16 HALAMAN
NOMOR 343 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha
Bali Post
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Asian Games
Laos Tak Berdaya
Indonesia Menang 3-0
RUSSIA
GEORGIA
CYPRUS
LEBANON ISRAEL JORDAN
TURKEY
KAZAKHSTAN
ARMENIA AZERBAIJAN
SYRIA
I
IRAQ
UZBEKISTAN TURKMENISTAN
IRAN
1951
SAUDI ARABIA
KUWAIT
AE
PAKISTAN
MONGOLIA
1954
AFGHANISTAN
QATAR
II
KYRGYZSTAN TAJIKISTAN
JAPAN
NORTH KOREA
SOUTH KOREA
CHINA
DELHI, INDIA
MANILA, FILIPINA
24 April - 9 Mei 1954 Diikuti 970 atlet THAILAND
YEMEN
INDIA
MYANMAR
PHILIPPINES
LAOS
VIETNAM
BANGLADHES
CAMBODIA
Juara
Juara
jepang
Jakarta (Bali Post) – Timnas Indonesia U-23 membuat Laos tak berdaya. Bermain di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (17/8) kemarin, Tim Garuda menundukkan Laos dengan angka telak 3-0. Pasukan Luis Milla Aspas langsung menekan sejak menit awal pertandingan. Serangan demi serangan yang dilakukan timnas Indonesia berhasil diamankan kiper Laos Saymanolinh Paseuth.
TAIWAN
NEPAL
4-11 Maret 1951 Diikuti 491 atlet
OMAN
SRI LANKA MALDIVES
jepang
BRUNEI MALAYSIA
INDONESIA EAST TIMOR
III
IV
V
1958
1962
1966
TOKYO, JEPANG
JAKARTA, INDONESIA
BANGKOK, THAILAND
24 Mei - 1 Juni 1958 Diikuti 1.820 atlet
24 Agu - 4 Sep 1962 Diikuti 1.460 atlet
9 - 20 Desember 1966 Diikuti 1.945 atlet
Juara
Juara
jepang
jepang
jepang
VI
viI
viII
Juara
1970
1974
Ix
1978
1982
BANGKOK, THAILAND
TEHRAN, IRAN
BANGKOK, THAILAND
DELHI, INDIA
20 November 1970 Diikuti 2.400 atlet
1 - 16 September 1974 Diikuti 3.010 atlet
9 - 20 Desember 1978 Diikuti 3.842 atlet
19 Nov - 4 Des 1982 Diikuti 4.595 atlet
Juara
Juara
Juara
Juara
jepang
tiongkok
tiongkok
tiongkok
x
xi
xiI
1986
1990
1994
SEOUL, KOREA SELATAN
BEIJING, CINA
HIROSHIMA, JEPANG
20 Sep - 5 Okt 1986 Diikuti 4.839 atlet
22 Sep - 7 Okt1990 Diikuti 6.122 atlet
2 - 16 Oktober Diikuti 6.828 atlet
Alberto Goncalves
xiv
xiii 1998
2002 BUSAN, KOREA SELATAN 29 Sep - 14 Okt 2002 Diikuti 7.711 atlet
BANGKOK, THAILAND 6 - 20 Desember 1998 Diikuti 6.554 atlet
Juara
Juara
Juara
Juara
Juara
tiongkok
tiongkok
tiongkok
tiongkok
tiongkok
xvi
xvii
xviiI
xv 2006
2010
2014
DELHI, INDIA
GUANGZHOU, CINA
CHEON, KOREA SELATAN 9 Sep - 4 Okt 2014 Diikuti 9.501 atlet
1 - 16 Desember Diikuti 9.520 atlet
12-11 November 2010 Diikuti 9.704 atlet
Juara
Juara
Juara
tiongkok
tiongkok
tiongkok
2018 JAKARTA - PALEMBANG, INDONESIA 18 agu - 2 sep 2018 Diikuti 11.280 atlet
DIRGAHAYU KE-70
Bali Post 16 Agustus 2018 menggelar syukuran perayaan HUT ke-70 dengan pemotongan tumpeng. Sebagai rasa syukur, tetap konsisten sebagai pers Pancasila, tetap sebagai pers perjuangan pengemban dan pengamal Pancasila dan sebagai suluhnya Indonesia. Pimpinan Bali Post Satria Naradha mengatakan, Bali Post bersama seluruh komponen bangsa tetap konsisten menjadi suluh serta pengemban dan pengamal Pancasila dalam memasuki era baru ini. Dari Bali mengajegkan Indonesia dalam bingkai NKRI untuk kejayaan Indonesia.
PEDULI PENGUNGSI GEMPA LOMBOK Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.
Bali Post/ant
Jokowi Kirab Obor Api Asian Games
Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo berlari kecil saat melakukan kirab obor api Asian Games 2018 di halaman Istana Merdeka Jakarta, Jumat (17/8) kemarin. Presiden Jokowi didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Mereka berlari kecil menyambut obor Asian Games yang telah masuk di pintu gerbang Istana Merdeka, Jakarta. Presiden menerima
api obor tersebut dari atlet bulu tangkis era 1980-an Verawati Fajrin. ‘’Saya serahkan api Asian Games 2018 kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo,’’ kata Verawati sambil mendekatkan api obor ke obor yang dipegang oleh Presiden Jokowi. Kemudian Presiden Jokowi dengan obor yang telah menyala di tangan kanannya menyatakan menerima api Asian Games 2018. ‘’Saya terima api ini untuk memulai perhelatan besar Asian Games 2018,’’ kata Presiden. Didampingi Imam Nahrawi dan
barisan mantan atlet, Jokowi kemudian membawa obor berlari kecil ke depan tangga mimbar kehormatan Istana Merdeka. Sesampainya di depan tangga mimbar, Presiden menyerahkan obor kepada Ketua INASGOC Erick Tohir. Erick kemudian membawa obor api Asian Games 2018 dengan berlari keluar halaman Istana Merdeka untuk dibawa dan diinapkan di Monumen Nasional (Monas). Rencananya baru keesokan harinya obor Asian Games 2018 akan dibawa ke Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. (ant)
Tim Merah Putih baru mampu membobol ketangguhan Paseuth pada menit ke-14. Bermula dari akselerasi Saddil Ramdani. Dia yang ada di rusuk kiri pertahanan Laos memberi umpan tarik kepada Beto yang sudah menunggu di depan gawang. Bermodalkan 1-0 memompa semangat Timnas Indonesia untuk terus mencetak gol. Timnas Indonesia U-23 akhirnya menambah keunggulan di menit ke-47. Alberto Goncalves kembali mencatatkan namanya untuk kali kedua di papan skor. Skor 2-0 semakin menjauh dari kejaran Laos. Namun hal itu tak membuat mereka cepat puas. Timnas terus-menerus melakukan serangan yang mematikan. Namun kepiawaian penjaga gawang Laos patut diacungi jempol. Tak kurang dari lima kali ia melakukan penyelamatan yang sangat akurat. Skor 3-0 akhirnya berakhir sampai peluit panjang ditiup wasit. (kmb)
Jangan Sampai Terjajah secara Ekonomi dan Politik Denpasar (Bali Post) – Semarak HUT Kemerdekaan, Jumat (17/8) kemarin, berlangsung sampai ke pelosok desa. Selain upacara bendera, juga digelar kegiatan jalan santai dan aneka lomba yang melibatkan masyarakat. Untuk upacara bendera, tak hanya dilakukan aparat pemerintah, sejumlah kalangan swasta juga menggelarnya. Seperti di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, ratusan krama Bali mengikuti upacara bendera memperingati HUT ke-73 Kemeredakaan RI. Hal serupa juga dilakukan di Lapangan Niti Mandala Renon. Usai upacara, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, Hari Kemerdekaan RI merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. ‘’Kemerdekaan hanya satu jembatan emas menuju Indonesia yang adil, makmur, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Melindungi segenap rakyat Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Itulah tujuan negara kita. Kita sekarang wajib mengisinya dengan kerja,’’ paparnya. Pastika menambahkan, kerja keras, cerdas, ikhlas, dan berkualitas harus dilakukan agar bangsa ini bisa bersaing. Mengingat, persaingan ke depan akan semakin berat. Indonesia masih harus melawan kebodohan, kemiskinan, kesenjangan, dan masalah ekonomi lainnya. Jangan sampai bangsa ini kembali terjajah secara ekonomi, politik,
dan kebudayaan. Sementara itu, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Bali I.G. Bagus Saputera menyatakan kondisi bangsa saat ini tidak sesuai dengan citacita kemerdekaan terdahulu. Ini lantaran masih banyak kemiskinan setelah 73 tahun Indonesia merdeka. ‘’Hampir 40 persen rakyat masih miskin, yang kita inginkan bukan seperti ini. Kita inginkan negara yang cukup sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, kebutuhan sehari-hari itu harus cukup,’’ ujar pria berusia 89 tahun ini. Bagus Saputera menambahkan, ada kesalahan dalam manajemen bangsa. Itu sebabnya, daya beli masyarakat rendah di tengah biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lainnya yang serba mahal. Belum lagi masih banyak yang menganggur dan ada masalah kesenjangan sosial. Masyarakat cenderung materialistis dan transaksional. ‘’Hanya mikir uang saja. Sudah bersumpah demi Tuhan bekerja untuk nusa dan bangsa, lalu jadi koruptor,’’ imbuhnya. Bali sendiri, lanjut Bagus Saputera, juga tidak lepas dengan keadaan di pusat. Namun, pulau ini masih beruntung karena 80 persen masyarakat masih mempertahankan budaya. Apalagi, Bali tidak memiliki sumber daya alam seperti tambang minyak, emas, batu bara, atau kelapa sawit. ‘’Kita hanya punya budaya, kita lestarikan itu. Kita punya Tri Hita Karana, itu dijaga,’’ jelasnya. (kmb32)
Bali Post/ant
BENDERA PUSAKA - Presiden Joko Widodo menyerahkan duplikat bendera pusaka Merah Putih kepada Paskibraka Tarrisa Maharani Dewi saat upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-73 di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/8) kemarin.
RAPBN 2019 Diusulkan Rp 2.439,7 Triliun SUMBANGAN SMAN 3 - Sebagai bentuk kepedulian kepada korban gempa di Lombok, SMA Negeri 3 Denpasar menghimpun sumbangan dari guru, pegawai, dan siswa. Dana yang terkumpul sebesar Rp 9.233.100. Sumbangan itu dititipkan oleh perwakilan guru dan siswa di Bali Post, Kamis (16/8), untuk selanjutnya disalurkan kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa di Lombok. Mr. Perry J. Coleman, Australia SMA Negeri 3 Denpasar I Made Tantra Wijaya, Yuli Sugianto Alumni Angkatan 87 SMAN 4 Denpasar Instansi Hotel Wina Holliday Villa-Kuta Bali (Management dan Staff) Hal. 15 45.080.300
Rp 10.000.000 Rp 9.233.100 Rp 5.000.000 Rp 4.500.000 Rp
3.510.000
Penerimaan Pajak Ditargetkan Rp 1.781 triliun
Jakarta (Bali Post) Pemerintah menargetkan belanja negara sebesar Rp 2.439,7 triliun atau sekitar 15 persen dari Produk Domestik Bruto Indonesia dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019. Sedangkan dari sisi perkiraan realisasi belanja negara di tahun 2018, jumlah tersebut 10 persen lebih tinggi atau meningkat 37,3 persen jika dibandingkan awal pemerintahan ini berjalan dengan belanja negara di tahun 2014 sebesar Rp 1.777,2 triliun.
Penegasan itu disampaikan Presiden Joko Widodo pada Pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2019 beserta Nota Keuangannya dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang DPR periode 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8). Rapat dipimpin Ketua DPR Bambang Soesatyo didampingi lima wakil ketua DPR lainnya. Sedangkan Presiden Jokowi
didampingi Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla serta para menteri Kabinet Kerja. Belanja negara tahun 2019 akan diarahkan pada upaya penguatan program perlindungan sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, dan penguatan desentralisasi fiskal. Jaminan perlindungan sosial akan diberikan khususnya bagi 40 persen penduduk termiskin di Indonesia. Alokasi anggaran pendidikan mencapai 20 persen dari
belanja negara, mencapai Rp 487,9 triliun. Angka itu lebih tinggi 38,1 persen dibandingkan realisasi anggaran pendidikan di tahun 2014 yang sebesar Rp 353,4 triliun. Untuk keperluan belanja negara tersebut, pemerintah menargetkan pendapatan negara dan hibah yang diperkirakan sebesar Rp 2.142,5 triliun, meliputi penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.781 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 361,1 triliun, dan hibah sebesar Rp 0,4 triliun.
‘’Pendapatan negara dan hibah di tahun 2019 menunjukkan kenaikan 12,6 persen dari perkiraannya di tahun 2018, bahkan naik 38,2 persen dari pendapatan dan hibah di tahun 2014, sebesar Rp 1.550,5 triliun,’’ kata Presiden Jokowi. Dari sisi perpajakan, dilakukan dengan mengumpulkan sumber pendapatan negara dari kegiatan ekonomi nasional, serta terus mendorong peningkatan kepatuhan melalui reformasi administrasi perpajakan yang lebih sederhana dan transparan. (kmb4)
DENPASAR
2
Sabtu Kliwon, 18 Agustus 2018
Perbaikan Jalan Antasura Tunggu Pergantian Pipa PDAM
FIGUR
Denpasar (Bali Post) –
Jalan Antasura dan Jalan Nangka Utara sering menjadi keluhan masyarakat. Pasalnya, kondisi jalan tersebut kurang rata, sehingga menyebabkan pengguna jalan kurang nyaman. Hal ini pun menjadi perhatian jajaran DPRD Denpasar.
Jabat Kapendam IX/Udayana MUTASI di lingkungan Kodam IX/Udayana kembali bergulir dan serah terima jabatan dilaksanakan, Kamis (16/8) lalu. Ada 13 jabatan perwira menengah (pamen) diserahterimakan. Salah satunya jabatan Kapendam IX/ Udayana. Letkol Kav. Jonny Harianto G. dipercaya sebagai Kapendam menggantikan Kolonel Inf. J. Hotman Hutahaean. Sebelumnya, Letkol Jonny menjabat Kepala Staf Korem 163/Wira Satya. Sedangkan Kolonel Hotman selanjutnya mendapatkan jabatan baru sebagai Perwira Staf Ahli (Pa Sahli) Pangdam IX/Udayana Bidang Operasi Militer Perang atau OMP. Serah terima jabatan berlangsung di Aula Makodam, Denpasar, dipimpin Pangdam Mayjen TNI Benny Susianto, bersamaan dengan serah terima sejumlah pejabat penting lainnya di lingkungan Kodam IX/Udayana, antara lain Irdam, Kapok Sahli Pangdam, Pa Sahli Pangdam Bidang Ekonomi, Pa Sahli Pangdam Bidang Manajemen dan Sishanneg, Pa Sahli Bidang OMSP, Pa Sahli Bidang OMP, Kapendam, Kabintal, Kazidam, Kababinminvetcaddam, Kakumdam dan Katopdam. Di awal 2018, Jonny diberikan kepercayaan menjabat sebagai Kepala Staf Korem 163/Wira Satya. Setelah enam bulan mengemban jabatan tersebut, ia mendapatkan promosi jabatan sebagai Kapendam dan merupakan jabatan golongan IV di lingkungan TNI dengan nantinya berpangkat Kolonel. “Puji syukur, astungkara, pimpinan TNI-AD memberikan kepercayaan kepada saya sebagai Kapendam IX/Udayana,” ungkap Letkol Jonny, Jumat (17/8) kemarin. Terkait tugas barunya sebagai Kapendam, Jonny berharap dukungan dan kerja sama semua pihak, baik dari lingkungan Kodam, terlebih bersinergi dengan insan pers dan media yang nanti banyak membantu tugastugas Penerangan Kodam IX/Udayana. (rah)
Anggota DPRD Kota Denpasar I Wayan Suwirya mengakui, pihaknya sering mendapat keluhan dari masyarakat. Namun, berdasarkan hasil koordinasi dengan Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Denpasar, serta Dirut PDAM, diketahui bahwa perbaikan jalan itu terkendala pipa PDAM. “Perbaikan Jalan Antasura - Jalan Nangka sebenarnya sudah lama diusulkan masyarakat. Karena itulah tadi saya koordinasi dengan Dinas PUPR dan PDAM,” kata Suwirya, Jumat (17/8) kemarin. Dikonfirmasi terpisah, Plt. Kepala Dinas PUPR Denpasar I Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengatakan, perbaikan jalan tersebut masih dikoordinasikan dengan PDAM. Pasalnya, di jalur itu ada pipa induk yang kerap kali bocor, maka perbaikan tersebut dikhawatirkan mubazir. “Intinya, perbaikan jalan harus diawali dengan pergan-
tian pipa induk PDAM dulu. Sedangkan dana yang diperlukan untuk pergantian pipa cukup besar,” ujarnya. Sementara itu, Dirut PDAM Kota Denpasar I.B. Gede Arsana membenarkan kondisi pipa PDAM sepanjang 5,7 kilometer di lokasi tersebut kondisinya kurang bagus. Pipa baja yang dipasang pada tahun 1970-an itu rawan bocor. Sedangkan untuk peremajaan diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 101 miliar. “Berdasarkan DED, biaya yang diperlukan mencapai Rp 101 miliar. Guna merealisasikan perbaikan pipa ini, tahun 2017 kami sudah mengusulkan bantuan dana ke Kementerian PUPR. Namun hingga saat ini belum ada kepastian kapan bantuan dana itu bisa terealisasi,’’ katanya. Sejak diusulkan, kata Arsana, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pendekatan. Baik bersama Wali Kota maupun bersama pimpinan
DPRD. “Sudah beberapa kali kami jajaki, namun sampai saat ini belum ada kepastian,’’ ujarnya. Mengingat belum ada kepastian bantuan dana dari pusat, Arsana mengatakan peremajaan pipa induk diperkirakan belum bisa dilakukan pada tahun 2019. Ditanya soal kemungkinan melibatkan pihak swasta, Arsana mengakui hal itu merupakan salah satu solusi untuk percepatan. Namun, semua itu masih perlu dikaji, apakah pola kerja sama ini bisa dilakukan dan tidak membebani PDAM. “Mudahmudahan tahun 2020 mendatang bisa diprogramkan, sehingga peremajaan pipa induk bisa dilaksanakan,” katanya penuh harap. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Setiap Hari, Puluhan Orang Meninggal karena Narkoba
Residivis Kasus Pencurian Diringkus Denpasar (Bali Post) Setelah Tim Jatanras menangkap residivis pembobol brankas, giliran Polsek Denpasar Selatan (Densel) meringkus mantan napi terlibat pembobolan beberapa rumah kos, Selasa (14/8) lalu. Pelakunya Putu Astrawan Budiadnya (46) yang beraksi di tiga TKP di wilayah Densel. Dikonfirmasi Jumat (17/8) kemarin, Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika seizin Kapolsek Kompol Nyoman Wirajaya mengakui pencurian di rumah kos masih marak terjadi. Untuk itu, pihaknya melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus ini. Salah satu TKP-nya yaitu di rumah kos di Jalan Pulau Galang Gang Tiying Gading, Pemogan, Densel, Kamis (19/7) lalu. Korbannya ada empat orang, yakni Muftakirun (25), Imron Arifin (21), Abdul Latif (24), dan Moh. Supriyadi (21). Kronologinya, para korban yang kelelahan seusai kegiatan bersih-bersih di TKP langsung tidur. Saking capeknya, mereka lupa mengunci pintu kamar. Saat bangun pukul 09.40 Wita, mereka kaget karena HP mereka hilang. Selanjutnya, mereka melapor ke Polsek Densel.
Hampir sebulan melakukan penyelidikan, pada Selasa (14/8) lalu Tim Opsnal Reskrim mendapatkan informasi ada seseorang dicurigai sebagai pelaku pencurian. Pasalnya, orang tersebut sering dilihat warga melintas di kos-kosan di seputaran wilayah Densel. “Kami lalu melakukan pengintaian di seputaran rumah pelaku. Dari ciri-ciri yang disampaikan warga, kami tahu orang yang dimaksud adalah pelaku (Astrawan - red) karena dia residivis,” ujarnya. Beberapa hari melakukan pengintaian di rumah pelaku di Jalan Dukuh Sari Gang Banteng, Denpasar, akhirnya pelaku ditangkap Selasa lalu. Dia mengakui perbuatannya dan melakukan pencurian sendirian dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat. Selain di Jalan Pulau Galang, pelaku mengaku melakukan aksinya di Jalan Pulau Yoni, 8 Agustus lalu dan sebelum ditangkap pelaku beraksi di Jalan Dewata Anyar, Densel. “Kami masih mengembangkan kasus ini. Siapa tahu ada TKP lainnya. Selain itu, kami akan terus mengiventarisasi dan memantau mantan napi yang sudah bebas,” ujarnya. (kmb36)
(0361) 7400391, 812987 FM 96,5
Topik : Setiap Hari, Puluhan Orang Meninggal karena Narkoba Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
Bali Post/kmb12
KOORDINASI - Anggota DPRD Denpasar Wayan Suwirya sedang berkoordinasi dengan Plt. Kepala Dinas PUPR dan Dirut PDAM terkait penanganan Jalan Antasura dan Jalan Nangka Utara.
Bali Post/kmb42
APEL - Iring-iringan mahasiswa FK Unud yang mengenakan pakaian perjuangan saat apel memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan RI, Jumat (17/8) kemarin.
Peringati HUT Ke-73 Kemerdekaan RI
FK Unud Gelar Apel, Lomba Tumpeng hingga Pementasan Seni Denpasar (Bali Post) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Udayana (Unud) merayakan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan upacara bendera, Jumat (17/8) kemarin. Acara peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI itu bertemakan “Kerja Kita Prestasi Bangsa”. Meskipun diguyur hujan, upacara tetap berjalan dengan khidmad. Usai melaksanakan upacara bendera, semua civitas FK Unud menuju ke lantai 4 Gedung FK Unud untuk mengikuti lomba tumpeng. Ada puluhan tumpeng dilombakan pada hari itu, karena semua prodi di FK Unud ikut berlomba menampilkan kreasi terbaiknya. Selain tumpeng berwarna kuning, pada hari itu juga ada tumpeng berwarna merah dengan lauk yang beragam. Setelah melakukan potong tumpeng bersama, dilanjutkan dengan makan tumpeng bersama. Masingmasing prodi juga diberikan ruang untuk berkreativitas
melalui pementasan seni. Dekan FK Unud Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B., Sp.OT. (K) mengatakan, pada hari itu merupakan tonggak sejarah bagi FK Unud, karena pada hari itu FK Unud bersamasama merayakan HUT ke-73 Kemerdekaan RI. “Tentu merupakan kebanggan bagi putra-putri bangsa untuk bisa kumpul bersama merayakan HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Kami tetap ingin menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, memegang dan memelihara empat pilar kebangsaan,” ujarnya. Segenap civitas akademika FK Unud, baik dosen, mahasiswa, pegawai dan semua komponen yang ada di lingkunan FK Unud mengadakan apel bersama. Apel itu dihadiri kurang lebih 1.800 orang. “Baru kali ini kita pernah mengadakan upacara yang menghadirkan seluruh civitas akademika,” kata Suyasa. Apel itu diakhiri dengan iringan-iringan dari mahasiswa
yang terdiri dari seluruh komponen badan organisasi kemahasiswaan yang ada di FK Unud. Iring-iringan itu mengenakan pakaian rakyat saat perjuangan dulu. “Kami ingin mewariskan nilai perjuangan kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran,” tegasnya. Menurut Suyasa, wujud perjuangan yang dilakukan dokter di era milenial ini diakuinya bukan lagi seperti zaman penjajahan dulu. Perjuangan yang dilakukan saat ini adalah meningkatkan pendidikan terutama di bidang kedokteran. Melalui pakaian rakyat yang dikenakan, ia ingin menunjukkan bahwa dokter adalah laskar rakyat yang mampu menjaga NKRI dengan baik. Ia berharap semua Warga Negara Indonesia bisa menjaga keutuhan NKRI. Implementasinya bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. “Oleh karena itu, dalam menangani pasien kita tidak mengenal suku, ras, politik, dan agama,” tegasnya. (kmb42)
Denpasar (Bali Post) Permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba telah berkembang menjadi isu global. Bahkan, Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa setiap hari 33 hingga 50 orang meninggal karena narkoba. Hal itu disampaikan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa saat Workshop Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Hotel Puri Nusa Indah di Jalan Waribang, Denpasar Timur, Rabu (15/8) lalu. Di hadapan puluhan perwakilan media cetak dan elektronik, Brigjen Suastawa mengatakan, kondisi tersebut jelas menjadi ancaman kehancuran keberlangsungan generasi muda Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan peranan semua pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat dalam mendukung program P4GN. “Pihak swasta dalam hal ini peran media massa baik cetak mau-
pun elektronik, cukup signifikan dalam upaya P4GN. Media massa menjadi ujung tombak dalam memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Untuk itu, Badan Narkotika Nasional Kota Denpasar mengadakan kegiatan ini,” ujarnya. Berdasarkan data Puslitdatin BNN bersama Puslitkes UI, jumlah pecandu di Provinsi Bali sekitar 50.539 orang dengan prevalensi 1,62 persen tahun 2017. Hal ini yang menjadikan narkoba menjadi permasalahan kita bersama. Semua pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat memiliki kewajiban dalam upaya P4GN seperti tertuang dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba. “Tujuan kegiatan ini, media massa diharapkan mampu berperan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Salah satunya dengan memberikan informasi edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba,” harapnya. (kmb36)
Bali Post/ist
WORKSHOP - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa sebagai narasumber pada workshop P4GN.
Rai Mantra Jadi Inspektur Upacara HUT Ke-73 Kemerdekaan RI Dimeriahkan Tari Kolosal ”Amurweng Bhumi Nusantara”
KEMERDEKAAN - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra sebagai inspektur upacara dalam pelaksanaan peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Jumat (17/8) kemarin.
PEMERINTAH Kota Denpasar menggelar upacara peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Jumat (17/8) kemarin. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra hadir sebagai inspektur upacara. Meski di bawah rintik hujan, pelaksanaan upacara tetap berlangsung khidmat dan lancar. Selain itu, Peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI tahun 2018 di Kota Denpasar dirancang sedikit berbeda. Selain mengikuti konsep apel secara nasional, sajian tari kolosal bertajuk “Amurweng Bhumi Nusantara” berhasil menyita perhatian. Upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-73 RI dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota
Denpasar I Gusti Ngurah Gede bersama anggota DPRD lainnya, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Forkompinda serta Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra, Ketua Gatriwara Ny. Gusti Ngurah Gede, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara. Ditemui usai upacara peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta upacara, terutama pasukan Paskibraka yang berhasil melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. “Saya sangat mengapresiasi semua perserta upacara, meski hujan tidak menghalangi untuk melaksanakan upacara secara khidmat. Semangat ini harus tetap ditanamkan,
karena ini merupakan salah satu bentuk patriotisme dan nasionalisme,” ujarnya. Selain itu, tari kolosal yang dibawakan oleh siswa SMKN 5 Denpasar yang melukiskan kisah Ratu Tri Bhuwana Tungga Dewi, saat bertahta di Kerajaan Majapahit serta kekuatan sumpah Amukti Palapa Patih Gajah Mada dalam mempersatukan Nusantara menjadi pertujukan yang mengagumkan. “Kreativitas anak-anak ini harus kita apresiasi, karena tetap bisa berkesenian dan menyisipkan pesan-pesan moral kemerdekaan,” kata Rai Mantra. Berkaitan dengan peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, Rai Mantra mengajak seluruh masyarakat Denpasar terus bekerja keras dan bekerja cerdas untuk mewujudkan masyarakat madani. Sehingga,
mereka dapat mandiri dan berdikari untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri. “Saya mengajak semua masyarakat Denpasar untuk terus bekerja keras dalam mewujudkan masyarakat mandiri,” ujarnya. Rai Mantra menegaskan, pemerintah hanya sebagai fasilitator dan regulator sebagai mesin penggerak masyarakat dalam memberdayakan masyarakat dalam pembangunan. Sehinga masyarakat dapat diberdayakan di bidang ekonomi dan kebudayaan untuk kesejahteraan dengan kerja keras dan tentunya harus bekerja cerdas dengan terus berinovasi. Hal ini tak terlepas dari tema HUT ke-73 Kemerdekaan RI yakni “Kerja Kita Prestasi Bangsa”. Selain itu, Rai Mantra berharap harus terus mengikuti perkembangan global khusus-
nya TI yang semakin canggih. Untuk mewujudkan itu, karakter kerja keras harus terus ditanamkan pada masyarakat sehingga mampu terus berinovasi dalam setiap pekerjaannya. Salah seorang masyarakat yang hadir menyaksikan upacara peringatan HUT ke73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Denpasar I Gusti Nyoman Candra mengaku sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Denpasar, karena di tengah hujan deras pelaksanaan upacara bendera dapat berlangsung dengan khidmat. Ini perlu ditanamkan terus sebagai bentuk cinta pada Tanah Air. Selain itu, persembahan pementasan tari kolosal yang menggambarkan semangat kebangsaan juga sangat menghibur dan makin menggelorakan kecintaan terhadap Tanah Air. (ad805)
Sabtu Kliwon, 18 Agustus 2018
Ditertibkan, Puluhan Bangunan Langgar Tata Ruang Mangupura (Bali Post) -
Pemerintah Kabupaten Badung melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Sapol PP) setempat menertibkan puluhan bangunan yang melanggar Perda 26 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang di wilayah Kabupaten Badung. Kasatpol PP Badung I Gst. Agung Ketut Suryanegara mengatakan, total jumlah pelanggaran tata ruang pada 2018 mencapai 21 bangunan. Pelanggar tata ruang ini tersebar di enam kecamatan, dengan wilayah pelanggaran terbanyak terjadi di daerah pariwisata Kuta. “Yang melanggar Perda Rencana Tata Ruang berjumlah 21 pelanggar. Rinciannya, Kuta Utara empat, Kuta 15, Kuta Selatan dua, Petang
lima, Abiansemal 10 dan Mengwi delapan pelanggar,” terangnya belum lama ini. Menurutnya, puluhan pelanggar tata ruang tersebut telah diproses sesuai aturan yang berlaku hingga dilalukannya pembongkaran. “Penertiban yang dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), yakni mulai pembinaan, pemanggilan, surat peringatan sampai teguran terakhir,” ungkanya.
BADUNG
Setelah peringatan terakhir, kata Suryanegara, pihak Satpol PP berhak melakukan penertiban berupa penyegelan, penutupan atau pembongkaran. “Sanksi yang diberikan diputuskan dalam rapat tim yustisi untuk langkah penertiban,” ucapnya. Disebutkan, pihaknya kini juga tengah melakukan inventarisir daerah mana saja yang paling parah tingkat pelanggarannya. Inventarisir ini bekerja sama dengan Dinas PUPR setempat. “Kami sekarang dengan PUPR sedang mendata wilayah yang mana parah sekali pelanggarannya,” pungkasnya. (kmb27)
Peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI di Badung Tertib dan Khidmat
UPACARA Peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Badung, Jumat (17/8) kemarin di Lapangan Puspem Badung berlangsung tertib dan khidmat. Selaku Inspektur Upacara, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Komandan Upacara Danramil Petang Kapten Infantri Suara. Upacara diikuti Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua, Wakil Ketua dan anggota DPRD Badung, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Badung, Ketua Organisasi Wanita di Badung, jajaran ASN Pemkab Badung, TNI/ Polri serta pelajar. Detik-detik Proklamasi dimulai tepat pukul 10.00 Wita. Diawali pembacaan Naskah Proklamasi 17 Agustus 1945 oleh Ketua DPRD Badung Putu Parwata. Dilanjutkan Pembacaan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 oleh Kepala Dinas Pariwisata I Made Badra. Puncaknya pengibaran Sang Saka Merah Putih dilakukan 70 orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Badung dari siswa-siswi SMA/SMK terpilih serta anggota Kodim 1611/Badung. Pengibaran bendera merah putih oleh Paskibraka dilaksanakan dengan sempurna. Ditemui usai upacara, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan, pelaksanaan peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke-73 di Kabupaten Ba-
3
Bali Post/ist
HUT-RI - Melaksanakan upacara bendera serangkaian HUT ke-73 RI di lapangan sudah biasa. Masyarakat Banjar Blungbang, Desa Penarungan, Mengwi, Jumat (17/8) kemarin justru melaksanakan upacara di sungai setempat.
Masyarakat Blungbang Upacara HUT Ke-73 RI di Sungai Mangupura (Bali Post) Selalu ada perayaan unik dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73. Dari mengenakan kostum unik hingga melaksanakan upacara bendera di tempat yang tidak biasanya. Seperti halnya dilakukan masyarakat Banjar Blungbang, Desa Penarungan, Mengwi, Jumat (17/8) kemarin. Puluhan warga desa yang telah berkumpul sejak pagi melaksanakan upacara di sungai. Masyarakat semangat menyambut HUT RI meski di tengah guyuran hujan. Upacara bendera diinisiasi Sekaa Teruna (ST) Acarya Perkasa bersama masyarakat setempat dengan inspektur upacara Klian Banjar Blungbang I Wayan Ladra Wijaya. Hadir pula tokoh masyarakat Wayan Suyasa, Pekaseh Subak Penarungan Made Sukayasa dan sejumlah tokoh
masyarakat Desa Penarungan. Wayan Suyasa mengatakan kegiatan unik yang dilakukan di Subak Penarungan menunjukkan perhatian masyarakat terhadap air yang telah membantu dalam pertanian di Desa Penarungan. “Kegiatan ini merupakan semangat masyarakat kami dalam memberikan penghormatan kepada para pejuang yang telah berjasa kepada bangsa ini,” ucapnya. Kegiatan tersebut, kata Ketua Komisi I DPRD Badung ini, juga sebagai ajang pemersatu warga banjar. Dengan kegiatan ini, diharapkan persatuan warga Banjar Blungbang semakin erat. Klian Banjar Blungbang I Wayan Landra Wijaya juga mengungkapkan, kegiatan upacara di sungai ini baru kali pertama dilakukan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan alur
HUT Ke-25 Bali Usada Meditasi
Terus Berbuat dan Berkarma Baik
HUR-RI - Bupati Giri Prasta memimpin upacara peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Badung, Jumat (17/8) kemarin di Lapangan Puspem Badung. dung telah berlangsung dengan khidmat. Begitu pula kesiapan peserta upacara dan Paskibraka telah dipersiapkan dengan baik. “Ini sebagai wujud konkret yang kita lakukan bagaimana kita melaksanakan rasa nasionalisme sebagai warga negara kesatuan Republik Indonesia. Empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI adalah harga mati,” tegasnya. Untuk itu, Bupati berharap dengan peringatan HUT-RI ini betul-betul menjadi Indonesia yang benarbenar Indonesia. Momentum
ini, kata Bupati juga untuk mengenang ide, gagasan, cita-cita Bapak Proklamator Soekarno-Hatta serta para pahlawan yang telah membela nusa dan bangsa. “Ini yang harus kita kenang, dan ini harus kita isi bagaimana Beliau menginginkan jembatan emas yang telah Beliau bangun untuk kita mengisi kemerdekaan. Tujuannya satu, bagaimana kita ke depan agar mampu mensejahterakan dan membahagiakan masyarakat Badung, Bali dan negara kesatuan Republik Indonesia,” kata Bupati. (ad823)
Mangupura (Bali Post)Bali Usada Meditasi memasuki usia 25 tahun pada 14 Agustus 2018. Bali Usada Meditasi ingin berusaha terus berbuat dan berkarma baik. Perayaan HUT tahun ini dipusatkan di tiga kota, yakni Palembang pada 15 Juli, Bali pada 17 Agustus dan Jakarta 2 September mendatang. Perayaan di Bali dipusatkan di Hotel Patra Bali yang diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pementasan kesenian, meditasi di pantai sambil melihat sunset dan potong tumpeng. Bahkan sejumlah peserta dari luar Bali sudah sejak seminggu berada di Bali untuk melakukan tapa selama tujuh hari enam malam dengan tidak ngomong, tidak menulis dan tidak membaca. Serangkaian HUT ini, diawali dengan berbagai kegiatan sosial. Seperti berkunjung ke Karangasem untuk membantu korban erupsi Gunung Agung dan juga membantu korban gempa di Lombok dengan mengirimkan 200 selimut. Kegiatan lain yaitu
melakukan tirtayatra ke sejumlah kawasan. Seperti ke salah satu pura yang ada di GWK, mengunjungi kawasan Pujamandala di Nusa Dua dan Pura Nusa Darma di Nusa Dua. Menurut guru meditasi Bali Usada Merta Ada ditemui di sela-sela perayaan HUT ke-25 di Patra Bali Hotel, Jumat (17/8) kemarin, setelah 25 tahun aktif mengajarkan teknik meditasi usada untuk kesehatan, peserta yang tercatat di center Bali Usada Meditasi sudah mencapai 124.000 orang. Selama 25 tahun banyak kegiatan yang sudah dilakukan, seperti siaran di TV, radio, live streaming setiap hari yang didengarkan di seluruh dunia. Selain itu, kata Merta Ada, kerja sama juga dilakukan dengan sejumlah rumah sakit. Salah satunya dengan RS Charitas di Palembang. Di sana orang sakit yang datang ke RS, diberikan pilihan dirawat seperti di RS biasa ditambah meditasi. Tentu hasilnya sangat bagus. Diungkapkannya, selama
Persiapan Capai 90 Persen
ITDC Siap Sambut Delegasi IMF-WB Annual Meeting Mangupura (Bali Post) Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku tuan rumah pelaksanaan IMF-WB Annual Meeting yang akan digelar Oktober mendatang, memastikan kesiapannya. Saat ini persiapan sudah mencapai kurang lebih 90 persen, meliputi pembangunan infrastruktur maupun pendukung lainnya. Menurut Kepala Divisi Hukum ITDC Yudistira Setiawan, seluruh delegasi memastikan dapat mengikuti konferensi dengan nyaman di Nusa Dua. Sebab, saat ini di kawasan ITDC sudah dilakukan perbaikan terhadap sejumlah venue serta terus meningkatkan pengamanan. “Saat ini ITDC berada di bawah koordinasi komite nasional. Kami juga terus berkoordinasi,” katanya, Jumat (17/8) kemarin. Terkait dengan kesiapan hotel, pihaknya mengakui sebelumnya sempat ada kekhawatiran pascaterjadinya gempa di Lombok. Namun ditegaskannya, unt uk d i Nusa Dua d a n juga proyek di Mandalika, memang tidak terdampak. “Memang ada beberapa hal kecil yang terjadi, seperti genteng lepas, namun itu tidak mengganggu aktivitas hotel,” tegasnya. Untuk itu, dalam rangka memberikan kepastian kenyamanan kepada seluruh delegasi, rencana evakuasi apabila terjadi sesuatu sudah disiapkan semua.
sungai sebagai atraksi wisata di Desa Penarungan, karena desa ini sudah disiapkan menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Badung. “Mereka yang dilibatkan dalam upacara ini adalah ST Banjar serta masyarakat Banjar Blungbang. Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai kegiatan bersih lingkungan dalam program Desa Menuju sebagi Desa Wisata di Badung,” terangnya. Selain kegiatan upacara bendera di sungai, kegiatan memperingati HUT-RI ini juga dilakukan berbagai kegiatan, seperti lomba tarik tambang, gebuk bantal dan malamnya ada kegiatan Banjar Blungbang quis atar-tempek-an. Seluruh kegiatan ini adalah bagian dari penghormatan masyarakat Banjar Blungbang kepada para pahlawan kemerdekaan RI. (kmb27)
Untuk itu, pihaknya mengatakan ITDC sudah siap menyambut kedatangan delegasi ini. “Kami perkirakan awal bulan Oktober mendatang para delegasi sudah mulai berdatangan,” ucapnya saat ditemui usai pelaksanaan upacara bendera HUT ke-73 RI di kantor setempat. Diungkapkan, semua pihak harus ikut meningkatkan daya saing di mata dunia. Indonesia khususnya ITDC sebagai pengelola kawasan pariwisata di Nusa
Dua dan Lombok, harus mulai meningkatkan kualitas layanan ataupun menciptakan destinasi wisata terbaik yang dapat menjaring wisatawan dunia. Sehingga nantinya dapat mendatangkan income bagi pendapatan negara. “Sudah saatnya Indonesia menempatkan diri pada posisi yang lebih tinggi. Kita sudah saatnya menjadi bangsa yang superior yang dapat menunjukkan prestasi dimata dunia,” harapnya. (kmb23)
Bali Post/kmb23
HUT-RI - Kepala Divisi Hukum ITDC Yudistira Setiawan saat menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT ke-73 RI, Jumat (17/8) kemarin.
Bali Post/kmb23
HUT – Bali Usada Meditasi menggelar perayaan HUT ke-25, Jumat kemarin. mengajar meditasi, banyak penyakit bisa disembuhkan. Seperti setres dan depresi, sangat bagus disembuhkan dengan meditasi. “Penyakit yang datang dari pikiran yang dapat mengubah imun sistem, seperti penyakit lupus, dermatitis akut, kanker yang datangnya dari stres itu bisa disembuhkan melalui meditasi,” ujarnya. Tentu salah satu misi dan visi, bersama para asisten semua yaitu berusaha terus berbuat dan berkarma baik melalui Bali Usada Meditasi ini. Pihaknya berharap, dengan semakin banyak
masyarakat bisa bermeditasi, tentu akan lebih banyak masyarakat sehat dan lebih mudah tenang. Saat ini, Bali Usada Meditasi sudah tersebar di sejumlah tempat di Indonesia, seperti Jakarta, Palembang, Semarang, Solo, Lombok dan Surabaya. Sedangkan di luar negeri ada di Jerman, Belanda, London, Singapura. Tanggal 2 September rangkaian HUT akan lanjutkan di Jakarta. Murid Bali Usada Meditasi sekitar 70 ribu orang ada di Jakarta yang berasal semua agama. (kmb23)
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Undiknas Tanam ’’Time Capsule’’
Jadi 100 Perguruan Tinggi Terbaik di Asia 2069
TIME CAPSULE — Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma memimpin penanaman ‘’time capsule’’ untuk Undiknas 2069. UNDIKNAS Denpasar selangkah lebih maju. Pada tahun 2069 saat Undiknas berusia 100 tahun sudah menjadi salah satu dari 100 perguruan tinggi terbaik di Asia. Pencanangan ini ditandai dengan penanaman time capsule oleh Rektor Undiknas Denpasar Prof. Gede Sri Darma, DBA. saat peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, Jumat (17/8) kemarin. Saat itu Prof. Gede Sri Darma juga meluncurkan kartu belanja tanpa uang tunai untuk kantin, membuka agenda Dies Natalis Emas (50 tahun) Undiknas dengan menyalakan obor dan pembukaan student week pengenalan kampus. Saat itu Prof. Gede Sri Darma memberikan kuliah umum soal ‘’Era of Digital Disruption’’. Acara diikuti 1.176 mahasiswa baru Undiknas sekaligus pemecah rekor mahasiswa baru terbanyak selama 10 tahun
kepemimpinan Prof. Gede Sri Darma. Rektor Prof. Gede Sri Darma menegaskan time capsule yang diteken semua pejabat di Undiknas dimaksudkan sebagai komitmen kuat jajaran civitas akademika Undiknas terus maju dan mengedepankan pendidikan bermutu. Undiknas pada usianya ke-100 tahun pada 17 Agustus 2069 nanti diharapkan masuk satu dari 100 PT terbaik di Asia. ‘’Time capsule ini baru dibuka pada 2069 apakah generasi kedua pendiri Undiknas mampu mencapai target tersebut,’’ tegasnya. Tahun ini Undiknas yang memiliki 11 prodi, lima di antaranya terakreditasi A. Undiknas menjadi PT ranking 73 dari ribuan PT di Indonesia. Juga menjadi PT ranking ke-24 dari PTS di Indonesia, ranking ke-3 PTS di luar Jawa dan ranking ke-1 PTS di Bali, NTB dan NTT. Hingga kini Undiknas
sudah menelurkan human capital berkualitas 41.064 orang alumni. Mereka tersebar di industri khusunya perbankan, keuangan dan asuransi. Dia juga merasa bangga bahwa pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini mendekati angka 1.200. Dari jumlah itu empat kelas internasional untuk Prodi Manajemen dan Akuntansi. Bahkan, 19 mahasiswa datang dari lima negara yakni 13 dari Timor Leste, dua dari Korea, dua dari Jordania, seorang dari Thailand dan Tiongkok. Ini menunjukkan Undiknas sudah masuk word class university. Pada acara itu Undiknas juga menyerahkan award dengan bonus Rp 50 juta bagi mahasiswa baru terbaik di mana lima mahasiswa mendapat platinum scholarship dengan bonus masing-masing Rp 10 juta. Sedangkan 10 orang meraih gold scholarship. Lima terbaik masing-masing Dira Daudarita, Ni Wayan Suparyiani, Kalvin Suteja, Gede Deni Windu Saputra dan Kadek Oka Rahmanda Saputra. Gold scholarship diraih Arimas Cempaka, Ni Ketut Juwita Badra, Shella Monika Shalsadilla, Yulia Rossa Indah, Wayan Sukerta Wijaya, Ria Utami, Komang Tri Kumara Jaya, Galih Ramadhan dan Made Aditya Widana. Direktur International and Interprise Undiknas Agus Fredy Maradona, S.E., Ak.MSA., CA., Ph.D. melaporkan, seleksi mahasiswa baru Undiknas diikuti 2.336 peserta lulusan SLTA di Indonesia dan dari luar negeri. (ad817)
BUMN Hadir untuk Negeri
Beri Pelatihan dan Pendampingan Taman Bacaan
TAMAN BACAAN - BUMN Hadir untuk Negeri memberikan pelatihan dan pendampingan Taman Bacaan di SD Anak Emas, Denpasar. KEPEDULIAN BUMN terhadap lembaga pendidikan ditunjukkan lewat acara Pelatihan dan Pendampingan Taman Bacaan di SD Anak Emas, Denpasar, Kamis (16/8) lalu. Ada tiga BUMN yang bersinergi menyukseskan acara ini, yakni PT Asuransi Jiwasraya, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), dan PT Hotel Indonesia Natour (HIN). Ketiga BUMN melibatkan 23 peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) dari Kalimantan Timur dalam acara yang diisi penyerahan buku dan perangkat komputer tersebut. ‘’Mereka (peserta SMN - red) menjadi bagian dari pemberian bantuan berbagi buku ini. Mereka paling tidak tahu, ini adalah salah satu institusi pendidikan yang ada di Denpasar. Mereka juga tahu bahwa BUMN memiliki kepedulian terhadap lembaga pendidikan dalam bentuk pemberian bantuan buku,’’ ujar Kepala Bagian Komunikasi Korporat Sekretariat Perusahaan PT Asuransi Jiwasraya yang juga Ketua Panitia Pelaksana, Wiwik Prihatini. Wiwik mengaku bekerja sama dengan Balai Pustaka
dalam penyediaan bantuan buku. Selain menyasar SD Anak Emas, bantuan juga diberikan kepada Yayasan Kasih Peduli Anak (YKPA) Denpasar. Total ada sekitar seribuan paket buku dengan berbagai judul. ‘’Bukunya ada buku cerita, buku pendidikan, ada juga buku psikologi, buku sejarah, buku tentang dunia hewan, buku motivasi, dan banyak buku lainnya,’’ ujarnya. SD Anak Emas dipilih lantaran sangat memerlukan fasilitas Taman Bacaan, di samping sekolah ini memang termasuk sekolah yang baik dan berprestasi. Wiwik menambahkan, peserta SMN yang merupakan siswa SMA, SMK dan SLB juga sempat melakukan studi banding ke SMKN 1 Denpasar. Selanjutnya, mereka akan diajak berkunjung ke kantor Jiwasraya, RNI, dan HIN untuk mengetahui proses bisnis di masing-masing BUMN. Setelah itu mengunjungi Universitas Udayana. ‘’Sama seperti saat mengunjungi SMKN 1 Denpasar, mereka bisa mendapatkan ilmu, membuka wawasan, sekaligus melakukan studi banding sistem pendidikan di Kalimantan Timur dengan di Denpasar,’’ jelasnya. Pembina Yayasan Anak Emas Dr. Fauzi Basulthana mengapresiasi bantuan Taman Bacaan dari tiga BUMN ini. Pasalnya, bantuan ini dapat memotivasi anak-anak untuk giat membaca buku sebagai jendela dunia. ‘’Dari sekarang pemerintah terus menggalakkan, tentu akan memberikan nilai positif pada anak kita,’’ ujarnya. Kepala Komunikasi Korporasi PT Rajawali Nusantara Indonesia Fazar Bachtiar mengatakan, SMN dan bantuan Taman Bacaan merupakan bagian dari BUMN Hadir untuk Negeri. BUMN tidak hanya membangun infrastruktur secara fisik, tetapi juga membangun karakter siswa di nusantara melalui dunia pendidikan. ‘’Target kami di bulan Oktober seluruh rangkaian BUMN Hadir Uuntuk Negeri di Denpasar sudah selesai. Jadi kami tidak akan putus di sini saja, akan berlanjut hingga bulan Oktober 2018 ini,’’ ujarnya. Program lain yang akan dilakukan, lanjut Fazar, lebih banyak mengarah ke fisik, seperti elektrifikasi, pembangunan MCK, bedah rumah karyawan, pembangunan atau perbaikan sarana umum, dengan total 11 kegiatan. (ad835)
FH UNR Lepas 76 Calon Wisudawan
Sabtu Kliwon, 18 Agustus 2018
Komunitas Seni Dwijendra
Geber Tari Kolosal Libatkan 60 Warga Binaan Lapas Kerobokan
SUASANA berbeda terlihat di Lapas Kerobokan pada detikdetik peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, Jumat (17/8) kemarin. Lewat tangan terampil guru SMA Dwijendra Denpasar I Putu Arief Mahendra, S.Sn. dari Komunitas Seni Yayasan Dwijendra, para warga binaan Lapas Kerobokan mampu mengekspresikan bakat seninya. Usai acara apel bendera, mereka menggeber fragmentari berjudul ‘’Pesona Budaya Nusantara’’. Pentas seni kolosal ini mengundang decak kagum warga binaan pemasyarakatan setempat. Acara disaksikan langsung Kalapas Kerobokan Toni Nainggolan sekaligus sebagai penanggung jawab pementasan bersama Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. dengan pembimbing Kepala Bimdik Ni Nyoman Budi Utami dan Kasubsie Bimkemaswat Putu Arya Subhawa. Acara juga disaksikan Kepala SMA Dwijendra Drs. Made Oka Antara, M.Hum. bersama para wakasek. Arief yang bertindak sebagai penata tari mengungkapkan, fragmentari ini melibatkan 60 warga binaan lapas yang dilatih hanya dalam waktu 25 hari. Fragmen ini mengisahkan kegigihan pahlawan mengusir penjajah. Lewat garapan anak bangsa ini, dia memberi pesan bahwa seni budaya memiliki peranan penting sebagai pilar pemersatu perbedaan serta menanamkan rasa cinta Tanah Air. Kalapas Toni Nainggolan memberi acungan jempol kepada Arief karena memiliki ide cemerlang dan luar biasa. Pasalnya, Arief mampu menyatukan perbedaan karakter dan keterbatasan penghuni lapas
BERSAMA - Kalapas Toni Nainggolan bersama Kasek Oka Antara, wakasek dan Arief Mahendra usai menyaksikan pentas seni warga Lapas Kerobokan. hingga mampu menghasilkan karya seni yang mengagumkan. Ke depan dia terus memprogramkan kegiatan berkesenian bagi warga lapas. Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar M.S. Chandra Jaya usai menyerahkan RAKS kepada para kasek di lingkungan Yayasan Dwijendra juga memberi apresiasi positif atas kreativitas Arief Mahendra yang tak terikat waktu dan tempat, alias di mana saja bisa terjadi. Inilah salah satu ciri seniman luar biasa. ‘’Arief adalah seniman hebat yang kita perlu perhatikan bersama,’’ tegasnya. Para penghuni, katanya, penting dilibatkan dalam seni budaya karena membentuk hati yang mulia dan memperhalus budi. Panjat Pinang Sementara itu, ribuan keluarga besar Dwijendra larut dalam kegembiraan memeriahkan HUT ke-73 Kemerdekaan RI dengan
menggelar atraksi seni dan lomba panjat pinang berhadiah di areal kampus baru Dwijendra di Kesiman Kertalanggu. Acara yang dihadiri Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. juga diisi atraksi dosen dan mahasiswa. Putu Dyatmikawati berterima kasih yayasan berpikiran maju dengan menyiapkan lahan baru untuk Undwi. Gedung ini akan membuat Undwi makin maju dan menjadi kampus anak mudanya Bali. Hal itu dibenarkan Ketua Yayasan M.S. Chandra Jaya. Dia sengaja mengajak warga Dwijendra ke areal 1,6 hektar tersebut guna memperkenalkan program yayasan membangun kampus baru Undwi. Pembangunan kampus ini amanah Kepmenristek Dikti pada 2019 semua kampus harus berdiri di atas lahan minimal 1 hektar. Kampus ini juga berdampak ekonomis bagi warga sekitarnya. (ad816)
BPR Padma Bersama OJK Gelar Edukasi dan Literasi Keuangan di Unhi
PT BANK Perkreditan Rakyat (BPR) Padma bersama OJK menggelar kegiatan edukasi dan literasi keuangan terhadap mahasiswa baru Fakultas Ekonomi Universitas Hindu Indonesia (Unhi), belum lama ini. Hadir dalam kegiatan itu, Direktur BPR Padma Made Sukerta dan PE Bisnis BPR Padma Ida Bagus Ketut Adikusuma. Direktur BPR Padma Made Sukerta mengungkapkan, kegiatan ini digelar sesuai dengan Surat Edaran (SE) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait edukasi dan perlindungan konsumen. SE OJK Nomor 1/SEOJK.07/2014 tentang Pelaksanaan Edukasi dalam Rangka Meningkatkan Literasi Keuangan kepada Konsumen atau Masyarakat dan SE OJK Nomor 2/ SEOJK.07/2014 tentang Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen pada Pelaku Usaha Jasa Keuangan. ‘’PT BPR Padma berperan aktif guna menjalankan good corporate goverment melalui sosialisasi kepada berbagai kalangan masyarakat yang dinilai perlu diberi pemaparan. Salah satunya kegiatan di Kampus Unhi ini,’’ ucapnya. Kegiatan edukasi dan literasi keuangan ini guna memperkenalkan lebih dekat tentang lembaga perbankan dan mengedukasi mahasiswa tentang produk dan jasa keuangan. Made Sukerta lebih jauh men-
LITERASI - BPR Padma bersama OJK menggelar Edukasi dan Literasi Keuangan di Unhi. gungkapkan, peran serta perbankan, khususnya BPR di dalam perekonomian sangat besar, khususnya memajukan kegiatan usaha yang bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Melalui berbagai produk yang ditawarkan baik dalam rangka memberikan pelayanan menghimpun dana masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito serta menyalurkan dana masyarakat dalam bentuk kredit. PT BPR Padma yang masuk dalam 5 besar BPR se-Bali, pada triwulan II tahun 2018 sesuai laporan Publikasi memiliki aset sebesar Rp 412,7 miliar lebih dengan total kredit yang disalurkan sebesar Rp 353,3 miliar lebih dan Dana Pihak
Ketiga (DPK) yang dapat dihimpun dalam bentuk tabungan sebesar Rp 46,2 miliar lebih, deposito sebesar Rp 184,3 miliar. Lebih jauh Sukerta menambahkan, edukasi dan literasi dan pengelolaan keuangan merupakan hal yang penting untuk setiap keluarga Indonesia karena keluarga adalah salah satu pilar perekonomian. Dengan pemahaman keuangan yang merata di seluruh lapisan masyarakat, inklusi keuangan dapat dicapai. ‘’Melalui program edukasi literasi keuangan, PT BPR Padma turut berpartisipasi dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai prinsip pengelolaan keuangan yang baik,’’ pungkasnya. (ad815)
Hampir 100 Persen Calon Wisudawan Usai Upacara Bendera Menyelesaikan Studi Tepat Waktu BUMN Serahkan Bantuan Bedah Rumah dan Piagam Siswa Mengenal Nusantara
FH UNR - Jajaran Dekanat berfoto bersama calon wisudawan FH UNR yang berprestasi. FAKULTAS Hukum Universitas Ngurah Rai (FH UNR) melaksanakan yudisium dan pelepasan sarjana Program Studi Ilmu Hukum pada Kamis (16/8) di Ball Room Mutiara, Hotel Nikki. Pada yudisum dan pelepasan sarjana Fakultas Hukum UNR ke-39 itu, ada 76 calon wisudawan dilepas. Dekan FH UNR IWP Sucana Aryana, S.E., S.H., M.H. didampingi Wakil Dekan Cokorda Gede Swetasoma, S.H., M.H. dan Kaprodi I Made Artana, S.H., M.H. mengatakan, secara keseluruhan mahasiswa yang dinyatakan lulus dan telah memenuhi persyaratan akademik, sebanyak 78 orang mendaftar skripsi. Namun sebanyak 76 orang yang lulus skripsi. ‘’Dua orang lagi tidak dapat menyelesaikan skripsi karena sedang pendidikan di Kepolisian,’’ ujarnya.
Dari 76 orang itu, 74 orang dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu yaitu 4 tahun. Sedangkan 2 orang lagi menyelesaikan dalam waktu lebih dari 4 tahun. IPK tertinggi yang dicapai calon wisudawan kali ini 3,93 dan IPK terendah 3,08. Dilihat dari spesifikasi tersebut, para mahasiswa telah mampu membuktikan bahwa mereka memang benar–benar melaksanakan kegiatan perkuliahan dengan baik selama 8 semester. Dengan berbagai hasil penelitian yang telah disusun dalam bentuk skripsi dan dapat mempresentasikan bahwa mahasiswa yang diyudisium dan dilepas pada hari ini telah memiliki pemahaman yang baik dalam menganalisis hukum yang ada di masyarakat, baik dalam bidang hukum pidana, hukum perdata,
hukum bisnis, hukum adat, hukum pemerintahan, hukum internasional dan berbagai bidang hukum modern lainnya. Pada tahun 2019 FH UNR akan reakreditasi. Maka dari itu, ia meminta dukungan semua pihak dari pimpinan, seluruh civitas akademika dengan melakukan peningkatan SDM, sarana-prasarana dan penunjang lainnya. Dengan reakreditasi itu ia berharap FH UNR dapat meraih akreditasi A. Rektor UNR Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si. mengatakan, pelaksanaan yudisium yang ke-39 merupakan hari yang keramat. Karena keesokan harinya merupakan peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-73. Sehingga calon wisudawan akan mengingat bahwa mereka diyudisium pada hari bersejarah. Hal ini merupakan momentum yang baik dan strategis karena keesokan harinya calon wisudawan memperingati hasil perjuangan dari penjajahan bangsa asing. Momentum peringatan HUT RI ini juga menjadi simbol calon wisudawan yang dilepas telah merdeka dengan berjuang menempuh pendidikan selama 4 tahun di FH UNR. Maka dari itu, ia berharap calon wisudawan bisa berbangga mendapatkan gelar dari FH UNR. Karena Indonesia adalah negara berdasarkan hukum. Jika diperhatikan sejarahnya, Indonesia sudah pernah menjadikan politik dan ekonomi sebagai panglima dalam proses pembangunan. ‘’Saat ini kita mencoba menjadikan hukum sebagai panglima dalam proses pembangunan dan pemerintahan,’’ ujarnya. (ad813)
BADAN Usaha Milik Negara (BUMN) menyelenggarakan upacara serangkaian HUT RI ke-73 di Inna Grand Bali Beach Sanur, Jumat (17/8) kemarin. Ratusan karyawan dari BUMN yang ada di Bali menggelar upacara di dalam gedung karena pagi kemarin hujan begitu deras mengguyur ibu pertiwi. Usai upacara bendera, pihak BUMN menyerahkan bantuan yakni bantuan bedah rumah dari BUMN PIC Bali dan juga memberikan penghargaan pada Siswa Mengenal Nusantara 2018 dari Kalimantan Timur. ‘’Ada sekitar 38 BUMN yang ada di Bali ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan RI yang ke-73,’’ ucap Ketua Pelaksana Wiwik Prihatini sekaligus menjabat Kabag Komunikasi Korporat Jiwasraya usai upacara bendera, pagi kemarin. Dikatakan, upacara bendera memperingati 17 Agustus dilakukan seperti biasa. Hanya, kata Wiwik, pihaknya usai upacara memberikan bantuan bedah rumah secara simbolis kepada karyawan dan sertifikat Siswa Mengenal Nusantara. Karena saat SMN di Bali tahun 2018 ini pihaknya menerima pelajar dari Kalimantan Timur. Sementara itu, Asmawi Syam selaku Dirut PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengatakan, program bedah rumah sudah dilaksanakan sejak tiga tahun lalu. ‘’Ini diprakarsai Ibu Menteri BUMN. Awalnya
BERSAMA - Pejabat BUMN melakukan foto bersama dengan penerima bedah rumah dan juga Siswa Mengenal Nusantara. ditujukan kepada veteran pejuang yang memerlukan bantuan. Selanjutnya kami berharap seluruh veteran pejuang, atau pejuangpejuang yang lain seperti pejuang olahraga. Jadi putra-putri yang berjuang bukan hanya untuk merebut kemerdekaan. Namun berjuang juga untuk mengibarkan bendera Merah Putih yang ada di events internasional maupun regional,’’ tandas Asmawi. Dia menambahkan, pihaknya juga memberikan piagam kepada Siswa Mengenal Nusantara. Tujuannya adalah putra-putri Indonesia dari Sabang sampai Merauke, terjadi pertukaran pelajar. ‘’Saya tadi tanya pada mereka (Siswa
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Mengenal Nusantara - red) ada yang mengaku baru kali ini ke Bali,’’ katanya. Nanti, sambungnya, pelajar dari Bali akan diberangkatkan ke Kalimantan Timur. Sehingga, kata Asmawi, pelajar ini bisa tukar budaya, saling mengenal budaya dan juga mengenal wilayah. Di momen HUT ke-73 RI ini diharapkan pelajar ini dapat atau mampu memaknai Hari Kemerdekaan RI yang kini masuk di usia ke-73. ‘’Termasuk mengenal kemerdekaan adalah mengenal Indonesia ini. Karena kita adalah negara yang besar, sehingga perlu pengenalan bagi mereka, apa itu Indonesia,’’ kata Dirut Jiwasraya ini. (ad635)
Sabtu Kliwon, 18 Agustus 2018
Info seremonial
5
Peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke-73 di Perdiknas Denpasar
Kibarkan Merah Putih di Bawah Rintik Hujan
UNHI - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (kiri) bersama Wakil Rektor I, II, III dan Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr.Phil. I Ketut Ardhana, M.A. (dua dari kiri) berfoto bersama para dekan seusai penyerahan mahasiswa baru ke masing-masing fakultas di lingkungan Unhi Denpasar, Jumat (17/8) kemarin.
’’Mahasisya Upanayana’’ Ditutup Upacara Bendera HUT Ke-73 Kemerdekaan RI
Unhi Harmonisasikan Kecerdasan Intelektual dengan Kecerdasan Spiritual MEMPERINGATI HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), civitas akademika Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar bersama jajaran Yayasan Pendidikan Widya Kerthi mengikuti upacara bendera, Jumat (17/8) kemarin. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. bertindak selaku Pembina Upacara yang dilangsungkan di dalam Gedung Indraprasta Unhi Denpasar karena faktor hujan. Upacara bendera ini sekaligus sebagai tanda ditutupnya kegiatan Mahasisya Upanayana Tahun Akademik 2018/2019 yang telah berlangsung selama lima hari. Pada momentum tersebut, beberapa dosen dan mahasiswa berprestasi di lingkungan Unhi Denpasar diberikan penghargaan oleh Rektor, sebagai wujud komitmen memberikan tanda jasa atas keikutsertaannya memajukan kualitas dan kuantitas Unhi Denpasar di tingkat regional, nasional dan internasional. Selain itu, juga dilakukan penyerahan mahasiswa baru oleh Rektor ke dekan masingmasing fakultas. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa,
M.S. mengatakan, pada momentum Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-73 ini, semangat nasionalisme dan patriotisme generasi muda harus dibangun dan ditumbuhkembangkan. Jiwa nasionalisme dan patriotisme akan membentuk kesadaran dan kegigihan generasi muda memajukan bangsa. Apalagi, jika dibandingkan dengan negara tetangga, prestasi ilmiah dan akademik Indonesia masih jauh tertinggal. ‘’Tidak hanya Unhi Denpasar, banyak kerja dari perguruan tinggi yang harus mempunyai cita-cita meningkatkan prestasi bangsa. Kalau kita bandingkan saat ini dengan negara tetangga, antara jumlah universitas, kemudian jumlah peneliti, jumlah guru besar, jumlah dosen dengan prestasi bangsa di bidang ilmiah dan akademik, kita masih perlu bekerja keras lagi untuk meningkatkan prestasi bangsa kita,’’ tandas Prof. Damriyasa seusai upacara bendera, Jumat kemarin. Untuk mewujudkan citacita bangsa tersebut, Unhi Denpasar yang mempunyai jangkauan pada bidang agama, seni, budaya, sains dan teknologi tidak hanya se-
batas kerja semata, melainkan mampu mengharmonisasikan antara kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual. ‘’Jadi kita (Unhi Denpasar red) perhatikan bangsa kita sekarang. Sebab, ke depan kita memang tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi kecerdasan spiritual, etika, moral, kecerdasan dalam komunikasi itu yang dituntut sekarang di Indonesia dengan tema ‘Kerja Kita Prestasi Bangsa’,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Humas dan Kerja Sama Unhi W.A Sindhu Gitananda, S.S., M.Hum. menambahkan, meskipun kegiatan Mahasisya Upanayana Tahun Akademik 2018/2019 telah berakhir, namun Unhi Denpasar masih membuka penerimaan mahasiswa baru untuk gelombang IV yang berlangsung hingga 31 Agustus 2018. Dikatakan, selama tiga gelombang penerimaan sebelumnya, terdapat beberapa program studi yang masih menyisakan daya tampung, di antaranya Seni Tari, Seni Rupa, Biologi, Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi), Kesehatan Ayurweda, dan Hukum Agama Hindu. (ad818)
WISUDA - Direktur BPLE Tiara Course Made Ernita Kurniawati foto bersama dengan lulusan terbaik, Kamis (16/8).
BPLE Tiara Course Gelar Wisuda Ke-25 87 Persen Lulusannya Sudah Bekerja
BALAI Pendidikan dan Latihan Engineering (BPLE) Tiara Course kembali mewisuda lulusan. Pada wisuda ke-25, Kamis (16/8) di Sanur, sebanyak 84 orang lulusan dilepas, berasal dari jurusan D-1 dan D-2 Engineering Mechanical and Electrical, Engineering Automotive, Engineering Computer, Administrasi Teknik dan Marketing Teknik. Direktur BPLE Tiara Course Made Ernita Kurniawati, BBA., MBA. mengatakan, lulusan BPLE Tiara Course sangat diminati pengguna kerja. ‘’Hampir 87 persen lulusan yang diwisuda kali ini telah bekerja. Sisanya sedang tahap interview. Hal ini sangat membanggakan BPLE Tiara Course yang telah berhasil mengantarkan mereka sebagai teknisi yang kompeten,’’ ujarnya. Dikatakan, kalau mendengar ada alumni lembaga pendidikan kesulitan mencari pekerjaan setelah tamat, tetapi BPLE Tiara Course pusing siapa lagi yang harus dicarikan pekerjaan. Sebab, lulusan BPLE Tiara Course justru dikejar-kejar perusahaan untuk direkrut, meskipun belum tamat sekalipun. Sejak berdiri tahun 1993 BPLE Tiaca Course selalu
memegang teguh prinsip kedisiplinan. Karena itu para dosen lembaga ini terasa agak ekstrem dalam hal disiplin saat mendidik mahasiswa. Hal itu semata–mata agar lulusan BPLE tidak hanya terampil, tetapi juga disiplin sebagai tenaga kerja. Komitmen BPLE Tiara Course untuk senantiasa menjaga mutu lulusannya membuat lembaga ini meraih berbagai penghargaan, baik di tingkat daerah, nasional bahkan internasional. Contohnya, pada 11 Agustus 2018 lalu, BPLE Tiara Course meraih juara I LKP Berprestasi Tingkat Nasional Kategori Rumpun Teknik. Penghargaan itu dianugerahkan langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Yogyakarta. Prestasi lain juga telah diukir mahasiswa BPLE Tiara Course. Tahun lalu salah satu alumni BPLE Tiara Course meraih juara I tingkat Nasional dalam Kontes Mekanik Sepeda Motor by Federal Oil 2017. Salah satu mahasiswa BPLE Tiara Course pada 30 Agustus ini akan menjadi satu-satunya putra Bali yang mewakili Indonesia dalam Asean Skill Competition Bidang Refrigerasi di
Thailand. Sebelumnya, BPLE Tiara Course memperoleh penghargaan sebagai lembaga pendidikan teknik terbaik oleh Wali Kota Denpasar. Tercatat pula menerima penghargaan sebagai lembaga pelatihan kerja (LPK) berprestasi di bidang pelatihan dan produktivitas dari Kementerian Tenaga Kerja RI. BPLE Tiara Course juga mendapat penghargaan tingkat nasional Business Callenges Award 2015 kategori The Best Training Education 7 Service Excellent of the Year. Ketua Panitia Wisuda Komang Ardi Yuda mengatakan, peserta ujian BPLE Tiara Course mendapat pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali dan Kota Denpasar serta DPD HILLSI Bali. Pada wisuda kali ini lulusan terbaik diraih Made Yosi Primustianto dari Jurusan Engineering Mechanical and Electrical, Made Ari Sucipta dari Jurusan Engineering Otomotive, dan Ni Putu Juliawati dari Jurusan Administrasi Teknik. Sedangkan lulusan teladan diraih I Gede Yudana Permana Putra. Atas prestasi tersebut mereka diberikan beasiswa. (ad820)
HUJAN yang mengguyur Kota Denpasar sejak pagi tak menyurutkan pelaksanaan upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-73, Jumat (17/8) kemarin. Seperti yang tampak di halaman Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar. Merah Putih tetap dikibarkan para siswa di unit-unit Perdiknas di bawah rintik hujan. Sementara seremoni upacara dilanjutkan di aula Perdiknas yang menaungi SMP Nasional dan SMK Teknologi Nasional tersebut. ‘’Kami tetap adakan seremoninya di aula karena suasana di luar tidak memungkinkan,’’ ujar Kepala SMK Teknologi Nasional Ni Nyoman Sulasmini, S.Pd. Menurutnya, upacara bendera merupakan acara puncak memeriahkan HUT ke-73 RI. Sebelumnya juga telah diadakan berbagai lomba sejak 15 Agustus lalu. ‘’Sesuai tema HUT, bagaimana agar anak-anak menunjukkan prestasi. Baik dalam bidang akademik maupun bidang lainnya seperti seni dan olahraga, sehingga dia bisa memperlihatkan prestasi, bakat yang memang dimiliki oleh siswa itu sendiri,’’ jelas Sulasmini.
Sementara itu, SMP Nasional secara rutin mengisi HUT RI dengan membagikan laptop kepada SD yang menyumbang siswa terbanyak ke sekolah itu. Kepala SMP Nasional Ni Putu Supadmi, S.Pd. mengatakan, tahun ini ada 3tiga sekolah yang menerima hadiah itu, yakni SD 6 Panjer, SD 3 Sesetan, dan SD 1 Renon. ‘’Kita memberikan ucapan terima kasih berupa laptop kepada SD yang terbanyak mengontribusikan siswanya untuk mendaftar ke SMP Nasional Denpasar,’’ ujarnya. Supadmi berharap seluruh SD khususnya di Denpasar Selatan mulai melirik dan memberikan penilaian positif terhadap SMP Nasional. Perwakilan SD 1 Renon, Winarsih, mengapresiasi hadiah laptop sebagai bentuk kepedulian Perdiknas khususnya SMP Nasional. SMP Nasional dinilai salah satunya unggul dalam pembentukan karakter siswa. ‘’Kami yakin di SMP Nasional ini mutunya baik,’’ ujarnya. Sementara itu, Ketua Perdiknas Denpasar Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. mengatakan, peringatan Hari Kemerdekaan RI selalu diberikan sentuhan warna berbeda. Kali ini tidak
Suasana peringatan Hari Kemerdekaan RI di Perdiknas Denpasar, Jumat (17/8) kemarin. hanya diisi dengan berbagai lomba, penyerahan hadiah berupa laptop kepada SD, dan upacara bendera, tetapi juga Bincang Sehat ‘’Merdeka Dalam Berkarya Saat Hadirnya Menopause’’. Acara ini masih terkait Jubelium Emas Perdiknas yang jatuh 31 Desember 2018. Pihaknya menghadirkan pembicara asal Kanada yang menetap di Australia, Angela Holloway. ‘’Kami mencoba untuk berbagi pada perempuan Indonesia bahwa sepanjang usia hidupnya mereka harus bisa merasakan kemerdekaan. Menopause
ini kodrat perempuan, tetapi banyak membuat perempuan merasa terbatas dalam berkarya,’’ ujarnya. Berkaitan dengan tema HUT RI ‘’Kerja Kita, Prestasi Bangsa’’, putri pendiri utama Perdiknas Prof. Gorda (alm) ini menilai luar biasa. ‘’Luar biasa pemilihan tema ini bahwa negara itu tidak memaksa, tetapi ketika kita bekerja, otomatis menjadi suatu prestasi bangsa. Artinya, bereskan di diri kita kerja di masingmasing itu, secara otomatis tanpa disengaja dia akan meningkatkan prestasi sebuah bangsa,’’ tandasnya. (ad809)
Yudisium Stikes Bina Usada Bali Tahun Akademik 2017/2018
SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bina Usada Bali menggelar yudisium ke-9 di Aula Kampus Stikes Bina Usada Bali, Badung, Kamis (16/8) lalu. Yudisium tahun akademik 2017/2018 ini diikuti 475 mahasiswa. Mereka terdiri atas tiga program studi (prodi) yakni Ahli Madya Kebidanan, Sarjana Keperawatan, dan Profesi Ners. Jumlah kelulusan kali ini mengalami peningkatan yang signifikan, sekitar dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Wakil Ketua I Stikes Bina Usada Bali Putu Wira Kusuma Putra. Diterangkan, untuk tahun ini profesi Ners Stikes Bina Usada Bali telah meraih ranking keempat tingkat Nasional. Dengan nilai uji kompentesi mencapai 89,4 persen. Capaian ini merupakan prestasi yang luar biasa dan sangat membanggakan. Tentunya prestasi ini belum banyak dimiliki oleh sekolah lain, khususnya di Bali. ‘’Kita mampu bersaing dengan universitas-universitas yang telah memiliki nama, bahkan kita cuma kalah
dari UGM, Universitas Muhamadiyah Jakarta dari segi nilai uji kompetensi untuk tahun ini,’’ terang Wira Kusuma Putra. Selain prestasi uji kompetensi, indikator mutu pendidikan Stikes Bina Usada Bali juga dilihat dari banyaknya lulusan yang diterima di dunia kerja. Untuk tahun ini, sebagian besar lulusan telah diterima dan bekerja di beberapa rumah sakit dan poliklinik. Selain itu, lulusan juga menciptakan lapangan kerja sendiri, seperti home care, membuka baby spa, yoga kehamilan dan lainnya. Wakil Ketua I berharap lulusan mampu memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat dan tentunya bangsa dan negara. Juga diharapkan para lulusan terus belajar dan berupaya meningkatkan profesionalismenya. Selain itu para alumni bersedia memberikan masukan untuk pengembanganpengembangan selanjutnya. Yang mana pengembangan Stikes Bina Usada Bali tidak hanya terbatas pada pihak pengelola, namun juga adanya peran serta para
DALAM rangka menyambut HUT ke-73 Kemerdekaan RI yang juga serangkaian HUT ke-8 WBF tanggal 25 Juni lalu, seluruh karyawan yang berada di bawah Panugrahan Group mengadakan sejumlah lomba. Di antaranya lomba mancing botol, lari kelereng, dansa balon, lari balap karung, lomba makan kerupuk dan tarik tambang. Leader WBF Kuta sekaligus panitia lombaI Gusti Ayu Swasmini mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 150 karyawan yang tergabung pada Panugrahan Group. Di antaranya karyawan dari WBF Kuta Bali, Billabong FO, Bakso Bujangan, MAP Xclub, money changer dan head office
yang memperebutkan sejumlah hadiah menarik. Dikatakannya, selain untuk menjalin kebersamaan di antara sesama karyawan, kegiatan ini juga untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Serangkaian kegiatan HUT WBF pihaknya mengatakan berbagai kegiatan sudah dilakukan. Seperti aksi sosial yaitu penyerahan donasi untuk korban Gunung Agung. Ke depan pihaknya juga akan melakukan kegiatan sosial lain sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. ‘’Harapan ke depan, semoga kita bisa lebih baik lagi. Bahkan kekompakan antarkaryawan bisa ditingkatkan,’’ harapnya. (bns1)
YUDISIUM - Prosesi Yudisium Stikes Bina Usada Bali Tahun Akademik 2017/2018 di Badung, Kamis (16/8) lalu. alumni dan mahasiswa. Ketua Program Studi (Prodi) D-3 Kebidanan Pande Putu Novi Ekajayanti dan Kaprodi S-1 Keperawatan dan Profesi Ners I Putu Artha Wijaya memaparkan bahwa pada yudisium ini diikuti sekitar 22 mahasiswi kebidanan, 175 orang profesi ners, dan 250 orang dari S-1 Keperawatan. Jadi total lulusan yang telah dicetak dari
sejak Stikes Bina Usada Bali didirikan sekitar 500 orang kebidanan dan 843 orang keperawatan. Dari total lulusan yang telah dihasilkan tersebut, sekitar 90 persen telah terserap di dunia kerja, seperti di rumah sakit negeri, rumah sakit swasta, klinik, pusat pelayanan kesehatan, dan lainnya. Sedangkan sisanya telah membuka lapangan pekerjaan sendiri. (ad819)
Berbagai Lomba Meriahkan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI dan HUT Ke-8 WBF
BERSAMA - Ratusan karyawan yang tergabung dalam Panugrahan Group berfoto bersama usai mengikuti berbagai lomba, Jumat (17/8) kemarin.
OPINI
6
Sabtu Kliwon, 18 Agustus 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Tim Sukses Nasionalis dan Berkualitas PESTA politik nyaris berlangsung sepanjang tahun di negeri ini. Bahkan, proses untuk melahirkan seorang pemimpin memerlukan waktu yang sangat panjang. Waktu formal yang diperlukan mendekati enam sampai delapan bulan. Itu belum terhitung masa rebut-ribut di babak awal termasuk masa lobilobi menjelang pencalonan. Yang pasti pesta politik di negeri ini tak hanya ruwet juga berpotensi memicu konflik internal. Menyadari hal ini, tampaknya penyederhanaan tahapan politik perlu dilakukan. Tak hanya dari cara mengelola pesta politik juga perlu ditinjau waktu yang diperlukan untuk sebuah proses alih kekuasaan. Negeri ini harus diberi ruang untuk menikmati masa-masa nyaman tanpa ada konflik kepentingan politik. Untuk itu, regulasi pengelolaan pesta politik sangat mendesak untuk dirancang efektif. Artinya dalam waktu singkat, biaya murah dan minimal dari sisi risiko. Dalam banyak hal, pesta politik tak hanya memunculkan figur calon. Pesta politik juga memunculkan transaksi dan diliriknya sejumlah tokoh untuk menjadi tim sukses. Makanya tak heran jika pesta politik di negeri ini berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi atau setidaknya ikut membuka kesempatan kerja bagi sejumlah orang. Bahkan, kini asumsi bahwa politik telah dibisniskan untuk mendapatkan keuntungan juga menguat. Kesadaran publik memosisikan bahwa kini banyak pemodal yang siap menjadi pendukung dana perjuangan kandidat tertentu dengan harapan usahanya mendapat pengayoman di kemudian hari. Dalam urusan pekerjaan, kini pesta politik juga memberikan peluang untuk menjadi tim sukses. Ini merupakan job strategis. Tak hanya dalam urusan pemilihan presiden, gubernur, termasuk bupati perlu tim sukses, kini pemilihan calon wakil rakyat pun perlu tim sukses. Artinya, tim sukses kini sudah menjadi kebutuhan riil dalam proses politik. Maka ada yang bilang, tim ini akan tetap sukses walaupun calon yang diusungnya kalah. Itulah sebabnya tim sukses menjadi rebutan banyak orang, walaupun di lain pihak ada yang terkesan menolak job ini. Mencermati strategisnya peran tim sukses, maka sering kali kesalahan memilih figur tim sukses juga akan berdampak negatif pada kandidat. Kini, patut diakui bahwa selain kualitas figur banyak juga orang mencermati siapa tim sukses para kandidat. Untuk itulah cermat dan cerdas dalam memosisikan orang dalam tim sukses juga menjadi strategi pememangan. Tim sukses tentu tak bisa hanya mengandalkan ketokohan. Tim sukses juga harus dilihat dari kecakapannya memengaruhi publik. Kemampuan komunikasi gagasan sang kandidat haruslah menjadi semacam kecakapan mendasar yang harus dimiliki. Itu artinya, Tim sukses tentu bukan sekadar juru kampanye. Tim ini harus mampu membuat orang yang tak yakin menjadi yakin, dan yang awalnya tak tertarik memilih calonnya menjadi tertarik memilih. Di sinilah kompetensi tim sukses akan diuji. Dalam urusan lain, tim sukses haruslah figur yang bijak dan paham benar wawasan nusantara. Ini penting dilakukan agar tim sukses tak menjadi penebar konflik. Tim sukses hendaknya memiliki jiwa nasionalis bukan malah melakukan propaganda politik dengan menebar kebencian terlebih memiliki dorongan untuk mengganti idelogi bangsa. Tak hanya itu, dalam konteks lainnya, kualitas tim sukses setingkat pilpres hendaknya benar-benar tokoh bangsa dan nasionalis. Ini penting dijabarkan mengingat besar kemungkinan di antara tim sukses berpelung dari pembantu presiden atau setidaknya staf khusus. Maka dari itu, citra dan kualitas tim sukses haruslah terjaga. Jangan sampai memilih figur anti-Pancasila menjadi orator dalam kontestasi politik. Mereka harus bijak dan informatif dalam mengelola persoalan kebangsaan.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Puisi dan Cerpen Modern Ruang cerpen dan puisi Bali modern pada lembaran Bali Orti saya rasakan berkurang. Padahal berkat jasa Bali Orti, telah bertumbuh dan berkembang banyak penulis muda potensial sastra Bali modern. Sejak hilangnya ruang cerpen dan puisi Bali anyar tersebut para penulis muda dan juga penulis senior kehilangan media untuk mengumumkan karyakarya terbarunya. Oleh karena itu, sebagai salah seorang peminat sastra Bali modern, saya pribadi mengusulkan kepada manajemen Bali Post, kalau memungkinkan untuk menghidupkan kembali ruang puisi dan cerpen Bali modern di Lembaran Bali Orti Bali Post Minggu. Demikian usul saya. Atas perhatian manajemen Bali Post, saya haturkan terima kasih. I Made Suarsa Jl. Gunung Seraya No.32 Denpasar Catatan: Terima kasih atas saran dan masukannya untuk Kelompok Media Bali Post. Hal ini tentu sangat aspiratif dan tetap akan kami jadikan pertimbangan. Terima kasih juga atas kebersamaannya dengan media kami. Semoga harapan Bapak bisa kami jabarkan dengan cara yang lebih efektif.
Menunggu Kegiatan Bulan Bahasa Setelah bulan Agustus berlalu, biasanya agenda kita selanjutnya adalah bulan bahasa. Memasuki bulan Oktober nanti, biasanya dulu ketika saya masih muda, ada banyak sekali kegiatan bulan bahasa. Mudah-mudahan belakangan ini ada pihak yang mau melakukan langkah-langkah nyata untuk membudayakan berbahasa Indonesia secara baik dan benar. Ini juga saya harapkan bisa menumbuhkan semangat kebangsaan terlebih kini menjelang tahun politik. Mohon informasi agenda bulan bahasa tahun ini. Drs. I Made Sedana Buleleng, Bali
Giliran Tim Sukses Bikin Penasaran Setelah penasaran dalam menanti siapa yang menjadi wakil presiden, kini berdebat lagi soal siapa yang menjadi ketua tim sukses masing-masing pasangan calon. Seberapa besar pentingnya ketua tim sukses tersebut bagi masing-masing pasangan calon?
Oleh I Nyoman Darsana
P
ertama, dari sisi masyarakat, dalam kontestasi pemilihan presiden yang menyangkut lingkup negara, maka tim sukses sangatlah diperlukan. Ia akan menjadi corong bagi masyarakat tentang siapa sesungguhnya calon yang akan ditampilkan. Pada tim sukses inilah, masyarakat akan tahu siapa sesungguhnya presiden yang akan memimpin negara tersebut. Dan dari situ akan ditentukan bagaimana kualitas pasangan calon presiden dan wakil presiden. Masih simpang siur, siapa yang menjadi calon ketua tim sukses. Dari konteks ini, ketua tim sukses mempunyai peranan penting sebagai manajer dalam pembuatan strategi untuk menjalankan kampanye yang akan diselenggarakan. Masalah kampanye menjadi cara utama dalam strategi pemenangan ini. Dan ketua tim sukses harus memahami bagaimana gaya yang harus diberikan, materi yang disampaikan serta kiat-kiat paling ampuh untuk masyarakat. Pemilihan presiden kali ini cukup mendapat tantangan bagi para calon karena di samping mempunyai kelebihan dari masing-masing pihak, juga mempunyai kelemahan. Dalam masa kampanye,
kelemahan ini akan menjadi bahan intrik dan ejekan dari masing-masing pihak. Di pihak Prabowo, ada sorotan kepada calon wakil presidennya karena dipandang memberikan uang mahar yang tidak wajar dalam pencalonan ini. Tetapi dari pihak Joko Widodo, calon wakil presiden juga mempunyai kelemahan, karena usianya yang sudah lanjut. Meskipun masih tetap dipandang sehat dan energik tetapi usia ini akan dipakai sebagai bahan untuk dosoroti oleh pihak lawan. Tim sukses, dengan demikian mempunyai pekerjaan berat dalam waktu beberapa bulan ke depan. Dari sisi calon wakil saja sudah demikian gamblang kelemahan-kelemahan yang akan dapat dipakai sebagai bahan “olok-olokan” untuk berkampanye nanti. Belum lagi dari sisi kebijakan yang di dalamnya termasuk visi dan misi dari calon presiden dan wakil presiden. Media sosial yang pemanfaatannya di Indonesia berimbang antara tujuan negatif dan positif, akan terjadi perang kata-kata yang mungkin sangat ramai dalam bulan-bulan mendatang. Jadi, tim sukses dan ketua tim sukses mempunyai tanggung jawab besar di sini untuk dapat mencapai apa yang diharapkan oleh sang bos. Kedua, dari sisi pasangan calon. Tim kampanye
merupakan kepanjangan tangan dari pasangan calon presiden dan wakil presiden. Dia bukan saja harus mampu memberikan informasi kepada masyarakat tetapi meyakinkan masyarakat terhadap informasi tersebut agar memberikan nilai lebih kepada pasangan calon. Kepanjangan tangan ini mempunyai arti bahwa pihak pasangan calon dan wakil presiden harus bersedia secara terbuka memberikan informasi dalam bentuk kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tujuannya adalah agar kelebihan dan kekurangan itu dapat diolah untuk saling melengkapi. Bukan tidak mungkin pasangan sebelah akan menyoroti kekurangan kompetitor. Dan ketika kekurangan itu disoroti, tim sukses secepat kilat mampu menambalnya dengan kelebihan-kelebihan yang ada. Tidak ada cara yang lain diberikan kepada tim sukses kecuali keterbukaan agar mereka dapat mengolahnya dengan baik segala informasi tersebut. Tidak boleh dilupakan juga. Bahwa tim sukses ini adalah pekerja yang cukup berat untuk dapat melaksanakan tugasnya. Maka persiapan yang harus dilakukan adalah alokasi “hadiah” apabila berhasil memenangkan pemilihan. “Hadiah” itu dapat berupa jabatan atau
posisi di dalam lembaga, baik pemerintah maupun swasta. Dalam konteks dunia internasional, hal ini telah menjadi lumrah. Tidak jarang ketua tim sukses akan menjadi menteri dari seorang presiden yang berhasil diperjuangkannya untuk menang. Tidak lupa juga di Indoensia. Hanya, harus diperhatikan, dengan kondisi sosial Indonesia seperti ini maka tim kampanye ini pasti akan meluas sampai ke daerahdaerah. Maka “hadiah” itu pun harus juga diberikan kepada anggota yang datang dari daerah. Bisa saja memegang kedudukan di lembaga yang ada di daerah. Dari sekarang, calon presiden dan wakil presiden harus memikirkan hal ini. Betapapun kelak anggota tim kampanye tidak mengaku mendapatkan “hadiah” seperti ini, tetapi masyarakat pasti sudah tahu soal ini. Ketiga adalah bagi tim sukses. Risiko paling besar dari tim sukses adalah gagal. Dan meski sesunguhnya ini merupakan hal yang biasa, tetapi berat sekali sudah diakui. Setiap risiko kegagalan memiliki aspek kecewa dan bahkan konflik. Ekor dari kegagalan adalah konflik. Dalam konteks Indonesia yang luas ini, maka konflik antar-anggota tim sukses pascakampanye, pasti akan meluas juga ke daerah. Ekses inilah yang sedari awal harus dipikirkan oleh anggota tim kampanye. Di samping gagal, juga berpotensi mendapat cibiran dari masyarakat, baik berupa ungkapan verbal dan apalagi di media sosial. Tim kampanye calon presiden dan wakil presiden,
Energi Baru Garuda Wisnu Kencana
Digagas sejak 1989, selesainya pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) disambut dengan penuh syukur oleh bangsa Indonesia. Sejumlah seniman tampil pada pentas kolosal di pelataran GWK, terdiri dari penari Kecak Ketut Rina, penyanyi Ayu Laksmi, Dira Sugandi, dan koreografer Eko Supriyanto. Bagi Bali khususnya, GWK yang baru jelas akan menjadi magnet bagi wisatawan. Bagi Indonesia, patung setinggi 121 meter itu akan memancing perhatian dunia, khususnya pada perhelatan IMF-World Bank Annual Meeting, Oktober mendatang. Spesifikasi patung GWK memiliki tinggi 75 meter, berdiri di atas landasan setinggi 50 meter, lebar sayap 64 meter. Lokasi patung GWK berada di atas ketinggian bukit 130 meter, setara dengan lebih dari 250 meter di atas permukaan laut. Bahan pembuatan patung berupa tembaga dan kuningan dengan berat 3.000 ton. Selesainya pembangunan GWK berada pada momen gempa Lombok dan Bali, dan pada saat pariwisata menjadi andalan untuk menstabilkan nilai rupiah terhadap dolar AS. Pelemahan nilai rupiah atas dolar AS, membutuhkan perubahan signifikan pola berwisata warga Indonesia. Ada
Oleh I Dewa Gde Satrya 6,2 juta orang Indonesia yang melancong ke luar negeri pada tahun 2010, melonjak drastis pada tahun 2016 menjadi 8,4 juta orang dan 9,1 juta orang pada tahun 2017. Perubahan pola berwisata ke dalam negeri, untuk menghemat devisa dari dolar AS. Di sisi lain, momen ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara untuk datang ke sini. Kunjungan wisman year on year pada Juni lalu melonjak 15,21 persen, dari 1,14 juta kunjungan menjadi 1,32 juta. Jika dilihat month to month, peningkatan sebesar 6,07 persen pada semester I tahun ini dibandingkan semester I tahun lalu. Korporasi Bali baru saja mengalami penurunan kunjungan wisata pasca-erupsi Gunung Agung sejak triwulan terakhir tahun lalu hingga triwulan pertama tahun ini, kini didera lagi gempa. Dalam konteks ini, kehadiran GWK baru patut diapresiasi sebagai wujud kontribusi sektor swasta, dalam hal ini Alam Sutera, dalam membangun pariwisata. Gubernur Bali
pernah mengeluarkan edaran resmi kepada para Pengusaha Sarana Akomodasi Pariwisata di Bali tentang Dampak Erupsi Gunung Agung. Edaran yang berisi tiga poin itu mengimbau para pelaku wisata di Bali bahu-membahu dan bekerja sama untuk menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan. Kehadiran GWK baru memperkuat dua fundamen penting, menyangkut country branding “Wonderful Indonesia” dan target penerimaan devisa negara. Pertama, terkait devisa negara, pariwisata telah menyumbang devisa terbesar kedua pada tahun 2016, sejumlah 13,5 juta dolar AS. Jumlah itu di bawah kontribusi CPO/ minyak sawit mentah sebesar 15,9 juta dolar AS. Tentu saja, penurunan kunjungan wisatawan dan rendahnya occupancy hotel sebagai dampak erupsi Gunung Agung akan sedikit mengoreksi pencapaian devisa pada akhir 2018. Karena itu, kehadiran GWK baru semoga dapat mengejar target devisa di sisa waktu 2018. Kedua, pertanyaan mendasar yang meresap di kalbu wisatawan, apakah benar
country branding “Wonderful Indonesia”? Wonderful Indonesia yang merupakan ekspresi dari wonderful of nature, wonderful of culture, wonderful of people, wonderful of food, dan wonderful value of money, benar-benar diuji di Bali. Sejauh mana GWK baru mampu menjadi penawar dampak psikologis pasca-erupsi Gunung Agung dan tidak menggoyahkan preferensi wisatawan atas Bali? Sejauh mana GWK baru berpengaruh terhadap upaya mempertahankan prestasi kemenangan Bali yang tahun lalu terpilih menjadi destinasi wisata terbaik di dunia berdasarkan pilihan jutaan pelancong di seluruh dunia dari situs tripadvisor.com? Bali mengalahkan London, Paris, Roma, Praha, Phuket. Sebelumnya, pada awal tahun 2017, Bali juga dipilih menjadi Pulau Terbaik berdasarkan polling yang dilakukan DestinAsian Publisher selama Agustus-Oktober 2016. Kita semua menyambut gembira dan penuh syukur GWK baru, semoga menjadi energi positif bagi pariwisata di Indonesia.
saat ini mendapat sorotan yang besar. Bisa jadi akan mengangkat tokoh penting di negeri ini. Menjadi pertaruhan reputasi bagi tim ketua tim kampanye ini untuk memperlihatkan kinerjanya menjelang pemilihan umum presiden tahun 2019. Bagi negara dan masyarakat, tidak ada yang lebih baik kecuali memintarkan dirinya sendiri. Kondisi politik Indonesia sekarang terlalu elite, terlalu ditentukan oleh kelompok atas, mulai dari staretgi pencapaian tujuan sampai dengan memilih ketua tim sukses pemilihan presiden. Ini sesungguhnya bukanlah politik yang bagus karena akan dapat menjerumuskan negara ke kancah masa lalu lagi, yaitu terlalu berpengaruhnya kelompok dominan. Maka, pekerjaan yang paling besar dilakukan oleh rakyat sekarang adalah dengan memintarkan dirinya sendiri. Belajar politik melalui media massa, menghindari hoax di media sosial, sering berdiskusi, dan harus berani membuat keputusan sendiri dalam memilih. Apabila berani melakukan keputusan seperti ini, maka apa pun yang dilakukan oleh elite akan dapat ditandingi. Jika elite terlalu dominan, maka ia akan dapat dipatahkan pendapatnya. Jika elite terlalu memaksakan diri terhadap kehendaknya, maka pilihan rakyat akan membikin mereka malu. Tidak ada pilihan lain, jika politik sudah terlalu menjauhi masyarakat, maka rakyat juga harus mampu menjauhi intelektual elite. Dalam arti, jauh lebih pintar dari elite-elite kita yang tidak tahu diri itu.
POJOK
Bangsa ini jangan lagi terjajah secara ekonomi dan kebudayaan. - Belum mahardika. *** Cita-cita para pahlawan kemerdekaan hingga kini belum terwujud. - Ibu pertiwi masih bersusah hati. *** Bali Post memasuki 70 tahun bakti sebagai pers Pancasila. - Konsisten sebagai suluh Indonesia.
Penulis, dosen Hotel & Tourism Business, Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra, Surabaya
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Sabtu Kliwon, 18 Agustus 2018
Kado HUT Ke-73 RI
Tabanan Raih Platinum Kategori Pariwisata IAI 2018 PLATINUM kabupaten terbaik kategori pariwisata Indonesia Attractiveness Award 2018 menjadi kado HUT ke-73 RI di Kabupaten Tabanan. Penghargaan itu diberikan setelah Kabupaten Tabanan berhasil menyisihkan 48 nominator kabupaten, kota dan provinsi dari seluruh Indonesia. Kabupaten Tabanan dikatakan sebagai pemenang setelah melewati tahap penyaringan dan pengolahan data, melakukan survei serta verifikasi data hingga tahap akhir, yaitu penjurian berupa presentasi yang dilakukan Bupati Eka Wiryastuti di hadapan dewan juri, Selasa (17/7) lalu di Jakarta. Terpilih sebagai pemenang IAI 2018, menunjukkan adanya potensi besar Kabupaten Tabanan untuk dapat Ni Putu Eka Wiryastuti
menarik minat para investor berbagai industri dan pelaku bisnis beragam sektor untuk turut memajukan perekonomian daerah. Terkait pemberitahuan pemenang tersebut, Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan bahwa itu merupakan kado HUT ke-73 RI untuk Kabupaten Tabanan. “Ini adalah hadiah kemerdekaan untuk Kabupaten Tabanan, untuk masyarakat Tabanan dan sudah sepatutnya kita bersyukur atas penghargaan ini,” ujarnya, Jumat (17/8) kemarin. Bupati Eka juga mengatakan, bahwa penghargaan sebagai pemenang platinum kabupaten terbaik kategori pariwisata Indonesia Attractiveness Award 2018 merupakan usaha dan kerja bersama masyarakat Tabanan. Selanjutnya, dirinya mengharapkan semangat kebersamaan dan gotong royong tersebut harus selalu dijaga, karena semuanya adalah untuk kita bersama. “Ini buah atau hasil kita bersama. Karena gotong royong kita untuk mewujudkan Tabanan yang lebih baik, khususnya dalam bidang pariwisata, sehingga visi Tabanan Serasi bisa terwujud,” ucapnya. (ad822)
Khidmat, Peringatan HUT Ke-73 RI Tabanan (Bali Post) Kendati diguyur hujan, upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI berlangsung khidmat di Tabanan. Apel HUT ke-73 RI ini dipusatkan di Lapangan Dangin Carik, Tabanan, Jumat (17/8) kemarin. Dalam apel tersebut Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti bertindak selaku Inspektur Upacara. Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya, Forkompinda, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah Tabanan Nyoman Wirna Ariwangsa dan seluruh OPD di Lingkungan Pemkab Tabanan. Turut hadir sebagai peserta
upacara, para veteran pejuang, warakawuri, TNI/Polri, Korpri, Hansip, para siswa dan pramuka. Pengibaran bendera merah putih dilakukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), teks Proklamasi dibacakan Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Ketut Suryadi, dan teks Pembukaan UUD 1945 Kepala Dinas Pendidikan I Gede Susila. Sebelumnya, Jumat dinihari bertempat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pancakatirta Tabanan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka peringatan HUT ke73 RI tahun 2018. Kegiatan
ini dimulai pukul 00.00 Wita dihadiri Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya dan diikuti oleh Kesatuan TNI, Polri, OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, OPD Kota Denpasar, Sekda dan jajaran OPD Kabupaten Tabanan. Apel kehormatan ini dimulai dengan penghormatan arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan pembacaan Apel Kehormatan dan Renungan Suci oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini dimaksudkan untuk memperingati jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. (kmb24)
Bali Post/kmb24
HUT RI – Upacara HUT ke-73 RI dipusatkan di Lapangan Dangin Carik, Tabanan, Jumat (17/8) kemarin.
SOSIALISASI- Kegiatan sosialisasi Penyusunan Rencana Kontijensi (Renkon) Bencana di Kabupaten Tabanan, Kamis (16/8).
Bali Post/kmb24
Tabanan Berpotensi Alami Bencana
BPBD Sosialisasi Penyusunan Renkon Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita mengatakan kondisi geografis Kabupaten Tabanan yang nyegara-gunung, sangat memungkinkan dan tidak terlepas dari ancaman bahaya. Dari kondisi geografis ini, Tabanan berpotensi mengalami 11 ancaman bencana, di antaranya gempa bumi, tanah longsor, tsunami,
angin kencang, dan lainnya. Untuk itu, upaya-upaya penanggulangan bencana seharusnya dilaksanakan dengan melibatkan dunia usaha dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Sucita melanjutkan, dengan adanya 11 ancaman bencana seharusnya disusun 11 rencana kontijensi. Namun karena keterbatasan dana,
saat ini baru bisa disusun satu renkon yaitu renkon gempa bumi yang berpotensi tsunami. Alasannya, karena gempa bumi berpotensi tsunami paling berpotensi terjadi di Kabupaten Tabanan. “Saat ini Pemkab Tabanan mendapat bantuan kegiatan dari BNPB, berupa kegiatan kontinjensi. Maka perlu dilakukan pengkajian ulang dan penyesuaian
dokumen renkon yang pernah disusun tahun 2013. Sehingga diharapkan mampu menjawab kebutuhan saat tanggap darurat,” jelasnya. Selain itu, kegiatan sosialisi tersebut juga mempunyai maksud untuk membuat kesepakatan atau komitmen bersama dalam penanggulangan bencana dan juga bertujuan mewujudkan terselenggaranya penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh dengan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia. Sehingga bisa memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman, risiko dan dampak bencana. (kmb24)
Tabanan (Bali Post) Warga Kecamatan Baturiti, Kamis (16/8) sempat digegerkan oleh temuan bayi berjenis kelamin perempuan di sebuah warung di Banjar/Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Namun setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, terungkap bahwa kasus tersebut hanya rekayasa pemilik warung yang juga ibu kandung bayi tersebut. Kapolres Tabanan AKBP Sinar Subawa mengatakan, pasca-adanya laporan terkait penemuan bayi tersebut, pihaknya memerintahkan anggota segera melakukan penyelidikan termasuk meminta
keterangan terhadap saksisaksi, termasuk pelaku yang sebelumnya menjadi saksi inisial NGAAP (22). Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan kejanggalan terhadap pengakuan NGAAP. Setelah didesak, pelaku akhirnya mengakui kalau ia sendiri ibu kandung bayi tersebut. “Yang bersangkutan mengaku telah mengarang cerita kalau dia menemukan bayi tergeletak dan menangis di bawah meja di sebuah warung miliknya,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (17/8) kemarin. Menurutnya, pelaku tidak menyadari jika dirinya hamil.
Saat melahirkan tersebut baru memiliki ide membuat cerita bahwa ia telah menemukan seorang bayi di depan warung miliknya, karena merasa tertekan tidak sanggup membiayai hidup anak-anaknya. Dari pengakuan pelaku, ia terpaksa melakukan hal tersebut karena terhimpit ekonomi dan masalah keluarga. Apalagi ia sudah memiliki dua anak perempuan yang masih kecil-kecil. “Sebenarnya pelaku tidak punya niat membuang bayinya. Namun karena masalah ekonomi dan keluarga, membuat dia bertindak seperti itu,” tegasnya. Seperti diberitakan sebel-
umnya, bayi berjenis kelamin perempuan dilaporkan pertama kali dilihat oleh warga Ni Gusti Ayu Alit Prabawa saat pulang dari membantu tetangga yang melaksanakan upacara perkawinan. Penemuan tersebut berawal saat ia akan masuk ke rumahnya. Lalu, perempuan tersebut mendengar tangisan seorang bayi. Karena penasaran, ia menelusuri asal suara tersebut. Ia terkejut, karena ternyata ada bayi perempuan yang ditaruh di bawah meja di depan warung miliknya. Mengetahui ada bayi, ia segera melaporkan peristiwa tersebut ke pihak berwajib. (kmb28)
Tabanan (Bali Post)-
Kondisi geografis Tabanan yang memiliki wilayah pegunungan dan pantai, tak hanya memiliki kekayaan alam, tetapi juga berpotensi mengalami bencana. Karena itu, guna menanggulangi bencana daerah yang semakin baik dan terarah, terkoordinasi serta terpadu sesuai Undang-undang No. 24 Tahun 2007, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan menggelar sosialisasi Penyusunan Rencana Kontijensi (Renkon) Bencana di Kabupaten Tabanan, Kamis (16/8).
Pembuangan Bayi Direkayasa Ibunya
72 Narapidana Dapat Remisi, Dua Langsung Bebas Tabanan (Bali Post) – Sebanyak 72 warga binaan Lapas Tabanan mendapat pengurangan masa hukuman (remisi), dua orang di antaranya langsung bebas saat perayaan HUT ke-73 RI, Jumat (17/8) kemarin. Remisi diserahkan Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dalam gelaran apel di aula Kantor Lapas Tabanan. Kalapas Kelas II B Tabanan I Putu Murdiana menyampaikan, besaran remisi yang didapat dari satu bulan sampai lima bulan. Dikatakan, sebenarnya Lapas Kelas II B Tabanan men-
gusulkan ke pusat sebanyak 73 orang mendapat remisi. Namun yang turun 72 orang. Sebanyak 70 orang dapat remisi umum I, dan dua orang dapat remisi umum II yang dinyatakan langsung bebas. “Satu orang napi masih tunggu SK Menteri. Masih dalam proses saja,” terang Murdiana. Selain merupakan hak bagi warga binaan, remisi merupakan motivator atau penyemangat untuk senantiasa berperilaku baik, mematuhi segala tata tertib dan dapat melaksanakan setiap program pembinaan yang diberikan. Terlebih harus
sudah menjalani enam bulan masa tahanan. “Remisi kali ini rata-rata warga binaan kasus pencurian, narkotika, ada juga kasus korupsi,” jelasnya. Dua narapidana yang dinyatakan bebas adalah Mujioto Bin Royan dan M Nur Alfin Bin Suparto dengan kasus pencurian. Sementara itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly dalam sambutan yang dibacakan Wabup Sanjaya mengungkapkan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus pada tahun 1945 merupakan puncak pergerakan kemerdekaan Bangsa Indone-
sia. Gelora dan semangat untuk mengisi kemerdekaan tentunya harus menjadi milik segenap lapisan masyarakat, tak terkecuali bagi para warga binaan pemasyarakatan. “Meskipun secara umum mereka dirampas kemerdekaannya, namun itu hanyalah kemerdekaan fisik semata karena sesungguhnya mereka tetap memiliki kemerdekaan untuk terus berkarya,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada PNS yang telah bekerja dengan setia. (kmb28)
Bali Post/kmb28
REMISI - Wakil Bupati Tabanan saat menghadiri apel pemberian remisi bagi warga binaan di Lapas Tabanan.
BULELENG
8
Sabtu Kliwon, 18 Agustus 2018
83 Warga Binaan Lapas Singaraja Dapat Remisi Keberadaan Lapas ’’Overload’’ 143 Orang
Singaraja (Bali Post) –
Sebanyak 83 narapidana yang sedang mengikuti masa pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Singaraja itu menerima masa pengurangan tahanan alias remisi pada perayaan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2018. Puluhan narapidana itu mendapat remisi umum satu, dengan masa pengurangan hukuman tiga bulan dan satu bulan. Selain itu, mereka juga menerima remisi umum dua. Masa pengurangan hukumannya dua bulan dan satu bulan. Dari keseluruhan penerima remisi itu, dua narapidana kasus pencurian langsung bebas tepat pada hari kemerdekaan tahun ini. Surat Keputusan (SK) remisi tersebut diserahkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) didampingi Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Ketua DPRD Gede Supriatna, S.H. dan Muspida Buleleng. Sebelum penyerahan SK remisi, ratusan narapidana ini dengan khusyuk mengikuti upacara HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Sebelum apel, warga binaan itu mempertunjukkan tari Bali di hadapan undangan. Kepala Lapas Singaraja Edi Cahyono mengatakan, pihaknya mengusulkan 113 orang narapidana mendapat remisi pada hari kemerdekaan. Dari usulan itu, Kementerian Hukum dan HAM menyetujui memberikan remisi secara
resmi kepada 83 orang. Sedangkan sisanya 30 narapidana lain usulan remisinya belum disetujui. Konon, persetujuan itu masih dikaji. Alasannya, berkaitan dengan regulasi di mana narapidana termasuk kasus narkoba, korupsi, terorisme, dan illegal logging. Narapidana model itu harus memenuhi syarat khusus yang ditentukan termasuk juga membayar sanksi denda dan juga uang pengganti kepada negara. “30 narapidana seperti itu kasusnya khusus. Agar mereka mendapat remisi sesuai regulasi yang ada mereka harus juga harus memenuhi syarat-syarat khusus pula. Pengawasan mereka lebih ketat dibandingkan kasus
pidana lainnya,” jelasnya. Dua narapidana yang dinyatakan langsung bebas setelah mendapat remisi pada hari kemerdekaan tahun ini kata Edi Cahyono, masingmasing Busrairi dan Nurjayadi. Sebelumnya, mereka terlibat kasus pencurian dan telah menjalani hukuman sesuai vonis pengadilan. Untuk narapidana kasus tindak pidana korupsi, ada satu narapidana yang mendapat remisi. Sedangkan, satu narapidana lagi yang adalah mantan Perbekel Desa Dencarik, Banjar itu juga diusulkan mendapat remisi. Namun, karena sebelum keputusan remisi itu turun, yang bersangkutan sudah dinyatakan bebas dengan kategori cuti bersyarat
(CB). “Dua yang langsung bebas dan korupsi satu orang juga dapat remisi dan satu sebenarnya dapat, cuma karena sudah lebih dahulu bebas CB sebelum keputusan remisi itu turun,” jelasnya. Di sisi lain, Edi Cahyono mengatakan, kapasitas lapas yang dipimpinnya overload 143 orang. Idealnya, menampung 87 orang. Tetapi sekarang diisi 230 orang. Atas kondisi itu dirinya tidak bisa berbuat banyak karena upaya perluasan lapas itu termasuk memindahkan lapas ke lokasi lainnya belum disetujui. Saat ini, program pembinaan pun terus diupayakan, memprioritaskan pembinaan sikap mental narapidana. Mereka diharapkan saling berdampingan, sehingga walau kapasitasnya overload, kondisi lapas tetap nyaman. Selain itu, pihaknya merencanakan akan mengoptimalkan pembinaan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Dia berjanji akan menyiapkan tempat untuk pembinaan keterampilan bengkel mobil dan keahlian
mesin. “Karena masalah anggaran termasuk perluasan empat kamar tahanan belum disetujui. Kami upayakan pembinaan di tempat terbatas ini dulu yang digunakan. Memang ada sinyal turun bantuan dari pemerintah. Konon akan
Bali Post/ kmb38
Kepala Lapas Singaraja Edi Cahyono
Arya Fasilitasi Bansos Rp 150 Juta dan Sumbangan Pribadi
NGABEN BERSAMA - Krama Desa Pakraman Gerokgak, Kecamatan Gerokgak menyelenggarakan ngaben bersama. Upacara ini berhasil digelar setelah krama mendapat bantuan hibah bansos dari pemerintah daerah dan sumbangan dana pribadi anggota DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya. Pulaki dan juga maajar-ajar. Ngaben bersama ini di-puput Ida Pandita Empu Nabe Mukti Sidha Kerti dan Ratu Pedanda Ketut Udiana Sandi Kemenuh dari Gria Paneraga Kemenuh. Tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya didampingi Perbekel Desa Gerokgak Putu Mangku mengatakan, sesuai kebiasaan dan pararem awigawig di desanya, memang setiap lima tahun sekali krama di sini wajib menggelar ngaben bersama. Upacara ini sudah digelar keempat kalinya. Memasuki kelima kalinya, nyaris tidak bisa digelar akibat kesulitan biaya. Tidak ingin tradisi di desanya vakum relatif lama, kemudian
kader PDI Perjuangan Buleleng ini berjuang memfasilitasi penyaluran bantuan hibah Bansos tahun 2018 senilai Rp 150 juta. Dana hibah itu untuk meringankan biaya upacara ngaben bersama tahun ini. Dengan dana itu ternyata keperluan dananya belum cukup, sehingga dia memutuskan menyumbang dana pribadinya Rp 100 juta. “Walau sudah empat kali digelar ngaben bersama, namun masih ada krama kami yang belum bisa menggelar upacara karena tidak memiliki dana cukup,” katanya. Batuan hibah bansos dan dana pribadi itu, kata Ketut Ngurah Arya, murni sumbangan tulus ikhlas untuk
meringankan krama desa agar bisa melaksanakan upacara ngaben yang sudah menjadi tanggung jawab moral kepada leluhur. Selain itu, dirinya ingin menghilangkan kesan setiap melaksanakan upacara yadnya itu krama justru harus menjual tanah. Bahkan tidak sedikit mencari utang di bank. “Ngaben kelima kali tahun ini sudah puluhan tahun tertunda, sehingga kami selaku pembawa aspirasi krama mengajukan hibah bansos itu yang kami alokasikan untuk ngaben ini. Dana tambahan itu memang dari kantong pribadi, sehingga sekarang upacara ini bisa digelar, dan dananya sudah mencukupi,” jelasnya. Klian Desa Pakraman Gerokgak Kadek Sumantra mengatakan, total anggaran untuk ngaben bersama tahun ini sebesar Rp 477 juta. Dana sebesar itu tidak mampu dipenuhi krama, sehingga upacara kelima kalinya itu pun nyaris ditunda. Beruntung, krama yang kebetulan duduk sebagai anggota DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya dengan tulus ikhlas memfasilitasi sehingga pihaknya mendapat bantuan hibah bansos senilai Rp 150 juta. Dan disumbang lagi dari dana pribadi Ngurah Arya Rp 100 juta, sehingga sebagian besar kebutuhan dana upacara ngaben bersama itu terpenuhi. Krama kemudian mengum-
Mohon Tuntunan pada Hari Kemerdekaan RI
Keluarga Veteran Haturkan ’’Punjung’’ ke Taman Makam Pahlawan
Perayaan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2018 tidak saja diisi tabur bunga atau upacara bendera, namun juga ada kegiatan lainnya dilakukan beberapa warga di Buleleng. Utamanya keluarga veteran pejuang. Mereka dengan khusyuk menggelar persembahyangan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Curastana, Singaraja, Jumat (17/8) kemarin. Sebetulnya, upacara ini rutin digelar setiap tahun untuk memohon tuntunan dari leluhur yang semasa hidupnya ikut berjuang merebut kemerdekaan bangsa. Bagaimanakah prosesi memohon tuntunan menggunakan banten penek dan banten soda alias punjung yang dipersembahkan kepada leluhur itu?
SUASANA kawasan TMP Curastana, Singaraja ramai dipadati warga terutama dari keluarga veteran. Tampak sejak pagi hingga siang hari kemarin, mereka hilir mudik ke dalam TMP menggunakan pakaian adat ke pura. Tidak lupa warga membawa sarana upacara banten penek atau yang di daerah lain dikenal dengan banten soda atau punjung. Sarana upakara ini berisi buah, jajan, nasi tumpeng, daging ayam, telur, dan beberapa bahan lain. Selain setiap 17 Agustus, persembahyangan di TMP Curastana sering dilakukan keluarga Veteran Pejuang Kemerdekaan bertepatan hari Galungan, Kuningan, dan juga hari raya Pagerwesi. Prosesi itu sudah menjadi bagian tradisi warga di Bali Utara. Umumnya persembahyangan dilakukan di Padmasana, Tugu TMP Curastana itu. Setelah itu, dilanjutkan di masing-masing liang kubur ratusan pusara veteran pejuang yang gugur ketika merebut kemerdekaan pada masa lampau itu. Rombongan keluarga
Bali Post/kmb38
SEMBAHYANG DI TAMAN MAKAN - Keluarga Veteran Pejuang Kemerdekaan menggelar persembahyangan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Curastana, Singaraja Jumat (17/8) kemarin.
veteran ini melakukan persembahyangan, dipimpin tokoh di keluarga bersangkutan. Pada intinya, ritual itu dilaksanakan sebagai wujud bakti kepada leluhur yang ikut berjuang. Pada kesempatan itu, para keturunannya, memohon rezeki, kedamaian dan juga tuntunan dalam mengisi kemerdekaan. Salah seorang keluarga veteran, Nengah Nami, asal Dusun Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, menuturkan, sehari menjelang HUT Kemerdekaan dirinya telah mempersiapkan sarana upakara. Upakara itu akan dipersembahkan kepada almarhum kakeknya yang gugur saat berjuang merebut kemerdekaan. Dia bersama keluarga besarnya datang ke TMP Curastana menghaturkan banten penek yang dibuatnya. Dia meyakini kalau tidak menghaturkan banten penek itu kepada almarhum leluhurnya, dikhawatirkan akan terjadi sesuatu yang tidak enak pada keluarganya. Karena itu, setiap persembahyangan 17 Agustus, Nengah Nami dan keluarganya ingin mendapat tuntunan, kerahayuan. Agar proses perjalanannya juga dimudahkan turunnya rezeki. “Memang rutin kalau sudah 17 Agustus, kami sama-sama sembahyang ke sini. Kalau tidak, ada perasaan tidak enak. Bagaimanapun leluhur kami ini dimakamkan di sini. Karena itu, kami wajib mempersembahkan banten. Selain itu, kami juga memohon tuntunan dan keselamatan dalam menjalani kehidupan ini,” katanya. Hal senada diungkapkan keluarga veteran pejuang asal Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Luh Widiasih. Di-
katakan, persembahyangan di TMP ini untuk menghaturkan bakti kepada leluhurnya. Dengan ada rasa eling dengan perjuangan leluhurnya saat merebut kemerdekaan maka dirinya terasa mendapat tutunan dan restu dari leluhur. “Kami menghaturkan bakti dan hormat kepada leluhur. Kami mendoakan agar leluhur terus memberikan bimbingan, sehingga sebagai genenasi yang ditinggalkan, kami bisa mengisi dengan baik hari hari kemerdekaan ini,” jelasnya. Upacara di Taman Kota, upacara peringatan detikdetik proklamasi RI juga dilakukan dengan dipusatka di lapangan Taman Kota Singaraja. Apel yang diikuti TNI, Polri, PNS, pelajar, mahasiswa, pramuka, dan komponen masyarakat ini berlangsung khusyuk. Apel dipimpin Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana (PAS). Sementara pembacaan teks proklamasi oleh Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, S.H. Untuk pembaca naskah UUD 1945 oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Gede Suyasa. Upacara berlangsung khusyuk. Termasuk pasukan pengibar bendara (paskibra) dari siswa SMA dan SMK terbaik di Buleleng melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Sementara undangan selain pengurus Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Buleleng, apel juga dihadiri undangan mantan Bupati Buleleng Putu Bagiada bersama mantan Wakil Bupati Buleleng Gede Wardana, dan mantan Ketua DPRD Buleleng Komang Sudarmaja Duniaji. (mud)
balik ke tahanan, sehingga dengan aktivitas padat seperti itu kami percaya akan dapat mengurangi konsentrasi narapidana di dalam kamar tahanan itu,” jelasnya. (kmb38)
30 narapidana itu kasusnya khusus. Agar mereka mendapat remisi sesuai regulasinya maka juga harus memenuhi syaratsyarat khusus pula. Pengawasan rapadana seperti itu mereka lebih ketat dibandingkan kasus pidana lainnya.
Ngaben Bersama Desa Pakraman Gerokgak
K R A M A Desa Pakraman Gerokgak, Kecamatan Gerokgak menggelar upacara ngaben bersama tahun 2018. Ngaben keempat kalinya ini digelar setelah desa pakraman itu mendapatkan dana hibah bantuan sosial (bansos - red) yang difasilitasi anggota DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya dari Daerah Pemilihan (Dapil) Gerokgak dan Seririt senilai Rp 150 juta. Dia juga menyumbang dana pribadinya Rp 100 juta. Dengan dana itu, krama adat dapat melaksanakan ngaben bersama. Tingkatan upacaranya adalah Kresia Wedana atau Madia Madianing Madia. Prosesi ngaben ini diikuti 42 krama Keluarga Dadia dari Kecamatan Gerokgak dan Seririt. Peserta terdiri dari sawa dekot 138, nyekah 17, ngerapuh 153, ngelungah 17, dan maajar-ajar hanya diikuti empat peserta. Prosesi upacara diawali tanggal 30 Juli 2018. Warga memulai tahapan dengan nanceb bale peyadnyan 11 Agustus 2018 pihak panitia melakukan negem dewasa -- menyepakati hari baiknya -- dan tanggal 13 Agustus digelar upacara mungkah yang dilanjutkan upacara pangenang 14 Agustus. Sedangkan pertunjukan deeng digelar 15 Agusus. Puncak pengabenannya 16 Agustus kemudian dilanjutkan nyekah 17 Agustus. Prosesi terakhir adalah nyegara gunung di Pura
diberikan aset yang tidak digunakan. Hal itu nantinya dipergunakan tempat bengkel dan cat mobil. Nanti kita akan koordinasikan. Bisa pagi kita antar dan sore kita jemput
pulkan dana swadaya di mana peserta sawa dekot dikenakan iuaran Rp 700.000, nyekah Rp 500.000, ngelungah dan ngerapuh Rp 250.000 tiap perserta. Swadaya karma, itu sebagai wujud menjaga semangat persatuan dan gotong royong krama tanpa membeda-bedakan status sosial. “Kami sangat terbantu sehingga ngaben yang sudah diatur di pararem itu bisa kami laksanakan dengan dana sangat terjangkau dikenakan kepada krama, sehingga 42 Keluarga Dadia di desa kami bisa melaksanakan upacara ini,” jelasnya. Hal senada diungkapkan peserta ngaben mewakili Keluarga Dadia Tegeh Kori Jro Mangku Putu Suwarjana. Dia merasa terbantu biaya ngaben bersama dengan biaya murah itu bisa melaksanakan untuk membayar utang kepada leluhur. Dia menyambut baik perhatian pemerintah daerah yang membantu hibah bansos yang difasilitasi anggota DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, sehingga upacara ngaben yang menghabiskan biaya mahal itu sekarang bisa ditekan dengan adanya bantuan itu. “Kami sangat terbantu biaya ngabennya sangat terjangkau. Kami berdoa agar wakil kami di DPRD ini (Ketut Ngurah Arya-red) bisa terus berjuang membantu kepentingan rakyat,” jelasnya. (ad811)
DAPAT REMISI - Sebanyak 83 orang narapidana di Lapas Singaraja menerima masa pengurangan tahanan alias remisi pada HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (17/8) kemarin.
Meriahkan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI
Ibu-ibu Adakan Lomba Tangkap ’’Kucit’’ Singaraja (Bali Post) – Lomba panjat pinang, makan kerupuk, menjunjung botol, dan lomba lari karung merupakan bagian tradisi dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI. Yang menarik, pada peringatan ke-73 Kemerdekaan RI 2018 ini, ibuibu perwakilan dari dua belas desa di Buleleng itu mengikuti lomba menangkap anak babi (ngejuk kucit - red). Lomba itu tercatat sebagai event yang baru pertama kalinya dilombakan. Lombanya dipusatkan di arena Pameran Pembangunan dan Hiburan Pasar Malam di Lapangan Bhuana Patra, Singaraja, Jumat (17/8) kemarin. Dalam lomba itu, setiap kelompok peserta yang menjadi juara diberikan hadiah berupa anak babi, yang sebelumnya berhasil ditangkap di arena lomba itu. Koordinator Seksi Hiburan Rakyat Pada Pameran Pembangunan dan Pasar Malam yang juga Camat Buleleng, Dewa Made Ardika, mengatakan sasaran lain dari gelaran pada HUT Kemerdekaan tahun ini adalah memberikan hiburan dan juga mengajak masyarakat bersukacita setelah merayakan 17 Agustus 2018 ini. Suasana meriah dan gembira itu pun penting digalakkan dalam kaitan menanamkan semangat persatuan dalam mengisi kemerdekaan
yang sudah dipersembahkan para pejuang terdahulu. “Semua peserta diberikan hadiah. Kendati namanya lomba, namun tujuan kita adalah mencari hiburan guna mewujudkan suasana sukacita pada Hari Kemerdekaan ini,” katanya. Pertimbangan melibatkan peserta ibu-ibu wakil dari masing-masing desa itu, kata Dewa Made Ardika, karena umumnya ternak babi itu menjadi peliharaan ibu-ibu di desa. Usaha ini cukup potensial menambah penghasilan keluarga. Karena itu, lomba ibu-ibu yang sudah terbiasa memelihara babi, kemudian diuji ketelatenannya dalam menangkap anak babi yang dilepaskan di tengah arena lalu dikelilingi penonton yang memadati lokasi lomba itu. “Setiap kelompok itu akan dilepaskan 4 ekor anak babi. Kemudian ditangkap. Sebetulnya yang lebih terbiasa, menangkap babi ini adalah ibu-ibu yang terbiasa berurusan dengan babi terutama di pedesan,” jelasnya. Salah seorang peserta, Luh Rempini, mengatakan tidak ada persiapan khusus untuk melatih keahlian menangkap anak babi. Hanya, karena arenanya luas, ditambah banyak penonton, sehingga anak babi stres lalu cepat berlari ke sana ke mari. (kmb38)
GIANYAR
Sabtu Kliwon, 18 Agustus 2018
9
Pasar Ubud Dipadati Wisatawan Gianyar (Bali Post) Peningkatan okupansi akomodasi pariwisata di kawasan wisata Ubud yang mencapai 90 persen, juga berimplikasi terhadap angka kunjungan wisatawan ke Pasar Ubud. Pasar yang menawarkan berbagai produk kesenian ini juga merasakan dampaknya dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini terlihat dari kunjungan wisatawan ke pasar yang berlokasi di bagian tenggara Catus Pata Ubud ini meningkat signifikan. Pantauan Bali Post, Jumat (17/8) kemarin, sejak pukul 08.00 Wita sudah terlihat sejumlah wisatawan mengunjungi Pasar Ubud. Menurut sejumlah pedagang, kunjungan wisatawan akan bertambah padat memasuki siang hingga sore hari. ‘’Beberapa pekan terakhir, kunjungan wisatawan memang meningkat signifikan dari harihari sebelumnya biasa,’’ kata Nyoman Latri, salah seorang pedagang di Pasar Ubud. Pedagang yang berasal dari Tegallalang itu mengatakan, di kawasan pasar ini para pengunjung bisa memperoleh berbagai produk kerajinan hingga benda seni
dengan harga yang relatif murah. ‘’Tamunya sudah pintar nawar sekarang. Tapi kalau ramai, pedagang tetap jaga harga’’ ujar penjual kerajinan tas dari anyaman bambu ini. Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gianyar Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati mengatakan, peningkatan kunjungan dan lama tinggal wisatawan di Ubud memberi dampak positif terhadap pengelola usaha pariwisata di kampung turis ini. ‘’Semua merasakan dampaknya, dari kunjungan ke restoran, museum, dan objek wisata lainnya,’’ kata putra sulung dari Panglingsir Puri Ubud Tjokorda Raka Putra Sukawati ini. Ichiro Sukawati menambahkan, Pasar Ubud memang menjadi salah satu daya tarik wisata di Ubud dan semakin ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Tentunya kondisi ini sangat disyukuri oleh para pedagang yang berjualan di pasar tersebut. ‘’Pasar Ubud merupakan salah satu ikon pariwisata yang memang senantiasa ramai dikunjungi wisatawan,’’ ujarnya. Jika mengacu pada musim
Pemkab Tata Sarana Pariwisata Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar memastikan untuk segera melakukan penataan sarana pariwisata baru yang kini bergerak di kawasan seni ini. Salah satunya pemerintah akan menata dan mengkaji objek wisata swing yang kini diminati banyak wisatawan. Plh. Bupati Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan, insiden tewasnya turis yang mengikuti wisata swing di kawasan Desa Tegallalang, harus dijadikan momentum untuk perbaikan dan meningkatkan kualitas sarana pariwisata. ‘’Kami akan menata kembali sarana pariwisata dan penunjangnya,’’ ujar Wisnu Wijaya, Jumat (17/8) kemarin. Menyikapi percepatan perkembangan pariwisata, kata Wisnu Wijaya, wisata swing harus dibuatkan regulasi khusus yang mencantu-
mkan persyaratan agar pengusaha bisa membuka wisata swing. ‘’Kami melihat percepatan pengembangan sarana pariwisata seperti swing. Itu yang dulunya tidak ada izin, kini perlu ada regulasi untuk menata semua itu,’’ tegas pria yang juga menjabat sebagai Sekda Gianyar ini. Menurut Wisnu Wijaya, poin penting dalam pembuatan regulasi ini adalah menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan. Sehingga insiden tewasnya wisatawan saat mengikuti wisata ini tidak terulang. ‘’Jadi, nanti tidak boleh asal pasang di pohon. Harus ada standarnya, demi keamanan wisatawan,’’ katanya mengingatkan. Wisnu Wijaya menegaskan, pihaknya sudah memerintahkan Dinas Pariwisata Gianyar bersama OPD terkait untuk melakukan kajian terkait hal tersebut. Tentunya dengan menggandeng ahli yang memahami tentang swing. ‘’Saya sudah perintahkan untuk kepentingan itu. Secepatnya saya minta laporan,’’ tegasnya. (kmb35)
kunjungan, Ichiro Sukawati memprediksi kondisi ini akan berlangsung hingga akhir Agustus atau awal September mendatang. Namun karena memasuki Oktober akan diselenggarakan Annual Meeting of the International Monetary Fund (IMF) and World Bank Group, diperkirakan pada bulan berikutnya angka kunjungan wisatawan juga tetap tinggi. ‘’Mudah-mudahan saja tetap ramai. Selain mengikuti event internasional tersebut, mereka juga diprediksi ke Ubud untuk liburan, sehingga bisa memberi dampak positif terhadap pengusaha pariwisata di Ubud,’’ katanya. Melihat tingginya kunjungan wisatawan, Ichiro Sukawati berharap ke depan ada perhatian lebih dari pemerintah dalam menata Ubud. Khususnya dalam membenahi infrastruktur dan mengatasi masalah kemacetan. ‘’Ubud sudah berulangkali mendapat penghargaan dunia sebagai destinasi terbaik. Jadi, sudah sewajarnya kami sebagai masyarakat Ubud meminta keseriusan pemerinah dan pihak lainnya untuk mengatasi persoalan di Ubud,’’ tegasnya. (kmb35)
Polisi Dalami OTT Pungli di Desa Buahan
Gianyar (Bali Post) -
Jajaran Satreskrim Polres Gianyar masih mendalami kasus operasi tangkap tangan (OTT) dengan tersangka Kepala Dusun Buahan, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, I Nyoman Wirawan. Puluhan saksi masih diperiksa dalam kasus ini, guna mengorek keterlibatan oknum lain dalam aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh tersangka. Dikonfirmasi Jumat (17/8) kemarin, Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengatakan, polisi masih melakukan pendalaman kasus pungli dengan korban Ni Made Wirani (41) tersebut. Pendalaman ini dilakukan guna menelusuri keterlibatan oknum lain dalam aksi pungli tersebut. “Masih kami dalami keterangan para saksi dan tersangka,” katanya. Menurut Deni Septiawan, saat ini sudah ada sekitar sepuluh saksi yang diperiksa. Kesepuluh saksi itu termasuk Perbekel Desa Buahan. Namun, hingga kini dari keterangan para saksi dipastikan belum ada mengarah ke tersangka baru. “Perbekel juga sudah kami periksa, tetapi kesimpulan sementara pelaku beraksi seorang diri terhadap korban,” katanya. Namun, polisi tidak berhenti di situ. Sat Reskrim Polres Gianyar tetap berupaya mencari bukti baru dalam kasus ini. “Intinya, masih kami dalami. Kalau nanti sudah dirasa cukup atau P21, nanti pasti kami kabari saat pelimpahannya,” ujar Deni Septiawan.
Menurut Deni Septiawan, tersangka Nyoman Wirawan melanggar Pasal 12 huruf e dan atau pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 jo UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sesuai pasal tersebut, tersangka bisa diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun. “Pasal itu juga menyebutkan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan polisi, Rabu (18/7) lalu. Tersangka yang berusia 33 tahun ini terbukti telah menyalahgunakan wewenang, dengan meminta pungutan liar sebesar Rp 25 juta kepada korban Ni Made Wirani. Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang sebesar Rp 25 juta yang diminta oleh tersangka kepada korban,
dimaksudkan untuk mempermulus pengurusan surat-surat yang dipersyaratkan. Seperti surat pernyataan bahwa tanah yang akan diperjualbelikan tidak berhadapan dengan hukum, tidak sedang dijaminkan, dihutangkan hingga surat silsilah ahli waris. (kmb35)
AKP Deni Septiawan
Derita Bocah Penderita Hydrocephalus
Terganjal Biaya, Sempat Enam Bulan Tanpa Perawatan Dokter
NASIB memilukan dialami I Putu Agus Karang Juliantara, bocah berusia empat tahun yang menderita hydrocephalus asa Banjar Mawang Kaja, Desa Lodtunduh, Ubud. Kondisi ini dialami bocah kelahiran 18 Juli 2014, ini saat baru memasuki usia 42 hari. Lahir di keluarga kurang mampu, membuat pengobatan untuk bocah ini tersendat. Bahkan, pernah selama enam bulan tidak mendapat perawatan dokter. Sang ibu, Ni Nyoman Suami (42), menuturkan saat
usia kehamilannya lima bulan, ia pernah jatuh. Namun tidak ada tanda-tanda sakit. Memasuki usia kandungan tujuh bulan, Suami mengalai pendarahan, sehingga Putu Karang harus dilahirkan secara sesar. Saat itu dokter mengatakan bayinya dalam kondisi sehat, meski lahir sesar dalam usia tujuh bulan kandungan. Namun seiring berjalannya waktu, ia curiga melihat kepala buah hatinya membesar secara perlahan. “Waktu itu kami langsung konsultasi ke rumah sakit. Kata dokter anak saya men-
derita hydrochepalus, tapi tidak aktif,” katanya. Suami mengatakan, dokter menyarankan memasang selang di kepala bayinya tembus perut. Namun saat itu Putu Agus Karang belum punya jaminan kesehatan. Sedangkan biaya pemasangan selang diperkirakan menghabiskan dana Rp 10,5 juta. Ia dan suaminya akhirnya berkonsultasi dengan keluarga dan kerabat. Pasutri inipun diarahkan untuk mendaftar BPJS Kesehatan Mandiri. Mereka terdaftar di kelas III. “Sebenarnya lebih
DIPANGKU - I Putu Agus Karang Juliantara dipangku ayahnya.
Bali Post/nik
cepat dipasang selang lebih bagus. Tapi karena proses kartu itu baru selesai saat bayi saya berusia lima bulan, maka baru saat itu dilakukan operasi pemasangan selang,” jelasnya. Hingga kini usianya empat tahun, selang masih tertanam di bawah kulit Putu Agus Karang. Sekitar dua atau tiga tahun lagi, disarankan operasi lagi untuk perpanjangan selang. Selama ini Putu harus rutin kontrol ke RSUP Sanglah. Terutama untuk melakukan pemeriksaan tumbuh kembangnya.
“Baru-baru ini pemeriksaan THT selesai. Sudah tidak ada masalah dengan pendengarannya,” jelasnya. Menurut Suami, Putu Agus Karang kini tinggal menjalani pengobatan mata dan terapi jalan. Terapi dilakukan minimal sekali dalam seminggu. Setiap kali terapi pasutri dari keluarga kurang mampu ini selalu meminjam sepeda motor. Selalu membawa bekal nasi, air panas dan kopi dari rumah. Sering kali pasutri ini hanya berbekal uang Rp 15 ribu untuk mengantar anaknya
kontrol. “Segitu saja sudah cukup, karena kami bawa bekal makanan dari rumah. Di sana sama sekali tidak belanja,” ujarnya. Lantaran terganjal ketiadaan biaya, pengobatan Putu Agus Karang pernah berhenti selama enam bulan. Pasutri inipun dimarahi dokter, karena anaknya harus konsisten melakukan pengobatan dan terapi. “Kata dokter, selang ini harus rutin dicek. Takutnya ada infeksi atau tersumbat. Dia juga tak boleh jatuh, nangis tidak boleh terlalu kencang,
takutnya step dan kejang,” kata Suami dengan suara bergetar. Himpitan ekonomi yang dialami keluarga Putu Agus Karang bukan tanpa alasan. Apalagi sang ayah I Wayan Subagia (44) yang menderita, hanya bekerja sebagai tukang sapu. Terkait bantuan pemerintah, Suami mengaku tak pernah merasakan. Jaminan kesehatanpun ia bayar secara mandiri sebesar Rp 102.000 untuk empat anggota keluarga termasuk bibinya yang sudah berusia renta. (nik)
JEMBRANA
10
Sabtu Kliwon, 18 Agustus 2018
Terapkan Pembelian Tiket Kapal dengan Uang Elektronik
Penumpang Pejalan Kaki Kaget
Negara (Bali Post) -
Penerapan pembelian tiket kapal menggunakan uang elektronik di penyeberangan GilimanukKetapang menuai keluhan pengguna jasa. Pasalnya sebagian besar penumpang (pejalan kaki) belum mengetahui dan mereka harus mengeluarkan uang lebih banyak daripada biasanya. Tak jarang sejak diterapkan pada Rabu (15/8) lalu muncul penumpang yang mengeluh. Seperti yang terlihat Jumat (17/8) kemarin, sejumlah penumpang pejalan kaki yang hendak membeli tiket kaget adanya sistem baru ini. ‘’Ya… kaget pak, biasanya bayar cuma Rp 6.500 sekarang pakai beli kartu Rp 20 ribu, paling tidak keluar Rp 30 ribu,’’ keluh Fauzi (40), salah seorang penumpang, ditemui di loket tiket. Penumpang asal Jember, Jawa Timur ini juga menyayangkan tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Untung dirinya masih membawa uang
lebih untuk biaya transportasi ke Jember. Namun sebagian besar penumpang khususnya pejalan kaki rata-rata menengah ke bawah. Semestinya ini menjadi perhatian termasuk pihak penyedia layanan kartu uang elektronik. Keluhan serupa juga diungkapkan para penumpang khususnya pejalan kaki. Loket tiket penyedia juga terbatas sehingga kadang mereka antre dulu, ditambah lagi membeli kartu uang elektronik dulu ke stan bank-bank yang disediakan di depan loket. Belum lagi mereka
wajib mengisi data diri untuk manifest. Beruntung pihak keamanan ASDP dan bank memberikan pelayanan membantu para penumpang yang masih pertama menggunakan sistem ini. Berbeda halnya dengan penumpang roda dua, mobil dan truk atau bus. Penumpang yang didominasi menengah dan menengah ke atas itu justru belum diwajibkan menggunakan sistem ini. Mereka masih bisa menggunakan pembayaran tunai. Dari pengamatan kemarin, dari empat bank BUMN yang menyediakan kartu untuk uang elektronik baru tiga yang membuka stan pelayanan yakni BRI, BNI dan Mandiri. Beberapa di antaranya membuka stan selama 24 jam. Sementara itu, General Manager (GM) ASDP Cabang Ketapang-Gilimanuk Solikh-
Bali Post/olo
PADAT – Suasana di loket tiket penumpang (pejalan kaki) kemarin terlihat padat. Beberapa calon penumpang kapal kaget, adanya sistem baru pembelian menggunakan uang elektronik.
in mengatakan per tanggal 15 Agustus lalu Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk menerapkan pembelian tiket kapal dengan uang elektronik yang disediakan empat bank. Menurutnya, pembelian secara elektronik ini diberlakukan bukan hanya penumpang (pejalan kaki) tetapi juga kendaraan roda empat dan roda dua. ‘’Persentasenya yang penumpang paling banyak. Untuk roda dua dan roda empat (mobil) juga kita terapkan. Sambil sosialisasi, membiasakan masyarakat sistem itu,’’ ujarnya. Diakuinya, karena masih tahap sosialisasi tentunya ada beberapa yang kaget. Memang untuk pertama dengan membeli kartu nilainya lebih besar dibanding tiket biasa ditambah dengan pengisian saldo. Namun kartu uang elektronik itu bisa digunakan berulangkali. Pihaknya menilai wajar masih ada keluhan karena juga sambil sosialisasi. Yang menjadi fokus sekarang, adanya mesin untuk pengisian saldo (top up) uang elektronik itu. Ditambahkan Solikhin, penerapan dibagi menjadi tiga fase, pertama yang dilakukan saat ini sampai Desember. Fase kedua tahun depan hingga terakhir fase ketiga seluruh pembayaran tiket menggunakan sistem ini termasuk truk sejenis. ‘’Yang perlu waktu penyesuaian adalah kendaraan truk, karena uang elektronik yang sekarang ini beda dengan e-toll (untuk jalan tol). Nilainya jauh lebih besar dibanding tol, karena satu tiket truk bisa mencapai Rp 2 juta. Ini yang kita lakukan bertahap,’’ tambah Solikhin. (kmb26)
Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Jemrbana
Bupati Artha Menjadi Inspektur Upacara UPACARA peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Jembrana berlangsung dengan khidmat di tengah cuaca mendung. Apel HUT ke-73 RI ini dipusatkan di Stadion Pecangakan Negara, Jumat (17/8) kemarin. Bertindak
sebagai Inspektur Upacara Bupati Jembrana I Putu Artha, Komandan Upacara Kapten Inf. Wayan Yudana, Pembaca Teks Proklamasi Ketua DPRD Ketut Sugiasa, Pembaca UUD 1945 Kadis Dikpora Wayan Eka Swarnama. Upacara dan detik-detik proklamasi
UPACARA – Bupati Jembrana I Putu Artha bertindak sebagai inspektur upacara dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Stadion Pecangakan.
Angin Kencang
Gilimanuk-Ketapang Kembali Ditutup Negara (Bali Post Angin kencang di Selat Bali hingga kecepatan 35 , Jumat (17/8) kemarin, mengharuskan penyeberangan Gilimanuk-Ketapang dilakukan penundaan. Penutupan pelabuhan dilakukan mulai pukul 13.50 Wita dan berlangsung dua jam. Kapal-kapal penumpang yang sudah berlayar diminta mengapung dekat perairan Pelabunan Gilimanuk. Sekurangnya lebih dari 10 kapal dari 32 kapal yang beroperasi mengapung dekat dermaga di Pelabuhan Gilimanuk. Sementara para penumpang yang hendak naik kapal menunggu di sekitar areal pelabuhan. Sepeda motor di antaranya menunggu di dermaga dan penumpang yang sudah membeli tiket menunggu di lorong-lorong gangway (jembatan pejalan kaki ke kapal). Sebagian di antaranya merupakan wisatawan mancanegara yang hendak menyeberang ke Ketapang. Kendati cuaca cukup cerah, namun angin yang berembus kencang. Sejumlah petugas yang ditemui kemarin mengatakan sejak pukul 11.00 Wita angin yang berembus di sekitar pelabuhan sudah cukup kencang. Hingga pada siang pukul 13.50 Wita dilakukan
penundaan penyeberangan. Sejumlah penumpang pejalan kaki yang sudah telanjur membeli tiket mereka terpaksa menunggu di dekat dermaga. Dari informasi STC Pelabuhan Gilimanuk penyeberangan ditunda lantaran angin kencang yang berembus di Selat Bali. Terutama di perairan Ketapang, Banyuwangi. Dikhawatirkan jika kapal dipaksakan akan terseret arus dan susah bersandar. Hingga pukul 15.30 Wita angin masih berembus kencang. Informasi dari Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) Kelas III Gilimanuk, penyeberangan sementara ditutup karena kondisi angin kencang di Selat Bali. Petugas di menara pengawas Pelabuhan juga memantau setiap waktu kondisi cuaca. Baik melalui radio maupun monitor satelit posisi kapal di Selat Bali. Kepala UPP Kelas III Gilimanuk I Nyoman Suryanta dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Angin kencang yang belakangan sering terjadi mengharuskan dilakukan penundaan tersebut. Penyeberangan mengutamakan keselamatan penumpang. Kecepatan angin hingga 25 knot yang membahayakan untuk pelayaran. (kmb26)
dilaksanakan tepat pukul 10.00 Wita dan dihadiri oleh Wakil Bupati Made Kembang Hartawan, Forkompinda, anggota DPRD Kabupaten Jembrana, seluruh OPD di Lingkungan Pemkab Jembrana. Turut hadir pula sebagai peserta upacara para veteran pejuang, wara kawuri, TNI/ Polri, Korpri, Hansip, para siswa dan pramuka. Sedangkan pada pasukan pengibar bendera yang bertugas sebagai pembawa baki Gusti Ayu Made Indrayani Dewi, siswi SMAN 1 Melaya, dan pengibar Ryan Alfatkhur Ridha Pratama (siswa SMAN 2 Negara), Ni Kadek Septiani (siswi SMKN 1 Negara), I Gede Agus Wiardita (siswa SMAN 2 Negara). Danton 17 pasukan I Made Wisnu Subrata Putra (SMAN 1 Melaya), Danton pasukan 45 Ni Kadek Regitha Dwi Cahyani (SMAN 1 Negara). Pada penurunan bendera bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Jembrana I Putu Artha, Komandan Upacara Kapten Inf. Zaenul Ekhsan, Ni Luh Putu Yulia Eka Citra (SMKN 1 Negara), pembawa baki Ni Luh Putu Yulia Eka Citra (siswi SMKN 1 Negara), penurun bendera Komang Andika Cahya Parnadi (SMAN 1 Negara), Amanda Billah (SMAN 1 Melaya), I Komang Triyan Ardiyana (SMAN 1 Negara). (ad807)
Bali Post/olo
REMISI - Bupati Artha bersama Kepala Rutan Negara Purniawal menyambangi para narapidana yang mendapatkan remisi dalam peringatan Proklamasi Kemerdakaan RI kemarin di Rutan Kelas IIB Negara. Dari 63 narapidana yang memperoleh remisi, tiga di antaranya langsung bebas.
63 Napi Rutan Negara Dapat Remisi Tiga Napi Langsung Bebas
Negara (Bali Post)Puluhan narapidana di Rutan Kelas IIB Negara mendapatkan remisi Proklamasi Kemerdekaan RI, Jumat (17/8) kemarin. Dari 63 orang narapidana yang mendapatkan remisi itu, tiga di antaranya langsung bebas atau Remisi Umum (RU) II. Penyerahan remisi dilakukan di halaman Rutan Kelas IIB Negara dengan Inspektur Upacara Bupati Jembrana I Putu Artha. Upacara yang juga dihadiri seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ini juga diisi dengan penyerahan bingkisan kepada dua dari tiga narapidana yang mendapatkan RU II. Uniknya penerima RU II ini merupakan pasangan suami istri yang tersangkut kasus pil koplo beberapa waktu lalu di Gilimanuk. Sedangkan satu napi lagi yang memperoleh RU II terkait kasus ketertiban. Ketiganya masing-masing mendapatkan remisi satu bulan. Kepada penerima remisi, Bupati Artha mengharapkan setelah bebas agar kembali
berbaur bersama masyarakat dalam memajukan pembangunan di desa. “Jangan justru mengucilkan diri atau merasa ragu dan malu setelah keluar dari LP ini,“ ujarnya. Bupati Artha juga menegaskan, kepada keluarga yang saudaranya yang tengah menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan untuk tidak cemas. Sebab, petugas di rutan tidak ada yang melakukan tindakan kekerasan atau tindakan arogan kepada para tahanan. “Apa yang dilakukan para petugas di rutan ini adalah pembinaan, bimbingan dengan berbagai aktivitas dan kreativitas sehingga saat mereka kembali ke keluarganya senantiasa dapat hidup mandiri untuk menatap masa depannya yang lebih baik,“ jelas Bupati Artha. Lebih lanjut, Kepala Rutan Kelas IIB Negara Purniawal didampingi Kasi Pelayanan Tahanan Nyoman Tulus Sedeng mengatakan, dari 63 napi yang mendapatkan remisi tersebut, rata-rata mendapatkan remisi antara 1-5 bulan.
Di antaranya 13 orang permohonan baru, 47 orang permohonan lama dan tiga orang narapidana mendapatkan RU II. Tiga orang yang mendapaktan RU II itu langsung bisa pulang keluar dari Rutan. Remisi ini merupakan hak dari WBP sesuai yang diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 1995. Sejumlah persyaratan untuk bisa diusulkan mendapatkan remisi salah satunya minimal telah menjalani pidana enam bulan. “Selain itu, berkelakukan baik selama menjalani pembinaan serta syarat substantif,” terang Purniawal. Remisi ini menjadi penyemangat setiap warga binaan menjalani pembinaan dengan berkelakuan baik serta mematuhi tata tertib di Rutan. “Selain itu, agar napi melaksanakan setiap program pembinaan yang diberikan,” pungkasnya. Sesuai penyerahan simbolis, Bupati dan para pejabat berjabatan tangan dan bercengkerama dengan para narapidana yang mengikuti upacara di rutan tersebut. (kmb26)
Sabtu Kliwon, 18 Agustus 2018
Karangasem
11
Serangan Burung Mengganas
Petani Tutupi Padi dengan Jaring Amlapura (Bali Post) Serangan burung yang mengganas, tidak pelak membuat petani yang ada di Subak Cangah, Desa Tumbung, Karangasem itu terpaksa harus menutupi tanaman padi mereka menggunakan jaring. Upaya itu dilakukan supaya tanaman padi yang sudah mendekati masa panen itu tidak habis dimakan burung.
Bali Post/kmb41
USIR BURUNG - Petani di Subak Cangah, Desa Tumbung, Karangasem saat mengusir hama burung di lahan padi miliknya.
Dugaan Kasus Pungutan Retribusi Objek Wisata
BPKP Lakukan Audit Kerugian Negara Amlapura (Bali Post) Petugas Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) turun ke Karangasem, melakukan audit investigasi kerugian negara terkait dugaan kasus pungutan retribusi di sepuluh objek wisata di Karangasem. Hal itu disampaikan Kepala Kejaksan Negeri (Kajari) Karangasem I Nyoman Sucitrawan, Jumat (17/8) kemarin. Jumlah anggota tim yang melakukan audit investigasi itu kata Sucitrawan, sebanyak lima orang. Dari jumlah itu, hanya tiga orang yang turun. Mereka menggelar audit investigasi sejak tiga hari lalu. Sejak Kamis lalu, malah sudah kembali. Audit investigasi itu dilakukan untuk menghitung kerugian negara. Ada dugaan terjadi kerugian kasus pungutan retribusi di sepuluh objek wisata itu. Tim telah menyisir beberapa objek. Dalam waktu dekat, kemungkinan BPKP akan mengumumkan berapa kerugian negara. “Sekarang belum bisa diketahui berapa besar kerugian negara itu. Dalam waktu dekat ini, pasti keluar hasil audit BPKP. Untuk dokumen dan berkas lainnya sudah memenuhi syarat. Kita tunggu nominal kerugianya,” ungkap Sucitrawan. Pihaknya telah mengantongi nama tersangka jika ada kerugian negara pada dugaan kasus pungutan retribusi di sepuluh objek. Hanya, belum berani membeberkan nama-nama itu karena belum keluar audit BPKP terkait berapa kerugian negara akibat kasus ini. “Kita tunggu saja. Mungkin masih dihitung angkanya. Proses perhitungan memang agak lama, sebab objek wisata yang diperiksa itu banyak. Setelah ada kerugian, lalu pemeriksaan digelar lagi,” katanya. Untuk diketahui, kasus ini mulai didalami sejak 2017. Bermula kasus operasi tangkap tangan (OTT) petugas pungut uang retribusi di objek wisata Tulamben, oleh Tim Saber Pungli. Dalam sidang di Tipikor, petugas pungut itu menjelaskan hampir semua menerapkan cara yang sama. Setelah diselidiki ternyata benar adanya. Tiket yang dibuat dan dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata, tidak sesuai dengan angka pemasukan di Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangasem. Jumlah tiket yang terjual dengan pemasukannya tidak balance (seimbang). Karena ada kejanggalan, maka itu Kejari menyelidiki pungutan retribusi tahun 2011 2016. Petugas sudah mengumpulkan data, surat, dan berkas. Kejari telah memeriksa sekitar 15 orang saksi, terkait kasus ini. Mulai dari petugas pungut, hingga pejabat Dispar Karangasem. (kmb41)
Petani penyakap di Subak Cangah, Desa Tumbung, Karangasem, Ni Made Sari, mengungkapkan, jika serangan burung yang melanda tanaman padinya itu sangat banyak. Bahkan untuk meminimalisasi serangan burung, jelang masa panen padinya itu, dia terpaksa menutupi tanaman padinya menggunakan jaring. Tak hanya itu, malah Sari juga menjaga langsung tanaman padi setiap hari agar bisa secara langsung mengusir burung-burung yang menyerang padinya itu. “Saya giliran jaganya dengan suami. Sebab, padi itu sebentar lagi dipanen. Nah, dengan cara mengusir burung-burung yang datang itu, paling tidak banyak habis padinya. Saya dapat giliran jaga dari pagi sampai siang. Setelah itu, suami melanjutkan jaga di sini. Kalau tidak dijaga sep-
erti ini, burung-burung itu tidak bisa disetop memakan padi ini,” ungkapnya. Serangan burung itu, kata Sari, mulai mengganas memakan tanaman padi miliknya itu sekitar sebulan terakhir ini. Burung mulai menyerang padi itu ketika padi sudah menghasilkan bulir. Menurutnya, dirinya tidak tahu kenapa serangan burung itu mengganas sebulan terakhir ini. “Saya kurang tahu apa yang menyebabkan serangan burung ini mengganas seperti ini. Mungkin karena banyak pepohonan sehingga banyak burung. Sedangkan di sekitarnya tidak ada makanan. Seranga burung ini banyak datang pada pagi dan juga sore. Kalau malam rasanya tidak ada, sebab burung itu sudah tidur,” katanya. Mengganasnya serangan hama burung ini diya-
kini membuat hasil produksi gabahnya diperkirakan akan menurun. Masa panennya baru bisa dilakukan tiga hari ke depan. “Kalau sebelumnya tidak ada serangan burung. Dari lahan seluas 60 are bisa mendapatkan sekitar 40 kampil gabah. Kalau sekarang kemungkinan berkurang dari jumlah itu,” paparnya. Hal senada diungkapkan petani lain, I Wayan Merta. Dia menjelaskan, jika padi itu tidak dipasangi jaring, maka bulir padi-padi menjelang panen itu akan habis dimakan burung itu. “Burung yang menyerang itu bukan lagi ratusan, tetapi lebih. Kalau tidak diisi jaring, maka dipastikan kami sama sekali tidak akan dapat gabah. Kalau sudah diisi jaring, sedikit lebih aman. Tapi tetap saja ada padi yang rusak dimakan burung,” jelas Merta. (kmb41)
Serangkaian ’’Karya Ngeroras’’
Ketua Dewan Hadiri Upacara ”Mendak Isepan”
SETELAH menyelesaikan rangkaian upacara ngaben massal, Pratisentana Sira Arya Kanuruhan di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem itu rencananya melanjutkan pelaksanaan ritual ngeroras. Terkait persiapan prosesi ngeroras, seluruh Pratisentana Sira Arya Kanuruhan, menggelar upacara mendak isepan di Pura Penyatur Kangin, Desa Sibetan, Kamis (16/8) lalu. Warga antusias mengikuti prosesi upacara ini. Terbukti hadirnya ribuan warga. Bahkan, warga ikut mapeed dari Pura Penyatur Desa menuju Pura Paibon setempat. Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi, juga berkesempatan hadir pada acara adat tersebut. Pihaknya mengapresiasi semangat kebersamaan dalam kaitan prosesi ngeroras massal yang dibangun Pratisentana Sira Arya Kanuruhan itu. Prosesi ritual itu bahkan sudah dilakukan sejak pagi di Pura Panyatur Kangin yang kapuput Ida Pedanda Istri Buruan, dari Gria Kanginan Sibetan. Setelah persembahyangan yang digelar di pura tersebut, dilakukan prosesi isepan atau tebu yang ada di jeroan pura, kairing mapeed
UPACARA MENDAK ISEPAN - Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi, saat mengikuti upacara mendak isepan di Desa Sibetan, Bebandem. menyusuri jalan raya setempat, sejauh sekitar tiga kilometer. Mapeed itu juga diiringi tambur dan baleganjur. Aktivitas ini memberikan kesan kekompakan dan juga kebersamaan. Ribuan semeton Arya Kanuruhan, begitu antusias ngayah mengikuti prosesi ini hingga selesai. Salah satu pemangku, Mangku Jati, mengatakan dipilihnya Pura Penyatur Kangin itu sebagai lokasi mendak isepan, karena dari sanalah matahari terbit. Diharapkan, agar segala proses
ini mendapat sinar suci dari Ida Batara Surya. Iring-iringan mapeed itu menuju tempat suci di lokasi pembuatan jajan catur, sebagai sarana utama upacara atma wedana ngeroras itu. Antara lain mulai tambur, sekar ura, pasepan, peras pemargi, sekar setaman, panca pala dan juga tebu. “Tebunya ada dua jenis. Tebunya yang berisi daun itu jumlahnya 108. Kenapa dipilih 108 batang, karena dalam ajaran samkyayoga, 108 itu meru-
pakan angka tertinggi. Harapan kami, agar roh para leluhur kita itu mencapai tempat tertinggi,” kata Mangku Jati. Makna mendak isepan (tebu) ini dimaksudkan bahwa tebu itu merupakan bahan dasar pembuatan gula. Gula itu diproses di tempat suci. Gula dari tebu itulah dipakai mencampur atau memberi rasa manis terhadap sarana upakara suci catur muka. Tebu itu juga mengandung filsafat, sebagai manusia atau pratisentana-nya, harus bisa memilah sesuatu yang manis, atau baik-baik saja kita pakai, sementara ampasnya harus dibuang. Panglingsir Sira Arya Kanuruhan Pusat, I Wayan Geredeg, menyampaikan terima kasihnya kepada panitia maupun seluruh dadia, yang telah mampu melaksanakan tahapan ngaben massal dengan baik. Demikian juga untuk persiapan ngeroras ini. Dia sendiri tidak menyangka ribuan pamedek itu begitu antusias mengikuti prosesi mendak isepan ini. “Semoga seluruh rangkaian persiapan acara ngeroras itu hingga puncaknya nanti dapat berjalan dengan baik dan juga lancar,” kata
Geredeg, mantan Bupati Karangasem dua periode (2005-2010, 2010-2015), seraya mengatakan pelaksanaan ngeroras itu akan dilakukan 9 September nanti. Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi, mengatakan sebagai pimpinan lembaga dewan, pihaknya melihat prosesi ngeroras yang sudah berjalan di Desa Sibetan, itu adalah contoh baik dalam meringankan beban pasemetonan. Nilai positifnya, bisa membantu masyarakat banyak, tetapi tidak mengurangi makna pelaksanaan upacara itu sendiri. Sebab, di banyak tempat, pelaksanaan ngaben dan ngeroras itu kerap memberatkan masyarakat, karena biaya yang dihabiskan tinggi. Apalagi perlu perlu persiapan panjang. “Kami tetap mendorong pelaksanaan prosesi ngaben massal ini sampai tuntas ngeroras. Secara kepentingan lembaga, ketika masyarakat kami bebannya tinggi, kemudian dibuat prosesi yang bisa lebih ringan, tanpa mengurangi makna upacara. Sesungguhnya hal itu sesuatu gebrakan konstruktif yang patut kita dukung pelaksanaannya,” kata politisi Partai Golkar ini. (ad814)
Peringati HUT Ke-73 RI
STT Tegenan ’’Mareresik’’ di Pura Manik Harum Amlapura (Bali Post) Memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia 2018, Sekaa Teruna Teruni (STT) Desa Pakraman Tegenan, Desa Menange, Rendang, menggelar aksi mareresik di Pura Manik Harum. Ketua Panitia I Wayan
Teguh Pramarta mengatakan kegiatan itu dilakukan untuk ikut memeriahkan perayaan kemerdekaan RI yang ke73. Acara yang dilakukan ngayah mareresik dan kemudian persembahyangan bersama di Pura Harum itu, memang berbeda dengan masyarakat lainnya.
“Kegiatan ini baru pertama kali kita gelar. Agenda ini dilakukan sebagai wujud syukur atas kemerdekaan bangsa ini yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan pendahulu kita. Di samping itu, kegiatan ini dilakukan untuk mengajak generasi bangsa khususnya
di Banjar Tegenan agar mereka mau berkarya nyata mendukung pembangunan di desa baik fisik, mental, dan juga spiritual,” ujar Wayan Teguh Pramarta, didampingi sekretaris Ni Ketut Soviani dan Ketua STT Komang Wijaya . Klian Banjar Adat Te-
genan Kelod I Wayan Suiji mengungkapkan, lewat kegiatan yang dilakukan STT ini, pihaknya ingin mengajak generasi muda agar bisa bersatu padu membangun desa dengan melaksanakan kegiatan positif, berkarya nyata menghargai perjuangan para pendahulu. (kmb41)
Digigit Anjing Terjangkit Rabies
Telat Disuntik VAR, Mangku Widi Meninggal Sangat kasihan, akibat tidak mengenali gejala rabies. Salah seorang warga di Banjar Puregae, Desa Pempatan, Rendang, Karangasem, Mangku Nengah Widi (55), meninggal dunia setelah digigit anjing yang diduga positif terjangkit virus rabies. Korban meninggal setelah sebelumnya menjalani perawatan di RSUP Klungkung, RS Bintang, kemudian di RSUP Sanglah, Denpasar. Saat ini jasad almarhum sudah disemayamkan di setra (kuburan) Desa Adat Besakih, Kamis (16/8). Bagaimanakah alasannya sehingga Jero Mangku Widi, meninggal setelah digigit anjing terjangkit rabies itu? SALAH seorang keluarga korban, Jro Mangku Dapet, menuturkan, pada 26 Juli lalu
sekitar pukul 06.00 Wita, Jero Mangku Nengah Widi bangun pagi. Jero Mangku hendak
masuk ke dapur. Ketika hendak masuk, saat itu pintu dapurnya setengah terbuka.
Bali Post/ist
TERJANGKIT RABIES - Korban gigitan anjing terjangkit rabies saat masih hidup (kiri). Almarhum Jero Mangku Widi saat dimandikan sebelum disemayamkan di Setra Adat Besakih.
Setelah pintu dibuka secara tiba-tiba keluar seekor anjing. Seperti dikomando saja, anjing itu langsung menggigit Jero Mangku berkalikali. Gigitan itu membuat almarhum terjatuh di tanah. Setelah digigit, istri korban bangun kemudian mengusir anjing tersebut. “Anjing yang menggigit suaminya itu pergi menuju arah utara lewat jalan raya. Anjing itu bukan anjing peliharaan korban. Itu adalah anjing liar. Akibat gigitan itu, Jero Mangku luka-luka di bagian paha kanan, dada sebelah kanan, dan juga di bawah pinggang sebelah kiri,” ucapnya. Ajing itu, kata Mangku Dapet, tidak berhenti menggigit Jero Mangku saja. Setelah itu, menggigit anak kecil Komang Juna (3,5) di bagian telapak tangan kanan dan juga kirinya. Atas gigitan itu korban (Komang Juna) kemudian dengan cepat dilarikan orangtuanya ke Puskesmas Rendang, guna mendapatkan VAR. Berbeda halnya dengan Mangku Nengah Widi. Padahal sudah disarankan oleh istri dan keluarga korban agar disuntik VAR di puskesmas. Akan tetapi, korban enggan berobat. Alasannya, merasa lukanya tidak terlalu parah.
Dan sangat yakin luka itu bisa sembuh dengan sendirinya. “Beliau (Mangku Nengah Widi - red) bersikukuh tidak mau berobat. Beralasan lukanya tidak terlalu parah. Dan sangat yakin bisa sembuh, meskipun tanpa diobati,” paparnya. Namun, sejak 11 Agustus lalu, justru Jero Mangku mulai mengeluhkan badannya panas dingin seperti demam. Kemudian tidak mau mandi. Merasa takut air. Badannya seperti orang kedinginan. Dua hari kemudian, 13 Agustus, Jero Mangku kejangkejang. Setelah kejang-kejang itu, baru pihak keluarganya langsung melarikan korban ke Puskesmas Rendang. Selanjutnya, dirujuk ke RSUD Klungkung. Gejala Klinis Rabies “Setelah sempat ditangani, korban pulang dari RSUD Klungkung. Tapi sesampainya di rumah, malah kondisi korban semakin tidak terkendali. Kembali dilarikan ke RSU Bintang Klungkung dan akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah setelah menunjukkan gejala klinis rabies,” papar pria sebagai pecalang di Besakih itu. Jero Mangku Widi sempat
mendapatkan perawatan di RS Sanglah Denpasar. Namun, kehendak Hyang Widhi lain. Alih-alih Jero Mangku sembuh, malah akhirnya dinyatakan meninggal dunia 15 Agustus sekitar pukul 05.00 Wita di RSUP Sanglah. “Berdasarkan hasil analisis tim medis RSUP Sanglah dengan menyimak gejala- gejala yang dialami Jero Mangku, maka disimpulkan Jero Mangku itu meninggal akibat digigit anjing positif rabies. Termasuk terlambat mendapatkan VAR. Hal itulah ditengarai sebagai penyebab jiwa korban tidak tertolong,” jelas Mangku Dapet sembari menyatakan almarhum telah disemayamkan di setra (kuburan) Desa Adat Besakih Kamis (16/8). Dengan adanya korban kasus gigitan anjing yang mengakibatkan seorang meninggal dunia di Banjar Puregae, Desa Pempatan itu, fakta itu kemudian baru mendapat perhatian serius Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem. Selanjutnya, Dinas telah melakukan langkah-langkah penanganan rabies di lokasi terjadinya kasus gigitan anjing itu. Kadis Pertanian Karangasem Wayan Supandi menjelaskan, pihaknya telah
mendapatkan informasi peristiwa itu. Berdasarkan data di lapangan, ciri-ciri anjing yang menggigit dua warga itu berwarna putih bintikbintik hitam. “Anjing menggigit almarhum itu tanpa provokasi,” ucapnya. Atas kejadian itu, pihaknya langsung menerjunkan petugas bersama tim. Segenap petugas sudah turun ke lapangan pengecek dan memastikan hal tersebut. “Kalau tidak salah petugas telah turun sejak 15 dan 16 Agustus. Dari hari ini (Jumat - red) kami berkoordinasi dengan Perbekel Desa Pempatan untuk melakukan eliminasi maupun vaksinasi emergensi. Sehingga kasus seperti ini tidak terus terjadi,” ujar Supandi. Kabid Perternakan Made Ari Susanta menambahkan, atas kejadian itu, pihaknya telah melakukan langkahlangkah penanganan rabies di Desa Pempatan. Mulai investigasi kasus itu berkoordinasi dengan aparat desa Pempatan. “Bagaimana langkahlangkah efektif penanggulangan rabies itu, kita sudah mengedukasi masyarakat terkait bahaya rabies di Puragai, depopulasi selektif anjing liar dan emergency vaksinasi,” terangnya. (eka)
12
KLUNGKUNG
Sabtu Kliwon, 18 Agustus 2018
SOSOK Penataan Objek Wisata
OBJEK wisata di Kabupaten Klungkung cukup banyak. Sebagian besar ada di Kepulauan Nusa Penida yang dikenal dengan the blue paradise island. Kunjungan wisatawan setiap tahunnya mencapai ratusan ribu orang. Tak sebatas domestik, namun juga mancanegara. Kedatangannya terpesona dengan keindahan alam. Atas hal tersebut, upaya penataan terus dilakukan. Pemkab pun turut turun tangan. ‘’Penataan objek terus masuk sebagai kegiatan setiap tahun,’’ ungkap Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta, Jumat (17/8) kemarin. Khusus tahun ini, pada anggaran perubahan diusulkan penyusunan sepuluh perencanaan untuk delapan objek wisata. Lima ada di Nusa Penida dan tiga di Klungkung daratan. Itu berupa pembangunan fasilitas, seperti toilet dan parkir. Ada juga pagar pengaman untuk objek wisata bertebing. ‘’Semoga 2019 bisa terealsasi. Anggarannya kisaran Rp 200 juta per objek,’’ sebutnya. Pejabat asal Lingkungan Kemoning, Kelurahan Semarapura Klod ini menyebutkan, penataan tersebut untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Peran masyarakat selaku pengelola juga sangat diharapkan dalam pengembangannya maupun melakukan langkah-langkah inovatif. ‘’Pelaku pariwisata juga sudah ada yang berkontribusi untuk objek wisata,’’ sebutnya. Disampaikan lebih lanjut, mendukung penataan itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga terus dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan. Masyarakat didorong untuk bisa menerapkan konsep Sapta Pesona. ‘’Pengelolaan pariwisata tidak bisa lepas dari kualitas SDM. Ini harus mendukung,’’ ujarnya. (sos)
Bali Post/sos
PASANG - Petani di Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung tengah memasang jaring pada padi yang mulai berbuah. Itu digunakan untuk menghindari serangan hama burung yang cukup marak. Dengan cara itu, petani juga lebih diringankan, bisa meninggalkan untuk mencari pekerjaan lain. Foto diambil belum lama ini.
Ratusan Warga Masih Tempati Rumah Rusak Bupati Targetkan Penanganan Tuntas 2020
Semarapura (Bali Post) Ratusan rumah warga kurang mampu di Kabupaten Klungkung belum tersentuh bantuan bedah dan rehab dari pemerintah. Keterbatasan anggaran menjadi penyebab hal tersebut. Berdasarkan data Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, masih ada sekitar 300 unit rumah yang layak bedah dan 500 unit untuk rehab. Angka tersebut tersebar di Kecamatan Klungkung, Dawan, Nusa Penida, dan Banjarangkan.
Dipertanyakan, Proses Revisi Perda RTRW Bali
Semarapura (Bali Post) Revisi Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bali 2009-2029 belum tuntas. Hal tersebut pun dipertanyakan kalangan DPRD Klungkung. Jika tak segera terselesaikan, dikhawatirkan akan berdampak pada iklim investasi, terutama bidang pariwisata. Pada revisi tersebut, Pemkab Klungkung mengusulkan perubahan status kawasan pesisir Klungkung daratan dari Daerah Tujuan Wisata (DTW) menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD). Menurut Ketua Komisi II DPRD Klungkung I Komang Suantara, revisi Perda RTRW itu sudah mencuat sejak 2016. Namun faktanya sampai saat ini masih dalam proses. Menurutnya, itu berpotensi akan menggantung keinginan investor untuk menanamkan modal di bumi serombotan. ‘’Dengan situasi seperti sekarang, investor akan berpikir untuk berinvestasi. Kami mempertanyakan seperti apa prosesnya,’’ katanya usai rapat kerja bersama pemkab, baru-baru ini. Menyikapi hal tersebut, politikus Partai Gerakan Indonesia Raya ini mendorong supaya segera menuntaskan. Jangan sampai hal itu berlangsung lama. ‘’Kami medesak ini supaya cepat diselesaikan karena erat dengan pembangunan selanjutnya,’’ ucapnya. Menurutnya, perda tersebut tak hanya penting kaitannya untuk pengembangan pariwisata, tetapi juga untuk mengontrol pembangunan yang lain. ‘’Ini (perda - red) juga dijadikan acuan untuk merevisi Perda RTRW Kabupaten,’’ jelasnya. Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PU-PRKP) Gusti Gde Gunarta mengaku juga masih menunggu revisi Perda RTRW Provinsi untuk merevisi Perda RTRW Klungkung karena beberapa substansinya dinilai kurang relevan lagi dengan kondisi di lapangan. ‘’Revisi Perda RTRW Klungkung direncanakan berjalan 2019 dan lanjut penyusunan Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR). Tetapi kami masih menunggu revisi Perda RTRW Bali selesai,’’ katanya. Sementara itu, terkait usulan perubahan status Pantai Tegal Besar yang menjadi perbatasan dengan Kabupaten Gianyar sampai Pantai Belatung yang berbatasan dengan Kabupaten Karangasem dari DTW ke KSPD, sempat ditegaskan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata. Pembangunan akomodasi bisa berbintang dan lebih tinggi dari yang ada saat ini. ‘’Kalau masih status DTW, akomodasi tidak boleh berbintang. Tingginya maksimal delapan meter atau dua lantai. Kalau sudah KSDP, bisa lebih dari tiga lantai dan berbintang,’’ sebutnya. (kmb45)
Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Wayan Wirata menyatakan penanganan terus dilakukan pemerintah. Pada 2019, diusulkan untuk bedah menyasar 111 unit dan rehab 220 unit. ‘’Pemerintah tetap mengupayakan ada penanganan. Tetapi belum bisa tuntas langsung. Anggaran yang masih menjadi kendala,’’ jelasnya, Jumat (17/8) kemarin. Anggaran bedah, sambungnya, khusus di Kepulauan Nusa Penida Rp 35 juta dan wilayah daratan Rp 30 juta per unit. Ini digarap langsung oleh tukang
dibantu masyarakat. Sementara untuk rehab bervarasi, kisaran Rp 10 sampai 15 juta, menyesuaikan dengan tingkat kerusakan. ‘’Untuk bedah di Nusa Penida anggarannya lebih besar karena menyesuaikan dengan biaya material,’’ ungkapnya. Selain melalui anggaran daerah, pemkab juga mengupayakan untuk bisa mendapat corporate social responsibility (CSR) yang biasanya ada setiap tahun. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung Ida Bagus Anom Adnyanamengatakan kemiski-
nan sangat sulit dientaskan karena sifatnya dinamis. Sejauh ini pemkab hanya bisa berupaya menurunkan jumlahnya. ‘’Bisa saja orang yang sekarang mampu, ke depan hidupnya terpuruk. Itu bisa menjadi miskin. Ini akan berimbas pada kondisi tempat tinggalnya,’’ katanya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menargetkan penanganan rumah tersebut tuntas paling lambat tahun 2020. Sebelum itu, perbekel dan klian dusun akan dikumpulkan, diminta menyetor data akurat ke pemkab. Jika nantinya ada yang ‘’menganaktirikan’’ warga kurang
mampu, sanksi tegas siap menanti. ‘’Kalau rumahnya sudah selesai, ke depan bisa fokus berpikir ke pember-
dayaan. Agar tidak setiap tahun berpikir bedah dan rehab rumah, tetapi tidak selesai,’’ ucapnya. (kmb45)
Bali Post/sos
RUSAK - Salah satu warga kurang mampu di Kabupaten Klungkung yang rumahnya masih rusak. Beberapa waktu lalu sudah sempat ditinjau pemkab dan diupayakan segera mendapat penanganan.
Peringatan Hari Kemerdekaan RI
Jadikan Spirit Lanjutkan Pembangunan UPACARA bendera memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 di Kabupaten Klungkung, Jumat (17/8) kemarin, berlangsung khidmat. Selaku inspektur upacara, Bupati KlungkungI Nyoman Suwirta, mengharapkan seluruh lapisan masyarakat menjadikan momen ini untuk introspeksi mengenai apa yang sudah dan yang akan dilakukan sehingga tetap dapat mempertahankan kemerdekaan. Hal tersebut nantinya dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. ‘’Hari kemerdekaan ini jadikan spirit untuk melanjutkan pembangunan daerah. Jika ingin mengkritik pemerintah, mari dengan cara sehat,’’ ungkapnya. Bupati asal Nusa Ceningan Kecamatan Nusa Penida ini mengungkapkan saat ini memang tidak lagi ada penjajahan seperti dulu. Namun, masih ada sejumlah hal yang belum sepenuhnya ‘’merde-
ka’’. Seperti kesejahteraan masyarakat, masih ada yang kurang. Kemiskinan masih menyelimuti. Demikian pula masyarakat buta huruf masih ditemui. Di Kabupaten Klungkung, menjadi
perhatian untuk ditangani. ‘’Kami sudah mempersiapkan program entrepreneur masuk desa untuk memecahkan persoalan kemiskinan,’’ ungkapnya. Program tersebut dida-
UPACARA - Suasana upacara bendera di Lapangan Puputan Klungkung memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73, Jumat (17/8) kemarin.
hului dengan membuat data base dan aplikasi terkait kondisi masyarakat secara menyeluruh, termasuk di dalamnya anak muda, baik yang masih sekolah, sudah lulus perguruan tinggi maupun yang bekerja. ‘’Melalui aplikasi ini akan diketahui perkembangan kondisi masyarakat. Kita akan mampu menuju kemerdekaan yang sesungguhnya, dalam artian mereka bisa mencari pekerjaan mudah,’’ ucapnya. Terkait tema Hari Kemerdekaan ‘’Kerja Kita adalah Prestasi Bangsa’’, Bupati Suwirta mengharapkan masyarakat dapat bekerja sama dengan stakeholder terkait sesuai dengan kemampuannya sehingga dapat menghasilkan prestasi. ‘’Itulah yang dimaksud dengan prestasi bangsa,” ujarnya. Upacara yang digelar di Lapangan Puputan Klungkung dihadiri Wakil Bupati Klungkung Made Kasta, Ny.
Ayu Suwirta, Ny. Sri Kasta, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Klungkung, unsur pimpinan dan anggota DPRD Klungkung, Organisasi Perangkat Daerah, LVRI Kabupaten Klungkung dan lainnya. Sebelumnya, pada apel di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas II B Klungkung, Bupati Suwirta menyerahkan remisi kepada sejumlah narapidana. Sesuai daftar lampiran Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, nomor: PAS-419 PK.01.01.02 tahun 2018, tanggal 14 Agustus 2018 tentang Pemberian Remisi Umum, sebanyak 35 narapidana mendapat remisi, 1 sampai 4 bulan. Dalam keputusan tersebut, tiga orang langsung bebas. Masing-masing Cucun Cahyana dan I Ketut Muliarta dengan remisi 1 bulan dan I Made Astika dengan remisi 4 bulan. (ad812)
Upacara Bendera di Tukad Unda
Tak Sebatas Memerdekakan Jiwa, tetapi Juga Alam UPACARA bendera peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 di Kabupaten Klungkung, Jumat (17/8) kemarin, tak sebatas berlangsung di Lapangan Puputan Klungkung. Warga Kelurahan Semarapura Kangin juga melaksanakannya di Tukad Unda. Sungai besar yang memisahkan Kecamatan Klungkung dengan Dawan. Seperti apakah itu?
Bali Post/sos
TUKAD - Suasana upacara bendera di Tukad Unda memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-73, Jumat (17/8) kemarin.
Jarum jam menunjukkan angka pukul 09.00 Wita. Air tukad yang melintang dari wilayah Karangasem ini nampak deras. Berdebur dari atas berwarna putih layaknya tirai. Di baliknya terbentang tiga bendera Merah Putih. Yang di tengah paling besar. Lengkap dengan gambar Garuda Pancasila. Embun tipis pun turut terempas. Memunculkan rasa dingin. Ketika itu, puluhan warga berkumpul di sekitarnya. Lakilaki mengenakan kamben berbalut saput poleng. Tanpa mengenakan baju. Yang perempuan, mengenakan kebaya merah dan kamben putih. Kepalanya di-
ikat pita merah putih. Puluhan anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) juga tak ingin ketinggalan. Ikut berbaur, meramaikan. Tak berselang lama, mereka membuat barisan. Lalu berjalan ke jalan raya menuju Desa Paksebali, Kecamatan Dawan. Jaraknya hanya sekitar 500 meter. Ada yang membawa bendera Merah Putih yang diikatkan di bambu runcing. Ada punggungnya yang dicat merah putih. Melintasi tangga, mereka pun turun ke sungai yang biasa dijadikan tempat prewedding itu. Kembali membuat barisan. Nampak rapi. Di depannya nampak tiang men-
julang tinggi. Di pangkalnya dibalut kain poleng. Mereka itu hendak melaksanakan upacara bendera. Memperingati Hari Kemerdekaan. Suasananya sangat khidmat. Bendera Merah Putih pun dikibarkan, diiringi lagu ‘‘Indonesia Raya’’. Peserta pun menunjukkan sikap hormat. Undang-Undang Dasar 1945 juga turut dibacakan. Upacara yang menginjak kali ke-4 ini pun ditutup pekikan ‘’merdeka’’. Meski bukan hal baru, upacara ini pun memantik perhatian warga sekitar. Banyak yang datang sekadar menyaksikan. Seolah menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Lurah Semarapura Kangin I Wayan Sudarma yang menjadi pembina menuturkan, ide upacara ini muncul dari obrolan di poskamling bersama anak-anak muda. ‘’Ini mulai 2015. Awalnya sekadar ngobrol, apa dibuat untuk memperingati Hari Kemerdekaan supaya menarik dan berbeda. Akhirnya muncul seperti ini,’’ tuturnya. Ia pun menegaskan, itu
bukan sebatas memerdekaan jiwa, membangun semangat untuk melakukan hal positif ke depan. Tetapi juga untuk memerdekakan alam. ‘’Upacara ini juga mengusung konsep Tri Hita Karana. Dengan di sungai, menyadarkan kita bagaimana menjaga alam. Apalagi ini menjadi objek wisata. Kami sering melakukan bersih-bersih sampah,’’ ucapnya. Pengibar bendera Ni Komang Sri Yundari menuturkan, meski kemasannya tak seformal di Lapangan Puputan Klungkung, upacara ini memberikan kesan tersendiri. Ada semacam perjuangan melawan derasnya air yang berbeda dari biasanya. ‘’Ini ikut yang kedua kali. Cukup sulit juga karena berdiri dan melangkah di tengah air deras. Tetapi sangat senang bisa berpartisipasi memperingati Hari Kemerdekaan ini,’’ katanya. Dara berkulit putih ini mengaku melakukan persiapan sejak seminggu lalu. Tahun selanjutnya, ia masih ingin ikut. (sos)
Sabtu Kliwon, 18 Agustus 2018
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Sebuah Perusahaan di Bid.Spa Mmbthkan Supervisor di Bagian HRD (Wanita).Syarat: Lulusan Min.D2,Max 35th,Pengalaman di Bidang HRD Min 1Th,bisa Bahasa Inggris,Computer Skill,Word + Excel.Kirim CV ke:Jari Menari, Jl.Raya Basangkasa 47, Seminyak Tlp.0361 736740, Email ke omi@jarimenari.com
Dicari wanita Pembantu RT Tinggal dalam untuk rumah Imam Bonjol Dps.Gaji 1.8jt SMS 08970196557 B.BP.004.08.18.0000733
Dibutuhkan!Salesman/Girl.Gaji+ Fasilitas Memuaskn.Hub.PT.Asia Sejahtera, Jln.Tunjung Kuning No.1 Dps.Ph:081338652526 B.BP.001.08.18.0000769
Urgent required project team leader 3month contract 5 years experience civil engineering background salary 10milion/month to be placed in Nusa Ceningan CV to alkahfi21@gmail.com
B.BP.004.08.18.0000610
B.BP.154.08.18.0000803
Dibthkan Sgr IT u/Agen Propty Era88, Krobokan.Email : era88property@gmail.com B.BP.004.08.18.0000784
Dicari Segera Scurity.Lamaran Lsg bw ke Sinar Bali Hotel Jl Padma Utara Legian 0361-751404
B.BP.001.08.18.0000674
!!!Dcr sgr Terapis Spa wanita di Canggu Pengalaman/tidak, gaji dan bonus menarik, Hub.081239621123 (Massaji Spa)
B.BP.001.08.18.0000730
Dicari Staff Maintenance untuk Swimming Pool and Garden sudah pengalaman untuk kerja di Villa - Hotel daerah Seminyak. SMS ke Nomor 08179731679
B.BP.001.08.18.0000676
!!Dcr Helper(Pria)min SMK,usia 20-25th Kirim CV ke:PT.Sinar Mutiara EPC Jl.Raya Pelabuhan Benoa Gg.Sinar Mutiara Indah Telp.0361-710971
Dcr Accounting, mahir Exel, Diploma, pengalaman 0818346584 B.BP.004.08.18.0000501
SERVICE
Dicari Driver Punya SIM A + Motor Sendiri.Hub:0895412381909 B.BP.001.08.18.0000773
DIJUAL RUMAH
Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com
B.BP.001.08.18.0000774
SPA
BENGKEL LAS
G.05
Free
n
Desig
Money Back Guarantee Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
RUPA-RUPA
SERVICE
RUPA-RUPA
SERVICE
BIRO JASA
B.BP.001.08.18.0000798
TOYOTA
Dijual Avanza’16 Putih Type E M/T mulus,Terawat,08553788088
B.BP.166.08.18.0000800
DIJUAL MOTOR KAWASAKI
Jl Ninja R650 th’2012 brg simpanan sprt baru H:081277774256
B.BP.166.08.18.0000801
DIJUAL TANAH Djl Tanah 2A Dukuh Dalung BU.Hub.082147454248
G.01
�
SERVICE
SUZUKI
B.BP.004.06.18.0001087
G.07
B.BP.004.08.18.0000789
Splash’13 Hitam DK trwt sekali 0818-1871-0606, Nego 108jt
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com
Rijasa Agung Hotel di Payangan Cari Front Office Kirim CV,Lamaran Segera ke: rijasaagung_hrd@yahoo.co.id
DIJUAL MOBIL
B.BP.141.08.18.0000799
G.03
Dcr SPG Min SMP Gj dr 1,7jt/bl +Bonus Hub. Wanda PS Jl.Gatsu T.0361-239981/085738037365
B.BP.154.08.18.0000804
Sekolah di Jimbaran Cari: Kepala Sekolah TK,Coordinator, Guru Bhs.Inggris, Olah Raga, Musik,Komputer,PAUD,PGSD, Mandarin,Maintenance,Gardener Driver,Receptionist,Dokter, Sent:schoolhrdbali@hotmail.com
G.02
B.BP.004.08.18.0000734
Dcr Tkg Chekking,Tkg Patrun manual,Tkg jahit dpt u.Makan, u.transport, u.hadir, bounus tlp.0361 754085/08123823758
G.06
B.BP.001.08.18.0000722
B.BP.001.08.18.0000772
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Sardine Restaurant Looking For Hostess,Waitress,Female Bartender Must Speak English Mail:sardine@sardinebali.com Telp.733617 Jl.Petitenget 21
Dibthkn Tng Marketing Gaji UMK Hub:081246928744/085934245476
B.BP.001.08.18.0000673
B.BP.101.08.18.0000739
G.04
Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
B.BP.004.08.18.0000751
Dicari Teknik sipil, Arsitektur Drafter,Administrasi ditmptkn di Dps.Lam Ke PT.Griya Harta Sari Jl.Gatot Subroto Barat No.14X Hub:0361-430831
Dicari Admin,Accounting,IT, Teknisi,Sekretaris Hub: 773766/ 083867020016
Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com
Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt, wnt, max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com
Cr pembantu Villa Cwek Tgl dlm Biasa Krj d Villa, 081946555765
B.BP.004.08.18.0000787
B.BP.001.08.18.0000662
Dibthkn Guru B.Jepang Max.40Th Email:info@siki-bali.com
B.BP.004.08.18.0000677
!!!Dcr Sopir(Pria)Min SMA,usia 20-30th,Sim B1, bepengalaman Displin,Kirim CV ke:PT.Liqtro Sanur Bali, Jl.Raya Pelabuhan Benoa,Gg.Sinar Mutiara Indah Telp.0361-710971
Dbthkn Sgr! Krywn Pria, bs Alat Prtukangan utk Prshaan Furniture Hub.082144449207
PT.Baligen Membutuhkan Admin/ Akunting Perempuan S1,Max 30Th Krm Lam:info@baligen-adv.co.id Telpon:0361-734260
Informasi pasang iklan Telepon
B.BP.164.08.18.0000793
20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum, Ubud-Bali Cp+6281318685007,NoBrokerage
B.BP.004.08.18.0000790
Jual Tnh 5A Tukad Badung 29 Dikont Tnh 1Ha, 081237458146 B.BP.001.08.18.0000796
Tnh 1-2are/550Jt Nego Jl.Sekar Tunjung,Gatim Hub.081239022455 Dicari Pembantu Gj.1,5 yg antar dpt 500 T.085222555444/487612 B.BP.001.08.18.0000797
Dicari Segera Karyawati Salon Hub:081337336407 B.BP.001.08.18.0000779
B.BP.001.08.18.0000594
RUPA-RUPA Jual borongan kayu bingkerai oven,uk: Balok,Papan,Usuk,Reng Hub:081277774256, 0818564256 B.BP.166.08.18.0000802
BANGLI
14
Sabtu Kliwon, 18 Agustus 2018
Unik, Krama Desa Sala Gelar Apel Bendera di Setra BERBAGAI cara dilakukan masyarakat untuk memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan RI, Jumat (17/8) kemarin. Salah satunya dengan menggelar apel bendera. Di Desa Pakraman Sala, apel bendera peringatan Hari Kemerdekaan RI terbilang unik. Apel tidak dilaksanakan di lapangan, melainkan di setra (kuburan). Seperti apa? Apel peringatan HUT RI di Taman Setra Desa Pakraman Sala dilaksanakan sekitar pukul 09.00 Wita. Krama Desa Pakraman Sala yang menjadi peserta apel terdiri atas peduluan, tokoh masyarakat, pecalang, PKK, STT, serta siswa SD, dan PAUD desa setempat. Sebagaimana pelaksanaan apel bendera pada umumnya, dalam pelaksanaan apel di Taman Setra Desa Pakraman Sala ada yang bertindak sebagai inspektur upacara, pengibar bendera, hingga regu paduan suara. Dalam apel tersebut, para peserta menggunakan pakaian adat madya. Bendesa Desa Pakraman Sala I Ketut Kayana menjelaskan latar belakang dilaksanakannya apel bendera adalah untuk menjaga semangat patriotisme dan nasionalisme krama Desa Pakraman
Sala. Menurutnya, keutuhan NKRI dapat terancam apabila semangat patriotisme dan nasionalisme semakin luntur. “Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, maka semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 perlu terus dikobarkan di hati masyarakat,” terangnya. Dijelaskan juga bahwa hal yang menjadi dasar pertimbangan Taman Setra dijadikan sebagai tempat pelaksanaan apel bendera dalam peringatan Hari Kemerdekaan karena setra adalah tempat ngaben. Upacara ngaben memiliki tujuan untuk mengembalikan unsur panca mahabuta dari badan kasar ke alam asalnya dan mengembalikan atman yang bersemayam dalam badan kasar ke suryaloka. Di setra-lah atman mencapai posisi mahardika yaitu lepas dari ikatan duniawi dan lepas merdeka dari ikatan badan kasar. “Ratusan bahkan mungkin ribuan atman yang telah mahadirka atau merdeka di setra, semuanya perlu didoakan agar sida Amor Ring Acintya. Semua perlu dikenang dan dihormati dengan berbagai cara yang mungkin bisa dilakukan termasuk dengan cara melakukan apel di setra.
Doa dan penghormatan bukan saja oleh keluarga tetapi juga oleh krama lainnya, karena sesungguhnya mendiang di masa hidupnya sekecil apa pun jasanya adalah pahlawan di desa pakraman,” jelasnya. Pelaksanaan apel bendera di setra, lanjut Kayana, sesungguhnya adalah bentuk harmonisasi dari dharma agama dan dharma negara. Sehingga melalui apel ini tujuan negara selaras dengan tujuan agama yaitu mampu meningkatkan harkat dan martabat masyarakat dan bangsa.Mantan pejabat Pemkab Bangli ini mengharapkan apel bendera yang dilaksanakan di Taman Setra dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI ini bisa terlaksana rutin setiap tahunnya. “Bulan Juli-Agustus biasanya bertepatan dengan sasih Karo-Ketiga sesuai dengan penanggalan kalender Bali. Sementara di Desa Pakraman Sala biasanya melaksanakan ngaben massal dan atma wedana pada sasih tersebut. Jadi, pada bulan Agustus adalah saat atman mencapai posisi mahardika, lepas dari kungkungan badan kasar (stula sarira) dan badan halus (suksma sarira),” imbuhnya. (ina)
Tutupi Kekurangan Anggaran
Bali Post/kmb40
HUT RI - Krama Desa Pakraman Sala menggelar apel peringatan HUT ke-73 RI di Taman Setra, desa pakraman setempat.
Peringatan HUT Ke-73 RI Berlangsung Khidmat
Bupati Made Gianyar Minta Masyarakat Kerja Keras APEL peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Kapten Mudita Bangli, Jumat (17/8) kemarin berlangsung khidmat dan lancar. Apel diikuti seluruh jajaran Forkompinda, pelajar, pegawai, TNI/Polri dan veteran. Selain menggelar apel, peringatan Hari Kemerdekaan kemarin juga diisi dengan tabur bunga dan pemberian bingkisan kepada veteran di Taman Makam Pahlawan Penglipuran. Apel tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 Wita. Bertindak selaku inspektur upacara Bupati Bangli I Made Gianyar. Turut hadir dalam apel kemarin, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Apel diisi dengan pembacaan UndangUndang Dasar 1945 oleh Kadisdikpora Bangli Drs. I Nyoman Suteja dan pembacaan teks Proklamasi oleh Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma. Meskipun sempat diguyur hujan yang mengakibatkan sebagian besar Lapangan Kapten Mudita Bangli berlumpur, namun hal itu tak menyurutkan semangat pasukan pengibar bendera menunaikan tugasnya. Bupati Bangli I Made Gianyar usai apel kemarin
mengatakan, sebagaimana pidato Presiden RI Joko Widodo, bangsa Indonesia di usianya yang ke-73 sudah lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu terbukti dari pendidikan yang sudah bagus dan perekonomian yang terus membaik. Meski demikian, semangat untuk maju harus tetap digelorakan dan ditanamkan dalam jiwa. Disampaikan juga oleh Made Gianyar bahwa tema Hari Kemerdekaan ‘’Kerja Kita Prestasi Bangsa’’ harus dijadikan bahan renungan bersama serta dijadikan spirit untuk memajukan bangsa. ‘’Kalau kita pekerja keras, maka Indonesia akan menjadi pekerja keras dan Indonesia menjadi bangsa yang maju,’’ terangnya. Menurut Made Gianyar, selama ini masyarakat di Kabupaten Bangli dengan semangat dan kerja kerasnya turut andil dalam capaian-capaian pembangunan nasional. Kerja keras masyarakat Bangli juga telah membuat Kabupaten Bangli berhasil meraih prestasi sebagai Tim Pemantauan dan Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berprestasi tingkat Nasional (Jawa-Bali). ‘’Dirgahayu Republikku tercinta. Mari kita maju bersama dan
Dewan Minta Bupati Tak Rasionalisasi Dana GGS
Bangli (Bali Post) –
Sejumlah anggota dewan di Bangli menyarankan Bupati untuk mengambil langkah rasionalisasi kegiatan, jika rencana menutupi defisit dengan mencari pinjaman daerah tak bisa dilakukan tahun ini. Namun, dari sekian kegiatan yang memungkinkan dirasionalisasi, dewan meminta Bupati tak “mengutak-atik” kegiatan Gerbang Gita Santi (GGS). Dewan khawatir jika kegiatan GGS dirasionalisasi nantinya akan menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat.
APEL - Suasana apel peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Jumat (17/8) kemarin. singsingkan lengan baju untuk mencapai kemajuan Indonesia melalui jembatan emas kemerdekaan,’’ kata Made Gianyar. Sementara itu, usai apel bendera kemarin, peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-73 dilanjutkan dengan acara ziarah nasional dan tabur bunga ke taman makam pahlawan di Desa Pengelipuran yang dipimpin
langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk menghormati para pejuang bangsa serta menjaga semangat patriotisme dan bela negara bagi generasi muda. Setelah ziarah dan tabur bunga, dilanjutkan dengan acara ramah tamah dengan para veteran. (ad808)
Nama Kadis DPMPTSP Dicatut Bangli (Bali Post) Aksi penipuan dengan modus mencatut nama pejabat kembali terjadi di Bangli. Pejabat yang namanya dicatut kali ini yakni Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangli I Made Alit Parwata. Dalam aksinya, kadis gadungan menelepon seorang pemilik toko modern untuk meminta uang sebagai imbalan memperlancar proses perizinan. Alit Parwata saat dikonfirmasi beberapa hari lalu menceritakan, adanya aksi penipuan yang mencatut namanya itu diketahuinya dari salah seorang pemilik usaha toko modern di Bangli bernama Mirza. Pemilik toko modern itu mengaku sempat ditelepon oleh seseorang mengatasnamakan Kadis DPMPTSP Bangli. Dalam telepon, kadis gadungan tersebut meminta sejumlah uang untuk memperlancar proses perizinan. ‘’Saya kaget dan Bapak
Mirza juga. Selama ini saya dengan Bapak Mirza tidak pernah tahu nomor telepon. Bertemu juga tidak pernah,’’ kata Alit. Beruntungnya, pemilik toko modern yang mendapat telepon tersebut langsung datang menemuinya ke Dinas DPMPTSP Bangli untuk mengonfirmasi kebenaran hal itu. Alit mengatakan, pihaknya bersama pemilik toko modern tersebut sempat mencoba menghubungi kadis gadungan itu. Akan tetapi di tengah pembicaraan tiba-tiba sambungan telepon diputus. ‘’Setelah saya dengarkan suara telepon yang mengaku kadis perizinan dan dengan cepat dia memutus pembicaraan. Saya hubungi dengan telepon Bapak Mirza tidak bisa nyambung,’’ ujarnya. Alit mengatakan, adapun besaran uang yang diminta kadis gadungan tersebut untuk alasan penyelesaian izin yakni antara Rp 20-50 juta. Alit bersyukur aksi penipuan itu gagal mendapat korban lantaran pemilik toko modern langsung datang menemuinya untuk mengonfirmasi permintaan itu. Atas kejadian ini, mantan Kadis Peternakan dan Perikanan ini pun menegaskan kembali kepada masyarakat bahwa DPMPTSP tidak pernah meminta imbalan atas pelayanan yang diberikan kepada pemohon perizinan maupun nonperizinan. ‘’Ketentuan pembiayaan telah diatur dengan perda, direkomendasi oleh OPD teknis dan dibayar langsung oleh pemohon ke BPD,’’ kata Alit. (kmb40)
I Made Alit Parwata
Anggota DPRD Bangli Nengah Darsana, Jumat (17/8) kemarin, mengatakan jika rencana Pemkab Bangli untuk mendapatkan pinjaman daerah gagal atau tak memungkinkan tahun ini, maka salah satu langkah yang bisa dilakukan Bupati untuk menutupi kekurangan anggaran APBD 2018 yakni dengan merasionalisasi kegiatan. Bupati diminta untuk menghitung dan menunda ulang kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak menyentuh langsung ke masyarakat serta tidak terlalu mendesak untuk dilaksanakan tahun ini. “Contohnya, pengadaan sepeda motor dan pengerjaan fisik infrastruktur di kantor-kantor yang sifatnya tidak menyentuh masyarakat luas,” terangnya. Sebaliknya, untuk kegiatan yang sifatnya menyentuh langsung masyarakat diharapkan jangan diutak-atik. Salah satunya kegiatan GGS yang selama ini sudah tersosialisasikan ke masyarakat. Menurut Darsana, jika GGS sampai dirasionalisasi, maka dikhawatirkan akan
menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat. Terlebih tahun ini masuk tahun politik. “Pemerintah harus mengedepankan kepentingan masyarakat. Malu kita di masyarakat. Kita sudah pahami bahwa sentuhan-sentuhan seperti ini akan mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada lembaga DPRD. Kalau GGS tidak direalisasikan, lembaga kami tidak akan punya nilai tawar di masyarakat,” kata Darsana. Dikatakan, terkait rencana pemkab membayar utang ke pihak kontraktor Rp 30 miliar sebenarnya bisa ditunda hingga tahun 2019. Kenapa demikian, karena menurut politisi Golkar ini, munculnya utang tersebut bukan kesalahan pemkab, melainkan kesalahan kontraktor karena tidak menyelesaikan kegiatannya pada tahun 2017. “Sehingga tidak menjadi kewajiban kita membayar di tahun 2018,” imbuhnya. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar saat dikonfirmasi terpisah usai apel kema-
rin, mengatakan guna mencari solusi menutupi kekurangan anggaran APBD tahun ini, pihaknya sudah berkirim surat ke DPRD untuk melaksanakan rapat kerja. Dikatakan Made Gianyar, bahwa rencana mencari pinjaman daerah kemungkinan diundur tahun mendatang. “Pengajuannya tahun ini. Karena itu harus masuk KUA-PPAS. Ada pinjaman jangka pendek, jangka menengah. Nanti, kita akan pilih yang jangka pendek,” ujarnya. Untuk menutupi kekurangan anggaran, Made Gianyar menegaskan tidak perlu ada kegiatan yang dievaluasi. Semua kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat seperti GGS, Gerbangdesigot, hotmik, termasuk penataan Penelokan akan tetap direalisasikan tahun ini. “Untuk menutupi kekurangan anggaran, kita akan sepakati dengan DPRD. Salah satunya mungkin dengan penundaan pembayaran (utang). Nanti akan dibayar dengan pinjaman 2019,” tandasnya. (kmb40)
15
Sabtu Kliwon, 18 Agustus 2018
Peringati HUT Ke-73 Kemerdekaan RI
New Moon Kafe Gelar Jalan Santai
SERAHKAN HADIAH - A.A. Made Suarsana saat menyerahkan hadiah utama berupa sepeda motor kepada pemenang undian jalan santai dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI di Pantai Kedonganan, Jumat (17/8) kemarin. MEMPERINGATI KUT Honda. ke-73 Kemerdekaan Republik A.A. Made Suarsana menIndonesia (RI), New Moon gatakan, kegiatan jalan sanKafe menggelar kegiatan tai merupakan kegiatan rutin jalan santai, Jumat (17/8) dilakukan untuk merayakan kemarin. Bertempat di pesisir Hari Kemerdekaan RI. Kali Pantai Kedonganan, kegiatan ini kegiatan yang melibatkan ini diikuti ribuan peserta New Moon Management, yang melibatkan pelaku wi- seperti New Moon Kafe, Masata. Kegiatan jalan santai tahari Kafe dan Dewi Foryang dilepas oleh pengelola tuna Spa, turut mengudang New Moon Kafe A.A. Made seluruh kafe yang ada di Suarsana ini mengambil start pesisir Pantai Kedonganan dari New Moon Kafe melewati dan pelaku wisata lainnya, daerah Bantas Kauh menuju seperti pemandu wisata dan Jalan Uluwatu, Jalan Segara sopir. ‘’Ada 24 kafe yang di Madu dan kembali ke pantai. pesisir Pantai Kedonganan, Kendati diguyur hujan, na- kami undang semua, termamun peserta tetap antusias suk relasi guide seputaran mengikuti kegiatan hingga Denpasar, Kuta, Sanur dan tuntas untuk memperebut- Nusa Dua,’’ tandas Suarsana, kan satu unit sepeda motor Jumat (17/8) kemarin.
Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh prajuru adat Desa Kedonganan, seperti Bendesa, Lurah, LPM, juga Klian Banjar Adat Kertayasa dan Banjar Adat Pasek. Tujuan dari kegiatan jalan santai ini adalah sebagai langkah pemersatu antarpelaku wisata, khususnya di pesisir Pantai Kedonganan dengan masyarakat setempat, sehingga tercipta sinergi yang baik untuk menciptakan situasi yang kondusif untuk kemajuan dunia pariwisata. Apalagi, tingkat persatuan sangat berpengaruh pada kualitas pariwisata. ‘’Konsep kegiatan ini juga bisa dinikmati wisatawan, karena ada kesenian bondres dan sore harinya ada panjat pinang. Sekaligus promosi bagaimana Bali menghargai keberagaman,’’ tukasnya. Pada momentum Hari Kemerdekaan ini, sebagai pelaku pariwisata, Suarsana mengajak masyarakat Bali untuk tetap berpikir dan bertindak positif dengan saling mengintrospeksi diri. Atas bencana alam, seperti gempa yang mengguncang Lombok dan Bali merupakan suatu cerminan kondisi manusia yang tidak jauh dari kondisi alamnya. Sebab, hal tersebut tertuang dalam konsep Bhuana Alit dan Bhuana Agung. ‘’Masyarakat Bali harus memperkuat persatuan, demi menjaga Bali dari riak perpecahan. Apalagi dalam waktu dekat akan diadakan event internasional di Bali,’’ pesannya. (ad810)
Ajak Bergembira Rayakan HUT RI
Gung Widiada Apresiasi Juru Sapu sebagai ’’Pahlawan Zaman Now’’
JURU SAPU - Anggota DPRD Kota Denpasar yang juga Panglingsir Puri Peguyangan A.A. Ngurah Gede Widiada alis Gung Widiada mengapresiasi juru sapu yang bertugas di lingkungan Jalan A. Yani, Denpasar Utara dalam kegiatan kebersamaan di Puri Peguyangan, Denpasar, Kamis (16/8). DALAM rangka memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), anggota DPRD Kota Denpasar yang juga Panglingsir Puri Peguyangan A.A. Ngurah Gede Widiada alis Gung Widiada memberikan perhatian dan apresiasi khusus pada juru sapu atau petugas kebersihan DKP Kota Denpasar. Apresiasi kepada juru sapu khususnya yang bertugas di lingkungan Jalan A. Yani, Denpasar Utara dikemas dalam kegiatan kebersamaan di Puri Peguyangan, Denpasar, Kamis (16/8).
Acara yang penuh kegembiraan ini diisi penyerahan bingkisan sembako. Acara juga dimeriahkan berbagai lomba seperti makan kerupuk, memasukkan paku ke botol dan lainnya. Para petugas kebersihan ini tampak antusias dan sumringah mengikuti berbagai lomba tersebut. Rasa lelah setelah menjalankan tugas membersihkan areal dan sudut kota tampaknya ‘’terbayar lunas’’ dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI. Mereka juga
Aksi Peduli Lingkungan Menyambut HUT Ke-73 RI
45.080.300
PT Indonesia Power UP Bali Lepas Tukik di Pantai Saba Gianyar
LEPAS TUKIK - Aksi peduli lingkungan menyambut Hari Kemerdekaan ri yang ke-73, pt Indonesia Power UP Bali melepas tukik di Pantai Saba, Gianyar, Jumat (17/8) kemarin. BERTEPATAN dengan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia, PT Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Bali bekerja sama PT Cogindo Daya Bersama dan Persatuan Ibu UP Bali, Jumat (17/8) kemarin melepas 300 ekor tukik di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali. Sebelumnya hal serupa juga dilakukan pada 6 Juli 2018 lalu dengan jumlah tukik yang dilepas sebanyak 200 ekor. Tukik atau anak penyu merupakan satwa langka yang oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) masuk dalam kategori satwa terancam punah, yang semakin hari semakin sedikit populasinya. Spesies ini tersebar di wilayah tropis sepanjang perairan Indonesia termasuk Bali dan Pantai Saba adalah salah satu tempat konservasi yang baik untuk penyu di daerah Gianyar. Hadir dalam acara tersebut General Manager PT Indonesia Power Unit Pembangkitan
Bali IGAN Subawa Putra, Kepala Desa Saba I Gusti Ngurah Mahendradata, Ketua Kelompok Saba Lestari I Made Kikik, Ketua Persatuan Ibu UP Bali Nyonya IGAN Subawa Putra beserta pengurus dan anggota PI, jajaran Manajemen Unit Pembangkitan Bali, karyawan/wati Unit Pembangkitan Bali, PT Cogindo Daya Bersama, serta wisatawan asing dan pemerhati lingkungan turut pula berpartisipasi. I Made Kikik selaku Ketua Kelompok Saba Lestari Desa Saba menjelaskan, masa bertelur penyu dan menetas antara bulan April sampai Agustus. Dahulu penyu yang bertelur dan menetas tersebut habis dimakan hewan liar atau diambil orang untuk konsumsi. “’’Bisa dibayangkan lambat laun penyu Bali akan tinggal sejarah saja dan punah,’’ ungkapnya. Itulah yang mendasarinya pertama kali melakukan konservasi tukik pada tahun 2007. Berbekal pengetahuan yang minim I
Made Kikik mulai melakukan upaya penyelamatan telur penyu di rumahnya sendiri. Penetasan telur penyu ini dilakukan oleh kelompok usaha Saba Lestari bekerja sama dengan PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali, Organisasi, serta dinas terkait yang sangat peduli dengan kelestarian penyu lekang di perairan sekitar Pantai Saba. Upaya penyelamatan dan pelestarian dan penangkaran penyu di Saba tidaklah sia-sia, terlihat dari peningkatan jumlah sarang telur penyu sangat signifikan, data tahun 2014 sebanyak 80 sarang, tahun 2015 (90 sarang), tahun 2016 (115 sarang), tahun 2017 (114 sarang), tahun 2018 (315 sarang), dengan jumlah berkisar 100 telur di tiap sarangnya. IGAN Subawa Putra dalam sambutannya menyampaikan bahwa di hari ini, tanggal 17 Agustus 2018, Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia kita juga memerdekakan (melepas red) 300 tukik di Pantai Saba. Kegiatan ini terwujud berkat kerja sama dengan berbagai pihak yakni PT Cogindo Daya Bersama, Persatuan Ibu Unit Pembangkitan Bali, dan kelompok usaha Saba Lestari yang sangat concern dengan kelestarian lingkungan laut. Program Keanekaragaman Hayati PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali, salah satunya concern terhadap kelestarian penyu di Pulau Bali ini. Kepala Desa Saba I Gusti Ngurah Mahendradata sangat berterima kasih atas perhatian dan upaya yang dilakukan PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali, PT Cogindo Daya Bersama, Persatuan Ibu serta pihak terkait dalam mendukung Kegiatan Konservasi Penyu Kelompok Saba Lestari khususnya di Pantai Saba. (ad821)
tampak khidmat ketika menyanyikan lagu-lagu kebangsaan sambil berulang kali memekikkan ‘’merdeka’’. Gung Widiada mengatakan, sudah menjadi semacam agenda rutin menjelang HUT Kemerdekaan RI pihaknya menggelar acara kebersamaan dengan para juru sapu jalanan ini. Acaranya pun dikemas penuh kegembiraan dan kebersamaan bukan seremonial. ‘’Saya apresiasi juru sapu sebagai garda terdepan menjaga kebersihan kota, sehingga kita meraih penghargaan Adipura. Mer-
eka adalah ‘pahlawan zaman now’ yang berjuang melawan sampah,’’ kata Gung Widiada. Mereka sebenarnya layak dijuluki ‘’pahlawan kebersihan’’. Tanpa peran, pengabdian dan kerja tulus mereka bisa dibayangkan bagaimana kotor dan kumuhnya wajah Kota Denpasar. Bentuk apresiasi ini juga sebagai perwujudan rasa simpati dan empati terhadap masih kurangnya kesejahteraan para juru sapu ini. Walaupun memang diakui Pemkot Denpasar bersama DPRD Kota Denpasar telah berupaya maksimal sesuai kemampuan yang ada. ‘’Kita sadari pemerintah belum mampu sempurna memberi imbalan. Tapi itulah kemampuan pemerintah kota yang patut kita syukuri dan terima dengan segala suka dukanya,’’ ujar politisi NasDem Denpasar ini. Namun ke depan diharapkan perhatian pemerintah tetap ditingkatkan. Khususnya terkait aspek keselamatan dan kesehatan para juru sapu ini. Sebab, sejauh ini mereka belum dilengkapi alat pelindung diri yang memadai seperti slop tangan. Dalam acara kebersamaan ini hadir pula sejumlah tokoh NasDem Denpasar seperti Sekretaris DPD NasDem Kota Denpasar A.A. Bagus Wiranata, Wakabid Bappilu NasDem Kota Denpasar Putu Gede Wiradiana dan lainnya. (ad806)
Staf Guru, Siswa SD Bina Insan Mandiri Sejahtera,Abian Base, Mengwi BALI CAMP Karyawan dan Karyawai PT Kimia Farma (persero) TBK. Cabang Bali Mike & Adrienne Mitra Abadi Motor PT Ganesha Emas Dwipa I Kt Sindhu Darmawan KSP Dharma Dhita , Sanur Putu Laksmi Dewaya LK Pariadnyani Keluarga Besar SDN 9 Dauh Puri Kadek Sukariyasa I Nyoman Mando, Penebel I Wayan Agustina P Ni Wayan Sriani IB AR Ketut Berka Bali Cool Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Bali Post/afp
BAWA OBOR - Presiden Joko Widodo membawa obor api Asian Games 2018, Jumat (17/8) kemarin. (Beritanya di halaman 1)
Rp Rp
2.746.000 2.300.000
Rp 1.281.200 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 500.000 Rp 500.000 Rp 500.000 Rp 500.000 Rp 410.000 Rp 300.000 Rp 300.000 Rp 200.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 2 dus pakaian, 2 dus mie instan Rp Rp Rp
45.080.300 84.924.867 130.005.167
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Sabtu Kliwon, 18 Agustus 2018
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Chelsea Vs Arsenal
Adu Taktik Pelatih Baru jadwal pertandingan Sabtu (18/8/2018) 18:30 Cardiff City vs Newcastle United 21:00 Everton vs Southampton FC Leicester City vs Wolverhampton Tottenham Hotspur vs Fulham West Ham vs Bournemouth 23: 30 Chelsea vs Arsenal Minggu (19/8/2018) 19: 30 Burnley vs Watford FC Manchester City vs Huddersfield Town Selasa (21/8/2018) 22:00 Brighton&Hove Albion vs Manchester United 02:00 Crystal Palace vs Liverpool
London Laga pekan kedua Liga Inggris atau Premier League musim 2018/2019 akan mulai bergulir. Laga Big Match akan tersaji di mana Chelsea akan menjamu Arsenal. Pada pertandingan ini akan jadi bukti siapa pelatih yang paling cepat bisa beradaptasi dengan gaya permainan Liga Inggris. Apakah Maurizio Sarri di kubu Chelsea ataupun Unai Emery yang menangani Arsenal. Pada pertandingan pekan pertama Sarri berhasil mambawa anak asuhnya menang meyakinkan 3-0 saat bertandang ke markas Huddersfield, sedangkan Arsenal dipermalukan 2-0 oleh juara bertahan Manchester City di kandang sendiri. Eden Hazard muncul sebagai pahlawan saat melawan Huddersfield, namun dia tidak akan menjadi starter dalam laga nanti. ‘’Saya pikir bahwa Eden (Hazard) pada saat ini tidak dapat bermain selama 90 menit, dia harus meningkatkan dan memiliki waktu latihan yang lebih banyak. Hal itu diperlukan untuk mengembalikan performanya setelah libur akhir musim lalu,’’ ujar Sarri, Jumat (17/8) kemarin. Sejauh ini hal terbaik baginya adalah bermain 15 atau 20 menit di akhir pertandingan saat tim lawan mulai kelelahan. Saya pikir Hazard akan kembali
menjadi pembeda di laga nanti,’’ imbuh mantan pelatih Napoli tersebut. Sementara itu, Arsenal wajib meraih poin penuh agar tidak tertinggal semakin jauh dari para pesaingnya apabila ingin mengakhiri puasa gelar juara Liga Inggris yang terakhir kali dimenangi pada 2004. Kritik pedas diarahkan kepada Emery selaku juru taktik Arsenal atas kekalahan 2-0 dari The Citizens pekan lalu. Tony Adams, legenda Arsenal, dan Sam Allardyce mengkritik filosofi sepak bola Emery yang membangun serangan sejak dari kaki kiper. Pelatih berusia 46 tahun itu kukuh memainkan taktik yang sama serta optimis kalau anak asuhnya bisa segera beradaptasi dengan gaya main tersebut. ‘’Kami tidak kalah karena kepribadian, ide, dan gaya main. Kami kalah karena hal lain, yang bisa kami tingkatkan, yaitu taktik, serta terus belajar untuk pertandingan berikutnya,’’ kata Unai Emery. ‘’Kami membangun gaya sendiri karena menurut kami ini adalah cara terbaik, untuk menguasai bola di setiap pertandingan,
untuk menemukan cara terbaik guna memenangkan laga,’’ imbuh juru taktik asal Spanyol tersebut. Karakter permainan Unai Emery yang menuntut serangan dibangun dari belakang membuat kiper Petr Cech harus bisa mengontrol bola dan memberikan operan-operan pendek kepada rekan-rekannya sebagai awal serangan. Namun di laga pembuka, sang kiper nyaris melakukan blunder. Meski demikian, Emery tetap akan memainkanya. ‘’Saya sangat senang dengan performa Petr Cech,’’ kata Emery. Emery pun menegaskan Petr Cech yang akan mengawal gawang Arsenal dalam pertandingan nanti. Arsenal mendatangkan Bernd Leno dari Bayer Leverkusen pada bursa transfer musim panas ini dengan nilai 22 juta pounds (sekitar Rp 408,69 miliar). Namun, Unai Emery hanya menyimpan Leno di bangku cadangan ketika meladeni Manchester City. ‘’Mereka dua kiper penting bagi kami,’’ ujar Unai Emery. ‘’Mereka mempunyai kualitas berbeda, tetapi untuk kami, keduanya sama-sama memiliki kesempatan untuk dimainkan,’’ tutupnya. Strategi Emery akan kembali diuji saat melawan tim kuat lagi di dua pekan awal Liga Inggris. (kmb33/afp)
Pelatih Arsenal Unai Emery
Asian Games Ke-18 dan Dampaknya bagi Indonesia Sosialisasi Poco-Poco di Wantilan Bali TV ASIAN Games ke-18 akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang mulai tanggal 18 Agustus 2018 (18-8-2018) dan dikuti oleh 11.429 atlet dan 5.000 official dari 45 negara di Asia. Pemilihan Jakarta dan Palembang tentu didasari bahwa keduanya pernah menjadi tuan rumah bersama pada perhelatan SEA Games bulan November 2011. Ini adalah kedua kali Indonesia menjadi tuan rumah sejak Asian Games ke-4 tahun 1962 di Jakarta. Ada empat target atau yang dikenal dengan Catur Sukses Asian Games 2018 yakni: sukses penyelengaraan, sukses prestasi, sukses administrasi dan sukses pemberdayaan ekonomi. Dari sisi penyelenggaraan, tentu menyangkut penyiapan infrastruktur yang meliputi venue pertandingan cabang olahraga (renovasi GBK dan semua arena di kompleks GBK, renovasi Jakabaring sport complex, pembangunan pacuan kuda Pulomas dan Velodrome, renovasi stadion sepak bola di Bogor dan Bekasi dan di beberapa venue lainnya). Di samping itu pembangungan Wisma Atlet di Kemayoran, pembangunan LRT baik di Jakarta maupun Palembang dan penataan seputar GBK dan jalan-jalan yang akan dilewati oleh para peserta Asian Games. Kesuksesan penyelenggaraan juga mencakup penyediaan akomodasi dan kebutuhan konsumsi untuk di Wisma Atlet dan juga di berbagai hotel di Jakarta, pengaturan lalu lintas (dengan ganjil genap, buka tutup pintu tol, meliburkan sekolah diseputar venue). Yang tidak kalah pentingnya adalah penyiapan sukarelawan untuk berbagai bidang pekerjaan. Dari sisi prestasi, sebagai tuan rumah Indonesia menargetkan masuk 10 besar untuk meraih 16 – 20 medali emas dari cabang unggulan, baik cabang olimpiade seperti bulu tangkis, angkat besi, renang, dayung dan atletik, maupun dari cabang non-olimpiade yang mestinya memberikan keuntungan sebagai tuan rumah seperti cabang pencak silat, wushu, panjat tebing, paralayang, karate, sepatu roda dan bridge. Prestasi
terbaik Indonesia pada ajang ini adalah pada saat menjadi tuan rumah tahun 1962 menempati ranking II (di bawah Jepang) dengan meraih 11 medali emas. Sedangkan prestasi terburuk adalah menempati rangking ke-22 dengan dua medali emas pada Asian Games tahun 2006 di Doha, Qatar. Dari sisi administrasi, tentu menyangkut tertib administrasi dalam pengelolaan anggaran karena sebagian besar anggarannya berasal dari APBN, terutama untuk pembangunan infrastruktur dan biaya penyelenggaraan (termasuk pembukaan dan penutupan Asian Games). Di samping itu sumber dana juga berasal dari perusahaanperusahaan BUMN dan perusahaan baik internasional dan nasional. Dari sisi ekonomi, tentu perhelatan sebesar Asian Games diharapkan memberikan dampak langsung pada perekonomian Indonesia. Kementrian PPN/ Bappenas memperkirakan dampak langsung Asian Games 2018 bagi ekonomi DKI Jakarta mencapai Rp 22 triliun pada periode 2016-2018, yang terdiri dari investasi konstruksi Rp 13,7 triliun, operasional penyelengaraan Rp 5.8 triliun dan pengeluaran pengunjung dari mancanegara maupun domestik Rp 2,6 triliun, dengan perkiraaan jumlah pengunjung 408.400 orang (154.069 wisatawan mancanegara dan 254.331 wisatawan domestik). Sementara untuk Sumatera Selatan dampak ekonomi langsung sebesar Rp 18,5 triliun yang terdiri dari investasi infrasrtuktur Rp 15,4 triliun dan operasional penyelenggaraan Rp 2,1 triliun serta pengeluaran pengunjung Rp 968 miliar. Dari sisi pariwisata, tentu perhelatan Asian Games merupakan momentum yang sangat tepat untuk mempromosikan Indonesia yang telah dikenal dengan tagline ‘’Wonderful Indonesia’’ Kehadiran ribuan peserta, official dan penonton dari berbagai negara di Asia dan juga dengan disiarkannya perhelatan Asian Games baik secara langsung maupun tidak langsung, sudah pasti akan menjadi promosi yang luar biasa untuk pariwisata Indone-
Pebulu Tangkis Usia Dini ke Delapan Besar
Denpasar (Bali Post) – Tercatat delapan pebulu tangkis usia dini putra melaju ke babak delapan besar pada turnamen bulu tangkis Piala Anugerah 2018, di GOR Anugerah Denpasar. Mereka yang melenggang adalah Rafif, Daffa, Ngurah Jayanata, dan Aditya Pradnyana (Porwaja), Kadek Panii (Porseken Bangli), Aditya Wiguna (Anugerah), Komang Andika (SKB Klungkung), dan Bagas (Grahagita Gianyar). kejuaraan bulu tangkis yang diikuti 397 peserta dari berbagai klub dan sekolah di Bali itu digelar sejak Rabu (15/8) lalu sampai dengan Minggu (19/8) besok. Ketua Panpel Kadek Agus Ardika di sela-sela kejuaraan menuturkan, klub yang berpartisipasi datang dari seluruh kabupaten dan kota se-Bali. Tujuan kejuaraan, katanya, sebagai ajang unjuk kebolehan pebulu tangkis, sebab selama ini mereka hanya berlatih di klub. ‘’Kami kira kejuaraan ini sebagai ajang atlet untuk menerapkan teori dan teknik bermain bulu tangkis, mengingat selama ini mereka ditempa di klub, sehingga perlu diterjunkan di berbagai event. Selain itu, turnamen ini bisa dipakai acuan bagi para pelatih untuk mengevaluasi atlet asuhannya,’’ papar Agus Ardika. Kejuaraan dibagi dalam berbagai kategori, mulai pra-usia dini (U-8), usia dini (U-10), anak-anak (U-12), pemula (U014), remaja (U-16), dan taruna (U-18). Nomor yang dipertandingkan tunggal dan ganda putra dan putri, namun ada beberapa nomor yang tidak dipertandingkan, karena pesertanya minim seperti tunggal taruna putri. (022)
sia. Para peserta Asian Games dan pengunjung akan langsung bisa menikmati keindahan alam, keberagaman budaya, kuliner, dan cendera mata dan yang tak kalah penting adalah untuk menikmati keramahtamahan khas Indonesia. Penyelengaraan Asian Games juga menguntungkan pariwisata Indonesia, karena Indonesia sekarang ini fokus untuk menggarap pasar Asia seperti Tiongkok, India, Jepang, negara-negara ASEAN dan Timur Tengah. Untuk memaksimalkan dampak Asian Games 2018 Indonesia membidik 3 strategi utama yakni: Pertama, menggaungkan promosi untuk menonton Asian Games dengan kemudahan akses ke venue pertandingan dan mengadakan acara yang atraktif di venue. Kedua, memaksimalkan peluang pariwisata dengan membuat travel guide (panduan tentang Asian Games) termasuk things to do selama ada di Jakarta dan Palembang. Ketiga, secara jangka panjang rekomendasi kebijakan untuk memaksimalkan pengelolaan venue pasca-Asian Games baik untuk fasilitas olahraga maupun untuk aktivitas MICE. Setelah penyelenggaraan Asian Games, dengan letak yang strategis dan jumlah penduduk yang besar, serta fasilitas di kompleks GBK dan Jakabaring yang berstandar internasional, tentu diharapkan venue ini bisa dipakai untuk ajang sport event kelas dunia seperti tempat pertandingan pra-musim klub-klub papan dari Eropa, pertandingan tenis semacam grand slam Australia Terbuka dan final WTA. Di samping manfaat ekonomi, yang tak kalah penting kesuksesan perhelatan Asian Games juga akan memberikan kebanggaan bagi bangsa Indonesia sebagai kado ulang tahun Kemerdekaan RI yang ke-73 dan akan membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan mampu bersaing di dunia internasional. lI Nyoman Sarya Praktisi Perhotelan di Jakarta
Denpasar (Bali Post) Pelaksanaan sosialisasi senam poco-poco akan dilakukan di Wantilan Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar pada Minggu (19/8) besok. Peserta telah berdatangan dari sembilan kabupaten dan kota se-Bali, dan akan dilanjutkan road-show keliling daerah di Pulau Dewata. Ketua Harian Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) Bali Adolfina Grace Tangkudung di Denpasar, Jumat (17/8) kemarin menjelaskan, poco-poco merupakan perpaduan antara unsur olahraga dan tari bahkan terdapat nilai entertainment. ‘’Senam poco-poco ini telah masuk Guinness World Record (GWS), persisnya melibatkan 65.000 personel dari Monas sampai ke Istana Negara di Jakarta pada 5 Agustus lalu. ‘’Saya juga langsung ikut melakukan senam poco-poco di Ibu Kota, yang sudah mendunia,’’ tutur Grace. Dijelaskannya, pihaknya berkewajiban
REKOR - Ketua Harian FOKBI Bali Adolfina Grace Tangkudung bersama perserta senam poco-poco ketika memecahkan rekor dunia Guinness World Record, di Jakarta, 5 Agustus lalu.
memperkenalkan gerakan poco-poco ke daerah. ‘’Secara kebetulan, sosialisasi ini yang pertama kali di Bali,’’ ungkapnya. Sosialisasi secara gratis ini melibatkan instruktur dari sanggar senam, ibu-ibu PKK di banjar-banjar, mahasiswa, pelajar, sampai guru olahraga. ‘’Kami bersyukur masyarakat antusias mengikuti sosialisasi ini,’’ kata pemilik Lala Studio ini. Pascasosialisasi ini, pihaknya ingin melanjutkan program sosialisasi ke daerah. ‘’Seandainya Kabupaten Karangasem meminta pengenalan senam poco-poco, kami siap menuju Karangasem untuk mengembangkan poco-poco,’’ terangnya. Ia mengakui kakek-nenek di mancanegara telah mengenal gerakan senam poco-poco. Oleh sebab itu, masyarakat Indonesia dituntut lebih dulu piawai melakukan gerakan poco-poco. ‘’Pendaftaran peserta sosialisasi ini supaya menyerahkan fotokopi KTP,’’ ujarnya. (022)