badung. Dikonfirmasi Minggu (18/3) kemarin, Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan mengatakan, usai Tawur Agung Kasanga dan malam Pangerupukan, petugas kebersihan sudah mulai kerja sejak pukul 13.00 Jumat (16/3) hingga pukul 04.00, Sabtu (17/3). Jumlah petugas yang dikerahkan cukup banyak, yakni mencapai 700 orang. “DLHK Badung tetap siaga pada malam Pangerupukan, karena momentum tersebut pastinya menyisakan sampah seperti tahun-tahun sebelumnya. Kami kerja ekstra setahun sekali,” katanya. Sedangkan pascahari raya Nyepi atau Ngembak Geni, Minggu (18/3) kemarin sampah bekas ogoh-ogoh masih terlihat di beberapa tempat, terutama di pinggir jalan.

Dari kegiatan pembersihan tersebut, pihaknya berhasil mengangkut sebanyak 500 ton sampah termasuk bangkai ogoh-ogoh. “Selama hari raya Nyepi, total sampah

yang berhasil kami angkut sebanyak 800 ton,” terangnya. Sebelumnya pihaknya juga sempat menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak merusak taman saat mengarak ogoh-ogoh. Dalam hal ini, ternyata masyarakat sudah mulai sadar dan tidak ada satupun taman yang rusak. “Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena sudah tertib saat mengarak ogohogoh,” ujarnya. (kmb23)

Bali Post/ist

MEMBERSIHKAN - Sejumlah petugas DLHK Badung membersihkan bangkai ogoh-ogoh, Minggu (18/3) kemarin.


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Senin Pon, 19 Maret 2018

’’Tawur Agung Kasanga’’ Tahun Çaka 1940 Jro Sutiawati Kupas Tuntas Permasalahan Hidup Dipusatkan di Titik Nol Kabupaten Badung Telah Hadir Motivator Asal Bali

TELAH hadir motivator asal Bali, Jro Sutiawati. Ia akan memberikan pencerahan tentang permasalahan hidup yang dialami masyarakat Bali. Lebih khusus ia akan memberikan motivasi tentang ‘’Saya Pasti Bisa’’. Jro Sutiawati ingin membantu masyarakat agar bisa memotivasi dirinya sendiri. ‘’Apalagi ketika kita melihat kejadian-kejadian di masyarakat, seperti tindak kriminal, pembunuhan, percekcokan di rumah tangga dan tindak kejahatan lainnya, yang diakibatkan oleh keputusasaan dan menyebabkan seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri,’’ ujarnya. Seorang motivator biasanya sudah pernah mengalami suatu kegagalan. Tanpa kegagalan orang tersebut tidak mampu menjadi seorang motivator. Karena seorang motivator harus bisa memotivasi diri sendiri terlebih dahulu baru nantinya dapat memotivasi orang lain. Banyak orang sering mengatakan bahwa hidup tak semudah kata-kata motivator. Kata-kata itu kerap disampaikan, karena mereka beranggapan bahwa seorang motivator hanya dapat berbicara, tidak dapat merasakan penderitaan orang lain. Padahal sebenarnya seorang motivator dapat berbicara dan memberi motivasi kepada masyarakat karena sebelumnya pernah mengalami suatu kegagalan dan bahkan lebih dari itu. Jro Sutiawati pernah mengalami pengalaman pahit sehingga bisa menjadi motivator seperti saat ini. Ia pernah gagal bahkan menderita. ‘’Dicemooh orang, dihina orang, sudah pernah Bu Jro alami. Contohkan saja Bu Jro dari kecil cacat bahkan pincang. Semua orang tahu bahwa Bu Jro pernah cacat, dan itu dialami hingga masa SMP,’’ tuturnya. Saat Jro Sutiawati dihina, dicaci maki, bahkan

tidak ada yang mau berteman dengannya karena cacat, dari sanalah ia memotivasi dirinya sendiri agar kuat dalam keadaan apa pun. ‘’Pada waktu itu Bu Jro hanya bisa berdoa, berusaha dan bersyukur, apa pun yang terjadi itu anugerah Tuhan. Karena Bu Jro percaya semua akan indah pada waktunya. Pada saat seperti itu apakah saya harus mati? Apakah saya harus menyerah? Apakah saya harus menangis? Di saat seperti itu saya mempunyai motivasi. Saya harus bisa dan mampu menjadi orang agar tidak dihina. Itulah cara saya memotivasi diri saya sendiri,’’ ungkapnya. Seorang motivator akan membagi pengalaman kepada masyarakat agar dapat bangkit dari kegagalan yang dialaminya dan tidak mudah menyerah dalam melewati tantangan hidup. ‘’Karena semua orang pasti bisa dan yakinlah pada diri sendiri Saya Pasti Bisa,’’ tandasnya. Banyak faktor yang bisa membuat diri menjadi termotivasi. Salah satunya mendengarkan motivator-motivator kesukaan yang akan memotivasi diri kita secara tidak langsung. Pada dasarnya motivator terbesar yang berpengaruh adalah diri kita sendiri. ‘’Namun, kita harus memiliki mindset yang memotivasi diri bahwa Saya Pasti Bisa,’’ tegas Jro Sutiawati. Kebanyakan orang yang sukses adalah orang yang pernah gagal, tetapi tidak semua orang gagal bisa menjadi orang yang sukses atau tidak semua kegagalan menjadikan orang sukses. Semua orang akan bisa menjadi sukses asal mau berdoa, berusaha dan bekerja keras. Informasi lebih lanjut tentang Jro Sutiawati bisa menghubungi nomor telepon 081 339 280 682 (WA) dan follow Instagram: motivasijrosutiawati. (ad747)

Bangun Kerja Sama dengan ITB

Unhi Denpasar Berharap Prodi Farmasi Segera Terealisasi UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar terus berupaya membangun kerja sama antarperguruan tinggi untuk menunjang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya membangun kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang merupakan salah satu perguruan tinggi negeri ternama dan unggulan di Indonesia. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Unhi Denpasar dan ITB dilakukan Kamis (15/3) lalu. Acara penandatanganan MoU diawali pembacaan nota kesepahaman dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama kedua belah pihak. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. didampingi Wakil Rektor III Dr. I Wayan Muka, S.T., M.T. usai penandatanganan MoU menyampaikan terima kasih atas kesediaan ITB melaksanakan kerja sama dengan Unhi Denpasar. Ada beberapa poin kerja sama yang dilakukan kedua belah pihak di antaranya pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. ‘’Saya sangat berterima kasih kepada ITB karena bersedia bekerja sama dengan Unhi,’’ ujarnya. Prof. Damriyasa menambahkan, ke depan Unhi akan melakukan kerja sama pada program prioritas

TAWUR AGUNG KASANGA - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Sekda I Wayan Adi Arnawa menghadiri upacara Tawur Agung Kasanga serangkaian Nyepi Tahun Baru Çaka 1940 Tahun 2018 di Catus Pata Desa Adat Mengwi melasti pratima akan malinggih di Bale Agung. Setelah upacara melasti dilanjutkan tawur agung di catus pata yang bermakna nyomiang butha kala, membersihkan dan menyeimbangkan jagat bhuana alit dan bhuana agung. Ketua Harian PHDI Badung Dr. I Gede Rudia Adiputra menjelaskan, upacara tawur kasanga bukan baru akhir-akhir digelar, namun sejak dulu para leluhur kita sudah melaksanakan, hanya belum meriah seperti sekarang. Menurut penanggalan Hindu di India dan Indonesia, perputaran setahun Hindu dimulai dari utarayana, dari kathulistiwa menuju utara matahari sampai lintang utara balik ke kathulistiwa kembali ke lintang selatan dan kembali lagi ke kathulistiwa. Inilah perhitungan setahun. Dunia mengakui bahwa dalam peredaran setahun berbagai hal terjadi di bhuana agung dan bhuana alit. Sementara itu, Ketua Majelis Madya Desa Pakraman Kabupaten Badung I.B. Anom menyampaikan,

tawur agung kasanga bermakna mengharmoniskan alam beserta isinya, manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan alam lingkungan sebagai perwujudan dari konsep ajaran agama Hindu yakni Tri Hita Karana. Tawur ini di-puput oleh tiga sulinggih yakni sulinggih Bhujangga, Buda dan Siwa. Bhujangga yang membersihkan alam bawah, Buda membersihkan alam tengah dan Siwa membersihkan alam atas. ‘’Melalui tawur agar alam ini harmonis dan damai,’’ jelasnya. Pada upacara tawur tingkat kabupaten, bendesa adat se-Badung nunas tirta tawur, tirta luhur dan nasi tawur yang dibagikan untuk pelaksanaan tawur di tingkat desa, banjar dan di rumah warga. Pada sorenya dilaksanakan upacara pangerupukan. Puncak dari rangkaian upacara ini adalah Nyepi. Terakhir adalah rangkaian ngembak geni dengan melaksanakan dharma shanti dan silaturahmi kepada sesama umat dan umat lainnya. (ad750)

Selama Satu Dasawarsa

Honda untuk Bali Dukung Festival ’’Omed-omedan’’

MOU - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Prof. Ir. Bermawi Priyatna Iskandar, M.Sc., Ph.D. dan sejumlah tim usai penandatanganan MoU. seperti penelitian, pertukaran dosen, kemahasiswaan dan mengharapkan bantuan ITB dalam merealisasikan pendirian Program Studi (Prodi) Farmasi di samping memperkuat Prodi Kesehatan berbasis pengobatan herbal. ‘’Poin ini (pendirian Prodi Farmasi - red) juga menjadi concern Unhi. Semoga segera bisa terealisasikan,’’ katanya. Sementara itu, Rektor ITB yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Ir. Bermawi Priyatna Iskandar, M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya juga

menyatakan rasa terima kasih dan bersyukur dapat bekerja sama dengan Unhi Denpasar. Menurutnya, pada dasarnya ITB sebagai PTN unggulan di Indonesia adalah milik negara, sehingga wajib bekerja sama dengan PTN dan PTS termasuk Unhi Denpasar. Ke depan diharapkan ada tindak lanjut dari MoU ini melalui aktivitas nyata di bidang masing-masing. ‘’ITB di samping terkenal bidang teknologinya, juga mengembangkan bidang sains, seni, sosial humaniora yang sangat maju di Indonesia,’’ pungkasnya. (ad753)

Karang Taruna Yudha Dharma Gelar Lomba Fragmentari Ogoh-ogoh ST Dira Dharma Banjar Lebah Sari Juara Umum

MENYAMBUT hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1940, Karang Taruna Yudha Dharma, Desa Gulingan, Mengwi, Badung, untuk kedua kalinya menggelar lomba fragmentari ogoh-ogoh di depan Pasar Desa Gulingan, Jumat (16/3) sore lalu. Lomba ini bertemakan ‘’Prabawaning Durga Murti’’ yang artinya mengedukasi generasi muda dalam pembuatan ogoh-ogoh harus berdasarkan tattwa. Lomba fragmentari ogoh-ogoh dibuka Perbekel Desa Gulingan Ir. Made Sudarsana ditandai pemukulan kentongan. Hadir pemangku seDesa Adat Gulingan, Bendesa Adat Gulingan Nyoman Danu, Ketua BPD Desa Gulingan Made Sutarma, Wakil Ketua DPC PDI-P Badung I Bagus Alit Sucipta dan anggota DPRD Fraksi Golkar Made Oka Suadnyana. Keberhasilan ini tidak terlepas dari Pembina Karang Taruna Rai Wirata. Ketua Panitia I Made Ega Yoga Kusuma menyampaikan, peserta lomba berjumlah 12 sekaa teruna se-Desa Gulingan yang menampilkan tabuh baleganjur, fragmentari dan pertunjukan ogoh-ogoh. Menurut Ketua Karang Taruna Yudha Dharma I Putu Suyoga Hinduyana, lomba ini merupakan program prioritas karang taruna bersinergi dengan program Desa Gulingan dan Pemkab Badung untuk melestarikan seni budaya Bali. Lomba ini bertujuan merekatkan dan memberdayakan sekaa teruna atau generasi muda Desa Gulingan agar bersatu membangun desa yang lebih maju. Perbekel Desa Gulingan Ir. I Made Sudarsana mengungkapkan, Desa Gulingan di bawah kepemimpinannya memiliki visi-misi ‘’Gulingan Bergema’’ (Berbudaya, Bergerak dan Mandiri). Lomba disambut antusias oleh masyarakat Desa Gulingan

PEMERINTAH Kabupaten Badung menggelar upacara Tawur Agung Kasanga serangkaian hari suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1940 Tahun 2018 yang dipusatkan di Catus Pata Desa Adat Mengwi, Kecamatan Mengwi, sebagai Titik Nol Kabupaten Badung pada Tilem Sasih Kasanga, Jumat (16/3) lalu. Tawur di-puput Tri Sadaka, Pedanda Siwa, Buda dan Rsi Bhujangga yakni Ida Pedanda Putra Pemaron Sideman Geria Sideman Mengwi, Ida Pedanda Gede Ketut Oka Jelantik Dwipayana Geria Wanasari Sidemen KR dan Ida Jero Gede Sengguhu Tamburu Yasa Sibang Kaja. Pelaksanaan tawur kasanga dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa beserta istri, Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung beserta istri Nyonya Ratna Gde Agung, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Badung I Made Sunarta, anggota DPRD Badung Komisi I Gusti Anom Gumanti, anggota DPRD Komisi III Nyoman Satria beserta segenap pimpinan SKPD Kabupaten Badung, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, unsur Tripika Kecamatan serta Bendesa Adat se-Badung. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Badung I.B. Anom Bhasma, tawur kasanga ini mengambil tingkatan utama dengan sarana tawur berupa kerbau, sapi, kambing, babi hitam, angsa, itik dan ayam. Pada Nyepi ini, ada empat rangkaian upacara yang dilaksanakan, mulai dari upacara melasti, tawur kasanga dan ngerupuk, Nyepi hingga ngembak geni. Menurut Lontar Sundarigama, upacara melasti memiliki makna membersihkan bhuana alit dan bhuana agung terutama alat-alat upacara dan Ida Batara pratima yang dilaksanakan di segara sekaligus mendak tirta amerta. Dari

SEBAGAI bentuk dukungan dan komitmen terhadap budaya Bali, Astra Motor selaku Main Dealer Resmi sepeda Motor Honda Wilayah Bali, kembali berpartisipasi melalui Corporate Social Responsibility (CSR) Honda untuk Bali dalam Festival Omed-omedan sebagai rangkaian perayaan hari raya Nyepi Çaka 1940 yang dilaksanakan Sekaa Teruna Satya Dharma Kerti, Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, Minggu (18/3) kemarin. Omed-omedan merupakan tradisi unik yang gelar setiap tahun tepatnya sehari setelah Nyepi atau hari Ngembak Geni. Tradisi omedomedan tahun ini mengambil tema ‘’Jana Kerti’’ (tegaknya kesucian atau keseimbangan dalam diri sendiri), bertujuan menguatkan vibrasi energi positif pada diri kita sebagai manusia yang merupakan bagian dari sad kerti secara sekala dan niskala dan berbagai energi positif demi mencapai kerahayuan. Ini merupakan luapan kegembiraan warga dalam menyambut pergantian tahun Çaka sekaligus sebagai ajang silaturahmi unik yang diperankan oleh pemuda-pemudi warga Sesetan. Bentuk dukungan yang dipersembahkan Honda dalam festival ini berupa seragam pemuda-pemudi, membuka booth Honda Mobile Cafe yang tentunya menyediakan berbagai macam fasilitas menarik bagi pengunjung yang dapat menunjukkan kartu Semeton Honda Bali.

Fasilitas yang diberikan di antaranya gratis minuman dingin, snack dan merchandise menarik yang kesemuanya didapatkan dengan mengunjungi booth tersebut. Puluhan pengunjung yang membawa kartu semeton berbondong-bondong datang untuk mendapatkan fasilitas yang ditawarkan. Festival Omed-omedan 2018 menampilkan tradisional parade yang diikuti banjar-banjar lain seputaran wilayah Sesetan dengan menampilkan keunikan dan keistimewaan masing-masing. Masyarakat juga disuguhkan dengan aneka makanan khas Bali dalam Peken Paiketan Krama Sesetan dengan total pedagang 100 stan yang dilengkapi berbagai pakaian Bali, lukisan Bali, serta

pernak-pernik, perlengkapan sembahyang dan cek kesehatan gratis. Dukungan dan partisipasi seniman lokal Bali dan bintang tamu tahun ini adalah Lolot Band, Paradigma Band, Balikustik dan DGO feat Paff Band. Menurut beberapa pengunjung, tradisi unik ini dinanti warga kota, termasuk masyarakat luar Bali dan wisatawan yang kebetulan lewat wilayah Sesetan. ‘’Bali kaya dengan budayanya. Kegiatan omed-omedan ini sangat positif karena merupakan salah satu bagian dari budaya Bali. Kehadiran kami di sini sebagai wujud komitmen Honda untuk Bali selama satu dasawarsa mendukung budaya Bali,’’ ungkap Ronaldo Widjaja selaku Region Head Astra Motor Bali. (bns1)

DUKUNG OMED-OMEDAN - Selama 10 tahun Astra Motor Bali komit mendukung pelaksanaan Festival Omed-omedan sebagai rangkaian perayaan Nyepi di Banjar Kaja, Sesetan.

Wadah Kreativitas Seni dan Budaya

Desa Pecatu Kembali Gelar Lomba Ogoh-ogoh

Bali Post/kmb27

PUKUL KENTONGAN - Perbekel Desa Gulingan Made Sudarsana, Ketua BPD Desa Gulingan Made Sutarma, Wakil Ketua DPC PDI-P Badung Bagus Alit Sucipta, Pembina Karang Taruna Yuda Dharma I Made Rai Wirata dan Ketua Karang Taruna Putu Suyoga Hinduyana memukul kentongan menandai dibukanya lomba ogoh-ogoh. dibuktikan dengan penuh sesaknya warga memadati areal lomba yang membuat para pecalang, Linmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Gulingan kewalahan mengawasi penonton. Tim penilai dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dan Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar membagi para juara menjadi tiga kategori. Kategori tari, juara I ST Dira Dharma Banjar Lebah Sari, juara II ST Swakerta Banjar Badung, juara III ST Tengah Gulingan, juara harapan I ST Putra Presada Banjar Angkebcanging, juara harapan II ST Satya Karya Banjar Ulun Uma Badung, juara harapan III ST Lokika Maryada Banjar Dharma Yasa. Kategori tabuh, juara I ST Dira Dharma Banjar Lebah Sari, juara II ST Putra Presada Banjar Angkeb

Canging, juara III ST Tengah Gulingan, juara harapan I ST Swakerta Banjar Badung, juara harapan II ST Himmus Banjar Sedahan, juara harapan III ST Mekar Jaya Banjar Babakan Kangin. Kategori ogoh-ogoh, juara I ST Dira Dharma Banjar Lebah Sari, juara II ST Putra Presada Banjar Angkeb Canging, juara III ST Cila Yowana Banjar Batulumbung, juara harapan I ST Swakerta Banjar Badung, juara harapan II ST Satya Karya Banjar Ulun Uma Badung, juara harapan III ST Tengah Gulingan. Juara umum direbut ST Dira Dharma Banjar Lebah Sari dengan judul garapan ‘’Sang Kala Yama Raja’’. Mereka memperoleh piala bergilir, piagam dan dana pembinaan yang diserahkan Perbekel Desa Gulingan. (kmb27/k250)

SEBAGAI wadah kreativitas seni dan budaya, Desa Adat Pecatu kembali menggelar lomba ogoh-ogoh di Lapangan Kuru Setra Desa Adat Pecatu, Jumat (16/3) lalu. Lomba yang juga serangkaian Tawur Agung Kasanga dan hari raya Nyepi Tahun Çaka 1940 ini berlangsung meriah dengan beragam jenis ogoh-ogoh hasil kreativitas seniman dan generasi muda Pecatu. Lomba dibuka Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa dihadiri Camat Kuta Selatan Made Widiana dan undangan lainnya. Wabup Badung Ketut Suiasa menyambut positif lomba ogoh-ogoh ini, karena sebagai wadah kreativitas seni dan budaya. Ia mengajak masyarakat memaknai hakikat perayaan Nyepi sebagai momentum memperkuat jati diri dalam melaksanakan swadhamaning agama dan swadharmaning negara. Selain itu, bentuk rangkaian upacara dalam kegiatan pangerupukan dan mengharmonisasi jagat yakni bhuana agung dan bhuana alit. ‘’Sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk pelestarian adat dan budaya yang sekaligus merupakan ajang kreativitas generasi muda, kami memfasilitasi dengan meningkatkan bantuan motivasi bagi sekaa teruna berupa dana kreativitas ogoh-ogoh menjadi Rp 23 juta. Kami juga menyampaikan selamat atas keberhasilan Sekaa Teruna Dharma Pertiwi Banjar Kauh Pecatu yang telah meraih juara I tingkat kabupaten,’’ ucapnya. Ketua Panitia Made Sumarta mengatakan, lomba ogoh-ogoh di Desa Adat Pecatu kali ini memasuki

tahun ke-12. Kegiatan ini diikuti 23 peserta. Sebanyak 16 ogoh-ogoh dilombakan, sedangkan delapan ogoh-ogoh ekshibisi atau pengembira. ‘’Lomba agoh-ogoh ini merupakan bentuk kegiatan pengembangan kreativitas generasi muda di Desa Adat Pecatu dan sebagai wadah menyalurkan bakat seni generasi muda. Kami berharap bisa menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan antarpemuda di Pecatu,’’ katanya. Klian Desa Adat Pecatu Made Sumerta mengungkapkan, lomba ogoh-ogoh yang diadakan rutin serangkaian Nyepi ini bertujuan menambah, menunjang dan mengembangkan kreativitas seni krama atau generasi muda serta sekaa terunateruni di Desa Adat Pecatu. Selain itu, sebagai ajang untuk menjalin komunikasi antarkrama, sehingga bisa berkumpul dan berkomunikasi. ‘’Kegiatan ini untuk membina talentatalenta seni generasi muda Pecatu,’’

ujarnya. Menurut Kepala LPD Pecatu I Ketut Giriarta, S.Pd., M.M., LPD Pecatu terus mendukung kreativitas generasi muda Pecatu. Bukan hanya dalam seni dan budaya, namun juga meningkatkan pelaku-pelaku wirausaha muda untuk mengembangkan usahanya di segala bidang, salah satunya bidang pariwisata. Ia berharap lomba ogoh-ogoh ini bisa meningkatkan kreativitas generasi muda khususnya dalam bidang seni dan budaya. ‘’Dampak yang diharapkan tentunya berkaitan dengan Pecatu sebagai destinasi pariwisata. Sumber ekonomi dari masyarakat Pecatu dari pariwisata,’’ pungkasnya. Pemenang lomba tingkat banjar dinas, juara I Arbujak, juara II Tambyak, juara III Artebok. Pemenang tingkat sekaa teruna (ST), juara I ST Bakti Dharma, juara II ST Widya Dharma, juara III ST Dharma Pertiwi. (kmb23/k150)

BUKA LOMBA - Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa membuka lomba ogoh-ogoh Desa Adat Pecatu, Jumat (16/3) lalu.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


daerah

Senin Pon, 19 Maret 2018

Nyepi, 59 Warga Masuk Rumah Sakit

Tabanan (Bali Post) Saat seluruh umat Hindu di Bali merayakan hari raya Nyepi, Sabtu (17/3), petugas di BRSUD Tabanan dan rumah sakit lainnya di Kabupaten Tabanan tetap melaksanakan kewajibannya. Kesigapan mereka tidak sia-sia karena banyak warga yang membutuhkan pertolongan saat pergantian tahun Çaka ini. BRSUD Tabanan, salah satu rumah sakit terbesar di kabupaten ini yang berlokasi tepat di depan Kantor Pemkab Tabanan, melayani 59 pasien yang datang silih berganti dengan beragam penyakit. Data dari Humas RSUD Tabanan, dari 59 pasien yang datang saat perayaan Nyepi terbanyak karena panas dan muntah-muntah. Kepala Humas BRSUD Tabanan Sri Pariti seizin Dirut BRSUD Tabanan dr. Nyoman Susila saat dikonfirmasi menerangkan, dari 59 pasien yang datang saat Nyepi, 36 orang diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan, 17 pasien rawat inap, empat pasien alih rawat karena ketersediaan tempat tidur belum ada dan enam pasien pulang atas permintaan sendiri. Delapan bayi lahir saat pergantian tahun Çaka 1940 di RS Tabanan yang terdiri atas lima bayi perempuan dan tiga laki-laki. Empat bayi dilahirkan secara normal dan empat lainnya lewat operasi cesar. Direktur BRSUD Tabanan dr. Nyoman Susila mengatakan sudah menjadi agenda rutin tiap hari raya Nyepi pihaknya menyiagakan sejumlah tenaga medis untuk melayani warga yang membutuhkan layanan kesehatan. “Kami tetap buka 24 jam. Petugas datang sebelum Nyepi diberlakukan,” ujarnya. Tahun ini RS Tabanan menyiapkan 11 dokter yang terdiri atas tiga dokter umum, satu dokter MOD, dua dokter interensip, dua dokter koas, dua dokter residen ortopedi dan satu dokter anastesi. Menurutnya, melayani pasien saat Nyepi bukan asing lagi buat karyawan dan tim medis BRSUD Tabanan. Hal ini sudah menjadi rutinitas BRSUD dari tahun ke tahun. Penggunaan lampu dilakukan minimalis dan hanya di tempat-tempat krusial untuk menghormati suasana Nyepi. Pasien yang datang seluruhnya diantar oleh pecalang. (kmb28)

Polisi-Pecalang Ringkus Maling Denpasar (Bali Post) Bertepatan hari raya Nyepi, anggota Polsek Denpasar Barat dibantu pecalang menangkap pencuri, Gede Urip (28), Sabtu (17/3) lalu. Urip tepergok saat beraksi di warung milik Nyoman Jadi di Jalan Tangkuban Perahu, Padangsambian, Denpasar. ‘’Kejadian sekitar pukul 19.30 Wita. Diduga pelaku memanfaatkan situasi sepi karena hari raya Nyepi untuk beraksi. Padahal ada pecalang dan anggota kami patroli,’’ kata Kapolsek Denbar Kompol Gede Sumena didampingi Kanit Reskrim Iptu Aan Saputra, Minggu (18/3) kemarin. Kecurigaan polisi berawal dari adanya suara gaduh di TKP. Selanjutnya petugas melakukan pengecekan dan ternyata rolling door toko korban terbuka. ‘’Petugas curiga kalau ada maling beraksi di sana. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan ternyata ada pelaku di toko,’’ ujarnya. Selanjutnya petugas menangkap pelaku dan melakukan penggeledahan. Pelaku tertangkap tangan mencuri tiga bungkus rokok, satu kaleng minuman kesehatan, uang tunai Rp 100 ribu dan alat kejut listrik. Pelaku langsung digelandang ke Polsek Denbar. Pada hari yang sama, terjadi kasus penganiayaan terhadap pelajar berinisial HI (16) di tempat kosnya di Jalan Ahmad Yani Gang Perkutut, Denpasar. Pasalnya, HI dicurigai mencuri burung perkutut milik SA (32). Akibat perbuatannya itu, SA ditangkap polisi dan dibawa ke Polsek Denbar, Minggu kemarin. Kanitreskrim Polsek Denbar Iptu Aan Saputra mengatakan, korban tidak terima karena pipinya ditampar dan kupingnya disentil hingga memar. ‘’Pelaku mengaku jengkel burung di sangkar miliknya sering hilang dan kemudian menuduh korban sebagai pelakunya, tapi tidak punya bukti,’’ tegasnya. (kmb36)

5

Senator Sumbang ’’Palinggih’’ Kanjeng Ratu di Pulo Merah Banyuwangi

Tolak Balisentris, Shri Arya Wedakarna Ingatkan Umat Hindu Jawa Kenakan Identitas Jawa

