20 HALAMAN
NOMOR 58 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (152 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
minggu wage, 16 oktober 2016
’’THE BUFFETT WAY’’ “BUSINESS must be simple. So I can understand, my sister can understand.” (Warren Buffett). Presenter Ferdi Hasan melaporkan perencana keuangan Ligwina Hananto. Dana hampir Rp 12 miliar yang digelontorkan ke tujuh investasi yang direkomendasikan sang perencana keuangan, nyungsep. (Tempo April 2007) Nah lho…! Tertarik dengan
artikelnya, saya membaca lebih lanjut. Investasi awal Ferdi Rp 1 miliar dan tiga pekan kemudian, investasi menuai untung Rp 600 juta. “Sangat menggoda,” demikian kata Ferdi. Investasi awalnya memberikan return 20% dalam waktu kurang dari sebulan. Oleh karenanya, Ferdi berinvestasi lagi lebih masif. Sampai akhirnya, semua investasinya
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
best advice dalam dunia investing. Saya ikhtisarkan, ada lima strategi yang secara disiplin dilakukan oleh Warren Buffet selama kariernya. Pertama katanya, berinvestasilah di industri yang dapat kita mengerti. Business harus sederhana. So I can understand, my sister can understand, my mother can understand. Dengan pemahaman yang pertama ini, Buffett terhindar dari dot.com bubble. Yaitu ketika saham-saham perusahaan teknologi naik gila-gilaan, dan
nyungsep. Ferdi tidak akan terjebak dengan investasi bodong seperti itu, kalau saja dia membaca artikel saya terdahulu (Ponzi, once more time). Dan Ferdi tidak akan kehilangan uangnya akibat berinvestasi jika saja dia mempelajari Warren Buffet. Buffett, orang No. 4 terkaya di dunia itu, punya beberapa saran yang menurut saya the
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
kemudian crash gila-gilaan juga. Buffet membatasi investasinya kepada perusahaan-perusahaan yang bisnisnya dapat ia mengerti. Banyak dalam portofolio investasinya adalah perusahaan-perusahaan jadul, perusahaan permen, pabrik sepatu, dan perusahaan penjual karpet. Saking disiplinnya, ia juga tidak memiliki banyak saham Microsoft. Padahal Bill Gates adalah sahabatnya. Saya tidak menyesal, tidak membeli Microsoft on early days, demikian katanya. “Be-
cause I don’t understand the industry.” Berikut adalah perusahaanperusahaan di mana Ferdi berinvestasi (menurut Tempo): investasi emas di Golden Traders Indonesia, perkebunan jati di CV Jaty Arthamas, perusahaan penyedia tenaga outsourcing untuk perusahaan minyak dan gas PT Triguna Jaya Usaha, CV Panen Mas, perusahaan yang menanam singkong, peternakan burung puyuh dan pabrik tapioca. Hal. 19 Mengerti Investasi
KPK Tangkap Anggota DPRD dan Pejabat Kebumen
Rossi Melejit Lagi
Motegi Setelah lama terpuruk, Valentino Rossi akan memulai MotoGP Jepang di posisi terdepan setelah dia menjadi yang tercepat di kualifikasi. The Doctor melejit mengalahkan Marc Marquez di urutan dua melalui persaingan yang ketat. Dalam sesi kualifikasi yang dilangsungkan di Sirkuit Twin Rig Motegi, Sabtu (15/10) kemarin, Marquez sepertinya akan melanjutkan keperkasaannya menjadi pebalap tercepat sebagaimana dia lakukan di free practice ketiga. Pebalap Honda itu langsung memuncaki Q2. Marquez sepertinya akan bisa mempertahankan posisi tersebut karena hingga enam menit sebelum sesi tuntas dia masih bisa bertahan di sana dan terus menajamkan catatan waktu. Namun pada kesempatan terakhir turun ke sirkuit dia melakukan kesalahan pada tikungan 11 lantaran melebar ke luar dari trek. Hal. 19 Berhasil Menyodok
Jakarta (Bali Post) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kebumen, Jawa Tengah. “Mohon maaf hingga saat ini saya belum bisa memberikan konfirmasi mengenai OTT. Saya akan infokan setelah ada update,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Yuyuk Andriati, Sabtu (15/10) kemarin. Ia belum bersedia memberikan konfirmasi OTT di
Kebumen dan menjanjikan memberikan informasi setelah ada perkembangan lebih lanjut. KPK dikabarkan pula mengamankan pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Kebumen sekaligus barang bukti uang senilai puluhan juta rupiah. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam setelah OTT untuk menentukan status orang-orang yang diamankan, apakah ditetapkan sebagai tersang-
ka kasus korupsi atau tidak. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan, membenarkan adanya operasi tangkap tangan yang dilakukan KPk di Kebumen, Jawa Tengah. Saat dikonfirmasi mengenai penangkapan tersebut, jenderal bintang dua itu membenarkannya. Disebut-sebut, salah satu pihak yang tertangkap adalah anggota DPRD berinisial S serta seorang
pejabat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen berinisial SW. Basaria tidak menampik saat dikonfirmasi mengenai penangkapan kedua orang tersebut. Keduanya ditangkap lantaran diduga telah melakukan praktik tindak pidana korupsi berupa suap. Penangkapan diduga dilakukan usai transaksi suap selesai terjadi. Hal. 19 Dibawa ke KPK
Presiden Pertegas ’’Mari Jaga Laut Kita’’ Kayong Utara (Bali Post) Presiden Joko Widodo resmi membuka puncak Sail Selat Karimata 2016. Puncak acara tersebut diselenggarakan di Pantai Pulau Datuk, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Sabtu (15/10) kemarin.
Valentino Rossi
Sebelum membuka acara, Jokowi yang mengenakan kemeja putih mengapresiasi para undangan peserta Sail Selat Karimata dari banyak negara. Jokowi berharap acara tahunan itu tidak sebatas kegiatan seremonial. “Tidak boleh berhenti sebatas ramai, sebatas seremonial, begitu rampung
langsung sepi, senyap, tidak berdampak pada ekonomi masyarakat. Saya tidak mau,” kata Jokowi dalam sambutannya. Jokowi mengungkapkan, Indonesia memiliki kekayaan laut yang melimpah. Sebanyak 71 persen wilayah Indonesia adalah lautan. Karena itu,
sudah seharusnya sektor perikanan dan kelautan menjadi sektor unggulan. “Laut adalah masa depan kita. Laut bukan memisahkan, tapi justru laut yang menyatukan 17 ribu pulau kita,” ungkap dia. Hal. 19 Perhatian Serius
Bali Masuki Krisis Ekonomi Daya Beli Kian Menurun Ekonomi Bali sudah memasuki masa krisis, namun selalu diperhalus dengan sebutan mengalami pelemahan. Kita bisa rasakan sendiri semua sektor ekonomi Bali turun drastis, daya beli merosot sementara nilai rupiah sangat anjlok.
BPM/dok
SEPI - Pedagang seni kerajinan sepi pembeli.
Bisnis Mobil Bekas dan Kerajinan Juga Lesu
LEMAHNYA daya beli masyarakat akibat krisis ekonomi yang dialami Bali membuat bisnis mobil bekas juga lesu. Sejumlah showroom mobil bekas di Kota Denpasar minim pembeli. Penjualan mobil bekas menurun secara drastis. Hal ini diakui oleh Ketut Alit Wiwika pemilik salah satu showroom yang terletak di Jalan Kenyeri, Denpasar Timur. Berdiri sejak 2013 lalu, Alit (panggilan akrabnya) mengatakan pemasaran mobil bekas setiap tahunnya mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya minat beli masyarakat yang dipengaruhi oleh tidak stabilnya perekonomian Bali. Hal. 19 Terus Merosot
Bisnis Properti Melambat STABILITAS sejumlah sektor ekonomi Indonesia goyang dan salah satu pemicunya adalah depresinya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Sektor yang kinerja pertumbuhan terpengaruh dengan kondisi tersebut adalah properti karena harga bahan bangunan seperti besi konstruksi kebanyakan masih impor. Sedangkan komponen utama yang berpengaruh besar terhadap
harga jual rumah yakni harga lahan yang terus meroket. Menurut anggota Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) REI, Made Ariyana, Sabtu (15/10) kemarin, sikap fanatik terhadap properti sebagai instrumen investasi dan membuat bisnis melaju sesuai dengan kondisi ekonomi. Jika ekonomi baik maka pertumbuhannya akan signifikan, begitu juga sebaliknya. “Krisis ekonomi jelas membuat daya beli turun atau sikap menahan diri konsumen untuk berbelanja properti atau wait and see. Sekarang tergantung developer-nya yang mengemas pruduknya, kalau daya beli yang turun bisa disiasati dengan mengecilkan size rumah, kapling atau memberi rewards dan sebagainya,” tegas Ariyana. Hal. 19 Akibat Mismanajemen
PELEMAHAN ekonomi global saat ini memang merembet hingga berbagai sektor. Namun, pelemahan ekonomi di Bali dikatakan bukan karena hal tersebut, melainkan akibat kebijakan pemerintah. “Lemahnya perekonomian global tidak semata memengaruhi pariwisata kita. Tetapi lemahnya kebijakanlah yang menimbulkan kelemahan ekonomi di Bali,” ungkap Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sabtu (15/10) kemarin. Dijelaskan kondisi ini terjadi akibat pemerintah membiarkan investor luar dengan modal besar bermain di Bali. Sementara pengusaha lokal tidak banyak mendapat kesempatan. Akibatnya, modal yang terserap di Bali hanya pada seputaran gaji karyawan. Ditambah segelintir modal milik pengusaha
lokal. “Investor luar makin banyak di Bali, sementara orang Bali tidak banyak terlibat, sehingga keuntungan dari pariwisata milik investor luar banyak dialirkan ke luar. Kondisi inilah yang pada akhirnya melemahkan transaksi di Bali,” teranganya. Disinggung terkait kebijakan pemerintah memajukan pariwisata, Cok Ace mengatakan kebijakan bebas visa dari Kementerian Pariwisata, diimbangi upaya promosi yang dilakukan instansi terkait memang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali. “Kunjungan memang meningkat tapi okupansi tidak bisa maksimal Bahkan karena saking ketatnya persaingan sejumlah hotel di Kuta harus menjatuhkan harga sampai Rp 200 ribu,” bebernya. Hal. 19 Lampu Merah
Stabilitas Keuangan Daerah Masih Terjaga
Data Sisi Permintaan Triwulan II tahun 2016 tercatat pertumbuhan sebesar 9,49% (yoy), sedikit lebih rendah dibanding triwulan I tahun 2016 sebesar 9,67% (yoy) Data Sisi Penawaran Triwulan II tahun 2016 tercatat pertumbuhan sebesar 9,73% (yoy), sedikit lebih tinggi dibanding triwulan I tahun 2016 sebesar 7,62 (yoy). Sumber: Bank Indonesia Perwakilan Bali
PELEMAHAN ekonomi global tidak terpengaruh banyak terhadap ekonomi Provinsi Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata. Harga-harga barang pun masih relatif stabil. “Denpasar khususnya dan Bali relatif tidak terpengaruh dengan situasi ekonomi dunia karena punya pariwisata. Sebetulnya dengan pariwisata itu lebih diuntungkan karena tidak melihat kebutuhan secara umum tapi lebih kepada kebutuhan tersier,” jelas Causa Iman Karana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, pada acara One Day Care Gen BI di Kemenuh, Gianyar, Sabtu (15/10) kemarin. Orang yang datang ke Bali, meskipun kondisi globalnya sedang tidak menentu, tapi kebutuhannya terus berjalan. Hal. 19 Akan Stabil
DAERAH
2
Minggu Wage, 16 Oktober 2016
Penderita DM Berisiko Tinggi Terkena TB Denpasar (Bali Post) Sebelumnya, orang dengan HIV/AIDS sangat rentan terhadap penyakit tuberkulosis (TB) sehingga dilakukan kolaborasi penanganan TB-HIV, kini, TB juga menjangkiti penderita diabetes mellitus (DM). Hal itu terungkap dalam seminar dan workshop Notifikasi Kasus TB dengan Menerapkan Skrining TB pada pasien DM Serta Eksplorasi Pendukung dan Penghambat Pelaksanaannya. Dokter Ketut Suarjana, M.P.H., Ketua Tim Peneliti TB-DM, mengatakan, penelitian yang dilakukan karena adanya algoritma oleh Kemenkes yang memeriksa pasien TB pada penderita DM. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan temuan kasus. “Di Bali kasus TB banyak, tapi susah menemukan,” ujarnya Jumat (14/10). Hal itu ditunjukkan dari angka case notification rate Bali 74 per 100.000 penduduk, lebih rendah dari angka nasional. “Jadi, kita berusaha mencari bagaimana caranya meningkatkan temuan kasus, salah satunya dari Kemenkes mengeluarkan algoritma konsensus, jadi untuk penapisan, skrining pasien TB pada penderita DM. Itu yang kita terapkan di Denpasar sebagai pilot project,” jelasnya. Setelah diimplementasikan, hasilnya, ditemukan kasus TB baru. Dari 600 sampel penderita DM, 2 orang yang positif TB dengan gejala klinis yang mendukung, sedangkan yang terduga TB dengan gejala klinis yang mendukung TB dan hasil rontgen abnormal suggestive TB, itu presentasenya 50 persen. Kendala yang dihadapi adalah lost to follow up pada pasien-pasien tersebut karena mengeluhkan jarak. Pasien TB harus melakukan pemeriksaan rontgen ke rumah sakit kemudian kembali ke puskesmas lagi sehingga dirasa agak ribet, belum lagi penderita DM yang kebanyakan diderita orang tua sehingga perlu orang untuk mengantar. “Jadi, banyak yang terputus di tengah jalan, itu banyak,” ujarnya. Selain jarak, juga dari sisi RS juga mengalami beban terhadap pemeriksaan rontgen dan dahak. Mengingat tarif rontgen di RS berbeda dengan tarif yang dipaketkan oleh BPJS sehingga ada selisih kekurangannya. Maka dari itu, untuk menekan kendala-kendala tersebut, maka diharapkan setiap puskesmas atau FKTP dapat melakukan rontgen dan pemeriksaan dahak. Dokter Ketut Suarjaya, MPPM., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, mengatakan, orang dengan DM, sistem kekebalan tubuhnya menurun sehingga mudah terinfeksi terutama TB. Sementara di Bali insiden rate TB cukup tinggi 660/100.000 penduduk sehingga ada 25.000 kasus TB di Bali, sedangkan notification rate-nya masih bisa menemukan kasus 76 persen dari kasus yang ada. “Sehingga masih ada banyak sebenarnya kasus TB yang berkeliaran,” ujarnya. Made Kerta Duana, M.P.H. selaku Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Bali menambahkan, TB sebenarnya salah satu penyakit yang diperparah dengan perilaku merokok, disebut tobacco related disease. “Jadi, salah satu penyakit yang diperparah oleh perilaku merokok, bukan penyebab langsung TB-nya,” ujarnya. Sehingga penting sekali terapi TB dibarengi dengan konseling berhenti merokok. (kmb42)
Bali Post/kmb23
AKROBATIK - Sejumlah kru membantu pilot untuk menyiapkan pesawat Jupiter Aerobatik Team (JAT) sebelum melakukan akrobatik udara di Bandara Ngurah Rai, Sabtu (15/10) kemarin. Peragaan akrobatik yang diikuti beberapa pesawat tersebut dalam rangkaian Sidang Umum ke-110 Federasi Aeronaumatika Internasonal (FAI).
Pemkab Buleleng Bangun RS Pratama Kedua di Desa Giri Emas
Singaraja (Bali Post) – Satu lagi rumah sakit pratama dibangun oleh Pemkab Buleleng. Rumah sakit pratama kedua ini dibangun di Desa Giri Mas Kecamatan Sawan. Penambahan fasilitas kesehatan ini sebagai komitmen pemkab dalam mendekatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakatnya. Sebelumnya, rumah sakit tanpa kelas telah dibangun di Desa Tangguwisia Kecamatan Seririt yang sekarang telah beroperasi melayani pasien. Rumah sakit pratama di Desa Giri Mas ini dibangun setelah pemkab mendapatkan bantuan dana Rp 22,6 miliar miliar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Sementara lahan rumah sakit ini berupa tanah negara (TN) dengan sertifikat hak pakai (SHP -red). Di lahan satu hektar rumah sakit dibangun dengan kapasitas 50 tempat tidur, unit gawat darurat (UGD), dan sembilan unit poliklinik. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. IGN Mahapramana dan Camat Sawan Ida Bagus Suradnyana Sabtu (15/10) kemarin, usai melaksanakan upacara peletakan batu pertama proyek rumah sakit pratama mengatakan, akses pelayanan kesehatan di daerahnya masih mengandalkan rumah sakit di perkotaan dan pusat kesehatan
masyarakat (puskesmas). Situasi ini ditambah dengan kebiasaan masyarakat cenderung memilih berobat ke rumah sakit di perkotaan walau menempuh jarak jauh dari desa. Bupati mencontohkan, wilayah Buleleng Timur memerlukan waktu sekitar dua jam untuk ke Kota Singaraja untuk berobat. Tak pelak, pasien kerap kali banyak yang terlambat mendapat perawatan karena jarak rumah sakit yang cukup jauh. Menjawab permasalahan ini, rumah sakit pratama menjadi solusi efektif mendekatkan pelayanan kesehatan ke luar perkotaan. “Tahun ini, kita bangun rumah sakit pratama di Desa Giri Mas untuk mendekatkan pelayanan kesehatan untuk warga di Buleleng Timur seperti Tejakula, Kubutambahan, dan Kecamatan Sawan,” katanya. Menurut Bupati, pemban-
gunan infrastruktur kesehatan salah satu program yang sudah disusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kendati memasuki tahun anggaran perubahan dan bahkan mendekati tutup tahun, pemkab berkomitmen merealisasikan program yang sudah disusun. Kebijakan berani melaksanakan proyek fisik di pertengahan tahun karena pemkab tidak ingin anggarannya ditarik kembali oleh pemerintah pusat. “Kalau kita tidak berani melaksanakan proyek mendekati akhir tahun, dananya akan ditarik kembali. Walau proyeknya singkat, tapi perencanaan proyek dilakukan dengan kajian matang dan tidak grasa-grusu (asalasalan -red),” jelasnya. Seorang warga Komang Budianis menuturkan, pembangunan rumah sakit pratama di wilayahnya itu akan semakin memudahkan warga dari wilayah Buleleng Timur untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Lokasi yang dipilih di Desa Giri Mas dianggap tepat karena posisinya di tengah-tengah jika dijangkau dari Tejakula dan juga dari Kecamatan Kubutambahan dan Sawan. (kmb38/kmb34)
Gelapkan Motor untuk ’’Matajen’’
BPM/kmb42
MEDIS - Para petugas medis di puskesmas dan faskes di Denpasar mendengarkan hasil penelitian PSKM Unud tentang korelasi TB-DM.
Dek Oleh Ditangkap Polisi
BI One Day Care, Bentuk Karakter Sosial Mahasiswa Bali
Gianyar (Bali Post) Bank Indonesia melaksanakan bakti sosial yang disebut BI One Day Care Sabtu (15/10) kemarin, di Banjar Tangkulak Kaja Desa Kemenuh Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. BI One Day Care merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial BI kepada masyarakat kurang mampu di berbagai kantong-kantong kemiskinan di Provinsi Bali sekaligus sebagai bentuk pengembangan peran aktif penerima beasiswa BI di bidang sosial dan kesehatan. Konsep pelaksanaan kegiatan ini meliputi pembagian sembako kepada sejumlah KK miskin di suatu desa, pengecekan kesehatan gratis dan pemberian penyuluhan tentang menjalani pola hidup bersih dan sehat serta cara menggosok gigi yang baik dan benar kepada siswa SD di lingkungan desa tersebut. Kegiatan BI One Day Care ini juga disinkronisasikan dengan program kerja Generasi Baru Indonesia (GenBI) tahun 2016 di bidang sosial yaitu GenBI berbagi dengan tema kegiatan ‘’Berbagi untuk Negeri’’. Selama tahun 2016, kegiatan BI One Day Care telah dilaksanakan sebanyak lima kali. Causa Iman Karana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mengatakan, kegiatan ini guna mendukung terwujudnya generasi muda yang tangguh dan cemerlang sebagai calon pemimpin Indonesia yang akan datang, Bank Indonesia membentuk wadah komunitas mahasiswa unggulan. GenBI yang merupakan komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia dideklarasikan pada 11 November 2011 di Jakarta dan hingga sekarang GenBI tersebar di berbagai wilayah Indonesia mulai dari Universitas Syiah Kuala di ujung barat dan di ujung timur Indonesia, Universitas Negeri Papua.(r/kmb42)
BPM/kmb38
PEMBANGUNAN – Proyek pembangunan rumah sakit pratama di Desa Giri Mas mulai dikerjakan.
MAPEPADA - Prosesi mapepada agung di Pura Tuluk Biyu Batur, Kintamani.
Puncak ’’Karya’’ di Pura Tuluk Biyu Batur
Ribuan ’’Pamedek’’ Ikuti Prosesi Mapepada Agung Bangli (Bali Post) Ribuan pamedek dari berbagai daerah di Bali mengikuti prosesi mapepada agung di Pura Tuluk Biyu Batur Kintamani Sabtu (15/10) kemarin. Prosesi tersebut digelar serangkaian pelaksanaan puncak karya ngusaba kapat yang jatuh bertepatan pada rahinan Purnamaning Kapat kemarin. Prosesi mapepada agung yang dimulai pukul 14.00 wita kemarin, diawali dengan pelaksanaan bhakti penyambleh. Dilanjutkan kemudian dengan iring-iringan kober, umbul-umbul dan pralinggan Ida Batara. Prosesi mapepada agung kemarin juga diiringi oleh 15 sekaa gong dan sekaa baris. Dari jaba pura, iringiringan mapepada agung berjalan menyusuri jalan utama sepanjang kurang lebih dua kilometer
ke arah selatan dan kemudian berputar ke arah utara. Dari arah utara desa iring-iringan kemudian kembali masuk ke areal pura, selanjutnya dilaksanakan bhakti pangusaban dan pujawali. Pemangku Pura Tuluk Biyu Batur Jero Penyarikan Alitan didampingi Ketua Panitia Karya Ketut Sudana saat ditemui di sela-sela upacara kemarin menjelaskan, ada pun makna dari prosesi mapepada agung ini pada intinya adalah sebagai wujud syukur umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dijelaskan juga bahwa dalam prosesi mapepada agung, Ida Batara yang di-iring mamargi ke tanggun desa turun macecingak untuk memberikan kemakmuran bagi warganya. Dikatakan Jero Penyarikan Alitan, dalam puncak karya ngu-
saba kemarin, selain dilaksanakan bhakti pangusaban dan pujawali juga dilaksanakan bhakti nutugang 10 tahun madewasraya. Upacara madewasraya sendiri terakhir kali dilaksanakan di Pura Tuluk Biyu Batur pada 2006 lalu. Sementara itu sesuai adat di desa Pakraman Batur, seluruh prosesi serangkaian karya ngusaba kapat di Pura Tuluk Biyu Batur dipuput oleh Dane Jero Kaleran dan Jero Kelodan, Dane Jero Balian makalihan dan Jero penyarikan mekalihan. Selain di Pura Tuluk Biyu Batur, pada rahinan Purnamaning Kapat kemarin, juga berlangsung puncak karya di Pura Hulundanu Batur di Desa Pakraman Songan. Karya di Pura Hulundanu Batur Desa Pakraman Songan juga dihadiri ribuan pamedek. (kmb40)
Negara (Bali Post) Jajaran Polres Jembrana, Jumat (14/10) lalu, menangkap pelaku penggelapan sepeda motor Kawasaki KLX. Pelaku yang ditangkap I Kade Suartika alias Dek Oleh (33) dari Mendoyo Dangin Tukad Kecamatan Mendoyo. Dari informasi di Polres Jembrana, penangkapan pelaku berawal ketika korban Wayan Suartana (45) dari Banjar Tengah Yeh Kuning Jembrana mau menjual sepeda motornya. Pada Jumat (2/9) sore, pelaku datang ke rumah korban dan menjanjikan akan menjualkan sepeda motor korban merek Kawasaki KLX 150 s, DK 6225 AJ. Selanjutnya, sepeda motor itu dipinjam
untuk diperlihatkan ke pembeli. Namun, bukannya dijual namun sepeda motor itu digadaikan oleh terlapor di Desa Batuagung Rp 6,5 juta dan uang tersebut habis digunakan oleh terlapor untuk berjudi sabung ayam (tajen). Kemudian kejadian itu dilaporkan korban ke Polres Jembrana pada Selasa (11/10). Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian Rp 17 juta. Setelah dilaporkan kemudian dilakukan penyelidikan dan pelaku akhirnya berhasil ditangkap beserta barang bukti. Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Kini, pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Jembrana. (kmb)
BPM/kmb
DIAMANKAN - Sepeda motor Kawasaki yang digelapkan pelaku diamankan di Polres Jembrana.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
daerah
Minggu Wage, 16 Oktober 2016
3
Wisatawan di Candidasa Terganggu Truk Galian C Amlapura (Bali Post) Objek wisata di Candidasa, Karangasem, banyak didera masalah. Selain pantai kian menyempit diterjang abrasi, juga ruas jalan di Candidasa merupakan jalan nasional. Akibatnya, lalu lintas ramai ditambah lagi deru truk galian C yang sangat padat, sehingga mengganggu kenyamanan wisatawan di objek wisata itu. Para praktisi pariwisata di kawasan Candidasa telah lama juga mengeluhkan atau pun menyampaikan komplain wisatawan itu. Mereka pernah memberikan masukan, perlunya dibangun jembatan penyebrangan. Soalnya, hotel di Candidasa ada di kedua belah jalan yakni di utara jalan dan di selatan jalan di tepi pantai. Saking ramainya lalu lintas sulit dan cukup berbahaya menyebrang jalan. Padahal sejatinya, objek wisata serta kawasan akomodasi pariwisata itu idealnya berada di wilayah aman, nyaman dan bukan di tepi jalan besar dengan lalu lintas padat. Namun, tentu ide pembuatan jembatan penyebrangan melintas di atas jalan raya itu sulit dijalankan. Soalnya, jalan protokol itu merupakan lalu lintas penting terkait panca yadnya, seperti jalur meajar-ajar umat Hindu dari Karangasem ke Pura Goa Lawah. Dalam keyakinan masyarakat Bali sangat tabu, di atas jalan apalagi jalur yang juga menjadi jalan ngiring ida batara, justru ada jembatan perlintasan sembarang orang di atasnya. Sementara yang bisa dilakukan, yakni memasang larangan truk kebut-kebutan di jalur itu. Namun hal itu memerlukan pengawasan ketat. Pilihan lain, penting juga dipikirkan membuat jalan alternatif, sebagai kelanjutan pembangunan jalan Bypass Prof. Mantra. Apakah perencanaan kelanjutan jalan bypass itu dengan membuat jalan pintas (shortcut). Terkait penataan kembali Pantai Candidasa, digagas areal hotel di tepi pantai itu mundur beberapa meter. Nantinya pantai di krib sehingga nantinya ada pantai selebar sekitar 15 meter. Areal pantai baru itu direncanakan diuruk dengan pasir halus. Dengan penataan seperti itu, diharapkan objek wisata pertama di Karangasem itu menggeliat kembali. Kadis PU Karangasem Ir. Nyoman Sutirtayasa, Sabtu (15/10) kemarin di Karangasem mengatakan, Kemen PU melalui Balai Litbang di Bali melakukan kajian pembuatan krib terapung di Pantai Candidasa. ‘’Krib terapung itu baru sebatas kajian. Karena itu pembangunan memang belum kelihatan,’’ kata Sutirtayasa. Dari paparan rencana yang disampaikan pihak Balai Litbang Kemen PU yang pernah dipresentasikan di depan Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri dua bulan lalu, krib terapung itu lebih menguntungkan. Krib sifatnya knockdown. Karena krib terapung, dia serupa jembatan dan tak bakal merubah arah arus air laut di bawah. Namun krib itu bisa berfungsi sebagai pemecah gelombang. Di atas krib justru bisa difungsikan untuk tempat berjalan-jalan. Dari pantauan selama ini, dari banyak faktor dan kendala yang dihadapi objek wisata Candidasa, memang masih banyak Wisman ke sana. Namun informasi dari kalangan praktisi pariwisata, justru jumlah Wisman yang datang dan menginap di Candidasa masih lebih banyak hotel dan restorannya, dibandingkan jumlah turisnya. (013)
Penumpang Angkutan Laut Menurun
Denpasar (Bali Post) Penumpang melalui pelabuhan laut dari Bali ke berbagai daerah tujuan di Indonesia selama Agustus 2016, tercatat 284.129 orang atau terjadi penurunan 3,05 persen dibandingkan Juli 2016 tercatat 293.060 orang. “Namun untuk angkutan barang pada kurun waktu yang sama justru melonjak 44,80 persen, yakni dari 86.761 ton pada Juli 2016 menjadi 125.632 ton pada Agustus 2016,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho di Denpasar kepada wartawan antara, Sabtu (15/10). Ia mengatakan, berkurangnya jumlah penumpang angkutan laut pada bulan Agustus 2016 itu dipicu menurunnya penumpang di luar Pelabuhan Laut Benoa, yakni merosot 6,06 persen dari 243.200 orang pada bulan Juli 2016, menjadi 228.488 orang pada Agustus 2016. Sedangkan penumpang di Pelabuhan Benoa, Denpasar meningkat 11,64 persen dari 49.840 orang menjadi 55.631 orang. Adi Nugroho menambahkan, sedangkan angkutan barang di Pelabuhan Benoa meningkat 31 persen dari 3.053 ton pada bulan Juli 2016, menjadi 4.000 ton pada bulan Agustus 2016. Sementara di luar Pelabuhan Benoa angkutan barang itu melonjak 45,30 persen, dari 83.708 ton menjadi 121.632 ton. Adi Nugroho menjelaskan, Bali memiliki lima buah pelabuhan laut yang terdiri atas pelabuhan Gilimanuk (Bali barat) yang menghubungkan dengan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, dan Pelabuhan Padangbai (Bali timur) yang menghubungkan dengan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain itu juga pelabuhan Benoa, Denpasar yang berfungsi untuk pelabuhan penumpang ke berbagai daerah tujuan di Indonesia timur, disamping pelabuhan wisata dan pelabuhan perikanan. Demikian pula Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng, Bali utara yang berfungsi sebagai pelabuhan angkutan barang, disamping Pelabuhan Nusa Penida yang khusus melayani penyeberangan lokal di Bali. Pelabuhan Benoa, Denpasar juga sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara dengan menggunakan kapal pesiar. Wisatawan mancanegara yang datang ke Bali selama delapan bulan periode Januari-Agustus 2016 sebanyak 3,19 juta orang, 40.880 orang diantaranya melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar. “Sedangkan sebagian besar yakni 3,15 juta orang melalui Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya,” ujar Adi Nugroho. (kmb)
BPM/wan
PADAT - Ribuan umat Hindu dari seluruh Bali memadati Pura Hulundanu Batur, Songan, Kintamani, Bangli, Sabtu (15/10) kemarin, serangkaian upacara Panca Wali Krama.
Kemenristek Dikti Dorong Undiksha Regenerasi Sel, Kembangkan Riset dan Teknologi Hambat Penuaan
Revolusi Anti-”Aging” Melalui “Stem Cell”
SEMINAR kebijakan pengelolaan hak karya intelektual, luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Undiksha terpusat di Gedung Mr. Ketut Pudja, Eks Pelabuhan Buleleng, Kota Singaraja. Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemenristekdikti, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc., mengatakan, inovasi dari hasil riset perlu dikembangkan Undiksha dan perguruan tinggi lain di tanah air mengejar ketertinggalan penelitian dari negara lain. Kapasitas dan jumlah peneliti masih perlu diperbanyak. Riset bertujuan melepaskan ketergantungan terhadap produk luar negeri. Riset Undiksha berada di posisi madya dan tahun 2019 Undiksha diminta lebih bekerja keras menghasilkan kualitas riset menuju kelas utama. “Riset dan inovasi merupakan kunci penting kemajuan bangsa Indonesia. Kemenristekdikti meningkatkan pendidikan pelatihan, pengembangan IPTEK dan inovasi kesiapan SDM menghadapi teknologi. Perguruan tinggi harus mengembangkan IPTEK dan inovasi riset. Pendanaan penelitian bukan hanya soal kompetisi melainkan kesiapan pengembangan inovasi riset dan teknologi,” ujar Prof. Ocky, memberi materi dipandu moderator Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum., Sabtu (15/10) kemarin. Wakil Rektor III Undiksha, Drs. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes., mewakili Rektor Undiksha Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., mengatakan, salah satu karya IPTEK Dr.rer.nat. I Wayan Karyasa, S.Pd., M.Sc., meliputi aneka produk kerajinan aplikasi kayu sintetik dari limbah biommassa tropis kaya silikon utamanya sekam dan jerami padi. Melalui
SEMINAR - Kegiatan seminar Undiksha di Gedung Mr. Ketut Pudja, dilanjutkan pembukaan pameran Bali Synwood oleh Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemenristekdikti, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc., di Eks Pelabuhan Buleleng, Singaraja, Sabtu (15/10) kemarin. bantuan nanateknologi silikakarbon nanokomposit sebagai bahan penguat, teknologi moulding dan casting triaxial blend. “Produk resmi dan diproses teknologi dengan branding nama Bali Synwood dan sudah dipatenkan nomor P00201407241, kini sedang didaftarkan HAKI merknya di Kementerian Hukum dan HAM-RI. Inovasi penggunaan sekam dan jerami padi diteliti dan dibuat sebagai penganti kayu. Teknologi kayu sintetik Bali Synwood adalah produk utama penelitian unggulan strategis nasional (Pusnas) 2014-2016,” ujar Pujawan. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST., diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd., mengapresiasi seminar digelar Undiksha. Dia menilai Buleleng sebagai daerah paling dinamis dan memiliki catatan sejarah unik, sehingga cukup banyak bahan riset dan teknologi mampu dikembangkan di Buleleng. “Melalui seminar dilakukan kita tingkatkan SDM dan pembangunan riset dan teknologi di Buleleng. Kami ucapkan selamat den-
gan digelarnya seminar dan pameran untuk memberi manfaat luas kepada masyarakat,” ujarnya. Kegiatan dirangkai pembukaan pameran produk penelitian Undiksha. Selain itu, ada pameran menyambut kebangkitan Nasional melibatkan Bali Synwood ‘ketika ilmu pengetahuan dan teknologi berpadu dengan seni’ menampilkan karya IPTEK dosen peneliti Undiksha I Wayan Karyasa, dengan seorang pelukis dari sayan Ubud I Nyoman Sujana Kenyem. Produk IbPE 2014-2016, batik logam bangkit memajukan kerajinan aluminium Menyali, melibatkan wahyu artha handicraft dan siapa sangka handicraft. Produk IbPE 20152017, kerajinan batu mulia Pulaki dan perak Gerokgak bersama UKM Kresna Dana dan UKM Wijaya Silver. Sedangkan Focus Group Discussion (FGD) membangkitkan industri kerajinan Bali melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Kadin Bali dan APIK Buleleng berserta agenda alinnya dilaksanakan, Sabtu (22/10) depan. (ad1052)
Puncak Karya di Pura Dalem Sakti Sukahet
Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet ’’Mendem Pedagingan”
MENDEM - Suasana puncak karya agung di Pura Dalem Sakti Sukahet yang diisi dengan mendem pedagingan oleh pangerajeg karya.
RANGKAIAN panjang dari persiapan pelaksanaan karya agung utamaning utama di Pura Dalem Sakti Sukahet, Karangasem, telah mencapai puncaknya pada purnamaning kapat, Sabtu (15/10) kemarin. Upacara yang berlangsung hidmat, sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita, di hadiri seluruh krama Desa Sukahet, para yoana dan pasemetonan Satria Dalem, Dalem Segening trah Ida Dewa Sumertta se- Bali. Setelah pelaksanaan persembahyangan bersama, upacara dilanjutkan dengan mapeselang serta mapedananan. Puncak karya agung melaspas nubung pedagingan lan panyegjeg jagat ini dipuput delapan sulinggih, Ida Pedanda Gede Tianyar, Ida
Pedanda Nyn Jelantik Dwija Gotama, Ida Pedanda Nym Telaga, Ida Pedanda Gede Jelantik Giri Puspa, Ida Pedanda Piling Pinatih, Ida Pedanda Gede Jelantik Dwipayana, dan Ida Pedanda Istri Ngurah. Dalam prosesi upacara dipersembahkan wali berupa topeng Sidhakarya, Rejang Dewa, Baris Gede, Wayang Kulit, yang diiringi gong bebarungan, serta semarapegulingan. Ida betara nyejer sampai tgl 26 Oktober mendatang. Selanjutnya keesokannya dilanjutkan dengan acara nyegara gunung ke Pura Goa Lawah, baik manggala karya I Made Tunas, maupun Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, selaku pangrajeg karya mengharapkan agar krama penyungsung maupun
semeton Satria Dalem dapat hadir makemit setiap acara bakti penganyaran, karena akan dipersembahkan wali karya maupun balih-balihan seperti, arja negak personal RRI Denpasar, topeng Prembon, tari lepas dan barong persembahan Puri Den Bencingah, Klungkung dibawah koordinasi Yayasan Waturenggong. Dengan dapat terlaksananya karya agung utamaning utama ini dengan lancar, Pangrajeg Karya Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet yang juga Ketua FKUB Bali serta Ketua Asosiasi FKUB Indonesia, memohon supaya semua umat Bali serta seluruh jagat raya ini selalu dilimpahkan keselamatan, keamanan serta kesejahteraan. (kmb12/k100)
TERAPI stem cell saat ini sudah mulai berkembang di Indonesia. Kendati baru tampak di dua provinsi saja, yakni Jakarta dan Surabaya. Sementara daerah lain, termasuk Bali baru memulai untuk mengembangkan. Itu sebabnya PT Kalbe Farma, Tbk (Kalbe) menggelar program edukasi kesehatan bertajuk dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series “Revolusi Anti-Aging melalui Stem Cell” di Auditorium Pascasarjana Universitas Udayana (Unud) Sudirman, Sabtu (15/10). Head of Corporate Communication & CSR Kalbe, Herda JT. Pradsmadji mengatakan, acara ini adalah bagian dari komitmen Kalbe untuk membagikan informasi terkini mengenai perkembangan ilmu kedokteran. Utamanya menyasar para dokter, akademisi, peneliti dan mahasiswa kedokteran. Selain Unud, acara yang sama juga dilaksanakan di UGM dan Universitas Airlangga. Kemudian akan dilanjutkan di Universitas Atmajaya dan Universitas Indonesia pada hari Kamis dan Jumat mendatang. “Tahun ini kita bicara mengenai stem cell untuk memperlambat proses penuaan. Salah satu pemateri dari Stem Cell and Cancer Institute, anak perusahaan Kalbe yakni lembaga penelitian dan pengembangan riset dalam hal stem cell. Kami berharap para dokter, akademisi, atau bahkan pemerintah bisa mendapatkan informasi yang lebih terbarukan,” jelasnya. Pembicara dari Stem Cell and Cancer Institut (SCI), Indra Bachtiar, Ph.D., mengatakan stem cell atau sel punca yang berkembang di Indonesia adalah sel yang diambil dari diri sendiri atau autologus. Stem cell dapat meregenerasi sel-sel di dalam tubuh, termasuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Sejauh ini pemerintah baru memperbolehkan di 11 rumah sakit. Namun rumah sakit lain juga diperbolehkan, asalkan mengampu atau bekerja sama dengan rumah sakit terdekat dari 11 rumah sakit itu. “Sudah saatnya Indonesia memiliki teknologinya sendiri terkait stem cell. Teknologi kita malah dipakai oleh Singapura sebagai referensi. Jadi, tidak ada alasannya bagi kita untuk mengambil dari orang lain, karena kita sudah punya semuanya,” ujar Principal Investigator SCI ini. SCI sendiri, lanjut Indra, di tahun 2010 mendirikan Regenerative and Cellular Therapy (ReGeniC) untuk memberikan layanan pemrosesan sel punca dalam klinik untuk kebutuhan terapi berbagai penyakit. Tahun 2013, kegiatan riset dan pengembangan Kalbe ini berhasil meraih pencapaian penting dengan diterimanya izin operasional dari Kementerian Kesehatan bagi fasilitas laboratorium pengembangan sel punca ReGeniC. Laboratorium ini bahkan menjadi yang pertama di Indoneisa menerima izin pengembangan sel punca untuk pengobatan keluhan osteoarthritis dan myocardial infract. “SCI ini dulu dibentuk karena owner-nya Kalbe, Boenjamin Setiawan itu kan visioner. Orang lain belum baca stem cell, beliau sudah baca. Nah, karena visinya sudah mulai 10 tahun yang lalu sekalipun masih banyak hambatan disana-sini, pada akhirnya pemerintah sudah turun tangan mengembangkan ini. Malah sekarang pemerintah akan berusaha bagaimana caranya stem cell itu bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” jelasnya. Selain Indra, program edukasi kesehatan ini juga menghadirkan Dekan Fakultas Kedokteran Unud Prof. Dr. dr. Putu Astawa, Sp.OT(K), M.Kes., dan Chairman of Indonesia Center for Anti-Ageing Medicine Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS. Dekan Fakultas Kedokteran Unud Prof. Dr. dr. Putu Astawa, Sp.OT(K), M.Kes., mengatakan, stem cell di Bali memang belum berkembang seperti di daerah lain. Namun pihaknya mendukung upaya Kalbe agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain. (bns1)
EDUKASI - Suasana program edukasi kesehatan bertajuk dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series yang mengangkat tema “Revolusi Anti- Aging melalui Stem Cell” di Auditorium Pascasarjana Universitas Udayana (Unud) Sudirman, Sabtu (15/10).
4
Minggu Wage, 16 Oktober 2016
BPM/ist
OPERASI - Operasi berdasarkan urgensinya dapat dibagi menjadi tiga. Operasi emergensi adalah operasi yang harus dilakukan segera, yang biasanya dilakukan karena mengancam nyawa atau menyebabkan kecacatan apabila tidak dilakukan segera. Operasi urgen, operasi yang harus dilakukan segera namun masih bisa menunggu lebih dari 6 jam, kurang dari 24-48 jam. Operasi elektif, operasi yang tidak harus dilakukan segera.
Sebelum Operasi
Tanyakan Hal Ini pada Dokter Anda Merasa cemas atau gugup sebelum operasi adalah wajar. Guna mengatasinya aktiflah tanyakan pada dokter Anda seputar operasi, sebelum Anda masuk ke ruang operasi.
Pada umumnya akan ada dua dokter bertanggung jawab terhadap pasien di ruang operasi, dokter bedah dan dokter anestesi. Di bawah ini adalah beberapa hal yang dapat Anda tanyakan pada dokter Anda sebelum melakukan operasi. * Apakah tindakan operasi yang diperlukan? Dapat Anda tanyakan mengenai operasi yang akan dilakukan, apa manfaat dari operasi tersebut, apakah ada alternatif pengobatan selain operasi beserta dengan risiko-risikonya. Dengan memahami pilihan-pilihan yang tersedia beserta risikonya, tentunya keputusan yang Anda buat akan lebih tepat, berimbang, dan menenangkan.
* Persiapan apa saja yang perlu dilakukan? Sebelum operasi penting untuk diketahui dengan jelas persiapan apa saja yang Anda perlu lakukan. Seperti, perlukah puasa dilakukan, berapa lama puasa diperlukan, obat-obatan yang tidak boleh dikonsumsi atau perlu dikonsumsi sebelum tindakan, jam berapa Anda harus berada di rumah sakit, Jika dokter bedah atau anestesi Anda mengatakan bahwa Anda perlu puasa, tanyakan dengan jelas kapan sebaiknya Anda mulai puasa, dan berapa lama. Adanya makanan atau cairan di lambung, sering kali dapat menyebabkan risiko aspirasi meningkat selama Anda dibius total. Karena pada saat Anda tidak
Anak Batuk dan Sesak Napas
Waspadai Bronkiolitis Apakah itu Bronkiolitis? Mungkin sebutan penyakit tersebut masih asing di masyarakat. Bronkiolitis adalah peradangan pada saluran pernapasan bawah. Penyakit ini sering didapatkan pada anak berusia kurang dari 2 tahun.
Apakah bronkiolitis itu sama dengan asma? Walaupun kedua penyakit ini sulit untuk dibedakan karena memiliki gejala yang sama yaitu sesak napas dan mengi (suara napas ngik-ngik), bronkiolitis bukanlah asma. Umumnya penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dan yang paling sering adalah Respiratory syncytial virus
(RSV). Penyebab lainnya adalah human metapneumovirus (HMPV), parainfluenza virus, influenza virus, adenovirus, dan rhinovirus. Virus ini menimbulkan peradangan pada saluran pernapasan kecil yang dinamakan bronkiolus. Kemudian peradangan tersebut dapat menyumbat sebagian atau seluruh bronkiolus, sehingga timbullah gejala. Gejala
Gejala dan tanda awal penyakit ini berupa hidung tersumbat dan berair, batuk ringan, dan demam. Pada fase ini biasanya orangtua tidak terlalu perhatian karena dipikirnya flu biasa. Kemudian diikuti dengan tanda napas cepat dan mengi
sadar, Anda tidak bisa menjaga patensi saluran nafas Anda dan cairan atau makanan dari lambung naik keatas, partikel ini dapat memasuki saluran pernafasan dan menyebabkan komplikasi yang membahayakan napas dan infeksi pada paru. * Kapan tindakan operasi harus dilakukan? Operasi berdasarkan urgensinya dapat dibagi menjadi tiga. Operasi emergensi adalah operasi yang harus dilakukan segera, yang biasanya dilakukan karena mengancam nyawa atau menyebabkan kecacatan apabila tidak dilakukan segera. Operasi urgen adalah operasi yang harus dilakukan segera namun masih bisa menunggu lebih dari 6 jam, kurang dari 24-48 jam. Biasanya pasien dapat dipuasakan dulu, sehingga risiko aspirasi dapat ditekan, dan kondisinya dapat dioptimal-
kan untuk operasi. Operasi elektif, adalah operasi yang tidak harus dilakukan segera, Anda dapat memilih hari yang tepat bagi Anda untuk menjalaninya. * Bagaimanakah proses operasi akan berjalan? Perlu Anda tanyakan pada dokter anestesi Anda bagaimana Anda akan dibius, jenis bius yang akan dipakai, apakah diperlukan pemasangan alat tertentu untuk menjaga patensi saluran nafas Anda. Pada dokter bedah dapat Anda tanyakan tentang teknik operasi yang akan dilakukan. * Setelah operasi selesai, apa yang akan terjadi? Tanyakan kepada dokter Anda, setelah operasi, berapa lama proses pemulihan diperlukan dan berapa lama perlu menginap di rumah sakit, Jika operasi itu berkaitan dengan anggota gerak Anda,
juga bisa Anda tanyakan berapa lama sebelum Anda dapat memiliki fungsi gerak yang cukup baik, dan apakah diperlukan alat bantuan nantinya, seperti walker, tongkat jalan, dan sebagainya. Mudah Mengetahui bahwa Anda atau kerabat terdekat Anda harus dioperasi tentunya bukanlah perkara mudah, terlepas dari besar atau kecilnya operasi. Tentunya hal ini akan membawa rasa gugup atau cemas bagi Anda atau keluarga. Oleh karena itu tanyakan apa pun yang ingin Anda ketahui. Gali informasi sebanyak mungkin agar Anda dapat lebih tenang dan lebih mempersiapkan diri. ldr. Richard Hermawan
BPM/ist
BRONKIOLITIS - Tanda bronkiolitis berat meliputi retraksi yaitu tarikan pada kulit disekitar tulang rusuk, cuping hidung mengembang saat bernapas, merintih, dan anak kesulitan makan dan minum, sering disertai dengan muntah yang berisiko untuk terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Selain itu tampak kebiruan pada jari-jari tangan, kaki dan bibir yang menandakan anak kekurangan oksigen. Usaha bernapas yang cepat dan kuat cukup melelahkan bagi anak, pada kasus yang sangat berat, anak berhenti bernapas dan kehilangan kesadaran, dan ini dapat mengancam jiwa. yang terdengar saat anak mengeluarkan napas. Apakah penyakit ini perlu pengobatan? Umumnya sebagian besar anak akan sembuh sendiri, membaik dalam dua hingga lima hari sejak awal gejala, mengi dapat tetap muncul selama seminggu atau lebih. Namun perlu diwaspadai pada bayi yang sangat kecil, lahir prematur, memiliki penyakit jantung bawaan, atau kesulitan mengeluarkan dahak karena cenderung memiliki gejala yang lebih berat. Tanda bronkiolitis berat meliputi retraksi yaitu tarikan pada kulit di sekitar tulang rusuk, cuping hidung mengembang saat bernapas, merintih, dan anak kesulitan makan dan minum, sering disertai dengan muntah yang berisiko untuk ter-
jadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Selain itu tampak kebiruan pada jari-jari tangan, kaki dan bibir yang menandakan anak kekurangan oksigen. Usaha bernapas yang cepat dan kuat cukup melelahkan bagi anak, pada kasus yang sangat berat, anak berhenti bernapas dan kehilangan kesadaran, dan ini dapat mengancam jiwa. Untuk itu jangan sepelekan penyakit ini, anak harus segera dibawa ke pusat pelayanan kesehatan bila ditemui gejala dan tanda yang berat. Pencegahan Beberapa tindakan pencegahan yang penting untuk diperhatikan oleh orangtua di antaranya, hindarilah anak dari paparan
asap (asap rokok, kendaraan dan yang lainnya) karena hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan pada anak, berikan makanan yang bergizi dan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer secara rutin terutama sebelum bersentuhan dengan bayi, jauhkanlah bayi dari orang dewasa atau anak lainnya yang menderita infeksi saluran pernapasan dan vaksinasi virus influenza direkomendasikan untuk setiap anak yang berumur lebih dari 6 bulan. ldr. Made Diah Ayu Mahareni Retayasa
Sehat, Langsing, dan Awet Muda (1) Banyak cara dilakukan orang agar awet muda, misalnya dengan mengkonsumsi makanan tertentu, melakukan berbagai macam terapi wajah hingga operasi plastik sekalipun. Apapun caranya, olah raga secara teratur sangatlah bermanfaat bagi tubuh sehingga aliran darah menjadi lancar. Wajah dan tubuh nampak lebih muda dan bugar. Ikuti peragaan berikut ini bersama instruktur senior Sari dari Lala Studio.
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb. I : Berdirilah tegak dengan kedua kaki dibuka dan kedua siku lengan ditekuk ke samping. Lakukan gerakan membuka tutup kedua siku lengan pada hitungan 2 x 8 maka akan terasa pengencangan otot lengan.
Gb. II : Gerakan dapat dikombinasikan antara lengan dan kaki yaitu dengan membuka lebar kedua kaki dan rentangkan kedua lengan. Tekuk kaki kanan sembari meluruskan lengan kanan dan menekukkan lengan kiri. Lakukan bergantian arah kanan dan kiri pada 2x8 hitungan.
Gb. IV : Gerakan pinggul dan lengan dapat dilakukan dengan meluruskan kaki kanan ke arah serong kiri sembari meluruskan lengan kiri ke atas sedangkan tangan kanan ke samping kanan. Lakukan 2x8 hitungan, setelah itu lakukan juga pada arah kebalikan dengan hitungan yang sama pula. Gerakkan seluruh otot tubuh secara bergantian tiap hari, agar aliran darah lancar dan penampilan awet muda jadi milik Anda serta salam bugar dari Lala Studio.
Gb. III : Untuk meregangkan otot triceps, berdirilah tegak dengan kedua kaki dibuka lebar dan kedua siku lengan ditekuk ke belakang. Lakukan gerakan menekukkan kedua kaki sedikit dengan kedua siku lengan tetap pada posisi di belakang kepala pada hitungan 2x8.
Hari-hari ceria dengan latihan yang menyenangkan dan salam bugar dari Lala Studio.
Kupon
5
Minggu Wage, 16 Oktober 2016
Resensi Buku
Menelusuri Kawitan
Judul Penulis Penerbit Tebal Cetakan
: Suputra Warga Bangsul ’’Mengenal Saudara dan Bhakti Kepada Leluhur’’ : Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika : Pustaka Bali Post : xvi+425 halaman : Oktober 2010
Bhisama Prasasti menyatakan: bagi mereka (pratisentana) yang tidak tahu akan Kawitan/Leluhur maka “Salahang” Kawitan/ Leluhur. Akibatnya bagi yang salahang Kawitan tertimpa kesusahan, seperti: Sabe Asanak (antarsaudara tidak pernah akur), Tan Pegat Gering (tiada putusputusnya kesakitan), Katemah Dening Bhuta Kala Dengen (dimasuki setan gentayangan hingga berprilaku merusak), Surud Kawibawan (kharisma yang berkurang), Kalangenan Tan Genah (boros harta benda), Sadina Anangun Yudha ning Paomahan, Rame Ing Gawe Kirang Pangan (selalu saja ada pertengkaran dan tiada penghasilan) dan berbagai perihal lainnya yang menyebabkan ketidakharmonisan dalam keluarga. Hal seperti inilah dihadapi sebagian besar “warga” Bali zaman sekarang akibat sikap tidak mau tahu atau acuhnya terhadap Kawitan yang merupakan Lelintihan-nya. Mengatasi hal ini tidak sendikit menempuh jalan niskala yang berujung pada “kesimpulan”: kasisipan Bhatara Hyang Guru maupun Kepanggluh ring Mrajan utawi Kawitan (Leluhur). Untuk itu, buku ini memberikan beragama info sejarah kisah perjalanan para Leluhur manusia Bali di masa lalu yang dapat dipergunakan sebagai bahan menelusuri Kawitannya, sehingga tidak lagi di antaranya tidak tahu akan Kawitan apalagi sampai terkena “Kutuk” serta “Salahang Kawitan”. Buku yang terdiri 18 bab dan 16 lampiran silsilah warih ini diberi judul “Suputra Warga Bangsul, mengenal saudara dan bhakti kepada Leluhur” oleh penulisnya. Maksudnya “Suputra” itu putra (pratisentana) yang baik dan “Bangsul” disinonimkan dengan sebutan “Bali”. Jadi Suputra Warga Bangsul adalah pratisentana atau warga Bali yang baik untuk mengenal saudara dan bhakti kepada Leluhur. Begitu pula dalam paparannya dilengkapi dengan silsilah sesuai dengan “Pralintih” masing-masing warih yang telah dirangkum menjadi satu sehingga akan terlihat adanya kita di sana. Silsilah tersebut sementara diberi judul “Silsilah Maha Gotra Warga Bangsul”. Perlu disadari bahwa manusia Bali jauh sebelum agama Hindu masuk ke Bali telah mengenal dan memuja Leluhur untuk memohon perlindungan atau keselamatan. Atas dasar itu dapat dikatakan bahwa Leluhur merupakan ulu atau kepala dengan keutamaannya yang utama dan pertama nuntun pratisentana. (osi)
Teknik Cerita yang Menggiurkan Judul Penulis Penerbit Tebal Cetakan
: Agama Apa yang Pantas bagi Pohon-Pohon? Dan kisah-kisah pilihan. : Eko Triono : Diva Press : 260 halaman : April, 2016
KEHADIRAN cerpen-cerpen dalam kumpulan buku ini memang cukup mengejutkan. Karena teknik cerita yang berbeda. Agak “nyeleneh” dan cerita dibiarkan berjalan semaunya. Bacalah cerpen “Kebahagiaan” (hal.29) simpel, hanya dua halaman. Begitu pendek, tetapi sangat menohok. Cantik dan menggetakan. Itulah keunggunan cerpenis muda ini, “kenyelenehan” penulis dalam gaya estetiknya. Ide dan tema yang diangkat Eko dalam cerpen-cerpennya seringkali sederhana, namun tidak menjadi sederhana karena pendekatan si penulis. Dari segi gaya cerita, cerpencerpen Eko menjadi cermin dari menguatnya eksplorasi gaya bercerita penulis-penulis lokal. Cerpen-cerpen Eko sekaligus menunjukkan keberuntungan generasi internet yang diuntungkan oleh teknologi dalam berkarya. Kemudahan teknologi inilah yg menyebabkan penulis kekinian mampu mengakses karya-karya pengarang dunia, makin beragam dan luas pandangannya. Hasilnya, sebuah gaya bertutur yang kaya, berani, dan unik. Keunggulan lain dari cerpen-cerpen Eko adalah eksplorasi gaya bahasanya yang luas dan unik; mulai dari puitik hingga dialog. Eko juga mampu menyusupkan potongan-potongan karya lain dalam karyanya. Akan kita temui di buku ini aroma-aroma karya Goenawan Mohamad, Italo Calvino, hingga legenda Tiongkok dalam bentuk tersembunyi. Menarik untuk dibaca kita seperti berwisata literasi. (osi)
Sepasang Lelaki Tua
CERPEN Persis di tempatnya terbaring tanpa nyawa sekarang, di pelataran rumahnya sendiri, di kelilingi pohon mawar yang menjadi pagar hidup bagai harta warisan paling dipujanya, empat puluh enam jam sebelumnya ia juga telentang di sana. Hari itu, selepas pukul tujuh malam, ia menggelar tikar pandan dan menyaksikan bintang-bintang langit bagai sebuah peta kematiannya sendiri. “Aku ingin mati di rumahku sendiri.” Berkata ia pada temannya. Mereka enam puluh tiga, sama tuanya dan sama-sama seorang duda yang cukup sehat. Namun, lelaki di sebelahnya tak pernah menduga bahwa malam itu Suman, duda yang kemudian mati di halaman rumahnya sendiri itu, mengangkat tema kematian dalam percakapan mereka malam itu. Tema tak seperti biasanya, meskipun kematian adalah soal-soal yang selalu membayang di kedua kepala miskin rambut itu. Si Kawan bukan sama sekali tidak tahu kalau itu sebagai sebuah penanda. Hanya saja, sebagai karib yang telah berpuluh tahun bekerja sama, ia tak tega mengatakan hal itu sebagai rasi penanda kematian Suman. “Aku lebih tua, barangkali aku yang mati lebih dulu.” Kalimat itu terucap dari mulut si kawan yang tampak dipaksakan. “Mengapa kau bisa berpikir begitu?” “Itu hal yang logis.” Mereka memandangi bintang. “Dan, mengapa pula kau juga berpikir begitu?” “Kurasa, kematian adalah hal yang wajar dipikirkan orang seusia kita.” “Tidak, tidak. Aku pernah membaca artikel, kalau anak muda lebih banyak memikirkan bagaimana mereka mati di usia bugarnya.” “Aku juga pernah membacanya.” “Kau juga membacanya? Atau, kau pernah berpikir mati muda?” “Ya, aku memang pernah memikirkan mati muda, dulu. Dan, dari pertanyaanmu tadi, aku membaca tanda bahwa kau juga pernah terpikir mati muda di usia mudamu dulu.” “Hahaha. Sepertinya kita memang memiliki banyak kemiripan.” Mereka berbicara tanpa memandang wajah satu sama lain dan masih menerbangkan pandangan pada langit. Adalah hal-hal yang langka, apa yang mereka lakukan untuk ukuran manusia di usia seperti mereka. Mereka diam sejenak. Membiarkan suara jangkring, gonggong anjing di kejauhan dan tiupan angin memusikkan kesunyian. “Aku tiba-tiba teringat masa kecilku dulu,” si Kawan memulai percakapan, “mendiang bapakku juga sering mengajak telentang di bawah langit malam seperti ini pada saat aku baru tujuh tahun.” “Apa yang diajarkan seorang bapak kepada anak laki-lakinya di umur tujuh tahun?” “Bapak mengajariku tentang rasi bintang. Gubuk penceng, kata bapak adalah rasi penanda musim keberuntungan karena baik para petani maupun nelayan akan memulai musim bekerja.” “Kau anak yang beruntung.” “Maaf, aku tidak berniat menguak masa lalumu.” Suman, duda tanpa anak itu memiliki masa kecil yang tak kalah sakitnya daripada hantu-hantu di usia tuanya. Ia lahir dari golongan terbuang. Kehadiranku, ia pernah mengatakan itu kepada si Kawan pada suatu malam sebelumnya, adalah tamu tanpa undangan. Aku bahkan tak pernah
Oleh Umar Affiq
berpikir bahwa aku dilahirkan. Semua anak yang dilahirkan, disusui ibunya, dan aku tidak. Aku sering mengatakan bahwa aku dibuang oleh takdir. Janda dari bapakku, menyandang status jandanya baru satu bulan ketika kelahirkanku. Kemudian dia meninggal setelah menumpahkan tangisku di bumi. “Tidak. Aku sama sekali tidak terpikir ke sana.” “Baguslah kalau memang seperti itu.” si Kawan menarik napas sesaat. “Kau pernah bilang, bahwa kau mulai memandang langit sejak kau jatuh hati pada mendiang istrimu.” “Ya. Lalu?” “Apa yang kau pikirkan sekarang, saat ia telah di sana dan kau masih memandangi langit dan bintang yang sama.” “Hahaha. Aku akan menjawab ini lebih dulu sebelum aku menanyakan pertanyaan yang sama kepadamu.” Suman membenarkan posisi tangannya yang semula digunakannya sebagai bantalan kepala. “Menurutku, langit yang sekarang kita saksikan bukanlah langit sama dengan langit yang dulu, kemarin atau besok. Begitu pun isinya.” tepat ketika Suman selesai mengatakan kalimat terakhir, sebuah komet besar melintas. “Lihat itu,” telunjuknya mengacung ke langit “komet itu melintas. Dan ia tidaklah sama dengan di masa ketika ia melintas sebelumnya atau di waktu mendatang. Satu-satunya yang kuingat tentang Vianna adalah pertanyaannya saat kami sedang memandang langit malam di pelataran ini, di tempatku sekarang. Ia pernah bertanya, ‘Apakah kau percaya ada kehidupan di langit?’ Tentu kujawab, Ya, aku percaya. Dan dia menambah pertanyaan lagi.
‘Pernahkah kamu berpikir, adakah sepasang makhluk di luar sana, di sebuah planet, di malam hari sedang telentang bersisian dan menanyakan hal yang sama seperti yang aku tanyakan?’ Itu satu-satunya pertanyaan yang tak bisa kulupakan darinya.” Si Kawan tersenyum, dan mata Suman telah penuh oleh cairan bening yang tak sempat tumpah. “Dan, apa yang kau pikirkan sekarang saat ia telah di sana dan kau masih memandangi langit dan bintang yang sama?” “Sejak kecil pikiranku telah diracuni oleh dongeng-dongeng bahwa semua orang yang telah meninggal sebenarnya terbang menuju langit untuk tinggal di sana sebagai bintang. Maka tidak lucu bila aku sedang berpikir, barangkali Micha sedang berada di langit sebagai bintang dan memandangku yang barangkali olehnya juga terlihat sebagai bintang. Dongeng yang kubaca itu juga bercerita kalau bintang bersinar terang karena almarhum yang menjadi bintang memiliki hati yang bersih, mencorong.” “Aku kagum pikiran kekanakkanakanmu karena aku merasa tak pernah lahir sebagai anak-anak.” “Sudah, jangan begitu.” si Kawan sekarang duduk sebentar lalu kembali telentang. “Lalu, mengapa tadi kamu tiba-tiba mengatakan ingin mati di rumahmu sendiri?” “Entahlah. Kurasa usia tua mengajari manusia untuk rajin mengingat kematian. Dan, belakangan ini, aku tak tahu mengapa malam bisa tibatiba menekan dada? Apakah kematian begitu menekan dada?” “Aku tak bisa menjawabnya. Aku belum mengalaminya.” “Ya, aku tahu itu. Tapi, apakah bila nanti aku atau kau mati lebih dulu,
ada dada kita yang tertekan oleh hal itu?” Si kawan diam. Dia belum pernah mendengar pertanyaan konyol Suman semacam ini. Mereka memang pernah membincangkan perihal kematian yang mereka inginkan. Bahkan membicarakan seperti apa kematian yang baik itu? “Bagaimana pendapatmu tentang orang-orang yang mati karena penyakit, kecelakaan, kebakaran, diracuni, atau dalam arti lain di luar keinginan mereka, dibandingkan dengan kematian yang mereka inginkan? Mana yang menurutmu lebih baik?” tanya Suman. “Manusia sama tak tahunya. Tapi, kurasa Tuhan memiliki cara terbaik untuk mengambil nyawa para hamba.” “Aku setuju. Manusia sama tak tahunya. Itu sebabnya mereka menduga-duga dan mencobacoba.” Angin malam mengembang, menyusut, mengembang lagi, menyusut lagi. Begitu terus, bergantian. Dan jam telah menusuk angka delapan lebih sepuluh menit. Betapa pun mereka masih cukup sehat untuk ukuran manusia seusianya, angin malam tetaplah angin malam. Tulang dan persendian mereka akan linu bila berlama-lama digigit angin malam. Dengan tenaga tua, dan serentak gemeretak beberapa tulangnya, si Kawan berdiri berpamitan lalu pulang. Suman mengantarnya hingga pintu gerbang antara julang-julang pagar pohon mawar. Suman memandangi punggung runduk kawannya hingga lenyap di tikungan, baru kemudian ia berbalik, masuk ke rumah tanpa mengunci gerbang karena tak ada hal yang menurutnya perlu ditakutkan untuk dicuri. Satu-satunya harta yang paling ia puja adalah pagar hidup pohon serta kembang mawar, kenangan merawat hidup bersama Vianna. Bahkan benda itu pun tak ia cemaskan bila seseorang pemuda mencuri, memetiknya untuk diberikan kepada kekasihnya. Ia justru senang bila hal itu terjadi. Ia berjalan dengan bongkok ke dalam rumah dan menutup pintu, hanya dan hanya supaya angin tak mengganggu tidurnya yang tak ia tahu tinggal berapa pejaman mata? Sebelum memasuki kamar ia berdiri di depan cermin, mengamati kulit wajahnya yang mirip kulit ayam kurus pesakitan. “Vianna, apakah kau juga menjadi tua?” Ia tersenyum, dan membayangkan Vianna muda. Dulu, istrinya memang mati muda. Mati saat hamil muda. Ia berjalan dengan tubuh bongkoknya ke dalam kamar setelah mematikan lampu ruang tengah. Di atas kasur lama ia telentang dan menutupi diri dengan selimut. Lampu di meja kamar ia matikan dengan tangan kiri. *** Persis di tempatnya terbaring sekarang, di pelataran rumahnya sendiri, di kelilingi pohon mawar yang menjadi pagar hidup bagai harta warisan paling dipujanya, ia telah satu jam menunggu kawannya tiba untuk kembali bercengkrama. Namun kawannya tak jua kunjung tiba. Ia telentang menikmati langit malam dan bintang sendirian. Kemudian matanya terpejam pelan-pelan. Ia pelan-pelan bermetamorfosa menjadi bintang. Hal terakhir yang diingat tentang kawannya adalah sebuah pertanyaan, “Apakah, bila nanti aku atau kau mati lebih dulu, ada dada kita yang tertekan oleh hal itu?”
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Dewa Komang Mahadewa Cok. Padmanaba
Gus DW
K. Ngurah Y. Anang Jatmiko
DIMENSI
6 ramalan
bintang
Capricorn Peruntungan: Jangan terlalu bersedih karena beginilah hidup ini,terkadang kenyataan yang ada ternyata sering tidak sesuai dengan bayangan semula, walau begitu tetaplah tenang dan tidak perlu mengeluh pada siapapun juga. Karier: Jangan sampai orang lain mengambil keuntungan dari kesalahan yang telah Anda lakukan, maka dari itu berhatihatilah. Kesehatan: Kebugaran tubuh tampaknya perlu mendapat perhatian serius, jangan biarkan badan Anda bertambah melar saja karena Anda lepas kontrol dalam mengkonsumsi makanan. Keuangan: Masih harus dimanage dengan benar dana yang ada agar Anda tidak malah pusing dengan adanya pemasukan tersebut. Asmara: Hilangkan prasangka buruk yang bisa menghancurkan suasana yang sudah cukup tenang ini. Aquarius Peruntungan: Di minggu ini suasananya sangatlah tidak mendukung untuk terlalu bersikap agresif, maka ada baiknya Anda mengikuti kondisi yang ada ini dengan berlaku sesuai proporsi yang ada dan tidak perlu terlalu memaksakan diri. Karier: Tak perlu terlalu dipikir, serahkan saja semua pada yang di atas. Kesehatan: Manfaatkan waktu luang untuk istirahat, agar kondisi badan bisa kembali fit dan tetap fight. Keuangan: Jaga dana yang ada jangan sampai pemborosan menimpa keuangan Anda karena segala proyek bisa hancur berantakan jadinya. Asmara: Cukup bicara seperlunya saja, buat apa panjang-panjang nanti malah dikatain cerewet. Pisces Peruntungan: Karena momen di minggu ini sangatlah bagus maka ada baiknya jika Anda segera menuntaskan segala tanggungan yang selama ini masih terasa mengganjal langkah Anda. Jangan memikirkan untuk bersenang-senang dulu karena masih belum saatnya bagi Anda untuk bersikap seperti itu. Karier: Kencangkan ikat pinggang demi kesuksesan langkah Anda ke depan nanti. Kesehatan: Positif thinking sajalah terhadap setiap permasalahan yang muncul, segera dicari hikmahnya itu akan dapat membuat diri Anda lebih tenang dan ringan dalam mengarungi hidup ini. Keuangan: Hindarilah segala bentuk spekulasi, kerjakan saja hal-hal yang sudah pasti karena itu akan lebih mendatangkan hasil daripada usaha yang belum tentu keberadaannya. Asmara: Penuh liku dan cerita maka dari itu hindarkan dari pikiran yang anehaneh, tetaplah beri yang terbaik padanya. Aries Peruntungan: Yang terpenting dalam minggu ini jangan sembrono atau enak-enakkan jika tidak ingin adanya kemerosotan tak berarti. Munculnya hal tak disenangi dalam minggu ini tak perlu dipikirkan secara mendalam. Karier: Ada orang yang sengaja ingin cari-cari kesalahan untuk itu waspadalah. Kesehatan: Kondisi badan Anda masih belum seratus persen fit, maka dari itu Anda harus menjaganya dengan baik. Keuangan: Bisnis dan rencana dapat berjalan dengan lancar dan pemasukan juga cukup stabil. Asmara: Berusahalah merubah sikap egois agar s dia semakin sayang kepada Anda. Taurus Peruntungan: Bintang penyakit yang muncul di minggu ini jika tidak bisa mengantisipasi sendiri maka sia-sialah perjuangan Anda selama ini karena tidak mendapatkan buah manis malah yang muncul adalah buah kekecewaan yang cukup mendalam. Karier: Jangan mudah percaya dengan ucapan orang sebelum melihat buktinya sendiri. Kesehatan: Terkadang dengan tertawa akan membuat pikiran menjadi rileks dan membuat hati senang, sehingga bisa untuk mengusir kepenatan karena urusan pekerjaan. Keuangan: Tak perlu pilih-pilih order, jika merasa mampu sebaiknya diterima saja. Asmara: Jangan suka mengkritiknya dengan kata-kata yang bisa menyakiti hatinya, karena itu akan menjadi bumerang buat Anda sendiri. Gemini Peruntungan: Bila dirasa oke yang yakin saja dalam memperjuangkannya tak perlu ragu-ragu agar kesempatan baik yang sudah dipelupuk mata tak terlewatkan dan pengalaman pahit di masa lalu hendaknya dijadikan cermin bukan sebagai trauma. Karier: Bekerjalah dengan semangat karena minggu ini peruntungan Anda cukup bagus. Kesehatan: Makan dan istirahatlah yang teratur dan jauhkan dari begadang sampai larut malam. Keuangan: Bersikaplah fleksibel terhadap kemauan pasar yang sering berubahubah. Agar tetap bisa mendapatkan peluang dan celah untuk dapat ditindaklanjuti. Asmara: Buat apa mempermasalahkan persoalan yang sulit untuk diselesaikan dalam waktu yang singkat, bukankah lebih baik bermesra-mesraan saja. Cancer Peruntungan: Percayalah akan saran dari orang terdekat, karena disaat seperti ini Anda butuh masukan penting dari orang yang benarbenar bermaksud tulus dengan Anda. Di minggu ini masih ada celah yang bisa dimanfaatkan asal Snda lebih jeli dalam melihat peluang yang ada. Karier: Hilangkan dulu segala rasa curiga, karena itu tidak akan menolong justru akan membikin segalanya menjadi bertambah runyam saja. Kesehatan: Walaupun mata masih terasa ngantuk dan malas untuk bangun pagi akan tetapi demi kondisi badanagar selalu sehat dan prima maka bangunlah dan laksanakan olahraga ringan semisal lari-lari kecil ataupun senam. Keuangan: Semua rencna dan bisnis Anda dapat berjalan lancar dan hampir tidak ada hambatan yang berarti. Asmara: Bersabarlah jangan cepat ambil keputusan penting dulu, karena sesal akhir tiada gunanya. Leo Peruntungan: Sebenarnya semuanya sudah dapat diatasi, asalkan tidak sembrono dalam mengambil tindakan dan mengurus pekerjaan didalam minggu ini memang tidak boleh diremehkan. Karier: Prestasi kerjanya harus ditingkatkan dan servisnya diperbarui agar kesan baik selalu milik Anda. Kesehatan: Tak perlu minum obat jika memang tak terlalu berat, coba saja lakukan pemijatan urat itu akan cukup berkhasiat untuk memulihkan kondisi badan Anda. Keuangan: Berhati-hatilah di minggu ini semua tak semudah seperti yang Anda bayangkan. Asmara: Tetaplah mengalah agar masalah tidak Semakin rumit, dan sadarlah bila sidia marah-marah, itu berarti sangat asmara dan sayang pada Anda. Virgo Peruntungan: Di minggu ini peluang masih terbuka lebar hanya saja kendala yang cukup mengganggu terletak pada kondisi emosi Anda yang harus dijaga betul-betul agar tidak sampai tersulut oleh berbagai macam trik yang cukup mengjengkelkan itu. Karier: Coba benahi berbagai macam perilaku Anda yang kurang bisa mendorong kemajuan Karier Anda. Kesehatan: Perlu berlaku disiplin dan sebisa-bisanya meluangkan waktu untuk istirahat jika waktunya memang ada. Keuangan: Income sudah lebih baik hanya saja pengeluaran masih tetap harus diwaspadai. Asmara: Serasa lebih tenang dan membahagiakan, dan hampir tidak ada cekcok mulut yang menjengkelkan. Libra Peruntungan: Hilangkan rasa putus asa hanya karena ada rintangan yang menghadang. Optimislah bahwa di minggu ini Anda bisa meraih hasil yang lebih baik dan memuaskan dibanding minggu kemarin. Karier: Tak perlu menanggapi omongan orang yang hanya akan bikin sakit hati saja, cobalah Anda lebih enjoy lagi. Kesehatan: Jagalah kondisi badan untuk tetap selalu prima dan pikiran juga selalu segar dengan banyak mengkonsumsi buah-buahan. Keuangan: Kebutuhan baru tampaknya mulai membayangi keuangan Anda, maka dari itu segera dipikirkan dan jangan dianggap remeh. Asmara: Ada pihak ketiga yang akan mengobok-obok hubungan Anda berdua, berhati-hatilah. Scorpio Peruntungan: Harus mau bersabar dan tidak terlalu menuruti ambisi yang tampak menggebu-gebu, karena walaupun dipaksakan hasilnya hanya akan percuma saja. Di minggu ini segalanya serba tidak menentu jadi Anda harus bisa lebih berhati-hati lagi. Karier: Jangan pernah berhenti untuk terus melakukan observasi dan koreksi sehingga disaat yang tepat nanti bisa bergerak lebih cepat dan aktif. Kesehatan: Ada sedikit gangguan pada tenggorokan, yang sebenarnya masih bisa diatasi dengan mengurangi makanan yang keras-keras. Keuangan: Cukup stabil dan masih bisa meraih hasil yagn lebih besar lagi. Asmara: Walau jauh di mata namun dekat di hati, untuk itu komunikasi harus tetap dijaga walau dalam situasi bagaimanapun juga. Sagitarius Peruntungan: Di minggu ini usahakan untuk bisa tanggap dengan segala peluang yang tampak disekitar Anda, jangan biarkan satupun lolos dari genggaman Anda dengan catatan Anda harus terus proaktif dalam melakukan observasi dan terobosanterobosan penting. Karier: Ada gangguan yang muncul justru dari orang terdekat Anda sendiri. Kesehatan: Badan kurang begitu sehat karena masih sering mual-mual apalagi kalau terkena angin ataupun AC yang terlalu dingin. Pakai saja baju hangat dan tebal. Keuangan: Income yang masuk usahakan pengalokasiannya setepat Mungkin jangan sampai segalanya kacau hanya karena kurang hati-hati daDiasuh Oleh lam membelanjakannya. Asmara: Coba Putri Wong Kam Fu dikontrol dulu kebenarannya, jangan asal Berlaku percaya agar penyesalan tidak sampai 16-22 Oktober 2016 timbul dikemudian minggu.
Minggu Wage, 16 Oktober 2016
Weda Wakya
Berbahagia Melihat Orang Lain Sukses Eke sat-purusah pararthaghatakah svartham parityajya ye Samanyastu pararthamudyamyabhrtah svarthavirodhena ye Te’mimanusaraksasah parahitam svarthaya nighnanti ye Ye tu ghnananti nirarthakam parahitam te ke na janimehe (Bha. Niti Satakam 74) Sat Purusa adalah orangorang yang melakukan kebaikan demi kemuliaan yang lain tanpa motif kepentingan pribadi. Orang-orang pada umumnya melakukan perbuatan-perbuatan kebaikan untuk dirinya tetapi juga melakukan untuk kebaikan yang lain. Orangorang dalam sifat keraksasaan melakukan perbuatan demi kebaikan dirinya akan tetapi ia lakukan juga perbuatan yang mengacaukan pekerjaan orang lain. Akan tetapi, tidak diketahui kesetaraan level orangorang yang tidak melakukan perbuatan kebaikan untuk dirinya tetapi juga tidak membiarkan orang lain melakukan perbuatan-perbuatan baik. Sloka di atas adalah kutipan dari karya seorang Raja suci dan sangat terpelajar bernama Bhartr-Hari. Banyak karya terkenal dari Raja Bhartr-Hari antara lain Vakyapadiya, yaitu karya hebat dalam tata bahasa Sanskerta. Karya terkenalnya yang ke dua adalah Shatakatraya, yaitu tiga buah karya untaian seratus sloka, yaitu Niti Srenggara, dan Vairagya Shatakam. Ada beberapa cerita yang menghubung-hubungkan dengan keputusan beliau untuk meninggalkan kerajaan dan memberikan tampuk pemerintahannya kepada adiknya yang bernama Vikramaditya. Disebutkan, suatu ketika raja Bhartr-Hari melihat seorang wanita melakukan korban Sati. Di Bali dinamakan Masatia yang saat itu masih menjadi tradisi para wanita untuk terjun membakar diri pada api pembakaran mayat suami demi menunjukkan kesetiaannya pada suami. Praktik ini berhasil dihentikan oleh pemerintah Belanda pada masa penjajahan. Melihat kesetiaan wanita tersebut yang terjun tanpa takut ke dalam api pembakaran mayat suaminya Sang Raja sangat terkesan dan kejadian tersebut membekas terus di dalam pikiran raja. Sampai di istana, kejadian tersebut diceritakan kepada permaisuri sambil menanyakan, jika Raja nanti mati, apakah yang akan dilakukan oleh Permaisuri? Menjawab
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa pertanyaan Raja, Permaisuri mengatakan bahwa begitu mendengar raja meninggal maka pada saat itulah permaisuri akan meninggal. Tidak akan sampai menunggu pembakaran mayat Raja. Suatu hari, raja menguji permaisuri. Ketika sedang berburu ke hutan, raja mengirim utusannya kepada permaisuri untuk memberitakan bahwa raja telah meninggal. Pada detik itu permaisuri raja langsung meninggal. Kematian permaisuri membuat raja menjadi berduka, lalu menyerahkan kerajaan kepada adiknya dan raja pergi ke hutan menjadi pendeta. Ada pula yang mengatakan raja berguru kepada Yogi hebat bernama Yogi Gorakhnath. Bhartr-Hari membedakan orang dalam empat katagori; y a n g p e r t a m a a d a l a h m e reka yang ditempatkan dalam katagori deva, yaitu para sat purusa, orang-orang bijaksana yang melakukan perbuatan demi kebaikan yang lain, tanpa motif apa pun. orang tersebut disetarakan kedudukannya dengan Deva-koti, sejajar dengan para dewa, karena tujuan dari segala yang dilakukannya hanya demi kemuliaan yang lain. Kitab-kitab suci Veda memberikan ajaran-ajaran mulia untuk menyemangatkan orang agar memilih untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan demi kemuliaan yang lain tanpa kepentingan apa pun di balik perbuatan baik dan mulia yang dilakukannya, selain hanya demi kemuliaan hidup yang lain. Kitab Mahabharata memberikan perumpamaan sangat indah, sebagai berikut: Paropakaraya phalanti vriksah, bahwa pepohonan memberikan buah hanya demi kemuliaan yang lain. Jika pepohonan berbuah hanya demi dirinya sendiri maka ia akan berbuah hanya satu dua biji saja lalu jatuh ke tanah dan menjadi pupuk untuk dimakan sendiri oleh pohon tersebut. Akan tetapi, pepohonan memberikan buah terlalu banyak, sampaisampai cabang dan rantingnya merunduk ke bawah hingga menyentuh tanah untuk memberikan buah yang sangat banyak kepada yang lain. Paropakaraya vahanti nadyah, sungai-sungai juga mengalir hanya demi memberikan
kemuliaan kepada yang lain, membuat bumi menjadi subur makmur sehingga manusia, binatang, dan bahkan segala jenis tumbuhan bisa hidup aman, damai, dan sejahtera di atas muka bumi ini. Paropakaraya duhanti gavah, demikian pula sapi-sapi memberikan susu hingga 35, 25 liter atau 15 liter per hari. Itu semua dipersembahkan demi kemuliaan hidup yang lain. Akhirnya kitab Mahabharata mengingatkan, seperti itulah hendaknya umat manusia membawakan hidupnya di dunia ini, sebagaimana sapi, sungai, dan pepohonan melakukan kemuliaan demi yang lain. Manusia hendaknya memanfaatkan hidup manusianya demi kemuliaan yang lain. itulah tujuan Tuhan mengaruniai badan manusia (paropakarartham idam sariram) Terakhir, Maharesi Vyasa memberikan kesimpulan, tujuan beliau menulis kitab suci Veda, khususnya Purana dan Itihasa, hanyalah agar orangorang selalu melakukan perbuatan mulia demi kemuliaan dan kesejahteraan hidup yang lain. Paropakaraya punyaya papaya para-pidanam, lakukanlah kemuliaan demi yang lain dan janganlah memberikan kedukaan kepada yang lain. Sesuai kriteria yang ditetapkan oleh Bhartr-Hari, orang dengan katagori pertama, yang hanya berbuat demi kebaikan orang lain tanpa motif kepentingan pribadi sangat sulit ditemukan. Orang di katagori kedua adalah mereka yang melakukan perbuatan-perbuatan demi kebaikan dirinya, tetapi juga melakukan perbuatan demi kebaikan yang lain. Mereka yang berada dalam katagori ini sangat umum kita jumpai dalam masyarakat. Orang seperti itu disejajarkan kedudukannya dengan Manusya-koti, yaitu ia berada dalam level manusia. Mereka yang berada di dalam katagori ketiga, juga sangat banyak dan umum kita jumpai di masyarakat. Mereka mengusahakan perbuatan-perbuatan demi kebaikan dirinya, tetapi pada saat yang sama mereka juga menghalangi orang lain untuk melakukan kebaikan. mereka akan sangat cekatan dan jeli melihat kekurangan dan kesalahan dari orang-orang yang sedang berusaha melakukan kegiatan demi kemuliaan yang lain dengan melupakan ribuan kebaikan yang mereka lihat serta dapatkan dari orang bersangkutan. Orang seperti itu disejajarkan dengan Raksasa-koti, ia berada dalam level raksasa. Sedangkan katagori yang keempat, yang raja BhartrHari sendiri merasa kesulitan
untuk menempatkan mereka di katagori mana, karena mereka tidak melakukan perbuatan mulia untuk dirinya, tetapi juga tidak membiarkan orang lain untuk melakukan perbuatan mulia. Banyak orang hidup di dunia ini diawali oleh kegelapan dan menyenangi kegelapan. Mereka tidak ada niat dan minat untuk mengangkat hidup manusianya ke tingkat yang lebih baik, secara material maupun spiritual. Pilihannya hanyalah hari ini bisa makan, minum, dan merokok. Hanya itu. Mereka tidak memusingkan masa depan bagi diri, anak, maupun suami/istri. Apalagi demi yang lain. Pada saat yang sama, jika mereka melihat orang lain melakukan perbuatan-perbuatan demi kemuliaan yang lain, mereka segera akan bersemangat memfitnah, menjegal, serta menggagalkan usaha mulia orang tersebut. Mereka sama sekali tidak senang melihat orang lain melakukan per buatan mulia. Kesadarannya segera terganggu ketika mengetahui orang lain melakukan perbuatan-perbuatan mulia. Mereka akan merasa susah makan dan tidur jika mengetahui orang lain melakukan perbuatan-perbuatan baik. Mereka akan sangat terganggu melihat tetangganya mempunyai ini dan itu, melakukan ini dan itu, lalu mereka akan berusaha untuk menggagalkan segala sesuatu yang membuat orang lain hidupnya penuh senyum dan bahagia. Terdapat istilah indah dalam bahasa Sanskerta untuk katagori-katagori seperti ini, yaitu: para sukha sukhi: adalah katagori orang yang sangat berbahagia melihat orang lain berbahagia, para sukha duhkhi adalah orang akan menderita sekali melihat orang lain berbahagia, para duhkha duhkhi adalah orang akan sangat bersedih melihat yang lain hidup menderita, para duhkha sukhi: yaitu orang yang sangat berbahagia melihat orang lain hidupnya menderita. Dalam pergaulan zaman sekarang dikenal istilah SMS yang merupakan “singkatan” dari: Senang Melihat orang lain Senang, Susah Melihat orang lain Senang, Susah Melihat orang lain Susah, dan Senang Melihat orang lain Susah. Leluhur Bali mengajarkan agar orang selalu melakukan perbuatan yang menyenangkan orang lain, agawe sukhaning len, atau bhutahita ikang ulaha, bahwa orang hendaknya selalu berusaha melakukan perbuatan-perbuatan mulia demi kesejahteraan dan kebahagiaan hidup orang atau makhluk lain.
MIMBAR AGAMA
”Pavarana” dan Masa Kathina Redaktur Khusus MIMBAR
BUDDHA Dhana Putra Hari ini, bertepatan dengan uposatha bulan terang, para bhikkhu mengakhiri masa vassa (kurun waktu tiga bulan, berdiam di satu tempat untuk belajar dan berlatih diri). Hari ini dikenal dengan hari Pavarana. Besok, umat Buddha akan memasuki masa Kathina, kesempatan berbuat baik di ladang yang subur hingga purnama bulan depan. Pavarana merupakan hari yang istimewa bagi para anggota sangha. Para bhikkhu mempunyai hak istimewa untuk tidak mendengarkan pembacaan patimokkha. Sesuai dengan artinya, mengundang untuk memberikan nasihat, maka pada hari ini para bhikkhu mengundang bhikkhu lain untuk memberikan nasihat kepadanya atas perbuatan keliru yang telah dilakukan. Para bhikkhu akan berkumpul di dalam ruang uposatha, yang bisa dipergunakan untuk pembacaan patimokha sila. Satu per satu dari bhikkhu tersebut mengucapkan paravara dalam bahasa pali, dimulai dari bhikkhu yang senior hingga ke bhikkhu yang paling junior. Besok, umat Buddha mulai memasuki masa Kathina, yang berlangsung selama satu bulan di antara bulan Assajuya dan bulan Kattika (17 Oktober 2016 sampai 16 November 2016). Inilah saatnya bagi umat untuk melakukan perbuatan baik dengan memberikan persembahan empat kebutuhan pokok sebagai wujud rasa syukur
dan terima kasih kepada para anggota sangha. Buddha mengizinkan para bhikkhu untuk menerima dana kain untuk bahan jubah. Peristiwa ini terjadi setelah kelompok tiga puluh orang bhikkhu menemui Buddha setelah masa vassa berakhir. Karena kondisi jalan yang basah dan berlumpur, jubah mereka menjadi basah dan kotor. Ketentuan tersebut kemudian ditetapkan. Para bhikkhu juga dapat memperoleh bahan jubah dari kain bekas pembungkus mayat. Kain tersebut dipotong, dijahit, disambung sesuai dengan pola yang sudah ditentukan. Untuk itu, mereka menggunakan bingkai dari kayu, hampir sama seperti bingkai untuk rumah tawon, untuk membentangkan kain. Bingkai itulah yang dikenal nama Kathina. Di jaman sekarang, para umat dapat mempersembahkan jubah siap pakai secara langsung. Ada pula yang memberikan persembahan lain seperti obat-obatan dan kebutuhan sehari-hari lainnya seperti handuk, sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, pisau cukur, dan sebagainya. Ada pula yang mempersembahkan empat kebutuhan pokok dalam bentuk uang. Selain lebih mudah dan praktis, uang dapat dipergunakan oleh organisasi Sangha dan vihara sesuai dengan keperluan. Pemberian dalam bentuk barang, sering kali menumpuk di vihara karena tidak mungkin habis dipergunakan. Para bhikkhu tidak bisa memiliki jubah lebih dari dua set, tidak bisa berganti jubah semaunya. Demikian juga menggunakan perlengkapan mandi dan obatobatan. Apa pun persembahan Anda, yang penting adalah persiapan kita sendiri. Menyiapkan dana, menyiapkan pikiran baik, datang ke vihara pada saatnya, dan menyer-
ahkan persembahan kepada Sangha; ladang yang sangat subur dalam berbuat baik. Vassa, pavarana, dan kathina merupakan rangkaian yang tidak bisa dipisahkan dalam Buddhasasana. Saat-saat umat Buddha memiliki kesempatan yang sangat besar untuk berbuat baik kepada sangha. Sep-
erti Buddha sendiri berpesan bahwa berdana kepada sangha mempunyai nilai Dhamma yang jauh lebih tinggi dibandingkan berdana kepada seorang bhikkhu atau kepada pribadi Buddha sendiri. Mari kita mempersiapkan diri menyambut masa Kathina. Selamat berbuat baik di masa Kathina.
PERMATA HATI
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) Ni Putu Ayunda Putri Sudiartha, putri pertama dari pasangan Ni Putu Eka Agustini,S.Pd. dengan I Wayan Agus Sudiartha melakukan prosesi upacara 'abulan pitung dina' ( satu bulan tujuh hari). Upacara berlangsung sederhana di rumah kediamanya.
Redité Wagé, 16 Oktober 2016
Bali L e m b a r
Bencingah I Nyoman Putra Suarjana
Nénten Pacang Punah NÉNTEN prasida katulak yéning kasuénsuén kahuripan krama sayan-sayan maju taler modérn, punika wantah sangkaning kawéntenan ius-ius saking dura negara sané rauh sangkaning kahanan informasi miwah komunikasi sané sayan dangan kamargiang. Yadiastun sujatiné becik nanging wénten taler kaonipun, sinalih tunggilnyané kawéntenan krama utamanipun para yowana sané sayan ampah taler nilarin makudang-kudang budaya tetamian panglingsirné. Tetamian tradisional panglingsir katilarin duaning kaucap kuna, minakadi mabasa Bali sané sayan arang kawigunayang ri kala mabebaosan. Wénten sangkaning géngsi, wénten taler sané jakti nénten uning mabasa Bali duaning saking alit nénten kaajahin mabasa Bali olih rerama utawi kulawarganyané. Kahanan sakadi punika ngamedalang pikayunan yéning kasuén-suén basa Bali pacang ical. Sakéwanten, Drs. I Nyoman Putra Suarjana M.Si., tokoh basa Bali taler Ketua Widyasabha Provinsi Bali nénten cumpu ring pikayunan inucap duaning dané maosang yéning kantun wénten manusa Bali sané magama Hindu taler ngranjing ring désa adat sané ngamargiang tata-titi miwah awig-awig Bali, dané ngawiaktinin yéning basa Bali punika kantun nyeneng tur ajeg. Nénten sakadi pikayunan kramané akéh duaning désa adat wantah genah sané pacang nyengker utawi nyagra kawéntenan krama Bali. Sios punika, agama Hindu ring Bali wantah obyék sané ring sajeroning parikramanipun majanten ngawigunayang basa Bali minakadi ring parikrama upacara yadnya taler tatkala ngénter pamuspannyané. Wus punika manusa Bali sané magama Hindu-Bali taler matata-krama adat Bali punika manados obyék miwah subyék basa Bali inucap. “Tiang optimis pisan yéning basa Bali nénten pacang ical manawita kantun wénten manusa Bali sané agama Hindu-Bali taler kasengker antuk désa adat ring Bali Dwipa puniki. Manawita punapa-punapi sané pinaka subyék miwah obyék basa Bali sampun ical, wawu tiang cumpu yéning kasuén-suén basa Bali punika pacang ical utawi punah,” baos dané sané polih Penghargaan Dharma Kusuma Provinsi Bali widang Seni Sastra warsa 2016. Budayawan sané embas ring Sidemen, 28 Oktober 1962 puniki malih maosang, paplajahan taler teteleb saking rerama prasida ngawinang alit-alit utawi yowanané teleb tur éling ring budaya taler kayun mabasa Bali. Napi malih kasarengin antuk wewidangan kulawarganipun, ring pakraman taler ring sekolah sané ageng pisan ngiusang kahanan inucap. Dané nyatuayang, reramanyané dumun wantah teleb pisan mabasa miwah ngwacén aksara Bali sané pamuputné ngawinang Putra Suarjana alit ketah miragiang bebaosan basa Bali antuk sor-singgih sané becik. Mawit irika dané meled malajah mabebaosan antuk tata basa sané patut. Napi malih sangkaning bapannyané dados kelian banjar, sinah dané saking kantun alit utawi wawu matuuh tigang warsa sampun nyarengin pasangkepan. Ring galahé punika dané taler malajah ngwacén aksara Bali utamanipun tatkala macakin krama. Dadosné, saking sadurung ngranjing ring SD dané sampun waged ngwacén tur nyurat aksara Bali yadiastun durung uning ngwacén aksara latin. Indik kahanan mabasa pungkuran puniki, Pembina Sekaa Teruna Provinsi Bali puniki maosang, basa Bali sayan arang kawigunayang. Kasinahang antuk akéhan kawéntenan alit-alit utawi yowana sané nénten mabasa Bali tatkala mapupulan sareng sawitrannyané. Akéhan sané mabasa Bali antuk “campur kode” utawi maadukan sareng basa siosan. Yéning banggiang kadi asapunika sinah nénten wénten sané uning mabasa Bali. Sios punika ring pakraman akéhan krama Bali sané sujatinné berpendidikan pacang mabasa Indonesia duaning mapikayunan yéning basa Bali antuk sorsinggih méweh pisan. “Yéning ring pikayunan tiangé, pinaka krama Bali patut pisan iraga sareng sami nglestariang basa Bali. Sinalih tunggil malarapan antuk ngawigunayang basa Bali ring kahuripan, nénten punapi yéning nénten ngawigunayang sor-singgih duaning sané mautama wantah ngawit mabasa Bali saraina. Kasuén-suén wawu katincapang antuk masor-singgih,” asapunika panyurat makudangkudang buku budaya taler penerima Penghargaan Pemuda Pelopor Seni Budaya Tingkat Nasional tahun 1993 puniki nugesang. (was)
(49)
B a s a
7
B a l i
Sor-Singgih Basa Bali
Boya Cihna ”Féodalisme” TATKALA maosang indik budaya Bali taler wangun-wangun budayanipun, jakti akéh pisan kawéntenannyané. Wénten sané marupa makudang-kudang sesolahan, wénten marupa piranti-piranti seni tur wénten taler sané marupa parikrama upacara adat miwah agama Hindu. Sané taler mabuat ring sajeroning kahuripan krama Bali minakadi budaya sané marupa basa daerah utawi basa Bali. Sinalih tunggil basa ring Nusantara sané wantah manados basa ibu majeng ring soang-soang manusa Bali sané embas ring Bali puniki wantah parindikan sané mabuat pisan minakadi tatkala wénten pikayunan pacang nyelehin utawi nguningayang makudang-kudang soroh budaya siosan ring Bali. Dadosné patut pisan teleb tur tatas uning ring sajeroning basa inucap sadurung meled nguningayang makudang-kudang wangun budaya sané kadruénang olih krama Bali. Basa Bali punika taler mabina-binayan wangun bebaosanipun sangkaning kawéntenan uger-uger sané kawastanin sor-singgih basa Bali. Uger-uger punika kawigunayang antuk dasar “etika” taler rasa nyinggihang sang sané kairing mabebaosan. Nanging akéh pisan sané maosang yéning sorsinggih majanten wantah cihna saking féodalisme utawi jalaran anggén ngasorang wang siosan tur nyinggihang raga nganutin saking wangsa utawi kasta. I Gusti Bagus Kesuma Jaya S.Pd., pragina tapel saking Br. Nyelati Kuwum Mengwi puniki maosang, kasta utawi wangsa sujatinné wantah sinalih tunggil budaya Bali sané wénten ring sajeroning pakraman sané nénten dados kanggén ngasorang wang siosan utawi kanggén nyinggihang padéwékan. Nganinin indik sor-singgih sané kawigunayang mabebao-
san saraina kabaosang wantah “kearifan lokal” tetamian panglingsir sané patut kalestariang olih makasami krama Bali. “Sor-singgih basa Bali boya cihna saking féodalisme utawi kawigunayang sangkaning wénten pikayunan ngasorang krama siosan sangkaning kasta wiadin soroh utawi wangsa. Punika wantah kearifan lokal saling ajiang tur saling nyinggihang ring sajeroning krama Bali antuk tata parikrama mabebaosan sané patut tur alus,” baos dané. Parindikan inucap taler kabaosang Drs. I Nyoman Putra Suarjana M.Si., tokoh basa Bali sané taler manados Ketua Widyasabha Provinsi Bali. Dané maosang, sor-singgih wantah tata cara mabasa Bali sané madaging tata basa taler pikayunan nyinggihang sang sané kairing mabebaosan ring sajeroning pakraman taler ring parikrama minakadi pasangkepan kulawarga, sangkep banjar, mabligbagan indik parikrama upacara yadnya taler ring sajeroning parikrama upacara. Nénten sangkaning mabinayan wangsa punika kémanten, taler kawigunayang sangkaning wénten pabinayan yusa. Minakadi tatkala mabebaosan sareng krama lanang sané sampun kelihan utawi lingsiran, patut ipun kasinggihang tur kaucap antuk “beli”, “bapa” wiadin “pekak”, nénten dados kaucap arannyané. Asapunika taler indik tegak linggih ring sajeroning pakaryan majanten jagi kapanggih sor-singgih punika. Minakadi tatkala sang tri wangsa manados sopir saking pejabat sané nénten tri wangsa, sinah sopir inucap matur alus ring atasannyané sangkaning tegak linggih ring pakaryan tur atasanipun majanten alus nyawis bebaosan ipun. Tatkala ring gria utawi jero, sinah pejabat inucap matur utawi mebaosan alus singgih ring sopirnyané sané majanten
kacawis taler antuk bebaosan alus. Asapunika wangun etika sosial ring parikrama kahuripan Bali antuk mabasa alus singgih tatkala mabebaosan sareng krama sané wangsa, yusa utawi tegak linggihnyané tegehan tur mabaos alus sor majeng ring raga. Sakéwanten yéning mabebaosan ring yusa taler tegak linggih sané pada pacang kawigunayang alus madia utawi basa kepara. Parindikan féodalisme katlatarang, tatkala sang sané kasarengin mabebaosan “nyeburin”. Minakadi tatkala wénten sané mabebaosan utawi matur antuk
basa alus singgih nanging sang sané nyawis mabaosan antuk basa kasar ngasorang taler nyinggihang raga, punika wawu kawastanin antuk féodalisme. Akéh taler krama Bali sané salah tampi antuk féodalisme punika tur ngawinang ipun mabebaosan nganggén basa Indonesia ring kulawarga. Minakadi “Pa, aku belum makan, Papa udah makan? Anjingnya juga belum makan.” Ring lengkara inucap wénten kruna “makan” saking “aku” punika satmaka madaang “papa” sareng “anjing”. Yadiastun nénten wénten pikayunannyané kadi asapunika nanging yéning kaselehin antuk rasa taler
“kontéks berbahasa vérbal” sinah jakti asapunika tur karasayang kirang etis. “Dadosné yéning ngawigunayang basa Bali taler sor-singgih ipun, sinah jagi mabinayan inggih punika ngawigunayang kruna “nunas” ring padéwékan, “ngrayunan” utawi ”ngajeng” majeng ring aji, ajung utawi bapa tur “neda” utawi “wéhin neda” ring asu utawi cicing. Yéning nénten wénten sor-singgih kadi i wawu, sinah krama Bali nénten uning mabebaosan antuk etika sané sampun dados cihna saking wang Bali,” baos dané nugesang. (was)
BPM/was SOR-SINGGIH - Pinaka parindikan sané mautama sajeroning mabasa Bali, majanten sorsinggih basa pacang kawigunayang saraina utamanipun ring makudang-kudang parikrama upacara yadnya agama Hindu utawi ring pasangkepan krama.
Malajahin Sor-Singgih Basa Bali Malarapan Drama Gong
DRAMA GONG - Makéh pisan jalaran utawi parindikan sané prasida kawigunayang pinaka utsaha nincapang parikrama malajah mabasa Bali. Sinalih tunggilnyané malarapan antuk sesolahan drama gong.
PINAKA sinalih tunggil parindikan ring sajeroning kahuripan krama, basa Bali wantah sinalih tunggil budaya sané patut kalestariang. Napi malih antuk kawéntenan sor-singgih pinaka jalaran mangda krama mabebaosan antuk tata basa sané becik taler nyinggihang sang sané kairingang mabebaosan. Mawinan punika, sor-singgih manados cihna sané ngasubang kawéntenan basa Bali. Pah-pahan kawigunan basa Bali luiré; kanggén sarana nuréksa utawi nguningayang kawéntenan budaya Bali, pinaka cihna krama Bali wantah krama sané madué tata-titi ri kala mabebaosan, pinaka cihna sané kasub tur ngawinang bangga, taler pinaka sarana kanggén mabebaosan ring sajeroning parikrama upacara agama, ring sajeroning kulawarga ageng miwah mligbagang indik parikrama upacara adat Bali. Sangkaning punika patut pisan kramané malajahin sor-singgih basa Bali. Drs. I Nyoman Putra Suarjana M.Si. maosang tetujon malajahin sor-singgih basa Bali mangda krama prasida teleb ring sajeroning téori tur waged mabebaosan ring pakraman antuk tata basa sané becik. Sangkaning punika
dané maosang becik pisan yéning sayan akéh parindikan sané prasida dados “motivasi” mangda basa Baliné sayan katelebin malih olih krama. Minakadi conto ngamargiang diklat, pengangkatan guru basa Bali utawi ngamargiang makudang-kudang pacentokan nganinin indik basa Bali. Sios punika makudang-kudang parikrama sesolahan taler prasida kanggén dasar mangda kramané sayan saat malajahin sor-singgih basa Bali. Sinalih tunggilnyané malarapan antuk drama gong sané nénten ngawigunayang malih tembang lan igelan sajabaning wantah parikrama mabebaosan kémanten. “Ring sesolahan drama gong, parikrama bebaosan utawi dialogis verbal antuk sor-singgih basa Bali sané pinih becik kapiragiang. Yadiastun pateh beciknyané sareng arja, nanging drama gong danganan malih duaning tan madaging igelan miwah tembang sakadi arja,” baos dané. Parindikan sané pateh taler kabaosang I Wayan Pudja sinalih tunggil perintis kasenian drama gong ring Bali. Dané maosang, drama gong wantah sesolahan sané pinih dangan kawigunayang malajah mabasa Bali duaning
ring kalangan para pragina patut prasida mabebaosan antuk basa Bali taler sor-singgih sané becik. Nénten wantah mabasa alus kémanten, taler nganutin sang sané kairingang mabebaosan, minakadi yéning parekan sareng parekan majanten ngawigunayang basa kepara, yéning sareng raja muda utawi patih majanten parekan punika matur antuk basa alus singgih. Sangkaning punika, sorsinggih basa sané kawigunayang patut kauratiang pisan. Nganinin indik kahanan basa Bali ring panglimbak kasenian drama, kabaosang sayan katilarin. Sor-singgih basa Bali sané mabuat ring basa Bali akéhan nénten kauningin. Indiké punika kapanggih tatkala kamargiang pacentokan drama gong daweg PKB sané lintang. “Tatkala punika panggihin tiang alit-alit sané manados pamilet pacentokan kaku utawi méweh pisan mabebaosan Bali sané manados cihna yéning Ipun nénten uning tur éling ring sor-singgih basa Bali. Nénten asiki-kalih kémanten, nanging tambis-tambis makasami pamiletnyané kadi asapunika kawéntenané,” baos dané nguningayang. (was)
DAWEG raina Buda Kliwoné sesampuné masiram lan ngajeng nasi goréng, Gusti Ngurah Jelada mataki-taki jaga mantuk ka Pringalot. Raganné biasa sarapan ajengan dingin. Yén marasa demekan anggéna nasi goréng madaging wortel, kool, madarang taluh mata sapi. Raganné nénten naen ngutang-ngutang ajengan, marasa ring kasulitanné ngrereh beras akilo. Sesampuné sami sayaga lan makancing, raganné nyerahang kunciné ring Pak Madé Tusan. “Pak Madé, tiang jaga budal dumun. Wénten odalan ring Mrajan Agung Selat. Yén ten alangan ring Sukrané tiang sampun mawali. Niki kuncin umahé,” baosné raris mamargi. “Nggih sampunang sué di jero. Jaga ulangan umum,” aturné Pak Madé Tusan teges. Nénten sué ngantosang raganné sampun polih montor angdés (angkutan désa) sané jurusan ka Rendang. Muatané langah santukan akéhan montor sané marebut. Napi malih montor bus, polih nambang apisan pulang pergi sampun
umpulang pipis pamelin baas sisan jakan. Asil tegal lan bati ngadep sampiné ané tabunganga tekén Ibuné balihin Aji mara ada Rp.2.550.000, sisan ajeng anggon di paon sesai. Kayang manyiné jani paling banter dadi Rp.3.000.000,” baosné Gusti Madé Taman matadah sendu. “Mirib sing cukup anggon mayah utangé ané suba dadi Rp.5.500.000. Apa buin tahun ajaran buin amasa adiné Gég Jeladi lakar masuk ka SMA Negeri. Angayubagia pesan jani ada SMA Negeri jumah.” Pandikan ajinné nglanturang. “Nggih asal déréng tagiha gén malu kén ipahé bayah sasidané,” atur rabinné sedih. Wenginé Gusti Ngurah Jelada sareng rainné ngebur buku-buku kelas tiga SMP-né sané kantun manggé, miwah soal-soal ulangan SMP-né ipidan anggéna latihan nyanggra Ulangan Umumé mangkin. Sajaba punika Ayu Citra taler nunas soal-soal UN SMP-né dumun jaga anggéna latihan UN SMP-né malih kalih minggu, sausan UN SMA mangkin.
Sagét makering HP-né masandi sos, gelis ambila ring Ngurah Jelada saha makenyem. “OM Swastyasatu, kénkén Niek? Tiang suba jumah jani sedeng ngalihang adiné Gég Jeladi soal-soal ulangan SMPné ipidan. Syukur tepuk bendel soal-soal iragané ipidan.” “Oh nggih, yén kirang tiang ngalihang di Primagama biasanné wénten soal-soal ulangan lan soal ujian anyar sané seringan tepat tebakanné ring soal ujiané mangkin.” “Suksma Niek, yén maan kirimang Gék Jeladi mulih, apang nyidang menék kelas.” “Nggih bérés Tungurah. Kénkén omélanné Sudiari ajak Budiana misunaang tiang?” “Nah depang dogén. Ia tondén nawang yén Arniek maan malali ka Amlapura. Yén nawang pasti suba lakar héboh ngraosang iraga. Kénkén seger pada jumah di Dénpasar?” “Nggih séhat Tungurah. Bénjang malali ja mantuk, dumadak mamak seger oger.” “Pasti Niek, pang maan nu-
nas téh ajak manco makelo sing kema. Jumat mara balik.” “Nikaang tiang maan singgah. Mangkin sibuk malajah lakar ulangan.... daag cup?” Bénjangné semeng Ngurah Jelada kumahné Mamak Tan Tjing Gwan sané iteh ngarya roti. “OM Swastyasu Mak, napi kakarya répot gati?” pitakénné Ngurah Jelada nyelonong. “Ooh Tungurah pidan mantuk. Koné pada répot ulangan,” pasaurné Mamak Tan. “Tiang mulih lakar odalan di Mrajan. Suud niki mara masepuk ulangan ten maan kija buin. Luh Arniek maan malali ajak timpalné Gung Ayu Arnita uli Puri Karangasem. Ia ngorahang ten lakar maan mulih nganti suud ulangan,” baosné Ngurah Jelada malinggih di samping Mamak Tan Tjing Gwan di dapur. Raganné mula sampun caluh mrika. Mamak Tan ngaryanang téh manis majaja manco sesenengan raganné, sambil ngorta kangin-kauh. (Masambung)
BPM/dok
untung. Jam roras dané sampun rauh ring Pringalot. Aji lan ibunné lédang nyingakin okanné mantuk sada sumringah. “Toh, kali kénkén mulih dadi kali jani suba teked,” pandikan ajinné aris. “Saking jam sia Tuaji. Pamargin angdésé alon kari ngantos muatan drika-driki.” “Nah, jani bas kaliunan montor. Di kénkéné sopiré bisa ngambul buung luas yén sing maan muatan uli jumah asalné. Taén lakar mulih ka Selat jeg di Muncan Aji kutanga.” “Nggih ngajeng malu, ada tim bé julit. Tuajiné cukupan maan udang, bé julit dadua ada anggon bén banten mani ka Mrajan,” pandikan ibunné nandan okanné ka pawaregan. Ayu Jeladi sagét rauh saking sekolahan latihan Pramuka mabresih-bresih ring Pura Dalem. Sami mangkin sareng ngajengang nyambilang ngorti kangin-kauh ngantos ka paitungané jaga nebu-nebu naur utangé ring pamanné Gusti Gedé Karang ring Selat. “Rah Jelada, uli utsaha ng-
Upacara
8 Bebantenan Saté Dangsil, Niyasa Senjata Déwata Nawasanga SATÉ dangsil wantah sarana reruntutan upacara yadnya yéning upacara sané kamargiang mabebangkit utawi ngawigunayang banten bebangkit. Upacara mabebangkit wantah upacara sané ngawigunayang ayaban tumpeng selikur langkungan. Sajeroning banten bebangkit, wénten saté dangsil, tetueknyané wantah pinaka pralamabang senjata Dewata Nawasanga sané kaanutang sareng Dewa taler genah arah mata anginnyané. Saté Dangsil punika wantah soroh sesaté sané madué wentuk taler rupa sakadi senjata-senjata pangider-ider Dewata Nawasanga sané katancebang ring buah kelapa sané kantun makulit tur madaging batis tetiga. Saté puniki pamekasnyané pinaka panyangkep bebanten bebangkit. Satios saté dangsil, wénten taler banten dangsil sané kakaryanin saking dangsil antuk makudang-kudang warna (panca warna) taler antuk makudang-kudang tumpang, minakadi, tumpang solas pinaka sarana aturan majeng Dewa Siwa Guru, tumpang sanga mawarna bang pinaka sarana aturan majeng Déwa Brahma, matumpang pitu mawarna kuning pinaka sarana aturan majeng Déwa Mahadéwa, matumpang lima mawarna putih pinaka sarana aturan majeng Déwa Iswara, matumpang tiga mawarna selem pinaka sarana aturan majeng Déwa Wisnu, miwah matumpang siki antuk taksu sané matetujon ngicén taksu majeng krama. Banten dangsil ketah katurang ri kala Upacara Bhatara Turun Kabéh sané kangkenin samian Bhatara-Bhatari tedun ring genah ngamargiang upacara yadnya taler ring wewidangan désa adat antuk tetujon ngwaranugrahain upacara sané kamargiang. Bhatara sané kangken tedun minakadi Bhatara Kahyangan Tiga, Bhatara Kahyangan Désa, ring banjar utawi ring pamaksan, Paibon, Panti, miwah sané lianan sané ngicén kasukertan taler kalanduhan majeng krama. Parindikan puniki taler makacihna yéning krama setata molihang waranugraha sané “gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerta raharja” utawi kasugihan jagat sané maliah miwah katreptian krama ngamargiang kahuripan. Nyabran upacara yadnya ageng sané kamargiang, kaaptiang krama setata angayubagia antuk napi sané sampun katunas antuk ngaturang sadaging jagat sané kaniyasayang ring sarana upacara utawi bebantenan sané katurang. Satios punika, upacara yadnya sané kamargiang prasida ngrumaketang pakilitan manyama braya pantara krama sané meneng ring désa sareng krama sané meneng ring kota. Sané mautama, pamargin upacara sané kamargiang taler matetujon nglestariang tradisi miwah budaya pinaka tetamian para panglingsir sané patut kamargiang. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)
Redité Wagé, 16 Oktober 2016
Woh-Wohan Lokal Bali
Katah miwah Bobotnyané Patut Katincapang PABUAT woh-wohan ring Pulo Bali minab dados sinunggil wewidangan sané muatang sasepelan woh-wohan pinih ageng. Indiké punika, ring Bali woh-wohan sajabaning kabuatang ring widang pariwisata, olih umat Hindu Bali utamannyané woh-wohan taler kabuatang pinaka sarana upac-
ara. Punika awinan, woh-wohan mautama pisan kawéntenannyané majeng pamargin upacara umat Hindu. Sangkaning woh-wohan banget kabuatang, akéh sané nyelehin sasepelan woh-wohan lokal Bali nénten prasida nagingin pabuat krama makasamian gumanti akéh dagang sané ngambil
woh-wohan impor. Indiké punika kangkenin olih sinunggil dagang woh-wohan sané madolan ring Pasar Kreneng, Jalan Kamboja, Dénpasar, Wayan Supartini (50) ri kala kacunduk wawu puniki. Saking pengalamannyané madolan woh-wohan ngawit warsa 1980 ring Pasar Kreneng,
BPM/ist
WOH-WOHAN – Woh-wohan kabuatang pisan olih krama Bali pinaka sarana aturan nyabran wénten upacara yadnya. Sakéwanten kantun akéh woh-wohan sané karauhang saking dura Bali.
Pujawali Ngusaba Sasih Kapat miwah Sasih Kalima Nadi ring Pura Ulun Danu Batur NGANININ indik Pujawali Ngusaba Sasih Kapat miwah Sasih Kalima Nadi ring Pura Ulun Danu Batur Icaka 1938 warsa 2016, para manggala miwah prawartaka karya nguningayang atur indik dudonan pamargin karya sané kamargiang mangda krama sauinga. Karya pujawali sané kamariang sampun ngawit mamargi daweg raina Sukra Paing Pahang sané sampun lintang. Duk raina punika, Pujawali Sasih Kapat, Ida Bhatara katuran kodal. Ida Bhatara nyejer salami tigang raina tur kasineb ring raina Soma Kliwon Krulut, 17 Oktober 2016. Parikrama pujawali kalanturang ring raina Redité Umanis Merakih, 23 Oktober 2016 antuk katuran bhakti nyenjan Dané Jero Mangku miwah Balian. Parikrama upacara malih kalanturang ring raina Redité Kliwon Medangkungan antuk upacara ngeker déwasa. Malih tigang rainané kamargiang upacara parerebuan miwah pamadegan dané-dané Jero Balian miwah Pamangku. Ring raina Saniscara Umanis Medangkungan, kamargiang pula-pali Pamadikan Jero Kraman Tahap I mapiranti canang buah basé. Parindikan Pujawali Sasih Kalima Nadi, Ida Bhatara katuran bhakti pangodal ring raina Redité Pahing Matal. Ida nyejer salami tigang raina rauh ring raina Buda Kliwon Matal. Ring raina inucap Ida Bhatara sapisanan katuran bhakti ngluhur utawi masineb.
Kalanturang malih ring raina Redité Wagé Uyé, 20 November 2016 antuk parikrama parerebuan Dané Jero Mangku miwah pawintenan para pangayah. Malih kalanturang ring raina Wrehaspati Kliwon Menail antuk pula-pali pamadikan Jero Kraman tahap II mapiranti basé pengendek. Kalanturang malih kalih rainané antuk pula-pali pamadikan Jero Kraman tahap III mapiranti basé manak. Ring raina Anggara Kliwon Prangbakat kamargiang pula-pali pamadegan Dané Jero Kraman. Pamargin upacara lepas brata pamadegan Dané Jero Kraman kamargiang ring raina Sukra Pon Prangbakat. Ring raina Soma Umanis Bala kalanturang antuk bhakti mancang karma ring Pura Jati. Kalanturang bénjangnyané antuk katuran Pujawali ring Pura Sampian Wani. Malih ring raina Soma Pon Ugu, Ida Bhatara katuran bhakti melasti ring Pura Pengonjongan (Labuhan Haji, nunas tirta). Ngawit tanggal 2 Oktober 2016 rauh ring tanggal 5 November 2016, ida dané kapaica galah ngaturang bhakti kelaci. Asapunika atur piuning indik éédan Pujawali Ngusaba Sasih Kapat miwah Sasih kalima Nadi ring Pura Ulun Danu Batur Icaka 1938 warsa 2016. Dumogi pamedek prasida tangkil ngaturang pangubakti manut sakadi éédan karya inucap. ***
Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat ring Pura Bukit Mentik PARA prawartaka karya nguningayang atur majeng ring I Ratu Ida Dané krama umat saDharma indik pamargi Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat warsa 2016 ring Pura Bukit Mentik ring Gunung Lebah Batur sané kamargiang ngawit tanggal 11 Oktober 2016 rauh ring 19 Oktober 2016. Ida Bhatara nyejer salami limang raina ngawit raina Saniscara Pon Pahang, 15 Oktober 2016 tur kasineb ring raina Buda Paing Krulut, 19 Oktober 2016. Nganinin indik éédan pujawali sané kamargiang katlatarang ring sor puniki. Eed parikramanyané inggih punika, ngawit raina Anggara Wagé Pahang, 11 Oktober 2016 pangayah sampun makarya sanganan suci. Kalanturang ring raina Wrehaspati Umanis Pahang, 13 Oktober 2016 sampun kamargiang upacara nyuci, macaru, mendak tirta pujawali taler mateles utawi maisuh-isuh. Malih kalanturang ring raina Sukra Paing Pahang, 14 Oktober 2016 sané sampun lintang sampun ngamargiang parikrama pujawali ring Merajan Bukitan–Bukutan miwah Ida Bhatari katurang bhakti pangodal. Ring
raina Saniscara Pon Pahang, 15 Oktober 2016 pinaka Puncak Karya, Ida Bhatara-Bhatari katuran pujawali. Ring raina Redité Wagé Pahang, 16 Oktober 2016kalanturang Wali ring Pura Taru Alit, ring Pura Batu Nyaak, Pura Pandan Arum miwah parikrama Ida Bhatari katuran bhakti panganyar. Kalanturang malih ring raina Soma Kliwon Krulut, 17 Oktober 2016 wali ring Ratu Ngurah Subandar, Ida Bhatari katuran bakti penganyar taler bhakti panebeng. Ring raina Anggara Umanis Krulut, 18 Oktober 2016 malih Ida Bhatari katuran bhakti panganyar. Ring raina Buda Paing Krulut,19 Oktober 2016 Ida Bhatari katuran bhakti Pepranian, bhakti panganyar tur katuran bhakti ngluhur utawi masineb. Wantah sakadi asapunika atur pakelingé mogi-mogi wit sangkaning pasuécan Ida Bhatara– Bhatari, Ratu Ida Dané prasida rauh tangkil ngaturang pamuspan nginutin pamargin pujawali sané katurang i wawu. ***
sasepelan woh-wohan pamekas sané kapolihang ring Bali kantun kirang utawi durung prasida nagingin pabuat utawi pangarsan krama sané ageng. Napimalih nampek-nampek rainan ageng Hindu, sasepelan woh-wohan akéh karauhang saking sakatah wewidangan ring dura Bali minakadi apel lokal manalagi saking Malang, Lumajang Banyuwangi rumasuk kapolihang saking Negara Amerika miwah Cina. Samaliha atenga langkungan wohwohan dagangannyané mawit saking dura Bali. “Saking sakatah soroh woh-wohan sané kaadol, woh-wohan sané kapolihang saking Bali wantah amunikaan kémanten, minakadi salak, jeruk, miwah sabo. Jeruk kapolihang saking Kintamani, nika manten nénten saraina prasida kapolihang,” baosnyané. Samaliha Supartini nlatarang, woh-wohan sané kapolihang saking Cina prasida katumbas mudahan, apel sané a kranjang prasida kapolihang antuk pangarga satak tali rupiah. Sapunika taler pasokan woh-wohan lokal saking dura Bali akéhan, gumanti prasida kaadol mudahan majeng para panumbas. Sané ngawinang prasida katumbas mudahan dané ngangken nénten banget uning. Yéning buah lokal Bali nénten prasida kaadol mudah, santukan dagang numbas taler maal. Manut dané, wénten sakatah pikobet sané karepin olih petani Bali gumanti méweh masaing sareng pemasok woh-wohan saking dura Bali. Sinunggil pikobetnyané wantah woh-wohan sané kasilang olih petani lokal Bali akéhan sané memasan utawi
mabuah nganutin musim, indiké punika sané ngawinang petani Bali méweh nyayagayang woh-wohan saraina. Matiosan pisan sareng pasokan woh-wohan saking dura Bali sané tetep karauhang ka Bali, sawilang raina wénten pasokan. “Faktor kuantitas punika taler sané ngawinang woh-wohan petani iraga kalah, kapiambeng masa,” tuturnyané. Dagang woh-wohan sané mimitan Désa Angantiga, Manggis, Karangasem puniki ngwewehin, kaselehin saking kualitas minab woh-wohan lokal Bali nénten kalah, nanging kualitas kemasan kaselehin kantun kalah. Wohwohan saking dura Bali kemasannyané rapi. Yéning woh-wohan saking petani Bali karasayang kantun patut kauratiang kemasannyané. “Kantun akéh petani iraga ngirim woh-wohan nénten kakemas becik, kemasan punika patut kapikayunin olih petani utawi pemasok gumanti pacang prasida masaing,” baosnyané. Satios Wayan Supartini, sinalih tunggil pangadol woh-wohan ring wewidangan Butubulan, Gianyar, Sang Ayu Astrini taler nguningayang parindikan sané pateh. Kahanan woh-wohan lokal kalah saing sangkaning kemasannyané sané kirang naut uratian sang sané matumbasan, mawinan para pangepul utawi petani kayun nguratiang kahanan inucap. “ P e t a n i u t a wi p a n g e p u l woh-wohan lokal mangda lewih kreatif sajeroning masarang asil pertaniannyané, utamannyané ring kemasan,” dané ngaptian. (yan)
Satua
Olih : Madé Taro
Balian Sandi
RING Désa Dénbukit meneng sinunggil balian, wastannyané Balian Sandi. Somahnyané padem ninggal jagaté puniki daweg pianaknyané I Tantra kantun alit. Balian Sandi yukti seneng pisan ngwacén lontar utamanipun lontar indik pangusadhan. Daweg anggané mayusa tigang dasa warsa, dané sampun sida ngubadin makudang-kudang panyungkan. Nénten wantah nika kémanten, dané taler waged nenung, kantos kasuén-suén prasida nyuti rupa. Pianaknyané sane sayan sué sayan truna rumasa angob ngaton bapannyané sida nyuti rupa dados kéné kéto. Naan dados anak odah, dados asu, kantos sida ical tur mawali malih. Ring Dénbukit, aran Balian Sandi yukti kasub pisan. Krama saling padumunan ngrauhin pondoknyané pacang nunas tamba. Miragi kasubnyané aran Balian Sandi, sinunggil balian tiosan sané mawasta Balian Sadia rumasa iri. Yadiastun balian inucap lingsiran taler akéh madué pamineh, nanging jnana taler ilmu sané kaduénang doh akéhan Balian Sandi. Sedek dina anu, ring désa inucap wénten orti luih. Mangku Dalem, sang sané dados pemimpin upacara ring Pura Dalem manggihin lontar ring tengahing goa nampek purané. Krama désa ngusul mangda lontar inucap gelis kawacén mawinan samian uning dagingnyané. Miragi orti inucap, I Tantra digelis mabaos sareng bapannyané. (Masambung)
Upacara Pujawali Pura Tirtha Empul Désa Adat Manukaya Let, Tampaksiring, Gianyar MAPAIKETAN sareng Upacara Pujawali Pura Tirtha Empul Désa Adat Manukaya Let, Tampaksiring, Gianyar sané pamarginnyané sampun kalaksanayang ngawit tanggal 13 Oktober 2016 kantos tanggal 23 Oktober 2016, Prajuru Désa Adat Manukaya Let matur piuning majeng ida dané, para manggala, miwah umat Hindu indik rerincikan upacara sané pacang kamargiang. Nepet raina puniki Redité Wagé Krulut, 16 Oktober 2016 kamargiang éédan Agung Wali Pura Tirtha Empul, Mapepada Bagia Pula Kerti, miwah Ida Bhatara Tedun ka Peselang. Bénjang Soma Kliwon Krulut, 17 Oktober 2016 kadagingin Manis Wali Pura Tirtha Empul. Salanturnyané ring raina Anggara Umanis Krulut,18 Oktober 2016 Ida Bhatara sami magingsir ring Pura Agung, miwah munggah canang Wali Pura Agung. Ring raina Buda Paing
Krulut, 19 Oktober 2016 kamargiang Agung Wali Pura Agung Melabuh Geni (Tampyog). Bénjangnyané nepet Wraspati Pon Krulut, 20 Oktober 2016 éédan karya kadagingin antuk ngamargiang Manis Wali Pura Agung. Raina Sukra Wagé Krulut, 21 Oktober 2016 Ida Bhatara Mas katuran tebasan. Raina bénjangnyané Saniscara Kliwon Krulut, 22 Oktober 2016 kamargiang Wali Pawayonan. Éédan pujawali pinih untat kamargiang nepet raina Redité Umanis Merakih, 23 Oktober 2016 Ida Bhatara katuran ngluhur/masineb. Asapunika atur piuning indik éédan Upacara Pujawali Pura Tirtha Empul Désa Adat Manukaya Let, Tampaksiring, Gianyar. Dumogi pamedek prasida tangkil ngaturang pangubakti manut sakadi éédan karya inucap. ***
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU WAGE, 16 OKTOBER 2016
9
Jelang Liverpool Vs MU
Optimisme Tinggi Kedua Pelatih
HAL 10
Michelin Siapkan 4.000 Ban
Selangor – Pemasok ban resmi MotoGP musim ini, Michelin sudah mempersiapkan lebih dari 4.000 ban untuk tiga seri grand prix yang akan berlangsung sepanjang bulan ini yaitu di Jepang, Australia dan Malaysia. “Kami akan membawa lebih dari 4.000 ban di tiga seri grand prix yang berlangsung sepanjang bulan ini, dan kami akan mengirimnya sebagian melalui kapal laut dan sebagian lainnya melalui kargo udara,” jelas manajer Michelin Piero Taramasso, Sabtu (15/10) kemarin. Untuk balap Jepang yang akan dihelat di Twin Ring Motegi akhir pekan ini, Taramasso pun telah menyiapkan ban yang dibuat khusus mengatasi kondisi sirkuit yang menurutnya memiliki sejumlah titik yang membuat para rider harus melakukan pengereman secara ekstrim. “Sirkuit Twin Ring Motegi mengharuskan kami menyiapkan ban yang sangat kuat daya cengkramannya, sesuai dengan permukaan aspal di lintasan, berikut sejumlah titik tajam dan titik akselerasi yang terdapat di sirkuit ini,” ujar Taramasso. “Kami harus mengakui bahwa kami belum banyak melakukan uji coba di lintasan Sirkuit Twin Ring sehingga kami masih harus meneruskan sejumlah proses detail yang biasa kami lakukan selama ini untuk memastikan para pembalap bisa tampil maksimal pada akhir pekan ini,” imbuhnya. (kmb33/rtr)
Klasemen Pembalap
Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez senang dapat memperoleh tempat kedua dalam sesi kualifikasi Grand Prix (GP) Jepang pada Sabtu (15/10) kemarin. Ia berhasil meraih waktu tercepat kedua dengan 1 menit 44,134 detik. Dalam sesi kualifikasi, rider Tim Movistar Yamaha Valentino Rossi, sukses meraih pole position dengan 1 menit 43,954 detik. Sedangkan Jorge Lorenzo yang sempat mengalami kecelakaan pada sesi latihan bebas ketiga (FP3) berada di urutan ketiga dengan 1 menit 44,221 detik.
BPM/rtr
Lorenzo Masih Bisa Menang
Motegi – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo mengatakan masih memiliki kesempatan untuk menjuarai GP Jepang di Sirkuit Motegi. Ia sangat percaya diri meski gagal meraih pole position dan harus start di posisi ketiga. Rossi yang memiliki selisih 52 poin dengan pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez dalam papan klasemen pembalap MotoGP 2016, sukses meraih waktu tercepat dengan satu menit 1 menit 43,954 detik mengalahkan Marquez yang berada di posisi kedua dengan 1 menit 44,134 detik. Sedangkan Lorenzo harus terseok di posisi ketiga dengan 1 menit 44,221 detik dalam sesi kualifikasi (Q2). Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani proses pemindaian usai terjatuh dari kuda besi tunggangannya pada sesi latihan bebas ketiga (FP3). “Sudah lama saya tidak mengalami kecelakaan buruk. Saya terbang beberapa meter di udara dan mendarat dengan buruk. Saya awalnya pesimis dengan kondisi kaki kiri saya, karena hal itu sangat berbahaya.” “Saya pergi ke rumah sakit untuk diperiksa dan kembali ketika FP4. Saya optimis dapat bertarung meraih pole position, namun nyatanya Valentino Rossi dan Marc Marquez jauh lebih kuat. Namun di balik itu semua, saya yakin kami masih memiliki kesempatan untuk memperoleh kemenangan,” katanya, Sabtu (15/10) kemarin. “Tapi saya juga punya waktu tempuh yang bagus dan peluang untuk menang. Dengan nyali dan semprotan painkiller di kualifikasi tadi, saya bisa melupakan rasa sakit sejenak,” tutupnya. Kemenangan di Jepang bakal penting untuk mendongkrak Lorenzo ke posisi runner up di klasemen sementara. Namun rintangan berat jelas ia hadapi sebab ada Rossi dan Marquez di depannya yang tengah bersaing memperebutkan gelar juara dunia musim ini. (kmb33/ap)
Tim
Negara
Poin
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Honda Yamaha Yamaha Honda Suzuki Honda Ducati Ducati Yamaha Ducati
SPA ITA SPA SPA SPA GBR ITA ITA SPA SPA
248 196 182 155 149 105 104 96 96 84
Marc MARQUEZ Valentino ROSSI Jorge LORENZO Dani PEDROSA Maverick VIÑALES Cal CRUTCHLOW Andrea DOVIZIOSO Andrea IANNONE Pol ESPARGARO Hector BARBERA
Marquez Senang Start Kedua Motegi –
BAN - Ban Michelin yang dipakai pembalap MotoGP.
Pos. Pembalap
“Meraih pole position merupakan hal terbaik pada akhir pekan ini. Namun saya sangat senang dengan tempat kedua, karena saya membutuhkan perjuangan yang lebih ketika melintas di sirkuit ini,” kata Marquez. “Sesi kualifikasi hari ini berjalan cukup baik. Saya meraih posisi kedua ketika membuat kesalahan di tikungan 11 pada lap pertama. Saya sebenarnya memiliki kesempatan untuk memperbaikinya, namun saya melihat bendera kuning ketika Cal Crutchlow terjatuh dan membuat saya harus melambat,” imbuhnya. Meski start kedua, pembalap berjuluk Baby Alien tersebut memiliki kesempatan besar untuk jadi juara
dunia musim ini. Dari 14 seri yang telah dilalui, empat kemenangan sudah di tangan Marquez. Sebut saja kemenangan di GP Argentina, Amerika Serikat, Jerman dan terakhir di Aragon, 25 September lalu sekaligus membuatnya unggul 52 poin di depan Valentino Rossi. Perjalanan Marquez bukannya gampang. Ia berhadapan serangkaian masalah saat adanya perubahan pengaturan ban dan elektronik baru. Menyatakan musim ini sulit, Marquez menekankan bahwa timnya telah membuat perubahan untuk menyelesaikan satu per satu masalah hingga akhirnya dia bisa lebih baik lagi. “ Musim la lu m ung ki n jadi yang paling sulit dalam
karier saya. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Marquez. Masalah yang lebih berpengaruh jelas terletak pada ban dan elektronik sistem. Ia perlu mengutakatik gaya membalapnya dengan bantuan saran tim mekanik. “Sekarang berbeda, mesin tidak terlalu agresif, jadi lebih halus dan ini membantu saya menjadi sedikit lebih lambat di tikungan. Tapi kami punya masalah besar dalam percepatan ban sehingga kami kehilangan banyak waktu di sana,” ujar pebalap 23 tahun itu. Di usianya yang terbilang muda, Marquez mengaku telah mengubah banyak gaya membalapnya. Konsis-
Marquez Berharap Tuah Maneki-Neko
Motegi – Tradisi Marc Marquez menggunakan helm spesial di depan pendukung Honda terus berlanjut. Kali ini dia memilih Maneki-Neko sebagai jimatnya selama menjalani balapan di Grand Prix Jepang, hari ini. Maneki-Neko diketahui sering dipercaya membawa keberuntungan bagi pemiliknya, dan merupakan gambaran seekor kucing. Karena itulah pimpinan klasemen sementara MotoGP 2016, berharap diselimuti dewi keberuntungan selama mengaspal di Sirkuit Twin Ring Motegi. “Saya akan menggunakan helm spesial di Jepang. Saya berharap Maneki-Neko akan membawa saya keberuntungan
di Motegi,” singkat Marquez saat memamerkan helm lewat akun media sosialnya, Sabtu (15/10) kemarin. Mengenai desain helm, logo logo Shoei dan Lotus masih menempel di bagian atas helm , lengkap dengan beberapa motif bertuliskan huruf kanji. Di bagian bawah, warna khas Red Bull (merah dan orange) masih mendominasi dan lengkap dengan gambar bantengnya. Bagaimana dengan letak
Maneki-Neko? Marquez sengaja menempatkannya di belakang helm. Tak heran jika The Baby Alien menempatkan Maneki-Neko pada helmnya. Pasalnya, Marquez berharap bisa merebut podium pertama untuk kali pertama di Motegi. (kmb33/rtr) HELM - Penampakan helm Marc Marquez untuk GP Motegi, Jepang.
tensi jadi hal penting, terutama untuk memenangkan balapan di awal musim demi mengamankan gelar juara dunia di akhir. “Jika Anda ingin memenangkan kejuaraan ada beberapa tipe balapan, seperti Aragon di mana Anda harus mengambil risiko, mendorong dan mencoba untuk menang,” katanya. Jelang balapan di Motegi akhir pekan ini, juara dunia MotoGP 2013 dan 2014 itu mengatakan, dia baru bisa menentukan target balapan setelah latihan bebas. Termasuk diantaranya setelah mendapatkan analisis terkait ritme lawan. “Ini juga tergantung cuaca dan banyak hal. Biasanya Motegi adalah sirkuit ketika kami hanya sedikit mengeluarkan tenaga dan sekarang kami berada di titik kami tidak boleh kehilangan poin, menyelesaikan balapan dan menjaga mentalitas yang sama,” tutupnya. Keunggulan 52 poin yang dia miliki atas Rossi dan 66
angka dari Jorge Lorenzo, bisa membuatnya jadi juara dunia di Motegi. Caranya Marquez harus memenangkan lomba seri ke-15 itu dan The Doctor hanya bisa menyelesaikan balapan di urutan 15 atau lebih buruk. Sedangkan Lorenzo akan terlempar dari persaingan juara dunia musim 2016, jika dia cuma finis di luar podium atau tepatnya pada urutan 4 atau lebih buruk. Plus dengan catatan Marquez juara di Motegi. hitung-hitungan Marquez hanya membutuhkan dua kemenangan saja untuk memastikan gelar juara. Jika skenario itu terbukti dan pembalap Spanyol tersebut sukses merebut kemenangan di Jepang dan Australia (298 poin), maka tim Honda kemungkinan bakal menyiapkan pesta juara. Pasalnya, Rossi tidak akan mampu mengejar poin Marquez meskipun ia melahap empat balapan tersisa dengan berada di podium pertama (296 poin). (kmb33/rtr)
OLAHRAGA
10
Minggu Wage, 16 Oktober 2016
Westbrook Lupakan Konflik dengan Durrant Oklahoma – Point guard milik Oklahoma City Thunder, Russel Westbrook mengaku hubungannya dengan mantan rekannya Kevin Durant memburuk. Hal tersebut dilatarbelakangi dengan keputusan Durant yang memilih bergabung bersama Golden State Warriors. Kepindahan pemain yang berposisi sebagai small forward tersebut dianggap sebuah penghianatan. Sebab Durant menilai mantan rekannya di Thunder memiliki ego yang tinggi. Namun kini Westbrook sudah melupakan tentang Durant. Sebab, pemain berusia 27 tahun tersebut lebih fokus dengan timnya saat ini. “Saya sudah tak peduli lagi tentang Durant,” ujar Westbrook, Sabtu (15/10) kemarin. “Bagi saya itu sudah tak berarti lagi, hal yang terpenting adalah bagaimana saya di sini dan saya sudah lelah membicarakan tentang Durant. Jadi saya tak akan berbicara apapun lagi tentang dia,” pungkasnya. Durant dikontrak Warriors dengan banderol senilai 54,3 juta dollar AS atau setara Rp 714 miliar. Pebasket berusia 28 tahun itu juga memiliki opsi melanjutkan kontrak atau tidak setelah menyelesaikan musim pertamanya. Dengan panasnya hubung a n West b rook dan Durant, maka bisa dipastikan pertandingan Thunder dan Warriors akan menjadi menarik untuk ditonton musim depan. Kedua tim akan bertemu pada 3 November 2016, di Oracle Arena. (kmb33/ ap)
Rahasia Trio MSN Barcelona – Saat ini Barcelona memiliki lini depan mematikan yang dihuni oleh Neymar da Silva Santos Junior, Lionel Messi, serta Luis Suarez atau lebih dikenal dengan sebutan trio MSN. Terbentuk pada musim 2014–2015, tiga pemain Amerika Latin itu ternyata langsung nyetel. MSN sukses menebar ancaman tersendiri untuk para pemain belakang klub lawan. Gelontoran gol demi gol terus dicetak oleh ketiganya, sehingga Barca berjaya di musim tersebut. Total lima trofi berhasil dibawa pulang armada Luis Enrique. Namun keganasan MSN tidak berhenti sampai di sana. Musim lalu ketajaman ketiganya masih terbukti dengan gelontoran double winner yang diraih Blaugrana. Ternyata bagi Neymar, kunci keganasan MSN terletak di hubungan pertemanan ketiganya. Pemain asal Brasil tersebut mengungkapkan kalau persahabatan dirinya dengan Messi dan Suarez tidak hanya terjalin di atas lapangan. “Kami tahu sudah membuat sejarah dan bersama menjadi lebih kuat. Magic dari tridente ini adalah pertemanan. Kami adalah teman di dalam dan luar lapangan. Kami saling membantu satu sama lain,” jelas Neymar, Sabtu (15/10) kemarin. Namun, situasi buruk menghampiri Barcelona di awal musim ini. Mereka kerap gagal memainkan trio lini depan terbaik mereka secara bersama-sama. Badai cedera membuat Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar Jr tidak bisa sering tampil bersama. Kondisi yang berpengaruh besar terhadap performa Barca. Sejauh ini Barcelona masih tercecer di posisi empat klasemen sementara La Liga dengan 13 poin, setelah meraih satu hasil imbang dan satu kekalahan dari tujuh laga. Meski demikian, tercipta fakta mengejutkan. Walau jarang tampil bersama, ketajaman Trio MSN justru tetap mengerikan dan menjadi statistik terbaik mereka sejauh ini. Seperti dilansir laman olahraga Spanyol as.com, meski hanya tampil bersama di tiga laga, tapi trio MSN tercatat sudah mencetak total 21 gol. Gagal tampil bersama tidak menghentikan ketajaman ketiganya. Dari 21 gol yang dicetak, Suarez dan Messi sama-sama mencetak delapan gol. Sementara Neymar lima gol. (kmb33/rtr)
Neymar(kiri) dan Lionel Messi.
BPM/ap
BPM/rtr
DUEL - Kedua pelatih hebat, Jose Mourinho dan Jurgen Klopp akan saling berhadapan, Selasa (18/10) nanti.
Jelang Liverpool Vs MU
Optimisme Tinggi Kedua Pelatih Liverpool –
Keberadaan Jose Mourinho dan Juergen Klopp menghidupkan kembali sengit dan panasnya duel Liverpool dengan Manchster United. Seluruh dunia akan tertuju ke Anfield pada Selasa (18/10) mendatang. Meski menjadi dua klub tersukses di Inggris, Liverpool dan Manchester United jarang terlibat dalam persaingan yang sesungguhnya dalam dua dekade terakhir. Jumlah trofi yang dimenangkan dan fakta bahwa Liverpool dalam 13 tahun terakhir cuma dua kali finis di atas MU menunjukkan hal tersebut. Namun kondisinya berubah dalam beberapa musim terakhir. The Red Devils tak lagi setangguh seperti saat masih ada Sir Alex Ferguson. Di sisi
lain Liverpool mengalami kemajuan yang impresif dalam setahun ke belakang. Kondisi itu, plus keberadaan Mourinho dan Klopp membuat daya tarik laga makin besar. “Seluruh dunia akan menyaksikan pertandingan ini. Sebuah kehormatan besar untuk menjadi bagian di dalamnya. Pada akhirnya kembali pada kami untuk menunjukkan performa terbaik kami,” ucap Klopp, Sabtu (15/8) kemarin. Liverpool kini tengah dalam performa impresif dan sedang
mengincar kemenangan keenamnya secara beruntun di semua kompetisi. Bermain di Anfield yang punya atmosfer luar biasa akan jadi keuntungan besar buat Jordan Henderson dan kawan-kawan untuk meneruskan rangkaian hasil oke yang sudah diraih. “Ini Anfield. Kami harus menunjukkan itu. Kami sudah merasakan beberapa kali atmosfer yang menyenangkan, tapi saya terbuka untuk atmosfer yang lebih baik lagi. Kami butuh semua orang memakai seragam Liverpool dalam laga ini,” lanjutnya. Sebaliknya Jose Mourinho pun tidak kalah optimisnya jelang laga ini. “Saya selalu suka bermain di Anfield. Saya su-
dah memenangi pertandinganpertandingan besar dan kalah pada pertandingan-pertandingan besar di sana. Jadi saya tidak bisa bilang kalau saya senang pergi ke sana, karena saya selalu sukses karena itu tidak benar,” ucap Mourinho dalam sesi konferensi pers jelang laga. “Saya suka atmosfernya dan karakteristik pertandingannya. Itu pertandingan besar yang bisa dibandingkan dengan Inter vs Milan dan Real vs Barcelona, mungkin Porto v Benfica yang seperti ini yang saya suka,” imbuhnya. Mourinho sudah merasakan langsung pertandingan-pertandingan besar yang disebutnya itu. Beberapa kemenangan gemilang
juga didapat pria asal Portugal itu pada duel-duel tersebut. Lebih lanjut, Mourinho menyebut kalau hasil pertandingan di Anfield nanti tidak akan menentukan apa-apa terkait persaingan jadi juara Premier League. Meski kini MU mulai tercecer di posisi enam klasemen, musim disebutnya masih sangat panjang. “Musim ini bukan cuma pertandingan di Anfield atau di Old Trafford pada Januari. Musim ini adalah soal banyaknya poin untuk dimenangkan, poin yang hilang, dan target untuk diraih,” tutup Mourinho. Memang pertemuan kedua tim yang identik dengan warna merah ini sangat dinantikan oleh penggila bola di seluruh dunia. (kmb33/ap/rtr)
Webber Segera Pensiun dari Dunia Balap
BPM/rtr
GOL - Diego Costa merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Leicester City, Sabtu (15/10) kemarin.
Chelsea Lumat Leicester
London – Chelsea meraih kemenangan 3-0 atas Leicester City pada pertandingan lanjutan Premier League di Stamford Bridge, Sabtu (15/10) kemarin. Berkat kemenangan ini Chelsea naik ke peringkat keempat dengan merangkum 16 poin. Sementara Leicester turun ke peringkat ke-12 dengan raihan 8 poin. Bermain di depan publiknya sendiri, Chelsea tampil luar biasa. Saat laga baru berlangsung 7 menit, The Blues mampu unggul terlebih dulu berkat gol Diego Costa. Gol berawal dari sepak pojok Eden Hazard yang berhasil diteruskan Nemanja Matic dengan tumitnya. Bola kemudian langsung disambut Costa dengan sepak keras yang tak mampu dibendung kiper Kasper Schmeichel. Seusai mencetak gol, Costa tampak merayakan golnya membentuk huruf W dengan jari-jari tangannya. Selebrasi Costa ditujukan bagi Willian yang absen pada pertandingan ini. Pemain asal Brasil tersebut tak bermain karena
sedang berduka setelah ibunya, Mario Jose meninggal pada Kamis (13/10) waktu setempat. Ibu Willian mengembuskan napas terakhirnya akibat kanker yang dideritanya selama 2 tahun terakhir. Selebrasi yang sama dilakukan Hazard seusai mencetak gol pada menit ke-33. Winger asal Prancis tersebut berhasil menguasai bola di dalam kotak penalti setelah memanfaatkan kesalahan lawan. Hazard dengan teknik tinggi berhasil mengecoh Schmeichel, sebelum menyarangkan bola ke gawang yang kosong. Gol ini pun memastikan keunggulan The Blues dengan skor 2-0 pada babak pertama. Selepas jeda, Victor Moses nyaris memperbesar keunggulan Chelsea melalui sepekan keras yang dilepaskannya pada menit ke-57. Moses dalam posisi tak terkawal berhasil melepaskan tembakan keras tetapi bola hasil tembakannya masih bisa dimentahkan Schmeichel. Namun, pelatih Chelsea Antonio Conte nyaris melihat gawang
timnya kebobolan pada menit ke67. David Luiz melakukan sliding tackle untuk berusaha menggagalkan tembakan lawan. Usaha bek asal Brasil tersebut nyaris menjadi petaka bagi The Blues, karena bola sapuannya malah mengarah ke gawang timnya sendiri. Beruntung bagi Luiz, bola hasil sapuannya membentur tiang. Chelsea kemudian kembali melancarkan serangan. Usaha David Luiz dan kawan-kawan nyaris membuahkan hasil pada menit ke-73. Gol ketiga London Biru akhirnya benar-benar tercipta pada menit ke-80. Dari sisi kiri pertahanan tim tamu, Moses melancarkan serangan. Dia kemudian memberikan bola kepada Nathaniel Chalobah. Dengan cepat, Chalobah menggunakan tumitnya mengembalikan bola kepada Moses. Pemain asal Nigeria tersebut langsung melepaskan tembakan keras yang bersarang ke pojok bawah gawang Leicester. Gol Moses sekaligus memastikan kemenangan Chelsea 3-0. (kmb33/rtr)
New South Wales – Mantan juara dunia World Endurance dan pembalap Formula One (F1) Mark Webber, mengumumkan bakal pensiun dari dunia balap di akhir musim 2016. Dia pun mengakui ini merupakan keputusan sulit. Webber adalah salah satu pembalap tersukses Australia dan merupakan pengoleksi sembilan kemenangan di F1. Usai lebih dari satu dekade bertualang di F1, dia berkompetisi di World Endurance bersama Porshce. Jelang mengikuti balapan akhir pekan ini yakni Fuji 6 Hours, Webber menyatakan ingin mengundurkan diri dari dunia balap. Tapi sosok berusia 40 tahun tersebut akan tetap menjadi brand ambassador Porsche. “Itu adalah keputusan besar dengan hengkang dari F1 menuju LMP1, dan itu benar-benar pengalaman baru. Tapi keputusan itu datang pada waktu yang tepat,” ujar Webber, Sabtu (15/8) kemarin. “Saya menyadari, saya suka membagi mobil dan chemistry dengan Timo dan Brendon sangat spesial. Itu adalah sesuatu yang akan terus saya ingat. Sekarang saya akan menikmati setiap momen dari balapan tersisa,” jelasnya. Kiprah di F1 memang tidak pernah menobatkannya sebagai juara dunia. Webber 215 kali start, prestasi terbaiknya berada di urutan ketiga pada musim 2010, 2011, dan 2013. Di musim itu juara dunianya yaitu Vettel Sebastian. Walau sudah menyatakan “gantung setir,” Webber tidak kehilangan pekerjaan dari Porsche. Dia sudah menjadi duta merek untuk motor sport buat Porsche dan setelah 2016 bekerja sebagai konsultan. (kmb33/ap)
Mark Webber ketika membela Red Bull.
IBP/rtr
Minggu Wage, 16 Oktober 2016
GELANGGANG
11
Kejurprov Bulu Tangkis
Wayan Agung Jumpa Guruh di Semifinal
Denpasar (Bali Post)-
Pebulu tangkis Wayan Agung Wijayana (Denpasar) bertemu lawannya Kadek Guruh Sucahya (Buleleng) pada babak semifinal kategori anak-anak, Kejurprov Bulu Tangkis 2016 di GOR Sarwa Guna Porwaja Wangaya Kaja, Denpasar, Minggu (16/10) ini.
Ketut Sugiata
BPM/022
POBSI Denpasar Gelar Kejuaraan Pelajar U-16 Denpasar (Bali Post)Pengkot POBSI Kota Denpasar berniat menggelar kejuaraan pelajar U-16, yang bisa diikuti siswa dari SMA, Kelompok Belajar (Kejar) Paket, termasuk home schooling. Tujuan turnamen biliar bola-9 ini untuk regenerasi pebiliar Denpasar guna berkiprah di kancah nasional. Ketua Umum Pengkot POBSI Kota Denpasar Ketut Sugiata di Denpasar, Sabtu (15/10) kemarin menuturkan, turnamen digelar di Obrigado Billiard pada 29-30 Oktober mendatang. ‘’Turnamen kami kemas dalam Sumpah Pemuda Cup I/2016,’’ tuturnya. Dikemukakan, selama ini event kejurnas U-21 maupun U-17 yang diselenggarakan PB POBSI, pebiliar Bali jarang berlaga. ‘’Karena itulah kami menyiapkan atlet supaya bisa turun pada kejurnas,’’ ucap Sugiata. Dia mengajak pelajar yang bersekolah di ibu kota provinsi Bali agar ikut berpartisipasi, apalagi pesertanya tak dipungut biaya. ‘’Kami ingin mengajak siswa untuk menekuni olahraga bola sodok, bukan sekadar menyalurkan hobi namun lebih dari itu, untuk meraih prestasi. Persyaratannya cukup kartu pelajar sekolah di Denpasar, sebab mereka belum memiliki KTP,’’ papar Sugiata. Sugiata ingin pembinaan bola sodok di Denpasar tidak terputus, tetapi berkelanjutan. Oleh sebab itu, pihaknya juga ingin mengadakan kejuaraan yang menyasar siswa, pada Hari Pendidikan, 2 Mei 2017 mendatang. ‘’Kami juga punya agenda event Piala Wali Kota,’’ tuturnya. Ke depan pihaknya juga ingin melakukan peremajaan dengan menyiapkan atlet Porprov yang muda. (022)
22 Pengprov PBSI Dukung Wiranto Jadi Ketum Jakarta (Bali Post)Sebanyak 22 pengurus provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mencalonkan Menkopolhukam Wiranto, sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat PBSI periode 2016-2020. “Kami sangat mendukung dan mencalonkan Wiranto sebagai Ketua Umum PBSI berikutnya. Wiranto berpengalaman memimpin organisasi olahraga seperti taekwondo dan bridge,” kata Ketua Pengprov PBSI Jawa Barat Lutfi Hamid di Jakarta, Sabtu (15/10) kemarin. Pengurus-pengurus provinsi yang mendukung Wiranto sebagai calon Ketua Umum PP PBSI adalah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Banten, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Papua, Papua Barat, Lampung, Riau, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, dan Aceh. Kemudian Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Maluku Utara, dan Bengkulu. Ketua Pengprov PBSI Lampung Abdullah Fadi Auli mengatakan, organisasi PBSI kurang berjalan dengan maksimal, sehingga mempengaruhi prestasi olahraga para atlet dalam kejuaraan internasional yang juga kurang maksimal. Jenderal purnawirawan TNI AD itu menyambut permintaan dari 22 pengurus provinsi PBSI dan mengatakan masih mempunyai semangat untuk kembali memimpin organisasi olahraga. “Sebenarnya saya ingin istirahat dari organisasi olahraga setelah memimpin tiga organisasi yaitu karate, taekwondo, dan bridge. Tapi saya melihat prestasi bulu tangkis Indonesia masih perlu ditingkatkan lagi,” kata pendiri partai Hanura itu. Wiranto menilai prestasi cabang bulu tangkis dalam kejuaraan-kejuaraan internasional perlu peningkatan, meskipun Indonesia telah mencapai beberapa prestasi dunia dalam kepemimpinan Gita Wirjawan sebagai Ketua Umum PBSI periode 2012-2016. “Saya juga sudah meminta izin kepada Presiden Joko Widodo, karena saya sekarang masih menjabat sebagai menteri,” kata Wiranto. Sebelumnya calon Ketua Umum PP PBSI petahana Gita Wirjawan telah mendapatkan dukungan dari 21 pengurus provinsi PBSI. Gita menyatakan siap melanjutkan kepemimpinannya dalam cabang olahraga andalan Merah Putih itu. “Saya terbuka, siapa pun silakan maju demi PBSI agar lebih baik. Apa pun yang dilakukan siapa pun yang maju sebagai ketua umum agar terus sejalan dengan prestasi atlet,” kata Gita. (ant)
Semifinalis lainnya, Ganesh (Denpasar) meladeni K. Dwipa Adnyana (Buleleng). Wayan Agung yang melenggang ke babak empat besar pasca menundukkan Evo Reziana (Buleleng) 21-5, 212, Sabtu (15/10) kemarin menuturkan, dirinya optimis mampu menumbangkan Guruh. Pasalnya, Wayan Agung tercatat dua kali menaklukkan Guruh, persisnya pada event Singaraja Open,dan Porsenijar Bali. ‘’Kalau di Porsenijar saya membela Gianyar, sebab saya sekolah kelas I di SMPN 1 Sukawati,’’ tutur pebulu tangkis kelahiran 23 Maret 2004 ini. Hanya Wayan Agung berlatih di klub Porwaja Denpasar. ‘’Saya
menekuni bulu tangkis ini sejak duduk di bangku kelas III SDN 3 Singapadu,’’ terang putra pertama pasangan Made Wijana dan Ni Komang Ariyana Yanti ini. Untuk kategori tunggal anak-anak putri, pebulu tangkis yang melaju ke semifinal adalah Putu Arisanti (Denpasar) bertemu Feby (Denpasar), serta Komang Anggun (Denpasar) melawan Kade Ryastini. Dengan hasil ini, otomatis Denpasar memastikan merebut gelar juara pada kategori tunggal anak-anak putri, mengingat keempat atlet semifinalis berasal dari Denpasar. Untuk kategori tunggal pemula putri semifinalis mempertemukan Dyah Ari-
santi (Denpasar) melawan Ketut Risky Ernawati (Klungkung), serta Zaskya Putri (Denpasar) meladeni Careen (Buleleng). Penanggung Jawab Pertandingan, Made Darmiasa menyatakan, Wayan Agung membela Denpasar, mengingat selama ini dia bergabung dengan klub Porwaja di ibu kota provinsi Bali. ‘’Saya kira tak masalah, Wayan Agung di Porsenijar membela Gianyar sedangkan Kejurprov dia mengusung bendera klubnya, sebab di kejurprov ini persaingan antarklub,’’ ungkap Darmiasa. Dijelaskannya, babak semifinal dimulai pukul 08.00 Wita, sedangkan finalnya mulai pukul 14.00 Wita. (022)
Wayan Agung Wijayana.
BPM/022
FIFA Izinkan Kongres PSSI Diundur pada 10 November
BPM/kmb39
SENTUH---Pemain softball SMAN 1 Abiansemal alias Smanab (kiri) berhasil menyentuh base, saat menghadapi SMAN 1 Kuta Utara (Sakura) pada pertandingan Kejurprov Softball di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (15/10) kemarin.
TERKAIT dengan 10 November 2016 yang merupakan batas akhir pelaksanaan Kongres PSSI, Gatot menjelaskan, waktu tersebut adalah tanggal bersejarah bagi bangsa Indonesia karena bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Batas akhir tersebut kurang dari delapan pekan dari statuta. “FIFA tidak mempersoalkan pilihan Jakarta sebagaimana diusulkan oleh Menpora, dan dituangkan dalam rekomendasinya. Ini juga menyiratkan pesan ke-
pada pemerintah pun FIFA tetap menjaga hubungan baik, maka PSSI pun harusnya demikian terhadap pemerintah,” katanya menegaskan. Dengan adanya surat FIFA ini diharapkan polemik kongres telah usai dan diharapkan PSSI segera fokus untuk mempersiapkan pelaksanaannya. FIFA juga memastikan meski kongres diundur tidak boleh ada perubahan tahapan, termasuk perubahan calon yang sebelumnya telah ditetapkan. (ant)
Makassar (Bali Post)Plt. Ketua Umum Hinca Panjaitan bersama Executive Committee (Exco) PSSI menggelar pertemuan tertutup, yang rencananya membahas soal pelaksanaan kongres PSSI di Makassar 2016. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan yang coba dikonfirmasi di Makassar, Sabtu (15/10) kemarin memilih untuk tidak berbicara dahulu sebelum pertemuan selesai. Sementara tim Media PSM Makassar, Amir Pallawa menyatakan rombongan PSSI dari Jakarta tiba di Kota Daeng pada pukul 17.00 Wita. Rombongan setelah tiba dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin langsung dibawa menuju Novotel Makassar, yang memang menjadi lokasi pertemuan. “Rencananya setelah pertemuan atau rapat baru akan melaksanakan konferensi pers. Kami juga masih menunggu hasil pertemuannya,” kata dia.
Direktur Klub PSM, Sumirlan mengaku para anggota exco dan komite pemilihan harusnya sudah menetapkan kongres PSSI di Makassar seperti rencana awal. “Sebab, jika mengikuti kemauan Menpora, maka mereka (para anggota exco) juga telah melanggar status PSSI. Harusnya semuanya bisa bersikap dan mematuhi serta mengikuti aturan,” jelasnya. Sebelumnya Ketua Panitia Lokal Kongres PSSI, Yusuf Gunco mengakui telah mengalami kerugian yang begitu besar akibat keputusan pembatalan atau pemindahan lokasi kongres dari Makassar ke Jakarta. Ia menjelaskan, jika persiapan yang dilakukan pihaknya terkait kongres di Kota Daeng telah mencapai 75 persen. “Orang Makassar tidak pernah membahas soal kerugian, namun itu merupakan sebuah pertaruhan harga diri. Jadi ketika ditanya berapa kerugian yang kami derita, maka hal itu sudah menyangkut soal harga diri,” katanya. (ant)
Ketum dan Exco PSSI Tim Softball Putri Smapan Gelar Rapat Tertutup Tantang Sakura di Final
Denpasar (Bali Post)Tim Softball putri SMAN 8 Denpasar (Smapan) ditantang SMAN 1 Kuta Utara (Sakura) pada babak final Kejurprov Softball 2016 di Lapangan Kompyang Sujana, Minggu (16/10) ini. Sementara untuk juara III dan IV, diperebutkan antara SMAN 5 Denpasar (Smanela) melawan SMAN 1 Kediri, Tabanan (Bakta). Untuk kategori klub, final mempertemukan Golden Wing A melawan Jalak Bali, serta perebutan juara III dan IV Golden Wing B melawan Golden Wing C. Pelatih Smapan Made So-
kantara menyatakan timnya bertekad mengalahkan Sakura. Apalagi pada babak penyisihan Smapan juga sukses menekuk Sakura. ‘’Kendati demikian, kami instruksikan anak-anak berjuag gigih, dan jangan meremehkan lawan,’’ ujar pria yang akrab disapa Totek ini. Sebaliknya, pelatih Sakura Santon menegaskan asuhannya siap memberikan perlawanan sengit. ‘’Kami bertanding berbekal semangat juang tinggi dan tak ada kata kalah atau menyerah sebelum bertanding,’’ tandasnya. Dikemu-
kakan, Siang Suryantini dan kawan-kawan bakal tampil all-out saat meladeni Smapan. Hasil tim putra, Sabtu (15/10) kemarin Golden Wing A mengalahkan Golden Wing C 22-2, SMAN 2 Tabanan (Bisma) menang atas SMAN 5 Denpasar (Smanela) 18-16, serta SMAN 1 Abiansemal (Smanab) menundukkan Sakura 6-0. Di sisi lain, pelatih Smanela Melvin mengakui tim softball masih baru di sekolahnya, sedangkan tim baseball cukup lama eksis. ‘’Kegagalan anakanak ini karena staminanya kedodoran,’’ kata dia. (022)
Surabaya (Bali Post)Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur menyayangkan rencana pembatalan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja 2017, di Jawa Tengah oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. “Kami jelas menyayangkan PON Remaja kalau dihapus hanya gara-gara sudah ada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dan efisiensi anggaran,” kata Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung di Surabaya, Jumat (14/10) lalu. Menurut dia, rencana pembatalan pelaksanaan PON Remaja bertolak belakang dengan keinginan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bahwa prestasi nasional arahnya menuju prestasi internasional. PON Remaja, kata dia juga memiliki sasaran yang lebih
jelas karena sebagai ajang mempersiapkan agenda internasional, seperti “Youth Olympic Games” dan “Youth Asian Games”. “Karena itu, jangan sampai PON Remaja dikalahkan oleh Popnas. Kalau perlu Popnas yang dialihkan ke PON Remaja mengingat arah dan tujuannya sudah jelas,” ucapnya. Soal efisiensi anggaran, lanjut dia, disebutnya kurang tepat jika dijadikan alasan, karena PON Remaja berbeda dengan PON sehingga dana yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Mantan ketua REI Jatim tersebut mengambil contoh PON Remaja I di Jatim yang menghabiskan anggaran Rp 42 miliar. Sedangkan anggaran kontingen daerahnya sebesar Rp 7-8 miliar. “Jika memang efisiensi harus di-
lakukan, maka bisa dibahas oleh Kemenpora dan masih banyak solusi lainnya, termasuk pengurangan cabang olahraga yang dipertandingkan,” katanya. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa sebuah kerugian bagi Jawa Tengah selaku tuan tumah, karena sudah melakukan persiapan matang untuk menjamu tamunya dengan baik. Ia juga mengingatka bahwa keputusan Jawa Tengah menjadi tuan rumah PON Remaja II sudah disahkan, termasuk penetapan jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan sebanyak 30 cabang. “Kalau dibatalkan, bagaimana dengan kontingenkontingen di daerah yang sudah mempersiapkan atletnya selama ini,” kata pria yang juga pengusaha tersebut. (ant)
Mangupura (Bali Post)Tim Legend Mitra Devata sukses menekuk lawannya, Bali All Star (BAS) dengan skor 5-1 (3-1) pada uji coba di Lapangan Buduk, Badung, Sabtu (15/10) kmarin. Kelima gol yang bersarang ke gawang BAS, hasil bidikan Nengah Repot Sulendra, Komang Mariawan, Wayan Gangga Mudana, Made Mutram, serta Purwanto. Koordinator Purwanto
Iman Santoso menyatakan BAS memberikan perlawanan seru, sebab mereka diperkuat pemain muda usianya di bawah 30 tahun. Keunggulan Mitra Devata lantaran menguasai lapangan tengah, sehingga pasokan bola dari lini belakang ke tengah, sampai kepada barisan penyerang lancar-lancar saja. Bahkan babak kedua kembali Mitra Devata mendominasi permainan. Sebaliknya,
justru di babak kedua ini perlawanan BAS mulai mengendur. Akibatnya, tim Mitra Devata mampu menambah dua butir gol. ‘’Latih-tanding ini kami pakai sebagai ajang pemanasan sebelum melakukan tur ke Semarang, Jateng akhir Oktober mendatang,’’ kata Purwanto. Kehadiran tim Legend Mitra Devata sudah ditunggu tim Diklat Terang Bangsa, serta PSIS Old Stars. (022)
KONI Jatim Sayangkan Rencana Pembatalan PON Remaja
Mitra Devata Tekuk BAS
Wiranto
BPM/ant
Hinca Panjaitan
BPM/ant
12
Minggu Wage, 16 Oktober 2016
Sastra
Redité Wagé, 16 Oktober 2016
I Kaki Dengkil
Wasita...
SAMPUN nyansan nyoréang, I Kaki Dengkil kantun klincak-klincak ring alun-alun Puri Denpasaré. Kocap puniki genah Ida Cokorda Mantuk Ring Rana mayuda nglawan I Olanda. Sanunggil Ipun ngojog alun-aluné sané mangkin kabaos Lapangan Puputan puniki, makesyor-kesyor manahné. Aéngan ring anaké midep ngaksinin lemah siosan. Ngaksinin wénten anak duuh-duuh keni pelor bedil kompeni. Ngaksinin cedar-ceduran meriem Olandané nyibak langit. Ngaksinin suryak bala-balané polih ngalinyokin meseh. Napi sayuwakti asapunika, nénten wénten sané uning. Katah kauningayang asapunika. Sané ngawinang I Kaki Dengkil wénten irika soréné mangkin, kocap santukan wénten papéédan pawai adi budaya saking manca nagara. Angob pisan ipun manggihin mawarni-warni budayané ring jagaté. “Kadénang gelah déwéké dogén paling luunga? Pamuputné liu ada ané melah!” Asapunika Ipun ngrémon sambilanga nyegut lumpyang sané tumbasa saking dagangé saking Lombok. “Dong nah té, dagang lumpyang uling Lombok. Dagang kembungan tur plalian uling Jawa. Apa buin dagang bakso, suba uli imaluan katah uling Jawa. Iraga pragat mabelanja dogén? Telah pipisé anggon mabelanja, adep pakarangané. Ané meli dagang baksoné!” I Kaki Dengkil ngrémon asapunika nulad bebaosan wargi Tepisiringé ring marginé. Sané mangkin katah bebaosané punika piragina antuk I Kaki Dengkil. Minab sayuwakti asapunika. Minab ageng-agenganga kémanten, cihna warginé mangkin piri santukan nénten madrué karya. Napi mangkin karyanin? Bangket sampun sayan nelas-nelasang. Makarya ring otel, sayan sukil sané mangkin. Napi malih wénten kepir-kepiran satua wantah otel tur perusahaan sané siosan nénten enyak ngrereh pagawé anak Bali. Kocap wantah anak Bali dadosanga pagawé akéhan prai. Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon, Tumpek, Buda Cemeng, Galungan, Kuningan, odalan di mrajan, odalan Pura Désa, odalan Pura Dalem, odalan Balé Agung, makasami pagawéné ngrereh prai. Napi malih katibé kempakan, ngabén, ngroras, maligya, midep kalih minggu—tigang minggu ngrereh prai. Durung malih kundangan anak kepus pungsed, nigang sasihin, ngotonin, nyangihin, ngantén, tur sané siosan. Lempuyengan I Kaki Dengkil ngamanahang indiké punika. “Dong to dayanin. Mara amoné suba makeengan? Jani kija ja lakun mabelanja, di séngol, di peken, di mini market, di super market, di désa, di kota, makejang ané madagang amun tusing uling dauh tukad, sinah uling dangin tukad.” Asapunika I Kaki Dengkil mamarna sambilanga uyuk-uyuk negak matégtogan ring bongkol celaginé. Santukan sampun sué negak irika, sempraka I Kaki Dengkil antuk satpol pépéné sané nyaga pecak Puri Dénpasaré. “Béh Cai mara dadi pagawé kontrak suba sebengé aéngan tekén jendral!” Satpol pépéné punika kesyab santukan marasa uningina wawu dados pagawé kontrak raris makeledan nénten durus ngorain Ipun magedi saking irika. I Kaki Dengkil kajengat-kajengit ngaksinin pagawé kontraké punika jejeh sakakidik ngaonin Ipun. Keras-keras Ipun mabaos: “Bas kademenan nganggo panganggo pagawé kakéto, dadi pagawé kontrak kanggoanga! Maan gajih acolékan kanggoanga masé ulian kedeh kenehné oraanga dadi pagawé. Sing luungan dadi dagang bakso, apa dadi dagang lumpyang. Meh liunan maan pipis. Ada anggon mayah patedunan di banjar!” Jail pisan I Kaki Dengkil goar-goar mabaos asapunika. Ngemasin pagawé satpol pépéné ngerasang munyin tipiné mangda nénten miragi baos I Kaki Dengkilé. Saking tipiné piragina pabligbagan sané mligbagang baos Gubernur Jakartané sané maosang surat kroan. Kocap punika ngawinang soroh sané magama selam salah tampi. Nyacad kitab suci kocap gubernuré sané kasengguh mawasta I Ahok punika. Nanging, wénten naler sané nguningayang nénten asapunika. Biyuta piragina pabligbagané punika antuk I Kaki Dengkil. Miragi baos asapunika, I Kaki Dengkil lali maosang indik papéédan pawai budaya, dagangé ring alun-alun saking dauh tur dagin tukad, tur indik pagawé kontraké. Ipun mangkin ngamanahang pabligbagané sané piragina saking tipi pagawé kontraké punika. “To apa... dayanin koyanga. Lamun suba dadi angawarat, tusing dadi mamunyi boya-boya. Kenehang pesan lamun lakar mesuang baos. Jeg pastika gubernuré ento tusin nawang wasita nimitantta manemu laksmi, manemu bagia. Kuala wasita mase nimitanta pati manemu laksmi, manemu bagia. Kuala wasita masé nimitanta pati kapangguh, ulian munyi bisa ngemasin mati. Kéto masé, wasita nimitanta manemu duhka, ulian munyi ngranaang dukita. Tur wasita masé nimitanta manemu mitra, maan timpal liu!” Asapunika I Kaki Dengkil mabaos goar-goar nyangetang. Minab mangda piragina naler antuk sané jagana ring satpol pépéné. “Da ngawag-awag mamunyi nah Pak! Pelih mamunyi, bisa kena bajra suarané padidi!” Sambilanga mamargi magésonan nganginang wenginé puniki, I Kaki Dengkil mabaos asapunika ping kudang-kudang ya.
(Jelantik)
Brondong I Madé Suarsa RING gidat truna bagus, tresna tumus, tulus tanglus angkus mamutus, saksat kuus angin nglinus, jriji-jriji tangan alus lentik nirus putih mulus, némpél lukus, nerus lanas-lanus awuwus. “Gedé gelem né?” “Ngudiang tiang orahang Mbok gelem?” “Apa buduh?” “Buduh?” “Yan sing buduh, men apa adané né?” “O, cara Mboké, yan ada anak muani demen tekén anak luh, buduh?” “Yan maiaban, beneh. Jani, Mbok ulu likur tiban, Gedé duang dasa tiban. Dija ada unduk? kema ngalih anak luh lénan!” “Sing!” Ping tiga ping pat ngopak jangih, kanti kenyel kantos wadih, Luh Susilawati nyadak, nambak, nulak panglemesé mrekak, malah ping kutus ping dasa Gedé Pratama mamengkeng mamengkung congkak, mangda Ipun sida “madamar di abing” wekasan sida “madon jaka”. Luh Susilawati kimud doning maraga baluan, katinggal somah
tan pakrana, bilih-bilih namping pianak kekalih Putu Pujiastuti, Madé Pujiastawa. Ipun sampun cumpu nénten malih alaki rabi, kapok malih katinggal somah. Ipun jagi ngulengang ngupapira pianak buah basang, wekasan dados putra suputra, boya putra kuputra. Risedeking sayan cumpu tetep mantep manahnyané dados single parent, ancun-ancun anak truna utun, buduh paling ring Ipun. Saraina Gedé Pratama nyembah-nyembah makakeb ring pabinan Luh Susilawati mangda sida nemu gelang nyambung kasutresnan, wekasan sarengsareng wus malungguh ring singasana kaluwarga alaki rabi. Kasujatiané sampun tambis pucah puceh manah Luh Susilawati malanang-lanangan, sarat nelasang yusa muputang yasa ngupapira anak alit. Sesukat Gedé Pratama saraina tan raina tan wengi mamerud, umariharih aminta kasih nglemesin, kantos lemes rasa baluané kaon alon-alon, samaragamané pecak ngragas malih madon, sayan katon antuk ngon ring i raré
13
angon ngangonang kapingon. Amunika kukuh bakuh wit bainginé bregah, layu bah taler antuk saraina-raina kakosok kaogah. “Mbok lek orahanga ngalih brondong Dé.” “Tiang kan ten brondong Mbok.” “Men?” “Bronis.” “Ajum. Nyén orahin ngajum sekah!” “Eda lek Mbok!” “Mbok lek pokokné.” “Lek-lek gerita.” “Gedé buin ngaénang Mbok lek.” “Lek, sing ada gelekang.” “Ah….” Luh Susilawati nyogok tangkah Gedé Pratama, nanging gelis kajangkuak tangané alus mulus, Luh Susilawati makelid nanging telat, wastu kadiman-diman tangané tan sida malehang. “Éit sing dadi. Gedé musti nuutang munyin Mboké. Yan Gedé sanggup, payu. Yang sing sing kénkén.” Tan kadi-kadi liang manah Gedé Pratama sida ngalap kapitresnan Luh Susilawati, sangkaning seleg sumeken mautsaha, wastu prasida ninutin pamargin Empu Bharadah ngeseng waringin ngalahang Walu Naténg Dirah, kadi Naga Anantabhoga ngabut Gunung Mandhara pinaka sarana muter segara susu ksirarnawa, utawi Sang Hanoman ngabut Gunung Suwéla ngruruh lata mahaosadi tamba urip watek Ayodya. Pangidih Luh Susilawati mangda Gedé Pratama wusan nglaleng, jemet makarya, oneng mareresik, doning katon olih Luh Susilawati kamar Gedé Pratama kadi perahu bencah. “Nah, nah, Mbok demen nepukin Gedé suba jemet magaé. Men kamar Gedé suba rapi?” “Tegarang Mbok ningalin!” “O luung, suba ber…” Durung puput mupuh panyawisé, banget kesiab Luh Susilawati, ngaton Gedé Pratama éncol ngundeb ngancing jelanan. “Awas Gedé nakal,” Luh Susilawati nombaang masawang embang ngemaang. Ten nyalahang, pragina sampun wayah makaang. Nakal, nual, kual, mungal, bengal, binal, masikian ring angkihan sang kalih ngangsur nelasang pupur babak belur gelar-gelur ring kasur. Kadi lahru kangkang tinibanin udan sawengi karasa dé sang wadu, kadi wré anguncangikang taru rinasa dé si jalu. Wadu jalu mapalu, manah tan malih kalu, ten kari balu, mapan paku sampun keni palu. “Apa gaé Gedé busan? Suba joh Gedé majalan. Kadung suba belus. Mbok sanggup ngayahin Gedé, sakéwala buin ada pangidih Mbok.” Iur coték masambung layur
Aswamédha Parwa
Kaweruhan Tanpa Kawicaksanan Olih : I K. Satria, S.Ag SABDA sané metu saking akasané punika wantah katujuang majeng ring Ida Sang Rama sané baosnyané sakadi asapuniki; “Rama Uduh Sang Rama! Puputang sampun! Waranugraha napi sané tunas Cening duaning sampun puput ngamargiang pamarginé puniki?” Sané ngandika wantah leluhur Ida Sang Rama. Ngraris sabdané punika malih medal. “Puputang Cening Sang Rama, puputang!” Sakémaon ring pikayunan Ida Sang Rama nénten prasida ngampurayang kawéntenan ksatria sané sampun mademang akéh leluhur Idané tatkala Ida Sang Prabhu nangtangin anggannyané mayuda. Ida Sang Rama raris matur: “Nawegang Sang Maraga Utama, ampurayang titiang duaning ngamargiang pamargi sakadi asapuniki. Puniki sangkaning kawéntenan ksatriané sané dahat sumbung saha mademang kawéntenan para brahmana sané sedek ngamargiang yadnya. Sampunang ngandikain titiang mangda ngampurayang ksatriané punika.” Kadi asapunika atur Ida Sang Rama majeng ring leluhuridané. Leluhuridané mangkin nyawisin: “Uduh Cening Sang Rama sané dahat kaloktah ring jagaté, saking kawisésan Ceningé, sampunang malih I Déwa mademang ksatria punika! Duaning nénten kapatutang I Déwa sané maraga brahmana ngamargiang pamargi sakadi asapunika! Sané mangkin pirengang pisan pangandika sané katuju ring I Déwa! Bénjang pungkur, yéning sampun tatas antuk I Déwa durusang margiang duaning pamarginé punika wantah pamargi sang maraga brahmana. Sané mangkin durusang pirengang Cening!” “Duké riin wénten kabaosang maharaja pandita sané mapeséngan Sang Prabhu Alarka. Ida sampun ngamargiang swadharma brahmana sané dahat utama, waged ring kawéntenan tapa, brata, miwah sekancaning semadi. Sadurung ngambil pamarginé punika, Ida setata ngamargiang dharmaning ksatria ring jagaté, ngasorang raja-raja sané tiosan saha ngutsahayang kautamanidané dados ratu. Sesampuné rumasa ring padéwékan sakadi asapunika, raris sami pikayunanidané sané sujati rauh saha ngaptiang mangda Ida prasida ngruruh kasujatiané punika nuju tengahing wana pacang ngwéntenang tapa miwah brata gumanti ngruruh kasujatian. Ngraris ring tengahing wana ring bongkol taruné sané ageng Ida Sang Prabhu ngelarang tapa brata sané dahat mautama gumanti mangda prasida ica para déwatané. Sedek dina becik, Ida mapikayunan sakadi asapuniki: ‘sané mangkin titiang sampun gumanti sarat ngruruh kasujatian, taler sampun éling ring kawéntenan sang atma sané wénten ring angga sarira, manahé taler sampun masikian. Sané mangkin puniki pinaka sarana anggén ngasorang kamomoan ring pikayunané, duk riin sampun akéh
prasida ngasorang panégara saha sampun sida jaya ring asing-asing payudané, sané mangkin minab sampun panumaya mangda sida nyiatin angga sarira mangda prasida jaya ring sekancan mesehé. Yadiastun akéh meseh ring sekala saha ring jaba, sakémaon ngawit mangkin titiang nénten malih pacang nujuang senjata panah nuju meseh sekala. Mangkin sampun dauhé kabuatang pisan mangda sida nujuang senjata manah=panah nuju angga sarira. Nénten pisan malih patut muatang kajayan ring para ratuné tiosan. Duaning sangkaning pikayuna sané nénten pageh utawi setata obah, ngawinang sami pacang nénten prasida molihang kautaman sangkaning nénten waged ngamargiang kautaman dharma. Punika sané ngawinang galah sané becik patut kawigunayang manah angga sarira antuk tetujon molihang sané kabaosang sujati.’ Kadi asapunika pikayunan Ida Sang Prabhu Alarka tatkala punika. Pikayunan Idané sané mangkin nyawisin: ‘Cening Sang Prabhu Alarka, panah Ceningé punika nénten pacang prasida natunin angga sariran manirané. Duaning panahé punika wantah pinaka senjata ring sekala, senjatané ring sekala punika wantah pacang ngawinang biuta ring sajeroning sariran I Dewané, ngawinang sungkan ngantos nemuang baya pati. Mangkin, panah sané tiosan sané patut kanggén nyiatin manira!’ Kadi asapunika manahidané nyawisin. Mirengang panyawis saking pikayunanidané sakadi asapunika, raris Ida Sang Prabhu Alarka sané mangkin mamegeng, kamengan ring padéwékan ngayunin parindikané punika. Sesampuné ngrasayang ambu sané miik saha ajengan sané becik, sujatinnyané manah irungé puniki sané ngawinang obah ring dharma, minab driki sané patut panah. Ngraris irungidané sané mangkin nyawisin: ‘Senjata panahé punika nénten prasida ngasorang angga sariran titiang, duaning titiang wantah sarana ring sekala, sakémaon wénten sané maraga niskala sané prasida ngawinang titiang nyalanang swadharma. Sakémaon, sakadi sampun kapatutang indiké punika, yéning Sang Prabhu manah angga sariran titiangé sané marupa irung, sinah pacang prasida ngasorang angga sariran Sang Prabhuné. Durusang ngruruh senjata sané tiosan anggén ngasorang angga sariran titiangé! Ida Sang Prabhu Alarka ngayunin bebaosané punika raris mawali Ida ngandika sakadi asapuniki; ‘Ilaté puniki sampun akéh nguningin rasa sajeroning ajengan sané becik-becik, minab ilaté puniki sané ngawinang sarirané tan pageh, sané mangkin pacang katuek antuk senjata mangda prasida kasor!’ Kadi asapunika pikayunan Ida Sang Prabhu Alarka. (Masambung)
ortané sada ngawur indik Gedé Pratama Luh Susilawati kadi tan patutur, indriané kaulur, nilar sulur, kasengguh tan nawang betén duur, ten nawang adeng pupur, ulat seneng ngebur kasur, tan tlektek yusa umur. Napi malih sesampun uning solah Luh Susilawati morot mongpong saking ungkur, kadalih ngrereh panyangu lacur. Yadiastun lebihan nglantur, kabar punika nénten kabur, Luh Susilawati muatang pasilur. “Bééh timpalé ngantén ajak nak ménak.” “Nyén?” “Gedé…!” “Ngantén ngajak nak ménak kénkén ja…?” “Ngantén ajak mémé ngatut panak.” “Jodoh. Jatu karma adané.” “Amonto liuné anak luh buduh paling tekén Gedé.” “Sing jodoh sing jatu karma adané.” Akéh pakaeng ring pajongkokan, ngaengang Gedé Pratama lengeh, ngenyakin “ménak”. Boya nanggung méméné kémanten, sakémaon sapisanan nanggung pianaknyané kekalih, nanggung prabéa sekolahan, susu, miwah sandang pangan sané kabuatang anaké alit. Tan pakirang taler anaké nyadcadin Luh Susilawati, demen brondong dadi ati nyeluk kantong, morotin anak truna magandong. “Men kéto pakaeang kramané, kénkén Gedé? Makirig apa lanjut? Suba majalan atiban né, Mbok tetep tekén pangidih Mbok. Gedé patut nanggung idup Mbok lan panak Mbok makadadua. Sing liu. Mbok ngidih limang juta dogén abulan!” “Tiang kadén suba masumpah tusing dadi palas ajak Mbok?” “Nah yan kéto. Encén pipisé jani. Suba dua bulan Gedé tusing ngamaang Mbok pipis!” “Sing dadi kirigang Mbok?” “Sing. Mani-mani sing dadi nunggak-nunggak! Kadén aluh matunangan ajak nak ménak?” Yén anak tios mirengang pastika sampun nénten becik panampéné. Kantun matunangan sampun mamorot, napi malih yén sampun makurenan. Gedé Pratama rumasa punika kewajiban lan tanggung jawab, doning sampun ketah, tidak ada makan siang gratis. “Dé, ingetang tanggung jawabé. Né suba tanggal dua. Mai aba dasa juta, sing dadi embuh. Telat-telat dogén. Kadén Gedé Mbok anak luh aji kéténg aji dadua?” “Anuuu…. Anuuu…” “Sing ada ana-anu. Gres, déh dasa juta. Nagih majangkut sabilang peteng, sing inget
tanggung jawab.” Sapunapi ja mémé ngopak pianak, guru ngopak murid, jénderal ngopak kopral, Luh Susilawati ngopak Gedé Pratama. Sampun tigang warsa indiké punika mamargi, Pratama brondong, ngasasih keni opak Susilawati dadong, mapan setata telat nguéhin limang juta, yata awai. Iur sat ngébekin gumi ortané kaortén, Gedé Pratama, brondong ngandong dadong, bronis iris Si Manis, panak skak ménak. Susilawati malah ngangkenin yéning Ipun jakti nagih jinah limang juta ngasasih ring Gedé Pratama. Ipun sané uning, sané pinih becik laksanayang ipun. “Saya paling tahu, apa yang terbaik yang harus saya lakukan. Terserah apa kata orang. Depang anaké ngadanin.”. Kadi punika sesantinnyané jroning manah, kukuh tan naenang pucah. “Dé, suba telung tiban lemah peteng Gedé nyangkutin Mbok. Lakar kéné dogén terus? Enak di kamu, tak enak di Mbok tahu….?” “Kénkén men Mbok?” “Ngantén!!! Basang Mbok suba misi!” “Kadén suba ma-KB?” “Kelés Mbok!” “Aduh mati aku.” Bieeeng, sirah Gedé Pratama kadi kakampleng balok akeleng kantos pengeng lempuyeng, awaknyané sriang-srieng, tangkah kesiang-kesieng, ngajak anak ménak ten dados isengiseng, sami mangda beneng lempeng, sami-sami seneng. “Dija jemak pipis Mbok?” “Néh, jemak!” Blag, 180 juta engkag magablag nyugagag mauyag saking tas Susilawati warni baag, nénten wénten kecag. “Laguté Mbok sat dadong-dadong, Mbok sing nyak magandong ajak brondong tawang? Keték melahang. Telung tiban, telung dasa nem, kali lima juta, nyak satus ulung dasa juta?” “Pas Mbok”. Gedé Pratama kaskas-késkés kenyam-kenyem.” “Kaskas-késkés cara lutung ujanan, kenyam-kenyem cara bojog ngemu lunak.” Antuk banget senengnyané maririg-ririg, Gedé Pratama kadi asu gudig matanding macan jedig, ngelut ngebahang Luh Susilawati ring kasuré nyalig, nilar awig-awig rok katamplig, baju kaampig, Gedé Pratama bulig, Luh Susilwati luglig, patikaplag-patikaplig, gajag-gijig ring dipan karag-kirig. “Sing med-med kamu Dé.” “Gaé kéné mula sing ngemedin. Mbok med?” “Awié….” “Med Mbok?” “Sing.” ***
Saking Langit Bali Abrasi Yéh maluab kasisi dini ditu telah abrasi tanah carik di pasisi sértipikatné tekek kagisi kéwala tanahné anyudang abrasi kénkénang jani Bali sing pragat tuah di munyi raos puyung tan paisi segara di pasisi tongos melasti ané jani segara nyujuh giri Bali uber abrasi I Wayan Tojan
Malajah Doh sampun mamargi meled pisan mararian ring tepi bekel idup kantun makaput nyantosang galah nunas pamatut Kenjel…maimbuh parisesel kidik pisan titiang nué bekel lantaran setata ngulurin indria wantah duka lara sané katerima Yéning kantun wénten galah icén titiang malih malajah nuréksain déwék nyiksikin bulu mangda sida polih sukerta lan rahayu I Nyoman Agus Sudipta
Kruna
14 I Nyoman Sumantra
Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
msСmmã*,
Mas Kumambang 25.\limãk*, Ngalimbakang, kmÉjnÀgu*\Éris/, ka Mrajan Agung ngraris, khir&pz)erown/, kairing panyeroan,
hyuecokÞimkÓbtil/,
Ayu Cokli makta batil, niipudkñ¡hunÀturn/. Ni Pudak nyuun aturan. 26.r&pm)dl/, Ring pamedal, mc)pukuæ*kk*m\Ðin/, macepuk sang kakang mangkin, duhÀdihmæur,
Polih Ngamel Sakatah Jabatan PENGALAMAN wantah pacang kapolihang yéning kayun ngrereh. Sampunang jejeh iwang, doh becikan iwang sangkaning sampun nglaksanayang sinunggil parindikan becik, bandingang setata marasa beneh, nanging nénten ngamargiang pakaryan punapa-punapi. Kegagalan Prinsip punika sané setata kagamel Drs. I Nyoman Sumantra, M.Ag.T., sané mangkin ngamel jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli. Manut lanang sané embas ring Kintamani, 21 Pebruari 1961, embas ring désa sané doh saking kota nénten ngawinang semangat dané rered. Ngawit alit sampun madué cita-cita meled ngabdi ring bidang pendidikan. Napimalih dané ngaksi akses sajeroning molihang pendidikan sané becik ring désannyané doh saking pangapti. Majeng ida dané sané madué artha langkung majanten prasida medal saking kampung tur jenek ring kota nuntut ilmu. Nanging majeng krama lianan sané kirangan artha milihin tetep jenek ring désa tur molihang pendidikan sané wénten. “Titiang ngrasayang pisan sapunapi méwehnyané mautsaha mangda prasida molihang pendidikan sané tinggi. Aget titiang prasida molihang yadiastun bah-bangun,” baosnyané. Suami I Gusti Ayu Made Budi Laksmi puniki precaya
duh Adi ampura, kednã)lis*hê*rti;, kadén Beli Sang Hyang Ratih, wwuh)nÑ*zlnÓr. Wawu endag nyalantara. 27.eyn&sj,
Yéning saja, bulenpU(xmm\Ðin/, bulané Purnama mangkin, \udmrh)nÑg/, nguda mara endag, khuehkedn*k\in/, kauhé kadénang kangin, miribÓitê*kpupu\n/. mirib titiang kapupungan.
pisan, wantah antuk pendidikan ida dané pacang prasida kawantu. Sesampun namatang pendidikan dasar ring désanyané Siakin, Sumantra nglantur ka kota nglanturang pendidikan. Majeng Sumantra, tetujonnyané ka kota wantah sekolah. Minab punika sané ngawinang dané setata kayun malaksana ring widang sané mapaiketan sareng sekolah. Nyabran galah, dané molihang gelar sarjana ring widang pendidikan. Angenangennyané dados guru pamuputnyané kapolihang. Sumantra molihang SK pinaka PNS. Dané molihang tugas ring SMP negeri sané nampek sareng genahnyané jenek. Ngaksi kasujatian, dedikasi miwah rasa tresnannyané majeng pendidikan, Sumantra kaprecaya pinaka Kepala SMPN 2 Kintamani. Daweg punika, bapak saking petang pianak puniki kantun muda tur durung mawiwaha. “Titiang tengkejut antuk pengalaman sané durung jangkep pinaka guru, nénten katarka kaicén tugas pinaka kepala sekolah. Minabang titiang kepala sekolah SMP negeri pinih muda daweg punika. Nénten wénten pilihan lianan, titiang patut nerima tugas,” tuturnyané sumeken. Akéh malajah saking kepala sekolah lianan, tugas pinaka kepala sekolah katerima antuk sekancan rasa sumakuta. Makudang-kudang pamargi kalaksanayang, sajeroning ngicén sané pinih becik majeng peserta didik miwah guru-guru pengajar ring sekolah sané kapimpin. Genah SMP Negeri 2 Kintamani minab ngawinang guru-guru sané mawit saking wewidangan lianan méweh bolak-balik, g u m a n t i ngwetuang pikayunan ngaryanang més guru. Pamuputnyané pikayunan inucap kasanggra becik olih pemerintah. Yadiastun molihang tugas doh saking pusat pemerintahan, nénten ngawinang Sumantra rered setata ngwetuang inovasi. S a l a n turnyané d a n é r a r i s dipindahtugaskan
Isin Gumi
masaran produksi pertanian krama. Dané ngaptiang ring makudang galah kapungkuran, margi lianan sané durung kagarap prasida kapuputang sagelisnyané. Anggannyané taler nglaksanayang lobi wantuan ka pemerintah pusat, anggén ngwewehin prabéa tambahan. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 11 Oktober 2016 lintang.
Direksen, Jl.Teratai Singaraja Indiké puniki wantah pangrencana becik pisan saking pemerintah kabupatén. Lianan ring nincapang status jalan, wawu puniki taler pemerintah sampun nyayagayang program layanan ambulan emergéncy. Samian punika pacang mawiguna pisan ring panincapan kualitas kahuripan krama mawinan patut kasokong. Puniki sampun PAS pisan.
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
kampih
1. kmæi;,
1. terdampar
2.
kangkang
2.
k*k*,
2. tamak
3.
krébék
3.
ekÉebk/,
3. petir
4.
laklakan
4.
lkÞkn/,
4. langit-langit
5.
langgana
5.
l\án,
5. lancang
6.
langgia
6.
l\áí,
6. khianat
7.
langsag
7.
l\uæg/,
7. cekatan
8.
obor
8.
ehoeb(o,
8. bakar
9.
ocem
9.
ehoc)m/,
9. suram
10. marasa
10. mrs,
pinaka Kepala SMAN 1 Kintamani. Nénten wantah amunikan kémanten, Sumantra sané seneng pisan ngwacén karya sastra pamuputnyané ngranjing ring birokrasi. Sakatah jabatan naen kagamel. Minakadi jabatan pinaka Kabid Program Disdik Bangli, Kepala Kantor Litbang, Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan, Kepala Disdikpora tur sané mangkin bapak saking Putu Ayu Eka Sumariati, Made Ayu Dwi Putri Dew-
antari, Komang Agus Tri Adi Mahaputra miwah Ketut Catur Adi Karna puniki menjabat pinaka Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemda Bangli. “Jabatan manut tiang selah sané jimbar ngayahin krama. Siosan punika wénten selah ngrincikang pikayunan sané kabuatang olih krama. Punika sané laksanayang tiang salami puniki,” baos Sumantra. (ast/yan)
I Nyoman Winata
Nénten Wénten Baos Pensiun KASENENGANNYANÉ majeng widang pendidikan, ngawinang Drs. I Nyoman Winata, M.Hum., minab nénten kayun ngaonin profesi pinaka guru. Atenga langkungan uripnyané sampun kaaabdiang dados guru miwah kepala sekolah. Kacunduk sesampun kapilih mawali mimpin PGRI Kota Dénpasar wawu puniki, Pak Win –sapunika dané ketah kasambat olih sawitrannyané nyaritayang, jiwa guru sampun raket ring anggannyané. Sesampun ngranjing masa pensiun, naen wénten sané nguduhang nglaksanayang bisnis. Winata maosang anggané nénten wénten kawagedan ring bisnis. Dané éling yéning ngajahin siswa antuk makudang-kudang karakter, dados kebanggaan tur ngawinang dané marasa trepti tur shanti ngarepin urip puniki. “Titiang precaya yéning jiwa tiang punika jiwa guru. Titiang angayubagia pisan pinaka guru miwah kepala sekolah,” baosnyané. Pecak Kepala SMAN 5 Dénpasar puniki rumasuk sinunggil guru sané aget. Kawagedannyané mabasa Inggris lisan miwah tulis ngiringang dané nguningin jagat ageng. Manut suami Dra. Ni Made Sumartini puniki, kawagedan mabasa Inggris, ngiringang dané dados dosen ring sinunggil perguruan tinggi swasta ring Kota Dénpasar. Sapunika taler molihang selah malancaran ka dura negara. Nénten sawates malancaran, nanging nglaksanayang tugas resmi negara dados guru ring sakatah negara ring manca negara. Sinunggilnyané ring Negeri Kangguru, Australia. Winata sané naen mimpin MKKS SMA sawewengkon Kota Dénpasar meled ngabdiang uripnyané ring widang pendidikan. Bapak tigang pianak puniki marasa bangga, molihang kehormatan dados guru tamu ring dura negara. Pengalaman sané maaji pisan tur nénten samian guru basa Inggris pacang molihang. Napimalih guru mata pelajaran lianan. Winata sané mangkin pasarainannyané pinaka Kepala SMA PGRI 6 Dénpasar, éling pisan pikenoh malajahin basa asing. Sinunggilnyané basa Inggris sané pacang ngawi dangan komunikasi sareng tamiu. Madué modal pengalaman dasaan warsa pinaka guru miwah kepala sekolah, sesampun ngranjing masa pensiun pinaka PNS, Winata nerima tugas mimpin SMA PGRI 6 Dénpasar. “Titiang nénten uning baos pensiun pinaka guru. Yadiastun sampun nénten ngamel status pinaka PNS, nanging sané mangkin titiang kaprecaya pinaka kepala sekolah ring SMA PGRI 6 Dénpasar,” baosnyané. Pinaka guru manut Winata ngicén akéh pikenoh sajeroning ngamargiang urip
puniki. Sinunggilnyané, Winata ngangken kauningin olih anak akéh. Ri kala sedek malancaran ka pusat-pusat keramaian miwah ring désa, ketah setata katakénin. Wénten manten pecak murid miwah reraman siswa sané uning nglantur nakénin. Patakén punika ngawi bangga sapisanan ngwetuang bagia. Napimalih sangkaning pinaka guru, makatiga pianaknyané taler sampun mrasidayang. Putri kapertama Ni Wayan Nitaleari, S.S., sampun muputang pendidikannyané. Sapunika taler putri kaping kalihnyané dr. Wiwik Agustini, S.Ked., miwah Komang Agus Triwista S.T. Winata naen ninjo sakatah kota ring Korea miwah Inggris. Selah malancaran inucap pinaka penghargaan majeng kasidannyané pinaka kepala sekolah berprestasi tingkat Provinsi Bali. “Setata uningayang titiang majeng samian siswa mangda mataki-taki malajah basa Inggris. Napimalih antuk kemajuan teknologi informasi miwah komunikasi galahé mangkin,” Winata ngimbuhin. (ast/yan)
Sasih Kartika
Buléléng Nincapang Jalan ”Nonstatus” Dados Jalan Kabupatén
PEMKAB Buléléng ring warsa 2017 sané jagi rauh pacang nincapang jalan nonstatus ring padésaan manados jalan kabupatén. Indiké punika kabaosang Bupati Buléléng, Putu Agus Suradnyana (PAS) wawu puniki. Panincapan status jalan punika mabuat pisan mangda kabupatén madué kawenangan miara utawi nanganin pradé kabénjangan wénten pikobet. Jalanjalan ring padésaan banget mabuat kabecikang mangda prasida nglancarang pe-
Redité Wagé, 16 Oktober 2016
Bahasa Indonésia
10. merasa
Nengah Sudiasa, Tangguwisia Titiang nyanggra becik pisan indik rerincikan nincapang jalan nonstatus punika. Santukan ring padésaan yukti kantun akéh pisan jalan tan karuan status-nyané. Yéning mangkin sampun katincapang status-nyané dados jalan kabupatén punika pacang jelas miwah nénten ngawinang saling kadén ring tengahing pakraman, utamanipun mapaiketan ring pamiaraan jalan inucap. Aji Bima, Banjar Banjar Santal Tiang marasa gargita pisan pangrencana saking bapak Bupati Buléléng mapaiketan sareng jalan nonstatus ring padésaan. Rasayang titiang wawu mangkin wénten bupati sané nguratiang jalan nonstatus miwah nincapang status-nyané. Dadosnyané krama ring padésaan lewih dangan bebannyané, ngiring sokong sareng samian. Putu Mahardipa, Pemaron Wantah pamineh sané becik pisan saking Pemkab Buléléng pamekas dané Bupati PAS. Janten krama ring padésaan pacang banget ngrasayang panincapan nonstatus jalan inucap. Indiké puniki pacang maius ring kalancaran pemasaran asilasil pertanian. Lianan punika krama taler nénten rumasa berat malih antuk pananganan jalan inucap. Mogi sida kasalantarayang. (ama)
RING bulan Oktober kabaos Sasih Kartika utawita Sasih Kapat. Ri kala punika sekar-sekaré nedeng kembang, ambunnyané miik maiberan ngebekin jagat. Ring Sasih Kartika kaaptiang olih parajanané sané seneng ring kaluihan (mendambakan keindahan), para kawi sané seneng angdon lango, ngrasayang kaluihan, santukan ring Sasih Kartika kabaosang pinaka sasih sané madaging kalangon. Sajeroning Kidung Wargasari pangajeng pupuhné madaging kiasan Sasih Kartika. Pupuhnayné sakadi puniki: “Purwakaning angripta rum, ning wana ukir kahadang labuh, kartika panèdènging sari, angayon tangguli kètur, angring-ring jangga mure”. Kidung Wargasari punika sané banget kasuciang, ri kala punika sang pangawi ngawitin mangawi kaluihan taler kaasrian alas miwah gunung, ri kala punika sabehé ngrimis, sarwa sekaré nedeng kembang, ri kala Sasih Kartika. Nénten para pangawi utawi pujangga kémanten sané seneng ngrasayang kaluihan miwah kaasrianpunika. Para raja taler seneng. Raja, ring Sasih Kartika patut nglanturang pamargi anyangsana ring segara miwah gunung (yéning ring Kartika masa ramia masa ninghulun amèng-amèng ring pasir wukir). Manut pangandikan Mpu Tanakung, Sasih Kartika kabaos “amreta-masa” masa sané ngwéhin kahuripan, masa sané ngwéhin kagarjitan kahuripan. Sinalih tunggil karya sastra Mpu Tanakung pangawi miwah manyurat “konvensi sastra kakawin” sané mamurda Bhasa Am-
retamasa kakawin liris sané madaging nemnem kakawin liris (bhasa) karya Mpu Tanakung sané madaging reriptan indik kaluihan masa Kartika, ri kala nemonin bulan Purnama. Irika Mpu Tanakung, kaluihan masa Kartika kanggén “pendukung” jeritan manahnyané ngrinduang kapitresnannyané, Dewi Keindahan. Risampuné Mpu Tanakung nglukisang “kehancuran” pamineh para pangawi sané ngrinduang kapitresnannyané salanturnyané kasurat. “Rikala Purnama ring masa Kartika gumuruh kapiragiang saking kadohan, ri kala cahaya bulan manyinarin sekar-sekar asoka antuk cahayannyané sané cemerlang, ri kala punika paksi-paksi kuwong masuara luih tur ngrangsuk ring pamineh para pangawi, ri kala punika éling kalistuayuan diri-Mu, Oh Dewi”. Banget ngulangunin kaluihan lukisan Mpu Tanakung punika. Asapunika Sasih Kartika wantah sasih sané kaajapajap olih parajanané sané seneng ring kaluihan. Ri kala Sasih Kartika punika malilacita ring segara-gunung, utawi pasir wukir utawi sagara-giri. Tatuek Purnama Sasih Kapat yéning katuréksain saking konsep lunar-solar sistem, surya-candra kawéntenané persis wénten ring posisi garis lurus ring duur katulistiwané. Mawinan momen fenomena jagat sakadi puni-
ka, bulan masunar penuh. Sacara filosofis banget becik nglaksanayang upacara Dewa Yadnya. Ri sajeroning punika kawéntenan jagaté banget ngulangunin. Vibrasi miwah atmosfer jagaté kondusif, sané nyokong spiritualitas para sadhaka. Kawéntenan jagat ri kala punika kacihnayang antuk ngawitin sabeh gerimis, sekar-sekaré ngawitin kembang, ambunnyané miik ngalum, kasaputin kabut risampuné usan masa kemarau panjang nglintang. Sajeroning siklus Kartika Massa, kahanan inucap kasambut raina sané penuh madaging berkah miwah kasucian. Para pangawi nyikiang pamineh nglaksanayang pamujaan majeng ring Dewa Smara, Dewa Kaluihan sané nénten sios wantah Hyang Hyaning Kartika, yoga sastra sané kalaksanayang para pangawi merefleksikan kosentrasi aksara ring ujung pangrupak. Sajeroning proses yoga sastra, para pangawi punika kantun ngakalihin. Nanging uleng paminehné nglintangin parenungan matetujon ngruruh adwaita ananda utawi nyikiang rasa bagia. Purnama sasih kapat asapunika parindikannyané manut pawilangan masa Sasih Kapat (Oktober), ri kala bulan penuh (Purnama) irika wantah payogan Bhatara Parameswara. (I Nengah Konten)
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Wage, 16 Oktober 2016
Dari Semangat Spiritual Sempurna Cahaya Terang l Akar-akar Dasar Ketegakan Bumi (3) Guru Sejati SEMUA patut mengupayakan satya judan sang Kebenaran, Satya.
dalam hidup dan kehidupan ini, memang. Bayangkan, apa jadinya kalau segenap yang hidup atau ada ini tak satya pada tugas, kewajiban, tanggung jawab, ataupun profesi, porsi, dan proporsi masing-masing. Niscaya semua akan kacau balau, porak poranda. Satya sebagai Kebenaran Mutlak, yang tak dapat ditawar-tawar lagi, itulah merupakan dasar keyakinan hidup, karena satya itu sendirilah inti Ketuhanan. Inti Ketuhanan bukanlah Ketidakbenaran atau Ketidakteraturan (anrta). Inti Ketuhanan justru adalah Kebenaran, Keteraturan (Rta). Rsi-rsi Timur mumpuni lewat Atharwaweda begitu benderang memvisikan: sawita satyadharma: bahwa dewata menempatkan satya (Kebenaran) sebagai hukum (dharma) keberadaan-Nya. Maka itu, para dewata dipahami sebagai perwu-
Itu sebab, satya dengan rta itu dalam visi Rg Weda dikatakan sebagai “lahir pada permulaan, segala sesuatunya ini dari semangat spiritual yang sempurna.” Sebagaimana satya menopang ketegakan Bumi, begitulah rta, Keteraturan Hukum Abadi Semesta Raya, menopang langit. Hidup yang benar, patut dan pantas (patut tur pantes) sejatinya bukanlah dibangun atas dasar landasan salah demi salah, tapi beranjak terus dari kebenaran lebih kecil menuju kebenaran lebih besar. Layaknya pohon segar, hidup bertumbuh dari kebenaran ke kebenaran, dari terang ke terang. Bukan dari terang ke gelap, apalagi dari gelap ke gelap. Hidup yang berlandaskan satya mengalir seirama dengan rta Alam Semesta yang setia, langgeng, teratur, tegas, dan pasti. ldeprabas
NGAMPOENG SENI, MENUJU KLUNGKUNG Selasa PON 25 Oktober 2016
PARA peserta Acara LINTAS IMAGINASI NUSANTARA RAYA, 88 Tahun PUISI Sumpah Pemuda di Klungkung 28 Oktober 2016 sangat diharapkan berlatih sendiri sendiri dengan puisi-puisi KLUNGKUNG-nya dan puncak LATIHAN di Jatijagat Kampung Puisi - JKP-109. Selasa PON 25 Oktober 2016 Pukul 19.00 WITA
l Menggali-gali Kedalaman Delapan (4)
DALAM tradisi kewaktuan Bali, energi angka 8 selain dilekatkan pada Kliwon, juga dikaitkan dengan hari Wrespati. Dalam bahasa Indonesia dinamakan hari Kamis. Planet yang berkaitan dengan Wrespati adalah Yupiter. Posisi mistisnya di tengah. Manakala Wrespati bertemu dengan Kliwon, terbentuklah hari Wrespati Kliwon, ini dimaknai oleh para penempuh jalan kesadaran hidup sebagai saat tepat untuk pulang ke tengah. Energi numerik Wrespati Kliwon membentuk angka 88. Secara matematis, numerik 88 terbentuk atas pelipatgandaan 8 sebanyak 11 kali yang menyimbolikkan kelengkap-utuhan seluruh arah keruangan, yakni delapan penjuru arah plus tiga aras di tengah: akar-dasarbawah, badan-tengah, dan puncak-atas. Atas penalaran demikian maka Wrespati Kliwon dimaknai sebagai kembali ke kesempurnaparipurnaan. Di mana? Di tengah. Di tengah artinya di Dalam. Siapa di Dalam? Tradisi menuturkan, yang di tengah, di Dalam itu tiada lain adalah Batara Guru. Siapa Guru? Dia yang melenyapkan kegelapan dengan hadir sebagai Cahaya Terang. Siapakah yang senantiasa hadir sebagai Cahaya Terang di Dalam, melenyapkan kegelapan? “Sang Penghidup Kehidupan,” begitu
Pulang ke Rumah sang Sat l Akar-akar Dasar Ketegakan Bumi (4)
DOA harapan para bijak rsi-rsi kuno, sebagaimana disuratkan dalam susastra Brhadaranyaka Upanisad adalah supaya dituntun dari asat (ketidaknyataan) menuju Kenyataan (Sat). Capaian terakhir yang ingin direngkuh adalah sang Kebenaran Mahatinggi, sang Sumber Kebenaran itu sendiri. Tetua Bali menyebut Kebenaran Puncak itu dengan istilah sederhana: Sarining Dharma, atau Dharma ning Dharma. Menyatu dengan sang Sat lewat jalan Satya itu, tiada ubahnya dengan perjalanan setiap orang pulang menuju ke rumah masing-masing. Lalu, di rumah menyatu-padu dengan seluruh keberadaan rumah sendiri: tenang, nyaman, bahagia, damai. Tapi, kenapa setiap orang, sejauhjauh pergi, toh akhirnya terpanggil pulang ke rumah masing-masing jua? Untuk apa setiap orang pulang ke rumah masingmasing?
Puncak jawabannya justru tak ada jawaban lain, selain pulang karena semata-mata Pulang. Kenapa pulang? Karena ada pergi. Kalau Anda tak pergi dari rumah, tak pergi meninggalkan rumah, maka Anda tak lagi perlu pulang ke rumah, karena Anda telah senantiasa di Rumah. Di titik itu, mulih (pulang) sejatinyalah hanya jalan mula, diam di tempat, atau menuju kembali titik awal keberangkatan semula. Begitulah, sang penempuh jalan raya kehidupan kerohanian lewat laku satya manakala sudah sampai pada tujuan, sang Sat, lantas mengisahkan kepada para calon pejalan, atau mereka yang sedang menempuh jalan itu. Ini layaknya pelancong ke negeri asing, setelah sampai di negeri asing itu, lalu pulang ke dalam negeri sendiri, dan mengisahkan segenap yang dia temukan, dia rasakan di negeri asing itu kepada pelancong lain. ldeprabas
penuturan para pejalan yang sudah sampai bertemu dengan sang Cahaya Terang di Dalam. “Dia-lah sang Guru Sejati,” imbuh pejalan lain yang juga sudah bertemu dengan sang Cahaya Terang di Dalam. Dapat dinalar bila angka 8 lantas disebutkan sebagai windu untuk menunjukkan usia yang sudah mencapai 8 tahun dan/ atau kelipatan 8. Ngawindu dalam visi Bali Tradisi juga dimaknai sebagai lingkaran utuh-
bulat-sempurna. Barangkali bukan kebetulan pula angka 8 ini lantas disimbolikkan dengan dua lingkaran yang saling tersambung bertautan sempurna. Tanpa putus, layaknya Cahaya Terang sang Guru Sejati di Dalam yang tiada pernah meredup, apalagi padam. Dengan gemilang susastra memvisikan Dia lewat sebutan Wrhaspati Tattwa maupun Bhagawan Wrhaspati. lnirta ks
Heri Windi Anggara dkk bersiap-siap ke Klungkung
BPM - ist
HAKIKAT silaturahmi tak lain adalah mengikatkan yang belum terikat dan mengeratkan yang sudah terikat. Dan pada bulan September ini Jatijagat kampung Puisi (JKP) sebagai komunitas sastra di Denpasar memiliki tiga agenda sastra, dari ketiga agenda tersebut salah satunya adalah menerima silaturahmi kawankawan dari komunitas Sastra kalimalang, Bekasi, tepatnya diselenggarakan pada hari minggu 25 September 2016 kemarin. JKP sebagai penutup perjalanan silaturahmi mereka setelah sebelumnya singgah di Yogyakarta dan Solo. Rombongan komunitas Sastra Kalimalang yang berjumlah dua belas orang itu tiga di Denpasar pada tanggal 25 pagi hari. Tanpa banyak istirahat setelah melakukan perjalanan melelahkan sepanjang pantura, mereka langsung menata panggung untuk pementasan di malam harinya, dengan segala peralatan
lRaudal Tanjung Banua Sajak Sirih Pinang Rambutmu semerbak mayang Menyarikan bakal buah di ketinggian Aku umpama sirih yang melata sunyi Di rimba tanah perbukitan. Tapi wangimu sampai juga ke mari Dibawa kumbang, angin dan matahari Hari ke hari risauku semakin hijau Rindu berbagi. Sayang, perjalananku begitu jauh Merambat di tiap pokok kayu Melintasi kering ladang dan keras batu-batu Kapankah kita bisa bertemu? Hanya mimpiku membelit batangmu Yang ramping, Meski darah belum setampuk pinang, Kata orang, menjadikan kita juga perumpamaan. Dan jiwa kangen baru seserpih sirih Tapi aku kan enggan pulang ke gagang Sebelum mimpiku lunas teraih. Begitulah lelah dan jauh sebuah perjalanan Untuk cinta yang sudah digariskan Sampai putik, dan buah-buahan hijau atau menguning Dan daun-daunku matang, lalu kita sama-sama dipetik orang Dalam dendang malam kasih tak sampai. Dan pada percakapan senja-senja di beranda Tal terduga, bertemulah kita dalam talempa Sayng, belum sempat bertukar pandang berbagi kisah Sepasang tangan yang keriput lalu melipat-lipat kita Jadi liliput. Ditambah kapur dan gambir, masuklah kita ke mulut waktu Yang galir. Mulut seorang nenek tua, yang barangkali berhasrat Melunaskan dendam masa silamnya. O, percintaan yang nestapa, Lihatlah, aku berdarah, aku berdarah Sedang engkau berputih tulang berputih mata Kehilangan segalanya. Sementara di luar, orang-orang dengan mata berkaca Pun mulut seriuh lebah mulai merangkai cerita Tentang kisah-kasih sepasang remaja Yang lekang dalam gigitan takdir sang waktu.
Kesadaran Ruang Kreativitas Tradisi Kehidupan
lSilaturahmi Puisi: Kalimalang - Jatijagat KP-109... yang mereka bawa sendiri untuk kebutuhan pentas musikalisasi-teaterisasi puisi yang akan ditampilkan kepada kawankawan di JKP dan juga kepada undangan publik yang beberapa hari sebelumnya telah disebarkan dengan gencar di media sosial facebook. DENGAN PANGGUNG sederhana namun cukup artistik, komunitas Sastra Kalimalang yang dikomandani Ane Matahari menyapa kawan-kawan di JKP lewat beberapa nomer lagu. Seperti yang diakui Ane Matahari, lagu-lagu mereka digubah dari puisi-puisi jalanan, puisi-puisi orang pinggiran, meski ada juga beberapa puisi dari penyair Indonesia kenamaan, puisinya Abdul Hadi WM atau Taufiq Ismail salah satunya. Namun karena cuaca tidak mendukung, mendung yang menyelimuti Denpasar semenjak sore hari, di tengah-tengah acara tiba-tiba hujan deras, akhirnya pementasan tidak sampai selesai. Tapi meski begitu suasana menjadi lebih intim. Kami melanjutkan pada acara diskusi lebih awal dari yang direncanakan, diskusi ‘’tanpa jarak’’ sehingga nuansa karib dan suasana kekeluargaan menjadi terbentuk. Diskusi menjadi sangat cair. Di sela-sela diskusi diselingi juga embacaan puisi dari kawan-kawan Sastra Kalimalang sendiri maupun dari kawankawan JKP. Ada Obe Ahmad Marcuki, Didon Kajeng dan Ida Bagus Aditya. SILATURRAHMI bukan hanya bentuk fisik melainkan juga pertemuan kreatif ini; pementasan puisi, diskusi dan berbgai pengalaman seputar seni dan sastra, tentu menjadi sangat menarik bagi kami (JKP) selaku tuan rumah. Spirit untuk terus menghidupi komunitas sastra menjadi catatan tersendiri. Ane Matahari sebagai ‘’komandan’’ dari Sastra Kalimalang banyak menceritakan tentang kiprah dan pergaulannya Komunitas Sastra Kalimalang dalam lintas dimensi. Bagaimana ia turun langsung ke jalanan di Bekasi, Jakarta dan sekitarnya hanya untuk memperkenalkan seni, sastra dan khususnya puisi. Keluar masuk lapas hanya untuk menyuruh pada napi menulis puisi, menyuruh mereka mengungkapkan segela kegelisannya dan apa yang tergenang di batinnya dengan media puisi. Menemui tukang parkir, tukang ojek, pengamen, anak jalanan, para veteran khusus dengan luka fisik dan psikis permanen untuk dikenalkan dengan puisi. Dengan ‘’mantra’’ kata menjadi kita semua dirangkul dan diadvokasi dengan cinta dalam puisi. Lebih-lebih pada mereka yang ternarjinalnya, mereka yang dipandang sebelah mata dalam nilai hitam putih kehidupan masyarakat, sehingga komunitas Sastra Kalimalang mampu menjadi semacam periuk besar yang menampung berbagai manusia dengan latar belakang dan dibekali kehidupan puisi dalam jiwa masing-masing mereka. JIKA POLITISI terus menerus menggaungkan perpecahan, maka kami tak henti-henti merangkul dan menyatukan mereka dalam bentuk kekeluargaan ‘’begitu ucap Ane Matahari memodifikasi ungkapan John. F. Kennedy yang terkenal itu, sambil beberapa kali ia mengutip sajak ‘’Jangan’’ miliknya Sutardji Coulzoum Bachri yang menurutnya sebagai bentuk ekspresi atas nilai kemanusiaan. Dari lintas pergaulannya itulah Ane Matahari dan komunitas Sastra Kalimalang, tak berlebihan tentunya jika dikatakan telah
sampai pada tahap membumikan atau memasyarakatkan puisi, memberi ruang kreativitas pada mereka yang ada di ‘’garis pinggi’’ yang selama ini dianggap tak berguna oleh sebagian orang, sehingga puisi bukan hanya milik golongan tertentu saja, tetapi menjadi milik siapa saja sebagai bentuk ekspresi dan ambil bagian besuara terhadap apa yang ada di dalam maupun luar diri mereka. Ia percaya setiap orang memiliki dasar keindahan dan menyukai keindahan, dan puisi mesti menjadi fungsi untuk kesadaran dan melembutkan budi pekerti. DENGAN METODE pendekatan puisi terhadap mereka yang mendapat ‘’cap’’ dalam masyarakat tentu merupakan upaya menjalankan fungsi puisi (dan sastra pada umumnya) pada yang semestinya; menjunjung nilai kemanusiaan. Tak mudah memang apa yang dilakukan Ane Matahari dan kawan-kawan Sastra Kalimanlang, namun itu menjadi keharusan, mengingat banyak dari kita sudah semakin tidak peduli, semakin acuh dan apatis dalam tradisi kehidupan modern yang semakin hedonistik seperti sekarang. Tantu iani sebagai PR dan pekerjaan besar bagi kita bersama, khususunya bagi para penggerak seni dan sastra, khususnya lagi di sini. Nah! lKim Al Ghozali AM
lHerry Wijaya Nyanyian Rindu: Kepada Klungkung angin itu jualah yang menghantar kenanganku pada merahnya langitmu gerah dan risaunya laut kini tak lagi merona aku rindu pada pendarnya matamu Aku tenang pada diammu yang berayun: pada tangkup sayap malammu pada gemulai kabut pagimu pada kerling lampu hatimu pada gemercik sungai jiwamu aku rindu pada hangat nafasmu Aku resah pada jejakmu yang hilang tapak pada malam yang hilang kelam pada kabut yang hilang embun: pada lampu yang hilang warna pada sungai yang hilang riak pada rindu yang hilang dendam
lHerry Wijaya Taman Gili: Parodi Kamboja dan Rumput kamboja dan rumput tepian kolan ini bertunas, berbunga dalam racikan tukang kebun yang sama sepasang orang asing hitam putih bertandang di sudut taman, menyematkan kamboja dalam sumringah malam pertama. kamboja dan rumput tepiah kolam ini purnama membelai dalam elusan yang sama gadir muda selendang putih bertandang di sudut taman, menyematkan kamboja dalam sumringah sembahyang pertama. kamboja dan rumput tepian kolam ini Tukang kebun yang sama purnama yang sama Kamboja layu, rumput kisut
angin itu jualan yang membawa rumahku pada relung relung nadimu berat dan hitamnya awan kini tak lagi merantai aku rindu.....
Kamboja dan rumput di meja pengadilan taman ini Hakim yang sama, hukum yang sama malaikat hitam putih bertandang menyemat sula, menyemat mahkota...
lNi Made Purnamasari Puisi Bunga Bagaimana aku dapat melihat sekuntum bunga? Tak semua tanah adalah tempatnya tumbuh dan tak selalu diriku menyadari bahwa itu sungguh sekuntum bunga Lebih dari sekadar percaya Betapa burung itu kini tengah melayang juga dinginnya tetes hujan di tangan Sebab agaknya aku mulai kehilangan apa yang telah dilihat, diraba atau ditemukan Andai aku tetap berkata Siang dan malam adalah karena gerak bumi bulan dan matahari Bagaimana kujelaskan: Apakah bisa wangi dupa mengantarkan doa-doa kepada para dewa? Apakah bisa seorang ibu demam terbaring di ranjang seketika tersembuhkan oleh sentuhan tangan putra Tuhan? Apakah maut akan mengizinkanku lahir kembali di dunia lain, pada masa yang lain lagi-lagi sebagai penyair? Lambat laun aku seakan serupa batu-batu berhenti membayangkan atau merasakan semua yang tengah berlalu Sebab aku tak bisa menjawab Segala yang terlanjut dipertanyakan Sekuntum bunga Biarlah tumbuh bagai sekuntum bunga Tanpa sesuatu pun yang mesti disangsikan
Heri Windi Anggara
BPM/ist
lNurasamas SA PADA SUATU SORE Karena lambung keluarga miskin dibikin kembng angin jadi kendang, kawanan hujan masuk lewat atap gubuk memukul mukul meja, menabuh pring, jingkrak-jingkrak di lantai tanah. ‘’Bu, kasih tahu anak-anak jangan ganggu orang kiskin!’’ ujat petir. ‘’Biarkan saja, namanya juga anak hujan. Mari lanjuut roman sore yang romantis! kata induk hujan lalu berpelukciuman bibir hujan meletup-letup, mata petir berkilat-kilat, desah nafsu terdengar parau. ‘’Petir itu seperti naga merah, pasti dagingnya lezat!’’ guram anak miskin berlarian di bawah hujan. Kemudian: ‘’Mak, saya mendapat petir, mari kita masak untuk makan hari ini!’’ Orang berdatangan menggotong anak miskin yang gosong emaknya pingsan. Angin tak bisa membuat kenyang keluarga miskin petir dan hujan menyempurnakan duka di sore yang dingin.
NASIONAL
16
Minggu Wage, 16 Oktober 2016
Bhimasena Bantai Durmada dan Dushkarna
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Enam Puluh Tiga)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
SANJAYA berkata kemudian, putra-putra paduka, Durmada and Dushkarna, menaiki kereta yang sama, keduanya lalu menyerang Bhima dengan panah-panahnya. Serangan itu benar-benar dalam penglihatan Karna, Aswatthaman, Duryodhana, Kripa, Somadatta, Valhika. Penghukum musuh-musuh itu putra kedua Pandu itu tidak mau kalah, dia menggunakan langkah kakinya, menyebabkan kereta Durmada dan Dushkarna tenggelam ke dalam tanah. Dipenuhi kemarahan, Bhima menyerang menggunakan pukulan-pukulannya putra-putra paduka yang perkasa dan pemberani, Durmada dan Dushkarna itu. Bersamaan dengan itu Bhima menghancurkan mereka disertai raungan sangat keras. Kemudian teriakan oh dan sayang muncul di antara pasukan-pasukan paduka. Raja-raja setelah melihat pembunuhan oleh Bhima, berkata, ‘’Itu adalah Rudra yang sedang bertarung dalam wujud Bhima menghadapi keluarga Dhritarashtra.’’ Setelah mengatakan kata-
kata ini, oh Bharata, semua raja yang membela pasukan Kuru itu melarikan diri. Banyak dari mereka kehilangan kesadarannya. Yang tidak, dengan cepat memacu binatang-binatang yang mereka kendarai. Sungguh, tidak ada kedua dari mereka yang dapat terlihat lari bersama. Ketika pada malam itu, sebuah penyembelihan besarbesaran harus diderita bala tentara Kaurava, Vrikodara yang gagah perkasa, dengan mata indah seperti bungbunga lotus yang mekar penuh, saat itu sangat dipuji oleh banyak banteng di antara raja-raja. Kemudian, Bhimasena pergi menemui Yudhishthira, menyampaikan penghormatan kepadanya. Lalu si kembar, Nakula dan Sahadeva, Raja Drupada, Virata, keluarga Kaikeya, termasuk sang Raja Yudhishthira juga merasa sangat gembira. Semua dari mereka memuja Vrikodara. Pemandangan itu bahkan terlihat seperti yang dilakukan kaum surgawi kepada Mahadeva setelah Andhaka telah terbantai.
Kemudian putra-putra paduka, yang setara dengan putra-putra Varuna, dipenuhi dengan kemarahan. Mereka yang didampingi sang Guru Drona yang terkenal itu dan sejumlah kereta, prajuritprajurit jalan-kaki, gajah-gajah, selanjutnya mengepung Vrikodara di segala sisi. Oh yang terbaik dari raja-raja, pertempuran pada malam itu membuat segala sesuatu ditutupi kegelapan. Mendung setebal sebuah awan. Pertempuran menakutkan itu, terjadi antara prajurit-prajurit terkenal itu. Tetapi sebaliknya, serigala-serigala, burung-burung gagak dan burung-burung nazar banyak turun ke medan laga sangat senang, karena mereka memangsa mayat-mayat bergelimpangan. Sanjaya berkata, Setelah putranya Bhurisrava dibantai Satyaki, ketika yang terdahulu duduk dalam posisi Praya, Raja Somadatta dipenuhi kemarahan. Dia lalu berkata kepada Satyaki, dengan kata-kata ini, ‘’Kenapa, oh Satwata, engkau meninggalkan kewajiban-kewajiban ksatria
yang ditahbiskan dewa-dewa berbudi luhur itu. Dirimu sendiri mengambil perbuatan seperti para perampok saja? Kenapa seseorang yang patuh kepada kewajibankewajiban ksatria dan memiliki kebijaksanaan, itu menyerang, dalam pertempuran, seorang yang berbalik dari pertarungan. Orang yang tidak boleh diserang juga seseorang telah menjadi tidak berdaya. Seseorang telah meletakkan senjata-senjatanya. Dan seseorang yang memohon ampun. Sungguh dua orang di antara keluarga Vrishni yang terkenal sebagai ksatria utama, dari
prajurit-prajurit kereta hebat, Pradyumna memiliki energy sangat kuat demikian juga dengan engkau. Oh Satyaki! kenapa, saat itu engkau berkelakuan demikian keji. Engkau dipenuh dosa kepada seseorang yang telah duduk dalam posisi Praya. Sebelumnya bahkan lengannya telah dipotong Partha sendiri dengan panah. Ambillah sekarang, dalam pertempuran ini akibat dari perbuatanmu itu. Oh engkau yang berperilaku jahat? Hari ini, Aku oh orang celaka, dengan mengerahkan keberanianku, akan berusaha memotong kepalamu dengan sebuah anak panah bersayap. (bersambung)
Sloka 10.16 Vaktum arhasy asesena divya hy atma-vibhutayah yabhir vibhutibhir lokan imams tvam vyapya tisthasi Tanpa kecuali dikau harus beritahukan kepadaku, semua bentuk-Mu yang suci, yang mana dengan bentuk-bentuk itu, dikau menunjang dunia – alam semesta – ini dan di mana dikau dendiri berada di dalamnya dan bahkan lebih jauh dari itu.
Polda Papua Tangkap 4 Anggota TPN Papua Merdeka
Jayapura (Bali Post) Kepolisian Daerah (Polda) Papua di kawasan Kota Jayapura menangkap empat anggota Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Papua Merdeka, yang dua di antaranya termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian Resor Paniai, kata Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw.
BPM/udi
EMOSI - Polisi berusaha menenangkan warga yang emosi terkait pembunuhan di Desa Bengkak Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Sabtu (15/10) kemarin.
Cekcok, Suami Bantai Istri Hingga Tewas Banyuwangi (Bali Post) Warga Dusun Krajan Desa Bengkak Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, geger, Sabtu (15/10) kemarin. Warga setempat, Supiyati (40), ditemukan tewas bersimbah darah di pematang sawah. Korban tewas dibantai suaminya sendiri, Harjoso (50), menggunakan sebilah celurit. Dugaannya, aksi ini dipicu cemburu. Pembunuhan sadis itu diketahui warga sekitar pukul 12.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan anaknya, Devi (18), setelah mendengar percekcokan kedua orang tuanya. Merasa curiga, Devi berusaha mendekati lokasi keributan. Setelah dilihat, sang ibu sudah terkapar. Sedangkan, sang ayah sudah kabur.
Warga yang mendengar kejadian langsung mendekat, lalu mengevakuasi korban. Paman korban, Ahmad Fauzi (60), menuturkan, sebulan terakhir, korban sering cekcok dengan suaminya. Namun, tak jelas pemicunya. Saat kejadian kemarin, korban berniat ke pasar. Setelah mengunci pintu rumah, korban keluar lewat pintu belakang. Rupanya, korban dipergoki pelaku saat keluar rumah. Saat itulah, pelaku emosi. Sekitar 50 meter dari rumah, pelaku membacok korban dari belakang. Diduga, pelaku mengayunkan celuritnya ke arah wajah korban, kemudian ke bagian perut. Akibat luka serius, nyawa korban tak tertolong. “Waktu kita evakuasi, korban sudah meninggal. Luka
bacok di pelipis kanan dan perut kiri,” ujar Ahmad Fauzi. Selama ini, kedua korban sama-sama bekerja sebagai petani. Bahkan, sebelum kejadian, keduanya sempat ke sawah bersama. Beberapa saat setelah kejadian, polisi tiba di lokasi, termasuk memburu pelaku. Pelaku berhasil dibekuk saat kabur ke arah jalan raya. Sedangkan jenazah korban dievakuasi ke RSUD Blambangan, Banyuwangi untuk proses autopsi. Kejadian ini sempat menyulut emosi warga. Mereka berusaha memburu dan menghakimi pelaku. Untuk menghindari amukan massa, pelaku diamankan ke Polres Banyuwangi. “Keluarga besar korban tak terima dengan kejadian ini. Pelaku kita amankan ke
Polres,” kata Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Dewa Putu Primayogantara Parsana. Dijelaskan, pihaknya masih mengembangkan kasus ini. Hasil penyelidikan sementara, pelaku kalap lantaran cemburu. Dari lokasi, polisi mengamankan sebuah sandal jepit dan celurit milik pelaku. “Informasinya, korban dan pelaku sering bertengkar. Motifnya cemburu. Ini yang sedang kita dalami,” tegas AKP Dewa. Pelaku, kata dia, akan dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Sejauh ini, imbuhnya, belum ditemukan indikasi pembunuhan berencana dari kejadian ini. (kmb30)
Tiga Desa Pakraman di Sawan Gelar Tradisi ”Nyekar”
Singaraja (Bali Post) – Buleleng memang kaya dengan tradisi dan ritual keagamaan yang unik dan tidak dimiliki daerah lain. Tiga desa pakraman di Kecamatan Sawan yakni Desa Pakraman Kerobokan, Desa Pakraman Kloncing, dan Desa Pakraman Sinabun rutin menggelar tradisi “nyekar”. Ritual merupakan warisan leluhur yang wajib dijalankan oleh krama desa pakraman dengan makemit (menginap -red) di tepi Pantai Kerobokan Sabtu (15/10) kemarin. Tradisi sebagai rangkaian dari upacara pakelem yang dilaksanakan tengah laut lepas. Bukan hanya dilakukan oleh prajuru desa pakraman atau perwakilan dari kepala keluarga, tetapi dilakukan oleh bersama-sama anggota keluarga. Tak pelak, pesisir pantai dibanjir oleh krama desa. Bahkan, bukan sekadar mengikuti ritual persembahyangan, tetapi upacara adat dan agama juga sekaligus digunakan sebagai acara rekreasi bersama-sama keluarga. Masyarakat yang datang bukan hanya membawa sesajen sebagai persembahan tetapi juga membawa bekal untuk dimakan bersama-
sama di pantai. Karena itu, mereka rela datang ke pantai lebih awal, hanya untuk menikmati indahnya sunset, hempasan ombak sambil menikmati bekal yang dibawa dari rumah. Sejak pagi kemarin, jalan pusat ritual nyekar ramai oleh hilir mudik krama sejak pagi hari. Krama yang menggelar acara makemit itu sejak pagi membawa bambu berbagai ukuran untuk membangun semacam tenda di tepi pantai dengan atap terpal. Selain itu, ada juga krama menggunakan tenda dari atap kain kain atau memasang tenda parasut. Di dalam tenda itu krama istirahat menunggu rangkaian awal dari upacara nyekar. Setelah lewat pukul 21.00 wita, krama mulai sibuk mempersiapkan prosesi upacara nyekar atau menghaturkan pakelem di lautan lepas. Upacara pakelem biasanya berlangsung sekitar pukul 03.00 wita atau sebelum matahari terbit. Seluruh sarana upakara ini diletakkan di atas pelepah pisang yang sudah dirangkai sedemikain rupa. Sejumlah sarana upakara yang lazim disebut sekah dihanyutkan ke tengah laut. Pemangku di Desa Pakra-
man Kerobokan, Jro Mangku Made Sudirtha, menceritakan, nyekar merupakan wujud rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi karena upacara yang digelar di wewidangan desa pakraman berlangsung baik. Krama mempercayai ritual ini sebagai permakluman atas kesalahan-kesalahan selama melaksanakan upacara. Setelah ritual ini mulai keesokan harinya menjadi titik awal untuk menjalani kehidupan di desa pakraman. Menurut Sudirtha, prosesi upacara nyekar berlangsung secara turun-temurun.
Meskipun zaman telah berkembang, masyarakat antusias mengikuti prosesi upacara nyekar hingga tuntas. Namun akibat perkembangan zaman juga memengaruhi jalan prosesi. Sebelum berkembang alat transportasi yang begitu pesat, warga desa pakraman biasanya berjalan kaki menuju Pantai Kerobokan. Namun kini, masyarakat mempergunakan alat transportasi sepeda motor ataupun roda empat. “Karena perkembangan zaman memang ada perubahan namun makna ritual ini tidak berubah,” jelasnya. (kmb38)
“Kedua orang itu merupakan anak dari tokoh OPM Tadius Yogi,” katanya di Kota Jayapura, Sabtu (15/10) kemarin. Dua orang yang masuk dalam DPO Polres Paniai dan anak tokoh OPM adalah Jemi Magai Yogi dan Demianus Magai Yogi. Waterpauw mengemukakan, awalnya polisi menangkap Jemi Magai Yogi tanggal 11 Oktober 2016 di kawasan Padang Bulan, Kota Jayapura. Setelah menangkap Jemi Wagai Yogi, polisi kemudian mengembangkan kasus dan menangkap Demianus
beserta dua rekan lainnya, termasuk Jona Wenda, salah seorang juru bicara kelompok yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam struktur TPN wilayah Paniai, Jemi Yogi menjabat kepala staf angkatan darat, sedangkan Demianus Yogi kepala staf umum angkatan darat, kata Waterpauw. Ia mengatakan, Jemi dan Demianus terlibat sejumlah tindak kekerasan, di antaranya pencurian dengan kekerasan, yakni merampas senjata api milik Bripka Niko-
las Warobay pada 2015. Aloysius Kayame dan Demianus Yogi tanggal 9 September 2016 juga melakukan pemerasan dan pengancaman terhadap karyawan PT Papua Indah Perkasa di Distrik Yatamo, Kabupaten Paniai. Sedangkan, Yunus Wenda alias Jona Wenda terungkap melakukan sejumlah pemalsuan dokumen. Aksi kriminal yang dilakukan Jemi Yogi dan rekan-rekannya tidak saja dilakukan kepada aparat keamanan, tetapi juga warga sipil sejak 2011, demikian Irjen Pol. Paulus Waterpauw. (ant)
Dongkrak Harga, Nelayan Bakar Ikan Massal
Banyuwangi (Bali Post) Ikan laut menjadi salah satu ikon Banyuwangi. Sayangnya, komoditas ini harganya kerap tak menentu. Untuk mendongkrak harga ikan, nelayan di pesisir Muncar menggelar festival pasar ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) Muncar, Sabtu (15/10) kemarin. Ajang ini diisi dengan aksi bakar ikan massal, diikuti hingga 1.000 orang. Total ikan yang dibakar mencapai 2 ton lebih, terdiri dari berbagai jenis. Mulai lemuru, ikan putihan, hingga tongkol. Asap mengepul ketika aksi bakar dimulai. Gurihnya aroma ikan bakar menyeruak. Warga pun berebut menyantap ikan bakar bersama-sama. “Event ini untuk mendorong kebanggaan warga akan potensi maritim, sekaligus mendongkrak harga ikan,” kata Bupati Banyuwangi, Abdulah Azwar Anas, di sela-sela kegiatan. Menurutnya, harga ikan segar cenderung naik turun. Karena itu, pihaknya mendorong agar nelayan tak sekadar menjual ikan segar. Namun, bisa mengolah dan mengemasnya dengan baik. “Kalau ada sentra ikan bakar di tepi pantai ini, tentunya harganya akan lebih mahal daripada ikan segar biasa,” ungkapnya. Bahkan, kata Anas, harganya bisa naik hingga 400 persen. Pihaknya berharap,
BPM/udi
IKAN - Para nelayan membakar ikan bersama dalam festival pasar ikan di TPI Muncar, Banyuwangi, Sabtu (15/10) kemarin. festival pasar ikan ini menjadi pendorong para nelayan bisa mengolah ikan segar dan menyajikannya dengan baik sehingga, memiliki nilai ekonomi tinggi. Sebab, para wisatawan akan banyak berkunjung ke tempat ini. “Ini bisa mendorong perekomian nelayan. Menjadikan Muncar sebagai destinasi wisata bahari yang menarik,” jelasnya. Festival serupa juga akan digelar di sentra perikanan lain di Banyuwangi. Selain bakar ikan, festival pasar ikan diisi dengan pameran
produk ikan dan hasil olahannya. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara petik luat yang menjadi ritual khas nelayan Muncar. Data dari Dinas Perikanan dan Kelautan Banyuwangi, produksi perikanan tangkap meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2015 mencapai 61,178 juta kilogram, naik dibanding 2014 yang mencapai 60,66 juta kilogram. Total transaksi mencapai Rp 1,244 triliun di tahun 2015 dan Rp 1, 024 triliun di tahun 2014. (kmb30)
Minggu, 16 Oktober 2016
BPM/mud
TENDA - Krama dari tiga desa pakraman di Kecamatan Sawan mendirikan tenda di tepi Pantai Kerobokan sebelum pelaksanaan ritual nyekar, Sabtu (15/10) kemarin.
05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Mewujudkan Hidup yang Damai (2) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 I Got It 09.05 Taman Sari TK Negeri Pembina Tegalalang - Gianyar
09.30 Belajar Menggambar 10.05 Education On Bali TV 10.30 Pelangi Kehidupan 11.30 Dunia Otomotif 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Mewujudkan Hidup yang Damai (2) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education on Bali TV 16.05 Harmoni Bali 17.05 Dunia Kita
17.30 Gita Shanti 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 KRIS 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Folksong 21.30 Ajeg Bali 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Arja Muani Sunari Sidhi Bajra Sandhi (3) 23.00 Lila Cita Calonarang Kuta (4) 24.00 Closing
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Wage, 16 Oktober 2016
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) � Jakarta � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) � Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) � Surabaya : (031) 5633456 � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA � Email: pembacabalipost@gmail.com � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 � Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � Tarif iklan Mini/Baris
Sardine Restaurant Looking for Cook,Waitress, Bartendres,Must Speak English Jl.Petitenget 21 Telp.733617 Mail:sardine@sardinebali.com
**Dcr Segera Guru SD Perempuan Tamatan S1 Mipa utk Sekolah di Dalung hub:085100861502
B.BP.166.10.16.0000534
**Dibthkan Pengawas Proyek min SMK Bangunan/Sederajat hub: Dbthkn waiter/s,Cook,Roomboy Pak Rai 081805495009/0811399252 B.BP.166.10.16.0000532 Cook helper&Bartender Brpglman Admin IT Wnt Jimbaran 3-4Jt/Bl CV.SeaSafariCruiseJl.Dermaga Benoa/hrd@seasafaricruises.com pengalamn jebamatren@gmail.com B.BP.141.10.16.0000513
Cri Sopir Pribadi ada KTP, SIM-A,Bsa Matic(Marcy,BMW, Alphad)Hafal Daerah Bali,Krm ke Jl.Buluh Indah No.99-X,Dps Email:hrd@tmstours.net atau hrd@dewatatransport.com
A.BP.001.10.16.0000896
Dimas Fashion Mencari Penjahit Halus wanita Berpengalaman, Bisa Patrun.Gaji Terbagus 082147942963
Dcr Segera Sales,Bag.Gdg,Tng Srbtn,Sopir.Lam Lgsng CV.Agung Mandiri Jl.Nakula 99 Legian Dpn Psr Umasari Kuta Utara
A.BP.001.10.16.0000767
Dcr Bartender,Waitres,Cook. Lam ke Puri Bali Indah Rest Jl.Melasti 17 Legian Tlp.08123802169, 751644
A.BP.004.10.16.0001044
Dcr Sgr Pegwai Rmh Mkn Lgsg Krja,Renon Hub.081514266706
A.BP.001.10.16.0001037
Dcr Spv Sales Miwon Mama suka Min D3/S1 Jl.Gatot Subroto I/5 081236326826/087765475769
A.BP.001.10.16.0000996
Dcr:Front Office,Housekeeping, Driver, Engineering, Bellboy, Security,PRT&Bag.Hukum utk Hotel Hub.PO BOX 2005 Kuta Bali
A.BP.001.10.16.0000972 DcrMktP/W,GP+Kms+Umk3JtLam A.BP.001.10.16.0001049 Admin Wnt bs Word&Exel 2Jt+BBM B.BP.164.10.16.0000424 Bw ke Jl.T.Umar Brt 341-D Dps Dcr Kary Serabutan(P)&Design B.BP.004.10.16.0000498 CV ke moniq_irawan@yahoo.com Dibth Kar Koperasi u PDL Hub. A.BP.033.10.16.0000986 (L)Max.26Th,0818350253 Dps-Utr Dbthkn 1 Org Marketing P.BeliA.BP.001.10.16.0000958 0361 8464175 085100453490 Dcr QS Berpengalaman PT.Dika A.BP.001.10.16.0001025 tung 44 Dps Hub:081916484755 Bth Sgr Spv Sales Sndl + Spt A.BP.001.10.16.0001027 A.BP.167.10.16.0000907 Email dharmaintikarya@yahoo.com Female Adm/Asst,CAP Adobe-PS. Peng 2Th Jl.P.Misol 49 Dps Dibthk Segera Kasir/Waitress Tlp.081239693760 Dbthkn Tenaga Personalia Pglmn CV to Jl.By Pass Ngurah Rai601 081236859629/221185 u/Rest di Seminyak Hub:732963 A.BP.001.10.16.0000964 Hub.081338069098/085100841136 A.BP.156.10.16.0000979 B.BP.004.10.16.0000503 A.BP.001.10.16.0001021 Dcr Security,HK,SPG,Bw CV ke A.BP.001.10.16.0000949 !!Dcr Admin wnt bs Komputer Butuh Segera!Spa Therapist utk Dibthkan Tkg.Jarit&Serabutan Ktr Siaga86,Jl Pendidikan No62 Dcr Asisten RT Wanita di Dps utk di Canggu hub.081999337447 Yoga Retreat Villa.Ubud(3 Org) Dps T.710644,HP:081316361234 Berpnglmn Sgr Hub:082146365552 Hub Sgr 081337346050 B.BP.166.10.16.0000535 Min.21Th,Pengalaman min.1Th, A.BP.001.10.16.0000873 A.BP.001.10.16.0001038 A.BP.001.10.16.0000997 ***Dcr Krywti u/Wr.Babi Guling Bs Bhs.Inggris.Lamaran:Kumara Dcr Sgr Arsitek utk perusahaan Low.Marketing Pengalaman & Dicari Tukang Serba Bisa dngan Sari Kembar 99, Jl.Marlboro Brt Sakti,Jl.Suweta-Ubud/T.972685/ Design Interior Lok Jimbaran Programmer,utk Prshn IT Gaji 4Juta perbulan Brpglmn Hub:081338665134 NoSMS recruitmen@zenjiwaraga.co.id Krm CV ke:sdi.hrddep@gmail.com Email:sales@glsolusi.com 0361-4490319 & 082134356114 A.BP.001.10.16.0001045
B.BP.145.10.16.0000543
B.BP.101.10.16.0000467
B.BP.004.10.16.0000493
A.BP.001.10.16.0000984
Dicari Adm Purchasing wanita Berpengalaman bs Computer utk Garment E:hrd@buddhawear.com Hp.085100050706
A.BP.001.10.16.0000927
Dibutuhkan Tenaga Pengiriman Min.SMA,Max.28Th,KTP/SIM Bali Kirim Lamaran ke V-Gen Memory RTC.Rimo Lantai Basement 7-8 Tlp.08561070707 (Up.Billy)
A.BP.001.10.16.0000960
Dicari Sgr PRT,Kerja Siang 09 Pagi-05 Sore,DatangLangsung ke Jl.Danau Poso No.1A,Sanur/Hub:08155791130
B.BP.004.10.16.0000452
Dicari Teknisi Komputer Gaji+ Bonus,Hubungi Hp. 08123600152
A.BP.001.10.16.0000411
PT.Bali IndoAlfa Group bth Kry Pss:Adm,MD,SPG,Kasir,Acct,Gdg, OB,Spv Gj 2,5-3,8Jt/bln. SMS: 081236776658(tnp training) A.BP.001.10.16.0001042
Dicari:FO Good English,8469103 / E:ecosferahotel@yahoo.com
A.BP.001.10.16.0000874
Dicr Sgr Marketing Alat Kedokteran dan teknisi Elktro Kirim Lamaran Lkp ke:Jl.Gunung Andakasa No.31 Gatsu Barat Dps Telp.0361-431010
A.BP.001.10.16.0000944
Prshan Distribusi Baby Product Mencari:SPO 1.Usia Max.35Th 2.Menguasai Area Denpasar/Bali 3.Pglm di Bdgnya Min.1Th 4.Pddkn Min SLTA.Lamaran Kirim ke hartonojanto@gmail.com Paling Lama 7 Hari B.BP.004.10.16.0000379
Golden Monkey a Chinese Rest in Ubud Looking for:Chinese Chef,BBQ Chinese Chef,& cutter Min 2 yrs Exp.Please send your CV to:dewisyrowatka@gmail.com
Dcr sgr Tnga Kasir , Kolektor, Dicari Therapist (Laki-Laki) penddkn SMU/SMK,Koordinator yang bisa Bahasa Inggris, Simpan Pinjam, pnddkn S1 semua Tinggi Min 160,Min Tamatan SMA jurusan, Pria/Wanita, umur Max 35 Tahun,punya Kendaraan maks. 27th.Lam ke KKB Bali Mart, Jl .Kepundung No. 61 A Dps atau Sendiri,Sehat dan Pekerja Email:kkb_jobvacancy@yahoo.com Keras,Pengalaman tidak G.01 Diutamakan.Kirim CV ke Jl.Raya Lowongan 1.Manager 2.Sales Basangkasa #47 Seminyak / 3.Teknisi 4.HK 5.Receptionist jarimenari@jarimenari.com min.D3/D4 Perhotelan (1,2) Phone 0361-736591 B.BP.004.10.16.0000255 Menguasai OTA(1,2) Good in English(1,2,5) min.SMK Perhotelan Hotel di Payangan cari (4,5) Pengalaman min.1thn di Engineering,FO & Waitress. Hotel(1,2,4,5) kirim CvLengkap Kirim CV,Lamaran Segera ke Lmrn ke:hrd@hotelratnabali.com rijasaagung_hrd@yahoo.co.id B.BP.004.10.16.0000497
Snow House Bth Karyawan/i Max. 35Thn,Min.SMU,Pnmpilan Menarik Bawa Lamaran Langsung Tg 20-21 Okt 2016 Jam 10.00-14.00 Jl.Ry Ubud No.888x CP:082227339922 A.BP.001.10.16.0000824
B.BP.820.10.16.0000448
A.BP.001.10.16.0000969
Tulola Jewelry di Petitenget Cari SPG & Kasir SMA,Retail Email:wahyutulola@gmail.com A.BP.001.10.16.0001015
Urgent!!! Sales Executive Sent CV to:hrd@jocshotel.com
B.BP.004.10.16.0000531
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU
Djl Terios TX Htm Mnl Des’14 AsBali Istimewa H:085339072222
A.BP.001.10.16.0000988
ISUZU
Splash’2014 Putih KM9Rb AsBali Yaris S’08 Matic Silver Istw Seperti Baru Hub.085100421453 Agya’14 AT 108 TT,085100856999 B.BP.164.10.16.0000541
Wagon GS’15 Putih+Grand Toring 13Pth TT/Krd Dp25/087860856999
B.BP.141.10.16.0000538
Jual Isuzu Panther’95 Hub:0811392551
NISSAN
A.BP.001.10.16.0000861
JEEP
Jeep Wrangler Diesel 2013 KM 31000 Istw Orange Orig Langka Rp.1M HP.087861177067
B.BP.004.10.16.0000502
Grand Livina’13 Pmk HWS AT Htm Tgn1 AsDK,140JtNg,081805330222 TOYOTA
Agya TRD S Th’2014 Tgn I Hitam Manual,087862270180 Bs Tukar/T
APV GX’2009 Slvr Asli Bali Sgt bagus Luar Dlm H.087860171736
Avanza G MT 1.5cc Putih AsliDK Brng Bgs Ors Cat .081237326994
Grand Vitara’08 JLX Hitam A/T Asli Bali Pribadi 08123927007
Yaris S Lmtd’12 Putih SmstBaru AsBali Matic Prbdi081236297242
B.BP.164.10.16.0000540
A.BP.001.10.16.0001026
DIJUAL MOTOR HONDA
Djl Honda Bebek Modif Clasik 1984 Hub.Bawa 081237725809 A.BP.001.10.16.0000744
B.BP.164.10.16.0000539
A.BP.001.10.16.0001014
SUZUKI
B.BP.141.10.16.0000536
A.BP.001.10.16.0001039
A.BP.001.10.16.0001040
DIJUAL MOBIL
DIJUAL RUMAH Rmh Baru di Pengilian S.Huni Gaya Vila 700Jt,H.082147454248 B.BP.164.10.16.0000542
Baru Lt2 Jl.6mt Pav Subak Dalem 1,1M KPR Dp10%087855999992 A.BP.001.10.16.0001047
Rmh Br Lt2 Prm Tmn Palapa XI (XIV)Jl.Palapa Dps081558687881 A.BP.001.10.16.0000884
SERVICE
Rmh Baru Jl.Kebo Iwa Sltn Lt2 (2,1Mly) Tnh Stgs di A.Yani Pusat Bisnis(1,1Mly) Ruko di Gianyar Kota(1,1Mly)Pemilik 0811396569(Bisa Tukar Tambah)
Tnh L.3A Cargo Dps Gg.Mukuh Sari 0818601303/081338326083
A.BP.001.10.16.0000947
A.BP.001.10.16.0000950
A.BP.001.10.16.0000987
B.BP.141.10.16.0000476
Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 95 Jt/A Bs Kredit 087862450004
A.BP.001.10.16.0001034
Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809
A.BP.001.10.16.0000942
Rmh S.Huni Tabanan Kota 3KT, 2KM Luas 2Are Hub:081805540656
A.BP.001.09.16.0001742
A.BP.001.10.16.0001017
SERVICE
Djl Tanah 2 Are,Hook Ds.Kesiman, Kerta langu 450 Jt/Are,Tngah Perumahan Hub.085338305110
DIJUAL TANAH Murah!! Tanah Kavling Pering Tojan Gianyar Hub.081246613444
A.BP.001.10.16.0000910
A.BP.153.10.16.0001032
Tnh 4A PggrJln BungTomo Ubung Strgs 1,5M /A Ng 087862392060
A.BP.001.10.16.0001050
Jual Rmh Tnh 4Are Lt3 Jl.Goa Gong sebelah kampus Udayana Gg.Citra 1 Hub:085880707032 085338461439
DISEWAKAN TOKO Dkntrkn Toko Jl.BatuBolong Dkt Segara Madu 8x4 H:085738208220
Rmh Nyaman LT2A,kolam,furnitur, Dja Tanah L.1,85Are Jl.Teratai Satpam,90Jt/th, 081238504111 Tabanan Hub:Hp.081390253702
DISEWAKAN RUMAH Dikontrakan Rumah Jl.AkasiaXVI Gang Jeruk 10 Hub.081338540891
A.BP.001.10.16.0001033
BIRO JASA
1,36A,Kampung Global By Pass Tanah Lot 450jt H.08123829054 A.BP.001.10.16.0000567
BU Tnh 4A Jln Induk Purigading Jimbaran,@515Jt H.085100943696
B.BP.141.10.16.0000533
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL SERVICE
KURSUS
A.BP.001.10.16.0001013
A.BP.001.10.16.0001030
Djl Tnh 3,3 are diBarat trafic light Pantai purnama view pantai Hub: 08123654999
A.BP.001.10.16.0001041
Ruko 2Lt di Sesetan Jln.Tegal Wangi II/32-36 Harga Mulai 1M
DISEWAKAN GUDANG A.BP.001.10.16.0001019 Gudang 2Unit@L.375m2 Rangka Tnh,Gdg,5,10Are Jl.P.Saelus Gg 4. Truck msuk H.085237201305 TP Baja,Jl.SekarJepun3/087711978999
DIJUAL VILLA DIJUAL TOKO A.BP.001.10.16.0001024 Villa Elit Lgkp Seisinya 1Are Jual Toko&Kos2an 27Kmr.LT.7Are Djl Tnh Kargo Permai Gatsu Brt +Dpn Kampus Dyana Pura+4 Ruko di Jl.Raya Anggungan,900Jt/Are Batubulan 081999925143 Pemilik A.BP.001.10.16.0001048 Hub:081353078889 Hub:081339563242/085100705680 A.BP.001.10.16.0001022
Jual Tnh 3Are Perum Pesona Udayana Goa Gong,085338461439
A.BP.001.10.16.0000830
DIJUAL RUKO A.BP.001.10.16.0000943 Dijual Ruko 2Lt+Rmh 2Lt Ahmad Yani Utara Dps BU LS2,5A Lok.Baha Mengwi Jl.Utma Hub.085792225555 275/Are BUC Hub.087862227168 A.BP.001.10.16.0001028
SALON
A.BP.001.10.16.0000883
PELUANG BISNIS
ARSITEKTUR Perencanaan-PembangunanRumah, Ruko,Vila,Gbr 3D,Gbr IMB, Interior Dll Hub:081916433040 A.BP.001.10.16.0000763
RUPA-RUPA
18
REKREASI
Minggu Wage, 16 Oktober 2016
Pertanyaan
Rumah Pohon Bukit Melenteng Ramai Dikunjungi Wisatawan
POHON - Rumah pohon ramai dikunjungi wisatawan di Nusa Penida.
Menurun: 1. Tahu sopan santun dan pandai bergaul 2. Logam berwarna putih perak 3. Kelewat masak 4. Peletakan embrio ke dinding rahim 5. Burung dara 6. Merek HP 7. Pembuluh 8. Organisme kecil bersel tunggal 15. Orang yang bercita-cita tinggi 16. Laksamana 18. Benih penyakit 19. Saudara (Bali) 20. Merancap 21. Perbaikan salah cetak 22. Sepeda motor 29. Tidak(Bali halus) 30. Acak 31. Legal 32. Dapat dipercaya 33. Bisikan hati 34. Tali baja 35. Sudah terputus atau terbuka benang jahitannya 36. makhluk asing
SEDIKIT demi sedikit masyarakat di Nusa Penida mulai bangkit dengan beralih profesi dari seorang petani ke pelaku pariwisata. Mulai maraknya wisatawan asing mengunjungi Nusa Penida membuat masyarakat sekitar pun mulai menata wilayah sekitarnya agar nyaman dikunjungi. Sayangnya, keterbatasan air dan juga listrik membuat masyarakat harus mengeluarkan uang lebih untuk dapat menggeluti bisnis baru ini. Hal ini terlihat dari Keberadaan Bukit Melenteng dan juga Pantai Atuh di Dusun Pelilit, Desa Pejukutan, Nusa Penida. Di tempat ini wisatawan dapat menikmati langsung pemandangan laut bebas Nusa Penida yang dihiasi pulau-pulau kecil. Tanah perkebunan atau disebut dengan mel oleh warga kini beralih menjadi tempat rekreasi wisatawan. Di tanah seluas satu hektar tersebut kini dilengkapi dengan tempat beristirahat hingga rumah pohon. Menurut pemilik lahan tersebut I Wayan Natih, lahan perkebunannya tersebut sebelumnya digunakan untuk menanam ubi, jagung dan kacang tanah. Namun, karena banyaknya monyet di daerah tersebut, sering sekali masyarakat sekitar merugi karena tidak
1
2
TTS Bali Post 3
4
9
5
6
10
15
8
11
12 14
7
13
16
17 20
21
18
19
22
23
24 25
26
27 28
31
32
29
30
33
34
37
35
36
38
39
40
41
42
SPT2016
Mendatar 1. Kelemayu; Luka yang membusuk 5. Drupadi berasal dari kerajaan…? 9. Peran utama 10. Galir atau longgar 11. Kertas tebal empat persegi panjang 12. dibalik; anjing 13. Pelicin 14. Safir 17. Dirabas (Bali) 20. dibalik; salah satu merek terkenal 23. Sebuah Negara yang dulu dibagi tembok pemisak 24. Suku Bangsa di Pantai Amerika Utara 25. Peta bumi 26. Haluan atau paham 27. Cantik (Inggris) 28. di dalam atau bagian dalam 31. Bersifat asal 34. Lenyap 37. Dan (bali) 38. Salah satu sungai terbesar dunia 39. Siram dengan air panas 40. Typhus Cholera Dysentry 41. Wanita (Bali) 42. Kabut 43. Tabung peluru
43
KUPON TTS No.268 Ketentuan Menjawab
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 268 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 22 Oktober 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 30 Oktober 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos
Jawaban TTS No. 266 Mendatar 1. Tabut 6. Modus 9. Are 10. Ala 11. Imbau 12. Nun 13. Telak 14. Kid 15. Cor 16. Turne 18. Apnea 20. Agung 22. Niscaya 24. Gondola 26. Lumbang 29. Prosesi 32. Geisa
33. Lapik 36. Tante 38. Ebi 39. Cai 40. Curam 41. Teh 42. Kopra 43. Iba 44. Ice 45. Nanah 46. Tahta Menurun 1. Triaton 2. Beber 3. Tauke 4. Bendega 5. Mancung
mendapatkan hasil panen. Kondisi ini pun membuat masyarakat sekitar hidup dengan kekurangan. Namun, sejak dua tahun terakhir ini, banyak wisatawan yang mulai mengunjungi Dusun Pelilit yang letaknya sekitar 1 jam dari dermaga Nusa Penida. Keberadaan Pantai Atuh dan juga bukit melenteng membuat wisatawan mau jauhjauh datang ke daerah yang letaknya amat jauh tersebut. Menurut Wayan Natih, kini dalam sehari jumlah pengunjung mencapai 150 orang. Lahan perkebunan ini pun diubah menjadi tempat wisata dengan membuat tempat peristirahatan bagi wisatawan yang datang ke tempat ini. Menurut Natih, penat a a n keb unny a t erse b ut sudah dilakukan sejak dua tahun yang lalu. Pihaknya juga menyajikan hasil bumi seperti ubi dan juga buah kelapa bagi wisatawan yang datang ke tempatnya. Natih mengaku, lahan perkebunannya tersebut dikenal dengan nama Bukit Melenteng yang berasal dari kata mel yang artinya kebun dan enteng yang artinya menjorok. “Perkebunan yang menjorok ke laut ini yang kini dikenal dengan nama Melenteng,” sebutnya. Pihaknya pun mendapatkan penghasilan dari kedatangan wisatawan dengan mengenakan tarif Rp 5
6. Matra 7. Dolan 8. Saksama 17. NBC 19. PAD 20. Ayung 21. Gotra 23. SIM 25. Oke 26. Lelucon 27. Bui 28. Genital 29. Psychic 30. Sia 31. Ikebana 34. Peron 35. Kemih 36. Tiket 37. Nipah
ribu untuk wisatawan yang masuk dan Rp 5 ribu untuk biaya parkir. Biaya tersebut sel a in d ig una ka n unt uk sehari-hari juga untuk menata tempat tersebut agar lebih indah lagi. Sementara ini pembuatan rumah pohon dan tempat peristirahatan berasal dari kayu, ranting dan alang-alang yang berada di sekitar Desa Pejukutan. Hanya saja saat ini masalah air dan listrik
Pemenang TTS No. 266 1. I Gusti Komang Alit Suadnyana Lingkungan Padang Kerta Tengah, Karangasem 2. I Ketut Suwinda Jl. Srikandi Gg. Salak No.3 Baktisegara, Singaraja 3. I Wayan Mantra Br. Serongkadan,Abuan, Susut, Bangli 4. Putu Suwariyawan Jl.Batuyang Gg. Penguin No.6 Batubulan 5. Ni Putu Ayu Suarsani Ds. Sangeh, Abiansemal, Badung 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama Alamat
: M Zainur Indrawan (Jen) : Jl. Pendidikan 58 Mataram
masih menjadi kendala. Minimnya suplai air membuat Natih hanya mengandalkan air dari tadah air hujan. Sementara untuk listrik ia menggunakan genset. “Listrik baru tiangnya saja yang masuk, sementara air saya menampung air hujan dengan membuat saluran yang dipasang selang,” imbuhnya yang berharap agar semakin banyak wisatawan yang tahu dan mengunjungi tempat tersebut. (dwa)
19
Minggu Wage, 16 Oktober 2016
Akibat Mismanajemen Dari Hal. 1
Direktur PT Ariyana Property ini mengungkapkan, harga produk properti turun lebih banyak karena mismanajemen dari developer itu sendiri. Pasalnya, bisnis properti itu merupakan usaha padat modal dan perlu napas panjang. Jadi, apabila developer dibebani pinjaman lebih besar dari modal sendiri, pada saat krisis akan jadi masalah. Oleh karena itu, proyek perlu dijual dengan HPP (harga pokok produksi) atau ditake over pihak lain. “Saat ini memang berada di bottom price, jadi saat ini adalah kesempatan membeli. Fenomena seperti ini merupakan sebuah anomali dalam bisnis properti, sebab di mana pun tidak ada sebuah sektor ekonomi yang mampu terusmenerus tumbuh selama satu dekade. Selalu ada proses alamiah yang membuat suatu usaha berkembang. Memang ada kalanya jeda sesaat atau melemah, tujuannya mencari harga wajar untuk kemudian tumbuh lagi,” tandasnya. Kata Ariyana, momentum untuk properti tumbuh lagi sangat jelas. Dengan adanya dukungan pemerintah seperti tax amnesty dan perbaikan sektor perizinan, pengusaha properti nasional sudah mulai meluncurkan proyek-proyek barunya. Gede Semadi Putra, pengurus DPD REI Bali, mengakui awal tahun ini situasi ekonomi agak lesu. Namun setelah tax amnesty, bisnis properti mulai menggeliat lagi, terutama harga rumah Rp 600 juta ke bawah. “Demand rumah harga tersebut masih besar. Tapi memang pembelinya yang punya kemauan untuk membeli properti ini kadang-kadang terbentur aturan perbankan,” tandasnya. Tidak sedikit calon pembeli yang ingin memanfaatkan KPR untuk membayar rumah akhirnya ditolak oleh bank pemberi KPR karena pendapatannya tidak masuk persyaratan analisis kredit. Bank mensyaratkan pendapatan calon konsumen harus tercermin di mutasi bank. Jadi, pendapatan secara tunai agak sulit diperjuangkan oleh perbankan. Ditambah lagi beberapa calon konsumen juga
sering mengabaikan tagihan kartu kredit yang menyebabkan terjadi kolektibilitas kurang baik. “Akibatnya, bank dengan ketatnya persyaratan dari OJK, menolak memberikan KPR dengan alasan track record calon konsumen. Apalagi sekarang banyak pinjaman KTA (kredit tanpa agunan -red). Jika calon konsumen rumah kita konsumtif, akan membahayakan track record mereka sendiri. Karena kreditnya bukan untuk tujuan produktif yang menghasilkan,” ujar Direktur PT SKI Land ini. Ditambah lagi bulan lalu telah ditetapkan PPH 2,5 persen. Kesan sebenarnya meringankan kegiatan transaksi property. Hanya, pada penerapannya terjadi proses begitu lama untuk memperoleh validasi dari KPP. “Ini juga dikeluhkan semua teman pengembang, REI Bali pada khususnya. Dampaknya proses menjadi tertunda begitu lama sembari menunggu validasi dari kantor pajak,” tadas pengusaha properti asal Karangasem ini. Kata dia, permasalahannya bukan pada penjualan, tapi proses KPR yang begitu ketat dan ditambah proses AJB juga lama. Akhirnya pengembang mengalami kesulitan cashflow karena lambannya pencairan akad kredit. Menurutnya, mesti dibuat pelonggaran aturan oleh pemerintah untuk menggerakkan ekonomi secara menyeluruh. Pasalnya ketika properti bergerak, ratusan kegiatan usaha pendukung developer pun ikut berkembang. Saat ini, penjualan properti yang menggeliat adalah rumah subsidi Rp 133.500.000 di daerah Buleleng, Negara dan Karangasem. REI sendiri tahun ini menargetkan pembangunan 3.000 rumah untuk di Bali. Tapi persyaratan memiliki rumah subsidi juga tidak ringan. “Kita lakukan pembangunan rumah subsidi untuk mengamankan cashflow perusahaan. Mengingat harga tersebut seharusnya sangat sulit dicapai akibat harga tanah di Bali sudah tinggi, ditambah pungli yang masih banyak. Mudah-mudahan dengan adanya operasi pungli oleh Bapak Presiden biaya jadi lebih masuk akal,” harapnya. (rah)
Terus Merosot
Dari Hal. 1
“Penjualan mobil tiga bulan terakhir ini terus merosot. Mungkin ini disebabkan oleh perekonomian Bali yang kurang bagus,” Keluh Alit saat ditemui di lokasi, Sabtu (15/10) kemarin. Dia menyebutkan, sebelumnya rata-rata 15 unit mobil bisa keluar masuk di tempat usahanya dalam sebulan. Namun, sejak lesunya pembeli paling banyak delapan unit per bulan yang bisa dijual. Kalau dihitung-hitung penurunnya mencapai 45 persen. Lantaran sepi pembeli, mau tidak mau, ia harus menurunkan harga jual mobil sesuai dengan jenisnya, agar peminat lebih melirik ke tempatnya dibandingkan tempat lain. Hal senada juga diungkap oleh Suryawan, pemilik showroom di Jalan Gatot Subroto Timur, Denpasar. Dikatakan, penurunan penjualan terasa sejak bulan Mei lalu. Jika sebelumnya bisa melepas 15 unit dalam sebulan ke pasaran, kini hanya lima unit. Oleh karena itu, pihaknya juga harus ikut menurunkan harga mobil agar tidak kalah saing dengan showroom lainnya. “Yang jelas tetap jalan dan bayar bank tiap bulan. Kalua tidak seperti ini (menurunkan harga) susah menjualnnya,” tegansya. Ekspor Kerajinan Krisis ekonomi Bali juga berdampak lesunya ekspor kerajinan bambu belakangan ini. Penyebabnya karena melemahnya daya beli konsumen luar negeri.
Kondisi ini mengakibatkan perajin gigit jari. Kini, pemasaran produknya hanya berkutat pada pasar lokal. Salah seorang perajin di Banjar Tanggahan Peken Desa Sulahan, Susut, Wayan Suardana, menurutkan lesunya pasar ekspor ini sudah berlangsung sejak setahun lalu. Order produk tidak lagi seperti sebelum-sebelumnya yang terbilang cukup banyak. “Sejak setahun lalu tidak ada order dari pasar luar. Sebelumnya ada dari Prancis,” tuturnya. Hal sedana juga disampaikan perajin Nyoman Purna. Lesunya pasar ekspor mengakibatkan sejumlah perajin di wilayahnya terpaksa hanya menekuni produksi kerajinan lokal, seperti keben dan besek. “Kalau soal penyebab ekspor lesu, saya kurang tahu. Mungkin karena memang daya beli yang menurun,” katanya. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangli I Nengah Sudibia membenarkan kondisi yang dialami perajin tersebut. Ditegaskan, pasar ekspor yang lesu tak hanya di Bangli, tetapi hampir di seluruh Indonesia. “Memang seperti itu kondisinya,” ujarnya. Supaya sektor industri tak ditinggalkan, pejabat asal Penglipuran ini mengaku tetap memberikan pembinaan kepada perajin. Produksi kerajinan yang sempat menjadi incaran konsumen luar negeri diminta tetap untuk dipertahankan. “Untuk bisa menarik minat pasar ekspor, perajin juga sudah kami sarankan membuat kemasan yang menarik,” ujarnya. (win/sos)
Mengerti Investasi Dari Hal. 1
How on earth, Ferdi atau penasihatnya bisa mengerti bagaimana investasinya di perusahaan-perusahaan tersebut bisa menghasilkan return 20% dalam waktu 3 minggu? Saran Buffett yang kedua adalah berinvestasilah kepada perusahaan yang manajemennya dapat dipercaya. Siapa orang-orang di belakang bisnis yang kita berinvestasi tersebut? Bagaimana track record-nya. Bagaimana reputasinya selama ini? Sudah berapa lama? Bagaimana integritasnya? Janji itu sekuat yang memberi janji. Ada pemilik bisnis yang senang menggoreng-goreng sahamnya. Ada pebisnis yang sering bertengkar dengan partner-nya. Semua itu harus put into account, ketika kita menentukan pilihan investasi kita. Ketiga, berinvestasilah kepada perusahaan yang punya competitive advantage. Yaitu perusahaan-perusahaan yang seperti kastil di zaman abad pertengahan. Didirikan di atas bukit tinggi, dikelilingi benteng tinggi, bahkan kadang dikelilingi parit lebar, sehingga musuh tidak gampang-gampang menyerang. Perusahaan-perusahaan yang seperti ini akan tahan dan dalam jangka panjang akan sangat menguntungkan. Yang keempat, belilah ketika harganya sedang diskon. “You sell when people are greed, and buy when people are fear,” demikian katanya. Produk investasi itu harganya ditentukan oleh salah satu faktor, yakni market sentiment. Buffet mengistilahkan sentimen market ini namanya Mr.
Market. Mr. Market ini moody. Kalau mood-nya sedang bagus, dia menaikkan harga-harga semaunya. Dan sebaliknya jika mood-nya sedang tidak bagus, dia obral. Semuanya didiskon. Dan kadang kala naik-turunnya harga produk investas bukan dipengarahi oleh untung-rugi perusahaannya, melainkan dipengaruhi oleh Mr. Market ini. Ketika krisis di US tahun 2008 lalu, harga saham di Indonesia ikut-ikutan jatuh. Apa hubungannya saham BRI dengan krisis di Amrik sana. Apakah BRI punya portofolio bisnis yang besar di US sana? Sehingga bisnisnya akah terpengaruh secara signifikan atas merosotnya perekonomian di Amerika? Kalau tidak, kenapa harganya merosot jauh? Ketika itu, Mr. Market versi Warren Buffett sedang jelek mood-nya, jadi barang-barang bagus pun ikut-ikutan diobral. Nah, ini waktunya buat membeli lebih banyak. Kelima, berinvestasilah dengan horizon jangka panjang. “My fav time to keep the stock, is forever,” demikian kata Mr. Buffett. Kalau pilihan investasi kita sudah melalui screening 1 sampai 4 kriteria tadi, yaitu perusahaannya kita mengerti, orangnya dapat kita percaya, punya kelebihan dibandingkan bisnis di industri sejenis, dan belinya ketika murah, why on earth, I sell?, lanjut Warren. Dalam dunia keuangan, ada satu istilah magic. Yaitu compounding. Ketika return/ hasil/yield/bunga suatu produk investasi kita re-investasikan kembali, maka kita pokok investasi kita menjadi bertam-
Lampu Merah
Dari Hal. 1
Mantan Bupati Gianyar ini juga menyebut kondisi ini sebagai lampu merah perekonomian Bali, sehingga perlu dilakukan moratorium pertumbuhan akomodasi di Bali Selatan. “Selama ini moratorium hanya wacana, kenyataannya jumlah hotel milik investor luar terus bertambah. Kalau memang ingin membangun pariwisata pemerintah harus membenahi infrastruktur, seperti jalan dan air port,” tandasnya. Stagnan Perekonomian Bali tahun 2017 diprediksi akan stagnan alias tidak bisa tumbuh maksimal. Khususnya bila melihat dari struktur rancangan APBD Induk 2017 karena terdapat penurunan target pendapatan daerah. Belum lagi ada masalah tidak pastinya alokasi dana pusat yang akan
turun ke daerah. “Kalangan pengusaha, distributor pun, dan asosiasi pun semua mengeluh tidak mencapai target,” ujar Ketua Komisi II DPRD Bali, I Ketut Suwandhi di Denpasar, Sabtu (15/10) kemarin. Suwandhi mencontohkan asosiasi mobil maupun sepeda motor sama-sama menurunkan target penjualan kendaraan. Sementara Bali sampai saat ini masih mengandalkan pajak kendaraan bermotor sebagai sumber pendapatan utama. Pemasukan terbesar dari Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang tentu sangat bergantung dari jumlah pembelian kendaraan baru. “Masih tetap pajak tertinggi ada di sana (BBNKB, red), banyak yang harus dilakoni dengan baik tetapi kembali dari sisi ekonomi nasional. Kita berharap investasi masuk, tapi tidak ada. Ini yang sulit, sedangkan dari
bah. Dan hasilnya tentu lebih banyak (karena dari pokok yang bertambah). Dan jika hasil yang bertambah banyak itu kita re-investasikan kembali, hasilnya bertambah banyak lagi. Demikian seterusnya. Compound interest works like magic. Sebagai ilustrasi di sini saya sampaikan bahwa index Dow Jones dari 31 Desember 1899, sampai 1999 (100 tahun) tumbuh dari 66 menjadi 11,497. Jadi rata-rata saham yang diinvestasikan di bursa Dow Jones tumbuh 175 kali atau 17,500%. Dan kenaikan 17,500% dalam 100 tahun itu ternyata cuma 5,3% compounding annually. Jadi, kenaikan yang modest (5,3%) saja, jika kita compound dalam waktu yang relatif lama, menghasilkan result yang dahsyat. Like a magic! Let the time do the work. Bagaimana kalau kita tidak menemukan kriteria investasi seperti yang diajarkan Warren tadi? Dia juga sudah memberikan jawabannya. Ya, enggak usah ngapa-ngapain. Dia bilang, “Occasionally successful investing requires in-activity.” Jangan khawatir, keep searching, masih ada kereta lagi yang akan lewat. Dan yang paling penting, lengkapi pengetahuan kita, belajar berinvestasi, jangan terlalu mengandalkan orang lain melakukan investasi buat kita. Do our homework. Jangan ikut-ikutan. Kalau tidak mengerti, say No. “Sometimes, the best investment is the investment I don’t make,” kata guru saya yang satu lagi, Mr. Donald Trump. Salam, www.alexpchandra.com
pemerintah sendiri membiayai seluruh pembangunan tidak mungkin mampu,” jelas politisi Partai Golkar ini. Suwandhi tak menampik, Bali juga hidup dari sektor pariwisata. Namun, pariwisata Bali juga sangat tergantung dari kondisi ekonomi global. Bila perekonomian dunia lesu, maka pariwisata Bali akan turut menjadi tidak bergairah. Di sisi lain, Bali juga harus menghadapi persaingan dengan destinasi pariwisata lain yang kini mulai dikembangkan di sepuluh daerah tanah air. “Satu pihak kita ingin memajukan segala sektor untuk pembangunan, di pihak lain kita juga harus memerhatikan masyarakat baik dari sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, permodalan untuk membangkitkan ekonomiekonomi kerakyatan. Kan tidak bisa terfokus semua dana itu ke sektor pembangunan ekonomi saja,” tandasnya. (nik/rin)
Berhasil Menyodok Dari Hal. 1
Rossi yang sudah menempel sejak beberapa menit sebelumnya berhasil menyodok ke posisi teratas. Catatan waktu terbaik yang dibuat Rossi adalah satu menit 43,954 detik. Dia unggul 0,180 detik dibanding Marquez yang berada di posisi dua. Posisi tiga adalah Jorge Lorenzo. Meski berada di belakang dua pesaing utamanya, ini hasil yang oke buat Lorenzo karena dia mengalami kecelakaan keras di sesi latihan sebelumnya dan sempat dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Andrea Dovizioso dapat posisi start keempat, dia tepat berada di depan Cal Cruthlow yang dapat urutan lima. Sementara di posisi enam dan tujuh ada Aleix Espargaro dan Maverick Vinales. Tiga rider terakhir yang menggenapi 10 pebalap tercepat pada kualifikasi ini adalah Hector Barbera, Pol Espargaro dan Danilo Petrucci. Pebalap Movistar Yamaha Jorge Lorenzo harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan helikopter setelah kecelakaan pada latihan bebas ketiga GP
Motegi, beberapa jam sebelum sesi kualifikasi. Pebalap asal Spanyol itu dikhawatirkan mengalami geger otak. Seorang sumber menyebut Lorenzo terlihat dalam keadaan bingung setelah kecelakaan itu. Saat latihan bebas memasuki menit akhir, Lorenzo terlempar dari kendaraannya di tikungan kedua. Dia bangkit dengan hatihati dan tertatih-tatih kemudian memerhatikan kaki kanannya. Lorenzo yang tak mampu berjalan akhirnya duduk kembali dan memilih untuk meninggalkan tempat kejadian menggunakan tandu. Pebalap asal Spanyol itu kemudian dibawa ke pusat medis Sirkuit Motegi. Saat tiba di pusat medis,
Lorenzo terlihat pincang dan prihatin dengan lengan kirinya. Dia kemudian dibawa dengan kursi roda. Tim medis juga menyelimuti Lorenzo yang berada di kursi roda sambil membawanya ke helikopter. Usai latihan bebas ketiga itu, Lorenzo dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pada latihan bebas kedua yang dilangsungkan sehari sebelumnya, kecelakaan parah juga menimpa pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa. Pedrosa yang mengalami kecelakaan tunggal di tikungan ke-11 menderia patah tulang selangka akibat kejadian itu. (kmb33/rtr/ap)
Dibawa ke KPK Dari Hal. 1
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pihak yang ditangkap rencananya segera dibawa ke kantor KPK, untuk selanjutnya akan menjalani pemeriksaan dalam menentukan status hukumnya. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebu-
dayaan Kabupaten Kebumen, Hery Setyanto, juga mengaku belum mendapat konfirmasi mengenai kabar dugaan penangkapan salah satu anak buahnya itu. Ia mengaku baru mendengar kabar dari pemberitaan yang ada dan belum mencoba menghubungi anak buahnya tersebut. “Ya katanya, tapi belum tahu persis,” ujarnya. (ant/kmb)
Akan Stabil
Dari Hal. 1
Menurutnya, dengan memiliki daya tarik pariwisata, merupakan salah satu keuntungan Bali, terbukti dari ekonomi Bali dapat tumbuh sekitar 6,53 persen. “Nasional kan tumbuhnya kecil apalagi global,” tandasnya. Lanjutnya, apabila masyarakat dapat memanfaatkan momentum Bali sebagai arah tujuan wisata, pertumbuhan ekonomi di Bali akan stabil. Terbukti dari angka kemiskinan yang menurun yaitu dari 4,74 persen di bulan Maret 2015 menjadi 4,25 persen di bulan Maret 2016. “Itu menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat sebetulnya,” imbuhnya. Suku bunga kredit juga sudah mulai turun yang berarti ada sisa untuk membelanjakan uangnya. Stabilitas keuangan daerah masih terjaga terutama dari ketahanan sektor rumah tangga. Tingkat konsumsi masyarakat yang masih tinggi, perilaku berutang yang masih normal, dan risiko kredit yang masih terjaga berdampak minimal pada sistem keuangan. Dari sisi sektor korporasi, kinerja korporasi utama masih rentan terhadap pelemahan ekonomi global. Meskipun demikian, masih kuatnya ekonomi domestik masih mendukung ketahanan stabilitas keuangan di Bali.
Berdasarkan daftar hargaharga barang di Pasar Agung Desa Adat Peninjoan, menunjukkan harga yang stabil di minggu I ke minggu II di bulan Oktober 2016. Beberapa kebutuhan juga ada yang mengalami penurunan misalnya, pada beras super yang harga di minggu I Rp 13.000/kg menjadi Rp 10.500/ kg, beras biasa turun dari Rp 12.000/kg menjadi Rp 10.000/kg. Begitu juga barang-barang kebutuhan yang lain, hanya pada cabai merah besar mengalami kenaikan harga dari Rp 34.000/ kg menjadi Rp 40.000/kg. “Harga-harga bahan pokok itu stabil, jadi tidak ada peningkatan,” kata Kepala Pasar Agung Desa Adat Peninjoan, Nyoman Suwarta. Sementara itu, ia melihat sejak enam bulan terakhir, ada penurunan daya beli masyarakat, meskipun tingkat kunjungan masyarakat ke pasar meningkat. “Misalnya yang dulu belanja Rp 100.000 menjadi Rp 50.000. Itu terasa sekali, penurunannya hampir setengah dari belanja biasanya,” tuturnya. Pedagang pun merasakan penurunan penjualan terutama pada bumbu dapur. Hal itu dikatakan terutama terjadi pada pertengahan tahun 2016. Sementara, omzet penjualan di Pasar Agung Desa Adat Peninjoan pada bulan September mengalami kenaikan yaitu Rp 14.959.519 dari bulan Agustus Rp 14.549.000. (ara)
Perhatian Serius
Dari Hal. 1
Jokowi menegaskan kembali sejumlah upaya yang sejak awal pemerintahannya menjadi perhatian serius. Yakni menjaga laut dari pencemaran, serta memberantas pencurian ikan oleh asing di perairan Nusantara. ‘’Kita harus jaga laut kita dari pencemaran, kita harus jaga laut kita dari kerusakan ekosistem,” katanya. Jokowi kembali menegaskan komitmennya memberikan dukungan bagi perbaikan industri perikanan. Menurutnya, industri perikanan harus terus diperkuat seiring upaya menjadikan laut sebagai sumber kehidupan yang lestari. Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang mengatakan yang paling urgen dari Sail Selat Karimata ke depannya adalah perbaikan infrastruktur transportasi. “Saya setuju dengan yang disampaikan Presiden Jokowi, harus ada yang bisa
memperpendek jarak tempuh. Jadi, Sail Karimata harus menjadi turisme area,” kata Oesman Sapta. Menurutnya, keindahan laut dan segala macam flora dan fauna di bawah laut Selat Karimata menjadi andalan utama wisata di Sail Karimata. “Semua yang ada di sini adalah alam yang alami. Tapi karena transportasi begitu jauh, padahal ingin datang. Nah, perlu dukungan transportasi udara,” imbuhnya. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menandatangani prasasti peresmian Masjid Agung sekaligus menerima replika Masjid Agung yang diberikan langsung oleh Oesman Sapta didampingi Pimpinan MPR, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Mendagri Tjahjo Kumolo. Presiden Jokowi mengelilingi area dalam dan luar masjid menikmati asrstektur masjid yang sekilas mirip bagunan monumental Taj Mahal di India. (kmb4)
balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu Wage, 16 Oktober 2016
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Lukisan Wayang Kaca Desa Nagasepaha
Bertahan di Tengah Sulitnya Mengakses Pasar DESA Nagasepaha Kecamatan Buleleng dikenal sebagai desa penghasil lukisan wayang kaca. Meski tidak diketahui asal usulnya, gererasi di desa ini tetap menjaga kelestarian seni melukis di atas permukaan kaca tersebut. Pelukis wayang kaca di desa ini kesulitan memasarkan karya seni mereka. Situasi ini membuat para pelukisnya hanya mengandalkan permintaan secara langsung ketika ada wisatawan yang berkunjung ke desa mereka.
Jhessica Vee
BPM/ist
Bangga Disebut Mirip Artis M ENGGE L UTI d u n i a s h o w b i z Tanah Air mungkin tidak pernah dibayangkan oleh Jhessica Vee. Perempuan kelahiran Makassar 23 tahun silam ini masuk di dunia showbiz secara tak sengaja. “Dulu awalnya aku antar teman untuk syuting sinetron ‘Cinta Fitri’. Eh malah aku yang diajak main sinetron ‘Nada Cinta’. Setelah itu, banyak tawaran main sinetron dan model iklan. Sekarang aku juga ambil tawaran jadi host,” ujar Jhessica Vee, saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, barubaru ini. Meski tak pernah berniat untuk terjun di dunia hiburan, namun sejatinya sejak kecil Jhessica memang menyukai dunia keartisan. “Aku memang dari kecil suka gayagayaan gitu, suka difoto. Akhirnya sama orangtua diikutkan beberapa acara pemilihan model. Senang karena sering dapat juara,” kata Jhessica Vee. Dari sinetron ‘’Nada Cita’’, perlahan karier Jhessica Vee terus berkembang. Ia misalnya ikut bermain di FTV berjudul ‘’Anakku Jadi Jaminannya’’ dan sitkom ‘’Epen Cupen’’. “Aku juga baru dapat tawaran main film layar lebar. Tapi aku belum bisa kasih tahu judulnya. Masih rahasia,” tutur Jhessica Vee. Yang menarik, Jhessica Vee mengaku banyak orang yang menyebutnya mirip dengan Jessica Iskandar. Jhessica mengaku tak keberatan dengan anggapan tersebut. Ia malah bangga dan bersyukur dianggap mirip Jessica Iskandar. (ant)
brolan BALE BANJAR ARIDUS “PAK Otto, Yudi saya minta maaf kalau selama ini saya kasar,“ demikian tibatiba Darmawan Salihin, ayah almarhum Mirna Salihin berujar pada pengacara Jessica Kumala Wangsa, Otto Hasibuan, sebelum Jaksa Penuntut Umum membaca tuntutannya dalam sidang kasus kopi bersianida. Peristiwa yang mencengangkan itu dilaporkan sebuah media online yang selanjutnya menjelaskan bahwa ucapan kasar terlontar, akibat Dermawan emosi dan sedih melihat anaknya meninggal karena dibunuh, sedangkan Otto dan kawan-kawan dianggap membela penjahat. “Mengutip istilah yang dilontarkan Nusron Wahid dalam acara Debat Hukum bertajuk ‘Setelah Ahok minta maaf‘ di sebuah TV Swasta Nasional, rupanya ayah almarhum Wayan Mirna telah melakukan tabayyun, meski agak terlambat. Setelah kubaca makna kata yang bernuansa agamais tersebut, tabayyun berarti mencari kejelasan tentang sesuatu dengan menyeleksi dan meneliti sehingga paham permasalahannya. Rasanya Dermawan akhirnya paham fungsi, hakikat, dan tugas
Munculnya seni melukis wayang kaca di desa ini diawali oleh salah satu tokoh masyarakat Jro Dalang Diah. Pada awalnya, Jro Dalang Diah mengukir wayang kulit dan sejumlah perlengkapan untuk mendukung upacara ngaben. Pada saat itu, wayang kulit karya Jro Dalah Diah sangat diminati wisatawan asing. Sejak menemukan peluang itu, Jro Dalang Diah mencoba melukis tokoh pewayangan di atas kaca. Dari sana kemudian teknik melukis ini diajarkan kepada anaknya dan keluarga dekatnya. Kini, melukis wayang kaca ini berkembang dan menjadi profesi utama sebagian warga di Desa Nagasepaha. Salah satu anak Jro Dalang Diah, Ketut Sekar, belum lama ini menuturkan, melukis wayang kaca berbeda jauh dibandingkan melukis dengan media kanvas yang sudah lazim. Bahkan, pelukis wayang kaca ini memerlukan skill tinggi dan kemampuan berimajinasi dan memahami cerita pewayangan yang menjadi sumber inspirasi sebelum melukis. Bagi warga di luar desa bisa dipastikan tidak akan menguasai teknik melukis wayang kaca dengan cepat, namun berbeda dengan apa yang dialami warga dari keturunan pelukis wayang kaca. Dengan belajar sambil praktik (autodidak red), sudah bisa melukis wayang kaca dengan baik. Ini tidak bisa dipisahkan dari kepercayaan warga kalau melukis wayang kaca ini memiliki taksu secara niskala. Untuk menghasilkan satu lukisan kaca
berukuran 40 cm x 60 cm memerlukan waktu lima hari. “Waktu diajarkan oleh almarhum bapak langsung disuruh melukis. Kalau teknik jelas tidak sama dengan melukis pada media lukis pada zaman sekarang ini. Tapi berkat pelajaran itu sampai sekarang saya masih melukis di atas kaca,” katanya. Menurut Sekar, sejalan dengan perkembangan dan permintaan, wayang kaca kini tidak lagi menggambarkan tokoh dan cerita pewayangan, namun sudah berkembang dengan desain lain seperti wujud barong atau gaya lukisan lain. Dalam perjalanan seni lukis wayang kaca, Sekar dan pelukis lainnya mengaku kesulitan memasarkan hasil karya mereka. Selama ini, konsumen lukisan wayang kaca hanya wisatawan mancanegara yang kebetulan berkunjung ke Buleleng dan sebagian melayani permintaan dari artshop di luar daerah. Banyak karyanya sudah dikoleksi oleh wisatawan asal Jerman, Australia, Italia, dan negara lainnya. Atas kondisi ini, pihaknya berharap pemerintah atau instansi terkait lain bisa membantu pelukis seperti dirinya dalam memperluas akses pasar. Dengan akses pasar yang maksimal, otomatis permintaan akan meningkat dan pelukisnya akan lebih banyak lagi mendapatkan pesanan. “Kalau sekarang ada tamu baru bisa jual. Kalau masalah pasar ini bisa dibantu oleh pemerintah, saya yakin lukisan wayang kaca di daerah kita ini akan mampu mem-
BPM/mud
WAYANG KACA – Pelukis wayang kaca di Desa Nagasepaha Kecamatan Buleleng kesulitan memasarkan lukisan karya mereka. berikan penghasilan untuk meningkatkan kesejahtraan untuk warga,” katanya. Sementara itu, Perbekel Desa Nagasepaha Wayan Sumeken mengatakan, lukisan wayang kaca merupakan kebanggaan dan menjadi nama besar desanya. Persoalan akses pasar ini muncul sejak lama dan belum bisa tertangani dengan baik. Mengatasi kesulitan yang dialami para pelukis wayang kaca, pemerintahan desa memberdayakan pelukis dalam
merancang program Nagasepaha menjadi pusat kerajinan lukisan wayang kaca. Langkah ini akan diikuti dengan upaya promosi melalui media massa dan bekerja sama dengan pemerintah daerah. “Kalau sudah dijadikan pusat kerajinan dan ditambah promosi orang luar akan lebih ramai berkunjung, sehingga ini akan menjawab persoalan yang selama ini dihadapi pelukis wayang kaca di daerah kami,” tegasnya. (mud)
Tari Kolosal Arahan Guruh Soekarnoputra di Sail Karimata 2016
BPM/ant
KOLOSAL - Empat penari berpose sesaat sebelum tampil dalam pergelaran tari kolosal yang digelar saat pembukaan Sail Karimata 2016 di Pantai Teluk Datok, Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara, Kalbar, Sabtu (15/10) kemarin. Sail Karimata 2016 yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo tersebut dimeriahkan dengan pergelaran tari kolosal para pelajar Kayong Utara dan atraksi anggota TNI/Polri.
Komunikasi Macet pengacara atau kuasa hukum yang mendampingi seseorang yang sejak diduga hingga jadi terdakwa dalam kasus pidana. Itu membuatnya tiba-tiba menyampaikan permohonan maaf meski banyak orang yang akan menyaksikan sidang sempat ikut melihat peristiwa mencengangkan itu. Hebatnya, Otto Hasibuan dalam berita ditulis, sudah memaafkan sebelum Darmawan mengutarakan permohonan maafnya. Dia memang merasa sering dicela dan dihina oleh yang bersangkutan, namun karena sudah terbiasa melihat sesuatu tidak hanya dari satu sisi, sehingga paham suasana emosi orang yang membencinya. Lagi pula, menurut Otto, dia punya prinsip hidup, tidak merasa tinggi karena dipuji, sebaliknya tidak merasa rendah karena dihina, namun yakin perbuatanlah membuatnya tinggi atau rendah,“ ujar Rubag. “Kalau boleh beropini, Otto bagiku punya intelligence, emotional, spiritual, dan adversity quotient yang mumpuni buat melakukan tabayyun. Untuk IQ, EQ, dan SQ tidak perlu kujelaskan karena sudah sering terujar dan terdefinisikan, namun adversity quotient adalah kemampuan untuk tidak menyerah dalam berbagai kesulitan. Dia paham akan banyak tantangan untuk membela Jessica yang terburu distigma sebagai pembunuh dalam kasus kopi bersianida, namun dia tahu tugas dan kewajibannya yang
ditunjuk sebagai kuasa hukum. Karena itu, dia tidak marah dan balas mencaci orang yang menghina dan mengejeknya atau melapor ke pihak berwajib, karena tahu perbuatan seperti itu akan menguras tenaga dan pikiran. Sedangkan dia punya kewajiban lebih penting untuk membela kliennya. Terlebih dia paham kondisi psikis seorang ayah yang kehilangan putri kesayangan yang tewas saat nyeruput es kopi di sebuah kafé di Jakarta, yang diduga berisi sianida. Untung saja permintaan maaf yang dilontarkan Darmawan, tidak bertepuk sebelah tangan, namun gayung bersambut. Otto telah memaafkan sebelum tangan disodorkan. Forgiveness is not something we do for other people, it’s something we do for ourselves to move on! Mungkin kata bijak itu yang ada di benak Otto Hasibuan, yang berkeyakinan bahwa memberi maaf sebenarnya bukan untuk orang lain, namun buat dirinya sendiri agar bisa melangkah ke depan tanpa beban masa lalu,“ papar Gustra Adnyana. “Setuju! Sebab pada hakikatnya memaafkan layaknya melepas bebas seorang tahanan, sekaligus menyadari bahwa tahanan itu sebenarnya adalah diri sendiri. To forgive is to set a prisoner free and discover that the prisoner was you! Aku masih ingat Plato pernah mengatakan bahwa tubuh adalah penjara jiwa. Dalam tubuh ada berbagai
organ, di antaranya hati, yang menjadi kubangan buat rasa marah, dengki, dendam, culas, serakah, di samping welas asih, kesabaran, simpati dan kegembiraan menempati kubangan yang lain. Minta maaf dan memaafkan adalah manusiawi dan kukira istilah itu yang menambah sebutan Tuhan sebagai Yang Maha Pengasih, di samping Mahatahu, Mahakuasa, Mahabenar dan lain-lain. Mungkin saja istilah atau kata maaf diciptakan karena tahu bahwa kesempurnaan dan kebenaran absolut hanya dimiliki Tuhan, sedangkan ciptaan-Nya tiada yang sempurna. Di Bali pun ada ujaran berbunyi ‘Tan hana hwang swasta tinulus’! Selain tidak sempurna, isi dunia juga tidak abadi, termasuk manusia. Karena roh bukan milik manusia, kita tidak tahu kapan pemilik aslinya akan mengambilnya kembali, sehingga minta maaf atau memberi maaf harus dituntaskan selagi masih bernapas. Bila sering mohon ampun pada Tuhan saat merasa berbuat salah, sebaiknya minta maaf pada orang lain harus juga dilakukan setiap membuat kesalahan. Menolak permintaan maaf dari orang lain juga perbuatan tidak adil, karena pada Tuhan kita sering minta maaf, sedangkan tindakan maaf-memaafkan adalah ajaran utama-Nya buat keharmonisan dunia,“ komentar Nyoman Merta. “Maaf–memaafkan lebih gampang diucapkan tapi
Kayong Utara (Bali Post) - Tarian kolosal arahan Guruh Soekarnoputra yang ditampilkan dalam acara puncak Sail Selat Karimata (SSK) 2016 di Kabupaten Kayong Utara (KKU) mampu memukau penonton yang hadir di ajang bertaraf internasional tersebut. Tarian kolosal yang menceritakan sejarah lahirnya daerah Sukadana sejak sebelum kemerdekaan hingga terbentuknya daerah otonomi baru dengan nama Kabupaten Kayong Utara tersebut melibatkan 400-an penari. “Kami sangat terhibur dan penampilan para penari yang sangat ramai dan sangat unik
serta informatif dalam hal sejarah,” ujar satu di antara pengunjung pergelaran SSK, Rifki Romadhoni, yang digelar di Pulau Datok, KKU, Sabtu (15/10) kemarin. Ia menambahkan penampilan para penari dan sejumlah acara dalam SKK tersebut memberikan makna dan kebanggaan tersendiri baginya dan warga KKU. Selain itu, KKU juga semakin dikenal masyarakat luas dalam hal wisata dan berbagai potensi yang tidak kalah menarik dibanding daerah tujuan wisata lainnya. “Kami selaku masyarakat ingin daerah kami maju dan
dikenal, dan ke depan ramai dikunjungi,” katanya. Dalam acara yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu dihadiri sejumlah menteri di Kabinet Kerja, dan ribuan penonton dari wilayah Kalimantan Barat maupun tamu dari luar wilayah. Khalayak juga disuguhi atraksi terjun payung, pelayaran perahu nelayan dan aksi penyelamatan dari helikopter TNI, selain paduan suara. Sejumlah saung dari lingkup kementerian, pemerintah daerah danj badan usaha milik negara (BUMN) maupun swasta turut memeriahkan Sail Selat Karimata 2016. (ant)
sulit dipraktikkan. Sebab, manusia jarang yang mau mengaku salah, terutama yang mempunyai status sosial dan ekonomi tinggi. Minta maaf enggan, memberi maaf pun pelit! Kewajiban minta maaf hanya tertumpah pada mereka yang berstatus lebih rendah. Bila menyaksikan kegaduhan saat ini, kurasa, ini akibat kemarau fenomena maaf-memafkan sehingga kita harus kedamaian. Kuharap ini tidak akan berlanjut menimbulkan rasa tidak nyaman hidup di dunia yang sebenarnya psikosomatis. Orang yang menyimpan rasa dongkol, marah, dendam, dan dengki membuat kekentalan darahnya meninggi atau trigliserid membuat telinga sering berdengung dan ritme jantung pun meninggi. Aku pernah mengutip untaian kalimat dari novel ‘Ketika Cinta Bertasbih‘ berbunyi ‘Memaafkan adalah kekuatan yang sanggup menghancurkan rasa mementingkan diri sendiri. Ketika kita memberi maaf, tidak berarti kita lebih rendah atau kalah, justru kita telah menang dan kedudukan kita pun lebih terhormat dibandingkan orang yang kita beri maaf‘. Aku kira Otto Hasibuan terinspirasi dari wacana novel ini, sehingga argumennya terkesan elegan saat memaafkan Dermawan Salihin,” kata Gus Puswantara. “Tidak tuntasnya komunikasi dari pihak-pihak yang bersengketa adalah salah satu penyebab tersendatnya proses maaf-memaafkan. Bisa jadi ada pihak ketiga yang seperti memancing di air keruh buat menjatuhkan
salah satu pihak dari yang berseteru. Seperti kasus Ahok yang dituduh menghina salah satu ayat kitab suci, sehingga menimbulkan suasana riuh. Dia sudah menyatakan tidak bermaksud menghina kitab suci, karena ucapannya di Pulau Seribu pada para calon pemilihnya, ada yang berupaya memelintir dan memotong uraiannya, sehingga terkesan menghina. Meski demikian, Ahok minta maaf pada pihak yang tersinggung, namun suasana riuh tetap berlanjut. Nah, dalam debat hukum di sebuah stasiun TV swasta, Selasa malam lalu, aku terkesan mendengar argumentasi Nusron Wahid, yang di antaranya berisi istilah tabayyun. Yang paling berhak menafsir buku suci dan ayat-
ayatnya adalah pencipta-Nya, yakni Tuhan Yang Mahaesa. Demikian pula ucapan Ahok tidak boleh ditafsir orang lain, kecuali Ahok sendiri. Sebab, menurut Nusron, teks paling sahih ditafsir oleh penulisnya sendiri, seperti puisi Taufik Ismail hanya Taufik Ismail sendiri yang paham maksudnya. Karena para penafsir tidak tabayyun, tetapi menafsir dengan perasaan sendiri tanpa menanyakan langsung pada Ahok, maka hiruk-pikuk terus berlanjut. Ini pula melahirkan kelompok haters dan lovers setiap menjelang pesta demokrasi di Tanah Air. Maunya demokratis, yang muncul mobokrasi, berujung anarki. Ini semua akibat komunikasi yang macet !“ ujar Turah Mayun. (aridus)