Skip to main content

Edisi 17 September 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 30 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost

minggu Kliwon, 17 september 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Flu Burung di Klungkung

Anak Empat Tahun Jadi Korban Meninggal

Korban Flu Burung di Bali nOktober 2011, RSUP Sanglah menerima 18 pasien susfect flu burung, dua meninggal. n Desember 2011, semua kabupaten/kota di Bali ditemukan 50 pasien suspect flu burung. Empat meninggal dunia. n Bocah 12 tahun jadi korban meninggal flu burung pada 21 Februari 2012. n Januari 2014, wisman asal Arab meninggal karena terinfeksi virus flu burung H5N1.

Denpasar (Bali Post) Kasus flu burung kembali merebak di Klungkung, Bali. Kasus terbaru menelan satu korban meninggal. Korban flu burung di Klungkung adalah anak laki-laki berusia 4 tahun asal Nusa Penida.

Bayi Dua Bulan Masih Dirawat

Denpasar (Bali Post) Cukup mengejutkan salah seorang korban suspect flu burung yang dirawat di RSUP Sanglah bernama Davina Kusuma Paramitha, adalah bayi dua bulan. Sejak masuk rawat inap pada tanggal 13 September hingga kini masih dirawat di Ruang Nusa Indah, RSUP Sanglah. Davina datang dengan keluhan sesak napas, panas selama dua hari, dan batuk. Namun, pihak RSUP Sanglah enggan memberikan keterangan kepada media terkait kondisi korban terkini Davina. Hal. 19 Ayah Davina

Kasus flu burung muncul lagi pascaratusan ayam mati mendadak di Nusa Penida, Klungkung. Tercatat empat korban suspect flu burung di daerah ini. Dari keempat korban tersebut, 1 dinyatakan positif flu burung, 2 di antaranya telah sembuh, dan 1 masih dalam perawatan. Korban yang masih dirawat di RSUP Sanglah, bayi dua bulan bernama Davina Kusuma Paramitha. Sejak masuk rawat inap pada tanggal 13 September hingga kini bayi tersebut masih dirawat di Ruang Nusa Indah, RSUP Sanglah. Davina yang masih bayi tersebut datang dengan keluhan sesak napas, panas selama dua hari dan batuk. Namun setelah cek laoratorium di RSUP Sanglah, hasilnya negatif flu burung. Satu lagi, korban yang sudah sembuh adalah seorang dokter yang sempat merawat korban suspect flu burung. Dokter ini juga dinyatakan negatif flu burung. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM., menyampaikan hasil Litbangkes korban suspect flu burung yang keempat negatif. “Hanya kasus korban meninggal pertama yang positif, yang lainnya negatif,” ujarnya Sabtu (16/9) kemarin. Korban yang positif flu burung juga dikatakan tidak ada riwayat pergi ke luar kota atau ke luar negeri. Hal. 19 Investigasi ke Lokasi

Aliran Lahar Itu Kini Jadi Galian C LETUSAN Gunung Agung yang terakhir terjadi tahun 1963 masih membekas di dalam benak masyarakat Bali, khususnya Karangasem. Sebab, letusan yang dimulai pada 18 Februari 1963 dan berakhir pada 27 Januari 1964 itu bersifat magmatis hingga menelan korban jiwa 1.148 orang dan 296 lukaluka. Kini, setelah 54 tahun berlalu, bekas aliran larva atau akrab disebut lahar itu telah menjadi pusat lokasi galian. Ada pula yang telah menjadi perumahan hingga gedung sekolah. Catatan sejarah Gunung Agung menunjukkan gunung ini pernah meletus tahun 1808. Saat itu, Gunung Agung memuntahkan batu dan abu vulkanik dalam jumlah besar. Letusan kembali terjadi pada tahun 1821, berupa letusan

normal. Letusan dahsyat kemudian kembali terjadi tahun 1843, saat itu letusan didahului dengan gempa bumi. Material yang dimuntahkan berupa abu, pasir, dan batu apung. Selanjutnya pada tahun 1908, 1915, dan 1917 di berbagai tempat di dasar kawah dan pematangnya tampak tembusan fumarola. Hingga terakhir kali meletus tahun 1963. Melihat catatan dari dokumen rencana kontijensi menghadapi erupsi Gunung Agung, ternyata periode istirahat Gunung Agung berbeda-beda. Mulai dari periode terpendek 16 tahun hingga periode terpanjang mencapai 120 tahun. Selama hampir setahun dalam letusan terakhir saat itu, Karangasem lumpuh total. Hal. 19 Terhenti

BPM

PENYEMPROTAN - Tim Dinas Peternakan melakukan penyemprotan pada unggas di Pasar Klungkung.

Gunung Agung Masih Level Waspada

Warga Diminta Siapkan Masker

BPM/dok

GALIAN C- Galian C di Desa Sebudi merupakan salah satu berkah letusan Gunung Agung.

Denpasar (Bali Post) Aktivitas Gunung Agung hingga Sabtu (16/9) kemarin, masih pada level II atau waspada. Ini sesuai pengamatan KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Agung hingga pukul 18.00 wita, Sabtu kemarin. Masyarakat di sekitar Gunung Agung, termasuk pendaki, pengunjung, dan wisatawan masih diimbau untuk tidak mendekati kawah dalam radius 3 km atau pada elevasi di atas 1.500 meter dari permukaan laut. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengatakan, Gunung Agung memang memiliki potensi erupsi seperti halnya gunung berapi lainnya. Hal tersebut juga tampak dari adanya peningkatan aktivitas gunung tertinggi di Bali itu menjadi waspada. Na-

mun, tidak ada erupsi gunung berapi yang terjadi tiba-tiba. Semuanya melalui proses yang bisa diamati, sehingga ada peringatan dini untuk erupsi gunung berapi. “Level 1 normal, level 2 waspada, level 3 siaga, level 4 awas. Mengapa ada level-level itu, karena bisa diprediksi. Berbeda dengan gempa yang tiba-tiba,” jelasnya. Dewa Indra menambahkan, Gunung Agung sudah memiliki pula peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung. Mulai dari KRB 1 untuk radius terjauh hingga KRB 3 untuk radius terdekat. Prediksi letusan kemungkinan mengarah ke utara, selatan, dan tenggara. Namun untuk saat ini belum ada tandatanda gunung mengeluarkan debu atau abu vulkanik. Hal. 19 Kontak PMI

5,5 Persen Wanita Kena Kanker Serviks Belum Jadi Program Pemprov Bali

Kanker serviks dilaporkan mampu membunuh 7.500 wanita di dunia setiap tahunnya. Sementara di Bali, 5,5 persen kanker ini menyerang wanita Bali. Bahkan, kalangan anakanak pun bisa terkena kanker ini. Dr. dr. I Nyoman Budiana, Sp.OG (K)

Dapat Dicegah

KANKER serviks ini dapat dicegah dengan pencegahan primer dan sekunder. Pencegahan primer yaitu menjaga perilaku seksual dengan germas (gerakan masyarakat hidup sehat). Yaitu makan seimbang, olahraga teratur, dan pola seks yang sehat. “Karena penyebabnya virus dan ditularkan lewat kontak seksual, jangan sampai terinfeksi,” kata Dr. dr. I Nyoman Budiana, Sp.OG (K). Caranya dengan safe sex, tidak berganti-ganti pasangan dan menggunakan kondom jika berhubungan seks berisiko. Meski demikian, ada sebagian kecil antara 5-10 persen penularan tidak melalui kontak seksual. Karena penularan bisa melalui jari tangan, alat bantu seksual, bahkan handuk. Jika masuknya virus tidak bisa dicegah, maka daya tahan tubuh harus ditingkatkan. Sehingga pencegahan primer selanjutnya yang bisa dilakukan adalah vaksin. Hal. 19 Pencegahan Primer

DATA Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2016 yang disampaikan Kabid P2PL, dr. I Gede Wira Sunetra, MPPM., menyebutkan data IVA di puskesmas, bidan dan dokter praktik mandiri. Dari 21.454 wanita berusia 30-50 tahun yang dites IVA, sebanyak 1.167 wanita yang positif atau sebesar 5,5 persen. Sedangkan berdasarkan data hingga Juni tahun 2017, dari 674.673 wanita yang telah menikah di usia 30-50 tahun, baru 8.571 yang melakukan pemeriksaan IVA. Dari 8.571 wanita yang dites IVA, 423 positif kanker serviks dan sebanyak 320 telah dikrio terapi. Upaya pengendalian kanker serviks adalah dengan preventif (mencegah) deteksi dini, dan kuratif. Deteksi dini untuk mencegah penyakit lebih parah lagi. Untuk itu, upaya preventif dan deteksi dini sangat diperlukan. “Keduanya sudah berjalan. Tingkat promosi kesehatan sudah merambah ke sekolah-sekolah. Organisasi POGI pun telah menyebar ke sekolah-sekolah memberikan penyuluhan reproduksi remaja,” kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSUP Sanglah, Dr. dr. I Nyoman Budiana, Sp.OG (K). belum lama ini. Pemerintah Kota Denpasar pun telah memberikan program vaksinasi HPV gratis pada siswa SD dan SMP di Denpasar. Di Badung, vaksinasi gratis telah diberikan. Hanya, data wanita yang telah mendapat vaksin HPV, IVA ataupun pap smear tidak ada data pasti. Hal. 19 Registrasi Kanker

BPM/dok

VAKSINASI- Siswa SMP diberikan vaksinasi kanker serviks.

PEMERINTAH Provinsi Bali seharusnya mengambil momentum Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada bulan Agustus untuk melakukan vaksinasi kanker serviks pada generasi muda wanita di Bali. Hal itu karena Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melakukan percontohan di DKI Jakarta untuk pemberian vaksin tersebut. “Ini kesempatan bagi Pemrov Bali karena Yogyakarta sudah berjalan,” kata Dr. dr. I Nyoman Budiana, Sp.OG (K). Ia menegaskan bahwa vaksin tersebut dapat diperoleh di Kemenkes sehingga anggaran yang digunakan berasal dari APBN. Vaksinasi tersebut diberikan untuk siswa kelas V dan kelas VI sebanyak dua kali suntikan. Karena secara teori vaksin yang diberikan dua kali pada anak usia di bawah 14 tahun sama efektifnya dengan tiga kali pemberian pada usia dewasa. “Sehingga dengan diberikannya dua kali pada anak usia di bawah 14 tahun, bisa menghemat biaya,” tandasnya. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM., mengatakan, pihakmya mengikuti program nasional. Selama ini pun, beberapa kabupaten sudah pro-aktif melakukan upaya pencegahan. Denpasar sejak tahun 2014 telah memberikan vaksinasi pada siswa SMP. Badung sejak tahun lalu sudah menggratiskan, begitu juga dengan Gianyar mulai melaksanakan program vaksinasi. “Program ini bukan program vaksinasi nasional. Bali menunggu karena Bali belum terpilih karena biasanya ditentukan oleh pusat. Kami belum mendapat informasi dari pusat sebagai daerah percontohan,” jelasnya. Hal. 19 Harga Mahal


2

Minggu Kliwon, 17 September 2017

Bangli Tetapkan Dua Kampung Siaga Bencana

Rampok Satroni Apotek di Siang Bolong Tabanan (Bali Post) Aksi pencurian tidak hanya terjadi di malam hari, tapi kini para pelaku lebih berani melakukan aksinya di siang hari. Seperti yang terjadi Sabtu (16/9) kemarin sekitar pukul 11.00 wita, Apotek Kimia Farma yang berlokasi di Jalan By-pass Ir. Soekarno No. 88 C, Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan disatroni perampok. Bahkan, pelaku mengancam salah seorang karyawan dengan menggunakan golok. Sontak saja kejadian ini sempat membuat geger sejumlah warga yang mengetahui aksi tersebut, apalagi TKP berada di jalur yang cukup padat. Dari informasi yang dihimpun, sekitar pukul 11.00 wita sewaktu salah seorang karyawan Ni Luh Putu Sari Praharsini (19) tengah bertugas jaga di meja kasir, tibatiba datang pelaku ke Apotek Kimia Farma dan menuju ke samping meja kasir, saat itu saksi (Sari) tidak merasa curiga. Saksi pun bangun, memeriksa barang di rak, namun sewaktu hendak kembali menuju meja kasir, tiba-tiba pelaku dari arah belakang mengancam/mengacungkan sajam sejenis golok dan menanyakan letak uang. Karena merasa takut, ia pun menunjukkan laci uang dan pelaku langsung menarik laci uang serta memgambil uang hasil penjualan obat dari pukul 08.00-11.00 wita. Puas mendapatkan hasil curian, pelaku akhirnya meninggalkan apotek. Saksi pun berusaha menghubungi Adi Aliyudin (25) apoteker apotek setempat. Sewaktu Adi datang, ia melihat karyawannya sudah tidak sadarkan diri dan laci kasir terbuka serta uang yang tersimpan dalam laci bagian atas tidak ada. Atas kejadian itu, ia pun kemudian menghubungi pihak kepolisian. Kapolsek Kota Tabanan Kompol Surya Atmaja seizin Kapolres Tabanan saat dikonfirmasi mengatakan usai mendapat laporan adanya pencurian dengan kekerasan, ia pun memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan. Bahkan, pihak kepolisian juga tengah melacak CCTV yang kemungkinan terpasang di toko sepanjang Jalan By-pass Ir. Soekarno. (kmb28)

BPM/bit

TKP - Polisi saat melakukan olah TKP pencurian.

Izin Edar Carisoprodol Telah Ditarik

Denpasar (Bali Post) PCC mengandung carisoprodol, paracetamol dan cafein. Dalam bentuk paten dikenal dengan beberapa nama yang familiar seperti somadril atau karnofen. Jika sebelumnya somadril beredar dan dijual ke masyarakat, namun sejak tahun 2013 telah ditarik peredarannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Izin edar obat tersebut telah ditarik. Hal itu karena carisoprodol memberikan efek relaksan, mampu melemaskan otot. Kemudian zat tersebut juga disalahgunakan padahal juga dapat menimbulkan efek sedasi (perasaan tenang, tidak ada kekakuan otot, nyaman, rasa aman dan halusinasi). Carisoprodol juga golongan obat keras yang dimanfaatkan untuk meringankan nyeri sedang hingga berat disertai dengan kekakuan otot. “Sehingga ke depannya lebih dievaluasi efeknya, seberapa efeknya dan penelitian lebih lanjut. Jadi, itu perlu ditingkatkan pengawasannya,” ungkap Made Ary Sarasmita, S.Farm., M.Farm.Klin, Apt., apoteker sekaligus dosen farmasi Universitas Udayana, Jumat (15/9). Namun, dengan banyaknya jumlah obat yang beredar, tenaga yang terbatas, akses jangkauan yang luas sehingga perlu pengawasan bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakat. “Kalau pemerintah sudah mengatur bahwa itu ditarik, sebenarnya dari segi distribusi harus disetop, di pelayanan seharusnya tidak boleh melakukan order ataupun permintaan terhadap obat itu,” ujarnya. Selain itu, beredarnya zat ini juga mungkin ada permintaan dari masyarakat sehingga sesuai hukum pasar, supply tersedia jika demand ada. Sehingga masyarakat harus diedukasi tentang pengawasan penggunaan obat. Meskipun carisoprodol memiliki efek relaksan namun terdapat efek lain penggunaan obat tersebut. Penggunaan carisoprodol dengan dosis 250mg-350mg dengan maksimal pemakaian 2-3 minggu. Jika lebih dari dosis dan dalam jangka waktu lama menimbulkan efek lain seperti depresi saluran napas. “Jadi bukan hanya ke arah sedasi, adiksi secara fisik dan psikis tapi juga ada efek lainnya,” ujarnya. Sementara itu, Kepala BBPOM di Denpasar, Dra. Endang Widowati, Apt., saat dikonfirmasi, sejak ditariknya carisoprodol dari peredaran tahun 2013 lalu, pihaknya hingga saat ini belum menemukan adanya peredaran obat tersebut. Oleh karena izin edar obat tersebut ditarik, pihak penyedia layanan kesehatan juga tidak melakukan order lagi terhadap zat tersebut. (kmb42)

BPM/mud

ATM – Polisi mengawasi sejumlah ATM di Kota Singaraja untuk memastikan mesin ATM tidak ada tambahan alat yang diduga untuk merekam PIN ATM nasabah bank.

Diduga Bobol ATM

Dua WNA Ditangkap Polisi Singaraja (Bali Post) –

Dua warga negara asing (WNA) asal Bulgaria berhasil ditangkap jajaran Ditreskrimsus Polda Bali bersama jajaran Reskrim Polsek Kota Singaraja, Sabtu (16/9) kemarin. Dua WNA itu masing-masing Boris Georgiev dan Marian Bogidarof Serafinoff yang menyewa vila di Jalan Damai Lovina. Keduanya ditangkap saat akan mengambil alat berupa skiming yang dipasang pada ATM di kawasan wisata Pantai Lovina, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng. Keduanya dicurigai sebagai pelaku pembobol ATM di sejumlah tempat di Buleleng. Sebelum ditangkap, sekitar pukul 23.30 wita, karyawan PT Swadarma Sarana Informatika (SSI) Komang Sumarsana (28) melakukan pengecekan di counter ATM BNI Lovina. Saat itu, saksi mencurigai orang tidak dikenal menutup kamera pengintai (CCTV) ATM menggunakan lakban. Keganjilan itu kemudian dilaporkan kepada pihak bank dan polisi. Tidak berselang lama, Satpam BNI dan jajaran Reskrim Polsek Kota Singaraja melakukan pemeriksaan. Sekitar pukul 01.00 wita, polisi menemukan dua

orang WNA masuk ke counter ATM BNI. Kedua WNA itu ditemukan menempel kamera CCTV mesin ATM dan kamera CCTV di counter ATM menggunakan lakban. Aksi kedua WNA itu berhasil digagalkan polisi dan langsung menangkap keduanya. Petugas menemukan alat yang mencurigakan terpasang pada ATM di tempat mengetik nomor PIN ATM. Kedua WNA itu digiring ke Mapolsek Singaraja untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Selain mengamankan kedua WNA, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang disita setelah menggeledah vila tempat kedua WNA tersebut tinggal sementara di Jalan Damai, Lovina. Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma, S.H., M.M. seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya mengatakan, kedua WNA tersebut diketahui menjadi target operasi (TO) kepolisian dalam dugaan kasus pembobolan ATM. Dari keterangan sementara, kedua WNA tersebut membobol ATM dengan memasang alat khusus untuk merekam PIN ATM. Dengan modal alat itu, keduanya mendapatkan PIN ATM para korban untuk dibobol. “Benar kami amankan dua WNA yang dicurigai membobol ATM. Kasusnya seorang sudah ditangani Unit Cyber Crime Polda Bali,” tegasnya. (kmb38/kmb36)

Prona PTSL di Denpasar

Pelayanannya dari Banjar ke Banjar, Kedepankan Kehati-hatian

Program Nasional Agraria (Prona) sistem Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) secara gratis yang diluncurkan Presiden Jokowi diapresiasi positif oleh warga Bali. Di Denpasar, jajaran Kantor Pertanahan (Kantah) atau BPN Kota Denpasar bekerja hingga sore hari dan di luar jam dinas. Hal ini wajar dilakukan guna mengejar target menuntaskan 12.150 sertifikat hingga akhir 2017 ini. Bahkan di Desa Kesiman Petilan, proses pendaftaran dan pendataan dilakukan dari banjar ke banjar. Hal ini dilakukan selain makin dekat dengan rakyat juga pemohonnya tiap banjar tergolong banyak yakni di atas 100 orang. Sejumlah warga mengaku pelayanan cepat yang dilakukan jajaran BPN Kota Denpasar juga harus diikuti dengan sikap kehatihatian. Hal ini perlu dilakukan guna menghindari klaim tanah oleh orang yang berbeda. Seperti ada tanah yang di SPPT atas nama orang lain, padahal mereka tak memiliki sejarah kepemilikan. Termasuk jangan sampai tanah negara bisa disertifikatkan. Perbekel Desa Kesiman Petilan, I Wayan Mariana, berterima kasih kepada pemerintah telah membuat akses bagi rakyat terbawah untuk mengurus penyertifikatan tanahnya sendiri. Pihaknya siap melayani warga yang memerlukan pengesahan surat keterangan waris, kematian, KTP dan KK guna membantu rakyat. Walaupun akan diproses cepat, dia setuju tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian tanpa merugikan warga. Klian Dinas Banjar Abianangka Kaja, Made Rumaksa, juga mengatakan warganya mengapresiasi program Prona gratis ini. Selain mengedukasi masyarakat untuk mengurus tanahnya sendiri, juga guna mendapatkan kepastian hukum.

Sebab dengan sertifikat tanah, pemiliknya memiliki kepastian hukum. Dia sendiri salut dengan kinerja aparat BPN Denpasar yang bekerja hingga sore di setiap banjar. Dia juga melihat aparat sudah bekerja profesional, sebab tanah yang mengandung potensi konflik juga dicermati penuh hati-hati. Sementara petugas BPN di lapangan menyebutkan semua biaya untuk Prona ini ditanggung sepenuhnya oleh negara. Aparat di lapangan mengaku hanya mendapat honor Rp 6.000 tiap berkas. Kepala Kantah Kota Denpasar Ir. I Gusti Ngurah Pariatna Jaya membenarkan semua tanah di desa didata dan yang belum bersertifikat disertifikatkan. Dari angka itu 12.150 bidang tanah belum bersertifikat dan 40 ribu lebih bidang belum terpetakan. Makanya dalam wawancara khusus dengan Bali Post belum lama ini menegaskan kini jajarannya sedang bekerja keras di semua desa guna menyukseskan program ini agar tuntas akhir November 2017. Saat ini, kata dia, menurunkan empat tim ajudikasi dan posko di tiap desa dan kelurahan. Untuk

tahap pertama sudah dituntaskan 2.150 sertifikat. Tahap kedua ditargetkan tuntas 10 ribu. Dari target itu yang mendaftar 8.800 bidang, yang sudah masuk berkasnya 6.000 bidang, sisanya 2.800 belum memasukkan berkas. Sedangkan yang sudah diukur 2.060 bidang, yang masuk panitia A 200 bidang untuk proses pengumuman. Dia setuju aparat tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyertifikatan Prona ini. Hal ini dilakukan agar Prona PTSL ini tepat sasaran. Jika berkasnya lengkap dan tak ada sengketa, dalam waktu tiga minggu sudah turun sertifikatnya. Program ini bisa diikuti semua WNI, badan hukum sosial dan keagamaan seperti pura, pemerintah desa, kabupaten/kota dan provinsi. Program ini seharusnya dimanfaatkan oleh WNI karena programnya sangat prorakyat. Persyaratannya dipermudahan, yang penting warga punya dokumen bukti kepemilikan tanah, bisa dengan surat pernyataan penguasaan fisik tanah sporadik diperkuat dua saksi dan surat waris. Tinggal warga menyiapkan patok tiap batas tanah. (sue)

BPM/sue

PRONA - Warga Banjar Abianangka Kaja Kesiman saat mengikuti proses Prona.

Bangli (Bali Post) Bencana tanah longsor pernah melanda Desa Awan Kintamani, Februari lalu. Empat orang warga dilaporkan tewas saat bencana tersebut. Beberapa bulan setelah bencana berlalu, Desa Awan dikukuhkan oleh pemerintah menjadi kampung siaga bencana. Sebelum Desa Awan, Desa Songan, Kintamani sudah terlebih dahulu dikukuhkan menjadi kampung siaga bencana oleh pemerintah. Sebagaimana yang diketahui, Desa Songan B masuk sebagai salah satu desa di Bangli yang rawan bencana, terutama tanah longsor. Bupati Bangli I Made Gianyar dalam sebuah kesempatan belum lama ini menyampaikan, pembentukan kampung siaga bencana sangatlah penting. Mengingat Bangli utamanya Kecamatan Kitamani sebagian besar wilayahnya berada pada zona merah yang rawan bencana. Dengan dibentuknya kampung siaga bencana, masyarakat yang telah diberi pelatihan kebencanaan diharapkan bisa memiliki pemahaman mengenai bentuk bencana, sekaligus kesiapsiagaan untuk meminimalisasi adanya korban

maupun kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana. Di kampung siaga bencana juga memiliki relawan-relawan yang sudah terlatih untuk menghadapi segala bentuk bencana. Bupati Made Gianyar menyebutkan bahwa potensi bencana yang mungkin terjadi di Bangli yakni tanah longsor, pohon tumbang. Potensi bencana itu bisa dicegah dengan beberapa langkah. Salah satunya dengan menjaga hutan dengan baik. Apalagi wilayah Bangli khususnya Kintamani berada di dataran tinggi yang memiliki areal hutan yang luas. Bagi masyarakat yang berada di pinggiran jurang, antisipasi bencana bisa dilakukan dengan menanam pohon yang bisa menahan tanah agar tidak longsor. Sementara itu, Perbekel Desa Awan Sang Nyoman Putra Erawan mengaku sangat menyambut baik pengukuhan Desa Awan sebagai kampung siaga bencana. Mengingat kondisi geografis Desa Awan yang berada pada dataran tinggi. Dengan ditetapkannya sebagai kampung siaga bencana tentu banyak pengetahuan yang didapat oleh masyarakat khususnya para relawan bilamana terjadi bencana. (kmb40)

BPM/kmb

SOSIALISASI - Suasana sosialisasi pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di ruang pertemuan Kantor Camat Denpasar Barat, Rabu (13/9) lalu.

WHDI Bali Gelar Sosialisasi Pencegahan TPPO Denpasar (Bali Post) Bahaya praktik human trafficking menjadi ancaman bagi masyarakat. Upaya melakukan pencegahan harus dilakukan semua komponen masyarakat. Terkait dengan hal itu, WHDI Provinsi Bali bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menggelar sosialisasi pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di ruang pertemuan Kantor Camat Denpasar Barat, Rabu (13/9) dan Kamis (14/9) lalu. Ketua Panitia Penyelenggara Anak Agung Sri Utari S.E. dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian kesadaran satuan pendidikan, pemerintahan desa, tokoh masyarakat, tokoh umat, orangtua dan keluarga, ikut mendorong sosialisasi pencegahan tindak pidana perdagangan orang. Dikatakannya, sosialisasi yang dilaksanakan selama dua hari ini diikuti oleh intern anggota WHDI, perbekel, kelurahan beserta jajarannya, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pengurus organisasi sosial kemasyarakatan. Menurut Sekretaris WHDI Provinsi Bali, Ida Ayu Nyoman Candrawati, S.H., M.Par., WHDI sebagai lembaga wanita Hindu di Indonesia harus berperan aktif dalam upaya melakukan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Program prioritas pembangunan perlindungan perempuan dan anak, salah satunya adalah upaya melakukan pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang. Sehingga, diharapkan lembaga masyarakat dan

masyarakat sendiri harus bisa berperan aktif, dan lebih peduli dalam upaya melakukan penanganan praktik human trafficking. Sementara itu, Wali Kota Denpasar dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Dinas KBPP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Wijaya, mengapresiasi digelarnya sosialisasi pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Denpasar. Diharapkan, WHDI terus berpartisipasi aktif dan memberikan kontribusi optimal sehingga dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan secara nyata dalam pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang. Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, hadir narasumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, yakni Agus Mohamad Solihin, yang berbicara di hari pertama memaparkan tentang Kebijakan Kemendikbud selaku Ketua Satuan Gugus Tugas Pencegahan TPPO. Sedangkan dua pembicara dari WHDI Provinsi Bali yakni Sekretaris WHDI Provinsi Bali Ida Ayu Nyoman Candrawati, yang juga Kabid Pemenuhan Hak Anak di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Aanak Provinsi Bali menyampaikan kebijakan pemerintah daerah dalam pencegahan TPPO. Sedangkan Ida Ayu Maharatni, Ketua Bidang Organisasi WHDI Bali berbicara mengenai pencegahan dini yang diawali di lingkungan keluarga sekaligus memandu diskusi pada hari kedua atau hari terakhir kegiatan sosialisasi TPPO di Denpasar. (kmb)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Minggu Kliwon, 17 September 2017

seremonial

3

Lomba Dokter Kecil Tingkat Provinsi Wisuda Stikes Bina Usada Bali Tahun Akademik 2016/2017 Bagian Terpenting dalam Trias UKS

SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bina Usada Bali mewisuda 274 mahasiswanya di Hotel Inna Grand Bali Beach, Denpasar, Sabtu (16/9) kemarin. Para lulusan tersebut terdiri atas tiga program studi (prodi), yakni Ahli Madya Kebidanan, Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners. Sidang senat terbuka Stikes Bina Usada Bali tahun akademik 2016/2017 ini dipimpin Ketua Stikes Bina Usada Bali dr. I Putu Santika, MM. Dalam kesempatan itu pula dilakukan upacara pengangkatan sumpah tenaga kesehatan. Ketua Stikes Bina Usada Bali dr. I Putu Santika, MM., melaporkan bahwa 1 Agustus 2017 Stikes Bina Usada Bali genap berusia sepuluh tahun. Ini merupakan usia yang cukup dewasa di dunia pendidikan. Dari lulusan yang lebih dari 700 orang, 92 persen telah bekerja, baik di rumah sakit, klinik maupun wirausaha. Sejak dua tahun lalu, tiga prodi yang ada di Stikes Bina Usada Bali akreditasinya telah dinyatakan dengan predikat sangat baik atau B dari LAM PT-KES. Pada kesempatan itu, Ketua Stikes Bina Usada Bali mengucapkan rasa terima kasih pada para orangtua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di Stikes Bina Usada Bali. Stikes Bina Usada Bali terus menambah kerja sama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Yang saat ini telah ada kerja sama dengan 76 institusi di dalam negeri. Sedangkan untuk luar negeri telah dilakukan sebelas MoU, termasuk dengan empat panti jompo dan dua rumah sakit di Jepang. Hal tersebut merupakan upaya-upaya untuk tetap memberikan peluang pada para lulusan. Stikes Bina Usada Bali juga mengundang beberapa kepala rumah sakit untuk mengajar. Tujuannya, agar mahasiswa yang dididik di kelas memiliki korelasi dan relefan dengan apa yang dibutuhkan

WISUDA - Prosesi wisuda dan angkat sumpah ahli madya kebidanan, sarjana keperawatan dan profesi ners Stikes Bina Usada Bali tahun akademik 2016/2017 di Denpasar, Sabtu (16/9) kemarin. rumah sakit tersebut. Sehingga ada kesepakatan dengan rumah sakit, baik itu menyangkut knowladge, skill, maupun attitude. Putu Santika berpesan pada para wisudawan, bahwa ketika masih di kampus telah dibekali skill, knowladge dan attitude yang baik. Tujuannya, agar para lulusan mempunyai bekal di masyarakat. Para wisudawan diharapkan secara bersama-sama bergabung dalam ikatan alumni Stikes Bina Usada Bali untuk terus meningkatkan komonikasi, jati diri dan memberikan informasi-informasi yang baik, sehingga adik-adiknya mendapatkan masukan terkait dunia kerja. Acara tersebut juga dihadiri perwakilan Kopertis Wilayah VIII, Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Badung, IDI Bali dan Badung, sejumlah direktur rumah sakit. Para ketua sekolah tinggi kesehatan, direktur akademi kebidanan, pimpinan perbankan. Pembina, ketua dan bendahara Yayasan Bina

Usada Bali, dan undangan lainnya. Dalam sambutan yang dibacakan perwakilan Kopertis Wilayah VIII, diharapkan para wisudawan setelah lulus untuk terus belajar dan menyerap ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan yang berkembang pesat di era globalisasi. Setiap insan manusia dituntut bekerja keras, cerdas dan iklas agar tetap eksis, mampu bersaing dan menjadi pemenang di dalam kehidupan. Saat ini budaya mutu telah menjadi isu sentral di dalam pengembangan pendidikan, terutama dijenjang pendidikan tinggi. Peningkatan kualitas melalui berbagai jalur, peningkatan tidak akan pernah berakhir. Yang tidak mampu beradaptasi dengan dunia pendidikan akan tergilas zaman ataupun perubahan. Para wisudawan wajib mempersiapkan diri yang sebaikbaiknya, terutama peningkatan skill, sehingga tetap eksis dalam menghadapi persaingan, ancaman dan tantangan. (ad1124)

DINAS Kesehatan Provinsi Bali menggelar lomba dokter kecil 2017 di kantor dinas setempat, Sabtu (16/9). Lomba diikuti sembilan dokter kecil perwakilan masing-masing kabupaten/kota. Mereka antara lain mengikuti tes kesehatan, tes akademik, praktek dan penyuluhan. “Lomba dokter kecil tujuannya adalah mempersiapkan anak-anak di tingkat SD untuk mengetahui bagaimana mereka menerapkan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah, red) di sekolahnya yang ada trias UKS. Yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan lingkungan sekolah sehat,” ujar Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. Kadek Iwan Darmawan, MPH. Iwan Darmawan menambahkan, hal yang paling dominan dalam trias UKS adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah. Dalam hal ini, dokter kecil diharapkan mampu menjadi motivator di sekolah untuk melakukan PHBS. Yakni dengan memberikan informasi sekaligus contoh kepada teman-temannya. “Target kita minimal sepuluh persen dari seluruh siswa yang ada di satu sekolah adalah dokter kecil. Kalau kita tidak lombakan itu, kayaknya kurang greget, kurang semangat. Ketika ada lomba mereka lebih terpacu,” imbuhnya. Berdasarkan pantauan selama ini, lanjut Iwan Darmawan, semua SD di Bali telah memenuhi target minimal sepuluh persen dokter kecil itu. Agar tidak menjadi capaian di atas kertas saja, upaya pembinaan dilakukan secara berjenjang. Termasuk melibatkan lintas institusi, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan BKKBN. Mulai dari provinsi membina pemegang program UKS di kabupaten. Dari kabupaten melatih petugas di masing-masing puskesmas. “Setelah itu, puskesmas yang bertugas melakukan monitoring,

LOMBA - Peserta Lomba Dokter Kecil Tingkat Provinsi Tahun 2017 mengawali lomba dengan mengikuti tes akademik selama 25 menit. evaluasi dan pembinaan ke tingkat terpenting dalam pelaksanaan UKS sekolah minimal sebulan sekali. di setiap sekolah. Beberapa survei meUntuk kesehariannya guru-guru nyatakan, sebagian besar informasi penjaskes di masing-masing sekolah tentang masalah kesehatan pada yang dilatih dan diorientasi tentang anak sekolah lebih mudah diterima UKS,” jelasnya. dan dilaksanakan, apabila disamMenurut Iwan Darmawan, peserta paikan oleh teman-teman sebayanya. yang layak memenangkan lomba Dikatakan, dalam setiap lomba dokter kecil harus memenuhi be- dokter kecil ada tiga aspek utama berapa kriteria. Di antaranya memi- yang dinilai, yaitu knowledge-attiliki pengetahuan tentang kesehatan tude-practise. Artinya, selain mensecara umum, kesehatan lingkungan, guasai materi tentang kesehatan kesehatan gigi dan mulut, PHBS maka dokter kecil harus mampu di sekolah, Pertolongan Pertama berperilaku bersih dan sehat. Tidak Pada Kecelakaan (P3K), Pertolongan kalah pentingnya, bagaimana dalam Pertama Pada Penyakit (P3P), gizi, kesehariannya mereka di sekolah olahraga (penjaskes), UKS, dan pen- memberikan informasi kepada tegetahuan tentang Napza. man-temannya tentang PHBS. “Napza sebelumnya kita lombakan Lomba ini akhirnya dimenangkan di tingkat konselor sebaya (SMP dan oleh perwakilan dari Gianyar (Juara SMA, red), tapi sekarang dengan ad- I) atas nama Ida Ayu Made Pradjenanya kejadian-kejadian bahwa Napza ana Yanti dari SD No.2 Beng, Juara itu bahkan di umur yang lebih muda. II dari Buleleng atas nama I Gusti Maka kita harus perkenalkan Napza Ayu Agung Tirtha Prabhasari dari di tingkat SD,” terangnya. SDN 3 Banjar Jawa, dan Jembrana Sementara itu, Kepala Dinas Juara III atas nama Ni Putu Princess Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Vedayani dari SD No.4 Pendem. Para Suarjaya, MPPM., dalam sambutan pemenang akan menerima hadiah tertulisnya mengatakan, dokter pada saat Hari Kesehatan Nasional, kecil merupakan salah satu bagian 12 November mendatang. (ad1127)

Yudisium Sarjana Ke-56 Fakultas Ilmu Sosial Telkom Gelar dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa ’’Indihome Customer Gathering” FAKULTAS Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa menyelenggarakan Yudisium dan Pelepasan Sarjana ke-56 pada Jumat, 15 September 2017, bertempat di ruang siding Sri Ksari Mandapa Universitas Warmadewa. Acara dihadiri oleh seluruh dosen dan pegawai di lingkungan FISIP Unwar, ketua alumni FISIP Unwar, lembaga mahasiswa FISIP Unwar serta yudisiawan dan yudisiawati beserta keluarga. FISIP Unwar secara resmi melepas 24 orang sarjana baru yang terdiri dari sarjana Ilmu Pemerintahan sebanyak sebelas orang dan sarjana Ilmu Administrasi sebanyak 13 orang. Jumlah tersebut enam orang berasal dari kelas Reguler B, adapun IPK tertingi di Prodi Ilmu Pemerintahan 3,53 yang diraih oleh Kadek Ade Wira Putra dan Prodi Ilmu Administrasi 3,66 yang diraih oleh Ni Wayan Suwindri. Para Sarjana yang dilepas pada hari ini cukup beragam, ada yang sudah bekerja, baik di swasta maupun PNS yang ditugaskan oleh Pemda untuk tugas belajar, ada juga belum bekerja, ada juga statusnya sudah berkeluarga dan ada masih bujangan. Dan data ini menunjukkan bahwa kuliah di FISIP tidak ada hambatan bagi yang sudah bekerja maupun yang sudah berkeluarga. Karena FISIP berkomitmen untuk