DOKTOR Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, S.E.(M.Tru), M.Si., anggota DPD-RI Utusan Provinsi Bali Komite III yang salah satunya membidangi bidang agama, diundang oleh umat Hindu Jawa asal Banyuwangi untuk memberikan dharma wacana di Pura Tawang Alun, Pulo Merah, Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, dalam rangkaian acara Melasti Tahun 1940 Çaka untuk menyambut hari raya Nyepi dan Saraswati yang bertemakan ‘’Melalui Catur Brata Penyepian Kita Tingkatkan Soliditas sebagai Perekat Keberagaman Dalam Menjaga Keutuhan NKRI’’ yang di-puput oleh Ida Pandita Dharmika Sandi Kerta Yasa. Wedakrna yang didampingi Ketua PHDI Pesanggaran (Sukenda Triwidato), Ketua PHDI Siliragung (Haryono) dan Ketua PHDI Kabupaten Tabanan (I Wayan Tontra) disambut oleh puluhan ribu warga Hindu Banyuwangi yang sedang melaksanakan upacara keagamaan di Pura Tawang Alun. Ketua PHDI mewakili seluruh umat Hindu Banyu-

wangi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena Senator RI sudah berkenan hadir dan memberikan banyak sekali motivasi untuk umat Hindu Banyuwangi agar selalu kuat dalam menjaga ajaran leluhur. Ia juga minta agar Shri Arya Wedakarna memperjuangkan hak-hak sipil dan hak-hak publik umat Hindu Banyuwangi. Ketua PHDI Tabanan menyambut baik kedatangan tokoh nasional yang mewakili Hindu di pusat dengan memberikan salam hormat. Tontra berharap pemimpin Hindu di pusat selalu memperjuangkan seluruh umat Hindu layaknya umat lain dalam aspek apa pun, karena perlu ada keadilan yang ditegakkan agar bisa menjaga keseimbangan dalam berbangsa dan bernegara. Shri Arya Wedakarna MWS III memberikan pujian yang luar biasa karena sejauh ini Hindu di Banyuwangi semakin bertambah dan semakin banyak yang kembali memeluk agama Hindu, bahkan menurut informasi rata-rata umat Hindu di Banyuwangi sudah bisa menguasai ekonomi lo-

kal. ‘’Saya bangga berdiri di sini. Saya selaku wakil rakyat Hindu di Senayan mengapresiasi keberadaan Hindu di Banyuwangi. Semoga dengan komitmen yang luar biasa ini nantinya umat Hindu di sini selalu ajeg dan bisa jauh lebih sejahtera dari segi pendidikan dan ekonomi,’’ ungkapnya selaku President Of Hindu Center Indonesia saat memberikan dharma wacana. Mengutip Kitab Suci Weda, untuk mengalahkan kemiskinan adalah jnana atau ilmu pengetahuan. Untuk itu, ia minta umat Hindu khususnya anak muda di Banyuwangi agar menempuh pendidikan setingi-tingginya agar ke depannya cerdas-cerdas dan berguna bagi umat, bangsa dan negara. Sementara PHDI dan seluruh umat Hindu di Banyuwangi diharapkan tidak meninggalkan adat istiadat asli Banyuwangi. Hindu Banyuwangi harus bangga terhadap identitas lokal yang diwariskan oleh leluhur. Jangan sampai berpakaian seperti orang Bali dan arsitektur pura mirip dengan di Bali. Sebaiknya jangan baleganjur melainkan memakai gamelan Jawa karena Hindu univer-

sal. Anggap saja Bali sebagai lokomotif. Biarlah Hindu Nusantara bangkit dengan identitas masing-masing. Tidak boleh ikut-ikutan gaya daerah lain. Tetap percaya diri dengan identitas lokal dan pegang teguh Bhinneka Tunggal Ika. Di akhir acara, Shri Arya Wedakarna menyampaikan komitmennya akan memberikan simbol Kanjeng Ratu Pantai Selatan untuk Pura

Tawang Alun, karena berdasarkan sejarah dan keterangan warga, saat terjadi tsunami besar, palinggih Pura Tawang Alun tetap berdiri kokoh. Kejadian tersebut membuatnya percaya bahwa Pura Tawang Alun merupakan Petilasan Kanjeng Ratu Segoro Kidul. Simbol itu sebagai penghormatan serta menjaga keseimbangan alam semesta di Pulau Jawa. (ad745)

Ratusan Ogoh-ogoh Beraksi di Catur Muka

Denpasar (Bali Post) -

Puncak keramaian sehari sebelum Nyepi, semakin terasa ketika silih berganti arak-arakan ogoh-ogoh mengelilingi Patung Catur Muka, Denpasar. Titik nol kilometer Kota Denpasar ini menjadi salah satu pusat atraksi ratusan ogoh-ogoh yang dibawakan oleh masing-masing sekaa teruna, Jumat (16/3) malam lalu. Prosesi yang palimg ditunggu-tunggu masyarakat ini menjadikan kawasan pusat Kota Denpasar tersebut penuh hiruk-pikuk. Dari arah barat dan utara Patung Catur Muka silih berganti berbagai bentuk rupa ogohogoh beraksi sambil mengitari Catur Muka. Ribuan masyarakat telah membeludak sejak sore hari atau sebelum iring-iringan ogohogoh datang dari kedua arah tersebut. Meski suasana demikian ramai, tak sampai terjadi gesekan antarsekaa teruna pengusung ogohogoh. Ogoh-ogoh Ratu Sumedang karya ST Yowana Saka Bhuwana Banjar Tainsiat dan ogoh-ogoh Paksi Ireng karya pemuda Banjar Ge-

meh turut serta meramaikan malam pangerupukan saat itu. Kedua ogoh-ogoh ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari penonton. Ratu Sumedang yang menceritakan tentang aji pengiwa atau pangeleakan menjadi tema ogoh-ogoh Banjar Tainsiat dipadukan dengan teknologi yang membuat semakin penasaran para penonton untuk melihat lebih dekat. Atraksi kedua ogoh-ogoh ini berakhir di Catus Pata Kota Denpasar dengan saling sapa dan berjabat tangan antarkedua pemuda. Ketut Gede Arya Narendra, Ketua Sekaa Teruna Banjar Tainsiat, mengaku membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan untuk membuat Ogoh-ogoh Ratu Sumed-

ang tanpa menyebutkan jumlah dana yang dihabiskan. Penggunaan teknologi dicoba dalam kemasan ogohogoh tahun ini diarsiteki oleh Keduk. Bahan ramah lingkungan tetap digunakan dalam menggarap ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh Ratu Semedang dengan sistem ulatan bambu, namun kekuatan struktur tulang ogoh-ogoh menggunakan besi. ‘’Kami berharap masyarakat dapat menerima hasil karya ogoh-ogoh kami tahun ini dan tetap akan terus berkreativitas di tahun berikutnya,’’ ujarnya. Di tempat lainnya juga terlihat keramaian serupa, seperti di simpang empat Tohpati, Kesiman. Terlebih di lokasi ini diadakan lomba ogoh-ogoh. (km12)

Ruko Pasar Mumbul Terbakar Saat ’’Pangerupukan’’

Singaraja (Bali Post) – Salah satu rumah toko (ruko) di kawasan Pasar Mumbul, Jalan Ahmad Yani, Singaraja, terbakar pada malam pangerupukan Nyepi Çaka 1940, Jumat (16/3) malam lalu. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng bersama polisi menurunkan kekuatan penuh, sehingga api berhasil dipadamkan dan tidak sampai meluas ke areal pasar terbesar di kabupaten ini. Ruko itu diketahui disewa oleh Made Jaya Artha (48), warga Kelurahan Kendran, empat bulan lalu. Sekitar pukul 21.30 Wita tiba-tiba mucul kepulan asap hitam dari ruko tersebut. Kebetulan patroli Polsek Kota Singaraja tengah melintas, sehingga langsung dihentikan oleh warga dan meminta bantuan. Polisi kemudian menghubungi petugas PLN untuk memutus aliran listrik dan petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Polisi bersama warga berusaha mendobrak pintu harmonika ruko menggunakan peralatan seadanya. Saat pintu terbuka, api sudah melahap seisi ruko yang difungsikan untuk restoran siap saji tersebut. Lima unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api. Awalnya api sudah padam, setelah pasukan damkar berhasil menjinakkan api di lantai bawah. Setelah diperiksa kembali, ternyata di lantai dua api masih berkobar dan semakin besar. Petugas sempat kesulitan memadamkan sehingga api meluas. Polisi mengerahkan mobil water cannon untuk menjebol jendela dan pintu. Dalam sekali semprotan saja, daun jendela dan pintu langsung rontok terkena tembakan meriam air. Petugas pemadam kebakaran memastikan api seluruhnya padam sekitar pukul 23.30. Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan belum mengetahui dengan pasti penyebab kebakaran karena masih menunggu penyelidikan Laboratorium Forensik (Labfor). ‘’Karena ini rumah makan cepat saji, pasti identik dengan minyak dan kompor,’’ tegasnya. Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng Gede Sugiartha Widiada, pihaknya mengerahkan kekuatan penuh untuk memadamkan api. Ini untuk mencegah meluasnya kebakaran karena lokasi kebakaran di areal pasar. ‘’Kami terjunkan mobil pemadam dari Pos Seririt dan Pos Kubutambahan untuk membantu pos induk,’’ jelasnya. (kmb38)

DHARMA WACANA – Senator Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat memberikan dharma wacana di hadapan ribuan umat Hindu di Banyuwangi.

Bali Post/ist

PAWAI - Salah satu peserta pawai ogoh-ogoh di Patung Catur Muka, Denpasar, Jumat (16/3) malam lalu.

Pelajar Diduga Diperkosa Ayah Angkatnya Denpasar (Bali Post) Seorang ayah berinisial MS dilaporkan ke Polresta Denpasar, Minggu (18/3) kemarin. Laporan tersebut terkait MS (65) yang diduga memperkosa anak angkatnya, DK (13). Bahkan, kejadian ini berlangsung tiga kali di tempat kosnya di Jalan Danau Tondano, Denpasar Selatan, Selasa (13/3) dan Rabu (14/3) lalu. Menurut sumber, awalnya korban tidak berani memberi tahu kejadian itu kepada keluarganya karena takut dengan ayah angkatnya tersebut. Ia justru menelepon temannya di Jalan Gatot Subroto, Den-

pasar, dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Akhirnya temannya tersebut menyampaikan kepada keluarga korban di Jember, Jawa Timur, dan disuruh melaporkan ke polisi. Selanjutnya petugas membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum. “Keluarganya (korban red) di Jember minta tolong teman korban melapor ke Polresta Denpasar,” kata sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Saat melapor, korban berstatus siswa di salah satu SMP di Denpasar itu mengaku diperkosa sekitar pukul 21.00 Wita. Pemerkosaan terjadi saat

pelaku pulang kerja sebagai satpam. Saat itu ibu korban pulang ke Jember, sehingga pelaku leluasa melakukan perbuatan tak senonoh. Korban tidak berani melawan karena takut. Aksi pertama yang berjalan lancar membuat pelaku ketagihan dan mengulangi perbuatannya keesokan harinya. Kasus ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Denpasar. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. “Masih kami proses dan dalami laporan tersebut,” tegasnya. (kmb36)

Bali Post/sos

PANGLUKATAN - Umat Hindu mengikuti upacara Panglukatan Agung Gangga Pratistha Agni Lingga Puja Amrita Sanjiwani Penyegjeg Jagat, Prayascita Bumi, Dirghayusa Bumi di Pura Watu Klotok, Desa Tojan, Kecamatan/Kabupaten Klungkung, Minggu (18/3) kemarin.

’’Panglukatan’’ di Pura Watu Klotok

Media Penyucian Bhuana Agung dan Alit SERANGKAIAN Nyepi dan Sarawasti, hari ngembak geni dan banyupinaruh, Minggu (18/3) kemarin diisi upacara Panglukatan Agung Gangga Pratistha Agni Lingga Puja Amrita Sanjiwani Penyegjeg Jagat, Prayascita Bumi, Dirghayusa Bumi di Pura Watu Klotok, Desa Tojan, Kecamatan/Kabupaten Klungkung. Upacara yang baru pertama kali ini dikuti ribuan pamedek dari berbagai daerah di Bali ini sebagai media penyucian bhuana agung dan bhuana alit. Sejak pukul 07.30 Wita, suasana pura yang berada di pinggir pantai ini tampak ramai dipadati ribuan pamedek yang terdiri atas berbagai usia. Kesan sakral sangat terasa saat 33 wiku dari berbagai wangsa menyuarakan bajra dan melaksanakan puja amerta. Suasana pun hening yang menandakan sebuah upacara besar. Pamedek turut terbawa suasana, kusyuk mengikuti segala prosesi. Mereka memohon keselamatan dan kesejahteraan. Suasana ini berlangsung hingga satu per satu di-lukat oleh wiku. Ketua Panitia Upacara Ida Mangku I Dewa Gede Ambara Putra Manacika mengungkapkan, hari raya Nyepi dan Saraswati tahun ini yang jatuhnya bersamaan merupakan fenomena langka setiap 153 tahun sekali. Nyepi perhitungan waktunya berdasarkan sasih, sedangkan Saraswati berdasarkan pawukon. Pertemuan ini melambangkan purusa dan pradana. ‘’Nyepi adalah hari payogan Ida Sang Hyang Brahma Prajapati, Saraswati adalah payogan Dewi Saraswati. Umat Hindu perlu memaknai ini. Saat banyupinaruh bersamaan dengan ngembak geni dilaksanakan panglukatan sebagai media menyucikan bhuana agung dan bhuana alit,’’ jelasnya. Upacara yang diselenggarakan Serati Yayasan Pramana Dahyang Subali, Geria Jero Taman Harum, Payangan, Gianyar ini juga sebagai cara untuk meringankan beban umat. Sebab, jika melaksanakan secara perseorangan, biaya yang dikeluarkan cukup besar. ‘’Upacara ini tingkatannya utama. Dengan ini, banyak umat bisa mengikuti. Kami berharap hal seperti ini ke depannya bisa dilaksanakan di tempat lain di seluruh pantai. Semoga bisa memberikan fibrasi positif,’’ ujarnya. Ketua PHDI Bali Prof. I G.N. Sudiana yang hadir di Pura Watu Klotok mengatakan, upacara ini merupakan pelaksanaan keputusan PHDI Pusat tahun 2011 yang kembali dipertegas pada Samuan Sabha Pandita 2015. ‘’Upacara ini adalah panglukatan agung yang ditujukan kepada umat Hindu dan alam semesta serta pembangunan secara mental. Dengan gangga pratistha diharapkan sradha bhakti umat semakin tinggi. Perilaku negatif menjadi positif,’’ sebutnya. Melalui upacara ini, umat juga mendapat sebuah pemahaman bahwa banyupinaruh tidak hanya diisi dengan mandi biasa di laut, namun harus mendapat panglukatan dari sulinggih. Mengingat esensinya sangat penting, PHDI seluruh Bali diharapkan bisa menyelenggarakan upacara ini secara rutin layaknya sapuh leger dan mapandes massal. ‘’Kami harapkan biayanya datang dari pemda,’’ ucapnya. (sos)


OPINI

6

Senin Pon, 19 Maret 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Kemandirian Investasi Krama Bali Tak Jadi Program Unggulan PILKADA serentak akan digelar 27 Juni mendatang. Di Bali ada dua di tingkatan kabupaten (Klungkung dan Gianyar) dan satu untuk tingkat provinsi (Gubernur Bali). Di tiga perhelatan tersebut, ada enam kandidat. Semuanya telah turun ke desa-desa untuk menyampaikan visi-misi dan janji-janji. Ada banyak janji politik yang ditawarkan. Sebagian besar dalam penguatan budaya dan pariwisata Bali. Sedikit sekali yang membahas soal penguatan Bali utamanya daya tawar Bali mewujudkan kemandirian dalam investasi. Padahal kalau kita amati, krama Bali kini tergerus dalam investasi. Home stay yang dulu milik krama Bali telah berubah pengelola. Mereka yang dulu menjadi bos, kini telah banyak menjadi karyawan. Ini dikarenakan krama Bali sudah tak menjadi ‘’pemilik’’ pariwisata Bali. Mereka sudah tidak lagi menjadi tuan di Bali. Investasi telah datang dari Jakarta dan dari daerah lainnya. Mestinya ini menjadi catatan bagi calon pemimpin Bali mendatang. Bukan semata menguatkan budaya dan pariwisata. Kemandirin ekonomi Bali mesti disuarakan. Tak hanya di sektor pariwisata juga pertanian. Budaya memang harus, namun bukan semuanya untuk budaya Bali. Pilkada ini memang luar biasa. Tidak hanya dari sisi jumlah uang yang akan dihamburkan untuk membiayainya, juga daya pikat magis pilkada ini sangatlah luar biasa. Kini sudah pasti, partai politik peserta pilkada akan saling adu strategi. Termasuk dalam politik uang yang dikemas dengan bantuan atau janji-janji untuk membantu setelah terpilih nanti. Karenanya, esensi pilkada jangan sampai berbelok arah. Dalam berbagai tahapan pilkada ini, boleh saja ada keriuhan karena itulah ciri demokrasi. Jangan sampai keriuhan berujung kericuhan. Pilkada bertujuan memilih pemimpin yang baik, yang mampu membangun wilayah lebih baik dari sebelumnya. Pemimpin yang bisa mengayomi masyarakatnya dan pemimpin yang berbuat untuk rakyatnya. Jangan sampai pilkada menghasilkan pemimpin yang korupsi. Pemimpin yang tidak hirau pada rakyat dan pemimpin yang lupa akan janji-janji. Untuk mencegah itu terjadi, masyarakat pemilih haruslah menjaga pilkada agar berintegritas. Berintegritas karena pemilih menjunjung moralitas. Bebas dari intimidasi dan bebas dari iming-iming uang. Demikian pula yang dipilih harus mengedepankan cara-cara yang beretika dalam meraup suara dan menjauhkan diri dari caci-maki dan menjelek-jelekkan lawan. Untuk melahirkan pemilih berintegritas di tengah sikap pragmatis sebagian besar masyarakat, memang sulit. Peran penyelenggara pemilu mengedukasi calon pemilih untuk mengarahkan mereka menjadi pemilih berintegritas adalah yang menentukan. KPU dan pengawas pemilu harus benar-benar mampu menjalankan proses pilkada secara benar dan adil. Jangan sampai muncul protes akibat satu pihak merasa diperlakukan tidak adil. Bila itu terjadi akan sangat berdampak pada kredibilitas penyelenggara pilkada dan hasil yang didapatkan. Di sinilah diperlukan komitmen semua pihak, termasuk masyarakat luas, untuk menciptakan kondisi mengarah pada pelaksanaan pilkada yang jujur, adil, dan damai.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Hindu dalam Pengendalian Diri

Hindu dalam menjalankan ritual keagamaan ada dua hal yang pokok, ritual untuk diri sendiri dan ritual untuk kebersamaan. Ritual kebersamaan misalnya piodalan, sembahyang bersama, ngaben massal dan sebagainya. Di sini melibatkan orang lain dan tidak hanya sendiri. Ritual semacam ini memang perlu diatur. Untuk ngaben atau palebon, mendem misalnya, hindari kala gotongan, semut sedulur dan sebagainya. Piodalan ada waktunya, lalu ada ketentuan bagaimana masuk ke pura dan seterusnya. Adat punya aturan yang harus dipatuhi dalam hal ini. Pemuka agama memberikan pedoman bagaimana yadnya harus dilakukan. Umat wajib mematuhi ketentuan itu. Sementara ibadah untuk diri sendiri sering dimaksudkan sebagai mulat sarira. Ini sangat pribadi sifatnya. Ada berbagai pantangan yang harus dilakukan, namun semuanya itu untuk diri sendiri. Bisa berbeda dengan pantangan yang dijalankan orang lain. Pantangan itu bisa disebut brata atau pula diartikan sebagai pengendalian. Ada brata saat Siwaratri, seperti monabrata, upawasa, dan jagra. Ada brata saat Nyepi, seperti amati lelanguan, amati lelungan, amati geni, dan amati karya. Ada juga yoga, samadhi, namaskaranam dan seterusnya. Banyak lagi jenis ritual untuk diri sendiri. Ritual ini tidak bisa dipaksakan atau diatur pihak lain. Kalau kita tidak mau puasa saat Siwaratri, tidak ada yang melarang. Kalau tidak kuat puasa, silakan makan saja. Tidak perlu karena kita puasa, lalu warung disuruh tutup. Silakan mengendalikan diri, dan jangan mengurus usaha orang lain. Pengendalian diri disebut berhasil justru karena ada tantangan. Kita melakukan puasa dan taat mengendalikan diri seperti tidak makan padahal jelas terlihat ada makanan. Bukan berarti semua makanan harus dihilangkan. Kita melaksanakan amati geni tanpa menyalakan lampu malam hari, bukan berarti harus meminta PLN mematikan listrik. Karena orang lain banyak membutuhkan listrik. Atau kita sendiri juga butuh listrik untuk menyimpan daging di kulkas. Made Budilana Banjar Dinas Tengah, Desa Tejakula, Kec. Tejakula, Kab. Buleleng

Pilkada Bali dan Filosofi Kepemimpinan Gunung Api Indonesia merupakan bagian dari cincin api (ring of fire) dunia. Banyak gunung api yang masih aktif. Bahkan hampir setiap tahun ada gunung api yang erupsi. Erupsi gunung api telah memberikan dampak bagi pengungsi, korban nyawa dan luka-luka. Selain itu juga rusaknya lahan pertanian dan potensi lahar dingin. Namun demikian, erupsi juga membawa berkah bagi keberadaan pasir dan batu serta potensi kesuburan tanah ke depan.

Oleh Tibut Lupiyanto ndonesia memiliki 129 gunung api aktif dan terbanyak se-Dunia (Kementerian ESDM, 2014). Sekitar empat juta orang tinggal di kawasan rawan bencana gunung api. Fenomena gunung api sesungguhnya menunjukkan ayat-ayat Tuhan yang penuh hikmah dan penting untuk diresapi sebagai bahan pembelajaran kehidupan. Salah satunya dalam hal filosofi kepemimpinan. Hal ini penting digali dan diresapi oleh para pemimpin negeri, termasuk calon kepala daerah yang berlaga di Pilkada Bali.

I

Ayat-ayat Gunung Api Hikmah adalah barang hilang yang mesti segera ditemukan, demikian nasihat Ali bin Abi Thalib Ra. Hikmah dapat dipetik dari segala peristiwa dan semua bentuk makhluk. Kemampuan memetik hikmah tergantung pada kemampuan pembacaan. Tuhan mewajibkan umat manusia untuk selalu membaca, baik kitab suci maupun alam semesta. Setiap pihak dapat membaca ayat-ayat yang ditunjukkan gunung api melalui aktivitasnya. Gunung api tidak pernah ingkar janji. Misalnya Gunung Merapi yang berjanji

akan menjadi gunung api teraktif. Data dan sejarah menunjukkan Gunung Merapi memiliki siklus erupsi alamiah sekitar 4-5 tahun. Semua janji gunung api selalu ditepati. Gunung api tidak lelah dalam memberi. Kembali kasus Merapi membuktikan bahwa erupsi tahun 2010 telah memberikan material pasir dan batu mencapai 92,3 juta m3 (Hadmoko, 2011). Material tersebut akan habis diangkut sekitar 15 juta truk. Seandainya retribusi dapat dipungut sebesar 50 ribu per truk, maka potensi ekonominya adalah 750 Miliar. Abu vulkanik yang dihembuskan dari letusan gunung api juga menjadi faktor penting penyubur tanah. Selanjutnya Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang hingga kini terus aktif erupsi. Gunung Sinabung perdana mengeluarkan asap dan abu vulkanis pada 27 Agustus 2010. Selanjutnya mengeluarkan lava pada 29 Agustus 2010. Akibatnya, sebagian Kota Medan terselimuti abu dan satu orang dilaporkan meninggal dunia karena gangguan pernapasan. Guguran lava pijar dan semburan awan panas masih terus terjadi sampai 3 Januari 2014. Mulai tanggal 4 Januari 2014 terjadi rentetan kegempaan, letusan, dan luncuran awan panas

terus-menerus sampai hari berikutnya. Hal ini memaksa tambahan warga untuk mengungsi, hingga melebihi 20 ribu orang. Pada minggu terakhir Januari 2014, 14 orang ditemukan tewas dan tiga orang luka-luka terkena luncuran awan panas ketika sedang mendatangi Desa Suka Meriah,Kecamatan Payung yang berada dalam zona bahaya I. Gunung api terakhir yang erupsi adalah Gunung Agung di Bali. Sejak tahun 1963, status gunung ini dipatok Aktif Normal. Kini aktivitas vulkanik Gunung Agung kembali meningkat. Status Gunung Agung sempat dinaikan menjadi level IV atau awas pada Oktober 2017. Zona merah diperluas menjadi radius 9 Km dan zona sektoral ke arah utara, timur laut, tenggara, selatan dan barat daya sejauh 12 km. PVMBG melaporkan bahwa gunung dengan ketinggian 3.142 mdpl ini pernah empat kali meletus sejak tahun 1800. Erupsi terjadi pada tahun 1808, 1821, 1843, dan terakhir adalah 1963. Erupsi terakhir tersebut terjadi sejak tanggal 18 Februari 1963, dan berakhir pada 27 Januari 1964. Erupsi bersifat magmatis. Erupsi dahsyat Gunung Agung yang berlangsung dua kali dalam satu periode letusan. Erupsi 1963 ini menimbulkan korban 1.148 orang meninggal dan 296 orang luka-luka. Gunung api tidak pernah berdiam diri. Aktivitas vulkanik tidak mengenal jeda. Daryono (2010) memaparkan bahwa beberapa faktor yang membuat gunung api sangat aktif, di antaranya adalah kondisi aktivitas seismik (kegempaan) dan tektonik regional. Filosofi Kepemimpinan Bangsa ini akan melakukan suksesi kepemimpin baru melalui Pilkada 2018

dan Pemilu 2019. Rakyat berharap pemimpin yang dihasilkan akan memiliki karakter kuat dan visioner. Karakter kepemimpinan dapat diresapi dari ayatayat yang diajarkan gunung api. Pertama, pemimpin mesti menepati janji. Setiap pesta demokrasi rakyat selalu disuguhi janji-janji politik. Janji dalam kampanye adalah keniscayaan, tetapi jangan sampai hanya angin surga. Kristiadi (2014) menyampaikan bahwa janji politik merupakan etika sosial dan bagian dari peradaban. Kini saatnya menanti segala janji dan menuntut implementasinya. Kedua, pemimpin mesti total melayani. Esensi memimpin adalah melayani. Pemimpin mesti siap 24 jam dalam melayani rakyat. Kepentingan rakyat mesti didahulukan di atas kepentingan pribadi, keluarga, parpol, ormas, dan lainnya. Rakyat berhak menuntut pelayanan prima pemimpinnya. Ketiga, pemimpin mesti aktif dan dinamis. Dinamika kepemimpinan menjadi faktor penting menuju keberhasilan pengelolaan. Pemimpin mesti handal dan dibanggakan dalam mengelola internal dan berkomunikasi dengan eksternal. Keempat, pemimpin mesti tanggap dan sigap. Bencana terus mengintai bangsa ini. Pemimpin penting memiliki visi ekologi dan kebencanaan. Bencana antropogenik mesti bisa diminimalisasi. Bencana alam juga mesti sigap dikelola agar tidak banyak memakan korban. Pemimpin, baik di eksekutif dan legislatif penting membuktikan diri sebagai pemimpin sejati. Kita tunggu kemampuan pemimpin memetik hikmah di balik ayatayat gunung api. Rakyat berhak menilai dan mengawasi. Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)

Mewaspadai Bahaya Laten Politik Dinasti MASYARAKAT politik, terutama yang akan menggunakan hak pilihnya pada pemilihan kepala daerah (pilkada) sudah saatnya bersikap kritis dan cerdas. Ada beberapa hal yang patut kita waspadai, di antaranya bahaya laten politik dinasti yang rentan praktik korupsi. Fakta telah berbicara, bahwa hampir sebagian besar kepala daerah yang lahir dari rahim politik dinasti bermasalah. Mereka banyak yang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tak sedikit pula yang akhirnya dijebloskan ke bui karena terbukti korupsi. Salah satu kasus ialah Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian yang telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka penerimaan suap izin proyek pengadaan di dinas setempat. Yan Anton diketahui merupakan anak dari Bupati Banyuasin, Sumatra Selatan terdahulu. Tentunya banyak kasus lainnya dari politik dinasti yang tersandung hukum dan masuk dalam pusaran korupsi Selain itu, kasus tertangkapnya Bupati Klaten, Jateng, melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komini Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin menegaskan bahwa politik dinasti rawan korupsi. Padahal kita tahu suami Hartini yakni Haryanto Wibowo merupakan Bupati Klaten periode 2000-2005.

