16 HALAMAN NOMOR 342 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
KAMIS PON, 16 AGUSTUS 2018
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Era Baru Bali Kejayaan Indonesia
Bali Post
SEJAK 1948
. , /- 0 , 0 1 2 0 2 ) 2 3 $ 2 4 ! " # $ % & $ ' % # % " % ( & &" % # ) ( * + , " !## + ) ) " ! + - $ , + ) * " " & , " ! * 5 "6 % ! # * 22 " 6 6!
*2
%7 #! * 5 " ! -73 ! 73%3 " #
" &8
% , /" 84 % / ##84 - / !84
BALI POST edisi Kamis 16 Agustus 2018 yang Anda baca hari ini adalah edisi usia ke70 tahun Bali Post. Bali Post sejak 16 Agustus 1948 diterbitkan oleh wartawan muda K. Nadha dengan format majalah dengan nama Suara Indonesia (1948-1965). Kala itu K. Nadha dibantu rekannya, I Gusti Putu Arka, pascatiga tahun Indonesia merdeka menerbitkan koran pergerakan, koran perjuangan. Beberapa kali koran ini berganti nama sesuai dengan situasi politik, Suluh Indonesia edisi Bali (1965-1966), Suluh Marhaen edisi Bali (1966-1971), terakhir 1971 bernama Bali Post sampai sekarang. Nama boleh berganti, rezim dan era pemerintahan dari saat revolusi, era Bung Karno, Soeharto, era reformasi dan sampai era revolusi mental tak menggoyahkan Bali Post untuk tetap komit sebagai media perjuangan mewujudkan cita-cita Proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila. Sampai hari ini misi perjuangan pers Bali Post masih melekat dalam tagline di bawah nama Bali Post, Pengemban dan Pengamal Pancasila. Satu-satunya koran di Indonesia yang mencantumkan dasar negara Indonesia,
% 2 ( / "84 * % ( / "84
8
#
*,- "#
9 5 6# 3 + ,* 5 !# 3 + *7 5 " # 3 + *% 5 " " 3
5
, " + "&
" 5 ! 3 "! 5 ! 6 3 " 5 ! 6 & 3 " 5 !6 3 "& 5 6#"3
setiap hari lengkap dengan bendera Sang Saka Merah Putih dalam kop depan. Komitmen perjuangan pers Perintis Bali Post K. Nadha yang wafat Jumat 5 Januari 2001 terus menjadi landasan dan perjuangan generasi penerus wartawan Bali Post. Bali Post tetap dengan swadharma Pers Pancasila, bersama Anda seluruh pembaca Bali Post, generasi penerus bangsa, bersatu mengajegkan Bali mengajegkan Indonesia menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Era baru babakan baru Bali telah mulai kita masuki, era baru Indonesia telah kita masuki pula. Bali Post mencatat tahun ini 2018 era baru telah dimulai di Bali. Pemerintah Provinsi Bali, 14 Agustus memasuki era enam puluh tahun pasca-Keputusan Pemerintah Republik Indonesia dengan Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958, pada 14 Agustus 1958 Bali ditetapkan sebagai salah satu provinsi yang berada di wilayah NKRI. Bangsa kita, Indonesia, Jumat 17 Agustus 2018 telah memasuki 73 tahun kemerdekaannya. Hal. 15 Persoalan Kebangsaan
: ; , )
Tri Hita Karana Terdegradasi Era Baru Bali
Lepaskan Sekat Ego Sektoral KINI, ketika negeri kita memasuki usia 73 tahun dan Provinsi Bali sudah menginjak usia 60 tahun, ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Merenungi dan melakukan evaluasi lalu melakukan terobosan nyata mengelola peradaban di muka bumi ini bisa kita lakukan secara bersinergi. Menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengawal peradaban Bali mestinya tetap menjadi kerinduan kata kunci. Menjaga Bali dan mengawal Bali secara lebih terencana tentu bisa kita jabarkan dalam kebersamaan dan dengan semangat Merah Putih. Hal ini tentu kita bisa
jabarkan di sektor pendidikan, pengawalan budaya, kebijakan termasuk dalam perpolitikan. Terkait dengan era baru Bali ini, Bali Post menggelar diskusi Merah Putih, ‘’Bali Songsong Era Baru’’. Ada enam narasumber yang dihadirkan. Mereka adalah Viraguna Bagoes Oka, Gde Made Sadguna, Putu Rumawan Salain, Bagus Ketut Lodji, GPB Suka Arjawa dan Ketut Suteja Kumara. Paparan mereka terkait era baru Bali tentu layak kita jadikan rujukan untuk mengelola Bali dengan spirit Merah Putih. Dari sektor pendidikan,
menurut Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Bagus Ketut Lodji, pembangunan sumber daya manusia (SDM) ke depan memegang peranan penting untuk menyongsong era baru Bali. Mengingat, Bali tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. ‘’Pemerintah mesti memperhatikan lembaga-lembaga pendidikan sebagai tempat untuk meningkatkan kualitas SDM,’’ tegasnya. Ia mengingatkan satu hal yang perlu kita lihat, apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Bali menyangkut masalah lembaga pendidikan? ‘’Kami dari swasta pada umumnya
merasa kecewa,’’ katanya. Kekecewaan itu, kata Lodji, menyangkut aturan-aturan yang diterbitkan pemerintah. Baik berupa Permendikbud maupun Pergub yang samasama dinilai belum memihak kepada lembaga-lembaga pendidikan swasta. ‘’Sebelum sekolah-sekolah negeri ada, perguruan tinggi ada, swasta betul-betul menjadi tumpuan masyarakat untuk meningkatkan mutu daripada SDM itu. Tanpa SDM yang bagus, saya yakin bahwa apa yang direncanakan itu tidak bisa berjalan,’’ jelasnya. Hal. 15 Ekonomi Kerakyatan
EUFORIA terhadap pariwisata membuat Bali tidak pernah memiliki rencana strategis untuk menghadapi perkembangannya. Upaya pemerintah hampir tidak tampak untuk mempersiapkan infrastruktur yang diperlukan. Baik bagi alam Bali, bagi manusianya maupun bagi pengusaha pariwisata. Bali tak hanya kalang kabut, tetapi juga padat. Tata ruang dilabrak. Tetapi setelah dibangun, tidak ada SDM yang mengisinya. Dalam menyongsong era baru Bali, pemikiran praktisi tata ruang Putu Rumawan Salain dalam Diskusi Merah Putih serangkaian HUT ke70 Bali Post di Warung 63, Jalan Veteran Denpasar layak kita cermati. ‘’Secara jujur, pariwisata ini saya melihat berkembangnya atas dasar usaha-usaha pribadi swasta, kelompok. Bukan guidance
dari pemerintah. Pemerintah hanya wacana,’’ ujarnya. Bahkan, ada kesan pengelolaan potensi pariwisata menjauh dari spirit kebersamaan dalam kerangka Merah Putih. Rumawan melihat konsep pembangunan Bali yang berlandaskan Tri Hita Karana ada yang terdegradasi di beberapa titik. Sekalipun, hubungan antara alam, manusia, dan Tuhan ini juga masih ada yang mengikat sekali. Namun, hukum tata ruang berkaitan dengan pembangunan secara universal mestinya menganut sustainable development dengan memenuhi tiga unsur. Pertama, berkaitan dengan lingkungan, alam semesta, termasuk manusia. Kedua, ekonomi yang termasuk di dalamnya pariwisata tadi. Ketiga, tidak lain adalah budaya (culture). ‘’Jadi bagaimana menyeim-
bangkan ketiga dimensi dalam sustainable development itu menjadi bermanfaat terhadap alam, tata ruang, dan kualitas manusianya. Di situ keinginan ini tidak ada infrastruktur atau guidance yang menujunya,’’ jelas akademisi Universitas Udayana ini. Untuk itu, dalam era baru Bali ini mengawal peradaban Bali dari sisi tata ruang haruslah jelas dan terukur. ‘’Kita tak boleh mengelola Bali dengan ambisi ekonomi berlebihan. Keseimbangan dan pemerataan mestinya tetap menjadi konsep dasar,’’ tegasnya. Menurut Rumawan, Bali akan jatuh lebih parah lagi kalau gubernur baru hanya meng-copy paste seperti sebelumnya untuk arah tren pembangunan ke depan. Hal. 15 Bali Utara
DENPASAR
2
Kamis Pon, 16 Agustus 2018
LPD Peduli Korban Gempa Lombok
Bali Post/ara
MENINJAU - Sejumlah OPD di lingkungan Pemkot Denpasar bersama Camat Densel dan Lurah Serangan saat meninjau kawasan Pantai Melasti, Rabu (15/8)kemarin.
Nelayan Serangan Pertanyakan Penataan di Timur Pantai Melasti Denpasar (Bali Post) –
Kasus penataan kawasan pantai di Serangan selalu menuai keluhan. Jika sebelumnya akses jalan menuju pantai sempat diributkan warga setempat, kali ini penataan di timur Pantai Melasti oleh BTID menjadi pertanyaan para nelayan dan warga. Mereka menilai apa yang dilakukan BTID merugikan aktivitas nelayan. Akibat adanya penataan dengan menempatkan batu-batu besar di pantai, sejumlah nelayan melayangkan surat kepada Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Denpasar. Menyikapi keluhan para nelayan tersebut, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemkot Denpasar
seperti Dinas Perikanan, Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Camat Denpasar Selatan dan didampingi Lurah Serangan turun ke lapangan, Rabu (15/8) kemarin. Mereka mengecek aktivitas yang dilakukan BTID. Usai melakukan pemantauan, Lurah Serangan I Wayan Karma didampingi Camat Denpasar Selatan
Wayan Budha mengatakan, tim sudah memantau aktivitas yang dilakukan BTID. Mereka menempatkan batu-batu besar di pantai tersebut. Kondisi ini sempat dikeluhkan para nelayan dan warga. ‘’Karena ada keluhan itu, kami turun bersama-sama untuk mengecek kondisinya,’’ katanya. Lurah Serangan maupun Camat Denpasar Selatan serta Dinas Perikanan
berjanji akan mengirimkan surat kepada BTID untuk meminta penjelasan terkait aktivitasnya di pantai tersebut. Selama ini pihak BTID belum ada menginformasikan apa kegiatan yang mereka lakukan itu. ‘’Kami akan bersurat untuk meminta penjelasan kepada BTID,’’ ujar Karma. Terhadap kondisi tersebut, General Manager BTID I Made Sumantra mengatakan, pihaknya akan melakukan penataan di pantai tersebut agar arus tidak terlalu keras. Berdasarkan hasil koordinasinya bersama para nelayan Kam-
Astra Motor Bali Sosialisasi Berkendara Aman Denpasar (Bali Post) Tidak hanya memasarkan produk Honda, Astra Motor Bali (AMB) juga komit untuk selalu memberikan pemahaman terkait dengan safety riding. Dalam hal ini, Astra terus mengedukasi pengendara untuk selalu berkendara dengan baik dan benar di jalan raya. Seperti yang dilakukan Rabu (15/8) kemarin, Tim Safety Riding AMB melakukan sosialisasi safety riding kepada karyawan Bali Post. Sosialisasi ini digelar serangkaian peringatan HUT ke-70 Bali Post. Menurut PIC Safety Riding Area Bali Ngurah Iswahyudi, melalui sosialisasi ini diharapkan bisa mengubah mindset para pengendara Honda dan pengendara lainnya bahwa berkendara yang aman itu sangat menyenangkan. Dengan mengusung tema ‘’Cari Aman Dulu Lanjut 17-an’’,
para peserta diharapkan bisa menerapkan kebiasaan berkendara aman dalam aktivitas sehari-hari. ‘’Harapannya, peserta juga ikut mengampanyekan #Cari_Aman saat naik motor,’’ ujarnya. Pada sosialisasi kemarin, materi yang diberikan yaitu keselamatan berkendara seperti perlengkapan berkendara seperti helm, jaket, sarung tangan dan sepatu. Selain itu, tidak lupa juga pengecekan kendaraan mulai dari rem, lampu, bensin, kopling, tekanan ban dan sebagainya. ‘’Tentunya, yang paling penting adalah tidak lupa suratsurat kendaraan dan SIM,’’ katanya mengingatkan. Menurut Iswahyudi, yang paling ditekankan adalah terkait penggunaan helm dan jaket dalam rangka kampanye #Cari_Aman, sehingga ketika melihat tagline #Cari_Aman, mereka pasti ingat helm dan jaket. Sebelum berkendara,
Bali Post/kmb23
SOSIALISASI - PIC Safety Riding Area Bali Ngurah Iswahyudi memberikan sosialisasi berkendara aman, Rabu (15/8) kemarin. para pengendara sepeda motor juga diingatkan melakukan pemanasan singkat agar otot-otot yang kaku tidak terkejut saat melakukan pen-
gereman mendadak, sehingga selalu siap saat berkendara. ‘’Jangan lupa berdoa agar selamat berkendara di jalan,’’ tegasnya. (kmb23)
APAPOL Diterapkan
Pemohon Paspor Lebih Nyaman dan Cepat Denpasar (Bali Post) Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar terus berbenah dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya pemohon paspor. Masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat karena Kantor Imigrasi Denpasar telah melakukan uji coba dalam pembuatan paspor baru dan penggantian dengan sistem aplikasi antrian online atau Aplikasi Pendaftaran Antrean Paspor secara Online
(APAPOL). Selain itu, petugas Imigrasi Denpasar juga jemput bola dengan menuntun dan memandu masyarakat dalam tata cara pendaftaran antrean online via aplikasi android. Jika pemohon tidak memiliki aplikasi android dapat mengakses via website: https://antrian.imigrasi. go.id/LayananBeta. Pemohon yang memiliki android dapat mengunduh aplikasi di google play store dengan
keyword “Layanan Paspor Online” (warna merah). Setelah diunduh pemohon dapat input data, kemudian pilih tanggal kedatangan dan waktu kedatangan. “Jika antrean online sudah berhasil, pemohon bisa tunjukkan bukti pendaftaran online QR Code kepada petugas Kantor Imigrasi Denpasar. Petugas kami siap melayani,” tegas Plt. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar Rivandhi didampingi KTU Kanim Den-
Bali Post/kmb37
PASPOR - Plt. Kakanim Kelas 1 Denpasar Rivandhi didampingi KTU Kanim Denpasar Agus Sudarsana bersama sejumlah petugas Imigrasi Denpasar mengarahkan pemohon paspor saat mengambil antrean.
pasar Agus Sudarsana, Rabu (15/8) kemarin. Menurut Agus Sudarsana, pemohon yang berkebutuhan khusus seperti lansia atau yang berusia di atas 60 tahun, cacat dan balita tidak perlu mengajukan antre an online karena petugas Imigrasi langsung memberikan prioritas kepada pemohon tersebut. “Bagi pemohon paspor yang sakit dan tidak bisa datang ke Kantor Imigrasi, pihak Imigrasi sudah menyiapkan pelayanan home service. Hal ini sudah pernah dilakukan beberapa hari yang lalu,” jelasnya. Sementara itu, Kadiv Imigrasi Kanwil Hukum dan HAM Bali Agato Simamora menyampaikan, dengan memaksimalkan aplikasi pendaftaran antrean paspor secara online, pihaknya mengimbau masyarakat pemohon untuk datang lebih awal atau 15 menit sebelum jadwal yang ditentukan sehingga waktu tunggu tidak terlalu lama dan tidak lagi terjadi penumpukan pemohon. “Dengan begitu, masalah klasik keterbatasan ruangan dan lahan parkir terselesaikan karena arus kedatangan pemohon terbagi sesuai jadwal yang didapat pemohon,” tegasnya. (kmb37)
pung Bugis, Serangan, arus di kawasan itu cukup keras. Oleh karena itu, pihaknya akan membuat suatu pengaman agar ketika arus cukup keras, nelayan masih bisa melakukan aktivitas. ‘’Tidak ada niat kami untuk menutup akses ke pantai. Namun, karena ini masih pengerjaan, jadi ada batu yang harus ditempatkan di sana,’’ ujarnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Denpasar (Bali Post) – Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali menggalang dana untuk korban bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bantuan melalui Badan Kerja Sama (BKS) LPD dan berkoordinasi dengan Lembaga Pemberdayaan LPD tersebut merupakan bentuk keprihatinan LPD di Bali atas bencana yang meluluhlantakkan Lombok dan menimbulkan ratusan korban jiwa tersebut. Ketua BKS LPD Provinsi Bali I Nyoman Cendikiawan, Rabu (15/8) kemarin mengungkapkan, bantuan yang dikumpulkan dari LPD di Bali senilai Rp 20 juta. Jumlah tersey tidak seberapa p but tentunya and dingkan d enga an jika dibandingkan dengan ben ncana. Namun, Nam mun, dampak bencana. ya b erharap b anpihaknya berharap bansa digunak kan tuan itu bis bisa digunakan baik knya untu uk sebaik-baiknya untuk ankan beba an meringankan beban aka at yang terterrmasyarakat dampak bencana. uru u t Cendiki iMenurut Cendikikepeedulian LPD LP PD awan, kepedulian ap korban benterhadap dak k hanya k ali cana tidak kali PD secara rrutin u utin n ini saja. LP LPD ihk k an dana sosial sosia ial al al menyisihkan mbantu korb ban untuk memba membantu korban a. bencana. man n g sudah ‘’Memang sering membantu e ncana. korban be bencana. ya ketika Misalnya unung erupsi Gunu Gunung Agung dan ada Kintabencana di Kintaantu uan itu mani. Bantuan na sosial sosial dari dana na pempemdan dana an LPD LPD berdayaan elurr uh dari seluruh bagiian a Bali. Sebagian nfaattkita manfaatntuk k kan untuk ntu u membantu saudarasaudara ng kita yang membu,’’ tuhkan,’’ ujarnya. (kmb25)
Topik : NELAYAN SERANGAN PERTANYAKAN PENATAAN DI TIMUR PANTAI MELASTI
Kamis Pon, 16 Agustus 2018
BADUNG
3
Miris, Tiga SMP Swasta Sekda Tinjau Penataan Taman ”Underpass” Tugu Ngurah Rai Tak Kebagian Siswa Mangupura (Bali Post) – Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2018/2019 menyisakan masalah. Berdasarkan informasi di lapangan, Rabu (15/8) kemarin, terdapat tiga SMP swasta yang tidak kebagian siswa pada tahun ajaran ini lantaran orangtua siswa lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolah negeri. Tiga SMP swasta yang tidak kebagian siswa itu yakni SMP Paramadipta Gulingan, SMP PGRI Baha dan SMP Pandawa Abiansemal. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Disidkpora) Badung I Ketut Widia Astika membenarkan jika sejumlah SMP swasta yang tidak mendapat siswa. ‘’Itu banyak penyebabnya, dari tidak diminati masyarakat atau lulusan SD sudah tertampung semua di SMP negeri,’’ kata Widia Astika saat dikonfirmasi, Rabu kemarin. Menurutnya, masyarakat bebas menilai sekolah dan mencari sekolah sesuai dengan keinginan. Selain pendidikan gratis dan fasilitas untuk sekolah negeri, adanya aturan penambahan daya tampung sekolah negeri juga menjadi salah satu faktor penyebab tingginya minat untuk bersekolah di negeri. ‘’Agar tetap diminati masyarakat, katanya, sekolah
swasta harus mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya, khususnya negeri,’’ katanya. Selain menambah daya tampung, birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara ini mengatakan pemerintah juga membangun sekolah baru untuk SMP negeri dan pendidikan gratis dengan fasilitas yang diberikan kepada siswa. ‘’Tapi masih banyak sekolah swasta yang bisa bersaing, bahkan sampai menolak siswa. Contoh SMP Harapan di Dalung dan SMP Pancasila. Sekolah ini tidak kekurangan siswa,’’ ucapnya. Kepala SMP Paramadipta I Wayan Sukayasa membenarkan tidak kebagian siswa pada tahun ajaran 2018/2019. Akibatnya, sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1987 tidak memiliki kelas VII dan hanya memiliki kelas VIII dan IX masing-masing satu kelas. ‘’Itu karena adanya penambahan daya tampug SMP
Lanal Denpasar Kukuhkan SFQR Mangupura (Bali Post) Mengantisipasi kejadian keamanan laut (kamla), illegal fishing maupun kejadian yang sifatnya darurat, TNI Angkatan Laut (AL), Lanal Denpasar terus meningkatkan kesiapan personel. Bahkan, Rabu (15/8) kemarin dilakukan pengukuhan Second Fleet Quick Response (SFQR). Menurut Komandan Pangkalan TNI-AL (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko, penambahan satu unit ini memang disiapkan untuk reaksi cepat. Selain itu, satuan unit ini juga dibuat dalam rangka menyambut IMF-World Bank. ‘’Karena sebelumnya kami berada di bawah Eastern Fleet Quick Response (EFQR), kini berubah menjadi armada dua
atau Second Eastern Fleet Quick Response (SFQR),’’ kata Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko saat ditemui di sela-sela latihan pengamanan di perairan Benoa. Dijelaskannya, satuan ini memang disiapkan untuk melakukan reaksi cepat, mengingat selama ini banyak pelanggaran yang terjadi di laut. Seperti aksi illegal fishing, penyelundupan narkoba, dan pelanggaran lainnya. Sehingga ini dibentuk untuk meningkatkan kewaspadaan seperti yang sudah ditekankan di setiap pos AL. ‘’Banyak pelanggaran di laut dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan sendiri. Bahkan banyak pula pelanggaran yang belum dapat kami jangkau,’’ pungkasnya. (kmb23)
negeri, sehingga semua lulusan SD tertampung di SMP negeri,’’ keluhnya. Diterangkan, zona SMPN 1 Mengwi miliputi Desa Mengwi, Gulingan, dan Penarungan mencari 396 siswa. Jadi semua lulusan SD di tiga desa tertampung di negeri, bahkan masih kekurangan. Dengan tidak ada siswa yang diterima, secara otomastis SMP Paramadipta hanya memiliki 51 siswa, yakni kelas VII dengan 23 siswa dan kelas IX dengan 28 siswa. ‘’Ini sebagai imbas dari penambahan jumlah siswa dari 32 orang menjadi 36 siswa sesuai dengan Permendikbud 17 Tahun 2017. Proses belajar mengajar masih berjalan dengan baik dengan Kurikulum 2006,’’ pungkasnya. (kmb27)
SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kabupaten Badung Wayan Adi Arnawa meninjau penataan taman di underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Rabu (15/8) kemarin. Pasalnya keberadaan taman yang indah dapat memberikan kesan estetik terkait perwajahan Badung. Sekda Badung Wayan Adi Arnawa mengatakan, kedatangannya di underpass Simpang Tugu Ngurah Rai tersebut yakni mengecek ke lapangan terkait penataan taman underpass. “Karena ini ibarat penataan wajah kita di Badung,” jelas Sekda Adi Arnawa yang didampingi Kepala Dinas LHK Badung I Putu Eka Merthawan, Kepala Dinas PUPR Badung IB Surya Suamba beserta jajarannya, kemarin. Kata dia, pada penataan ini ada beberapa wacana yang dilontarkan. Karena tujuan dibangunnya underpass ini agar bebas hambatan. “Kita ingin ke depan orang datang dari bandara itu betul-betul lempeng tidak ada hambatan dan bisa langsung berhenti di tol gate dan jalan terus,” terang birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan ini. Selain itu, pada APBD Pe-
rubahan 2018 Pemkab Badung juga sudah membuat feasibility study atau studi kelayakan untuk pembangunan underpass lagi yang rencananya mengambil lokasi di Patung Kuda depan Bandara Ngurah Rai. Karena harapannya ketika keluar dari bandara tidak ada lagi traffic light, sehingga tidak ada kendaraan berhenti tetapi langsung lewat dan tidak ada kemacetan lagi. “Seiring dengan itu, kita mendorong Angkasa Pura I untuk melakukan penataan lalu lintas, termasuk parkir. Sehingga orang datang ke Bali, keluar dari Bandara Ngurah Rai benar-benar kesan macet bisa kita hilangkan. Ini langkah pemerintah daerah untuk mendukung program pemerintah pusat. Sehingga nanti benar-benar image macet bisa kita minimalisir,” jelas mantan Kadispenda (kini Bapenda) Badung ini. Di bagian lain, Kepala Dinas LHK Badung I Putu Eka Mertawan mengatakan, penataan taman ini rancangannya sudah disetujui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) sebagai otoritas lahan, karena ini status lahan negara. Penataan taman underpass ini juga sudah lewat kajian lalu lintas dan tim
TAMAN - Sekda Kabupaten Badung Wayan Adi Arnawa didampingi jajarannya meninjau penataan taman di underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Rabu (15/8) kemarin. geometric BPJN. “Sekarang muncul taman ada airnya, ada patung Panca Pandawa, dan patung penari. Artinya semua konsep taman yang sifatnya
mendukung program taman underpass Ngurah Rai, sehingga terintegrasi dan harmonis dengan keberadaan underpass,” pungkasnya. (ad757)
4
INFO SEREMONIAL Rombongan Siswa Mengenal Nusantara Kunjungi Kodam IX/Udayana KODAM IX/Udayana menerima kunjungan rombongan Siswa Mengenal Nusantara (SMN) di Ruang Sthanayudha, Rabu (15/8) kemarin. Rombongan SMN diterima Kepala Staf Kodam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, mewakili Pangdam Mayjen TNI Benny Susianto dalam suatu acara seremonial. Pada kesempatan tersebut, Kasdam membacakan sambutan Pangdam yang menyampaikan ucapan selamat datang. Selanjutnya disampaikan juga tentang tugas pokok Kodam IX/Udayana sebagai kompartemen strategis yang memiliki wilayah di tiga provinsi (Bali, NTB, NTT) dan terbagi dalam tiga Korem yaitu Korem 161/Wira Sakti di Kupang, Korem 162/Wira Bhakti di Nusa Tenggara Barat dan Korem 163/Wira Satya di Bali. Masing-masing daerah memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri, seperti di NTT mayoritas penduduk beragama Katolik dengan Seribu Gereja. NTB mayoritas penduduknya muslim dengan Seribu Masjid. Sedangkan Bali mayoritas penduduknya Hindu dikenal dengan Pulau Seribu Pura. Oleh karena itu wilayah Kodam IX/ Udayana juga dikenal dengan miniaturnya Indonesia. ‘’Ya… luar biasa. Ini program luar biasa dari BUMN, perpaduan untuk bangsa dan untuk negeri. Menghilangkan sekat-sekat masingmasing, untuk hadir bersama-sama menanamkan jiwa nasionalisme, menanamkan ke-Indonesia-nnya dan mengenal bangsa serta mengenal nusantara,’’ ujar Kasdam usai acara tersebut. Harapan Kasdam, dengan keg-
KUNJUNGI KODAM - Rombongan Siswa Mengenal Nusantara (SMN) saat mengunjungi Kodam IX/Udayana. iatan ini mereka tahu siapa I Gusti Ngurah Rai dan Kodam IX/Udayana. Nantinya mereka akan berbicara tentang bangsa dan mengetahui seluruh pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. ‘’Nanti mereka mengisi kemerdekaan itu. Para siswa mengisinya (kemerdekaan - red) dengan tantangan milenial yang semakin sulit tentunya,’’ ungkapnya. Sebelumnya, rombongan SMN mengunjungi Detasemen Kavaleri 4/ Simha Pasupati dan Kompi A Yonif Raider 900/SBW dengan pokok-pokok kegiatan mengenal kehidupan di lingkungan TNI, termasuk pengenalan alutsista TNI dan bermalam dengan berbivak. Pimpinan rombongan yang juga Direktur Pemasaran Jiwasraya Oen Indra Widjaja menyampaikan terima kasih kepada Pangdam beserta jajaran. SMN adalah kegiatan BUMN Hadir untuk Negeri, merupakan pro-
gram dari Kementerian BUMN guna mewujudkan Indonesia maju dan sejahtera. Tujuannya menumbuhkan rasa kebanggaan sebagai warga negara Indonesia, mempertebal rasa cinta tanah air, bela negara dan wawasan kebangsaan. Kegiatan ini dimotori tiga BUMN yaitu PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dan PT Hotel Indonesia Natour (Persero) melaksanakan kegiatan di Provinsi Bali. Rombongan SMN berjumlah 23 orang, berasal dari daerah pedalaman Kalimantan Timur termasuk yang berasal dari keluarga kurang mampu namun memiliki prestasi dan tingkat akademik yang tinggi. ‘’Mereka mendapat kesempatan untuk melaksanakan kegiatan di Provinsi Bali selama satu minggu mulai dari tanggal 11 sampai dengan tanggal 24 Agustus 2018,’’ ujarnya. (ad635)
HUT Ke-32 SMAN 6 Denpasar
Perkuat Karakter dan Jiwa Kewirausahaan
POTONG TUMPENG - Kasek Nyoman Mudita bersama wakasek dan Ka UPT Dewa Ayu Eka Kariini saat acara potong tumpeng HUT ke-32 SMAN 6 Denpasar. WARGA SMAN 6 Denpasar yang akrab dipanggil Sixsma, Rabu (15/8) kemarin larut dalam kegembiraan. Saat itu digelar resepsi HUT ke-32 SMAN 6 Denpasar secara sederhana. Kepala SMAN 6 Denpasar Drs. I Nyoman Mudita, M.Pd. bersama Ka UPT Disdik Bali di Denpasar Dewa Ayu Eka Kariini, M.Si. mengawali perayaan HUT dengan melepas peserta jalan sehat. Menariknya, jalan sehat sepanjang 8 km ini bernuansa Merah-Putih karena semua peserta membawa bendera sang Saka Merah Putih. Puncak acara ditandai potong tumpeng oleh Kasek Nyoman Mudita diserahkan kepada Eka Kariini. Acara dimeriahkan atraksi seni tiap kelas dan bintang tamu Nanoe Biru. Ketua OSIS Sixsma I.B. Aditya Prasasta didampingi Ketua Panitia I Dewa Ayu Nindya Pratiwi menjelaskan, untuk kalangan siswa digelar
jalan sehat, lomba band, dance antarkelas, berbagai lomba olahraga rekreasi. OSIS juga menggelar lomba tarik tambang, aksi kebersihan, aksi donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa dan guru. Kepala SMAN 6 Denpasar Drs. I Nyoman Mudita, M.Pd. didampingi Ketua Panitia Luh Sucitasari, S.E. mengungkapkan, sebenarnya puncak HUT jatuh pada 14 Juni lalu, namun digabung dengan perayaan HUT ke73 Kemerdekaan RI agar tak banyak menyita jam efektif belajar siswa. Tahun ini HUT bertemakan ‘’Sixsma resolution: Meningkatkan jiwa kreativitas menuju SDM yang berkualitas, bermartabat dan bermasyarakat’’. Dengan tema ini Sixma mencetak lulusan yang memberi pemecahan masalah bagi dirinya, keluarga dan masyarakat. Untuk itu terus diperkuat pendidikan karakter
dengan menyeimbangkan intelectual question, spiritual question dan emotional question. Kedua, memperkuat jiwa kewirausahaan siswa dengan cara memberi ruang bagi siswa membuka kuliner mandiri. Dengan demikian mereka tak hanya pintar namun juga cerdas sosial dan spiritual. Ini pas dengan motto sekolah ‘’Pradnyan paramitha, prabhawam’’ yakni dengan ilmu akan membawa kecermelangan hidup. Kasek Nyoman Mudita didampingi para Wakasek Drs. Nyoman Sumahendra, Drs. I Nyoman Sudiarta, I Wayan Subiakta,S.pd., Drs. I Wayan Arta, dan Drs. Jerokum menambahkan, kado istimewa Sixsma tahun ini yakni meraih prestasi internasional di Malaysia. Romiza Zildjian (kelas X-IPA-5) meraih medali emas di ajang WYIE (World Young Inventors Exhibition) 2018. Sebelumnya siswa Sixsma juga meraih medali emas di Korsel dan dua medali di India. Selain itu tiga tim LKTI peneliti mudanya masuk final di OPSI dan satu lagi di UGM. Nyoman Mudita bertekad memperkuat akademik di Kelompok Peneliti Belia (KPB) Sixsma sebagai gabungan anak-anak ekstra KIR, fotografi, jurnalistik dan lingkungan. Program unggulan Sixsma ini terbukti mampu membuahkan prestasi dari nasional hingga internasional. Ka UPT Disdik di Kota Denpasar Dewa Ayu Eka Kariini mengaku bangga anak-anak Sixsma sudah tampil luar biasa. Kuat dalam karakternya dan bangga SMAN 6 Denpasar prestasinya sudah go international. (ad764)
SMP PGRI 3 Denpasar Optimis Jadi Duta Denpasar pada Lomba UKS Siapkan Air Minum Sehat bagi Siswa Untuk itu dia berharap sekolah PGRI 3 menjadi juara. Camat Denbar A.A. Ngurah Made Wijaya juga memberi apresiasi atas penilaian UKS di SMP PGRI 3 Denpasar. Ia menilai SMP PGRI 3 Denpasar sangat optimis dan layak mendapat predikat juara UKS dan siap menjadikan sekolah ini duta Denpasar dalam lomba UKS se-Bali. Penataan SMP PGRI 3 mulai dari parahyangan, palemahan dan pawongan sudah baik. Mari Asta Lalilita adalah hasil karya lulusan SMP PGRI 3 Denpasar. Ketua Tim Penilai dr. Putu Sri PROFIL - Kepala SMP PGRI 3 Dr. I Made Suada menyerahkan Armini menegaskan, lomba UKS SURÀO VHNRODK NHSDGD .DGLVNHV /XK 6UL $UPLQL VDDW GLQLODL SDGD pada prinsipnya bertujuan meningkatkan kualitas hidup dimulai lomba UKS se-Denpasar. dari perilaku hidup sehat. Makanya SMP PGRI 3 Denpasar terma- untuk menjadikan warga sekolah lomba ini diikuti dari TK, SD, SMP suk sekolah swasta yang sedang berperilaku hidup sehat dan bersih. dan SLTA. Lomba ini sangat penting naik daun tahun ini. Jumlah siswa Salah satunya menyediakan air mi- bagi siswa SMP yang berada pada barunya terus meningkat, bahkan num sehat gratis bagi warga sekolah fase peralihan dari anak-anak menuju remaja, sehingga disebut fase rumit tahun ini menjadi duta Denpasar yang telah diteliti kebersihannya. Barat (Denbar) dalam lomba PKPT Selain itu juga melakukan pe- dan menakjubkan. Mereka harus terdan UKS. Rabu (15/8) kemarin milahan sampah. Apalagi sekolah jamin asupan gizinya untuk itu guru sekolah ini dinilai Tim Lomba UKS ini menjadi duta PKTP, sehingga harus mengawasi gizi anak-anak agar Kota Denpasar dipimpin langsung banyak warga sekolah telah mem- jangan didominasi gula dan karbohiKadiskes Kota Denpasar dr. Luh buat usaha produktif. Di antaranya drat. ‘’Yang baik itu ‘sabu-sabu’ yakni Putu Sri Armani, M.Kes. Tim dis- juga membuat berbagai produk obat sayur dan buah,’’ tegasnya. Dia juga bangga SMP PGRI 3 ambut Camat Denbar A.A. Ngurah herbal. Ini pas dengan tema ‘’Melalui Made Wijaya, Ketua YPLP Kota lomba UKS kita wujudkan insan SMP Denpasar memiliki program air PGRI Denpasar Drs. Nengah Madi- PGRI 3 Denpasar yang sehat, cerdas, layak minum. Untuk itu Diskes akan adnyana, M.M., Kepala SMP PGRI mandiri, berkarakter , berlandaskan berkala meneliti air ini agar benarbenar aman dikonsumsi. Kedua, 3 Denpasar Dr. I Made Suada, iman dan takwa’’. M.M., M.Si. dan Pembina Drs. I Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar anak-anak di SMP PGRI 3 Denpasar Wayan Dania, M.Pd. Nengah Madiadnyana menyambut tampak sehat, riang dan gembira. Kasek Made Suada memapar- baik SMP PGRI 3 Denpasar tampil Namun, dia mengingatkan bahaya kan profil sekolah berbasis usaha penuh percaya diri di dua lomba masuknya rokok dalam bentuk lain kesehatan sekolah, lingkungan dan yakni UKS dan PKTP. Sekolah PGRI yang juga mengandung nikotin. ‘’Ini sekolah bersih dan rindang. Banyak 3 dipilih tentu karena kualitas dan tetap mengandung nikotin dan meruupaya yang dilakukan warga sekolah kesiapannya yang sungguh-sungguh. sak paru-paru,’’ tegasnya. (ad763)
Kamis Pon, 16 Agustus 2018
Senator RI Respons Kemenkeu Corporate University dan E-Learning
Shri Arya Wedakarna Gandeng Diklat Kemenkeu Bina BUMDes dan LPD Se-Bali APRESIASI atas kinerja Kementerian Keuangan RI di bawah komando Sri Mulyani diapresiasi Senator DPD-RI Utusan Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Hal ini disampaikan saat mengadakan kunjungan ke Gedung Keuangan Negara (GKN) dan Balai Diklat Kemenkeu RI untuk mensinergikan program DPD-RI dengan Kementerian Keuangan. Diterima Kepala Balai Diklat Kemenkeu RI Provinsi Bali Kusumaningtyas, Senator Arya Wedakarna (AWK) mendapatkan banyak informasi positif terkait dengan perkembangan program Kemenkeu di daerah, termasuk adanya pusat pendidikan terintegrasi yakni Kemenkeu Corporate University dan Kemenkeu E-Learning Center. ‘’Saya kira, keberadaan GKN di seluruh Indonesia khususnya pemberdayaan Balai Diklat harus diprioritaskan untuk membuka wawasan para ekonom di daerah untuk selalu meng-update ilmu–ilmu ekonomi termasuk peraturan dan kebijakan ekonomi pemerintah pusat yang perlu disosialisasikan Kementerian Keuangan RI. Ekonom yang saya maksud adalah ekonomi di desa, ekonom di tingkat perguruan tinggi, termasuk juga praktisi di Koperasi, LPD dan BUMDes. Bintek, pelatihan dan kursus profesional harus terus menyasar masyarakat luas, karena saya yakin dengan terbuka pemikiran para praktisi dan pejabat ekonomi di desa, kabupaten dan adat, mereka akan terpacu selalu berprestasi dan meningkat target kerja. Saya kira Kemenkeu Corporate University ini bagian dari fungsi sinergi dengan masyarakat,’’ ungkap
ARAHAN - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Kepala Balai Diklat GKN Kementerian Keuangan. Gusti Arya Wedakarna. Ada banyak hal yang bisa dibina terkait dengan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi. ‘’Pusat telah menggelontorkan paket kebijakan ekonomi secara bertahap sejak 2014 hingga kini, termasuk yang terbaru pajak UMKM 5 persen yang disambut baik pengusaha kecil. Untuk di Bali, fokus kita lebih pada pemberdayaan LPD desa adat yang sudah diperkuat dengan UU No.1/2013 tentang LKM dan Perda LPD 2018. Selain target KUR di Bali yang belum tercapai Rp 4 triliun. Saya rasa banyak yang perlu dimotivasi, dan Balai Diklat memang harus berperan strategis untuk hal ini ke depan,’’ ungkap Wedakarna. Hal lainnya yang dibahas dalam
pertemuan tersebut, yakni 1) DPD mendukung akreditasi status STAN di Jakarta dan berharap kelas STAN/Pelatihan di Bali dikembalikan lagi dalam waktu segera. 2) DPD tetap menginginkan adanya solusi bijak terhadap pembebasan tanah eks Perumahan Depkeu di Renon yang masih menemui kendala. 3) Rencana kerja sama-kerja sama FE di PTN/PTS se-Bali dengan Kemenkeu Corporate University. 4) Sinergi Program DPD-RI khusus pembinaan BUMDes se-Bali. 5) Realisasi Kemenkeu E-Learning Center yang lebih dimaksimalkan sasarannya. 6) Rencana kegiatan inisiatif DPD-RI Bali, CSR BUMN Bali Award 2018 di Gedung Keuangan Negara. (ad768)
Indonesia Student Company Competition 2018
SMAN 4 Denpasar Raih ’’The First Runner-Up’’ SMAN Denpasar (Foursma) kembali mengukir prestasi tingkat nasional. Kali ini siswa-siswi sekolah di bawah kepemimpinan Dr. Drs. I Ketut Kerta, M.Pd. ini meraih The First Runner-Up dalam ajang Indonesia Student Company Competition 2018 yang diselenggarakan Prestasi Junior Indonesia, belum lama ini di Jakarta, menyisihkan 7 SC lainnya dari seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan Wakasek Bidang Kesiswaan Foursma Made Sudana, S.Pd., M.Pd. didampingi Guru Pembina Student Company Foursma Drs. I Dewa Ketut Sujana beserta tim Student Company (SC) Foursma, Rabu (15/8) kemarin. Dikatakannya, setelah mengikuti perlombaan regional student company pada 20 Mei 2018 dengan menyisih-
kan 4 SC lainnya, Foursma berhasil menjadi the best student company dan mewakili Provinsi Bali dalam ajang nasional. Perusahaan siswa Foursma yang bernama ‘’Zeal Student Company’’ ini dipimpin oleh Ni Nyoman Dea Intan Sari, diperkuat 20 orang siswa kelas 11. Produk unggulannya Gunny Footwear, sepatu berbahan dasar kain goni, didesain trendy dan nyaman dalam dua model, yaitu slip on model dan sepatu bertali. Harga Gunny Footwear ini ditawarkan mulai dari Rp 129.000–Rp 165.000. Tidak hanya fokus pada profit semata, Zeal Student Company merupakan perusahaan berbasis sociopreneur. Pengembangan terbaru dari Gunny Footwear yaitu Gunny E-pro Shoes yang dapat mengubah energi
JUARA ² 7LP 6& )RXUVPD \DQJ PHUDLK WKH ÀUVW UXQQHU XS GDODP ajang Indonesia Student Company Competition 2018, didampingi Wakasek Kesiswaan Made Sudana (kanan) dan guru pembina SC I Dewa Ketut Sujana (kiri).
kinetik menjadi energi listrik yang dapat disimpan di dalam powerbank. Gunny E-pro Shoes ini tercipta berkat ide dari guru IT Foursma, yang kemudian alatnya dirakit oleh salah satu Production Manager yaitu Agung Laksana. Ke depannya Zeal SC tidak akan berhenti dan tetap melanjutkan bisnisnya sebagaimana perusahaan profesional lainnya. Guru Pembina Student Company Foursma Drs. I Dewa Ketut Sujana menyampaikan apresiasinya terhadap raihan prestasi tersebut. ‘’Kami cukup puas dengan hasil yang diraih ini. Sejak empat tahun mengikuti ajang ini, baru sekarang mampu meraih juara nasional. Kami harapkan ke depan bisa tampil lebih maksimal,’’ ujar guru pengajar Ekonomi ini. Dewa Sujana berharap jiwa kewirausahaan para siswa ini bisa terus dikembangkan di masa–masa mendatang, termasuk setelah menyelesaikan pendidikan di Foursma. Karena itu peran serta alumni nantinya sangat diharapkan. Produk yang dihasilkan ke depannya tak hanya sepatu, tetapi varian lain yang juga prospektif seperti aksesoris HP. Hal senada disampaikan Wakasek Bidang Kesiswaan Foursma Made Sudana, S.Pd., M.Pd. ‘’Kami memberi apresiasi yang setinggi-tingginya atas prestasi yang diraih ini. Ke depan mesti ditingkatkan. Varian produk juga hendaknya lebih beragam. Tak hanya sepatu tetapi yang lainnya. Ke depan kami berharap SC Foursma bisa meraih juara I nasional,’’ harapnya. (ad765)
Tingkatkan Pemahaman Generasi Muda tentang Agama Hindu
Kanwil Agama Provinsi Bali Gelar Lomba Cerdas Cermat SEBAGAI upaya meningkatkan pemahaman dan pengetahuan generasi muda terhadap ajaran agama Hindu, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Bali melakukan berbagai kegiatan melalui beberapa program. Salah satunya lomba cerdas cermat agama Hindu tingkat pendidikan SD, SMP, dan SMA/SMK yang diselenggarakan Bidang Pendidikan Hindu. Selain untuk meningkatkan pengetahuan tentang agama Hindu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas generasi muda dalam bidang keagamaan. Lomba cerdas cermat tentang agama Hindu ini berlangsung selama tiga hari dan berakhir, Rabu (15/8) kemarin. Pembukaan lomba ini dilakukan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra, S.Pd., M.Ag. didampingi Kabid Pendidikan Hindu Drs. Ida Bagus Mastika, M.Fill.H. yang ditandai dengan penyematan tanda peserta lomba. Juri dalam lomba ini yakni Drs. Ida Bagus Mastika, M.Fil.H., Drs. Cok Putra Wisnu Wardana, M.Si. dan Dra. Ni Made Artini, M.Pd.H. Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra, S.Pd., M.Ag. didampingi Kabid Pendidikan Hindu Drs. Ida Bagus Mastika, M.Fill.H. mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam upaya mempersiapkan para siswa menjadi anggota masyarakat yang lebih memahami konsep ajaran, filasafat
agama. Bukan hanya memahami, namun juga bisa mengimplementasikan di masyarakat, sehingga menjadi siswa yang berdaya saing tinggi. Bukan hanya lomba cerdas cermat, upaya ini juga dilakukan dengan berbagai kegiatan, seperti lomba berbusana adat ke pura, lomba lagu keagamaan, lomba membuat pejati, serta lomba dharma wacana. Lomba cerdas cermat merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan lomba-lomba. Lomba cerdas cermat ini mengambil tema ‘’Lomba Cerdas Cermat Agama Hindu Tingkat SD, SMP, SMA sebagai Ajang untuk Meningkatkan Pemahaman dan Pengimplementasian Ajaran Agama Hindu untuk Mewujudkan Generasi Muda Hindu
yang Cerdas dan Berakhlak Mulia’’. Ketua Penyelenggara Lomba I Made Subawa, S.E., M.Pd.H. menambahkan, peserta lomba terdiri dari siswa-siswi dari kabupaten/ kota se-Bali. Jumlahnya mencapai 27 orang dan setiap regu terdiri dari tiga orang. Pemenang dalam lomba kali ini diraih oleh duta dari Badung sebagai juara I, Bulelang juara II dan juara III diraih duta Gianyar (SMA). Sedangkan untuk tingkat SMP, juara I diraih wakil dari Badung, juara II diraih Bangli, dan juara III duta Klungkung. Sementara untuk SD, juara I diraih duta Bangli, disusul Buleleng juara II dan Karangasem juara III. (ad761)
LOMBA - Suasana pembukaan lomba cerdas cermat agama yang ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Kakanwil Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra didampingi Ketua Penyelenggara Lomba I Made Subawa didampingi Kabid Pendidikan Hindu Ida Bagus Mastika dan Panitia Penyelenggara.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, CSR, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Kamis Pon, 16 Agustus 2018
INFO SEREMONIAL
Kasdam Udayana Lepas 6.000 Peserta Kirab Merah Putih Dwijendra
Hari Lahir Ke-61 Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry Wedastera
Bangga Melahirkan Warih yang Melanjutkan Dinasti Politik Leluhur
Kokohkan Nasionalisme Berkarya Demi Bangsa YAYASAN Dwijendra Denpasar secara rutin menggelar kirab Merah Putih secara massal memperingati HUT Kemerdekaan RI. Rabu (15/8) kemarin sekitar 6.000 warga Yayasan Dwijendra terlibat dalam kirab Merah Putih bertema ‘’Nusantara’’ di depan Makodam IX/Udayana. Pawai dilepas Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri didampingi Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. dan Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Sebanyak 6.000 siswa dan maha-
siswa Dwijendra mengusung bendera Merah-Putih, siswa lainnya memerankan fragmen perjuangan kemerdekaan di zaman penjajahan hingga Indonesia merdeka. Mereka berjalan kaki dari depan kampus Universitas Dwijendra menuju Jalan Suparati, Jl. Cok Agung dan depan Makodam Udayana menuju tempattempat perjuangan. Kirab melewati Jl. Veteran menuju Puri Satria, Banjar Tainsiat kemudian depan Gedung Pers Perjuangan Bali Post di Jl. Kepundung yang Kamis (16/8) ini genap berusia 70 tahun dan kembali ke Jl.
MERAH-PUTIH - Kasdam IX/Udayana Brigjen Kasuri didampingi Chandra Jaya saat kirab Merah-Putih.
Kamboja dan kampus Dwijendra. Selama long march, anak-anak Dwijendra menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan ‘’Saya Pancasila, Saya Indonesia’’. Selain itu juga ditampilkan tari dari Aceh dan Jawa dengan latar gadis berpakaian daerah seluruh Indonesia. Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar M. S. Chandra Jaya menjelaskan kirab Merah-Putih ini untuk memompa semangat anak muda untuk mencintai NKRI dan Pancasila. ‘’Dari Dwijendra kita galang persatuan, bela negara dan cinta NKRI,’’ tegasnya. Dwijendra yang didirikan oleh veteran pejuang tetap menjadi garda terdepan dalam tegaknya NKRI dan Pancasila. Di Dwijendra nilai-nilai itu ditanamkam lewat pendidikan karakter dan bela negara. Warga Dwijendra menolak tindakan intoleransi serta anti-Pancasila, setia menegakkan empat pilar kebangsaan. Itulah alasan geber dilaksanakan di depan Makodam IX/Udayana karena TNI dipercaya mampu mengawal amanah tersebut. Kasdam Brigjen TNI Kasuri mengaku bangga dan memberi apresiasi atas kreativitas seni warga Yayasan Dwijendra Denpasar. ‘’Dwijendra sukses menyinergiskan budaya dengan rasa cinta Tanah Air,’’ tegasnya. (bns1)
5
Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry Wedastera
TIDAK pernah terbayang sebelumnya, sosok wanita sederhana asal Jero Bendesa Manik Mas Tamblang, Kubutambahan, Buleleng ini akan dipersunting oleh (Swargi) I Goesti Ngoerah Shri Wedastera Soeyasa, panglingsir dari pendiri Paiketan Ageng Arya Tegeh Kori (Puri Tegeh Kori Badung) dan yang dikenal sejarah salah satu tokoh politik Sukarnois dan Ketua PNI paling ternama di Bali. Hidup menjadi pendamping seorang suami yang bekerja dalam dunia politik ternyata ikut serta membentuk karakter IGA Suwitry menjadi wanita yang tangguh, salah satunya bagaimana ia harus mendampingi suami saat tekanan zaman Orde Baru. ‘’Tiang ingat sekali bagaimana perjuangan Ratu Aji Shri Wedastera menghadapi tekanan Orde Baru. Tidak ada yang mudah bagi kami keluarga yang komit sebagai loyalis Soekarno dan PNI. Ratu Aji adalah tokoh politik yang sangat terkenal, dan beliau dicintai rakyat Bali karena kebaikan dan kesederhanaan. Tapi tentu nama baik saja tidak cukup untuk hidup di zaman Orde Baru, perlu perjuangan dengan airmata dan darah. Tapi tiang percaya kuasa Ida Sang Hyang Widhi Wasa bahwa hukum karmaphala berjalan dan akhirnya Orde Baru tumbang di tahun 1998 sesuai harapan kaum marhaen. Dan ini juga membahagiakan Ratu Aji Shri Wedastera Suyasa yang masih sempat melihat era perubahan reformasi sebelum beliau tutup usia pada 16 Agustus 2000. Reformasi membawa banyak anak muda
yang lahir dari ideologi Sukarnoisme,’’ ungkap IGA Suwitry. Kini IGA Suwitry yang tepat pada hari ini berusia 61 tahun, memiliki cita-cita besar yakni bagaimana Bali tetap sejahtera tanpa melupakan adat dan akar budaya Hindu. ‘’Tugas saya sebagai seorang ibu, tentu harus melahirkan anak–anak yang suputra, yang tidak hanya memikirkan hidupnya sendiri dan keluarga, tapi memiliki tanggung jawab terhadap agama, bangsa dan negara. Tugas ibu hanya berdoa agar Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan jalan pada keturunannya. Apalagi menyandang nama besar Shri Wedastera Suyasa, beliau sebagai tokoh revolusi di Bali dan salah seorang pendiri Parisada Hindu Dharma. Prinsip tiang kepada para putranda dan cucunda adalah sebelum mengurus rakyat agar bisa mengurus diri sendiri. Selain kejujuran adalah hal yang paling mutlak,’’ pungkas IGA Suwitry yang kini sudah memiliki 14 cucu ini. Adapun putra-putri IGA Suwitry– (Swargi) Shri Wedastera Suyasa yakni Dr. Shri I Gst. Ngrh. Arya Wedakarna MWS III, S.E.(MTRU), M.Si., Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi WS, S.E., M.M., IGA Sri Wichaya Gangga Dewi WS, S.H., M.Kn., IGA Dewi Wastu Manggala WS, S.S., M.H., Shri I Gst. Ngrh. Wira Wedawitry WS, S.Sos., S.H., M.H., IGA Sita Wedastiti WS, S.E. Di usia saat ini, Ratu Biang masih aktif dalam bidang agama Hindu dan bidang sosial budaya (Philantropy). (ad766)
Sosialisasi Layanan Berbasis TIK
Tingkatkan Penggunaan e-resources, iPusnas, dan Indonesia One Search KEPALA Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali Luh Putu Haryani, S.E., M.M. membuka Sosialisasi Layanan Berbasis TIK di Gedung Wanita Narigraha, Denpasar, Rabu (15/8) kemarin. Sosialisasi diikuti Dinas Kearsipan dan Perpustakaan kabupaten/kota seBali, pengelola perpustakaan, pustakawan, serta mahasiswa, menghadirkan Kepala Perpustakaan Nasional RI Drs. Muh. Syarif Bando, M.M. sebagai keynote speaker. Sosialisasi juga diisi dengan Pengukuhan Duta Baca Provinsi Bali. Panitia Penyelenggara Dra. Titiek Kismiyati, M.Hum. mengatakan, Bali merupakan provinsi ketiga dari empat
provinsi yang menjadi lokasi pelaksanaan sosialisasi tahun 2018. ‘’Sosialisasi layanan berbasis TIK bertujuan untuk menyosialisasikan koleksi digital perpustakaan nasional, yaitu eresources, iPusnas, dan Indonesia One Search,’’ ujarnya. Menurut Titiek, e-resources yang menyediakan jurnal internasional sudah ada sejak 2013, Indonesia One Search atau pencarian satu pintu koleksi nasional di perpustakaan seluruh Indonesia sudah mulai dikembangkan 2015 dan di-launching pada 1 Maret 2016, serta iPusnas yang memuat buku-buku digital Indonesia berkualitas telah dilaunching pada 16 Agustus 2016. Kepala Dinas Kearsipan dan
Perpustakaan Provinsi Bali Luh Putu Haryani, S.E., M.M. mengatakan, perpustakaan merupakan bagian dari proses mencerdaskan kehidupan bangsa. UU No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan mengamanatkan pemerintah menyiapkan infrastruktur perpustakaan bagi masyarakat yang dirancang berbasis teknologi. Pihaknya berharap layanan perpustakaan nasional berbasis TIK ini dapat menjadi media bagi peserta didik, termasuk mahasiswa menggali lebih dalam lagi sumbersumber informasi yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan. ‘’Di samping itu, layanan perpustakaan berbasis TIK
semakin meningkatkan minat baca masyarakat karena dapat dengan mudah diakses kapan saja dan di mana saja,’’ ujarnya. Kepala Perpustakaan Nasional RI Drs. Muh. Syarif Bando, M.M. mengatakan, sosialisasi ini juga erat kaitannya dengan upaya peningkatan literasi masyarakat. Literasi adalah bagian dari kemampuan seseorang mengumpulkan sumbersumber bahan bacaan agar tetap eksis pada profesi apa pun yang digelutinya. ‘’Sudah tidak zaman lagi orang berkunjung ke perpustakaan mencari satu buku, apalagi Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas ke Rote itu sangat luas. Dengan teknologi sangat
mudah, murah, dan efektif,’’ ujarnya. Menurut Syarif, dengan banyak membaca, seseorang akan memiliki kemampuan menganalisis semua problematika, sehingga bisa menjelaskan sekaligus memprediksi apa yang akan terjadi. Itu sebabnya, perpustakaan adalah jembatan pengetahuan masa lalu, kini, dan akan datang. ‘’Literasi adalah kemampuan mengemukakan ide, gagasan, teori baru dan karena itu sejatinya produksi bahan bacaan itu semakin tinggi. Parameternya adalah seberapa besar hak cipta, hak paten yang dikeluarkan HaKI setiap tahun,’’ imbuhnya. (ad758)
DUTA BACA - Kepala Perpustakaan Nasional RI Drs. Muh. Syarif Bando, M.M. saat mengukuhkan Duta Baca Provinsi Bali didampingi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali Luh Putu Haryani, S.E., M.M. (2 dari kiri).
OPINI
6
Kamis Pon, 16 Agustus 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Konsep Keseimbangan Mengelola Tata Ruang SELAMA ini, mesti diakui masalah tata ruang belum ada terobosan berarti dalam hal solusinya. Sudah beberapa kali ganti pemimpin, masalah ini tetap saja menjadi bahan diskusi berkepanjangan. Hal ini terjadi karena banyak faktor. Salah satu faktor terpenting dalan hal ini adalah soal pendekatan yang dipilih dalam menganalisis serta mewujudkan tujuan program yang dicanangkan. Pendekatan kuantitatif yang lebih menonjol dibandingkan kualitatif membuat masalah tata ruang dan hampir semua secara umum, menjadi salah satu pemicu utama. Deretan angka yang menjadi proyeksi sebuah keberhasilan, semisal pertumhuhan ekonomi yang dituju adalah angka tinggi. Bukan lebih mengacu pada distribusi. Inilah salah satu contohnya. Padahal banyak variabel kualitatif yang bisa dijadikan semacam tolok ukur. Tingkat pendidikan, kualitas kesehatan, kualitas lingkungan dan sebagainya. Yang menjadi panglima selama ini memang ekonomi dalam konteks kesejahteraan secara umum. Bukan kualitas kesejahteraan itu sendiri tetapi lebih mengacu pada hal-hal kuantitatif. Bali sebagai daerah yang unik, tentu sangatlah berbahaya kalau hanya bertumpu pada kondisi kuantitatif. Semua aspek kemudian dipacu untuk memenuhi target tertentu. Akibatnya, salah satu masalah yakni tata ruang. Contohnya saja soal pembanginan fasilitas pariwisata. Tidak hanya akomodasi tetapi juga hal-hal lain. Tempat hiburan serta objek objek penunjang yang lain. Akibatnya, semakin banyak fasilitas yang dibangun semakin banyak memerlulan lahan. Tidak hanya faktor laham tetapi dampak ikutannya yang juga penting. Fasilitas perumahan yang memunculkan masalah baru. Juga bagaimana menata hal hal yang menyertainya. Tidak hanya Bali sendiri yang menargetkan dirinya dalam konteks kuantitatif ini juga pihak lain. Baik swasta maupun pemerintah. Misalnya dalam hal lalu lintas. Bagaimana bisa kita mengerem pertumbuhan laju kepemilikan kendaraan? Karena para pemegang mereka juga sangat berkepentingan produknya laku. Pemerintah juga berkepentingan soal pajak. Tak akan pernah selesai dibahas kalau semua pihak yakin dan percaya bahwa Bali punya titik jenuh. Tidak ada yang sampai sejauh ini benar-benar peduli. Sehingga komitmennya pun nampak setengahsetengah karena dukungan serta respons masyarakat juga tidak optimal. Masalah tata ruang hanya satu masalah tetapi masalah yang sangat vital. Karena ini menyangkut status palemahan, salah satu konsep vital serta krusial bagi masyarakat Bali. AKan tetapi, kita tetap menaruh kepercayaan kepada pemerintah dan pihak terkait lainnya. Akan ada suatu kesadaran penuh bahwa hal ini memang benar-benar sangat penting. Kita tidak bisa lagi bangga dengan benyaknya fasilitas yang ada di Bali tetapi hal itu sebagain besar bukan milik masyarakat Bali. Apalagi kalau kemudian justru hal itu tidak berpengaruh secara signifikan bagi kualitas pengembangan serta pembangunan masyarakat setempat, akan percuma dan sia-sia.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Dirgahayu Bali, Dirgahayu Indonesia Dengan rasa syukur, saya menyampaikan Dirgahayu ke-60 Pemerintah Provinsi Bali dan Dirgahayu ke-73 Republik Indonesia. Mudahmudahan di tengah ekonomi yang sulit ini, kita dapat melakukan kewajiban kita sebagai warga negara yang baik. Besar juga harapan saya agar para pemimpin dan para tokoh di negeri ini mengedepankan keselamatan dan keutuhan NKRI dibandingkan hanya berdebat dan perang wacana untuk membidik keuasaan. Saatnya kita maknai perayaan kemeredekaan ini sebagai momentum untuk membangun bangsa ini. Semoga kita bisa hidup aman dan damai di negeri ini. I Gede Wicaksana Buleleng, Bali
Gerakan Peduli Sampah Belakangan ini, persoalan sampah sering muncul ke permukaan. Penanganan sampah sepanjang tahun ternyata sulit dilakukan. Bahkan, hingga kini belum ada gerakan yang konsisten dalam menangani sampah. Hingga kini, kecakapan memilah sampah belum menjadi budaya. Untuk itulah, saya sangat berharap ada gerakan yang terukur dan terencana untuk memerangi sampah secara swakelola. Kita tak perlu lagi mengundang investor hanya untuk mengolah sampah kita. Jika kita mau dan terbiasa memilah sampah, kita juga bisa menjadi bagian dalam menjaga kebersihan Bali. Mari kita budayakan gerakan kebersihan lingkungan. Selebihnya, saya berharap bupati/wali kota mulai mengajak anak-anak sekolah terbiasa melakukan gerakan kebersihan di sekitar lingkungan sekolahnya. Langkah ini bisa dijadikan semacam gerakan rutin yang nantinya bisa menumbuhkan kebiasaan di kalangan anak-anak pelajar. Jika ini tak dimulai dari bawah, saya yakin gerakan peduli sampah tak akan efektif dan berhasil. Untuk itu, mari kita bangun kesadaran untuk peduli atasi masalah sampah. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Daya Dukung LH bagi Perencanaan Tata Ruang Deskripsi tentang penataan ruang yang termaktub dalam Undang-undang Penataan Ruang No. 26 Tahun 2007 dinyatakan sebagai suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Sedangkan pengertian ruang pada sumber tersebut disebutkan sebagai “wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya”.
Oleh Putu Rumawan Salain
H
al ini bermakna bahwa kebutuhan untuk melanjutkan dan mempertahankan hidupnya, manusia dengan komunitasnya mengolah alam atas kebutuhannya. Ada yang selaras dengan alam, ada pula yang mengeksploitasi, atau campuran di antaranya. Intinya adalah ada pada konsep harmoni antara supply dan demand. Tingginya permintaan berdampak pada eksploitasi sumber daya alam. Ketika dibatasi timbulah teknologi pemanfaatan bahan alternatif yang tidak akrab dengan lingkungan. Hidup memang pilihan, namun jika larut kian tercerabut, tidak larut kian dikerubut hingga semaput! Luas wilayah Pulau Bali tertulis 5.636,66 km2 atau seluas 0,29% luas wilayah Indonesia. Keberadaannya terdiri dari beberapa pulau lainnya seperti, Nusa Penida, Nusa Ceningan, Nusa Lembongan, dan Pulau Menjangan. Pulau Serangan tidak dimasukkan mengingat pulau tersebut terlihat sudah menyatu dengan wilayah Denpasar Selatan. Struktur wilayahnya terbagi atas satu kota dengan delapan kabupaten dengan luas yang bervariasi, memiliki 57 kecamatan, 634 desa dan 80 kelurahan, 1.471 desa pakraman, 4.361 banjar adat, dan 2.435 subak (keberadaan bendega nyaris tidak tercatat). Eksisting penting lainnya sebagai suatu pulau adalah fakta terbentangnya wilayah pesisir dengan panjang garis pantai sepanjang 610,4 km, beberapa
di antaranya mengalami abrasi. Atas dasar data terakhir diperoleh informasi bahwa dalam hitungan waktu setahun daratan tergerus 5 meter seperti yang terjadi di Pebuahan-Jembrana. (Raditya-Balai Sungai Penida dalam Renon Blitz, 6 Agustus 2018). Dari sumber yang sama disebutkan pula bahwa kecuali Kabupaten Bangli, kota dan kabupaten lainnya di Bali mengalami abrasi dengan tingkat keparahan yang sangat bervariasi. Sedangkan data sumber air utama didukung oleh adanya empat buah danau yaitu: Batur, Buyan, Beratan, dan Tamblingan. Tercatat pula adanya sungai sejumlah 247 buah, 162 di antaranya bermua di laut. Dengan jumlah penduduk sekitar 3,8 juta lebih jiwa (BPS Provinsi Bali, Februari 2018) maka persaingan yang bermuara pada perubahan sedang melanda Pulau Dewata ini. Peningkatan jumlah penduduk yang tidak ditimpali dengan pembangunan infrastruktur yang memadai secara merata akan berdampak pada pergerakan perpindahan penduduk yang akhirnya bermuara pada peningkatan kebutuhan papan, pangan, dan sandang. Bahkan yang ironis adalah standar kepadatan penduduk setiap km 2 harus 250 jiwa telampaui dengan signiÀkan. Contohnya, Kecamatan Denpasar Barat hampir mencapai rerata 11.000 jiwa/ km2 (Wikipedia, 2016). Setidaknya fungsi lahan khususnya sawah sudah tidak terkendali, luas hutan yang tidak memadai dengan yang diperyarat-
kan, kebutuhan air bersih yang kian meningkat baik untuk hotel, lapangan golf, maupun rumah tangga, di sisi lain Bali menurut kajian para ahli akan mengalami kesulitan akses perolehan air bersih dalam beberapa tahun mendatang jika tidak disentuh dengan manajemen pemanfaatan air yang benar. Kesulitan memperoleh akses air bersih berdampak pada upaya untuk memanfaatkan air bawah tanah (ABT) untuk berbagai kegunaan. Walaupun sudah diatur pemanfaatannya namun ada informasi bahwa ada tindak kebohongan “tidak jujur”, sehingga menguntungkan pemakai namun berdampak pada turunnya permukaan air tanah yang merugikan masyarakat. Persoalan ketersediaan air tidak disentuh dalam hubungannya dengan ketersediaan hutan di Pulau Bali. Hutan yang kurang tentu tidak banyak dapat menahan air, namun luas hutan yang kurang berdampak pada semakin sedikitnya air yang ditahan, termasuk kemungkinan bahaya longsor. Kasus kecil yang mengusik lingkungan di Bali adalah ketika dibabatnya tanaman keras yang mampu menyerap dan menahan air diganti dengan tanaman jeruk yang sangat rakus dengan air. Perubahan tersebut lambat laun akan berdampak pada ekosistemnya. Yang cukup menantang dan segera dicari jalan keluarnya adalah kecukupan kita akan pangan. Bali yang pernah swasembada beras, kini kita tergantung dengan wilayah lainnya. Adakah yang salah dengan lahan, SDM, pola tanam, pola distribusi,
atau lainnya. Sehingga makna Batara Sri layaknya mengalami dekonstruksi. Terdekonstruksinya Batara Sri sepertinya kita mengingkari bahwa kita adalah generasi pewaris agraris. Di sisi lain sudah menjadi bukti bahwa kemacetan sudah menjadi bukti yang dengan mudah diamati di beberapa titik. Bahkan, suka tidak suka, kemacetan setiap hari merupakan pertunjukan yang tidak pernah jeda. Suguhan berbagai kemewahan kendaraan bermotor maupun mobil sungguh menjadi kebanggaan, akan tetapi dampaknya seperti gas buang, pemanasan lingkungan sudah tidak dapat ditoleransi ikut mencemari lingkungan. Sebagai bayangan betapa padatnya lalu lintas darat di Provinsi Bali dikutip jumlah kendaraan bermotor tahun 2017 yang lalu dari Badan Pusat Statistk Provinsi Bali yaitu hampir sama dengan jumlah penduduknya yaitu 3.907.094 buah. Artinya, setiap orang di Bali dari usia bayi sampai dengan tua masing-masing seolah-olah memiliki satu kendaraan. Mari kita bandingkan jumlah kendaraan bermotor dengan panjang jalan di Provinsi Bali. Atas catatan dari sumber yang sama diperoleh angka sebagai berikut: jalan provinsi sepanjang 743,34 km dan jalan nasional 629,40 km. Dapat dibayangkan jika terjadi pergerakan maksimal di atas bentang jalan tersebut di atas. Disadari atau tidak intrusi air laut di Badung Selatan dan Denpasar Selatan sudah diambang batas. Demikian pula terhadap timbulan sampah yang dijumpai di TPA Suwung kian menumpuk hingga mencapai ketinggian 25 meter melampaui ketinggian bangunan 15 meter yang diatur perda. Tentu tidak dapat diabaikan cairan beracun hasil endapan sampah yang sangat membahayakan bagi kesehatan. Demikian pula dengan kandungan gas metan yang berbahaya bagi kesehatan maupun bahaya kebakaran. Upaya pemerintah pusat membantu meningkatkan TPA Suwung menjadi TPA terintegrasi di atas lahan 32 ha (5 ha untuk Waste to Energy, 5 ha
Jejak Digital, Manifestasi Kepribadian DENGAN kemudahan yang ditawarkan oleh gawai pintar (smartphone) membuat manusia meninggalkan jejak-jejak digital yang luar biasa banyak, terutama di media sosial (medsos). Dengan menelisik jejak digital tersebut kiranya kepribadian seseorang bisa diketahui. Konon, di negara Barat hal semacam ini sudah lazim dilakukan terutama sebagai salah satu instrumen penilaian kepribadian ketika seseorang melamar pekerjaan. Seseorang dengan kepribadian yang positif akan cenderung membagikan pesan-pesan yang positif dan penuh inspirasi, begitu juga sebaliknya seseorang dengan kepribadian yang negatif cenderung membagikan pesan yang kontraproduktif dan sensasional. Menariknya pelbagai fitur medsos dan terbebasnya ruang maya dari sekat-sekat formal membuat warganet nyaris ingin membagikan apa saja. Hal tersebut seperti pisau bermata dua, bisa menjadi peluang sekaligus menjadi tantangan. Sebagai warganet yang cerdas maka peluang dan tantangan tersebut harus disikapi secara bijak. Peluang dengan mudahnya bersosialisasi melalui medsos
Oleh Thoriq Tri Prabowo ialah meningkatnya produktivitas pekerjaan atas karena efektivitas dan eÀsiensi komunikasi. Medsos semacam facebook, twitter, instagram, dan sebagainya menembus batas teritorial yang artinya seseorang dari belahan bumi yang lain sekalipun berpotensi mengetahui apa yang kita bagikan. Jika hal tersebut dimanfaatkan untuk sektor yang produktif, misal untuk memulai berwirausaha maka medsos akan menjadi media yang sangat efektif dan eÀsien untuk melakukan promosi. Di samping kemudahan yang ditawarkan medsos, tentu di sisi lain terdapat tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah masalah privasi yang kini seakan menjadi barang murah. Manusia seperti menjadi sosok yang tidak memiliki privasi karena tuntutan dan kebutuhan akan pengakuan di ruang yang maya. Fenomena tersebut dibuktikan dengan maraknya hal-hal kontroversial di medsos yang kemudian viral. Kebutuhan akan pengakuan
di dunia maya tersebut kemudian membuat dunia maya terasa nyata, dan orang yang di dalamnya berlaku seolah tengah berada di dunia nyata. Dan semakin ke sini, intervensi dunia maya terhadap dunia nyata kian terasa. Seseorang harus sangat berhati-hati dalam meninggalkan jejak digitalnya karena intervensi tersebut merambah ke hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Sebagai contoh, memanasnya suhu politik pada musim pemilihan kepala daerah (pilkada) atau pemilihan umum (pemilu) lainnya juga tak luput menjadi lahan maraknya praktik penguakan jejak digital. Tidak jarang, medsos digunakan untuk menyebarkan hoax dan ujaran kebencian guna mendongkrak atau justru menjatuhkan pasangan calon tertentu. Jejak digital yang telanjur terekam oleh sistem memang tidak bisa berbohong. Pada era digital ini, menggunakan jejak digital untuk menyerang balik lawan politik sudah bukan menjadi hal yang tabu.
Selain itu, masalah keamanan data juga menjadi tantangan pada era digital ini. Jika dikaitkan dengan masalah jejak digital, maka sebaiknya warganet mampu memilih dan memilah apa saja yang akan mereka bagikan di medsos karena hal tersebut sangat mungkin disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Imbauan tersebut terlebih ditujukan kepada tokoh-tokoh berpengaruh seperti politisi, ulama, dan tokoh-tokoh lainnya yang kini mayoritas sudah memiliki akun medsos pribadi. Sama seperti perannya di dunia nyata, akun dari tokoh-tokoh di atas juga memiliki pengaruh di media sosial untuk mengintervensi opini publik. Meskipun berada di ruang cyber, medsos tetap memiliki batasan-batasan tertentu terutama ketika hal tersebut menyangkut kepentingan orang lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa medsos adalah manifestasi dari kepribadian seseorang, sehingga etika dan tata karma dalam berkomunikasi ketika berkomunikasi di dunia nyata juga harus diimplementasikan di dunia maya. Jika medsos tidak digunakan secara bijak, alih-alih bermanfaat, medsos justru bisa
tempat daur ulang sampah, sisanya sebagai taman eco tourism). Kenyataan-kenyataan tersebut di atas bukan semata-mata dikarenakan oleh jumlah penduduk yang besar saja, akan tetapi juga sangat dipengaruhi oleh peningkatan jumlah wisatawan ke Bali dari tahun ke tahun. Data terakhir mengungkapkan bahwa ada 12 juta lebih wisatawan, 7 juta di antaranya adalah wisatawan domestik setiap tahunnya menikmati keindahan alam dan keunikan budayanya. Erosi yang berlangsung di antara alam dan manusia di Bali, keduanya telah mengubah bentang alam Bali dan perspektif hidup manusia Bali. Perubahan adalah kepastian namun perubahan apa yang dikehendaki adalah persoalan utama yang wajib dituangkan ke dalam roadmap pembangunan Bali. Bali tampaknya berada di persimpangan jalan dan banyak pilihan. Antara ruang dan uang, hanya yang terakhir terlihat agak pragmatis dan memperkuat kelompok masyarakat menengah ke atas. Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup (DDDTLH) merupakan materi yang mendukung kajian keruangan dengan memberikan gambaran berupa indikasi-indikasi. DDDTLH, Lingkungan Hidup dan Tata Ruang merupakan Tiga Serangkai yang mengupas habis tentang ruang kini dan yang akan datang. Perannya sangat penting dan strategis untuk menjawab pembangunan Bali mendatang. Terlebih lagi mengingat bahwa Pemerintah Provinsi Bali yang sedang me-review Tata Ruang Nomor 16 Tahun 2009 wajib kiranya melakukan kajian DDTLH agar hasil revisinya lebih terukur, benar, dan menjanjikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pembangunannya. Sisa waktu akhir dari Perda Tata Ruang Provinsi Bali yang tinggal sebelas tahun lagi perlu dijadikan hitungan mundur untuk mencapai target kinerja Gubernur dengan jajarannya sesuai dengan hasil revisi. Penulis, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Udayana mendatangkan celaka. Oleh karena itu, meninggalkan jejak digital yang baik bisa dibilang sebagai upaya untuk menyelamatkan seseorang pada masa yang akan datang. Penulis, dosen Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, Alumnus Magister IIS Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta
POJOK Indonesia Jaya!
Merdeka, Merdeka, Merdeka!
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana zRedaktur Pelaksana : Made Sueca zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata zAnggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. zOmbudsman: Jimmy Silalahi. zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Kamis Pon, 16 Agustus 2018
Tak Miliki JKN, Ibu Melahirkan Ditanggung Jampersal Tabanan (Bali Post) -
Saat ini baru 72 persen masyarakat Tabanan ter-cover JKN. Begitu juga tidak semua ibu hamil ter-cover asuransi kesehatan. Untuk itu pemerintah mengeluarkan program Jaminan Persalinan atau Jampersal. Setiap ibu hamil yang belum menjadi peserta JKN yang hendak melahirkan, asal mau dirawat di kelas III akan di-cover oleh Jampersal.
Bali Post/kmb28
KUCIT - Lomba ‘’ngejuk kucit’’ serangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI melibatkan ibu-ibu mendapat sambutan luar biasa dari para penonton.
Serangkaian HUT Ke-73 RI
Digelar Lomba ’’Ngejuk Kucit’’ Tabanan (Bali Post) Raut wajah sumringah tampak terpancar di wajah Gusti Putu Ratih Kumala, warga Banjar Sudimara Kaja, Kecamatan Tabanan. Pasalnya, perempuan bertubuh mungil ini berhasil ngejuk kucit (menangkap anak babi - red) dalam lomba ngejuk kucit, ayam, dan bebek yang digelar Karang Taruna Desa Sudimara, serangkaian peringatan HUT ke-73 RI, Rabu (15/8) kemarin di lapangan
desa setempat. Meski dengan mata tertutup kain, ibu-ibu peserta lomba ini tampak gesit. Hanya dalam hitungan menit berhasil menangkap sejumlah hewan yang dilepas oleh panitia. Tak hanya Ratih Kumala, Ni Wayan Emi Susanti juga berhasil menangkap ayam dan bebek dalam perlombaan tersebut. ‘’Tidak akan saya potong, mau saya beri ke anak, kebetulan dia suka ubuh-
ubuhan,’’ ucapnya usai lomba. Lomba ngejuk kucit, bebek dan ayam ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan lomba yang digelar serangkaian HUT Kemerdekaan RI. Juga telah digelar kegiatan lomba melibatkan siswa SD hingga SMP dan masyarakat umum. Seperti lomba tarik tambang, jepit balon, sepak bola mini, lari kelereng dan makan kerupuk. Perbekel Sudimara I Nyoman Ariadi menjelaskan,
Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Rabu (15/8) kemarin, mengatakan anggaran Jampersal ini berasal dari DAK nonÀsik. Setiap ibu yang melahirkan dan tidak punya asuransi kesehatan dibiayai Jampersal dengan tanggungan kelas III. Biaya melahirkan baik di puskemas maupun jika dirujuk ke fasilitas kesehatan (faskes) lebih tinggi ditang-
gung Jampersal. ‘’Karena jaminan ini dikeluarkan oleh pemerintah maka alurnya sama dengan JKN. Jadi melahirkan di faskes primer seperti puskesmas. Jika membutuhkan faskes lebih tinggi karena ada faktor penyulit yang tidak bisa ditangani faskes primer bisa dirujuk. Semua biaya ditanggung,’’ ujar Suratmika. Klaim untuk Jampersal
ini, lanjut Suratmika, dimintakan faskes yang melayani Jampersal kepada Dinas Kesehatan masing-masing daerahnya. Klaim ini akan diambilkan lewat anggaran DAK nonfisik yang diberikan dari pemerintah pusat. Dengan adanya Jampersal ini diharapkan bisa mencegah kematian ibu, sehingga menekan angka kematian ibu dan bayi. (kmb24)
beragam lomba ini untuk memahami momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menumbuhkan rasa persaudaraan. ‘’Pada puncak kegiatan akan digelar parade budaya, dari TK PAUD dan lapisan masyarakat kita ajak bergembira, sekaligus pengucapan Pancasila, ‘Indonesia Raya’, memperkuat rasa nasionalisme agar bisa mengenang perjuangan para pahlawan,’’ ucapnya. (kmb28)
Perpendek Waktu Tunggu Tempat Tidur
BRSU Antar Pasien ke Rumah Tabanan (Bali Post) Tingkat hunian atau BOR di BRSU Tabanan di atas 85 persen atau di atas angka ideal BOR RS yaitu 80 persen. Karena itu, antrean pasien terhadap tempat tidur tidak bisa dielakkan. Mengatasi permasalahan ini, BRSU Tabanan membuka layanan antar pasien lang-
sung ke rumah secara gratis. Dengan adanya layanan ini, waktu tunggu tempat tidur bisa diperpendek. Direktur BRSU Tabanan dr. Nyoman Susila, Rabu (15/8) kemari mengatakan, layanan antar pasien gratis ini dimulai tahun 2018 dan sudah berjalan meski masih sebatas men-
gantar pasien yang tinggal di seputaran Kecamatan Tabanan. ‘’Karena layanan ini baru diterapkan, jadi jangkauannya masih terbatas di Kecamatan Tabanan dulu. Ke depan, jika kemampuan BRSU ada, tentu akan diperluas ke kecamatan lain,’’ ujarnya. Mereka yang dilayani antar gratis ini tidak hanya pasien tidak mampu, tetapi semua pasien yang tidak memiliki penjemput saat ia keluar rumah sakit. Menurut Susila, ada kasus pasien yang hendak pulang tetapi karena tidak ada yang bisa menjemput, waktu tinggalnya menjadi lama dari seharusnya. ‘’Seharusnya bisa pulang pagi tetapi karena tidak ada penjemput akhirnya bisa keluar rumah sakit siang atau sore. Ini tentu membuat waktu tunggu tempat tidur menjadi
lebih lama,’’ ujar Susila. Beberapa alasan pasien tertunda pulangnya karena tidak memiliki keluarga, atau ada keluarga namun tidak bisa menjemput karena jaraknya jauh atau sedang bekerja di tempat yang jauh. Atau juga ada yang tidak bisa pulang karena tidak memiliki kendaraan roda empat dan kondisi pasien tidak bisa dibonceng dengan sepeda motor. Mengatasai permasalahan ini, BRSU Tabanan kemudian mengadakan layanan antar pasien gratis. Untuk layanan ini, lanjut Susila, disediakan dua mobil pengantar. Jadi, pasien yang boleh pulang tetapi tertunda pulangnya karena alasan yang telah disebutkan bisa langsung diantarkan tanpa harus menunggu. (kmb24)
Bali Post/kmb28
BARIS MEMEDI – Tari Baris Memedi dipentaskan serangkaian upacara ‘’Atiwa-tiwa’’ di Desa Jatiluwih.
Tari Sakral Baris Memedi Tetap Eksis di Jatiluwih BALI memiliki beragam tradisi yang masih tetap dilestarikan sampai saat ini. Begitupun di Kabupaten Tabanan, sejumlah seni sakral seakan tak lekang oleh waktu. Salah satunya tari Baris Memedi yang masih tetap eksis di Desa Jatiluwih dan di Banjar Puluk-Puluk Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel. Tari Baris Memedi ini cukup unik dan khusus dipentaskan saat upacara Atiwa-tiwa (ngaben), baik perorangan maupun kolektif. Seperti yang ditampilkan Rabu (15/8) kemarin dalam rangkaian upacara ngaben keluarga Merajan Gede Pasek Badak, Banjar Jatiluwih. Jro Mangku Bale Agung Desa Pakraman Jatiluwih yang juga keturunan pemangku pengempu Baris Memedi I Ketut Darmadi didampingi Bendesa Adat Jatiluwih I Ketut Suparka menjelaskan, tari Baris Memedi berbeda dengan tari Baris lainnya. Pasalnya tarian ini merupakan sarana upacara Pitra Yadnya (ngaben), yang menggambarkan
sekelompok roh halus untuk menjemput atau mengantar atma orang yang meninggal ke surga. Baris Memedi di Desa Jatiluwih sejatinya sudah ada sejak lama. Dibawakan oleh sekitar 9 penari laki-laki dewasa, dengan satu orang sebagai Penemprat. Para penari menggunakan busana dari daun-daunan kering atau ranting kayu yang diperoleh di kuburan. Mereka pun spontanitas tanpa ada latihan rutin sebelumnya. Bahkan para penari Baris Memedi ini juga berhias di kuburan setempat. Baris Memedi dipentaskan sepanjang jalan dari kuburan ke tempat orang meninggal dengan iringan gong baleganjur. ‘’Jadi tarian ini merupakan warisan yang sangat disakralkan sejak zaman leluhur yang tidak boleh diputus dan harus terus dilestarikan, satu-satunya yang ada di Kecamatan Penebel,’’ terangnya. Meski demikian, seiring perkembangan zaman, me-
mang sedikit ada perbedaan khususnya dalam busana yang digunakan oleh penari. ‘’Kalau dulu setra masih bet, kalau ada kuburan, sisa kuburan baik itu pakaian yang sebelumnya diurug dinaikkan dari bangbang itu yang dipakai sarana payas, ditambah keraras, dan sampah yang ada di kuburan. Sekarang masih tetap keraras dan sampah dari kuburan tetapi bukan dari dalam bangbang,’’ ucapnya. Salah seorang penari Baris Memedi, Roby (18), mengaku sudah sering ngaturang ayah jadi bagian penari Baris Memedi sejak masih duduk di bangku SMP. Meski tarian ini sangat sakral, dirinya mengaku senang bisa ikut turut serta menari, tanpa rasa takut. Bendesa Adat Jatiluwih I Ketut Suparka mengatakan, upacara ngaben saat ini diikuti sawa gede sebanyak 38 dan ngelungah 36. Tari Baris Memedi menjadi salah satu ciri khas Desa Jatiluwih khususnya dalam upacara atiwa-tiwa atau ngaben. (bit)
BULELENG
8
Kamis Pon, 16 Agustus 2018
Wujud Gerakan Peduli Kehati
PT Indonesia Power Dukung Konservasi Penyu Pantai Penimbangan MANAJEMEN PT Indonesia Power sebagai perusahaan kelistrikan di Buleleng terus menggulirkan gerakan peduli Keanekaragaman Hayati, yang disebut Kehati, dengan melepasliarkan 73 ekor tukik (anak penyu - red) ke habitat aslinya, Rabu (15/8) kemarin. Itu merupakan salah satu wujud gerakan Kehati yang dilakukan PT Indonesia Power Unit Pembangkit PLTGU Pemaron. Dukungan itu diwujudkan PT Indonesia Power Unit Pembangkit PLTGU Pemaron melalui koservasi tukik alias anak penyu di Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Bukti gerakan peduli lingkungan itu digelar serangkaian HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2018. Aksi ini dihadiri langsung Manajer Unit PLTGU Pemaron I Nyoman Purwakanta. Ikut mendampingi Kepala Di-
nas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng Putu Ariyadi Pribadi, Perbekel Desa Baktiseraga Kecamatan Buleleng Gusti Putu Armada, anggota Kelompok Nelayan Sari Segara, dan Pokmaswas Penimbangan Lestari, sebagai penggagas konservasi penyu secara swadaya itu. Selain melepasliarkan puluhan tukik hasil penangkaran anggota Pokmaswas, manajemen PT Indonesia Power Unit Pembangkit PLTGU Pemaron itu juga menyerahkan donasi dan sarana prasarana untuk mendukung konservasi penyu Pantai Penimbangan. Kegiatan Beach Clean Up – bersih bersih pantai – juga dilaksanakan dengan melibatkan siswa SD. Pada event itu dipercaya terjadi proses edukasi kepada anak SD tentang penangkaran dan juga pelepasliaran tukik. Nyoman Purwakanta mengatakan, rangkaian gerakan Kehati itu memberi stimulasi
kepada masyarakat, pelajar, dan komponen masyarakat lainnya untuk berkontribusi lewat aksi nyata menjaga lingkungan agar lebih baik. Apalagi, perkembangan konservasi penyu di Pantai Penimbangan belakangan ini semakin berkembang. Faktanya, ribuan tukik berhasil ditangkarkan, kemudian dilepasliarkan ke habitat aslinya. Karena itu, penyelamatan populasi penyu itu perlu dukungan banyak pihak. Sesuai program peduli lingkungan yang sudah menjadi tanggung jawab sosial perusahaan, karena itu terus akan digulirkan pada tahuntahun berikutnya. Selama ini, PT Indonesia Power Unit Pembangkit PLTGU Pemaron secara konsisten melakukan perbaikan dan pengembangan sarana penangkaran tukik itu. Bahkan, dilaksanakan dengan pemasangan paving, sehingga kawasan
penangkaran penyu itu menjadi destinasi wisata dan edukasi yang asri dan nyaman. Selain itu, PT Indonesia Power Unit Pembangkit PLTGU Pemaron itu juga memasang Hexadome IP Nemesis, untuk melestarikan terumbu karang yang hampir punah itu, saat ini termasuk terbesar ada di Pantai Penimbangan. Selain itu juga menjaga populasi abalone yang ke depannya bisa dijadikan sektor budi daya yang dikembangkan kelompok nelayan di Pantai Penimbangan itu. “Kami sangat serius memerhatikan kelestarian lingkungan di sini. Bahkan, kegiatan ini sudah dilakukan sejak tahun 2017, yakni pemasangan Nemesis kemudian dilanjutkan konservasi karang bersama Dinas Perikanan. Dengan cara ini, lingkungan di sini akan lebih lestari. Kami juga berharap nelayan kita di sini mendapat keuntungan,” ujarnya.
Perbekel Desa Baktiseraga Kecamatan Buleleng Gusti Putu Armada menyambut positif perhatian PT Indonesia Power Unit Pembangkit PLTGU Pemaron itu. Dikatakan, sejak konservasi swadaya muncul, perusahaan ini sudah melakukan aksi nyata ikut mendukung pelestarian lingkungan pantai di desanya. Sinergitas seperti ini diharapkan bisa berlanjut, sehingga konservasi penyu yang sudah berkembang sekarang ini bisa berlanjut, sehingga kelestarian lingkungan Pantai Penimbangan semakin terjaga sebagai daerah tujuan wisata dan edukasi penangkaran tukik, taman terumbu karang, dan wisata bahari utamanya atraksi dolfin di habitat aslinya. “Kami mengharapkan sinergitas seperti ini berlanjut dan perusahaan lain bisa melakukan hal serupa. Kami di pemerintahan desa sendiri
73 EKOR TUKIK DILEPASLIARKAN – Sebanyak 73 ekor tukik dilepasliarkan oleh manajemen PT Indonesia Power Unit Pembangkit PLTGU Pemaron, Rabu (15/8) kemarin. Aksi itu merupakan salah satu wujud Gerakan Peduli Kehati yang digulirkan perusahaan kelistrikan di Bali Utara tersebut. berkomitmen mengalokasikan Penimbangan ini. Hal itu diAPBDes mendukung konser- lakukan dengan cara menjaga vasi di Pantai Penimbangan kebersihan sampah kiriman. ini,” tegasnya. Kiatnya menugaskan petugas Hal senada diungkapkan memungut sampah, sehingga Kepala DLH Buleleng Putu pencemaran sampah ini bisa Ariyadi Pribadi. Menurut- diatasi dan tidak sampai mengnya, pemerintah daerah juga ganggu perkembangbiakan ekomendukung pengembangan sistem penyu, terumbu karang konservasi penyu di Pantai dan juga dolfin. (ad760 )
9
GIANYAR
Kamis Pon, 16 Agustus 2018
Serangkaian Peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI
Volume Sampah Meningkat 30 Persen Gianyar (Bali Post) Kemeriahan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI, ternyata berdampak pada peningkatan volume sampah di wilayah Gianyar. Bahkan, peningkatan volume sampah ini diperkirakan mencapai 30 persen dibandingkan hari-hari biasa. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar I Wayan Kujus Pawitra mengatakan hal itu, Rabu (15/8) kemarin. Menurut Kujus Pawitra, peningkatan volume sampah terjadi hampir di seluruh kecamatan di Gianyar, khususnya di pusat kota dan jalan-jalan protokol. “Peningkatan volume sampah terbesar ada di sepanjang jalur yang dilalui peserta gerak jalan. Di Lapangan Astina Gianyar juga terjadi lonjakan
volume sampah yang cukup signifikan,” katanya. Menyikapi kondisi ini, Kujus Pawitra menegaskan, pihaknya sudah melakukan penanganan kebersihan (penyapuan - red) dan pelayanan pengangkutan sampah secara ekstra. Seperti yang terlihat di beberapa titik, petugas lapangan DLH Gianyar tampak melakukan pekerjaan ekstra, mulai dari pagi, siang, dan malam hari. Mereka tetap semangat melakukan kebersihan. “Ini memang menjadi tugas dan tanggung jawab kami. Setiap ada events seperti ini di Gianyar, kami pasti kerja lembur. Kita saat ini cuma merayakan, bandingkan dengan para pejuang kita dulu yang mengorbankan nyawa untuk kemerdekaan kita,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
ROBOH - Sejumlah wisatawan memerhatikan reruntuhan material dari bangunan yang roboh, Rabu (15/8) dini hari kemarin.
Sebuah Bangunan di Areal Pasar Ubud Roboh
Bali Post/kmb35
MEMBERSIHKAN - Sejumlah petugas DLH Gianyar sedang membersihkan sampah yang volumenya melonjak selama berlangsungnya kegiatan serangkaian peringatan HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI.
Pelihara Jalak Putih, Dua Warga Blahbatuh Diamankan Gianyar (Bail Post) Polisi mengamankan dua pria asal Desa Blahbatuh, berinisial WG (43) dan MS (52), Minggu (12/8) lalu. Pengamanan ini dilakukan karena mereka memelihara burung jalak putih tanpa dokumen dari pemerintah. DikonÀrmasi Rabu (15/8) kemarin, Kasatreskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengatakan, dari kediaman WG, polisi menemukan tiga ekor burung jalak putih yang dipelihara tanpa dokumen. Sementara dari kediaman MS, polisi mengamankan satu ekor burung jalak putih. “Satwa yang diamankan sebanyak empat ekor dalam keadaan hidup. Satwa ini diamankan dari dua TKP di wilayah Blahbatuh,” ujarnya. Deni Septiawan menambahkan, penangkapan dua pemelihara satwa yang dilindungi ini bermula dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Unit IV Sat Reskrim, ternyata memang benar WG yang memelihara satwa tersebut tidak memiliki dokumen yang sah dari pemerintah. “Menurut keterangan pemilik, satwa tersebut diperoleh dengan cara membeli di Pasar Beringkit, Mengwi, Badung,” katanya. Sementara di TKP kedua, polisi juga mendapati satwa dilindungi ini dalam keadaan hidup. Menurut keterangan MS kepada polisi, ia mengaku membeli di pinggir jalan dari orang tak dikenal. “Lokasi belinya juga di sekitaran Pasar Beringkit,” ujarnya. Setelah cukup bukti, kata Deni Septiawan, kedua tersangka digiring ke Mapolres Gianyar untuk diperiksa lebih lanjut. Sedangkan empat ekor burung jalak putih dalam keadaan hidup itu dititipkan di BKSDA Wilayah 2 Gianyar. “Saat ini, pelaku sedang diperiksa. BB dititipkan di BKSDA Wilayah 2 Gianyar,” katanya dan menambahkan, tersangka dikenakan Pasal 40 ayat (2) dan atau Pasal 40 ayat (4) UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman lima tahun penjara. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Sebuah bangunan di areal Pasar Ubud mendadak roboh Rabu (15/8) dini hari kemarin. Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Namun, dua kendaraan patroli ringsek tertimpa reruntuhan. Reruntuhan bangunan ini pun menjadi perhatian sejumlah wisatawan yang melintas di kawasan itu, Rabu pagi kemarin. Seorang juru parkir, Nyoman Rana, menjelaskan sehari sebelum roboh, bangunan yang berada di sebelah utara Pasar Ubud itu masih utuh. Bangunan itu difungsikan sebagai garasi untuk parkir satu unit mobil polisi pariwisata dan satu unit mobil patroli Satgas Kelurahan Ubud. “Kemarin, bangunan ini masih berdiri, tapi tiba-tiba pagi tadi su-
dah roboh begini,” ujarnya. Juru parkir berusia 60 tahun ini mengatakan, bangunan itu tampak miring akibat guncangan gempa berkekuatan 7,0 SR yang berpusat di Lombok, beberapa waktu lalu. “Setelah gempa itu, posisi bangunan yang awalnya berdiri kokoh menjadi miring seperti jajaran genjang,” kata Rana. Menurut Rana, bangunan seluas sekitar 5x4 meter persegi itu dimanfaatkan untuk garasi dua unit mobil patroli. Syukurnya, lokasi berjualan para pedagang berada di luar bangunan tersebut. “Untung kejadian tengah malam dan tidak ada warga yang melintas di sini saat kejadian. Kalau kejadiannya siang, kan ada saja wisatawan yang lalu lalang,” ujar juru parkir
asal Desa Taro, Kecamatan Tegallalang ini. Reruntuhan bangunan ini sempat menjadi perhatian wisatawan yang melintas di lokasi tersebut, Rabu pagi kemarin. Apalagi, saat itu belum ada petugas BPBD Gianyar yang melakukan evakuasi terhadap material bangunan tersebut. Dikonfirmasi terpisah, Ketua LPM Ubud Dr. Tjokorda Gede Raka Sukawati mengatakan, lantaran lama menjadi perhatian wisatawan, pihak Puri Ubud akhirnya mengerahkan petugas untuk mengevakuasi material tersebut. “Tadi sudah saya cek dengan Lurah. Kebetulan di puri juga ada perbaikan. Jadi, saya minta beberapa tukang mengevakuasi material itu terlebih dahulu,”
ujarnya. Panglingsir Puri Ubud yang akrab disapa Cok De ini menerangkan, bangunan yang roboh itu didirikan beberapa tahun lalu, atas koordinasi pihak desa dengan pihak swasta. Garasi di dekat Catus Pata Ubud itu bertujuan untuk mempercepat pelayanan bila terjadi insiden atau bencana. “Kami meniru di luar negeri, yang pada setiap perempatan ada garasi khusus untuk kendaraan seperti mobil pemadam kebakaran, mobil patroli polisi dan petugas desa. Sehingga saat diperlukan petugas bisa cepat melakukan penanganan. Tentunya, hal ini juga untuk memberi rasa aman kepada wisatawan yang berkunjung,” jelasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Ribuan Masyarakat Meriahkan Jalan Santai HUT Ke-123 Kota Negara PUNCAK peringatan HUT ke-123 Kota Negara, Rabu (15/8) kemarin berlangsung meriah. Berbagai kegiatan disiapkan, diikuti segenap lapisan masyarakat Jembrana. Mulai dari jalan sehat berhadiah sepeda motor, lomba mancing ikan, gerakan makan ikan, sampai lomba panjat pinang. Seluruhnya dipusatkan di areal Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) dan dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha, Wabup Kembang Hartawan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah berbaur dengan puluhan ribu unsur masyarakat, mulai dari pegawai di lingkup Pemkab Jembrana, sekolah sampai masyarakat umum. Untuk kegiatan jalan sehat, GKBK menjadi lokasi start dan finish jalan santai. Panitia tahun ini menyiapkan berbagai jenis hadiah. Hadiah puncak berupa sepeda motor. Ribuan masyarakat yang sekaligus menjadi peserta jalan santai menyesaki GKBK yang berkumpul di lokasi start sejak pukul 06.00 Wita. Seperti pada tahun sebelumnya, panitia jalan santai menyediakan berbagai hadiah yang menarik bagi peserta. Di antaranya hadiah yang menjadi antusias masyarakat mengikuti jalan santai yaitu 1 unit sepeda motor, 6 unit sepeda gunung, kulkas dan berbagai hadiah menarik lainnya. Pengundian hadiah melalui kupon yang dibagikan saat jalan santai. Kegiatan lainnya juga diadakan lomba mancing dan panjat pinang di sekitaran GKBK. Peserta jalan santai dilepas langsung Bupati Artha pukul 06.30 Wita dengan pen-
Bali Post/ist
JALAN SANTAI – Bupati Jembrana I Putu Artha mengibarkan bendera tanda dimulainya jalan santai dalam rangka HUT ke-123 Kota Negara. Ribuan masyarakat ikut memeriahkan perayaan tersebut. gibaran bendera diikuti ribuan peserta lainnya. Rute yang ditempuh, yakni dari GKBK, menuju Jalan WR Supratman menuju Jalan Ngurah Rai hingga finis kembali ke GKBK. Seusai acara, Bupati Artha mengatakan, kegiatan ini selain memeriahkan HUT Kota Negara, juga ingin mewujudkan masyarakat Jembrana yang sehat melalui serangkaian kegiatan. “Pada puncak peringatan kali ini bisa dilihat antusiasnya masyarakat mengikuti berbagai kegiatan. Kita ingin melalui perayaan kali ini bisa berbagi
kebahagiaan, bisa dinikmati segenap lapisan masyarakat,” paparnya. Selain itu, ia juga berharap momen perayaan HUT Kota Negara dan HUT Kemerdekaan RI yang ke-73 ini akan dibarengi dengan komitmen serta kerja keras guna mewujudkan peningkatan kesejahteraan di Jembrana. “Sebagai pimpinan daerah saya harapkan perayaan yang dilaksanakan setiap tahun ini yang paling penting adalah kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Begitu juga warga masyarakat miskin setiap tahunnya semakin
berkurang di Kabupaten Jembrana,” tandasnya. Sementara itu, sore harinya pada puncak peringatan HUT Kota Negara dilanjutkan dengan pawai dokar dan sepeda hias. Dokar yang merupakan kendaraan tradisional masyarakat Jembrana selama ini berkeliling Kota Negara bersama pejabat dan pimpinan daerah di Jembrana. Selanjutnya pada malamnya dilanjutkan dengan resepsi HUT Kota Negara yang dipusatkan di GKBK dengan melibatkan artis lokal (Jembrana) dan Bali. (ad759)
Kamis Pon, 16 Agustus 2018
Berdayakan Hasil Potensi Desa
BUMDesa Tak Hanya Tergantung Simpan-Pinjam SEJUMLAH Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Kabupaten Jembrana setahun terakhir ini mulai berinovasi. Unit usaha tidak hanya berkutat pada simpan-pinjam, melainkan juga membuka peluang hasil atau keunggulan desa. Seperti yang diterapkan sejumlah BUMDesa di Kecamatan Pekutatan yang memiliki hasil kebun yang melimpah, salah satunya kopi dan madu. Keunggulannya, tidak lain adalah handmade hasil produksi industri rumah tangga yang tidak lain warga desa setempat. Salah satu BUMDesa yang sudah menerapkan yakni Desa Pengeragoan. Desa yang berada di perbatasan dengan Tabanan itu membuka unit perdagangan dengan salah satu produk unggulan kopi robusta. Hasil produksi kopi dari kebun masyarakat di Banjar Bading Kayu, dikemas dengan lebih modern. “Ini handmade, produksi industri rumah tangga yang kami kemas sedemikian rupa. Setahun ini kami kembangkan dan konsumen sementara baru dari desa,” kata Wayan Golik (26), Ketua BUMDesa Pengeragoan, Rabu (15/8) kemarin. Proses pengolahan kopi robusta dari Pengeragoan ini juga secara tradisional melibatkan masyarakat setempat. Mulai dari pengeringan, sangrai hingga mengolah menjadi kopi bubuk siap konsumsi. BUMDesa membantu memasarkan produk rumahan tersebut dengan kemasan yang modern. Selain dibuat menjadi kopi bubuk, BUMDesa juga berinovasi mengembangkan produksi teh daun kopi. “Ini baru kita coba, bahannya dari daun pohon kopi. Menyeduhnya seperti layaknya teh, tapi rasanya lebih pahit dan aroma kopi,” jelasnya. Selain kopi, hasil keunggulan
desa lainnya yang dikembangkan BUMDesa adalah madu. Madu yang dijual ini merupakan hasil budi daya dari kelompok masyarakat Pengeragoan Dangin Tukad. BUMDesa mengemas madu tersebut dengan berbagai ukuran botol dengan harga beragam. Mulai dari ukuran kecil yang terjangkau di bawah Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Sistem pemasaran karena lokasi desa paling timur Jembrana, maka dilakukan melalui media sosial. “Pemesanan bisa dari media sosial kami. Jadi yang jaraknya jauh misalnya Negara,
bisa memesan,” tambahnya. Kendala jarak jauh itu juga dijadikan peluang jasa oleh BUMDesa tersebut. Salah satunya jasa samsat kendaraan. Masyarakat sekitar Pengeragoan bisa memanfaatkan layanan jasa dari BUMDesa tersebut tanpa harus ke Negara yang berjarak lebih dari 30 kilometer. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya mengatakan, dari 41 BUMDesa yang tersebar dari Melaya hingga Pekutatan, sekitar 39 yang berjalan aktif. Sebagian besar masih berkutat dengan usaha simpan pinjam. Namun, merunut arahan Bupati Jembrana dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa), BUMDesa tidak hanya fokus usaha simpan pinjam saja. “Boleh (simpan pinjam) tapi prosentase kecil. Karena itu kami arahkan agar mengembangkan usaha lain dengan melihat potensi desa,” tukas mantan Camat Jembrana ini. (olo)
Bali Post/olo
BUMDES – Kopi bubuk, teh daun kopi dan madu yang merupakan produk hasil masyarakat Desa Pengeragoan yang dikelola sebagai usaha BUMDesa.
KARANGASEM
Kamis Pon, 16 Agustus 2018
11
Bangkit Bersama Dalam Mari Tingkatkan Kepedulian Sosial Spirit Kemerdekaan RI Duka Gempa Lombok
MASYARAKAT Karangasem larut dalam semangat kemerdekaan HUT Republik Indonesia. Sudah 73 tahun Indonesia ini merdeka. Semangat all out para pahlawan merebut kemerdekaan itu kini telah mewariskan negara yang berdaulat. Masyarakat Karangasem begitu antusias mengisi peringatan Hari Kemerdekaan itu dengan berbagai kegiatan positif. Pemkab Karangasem selalu punya cara spesial guna memperingati hari bersejarah ini setiap tahunnya. Memasuki awal Agustus, kemeriahan itu sudah mulai terasa. Seperti bendera Merah Putih berkibar di setiap sudut perkantoran dan juga di rumah-rumah penduduk. Hiasan bernuansa merah putih itu berjejer di sepanjang jalan Kota Amlapura, hingga ratusan penjor berdiri di sekitarnya. Realitas itu semakin menambah semarak menyambut Hari Kemerdekaan dengan suasana gembira. Pemkab Karangasem ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk segera bangkit dari keterpurukan dalam spirit Kemerdekaan RI ini. Tak cukup bersolek di dalam kota, Pemkab Karangasem juga menyelenggarakan sederet kegiatan hiburan khas 17 Agustusan. Seperti pameran pembangunan yang melibatkan seluruh OPD. Selain itu, juga perlombaan gerak jalan tingkat SD, SMP, SMA, 17 kilometer dan 45 kilometer, perlombaan pelacakan/napak tilas rute perjuangan I Gusti Ngurah Rai, apel kehormatan dan renungan suci, hingga puncak kegiatan upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-73 dan upacara penurunan bendera. Ada juga kegiatan sosial berupa donor darah, serta pameran industri dan dagang. Kegiatan pameran dagang dan industri ini diikuti oleh 73 peserta, terdiri dari 11 peserta dari OPD dan 62 peserta dari kalangan perusahaan, industri, perajin, dan kuliner di Karangasem. Selama pelaksanaan pameran, diisi penampilan gong kebyar antarkecamatan,
pergelaran musik dari band artis lokal dan Bali, perlombaan grup band “Karangasem Band Competition 2 Musik Anak Negeri” dan lomba menyanyi “Karangasem Magending 2”, Karangasem Fun Walk bekerja sama dengan Alfa Prima serta berbagai pementasan kesenian lokal Karangasem. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan sederet kegiatan ini mampu terus memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Aktivitas positif itu juga menjadi cerminan pembangunan Karangasem khususnya agar dapat berjalan dengan baik. Sesuai visi misi Karangasem, yakni cerdas, bersih dan bermartabat berlandaskan Tri Hita Karana itu, pihaknya mendorong segenap masyarakat agar mampu menjaga kedaulatan negara. Melalui momentum peringatan hari kemerdekaan ini akan mampu memperkenalkan potensi dan hasil kerajinan UKM dan komoditas pasar yang ada di Karangasem kepada seluruh masyarakat luas. Dari sekian banyak kegiatan pada perayaan HUT Kemerdekaan ini, lomba gerak jalan selalu menjadi pusat perhatian masyarakat Karangasem. Warga selalu antusias menyaksikan setiap peleton barisan mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA, maupun tingkat umum untuk 17 km dan 45 km. Bupati Mas Sumatri usai melepas peserta gerak jalan, mengatakan semangat para pejuang terdahulu patut diperingati secara bersama. Caranya dengan lebih menekankan spirit dan motivasi melalui kegiatan-kegiatan
yang memberikan makna dan ungkapan mensyukuri kemerdekaan tersebut saat ini. Kemerdekaan suatu bangsa itu tidak didapat begitu saja. Namun, melalui perjuangan penuh pengorbanan, doa, dan juga air mata. “Melalui gerak jalan ini bisa membangkitkan semangat nasionalisme dan patriotisme. Ini yang penting kita bangun untuk generasi kita saat ini,” ujar Bupati IGA Mas Sumatri. Pada peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini juga dimeriahkan kejuaraan bola voli Bupati Cup 2018. Kejuaraan dipusatkan di GOR Gunung Agung Amlapura. Usai babak penyisihan yang panjang, piala ini akhirnya diserahkan Bupati Karangasem kepada peserta putra Juara I Club RGS. Klub ini berhak menerima Piala Bergilir Bupati Karangasem Cup Tahun 2018, piala tetap, dan uang tunai Rp 15 juta. Juara II putra dari Club CADAS, menerima piala tetap dan uang tunai Rp 10 juta dan juara III Club MSC, menerima piala tetap dan uang tunai Rp 6,5 juta serta juara harapan klub MERCURY menerima uang tunai Rp 4,5 juta. Sementara peserta putri keluar sebagai juara I Klub PHILIA, berhak menerima piala bergilir Bupati Karangasem Cup tahun 2018, piala tetap dan uang tunai Rp 5 juta. Juara II Klub RGS menerima piala tetap dan uang tunai Rp 3 juta. Juara III Klub GGA menerima piala tetap serta Uang Tunai Rp 2 juta. Selanjutnya, juara harapan, Klub MGA menerima uang tunai Rp 1 juta. Untuk Klub 8 besar putra
diberikan hadiah/uang pembinaan masing-masing Rp 1 juta. Sedangkan yang lain masingmasing Rp 500 ribu. Bupati Mas Sumatri mengucapkan selamat kepada klub yang berhasil keluar sebagai pemenang. “Saya ucapkan selamat atas prestasi dan sukses sebagai pemenang. nKepada klub yang belum berunsi tung, gagal meraih prestasi a jangan berputus asa karena i, gagal bukan berarti berhenti, k malah harus terlecut untuk bisa maju,” imbuhnya. eDalam peringatan keo merdekaan tahun ini, kado terindah datang dari Dinass n Pendidikan Kepemudaan dan b, Olahraga Karangasem. Sebab, n pengawas, guru, murid, dan h kepala sekolah berhasil meraih si prestasi di tingkat provinsi e dan akan mewakili Bali ke ntingkat nasional. Mereka anh tara lain, siswa Ni Nengah al Amritha Nur Maharani asal N SMPN 2 Selat juara I FLS2N Provinsi Bali bidang Posterr n berbasis Komputer yang akan al berlomba ke Belitung tanggal er 26 Agustus sampai 1 September al 2018. Siswa Lidia Hasanah asal S MTsN Karangasem, juara 1 IPS si Terintegrasi tingkat provinsi u akan berlomba ke Bengkulu 8. tanggal 24-29 September 2018. nFeni Arika asal MTsN Karansi gasem juara I IPA Terintegrasi a tingkat provinsi akan berlomba 9 ke Bengkulu tanggal 24-29 a, September 2018. Selanjutnya, a 10 orang mewakili Lomba Cerdas Cermat ke tingkat nasional dengan tema Empat Pilar Kebangsaan bertempat di Gedung MPR RI. Sementara untuk guru, dari 15 orang GTK berprestasi, 4 orang berhasil mendapatkan medali emas mewakili Bali ke tingkat nasional, di antaranya Dewa Ayu Anom Pratiwi, I Ketut Suparjana, I Nengah Putu Suparjana,
dan I B Nyoman Japa. GTK penerima Widya Kusuma, di antaranya Ni Nyoman Diari, Nengah Putu Suarjana, I Dewa Gede Adnyana, dan I Wayan Artana. Bupati Karangasem sangat mengapresiasi dan mengaku bangga atas kompetensi pembina yang mampu mencetak prestasi optimal peserta didik Karangasem. Mereka telah mampu mengharumkan nama Karangasem ini. Keberadaan mereka membuat martabat Kabupatem Karangasem terangkat di mata nasional. “Saya titipkan Karangasem ini menuju tingkat nasional. Pemerintah pasti selalu mendukung pembangunan dari bidang pendidikan ini,” tegasnya. ( ad767)
MOMENTUM peringatan Hari Kemerdekaan NKRI yang ke-73 pada 17 Agustus 2018 ini disambut sukacita oleh segenap bangsa Indonesia. Namun, jutaan warga di Provinsi NTB dan sebagian wilayah Bali menerima ujian gempa bumi beruntun dari awal Agustus. Gempa berkekuatan 7,0 skala Ricter itu membuat ratusan nyawa melayang, ribuan bangunan hancur serta kerugian materiil triliunan rupiah. Menyikapi situasi tersebut, pada momentum HUT NKRI ini, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri didampingi Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat rasa kepedulian sosial, khususnya untuk korban gempa itu. Mas Sumatri menjelaskan, manusia tidak dapat melihat gejala alam, atau memprediksi kapan terjadi dan berapa kekuatannya. Namun, ia mengimbau, sebagai manusia Indonesia yang ber-Pancasila, apa pun yang terjadi, harus tetap berusaha, bersyukur dan mengambil hikmah positif dari setiap peristiwa yang terjadi. “Tentu kami juga prihatin. Apalagi di Karangasem juga terdampak gempa. Kita harus berpikir positif. Mungkin dengan bencana yang terjadi, kita mampu lebih memersatukan bangsa Indonesia. Tuhan menguji rasa kemanusiaan kita terhadap sesama. Terbukti dari bantuanbantuan terus mengalir ke pusat gempa (Lombok),” ungkap Bupati Mas Sumatri, Rabu (15/8) kemarin. Kepada generasi muda, khususnya di Karangasem, Bupati Mas Sumatri kembali mengingatkan untuk mempersiapkan diri mengisi kemerdekaan ini dengan terus mengasah kemampuan, meningkatkan skill, menuntut ilmu setinggi mungkin. Kita harus kreatif, serta mengasah spiritualitas demi kemajuan daerah bangsa dan juga negara. Meski Indonesia sudah merdeka, menurut nya, perjuangan bangsa tidak boleh berhenti. Sebab masih ada musuh bangsa yang laten maupun termanipes yang harus diperangi. Seperti kemiskinan, kebodohan, dan dampak negatif dari teknologi. “Walau kita hidup di zaman pascakemerdekaan, namun spirit para pejuang harus tetap berkobar dalam diri kita,” imbuhnya.(ad767)
Semarak HUT Ke-73 Kemerdekaan RI
Kerja Kita, Kerja Nyata Bersama Bangun Karangasem DIRGAHAYU Republik Indonesia. Demikian pekik masyarakat Karangasem menyambut HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI. Meski dalam suasana duka akibat bencana alam, masyarakat Karangasem cukup antusias memperingati hari bersejarah ini. Tema tahun ini, “Kerja Kita, Prestasi Bangsa”. Tema itu sangat tepat mewarnai perayaan tahun ini, yang merepresentasikan dorongan agar terus bekerja keras, dan menjadi negara yang berdaya saing di jajaran negara terbaik dunia. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi menyebut tema tahun ini, sejalan dengan ungkapannya, bahwa ‘’Kerja Kita, Kerja Nyata Bersama’’. Selama setahun ini, Indonesia khususnya Karangasem terus diguncang bencana. Belum selesai erupsi Gunung Agung, kemudian datang lagi bencana gempa bumi. Meski berpusat di Lombok, tetapi dampaknya juga amat terasa di Karangasem. Melalui momentum HUT Kemerdekaan RI 2018 ini, Sumardi ingin mengajak masyarakat Karangasem segera bangkit, bangkit dari
keterpurukan akibat bencana ini. Walaupun dalam situasi bencana, masyarakat Karangasem harus tetap semangat untuk bekerja. Sebab, baik buruknya daerah ini tergantung masyarakatnya. Selain itu juga kejelian pemerintah daerah mengambil sikap membantu masyarakat segera keluar dari permasalahan ini. “Kalau kita kompak menjalankan amanah rakyat dengan baik, saya kira inilah kerja nyata kita bersama. Sehingga kita bisa melakukan perubahan pembangunan menjadi lebih cepat,” kata politisi Partai Golkar ini, saat ditemui di ruangannya, Rabu (15/8) kemarin. Pihaknya meminta agar masyarakat Karangasem bisa tetap tabah menghadapi dampak bencana ini. Selain mendorong untuk bangkit, Sumardi juga meminta masyarakat agar tetap berdoa bersama agar bencana ini cepat berlalu. Demikian juga pemerintah daerah, bisa secepatnya melanjutkan pembangunan yang terhenti, meski masyarakat kita dalam situasi siaga Gunung Agung. “Semoga
peristiwa ini tidak mengurangi semangat kita menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia,” tegasnya. Hal serupa disampaikan Ketua Komisi I, I Gede Bendesa Mulyawan. Namun, dia mengingatkan bahwa semarak HUT Kemerdekaan RI agar tidak hanya menjadi kegiatan seremonial yang berlalu tiap tahun tanpa makna dan tujuan pasti. Namun, harus ada perbaikan-perbaikan di berbagai bidang. Utamanya menjaga keutuhan NKRI, menumbuhkembangkan kecintaan terhadap negara hingga mewujudkan cita-cita terkini kemerdekaan, dengan cara menggenjot pembangunan. Ketua Komisi II Kadek Sujanayasa mengatakan semangat pemerintah pusat dalam semarak HUT Kemerdekaan RI, melalui tagline “Kerja Kita, Prestasi Bangsa” juga dapat direalisasikan di setiap pemerintah daerah, khususnya di Karangasem. Semangat itu mengandung pesan bahwa kerja sama yang kuat, di seluruh elemen masyarakat itu akan membawa daerah hingga tingkat nasional semakin cepat maju. Ini akan
mempercepat proses pembangunan itu. Tidak hanya di pemerintah pusat secara nasional, tetapi lebih penting lagi harus lebih dulu di setiap daerah. Karena itu, ke depan eksekutif dan legislatif harus senantiasa seiring sejalan. “Dengan progres pembangunan meningkat, maka akan berdampak terhadap perekonomian. Dan juga akan beimbas pula pada kesejahteraan masyarakat,” ujar politisi muda Partai NasDem ini. Ketua Komisi III DPRD Karangasem I Gusti Agung Dwi Putra menegaskan, sebagai warga Indonesia, khususnya Karangasem, agar selalu menjaga perjuangan para pahlawan, dengan wujud selalu menjaga situasi perekonomian di Karangasem. Salah satu implementasinya, sebagai warga wajib pajak, tentu agar taat membayar pajak melihat situasi Karangasem apalagi terus terjadi musibah. “Ini adalah wujud menjaga kemerdekaan dan kesejahteraan ekonomi. Alangkah eloknya Indonesia yang sudah merdeka, dan warganya juga bisa sejahtera,” tegas legislator yang
juga Sekretaris DPD II Partai Golkar Karangasem ini. Beda dengan kedua Ketua komisi di atas, Ketua Komisi IV DPRD Karangasem Nyoman Musna Antara mengatakan, momen meriah peringatan HUT Kemerdekaan RI ini agar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Semarak perayaan idealnya agar dapat dirasakan semua kalangan. Empat konsensus pilar kebangsaan itu yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika itu sudah final dan tidak boleh dipertanyakan lagi, selain NKRI harga mati. Di tengah gempuran gerakan anti-Pancasila yang terus meluas, politisi muda Partai Golkar asal Kubu ini meminta pemerintah daerah harus berupaya membangkitkan, kemudian mengamalkan empat konsensus pilar kebangsaan itu kepada masyarakat luas. “Mari isi kemerdekaan ini dengan halhal positif dan semua totalitas dalam melaksanakan swadharma masingmaing. Kerja Kita, Prestasi Bangsa,” ujarnya. (ad755)
I Nengah Sumardi
I Gusti Agung Dwi Putra
Nyoman Musna Antara
I Gede Bendesa Mulyawan
Kadek Sujanayasa
Dorong Percepatan Penanganan Pascabencana DAMPAK bencana alam sangat dirasakan masyarakat Karangasem. Tidak hanya akibat erupsi Gunung Agung. Tetapi, juga bencana gempa gumi 7,0 SR yang berpusat di Lombok. Peristiwa itu menyebabkan banyak fasilitas umum rusak berat. Demikian juga rumah-rumah penduduk. Melalui momentum Peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI ini, lembaga DPRD Karangasem mendorong adanya percepatan penanganan pascabencana oleh pemerintah daerah. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi atas nama lembaga DPRD Karangasem menyampaikan belasungkawa kepada para korban yang terkena musibah di Lombok. Dia menyampaikan duka mendalam terhadap para keluarga korban. Rasa prihatin juga ditunjukkan
terhadap para korban gempa yang ada di Karangasem. Sebagai tindak lanjut dari persoalan ini, pihaknya meminta eksekutif mempercepat proses penanganan pascabencana. Ini agar segera dilakukan identifikasi dampak kerusakan di seluruh Karangasem. Sehingga, bisa diketahui secara riil dampak yang merupakan item kerusakan itu, perkiraan kerugian dan tindak lanjutnya seperti apa. Pihaknya menegaskan, lembaga dewan dalam hal ini juga sudah menyikapi. Recovery harus dipercepat melalui lobi-lobi ke tingkat pusat. Sebab, Karangasem membangun pascabencana ini tidak bisa mengandalkan dari APBD lokal saja. Apalagi, upaya recovery dari pemerintah daerah, hanya baru bisa diang-
garkan pada APBD Induk 2019. Sebab, pada APBD Perubahan tahun ini sudah tidak memungkinkan. Meski sudah ada Silpa bebas Rp 33 miliar, tetapi Silpa itu sudah dipakai pemenuhan tambahan penghasilan untuk PNS sebesar Rp 15 miliar. Pihaknya ingin mendorong pemerintah daerah, agar lebih proaktif mengejar bantuan dari pemerintah pusat. Tidak hanya rumah-rumah warga yang sudah banyak rusak, tetapi juga gedung-gedung pemerintahan yang juga banyak mengalami kerusakan berat. Seperti gedung UKM Center, gedung DPRD Karangasem, gedung-gedung OPD dan lainnya. “Kerusakan gedung DPRD Karangasem saja, dari hitungannya Dinas PUPR, rehabnya diperkirakan menghabiskan
Rp 1,5 miliar. Belum Lagi RSUD Karangasem. RSUD saja bisa menghabiskan anggaran Rp 5 miliar. Karena harus melakukan pembongkaran secara total,” tegasnya. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengungkapkan, untuk melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat gempa Lombok itu, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan para kadus, perbekel, dan camat di masing-masing kecamatan. Kata dia, sampai sejauh ini laporan yang masuk baru tujuh kecamatan dari delapan kecamatan yang ada di Karangasem. “Saat ini, hanya Kecamatan Bebandem yang belum menyetorkan hasil pendataan bangunan yang rusak akibat gempa. Sedangkan yang lainnya sudah kita terima. Kita harap
dua hari lagi sudah ada laporan masuk. Sehingga bisa kita lakukan pendataan secara keseluruhan berapa bangunan yang rusak akibat gempa Lombok itu,” ungkapnya. Berdasarkan hasil monitoring, kerusakan bangunan paling parah ada di Dusun Bunga, Desa Ban, Kubu. Dari sekian bangunan yang rusak, 73 rumah milik warga rusak berat dan tidak bisa ditempati. Sedangkan yang lainnya rusak ringan dan juga sedang. “Ratusan bangunan mengalami kerusakan. Diperkirakan, kerugian material sementara akibat kejadian tersebut mencapai belasan miliar rupiah. Ini belum hasil kajian tim teknis. Karena estimasi kerugian ini baru laporan yang kita input di lapangan,” paparnya. (ad755)
KLUNGKUNG
12
Kamis Pon, 16 Agustus 2018
Karnaval Peringati Hari Kemerdekaan
Media Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal
Bali Post/sos
PADI - Padi petani di Tempek Babakan, Subak Sidayu, Desa Takmung Banjarangkan mati setelah diterjang ombak beberapa waktu lalu.
Petani Takmung Gagal Panen
Pemkab Tak Alokasikan Bantuan Semarapura (Bali Post) -
Sawah di Tempek Babakan, Subak Sidayu dan Subak Lepang, Desa Takmung, Banjarangkan, Klungkung belum pulih pascaditerjang ombak besar. Sejumlah petani pun harus mengalami gagal panen. Keinginannya untuk mendapatkan bantuan dari pemkab harus dibuang jauh-jauh. Sebab, tak ada alokasi untuk itu. “Di pemkab tidak ada memfasilitasi untuk itu,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Gde Juanida, Rabu (15/8) kemarin. Mantan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Klungkung ini menegaskan petani di subak tersebut sudah sempat diimbau untuk ikut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Hal tersebut tak lepas dari lokasinya yang rentan diterjang ombak. “Kalau ikut asuransi, terjadi gagal panen, biaya produksi akan bisa tertutupi. Ini sudah sempat kami sampaikan,” ucapnya. Dis-
ampaikan lebih lanjut, tahun ini jatah asuransi untuk Klungkung sekitar 1.500 hektar. Nilai premi sebenarnya Rp 180 ribu per hektar untuk setiap musim tanam. Namun, itu mendapat subsidi dari pemerintah sebesar 80 persen atau Rp 144 ribu, sehingga petani cukup membayar Rp 36 ribu. “Premi ini hitungan per hektar. Kalau misalnya lahannya hanya 50 are, petani cukup bayar setengah dari Rp 36 ribu,” jelasnya. Peserta akan mendapat biaya pertanggungan sebesar Rp 6 juta per hektar. Klaim
dapat diajukan jika tanaman padi terkena kerusakan akibat banjir, kekeringan atau serangan hama. Syarat lainnya, luasan lahan yang mengalami kerusakan minimal 75 persen. “Yang kerusakan 75 persen awalnya dikira hitungan satu hektar. Sebenarnya tidak begitu. Kalau satu petak saja, misalnya sepuluh are, rusaknya 75 persen. Bisa dapat tanggungan asuransi. Jumlahnya Rp 6 juta dibagi sepuluh are itu,” katanya. Ditambahkan, musim yang tak menentu ini juga memicu adanya peningkatan
potensi serangan hama pada padi. Oleh sebab itu, kembali ditegaskan keikutsertaan dalam asuransi sangat penting. “Sejauh ini masih ada kecenderungan petani belum melihat dampak positif asuransi itu. Yang dilihat lebih pada premi yang dibayarkan,” imbuhnya. Seperti berita sebelumnya lahan pertanian di dua subak itu yang diterjang ombak sekitar lima hektar. Petani pun mengalami gagal panen. Seperti penuturan I Nyoman Karma. “Tidak bisa panen. Lahan tertimbun pasir,” ucapnya. Guna menambah penghasilan, petani lain, I Wayan Sudra juga memilih untuk mencari batu sikat. Itu dijual Rp 12 ribu per rontong. (kmb45)
PERINGATAN Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di Kabupaten Klungkung tak sebatas diramaikan lomba gerak jalan. Namun juga Karnaval tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA/SMK. Lomba ini diisi dengan pementasan sederet kearifan lokal, seperti permainan tradisional maupun cerita rakyat. Khusus untuk lomba tingkat TK dan Sekolah Dasar (SD), Selasa (14/8),diikuti tiga sekolah dari masing-masing kecamatan di Klungkung daratan, yakni Banjarangkan, Klungkung dan Dawan. Ketua Panitia, Ketut Suastana menyatakan, kriteria penilaiannya meliputi Kedisiplinan, keharmonisasi gerakan, dan ketertiban. Tiap peserta mementaskan pertunjukan 13 sampai 15 menit di depan Monumen Puputan Klungkung. “Ini dilaksanakan setiap tahun,” jelasnya. Disampaikan lebih lanjut, selain dolanan, beberapa peserta juga ada yang menampilkan drama tari yang mengangkat cerita-cerita rakyat seperti bawang merah bawang putih, pasupati sastra, dan maupun lainnya. Pada acara ini juga diselingi dengan penampilan berbagai
Bali Post/ist
KARNAVAL - Karnaval memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-73 di Kabupaten Klungkung. Ini sebagai salah satu media pelestarian kearifan lokal. cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018, serta marching band. “Ini juga sebagai salah satu cara menjaga eksistensi dan kelestarian kearifan lokal,” ucapnya. Salah satu koordinator karnaval SD dari Kecamatan Banjarangkan Desak Ketut Raka mengatakan pada lomba ini, juga dimanfaatkan bahan daur ulang yang dipadukan dalam pertunjukan dolanan. Menurutnya, lomba ini tak sebatas seremonial, namun juga sebagai media untuk memperkenalkan ke-
pada anak-anak. “Perwakilan SD se-Kecamatan Banjarangkan berlatih sebanyak 10 kali,” ujarnya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta juga turut menyaksikan lomba tersebut. Hadir pula dalam Sekretaris Daerah I Gede Putu Winastra, serta undangan terkait lainnya. Sementara itu, untuk karnaval tingkat SMP dan SMA/SMK berlangsung, Rabu (15/8) kemarin. Mementaskan berbagai kesenian, mampu memantik masyarakat untuk menonton. (ad762)
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN !!!Dcr Sopir(Pria)Min SMA,usia 20-30th,Sim B1,bepengalaman Displin,Kirim CV ke:PT.Liqtro Sanur Bali,Jl.Raya Pelabuhan Benoa,Gg.Sinar Mutiara Indah Telp.0361-710971
Dcr Accounting, mahir Exel, Diploma, pengalaman 0818346584 B.BP.004.08.18.0000501
Dicari Segera Scurity.Lamaran Lsg bw ke Sinar Bali Hotel Jl Padma Utara Legian 0361-751404 B.BP.001.08.18.0000730
Dcr segera Sopir&Tng Serabutan Jl.Gn.Andakasa 35, 08123817910 B.BP.001.08.18.0000745
Dcr Security L/P Min SLTA CV lkp:Puri Cendana Seminyak H.0361732947/081212886674 B.BP.001.08.18.0000679
Dicari Battler untuk Villa Exclusive di Canggu yg akan ditempatkan di Bali&Thailand,wnt setengah baya,pengalaman kerja dihotel/villa,lancar Inggris H.081337775758
B.BP.001.08.18.0000673
B.BP.001.08.18.0000738
A 5* Htl hearing House keeping Front Office.English speaking. Send CV to 081337293191 atau Email:gedeptbali@gmail.com
Dicari Staff Maintenance untuk Swimming Pool and Garden sudah pengalaman untuk kerja di Villa - Hotel daerah Seminyak. SMS ke Nomor 08179731679
B.BP.001.08.18.0000663
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
B.BP.004.08.18.0000751
Dicari wanita Pembantu RT Tinggal dalam untuk rumah Imam Bonjol Dps.Gaji 1.8jt SMS 0816571027
B.BP.004.08.18.0000579
Cr SPV & Tng CuciStrika,Pnglmn Laundry&DryClean,Dps0818343214
B.BP.004.08.18.0000733
Look HK staf for viila in Smyk call 081236241244
B.BP.001.08.18.0000723
Cr Supir,Sales,Adm,Helper Gaji Besar H.081558096445/4745296
B.BP.004.08.18.0000752
Needed Reservation Staff Agent Goodlooking no experience need MinSMA,OthersWA:081353989989
B.BP.001.08.18.0000622
Cr pembantu Villa Cwek Tgl dlm Biasa Krj d Villa 081946555765
B.BP.001.08.18.0000602
B.BP.004.08.18.0000734
B.BP.001.08.18.0000401
Dicari Admin,Accounting,IT, Teknisi,Sekretaris Hub:773766/ 083867020016
Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com Dcr Recptn hotel,stf spa,sopir mob matic d Kuta 0811395490 B.BP.154.08.18.0000749
Sales Marketing Instalasi Gas, HouseKeeping.Hub:085103167222
B.BP.001.08.18.0000719
B.BP.001.08.18.0000720
BIRO JASA
BENGKEL LAS
Free
Design
Money Back Guarantee
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
DIJUAL RUMAH
DIJUAL MOBIL
Dcr Sopir SIM B1/A,Perusahaan Distributor. Lam Gn.Himalaya Sltn 6 Dps, 418531/08124646409
PT.BPR Padma Dibutuhkan Segera 2 orang Sopir.Lamaran Kirim ke Jl.Raya Sesetan No.324 Denpasr
B.BP.101.08.18.0000739
SERVICE
B.BP.154.08.18.0000750
Dibthkn Tng Marketing Gaji UMK Hub:081246928744/085934245476 B.BP.001.08.18.0000722
B.BP.001.08.18.0000674
!!Dcr Helper(Pria)min SMK,usia 20-25th Kirim CV ke:PT.Sinar Mutiara EPC Jl.Raya Pelabuhan Benoa Gg.Sinar Mutiara Indah Telp.0361-710971
Dbthkn Admin&Sales utk Perush Distributor Lmrn Krm PT.Berkat Perkasa Jl.Ry Sempidi 18A 8450682
Dcr Tkg Chekking,Tkg Patrun manual,Tkg jahit dpt u.Makan, u.transport,u.hadir,bounus tlp.0361 754085/08123823758
B.BP.001.08.18.0000715
G.07
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar G.01
Urgent required project team leader 3month contract 5 years experience civil engineering background salary 10milion/month to be planced in Nusa Ceningan CV to alkahfi21@gmail.com
Informasi pasang iklan Telepon Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
SUZUKI
DIJUAL RUMAH
Ertiga’14 Matic kond.istimewa asli DK,STNK br,Ori,putih,36Rb tangan 1,TP,Hub.081338251999
Djl Rmh 6are Lt.2 Jl.Gelogor Carik Pemogan Hub.081338882895
B.BP.001.08.18.0000737
B.BP.154.08.18.0000748
B.BP.004.08.18.0000735
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
DISEWAKAN RUMAH Dikontrkn Rumah 3Kmr,2KM Mandi Dkt KFC Jimbaran/082227776866
G.02
Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com
B.BP.001.08.18.0000650
DIJUAL TANAH Dijual Tanah Kav, Buana Raya, Padang Griya Hub.0811398086 B.BP.001.08.18.0000721
Djl Tnh LT 1680m2 lok.Sragen Jatim,Tnh LT 5508m2 lok.Pujut Lombok Tengah H:Tim Likuidasi 085333538057/082388292898 B.BP.004.08.18.0000736
Tanah Kvl Di Mengwi 140Jt/A & 75Jt/A,Bs Kredit,087862450004
G.03
Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com
B.BP.001.08.18.0000573
Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809
G.04
B.BP.001.07.18.0000043
Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com
DISEWAKAN TANAH Dikontrkn Tnh 1H Sblh Beverly Hill Hotel HUb:082227776866
G.05
Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com
B.BP.001.08.18.0000652
DISEWAKAN APARTEMEN
G.06 TOYOTA
DIJUAL MOBIL DAIHATSU
Over Kredit Ayla Th 2018, KeadaanMulusHub.081999618123 081999193500 B.BP.001.08.18.0000605
B.BP.004.08.18.0000285
Djual Rmh Jl.Gn.Agung, Gg Yamuna III/12 Hub:081237544219
Avanza Veloz 2013 1.5AT Wrn Silver Kond,Prima T:0811396995
Dikont 2 Kamar Apartemen Dekat Pantai Sanur.Hub:082227776866 B.BP.001.08.18.0000651
B.BP.001.08.18.0000717
KEHILANGAN
Toyota Innova 2011 2.0G matik 93K km sangat terawat 163jt nego tnp perantara 08123632057
BPKB No.E6668509-O DK 1450 DI An.Putu Switra Hardika
B.BP.031.08.18.0000716
B.BP.001.08.18.0000707
BANGLI
14
Kamis Pon, 16 Agustus 2018
Jangan Hanya Wacana
Rencana Penerapan Izin Bersyarat Bangli (Bali Post) – Rencana Pemerintah Kabupaten Bangli menata keberadaan bangunan restoran di sepanjang jalur Penelokan Kintamani dengan menerbitkan izin bersyarat diharapkan tak sekadar wacana. Pemkab melalui OPD terkait diminta segera membuat rancangan terkait penerapan izin tersebut, sebelum keberadaan bangunan restoran tak berizin di Penelokan semakin menjamur dan tak terkendali. Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles, Rabu (15/8) kemarin mengatakan, pihaknya sangat mendorong agar rencana penerapan izin bersyarat dapat segera diterapkan. Dalam rapat Forkompinda yang digelar Jumat lalu, Carles mengaku sudah sempat menyampaikan langsung dorongan mengenai hal itu kepada Bupati Bangli. “Kita harapkan rencana ini bisa segera diterapkan. Pada prinsipnya kita sangat mendukung dalam rangka penataan pariwisata,” kata Carles. Menurut politisi asal Desa Batur ini, rencana penerapan izin bersyarat meru-
pakan salah satu langkah yang tepat untuk menata keberadaan restoran di sepanjang sisi timur Penelokan. Karena sesuai konsep Bupati, pembangunan restoran akan diatur menggunakan konsep perlindungan jurang. Bangunan yang didirikan bagian atasnya harus sejajar dengan jalan. Pembangunannya dilakukan ke bawah dengan model terasering. Dengan konsep tersebut, keberadaan bangunan restoran yang didirikan tidak akan mengganggu pemandangan. Di samping itu lahan yang ada di sepanjang jalur tersebut juga akan aman
dan terbebas dari ancaman longsor. “Jadi dengan izin bersyarat ini juga nantinya akan memberikan jaminan keselamatan dan legalitas usaha untuk pemilik usaha restoran,” terangnya. Agar keberadaan bangunan restoran tak berizin di Penelokan tidak semakin menjamur, untuk itu pihaknya mendorong agar rancangan penerapan izin bersyarat bisa segera diselesaikan oleh OPD terkait. Dalam perumusan penerapan izin bersyarat, pemerintah juga diharapkan dapat melakukan pembahasan dengan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di seki-
tar wilayah setempat. “Janji dari dinas terkait rancangannya akan dipresentasikan dalam rapat Forkompinda bulan berikutnya,” kata Carles. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar beberapa bulan lalu sempat mengungkapkan rencananya untuk menata keberadaan bangunan restoran tak berizin di sepanjang jalur Penelokan Kintamani dengan menerbitkan izin bersyarat. Dengan diterapkannya pemberian izin bersyarat ini nantinya akan berdampak pada kenaikan pendapatan asli daerah (PAD). Karena dengan izin bersyarat pihak pengusaha akan membayar izin IMB dan izin mendirikan restoran. Selain itu Pemkab Bangli juga bisa lebih mudah melakukan pemungutan pajak hotel restoran (PHR) karena objek pajaknya sudah pasti. (kmb40)
Beberapa Kali Mencuri, Pemuda Pengangguran Diciduk Bangli (Bali Post) – Aparat gabungan Polsek dan Polres Bangli berhasil meringkus pelaku pencurian yang selama ini beraksi di ruko milik I Putu Yasa di Lingkungan Petak, Kelurahan Bebalang, Bangli. Pelaku, Kadek ABC (19) diciduk petugas di rumahnya di Lingkungan Petak, Kelurahan Bebalang, Rabu (15/8) dini hari. Kepada polisi, pelaku mengakui telah melakukan beberapa kali pencurian dan membawa kabur uang tunai puluhan juta dari rumah korban. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi didampingi Kanit Reskrim Polsek Bangli Iptu Ketut Purnawan dan KBO Reskrim Polres Bangli Iptu Ngakan Yuana menjelaskan, kronologis penangkapan terhadap pelaku bermula dari adanya laporan korban ke Polsek Bangli. Dalam laporannya, korban mengaku sempat memergoki ada seorang pria mencurigakan berdiri di depan lemari kamarnya ketika sedang tidur. Korban yang terbangun saat itu sempat menarik pria tersebut namun tak berhasil karena keburu melarikan diri. “Korban yang merasa resah karena sudah beberapa kali kehilangan uang lantas memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Bangli,” ungkapnya. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti tim gabungan Opsnal Polsek Bangli dan Kring Kota Res Bangli dengan melakukan penyelidikan dan olah TKP. Pelaku akhirnya berhasil diidentifikasi setelah petugas melakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV di ruko tersebut. “Tim langsung bergerak untuk melakukan penangkapan di rumah pelaku di Lingkungan Petak, Bebalang sekitar pukul 04.00 Wita sesaat setelah pelaku kepergok beraksi melakukan percobaan pencurian di rumah I Putu Yasa pada sekira pukul 02.00 Wita,” terangnya. Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor, beberapa potong baju kaos milik korban, dan sisa uang hasil curian. Dijelaskan Sulhadi, dari hasil introgasi yang dilakukan petugas, pelaku yang kesehariannya pengangguran ini mengakui sempat melakukan aksi pencurian di rumah korban. Bahkan tak hanya sekali, aksi pencurian sudah dilakukan beberapakali dengan modus merusak jendela. Pencurian pertama dilakukan pelaku sekitar awal bulan Mei, selanjutnya dilakukan seminggu setelahnya, dan pencurian berikutnya pada 26 Mei 2018. Dikatakan Sulhadi dari enam kali aksi pencurian yang pernah dilakukan, pelaku mengaku sempat dua kali gagal membawa kabur harta milik korban. “Dari beberapa kali aksinya, total uang milik korban yang berhasil dibawa kabur pelaku sebanyak Rp 52.500.000,” jelasnya. (kmb40)
BB - Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Kanit Reskrim Polsek Bangli Iptu Ketut Purnawan, KBO Reskrim Polres Iptu Ngakan Yuana menunjukkan barang bukti (BB).
Bali Post/kmb40
NAPAK TILAS - Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat melepas peserta napak tilas jejak pahlawan Kapten TNI A.A. Anom Mudita, di Tugu Makam Pahlawan Penglipuran Bangli, Rabu (15/8) kemarin.
Lepas Peserta Napak Tilas Kapten Mudita
Wabup Sedana Arta Minta Generasi Muda Tiru Semangat Juang Pahlawan RIBUAN pegawai, pelajar, TNI/Polri dan anggota Pemuda Panca Marga (P2M) Kabupaten Bangli mengikuti napak tilas jejak pahlawan Kapten TNI A.A. Anom Mudita, Rabu (15/8) kemarin. Kegiatan napak tilas yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-73 RI dilepas Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Melalui napak tilas ini diharapkan para generasi muda bisa meniru semangat para pejuang dan selalu bekerja keras untuk mengisi kemerdekaan. Acara napak tilas dipusatkan di Tugu Makam Pahlawan Penglipuran Bangli. Napak tilas dihadiri Forkompinda Bangli, Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra serta para pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bangli. Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan, kegiatan napak tilas serangkaian peringatan HUT ke-73 RI tahun ini dilaksanakan untuk mengenang
jejak-jejak perjuangan Kemerdekaan RI di Kabupaten Bangli. Napak tilas juga dilaksanakan sebagai upaya pelestarian dan keperintisan nilai-nilai perjuangan para pahlawan kemerdekaan yang ada di Kabupaten Bangli. Dikatakan Sedana Arta, kemerdekaan yang generasi sekarang nikmati bukanlah jatuh dari langit, melainkan berkat kegigihan para pahlawan untuk memperjuangkan kemerdekaan. Sehingga kebebasan yang dinikmati sekarang adalah buah dari perjuangan para pahlawan. Sedana Arta mengatakan sudah sepatutnya sebagai generasi muda bisa mengikuti jejak semangat pahlawan terdahulu. Semangat yang dimaksud, bukan untuk berperang secara Àsik melainkan berperang untuk mengentaskan kemiskinan, kebodohan sehingga bisa sejajar dengan negara maju lainnya. “Melalui napak tilas kita ingin mengajarkan generasi muda bisa mengikuti semangat para
pejuang, semangat untuk tidak pantang menyerah dan selalu bekerja keras untuk mengisi kemerdekaan ini dengan halhal yang positif,” jelas Wakil Bupati Bangli. Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra yang sekaligus ketua panitia penyelenggara kegiatan mengatakan, selain untuk mengenang dan mengingatkan generasi muda akan kebesaran dan pengorbanan pahlawan Kapten A.A. Anom Mudita, napak tilas ini juga dimaksudkan untuk memeriahkan peringatan HUT ke-73 RI di Kabupaten Bangli. Dijelaskan Giri Putra, adapun rute yang ditempuh adalah start dari Tugu Makam Pahlawan Penglipuran ke selatan menuju Sidawa, menyusuri aliran sungai menuju WUDIÀF OLJKW Banjar Kawan, RSU lama ke selatan menuju catus pata dan Ànish di depan patung Kapten Mudita Bangli. Untuk lebih menyemarakkan suasana, peserta napak tilas juga diwajibkan mengenakan seragam bernuansa merah putih. (ad756)
15
Kamis Pon, 16 Agustus 2018
Persoalan Kebangsaan Kenapa Bali memasuki era baru, kenapa Indonesia memasuki era baru? Era baru memang kita songsong, pascasituasi persoalan kebangsaan, ekonomi, sosial, kebinekaan, kesejahteraan, keadilan dan berbagai hal kita lalui di tahun 2017. Bukan itu saja, Indonesia memasuki era baru jelang berakhirnya satu babak era
Nawacita dan revolusi mental Bung Jokowi. Bali sendiri memasuki era satu jalur, era Bali dikelola dengan satu manajemen, era Gubernur Bali Wayan Koster. Pak Made Mangku Pastika dengan sepuluh tahun Bali Mandara-nya akan mengakhiri tugasnya dengan baik, Agustus tahun ini. Era baru harapan baru kita songsong dengan optimis. Dengan kibaran Sang Saka Merah Putih
dengan persatuan di tengah perbedaan suku, agama, golongan atau partai. Saling asah asih wangi, mewujudkan era baru yang Mahardika. Dari Bali era baru kita wujudkan untuk keajegan Bali, kemahardikaan Indonesia. Kejayaan Bali, Indonesia Jaya. Dirgahayu Bali Post. Dirgahayu Bali. Dirgahayu Indonesia. Merdeka! Merdeka! Merdeka! * Satria Naradha
Ekonomi Kerakyatan
Di pihak lain, untuk mengelola era baru Bali, maka kita jangan lagi terjebak pada sekat-sekat, baik karena politik maupun golongan terlebih kepercayaan. ‘’Ego sektoral mestinya dilebur dengan spirit Merah Purtih. Konsep pemerataan pembangunan mestinya bermuara pada penguatan ekonomi kerakyatan dan pemerataan,’’ ujar politisi PDI-P Ketut Suteja Kumara. Ia mengatakan, one island one management merupakan kerinduan masa kecilnya melihat ketimpangan pembangunan yang sangat mencolok. Kini, kesannya Bali yang kecil seakan tersekat-sekat. ‘’One island one management diharapkan bisa menjawab semua permasalahan yang terjadi di masa lampau itu. Selama ini, konsep tersebut tidak bisa diterapkan bukan karena pemimpin yang tidak didukung partai mendominasi,’’ jelasnya. Pandangan lain datang dari Dekan FISIP Universitas Udayana Suka Arjawa. Ia mengatakan, one island one management bertentangan dengan otonomi daerah yang ada di kabupaten/kota. Persoalan sumber daya alam dan manusia diketahui oleh bupati/wali kota. Dalam hal ini, gubernur hanya melihat dari ‘’atas’’. Itu sebabnya, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana melaksanakan konsep satu pengelolaan itu karena di kabupaten/kota juga ada ‘’raja’. ‘’Dari sisi politik, sekarang mungkin bupati bisa senyumsenyum dengan gubernur. Tapi kelak ketika kemudian nanti ada sesuatu yang harus dibicarakan dengan bupati, siapa tahu gubernur salah. Jadi itulah persoalan yang dihadapi one island one management. Sebagai konsep untuk mencari massa, bagus itu. Tapi penerapannya banyak tantangan, lebih baik dari sekarang dijelaskan apa yang dimaksud one island one management itu,’’ paparnya. Dari sisi pengawalan ter-
Bali Utara Perda No.16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali akan berakhir 2029. Itu artinya masih ada sisa waktu 11 tahun lagi dari sekarang. Sementara melihat 10 tahun ke belakang, ada banyak wacana yang diakomodir dalam Perda RTRWP namun belum terealisasi hingga sekarang. Sebut saja bandara di Bali Utara, shortcut, serta tol di Gilimanuk. Sebaliknya justru terjadi alih fungsi lahan yang luar biasa, mencapai 700 hektar per tahun. (kmb32)
Tidak Terbit Menyambut HUT ke60 Kemerdekaan RI, Jumat 17 Agustus 2018, yang juga merupakan hari libur nasional, maka Bali Post pada tanggal tersebut tidak terbit. Bali Post kembali terbit seperti biasa mulai Sabtu (18/8) lusa. Untuk itu kepada para pembaca dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit
hadap kebudayaan, Gde Made Sadguna mengatakan era baru Bali tetap harus bermuara pada penguatan fondasi budaya. Fondasi kebudayaan yang kuat akan mewujudkan manusia Bali yang unggul dan berkarakter. Selain itu, dapat menciptakan habitat bagi mereka yang unggul ini untuk bisa bekerja optimal mewujudkan cita-cita Bali ke depan. Itu sebabnya, pariwisata Bali sejak masa kepemimpinan Prof. Ida Bagus Mantra sudah diarahkan ke pariwisata budaya. ‘’Itu sebenarnya sudah bagus, bisa manifestasinya berupa high quality tourism. Kemudian di situ juga mulai spektrumnya bisa sampai spiritual tourism misalnya. Sehingga intinya bahwa apa pun yang kita lakukan di Bali harus integrated dalam satu spirit kebudayaan.
Ekonomi juga berbasis budaya,’’ jelasnya. Dalam konteks ekonomi, praktisi ekonomi Viraguna Bagoes Oka mengatakan, ekonomi Bali tidak lepas dari tataran internasional. Pariwisata juga tengah menjadi idola generasi milenial. Meski demikian, pemerintah saat ini masih menghadapi beberapa kendala utama. Terlebih di tingkat provinsi yang masih terjebak oleh kepemimpinan di tingkat kabupaten/kota. ‘’Artinya, partai politik masih dominan untuk memengaruhi kepemimpinan tunggal dari provinsi, sehingga ada hambatan besar dalam leadershipnya. Otonomi ada di kabupaten. Tapi, pada era kepemimpinan akan datang, ada sinyal positif atau agak menggembirakan,’’ imbuhnya. (kmb32)
Harta Kekayaan Capres/Cawapres
Sandiaga Rp 5 Triliun, Jokowi Rp 50 Miliar Jakarta (Bai Post) – KPK mengumumkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari calon wakil presiden pada Pilpres 2019, Sandiaga Salahuddin Uno. Dikutip dari laman resmi https://elkhpn.go.id yang diakses di Jakarta, Rabu (15/8) kemarin, Sandiaga telah menyampaikan laporan harta kekayaannya pada 14 Agustus 2018. Total harta kekayaan Sandiaga senilai Rp 5,099 triliun terdiri atas harta tidak bergerak senilai Rp 191,644 miliar yang berupa tanah dan
bangunan di Jakarta Selatan, Tangerang, Singapura dan tiga bangunan di Amerika Serikat. Selanjutnya, dua unit alat transportasi berupa dua mobil senilai Rp 325 juta. Selain itu, harta bergerak lainnya senilai Rp 3,2 miliar, surat berharga senilai Rp 4,707 triliun serta kas dan setara kas senilai Rp 41,295 miliar. Utangnya senilai Rp 340,028 miliar. Sementara itu, LHKPN calon presiden Prabowo Subianto senilai Rp 1,952 triliun dengan rincian harta
tidak bergerak berupa tanah dan bangunan sebanyak 10 bidang senilai Rp 230,443 miliar, dan 8 unit alat transportasi serta mesin senilai Rp 1,432 miliar. Selain itu, harta bergerak lainnya senilai Rp 16,418 miliar, surat berharga senilai Rp 1,701 triliun serta kas dan setara kas senilai Rp 1,840 miliar. Prabowo tercatat tidak memiliki utang. KPK juga mengumumkan LHKPN calon presiden Joko Widodo (Jokowi). Total harta kekayaan Jokowi senilai Rp 50,248 miliar terdiri atas
harta tidak bergerak senilai Rp 43,88 miliar yang terdiri atas 20 tanah dan bangunan di Sukoharjo, Surakarta, Boyolali, Sragen dan Jakarta Selatan. Selanjutnya, 12 unit alat transportasi terdiri atas 10 mobil dan dua motor senilai Rp 1,083 miliar. Selain itu, harta bergerak lainnya senilai Rp 360 juta serta kas dan setara kas senilai Rp 6,109 miliar. Jokowi masih memiliki utang senilai Rp 1,192 miliar. Sementara itu LHKPN cawapres Ma’ruf Amin masih dalam proses penyusunan. (ant)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
KAMIS PON, 16 AGUSTUS 2018
Sepak Bola Asian Games
Indonesia Takluk Bekasi (Bali Post) – Tim nasional U-23 Indonesia gagal melanjutkan kemenangan yang diraih atas Chinese Taipei, Minggu (12/8) lalu. Hansamu Yama Pranata dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan Palestina dengan skor 1-2 dalam lanjutan pertandingan Grup A cabang olahraga sepak bola Asian Games XVIII 2018 di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/8) malam kemarin. Pelatih timnas U-23 Indonesia Luis Milla menurunkan gelandang Stefano Lilipaly di lini depan menggantikan penyerang Alberto Goncalves. Lilipaly ditopang oleh Septian David Maulana sebagai gelandang serang dan Febri Hariyadi serta Irfan Jaya di sisi sayap kiri dan kanan. Posisi Evan Dimas, Rezaldi Hehanusa dan I Putu Gede Juni Antara digantikan oleh Muhammad Hargianto, Bagas Adi Nugroho dan Gavin Kwan Adsit. Rezaldi baru masuk di babak kedua menggantikan Bagas Adi Nugroho yang mengalami cedera. Gawang Indonesia yang dijaga Andritany Ardhiyasa kebobolan pada menit ke-16.
Palestina mendapat hadiah penalti akibat handball Zulfiandi, namun gagal dituntaskan menjadi gol oleh Mohamed Darwish. Bola mengenai tiang gawang dan memantul ke lapangan. Oday Dabbagh yang tidak terkawal dengan mudah mencetak gol dari jarak dekat. Gol penyeimbang Indonesia dicetak Irfan Jaya pada menit ke-22. Timnas Merah-Putih kembali kebobolan di awal babak kedua. Kali ini Darwish yang lepas dari kawalan Gavin Kwan Adsit melepaskan tendangan voli yang memperdaya Andritany. Tidak ada lagi gol yang tercipta hingga wasit meniup peluit panjang, sehingga Indonesia takluk 1-2 dari Palestina. Kekalahan ini membuat Indonesia turun ke peringkat ketiga klasemen dengan nilai 3. Palestina tetap di puncak mengumpulkan 7 poin hasil tiga kali bermain. Hongkong menyodok ke posisi kedua dengan poin 6 berkat kemenangan 4-0 atas Chinese Taipei. Dalam pertandingan lainnya, Malaysia menundukkan Kyrgistan 3-1, Korsel mencukur Bahrain 6-0 (Grup E) dan Arab Saudi ditahan Iran 0-0 (Grup D). (kmb)
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Udiana Putra Boyong Piala YPS Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Udiana Putra Banjar Taman sukses memboyong gelar juara dalam turnamen sepak bola antarbanjar se-Sanur memperebutkan Piala Yayasan Pembangunan
Sanur (YPS) X/2018. Udiana Putra mengalahkan Gajah Putih Club (GPC) Banjar Belong dengan skor 1-0 pada final di Lapangan Letda Made Pica, Sanur, Denpasar, Rabu (15/8) kemarin.
Gol tunggal kemenangan Udiana Putra dilesakkan Meru Kimura yang mengoyak gawang GPC yang dikawal kiper Wayan Febriyana pada menit ke-59. Skor 1-0 bertahan sampai wasit Jati Artawan meniup
peluit panjang. Juara II direbut Gosila Banjar Singgih dan juara IV disabet Cemara Beneh Banjar Sindu. Terpilih sebagai pemain tersubur dengan men-
goleksi enam butir gol adalah Ida Bagus Rai Pidada (Cemara Beneh). Turnamen melibatkan 10 tim yang digulirkan sejak 21 Juli lalu. (022)