YUDISIUM - Yudisium dan Pelepasan Sarjana ke-56 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa pada Jumat (15/9). memberikan pelayanan yang terbaik bagi mahasiswa, walaupun dengan keterbatasan yang kami miliki. Adapun jumlah Alumni sampai tahun ini, yaitu 1.540 orang terdiri dari 793 orang dari Ilmu Pemerintahan dan 778 orang dari Ilmu Administrasi yang tersebar diselurh Indonesia. Dekan FISIP Unwar Drs. I Wayan Mirta, M.Si., dalam sambutannya mengatakan, keberhasilan para yudisiawan menyelesaikan studi di kampus ini tidak lepas dari kerja keras saudara, dan juga tidak lepas dari dorongan para orangtua atau keluarga yang dengan penuh kesabaran selalu memberikan dukungan material maupun moril. Di samping itu juga karena adanya kerja

sama yang baik dari Civitas akademika, terutama dosen yang bisa memberikan bimbingan tanpa mengenal lelah. Untuk itu selaku pimpinan kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu lancarnya proses belajar mengajar di Fisip Universitas Warmadewa. Fisip Unwar juga membuka kelas Reguler B untuk jurusan ilmu pemerintahan, untuk menampung mereka yang belum berkesempatan menikmati pendidikan tinggi karena sudah bekerja, dan terbatasnya waktu yang dimiliki, tetapi memiliki minat yang tinggi untuk melanjutkan perkuliahan. Pemberian bea siswa yang

diperuntukkan bagi mahasiswa yang berprestasi dan yang aktif dalam organisasi, serta kurang mampu yang jumlahnya selalu meningkat. Unwar selalu berusaha menambah kuota beasiswa, sehingga dapat meringankan beban dari orangtua siswa, di samping itu yayasan telah berusaha menyediakan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai, seperti internet gratis, tempat istirahat yang nyaman, kantin dan ruang kuliah yang ber-AC dan LCD Projector. Di samping itu juga telah tersedia SIMAK dan SIMON (Sistem Informasi Mahasiswa Online), mahasiswa dapat mengecek nilai matakuliah dari mana saja, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih kepada mahasiswa. Melalui kesempatan ini, kami atas nama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa menyampaikan ucapan selamat kepada para yudisiawan atas keberhasilannya menyelesaikan studi di Fisip Unwar dan tentunya selamat juga kami tujukan kepada orangtua dan keluarga yudisiawan. Selain itu, Dekan FISIP mengatakan, yang cukup membanggakan bagi kami adalah pada setiap penerimaan CPNS ternyata banyak lulusan fisip yang diterima. Ini suatu bukti bahwa lulusan fisip Unwar mampu bersaing dan menunjukkan kemampuannya. (ad1084)

Bentuk Transparansi Sumbangsih Pengusaha

Desa Adat Kuta Perkenalkan Sistem Kuta Sayaga

Mangupura (Bali Post)Selama ini, pertanggung jawaban atas sumbangsih dari para pengusaha atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Kuta masih kurang transparansinya. Untuk itu, sebagai bentuk inovasi baru, sebagai pertangung jawaban publik sekaligus sebagai langkah transparansi terhadap sumbangsih para pengusaha, Desa Adat Kuta Jumat (15/9) memperkenalkan program Sistem Kuta Sayaga. Menurut Bendesa Adat Kuta Wayan Swarsa, sistem ini merupakan sistem pelayanan yang berbasiskan online. Dikatakannya, dari segi internal semua staf Desa yang berada di badan pengelola keuangan Desa Adat Kuta akan bekerja dengan aplikasi online. Selain itu, aplikasi ini juga untuk kebutuhan para pengusaha, sebagai pertanggung jawaban publik sehingga para pengusaha bisa melihat, apakah

benar sumbangsih mereka selama ini sudah masuk dengan benar ke Desa Adat. Sehingga diharapkan semua pengusaha yang terhimpun dalam database ini, setiap saat bisa membuka dan melihat bagaimana riwayat pembayaran selama ini. Selain itu para pengusaha ini juga bisa mencetak kwitansi pembayaran dari sistem itu sendiri. “Ini sebagai bentuk transparansi, pertanggung jawaban publik, karena partisipasi sumbangsih dalam istilah Bali, dana pemogpog pengetut ayahan ini merupakan dasar utama kami untuk membangun kahyangan tiga kahyangan desa dengan jalan baik dan benar,” ujarnya. Saat ini dikatakannya ada sebanyak 5.200 pengusaha yang sudah terdata. Namun ada sebanyak 3.000 lebih yang belum masuk sebagai pihak yang aktif dalam sistem ini. Terkait pengusaha yang tidak beri-

zin, pihaknya menegaskan komitmen Desa Adat Kuta tidak akan menerima sumbangsih dari pengusaha yang tidak berijin, maupun riskan terhadap hal-hal yang tidak benar. “Dalam kahyangan tiga tidak semua uang bisa diterima. Karena uang ini nantinya akan digunakan untuk membangun manusianya, maupun pembangunan sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan skala di kahyangan tiga,” tambahnya. Ke depan pihaknya mengaku akan mempatenkan sistem ini. Nantinya diungkapkan ada tiga sistem yang berbasiskan teknologi yang akan dipatenkan. Pertama adalah aplikasi Kuta Sayaga, kedua manajemen Sintaku Pantai Kuta untuk menata semua pedagang di pantai kuta. Ketiga adalah aplikasi Simdaku Krama Tamyu untuk mendata kependudukan. “Ketiga aplikasi ini akan dijadikan sebagai aplikasi

yang juga akan disebarkan di seluruh desa adat di Bali,” terangnya. Sementara Plt Camat Kuta I Made Widiana, mengapresiasi terobosan yang diambil Desa Adat Kuta. Karena ditengah maraknya kemajuan teknologi informasi, desa adat kuta tidak mau ketinggalan dalam rangka mengelola potensi yang ada di desa adatnya. “Aplikasi ini sebagai tanggung jawab Desa kepada pengusaha terhadap sumbangsih mereka. Terkait dengan akuntabilitas, transparansi, tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya. Dikatakannya, sumbangsih dari pada para pengusaha sebagai bagian kecil dari CSR juga sudah dijabarkan dalam pararem Desa. Dengan adanya sumbangsih tersebut, karena ini merupakan keputusan desa, maka ini juga menjadi komitmen masyarakat di Desa Adat Kuta yang dituangkan dalam pararem. (kmb23)

DALAM usaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT Telkom Wilayah Telekomunikasi (Witel) Denpasar, mengadakan kegiatan IndiHome Customer Gathering yang dihadiri oleh pelangganpelanggan IndiHome yang tersebar di Wilayah Pelayanan Telekomunikasi Denpasar, Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali dan komunitaskomunitas yang berlangsung di Istana Taman Jepun Denpasar, Jumat (15/9). Dalam Customer Gathering yang bertemakan “Excellent Service for Special Customer” tersebut, hadir GM Telkom Witel Denpasar I Komang Widnyana Karang dan beberapa Senior Leader Witel Denpasar. Komang Widnyana Karang, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para pelanggan yang telah setia menggunakan layanan IndiHome. Ia mengatakan bahwa momen Indihome Customer Gathering ini merupakan kesempatan bagi Telkom untuk mendekatkan diri ke pelanggan sekaligus mendapat masukan dari pelanggan demi meningkatkan layanan yang lebih baik ke depannya. ”Kami berharap, acara gathering ini menjadi pola reguler yang berkesinambungan setiap tahun, guna mendapatkan masukan yang konstruktif dari pelanggan dan mampu meningkatkan kualitas layanan kami ke depannya,” katanya. Pada kesempatan Gathering tersebut, Telkom memperkenalkan aplikasi My IndiHome yang sudah menjadi ultimate channel, di mana pelanggan bisa bertransaksi apapun terkait IndiHome melalui aplikasi ini. Selain itu, Telkom juga mensosialisasikan dan menambahkan wawasan pelanggan akan kelebihan IndiHome serta keuntungan berlangganan IndiHome. Komang Karang menjelaskan bahwa gaya hidup masyarakat saat ini didominasi oleh solusi-solusi digital application. “Untuk itu, Telkom turut ambil bagian melalui IndiHome sebagai solusi kebutuhan utama Internet Broadband di rumahrumah pelanggan. Akses Internet saat ini seolah hampir sama pentingnya dengan air bersih maupun listrik. Kami berharap IndiHome menjadi kebanggaan masyarakat Bali pada khususnya, dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya,” tambah Komang Karang. Ia menyebutkan jumlah pelanggan IndiHome di Bali

SAMBUTAN - GM Telkom Witel Denpasar I Komang Widnyana Karang, saat memberikan sambutan dalam IndiHome Customer Gathering, Jumat (15/9) di Denpasar. mencapai 70 ribu pelanggan. Target hingga akhir tahun ada penambahan 50 r i b u p e l a n g g a n . S e m e ntara itu, jumlah pelanggan Telkom yang masih menggunakan jaringan tembaga mencapai 170 ribu pelanggan. “Potensi pelanggan yang menggunakan IndiHome masih cukup tinggi, karena jumlah penduduk Bali yang mencapai 4,2 jutaan,” jelasnya. Dalam acara itu dihadiri pula oleh pelaku bisnis online, blogger yang memberikan sharing keberhasilan dalam bisnisnya dan kesuksesan Blognya. Customer IndiHome yang hadir di situ banyak yang merupakan pelaku bisnis yang bisnisnya

didukung penuh oleh akses internet Telkom dalam proses maupun dalam kehidupan sehari-hari. IndiHome merupakan layanan Telkom, yang selain memberikan internet berkecepatan tinggi dengan akses FTTH (Fiber To The Home) juga menawarkan voice/suara serta channel TV yang dikemas dalam produk bernama Usee TV yang bisa Forward and Rewind. Sebagian besar pelanggan yang hadir saat itu meyakini PT Telkom adalah BUMN telekomunikasi terbaik di negeri ini. Walaupun ada berbagai permasalahan teknis yang terjadi di lapangan, namun masih bisa tera tasi dengan baik. (bns1)


4

Minggu Kliwon, 17 September 2017

Mengenali Alergi Susu Sapi pada Bayi ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, namun dalam kondisi tertentu bayi mungkin dihadapkan pada kondisi dimana bayi tidak bisa mendapatkan asupan ASI secara maksimal sehingga untuk memenuhi nutrisinya diperlukan pemberian susu formula. Dalam hal ini tidak semua bayi pula bisa mengkonsumsi susu formula yang sebagian besar berbahan dasar susu sapi. Beberapa waktu terakhir banyak dijumpai kasus mengenai alergi susu sapi pada bayi. Alergi susu sapi merupakan suatu reaksi alergi yang tidak diinginkan yang diperantarai secara imunologis terhadap protein susu sapi. Susu sapi merupakan protein asing yang pertama kali dikenal oleh bayi yang tidak mendapat ASI. Dalam tubuh manusia terdapat sistem kekebalan tubuh yang melindungi dari bahaya infeksi dengan menyerang virus-virus dan bakteri penyebab seseorang jatuh sakit. Sistem kekebalan tubuh (immune system) yang salah membedakan antara protein susu dengan

virus atau bakteri menyebabkan bayi tidak dapat menerima rantai protein kompleks dan memicu adanya reaksi alergi yang menyebabkan bayi menjadi rewel, gelisah dan memicu timbulnya gejala alergi lainnya, seperti ruam atau bercak kemerahan pada kulit.

Alergi Alergi susu sapi (ASS) tidak hanya dialami oleh bayi yang mengonsumsi susu formula, namun dapat juga dialami oleh bayi dengan ASI eksklusif. ASI dapat mengandung komponen protein susu sapi dari susu yang dikonsumsi oleh ibu. Gejala alergi susu sapi umumnya mulai muncul pada usia beberapa bulan pertama kehidupan. Gejalanya dapat timbul langsung setelah mengkonsumsi susu sapi atau pun setelah beberapa hari kemudian, mulai dari gejala ringan hingga berat. Gejala-gejala tersebut dapat bermanifestasi pada berbagai organ tubuh anak, sebagai berikut: ü Kulit: timbul ruam kemerahan dan biduran. ü Saluran napas: muncul gejala

pilek dan batuk berulang (nafas grok-grok). ü Saluran cerna: ditemukan adanya keluhan muntah, sakit perut berulang serta diare yang mungkin disertai darah. ü Bahkan pada reaksi yang berat dapat menimbulkan bengkak pada beberapa bagian tubuh, seperti mata, telinga, bahkan sampai shock. Apabila bayi Anda memiliki gejala-gejala seperti di atas, disertai adanya riwayat alergi dalam keluarga, segeralah mengambil tindakan tepat untuk menghindari konsumsi makanan yang terbuat dari susu sapi. Penghentian susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan strategi utama dan paling aman untuk pasien dengan ASS. Pemilihan susu formula alternatif dapat dilakukan dengan mempertimbangkan usia, potensi risiko alergi, biaya, ketersediaan, dan komposisi susu formula. Pada bayi ASS di bawah 1 tahun, konsumsi susu formula alternatif dipertahankan selama minimal 6 bulan atau sampai usia 9–12 bulan. Bayi yang diberikan susu formula

alternatif dengan tepat terbukti dapat tumbuh dan berkembang secara normal. Susu yang bisa dijadikan alternatif antara lain susu hipoalergenik yaitu susu terhidrolisat ekstensif dan susu formula asam amino. Sedangkan susu terhidrolisat parsial tidak termasuk dalam kelompok ini dan bukan merupakan pilihan untuk terapi alergi susu sapi. Selain itu karena pertimbangan masalah biaya susu berbahan dasar kedelai juga bisa dijadikan alternatif namun susu kedelai masih bisa memungkinkan adanya reaksi silang alergi terhadap protein kedelai pada bayi. Hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu perlunya pembatasan pemberian makanan tambahan lain dengan dasar susu sapi seperti bubur atau biskuit bayi. Agar lebih jelas jika ditemukan gejala-gejala tersebut di atas pada bayi Anda, segeralah berkonsultasi pada dokter anak untuk mendapat penanganan cepat dan tepat. l dr. Dewa Ayu Desy, S.Ked.

ALTERNATIF - Penghentian susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan strategi utama dan paling aman untuk pasien dengan ASS. Pemilihan susu formula alternatif dapat dilakukan dengan mempertimbangkan usia, potensi risiko alergi, biaya, ketersediaan, dan komposisi susu formula. Pada bayi ASS di bawah 1 tahun, konsumsi susu formula alternatif dipertahankan selama minimal 6 bulan atau sampai usia 9–12 bulan. Bayi yang diberikan susu formula alternatif dengan tepat terbukti dapat tumbuh dan berkembang secara normal.

MASALAH keturunan sering kali menjadi momok yang menakutkan bagi sebuah keluarga baru, ketiadaan anak merupakan beban bagi sebagian besar pasangan yang baru menikah. Namun, terkadang pihak pria acap kali menyalahkan pasangannya yang tidak dapat memberikan keturunan, akan lebih baik apabila setiap pasangan memeriksakan kesuburan mereka masing-masing. Untuk sekadar diketahui sekitar 25% populasi pria mengidap varikokel, sesuatu yang nampak sederhana namun akan berakibat fatal apabila tidak ditangani segera karena dapat menyebabkan kemandulan. Varikokel adalah sebuah kondisi dimana terjadi pembesaran pembuluh darah vena (pembuluh balik) pada testis. Kondisi ini menyerupai varises pada kaki namun bertempat diskrotum alat kelamin pria. Penyakit ini sebagian besar terjadi pada usia remaja. Adapun penyebab terjadinya penyakit ini dikarenakan perbedaan tekanan dan kecepatan aliran darah balik antara pembuluh darah balik testis kanan dan kiri. Pembuluh darah balik testis kiri memiliki tekanan yang lebih tinggi dan aliran darah yang lebih lambat dari pembuluh darah balik testis kanan sehingga 90% kasus varikokel terjadi pada testis kiri. Varikokel dapat menimbulkan gangguan proses pemben-

LUPUS - Jenis lupus eritematosus sistemik / systemic lupus erytematosus (SLE) kebanyakan menyerang wanita usia 15-50 tahun, namun dapat juga menyerang anak-anak dan pria. Gejala yang umum ditemukan yaitu adanya ruam kemerahan pada pipi menyerupai bentukan kupu-kupu, sensitif terhadap cahaya matahari, nyeri atau bengkak sendi, dan sariawan.

Lupus, Penyakit Seribu Wajah

PENYAKIT Lupus adalah salah satu jenis penyakit autoimun, artinya sistem kekebalan tubuh (imun) yang seharusnya melindungi tubuh tapi malah menyerang sel, jaringan, atau organ sehat tubuh itu sendiri.

Proses tersebut terjadi terus menerus sehingga menimbulkan peradangan kronis. Dengan kata lain, penyakit lupus diartikan sebagai penyakit peradangan kronis autoimun. Lalu bagaimanakah cara mengetahui seseorang terkena lupus? Apa saja gejala dan tanda-tandanya? Berikut kita akan membahasnya. Sebenarnya penyakit lupus terdiri dari beberapa jenis namun jenis lupus yang menjadi pembahasan utama di sini adalah lupus eritematosus sistemik / systemic lupus erytematosus (SLE). Jenis lupus inilah yang paling sering dirujuk masyarakat sebagai penyakit lupus. Penyakit ini kebanyakan menyerang wanita usia 15-50 tahun, namun dapat juga menyerang anak-anak dan pria. Gejala yang umum ditemukan yaitu adanya ruam kemerahan pada pipi menyerupai bentukan kupu-kupu, sensitif terhadap cahaya matahari, nyeri atau bengkak sendi, dan sariawan. Gejala lain dapat berupa mudah lelah, sakit kepala, rambut rontok, dan demam yang tidak jelas penyebabnya. Gejala-gejala tersebut bersifat hilang timbul seiring kondisi dan daya tahan

Sperma Rusak Karena Varikokel

tukan sperma (spermatogenesis) melalui beberapa cara namun yang paling sering adalah peningkatan suhu testis (suhu cederung hangat yang dapat mengakibatkan terbunuhnya spermatozoa).

Khas Varikokel tidak menunjukkan gejala yang khas namun pasien

datang ke dokter biasanya mengeluh belum mempunyai keturunan setelah beberapa tahun menikah, atau kadang-kadang mengeluh adanya benjolan di atas testis yang terasa nyeri. Walaupun demikian, sebetulnya ada beberapa gejala yang dapat dirasakan setelah melakukan olahraga, atau setelah duduk atau berdiri dalam waktu

lama; gejalanya adalah: 1) Rasa nyeri di testis, 2) Perasaan berat atau menyeret dalam kantung testis, 3) Pelebaran pembuluh darah di kantung testis yang dapat diraba (terasa urat menonjol), 4) Testis lebih kecil di sisi tempat pembuluh darah melebar yang disebabkan karena perbedaan dalam aliran darah.

FERTILITAS - Varikokel yang telah menimbulkan gangguan fertilitas atau gangguan spermatogenesis merupakan indikasi untuk mendapatkan suatu terapi. Tindakan yang dikerjakan adalah melakukan ligasi (pengikatan) pada pembuluh darah balik spermatika interna melalui operasi.

Kebugaran tubuh milik siapa saja, asalkan mau berlatih dengan rutin. Lakukan senam Orhiba Ceria dengan gerakan yang mudah dan dirancang untuk usia 17 tahun hingga 70 tahun. Lakukan bersama keluarga di rumah setiap pagi sebelum berangkat beraktivitas. Ikuti peragaan berikut bersama Sylvia Saputra dari Lala Studio.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

Pemeriksaan Pemeriksaan idealnya dilakukan dalam posisi berdiri, dengan memperhatikan keadaan skrotum kemudian dilakukan palpasi (perabaan). Jika diperlukan, pasien diminta untuk melakukan manuver valsava atau mengedan. Jika terdapat varikokel, pada inspeksi dan palpasi terdapat bentukan seperti kumpulan cacing-cacing di dalam kantung yang berada di sebelah atas testis. Secara klinis varikokel dibedakan dalam 3 tingkatan/ derajat: derajat kecil adalah varikokel yang dapat dipalpasi setelah pasien melakukan maneuver valsava; derajat sedang adalah varikokel yang dapat dipalpasi tanpa melakukan maneuver valsava; derajat besar adalah varikokel yang sudah dapat dilihat bentuknya tanpa melakukan maneuver valsava. Kerusakan Untuk menilai seberapa jauh varikokel telah menyebabkan kerusakan pada struktur testis dilakukan pemeriksaan analisis sperma. Sebelum analisis sperma dilakukan, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain: waktu pengambilan sampel sperma yang tepat adalah setelah 48 jam tidak melakukan hubungan seksual namun tidak lebih dari 7 hari, tempat penampungan sperma yang baik menggunakan tempat yang berbahan kaca (bahan plastik tidak

pengidapnya. Penyakit lupus juga kerap disebut “penyakit seribu wajah” karena gejalanya menyerupai beberapa penyakit. Jadi, pada kenyataannya sangat sulit untuk mengetahui seseorang menderita lupus. Namun yang perlu diketahui adalah penyakit lupus/SLE ini bersifat tidak menular dan tidak dapat ditularkan. Jika terdapat gejala-gejala tersebut segeralah konsultasi ke dokter untuk dilakukan beberapa pemeriksaan. Tidak Menular Penyakit SLE memang tidak menular namun bisa berbahaya bahkan berpotensi mematikan. Dulu banyak pengidap SLE meninggal dunia dalam kurun waktu 10 tahun namun berkat pengobatan SLE yang terus berkembang, hampir semua pengidap SLE dapat hidup normal dan memiliki harapan hidup yang sama dengan orang lain. Bagi pengidap SLE disarankan untuk kontrol rutin ke dokter, minum obat teratur, pola hidup sehat, hindari paparan sinar matahari, hindari stres, cegah kelelahan dan cari dukungan psikososial dan sosial seperti mengikuti komunitas lupus. Tetaplah berbahagia karena lupus bukanlah akhir dari segalanya, cahaya harapan itu akan selalu ada mengisyaratkan optimisme dan semangat hidup yang baru. l dr. Dika Wisnu Prabawa, S.Ked.

direkomendasi), cara mendapatkan sampel sperma idealnya dengan melakukan masturbasi tanpa menggunakan sabun atau lotion, dan waktu pengiriman sampel sperma ke rumah sakit terdekat maksimal 1 jam. Hasil analisis sperma pada kasus varikokel, sering menunjukan gangguan pada konsentrasi sperma (jumlah sperma hidup menurun) yang berakibat peluang sperma yang mampu membuahi berkurang, pergerakan sperma yang lamban dan cenderung tidak bergerak sama sekali dan bentuk sperma tidak sempurna (sperma cacat). Ketiga faktor tersebut salah satu maupun semuanya dapat mempengaruhi kesuburan pria. Fertilitas Varikokel yang telah menimbulkan gangguan fertilitas atau gangguan spermatogenesis merupakan indikasi untuk mendapatkan suatu terapi. Tindakan yang dikerjakan adalah melakukan ligasi (pengikatan) pada pembuluh darah balik spermatika interna melalui operasi. Untuk dapat mendeteksi dini terjadinya varikokel, anda perlu mengenali gejala dan tanda varikokel tersebut, dan apabila menjumpai gejala tersebut segeralah periksakan diri anda ke dokter. l dr. Putu Yudi Adnyani, S.Ked.

Senam Orhiba Ceria 2017 (3) Gb. I : Lengan kanan lurus menyerong ke kiri sambil menekukkan kaki kiri dan meluruskan kaki kanan (hitungan 1,3) lalu ke arah kanan (hitungan 2,4) lalu lengan kanan lurus memutar lingkaran dari arah kiri ke kanan (kebalikan arah jarum jam) pada (hitungan 5 – 8). Ulangi sekali lagi, lalu lanjutkan g e r akan Gb. II.

Gb. II : Lengan kanan lurus ke atas, kaki kiri tekuk, kaki kanan lurus, tahan (1 – 4) dan kaki kiri lurus, kaki kanan ditekuk, sedangkan lengan kanan ke atas, lengan kiri sejajar kaki kiri, tahan (5 – 8). Lanjutkan dengan badan hadap kiri, kaki kiri tekuk sedangkan kaki kanan lurus, dan kedua lengan lurus depan dada, tahan (1 – 4), dan luruskan kedua kaki, kedua lengan lurus belakang badan, tumpuan berat badan pada kaki kiri, tahan (5 – 8). Ulangi gerakan Gb. I + II dengan arah kiri dengan cara yang sama, setelah itu lanjutkan dengan Gb. III.

Dengan rutin berlatih kebugaran tubuh dan awet muda jadi milik kita dan Salam Bugar dari Lala Studio.

Gb. III : Kedua kaki ditekuk, kedua lengan lurus depan dada, tahan (1 – 4) – lalu rentangkan, tahan (5 – 8), ulangi sekali lagi, lalu lanjutkan gerakan Gb. IV. Gb. IV : Tutup kedua kaki rapat, kedua lengan lurus ke atas sambil mencondongkan badan ke kanan, tahan (1 – 4) lalu tegak, dan ke arah kiri, lalu posisi sempurna.

Kupon


5

Minggu Kliwon, 17 September 2017

Resensi Buku

Makna di Balik Mantra

Judul Buku : Dudonan Nganteb (Mantra Berbagai Jenis Upacara) Penulis : Ida Pandita Mpu Daksa Yaska Charya Manuaba

Penerbit : Pustaka Bali Post Tahun Terbit : cetakan kelima, 2017 Jumlah hal. : 268 hal

DALAM melaksanakan yadnya, umat Hindu di Bali selain mencantingkan mantra-mantra yang bersumber dari Weda, juga mengucapkan pujastawa, persembahan yang dihaturkan umat, yakni berupa banten (sesajen) memiliki sejumlah nilai yang patut direnungkan dan dipahami. Upacara atau banten yang dibuat diharapkan mempunyai tujuan yang pasti, kemudian disesuaikan dengan kemampuan umat, keadaan wilayah, dengan tidak menyimpang dari ajaran Weda. Sebelum mengerjakan banten sebaiknya diketahui pengerian dari banten. Banten memiliki tiga arti (1) merupakan perwujudan dari keinginan atau pikiran manusia. Banten diibaratkan sebagai manusia yang terdiri dari kepala, badan, kaki, ada jiwa, pikiran jasmani. (2) Merupakan simbol-simbol sinar suci Tuhan dalam manisfestasiNya. (3) Dapat melambangkan dunia berserta isinya. Buku ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang makna dudonan nganteb mantra beragam banten, sehingga dapat lebih dipahami dengan mudah. (osi)

Cerpen-cerpen yang Dingin dan Ringan Judul Buku : Manifesto Flora Penulis : Cyntha Hariadi Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2017 Jumlah hal. : 163 hal

Cyntha Hariadi, berbalik arah. Kali ini dia menulis cerpen. Cerpen-cerpen yang dingin. Simpel dan tetap dengan tema-tema yang remehtemeh. Persis seperti puisinya. Menurut Cyntha Hariadi tema-tema dalam Manifesto Flora adalah bentuk eksplorasinya akan banyak hal. Dari kecil, Cyntha Hariadi berani ngomong sama orang, sukanya sembunyi di balik tirai pintu, nonton, dengar mereka ngobrol. Ketika akhirnya terbiasa menulis, ide-ide ini bermunculan untuk dikembangkan Cyntha Hariadi menghadirkan tema alienasi, delusi, trauma, rasisme, cinta, keluarga, dan juga hantu. Buku yang memuat 24 cerpen itu, judulnya pun terbilang unik. Sebelumnya, Cyntha Hariadi menerbitkan buku kumpulan puisi ‘Ibu Mendulang Anak Berlari’ yang menjadi pemenang III Sayembara Manuskrip Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta 2015 dan salah satu dari 5 Besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2016. (osi)

Kunang-kunang Kuku Ibu

CERPEN

Oleh Kim Al Ghozali Lelaki itu memberinya dua ekor kunang-kunang. Kunang-kunang yang ditangkap ketika hinggap di daun kemiri. Ia membungkusnya dengan plastik bening dan mengatakan, “kunang-kunang ini jantan dan betina. Peliharalah. Tapi jika kamu ingin lebih banyak lagi, datanglah ke tempatku. Di tempatku ada banyak kunang-kunang dengan cahaya yang berwarna-warni. Mereka semua istirahat di sana ketika siang tiba, dan pergi lagi menjelajahi perkampungan saat gelap mulai turun ke bumi.” Dia menerimanya dengan suka cita. “Bagaimana kau tahu jika kunang-kunang ini berkelamin jantan dan betina?” tanyanya penasaran. “Kunang-kunang jantan berkedip lebih cepat, sedangkan betina sebaliknya. Coba kau lihat baik-baik.” Dia suka kunang-kunang, tapi selalu gagal menangkapnya. Dia suka kunang-kunang, meski neneknya selalu bilang bahwa mereka adalah jelmaan kuku orang yang meninggal. Dan kini dia selalu bermain di bawah rembulan sehabis magrib, menanti kunangkunang melintas di halaman rumahnya sambil mengganggu jangkrik kemarau yang berbunyi nyaring—seperti jeritnya ketika ditinggalkan ibunya—di dekat lobangnya. Jangkrik itu malu-malu. Sekali gertak dengan kakinya, ia berhenti berteriak dan seketika masuk ke lobangnya yang begitu dalam. Tapi beberapa waktu kemudian jangkrik itu keluar lagi dan berteriak kembali ketika mengetahui bocah perempuan tersebut sudah melangkah menjauh. Dia seringkali membayangkan lobang jangkrik itu dalamnya sampai ke perut bumi. Lalu di dalam sana ada istana jangkrik yang megah, yang dihuni banyak jangkrik. Tentu setiap jangkrik akan mendapat tugas untuk ronda, keluar ke permukaan bumi ketika magrib tiba dan berteriak hingga larut malam. “Jangan ganggu jangkrik yang sedang mengaji.” Tegur lelaki itu tibatiba. Lelaki yang kemudian dia juluki lelaki kunang-kunang. “Jangkrik itu sedang mendapat tugas dari ibunya di dalam sana untuk mengaji malam ini. Ia mengaji agar alam raya tidak senyap sepi dan untuk menolak segala bala’ yang turun setiap malam. Ia mengaji agar kampung ini selamat.” Dia hanya bengong mendengar penjelasan lelaki itu. Kemudian merengek manja menagih kunang-kunang yang dijanjikan kepadanya kemarin malam. “Malam ini tidak ada kunang-kunang. Kau ‘kan tahu bahwa kunang-kunang itu jelmaan kuku orang mati, dan malam ini kuku-kuku yang menjelma kunang-kunang itu sedang menuju langit menghadap Tuhannya.” Jelanya begitu lembut. “Ke langit?” lelaki itu mengangguk, “lalu kapan mereka akan kembali lagi ke sini? Apakah ibuku juga ikut mengantar mereka ke langit?” “Ibumu mengantar mereka ke langit. Tapi dia nanti akan mampir ke sini. Menengok lelap tidurmu dari balik jendela, bernyanyi lembut agar kamu bermimpi indah.” “Mengapa ibuku hanya menengok dari luar jendela? Mengapa tidak masuk ke kamarku dan duduk di sisiku saja, mendongengkanku tentang nenek sihir di sebuah lembah yang tak pernah diselesaikan oleh ibu kemarin-dulu itu?” “Ibumu takut menganggu tidurmu.” Ia merengut tak puas mendengar jawaban tersebut. Lalu bocah perempuan itu mengingat-ingat kembali ucapan ibunya ketika terbaring lemah dan nafasnya keluar begitu susah beberapa waktu yang lalu: “Ibu akan pergi sebentar” “Ke mana?” “Ke tempat kunang-kunang dibuat. Kamu jangan sedih tanpa ibu ya” “Di mana tempat kunang–kunang

itu, ibu? Kata nenek kunang-kunang dibuat dari kuku orang mati. Apakah ibu mau mati?” Air mata ibunya mengalir pelan mendengar pertanyaan bocah yang belum genap lima tahun itu. “Ibu tidak akan mati. Ibu hanya mau pergi untuk membuat kunang-kunang yang banyak, lalu akan kembali lagi. Membawakanmu kunang-kunang seterang rembulan.” Dia hanya mengangguk. Tidak girang tidak juga sedih.

“Setan yang senang makan kunangkunang dan suka menculik anak kecil di malam hari.” Tapi dia tidak hirau. Dia tidak takut wong samar. Dia hanya ingin melihat dan menangkap kunang-kunang. Dia hanya rindu kepulangan ibunya dari tempat pembuatan kunang-kunang. Maka ketika neneknya sedang shalat magrib—yang biasanya sampai tiga puluh menit lamanya, dengan zikirnya— dia keluar rumah, lalu mendapati

Setelah ibunya pergi untuk menangkap kunang-kunang, ia hanya bersama kakek dan neneknya. Setiap malam hanya mematung di depan jendela kamarnya, menunggu ibunya pulang membawakan kunang-kunang seterang rembulan. Setiap ada kunangkunang melintas di atas pagar halaman, dia begitu senang menyangka ibunya telah datang bersama kunangkunang. Namun lama-kelamaan kunang-kunang itu semakin menjauh, terbang ke awan atau ke sudut-sudut gelap pekarangan. Hilang sudah kesenangannya, berganti kerinduan dan kesedihan. Dan itu terus berulang setiap malam, mematung di depan jendela menunggu ibunya bersama mahluk ajaib dengan kedap-kedip cahaya. Hingga kemudian dia diliputi kebosanan. Dia keluar kamar, memberanikan diri bermain di halaman di bawah terang rembulan. Tentu saja dengan tidak menghiraukan larangan neneknya. “Jangan suka main di luar rumah pada malam hari, apalagi kamu bocah perempuan. Dibawa wong samar kamu baru tahu rasa.” Marah neneknya. “Apa itu wong samar, nek?”

kunang-kunang menari di atas pekarangan, memainkan lampunya, memamerkan kedipan-kedipan yang membuatnya senang. Sejak saat itu ia bertemu dengan lelaki yang memberinya sepasang kunang-kunang. Lelaki itu datang tibatiba, masuk ke pekarangan rumahnya dan tak pernah dia lihat sebelumnya. Setiap dia di pekarangan rumahnya pada malam hari, lelaki itu selalu menghampirinya dan kemudian berlari ke dalam kegelapan ketika mengetahui ada atau bocah itu dipanggil neneknya. Dia menyukai lelaki itu. Menyukai karena bicaranya sangat lembut seperti ibunya, menyukai karena lelaki itu sering bercerita perihal kunangkunang, menerjamahkan bunyi jangkrik kemarau ataupun membawa pesan dari ibunya. “Katanya ibuku malam ini akan datang bersama kunang-kunang seterang rembulan, tapi mengapa kamu yang datang?” Protesnya sambil merengek malam itu. “Rencananya memang malam ini ibumu akan kemari. Tapi ternyata ibumu masih sibuk membuat kunangkunang. Makanya aku yang datang dan

menyampaikan pesannya. Mungkin besok ia kemari dan membawakanmu kunang-kunang seterang rembulan.” Ia cemberut mendengar ucapan lelaki yang disebut lelaki kunang-kunang itu. Kemudian tanpa permisi ia melangkahkan kaki menuju ke rumahnya. Meninggalkan lelaki kunang-kunang sendiri di hitam pekarangan. Meninggalkan kunang-kunang yang menarinari di tangannya. *** Ribuan kunang-kunang turun dari langit malam. Ribuan kunang-kunang memainkan cahayanya yang remang. Mengerubungi tubuh kecilnya, hanggap di rambutnya, di pundaknya, di hidungnya, di bajunya, di lengan dan kakinya. Dia geli sekaligus girang. Dan di antara kunang-kunang yang masih terus berdatangan dari langit malam, tiba-tiba dia melihat ibunya juga turun, dengan sayap emas dan cahaya di wajahnya melebihi terang kunangkunang. Setelah kakinya menginjak bumi, ibunya tersenyum kepadanya. Ia berteriak senang dan sesegera ingin memeluknya. Dia berlari mendekat, mendekat, sangat dekat namun tubuh ibunya tak tersentuh. Berulang kali dia mencoba, tapi tetap saja. Tidak tersentuh. Ia tersunggur ke tanah di antara ribuan kunang-kunang yang hinggap di kerikil tajam. “Bangunlah sayang. Ini ibu di pekarangan di antara kunang-kunang seterang bintang dan rembulan.” Ucap ibunya tiba-tiba dan membuat dia terbangun dari tidurnya. Sudah larut malam. Jagat semesta sunyi. Jangkrik kemarau di luar tidak mengaji lagi. Neneknya di sampingnya sudah terlelap. Kemudian, diam-diam bocah perempuan itu melepas selimut tidurnya, beranjak meningggalkan ranjang tanpa sepengetahuan neneknya. Menuju ke luar, ke pekarangan tempat biasa melihat kunang-kunang. Tapi sesampainya di pekarangan dia tak menjumpai siapa-siapa. Tak ada kunang-kunang hilir mudik terbang setinggi bumbungan. Tak ada kunangkunang hinggap di pohon kemiri seperti biasa. Tak ada siapa-siapa, tak ada apaapa. Yang ada hanya gelap, gelap dan kesunyian yang menteror. Wajahnya setengah mengantuk tapi dia tahan, karena keinginan bertemu ibu untuk mengobati rindu selama ini dan mengambil kunang-kunang yang menari di tangannya. Malam semakin mengerikan dengan ranting-ranting pepohonan yang dimainkan angin-iseng. Tapi bocah perempuan itu tak ada ketakutan sama sekali. Dia mendongakkan muka ke langit. Langit kemarau penuh bintikbintik ajaib. Kemudian tersenyum, kunang-kunang yang dibuat ibu masih di atas sana, katanya. Dia duduk di atas batu besar yang ada di pekarangan, tempat kesukaan ibunya dulu ketika mengajaknya bermain di sore hari. Dia terus duduk menunggu yang akan datang malam itu. Berjam-jam, bermalam-malam, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Tapi ibunya dengan kunang-kunang seterang rembulan tidak juga datang. Tidak pula lelaki kunang-kunang yang biasa mewakilkan ibunya, menyampaikan pesan ketika ibunya masih terlalu sibuk membikin kunang-kunang. Tidak ada. Hanya sunyi semesta yang semakin gila memainkan perasaan sepinya. Lalu tanpa diduga, dari pojok langit utara seekor kunang-kunang terbang dengan cepat, memainkan lampu diskonya di atas angkasa. Tapi semakin dekat semakin mengecil cahayanya. Lalu hinggap di tangan bocah perempuan itu dan cahayanya padam seketika. *Buat ibu ketika aku berusia empat tahun.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar. Achmad Cholid

Adi Wiryadarma Nuriarta

Satya Dewi Windhu Segara

Dewa Komang Mahadewa


6 Capricorn Peruntungan: Mumpung kondisi masih berada di atas, dimana banyak yang simpati dan percaya pada kapabilitas Anda, sebaiknya benar-benar bisa dimanfaatkan jangan malah terlena dan puas dengan keadaan ini tanpa ada tindakan yang lebih riil. Karier: Jaga ucapan Anda jangan sampai menimbulkan blunder yang bisa menghambat langkah Anda ke depannya nanti. Kesehatan: Mudah sekali jatuh sakit di pengujung bulan ini, maka dari itu jagalah kondisi badan. Keuangan: Relatif tenang dan jauh dari goncangan berat. Sekalipun ada itu masih bisa ditangani dan tak terlalu mengacaukan keuangan Anda. Asmara: Selama Anda menaruh kebebasan pada dirinya, maka kadar cintanya akan semakin tebal dan semakin sayang saja.