Oleh Casrinah Hartini juga pernah menjadi Wakil Bupati periode 2010-2015 mendampingi Sunarna, Bupati periode 2010-2015. Wakil Bupati Klaten 2016-2021 Sri Mulyani adalah istri Sunarna. Bisa disimpulkan hampir dua dekade Kabupaten Klaten terlilit oleh praktik politik dinasti. Fakta ini meneguhkan bahwa praktik politik dinasti sangat identik dengan korupsi dengan segala variannya. Selain korupsi, bahaya dari politik dinasti ialah regenerasi kepemimpinan di daerah juga dianggap gagal, reformasi dari partai politik terhenti, dan terjadi anomali-anomali lainnya dalam demokrasi. Tentunya kita tak ingin misi suci dan mulia dari demokrasi ini ternodai atau tercederai oleh praktik politik dinasti yang latah dilakukan oleh kepala daerah (incumbent). Karenanya, sebagai masyarakat politik yang cerdas harus menyatakan tolak politik dinasti. Ada beberapa penyebab mengapa politik dinasti ini berbahaya dan harus diwaspadai. Sebagaimana diungkapkan oleh Donal Fariz, Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Bidang Politik, bahwasanya politik dinasti bisa memicu praktik korupsi

karena penerus kepemimpinan di daerah tersebut mewarisi link atau jaringan politik yang membutuhkan biaya besar untuk merawatnya. Dan potensi pejabat daerah terlibat korupsi karena harus membiayai jaringan politik tersebut. Mengingat sangat mengkhawatirkan bahaya laten dari politik dinasti ini, sudah saatnya di momentum menjelang Pilkada 2017 ini terus disosialisasikan kepada masyarakat terkait dampak buruk politik dinasti. Untuk mencegah praktik politik dinasti yang marak di daerah-daerah tanah air, tentu membutuhkan sinergisitas antara pemerintah, partai politik, masyarakat, dan elemen politik terkait. Pemerintah harus bertindak tegas apabila menemukan praktik politik dinasti. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu ataupun tebang pilih. Janganlah sampai praktik politik dinasti dibiarkan menjalar. Siklus hidupnya harus dipotong dan diberantas dengan tuntas. Perlu penataan kembali perundangundangan partai politik dan mekanisme pilkada. Partai politik sebagai mesin pencetak atau pengkader kepala daerah juga harus bersikap fair.

Dalam hal ini perlu adanya manajemen pengkaderan yang serius. Minimal orang yang akan dicalonkan sebagai kepala daerah sudah menjadi kader parpol dalam kurun waktu tertentu. Dan yang paling penting tentunya calon tersebut memiliki kompetensi untuk menjadi kepala daerah. Itu artinya, dalam memilih calon secara profesional dan tidak sembarangan. Sebab, ada fenomena saat ini calon kepala daerah yang dipilih hanya berdasarkan pamor atau statusnya sebagai selebriti untuk mendulang suara. Masyarakat juga harus peka dan cerdas dalam menggunakan suaranya di Pilkada 2018 nanti. Jangan mudah diiming-imingi rupiah, lalu rela menggadaikan suaranya. Perlu diingat, satu suara di pilkada sangat berharga untuk menentukan nasib daerahnya ke depan. Kita tentu sadar bahwa politik dinasti memiliki bahaya laten terjadinya praktik korupsi yang dapat menghambat pembangunan. Sudah saatnya kita menjadi pemilih yang cerdas untuk berusaha mewujudkan pilkada yang bersih dan bermartabat, sehingga dihasilkan para pemimpin daerah yang berkualitas.

POJOK Mantan napi terorisme jadi ‘’pasukan’’ kontraradikalisme. - Perlu ‘’uji coba’’. *** Kata Ketua DPR, perlu dicontoh keseimbangan yang dilakukan umat Hindu. - Sudah teruji ya? *** Arus balik pascaNyepi, ribuan orang antre di Pelabuhan Ketapang. - Takut sepi ya?

Penulis, Dewan Penasihat Sekolah Menulis ‘Kolong Langit Indonesia’ dan Pemerhati Literasi Informasi Perempuan

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Senin Pon, 19 Maret 2018

Pura Catur Buana Sambat See Di-’’pelaspas’’

SOSOK Tender ”Online”, Cegah Kongkalikong PELELANGAN proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah kini dilaksanakan Unit Layanan Pengadaan Jasa dan Barang (LPJB). Mekanisme yang harus dilakukan oleh rekanan saat ini mengajukan penawaran proyek barang maupun jasa harus secara online. Tender secara online sengaja difasilitasi lembaga pengadaan, tujuannya untuk mencegah adanya kongkalikong. Bahkan bagian LPJB Setda Tabanan kini tengah mengupayakan agar petugas seminimal mungkin bertemu dengan rekanan. Kepala Bagian LPJB Tabanan I Wayan Arimbawa belum lama ini menyebutkan, pihaknya memang menciptakan sistem pengadaan barang dan jasa yang lebih praktis dan lebih cepat. Dengan adanya pendaftaran atau pengajuan penawaran oleh rekanan dengan online, maka dipercaya dapat mengurangi adanya kontak antara rekanan dengan petugas. “Dengan sistem yang ada, kami memang berupaya meminimalisir pertemuan antara petugas di LPJB dengan rekanan,” ungkap Arimbawa. Pertemuan antara rekanan dengan petugas hanya terjadi ketika dilakukan verifikasi kelengkapan persyaratan yang dimiliki rekanan, kemudian dicocokkan dengan yang sudah didaftarkan secara online. Bahkan ke depan, tatap muka antara petugas dengan rekanan bisa dinihilkan sehingga dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti adanya lobi-lobi. “Semakin sedikit bertatap muka, maka akan semakin baik,” tegasnya. Diakui, proses pengadan sangat rawan terjadinya kongkalikong. Pihaknya tidak ingin hal itu terjadi di Tabanan. Setiap rekanan maupun petugas harus mengikuti atauran yang ada dalam pengadaan barang dan jasa, karena itu diwajibkan via online. Apalagi hal ini menjadi pantauan khusus aparat berwajib termasuk KPK, sehingga pihaknya berusaha mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. “Petugas di Pokja juga rencananya akan dirolling,” sebutnya. Diharapkan dengan sistem ini akan membuat proses pelelangan maupun pengadaan barang dan jasa dapat berlangsung sesuai aturan. Terpenting lainnya transparansinya dapat dipertanggungjawabkan. (bit)

Bali Post/kmb28

BANYUPINARUH - Suasana Banyupinaruh di Pantai Kedungu, Kecamatan Kediri.

Ribuan Umat Hindu Banjiri Pantai untuk Banyupinaruh

Tabanan (Bali Post) Sehari setelah hari suci Saraswati, Sabtu (17/3), umat Hindu di Bali menyambut hari suci Banyupinaruh. Lumrahnya, saat Banyupinaruh masyarakat merayakan dengan cara mendatangi pesisir pantai untuk mandi di laut. Tujuannya tiada lain melakukan upacara pangelukatan atau membersihkan diri, memohon penyucian tirtasanjiwani dari Dewa Baruna yang dipercaya ber-sthana (berdiam) di laut. Prosesi Banyupinaruh pada Minggu (18/3) kemarin juga relatif padat. Ribuan warga nunas pangelukatan Banyupinaruh di laut. Warga Tabanan sejak pagi sudah tumpah ruah memadati sejumlah areal pantai seperti Tanah Lot, Kedungu dan juga Yeh Gangga. Warga mulai datang sejak pukul 06.00 Wita. Bahkan tampak pula sejumlah petugas pengamanan yang sengaja diterjunkan pihak kepolisian serta lifeguard (petugas penyelamat pantai-red). Seperti yang tampak di pantai Kedungu, Kecamatan Kediri dan juga Pantai Yeh Gangga. Selain Tanah Lot, di dua pantai ini rupanya menjadi tempat prioritas yang dikunjungi warga Tabanan saat upacara Banyupinaruh. Selain karena ombaknya yang tenang. Jarak kedua pantai itu relatif dekat. Bisa jadi karena alasan itu, kedua pantai itu menjadi pantai favorit bagi warga. Perbekel Belalang I Wayan Jona mengatakan, memang sudah menjadi tradisi saat Banyupinaruh ini ribuan warga Tabanan datang silih berganti dari pagi hingga sore hari di kawasan Pantai Kedungu ini.

“Bahkan jam tujuh pagi sudah mulai ramai. Warga masih ramai di pantai ini, bahkan hingga sore hari,” terangnya. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sejumlah petugas dari pihak kepolisian dan dari desa setempat, juga kerap memberikan imbauan bagi pengunjung agar tidak bermain terlalu ke dalam. Disinggung tingkat kunjungan wisata diluar liburan hari raya. Jona menambahkan, para wisatawan baik itu domestik maupun mancanegara sangat menyukai panorama di pantai Kedungu ini. Banyak kegiatan mereka dapat dilakukan dengan elegan di sini. Seperti olahraga pantai surfing, selain menikmati deburan ombak pantai Kedungu. Namun tidak sedikit wisatawan asing berjemur dan bersantai di objek wisata ini. Pantai Kedungu ini memiliki hamparan pasir warna hitam yang lembut. Di sekelilingnya ada pemandangan persawahan nan hijau. Hal ini lah yang membuat panorama di Pantai Kedungu ini terlihat sangat indah. “Rencananya Dinas Pariwisata Kabupaten akan mengajak tim google ke tempat kami. Entah bagaimana

Kantongi 360.374 Pemilih Sementara Pemilih di Tabanan Dominan Perempuan

Jumlah pemilih sementara di Kabupaten Tabanan tercatat 360.374 orang. Data tersebut dilansir Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan melalui Komisioner Bidang Data I Wayan Sutama. Kenapa persentase data pemilih sementara didominasi perempuan. Apakah ada hal unik dari daerah lumbung beras di Bali ini? SETELAH melalui proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) ke lapangan, pihak Komisioner Bidang Data KPU Tabanan kemudian menetapkan jumlah pemilih sementara sebanyak 360.374 orang. Wayan Sutama mengatakan, jumlah pemilih perempuan tercatat 182.687 orang. Jumlahnya memang lebih banyak dari pemilih laki-laki yang hanya 177.650 orang. “Data ini selanjutnya akan kita laporkan ke KPU Bali,” ucap Wayan Sutama. Adapun jumlah DPS-nya sudah mencapai 305.688 orang. Hal itu sudah terdaftar di sistem data pemilih (Sidalih) KPU. Karena itu, saat ini yang masih tersisa 54.659 orang. “Segera akan kami umumkan 24 Maret mendatang kepada masyarakat. Kami nantinya menempel pengumuman itu di tempat strategis, selain balai banjar. Itu sangat penting, agar masyarakat bisa mengecek nama-nama mereka, apakah sudah masuk atau belum di DPS,” ucapnya. DPS tersebut nantinya akan dimumkan by name by address. Artinya, di DPS akan tercantum nama pemilih berikut alamat pemilih. “Jika saat dicek belum tercantum, masyarakat bisa melapor ke PPS di desa agar nama mereka kemudian didata,” sebutnya. Sementara itu, bagi PPS pengumuman DPS ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengecek data pemilih secara benar. Setiap ada perubahan juga akan dicatat. Sebab, berpeluang adanya penambahan pemilih utamanya yang belum terdaftar akan masuk daftar. Dan juga tidak menutup kemungkinannya pula jumlah pemilih berkurang, akibat meninggal

dunia atau pindah alamat atau sudah menjadi TNI/Polri sehingga tidak memiliki hak pilih lagi. “Setiap perubahan yang terjadi dicatat PPS dilaporkan ke PPK dilanjutkan ke KPU Kabupaten dan seterusnya agar daftar pemilih nantinya sesuai kondisi riil di lapangan dan tidak ada pemilih yang tercecer,” tandasnya. Dengan data DPS yang ditetapkan menunjukkan jumlah pemilih di Tabanan mengalami penurunan. Data pemilih saat pemilihan bupati dan wakil bupati (pi-

bup) tahun 2015 lalu, tercatat 371.778 orang jumlah pemilihnya. Sementara data pemilih yang tercantum dalam DPS sebanyak 360.347 orang atau berkurang sekitar 11.431 orang. Terkait temuan pemilih yang belum memiliki e-KTP sebanyak 3.474 orang, Sutama menambahkan, kalau angka itu hasil dari coklit yang dilakukan di lapangan. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabanan.

“Itu sudah ditindaklanjuti Disdukcapil, dengan melakukan perekaman dan sudah direkam sekitar 1.500 orang dari daftar yang kami kirim,” sebutnya. Diakui, Disdukcapil Tabanan sudah sangat proaktif untuk melakukan pendataan sekaligus perekaman e-KTP sekaligus menerbitkan surat keterangan (suket) sebagai bukti telah melakukan perekaman. Namun, diakui ada sejumlah masyarakat yang memang tidak mau melakukan perekaman, meski petugas Disdukcapil sudah datang. (bit)

jadwalnya diundur karena sesuatu hal, semoga saja mereka bisa segera datang untuk mengekspos perkembangan potensi kawasan pantai di desa kami,” terangnya. Tidak jauh beda dengan suasana padat merayap di pantai Kedungu, yakni kawasan terkenal pantai Tanah Lot juga menjadi incaran warga untuk kegiatan penyucian diri (Banyupinaruh - red). Tempat paling disukai, khususnya di dekat area pura luhur Tanah Lot sendiri. Hanya saja untuk di Tanah Lot dibatasi sampai jam 09.00 Wita saja. Alasannya, setelah jam itu air laut mulai pasang relatif besar. Manager DTW Tanah Lot, Toya Adnyana mengatakan kunjungan yang mencapai ribuan wisatawan membuat pihaknya meningkatkan pengamanan terutama menutup beberapa lokasi disebabkan air pasang. Polisi air dari Polres Tabanan dan penjaga pantai juga ikut disiagakan saat air pasang. “Kami selalu berupaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung,” kilahnya. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) – Pura Catur Buana Sambat See di-pelaspas dengan upakara pacaruan dan juga prosesi tradisi lainnya pada Minggu (18/3) kemarin. Prosesi pamelaspasan pura yang ada di Banjar Pakraman Sambat See, Desa Pakraman Mambang Gede, Desa Mambang Kecamatan Selemadeg Timur dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Pada kesempatan itu Wabup memberikan apresiasi atas semangat kerja keras dan gotong royong masyarakat Banjar Sambat See, Desa Mambang, Selemadeg Timur. “Saya apresiasi masyarakat Banjar Sambat See terus pupuk semangat persatuan dalam hal apapun. Dengan bersatu bukan saja berakhir secara baik juga dapat dikomunikasikan dengan baik kepada pemerintah,” ungkapnya. Ketua Panitia karya I Nengah Pancayasa mengatakan Pura Catur Buana baru selesai direnovasi. Pemugaran pura ini menghabiskan biaya sekitar Rp 150 juta. Pura ini di-empon oleh 172 KK. Untuk puncak upacara dikatakan jatuh hari ini Senin, 19 Maret 2018. “Upacara ini menghabiskan biaya sekitar 150 juta rupiah,” jelasnya. Pada kesempatan itu Wabup Sanjaya juga mengaturkan punia yang diterima oleh panitia karya setempat. Upacara diakhiri dengan melakukan persembahyangan bersama. (kmb28)

Bali Post/kmb28

PAMELASPASAN PURA - Wabup saat menyerahkan punia dalam acara pamelaspasan Pura Catur Buana Sambat See.

Telepon Penting tabanan Polres Tabanan

0361-812519

Polsek Kediri

0361-812280

Polsek Marga

0361-8946155

Polsek Kerambitan

0361-8943991

Polsek Selemadeg

0361-8943669

Polsek Pupuan

0362-71110

Polsek Penebel

0361-819194

Mental Terganggu, Merta Gantung Diri

Tabanan (Bali Post) Sehari setelah hari raya Nyepi yang berbarengan dengan hari raya Saraswati, masyarakat tumpah ruah memadati pantai. Seperti biasanya, warga melaksanakan penyucian diri atau lebih dikenal dengan Banyupinaruh. Namun, disaat ribuan umat memadati sejumlah pantai, warga Banjar Tegal, Nyitdah, Kecamatan Kediri, Minggu (18/3) kemarin justru dikagetkan kasus gantung diri di sebuah kandang lahan kapling milik I Wayan Sarna, warga banjar setempat. Seorang pria yang nekat gantung diri itu diketahui kemudian bernama

I Wayan Merta Adnyana (37). Korban ditemukan tergantung dalam kondisi telanjang bulat. Kejadian ini pertama kali dilihat oleh sejumlah warga yang tengah melintas di dekat areal itu sekitar pukul 07.30 Wita. Sebelumnya saksi yang bekerja sebagai buruh yang juga pemilik ladang itu melihat korban sudah tergantung. Korban tergantung dengan seutas tali plastik, diduga sudah dalam kondisi meninggal. Anehnya, korban tidak memakai pakaian sama sekali alias telanjang bulat. Kaget melihat hal itu, Sarna pun langsung melaporkan peristiwa gantung diri itu

ke Polsek Kediri guna dilakukan tindakan petugas kepolisian lebih lanjut. Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Putu Oka Suyasa saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kasus gantung diri di setwilkum Polsek Kediri. Dari keterangan sejumlah saksi, korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran memiliki keterbelakangan mental. “Diduga korban memiliki keterbelakangan mental, sehingga tidak bisa mengontrol pikirannya dengan baik, sehingga ketika ada masalah maka muncul frustrasi dan ujung-ujungnya nekat gantung diri,” ucapnya. (kmb28)


KARANGASEM

8

Senin Pon, 19 Maret 2018

Amankan Nyepi

Pecalang Perlu Pedoman Bersama

Amlapura (Bali Post) Pelaksanaan Catur Brata Panyepian, Sabtu (17/3) lalu, di Karangasem berlangsung aman dan lancar. Pengamanan oleh jajaran kepolisian, TNI hingga pecalang juga berjalan baik. Tetapi, persoalan sedikit terjadi pada warga yang dalam keadaan darurat harus pergi ke rumah sakit. Sebab, beberapa warga saat perjalanan menuju rumah sakit mengeluh mendapat perlakuan berbeda-beda dari pecalang masing-masing desa adat yang dilalui, sehingga terkesan dipersulit. Dalam situasi darurat, warga yang hendak ke rumah sakit ada yang dibiarkan lewat begitu saja. Ada pula yang dimintai surat pengantar dari klian banjar dinas asal warga tersebut. Namun, ada pula yang disuruh balik pulang karena tak dilengkapi surat pengantar atau surat pernyataan dari rumah sakit. Walaupun sudah disampaikan, terpaksa menerobos penjagaan Nyepi karena situasi darurat harus ke rumah sakit. ‘’Namanya situasi darurat, masak harus mengurus surat pengantar dari kadus dulu biar bisa ke rumah sakit. Ini kan Nyepi, mana ada pelayanan administrasi buka. Apa tidak cukup permakluman saja. Atau diantarkan saja langsung ke rumah sakit, kan lebih humanis,’’ keluh salah satu warga Made B. Mandra, Minggu (18/3) kemarin. Dia mengaku dalam perjalanan menuju rumah sakit itu melewati empat pos pecalang dari empat desa adat yang berbeda. Pos pertama, dia mengaku dibiarkan lewat. Sementara di pos kedua, pecalang memintanya menunjukkan surat pengantar kadus. Lantaran tidak membawa, dia diminta kembali pulang oleh pecalang di sana. Beruntung, pecalang dari pos pertama kemudian membantu dan juga mengawal langsung menuju rumah sakit. ‘’Sebelumnya, sewaktu pulang dari rumah sakit, saya juga sempat dihentikan di pos keempat dan pos ketiga. Waktu saya sampaikan permakluman, dalam situasi darurat harus mengambil obat, makanan dan perlengkapan lain untuk istri yang sedang sesak napas di rumah sakit. Pecalang setempat waktu itu memahami dan memberikan jalan. Cuma di pos kedua, setelah balik dari rumah menuju rumah sakit dimintai surat pengantar, surat keterangan rumah sakit,’’ jelasnya. Sayangnya, warga ini menolak menyebut pos-pos pecalang yang dimaksud. Dengan pertimbangan agar tidak menimbulkan kegaduhan baru, pascamelaksanakan catur brata panyepian. Tetapi, warga ini mendorong agar adanya pedoman bersama di internal pecalang dalam menyikapi situasi seperti ini. Sehingga ke depan bisa disikapi lebih bijak, tanpa merusak esensi Nyepi itu sendiri. Bila perlu, pedoman bersama tersebut disosialisasikan kepada masyarakat di seluruh desa adat lebih dulu, agar paham dan tidak bermasalah di tengah jalan di dalam situasi darurat. Tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat seperti itu. ‘’Saya berharap persoalan ini bisa disikapi bersama, agar pecalang ke depan bisa lebih bijak dalam situasi darurat,’’ tegasnya. Sekretaris Pecalang Kabupaten Karangasem Wayan Widyanata dimintai tanggapannya soal ini, jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan pengamanan sudah ditekankan, pecalang selain mengamankan situasi, pecalang juga mesti membantu yang dalam keadaan emergency seperti ada yang sakit, bukan malah mempersulit. Soal harus ada surat pengantar atau tidak, itu kembali kepada kebijakan masing-masing desa adat. Kalau memang dirasa perlu (tidak dalam situasi darurat), menurutnya, yang mengeluarkan seharusnya bukan kadus, tetapi dari desa adat yang ditandatangani klian desa adat dan penyarikan. ‘’Pecalang itu lembaga milik desa adat, bukan desa dinas. Apa hubungannya sama kadus? Kalau darurat, permakluman saja sudah cukup. Tetapi, karena darurat, sebaiknya diantar pecalang dari desa asal warga itu, untuk memudahkan komunikasi dengan para pecalang dari desa adat lainnya,’’ katanya. Ke depan, menurutnya, ini memang perlu dipikirkan bersama, sehingga ada kesamaan pemahaman di antara pecalang masing-masing desa adat. Sekretaris MMDP (Majelis Madya Desa Pakraman) Karangasem I Gede Krisna Adi Widana menambahkan, sebelum pecalang bertugas mengamankan Nyepi, dia mestinya memegang mandat dari klian desa adat, akan mengamankan prosesi Nyepi selama 24 jam. Jadi, dengan begitu bisa dipastikan bahwa yang bertugas beneran pecalang yang mengerti tugas dan wewenangnya, atau hanya pecalang siluman. (kmb31)

Telepon Penting kARANGASEM Polres Karangasem Penjagaan Polres Polsektif Karangasem Polsek Kota Polsek Manggis Polsek Rendang Polsek Selat Polsek Abang Polsek Kubu Polsek Sidemen Polsek Bebandem Polsek Candidasa Polsek KP3 Padangbai Radio Suara Widya Besakih (SWIB) Koperasi Krama Bali Cab. Karangsem PMI PDAM0 PLN BPBD/ESR Badan SAR Pemadam Kebakaran URD RSUD RSUD SMAN 1 Amlapura SMAN 2 Amlapura

0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363

21220 23222 21167 41768 23082 24187 23330 22988 21709 22110 41677 41388

0363

21791

0363 0363 363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363

2710050 21789 21363 21711 22173 21135 21113 21011 21470 21152 21254

Bali Post/gik

MAPUJA - Ida Pedanda Dwija Nugraha dari Geria Budakeling saat mapuja di lokasi ritual ajengan tawur.

Ritual ’’Tawur Tabuh Gentuh’’ di Besakih

”Nyomia Bhutakala”, Ciptakan Keharmonisan Alam MENJELANG pelaksanaan catur brata panyepian, selalu dilaksanakan ritual Tawur Tabuh Gentuh di Bencingah Pura Basukihan, Pura Agung Besakih yang digelar, Jumat (16/3) lalu. Tujuannya untuk nyomia bhutakala, agar tercipta keharmonisan alam. Pada akhir pelaksanaan ritual ini, pamedek yang sudah selesai sembahyang bersama, tiba-tiba menyerbu tempat ritual di Bencingah Pura Basukihan. Mereka ternyata berebut ajengan tawur dan tirta. Bagaimanakah esensi prosesi ritual Tawur Labuh Gentuh itu? Pemangku dan petugas kewalahan melayani serbuan ribuan pamedek yang berebut ajengan tawur dan tirta. Apalagi umat itu datang dari berbagai daerah di Bali. Karena umat membludak, maka dalam sekejap, ajengan tawur yang berwarna-warni itu pun ludes. Ajengan tawur itu dibagibagi kepada pamedek lengkap dengan tirta-nya. Pamedek rela saling dorong. Karena itu banyak yang terhimpit di tengah kerumunan warga untuk memperoleh lungsuran ajengan tawur itu. Walaupun hanya memperoleh sedikit, sekitar

segenggam tangan saja, para pamedek ini sudah nampak lega. Anugerah itulah sebagai bekal mereka pulang ke rumah masing- masing. Keyakinan krama Bali, ajengan tawur ini sangat berguna sekali utamanya untuk nyomia bhutakala di pekarangan rumah, sebelum memasuki pelaksanaan catur brata panyepian. “Yang penting sudah dapat sedikit, nanti dicampur nasi tawur di rumah. Setelah itu baru disebar di pekarangan,” kata salah satu pamedek Ni Luh Widiani. Salah satu pemangku di Pura Agung Besakih, Jro

Mangku Suyasa, mengatakan ajengan tawur ini sebelum menjadi rebutan pamedek sudah dicampur dengan berbagai macam campuran. Setelah itu dikumpulkan jadi satu di satu tempat. Sebelum dipakai sarana ritual, Ida Pedanda Dwija Nugraha dari Geria Budakeling, Karangasem mapuja di sekitar lokasi tempat ajengan tawur itu ditempatkan. Jro Mangku Suyasa, menegaskan, ajengan tawur ini akan menjadi bhutahita lebih dulu, kemudian setelah prosesi ritual, itu berubah dari bhutahita menjadi dewahita. Ajengan tawur dari proses ritual Tawur Tabuh Gentuh inilah, selanjutnya disebar ke seluruh desa adat di Bali. Kemudian diteruskan lagi dibagikan ke rumah-rumah warga untuk ditaburkan di pekarangan rumah. Tujuannya, nyomia bhutakala yang juga ada di masing-masing pekarangan rumah menjadi bhutahita, sehingga memberikan keselamatan dan kerahayuan saat

catur brata panyepian. “Seharusnya jangan sampai rebutan. Sebab, kalau mengambil ajengan tawur yang masih dalam bentuk bhutahita, justru tidak baik. Sebaiknya biarkan dulu ritualnya hingga menjadi dewa hita, sehingga pemanfaatannya tepat guna,” kata Jro Mangku Suyasa. Melihat antusiasnya krama atau pamedek berebut ajengan tawur ini, petugas setempat dan para pemangku mulai memikirkan cara terbaik membagikannya. Sebab banyak pamedek lain justru tidak kebagian ajengan tawur. Bahkan, ada yang dari jauh, khusus datang ke Besakih untuk memperoleh ajengan tawur, nyaris tidak dapat. Sebaiknya ke depan, menurut Jro Mangku Suyasa, sistem pembagiannya akan diubah, dimana krama akan diminta melakukan persembahyangan di luar areal lokasi ritual. Sehingga, ajengan tawur itu nantinya akan dibagikan setelah selesai proses persembahyangan.

