1,
12 HALAMAN
NOMOR 282 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU PON, 17 juni 2018
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 ,233801Faksimile: 227418
Pertegas Keunggulan 6,4% di Konser Salam 2 Jari
Rai Mantra Ajak Masyarakat Waspadai Kecurangan KONSER Bali Salam 2 Jari benar-benar menjadi magnet yang menyedot kehadiran warga dari berbagai pelosok Karangasem, Rabu (13/6) lalu. Calon Gubernur Bali nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menghadiri konser bertajuk “Untuk Nurani Karangasem Demi Pertiwi Ne Bali” di Lapangan Candra Bhuana Karangasem itu. Konser digelar Komunitas Seni Taksu Bali untuk Rai Mantra disambut antusias belasan ribu warga yang hadir. Dalam kesempatan ini, Rai Mantra mengajak ribuan warga yang hadir untuk mengawal suara di tempat pemungutan suara (TPS) masingmasing. Menurut Rai Mantra, partisipasi publik
diperlukan untuk mencegah terjadinya intimidasi, manipulasi suara dan kecurangan, terutama di Karangasem. “Orang Karangasem dikenal pemberani, pantang mundur sebelum menang. Sehingga tidak bisa ditekan atau diintimidasi dalam menentukan pilihan politik,” ujarnya. Pasangan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra – Ketut Sudikerta (Mantra – Kerta) sendiri unggul 6,4 persen berdasarkan survei yang telah dilakukan. Karangasem sendiri menjadi kabupaten yang diproyeksikan akan menang telak. Karena itu, tim Mantra-Kerta secara serius mengawal suara pemilih bumi lahar agar terhindar dari tindakan yang merugikan hak politik warga.
Peran serta masyarakat menjadi salah satu kuncinya dan memegang peranan penting untuk mengawasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS (Tempat Pemungutan Suara) pada 27 Juni nanti. “Mari saksikan pencoblosan di TPS agar terwujud pilkada adil dan jujur. Jaga TPS bersamasama untuk menghindari kecurangan,” tegas Rai Mantra. Selain mengajak warga untuk mengawal suara, pada kesempatan ini, Rai Mantra kembali mempertegas sikapnya menolak reklamasi Teluk Benoa dan bantuan bagi desa pakraman Rp 500 juta. Hal. 11 Tolak Reklamasi
BPM/ist
KONSER - Calon Gubernur Bali, Rai Mantra, di tengah-tengah Konser Salam 2 Jari di Karangasem.
Jadikan Semangat Idul Fitri untuk Pemilu Damai
Prancis Menang Atas Australia
Brazil Performa Terbaik
Moskow Tim Prancis sukses menaklukkan tim Australia 2-1 pada laga perdana penyisihan Grup C Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Kazan Arena, Kazan, Rusia, Sabtu (16/6) kemarin. Sementara Brazil yang akan menghadapi Swiss, Minggu ini (17/6), dalam performa terbaiknya. Les Blues memperoleh dua gol masing-masing dari eksekusi penalti Antoine Griezmann pada menit ke-58 dan Paul Pogba pada menit ke-81. Di sisi lain, tim Socceroos hanya menghasilkan satu gol lewat tendangan eksekusi penalti sang kapten Mile Jedinak pada menit ke-62. Anak-anak asuh Bert van Marwijk tampil lebih agresif setidaknya pada 10 menit awal babak kedua menyusul hasil imbang 0-0 pada babak pertama. Agresivitas itu tampak mengendur manakala Joshua Risdon menjegal Griezmann di kotak penalti Australia menit ke-57. Adalah sepakan kaki kanan penyerang Atletico Madrid itu ke gawang Mathew Ryan menjadi pembuka gol bagi Prancis. Hanya berselang tiga menit, Australia mendapatkan giliran tendangan penalti karena wasit Andres Cunha menilai tangan pemain belakang Samuel Umtiti terkena bola di kotak penalti kiper Hugo Lloris. Jedinak membalas gol ke gawang Lloris dengan sepakan datar ke kanan pada menit ke-62. Hal. 11 Gol Unik
Jakarta (Bali Post) -
Umat Muslim di Indonesia sejak Jumat hingga Sabtu (16/6) kemarin, merayakan hari raya Idul Fitri atau Lebaran. Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpesan kepada umat Islam di Indonesia agar menjadikan hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah sebagai momentum menjaga kohesi sosial dan perdamaian. Upaya ini penting karena mem asuki tahun politik dengan rangkaian Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Terlebih Idul Fitri tahun ini dekat dengan agenda politik nasional berupa Pemilukada, Pemilihan Legistatif dan Pemilihan Presiden 2019, kata Ketua Umum MUI, Ma’ruf Amin, di Jakarta, Sabtu (16/6) kemarin. Menurut dia, perbedaan aspirasi politik merupakan hal biasa yang seharusnya dipandang sebagai rahmat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan justru
menjadi penyebab terjadinya potensi kegaduhan yang berujung saling mencerca dan mencaci maki. “Semangat Idul Fitri diharapkan dapat mendorong terbangunnya pemilu yang lebih damai, saling memahami (husnuttafahum) yang dilandasi nilai-nilai keadilan, kejujuran, kesantunan, dan kedamaian,” ujarnya. Kemudian, Ma’ruf Amin juga mengajak kepada umat Islam setelah menjalani serangkaian ibadah selama Ramadan dapat meningkat-
kan kepatuhannya terhadap ajaran agama. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap sesama terutama kepada kaum dhuafa, fakir miskin, dan anak yatim piatu. ‘’Open House’’ Sementara itu, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melaksanakan open house Idul Fitri dengan warga di Istana Bogor, Jumat lalu. Hal. 11 Sudah Antre
Dari ‘’Talkshow’’ Merah Putih di Bali TV
Paslon Gubernur Dibelenggu Janji Sendiri Persoalan Sampah dan Perempuan Diabaikan PARIWISATA selama ini kerap dijadikan “kambing hitam” atas berbagai persoalan yang muncul di Bali. Mulai dari masalah kriminalitas, kemacetan, alih fungsi lahan, hingga kerusakan lingkungan dan sampah. Ketua Paiketan Krama Bali, A.A. Suryawan Wiranatha, mengatakan, masalah pengelolaan sampah di Bali belum pernah dibicarakan secara holistik. Pengelolaan hanya berkutat pada aspek hilir yakni tempat pembuangan akhir (TPA). Misalnya di TPA Suwung, sampah berupaya dihilangkan dengan menutupnya dengan tanah. Padahal, cara ini tidak menyelesaikan masalah sampah yang ada di Bali. “Racunnya lari ke laut, kemudian dimakan oleh ikan. Ikannya kita konsumsi, kitalah yang tercemar,” ujarnya. Menurut Suryawan, persoalan sampah mesti diselesaikan dari hulu. Masyarakat harus diedukasi untuk memilah sampah, dan mengolah sampah menjadi kompos. Hal ini juga harus didukung dengan angkutan sampah berbeda untuk mengambil sampahsampah yang sudah dipilah. Wakil Ketua 1 IHGMA, I Made Ramia Adnyana, mengatakan, masalah sampah dirasakan di Bali sejak 30 tahun yang lalu. Termasuk di dalamnya masalah kriminalitas dan kemacetan. Kendati kerap menjadi bahan kampanye, namun tetap saja belum ada penyelesaiannya sampai saat ini. “Paslon yang tidak mampu atau tidak bisa menyelesaikan masalah sampah ini, lebih baik tidak usah menjadi gubernur,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BKOW Bali, A.A.A. Tini Rusmini Gorda, mengatakan, kedua pasang kandidat dalam Pilgub Bali 2018 belum ada yang menonjolkan program untuk perempuan dalam visi dan misinya. Padahal, tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs tidak akan tercapai kalau peran perempuan tidak dimaksimalkan. Bendesa Adat Kuta, Wayan Swarsa, mengatakan, kedua pasangan calon dalam Pilgub Bali 2018 wajib untuk menjadikan desa adat sebagai partner untuk membantu pemerintah. Bendesa Adat Canggu, I Nyoman Sujapa, mengatakan, desa adat sebetulnya menginginkan ada pengakuan dan ada sikap untuk menghormati. Khususnya menghormati segala produk yang dikeluarkan desa adat sebagai aturan dalam mengatur desa adat tersebut. Bendesa Adat Besakih, Jero Mangku Widiartha, berharap pemimpin Bali ke depan bisa mengembangkan Besakih sesuai dengan masterplan-nya. (rin)
BPM/wan
I Made Ramia Adnyana
BPM/wan
A.A.A. Tini Rusmini Gorda
Sepuluh hari lagi tepatnya 27 Juni 2018, masyarakat Bali akan mencoblos untuk memilih gubernur. Selama proses sosialisasi, kedua paslon banyak menebar janji. Kendati ada unsur “kepentingan” untuk dipilih, masyarakat sebetulnya tetap menyimpan harapan. HARAPAN besar masyarakat agar paslon terpilih nantinya bisa membawa Bali menjadi lebih baik dari saat ini. “Janji boleh, tapi harus sesuai dengan kemampuan kita,” ujar Dekan FISIP Universitas Udayana, GPB Suka Arjawa, dalam acara Talkshow Merah Putih yang digelar Bali TV di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha Denpasar, Selasa (12/6) lalu. Menurut Suka Arjawa, janji yang terlalu muluk atau melebihi kapasitas paslon justru bisa menjadi blunder. Sebab, masyarakat juga akan berpikir secara kritis dan cerdas. Apalagi, pemilih Bali saat ini memiliki kualitas hampir sama seperti pemilih di DKI Jakarta. Pemilih di perkotaan memang lebih rasional, namun pemilih di pedesaan tidak semuanya pragmatis. “Belum tentu dengan janji perbaikan ini, perbaikan itu, dia akan menerima. Ada
yang menjanjikan perbaikan ini ternyata tidak diperbaiki. Itu menjadi catatan dalam pikiran masyarakat. Ke depan, kita harus benar-benar memilih pemimpin Bali yang betul-betul jujur, sesuai dengan kemampuannya,” paparnya. Ketua Kadin Bali, A.A. Ngurah Alit Wiraputra, melihat belum ada paslon yang dalam visi dan misinya menggairahkan generasi muda untuk bangkit menjadi wirausaha. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Bali yang selalu di atas rata-rata nasional belum bermanfaat secara maksimal bagi masyarakat Bali. Dari total Rp 800 triliun nilai investasi di Bali, orang Bali hanya memiliki Rp 7080 triliun. Demikian pula perekonomian Bali yang 80
persennya ditunjang oleh pariwisata, hanya 6-7 persen orang Bali yang ikut berkiprah di dalamnya. “Ke depan, kita akan dorong lagi bahwa pertumbuhan perekonomian yang baik itu apabila rasio pengusaha dengan jumlah penduduknya itu di atas 12 persen sehingga menjadikan perekonomian Bali akan kuat bertahan,” ujarnya. Menurut Wiraputra, pemimpin Bali ke depan memiliki tantangan untuk membuat ekonomi Bali menjadi milik orang Bali. Selain itu, bagaimana membuat pertanian menjadi leading sector selain pariwisata. Mengingat, jumlah penduduk Bali yang menjadi petani jauh lebih besar (45 persen) dibandingkan yang terjun ke dunia pariwi-
sata. “Para kandidat harus mulai menjanjikan bahwa sektor pertanian ini harus digarap serius,” tegasnya. Ketua HKTI Bali, Prof. Nyoman Suparta, mengatakan, bidang pertanian sebetulnya telah banyak ditebari janji oleh para kandidat. Mulai dari subak, SDM, hingga bantuanbantuan untuk sektor pertanian. Namun, implementasi dari janji-janji itu yang hampir tidak diwujudkan. Ada yang memang karena tidak mampu merealisasikannya, ada pula yang karena tidak mau. “Ada benturan-benturan kepentingan ketika mau menjalankan janji itu. Dihambat oleh kepentingan partai, dihambat oleh kepentingan pribadinya,” ujarnya. Suparta menyarankan agar para paslon tidak terlalu
banyak berjanji, tapi berbuat sesuatu yang terbaik untuk Bali. Menjadikan Bali lebih baik, besar, kuat, dan lestari, serta menyejahterahkan masyarakat. Akademisi Fakultas Teknik Universitas Udayana, Putu Rumawan Salain, mempertanyakan ada paslon berjanji menyelesaikan masalah transportasi dengan mengintegrasikan transportasi udara, pelabuhan, rel kereta api keliling Bali, dan public transport. Mengingat saat ini situasi ekonomi tengah sulit, dan realisasinya membutuhkan investasi besar. Oleh karena itu, mesti ada hitungan yang jelas dengan data. “Bagaimana janji itu bisa terintegrasi memutus kemacetan dan memberikan value yang lebih tinggi bagi Bali,” ujarnya. Rumawan menambahkan, apa pun yang dijanjikan oleh kandidat seharusnya termuat dalam perda tata ruang. Perda No.16 tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali saat ini tengah dalam proses review. Sementara perda tersebut telah disepakati sebagai panglima dalam pembangunan. “Perda RTRW sekarang sedang di-review. Kita belum tahu hasilnya. Kalau umpama tidak disetujui ada pengembangan airport di Bali Utara, maka janji hanya tinggal janji. Apalagi yang pelabuhan, rel kereta api, itu tidak mudah,” jelasnya. (rin)
Menanti Tindakan Nyata Janji Tolak Reklamasi Teluk Benoa SALAH satu janji politik yang dilontarkan kedua pasangan calon dalam Pilgub Bali 2018 adalah menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun, masyarakat yang berada di barisan tolak reklamasi sejak lima tahun terakhir tak lagi mengharapkan janji. Mereka memerlukan tindakan nyata. Apalagi, kedua pasangan calon diusung oleh partai politik yang memiliki wakil di DPRD Bali. “Kalau kedua pasangan calon itu serius, maka seti-
dak-tidaknya lahir keputusan di DPRD, hasil paripurna yang menyatakan penolakan reklamasi,” ujar Koordinator Divisi Politik ForBALI, Suriadi Darmoko. Menurut Suriadi, janji m e no l a k re kl a m a s i s a a t terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur tentu tidak adil untuk masyarakat dan desa adat yang menolak reklamasi sejak 2013. Hal. 11 Rekomendasi DPRD
BPM/wan
Suriadi Darmoko
BPM/wan
Juli Untung Pratama
BPM/wan
Basma Redana
2
DaerahArus Kencang, Kapal Kandas
Minggu Pon, 17 Juni 2018
Anggara Kasih Medangsia, ’’Pujawali’’ di Pura Uluwatu
Denpasar (Bali Post) Pada Anggara Kasih Medangsia, Selasa (19/6) nanti, perhatian umat Hindu di Bali tertuju pada Pura Uluwatu, Badung. Saat itu, puncak piodalan di Pura Uluwatu dan Ida Batara katurang masineb pada Jumat (22/6) mendatang. Pangelingsir Puri Agung Jrokuta selaku pengempon Pura Uluwatu, A.A. Ngurah Jaka Pratidnya, Sabtu (16/6) kemarin, menjelaskan upacara diawali dengan mundut Ida Batara Sakti dari Pura Parerepan dengan berjalan kaki menuju Pura Luhur Uluwatu pukul 09.00-11.00 wita. Puncak karya di-puput Ida Pedanda Gede Putra Dalem (Griya Dalem Sibang) dan Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa (Griya Sari Denpasar). Selama Ida Batara nyejer tiga hari, kata dia, umat juga dilayani selama 24 jam oleh paiketan BPM/sue pamangku Desa Pecatu dan AAN Jaka Pratidnya kahyangan jagat se-Bali. Selama Ida Batara nyejer, juga katurang bhakti penganyar secara bergiliran oleh umat di tiap kecamatan. Upacara penganyar Rabu (20/6) di-sanggra umat Kecamatan Kuta Utara, di-puput Ida Pedanda Gede Putra Manuaba dari Griya Sempidi, Badung. Upacara penganyar, Kamis (21/6), di-sanggra umat Kecamatan Kuta di-puput Ida Pedanda Giri Dwija Guna (Griya Umasari Ngenjung). Sementara upacara panyineban dilakukan Jumat (22/6) mulai pukul 10.00 wita, di-sanggra umat Hindu Kecamatan Kuta Selatan di-puput Ida Pedanda Gede Ngurah Telaga dari Griya Tegal Denpasar. Jaka Pratidnya yang akrab dipanggil Turah Joko ini meminta masyarakat untuk berhati-hati ketika pedek tangkil ke Puru Uluwatu terutama saat prosesi mundut Ida Batara. Para pengemudi truk dan proyek diminta memberi prioritas pada umat yang akan tangkil menuju ke Pura Luhur Uluwatu. Umat juga diminta menjadikan kawasan Pura Uluwatu bebas dari sampah termasuk sampah plastik. Demikian juga di jaba sisi dan sekitar Alas Kekeran umat dilarang membuang sampah sembarangan karena sudah disiapkan tong sampah. Termasuk para pedagang dan wisatawan. Persembahyangan dimulai dari Pura Pasambiangan Ratu Gede ring Nusa di Jimbaran, menuju Pura Jurti dan Jaba Dalem Uluwatu. (025)
di Perairan Gilimanuk
Negara (Bali Post) – Kapal Motor Penumpang (KMP) Perkasa Prima 5, Jumat (15/6) malam, kandas di perairan Gilimanuk saat hendak bersandar di dermaga LCM. Kapal terseret arus kuat hingga terdampar di perairan dangkal sekitar 300 meter dari dermaga LCM. Namun, kapal yang mengangkut satu truk tronton dan dua sepeda motor dari Pelabuhan Ketapang ini bisa kembali bergerak dan bongkar muat beberapa jam kemudian. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol Nyoman Subawa, saat dikonfirmasi Sabtu (16/6) kemarin, membenarkan kejadian kapal kandas yang hendak ke Gilimanuk itu. “Tadi malam memang ada
kapal kandas, tapi sudah bisa bersandar kembali,” terangnya. Kapal baru bisa kembali melanjutkan perjalanan setelah air laut pasang. Awalnya, kapal sedianya hendak ditarik dengan kapal lainnya sambil
menunggu air pasang sekitar pukul 23.00 wita. Akhirnya, kapal sudah bisa lepas dari kandas sekitar pukul 00.05 wita. Tidak ada kerugian materiil dan personel, kapal juga bisa beroperasi kembali.
Guru Ajeg Bali Segera Jadi Sulinggih
BPM/ist
Pascadirazia, Diskotek Pyramid Dipasang Garis Polisi
BPM/olo
Numpang Bus
Pemudik Meninggal di Gilimanuk Negara (Bali Post) Seorang pemudik asal Banyuwangi yang sedang dalam perjalanan di Gilimanuk meninggal diduga karena sakit, Kamis (14/6) lalu. Korban yang diketahui bernama Sahwan (63) ini merupakan penumpang bus AKAP Tiara Mas jurusan Sumbawa-Banyuwangi. Korban yang memiliki riwayat jantung dan hipertensi ini oleh petugas yang berjaga di jalan menuju pelabuhan sempat dilarikan ke Puskesmas Gilimanuk. Namun saat diperiksa, korban sudah meninggal dunia. Kapolsek Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa melalui Kanit Reskrim AKP Komang Mulyadi yang dikonfirmasi, membenarkan kejadian penumpang bus meninggal tersebut. Dari keterangan para saksi, korban yang berasal dari Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB ini berangkat dengan istrinya Isnaini (56) pada Rabu (13/6) sekitar pukul 11.00 wita, dari Sumbawa, NTB, hendak mudik atau pulang kampung ke Banyuwangi, Jawa Timur dengan menumpang atau menggunakan jasa angkutan darat berupa bus akap Tiara Mas, nopol EA 7339 A yang dikemudikan Bambang. Selama dalam perjalanan dari Sumbawa hingga Negara, korban tidak pernah mengeluh atau mengalami gangguan kesehatan. Namun pada saat bus mendekati Pelabuhan Gilimanuk atau tepatnya di depan pasar, Lingkungan Asri Barat, Kelurahan Gilimanuk sekitar pukul 03.00 wita, tiba-tiba korban mengalami gangguan dan pingsan di dalam bus. Beberapa saat kemudian, korban diturunkan dari bus dan dibantu oleh kendaraan Ambulans BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk dibawa ke Puskesmas II Melaya di Gilimanuk. Sesampainya di puskesmas, korban langsung ditangani oleh dokter Suriyono dan didampingi perawat Nengah Sari Utami. Namun, setelah diperiksa dan atas keterangan dokter bahwa korban dinyatakan sudah meninggal dunia sebelum sampai di puskesmas atau dimungkinkan meninggal dalam bus. “Menurut istri korban, suaminya mempunyai riwayat hipertensi dan opname di rumah sakit sekitar tahun 2016 karena sakit jantung,” ujar Mulyadi. Selanjutnya, jenazah korban sementara dititipkan di puskesmas sambil menunggu jemputan pihak keluarga korban dari Banyuwangi. (kmb26)
ASDP Ketapang-Gilimanuk, arus penyeberangan selama hari raya Lebaran atau Jumat (15/6), jumlah kapal yang dioperasikan menurun. Dari sebelumnya pada 41 kapal, pada hari H itu hanya dioperasikan 26 kapal. Dengan jumlah penumpang dari Gilimanuk 32.683 orang, roda dua 4.275 unit, dan roda empat 4.290 unit. Arus balik masuk ke Bali diperkirakan mulai terjadi pada Minggu (17/6) hingga sepekan mendatang. (kmb26)
I.A. Gde Suwardani
DISEGEL - Tim gabungan Polda Bali menyegal Diskotek Pyramid dengan memasang garis polisi di pintu masuk.
BANTU KORBAN - Sejumlah petugas dari Polsek Kawasan Laut dan BPBD Jembrana membantu korban penumpang bus ke puskesmas.
Untungnya kapal yang kandas itu belum mengangkut banyak kendaraan seperti saat arus mudik beberapa hari lalu. Saat itu, kondisi penyeberangan relatif normal. Sementara itu, arus penyeberangan baik masuk maupun keluar Bali selama akhir pekan kemarin, relatif lancar. Termasuk pada Sabtu pagi kemarin, arus kendaraan di Gilimanuk tidak ada peningkatan dan lancar. Dari data yang dihimpun dari Posko
Denpasar (Bali Post) Setelah di-sweeping dan diamankan 16 butir ekstasi, Diskotek Pyramid di Jalan Dewi Sri, Kuta, Badung, Kamis (14/6) lalu, anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Bali memasang garis polisi di pintu masuknya. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan izin usaha yang sudah tidak berlaku lagi dan Diskotek Pyramid bergerak dalam usaha restoran. Penyegelan itu dipimpin Kabag Binops Ditresnarkoba Polda Bali AKBP I Gede Sujana, didampingi Kasubdit 3 Kompol I Made Pakris dengan melibatkan puluhan personel. “Pemasangan police line tersebut untuk mempercepat dan mempermudah proses penyidikan terhadap orang yang diamankan saat
melaksanakan sweeping di Diskotek Pyramid. Selain ditemukan di balkon, barang bukti ekstasi juga ditemukan di tong sampah dan loker yang ada di dalam diskotek,” tegasnya. Hengky Widjaja mengatakan, tindakan tegas ini merupakan bentuk komitmen Polda Bali dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Bali. Apalagi Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. P e t rus R e i nha rd Go l o s e dengan tegas menyatakan perang terhadap narkoba sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Polda. “Generasi penerus Bali harus diselamatkan dari narkoba,” ucap mantan Kabag Binkar Biro SDM Polda Bali ini. Seperti diketahui, berdasarkan Surat Telegram Kabareskrim Polri nomor: ST/129/V/2018, tim gabungan Polda Bali menggelar sweep-
ing dan tes urine di tempat hiburan malam (THM) Rabu (13/6) lalu. Dari beberapa THM di Denpasar dan Kuta yang disasar, hanya di Diskotek Pyramid di Jalan Dewi Sri, Kuta, Badung, diamankan delapan pengguna dan pengedar narkoba. Para pelaku berinisial KS (24) membawa satu klip bening narkotika jenis ekstasi berwarna biru logo R sebanyak satu butir, DR (30) dengan barang bukti tujuh butir ineks logo LV dan enam butir tablet berwarna cokelat diduga ineks serta empat kunci loker. Selain itu, diamankan wanita, SSM (21), dengan barang bukti dua pecahan ineks dibungkus tisu. Polisi juga mengamankan pengunjung hasil tes urinenya positif mengandung narkoba yaitu DRA (36), INW (30), AAN (24), INBJ (58), dan MM (24). (kmb36)
Denpasar (Bali Post) Selama 38 tahun mengabdi di SD Saraswati 4 Denpasar, Dra. Ida Ayu Gde Suwardani tahun ini memasuki masa pensiun. Guru ajeg Bali yang digelar Bali Post ini segera di-diksa menjadi sulinggih untuk fokus melayani umat. Pengganti Kepala SD Saraswati 4 Denpasar, kini Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar mempercayakan kepada Drs. I Nyoman Punia. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat, Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., melepas I.A. Gde Suwardani bersamaan dengan acara pelepasan 151 siswa kelas VI, Kamis (14/6) lalu. Acara juga diisi dengan pentas seni disaksikan orang tua siswa. Siswa yang dilepas adalah lulusan yang berkualitas dan berkarakter. Mantan Kasek Ida Ayu Gde Suwardani yang sudah mengabdi 38 tahun di sekolah ini minta pamit karena segera menjadi sulinggih mendampingi suaminya Ida Bagus Antara. Upacara diksa pariksa dilakukan 4 Agustus, dan puncak padiksan pada 8 Agustus mendatang dipusatkan di Griya Sidemen Gulingan, Mengwi. Untuk itu, dia berpesan SD Saraswati 4 Denpasar terus maju dan berprestasi.
Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., menyampaikan terima kasih atas jasa I.A. Gde Suwardani membesarkan dan meletakkan dasar penting bagi sekolah ini. Yayasan pun menghargai keputusan Suwardani untuk fokus melayani umat Hindu. Kasek baru, Nyoman Punia, diharapkan melanjutkan program terbaik sekolah ini. Dengan demikian, sekolah ini tetap berprestasi. Bagus Ketut Lodji mengingatkan saat ini adalah eranya persaingan dengan makin banyaknya muncul sekolah baru berlabel internasional dengan keunggulan bahasa asing. Dengan demikian, sekolah Saraswati juga harus menerapkan PBM bilingual. Yayasan juga mendorong semua guru SD meraih S-2 serta pengangkatan guru baru diprioritaskan memiliki kompetensi bahasa asing. Bagus Ketut Lodji menyadari guru bermutu menghasilkan lulusan bermutu. ‘’Intinya, SD Saraswati harus bermutu. Semua lulusannya cerdas dan berkarakter. Dengan demikian, SD Saraswati 4 Denpasar menjadi sekolah kebanggaan dan dicintai masyarakat Bali,’’ tegasnya. (025)
BPM/sue
LEPAS - Ketua Yayasan Bagus Ketut Lodi melepas I.A. Gde Suwardani didampingi I Nyoman Punia untuk mempersiapkan diri menjadi sulinggih.
Libur Lebaran
’’Pamedek’’ Berbaur dengan Wisatawan Tabanan (Bali Post) Kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot mengalami peningkatan selama libur Lebaran. Selain meningkatnya kunjungan, suasana DTW juga menjadi
lebih padat dari biasanya karena adanya piodalan Pura Luhur Tanah Lot sehingga banyak pamedek yang datang untuk sembahyang. Manajer DTW Tanah Lot, Ketut Toya Adnyana, mema-
parkan untuk mengantisipasi banyaknya wisatawan dan pamedek yang datang pihak manajemen telah melakukan persiapan satu minggu sebelumnya seperti melakukan berkoordinasi
BPM/san
PADAT - DTW Tanah Lot tidak hanya dipadati wisatawan tetapi juga pamedek.
dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan di Tanah Lot selama musim libur Lebaran. “Untuk keamanan kami juga menyiagakan petugas keamanan dan memasang 28 kamera pengintai tambahan di titik-titik rawan kepadatan sehingga diharapkan tidak akan terjadi hal-hal yang bisa merugikan wisatawan, dan tentunya keamanan wisatawan tetap terjaga sehingga wisatawan merasa aman berada di Daya Tarik Wisata Tanah Lot,” ujar Toya. Toya melanjutkan sejak H-2 sebelum Lebaran, arus kedatangan wisatawan ke Daya Tarik Wisata Tanah Lot memang sudah mulai melonjak. Ribuan wisatawan yang berkunjung ke tempat ini berasal dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bogor, Malang, Sidoarjo, Bandung, Yogyakarta, hingga Makas-
sar. Selain itu, wisatawan mancanegara juga tidak kalah membeludaknya. Dari data yang didapat saat H-2 Lebaran jumlah pengunjung mencapai 10.949 di mana 6.002 adalah wisatawan mancanegara dan 4.947 adalah wisatawan domestik. Sedangkan saat H-1 jumlah pengunjung mengalami peningkatan menjadi 12.018 di mana 6.216 adalah mancanegara dan 5.802 adalah domestik. “Dari data yang kami pantau, H-2 Lebaran mencapai 10.949 dan H-1 mencapai 12.018. Perbandingannya lebih banyak wisatawan mancanegara. Hal ini dimungkinkan juga karena wisatawan mancanegara ingin melihat langsung situasi dan merasakan suasana religius di DTW Tanah Lot saat pujawali yang mana hanya bisa mereka lihat setiap enam bulan sekali,” jelas Toya. (kmb24)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 0215357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/ SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Daerah
Minggu Pon, 17 Juni 2018
PROFIL Semangat Persatuan dan Kesatuan
TERKAIT perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1439 H., Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto menyelenggarakan open house, Jumat (15/6) di kediamannya, Denpasar. Hadir dalam acara tersebut pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan media massa dan undangan lainnya. Dengan menghayati makna Idul Fitri, hendaknya memotivasi semangat persatuan dan kesatuan. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/ Udayana Kolonel Inf. J. Hotman Hutahaean mengatakan, hari raya Idul Fitri merupakan puncak pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa yakni umat yang bertaqwa. “Hadir dalam acara tersebut Bapak Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Bapak Kapolda Bali, beserta para pejabat pimpinan FKPD Provinsi Bali, para tokoh agama, masyarakat serta panglingsir puri. Para tamu diterima langsung oleh Bapak Pangdam beserta ibu, didampingi oleh para pejabat teras Kodam IX/ Udayana,” ujarnya. Menurut Kapendam, suasana kekeluargaan dan kebersamaan tampak sangat kental mencerminkan menyatunya para pimpinan baik TNI maupun pemerintah daerah. Dalam sambutannya, lanjut Kolonel Hotman, Pangdam mengucapkan terima kasih kepada segenap undangan hadir dalam acara tersebut. Sebagai mana diketahui bersama di Idul Fitri menjadi hari kemenangan bagi umat muslim. “Kita menyadari bahwa persatuan dan persaudaraan serta pengabdian merupakan perintah dari Allah SWT. Apabila seluruh umat Islam mampu mengamalkan dan menguraikan, maka hikmah Idul Fitri kali ini akan memancarkan Kedamaian kesejahteraan dan hidayah. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan bimbingan dan petunjuknya dalam rangka meningkatkan pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” ujarnya. (ken)
Aniaya Pedagang Nasi, ODGJ Diamankan Polisi Bangli (Bali Post) Petugas Polsek Bangli mengamankan seorang pria yang mengidap gangguan jiwa. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), I Ketut S (48), diamankan lantaran ulahnya yang tak jelas. Pria warga Banjar Gunaksa, Kelurahan Cempaga tersebut secara tiba-tiba menganiaya seorang penjual nasi dengan pipa paralon hingga memar. Informasi yang dihimpun Sabtu (16/6) kemarin, menyebutkan, penganiayaan yang dialami korban Ni Wayan Ariyanti (51) warga Banjar Sidembunut, Kelurahan Cempaga itu terjadi pada Jumat (15/6) pagi. Kronologis kejadian bermula saat korban yang sedang berjualan nasi tiba-tiba didatangi pelaku. Pelaku saat itu datang membawa pipa paralon dengan panjang kurang dari satu meter. Tanpa basa-basi, pelaku langsung memukul korban dan mengenai lengan kanan korban hingga bengkak. Suami korban yang mengetahui kejadian itu kemudian melapor ke Polsek Bangli. Sementara korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Kanit Reskrim Polsek Bangli Iptu Ketut Purnawan seizin Kapolsek Bangli Kompol Dewa Raka saat dikonfirmasi kemarin, membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan satu buah pipa paralon dengan panjang 85 cm yang sempat dipakai pelaku untuk memukul korban. Dari hasil pemeriksaan diketahui tidak ada permasalahan antara pelaku dengan korban. “Diduga pelaku mengalami gangguan jiwa karena memiliki kartu kuning, yang merupakan kartu perawatan bagi pasien di RSJ,” kata Purnawan. (kmb40)
Gubernur Pastika:
Masyarakat Nusa Penida Bersiap Songsong Kebangkitan Daerahnya
BPM/mud
NYULING - Anak-anak SD dan SMP nyuling bersama musisi Bali terkenal, Gus Teja, dalam penutupan BEE 2018 di gedung Kesenian Gde Manik Singaraja.
Penutupan BEE 2018
Ribuan Siswa Nyuling Massal Singaraja (Bali Post) Musisi kondang kebanggaan Bali, Agus Teja Sentosa, S.Sn., atau yang akrab disapa Gus Teja mengajak ribuan siswa SD dan SMP di Buleleng nyuling massal. Penampilan Gus Teja di Bali Utara itu dalam penutupan Buleleng Education Expo (BEE) Kamis (14/6) lalu. Selain menyanyikan lagu-lagu andalannya, Gus Teja mengajak anak-anak SD dan SMP serta para undangan untuk nyuling massal dengan judul lagu ‘’Merah Putih’’ ciptaan almarhum Gde Dharna, sosok budaya sekaligus veteran pejuang kemerdekaan. Gus Teja yang ditemui usai manggung mengaku senang setelah bisa hadir nyuling massal bersama ribuan pelajar di Buleleng. Penampilan seperti ini diakuinya baru pertama kali dijalaninya. Dia pun bangga dengan semangat anak-anak memainkan suling di tengah permainan atau alat musik modern yang menjamur belakangan ini. “Saya senang, bangga hadir dan mengajak anak-anak nyuling dan semangat mereka sangat tinggi untuk mencintai budaya lokal Bali salah satunya suling,” katanya. Salah seorang siswa SMP Komang Riski Trisna asal Kubutambahan mengaku bisa ikut nyuling bersama musisi Bali terkenal. Sebelum mengikuti nyuling massal siswi SMPN 1 Kubutambahan ini latihan dengan keras agar bisa nyuling menyanyikan lagu ‘’Merah Putih’’. “Memang sulit tapi berkat latihan rutin saya bisa memainkan alat musik khas Bali dan nyuling bersama musisi terkenal kebanggaan buat saya. Mudah-mudahan setelah ini ada event nyuling, sehingga bisa untuk mencari pengalaman dan mencintai budaya lokal Bali,” katanya. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) yang menutup BEE 2018 mengatakan, pelaksanaan BEE dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan dari sudut gelaran dan segmentasi kegiatannya. Seperti BEE tahun ini dengan khusus mengangkat seni dan budaya lokal Bali. Tujuan besar dari tema BEE ini adalah anak-anak tetap bisa berpikiran maju atau global agar tidak tertinggal. Namun di tengah situasi itu, pelajar diajak tetap mecintai seni dan budaya di daerah. “BEE sudah berjalan sangat baik dan ini ke depan kita jadikan kalander of event, sehingga menjadi media mengeksplorasi prestasi dan proses pendidikan kita di daerah,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Gede Suyasa mengatakan, 51 stan pameran yang dibuka selama BEE selalu ramai dikunjungi siswa atau masyarakat umum. Sementara, lomba baik akademik dan non-akademik seluruhnya berjalan dengan baik. Dengan hasil itu, Suyasa menilai kalau semua agenda BEE 2018 berjalan sesuai rencana yang disusun sebelumnya. “Aktivitas di stan semuanya aktif dan selalu ramai pengunjung. Lomba berjalan dan baik antar-siswa dan sekolah serta kegiatan ilmiah melibatkan guru SD dan SMP juga berjalan sesuai rencana,” tegasnya. (kmb38)
Uang Celengan OPD Klungkung
Dialokasikan Bedah Tiga Rumah UANG celengan yang dikumpulkan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Klungkung saat memperingati Hari Puputan Klungkung yang ke-110 dan HUT ke-26 Kota Semarapura tahun 2018, disalurkan untuk bantuan bedah rumah. Ada tiga unit rumah yang akan dibangun dari dana Rp 87 juta tersebut. Bantuan bedah rumah diserahkan Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Klungkung I Wayan Sugiada, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu. Diharapkan, bantuan sosial ini dapat bermanfaat dan digunakan dengan baik oleh penerima. “Mudah-mudahan dana yang diperuntukkan untuk bedah rumah ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh penerima,” ujarnya didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra dan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung Ida Bagus Anom Adnyana usai menyerahkan bantuan pembangunan bedah rumah I Ketut Munduh (67) di Dusun Kutapang Kauh, Desa Batununggul,
CELENGAN - Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Klungkung, I Wayan Sugiada, meletakkan batako, simbolis pelaksanaan bedah rumah yang didanai dari uang celengan OPD. Kecamatan Nusa Penida, Kamis (14/6). Menurut birokrat asal Tabanan ini, dana bantuan ini dari uang celengan yang dikumpulkan di masing-masing OPD. Atas gagasannya, para pegawai di lingkungan Pemkab Klungkung diajak menyisihkan sebagian kecil pendapatan atau rezekinya untuk dapat berbagi kepada sesama. Kurang lebih satu bulan, celengan tersebut dipecahkan bersama-sama. “Kami ingin mengetuk hati
3
para pegawai untuk dapat menyisihkan sedikit pendapatannya untuk berbagi terhadap warga kurang mampu. Paling tidak mereka terbantu dengan hasil celengan yang sudah dikumpulkan ini,” ujarnya. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Anom Adnyana, menyebutkan dana tersebut akan disalurkan untuk bantuan bedah tiga unit rumah. Dua
di Nusa Penida dan satu di Klungkung daratan. Penerima, katanya telah melalui proses verifikasi dengan skala prioritas. “Bantuan bedah rumah ini kita utamakan bagi warga kurang mampu, berdasarkan hasil penjajakan kami ke lapangan bersama tim,” ujarnya. Kepala Dusun Kutapang Kauh, Sujana, meyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran OPD Pemkab Klungkung atas bantuan yang diberikan kepada warganya. Menurutnya, selama ini, warganya I Ketut Munduh bersama istri Made Resin yang bekerja sebagai petani, menempati gubuk tua. Lima orang anaknya telah menikah. “Terima kasih kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan kepada warga kami,” ucapnya. Ucapan terima kasih juga disampaikan I Ketut Mardika asal Desa Tegak, Kecamatan Klungkung. Ayah dua orang anak yang bekerja serabutan ini juga mendapat bantuan bedah rumah dari hasil pengumpulan celengan. “Terima kasih kepada staf Pemda Klungkung yang sudah berpartisipasi memberikan bantuan bedah rumah ini,” ujarnya. (ad560)
GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika menginginkan masyarakat Nusa Penida bersiap-siap serta bersungguhsungguh membangun kesadaran dalam menyongsong kebangkitan dari daerahnya. Hal tersebut disampaikan Gubernur Pastika saat menggelar simakrama dengan warga Nusa Penida di Wantilan Pura Dalem Peed, Nusa Penida, Klungkung, Kamis (14/6). Dalam simakrama yang dilaksanakan serangkaian kunjungan kerja di Nusa Penida tersebut, Gubernur Pastika menyampaikan bahwasannya dari hari ke hari, Nusa Penida mengalami perkembangan yang sangat pesat yang ditandai dengan perkembangan pariwisata yang signifikan. Hal ini memberi dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Sebagai daerah pariwisata, Gubernur Bali mengingatkan masyarakat Nusa Penida untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan mengingat kebersihan adalah bagian penting dalam pariwisata. Tumpukan sampah terutama sampah plastik tidak hanya akan memberi dampak buruk pada lingkungan sekitar namun sampah plastik yang bersumber dari daratan dapat mencemari lautan dan memberi citra buruk bagi pariwisata bahari. Untuk itu, Gubernur meminta semua pihak untuk bangun kesadaran dan bersungguh-sungguh dalam penanganan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. “Nusa Penida bisa bagus kalau bersih, kalau mau wisatawan datang maka jaga kebersihan. Bila perlu hias pulau ini dengan tanaman bunga sehingga akan sejuk dan indah. Semua pihak saya minta berperan nyata dalam mewujudkannya. Pemerintah juga akan terus mendukung pembangunan infrastruktur baik itu jalan, air serta listrik sehingga akan menunjang perkembangan pariwisata Nusa Penida ke arah yang lebih baik,” imbuhnya. Ditambahkan Pastika, sebagai daerah tujuan pariwi-
SIMAKRAMA - Gubernur Bali Made Mangku Pastika, saat menggelar simakrama dengan warga Nusa Penida di Wantilan Pura Dalem Peed, Nusa Penida, Klungkung, Kamis (14/6). sata dunia, masyarakat Nusa Penida juga diminta untuk mewaspadai sisi negatif yang mungkin ditimbulkan oleh pesatnya pariwisata seperti peredaran narkoba serta penyebaran HIV/AIDS. Masyarakat baik generasi tua maupun muda diharapkan mewaspadai bahaya tersebut. “Pariwisata yang maju membawa peningkatan kesejahteraan dan lowongan pekerjaan, di sisi lain pariwisata juga membawa sisi negatif yang harus kita waspadai. Jangan sampai pulau ini tercoreng dengan narkoba maupun HIV/AIDS. Mari kita bersungguh-sungguh bangun kesadaran untuk menyongsong kebangkitan Nusa Penida sebagai telur emasnya Bali,” tuturnya. Dalam simakrama yang turut dihadiri oleh Penjabat Bupati Gianyar, Penjabat Sementara Bupati Klungkung, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali dan Kabupaten Klungkung serta masyarakat Nusa penida ini, juga diserahkan bantuan sembako kepada seratus lansia yang diserahkan secara simbolis kepada lima orang lansia oleh Gubernur Pastika. Seusai menggelar simakrama, rombongan Gubernur Bali juga berkesempatan meninjau program bedah rumah yang terletak di Dusun Jurangaya, Desa Kutampi Atas, Nusa Penida yang merupakan
rumah milik pasangan Kadek Widastra (29) dan Kadek Marsini (26) yang tinggal beserta keempat anaknya. Di tempat yang sama di Dusun Jurangaya, Gubernur dan rombongan juga berkesempatan meninjau Simantri 686 Panca Buana Kerti. Gubernur berharap ke depannya keberadaan Simantri dapat memberi manfaat semakin besar bagi para petani dan Nusa Penida khususnya bisa mendapatkan lebih banyak Simantri sehingga Nusa Penida sebagai sentranya sapi Bali dapat terus dikembangkan. Pada akhir kunjungan kerjanya, Gubernur dan rombongan juga meninjau Rumah Sakit Pratama Nusa Penida. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur berharap rumah sakit dapat segera memiliki dokter spesialis khususnya dokter spesialis kandungan sehingga dapat membantu ibu-ibu yang akan melahirkan yang memerlukan tindakan operasi cesar. Kehadiran rumah sakit Pratama diharapkan akan dapat memberi manfaat nyata dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Nusa Penida. Pada akhir kunjungannya, Gubernur Pastika beserta rombongan juga berkesempatan melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Dalem Peed, Nusa Penida. (ad563)
Alit Pujawan Bergelut di Pakaian Adat SEGALA bentuk usaha dan bisnis yang dijalani jika didasari dengan komitmen yang tinggi dan rasa optimistis seiring berjalanya waktu pasti akan berkembang dengan baik. Seperti yang dirasakan oleh wirausaha muda I Kadek Alit Pujawan asal Lingkungan Banjar Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli. Mengawali usaha sejak 2014 lalu, kini usaha pakaian adat cukup berkembang pesat. Diwawancarai Bali Post Sabtu (16/6) kemarin, I Kadek Alit Pujawan menuturkan, jika dirinya sudah mulai belajar berbisnis sejak masih duduk di SMA pada 2011. Setelah tamat SMA pada 2014, akhirnya dia memutuskan untuk membuka usaha busana pakain adat ke pura. “Saya dulunya sebagai model. Namun, saya sempat belajar manajeman terkait usaha di Denpasar. Setelah itu, saya memiliki ide, karena melihat di Bangli belum begitu banyak ada usaha pakain adat dan akhirnya saya memberanikan diri untuk membuka usaha ini,” ungkapnya. Menurut Alit, awal dia membuka usaha ini dengan modal meminjam di koperasi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tahun 2015 Dinas merangkul para wirausaha muda di Bangli. Kala itu,
dia menempati posisi kedua menjadi salah satu wirausaha muda berprestasi di Bangli. Selain itu, dia juga sukses meraih peringkat ketujuh wirausaha muda mandiri seProvinsi Bali yang merupakan program dari Kementerian UMKM di Bali TV beberapa waktu lalu. Pria berusial 25 tahun ini menambahkan, agar usahanya terus berkembang untuk mode dan jenis pakaian yang dijualnya saat ini disesuaikan dengan perkembangan tren masa kini. ’’Kita harus bisa mengikuti mode. Kalau tidak kita akan ketinggalan. Pemasarannya lewat media sosial seperti facebook dan website
termasuk instragram,” papar pemuda kelahiran Bangli 1993 itu. (nan)
Alit Pujawan
BPM/nan
Usai Salat Id
Muslim Kampung Singaraja ’’Gelar Magibung’’ SALAT Idul Fitri (Salat Id) di Buleleng Jumat (15/6) lalu berlangsung khusyuk. Selain menunaikan Salat Id, warga Muslim di Bali Utara mengisi dengan sejumlah tradisi unik. Salah satunya warga Muslim di Kelurahan Kampung Singaraja, rutin menggelar tradisi magibung. (makan bersama-sama). Konon, tradisi ini warisan dari Solo, Jawa Tengah (Jateng) yang sampai sekarang berkembang di Buleleng. Selain itu, tradisi ini juga mempererat tali silaturahim umat Islam dan juga umat Hindu utamanya dari kalangan keluarga puri. Sebelum prosesi magibung, sejak pagi umat melak-
BPM/mud
MAGIBUNG - Umat Muslim di Kampung Singaraja rutin menggelar magibung usai Salat Id, Jumat (15/6) lalu. sanakan Salat Id di masjid setempat. Selanjutnya, umat mendengarkan khotbah dari pemimpin salat yang di-
tunjuk. Usai mendengarkan ceramah, umat saling bersilaturahmi dan saling memohon maaf pada hari
kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Umat kemudian duduk berjejer di halaman masjid dan di depan lokasi duduk mereka sudah siap nasi, lauk pauk, dan air minum. Setelah semuanya lengkap, prosesi magibung pun dimulai. Hidangan ini disumbangkan oleh setiap kepala keluarga (KK) warga. Selain menikmati hidangan yang dibuat bersamasama warga, umat pun kembali menunaikan silaturahim pada hari raya. Tak pelak, situasi ini menjadi suasana penuh kekeluargaan sesama umat Islam. Bahkan, pengelingsir Puri Kenginan A.A. Ngurah Parwata Panji bersama Ketua DPRD Buleleng
Gede Supriatna hadir dan berbaur dalam undangan magibung tersebut. Seorang tokoh Muslim sekaligus Lurah Kampung Kajananan Agus Murzani mengatakan, tradisi ini tidak saja mempererat silaturahim antarsesama umat Islam, namun juga melestarikan warisan tradisi budaya Bali. Ini karena toleransi antara Islam dan Hindu di sejak zaman Kerajaan Buleleng sudah terjalin dengan baik, sehingga pihaknya bersama warga lain komitmen tetap melestatikan budaya magibung di Kampung Singaraja tersebut. “Warga kami ini kebanyakan dari Solo dan kalau di sana namanya bancakan
dan kalau di Bali istilahnya magibung. Ini sebagai wujud syukur atas rido Tuhan kepada warga kami dan juga kami menjaga tolerasi dengan Hindu terutama keluarga Puri yang dari dulu mewariskan panyamabrayaan antara Muslim dan Hindu,” katanya. Pengelingsir Puri Kanginnan A.A. Ngurah Parwata Panji mengatakan, toleransi atau akulturasi seni budaya antara Muslim dan Hindu di Kampung Singaraja warisan leluhur pada masa kerajaan yang lampau. Untuk itu, sebagai generasi penerus, dirinya mengajak baik umat Muslim dan umat Hindu untuk tetap menjaga persatuan dan persaudaraan dalam me-
lestarikan warisan leluhur yang lampau itu. “Setiap hari besar Muslim kami dari puri diundang dan demikian sebaliknya. Ini warisan dan kami mengajak generasi muda untuk tetap menjaga dan melestatikannya,” jelasnya. Hal senada juga diungkapkan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna. Dia mengajak tradisi ini tetap dilestarikan karena menyimpan filosofi dalam mengajarkan tolerasi beragama antara Hindu dan Islam. Selama ini, dia menilai hubungan antara umat Islam dengan umat Hindu sudah terjalin baik. Bahkan, warga Muslim di daerahnya sudah menetap menjadi warga asli Buleleng. (mud)
4
Minggu Pon, 17 Juni 2018
Manfaat Puasa
Menurunkan Kolesterol Jahat Hingga Membuat Awet Muda PUASA baru saja usai, tetapi sejauh mana sesungguhnya peran puasa bagi kesehatan tubuh Anda? Apakah setelah berpuasa selama sebulan, puasa bisa dilanjutkan untuk perbaikan tubuh dan kesehatan?
Puasa ternyata mempunyai manfaat yang luar biasa terhadap kesehatan. Manfaat dari puasa di antaranya, menurunkan kolesterol LDL, mengurangi kalori yang masuk, dan memberikan jeda istirahat untuk organ-organ pencernaan. Namun lebih dari itu, manfaat “bonus” berpuasa adalah membuat awet muda. Dokter Spesialis Gizi Klinik RSUP Sanglah dr. Ni Ketut Sumartini, M.Kes., Sp.GK. menjelaskan, berpuasa perlu pengaturan pola makan, bukan mengurangi jumlah salah satu zat yang masuk ke dalam tubuh. Yang jelas berpuasa tetap berpedoman pada gizi seimbang. Artinya dalam setiap kali makan tetap harus ada komponen karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Manfaat berpuasa, di antaranya adalah: Organ Dapat Beristirahat Karena saat berpuasa mengistirahatkan organ pencernaan,
termasuk organ penghasil enzim pencernaan. Asupan makanan orang dewasa rata-rata 2.000 2.500 kilokalori per hari. Namun, dengan berpuasa dalam konteks agama (Ramadhan) asupan makanan dalam sehari kita kemungkinan hanya 1.500 kilo kalori dari makan pagi (sahur), makan malam (berbuka) dan setelah taraweh. Bahkan untuk wanita, asupan makanan saat berpuasa bisa sampai 1.200 kilo kalori per hari. Namun tetap harus diperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Pengaturan Berat Badan Dengan berkurangnya asupan makan sekitar 500 kilo kalori per hari, berarti dalam seminggu berat badan bisa turun setengah kilo. Sehingga jika berpuasa sebulan, berat badan bisa turun 2 kg. Sedangkan orang yang setiap hari makan lebih banyak dari kebutuhannya, makanan tersebut akan disimpan atau dicadangkan. Cadangan ini akan terus menumpuk di dalam jaringan lemak.
Menurunkan Kolesterol LDL Sebuah penelitian menyebutkan efek puasa Ramadhan dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL), tetapi tidak merubah kadar kadar
HDL dan trigliserida
Awet Muda Asupan kalori yang rendah akhir-akhir ini dihubungkan dengan ekspresi sirtuin yang dapat merangsang biogenesi mitokondria, yang dapat menyebabkan awet muda. Memilih Asupan makanan saat sahur ataupun berbuka sangat penting diperhatikan. Karena makanan yang dimakan saat sahur menentukan kinerja tubuh selama sehari penuh hingga pukul 18.00. Maka dari itu dr. Sumartini menyarankan untuk memilih makanan yang tahan kenyang sampai waktu berbuka tiba. Maka saat sahur ia menyarankan untuk memilih jenis karbohidrat kompleks karena lebih tinggi serat. Serat dapat membuat kenyang lebih lama dan mengontrol pelepasan gula dalam tubuh. Contoh karbohidrat kompleks, nasi merah, roti gandum. Selain jenis karbohidrat, makanan yang juga mengandung serat tinggi adalah sayur dan buah terutama beserta kulitnya. Setelah pemilihan karbohidrat, juga tetap mengutamakan adanya kandungan protein dan lemak dalam satu kali makan. Protein
Pola Hidup Sehat pada Pasien Hipertensi PENINGKATAN tekanan darah merupakan salah satu risiko timbulnya penyakit jantung dan penyakit pada ginjal yang meliputi stroke, gagal jantung, penyakit jantung koroner, serta gagal ginjal. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pasien dengan tekanan darah tinggi terus bertambah dengan kontrol tekanan darah yang buruk. Penyakit hipertensi dapat disebabkan oleh faktor lingkungan dan faktor genetik. Faktor lingkungan yang mempengaruhi peningkatan tekanan darah antara lain pola makan, aktivitas fisik, serta stres psikis. Selain menggunakan obat antihipertensi, pola hidup sehat merupakan salah satu faktor yang penting dalam hal pengontrolan tekanan darah. Pola hidup sehat merupakan langkah pertama dalam penatalaksanaan hipertensi. Pada pasien hipertensi yang menggunakan obat, pola hidup sehat dapat membantu menurunkan tekanan darah lebih jauh lagi. Berikut ini akan dijelaskan secara lebih lanjut hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi. Penurunan Berat Badan Beberapa studi klinis dan penelitian menyimpulkan bahwa berat badan berhubungan dengan tekanan darah. Penurunan pada berat badan bagi pasien yang gemuk akan menurunkan tekanan darah. Penurunan berat badan sebanyak 5 kg akan mengurangi tekanan darah sebanyak 4 sampai 3 mmHg. Selain itu penurunan berat badan yang lebih banyak akan menurunkan tekanan darah yang lebih banyak juga. Beberapa penelitian juga menambahkan bahwa penurunan berat badan bagi individu dengan berat badan berlebih dapat mencegah kejadian hipertensi. Bagi pasien dengan berat badan yang sudah ideal hendaknya dipertahankan agar tidak mengalami kenaikan berat badan yang dapat meningkatkan kejadian hipertensi. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah, antara lain mengatur pola makan dan berolah raga. Selain itu dianjurkan pula untuk melakukan kegiatan fisik ringan sampai sedang minimal 30 menit setiap harinya, seperti berkebun, menaiki tangga, berjalan, maupun membersihkan rumah. Pembatasan Asupan Garam Secara umum, apabila konsumsi garam (sodium) bertambah akan mengakibatkan peningkatan pula pada tekanan darah. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa penurunan konsumsi
garam akan menurunkan tekanan darah pada pasien dengan hipertensi. Selain dapat menurunkan tekanan darah, pembatasan asupan garam juga dapat mencegah kejadian hipertensi pada orang normal dan juga dapat mencegah kejadian penyakit jantung. Rekomendasi asupan garam harian dianjurkan tidak lebih dari 2,3 gram yang setara dengan 1 sendok teh. Pada seseorang yang menderita tekanan darah tinggi, dokter mungkin akan menganjurkan konsumsi kurang dari 2,3 gram. Selain itu, juga diperlukan pemilihan makanan yang berkadar sodium rendah. Makanan-makanan kaleng yang telah diproses kadang memiliki kadar sodium yang cukup tinggi. Untuk itu perlu diperhatikan label kandungan nutrisi yang biasanya tercantum pada kemasan makanan agar dapat dipilih makanan yang memiliki kadar sodium rendah. Mengurangi Alkohol Penelitian dan uji klinis melaporkan adanya hubungan antara konsumsi alkohol dengan peningkatan tekanan darah, terutama pada konsumsi di atas 2 gelas per hari. Penurunan konsumsi alkohol dilaporkan dapat menurunkan tekanan darah sebanyak 3 sampai 2 mmHg. Penurunan tekanan darah ini sifatnya sama antara individu hipertensi dengan yang non-hipertensi. Secara umum disarankan agar konsumsi alkohol tidak lebih dari 2 gelas per hari. Disepakati bahwa yang dimaksud 1 gelas, yaitu 12 oz bir biasa, 5 oz wine (12% alkohol), dan 1,5 oz minuman beralkohol tinggi. Selain itu, konsumsi alkohol yang berlebih juga berhubungan dengan penyakit hati, otak, dan jantung. Alkohol juga mengandung kalori sehingga dapat meningkatkan berat badan. Mengatur Pola Makan Pola makan dapat mempengaruhi tekanan darah. Pola makan yang baik dan benar dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan mencegah kejadian hipertensi pada individu normal. Pola makan pada pasien hipertensi sering disebut dengan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Secara umum diet ini mengandung makanan yang rendah lemak, rendah kolesterol, kaya akan sayur dan buah-buahan, serta tinggi protein. Selain itu diet ini juga sedikit mengandung makanan berpemanis, kaya serat, serta sedikit mengandung garam. Pola makan yang baik dapat menurunkan tekanan darah dengan rerata 5 sampai 3 mmHg. l dr. Hermawan, S.Ked. HIPERTENSI - Penyakit hipertensi dapat disebabkan oleh faktor lingkungan dan faktor genetik. Faktor lingkungan yang mempengaruhi peningkatan tekanan darah antara lain pola makan, aktivitas fisik, serta stres psikis.
dan lemak bisa didapat dari telur, daging, dan kacang-kacangan. Lemak dicerna lebih lambat sehingga membuat tubuh tidak mudah lapar. Semua bahan tersebut merupakan zat makro nutrient. Sedangkan zat mikronutrien adalah vitamin dan mineral yang banyak terdapat pada sayur dan buah. Pada saat berbuka, ia menyarankan makanan manis alami tanpa gula seperti jus buah atau kelapa muda beserta airnya dan bisa dicampur buah. Buah yang dipilih pun hendaknya yang mengandung banyak air yaitu semangka, melon. Setelah berbuka, tetap disarankan untuk makanan yang seimbang. Artinya mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Untuk menjaga tubuh agar tidak dehidrasi, aturan minum air 8 gelas (2 liter) per hari tetap harus dipenuhi. Misalnya, 3 gelas air saat periode sahur dan 5 gelas air pada periode berbuka sampai menjelang tidur.
Saat berpuasa makanan yang perlu dihindari adalah kopi, teh, gorengan, dan snack asin yang membuat kerongkorangan kering dan mudah haus. Kopi dapat merangsang buang air kecil karena bersifat diuresis. Sehingga dikhawatirkan terjadi dehidrasi saat berpuasa. Setiap orang dewasa boleh melakukan puasa, kecuali orang dengan penyakit tertentu seperti beberapa penderita diabetes. Penderita diabetes yang ingin melakukan puasa sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter endokrinnya untuk pengaturan obat. Karena ada beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk berpuasa. Diabetes Setiap orang dewasa boleh melakukan puasa, kecuali orang dengan penyakit tertentu seperti diabetes. Penderita diabetes yang tidak dianjurkan berpuasa adalah penderita yang menggunakan insulin dosis multiple termasuk diabetes tipe 1, penderita
diabetes yang sedang hamil, diabetes yang tidak terkontrol, penderita diabetes dengan komplikasi kerusakan organ yang berat, diabetes dengan komplikasi akut. Namun, penderita diabetes juga bisa menjalankan puasa dengan konsultasi dokter. Kriteria penderita diabetes yang boleh berpuasa adalah diabetes terkontrol. Yaitu penderta dengan HbA1c normal dengan pengaturan diet atau obat minum dosis tunggal. Penderita diabetes yang menjalankan puasa juga perlu pengawasan lebih ketat pada diabetes dengan insulin. Jika penderita mengalami hipoglikemia (gula darah rendah), agar puasa segera dihentikan. Sementara puasa pada anak dilakukan atas indikasi klinis. Kalaupun anak akan melakukan puasa sebaiknya dilatih sebelumnya, bukan tiba-tiba. Jadi Anda bisa mengatur jadwal puasa Anda untuk masa depan kesehatan tubuh. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin. (kmb42)
Mengenal Gonore (Kencing Nanah) Istilah gonore dipakai pada seluruh infeksi yang disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang mempunyai insidens yang cukup tinggi di antara IMS lainnya. Pada umumnya penularan terjadi melalui hubungan seksual secara genito-genital, orogenital atau ano-genital, mainan seks yang terkontaminasi atau tidak dilapisi dengan kondom baru tiap digunakan, dan berhubungan seks tanpa menggunakan kondom. Bayi juga bisa terinfeksi saat proses kelahiran jika ibunya mengidap penyakit gonore dan umumnya menjangkiti mata bayi, hingga berpotensi mengakibatkan kebutaan permanen. Bakteri gonore tidak bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia untuk waktu yang lama, itu sebabnya gonore tidak menular melalui dudukan toilet, peralatan makan, berbagi handuk, kolam renang, berbagi gelas, ciuman, dan pelukan. Tanda dan Gejala Masa inkubasi sangat singkat, pada laki-laki umumnya bervariasi antara 2-5 hari, kadang-kadang lebih lama dan hal ini disebabkan karena penderita telah mengobati diri sendiri, tetapi dengan dosis yang tidak cukup atau gejala sangat samar sehingga tidak diperhatikan oleh penderita. Pada perempuan masa tunas sulit ditentukan karena pada umumnya tidak bergejala. Gejala gonore yang sering muncul pada pria di antaranya adalah gatal dan panas di bagian ujung penis kemudian disusul rasa sakit saat buang air kecil perih, anyang-anyangan, lubang penis tampak merah dan membengkak dan keluarnya cairan kental seperti nanah berwarna kuning atau hijau. Setelah beberapa hari keluarnya nanah hanya pagi hari, sedikit dan encer serta rasa nyeri berkurang. Oleh karena itu, penyakit ini dikenal dengan sebutan kencing nanah. Gambaran klinis dan perjalanan penyakit pada perempuan berbeda dengan laki-laki, yang disebabkan oleh perbedaan anatomi dan fisiologi alat kelamin. Gonore pada wanita sering mengenai leher rahim (serviks) sehingga terjadi peradangan pada leher rahim dengan gejala keputihan. Gejala awal pada wanita mungkin sangat ringan atau tidak begitu jelas sehingga sering keliru dianggap sebagai infeksi vagina atau infeksi saluran kemih. Namun demikian, infeksi akan menjalar ke organ panggul wanita jika tidak segera diobati dan bisa menyebabkan perdarahan pada vagina, sakit pada perut bagian bawah, demam, dan sakit saat melakukan hubungan seksual, dan
BPM/ist
NANAH -Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap nanah, dimana ditemukan bakteri penyebab gonore. Jika pada pemeriksaan mikroskopik tidak ditemukan bakteri, maka dilakukan pembiakan di laboratorium. Jika diduga terjadi infeksi tenggorokan atau rektum, diambil contoh dari daerah ini dan dibuat biakan. perdarahan di antara masa menstruasi. Infeksi Gonore dari Ibu ke Bayi Gejala pada bayi yang baru lahir bisa dilihat dari matanya, dan biasanya muncul selama dua pekan pertama. Contohnya adalah mata merah, bengkak serta mengeluarkan cairan yang kental seperti nanah. Untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi, sang ibu bisa mengonsumsi antibiotik selama hamil atau bahkan saat sedang menyusui. Komplikasi Bartoliniti, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita sukar jalan karena nyeri. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, bila ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi ke seluruh tubuh, ke sendi, jantung, selaput otak dan lainlain. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan. Infeksi kadang menyebar melalui aliran darah ke satu atau beberapa sendi, dimana sendi menjadi bengkak dan sangat nyeri, sehingga pergerakannya menjadi terbatas. Infeksi melalui aliran darah juga bisa menyebabkan timbulnya bintik-bintik merah berisi nanah di kulit, demam, rasa tidak enak badan atau nyeri di beberapa sendi yang berpindah dari satu sendi ke sendi lainnya (sindroma artritis-dermatitis). Bisa terjadi infeksi jantung (endokarditis). Infeksi pembungkus hati (perihepatitis) bisa menyebabkan nyeri yang menyerupai kelainan kandung empedu. Komplikasi yang terjadi bisa diatasi dan jarang berakibat fatal, tetapi masa penyem-
buhan untuk artritis atau endokarditis berlangsung lambat. Diagnosa Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap nanah, dimana ditemukan bakteri penyebab gonore. Jika pada pemeriksaan mikroskopik tidak ditemukan bakteri, maka dilakukan pembiakan di laboratorium. Jika diduga terjadi infeksi tenggorokan atau rektum, diambil contoh dari daerah ini dan dibuat biakan. Pengobatan dan pencegahannya adalah dengan segera berkonsultasi dengan dokter bila terdapat gejala gonore. Dokter biasanya akan memberikan satu suntikan antibiotik dan satu tablet antibiotik untuk mengobati gonore. Gejala akibat bakteri gonore akan membaik setelah beberapa hari jika dilakukan pengobatan yang efektif dan sesegera mungkin. Tapi jika dibiarkan, bisa menjadi masalah yang serius. Untuk mencegah penularan pada orang lain atau terinfeksi kembali, Anda dan pasangan Anda sebaiknya tidak berhubungan seks hingga perawatan benar-benar tuntas dan pemeriksaan ulang telah terbukti negatif. Anda bisa terkena penyakit gonore kembali jika tidak melakukan hubungan seks yang sehat dan aman di kemudian hari. Cara terbaik untuk mencegah infeksi menular seksual adalah dengan tidak berganti-ganti pasangan, tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah, dan gunakan kondom jika melakukan hubungan seks. l Kapten Kes dr. Gusti Ayu Anggawati
BPM/ist
”Cyber Bullying”
Kisara HALO, aku Indri Kak, kemarin pas aku upload foto di Instagram aku tiba-tiba dapat beberapa komen yang menjatuhkan. Saat aku cek ternyata itu fake account, aku udah block dan report dia tapi aku tetap kesal, komen-komen kayak gitu. Masuk ke cyber bullying gak sih? Atau cuma iseng-isengan doang ya? Makasih Kak.
Hai Indri, wah emangnya kamu upload foto apa nih, kok sampai ada komen jahat? Tapi bagus loh kamu sudah block dan report akun palsu gitu, banyak banget hal-hal buruk yang bisa terjadi kalau hal tersebut tidak dihentikan, sikapmu sudah bagus! Dan ya, itu termasuk cyber bullying. Menurut Kowalski (2008), cyber bullying adalah kegiatan yang mengacu pada bullying yang terjadi melalui instant messaging, email, chat room, website, comment atau melalui gambar/pesan yang dikirim melalui telepon seluler. Jadi bisa disimpulkan bahwa cyber bullying adalah bentuk bullying
verbal dan non-verbal yang dilakukan melalui media elektronik. Umumnya terdapat tiga elemen dalam setiap praktik bullying dan cyber bullying, yaitu pelaku, korban, dan saksi peristiwa. Beberapa jenis dari cyber bullying yang dilakukan oleh pelaku adalah Flaming (terbakar); mengirimkan pesan teks yang isinya merupakan katakata penuh amarah dan frontal. Harassment (gangguan): pesan-pesan yang berisi gangguan yang menggunakan email, sms, maupun pesan teks di jejaring social. Impersonation (peniruan): berpura-pura menjadi orang lain dan mengirimkan pesan yang
tidak baik. Nah, dalam kasusmu sepertinya kamu mengalami ini, Indri. Outing: menyebarkan rahasia orang lain atau foto-foto pribadi orang lain. Trickery (tipu daya): membujuk seseorang dengan tipu daya agar mendapat barang pribadi milik orang lain. Cyber stalking: mengganggu dan mencemarkan nama baik seseorang secara intens hingga membuat ketakutan besar pada orang tersebut. Cyber bullying ini juga dapat mempengaruhi kesehatan mental, loh! Pelaku akan berusaha masuk ke dalam kepala korban dan membuat korban sengsara serta merasa
tidak berharga. Dalam hal ini kita tidak boleh sampai tergoda bahkan terpacu untuk merasa tidak percaya diri, yakinlah bahwa setiap bagian dari diri kalian berguna dan dibutuhkan sekarang, nanti, atau kapanpun. Jangan lupa untuk berbagi cerita kepada orang sekitar mengenai apa yang kamu dapat rasakan setelah mendapat cyber bullying agar mereka dapat lebih berhati-hati dan pelaku tidak akan bertambah lagi. Nah, sebagai anak muda yang luar biasa, manfaatkanlah sosial media sebaik mungkin. Kita kuat, kita bisa, lawan cyber bullying dengan smilling.
Minggu Pon, 17 Juni 2018
Capricorn Jangan berhenti untuk melakukan segala terobosan-terobosan, walaupun memang cukup sulit untuk dilaksanakan. Suasana hati terasa lebih tenang dan emosi juga lebih stabil, sehingga Anda tetap bisa beraktivitas dengan kondisi puncak. Asmara: Apa sulitnya sih menuruti segala kemauannya, selama itu masih dalam batas-batas kewajaran dan norma-norma kesusilaan. Aquarius Walaupun di minggu ini masih ada kemujuran, tetapi persoalan-persoalan baru tampak mulai mengganggu. Maka dari itu bila ada problem baru cobalah disikapi dengan sungguh-sungguh, janganlah sekali-kali meremehkan walaupun itu persoalan kecil, bukankah sesuatu yang besar berawal dari yang semula kecil, maka dari itu waspadalah. Asmara: Jika ada topik pembicaraan yang bisa merusak suasana ada baiknya disimpan dulu. Pisces Di minggu ini cukup banyak masalah yang menjengkelkan, untuk itu bersabarlah saja. Terhadap rongrongan yang mulai bermunculan segera dilakukan tindakan tegas. Jangan sampai diri Anda diombang-ambingkan oleh mereka. Asmara: Cekcok mulut mulai mereda, sehingga kehangatan akan lebih terasa. Aries Di minggu ini Anda sudah tidak bisa bersantai-santai lagi. Yang biasanya masih bisa tidur nyenyak walaupun ada masalah, maka di minggu ini persoalan itu akan terasa luar biasa beratnya, sehingga cukup mengganggu dan memusingkan. Terutama munculnya fitnahan ataupun omongan yang memojokkan diri Anda, sehingga akan sangat terasa dalam karier ataupun bisnis Anda, bersabarlah. Asmara: Andalah yang mencoba mengambil inisiatif untuk mengalah, agar persoalan tidak semakin panjang saja. Taurus Omongan sumbang dari luar sebaiknya ditanggapi dengan hati dingin tidak perlu terlalu menuruti maksud mereka karena segalanya akan bisa hancur berantakan. Berusahalah untuk lebih berkonsentrasi di kala sedang menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan yang muncul. Asmara: Jangan hanya mau manisnya saja, tetapi pahit juga harus mau Anda rasakan, dan begitulah cinta yang selalu naik turun. Gemini Pintu kemujuran seakan-akan mulai terbuka, walaupun belum cukup jelas, akan tetapi hawa keberuntungan sudah mulai bisa dirasakan. Karena kemujuran masih belum terlalu dekat, ada baiknya jika Anda tetap berlaku hati-hati, jangan sampai lupa daratan dengan segala kesempatan yang muncul karena jika diterima dan dilaksanakan dengan terburu-buru maka hasilnya akan percuma saja. Asmara: Jangan selalu menyakiti hatinya, karena itu akan menjadi bumerang buat Anda sendiri. Cancer Cukup berat dan banyak menguras pikiran serta tenaga, maka dari itu jangan tambah stres Anda dengan berbagai rencana baru yang belum waktunya untuk dikerjakan sekarang. Dari segi kesehatan tidak ada yang mengkhawatirkan, teruslah konsumsi buah-buahan agar badan bisa tetap fresh. Bila ada masalah sebaiknya dianggap enteng saja, dan tak perlu dimasukkan hati. Asmara: Terimalah realita yang ada dengan hati yang senang, tidak perlu cemas dengan situasi yang cukup sulit itu. Leo Jangan mencari-cari kesalahan orang lain, ada baiknya Anda concern saja dengan urusan yang lagi dihadapi. Agar bisa tepat pada sasaran dan hasilnya bisa memuaskan hati. Begitu juga terhadap orang yang mencari kesalahan Anda, sebaiknya tak perlu ditanggapi, anggap saja mereka iri dengan keberhasilan yang telah diraih selama ini. Asmara: Hubungan yang agak merenggang ini sebaiknya bisa disikapi dengan hati yang sabar dan perasaan yang selalu mengalah. Virgo Ambisi yang menggelora di dalam hati sebaiknya bisa dikendalikan jangan sampai bergerak membabi buta sehingga lepas kontrol yang tentu saja akan berdampak yang sangat buruk bagi perkembangan perekonomian Anda. Asmara: Rasa pengertian perlu dipupuk lagi, sehingga suasana bisa lebih meningkat lagi. Libra Suasana di minggu ini masih sangat menyenangkan walaupun posisi sebenarnya sudah bergeser, tetapi cahaya masih menyinari, sehingga masih dekat dengan kejayaan. Bangkitlah dengan terus melakukan upaya dalam menindaklanjuti setiap kesempatan yang muncul. Asmara: Jika merasa bersalah akuilah dengan sikap lapang dada jangan malah mencari-cari kesalahan dirinya. Scorpio Di minggu ini segalanya membutuhkan kerja keras dan kesabaran untuk dapat meraih hasil seperti yang diharapkan. Tak perlu berkecil hati, optimislah bahwa masih ada kesempatan dan kemujuran yang dapat Anda manfaatkan. Bila ada persoalan sebaiknya bisa bersikap tegas, jangan sampai timbul keraguan dari dalam diri sendiri karena itu akan membikin persoalan baru yang tentu saja akan semakin menyulitkan diri Anda saja. Asmara: Carilah topik pembicaraan yang dapat menyejukkan hatinya apalagi kalau bisa membikinnya ketawa, itu akan membikin suasana lebih harmonis lagi. Sagitarius Apa yang Anda impikan seakan mulai menemukan titik terang, segala sesuatunya mulai terbuka sehingga suasana hati menjadi gembira dan bersemangat lagi. Mantapkan visi dan misi Anda ke depan, yakinlah bahwa harapan sudah di pelupuk mata, dan tentunya semua itu harus diiringi dengan kerja keras untuk menggapainya. Asmara: Tak ada gunanya selalu memperdebatkan persoalan yang tak prinsip, hanya bikin suasana menjadi terus memanas saja.
Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku
: 17 - 23 Juni 2018
Refleksi
5
Merombak Karma Melalui Karma
Ekodara-samudbhuta eka naks atra jatakah na bhavanti sama silair yatha badari-kant akah (Can akya Niti Sastra 5.4) “Walaupun orang lahir dari kandungan ibu yang sama, bintang yang sama pula, tetapi watak dan kelakuannya pasti berbeda, bagaikan Badari dengan durinya.” Badari itu nama pohon. Barangkali dinamakan Bidara (bhs. Melayu) atau Bekul (bhs. Bali). Ekodara-samudbhuta – terlahirkan dari satu kandungan Ibu yang sama. Ekodaro adalah eka (satu) dan udara (perut), dalam hal ini berarti dalam satu kandungan. Walaupun terlahirkan dalam satu kandungan dan juga dalam pengaruh perbintangan yang sama (eka naks atra jatakah), namun wataknya, karakter tidak mungkin sama (na bhavanti sama silair). Pepatah Bali menyebutkan, “ cara nyuh aijeng, sing ada patuh ” (bagai kelapa setandan, tidak ada yang sama). Dalam satu tandan ada banyak buah kelapa. Besarnya, bentuknya, bahkan manisnya, tidak akan sama. Selalu ada perbedaan. Seperti itulah, yang lahir dari kandungan ibu yang sama, pada hari yang sama, dengan perbintangan yang sama, namun pada kenyataannya karakter, budi pekerti dan sifatsifat lainnya tidak sama, bagaikan nyuh aijeng . Orang bijak tidak melihat seseorang dari kelahiran melainkan dari apa yang dilakukannya. Bukan kelahiran yang menentukan hidup orang tetapi usaha membentuk diri demi mencapai tujuan hidup. Lahir di satu keluarga; kakak dapat apa, adik dapat apa, tentulah tidak sama. Dalam bersaudara terkadang ada kecemburuan di sana, merasa sepertinya kakak dimanjakan, atau adik lebih dimanjakan oleh bapak-ibu, padahal sesungguh-
Redaktur Khusus MIMBAR
BUDDHA Dhana Putra WALAUPUN Sang Buddha telah mewariskan Dhamma untuk umat manusia, ternyata tidak semua orang bisa mengenal, belajar, dan mempraktikkan Dhamma dalam kehidupan ini. Ada kondisi, dimana mereka tidak mempunyai kesempatan sama sekali. Mereka menjalani kehidupan seperti apa adanya hingga meninggal dunia. Pertama, mereka yang lahir dengan kondisi kurang sempurna. Orang yang terlahir dengan kelemahan pendengaran, tuli, akan mengalami kesulitan untuk belajar dan mendengarkan Dhamma. Di jaman sekarang, mungkin bisa dibantu dengan alat bantu pendengaran. Walaupun demikian, tidak semuanya bisa terbantu dan tidak semua yang terbantu mempunyai kesempatan belajar Dhamma.
Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Secara klasik politik juga berarti segala upaya ditempuh warga negara buat mewujudkan kemaslahatan bersama. Terutama dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan serta pembagian kekuasaan bagi yang berhak dan kredibel. Karena politik identik dengan kekuasaan, maka etika politik dijadikan dasar untuk meraih, memperbesar dan mempertahankannya. “ Etika politik mengisyaratkan segala klaim atas hak buat menata bangsa dan negara harus bertanggung jawab pada prinsip-prinsip moral dasar. Kalau di Indonesia, moral atau norma dasar tersebut adalah Pancasila, yang sekaligus menjadi ideologi negara dan pandangan hidup bangsa. Etika politik menggiring masyarakat, khususnya para politisi untuk memanifestasikan ideologi yang luhur itu ke dalam praktik politik nyata demi keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara. Namun, yang kupaparkan itu cuma das sollen atau cita-cita, sedangkan das sein atau realitas praktik politik di negeri ini jauh
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
nya tidak seperti itu, melainkan karena usaha diri tidak dimantapkan. Kakak rajin belajar, tentu dia mendapat nilai bagus. Sedangkan yang rajin main game, tentu tidak mendapat nilai bagus. Tidak mungkin pencapaian semua akan sama, karena usahalah yang menentukan hasil. Dalam peradaban Veda, usaha itu sangat penting dan menentukan. Pada bagian lain, Resi Canakya mengatakan ada lima hal yang sudah ditentukan semasih orang berada dalam kandungan, yaitu usia, pekerjaan, kekayaan, pengetahuan, dan kematian (ayuh karma ca vittam ca vidya nidhanam eva ca, pancaitani hi sr jyante garbhasthasyeva dehinah). Misalnya karma, ia hanya menentukan jenis pekerjaan yang menjadi pegangan hidup. Jika karena karma seseorang harus menjadi petani, walaupun kuliahnya di kedokteran, maka pada akhirnya yang bersangkutan akan mencangkul di sawah. Belajar ilmu yang susah-susah, jatuh-jatuhnya cabut-cabut rumput, pegang arit, pakai capil (topi dari anyaman bambu/ daun kelapa). Atau, ia akan menjadi konsultan pertanian, dan lain-lain sehubungan dengan pertanian. Jika orang memilih kuliah karena sentuhan kecendrungan bakat, maka biasanya akan sesuai dengan pekerjaan yang sudah ditentukan dalam kandungan yang disebabkan oleh karma . Akan tetapi, orang sering memilih kuliah karena pengaruh kawan, orang lain, atau pertimbangan kesempatan bekerja, dan lain-lain. Menurut Resi Canakya, orang tidak bisa mengubah jenis pekerjaan yang sudah ditentukan sejak berada di dalam kandungan. Hal penting yang bisa dilakukan adalah menentukan aktivitas;
dari usaha sendiri, kerja, memastikan kesungguhan bagaimana dan apa yang harus dilakukan, itulah yang nanti akan membedakan hasilnya. Misalnya, sesuai karmanya, seharusnya orang bertani di pekarangan orang lain, maka yang bersangkutan harus mengusahakan bagaimana supaya bisa bertani di sawah sendiri. Jika sesuai karma seharusnya orang bertani dengan memakai sapi untuk mengerjakan sawah, namun karena usaha keras dan sungguh-sungguh, orang bisa memakai traktor. Traktor hanyalah contoh karena dalam pandangan dunia saat ini penggunaan traktor dianggap sebagai kemajuan, lebih modern, walaupun justru sebenarnya lebih bagus memakai sapi, karena kencing dan kotoran sapi bisa menjadi pupuk yang menyuburkan tanah dan juga bisa membasmi hama. Saat ini telah banyak petani melakukan fermentasi kencing sapi dengan teknik tertentu untuk menjadikan kencing sapi sebagai pupuk sekaligus pestisida organik. Jika orang berusaha lebih jauh lagi, misalnya seharusnya ia mengerjakan sawah yang hanya 2 are, maka atas usaha keras dan sungguh-sungguh tanahnya akan menjadi 2 hektar atau 20 hektar. Namun, ia tetap adalah seorang petani, karena pekerjaan itulah yang sudah ditentukan baginya. Demikian pula, mereka yang dalam kandungan sudah ditentukan harus menjadi pedagang, walaupun belajar ini dan itu, maka jatuhnya menjadi pedagang juga. Jika yang bersangkutan mencoba menjadi pendeta, maka kependetaan itu akan digunakan untuk “berdagang”, karena karma masa lampau memang sudah menentukan dirinya sebagai pedagang. Sebaliknya, jika karma sudah menentukan menjadi pendeta, namun mereka mencoba berbisnis, maka semua modal akan habis dipergunakan untuk melayani orang, karena bukan bisnis medannya, melainkan adalah dharma sebagai seorang pendeta. Seperti itulah yang dimaksud dengan adanya lima hal yang memang sudah ditentukan
oleh karma sejak berada dalam kandungan. Sepintas Resi Canakya nampaknya seolah-olah mengajarkan hal bertentangan. Ajaran yang satu mengatakan kelahiran dari kandungan yang sama tidak akan memiliki kehidupan yang sama, bagaikan nyuh aijeng, sedangkan di pihak lain mengajarkan ada lima hal yang sudah ditentukan sejak bayi berada dalam kandungan. Seolah-olah orang dianjurkan tidak usah repot, tidak usah sibuk berusaha. Namun demikian, sebenarnya kedua ajaran itu tidak bertentangan melainkan sama. Keduanya menunjukkan keadaan yang pasti dari hidup orang, bahwa usaha sungguh-sungguh di jalan dharma membuat perbedaan ke arah lebih baik. Tentu saja dalam hal ini mindset harus ditata ulang. Barangkali seseorang telah ditetapkan terlahir sebagai petani, tetapi melalui usaha orang bisa menjadi petani yang lebih maju dan lebih berhasil daripada petani lainnya. Bahkan di Amerika Serikat ada petani yang menjadi presiden, yaitu Jimmy Carter. Beliau terlahir dari keluarga petani kacang di Negara bagian Georgia. Kalau Jimmy tidak bekerja keras, mungkin dia hanya berhasil menanam kacang di kebunnya. Walau ayahnya memiliki perkebunan yang luas, tetapi tanah warisan itu harus dibagi dengan adik-adiknya. Berkat usaha kerasnya, Jimmy akhirnya bisa menjadi petani kacang yang sukses, terjun ke dunia politik, dan akhirnya menjadi Presiden Amerika Serikat. Ajaran Veda mengajarkan bekerja adalah sembahyang dan pekerjaan adalah yajna persembahan. Bhagavad-gita 3.9 dan 3.30 mengajarkan untuk mempersembahkan setiap pekerjaan kepada Tuhan. Oleh karena pekerjaan merupakan yajna persembahan kepada Tuhan maka orang melakukan pekerjaan dengan baik dan benar di jalan dharma sehingga layak sebagai persembahan. Demikian pula Bhagavad gita 2.48 mengajarkan agar orang menjalankan segala tugas kewajibannya dengan tetap
mantap dalam yoga ( yoga-sthah kuru karman i ), ajaran untuk mendekatkan diri pada Sang Sangkan Paraning Dumadhi . Akhirnya Bhagavad gita 2.47 mengajarkan agar orang melakukan tugas kewajibannya tanpa memikirkan hasil atau pahalanya (karmany eva adhikaras te ma phales u kadacana). Semua pekerjaan dilakukan sebagai persembahan bhakti pada-Nya. Persembahan apa pun tanpa disertai rasa bhakti hanyalah formalitas keagamaan belaka. Tuhan tidak menginginkan benda-benda dunia, tidak menginginkan jejahitan, pajeng/ tedung, apem, dan lain-lain, melainkan rasa bhakti yang ada di dalam jejahitan, banten, dan lain-lain itulah yang akan menyentuhkan sang Yajamana (yang mempersembahkan yajna persembahan) dengan Tuhan. Dengan kata lain, Tuhan ada di dalam bhakti, entah bhakti tersebut disampaikan atau dihaturkan melalui sarana persembahan canang bebanten atau pun tidak. Tuhan ada di sana dan Tuhan dapat dicapai hanya melalui bhakti (bhaktya mam abhijanati). Rasa bhakti yang menentukan keutamaan persembahan, termasuk persembahan dalam bentuk kerja. Tradisi Veda mengajarkan, pagi-pagi setelah mandi dan berpakaian rapi, bentangkan kedua tangan dan pandang kedua telapak tangan sambil mengucapkan mantra: karagre wasate laksmi kara-madhye saraswati, karamule tu govinda prabhate karadarsanam, “Ya Tuhan, hamba melihat kedua telapak tangan di pagi hari ini, dengan tekad, atas usaha hamba hari ini, hamba memperoleh karunia rejeki uang dari Dewi Laksmi, ilmu pengetahuan dari Dewi Saraswati, dan karunia kemajuan spiritual dari Tuhan.” Demikian, yang menentukan keberhasilan adalah usaha sungguh-sungguh di jalan dharma dan diisi oleh rasa bhakti yang tinggi. Seorang abdi dharma tidak menerima segala sesuatu dengan santai.
MIMBAR AGAMA
Kondisi yang Tidak Menguntungkan Yang kondisinya lebih menyulitkan adalah bagi mereka yang terlahir dengan kondisi cacat secara mental, dari yang ringan hingga yang berat. Mereka tidak mempuyai kesadaran yang cukup, kecerdasan yang cukup untuk belajar dan berlatih. Orang yang mengalami gangguan jiwa tidak bisa diajak untuk belajar dan berlatih Dhamma. Hingga kehidupan ini berakhir, kesempatan tersebut tetap tertutup padanya. Terlahir sebagai manusia dengan kondisi fisik yang normal, sehat secara mental; juga tidak menjamin bisa belajar Dhamma. Yang pertama; mereka tinggal di daerah terpencil, jauh dari kota tempat tinggal para bhikkhu. Mereka tidak bisa belajar Dhamma karena tidak ada yang pernah memperkenalkan, memberitahu, mengajarkan. Walaupun sekarang Dhamma bisa akses melalui media sosial, mungkin akses untuk
mendapatkan jaringan komunikasi yang bagus tidak ada. Kalau pun mereka bisa belajar lewat media sosial, kesempatan untuk mempraktikkan juga sangat tipis. Tidak bisa berdana kepada anggota sangha. Tidak bisa bertanya kalau ada keragu-raguan. Orang yang terlahir dengan pandangan salah juga akan kehilangan kesempatan untuk memgenal Dhamma. Pandangan keliru menjadi masalah terbesar, yang sulit untuk diperbaiki. Mereka akan kesulitan menerima Dhamma, apalagi mempraktikkan lebih jauh. Jika pada saat ini, kita dalam kondisi sehat secara fisik dan mental, ada di lingkungan vihara, dan memiliki pandangan benar; ini merupakan kesempatan yang sangat langka. Kita juga tidak tahu dan tidak bisa menjamin apakah setelah kematian ini kita akan terlahir kembali sebagai manusia, apakah di masa Buddha sasana
masih ada? Tidak ada yang bisa menjamin. Di lahiran di luar alam manusia, juga tidak menjamin kita bisa belajar Dhamma. Makhluk yang terlahir di tiga alam menyedihkan —alam neraka, alam binatang, dan alam peta— tidak mempunyai kesempatan untuk belajar dan praktik. Kondisi di tiga alam tersebut tidak memungkinkan untuk belajar dan mendengarkan Dhamma, apalagi mempraktikan secara langsung. Setiap saat, yang ada hanyalah kondisi yang menyedihkan. Kelahiran di alam brahma tanpa kesadaran (asannasata) juga tidak memungkinkan untuk belajar. Makhluk yang terlahir di sana tidak memiliki kesadaran sehingga tidak menerima Dhamma. Sepanjang kehidupan yang sangat panjang mereka hanya menikmati hasil kamma yang mengantarkan kelahirannya di sana. Jika kita terlahir sebagai manusia di masa yang akan
Politik Zaman ”Now” ! brolan BALE BANJAR ARIDUS
panggang dari api. Padahal tahun 2018 dan 2019 dinyatakan sebagai Tahun Politik, diawali kontestasi politik buat pemilihan kepala daerah serentak, yang bermuara pada pemilihan presiden tahun depan. Kini rakyat menyaksikan perilaku elite politik dan para pendukung fanatiknya melakukan perang hujatan, makian, fitnah, bulian dan konspirasi politik yang tidak sesuai moral dasar bangsa kita. Kita hanya bisa berdoa, semoga tahun politik ini tidak menjadi bencana nasional, Om Swaha ! “ doa Rubag mengakhiri paparannya. “Ya, Pilkada rasa Pilpres! Meski di masing-masing daerah ma-
syarakat disibukkan urusan Pilkada, namun sering terdengar kampanye Pilpres menyelip dalam kampanye Pilkada. Itu lantaran calon-calon kepala daerah didukung parpol-parpol yang para elitenya berambisi merebut kedudukan RI-1 pada Pilpres 2019. Apalagi para elite nasional juga diundang saat kampanye dan debat Pilkada, yang di antaranya diwakili politisi ambisius. Layaknya mengalami kateksis libido yang tak tertahan menyebabkan celana basah total, sehingga menjadi bahan tawaan masyarakat yang melihat luapan nafsu kekuasaannya. Senioritas dalam berpolitik didukung pendidikan tinggi bukan jaminan seseorang berperilaku etis, sopan dan tahu malu. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai variannya, seakan menjadi panggung terbuka buat menonton perilaku para elite politik, yang di antaranya kurang bermartabat dan tidak tahu malu. Adegan politik selama beberapa tahun ini bagaikan kuliah umum bagi rakyat, sehingga tidak perlu lagi ada kursus-kursus politik seperti tahun 1950’an, kendati pengetahuan hanya dalam bentuk virtual
atau permukaan saja,” komentar Sudiantara. “Tiada rotan akar pun berguna! Pepatah itu bisa dipakai kalau kita tidak mau buta sama sekali ikhwal politik, seperti disindir Bertolt Brecht. Kalau mau lebih tahu kedalaman politik, di samping buku, di medsos kita bisa minta bantuan Mbah Google. Aku yakin semua teori politik yang tertulis di situ, tidak berlaku dalam praktik politik di negeri ini. Di Indonesia sedang diproses politik Zaman Now! Coba simak, tentang Poros Tengah, apa ada kolaborasi politik parlemen seperti ini dalam teoriteori politik moderen? Ternyata poros perkasa ini bisa mengangkat presiden yang hanya duduk di tahta cuma dua tahun ( 19992001 ), lalu diganti oleh yang sebelumnya dijadikan pecundang, hingga akhir jabatan tahun 2004. Kemudian lahir lagi Koalisi Merah Putih yang hanya bertujuan merebut kursi pimpinan di parlemen berdasar undang-undang yang dibikinnya, sementara parpol pemenang pemilu gigit jari. Setelah tujuan tercapai, koalisi tersebut tak terdengar lagi kiprahnya, bahkan nyaris tak berbekas. Jadi, ini bisa dianggap trend baru dalam
datang, namun di saat tersebut tidak ada Buddha sasana, tidak ada yg mengajarkan Dhamma; maka kita tidak akan pernah tahu dan punya kesempatan untuk belajar. Tidak ada yang mengetahui, tidak ada yang mengajar, tidak ada yang menembus. Kiat tidak kenal, tidak bisa mempraktikkan. Dengan berbagai pertimbangan yang ada, kita seharusnya merasa beruntung karena punya kesempatan untuk belajar dan mendengarkan cermaah Dhamma dalam kesempatan ini. Sulit bagi kita untuk mendapatkan kembali tubuh yang masa mendatang, sulit untuk mempertahankan kehidupan ini. Tidak ada yang bisa menjamin, memberikan kepastian. Mari kita pergunakan kesempatan yang ada dengan sebaik mungkin untuk mengkondisikan kehidupan yang lebih baik. Semoga kita selalu bertemu dengan Dhamma, bisa belajar dan berlatih.
politik, semoga bisa ditularkan ke negara-negara lain sebagai politik zaman now,” ujar Mardika. “Kini terlontar lagi gagasan politik baru yang disebut Koalisi Keummatan! Gagasan tersebut konon diusulkan seorang imam besar yang melarikan diri ke luar negeri, buat menghadapi petahana dalam Pilpres 2019. Ketika istilah yang mencurigakan tersebut dikritisi beberapa elite dan masyarakat, yang membawa usul itu berdalih, nama koalisi itu harus dilihat dari dua sisi. Gundulmu kalau kamu menganggap koalisi tersebut hanya berisi agama tertentu saja, katanya. Keummatan dari sisi depan, tapi kalau dari sisi belakang adalah kebangsaan. Nanti capres dan cawapresnya adalah pasangan nasionalis religius, tambahnya. Wah, beliau ini benar-benar arsitek politik, yang selain pernah merancang poros tengah, sekarang gagasan terbaru ini juga diberi ulasan seperti arsitektur. Berisi tampak depan, tampak belakang, mungkin nanti akan ada tampak samping dan tengah. Semakin komplit saja politik zaman now kita, amin!“ ucap Anom Wijaya sembari senyum.
Bali
6
Redité Pon, 17 Juni 2018
Nyungsung Patapakan Barong miwah Rangda
Mabuat Sajeroning Pidabdab Apara Bhakti MAKÉH wangun budaya pinaka cihna kawagedan jadma ring Bali sané kawéntenanipun kantun lestari kantos mangkin. Satios kajangkepang ring kawéntenan agama Hindu taler sangkaning kramané kantun misadia nelebin saha nglestariang tetamian inucap. Sangkaning nénten lémpas saking pidabdab parikrama magama Hindu, raris pidabdab miwah parikramanipun ketah kamargiang sinarengan. Kawéntenan budaya sajeroning parikrama magama punika sané raris minayang pidabdab magama Hindu ring Nusantara utamanipun ring Bali sareng pidabdab magama Hindu sané kamargiang ring genah wit ipun ring India. Sinalih tunggil wangun budaya inucap marupa barong miwah rangda sané ketah kalinggihang tur kasungsung ring pakraman. Barong miwah rangda wantah sinalih tunggil wangun budaya tetamian para panglingsir Bali sané adiluhung. Manut Dr. Komang Indra Wirawan S.Sn., M.Fil.H., seniman taler Wakil Dekan III Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP PGRI Bali, barong miwah rangda sajeroning agama Hindu wantah niyasa Rwa Binedha, kalih parindikan sané mabinayan sakéwanten masikian, nénten dados kapasahang. Minakadi Purusa miwah Pradana utawi Siwa miwah Sakti. Satios punika, barong miwah rangda
wantah niyasa saking kalih parindikan sané matungkasan, matungkalikan, sakémaon saling jangkepin kawéntenanipun. Minakadi jelé kalawan melah sané majanten setata madampingan. Ring pidabdab magama Hindu, wénten sané kabaosang para bhakti miwah apara bhakti. Para bhakti wantah singgih bhakti ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa tan pawigunayang sarana panunggalan pikayunan duaning sampun incep ring jnana. Apara bhakti wantah parikrama magama sané patut ngawigunayang sarana-sarana pinaka niyasa utawi palawatan Ida Sang Hyang Widhi Wasa miwah sekancan prabawan Ida duaning kramané durung incep ring jnana sajeroning ngaci Ida Hyang Paramakawi. “Krama Bali saking i nguni nyinggihang pisan parindikan sané matungkasan sakadi punika pinaka parindikan sané nénten prasida kapasahang saking kahuripan krama. Sangkaning punika, palawatan Ida Bhatara marupa barong miwah rangda kanggén sarana matueling kalih parindikan sané madampingan inucap,” baos dané. Malih dané maosang, sajeroning dresta budaya Bali, nénten prasida ulah-aluhan tatkala jagi nyungsung patapakan marupa barong wiadin rangda, sajabaning patut nglintangin makudang-kudang parikrama upacara, duaning
Barong miwah rangda sané sampun kakaryanin pinaka palawatan saha sarana nunggalang idep nyiwi Ida Hyang Paramakawi. Yadiastun ring Bali akéh sané nyungsung patapakan sakadi punika, nanging durung majanten patut kasarengin olih makasami wewidangan. Sajabaning patut nganutin sapunapi loka dresta sané kanggén dasar ring soang-soang wewidangan ring Bali. Ketah taler kaucap yéning kawént enan barong miwah rangda pinaka sarana nyikiang pakraman ring wewidangan inucap mangda prasida setata “barungbareng” tur jangkep masiki-
Bencingah
Panyomyan Bhuana Agung miwah Bhuana Alit
SESOLAHAN rangda sujatiné nénten dados lémpasin kawéntenanipun saking pidabdab sesolahan tradisional Bali. Dr. Komang Indra Wirawan S.Sn., M.Fil.H., maosang, rangda sajeroning sesolahan Calonarang wantah kahanan sané mabuat taler mautama. Yéning nénten madaging rangda sinah sesolahan punika nénten prasida kabaosang sesolahan Calonarang. Tetujon sesolahan Calonarang wantah sarana ngruwat utawu nyomya kahanan bhuana agung miwah bhuana alit sané kamargiang antuk sesolahan-sesolahan sané ketah kawastanin antuk sesolahan yantra miwah mudra. “Punika boya sesolahan ngawag, nanging madué tetuek saha kawigunan. Minakadi ulap, ngraja singa, nyeléog miwah sané siosan sujatiné nénten bina saking parikrama mudra sané kamargiang olih Ida Sang Sulinggih sakéwanten kamedalang malarapan antuk seni sesolahan sané tetueknyané pateh, nuju kalepasan, kamanunggalan utawi sandining lango,” baos dané. Manggalaning Yayasan Gases Bali puniki malih nartayang, warnan rambut ring rangda sané kasolahang ring satua Calonarang taler nyinahang sapasira sané kalampahang saha kasidhiannyané. Minakadi conto sané marambut putih nyinahang Ni Calonarang, sané marambut selem nyinahang Ni Rarung. Sangkaning punika, parikrama sesolahanipun majanten mabina-binayan sané raris kairingang antuk gegambelan sané taler mabinayan. Wénten gegambelan tunjang rarung, wénten tunjang rangda, tunjang sari miwah sané siosan manut pangapti sesolahan inucap. Ngeninin indik tata-titi sané patut kamargiang olih pragina rangda, dané maosang patut nglintangin pidabdab sekala niskala. “Sekala inggih punika malajahin sapunapi tattwa tetuek miwah pakem-pakem sesolahannyané. Niskala inggih punika ngresikang raga tur mawinten mangda taksu seni prasida becik kapolihang. Yéning sampun sakadi punika majanten pragina inucap jagi mataksu sajeroning masolah,” Komang Indra Wirawan nartayang. (was)
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
enduh
1.
h)nѡ;,
2.
imba
2.
himã,
3.
ingan
3.
hi\n/,
4.
ipit
4.
hipit/,
5.
kadropon
5.
kedÉoepon/,
6.
kénak
6.
eknk/,
7.
macaya
7.
mcy,
8.
marerepan
8.
mÏÏpn/,
9.
matangi
9.
mt\i,
10.
putek
10. put)k/,
an. Indik rupan rangda sané aéng antuk mata nelik, layah nyelép miwah bok sané magambringan satmaka mapakéling ring krama sané nangkil
ka pura jagi ngaturang sembah pangubhakti majeng ring Ida Hyang Widhi mangda nénten mabusana utawi nyinahang raga sakadi punika. Sakadi
sané kajantenang olih para panglingsir ring Bali, yéning asapunika kahanannyané maturan sinah sané kasumbah boya ja Widhi sakéwanten
butha miwah kala. “Ngeninin indik rupa barong miwah rangda sané nyejehin taler satmaka metuéling mangda krama sida ngicalang rasa takut ring soang-soang raga tatkala nuju kalepasan, nunggalang idep ring Hyang Paramawisesa,” dané nartayang. (was)
Rangda Sajeroning Tattwa Hindu
Ibu Mautama ring Pidabdab Bali Kuna SAKADI sané sampun kaélingang, krama Hindu ring Bali akéhan sané nyungsung utawi nglinggihang barong miwah rangda pinaka palawatan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Barong miwah rangda taler ketah kawigunayang pinaka sarana panguleng manah olih krama sané kantun ngamargiang apara bhakti. Antuk rupa sané nyejehin satmaka nyihnayang sapunapi kahanan tenget saking sinalih tunggil wangun budaya Bali punika. Sakéwanten durung samian krama Hindu sané uning ring tattwa barong miwah rangda. Akéh sané kirang becik mikayunin tattwanipun. Minakadi conto tatkala nyingakin rangda sané kasungsung ring pura, raris kaucap yéning sané kasiwi wantah ratuning para prawatek desti miwah ratuning pangiwa nganutin sakadi sané kapanggihin ring satua
Calonarang. Sujatiné rangda raket pisan kawéntenannyané ring parikrama kahuripan krama Bali Kuna. Dewi Uma pinaka Sakti Bhatara Siwa ketah kasinahang antuk kalih kahanan, inggih punika saumya utawi santa miwah kroda utawi raudra. Sakti sané kasinahang antuk kahanan raudra, manut Dr. Komang Indra Wirawan S.Sn., M.Fil.H., wantah Sakti sané marupa aeng, sidhi tur nénten sida katandakin. Punika raris kamedalang antuk rupa Kalika, Kali, Candika, Karali. Samian punika yéning ring Bali ketah kasiwi antuk wangun Durga sané makta makatah sanjata niyasa saking kasidhian sakti sané pinih ageng. Napi malih ring makatah sastra suci Purana, teges kruna Durga wantah “kuta” utawi “bénténg” sané pinih siteng, punika mawinan Du-
rga kasiwi mangda lédang mapaica karahayuan saha karahajengan ring krama. Pidabdab nyiwi Sakti ring Bali inucap nénten kamargiang antuk sarana arca, murthi utawi panthéon Durga kémanten sakéwanten kasiwi antuk wangun rangda sané majanten aéng pisan rupanyané. “Yadiastun durung prasida kajantenang ngawit pidan parikrama nyiwi Sakti saking arca Durga punika kagentosin antuk Rangda, sakéwanten kantos mangkin ring Bali kajantenang yéning Rangda wantah niyasa Sakti,” baos dané. Rangda raris kasiwi dados Ibu sané mautama sajeroning pidabdab krama Bali Kuna inggih punika antuk parikrama Gama Tirtha utawi agama ring panegara agraris ring Bali daweg nguni. Punika metu sangkaning rasa angob
saha nénten eling kramané indik aab jagaté. Sangkaning pikayunan krama sané asapunika raris rangda sané wantah Durga utawi Sakti punika kasiwi pinaka ibu utawi wang prasida ngembasang putra. Dadosné rangda inucap kajantenang pinaka niyasa utawi palawatan saking Ibu sané sampun ngembasang jagat miwah sadagingnyané. Punika kasinahang saking rupa rangda inucap, inggih punika Ibu pinaka Ibu Pertiwi sané niyasa saking kalanduhan jagat, prarai sané aéng wantah niyasa saking kasidhian jagat puniki, susu utawi nyonyo sané lantang wantah niyasa saking ibu sané pinaka paresi utawi taméng tur ngupapira jagat antuk toyan susu sané kamedalang satmaka toya luwih sané kanggén ngupapira daging jagat. Asapunika taler kahanan sané siosan sané
majanten madaging antuk tattwa miwah tetueknyané soang-soang ngeninin indik parikrama kahuripan krama Bali ring masan Bali kuna. “Wénten taler parikrama ngawigunayang rah sané kaucap “serem” olih makatah krama, minakadi sané kapanggih tatkala ngamargiang parikrama nyambléh. Rah punika sujatiné niyasa kalanduhan. Minakadi conto tatkala wang istriné sampun ngranjing ring masa ménstruasi, majanten wang istriné punika saking indik Biologi sampun kaucap ngranjing ring “masa subur” utawi sampun prasida maparikrama alaki-rabi mangda prasida ngembasang putra utawi oka. Sangkaning punika rah wantah mautama pisan sajeroning parikrama nyiwi rangda, Durga utawi Sakti sané tegesipun wantah prasida maurip malih,” dané nartayang. (was)
Dura désa
Ring Désa Pesanggaran, Pasar Désa Kasulap Pinaka ”Wisata Belanja”
DESA Pesanggaran magenah ring margi sané nuju obyek wisata ring wewidangan Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Nénten angob yéning désa inucap sayan kasub. Sinalih tunggil potensi sané kaduénang désa puniki satios juuk miwah buah naga, wantah kawéntenan pasar tradisional. Pasar puniki manados penopang ekonomi krama pamekas ring Desa Pesanggaran. Pasar Pesanggaran magenah ring tengahing kota. Pasar puniki minab dados “denyut nadi” kahanan ekonomi krama ring wewidangan inucap. Kahanan pasar désa puniki prasida kabaosang ramia. Makudang-kudang piranti saha ajengan wénten irika, mawit asil perkebunan, busana, miwah soroh ajengajengan. Nénten wantah krama ring wewidangan irika, pasar puniki taler dados genah matumbasan para wisatawan sané rauh wiadin sané pacang ka genah wisata Pulau Merah utawi Rajekwesi. “Salami puniki akéh wisatawan sané matumbasan ring pasar puniki,” baos Kepala Desa Pesanggaran, Sukirno wawu puniki. Kahanan pasar nyabran
rahina setata ramia. Yadiastun, baos Sukirno, kahanan pasar tradisional puniki durung becik kakelola. Minab saking dumun kahanané pateh, nénten wénten sané mabinayan. “Santukan punika, rerincikan salanturnyané wantah ngamecikang kahanan pasar mangda sayan bresih saha ngulangunin,” weweh Sukirno. Daya tarik pasar tradisional puniki magenah ring margi utama nuju wewidangan objek wisata Pantai Pulau Merah, miwah objek wisata Banyuwangi Selatan. Taler, magenah ring tengahing kota, kaiterin olih kantor-kantor. Mawinan becik yéning kapaduang dados wewidangan “wisata belanja”. Salami puniki, baos Sukirno, akéh wisatawan sané magumana simpang ka pasar wantah ngruruh gapgapan. “Sané mangkin kantun mikayunin indik prabéa,” wewehnyané. Pikobet tiosan, pasar puniki durung nuénang mobil pengangkut leluu, saha akediknyané genahgenah ngutang leluu. Salami puniki, krama sané ngambil leluu ring pasar ngawigunayang mobil raki-
PASAR - Kahanan Pasar Tradisional ring Desa Pesanggaran, Banyuwangi. tan. Kahanan punika yukti ngawi sebet. Anggané mapangapti wénten wantuan mobil pengangkut sampah, miwah ngwewehin genahgenah pangutangan leluu saking pemerintah iriki. Satios punika, ring warsané puniki Sukirno pacang mawali ngamecikang kahanan wewidangan désa antuk nandur punyan ge-
dang. Kabaosang, punyan gedang inucap katandur ring sapanjang sisin margi ring désa. “Satios ngawi kahanan wewidangan désa sayan asri, taler prasida ngasilang,” baosnyané. Soroh punyan gedang sané pacang katandur wantah soroh gedang California. Sukirno mapangapti ring
kmb/tin
warsané puniki, program nandur gedang prasida kamargiang. Satios program inucap, wénten malih program pawangunan jalan desa santukan 80 persen kahanan jalan desa kantun rusak. Kahanan margi iriki nyokong kahanan perekonomian krama, rumasuk margi nuju genah-genah wisata. (tin/uma)
Redité Pon, 17 Juni 2018
Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 10.hi\ái;eyn&somæunæsÓi, Inggih yéning sampun pasti, h)emãoekÂnÓ)nßkyunn/, embok nénten makayunan, hmæurtitê*memoegol/, ampura titiang mamongol, jgmm(gidumunn/, jaga mamargi dumunan, bsÐdu*klulutn/, bas kadung kalulutan, titê*mm(gitnætut/, titiang mamargi tan patut, m\ÑhjiennÓ)enÀr*. mangda aji nénten érang.
Jayanti
Lontar, Sari-sarining Kaweruhan
KRAMA Bali saking nguni sampun nelebin turmaning ngamanggehang basa, sastra, lan aksara Bali. Pamekas ring Bali, basa, sastra, lan, aksara Bali nénten dados kapasahang sareng agama Hindu. Agama kalawan basa, sastra, lan aksara Bali satmaka keris lawan werangka. Basa, sastra, lan aksara Bali wantah sarana nglimbakang agama, lan agama wantah sarana ngurip basa, sastra, aksara Baliné. Ring widang sastra, akéh sastra-sastra Bali sané kasurat ngenenin tutur-tutur sarining agama, minakadi kidung, geguritan, wirama, miwah sané tiosan. Yéning ring widang aksara, sampun pastika aksara Bali manggé ring makasamian pamargin agama. Imba sané saderana inggih punika sesuratan ulapulap ring wewangunan. Makasami sesuratan punika embasnyané saking kawéntenan aksara Bali. Nanging ring aab jagat sakadi mangkin, nénten akéh krama utawi yowana sané kayun nelebin wiadin nglimbakang tetamian panglingsir sané marupa basa, sastra, lan aksara Bali punika. Napi mawinan? Duaning wénten panampen sané iwang ngenenin indik geguat “Tan wenang aja wera”. Yéning kasujatiané, geguat punika wantah piteket ring sang sané pacang utawi sané sampun nelebin indik sastra, mangda prasida nganutin ugeruger sajeroning
nelebin sastra lan sané pinih mabuat mangda tan kabaosang ring genah sané tan patut. Punika malih mangda kaanutang ring sang sané kairing mabaosan, inggian punika sang sané oneng ring sastra sané patut kiring mabaosan, yéning tan oneng sampun majanten matemahan sajeroning bebaosan. Yéning saderanayang, unteng geguat punika wantah “geni ambil antuk geni, toya ambil antuk toya”. I Made Muliarta wantah silih sinunggil krama sané lédang nelebin basa, sastra, lan aksara Bali, pamekasné ring widang aksara. Manut yowana sané embas ring Desa Biaung, Penebel, Tabanan puniki, nelebin basa, sastra, lan aksara Bali dahat ageng pikenohnyané, duaning tetamian panglingsir punika nyiagayang makudang-kudang kaweruhan. Nelebin indik basa, sapisanan polih kaweruhan indik aksarannyané. Yéning nelebin indik aksara, sampun pastika basa lan sastra prasida kapolihang.
Matetanduran, Akéh Kawigunanipun DADOS dokter wantah pangaptin Ida Bagus Gede Astika, S.Ag., M.Si. saking kantun alit, sakéwanten pangaptin punika nénten prasida kapolihang duaning dané éling ring kahanan ekonomi kulawarga sané kirang becik. Antuk pidabdab kahuripan sané kirang becik tatkala punika ngawinang dané patut jakti-jakti mautsaha mangda prasida ngamolihang prabéa kanggén masekolah. Sinalih tunggil malarapan antuk nyarengin reramannyané makarya pot bunga tur ngentikang makudang-kudang tetanduran sané jagi kaadol kanggén ngamecikang tetamananné. Kasuén-suén dané polih malajah ngeninin indik kawigunan taler kalewihan makudang-kudang tetanduran kantos ka Jakarta. Punika mawinan mangkin, aji saking kalih oka puniki sampun nyantenang raga pinaka wiraswasta ring widang tetamanan. “Tiang wantah pemborong sané ketah kajudi nabdabang saha ngamecikang taman ring instansi paumahan, sekolah, kantor wiadin wewidangan suci minakadi pura. Tiang sané nyayagayang soroh tetanduran sané jagi katandur, ngamecikang taler ngupapira tetanduran inucap. Ketah krama sané minab prasida matetanduran sakéwanten durung majanten samian prasida becik ngupapira. Duaning patut pisan mangda becik kauratiang, nénten dados ulah-aluh nandur kémanten,” baosnyané. Astika malih maosang, yéning iwang ngenahang utawi nandur tetanduran, majanten prasida ngawinang kahanan palemahané kaon saha maius ring kawéntenan sang sané nuénang paumahan utawi genah inucap. Sujatiné makasami tetanduran ngamedalang kahanan sané landuh tur becik ring wewidangan inucap. Sakéwanten yéning iwang katandur utawi ngenahang tetanduran inucap, kahanan wewidangan inucap magentos dados kaon saha ngamedalang kahanan utawi aura negatif, ngawinang kahanan irika taler nenten becik minakadi ketah
kapanggihin paiyeg, patembug basa sané matungkasan miwah sané siosan. “Minakadi conto, taru bingin wantah tetanduran sané nénten becik kagenahang ring pakarangan, sakéwanten becikan yéning katandur ring pura utawi wewidangan sané kasuciang krama. Duaning bingin prasida kawigunayang dados sarana upacara. Yéning manut tetamian saking nguni, bingin sané mentik ring wewidangan paumahan jagi ngamedalang kahanan utawi aura sané kaon saha ngawinang pidabdab ring kulawarga kirang becik,” baos dané sané embas ring Badung, 19 Maret 1964 puniki. Yéning ring taman sekolah, patut akéhan katandur sarwa sekar, duaning tetanduran sekar madaging antuk parindikan estetika, kalewihan, miwah ngamedalang pikayunan becik ring wewidangan inucap. Tetanduran sekar sané becik minakadi soka, jempiring taler sané siosan sané nénten madaging dui tur baya ring para siswa. Sios punika, sané patut katandur ring pakarangan umah minakadi palem bergu sané kajantenang jagi nyengker wewidangan paumahan saking iusan black magic, punyan kayu tulak pinaka panabeng, miwah basé sané taler pateh kawigunanipun. Genahnyané taler patut kabecikang, minakadi soroh tetanduran sané kaucap panes, tis miwah nyem duaning yéning nénten becik kadabdabang sinah ngawinang puun duaning iwang genahipun. Tetanduran sané panes ketah marupa tetanduran mabunga, yéning sané tis daunipun sakadi kuping gajah, sané nyem wantah tetanduran ring sor nanging nénten keni sunaran ai minakadi base gaduling. “Ring Bali, matetanduran patut madasar tata-titi budaya Bali, santukan tetanduran ring Bali majanten wénten kawigunanipun. Duaning ring pakraman ketah kamargiang upacara dadosné patut nandur tetanduran sané madué dwi fungsi, pinaka pepayasan tetamanan utawi genah suci taler prasida kawigunayang sajeroning makarya upakara,” baosnyané. Tetamanan budaya punika wantah tetamanan sané madaging antuk tetanduran sané madué estetika, religius miwah magis. Estetika utawi luwih kanggén ngamedalang rasa liang tur becik ring wewidangan punika, religius duaning prasida kanggén sarana upacara taler makarya upakara, magis duaning prasida kanggén nyengker padéwékan miwah wewidangan paumahan saking kawéntenan ius sané kirang becik. (kmb/was)
I Nyoman Budi Jaya
”Inspirasi” Metu saking Leluu
KETAH pisan kramané kagulgul antuk pikobet indik leluu. Piranti sané kamedalang saking parikrama manusa taler beburon punika majanten nénten prasida kapasahang saking kahuripan. Dadosné patut pisan jatmané becik-becik nguratiang tur ngamargiang parikrama panreptian nganinin indik pikobet saking leluu punika. Nanging nénten arang kramané ngamolihang pikayunan utawi “inspirasi” indik pamargin utsaha sangkaning indik kawéntenan leluu inucap. Sakadi sané kamargiang olih I Nyoman Budi Jaya. I Nyoman Budi Jaya, sinalih tunggil krama sané ngamargiang utsaha ngupapira lélé. Utsaha sané kamargiang saking warsa 2000 puniki kawangun sangkaning kawéntenan leluu tenggek bé sané kapolihang saking utsaha makarya pindang sané taler kamargiang ring genahnyané. Sané dumun, sarahina ipun nanem tenggek bé sané kapindang punika mangda nénten ngawinang cemer. Nanging kasuén-suén ipun rumasa kewuh ngrereh genah nanem tur malih wénten sané kaplaibang asu. Indiké punika sinah sampun jagi ngawinang cemer malih. Pamuputné ipun mapikayun ngupapira lélé saha tenggek bé punika pinaka tateipun. “Santukan manut sakadi pangaptin tiangé, dadosné tiang makarya telaga lélé kalih
7
genah daweg punika. Kasuén-suén sayan limbakang tiang makarya telaga kantos 10 are, genah sané wénten ring ungkuring umah kanggén tiang telaga sané kasepih antuk makudang-kudang blok,” baos ipun. Lanang sané ketah kasambat Pak Bradok maosang, kasuén-suén lélé sané kaupapira sayan ngakéhang, ngawinang ipun nyepih lélé antuk soroh-soroh sané kaptiang olih para krama sané numbas. Yéning dumun ipun wantah ngadol lélé pinaka ulam pancingan kémanten, nanging pungkuran ipun taler ngadol lélé pinaka ulam lalapan. Dadosnyané akéh lélé sané kaupapira kantos mangkin kirang langkung 25.000 ukud utawi 3 ton lebih. Makasami lélé punika kagenahang ring pitulas telaga sané kadruénang tur kasortir ping kalih abulan, mangda lélé sané jagi kanggén pancingan nénten macampur. Katakénin indik pakan sios sané kaicénin, somah Ni Wayan Latri puniki maosang, sios saking leluu tenggek bé, ipun taler ngicén pakan sané marupa pellet utawi charoen mangda lélénnyané setata ngamolihang protein miwah vitamin sané becik. Prabéa sané katelasang kanggén numbas pellet utawi charoen sané kaicén ring samian lélénnyane punika nénten ja akidik,
kantos limang yuta abulan. Yadiastun asapunika, ipun nénten marasa sebet antuk akéh prabéa punika, duaning ipun ngupapira lélé sangkaning rasa seneng. Dadosné nénten karasayang pikobet sané karepin. “Tiang makarya telaga miwah ngupapira lélé puniki sangkaning rasa seneng tiang mancing taler ngejuk ulam ring tlabah. Tios punika wénten rasa bagia tatkala tiang ngicén ulam léléné punika t a t ed a n nya b ra n semeng utawi sanja. Dadosné yéning sampun kadasarin antuk parikrama sané sumeken, sinah prasida kamargiang antuk tetimbang sané becik,” Pak Bradok sané meneng ring Banjar Pandé, Abiansemal, Badung puniki maosang sinambi makenyem. (was)
Makasami punika pada mapaiketan pantaraning basa, sastra, lan aksara Bali. Pamargin Made Muliarta sajeroning nelebin aksara Bali ngawit saking kelas 2 SMP malarapan antuk mapauruk nyurat ring lontar. Ipun ngraosang, nyurat ring lontar ngawinang manah deg-deg pinaka silih sinunggil jalaran mayoga. Ngawit saking kelas 2 SMP naler sampun ketah nyarengin pacentokan, minakadi Porsenijar, PKB, miwah sané tiosan. Manut pangresep ipun, lontar wantah sari-sarining kaweruhan, duaning sané kasurat wantah unteng-untengnyané. Ngawit saking sasenengan punika, raris ipun nglanturang nunas ajah-ajah ring Universitas Pendidikan Ganésha, Fakultas Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Bahasa Bali. Sesampuné puput nunas ajah-ajah irika raris ipun nyarengin dados Penyuluh Basa Bali ngawit warsa 2016. Dados Penyuluh Basa Bali karasayang manut ring sasenengan ipun, duaning prasida nyelehin turmaning nguningin kawéntenan lontar-lontar sané wénten ring sajebag Tabanan pamekasné ring Kecamatan Penebel. Lontar-lontar sané kapanggihin sajeroning pamargi nyelehin (identifikasi) lontar akéhan sané sampun kaon, wénten lontar sané sampun remuk. Sajeroning pamargi nyelehin (identifikasi) miwah ngupapira (konservasi) lontar, ipun naler setata mapawungu atur ring sang sané madué lontar mangda kawacén-wacén, kaupapira, miwah kaupacarain. “Tetujoné mangda daging kaweruhan sajeroning lontar nénten ical karusak nget-nget. Yéning sampun ical, sampun majanten silih sinunggil kekayaan intelektual sané kadruénang punika ical,” baos Muliarta. Tios punika, ipun setata nguningayang lontar boya piranti sané tenget, nanging lontar wantah cakepan indik kaweruhan sané mabuat pisan. Ipun rumasa gargita duaning makudang-kudang lontar sané sampun kawacén dados kanggén geguat sajeroning kahuripan. Ipun mapangapti ring para krama mangda sané madué lontar, digelis kauningayang ring Penyuluh Bahasa Bali sané sampun wénten ring soang-soang désa, mangda prasida kaunggahang ring data pemetaan lontar miwah polih program konservasi. Para yowana naler kaaptiang mangda nénten ngicen seseleh sané kaon ring basa, sastra, lan aksara Bali. Duaning basa Bali naler prasida Go Internasional, prasida dados pakaryan sané ngadakang jinah, sané pinih mabuat mangda kayun nelebin, malajahin saha nglimbakang sané kabaos basa Ibu puniki. (uma)
Satua
Adi Sudi Anggara
Pan Angklung Gadang (8) Kaketus saking Satua-satua Bali (VI) NGÉNCOLANG bangun ané luh nyemak pasepan ané suba kajangin api muah bungan asep, lantas enjuhina Pan Angklung Gadang laut mulihan masaa ngasepin tungkedé ané mapontang. Suba suud ngasepin lantas tungkedé gogonga ngaba pesu, mirib buka anaké ngogong déwa. Lantas ia ngomong tekén kurenanné, “Nah jani nyatnain iban nyainé nglungsur paican Ida Bhatara!” Né jani buin Pan Angklung Gadang mapinunasan, “Inggih Ratu Bhatara, titiang mamitang ajengan tigang sok.” Lantas slamparanga tungkedé, “Ngwer…,” “Grodag…,” ulung di langgatan mambengné. Nregeng kurenanné menékan ka langgatan tur nuunang nasi telung sok. Lantas duduka tungkedné, tur ia jani nunas lawar acubek, laut buin slamparanga tungkedné, “Ngwer…,” “Klesok…,” ulung di langgatan paoné. Ané luh raris ngatéplak bangun menékan ka langgatan paonné tur nuunang lawar acubek. Buin Pan Angklung Gadang nuduk tungkedné. Jani nunas jukut apangedangan muah jejeruk tekén gegecok. Suba koné pepek pada tragia, laut kagibungang banjaré pada madaar acepokan. Kacarita duk totonan ada anak sugih gati bareng ditu masagi, ento madan I Giur. Ngantiang magegaénan ngotonin pianakné buin limang dina. Dadi jani I Giur dot tekén tungkedné Pan Angklung Gadangé. Lantas lemesina Pan Angklung Gadang tagih belina tungkedé aji alaksa, buin unjuk-unjukina tekén I Giur, kanti aji lebak sepaa mara baanga tekén Pan Angklung Gadang. Lantas ngéncolang I Giur nyemak pipis tur bayahanga tekén Pan Angklung Gadang. Lantas Pan Angklung Gadang mungkah utangné di banjar, sangkan buung madep umahné. Tan caritanan, gelising satua suba koné jani gegaéné I Giur. Tamiunné maberéd koné teka luh muani liu pesan. Nanging anak nguopin makejang tusing baanga nyakan, kenehné I Giur kumandel pesan tekén tungkedné lakar ngadaang be, nasi, muah jukut.
(Masambung)
8
Minggu Pon, 17 Juni 2018 Tiga (3) Sajak l Ketut Syahruwardi Abbas
Doa
Di waktu yang luas, kita bangun jembatan Ke hari yang lamat: ketemu di waktu tak tentu.
sembilan puluh (90) tahun
Tak ada puisi di sini. Cuma cericau gagak Aku mau pulang ke waktumu. Berpeluk rindu.
yang membelai napas kita
Yayasan Dharmasastra
MANIKGENI J ATI J AGAT
Kali kecil Kebijakan lahir di alir bening kali kecil saat pakis bergulung mendengar gerimis. Di sini penyair bertemu kata. Membuka hakikat lembar demi lembar. Membagi hening senja ke inti batin segenap-genap.
Kami Ini Lebih Pribumi
Cucu-cucu Markesot ini merasa semakin “la yafqohuna qoulan” sekaligus “yaqulu laghwan wa kidzdzaban”. Tapi Desa Pujungan Tabanan Menjelang Rintik kali ini mereka terpesona. Gemetar rasa lama tak nulis sajak. hari kelam badan, tapi unik dan mengasikkan. Anakdan engkau senyumkan nyala. lalu anak muda itu dimarahi habis oleh suara aku mengerti sebentar lagi rintik tiba yang terbang mengitari kepala mereka dan memaksa kita baring sambil bicara menampar-nampar wajah mereka. tentang warna tembok yang kusam Semula Toling diam-diam menrakyat, kalau kita mengambil untung ganggap bahwa nama-nama Sapuregel, sendiri tidak dalam kebersamaan dengan Zaknabur atau Wirasuli Waringin itu keuntungan semua rakyat, berarti kita sekadar karangan Mbah Markesot. Tapi Ketut Syahruwardi Abbas(59) akan bukan rakyat. Karena bukan rakyat, maka suara yang berputar-putar itu menyebut meluncurkan Kumpulan Puisi Pertama kita adalah penghisap, penindas, pelintah. lebih banyak nama lagi, dan berdasarkan ANTARA KITA terbitan Artifoundation Kalau kita “menang ngasorake”, “suk- tata logika kalimatnya, mereka tidak bisa Sabtu, 23 Juni 2018 di Bentara Budaya Bali ses dengan menyusahkan” atau “berun- menyimpulkan bahwa itu fiksi. Memang sih aslinya Junit dan tung dengan merugikan”, maka kita bukan Jalan Prof. Mantra 88, Ketewel Denpasar BPM/ist rakyat. Pribumi itu kesetiaan kepada teman-temannya pernah juga berpikir bahwa Tuhan, Malaikat, Akhirat, Sorga pasti tidak ada yang kita tidak duga. Apa rakyat. dan Neraka itu sekedar dongeng. AnakPribumi itu bukan mulut kita mengukehidupan, ruang dan waktu ini bisa kita anak muda itu memang terpengaruh etos capkan Pancasila atau Bhinneka Tungpastikan selalu dalam kontrol kekuasaan Saya kok cemas melihat Reklamasi, kita. Apa semua hal dalam perjalanan gal Ika. Melainkan kita tidak melakukan modernitas, bahwa kalau ia tidak tahu, Meikarta, serta banyak program dan sejarah bisa benar-benar kita ketahui apapun yang membuat hati rakyat kecil tidak bisa melihat dan tidak bisa membukkontrak-kontrak yang sejenis itu. Apa kita dan kuasai. Apakah Indonesia, manusia, diam-diam tidak ikhlas, ngersulo dan tikan – itu berarti tidak ada. Pantas Pakde Tarmihim pernah yakin hari esok pasti bisa kita rancang, kehidupan dan nasib, begitu remehnya di memendam sekam sejarah. mengatakan: “Kenyataan hidup ini tidak Menjadi pribumi itu menyatu dengan laksanakan dan kendalikan. telapak tangan raksasa dan naga, meskiTentu saja kecemasan saya ini tidak pun kita yang menjadi kuku dan cakarnya. rakyat kecil dan saling mencintai dalam terbatas pada yang kalian ketahui, karena jauh lebih banyak dalam kehidupan hal rasional. Karena yang saya cemaskan itu Ini bukan soal pribumi. Arti pribumi kesatuan kita dengan mereka. 1- Mencin- yang tidak kalian ketahui. Kenapa kita tai. 2Rakyat. 3Kecil. adalah bagian dari kecemerlangan presta- tidak terletak pada kata-katanya, melainkCinta itu kondisi batin, mencintai itu sering kaget? Karena kita terlambat tahu si Pemerintahan yang menurut lembaga- an pada ketepatan peletakannya berdasar tindakan, perjuangan, keteguhan dan ke- bahwa ada fakta yang tidak kita ketahui…” lembaga survei memuaskan 67% rakyat. konteks dan nuansanya. Tapi sudahlah. Suara itu bergulungsetiaan. Rakyat itu ra’iyah. Ra’iyat. KepeBahkan banyak yang meyakini Indonesia Pribumi itu bukan siapa kita, apa kali ini adalah yang terbaik dibanding warna kulit kita, apa Agama kita. Pribumi mimpinan. Pemegang kedaulatan sejati. gulung mengepung ruangan: “Apa kalian pikir kami punya tugas atau sejumlah Indonesia sebelumnya. itu bukan personalitas, bukan pula identi- Kecil itu lemah, karena sudah melimpahN a m u n d e m i k i a n , s e c a r a p r i b a d i tas. Pribumi itu komitmen kepada rakyat, kan kekuasaannya, sudah mewakilkan kewajiban untuk mengurusi Indonesia? saya tetap siap payung sebelum hujan. karena kita sendiri adalah rakyat, bukan kedaulatannya, sehingga tak lagi berkaki Kenapa soal Reklamasi dikait-kaitkan dan bertangan. Kita mengabdi kepada dengan kami masyarakat Jin? Kalau Andaikan kita punya Imperium Raksasa yang berkuasa atas rakyat. yang di Serang, Makassar, Ternate, Bali, menguasai lima benua – apa seluruh Pribumi itu bukan apa jabatan atau yang kecil, kecuali kita bukan manusia. Balikpapan, Palu dan semua itu berjalan Saya kok cemas melihat Reklamasi, kemungkinan bisa diidentifikasi, disimu- profesi kita, di mana alamat kita. Kalau tanpa gangguan – itu kan urusan kalian Meikarta, serta banyak program dan lasi dan di-handle. Apa setiap pagi tiba, kita memijakkan sepatu di atas kepala kontrak-kontrak yang sejenis itu. Apa sendiri. Apakah sudah atau belum dikita yakin pasti hari esok bisa kita ran- siapkan bagaimana mengeruk sedimen di cang, laksanakan dan kendalikan. Saya antara pulau-pulau Reklamasi, bukanlah khawatir nanti ada suara teriakan keras tanggung jawab Lowar, Barandhang, Tal“shoihatan wahidatan” yang “min haitsu engkung, Bancuri Bancuring, dan siapapun la yahtasib”. Untung saya tinggal di luar staf saya di daratan maupun lautan” “Keputusan untuk tidak bersedia meitu semua. l Joko Umbaran nyediakan area nelayan di pulau-pulau Reklamasi, bukan kewajiban Jalilung,
Kampung Puisi - JKP - 109
Minggu Umanis 28 Oktober 2018
Pribumi...
l Tiga Baris PUISI SUMPAH PEMUDA Mengantar TITIK LEDAK 17 Tahun Kemudian...
Kala Ngadang atau Telohbraja untuk menolaknya. Perkara para pengembang tidak mau mengurangi luasan pulau-pulau Reklamasi, karena memang dikhususkan untuk hunian mewah dan industri, bukanlah tugas Gendir Diyu, Dirgabu, Dulit, atau Mahesa Kuda dan Nini Gelu untuk mengantisipasinya” “Bahwa andaikan Anies-Sandi menghentikan Reklamasi yang di Jakarta, toh yang di tempat-tempat lain jalan terus. Masalahnya, kenapa itu kalian bebankan kepada Klabang Curing, Bedreg, Siganadha atau Dodol Kawit. Kenapa kalian kambing hitamkan kami kaum Jin? Semua Muspides, Muspika, Muspida jajaran birokrasi Jin saya bersih dari semua itu dan sama sekali tidak terlibat. Jin juga ada yang serakah, tapi tak ada yang seserakah manusia” Putaran asap itu mengencang. Suara yang menggema darinya mengeras. “Bahkan kami ini dimarginalkan, disingkirkan, diusir dari perkampunganperkampungan kami sejak 17 Agustus 1945. Kami ini lebih pribumi dari kalian. Sejak berabad-abad silam kami tinggal di tanah yang sekarang kalian sebut Indonesia. Manusia memonopoli bumi, daratan dan lautan. Manusia egois, merasa hanya mereka yang berhak atas bumi”. Sebaiknya kalian masuki 2018 dengan mulai belajar bertaqwa. Taqwa itu artinya: waspada. l Joko Umbaran
Pemanasan Ulang Tahun 25 Juni 2018
Jatijagat Kampung Puisi Bersama Sanggar PURBACARAKA Sanggar CAKRAWALA Jalan Nias 13 Denpasar Menjelang Enampuluh (60) Tahun FAKSAS-FIB UNUD Senin Umanis, 25 Juni 2018 pukul 19:30 wita di JKP-109
l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l
Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan
Mei-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27
Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!
HUBUNGI dan Aktif Mengikuti Wayan Jengki Sunarta via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA di JKP-109 Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Bakti Setyanta
Fotografi
Memotret Bayi
Kesabaran, Kunci Keberhasilan pemotretan saat bayi selesai mandi atau selesai makan karena momen atau aktivitas lucu seorang bayi itu akan muncul pada saat itu.
JASA pemotretan bayi saat ini lagi booming. Banyak fotografer yang tergiur untuk terjun ke segmen ini karena dari segi penghasilan juga sangat menjanjikan. Di era milenial ini, rata-rata keluarga muda ingin “merekam” dan mengabadikan tumbuh kembang buah hatinya lewat lembaran foto-foto kenangan dengan momen dan ekspresi yang semenarik mungkin. Demi mendapatkan foto-foto idaman tersebut, tidak jarang mereka harus rela merogoh kocek dalam-dalam untuk menyewa jasa fotografer yang memang memiliki spesialisasi di bidang tersebut. Namun, jangan salah. Menciptakan foto-foto bayi yang menarik sejatinya bukan perkara mudah alias banyak sekali tantangan yang akan ditemui. Selain dituntut memiliki kreativitas yang tinggi, fotografer juga wajib memiliki kesabaran ekstra karena tidak mudah mengarahkan bayi untuk berpose dan bergaya sesuai yang kita inginkan seperti halnya dalam pemotretan remaja dan orang dewasa. Dengan kata lain, kita harus sabar menunggu momen yang tepat ketika bayi secara spontan menampilkan ekspresi yang lucu dan menggemaskan atau melakukan aktivitas yang menarik. Seringkali, momen itu merupakan momen yang tidak terulang kembali sepanjang pemotretan sehingga kita dituntut selalu dalam kondisi siap untuk menekan shutter kamera ketika momen “mahal” itu tiba. Upayakan melakukan
Happiness Karya Anom Manik Agung
bayi tersebut. Sepanjang pemotretan, ciptakanlah suasana yang membuat bayi itu merasa nyaman dan gembira. Selain kesabaran ekstra, menentukan sudut pandang yang tepat juga merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan foto-foto bayi yang menarik. Ada tiga teknik memotret bayi yang umum digunakan, yakni get down low, close up, dan nursed shots. Get down low adalah teknik pengambilan foto bayi dengan cara mengikuti setiap tingkah laku dan gerakan bayi. Kita juga bisa melakukan candid foto sehingga akan menghasilkan foto yang natural. Pengambilan foto secara close up adalah teknik memotret dengan jarak yang dekat. Sedangkan teknik nursed shots adalah memotret bayi yang dilakukan dengan cara menempatkan bayi pada tempat tertentu, misalnya mendudukkan bayi pada meja, menempatkan bayi pada keranjang dan lain-lain. Variasikanlah ketiga teknik tersebut agar menghasilkan foto-foto menarik dengan momen yang berbeda sehingga tidak membosankan. Perhatikan juga komposisi foto yang baik, misalnya bereksperimen dengan komposisi foreground, middleground, dan background serta pastikan fokus kamera pada bayi yang sedang difoto. Saat memotret bayi juga sangat disarankan menggunakan mode makro karena akan menghasilkan foto dengan detail yang tajam serta wajah dan ekspresi bayi akan semakin jelas tergambarkan pada foto. Selamat mencoba! (ian)
Dua Sahabat Karya Gede Lila Kantiana
Berpose Karya Gede Lila Kantiana
Pelukis Cilik Karya Anom Manik Agung
Menarik Perhatian Bayi Mendapatkan ekspresi bayi yang tersenyum dan tertawa memang sangat sulit. Makanya, saat memotret bayi kita harus pandai menarik perhatian bayi agar mau berekspresi dan melihat kamera. Salah satu cara untuk memancing perhatian bayi itu adalah dengan mainan yang lucu sehingga bayi terlihat bahagia dan senang. Tak kalah pentingnya, dalam pemotretan kita juga wajib mengajak orangtuanya agar menggoda bayinya supaya bisa tersenyum atau tertawa. Sebaiknya, posisi orangtua berada di belakang kita untuk memudahkan kita menangkap ekspresi
Afizal
Budi Hari Pujiono
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Pon, 17 Juni 2018
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Site Manager u/Proyek Villa Max.35Th S1 Arsitek/Sipil Hub. 081337229877, Pglmn tdk Diutmkn B.BP.001.06.18.0000554
!!Dcr 2PRT/B.Sitter tgdlm G1,5/ 2jt,081237903622/087861412911 B.BP.001.06.18.0000561
***Intercontinental Hotel Doha - Qatar.Walking Interview on 29 June 2018 at 09.00-16.00 Bali Time for F&B Service & Kitchen No Agency Fee (+6281236158851) www.dwicitrabali.co.id B.BP.001.06.18.0000515
Cr Spa Therapist,Wnt,Pglmn, Ari Putri Spa Sanur H.087866834578
Dbuthkn Tukang & Kepala Tukang (Mandor) u/mmperbaiki Vila-vila Brkepribadian baik.Gaji Mnarik CV:asahrd2018@gmail.com Tlp.0361-289742
B.BP.001.06.18.0000466
Dcr Beautician Pglmn Braia Klinik GatsuBarat, 081339850861
B.BP.004.06.18.0000507
Dcr Manager Resto utk di Ubud CV to:nexky1975@gmail.com
B.BP.001.06.18.0000504
Dcr Tk Potong u/Garment&Tk Jarit Wnt Mkn TdrDlm,08123616919
B.BP.001.06.18.0000555
Dcr:1.Kary.Bag.Produksi,Wanita SMA,Max.27Th,Single 2.Driver Pengalaman,Pria,SMA,Max 38Th Gaji UMK Gianyar HP:0818801399
B.BP.004.06.18.0000505
B.BP.001.06.18.0000458
Cri Kariawan/i Utk di Gianyar Max 28th,Min SMA 087860242046 —Iklan ini berlaku 1 Minggu—
Need Accounting S1 Pengalaman 1Th Call:085100449132/Send CV to:manager@theplumbersarms.com
B.BP.001.06.18.0000547
B.BP.001.06.18.0000463
DIJUAL RUMAH
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
RUPA-RUPA
Dicari SMK Komputer & STM Arus Pendek.Hub:081339111406(SMS)
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
B.BP.001.06.18.0000550
Social Italian Resto Level 21 Mmbthkn:Kasir,Waiter/Waitress, Chef,Syrt:Pria/Wanita,Min SMA, Penampilan Menarik,Jujur,Rajin Disiplin,Bisa Bekerja Dgn Team Bisa Bhs.Inggris Kirim Lamaran ke Jl.Imam Bonjol (Pertokoan Imam Bonjol Square AA.34) Tlp.(0361) 8451573/Email: yuni@greenbowl-indonesia.com
G.03
Dibthkan SPB/SPG min SMA displin jujur bisa bekerja dg Team bisa Bhs Inggris,kirim lamaran ke Jl. Imam Bonjol Pertokoan Imam Bonjol Square AA34,hari kerja Senin-Jumat Hub 8451573 E:yuni@greenbowl-indonesia.com B.BP.001.06.18.0000535
Vila inSeminyak-Canggu looking for GRO,Sales,Sales Exe,FO(DW), Acct(DW)balisky2017@yahoo.com
B.BP.001.06.18.0000534
Dcri Barista/Bartender,Waiter Ari Putri Htl Snr, 087866834578
B.BP.004.06.18.0000460
We are looking for buthler.Who has experienced and excelent in English.For Seminyak and Ubud area.Good Salary.Tlp.0361 289742CV:asahrd2018@gmail.com
B.BP.001.06.18.0000465
B.BP.001.06.18.0000531
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar G.02
Dcr:Admin,Manajer,Marketing & Cleaning Service,081246757777 B.BP.001.06.18.0000480
!Bth PRT Wanita Tidur Dalam, bisa Masak, H:08113058299 Dalung B.BP.166.06.18.0000565
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Furniture/Handicraft Co Butuh: 1)Gen.Adm Wanita English+Rapi 2)SPV Prod tahu Perkayuan&Fin Good Leadership 3)QC Cekatan & Teliti 4)PPIC tahu SOP,Telp: 085238196195,Umur Max.45 Th E:hrd@cushcushgallery.com B.BP.001.06.18.0000551
DIJUAL MOBIL MERCEDEZ
Mercedez Benz Manual’01 Ex Wnt Asbali,Pminat Hub:081239707770 B.BP.001.06.18.0000546 SUZUKI
AlNew Swif GX Matic th2013 pth prbdi,Trwt Hp081238169620 VR17 B.BP.001.06.18.0000562
DIJUAL TANAH Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809
B.BP.001.06.18.0000214
DIJUAL RUMAH Dijual Rmh-HM 2LT,Sahadewa 2 Blk D2-2 Pecatu LT/LB 160/175 Hub .Alex 081806088880 B.BP.001.06.18.0000310
DISEWAKAN TANAH Dikontrkan Tnh 1 Hektar Jl.Goa GongJimbaran.Hub:082227776866 B.BP.001.06.18.0000548
KURSUS Gtr Klasic,Elect,Acustk,Keybrd Piano.Cpt Bisa 085857405818 B.BP.001.06.18.0000564
BIRO JASA Bntu Lap Pajak SPT Tahunan PKP NPWPSIUPPasport081338344155 B.BP.001.06.18.0000230
10
Minggu Pon, 17 Juni 2018
Mendatar: 2. Inisiatif 7. Enak ; Nikmat 8. Ujian semester 9. Suku bangsa di Sulawesi 11. Petik 12. Alat pengaduk beton 13. Kumpulan bintang-bintang dalam zodiak 15. Biawak dari Nusa Tenggara Timur 18. Peniru 22. Teman dekat 24. Sumpah (Bali) 27. Ruang pajang (Inggris) 31. Sejenis minyak pengilap kayu 33. Baik ; Enak ; Senang (Inggris) 34. Kebun 35. Daging, Ikan, dll. 37. Suatu arah mata angin 38. Perguruan Tinggi di Sumatera Utara 39. Waktu ; Ketika 40. Penggabungan ; Persetubuhan Menurun: 1. Suka mengusik ; mencampuri urusan orang lain 2. Pimpinan proyek 3. Gaya tarik-menarik antara molekul-molekul yang tidak sejenis 4. Tanda ; Pertanda 5. Kena tulah 6. Henti ; Selesai (Bali) 10. Nama depan Kaisar pembakar Kota Roma 11. Mempunyai sifat basa yang dengan asam membentuk garam 14. Tambah (Bali) 16. Cangkir besar dari kaleng 17. Daftar pencarian orang 19. Titel Apoteker 20. Rusak sama sekali 21. Banteng dari Amerika Utara 23. Mentah ; Kasar (Inggris) 25. Luas Tanah 26. Abu dapur 28. Penuntut Umum 29. Luruh 30. Sebelum Senin 31. Pembuluh darah 32. Kenalan 34. Arau 36. P ara penganut suatu agama
Ketentuan Menjawab
Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 351 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 23 Juni 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 1 Juli 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 349 Mendatar: 1. Samapta 4. Musafir 8. Korosif 11. Pelikan 13. Ane 14. Bit 15. RAM 16. Ebola 18. Pesta 20. Dokumentasi 22. Distributor 27. Noise 28. Akari
29. RNA 30. BAP 31. NPA 32. Amerika 34. Tekukur 36. Imigran 37. Senapan Menurun: 1. Sekuler 2. Marerod 3. TKI 5. Uye 6. Fiksasi 7. Ranggas
9. Subak 10. Fatamorgana 11. PerangBubat (Perang Bubat) 12. Limpa 17. Logis 19. Estok 21. Anomali 22. Difteri 23. Serai 24. Tapuk 25. Rangkap 26. Hiburan 33. KTA 35. Ene
Pemenang TTS No. 349 1. Ni Nengah Winantri Br.Bongan Jawa, Desa Bongan, Kec.Tabanan, Kab.Tabanan 82113 (HP:081938 372696) 2. I Dewa Ayu Damiati Br.Penarukan, Desa Bungbungan, Kec.Banjarangkan, Kab.Klungkung (HP:081999 353565) 3. Ketut Candra Rahayu Jl.Kebo Iwa No.65, Br.Uma Klungkung, Padangsambian Kaja, Denpasar (HP:081236 544616) 4. Ni Luh Putu Suwantari Jl. Palguna, Sukawati, Gianyar 80582 (HP:081916 538952) 5. I Made Nama SD Negeri Abuan, Kintamani, Bangli (HP:085736 522231) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: Ni Komang Mita Juni Asri Alamat : Jl. Veteran, Kel. Padangkerta, Karangasem 80813 (HP:089946 46816)
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat.Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764. (Redaksi)
ULANG TAHUN
ANTARA FOTO/Al Mahdi
LIHAT - Seorang warga melihat bangkai Gajah Sumatera yang ditempatkan di Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi di tempat penambatannya di Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, Aceh, Sabtu (9/6). Gajah Sumatera itu berusia 37 tahun, diduga mati dibunuh dengan cara diracun oleh pemburu guna mengambil gading.
Kadek Galih Satya Nugraha, putra kedua dari pasangan I Nyoman Bagus Suweta Nugraha S.Kom., M.T. dan Ni Made Arik Muliyanti S.ST. merayakan ulang tahun yang keempat pada Rabu (13/6) di Br Kalah, Batubulan. Selamat ulang tahun Dek Galih, semoga panjang umur, sehat selalu, tambah pintar dan jadi anak yang berguna untuk kedua orangtuanya.
KLHK Usut Kasus Kematian Gajah di Aceh Dua Harimau Sumatera Punya Rumah Baru di Kebun Binatang Australia
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengusut kasus kematian gajah yang diduga akibat diracun orang tak dikenal di Aceh Timur, Provinsi Aceh. Penegasan disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dalam pernyataan pers yang disampaikan di Jakarta, pekan ini. Situ Nurbaya menegaskan, kematian gajah bernama Bunta yang diduga diracun orang tak beradab pada Sabtu (9/6), akan diselidiki dan ditangani secara serius oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Apalagi ini hewan yang dilindungi dan peristiwanya di sekitar “Conservation of Respond Unit” (CRU) di Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur. “Kita akan segera memanggil pihak CRU Serbajadi, Aceh Timur, Aceh. Ini terkait dengan kematian gajah benama Bunta yang mati dibunuh di tempat konservasi tersebut,” kata Siti Nurbaya di sela-sela meninjau pengelolaan sampah saat mudik di Tol Cikampek. Siti Nurbaya mengemukakan, tempat konservasi tersebut mendapatkan bantuan dana dari pihak
swasta. “Secara keseluruhan, di Aceh kan memang tempat satwanya. Di sana ada pusat tempat konservasi gajah sebanyak tujuh CRU,” tuturnya. Unit ini untuk mengatasi mitigasi konflik di Aceh Timur, Utara dan Pidi, Aceh Jaya, Aceh Barat dan Aceh Selatan. Biayanya bersumber dari USAID dan juga Astra. “Jadi biayanya dari mitra,” ujarnya. Mengenai perkembangan penanganan gajah Bunta, Siti Nurbaya menjelaskan, KLHK bersama tim Inafis dan Identifikasi Polres Aceh Timur serta tim dokter hewan BKSDA Aceh melakukan nekropsi dan olah tempat kejadian perkara atau TKP. Dari olah TKP diperoleh fakta. Pertama, pengambilan sampel jantung, limpa, usus dan ginjal untuk uji laboratorium. Kedua, pengambilan sisa patahan gading sebelah kiri sepanjang 46 cm (sisanya hilang) berat belum ditimbang dan gading sebelah kanan sepanjang 148 cm berat belum ditimbang sebagai berat badan. Ketiga, diagnosa sementara tim medis BKSDA Aceh adalah toxicosis. Hal itu berdasarkan kerusakan dan perubahan organ-organ usus mengalami pendara-
han, jantung nekrosis dan hiperemi, pembengkakan (oedema) dan sianosis pada paru dan oedema (pembengkakan) hati. Selain itu, cairan dirongga dada sangat keruh dan adanya buah kuini di dalam usus serta ditemukan buah tersebut didekat bangkai satwa ditemukan. “Selanjutnya, sampel (limpa, usus, jantung dan ginjal) yang diambil pada Rabu (13/6) akan kita kirim ke Puslabfor Cabang Medan melalui penyidik Polres Atim,” ujar Siti Nurbaya sambil menambahkan, kasus kematian gajah ini baru pertama kali terjadi di Aceh Timur. Siti Nurbaya juga mengungkapkan soal pengelolaan gajah terlatih di Provinsi Aceh. Sampai saat ini gajah terlatih di seluruh Aceh berjumlah 33 ekor, dan dua anak gajah, baik yang lahir maupun yang dievakuasi bulan lalu (sebelum kematian Bunta). Gajah terlatih tersebut tersebar di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Sare dan tujuh Conservation Respon Unit (CRU). Unit ini untuk melakukan mitigasi konflik gajah yang tersebar di Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Pidie, Aceh Jaya, Aceh Barat dan Aceh Selatan. (ant)
DUA Harimau Sumatera, jantan dan betina, tiba di rumah baru mereka di Kebun Binatang Tasmania pada pekan ini. Menempuh perjalanan dari Symbio Wildlife Park dekat Sydney, harimau berusia 10 tahun bernama Cinta dan Jalur awalnya datang ke Australia dari Auckland Zoo Selandia Baru, ketika mereka baru berusia dua tahun. “Cinta, betina itu dapat berubah suasana hati setiap hari,” kata pengurus Symbio Wildlife Park Julia Mendezona kepada media setempat. “Ini adalah tantangan untuk bekerja dengannya, tetapi diterima ke dalam lingkaran batinnya adalah hadiah yang sangat besar,” tuturnya. “Jalur sang jantan, dia besar dan sedikit kasar tapi dia cukup senang selama perutnya kenyang,” tambah Mendezona. Meskipun duo harimau ini tidak asing dengan perjalanan jarak jauh, logistik untuk memindahkan spesies yang terancam punah ini sangatlah penting, dengan hanya 300 Harimau Sumatera yang tersisa. Naik di peti yang dirancang khusus untuk perjalanan melintasi Selat Bass, kucing besar itu juga akan ditemani oleh beberapa dokter hewan, jika terjadi masalah. “Mereka terlatih dengan baik, jadi kami berharap terjadi transisi yang mulus,” kata kepala penjaga Kebun Binatang Tasmania Emma Morgan. “Mereka sudah dikondisikan ke
peti, jadi semoga mereka tidak terlalu stres di sana,” ungkapnya. Berasal dari pulau tropis Indonesia di Sumatera, keduanya akan merasakan cuaca dingin di Tasmania saat mereka tiba. Jadi, Morgan dan timnya telah melakukan beberapa modifikasi khusus pada kandang baru pasangan itu. “Mereka memiliki sarang yang hangat, tempat tidur yang nyaman dan mereka memiliki mantel tebal yang bagus juga, seharusnya tidak terlalu memengaruhi mereka,” kata Morgan.
Di harimau juga akan memiliki kolam renang sendiri untuk digunakan ketika cuaca memanas di musim panas. Penangan mengatakan, mereka berharap makhluk tersebut akan membantu mendidik ribuan pengunjung kebun binatang setiap tahun tentang dampak merusak perburuan liar dan perusakan habitat yang dapat terjadi pada populasi liar, demikian dilansir Kantor Berita Xinhua. (ant)
BPM/ist
RUMAH BARU - Dua harimau ini tiba di rumah baru mereka di Kebun Binatang Tasmania, Australia.
INspirasi
Minggu Pon, 17 Juni 2018
Pentas Seni SD Saraswati 3 Denpasar
Miliki Sekaa Gong Wanita Saguna Wiweka
SEKAA GONG - Sekaa gong wanita SD Saraswati 3 Denpasar tampil memukau di ajang pentas seni. Denpasar (Bali Post) Ceria dan menyenangkan. Itulah kesan pada ajang pentas seni SD Saraswati 3 Denpasar, Kamis (14/6) lalu. Yang mengejutkan adalah penampilan Sekaa Gong Wanita Saguna Wiweka SD Saraswati 3 Denpasar yang semuanya didukung guru setempat. Prestasi ini bisa dijadikan inspirasi bahwa menjadi guru SD bukan hambatan menjadi penabuh menyamai kaum laki-laki. Sekaa Gong Saguna Wiweka dibentuk tiga bulan lalu oleh Cok. Istri Murniati. Tampil perdana mereka mampu memukau penonton karena semua jenis alat gamelan mulai kendang hingga reong dilakoni guru-guru wanita. Pas dengan tema pentas seni kali ini ’’Dengan pentas seni kita bangun dan kembangkan potensi dan prestasi guna mewujudkan jati diri yang ungggul dan berkarakter’’. Acara pentas seni disaksikan Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S.
Pentas seni diawali dengan tari kebesaran Saraswati dilanjutkan Tari Sekar Jempiring, musik, puisi, dance, fashion show, dan kreasi lainnya. Menariknya, acara ini juga diisi dengan penyerahan bintang kelas disaksikan para orang tua siswa. Ketua Panitia, Trisna Wahyuning Krtistianthi, S.Pd., mengungkapkan misi pentas seni ini yakni melatih keberanian dan membangun kebersamaan, menghargai kreativitas orang lain dan menumbuhkembangkan cinta budaya Indonesia. Kepala SD Saraswati 3 Denpasar, Cok. Istri Murniati, usai melepas 202 siswa kelas VI mengatakan, pentas seni ini dijadikan pengembangan potensi diri siswa, karena semua kreativitas yang ditampilkan disaksikan orang tua untuk meraih prestasi. Sekaa Gong Saguna Wiweka diharapkan memberi inspirasi tumbuhnya sekaa gong sejenis di SD yang lain di Bali. Ditambahkannya, selama ini, SD Sraswatai 3 Denpasar dijadikan barometer
prestasi di Kota Denpasar karena memiliki prestasi di akademis dan non-akademis. Makanya, dia mengatakan lulusan yang dilepas cerdas intelektual, emosional dan spiritual serta menjunjung kejujuran dan kebenaran. ‘’Ini berkat dukungan guru, orang tua siswa, dan yayasan yang menyiapkan sarana berkualitas,’’ tegasnya. Ketua Yayasan PR Saraswatai Pusat Denpasar, Bagus Ketut Lodji, M.S., mengaku bangga siswa dan guru terlibat dalam pentas seni yang berlangsung semarak. Makanya wajar SD ini disebut sekolah sarat prestasi. Ini semua berkat kerja keras guru serta kasek dan harmonisnya hubungan dengan orang tua siswa. Di sisi lain, Bagus Ketut Lodji mengingatan sekarang eranya persaingan dengan munculnya sekolah internasional. Pelayanan sekolah Saraswati tak boleh ketinggalan. Untuk itu, yayasan menjawab persaingan itu dengan mutu. SD Saras-
BPM/ist
wati 3 diharapkan menjadi sekolah terdepan dalam pilihan masyarakat Bali. Untuk itu, yayasan akan menggenjot mutu guru lewat workshop dan S-2. ‘’Jangan takut bersaing, kita lawan dengan pendidikan bermutu,’’ tegasnya. Berdasarkan catatan Bali Post, SD Saraswati 3 Denpasar meraih juara I Olimiade Mata Pelajaran di Undiksha dan juara II di UMC serta di berbagai tempat. Selain itu, juara lomba membaca dongeng, inovator cilik, story telling dan bahasa Jepang. Di non-akademik juara III FLS2N tari kreasi baru, yang kini bersaing di tingkat provinsi guna maju ke tingkat nasional. Bidang seni, siswanya memboyong perak dan perunggu di festival Legong keraton. Di PSR 2018 meraih 6 emas, 4 perak, dan 2 perunggu. Di Porjar Bali meraih satu emas, perak dan perungu. Juga memboyong piala Raja Hamengku Buwono 2017. (025)
Sekaa Gong Perempuan Desa Gesing
Turut Semarakkan Festival Danau Beratan
BPM/ist
GONG - Sekaa gong perempuan Desa Gesing, Kecamatan Banjar saat tampil. KESENIAN gong di Kabupaten Buleleng masih “bertaji” di tengah gem-
puran globalisasi. Yang berkecimpung di dalamnya tak hanya laki-laki, namun
juga perempuan. Salah satunya di Desa Gesing, Kecamatan Banjar. Sekaan gong bernama Giri Murthi ini terbentuk sembilan tahun lalu yang beranggotakan 30 orang. Mereka ini berasal dari berbagai kalangan. Sebagian besar petani. Disusul pedagang dan Pengawai Negeri Sipil (PNS). Awalnya, menurut Ketua, Ni Made Susmaherti, tak langsung berjalan mulus. Harus meminjam gong milik pribadi untuk latihan. “Karena saat itu belum punya. Berjalan beberapa tahun, akhirnya desa baru punya,” ungkapnya baru-baru ini. Berkutat dengan berbagai kesibukan, ibu rumah tangga (IRT) ini tak pernah melewatkan kesempatan untuk latihan. Tiga kali seminggu. Upaya yang dilakukan berbuah manis. Sekaa yang terbentuk 30 Desember 2009 ini telah mampu menguasai berbagai tetabuhan. Ada kreasi, Sandya Gita, tari Teruna Jaya ciri khas Buleleng, tari Oleg, tari Margapati, dan tari Cendrawasih. Me-
Sudah Antre Masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang tersebut sudah antre di gerbang
2 Kebun Raya Bogor sejak pukul 08.00 WIB agar dapat bersilaturahmi dengan Presiden. Sejumlah pejabat negara juga hadir untuk bersilaturahmi.Sementara itu, Wakil
Presiden RI Jusuf Kalla akan menggelar open house dan halalbihalal di kediamannya di Jalan Haji Bau, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu ini (17/6). (ant)
Gol Unik
Permainan hampir berakhir imbang 1-1 jikalau Pogba tidak menciptakan gol uniknya pada menit ke-81. Sementara tim Brazil telah menunjukkan sinyal-sinyal bahwa mereka mampu men-
jadi kampiun sepak bola dunia sekali lagi di Rusia. Mereka membuat persiapan yang sangat baik menghadapi laga pembuka Grup E Piala Dunia melawan Swiss yang cukup tangguh di Rostov, Minggu ini. Juara dunia lima kali itu tampaknya telah kembali ke performa terbaik mereka di
bawah pelatih Tite dan menjadi tim pertama yang lolos ke turnamen di Rusia. Penampilan Brazil paling mengesankan menang 3-0 atas Argentina dan kemenangan 1-0 baru-baru ini atas Jerman. “Kami memiliki kepercayaan diri yang lebih besar,” tambah pemain tengah Paulinho. (ant/rtr)
nariknya lagi, itu tak hanya ditampilkan dalam upacara yadnya yang berlangsung di desa, tetapi juga tak jarang diundang ke daerah lain. “Sering juga mendapat tawaran pada acara manusa yadnya seperti metatah, kawin dan lainnya. Kadang harus kewalahan mengatur waktu,” jelasnya. Penampilannya yang apik membuat Pemkab Buleleng memberikan tawaran untuk tampil di Pesta Kesenian Bali (PKB). Sudah sampai tiga kali. Tetapi belum diterima. Karena padatnya kesibukan menjadi salah satu alasan. “25 Juni 2018 ini, kami diundang di Festival Danau Beratan untuk tampil. Ini untuk ketiga kalinya,” ucap perempuan yang seorang guru di SMAN 1 Banjar ini. Sekaa ini ingin berkontribusi dalam pelestarian kesenian. Di samping mewadahi potensi kaum perempuan. “Minimal upah yang didapatkan beberapa kali tampil bisa digunakan untuk membantu keperluan rumah tangga, di samping hiburan. Sekaligus juga bisa melestarikan kesenian Bali,” tandasnya. (sos)
11
Melukis di Baju, Bisnis Baru di Bali KREATIVITAS melukis tidak sebatas bisa dituangkan dalam media kanvas. Melukis bisa dituangkan dalam media lainnya salah satunya baju kaus. Bahkan jika ditekuni, melukis di media baju kaus ternyata bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Seperti yang telah dibuktikan I Ketut Teler, seniman lukis di Banjar Tembuku Kaja, Desa Tembuku, Bangli. Berawal dari coba-coba memenuhi order lukis ogoh-ogoh di atas media kaus, pria 46 tahun ini kini serius menekuni bisnis penjualan baju lukis. Dari usahanya itu, Teler mampu meraup omzet hingga Rp 10 juta per bulan. Ditemui belum lama ini, Teler menuturkan dirinya sudah menekuni seni lukis sejak lama. Hanya, kreativitasnya saat itu ia tuangkan sebatas pada media kanvas. Dia baru mulai mencoba melukis pada media kaus sekitar tahun 2010 lalu. “Awal mulanya karena dulu ada permintaan ke saya. Saya diminta untuk melukis ogoh-ogoh di baju kaus. Karena hasil karya dirasa bagus, kemudian berkembang dari mulut ke mulut,” ungkapnya. Sejak saat itulah, permintaan melukis di media kaus terus datang ke dirinya. Karena dirasa menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Dia kemudian mendirikan usaha kaus lukis di wilayah Sukawati, Gianyar. Teler pun mendirikan usaha serupa di desanya.
BPM/ina
MELUKIS - Ketut Teler melukis barong di media baju kaus. Selain kaus, Teler selama ini juga melukis di media kemeja, udeng, dan topi. Gambar yang dituangkan dalam kaus, kemeja, udeng maupun topi beragam, mulai dari pemandangan, gambar para dewa, barong, rangda, dan gambaran klasik lainnya. Tak hanya itu, dia juga kerap melukis gambar wajah sesuai permintaan. Pria jebolan ISI tahun 1998 ini mengatakan, untuk menghasilkan baju lukis yang tahan lama dan tak cepat pudar karena dicuci, dia menggunakan cat khusus yang diraciknya sendiri. Karena hand made, produksi baju lukis yang bisa dibuatnya dalam sehari cukup terbatas maksimal 4 hingga 5 baju. Itu pun dengan dibantu dua
Tolak Reklamasi
Hal ini sejalan dengan aspirasi seniman yang tampil dalam konser tersebut. “Tolak reklamasi itu sudah jelas sebagaimana aspirasi temanteman artis,” kata Rai Mantra. Ia juga menegaskan dukungan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali (KRB) merupakan dukungan tanpa mahar dan tanpa syarat. Sebab memang lahir dari keinginan, aspirasi dan suasana kebatinan rakyat Bali yang menginginkan MantraKerta untuk memimpin Bali. “Saya didukung KRB tidak ada mahar dan tidak ada syarat. Partai KRB tahu keinginan masyarakat dan itu yang harus kita lakukan,” imbuhnya. Sementara itu, Wakil Ketua Koalisi Rakyat Bali (KRB) Ida Bagus Oka Gunastawa mengatakan KRB siap mengawal suara Mantra-Kerta dari tingkat TPS sampai pen-
gumuman akhir. Menurutnya, pihaknya telah menyiapkan strategi khusus agar tidak ada suara yang hilang apalagi dicurangi dalam proses perhitungan. “Kami selalu berprinsip bahwa satu suara rakyat itu mahal, jadi akan dikawal dengan segala cara agar tidak diselewengkan,” kata Ketua DPW NasDem Bali tersebut. Selain itu, pria yang akrab disapa Gus Oka ini meminta kepada publik agar tidak mudah tergiring opini menyesatkan tentang hasil survei. Apalagi yang menyebutkan Mantra-Kerta kalah di Karangasem. Sebagai putra Karangasem, Gus Oka paham benar karakter pemilih setempat. Mengedepankan kualitas figur dan teruji dari sisi prestasi. Pilihannya jatuh pada MantraKerta. Konser Bali Salam 2 Jari di Karangasem dimeriahkan artis ternama di Bali seperti Joni Agung & Double T, Bintang,
orang tenaga lainnya. Teler juga membuat baju lukis sesuai orderan. Permintaan konsumen terhadap baju lukis buatannya cukup bagus. Tak hanya dari konsumen di Bangli namun juga dari luar kabupaten. “Gambar yang banyak permintaannya barong dan rangda,” ujarnya. Dalam sebulan, dia bisa menjual baju lukis sampai 100 buah. Mengenai harga, dikatakan pria dua anak ini, beragam. Untuk baju lukis buatannya dijual Rp 100200 ribu, sementara untuk udeng/topi dibandrol Rp 50-80 ribu per buah. Dia berencana mengembangkan usahanya dengan menambah ukuran studionya menjadi lebih besar. (kmb40)
Crazy House, Rare Kual, Ocha, Rahtut XXX, Bintang Band & Lebri P, dan Rajesh. Tampil pula Ayu Maenah, Nana Viana, Small Axe & Bobi Dinar, dan Rocknest. Komunitas Musik Karangasem juga tak mau ketinggalan menghibur warga di “Bumi Lahar” ini. Konser ini juga dihadiri Ketua Koalisi Rakyat Bali (KRB) A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra alias Gus Adhi, Ketua DPW Partai NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa, dan tim pemenangan dan petinggi KRB Karangasem seperti Ketua DPD Golkar Karangasem I Made Sukarena, Ketua DPD Partai NasDem Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Tampak hadir pula anggota DPR RI dari Partai Golkar Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, Penasihat DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali yang juga penglingsir Puri Satria Denpasar A.A. Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat dan tokoh lainnya. (kmb)
Rekomendasi DPRD Kalau memang kandidat memiliki komitmen demikian, partai pengusungnya juga harus memiliki komitmen yang sama. Setidaknya, DPRD Bali yang terdiri dari orang-orang partai bisa membuat keputusan tegas. Salah satu tuntutan ForBALI dan Pasubayan Desa Adat/Pakraman Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa yakni meminta DPRD Bali merekomendasikan kepada gubernur untuk bersurat kepada presiden serta merekomendasikan kepada presiden untuk menolak reklamasi Teluk Benoa dan membatalkan Perpres No.45 tahun 2011. Direktur Eksekutif Walhi Bali, I Made Juli Untung Pratama, mengatakan, kedua pasangan calon tidak memiliki komitmen yang kuat untuk memberikan perlindungan terhadap lingkungan hidup. Bisa dilihat dari tidak adanya keinginan pasangan calon untuk membuat studi terkait daya tampung dan daya du-
kung Bali. “Kedua pasangan calon hanya memprioritaskan proyek-proyek dalam janjijanjinya tanpa memerhatikan kualitas lingkungan hidup di Bali,” ujarnya. I Made Krisna Dinata dari Frontier Bali melihat semua kandidat umumnya menjanjikan pembangunan infrastruktur. Namun, perlu juga bagi para kandidat untuk kembali menilik ke belakang. Misalnya mengatasi dampakdampak yang ditimbulkan pariwisata seperti sampah, kemacetan, sampai masalah krisis lingkungan dan krisis air. Basma Redana dari BEM PM Universitas Udayana mengatakan, satu bukti lebih berarti daripada seribu janji yang dilontarkan kandidat. Mahasiswa siap mengawal janji-janji para kandidat agar kelak benar-benar ditepati untuk masyarakat. Sementara itu, Arik Partayanti dari BEM Unhi mengatakan, ada baiknya kandidat yang nanti terpilih menjadi pemimpin untuk terbuka kepada ma-
syarakat khususnya generasi muda. Terutama bila ada kendala yang dihadapi untuk merealisasikan janji tersebut. Ketua HNSI Bali, I Nengah Manumudhita, mengatakan, pesisir telah menjadi ikon pembangunan pariwisata sejak pariwisata itu dikembangkan. Di situ ada masyarakat pesisir yang bekerja sebagai nelayan atau bendega sesuai kearifan lokal Bali. ‘’Pariwisata Bali adalah pariwisata budaya. Oleh karena itu, budaya ini harus dikuatkan termasuk di pesisir. Kalau sudah kuat, niscaya untuk membangun pariwisata yang sustainable berbasis agama dan budaya Bali bisa kita wujudkan,” ujarnya. Konsultan I Gde Made Sadguna mengatakan, permasalahan Bali yang sangat mendasar berkaitan dengan Tri Hita Karana. Sebagai contoh palemahan. Tanah Bali tidak sekadar mengalami masalah alih fungsi lahan, tapi juga alih kepemilikan. Janji-janji para kandidat seharusnya mampu menjawab permasalahan Bali tersebut. (rin)
RUSIA 2018 14 JUNI - 15 JULI
Minggu PON, 17 Juni 2018
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
VAR Debut di Piala Dunia
Moskow – BPM/afp
Javier Chicarito Hernandez (kanan) dan Toni Kroos.
Jerman Optimis Tumbangkan Meksiko
Moskow – Juara dunia Jerman paham perlunya meningkatkan pola permainan mereka ketika memulai upaya mempertahankan gelar juaranya melawan Meksiko hari ini, jika ingin memastikan statusnya sebagai favorit turnamen. Jerman memainkan pertandingan-pertandingan kualifikasi dengan sempurna memenangkan keseluruhan 10 laga, hanya kebobolan empat gol dan juga merebut Piala Konfederasi tahun lalu. Tetapi performa terakhir mereka jauh dari kualitas sebagai pemenang Piala Dunia. “Kami sadar bahwa kami perlu meningkatkan permainan kami,” kata Toni Kroos, Sabtu (15/6) kemarin. “Ini hal mutlak yang akan menjadi faktor penentu dan setiap orang dari kita perlu menjaga kepercayaan diri. Kedua hal itu akan menentukan dalam turnamen ini.” Pelatih Joachim Loew hanya berhasil meraih satu kemenangan dalam enam pertandingan internasional terakhir kemenangan mereka 2-1 atas Saudi Arabia di pertandingan pemanasan akhir pekan lalu, dan hanya membuat satu laga tanpa kebobolan. Persiapan mereka juga dibayangi oleh kemarahan masyarakat Jerman yang disebabkan oleh foto-foto gelandang Ilkay Gundogan dan Mesut Ozil bersama Presiden Turki Tayyip Erdogan. Kedua pemain keturunan Turki itu harus berurusan dengan cemoohan di pertandingan terakhir dan urusan itu pun belum mereda, bahkan setelah mereka tiba di Rusia. Foto-foto itu memicu badai kritik dari anggota parlemen di seluruh spektrum politik Jerman dan federasi sepak bola negara itu, yang semuanya berpendapat bahwa Erdogan tidak cukup menghormati nilai-nilai Jerman. Tetapi mengingat rekor Jerman sebagai bintang turnamen dengan setidaknya satu tempat semifinal di empat putaran Piala Dunia terakhir, beberapa akan mengambil risiko bertaruh melawan mereka yang siap pada Minggu, terutama setelah menghancurkan Meksiko 4-1 di Piala Konfederasi tahun lalu. “Kami sering membuktikan bahwa kami ada di sana ketika itu dimulai,” kata Kroos. Sementara itu, Meksiko harus menghadapi skandal kecil mereka sendiri setelah delapan pemain menggelar pesta hingga larut malam menyusul pertandingan persahabatan melawan Skotlandia awal bulan ini. Negara kawasan Amerika Tengah yang telah mencapai babak 16 besar di enam Piala Dunia terakhir, harus cepat bangkit dari istirahatnya jika mereka tidak ingin dikalahkan lawan mereka yang lengah, sebagaimana tim lain berhasil melakukannya baru-baru ini, termasuk Arab Saudi. Pencetak gol internasional terbanyak Meksiko, Javier Hernandez mungkin saja bukan otomatis sebagai starter, tetapi kecepatannya akan berguna untuk tim Juan Carlos Osorio. Pelatih Meksiko itu tetap diam tentang strateginya dan dalam pertandingan pemanasan sangat sedikit mengungkapkan bagaimana dia berencana untuk menghentikan Jerman. Satu-satunya kemenangan Meksiko dalam 11 pertandingan melawan mereka adalah sejak 1985. “Kami seharusnya tidak meremehkan mereka, bahkan jika kami mengalahkan mereka tahun lalu. Kami menganggap pertandingan ini sangat, sangat serius. Kami tidak bisa hanya mengandalkan kualitas kami,” kata gelandang Jerman, Sami Khedira. Korea Selatan dan Swedia adalah dua tim lainnya di Grup F, disamping Jerman dan Meksiko. (kmb33/afp)
Akhirnya VAR (Video Assistant Referee) digunakan pertama kali di Piala Dunia 2018 dalam laga Prancis vs Australia di Stadion Kazan Arena yang berakhir 2-1 dan juga untuk pertama kalinya juga dalam sejarah penyelenggaraan putaran final Piala Dunia.
Dalam serangan melalui lini tengah, Paul Pogba mengirim umpan terukur kepada Griezmann. Griezmann lolos tapi Joshua Risdon berhasil mencuri bola dan Griezmann terjatuh pada menit ke-54. Awalnya wasit Andres Cunha dari Uruguay memerintahkan play-on, tetapi kemudian ia diminta untuk memeriksa layar video di tepi lapangan. Ia sepakat dengan wasit penjaga video, Mauro Vigliano dari Argentina, bahwa terjadi pelanggaran di kotak penalti. Ia menghadiahkan penalti sekaligus kartu kuning untuk Risdon. Griezmann tak menyianyiakan peluang dan berhasil mencetak gol dari titik putih.
1-0 untuk Prancis. Keunggulan hanya bertahan kurang dari lima menit karena Australia segera membalas melalui Jedinak, juga melalui titik penalti pada menit ke-60. Hadiah penalti diperoleh Australia tanpa meminta bantuan VAR, karena secara kasat mata sudah jelas tangan Umtiti mengenai bola yang ditendang dari sudut kiri pertahanan Prancis. Teknologi kembali menegaskan melalui GLT (Goal Line Technology) bahwa tendangan keras Paul Pogba pada menit ke-80 memang membentur palang atas gawang Australia, lalu memantul ke rumput tepat di belakang garis gawang.
Sebelumnya, dalam pertandingan Portugal vs Spanyol wasit juga memeriksa video, tetapi akhirnya tetap mengesahkan gol kedua Diego Costa. Costa berlari ke arah bek tengah Portugal tersebut sebelum mencetak gol untuk menyamakan kedudukan di menit ke-24, setelah sebelumnya Cristiano Ronaldo membukukan gol Portugal lewat penalti di menit ke-4. Wasit Italia Gianluca Rocchi, memberi gol setelah berkonsultasi dengan tim VAR. Sistem VAR yang diujicobakan di Liga Jerman (Bundesliga) dan Liga Italia (Serie A) pada musim lalu, memungkinkan asisten video untuk meninjau keputusan di
Jadwal Minggu 17 Juni 2018 Kosta Rika Jerman Brasil
Vs Serbia - Grup E (Samara Arena) 20.00 WITA Vs Meksiko - Grup F (Luzhniki) 23.00 WITA Vs Swiss - Grup E (Rostov Arena) 02.00 WITA
mana setiap kesalahan akan “terlihat dengan jelas”. Selanjutnya, masih pada babak pertama, pemain tengah Spanyol Isco meminta Rocchi untuk kembali berkonsultasi dengan asisten video ketika tembakan Andres Iniesta membentur bagian bawah gawang. Wasit Italia itu mengatakan bahwa dirinya akan menerima sinyal di jam tangan yang dikenakan serta tersambung dengan teknologi garis gawang apabila bola telah melewati garis. (kmb33/afp)
TEKEL - Bek Australia melakukan tekel terhadap Antoine Griezmann dalam laga Piala Dunia 2018, Sabtu (15/6).