DIMENSI

Minggu Kliwon, 17 September 2017

Kemuliaan "Tirthayatra" dalam Ajaran dan Tradisi Veda Sada daridrair api hi sakyam praptum naradhipa Tirthabhigamanam punyam yajnair api visiSyate (Sarasamuccaya 279)

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

Aquarius Peruntungan: Walaupun masalah setumpuk, tetapi harapan untuk lolos tetap terbuka lebar. Yang terpenting keyakinan dan kepercayaan diri tetap dipegang teguh. Karier: Jangan sampai muncul keraguan ataupun kebimbangan segalanya harus dilandasi dengan keyakinan sebelum melangkahkan kaki. Kesehatan: Tetap terjaga dengan baik, apalagi jika Anda selalu tenang dan tidak keburu panik dalam menyikapi permasalahan yang ada. Keuangan: Jangan cemas walaupun pengeluaran cukup tinggi akan tetapi income yang datang masih lebih tinggi. Asmara: Selama bisa menjaga perasaannya maka tidak akan ada cekcok mulut, cobalah untuk selalu tersenyum walaupun terkadang hati jengkel. Pisces Peruntungan: Kemenangan dan ketentraman semakin Anda rasakan di minggu ini. Masalah seakan menjauh sehingga langkah Anda bisa lebih santai dan ringan. Kesehatan: Hawa kantuk serasa sulit untuk dihilangkan di minggu ini, sehingga tak heran jika tugas menjadi terbengkalai karenanya. Karier: Atasan masih menghormati diri Anda, untuk itu jangan dikecewakan begitu saja. Keuangan: Jangan terlalu boros karena masih banyak kepentingan yang harus diselesaikan dulu. Asmara: Berhati-hatilah terhadap mulut manis mereka, sebaiknya jangan cepat percaya dan tergoda. Aries Peruntungan: Belum ada perubahan, masih saja ada masalah yang membuat Anda pusing tujuh keliling. Walau begitu tetaplah Anda berpikiran panjang, tataplah masa depan dengan optimis. Karier: Kesempatan tetap terbuka lebar, jangan disia-siakan begitu saja. Kesehatan: Jagalah kondisi badan Anda sebaik mungkin dan hindari minum-minuman keras. Keuangan: Jika ada gagasan sebaiknya disimpan dulu tunggu saat yang tepat untuk memulainya. Asmara: Sedang banyak problem untuk itu selesaikan satu per satu dan jangan biarkan menumpuk. Taurus Peruntungan: Hindari pertikaian yang tidak ada untungnya itu, cobalah berpikir serealistis mungkin sehingga bisa terhindarkan dari keinginan yang terlampau tinggi dan sulit untuk digapai dalam waktu dekat ini. Karier: Jangan membuatnya cemas, Anda harus selalu menjalin komunikasi dengan atasan. Kesehatan: Berolahragalah secara kontinu dan benar sehingga kesehatan tetap selalu terjamin. Keuangan: Tetap saja sulit untuk lepas dari bayangbayang pemborosan, walau begitu tak ada salahnya jika Anda tetap berhemat. Asmara: Sudah seharusnya Anda lebih mengerti tentang sifat-sifat pribadinya, lalu buat apa pertengkaran ini terus terjadi. Gemini Peruntungan: Tetaplah optimis karena dimana ada kesulitan disitu pasti ada jalan untuk menuju kesuksesan, bukankah antara penderitaan dan kebahagiaan selalu berjalan beriringan. Karier: Bersakit-sakitlah dahulu bersenangsenanglah kemudian. Kesehatan: Jika sudah dijaga sedemikian rupa masih saja jatuh sakit sebaiknya tak perlu kecewa karena sakit itu juga merupakan nikmat yang harus disyukuri. Keuangan: Cukup lancar hanya saja tetaplah waspada dengan orang yang kurang bisa bertanggung jawab. Asmara: Tabahlah dalam menghadapi cobaan ini, jangan ambil keputusan jika Anda masih dalam keadaan emosi. Cancer Peruntungan: Cobalah lebih konsisten terutama dalam membina hubungan yang baik dengan partner kerja Anda. Sebab jika tidak berhati-hati maka segala rencana Anda akan buyar hancur berantakan. Karier: Jangan patah semangat apalagi jika atasan sudah memberi angin positif bagi Anda. Kesehatan: Apalah artinya kesuksesan dalam berKarier jika tidak diikuti dengan kesehatan badan Anda, untuk itu jaga kesehatan semaksimal mungkin. Keuangan: Pemasukan masih sesuai dengan yang diharapkan, hanya saja sikap sembrono Anda itu sebaiknya benar-benar diwaspadai. Asmara: Maksud Anda ingin menyenangkan sidia, tapi belum tentu sidia mau menerimanya. Leo Peruntungan: Kemujuran masih berpihak pada diri Anda dan segala masalah berangsur-angsur dapat terpecahkan. Dan itu semua berkat adanya bintang penolong yang selalu membantu langkah Anda di minggu ini. Karier: Masih dapat kesempatan untuk bisa menyodok keposisi yang lebih baik lagi. Kesehatan: Sekalipun badan tampak sehat saat ini jika tidak ada upaya untuk menjaganya maka tidak lama akan jatuh sakit juga. Keuangan: Sedikit goyah, ini dikarenakan semakin banyaknya kebutuhan minggu ini yang harus Anda cukupi. Asmara: Jangan cepat cemburu buta, gunakan rasio dan jangan menggunakan perasaan terus. Virgo Peruntungan: Kemujuran tampaknya masih sulit untuk diharapkan di minggu ini, karena begitu banyaknya persoalan yang harus diselesaikan dan tak bisa mengharapkan dari kemujuran untuk menyelesaikan semua itu. Karier: Tak perlu cemas ide akan ditolak, kemukakan saja dengan alasan-alasan yang masuk akal. Kesehatan: Program diet untuk saat ini ditunda dulu, ingatlah akan kondisi badan Anda yang terus menurun. Keuangan: Pertahankan keuangan Anda yang sudah bagus ini, kalau bisa Anda tingkatkan lagi. Asmara: Sabarlah karena memang sudah jalannya begitu, Anda harus mau menerima dan memaklumi kekurangan-kekurangannya. Libra Peruntungan: Meski suasana di minggu ini kurang bersahabat, akan tetapi kemujuran tetap mendampingi Anda, sehingga tak perlu cemas dan khawatir. Jalankan rencana Anda dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati. Karier: Walau sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, sebaiknya jangan terlalu lama untuk bisa lebih dekat lagi kepada mereka. Kesehatan: Redam emosi jika tidak ingin kondisi kejiwaan Anda menjadi terganggu. Keuangan: Tak perlu cemas, pemasukan cukup lancar sehingga segala kebutuhan bisa terpenuhi. Asmara: Suasana semakin bertambah mesra saja, pertahankan dan hindari segala macam percekcokan hanya karena persoalan yang sepele saja. Scorpio Peruntungan: Tetaplah optimis, yakinlah bahwa setiap permasalahan yang ada, pasti ada jalan keluarnya, yang penting bagaimana menjaga agar pikiran tetap selalu fresh sehingga bisa berpikir dengan jernih dan konsentrasi. Karier: Tak perlu ragu untuk menuangkan ide dan kreasi Anda kepada atasan, karena hanya dengan demikianlah mereka jadi tahu akan kemampuan Anda saat ini. Kesehatan: Kondisi badan menunjukkan grafik positif sehingga Anda tak perlu pusing untuk beraktifitas seperti biasanya. Keuangan: Manage-lah pemasukan sebaik mungkin, jangan sampai pengeluaran melebihi pemasukan yang ada. Asmara: Sebisa mungkin untuk tidak marah diminggu ini walaupun suasananya serba menjengkelkan. Sagitarius Peruntungan: Di minggu ini akan menemui berbagai rintangan yang sangat menjengkelkan. Sadarilah semuanya memang harus diraih dengan perjuangan, kecil kemungkinan untuk bisa mendapatkan apa yang diidam-idamkan jika tanpa diiringi ikhtiar dan kerja keras. Karier: Jangan biarkan kesalahan di masa lalu terulang kembali, itu akan membikin hati atasan semakin jengkel saja. Kesehatan: Kondisi badan nampak baik dan tidak ada masalah. Teruslah beraktivitas dengan seenjoy mungkin. Kebiasaan minum air putih sebaiknya terus dilanjutkan. Keuangan: Pengeluaran ataupun pemasukan masih tetap stabil dan tidak ada masalah. AsmaDiasuh Oleh ra: Sedikit mengalami Putri Wong Kam Fu kekacauan untuk itu hadapilah semuanya Berlaku : 17 - 23 September 2017 dengan kepala dingin.

MIMBAR AGAMA

Menghayati Makna Sembahyang kepada Leluhur dan Para Arwah pada Bulan Ke-7 Imlek Redaktur Khusus MIMBAR

Khonghucu WS. CH. Budhi S. Pribadi.SP Di dalam Kitab Suci Catatan Kesusilaan (Li-Ji)- XXV, Hal ikhtisan persembahyangan (JiTong) tersurat ‘’Dari seluruh jalan suci untuk mengatur hidup manusia, tiada yang lebih perlu daripada kesusilaan (Li), dan kesusilaan itu memiliki lima pokok dan diantaranya tiada yang lebih penting dari pada persembahyangan/peribadahan. Adapun lima pokok persembahyangan, adalah (i) yang berkaitan dengan keberkahan, (ii) yang berkaitan dengan kenahasan/ perkabungan (iii), yang berkaitan dengan perjamuan /penerimaan tamu (iv), yang berkaitan acara pemerintahan/perayaan. Di dalam melakukan sembahyangan, janganlah merupakan yang datangnya dari luar, melainkan dari dalam yang tumbuh dari hati yang tergerak lalu diwujudkan dari dalam yang tumbuh dari hati yang tergerak lalu diwujudkan dalam peribadahan (Li), karena itu hanya orang yang baji dan bijaksana, yang dapat benar-benar mengungkapkan kebenaran baru pada persembahyangan, karena sembahyang orang yang bajik dan bijaksana itu, pasti menerima berkah yang bukan sekedar berkah diniawi melainkan berkah sempurnanya berates perkara berlangsung sesuai fungsinya. Dengan sempurnanya bersembah yang itu, adalah sepenuh iman dan percaya dengan satya dan hormat, sujud, taqwa, dengan persembahan sesaji, yang diselenggakan di dalam kesusilaan/ peribadahan, dan disentosakan dengan iringan music, sesuai

dengan waktunya, maka gemilanglah persembahyangan, serta dilakukan bukan karena suatu pamrih/keinginan mendapatkan sesuatu. Demikianlah hati seorang putra berbakti. Dengan persembahyangan yang dilandasi dengan semangat berbakti, di dalam melanjutkan perawatan kepada orang tua yang dilestarikan dengan cita berbakti, itulah gudangnya segenap kewajiban bakti, yang wajib dilakukan dengan mematuhi jalan suci, tidak melawan jalinan, inilah yang disebut gudang penyimpanan, karna itu bagi seorang putrid yang berbakti. Di dalam melayani/mengabdi orang tuanya itu, mempunyai ‘’Tiga jalan Suci/San-Dao, yaitu (i) saat orang tua masih hidup member perawatan, (ii) setelah meninggal dunia, dilakukan perkabungan, (iii) seusai berkabung dilakukan persembahyangan. Di dalam melakukan perawatan pada saat orang tua sudah lanjut usia periksalah betapa kepatuhannya, di dalam berkabung periksalah betapa kedudukannya, dan di dalam melakukan sembahyangmu, periksalah betapa rasa hormatnya dan bersungguh-sungguh di dalam tiga jalan suci, itulah perilaku bakti. Melakukan sembahyang kepada leluhur pada tiap bulan ke-7 penanggalan Imlek wajib didasari semangat berbakti yang sepenuh iman memupuk cita berbakti (Cheng-yang-Xiao-Si), yaitu, penghormatan dan persembahyangan yang diluaskan sampai kepada para arwah sahabat dan orang-orang yang telah meninggal/arwah umum, itulah semangat yang wajib ada dalam hari sembahyang persaudaraan/ King-Hoo-Ping. Dengan demikian kita senantiasa diingatkan untuk tidak melupakan syukuran segenap rahmat Tuhan Yang Maha Esa, serta yang kita terima lewat orang tua/leluhur, dimana lewat para pendahulu dan jasa bakti-

nya, patut kita kenang dan hormati , dan arwahnya kita do’akan untuk sempurnanya. Dengan demikian apa yang disebut ‘’Sembahyang Persaudaraan/King Hoo – Ping (Persembahyangan kepada para arwah yang diselenggakan di Klenteng Khonghucu (Khonghucu (Khong – Cu – Bio), Jl. Bisma No. 5 Denpasar, pada tanggal 29 September

2017, adalah sebagai upacara penghormatan sebagai penyambutan pada arwah umum inilah makna sembahyang perhormatan sebagai penyambutan para arwah umum inilah makna sembahyang persaudaraan/King Hoo – Ping sesuai dengan bunyi ayat ‘’Diempati penjuru lautan, semua adalah bersaudara (Si-Hai-ZiNei,Ji-Xiong, Di-Ye).

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)


Redité Kliwon, 17 September 2017

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

Bencingah

GENGGONG – Pinaka tetamian panglingsir sané sampun arang pisan kapanggihin utawi katabuhang, kawéntenan kasenian Génggong patut ketah kasinahang mangda krama uning ring kasenian inucap.

I Nyoman Marcono

Nénten Wénten sané Nami

NGLANTURANG pamargin kasenian druén para panglingsir wantah sesana sané patut pisan kamargiang, nénten dados kacampahang. Duaning majanten jagi medal rasa iwang ring padéwékan tatkala nénten becik nyagra tetamian panglingsir inucap, napimalih kawéntenanipun kantos rered. Kahanan punika sané kapikayunin I Nyoman Marcono, juru tabuh sané ketah ngaryanin piranti tetabuhan génggong ring Batuan, Sukawati, Gianyar sangkaning nénten wénten malih sané naminin pakaryan inucap. Marcono maosang, dumun belinnyané sané makarya génggong. Santukan sampun nénten kari, anggané mautsaha malajah makarya génggong yadiastun karasayang sukil. Asilnyané taler nénten manut sakadi sané kaaptiang. Parindikan punika kadadosang paplajahan mangda prasida ngasilang génggong sané lewih becik. “Naen taler génggong sané kakaryanin sampun becik tur anut, nanging usak sangkaning plantiknyané keni tués,” baos dané. Manggalaning Sekaa Génggong Batur Sari, Batuan puniki malih maosang, dané waged nabuhang génggong duaning dumun dané malajahang raga sangkaning meled uning ring kasenian génggong puniki. Dumun dané ngawitin dados pragina godogan sané ketah kasolahang antuk iringan tetabuhan génggong. Akéhnyané panabuh génggong, Marcono maosang patut genep utawi maakitan minakadi 4, 6, utawi 8 diri krama duaning wénten panabuh sané jagi nyangsih miwah wénten sané jagi ngolohang. “Arang pisan wénten krama sané prasida waged nabuhang kalih soroh tetabuhan punika. Minakadi yéning krama inucap waged ngolohang, sinah ipun nénten prasida nyangsih. Asapunika sawaliknyané, sajabaning krama inucap sampun tatas uning ring parikrama tetabuhan génggong,” asapunika dané nugesang. (was)

I Wayan Malik

Lascarya Ngayah KAAJEGAN makudang-kudang soroh wangun tetamian seni budaya druén panglingsir, majanten nganutin sapunapi misadia kramané nami saha nglestariang kawéntenan kasenian inucap. Sakadi kasenian kuna génggong sané wénten ring Desa Batuan, Sukawati, Gianyar. I Wayan Malik, sinalih tunggil angga Sekaa Génggong Batur Sari Batuan maosang, dané kasarengin antuk angga kulawargannyané sampun sué ngamargiang parikrama nglestariang kasenian génggong. Punika sangkaning pikayunan takut yéning kasenian inucap ical sangkaning nénten wénten malih sané kayun malajahin, ngamargiang saha nglestariang. “Nglestariang kasenian génggong wantah pinaka jalaran ngayah sané patut kadasarin antuk manah lascarya duaning parikramanipun nénten dangan,” baos dané. Seniman lukis puniki malih maosang, Sekaa Génggong Batur Sari Batuan puniki kawangun daweg warsa 1971. Tatkala punika wénten tamiu dura negara sané meled nyaksiang makudang-kudang soroh kasenian kuna tradisional Bali sakadi tetabuhan génggong. Tatkala punika nyabran raina sekaa génggong ngamargiang parikrama nabuh génggong. Kawewehin, dumun nyabran wénten sesolahan sané kairing antuk génggong, panabuh génggong sané akéhnyané kantos séket diri puniki jagi malinggih dados kalih ririgan tur sang sané masolah jagi ngamargiang sesolahan ring tengah-tengah ririgan panabuh génggong. “Yéning mangkin, minakadi Galungan, akéh krama nabuhang génggong pinaka pangiring parikrama barong nglawang sané kajangkepang antuk piranti tabuh sané tiosan,” baos lanang sané meneng ring Br. Pekandelan, Batuan, Sukawati, Gianyar. (was)

(94)

Génggong

Kaloktah Ngawit Warsa 1920 YADIASTUN panglimbak masa sayan modern, kantun akéh piranti-piranti kuna sané kalestariang olih krama, pamekas krama Bali. Pirantipiranti kuna inucap wantah tetamian saking panglingsir sané patut kalestariang. Sinalih tunggil wangun tetamian kuna saking para panglingsir sané kantun becik kamargiang marupa piranti tetabuhan génggong sané wénten ring Desa Batuan, Sukawati, Gianyar. Génggong wantah piranti kasenian tradisional sané malakar antuk pupug utawi punyan jaka sané sampun wayah. I Wayan Malik, p a n a b u h g é n g g o n g s a ki n g

Br. Pekandelan, Batuan, Sukawati, Gianyar maosang, parikrama nabuh génggong wantah ngenahang piranti punika ring cangkem soangsoang, tangan kiwa ngamel kain ring bongkol génggong tur tangan kenawan matek utawi ngedeng-ngedengin tali pamatek antuk parikrama sané manut saking pidabdab utawi tembangnyané. Sinarengan punika, angin utawi angkihan saking kolongan kamedalang mangda prasida ngenin génggong sané majanten jagi ngamedalang suara sakadi suaran katak antuk titi tembang ndéng, ndong, nding miwah ndang. Suara sané medal wantah saking plantik.

Duaning punika jagi ngontal ri kala tali pangoték kabatek sinarengan sareng angkihan sané kamedalang manut ring sapunapi pidabdabipun, napi keras utawi alon. “Sané katembangang wantah tembang angklung. Ri kala katabuhang majanten kasarengin antuk piranti siosan minakadi kendang, suling, céngcéng, klenang, tawa-tawa, gong miwah ketah kamargiang sesolahan godogan,” baos dané. Kabaosang malih, kasenian génggong sampun wénten ring Batuan kirang langkung warsa 1920 sané tatkala punika kawigunayang masenengseneng utawi nglimurang

manah wusan manyi. Sios punika, piranti génggong taler kawigunayang pinaka sarana ngaturang ayah-ayah sajeroning upacara yadnya utawi nyangkepang ilén-ilén parikrama upacara sané kamargiang ring Desa Batuan, Sukawati, Gianyar. Nglestariang tetamian saking panglingsir puniki nénten ja dangan. Sapunika taler ri kala malajahin. Sakadi sané kabaosang I Nyoman Marcono, krama sané makarya génggong taler manggalaning Sekaa Génggong Batur Sari, Batuan Sukawati. Dané maosang, kasenian génggong sané mangkin sampun dados parikrama komérsial utawi

akéhan katabuhang ring hotel utawi genah-genah wisata. Nénten malih sajeroning yadnya duaning kawéntenanipun sampun kagentosin antuk gambelan utawi tetabuhan krawang miwah sané siosan. Upah sané kapolihang saking nabuhang seni génggong ring genah-genah pariwisata nénten masaih sareng pakéwuh malajahin kasenian inucap. “Yéning wantah katabuhang ri kala wénten sané ngupah kématen, jejehin titiang kawéntenan génggong sayan nénten kauningin krama. Sané pinih kajejehin, kawéntenan génggong ical saking pakraman,” baos Nyoman Marcono sumeken. (was)

Makarya Génggong

Patut Ngawigunayang Pupug Jaka sané Wayah SAKADI sané sampun kauningayang, génggong wantah kasenian tradisional marupa piranti tetabuhan sané ngamedalang suara sané macihna pisan. Yadiastun alit nanging makarya piranti génggong nénten ja dangan. Duaning patut pisan nguratiang indik lakar sané kawigunayang. I Nyoman Marcono maosang, parikrama makarya génggong kakawitin antuk ngetep miwah nyibak pupug utawi punyan jaka sané sampun kaselehin wayah, wus punika kadéngdéng mangda tuh. Wus punika wawu kagenahang ring lengatan cangkem paon sané salanturnyané kagetep manut sikutnyané, kaserut tur kakaryanin plantik. Piranti sané kawigunayang minakadi tiuk paet tipis utawi silét mangda nénten méweh ngaryanin plantik sané ngaptiang piranti sané tipis. Plantik inucap wénten kalih pariindikannyané inggih punika sané bongkolnyané agengan jagi kaaptiang lemuh,

nanging cantengnyané tatkala ngontal tur muncuk plantik inucap alitan jagi nglantik tatkala talinnyané kakedengin. Tatkala makarya génggong, yadiastun sampun ngamolihang pupug sané becik, patut taler kadéngdéngin dumun. “Wus kadéngdéngin, pupug sané sampun mapugel-pugel miwah masibak punika kagenahang dumun ring lengatan paon sané majanten saraina keni dudusan andus pumpunan kirang langkung abulan mangda tuhnyané sayan becik. Tetujonnyané mangda nénten méweh kagarap,” baos dané. Ngeninin indik lakar sané becik kawigunayang dados génggong, dané maosang wantah soroh pupug jaka ketan. Taru jaka sané mentik ring wewidangan kebus minakadi ring Tenganan, Karangasem utawi genah siosan taler becik kawigunayang. Dané ngwewehin, pupug jaka sané taler becik inggih punika pupug taru jaka sané tatkala kantun mentik makosodan utawi makorod

sareng taru tiosan minakadi punyan tiing. Parindikan punika ngawinang wayah miwah tuh saking pupug jaka lewih becik. Satios punika, I Wayan Malik maosang, akéh génggong sané prasida kakaryanin saking apuun taru jaka pacang nganutin kahanan pupugnyané. Manawita apupug, saking bongkol kantos muncuk wayahnyané becik sinah akéhan prasida kakaryanin duaning sané jagi kanggén wantah wayah-wayahnyané kémanten. Sios punika, ngeninin indik suara sané prasida kamedalang nganutin becikkaon lakar taler parikrama ngaryanin. Sangkaning punika sané patut kauningayang tur katelebang wantah tatkala makarya génggong patut alon-alon tur becik nguratiang sekancan parindikanipun mangda nénten wénten sané iwang kagetep utawi kas erut. “Wénten sané makarya génggong dasa katih, nanging wantah akatih sané becik yadiastun sané makarya sampun

“BÉH, kadén ja suaran dialog sinétron lengut tuturanné. Dadinné I Luh ajak Ibu ané mabligbagan indik ngalih gegélan? Beneh sing ada suryak gool,” bapakné rauh nyelag. “Aah, padalem I Luh padidian mabalih, nanging sujatinné ia nglamun mara ten ada Tungurah. Dadiné nglantur raosé ka masalah pacaran,wiréh I Luh mangkin sampun kelih.” “Ooh kéto.” Gedé Dauh negak saha masuryak “gool....” Nanging Luh Méga amung ningalin score bolané MU x Arsenal 2-1. Bapakné dados salah tingkah. “Pak, tuturin ja panaké kénkén sujatinné wujud keneh iragané tur arepé tekén Luh Méga pinaka panak iragané tuah aukud cara batun buluané,” baosné Nyoman Padmini alon. “Sajan Luh, sujatinné uli ipidan Bapak ajak Ibuné meled matuturan ngajak I Luh apang nawang isin keneh Bapaké mapanak buka I Luh tuah abesik col,” baos bapanné alon.

“Nggih kénkén Pak tuturang ja, mungpung tiang mara marasa idup dadi manusa.” “Sujatinné kéné Ning, I Luh anggon Bapak ajak Ibuné panak tuah abesik col. Cara batun buluané tusing ada buin lénan ané lakar glantingin Bapak ajak Ibuné dituané kayang mati kawekas. Mawanan yén Cening ngalih gegélan ané lakar dadi kurenan Ceningé buin pidan patut ati-ati, apang I Luh tetep jumah dadi sentana rajeg. Yén nyidaang ngalih suami ané nyak lakar kaduduk mantu, kadanin nyentana. Nanging yén sing ada nyak nyentana, mirib saking marasa pada anak tunggal, sing kénkén. Dadi masih I Luh ngantén ajak suami asal enu saling kodag ajak masidi kara, saling sumbah, parid kaparid, kadanin negen dadua mapanak bareng. Sawiréh sentanan Ceningé kaungkur mula patut ngwaris ngaturang tarpana tekén leluhur apang maan linggih di kadituan,” pitutur bapakné alon nanging teges.

“Dadinné anaké ané madan ngantén negen dadua nika ten dadi asing pada anak tunggal lantas ngantén pada gelahang, pitui ia pada lén treh, lén wangsa? Pokokné pada inget tekén kawitanné soang-soang?” pitakénné Luh Mégantari matadah bingung. “Sujatinné Hukum waris, Hukum Perkawinan secara Hindu ento sangat fleksibel, yadiastun ngenahné cara kaku kolot. Perkawinan manut Hindu nganutin sistem Patriarhat maulu ka Purusa. Nanging yén ada kulawarga ané tusing ngelah panak utawi tusing ngelah pianak muani kadadosang meras pianak utawi ngadopsi panak muani. Yén sing kéto dadi masih ngangkat pianaké luh dadi sentana rajeg pawakan purusa, lantas nuduk mantu pinaka predana ané kadanin nyentana. Ané kaping untat yén sing maan meras pianak, sing ada anak muani ané nyak nyentana dadi masih matemuang pianaké pada gelahang ngantén ajak suami ané

BPM/was

PLANTIK – Sané kautamayang sajeroning génggong wantah plantik sané magenah ring tengah-tengah. Piranti inucap jagi ngawinang suaran génggong dados kaon yéning usak utawi nénten becik kakaryanin. sué ngamargiang parikrama inucap. Punika makacihna yéning génggong sané kaaptiang wantah genggong sané

pepadonan lakar sané wayah taler parikrama makarya sané sampun manut ring tata-titi,” baos dané. (was)

saderajat matreh ané patuh, saling kodagang kadanin negen dadua. Artinné mula saling sumbah, saling parid masanggah bareng. Sawiréh yén i rerama matinggal lantas kabénang kanti nglinggihang Sang Déwa Pitara mula dadi abesik sig Mrajan kawitané tunggal. Panganténan cara Hindu mula madasar sekala niskala. Sing ja sekala dogén cara ngedum waris apang patuh. Sawiréh cara niskala ada arta warisan ané tusing dadi kabagi. Silih tunggil parahyangan, bakti, lan sesana” baosné Gedé Dauh nlatarang indik sadaging manahné ring pianakné Luh Mégantari. “Béh yén kénten dija tongos keadilan hak lan kewajiban anaké luh kapining anak muani? Koné derajat manusa di jagaté patuh, hak-né masih patuh,” pasaurné Luh Méga sendu. “Derajat manusané saja patuh, nanging kodrat-né mabinayan. Mawinan hak anaké luh lan muani maan pendidikan, nyemak gegaén, maan jabatan di swasta

lan pemerintahan, kayang jabatan keagamaan dadi pamangku, pandita sing ada bédané. Nanging titah manusané ané luh lan muani sing dadi patuhang. Upami beling, nglahirang, manyonyoin. Ngwetuang bibit katurunan ané madan sukla uli purusa muah swanita uli predana pinaka wadah. Dadinné saenuné madan brahmacari, hak lan kewajiban patuh. Nanging yén suba manjing grehasta, patemun lingga kalawan yoni patut mauwah swadarmané manut kodrat. Yén cara Hindu sang Predana ngatut ka Purusa. Sangkal ada ané madan Ardanaréswari, loroloroning atunggal. Kélangan hak waris di sanggah rerama, nanging maan hak waris di sanggah matuanné. Sing dadi ngangkangin makadadua. Sejabaning ané ngantén negen dadua ané masanggah tunggal, saling kodagang pada gelahang bareng,” pitutur reramanné teges ngawinang Luh Méga bengong nguntul. (Masambung)


Upacara

8 Bebantenan

Sanggah Panunggun Abian

Pinaka Pangijeng, Ngemit Sadaging Abian

Tetuek Caru Nyomia Bhuta Kala

KRUNA caru manut Pustaka Samhitaswara maartos jegég utawi listuayu. Wénten taler sané ngartosang manis utawi adung. Manut teges caru punika, tattwa caru dadosné ngardi mangda i manusa sané ngamargiang upacara macaru punika setata adung saha becik masanding sareng sahananing sané wénten ring jagaté puniki. Adung madasar antuk kapatutan utawi dharma. Kruna somya utawi saumya mawit saking basa Sansekerta sané mateges tis utawi teduh taler maartos tresna asih. Bhuta mawit saking kruna bhu artosnyané sané wénten. Bhuta sané wénten puniki mawit saking unsur-unsur Panca Maha Bhuta minakadi; pertiwi, apah, bayu, téja miwah akasa. Kruna kala taler mawit saking basa Sansekerta sané maartos dedauhan utawi galah. Yéning adungang sami punika dados caru nyomia bhutakala, suksmannyané mangda i manusa setata tis utawi adung ring kawéntenan Panca Maha Bhutané miwah paileh galahé utawi adung ring pailehan dedauhan. Nyabran raina, wénten kapah tigang galah luiré, semengan sadurung endag Sang Surya sawetara jam 04.00 kantos jam 08.00 kawastanin Satwika Kala. Salanturnyané jam 08.00 kantos jam 16.00 kawastanin Rajasika Kala. Sawetara jam 20.00 kantos jam 04.00 semengan kawastanin Tamasika Kala. Manut Wrehaspati Tattwa 21 nyinahang yéning guna Sattwam miwah guna Rajah masikian ngwisésa Citta utawi pikayun i manusa, malarapan guna Sattwam lan guna Rajah sané masikian punika ngardi i manusia madué idep utama ngardi sané mawasta patut tur becik. Guna Sattwam ngardi pikayun utama, guna Rajah ngardi manusa ngamargiang pikayun utama tur becik punika ring parilaksana saraina nénten wantah utama ring pikayun kémanten, sakéwanten ring parilaksana. Bhuta Yadnya yéning sampun mawasta caru sinah sampun nganggén ayam pinaka sarana sané pinih alit. Ayam punika niyasa guna Rajah. Yéning guna Rajah punika sampun kasomia artosnyané guna Rajah sampun kapatitis antuk idep sinah jaga metu parilaksana sané anteng ring kahuripané, mamargi tinut ring galah utawi kala miwah genah sané mawit saking Panca Maha Bhuta. Yéning parilaksanané sampun manut ring pakibeh bhuta miwah kala sinah sampun nemu rahayu ring kahuripan. Yéning caru sané lewih ageng pastika sampun ngawigunayang tigang soroh buron minakadi bébék, ayam, miwah bawi utawi kucit. Tetiga soroh buron inucap sampun jangkep dados niyasa Tri Guna. Manut Sarasamuscaya, bébék punika niyasa wiwéka sané prasida ngunadika cén sané patut tur nénten patut, cén sané becik tur kaon. Ayam niyasa guna Rajah miwah kucit niyasa guna Tamah. Tetiga soroh buron punika waluya piranti yadnya pinaka titi pangancan sané kanggén nuntun Tri Guna mangda trepti manut tutur Wrehaspati Tattwa. Uripé jaga sidha labda yéning sampun prasida madué idep Sattwam, anteng nglaksanayang sané patut tur pacang mayus malaksana sané tan patut. Manut Pujastawa banten peras sané mawasta Prasidha utawi sukses yéning sampun Tri Guna punika sakti. Ring pujastawa pangénter banten peras olih Jero Mangku kabaosang, “Pras ngarania Tri Guna Sakti. Artosnyané, Peras wastané yéning Tri Gunané punika sampun waged. Sapunika sinalih tunggil katattwan banten caruné. Katattwan caruné punika jaga prasida nincapang parilaksanan i manusa pamekasnyané umat Hinduné yéning suksman caruné punika sampun kamargiang ring kahuripan saraina. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)

Redité Kliwon, 17 September 2017

PATEH sakadi ring pakarangan paumahan sané madaging palinggih Panunggun Karang, ring abian taler patut madaging palinggih sané kawastanin palinggih Panunggun Abian. Palinggih/sanggah Panunggun Abian kawéntenannyané minab sayan arang tur kalaliang. Indiké punika sangkaning sayan akedik krama Bali sané madué abian, pateh sareng kawéntenan cariké sané sayan cupit. Krama sané madué abian utawi tegalan, lumrahnyané ring bucun-bucun tegalé pastika wénten sanggah, punika sané kawastanin Sanggah Panunggun Abian. Manut Jro Mangku Pudjung, sinunggil pamangku dadia daweg kacunduk ring Désa Tubuh, Rendang, Karangasem maosang, yéning madué tegalan utawi abian, sinah ring bucun-bucun abiané patut wénten kalinggihang Sanggah BPM/dok Panunggun Abian. Sanggah PANUNGGUN ABIAN - Ring abian utawi tegalan, patut mad- puniki biasané wénten kalih, aging palinggih Panunggu Abian sané kagenahang ring bucu asiki kalinggihang ring bucu Kaja Kangin miwah bucu Kaja Kauh. abiané Kaja Kangin, malih

Ibu Pertiwi miwah Ibu

Pangemit Urip Bhuwana Agung miwah Alit NGAJIANG anak istri sujatiné sampun saking riin kauningayang malarapan teks-teks sastra, sajeroning sumber lontar, miwah sané tiosan. Anak istri patut kaajiang, anak istri sajeroning teks-teks sastra tradisional akéh sané kapatehang kawéntenannyané sareng ibu pertiwi. Minab patut pisan punika, duaning ibu makekalih inucap, sami pateh nguripin. Ibu pertiwi nguripin sekancan daging Bhuwana Agung ring mercapada, ibu (manusa) ngembasang saha nguripin pianaknyané. Ibu, kemuliaan ibu, saking ngembasang kantos miara, numbuhang pianak-pianaknyané kantos dados manusa sané maguna. Ibu, yakti identik sareng kemuliaan, madué sifat tulus miara, teguh ngemit saha tanpa pamrih ngubuhin. Punika awinan, majeng anak alit, ibu punika makejangkejangnyané. Punika awinan, majeng anak sané kantun madué ibu, mangda marasa bagia, ajiang miwah ajinin ibuné sakantuné nyeneng mangda malih pidan nénten nyelsel. Sajeroning teks sastra tradisional, akéh kacari-

tayang ngeninin indik kawéntenan ibu. Carita punika, minakadi Carita Sutasoma. Sajeroning teks lontar kacaritayang, Sang Sutasoma marasa angob nyaksiang ri kala wénten singa luh sedek neda pianakné duaning layah, duaning nénten molihang mangsa. Malih irika kacaritayang, Sang Sutasoma sedih nyingakin singa sané neda pianakné padidi, raris Sang Sutasoma mapiteket majeng i singa. Ri kala Sang Sutasoma ngicén piteket, i singa wantah meneng kémanten. Akéh piteket Sang Sutasoma majeng i singa, yadiastun singa pinaka buron alas. Sajeroning carita punika, minab akéh piteketipun. Sujatiné carita puniki ngicén piteket metuéling para istri mangda madué sifat miara, ngicén kasih sayang, ngemit saha nyaga pianaknyané malarapan manah lascarya nglintangin geginannyané. Yéning nénten wénten ibu, jagaté puniki pacang mati, nénten wénten panguripan. Kantun akéh carita tradisional lianan sané nginggilang nyaritayang kautaman ibu. Sapatutnyané, para istriné mangkin malajahin sumber sastra tradisional ngeninin indik kautaman ibu. Santukan panglimbak jaman, akéh para istriné mangkin nglaliang tegaknyané pinaka

istri sané ngemit, miara pianakpianaknyané, duaning lewih milihin karir. Sangkaning punika, pianaknyané sané keni wasana pinih ageng, indiké punika taler banget ngawinang pikobet sajeroning kahuripan makulawarga. Gumanti penting pisan karasayang tegak pinaka ibu, nanging ring masané mangkin, ibu nénten prasida banget kapelihang. Kasukertan para istri taler patut kauratiang, keamanannyané taler patut kauratiang. Fungsi nguratiang punika, wantah dados tugas para lanang, gumanti yéning sampun saling ngerti sakadi asapunika, kasukertan kulawarga miwah tuwuh keharmonisannyané prasida lewih lami. Punika awinan, ibu kabaosang mulia, kantos iriki prasida katelebin, napi awinan para istri pacang lewih kaajiang ring kulawarga ri kala ngamargiang swadharmannyané pinaka ibu sané miara pianak-pianaknyané, bandingang ring para istri sané milihin karir. Alasannyané minab wantah siki, dados ibu wantah pinaka tetujon pinih untat para istri. Punika awinan, ngiring éling malih para istriné mangkin majeng swadharmannyané pinaka ibu sané miara pianakpianaknyané. (uma)

asiki kalinggihang ring bucu abiané Kaja Kauh. “Patut kalinggihang Panunggun Karang ring abian, tetujonnyané mangda wénten sané ngempu utawi ngemit abiané,” baosnyané. Dané negesang, pinaka jadma manusa sané embas ring Bali, mawit embas sampun nguningin upacara agama. Punika nyihnayang iraga taler percaya indik napi sané wénten ring jagaté puniki pastika wénten pangempunnyané, sapunika taler yéning maabian, ring abiané iraga pacang mamula-mulaan, mulamulané wénten sané ngempu. Sapunika taler ring abiané iraga maubuh-ubuhan, ubuhubuhan iraga wénten taler sané ngempu, iraga patut éling antuk sekancan kawéntenan ring wewidangan inucap. “Saking Sanggah Panunggun Abian iraga nyumbah, ngastiti majeng bhatara pangempu mula-mulaan miwah pangempu beburoné, mangdané kapicain waranugraha. Sekancan sané

kapula miwah buron sané kapiara tumbuhnyané prasida becik, mupu, landuh, mangda asilnyané akéh prasida kaalap,” tegesnyané. Baos Jro Mangku, sanggah Panunggun Abian kawangun marupa tugu sané kaabih olih kalih gundukan ring sampingipun, gundukan punika genah ngaturin pangabih Ida sané sareng ngwantu Ida ngemit saha miara sadaging abiané. Ida ring sanggah Panunggun Abian katurang odalan nepet raina Buda Kliwon Ugu. Nanging biasané tetep Ida katurin canang nepet raina ageng Bali minakadi Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon, utawi rerainan tiosan. “Yéning indik aturan saraina, kramané ring désa biasané ngaturang yadnya sésa utawi ngejot labaan, sesampuné puput maratengan, maka cihna iraga saking sekala adung sareng wong saking niskala, gumanti prasida sareng-sareng saling ngempu sadaging abiané,” baosnyané. (uma)