“Di dalam nanti biar pemangku dan petugas saja,” katanya. Ajengan tawur ini menjadi rebutan warga, karena mereka sudah tahu manfaatnya. Jadi, setiap ritual Tawur Tabuh Gentuh menjelang catur brata panyepian itu pamedek yang tangkil pasti berebut nasi tawur dengan tirta-nya juga. Tiap tahun jumlahnya makin banyak. Sehingga, nanti akan dipikirkan cara pembagiannya agar tidak sampai berebut dan pamedek lain tak kecewa karena tidak dapat ajengan tawur. Pelaksanaan Tawur Labuh Gentuh ini dilangsungkan mulai pukul 09.00 Wita, bertepatan pangerupukan. Upacara di-puput tiga sulinggih sekaligus yakni Shiva, Buda dan Bujangga. Mereka, antara lain Ida Pedanda Abah dari Geria Akah Klungkung (Shiva), Ida Pedanda Dwija Nugraha dari Geria Budakeling (Buda) dan Ida Rsi Ari Dantam dari Geria Tumbak Bayu Badung (Rsi Bujangga). (gik)

Jalur Kubu Rawan Banjir

Dewan Harus Bersuara agar Proyek Terealisasi Amlapura (Bali Post) –

Banyak titik ruas jalan Amlapura-Singaraja di wilayah Kecamatan Kubu sekaligus berfungsi juga sebagai pelintasan air. Kondisi itu kerap menjadi masalah besar. Pasalnya, titik jalan itu berada pada badan sungai yang kerap diterjang banjir bandang. Ironisnya, saat banjir bandang itu tidak pelak juga membawa serta material lumpur dari lereng Gunung Agung. Seperti pada ruas jalan di alur Sungai Tukad Dalem, Banjar Pilian, Desa Tianyar Timur. Jalan di sini menjadi langganan banjir malah ketika tidak hujan deras sekalipun. Kejadian terakhir pada Kamis (15/3) sore lalu banjir bandang terjadi di sana. Peristiwa itu membuat kendaraan tidak berani melintas. Otomatis, lalu lintas jalur AmlapuraSingaraja yang sedang padat oleh warga yang hendak pulang kampung menyambut Nyepi itu menjadi macet total. Sesungguhnya Pemkab Karangasem sudah punya solusi mengatasi permasalahan tersebut. Caranya, mau tidak mau harus dibangun jembatan pada titik pelintasan air tersebut. Usulan penanganan

ke pemerintah pusat juga sudah disampaikan, mengingat ruas jalan Amlapura-Singaraja itu merupakan jalan negara. Sayangnya sampai saat ini belum ada tanda-tanda penanganan bersifat permanen, yang akan segera direalisasikan. ‘’Ketika terjadi banjir, kita hanya bisa mengimbau pengendara agar tetap bersabar menunggu air banjir itu surut,’’ ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Karangasem I.B. Ketut Arimbawa, Minggu (18/3) kemarin. Pihaknya mengatakan sejauh ini hanya imbauan seperti itu yang bisa dilakukan. Untuk penanganan terhadap akar permasalahannya, pihaknya berharap semua

POHON TUMBANG - Personel BPBD Karangasem mengevakuasi pohon tumbang di wilayah Bukit Sanghyang Ambu, Minggu (18/3) kemarin. komponen masyarkat ikut menyuarakannya, terlebih para wakil rakyat baik yang duduk di DPRD Karangasem maupun DPRD Bali serta Pusat. ‘’Semoga dari Kementerian PU segera ada solusi. Sebab, titik pelintasan air itu rutin kebanjiran,’’ ujarnya. Selain titik jalan yang berfungsi sebagai pelintasan air di Kubu, ruas jalan di Bukit Sanghyang Ambu, Desa Bugbug,

Kecamatan Karangasem juga rawan memicu kemacetan. Arus lalu lintas di wilayah tersebut sering dihadang pohon tumbang di samping runtuhan material dari atas bukit. Minggu pagi kemarin sekitar pukul 06.30 Wita personel BPBD Karangsem sudah disibukkan evakuasi pohon tumbang. Pohon tumbang itu tidak pelak sempat memacetkan lalu lintas Amlapura-Candidasa dan

sebaliknya. Anggota DPRD Karangasem asal Kubu, I Nyoman Musna Antara, mengatakan kedua ruas jalan yang kerap diganggu macet itu merupakan jalan negara. Pihaknya juga berharap pemerintah pusat segera melakukan penanganan mengingat kedua ruas jalan itu fungsinya sangat vital sebagai jalur evakusi. (kmb)

Bupati Mas Sumatri Motivasi Tukang ’’Suun’’ PARA tukang suun (buruh panggul – red) pasar pasar tradisional dikumpulkan di rumah kediaman Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri di Jero Subagan, Karangasem. Selain untuk menyalurkan tali kasih, tukang suun yang semuanya dari kalangan ibu-ibu itu diberikan motivasi sehingga tetap semangat dalam merajut masa depan keluarga. Apa saja yang dipesankan Bupati pertama wanita di Kabupaten Karangasem itu? ‘’Sekarang jadi tukang suun, semoga seiring berjalannya waktu taraf kehidupan ibu-ibu semakin meningkat, sehingga kebutuhan dalam kehidupan dapat tercukupi dengan baik,’’ harap Bupati I Gusti Mas Sumatri kepada ibu-ibu tukang suun itu dengan ramah. Pertemuan Kamis (15/3)

itu difasilitasi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan I Gusti Ngurah Suarta. Hadir pada kesempatan itu Kadis Sosial Ni Ketut Puspa Kumari dan Asisten I I.B. Sulendra. Tujuan utama acara itu adalah menyamakan persepsi antara masyarakat dengan instansi pemerintahan, sehingga terjadi sinergi

yang baik antara masyarakat dan pemerintahan. Muaranya pada meningkatkan perekonomian masyarakat Karangasem di tengah situasi sulit pasca-erupsi Gunung Agung. Mas Sumatri mengatakan Pemkab Karangasem terus berusaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Caranya, dengan membuka akses ekonomi seperti meningkatkan kualitas pasar-pasar tradisional. Dengan strategi seperti itu diharapkan pasar tradisional itu mampu bersaing dan tetap mampu berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. ‘’Dengan cara itu pemerintah ingin pasar tradisional tetap dicintai masyarakat,’’ jelasnya.

Setelah terbangunnya infrastruktur itu, Mas Sumatri optimis kehadiran pasar tradisional ini akan tetap memberi penghidupan bagi masyarakat yang berkecimpung di dalamnya. Dan termasuk juga para tukang suun ini. Dari pemikiran itu, Mas Sumatri mengatakan Pemkab Karangasem mengalokasikan dana besar untuk perbaikan infrastruktur pasar. Selain dari dana yang bersumber APBD Kabupaten, juga dari program perbaikan pasar tradisional. Hal itu diambilkan dari dana bonus keberhasilan meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Pada kesempatan itu, Mas

Sumatri juga menyosialisasikan program Pemkab Karangasem khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan. Untuk bidang kesehatan, Karangasem punya terobosan melalui Kartu Karangasem Sehat. Sedangkan di bidang pendidikan ada Kartu Karangasem Cerdas. Para tukang suun ini berkesempatan menikmati fasilitas dan program tersebut. Kadis Perindustrian dan Perdagangan I Gusti Ngurah Suarta mengatakan, saat ini di Karangasem tercatat ada 330 warga yang berprofesi sebagai tukang suun. Mereka tersebar di 13 pasar tradisional di seluruh Karangasem. (kmb)

BERI MOTIVASI - Bupati Mas Sumatri memberikan motivasi kepada para tukang suun.


GIANYAR

Senin Pon, 19 Maret 2018

Perbaikan Lima Titik Jalan Rusak Diajukan ke Pusat Gianyar (Bali Post) Perbaikan lima titik ruas jalan yang jebol akibat tanah longsor tidak bisa dilakukan Pemkab Gianyar tahun ini lantaran APBD 2018 sudah disahkan. Untuk itu, pemkab akan mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah pusat. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar Nyoman Nuadi belum lama ini mengatakan, lima titik jalan dimaksud yakni Jalan Bilukan di Desa Taro, Jalan Mancawarna di Pesalakan, Jalan Kemenuh di Desa Kemenuh, Jalan Bukian di Desa Bukian dan Jalan Puhu di Desa Puhu. Kerusakan terjadi di akhir 2017 dan awal tahun ini sehingga sudah tidak bisa dianggarkan di APBD 2018. Kerusakannya masuk dalam kategori harus segera ditangani, bila tidak ruas jalan tersebut terancam putus. Di sisi lain, perbaikan kelima titik jalan perlu penanganan khusus seperti pembuatan dinding penahan tanah. ‘’Kondisi ini sudah saya sampaikan ke Bapak Pj. Bupati,’’ ucapnya. Akhirnya Pj. Bupati Gianyar Ketut Rochineng memutuskan Pemkab Gianyar melalui BPBD akan mengajukan permohonan bantuan ke BPBN. Hal ini lantaran kerusakan jalan diakibatkan bencana alam. ‘’’Bersama Bapak Pj. Bupati, ini sudah kami ajukan ke Jakarta dan sedang diproses,’’ ucap Nuadi. Nuadi menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan survei pada lima titik jalan yang rusak itu. Untuk perbaikan, total dibutuhkan anggaran sekitar Rp 13 miliar. Bila anggaran disetujui pusat, secara otomatis ini akan meringankan beban APBD. ‘’Jadi kita berupaya agar tidak membebani APBD karena nilainya memang sangat besar,’’ katanya. Untuk penanganan sementara, pihaknya hanya bisa berkoordinasi dengan aparat desa masing-masing untuk memasang tanda pada sisi jalan yang rusak. ‘’Tanda sudah dipasangkan. Mudah-mudahan kerusakan tidak bertambah parah sebelum diperbaiki,’’ jelasnya. (kmb35)

Nyoman Nuadi

Bali Post/dok

9

Diduga Keracunan Nasi Bungkus

Seratus Warga Sukawati Dilarikan ke Rumah Sakit

Gianyar (Bali Post) Keheningan Nyepi, Sabtu (17/3) di Desa Sukawati, mendadak buyar. Sekitar seratus warga Banjar Mudita, desa setempat mengalami muntaber. Mereka pun lantas dilarikan ke RSUD Sanjiwani Gianyar. Warga yang mengalami muntaber ini diduga keracunan setelah mengonsumsi nasi bungkus saat pangerupukan, Jumat (16/3) malam. Nasi bungkus yang diduga menjadi penyebab keracunan massal ini awalnya dipesan oleh Ketua Pemuda Banjar Mudita Ida Bagus Putu Wisnu Mas Budiana (20). Nasi tersebut dipesan di warung milik warga setempat, Gusti Ayu Sukamini. Sebanyak 200 bungkus nasi pun dijemput oleh pemuda setempat ke warung yang berada persis di depan Balai Banjar Mudita pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 Wita. Sekaa teruna setempat kemudian langsung membagikan nasi bungkus tersebut kepada krama banjar. ‘’Ya, waktu itu dalam kondisi kelelahan, lapar, campur haus usai mengarak ogoh-ogoh. Nasi bungkus pun disantap dengan suka cita,’’ ucap Ida Bagus Putu Wisnu alias Gus Wisnu. Saking laparnya, kala itu dia mengonsumsi hingga empat bungkus. Usai santap bersama, krama pun selanjutnya pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat. Saat sudah di rumah, Gus Wisnu mengaku badannya sempat meriang sekitar pukul 22.00 Wita. Ia pun mengonsumsi obat, selanjutnya kembali tidur. Namun sekitar enam jam kemudian, Gus Wisnu mulai merasakan perutnya bermasalah. Dia beberapa kali bolak balik kamar mandi. ‘’Paginya mencret, tapi tidak sampai muntah-muntah seperti yang lain. Lalu cek ke posko di banjar, katanya cukup istirahat di rumah. Tak dirujuk ke RS,’’ jelasnya. Dijelaskannya, saat pangerupukan, diarak sebanyak enam ogoh-ogoh, disaksikan oleh seluruh krama banjar yang berjumlah 138 KK. Sudah menjadi

tradisi turun-temurun, setelah mengarak ogoh-ogoh, seluruh krama Banjar Mudita makan malam bersama di balai banjar. Menunya sederhana berupa nasi putih, ayam suir, kacang saur, mi goreng, tempe dan sambal. Pembuat nasi, Gusti Ayu Sukamini pun termasuk pedagang nasi yang sudah langganan. ‘’Tahun lalu juga pesan di sana, tidak ada masalah. Sehari-hari juga jualan nasi untuk pelajar SMP,’’ terang mahasiswa STPBI ini. Atas insiden tersebut, pihaknya mengaku akan berpikir dua kali untuk menyiapkan konsumsi tahun depan. ‘’Ya ini sebagai pelajaran dan pengalaman. Nanti lebih teliti lagi,’’ jelasnya. Sementara itu, pantauan di RSUD Sanjiwani, Minggu (18/3) kemarin, sejumlah warga Banjar Mudita masih dalam perawatan di RSUD Sanjiwani seperti A.A. Gede Agung Mayun Loji (55) dan A.A. Gede Agung Dimarana (20). Menurut A.A. Istri Diah, suami dan anaknya ini mengalami gejala sakit yang sama pada Sabtu sekitar pukul 05.00 Wita. ‘’Keduanya kompak bangun ke kamar mandi. Mencret dan muntah-muntah. Saya kira hanya mereka, ternyata setelah minta bantuan pecalang agar diantar ke rumah sakit, korbannya cukup banyak,’’ katanya. Sebelum dirawat inap di RSUD Sanjiwani, suami dan anaknya sempat dilarikan ke RS Ari Canti, Mas, Ubud. Sempat mendapat perawatan, sekitar pukul 08.00 Wita, ayah dan anak ini diizinkan pulang. ‘’Setelah diizinkan pulang, beberapa menit kemudian, suami dan anak saya menggigil kedinginan. Langsung saya bawa ke

Bali Post/nik

DIRAWAT - Sejumlah warga Banjar Mudita Desa Sukawati yang dirawat di RSUD Sanjiwani, Gianyar. Sanjiwani,’’ jelas perempuan yang tidak ikut menyantap nasi bungkus tersebut. Klian Banjar Adat Mudita A.A. Gede Oka Indra dan Klian Dinas Ida Bagus Ketut Mas Adnyana juga masih terkulai lemas di rumah sakit. Menurut Oka Indra, tak ada kecurigaan saat nasi bungkus tersebut disantap. Hanya dia merasakan nasinya agak lembek. Oka Indra pun mengaku saat beberapa krama-nya mengalami mual dan muntah, dirinya sempat bolakbalik ke rumah sakit. ‘’Saya pagi gak masalah. Bahkan sempat urus krama ajak ke sini (RS Sanjiwani - red),’’ jelasnya. Sementara itu, Dirut RSUD Sanjiwani Gianyar dr. Ida Komang Upeksa memastikan seluruh pasien mendapatkan

penanganan. Hingga siang kemarin, para pasien kondisinya mulai stabil. ‘’Tinggal pemulihan. Mungkin besok (hari ini - red) sudah bisa pulang,’’ jelasnya. Di RSUD Sanjiwani terdata sebanyak 100 krama Banjar Mudita menjalani perawatan. Sebanyak 87 orang di antaranya harus rawat inap, 12 hanya rawat jalan, serta 1 orang masih dalam observasi di IGD. Pasien rawat inap dirawat secara terpisah di beberapa ruangan. Rinciannya, di ruangan Ayodya (7 pasien), Astina (7 pasien), Nakula (23 pasien), Sahadewa (12 pasien), Yudistira (17 pasien), Arjuna (8 pasien), dan Abimanyu (11 pasien). ‘’Lebih parah dari kejadian waktu di Desa Cangi, Batuan

Kaler,’’ jelasnya. Ditambahkannya, biaya perawatan seluruh korban keracunan ini ditanggung Pemkab Gianyar. ‘’Semuanya difasilitasi. Diusahakan melalui bantuan kesehatan Pemda,’’ jelasnya. Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Ida Ayu Cahyani mengaku baru bisa turun ke lokasi untuk mengambil sampel pada pagi kemarin. Petugas mengambil sampel makanan berupa nasi bungkus. Ada dua kemungkinan, nasi tersebut basi yakni disimpan terlalu lama sebelum dikonsumsi atau dibungkus dalam kondisi panas. Namun untuk memastikan itu, harus berdasarkan uji laboratorium. ‘’Hasilnya sekitar 7 atau 10 hari mendatang,’’ jelasnya. (kmb35)

’’Tawur Kasanga’’ untuk Keseimbangan Alam

TAWUR KASANGA - Suasana upacara tawur kasanga yang dilangsungkan di Catus Pata Gianyar, Jumat (16/3) lalu.

Topik :UPAYA PENINGKATAN PAD

seimbang,’’ terang Dewa Suardana. Tawur kasanga kali ini selain dihadiri seluruh warga Desa Pakraman Gianyar juga dihadiri tokoh masyarakat serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Penjabat Bupati Gianyar I Ketut Rochineng mengatakan, melalui pelaksanaan tawur kasanga ini diharapkan dapat menyucikan bhuana agung dan bhuana alit sehingga seluruh umat Hindu diberikan kekuatan untuk melaksanakan catur brata panyepian. Rochineng juga berharap dengan dilangsungkannya pacaruan tersebut, hari raya Nyepi dapat berlangsung dengan damai, tidak ada permasalahan. ‘’Mudah-mudahan upacara ini memberikan makna yang penting bagi kita semua’’ ujarnya. Lebih lanjut, ia berharap kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Gianyar untuk selalu meningkatkan sradha dan bhakti ke hadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa. Ia juga mengingatkan pentingnya arti kerukunan dan menjaga situasi daerah tetap kondusif. (ad744)

perspektif

Efektifkan Pemungutan Pajak

PENINGKATAN Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi agenda setiap calon kepala daerah. Berbagai strategi untuk peningkatan PAD pun sudah disiapkan. Demikian halnya calon Bupati Gianyar Tjokorda Raka Kerthyasa. Menurut pria yang akrab disapa Cok Ibah ini, upaya peningkatan PAD tidak bisa dilakukan tanpa dasar kuat. Langkah pemerintah haruslah mempertimbangan berbagai aspek bah- kan termasuk norma dan adat istiadat. ‘’Tentu kita tidak bisa membabi buta untuk peningkatan PAD. Harus mempertimbangkan aspek sosial, religusnya juga,’’ ujar Cok Ibah. Dijelaskannya, potensi PAD dari pajak khususnya PHR di Kabupaten Gianyar begitu besar. Namun

SEHARI menjelang perayaan hari raya Nyepi, Pemkab Gianyar bekerja sama dengan Desa Pakraman Gianyar menggelar upacara Tawur Kasanga di Catus Pata Gianyar, Jumat (16/3) lalu. Tawur kasanga di-puput oleh Tri Sadaka yakni Ida Pedanda Siwa Geria Hyang Api Sampyang Gianyar, Ida Pedanda Buda Geria Taman Sukawati dan Ida Rsi Bujangga Waisnawa Geria Giri Kusama Angkling. Pada upacara tersebut juga dipentaskan tari sakral Rejang Dewa dan Baris Gede. Bendesa Pakraman Gianyar Dewa Made Suardana mengatakan, upacara tawur kasanga tahun ini adalah tawur agung mayama raja yang bertujuan untuk menetralisir dan menyeimbangkan semua kekuatan alam yang bersifat negatif atau diistilahkan nyomia bhutakala. Tujuannya agar alam semesta kembali normal serta manusia dapat hidup dengan selamat dan damai. ‘’Tawur agung mayama raja ini untuk menetralisir atau menyeimbangkan agar bhuta matemahan dewa. Kalau sudah demikian, kehidupan manusia akan menjadi

jika tidak ada sistem pendataan dan pemungutan pajak yang tepat, potensi tersebut akan menguap. ‘’Peningkatan PAD membutuhkan strategi dan kebijakan yang matang,’’ tegasnya. Cok Ibah ingin mengoptimalkan PAD melalui penerapan sistem pajak online. ‘’Dengan sistem online ini kita bisa memastikan kejujuran. Jadi bila ada yang nakal berkelit dari pajak, itu bisa segera ketahuan,’’ ucapnya. Jika dipercaya oleh masyarakat untuk memimpin Gianyar, Cok Ibah pun memastikan pendapatan daerah akan langsung disalurkan untuk kesejahteraan masyarakat. ‘’Masyarakat kita harus merasakan, mereka harus menerima hasil dari penarikan pajak sehingga perekonomian di Gianyar bisa tumbuh dengan baik,’’ ungkapnya. (kmb35)

PHR ”Online”

PENERAPAN pajak online secara maksimal menjadi langkah yang diandalkan calon Bupati Gianyar Made Mahayastra. Namun, Mahayastra menegaskan, kebijakan ini dikhususkan untuk pajak hotel dan restoran. Pasalnya, akomodasi pariwisatalah yang dianggapnya saat ini paling siap untuk menerapkan sistem pajak online. ‘’Ke depan kita akan menggunakan pajak online khusus untuk hotel dan restoran terlebih dahulu,’’ ucap politisi PDI-P ini. Diungkapkannya, selama menjabat Wakil Bupati Gianyar, sudah terjadi peni n g katan P A D

yang mencapai sekitar Rp 150 miliar setiap tahunnya. Hal ini menurutnya sebagai dampak meningkatnya kuantitas wajib pajak serta kualitas sistem perpajakan. ‘’Kualitas penarikan pajak semakin bagus, seperti penggunaan typing box,’’ ujarnya. Ketua DPRD Gianyar dua periode ini juga memastikan hasil dari peningkatan PAD sudah tersalurkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat Gianyar. Pajak akan dinikmati masyarakat baik melalui bansos ataupun peningkatan kualitas infrastruktur dan programprogram pemerintah lainnya. (kmb35)

Bali Post/ist

BERIKAN PERTOLONGAN - Warga setempat bersama petugas Balawista memberikan pertolongan kepada warga Bedulu yang tenggelam di Pantai Tuas, Desa Keramas, Minggu (18/3) kemarin.

Rayakan Banyupinaruh

Tiga Warga Bedulu Tenggelam di Pantai Tuas Gianyar (Bali Post) Suasana tegang mewarnai perayaan banyupinaruh di Pantai Tuas, tepatnya di sebelah timur Hotel Komune, Desa Keramas Kecamatan Blahbatuh, Minggu (18/3) pagi. Pasalnya, tiga warga Desa Bedulu terseret arus laut. Beruntung, petugas Balawista BPBD Gianyar yang berjaga di kawasan tersebut berhasil melakukan penyelamatan. Ketiga korban yang satu keluarga ini lantas dilarikan ke RS Kasih Ibu. Ketiga korban yang terseret arus ini berasal dari Banjar Margasengkala Desa Bedulu, Blahbatuh. Mereka adalah Komang Ayu Putri Ningsih (13), Wayan Sudarta (45) dan dan Luh Widi Astiti (29). Awalnya, ketiga korban datang ke pantai itu sekitar pukul 07.00 Wita. Mereka datang ke Pantai Tuas bermaksud untuk malukat. Saat mandi di pantai, mereka berendam agak ke dalam. Sekitar pukul 08.00 Wita, tiba-tiba saja datang ombak besar. ‘’Ombaknya besar, saya lihat mereka langsung terseret arus ombak ke tengah laut,’’ ucap Made Endra, salah seorang warga Blahbatuh yang melihat kejadian tersebut. Pengunjung pantai pun kemudian geger. Warga setempat yang kala itu berselancar, langsung berupaya melakukan penyelamatan, demikian pula tim Balawista yang ada di sekitar lokasi. Tangan dari salah satu dari ketiga korban kala itu, beberapa kali terlihat melambai. ‘’Tadi (kemarin - red) ramai yang menolong, karena kan sekarang banyupinaruh,’’ imbuhnya. Setelah hampir 45 menit, ketiga korban yang terseret arus berhasil diselamatkan. Mereka dibawa ke tepian dan diberikan napas buatan. Lantaran kondisi ketiga korban masih lemas, mereka lantas dilarikan ke RS Kasih Ibu. Ketiga korban dipastikan selamat. Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya yang dikonfirmasi siang kemarin, membenarkan adanya kejadian tersebut. Pria yang akrab disapa Gung Digjaya ini memastikan ketiga korban selamat. Hanya, Komang Ayu masih membutuhkan perawatan intensif. (kmb35)


JEMBRANA

10

Senin Pon, 19 Maret 2018

Tidak Sesuai Dokumen

Polisi Sita 5,5 Ton Ikan Tamban di Gilimanuk Negara (Bali Post) Pasca-hari raya Nyepi, pemeriksaan orang, kendaraan, barang yang keluar-masuk di Pelabuhan Gilimanuk ditingkatkan. Sejumlah petugas pun bergerak melakukan pemeriksaan secara teliti. Hasilnya, petugas gabungan di sana kembali berhasil mengagalkan upaya penyelundupan komoditi berupa ikan tamban, Minggu (18/3) kemarin. Sedikitnya, 5,5 ton barang ilegal itu disita lantaran tidak sesuai dengan dokumen yang dibawa. Berdasarkan informasi kemarin menyebutkan, pengungkapan kasus barang ilegal itu masih ditangani penyidik Polsek Kawasan Laut Gilimanuk. Mobil pengangkut barang dan sopirnya yakni Sanang (30), kini diamankan di Polsek dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Nantinya, kasus ini tentu akan dilimpahkan ke Karantina guna proses selanjutnya. Kanit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk AKP I Komang Muliyadi membenarkan pihaknya telah mengamankan komoditi ilegal tersebut. Ia menjelaskan, komoditi berupa ikan tamban itu diangkut dengan menggunakan mobil boks nopol S 8205 UH. Mobil yang dikemudikan Sanang ini turun dari kapal dan langsung diperiksa. Setelah dilakukan pemeriksaan mobil boks tersebut mengangkut 5.500 kilogram ikan tamban beku. Begitu dokumen barang dicek, ternyata ada perbedaan antara barang yang diangkut dengan jumlah yang tertera di dokumen. Di surat karantina tertulis ikan tamban seberat 3.500 kilogram. Sedangkan dalam surat barang atau surat jalan tertulis 5.500 kilogram. Jadi terdapat selisih 2.000 kilogram. Hasil pemeriksaan sopir, ikan tersebut diangkut dari Tuban Jawa Timur dengan tujuan Pengambengan, Negara Bali. Rencananya, ikan tersebut akan diolah menjadi sarden. Ia mengaku tidak memeriksa dokumen karantina, apakah sudah sesuai dengan jumlah yang diangkut. Atas kejadian ini, kata AKP Muliyadi, pelaku melanggar ketentuan UU RI No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, ikan dan tumbuhan, di mana setiap pengiriman hewan, ikan dan tumbuhan, bahan hewan, hasil bahan hewan, ikan dan tumbuhan dari satu pulau ke pulau lainnya harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan dari daerah asal, dan jumlah barang dan dokumen harus juga disesuaikan. (kmb)

Bali Post/olo

PEMERIKSAAN – Petugas di Pos II pintu keluar Pelabuhan Gilimanuk melakukan pemeriksaan kendaraan yang masuk ke Bali, Minggu (18/3) kemarin.

Pelabuhan Kembali Dibuka

Antisipasi Padat Kendaraan, ASDP Percepat Waktu Sandar Negara (Bali Post) –

Sejak penyeberangan dibuka pada Minggu (18/3) pagi kemarin, ribuan kendaraan, baik roda empat, roda dua maupun truk terus mengalir masuk ke Pelabuhan Gilimanuk. Hal itu membuat kondisi arus lalin di pelabuhan menjadi padat. Guna mengantisipasi, puluhan personel kepolisian disiagakan di pintu keluar masuk pelabuhan. Mereka melakukan penjagaan, pengawasan dan pemeriksaan terhadap kendaraan, orang dan barang. Bahkan, pihak ASDP mempercepat waktu sandar.

Bali Post/kmb

TUNJUKAN - Petugas Polsek Kawasan Laut Gilimanuk menunjukkan ikan tamban yang tidak sesuai dokumen, Minggu (18/3) kemarin. Sedikitnya, 5,5 ton ikan tamban beku itu disita polisi.

Saat Nyepi, Warga Pulukan Nyaris Tewas Tenggelam

Negara (Bali Post) Diduga karena tak bisa berenang, seorang warga Kampung Tinggi, Banjar Pulukan, Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Samsul Sidik (24) nyaris tewas tenggelam di pantai setempat, Sabtu (17/3) sore. Untungnya, ada nelayan yang menolong sehingga nyawanya berhasil diselamatkan. Kapolsek Pekutatan Kompol I Putu Suprama saat dikonfirmasi, Minggu (18/3) kemarin membenarkan kejadian tersebut. Hingga kini korban masih dirawat di Puskemas Pekutatan. Saat ke pantai, korban sendiri dengan tujuan hendak mandi sekitar pukul 16.30 Wita. Namun, korban yang diduga tidak bisa berenang ini terlalu ke tengah hingga terseret arus dan sempat tenggelam. Kebetulan ada nelayan yang melihat kejadian tersebut. Nelayan itu pun melakukan pertolongan dan akhirnya korban berhasil diselamatkan. Dua nelayan yang menolong korban yakni Sahidin dan Samsul. Tangan korban berhasil ditarik, namun lantaran sudah sempat tenggelam kondisinya masih lemas. Diduga korban masih banyak menelan air laut sehingga perlu mendapatkan perawatan. Korban diketahui tidak bisa berenang, namun saat mandi di pantai terlalu ke tengah. “Saat diselamatkan di pantai, korban lemas. Lalu dilarikan ke puskesmas,” terang Kapolsek Suprama. (kmb26)

Manajer Operasional ASDP Gilimanuk Heru Wahyono saat dikonfirmasi kemarin menyebutkan sejak mulai dibuka, pihak pelabuhan, baik di Ketapang maupun Gilimanuk melakukan percepatan. Khususnya untuk sandar dan sailing time (waktu

berlayar). Dari normalnya 32 menit, saat ini lebih dipercepat. “Sudah sejak pagi di Ketapang dipercepat. Begitu juga di Gilimanuk. Artinya waktu sandar dipersingkat, untuk mengurai kepadatan,” tandasnya. Sementara dari data kend-

araan yang keluar Bali sejak H-7 hingga H-1 (Nyepi) di Pelabuhan Gilimanuk mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, khususnya untuk roda empat (R4) dan penumpang. Sedangkan untuk roda dua (sepeda motor) masih stagnan di angka 30 ribu unit.

Tahun 2017, untuk roda dua total sudah ada 183.604 orang keluar Bali. Sedangkan tahun ini, turun menjadi 177.464 orang. Untuk R4, tahun 2017 lalu tercatat 27.195 unit dan tahun ini menurun 26.526 unit. Sementara, di pihak lain, Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa mengatakan sejak kapal bersandar pertama di dermaga MB III yakni KMP Surya Domar melakukan bongkar muatan. Sedikitnya 80 personel disiagakan di sekitar Pelabuhan Gilimanuk. Pemer-

iksaan dilakukan, baik terkait dokumen, kendaraan maupun barang yang melintas di Pos II pintu keluar pelabuhan. Dari pemantauan, sejak pelabuhan dibuka, kendaraan terus mengalir masuk ke Bali. Baik kendaraan pribadi maupun barang silih berganti setiap kapal bersandar, penuh dengan kendaraan. Puncaknya antara pukul 10.00 Wita hingga 12.00 Wita, di mana seluruh kapal yang bersandar hanya melakukan bongkar atau dipercepat. Hingga petang kemarin, penyeberangan sudah kembali normal. (kmb26)

Lomba Ogoh-ogoh Pemkab Jembrana

STT Sutha Dharma Kerti Banyubiru Juara SEKAA Truna Truni (STT) Sutha Dharma Kerti asal Banjar Banyubiru Desa Banyubiru berhasil keluar sebagai juara lomba ogoh-ogoh yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana, Jumat (16/3) di Catus Pata depan Kantor Bupati Jembrana. STT Sutha Dharma Kerti yang menggunakan nomor 8 ini berhasil mengumpulkan poin sebesar 431. Selisih satu poin dari STT Dharma Bhakti (nomor 14) asal Banjar Adat Dangin Tukadaya, Desa Dangin Tukadaya dengan poin 430. Juara ketiga yakni STT Yowana Duta (nomor 12) asal Banjar Adat Taman, Desa Batuagung dengan poin 412. Sedangkan juara Harapan I STT Tri Eka Sari (nomor 9) asal Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring dengan 411 poin dan Harapan 2 STT Sidha Karya (nomor 5) dari Banjar Adat Warnasari Kelod, Desa Warnasari. Pada lomba kali ini, juara I berhak mendapatkan uang sebesar Rp 6 juta, juara II Rp 5 juta, juara III Rp 4 juta dan juara Harapan masingmasing Rp 2 juta. “Ogoh-ogoh kali ini merupakan

seleksi dari 285 se-Jembrana. Ada 16 ogoh-ogoh yang lolos seleksi dan menjadi finalis pada lomba kali ini. Setiap finalis mendapatkan uang pementasan sebesar Rp 4 juta. Penilaiannya sendiri melibatkan lima juri, antara lain Ketut Utarayana dan I Gede Satria Budhi Utama yang menilai ogoh-ogoh, Made Maliastra menilai tabuh, I Wayan Eka Sutendra menilai sastra, Ni Putu Septia Rasmini menilai tari,” kata I Ketut Arya Tangkas sebagai panitia sekaligus Ketua Sabha Yowana Jembrana. Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan melihat antusiasme STT makin semangat karena Pemkab Jembrana selalu memberikan perhatian khusus kepada STT. “Setiap tahunnya kami pacu agar STT selalu berkreasi lebih baik. Tidak boleh memanfaatkan sterofoam dan memakai barang bekas. Tentunya tiap tahun sebagai bentuk perhatian kita, hadiah akan ditingkatkan. Selain itu saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya TNI dan Polri yang sudah ikut mengamankan jalannya lomba ini,” ujar Bupati Artha. (ad751)

Bali Post/ist

OGOH-OGOH - STT Sutha Dharma Kerti Banyubiru mendapatkan juara I dalam lomba ogoh-ogoh yang ditampilkan di Catus Pata Kabupaten Jembrana, Jumat (16/3) lalu.

Perekonomian Rakyat di Perbatasan Gilimanuk

Bergantung pada Sepi dan Ramainya Pelabuhan Bali Post/ist

DIRAWAT - Korban yang tenggelam di Pantai Pulukan mendapatkan perawatan di Puskesmas Pekutatan, Minggu (18/3) kemarin.

GILIMANUK, dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan. Sebelum padat permukiman seperti saat ini, di antara pelabuhan masih berupa hutan dan konon dikenal angker. Sebagian besar penduduk yang tinggal sekarang merupakan warga pendatang, baik dari sejumlah daerah di Bali maupun dari luar Bali. Mereka tinggal dan bekerja di sini hingga memiliki cucu, bahkan cicit. Namun dari dulu hingga saat ini, perekonomian rakyat bergantung dari sepi atau ramainya Pelabuhan Gilimanuk.

Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060

Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135 Kantor Agama (0365) 41087 Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016

Berdagang - Salah satu kios dagang oleh-oleh di sekitar Pelabuhan Gilimanuk. Hampir sebagian besar warga di Gilimanuk mengandalkan sektor jasa dan berdagang. Kondisi pelabuhan sangat berpengaruh pada naik-turunnya pendapatan mereka.

Ketika kondisi ramai, bahkan hingga terjadi antrean justru menjadi peluang mendapatkan penghasilan lebih. Sebaliknya, ketika sepi maka perekonomian sekitar ikut kena imbas. Pelabuhan Gilimanuk menjadi semacam mercusuar bagi masyarakat sekitar. Sektor perdagangan dan jasa menjadi andalan masyarakat untuk dijadikan mata pencaharian. Tak heran banyak warga yang sudah puluhan tahun berdagang di sekitar kawasan Pelabuhan Gilimanuk. “Dulu awalnya saya hanya sewakan payung (di pelabuhan). Lalu berjualan buah salak asli Karangasem. Saya pindah-pindah berjualan Pak,” kata Ni Luh Sriasih (63), salah satu pedagang di kios pasar oleh-oleh Terminal Manuver Gilimanuk. Sriasih merupakan salah satu contoh pedagang di Gilimanuk yang gigih hingga puluhan tahun. Mulai dari berkeliling (jualan) di dalam areal pelabuhan, hingga akhirnya kini menetap di sebuah kios untuk jualan oleh-oleh Bali dan kudapan. Percaya atau tidak, ibu lima anak ini tidak bisa membaca huruf abjad. Kendati begitu, Sriasih bisa bertahan dari ber-

dagang hingga puluhan tahun. Ketidakmampuan membaca tulisan ini dipicu keadaan yang dialaminya ketika kecil. Wanita asal Buleleng ini hanya bisa mengenyam pendidikan sampai kelas 1 Sekolah Dasar (SD). Walaupun tak bisa membaca, ia sangat pintar berhitung meskipun tanpa corat-coret. Begitu juga menghafal barang dagangan. Bahkan seiring semakin banyak jumlah dagangan, ia kini bisa menggunakan kalkulator. Untuk urusan berjualan atau berdagang, Sriasih sangat fasih. Ia mengaku pengalaman yang membuatnya bisa seperti sekarang ini. “Sekarang (Gilimanuk-red) sudah semakin berkembang. Dulu pedagang hanya beberapa di pelabuhan. Dagang buah dan kain keliling naik sepeda dayung. Jumlah kapal saat itu juga hanya tiga. Itu pun beroperasi siang hari,” kenangnya saat pertama kali berjualan di Gilimanuk. Ia menjelaskan tempat tinggal warga juga masih jauh dari pelabuhan, terpisah dengan hutan. Termasuk rumah yang ditinggalinya sekarang, di lingkungan Jineng Agung dulunya masih jauh dari pelabuhan. Kini kawasan hutan itu berkem-

bang menjadi perkantoran, pertokoan dan Terminal Manuver. Orang leluasa melintas siang dan malam. Begitu pula para pedagang, diantaranya hampir 24 jam berjualan, terutama di dalam areal pelabuhan. Bendesa Gilimanuk I Ketut Galung mengatakan dari sekitar 700 KK krama di Desa Pakraman Gilimanuk, sebagian besar merupakan pendatang dari berbagai kabupaten di Bali. Dengan beragam cara masing-masing daerahnya, disatukan dalam satu wadah Desa Adat Gilimanuk. Bendesa asal Karangasem ini mengakui saat ini kondisi sekitar Pelabuhan Gilimanuk memang jauh berbeda dibandingkan dulu. “Dulu di antara pelabuhan dan permukiman terpisahkan alas dan angker. Persis (kondisinya) seperti melintas di Cekik. Sepi dan gelap, kalau malam tidak ada yang melintas,” tandasnya. Berbeda seperti saat ini yang hampir 24 jam, pelabuhan beroperasi. Pria yang juga pernah puluhan tahun bekerja di pelabuhan ini juga tak menampik, sebagian besar mata pencaharian masyarakat bergantung dari aktivitas Pelabuhan Gilimanuk. (olo)


Senin Pon, 19 Maret 2018

Dinsos Buleleng Dampingi ODGJ Singaraja (Bali Post) – Penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ - red) di Buleleng hingga tahun ini tercatat sebanyak 20 orang. Tersebar di beberapa desa di Buleleng, dan terbanyak ditemukan di Kecamatan Banjar yakni tujuh penderita. Sementara di kecamatan lain, penderitanya ditemukan antara satu hingga dua orang. Dinas Sosial Buleleng telah melakukan upaya pendampingan penderita ODGJ, memfasilitasi pengobatan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli. Di samping memberikan bantuan bedah rumah untuk keluarga penderita yang tergolong miskin. Kepala Dinas Sosial (Kadisos) Buleleng Drs. Gede Komang, M.Si. akhir pekan lalu mengatakan, program penampingan bagi penderita ODGJ ini dilakukan selain dengan anggaran APBD, juga bekerja sama dengan pekerja sosial atau memanfaatkan sumbangan pihak ketiga. Bantuan ini dialokasikan bagi penderita yang masuk keluarga miskin. Sedangkan bagi penderita yang ekonominya mampu, penanganannya oleh pihak keluarga bersangkutan. Selain fasilitas dan biaya pengobatan, penderita ODGJ yang sudah mendapat bantuan bedah rumah tercatat sembilan orang. “Khusus yang tidak mampu kami anggarkan untuk fasilitasi pengobatan ke RSJ, pembelian obat, dan bantuan bedah rumah,” katanya. Menurut Gede Komang, dari puluhan penderita ODGJ tersebut tidak semuanya dipasung oleh pihak keluarga. Namun kebanyakan penderitanya dibiarkan bergaul dengan keluarganya seperti biasa. Namun, pihak keluarga tetap mengawasi penderita dan diperlakukan seperti layaknya seseorang dengan kejiwaan normal. Akan tetapi, terkadang kalau penderitanya menunjukkan perilaku yang membahayakan, pihak keluarga baru mengurung penderita ODGJ. (kmb38)

BALI DWIPA

11

Penataan Penelokan

Bangli Anggarkan Rp 4 Miliar Bangun Patung Pemangku Bangli (Bali Post) Penataan objek wisata Penelokan, Kintamani, Bangli, kini masih dalam proses. Sejauh ini dokumen rancangan penataan Penelokan sudah masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP). Sesuai rancangan yang dibuat, selain akan membangun stage untuk meninjau pemandangan di objek wisata Penelokan Pemkab akan mendirikan sebuah patung pemangku senilai Rp 4 miliar. Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Minggu (18/3) kemarin, mengatakan sejauh ini rencana tersebut sudah masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP). Dia menyebutkan anggaran yang dialokasikan untuk penataan Penelokan hampir mencapai Rp 20 miliar. Agar proses pembangunan nantinya bisa berjalan dengan lancar tanpa ad-

anya keragu-raguan, Sedana Arta mengatakan bahwa pihaknya telah meminta pendampingan kepada Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Bangli. “Tujuan minta pendampingan TP4D untuk mempercepat proses, supaya tidak ada keragu-raguan,” ujarnya. Kabag Pengadaan Barang dan

Jasa Setda Bangli Made Ari Pulasari mengakui bahwa dokumen rancangan penataan objek wisata Penelokan sudah masuk di ULP. Hanya dokumen tersebut masih dilakukan pengkajian ulang untuk selanjutnya dilelang. “Sudah dua kali dikaji ulang. Karena kontruksi berat kan harus hati-hati,” ujarnya. Dikatakan Ari Pulasari, anggaran yang disiapkan untuk penataan objek wisata Penelokan yakni mencapai Rp 19 miliar. Sesuai rancangan, fasilitas pendukung yang akan dibangun di kawasan tersebut berupa stage tempat meninjau panorama dan stage hiburan. Selain itu

Banyupinaruh

Pura Taman Pacampuhan Dipadati ”Pamedek’’

Tingkatkan Fungsi Manajemen KOPERASI bertumbuh dengan sehat tak lepas dari peran anggota, selain kerja keras pengurus dan pengelola. Karena itu pengelolaan koperasi mesti ditingkatkan sehingga tumbuh dan berkembang dengan baik, yang pada akhirnya mampu mensejahterakan para anggota. Dengan makin berkembangnya koperasi, maka kepercayaan para anggota akan makin meningkat. Bali Post/ist ‘’Kepercayaan itu mesti dipertahankan. Nah ketika ada koperasi mengalami kebangkrutan, bahkan dibubarkan, di situ ada hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius. Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi kondisi demikian,’’ ujar Ketua Puskop Bali I Ketut Widartha, S.E., Minggu (18/3) kemarin. Menurut Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwi) Bali ini, ada sejumlah faktor yang dominan memengaruhi, sehingga pertumbuhan koperasi tidak sehat. Pertama, karena faktor pengelolaan koperasi yang lemah, sehingga pengurus dan pengelola koperasi dituntut mampu melaksanakan fungsi manajemen yang baik, antara lain planning, organizing, actuating dan controling. Kedua, karena faktor kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang lemah. Dalam konteks ini pengurus dan pengelola dituntut terus-menerus mengadakan diklat-diklat, baik interen maupun eksteren, guna meningkatkan kualitas SDM, sehingga menjadi terampil, andal atau kompeten. SDM yang berpengetahuan (knowledge), memiliki keterampilan (skill), dan memiliki sikap (attitude) yang baik. Ketiga, karena faktor penyaluran kredit yang lemah yaitu lemah dalam analisis kredit (menganalisis character, capacity, capital, collaterall dan kondisi ekonomi), serta lemah dalam proses atau tahapan dan operasional, sehingga banyak kredit yang gagal. Keempat, karena faktor kekurangan modal, di antaranya tidak bertumbuh anggota karena tidak menjalankan fungsi dan jati diri koperasi yang benar. ‘’Oleh karena itu, ke depannya jika mendirikan koperasi sebaiknya siapkan hal-hal di atas, sehingga dalam perjalanan operasional, koperasi tidak mengalami kegagalan,’’ ujar Ketua KSP Wikan ini. Pengurus koperasi, khususnya KSP juga mesti terus berupaya memaksimalkan pendekatan dengan anggota. Pasalnya, KSP sudah memiliki pasar jelas yakni anggota koperasi. Selain memberikan pelayanan maksimal, pengurus KSP juga mesti selalu dekat dengan anggota. Misalkan melakukan kunjungan pada anggota aktif. Jika ada anggota yang lagi bermasalah, pengurus koperasi wajib memberikan dorongan dan pendampingan. Sehingga kendala yang dihadapi anggota dapat dicarikan solusi. (kmb)

akan dibangun juga sebuah patung yang menggambarkan sosok Jero Mangku Pucangan. Untuk pembangunan patung tersebut, dirancang akan menyedot dana Rp 4 miliar dari Rp 19 miliar dana yang disiapkan. “Sesuai sejarah di Penelokan, Jero Mangku Pucangan merupakan sosok yang pertama kali melihat dan selalu mengawasi kawasan tersebut,” terangnya. Ari Pulasari menambahkan, untuk menghindari adanya keragu-raguan dalam pelaksanaan proyek, Pemkab Bangli telah meminta pendampingan kepada TP4D. (kmb40)

Bali Post/ist

MASIMAKRAMA - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto saat masimakrama ke panglingsir puri.

Jelang Apel Dansat

Pangdam Kunjungi ’’Panglingsir’’ Puri Denpasar (Bali Post)Dalam waktu dekat, Kodam IX/Udayana akan menggelar apel Komandan Satuan (Dansat) dan mengundang para panglingsir puri serta tokoh lintas agama. Terkait kegiatan tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto menemui beberapa panglingsir puri di Denpasar, Gianyar dan Klungkung, Kamis (15/3) lalu. Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf. J. Hotman Hutahaean, Minggu (18/3) kemarin mengatakan, dengan kehadiran para panglingsir puri dan tokoh lintas agama, para Dansat mendapat spirit dalam memimpin. Pasalnya, panglingsir puri mempunyai peran tinggi sebagai panutan dalam berbagai aktivitas adat dan ritual agama dalam kehidupan masyarakat Bali. “Bapak Pangdam mengunjungi tiga puri yang ada di Bali. Pertama mengunjungi Puri Kesiman diterima Anak Agung Ngurah Kusuma Wardana dan beberapa kerabat puri lainnya,” ujarnya. Saat itu panglingsir puri menyampaikan tentang keberadaan dan peran Puri Kesiman dalam memberikan pengayoman kepada masyarakat, pelestarian budaya, kerukunan antarumat beragama, adat istiadat dan aktivitas kehidupan beragama. Sementara

Pangdam menyampaikan tujuan kunjungan ini, selain persiapan apel Dansat, juga dalam rangka masimakrama serta memperkenalkan diri sebagai pejabat baru Panglima Kodam IX/ Udayana. Dari Puri Kesiman, Pangdam bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Puri Peliatan Ubud, disambut oleh Cokorda Gede Putra Nindya. Di sana berlanjut melaksanakan tradisi penghormatan dan foto bersama di depan patung Garuda yang ada di areal Puri Peliatan. Sekitar satu jam Pangdam berada di sana dan mendapat penjelasan lengkap terkait sejarah serta keberadaan puri tersebut. Kunjungan terakhir Pangdam yaitu ke Puri Denbencingah, Klungkung dan diterima Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, Majelis Agama Provinsi Bali, Dewan Pertimbangan Majelis MUI Provinsi Bali, Walubi, PHDI, Asosiasi FKUB Indonesia, Forgimala, Forpeda Bali dan Kesbangpol Provinsi Bali. Pada kesempatan tersebut Mayjen Benny menyampaikan ucapan terima kasih dan merasa terhormat dapat berkumpul bersama-sama dengan para tokoh lintas agama yang ada di Provinsi Bali. Pangdam menyampaikan tujuan berkunjung ke Puri Denbencingah adalah untuk masimakrama dengan para tokoh agama, adat dan tokoh masyarakat yang ada di Bali. (kmb36)

Bangli (Bali Post) – Sejumlah tempat panglukatan di Bangli dipadati pamedek saat Banyupinaruh, Minggu (18/3) kemarin. Salah satunya Pura Taman Pacampuhan Desa Pakraman Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut. Di sana para pamedek melaksanakan ritual Banyupinaruh dengan membersihkan diri pada air pancuran, dilanjutkan dengan persembahyangan di pura setempat. Bendesa Adat Sala Ketut Kayana mengatakan, kedatangan para pamedek untuk melakukan kegiatan ritual malukat di Pura Taman Pacampuhan sudah berlangsung sejak pagi hari. Pamedek yang datang tidak hanya berasal dari seputaran Bangli, melainkan banyak dari luar Bangli. Diakuinya, pamedek yang datang saat Bayupinaruh yang merupakan rangkaian Hari Raya Saraswati kemarin meningkat jika dibandingkan hari-hari biasa. Dari pagi hingga siang kemarin, diperkirakan sudah ada ribuan pamedek yang datang silih berganti. “Kalau hari-hari biasa paling 100 orang, kalau rerahinan seperti Buda Kliwon, Banyupinaruh, dan hari libur sangat ramai, bisa sampai tengah malam,” terangnya. Dijelaskan Kayana, Pura Taman Pacampuhan mulai dikenal dan ramai didatangi pamedek sejak selesai ditata 2017. Di Pura Taman yang sudah ada sejak zaman dahulu terdapat sejumlah mata air yang mengalir melalui pancuran. Oleh masyarakat, mata air yang ada di pura ini diyakini sangat baik untuk penyembuhan berbagai macam penyakit. Sesuai dudonan, ritual malukat di Pura Taman Pacampuhan diawali dengan matur piuning. Tujuannya untuk memohon agar semua tirta yang dipakai melukat diberi kekuatan dan ritual malukat berjalan lancar. Kemudian dilanjutkan dengan masiram di pecampuhan, mairam di gerojogan Pesiraman Dedari dan masiram di gerojogan Pasraman Tan Hana yang lokasinya berada di sebelah utara Pura Taman Pacampuhan. Kemudian, dari gerojogan Pasraman Tan Hana, ritual malukat dilanjutkan di Pancoran Tirta Bolakan, Pancoran Tirta Taman, Pancoran Tirta Bumbung, Pancoran Tirta Pandan, pancoran Tirta Tulakwali dan Pancoran Tirta Utama. Ritual malukat diakhiri dengan melakukan persembahyangan di Pura Taman. (kmb40)

Bali Post/kmb40

MALUKAT - Tempat malukat di Pura Taman Pacampuhan Desa Pakraman Sala dipadati pamedek dari berbagai daerah saat Banyupinaruh, Minggu (18/3) kemarin.

”Nyakan Diwang” di Kecamatan Banjar

Ajang Silaturahmi Antarwarga

Bali Post/sos

NYAKAN DIWANG - Tradisi nyakan diwang di Kecamatan Banjar, Buleleng saat Ngembak Geni, Minggu (18/3) pagi kemarin.

NGEMBAK Geni di sejumlah desa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, rangkaian hari raya Nyepi, Minggu (18/3) kemarin sangat unik. Masyarakat melaksanakan tradisi nyakan diwang. Tradisi yang sudah dijalankan secara turun-temurun ini sebagai media silaturahmi. Tepat pukul 24.00 Wita, Nyepi berakhir. Suasana desa, salah satunya Kayuputih yang awalnya gelap gulita, langsung berubah. Lampu rumah menyala silih berganti. Penuh warna. Seolah muncul kehidupan baru. Dari kesunyian, keheningan menjadi kelahiran sebuah keramaian. Warga yang sebelumnya tertidur lelap, beranjak bangun dari tempat tidur. Mereka bergegas mengambil peralatan masak. Ada pula mengambil kayu bakar. Itu dibawa ke pinggir jalan. Dinyalakan pada tungku yang dibuat saat pangerupukan. Anak-anak pun tak ingin melewatkan momen tahunan ini. Mereka keluar layaknya laron mencari sinar. Menyusuri jalan desa beramai-ramai. Ada yang berpelukan, berbalut canda tawa. Sangat riang, menunjukkan dunia masa kecil. Singgah di rumah kerabat, sekadar bertegur sapa. Para orang tua pun sibuk. Apinya telah menyala, melahap kayu bakar yang sudah sangat kering. Lalu menempatkan wajan, diisi sedikit minyak. Nasi putih pun diambil. Digoreng dengan sentuhan bumbu Bali. Sangat wangi, memantik rasa lapar. Di sela-sela itu, banyak orang tua yang duduk di sekitar tungku. Berdiang, menghilangkan rasa dingin yang menusuk ke

tulang. Ini diwarnai dengan obrolan santai. Tentang hari-hari yang telah berlalu. Di salah satu sudut juga ada yang mempermanis dengan obrolan politik. Entah itu pemilihan gubernur Bali maupun kepala daerah. Memberikan prediksi siapa yang akan menang. Hingga membicarakan satu per satu figur yang maju. Cukup hangat meski ada di sebuah desa yang jauh dari perkotaan. Tradisi yang ditunggu-tunggu ini juga diisi hidangan pisang goreng. Dibuat ibu rumah tangga. Disantap ditemani seruputan kopi Bali berwarna hitam pekat. Sangat gurih bercampur nikmat. Cemilan merakyat ini berubah menjadi mewah. Ada pula yang menyuguhkan pisang rebus. Buah yang dipetik langsung dari kebun sendiri. Rasanya manis. Sangat lembut. Enak disandingkan dengan secangkir teh hangat. Di pinggir jalan ada banyak orang berkerumun. Sibuk memanggang sate lilit. Berbahan ikan laut. Satu orang mengipas bara api supaya tak mati. Ada yang sibuk membalikkan sate dengan katik dari dahan kelapa. Supaya tidak hangus. Begitu warnanya kuning kecoklatan, langsung diangkat. Tanda sudah matang. Baunya sangat khas. Menunjukkan bumbunya dari rempah-rempah. Anak-anak pun tak ketinggalan ingin mencicipi. Hari semakin pagi. Nasi hangat disuguhkan oleh ibu-ibu. Tak lupa air putih dituangkan pada gelas putih. Memanggil semua yang menunggu. Mengajak makan bersama. Tak ada yang menolak. Rasa

kekeluargaan sangat terasa. Tawa pun tak terlewatkan di tengah keramaian alunan lagu-lagu Bali. Aktivitas ini berlangsung hingga pukul 06.00 Wita. Setelah selesai bersibuk ria, peralatan memasak kembali dibawa satu persatu ke dapur. Tungku dibiarkan sampai api mati. Tokoh masyarakat I Made Seputra menuturkan, tradisi ini sudah ada secara turun-temurun. Tidak diketahui kapan mulai kemunculannya. “Ini sudah jadi tradisi setiap ngembak geni. Seluruh warga masak diluar,” tuturnya. Momen ini menjadi ajang silaturahmi antarwarga dan keluarga. Sebuah momen yang semakin jarang dirasakan ditengah semakin padatnya kesibukan. Tradisi ini juga diyakini sebagai simbol melebur dasa mala dalam diri. Berharap kehidupan ke depan lebih baik. “Ini sambil kumpulkumpul dengan keluarga,” katanya. Seiring perkembangan zaman, tradisi ini mengalami tantangan. Ada rasa khawatir semakin ditinggalkan. Namun pemerintah desa selalu gencar mengingatkan sebelum Nyepi untuk tetap melaksanakan. “Wajib menggunakan tungku. Tidak boleh pakai kompor. Kami tetap melestarikan ini,” imbuh pria tiga anak ini. Selain di Kayuputih, nyakan diwang juga ada di Desa Gesing. Warga Ni Luh Ayu Kartiani mengaku sangat menunggu momen ini. Ia bisa berkumpul dengan keluarganya yang keseharian ada di rantauan. “Ya sangat ditunggu-tunggu. Bisa berkumpul sambil masak,” ucapnya. (sos)


KLUNGKUNG

12

Senin Pon, 19 Maret 2018

Pasca-Nyepi, Volume Sampah Naik 30 Persen

Semarapura (Bali Post) Pasca-hari raya Nyepi, volume sampah di Kabupaten Klungkung meningkat dari hari biasa. Hal tersebut menyebabkan petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) kewalahan melakukan penanganan. Pasalnya, sampah tak hanya menumpuk di kawasan perkotaan, namun juga di pantai, berkaitan dengan Banyupinaruh. Berdasarkan pantauan, Minggu (18/3) sore kemarin, tumpukan sampah terjadi di Jalan Cokroaminoto dan Melati, kota Semarapura. Hal tersebut berbeda dari hari biasa, yang sudah terangkut pagi hari. Kesan kumuh pun tak terelakkan. Kepala DLHP Klungkung Anak Agung Kirana mengungkapkan pasca-Nyepi, volume sampah naik hingga 30 persen dari hari biasa yang mencapai 12 truk. “Set-

elah kami lakukan pemantauan, sampah mengalami peningkatan,” jelasnya. Mantan Sekwan Klungkung ini menyatakan sampah tersebut tak hanya tersebar di wilayah perkotaan, namun juga sejumlah pantai. Menyusul pelaksanaan banyupinaruh. Penanganannya sudah dilakukan dengan menerjunkan armada secara maksimal. Akan tetapi, pihaknya mengaku kewalahan. “Penanganan

cukup kewalahan. Petugas sudah kerja dari tadi pagi (kemarin - red). Sore lanjut lagi. Ini baru fokus menangani di kota dan beberapa desa. Untuk di pantai, besok (hari ini-red),” katanya. Sampah yang terdiri dari organik dan non-organik itu dibuang ke TPA Suwung, Denpasar dan TPA Regional Bangli. Hal ini dilakukan karena di Klungkung daratan tak ada lagi TPA, pascapenutupan di

Dusun Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan. Sementara untuk sampah desa yang memiliki Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS), dikelola secara mandiri. “Untuk yang dibawa ke TPA regional hanya sedikit. Ini pun hanya sewaktu-waktu,” terangnya. Jika dibandingkan tahun lalu, pengelolaan sampah pasca-Nyepi kali ini diklaim sudah lebih baik. Masyarakat sudah banyak yang berinisiatif memilah sesuai jenisnya. “Kalau diperhatikan, sekarang sudah bisa lebih baik. Sampah juga sudah dibungkus, sehingga lebih mudah mengambil,” tandasnya. (kmb45)

Bali Post/sos

SAMPAH - Tumpukan sampah di kota Semarapura, Minggu (18/3) kemarin. Volumenya meningkat pasca-hari raya Nyepi. Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung kewalahan melakukan penanganan.

Pilkada, Pemkab ”Tolak” Topik : Geliatkan ”city tour” SOLUSI Bangun Destinasi Wisata Baru ASN Pindah Tugas Semarapura (Bali Post) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Klungkung yang ingin pindah tugas ke daerah lain harus menunggu beberapa bulan ke depan. Pasalnya, hal tersebut belum diizinkan selama perhelatan Pemilihan kepala daerah (pilkada) berlangsung. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Klungkung Komang Susana menyampaikan hal itu, Minggu (18/3) kemarin. Pejabat asal Desa Pikat, Kecamatan Dawan ini tak menampik ada ASN yang mengusulkan pindah ke luar daerah. Hanya jumlahnya sangat kecil yang berasal dari tenaga pendidik. Alasannya supaya bisa memperhatikan keluarga dan terikat adat. Namun demikian, pemkab belum memberikan persetujuan. “Sekarang kan masih pilkada. Kalau pindah, harus minta persetujuan juga ke Kemendagri. Ini kan prosesnya cukup lama. Yang bersangkutan sudah kami berikan pengertian untuk menunggu dulu. Sudah diterima,” jelasnya. Usulan pindah tugas, sambungnya juga harus dikaji Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersangkutan sebelum memberikan rekomendasi. Terlebih di tengah masih terjadinya kekurangan tenaga pendidik maupun kesehatan. “Kami sudah sampaikan ini ke OPD. Sebelum memberikan rekomen-

dasi, juga harus dikaji dulu,” katanya. Disampaikan lebih lanjut, jika ingin pindah ke luar daerah, ASN bersangkutan tidak bisa langsung mengusulkan begitu saja. Namun, harus memenuhi beberapa persyaratan. Salah satunya sudah bertugas minimal lima tahun di Klungkung. Ini pun perlu disesuaikan dengan situasi kepegawaian. “Masa tugas itu salah satu menjadi ketentuan,” imbuhnya. Sebelumnya, Penjabat Sementara Bupati Klungkung I Wayan Sugiada menegaskan tidak akan melakukan mutasi selama tahapan hajatan politik lima tahunan ini berlangsung, termasuk pengisian puluhan jabatan eselon II sampai IV yang masih lowong. Selain waktu

yang tidak menungkinkan karena harus berurusan dengan Kemendagri, ia juga beralasan situasi pemerintahan sudah berjalan kondusif. “Saya tidak akan melakukan mutasi. Yang saya sampaikan waktu ini hanya normatif tentang kewenangan menjadi penjabat sementara, salah melakukan pengisian pejabat berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan,” sebutnya. Kepala Inspektorat Pemprov Bali ini menegaskan langkahnya tidak melakukan mutasi bukan karena ada intervensi. Melainkan karena lebih melihat situasi pemerintahan yang sudah berjalan baik. “Satu pun tidak ada yang menghubungi saya untuk tidak melakukan mutasi,” tandasnya. (kmb45)

Komang Susana

Bali Post/sos

PROGRAM city tour telah di-launching Pemkab Klungkung jelang akhir 2017. Ini sebagai pemberi warna baru untuk parwisata Kabupaten Klungkung, selain wisata alam, seperti Kepulauan Nusa Penida. Beberapa bulan berjalan, kunjungan wisatawan belum merata.

Yang ramai baru hanya di Kertha Gosa. Hal ini tentu perlu dikembangkan supaya bisa memberikan dampak pada masyarakat lebih luas. Strategi apakah yang ditawarkan pasangan calon yang bertarung dalam pilkada untuk membangkitkan itu? Cabup Tjokorda Bagus Oka yang diusung PDI-P dan PKPI mengungkapkan city tour tak hanya dibentuk. Namun harus ada upaya untuk menggeliatkan. Ini juga tak terbatas pada objek wisata yang sudah ada. Melainkan perlu terobosan yang lebih maksimal. Jika

terpilih menjadi orang nomor satu di bumi serombotan, akan dibentuk destinasi baru yang unik dan menarik sehingga bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Misalnya, pembuatan gong di Desa Tihingan, Banjarangkan. “Kalau hanya berpikir, saya bisa buat city tour, orang awam pun bisa. Kalau saya terpilih, akan buat destinasi baru yang bisa dikunjungi dan menarik,” ungkapnya belum lama ini. Manajemen pengelolaan juga akan diperbaiki. Kunjungan wisatawan harus menjadi satu paket. Ini bukan diatur oleh wisatawan, namun di-handle oleh tour

leader. Melalui ini, kunjungan di setiap objek bisa secara merata. “Ini harus dikemas satu paket. Supaya bisa seluruhnya dikunjungi,” katanya. Sentuhan inovatif menurut cabup nomor urut 1 ini juga sangat diperlukan. Tak hanya sebatas penataan, namun juga ada hal baru ditawarkan. Dokar yang kian “terpinggirkan” akan disulap menjadi angkutan menarik, menyerupai andong. “Nanti akan diperbaiiki. Kalau perlu desain seperti andong yang membuat wisatawan nyaman. Kusirnya menjadi tenaga kontrak pemkab,” tandasnya. (sos)

Kertha Gosa. Koleksi di dalamnya juga akan ditambah. “Peninggalan-peninggalan bersejarah akan ditambah. Museum ini akan dibuat lebih bagus,” katanya. Selain itu, percepatan penataan dan penetapan sebagai desa wisata juga dilakukan pada Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan yang lokasinya cukup dekat dengan wilayah kota. Di desa tersebut akan dibuatkan tourism information center (ITC). Selain itu, keunikan yang dimiliki, seperti kerajinan gong akan turut diberikan perhatian. “Untuk

informasi wisata, kita akan manfaatkan balai banjar. Itu diperbaiki. Kemudian untuk gong, nanti kita arahkan untuk membeli di sana, terutama untuk bantuan hibah. Karyanya juga akan dibuatkan hak cipta,” tegasnya. Keunikan lain, seperti kesenian maupun atraksi juga akan diberikan perhatian dengan memberikan ruang untuk beraktivitas. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) di dalamnya

juga tak kalah penting untuk dilakukan. “Kehidupan masyarakat juga perlu diperbaiki. Bagaimana mereka bisa menjaga lingkungan supaya tetap bersih,” sebutnya. (sos)

Bentuk Badan Pengelola

CABUP nomor urut 2, I Nyoman Suwirta, mengungkapkan dalam pengembangan city tour, dibentuk badan pengelola upaya pengembangan karena tidak harus mempergunakan regulasi layaknya birokrasi. “Intinya bentuk badan pengelola. Pengelolaan akan bisa lebih fokus,” ujarnya. Cabup yang berpasangan dengan Cawabup I Made Kasta ini menyatakan penambahan destinasi baru juga menjadi strategi. Ia pun telah merancang untuk mendesain lebih bagus Museum Semarajaya yang masih satu areal dengan

L.0001252-BLS-1


Senin Pon, 19 Maret 2018

EKONOMI

13 Kasus Pembobolan Nasabah BRI Hanya di Ngadiluwih Kediri

Bali Post/ant

NASABAH - Petugas kepolisian dari Polsek Ngadiluwih nampak menenangkan nasabah BRI Unit cabang Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Pihak BRI menegaskan kasus kehilangan uang ini hanya terjadi di Ngadiluwih, Kediri dan uang yang hilang sudah dikembalikan.

Jakarta (Bali Post) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyebut kasus pembobolan kartu debit nasabah BRI hanya terjadi di Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur. Hingga kini belum ada kejadian serupa di daerah lainnya. Diperkirakan dana nasabah yang hilang akibat pencurian data kartu debit (skimming) di Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur, kurang dari Rp 1 miliar. ‘’Kami sudah sampaikan ke nasabah agar berhati-hati tentang PIN,’’ kata Direktur Hubungan Kelembagaan BRI Sis Apik Wijayanto ditemui di Jakarta, Minggu (18/3) kemarin. Puluhan nasabah BRI Unit Ngadiluwih memblokir rekening karena berkurangnya jumlah dana di rekening secara misterius. Sis Apik menegaskan, kasus pembobolan kartu debit nasabah BRI hanya terjadi di Ngadiluwih. Belum ada laporan kejadian serupa di daerah lain. ‘’Kami sudah antisipasi di Ngadiluwih yang sudah terdeteksi. Kami sudah ganti kartu ATM-nya,’’ katanya. Selain itu, Sis Apik mengatakan pihaknya rutin

memeriksa mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Namun, pelaku yang memasang alat skimming selalu mencari celah untuk bertindak. ‘’Mereka memasangnya menunggu lengahnya kami, kadang malam hari. Kami sudah antisipasi itu, dan sudah ada pengamanan. Kalau memasangnya di tengah malam, yang kami lihat di CCTV,’’ katanya. Sekretaris BRI Bambang Tribaroto mengatakan, untuk kasus di Ngadiluwih, BRI telah menyelesaikan investigasi internal dan seluruh dana nasabah yang hilang telah dikembalikan secara penuh. Kepala Cabang BRI Kediri Dadi Kusnadi mengatakan, nasabah mengadukan kehilangan saldo rekening berkisar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Namun, Kepala Polsek Ngadiluwih AKP Shokib Dimyati di Kediri sempat menyebut ada yang melaporkan kehilangan sebesar Rp 5 juta. Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mencatat hingga Rabu (14/3) ada 87 nasabah BRI yang melapor bahwa saldo pada rekeningnya telah berkurang secara misterius. (ant)

Soal Jawa-Bali Crossing Amerika Serikat, Negara Tujuan Ekspor Batik Stamp Denpasar (Bali Post) Ekspor batik stamp produk CV D’Agung meningkat 10-15 persen mulai tahun 2016. Sejak awal berdirinya di tahun 1995, CV D’Agung telah berorientasi ekspor. Tujuan ekspornya 100 persen ke Amerika Serikat. Di sana ada empat klien yang sejak tahun 2000 menjadi langganan. Penerus CV D’Agung I Gusti Agung Bagus Magha Bojana, S.T., M.IT., Minggu (18/3) kemarin menuturkan, ekspor produknya meningkat pada tahun 2016, 2017, 2018. Bahkan ekspor dilakukan seminggu sekali, atau empat kali dalam sebulan. Terkadang jika kelebihan order, pihaknya terpaksa menolak karena kapasitas produksinya hanya 6.000 pcs setiap bulan. Magha Bojana lebih mengutamakan kualitas agar dapat terus bersaing dengan perusahaan sejenis. Itu pula yang membuatnya menolak order jika melebihi batas kemampuannya. Orderan tersebut dikerjakan karyawannya dengan sistem borongan. Sehingga penghasilan karyawan tergantung dari seberapa banyak bisa menyelesaikan pakaian. Banyak perusahaan garmen yang tutup. Menurutnya, bukan karena pasar lesu, tapi manajemen karyawan yang belum optimal. Maka dari itu ia menerapkan sistem borongan. “Garmen yang tutup karena kebanyakan karyawan. Makanya untuk menambah karyawan harus berhati-hati,” ujar Wakil Bendahara Utama Hipmi Bali ini. Pakaian batik stamp produksinya merupakan pekerjaan tangan karyawannya. Ada sekitar 30 karyawan yang bekerja di pabrik yang berlokasi di Jalan Nangka Selatan itu. Mereka juga disediakan mes. Keunggulan batik stamp adalah tidak mudah ditiru. Kain yang telah dibatik diterimanya dari perusahaan lain. Ia hanya mengerjakan penjahitan pakaian. Itu pun modelnya sesuai permintaan pelanggan. Motif batiknya juga sesuai permintaan, sehingga ia hanya mengerjakan pesanan. Pakaian batik stamp ini cocok digunakan saat musim panas di bulan April, Mei, Juni. Selain mengerjakan pesanan, Magha Bojana juga menjadi vendor produk yang sama. Per bulan pria yang menamatkan S-2 IT di Amerika itu menjual produk vendor tersebut sebanyak 10.000 pcs. Meski bukan dari kalangan fashion, ia giat mengerjakan bisnis keluarganya, karena panggilan tanggung jawab. Namun, ia juga mencoba merintis usaha sendiri yang sesuai dengan dasar pendidikan S-1 Teknik Sipilnya yaitu membuat HPL block board. (kmb42)

Bali Post/ist

BATIK STAMP - Agung Bagus Magha Bojana memperlihatkan proses pengerjaan pakaian batik stamp.

Isi Bhisama Dinilai Belum Jelas, PLN Harapkan Arahan PHDI

Denpasar (Bali Post) -

Hingga saat ini PLN belum mendapatkan kepastian dari PHDI terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk pembangunan tower 500 KV. Padahal proyek yang menghubungkan Jawa dan Bali melalui kabel udara telah layak dibangun sesuai dengan kajian LHK dan World Bank. Akibatnya penyaluran energi listrik untuk kebutuhan masyarakat Bali itu pun terhambat. General Manager (GM) PLN Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa mengatakan, PLN terus mengharapkan arahan dari PHDI Bali terkait dengan isi bhisama, dan mengaku siap untuk mengikuti aturan yang ada. Ia mengakui sampai saat ini pihaknya terus berusaha untuk berkomunikasi dan beberapa kali telah melakukan pertemuan dengan PHDI. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendapat kejelasan soal isi bhisama untuk menetapkan langkah nantinya. Ia berharap segera mendapat petunjuk dari PHDI. ‘’Karena terus terang kami belum mengerti soal itu. Jika kami membaca bhisama belum jelas menyatakan apa saja yang boleh dan apa saja yang harus ditaati.

Karena hanya menyebutkan pembungunan-pembangunan yang tidak berkaitan kegiatan upacara agama,’’ ungkapnya. Jika jarak pembangunan yang dibolehkan harus di luar radius 2 kilometer dari tempat suci, maka ia akan segera melakukan studi kembali. Jika hasil studi itu menyatakan tidak layak, maka akan dilakukan pembangunan menggunakan kabel bawah laut nantinya. ‘’Kita siap akan mendukung bhisama dan kami membutuhkan kepastian seperti apa isi bhisama tersebut,’’ ungkapnya. Hingga saat ini ia terus melakukan pendekatan dengan PHDI, agar persoalan ini bisa segera diatasi. Saat ini pun ia masih menunggu berakhirnya

hari raya. Karena padatnya hari raya membuat ia dan PHDI belum bisa bertemu. Jika hingga akhir Mei ini belum ada kejelasan terkait pembangunan JB Crossing, baik melalui laut atau udara, maka akan membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 tahun untuk mengkaji ulang dan merencanakan pembangunan baru. Tentu, hal tersebut juga akan berdampak pada keandalan pasokan listrik kedepannya. Sehingga pihaknya berharap PHDI segera memberikan kepastian arahan. Kalaupun yang disetujui nanti melalui bawah laut, maka akan ada kerugian mencapai Rp 3 triliun. ‘’Dan kita bersama harus siap dengan segala risikonya nanti,’’ imbuhnya. (kmb42)

General Manager (GM) PLN Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa.

Bali Post/dok

Kepatuhan Pajak Meningkat Penggabungan PGN di Bawah Ditargetkan 14 Jutaan Pertamina Rentan Rugikan Negara Wajib Pajak Sampaikan SPT

Jakarta (Bali Post) Kebijakan pemerintah Joko Widodo yang mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan pengalihan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) kepada PT Pertamina dinilai rentan merugikan negara. Pasalnya, tugas Pertamina yang sudah demikian berat akan makin bertambah dengan penggabungan PGN di bawah Pertamina. Demikian disampaikan ekonom Faisal Basri, Jumat (16/3) lalu. Ia menyayangkan keputusan Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke Dalam Modal Saham Pertamina. ‘’PP yang menjadi landasan hukum dialihkannya saham PT Perusahaan Gas Negara (PGN) kepada PT Pertamina justru akan membuat pekerjaan rumah Pertamina semakin berat, justru akan merugikan negara,’’ tegas Faisal. Menurut staf pengajar UI ini, tugas Pertamina yang utama adalah menekan jumlah impor minyak mentah maupun bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini jumlahnya mencapai 734 ribu barel per hari (bph). Caranya adalah dengan terus mencari cadangan dan menambah produksi dari lapangan minyak yang baru untuk diolah menjadi BBM demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasalnya, dengan terusmenerus melakukan impor minyak maka defisit perdagangan Indonesia menjadi naik. ‘’Sepanjang 2017, defisit perdagangan minyak kita sebesar US$ 14,7 miliar. Efeknya lari ke rupiah yang terus melemah, cadangan devisa yang tergerus, dan macam-macam. Jadi tugas Pertamina itu sudah sangat

berat, dan di tengah tugas yang berat itu dia ditambahi pekerjaan mengambil PGN,’’ tegas Faisal. Sebagai perusahaan publik, kata Faisal, sebenarnya PGN sudah berada di jalur yang benar karena menerapkan prinsip good governance dalam menjalankan operasinya. Kinerja keuangan PGN selalu diaudit dan selalu melaporkan rencana bisnis serta laporan keuangannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). ‘’Mengapa PGN ini justru dibiarkan diambil oleh perusahaan nonpublik? Apa sih targetnya Menteri BUMN Rini Soemarno menggabungkan PGN dengan Pertamina itu? Hanya mau menjadikan Pertamina sebagai perusahaan kelas dunia dan masuk dalam Fortune 500? Itu tujuan yang semu, bukan tujuan dari keberadaan perusahaan negara,’’ tegas Faisal. Studi UGM Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini menambahkan, dirinya memiliki hasil kajian yang dilakukan oleh para akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang menyatakan bahwa holdingisasi BUMN Migas di bawah Pertamina justru akan merugikan negara. Menurut Faisal, hasil kajian tersebut sudah diserahkan oleh Prof. Dr. Sri Adiningsih, akademisi dari UGM yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden kepada Jokowi. ‘’Tetapi Presiden malah meneken PP tersebut, jadi teman-teman di UGM lemas semua karena kalah oleh hasil kajian yang dibuat oleh timnya Menteri BUMN Rini Soemarno yang selalu berubah-ubah,’’ kata Faisal. Menyikapi keputusan Jokowi meneken PP tersebut, ia menam-

Faisal Basri

Bali Post/ist

bahkan, sudah menjadi tugas para akademisi atau teknokrat untuk mengingatkan seorang kepala negara atas kebijakan publik besar yang akan diambilnya. ‘’Para teknokrat yang ada di dalam lingkaran Jokowi, ataupun yang ada di luar itu sudah tugasnya mengingatkan Presiden. Setidaknya kita sudah mengingatkan, karena sebenarnya kasihan Pak Jokowi. Kalau sampai kena impeachment karena ini,’’ ujarnya. Faisal mengaku tidak akan heran jika di kemudian hari akan ada upaya menggugat kebijakan pemerintah dalam membentuk holding BUMN Migas ke Mahkamah Agung (MA) atau Mahkamah Konstitusi (MK). ‘’Kalau PP itu memiliki potensi menciptakan skandal, maka seharusnya bisa dibatalkan demi hukum. Tidak ada akhir dari sesuatu yang merupakan perbaikan kesalahan demi kepentingan negara dan masyarakat. Mudah-mudahan ada yang akan membawa itu MK dan MA,’’ tutup Faisal. (010)

Jakarta (Bali Post) Kepatuhan masyarakat membayar pajak meningkat dari tahun ke tahun. Demikian pula dengan pelaporan surat pemberitahuan tahunan (SPT). Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mencatat terdapat 6,1 juta wajib pajak telah menyampaikan surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan (PPh) 2017 sampai dengan Jumat (16/3). ‘’Target kami sekitar 14 jutaan wajib pajak yang melapor, kami harapkan ada 8 juta lagi yang akan memasukkan,’’ kata Direktorat Jenderal Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan dalam acara Spectaxcular di Jakarta, Minggu (18/3) kemarin. Robert mengatakan dari jumlah wajib pajak yang telah melapor SPT tersebut, sekitar 75 persen menyampaikan melalui fitur e-Filing pajak pribadi. Ia menambahkan, kepatuhan membayar pajak masyarakat meningkat dari tahun ke tahun. Kepatuhan pelaporan surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan 2016 sebesar 73 persen. Robert memperkirakan pada 2018 sekitar 80 persen wajib pajak akan menyampaikan SPT tahunan pajak penghasilan. Jumlah wajib pajak orang pribadi keseluruhan yang wajib menyampaikan SPT sekitar 18 juta wajib pajak. ‘’Jangan tunggu sampai tanggal 30 atau 31 Maret 2018,’’ katanya. DJP menyediakan empat pilihan bagi wajib pajak yang akan melapor SPT. Pertama, e-Filing melalui laman DJP atau penyedia layanan SPT elektronik yang telah ditunjuk oleh DJP. Kedua, wajib pajak dapat datang langsung ke kantor pelayanan pajak (KPP) atau kantor pelayanan penyuluhan dan konsultasi perpajakan (KP2KP). Ketiga, dikirim melalui pos tercatat ke KPP. Keempat, dikirim melalui jasa ekspedisi atau kurir ke KPP terdaftar. (ant)

Bali Post/ant

LAPORAN SPT - Seorang wajib pajak melaporkan SPT tahunan melalui e-filling di Kanwil DJP Jakarta Selatan. Tahun ini diperkirakan 80 persen Wajib Pajak akan sampaikan SPT.


14 Dana Tambahan KIS Lewat APBD Induk 2018

Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 35.231 warga kurang mampu dipastikan mendapat pelayanan kesehatan dengan KIS Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD Buleleng. Ini karena biaya tanggungan tidak harus menunggu dana tambahan pada APBD Perubahan 2018. Sebaliknya, biaya dapat dialokasikan pada APBD induk 2018 untuk 117.439 jiwa warga kurang mampu. Sebelumnya, lebih dari 35 ribu kepala keluarga warga kurang mampu diperkirakan tercecer dan tidak mendapat pelayanan KIS PBI. Pemkab Buleleng dan Pemprov Bali sepakat mengalokasikan dana tambahan agar warga yang tercecer itu bisa di-cover pelayanan KIS. Total kebutuhan dana sebesar Rp 9,5 miliar. Pemkab menanggung sekitar Rp 4,5 miliar, sedangkan Pemprov Bali sebesar Rp 5 miliar. Dalam prosesnya, Pemkab ternyata belum mengalokasikan dana itu di APBD induk 2018. Sehingga alokasikan dana yang dipasang oleh Pemprov Bali tidak bisa dimanfaatkan. Pemkab Buleleng hanya mengalokasikan dana untuk jatah KIS PBI sebanyak 117.439 jiwa. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Singaraja Made Sukmayanti dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Buleleng belum lama ini mengatakan, meski tambahan kuota 35.231 KIS PBI belum dianggarkan di APBD Induk 2018, dipastikan kondisi itu tidak mempengaruhi pelayanan terhadap mereka. Ini karena pembiayaan masih bisa memanfaatkan dana yang dialokasikan menanggung 117.439 jiwa. “Tidak masalah, pelayanan masih berjalan seperti biasa. Pemkab sudah punya alokasi dana PBI KIS, sehingga masih bisa memanfaatkan dana itu. Nanti di APBD perubahan juga akan dialokasikan, sehingga bisa ditutup dengan tambahan dana tersebut,” katanya. Ketua Komisi IV Gede Wisnaya Wisna mengatakan, dewan akan memastikan kembali agar alokasi dana untuk tambahan KIS PBI bisa terpasang di APBD Perubahan 2018. Dengan demikian, tidak ada lagi masalah dana yang menghambat pelayanan KIS PBI terhadap warga kurang mampu. “Tentu ini penjelasan yang gamblang, sehingga kita dapat memahami persoalan yang ada,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, DPRD menyoroti kinerja eksekutif dalam pelayanan KIS PBI, bagi masyarakat kurang mampu. Pasalnya, dana pelayanan sebesar Rp 4,4 miliar justru tidak dialokasikan di APBD induk 2018. Padahal dana sebesar itu sudah disepakati melayani tambahan kuota KIS PBI sebanyak 35.231 jiwa. (kmb38)

BULELENG

Senin Pon, 19 Maret 2018

Pemkab Lindungi Bangunan Tua

Singaraja (Bali Post) – Bangunan dengan arsitektur zaman kolonial Belanda masih banyak dimiliki warga Buleleng. Sebagian besar difungsikan sebagai rumah tinggal dan beberapa di antaranya gedung perkantoran. Tidak ingin bangunan tua tersebut hilang karena pengaruh zaman modern, pemerintah daerah mulai melindungi bangunan tua tersebut. Langkah awal dilakukan dengan mendata keberadaan bangunan tua dan diikuti dengan menyusun regulasi untuk melindunginya lewat rancangan peraturan daerah (ranperda). Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng Putu Tastra Wijaya, M.M. belum lama ini mengatakan, dari pengamatannya di lapangan bangunan tua di Buleleng kebanyakan berfungsi untuk rumah tinggal. Ini seperti bangunan rumah di Jalan Ngurah Rai, Jalan Gajah Mada, dan di beberapa lokasi lain. Sedangan bangunan tua juga masih difungsikan sebagai gedung perkantoran seperti kantor Dinas Pendidikan, Pemuda Olahraga (Disdikpora), gedung kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang), gedung kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), gedung kantor Dinas Perkimta (Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), dan gedung SMPN 1 Singaraja. Selain bangunan berarsitektur Belanda, di daerah ini juga terdapat

bangunan peninggalan Raja Buleleng Ki Anglurah Panji Sakti berupa permandian umum. Bangunan bersejarah ini berada dalam satu kawasan di Puri Seni Sesana Budaya tepatnya di sebelah timur, berbatasan dengan kawasan Pasar Buleleng. Sayang bangunan ini telah rusak dan terbengkelai. Bahkan di depan bangunan tersebut justru ditempatkan kontainer sampah. Pada situasi tertentu, sampah membludak hingga kawasan permandian bersejarah ini terkesan kumuh. Semua lokasi bangunan tua itu saat ini sedang didata oleh tim yang sudah dibantuk Disbud, bersama Dinas Perkimta dan instansi terkait lain. Setelah semua bangunan tua di Bali Utara ini terdata, pihaknya akan mengusulkan kepada pimpinan di daerah untuk menetakan bangunan tua tersebut lewat Surat Kepu-

Bali Post/kmb38

BANGUNAN TUA – Permandian zaman Kerajaan Buleleng, salah satu bangunan tua di Buleleng. Dalam waktu dekat bangunan ini akan dikonservasi agar tidak punah akibat pengaruh zaman modern. tusan (SK) Bupati Buleleng. “Kalau sudah ada data lengkap nanti kami usulkan agar ditetapkan lewat SK Bupati,” katanya. Upaya pelestarian bangunan tua di Buleleng tidak cukup dengan mendata dan menetapkan lewat SK. Disbud sendiri memprogramkan untuk mengatur bangunan tua ini sebagai warisan ca-

gar budaya di daerah lewat rancangan peraturan daerah (ranperda). Dengan regulasi ini, bangunan tua itu akan terlindungi melindungi keberadaanya, dan juga mengatur larangan untuk mengganti dengan desain bangunan modern. Kalau memang pemiliknya akan merenovasi, namun lewat regulasi nanti akan diatur bagian bangunan

yang bisa diubah dan bagian yang harus dipertahankan seperti aslinya. Sebagai timbal balik, pemilik bangunan tua tersebut nantinya akan diberikan keringanan membayar pajak bangunan. Sasaran jangka panjang dari pelestarian adalah menjadikan bangunan tua sebagai objek wisata. (kmb38)

”Pangerupukan”

Krama Desa Padangbulia Gelar Tradisi ’’Mapruput’’ PANGERUPUKAN di Buleleng tidak hanya dimeriahkan pawai ogoh-ogoh, juga dijadikan momen untuk mementaskan beberapa warisan tradisi leluhur. Seperti pementasan tradisi Mapruput di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, dan lomba Ngoncang di Desa Pakraman Buleleng.

Bali Post/ist

MAPRUPUT – Warga Desa Padangbulia menggelar tradisi Mapruput serangkaian Nyepi Çaka 1940, Jumat (16/3) lalu.

Warga Desa Padangbulia menggelar tradisi Mapruput, Jumat (16/3) lalu bersamaan dengan pawai ogoh-ogoh yang digelar di desa ini. Prosesi ini diawali dengan upacara Tawur Agung Kasanga. Tradisi Mapruput ini dipercaya sebagai simbol untuk mengusir butha kala dan amarah umat manusia sebelum melaksanakan catur brata panyepian, Sabtu (17/3) lalu. Tradisi ini diawali dengan memukul ketungan yang bisa digunakan untuk menumbuk padi oleh sekelompok ibu-ibu. Warga terutama pemuda desa

mulai memadati jalan di pusat desa. Mereka membawa daun kelapa kering (danyuh - red) yang sudah diikat. Daun kelapa kering itu pada ujungnya dibakar. Kobaran api itu menandai tradisi Mapruput dimulai. Masing-masing pemuda kemudian saling memukulkan ikatan daun kelapa kering yang sudah disulut api tersebut, diikuti dengan sorak sorai. Tak pelak suasana pementasan menambah sakral. Klian Desa Adat Desa Pakraman Padangbulia Kecamatan Sukasada Gusti Komang

Suputra mengatakan, tradisi ini rutin digelar setiap pangerupukan. Pihaknya mempercayai bahwa tradisi ini selain untuk mengusir butha kala, juga bermakna untuk melampiaskan amarah setiap umat manusia yang akan melaksanakan catur brata panyepian. “Ini tradisi turun-temurun yang harus kami gelar dan maknanya sendiri agar api yang menjadi simbol amarah setiap umat manusia harus dipadamkan,” katanya. Sementara itu, Sekaa Teruna Hita Mandala Banjar Paketan Kelurahan Paket Agung menggelar lomba Ngoncang, Jumat (17/3) lalu. Lomba Ngoncang yang digelar untuk ketiga kalinya ini dipusatkan di balai masyarakat Banjar Paketan, diikuti perwakilan dari delapan RT.

Lomba Ngoncang ini memang sudah menjadi sebuah agenda tetap di Banjar Adat Pakraman Paketan, Desa Pakraman Buleleng, khususnya saat hari pangerupukan. Walaupun tradisi Ngoncang secara niskala tidak memiliki hubungan keterkaitan dengan Nyepi, namun masyarakat setempat meyakini bahwa tradisi ini bisa menambah aura positif dan menetralisir aura negatif di permukiman warga. Ketua Sekaa Teruna Hita Mandala Banjar Paketan Gede Sukayasa menjelaskan, lomba Ngoncang ini digelar sebagai upaya untuk menyambut Nyepi, sekaligus untuk upaya pelestarian tradisi leluhur. Apalagi saat ini banyak generasi muda yang tidak mengetahui tradisi Ngoncang. (mud)


15

Senin Pon, 19 Maret 2018 Hasil Pertandingan --------------- Liga Spanyol -----------------------------------------Deportivo La Coruna Valencia Real Sociedad Real Betis

vs vs vs vs

Las Palmas Deportivo Alaves Getafe Espanyol

1-1 3-1 1-2 3-0

--------------- Liga Inggris ----------------------------------------AFC Bournemouth Huddersfield Town Stoke City Liverpool

vs vs vs vs

West Bromwich Albion Crystal Palace Everton Watford

2-1 0-2 1-2 5-0

--------------- Liga Italia --------------------------------------------Udinese SPAL

vs Sassuolo vs Juventus

1-2 0-0

--------------- Liga Jerman -------------------------------------------Borussia M’gladbach Eintracht Frankfurt Augsburg Hamburger SV Wolfsburg

vs vs vs vs vs

1. Bayern Munich 2. Schalke 3. Dortmund 4. Frankfurt 5. Leverkusen 6. Leipzig 7. Hoffenheim 8. Stuttgart 9. M’gladbach 10. Augsburg 11. Hertha BSC 12. Bremen 13. Hannover 14. Freiburg 15. Wolfsburg 16. Mainz 17. Hamburg 18. Koln

26 27 26 27 26 26 27 27 27 27 27 27 26 27 27 27 27 26

Hoffenheim 3-3 Mainz 3-0 Werder Bremen 1-3 Hertha BSC 1-2 Schalke 0-1 21 3 2 65-18 14 7 6 41-30 12 9 5 53-33 13 6 8 38-30 12 8 6 47-33 11 7 8 38-34 10 9 8 46-41 11 4 12 25-30 10 6 11 36-42 9 8 10 37-36 8 11 8 32-32 8 9 10 30-32 8 8 10 33-38 6 12 9 26-44 4 13 10 28-37 6 7 14 29-46 4 6 17 19-43 4 5 17 25-49

66 49 45 45 44 40 39 37 36 35 35 33 32 30 25 25 18 17

Pencetak gol : 23 - R. Lewandowski (Bayern Munich) --------------- Liga Prancis ------------------------------------------Bordeaux Amiens SC Angers SCO Montpellier Toulouse

vs vs vs vs vs

Rennes Troyes Caen Dijon Strasbourg

0-2 1-1 3-0 2-2 2-2

1. PSG 2. Monaco 3. Marseille 4. Lyon 5. Rennes 6. Nantes 7. Montpellier 8. Nice 9. Dijon 10. Bordeaux 11. Saint-Étienne 12. Angers 13. Guingamp 14. Caen 15. Strasbourg 16. Amiens 17. Toulouse 18. Troyes 19. Lille 20. Metz

30 30 29 29 30 29 30 29 30 30 29 31 29 30 30 30 30 30 30 29

26 2 2 93-20 20 6 4 74-32 17 8 4 59-34 15 9 5 59-34 13 6 11 39-36 12 7 10 29-29 9 15 6 28-25 12 6 11 39-41 10 8 12 43-57 10 7 13 33-39 9 9 11 31-44 8 11 12 36-42 9 8 12 30-43 10 5 15 22-36 8 8 14 35-54 8 7 15 25-34 7 9 14 29-41 8 5 17 25-40 7 7 16 29-48 5 5 19 26-55

80 66 59 54 45 43 42 42 38 37 36 35 35 35 32 31 30 29 28 20

Salah Tak Ingin Diperbandingkan dengan Messi Liverpool -

Manajer Liverpool Juergen Klopp menyebut Mohamed Salah tengah menuju pada puncak permainannya dan mensejajarkan diri pada pemain-pemain top dunia. Namun penyerang Mesir itu diyakini tidak menginginkan dirinya diperbandingkan dengan ujung tombak Barcelona Lionel Messi. Pemain berusia 25 tahun itu mencetak empat gol saat Liverpool mencukur Watford 5-0 pada pertandingan Liga Utama Inggris, Minggu (18/3) kemarin. Satu gol lainnya dihasilkan Roberto Firminho yang memanfaatkan asisst Salah. Kemenangan di Anfield itu membawa the Reds menempati peringkat ketiga klasemen sementara dengan perolehan 63 poin dengan 31 pertandingan. Sementara Manchester United di posisi kedua dengan 65 poin namun baru memainkan 30 laga. Sedangkan Manchester City kokoh di puncak dengan 81 poin dengan 30 pertandingan. Total Salah telah mengoleksi 28 gol dan berada di puncak daftar pencetak gol terbayak Liga Inggris. Pesaing terdekatnya adalah Harry Kane (Tottenham Hotspur) yang berada di posisi kedua

tertinggal 4 gol pada perebutan trofi Golden Boot. Pada musim ini saja, Salah telah menyumbang 36 gol. Ia menjadi pemain yang paling banyak menghasilkan gol pada musim debut. Ditanya soal kesamaan gaya Salah dan Messi, Klopp menjelaskan, ‘’Mo dalam jalur menuju penampilan terbaiknya. Itu bagus. Saya tidak mengira Mo atau lainnya menginginkan diperbandingkan dengan Lionel Messi.’’ Pemain terakhir the Reds yang mencetak empat gol dalam satu pertandingan adalah Luis Suarez yang kini menjadi tandem Messi di Barcelona. Suarez mencetak hattrick kemudian menambah satu gol lagi saat Liverpool menundukkan Norwick City 5-1 pada 2013. Klopp mengingatkan bahwa selain mempertahankan penampilan terbaiknya Mo

Milan Kapten Inter Milan Mauro Icardi mengakhiri paceklik gol selama dua bulan dengan memborong 4 gol sekaligus saat timnya menghancurkan Sampdoria 50 pada pertandingan Serie A Liga Italia, Minggu (18/3) kemarin. Kemenangan itu semakin lengkap karena dibukukan di kandang Sampdoria di Stadion Luigi Ferarris. Melengkapi kesuksesan itu, Icardi mencetak tiga gol pertama dalam waktu 14 menit di babak pertama. Total 22 gol berhasil disarangkan ke gawang lawan musim ini. Secara tidak langsung ia mengirim pesan kepada pelatih timnas Argentina Jorge Sampaoli bahwa dirinya tidak boleh dilupakan saat membentuk timnas menjelang putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia, Juni mendatang. Inter membuka kemenangan melalui gol Ivan Perisic menit ke-26 dengan sun-

dulan kepala. Selanjutnya Icardi memulai proses panen gol. Penyerang asal Argentina itu mengeksekusi penalti menit ke-30 sekaligus gol ke-100-nya di Serie A. Gol keduanya lahir semenit kemudian lewat sepakan tumit setelah umpan silang Perisic mengenai pemain lawan dan bola menuju jalurnya. Sesaat sebelum jeda, ia melengkapi hattrick-nya dari jarak dekat. Gol keempat Icardi yang juga kelima Inter lahir setelah pemain Sampdoria Edgar Barreto menghalau bola namun melambung dan menuju arah Icardi. Tendangan keras Icardi membuat bola memantul dan tak mampu dijangkau kiper Emiliano Viviano. Kemenangan ini membawa Inter mengoleksi 55 poin dan merangkak ke posisi ke-4 klasemen sementara. Inter unggul dua poin atas Lazio yang akan menjamu Bologna di laga lainnya.

suka bermain dengan dia, demikian juga sebaliknya. Jadi hal itu bagus,’’ tambah Klopp. Pada pertandingan lain Everton menumbangkan tuan rumah Stoke City 1-2 melalui

dua gol Cenk Tosun. Crystal Palace juga meraih kemenangan tandang dengan mempermalukan Huddersfield Town 0-2 dan Bournemouth mengalahkan West Bromwich Albion 2-1. (kmb39/rtr)

Icardi masuk skuad Argentina pada pertandingan kualifikasi zona Amerika Selatan pada September tahun lalu. Namun namanya tidak dimasukan dalam skuad oleh pelatih Jorge Sampaoli pada pertandingan persahabatan melawan Spanyol dan Italia pekan ini.

Laju Juventus Laju 12 kemenangan beruntun pimpinan klasemen Juventus terhenti saat sang juara bertahan Liga Italia ditahan imbang 0-0 oleh tim papan bawah SPAL. Ini merupakan pertama kalinya sejak 9 Desember di mana tim Turin itu gagal memenangi pertandingan liga. Hasil ini juga membuat persaingan perebutan gelar juara Serie A. Meski Juventus unggul lima poin di puncak klasemen, nasib tim peringkat kedua Napoli kembali berada di genggamannya sendiri saat mereka menjamu

Genoa. Mereka dapat memangkas keunggulan menjadi dua poin bila memenangkan laga itu dan masih akan bertemu Juve pada pertengahan April. Juventus, yang menyelesaikan pertandingan kesepuluh mereka di liga tanpa kemasukan gol, mendominasi penguasaan bola namun tidak mampu menemukan cara untuk menembus pertahanan SPAL. Gelandang SPAL Filipo Costa mampu memblok upaya Alex Sandro setelah ia mendapat umpan terobosan dari Douglas Costa. Sementara tembakan bebas penyerang Paulo Dybala juga tidak berhasil menembus gawang SPAL. SPAL, yang kembali ke divisi tertinggi setelah absen selama 45 tahun, naik satu posisi menjauhi zona degradasi. 13 ribu penonton yang memadati stadion Paolo Mazza, Ferrara, bersorak gembira saat peluit panjang berbunyi, seolah-olah mereka telah memenangi gelar. (kmb39/rtr/ant)

Watanabe/Higashino Juara Ganda Campuran All England Jakarta (Bali Post) Pasangan Jepang berperingkat 48 dunia, Yuta watanabe/Arisa Higashino, membuat kejutan dengan menjuarai nomor ganda campuran turnamen bulu tangkis All England 2018, Minggu (18/3) kemarin. Watanabe/Higashino me-

numbangkan duet Tiongkok berposisi 14 dunia Zheng Siwei/Huang Yaqiong di partai final dengan skor 15-21, 22-20, 21-16. Dalam partai puncak yang dihelat di Arena Birmingham, Inggris, Minggu kemarin, Watanabe/Higashino menumbangkan pasangan Tiongkok

--------------- Piala FA --------------------------------------------------

vs Tottenham Hotspur 0-3 vs Brighton & Hove Albion 2-0

juga memerlukan konsistensi agar dirinya bisa disejajarkan dengan pemain elite dunia. Kerja sama dengan pemainpemain lain juga diperlukan dalam tim. ‘’Dia sangat membantu kami. Anak-anak

Bali Post/rtr

Icardi Akhiri Paceklik Gol

Pencetak gol : 24 - E. Cavani (Paris Saint-Germain)

Perempatfinal Swansea City Manchester United

Penyerang Liverpool Mohamed Salah.

Bali Post/rtr

JUARA - Pasangan Jepang Yuta Watanabe dan Arisa Higashino berpose dengan trofi All England setelah menjuarai nomor ganda campuran, Minggu (18/3) kemarin.

unggulan lima turnamen itu, dengan kebangkitan luar biasa usai kalah di game pertama. Di game kedua, mereka mampu bangkit dan memimpin perolehan poin. Namun Zheng/Huang mampu mengejar dan memberi perlawanan sengit jelang akhir laga dan sempat menyamakan kedudukan, namun Watanabe/Higashino mampu ke luar dari tekanan dan memaksakan game ketiga digelar. Jika melihat perjalanan Watanabe/Higashino di All England 2018, hasil ini tam-

paknya pantas didapatkan oleh duet Jepang. Pasalnya dalam perjalanan ke final, pasangan Jepang mengalahkan setidaknya dua unggulan turnamen level Super 1.000 ini. Di putaran pertama, pasangan Jepang berhasil menumbangkan duet unggulan tiga asal Hongkong Tang Chun Man/Tse Ying Suet 1821, 21-18, 21-16. Unggulan selanjutnya yang ditumbangkan oleh Watanabe/Higashino adalah duet tuan rumah Chris Adcock/Gabrielle Adcock yang merupakan unggulan tujuh

18-21, 21-15, 21-15, di perempatfinal. Dan di semifinal, duet Jepang ini juga menumbangkan unggulan ke-8 Tiongkok Zhang Nan/Li Yinhui. Zhang/Li ditumbangkan Watanabe/Higashino dengan skor 21-14, 21-18. Gelar di Birmingham tahun 2018 ini sendiri bagi pasangan Jepang merupakan gelar perdana mereka pada 2018. Di tunggal putri, unggulan pertama dari Taiwan Tai Tzu Ying menghentikan unggulan kedua dari Jepang Akane Yamaguchi 22-20, 2113. (kmb39/rtr/ant)


olah raga

16

Senin Pon, 19 Maret 2018

Depak Brands, BU Datangkan Milos Krkotic Gianyar (Bali Post) -

Manajemen Bali United (BU) resmi mendepak gelandang serang asal Belanda Kevin Martinus Brands terhitung sejak Minggu (18/3) kemarin. Sebagai gantinya, manajemen mendatangkan Milos Krkotic, pemain impor asal Montenegro sekaligus negara asal bomber Ilija Spasojevic sebelum naturalisasi menjadi WNI.

Bali Post/ant

PIMPIN LATIHAN - Pelatih Luis Milla memimpin sesi latihan Timnas U-23 di Lapangan A Senayan, Jakarta. Timnas U-23 menggelar pemusatan latihan perdana menjelang pertandingan uji coba melawan Singapura pada Rabu 21 Maret 2018 di Stadion Nasional, Singapura.

Luis Milla Uji Coba Posisi Baru Pemain Timnas

Jakarta (Bali Post) Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Luis Milla menyiapkan kejutan di laga persahabatan melawan Singapura di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (21/3), dengan melakukan uji coba. ‘’Ada sedikit kejutan yaitu beberapa pemain akan berlaga di posisi yang berbeda dari biasanya,’’ ujar Milla usai memimpin latihan timnya di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Minggu (18/3) kemarin. Milla mengatakan hal itu sengaja dilakukannya karena dirinya ingin melihat kemampuan terbaik dari anak-anak asuhnya ketika diberikan tugas tak seperti bisanya. Menurut sang pelatih asal Spanyol, itulah esensi dari pertandingan uji coba selain ditambah lagi untuk melihat kemampuan para pemain baru. ‘’Saya ingin memantau pemain yang bisa bertanding di beberapa posisi dan pemain baru yang bermain baik di kompetisi seperti Zulfiandi dan Irfan Jaya,’’ kata Milla. Timnas U-23 sendiri bertandang ke Singapura dengan skuad tak lengkap karena absennya sejumlah pilar seperti Hansamu Yama, Evan Dimas dan Yabes Roni. Namun, dengan materi pemain yang ada, Luis Milla tetap menargetkan kemenangan di laga tersebut. ‘’Kami tahu tim Singapura juga dalam kondisi tidak baik tetapi kami tidak boleh meremehan mereka,’’ tuturnya. Milla menambahkan, gelandang Evan Dimas tetap berangkat ke Singapura meski kemungkinan besar tak bertanding di laga uji coba kontra Singapura karena cedera. ‘’Evan Dimas akan bergabung dengan tim karena kehadirannya sangat penting walaupun dia tidak bermain,’’ ujar Milla. Evan Dimas Darmono, gelandang tim nasional U-23 dan senior Indonesia, mengalami cedera di pergelangan kaki kala membela timnya Selangor FA di babak ketiga Piala FA Malaysia, Jumat (16/3). Di partai yang dimenangkan Selangor FA dengan skor 3-1, Evan mencetak satu gol sebelum ditarik keluar karena cedera sekitar 15 menit jelang laga berakhir. ‘’Kami tidak bisa berharap kehadiran pemain penting yang cedera seperti Hansamu Yama, Yabes Roni dan Evan Dimas. Namun di laga uji coba nanti saya ingin mencoba pemain lain seperti Zulfiandi yang bermain baik di kompetisi,’’ tutur Milla. Evan Dimas bersama kompatriotnya di Selangor FA Ilham Udin akan bergabung dengan timnas U-23 langsung di Singapura. Di sana, timnas akan menjalani dua kali latihan sebelum bertanding pada Rabu (21/3). Terkait pengganti Evan jika tak bermain kontra Singapura, nama Zulfiandi muncul menjadi salah satu kandidat. Gelandang yang kini bermain untuk klub Liga 1 Sriwijaya FC itu merupakan gelandang yang dikenal memiliki operan mumpuni dan tendangan akurat. Menanggapi kemungkinan dirinya masuk ke skuad inti kontra Singapura, Zulfiandi memilih untuk menyerahkan semuanya kepada pelatih. ‘’Saya serahkan semuanya kepada pelatih. Saya akan lakukan apa yang diminta,’’ kata pemain yang menjadi bagian skuad timnas U-19 kala menjuarai Piala AFF U-19 tahun 2013 itu. Tim nasional U-23 akan menghadapi Singapura pada Rabu (21/3) di Stadion Nasional, Singapura, dalam laga uji coba sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2018. Sebelum pertandingan tersebut, timnas menjalani pemusatan latihan (TC) di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, pada 17-18 Maret 2018 dan akan berangkat menuju Singapura pada Senin (19/3). (ant)

Tunjukkan Perkembangan, Timnas Putri Masih Mencari Kerangka Tim

Jakarta (Bali Post) Pelatih tim nasional sepak bola putri Indonesia Satia Bagdja masih mencari kerangka terbaik timnya yang sedang menjalani pemusatan latihan sekaligus seleksi di Lapangan Nirwana Sawangan Park, Depok, Jawa Barat. ‘’Secara keseluruhan memang ada perkembangan yang bagus, pola permainan mulai terlihat. Namun, kami masih harus bekerja keras untuk mendapatkan kerangka tim yang solid,’’ ujar Satia, Minggu (18/3) kemarin. Dia melanjutkan, demi mendapatkan kerangka tim seperti yang diinginkannya, timnas putri perlu lebih banyak pertandingan uji coba selain menjalani program latihan rutin. Timnas putri telah menjalani tiga kali uji coba yaitu melawan tim putra SSB Pelita Jaya U-13 dan U-14 di mana mereka kalah dan kontra SSB Astam U-13 yang berhasil ditaklukkan timnas putri dengan skor 3-1. Berikutnya, Satia Bagdja ingin menghadapi tim putri yang seimbang sebelum melawan tim putri yang levelnya di atas skuadnya. ‘’Bisa kontra tim lokal dan tentu akan lebih bagus jika bisa uji coba dari tim negara lain. Para pemain juga butuh pengalaman menghadapi lawan-lawan yang sepadan ataupun lebih bagus dari mereka,’’ tuturnya. Adapun saat ini ada 37 pemain yang mengikuti latihan sekaligus seleksi timnas putri di Depok, Jawa Barat. Dalam melatih, Satia Bagdja sendiri dibantu asisten pelatih Alek Aldha dan pelatih kiper Beny Van Breukelen. Pada tahun 2018, timnas putri Indonesia akan mengikuti dua turnamen besar yaitu Asian Games 2018 dan Piala AFF Putri yang keduanya digelar di Indonesia. Di Asian Games 2018, PSSI menargetkan timnas putri menduduki peringkat 10 besar, sementara di Piala AFF Putri 2018 mereka diharapkan bisa mencapai babak semifinal. (ant)

CEO Bali United Yabes Tanuri, kemarin, menegaskan pihaknya bersama tim pelatih telah memantau sekaligus mengevaluasi perkembangan legiun asing asal Negeri Kincir Angin. Alhasil, manajemen sepakat melepas pemain yang akrab disapa Martinus ini. Yabes menilai skill-ball Martinus bukannya tidak bagus, bahkan sosok Martinus merupakan pemain berkualitas. Hanya, tipikal permainannya kurang cocok dengan skema permainan yang biasa diperagakan Tim Serdadu Tridatu. ‘’Martinus sudah pernah berjuang mengibarkan bendera Bali United. Harapan kami, Martinus bisa cepat dapat klub baru yang bisa mengembangkan karier bolanya, bagi pemain yang berpengalaman merumput di Liga Belanda,’’ jelas Yabes. Martinus pun yang bergabung dengan Bali United sejak Desember 2017 lalu, pernah menyumbang sebiji gol, melalui tendangan penalti, ketika melawan Persija Jakarta pada penyisihan Piala Presiden 2018. Yabes menambahkan, Milos Krkotic direkrut berdasarkan rekomendasi tim pelatih, dan dikontrak selama setahun. ‘’Kami berharap

bergabungnya Milos Krkotic mampu mendongkrak prestasi tim,’’ ujar Yabes. Figur Milos Krkotic merupakan pemain kelahiran Kota Titograd, Yugoslavia, 29 September 1987. Karier terahirnya, Milos membela tim FK Kukesi pada kasta tertinggi Liga Albania. Milos juga pernah masuk skuad timnas Montenegro, persisnya saat meladeni Timnas Inggris pada Kualifikasi Piala Dunia 2014 silam. Kala itu timnas Inggris bermaterikan Wayne Rooney dan Steven Gerrard. Di kubu timnas Montengero juga diperkuat mantan bomber AS Roma dan Juventus Mirko Vucinic, mantan penyerang Fiorentina dan Manchester City, yang saat ini bermain di klub Liga Spanyol Sevilla yakni Stevan Jovetic. Bergabungnya Milos Krkotic diharapkan mampu mendongkrak prestasi tim, sebelum digulirkannya Kompetisi Liga 1. (022/r)

PEMAIN BARU - Bali United merekrut pemain baru Milos Krkotic untuk menghadapi kompetisi Liga 1 yang dimulai pada 23 Maret mendatang.

Lala Studio Adakan Ujian Instruktur Senam Denpasar (Bali Post) Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Lala Studio telah menggelar ujian instruktur senam di Lala Studio Veteran, Jalan Veteran 66 E pada pekan lalu. Para instruktur yang lulus diharapkan bisa mengikuti uji kompetensi level 2, Angkatan 2, pada 12 Apil nanti. Pemilik Lala Studio Adolfina Grace Tangkudung, di Denpasar, Minggu (18/3) kemarin menerangkan, instruktur senam bukan sekadar piawai melakukan pergerakan maupun wajah cantik, namun yang lebih diutamakan kepribadian. ‘’Kepribadian cukup luas, mulai berbusana sopan, santun dalam berbicara, berperi laku baik, dan kepribadiannya menarik,’’ kata Grace Tangkudung. Para peserta ujian instruk-

tur senam, materi yang diujikan seperti penyusunan ragam gerak, karakteristik musik, penghitungan denyut nadi. Menurutnya, para instruktur senam selanjutnya bisa mengikuti uji kompetensi dan sangat diperlukan, sebab resmi diakui pemerintah, utamanya dalam menghadapi persaingan Era Global. ‘’Uji Kompetensi diakui se-Asia, sertifikatnya bisa dipakai dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA),’’ ujarnya. Bagi yang ikut uji kompetensi, katanya, bukan hanya berlatar belakang dari senam aerobik, tetapi bisa senam tera, senam jantung sehat juga bisa mengikutinya. ‘’Pada intinya, senam dibagi dalam tuga fase, yakni pemanasan, inti, dan pendinginan,’’ terangnya. (022)

Bali Post/dok

UJIAN - Lala Studio mengadakan ujian instruktur senam.

Bali Post/ist

Le Tour de Langkawi 2018

Abdul Gani Masuk 10 Besar di Etape Pertama Jakarta (Bali Post) Pembalap Indonesia Abdul Gani membuat kejutan dengan mampu masuk sepuluh besar etape pertama Le Tour de Langkawi 2018 dari Kangar menuju Kulim, Malaysia, Minggu (18/3) kemarin. Abdul Gani menyelesaikan jarak 147,9 km dengan catatan waktu 03 jam 29 menit 04 detik. Manajer tim KFC Cyling Team, Parno, mengatakan hasil yang diraih oleh Abdul Gani ini cukup bagus mengingat persaingan kejuaraan dengan kategori 2 HC ini sangat ketat karena banyak pembalap kelas dunia yang turun. ‘’Alhamdulillah bisa nyodok ke sepuluh besar. Hasil yang cukup bagus di awal Le Tour de Langkawi ini. Semoga kami bisa meraih hasil lebih baik lagi di etapeetape berikutnya,’’ katanya. Mantan pembalap nasional itu menjelaskan, hasil lebih bagus kemungkinan

bisa terjadi jika pembalapnya lolos dari kecelakaan yang terjadi satu kilometer menjelang finis. Dua pembalapnya yaitu Abdul Gani dan Imam Arifin terlibat pada kecelakaan tersebut. Meski demikian, katanya, Abdul Gani tetap mampu melanjutkan perlombaan dan sempat adu sprint dengan pembalap yang sudah mempunyai jam terbang tinggi pada balapan internasional. ‘’Angga (Selamat Juangga) yang lolos karena dia ‘narikin’. Yang jelas kerja sama tim sangat menunjang hasil di etape pertama ini,’’ kata Parno menambahkan. Pada etape pertama Le Tour de Langkawi 2018, pembalap asal Italia yang sudah familiar dengan balapan di Malaysia, Andrea Guardini menjadi yang tercepat. Pembalap yang memperkuat tim Bardiani masuk finis dengan membukukan

catatan waktu 03:29:04. Posisi kedua ditempati pembalap KSPO Bianchi Asia Procycling Korea Selatan, Yong Seo Joon dan posisi tiga Mekseb Debesay (Dimension Data) dengan catatan waktu yang sama dengan pemenang. Melihat persiapan di etape pertama, bisa dipastikan etape dua dari Gerik menuju Kota Bharu, Senin (19/3) dengan jarak tempuh 208,3 km bakal berlangsung dengan ketat. Pembalap tuan rumah baik dari tim Terengganu Cycling Team maupun Team Sapura Cycling yang diperkuat pembalap Indonesia, Aiman Cahyadi. Le Tour de Langkawi 2018 menempuh jarak lebih dari 1.200 km yang terbagi dalam delapan etape. Balapan ini merupakan yang bergengsi di Asia Tenggara dan diikuti oleh 22 tim yang diantaranya adalah tim pro tour. (ant)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Senin Pon, 19 Maret 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Kerja Diluar Negri, Semua Usia Pasutri 081375409869

B.BP.004.03.18.0000732

Dcr sgr Admin Lam:Ekwan Wito Jl.Trenggana 179x Br.Anggabaya Penatih Dps,Smp Psr Phn Brngin

B.BP.004.03.18.0000722

Dcr Krywti Butik Min SMA Indi Butik&Jewelry Jl.D.Buyan 33Snr

B.BP.001.03.18.0000713

Dibthkn Fotografer berpenglmn Gj Menarik,Hub:0361-4490319,CV ke:asavillasproperty@gmail.com

B.BP.001.03.18.0000743

****Admin GMT,Wanita,Computer, Bhs Inggris, Pekerja Keras.Krm lam: sari.oktora25@gmail.com

B.BP.001.03.18.0000704

B.BP.001.03.18.0000741

Cr Sales (P,SMU/K),Supir(P,SMU /K,SimA/B1)Lam PT.ABC,Jl.Gatsu Timur 7 Tohpati,T.0361-462568 B.BP.001.03.18.0000710

B.BP.001.03.18.0000633

Dcr Graphic/Web-Design/3D,S1 Dcr Accounting, Pajak, S1 Acct Dcr Penulis, Writer, D3 Sastra pglm 3 Th, hrd@melali-mice.com B.BP.004.03.18.0000733

Dcr PRT wanita tinggal dalam areaKutaHub/SMS:087862389529 B.BP.154.03.18.0000742

Dcr Sales,Spv,Teknisi STM,Gj+ Bns+Komisi+BPJS,Lam PT.PMA, Bedahulu XVII/7 Dps B.BP.821.03.18.0000430

Dicari PRT Wanita Tidur Dalam belum nikah Hub:085333468877 B.BP.001.03.18.0000739

SERVICE

SERVICE

SERVICE

SERVICE

SERVICE

SERVICE

DIJUAL MOBIL

BENGKEL LAS

RUPA - RUPA

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

FOTO COPY

BALI WANGI

WC

JASA KURAS

LIMBAH MELAYANI MAMPET

BERGARANSI KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, SALURAN DAPUR

0877 6129 5235 081 238 450 210 C.0000620-brj

BIRO JASA

TOUR

ALUMINIUM

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dcr Tenaga PRT,rajin, bisa masak.Hub.081237790635

LOWONGAN

Daeler Indosat Membtuhkan Sale Canvasser.Min SMA.Pengalaman Diutamakan.Hub:PB Sudirman Ruko Sudirman Agung Blok A4

Informasi pasang iklan Telepon

Dibthkan Tng Serabutan Jujur & Rajin,SIM A,Min SMP,Maks 40th.Lam+CV Kirim ke:Jl.Cargo Permai 42B (0811303013)

B.BP.004.03.18.0000579

Dibthkn Tenaga House Keeping u.Villa Area Pecatu Pribd Baik Pekrja keras.Gj Menarik,CV Krm ke:asavillasproperty@gmail.com Telp.(0361) 4490319

B.BP.001.03.18.0000703

DIJUAL MOBIL ISUZU

Black Panther’02 Tgn 1 mulus Hub.082144117899

B.BP.001.03.18.0000736

MERCEDEZ

M-Benz,E’280AT,Th’2008 hitam Metalik,Asli Bali,Tangan 1 75.000km,kondisi bagus Hub:08123830201

B.BP.001.03.18.0000662

TOYOTA

DIJUAL RUMAH

ARSITEKTUR

Dijual Rumah Elit,LT.5,4A,2Lt, 4Kmr, Swimming pool + Garden Jl.Sekar Tunjung, di Kawasan Elit, Gatsu Tmr HP.08123830201

Gbr.IMB,R.Tinggal,Vila,3D,Ruko Gbr.Rencana,dll.081337230907

B.BP.001.03.18.0000663

Rumah 2Lt 3Are Jl.Kebudayaan Sidakarya TP, 081219297386

B.BP.001.03.18.0000683

DIJUAL TANAH Dj Tnh Kav SHM Sading Pamogan Prum Mekar Jaya H.082144020334 B.BP.001.03.18.0000737

B.BP.001.03.18.0000181

RUPA-RUPA Dana 1Hr Cair,BPKB,Srtfkt,KPR 0,5%Hb.430373/74-085101520139 B.BP.164.02.18.0001465

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat T.08123985172 / 412815 B.BP.001.03.18.0000524

Saya Siap Bantu Nyusun Laporan Pajak Tahunan HP:081338344155

Innova-G AT Th 2014,Silver Bensin,53.000KM,DK Asli Hub:08123830201

Tanah 26 Are Sunset Road Utama Seminyak.Hubungi:085100867168

Kijang G’94 Kondisi Bagus 40Jt Nego Lsg AN T:081246200787 Ngr

Dijl Ruko Kertawijaya Blok A1/ Buluh Indah 26C Dps 085100867168

!Urus LaporanPajak SPT Tahunan NPWP,SIUP,Paspor 081235887887

B.BP.159.03.18.0000642

B.BP.004.03.18.0000734

B.BP.001.03.18.0000681

B.BP.001.03.18.0000664

B.BP.004.03.18.0000735

DIJUAL RUKO

B.BP.001.03.18.0000004

BIRO JASA


BANGLI

18

Senin Pon, 19 Maret 2018

Bupati Made Gianyar Hadiri ’’Tawur Agung Kasanga’’ di Catus Pata Bangli

SERANGKAIAN hari raya Nyepi Tahun Çaka 1940, Jumat (16/3) lalu, digelar upacara Tawur Agung Kasanga di Catus Pata Bangli. Prosesi yang di-puput tiga orang sulinggih ini dihadiri langsung Bupati Bangli I Made Gianyar, S.H., M.Hum., M.Kn., pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli, panglingsir Puri Bangli dan masyarakat. Makna dari pelaksanaan upacara Tawur Agung Kasanga yakni untuk mengharmonisasi alam beserta isinya. Kabag Kesra Setda Bangli Jro Nyarikan Widarta selaku Panitia Penyelenggara Tawur Agung Kasanga menyampai-

kan, upacara ini merupakan rangkaian hari raya Nyepi. Upacara yang dilaksanakan sehari sebelum Nyepi tersebut memiliki tujuan untuk pembersihan bhuana agung dan bhuana alit. Upacara Tawur Agung juga dilaksanakan untuk nyomya bhutakala agar tidak mengganggu umat ketika melaksanakan catur brata panyepian keesokan harinya. Dikatakan Jro Nyarikan Widarta, adapun sarana bakti yang digunakan antara lain bebangkit, nyatur niri, nyatur mukti, pacaruan tawur agung dan padudusan agung durmanggala agung. Upacara Tawur Agung Kasanga

menggunakan wewalungan di antaranya kerbau, godel, kambing, asu bangbungkem, babi hitam jantan, angsa, ayam penawasanga dan itik. Tawur Agung Kasanga dipuput oleh tiga sulinggih yaitu Ida Pedanda Putra Tanjung dari Geria Duur Kangin, Ida Pedanda Buda Geria Alang Kajeng, Nongan dan Ida Rsi Nabe Bhujangga Sangging Prabangkara Dwijaksana dari Geria Kawan Ganggawati Bangli. Ketua PHDI Kabupaten Bangli Nyoman Sukra menyampaikan, makna dari pelaksanaan tawur agung yang dilaksanakan sebelum

hari raya Nyepi adalah untuk mengharmonisasi alam beserta isinya. ‘’Dengan dilaksanakannya tawur agung kita membuat alam menjadi harmoni dan seimbang yang dalam bahasa agamanya adalah nyomia bhutakala di bhuana agung dan bhuana alit. Energi yang selama setahun telah kita gunakan ini kita coba sucikan kembali agar bermanfaat untuk kehidupan umat manusia dan lingkungannya,’’ kata Sukra. Dalam perayaan Nyepi ini, Sukra mengimbau agar seluruh umat Hindu dapat melaksanakan catur brata panyepian dengan khusyuk dan khidmat,

Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, makna hari raya Nyepi harus dipahami oleh umat. Gianyar berharap perayaan Nyepi di Bangli bisa berjalan dengan khidmat dan lancar. ‘’Sekarang (Jumat - red) merupakan hari Pangerupukan, kita harapkan pelaksanaannya sukses dan ketika pelaksanaan catur brata panyepian esok haripun bisa sukses. Mari kita semua jalani proses kehidupan beragama sesuai dengan nilai-nilai yang diatur dalam kitab suci kita sehingga kita bisa menjadi manusia yang bernilai,’’ kata Made Gianyar. (ad746)

SEMBAHYANG - Bupati Bangli I Made Gianyar didampingi Kapolres Bangli AKBP IGN Agung Panji Anom, panglingsir Puri Bangli dan pimpinan OPD lainnya bersembahyang bersama saat Tawur Agung Kasanga di Catus Pata Bangli, Jumat (16/3) lalu.


19

Senin Pon, 19 Maret 2018

Golkar Dorong Titiek Soeharto Jadi Pimpinan MPR Jakarta (Bali Post) Partai Golkar mendorong putri Presiden ke-2 RI Soeharto, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto, menjadi salah satu Wakil Ketua MPR menggantikan Mahyudin. Penegasan disampaikan langsung Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto saat menyampaikan pidato pelantikan pengurus Pimpinan Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar (PP KPPG) di DPP Partai Golkar, Minggu (18/3) kemarin. ‘’Dalam periode ini saya mengusulkan kader perempuan dari Partai Golkar di pimpinan MPR. Kami dorong Mbak Titiek untuk mengisi pimpinan MPR,’’ kata Airlangga. Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo ini memastikan akan memproses segera pergantian Mahyudin dengan Titiek Soeharto melalui mekanisme yang diatur dalam internal Partai Golkar, yaitu melalui rapat pleno yang dijadwalkan pada sore ini. ‘’Nanti akan kami proses,’’ imbuhnya. Pernyataan Airlangga di-

amini Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus. Menurut Lodewijk, mekanisme pergantian nama pimpinan MPR dari Partai Golkar itu harus melalui mekanisme rapat pleno yang digelar hari ini. ‘’Insya Allah kalau mungkin malam ini bisa kami rapatkan akan kami rapatkan, sehingga ada keputusan bersama. Karena proses pengambilan keputusan di Golkar itu kan harus kolektif kolegial, sehingga tidak bisa diputuskan hanya satu orang itu. Jadi nanti kita bicarakan,’’ kata Lodewijk. Penegasan Airlangga tersebut menegaskan tentang kesimpangsiuran tentang jadi tidaknya pergantian Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Golkar. Sebelumnya, kabar mengenai pergantian Mahyudin dengan Titiek Soeharto sempat mengemuka namun hal itu dibantah oleh Mahyudin sendiri, bahkan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan yang mengaku pimpinan MPR belum menerima tentang rencana pergantian tersebut. (kmb4)

Perkuat Kemitraan Dari Hal. 1

Bali Post/wan

BANYUPINARUH - Ribuan warga ‘’Banyupinaruhan’’ di Pantai Sanur, Minggu (18/3) kemarin. Acara ini digelar sehari pascahari raya Saraswati yang bersamaan dengan hari raya Nyepi Tahun Çaka 1940.

Calon Gubernur Maluku Utara Tersangka Jakarta (Bali Post) –

Prinsip saling menguntungkan, tanggung jawab bersama untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan, kemakmuran dan pembangunan berkelanjutan dianggap penting untuk memperkuat kemitraan strategis ASEAN-Australia.

Janji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengumumkan tersangka calon peserta pilkada akhirnya ditepati. KPK telah menetapkan calon gubernur Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus bersama adiknya, Zainal Mus, yang saat ini menjabat Bupati Banggai Kepulauan sebagai tersangka pada Jumat (16/3).

Pertemuan Bilateral Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia melakukan pertemuan bilateral tertutup dalam Konfrensi Tingkat Tinggi Khusus ASEAN-Australia, Sydney, Australia, Sabtu (17/3). Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, sedangkan Perdana Menteri Malcom Turnbull didampingi di antaranya Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menyambut baik hasil dari 2+2 antara Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dengan Menlu Australia Julie Bishop dan Menhan Australia Marisa Payne, Jumat (16/3). Presiden berharap rencana aksi kerja sama maritim yang telah disepakati dapat segera diimplementasikan. Presiden juga meminta komunikasi dalam pengembangan konsep Indo-Pasifik ini dapat dilanjutkan demi terciptanya stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan, dikawasan Indo-Pasifik. Topik bilateral mengenai Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) juga dibahas kemarin. Presiden mengatakan, IndonesiaAustralia CEPA, ada beberapa prinsip yang harus disetujui. Pertama, kerja sama CEPA harus menguntungkan semua pihak. Kedua, kerja sama dalam CEPA, yang ditekankan adalah partnership dan cooperation. Jika ada satu hal yang mungkin kurang mendapatkan keuntungan, maka di titik lain akan mendapatkan keuntungan. ‘’Kalau ditotal maka semuanya menguntungkan bagi dua belah pihak. Tapi, ini bukan sekadar proyek komersial, yang harus dikedepankan adalah partnership dan cooperation,’’ jelas Presiden. Pembahasan IA-CEPA ini ditengarai muncul karena negosiasi yang cukup alot antara Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dengan Australia. Meskipun dikabarkan sudah lebih dari 90 persen negosiasi dapat dikatakan selesai, tetapi masih ada beberapa hal yg memang harus dibahas kembali dengan Australia. Salah satu yang disebutsebut masih belum menemukan jalan tengah di antaranya masalah pendidikan vokasi dan penambahan visa kerja dan liburan. Ketiga, Presiden membahas isu kerja sama bidang digital Indonesia-Australia. Presiden mengharapkan ada tindak lanjut terkait peningkatan peran usaha kecil menengah (UKM) start up dalam mengembangkan inovasi digital, peningkatkan literasi digital, juga smart government dalam konteks peningkatan pelayanan publik. (kmb83)

Ahmad Hidayat Mus saat menjabat sebagai Bupati Kepulauan Sula 2005-2010 dan Zainal Mus sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sula 2009-2014 diduga melakukan korupsi terkait kasus pengadaan pembebasan lahan Bandara Bobong pada APBD Kabupaten Kepulauan Sula Tahun Anggaran 2009. Penetapan Ahmad Hidayat Mus sebagai tersangka menambah deretan calon kepala daerah dalam Pilkada 2018 yang ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah itu. Sebelumnya KPK sudah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap lima orang calon kepala daerah yaitu Bupati Jombang petahana sekaligus calon Bupati Jombang 20182023 Nyono Suharli Wihandoko pada 3 Februari 2018; Bupati Ngada, NTT, Marianus Sae yang menjadi calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 11 Februari 2018; Bupati Subang, Jabar dan calon Bupati Subang 2018-2023 Imas Aryumningsih pada 13 Februari 2018.

Pekerja Seks Dari Hal. 1 Polisi juga mengamankan barang bukti kejahatan para tersangka seperti catatan pemasukan vila, buku pemasukan wanita yang dijadikan pekerja seks komersial, catatan milik korban, handuk warna putih, sprei, kontrasepsi, sabu-sabu batang, uang, telepon seluler. Para tersangka seluruhnya

mendekam dalam sel tahanan untuk pemeriksaan hukum lebih lanjut dan diancam Pasal 2 Undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Perdagangan Orang. ‘’Ancaman kurungan penjara minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun,’’ katanya. (ant)

Selanjutnya ada Bupati Lampung Tengah Mustofa yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Lampung 2018-2023 yang diamankan pada 15 Februari 2018; terakhir ada mantan Wali Kota Kendari sekaligus calon Gubernur Sulawesi Tenggara Asrun, pada 28 Februari 2018. Penetapan Ahmad Hidayat Mus sebagai sudah sesuai dengan janji Ketua KPK Agus Raharjo yang sempat mengatakan kepada awak media bahwa lembaganya akan mengumumkan tersangka calon kepala daerah pada pekan ketiga Maret 2018. Hal tersebut dikatakannya seusai menghadiri peluncuran laporan tahunan KPK dengan mengundang semua stakeholder, baik dari legislatif, yudikatif maupun eksekutif di gedung KPK, Jakarta, Senin (12/3). Bahkan dua hari kemudian tepatnya pada Rabu (14/3), Agus pun menyatakan KPK sudah menandatangani satu surat perintah penyidikan (sprindik) untuk calon kepala daerah. Setelah itu, sempat ramai di kalangan awak

Upacara Budaya Dari Hal. 1 Budaya merupakan kekuatan sekaligus kekayaan yang tak ternilai bagi bangsa. ‘’Selamat hari raya Nyepi bagi saudaraku umat Hindu. Mari bersama kita introspeksi diri lebih jauh. Tebar kebajikan, gapai kebahagiaan, ciptakan perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,’’ ucapnya. Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengatakan perayaan dan ritual hari raya Nyepi yang dijalani umat Hindu di Ambon sudah berjalan dari generasi ke generasi. Aktivitas hari raya Nyepi biasanya dipusatkan di Pura Guwa Stana Giri, Air Salobar,

Sub. Badung 089629266361 | Sub. Tabanan 087860701455 | Sub. Gianyar 081237773563 Sub. Bangli 085238056500 | Sub. Klungkung 081916268341 | Sub. Jembrana 081936083440 Sub. Buleleng 081933117962 | Sub. Karangasem 085338534631 C.0000171-RPA-05

Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Richard menjelaskan, aktivitas keagamaan umat Hindu cenderung meningkat setelah dibangunnya Hindu Center yang berlokasi di Taman Makmur, Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Pusat ke a g a m a a n um a t H i nd u di Ambon itu diresmikan Presiden Joko Widodo pada 17 Februari 2018. Kehadiran Bambang Soesatyo di Ambon untuk mencanangkan Ambon sebagai

media bahwa sprindik tersebut ditujukan untuk Ahmad Hidayat Mus. Tetap Diproses Sebelum penetapan Ahmad Hidayat Mus sebagai tersangka, pemerintah dalam hal ini Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto meminta KPK untuk menunda pengumuman calon kepala daerah dalam Pilkada 2018 yang menjadi saksi maupun tersangka kasus korupsi. Tujuannya agar tahapan pilkada serentak serta pencalonan kandidat tidak terganggu dengan adanya proses hukum yang harus dipenuhi calon kepala daerah. Namun, banyak kalangan yang tetap mendukung KPK agar tetap bekerja dan meneruskan proses hukum terhadap calon kepala daerah yang terindikasi korupsi. Juru Bicara KPK Febri Diansyah pun menyatakan pihaknya tetap meneruskan proses hukum terhadap para kepala daerah yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi, meski mereka juga menjadi peserta pilkada. (ant)

‘’Kota Musik Dunia’’ agar diakui oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization yang disingkat (UNESCO). Diharapakan badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak di bidang Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan itu menjadikan Ambon yang mempromosikan diri sebagai ‘’Kota Musik Dunia’’ dan masuk kalender program UNESCO sebagai kota musik ke-18 UNESCO. (kmb4)

Pendekatan Lunak Dari Hal. 1 Dia menjelaskan, pendekatan keras saja tidak cukup untuk mengatasi ancaman terorisme dan radikalisme. Perlu diimbangi dengan pendekatan lunak. Nota kesepahaman ini akan menjadi penguat upaya memerangi ancaman terorisme. ‘’Dari observasi saya, MoU ini menekankan keseimbangan antara pendekatan keras dan lunak,’’ jelas Jokowi. Jokowi mengatakan, Indonesia memandang kapasitas preventif sebagai upaya yang penting. Kegagalan pencegahan tidak saja dapat menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian b esar lainnya, juga memicu reaksi eksesif yang tidak perlu terjadi. Oleh karena itu, kerja sama pengembangan kapasitas pencegahan terjadinya serangan perlu terus ditingkatkan. Selain itu, khusus untuk kontraradikalisasi, Jokowi menyoroti pentingnya pelibatan para anak muda milenial. Para anak muda ini telah menjadi ‘’duta-damai’’ yang efektif karena mereka menggunakan bahasa yang dipahami oleh generasinya. Jokowi juga membagi pengalaman mengenai upaya deradikalisasi di Indonesia yang disebutnya out of the box. Ia memberikan contoh pelibatan para mantan narapidana terorisme yang sudah insyaf dalam upaya mencegah membesarnya ancaman radikalisme dan terorisme. Para mantan narapidana teroris disebutnya berkontribusi kepada pemerintah dalam menyebarluaskan nilai-nilai toleransi dan perdamaian. Mereka di anggap telah menjadi agen penyebaran toleransi dan nilai perdamaian. Dengan bantuan para mantan narapidana ini keluarga dan lingkungan mereka justru lebih mudah diubah

menjadi lingkungan yang toleran dan damai. Dua organisasi Islam, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, juga disebut bekerja sama dan sangat membantu pemerintah dalam kapasistas preventif, menyebarkan nilai toleransi dan perdamaian. Teken MOU Sementara itu Sekretaris Jenderal ASEAN Dato Lim Jock Hoi dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, Sabtu (17/3) menandatangani ASEAN-Australia MoU on Cooperation to Counter International Terrorism. Penandatanganan itu disaksikan 10 kepala negara anggota ASEAN dan Perdana Menteri Australia Malcom Turnbull. Nota kesepahaman tersebut meliputi penguatan upaya regional untuk melawan aktivitas tero ris, aset dan pendanaan. Langkah-langkah ini akan memperkuat respons regional terhadap ancaman stabilitas dan keamanan Indo-Pasifik. Di antaranya melalui bantuan teknis untuk mengembangkan dan menerapkan undangundang antiterorisme yang sesuai dengan standar internasional dan penerapannya. Serangkaian dialog dan forum regional dengan mitra penegakan hukum ASEAN dan Australia, yang ditujukan untuk memerangi ancaman teroris terarah ISIL; pelatihan dan pendidikan bagi mitra penegakan hukum tentang pemberdayaan teknologi dalam mendeteksi dan mengganggu aktivitas teroris. Lokakarya kontraterorisme dan asing untuk pejabat keamanan perbatasan ASEAN serta serangkaian kursus dan program untuk analis intelijen keuangan di seluruh Australia dan ASEAN. (kmb83)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Senin Pon, 19 Maret 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

Ogoh-ogoh Zaman ’’Now” Li Keqiang Kembali Memadukan Seni Tradisi Terpilih sebagai PM Cina dengan Perkembangan Teknologi Beijing (Bali Post) – Sidang umum Kongres Rakyat Nasional (NPC) atau parlemen di Beijing, Minggu (18/3) kemarin, mengesahkan Li Keqiang sebagai Perdana Menteri Cina untuk masa lima tahun ke depan. Dengan demikian, untuk periode kedua kalinya Li menduduki jabatan PM, sama dengan Xi Jinping yang terpilih kembali untuk periode keduanya sebagai Presiden Cina. Hampir 3.000 anggota NPC menyetujui pengangkatan Li yang mengucapkan sumpah pada Minggu atau sehari setelah Xi melakukan hal yang sama, Sabtu (17/3). “Saya berjanji mematuhi Undang-Undang Dasar Rakyat Cina, mengawal otoritas undangundang, memenuhi kewajiban hukum saya untuk setia kepada negara dan rakyat, bersikap jujur dalam menjalankan tugas saya,

menerima masukan rakyat, dan bekerja untuk negara besar sosialis modern yang makmur, kuat, demokratis, berbudaya, harmonis, dan indah,” ujar politikus berusia 63 tahun atau lebih muda setahun dari Presiden Xi itu. Saat mulai menjabat pada 2013, Li merupakan PM ketujuh sejak Republik Rakyat Cina berdiri pada 1949. Pria kelahiran 1 Juli 1955 lulusan Peking University, Beijing,

Presiden Cina Xi Jinping bersama Li Keqiang.

Bali Post/rtr

jurusan hukum dan ekonomi itu mulai bergabung dengan Partai Komunis Cina pada 1955. Setelah menjabat Gubernur Henan dan Gubernur Liaoning, dia ditunjuk menduduki jabatan di Komite Pengarah Biro Politik PKC pada 2007. Setahun kemudian, dia disahkan sebagai Wakil Perdana Menteri hingga 2013 saat PM Cina dijabat Wen Jiabao. Dia kembali terpilih di jabatan yang sama di struktur partai berkuasa di Cina itu pada Kongres Nasional PKC tahun 2012 dan 2017. Saat menyampaikan laporan pertanggungjawaban di depan anggota NPC, Senin (5/3), Li menyerukan kepada rakyat Cina agar mendukung Komite Pusat PKC pimpinan Xi Jinping. Pada sidang umum Minggu, para anggota parlemen akan memilih beberapa Wakil PM karena pada periode 2013-2018 Wakil PM dijabat oleh empat orang. NPC juga masih akan memilih anggota Komisi Militer Pusat yang diketuai oleh Xi Jinping dan memilih direktur komisi penasihat nasional, Mahkamah Agung, Jaksa Agung, dan Komite Pengarah NPC ke-13. Beberapa saat setelah Xi Jinping mengucapkan sumpah untuk jabatan Presiden Cina periode keduanya, Wang Qishan dipilih oleh NPC sebagai Wakil Presiden menggantikan Li Yuanchao, Sabtu (17/3). (ant)

Ajang Top Model Indonesia Bali Diikuti 200 Peserta

Denpasar (Bali Post) Minat peserta dalam pertemuan kedua ajang bergengsi Pemilihan Top Model Indonesia Bali yang diselenggarakan oleh Sadewa terus meningkat. Antusias peserta yang begitu semangat mengikuti ajang ini terlihat dari peningkatan jumlah peserta hingga 4 kali lipat dari Februari bulan lalu. Di mana saat pertemuan pertama pada tanggal 16 Februari 2018, hanya diikuti oleh 54 orang peserta. Namun, pada pertemuan kedua pada Rabu (14/3) lalu, jumlah peserta mencapai hampir 200 orang untuk semua

kategori. Tentunya ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan diharapkan terus meningkat, mengingat waktu lomba masih sebulan lagi yaitu pada 23-29 April 2018 mendatang. Selain pelatihan dasar catwalk bersama Miss ASEAN Friendship 2017 Lilyk Rahmawati, setiap peserta juga akan mengikuti foto sesi untuk penilaian kategori photogenic. Menurut Ketua Penyelenggara Top Model Indonesia Bali, Ryan Indra Darmawan, tujuan diberikannya pelatihan dasar modeling

ini karena tidak semua peserta memiliki kemampuan dasar dalam berjalan catwalk dan berpose layaknya seorang model. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat membantu para peserta untuk belajar. Sehingga harapannya jumlah peserta akan terus meningkat, sebab pelatihan dasar catwalk yang diberikan tidak dipungut biaya alias gratis. “Jadi peserta yang masih awam dalam dunia modelling memiliki peluang yang besar untuk bisa berpartisipasi mengikuti ajang Top Model ini,” tandas Ryan beberapa waktu lalu.(win)

Kreativitas membuat ogoh-ogoh terus berkembang. Setiap tahun selalu saja terdapat inovasi-inovasi seperti penggunaan teknologi mesin motorik yang membuat ogoh-ogoh tidak lagi statis namun bisa bergerak. Ada pula yang menggunakan teknologi komputer dan internet untuk mengatur gerak ogoh-ogoh. Sebagai sebuah karya seni yang terkait tradisi budaya, ogoh-ogoh kekinia atau “zaman now”, rupanya tidak luput dari pengaruh teknologi. Bukti bahwa modernisasi tidak akan menggerus tradisi melainkan membuatnya makin kaya. Keinginan untuk menampilkan yang terbaik adalah sifat alami manusia. Demikian pula dengan rasa yang tidak pernah puas dengan satu pencapaian. Konstruksi kerangka ogoh-ogoh adalah salah satu yang berkembang cukup pesat. Jika pada masa-masa awal, konstruksi ogoh-ogoh bersifat konvensional maka struktur bangun rangka ogoh-ogoh hanya dapat dibuat dalam posisi duduk. Lalu berkembang menjadi ogoh-ogoh yang berdiri dengan dua kaki, berkembang lagi menjadi ogohogoh berdiri dengan satu kaki. Zaman kekinian konstruksi kerangka ogoh-ogoh dirancang semakin menganggumkan sehingga bentuk ogoh-ogoh dapat dibuat seolah-olah melayang. Konstruksi rangka ogoh-ogoh yang semakin unik ini tentu tidak lepas dari digunakannya rancang bangun dengan bahan besi. Dengan demikian perhitungan-perhitungan teknis harus diikutsertakan agar konstruksi rangka besi ogoh-ogoh dapat diandalkan. Tantangan lain tentu saja adalah memadukan rangka besi ini dengan bahan alami seperti anyaman bambu sebagai ulat-ulatan badan ogoh-ogoh. Ketut Gede Arya Narendra, Ketua Sekaa Teruna Banjar Tainsiat, dengan karya ogoh-ogoh “Ratu Sumedang”, mengaku tetap menggunakan ulatan bambu, namun kekuatan struktur tulang ogoh-ogoh kita menggunakan besi. Selain itu, ogoh-ogoh yang mendapat apresiasi luas dari masyarakat ini juga menggunakan teknologi mesin motorik yang membuatnya dapat bergerak. Jadilah ogoh-ogoh Ratu Sumedang menceritakan tentang aji pengiwa atau pangeleakan ini seolah-olah hidup. “Kami berharap masyarakat dapat menerima hasil karya ogoh-ogoh kami tahun ini dan tetap akan terus berkreativitas di tahun berikutnya,” ujarnya. Lain halnya dengan Sekaa Ter-

una (Kelompok Pemuda) Dharma Laksana Banjar Kaja Panjer, Kota Denpasar, Bali, membuat ogoh-ogoh yang dapat digerakkan dengan menggunakan koneksi internet. “Untuk menyambut Nyepi tahun ini mampu digerakkan secara daring/online dengan menggunakan fitur ‘Google Assistant’ yang terpasang pada ponsel pintar,” ujar perancang sistem tersebut, Made Dwi Krisna. Made Dwi Krisna mengatakan, ogoh-ogoh berjudul “Siwa Sarabha” itu dapat menerima perintah suara yang dikirimkan oleh operator ogoh-ogoh dengan fitur ‘‘Google Assistant’’ dengan menggunakan ponsel pintar, kemudian ogohogoh menerjemahkan perintah itu menjadi gerakan. “Saya merakit komponen-komponen yang ada

dalam ogoh-ogoh seperti alat penerima dan pengolah pesan modem nirkabel, ethernet shield, relay, arduino dan dimmers sekitar dua minggu,” katanya. Made Dwi Krisna menjelaskan, cara pengoperasian ogoh-ogoh berteknologi internet tersebut adalah menghubungkan ogoh-ogoh dan ponsel pintar dengan koneksi internet. Setelah itu, operator membuka fitur “Google Assistant” dalam ponsel pintar dengan memberikan perintah suara. Setelah itu, suara diolah oleh komponen yang ada di dalam ogoh-ogoh dan kemudian ogoh-ogoh dapat bergerak sesuai dengan perintah yang diberikan. Di dalam ogoh-ogoh juga terdapat alat hidrolik dan baling-baling drone yang berfungsi sebagai penggerak bagian ogoh-ogoh. (ara/ant)

TEKNOLOGI - Ogoh-ogoh sebagai seni tradisi rupanya dapat dipadukan dengan teknologi. Seperti ogoh-ogoh ‘‘Siwa Sarabha” karya ST Dharma Laksana Banjar Kaja Panjer yang digerakkan memanfaatkan teknologi internet untuk mengirim dan menerima perintah suara yang dikirimkan menggunakan fitur “Google Assistant”.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook