20 HALAMAN
NOMOR 207 TAHUN KE 69
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost
minggu Pon, 19 Maret 2017
67 Tewas di Peru
Lima – Peningkatan suhu secara mendadak dan abnormal di perairan Pasifik di Peru telah menyebabkan hujan yang paling mematikan di negara itu dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi ini menyebabkan tanah longsor dan banjir bandang akibat luapan sungai. Setidaknya 67 orang tewas dan lebih dari 70 ribu telah menjadi tunawisma saat musim hujan Peru kali ini. Selain itu, 117 jembatan hancur dan sistem transportasi lumpuh total. Ini karena curah hujannya sepuluh kali lebih banyak dari biasanya. “Sekitar setengah dari Peru telah dinyatakan dalam keadaan darurat,” kata Per-
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
dana Menteri Fernando Zavala, Sabtu (18/3) kemarin. Seorang ilmuwan dari komite El Nino Peru Dimitri Gutierrez menjelaskan ini merupakan sebuah fenomena El Nino lokal, pemanasan suhu permukaan laut di Pasifik. Kemungkinan akan terus terjadi di sepanjang pantai utara Peru setidaknya hingga April mendatang. Hal. 19 Memicu Banjir BERJUANG - Sejumlah relawan menolong seorang wanita yang sedang berjuang melewati banjir lumpur di Peru, Sabtu (18/3) kemarin. Bali Post/rtr
Golovkin Vs Jacobs
Duel si Raja KO New York – Pertarungan antara dua raja KO akan terjadi saat Gennady Golovkin berhadapan dengan Danny Jacobs, Minggu ini (19/3). Banyak yang memprediksi salah satu akan mengkanvaskan lawannya di duel nanti. Hal. 19 36 Laga
Gennady Golovkin (kiri) dan Danny Jacobs
Soal Kasus Lebih Besar dari E-KTP
Ketua KPK Dikritik Jakarta (Bali Post) Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama ini dinilai masyarakat sudah bagus. Namun, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) menyarankan Ketua KPK, Agus Rahardjo, berhati-hati dalam memberikan pernyataan kepada publik. Hal itu dikatakannya terkait pernyataan Agus mengenai kasus lain yang lebih besar dari dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). ICW menilai pernyataan Agus Rahardjo itu dianggap sebagai pernyataan genit yang dapat merugikan KPK. “Pimpinan KPK harus menjaga bicara dan fokus pada penyelesaian kasus, serahkan saja pada juru bicara. Menurut saya ini tidak pada tempatnya, ada pernyataan-pernyataan genit dari Ketua KPK,” ujar peneliti ICW Agus Sunaryanto di Jakarta Sabtu (18/3) kemarin. Sunaryanto menilai, pernyataan genit Agus tak hanya berpotensi buruk pada KPK, namun juga dapat menimbulkan guncangan politik. Dia menjelaskan, secara periodik ICW mengevaluasi KPK dan memberi masukan agar para pimpinan KPK dapat menjaga ucapannya demi menghindari pernyataan yang kontraproduktif. “Pimpinan fokus saja pada hukum yang sedang
berjalan,” ujarnya. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyebut KPK tak seharusnya membentuk peradilan opini di masyarakat. “Lebih baik KPK bergerak dalam senyap daripada mengumbar pernyataan menciptakan opini yang melukai banyak pihak. KPK bekerja dengan yakin, cermat, hati-hati, jangan ada kekhawatiran kriminalisasi,” ujar Masinton. Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut lembaganya akan mengungkap kasus dugaan korupsi baru yang disebutnya lebih masif dibandingkan dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP. Hal. 19 Kasus Baru
Pemerintah Turun ketika Ada Kasus BAKTERI Meningitis Streptococcus Suis (MSS) yang diduga menyerang puluhan masyarakat menimbulkan keresahan. Apalagi, babi yang menyebabkan puluhan warga harus masuk rumah sakit berasal dari Bongkasa. Wayan Setiawan, salah seorang warga yang berternak babi, mengakui, adanya informasi tentang bakteri MSS membuat warga menjadi kesulitan menjual babi menjelang hari raya Nyepi dan Galungan ini. “Babi merupakan salah satu bagian dari pangan yang tentunya menyangkut hajat hidup orang banyak. Saya berharap agar pemerintah tidak hanya turun ketika ada kasus,” ungkapnya. Mengenai masalah penyakit, Setiawan menyarankan agar pemerintah membuat Rumah Potong Hewan yang resmi dan di bawah pengawasan pemerintah langsung. “Setiap hari, ribuan babi dipotong di Badung, baik untuk dijadikan olahan babi guling atau dijual di pasar. Kenapa Badung tidak berpikir untuk membuat RPH, sehingga satu pintu,” ujarnya. Hal. 19 Bangun RPH
Agus Rahardjo
Tunda Makan Komoh dan Lawar Plek
BPM/dok
BABI - Peternakan babi sangat menjanjikan di Bali. Namun sayang belum ada pengecekan kesehatan ternak babi secara rutin dilakukan pemerintah.
Bali Tak Pernah Cek Kesehatan Babi
DOSEN Unud pernah meneliti bahwa kandungan bumbu pada olahan lawar dan babi guling Bali sudah mampu membunuh segala jenis kuman dan bakteri. Hanya, budaya orang Bali yang ingin serba-wah, membuat olahan lawar tak lagi sempurna dalam hal kelengkapan bumbu. Tokoh ebat kuliner Bali, I Nyoman Sukertha, asal Kesiman mengungkapkan para tetua dulu sudah pintar dalam menentukan porsi bumbu lawar. Namun belakangan muncul adanya lawar plek yang dominan terbuat dari daging babi mentah. Ini yang sebenarnya rentan tertular bakteri. Alasannya, lawar plek ini tak direndam dan direbus dengan bumbu terlebih dahulu. Kedua, kata dia, komoh juga banyak mengandung kuman penyakit, jika tak diracik dengan baik dan benar. Para tetua dulu, membuat komoh penuh dengan racikan bumbu jangkep alias genep, tidak seperti sekarang asal ada kuahnya dan kebanyakan diganti dengan penyedap rasa. Atas kebiasaan ini, Nyoman Sukertha menyarankan masyraakat Bali untuk menunda dulu makan komoh dan lawar plek. Hal. 19 Darah Mentah
Beredarnya pemberitaan tentang Meningitis Streptococcus Suis (MSS) membuat masyarakat Bali gaduh dan resah. Padahal, MSS adalah kasus yang telah lama ada sehingga MSS tidak perlu membuat masyarakat khawatir.
BPM/sue
NYATE - Krama pemaksan Pura Mregan membuat sate babi.
KETUA DPK Peradah Badung, I.B. Angga Purana Pidada mengatakan, meskipun MSS adalah masalah kesehatan, tetapi dapat menyinggung semua sektor termasuk pariwisata. Dari informasi yang beredar di media sosial
membuat masyarakat gaduh dan khawatir. Ketua Asosiasi Ilmuan Peternakan, Prof. Budarsa, mengatakan, isu MSS memang membuat semacam keresahan apalagi sudah disebarluaskan melalui media
sosial. “Padahal sejatinya tidak separah itu,” ujarnya saat acara “Kajian Ilmiah Streptococcus Suis, Keamanan Mengonsumsi Babi Guling’’, pada Kamis (16/3). Hal. 19 Penjualan Lesu
BPM/sue
LAWAR - Budaya krama Bali saat meracik lawar babi.
Kasus MSS di Bali Jangan Takut Makan Daging Babi Bangli Keluarkan SE, Tabanan dan Jembrana Tunggu Hasil Lab
Sepekan terakhir, masyarakat Bali dihebohkan dengan adanya kasus Meningitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus Suis pada babi. Betapa tidak, daging babi bisa dikatakan sebagai makanan “wajib” masyarakat Bali khususnya umat Hindu. Apalagi menjelang hari raya Nyepi, Galungan, dan Kuningan. Populasi babi di Pulau Dewata mencapai di atas 1 juta ekor. Munculnya penyakit Meningitis Streptococcus Suis (MSS), tak dimungkiri membuat sebagian masyarakat resah. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali langsung terjun ke Sibang, Badung yang menjadi lokasi pertama ditemukannya masyarakat suspect (dicurigai, red) MSS pada 11 Maret lalu. Hal. 19 Satu Tempat
Meluasnya kasus Meningitis Streptococcus Suis (MSS) di beberapa daerah di Bali, membuat dinas terkait kelimpungan. Sejumlah daerah mengeluarkan Surat Edaran (SE) seperti dilakukan Pemkab Bangli, sementara Tabanan dan Jembrana BPM/dok masih menunggu kajian SEMPROT - Petugas baru turun melakukan penyemtim Unud. protan kandang dan ternak ketika ada kasus MSS.
DINAS Perikanan, Ketahanan Pangan, dan Peternakan (PKP) Kabupaten Bangli mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi atau mencegah MSS terjadi di Bangli dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang diberikan kepada seluruh perbekel di Bangli. Kepala Dinas Perikanan, Ketahanan Pangan, dan Peternakan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sukartana menjelaskan, ada tujuh poin penting yang berada dalam isi surat edaran tersebut di antaranya tentang bagaimana pengolahan daging babi dengan benar-benar matang sebelum dikonsumsi, dan peternak babi supaya menjaga kebersihan
kandang babi tempat mereka memelihara babi, serta menjaga kebersihan tempat pemotongan babi yang ada di Bangli. “SE itu akan diberikan kepada semua perbekal di masing-masing desa. Surat tersebut sudah ditandatangani bapak Bupati,” ungkap Sukartana. Sukartana mengatakan, selain mengeluarkan SE ke masing-masing desa melalui perbekel, pihaknya juga sudah menginstruksikan kepada seluruh UPTD untuk melakukan pendataan terhadap peternak babi serta tempat pemotongan daging babi. Hal. 19 Kebersihan Kandang
DAERAH
2
BPM/kmb
Minggu Pon, 19 Maret 2017
PAWAI - Anak-anak mengangkat ogoh-ogoh mini di Taman Kota Denpasar, Sabtu (18/3) kemarin. Sebanyak 43 kelompok peserta ambil bagian dalam pawai ogohogoh PAUD se-Kota Denpasar.
BOLEH PULANG - Korban suspect MSS dinyatakan sudah boleh pulang.
Korban ’’Suspect’’ MSS Diperbolehkan Pulang
Negara (Bali Post) Korban suspect Meningitis Streptococcus Suis (MSS) yang dirawat di RSU Negara sejak hampir lima hari lalu, Sabtu (18/3) kemarin, akhirnya diperbolehkan pulang. Kondisi korban dinyatakan sudah normal. Sejak dirawat selama hampir lima hari di ruang Flamboyan RSUD Negara, Wayan Suardana dinyatakan sudah membaik. Dokter spesialis saraf, Gusti Putu Ardana, yang menangani korban mengatakan walau pendengaran korban belum normal namun seiring waktu dan masa penyembuhan dipastikan akan membaik. Secara umum dikatakan kondisi korban sudah normal sehingga pihak rumah sakit memutuskan untuk memulangkan korban. “Tanda infeksi juga sudah tidak ada. Panas sudah tidak ada. Gejala lain tidak diketemukan. Cuma yang masih ada pendengaran yang menurun namun seiring pemulihan akan membaik buktinya sudah membaik dari pertama kali masuk. Buang air besar dan kecil sudah normal. Secara fisik sudah membaik,” kata Ardana. Walau sudah diperbolehkan pulang, namun korban suspect MSS diwajibkan menjalani rawat jalan dan kontrol rutin ke RSUD Negara guna mengetahui perkembangan kesehatan korban. Sementara itu, Bupati Jembrana Putu Artha mengatakan dinas terkait diharapkan mengintensifkan sosialisasi ke masyarakat khususnya di daerah yang merupakan sentra ternak babi. Sosialisasi ini dilakukan guna memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya bagi peternak tentang beternak babi yang baik. Menjaga kebersihan serta bagaimana cara mengolah daging babi yang benar. Hal ini sekaligus guna mengimbau masyarakat tidak panik dengan merebaknya isu penyebaran bakteri pada babi penyebab penyakit Meningitis Streptococcus Suis (MSS). (kmb)
Memotong ”Padang Gajah”
Jari Tangan Kiyeng Putus
Denpasar (Bali Post) Ni Wayan Kiyeng, asal Kabupaten Bangli terpaksa dilarikan ke RSUP Sanglah Sabtu (18/3) pagi kemarin. Sebelumnya, Kiyeng dirawat di RSUD Bangli. Namun karena beberapa faktor, Kiyeng dibawa ke RSUP Sanglah. Saat ditemui di ruang tindakan IGD RSUP Sanglah, Kiyeng masih dalam keadaan lemah. Suaminya, Wayan Kenyit, menuturkan, istrinya dilarikan ke RSUP Sanglah setelah satu jari kelingkingnya putus terkena sabit. Sementara itu, ia tampak menunggu dengan rasa khawatir. Sesekali ia memijiti kaki istrinya yang masih terbaring lemah. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (18/3) pagi buta. Kala itu sang istri berniat memberi makan sapi peliharaannya di kandang belakang rumah. Karena rumput (padang gajah) yang sebelumnya diambil di ladang terlampau panjang, sang istri berniat memotongnya menjadi beberapa bagian. Hal tersebut, kata Kenyit, bertujuan untuk memudahkan makan sapi. “Waktu itu, setelah mengambil rumput di ladang, istri saya membawa rumputnya ke kandang sapi. Setelah itu dipotong-potong menggunakan sabit,” ungkap Kenyit sambil membawa hasil rontgen tangan istrinya, Sabtu (18/3) sore. Saat memotong-motong rumput tersebut, kejadian nahas itu terjadi. Tangan sebelah kanan memegangi sabit dan sebelah kirinya memegangi rumput. Karena tak hati-hati satu sabetan mengenai jari Kiyeng hingga putus. “Karena mungkin tidak terlalu memerhatikan sabitnya. Jadi, tangannya justru terpotong,” lanjutnya. Dengan keadaan terluka, sang istri lantas membangunkan sang suami yang masih tertidur. Setelah itu dengan bantuan tetangga, korban dilarikan ke RSUD Bangli. Karena mengeluarkan banyak darah dan lukanya yang parah korban lantas dirujuk ke RSUP Sanglah. Dengan suara sedikit lirih, Kenyit menginginkan istrinya segera sembuh dan segera dibawa pulang ke desanya. “Semoga cepat selesai dan cepat sembuh,” ujarnya. (kmb42)
BPM/dir
MAHABALI - Ogoh-ogoh Mahabali Banjar Gagah, Tegallalang, Gianyar. Ogoh-ogoh ini akan diarak saat parade ogoh-ogoh se-Desa Tegallalang dua hari menjelang Nyepi caka 1939.
BPM/eka
Pengiriman Daging Ilegal Digagalkan Anggota Polantas Negara (Bali Post) -
Pemeriksaan di pintu masuk Bali, Pelabuhan Gilimanuk yang ketat ternyata tidak membuat para penyelundup takut bahkan nekat meloloskan barang-barang ilegal. Meskipun lolos di Gilimanuk namun kesigapan anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) yang bertugas di dalam kota berhasil menggagalkan penyelundupan daging sapi dan bebek, Sabtu (18/3) pagi kemarin. Dari informasi, pagi itu, Aiptu I Gede Subagia, anggota Lantas Polres Jembrana, melaksanakan tugas jaga di Pos Lalu Lintas Sudirman Agung, Jalan Sudirman, Jembrana. Sekitar pukul 05.00, tiba-tiba ada mobil pick-up L-300 dengan kecepatan tinggi menerobos lampu merah. Saat hendak diBPM/kmb hentikan, mobil tersebut malah DIAMANKAN - Daging sapi dan bebek ilegal diamankan ang- tancap gas. gota Polantas Polres Jembrana. Kemudian mobil tersebut
dikejar oleh Subagia dan berhasil dihentikan di dekat Pos Lalu Lintas Desa Batuagung, Jembrana. Ketika dilakukan pemeriksaan, surat-surat kendaraan dan pengemudinya dalam keadaan lengkap. Namun saat ditanyakan muatan mobil pick-up nopol P 9322 PS, dikatakan oleh pengemudinya memuat mebel. Kemudian Subagia memeriksa kendaraan dengan membongkar terpal penutup muatan. Ternyata di dalam mobil memuat 3 kardus berisi daging sapi dan 3 karung daging bebek. Saat ditanyakan kelengkapan/dokumen pengiriman daging sapi dan daging bebek dari
Banyuwangi, Jawa Timur ke Bali tersebut, pengemudinya tidak bisa menunjukkannya. Kemudian mobil dan pengemudinya yang bernama Junaedi Perdana (35), asal Dusun Karang Asem Timur, Glagahwero Panti, Jember berikut barang bukti berupa 3 kardus daging sapi dan 3 karung daging bebek diamankan di Polres Jembrana. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Nyoman Sukadana seizin Kapolres Jembrana mengatakan temuan tersebut kemudian dilimpahkan penanganannya kepada Sat Reskrim Polres Jembrana untuk proses lebih lanjut. (kmb/kmb26)
RAT KKB
Aset Naik Menjadi Rp 19 Miliar Lebih Denpasar (Bali Post) Koperasi Krama Bali (KKB) melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Sabtu (18/3) kemarin. Sebelum batas waktu akhir, KKB telah melaksanakan RAT. Secara rutin setiap tahun, KKB memang melaksanakan RAT. Karena RAT merupakan bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada anggota. Ketua KSU Krama Bali (KKB), mengatakan, hingga saat ini KKB berhasil bertahan melalui tahun 2016 dengan kondisi ekonomi yang kurang baik. Terbukti, KKB berhasil meningkatkan aset yang semula Rp 16.558.822.789 menjadi Rp 19.838.559.135. Tahun 2017, ia mengajak anggota dan pengurus bergerak maju untuk kemandirian ekonomi krama Bali. “Kita sudah
mulai bergerak. Karena gerakan melawan raksasa besar sehingga perlu persatuan dan kesatuan anggota, sehingga dapat tumbuh dan berkembang,” ujarnya. Menurutnya, jika KKB hanya mengandalkan usaha simpan pinjam, maka untuk memandirikan ekonomi krama menjadi tidak terfokus dan agak lama. Maka dari itu, KKB mengembangkan sayap dengan membuka usaha baru yaitu Bali Mart. Sejak 2016, pihaknya juga sudah mulai langkah-langkah agar KKB menjadi koperasi yang dapat mewujudkan informasi dan teknologi yang cepat ke anggota maupun pengurus. Sehingga nantinya para anggota dapat melakukan pengecekan saldo, menabung, dll. dapat dilakukan
dari jarak jauh. “Dengan sistem teknologi, jumlah anggota 9.000, diharapkan bisa aktif. Jumlah anggota aktif saat ini 2.0003.000, sehingga aset Rp 19 miliar bisa meningkat,” ungkapnya. Sementara penyaluran kredit KKB mencapai Rp 15 miliar, naik 9 persen. Tahun 2016, KKB juga mendapat bantuan sebesar Rp 3 miliar dari LPDB Kementerian Koperasi untuk memajukan KKB. Ketua Badan Pengawas KKB, Dr. Ida Bagus Teddy Prianthara, S.E., M.Si., Ak., mengatakan, ada 42 persen koperasi belum melakukan RAT. “Sedangkan KKB secara konsisten sudah 12 kali melakukan RAT dan diaudit akuntan publik,” ujarnya. Sementara itu, dalam penga-
BPM/kmb42
PEMENANG - Pemenang undian kupon KKB di sela-sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) Sabtu (18/3) kemarin. wasan, pihaknya menerapkan metode pengawasan intens, melakukan supervisi dan meminta laporan dari pengurus untuk mencermati pengendalian internal KKB. “Kami juga mengembangkan
pengawasan dengan mengawasi manajemen risiko, dan ini sudah berjalan dengan cukup baik. Tujuannya, untuk melakukan pengendalian agar berjalan sesuai SOP,” tandasnya. (kmb42)
Seminar “Refleksi Kepemimpinan Hindu dalam Pengelolaan LPD Bali”
LPD Diharapkan Menjadi Tumpuan Perekonomian Krama Bali
Denpasar (Bali Post) – Berdiri sejak tahun 1984, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Bali telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan yang luar biasa dalam penguatan perkonomian Desa Pakraman di Bali, terutama dalam mengajegkan seni, adat, dan budaya Bali sebagai karakteristik LPD. Namun, untuk mewujudkan itu semua dibutuhkan kepemimpinan yang berjiwa Hindu dalam pengelolaan LPD Bali yang merupakan perekonomian kerakyatan yang ada di Bali. Ketua Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa (BKS LPD) Bali, I Nyoman Cendekiawan, S.H., M.Si., dalam seminar “Refleksi Kepemimpinan Hindu dalam Pengelolaan LPD Bali” yang digelar di Kantor PHDI Bali, Sabtu (18/3) kemarin, mengatakan dalam proses pengelolaan manajemen, kepemimpinan memegang peranan penting
dalam pengelolaan lembaga seperti LPD. Oleh karena itu, diharapkan kepemimpinan yang memanajemen LPD Bali memegang teguh kearifan lokal di Bali. Refleksi kepemimpinan Hindu seperti Asta Brata, Catur Naya Sandi, Sadvarning Nrpati, Pancasada Paramiteng Pabhu, Nawa Natya, dan Panca Upaya Sandhi yang lebih menekankan moral sebagai landasan melaksanakan kepemimpinan bisa diterapkan dalam gaya-gaya atau dimensi kepemimpinan modern seperti saat ini. “Harapan kita, tentu LPD yang kita kemas secara tradisional yang merupakan lembaga komunitas lembaga di desa pakraman bisa mengangkat kearifan lokal, terutama aspekaspek kepemimpinan Hindu bisa menjadi motivasi dan kita terapkan dalam upaya mengajegkan LPD Bali ke depan,” tandas Cendekiawan. Narasumber yang diundang dalam seminar ini adalah Ketua
PHDI Bali, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., akademisi Prof. Dr. I.B. Raka Suardana, S.E., M.M., Majelis Madya Kabupaten Bangli, Made Rajasa, serta Komisi Keterbukaan Informasi Publik,
dengan harapan bisa memberikan pemahaman dan pencerahan mengenai kepemimpinan Hindu dalam mengelola LPD Bali. Sehingga, LPD bisa menjadi tumpuan perekonomian ke depan
BPM/win
SEMINAR - Suasana Seminar “Refleksi Kepemimpinan Hindu dalam Pengelolaan LPD Bali” yang digelar oleh BKS LPD Bali bekerj sama dengan LPLPD Bali di Gedung PHDI Bali, Sabtu (18/3) kemarin.
bagi krama di desa pakraman di seluruh Bali. Seminar ini sekaligus untuk menyambut hari raya Nyepi, Galungan, dan Kuningan yang akan datang. “Seminar ini juga merupakan upaya kita untuk mewujudkan konsep persatuan dan kebersamaan LPD di seluruh Bali,” tegasnya. Menginjak usianya yang ke32 tahun, dikatakan jumlah LPD yang tersebar di seluruh Bali mencapai 1.433 dengan jumlah karyawan 8 ribu lebih dengan jumlah aset senilai Rp 16 triliun lebih. Pencapaian ini bisa dicapai dengan upayaupaya peningkatan kualitas dalam diri dalam menghadapi persaingan di tengah gempuran globalisasi. “Upaya ini kita lakukan untuk mendorong perekonomian masyarakat di pedesaan, bagaimana mengupayakan agar Desa adat/pakraman ekonominya bisa menggeliat untuk mengembangkan usahanya di semua sektor,” ujarnya. (win)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Daerah
Minggu Pon, 19 Maret 2017
3
Peringati Hari Gizi Nasional 2017 Wagub Sudikerta Buka Rakerda Milna Gelar Lomba dan Edukasi Masyarakat Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Bali Pentingnya Momen Makan si Kecil
WAKIL Gubernur Bali Ketut Sudikerta membuka pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 1 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali di Hotel Werdhapura, Sanur, Sabtu (18/3). Dalam sambutannya, Wagub Sudikerta menyampaikan bahwasanya keberadaan IBI sebagai organisasi profesional dalam bidang kesehatan, khususnya dalam hal kebidanan memegang peranan sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Untuk itu, dirinya menyambut baik serta memberi apresiasi atas penyelenggaraan Rakerda yang digelar pertama kali oleh IBI Provinsi Bali ini. Dengan pelaksanaan Rakerda, Wagub berharap agar nantinya tercipta tata kelola organisasi yang baik, sehingga organisasi akan dapat tumbuh dan berkembang sehingga dapat mewujudkan cita-cita organisasi. “Dalam sebuah organisasi, perlu adanya evaluasi secara rutin terhadap kinerja program, sejauh mana program sudah berjalan serta hal apa yang harus dilakukan dalam upaya meningkatkan kiprah kita di tengah masyarakat,” imbuhnya. Sudikerta juga menambahkan, dalam upaya mencapai cita-cita serta tujuan organisasi terdapat beberapa aspek yang harus menjadi perhatian, di antaranya aspek administrasi yang tertata serta regulasi yang pasti, penataan kelola keuangan yang baik serta yang tak kalah penting yaitu kader-kader atau sumber daya manusia yang ikut dalam organisasi harus terus ditingkatkan. Untuk itu, pihaknya mengajak para bidan yang tergabung dalam IBI untuk terus meningkatkan kuali-
RAKERDA - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat membuka pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 1 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali di Hotel Werdhapura, Sanur, Sabtu (18/3). tas diri dengan mengikuti pelatihanpelatihan, pendidikan serta seminar yang dapat meningkatkan kualitas diri. “Kelola organisasi dengan baik, ciptakan tata kelola keuangan yang transparan, yang tak kalah penting tingkatkan kualitas sumber daya manusianya, jangan sampai ada bidan yang melakukan tindakan malpraktek,” tuturnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Panitia Rakerda 1 IBI Provinsi Bali Made Budiyani, bahwasanya pelaksanaan Rakerda ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja organisasi serta melakukan penyempurnaan terhadap program kerja tersebut. Di samping itu,
dalam rakerda juga akan dibahas tentang isu-isu kesehatan, khususnya dalam bidang obstetri serta dibahas pula penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS. Rakerda yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 17-18 Maret 2017 akan dibagi dalam dua sesi kegiatan, dimana kegiatan di hari pertama akan diisi dengan Sidang Organisasi yang diikuti sekitar 200 peserta dari anggota IBI Provinsi Bali. Rakerda hari kedua akan diisi dengan sidang ilmiah yang akan diikuti oleh kurang lebih 550 peserta yang terdiri dari anggota IBI, para mahasiswa kebidanan serta para praktisi dalam bidang kesehatan. (ad1697)
Indra Keenam Jro Sutiawati, Sembuhkan Pasien Penyakit Saraf PENGOBATAN alternatif Jro Sutiawati telah lama diketahui masyarakat. Selain mempergunakan media minyak pawisik, Jro Sutiawati juga menggunakan indra keenam untuk mendiagnosa penyakit pasien. Berdasarkan pengalamannya mengobati pasien, ia menuturkan pernah mengobati pasien dengan keluhan penyakit pada saraf. Tidak diketahui pasti diagnosa penyakit pasien tersebut. Karena seperti yang pernah ia katakana, sebelumnya penyakit non medis kerap didiagnosa normal alias tidak mengalami sakit apapun. Namun, setelah ia menerawang dengan indra keenam, ia mendapati pasien tersebut mengalami sakit pada bagin saraf. Saraf merupakan bagian tubuh manusia yang sulit ditangani. Namun, baginya penyakit apapun dapat disembuhkan jika pasien mau berusaha. Lanjutnya, setelah menjalani pengobatan beberapa kali di tempatnya, perlahan-lahan pasien tersebut mulai dapat menggerakkan tubuhnya, terutama lehernya. Pada awalnya, Jro Sutiawati mendiagnosanya dengan indra keenam. Pengobatannya kemudian dikombinasikan dengan menggunakan minyak pawisik. Minyak pawisik diurut ke beberapa bagian tubuh pasien, terutama leher. Selain digunakan sebagai obat luar, minyak pawisik juga digunakan untuk obat dalam. “Karena pasien itu rajin berobat, sembuh,” pungkasnya. Masyarakat yang memiliki keluhan yang sama ataupun ingin mencoba keampuan pengobatan alternatif Jro Sutiawati, dapat menghubungi nomor 081246757777 untuk membuat janji terlebih dahulu. (ad1693)
Jro Sutiawati
Kendala yang Dialami Pengusaha Dupa
Bambu Mesti Diimpor dari Tiongkok dan Vietnam Negara (Bali Post) Salah satu kebutuhan sehari-sehari warga Bali adalah dupa. Warga Bali yang mayoritas beragama Hindu tentunya sangat memerlukan dupa sebagai sarana persembahyangan dan untuk upacara yadnya. Bahkan banyak warga Bali yang menjadi pengusaha dupa. Menggeluti sebuah usaha, tentunya ada kendalanya. Begitu juga dengan pengusaha dupa. Salah satu pengusaha dupa, Kade Joni Asmara Adiputra asal Dauh Waru, Jembrana, mengaku sudah sejak 2013 menjadi pengusaha dupa. Selama menjalani usaha itu, ia mengaku ada kendal yang dialami. Salah satunya bambu (batang dupa) yang mesti harus diimpor dari Tiongkok dan Vietnam. “Kalau saya impor dari Tiongkok,” kata Joni, Sabtu (18/3) kemarin. Pengusaha dupa di bawah perusahaan Dupa Saraswati 108 ini menjelaskan, dirinya memilih bambu dari Tiongkok lantaran lebih halus dan kuat dibandingkan dengan bambu dari Vietnam. Kenapa harus import, sementara di Bali banyak bambu? Menurutnya, hal ini disebabkan spesies bambu berbeda antara di Tiongkok dengan Bali. Kalau bambu di Bali atau Indonesia, kebanyakan kandungan gulanya. Untuk itu, lebih disukai binatang sehingga mempengaruhi kualitas bambu. Untuk impor bambu sebagai bahan baku dupa, katanya biasanya dia bekerja sama dengan teman, sehingga bisa mendatangkan lebih dari 15 sampai 20 ton. “Indonesia memang kaya dengan alam dan banyak bambu, tapi ya itu kelemahannya kandungan gulanya banyak,” jelasnya. Selain masalah bambu sebagai batang dupa yang harus diimpor juga kendala jamur. Dimana ketika musim hujan akan muncul jamur dalam dupa. “Jika ada yang jamuran, biasanya kita tarik dari pasaran dan diganti.
Karena, jika tidak ditarik nanti konsumen komplin dan ini akan berpengaruh pada kelangsungan perusahaan karena menyangkut nama baik,” jelas suami dari Ni Made Ayu Anita Dewi ini. Joni mengatakan dia sebelumnya bekerja di kapal pesiar. Kemudian sejak menikah dia berjualan dupa impor dan dupa milik orang lain. Sejak itulah muncul ide untuk bisa memproduksi dupa sendiri. Selain itu, bisa memberdayakan tenaga kerja lokal. “Saya merintis usaha pembuatan dupa ini sejak 2013 dengan modal Rp 100 juta. Saya tertarik di dupa, karena awalnya pingin usaha yang sesuai dengan profesi orangtua yakni jadi mangku. Selain itu melihat kegunaan dupa juga banyak dan ingin mendapat keuntungan sehingga belajar buat sendiri secara otodidak,” ucapnya.. Kini Kade Joni kelahiran tahun 1981 ini sudah memproduksi dupa dengan delapan jenis kemasan dan 20 aroma. Dengan produksi sendiri empat ton sebulan. Pelanggannya se-
lain konsumen langsung juga reseller, agen atau distributor, seluruh Bali dan beberapa wilayah di Indonesia. Ayah dua orang anak ini juga banyak memiliki rekanan atau binaan, sehingga produksinya 80 persen sudah bisa diambil dan dipasarkannya. Jika dihitung secara total, produksi bersama rekanan bisa menghasilkan 20 ton sebulan. Menurutnya, ke depan pihaknya harus lebih memberdayakan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Bahkan pihaknya juga merencakan bisa ekspor dupa ke luar negeri. Karena secara nasional sudah mentok. “Saya sudah pesan mesin pengolah bambu dan bahkan kami berusaha bisa ekspor dupa,” tandasnya. Dia juga ingin memberdayakan kearifan lokal dan berusaha ikut membina pengusaha-pengusaha kecil dan memberdayakannya. “Kami di Jembrana sudah ada lima binaan. Demikian juga ada satu di Klungkung, satu Karangasem, satu Surabaya dan sekarang sedan penjajagan ke Malang,” kata Kade Joni. (kmb)
Bali Post/kmb
DUPA - Salah satu proses pembuatan dupa di Dupa Saraswati 108, Dauh Waru.
MEMPERINGATI hari gizi nasional 2017, PT Kalbe Nutritionals melalui produk Milna menggelar kegiatan posyandu dan seminar yang mengangkat tema “Pentingnya Momen Makan Si Kecil dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan”. Kegiatan posyandu dan seminar yang digelar di balai Desa Sekaan Kintamani, Sabtu (18/3) juga dimeriahkan dengan lomba merangkak dan baby dance yang diikuti puluhan balita di desa setempat. Branch Representative Milna Denpasar Gede Putra Sastrawan mengatakan, kegiatan posyandu serta seminar mengenai pentingnya momen makan si kecil dalam 1.000 hari pertama kehidupan merupakan kegiatan yang rutin digelar Milna setiap tahunnya untuk memperingati hari gizi nasional. Dalam kegiatan posyandu dan seminar kemarin, Milna mengedukasi para orangtua mengenai pentingnya momen makan si kecil, pola makan serta pengenalan makanan sehat dan bergizi yang tepat untuk anak. “Aksi ini merupakan bentuk kepedulian Milna terhadap gizi anakanak,” ungkapnya. Putra Sastrawan menjelaskan, untuk memberikan gizi yang lengkap dan seimbang pada anak secara praktis, para orangtua bisa mendapatkannya pada produkproduk Milna. Untuk anak usia 6-12 bulan, orangtua bisa memberikan Milna bubur organik yang komposisinya 100 persen bahan organik. Selain itu, untuk menambah berat badan, orangtua juga bisa memberikan Milna W-Gain. Milna Goodmil juga baik diberikan
Bali Post/ist
FOTO BERSAMA - Branch Representative Milna Denpasar Gede Putra Sastrawan berfoto bersama dengan anak serta orangtua pemenang lomba di balai Desa Sekaan Kintamani, Sabtu (18/3). pada anak untuk menghindari risiko alergi. Di samping itu, ada juga Milna bubur regular yang komposisinya setara makanan empat sehat lima sempurna, serta Milna biskuit bayi yang baik diberikan untuk menstimulasi pertumbuhan gigi bayi. “Untuk bayi di atas 1 tahun, ada Milna Puding dan Milna Toddler Biskuit yang baik diberikan untuk anak. Keunggulan Milna Puding tinggi serat, rendah gula, dan teksturnya lembut. Sementara Milna Toodler Biskuit memiliki keunggulan pada bentuknya yang edukatif,” jelasnya. Untuk lebih mengenalkan produkproduk Milna ke masyarakat, dalam
kegiatan posyandu ini Milna juga membagikan bingkisan yang berisi aneka produk Milna untuk anakanak yang hadir. Sementara itu, dalam kegiatan lomba merangkak yang diikuti bayi usia 6-12 bulan dan baby dance yang diikuti anak usia 1-3 tahun, Milna memberikan hadiah berupa satu set piala serta hadiah edukatif untuk peserta yang menang. Putra Sastrawan berharap melalui aksi peduli gizi ini, produk Milna ke depannya semakin dikenal dan menjadi pilihan para orangtua, tidak hanya di kota namun juga di desadesa. (ad1694)
AHM Luncurkan Honda CMX500 Rebel di Tanah Air
PT Astra Honda Motor (AHM) memperkenalkan motor kustom terbaru, Honda CMX500 Rebel yang mencerminkan imajinasi, gaya hidup dan jati diri pengendara. Honda CMX500 Rebel dikembangkan lebih dari sekadar moda transportasi. Model ini merupakan refleksi dari sebuah gaya hidup, karakter, serta sarana bagi pengendara untuk mengekspresikan identitasnya. President Director AHM Toshiyuki Inuma mengatakan, para penggemar big bike yang memiliki karakter berani, namun memiliki selera modern minimalis kini telah menjadikan motor sebagai salah satu cara mengekspresikan identitas individualnya. Ekspektasi terhadap motor pun berbeda dengan motormotor yang telah ada di pasaran, dimana motor diharapkan dapat mencerminkan karakter dan gaya hidup mereka. “Kami meluncurkan Honda CMX500 Rebel sebagai sebuah jawaban bagi mereka yang mencari individualitas di motor mereka dan ruang untuk mengkustomnya sesuai dengan imajinasi mereka. Hal ini sejalan dengan komitmen tinggi AHM untuk menghadirkan jajaran lengkap motor untuk konsumen Indonesia, sehingga mereka dapat menikmati setiap sensasi berkendara sesuai dengan gaya hidup mereka,” katanya. Executive Vice President Director AHM Johannes Loman mengungkapkan tren kebebasan berekspresi dan gaya hidup yang mencerminkan jati diri di kalangan pengendara motor semakin kuat saat ini. Oleh karena itu, AHM berupaya menemani mer-
Bali Post/ist
PERKENALKAN - Pihak PT Astra Honda Motor (AHM) saat memperkenalkan motor kustom terbaru, Honda CMX500 Rebel. eka mengekspresikan keinginan dan jati dirinya. “Kami pun menyadari konsumen di segmen ini merupakan orang-orang yang tidak hanya ingin tampil berbeda, namun juga mendapat layanan berbeda yang personal, dekat dan hangat saat berinteraksi. Oleh karena itu, kami menyiapkan layanan khusus di jaringan Big Wing Honda yang tersebar di semua pulau besar Indonesia,” katanya. Model ini menggunakan mesin 471cc 8-valve, liquid-cooled parallel twin-cylinder diambil dari Honda CBR500R yang sporti. Untuk menghadirkan kemampuan jelajah, telah dilakukan revisi pemetaan PGM-FI fuel injection yang menghasilkan
Diterjang Banjir
karakter berbeda dari kinerja rpm berfokus tinggi CBR untuk output bottom-end torsi-padat, dengan penyaluran halus dan linear di seluruh rentang putaran. Torsi maksimum 45,8Nm @ 5.500 rpm dan menghasilkan tenaga puncak 35,2kW @ 8.500rpm. Honda CMX500 Rebel hadir dengan tiga warna pilihan yakni Millenium Red, Mat Armored Silver Metallic, dan Graphite Black dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) DKI Jakarta Rp 147.387.500,-. Model ini dipasarkan secara eksklusif di 10 showroom Big Wing di sembilan kota besar di Indonesia dan dapat dimiliki sejak akhir Maret 2017. (bns1)
Saluran Irigasi Subak Banyupoh Jebol Singaraja (Bali Post) – Saluran irigasi di Subak Banyupoh, Kecamatan Gerokgak rusak parah setelah diterjang banjir, Sabtu (18/3) sekitar pukul 14.00 Wita. Akibatnya, aktivitas pertanian di daerah ini terganggu. Petani merasa waswas karena tidak bisa mengolah lahan lantaran pasokan air irigasi mati total. Saluran irigasi ini jebol akibat volume air yang terus membesar. Saluran yang sudah berusia tua itu tergerus hingga aliran air ke lahan pertanian mati total. Pasokan air irigasi pun terbuang begitu saja karena salurannya terputus. Atas kejadian ini, petani di Buleleng barat mulai kelimpungan. Petani tidak bisa berbuat banyak karena saluran irigasi itu satu-satunya penopang usaha tani. Apalagi, saat ini kebanyakan lahan pertanian di daerah ini masih memubutuhkan pasokan air yang cukup karena menginjak pada musim tanam. Jika upaya perbaikan sementara tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat, lahan pertanian di daerah ini terancam kekeringan dan otomatis petani akan mengalami gagal panen. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Made Subur membenarkan pihaknya telah menerima laporan kerusakan saluran irigasi akibat banjir. Setelah mendapat laporan itu, pihaknya langsung meninjau ke lokasi untuk mencari jalan keluar untuk melakukan penanganan darurat. Rencananya, perbaikan darurat akan dilakukan dengan menurunkan alat
Bali Post/ist
JEBOL – Saluran irigasi di Subak Banyupoh, Kecamatan Gerokgak jebol akibat diterjang banjir, Sabtu (18/3) kemarin. berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR). Pembersihan saluran ambruk menggunakan alat berat ini harus dilakukan karena saluran irigasi tertutup batu kali berukuran besar. “Setelah kami cek ke lokasi penanganan darurat akan segera kita lakukan. Alat berat akan diturunkan untuk membersihkan saluran itu, sehingga untuk sementara air bisa dialirkan dan kebutuhan irigasi tidak terganggu apalagi petani di sana sedang mengolah lahan dan membutuhkan pasokan air yang memadai,” jelasnya. Selain itu, akibat hujan deras itu jalur pantai utara (pantura) tepatnya di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak
juga tergang banjir. Banjir menggenangi jalan hingga arus lalu lintas terganggu. Badan jalan nasional ini terendam banjir akibat drainase di sisi jalan tidak mampu menampung air hujan yang mengalir dari arat selatan. Beruntung hujan segara reda, sehingga volume air kembali surut dan lalu lintas kembali normal. Hanya saja, banjir ini menyisakan batu krikil yang mengakibatkan badan jalan licin dan rawan kecelakaan. Pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati, karena batu krikil dan lumpur masih menutup aspal dan menunggu pembersihan oleh petugas BPBD bersama instanasi terkait lain. (kmb38)
4
Minggu Pon, 19 Maret 2017
HEWAN - Menyikapi permasalahan MSS yang mulai merebak di beberapa daerah di Bali langkah yang diambil oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali harus diapresiasi dengan cepat turun langsung ke lapangan. Langkah demikian tentu akan bisa menenangkan masyarakat, memberikan gambaran lebih jelas pada masyarakat dengan data dan fakta. Masyarakat harus diedukasi, apa dan bagaimana sebenarnya MSS itu. Tidak semua babi yang ada di Bali terinfeksi MSS.
Menyikapi Fenomena Meningitis Streptococcus Suis dan Fobia Babi Guling
Berdasarkan tujuh sampel pasien, ada dua pasien yang dinyatakan positif, ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM, yang diberitakan beberapa media Jumat (10/3) sore. Berita tersebut juga dibenarkan oleh dr. Made Susilawathi, SpS, Divisi Infeksi dan Imunologi dan SMF Neurologi FK Unud/RSUP Sanglah, Denpasar. Setelah dilakukan uji sampel di Sanglah pada tujuh pasien dari RSUD Mangunsada, Kapal, Badung, memang benar hasilnya dua positif terjangkit. Berita tersebut secara cepat tersebar ke mana-mana, menjadi viral di jejaring sosial. Dampaknya sudah diduga terjadi keraguan di kalangan masyarakat mengkonsumsi daging babi termasuk babi guling. Dampak yang lebih luas adalah lesunya usaha peternakan babi dan olahannya di masyarakat Bali. Peternak yang sangat berharap akan menikmati keuntungan lebih menjelang hari raya Galungan yang biasanya harga babi naik, kini tampak lesu, harga babi malah turun. Padahal sebelum kejadian ini harga babi hidup sudah cukup baik sekitar Rp 27.000/kg. Semestinya dekat hari raya Galungan bisa mencapai Rp 30.000/kg. Sekarang sudah turun menjadi Rp 22.000/kg. Kelesuan juga tampak pada para pedagang nasi babi, be genyol, sate babi dan babi guling. Omzet mereka turun drastis. Kalau hal
MARAKNYA isu Meningitis Streptococcus suis (MSs) pada babi belakangan ini cukup meresahkan masyarakat, khususnya masyarakat Bali yang selama ini dekat dengan daging babi. Keresahan mereka sangat masuk akal karena dengan kasus ini, ditambah dengan penyebaran berita lewat media sosial tentang puluhan warga Desa Sibang Gede dan Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali terserang meningitis babi. Hal tersebut diperkuat setelah dilakukan pemeriksaan tujuh sampel di Laboratorium Mikro RSUP Sanglah dari pasien yang dirawat di RSUD Mangunsada, Badung. ini tidak tertangani dengan baik, pasti berdampak lesunya ekonomi sebagian masyarakat Bali. Diperkirakan, 80% masyarakat Bali yang tinggal di pedesaan memelihara babi sebagai celengan (tabungan) yang sewaktu-waktu dijual untuk mendapatkan uang tunai. Mereka merasa was-was, khawatir babinya tidak ada yang mau membeli. Pemulihan Menyikapi permasalahan MSS yang mulai merebak di beberapa daerah di Bali langkah yang diambil oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali harus diapresiasi yang dengan cepat turun langsung ke lapangan. Langkah demikian tentu akan bisa menenangkan masyarakat, memberikan gambaran lebih jelas pada masyarakat dengan data dan fakta. Masyarakat harus diedukasi, apa dan bagaimana sebenarnya MSS itu. Tidak semua babi yang ada di Bali terinfeksi MSS. Streptococcus suis memang salah satu bakteri yang sumber penularannya pada babi. Sebenarnya keberadaan bakteri tersebut bukanlah hal baru. Sudah sekitar 20 tahun terakhir bakteri tersebut menjadi masalah
pada peternakan babi, karena tidak saja menginfeksi babi, tetapi juga dapat menginfeksi manusia (zoonosis). Pada babi bakteri Streptococcus suis, habitat utamanya pada saluran pernapasan atas, organ genital dan saluran pencernaan. Hal penting yang harus dipahamai oleh masyarakat adalah gejala babi yang terinfeksi Streptococcus suis. Gejala menonjol yang dapat dilihat adalah kebengkakan pada sendi kaki, suhu tubuhnya naik, babi tidak mau makan, kulitnya kelihatan kemerahan, baik pada babi putih maupun babi hitam, ingusan dan ngorok. Sering juga diikuti dengan konstipasi/susah berak, dan bahkan ada yang batuk darah. Jika babi bisa bertahan hidup, melampaui masa akut akan terlihat gejala kelumpuhan dan menyerat kakinya saat berjalan. Gejala demikian memang kadang ada kesamaan dengan gejala penyakit lain. Langkah paling aman jika ada gejala-gejala demikian cepat melapor kepada petugas kesehatan hewan kecamatan atau temui dokter hewan terdekat. Penularan pada manusia bisa melalui kontak kulit dengan babi terinfeksi, terutama kalau kulit kita luka. Penyebab lain, jika
mengkonsumsi daging babi yang masih mentah atau diolah tidak dengan matang. Dari beberapa literatur melaporkan bahwa bakteri Streptococcus suis akan mati pada suhu 56 C, dan akan mati juga dengan desinfektan. Oleh karena itu memasak daging babi dengan matang di atas 60 C wajib dilakukan. Kebiasaan makan lawar barak dengan darah segar ada baiknya untuk sementara dihentikan dulu. Komoh (kuah) kalau dimasak dengan matang sampai mendidih (ngerodok), pastilah aman. Langkah antisipasi lain yang harus dilakukan antara lain: menyemprot kandang babi dengan desinfektan seminggu sekali, menjaga kebersihan kandang, tempat pakan dan minum, jangan memberikan pakan dari limbah hewan yang sakit. Para pengepul babi (jagal) sangat diharapkan kesadarannya, jangan memotong babi yang sakit untuk dicampurkan dengan daging lain. Sadarilah, perbuatan tersebut sangat membahayakan konsumen dan merupakan dosa besar. Babi Guling Aman Kalau melihat karakteristik bakteri S.s yang mati pada suhu 56 C, sebenarnya mengkonsumsi babi guling sangatlah aman.
Mengapa? Hasil penelitian saya menunjukkan babi guling dengan berat antara 20 - 40 kg akan matang pada suhu 110 C selama kurang lebih 2 jam. Artinya, bakteri S.s pastilah mati pada suhu tersebut. Sepanjang peralatan lain yang dipakai dalam proses pembuatan dan penyajian babi guling itu bersih, tidak perlu ragu makan babi guling. Pemahaman ini sangat perlu diketahui masyarakat luas, kalau tidak akan berdampak buruk pada warung makan babi guling dan peternak babi. Survei terakhir (Februari 2017) di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung masingmasing terdapat 71 rumah makan babi guling. Rata-rata menghabiskan satu ekor babi guling setiap hari. Jadi di dua wilayah itu saja diperlukan 142 ekor babi setiap hari untuk babi guling yang dijual di rumah makan. Bisa dibayangkan dampak ikutan kalau warung makan tersebut bangkrut. Demikian juga kepada saudara kita di Desa Timrah Karangasem yang ketika Ngusaba Dalem mempersembahkan sampai 850-an babi guling. Demikian juga saudara kita di Desa Bugbug Karangasem ketika melaksanakan upacara mapinton saat piodalan di Pura
Bukit Gumang, mempersembahkan ribuan babi guling. Jangan sampai gara-gara bakteri S.s, mereka takut mempersembahkan sesaji babi guling. Selama ini ada orang fobia makan lemak babi, padahal kalau dilihat kandungan asam lemak pada lemak babi dari segi kesehatan lebih baik dibandingkan lemak sapi. Menurut Sandra Hermanto dan Anna Muawanah (2009) lemak babi mengandung asam lemak esensial yang lebih tinggi dibandingkan lemak sapi, di antaranya asam linoleat (C18:2) pada lemak babi 24,94%, pada lemak sapi 1,17%, asam oleat (C18:1) pada lemak babi 40,74%, sedangkan pada lemak sapi 20,53%, bahkan asam arakidonat (C20:4) lemak babi mengandung 0,43%, pada lemak sapi 0%. Justru lemak sapi mengandung asam lemak jenuh yang lebih banyak, di antaranya asam palmitat (C16:0) 29,40%, pada lemak babi hanya 7,01%, asam miristat (C14:0) pada lemak sapi 4,36% pada lemak babi hanya 1,07%. Itulah sebabnya lemak sapi lebih padat dibandingkan dengan lemak babi. Kalau dikaitkan dengan penyakit aterosklerosis jurtru asam lemak jenuh lebih berisiko. Jadi, mari menjadi konsumen yang lebih bijak berkonsumsi dan mari nikamti sajian sepiring babi guling. l Komang Budaarsa Guru Besar Fakultas Peternakan Unud
Waspadai Pandangan Makin Menyempit APA yang akan terjadi saat lapang pandang Anda menyempit atau mengecil atau hanya dapat melihat seperti di dalam terowongan (tunnel vision)? Apa yang terpikirkan selanjutnya?
DIARE – Saat diare, anak harus dirujuk ke puskesmas, rumah sakit, atau dokter, jika muntah dan mencret terus-menerus sehingga pemberian oralit diperkirakan tidak optimal, terdapat tanda dehidrasi, seperti: mata cekung, kulit perut keriput, tangan - kaki dingin, dan tidak sadar.
Waspadai Dehidrasi Akibat Diare pada Anak
DIARE pada anak merupakan gangguan kesehatan dan pencernaan yang sering dialami anak-anak dan balita. Istilah diare sendiri sering disamakan dengan mencret pada masyarakat kita. Namun, sebenarnya pengertian diare adalah buang air besar dengan konsistensi yang lebih lunak atau cair yang terjadi dengan frekuensi sama atau lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Jadi dapat dikatakan bahwa diare adalah “mencret” yang terjadi lebih dari 3 kali dalam sehari.
Dehidrasi merupakan suatu keadaan dimana tubuh kekurangan cairan yang dapat disebabkan oleh hilangnya cairan yang berlebihan dari tubuh. Karena diare menyebabkan kehilangan cairan yang terus menerus, apalagi jika disertai dengan muntah yang sering, maka anak pada awalnya akan merasa haus karena dehidrasi ringan. Namun, jika tidak diobati dengan benar yang dikhawatirkan akan terjadi dehidrasi dengan derajat yang lebih berat dengan gejala berupa: anak rewel, gelisah, lemah, bahkan jika keadaannya berat anak bisa tidak sadarkan diri, mata tampak cekung, ubun ubun pada bayi cekung, bibir dan lidah kering, tidak tampak air mata walaupun menangis, bila kulit perut dicubit, tampak seperti berkerut, nadi melemah sampai tidak teraba, tangan dan kaki terasa dingin, buang air kecil berkurang, napas bisa tampak sesak ataupun kejang bila terjadi kekurangan elektrolit yang berat. Diare Diare pada anak ini seringkali disertai gejala berupa panas badan, muntah dan juga nyeri perut. Gejala panas badan bisa disebabkan oleh adanya peradangan atau aki-
bat dari dehidrasi. Muntah mungkin disebabkan oleh organisme yang menginfeksi saluran cerna bagian atas. Nyeri perut yang hebat dapat dikarenakan usus besar yang terkena infeksi. Anak yang menderita diare akan mengeluarkan tinja yang mengandung sejumlah elektrolit, hal ini menyebabkan anak kekurangan elektrolit sehingga bisa membahayakan tubuh. Jika anak menderita demam maka kehilangan cairan dari tubuh akan meningkat dan tentunya memperberat kondisi dehidrasi, oleh sebab itu anak penderita diare harus diberikan cairan yang cukup untuk menggantikan kehilangan cairan akibat diare tersebut. Dehidrasi merupakan keadaan yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Cairan Jika anak bapak-ibu mengalami diare, berikanlah cairan pengganti yang hilang. Sebaiknya diberikan oralit dalam kemasan yang saat ini sudah bisa didapat di apotek atau puskesmas, atau jika tidak ada bisa diberikan air tajin, larutan garam gula, kuah sayuran, dsb. Untuk bayi atau anak yang masih minum ASI, lanjutkanlah pemberian ASI. Jika anak belum dapat diatasi dehidrasinya dengan cara di atas, keadaan anak dapat menjadi lebih buruk dan jatuh dalam keadaan dehidrasi berat. Anak dengan dehidrasi berat harus dirawat dan diberikan cairan melalui infus, di samping itu juga diberikan oralit melalui mulut atau pipa yang dapat dimasukan melalui mulut atau lubang hidung jika anak tidak bisa minum. Saat ini penggunaan probiotik sudah banyak diberikan pada anak
dengan diare. Probiotik merupakan bakteri hidup yang baik untuk saluran cerna yang diberikan dalam bentuk suplemen makanan. Pengunaan probiotik dalam pencegahan dan pengobatan diare merupakan tindakan yang efeknya cukup baik untuk kekebalan saluran cerna. Probiotik ini dapat mengurangi derajat berat dan lamanya diare. Anak Banyak pertanyaan yang terbesit ketika anak mengalami diare, salah satunya adalah kapan saatnya anak saya bawa ke puskesmas atau rumah sakit atau dokter. Anak harus dirujuk ke puskesmas, rumah sakit, atau dokter, jika muntah terus menerus sehingga pemberian oralit diperkirakan tidak optimal, mencret terus menerus dan oralit tidak berhasil diberikan sesuai anjuran, terdapat tanda dehidrasi (mata cekung, kulit perut keriput, tangan dan kaki dingin, tidak sadar) seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Upaya yang kita terapkan untuk mencegah diare dapat berupa tindakan seperti menyediakan makanan yang sehat, bersih dan bergizi, menggunakan air minum yang bersih, mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar, memberikan ASI eksklusif, menjaga lingkungan hidup yang sehat, dan menyediakan tempat buang sampah yang memadai. Hidup sehat berawal dari diri kita sendiri. Dengan hidup sehat, diare pada anak dapat dicegah dan angka kesakitan maupun kematian akibat diare pun dapat diturunkan. ldr. Dewa Ayu Angga Rainingsih
Benar, tidak salah lagi, kemungkinan Anda menderita penyakit glaukoma. Tidak banyak orang yang tahu tentang glaukoma, karena penyakit ini masih kalah pamor dibandingkan dengan katarak, yang sudah diketahui sebagai penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia bahkan di dunia. Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbanyak di seluruh dunia. Berbeda dengan katarak, kebutaan yang diakibatkan glaukoma bersifat permanen, atau tidak dapat diperbaiki (irreversible). Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan dan penanganan glaukoma. Berdasarkan data WHO tahun 2010, diperkirakan sebanyak 3,2 juta orang mengalami kebutaan akibat glaukoma. Karena kerusakan yang disebabkan oleh glaukoma tidak dapat diperbaiki, maka deteksi, diagnosa dan penanganan harus dilakukan sedini mungkin. Glaukoma disebut juga sebagai ‘pencuri penglihatan’ karena sering berkembang tanpa gejala yang nyata. Penderita glaukoma sering tidak menyadari adanya gangguan penglihatan sampai terjadi kerusakan penglihatan yang sudah lanjut. Penyakit Apakah glaukoma tersebut?
Glaukoma adalah penyakit mata dimana terjadi kerusakan saraf optik yang diikuti terjadi penyempitan luas lapangan pandang disertai adanya peningkatan tekanan bola mata. Tingginya tekanan bola mata ini disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan antara proses pembentukan dan pengeluaran aqueous humor. Beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya glaukoma adalah tekanan darah yang tinggi, diabetes mellitus, miopia, ras kulit hitam, pertambahan usia dan pascabedah pada mata. Glaukoma dapat dibagi menjadi glaukoma primer, glaukoma sekunder, dan glaukoma kongenital. Glaucoma primerini tidak diketahui penyebabnya, dapat berupa Glaukoma Sudut-Terbuka Primer yang merupakan tipe yang yang paling umum dijumpai, biasanya terjadi pada usia dewasa dan berkembang perlahan-lahan selama berbulan-bulan atau bertahuntahun. Seringkali tidak ada gejala sampai terjadi kerusakan berat dari saraf optik dan penglihatan terpengaruh secara permanen. Glaukoma Sudut-Tertutup Akut mempunyai keluhan yang lebih nyata yaitu sakit mata hebat, pandangan kabur mendadak, terlihat warna-warni di sekeliling cahaya, bahkan kadang sampai mual dan muntah-muntah. Glaukoma SudutTertutup Akut termasuk yang sangat serius dan dapat mengakibatkan kebutaan dalam waktu yang singkat. Katarak Glaukoma sekunder timbul sebagai akibat dari penyakit mata
lain seperti katarak trauma, pembedahan/operasi mata sebelumnya, penggunaan kortikosteroid yang berlebihan, dan penyakit sistemik lainnya. Glaukoma Kongenital ditemukan pada saat kelahiran atau segera setelah kelahiran, biasanya disebabkan oleh sistem saluran pembuangan cairan di dalam mata tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya tekanan bola mata meningkat terus dan menyebabkan pembesaran mata bayi, bagian depan mata berair dan berkabut dan peka terhadap cahaya. Gejalagejala yang biasa ditemukan adalah terlihat ada gambaran putih pada bagian hitam mata anak, bagian hitam mata anak tampak lebih besar dibanding normal. Anak sering reflek menutup matanya, terutama di saat cahaya terang, di saat terang, anak terlihat kesakitan di bagian mata, dan mata sering berair. Meskipun belum ada terapi untuk memperbaiki kerusakan penglihatan akibat glaukoma, pada umumnya glaukoma ini dapat dikendalikan. Glaukoma dapat ditangani dengan obat tetes mata, tablet, tindakan laser atau operasi yang bertujuan untuk menurunkan atau menstabilkan tekanan bola mata dan mencegah kerusakan penglihatan lebih lanjut. Semakin dini deteksi glaukoma maka akan semakin besar tingkat kesuksesan pencegahan kerusakan penglihatan. Sadarilah gejala glaukoma, sebelum kehilangan penglihatan Anda. ldr. Ayuningtyas Anatika S
TERAPI - Meskipun belum ada terapi untuk memperbaiki kerusakan penglihatan akibat glaukoma, pada umumnya glaukoma ini dapat dikendalikan. Glaukoma dapat ditangani dengan obat tetes mata, tablet, tindakan laser atau operasi yang bertujuan untuk menurunkan atau menstabilkan tekanan bola mata dan mencegah kerusakan penglihatan lebih lanjut. Semakin dini deteksi glaukoma maka akan semakin besar tingkat kesuksesan pencegahan kerusakan penglihatan.
5
Minggu Pon, 19 Maret 2017
Resensi Buku
Renungan Tentang Kehidupan ala Hindu Bali Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Jumlah Hal.
: Renungan Hidup dalam Sloka Hindu : Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti : Pustaka Bali Post : Februari 2017 : 62 hal.
BUKU ini berisi tentang cerita-cerita yang sering didongengkan oleh orangtua kepada anak atau cucunya pada masa lalu sebelum tidur yang berisi berbagai petuah menjalani hidup, seperti: kedisiplinan, etika, budi pekerti, serta filosofi agama yang tinggi. Materi ceritanya diambil dari berbagai sumber, seperti: cerita Tantri, kekawin Nitisastra, Bhagawad Gita, Sarasamuscaya, dan sebagainya. Buku ini bisa menjadi suatu alat ukur berupa renungan yang menilai apa yang telah maupun yang akan dilaksanakan sebagai perbuatan baik. Buku yang memberi tuntunan kebajikan untuk memahami hidup yang lebih baik dan berwarna untuk masa depan generasi muda Hindu. Selamat membaca. (osi)
Film
Memburu Masa Lalu Film : Lion Sutradara : Garth Davis Penulis : Luke Davies Artis : Dev Patel, Nicole Kidman, Rooney Mara, Nawazuddin Siddiqui, David Wenham, Divian Ladwa, Priyanka Bose, Tannishtha Chatterjee, Deepti Naval Tayang : November 2016 FILM ini memiliki cerita yang menarik dengan gambargambar yang indah. Kemiskinan dan kemajuan di Barat. Ini merupakan film yang diangkat dari kisah nyata di mana seorang bocah lelaki yang berusia 5 tahun bernama Saroo (Dev Patel) yang tersesat saat melakukan perjalanan di kereta dari rumahnya di India Utara. Saroo yang masih kecil pun ketakutan dan bingung untuk menuju perjalanan menuju ke Kalkuta. Hingga akhirnya Saroo pun harus berada di sebuah panti asuhan dan kemudian Saroo diadopsi oleh pasangan suami istri dari Australia yang begitu amat menyayangi dan memberikan perlindungan kepada Saroo. Setelah dewasa, 25 tahun kemudian Saroo yang berusaha menutup masa lalunya tetap memiliki keinginan untuk menemukan keluarganya. Dengan berbagai cara agar tidak menyakiti perasaan orang tua angkatnya, Saroo mencoba dengan rahasia yang tidak diketahui mereka. Dengan bantuan teknologi Google Earth, Saroo mencoba mencari berbagai petunjuk. Film yang menarik untuk memahami arti kemanusiaan. (osi)
CERPEN Jangan kau salahkan aku jika hingga setengah tahun kelahirannya, aku tetap tak menganggapnya anak. Ia bukan anakku; kau tak berhak menuntutku bertanggung jawab memberinya kasih sayang. Sudah aku katakan berulang-ulang. Pembunuh itulah yang ngetis bulu, lahir kembali ke dunia ini, lewat rahimmu—lewat pergumulan kita malam itu. Jadi, mana mungkin seorang pembunuh kuakui sebagai anak? Kau terus saja membandingbandingkan, aku dan pembunuh itu. Kau katakan wajahnya sangat mirip: bulat dengan jidat yang sedikit menonjol. Rambutnya, kau katakan sama lebat dengan punyaku. Pada pipinya, ada lesung serupa lesung pipiku. Kakinya, kau prediksi akan menjadi kaki yang panjang dan kuat, sama panjang kuat seperti kakiku. Kelak, begitu katamu, anak itu akan tumbuh menjadi pemuda tinggi nan ganteng. Gadisgadis cantik akan datang untuk mendapatkan cintanya, seperti kau yang mengejar cintaku, dulu. “Lihat dagunya sayang,” katamu, dagunya kokoh seperti daguku. Meniru katamu, dagu yang kokoh itu adalah gambaran ketegasan. Kelak, lanjutmu lagi, anak itu akan tumbuh menjadi lelaki paling tegas sedunia. Ketegasan itu, seperti katamu, adalah warisan dariku. Apa dengan itu berarti ia anakku? Bukan, bukan berarti dia anakku. Mestinya kau tahu, perkara anak, bukan perkara kemiripan. Perkara anak adalah perkara rasa yang berbeda. Walaupun ia lahir dari rahimmu, buah dari pergumulan kita saban malam, tidak dapat kuterima jika ia anakku. Ini karena yang ngetis bulu atas kelahirannya adalah lelaki itu. Sebenarnya, tentang anak itu, bahkan ketika masih berupa benih di rahimmu, perasaan aneh selalu menghantui. Kau ingat? Tepat di tiga bulan kehamilanmu, kau ngidam berkunjung ke rumah tua peninggalan moyangku. “Bli, aku ingin pulang dan sembahyang di rumah,” begitu rengekmu kala itu. Aku sudah meninggalkan rumah itu puluhan tahun. Tak mungkin kembali. Aku menolak kan? Kau ngotot mengatakan keinginan itu adalah bukan keinginannmu, melainkan keinginan bayi yang kau kandung. Aku menolaknya lagi. Bersikeras kau ingin berkunjung. Kau katakan bahwa anak dalam rahimmu terus berontak jika inginmu tak dipenuhi. Bersikeras pula aku menolaknya. Bagiku, dan tentu kau sudah memahaminya, tidak ada satu pun alasan yang bisa membawaku pulang. Barulah kemudian aku memenuhinya setelah kau tak makan seharian, tak mandi seharian, tak keluar rumah seharian. Padahal, kau sendiri tahu, di rumah itulah segala kenangan menyakitkan ada. Seperti yang sebelumnya pernah kuceritakan, kau tentu masih ingat, di rumah itulah ibuku dibunuh dengan sadis. Lehernya digorok setelah sebelumnya bertubi-tubi kepalan tangan lelaki itu mendarat keras pada mukanya. Padahal, kau juga tahu, peristiwa itulah yang terus menjadi mimpi buruk bagiku; hadir serupa pembantai yang terus mengintip nyawaku. Akan kembali kuceritakan padamu agar kau paham mengapa aku berlaku seperti itu. Purnama di pertengahan Desember tahun kemarin, sengaja kuajak kau dan bayi kita ke Jro Guyang, balian tersohor di Banjar Juntal, tempat terpencil di Lereng Gunung Agung. Saat itu masih kuanggap bayi itu adalah bayi kita, sebab belum jelas kutahu siapa yang ngetis bulu pada dirinya. Dari balian itulah aku tahu, yang ngetis bulu dan lahir kembali sebagai
Ulat Bulu di Rahim Ibu Oleh Aries Pidrawan
anakmu itu adalah lelaki itu. “Yan, yang ngetis bulu sebagai anakmu ini adalah Subagia, kakeknya sendiri.” Mendengar itu, aku kembali menjadi kanak-kanak; kembali pada rumah tua peninggalan moyangku. Ingatanku kembali pada sebuah lemari pakaian di sudut kamar. Pada lemari kecil itulah, sering aku bersembunyi jika lelaki itu marah-marah, entah, karena mabuk, atau kalah berjudi, atau cemburu tanpa alasan. Dari lemari kecil itulah, sering aku menyaksikan ibu dipukul bertubi, kemudian diseret hingga ke halaman. Dari lemari itu pula, aku bisa mendengar napas ibu yang sesak sebab lelaki itu selalu memperkosanya tanpa rasa. Aku juga dikembalikan pada sebuah ingatan yang sesungguhnya ingin kulupakan. Namun, sejatinya tak bisa dilupakan. Saking dalamnya ingatan itu, bahkan sudah menyatu dengan darahku, ikut mengalir pada setiap pembuluh, kemudian ikut dipompa dalam jantung. Selama jantungku masih berdetak, pasti ingatan akan peristiwa itu juga berdetak. Kini, balian itu kembali menegaskan kehadiran lelaki itu. Tentu ingatan dan kemarahanku semakin mendidih. Malam itu, lelaki itu baru pulang berjudi. Tampaknya ia juga mabuk karena setelah kedatangannya, bau tuak seketika menyeruak. Ia kemudian rebah menindih ibu dan menarik paksa setiap kain yang dikenakan. Aku yang sudah menduga kejadian akan begini, segera sebelum lelaki itu masuk, bersembunyi dalam lemari. Dari lubang kunci itulah segalanya jelas kusaksikan, jelas pula segalanya kudengarkan. Ibu ditindih paksa. Pakaiannya dilorotkan paksa. Ibu yang sempat terlelap tentu terkejut dengan itu, seketika
tangannya menepis tubuh lelaki itu sembari menampar. Lelaki itu tak terima, kemudian marah dan menamparnya balik. Berkali-kali. Ibu menolak, melawan. Tubuh lelaki itu dihempaskan. Dengan tubuh yang hanya ditutup selimut kemudian pergi, tetapi lelaki itu keburu menangkapnya. Ibu berontak. Lelaki itu mengeratkan tubuhnya yang telanjang, kemudian menempelkan pada mulut ibuku berharap ibu mau mencumbu. Dengan satu tarikan, tubuh ibu pun rebah di lantai. “Cicing...sejak punya selingkuhan kau sudah berani melawanku.” Pada posisi ibu yang rebah, lelaki itu duduk di atas perut ibu. Tangannya terus menampar pipi ibu, dibarengi pula dengan umpatan. “Siapa lelaki yang datang kemarin? Tetangga ngomong kau punya selingkuhan. Siapa? Pasti anakmu itu juga hasil dari perselingkuhan dengannya ya? Mana si ulat bulu itu, mana? Sembunyi di mana dia?” Ibu sebenarnya sudah menjelaskan beberapa hari sebelumnya jika yang datang adalah pamanku, bukan selingkuhan seperti yang didengungkan tetangga. Aku tahu itu sebab saat itu ada di sana. Pamanku datang membawakan kami beras dan telur. Ia datang karena prihatin atas kemiskinan yang mendera ibu. Namun, seperti biasa rasa marah lelaki itu membuat segala yang ia katakan tak boleh ditentang. Seperti malam itu, rasa marah telah menutup semua celah otaknya sehingga sebuah belati yang entah sudah ia siapkan dari kapan, ia geretkan ke leher ibu. Ibu sebenarnya sudah mengiba. Aku jelas mendengar suranya walau parau dan tertekan, “Jangan Bli, jangan, kasihan
anak kita.” Namun, karena kemarahan yang membara, belati itu tetap ia geretkan di leher ibu. Darah bersemburat membasahi lantai. Jika kau jadi aku, apakah kau bisa melupakan itu? Tentu tidak kan. Karena itulah ketika balian berkata bahwa yang ngetis bulu kembali dalam kehidupan anak itu adalah lelaki itu, aku menolak. Kau sendiri mendengarnya. “Tidak mungkin Jro Balian. Tidak mungkin yang ngetis bulu pada kehidupan anakku sekarang adalah lelaki itu. Lelaki itu baru meninggal dua tahun lalu. Belum di-aben pula. Bahkan, kematiannya mengenaskan. Mati membusuk karena kelaparan.” “Yan, itu sudah suara takdir. Tidak ada kebohongan. Bagaimana saya bisa tahu jika nama bapakmu adalah Subagia? Saya tak pernah bertemu. Kapan ia mati dan karena apa, saya juga tak tahu. Mungkin masih ada banyak tugas yang harus diselesaikan hingga ia lahir kembali sebagai anakmu.” Memang sulit untuk menyangkal. Lelaki itu memang lahir kembali sebagai anakku. Bermula saat itulah, aku tak lagi memanggilnya sebagai anakku. Jika sebelumnya pagi-pagi aku menimangnya, mengajaknya keliling desa untuk melihat bajak atau sawah, kini kuanggap bayi itu tak ada. Aku abaikan. Entah ia menangis berguling karena ingin kutimang, aku tak perduli. Kau, walaupun sebagai istriku, dan bayi itu lahir dari rahimmu, hasil dari pergumulan kita saban malam, kau tak berhak menuntutku untuk memberikannya kasih sayang. Jika kau tetap menuntut demikian, itu artinya kau telah bersekongkol atas kematian ibuku. Anak itu adalah pembunuh. Mengasihani pembunuh adalah memupuk sifat-sifat pembunuh. Jika kau paksa aku untuk menyayanginya dan akhirnya sifat pembunuhnya itu tumbuh baik, mungkin kali waktu ia akan membunuh kita. Kau ingat ibuku yang dibunuh lelaki itu? Saban pagi ibuku membuatkan kopi dan sarapan untuknya. Sepanjang hari ibuku bekerja untuknya. Ibu mencintainya dengan tulus. Ibu berkorban tanpa pamrih. Apa yang terjadi? Lelaki itu membunuhnya, hanya dengan alasan sepele; perselingkuhan yang digosipkan tetangga. Jadi, aku sarankan padamu, buang saja bayi itu di jalanan. Kelak, biarkan ia menemukan takdirnya sebagai pembunuh. Yang jelas tidak dekat dengan kita. Biarkan ia membunuh orang lain, yang jelas bukan kita. Malam ini kita berdebat tentang anak itu. Kau menentangku. Membantah saran-saranku. Kau boleh saja tak menerima saranku. Namun, jangan sekali-kali kau memintaku untuk menyayanginya. Aku tak mau menyayangi pembunuh. Pada malam-malam berikutnya, kita kembali berdebat tentang itu. Kau menyuruhku untuk ikhlas menerimanya. Katamu, keikhlasan akan menerangkan jiwaku. Keikhlaskan akan menghilangkan kebencian-kebencian yang tumbuh di tubuhku. Aku tertawa mendengarnya. Kebencian seperti inilah yang tetap ingin kupupuk. Setidaknya, dengan rasa benci yang seperti inilah aku bisa menunjukkan rasa cintaku pada ibu. Pagi-pagi sekali kau berteriak. Aku kaget karenanya. “Kau bawa ke mana anakku,” katamu. Aku diam saja. Ini. Kepadamu kuserahkan segepok uang yang cukup membuat kita hidup tenang tanpa bekerja— berpuluh-puluh tahun bahkan. Kau menangis sesenggukan. Setelah itu, sebuah belati kau geretkan pada lehermu.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar. Dewa Komang Mahadewa
W.G. Sumarta
GAB Sanjaya Windhu Segara
Partono
Bakti Setyanta
DIMENSI
6 ramalan
bintang
Capricorn Peruntungan: Masih tenang walaupun hawa jelek sudah mulai terasa. Untuk itu kewaspadaan perlu dijaga, terutama dalam mengkounter berita-berita minor yang sangat jauh dari realita yang ada. Kesempatan untuk maraih hasil terbaik masih terbuka lebar di minggu ini asalkan diri Anda bisa mengendalikan emosi dengan benar. Karier: Cobalah untuk memperhatikan emosi Anda, yang tampak labil, dikontrol dan dijaga sebaik mungkin, jangan sampai mengacaukan apa yang sudah. Kesehatan: Karena kondisi badan Anda masih kurang memungkinkan untuk beraktivitas yang terlalu berat. Untuk itu bila ada rencana sebaiknya dikondisikan dulu dengan kesehatan Anda tak perlu memaksanya jika sekiranya tak mampu melakukannya. Keuangan: Bila ada uang lebih sebaiknya ditabung saja. Tak perlu punya pikiran beli ini dan itu karena di masa depan nanti masih membutuhkan banyak biaya. Asmara: Jika tujuan semula untuk cari topik pembicaraan, sebaiknya carilah topik yang ringan-ringan saja tetapi bisa membikin suasana menjadi lebih hidup dan gembira. Aquarius Peruntungan: Meskipun jalan yang Anda lalui cukup terjal tetapi masih ada setitik harapan yang bisa membalikkan suasana dari pesimis menjadi suasana yang berpotensi bagus. Teruslah berkreasi dan jangan pernah berhenti untuk berinovasi mumpung masih ada dorongan positif yang membantu langkah Anda. Karier: Ada saja ulah rekan-rekan yang bisa menjatuhkan karier Anda jika dihadapi dengan emosi dan hati yagn panas. Kesehatan: Badan masih terasa lemas dan seakan-akan ingin terus beristirahat saja. Jika sudah begini maka perlu sekali untuk berkonsultasi dengan dokter pribadi Anda. Keuangan: Pemasukan cukup tinggi dan Anda harus bersyukur karena ini semua tidak Anda sangka sebelumnya. Asmara: Tak perlu mempunyai pikiran yang aneh-aneh, jalani segalanya yang ada ini dengan perasaan gembira, dan anggaplah ini sebagai jalan cerita yagn harus dijalani. Pisces Peruntungan: Di awal minggu kerja ini rongrongan demi rongrongan datang silih berganti. Untuk itu janganlah sembrono terutama dalam mengeluarkan pernyataan sebaiknya telah dipikir seribu kali. Di minggu ini ada baiknya jika Anda berkerja berdasarkan planing yang telah Anda susun sendiri sehingga bisa lebih tepat, cepat dan lancar. Karier: Jika ada tawaran yang sekiranya menguntungkan sebaiknya bisa dipertimbangkan untuk diterima dan tidak perlu takut dengan kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Kesehatan: Jangan dipelihara sifat malas Anda terutama untuk berolahraga, meskipun pekerjaan lagi banyak-banyaknya tetapi tentunya masih ada waktu luang yang bisa digunakan untuk berolahraga meski hanya sebentar saja. Keuangan: Jangan ragu untuk menutup segala kebutuhan yang ada jika memang ada dana, jangan menunda-nunda karena hanya akan bikin pusing dikemudian minggu saja. Asmara: Cobalah dikontrol emosi yang tampak labil itu, jangan sampai menambah buruk suasana yang sudah cukup panas ini. Aries Peruntungan: Minggu ini benar-benar berat dan cukup menguras stamina serta pikiran Anda. Meski begitu tetaplah cari safe-nya saja, agar beban pikiran tidak semakin berat. Karier: Jangan terpancing dengan provokasi yang sengaja dihembuskan oleh orang yang sirik dengan keberhasilan Karier Anda saat ini. Kesehatan: Kondisi badan masih perlu diwaspadai karena aktivitas sangat berat sehingga waktu makan dan waktu istirahat sulit untuk bisa on time. Keuangan: Jika ingin tenang maka jalan satu-satunya harus mau hidup hemat. Asmara: Walaupun masalah datang bertubitubi, akan tetapi keutuhan dan kemesraan tetap terjaga, untuk itu Anda perlu bersyukur dan mempertahankan kekompakan ini. Taurus Peruntungan: Segala rencana yang sudah dipersiapkan jangan sampai dibatalkan. Cobalah Anda tetap berjalan dengan melakukan efisiensi di segala bidang sehingga yang kurang perlu sebaiknya dihilangkan saja. Peluang untuk meraih keuntungan cukup terbuka lebar, begitu juga pergaulan semakin menyenangkan saja. Karier: Perhatikan perintah dari atasan, ada baiknya Anda bisa menguasai materinya sehingga bisa terhindarkan dari kebingungan. Kesehatan: Biar hati gelisah sebaiknya tak sampai mengganggu selera makan dan kenyenyakan tidur Anda. Untuk itu jangan ragu untuk bersikap tegas asalkan telah dipikir benar-benar. Keuangan: Jangan main vonis karena itu akan memusingkan Anda nantinya. Asmara: Sudah lebih tenang walau cekcok mulut kerapkali masih terjadi. Gemini Peruntungan: Biar masalah setinggi gunung sebaiknya hati juga harus lebih besar dan kuat dari gunung tersebut. Jangan sampai ciut nyalinya karena itu akan memperburuk suasana saja. Karier: Rongrongan yang muncul dari kompetitor Anda, cobalah untuk bisa disikapi dengan tegas. Tak perlu takut karena kemujuran berpihak pada diri Anda. Kesehatan: Ambillah hikmah dari setiap permasalahan yang muncul, sehingga bisa terhindar dari perasaan stres yang cukup sulit untuk bisa diobati jika sudah terjangkit. Keuangan: Untuk sementara spekulasi jangan dulu, kerjakan saja hal-hal yang sudah pasti karena itu akan lebih mendatangkan hasil. Asmara: Tak perlu ambil pusing dengan apa yang diucapkannya karena begitulah orang kalau lagi emosi. Cancer Peruntungan: Akhir bulan yang cerah dan menggairahkan, suasana semakin baik saja meski begitu kewaspadaan sebaiknya tetap jangan sampai mengendor. Usahakan untuk tidak terlena dan lupa diri hanya karena pujian, sebab apa yang Anda lihat dan bayangkan itu ternyata hanya semu dan sangat menjebak sekali. Karier: Jangan lari dari realita yang ada, untuk itu cobalah Anda lebih percaya diri lagi. Kesehatan: Meski kondisi badan masih belum seratus persen sehat ada baiknya jika tetap menjaganya dengan baik. Olahraga di pagi minggu yang mulai Anda tinggalkan sebaiknya mulai dilakukan kembali. Keuangan: Bisnis dan rencana dapat berjalan dengan lancar dan pemasukan juga cukup stabil. Asmara: Buat apa disesali, karena susah senang bagaikan dilema yang mengasyikan jika mau disyukuri. Leo Peruntungan: Posisinya perbintangan Anda diakhir bulan ini lagi kurang oke. Meski begitu masih ada kabar gembira yang bisa mengangkat kepercayaan dan keyakinan Anda yagn sempat menurun. Sikapilah kabar gembira itu sewajar mungkin sehingga kewaspadaan tetap bisa diciptakan. Karier: Ada saja rekan yang memojokkan diri Anda, hadapi semua itu dengan senyum dan hindari emosi yang hanya akan merugikan saja. Kesehatan: Anda perlu memperhatikan kebersihan makanan yang ddikonsumsi jangan sampai diri Anda terjangkit penyakit perut, meski tak terlalu mengkuatirkan akan tetapi cukup mengganggu konsentrasi kerja Anda. Keuangan: Untuk sementara jangan spekulasi jika tak ingin mengalami kekecewaan. Asmara: Cobalah untuk selalu mendiskusikan masalah yang muncul secara tiba-tiba dengannya, dan hargailah setiap pendapat yang muncul walaupun hanya sepele. Virgo Peruntungan: Tunggu sampai timingnya tepat untuk melangkah maju, minggu ini ada baiknya jika Anda mencari selamatnya saja daripada dipaksakan akan tetapi hasilnya minim dan tidak sesuai dengan tenaga dan pikiran yang dikeluarkan. Kesehatan: Jika nafsu makan tampak berkurang maka itu pertAnda bahwa ada gangguan ringan di dalam percernaan Anda. Segera periksakan ke dokter Anda agar segera jelas permasalahannya.. Keuangan: Income terus mengalir tinggal bagaimana Anda memanage-nya dengan benar agar pemasukan yang lumayan tinggi ini tidak malah membikin pusing kepala Anda. Asmara: Suasana tetap tenang, walau begitu Anda harus tetap pandai-pandai menjaga hatinya agar selalu tenang dan tidak tersinggung. Libra Peruntungan: Minggu yang penuh dengan kejutan, karena berbagai rencana yang tak terduga ternyata membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Teruslah berinovasi dan berkreasi jangan biarkan langkah Anda terkesan monoton dan membosankan saja. Karier: Meskipun suasana hati lagi runyam jika sudah berada di kantor usahakan muka tetap ceria dan menyenangkan. Kesehatan: Jangan takabur dulu walaupun kesehatan dirasa cukup baik untuk sat ini, karena jika tidak ada upaya untuk menjaganya maka tidak lama akan jatuh sakit juga. Keuangan: Masalah terletak pada bagaimana Anda memanage waktu dengan benar sehingga peluang itu tidak sampai terbuang percuma. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah di hati yang selalu Anda ucapkan terus menerus, karena itu akan bikin hatinya menjadi jengkel saja. Scorpio Peruntungan: Di minggu ini tak ada gunanya negative thinking. Bila ada peluang segera saja ditindaklanjuti jangan dibiarkan mengambang tanpa kepastian. Suasana tampak tenang karena terbawa oleh nasib bintang Anda yang lagi hokkhie dan penuh denga kemujuran. Kesehatan: Jangan menuruti jengkelnya hati apalagi sampai berbuat sesuatu yang malah merugikan kondisi badan Anda. Jaga dengan baik kesehatan Anda selagi dianugrahi badan sehat. Keuangan: Tak perlu mengobral dana jika tidak ingin pusing dikemudian minggu, berhemat adalah langkah yang tepat untuk saat ini. Asmara: Tergantung diri Anda pribadi, jika mampu menyerap segala keinginannya maka tentu saja ketulusan asmaranya dapat dijaga terus. Sagitarius Peruntungan: Karena di minggu ini Anda banyak menemui orang yang bertampang bunglon, maka dari itu tak perlu terhanyut oleh omongan yang sekedar hanya bualan saja. Cobalah tetap concern dengan berbagai urusan yang lagi Anda hadapi. Tak perlu tengok kanan kiri, karena secara tidak langsung akan mempengaruhi kelancaran berbagai urusan Anda. Karier: Bila tidak mengerti jangan segan untuk bertanya daripada dipaksakan untuk jalan nanti hasilnya malah akan membikin kecewa saja. Kesehatan: Pikiran tiba-tiba melayang dan mata berkunang-kunang jika itu terjadi sebaiknya Anda berhenti beraktivitas dulu. Keuangan: Pemasukan cuDiasuh Oleh kup baik dan pengeluaran masih terkontrol, Putri Wong Kam Fu sehingga keuangan tak sampai memusingkan. Asmara: Jagalah hatinya supaya bisa Berlaku berbunga-bunga terus. Jangan malah Anda 19 - 25 Maret 2017 sakiti dengan kata-kata pedas.
Minggu Pon, 19 Maret 2017
Weda Wakya
Berfoto ”Selfie” pada Hari Nyepi Naiva cintyam na cacintyam Acittam cittam eva tat Paksapata vinirmuktam Atmanam paryupasayet (Sarva-jñana Prakaranam, Atma-saksatkara 37) “Sama sekali tidak dapat dipikirkan, dan juga tidak tak dapat dipikirkan, bukan pikiran tetapi ia sesungguhnya adalah pikiran. Terbebas dari campur tangan semua tersebut di atas, pada Sang Diri itulah orang hendaknya bermeditasi.” KUTIPAN di atas merupakan wejangan Isvara Mahadeva kepada Kumara mengenai ajaran atma-saksatkara atau istilah yang dipopulerkan oleh leluhur kita “mulat sarira”. Ajaran atma-tattva yang maha tinggi dan rahasia ini, yaitu mulat sarira sesungguhnya merupakan tujuan utama dari kehadiran hari suci Nyepi yang datangnya setahun sekali. Melihat diri sendiri dalam mulat sarira merupakan usaha sungguhsungguh untuk melihat sang diri yang naiva cintyam, yang tidak dapat dipikirkan karena berada jauh di luar batas sentuhan kemampuan pikiran. Juga na ca acintyam bahwa sang diri juga bukanlah dia yang tidak tak terpikirkan. Sang diri dalam mulat sarira adalah sang diri yang sepenuhnya bebas dan tidak tersentuh oleh terpikirkan atau tidak t erp ikirka n, p ikira n a t a u bukan pikiran, sepenuhnya vinirmuktam, - itulah sang diri yang patut “dicari” dalam Nyepi melalui sepi. Sang diri sejati itulah yang patut “diabadikan” dalam pertemuannya dengan Sumber Sang Diri Sejati melalui proses tapa, brata, yoga dan samadhi. Sekarang ini, ada budaya foto yang sedang ngetrend di dunia, yaitu budaya berfoto selfie. Dalam sejarahnya, Swafoto atau mengambil foto diri sendiri sudah dilakukan orang sejak munculnya kamera boks Kodak Brownie pada tahun 1900 dengan menggunakan bantuan pantulan cermin. Disebutkan pula bahwa Putri Kekaisaran Rusia, Anastasia Nikolaevna dikatakan sebagai remaja yang pertama kali mengambil foto “selfie” melalui cermin untuk dikirim kepada temannya pada tahun 1914. Putri Anastasia menuliskan pengalamannya dalam surat yang dikirim bersama
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa foto tersebut, “Saya mengambil foto ini menggunakan cermin. Sangat susah dan tangan saya gemetar”. Pada tahun 2013, istilah selfie secara resmi dicantumkan ke dalam kamus Oxford English Dictionary versi daring. Selanjutnya pada bulan November di tahun yang sama Oxford Dictionary menobatkan kata ini sebagai Word of the Year. Sedangkan awal penggunaan kata selfie sendiri terjadi berawal pada tahun 2002. Kata selfie ini pertama kali muncul dalam sebuah forum Internet Australia (ABC Online) pada tanggal 13 September 2002. Apa yang bisa dilihat ekstra ketika orang berfoto selfie adalah mereka tampak riang dan gembira ekstra, lebih riang dan lebih gembira dari pada biasanya. Mereka tidak perduli dengan lingkungan, siapa, apa, bagaimana, kenapa dan lain-lain. Mereka hanya fokus pada diri sendiri. Itulah sebabnya dinamakan selfie atau swafoto. Di Korea dikenal dengan istilah Selca, singkatan dari Self Camera. Pada waktu berfoto selfie, tidak ada yang lain eksis selain dirinya, tidak ada yang lain yang lebih penting selain dirinya. Dia tidak melihat yang lain selain dirinya. Hanya dirinya melihat dirinya. Setelah terfokus sempurna “diri melihat diri” barulah ia klik kamera untuk mengabadikannya. Nyepi adalah “Selfie” melihat Sang Diri dengan Hyang Widhi. Melihat hanya diri sendiri, diri yang sang diri. Ketika ber-selfie dengan orang yang paling kita sukai maka selfienya memberikan rasa riang sempurna. Ketika orang pada hari Nyepi sudah sempurna fokus pada diri sendiri maka untuk mendapatkan rasa riang sempurna ia memerlukan Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa. Maka Nyepi menjadi Selfie Bersama Hyang Widhi. Ketika melakukan selfie, orang tidak ingat apa-apa lagi selain diri sendiri dan orang yang nempel bersama diri untuk diabadikan. Pada hari Nyepi, orang perlu mengabai-
kan semua dan segala hanya demi Menepi Selfie Bersama Widhi. Sempurna sepi dunia demi Selfie Bersama Widhi dapat dilakukan dengan sesempurna mungkin dengan cara mengikuti vrata (tekad atau sumpah spiritual) yang dinamakan Catur Brata Panyepian. Pertama, orang harus mengikuti brata Amati (A) Gni. Selama seharian penuh orang hendaknya dengan patuh mengabaikan penggunaan api. Pada hari Nyepi, api sebagai lampu penerang, juga harus dipadamkan. Ketika dunia tidak diterangi maka kita tidak akan melihat dunia melainkan melihat “sunya”, gelap, suwung, alias sepi. Melihat sunya artinya melihat segala. Melihat gelap artinya melihat sinar penerang sejati yang memberikan penerangan spiritual untuk melihat Sang Diri Sejati. Para abdi Tuhan senantiasa berdoa, tamasah ma, wahai Tuhan..., jangan biarkan hamba melihat kegelapan. Sebaliknya jyotih gamaya bimbinglah dan tuntunlah hamba menuju sinar penerang spiritual, agar hamba diizinkan dapat melihat kesejatian hidup, sejatinya hidup, sejatinya sang diri sejati. Jyotir gamaya, bawalah hamba pada sinar terang sejati demi melihat kebenaran sejati. Selama setahun penuh hamba sudah melihat terang yang gelap, sekarang izinkanlah hamba melihat terang dalam gelap, terang yang sejatinya terang. Hamba sudah masuk sangat dalam dan terbutakan dalam kegelapan maha pekat (andham tamah pravisanti). Hari ini, pada hari Nyepi, izinkanlah hamba melihat terang dalam terang. Demikian, orang mematikan api dunia dan menerapkan brata “amati (A)Gni” demi menyalakan adhyatma jyoti? (api penerang spiritual). Mereka mematikan api dapur, seharian tidak memasak, artinya berpuasa selama sehari. Orang mematikan api “listrik” agar tidak melihat terang dunia melalui televisi atau internet. Di malam hari orang mematikan lampu demi memberikan kemulusan energi-energi spiritual menyentuh dirinya. Tentu saja, Dharma Sanatana selalu mengutamakan “kepentingan yang penting”, misalnya jika ada yang sakit, ada bayi, dan lain-lain keadaan yang mengharuskan orang memakai api penerang. Brata kedua adalah Amati
Lelanguan. Apa pun yang menyebabkan orang menjadi “lango” atau mabuk kesenangan duniawi, semua itu pada hari Nyepi ia harus diabaikan, demi terjadinya koneksi sang diri dengan sumber sang diri. Tidak jarang, para orang tua pun masih menyukai permainan game, internet, WA, BBM, Line, Ft, FB, Instagram dan lain-lain, -- semua ini termasuk daftar lelanguan yang menyertai daftar bersenangsenang atau berfoya-foya lainnya seperti kafe, tarian, dan hiburan lainnya. Hanya ketika orang mematuhi brata amati lelanguan inilah orang akan mendapatkan koneksi spiritual. Terjadinya koneksi spiritual memungkinkan orang mendapatkan rasa “lango” sejati, rasa riang sejati. Keriangan di dalam diri yang didapatkan melalui hiburan internet, tarian dan lain-lain semua akan didapatkan dalam bentuk dan “rasa lango” yang jauh lebih nikmat serta riang membahagiakan. Dengan meninggalkan lelanguan orang dapat memasuki alam “lango” sejati, karena memungkinkan atma (roh, sang diri sejati) dapat bertemu dengan Paramatma, Sumber dan Asal Muasal dari Sang Diri Sejati. Brata ketiga adalah Amati Lelungan. Pada hari Nyepi orang hendaknya mematuhi larangan tidak keluar rumah atau jalan-jalan pelesiran, melakukan kunjungan, karena umat akan mengadakan “kunjungan pada Hyang Widhi”. Demi mendapatkan sentuhan pengalaman spiritual di dalam sang diri. Selanjutnya brata keempat yang harus dipatuhi adalah amati karya. Jika dahulu orang bekerja berarti harus pergi ke kantor, ke sawah dan lain-lain, maka sekarang orang bisa bekerja di rumah. Pada hari Nyepi, bekerja “diam di rumah” pun termasuk daftar amati karya. Semestinya, sepenting apa pun pekerjaan pada Nyepi harus di-sepi-kan demi pencapaian keriangan bersama Hyang Parama Kawi. Sebagaimana ayam mengeram telur sampai menetas (lwir sawung anggeram anda, yan tan panes awaknya tan lumekas ikang anda), seperti itulah pelaksanaan Catur Brata Panyepian akan mengantarkan orang pada pencapaian Atma-saksatkara, melihat Sang Diri Sejati atau mulat sarira. Sesungguhnya, “Iki ngaran penyepian”, - itulah kesejatian dari pelaksanaan Nyepi.
MIMBAR AGAMA
Watak Sejati Insani/Ren –Xing
Redaktur Khusus MIMBAR
Khonghucu WS. CH. Budhi S. Pribadi.SP KITA semua menaruh percaya bahwa Tian, Tuhan Yang Maha Esa maha besar, maha mulia, maha suci dan memilki segala sifat yang maha luhur. Karena itu wajarlah bahwa semesta alam dengan segala mahkluk yang diciptakan-Nya adalah memiliki sifat-sifat yang maha indah, dan mulia. Tidak terkecuali umat manusia juga dirahmati Tuhan Yang Maha Esa dengan sifat-sifat yang memiliki nilai-nilai luhur dalam hidupnya. Di dalam kitab suci agama Khonghucu, bagian Kitab Tengah-Sempurna (Zhong Yong) tertulis bahwa firman Tuhan (Tian-Ming) menjadi watak sejati manusia (Ren-Xing). Maka sesungguhnya tiap manusia memiliki sifat-sifat dan kemampuan kebajikan yang baik dan luhur yang bersemayam hidup di dalam diri tiap menusia semenjak terlahir di dunia lewat ayah dan bunda masing-masing. Dengan iman dan keyakinan ini, menjadikan tiap manusia wajib memiliki kesadaran bertanggung jawab untuk membina diri (Xiu-Shen). Dalam kehidupannya, sebaik-baiknya sesuai dengan imannya bahwa kita memiliki watak sejati yang baik sebagai rahmat Tuhan. Hal inilah kita wajib mempunyai kesadaran diri yang mantap, tidak diombangambingkan oleh keragu-raguan. Justru dengan ketulusan berani menegakkan firman Tuhan (LiMing) dalam mengembangkan kebajikan. Hal keraguan di dalam menegakkan firman Tuhan akan membawa pengaruh negatif dalam pembinaan diri
(Xim-Zi). Memang benar bahwa ‘manusia’ sebagai makhluk yang berdarah daging. Dalam kehidupannya adalah tidak terlepas dan disertai berbagai nafsu dan naluri yang menjadikan manusia bisa marah, sedih, senang dan gembira (XI-Nu-Ay-Le) serta sebagainya. Namun semua itu bukan sesuai yang harus dianggap jahat dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Semua itu juga rahmat Tuhan untuk kehidupan manusia
yang penting adalah bagaimana kita menjaga agar terbina keadaan lahir bathin yang selaras, serasi dan seimbang, sehingga boleh membawa kesejahteraan dan kebahagiaan. Di dalam kehidupan menghadapi segenap kemelut dan masalah di dunia ini. Betapa pun yang kita hadapi. Janganlah karena yang sedang dihadapi kita menjadi goyah iman kita. Sebaliknya kita yang telah dikaruniai Tuhan Yang Maha Esa dengan watak sejati/hakekat kemanusiaan yang
baik. Inilah yang harus kita yakini bahwa di dalam hal kebajikan itulah Tuhan berkenan, tiada jarak jauh yang tidak terjangkau tiada kesukaran, tantangan, cobaan hidup yang tidak dapat kita atasi. Betapa pun kehidupan ini, kita akan mampu senantiasa dalam kondisi batin yang menyukuri dan menerima. Dengan kelurusan firman Tuhan bagi hidup ini. Demikian kita pun mampu. Berperanan positif dalam membangun kehidupan lahir dan bantin.
PERMATA HATI
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Arin, ibunda dari Dede dan Yoga pada tanggal 7 Maret 2017 merayakan ulang tahunnya secara sederhana bersama keluarga di Kesiman. Semoga panjang umur, selalu sehat dan jadi ibu yang kuat bagi kedua putranya.
Redité Pon, 19 Maret 2017
Bali L e m b a r
Bencingah Jero Mangku Madé Suweda
Pangrauh Pakuluh
SAKADI sané sampun kawedar, mabanten ka carik wantah kamargiang antuk pulah-palih matetanduran pantun tur manyi ring munduk subak sané sajangkepnyané prasida kamargiang ping tigang awarsa. Dadosné manawita irika nénten nandur pantun sané kasinahang antuk nénten makarya pawiwit, sinah durung majanten upacara inucap kamargiang sajangkepipun. Manut Jero Mangku Made Suweda Pamangku Pura Ganda Natar Sari Nyelati, wénten malih parikrama upacara siosan sané pamarginipun kadasarin antuk pangrauh pakuluh utawi tirta saking makudang-kudang wit utawi genah sanékadabdabang olih pemerintah manados Sedahan kasarengin antuk pekaseh sajebag kecamatan. “Sangkaning nénten nganutin saking parikrama nandur-manyi, sinah pangrauh pakuluh nénten prasida kajantenang. Wénten rauh ri kala pantun nedeng mentik utawi rauh saha kaketisin ring tanah sumi duaning rauhnyané tatkala krama sampun wusan manyi,” baos dané. Indik parikramanipun, dané maosang ring wewidangan Munduk Ganda Nyelati, pakuluh sané rauh wantah patpat, luiré: pakuluh saking Bratan, saking Batu Ngaus, saking Merajan Mengwi, miwah saking Pura Petitenget. Rauh ipun taler mabina-binayan manut saking pamutus pemerintah miwah pekasehnyané, wénten sané kapendak olih prajuru soang-soang munduk subak ka genah witnyané minakadi saking Merajan Mengwi, Batu Ngaus, miwah saking Pura Petitenget. Nanging pakuluh saking Bratan jagi kapendak mrika olih pekaseh sajebag Kecamatan Mengwi laut kalinggihang ring Pura Taman Ayun. Wusan punika wawu katunas olih soang-soang kelian munduk subak ring Pura Taman Ayun. “Parikrama ring carik taler nganutin kahanan ring genah ipun kapendak. Dadosné wénten pakuluh sané kamargiang ring carik ri kala kantun tengai tur wénten tatkala sampun wengi,” asapunika Jero Mangku Suweda nartayang. (was)
I Gusti Made Ngurah
Karma Marga KETAH kauningayang krama Bali pamekas sané magama Hindu prasida nyinahang singgih tur bakti ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk parikrama sané mabinabinayan. Punika manut pabaos Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., sinalih tunggil Dosen ring IHDN Denpasar kawastanin antuk Catur Marga sané inggihannyané Karma Marga, Bhakti Marga, Jnana Marga lan Raja Marga. Ngeninin indik parikrama upacara ring carik, kabaosang dané punika metu sangkaning dumun kramané akéhan makarya dados petani tur nénten polih galah jagi nelebang daging sastra agama. Sangkaning punika ipun nunasang pamargi saking sang sané maraga wikan tur kanikain ngamargiang makudang-kudang parikrama upacara yadnya ring cariknyané sané katami kantos mangkin ring pakraman. “Becik ngamargiang sakancan parikrama yadnya sané sampun kanikain punika ngranjing ring sajeroning Karma Marga. Duaning pituduh sané manados swadharma kramané punika kamargiang wantah antuk tetujon jagi nyinggihang Ida Hyang Paramakawi,” baos dané. Ketua Umum Yayasan Sabha Budaya Hindu Bali puniki nyantenang, kawéntenan sima utawi tradisi Bali utamanipun mabanten ring carik pacang setata ajeg yéning kramané kantun nelebang Tri Kerangka Dasar Agama Hindu inucap. Sakéwanten sané mangkin, akéhan parikrama yadnya ring carik inucap nénten malih kamargiang santukan tegak carikipun sampun magentos dados wewangunan “Ketah taler kapanggih Pura Subak sané sampun magentos dados pura sios tur kasungsung olih désa antuk aran sané mabinayan. Duaning nénten wénten malih carik ring wewidangan irika,” asapunika Kakanwil Depag Provinsi Bali tahun 1999-2008 puniki nartayang. (was)
(69)
VII. Éwuh Pakéwuh
B a s a
7
B a l i
Parikrama Yadnya ring Carik
Suksmaning Manah Majeng Ida Bhatari Sri
BPM/was
CARIK – Mabanten ring carik minakadi nuduk déwa nini wantah parikrama upacara sané patut pisan kamargiang olih soang-soang krama sané madué tegak carik utamanipun sané prasida nandur pantun.
PINAKA panegara agraris majanten Indonesia akéh madaging wewidangan carik, tegalan, abian miwah genah siosan sané majanten ngamedalang makudangkudang soroh tetanduran pangan. Sangkaning punika akéhan kramané dumun makarya dados petani, nénten akidik sané kantun katami antuk nglemekin tegak cariknyané kantos mangkin. Ring Bali, petani sané magama Hindu Bali nénten nglemekin carik kémanten, nanging Ipun nami makudang-kudang sima ngamargiang upacara yadnya, utamannyané ring tetanduran pantun pinaka tetanduran utama. Parikrama inucap majanten jagi kapanggih ring sajeroning désa pakraman utamanipun sané kantun madué tegak carik miwah subak. Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., Ketua Umum Yayasan Sabha Budaya Hindu Bali maosang, sujatiné sekancan upacara yadnya ngranjing ring Acara pinaka silih sinunggil daging Tri Kerangka Dasar Agama Hindu, luiré; Tattwa, Susila miwah Acara/Upacara. Parikramanipun taler kadungang antuk sima miwah tata-titi sané kamargiang ring soang-soang genah utawi wewidangan désa inucap. Ngeninin indik upacara sané kamargiang ring carik punika
wantah parikrama nyinggihang Ida Bhatari Sri sané nuénang carik tur mapaica merta marupa pantun. Sangkaning punika ring sajeroning parikrama nglemekin carik sané kamargiang olih krama petani, majanten jagi kasarengin antuk parikrama upacara yadnya. Mawit saking mungkahang tanah kantos rauh galahnyané manyi. “Sekancan parikrama yadnya inucap satmaka micayang tetanduran utawi pantun inucap parikrama sakadi ring jadma, minakadi upacara mubuhin ri kala pantun matuuh abulan pitung dina miwah mabyukukung utawi ngaturang angayu bagia santukan pantun inucap sampun beling utawi mabuah. Tetuek sekancan parikrama inucap wantah ngaptiang mangda palemahan utawi bhuana agung prasida madampingan taler mapikolih becik,” baos dané. Sios ngamargiang upacara, ring sawewengkon subak inucap taler kawangun Pura Pangulun Carik ring luanan subak inucap miwah Pura Bedugul sané jagi kawangun taler kasungsung olih krama carik ring wewidangan munduk subak i wawu. Ring makekalih pura inucap taler kamargiang upacara piodalan sané parikramannyané pateh sareng parikrama piodalan ring
Pura Kahyangan Tiga, nanging tetujon utamanipun mangda ledang Ida Bhatari Sri mapaica kalewihan merta utawi pantun sané jelih mabuah tur prasida kamanyi. Parindikan sané pateh taler kabaosang Jero Mangku Made Suweda, Pamangku ring Pura Ganda Natar Sari Nyelati. Parikrama upacara ring tegak carik utawi subak kamargiang olih krama nganutin saking sapunapi pidabdab nandur pantun ring carik. Minakadi upacara yadnya inucap sajangkepnyané kamargiang ping tiga awarsa yéning ring munduk subak inucap prasida maparikrama nandur-manyi pantun ping tiga awarsa sané kasinahang antuk makarya pawiwit. “Yéning ring kahanan carik sakadi mangkin, pantun rusak sangkaning keni panyungkan, sinah parikrama upacara inucap tetep jagi kamargiang sakéwanten nénten ageng sakadi tatkala kahanan pantun becik. Minakadi tatkala musaba ring Bedugul, yéning becik kahanannyané sinah jagi kadagingin antuk parikrama majarag nasi sakéwanten sangkaning kirang becik kawéntenan pantun mangkin sinah majarag punika nénten kadagingin,” asapunika dané nartayang. (was)
Dudonan miwah Banten Upacara
Nganutin Pulah-palih Nandur Pantun PINAKA krama Bali sané nami makudang-kudang sima indik palemahan, majanten ngamargiang sima mabanten ring carik wantah silih sinunggil parikrama sané patut kamargiang. Nénten olih petani kémanten, patut taler kajagra tur kalestariang kahanannyané olih krama Bali makasami. Duaning tetuek sekancan sima inucap wantah ngaptiang mangda jadmané setata nglestariang palemahan utamanipun carik sané yéning becik kalemekin jagi ngamedalang pantun sané mabuat pisan ring kahuripan puniki. Ngeninin makudang-kudang parikrama upacara ring carik, Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si maosang dudonan parikramanipun mabina-binayan nganutin kawéntenan taler adat wiadin awig-awig sané kamargiang ring soangsoang genah. Untengnyané nénten mabinayan duaning wantah daging sastra Weda sané tata-titi parikrama yadnya inucap kamedalang ring Lontar Dharmaning Pasawahan. Indik parikrama upacara inucap, Jero Mangku Made Suweda maosang wénten akéh parikrama ring sajeroning “siklus” utawi apaletan nandurmanyi pantun inucap. Upacara yadnya sané kamargiang manut sima ring genah dané kakawitin antuk mabanten ka empelan sané ngawigunayang banten prasdaksina miwah canang pamangguhan. Wusan punika wawu kalanturang antuk parikrama Mapag Yéh utawi
Mapag Toya antuk banten plaspas, ayaban pulagémbal, miwah caru siap selem. Risampuné rauh galah ngurit bulih utawi makarya bulih, kakawitin antuk parikrama matur uning ring Bedugul miwah ngaturang banten prasdaksina, wus punika ring soang-soang carik kaaturang banten kojong antuk toya ngawigunayang yéh entip utawi toya saking entipan nasi bubuh, boya nasi kukusan. Risampuné rauh galah nandur sané sampun kaadungang antuk padéwasan sané becik, para prajuru subak jagi ngamargiang pacaruan siap brumbun taler mapakéling ring Ida Bhatara Sri ring Bedugul. Sios punika ring soang-soang carik jagi katurang banten pamubuhan olih soang-soang krama sané nuenang carik inucap. “Wénten makudang-kudang soroh upacara sané kamargiang antuk dudonan miwah banten sané mabinayan manut pulahpalih nandur pantun ring carik sané wénten ring wewidangan munduk subak inucap,” baos Jero Mangku Suweda. Dané nglanturang, risampuné pantun utawi pawiwit ring subak inucap sampun matuuh roras rahina, kalaksanayang upacara matulung-tulung sané ngawigunayang banten tulung-tulung miwah bubuh tabah. Risampuné matuuh abulan pitung dina, ring soang-soang carik kamargiang upacara antuk banten suyuk brumbun miwah segehan urip miwah kamargiang nyepi ring carik benjangnyané. Ritatkala pantun beling sinah soang-soang krama
sané madué tegak carik jagi ngamargiang nyungsung antuk banten minakadi tumpeng agung, tipat bantal akélan, soda putih kuning, salaran, taler ngawigunayang sanggah catu sané katancebang pinaka genah tipat sesapi ring batannyané kadagingin antuk tipat pusuh asiki. Tatkala punika ketah taler kamargiang mabanten Miseh sané etéh-etéh utawi sarananipun minakadi pénjor saking papah salak miwah banten tumpeng pitu, gebogan, soda sajangkepnyané, pisehan, tipat blayag, cau miwah banten pangulapan. Parindikan upacara ri kala jagi manyi, dané maosang prajuru miwah krama jagi ngamargiang Musaba ring tigang genah, luiré ring pura Bedugul, ring balé timbang miwah ring carik soang-soang. Ring Bedugul upakaranipun caru siap lelima, byakaonan, pangulapan, prayascita, durmanggala, pulagémbal, plaspas, byasan manyi, jaja kukus solas tanding, banten munggah ring duur miwah prajuru taler nancebang sanggah surya. Yéning ring balé timbang kaaturang banten plupuhan, prasdaksina, banten suci, tumpeng pitu tur kamargiang majarag utawi magarang nasi olih krama sané nyarengin parikrama yadnyané irika. Majarag punika tetueknyané wantah nyinahang rasa angayubagia taler pisarat krama tatkala nyanggra merta miwah paica Ida Hyang Paramakawi sané kapolihang marupa pantun sané jagi kamanyi. Ring
soang-soang carik jagi katurang banten pasaban sané madaging antuk tipat blayag miwah soda putih-kuning taler ngawigunayang pénjor sané kakaryanin antuk tiing. Sios punika taler katurang banten prasdaksina ring palinggih sané wénten ring soang-soang tegak carik inucap. “Kalih utawi tigang raina sadurung manyi kalaksanayang nuduk tur ngadegang utawi makarya dewa nini sané jagi kalinggihang ring palinggih i
wawu tatkala parikrama manyi durung wusan ngawigunayang pantun sané jagi kamanyi inucap. Sarananipun minakadi penjor carang dadap miwah banten kélanan, cau, tumpeng pitu, pangulapan tur daksina asiki. Yéning sampun wusan manyi wawu Ida kapunut utawi kabakta budal tur kagenahang ring lumbung sinarengan sareng ngenahang pantun sané wawu kamanyi,” asapunika Jero Mangku maosang. (was)
AMINGGU sampun Gusti Ngurah Jelada liburan ring jeronné, anggéna ngurusang kepindahanné saking SMA Negeri 1 Amlapura ka SMA Negeri 1 Bangli. Ngawit saking wau nunas surat pindah ring Kepala Sekolah, ngurusang naur utangné ring pamanné ring Selat, ngantos mapamit lan ngambil barangé ring Madé Tusané ring Jl. Ciung Wanara Amlapura. Sesampun surat-suraté jangkep kasarengin Pak Gedé Dauh, raganné katerima olih Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri1 Bangli pindah ring kelas kalih ngawit tahun ajaran mangkin. Saking kapépét galah, Ngurah Jelada pamit ring timpalné ring Amlapura nganggén SMS manten. Sareng timpalné ring Rendang raganné taler sampun ngabarang lewat SMS. Madé Sudiari ping kuda ka jeronné tan kapanggih, santukan raganné lunga ka Selat, ka Amlapura, ka Bangli wiadin sedek ka Besakih. Saking bingungné Sudiari raris ngebél. “Hallo, Tungurah mangkin
wénten dija? Ping kuda tiang ka jero ten wénten?” “Kadén suba SMS ngorang répot ngurusang kapindahané ka Bangli?” “Péh dadi ati pesan, ten ngoraang dugas perpisahané ajak kelas tigané di sekolah.” “Nak mabuaka nyilib, pang sing uyut.” “Yén kénten bénjang tiang ka jero, nyud gati ngrujak anggén perpisahan.” “Oo dadi masih. Mani tiang ada jumah, urusané suba pragat,” pasaurné Ngurah Jelada sané sampun majanji sareng Luh Suwarni jaga ngobrol ajak timpal-timpalné dumun. Duk punika sagét HP-né makering saking Ayu Citra: “Beli Ngurah, bénjang ten lunga kija? Tiang lakar mrika. Kari wénten poh napi nyambu lan blingbing? Tiang nyud san ngrujak.” “Ooh, dadi Gék. Ten kénkén, sira kajak bareng? Kabenengan masih timpal-timpalé teka lakar ngrujak pinaka perpisahan? Kadung kabiasaan kénten.” “Aaah ten énak, bas ramé
ten puas ngorta. Lamun kénten kayang Mingguné dogén. Ukana ngiring aji ajak Ibu mrika. Sampunang onyanga poh ajak nyambuné.” “Bééh yén kayang Mingguné jumah suung. Tiang lakar pindah ka Bangli.” “Aahhh.... koné lakar ngajag, ten ngoyong di Bangli. Mangkin jeg pindah....?” “Nika rencanané ipidan. Niki kabenengan ada paman ngajakin ngoyong drika.” “Nggih lamun kénten, kanggoang ampun mani tiang mrika ngiring Aji ajak Ibu.” “Nggih suksma Sayang, jumah masih ada Aji, Ibu lan Gék Jeladi. Sejaba nika yén timpal Beli Ngurahé paling banter jam satu siang mara pada teka. Melahan Gék Citra mulih pasemengin apang ten macepuk ajak timpaltimpal Beli Wahé... oké nggih?” “Nggih Beli Wah, napi wénten bé julit utawi udang...? Tiang nyud nunas maem.” HP né tutupa. Ngurah Jelada makenyem.... “Dadi kabenengan para dedariné jegég nagih teka?”
Usan nerima télpun, Ngurah Jelada matur ring Ibunné: “Ibu, Gék Citra sareng Aji miwah Ibunné ngoraang jaga mriki bénjang. Kocap nyud ngrujak lan nunas maem mabé julit?” “Béh, kadén ituni pésan julité suba ajeng Cening? Yén timné enu di payuké.” “Pésané masih kari Bu. Yén udangé ja bakat telasang tiang,” baos Ayu Jeladi nyelag. “Aah, madak mani maan udang. Yén bé julit ja sampun arang mangkin,” pasaurné Ngurah Jelada. “Panedeng udangé di tukadé mula di sasih Karo lan Katigané.” Bénjangné nruput Ngurah Jelada sampun ngangkid bubu sambil masiram. Sedeng becik polih udang cukupan. Bubun julité nembé madaging kulen asiki lan yuyu lelima. “Ibu, niki polih udang agengageng. Yén kulené sapunapiang becikné masain?” “Ooh kulen melahné panggang basa plecing. Dadi masih pés lan tim cara julité.” “Aaah nika urusan tiang Beli
Rah. Pokokné pang taén Mbok Citra makpak lengen maem driki,” aturné Ayu Jeladi sané sampun sayaga jaga masak kanggén tamiunné. Jam sia Ayu Citra sareng Aji lan Ibunné sampun rauh. Ayu Citra ngojog ka pawaregan wau manggihin rainné Ayu Jeladi sedeng masak. Aji lan Ibunné malinggih ring balé daja. “Gék Jeladi masak napi? Beli Wah maan bé julit?” baosné nyroscos meluk rainné. “Yén tim ajak pésan bé julit uli ibi sampun kariang. Ituni amung maan udang ajak kulen. Niki sedeng mapanggang lakar plecing. Napi seneng Mboké kénkén, masambel séé, bawang napi bongkot? Mungpung déréng mabasain,” patakénné Gusti Ayu Jeladi kenyem. “Nggih masambel bongkot dogén ampun,” pasaurné Ayu Citra saha nyicipin udang goreng mabumbu rica-rica. Gusti Biang Siwi ngarya wédang miwah téh saha kulek sukun.
BPM/was
BANTEN – Parikrama yadnya sané katurang ring carik majanten ngawigunayang jejangkepan banten sané mabinabinayan manut saking pulah-palih nandur pantun. Sinalih tunggil sarana sané kawigunayang marupa penjor carang salak miwah sanggah catu.
(Masambung)
Upacara
8 Bebantenan Tetuek Mabayuh Oton MANUT buku “Wariga Agung”, mabayuh wénten kalih soroh, luiré; mabayuh sané makasinambungan sané kamargiang mawit wawu embas kantos sampun maraga lingsir, miwah mabayuh sané kamargiang saking makudangkudang kahanan minakadi sungkan, kapancabaya, utawi sané siosan. Manut Lontar Jyotisha, mabayuh utawi matubah utawi mabebangan mabayahan antuk tetujon ngirangin mala saha ngwewehin parindikan sané becik, patut kamargiang ri kala maotonan manut pawilangan wuku, sapta wara, miwah panca wara. Otonan mawit saking kruna pawetuan, kruna lingga wetu sané maartos medal utawi embas. Mawinan otonan kategesin pinaka pakéling raina embas. Mabayuh ketah kamargiang ring raina otonan manut kalender Bali. Mabayuh ketah ngawigunayang sarana banten sesayut, sané pinih utama mangda ngaturang banten pangulapan ring pateluan utawi parempatan margi yéning wénten paiketan sareng kapancabaya ring margi utawi mabayuh sangkaning sungkan. Mabayuh taler kamargiang olih krama sané wawu kénak saking sungkan. Santukan krama Bali precaya, sungkan sané nibénin metu sangkaning makéh parindikan. Wénten sangkaning pakaryan anak, keni teluh, keni pastu utawi sangkaning kasambat olih Bhatara. Banten sané kawigunayang taler makéh soroh, minakadi; sesayut durmangala, guru piduka, panglebur mala, miwah banten panyangkep tiosan. Tetujonnyané wantah nunas ampura majeng ring Ida Bhatara-bhatari antuk kaiwangan sané kamargiang saha nunas mangda sungkan sané nibénin nénten malih mawali. Kénak saha usan molihang perawatan saking dokter manut wang Bali durung kabaosang kénak sané sujati yéning durung ngamargiang pabayuhan utawi natab banten mabayuh utawi maulapan, santukan sungkan ring sekala durung prasida kabaos ical sadurung natab banten byakala miwah banten ngulapin. Sang sané mabayuh boya wantah sané wawu kénak utawi keni panca baya kémanten, krama sané nénten becik ngamargiang kahuripan grehasta, kaon ring pakaryan, miwah parindikan kaon tiosan sané nibénin krama taler patut ngamargiang pabayuhan. Wénten bayuh patemon, bayuh ruwat mala miwah ala. Bilih-bilih majeng dané sané wawu lepas saking bui. Krama inucap patut kakaryanang banten pabayuhan. Rainannyané prasida nganutin déwasa ayu, boya mangda nepet ring raina otonan krama inucap. Mabayuh taler mapaiketan pisan ring éka wara kantos dasa wara, wuku, urip, saha pawilangan tiosan. Mawit irika watak/ sifat-sifat bawaan mawit embas pacang katlatarang. Kapertama minab sané kaon sané katlatarang. Samian wilangan pawaran inucap pastika madué watak sané kirang becik, minakadi mamengkung, keras, bangras, utawi sané tiosan. Watak puniki sané patut kakirangin antuk ngamargiang bayuh oton. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)
Redité Pon, 19 Maret 2017
Melasti, Numbuhang Rasa Éling Krama ring Kasucian UMAT Hindu madué tradisi upacara sané kadulurin antuk pamelastian ka segara, melasti utawi pamelastian ketah kalaksanayang pinaka simbol panyucian pratima sané kasungsung ring pura-pura sané kaempon. Iriki sané katuntut wantah rasaéling i manusa sajeroning nglaksanayang panyucian, ening, suci jiwa miwah atinnyané sané salanturnyané nglimbak ka pamineh miwah laksanannyané saraina. Minakadi mangkin, nampek raina Nyepi, krama sampun mataki-taki pacang ngiringang pratimannyané ka segara sajeroning runtutan pamelastian. Indiké punika sapisanan nyihnayang rasa éling umaté kantun ageng. Ngeninin indik pamelastian punika, Jero Mangku Nyoman Suardika mimitan Gianyar wawu punika nlatarang, melasti utawi pamelastian olih umat Hindu tetujonnyané wénten patpat, kapertama nincapang bakti majeng Ida Hyang Widhi Wasa, kaping kalih nincapang kualitas déwék, kaping tiga nglepas panca klesa sajeroning angga sarira, kaping pat ngwantu krama muputang pikobet kahuripan (angayud laraning jagat) miwah nincapang rasa éling krama mangda nénten ngrusak alam (angayud aken letuhing bhuana) wawu iraga prasida maurip. Sané lumrah, pamelastian setata kalaksanayang ring se-
gara, sujatiné krama akéh sané kantun matakén-takén punapi awinan pamelastian kalaksanayang ring segara. Manut Mangku Nyoman, manusa awam sané nénten ngerti maosang, ring segara punika jangkep, inggih punika wénten ulam, batu-batu miwah rumput laut. Akéh krama durung ngerti yéning segara punika kajantenannyané pinaka sumber kehidupan. Sumber kehidupan iriki prasida kauningin saking proses alam, toyan segarané munggah ka langité dados gulem, salanturnyané dados ujan raris toyan ujané katampung olih gunung, salanturné membah dados klebutan toya. “Tetuek pamelastian ring segara sujatiné kantun mapaiketan sareng wawasan maritim,” baosnyané sinambi nglantur nguningayang, akéh aran sané nglingkupin pamelastian ring Bali minakadi kawéntenang upacara nyegara gunung, tetueknyané numbuhang rasa éling krama mangda nénten ngusak alam. Sajeroning nyujuh karahayuan, umat patut nincapang rasa éling indik ketuhanan. Dané nguningayang ngutip teks Lontar Aji Swanala, melasti ngarania angayudaken papa klesa malarading jagat letuhing bhuana ngamet sarining metha. Artosnyané tincapang rasa éling majeng Ida Hyang Widhi Wasa mangda iraga madué
BPM/dok
MELASTI - Upacara melasti ketah kalaksanayang pinaka simbol panyucian pratima sané kasungsung ring pura-pura sané kaempon. uratian nincapang bobot déwék nglepas panca klesa (Awidya, Asmita, Araga, Adésa, miwah Abinérésa). “Ring krama, katincapang laksana urati majeng sesamen (pawongan), sesampun punika wawu urati majeng
Bayuh Oton
Nepas Baya, Ngawi Urip Marasa Dayuh MABAYUH sampun kaloktah ring pakraman, indiké puniki sampun lumrah kalaksanayang ring pakraman. Bayuh utawi mabayuh oton rumasuk upacara Manusa Yadnya. Yéning telebin, napi sujatiné unteng nglaksanayang mabayuh utawi bayuh oton puniki, gumanti lumrah kalaksanayang. Napi sujatiné kasuksman bayuh oton puniki, sawates napi iusnyané majeng kahuripan? “Sujatiné, malarapan nglaksanayang bayuh oton puniki, mangda sang sané kabayuh uning saha nyelehin indik kakirangan sané wénten ring anggannyané. Mangda prasida sayan waspada, saking nénten waspada, prasida mataki-taki malajah waspada sajeroning urip,” baos Jro Mangku Puja, kacunduk wawu puniki ring
Banjar Batusesa, Rendang, Karangasem. Dané sané taler sering muput miwah mayuh anak puniki negesang, ketah anaké utawi krama sané nglaksanayang bayuh oton puniki sadurungnyané polih sungkan, tur sesampun mapaluasan sangkaning sungkan, kauningayang mangda nglaksanayang panglukatan antuk bayuh oton, asapunika sané sering wénten ring pakraman. Dané malih ngwewehin, bayuh pateh sareng penebusan baya. Panebusan punika kacihnayang antuk upacara marupa bayuh oton. Mangku Puja malih nguningayang, mabayuh oton mangda nénten katelebin saking kaniskalan kémanten, nanging patut taler resepag saking sekala. Ngresepang saking sekala, manut dané, wantah matetujon
alam (palemahan), salanturnipun wawu prasida mangguh kahuripan sané becik,” indiké inucap prasida kalaksanayang saking kahuripan sekala, dané ngwewehin. Makasami parilaksana punika sané patut kakukuhang, punika
awinan kalaksanayang nyejer. Nyejer punika konsistén maknanyané. Yéning iraga katah madué téori manten, nanging nénten konsistén nénten pacang wénten gunannyané. Saking tawur wawu iraga ngwaliang alam sabecik-beciknyané. (uma)
Satua
mangda i manusa setata éling ring raga. Yéning sampun éling ring raga, prasida mulat sarira, nelebin déwék nyujuh urip shanti, rahayu, rahajeng riwekasan. Cutetnyané, bayuh oton nénten wantah madué makna nyomya sekancan wasana nénten becik sané wénten ring soang-soang angga. Bayuh oton pinaka utsaha ngawi urip setata dayuh. Siosan punika manut dané, bayuh oton taler pinaka jalaran nyihnayang bakti, rasa angayubagia pinaka manusa. Yéning upacara bayuh majeng manusa, sujatiné wénten taler malih bayuh-bayuh sané tiosan, nanging bayuh-bayuh punika wau pacang kalaksanayang yéning kabuatang. “Sakadi asapunika kawéntenannyané sané ketah kapanggihin ring pakraman, salami ngayah,” baosnyané nguntatin. (uma)
Atur Piuning
Pujawali Ageng Pura Ulun Danu Beratan MAPAIKETAN ring Pujawali Ageng Pura Ulun Danu Beratan sané rauh nemoning Anggara Kliwon Julungwangi, 21 Maret 2017 sané jagi rauh, para prawartaka karya nguningayang atur indik dudonan upacara sané pacang kamargiang. Pujawali ring Pura Ulun Danu Beratan kamargiang mawit raina Anggara Kliwon Julungwangi pinaka pamucuk karya rauh ring Sukra Pon Julungwangi pinaka panyineban karya. Ida nyejer petang raina. Parindikan dudonan upacara pacang katlatarang sakadi ring sor puniki. Ring raina Wraspati Kliwon Warigadian, 16 Maret 2017 kamargiang pangalah sasih sané kalanturang antuk nanceb salon
ring raina Sukra Paing Warigadian, 17 Maret 2017. Ring raina Saniscara Paing Warigadian, 18 Maret 2017 kamargiang pakeling pujawali sapisanan nunas tirta ring Jajar Kemiri. Raina Redité Pon Julungwangi, 19 Maret 2017 ngias tapakan utawi pratima Ida Bhatara miwah ngias pura. Ring raina Soma Wagé Julungwangi, 20 Maret 2017 kamargiang macaru, nangiang Ida Bhatara masucian ka beji. Ring raina Anggara Kliwon Julungwangi pinaka raina pujawali ageng, kamargiang pujawali ring soang-soang lawa, luiré; ring Pura Lingga Petak miwah Meru Tumpang Solas, ring Penataran Agung miwah Pura Dalem Purwa. Kalanturang antuk bakti pangayar
sané kamargiang ring raina Buda Umanis Julungwangi, 22 Maret 2017 miwah ring raina Wraspati Paing Julungwangi, 23 Maret 2017. Bénjangnyané ring raina Sukra Pon Julungwangi, 24 Maret 2017 kamargiang bakti panganyar taler panyineban pujawali. Wantah sakadi punika atur piuning sané prasida kaunggahang, dumogi para pangemong miwah panyungsung Pura Ulun Danu Beratan, para bakta miwah umat éling ngrastiti bakti saha prasida pedek tangkil ngaturang sembah bakti, dumogi antuk manah suci nirmala sareng sami kaswécanin karahajengan, kadirgayusan, miwah nemu sidaning don. -0-
Sang Watugunung Olih : Madé Taro JAGATÉ magejeran sakadi wénten linuh ageng. Tatité saling sanderin taler nadaksara wénten sabeh ageng tedun. Samian balawadwa Dwipa Mandala sareng macebur ka tanah gumanti ngwantu sang raja, Sang Watugunung. Nanging, rauh irika samian bengong ngaksi payudan pantara Sang Watugunug miwah Bhatara Wisnu sané ngresresin pisan. Ri kala Sang Watugunung ngagengang anggandané, Bhatara Wisnu tedun ka segara santukan Bhatara Wisnu uning yéning Sang Watugunung nénten prasida kapademang olih manusa wiadin bhatara. Nadak sara Bhatara Wisnu nyuti rupa dados penyu mairung cakra. Kala punika Watugunung ngakéhang prabundané, malih Bhatara Wisnu nyuti rupa dados naga mairung bajra. Sang kalih saling lilit kantos ngamedalang api. Nénten pisan wénten cihna payudan pacang puput. Ri kala Bhatara Wisnu sampun rumasa pacang kaon, nadak sara Ida polih pawisik saking Bhatara Siwa sané kauningayang majalaran Bhatara Narada. “Sampunang mademang Watugunung ring duur utawi sor, ring jaba utawi ring jeroan, raina utawi wengi!” Bhatara Wisnu mawacana ring Sang Watugunung. “Antosang buin jahan, Cai tusing lakar selamet!” Nepet tajeg surya, Bhatara Wisnu sané nyuti dados naga sahasa nyotot tangkah Sang Watugunung. Sang Watu Gunung rebah. Wisia naga sakti sampun nyusup ring angga Sang Watugunung. Para panjakdané sané satya digelis ngicén tamba, nanging nénten mintulin. Sang Watugunung padem ring payudan. Para panjakdané marasa angob ring payudan inucap. Samian rumasa rajandané pacang urip malih. Makélingin parindikan inucap, para panjakdané makarya upacara patinget sané kapakélingin nyabran warsa apisan salami petang raina. Raina kapertama, Redité Kliwon wantah raina Sang Watugunung ngranjing ring Sapta Petala. Salanturnyané, Soma Umanis, jangan kangken kotor sangkaning keni rah Watugunung. Raina Anggara Paing, layon Sang Watugunung kaoros maidehan. Kaping untat, ring raina Buda Pon, wantah raina uripnyané malih Sang Watugunung. Samian precaya Sang Watugunung pacang maurip malih ring jagaté puniki. (Puput)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU pon, 19 MARET 2017
9
Kontroversi ”Sirip Hiu” di F1
HAL 12
Manchester City Vs Liverpool
City akan Tetap Menyerang Manchester –
Manchester City memiliki tantangan nan besar dalam upaya mereka untuk mengobati luka mereka usai tersingkir secara menyakitkan dari Liga Champions tengah pekan ini. Pasukan Josep Guardiola akan menjamu Liverpool di Etihad Stadium hanya beberapa hari setelah mereka ditendang AS Monaco lewat keunggulan gol tandang.
City Incar Rudiger Manchester – Sektor pertahanan Manchester City musim ini sangat mengkhawatirkan. Dari 27 penampilan di Liga Primer Inggris, City sudah kebobolan 29 gol. Sedangkan di pentas Liga Champions, gawang mereka sudah kemasukan 16 gol. Melihat catatan buruk tersebut, Josep Guardiola ingin membenahi lini belakang tim asuhannya di bursa transfer musim panas 2017 nanti. Salah satu pemain yang diincar adalah Antonio Rudiger, bek tangguh asal Jerman yang saat ini membela AS Roma. Demi mendapatkan sang pemain, City sudah menyiapkan dana besar. Menurut laporan The Sun, The Citizens siap mengeluarkan biaya 30 juta pounds atau setara Rp 496 miliar. Namun, dalam bursa transfer City harus bergerak cepat. Sebab pemain 24 tahun itu juga dilirik oleh Chelsea. Klub asuhan Antonio Conte pernah mendekati Rudiger pada jendela transfer Januari 2017 lalu. Namun, pada akhirnya Chelsea gagal mendapatkan eks pemain Stuttgart tersebut. City sendiri sebenarnya sudah memiliki pemainpemain bintang di lini pertahanannya. Di posisi bek tengah ada Vincent Kompany, John Stones dan Nicolas Otamendi. Sedangkan di sektor bek sayap mereka mempunyai Gael Clichy, Bacary Sagna, Pablo Zabaleta serta Aleksandar Kolarov. Namun kinerja pemain belakang City masih belum optimal. Buktinya dapat dilihat dari catatan kebobolan di seluruh ajang resmi musim ini. Menurut laporan yang diturunkan The Mirror, Sabtu(18/3) kemarin, Rudigers kabarnya akan ditebus dengan mahar senilai 30 juta poundsterling, usai dalam beberapa bulan belakangan kerap diamati oleh tim pemandu bakat yang dikirim oleh klub Inggris. tim peringkat tiga Premier League itu akan bertemu dengan agen pemain berusia 24 tahun pekan depan untuk segera mencapai kata sepakat soal kontrak, namun mungkin mereka juga akan harus bersaing dengan Chelsea yang konon juga tertarik dengan sang pemain sejak awal tahun ini. Selain Rudiger, Guardiola juga melirik bek Roma lainnya yakni Kostas Manolas. Tak hanya itu, pelatih kebangsaan Spanyol tersebut juga kepincut dengan bek dari Napoli, Kalidou Koulibaly. (kmb33/rtr)
Antonio Rudiger
BPM/rtr
Dengan Manchester City memiliki jadwal padat, tuan rumah tak memiliki keuntungan dalam hal memulihkan kaki-kaki mereka jelang pertandingan ini. Karena itu, Liverpool jelas memiliki keuntungan lebih karena akan menghadapi kaki-kaki letih dari David Silva dkk, namun tekad untuk bangkit dari The Citizens akan berperan besar pada pertandingan nanti. Terlebih dalam beberapa bulan terakhir performa Manchester City di Premier League begitu impresif. Pasukan Pep Guardiola tak terkalahkan di enam pertandingan liga terakhir mereka, atau sejak pertengahan Januari lalu. Tuan rumah sendiri tak memiliki masalah berarti dalam skuat mereka terkait cedera. Selain ketakutan akan kelelahan, Guardiola bisa memainkan skuat terbaiknya. Minus Gabriel Jesus dan Ilkay Gundogan yang cedera, skuat terbaik bisa diracik oleh Guadiola menyongsong pertandingan ini. Guardiola menegaskan timnya akan main seperti biasa dan tak mengubah gaya ketika menghadapi Liverpool. Hal itu ditegaskan Guardiola, sehubungan dengan kritikan terhadap timnya setelah kalah 1-3 di markas Monaco pada leg kedua, sehingga tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions dengan agregat 6-6, akibat keuntungan gol tandang lawan. Sebelum pertandingan tersebut Guardiola mengatakan bahwa cara terbaik untuk meredam tim dengan gaya serangan mengalir seperti Monaco hanyalah dengan mencetak gol lebih banyak. Kendatipun ada sejumlah kritikan yang ia dapatkan terkait gaya main yang ia terapkan buat timnya di laga tersebut, Guardiola menegaskan tak bakal ada perubahan
gaya ketika menjamu Liverpool malam nanti. “Tidak. Pada akhirnya kami harus berusaha. Kami juga mesti bertahan lebih baik. Ketika kami menciptakan peluang-peluang maka lawan harus bertahan,” ujar Guardiola, Sabtu (18/3) kemarin. “Masalah di Monaco adalah pada babak pertama kami tidak menciptakan peluang. Kami tak boleh bermain seperti pada 45 menit pertama di laga itu, akibat hal itulah kami tersingkir. Tapi saya amat gembira secara keseluruhan dalam dua leg. Kebanyakan gol mereka lahir karena kesalahan kami sendiri, itu sudah terjadi beberapa kali musim ini dan semoga saja akan berkurang musim depan,” imbuhnya. Dari kubu Liverpool, pasukan Jurgen Klopp memiliki waktu yang cukup lama untuk mempersiapkan pertandingan ini. The Reds memiliki hampir seminggu penuh untuk menyiapkan tim dan tentu saja melanjutkan rekor apik mereka saat bertemu The CItizens. The Reds sendiri tengah berada dalam periode bagus, setelah mereka pulih dari kekalahan menyesakkan melawan Leicester City akhir bulan lalu. Di dua pertandingan terakhir mereka, The Reds sukses mengalahkan Liverpool 3-1 dan Burnley 2-1 untuk mengembalikan mereka dalam persaingan empat besar. Mereka juga mendapat kabar baik jelang laga penting. Pemain depan Roberto Firmino kemungkinan bisa dimainkan lagi saat bersua City. Pemain asal Brasil itu tidak pernah berlatih bersama tim utama pada pekan ini. Firmino juga diistirahatkan ketika Liverpool menang 2-1 atas Burnley akhir pekan kemarin. Namun, kondisi Firmino sudah berangsur membaik.
Manajer Jurgen Klopp mengindikasikan Firmino siap diturunkan melawan City. “Firmino tidak berlatih bersama tim sejauh ini. Dia seharusnya terlibat bersama tim hari ini atau besok jadi dapat menjadi sebuah opsi,” tutur Klopp. Tenaga Firmino sangat dibutuhkan Klopp untuk bisa mengalahkan City. Firmino sangat tajam musim ini. Pemain 25 tahun itu sudah mengoleksi sembilan gol di Liga Inggris 2016/2017. Laga ini menjanjikan partai yang sangat menarik. (kmb33/rtr/ap) PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN Manchester City: Caballero, Stones, Otamendi, Zabaleta, Clichy, De Bruyne, Fernandinho, Silva, Sane, Sterling, Aguero. Liverpool: Mignolet, Milner, Lovren, Matip, Clyne, Can, Wijnaldum, Lallana, Coutino, Mane, Firmino. STATISTIK KEDUA TIM Head To Head antara Manchester City vs Liverpool : 01 Jan 2017: Liverpool 1 – 0 Manchester City 03 Mar 2016: Liverpool 3 – 0 Manchester City 28 Feb 2016: Liverpool 1 – 1 Manchester City 22 Nov 2015: Man. City 1 – 4 Liverpool 01 Mar 2015: Liverpool 2 – 1 Manchester City Lima Laga Terakhir Manchester City : 16 Mar 2017: AS Monaco 3 – 1 Manchester City 11 Mar 2017: Middlesbrough 0 – 2 Manchester City 09 Mar 2017: Man. City 0 – 0 Stoke City 05 Mar 2017: Sunderland 0 – 2 Man. City 02 Mar 2017: Man. City 5 – 1 Huddersfield Lima Laga Terakhir Liverpool : 12 Mar 2017: Liverpool 2 – 1 Burnley 05 Mar 2017: Liverpool 3 – 1 Arsenal 28 Feb 2017: Leicester 3 – 1 Liverpool 12 Feb 2017: Liverpool 2 – 0 Tottenham 04 Feb 2017: Hull City 2 – 0 Liverpool
Klopp Nilai Skuat City Lemah Manchester – Jelang duel Manchester City kontra Liverpool, Jurgen Klopp membela Pep Guardiola setelah The Citiezens tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions. Klopp menganggap pelatih asal Spanyol itu harus berurusan dengan skuat yang lebih lemah dari yang ia miliki di tim sebelumnya. Satu-satunya harapan trofi yang paling mungkin untuk dimiliki Guardiola bersama City musim ini adalah Piala FA. Manchester City baru saja tersingkir di ajang Liga Champions dan masih tertahan di posisi ketiga dengan jarak poin yang jauh dari pemuncak klasemen Chelsea. “Kami benar-benar harus membandingkan tim. Sebuah tim tanpa Messi atau dengan Messi. Ayolah, Sebuah tim dengan Iniesta atau tanpa Iniesta, sebuah tim dengan Xavi atau tanpanya. Itulah perbedaannya,” kata Klopp, Sabtu (18/3) kemarin. “Anda tidak bisa membandingkan satu dengan yang lain. Anda dapat melihat apa yang dia inginkan. Itu mungkin adalah hal yang paling penting jika Anda menilai manajer,” imbuhnya. Kemudian, Klopp juga menyebut
Liga Inggris adalah liga yang lebih sulit dengan dua liga yang pernah diarungi Pep sebelumnya. Mantan gelandang Spanyol itu sukses menjadi raja kala menukangi Barcelona di La Liga dan Bayern Munchen di Bundesliga. “Mungkinkah dia telah memenangkan beberapa pertandingan lagi? Ya. Ini situasi yang sama seperti yang kami miliki. Kami memainkan permainan yang luar biasa di beberapa pekan, tapi kami jelas dihakimi oleh permainan, dimana kita tidak bermain dengan baik. Kami bekerja sangat keras di dalamnya sepanjang minggu untuk membawa hasil itu di lapangan tapi aku yakin dia melakukan tapi Inggris sangat sulit,” imbuhnya. “Di Spanyol selalu ada Madrid dan saya tidak tahu, Valencia memiliki tahun yang baik, Sevilla, Atletico tentu saja, semua itu. Tapi sisanya yang tidak baik atau tidak cukup baik untuk menantang Barcelona,” tutup mantan pelatih Dortmund itu. Manchester City sendiri akan berjumpa Liverpool dalam lanjtan Premeir League di akhir pekan ini. Laga itu akan berlangsung dengan sengit. (kmb33/rtr)
Jurgen Klopp
BPM/rtr
OLAHRAGA
10
Minggu Pon, 19 Maret 2017
Mbappe, Bintang Baru Eropa Paris – Kylian Mbappe menjadi bintang saat AS Monaco sukses menaklukkan Manchester City. Striker 18 tahun itu, nyatanya sedang diincar olah banyak klub besar Eropa.Harus mengejar defisit dua gol saat menjamu City di Stade Louis II, Kamis (16/3) lalu, Monaco malah harus bermain tanpa sang striker utama, Radamel Falcao. Mbappe yang ditugasi mengisi lini serang mampu menjawab kepercayaan untuk membantu Monaco menang 3-1. Dengan kemenangan itu, Monaco pun lolos ke perempatfinal usai unggul agresivitas gol di kandang lawan. Agregrat laga Monaco melawan City sama kuat 6-6. Mbappe memang tampil bagus di laga melawan City. Dia mencetak gol pertama di menit ke delapan. Bermain selama 80 menit, Mbappe mencatatkan tiga kali percobaan dengan dua menemui bidang sasaran. Mbappe sebenarnya bisa mencetak satu gol lagi, tapi sayangnya Mbappe sudah berdiri offiside. Dipertemuan pertama melawan City, Mbappe juga mencetak satu gol saat Monaco takluk 3-5. Performa Mbappe saat melawan City ini bisa dibilang menjadi rangkuman penampilan bagusnya bersama Monaco sepanjang musim ini. Dia sudah membukukan sebanyak 17 gol di semua ajang. Dengan potensi yang dimilikinya, Mbappe disebut menjadi incaran banyak klub papan atas. Arsenal dikabarkan sudah mengajukan tawaran untuk striker yang disebut-sebut sebagai ‘The New
Thierry Henry’ itu. Selain The Gunners, Manchester United, Real Madrid dan Barcelona juga dikabarkan turut serta dalam perburuan striker dengan tinggi 178 centimeter itu. Wakil presiden Monaco, Vadim Vasilyev sadar betul dengan potensi besar Mbappe. Dia pun berancang-ancang tak akan melepas pemain nomor 29 itu. “Niat kami adalah untuk mempertahankan Kylian Mbappe. Mbappe merupakan produk akademi kami. Dia DNA kami. Saya sangat bangga,” kata Vasilyev, Sabtu (18/3) kemarin. Dia memiliki orangtua yang sangat cerdas dan tahu dunia sepak bola dengan baik. Kami akan melakukan segalanya agar dia bertahan. Saya tidak melihat alasan dia mau pergi,” imbuhnya. Dia menegaskan, situasi keuangan klub tidak sama seperti saat mereka melepas Martial pada 2015. “Kami menderita defisit besar pada 2015, ada masalah finansial yang harus dipikirkan dan
kami harus menjual. Dengan perempat final Liga Champions ini, bujet kami seimbang dan tidak butuh menjual. Kami dapat memperlakukan masalah kasus per kasus,” ucapnya. Sang pemain sendiri mengaku sangat menikmati setiap laga yang ia mainkan. “Lihat mata saya: ada semangat besar di sana. Ini luar biasa,” ujar Mbappe. “Saya menikmati ini dan saya berharap ini hanya awal dari segalanya. Tentu saja merupakan pencapaian hebat bisa menang atas Manchester City, salah satu tim terbaik di Eropa dengan para pemain kelas dunia. Tapi kami mampu meningkatkan level permainan kami dan tampil oke,” tutupnya. Penampilan cemerlangnya musim ini membuatnya lantas dipanggil memperkuat tim nasional senior Prancis untuk kali pertama. Pelatih Prancis, Didier Deschamps memasukkannya ke dalam skuat untuk laga menghadapi Luksemburg dan Spanyol pada 26 dan 29 Maret mendatang.
Karakter permainan Mbappe sendiri sudah lama disama-samakan dengan seniornya, Thierry Henry. Apalagi Henry juga memulai karier profesionalnya di Monaco. Deschamps pun mengakui hal tersebut. Dia kini cuma berharap Mbappe bisa mengikuti jejak kebintangan Henry yang menjadi salah satu penyerang paling dihormati di Eropa dan dunia. “Saya berharap Kylian punya karier yang sama seperti Thierry Henry. Titi (Henry) dulu sangat matang sebagai pemain muda, tapi saya rasa Kylian juga merupakan pemain yang matang,” kata Deschamps. “Kylian masuk skuat karena dia telah menunjukkan selama beberapa bulan terakhir, bahwa dia punya kualitas. Kualitas itu tak pandang umur. Yang membuatnya jadi pemain setangguh ini, terlepas dari kemampuannya adalah bagaimana dia selalu tetap tenang. Itu sangat jarang untuk seseorang dengan usianya,” imbuhnya. Henry aktif bermain dari 1994-2014 sebagai pemain. Dalam periode itu, dia memenangi gelar di Prancis, Inggris dan Spanyol, termasuk memenangi Liga Champions di level klub. Henry juga membawa Prancis juara Piala Dunia 1998, serta Piala Eropa 2000. (kmb33/rtr/ap)
Buenos Aires – Mauro Icardi masih tak masuk ke dalam skuat Argentina untuk laga internasional bulan ini. Penyerang Inter Milan itu ditegaskan masih ada di rencana Albiceleste. Argentina akan melakoni laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018. Mereka akan menghadapi Chile dan Bolivia. Di posisi penyerangan, Edgardo Bauza memanggil sederet pemain kelas satu macam Gonzalo Higuain, Lucas Pratto, Ezequiel Lavezzi, Angel Correa, Paulo Dybala, dan Lionel Messi. Icardi yang tampil bagus bersama Nerazzurri dengan sumbangan 22 gol untuk Inter tetap tak dipanggil. Atas keputusan Bauza itu, Icardi diminta untuk tetap tenang. Dia harus menunggu kesempatan. “Saya sudah bilang padanya: Tetap tenang, jika suatu hal terjadi pada Gonzalo Higuan atau Lucas Pratto saya akan memanggilmu,” kata Bauza, Sabtu (18/3) kemarin. “Dia senang, tenang, tak ada masalah. Dia bilang pada saya: saya tenang. Saya bisa mengulang bahwa dia bisa dipanggil kapan pun dan tak ada seorang pun di timnas yang mempunyai masalah dengannya.” “Menurut opini saya, dia merupakan penyelesai peluang yang ulung, tapi bukan pemain yang bisa anda libatkan dalam permainan kolektif tim. Dari ketiganya, Pratto merupakan yang terbaik dalam aspek ini,
hanya dia tak bisa mencetak gol seperti Higuain. Icardi sangat berbahaya di sepertiga lapangan. Dia mempunyai kepercayaan diri yang tinggi,” tambahnya. Siapakah Lucas Pratto? Penyerang 28 tahun tersebut merupakan penonton La Albiceleste hingga dipanggil Bauza ke tim nasional Argentina, dua bulan lalu. Tidak seperti kebanyak penyerang hebat, Pratto mendapat julukan the bear atau kadang dipanggil juga dengan sebutan the camel. Julukan beruang dan unta terdengar asing dan aneh untuk seorang pemain sepak bola yang berposisi se-
bagai penyerang. Berbeda dengan kebanyakan pemain bintang yang menghiasi badan dengan tatto dengan tema relijius atau membuat penampilan lebih garang, Pratto memiliki tatto bergambar tokoh kartun Bart dan Homer Simpson. Prestasi Pratto di lapangan hijau juga terbilang biasa, ia hanya mencetak empat gol bagi Atletico Mineiro di 17 pertandingan dan hanya tampil sepuluh kali sebagai starter di 17 penampilan tersebut. Memainkan penyerang yang tidak memiliki prestasi istimewa, mungkin terkesan konyol untuk sebuah
pertandingan penting. Namun, Pratto ternyata memiliki peran unik di lini depan. Ia mampu menahan bola dan memenangkan tendangan bebas. Ia membuka ruang, menyulitkan pemain lawan dalam duel bola–bola atas dan memberi kesempatan bagi Lionel Messi dan Di Maria untuk bergerak naik menyerang. Keberhasilan ketiga pemain depan Argentina mencetak gol pada laga melawan Kolombia sepertinya menjadi sebuah bukti bahwa Pratto dapat menjadi elemen yang tepat untuk melengkapi Messi yang brilian dan Di Maria yang cerdas. (kmb33/ap)
Icardi Masih Diperlukan Tim Tango
Mauro Icardi
BPM/rtr
Kylian Mbappe
Deulofeu Masuk Timnas
Madrid – Timnas Spanyol memanggil Gerard Deulofeu dan Asier Illarramendi untuk laga melawan Israel dan Prancis. Namun, tak ada tempat untuk sejumlah pemain bintang. Pelatih Spanyol, Julen Lopetegui memanggil 25 pemain untuk laga kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Israel pada 24 Maret mendatang dan laga persahabatan melawan Prancis empat hari kemudian. Deulofeu yang kembali bersinar sejak dipinjamkan Everton ke AC Milan, jadi salah satu pilihan Lopetegui. Pemain sayap berusia 23 tahun itu baru sekali berkostum La Furia Roja, yaitu pada laga melawan Bolivia tiga tahun lalu. “Dia tak bermain konsisten di tim sebelumnya, tapi sejak bergabung dengan Milan dia telah memegang peran penting, berada di level bagus dan telah mengalami kemajuan. Dia bisa membantu kami dan kami menyukainya,” jelas Lopetegui, Sabtu (18/3) kemarin. Sementara itu, Illarramendi mendapatkan panggi-
lan dari timnas senior untuk pertama kalinya. Gelandang Real Sociedad itu sebelumnya hanya membela timnas Spanyol U-17, U-19, U-21, dan U-23. “Kami mengenal Illarramendi dengan baik. Dia bermain sangat baik dalam waktu lama. Dia punya beberapa karakteristik yang bisa bagus untuk kami,” kata Lopetegui. Penyerang Chelsea, Pedro Rodriguez untuk pertama kalinya dipanggil sejak Spanyol dilatih Lopetegui. Sementara itu, Gerard Pique, Jordi Alba,
Andres Iniesta, dan Sergio Ramos kembali masuk skuat setelah absen pada bulan November lalu. Akan tetapi, sejumlah nama top ditepikan oleh Lopetegui. Mereka antara lain Iker Casillas, Juan Mata, Cesc Fabregas, Marcos Alonso, dan Aritz Aduriz. “Marcos Alonso bermain sangat baik di Chelsea dengan sistem yang berbeda. Kami memantaunya, tapi kami memutuskan untuk memilih Nacho Monreal dan Jordi Alba,” ujar Lopetegui. (kmb33/ap)
Skuat Spanyol: Kiper: David de Gea (Manchester United), Pepe Reina (Napoli), Sergio Rico (Sevilla) Bek: Jordi Alba (Barcelona), Cesar Azpilicueta (Chelsea), Dani Carvajal (Real Madrid), Javi Martinez (Bayern Munich), Nacho Monreal (Arsenal), Nacho (Real Madrid), Gerard Pique (Barcelona), Sergio Ramos (Real Madrid) Gelandang: Thiago Alcantara (Bayern Munich), Sergio Busquets (Barcelona), Ander Herrera (Manchester United), Asier Illarramendi (Real Sociedad), Andres Iniesta (Barcelona), Isco (Real Madrid), Koke (Atletico Madrid), David Silva (Manchester City) Penyerang: Iago Aspas (Celta Vigo), Diego Costa (Chelsea), Gerard Deulofeu (AC Milan), Alvaro Morata (Real Madrid), Pedro (Chelsea), Vitolo (Sevilla).
BPM/rtr
Hadapi Bayern, Zidane Hanya Bisa Tersenyum
Zinedine Zidane
BPM/ap
Madrid – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mengaku hanya bisa tersenyum saat timnya mendapat lawan Bayern Munich di perempatfinal Liga Champions 2016-2017. Mendengar hal tersebut, memang Zidane hanya bisa berpasrah diri. “Saya hanya tersenyum,” ungkap Zidane, Sabtu (18/3) kemarin. Menghadapi Bayern bukanlah lawan yang mudah bagi Madrid. Sebab, dalam 22 kali pertemuannya dengan Die Roten, Madrid hanya mampu memenangkan pertandingan sebanyak sembilan kali dan 11 kali kalah. Meski begitu, Zidane sadar jika di babak delapan besar ini semua lawan yang akan dihadapi berat. Jadi, ia mengaku sangat menerima hasil undian tersebut dengan senang hati. “Tidak ada permainan yang mudah. Saya tahu kami menghadapi lawan yang benar-benar sulit. Jadi tidak ada yang bisa kami lakukan soal hasil itu,” katanya. Laga ini juga menjadi reuni antara Zidane dengan Carlo Ancelotti yang saat ini menangani Bayern Muenchen. Zidane merupakan asisten Ancelotti saat membawa Los Blancos, julukan Madrid, menjuarai Liga Champions pada 2014. Keberhasilan tersebut
menular kepada Zidane saat membawa Madrid menjuarai Liga Champions pada 2016. Atas keberhasilan tersebut, Madrid menjadi tim paling banyak menjuarai Liga Champions yakni, sebelas kali. “Benar laga melawan Ancelotti akan menjadi spesial. Saya belajar banyak dari timnya. Dia adalah pelatih yang melakukan banyak hal besar pada klub ini dan dia juga pribadi yang baik,” kata Zidane. “Saya beruntung bisa dekat dia. Saya bahagia kami akan bertemu, karena laga nanti bakal sengit,” tutur pelatih asal Prancis tersebut menambahkan. Zidane mengakui Bayern merupakan tim kuat. Namun, tidak ada yang perlu ditakuti dari Xabi Alonso dan kawankawan. “Mereka adalah tim yang sangat kuat dan mereka tampil sangat bagus. Laga nanti bakal menjadi pertandingan menarik bagi fans dan dunia sepak bola,” ujarnya. Laga leg pertama akan digelar di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Kamis (13/04) mendatang. Sementara laga leg kedua bakal berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (19/4) mendatang. (kmb33/rtr)
Gerard Deulofeu saat membela AC Milan.
BPM/ap
GELANGGANG
Minggu Pon, 19 Maret 2017
11
Percasi Bali Komitmen Berdayakan Pecatur Lokal Denpasar (Bali Post)Pengprov Percasi Bali berkomitmen memberdayakan potensi pecatur lokal dalam berbagai event. Bahkan Percasi juga berniat menggulirkan Liga Catur yang tuan rumahnya bergilir di tiap pengkab dan pengkot Percasi. Itu dikemukakan Ketua Umum PengBPM/dok prov Percasi Sang Putu Subaya Bali Sang Putu Subaya di Denpasar, Sabtu (18/3) kemarin. Sang Putu Subaya bersama Sekum Handoko telah menghadap KONI Bali, diterima Ketua Umum Ketut Suwandi didampingi Wakil Ketua Umum IGN Oka Darmawan, Jumat (17/3) lalu. Sang Putu Subaya menerima masukan dari Ketut Suwandi agar tidak mendatangkan pecatur impor. Apalagi mereka juga susah diturunkan, sebab KONI Bali memberlakukan aturan tiap atlet wajib mengantongi Kartu Tanda Atlet (KTA) yang dikeluarkan KONI Bali. Selain itu, kata Sang Putu Subaya, Suwandi juga menyarankan agar Liga Catur dalam setahun tiap pengkab menjadi tuan rumah tiga kali. ‘’KONI Bali ingin intensitas pertandingan. Jika Liga Catur bisa diwujudkan, berarti dalam setahun terdapat tiga kali sembilan pengkab dan pengkot Percasi, sehingga menjadi 27 turnamen,’’ katanya. Karena itu, melalui Liga Catur diharapkan muncul bibit-bibit pecatur andal yang lahir dari tiap pengkab dan pengkot. ‘’Jadi, kami di Pengprov Percasi Bali ini tidak memiliki atlet dan kami harapkan lahir pecaturpecatur muda potensial dari berbagai daerah di Bali,’’ kata dia. Sang Putu Subaya juga melaporkan susunan kabinet kengpurusan Percasi Bali dan KONI Bali bakal menindaklanjuti ke PB Percasi. Subaya juga diharapkan pelaksanaan cabor catur pada Porprov Bali XIII di Gianyar, September nanti, supaya mengandung unsur entertainment. Artinya, pertandingan cabang olahraga asah otak ini menarik disajikan, hingga mengundang insan catur maupun keluarga atlet terketuk untuk menyaksikan. ‘’Ruang pertandingan harus steril dari penonton dan penonton bisa menyaksikan melalui layar monitor,’’ jelasnya. Selain itu, khusus cabor catur kemungkinan besar jadwalnya dimajukan. Alasannya, dari panpel lokal hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali ini, agendanya hanya sepekan 17-23 September. ‘’Padahal pelaksanaan pertandingan catur memakan waktu sepuluh hari,’’ terang Subaya. (022)
BPM/wan
LINUS — Liga Nusantara Rayon Bali antara Perseden Denpasar melawan Pro Kundalini pada Linus 2016 lalu. Linus 2017 Rayon Bali ini sudah bisa mulai digulirkan pada 1 April, mengingat putaran nasional digelar antara September sampai Oktober mendatang.
Linus dan Piala Soeratin Bisa Digulirkan 1 April Denpasar (Bali Post)-
Liga Nusantara (Linus) dan Piala Soeratin U-17 Rayon Bali bisa mulai digulirkan oleh Asprov Bali mulai 1 April mendatang. Pasalnya, untuk Linus dan Piala Soeratin putaran nasional digelar pada September hingga Oktober nanti. Hanya Asprov Bali punya hajatan Kongres Pemilihan Ketua Umum pada 9 April mendatang. Oleh sebab itu, kata Ketua Komite Pemilihan (KP) Gede Made Anom Prenatha di Denpasar, Sabtu (18/3) kemarin pihaknya mengingatkan bagi ketua umum terpilih agar secepatnya mengagendakan Linus dan Piala Soeratin U-17 Rayon Bali. ‘’Ya… nanti ketua umum Asprov PSSI terplih bisa menjadwalkan Linus dan Piala Soeratin, termasuk turnamen U-15,’’ ujar Anom
Prenatha. Anom menerima kabar tersebut, sebab sedang digelar rapat PSSI Pusat membahas Liga-1, Liga-2, serta Liga-3 yang melibatkan tim Linus, klub divisi I, serta anggota klub. ‘’Jadi, Perseden Denpasar termasuk kontestan Linus atau Liga-3,’’ ungkap dia. Dijelaskannya, untuk Liga-3 pesertanya pemain U-23 atau kelahiran 1994. Hanya beberapa
Pesilat Bakti Negara Boyong Piala Ganesha
Muskotlub PSSI Denpasar 23 Maret Denpasar (Bali Post)Musyawarah Kota Luar Biasa (muskotlub) PSSI Kota Denpasar bakal digelar di Pemkot Denpasar, pada Kamis (23/3) nanti. Agenda utama muskotlub adalah penyesuaian atau peralihan dari Pengkot PSSI Kota Denpasar menjadi Askot PSSI Kota Denpasar, sebagaimana Asprov PSSI Bali. Demikian hasil persiapan muskotlub yang digelar di secretariat PSSI Kota Denpasar yang dipimpin langsung Ketua Umum Pengkot PSSI Denpasar Eko Supriadi, Sabtu (18/3) kemarin. Ketua Panpel Nyoman Ambara, menyatakan muskotlub merupakan PSSI Denpasar yang diketuai Eko Supriadi. ‘’Jadi, saya tegaskan muskotlub ini bukan agenda pemilihan ketua umum, sehingga masa transisi Eko Supriadi tidak genap empat tahun. Sedangkan kalau pemilihan ketua umum, masa baktinya harus genap empat tahun,’’ jelas Ambara. Dalam muskotlub, pihaknya bakal melibatkan 14 klub di bawah naungan Perseden Denpasar, seperti Pespa Padangsambian, Pemecutan Kaja (Peka), Guntur, Poleng Kesiman, Kertalangu, POPP Pegok, Damar Cakti, Kaswari, Putra Tresna, Wisnu Putra (Wistra), Remaja Bhayangkara Club (RBC), Padang Sumbu, POR Sanur, serta Kundalini. Dijelaskannya, berdasarkan struktur statute Askot PSSI, terdiri ata ketua umum, wakil ketua umum, ditambah tiga executive committee (exco). ‘’Mereka ini selaku tim formatur dan berhak menyusun komite serta komisi,’’ terang Ambara. (022)
Asprov PSSI mengusulkan supaya bisa diselingi pemain usia di atas 23 tahun. ‘’Masukan dari beberapa Asprov PSSI ini, masih dibahas dan belum diputuskan dan putusannya masih harus menunggu beberapa hari ke depan,’’ kata Anom Prenatha. Agenda lainnya, menurut Anom, tim Liga-1, Liga-2 dan Liga3, serta SSB, diharuskan mengirimkan tim guna mengikuti U-15
dan sudah bisa digulirkan mulai 1 April nanti. ‘’Untuk Kompetisi Liga-1 sudah resmi diputar pada 15 April mendatang. Sedangkan Liga-2 tim dari Bali PS Badung akan mengadakan workshop pada 23 Maret nanti,’’ tuturnya. Anom sendiri yang menjadi Ketua Komite Pemilihan (KP), Kongres Pemilihan Ketua Umum Asprov PSSI yang baru memasuki tahap pemeriksaan kelengkapan administrasi persyaratan dan memutuskan tiga calon yakni Nyoman Graha Wicaksana, Gede Gepeng Subrata, serta Putu Ngurah Ardika tidak lolos administrasi. Ia menilai, putusan KP
BPM/ist
JUARA — Para juara di ajang Ganesha Cup V/2017 dari perguruan silat PSPS Bakti Negara, Kelatnas Perisai Diri (PD), serta Satria Muda Indonesia (SMI).
Singaraja (Bali Post)Pesilat dari perguruan PSPS Bakti Negara Bali sukses memboyong Piala Ganesha V/2017, setelah keluar sebagai juara umum dalam Kejuaraan Pencak Silat Remaja antarperguran se-Bali, memperebutkan Ganesha cup V/2017 di GOR FOK Kampus Undiksha, Jineng Dalem, Singaraja, 17-18 Maret. Kejuaraan mempertandingkan 14 kelas dan PSPS Bakti Negara mendulang sembilan emas, tiga perak dan dua perunggu. Disusul juara umum II Kelatnas Perisai Diri, serta juara umum III Satria Muda Indonesia (SMI). Kejuaraan ini melibatkan perguruan seperti Bakti Negara, Perisai Diri, Satria Muda Indonesia, serta Kertha Wisesa. PSPS Bakti Negara selaku juara umum, pesilatnya juga menyandang predikat pesilat terbaik, yakni I Komang juniarta dan Putu Eka Wandayani. Event ini diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). (022)
tidak mendapat bantahan maupun keberatan bagi ketiga kandidat. ‘’Kalau mereka keberatan pasti mengadu ke Komite Banding (KB). Kenyatannya sampai sekarang belum ada bantahan,’’ ucapnya. Karena itu, proses berikutnya tetap dilanjutkan dan para kandidat baik ketua umum, wakil ketua umum, maupun anggota executve committee (exco), diberi kesempatan menyampaikan visi dan misinya pada 1 April nanti. ‘’Tiap kandidat kami berikan durasi lima menit, guna menyampaikan visi dan misinya,’’ terang dia. (022)
14 Pemain U-16 Bali Ikuti Seleksi di Yogya Denpasar (Bali Post)Tercatat 14 pesepak bola asal Bali mengikuti seleksi nasional di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, 1718 Maret. Mereka dipantau langsung pelatih timnas U-16 Fachri Husaini dan bagi yang dinyatakan ditelepon, akan dihubungi pet telepon kepada masing-masing pemain. Pelatih Dede Mahatma Darma yang dikontak, Sabtu (18/3) kemarin menyatakan ke-14 pemain asal Bali telah mengerahkan kemampuan terbaiknya selama seleksi. Dede sendiri mengakui, animo
pemain Bali U-16 untuk masuk timnas tergolong sangat tinggi. Terbukti pada seleksi di Lapangan Kompyang Sujana, setidaknya 232 pemain mengikuti seleksi. Hanya mereka yang dianggap layak lolos untuk seleksi Regional Bali 11 pemain, ditambah tiga pemain yang sudah mendahului ikut seleksi nasional. Untuk seleksi berikutnya, diadakan di Jakata, pada 23 Maret. ’’Beberapa provinsi ada yang mengirimkan pemainnya, guna mengikuti seleknas U-16 di Ibu Kota,’’ ungkap Dede. (022)
Mitra Devata Tundukkan Nusa Jaya Mangupura (Bali Post)Kesebelasan Legend Mitra Devata sukses menundukkan lawannya Nusa Jaya, Nusa Dua dengan skor 4-1 pada uji coba di Lapangan Penataran Agung Kedonganan, Badung, Sabtu (18/3) kemarin. Keempat gol kemenangan Mitra Devata hasil bidikan Made Pasek Alit, Nyoman Rafik Armawan dan Made Mutram. Dalam laga, kemarin, Mitar Deata diperkuat Billy Tjong, pemain PSSI era 1990-an. Sebelumnya, Mitra devata juga mengalahkan Porkan Penyarikan Nusa Dua, dengan skor 5-1, dalama latih tanding, di Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran, Jumat (17/3). Dalam laga yang dipimpin wasit Nyoman Nesa, kelima gol kemenangan Mitra Devata hasil
bidikan Komang Mariawan (2 gol), serta satu gol masing-masing dilesakkan Wayan Kartadnya, Nyoman Rafik Armawan, serta Purwanto. Koordinator Purwanto Iman Santoso, menyatakan, uji coba menggunakan sistem 3 x 30 menit, dan babak pertama, permainan kedua tim berimbang. Akan tetapi, serangan yang dilancarkan Mitra Devata lebih rancak, hingga menyulitkan benteng pertahanan Porkan. Sebaliknya, Porkan bermaterikan pemain usia 20 tahun, ditopang sederet pemain senior, serangannya sering dipatahkan lini belakang Mitra Devata. Namun, setidaknya tercatat tiga peluang emas, mampu diselamatkan kiper Porkan yang bermain cemerlang di bawah mistar.
Pada 30 menit kedua, Porkan tampil trengginas. Mereka mencoba mengimbangi Mitra Devata, hingga mampu menyamakan kedudukan 1-1. Gol balasan Porkan berawal dari Nengah Repot Sulendra yang salah oper, dan mampu diserobot pemain Porkan, hingga mampu menjebol gang Mitra Devata. Sayangnya, gocekan Kartdanya yang mengarah ke gawang, lagi-lagi mampu diselamatkan kiper Porkan. Akan tetapi, pada 30 menit ketiga lagi-lagi Mitra Devata mendominasi pertandingan hingga unggul mutlak. Mitra Devata sempat mendapatkan penalti, setelah Nyoman Rafik Armawan yang lepas dari kawalan pemain Porkan dijatuhkan pemain belakang di petak keramat. (022)
BPM/ist
SELEKNAS U-16 — Para pemain asal Bali yang mengikuti seleksi nasional U-16, bersama pelatih Fachri Husaini di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.
Piala Mendagri
Karateka Bali Dipercaya Bela PB Lemkari
BPM/ist
PIALA MENDAGRI — Para karateka Lemkari Bali yang dipercaya mengusung bendera PB Lemkari di ajang Kejurnas Piala Mendagri di Bandarlampung, 24-26 Maret. Mereka dilepas Ketua Umum Pengprov Lemkari Bali Wayan Geredeg, di Denpasar, Sabtu (18/3) kemarin.
Denpasar (Bali Post)Karateka Bali yang keluar sebagai juara umum dalam Kejurnas Lemkari Terbuka memperebutkan Piala I Gusti Ngurah Rai di GOR Lila Bhuana, baru-baru ini, diperaya mengibarkan bendera PB Lemkari pada kejurnas Piala Mendagri di Bandarlampung, Lampung, 24-26 Maret. Rombongan karateka Lemkari Bali berkekuatan 19 atlet, didampingi Omi Anggreni, Ni Putu Ayu Novitasari, serta Gede Putu Kertiyasa. Acara pelepasan dilakukan Ketua Umum Pengprov Lemkari Bali Wayan Ge-
redeg, didampingi Ketua Harian AA Nanik Suryani, serta Bendahara Ketut Ariana di Denpasar, Sabtu (18/3) kemarin. Dalam amanatnya, Geredeg mengingatkan kepada karateka Lemkari Bali agar bertarung sportif dan menjunjung tinggi fair-play. Selain itu, Geredeg juga berharap karateka Lemkari Bali supaya mampu menunjukkan prestasi gemilang, dengan menyabet emas pada Kejurnas Piala Mendagri. Sementara Sekum Pengprov Lemkari Bali Made Yudana menambahkan, pasca menjuarai Kejurnas Lemkari
Terbuka Piala I Gusti Ngurah Rai, para karateka tetap menjalani latihan di dojonya masing-masing. ‘’Kami akui Piala Mendagri ajang bergengsi pesertanya seluruh perguruan karate. Namun, kami percaya anak-anak mampu berkiprah dan memberikan kado terbaik bagi Lemkari,’’ katanya. Kontingen karateka Lemkari Bali berjumlah 19 atlet, bertolak naik pesawat ke Jakarta, kemarin. Selanjutnya, mereka naik bus menuju Bandarlampung. Setibanya di Lampung, mereka kembali digembleng Binpres PB Lem-
kari, mulai Minggu (19/3) ini. ‘’Jadi, sebelum mereka berlaga, masih harus menjalani penempaan latihan yang dilakukan pelatih dari PB Lemkari,’’ tutur Made Yudana. Tim PB Lemkari total berkekuatan 29 karateka, terdiri atas 19 karateka Lemkari Bali, ditambah Sembilan karateka yang berjaya di ajang Kejurnas Lemkari Terbuka Piala I Gusti Ngurah Rai. Mereka berasal dari jatim, Sulsel, Maluku, dan Sumut. ‘’Para karateka dari luar Bali ini, mereka langsung berangkat sendiri menuju Bandarlampung,’’ ujar Yudana. (022)
LAGA
12
Minggu Pon, 19 Maret 2017
Kontroversi ”Sirip Hiu” di F1 London – Regulasi baru untuk musim F1 2017 mengundang decak kagum dalam hal penampilan mobil. Tapi hal tersebut tidak lolos dari kontroversi mengenai kemunculan komponen sirip hiu dan sayap-T.
BPM/rtr
LEWAT - Pemain Chicago Bulls, Nikola Mirotic mencoba melewati forward Washinton Wizards Jason Smith saat keduanya bertemu di ajang kompetisi NBA, Sabtu (18/3) kemarin.
Tanpa Wade, Bulls Ditaklukkan Wizards
Washington – Washington Wizards berhasil menundukkan lawannya Chicago Bulls dengan skor 112-107 dalam lanjutan musim reguler NBA 2016/2017. Hasil ini membuat posisi Wizards berada di peringkat ketiga klasemen sementara Wilayah Timur. Bermain di Verizon Center, Washington D.C. pada Sabtu (18/3) kemarin John Wall mencetak double-double dengan 14 poin dan 20 assist. Sementara Bradley Beal menambah 24 poin untuk kemenangan timnya. Bulls tampil tanpa Dwayne Wade yang mengalami cedera siku. Akibat cedera itu, ia harus absen di sisa musim reguler dan inilah laga pertama Bulls setelah ia cedera. Wizards pegang kendali permainan dan bahkan sempat memimpin 59-40 di akhir paruh pertama pertandingan tersebut. Tapi Bulls mencoba bangkit di paruh berikutnya. Di akhir kuarter ketiga Bulls memang masih keting-
galan 72-84, tapi di kuarter terakhir selisih itu terpangkas jadi setengah bola saja, menyusul tembakan tiga angka Jimmy Butler dengan 39 menit sisa, pada skor 107-108. Meski demikian, Wizards pada berhasil mengamankan kemenangan. Diawali dengan dua tembakan bebas Otto Porter Jr. yang dilanjutkan dengan sepasang free throw John Wall saat waktu tersisa sedetik lagi. Atas kemenangan ini, Wizards berhasil memutus dua kekalahan beruntun. Hasil tersebut juga merupakan kemenangan ke-21 dalam 25 laga terakhir. Alhasil Wizard kini berada di peringkat ketiga klasemen sementara Wilayah Timur (42-26). Mereka menjauh dari kejaran Toronto Raptors (40-29) dan mulai mendekati Boston Celtics (44-25). Sementara kekalahan ini membuat Chicago Bulls susah melangkah ke babak play-off. Tim asuhan Fred Hoiberg itu kini tertahan di posisi 10 klase-
men Wilayah Timur dengan rekor (32-37). Di laga lain, Miami Heat berhasil meraih kemenangan atas lawannya Minnesota Timberwolves dengan skor 123-105. Hasil ini merupakan kemenangan keenam kalinya di partai kandang bagi Heat dalam satu bulan ini. Hassan Whiteside menjadi pendulang angka terbanyak dengan 23 poin, 14 rebound dan satu assist. Sementara Tyler Johnson mencetak 23 angka, dua rebound dan tiga assist. “Ini merupakan tim yang sama sekali berbeda, karena ada antusiasme dan semangat yang mengalir di tim ini. Saya pikir itu bagus,” kata pelatih dari Heat, Erik Spoelstra. Whiteside yang mendulang poin paling banyak mengaku ada rasa lapar dalam diri setiap pemain. Hal itu ditunjukkan pada pertandingan melawan Minnesota Timberwolves. “Semua orang terlihat sangat lapar,” tambah Whiteside. (kmb33/rtr)
Suzuki Alami Penurunan Performa
Hamammatsu – Bos Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio mengakui bahwa performa motornya mengalami penurunan di akhir uji coba pramusim MotoGP. Bahkan kedua pembalapnya harus gagal masuk ke posisi lima besar di akhir tes. Namun, Brivio mengakui bahwa performa motornya jauh lebih baik saat menjalani uji coba pascamusim yang digelar di Valencia pada November 2016. Sadar jika performa motornya mengalami penrunan, Brivio meminta timnya untuk bekerja keras. Brivio berharap GSX-RR –nama motor utama Suzuki– bisa tampil maksimal di MotoGP 2017. Sehingga mampu membawa salah satu pembalapnya menjuarai kompetisi balapan motor paling bergengsi di dunia tersebut. “Kami membuat awal yang sangat baik di Valencia pada November lalu. Kami mulai melemah jelang musim dingin ini. Kami perlu menganalisa data dengan hati-hati dan memahami dampak yang terjadi dengan perubahan yang dilakukan,” ujar Brivio, Sabtu (18/3) kemarin. “Seperti yang pernah saya katakan, balapan akan berjalan dengan banyak perubahan. Kami akan segera mendapatkan ide untuk meningkatkan kecepatan pada motor kami jelang balapan dimulai,” imbuhnya. Musim 2017, Suzuki akan menggandeng dua pembalap anyarnya, yakni Andrea Iannone dan Alex Rins. Brivio berharap kedua pembalap akan segera beradaptasi untuk tampil memukau di MotoGP 2017. (kmb33/rtr)
Alex Rins
Regulasi baru selalu menarik perhatian fans dan pengamat F1, terutama untuk musim 2017: ban dan bodi mobil yang semakin lebar, sayap belakang yang semakin rendah, tambahan downforce yang dihasilkan, dan efeknya, catatan waktu yang semakin cepat. Tapi hampir di setiap perubahan regulasi, maka akan datang pula sebuah celah yang akan dimanfaatkan oleh tim-tim untuk membuat desain yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh para regulator. Hal tersebut berujung pada beberapa komponen kontroversial seperti sirip hiu dan sayap-T. Tapi yang menjadi pertanyaan, mengapa tibatiba dua komponen tersebut bisa muncul di musim 2017. Sirip hiu bukan lah komponen yang asing di mata fans dan pengamat F1. Sering digunakan oleh tim-tim F1 pada musim 2008 hingga 2010, komponen tersebut menjadi elemen yang terintegrasi dengan F-duct. Desain sirip hiu mulai meluas pada musim 2008, karena alasan yang sama seperti di
musim 2017 yaitu untuk mengoptimalkan interaksi dengan komponen sayap belakang yang kini memiliki tinggi 800 milimeter ketimbang 950 milimeter. Karena turbulensi udara yang dihasilkan oleh komponen sayap dan suspensi depan, sirip hiu akan membantu menstabilkan aliran udara yang akan diterima oleh sayap belakang. Dengan ban yang bertambah lebar, turbulensi udara yang dihasilkan juga semakin besar. Hal tersebut semakin menekankan pentingnya peran sirip hiu di F1 2017. Sirip hiu juga menjadi pilihan tim-tim, mengingat komponen ini juga akan membantu tambahan downforce dan mengurangi hambatan udara saat melakukan tikungan memanfaatkan gaya lateral yang dihasilkan oleh sirip hiu. Dalam analisis Pirelli, pemasok tunggal ban F1, penambahan kecepatan sekitar dua detik berasal dari ban mereka yang 25 perseb lebih lebar dan sisanya (2-3 detik) berasal dari paket aerodinamika baru. Dari penjelasan ini saja
bisa dibayangkan betapa pentingnya fungsi shark fin pada musim ini. Sirip hiu bakal sangat dirasakan oleh para pebalap saat menikung, terutama di tikungan cepat. Mobil mereka dipastikan lebih stabil dan mereka pun bisa menyerang di tikungan dengan kecepatan maksimal. Mereka juga sudah bersiap dengan hantaman G-Force yang lebih dahsyat di musim ini, akibat dari menikung cepat tersebut. Beberapa pebalap sudah memamerkan latihan keras mereka lewat akun-akun media sosial masing-masing. “Ini adalah latihan terberat yang pernah saya lakukan menjelang musim baru bergulir. Biasanya latihan 50 menit, sekarang 1,5-2 jam adalah keharusan,” ujar Carlos Sainz Jr, pebalap tim Toro Rosso, Sabtu (18/3) kemarin. Empat tim pertama yang sudah memperkenalkan mobil perang mereka untuk musim ini yakni Sauber, Williams, Renault, dan Force India dengan jelas memperlihatkan keberadaan sirip hiu tersebut. Sirip ini terletak di bagian atas engine cover (penutup
mesin). Namun desain ini tidak lepas dari kontroversi. Tim principal Red Bull, Christian Horner berpendapat untuk melarang penggunaan sirip hiu, pasalnya hal tersebut akan menutup nama sponsor yang melekat pada sayap mobil mereka. “Sirip hiu telah didiskusikan secara startegis untuk kelompok. Namun tidak semua tim dapat menempatkan semua sponsor di atas mobil mereka. Itu sebabnya mereka menentang penggunaan sirip tersebut,” terang Horner. “Kami sudah menyampaikan ini ketika pertemuan strategis Formula 1 di akhir musim lalu. Kami merasa penambahan sirip ini tidak lagi diperlukan, karena tidak ada peningkatan performa yang cukup signifikan,” tambah Horner. Lebih lanjut Horner berharap regulasi pemakaian sirip ini bisa dihentikan pada musim 2018 nanti. Ia mengatakan, penggunaan sirip hiu ini sangat mengurangi keindahan dari mobil baru F1 musim 2017 ini. “Kita tidak seharusnya menghiraukan aspek estetika dari mobil F1. Tapi apa boleh buat, peraturan sudah ditentukan dan kita harus segera bekerja,” tutup Horner. (kmb33/rtr/ap)
HIU - Desain sayap hiu yang terdapat di salah satu mobil F1 musim depan.
BPM/ap
Indian Wells
Duel Kuznetsova Vs Vesnina
BPM/rtr
Indian Wells – Dua petenis Rusia, Svetlana Kuznetsova dan Elena Vesnina akan berhadapan di final putri Indian Wells setelah menyisihkan lawannya masing-masing di semifinal. Kuznetsova yang unggulan delapan harus melewati duel sengit dengan petenis unggulan tiga asal Republik Ceko, Karolina Pliskova sebelum akhirnya memetik kemenangan 7-6(5) dan 7-6(2), Sabtu (18/3) kemarin. Di final ia akan berhadapan dengan unggulan 14 Vesnina yang melaju ke partai puncak setelah menang 6-3 dan 6-4 atas petenis Prancis Kristina Mladenovic. Pencapaian tersebut melanjutkan kiprah posisif
Vesnina yang di turnamen ini sudah menyingkirkan petenis-petenis putri top macam Angelique Kerber di babak keempat dan Venus Williams di perempatfinal. Untuk Kuznetsova, ini merupakan final ketiganya di Indian Wells setelah dua kali jadi runner-up di 2007 dan 2008. Sementara buat Vesnina, ini adalah final pertamanya di turnamen tersebut. Musim lalu final putri turnamen ini menghadirkan duel Victoria Azarenka versus Serena Williams. Tahun ini Serena absen karena cedera lutut, sementara Azarenka masih absen setelah menjalani proses persalinan akhir tahun 2016. (kmb33/rtr)
Svetlana Kuznetsova
BPM/rtr
Sastra
Redité Pon, 19 Maret 2017
13
I Kaki Dengkil
Wyagrabrata IRIKA ring bangket Désa Renoné sané masisa awilangan sukat, I Kaganila, I Goak Selem, masandekan sesampuné araina nglanglang bhuwana ngrereh tatedaan sambilanga malilacita mitehin langit. Minab santukan sampun telas taru puléné mabah. Goaké punika pabaliha kantos wengi, kantos lipya raris masaré ring kubonné réod. Semengané sampun rauh mangkin. I Kaki Dengkil enten sidap-sidap sesampun muané kliab-klieb sapuha antuk cayan Sang Hyang Bhaskara. Raris, irgamayang I Lutung kelikkelik matané mabalih bulan. Asapunika naler Ipun kelik-kelik paningalané ngaksi caya suryané remrem semengané puniki. Sesampuné kilang-kileng sakadi mangmung manahné, I Kaki Dengkil raris mamargi alonalon nuut pundukan nuju marginé agung. Nganginang Ipun mamargi sambilanga anggutanggut naanang kiap. Rauh ring Pasisi Padang Galak, Ipun malebleban ring pasihé. Seger rasaanga awakné sesampuné punika. Ring bongkol taru ketapangé, I Kaki Dengkil negak masayuban. Kapal keruké sané rihiné nganceng ring tengah pasihé mangkin sampun nénten kanten malih. “Ané ada, jani tusing ada, ané tusing ada, jani ada. Buin mani poan ané ada jani lakar tusing ada, buin mani poan ané tusing ada lakar ada.” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan. Mabet sakadi Ida Sang Kawi Wiku kenjekan kelangen ngayunang kasujatian. Sakadi pangawiné nempa basa polih pawisik indik kasuksman sarwi cihna. Angob I Kaki Dengkil ngamanahang indiké punika, indik sané wénten tur sané nénten wénten. Marasa polih pawisik sakadi punika, galang apadang rasaanga manahné. Masarengan ring punika, Ipun mamarna Kawi Wikuné sané kabaos ngumbara mamargi nyeliksik gumi. Mamargi nglintangin alas pingit, munggah abing tuun pangkung. Nuut tukad, nglintangin aungan. Nuut pasisi, ngaksi bias pasihé katibén ombak. Sesampuné punika, I Kaki Dengkil sahasa ngadébras bangun ngraris mamargi nganginang nuut pasisi. Minab mangkin Ipun marasa déwékné sampun dados Maha Kawiswara sané ngamargiang sidhayatra ngruruh kalanguan. Saking languné raris medal kriacipta indik kasuksman uripé, kasuksman jagaté. Saking Padang Galak, raris lintangina Pasisi Ketéwélé. Sesampuné punika Pasisi Purnama, Sabha, Mascéti, tur Lebih. Sadurung rauh ring Pasisi Lebih, I Kaki Dengkil iseng-iseng mamargi ngalérang. Sesampuné rauh ring genahé sané tujona, Ipun makesiab kabinawa. Santukan irika panggihina makéh buroné kapiara. Saking buroné pinih alit kantos sané pinih ageng. Suku kalih muah suku patpat. Sekancan buroné sané kacaritayang parindikan solahné ring Kidung Ni Dyah Tantriné panggihina irika. I Tuma sapunapi? Sinah jagi nénten panggihina antuk Ipun irika. Sawiréh I Tuma uripné wantah ring pamereman Sang Prabu Eswaryadala. Sekancan buroné sané wénten irika iwasina antuk I Kaki Dengkil. “Sekancan solah buroné, sujatiné solah manusané jua.” Malih medal baosné asapunika sakadi manganyumekenang Ipun sané mangkin sampun marasa dados pangawi. Inggih, kanggéang dumun sawates dados pangawi, sampunang dumun baosanga ipun maparagayan Sang Kawi Wiku. Masan anaké ngranjing ring genah buroné kapiara akéh irika naur kercis, I Kaki Dengkil nénten wénten sané ngrengeang. Sapunapi Ipun maya-maya? Nénten wénten sané manggihin? Utawi santukan ipun kasengguh jatma buduh? Kantos padalema nidongbaang mrika mabalih buron. Wantah maya-maya, minab té nénten asapunika kawéntenan I Kaki Dengkilé. Wantah pitananga jatma buduh, puniki sané patut minab. Ring kerangkéngé ageng, I Kaki Dengkil manggihin I Macan sané kasub buron kalintang prekasa. Kalintang jaya wantah manggihin borosan jagi tedana. Daweg manggihin macané punika, I Kaki Dengkil éling ring kecap sastrané sané ngunggahang baos Wyagabrata. Kocap kasuksemannyané, Sang Angawarat mangda masolah sakadi Sang Wyaga utawi Sang Macan. Nénten madrué solah keda-keda. Wantah sampun sumeken marasa patut mangda ngamargiang kapatutané punika. Nanging, wantah sané jagi kakardi jagi iwang, mangda sampunang kamargiang. Mangda sampunang ugi mamutusang wantah kantun mingmang. Sambilanga bengong kalangen ngaksi solah I Wyagrané makerangkéng punika, I Kaki Dengkil matakénb ring manah. “Apa jani nu ada Sang Angawarat ngamargiang Wyagrabrata? Sinah tusing. Apa makada? Suba tidong baanga ngwangun ditu, jag suba mamaksaang déwék ngwangun. Jani mara tusing baanga nganggo wewangunané ento, laut goar-goar mahpah timpal!” Asapunika I Kaki Dengkil rawat-rawat kapiragi masesimbingan. Sapusira simbingina? Nénten wénten sané uning.
(Jelantik)
Juragan Kontrak I Madé Suarsa K U M A N T O S telas antuk Ipun soréné punika nyliksik margi ageng nyeleng, nyluksuk rurung alit nglilit Kota Dénpasar, nanging asiki ko I Gdé Buyar nénten manggihin dagang. Wantah méja kursi réot katon Ipun saling tumpuk tunggang-tungging jumplang-jumpling pajulimpang nyigsigin bibih margi, nyugsugin lengkung rurung. “Ndas liak apa. Dagang bakso matutup. Dagang martabak dija kadén. Teked ka dagang godoh alih sing ada. Gumi bebedag kéné.” I Gdé Buyar ngrumuk mapangsegan ring batarané. Bapanné éncol nyambat sara saking ambéné sinambi ngeros-ngerosin kopi pait makilit maimbuh kacang kulit. “Kénkén to Gdé. Dadi sandikala nemah misuh?” “Sing maan meli apa. Suung sepi guminé.” “Pidan Bapa suba melid, tlajakan padiwangan da kontrakanga. Gaé warung malajah madagang, Gdé mamengkeng. Suba jani makontrak, jlema dauh tukad payu lais mada-
gang, benya lemah-peteng mablanja di warung tlajakan benya padidi. Sing soléh to?” Yan dadoské kelés, méh lawas sampun tastas cadik Pan BuyarMén Buyar nglemekin pianaknyané, nglemekin truna-truniné mangda ten banget ngandelang wong dauh tukad negul pikamkam kahuripané saraina-raina. Sampun ketah krama Bali lanang-istri, alit-lingsir bingung paling kadi lindung uyahin, yén nyama Jawa ketog sémprong mulih nuju nyanggra Lebaran. “Saja Beli. Tondén ngenyitin kompor dagang godohé, nyama gelahé suba liu ngantré. Tegarang nyama Bali ngadep godoh, salingké ada nyama melinin, kadirasa buyung tusing ada magriungan. Kudiang to?” “Ipidan tusing ja ada dagang kénékéto, idup ja baan déwéké. Cerikceriké jani mula manying. Bedik-bedik meli, bedik-bedik meli. Kaplak jani liu ngemel pipis, dagang sing ada, mara paling cacingané.” “Kenyel tiang ngorahin cerik-cer-
iké. Baas, ketan, kladi, ubi, kaséla, nyuh, gula, ada makejang, dadi sing nyak malajah ngaé dedaaran cara Bali. Sumping, timus, bantal, pasung, cerorot, giling-giling, lempog, klepon, laklak amat jaené.” Boya I Gdé Buyar kémanten blingsatan, katah timpal-timpalnyané pateh sakadi punika. Ten oneng ngaryanin, ten seneng mapléngkasan, senengé di madaar kémanten, ulah-aluh. Sedek kadi punika kahanannyané, I Wayan Mudita pinaka Kelihan Sekaa Truna marerembugan sareng panglingsiré, ngindikang sapunapi antuk midabdabin bénjang pungkuran kramané mangda nénten banget ngandelang dakin liman wong dauh tukad. “Jengah tiang Pa. Makejang timpalé dadi juragan, kéwala juragan kontrak. Tlajakan kontrakang.Teba kontrakang. Tegal kontrakang. Teked ka pangkung duga baana ngontrakang. Buin pidan méh tegak umahné kontrakanga.” “Nah, bantas ngontrakang, tusing kanti ngadep, suba luung adané.” “Nu luungan yan nyak mautsaha padidi, bandingan tekén ngontrakang.” “Beneh pesan to Ning. Cening jani ngelah tugasé, mapainget tekén timpal-timpalé tuna pangweruh, kénkén panadin Gumi Baliné yan nu buka kéné truna-truniné ngaba papineh.” Mrika-mriki lemah peteng Wayan Mudita marerembugan sareng timpaltimpal para daha truna-truni mangda ngawit malajah ningkahang awak, sakadi pawuwus panglingsiré nguni, karang awaké tandurin, migunayang gelah padidi, dulurin antuk kaweruhan. Sampunang iju-iju gelis payu, ngelah prajani kadi nyegut tabia, l a l a h p ra ja ni. Ka t a h t runa - t runi kresep painget Wayan Mudita, katah taler ten trima, salah sinunggil I Gdé Buyar, wastu durus magerengan sareng Wayan Mudita. “Pidan ada oar-oar sing dadi ngadep tanah, kontrakang dogén. Suba makejang kontrakang, masé pelih.” “Sing pelih, kéwala sing beneh!” “Benehné?” “Suud dadi juragan kontrak!” “Dadi apa?” “Juragan. Malajah madagang!” “Ada nak mablanja?” “Ada. Da mael, da judes!” Dados pakrimik drika-driki, dados ucapan ring pajongkokan, dagang-dagang wed Bali judes, komel, gombranggambring, ten nyang masuah, napi malih masugi, nyeb anaké ngaton, wastu wangdé anaké matumbasan. Napi malih nuju Kajeng Kliwon, Budha Cemeng, Anggara Kasih, Tumpek, Purnama, Tilem, bilih-bilih nepék rerainan gumi Galungan, Kuningan, Nyepi, sebeng dagangé ten dados amah cicing, saklek tan kodag-kodag, mamedih mamisuh yén tawahin. Doh kalah sareng dagang-dagang dauh tukad, bersih, rapi, épéh wastu seneng kadaut anaké matumbasan. “Kénkén anaké jegég masang bubu teka uli peken. Ha ha ha….” Pan Mudita nyambat sara tur ngedékin somah munjuh, mua ucem kadi bungan pucuké kuca sapawalinnyané saking pasar matumbasan anggén marebu Sugihan. “Maran-marané lais maseluk, ping telu ping pat nawah busung, sing masaut. Kadéna sing jlema mamunyi? Mauled basangé.” “Wih, wih, wih, negak, negak malu,
-0-
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Brahmana Brahman
Pengit
Olih : I K. Satria, S.Ag
PARA brahmanané saking dumun sampun ngamargiang saluiring sapolah-palihing dados brahmana sujati. Minakadinipun sekancaning tapa brata miwah sahananing swadharma maraga brahmana, yoga miwah yadnya taler sané tiosan. Sakémaon sané pinaka cihna brahmana sujati wantah sané sampun cumpu ring pamargin kahuripan sané manut ring daging kautaman Catur Wédané. Irika raris kaunggahang, brahmana mangda cumpu ring kawéntenan Brahman sané mautama. Pamargi nuju genah Brahman yukti sukil pisan, punika mangda prasida nguningin indik kautaman daging-daging wédané, uning ring sapolah-palihing yadnya miwah teleb ngamargiang tapa brata. Brahmana sujati sampun luput ring sekancaning pikayunan dwapara sané pacang ngicalang kasujanané. Nénten malih prasida kasusupin olih karma sané nénten patut ring jagaté. Ida wantah prasida ngayunin sané nénten kapikayunin, taler nyenengin sané nénten prasida nyenengin. Ngawiwenangang sami sané nénten sida kawenangang miwah prasida nglédangin sami sané nénten nglédangin. Wantah antuk tapa miwah brata taler kaweruhan sané mautama sané ngawinang jadmané prasida kabaos jadma sané mautama taler wicaksana. Wantah sampun kabaosang, kapatutan punika sané kabaosang utama wicaksana sampun putus ring angga sariranidané. Ida nénten malih maosang kama, arta brana, miwah sané siosan sané ngawinang karumaketan ring angga sarira. Sang sané sampun teleb ngeret indria, teleb malajahin wéda wantah sang sané sampun madué kautaman pikayunan sané nyujur kahuripan brahmana utama. Pamuputnyané wantah pacang sida molihang genah sané pinih utama ring jagaté, sané kabaosang brahmana jati. Tapa miwah brata wantah pinaka sunar sané ngawinang galang ring pikayunan saha sarirané setata sayaga ngamargiang swadharma. Teja sané wénten ring angga sarira pacang dados teja sané mautama sajeroning sunar ring sekancaning mauripé. Sajeroning kayika wantah sampun prasida nyihnayang kautaman urip sané paripurna. Punika wantah sangkaning kaweruhan pinaka sunar sané mautama sané ngwetuang galang ring sarira. Yéning nénten ngelarang brata, pangaptiné nénten pacang mapikolih. Pamargin bratané punika kautamayang sajeroning nyujur kautaman punika. Sang sané sampun teleb tur uning ring padéwékan wantah sané kabaosang sampun mautsaha nuju tapa bratané punika. Sané kabaosang sampun putus tur madué kapradnyanan, wantah sané sampun madué
tegtegang bayuné! Nyén, nyén to kéto nyén…?” “To kapatutan Beliné, Mongkég. Aéng judesné, jelé goba jelé ati. Ipah padidi matawahan, duga baana sing matolihan. Kadéna kal ngidih? kadéna sing ngaba pipis ka peken? Sing ia inget, mawinan ia nyidaang madagang, nyén ngemang nyilih modaaaal…?” “Suba tawang jlema judes, demen masé kema mablanja. Kuangan dagang di peken?” “Bes ipah san madagang, makita masé melinin. Yan kéné unduké, aidupan tiang sing lakar mablanja sik iané.” “Nah da kéto. Jelé, melah, nyén orahanga ngelah ipahé, masih ja Iluh.” Malih asiki selip pidabdab dagang Bali, seneng gedé bontok. Ulat polih nyaet nglentu bati gedé, nanging apisan, kapok anaké matumbasan. Bandingang ring dagang-dagang dauh tukad, cenik lantang. Kanggéang ipun akidik-akidik ngrereh bati, kasuénsuén dados akéh, ajeg kantos kawekas laku lampah saparipolah. Paripolah madolan nyama Baliné puniki patut uahin. Mangda ngawit bersih, resik bantas matangkuluk, malajah épéh ajér. Wusan komel, judes, saklek, gombrang-gambring kadi memedi. Kanggéang pabedikin ngrereh bati, nanging nglantur tan tadah galah. Galah tan dados pah, pah taru bah, bah metu benyah, benyah mategar pangkah, pangkah antuk punyah, punyah mapuara kalah, kalah ring selah, selah sampun punah, punah pamuput pongah. “Pongah ja Cang mai Mbok.” Mongkég masigsigan ring arep Mén Mudita. “Men kénkén?” “Lacur Mbok. Bati samplah, kamulan telah.” “Uli pidan Beli suba melid. Da judes-judes madagang.” Pan Mudita gelis nyelag nyangkuak. Mongkég nguntul kadi siap matatu di boong. “Beneh to munyin Belin Luhé. Men jani kénkén keneh Luhé. “Mbok ja silihin Cang modal jani.” “Pokok pidan sing uliang Luh ndén?” “Yan sing Mbok olas, mati makenta Cang ajak somah, ajak panak-panak Cangé.” “Yan kéné caran Luhé madagang, bin pang kuda bang modal, jeg telah dogén.” “Nah Beli ja jani ngemaang benya nyilih modal.” “Yan saja seken keneh Luhé buin madagang di Peken Payuké, nah Mbok ja buin ngemaang Luh modal. Kéwala salinin tingkahé madagang. Da judes saklek kéto. Masak kalahang anak Jawa madagang di gumin benya padidi.” “To padingehang. Dija Luh ngalih ipah luungan tekén amoné? Cenik lantangé alih. Bedik maan bati, liu barangé payu, masé ya liu dadiné. Bandingang gedé bawak, liu maan bati acepok kletok, bakal gena? Basang panaké dadi acepok baang madaar saidupan?” “Nah Beli, Mbok. Jani Cang mablanja ka Kargo ka Mambal, bin mani pang ada adep di Peken Payuk.” Sépanan Mongkég malaib nyemak kampil, slimputan, laut napetang déwék mulisah ring bucun batarané kisah-kisah.
wekas ring kawéntenan uripé. Sang wicaksana sampun tatas ring makasami sané wénten paiketannyané sareng sekancan kahuripan, asapunapi pangembasnyané, maurip tur salanturnyané mawali budal. Taler sampun tatas ring uger-uger kahuripan sekala sané pinaka lantaran nuju sunya. Ida nénten malih ngayunin, taler nénten malih nyaratang sekancaning sané patut saratang, punika mawinan kahuripan sang wicaksana widagda pacang molihang panunggalan. Sang sané sampun tatas uning ring kawéntenan Pradhanané sané kacihnayang ring jagate taler sang sampun nguningin indik kawéntenané punika wantah sampun kabaosang patut, lianan ring punika sampun puput indik mulat sarira saha menahin déwék wantah sané pacang molihang kautaman ring jagaté. Sang sané sampun sida nglémpasang kawéntenan rwabhinéda inggih punika dwapara sané sujati wénten, wantah sampun taler kabaosang pageh ngelarang tapa brata. Sané sakadi asapunika pacang molihang genah mautama nglintangin pangraksa suka kalawan duka. Sang sané sampun tatas tur putus ring angga sarira, prasida ninggal sekancaning kahuripan suka kalawan duka, kabaosang pageh. Sang sané wicaksana, pacang ninggalin sekancaning sané wénten ring jagaté sané mautsaha negul sekancan indria sané ngawinang méweh pacang molihang putus. Punika mawinan sang sané kabaosang utama wantah sampun prasida ngasorang pikayunan sakadi punika, saha nyujur kamahardikan ring pikayunan. Kama miwah kamomoan sujatiné nénten pisan prasida kekasorang, sakémaon olih sang maraga putus, sampun majanten putus utawi kekasorang sangkaning madué kapradnyanan indik tata cara miwah pamargi saking Catur Weda. Sekancan sané nénten patut pacang nututin pamargin kahuripan i manusa, sané méweh pisan kaicalang. Sekancaning sané wénten punika prasida kekasorang olih para brahmana sangkaning ida sampun mautsaha ngertiang déwék antuk kaweruhan sané mautama. Ri kala jiwatmané resik, pacang prasida nglintangin sekancaning sané ngawinang sebet tur peteng ring angga sarira. Sang brahmana sané mautama wantah madué kautaman nglintangin punika dwaning sampun tatas ring ksetrajna, inggih punika kautaman sané sujati sané ngawinang sami mauripé kawésa, ngawinang kautamané nincap ring angga sarira sang maraga brahmana utama. (Masambung)
Mula dasar suba pengit diapin tunu diastun goreng ya tetep pengit malajahang déwék apang miik nyilibang tingkah apang miik nanging tetep pengit wiréh suba macolek pamor KS. Wijaya
Gita Shanti Iraga salunglung adung pupul mapulung mawirama makidung sekar alit sekar agung kasautin paksi titiran lemuh ngatengkung ngroman ring carang camplung manggalané tan tuna nresnain kadi kribisan damuhé semengan ngetélin satia lascarya ngetisin sadia lasia nayuhin trepti shanti nyalantara panggihin I Ketut Aryawan Kenceng
Kruna
14
Ida Ayu Anom Purnamaningsih
Cerakén
Madasar Kawagedan
Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
puupu;du(m,
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
Pupuh Durma 21.ps(hgu*, Pasar Agung, knÓ)nßetjdumil;, kanten matéja dumilah, npimli;purb)ski;, napi malih Pura Besakih, rsmo\Ðihn/,
rasa maangkihan, hnÑ¡sÑ¡pen\mãr, andus dupané ngambara, m2pugåenÓosÐl\it/, malepug ngantos ka langit, nuhu(vtr, nuhur Bhatara, m\Ñt)dunßezÙcnin/. mangda tedun manywécanin. 22.sw;t)gl/,
YADIASTUN nénten wimuda malih, manut pikayunan Ida Ayu Anom Purnamaningsih boya piambeng jagi ngamargiang makudang-kudang pakaryan ring jaba utawi medal saking jero. Napi malih manut pikayunan Dayu Biang – asapunika dané ketah kasambat akéh ngamargiang pakaryan sané becik jaga mapikolih becik ring kahanan angga sarira, minakadi ring kesehatan pinaka paica utama Ida Hyang Paramakawi. Mawit saking wewidangan Gria sané ngamargiang sima tradisional, Anom Purwaningsih saking kantun alit sampun kajahin mangda setata telebi miwah sumakuta. Piteket punika setata kaélingang kantos mangkin risampuné dané maraga lingsir. “Tiang nyantenang pakaryan sané becik jaga mapikolih ring padéwékan taler krama siosan. Minab punika sané ngawinang tiang kantun seneng ngamargiang makudang-kudang pakaryan kantos mangkin,” baos dané. Kacunduk tatkala malajah panahan tradisional ring Taman Jepun ring wewidangan Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Anom Purnamaningsih seneng pisan nyarengin para pemanah sané kantun wimuda malajah. Dané nyatuayang sapunapi parikrama kahuripannyané saking dumun sané madaging antuk suka wiadin duka. Embas ring Gria Telabah, Denpasar 18 Desember 1952, Anom Purwaningsih alit ngranjing ring Sekolah Rakyat (SR) 13 Pemecutan, Denpasar.
Sawah tegal, mk)btÐdis;sh*, makebat kadi sahsahang, r&s)ln&bukitã¡kit/ ring selaning bukit-bukit, tukdßli\Ð)hn/, tukad malingkehan, kbnÑh)mæ)lnuæubk/,
kabanda empelan subak, m\Ñetoyen\)ecokin/,
mangda toyané ngecokin, crikÞnÓ)lg,
carik lan telaga,
Karasayang aget duaning tatkala punika dané prasida ngamolihang pendidikan yadiastun pinaka anak istri. Risampuné wusan masekolah ring SR 13 Pemecutan, sakadi sawitrandané, dané nglanturang masekolah ring SKKP Negeri Denpasar utawi SMP sakadi mangkin. Sakéwanten sané kaicén irika akéhan parikrama indik kawagedan keputrian minakadi makarya reratengan, nyait panganggé, ngrénda miwah sané siosan. Wusan ring SKKP Negeri dané nglanturang ring SKKA Negeri. Madasar antuk kawagedan sané kapolihang dumun, dané meled dados guru sané widangnyané mapaiketan ring kawagedan sané kaduénang. Ring warsa 1974, dané dados guru ring SMP Nasional miwah ring SKKA Negeri. Wénten kahanan sané ngawinang Anom Purwaningsih marasa sebet, duaning tatkala punika dané patut ngambil selah asiki saking kalih parindikan sané méweh pisan kaselehin. Tatkala punika selah dados guru negeri sané kaptiang dané ageng pisan, duaning tatakala punika wénten jatah jagi ngentosin guru sané jagi pensiun. “Wénten guru sané setata éling ring titiang miwah “dedikasi” tiang dados guru jagi pensiun tur jatahnyané jagi kaicén ring tiang. Sakéwanten tatkala punika wénten oknum pagawé dines sané nganikain mangda tiang naur jatah inucap. Rabin tiangé uning indiké punika tur nénten ngicénin ngambil jatah inucap napi malih méweh pisan tiang ngamolihang jinah akéh kadi asapunika. Pamuputné jatah inucap nénten ambil tiang sangkaning nénten wénten manah jagi naur,” asapunika dané ngélingang malih. Sangkaning patuduh rabinyané A.A. Anom Giri, dané nénten kayun naur utawi nyogok anggén ngrereh SK dados guru PNS. Kantun kaélingin olih Anom Purnamaningsih pabaos rabindané, oknum pejabat sané ngawigunayang tegak linggihnyané jagi nyugihang raga, majanten jagi molihang karmaphala sané nénten becik. Nénten sué saking indiké punika, wénten pejabat ring Kanwil Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali sané mabui sangkaning madaya corah. Eling ring kahanan miwah selah dados guru PNS sampun ical, Anom Purnamaningsih ngulengang manah sumeken malih makarya mangda prasida becik ngwangun kulawarga. Sangkaning kawagedan keputrian sané kapolihang ring SKKP Negeri Denpasar kanggén pakaryan siosan olih dané. Minakadi ngadol sulaman utawi ngadol banten sané sampun kamargiang saking kantun yowana kantos mangkin. Sios punika, dané taler ngulengang pikayunan dados guru ring SMP Nasional, Denpasar kantos pénsiun. (ast/was)
Isin Gumi
ptutÐp)nÑkæ\ci.
patut kapendak pangaci.
Gatra ”Penculikan Anak” Ngawi Krama Osah SAYAN akéhnyané gatra indik “penculikan anak” pungkuran puniki ngawinang krama marasa osah. Satios gatra ring TV, para rerama siswa utawi krama tiosan molihang pesan singkat (SMS) mapaiketan ring wéntennyané penculikan anak ring makudang-kudang genah. Indiké puniki banget ngawi krama was-was, pamekas sané madué anak alit ngranjing ring TK wiadin. Ring pesan berantai inucap, akéh nyihnayang genah kejadian minakadi ring ajeng sekolahan wiadin paumahan krama. Pesan inucap nguningayang wénten utsaha penculikan olih krama sané
nénten kauningin (tidak dikenal) antuk ngawigunayang bius miwah ajeng-ajengan. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wraspati, 16 Maret 2017 lintang. Nengah Sudiasa, Seririt Gatra indik penculikan sakadi puniki sampun saking dumun wénten. Nika mawinan ngarepin isu sakadi mangkin, iraga mangda tetep ngamargiang swagina wiadin pakaryan sakadi jatimula. Sakémahon, iraga patut yatna ring kah-
anansakadi mangkin. Indiké puniki patut kapikayunin saking sisi positif-nyané, pinaka rerama mangda setata urati ring pianak. Aji Bima, Banjar Tunas titiang majeng angganing kepolisian mangda sumeken nyelehin isu punika. Santukan sampun ngawinang para krama pamekas para rerama marasa osah. Napi malih alit-alit sané ngranjing doh saking umahnyané janten sampun marasa takut. Yéning mabukti taler kauningin sira duratmaka inucap, kaaptiang
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
abah
1.
hb;¾,
1. kebiasaan
2.
anteng
2.
hnÓ%,
2. rajin
3.
anyar
3.
hZ(ÿ¾,
3. baru
4.
blabar
4.
bÞb(,
4. banjir
5.
jangih
5.
j\i;,
5. nyaring
6.
janten
6.
jnÓ)n/,
6. pasti
7.
warsa
7.
w(s,
7. tahun
8.
wicaksana
8.
wick×n,
8. bijaksana
9.
wikan
9.
wikn/,
9. pintar
10. wimba
10. wimã,
Bahasa Indonésia
10. alis
mangda molihang ukuman sapatutnyané. Cyndi, Sangsit Yadiastun wawu sawates isu, tunas titiang majeng aparat keamanan mangda terus nyelehin kasujatinnyané. Yéning sampun kakeniang napi ké sujati utawi nénten, wawu kauningayang majeng krama kantos ka sekolahan mangda krama molihang gatra sané patut. Tanaya, Kampung Tinggi Urati ring pianak mangda setata kalaksanyang para rerama. Sampunang ri kala wénten isu penculikan anak wawu i rerama ngicén uratian sané lewih. Sampun pinaka kapatutan rerama ngicén uratian majeng pianak saking rasa welas asih. Putu Karsini, Tangguwisia Para krama taler mangda sareng-sareng nguratiang para tamiu sané kasangsayain, utamanipun penduduk anyar. Yéning wénten tingkah polah sané nénten becik mangda gelis kalaporang majeng aparat sané pinih nampek. Isu penculikan anak puniki sampun nyebar ring samian wewidangan ring Bali. Bunda Purnika, Banjar Tunas titiang majeng para guru ring sekolah minakadi TK miwah SD nincapang uratiannyané majeng para siswa. Yéning wénten siswa sané durung karereh olih rerama, mangda kauratiang dumun ring sekolahan. (ama)
Redité Pon, 19 Maret 2017
Bagus Natya
Nglimbakang Wayang Kulit Bali DAWEG raina Anggara, 14 Maret 2017, Bali TV ngamargiang sesolahan wayang kulit Bali sajeroning acara anyarnyané, Pupet Show. Matiosan sareng wayang kulit sané naen kasolahang sadurungnyané, lelampahan wayang kulit sané akéhan ngambil carita Sutasoma inucap kautsahayang kasolahang sayan inovatif. Kelir sané kawigunayang kauripang antuk gambar-gambar pemandangan realistik. Lelampahan wayang sané suénnyané kantos 20 menit puniki kalampahang olih dalang yowana, I Bagus Widjna Bratanatyam, utawi sané ketah kasambat Natya. Natya wantah sinalih tunggil yowana sané nelebin widang seni padalangan sané nerus nglimbakang lelampahan wayang kulit Bali antuk utsahautsaha sané kreatif. Utsaha inucap sampun ketah kawedar ring kalangan Pesta Kesenian Bali (PKB). Sajeroning acara sané setata rauh nyabran warsa inucap, Natya naen nglampahang wayang sané kantun leket pisan ring pakem tradisi, nanging kalampahang olih petang diri dalang sinarengan. Seniman saking Banjar Babakan, Desa Sukawati, Gianyar puniki taler nglampahang wayang antuk layar kaca tembus pandang mawinan figur-figur wayang makanten sakadi janten. Galah masolah ring Bali TV puniki taler kamargiang antuk semangat sané kreatif-inovatif. Lampu blencong sané ketah kawigunayang pinaka penerang wayang tradisi nénten malih kawigunayang, nanging kagentosin antuk lampu listrik. Laptop miwah proyektor kawigunayang nyinahang gambargambar pinaka latar ring lelampahan wayang inucap. “Niki kantun ngrereh inovasi sané pinih anyar antuk tetujon nyinahang sesolahan wayang kulit nénten wantah kasinahang ring lawat item putih
kémanten, nanging kasinahang antuk lawat mawarna-warni,” baos Natya, dosen muda ring ISI Denpasar. Dané mapangapti para pamiarsa ngicén uratian sané becik mangda kasenian wayang kulit prasida ajeg. Madasar carita Sutasoma, Natya ngamedalang lelampahan antuk murda “Kala Santa”. Kacaritayang, Sutasoma kayun dados pangentos satus diri raja sané pacang katadah Sang Bhatara Kala. Nanging, sawaliknyané para sisia Sang Sutasoma nénten dangan ngicén gurundané katadah Bhatara Kala. Tetiga sisia Sang Sutasoma, naga, gajah, miwah macan sayaga padem mabela ring sang guru. Sangkaning punika metu payudan sané ngresresin pantara para raksasa, pangayah Bhatara Kala sareng para sisia Sutasoma. Yadiastun Bhatara Kala mayuda sareng Sutasoma, nénten pisan mintulin santukan Sang Sutasoma kantun kénak rahayu. Tema sané kambil Dalang Natya wantah ‘Bhineka Tunggal Ika’. “Pikobet sané pungkuran puniki ngusak-asik kesatuan bangsa. Antuk punika, seni sajeroning wayang kulit madué kekuatan pinaka media ngélingang krama, mangda iraga prasida kukuh ngemit keutuhan pinaka bangsa Nusantara,” baos
Natya wus nglampahang sesolahan wayang sané karekam Bali TV ring jerondané ring wewidangan Jalan Yudistira 10, Banjar Babakan, nampek Pasar Seni Sukawati. Pamargin Natya pinaka dalang sampun kamargiang mawit kantun alit. Cucu I Wayan Nartha (72), dalang sepuh Desa Sukawati puniki sampun malajah nalang saking kantun SMP. Lelampahan kapertama sané kasolahang mamurda “Arjuna Tapa“. Tamat ring SMA, dané nglampahang “Hanoman Mahawira“ sané kangkat saking carita Ramayana. Sajeroning Lomba Wayang Kulit SeBali ring kalangan PKB warsa 2013 lintang, Natya prasida molihang Juara I antuk lakon “Reh Rah“, nyaritayang indik kapademangnyané Dursasana olih Bima. Pinaka sang juara, Natya kajudi ngwakilin Bali sajeroning Festival Dalang Muda Nasional ring Jakarta daweg warsa 2013. Ring warsa 2014, dané taler kajudi dados wakil Indonesia sajeroning Forum Internasional Storytelling Asia, Asian Myths: A Treasure Trouve for the 21 st Century Imagination sané kamargiang ring Korea Selatan. Kala punika, Natya nglampahang wayang kulit Ramayana antuk murda “War and Peace”. (Deart/uma)
15
Minggu Pon, 19 Maret 2017
Bajeging Surya, Rajaning Sasih
Mahahening AI, IA, dan I-YA
l Antara Terang, Gelap, dan Hening (4)
DETAK DETIK menjelang sang mahasumber daya terang Matahari berposisi tegak lurus dengan garis Khatulistiwa Bumi—kali ini berlangsung tepat pada Soma Wage, Julungwangi, 20 Maret 2017, pukul 17:29 WIB, besok—membentangkan ruang kesadaran perihal superdaya energi. Para cendekiawan pedesaan Bali Tradisi menamakan momentum ini dengan sebutan bajeging surya. Kalangan astronom modern menamakan peristiwa alamiah ini dengan istilah equinox. Secara alamiah momen equinox terjadi dua kali dalam setahun, bulan Maret dan September. Dalam sistem penanggalan Bali itu bersamaan dengan sasih (bulan) Kasanga (kesembilan, Maret) dan Katiga (ketiga, September). Equinox Maret atau Bajeging Surya Kasanga terjadi manakala titik subsolar muncul untuk meninggalkan belahan Bumi Selatan dan melintasi ekuator langit, menuju ke utara—seperti yang terlihat dari Bumi. Di belahan Bumi Utara equinox Maret dikenal sebagai vernal equinox, sedangkan di belahan Bumi Selatan menjadi equinox musim gugur. Equinox Maret atau Bajeging Surya Kasanga menandai belahan Bumi Utara yang mulai miring ke arah Matahari—sehingga berarti hari-hari cerah dengan tebaran daya penghidup sinar Matahari. Ini menjadikan belahan Bumi Utara mulai mengalami musim semi. Itu sebabnya Bajeging Surya Kasanga secara internasional dinamakan vernal, yang berarti fresh, segar, cerah layaknya musim semi. Bali Tradisi merayakan simbahan tebaran daya penghidup sinar cerah Ma-
tahari ke belahan Bumi Utara ini dengan ngusaba kadasa (bulan kesepuluh, seputar April) di desa pakraman hingga perayaan sang Mahacahaya Hidup lewat upacara Batara Turun Kabeh di Pura Panataran Agung Besakih sebagai madyanikang bhuwana, pusat kosmis-mistis, pas tepat pada hari Purnama Raya Kadasa. Sebaliknya dengan Bajeging Surya Katiga, manakala bulan September. Belahan Bumi Selatan-lah yang mulai miring ke arah Matahari, sedangkan belahan Bumi Utara justru tampak miring menjauh dari Matahari. Secara alamiah ini menjadikan belahan Bumi Selatan saat Katiga mulai mendapatkan simbahan tebaran daya penghidup sinar cerah Matahari. Bali Tradisi kembali merayakan simbahan tebaran daya penghidup sinar cerah gemilang Matahari ini dengan pemujaan kepada sang Mahacahaya Kehidupan lewat ritus ngusaba Kapat hingga pujawali pas tepat Purnama Kapat (seputar Oktober) di Pura Panataran Agung Besakih. Tak berlebihan bila Bali Tradisi yang berada di kawasan Khatulistiwa Nusantara Raya ini, yang mendapatkan limpahan dua kali musim semi, AprilOktober (Kadasa-Kapat), ini memosisikan simbahan sinar cerah gemilang Matahari ini dengan sebutan Rajaning Sasih. Inilah raja terang sinar cermerlang-gemilang Matahari menerangi Bumi di antara bulanbulan dalam setahun. Purnama Kadasa dan Purnama Kapat inilah dua purnama pertama, sebagai perayaan sang Mahacahaya, setelah momentum Bajeging Surya. ldeprabas
Tentang Berbagi (1)
semua. Karena itu, tak selamanya keadilan itu adalah membagi dengan takaran setara, melainkan untuk melahirkan kebahagiaan yang sepadan. Tapi untuk caramu membagi, dik. Kawanan serangga dan lebah bisa bercuriga. Para pemuja air pun demikian. Bagaimana bisa kau menyurahkan seluruh air ke gentong dan gelas orang lain sementara cawanmu kerontang? Lalu bagaimana kau menghapus dahagamu sendiri? Dengan keajaibankah? Sekali lagi, bukan keajaiban yang tertangkap oleh logika sederhana ini atas langkahmu itu, tapi dugaan bahwa diam-diam kau telah minum lebih dahulu. Bukan minum atau tidaknya dirimu yang jadi soal. Tapi, seperti apa tetes-tetes cairan itu mengalir di batang tenggorokanmu. Maka buka sajalah kabar tentang teguk-teguk itu melalui jendela-jendelamu. Tak perlu seluruhnya. Buat nganga secukupnya saja. Dengan begitu kawanan apa pun yang sempat singgah di gubuk belukar ini dapat belajar dari caramu membagi sesuatu untuk meratakan kenyamanan dan kebahagiaan bagi siapa dan apa saja di sekitarmu. Kebaikanmu akan menjadi cermin sepanjang hayat. lSuksma Ning Laksmi
Itu bukan keajaiban, dik. Itu ketidakadilan. Mungkin kau lakukan tanpa sengaja, tapi coba periksa lagi bisa jadi kau lakukan sebaliknya. Ya, kau menyurahkan ke dalam bak penampungan orang lain bergalon-galon air tanpa menjelaskan dari mana cairan segar itu berasal. Sementara gentong penampunganmu sendiri kekeringan. Meski tampak baik karena mendahulukan orang lain, itu adalah siksa bagi mereka yang berupaya menghayati keadilan. Mungkin kau bertanya tentang hal itu. Bagaimana bisa kebaikan dianggap sebagai ketidakadilan? Bagaimana bisa tangan yang menyurahkan ke ceruk orang lain dan menunda mengalirkan ke cawan senidiri sebagai langkah yang tak sepenuhnya baik? Begini, memang keadilan sering bekerja dalam ruang-ruang misteri. Keadilan akar pohon memang bukan memberi bunga dan buah yang sama pada setiap ranting. Keadilan akar pohon adalah mendorong hara dengan ke seluruh jaringan dengan tekanan yang sama. Keadilan pada pohon adalah penyebaran yang menyamankan
Di Ambang Penagih Hutang IA akan datang. Ia pasti datang. Menggeser pintu pagar, melengking besi yang karat. Itu isyarat. Aku berbenah, bersiap menyambutnya. Tapi celaka, air muka yang kupatut di depan cermin, sikap pantas yang akan kutunjukkan serta kata-kata yang sudah siap mengemukakan alasan, tiba-tiba lenyap bagai sebubung asap! Apa yang mesti kukatakan padanya? Memberi janji, menunda pergi, dan sepatah maaf Entahlah. Kata-kata telah rapi, namun suasana begitu sepi. Tapi, tidak. Ia datang! Kudengar kerosok langkah di luar, di tanah kering. Barangkali ia sudah berdiri di depan pintu, atau melirik bubungan. Menunggu ia menunggu, di antara lebuh debu. Tak merasa perlu mengetuk karena bagaimanapun ia yakin aku yang dalam pasti tahu ia datang: ia sudah datang, dan aku akan membuka pintu memintanya masuk mula-mula sebagai sesama kawan lama, lalu sebagai dua orang yang pura-pura lupa, enggan
saling mengenal. BAIKLAH, aku siap sekarang: aku siap sekarang: aku siap terusir (bahkan jika harus pergi dari badan: edan!), tak punya tempat tinggal, berkelana di jalan-jalan, gentayangan. Toh aku tak boleh merunduk, tak akan menunduk, kepada harus tetap tegak, jika perlu tengadah, sekalipun kutahu ia akan lebih galak, angkuh dan lancang menagih hutang-hutang yang kutanggungkan. Aku siap sekarang. Sudah keputuskan; Masuklah, Orang jauh! Tak ada yang kupunya, apa hendak dikata, apa keputusanmu? Menghardikku? Mengusirku? Atau meminta aku pergi baik-baik sebagaimana aku dulu dating baik-baik? Tapi tak ada sesiapa di luar. Tak ada apa pun. Bahkan tidak bayang-bayang. Hanya gerit daun pisang, kelaras kering di batang, gemerisik hidup angin menjelang petang. Aneh, bersamaan dengan itu keberanianku tiba-tiba pudar. Aku harus kembali berbenah dari awal, menyusun lagi rencana dan alasan-alasan ke depan. Entah sampai kapan. Entah kapan ia datang lRaudal Tanjung Banua
Lampu di Ruang Tamu MALAM menggantung ketika aku bertandang ke sebuah rumah berpagar biru mudah dari kau rumah itu cukup kokoh untuk ukuran rumah di kampungku aku dating bukan karena rumah yang rapi itu tapi karena anak tuan rumah yang berkulit kelam dengan senyuman alami sederet gigi putihnya berbaris mengintai dari balik bibir yang tipis semerah daging jambu aku terpesona sejak lama sama dengan pemuda lain tak peduli siapa yang menaksir gadis itu ia terima ada polisi beristri ada sopir muda ada teman sekelas bahkan ketua kelas yang tentu usianya seirama dengan si gadis aku du-
Sajak Terima Kasih Ketika kubayangkan Kau lebih besar daripada kecemasan yang mengakar Aku lebih mengalir tenang Memberi sentuhan pada akar belukar liar dengan lapang kutemukan diriku gembira menyirami bunga-bunga yang pernah murung dan batang yang sempat sangsi pada janji humus Pernahkah aku berhenti sejenak bertanya padamu tentang keletihan? Menemani sebentuk tubuh yang sibuk di atas tempat duduk Meramu angka, huruf dan khayal tak terkejar oleh jarum jam Maka dalam sajak layak kuciptakan ruang tanpa resah buat kisah kita dalam aliran darah Terima kasih, Tubuh Jiwa dan Pikiran yang melekat dalam pencarian cinta yang mesti kita nikmati bahagia.
Rumah Mode Perempuan Memandang rumah modemu itu, Monika Hatiku tergugah rasa “wah” patung berbrokat marun dipermanis payet kerlipnya menyapa binarnya mataku bukaan elegan di beberapa lekuk dan kepantasan yang tertuang dalam desainmu membuatku ingin jadi perempuan seutuhnya cekatan meramu imaji, menarik garis lalu melukis membuat jejak benang dan jarum itu tetap harum Dulu, Aku pernah ingin jadi pelukis untuk baju di tubuhku Impian si tubuh pada selaras warna Seperti mannequin pajangan kesempurnaan ragawi Namun, jika kutelusuri lagi mimpi Mengendap ia pada lapisan paling dasar Pada hati ada sentuhan rancangan di rumah mode terbaik bagi perempuan Untaian serat kehalusan Membuat sinaran raga dan jiwa itu tetap berpendaran
l Antara Terang, Gelap, dan Hening (6)
Air yang Mulia Selamat Datang Selamat Menyongsong Maharaya Nyepi
Garis Mistis Matahari—Bumi—Bulan
lAntara Terang, Gelap, dan Hening (5) BALI TRADISI tidak sendiri di muka Bumi ini yang memaknai bajeging surya atau equinox sebagai momentum spiritual penting. Bali Tradisi juga tidak sendirian memiliki peradaban Matahari yang merayakan intisari-pati esensi terdalam kehidupan sebagai sinar sang Mahacahaya Mahaterang Cemerlang Gemilang. Bajeging Surya atau equinox dimaknai oleh masyarakat manusia di Bumi ini untuk menandai momentum peralihan awal musim semi di satu sisi sekaligus akhir musim dingin di sisi lain. Bersamaan dengan itu kelompok-kelompok masyarakat manusia di Bumi ini secara alamiah juga berkecenderungan menjadikan terang sinar Matahari dan Rembulan sebagai momentum pembangkitan kesadaran spiritualitas. Kalender Babilonia, misalnya, dimulai dengan bulan purnama pertama setelah vernal equinox. Kalender Persia juga dimulai setiap tahun pada equinox utara. Mengapa pula perayaan Paskah lazimnya dipilih berkaitan dengan purnama pertama setelah vernal equinox utara atau equinox Maret? Perburuan manusia terhadap sang Mahacahaya Mahaterang sebagai esensi terdalam kehidupan juga dapat disusuri dari tradisi-tradisi penanggalannya masingsah berkuliah ai masih di sekoah lanjutan atas ia sekolah di sebuah sekolah yang tak ternama di kotaku mungkik kesederhanaan dan gerak alaminya yang p aling memikat selain kemanisan di wajah ditambah rambut hitamnya yang tebal meskipun aku harus antre untuk menjumpainya aku sabar namun aku tidak dating sendirian aku mengajak teman yang lebih muda usia agar bisa mengimbangi sekiranya terjadi pembicaraan atau aku saat itu tak memikirkan arti romantic bertemu berdua aku lebih suka menabur kelakar dan rasa senang sekaligus sedikit member tanda bahwa aku menaksir dia celaka antreanku tiga pemuda di depanku aku duduk dengan temanku di pinggir jalan persis di bawah pagar kayu mungkin si dia paham ada teman lain mengantre karena lelaki yang aku tunggu lama gak kunjung angkat kaki terpaksa aku merangsek masuk dikawal temanku tak malulah karena aku berdua tak kusangka lelaki itu saudaraku sendiri yang usianya jauh lebih tua denganku apalagi dengan si gadis itu sampil bicara sekenanya ia undur diri kini giliranku duduk persis di sampingnya duduk di kursi teras tanpa cemilan tanpa music pengiring sudah seperti di beranda istana tak berapa lama ibunyak memanggil si gadis masuk aku berunding buruk dengan temanku mungkin ia dilarang keluar lagi ketika kecamuk bersarang ternyata ibunya minta bantuanku mengganti lampu bola yang mati di ruang tamu dengan suka cita aku segera naik meja yang sudah disiapkan si ibu dan anaknya celakanya aku tak begitu tinggi akibatnya meja ditambah kursi lagi baru aku bisa naik dan tanganku gemetar bukan takut kesetrum listrik namun malu kursiku dipegang sang ibu dan dia yang aku taksir temanku sepertinya ikut memegangi kursi aku berharap lampu tak menyala dan kursi itu jatuh sehingga aku tersungkur persis di sebelah si gadis persis di dekat telinganya akan aku bisikkan kamu gadis indah yang menggemaskan lampu menyala lamunanku sirna. lSigit Susanto
Empat (4) Puisi Satu (1) Prosa
lSri Jayantini
Pertautan (VI)
:tubuh dan jiwa
Aku ingin menyentuhmu utuh sepenuhnya rasa tulus dan subuh adalah waktu yang terbuka buat merasakanmu ada di relung sel-sel selama waktu bersama di setiap lekuk yang tak dapat kurasa saat jari-jari menari di hari-hari yang berkelebat berangkat jadi kealpaan Aku merindukan kesadaran pikiran Untuk “menjiwaimu” dalam tubuhku juga “menjadikanmu tubuh” bagi jiwaku
NUN JAUH masa sebelum Copernicus, lalu dilanjutkan Galileo dari belahan Dunia Barat sana mengkonfirmasi Matahari sebagai pusat Tata Surya, kesadaran tradisi Tradisi Kesadaran Hidup Timur telah sejak awal menuturkan, Surya itu Abadi. Tidak bergerak. Karena itu Surya dijadikan sebagai pusat orientasi Yang Mahaterang, Mahaabadi, Mahalanggeng. Tentu yang dijadikan orientasi sublimitas bukanlah wujud material Matahari itu, melainkan Dia Yang Menjadikan Matahari Mampu Memancarkan Sinar Terang Cemerlang Tiada Terbatas; Dia Yang Menjadikan Matahari Mampu Menebarkan Energi Penghidup Bagi Semesta Raya Seisinya ini. Itulah dinamakan Surya: sang Mahacahaya. Juga dinamakan Aditya, Yang Tidak Gelap—itu berarti Terang. Apalagi yang Mahaterang, yang Mahacahaya selain Surya, Matahari? Wawasan kesadaran Kesemestaan Hidup yang memahami Matahari sebagai sumber energi penghidup kehidupan inilah kemudian berbiak subur dan luas menjadi Peradaban Matahari. Matahari divisikan sebagai Surya, sang Mahacahaya Tertinggi, sekaligus Kala, sang Waktu Abadi yang melingkupi seisi ruang Semesta Raya ini. Kala, Waktu, senantiasa terkait
dan ditandai dengan Matahari. Jejak kesadaran Peradaban Matahari ini berpengaruh sedemikian luas dan mendasar dalam banyak tradisi dan peradaban bangsa-bangsa kuno di dunia. Bangsa Mesir, misalkan, menamakan sang Mahacahaya Tertinggi itu sebagai Ra atau Re. Bangsa Yunani mengenal Matahari sebagai Helios. Dalam kebudayaan Romawi, Dewa Matahari biasa disebut sebagai Sol Invictus. Dewa Helios dipahami bermahkotakan lingkaran halo yang sangat terang, dan tugasnya adalah memberikan cahaya dari surga untuk Bumi. Di Bali, Matahari diberi nama AI. Artinya: sang Terang Cemerlang. Dia juga kemuliaan sekaligus Yang Termulia. Bali Tradisi memahami, AI itulah IA atau I-YA. Apa dan siapa AI, IA, I-YA itu sejatinya? Penyelam-penyelam kehidupan yang telah sampai di dasar kedalaman terdalam Bali Tradisi bertutur ringkas dan sederhana, “AI, IA, I-YA Sejati itu adalah Idup.” Idup dalam bahasa Bali menunjuk makna hidup, sekaligus juga menyala. Nyala itu terang. Terang itu sinar. Apakah yang senantiasa idup, menyala, terang, bersinar? A-ditya, tidak gelap. Surya itu tak pernah gelap. Yang tak pernah gelap itu adalah Mahahening. ldeprabas
masing. Festival tahun baru kuno Nowruz Iran, misalnya, dirayakan pada equinox utara, Maret. Tak sedikit yang merayakan sinar Matahari menerangi Bumi pada hari equinox ini dengan libur, bebas dari rutinitas kerja harian. Ada pula yang memaknai momentum titik equinox ini sekaligus sebagai Hari Ibu. Bali Tradisi merayakan momentum bajeging surya atau equinox sebagai momentum tegak lurus Matahari dengan garis imajiner Khatulistiwa Bumi tidak senantiasa pas tepat dengan hari equinox astronimis, tanggal 2021 Maret, atau 22-23 September. Bali Tradisi masih menambah lagi momentum itu dengan peristiwa alamiah bulan gelap sempurna atau
Tilem, sebagai hari perayaan sang Matahari dengan pemujaan kepada Surya, sang Mahacahaya Mahaterang yang menjadikan Matahari berdaya memancarkan daya hidup bagi semesta kehidupan. Momentum yang dipilih untuk tujuan itu adalah Tilem Kasanga, saat bulan gelap sempurna yang terdekat dengan bajeging surya. Pemaknaan bajeging surya versi Bali Tradisi memang bukan langsung terkait dengan garis imajiner Khatulistiwa Bumi, tapi justru adalah keterkaitan komposisi dan konfigurasi garis energi mistis Matahari— Bumi dan Rembulan. ldeprabas
Ngampoeng SENI Nyongsong NYEPI…. Minggu KLIWON 26 Maret 2017 Kerja sama JKP-109 dan SAS (Snerayuza- Art Space dan Jatijagat Kampung Puisi
Pena Kesayangan Hilang, tapi Aku Harus Terus Manulis
TELAH hilang pena kesayangan; bukan emas bukan suara, bukan gading bukan mutiara. Tapi alangkah berharga dia: seranting bambu Cina, sedawat tinta, tajam matanya minta diasah. Bak kata pujangga Riau-lingga, bahwa segala urusan pedang itu bisa diselesaikan dengan pedang. Tapi pena itu hilang sudah; akan hilang pulakah kebijaksanaan kalam? Aku berkata pada diriku, ‘’Tidak biar pun pena kesayanganku hilang atau patah, aku harus terus menulis, menjadi perantara aneka perkara.’’ Memang, masih terbayang pena kesayanganku yang hilang. Dulu, betapa setia ia menari di ujung jari, melahirkan katakata liar di kertas penuh coretan. Sesekali iseng mencoret meja kayu dengan ilusi, seperti tumpahan kopi di murung hari. Atau melukisi telapak tangan sendiri, mengikuti retak nasib yang kian kasip. Bahkan disaat nafsu lebih menggebu ketimbang ilham, ia lengkapi percintaan kami; nakal tanganku menggorekannyha di balik tirai Kekasih, menggambar bulan dan matahari, sekali waktu sebuah belati! RASANYA baru saja ia menunaikan tugas terberatnya, yakni merenggutkan kata ‘’Ibu’’ dari batu-batu rinduku, lalu menyusunnya menjadi tugu tempatku menyembah lalu melupa. Baru saja ia tanpa ragu menyebut nama seorang penguasa dungu, terantuk bangku besi di menara terkunci. Meski kata-kata verbal tentang penguasa itu cepat hilang. Sebab aku tahu pasti penaku lebih bersetia dengan hal-ihwal sederhana: perempuan di sawahladang, orang-orang di lorong tambang, kota kecil yang kuyup hujan, dan tentu, ibu di antara dendang. Sesekali penaku menulis soal-soal besar; kapal-kapal, gugusan pulau, lintasan sejarah, rempat-rempah yang direnggutkan dari tampuk bumi hijau. Tak ketinggalan atlas, peta-peta, bola dunia yang memang sumber ilham kesukaannya. Tapi sering pula ia menulis hal-hal sentimental semisal cinta yang lena, ciuman pertama atau perempuan yang menunggu dengan bunga ungu di beranda, meski tahu kata-kata semacam itu cepat hambusnya!
Pupus Kataku kenyataan adalah kabut yang baru turun Terpapar gumpalnya memburam di jarak pandang Bersama dingin yang menyentuh Di pori-pori kulit kita untuk terserap Jadi nyeri dalam kesendirian Katamu harapan adalah kabut yang mulai memudar Tersisa garisnya melembut di wajah langit Bersama sisa titik air tipis yang jatuh Di tangan tengadah kita untuk tergenggam Jadi kenangan tersimpan dalam diam Siapalah aku dan dirimu Untuk kita memelihara jarak bahkan tak memberi hak Pada maaf atas khilaf diri yang hanyut dalam lintasan antara harapan dan kenyataan Tak mengisyaratkan apa-apa adalah isyarat Buat menghapus kisah yang pupus dalam ragu langkah meski sejenak merekah saat musim mekar bunga bungur ungu muda kupungut gugur kelopak halusnya sebelum hilang tersapu angin sementara yang bertahan di dahan terpotret sebagai lukisan samar keinginan yang tak sepenuhnya harus kita perjuangkan
Kadang tanpa diduga, dia antara lalulalang perkara, penaku tersintak, lalu berhamburanlah kata-kata gagah di antara tapak kuda, koak gagak negeri-negeri kembara. Aku tahu, penaku malu dan mual oleh yang verbal dan sentimental, karenanya ia meradang tapi lantas juga merasa sia-sia, sebab kata-kata garang sungguh tak mengubah apa-apa. Bila sudah begitu, ia akan tergeletak di mejua atau terdiam di telapak tanganku yang lelah. Terdiam seperti tiram di laut dangkal, tak tahu apakah ia pendam mutiasa atau bias rembulan! TAPI ah, kini ia sudah pergi, jatuh entah di mana. Mungkin ia jatuh di jalan tak bernama, di sudut kota, di tempat yang jauh atau dekat saja. Mungkin seseorang telah memungutnya, atau menendangnya begitu saja. Apa pun, mungkin ia terlalu letih, tak kuat lagi bergayut di saku kumalku ini. Atau jangan-jangan ia sudah bosan hidup bersamaku, karena aku tak pernah sanggup meladeninya mencari kata-kata yang lebih kuat dan abadi. Biarlah kuikhlaskan ia pergi, mungkin lebih baik, sebelum ia benar-benar pamit, akan lebih sakit nanti. Dengan hilang seperti ini, aku bisa terus membayangkannya seperti orang hilang, pejuang yang tak pulang atau aktivis yang diculik. Ini akan merangsang minatku pada banyak perkara manusia yang terlupa atau melupakan penguasa. Di sudut meja masih tersisa setengah botol tinta, tempatnya biasa minum seolah di pinggir telaga. Aku pun mengenangnya sambil melayarkan kertas-kertasku yang penuh coretan berlayar ke seberang. Mana tahu kertas-kertasku berhembus kembali padaku dengan tambahan segurat coretan, ‘’Bahkan kalau aku tak ada, kata-kata harus terus lahir di tanganmu, apa pun mediumnya’’. Coretan yang dipinjam dari penyair Latin itu, kutahu hasil goresan mata penaku yang hilang, nun di seberang. Biarlah, aku tak akan memintanya pulang. Aku sudah cukup senang membayangkannya sebagai pertapa di Hutan Danaka. Hening, tenang. Sesekali jenaka. lRaudal Tanjung Banua
Cahaya Maya
Apa yang kau hirup? Oksigen yang tak nampak di mata namun bercerita tentang peredaran semesta di dalam diri. Ia menjadi bagian dari unsur-unsur tetap dalam dunia kecil tubuh kita. Pejamkan mata sejenak lalu biarkan tubuh merasakan apa saja yang selama ini luput dari tangkapan. Dengarkan, rasakan dalam gelap. Kecemasan, kegembiraan, kecemburuan, pengharapan, percintaan yang kita saksikan menjadi cahaya. Tertanam di pusatnya keinginan seperti berpendarpendar, tak hendak lagi memutarkan tubuh atau pikiran. Ia bertahan menjadi cahaya maya. Apa yang harus kulepaskan? Karbondioksida berhembus keluar usai menjelajah kesatuan rasa. Ada tubuh yang berpeluh, jiwa yang kerap terbawa oleh rasa jumawa dan pikiran pengembaraan. Serpih-serpihnya diterangi lentera sebagai cahaya maya dalam diri. Carilah di kedalamannya saja. Semua dikembalikan ke alam untuk diolah, terus menerus digerus waktu sebagai siklus. Apa yang kemudian membuat kita terjaga? Cahaya sebagai lentera di puncaknya penerimaan. Ada oksigen dan karbondioksida yang melekat. Dihirup lalu dibebaskan. Setia bergantian menjaga cahaya maya yang benderang dalam gelap. Nyalakan dengan kesabaran, titik demi titik perlahan sambil menyelami kedalaman. Hari demi hari. Jika sempat terjatuh, teruskan lagi kebangkitan untuk suatu penerimaan. Niscaya cahaya mulai berpendar, menjadi sesuatu yang maya untuk kita dekap sangat lengkap bagi jiwa dan raga.
NASIONAL
16
Minggu Pon, 19 Maret 2017
Karna Bela Duryodhana Kewalahan Lawan Satyaki
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta ( Edisi Empat Ratus Enam Puluh Dua )
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
PANGERAN Satyaki tidak mau kalah dengan semangat Duryodhana. Pengeran keturunan Madhu itu kemudian dengan cepat menyerang pangeran Kuru itu, sebagai balasannya. Pertamanya menggunakan 15 batang panah. Lalu menyerang lebih dahsyat dengan 20, ditambah lagi 10 batang panah. Pada pertarungan itu oh raja putra paduka sambil tersenyum beberapa saat, menyerang Satyaki, sebagai balasan memakai 30 batang panah. Panah itu ditembakkan dari tali busur yang ditarik sampai mencapai telinga. Setelah menembakkan dengan sebuah anak panah berkepala seperti pisau cukur. Dia memotong menjadi dua busur anak panah Satyaki yang sedang dipergunakan. Dilengkapi tangan sangat lincah, Satyaki lalu mengambil sebuah busur yang lebih kuat, Satyaki menembakkan hujanhujan anak panah kepada putra paduka tersebut. Ketika iring-iringan anakanak panah bergerak maju yang dirancang demi kematian Duryo-
dhana. Oh raja, anak-anak panah itu justru memotong menjadi berkeping-keping, pasukan-pasukan Kuru yang ada di belakang Duryodhana. Para ksatria yang ikut membela Kurava itu berteriak dengan kerasnya. Dengan sangat cepat, raja keturunan Kuru itu menyerang gencar Satyaki, sehingga membuat menderita cucu Sini itu. Awalnya melesatkan tiga anak panah. Berikutnya menyerang dengan 70 batang panah. Bahkan, anak panah itu dilengkapi sayap-sayap dari emas. Anak panah itu juga dicelup pada minyak dan ditembakkan dari busur yang ditarik dengan rentangan paling penuh. Semua anak panah Duryodhana, ketika busur dan anak panahnya masih di sana, pangeran Satyaki dengan cepat memotongnya. Pahlawan Satwata itu mengucurkan hujan panah-panah kepada musuhnya. Akibatnya, Satyaki berhasi membuat luka parah Duryodhana, oh raja putra Paduka itu tampak sangat kesakitan. Malah keadaannya sangat berbahaya. Kemudian Du-
ryudhana mencari perlindungan di sebuah kereta lainnya. Setelah beristirahat beberapa saat dan tubuhnya menjadi lebih segar, putra paduka sekali lagi maju menyerang melawan Satyaki. Duryodhana menembakkan hujan panah-panah ditujukan ke keretanya Satyaki. Sambil tersenyum, Satyaki terus-menerus menembakkan berbagai macam panah pada keretanya Duryodhana. Panah-panah dari kedua belah pihak bercampur baur satu dengan lainnya di angkasa. Pertempuran itu sangat menegangkan. Sebagai akibat dari anak-anak panah yang ditembakkan oleh kedua belah pihak yang jatuh dengan cepat di setiap sisi. Hal itu menimbulkan suarasuara keras. Seperti sebuah api mengamuk menghanguskan sebuah hutan lebat. Dengan ribuan anak panah yang ditembakkan oleh keduanya. Akibatnya, bumi ditutupi asap tebal. Langit juga menjadi dipenuhi asap dan percikan-percikan api. Setelah menyaksikan kedua ksatria kereta keturunan
Madhu itu lebih kuat daripada Duryodhana, Pangeran Karna menyerbu ke tempat itu. Putra Suta itu ingin menyelamatkan putra paduka. Kemudian, Bhimasena yang perkasa juga tidak dapat membiarkan usaha Karna membantu Duryodhana. Karena itu, Bhima dengan cepat meneruskan melawan Karna. Putra kedua Pandu itu menembakkan panah-panah tak terhitung jumlahnya. Setelah memotong semua panah-panah Bhima itu dengan sangat mudahnya, Karna lalu memotong busur, anak-anak panah dan
juga sais kereta Bhima, dengan panah-panah miliknya sendiri. Kemudian, putra kedua Pandu itu dipenuhi kemarahannya. Vrikodara lalu mengambil sebuah gada dan menyerang busur, tiang bendera, serta sais kereta musuhnya. Bhima yang perkasa itu juga menghancurkan satu roda kereta Karna. Putra Suta itu berdiri di atas kereta miliknya, karena salah satu rodanya sudah hancur. Karna, tak bergerak sama sekali tampak kokoh seperti Meru, rajanya gunung-gunung itu. (bersambung)
Sloka 12.18 Samah satrau ca mitre ca tatha manapamanayoh sitosna-sukha-duhkhesu samah sanga-vivarjitah. Seseorang yang bersikap sama terhadap seorang teman atau seorang musuh, sama terhadap dingin dan panas, terhadap kenikmatan dan penderitaan, ia bebas dari keterikatan.
Nyoman Nirka: Orang Bali ’’Ngentengin’’ Berwirausaha
BPM/ade
AKSI - Petani dari kawasan Pegunungan Kendeng, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, melakukan aksi protes memasuki hari keenam mengecor kaki dengan semen di kantor LBH Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3) kemarin. Aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk protes terhadap izin lingkungan baru bagi PT Semen Indonesia yang diteken Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Empat Pasien Positif MSS Tak Timbulkan Gejala Sisa
Denpasar (Bali Post) Dari sepuluh pasien suspect MSS yang dirawat di RS telah diambil sampelnya. Hasilnya empat positif MSS. “Setelah diambil sampelnya dengan hasil yang baru keluar empat orang positif MSS,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM, Sabtu (18/3) kemarin. Empat pasien tersebut kini telah diperbolehkan pulang. Satu pasien dirawat di RSUD Wangaya, tiga di RSUD Kapal. Semua pasien tersebut tidak mengalami gejala sisa dari MSS. Sementara itu, pascamerebaknya kasus Meningitis Streptococcus Suis (MSS), sejumlah sektor yang berkaitan dengan babi sangat ber-
dampak. Peternak babi asal Bangli, I Dewa Gede Saputra, mengaku khawatir dengan adanya MSS ini. Rencananya, ia menjual babinya mengingat hari raya sudah dekat. Sudah sempat ada orang yang ingin membeli anak babinya beberapa hari lalu, namun urung dibeli dengan alasan takut penyakit MSS. Ia memiliki 20 ekor babi
baik induk maupun anak babi. Babi tersebut dipelihara di ladang, jauh dari tempat tinggalnya. Sementara itu, dari 142 rumah makan (RM) babi guling di Denpasar dan Badung, rata-rata menghabiskan satu ekor babi guling setiap hari. Dari dua wilayah itu saja diperlukan 142 ekor babi setiap hari untuk babi guling.
KPK Matangkan Bukti Keterlibatan Novanto
Jakarta (Bali Post) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatukan bukti-bukti terkait kasus e-KTP berupa permintaan Ketua DPR RI Setya Novanto ke terdakwa Irman melalui mantan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraini. Permintaan itu diungkapkan oleh Irman dalam sidang korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta. “Semua keterangan itu jadi concern bagi KPK. Selain untuk pembuktian, juga untuk pengembangan perkara ini,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Sabtu (18/3) kemarin. Meski begitu, kata Febri, pihaknya tak mau tergesagesa. Namun setelah matang bukti yang dimiliki penyidik, pihak yang disebutsebut menurut Febri, akan dijerat tersangka. “Ini kan baru persidangan kedua, dan baru enam saksi dari 133 saksi. Tentu KPK berharap dan berupaya semaksimal mungkin lebih intensif, tidak hanya di dua orang terdakwa tapi juga di pihak lain kalau ada bukti yang cukup,” kata
Febri. Sebelumnya, dalam persidangan, Diah mengaku pernah mendapatkan pesan dari Novanto, yang inti permintaannya agar menyampaikan kepada Irman. Pesan itu, ungkap Diah, disampaikan Novanto ketika pelantikan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan pada tahun 2013. “Tolong sampaikan ke Pak Irman, kalau ditanya, bilang tidak kenal saya,” kata Diah menirukan perkataan Novanto saat bersaksi. Dalam dakwaan jaksa penuntut KPK, disebutkan bahwa Setya Novanto, Diah Anggraini, Sugiharto, Irman, dan Andi Narogong, pernah melakukan pertemuan untuk memuluskan proyek e-KTP yang berujung korupsi senilai Rp 2,3 triliun. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengungkapkan, penyidiknya memiliki strategi untuk menjerat oknum-oknum yang diduga ikut terlibat kasus dugaan proyek KTP elektronik atau e-KTP. Karena itu, pihaknya tak mau tergesa-
gesa menetapkan pihak lain terkait kasus korupsi senilai Rp 2,3 triliun itu. “Nah, salah satu strategi yang dimiliki penuntut umum itu melihat perkembangan persidangan (korupsi proyek e-KTP). Jadi, kalau makin banyak informasi dalam sidang, kami mendapatkan sesuatu tentu. Saya tak bisa janjikan, tapi orang yang disebut namanya dalam pasal 55 KUHP diharapkan bisa diselesaikan dalam waktu dekat,” kata Laode. Dikonfirmasi alasan penyidik belum juga menjerat Setya Novanto yang kini menjabat Ketua DPR, Andi Narogong dan Diah Anggraini, Laode mengistilahkan strateginya seperti pemberangkatan haji. “Akan ada kaya haji, kloter pertama, kloter kedua, dan kloter ketiga. Tapi kan enggak boleh juga cuma berdasar penyebutan di persidangan. Jadi, kita sama-sama lihat saja mana yang paling lengkap buktinya, yang paling banyak keterangannya dan banyak mengetahui (kasus ini),” kata Laode. (kmb)
“Bisa dibayangkan dampak ikutan kalau warung makan tersebut bangkrut. Ke mana peternak babi akan menjual babinya,” kata Ketua Asosiasi Ilmuwan Ternak Babi Indonesia, Prof. Budarsa. Ia khawatir jika hal ini berlanjut, dapat menghilangkan beberapa tradisi di Bali. Seperti Usabha Dalem di Desa Timbrah yang menghaturkan sesajen babi guling ratusan bahkan ribuan. Lain lagi tradisi Mapinton di Desa Bugbug, Karangasem yang juga menghaturkan ribuan babi guling. (kmb42)
DUNIA pendidikan tinggi kini sedang intens memperkuat jiwa kewirausahaan. Termasuk IKIP PGRI Bali berkomitmen untuk mengurangi angka pengangguran di kalangan lulusan sarjana di Bali. LPTK ini sukses memberi pembekalan kewirusahaan bagi lulusannya agar menjadi job creator alias pencetak lapangan kerja baru. Untuk kali pertama IKIP PGRI Bali, Sabtu (18/3) kemarin, mendatangkan pengusaha sukses asal Sesetan, I Nyoman Nirka. Selain memberi pembekalan teori kewirausahaan, Nyoman Nirka juga memaparkan pengalamannya dari menjadi sopir angkot, pedagang belut hingga menjadi pengusaha sukses. Dia mengkritisi budaya jelek orang Bali yang tak mau menjadi wirausaha karena serbatakut memulai dan mencoba. ‘’Mereka ngentengin (menganggap remeh, red) menjadi wirausaha mandiri,’’ ujarnya. Ini dia buktikan di mana banyak kios dan toko milik orang Bali yang seharusnya dipakai untuk bisnis malah dikontrakkan. Mereka mau mendapt uang bulanan dan tahunan saja. Padahal dari segi bisnis mereka orang Bali sudah memiliki modal kios yang tak
perlu mengeluarkan duit untuk menyewa lahan lagi. ‘’Kuncianya, adalah berani mencoba. Apalagi calon guru harus berani berbisnis,’’ tegasnya. Dia membuktikan bisa menjadi pengusaha berangkat dari modal menjadi sopir angkot, tak puas kemudian menjadi suplier belut dari Bali ke Jawa. Pembekalan kewirausahaan dibuka Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. didampingi Sekretaris Ngurah Oka dan para dekan. Selain mendapat pembekalan kewirausahaan, calon wisudawan juga menggelar business day dengan menampilkan usaha riil yang akan digeluti calon guru serta penampilan seni tari. Rektor Made Suarta menegaskan tugas PT tak hanya sampai menghantarkan mahasiswa tamat, melainkan sampai mereka bekerja dan perkembangan kariernya di dunia kerja. Makanya lulusan IKIP PGRI Bali tak hanya disiapkan menjadi guru namun juga sebagai wirausaha muda mandiri. Dia menegaskan keberhasilan itu mulai dari keberanian memulai dan didukung oleh tekad, kemauan, dan fokus. Set-
iap insan IKIP PGRI Bali harus memiliki moto sendiri sebagai semangat untuk mengejar target hidup. Sebab ke depan, orang berkualitaslah yang akan memenangkan persaingan. Rektor IKIP PGRI Bali, Made Suarta, membenarkan PT hanya mampu mencetak manusia cerdas, bukan yang benar. IKIP PGRI Bali ingin mencapai keduanya. Hal ini dilakukan dengan mengawal alumninya tak hanya sampai tamat studi S-1 namun sampai dia bekerja. Termasuk pengembangan kariernya di dunia kerja. Ini yang dia sebut sebagai outcomes yang teruji di lapangan yakni menjadi job creator yakni pencipta lapangan kerja. Kini lulusannya selain disiapkan menjadi guru yang profesional juga dibekali dengan kewirausahaan, tambahan kompetensi seperti bahasa asing, komputer dan pengembangan diri. Ketua panitia yang juga Ketua Pusat Pengembangan Karier (PPK) IKIP PGRI Bali, Putu Medin Edie Gunarta, S.H., M.Psi., menjelaskan selain diberi teori menjadi pengusaha, calon wisudawan juga diberi cara menulis lamaran dan persiapan wawancara serta kesiapan mental. (bns)
WIRAUSAHA - Rektor Made Suarta bersama Nyoman Nirka (tengah) dan Edie Gunarta saat membuka program kewirausahaan.
Bali Perlu Pemimpin yang Bisa Mengelola Air Denpasar (Bali Post) Peradaban air sudah mulai menghilang. Di hulu, Bali memiliki empat danau. Hampir semuanya dalam kondisi rusak. Danau Batur yang dipuja, justru yang paling parah rusaknya. Setelah danau, sungai. Bali memiliki 391 sistem DAS (daerah aliran sungai). Untuk ukuran Bali, angka tersebut sangat banyak. Di Kabupaten Badung ada 46 DAS, di Kabupaten Buleleng 134. “Tapi kita tidak tahu kondisi pasti DAS kita sekarang. Danau kita banyak diriset, tapi kita tidak pernah punya gambaran bahwa danau tersebut akan menjadi lebih baik ke depan,” tegas Manajer Conservation of International Indonesia (CII), Made Iwan Dewantama, Jumat (17/3) lalu saat diskusi budaya air di Bali. Air juga dikaitkan dengan subak. Menurutnya, subak adalah simbol peradaban air. Melestarikan peradaban air sama dengan melestarikan subak. “Tapi apakah subak masih ada. Air semakin sedikit, sistem penanaman terganggu sehingga harus
mendatangkan beras dari luar. Itu yang menjadikan saya bahwa air sudah kritis,” tegasnya. Dia meyakini bahwa yang bisa menjadi Gubernur Bali adalah ia yang bisa mengurus air. Ketua Bali Organic Association (BOA), Dr. Ni Luh Kartini, mengatakan, beberapa danau di Bali yang masih selamat seperti Danau Tamblingan karena masyarakat di sekitarnya masih memegang teguh pada aturan. “Danau itu pura, jadi tidak berani
diutak-atik,” ujarnya. Padahal jika mau, air bisa diselamatkan. Akibat berbagai kemudahan yang ditawarkan sehingga membuat masyarakat lupa untuk memeliharanya. Tidak hanya air, tapi juga tanah. Empat danau di Bali yang merupakan sumber air minum tidak lagi kualitasnya bagus. Bahkan kualitas air Danau Batur kini kelas 3, tidak layak minum. Permasalahan yang paling krusial adalah pendangkalan danau yang membuat
kuantitas air berkurang. Permasalahan air diselesaikan bukan dengan mencari investor tapi harus ada upaya pelestarian. Salah satunya, membangun karakter mencintai lingkungan. Karena saat ini generasi muda telah dijejali dengan kepraktisan. Materi tentang alam diharapkan menjadi muatan lokal dari TK sampai perguruan tinggi. Sehingga diharapkan nantinya, pemimpin Bali adalah pemimpin yang memahami budaya Bali. (kmb42)
Minggu, 19 Maret 2017 05:52 Mars Indonesia Raya 05:54 Mars Bali Jagadhita 05:56 Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Puja Trisandya 06:05 Dharma Wacana Swadarmaning Kauripan (4) 06:35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Sehat & Bugar 08:00 Klip Anak 08:35 I Got It 09:05 Taman Sari TK Negeri Pembina Badung (2) 09:30 Belajar Menggambar Lomba mewarnai Ogoh-ogoh 10:05 Education On Bali TV 10:30 Agrobisniss
Poh bikul Hasil Kebun Unik dan Manis 11:00 Round Up The World 11:30 Dunia Otomotif HUT ke-3 Klub Revoluce & Family Gatering FOB 12:00 Puja Trisandya 12:05 Dharma Wacana Pesraman Pemangku & Srati (1) 12:30 Traventura 13:00 Wirasa Keterbatasan di Usia Senja 13:30 Lejel Homeshopping 14:30 Tembang Bali 15:30 Bali Channel Tourist TV 16:05 Harmoni Bali
17:05 Inovator 17:30 Gita Shanti SS. Santya Kirtanam (2) 18:00 Puja Trisandya 18:05 Seputar Bali 19:00 Banjar Bali Quiz 19:30 KRIS 20:00 Samatra Artis Bali 21:00 Lila Cita Sanggar Tari Guntur Madu (2) 22:00 Berita dan Bincang Terkini 22:05 Lila Cita Arja Nusa Dawa Kancing Gumi (2) 23:00 Lila Cita Calonarang Menanga (5)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Pon, 19 Maret 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!
Informasi pasang iklan Telepon
� Tarif iklan Mini/Baris
Sardine Restaurant Looking For Hostess, Security, Must Speak English Mail: sardine@sardinebali.com Jl.Petitenget 21 Telp. 733617 B.BP.141.03.17.0001581
International Travel Company in Bali, Looking for a Representative, Indonesian Nationality Fluent Speaking & Writing French.Comptr Skills.Motivating Salary for Capable Person. Send Complete Resume with Photo:Inbound Manager at Email agung@avbali.com B.BP.001.03.17.0001678
!!Bth Sopir Keluarga Hub:08123814399
!Dcr Krywti Toko SD/SMP serius Jujur H:085102831808 no SMS
Dcr Karyawan u/1.Admin Wnt bs Computer, 2.Trainer Pria Latar Belakang Guru Belum Menikah 3.Bagian Umum, Pria,Pendidikan Min.SMU, Berpengalaman, Lam Jl.Mahendradata No.97B Dps
!Dcr Spa Therapist Pengalaman/ Tidak H:087827778880 GajiBagus
B.BP.166.03.17.0001692
B.BP.141.03.17.0001670
Dcr PRT Wnta Tinggal dalam u.25-35Th Gj 2Juta,082146808888
B.BP.001.03.17.0001490
Cari Staff Adm Wnt, Sales, Sopir Min.SMA Jujur, Disiplin.0811388 0884/08113990777 Penatih B.BP.001.03.17.0001661
B.BP.001.03.17.0001664
B.BP.166.03.17.0001691
***Dcr PRT Tinggal Dlm, Sanur Pngalaman&Bersih,T:08123940424
B.BP.001.03.17.0001521
Bth Segera/Pengalaman Garment Min 5Thn Ladies&Bikini/QC+Asst Prod.Mgr+Sample Sew Supervisor Hub.(0361)8448485 Kerobokan
B.BP.004.03.17.0001573
Dcr:Pembantu Masak,Waiter/ss, lancar Ingg.ada Gaji, Tips, u/R.M. di Legian Hub: 0818553392
B.BP.001.03.17.0001529
Coco Group Looking for: Asst.HRD manager Legal Manager Send your new CV at hrm@cocogroupbali.com
B.BP.803.03.17.0001403
Cr Kary/ti Dip/S1 Akuntansi Hub.081999202060 / tax.vionita11@yahoo.com
B.BP.101.03.17.0001593
Dcr Doorman & Call Center Fresh Graduated, min D1, Max25Th,Hub: BPR Lestari Ribka 082147032832
B.BP.001.03.17.0001567
Dcri Cook utk Resto Danau Toba Hub:0361263553/081397909888 B.BP.001.03.17.0001363
Dcr Guru B.Ing, Guru Lstrik, Adm Acct & Sopir pribadi(Dir).Jl.LC Gatsu No.3 Krbk Bdg. hrd@tiara ciptanirwana.com (0361)438047
B.BP.001.03.17.0001544
Dcr Karyawan Pria u/Staff Operasional Kitchen Food Truck Non Halal 20-35Thn.Blm menikah Krm Lamaran ke PO BOX 3310 Dps
: : : :
Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �
Jakarta Mataram Denpasar Surabaya
(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456
VISA
� Email: pembacabalipost@gmail.com
Dcr Tng Elktromedik, Hub RS.Ari Canti(081353175113)dr.Aryawan
B.BP.004.03.17.0001679
Dibthkn Kasir,Design Grafis, Tng Mesin&Finishing Percetakan Sales&Marketing Advertising TaksuPro Advertising,08776189 7816/taksupro@gmail.com
B.BP.819.03.17.0001645
Dicari SPB/G&Marketing Wil.Dps Min SMU/D1 Fasilitas:Gaji UMR+ Bonus Rp.500.000-Puluhan Jt Rp Peminat Serius Krm Lmrn ke PT.PBSS Jl.Seruni 18 Telp.223118 Lamaran Dibuka Tgl 20-25Mar’17
B.BP.001.03.17.0001659
Dicari Waitris dan steaward utk Restaurant Jepang Kokoya, Lmr Lsg ke Jl.Danau Tamblingan Sanur / 0361-289252
Dibtuhkan Darfter utk Interior Furniture Bali Toncity.Jl.Imam Dcr Spr Pribadi bs Matic Hub.08123933313 (I Wyn Krisna) Bonjol 486 T.0361755210,081337 B.BP.001.03.17.0001585 B.BP.001.03.17.0001450 089669 E:sales@toncity.co.id Dicr Senior Sales& Accounting, B.BP.001.03.17.0001435 Dicari Kary Wanita bs Komputer wanita min.D3 Pnglmn Kerja min Dibutuhkan PRT Toko Athalia Jl.Kesatrian 2thn Gaji bagus,Krm CV: Gianyar Hp.08123844551 Hub:085737317070 sales@glsolusi.com/0361 4715523 B.BP.001.03.17.0001405
B.BP.004.03.17.0001568
: : : :
B.BP.001.03.17.0001561
B.BP.001.03.17.0001530
Dicari sopir Hub.Simpang Inn Jl.Legian 133 Kuta 0361-761306
Dicari Sopir Punya SIM A utk Kantor Hub.Gilontas 722162
B.BP.154.03.17.0001580
B.BP.001.03.17.0001163
B.BP.001.03.17.0001542
B.BP.004.03.17.0001599
Dicari wanita pembantu tinggal Finance Baru Butuh CMO,CA,BOM, dalam untuk rumah diImamBonjol Admin Credit,MH,081547557366 B.BP.001.03.17.0001673 Dps Gaji 1,5 SMS 0816571027 Looking for Waitress/Cashier, B.BP.004.03.17.0001453 Cook, Cleaning Service for a Dicari: Kasir(W), Sale Person(L) Bar @ Ubud 081237183707 & Helper(W) Kirim Lamaran ke B.BP.004.03.17.0001447 Jl.T.Umar 133 Telp.236735 Paud di Seminyak Membutuhkan B.BP.004.03.17.0001665 Asst.Teacher,Pengalaman & Bhs Distributor Building Material Inggris. CV:assistme01@gmail.com B.BP.145.03.17.0001195 Bth:Sales, SPV Sales & Auditor Urgent, Teknisi, Min STM Teknik, Wilayah Dps, Singaraja & negara Krm Lamke:bit.hrd.ga@gmail.com Pglm.1Th,Pny Kend.0361 9074679 Jl.Gatot Subroto Brt 376 Dps E:finance@onity-indonesia.com
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU
Terios TX’13 Putih DK Istmw 0818-0561-3699
B.BP.001.03.17.0001686
Terios’2013 Hitam AsDK KM 19Rb Jl.Gelogor Carik Gg.Monyet 12
B.BP.001.03.17.0001688
HONDA
Jazz All New’14 Putih Ban/Pjk br LowKM,081238744721 Prbd BU
B.BP.001.03.17.0001558
Over Kredit Jazz RS’08 AT VR17 Crom UM50Jt,087860856999 Prbdi
B.BP.141.03.17.0001671
ISUZU
Panther LS Turbo’2007 Putih Prbd 087860215629,NusaIndah 57
B.BP.001.03.17.0001682
NISSAN
MAZDA
Mazda CX7 Th’2009,Excellent Condition,97.000kms Sport Wheels sun roof, Only 245Jt Call 081558552348
B.BP.004.03.17.0001571
MITSUBISHI
Djl Cpt Truck Mitsubishi 6Roda 110ps Th2008 T.081805337339 TP
TOYOTA
Djl Kijang G-94 Mulus Audio AC Pwr Strg Siap Pakai, Jl.Tkd.Melangit 50 Panjer,081337852344
B.BP.001.03.17.0001641
B.BP.001.03.17.0001404
Rmh T.36/80@Dps Dp55jt Ang 4jt unit ready WA/Tlp.087761813661
Inova Silver 2012 IjinPariwisata 190Jt Ng Hp.08123910225
B.BP.001.03.17.0001631
B.BP.141.03.17.0001677
Yaris E Pth’11 Pjk/Ban Br, DK Bali trwt Prbd 081239907101 BU
SUZUKI
B.BP.001.03.17.0001676
B.BP.001.03.17.0001557
Dijual APV GX’13 Silver as DK Hub.082147038597
DIJUAL RUMAH Jl/disewakan rmh 5KT di Perum Unud-Mangutur Gg.IV No.28 Batu Ertiga GX Th’2013 Abu 140Jt nego 087762623344/081805312706 Bulan082340741861,082233745999 B.BP.101.03.17.0001684
Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809
B.BP.001.03.17.0001413
Rmh Subsdi UM 7Jt Krd 15th 800rb Marga Tbn 087861821881
Rush S A/T Th’2012 Putih Tgn 1 Original Hub.087862270180
Pajero Dakar VGT 4x4’14 Putih XTrail ST AT’09 H.082147274698
Rmh Br T50/75 2Unit 2KT 1KM,Jl Batuyang Gg.Elang 08123833999
B.BP.155.03.17.0001687
B.BP.001.03.17.0001531
KOST Dikon/Jual Kos2 JlKampus Bukit Jimbaran Hub.0817552230
B.BP.001.03.17.0001655
Terima Kost Jl.Pura Demak Gg.6 No.8 Kmr Mandi Dlm,Ruang Tamu, Dapur Hub.081237200321
B.BP.001.03.17.0001667
DISEWAKAN RUMAH Disewa Rmh Lt2 Jl.Tk BadungXXI 26A Renon 40Jt Ng 087760491512
DIJUAL TANAH Kav Perum Jl.7mtr Tbn 2-8A @ 110Jt Hub.081916477199
Nissan Evalia XV MT’2012 Warna B.BP.001.03.17.0001662 B.BP.001.03.17.0001652 B.BP.001.02.17.0002165 B.BP.001.03.17.0001347 Grey Plat DK,Pakai Sndri,Kond. Jual Rumah Strategis di kediri Over Krd Grand Vitara’11 Slver Tnh Kvl Di Mengwi 60jt/A & Dsewa Rmh Lt2 Res.Mantra No.6A Bagus 128,5Jt Hb:0895392720863 Mnual UM25Jt,085100856999 Prbd Hrg.400Jt Nego Hb:082236366750 Ketewel 40Jt Nego,087760491512 140jt/A Bs Kredit 087862450004 B.BP.001.03.17.0001628
B.BP.141.03.17.0001672
DIJUAL MOBIL
SERVICE
DIJUAL MOBIL
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
B.BP.001.03.17.0001505
B.BP.001.03.17.0001346
B.BP.001.03.17.0001423
Djl Tnh Lok Jl.Dharmawangsa Kampial 55,75Are 700Jt/Are Ng Hub:089531843369/085234179056
Pjak SPT Th/Bln Tax Amnesti NP DISEWAKAN TANAH WP SIUP paspor Hp.081338344155 Dikont Tnh 2A Cargo Jl 8M+1,5A B.BP.001.03.17.0000314 B.BP.001.02.17.0001741 !Djl Tanah Kavling 1Are Lok. B.BP.001.03.17.0001653 Cekomaria siapBgn,087860432230 Sy Siap digaji 550 Rb/Bl Urus B.BP.001.03.17.0001681 Sading 250Jt Nego 081236360318 Tanah 5,25, 1M di Lantang LinPajak Bulanan,SPT Tahunan,Tax B.BP.166.03.17.0001690 dung Sukawati Hp.087862813158 Amnesti Pajak lain 081999121505 DISEWAKAN SPA BUC Dijual Tanah 2,4Are B.BP.001.03.17.0001668 B.BP.001.02.17.0002200 Over Kont Spa Beserta isi,Pdng Jl.Akasia Hub.081338561261 Tnh Kav Siap Bangun 1,6A BanyuKEHILANGAN B.BP.001.03.17.0001512 Tegal Ubud HUb.087760297087 ning Buleleng 085729595722 BUC Djl Tnh Mrh Lok.Anggungan Kpl, Hilang 1 Rangkap Surat izin B.BP.001.03.17.0001683 B.BP.001.03.17.0001523 081236327416/082145008783 Operasi Angkutan Pariwisata Tnh Kav Siap Bangun Gerokgak KONTRAKTOR B.BP.001.03.17.0001532 AN:PT.Prawira Dewata Transport Buleleng 60Jt/A 085729595722 Kontraktor Bangunan Arsitektur Djl Tanah 6A di Jln.Padonan B.BP.001.03.17.0001637 B.BP.001.03.17.0001522 Intrior KitcenSet,081916666939 Hlg BPKB:K-02718562-O DK9846FJ Canggu, 082146249472 BUC Tnh Kvl @Lovina 2,5A 250jt Ngo B.BP.001.03.17.0001685 B.BP.163.03.17.0001513 AN:I Gusti Agung Gede Wardana Gde 082237817356/081915727107 Jual Tnh 2,95 Jl.Sekuta Sanur B.BP.001.03.17.0001339 B.BP.001.03.17.0001644 Lok.Villa inves 081239961940 Hlng BPKB:A 3725363-I DK:632YA RUPA-RUPA B.BP.001.03.17.0001528
Jual Tnh Rmh 2,4A 1,53A,Suli Antasura Hub.08123829471
B.BP.001.03.17.0001646
Tanah 1,65 di Subak Dalem 650 Hp.087862813158 B.BP.001.03.17.0001669
TABANAN
39A 10Jt/A Nett Mambang Seltim Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Kbun Kayu Viw Bagus.081936071471 KmrMndi,Dll(Daris)085102796346 B.BP.004.03.17.0001651
53A 15Jt/A Jl.3m Megati Seltim View Bagus Hub.081237548788 B.BP.004.03.17.0001650
B.BP.001.03.17.0001590
Cuci Gudang Jual Cepat beragam Alat Fitnes HP:082131234798 B.BP.001.03.17.0001550
AN:Rudy Marcio Meetra
B.BP.001.03.17.0001647
BIRO JASA Jasa Resmi Urus IMB, SIMP, TDP/ SITU,HO Wil.Bali 082146581299
B.BP.001.03.17.0001689
18
REKREASI
Minggu Pon, 19 Maret 2017
TTS Bali Post
Pertanyaan
Menurun: 1. Uang yang dipinjamkan yang dapat ditagih lagi 2. Perhiasan yang digantungkan pada kalung 3. Rambut palsu 4. Kera besar 5. Dibalik: Terima kasih (Cina) 6. Terompet (Inggris) 7. Nyala api untuk tanda/isyarat 8. Perbandingan secara kias dengan bentuk yang telah ada 12. Tidak bergigi 14. Mentah (Inggris) 16. Berhenti/selesai (Bali) 18. Kurang/tidak laku (Bali) 19. Baik untuk ditanami (Inggris) 20. Nama buah 22. Badak (Jepang) 24. Pembatasan 25. Pegawai negeri 27. Geostationary orbit 28. Sekamar penuh (Inggris) 29. Kain tipis penutup kaki wanita 31. Dibalik: Kwartir daerah 34. Bagi (Bali) 35. Istirahat (Inggris) 37. Bahan Peledak
1
2
3
5
6
7
8
9 10 11 13
15 17
12
14
18
19
16
20
21
23
26 30
22
24
25
27
28
29
31 32
33
34
35 36
37
38 39
40
KUPON TTS No.288 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 288 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 25 Maret 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 2 April 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 286 Mendatar. 1. Kemarin 5. Tingkap 9. Nahas 10. Tabanan 11. ISO 13. Ryokan 15. Ilmiah 16. Niscaya 17. Kage 19. Agen 20. Kelu 21. Edan 22. Reog 25. Utas 28. Absensi
30. Matsya 31. Ubanan 32. Ufo 34. Unmanly 35. Ragas 36. Gambang 37. Ketupat Menurun: 1. Kontrak 2. Mahyong 3. Riskan 4. Nazi 5. Tito 6. Nebula
Taman Tao di Sukasada
Objek Wisata Berbasis Selamatkan
Lingkungan
OBJEK wisata di Kabupaten Buleleng tak hanya terbatas pada pantai, danau maupun air terjun. Seiring dengan perkembangannya, bantaran sungai pun disulap menjadi objek yang cukup mampu menarik wisatawan untuk berkunjung. Seperti halnya Taman Tao (teduh) di Lingkungan Bantang Banua, Kelurahan/Kecamatan Sukasada. Taman yang dibuka sebulan lalu ini tepat berada di pinggir Sungai Banyumala yang memiliki air jernih dan arus air yang deras. Menuju taman tersebut tidaklah sulit. Jika dari arah Denpasar, pengunjung bisa terlebih dahulu mencari pertigaan Tugu Tiga atau Terminal Sangket. Sekitar 400 meter ke barat, lokasi sudah langsung ditemukan. Saat itu, mata akan langsung dimanjakan dengan hijaunya pepohonan dan gemericik air sungai yang masih sangat jernih. Suasana demikian langsung menghilangkan rasa penat setelah sibuk beraktivitas. Pengunjung yang datang ke objek ini tak sekadar mengambil foto juga bisa beristirahat, duduk-duduk di sejumlah kursi dan meja serta sejumlah gazebo yang berbaris di pinggiran sungai. Itu terlihat semakin cantik ketika dilengkapi payung warna-warni layaknya pelangi. Jika lapar, tak perlu khawatir. Berbagai kuliner lezat dan minuman bisa
4
SPT2017
Mendatar: 1. Prosa yang diucapkan dengan lagu (Bali) 6. Satuan ukuran sepanjang ¼ depa 9. Organisasi buruh internasional 10. Pemain alat musik organ 11. Berrel tunggal 13. Bagian dari alam semesta yang berada di luar atmosfer bumi 15. Kitab undang-undang hukum pidana 17. Orang yang mempunyai sifat-sifat baik 21. Pilihan dari banyak alternatif 23. Pendidikan guru sekolah lanjutan atas 25. Ruang besar untuk rapat 26. Negara yang mata uangnya Pound Sterling 30. Jaga/pertahankan 32. Dapur (Jepang) 33. Kaisar (Inggris) 36. Mudah menyesuaikan diri dengan keadaan 38. Menjahit (Inggris) 39. Pemukul bola tenis/ shuttlecock 40. Ahli pemecah kode rahasia
didapatkan di tempat ini secara mudah. Pemilik taman, Made Ya s a m a d a , m e n u t u r k a n pembuatan taman seluas 26,5 are itu diawali dengan keprihatinannya terhadap sungai yang dijadikan tempat pembuangan sampah. Kesan kumuh tak dapat t e r h i n d a r k a n . “ Aw a l n y a di sini sangat kotor. Saya bersihkan dan langsung dijadikan taman,” ujarnya, belum lama ini. Sejak awal dibuka, taman ini cukup mampu menarik masyarakat untuk berkunjung, terutama yang usianya masih muda. Seperti halnya, Dea, remaja asal Busungbiu. Niatnya untuk berkunjung karena dihantui rasa penasaran setelah melihat postingan di media sosial. “Tempatnya sangat bagus. Udaranya sejuk dan sangat tenang. Sangat cocok untuk dikunjungi,” tuturnya. Sungai yang bersih dan dilengkapi bebatuan juga menarik pengunjung untuk menjadikannya backround berfoto. Tak hanya itu, dengan ingin menikmati sejuknya air pengunungan, tak jarang pengunjung mandi di tempat itu. Dengan segudang sensasi itu, mungkin taman ini bisa masuk dalam agenda trevelling Anda. (sos) TAMAN TOA - Objek wisata Taman Tao yang menawarkan pesona indah.
7. Kancing 8. Panahan 12. Suci 14. Nirlaba 15. Iyadesu 18. EKG 19. Anu 22. Rampung 23. Optimum 24. Beef 26. Tanggap 27. Sungsut 28. Ayunda 29. Ibarat 32. Uyeg 33. Okok
Pemenang TTS No. 286 Ni Putu Sri Karliani Jl. Raya Pesagi No. 24, Br. Pebukit Kapas, Karangasem 80813 Reita Farah Jl. Mataram No.7 Gang Sentul, Legian, Kuta, Badung 80361 A.A.K. Sudiasih Jl. Bima No.2 Satria, Paksebali, Dawan, Klungkung 80761 (Telp: 24441) I Putu Manik Sedana Putra Jl. Ratna XII Denpasar Nefo Jl. Brigjen Ngurah Rai No.75, Bangli 80613 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Alit Suryawan Alamat : Jln. Sekar Tunjung XIV Denpasar
19
Minggu Pon, 19 Maret 2017
Bangun RPH
Satu Tempat Dari Hal. 1
Dinas bersama Balai Besar Veteriner menelusuri di mana daging babi yang dimakan masyarakat suspect MSS itu berasal. Begitu diketahui hanya berasal dari satu tempat, dinas lantas melakukan pengujian sampel limbah yang didapat dari septic tank pada tempat pemotongan babi itu. Memang, sampel yang diambil bukanlah sisa daging babi yang dimakan langsung oleh masyarakat yang sakit. “Kami mengambil sampel di septic tank. Bagi kami kalau ada bakteri tercemar pada suatu ternak kami berprediksi bahwa limbahnya juga itu akan tercemar, kan begitu. Pemikiran kami juga biasanya di peternakan, kalau satu ternak itu tertular penyakit maka kemungkinan akan tertular ke ternak tetangga di sekitarnya dalam satu wilayah, dalam satu kandang,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Putu Sumantra, saat dipanggil oleh DPRD Bali bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali, di gedung DPRD Bali. Menurut Sumantra, hasil uji laboratorium terhadap limbah yang terkait dengan babi penyebab MSS itu ternyata negatif. Tidak hanya negatif bakteri Streptococcus Suis, tapi juga negatif bakteri Streptococcus biasa yang tidak menimbulkan gangguan pada manusia. “Ternaknya sendiri yang menyebabkan kasus kan sudah mati, sudah ke mana-mana, tidak mungkin kita ambil (sampelnya, red),” jelasnya dalam kesempatan lain. Sumantra menegaskan, pengujian yang dilakukannya bukanlah pengujian pada manusia. Namun, pengujian terhadap ternak lantaran MSS adalah penyakit zoonosis atau ditularkan dari hewan ke manusia. Itu sebabnya ada perbedaan hasil pengujian MSS antara Dinas Peternakan dengan yang dilakukan Dinas
Kesehatan. Mengingat, Dinas Kesehatan sudah menyatakan ada tiga masyarakat yang positif MSS berdasarkan uji laboratorium. “Kemungkinan bukan sekadar daging, mungkin di alam yang lembap ini di situ ada bakteri. Kan bisa jadi kita tidak tahu karena bakteri ini hidup dalam kondisi lembap yang memang mungkin pernah tercemar babi sebelumnya,” imbuhnya. Sumantra menambahkan, babi tertular Streptococcus Suis memiliki gejala klinis berupa gangguan saraf pada anggota gerak kaki karena ada radang di persendian, dan kejang-kejang. Sedangkan ciri lain yang sifatnya umum, salah satunya ditandai dengan nafsu makan menurun. Babi yang telanjur sakit bisa diterapi dengan antibiotik dan tambahan multivitamin agar sembuh. Penyebaran bakteri dari babi ke babi umumnya sangat cepat melalui sentuhan dan pernapasan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, mengatakan, MSS bukanlah penyakit baru di dunia kesehatan. Awalnya ditemukan pada tahun 1950 di Eropa. Di Bali khususnya, MSS yang ditularkan oleh babi ini sudah mulai dilaporkan tahun 2014. Di tahun 2017, kasus ini muncul lagi di Sibang Gede dengan belasan masyarakat yang dinyatakan suspect atau diduga MSS. Bakteri Streptococcus Suis pun sebetulnya bisa mati kalau daging babi sebagai perantaranya dimasak hingga matang. Itu sebabnya, masyarakat Bali diminta tidak takut lagi untuk mengonsumsi daging babi. “Asalkan kita bisa memasak dengan benar karena bakteri ini akan mati dengan pemanasan 60 derajat, maka masaklah dengan benar sehingga kita tidak tertular. Tidak hanya oleh Streptococcus Suis tapi bakteri yang lain pun kita harus hindari,” imbaunya. (rin)
36 Laga Dari Hal. 1
Golovkin telah memenangkan 33 pertandingan dengan KO dari 36 laga yang telah dilakoninya. Rekor impresif ini termasuk 23 kemenangan KO beruntun yang diraih sejak 2008 silam. Petinju Kazakhtan ini kini telah memiliki gelar kelas menengah versi WBC IBF dan IBO. Sedangkan Jacobs yang merupakan juara WBA memiliki 12 kali rentetan kemenangan KO sejak 7 tahun lalu. Kemenangan KO beruntun itu terjadi setelah Jacobs dinyatakan sembuh dari kanker tulang yang dideritanya. Dua rekor mentereng tersebut tentu menjanjikan partai yang sangat menarik. “Dia adalah lawan saya yang paling berbahaya. Dia adalah petinju hebat dengan teknik yang baik. Semua pukulannya sangat berbahaya, saya harus ekstra hati-hati,” ujar Golovkin. Sang lawan juga tidak mau sesumbar dan mengakui kehebatan Golovkin. “Dia adalah petinju nomor satu. Dia sangat hebat dan memiliki rekor yang sangat bagus.
Tapi saya lebih cepat dan saya akan buktikan nanti di atas ring,” kata Jacobs. Dalam prosesi timbang badan, Jacobs punya bobot yang lebih berat saat diukur. Jacobs berbobot 159,8 pons atau sekitar 72,4 kg saat ditimbang di The Teathre, Madison Square Garden, Sabtu (18/3) kemarin. Sementara Golovkin sedikit lebih ringan dengan berat tubuh mencapai 159,6 pon atau sekitar 72,3 kg. Prosesi timbang badan sendiri dilakukan empat jam lebih cepat ketimbang biasanya. Itu artinya, Golovkin dan Jacobs punya jangka waktu yang lebih panjang untuk menjaga bobotnya tetap sama saat bertarung hari ini. Dalam pertarungan nanti, Golovkin akan pertaruhkan semua sabuk juaranya di kelas menengah. Namun diprediksi petinju Kazakhstan bisa menang mudah alias KO. Golovkin memang punya catatan bertarung yang mentereng. Dari 36 pertarungan, GGG -julukannya- belum terkalahkan dan menang knock out sebanyak 33 kali. (kmb33/rtr)
Memicu Banjir Dari Hal. 1
Bahkan, menurut dia, El Nino lokal di Peru cenderung diikuti oleh fenomena El Nino global, yang dapat memicu banjir dan kekeringan di berbagai negara. Sementara itu, Badan Cuaca AS telah menempatkan peluang El Nino berkembang di paruh kedua 2017 sekitar 50-55 persen. Beberapa ilmuwan mengatakan perubahan iklim akan membuat El Nino lebih sering dan intens. Selama ini curah hujan di Peru belum melebihi kuatnya El Nino yang terjadi pada tahun 1998. Pada saat itu lebih banyak hujan yang jatuh dalam periode waktu yang lebih singkat dan dengan cepat memenuhi jalan-jalan dan sungai. “Kami belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya. Dari satu saat ke saat berikutnya, suhu air laut naik dan angin yang menjaga curah hujan mencapai tanah mereda,” kata Jorge Chavez, seorang jenderal yang bertugas mengoordinasikan tanggapan pemerintah. Chaves menilai Peru
harus memikirkan kembali infrastruktur untuk mempersiapkan potensi tropikalisasi dari pantai padang pasir utara, yang diperkirakan suhunya akan naik. “Kita perlu membuat jembatan lebih banyak dan lebih baik, kita perlu jalan raya dan kota dengan sistem drainase. Kita tidak bisa mengandalkan prediksi alam,” ujarnya. Saat ini, banyak jembatan ambruk akibat luapan sungai. Banyak hewan ternak yang terbawa arus hingga ke pantai. Dan banyak warga terpaksa membangun tempat tinggal darurat di dataran banjir yang telah kering selama 20 tahun. Sementara Wali Kota Nuevo Chimbote, Valentin Fernandez, mengaku kotanya lumpuh. Tidak ada aliran listrik, air minum dan angkutan umum, karena jalanan banjir. Presiden Pedro Pablo Kuczynski pun mengimbau agar warga tidak cemas dan mempercayakan penanganan pada pemerintah. “Tidak perlu panik, pemerintah tahu apa yang dilakukannya,” kata Presiden Pedro Pablo Kuczynski. (kmb33/rtr)
Kasus Baru
Dari Hal. 1
“Indikasi kerugian keuangan negara kasus baru ini lebih besar daripada kasus e-KTP, tapi pelakunya tidak lebih besar dari yang sekaranglah (e-KTP),” ujar Agus
di Jakarta Rabu (15/3) lalu. Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Agus menyebut perkara tersebut merupakan kasus baru dan meminta publik bersabar menanti penyelesaian penyidikan. (ant/kmb)
Dari Hal. 1
Dikatakan, RPH yang dibangun satu per kecamatan tersebut dilengkapi dengan petugas kesehatan yang bisa mengecek kesehatan hewan yang akan dipotong. “Jadi nanti dibuatkan sebuah aturan, siapa pun yang memotong babi, agar di RPH tersebut sehingga bisa dikontrol. Memang agak repot, tetapi terbayar dengan jaminan kesehatan,” katanya. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Badung, I Ketut Karpiana, mengakui tak stabilnya harga jual daging babi tersebut akibat imbas dari kasus puluhan warga Badung suspect Meningitis. “Ya memang ada penurunan, dampak kasus yang terjadi belakangan ini. Tapi penurunan harga tidak begitu signifikan. Turunnya hanya Rp 500 saja, dari Rp 50.500 menjadi Rp 50.000 per kilogram,” ucapnya. Walau begitu, Karpiana mengatakan tak seluruh wilayah mengalami gejolak harga. Sebab, dari hasil survei di lapangan, justru di Kecamatan Mengwi, harga daging babi naik. “Sepekan lalu di Kecamatan Mengwi harga daging babi rata-rata Rp 50.500, tapi kini naik menjadi Rp 52.000 per kilogram,” terangnya. Karena itu, pihaknya berjanji akan terus melakukan pengawasan terhadap pergerakan harga daging babi di pasaran. Ini demi mengantisipasi, harga daging babi tiba-tiba terjun bebas sebagai dampak dari munculnya kasus bakteri Meningitis Streptococcuns Suis (MSS) pada olahan daging babi. “Kami masih akan pantau terus, apalagi sekarang menjelang hari raya,” tandas pejabat asal Cemagi, Kecamatan Mengwi itu. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, IGAK Sudaratmaja, menyebutkan, hasil tes yang menyatakan sampel darah
babi di Bongkasa yang negatif mengandung bakteri MSS. Namun, pihaknya tetap menerjunkan tim yang bertugas memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada masyarakat. “Tim dari kami tetap terjun ke lapangan, terutama besok (hari ini) dilakukan penyuluhan di daerah Sibang, yang merupakan asal warga yang banyak terkena dampak yang diduga disebabkan oleh bakteri MSS itu,” ujarnya. Dia berharap, masyarakat tidak resah soal mengonsumsi daging babi, apalagi menjelang hari raya Nyepi, Galungan, dan Kuningan. Ketua Komisi IV A.A. Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, meyakini kasus tersebut hanya kasus lokal dan bersipat insidentil. “Sudah puluhan tahun masyarakat Bali berternak babi, kenapa baru sekarang kasus MSS ini muncul. Ini kemungkinan yang dikonsumsi itu saja yang mengandung bakteri dan daging yang tidak diolah dengan benar,” katanya. Pihaknya juga menyayangkan adanya statemen jika daging babi adalah penyebab dari bakteri MSS tersebut. Sebagaimana diketahui, kata dia, para peternak di Bali telah memberikan vaksin kepada babi yang akan dipeliharanya. “Mungkin babi yang dikonsumsi sebelum kejadian itu memang tidak sehat. Jangan semua daging babi dikatakan demikian,” ujarnya. Buleleng Nihil Sementara itu Kabupaten Buleleng selama ini masih nihil kasus Meningitis akibat bakteri Streptococcus Suis (MSS). Meskipun demikian, Dinas Pertanian tetap melakukan langkah antisipasi, salah satunya dengan melayangkan surat edaran kepada peternak. Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Nyoman Swatantra, mengatakan surat edaran bernomor 443/1271/Distan tertanggal 13 Maret 2017
itu diteruskan ke masingmasing kecamatan yang ada di Buleleng untuk disebarkan kepada masyarakat. Isinya cara penularan bakteri MSS kepada manusia, ciri-ciri jika terinfeksi dan imbauan cara membeli maupun pengolahan daging babi. “Surat ini untuk edukasi masyarakat. Supaya tidak mengalami ketakutan,” ujarnya Sabtu (18/3) kemarin. Selain melalui surat edaran, sambung dia, langkah antisipasi bakteri yang telah menjangkit sejumlah warga di Kabupaten Badung itu juga dilakukan dengan pengawasan langsung pada peternakan masyarakat, yang kini jumlahnya mencapai 14 kelompok dengan populasi babi 128 ribu ekor, tersebar di sembilan kecamatan. “Sejauh ini, Buleleng masih aman. Tapi tetap perlu diwaspadai. Kalau ada peternak yang mengetahui munculnya kasus itu, bisa disampaikan kepada petugas,” ujarnya. Namun, kasus MMS mengundang keresahan peternak di Kabupaten Buleleng. Dikhawatirkan menjelang hari raya Galungan dan Kuningan ini, babinya yang sudah dipelihara beberapa bulan tak ada yang membeli. Salah seorang peternak di Dusun Kelampuak Desa Tamblang Kecamatan Kubutambahan, Komang Gara, belum lama ini menuturkan sebagai antisipasi kasus tersebut, vaksinasi pada babi secara rutin sudah dilakukan. Begitu juga dengan pembersihan kandang maupun lingkungan sekitarnya. “Vaksin sudah rutin. Pemeliharaan juga lebih intensif,” tuturnya. Meskipun demikian, ia mengaku tetap khawatir kasus di Kabupaten Badung itu mengakibatkan keinginan masyarakat untuk membeli babi menjelang hari raya Galungan menurun. “Karena ada kasus seperti itu, khawatir jelang Galungan tidak ada yang beli babi,” imbuhnya. (par/sos)
Kebersihan Kandang Dari Hal. 1
Nantinya mereka akan diberikan pengarahan oleh petugas terkait kebersihan kandang dan kebersihan lokasi pemotongan babi. “Kalau nantinya petugas menemukan babi yang sakit supaya bisa sesegera mungkin untuk ditindaklanjuti sehingga bakteri tidak sampai menyebar lebih luas,” katanya. Dia menjelaskan, selain teliti dalam membeli daging babi, pihaknya juga mengimbau kepada masyaraat saat mengolah atau memasak danging babi harus benarbenar matang. Terkadang masyarakat kerap kali tidak mengolah daging dengan baik. Itulah yang harus dipahami untuk menghindari kasus MSS di Bangli. “Lebih baik masakan kurang enak, namun dari segi kesehatan bisa lebih terjamin. Apalagi warga yang senang dengan lawar dan komoh mulai sekarang kalau bisa dihindari. Mengingat daging dan darah mentah sangat berpotensi untuk terkana MSS,” Tegas Sukartana Merosot 80 Persen Munculnya kasus Meningitis Streptococcus Suis (MSS) di beberapa daerah rupanya sangat berpengaruh besar terhadap pedagang daging babi di Pasar Kidul, Bangli. Bahkan, akibat kasus tersebut, membuat penjualan daging babi di Pasar Kidul mengalami penurunan yang signifikan hingga mencapai 80 persen. Salah satu pedagang daging babi di Pasar Kidul, Ida Ayu Nyoman Muliawati, mengungkapkan, penurunan penjualan daging babi terjadi saat ditemukannya kasus MSS di Badung dan Tabanan beberapa hari lalu. Muliawati berharap, dinas terkait agar memberikan pemahaman maupun sosialisasi secara langsung kepada masyarakat khususnya Bangli untuk mengantisipasi kasus ini terjadi di Bangli. Tak hanya pedagang daging babi di Pasar Kidul Bangli yang merasakan dampak adanya MSS, akan tetapi pedagang nasi babi guling juga merasakan dampak tersebut. Bagaimana tidak, semenjak mencuatnya kasus MSS itu, membuat sejumlah pedagang nasi babi guling di Bangli mengeluh lantaran pembeli yang datang semakin sedikit. Salah seorang pedagang nasi babi guling asal Kelurahan Bebalan, Bangli, Ibu Desak Ketut Alit, menjelaskan, beredarnya kasus Meningitis membuat pengunjung yang datang ke warung milikya menurun drastis. Termasuk
langganannya yang biasa mencari nasi babi guling di warungnya untuk dijual juga tidak memesan nasi. Dengan kondisi ini, penurunan pembeli mencapai 50 persen. “Kalau sebelumnya babi guling ukuran kecil jam 11.00 saja sudah habis terjual kalau besaran palingan jam 12 sudah semua habis terjual. Tetapi sekarang kecil saja masih banyak tersisa. Kalau begini terus saya bisa merugi besar lantaran daging babi yang dijual banyak tersisa,” ujarnya.
Negatif Sementara itu, dari Tabanan dilaporkan berdasarkan pemeriksaan laboratorium, sampel babi hidup di Banjar Pengayehan Desa Gubug Tabanan yang sempat satu kandang dengan babi yang diduga menyebarkan bakteri Streptococcus Suis ternyata negatif. Di sisi lain, tiga dari pasien suspect MSS menunjukkan hasil lab yang positif. Untuk mengetahui kejelasan dari mana sumber bakteri ini menginfeksi warga Banjar Pengayehan Gubug Tabanan, Tabanan sedang menunggu kajian epidemiologi lab Universitas Udayana. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Nyoman Suratmika, mengaku masih menunggu hasil kajian secara epidemiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang telah memeriksa babi di Banjar Pengayehan, Desa Gubug, Tabanan terkait MSS. Pemeriksaan sampel darah empat babi di banjar tersebut oleh Dinas Peternakan Provinsi Bali menunjukkan hasil negatif. “Dari S-2 Fakultas Kedokteran Unud dan Dinas Kesehatan Provinsi sudah melakukan pemeriksaan secara epidemiologi pada hari Rabu (15/3) di Banjar Pengayehan,” katanya. Untuk hasilnya, Suratmika mengatakan pihaknya tidak bisa menyebutkan kapan akan keluar. Karena Dinas Kesehatan Tabanan tidak bisa melakukan intervensi. Ia melanjutkan Fakultas Kedokteran Unud dan Dinas Provinsi Bali juga sering melakukan kajian di Tabanan jika ditemukan adanya kasus rabies. Terkait dengan MSS di Banjar Pengayehan, Suratmika berkeyakinan jika bakteri tidak berasal dari babi dan bisa saja dari hewan lain yang dimasak tidak diolah dengan baik atau matang. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana mempertegas bahwa hasil uji sampel darah babi yang sempat satu kandang dengan babi yang dipotong di Banjar Pen-
gayehan oleh warga adalah negatif. Untuk membantu peternak babi dan mengajak masyarakat untuk tidak takut makan babi, rencananya akan digelar makan bersama daging babi guling minggu depan. Pihaknya berharap dengan adanya acara tersebut akan mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk mengonsumsi olahan daging babi tanpa rasa waswas. Menurutnya, olahan daging babi maupun daging lainnya akan terbebas dari bakter Streptococcus Suis jika dimasak di atas suhu 65 derajat celcius selama tiga puluh menit. Hasil Uji Lab Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Jembrana juga masih menunggu hasil laboratorium terkait suspect Meningitis Streptococcus Suis (MSS) yang masih dirawat di RSUD Negara. Sampel sumsum tulang belakang pasien sudah dibawa Kamis (16/3) lalu. Sementara itu, kondisi pasien, I Wayan Suardana (37), asal Banjar Puseh Desa Tuwed Kecamatan Melaya sudah berangsur pulih kendati masih mengalami gangguan pendengaran di telinga kirinya. Pasien akhirnya dipulangkan setelah menjalani rawat inap lima hari. Terkait hal tersebut, Bupati Jembrana I Putu Artha, melakukan pemantauan di beberapa peternakan babi di Jembrana. Bupati bersama OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait meninjau pengelolaan peternakan babi. Bupati mengimbau kepada Dinas terkait untuk aktif menginformasikan atau melayangkan surat edaran (SE) agar masyarakat tidak resah adanya penyakit yang muncul. “Imbauan ini harus sampai ke masyarakat langsung,” terang Bupati Artha. Bupati didampingi Kepala Diskes Jembrana, I Putu Suasta, mengatakan bahwa dinas masih belum bisa memastikan bahwa pasien positif MSS karena hasil laboratorium mikrobiologi RSUP Sanglah belum turun. Memang dilihat dari riwayat pasien sempat bersentuhan dengan babi sakit yang kemudian dikonsumsi dimasak jukut ares dan digoreng. Selanjutnya pasien yang sempat berobat ke Puskesmas Melaya, mengalami gangguan pendengaran. Dari diagnosis dokter, pasien mengalami radang otak dan radang selaput otak. Diskes kemudian melakukan investigasi karena ada dua ekor babi yang masih sehat di kandang yang sama. “Kami masih menunggu hasil lab, pasien juga masih dirawat dan sudah mulai pulih,” tandas Suasta. (nan/san/olo)
Darah Mentah Dari Hal. 1
Hal itu dibenarkan Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Prof. Budarsa. Ia mengimbau masyarakat untuk menunda terlebih dahulu untuk memakar lawar dengan darah mentah sebab yang dapat membunuh bakteri adalah suhu panas ketika daging babi dimasak. Sehingga berbagai komponen babi menjadi aman untuk dikonsumsi jika diolah dengan matang. Selain itu, perasan jeruk limau dengan garam juga dipercaya dapat membunuh bakteri. Ia mengakui beberapa tradisi yang diwariskan nenek moyang di Bali juga merupakan warisan yang bukan tidak ada manfaatnya. Seperti menu babi dengan bahan baku babi yang berlemak biasanya akan dikombinasikan dengan ares (batang pohon pisang) yang kaya akan serat. Sementara serat dapat mencegah kolesterol sehingga antara kolesterol yang dihasilkan oleh lemak babi dapat diimbangi dengan serat pada ares. ‘’Basa genep juga dikatakan dapat mematikan sebagian bakteri. Basa genep yang mengandung berbagai macam rempah-rempah dapat meningkatkan antioksidan sehingga baik untuk kesehatan,’’ujarnya. Selama ini beberapa orang
phobia makan lemak babi. Padahal jika dilihat dari segi kesehatan, kandungan asam lemak babi lebih baik dibandingkan lemak sapi. Menurut Sandra Hermanto dan Anna Muawanah (2009), lemak babi mengandung asam lemak esensial yang lebih tinggi dibandingkan lemak sapi. Di antaranya asam linoleat pada lemak babi 24,94 persen, sedangkan pada lemak sapi 1,17 persen. Asam oleat pada lemak babi 40,74 persen, sedangkan pada lemak sapi 20,53 persen. Bahkan asam arakidonat lemak babi mengandung 0,43 persen, sedangkan pada lemak sapi 0 persen. Lemak sapi mengandung asam lemak jenuh yang lebih banyak, di antaranya asam palmitat 29,40 persen, pada lemak babi hanya 7,01 persen. Asam miristat pada lemak sapi 4,36 persen, sedangkan pada lemak babi hanya 1,07 persen. “Itulah sebabnya lemak sapi lebih padat dibandingkan dengan lemak babi,” tandasnya. Jika dikaitkan dengan penyakit aterosklerosis (penumpukan lemak pada pembuluh arteri), justru asam lemak jenuh lebih berisiko. Jika aterosklerosis terjadi di dalam arteri yang menuju ke jantung (arteri koroner), dapat menyebabkan serangan jantung. (sue/may)
Penjualan Lesu
Dari Hal. 1
Akibat isu MSS tersebut, kata dia, peternak di Bali yang 85 persen memelihara babi khawatir. Apalagi menjelang hari raya, peternak babi biasanya panen, namun karena MSS penjualan babi lesu. Ia menegaskan MSS bukan barang baru. MSS adalah penyakit zoonosis yang dapat menular dari babi ke manusia. Namun bakteri Streptococcus Suis akan mati pada suhu 56 derajat celcius. Bakteri pada daging babi jika kuahnya telah mendidih. Begitu juga pada babi guling, bakteri pasti akan mati karena diguling pada suhu 110 derajat celcius. Babi dengan berat 20-40 kg diguling selama 2 jam akan membuat bakteri mati. “Jangan ragu makan babi guling sepanjang bahan dan alat yang digunakan bersih,” tegasnya. Komisi IV DPRD Provinsi Bali, Nyoman Parta mengatakan, beberapa sektor terpengaruh akibat dari berita MSS seperti pedagang olahan babi dan peternak babi. Bahkan, ada rumah makan babi guling yang sebelumnya sangat laris, kini sepi. Ia mengatakan kabar MSS berdampak pada sosial dan ekonomi masyarakat Bali. Babi tidak hanya persoalan peternakan, karena babi selain
menjadi kuliner khas Bali, juga sebagai sarana dan prasarana upacara. Bagi beberapa kalangan masyarakat, babi bisa menghasilkan uang dan dipergunakan sebagai ritual, imbuhnya. Secara ekonomi, babi diternakkan sehingga menghasilkan uang bagi masyarakat. “Di Gianyar, terutama Payangan Utara di setiap rumah ada memelihara babi 1-5 ekor,” ungkapnya. Sehingga menurutnya, babi tidak hanya soal peternakan tapi juga menyangkut sosial, ekonomi, serta agama. Dia menilai MMS ini harus diselesaikan secara komprehensif mulai dari pembelian bibit, membuat kandang, mengurus kandang, pakan, harus benar-benar diperhatikan. Selain itu, sebelum babi dipotong atau dikurbankan, babi diperiksa, makanya peran Fakultas Peternakan (Fapet) Unud sangat diperlukan. Proses pengolahan juga penting, harus masak. Meskipun babi tersebut terinfeksi bakteri namun jika dimasak dengan matang, bakteri akan mati. Selama ini, ia melihat pengecekan kesehatan babi belum dilakukan. Sedangkan sosialisasi belum dilakukan secara konsisten. “Ini harus dilakukan secara komprehensif dan simultan,” tegasnya. (may)
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu PON, 19 MARET 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Segera Rampungkan Album Kompilasi ”Pecalang Tresna”
SETELAH sukses dengan album “Nagih Atm”, kini Ayu Waden kembali meramaikan belantika musik pop Bali lewat album terbarunya yang berjudul “Pecalang Tresna”. Lagu “Pecalang Tresna” yang nantinya akan menjadi bandrol album ke-3 Ayu Waden yang diproduksi AW Pro ini akan dirilis di radio-radio seluruh Bali pada 23 Maret 2017 dan untuk dipasaran sendiri baru akan dirilis pada bulan April mendatang. Lagu “Pecalang Tresna” sendiri merupakan ciptaan Komang Raka dan diaransemen oleh Dek Artha. Lagu “Pecalang Tresna” nantinya diproduksi dalam sebuah album kompilasi dengan format DVD dan juga melibatkan beberapa penyanyi pendatang baru di belantika musik pop Bali. “Saya dari dulu memang sudah memiliki keinginan untuk mewadahi mereka-mereka yang memiliki talenta dalam bernyanyi khususnya lagu pop Bali. Di album ke-3 inilah, saya mencoba untuk memberikan ruang bagi mereka dan saya juga ikut mendukung satu lagu duet bersama Panji Kuning sekaligus sebagai bandrol album yang judulnya ‘Pecalang Tresna’,” ujar Ayu Waden saat konfirmasi, Sabtu (18/3) kermarin. Terkait dipilihnya tanggal 23 Maret, Ayu Waden mengungkapkan, bahwa tanggal tersebut merupakan hari kelahirnnya. Jadi bagi perempuan yang memiliki nama lengkap I Gusti Ayu Made Mardiani ini, ingin menjadikan tanggal 23 Maret tersebut sebagai momen spesialnya. Lagu “Pecalang Tresna” yang menjadi judul album ketiganya kali ini mengisahkan tentang seorang wanita yang terus mengikuti pacarnya ke mana-mana. Hal itu tidak lepas dari penampilan pacarnya yang begitu tampan dan romantis, sehingga si wanita tersebut tak ingin pacarnya diambil wanita lain. Untuk itulah, si wanita terus membututi pacarnya seperti layaknya pecalang yang terus mengiringi upacara di Bali. Untuk album ke-3 Ayu Waden yang dikemas dalam album kompilasi akan dihiasi 6 lagu seperti “Pejatu Tresna” duet bersama Panji Kuning, “Meanian”, “TTM”, “Idup Sederhana”, “Bocok Ngisengin” dan “Pecalang Tresna”. Ayu Waden pun berharap album “Pecalang Tresna” mampu diterima di masyarakat setelah resmi dirilis di pasaran nantinya. “Saya cuma berharap apa yang kita hadirkan dari AW Pro mampu diterima dan menghibur semua lapisan masyarakat Bali,” ujar perempuan kelahiran 23 Maret 1973 ini. (win)
BPM/win
FESTIVAL WARNA - Ratusan remaja bersama warga di Kota Denpasar antusias mengikuti dan memeriahkan suasana Festival Holi India 2017 yang bertaburan warna-warni serta saling poles warna yang berlangsung di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Alun-alun Puputan Badung, Sabtu (18/3) sore kemarin. Acara tersebut juga dirangkai dengan pesta air yang dibantu petugas pemadam kebakaran Kota Denpasar melakukan penyemprotan ke arah seluruh peserta yang bersemangat hadir pada acara tersebut. BPM/wan
Kosong Satu
Siap Ramaikan Dunia Musik di Buleleng
SATU per satu kelompok band pendatang baru bermunculan dari Buleleng. Yang siap eksis menggebrak belantika musik Bali adalah Band Kosong Satu. Band yang mengusung aliran Pop Rock ini ingin meramaikan panggung musik di Bali khususnya di Bali Utara. Kosong Satu beranggotakan lima orang yakni Komang Andi Wirawan akrab dipanggil Andik pada vokal. Posisi gitar yakni Gede Angga Pratangga, Gusti Agung Indrayana (bass) Putu Dedy Yastika biasa disapa Melor, dan menempati posisi drummer Gede Saniada atau bisa dipanggil Ojest. Perjalanan band Kosong Satu ini hingga akhirnya melejit terbilang cukup panjang. Semula band ini hanya beranggotakan tiga orang yakni Andik, Agung Indrayana, dan Gede Saniada. Ketiganya memproklamirkan diri dengan nama Tiga Raya. Berselang beberapa lama, Tiga Raya dilebur menjadi Oi Band dan ini bersamaan dengan masuknya dua pemain baru yakni Angga Pratangga di posisi gitar dan Dedy Yastika pada posisi bass. Dari panggung ke panggung, band ini membawakan lagu lagu karya dari Iwan Fals.
Uang, Duit, dan Fulus brolan BALE BANJAR ARIDUS FLYING without wings! Ungkapan hasil imajinasi, yang tak mungkin terwujud dalam alam nyata. Sebab mustahil bagi makhluk, apalagi manusia mampu terbang tanpa sayap. Malah Gatotkaca dalam pewayangan bisa terbang karena kedua sayap melekat abadi di ketiaknya. Ungkapan memang tidak harus dipahami secara harfiah, namun disimak secara konotatif sebagai kiasan. Sebagai judul sebuah lagu boyband papan atas dunia Westlife, ‘’Terbang tanpa sayap’’ bermakna pencapaian atas sukses luar biasa, yang sulit dipikir dengan logika normal. Syukur saja dalam album lain, mereka punya lagu bertajuk ‘’I have a dream’’, yang kemudian menjelma menjadi kenyataan. ‘’Kalau di saat aku muda sudah biasa mendengar alunan suara Beatles, Beegees, Cats, Koes Brothers dan Panbers, vokal boyband asal kota kecil Sligo di Irlandia Utara tersebut, sebenarnya tidak begitu istimewa. Awalnya, mereka adalah penggiat teater di SMA, yang kemudian membentuk grup vokal atas saran seorang kawan wanitanya yang terkagum mendengar alunan suara mereka saat mementaskan drama-drama Yunani yang terkadang disertai nyanyian. Berawal dari 6 orang, dengan nama grup ‘6 as 1’, kemudian diubah menjadi
‘IOU’ singkatan dari I owe you, selanjutnya berubah lagi jadi ‘West Side’. Karena nama tersebut sudah dipatenkan grup lain, terakhir mereka gunakan nama ‘Westlife’ sejak tahun 1998, dengan lima anggota melejit pamornya ke seantero Inggris. Karena alasan ingin fokus mengurus keluarga dan bersolo karier, Bryan McFadden keluar dari grup tahun 2004, namun Westlife dengan empat anggota yakni Shane, Mark, Kian dan Nicky semakin naik daun, terutama lewat lagu ‘Flying without wings’ tersebut. Bagiku, lagu itu, sebagai ucapan syukur atas karunia yang di luar dugaan, karena berawal cuma jadi penghibur di depan puluhan atau ratusan orang, melejit menjadi selebriti di konser akbar yang dihadiri puluhan ribu orang. Nyaris di semua benua, kecuali Amerika Serikat, nama Westlife menempati urutan atas, di bawah Beatles dan Elvis Presley. Ironisnya, mereka membubarkan diri saat masih sangat tersohor dengan jutaan penggemar di seantero dunia. Fenomena ini membuatku menganggap boyband ini berintegritas, berkelas, dan sangat istimewa!’’ ulas Rubag. ‘’Persis! Aku pun sama sepertimu, tidak menganggap grup vokal Westlife itu istimewa, karena telingaku seperti kecanduan genre musik Led Zeppelin, Deep Purple, Scorpions dan Pink Floyd. Baru-baru ini kemenakanku yang sweet seventeen menyodorkan sebuah DVD berjudul ‘Westlife, The Farewell Concert’, yang menurutnya harus kutonton, kalau mengatakan diri penyenang musik. Dengan berat hati, kutonton juga grup yang awalnya kuanggap biasa-biasa saja itu. Konser Perpisahan yang diadakan di sebuah stadion bernama Croke Park, Dublin, 23 Juni
2012 tersebut disesaki penonton yang kebanyakan remaja, di bawah guyuran hujan cukup deras. Kendati bercampur hujan, kulihat rata-rata penonton yang berdiri di depan terisak berlinang air mata setiap anggota Westlife melontarkan kalimat, sebelum memulai sebuah lagu. Menjelang akhir acara berdurasi 140 menit itu, keempat personel tampil satu per satu mengucapkan testimoni serta rasa terima kasihnya pada semua fans, yang berkat merekalah Westlife mewujudkan mimpinya. Ya, lagu ‘I have a dream’ telah menjadi kenyataan, dengan berhasil merilis 12 album dan 35 single serta jutaan kopi terjual di seantero dunia selama 14 tahun. Konser perpisahan yang sebenarnya sudah dimulai sejak Februari 2012 di berbagai wilayah benua dan berakhir 23 Juni itu, ditutup tembang ‘Flying without wings’. Boyband ini jadi istimewa, bagiku, karena menerapkan filosofi, berhenti makan sebelum kelewat kenyang. Sangat beda dengan kebanyakan politisi, yang tidak pernah merasa kenyang, terus lapar karena loba, tamak, dan rakus, hahaha,’ gelak Sudiantara di akhir tuturnya. ‘’Ya, karena politisi punya kearifan, kalau sudah enak duduk, mengapa harus berdiri? Memang ada alasan yang mungkin di antara kita menganggapnya tidak masuk akal, mengapa Westlife membubarkan diri? Bila dilihat dari kelahiran di mana anggota Westlife semuanya lahir tahun 1980, saat berdiri tahun 1998 mereka pantas disebut boyband. Setelah melanglang buana selama 14 tahun, bahkan sempat manggung di Indonesia dua kali tahun 2000, mungkin mereka merasa cukup puas atas ketenaran yang mereka raih, sekaligus sadar kalau
Hingga pada 31 Desember 2016 lalu, mereka memutuskan untuk berdiri sendiri secara profesional, dan berganti nama menjadi Kosong Satu. Vokalis Kosong Satu, Andik, saat ditemui di Singa-
raja belum lama ini menuturkan, band yang mengusung lagu berbahasa Bali ini memang baru seumur jagung. Meski demikian pemainnya cukup lama berkecimpung dalam dunia musik. Salah
satunya Angga Pratangga yang merupakan gitaris blues yang sudah berpengalaman di Jakarta. Walau menyandang predikat band baru, namun keberadaan Kosong Satu telah dilirik beberapa
BPM/ist
LOKAL – Kosong Satu merupakan kelompok anak band lokal di Buleleng yang mulai meramaikan belantika musik di Buleleng. sebutan sebagai boyband tidak cocok lagi disandang. Makanya Shane mewakili teman-temannya mengajukan alasan pembubaran grupnya dengan pernyataan, ‘Kita sudah tidak spesial lagi seperti dulu. Mungkin untuk para penggemar tidak masalah, namun untuk kita akan muncul pertanyaan, apakah kita semakin baik atau kian buruk? Apakah kita masih bisa menikmati manggung bersama seperti dulu lagi? Tidak ada yang ingin hal ini terjadi dan membiarkan para penggemar menangis saat konser perpisahan, tetapi ini sudah waktunya!’ Luar biasa, untaian kalimat yang mencengangkan, menandakan anggota Westlife bukan manusia serakah dan sangat paham, bahwa segalanya ada saatnya, untuk mulai atau mengakhiri. Jadi berbeda sekali, bila dibandingkan dengan kebanyakan politisi. Prinsip politisi, menurutku, sekali berkuasa tetap berkuasa! Meski sudah bangkotan dan pikun, bukannya tahu diri dan mundur, justru main tabrak sana-sini meskipun ucapan mereka berbau fitnah dan bohong.
Itulah salah satu penyebab kegaduhan politik di negeri ini, yang berimbas ke segala lini kehidupan, seperti politik, hukum, budaya, sosial, ekonomi bahkan agama,’’ komentar Karyadi. ‘’Benar sekali! Ada beberapa politisi tua yang kulihat sering tampil di media, kesannya sangat nyinyir dan rempong. Mungkin karena kurang dipercaya lagi oleh rakyat atau tidak bisa bersaing secara finansial, justru melempar atau menjual isu dan fitnah di bursa politik. Ini membuat masalah SARA semakin menajam tatkala diselenggarakannya hajatan politik yang bernama Pilkada dan Pilpres. Makanya, saat memilih bupati, wali kota, gubernur, dan presiden, masalah suku, agama, ras dipertajam atau dijadikan alat untuk menyerang golongan minoritas. Lucunya saat merampok uang negara alias korup tidak ada lagi diskriminasi. Uang negara yang berasal dari pajak dan nonpajak yang dibayar rakyat, yang tentunya multikultural, multiagama, multietnis dan ras, digerogoti habis-habisan. Rupanya terkait uang tidak ada
lagi istilah haram dan najis! Coba simak proyek E-KTP berdana Rp 6 triliun, yang sekitar 49 persen atau Rp 2,9 T diduga dananya digerogoti tikus-tikus berdasi. Hebatnya, ini korupsi berjemaah yang melibatkan eksekutif, legislatif, dan pihak swasta dan konon banyak nama besar terlibat dalam megarasuah ini. Proyek ini mulai bergulir tahun 2010, namun karena dananya dirampok, banyak penduduk Indonesia hingga saat ini belum punya E-KTP,’’ ujar Mardika. ‘’Membaca nama-nama oknum yang diduga terlibat dalam korupsi ini, terlihat nama yang sudah berkalikali menjabat kedudukan tinggi dan bergaji besar, namun tetap seperti tikus got kelaparan. Akhirnya, kita sebagai rakyat harus sadar, bahwa agama, suku, ras, dan apa pun yang digu-
label terkenal di Bali. Melalui karya yang dihasilkan ke depan, Kosong Satu optimis dapat memberikan warna dan meramaikan belantika Musik Bali. Saat ini, Andik dan rekan-rekannya sedang melakukan persiapan untuk merilis single terbaru berjudul “Jak Mekejang Menyama”. Lagu ini merupakan karyanya sendiri. “Lagu ini menceritakan pesan kekompakan sebagai makhluk sosial untuk menciptakan hidup yang harmonis,” katanya. Menurut Andik, selain menggarap lagu terbarunya itu, Kosong Satu sedang mengumpulkan materi untuk penggarapan album. Targetnya, album akan di-launching pada akhir 2017 ini, atau awal 2018 mendatang. Melahirkan sebuah album merupakan salah satu tujuan dari band sebagai bukti profesionalisme dalam bermusik. “Kita masih mengumpulkan materi untuk penggarapan album. Kami ini satu visi dan misi dalam bermusik, sehingga untuk ispirasi dan kiblat kami pun sama yakni Iwan Fals. Sehingga musik yang nanti kami hasilkan itu bernuansa kritik sosial, kemasyarakatan, dan ada beberapa yang bertemakan cinta,” jelasnya. (mud) nakan untuk membujuk kita untuk memilih pemimpin, harus diabaikan dan jangan dipercaya. Berdasarkan pengamatan kita tahu calon pemimpin yang benar-benar berhati bersih, jujur, dan mengutamakan kepentingan rakyat serta berjiwa negarawan, kendati mereka sering dikeroyok para politisi busuk dengan isu SARA. Selama uang menjadi sarana berpolitik, tikus-tikus got berdasi akan terus menjadi penghuni gedung terhormat di legislatif maupun eksekutif. Lembaga mereka anggap sebagai anjungan tunai mandiri dan jabatan mereka jadikan kartu ATM untuk membukanya. Benar anekdot politik yang berbunyi bahwa kepertama dalam politik adalah uang, kedua adalah duit, dan ketiga adalah fulus!’’ ujar Wahyudita. (aridus)