Satua

Déwata lan Manusa Olih : Madé Taro RING genahé sané sepi, Sang Citra Gopta bengong minehang sapunapi minab rupan manusané punika. Risampuné prasida dané minehang, irika lantas dané ngambil tanah legit agemel lantas ring ajeng Bhatara Catur Lokapala, dané mejekmejek saha ngiling-ngiling tanah inucap alon-alon kantos alus. Punika lantas dados togog tetiga sané rupannyané becik pisan inggih punika nyihnayang manusa lanang asiki, manusa istri asiki miwah manusa bancih asiki. Togog inucap majujuk antuk kalih batisnyané tur matannyané sané selem setata nyingakin ka arep. Sangkaning suéca Ida Sang Hyang Widhi Wasa, togog inucap sada alon nayungang tangan, nindakang batisnyané tur prasida malaib, masuara miwah makaikan sakadi beburon. Makudang-kudang warsa Bhatara Catur Lokapala nabdabang parikrama miwah suaranyané raris manusa-manusa inucap prasida maurip tur nyinahang déwéknyané pinaka pakardin Hyang Paramakawi sané pinih luwih. Ipun lantas makarya basa paribasa kanggén mabebaosan, nandur sekancan tetanduran, maboros ngrereh ulam, makarya reratengan miwah ngaryanin umah preragan. Satmaka nénten bina sakadi para déwatané. Kasuén-suén manusané punika marasa asah tur pada sareng para déwatané. Risedek dina anu, semengan pisan sinalih tunggil manusa punika ka tukadé jagi makoratan, irika kapanggihin déwata sané medal tur mamargi ring wewidangan tukad inucap. Sambilanga nyongkok manusa inucap macapatan ring déwatané i wawu. “Jagi lunga kija Ratu? Dados semengan sampun wénten iriki?” Déwata punika duka duaning

marasa nénten kaajiang. “Duh sing sajan bisa mapineh manusané ento, macapatan sambilanga makoratan.” Tatkala déwata inucap matur ring Bhatara Catur Lokapala indik kahanan i wawu, raris makapatpat déwatané cumpu jagi matur malih ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa ngeninin indik sané kapanggih i wawu. Yadiastun Ida Sang Hyang Widhi Wasa kalintang sayang ring manusa, nanging Ida taler duka antuk parikrama nénten patut sané kamargiang. Napi malih manusa marasa pada ring para déwata, punika mawinan Ida nganikain Bhatara Catur Lokapala mangda ngentosin kahanan manusané punika. Risampuné makapatpat déwatané matemu sareng manusa inucap raris Ida mabaos ; “Ih Cai manusa! Sujatiné Cai wantah pakardin Hyang Paramakawi sané patut tatas uning ring tata-titi miwah kapatutan. Tusing beneh tur tusing anut yéning Cai jabag nyapatin para déwata ri kala makoratan. Santukan makoratan ento leteh, sakéwanten para déwata wantah patut kasuciang. Uli jani Cai tusing lakar ngidaang ningalin para déwata miwah tusing lakar ngawag mamunyi!” Sang Hyang Catur Lokapala lantas molésang pamor ring panyingakan manusané sané ngawinang nénten malih selem mabungkulan nanging selem miwah putih. Punika mawinan manusané nénten prasida malih manggihin para déwata. Para déwata taler nagingin palengkungan ring selagan cunguh miwah bibih duuran mangda manusané prasida nyaring sekancan parisolah miwah bebaosannyané utamanipun majeng ring para déwata. (Puput)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu KLIWON, 17 SEPTEMBER 2017

9

SPORT

Canelo Vs Golovkin Siap Tempur

Old Trafford akan Sambut Rooney Manchester –

Wayne Rooney akan dapat sambutan terbaik dari Old Trafford saat dia datang bersama Everton di akhir pekan ini. Untuk kali pertama setelah meninggalkan Manchester United di musim panas lalu, Rooney akan kembali ke Old Trafford. Rooney meraih banyak hal hebat selama 13 tahun berseragam Setah Merah, mulai dari trofi-trofi sampai capaian pribadi sebagai top skor sepanjang masa klub tersebut dengan 253 golnya. Malam nanti Rooney akan kembali ke Old Trafford sebagai lawan. Tapi dia akan mendapat sambutan terbaik dari suporter MU. Sambutan untuk seorang legenda. “Saya pikir dia akan mendapat sambutan yang layak dia dapatkan. Jumlah penampilan, jumlah gol, jumlah trofi, saya pikir sudah jelas kalau dia adalah salah satu pemain paling penting dalam sejarah Manchester United,” ucap Jose Mourinho Sabtu (16/9) kemarin. “Saya yakin stadion akan memberikan rasa hormat yang layak dia dapatkan. Saya harap itu terjadi sebelum dan setelah pertandingan, bukan sepanjang pertandingan,” lanjut sang manajer. Setelah kembali berseragam Everton, Rooney memberikan penampilan menjanjikan dengan mencetak dua gol di dua pertandingan perdana Premier League. Namun dia gagal melanjutkan tren tersebut saat berhadapan dengan Chelsea dan Tottenham Hotspur, di mana Everton kalah 0-2 dan 0-3. “Terkadang di negara ini kata legenda terlalu mudah diberikan. Tapi tidak dalam kasus ini, Rooney benarbenar seorang legenda klub ini,” kata Mourinho. Dalam menjamu Everton,

Setan Merah berharap kembali ke jalur kemenangn pascaditahan imbang Stoke City pekan lalu. Meski mereka meraih hasil yang kurang memuaskan, namun Setan Merah langsung memetik kemenangan telak dengan skor 3-0 di ajang Liga Champions pada tengah pekan lalu. Oleh karenanya, momentum setan merah tengah bagus untuk kembali mendulang kemenangan di akhir pekan nanti. United bisa dikatakan memiliki rekor pertemuan yang cukup bagus melawan Everton, di mana mereka tidak terkalahkan di enam laga terakhir melawan tim asal Merseyside tersebut. The Toffees sendiri memang sempat tampil meyakinkan di awal musim, terutama setelah mereka menahan imbang Manchester City dengan skor 1-1. Namun setelah itu mereka menelan dua kekalahan beruntun di EPL atas Chelsea dan Tottenham Hotspur, sehingga mereka terdampar di peringkat 16 klasemen EPL. Kondisi ini semakin diperparah dengan kekalahan yang mereka derita di Liga Europa dini hari tadi, saat mereka dikalahkan 3-0 oleh Atalanta. Namun bukan hanya Rooney saja yang antusias kembali ke Old Trafford,

karena beberapa mantan pemain MU seperti Morgan Schneiderlin dan Michael Keane juga berambisi untuk membuktikan bahwa MU telah salah melepas mereka pada akhir pekan ini. Jelang laga ini Jose Mourinho tidak bisa pemainkan tiga pemain untuk menghadapi Everton. Tercatat Paul Pogba, Marcos Rojo dan Zlatan Ibrahimovic belum bisa bermain pada laga ini karena cederanya. Dengan kondisi tersebut Mourinho kemungkinan akan memainkan skema 4-2-3-1 pada laga ini, di mana Romelu Lukaku akan menjadi poros serangan MU, dibantu oleh Marcus Rashford, Juan Mata dan Henrikh Mkhitaryan di lini serang Setan Merah. Posisi Pogba di lini tengah MU kemungkinan akan digantikan oleh Ander Herrera, sementara pos penjaga gawang masih akan diisi oleh kiper tangguh David De Gea. Di kubu tim tamu, pelatih Ronald Koeman juga memiliki sejumlah masalah cedera jelang lawatan mereka ke Manchester. Tercatat James McCarthy, Yannick Bolasie, Ramiro Funes Mori, Ross Barkley dan Seamus Coleman tidak bisa tampil di laga panas ini karena mengalami cedera.

Lukaku Sulit Lewati Rekor Rooney Manchester – Jose Mourinho tidak yakin Romelu Lukaku bisa memecahkan rekor gol terbanyak untuk Manchester United milik Wayne Rooney. Rooney berhasil melewati rekor gol Bobby Charlton saat mencetak gol ke gawang Stoke City musim lalu. Gol terakhirnya untuk The Red Devils di laga kontra Tottenham Hotspur membuatnya tercatat telah mencetak 253 gol dalam 559 laga berseragam United. Lukaku dan Rooney akan berhadapan saat kedua mantan klub mereka berlaga di ajang Liga Primer Inggris, s a a t United men-

jamu Everton di Old Trafford, malam nanti. Meski mampu mengawali kariernya di United lewat perolehan enam gol dalam enam laga di semua kompetisi, Mourinho meragukan Lukaku bisa melewati pencapaian Rooney bersama The Red Devils. Terlebih menurutnya kini situasi di kompetisi teratas Inggris tersebut telah berubah. “ S a y a pikir Wayne telah menghabiskan

sekitar sepuluh tahun kariernya di Liga Primer yang berbeda dengan yang berlangsung saat ini,” ujar Mourinho, Sabtu (16/9) kemarin. “Liga Primer yang lebih mudah untuk mencetak gol, bukan hanya karena perbedaan antara tim papan atas dan yang lainnya, tapi juga karena profil dan interpretasi taktik di kompetisi tersebut. Saya pikir Liga Primer saat ini memperlihatkan permainan yang lebih bertahan d a n jauh lebih sulit,” tutupnya. (kmb33/rtr)

Romelu Lukaku

Koeman sendiri diprediksi akan melakukan sejumlah pergantian dari timnya yang dikalahkan Atalanta dengan skor telak 3-0. Dengan skema 4-2-3-1 Sandro Ramirez akan diplot sebagai ujung tombak The Toffees, di mana Gylfi Sigurdsson, Wayne Rooney dan Davy Klaassen akan membantu dari sektor gelandang serang. Di lini tengah Idrissa Gueye akan dipasang dengan Morgan Schneiderlin untuk mengatur aliran bola Everton. Sementara Jordan Pickford akan bertugas sebagai palang pintu terakhir mereka pada laga ini. “Setelah konferensi pers ini saya akan segera mengadakan pertemuan dengan sebagian pemain (dengan para pemain kunci). Saya tidak akan berbicara dengan pemain-pemain berumur belasan, karena ini adalah saatnya para pemain berpengalaman itu untuk bersikap,” ucap Koeman. (kmb33/rtr)

HAL 12


OLAHRAGA

10

Minggu Kliwon, 17 September 2017

Sociedad Vs Madrid

Ujian Maha Berat Tuan Rumah

Madrid – Pertandingan jornada empat La Liga 2017-2018, mempertemukan Real Sociedad melawan Real Madrid. Pertandingan ini rencananya akan dilangsungkan di Anoeta pada hari Senin (18/9) dini hari nanti. Jika melihat papan klasemen, maka pertandingan ini sudah pasti terlihat sangat menarik. Real Sociedad saat ini sejajar dengan Barcelona di puncak klasemen dengan tiga kemenangan pada tiga laga awal musim ini. Sementara itu, Madrid tercecer di peringkat delapan klasemen dengan lima poin dari tiga laga. Tiga kemenangan yang diraih Sociedad juga bukan melawan tim-tim kecil. Mereka mengalahkan Celta Vigo, Villarreal dan Deportivo La Coruna. Pertama mereka mampu menekuk Celta Vigo di Balaidos dengan skor 3-2. Kemudian kala menjamu Villarreal, tiga gol berhasil mereka gelontorkan tanpa sekali pun kemasukan. Terakhir saat melawat ke Riazor, giliran Deportivo La Coruna yang disikat dengan skor 4-2. Keberhasilan Sociedad ini jelas bukan kebetulan. Pasalnya, sejak ditangani Sacristan pada musim 2015/2016, prestasi mereka terus mengalami peningkatan. Sebelum Eusebio datang, Sociedad mengakhiri musim di urutan ke-12. Kemudian dalam dua musim, pria 53 tahun ini membawa La Real finis

di peringkat sembilan dan enam. Artinya, memang ada progres positif yang dialami klub ini. Namun Eusebio bukan satu-satunya sumber kesuksesan ini. Bagi Real Sociedad, kunci utamanya sebenarnya adalah bagaimana para pemuda setempat mampu memberikan kontribusi secara optimal. Meski kebijakan khusus Basque telah dihapuskan sejak 1989, ketika mereka mendatangkan John Aldridge dari Liverpool, saat ini skuat Sociedad masih didominasi pemain lokal. Dari 24 nama yang didaftarkan ke La Liga, 13 di antaranya merupakan alumni akademi Sociedad. 12 di antara mereka, termasuk kapten dan pemilik 501 caps Xabi Prieto, adalah orangorang berdarah Basque. Sementara satu pemain lain, Ruben Pardo memang tidak lahir di Basque, tetapi dia berasal dari provinsi La Rioja yang letaknya persis di sebelah selatan Basque. Yang istimewa, para putra daerah ini pun benar-benar mendapatkan porsi cukup besar di skuat racikan Eusebio. Enam di antara mereka— Alvaro Odriozola, Aritz Elustondo, Inigo Martinez, Xabi Prieto, Asier Illaramendi

dan David Zurutuza adalah anggota reguler di sebelas awal Sociedad. Inilah yang membuat tim berkostum biru-putih itu menjadi begitu spesial. Sacristan menyatakan skuatnya relatif aman dari gangguan cedera. Hanya Raul Navas dan Carlos martinez saja yang dipastikan absen dalam pertandingan melawan Madrid nanti. Inigo Martinez dan Mikel Oyarzabal sudah bisa bermain kembali meski kondisinya belum seratus persen. Sektor penjaga gawang masih akan dipercayakan kepada Geronimo Rulli. Ia akan dilindungi Odriozola, Elustondo, Inigo Martinez, serta Kevin Rodrigues. Xabi Prieto, Asier Illarramendi, serta David Zurutuza akan menjadi pengatur permainan di tengah. Sementara itu, sektor penyerangan akan dipercayakan kepada Adnan Januzaj, Willian Jose, serta Juanmi. “Saya yakin kami akan mampu meraih hasil positif. Mudah-mudahan para pemain tidak kelelahan pascamelakoni laga Europa League,” kata Sacristan, Sabtu (16/9) kemarin. Situasi berbeda dialami pelatih Real Madrid, Zinedine

Zidane. Pelatih asal Prancis itu masih harus terus memutar otak karena para pemain pentingnya harus absen dalam laga ini. Setelah menikmati ketajaman Ronaldo di ajang Liga Champions tengah pekan lalu, kini Madrid kembali harus kehilangan sang bintang. Ronaldo masih harus menjalani hukuman larangan bertanding karena mendorong wasit. Sementara itu, Marcelo juga masih harus menjalani hukuman akibat kartu merah yang didapatnya dalam pertandingan melawan Levante. Karim Benzema dan Mateo Kovacic sudah pasti absen dalam laga ini karena cedera. Sementara itu, Marco Asensio sepertinya akan dipaksakan bermain meski kondisinya belum 100 persen. Jika ditilik dari segi tren dan kondisi skuat, Real Sociedad tentu lebih layak untuk dijagokan. Namun Real Madrid adalah Real Madrid dan pada musim lalu pasukan Zidane berhasil menang 3-0 di San Sebastian. Malah sejak Sociedad kembali promosi ke La Liga pada musim 2010/2011, mereka hanya bisa menang sekali atas Real Madrid jika bermain di kandang, yakni pada musim 2014/2015 lalu. Jadi, untuk memprediksi siapa yang akan menang memang sangat sangat sulit. (kmb33/rtr)

Patahkan Rekor Buruk di Kandang Lawan

London – Arsenal akan berusaha bangkit dari kecenderungan hasil buruk di laga tandang. Repotnya, The Gunners juga kerap tampil buruk di markas Chelsea yang akan disambangi. Dari empat pertandingan yang sudah dijalani Arsenal di Premier League 2017/2018 sejauh ini, dua di antaranya adalah berupa laga tandang. Arsenal kalah di kedua laga tersebut, 0-1 di markas Stoke City, 0-4 di kandang Liverpool. Hasil tersebut melanjutkan kecenderungan buruk Gudang Peluru saat tampil di kandang lawan. Secara spesifik, hasil-hasil buruk di laga tandang itu sendiri terpicu saat kalah 1-2 di markas Everton pada 14 Desember 2016 lalu. “Tahun lalu, sebelum kalah di markas Everton kami sempat tidak pernah kalah di laga tandang selama nyaris satu tahun,” kata Manajer Arsenal Arsene Wenger, Sabtu (16/9) kemarin. “Setelah itu kami kalah di markas Manchester City. Memang benar itu sudah memberi kami masalah kepercayaan diri di laga tandang,” imbuhnya. Termasuk kekalahan di markas Everton tersebut, Arsenal kini sudah menjalani 14 laga tandang terakhirnya di Premier League dengan rincian hasil empat kemenangan, sekali seri dan sembilan kali kalah. Artinya, cuma 13 poin yang bisa direguk skuat Wenger dalam laga-laga lawatannya itu. Padahal ada maksimal 42 poin yang bisa mereka raih dalam kurun waktu tersebut.

lah usaha membenahi hasil tandang itu justru terjadi di ambang lawatan ke kandang Chelsea di Stamford Bridge, malam nanti. Arsenal belum pernah lagi bisa membawa poin penuh dari markas Chelsea selepas kemenangan 5-3 pada 29 Oktober 2011. Semenjak laga tersebut, Chelsea sebaliknya justru

sudah merangkai lima kemenangan beruntun di Premier League ketika menjamu Arsenal (2-1 pada 2012/2013, 6-0 pada 2013/2014, 2-0 pada 2014/2015, 2-0 pada 2015/2016, dan 3-1 pada musim lalu). Jika gagal mengalahkan Chelsea akhir pekan ini Arsenal pun akan kembali mengawali sebuah musim dengan menelan tiga kekalahan tandang secara berturutturut, setelah kali terakhir terjadi pada 1954. Tantangan buat Alexandre Lacazette cs jadi terasa kian menjulang karena adanya sebuah catatan lain: Arsenal cuma meraih tiga kemenangan dari 26 partai lawatan melawan tim-tim enam besar. Grafik performa mulai meningkat dalam dua laga terakhir, Danny Welbeck dan Alexander Lacazette menjadi bintang kemenangan klub atas Bournemotuh di Emirates Stadium, sebelum beberapa hari lalu Arsenal sukses mengalahkan Koln pada laga perdana di babak grup Liga Europa. Namun The Gunners tetap harus waspada. Selain selalu gagal mencuri angka, catatan negatif lain Arsenal di Stamford Bridge adalah tidak adanya torehan clean sheet dalam 12 tahun terakhir. Total 27 gol bersarang ke gawang Arsenal dalam 12 pertandingan yang semua terselenggara di ajang Liga Primer Inggris tersebut, yang berarti minimal The Blues selalu membobol dua kali gawang The Gunners selama lebih dari satu dekade di Bridge. Akan menjadi laga yang sangat berat bagi Arsenal. (kmb33/rtr)

Yangon – Timnas Indonesia U-19 sudah siap memperebutkan peringkat ketiga Piala AFF U-18 2017. Skuat Merah Putih mewaspadai semangat Myanmar di depan pendukungnya sendiri. Indonesia gagal melaju ke babak final Piala AFF U-18 setelah dikalahkan Thailand 2-3 dalam drama adu penalti. Pada waktu normal kedua tim bermain imbang 0-0. Myanmar juga tak mampu melaju ke partai puncak karena kalah adu penalti dari Malaysia dengan skor 4-5. Kini Indonesia akan berhadapan dengan Myanmar di Stadion Thuwunna, Yangon, hari ini untuk memperebutkan posisi tiga. “Kami siap melakoni laga melawan Myanmar di perebutan tempat ketiga. Pemain sudah melupakan kekalahan melawan Thailand, saat ini fokus dan akan fight melawan Myanmar,” ujar Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri, Sabtu (16/9) kemarin. Egy Maulana Vikri cs sebe-

lumnya sudah menghadapi Myanmar di fase grup. Indonesia saat itu ketinggalan duluan, tapi berbalik menang dengan skor 2-1. Indra yakin benar Myanmar kini punya semangat ekstra di depan suporternya sendiri, agar tak kalah lagi. “Kami sudah pernah bertemu mereka di penyisihan grup, jadi sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka. Mereka kami waspadai, apalagi mereka pasti tidak mau kalah untuk kedua kalinya di kandang sendiri,” ucapnya. Dalam persiapan menghadapi Myanmar, timnas U-19 pun hari ini hanya menggelar latihan dan menjaga kondisi para pemain agar bugar sepenuhnya dalam pertandingan besok. “Sore ini kami latihan ringan saja di hotel sambil recovery pemain. Terkait rotasi pemain, kami kembali lihat kondisi pemain hingga besok. Karena kebugaran pemain menjadi fokus kami, agar pemain kembali bugar di laga besok,” kata Indra. (ant)

Alexis Sanchez Arsenal jelas tak puas. Wenger pun menegaskan ingin segera balik ke jalur positif. “Itu cuma perkara seberapa besar tekad Anda. Ini mengenai sepak bola. Itu justru memberi kesempatan bagus untuk memperlihatkan tekad itu dan kami mampu melakukannya,” katanya. Yang menjadi masalah ada-

Indra Sjafri

BPM/rtr

Timnas Waspadai Myanmar

BPM/ant

BPM/rtr

REBUT - Pemain Sociedad Sergio Canales (depan), berebut bola dengan pemain Rosenborg Vegar Eggen Hedenstad saat kedua kesebelasan bertemu di ajang Europa League.

Higuain Tidak Dipanggil Timnas Lagi

Buenos Aires – Striker andalan Juventus, Gonzalo Higuain kembali ditinggalkan oleh tim nasional Argentina. Pelatih Jorge Sampaoli masih tetap mengandalkan Lionel Messi, Sergio Aguero, Mauro Icardi dan Paulo Dybala di lini serang. Bulan depan Albiceleste akan bertemu Peru dan Ekuador dalam dua pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan (Conmebol). Argentina tak punya pilihan selain meraih poin penuh dalam semua pertandingan tersebut untuk menjamin peluangnya lolos ke Rusia. Sejak Sampaoli menjadi pelatih Argentina, nasib Icardi langsung berubah. Striker Inter Milan itu dipanggil Sampaoli ke timnas setelah sebelumnya tak terpakai di era Gerardo Martino dan Edgardo Bauza. Sampaoli memasukkan nama Icardi ke dalam skuat Argentina untuk laga kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Uruguay (31 Agustus) dan Venezuela (5 September). Namun, mantan pelatih Sevilla itu tak memanggil Higuain. Menurut Sampaoli, Icardi lebih dibutuhkan oleh timnya karena lebih dari sekadar pencetak gol. Akan tetapi, dia juga menegaskan bahwa Higuain masih punya masa depan di timnas. “Ini ada kaitannya dengan analisis dari apa yang terjadi dengan tim nasional. Kami butuh seorang striker yang selain bisa mencetak gol, juga bisa membuat assist. Itulah kenapa kami memanggilnya,” jelas Sampaoli, Sabtu (16/9) kemarin. “Kami sedang menghadapi kenyataan, di mana kami di luar zona kelolosan ke Piala Dunia dan dengan sedikit waktu tersisa kami harus memanfaatkan setiap potensi dalam skuat ini. Ketika kami bicara dengan Gonzalo, kami menjelaskan kenapa kami tidak memanggilnya. Kami men-

Gonzalo Higuain jelaskan bahwa kami berharap akan ada alasan sehingga dia bersama kami lagi,” kata Sampaoli. Saat ini Argentina ada di posisi kelima klasemen sementara dengan raihan total 24 poin. Mereka hanya unggul satu poin atas Cile di urutan keenam dan kalah selisih gol dari Peru yang persis di atasnya. Lantaran posisinya yang masih sangat riskan, Messi dan kawan-kawan harus memenangkan dua laga tersebut, sehingga bisa menggeser Peru sekaligus minimal menjaga jarak dengan Cile. Andai gagal menang, Argentina bisa digeser Cile sehingga mereka harus mengucapkan selamat tinggal

BPM/rtr

untuk Piala Dunia. Peringkat empat besar zona Amerika Selatan langsung meraih tiket putaran final Piala Dunia 2018, sedangkan peringkat kelima harus menjalani play-off melawan Selandia Baru pada bulan November untuk memperebutkan tiket ke Rusia. Dengan demikian, apabila Argentina terlempar dari posisi lima besar, maka mereka gagal ke event empat tahunan tersebut. Di barisan tengah Sampaoli juga memanggil pemain baru AC Milan yang dibeli dari Lazio, Lucas Biglia. Dia juga tetap mempercayakan bintang Paris Saint-Germain, Angel Di Maria untuk mengisi lini vital tersebut.(kmb33/rtr)

Neymar Sempat Kesulitan Bahasa

Paris Marquinhos ungkap Neymar sempat kesulitan saat pindah ke PSG. Mantan bintang Barcelona, Neymar beralih ke Paris Saint Germain pada bursa transfer musim panas ini dengan nilai transfer sebesar 222 juta euro, yang memecahkan rekor transfer termahal sepanjang sejarah. Sejak saat itu Neymar telah mencatat lima gol dan lima assist dari lima pertandingan pertamanya. Meski telah menunjukkan penampilan yang sangat mengesankan bersama Kylian Mbappe dan Edinson Cavani, Neymar ternyata sempat punya masalah saat pertama kali bergabung dengan PSG. Mengenai hal itu, rekan setimnya di PSG, Marquinhos mengungkapkan bahwa Neymar pernah bertanya padanya mengenai bagaimana berbicara dengan bahasa Prancis. “Ney memiliki beberapa kesulitan dengan bahasanya, tapi dia mencoba bertanya kepada saya bagaimana mengatakan sesuatu, bagaimana cara meminta jus jeruk di restoran,” kata Marquinhos Sabtu (16/9) kemarin. Sangat dimengerti jika setiap pesepak bola yang masuk di lingkungan baru akan mengalami kesulitan dengan bahasa. Namun beda hal dengan Dani Alves, rekan Neymar yang juga berasal dari Brasil. Ia terlihat tidak be-

masalah sama sekali dengan bahasa, karena dia telah bermain dengan banyak pemain Prancis sebelumnya, dan dia tahu beberapa kata dalam bahasa Prancis. (kmb33/rtr)

Neymar

BPM/rtr


Taekwondoin Badung Juara Umum

PEROLEHAN SEMENTARA MEDALI PORPROV BALI XIII/2017 1. Badung 2. Denpasar 3. Gianyar 4. Buleleng 5. Karangasem 6. Klungkung 7. Tabanan 8. Bangli 9. Jembrana

59 42 21 12 7 6 4 2 1

37 40 11 15 10 14 11 3 11

33 28 25 25 20 20 16 10 32

Empat Wakil Indonesia ke Final Korea Terbuka

Jakarta (Bali Post)Indonesia memastikan punya empat wakil dalam laga final kejuaraan bulu tangkis Korea Terbuka 2017, setelah dua pasangan gandanya memperoleh hasil positif dalam pertandingan semifinal di SK Handball Stadium, Seoul, Sabtu (16/9) kemarin. Mereka yang memastikan langkah Indonesia itu adalah pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto, dan duet ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang sukses melibas lawan-lawan mereka di empat besar. Praveen/Debby lolos ke partai puncak selepas menyudahi langkah gemilang dan mengejutkan pasangan Jerman yang datang dari babak kualifikasi, Marvin Emil Seidel/Linda Efler dengan pertarungan dua gim langsung dengan 21-18, 21-12. Dalam pertandingan semifinal itu, meskipun bisa dibilang tidak mengalami kesulitan, berarti Praveen/Debby mengaku ada gaya permainan lawan yang meleset dari perkiraan awal. Ada pun pasanga Marcus/Kevin melaju ke final usai memenangkan pertarungan tiga gim selama 50 menit dengan duet Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda yang berkesudahan 2118, 17-21, 21-16. Marcus/Kevin menyebut dalam pertandingan empat besarnya kali ini, mereka mengalami sedikit kendala karena angin dan karena hal tersebut juga mereka harus kehilangan gim kedua yang berakibat dilangsungkannya gim penentu. Di partai final turnamen berlabel Super Series tersebut, kedua pasangan akan menemui batu sandungan yang tidak mudah, bahkan bisa disebut berat. Praveen/Debby akan menghadapi pasangan Cina Wang Yilyu/Huang Dongping yang mengalahkan Chan Peng Soon/Cheah Yee See dari Malaysia 21-15, 21-19 di semifinal. Duet Wang/Huang berhasil mengalahkan pasangan Indonesia dalam pertemuan terakhir mereka di Kejuaraan Asia. Sementara itu, pasangan ganda putra terbaik Indonesia akan menerima tantangan salah satu rival terberat mereka di final Korea Terbuka 2017, selepas duet Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen memastikan langkah dengan bangkit dan menumbangkan wakil Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi 17-21, 21-16, 21-17. (ant)

Gianyar (Bali Post)-

Tim taekwondoin Badung memastikan juara umum pada Porprov Bali XIII/2017, setelah mendulang 11 keping emas di Gedung SMK Pariwisata Werdhi Sila Kumara, Silakarang, Singapadu, Sukawati, Gianyar, Sabtu (16/9) kemarin. Bahkan pundi-pundi emas tim taekwondo Badung masih berpeluang bertambah, mengingat empat alet taekwondo andalan Badung yang turun di kyorugi juga digadang-gadang mendulangh emas pada hari terakhir, Minggu (17/9) ini.

Argya Virangga Roring

BPM/dok

Ke-11 medali emas Badung dipersembahkan Ni Kadek Heni Prikasih, Ni Putu Desya Putri Srinadi, Wulandari Tri Suryadi, Argya Virangga Roring, Rahmat Putra Nugraha, Dewa Gede Tri Dharma Duta (kyorugi), serta Muhammad dan Najmi Wirisundari (poomsae individu), Melinda Evelyna/Fajri Shidqi (berpasangan), Adithya Parasamya Nugraha/Fajri shidqi/ AA Putra Ananda Caesar Jagaditha, serta Najmi Wirisundari/Lisa Latifah/Melinda Evelyna (beregu).

Denpasar (Bali Post)Perenang Pande Made Iron Digjaya sukses menyumbang medali emas di nomor 100 meter, gaya dada, pada Popnas di Kolam Renang Jatidiri, Semarang, Jateng, Sabtu (16/9) kemarin. Selain itu, perenang Bali lainnya Devi Novita Lestari merebut perak di nomor gaya punggung 50 meter, serta medali perunggu dirah Ni Nyoman Dewi Setiari di nomor 400 meter gaya bebas. Duet pelatih renang Bali di Popnas Kadek Sudiyasa dan Wayan Wiarta yang dikontak kemarin menyatakan pihaknya berharap perenang asuhannya

15 emas,’’ sebut Gusti Agun Made Pranata dan Ong Stevanus. Medali emas lainnya diperoleh atlet Ni Kadek Surya Febriyantari (Klungkung) di kelas -67 kg, Siti Roissatul Hidayah (Gianyar) di kelas -57 kg, Willa Avdinta Istiqmah (Gianyar) di kelas -49 kg, Hendra Dwi Santoso (Karangasem) di kelas -74 kg, Ni Made Sasmita Ayuningrum (Karangasem) di kelas -62 kg, Ida Bagus Dwipa Natha (Buleleng) di kelas -58 kg. (022)

bisa menambah medali lagi. Dijelaskanna, perenang Devi Novita Lestari, Putu Wirawan, dan Dewa Gede Anom Artha Tanaya kembali turun ke kolam di nomor punggung 200 meter, Dewi Setiari di bebas 800 meter, serta Dewa Gede Anom Artha Tanaya dan M. Fauzan turun di nomor kupu 50 meter. ‘’Saya optimis anak-anak mampu menambah medali lagi,’’ kata Kadek Sudiyasa. (022) Pelatih Kadek Sudiyasa (kiri), Ni Nyoman Dewi Setiari, Pande Made Iron Digjaya, Devi Novita Lestari, dan pelatih Wayan Wiarta.

Petembak Denpasar Borong 17 Emas Madura FC Bakal Rekrut Pemain Baru

Denpasar (Bali Post)Setelah mendapat 15 keping emas, petembak Kota Denpasar kembali mendapatkan dua emas pada Porprov Bali XIII/2017, di Lapangan Tembak Bhayangkara Polda Bali, Tohpati, Sabtu (16/9) kemarin. Dua emas dipersembahkan Kadek Rico Vergian Dinatha, di nomor air pistol standar 10 meter perorangan, serta beregu Kadek Rico Vergian Dinatha/

Putu Rivan Agusdinatha/Ketut Agus Sutrisna Putra. Medali perak direbut Ida Bagus Arista Pradana/IB Made Krisna Satritama Wijaya/A.A. Gede Bagus Mahottama Putra, dan medali perunggu diraih Wayan Ariyoga Diatmika/Rico Bagus Aditya W/Richi Lorasda AD (Badung). Untuk perorangannya medali perak direbut Putu Rivan Agusdinatha (Denpasar) dan

perunggu Wayan Ariyoga Diatmika (Badung). Satu lagi medali emas disabet petembak Buleleng Ketut Samuel di nomor metal shiloute rifle 33 meter, kemudian perak direbut Wayan Ovan Sudarsana (Denpasar) dan Made Agus Sikiawan (Denpasar). Cabor tembak masih mempertandingkan nomor centre fire perorangan dan beregu pada hari terakhir, Minggu (17/9) ini. (022)

BPM/wan

Tim Softball Denpasar dan Klungkung Raih Perunggu

Gianyar (Bali Post)Tim softball putri Kota Denpasar dan tim putra Klungkung memastikan meraih medali perunggu di ajang Porprov Bali XIII/2017, yang digelar di Lapangan Astina Blahbatuh, Gianyar, Sabtu (16/9) kemarin. Tim putra Klungkung harus puas mendapat medali perunggu pasca di babak semifinal ditundukkan Denpasar dengan skor 4-16. Hasil lainnya, kemarin tim putri Tabanan ditundukkan Klungkung dengan skor 6-17. Selanjutnya tim putri Klungkung menantang Badung pada babak final, Minggu (17/9) ini. Sedangkan di sektor putra, tim Badung jumpa Denpasar di laga pamungkas. Pelatih softball Badung Wayan Adi Mulyana dan Made Santon mengakui tim Badung bertekad mengawinkan medali emas baik putra maupun putrid. ‘’Tim putra kami dikapteni Wayan Eka Darmawan, berikut tim putrinya mematok medali emas untuk softball,’’ tutur Adi dan Santon. (022)

Ganyar (Bali Post)Catur nomor beregu mix standar, medali emasnya direbut pecatur Badung yang menurunkan Kadek Iin Dwijayanti/Gracelia Paramesthi Samekto/Octo Dami/Surip, pada ajang Porprov Bali XIII/2017 di Gedung Koperasi Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Sabtu (16/9) kemarin. Sedangkan medali perak direbut Devi Noviantari/Katherine Venica Anthony/Simon Kurniawan/Hartanto (Denpasar) dan medali perunggu diraih Andriadi/Hadi Sbhan/Ni Kadek Ayu Krisnayanti/Ni Komang Ratna Oktaviana Putri (Karangasem). Dengan hasil ini, tim catur Badung masih mendominasi dengan mengoleksi sembilan emas, dua perak dan dua perunggu, disusul Buleleng dua emas, dua perak dan lima perunggu, serta Denpasar merebut satu emas, enam perak dan dua perunggu. Serta Tabanan meraih satu emas dan satu perak. Cabor catur bakal berkahir Minggu (16/9) ini, dan tinggal mempertandingkan nomor beregu mix cepat dan beregu mix kilat. (022)

Pelatih taekwondo Badung terdiri atas Gusti Agung Made Pranata Astawa, Ong Stevanus, dan Fandy Desta mengakui, kuartet taekwondoin asuhannya bakal turun pada baris terakhir, Minggu (17/9) ini. Mereka adalah Bima Candra (80 kg), Jenendra (+87 kg), Kharisma Christian (-87 kg), serta Charisma Junita (+73 kg). ‘’Cabor taekwondo ini memperebutkan 21 keping emas dan kami sudah menyabet sebelas emas, jika ada tambahan empat emas lagi, berarti kami bisa mendulang

Perenang Pande Iron Sumbang Emas di Popnas

SOFTBALL—Suasana pertandingan cabor softball, pada ajang Porprov Bali XIII/2017, di Lapangan Astina, Blahbatuh, Gianyar, Sabtu (16/9) kemarin.

Catur Mix Standar Milik Badung

11

GELANGGANG

Minggu Kliwon, 17 September 2017

Sumenep (Bali Post)Madura FC berencana merekrut empat hingga lima pemain baru untuk menghadapi babak 16 besar Liga 2 Indonesia 2017. “Tambahan pemain baru dengan kualitas yang tentunya lebih bagus dari yang sudah ada dibutuhkan oleh kami untuk menghadapi laga dalam babak 16 besar dan selanjutnya,” ujar Pelatih Kepala Madura FC, Salahuddin di Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (16/9) kemarin. Madura FC adalah tim sepak bola asal Sumenep yang berhak lolos ke babak 16 besar Liga 2 Indonesia 2017, setelah meraih posisi ke-2 di fase grup 7. Pemain baru yang akan direkrut Madura FC itu berposisi penjaga gawang, bek kanan, gelandang dan penyerang. “Kami akan secepatnya menyelesaikan proses rekrutmen pemain baru itu, supaya nantinya mereka yang terek-

rut bisa segera beradaptasi dengan pemain lainnya,” kata Salahuddin. Saat ini merupakan masa jeda kompetisi menjelang babak 16 besar. Tim pelatih Madura FC memprogramkan peningkatan mental dan fisik para pemain. Mental yang kuat dan fisik prima dibutuhkan para pemain dalam setiap laga krusial, seperti babak 16 besar. “Mohon doa dan dukungan publik sepak bola di Sumenep dan Madura pada umumnya, agar kami bisa menjalani laga di babak 16 besar dengan maksimal dan selanjutnya lolos ke babak delapan besar,” ujarnya. Pada babak 16 besar Madura FC tergabung dalam grup D bersama PS Mojokerto Putra, Persiwa Wamena dan Martapura FC. Madura FC akan menjalani laga pertama dalam babak 16 besar pada Sabtu (23/9), yakni tandang melawan PS Mojokerto Putra. (ant)

Gianyar (Bali Post)Tim voli putra dan putri Badung memastikan melenggang ke babak final pada Porprov Bali XIII/2017, di GOR Kebo Iwa, Gianyar, Minggu (17/9) ini. Pada babak semifinal, Sabtu (16/9) kemarin tim putri Badung menundukkan Denpasar dengan skor 3-1, sedangkan semifinalis lainnya, Putri Jembrana menekuk tuan

rumah Gianyar dengan skor 3-0. Dengan demikian, Badung jumpa Jembrana di laga pamungkas. Di sektor putra tim badung juga unggul atas Denpasar dengan skor 3-0 dan semifinalis lainnya tim tuan rumah Gianyar menang atas Tabanan dengan skor 3-0. Atas hasil ini, tim putra Badung melaju ke final meladeni tuan rumah Gianyar. (022)

Tim Voli Putra dan Putri Badung ke Final

BPM/wan

TERJATUH - Pembalap Gianyar Komang Wahyu Anggara terjatuh ketika melintsi tikungan tajam pada sesi latihan dan uji coba sirkuit Pororv Bali XIII/2017, di Sirkuit Jalan By-pass Dharma Giri, Gianyar, Sabtu (16/9) kemarin.

Pembalap Gianyar Komang Wahyu Anggara Terjatuh Gianyar (Bali Post)Atlet balap motor Gianyar, Komang Wahyu Anggara saat berusaha menyalip lawannya di tikungan mengalami musibah terjatuh dari kendaraan sepeda motor yang ditungganginya pada sesi latihan uji coba sirkuit, di Sirkuit Jalan By Pass Dharma Giri, Gianyar, Sabtu (16/9) kemarin. Tubuh Komang Wahyu Anggara rebah tertindih motor yang dipacunya persis saat menikung tajam. Kendati demikian, upaya

Komang Wahyu Anggara mampu bangkit dan kembali menggeber motornya guna mengejar ketertinggalan dengan racer lainnya. Wahyu Anggara sendiri rencananya turun di kelas bebek 125 cc perorangan. Para pembalap yang berlaga di ajang Porprov Bali XIII/2017 ini, menempuh rute melalui jalan By-pass Dharma Giri, Jalan Ciung Wanara dan Jalan By-pass Ngurah Rai mengitari patung pusat Kota Gianyar. Pembalap motor Komang Wahyu Anggara dalam sesi latihan

bersama pembalap lain dari Badung, yakni Yasin Gabriel Soma, pembalap Badung lainnya I Gusti Ngurah Diva Ismayana Tjahyadi, I Kadek Khrisna Dharma Putra (Jembrana), Maliki Soma Pebalap (Badung), I Gusti A. Arya Bima K. Pebalap Denpasar NS 3 A, I Gede Oik Sudarma (Klungkung), serta rekan sesama Tim Gianyar I Putu Indra Kusuma NS 4 A. Cabor balap motor rsmi dipertandingkan di ajang Porprov Bali pada Minggu (17/9) ini. (kmb43)

BPM/wan

LOMPAT — Pebola voli putri Kota Denpasar melakukan smes keras sambil melompat ke arah lawannya, tim Badung dalam babak semifinal Porprov Bali XIII/2017, di GOR Kebo Iwa, Gianyar, Sabtu (16/9) kemarin.


12

LAGA

Minggu Kliwon, 17 September 2017

Canelo Vs Golovkin

Siap Tempur Las Vegas – Jelang pertarungan melawan Gennady Golovkin, bintang tinju Meksiko Saul “Canelo” Alvarez menegaskan bahwa dirinya sudah berada dalam kondisi siap tempur. Mega duel di kelas menengah tersebut akan berlangsung di ring tinju T-Mobile Arena di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat hari ini. Laga tersebut juga akan memperebutkan mahkota IBF/IBO/WBA Super/WBC yang saat ini masih digenggam Golovkin. “Saya tidak ingin banyak bicara, saya siap. Saya tahu apa jadinya, ini akan menjadi pertarungan yang sulit,” kata Canelo Sabtu (16/9) kemarin “Dan itulah yang saya siapkan. Saya hanya ingin Anda menikmatinya, sebagaimana saya akan menikmatinya,” imbuh petinju berusia 27 tahun itu. Alvarez memang tidak diunggulkan dalam laga kontra Gennady Golovkin, namun petinju populer Meksiko itu akan menerima bayaran lebih mahal dari sang Raja KO dari Kazakstan. Alvarez disebutkan menerima 20 juta dolar, atau sekitar Rp 265 miliar. Golovkin kabarnya dibayar 15 juta dolar, atau Rp 198,86 miliar. Itu merupakan bayaran pokok sebagai penampil, belum termasuk pembagian keuntungan penjualan hak siar televisi bayar per tayang. Jika ditambahkan pembagian keuntungan dari hak siar televisi, tiket dan beberapa pemasukan lain, Alvarez diperkirakan menerima 55 juta dolar atau sekitar Rp 729 miliar. Golovkin bakal mendapatkan 33 juta dolar atau Rp 437,5 miliar. meski tidak diunggulkan, Canelo memiliki modal lebih untuk mengahadapi laga nanti. Alvarez sedang berada di masa keemasannya. Dalam usia 27 tahun, Alvarez memasuki puncak kariernya. Setelah merasakan kekalahan pertama dari Floyd Mayweather pada 2013, Alvarez mengatakan bahwa dia belajar banyak dari kekalahan tersebut. Dia kini semakin dewasa, dan mampu mengontrol emosinya jauh lebih baik dibandingkan empat tahun lalu. Ayah Mayweather yang sekaligus pelatihnya, Floyd Mayweather Sr mengatakan jika Alvarez secara konsis-

ten mampu memasukkan pukulan ke badan Golovkin, maka itu akan berakibat fatal bagi petinju tak terkalahkan asal Kazakstan tersebut. “Golivkin adalah petinju yang bagus, tapi dia juga punya kelemahan. Saya yakin Canelo akan menang jika mampu menerapkan instruksi dengan baik,” ujarnya. Sementara itu, Golovkin yang belum pernah tersentuh kekalahan dalam 37 duel tinju profesionalnya juga berada dalam kondisi yang tidak jauh berbeda dengan Canelo. Petinju berkebangsaan Kazakhstan itu sudah sepenuhnya siap untuk mempertahankan gelarnya. “Saya tahu ini adalah hari terbesar untuk tinju pada era sekarang ini. Ini akan menjadi pertarungan bersejarah yang hebat,” kata Golovkin. Meski berusia 35 tahun, Golovkin diyakini masih memiliki fisik sangat prima. Majalah GQ pernah menyebutkan bahwa Golovkin adalah salah satu petinju dengan kondisi paling prima saat ini. Golovkin mengatakan bahwa tidak ada yang berubah dalam pola latihannya sejak ssepuluh tahun lalu hingga sekarang. “Golovkin menyerang dan menekan tiada henti, berbeda dengan kebanyakan petinju di dunia. Alvarez memang tahan pukul, namun dia akan jatuh juga jika terus menerus ditekan Golovkin,” kata Martin Murray, petinju Inggris yang pernah di KO Golovkin. Istri Demi melakukan persiapan yang sempurna, dia bahkan rela tak mendampingi istrinya saat melahirkan putri mereka. Golovkin lebih memilih untuk berlatih demi

Gennady Golovkin Vs

Saul Alvarez

08 April 1982 Lahir 18 Juli 1990 Kazakhstan Asal Meksiko 179cm Tinggi 175cm 178cm Jangkauan 179cm Triple G Julukan Canelo Orthodox Stance Orthodox 37 (33KO) Menang 49 (34KO) - Kalah 1 - Seri 1

menajamkan kemampuannya melawan petinju paling top di Meksiko tersebut. Padahal jarak antara Big Bear (lokasi berlatih) dengan tempat sang istri melahirkan di Santa Monica hanya butuh dua jam berkendara. Petinju dengan rekor 37 kali menang, 33 di antaranya KO dan tak pernah kalah ini tampaknya tak ingin kecewa dalam pertarungan nanti. Ini sangat beralasan karena dia akan mempertaruhkan sabuk juara kelas menengah WBC, WBA dan IBF yang kini disandangnya. Saat seorang wartawan mempertanyakan soal ketidakhadiran saat kelahiran putrinya ini, Golovkin terlihat marah. “Bisakah Anda tidak menanyakan tentang keluarga saya?” katanya. “Ini berbeda. Fokus saya pada tinju. Tinju itu bisnis. Keluarga soal berbeda,” paparnya. Pelatih Golovkin, Abel Sanchez pun menjelaskan soal peristiwa ketika sang jabang bayi lahir. “Saya sudah mengerjakan bagian saya,” kata Sanchez menceritakan ucapan Golovkin ketika itu. “Dia sangat bersemangat,” kata Sanchez. “Saya sempat mengungkapkan keprihatinan saya soal keputusannya untuk tetap berlatih sementara istrinya melahirkan lalu dia berkata, “Coach, bayinya akan tetap lahir ada saya atau tidak.” Dia tersenyum lebih lebar. Dia berada dalam mood yang bagus. Saya tak tahu apakah karena bayinya sudah lahir atau karena dia akhirnya mendapatkan pertarungan ini,” kata Sanchez lagi. Sanchez juga mengaku sangat heran atas keputusan petinjunya ini. Pada hari kelahiran putrinya, Golovkin tetap ingin berlatih. Padahal Sanchez sudah meminta Golovkin untuk mendampingi istrinya. “Gennady bilang, “tidak, kita mulai berlatih pukul tiga,” kata Sanchez. “Dia tak meninggalkan tempat latihan sampai pukul enam,” paparnya. Putri Golovkin lahir pukul 4. Patut dinantikan, apakah pengorbanan besar ini akan berbuah manis. (kmb33/rt)

BPM/rtr

PATAH KAKI - Pembalap MotoGP Valentino Rossi pasca-operasi patah kaki yang dialaminya.

Polisi Selidiki Pencurian Hasil Sinar x Rossi

Ancona – Kepolisian Ancona tengah menyelidiki kasus kriminal yang tak biasa, pencurian hasil sinar x Valentino Rossi. Rossi mengalami kecelakaan saat berlatih motor cross beberapa pekan lalu. Kecelakaan tersebut berakibat cukup fatal, karena The Doctor mengalami patah tulang dan absen paling tidak 40 hari sebelum bisa kembali membalap. Atas cederanya itu, Rossi menjalani operasi di Rumah Sakit Riuniti di Kota Ancona bagian tengah Italia pada 31 Agustus. Di rumah sakit itulah dicurigai telah terjadi pencurian terhadap hasil foto sinar x Rossi. Beberapa hari lalu foto yang menunjukkan hasil sinar x berupa tulang tibia dan fibula yang patah memang beredar di

media sosial. Diberitakan Marca Sabtu(16/9) kemarin, kepolisian setempat kini tengah menyelidiki kasus tersebut. Karyawan rumah sakit dicurigai menjadi pelaku pencurian data tersebut. Kecurigaan tersebut didasari fakta, bahwa hanya karyawan rumah sakit yang memiliki aksen pada data-data pasien. Polisi mencurigai foto-foto tersebut dicuri untuk kemudian dijual dan akhirnya muncul di media sosial.

Masa Depan Masa depan Valentino Rossi setelah musim 2018 pada balapan MotoGP akan ditentukan di Sirkuit Mugello. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh Bos tim Yamaha, Lin Jarvis. Pada dasarnya Yamaha sudah melakukan perpanjangan kon-

trak kepada Valentino Rossi sampai akhir 2018. Akan tetapi, setelah kontrak itu berakhir Lin Jarvis mengaku tidak akan terburu-buru. Bahkan mungkin perpanjangan kontrak tidak akan secepat sebelumnya, di mana perpanjangan kontrak The Doctor biasanya dilakukan pada seri perdana, GP Qatar. Sebaliknya perpanjangan kontrak bisa terjadi di bulan Juni tahun depan. “Saya berharap kita akan membahasnya dengan dia, dan saya kira ini tidak akan secepat seperti di Qatar untuk tahun depan. Saya pikir mungkin sekitar di seri Mugello, di mana Rossi akan tahu apakah dia ingin memperpanjang kontraknya melampaui 2018. Tapi sejauh ini kami tidak membahasnya,” kata Lin Jarvis. (kmb33/rtr)

Saul “Canelo” Alvarez (kiri) dan Gennady Golovkin

BPM/rtr

McLaren dan Honda Akhirnya Berpisah London – Honda dan McLaren mengonfirmasi perpisahan mereka mulai musim depan. Menyudahi kerja sama yang sudah terjalin, dianggap jadi jalan terbaik untuk kedua pihak. Dalam pernyataannya jelang perhelatan GP Singapura, Presiden Honda Takahiro Hachigo mengakui kalau kerja sama yang terjalin dengan McLaren tidak menghasilkan apa yang diinginkan kedua pihak. Atas alasan itulah berpisah menjadi jalan terbaik untuk mereka. “Disayangkan kami harus pisah jalan dengan McLaren sebelum bisa memenuhi ambisi kami. Bagaimanapun kami membuat keputusan dengan keyakinan kalau ini merupakan langkah terbaik untuk semua pihak di masa depan,” ucap Hachigo dalam rilis yang dimuat di situs McLaren, Sabtu (16/9) kemarin. Berpisah dengan Honda, McLaren akan beralih menggunakan Renault. Kerja sama dengan pabrikan asal Prancis itu sudah diteken untuk durasi tiga tahun. Renault hadir ke dalam tim McLaren tidak hanya sebagai pemasok mesin, namun mereka menempatkan insinyur dan teknisi untuk saling bertukar pikiran. Bagi McLaren yang terus mengalami keterpurukan belakangan ini, kerja sama tersebut merupakan angin segar bagi tim. “Ini adalah keputusan strategis untuk Renault Sport Racing. Kerja sama ini merupakan yang pertama kalinya dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami. Kami tahu bahwa McLaren akan serius di lintasan,” ujar Jerome Stoll, President of Renault Sport Racing. McLaren sendiri sempat mengalami perbaikan kinerja pada musim lalu. Namun di musim ini kedua

Fernando Alonso pembalap mereka kerap dihadang dengan kendala teknis. Bahkan untuk sekadar finish dalam satu seri saja kedua pembalap mereka harus berjuang keras. “Keputusan hari ini menyadarkan kami untuk terus bergerak maju dengan sasis yang telah kami buat. Program teknis untuk musim depan juga terus kami tingkatkan tanpa ragu. Sebagai sebuah organisasi, kami selalu bekerja keras dan berharap dengan Renault kami bisa menghasilkan kemenangan,” ujar Zak Brown, McLaren Technology Group Executive Director. Takahiro Hachigo, President & Representative Director of Honda Motor Company Ltd tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Sebab, Honda belum sepenuhnya memenuhi ambisi untuk menjadi yang terbaik. ”Patut disayangkan, kami akhirnya berpisah dengan McLaren. Tapi kami

membuat keputusan ini dan mempercayai sebagai langkah yang terbaik untuk masing-masing pihak,” ujar Hachigo. Mewakili Honda, Hachigo juga menyampaikan terima kasih untuk fans yang mendukung tim dan pebalap selama ini, anggota tim dan semua yang terlibat dalam senang dan kecewa sejak Honda memutuskan comeback pada 2015 lalu. ”Kami akan melanjutkan perjuangan bersama McLaren sampai musim 2017 berakhir, lalu kembali ke F1 pada 2018 dengan aktivitas lainnya,” ucap Hachigo. Menariknya, pada waktu bersamaan Honda pun mengumumkan sudah menjalin hubungan dan menemui kata sepakat untuk bergandengan dengan Toro Rosso. Honda akan menyuplai mesin tim asal Italia itu

BPM/rtr

pada musim balap 2018. ”Toro Rosso adalah tim berpengalaman dengan energi muda. Semua di Honda menanti untuk bekerja sama dan kami senang memulai chapter baru dalam perjalanan kami di Formula 1 bersama mereka,” ujar Hachigo dalam siaran resmi satunya lagi. Franz Tost, Team Principal of Scuderia Toro Rosso juga menyatakan antusias atas kerja sama ini. ”Semua orang di tim ini sangat menanti bekerja dengan Honda. Sejak penemu Honda, Soichiro Honda masuk di balapan motor, ajang balap selalu menjadi bagian penting dari etos kerja perusahaan. Ini adalah tantangan yang sangat menarik, dan saya harap kedua pihak mampu meraih hasil bagus setelah bekerja bersama,” ujar Tost. (kmb33/rtr)


Sastra

Redité Kliwon, 17 September 2017

I Kaki Dengkil

Sang Wijayasastra 23

SRAYANG-sruyung I Kaki Dengkil mamargi ring marginé agung. Montoré pasliwer nénten rengeanga. Gupukan andus trek pasiré sapisanpisan ngawinang sesek angkihané. Ngalaku-laku sakadi punika, kamula pakaryan I Kaki Dengkilé ngraina. Asapunika panampén wargi Tepisiringé. Nanging, manut pikenohné, pamarginé punika baosanga dharmayatra. Ngawai mamargi ngalaku-laku mawasta dharmayatra? Wantah sayuwakti irgamayang asapunika, minab jagi sayan ngakéhang anaké madharmayatra ngraina. I Ketut Nyangluh sané ngraina ngalaku-laku malingser ngiterin désa, naler kabaos pamargi dharmayatra? Pamuputné kasuén-suén Ipun kasengguh jatma buduh. Ngudiang kabaos buduh? Santukan kasuénsuén kanten Ipun nénten éling ring awak. Pinih rihin kelambiné sét-sét pasuranting. Raris kantos telas panganggéné ring awakné nénten rasaanga. Malalung lés-lés mamargi ngalakulaku sesampuné punika. Matiosan sareng I Kaki Dengkil, waluya ngraina mamargi sakadi ngalaku-laku, kanten durung engsap ring awak. Wantah ajak mabaosan indik kadharman, gebuh bibih Ipuné makoah-koah nyobyahang agama. Inggih té, aklamaran bawang sapunika baos dharmayatrané mabinaan sareng jatma buduh mamargi ngalaku-laku? Napi minab tatueknyané sané kabaos dharmayatra punika? Sampunang pisan punika takénanga ring I Kaki Dengkil. Midep Ipun jagi salah tampi, ngraris ngupet-upet nyaljal. Sampunang sumangsaya malih, kantené Ipun akedik pisan binané sareng I Katut Nyangluh. Wantah I Ketut Nyangluh mamargi ngalaku-laku santukan tani éling ring déwék, I Kaki Dengkil kantun éling ring déwék. Malah Ipun kalintang éling ring déwékné. Sayuwakti ké I Kaki Dengkil madharmayatra? Punika cingakin, soréné puniki Ipun sampun sagét rauh ring Pura Sakénan. Sagét kanten Ipun negak ring Balé Pasandekan Pura Uluwatuné marep Kelod padéwékan. Nénten uning napi minab pikenoh sané ibukanga. Pinih rihin I Kaki Dengkil ngalaca-laca Purana Pura Sakénan sané élinganga. “Nyak kéné, nyak kéto, cutetné Icang mai mamuja Ida Bhatara Dwijéndra. Ida Bhatara sané sampun prasida nyikiang raga sareng Ida Sang Hyang Siwa Raditya. Ento ané kabaos sakya, prasida prajanian nyikiang raga ngiring Ida Sang Hyang Widhi Wasa.” I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan sambilanga uyuk-uyuk santukan sirsir angin kesyor-kesyor saking kelod. Asapunika kamanten sané manahanga antuk I Kaki Dengkil wenginé puniki? Minab té nénten! Punika napi, sayan wengi I Kaki Dengkil iteh ngamanahang wantah dawegé alit marep Kelod saking Balé Pasandekané kanten pasih kebek. Ring kadohan kanten Nusa Duané lamat-lamat. Napi malih wantah Purnamané nedeng. Kanten pisan Nuda Duané nyunarang caya nirmala. “Dong kakéné jani panadiané? Kija jani tongos penyuné mataluh? Ilang pangliaté apah baana tekén pangurugan pasihé imaluan? Suba nyidaang ngurug pasih, jani lakar anggon apa?” I Kaki Dengkil érang santukan ri sampuné pasihé maurug dados lemah, nénten anggéna napi. Sané ya ical, sané dados lemah ya dados lemah. “Apa kéné karsaanga antuk Ida Bhatara? Apa mangedih soroh gumatat-guimitité? Misibné ené tusing pikenoh gagelaran Sang Wijayasastra! Lamun saja kéto, uling imaluan suba dadi sabatak otél gumi Serangané ené. Ida Bhatara ané malingga dini sinah lakar dadi balih-balihan. Anaké mamedek lakar dadi pregina. Payasané tepukina tawah tekén bangsa dura negarané ané malali ka Gumi Baliné. Kéto saja? I Kaki Dengkil matakén ring manah. Mangkin sampun sayan ngwengiang. I Kaki Dengkil iteh mamanah, ngamanahang pabuat pasihé kaurug rihiné. “Jani buin ngaé ékanékan lakar ngurug pasihé ba dauhan? Yén suba Ida Bhatara lugra, jeg pastika sida buin ajebos pasihé ba dauhan lakar maurug masé!” Lempuyengan I Kaki Dengkil mamanah. Kocap iraga patut mautsaha kawanten pamekas panglugrayan Ida Bhatara sané kanggé. Sujatiné sané sebetanga antuk I Kaki Dengkil, wantah pangurug pasihé punika nyihnayang wargi Tepisiringé tur wargi Baliné sinamian nénten mredu sujatiné kanda. Nénten prasida nambakin anaké sané madrué jinah ngapak-apak ring guminé. “Kénkénang koné baan nyatuayang. Lamun saja Sang Angawaraté ngelarang gagelaran Sang Wijayasastra, sinah lakar tusing kakéné lakar tepukin!” I Kaki Dengkil wantah midep ngrémon asapunika riantukan nénten prasida malih ngobah pasihé sané sampun maurug punika malih dados pasih. Sambilanga mamargi jagi mabakti ring Pura Sasuhunan Wadon, I Kaki Dengkil angkabangkab padéwékan mamargi nganginang. Sambilanga nunasang mangda Walangsangit tur bikulé nénten ngrubéda sasihé jagi rauh. (Jelantik)

Sekaa Ngeréh Nyoman Manda LAMPU sentir ané magantung di témboké ngancan nglier nyinahang lengisné suba telah. Suba makiré ngedaslemahang. Ceceké di témboké kapah-kapah masi mamunyi saling sautin nepukin anak makliudan suud magrudugan. “Beli,” ané luh mabading adéngadéng pesan makliudan krana kenyelné rasaanga buka kabungkul tulangné mapriakan. “Ah,” mauadan ia bangun di samping muaniné ané enu ngerok. “Beli,” ia ngisi lengen beliné ané siteng pesan. Ia mabading nesekin muaniné ngusud pipiné ané pidan ngaras pipiné di batan kopiné di Désa Pupuan Bukit. Inget ia dugas totonan ngejer kebus dingin rasané buka tumbén kaaras kumis halus ané nyelep buin ngusud halus pipin muaniné ané jani makliudan. “Beli bareng ja Beli mandus di tebénan, Luh mandus luanan,” luhné nyigit muaniné ané girang nuutang tingkahné tuni di tukadé tur girang nyalukin ia baju. Ajaka dua makenyem manis mula manis kakecapan hidup mara panganténan ané rasaanga jani.

“Mandus lan Beli,” manying ia ngedeng liman beliné. “Lan.” Lantas ia nyemak anduk tur sabun ané mabrarakan di baléné. Siapé pada makruyuk girang nyambut semengan ané galang sumeriang. Majantéran ia pesu ajak dua. Mara ia ngampakang jelanan suba dapetanga méménné ajak nyaman-nyamané jumah suba pada gati ngampilang prabot ané enu mabrarakan. Bapané kletak-kletek di paon netek bé ané liu masisa. “Mé, tiang bakal ka telabahé malu kayeh,” ia maakin matuanné luh ané inceg magarapan. Matuanné makenyem nepukin mantunné ané girang pesan majanteran ajak muaniné seming muané miriban magadang ka lemah. “Kemu suba kayeh ené gaé tuah bedik,” ia ngampilang lumpian ané madugdug di bataran balé dangin. Sasubané ngorahang tekén mémé bapanné, lantas Wayan Runa ajak luhné pesu bakal kayeh ka telabahé. “Mai Luh,” Wayan Runa ngedeng liman luhné. “Ndén malu Beli, tiang nyemak émbér cenik. Ditu sabun ajak sikat

13

tiangé,” lantas ia ngojog ka ambén balé dauh tongos sikat gigi ajak sabun ané mawadah émbér cenik. “Lan Beli,” sing lek ia ngedeng liman muaniné. Gangsar ia ajak dua majalan nuju ka telabahé. “Dadi Beli adéng pesan majalan, biasané di réjéng di Pupuan Bukit aéng gati pajalan Beliné,” makenyem Luh Néri nepukin muaniné adéng majalan. Inget ia dugas matunangan yén ia barengbareng bakal ka abian ngalap kopi pepes ia ngambul yén tuun menék réjéng ia pragat pamaluina duén. “Dadi Beli kenyel nah, anak ngudiang nah,” nguntul loyo ia nugtug luhné majalan. Luh Néri nyigit lengen muaniné makenyem girang inget tekén dibi sanja lampuné kanti nglier sing taunina. Makesiab ia ajaka dadua krana ada anak krakak-krikik, engsap ia sagét suba teked di telabahé. Apa bakal lekang awak mara panganténan mula tuah barengbareng. Bas mara dibi maupakara. Lantas muaniné mandus di tebénan magrudugan liang ajak timpal-timpalné ané liu masi ngulgul ia mara macemplung bareng mememan. Luh Néri sada kikuk mara teked di sisin telabahé. Suba liu anaké mememan. Ia tolah-tolih keled-keled bakal tuun. “Mai ja bareng-bareng mandus dini,” ada anak tua nakonin ia. “Nggih,” lek ia ngembus kambené sing ja élah cara di Pupuan Bukit. Macemplung ia malu sahasa ngembus kambené bareng mememan. Lantas janga di bibih telabahé. “Luh bakal dini ngoyong apa mulih buin ka Pupuan?” “Tiang mulih malih, napi malih Belin tiang drika kadung polih maan gaé tur sampun wénten pondok alit,” polos ia masaut. “Ngudiang gaéné ditu? “Yén sing masan kopi raganné nukangin,” makesiab ia ningeh anak kaak-kiik macruit mara ia matolihan ia nepukin anak luh ajak dua cara bojog macanda saling anggutin. Ia makesiab soléh nepukin anak bajang padidiana nyiksik tunduné cara bojog nyiksik bulu. Ada masi anak luh joh doriné kaang-kuung cara cicing bakal nyarah macanda ajak timpaltimpalné. Buin ada anak macuit cara munyin bojog katimpug. Ia nepukin ada anak luh ngabur timpalné nanging pasautné tur tingkahné cara bojog. Makesieng bulu kalongné nepukin tingkah anaké kayeh buka kéto. Énggalénggal ia masriugan masugi. Mara ia masugi buin ada anak macruit, inguh kenehné. Liu masi ané bangun nanging tingkahné menékang cara bojog makecos. Ibuk ia nepukin anak bajang buka kéto. Mara ia matolihan menék béh makesiab ia dadi anak luh dini bajang tua makejang nganggo sabuk poléng malimbed di basangné. Risedek ia nganggo sabuk masi sada jengat-jengit tur ada ané ngempurin makuék.

tiang ditu orahina nyujukang pondok apang sing mapunduh jumah ajak liu,” luhné masi nyumeken nyatua. “Dadi kéto, pondok Beliné kudiang? Carik né atebih mula kanti kawekas bakal garapin Beli, japin ja Beli lacur kanggoang ja di pondok Beliné, kadén sing ja joh uling pondok Luhé?” “Beli suba nawang tiang manyama tuah ajak dua duén tur Belin tiangé suba ngorahin apang tiang sing dadi joh uling jumah. Ragané suba setuju tiang ngoyong di abian ba dagin. Tanahé ento garapin, Beli nyak?” luhné sedih neneg muaniné cara anak mapangidih pesan. “Tur suba orahina nganti sertifikat-né atas nama tiang,” luhné nyrocos krana muaniné nengil duén. “Kénkén Beli, pokokné Beli mesti nyak,” sumeken ia ngambis jagut muaniné. “Nah kénkén ja demen Luhé, Beli tuah bisa numbeg tekén nyerut. Kéwala tanah Beliné eda kutanga,” polos ia ngaras luhné. “Sing tanah tiangé duén,” makenyem luhné manying, “Dadi Luh makenyem?” “Yén Beli dini ngalih gaé, dini tiang sing bani masabuk poléng sekaa ngeréh.” “Sedeng luunga Luh sing bani masabuk poléng, Beli malunan ngelah keneh sing masi bisa tur sing demen ané buka kéto mawinan Beli ngumbang ngalih gaé kanti di Bukit Pupuan tur ditu guguna Beli ngarapin tanah atebih. Beli sing bani ngorahang, nanging umah Beli anak dini, sing nyidaang tur sing nyak Beli megatang rerainan jumah, Galungan tur odalah di Kahyangan Tiga Beli mesti mulih yadiastun bangkén Beliné kangkangin luh,” seken nanjek pesan ia mamunyi. Mula unteng kenehné, japin ja kéné di banjaran iané, kéwala miikan tanah leluhurné tuah angambung di kenehné. Jelé melah tuah ené tanah palekadan tur pepamitné ka guminé wayah. “Mula patut pesan munyin Beliné, japin ja kéto anaké dini ené tuah umah raga jelé melah tuah patut sungkemin,” makelo ia nengil sesubané mamunyi buka kéto. “Luh....” “Dadiné nyak Beli bakal mulih sesubané upacara ngatelunang ragané Beli?” “Ngudiang sing nyak, Beli bakal setata mlajah nresnanin Adi...,” ia ngelut luhné. “Ané sing bani masabuk pangeréhan tur tiang nunas sica dumadak énggal sabuk poléngé puun yén suba listriké masuk ka désané dini,” sangetanga pesan nglantingin baong muaniné tur bibihné melas ngidih tresna piolasan. Ceceké uyut mamunyi. “Dumadak énggal listriké masuk ka désan Beline,” ngremek muaniné padidian ngamigmig. ***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Jagat Dwaraka

Olih : I K. Satria

SESAMPUNÉ mirengang pinunas ajinidané sakadi asapunika, Ida Sang Prabhu Krishna raris nyatuayang parindikan inucap antuk bebaosan sané becik pisan, sané ngawinang sami sumeken mirengang mangda prasida ngresepang. Sangkaning beciknyané masatua, ngawinang sami para ksatriané irika mamegeng mirengang satuan Ida Sang Prabhu Krishna sané nyaritayang indik payudan sané dahat utama sané kasengguh Bratayudha. Wénten malih Ida ngandika sakadi asapuniki, “Payudané punika wantah payudan sané matetujon ngruruh cihna kapatutané prasida jaya ring adharmané. Lianan punika, makasami ksatriané wantah sampun kukuh ring swadharma soang-soang saha mélanin déwék mangda prasida jaya saha prasida ngamel jagat antuk dasar dharma. Makasamian ksatriané nénten prasida kawilangin sangkaning akéhnyané. Yadiastun sampun awarsa, nénten prasida kawilangin akéh prajurité sané pejah ring payudané punika. Wantah sinalih tunggil saking ksatriané punika sané prasida kabaosang sangkaning kawisésan saha kapradnyanannyané sajeroning payudané. Samian nguningin indik kawéntenan Korawa sané kapucukin olih Ida Bhagawan Bhisma. Ida Bhagawan Bhisma mucukin makudang-kudang ratu mautama sané mabéla ring Satus Korawa. Lianan punika, ring genah Panca Pandawa wénten makudang-kudang ksatria sané kapucukin olih Ida Sang Shikandi sané sampun kaloktah pradnyan ring payudan saha mawisésa ngasorang sami mesehé.” Nglanturang Ida Sang Prabhu Kreshna macarita, “Ida Sang Arjuna sané mucukin para ksatria Pandawa. Ida sampun sayaga antuk panyatusan ksatria sané mautama. Payudan makekalih ksatriané sané masameton punika mamargi salami dasa raina. Payudané punika mamargi dahat ngresresin pisan, asing-asing sané ngamanggihin kasor saha rumasa ajerih sangkaning akéh prajurit sané nyerit ngubek jagat sangkaning kasor ring payudan saha padem. Ida Sang Shikandi wirang pisan mayuda mélanin ksatria Pandawané. Ida taler sampun becik kaliput antuk kawisésan Ida Sang Arjuna tatkala punika. Ida Bhagawan Bhisma nandingin antuk wirang ngamel senjata panah sané dahat mawisésa. Sakémaon Ida Sang Shikandi prasida ngasorang kawéntenan Ida Bhagawan Bhisma saha mademang kawéntenan pamucuk Korawané punika antuk makudang-kudang panah mawisésa. Angga sariran Ida Bhagawan Bhisma sampun katibénin panah mawisésa sané akéhnya nénten keni antuk ngwilangin kantos runtuh Ida Bhagawan Bhisma kasunggi antuk panahé punika. Ida Bhagawan sané kasub mawisésa punika durung padem, punika mawinan sami panahé punika dados nyunggi sariranidané ring tengahing Kuruksetra. Pikantenannyané

Énggal-énggal ia mandus dot nawang apa sujatiné ané tingkahanga tékén anaké dini. Yén jani ia matakon takut ia, nolih duén rasané ia suba kacureng. Énggalénggal ia mandus laut menékang masasad lantas mulih. Muaniné suba ngantosang. Di jalané suba sing nyidaang ia naanang dotné bakal matakon. “Beli,” ia sada nesek majalan. “Apa luh?” “Dadi kéné anaké dini?” “Kénkén Luh?’ ia sada neneng luhné. “Cara soléh anaké dini.” “Soléh kénkén Luh?” muaniné nyumeken jani ningeh patakon luhné, “Eda Beli pedih nah yén tiang mamunyi buka kéné... jeg cara tingkah ubuan bojog, cicing, celuluk ditu makejang nganggo sabuk poléng.” “Ah....” “Dadi Beli ma ah?” “Lan jumah lanturang, sing luung rasané di jalané raga nyumeken kakéné ngenahné, lantas magésoan ia ajak dadua majalan mulihné. Teked jumahné sesubané néndéng anduk tur ngejang émbér ajak sabuné, lantas ia macelep mulihan. “Telebingkah batan biu,” muaniné negak di bibih pelangkané. “Dadi kéto Beli?” “Gumi linggah ajak liu, ada kéné ada kéto,” ia nyemak suah ané ada di méjané. “Kénkén Beli?” “Dini liunan anak luh bajang tua nganggo sabuk poléng bisa nengkléng. Yén sing kéto sing ajaka raga gradag-grudug. Kéné suba gumin Beliné di ngancuté sing ada listrik. Yén peteng, sajaan peteng dedet. Malali tuah malali ka abian, sing ja nglemah nanging mameteng apang énggalan miriban med suba nglésé di galangé dadiné nglenté di petengé. Yén sing bareng-bareng kéto, yén sing nyak bareng-bareng buka kéto suleda jité, petengé jité sleduha. Ngadénang luungan néngkléng bareng meli sabuk poléng,” muaniné ngrocos nutur. “Béh.” “Dadi mabéh Luh,” “Dadi mara Beli nutur buka kéné?” “Yén pidan Beli nutur, miriban damaré nglier buka dibi sanja bakal sing tawang Beli,” luhné neneng nanging muaniné nakep tur ngelut ia. “Beli!!” “Luh,” jeg sagét mabesikan muanné. “Ah Beli nakal,” luhné maabin manying. “Luh,” ia ngremes liman luhné. “Beli yén suba suud ngatelun ragané lan mulih ka Pupuan Bukit, ditu kanggoang maburuh ngalap kopi. Ada tegalan Bapan tiangé atebih, ento garapin Beli, pidan Bapan tiangé suba ngorahin

wantah ngawinang ajerih. Yéning nénten maraga ksatria, tatkala nyaksiang kawéntenanidané sakadi sang tapa sané nglinggihin senjata sané singid. Ri kala punika Ida Sang Hyang Surya sampun mamargi Daksinayana. Punika mawinan Ida Bhagawan Bhisma durung padem sangkaning ngantosang pamargin suryané mamargi ngalérang utawi Utarayana. Ri kala punika Ida Bhagawan Bhisma pacang ninggal sariranidané nuju kasunyatan antuk manah sané dahat santi, sangkaning sampun puput ngamargiang swadharmanidané mélanin Astinapurané saha sampun kadegang ratu putran Ida Sang Pandu inggih punika Ida Sang Yudhistira.” “Ida Bhagawan Drona sané madué kawisésan saha kaweruhan mautama indik payudan, raris ngentosin kawéntenan Ida Bhagawan Bhisma dados pamucuk ksatria Satus Korawané. Nénten wénten manah ajerihidané nandingin ksatria Pandawané tatkala punika, yadiastun Ida Bhagawan Bhisma sampun kasor. Ida sampun ngawinang pangupaya mangda Satus Korawa jaya ring payudan, sangkaning kantun madué prajurit sané akéh pisan. Punika mawinan pinaka ksatria sané mapitulung majeng ring ida, Ida kaabih olih Ida Rsi Kripa, Sang Wrisha tur makudang-kudang ksatria sané tiosan. Ri kala nandingin Ida Bhagawan Bhisma pinaka pamucuk Korawané, ring Pandawa sampun ngadegang Ida Sang Drishtadyumna pinaka pamucuk, sané sampun waged sajeroning ngawigunayang sarwa senjata. Ida sampun kabih olih Ida Sang Bhima sané ngawinang kapikantenannyané sakadi Waruna sané kabih olih Sang Mitra. Sujatinnyané kawéntenan Ida Sang Dristhadyumna sampun saking riin ngantosang mangdané prasida mayuda nandingin Ida Bhagawan Drona. Ida meled pisan prasida ngasorang Ida Bhagawan Drona pinaka jalaran ngwales kapitresnan yayahrenan idané sané duk riin naenin kasor sangkaning kekasorang olih Ida Bhagawan Drona. Irika taler wénten Ida Sang Drupada miwah Prabhu Pancala. Punika sané mawinan makasami ksatriané punika mayuda antuk kawisésan sané dahat mautama. Makekalih ksatriané ageng punika mayuda antuk kawisésannyané soang-soang. Sami para ksatriané nyihnayang kawisésannyané tatkala punika ring tengahing Kuruksetra. Irika raris kawéntenan rahé tan bina sakadi dados krobok, sangkaning panyiuan ksatriané séda ring payudan punika. Payudané sané mautama punika memargi limang raina. Risampun panelah rainané kaping lima punika, Ida Bhagawan Drona prasida kekasorang olih Ida Sang Dristhadyumna.” Sakadi asapunika Ida Sang Prabhu Krishna nyatuayang. (Masambung)

Dija Buin Ngalih Dija buin ngalih… Nyama Bali ané nu sutindih Nyaga lan miara Gumi Bali Ngetohang raga ngantos mati Dija buin ngalih… Anak luh Bali ané nu luih Nyaga lan miara ané madan kasucian Makejang katanjaang lantas ilang akijepan Dija buin ngalih… Para yowana Bali ané gigih Ngelah rasa jengah ngardi melah Nanging jani tuah bisa ngaé benyah Dija buin ngalih… Tongos anaké pada najuk bulih Sawiréh cariké jani suba telah Telah benyah lan kabayah Dija buin ngalih… Bekel lega lan liang tatkala mulih Sawiréh keneh lan atiné satata sedih Paturu nyama jani pragat mamedih Dija buin ngalih… Nyén ajak ngalih Makejang jani tuah mabalih Mabalih Gumi Bali ané nyansan kampih (I Nyoman Agus Sudipta)


Kruna

14

Pinandita Ketut Pasek Swastika

Cerakén

Uleng tur Lascarya

Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Redité Kliwon, 17 September 2017

SAJERONING kahuripan krama Hindu, kapanggihin pupulan-pupulan krama sané kadasarin antuk pakaryan sané kamargiang utawi sané ketah kasambat Catur Warna. Sinalih tunggilnyané krama Hindu sané ngamargiang swadharma dados manggalaning agama minakadi mangku wiadin sulinggih. Sujatiné samian k r a m a d a d o s ngamargiang utawi nyuciang angga pinaka pamang-

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Pangkur 21.eynuæomæunæuputßlj;,

Yén sampun puput malajah, guruneb,

Guru Nabé, sin;pc*mezÙcnin/,

sinah pacang manywécanin, enmuputÓ2(a*guru,

né muput taler Dang Guru, hirgmzé&gÊhsÓ,

iraga manjing Grehasta, m\Ñhun&,

mangda uning, ti\Ð;dedosÉmhibu,

tingkah dados Rama Ibu, ekojrnæutÉs)sn,

kojaran Putra Sesana, ptutñ nÑ*ksu\Ð)min/. patut nyandang kasungkemin. 22.sk&pt)mun&km,

Saking patemuning kama, kmhb*,

kama abang, mt)mur&kmputi;,

matemu ring kama putih, mli\ái;mr&kcupu,

malinggih maring kacupu, ewnÓ)nuæj)eron&g(v,

wénten sajeroning Garbha, senpi\it/,

sané pingit, kh)mæur&bbuctu(,

kaempu ring Babu Catur, bbu2mãnlnÀbÉ, Babu Lembana lan Abra,

ku wiadin sulinggih, manawita sampun adung kahanan raga, pikayunan taler spiritual ring padéwékan. Manut pabaos Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, wakil ketua PHDI Bali ring Bidang Agama miwah Kesulinggihan, krama sané meled dados sulinggih patut pisan nglintangin paletan-paletan malajahang raga. Inggih punika krama inucap patut malajahang raga dados walaka pinih jebos tigang warsa, wus punika wawu ngranjing dados mangku pinih jebos tigang warsa sané kalanturang dados bhavati pinih jebos nem bulan utawi pinih sué tigang warsa saha nincapangang paplajahan. Risampuné punika wawu dados malinggih ngamargiang swadharma dados sulinggih, nanging patut nganutin saking sapunapi pamutus Ida Sang Nabé. “Wénten taler sané ngamargiang parikramanipun saking pangawit kantos dados sulinggih wantah tigang warsa kémant e n . Punika akéhan kamargiang olih sang sané ngamar g i a n g parikrama agurong u r o n nyané becikan tur ketah nangkil ring Ida Nabényané,” baos Ida. Ida sané s a m p u n ngamargiang pawintenan ageng dados Pinandita ring warsa 2004 puniki malih maosang, tatkala ngamargiang parikrama aguron-guron dados mangku, Pinandita utawi Sulinggih, kramané jagi nemu tur ngamargiang parikrama Sisya – Siksa – Pariksa – Diksa – Daksina. Inggihannyané sisya tugesnyané

wantah parikrama nangkil ring Ida Sang Nabé tur nyantenang raga jagi nunas ajah-ajahan saking Ida. Siksa wantah parikrama ngiring pidabdab Ida Nabé tatkala muput mangda prasida tatas uning ring parikramanipun. Sios punika taler manados galah nincapang panguleng manah tur akéh jagi nemu pikobet sané jagi nincapang teguh manah sang sané mapaguru. Ida laut nyatuayang pikobet tatkala mapaguron-guron, minakadi akéh keni sesimbingan, kacacad miwah kapisuna. Sakéwanten Ida nyuksmayang pisan sekancan pisuhan punika duaning Ida nyantenang yéning punika wantah pamarisudha karma wasananidané. “Napi malih tatkala punika wénten sané misuhin tiang antuk bebaosan; “Udeng gen Ci putih, jénggot gen Ci putih…” miwah wénten taler yowana lanang sané nyalip tiang ring margi tur maosang “fuck you…” saha nyinahang jriji tengahnyané. Nanging tiang nénten surud-surud lascarya ring sekancan sané jagi kapanggih saha ngulengang manah mangda kasuén-suén prasida nemu sané becik,” baos Ida makenyem. Risampuné wusan ngamargiang Siksa, majanten jagi kamargiang Pariksa utawi Ida Sang Nabé jagi nyantenang napi ké Sang aguron-guron sampun adung tur misadia ka-Diksa utawi kamargiang yadnya dados pinandita, mangku, miwah sulinggih. Risampuné punika wawu jagi ngamolihang Daksina utawi parindikan sané prasida ngawinang manah galang minakadi prasida nulungin krama sané meled mangda kapaicayang pitulungan. Tatkala katakénin indik nglanturang parikrama dados Sulinggih, Ida Pinandita sané taler pengurus Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi ring bidang kasulinggihan puniki maosang, mangkin durung rauh galahnyané yadiastun akéh krama maosang yéning Ida sampun adung malinggih utawi munggah dados Sulinggih. “Yen dados kabaosang tiang durung nglanturang parikrama punika duaning tiang kantun mrasa belog tur patut akéh malajah. Sakéwanten sayan akéh tiang malajah sayan ngakéhang parindikan sané nénten uningin tiang. Yadiastun kantun asapuniki, nanging tiang nyuksamayang pisan duaning setata mrasidayang nyarengin tur nulungin krama Hindu ring Bali miwah genah siosan sané ngaptiang pitulungan tiangé,” asapunika Ida Pinandita ring Ashram Sari Taman Beji Canggu Permai, Jln. Pantai Berawa Perumahan Canggu Permai Gg. Nuri V/46 Tandeg Tibubeneng, Kuta Utara puniki mapangandika. (was)

Isin Gumi

sugihnÐk)Ïdßli;.

Sugian Kakered malih.

Pemprov Bali Pacang Wantu Panyiuan ”Tenaga Kerja Kapal Pesiar”

PEMPROV Bali ring warsa 2018 pacang ngwantu memfasilitasi 1.000 diri tenaga kerja lulusan SMK ring daérah puniki sané pacang makarya ring kapal pesiar pinaka utsaha ngicalang rantai kemiskinan ring Bali. Pemerintah pacang nanggung samian prabéa, inggian béa paspor, visa, kantos tikét. Nénten perlu malih mikayunin indik prabéa, pemerintah sané nanggung seratus persén prabéa inucap. Peluang tenaga kerja inucap kautamayang majeng siswa sané kirang mampu. Parindikan inucap kabaosang Gubernur Bali, Made Mangku Pastika ri kala nglaksanayang kunjungan kerja ring maku-

dang-kudang SMK Negeri ring Singaraja. Parindikan punika kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Soma, 11 Septémber 2017 lintang. Adi Putra, Lovina Puniki wantah upaya becik pisan saking pemerintah Provinsi Bali sané patut ngamolihang sokongan. Santukan Bali, yadiastun sampun kasub ka dura negara, sakémahon kantun akéh pisan krama sané kawéntenannyané tuara utawi miskin. Antuk rerincikan punika, janten pacang nincapang perékonomian tenaga kerja inucap, napi malih

kautamayang majeng siswa sané kirang mampu.

Gung Dé, Singaraja Yéning samian gubernur utawi kepala daérah madué rerincikan sakadi puniki sinah sampun sukerta pisan jagat puniki. Niki wantah peluang sané banget kajantosang olih krama Bali santukan samian prabéa katanggung Pemprov Bali. Mawinan para siswa SMK utawi calon tenaga kerja wantah patut nyiapang méntal, nincapang kawagedan mabasa asing, nénten wantah basa Inggris kémanten taler basa asing tiosan. Tiosan punika nelebin

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

arip

1. hrip/,

1. mengantuk

2.

abah

2.

hb;,

2. kebiasaan

3.

arod

3.

herod/,

3. menangis terus

4.

arsa

4.

Á([,

4. keinginan

5.

arta

5.

Á(`,

5. kekayaan

6.

asri

6.

hsÉi,

6. indah

7.

asu

7.

hsu,

7. anjing

8.

atiti

8.

Átiti,

8. tamu

9.

blabar

9.

bÞb(,

9. banjir

10. bobab

10. ebobb/,

Bahasa Indonésia

10. bohong

kabisan sané sampun kaplajahin ring bangku SMK. Sengen, Nagasepaha Antuk uratian sané ageng pisan saking gubernur miwah Pemprov Bali, manahin titiang mabuat pisan. Program puniki sinalih tunggil utsaha mengentaskan kemiskinan. Tunas titiang mangda program inucap yakti-yakti kalaksanayang jujur, adil, miwah transparan. Nénten wénten malih sané madaya corah. Dumogi nénten salah sasaran. Gus Mang, Mayong Nyanggra rerincikan saking gubernur punika, tunas titiang majeng guru-guru ring soangsoang sekolah SMK nerus nincapang kualitas angga saha kualitas lulusan. Para guru kaaptiang sayan sumeken ngajahin saha nguratiang kabisan siswa mapaiketan sareng pakaryan ring kapal pesiar. Mangdané risampun siswa lulus, Ipun sampun sayaga makarya ring kapal pesiar. Putra, Pengastulan Kasayagayangnyané fasilitas majeng tenaga kerja kapal pesiar olih Pemprov Bali, patut kasokong olih sekolah SMKN. Mawinan sampun galahnyané prasida kamungkah jurusan pendidikan sané kaanutang antuk kondisi miwah kaperluan pasar. Saking sekolah puniki para siswa sané meled makarya ring kapal pesiar kaicén pangweruhan, pelatihan indik-indik makarya ring pesiar, lianan malajahin makudang-kudang basa asing. (ama)

I Kadek Jonita

Mawali Dados Petani

RASA kangen ring kahanan palemahan sané asri, ngawinang I Kadek Jonita mawali malih ka désannyané dados petani. Rasa urati ring palemahan miwah kahanan budaya sané sayan sué sayan rered ngawinang anggané rumasa patut mautsaha ngwangun saha nglimbakang kawéntenan désannyané. Santukan punika, dané las ngutang pakaryannyané sané pasida kabaos becik saha mawali dados petani ring désa. Dané ngwangun sekaa petani antuk tetujon ngwaliang palemahan mangda lewih asri majalaran sekaa Uma Wali. “Dumun tiang makarya ring widang pariwisata, nanging pamuput titiang mawali ka désa dados petani, ngayah ring désa,” baosnyané. Dek Enjoy - sapunika dané ketah kasambat maosang, widang pariwisata yukti prasida ngicén anggané pikolih sané becik, nanging anggané kantun madué rasa urati majeng ring palemahan miwah tatanan budaya ring désa pinaka tetamian saking panglingsir. Dané nyelehin, mawit panglimbak widang pariwisata, wénten sané karasayang mabinayan pantara panglimbak budaya miwah pariwisata. Dané éling yéning Bali urip sangkaning kawéntenan widang pariwisata sané nglimbak pisan. Beciknyané, pariwisata sané nglimbak ring Bali wantah pariwisata budaya, mawinan budaya Bali patut kaupapira saha kalimbakang mangda nénten rered kawéntenannyané. Yéning budaya punika rered napi malih kantos ical, ical taler widang pariwisatané ring Bali. “Iriki, titiang sareng sekaa miwah para petani madué cihna sané nénten kaduénang désa tiosan sajeroning ngemit saha nglestariang kahanan budaya iriki,” baosnyané sumeken. Cihna sané kabaosang, antuk makarya sekaa Uma Wali, dané sareng sekaa miwah para petani setata ngamedalang pikayunan sané inovatif sajeroning nglestariang palemahan. Kakuubin antuk Subak Ganggangan, dané sareng sekaa nerus mautsaha nglimbakang sektor pertanian ring sekaa Uma Wali puniki. “Iriki setata ngamedalang inovasi sané kantun mapaiketan ring kahanan tradisional sané madasar budaya. Sistem subak sané katerapang ring sekaa Uma Wali dados sinalih tunggil conto. Titiang setata metuéling, parikrama sané kamargiang ring carik/uma patut ngawigunayang sistem/parikrama sané alami,” dané nlatarang. Samian parikrama sané kamargiang ring carik/uma patut tradisional, mawit saking numbeg, matekap, kantos manyi, samian patut ngawiguanyang piranti tradisional, boya ngawigunayang piranti utawi parikrama sakadi mangkin ngawigunayang mesin. Minakadi proses pengolahan tanah antuk ngawigunayang pupuk kandang sané kaambil saking kelompok ternak sapi ring Banjar Tengah Kaja, Senganan. Satios punika, makarya pupuk cair taler kakaryanin olih para petani Uma Wali. Ngolah tanah miwah manyi taler ngawigunayang pawilangan Kalamasa. Pawilangan puniki wantah kapolihang saking pawilangan perbintangan miwah makudang-kudang kearifan lokal kuna sané salanturnyané kamargiang olih sekaa Uma Wali. “Yadiastun kasengguh kuna, samian parikrama ring carik wantah kahuripan. Manut tiang, uma wantah genah tiangé urip. Samian parikrama sané wénten ring uma pateh ring plalianan sané nénten ngawinang med,” lanang sané embas ring Tabanan, 15 Juni 1974 puniki maosang. Dek Enjoy nlatarang, Uma Wali wantah sinalih tunggil ajakan majeng samian krama mangda mawali precaya ring kaagungan spirit IbuPertiwi miwah Subak. Parindikan puniki sané kaaptiang pinaka taksu budaya miwah nglimbak dados pariwisata ring Bali. (bud/uma)

Negakang Keneh URIP ring jagaté puniki, jelé melah, iwang patut, becik kaon setata madampingan, adung masanding. Aget lacuré nénten dados pasahang, nénten majohan. mangkin lega, malih jebos sampun marasa sebet. Sakadi bebaosé, 'Amongkén liangé, amonto sebeté'. Sané mangkin, sapunapiang antuk mangda mrasidayang marasa lega ri kala sebet? Patakén sané dangan nanging méweh panyawisnyané. Wénten satua anaké wikan ring dharma wacanané. Dangan kabaosang malikang keneh mangda setata marasa nemu liang yadiastun iraga sedeng katiban sebet, katiban bencana. Sampun tutur malih satuayang. Wénten taler jalaran mangda ri kala marasa sebet iraga prasida kedék, tetujoné wantah mangda marasa liang ri kala sebet. Punika samian mangda iraga prasida negakang keneh. Yéning ring melahé genahang kenehé, sinah sané melah sané pacang akéhan karasayang. Yéning ring genahé sané kaon keneh punika kagenahang, sinah kaon taler sané karasayang. Sapunapiang mangda prasida sakadi punika? Yéning ring sastrané matakén, sapuniki panyawisnyané: becik-becikang makeneh, santukan napi sané kakenehang utawi kapikayunin, nika sané pacang kapanggihin. Nénten dados makeneh jelé ring anak tiosan, napi malih ring padéwékan padidi. Minakadi wawu marebat sareng kurenan ring paumahan utawi marebat sareng anak tiosan, lantas prajani ngarya status ring facebook nyelékang kurenan utawi anak tiosan mangda uningina ring anak tiosan yéning iraga sedeng marebat. Jelék padidi sampunang bes sanget umbara, sampunang bes sanget édénganga. Sakadi tuturan saha piteket anak lingsir, pabedikin nuturang kajelekan anak tios, pabedikin nyelékang timpal. Yéning nulungin anak tios, sampunang setata ingetanga, sampunang enték-entékanga. Sakéwala yéning iraga pradé polih tulungina tekén anak tiosan, sampunang kantos engsapanga, patut setata kaingetang. Yukti dangan kabaosang, sakéwanten méweh kalaksanayang. Iraga urip ring marcapada sangkaning paican Sang Hyang Parama Kawi. Pét pradé bénjang pungkur uripé matilar ninggalin raga ngungsi jagat niskala, iraga nénten prasida makelid, nénten dados tunas, nénten taler dados tulak.

Pamarginé wantah mabekel karma sané pacang dados titi pangancan sané ngateh sang atma nuju sunya. Parindikan punika ngawinang, sakantuné maurip iraga patut setata éling ring Widhi. Malaksana taler mapikayunan sané becik mangda prasida menu sané kawastanin liang. mangda prasida marasa liang ri kala sebet, prasida kedék ri kala sebet. Nénten sandang patut kenehang, santukan sané pacang rauh durung majanten, durung karuan becik kaonnyané. Sampunang taler marasa takut ring parindikan sané sampun lintang. Sané penting, rainan mangkin sané sampun pastika. Yéning setata ngenehang sané sampun lintang, marasa takut ring parindikan sané pacang rauh, iraga pacang lali ngrasayang taler ngamargiang kahuripané sané mangkin. Pamuputnyané, wantah sebet kémanten sané pacang karasayang, méweh sané pacang kapanggihin. bagia sané karasayang boya sangkaning madué arta brana sané maliah. Sakadi mangkiné, akéh anaké ngruruh liang ring sisi, minab drika karasayang pacang molihang bagia. Kaumpamiang sakadi malali ka kapé, masliahan ngengkebang rasa sebet, sakéwala mabading, akéhan jelé sané kapanggihin. Wénten taler ngruruh lega majalaran mamotoh, sakéwala akéhan panelahné. Patuh sakadi sera panggang sera tunu, pada-pada mabo bengu. Setata marasa kuangan tekéning napi sané sampun kaduénang ngawinang iraga nénten surud-surud manggihin sengkala. Ngiring mangkin malajah mangda prasida marasa madué satondéné madué. Engkebang sebeté antuk kenyem. Buka sesenggaké, 'yéning kulité selem palebihin baan makenyem apang sebengé tusing masem. Yéning sebengé masem, gidaté pecuk ngadésem, sinah liu anaké tusing demen'. Yéning sakadi punika, sinah iraga setata marasa sebet. Miargiang kémanten, pateh sakadi pamargin matan ainé sané endag saking Kangin tur engseb ba Dauh. Ngancan sué, iraga ngancan lingsir. Sakéwanten iraga mangda prasida sakadi sunar suryané sané ngancan engseb sayan becik sunaranne. Punika wantah sulur idep sulur urip sané becik. (I Wayan Tojan)


15

Minggu Kliwon, 17 September 2017

PEMIMPIN TANPA RASA BERSALAH…. l Martabat Manusia, Harga Diri Bangsa, Marwah Negara

DI TENGAH Bapak kami bercerita tentang ‘’Kenapa Bukan Sunan Kalijaga saja yang jadi Sultan’’, Kenapa pendiri Jombang tidak duduk pemimpin Jombang’’, ‘’Amanah Cincin dari Mbah Kholil Bangkalan,’’ ‘’Aliran Pencak Silat Ki Tebuireng’’ – Kakak lagi–lagi mengejar soal rasa bersalah sebagai modal utama pada jiwa seorang pemimpin. KARENA DI TENGAH kisah-kisah itu Bapak nyeletuk: Rakyat yang paling sial di suatu desa, atau yang paling celaka di suatu Negara, adalah kalau pemimpinnya tidak punya rasa bersalah. ‘’Apa ada pemimpin yang seperti itu’’, Kakak nyeletuk. ‘’Kenapa tidak’’, jawab Bapak, ‘’Banyak faktor yang bisa menjadi sebab seorang pemimpin tak punya rasa bersalah’’ ‘’Contohnya, Pak’’ ‘’Banyak sekali. Umpamanya: orang menjadi pemimpin karena ambisi pribadi. Menjadi pemimpin karena karier. Menjadi pemimpin karena direkayasa oleh sindikat penjudi dan penjahat. Menjadi pemimpin untuk menumpuk kekayaan..’’ ‘’Kok mengerikan begitu,’’ kata Kakak. ‘’Ada juga karena ia memang tidak paham bahwa menjadi pemimpin adalah menjadi buruhnya rakyat. Sehingga ia tidak sungguh-sungguh dan tidak lengkap menguasai peta permasalahan yang ditanganinya, sehingga ia tidak punya ukuran untuk menilai apakah ia sedang melakukan kebenaran atau kesalahan’’ ‘’Tapi benar atau salah kan tergantung pijakan pandangnya,’’ Kakak membantah, ‘’Seorang Kepala Negara bisa meras benar menurut kepentingan kekuasaannya, tapi bisa salah kalau dilihat dari kedaulatan rakyat atas kesejahteraannya’’ Bapak menjelaskan: ‘’Justru yang saya maksud adalah pemimpin yang tidak mampu mengurai beda antara kepentingannya untuk melestarikan kekuasaannya, dengan hak-hak rakyat untuk mendapatkan keadilan’’ ‘’Apa mungkin suatu bangsa atau rakyat memilih pemimpipn yang tidak memiliki tata logika untuk memilah dua konteks itu, bahkan tidak menguasai peta permasalahan?’’ ‘’Kenapa tidak’’ ‘’Apa sedemikian terbelakangnya rakyat Negara itu sehingga memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin?’’ ‘’Kalau rakyatnya memiliki hak pilih yang otentik, seharusnya hal itu tidak terjadi’’, jawab Bapak, ‘’tetapi kalau dalam demokrasi yang berlangsung rakyat tidak punya peluang untuk benar-benar memilih pemimpin dengan nurani dan perhitungan akal sehatnya, bisa saja yang terpilih adalah Presiden yang lebih parah dibanding yang kau tanyakan itu’’. ‘’Kok bisa rakyat tidak punya peluang untuk memilih pemimpinnya?’’ ‘’Karena rakyat hanya dipilihkan oleh partai-partai politik. Ibarat pasar, ada beribu, bahkan berjuta makanan, tetapi partai politik hanya mengambil satu atau dua atau tida makanan saja. Dan rakyat hanya punya peluang untuk memilih satu di antara dua atau tiga itu’’ ‘’Apa partai politiknya sedemikian bodohnya sehingga memilihkan satu dua makanan busuk untuk dipilih oleh rakyatnya?’’ ‘’Tidak harus bodoh. Mungkin justru sangat pandai. Hanya saja kreteria yang mereka pakai bukan kualitas kepemimpinan. Calon pemimpin dipilih bersarkan tawar-menawar harga, berdasarkan lalulintas keuangan. Mereka saling menghitung calon-calon mana saja yang paling bisa dipakai untuk mengeruk keuntungan. Bisa saja yang dipilih adalah boneka, patung atau berhala. Yang penting menguntungkan’’.

‘’Kenapa rakyat mau memilih boneka, patung atau berhala untuk menjadi pemimpinnya?’’ ‘’Karena partai politik memperkenalkan calonnya dengan mendustakan kenyataannya. Calon pemimpin ditampilkan dengan pencitraan, pembohongan, dimake-up sedemikian rupa, dibesar-besarkan, dibaik-baikkan, diindah-indahkan, dihebat-hebatkan’’ ‘’Itu bukan politik namanya, Pak itu kriminal’’ ‘’Memang bukan politik, melainkan perdagangan. Bukan demokrasi, melainkan perjudian. Memang bukan kepemimpinan, tapi talbis. Kalau dipaksakan untuk disebut demokrasi, ya itu namanya Demokrasi Talbis’’ ‘’Talbis itu apa to Pak?’’ ‘’Talbis adalah Iblis menemui Adam di sorga dengan kostum dan make up Malaikat, sehingga Adam menyangka ia adalah Malaikat. Maka Adam tertipu. Rakyat adalah korban talbis di berbagai laisan.Mereka dibohongi sehingga menyangka bahwa yang dipilihnya adalah pemimpin, padahal boneka. Boneka yang diberhalakan melalui pencitraan.’’ ‘’Apakah pemimpin yang demikian bisa berkuasa?’’ ‘’Yang benar-benar berkuasa adalah botoh-botoh yang membiayainya. Setiap langkahnya dikendalikan oleh para botoh. Setiap keputusannya sudah dipaket oleh penguasa modal. Ia tidak bisa mandiri, karena dikepung oleh kelompok-kelompok yang juga saling berebut demi melaksanakan kepentingan masing-masing.’’ ‘’Apa ia tidak merasa malu menjadi boneka?’’ ‘’Itu satu rangkaian: tidak merasa bersalah, tidak malu, tidak tahu diri, tak mengerti bahwa ia sedang menyakiti dan menyusahkan rakyatnya, tidak memahami posisinya di hati masyarakat, tidak punya cermin untuk melihat wajahnya’’ ‘’Sampai separah itu, Pak?’’ ‘’Tidak punya konsep tentang martabat manusia, harga diri Bangsa dan marwah Negara. Hanya mengherti perdagangan linier dan sepenggal, tidak paham perniagaan panjang yang l

Nyoman Sukaya Sukawati SUNGAI DI TENGAH KOTA DENPASAR

Angin pasang dan akar bahar saling membelit Bulan padam ketika seekor ikan Tiba-tiba mati tertikam sungai Sungai dangkal Karam di hati yang lemah Seseorang menghunus keris pusaka Perempuan-perempuan menjerit. Udara liar Menyebarkan amis darah di sisi kota yang tertikam amarah Apa yang lebih basi dari tanah terbasuh darah Lebih rapuh dari tulang yang hangus? Istana tanah meleleh mengikuti gerusan sungai Di mana kelak bermuara? Lumpur ini berwarna nanah Sejak luka itu ditorehkan di atas air mata Yang menggenangi hulu sungai Seseorang mencoba bertahan Menggali silsilah raja dan kisah kejayaan masa silam Sampai ia temukan rahasia air yang mengalirkan sungai ini Dari puncak candi Lambang keagungan negeri Yang tiba-tiba roboh di tangannya

l Amrta Jiwa, sang Penghidup Jiwa

l Anggur

27 Februari 2018 230 Tahun Denpasar ada lipatan dan rangkaian putarannya. Tidak memahami tanah dan akar keaulatan, perptumbuhan pohon kemandiria, dengan time-line matangnya bunga dan bebuahannya. Pemimpin yang demikian membawa bangsanya berlalu sebagai pengemis yang melamar ke Rentenir…’’ ‘’Pemimpin yang seperti itu akhirnya pasti jatuh dan hancur,’’ kata kakak. ‘’Belum tentu’’, kata Bapak, ‘’Jangan lupa bahwa kalau para nbotoh mampu mengangkat berhala ke kursi singgasana, berarti mereka juga menguasai seluruh perangkat dan modalnya untuk bikin apa saja semau mereka di Negara itu. Juga selalu sangat banyak orang dan kelompok yang menace keuntungan darinya, bahkan menggantungkan hidupnya. Sehingga mereka membela boneka itu mati-matian. Mereka selalu mengumumkan betapa baik dan hebatnya pemimpin yang mereka mendapatkan keuntungan darinya, sampaisampai akhirnya mereka yakin sendiri bahwa ia benar-benar baik dan hebat. Uang, kekuasaan dan media, sanggup mengumumkan surga sebagai neraka, dan meyakinkan neraka adalah surga’’ l Emha Ainun Nadjib Yogya, 1 Agustus 2017

Mata airnya adalah kidung-kidung jiwa:

Dia yang Berbadankan Aksara~3 MEMAHAMI Akshara dan Dharma berarti memahami Hidup Yang Senantiasa Hidup. Hidup Yang Senantiasa Hidup berarti Abadi, Langgeng. Hidup Langgeng Abadi itu dalam bahasa Sanskerta—yang merasuk mendalam dan meluas ke dalam bahasa Bali dan bahasa-bahasa Nusantara Raya umumnya—dinamakan Amrta. Amrta sebagai Hidup Langgeng Abadi berarti tidak ber-Akhir, tidak ada Akhir, juga tidak mengenal Akhir, dan tidak terkena oleh Akhir. Yang tidak ber-Akhir, tidak ada Akhir, juga tidak mengenal Akhir, dan tidak terkena oleh Akhir berarti juga tidak ber-Awal, tidak ada Awal, juga tidak mengenal Awal. Tanpa Awal sekaligus tanpa Akhir, begitulah Hidup Yang Senantiasa Hidup Langgeng Abadi. Tanpa Awal dan tanpa Akhir berarti tidak ada yang meng-Adakan, tidak pula di-Ada-kan, apalagi diadaadakan. Ada Langgeng Abadi namun tidak ada yang meng-Ada-kan, tidak diada-adakan itu berarti Ada dan meng-Ada dengan sendirinya, apa adanya. Itulah A-kshra yang tidak termusnahkan, tidak terhapuskan. Itulah Dharma, prinsip langgeng abadi pengaturan kehidupan. Itulah Amrta, yang tidak termatikan. Bila termatikan? Itu namanya mrta, yang termatikan atau dimatikan.

Minggu PAING 24 September 2017 Peluncuran Kumpulan Puisi Terbaru FRANS NADJIRA di BBBali, Jln. Prof. Mantra 88A Denpasar Rabu KLIWON 27 September 2017 NGAMPOENG SENI - JKP-109

Bila dapat dimatikan, termatikan, atau mati maka itu bukan A-kshara, bukan Dharma, bukan pula A-mrta. Yang dapat mati, dimatikan, atau termatikan itu ada karena diadakan atau karena ada yang mengadakan, bisa jadi pula karena diadaadakan. Bukan ada dengan sendirinya. Menyadari dan memahami hakikat ke-Akshara-an yang demikian, maka Bali Tradisi menempatkan Akshara pada posisi dan dengan perlakuan sedemikian mulia di luar maupun di dalam badan. Akshara tidak sebatas disuratkan pada media penyuratan lalu dibaca sebagai huruf, sebagai simbol bunyi. Jauh melampaui daripada itu, Akshara dibadankan, dipahami sebagai sang Hidup di dalam badan sekaligus yang menghidupi badan. Akshara itu adalah amrta jiwa, sang Penghidup Jiwa. Akshara sebagai amrta jiwa itu divisikan luwih suksma angebek ring bwana agung muang alit, amat sangat halus, memenuhi Semesta Raya hingga menyusup memenuhi badan manusia. Dia yang sudah memahami dan menyadari dengan melakoni dan melakonkan membadankan A-kshara dalam badannya menjadi senantiasa siap dan mempersiapkan diri menghadapi sekaligus mengatasi segala tiba. l deprabas

l

Nyoman Sukaya Sukawati LUKISAN PANTAI SANUR

Ia dilukis saat angin meninggalkan tiang-tiang layar Dengan sekawanan burung termangu di ujung pulau Ketika jejak ombak mulai terhisap senja Sebelum tersisa hanya berupa kenangan Di kesunyian rumah pantai

TUHAN LEPAS TANGAN…. l Mengambil Jarak dari Urusan Jabatan Kekuasaan

LOGIKA DAN DIALEKTIKA VERTIKAL tentang kepemimpinan yang disampaikan oleh Kanjeng Nabi sungguh mengerikan. Kepada Abdurahman bin Samurah beliau berpesan: ‘’Jangan meminta jabatan. Sebab kalau engkau menjabat karena permintaanmu, maka Allah akan melepas jabatan itu kepadamu tanpa Ia turut campur.’’ TUHAN LEPAS TANGAN. Bayangkan bagaimana menjalani hidup dengan posisi dicuekin oleh Tuhan. Kita sendiri yang harus bertanggung jawab. Kalau ada maslaah, Tuhan tidak menolong. Kalau memimpin dengan baik dan sukses, Tuhan belum tentu meridoi. Tuhan tidak turut campur tidak berarti kita merdeka. Kita dibiarkan melakukan apa saja, karena perkaranya sudah jelas: di ujung jalan nanti neraka menanti kita. ASALKAN kita manusia, sehingga memiliki akal, logika, kecerdasan untuk imajinasi dan simulasi ke depan, maka lepas tangannya Tuhan itu sudah merupakan semacam adzab. Seperti anak yang saking nakalnya, Bapaknya lepas tangan, membiarkannya tidak sekolah, tidak beribadah atau tidak melakukan kewajiban apapun. Si Bapak tidak peduli pada masa depan anaknya. ANDAIKAN HIDUP INI cuma berlangsung sampai di kuburan, maka apa saja beres begitu kita mati. Tapi kan kita tidak mati. Ketika badan disatukan dengan tanah dan sirna secara biologis, kita masuk semester berikutnya, urusan dengan para Pengadil Munkar Nakir, Roqib Atid, Ridwan Malik. Kita kan bukan badan kita ini. Badan Bung Karno kan sudah tidak ada, tapi beliau terus sangat hidup. Tidak hanya hidup dalam hati kita, tapi benar-benar masih dan sedang hidup, dalam sistem fisika dan formula biologis yang tidak seperti sebelumnya. K E M UD I A N J A S A D K I T A d i rekonstruksi, tubuh kita diutuhkan kembali, bangun dari kuburan, dikumpulkan di depan gerbang kehidupan abadi yang berlangsung dua kali: kholidina dan abada. Dipilah dalam kloter-kloter yang ke surga dan ke neraka. B E RUNTUNGL A H o r a n g - o r a n g yang meyakini bahwa akhirat hanya khayalan. Tapi kita tidak mau menjadi orang yang beruntung karena bodoh di dunia, karena buta tuli, tanpa ilmu, ijtihad, makrifat dan imajinasi. Karena tidak bisa dipastikan apakah itu benar-benar beruntung. BAGAIMANA KALAU ternyata nanti di babak perdelapan final kita mati langkah, menyesali kebodohan kita selama di dunia. Kemudian memohon-mohon agar boleh mengulang hidup di dunia. Lantas umpamanya Tuhan mengabulkan: tapi pada kehidupan kedua di dunia itu kita hanya

boleh menjadi lembu, kadal , atau tokek. Atau jadi hantu picisan glundung pringis yang anak-anak kecil pun tidak takut. Bahklan batas ekspresi kita hanya melalui jailangkung, mainan anak-anak di desa desa dalam rangka pembelajaran Ilmu Katon. KETIKA Ayah kami menguraikan itu semua, adik bungsu saya bertanya: ‘’Apakah itu berarti kanjeng nabi melarang kita mencalonkan diri menjadi pejabat? Bagaimana mengukur perbedaan antara minta jabatan karena ambisi, dengan amanat untuk menjabat? Bukankah 100% pejabat menyatakan bahwa jabatan adalah amanah?’’ AYAH MENJAWAB: ‘’Tidak ada ukuran objektif soal itu. Kecuali orang yang secara resmi dan di depan public mencalonkan diri, sebenarnya masingmasing orang yang bisa membaca dirinya sendiri’’. ADIK SAYA MENGEJAR: ‘’Apakah orang yang mencalonkan diri jadi pejabat itu pasti karena ambisi, ataukah mungkin itu perjuangannya untuk membangun dan memperbaiki kehidupan, sehingga bernilai amanah?’’ ‘’Dia sendiri yang benar-benar tahu, seberapa persentase ambisi dan seberapa kadar kesadaran murninya bahwa itu amanah. Sayidina Ali menang duel, tinggal menikamkan pedangnya ke dada musuhnya, pedangnya, mengurungkan niat untuk membunuh lawannya. Baginda Ali menyatakan ia khawatir pedangnya menusuk dada lawan karena ada unsur amarah dan dendam di dalam hatinya.’’ ADIK SAYA YANG LAIN nyeletuk: ‘’Di zaman sekarang tidak ada lagi Ali bin Abi Thalib. Yang ada Ali Klantung dan Al Klontong.’’’ AYAH AGAK MARAH dan menegurnya: ‘’Kita jangan bersangka buruk kepada manusia. Apalagi menuduhnuduh dan meremehkannya.’’ ‘’Ampun, Boss,,,’’, kata adik saya. KAMI SEMAKIN MENGERTI kenapa Ayah benar-benar mengambil jarak dari urusan jabatan dan kekuasaan. Ternyata kami semua juga baru tersabar bahwa sikap Ayah itu turun temurun sejak Mbah, Buyut, Canggah, Wareng, Udeg-udeg, Debog Bosok dan semua yang sebelum-sebelumnya. Beda dengan Ibu yang turunan Lurah dan pejabat ‘’KITA MENYAYANGI RAKYAT SAJA, dengan waktu, ternaga dan harta yang memungkinkan. Kita mengelar tikar, kita siapakan kenduri. Silahkan pada makan minum senikmatnikmatnya. Kalau mereka sombong, tidak tahu diri dan kurang ajar sampai tingkat melecehkan Tuhan dan menghina kemanusiaan, kita akan minta izin untuk menarik tikar kenduri itu dan menggulungnya’’. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 2 Agustus 2017

Warna laut pucat pasi Mencuri pandang pada musim Yang sembunyi di balik tanjung Sampan-sampan tak berkayuh tertambat di angin yang diam Berjaga sepanjang malam bagi cuaca tak terduga Berjaga sebelum ombak subuh diam-diam mencuri pantai ini

Yang Alit Lari ke Pinggir… (1)

l Catatan kecil atas Puisi Sesak di Gerbang Jagatnatha Alit S Rini

PASTI sulit sekali menjadi seorang Alit S Rini yang memilih berada di pinggiran, di tengah tren beragama yang ingin melulu ke pusat. Pasti juga sulit sekali, mengharapkan sebuah kelapangan di tengah keramaian prosesi ritual yang sempit dan bersesekan demi menuju pusat itu. Puisi Sesak di Gerbang Jagatnatha membagi kesan semacam itu kepada kita. Bukan untuk mengecam, tetapi untuk mencari nilai dari prosesi ritual itu sendiri. Agar tidak berakhir sebagai kegiatan rutin yang monoton, refetitif, dan hampa. Dibuka dengan gaya ungkap yang to tha point puisi ini langsung menyasar pokok persoalan: Bahkan untuk menemuiMu pun/ orang harus saling sikut /berkutat di gerbang sesak. SEKILAS, baris-baris sajak barussan hanya menggambarkan sebuah aktivitas wajar dari sebuah prosesi persembahyangan yang diikuti banyak orang. Karena di manapun orang bersesak, pasti ada orang saling menyikut. Namun, di mata penyair rupanya keadaan itu menimbulkan rasa heran. Hal itu terbaca dari penggunaan kata sambaing “bahkan” sebagai kata pembuka, yang mengandaikan ada aktivitas serupa yang juga terjadi di luar kegiatan ritual itu, yang dilakukan oleh subjek yang sama yakni peserta ritual. Kata “bahkan” juga memastikan posisi penyair sebagai penanggap, yang mempunyai pandangan idealnya sendiri mengenai prosesi ritual tersebut. Dalam kasus “gerbang Jagatnatha” ini, perilaku saling sikut itu telah dianggap kurang ideal, lantaran seharusnya tidak terjadi dalam sebuah kegiatan “menemuiMU”. Logisnya, kalau perilaku saat beribadah, sama belaka dengan perilaku di luar ibadah, lalu di mana nilai ibadahnya? ALIT S RINI bukan sedang memberikan dharma wacana dalam puisinya. Ia yang sedang mengkontemplasi realitas

Merah Bali Utara Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 Dalam 72…

ritual pada sebuah subjek yang menurut pandangan saya istimewa. Yakni Pura Jagatnahta. Pura ini, ditinjau dari segi histori dan perannya, merupakan penanda yang paling relevan untuk melihar fase baru budaya persembahyangan di Bali sejak proses modernisasi agama Hindu diberlakukan secara de facto. Kebanyakan penegunjung pura ini adalah generasi urban. Atau orang-orang yang pandangan keagamaannya telah diwarnai dimensi modern, yang hidup pasca gama Hindu Bali resmi diakui Negara, dan yan gtelah menerima pelajaran agama di bangku sekolahan. Bahkan ada mitos, Pura Jagatnatha (Denpasar) adalah puranya kaum muda, karena memang lebih banyak orang muda yan gbersembahyang ke tempat ini disbanding orang-orang uta. Apalagi pada malam Minggu. SEBAGAIMANA KARAKTER modernisasi agama di tempat lain, ide utama pendirian Pura Jagatnatha adalah pemusatan atau sentralisasi kehidupan beragama. Eksistensinya, dibangun di atas tujuan-tujuan kenegaraan, demi melakukan kontrol terhadap ruang religi masyarakat. Dalam operasinya, tetntu timbul dampak-dampak signifikan terhadap nilai-nilai local atau tradisional yang sudah eksis terlebih dahulu. Hal itu, karena operasi modernisme, baik azaz maupun praktiknya, didesain untuk menjadi lokomotif bagi tumbuhnya tradisi baru. Karena hanya melalui sebuah tradisi baru ia dapat tampil sepenuhnya sebagai kuasa kehidupan itu. Tampil umpama juggernaut, kalau menurut istilah Antony Giddesns. Yakni kereta kala dalam sebuah festival yang bergerak menggusur apa saja yang tidak berada di gerbongnya. Dalam ranah keagamaan, berarti ia perlu mendorong tumbuhnya model-model keagamaan yang baru pula. TIdak peduli, apakah model yang baru itu mempunyai akar indegennya ataukah tidak. MEMANG TIDAK TERDENGAR ada penolakan terbuka, ketika Jagatnatha

berdiri sebagai symbol eksistensi Negara nasional di tengah budaya peribadatan tradisional masyarakat Bali. Hal itu tentu tak terlepas dari suksesnya kerja pranata keagamaan modern (Parisada) yang sudah terbentuk sebelum pendiriannya. Tetapi, tentu tak terbantahkan, bahwa konsep pendirian Jagatnatha itu sendiri pad adasarnya mengandung masalah. Wawasan HIdnu global – yang berlandaskan kitab dan tafsir tekstual yang monoton – sebagaimana terimplementasi dalam konsep Jagatnatha itu, bagaimana pun merupakan gagasan “yang asing” diukur dari spirit budaya persembahyangan tradisional Bali yang berlandaskan pada kawitan dan keragaman tafsir lokalnya. BILA HARI INI kita melihat Jagatnatha tampil sebagai pusat peribadatan umum yang makin popular di Denapsar, itu patut dipandang sebagai tanda menguatnya kecenderungan untuk menjadi bagian dari globalisasi agama itu. Yang salurran-dalurannya telah dibuka melalui operasi modernisasi di bidang pendidikan keagamaab, penetari media massa, ekonomiu, politik dan berubahnya pola-pola komunikasi public mengikuti tren budaya urban. Transformasi ini semakin tampak mudah, karena pada dasrnya karakter keagamaan tradisional masyarakat Bali memenag rileks dan elsati. Artinya, selalu terbuka untuk berbagai kemungkinan baru yang muncul sesuai perubahan waktu. PADA ERA you tube ini, realitasnya menjadi jauh berbeda. Pemerintah beserta pranata-pranata ciptaanya, bukan lagi operatortunggal yang menggerakkan proses transformasi social budaya. Internet dan pemasalahan perangkat teknologi informasi telah mengubah ruang komunikasi menajdi raung yang global. Dimensidimensi kemodernan yang memang sudah terbangun dengan baik dalam kognitif masyarakt Bali, kini menyesuaikan diri dengan arus informasi global itu.

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

September-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

Hari Ulang Tahun Seniman September : Frans Nadjira, Budi Sarjono, IGPB Samar Gantang, Ida Bagus Dharmadiaksa, Abu Bakar, Lek Dah, Yanusa Nugroho, Asa Jatmiko, Satmoko Budi Santosa, Muda Wijaya, Dewi Pradewi, Ngurah Dibia, Made Supena, Lany Koroh, Sri Jayantini, Marhalim Zaini, Kiki Sulistyo, Agung Brawida, Ahmadun Yosi Herfanda, Fakhrunas Ma Jabbar, Ibw Keniten, Made Kaek, Kadek Surya Kencana, Dhenok Kristianti, Koniherawati, Wayan Westa, Ni Luh Putu Putri Suastini, Didit Alamsyah, Ib Putra Adnyana, Hasta Indriyana. SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya masih KELILING Bali, tolong Hadang dikota masing-masing sampai Desember 2017 PARA pencinta APRESIASI (terutama dari luar Bali) yang ingin beraktivitas di-JKP-109, MOHON aktif menghubungi dan mengikuti Agenda JKP-109 via Face-Book Wayan Jengki Sunarta. Salam September, Sampai-jumpa di Taman Kriya sore ini


NASIONAL

16

Minggu Kliwon, 17 September 2017

Dhristarasthra Sesalkan Kematian Karna

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta ( Edisi Ketigabelas)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

SEKARANG ini baiknya Duryodhana mengikuti apa yang dikatakan Bhishma. Kakek sepuh yang sedang istirahat damai di atas panahpanah Arjuna itu memiliki pandangan luas dan visioner terhadap apa yang akan terjadi. Menyoal diriku sendiri, oh Sanjaya, aku kekurangan penasihat-penasihat dan juga sudah banyak kehilangan putra-putraku! Hal itu sebetulnya sebagai akibat perjudian. Perjudian itu membuat diriku terjatuh ke dalam bencana. Seperti sebuah burung yang tercukur sayap-sayapnya! Ketika anak-anak itu terlibat permainan judi, oh Sanjaya, setelah menangkap seekor burung kemudian sayap-sayapnya dipotong lalu dilepaskan dengan senang hati. Kontan saja makhluk itu tidak dapat mencapai daya gerak, akibat tidak dimilikinya sayap-sayap. Bahkan diriku telah seperti seekor burung yang tercukur sayap-sayapnya! Lemah, kekurangan akal. Tanpa sanak saudara, kehilangan para kerabat juga teman-teman. Aku tanpa kegembiraan. Benar-benar sengsara dikuasai oleh musuh-musuh, Sekarang ini ke tempat arah mata angin mana aku harus pergi? Dia yang menaklukkan semua keluarga Kamboja dan Amvashtha dengan Kaikeya.

Orang perkasa itu setelah menyempurnakan tujuannya menghabisi para Gandhara, para Videha kemudian menaklukkan Bumi, untuk kepentingan pertambahan kekayaan Duryodhana. Namun, sayang, dia telah dikalahkan para Pandava yang kuat itu. Kubu Pandava juga dilengkapi lengan-lengan perkasa! Atas pembantaian semua ksatria utama Kuru oleh pemanah-pemanah perkasa termasuk yang terakhir Karna, oleh pemakai mahkota kecil Arjuna. Katakanlah kepadaku, oh Sanjaya, siapa pahlawan-pahlawan yang ada di medan pertempuran saat ini? Aku berharap Duryodhana tidak sendirian dan ditinggalkan teman-temannya setelah dibantai para Pandava. Engkau, oh tuan, telah menceritakan kepadaku bagaimana para prajurit kita telah jatuh dari serangan panah-panah yang kuat. Shikhandi menumbangkan yang utama dari para pemegang senjata-senjata Bhishma. Konon Bhisma tidak melakukan apa-apa untuk menolak serangan itu. Hal yang serupa, oh Sanjaya, putra Drupada, Dhrishtadyumna, itu dengan mengacungkan panah bengkoknya telah membantai pemanah perkasa Guru Drona, yang sebelumnya telah menyerangnya dengan banyak anak panah. Drona menaruh

senjata-senjata saktinya di sampingnya. Dirinya sendiri kemudian melakukan yoga dengan konsentrasi sempurna. Kedua orang ini dibantai dalam keadaan yang tidak menguntungkan. Celakanya pembantain itu khususnya memakai tipuan. Bahkan itu yang aku telah dengar tentang pembantaian terhadap Bhishma dan Drona. Sungguh, Bhishma dan Drona itu tidak mampu dibantai oleh pemegang Halilintar itu sendiri, dengan cara-cara adil. Ini yang aku katakan dengan kenyataan! Mengenai Karna sungguh sang kematian dapat menyentuh pahlawan itu yang setara dengan Indra sendiri, ketika dia rajin menembakkan bermcam-macam senjata surgawinya. Dengan siapa dia menukarkan anting-antingnya itu. Purandara telah memberikan senjata pembantai musuh yang dihiasi emas, dengan kemegahan kilat. Dia memiliki yang tergeletak -- di dalam kantong panahnya -- di tengah-tengah debu cendana. Anak panah surgawi yang bermulut seperti ular itu dihiasi emas. Juga dilengkapi sayap-sayap indah. Senjata itu mampu membantai semua musuh. Dia mengabaikan prajurit-prajurit kereta perkasa dan gagah berani yang memiliki Bhishma dan Drona di depan mereka.

Dia telah mendapatkan senjata Brahmastra dari putra Jamadagni, yang mengerikan itu. Orang berlengan perkasa itu setelah melihat Drona di depan mereka menderita anak-anak panah dan berbalik dari medan, telah memotong panah-panahnya yang tajam dan busur putra Subhadra. Dia yang dalam sekejap menghilangkan kereta Bhimasena yang tak terkalahkan. Yang juga dilengkapi kekuatan setara sepuluh ribu ekor gajah dan dengan kecepatan angin yang telah tertawa kepadanya. Karna juga mengalahkan Sahadeva memakai panah-panah lurus dan membuatnya tanpa kereta. Pembantaian terhadap Karna itu bukan karena welas asih dan mempertimbangkan kebajikan. Dia dengan panah hadiah dari Shakra itu telah membantai pangeran para Rakshasa Ghatotkaca karena keinginan untuk menang

pihak Kuru. Dia juga telah memanggil seribu macam ilusi. Prestasi-prestasi Karna itu melampui Dhananjaya yang dengan ketakutan telah membuat yang belakangan dalam waktu panjang menghindari perang tanding dengan dia. Karna dapat mengalahkan macan di antara manusia itu seperti seekor macan sungguhan. Dia dilengkapi kecepatan tinggi, Karna ketika menggoyangkan busurnya yang hebat itu dengan menembakkan dari panah-panahnya yang mengerikan dan senjata-senjata surgawi. Pastilah Karna terbantai karena busurnya patah. Atau roda keretanya tenggelam di tanah. Senjata-senjatanya menjadi habis, karena engkau mengatakan kepadaku dia telah terbantai! Sungguh, aku tidak melihat, ada seseorang lain yang dapat menjelaskan sebab dari pembantaiannya! (bersambung)

Sloka 14.26 Mam ca yo ‘vyabhicarena bhakti-yogena sevate sa gunan samatityaitan brahma-bhuyaya kalpate Orang yang menekuni bakti sepenuhnya, dan tidak gagal dalam segala keadaan, segera melampaui sifat-sifat alam material, dan dengan demikian mencapai tingkat Brahman.

KPAI Desak Polisi Jerat Tersangka PPC dengan Pasal Berlapis

Jakarta (Bali Post) Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan polisi menerapkan pasal berlapis untuk menjerat sembilan tersangka kasus peredaran obat PCC (paracetamol caffeine carisoprodol). Hal itu diungkapkan anggota KPAI, Retno Listyarti, dengan alasan korbannya anak-anak. ‘’Banyak anak-anak yang menjadi korban atas kasus ini,’’tegas Retno di Jakarta, Sabtu (16/9) kemarin. Polda Sultra telah menangkap sembilan tersangka penjual dan pengedar obat PCC di wilayah setempat. “Polda Sultra dan jajaran telah menindak pelaku penjual dan pengedar. Saat ini, ada sembilan orang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Martinus Sitompul.

Martinus menuturkan dari kesembilan tersangka tersebut, 2 tersangka ditahan di Polda Sultra, 4 tersangka ditahan di Polresta Kendari, 2 tersangka ditahan di Polres Kolaka, dan 1 tersangka ditahan di Polres Konawe. Dalam kasus ini, sejumlah barang bukti yang disita di antaranya sebanyak 5.227 butir pil/obat daftar G, uang tunai Rp 400.000 dan satu sachet bubuk PPC. Akibat kasus penyalahgu-

naan pil PCC di Sultra, tercatat ada 66 orang menjadi korban, satu di antaranya tewas. “Saat ini, tinggal 15 orang yang masih dirawat di rumah sakit. Dua belas orang dirawat di RS Jiwa, dua orang dirawat di RS Bhayangkara dan satu orang dirawat di RS Bahteramas,” katanya. Para korban mengonsumsi obat ini dengan cara menenggak beberapa butir hingga lima butir sekaligus, dan ada yang ditumbuk halus kemudian di-

campurkan ke dalam minuman. Atas perbuatannya, kesembilan tersangka dijerat dengan pasal 197 junto pasal 106 ayat (1) UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau pasal 204 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar. PCC merupakan sejenis obat penenang yang digunakan pada pasien pasca-operasi untuk mengurangi rasa nyeri akibat operasi. Martinus menuturkan dampak yang ditimbulkan pada penyalah guna PCC di antaranya berhalusinasi hingga gangguan saraf otak sehingga berperilaku aneh ataupun menyakiti diri sendiri. (ant)

Mahasiswa Pemakai Narkoba Terbanyak Keempat di Bali

Denpasar (Bali Post) Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa memberi antensi besar terhadap kasus narkoba di kalangan mahasiswa. Pasalnya, pemakai narkoba di kalangan mahasiswa menempati ranking keempat di Bali. Hal itu diungkapkan Putu Gede Suastawa usai memberi ceramah bahaya narkoba pada orientasi mahasiswa baru) Universitas Dwijendra, Sabtu (16/9) kemarin. Dia menegaskan bahwa bahaya narkoba menjadi ancaman serius bagi mahasiswa di Bali. Data menunjukkan pemakai narkoba di kalangan mahasiswa menduduki urutan keempat setelah pegawai swasta, kaum tak bekerja, dan wirausaha di Bali. Untuk itu, kedatangannya ke Undwi guna memperbanyak kampus membentuk relawan antinarkoba. Dia minta Menwa Undwi ikut membentuk relawan kampus guna mencegah narkoba di Bali. ‘’Akan kami SK-kan para relawan ini,’’ tegasnya.

BPM/025

BNN - Kepala BNN Bali, Gede Putu Suastawa, bersama Rektor Putu Dyatmikawati, I.B. Rai dan A.A. Sagung Indradewi di Undwi. Dia minta semua rektor dan BEM ketika turun KKN dan PKL di desa membuat program terobosan yakni rembuk masalah narkoba. Sementara desa adat diminta membuat pararem guna mencegah maraknya narkoba di wilayah banjar dan desa adat. Ketika ditanya jika ada mahasiswa yang menjadi pemakai narkoba, Putu Gede Suastawa mengatakan jika masih dalam level ringan disarankan serahkan ke BNN untuk dibina,

bukan dipecat sebagai mahasiswa karena melanggar HAM. Untuk itu, para dosen diminta jeli mengamati perilaku mahasiswa yang nilainya terus turun. Pembentukan relawan anti-narkoba ini direspons positif Rektor Undwi, Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Undwi segera membentuk relawan antinarkoba, apalagi Undwi termasuk kampus bersih narkoba. Jika mahasiswa ditemukan sebagai pemakai ringan, masih bisa dibina,

sedangkan bagi pengedar langsung dipecat. Ketika membuka Omaru Undwi 2017 yang bertemakan ’’Aktualisasi pendidikan karakter dalam membangun generasi emas yang cerdas, berintegritas dan unggul’’, Putu Dyatmikawati didampingi WR III, Drs. Ida Bagus Rai, M.Si., dan Ketua Omaru Dr. A.A. Sagung Indradewi, S.H., M.H. menegaskan pendidikan karakter sangat diperlukan guna membentuk generasi emas yang berintegritas. Indonesia di posisi keempat dalam jumlah penduduk terbanyak di dunia, memerlukan generasi unggul yang mampu memajukan derajat bangsa. Caranya dengan pendidikan berkarakter. ‘’Tahun 2045 adalah target tercapainya generasi emas, harus digembleng mulai sekarang,’’ tegasnya. Orientasi diisi dengan program pengenalan orientasi kehidupan kampus guna mempersiapkan mahasiswa secara psikologis dan sosial sehingga mereka cepat menyesuaikan kegiatan belajar di PT. (025)

Sehari, Dua Orang Gantung Diri

Negara (Bali Post) Kasus gantung diri secara beruntun kembali terjadi di Jembrana. Kasus gantung diri terjadi di Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung, Negara dan di Manggissari, Pekutatan juga pada Jumat (15/9) petang. Kejadian pertama terjadi di Pangkung Manggis, dilakukan oleh korban Gede Agus Diyanahandika (23). Korban ditemukan di kebun milik Ketut Sudiarta (52) yang juga orang tua korban. Korban menggantung dirinya dengan menggunakan tali nilon warna biru yang diikatkan pada pohon cengkeh yang ada di kebun milik orang tua korban. Pada saat gantung diri, korban menggunakan baju kaus warna putih dan celana pendek warna biru. Korban ditemukan oleh Ketut Sori (48) yang keseharian merawat kebun milik orang tua korban dan suaminya Putu Armawa (48).

Saat kejadian, saksi hendak mencari kayu bakar, kemudian melihat korban sudah berada di bawah pohon cengkeh dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi korban duduk tertelungkup di tebing kebun. Sementara leher korban masih terikat tali, karena Ketut Sori ketakutan selanjutnya dia berlari pulang mencari suaminya dan memberitahukan kejadian tersebut. Kemudian saksi memberi tahu keluarga korban. Petugas kepolisian dan tim medis juga datang dan melakukan pemeriksaan.Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keterangan dari keluarga korban diperkirakan pada saat korban gantung diri, dahan pohon cengkeh tempat mengikatkan tali tersebut patah sehingga korban jatuh di bawah pohon cengkeh. Korban mengakhiri hidupnya diduga karena korban menderita gangguan ingatan/

gegar otak akibat kecelakaan, serta atas kejadian tersebut dari pihak keluarga tidak mempermasalahkan dan telah menerima dengan ikhlas kejadian tersebut. Korban juga meninggalkan surat wasiat. Kejadian kedua terjadi di Banjar Manggissari, Desa Manggissari, Pekutatan, Jembrana. Korban yang gantung diri yaitu Putu Artama (35). Korban menggantung dirinya dengan menggunakan tali plastik warna hijau yang diikatkan pada pohon pala yang ada di kebun milik korban sendiri. Pada saat gantung diri, korban menggunakan baju kaus warna hijau dan celana panjang training warna hijau. Korban ditemukan oleh Ni Ketut Suma Asih (30) dan adik korban Ketut Sentana (27). Korban ditemukan saat saksi hendak ke kebun untuk mencari suaminya karena sampai sore belum pulang. Kemudian sesampai di kebun

milik korban, istri korban sudah melihat suaminya tergantung di pohon pala. Istri korban langsung memotong tali yang mengikat leher korban dengan menggunakan sabit milik korban yang ditancapkan di pohon pisang yang dekat dengan pohon pala tempat korban gantung diri. Setelah memotong tali, kemudian saksi berteriak memanggil adiknya dan langsung menuju ke desa untuk meminta tolong kepada warga setempat. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Pekutatan. Dari hasil pemeriksaan tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban gantung diri diduga banyak pikiran karena juga baru kehilangan orang tua. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai seizin Kapolres Jembrana dikonfirmasi Jumat malam membenarkan adanya dua gantung diri tersebut. (kmb)

BPM/kmb38

RAZIA – Sejumlah tempat hiburan malam di Buleleng dirazia oleh tim gabungan.

Tim Gabungan Razia Empat Kafe di Buleleng

Singaraja (Bali Post) – Tidak saja mengungkap pelaku penyalahgunaan narkoba, Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Buleleng rutin melancarkan razia. Seperti pada Jumat (15/9) malam lalu, tim gabungan melakukan razia menyasar sejumlah tempat hiburan malam (kafe -red) di Buleleng. Sayang, dalam razia ini, petugas belum menemukan narkoba atau barang berhaya lainnya. Sementara dari tes urine terhadap pekerja hingga pengelola kafe hasilnya dinyatakan negatif mengonsumsi narkoba. Ada empat kafe favorit di Bali Utara itu menjadi sasaran tim gabungan terdiri dari Satuan Narkoba (Satnarkoba), Intel, Binmas, Sabhara, Provost, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Petugas mulai melancarkan razia sekitar pukul 23.00 wita, di mana kebanyakan kafe ramai pengunjung dan dentuman keras suara musik. Kafe yang dirazia itu adalah

Kafe Sahara yang memiliki 20 orang wanita pemandu lagu (waitress -red). Dua orang waitress di kafe ini menjalani tes urine. Hasilnya negatif mengandung narkoba. Kafe Mr. BIG mempekerjakan 17 waitress dan setelah petugas melakukan pemeriksaan tidak ditemukan barang berbahaya dan narkoba. Sementara di Kafe Kyu ditemukan 24 orang waitress, dan Kafe Palapa ada 20 orang waitress. Hasil tes urine terhadap waitress ini dinyatakan negatif. Bahkan, satu orang laki-laki pemilik kafe yang juga menjalani tes urine, hasilnya juga negatif. Kepala Satuan (Kasat) Narkoba AKP Ketut Adnyana Tunggal Jaya, S.Sos., S.H. seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya usia memimpin razia mengatakan, upaya ini bagian dari deteksi dini terhadap penyalahgunaan dan mempersempit peredaran narkoba di wilayah hukum (wilkum) Polres Buleleng. Terkait hasil urine

negatif dan hasil operasi gagal menemukan barang bukti, AKP Adnyana Tunggal Jaya menyatakan hal situasi ini tidak bisa dikaitkan bahwa razia yang dilancarkan itu telah “bocor” alias telah diketahui oleh warga sebelum razia dilancarkan. Meski hasil nihil, namun razia sendiri kesempatan polisi memberikan peringatan dan menyadarkan pengelola, pekerja, maupun pengunjung tempat hiburan malam agar bersamasama berpartisipasi mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang belakangan ini semakin mengkhawatirkan. “Setiap razia sasaran kami bukan saja mencari barang bukti atau pemakai, namun kami memberikan pemahaman bagaimana peran semua pihak untuk berpartisipasi memberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba itu sendiri,” jelas Perwira asal Desa Patemon, Kecamatan Seririt ini. (kmb38)

Bangli Terima Kirab Api Porprov

Bangli (Bali Post) Kabupaten Bangli menerima kirab api Porprov Bali XIII/2017 dari Kabupaten Klungkung bertempat di Lapangan Umum Tembuku, Sabtu (16/9) kemarin. Api Kirab dari Klungkung diserahkan Sekda Klungkung Putu Gede Winastra yang diterima Bupati Bangli I Made Gianyar. Serah terima diawali dengan upacara yang dihadiri oleh Bupati Bangli I Made Gianyar, Forkompinda Kabupaten Bangli, Ketua Umum KONI Bangli I Wayan Wira beserta jajarannya serta para pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bangli, Ketum KONI Klungkung I Wayan Subamia bersama jajarannya. Selanjutnya, Kirab Api Porprov diarak di empat kecamatan oleh pasukan sebelas orang dari pasukan gabungan paskibra, siswa SMA 1 Bangli beserta atlet Porprov Kabupaten Bangli

BPM/nan

KIRAB - Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat menyerahkan Kirab Api Porprov XIII/2017 kepada asisten II Setda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya. melewati jalan utama Kecamatan Tembuku, menuju Desa suter, Penelokan Desa Batur, Desa Sekardadi menuju Desa Susut di Banjar Tanggahan Peken selanjutnya menuju Kota Bangli. Nampak ratusan pelajar telah menunggu pasukan pengarak Api Porprov di sepanjang jalan yang dilalui. Mereka memberikan aplaus atas semangat yang

dikobarkan demi kemajuan olahraga di Bali. Setelah sampai di Kota Bangli, api Porprov diserahkan ke Kabupaten Gianyar oleh Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta di perbatasan Bangli tepatnya di Desa Sidan yang diterima asisten II Setda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya. (nan)

Minggu, 17 September 2017 05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Yasa Saha Prakertining Yadnya (2) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 Kartun Ball Ganesh (1) 09.30 Belajar Menggambar

Menggambar Burung Pipit 10.05 Bali Channel Tourist TV 11.30 Folk Song 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Yasa Saha Prakertining Yadnya (3) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Homeshopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Harmoni Bali 17.00 Inovator 17.30 Githa Santhi Sekaa Santhi

Bandana Gita Ulangun (2) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Kuis Cerebrovit 19.30 Kris 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lila Cita Sanggar Dewi Sinta Br. Pengerebongan Kauh Kerobokan (2) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Calonarang Windu Segara Sanur (2) 23.00 Lila Cita Calonarang Desa Satra Klungkung (1)


Minggu Kliwon, 17 September 2017

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Pembantu Apartemen Wanita Tgl Dlm,Gj.1,7Jt,087861825975

***Dcr PRT Tinggal dlm,Sanur, Pengalaman,Max30Th,08123940424

Bth Security wanita usia Min 25th dan bertanggung jawab TB 165 Hb.Hari Kerja 081236035887

Autonomous,reliableSecretary needed for small office in Padang Sambian.Good telephone manner with westerners. CV to Visa@kangaroovisa.com

B.BP.153.09.17.0001121

B.BP.153.09.17.0001122

PRT Wnt Tgl dlm,Rjin,Jjr,KTP Gji 2Jt Brsih+THR,081287191221

B.BP.001.09.17.0001106

Dcr: FO,BellBoy,HK,Driver,Scurity,Laundry,Utk Htl.Email:new arenahotelkutabali@gmail.com atau Hub.PO Box 2005 Kuta Bali

B.BP.164.09.17.0000863

!! Dcr trapist Spa Jl.Pidada I Ubung082146173999/087761826189 B.BP.001.09.17.0001044

** Supir,T.Serabutan(Laki) Hub: Jl.Gadung No.81 Kreneng B.BP.001.09.17.0000907

B.BP.001.09.17.0001021

Dcr Pengelola Restaurant Berpengalaman min.2th.Max usia 35th. minaheadoffice@gmail.com

B.BP.001.09.17.0001013

Dcr Rest Manager Berpengalaman Hub.Gubuk Makan Segara Bambu 410384/081999888907

B.BP.001.09.17.0000774

Dcr Salesman Umur Max.30th Bawa lamaran ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps

B.BP.001.09.17.0000956

Bali Amenities hotel supplier Jl.Ry Kengetan Ubud mmbutuhkan sopir brpnglmn hb:0361-8988085 /08123860454 Email:madenukada@ balihotelamenities.com

B.BP.001.09.17.0000665

Dcr Segera Supervisor u/resto di Renon Hub:081916420095 B.BP.001.09.17.0000768

B.BP.820.09.17.0000900

Dcari Guru Bhs Inggris Private laki2 pngl 1th,Desiplin Sabar & TelatenCV:rismasata@gmail.com

Dcr Segera Tukang u/Garmen di Kuta Hub.0361-759832 B.BP.154.09.17.0001061

Dcr Supir Paket SIM A & B1 Krm Lmrn ke Jl.Buluh Indah 99X Dps

Dcr administrasi bisa bahasa Inggris lisan/tulis, smart, Hub.08113993388/0361-9004879

Dcr Tk.Sample Jht,Tk.Jht,Quality Control/Tk.Cek,Pengepul Jarit Licra Hub:081298337776 Jl.P.Ambon No.25 S Dps

Dcr:Receptionist,Housekeeping Puri Asih Htl.Jl.Pantai Kuta 40 Kuta

B.BP.001.09.17.0001027

B.BP.001.09.17.0000687

Dcr Urg Asst.Villa Mgr,Butler Female Hskp Stff utk Sminyk/ Umalas.Hub Agung 082146584344 agung@bahasavilla.com B.BP.821.09.17.0001051

Dibthkan Butler L,Bs English, Uluwatu 082236635607

B.BP.001.09.17.0000896

B.BP.001.09.17.0000951

Dcr Sgr Maid bisa Masak & Bersih2 & Dcr Driver bisa Serabutan utk Villa Pribadi di Berawa Canggu.Krm CV ke PT. Real Estate Bali Jl.Pengubengan Kauh No.32 Kerobokan T.735590

B.BP.004.09.17.0001025

B.BP.001.09.17.0001002

Dcr kary SMA u/ Driver & Gdg. Lam Hub:08813601211

B.BP.001.09.17.0001010

B.BP.001.09.17.0000940

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dibthkn Mgr/HRD u.Cahya Dewi Salon.Min.2Th Pglmn E:cahyadew ibali@gmail.com cc:andik_endiu m@yahoo.com

Dicari karyawati min SMU,Jujur penampilan menarik,max.27thn, penempatan Centro Kuta,Gj1,8Jt Hub:Lusi 082144355655

Dicari pembantu Rumah Tangga Gj 1,5jt/Bln Hub.081337995188

Dicari:Pegawai Salon daerah Jimbaran (deket GWK) baik yang pengalaman atau tidak . Interview telp ke no 081-337507588

B.BP.001.09.17.0000829

B.BP.001.09.17.0001114

Dibutuhkan 2 Therapist Wanita Berpengalaman,WA 081802100445

B.BP.001.09.17.0000920

B.BP.004.09.17.0000587

B.BP.001.09.17.0000750

Pansa Karya wood processing membutuhkan drafter berpengalaman dibidang wood processing pend min.SMK Perkayuan. Kirim CV ke: accounting@pansa-karya. com (0361) 8947645

Yaris’08 S AT AsBal Mls OriL/D Rmh Br Mnmlis 2Lt 3KT3KM Jl.MaJok Klt Audio Prbd081238904664 hendradata 1,1M Ng,081338558078

B.BP.001.09.17.0001006

B.BP.001.09.17.0001017

B.BP.001.09.17.0001019

B.BP.001.09.17.0001113

DIJUAL TANAH Dijual tnh 5,8 are SHM.Jl.Dewi Madri Hub 081239964448

B.BP.001.09.17.0001045

Dijual Karimun Silver’2005 Tangan I Hub.08123688177

DISEWAKAN RUMAH DIJUAL RUMAH Dikont.Rmh Graha Permai Nangka B.BP.001.09.17.0001108 Dijual Ruko Br @1,7M & Rmh br Utara,2Km Tdr Hub.08123636725 @1,5M Jl.AkasiaDps,08123861163 B.BP.001.09.17.0001091 TOYOTA B.BP.001.09.17.0001120 Dikont.Rmh Tkd.Pancoran IVB/2 Avanza G 13 air bag DK Silver Dijual Rumah,SHM,2Lt,5Kmr Tdr, Dps 2Kmr RTm Grs,081337267642 trwt 08133-721-6703 Ng 146 Ls Tanah 2 Are,Sanur dekat RS. B.BP.001.09.17.0000903 B.BP.001.09.17.0001119 Bali Mandara Hub:081337785806 Rumah Kos Sisa 2KM 08123862222 B.BP.001.09.17.0000400 Avanza G’2016 Putih AsDK,CokroJl.Marlboro XVII/25 Djl rmh T 36 lt 100 m2 Jl.Pd B.BP.001.09.17.0000761 aminoto 377 Hp. 085100462764 Asri VII No.4 Perm.Pdg Asri B.BP.001.09.17.0001116 DIJUAL TANAH Pds Klod Hub Bp Jafar, Jl.Pdng Avanza G17 Dp 24,5Jt Krdt 5Th Tnh Kvl Di Mengwi 130jt/A Asri VI/03 Hp 081237036063 Langsung A/N T.087762984309 60Jt/A Bs Kredit 087862450004 harga Rp.850jt nego TP B.BP.159.09.17.0001101 B.BP.001.09.17.0001096

B.BP.001.09.17.0001104

B.BP.001.09.17.0001043

B.BP.001.09.17.0000185

Djl Camry 2.4V Hitam Th’2010 Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih Rmh Jl.Gn.Talang Raya No.37B 1, Hub.0811510588 / 0361-499289 5A,4KT3KM 1,3M Ng,081338708444 PondokCitra Pmogan 08123871809 B.BP.164.09.17.0000862

DIJUAL MOBIL

13JT-an

DP

SIENTA

PROMO DAHSYAT

B.BP.001.09.17.0000991

DISKON

B.BP.001.09.17.0001107

B.BP.001.09.17.0001123

BIRO JASA

B.BP.001.09.17.0001046

B.BP.001.09.17.0001094

B.BP.033.09.17.0001018

BIRO JASA

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

ANTI MAMPET

POMPA AIR KULKAS MESIN CUCI WATER HEATER, KOMPOR GAS

s/d 33 JUTA

KEHILANGAN BPKB ,DK:1402 MD,a.n:I Md Apri Eka Saputra,Almt.Klungkung

KONTAK JODOH Pria Canada mapan cr gdis Bali DIJUAL RUKO Tanah 103m2 Gatsu Timur Masuk Hindu, u/ diperistri, umr:20-35 Dijual Ruko 2Lt Jl.Tukad Yeh 200m Jln Sulatri 081237148880 B.BP.001.09.17.0000753 Aya Renon Hb.0816576800 BU Cpt Hub: thelostguide015@yahoo.com B.BP.012.08.17.0000014 Tnh 1+2A Lok Canggu Hr/A 400Jt B.BP.164.09.17.0001125 ELEKTRONIK Lingkungan Vila 081999270475 DIJUAL VILLA B.BP.001.09.17.0001093 Dapatkan Lemari Es Sharp DIJUAL TANAH Dijual Vila di Sindu Sanur dkt Rp1,35Jt Toko Horizon Batubulan 325JT ng Jl.Mobil Viw Tnh 51A Busungbiu cck Kavling/ Jl.WR .Supratman 78 Denpasar Ketwl 200ng+230ng 087761245398 RmhSubsidi 35Jt/A,081236025822 Pantai Siap Huni,H.08118442605

KERJA DITEMPAT BERGARANSI

Kredit cukup KIPEM/KTP pasti OK ! Bunga ringan *Tukar tambah Proses cepat dan mudah semua merk

DISEWAKAN GEDUNG Disewakan Gdg di Jl. Moh Yamin Renon @115jt/th,H.08123861163

B.BP.154.09.17.0001126

B.BP.135.09.17.0001128

SERVICE PANGGILAN

AGUNG TOYOTA AVANZA INNOVA

SERVICE

B.BP.001.09.17.0000778

T.Kvl Jln Keboiwa Utara H.081337141817

B.BP.001.09.17.0001089

RUPA-RUPA Jual Horizon andes 3 eleptrical kond.99% 5Jt 085903113888

GARANSI

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.09.17.0001092

Jual Obral/SHM=9,09A Jln.Jepun Pipil 11 Gatsu Tmr/08113899108

DIKONTRAKAN RUKO Dikont ruko 2lt 5x10 daerah Kuta 85jt/th hub 082339158558

HUB. GARUDA SERVICE Jl. WR. Supratman No. 9, Denpasar

081936034598 082237752039

081 239 534 731

Telp. 085100493221 C.0000236-SRV

C.0000397-mbl

SPA

SERVICE

ISTANA AIRCOND SERVICE PANGGILAN

AC

G A R A N S I

KULKAS M.CUCI FREZZER CHILLER SHOWCASE

085 238 622 979 087 863 223 033 C.0002038-srv

C.0000596-BRJ

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

ALUMINIUM

ATASI MAMPET MAMPET ATASI

SUZUKI

G.01

Waiter/serabutan/cleaning service tamat SMP/SMK, hobi pelihara ikan. Lamaran ke Warung 63 Bali Coffee, Jl.Veteran 66 Dps. G.02

B.BP.001.09.17.0000168 PAUD di Kerobokan Membutuhkan Vacancy Guest Relation Officer Dibthkan segera, u.garment, Dibutuhkan Therapist,HairdreUrgent!_Kasir,Bar,GRO,Mrketing (GRO)1 year exp fluent english Teacher & Asst.Teacher tukang jahit,fasilitas gaji + sser Cowok, Berpengalaman SMA-S1,MX.35th,pengalaman,bisa S1 English,Hard work,Team work Pengalaman&Bhs Inggris.CV: U.Mkn+Bonus kehadiran&tersedia hub:081293799814. di Kerobokan Shiftmlm,menarik.Lmr=Jl.Imam CV to: hrdbali2016@gmail.com assistme01@gmail.com Mess(u lajang)Lamaran langsung B.BP.031.09.17.0000859 B.BP.001.09.17.0000950 Bonjol 386 DPS/hrdecbali@gmail B.BP.145.09.17.0001022 dibawa.Hub.0361-730023,731002 Dicari PRT, tidur dlm gj 1,5jt .com,0361-483738/081999956191 Yamaha Bisma Dicr:1.Supir SIM Travel Agent mencari Asst.Opt B.BP.001.09.17.0000846 Jl Sedap Malam Hp:081338748051 B.BP.001.09.17.0000989 B1 2.Mekanik Hub.T.Umar 142Dps Dibutuhkan segera posisi BerpengalamanLam:CV, B.BP.001.09.17.0001086 B.BP.001.09.17.0000817 Dcari chef/tukang masak warung housekeeping/cleaner di Eropa Photo, Peng.Kerja Kirim ke Dcr PRT tdr dlm gaji+bonus Dicari Sopir Hub.082145900800 seefood laki-laki maks usia CV: 0361 9342489/082197719176 hr@lotus-enterprises.com Gatsu barat Hub.0811380786 Gaji 2,5Jt 26th Hub/wa 081236790747

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DIJUAL MOBIL

B.BP.145.09.17.0000858

Segera!Butuh Therapist Reflexi pria di Dps gj menarik+bonus+ lembur+THR Hub.0811239621123

Customer Service, wanita, layanan/ PR/Marcom, lulusan SMA/sederajat/ S1 diutamakan jurusan Public Relation, IT. SDM Koperasi Bali Post, Jl.Kepundung 67A Denpasar

WC

GARANSI 1 BLN Simp XL

- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - TANPA BONGKAR - TERIMA KURAS

081236711931 08175782707 C.0001050-BRJ

BAJA RINGAN

C.0000340-mbl

B.BP.001.09.17.0001098

B.BP.001.09.17.0000870


REKREASI

18

Minggu Kliwon, 17 September 2017

Pertanyaan Mendatar: 1. Sebuah negara beribu kota Rabat 5. Bau seperti kerak gosong atau hangus 8. Alat musik tiup dari Kalimantan 9. Malas (Jepang) 11. Minuman para dewa Yunani 12. Rasa mual 14. Tidur bukan di rumah sendiri 15. Pensil berwarna dari lilin 18. Meja bertingkat tempat dagangan pedagang keliling 19. Rombongan berkendaraan unta di padang pasir 20. Orang yang selalu gembira 24. Perlindungan hutan dan pelestarian alam 26. Daging tumbuh yang berjendul keras 30. Bagian tumbuhan yang runcing dan tajam 31. Salah satu cabang olahraga bela diri 32. Bengkak dan berair 33. Ilmu pengetahuan (Jepang) 34. Jejak di tanah bekas tapak kaki, roda, dsb 35. Iring-iringan kendaraan 36. Baik atau pantas (Bali)

Wisata Air Panas Belulang Bisa Sembuhkan Penyakit Tabanan (Bali Post) Wisata air panas Belulang terletak di Banjar Adat Belulang Desa Mengesta Penebel Tabanan. Jaraknya sekitar 16 km dari Kota Tabanan. Jika dulu mencapai air panas Belulang ini penuh perjuangan melewati jalan berbatu, kini wisatawan bisa menikmati pemandangan alam menuju air panas dengan jalan yang mulus. Salah satu tokoh masyarakat, Nengah Sudana, memaparkan air panas Belulang ini sudah ada sejak dulu. Ia mengakui jalan menuju air panas sempat rusak parah tetapi akhir tahun 2014 mendapatkan perbaikan sehingga akses ke objek wisata menjadi mudah. Ia melanjutkan di Banjar Belulang sendiri banyak sumber air panas, namun sumber air panas terbesar berlokasi dekat dengan Pura Luhur Batu Panes yang berada di tengahtengah sawah. Lanjut Sudana, kelebihan air panas Belulang ini bisa menyembuhkan penyakit. “Jadi selain untuk refreshing, banyak wisatawan

datang ke air panas untuk berobat,” tuturnya. Oleh karenanya, objek wisata air panas Belulang ini juga erat kaitannya dengan rangkaian wisata spiritual. Menurut Sudana, beberapa tamu yang hendak sembuh dari penyakitnya, sebelum mandi melakukan persembahyangan dulu di Pura Luhur Batu Panes. Setelahnya baru mereka mandi di air panas Belulang yang hanya berjarak 50 meter dari pura. “Banyak yang sembuh. Seperti pasien stroke yang datang ke sini untuk berobat,” tuturnya. Setiap harinya, wisatawan yang mengunjungi air panas Belulang ada 100 orang. Walau masih di dominasi wisatawan domestik, objek wisata ini akan penuh sesak di hari libur. Hanya dengan membeli tiket, pengunjung bisa mandi sepuasnya. Selain pancoran, di air panas Belulang juga disediakan dua kolam untuk wisatawan menikmati air panas. Jika lapar atau hendak membeli suvenir, di sekitar air panas juga tersedia akomodasi berupa warung yang terbuat dari bambu. (kmb24)

BPM/kmb24

MANDI - Para wisatawan sedang menikmati mandi di pancuran air panas Belulang yang berlokasi di Desa Mengesta Penebel Tabanan.

2

3

4

5

6

7

8 9

10

12 15

16

11

13

14

17

18

19

20

21

22

23 24

25

30

26

27

28

29

31

32

33 34

35

36

SPT2017

Menurun: 1. Berhenti atau menemui jalan buntu 2. Pekerja paksa di jaman Jepang 3. Ya 4. Minyak tanah 5. Padat berisi 6. Bawa bersama-sama 7. Binatang laut berkulit duri : “Holothusia Edulis” 10. Sejenis perahu panjang dan langsing 13. Kerbau kecil dari pedalaman Sulawesi : “Bubalus Depressicornis” 14. Irisan atau luka yang dihasilkan oleh pemotongan dengan alat tajam 16. Suka cita 17. Pasar malam (Jepang) 19. Jalan buntu 21. Tahan dalam mulut 22. Network interface card 23. Salah satu binatang buas jenis “Ursus” 24. Partikelir ; swasta ; bukan tentara 25. Akademi angkatan bersenjata republik Indonesia 27. Cacat atau noda 28. Panggil untuk hadir 29. Rangsangan yang timbul mendadak 33. Tanda identitas diri

1

TTS Bali Post

KUPON TTS No.313 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 313 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 23 September 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 1 Oktober 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 311 Mendatar: 1. Kalap 6. Rabat 9. Ekonomi 10. Tonil 11. Gae 12. Guava 13. Palak 15. Alokasi 17. Teken 20. Aturan 23. Agama 25. Kontes 28. Zirah 31. Tuksedo 35. Orang

36. Intro 37. NIG 38. Ozone 40. Ompreng 41. Udang 42. Image Menurun: 1. Ketupat 2. LAN 3. Pelikan 4. Hongkong 5. Boneka 6. Ringgit 7. Belajar 8. Teladan

14. LOK 16. SAA 18. Ego 19. Eat 21. Ugi 22. AVA 23. Asu 24. Maengket 25. Kemilau 26. Nestapa 27. Etnolog 28. Zoologi 29. Rwa 30. Higiene 32. Kanopi 39. Oka

Pemenang TTS No. 311 H. Abdurrahim Jl. Sawo No.41 Raba, Kota Bima 84113 I Nyoman Purwayasa Br. Semana, Mambal, Abiansemal, Badung 80352 (HP: 085 935 123 919) Ilfa Kristanti Fajarini Jln. Pahlawan Gg.I No.1 Dajan Peken, Tabanan 82113 Gede Adi Suryawan Br. Dinas Sekar, Munduk Bestala, Seririt, Buleleng (HP: 081 391 588 245) Suciani Sedayu Selatan, Ds. Kediri Selatan, Kec. Kediri, Kab. Lombok Barat, NTB (HP: 087 861 778 309) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Nyoman Sarni Alamat: Br. Pinda, Saba, Blahbatuh 80581 (HP: 087 860 345 373)


19

Minggu Kliwon, 17 September 2017

Wali Kota Batu Kena OTT KPK

Malang (Bali Post) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini, Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, kena OTT saat melakukan transaksi dengan beberapa pihak di Kota Batu, Sabtu (16/9) kemarin. Informasi dari sumber lainnya disebutkan bahwa Eddy Rumpoko ditangkap KPK di rumah dinasnya bersama salah seorang pengusaha ketika melakukan transaksi suap terkait proyek mebel di Kota Batu. KPK yang berjumlah sekitar 16 orang itu juga menyita barang bukti uang di dalam tas yang belum diketahui jumlahnya. Bahkan, kabarnya saat ini sedang diperiksa di Polda Jatim. Petugas KPK membawa Wali Kota Batu, Jawa Timur, Eddy Rumpoko, ke Mapolda Jatim guna dilakukan pemeriksaan awal terkait operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK di Batu. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan hal penangkapan yang dilakukan KPK tersebut. “Memang benar terjadi penangkapan oleh

KPK pada pukul 13.30. Enam personel KPK didampingi lima personel Polda Jatim untuk melindungi petugas KPK yang melakukan tugas,” kata Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera. Barung melanjutkan, pada pukul 15.30, petugas membawa Wali Kota Batu ke Mapolda dan tiba pukul 17.00 untuk dilakukan pemeriksaan awal sebelum dibawa ke kantor KPK di Jakarta. “Polda Jatim hanya memberikan perlindungan, pengawalan, sekaligus memberikan tempat untuk memeriksa. Materi dan sebagainya tolong tanyakan ke KPK,” tuturnya. Wali Kota Batu, Jawa Timur, Eddy Rumpoko mempertanyakan penangkapan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dirinya di rumah dinasnya. “Saya di rumah lagi mandi, tahu-tahu digedor, katanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK,” kata dia usai pemeriksaan awal di Mapolda Jatim Surabaya, Sabtu. Dirinya mengaku tidak tahu perihal apa yang disangkakan kepadanya. “Uangnya tidak tahu. Terima juga tidak tahu,” ujarnya. (ant)

BPM/may

MENUNGGU- Ayah Davina, Putu Laba Yasa (25), asal Banjar Minggir, Desa Batununggul, Nusa Penida, sedang menunggu kondisi anaknya di RSUP Sanglah.

Ayah Davina Dari Hal. 1

BPM/ant

DIJAGA - Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, (tengah) dengan penjagaan anggota Satbrimobda Jatim pasca-OTT oleh KPK, Sabtu (16/9) kemarin.

Investigasi ke Lokasi Dari Hal. 1

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Drh. IKG Nata Kesuma, MMA., menjelaskan, pihaknya pada tanggal 11 September melakukan investigasi ke lokasi kasus. Terdapat 2.000-an unggas yang mati mendadak di daerah tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan patologi anatomis (PA) tidak ditemukan perubahan yang menciri mengarah Avian Influenza (AI) atau flu burung. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium dengan metode PCR yang dilakukan BBVet Denpasar menunjukkan positif AI (H5). Dilanjutkan dengan isolasi virus sedang dalam pengujian. Selain melakukan edukasi kepada masyarakat, pihaknya juga melakukan pengambilan sampel serum darah, swab trachea dan kloaka. Selain

itu, pihaknya melakukan spraying (penyemprotan) di semua wilayah di Bali dan pasar unggas, pengawasan terhadap lalu lintas unggas, dll. “Semua kabupaten sudah melakukan tidakan pencegahan,” tandasnya.

Tetap Waspada Dari Klungkung dilaporkan ratusan unggas di salah satu desa di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung mati mendadak. Atas hal tersebut, instansi terkait langsung turun mengambil sampel untuk uji lab. Dinyatakan seluruhnya negatif flu burung. Namun, masyarakat diminta tetap waspada. Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, dr. Ni Made Adi Swapatni, menjelaskan kematian unggas milik warga itu terjadi beberapa hari belakangan. Seiring dengan itu, diakui sempat ada warga meninggal. Namun ditegaskan, itu belum bisa dipastikan akibat terinfeksi flu burung.

Terhenti

Dari Hal. 1

Seluruh aktivitas pemerintahan dan ekonomi warga terhenti. Semuanya fokus pada penanganan para korban di tengah gempa bumi yang tidak pernah berhenti, suara gemuruh dari dalam kawah Gunung Agung hingga hujan abu yang terus-menerus turun. Sejak aktivitas gempa mulai terasa 16 Februari 1963, masyarakat Karangasem terus dihantui gempa gumi, gumpalan asap hingga bau gas belerang. Hari-hari berikutnya, masyarakat semakin dibuat panik dengan suara letusan, gerakan api pada mulut kawah di tengah kilat sambung-menyambung. Pada 24 Februari, hujan lumpur lebat sempat terpantau turun di Besakih, mengakibatkan beberapa bangunan Eka Dasa Rudra saat itu roboh. Penduduk Temukus kala itu mengungsi ke Besakih. Awan panas letusan turun lewat Tukad Daya hingga di Blong. Pada 17 Maret 1963 menjadi puncak aktivitas Gunung Agung. Tinggi awan letusan saat itu mencapai klimaks pada pukul 05.32 wita. Suara letusan terdengar rata-rata setiap lima detik. Hujan abu makin deras hingga penglihatan sama sekali terhalang. Sejak saat itu, wilayah Subagan dan Kota Amlapura dilanda lahar hujan hingga jatuh ribuan korban. Itu terjadi sampai 21 Maret 1963. Setelah puncak letusan inilah, letusan dan seluruh aktivitas Gunung Agung semakin berkurang. Suara gemuruh

pun perlahan lenyap. Lelehan larva ke arah utara juga terhenti pada jarak 7.290 meter dari puncak Gunung Agung. Keadaan ini kemudian terus-menerus menurun hingga aktivitas Gunung Agung benar-benar terhenti pada 27 Januari 1964. Salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Selat, I Wayan Sekep, Sabtu (16/9) kemarin, mengatakan dampak paling parah tentu terjadi di wilayah kaki Gunung Agung. Seperti di Desa Sebudi dari Banjar Badeg Dukuh, Badeg Tengah, Badeg Kelodan, Banjar Sebudi, Ancut, Telung Buana, Lebih, Yeh He sebagian, dan Banjar Pura. Dampak lahar lainnya juga amat dirasakan di Desa Duda Utara, khususnya di wilayah Geriana Kauh dan sebagian Geriana Kangin. Demikian juga di Desa Duda khususnya di wilayah Bambang Biaung dan Pegubugan. Desa Amerta Bhuana juga tersapu lahar seperti di Banjar Muntig, sebagian Abian Tihing dan sebagian Banjar Dinas Tegeh. Wilayah lainnya seperti Desa Selat terdampak di Banjar Tengah, sementara di Desa Peringsari, di Banjar Seledumi, Lusuh Kauh dan Lusuh Kangin. Tidak hanya di Kecamatan Selat, Kecamatan Bebandem seperti di Banjar Yeh Kori Desa Sibetan juga dikatakan cukup parah. “Daerah yang tidak terdampak di Kecamatan Selat hanya di Desa Adat Sukaluwih (Desa Dinas Amerta Bhuana), Desa Adat Sebun (Desa Dinas Sebudi), Desa Adat Tegeh (Amerta Bhuana), Desa Adat Santi (Desa Selat),”

Sebab, sesuai hasil uji lab terhadap unggas, satu pun tidak ditemukan positif. “Seluruh unggas negatif,” jelasnya. Mengatasi hal itu, mantan Direktur RSUD Klungkung ini menyatakan sudah melakukan penyemprotan unggas bersama Dinas Pertanian dan terus memonitoring kesehatan masyarakat. “Kita punya SOP. Perkembangannya terus dimonitor. Warga juga diharapkan waspada,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, menjelaskan jumlah ayam yang dilaporkan mati telah mencapai 111 ekor yang dipelihara dengan cara diliarkan oleh masyarakat. Namun kembali ditegaskan, seluruhnya negatif flu burung. “Ada tes cepat dari kita, sementara hasilnya negatif. Kita juga antisipasi melakukan spraying untuk seluruh penyakit unggas. Masyarakat juga kami minta melakukannya,” ungkapnya. (kmb42/kmb45)

kata mantan legislator Partai Golkar ini. Setelah 54 tahun berlalu, wilayah yang terdampak paling parah kini menikmati hasilnya. Seluruh wilayah Kecamatan Selat itu, kini menjadi pusat galian C di Bali. Ribuan truk setiap hari lalu lalang ke lokasi itu. Demikian juga daerah terparah lainnya di wilayah Kecamatan Kubu, mulai dari Desa Ban, Dukuh, Tulamben, Kubu, Baturinggit dan Sukadana, kini juga menjadi pusat lokasi galian C. Kecuali Tulamben yang lebih dikenal dengan aktivitas pariwisata menyelamnya. Terbukti kini Tulamben telah menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Karangasem. Sementara di Kecamatan Selat, selain menjadi lokasi galian C, bekas aliran lahar ternyata juga ada yang menjadi lokasi perkebunan salak seperti di Geriana Kauh dan sebagian Geriana Kangin. Ada pula yang menjadi permukiman warga seperti di wilayah Pegubugan. Aliran lahar ke sisi tenggara menuju Kota Amlapura saat itu, sekarang sudah menjadi perumahan, contoh di BTN Paya Amlapura. Masih di jalur itu juga sudah dibangun sekolah seperti SMPN 2 Amlapura dan SMA PGRI 1 Amlapura. Termasuk wilayah Karangsokong, Subagan, sekarang sudah menjadi pasar, terminal, pertokoan dan masjid. Hilir dari aliran lahar di arah tenggara ini seperti di Desa Jasri juga sudah menjadi tempat permukiman warga dan deretan pertokoan. (gik)

Ayah Davina, Putu Laba Yasa (25), asal Banjar Minggir, Desa Batununggul, Nusa Penida, Klungkung saat ditemui di area tunggu Ruang Nusa Indah, RSUP Sanglah, Sabtu (16/9) kemarin, menuturkan, ia memang memelihara ayam. Namun, secara bertahap ayamnya mati mendadak. Kejadian ayam mati mendadak telah terjadi sejak sebulan lalu. Ayam-ayam tersebut kemudian langsung ditanam. Tak hanya ayam miliknya, ayam tetangganya

juga banyak yang mati. Ia memperkirakan jumlahnya mencapai ratusan ekor di wilayahnya. Hingga saat ini, belum ada dari pihak mana pun yang melakukan pengecekan di wilayahnya atau menyemprotkan cairan desinfektan. Ia mengaku tidak tahu soal kematian warga Nusa Penida yang positif flu burung. Berdasarkan kabar yang ia dengar, korban meninggal berasal dari Desa Semaya dan Desa Suana. Jaraknya 15 km dari Desa Batununggul. (may)

Harga Mahal Dari Hal. 1

Pada dasarnya efektivitas vaksinasi kanker serviks ini tinggi dan karena mahalnya harga vaksin ini sehingga pemerintah pusat belum membuat program vaksin ini sebagai kebijakan nasional. Melihat keterbatasan anggaran hingga saat ini, pemerintah Provinsi Bali belum membuat program vaksinasi kanker serviks. Maka dari itu, pihaknya mendorong kabupaten/kota untuk

melakukan program vaksinasi kanker serviks. “Memang kabupaten dengan anggaran tinggi sudah melakukannya, kabupaten lain kita lihat nanti ketersediaan anggaran daerah. Kalau kabupaten itu tidak bisa menganggarkan, kemungkinan bisa dianggarkan dari provinsi,” ujarnya. Tingginya biaya vaksin, pihaknya di provinsi pun sedang menggencarkan program IVA dengan sasaran wanita usia 30-50 tahun. (may)

Kontak PMI

Dari Hal. 1

Walaupun demikian, pihaknya sudah mengontak Dinas Kesehatan dan PMI se-Bali agar warga mulai menyiapkan masker. “Jika nanti aktivitas vulkanik Gunung Agung meningkat, sampai mengeluarkan debu atau abu dan itu menyebar ke mana-mana maka kita siap membagikan

masker. Sekarang belum dibagikan karena belum ada abu yang keluar,” terangnya. Lantaran belum mengeluarkan abu, lanjut Dewa Indra, aktivitas penerbangan sementara ini juga belum terganggu. Namun, pengamatan aktivitas gunung masih terus dilakukan. “Kalau ada (abu vulkanik), pasti diumumkan,” tandasnya. (kmb32)

Registrasi Kanker

Dari Hal. 1

Kini, ada program registrasi kanker nasional. Hanya, RSUP Sanglah yang merupakan leading-nya hanya bisa bergerak berdasarkan data hospital base. Sedangkan yang sehat tidak bisa teregistrasi. “Tidak ada data pasti

karena registrasi tidak bagus dan lebih cenderung bekerja sendiri-sendiri. Data sulit di-collect berapa persen yang sudah ter-cover dengan upaya pencegahan itu,” ungkapnya. Dengan tidak adanya data yang akurat, maka penanganannya pun menjadi terhambat. (may)

Pencegahan Primer Dari Hal. 1

“Pencegahan primer dilakukan sebelum wanita terinfeksi virus. Kalau sudah terinfeksi daya tahan tubuh harus ditingkatkan dengan vaksinasi,” jelasnya. Kekebalan tubuh yang didapat dari suntikan vaksin lebih tinggi levelnya dibandingkan kekebalan alamiah. Supaya tidak sampai menimbulkan kelainan jaringan serviks apalagi sampai menimbulkan kanker. “Yang sudah kena virus HPV pun boleh divaksin,” tandasnya. Sementara pencegahan sekunder adalah pencegahan agar tidak memperparah kondisi. “Sudah ada infeksi HPV sekarang tinggal deteksi ada kelainan jaringan atau tidak serviks itu,” jelasnya. Pencegaham sekunder dengan pap smear, IVA dan kriyo. Hanya, pap smear memerlukan pera-

latan yang banyak, pengiriman hasil pap smear sehingga butuh waktu, dan tenaga untuk membaca hasilnya. “Sehingga banyak waktu dan equipment sehingga pasien sering hilang apalagi demografi kita tidak mendukung sehingga alternatif kedua adalah tes IVA,” ujarnya. Hasilnya segera diperoleh karena dapat melihat secara langsung kelainan di serviks dan tidak memerlukan tenaga yang ahli asal sudah terlatih. Ini bagus untuk skrining massal. Di masing-masing puskesmas sudah ada fasilitas untuk terapi. Bila ditemukan tanda kanker serviks, dilanjutkan dengan kriyo didinginkan sehingga pasien tidak hilang. Jika sudah dinyatakan kanker, maka pencegahan tersier bisa dilakukan untuk mengurangi morbiditas (kesakitan) pasien. (may)


balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu KLIWON, 17 September 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Diluncurkan

Album Kompilasi 12 Band Indie Terbaik

SETELAH menunggu cukup lama, album kolaborasi dari 12 band indie Tanah Air akhirnya diluncurkan. Generation G yang menjadi inisiator album bertajuk “Urban GiGs x Unreleased Project Vol. 1”.

Erucakra Mahameru Gebrak Moskow PENAMPILAN musisi jazz internasional Erucakra Mahameru dengan jazz Zapin menghentak Festival Indonesia di Moskow Rusia yang berlangsung belum lama ini. Acara ini yang menghadirkan grup musik tradisi kontemporer asuhan Pemko Medan Sumatera Ethnic ini digelar oleh KBRI Moskow di venue Hermitage Garden dan telah memasuki tahun kedua. Pada kesempatan itu, penampilan mereka semakin unik dengan mengenakan pakaian khas Melayu Medan berwarna emas. Seiring dengan jadwal tur konser dunia Erucakra yang dikenal juga sebagai founder ikon jazz bertaraf internasional North Sumatra Jazz Festival, membuka rasa ingin tahu masyarakat Moskow yang memadati area panggung utama Hermitage Garden. Kolaborasi jazz Zapin-Erucakra dan Sumatera Ethnic ini juga didukung oleh tarian teatrikal kontemporer khas Melayu Medan Sumatera Utara. Repertoar kolaborasi jazz Zapin-Erucakra menampilkan beberapa nomor lagu, di antaranya kolaborasi jazz Zapin dan Tari diawali dengan Senandung Melayu Zapin Batik Medan (Overture), Zapin Belanda, jam session Taganing Jazz (Vocal Scat/ Gitar Erucakra), Zapin Lantam, Ceracap, Multi Etnik Medley 8 Etnis Sumut, Zapin Moskow, Zapin Kursi, dan Ronggeng Selayang Pandang (50 Menit). Penyelenggara dan Kepala KBRI Moskow menyambut gembira dengan hadirnya musisi sekaliber Erucakra di ajang Festival Indonesia Moskow. Salah seorang mahasiswa merangkap L.O. (Liaison Officer) Festival Indonesia mengatakan sangat surprise dengan kehadiran musisi

profesional seperti Erucakra yang notabene jebolan Berklee College of Music Boston Amerika Serikat. Sementara itu, wakil Duta Besar RI untuk Rusia Larso Simbolon yang turut menyaksikan acara tersebut turut memberikan selamat. Begitu juga dengan penonton asal Moskow yang antusias, usai pertunjukan yang meriah itu langsung menyerbu menghampiri grup Erucakra Mahameru dan Sumatera Ethnic Pemko Medan untuk melakukan sesi foto bersama. “Duta Besar RI Moskow Mohamad Wahid Supriyadi memberi perhatian khusus dan berkeinginan untuk mengundang Erucakra dan grup dalam acara-acara khusus KBRI Moskow,” kata kepala kantor konsuler Rusia Medan dr Muhammad Fauzi Nasution. Bagi Erucakra, kolaborasi dengan jazz Zapin di acara Festival Indonesia Moskow ini merupakan kali pertama. Menurut Erucakra, seni musik budaya Melayu khususnya Sumatera Utara di kota Medan merupakan potensi besar yang harus disikapi segera oleh segenap pelaku musik dari berbagai unsur dan genre terutama di wilayah industri musik Medan yang terus akan berkembang. “Layaknya seperti musisi legendaris John Coltrane (Saxophone), John McLaughlin (Gitar), Chick Corea (Piano) dan Carlos Santana (Gitar) yang berkolaborasi dengan musik-musik dan instrumen tradisi timur seperti India, Spanyol, Turki dan Pakistan, saya pun ingin kolaborasi jazz dengan musik Zapin Medan yang digarap dari kemurnian tradisi Melayu Sumatera yang orisinil dan khas,” demikian Erucakra. (pik)

Isu Goreng brolan BALE BANJAR ARIDUS JAGAT rimba tergoncang isu santer ikhwal kekacauan besar. Sebab, capung-capung Bangkok berseliweran dengan tombak poleng dan wajah tegang. Raja Rimba mengutus para intelnya untuk menginterogasi capung yang berekor seperti zebra cross tersebut. Kami bersiaga karena burung-burung belatuk tak henti-henti memukul kulkul atau kentongan pertanda situasi sangat genting, jelas pimpinan capung saat ditanya mengapa mereka membawa tombak poleng. Segera para inteligen menanyakan burung belatuk, mengapa mereka memukul kulkul bulus? Itu kantaran kunang-kunang ke sana ke mari membawa api, membuat kami curiga banyak musuh sembunyi di semaksemak. Lalu kunang-kunang dikonfirmasi dan mendapat jawaban bahwa mereka hanya ingin menerangi rimba agar para penghuni tidak terperosok melangkah di malam hari, gara-gara beduda atau kumbang tanah membuat lubang di mana-mana. Para beduda melontarkan alasan,

BPM/ist

kalau semua lubang dibuat demi melindungi diri dari tumpahan tahi atau kotoran kerbau yang berak sembarangan. ‘’Wah, sing ada apa De! Demikian celetuk Raja Rimba setelah mendengar laporan hasil interogasi para intelnya. Meski bertampang seram, raja rimba Singa dan perdana menterinya Macan, cukup bijak dan paham kalau biang keladi keresahan yang nyaris menyebabkan kekacauan atau chaos adalah kerbau. Rupanya hewan yang cuma bertubuh besar namun otak kosong, tidak tahu makna imbauan, ‘malu dong buang tahi sembarangan!’ yang tersebar di seantero hutan. Untuk itu, penguasa rimba menginstruksikan demi tertibnya hutan, semua kerbau harus dicocok hidungnya dan ditambat talinya di pohon. Nah, ini folklore atau cerita rakyat berupa fabel, yang sejak ratusan tahun silam dituturkan dari mulut ke mulut di Bali. Tujuannya agar masyarakat menganalisis atau menggunakan nalar bila mendengar isu tentang apa pun agar tidak terjadi cotek sambung layur. Maksudnya masalah kecil dibesar-besarkan, yang pendek dipanjangpanjangkan, bahkan yang tiada justru diadakan agar masyarakat resah lalu terjadi saling curiga, berujung gontok-gontokan. Fenomena seperti ini pula yang melahirkan istilah gangsaran tindak kuangan daya yang disematkan pada segelintir orang yang sering bertindak

12 grup musik itu digabungkan sehingga menjadi 6 kolaborator. Setiap band menciptakan satu lagu, jadi masing-masing kolaborator menyuguhkan dua lagu garapannya. “Album ini keseriusan Urban GiGs dalam mendukung generasi muda kreatif di Indonesia. Kami ingin sebagai inisiator dalam menghadirkan kolaborasi antar-cutting-edge musik band dalam menciptakan suatu karya baru yang memberi napas segar bagi musik Indonesia,” ujar Namanda Mandagie, Brand Manager Generation-G. Nama-nama grup musik keren itu adalah Barasuara x Scaller, Elephant Kind x Rock n Roll Mafia, Kelompok Penerbang Roket (KPR) x Kimokal, The Brandals x Agrikulture, Silampukau x The Hydrant, dan Mocca x Payung Teduh. Karena dua grup musik lintas genre dikolaborasikan, harus ada penengah ego yaitu music director. Selain itu, music director juga bertanggung jawab agar aransemen fresh di setiap lagu band masing-masing dan lagu baru hasil kolaborasi tercipta sempurna. David Tarigan selaku music director secara keseluruhan menyambut antusias angin segar ini. Apalagi belum ada album kolaborasi grup musik lintas genre. “Secara teknis dan proses kreatif, ini seperti perkawinan. Kita berharap mereka menghasilkan anak yang mewarisi karya dan tumbuh dengan nilai yang sudah diyakini,” paparnya. (pik)

BPM/ist

”Seems of Seed”

Menggugah Masyarakat Mencintai Musik

BPM/kmb

Personel Seems of Seed dan berucap ngawur alias provokatif, sebelum paham masalah secara utuh alias gagal paham. Anehnya, manusia jenis sumbu pendek ini, royal melontarkan permintaan maaf meski korban perbuatannya menderita seumur hidup bahkan mati,’’ papar Rubag. ‘’Pikir-pikir, cerita rakyat yang sebenarnya bagian dari kearifan lokal seperti yang kau paparkan, sangat banyak di Bali. Itu menyebabkan masyarakat pulau ini lama menikmati kedamaian berbasis toleransi atau nyama braya, kendati kini mulai terusik akibat penghuninya semakin heterogen. Kita lebih dulu menerapkan imbauan Bung Karno dengan pidatonya ‘Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah‘, karena orang Bali di setiap rumahnya ada sanggah. Di tempat suci ini selain Tuhan Yang Mahaesa, pemujaan leluhur berupa Kemulan adalah altar utama. Tidak pernah melupakan dan meninggalkan sejarah leluhur merupakan inti dari sejarah yang dimaksud BK. Tahu hubungan leluhur dengan leluhur para tetangga yang disebut braya, merupakan basis toleransi paling penting. Ini menyebabkan orang mempertimbangkan relasi masa lalu dari leluhur dengan masyarakat sekitarnya, sehingga menghindari tindakan gangsaran tindak kuangan daya, seperti yang kamu ulas. Ini pula yang mendorong perilaku saling asah, asih dan asuh, saling membina yang melahirkan kehidupan bersama berdasar sagalak-sagilik salunglung sabayantaka, paras paros sarpanaya. Kesatuan dan persatuan yang berakar di

hati, penuh rasa kekeluargaan yang diejawantahkan dalam bentuk suka-duka bernama banjar. Inilah organisasi tradisional sebagai warisan para leluhur, yang menjaga keharmonisan masyarakat Bali. Selama ada banjar dan desa pakraman, orang Bali tidak akan meninggalkan sejarah, apalagi melupakan!’’ komentar Made Surjanegara. ‘’Fitnah, provokasi, dan ujaran kebencian, nyaris tidak pernah berhasil memecah belah kehidupan berbanjar di Bali. Sebab, pengaruh atau doktrin politik dan ideologi selalu dihindarkan untuk menginfiltrasi kehidupan pesuka-dukaan banjar. Almarhum Prof. Ida Bagus Mantra benar, saat menolak keputusan pemerintah pusat di Jakarta untuk mengubah sebutan banjar menjadi dusun. Bila diubah, ikatan emosional batiniah sesama warga banjar dikhawatirkan akan tergusur dan bukan tidak mungkin relasi antarmasyarakat menjadi loe loe, gue gue, seperti dianut masyarakat Jakarta kini. Agaknya itu menyebabkan suasana guyub masyarakat Betawi menguap, bahkan mereka konon kini terdesak ke pinggiran kota, kendati dialek Jakarte favorit sebagai bahasa gaul. Tragisnya Lenong dan Gambang Kromong yang merupakan warisan budaya Betawi, nyaris tak pernah tampil dan dipentaskan di TV. Ironisnya, Jakarta kini seakan menjadi teater akbar pementasan unjuk rasa atau demonstrasi berjilid-jilid, karena ranah budaya didesak politik yang berkolaborasi dengan berbagai unsur lain yang dikenal dengan politik identitas. Semakin canggih dan hebatnya

GRUP musik Seems of Seed berkembang dengan genre poppunk. Band ini dibentuk untuk memperkenalkan lebih dekat kepada masyarakat Indonesia khususnya di Bali untuk memberi kesempatan kepada band ini memperkenalkan, mengetahui dan mempelajari genre musik ini agar dapat menggugah masyarakat untuk lebih mencintai musik. Terbentuknya Seems of Seed berawal dari pertemuan yang didukung adanya persamaan persepsi, misi dan hobi di antara masing-masing personel. Hingga terlahir ide dan gagasan untuk membentuk suatu wadah grup musik yang beraliran poppunk. Dalam suatu perjalanan tentunya tak semulus yang dibayangkan bahkan tak semudah membalikkan telapak tangan. Hal ini disebabkan masing-masing personel sudah memiliki pekerjaan tetap sehingga menyulitkan persamaan waktu jadwal latihan ditambah tempat yang cukup jauh satu sama lain. Melangkah pelan namun pasti, dan kesamaan hobi adalah kunci dari bertahannya band ini tetap eksis walaupun sempat beberapa kali pergantian personel, hingga pada tanggal 20 November 2015 “Seems of Seed” akan meramaikan belantika musik di Bali sampai saat ini. Band yang digawangi Putu Mika (vokal & gitar), Gede Yuda (gitar dan vocal), Kadek Oka (piano dan vocal), Gede Juni (drummer) serta Kadek Agus (bass dan vocal) yang akan memberikan nuansa dan warna baru dalam musik saat ini di Bali. Lagu yang sudah sering dimainkan pada event musik di antaranya, ‘’Buleleng’’, ‘’Terus Berlari’’, ‘’Menghilang’’, ‘’Sorry’’, dan ‘’Suatu Hari Nanti’’. (kmb)

teknologi informasi yang melahirkan media sosial maya, segala jenis isu diproduksi dan diperjualbelikan, guna kepentingan politik. Celakanya, isu mentah digoreng dan dibumbui fitnah, ujaran kebencian berbau SARA, membuat Jakarta jarang jeda dari kebisingan. Mungkin lantaran itu, terdengar rencana ibu kota negara akan dipindahkan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah,’’ tutur Wayan Wijaya. ‘’Pisang goreng dijual di warung, udang goreng atau tempura disajikan di resto Jepang, kalau isu goreng dibuat sekelompok orang di kuali website. Diduga penggemar dan pemesan isu goreng tersebut adalah politisi busuk yang mabuk kekuasaan. Sayang isu yang tidak jelas kebenarannya itu menjadi viral di medsos, karena jumlah warganet sekarang diperkirakan melebihi setengah jumlah penduduk Indonesia. Celakanya hanya sedikit yang pernah dengar cerita tentang Capung Bangkok seperti dituturkan Rubag. Kebanyakan dari mereka terperangkap dalam jaring-jaring simulakra karena meninggalkan sejarah negeri tercinta ini. Simulakra adalah sesuatu yang tidak ada dibikin ada lewat publikasi secara masif, terstruktur dan sistematik. Seperti duplikat yang difotokopi! Atau sesuatu yang ada namun digoreng dan diplintir, sehingga yang palsu dibikin lebih asli daripada yang orisinal. Syukur, baru-baru ini aparat kepolisian berhasil menggulung kelompok pembuat isu palsu dan kini sedang diselidiki para pemesannya. Meskipun produsen isu goreng tertangkap, segelintir politisi busuk yang sudah kadung mabuk kekuasaan, guna

mendiskreditkan pemerintah, menggoreng sendiri isu berupa gambar yang mereka pungut di dunia maya. Karena kurang mahir dan amatiran, jelas banyak yang tahu bahwa gambar yang diunggah kedaluwarsa atau kejadian belasan tahun lalu yang TKP-nya bukan seperti tertulis di teks,’’ ujar Nyoman Muka. ‘’Ya, aku tahu oknum yang kamu maksud. Seorang elite politik mantan menteri rezim lampau yang kini seharusnya berperilaku seperti negarawan karena menyandang status terhormat di Senayan. Libidinal kekuasaan dan hasrat keras mendiskreditkan pemerintah sebagai kader parpol oposisi, membuatnya menggadaikan integritas dan harga dirinya. Malah ketika

cuitannya di twitter disanggah orang yang tahu betul ihwal gambar yang diunggah, tanpa rasa malu dia minta maaf namun tetap seperti tidak bersalah. Malah mengatakan terlalu banyak gambar yang berhasil dipulungnya di internet, sehingga dia menganggap diri wajar salah memilih gambar. Seharusnya dia katakan, wajar aku tolol karena banyak orang lebih pintar dariku. Hahaha, aku sulit menahan gelak membaca dalihnya yang disertai saran agar penyanggahnya tidak terlalu baper agar tidak cepat mati. Wah, itu ucapan pas buat tukang goreng isu, namun tidak cocok buat orang terhormat yang sering tampak berjas dan berdasi di Senayan,’’ tambah Nyoman Karya. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 17 September 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu