Skip to main content

Edisi 16 April 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 229 TAHUN KE 69

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost

minggu umanis, 16 april 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

’’Pujawali’’ di Pura Sakenan

Penari Rejang ‘’Kerauhan’’ RIBUAN umat Hindu memadati Pura Sakenan, Sabtu (15/4) kemarin. Pujawali di pura yang berada di pesisir laut itu dilangsungkan pada Saniscara Kliwon, Wuku Kuningan. Pada pujawali kemarin, umat tidak saja datang dari Denpasar juga dari berbagai kabupaten di Bali. Ribuan umat sudah memadati jalan masuk sejak pagi. Tak pelak pamedek pun berdesak-desakan menuju lokasi pura. Pada setiap pujawali selalu diawali dengan tari wali. Salah satunya tari rejang dewa. Untuk pertama kalinya penari rejang dewa kerauhan menjelang akhir pementasan. Namun tak lama setelah diperciki tirta, mereka sudah biasa kembali. Pura Dalem Sakenan termasuk salah satu Sad Kretiloka seperti Atma Kretih, Danu Kretih, Samudera Kretih, Wana Kretih, Jagat Kretih, dan Jana Kretih. Sementara itu, Pura Sakenan disebut Samudera Kretih, sebagai tempat pemujaan Ida Hyang Dewa Biswarnna atau Baruna dan Hyang Sandhijaya. Beliau disebut Tatmajuja sebagai penjaga segara pakretih yaitu ketenangan lautan atau samudera untuk keselamatan dunia, menghilangkan segala jenis rintangan dan menyucikan segala jenis kala dan bhuta. Pendirian Pura Sakenan di Pulau Serangan untuk memohon kemampuan lahir batin agar umat dapat membangun kehidupan yang sejahtera dinyatakan dalam Lontar Usana Bali. Hal. 19 Mpu Kuturan PURA SAKENAN - Tiga penari rejang kerauhan saat pujawali di Pura Sakenan, Serangan, Sabtu kemarin.

Bali Post/wan

Badung Kendalikan Bagi-bagi PHR

Cegah ’’Penyunatan’’ dan Salah Sasaran KEBIJAKAN Pemerintah Kabupaten Badung mengendalikan bagi hasil Pajak Hotel dan Restoran (PHR) ke sejumlah kebupaten/ kota, selain Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar, menuai kritik jajaran eksekutif dan legislatif di Provinsi Bali. Mereka menilai kebijakan tersebut adalah kebijakan politik. Sejumlah kalangan juga menilai kebijakan mengendalikan PHR untuk memuluskan upaya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta merebut kursi Gubernur Bali. Apakah pejabat asal Desa Pelaga, Petang ini berambisi menjadi orang nomor satu di Bali? Bupati Giri Prasta saat dikonfirmasi belum lama ini mengatakan segala sesuatu yang dilakukan adalah politik dan tak lepas dari unsur politik. Namun, bukan politik ingin

”Memang betul ini hasil politik tapi politik legislasi dengan aturan yang jelas, dan politik anggaran. Yang namanya politik anggaran itu untuk rakyat secara utuh dan tidak ada main sunat di mana-mana.” Giri Prasta, Bupati Badung

Buleleng Semestinya Dijatah Rp 75 M

menguasai, tapi politik legislasi yakni kebijakan politik sesuai dengan aturan, ketentuan, undang-undang yang valid dan politik anggaran yakni kebijakan politik yang secara utuh diberikan untuk rakyat dan tidak ada sunat-sunatan. “Memang betul ini hasil politik tapi politik legislasi dengan aturan yang jelas, dan politik anggaran. Yang namanya politik anggaran itu untuk rakyat secara utuh dan tidak ada main sunat di mana-mana,” ungkapnya. Menurutnya, pembagian PHR tidak boleh sampai ada potensi menyunat anggaran. Pihaknya tengah menyiapkan regulasi, sehingga kebijakan ini akan diterapkan April mendatang. Hal. 19 Sudah Berproses

MESKI tidak seramai di Bali Selatan, industri pariwisata di Kabupaten Buleleng belakangan ini mulai menggeliat. Di tengah situasi ini, pengembangan akomodasi pariwisata di daerah ini juga semakin bertambah. Data yang dihimpun di lapangan menyebutkan total akomodasi pariwisata kini mencapai 876 unit. Tersebar di Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, Sawan, Buleleng, Sukasada, Banjar, Seririt, dan Gerokgak. Jumlah itu terdiri dari 319 jenis pondok wisata, hotel melati 216, hotel berbintang 19, restoran 206, dan bar sebanyak 116. Hal. 19 Jatah PHR

Bali Post/wan

LOVINA - Wisata melihat dolfin menjadi andalan pariwisata Buleleng. Selain wisata bahari, Buleleng juga memiliki berbagai jenis wisata alam di antaranya air terjun dan wisata danau.

Bangli Segera BUMDes-LPD Harus Bersinergi 2-Habis Ajukan Proposal Libatkan Generasi Muda Kelola Lembaga Ekonomi Desa

BANGLI menjadi salah satu kabupaten di Bali yang rutin menerima dana bantuan penyisihan pajak hotel dan restoran (PHR) dari Kabupaten Badung. Setiap tahunnya belasan hingga puluhan miliar rupiah diterima kabupaten berhawa sejuk itu dari kabupaten tetangganya. Sesuai peruntukannya, bantuan dana tersebut selama ini digunakan Kabupaten Bangli untuk membenahi fasilitas dan infrastruktur pariwisata. Berdasarkan data yang dihimpun Bali Post, pada tahun 2014, bantuan penyisihan PHR yang diterima Bangli nilainya mencapai Rp 17 miliar lebih. Selanjutnya pada tahun 2015, bantuan yang diterima mengalami kenaikan menjadi Rp 22 miliar dan Rp 30 miliar pada tahun 2016. Sesuai dengan peraturan gubernur (pergub), dana bantuan penyisihan PHR itu selama ini tak hanya digunakan untuk membiayai program yang dikerjakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), juga sejumlah program di beberapa SKPD lainnya. Di antaranya digunakan untuk membiayai program infrastruktur jalan yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan program di beberapa SKPD lainnya yang berkaitan dengan fasilitas dan infrastruktur pariwisata. Hal. 19 Pemprov Bali

LPD dan BUMDes, dua lembaga ekonomi desa harus bersinergi. Tujuannya jelas. Untuk memajukan desa. Selama ini, LPD hanya memberikan pinjaman untuk kegiatan produktif. Setelah usaha yang ada di desa tersebut menghasilkan, tidak ada pemasaran yang terkoordinasi, sehingga kalah bersaing. Jika potensi yang ada di desa tersebut diangkat secara bersama-sama, maka serbuan kuliner, alat upacara bahkan pekerjaan membuat upacara tidak akan diambil alih orang luar Bali. Dengan demikian akan terjadi kembangkitan ekonomi desa.

Pengamat ekonomi Viraguna Bagus Oka mengatakan, Bali memiliki LPD yang tidak termasuk dalam pengaturan UU LKM No. 1 Tahun 2013. Kebebasan bagi LPD untuk mengatur sendiri lembaganya berdasarkan hukum adat adalah peluang besar untuk bisa memajukan desa melalui BumDes yang produktif dan sehat. “Oleh karena itu, penyelenggaranya baik LPD maupun BumDes harus benar-benar bisa menjadi panglima dalam mewujudkan keteladanan dalam aturan maupun figur panutan penyelenggaranya yang harus berorientasi kompetensi, kredibilitas dan terpercaya dengan berbasis budaya malu bila melakukan penyimpangan,” bebernya, Selasa (11/4). Apabila Bali gagal memanfaatkan momentum yang diberikan oleh UU LKM tersebut dan ternyata LPD gagal untuk mewujudkan LPD yang kredi-

bel dan sehat, maka dapat berpotensi menimbulkan ancaman terhadap sistem keuangan di wilayahnya. “Tidak mustahil terjadi gangguan terhadap sistem keuangan regional yang pada gilirannya menyebabkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terjadi ancaman terhadap keberadaan LPD yang tidak mustahil akan dapat ditinjau kembali keberadaannya oleh OJK,” urainya. Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si. mengatakan, pendirian BUMDes sesungguhnya tidak mengalami hambatan dari segi permodalan lantaran dapat disinergikan dengan Lembaga Perkreditan Desa. Bahkan, kemungkinan juga bisa melalui penyertaan modal dari desa menggunakan dana desa yang kini cukup besar digelontorkan pemerintah pusat setiap tahunnya. Kecilnya pertumbuhan badan

usaha tersebut dinilai akibat respons masyarakat yang masih tergolong rendah. Hal itu dinilai wajar, karena selama ini badan usaha yang ada cenderung belum mampu menyediakan kebutuhan sesuai keinginan. “Kalau permodalan, sebenarnya tidak menjadi masalah. Badan usaha sepi, atau enggan mendirikan, itu karena respons masyarakat yang kecil akibat kebutuhannya tak bisa didapatkan di sana. Kalaupun ada, harganya tetap sama dengan di pedagang lain. Yang seperti ini harus diperbaiki. BUMDes harus jeli membaca kebutuhan masyarakat. Garap seluruh potensi yang ada,” katanya. Lokasi yang kurang strategis juga menjadi faktor badan usaha itu sulit berkembang. Seharusnya, hal demikian dikaji secara baik dengan melihat kemampuan jangkauan masyarakat. Hal. 19 Tenaga Kerja


DAERAH

2

Minggu Umanis, 16 April 2017

Polisi Kehormatan MENJADI polisi kehormatan atau honor police benar-benar menjadi kehormatan bagi Kornelis Ratu. Pasalnya, sejak bermukim di Bali ia dipercaya menjadi penjaga dan pemersatu anggota komunitas. Komunitas yang ia pimpin adalah komunitas orang-orang Blitar di Bali. Jumlahnya sekitar 1.700 orang. Ada komunitas pedagang gorengan, pedagang bakso, dll. Bali memiliki keterikatan dengan Blitar karena Blitar merupakan makam Soekarno. Secara emosional Soekarno memiliki kedekatan dengan Bali karena ibunya dari Bali. Membawa misi tersebut, ia diberikan mandat oleh Kapolda Bali yang waktu itu dijabat Made Mangku Pastika. Polisi kehormatan bertugas membantu kepolisian melalui komunitas tersebut. Seperti pengalaman yang pernah ia alami. Rencana demo mahasiswa Papua ke Bali sempat akan terjadi. Namun berkat negosiasi antarkomunitas tersebut, demo berhasil diredam. Dengan membawa misi menjaga persatuan di Bali, polisi kehormatan tersebut dibentuk setahun setelah bom Bali I. ‘’Saya yang harus mengendalikan komunitas ini. Saya diberi wewenang dan tanggung jawab, kalau ada riak di dalam komunitas, harus bisa diredam. Saya bisa menindak tapi tidak bisa menyidik,’’ tegasnya. Tidak ada imbalan gaji. Hanya bekerja sosial. Polisi kehormatan yang jumlahnya 200 orang di Bali itu diberikan lencana, pin serta dikukuhkan dengan SK. Polisi kehormatan dipilih dari kumpulan komunitas. Ada dari komunitas pecalang, komunitas kerukunan umat beragama, pengusaha yang berhubungan dengan etnis, suku seperti perhotelan. (may)

Diduga Hasil Curian

Polsek Gilimanuk Tahan Sepeda Motor Negara (Bali Post) Jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Sabtu (15/4) dini hari kemarin, di pos 1 atau pintu pemeriksaan keluar wilayah Bali, mengamankan sepeda motor Vario warna hitam, nopol DK 2932 QO. Saat diperiksa, STNK atas nama Maskuri di Jalan Gunung Soputan, Banjar Umadui, Padang Sambian Kelod, Denpasar. Sementara sepeda motor tersebut dikendarai AB (38) seorang buruh harian lepas dari Cianjur yang tinggal di Gang Lestari, Desa Legian Kelod Kuta, Badung. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol A.A. Gde Arka didampingi Kanit Reskrim AKP Komang Muliyadi mengatakan sepeda motor tersebut masuk dalam daftar hilang karena dicuri di Polresta Denpasar, tertanggal 15 Desember 2016. Pencurian motor itu dengan TKP areal parkir Masjid Al Qodiri, Jalan Regina Kertapura, Denpasar. Modus yang digunakan pelaku, dengan menggunakan kunci yang ada gantungan dompet berisi STNK. Dari keterangan AB kalau motor tersebut ia beli sekitar 3 bulan yang lalu dari seseorang yang bernama D di mana alamat dan identitas lain tidak diketahui, seharga Rp 10 juta. Sepeda motor dibeli hanya dilengkapi STNK sementara BPKB-nya tidak ada dengan alasan masih menjadi jaminan di bank. Kemudian sepeda motor dan pengendara diamankan di Polsek Gilimanuk untuk proses lebih lanjut. Sepeda motor dan pengendaranya kata Kapolsek Gilimanuk akan dilimpahkan ke Polresta Denpasar. (kmb)

BPM/kmb

DIAMANKAN - Sepeda motor yang diamankan di Polsek Gilimanuk dan diduga hasil curian.

BPM/eka

NGEREBEG - Krama Desa Adat Munggu menggelar tradisi ngerebeg yang bertepatan dengan hari raya Kuningan di Desa Adat Munggu, Badung, Sabtu (15/4) kemarin. Tradisi ngerebeg atau yang lebih dikenal dengan makotek tersebut awalnya digelar para prajurit yang menang perang pada zaman kerajaan. Tradisi ini hingga kini masih dilangsungkan krama desa sebagai ungkapan rasa syukur dan memohon keselamatan pada Sang Pencipta. Krama menggelar tradisi mengitari wilayah desa sebagai upaya tolak bala (menolak hal-hal buruk).

Ditinggal Sembahyang Kuningan Warung Nak Deso Terbakar

Negara (Bali Post) -

Di tengah khusyuknya warga Pendem, Jembrana, melakukan persembahyangan Hari Raya Kuningan, Sabtu (15/4) kemarin, mereka dikejutkan dengan adanya musibah kebakaran. Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.30 Wita menimpa warung Nak Deso milik Ketut Agus Merdika (36) di Lingkungan Pendem, Kelurahan Pendem, Jembrana. Dari informasi, saat itu saksi Ketut Kardina (57) yang rumahnya di depan warung, melihat asap keluar dari warung melalui ventilasi. Kemudian dia mencari pemilik warung ke rumah keluarganya namun tidak ketemu. Kemudian dia memberi tahu warga lainnya kalau ada asap keluar dari dalam warung namun belum terlihat api yang menyala. Salah satu warga lantas mencari

pemilik warung dan istrinya Putu Darmayanti ke merajan dan warga lainnya menghubungi pemadam kebakaran. Istri korban mengatakan kalau pada pukul 09.00, dia sembahyang di dalam bangunan menggunakan dupa sebanyak 3 batang. Dupa itu diletakkan di pelangkiran 1 batang, di meja 1 batang, dan lantai 1 batang. Namun ketika selesai sembahyang, semua dupa diambil

kembali dan diletakkan di dalam gelas di luar bangunan. Kemudian meninggalkan rumah untuk sembahyang di merajan. Akibat kejadian itu yang terbakar satu unit bangunan berbentuk L, di mana satu ruang untuk warung/toko, dan dua ruangan untuk gudang (kosong), barang dagangan berupa kain, klontong, satu unit showcase, satu meja kayu, dan 4 rak untuk barang dagangan. Kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp 350 juta. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A. Sooai seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Namun sampai saat ini belum diketahui penyebab kebakaran. (kmb)

Penantian 16 Tahun

Libur Paskah

Warga Tempek Gelagah dan Dukuh Kini Miliki Jalan

PROGRAM TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2017 menjadi sebuah jawaban bagi dua tempek yakni Tempek Gelagah dan Dukuh, di Banjar Buanyang, Desa Landih, Bangli untuk memiliki akses jalan besar untuk dilintasi sehari-hari. Sejak 16 tahun penantian baru tahun ini akhirnya warga bisa segera bakal menikmati harapan tersebut. Sebelum dibukanya akses jalan sepanjang 1,135 kilometer ini, segala aktivitas yang dilakukan dua tempek tersebut hanya melalui jalan setapak yang di dibuat warga. Bahkan, ketika ada orang yang meninggal di dua tempek tersebut, warga mereka harus melewati jalan setapak di perbukitan yang curam untuk menuju setra (kuburan) Desa Landih. Bahkan bagi warga yang menggotong mayat ke kuburan desa setempat, mereka harus saling mendorong di jalan setapak yang kondisinya sangat menanjak. Begitu juga ketika warga yang hendak memasarkan hasil pertanian yang habis dipanen, mereka juga harus melewati jalan setapak tersebut untuk menjual hasil panen mereka. Tak lama lagi, jalan setapak yang hampir 16 tahun dilalui dalam melakukan segala aktivitas tidak lagi menjadi akses utama. Mengingat saat ini akses jalan yang lebarnya enam meter sudah dibuka dan masih dalam proses penggeladakan. Kemudian setelah penggeladakan selesai maka akan dilanjutkan pengaspalan. Warga nantinya bisa melintasi jalan tersebut untuk kegiatan sehari-hari. Kepala Dusun Buayang, Ketut Laba Wijaya, mengatakan pihaknya sangat

bersyukur dengan adanya program TMMD ini dari TNI. Kata dia, dengan adanya pembukaan akses jalan ini, nantinya warga di Tempek Gelagah dan Dukuh tidak lagi melewati jalan kecil. ‘’Warga sangat menyambut positif pembukaan jalan ini. Bahkan untuk menyukseskan pengerjaan jalan ini warga ikut bergotong royong membantu TNI mulai dari pembukaan sampai pemasangan batu geladak. Kaum muda-mudi juga antusias membatu TNI dalam pemasangan batu geladak ini,’’ ungkapnya. Dikatakan Wijaya, pembukaan akses jalan ini diibaratkan warga tertiban durian runtuh. Ini karena penantian 16 tahun dari dua tempek untuk bisa memiliki akses jalan besar. ‘’Kita menunggu-nunggu belasan tahun program TMMD dari TNI ini dan baru sekarang terwujud. Karena dengan adanya pembukaan jalan ini, akhirnya impian selama 16 tahun bisa terwujud sekarang. Semoga dengan dibukanya

BPM/kmb

TERBAKAR - Warung Nak Deso yang terbakar dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

jalan ini, perkembangan dan perekonomian warga bisa lebih baik lagi ke depannya,’’ jelas Wijaya. Pihaknya berharap dengan dibukanya akses jalan ini, perekonomian warga berjalan lebih baik lagi. Mengingat, sebelumnya gara-gara tak memiliki jalan, hasil panen juga sering jeblok. Bambu misalnya, jika normalnya laku dijual Rp 9 ribu per batang, di kedua tempek tersebut hanya laku Rp 4 ribu per batang. ‘’Masalahnya, pembeli harus mengeluarkan ongkos tinggi untuk upah mengangkut,’’ tutup Wijaya. Sementara itu, Pasiter Kodim 1626/Bangli I.B. Mahendra seizin Dandim Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung mengatakan, program TMMD ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan TNI untuk memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Dengan kegiatan ini, TNI bisa mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar dalam membangun desa, paparnya. (nan)

BPM/nan

JALAN - Kepala Dusun Buayang, Ketut Laba Wijaya, (dua dari kiri) ketika membantu TNI dalam pemasangan batu geladak di sepanjang jalan yang dibuka dalam program TMMD.

Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Mengalami Lonjakan Mangupura (Bali Post) Libur hari raya Paskah dan juga akhir pekan, memang menjadi momen untuk mengisi liburan. Momen ini dimanfaatkan tidak hanya untuk berlibur di Bali, namun juga di daerah lain. Bahkan, dua hari menjelang liburan Paskah, jumlah penerbangan di bandara Ngurah Rai mengalami lonjakan tajam. Hal tersebut dapat dilihat dari data yang dirilis Humas Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Sabtu (15/4) kemarin. Tanggal 12 April lalu, jumlah penerbangan yang tiba di Bandara Ngurah Rai sebanyak 199 penerbangan. Sedangkan untuk keberangkatan sebanyak 214 penerbangan. Namun penerbangan kembali normal sehari menjelang Jumat Agung. Jumlah kedatangan sebanyak 196 penerbangan dan keberangkatan sebanyak 197 penerbangan. Begitu juga saat Jumat Agung, 14 April, penerbangan masih normal dengan jumlah 189 penerbangan untuk kedatangan, dan 187 penerbangan untuk keberangkatan. ‘’Penumpang yang keluar Bali, paling banyak pada H-2 libur Paskah. Kami memperkirakan pada hari Minggu ini, penerbangan akan kembali mengalami lonjakan,’’ kata Legal Section Head and Public Relation Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, Sabtu kemarin. Untuk memberikan pengalaman menarik bagi penumpang pada perayaan Paskah, suasana berbeda kembali dihadirkan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kali ini perayaan Paskah yang identik dengan telur dan kelinci tampak meramaikan setiap sudut bandara berupa hiasan gantung. Paskah atau Easter memang selalu identik dengan telur dan kelinci. Berdasarkan tradisi bangsa Eropa pada abad pertengahan silam, telur merupakan lambang dari kehidupan baru

sedangkan kelinci adalah simbol kesuburan. Dan hingga kini umat Kristiani kerap menggunakan kedua ornamen ini untuk memeriahkan perayaan Paskah. Di Bandara I Gusti Ngurah Rai, manajemen Angkasa Pura I menyulap dekorasi terminal ke dalam nuansa Paskah. Dengan mengusung tema ‘’The Joy of Easter’’ para penumpang akan terbawa ke dalam suasana Paskah yang hangat dan menyenangkan. Puncak perayaan kali ini berlangsung selama dua hari yaitu tanggal 1516 April 2017. Berlokasi di ruang tunggu keberangkatan domestik dan internasional, penumpang dapat menikmati berbagai suguhan hiburan seperti musik akustik dan face painting. Ikut memeriahkan suasana Bunny Angel yang berkeliling menyapa para penumpang. Bagi penumpang yang senang selfie atau wefie, bisa memanfaatkan waktu luangnya untuk berfoto di diorama Easter Bunny Tree House. Diorama ini dibentuk menyerupai sebuah rumah pohon yang dipenuhi dengan kelincikelinci lucu yang sedang bermain dipadukan dengan telur Paskah aneka warna. Sangat cantik dan menarik untuk dijadikan latar belakang foto. Yang juga menarik perhatian penumpang adalah pergelaran Tari Topeng dan Tari Cendrawasih yang seolah menyambut para penumpang di area ruang tunggu. ‘’Kami sadar betul, menunggu panggilan boarding pasti lebih menyenangkan jika diisi dengan kegiatan, karenanya kami menghadirkan hiburan dan beberapa permainan untuk mengisi waktu luang. Mudah-mudahan dekorasi dan permainan yang kami suguhkan bisa menggantikan semangat perayaan Paskah walau mereka sedang berada di Bandara,’’ ujar Arie. (kmb23)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Minggu Umanis, 16 April 2017

daerah

3

Main Futsal

Kaki Disapu Lawan, Patah Tulang

Denpasar (Bali Post)Saat bermain futsal, Kadek Agus Widiasana (12) mengalami hal yang tidak menyenangkan, Sabtu (15/4) kemarin. Ia mengalami patah tulang kering pada kaki kanannya. Pasalnya, ketika bermain futsal, ia tidak menggunakan sepatu dan pelindung kaki (deker). Agus tiba di IGD RSUP Sanglah sekitar pukul 17.00 Wita, diantar dengan menggunakan mobil ambulans. Agus tampak kesakitan ketika diturunkan dari mobil ambulans. Agus yang ditemui kemarin di ruang tindakan IGD RSUP Sanglah dalam kondisi sadar menuturkan dia dan teman-temannya bermain futsal di lapangan yang ada di daerah Kuta sekitar pukul 16.00 Wita. Ketika itu memang ada pertandingan. Namun pertadingan futsal telah usai. “Saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk bermain futsal, sembari berlatih. Sayang saat itu saya tidak gunakan sepatu dan deker pelindung kaki. Padahal saya bawa sepatu dan perlengkapan lainnya. Namun saya masukkan ke dalam tas,” ungkap siswa SMP asal Banjar Tengah, Sesetan, Denpasar. Dijelaskan Agus, kakinya mengalami patah tulang karena terkena sepakan temannya dan kakinya pun terkilir. Saat itu dia sedang mengocek bola. Teman mencoba menghadang. Kemudian Agus menendang bola. Naas ketika agus sudah menendang bola, kaki kanannya disapu lawan. Seketika dia terjatuh. “Awal saya kira kaki tidak patah. Namun, ketika mencoba berdiri tidak bisa. Temannya pun langsung membawa saya ke rumah sakit terdekat,” ucapnya. Sempat memang mendapat perawatan di Puskesmas Kuta. Sayang patah tulang kaki kanan cukup parah hingga dagingnya menyembul. Ia pun harus dilarikan kembali ke RS Sanglah. (kmb42)

BPM/wan

RAMAI - Serangkaian hari raya Kuningan, umat ramai melakukan persembahyangan di salah satu patung dan palinggih di tikungan dekat Terminal Batubulan, Sabtu (15/4) kemarin.

Kuningan, Ratusan Peserta Paket C Ikuti UNKP Singaraja (Bali Post) Di tengah suasana hari raya Kuningan, Sabtu (15/4) kemarin, 350 peserta didik yang tergabung dalam Kesetaraan Paket C mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Ujian mulai digelar pukul 07.00 Wita, dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Geografi.

BPM/may

IGD - Kadek Agus Widiasana kesakitan ketika dievakuasi ke ruang IGD RSUP Sanglah.

Kemendag Pantau Harga di Pasar Tradisional

Denpasar (Bali Post) – Kementerian Perdagangan melakukan pemantauan ke sejumlah pasar tradisional Denpasar, di antaranya Pasar Kreneng dan Pasar Sindu. Pemantauan ini untuk mengetahui harga kebutuhan pokok menghadapi hari raya keagamaan, yakni hari Kuningan dan menjelang bulan Ramadan. Kegiatan peninjauan pasar tersebut didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Wayan Kusumawathi, Kadis Perindag Kota Denpasar Wayan Gatra dan sejumlah perangkat daerah terkait lainnya. “Kami datang bersama tim untuk meninjau langsung pasar tradisional di Kota Denpasar, yakni Pasar Kreneng dan Sindu yang berlokasi di objek wisata Sanur,” kata Staf Ahli Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Lasminingsih di Denpasar, belum lama ini. Lasminingsih mengatakan, dari pemantauan harga kebutuhan pokok, seperti beras, gula pasir, cabai rawit dan bawang merah di pasar tersebut menunjukkan harga masih tetap stabil. Seperti gula pasir Rp 13 ribu per kilogram (kg), cabai rawit merah Rp 48 ribu per kg dan bawang merah Rp 34 ribu per kg. Dalam pemantauan ia mengaku langsung menanyakan kepada para pedagang, bahwa kebutuhan pokok di dua pasar tradisional tetap stabil. ‘’Tidak ada lonjakan harga walaupun saat ini menjelang hari raya keagamaan,” ujarnya. Namun demikian, kata Lastiningsih ia berharap dinas terkait di daerah untuk terus melakukan pemantauan harga, termasuk juga melakukan pengawasan terhadap para distributor kebutuhan pokok tersebut ke pasar. “Dengan langkah pengawasan secara berkelanjutan, kami berharap harga kebutuhan pokok tidak ada kenaikan yang signifikan menjelang perayaan keagamaan tersebut. Saya berharap juga kepada distributor tidak menghambat distribusi barangnya ke pasaran, sehingga harga tetap stabil,” ucapnya. Ia mengatakan, jika distribusinya lancar dan stok barang ada di pasar, maka harga bisa stabil. Karena itulah perlu pengawasan dari semua instansi, termasuk juga berharap kepada warga masyarakat tidak membeli kebutuhan melebihi dari yang diperlukan saat menjelang hari raya itu. “Pemantauan harga kami berharap kepada dinas terkait terus rutin dilakukan dan dilaporkan kepada kami. Sehingga kami mengetahui perkembangannya di daerah, salah satunya di Denpasar. Rencananya kami akan menjadwalkan ke Bali untuk melakukan pemantauan pasar menjelang ramadan tahun ini,” kata Lastiningsih. Sementara Kadis Perindag Kota Denpasar Wayan Gatra mengatakan, pihaknya rutin melaksanakan pemantauan ke pasar tradisional yang ada di Kota Denpasar. Meskipun tidak ada hari raya pihaknya juga melakukan pemantuan harga. Bahkan, jika ditemukan ada bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan pihaknya langsung mencari tahu penyebabnya dan mencari sulusi untuk mengatasinya. (kmb12)

BPM/kmb

tinjau - Staf Ahli Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Lasminingsih saat meninjau harga di pasar tradisional di Denpasar.

Peserta UNKP sebenarnya sebanyak 375 orang. Hari pertama peserta yang tidak hadir persentasenya sebesar 6,9 persen. Ini disebabkan oleh berbagai alasan di antaranya, sakit tiga orang, panggilan kerja tiga orang, berhenti sembilan orang, pindah alamat dua orang, menikah tiga orang, melahirkan tiga orang, pindah tempat tinggal dua orang dan data dobel satu orang. Sementara dari hasil pemantauan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, yang dilaksanakan Kepala Bidang PAUD-PNF Nengah Pujiani dan Kasi Kurikulum PAUD-PNF Komang Sudarsana menyebutkan, UNKP hari pertama berjalan lancar. Peserta antusias mengerjakan soal-soal, baik

yang mengikuti ujian di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Buleleng maupun peserta yang mengikuti ujian di tujuh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di Buleleng. Sebelumnya, sejumlah penyelenggara UN Kesetaraan Paket C dan B tahun ini ditentukan pusat akan melaksanakan UN dengan UNBK, namun dikarenakan belum siapnya peserta dan sarana penunjang UNBK, maka Disdikpora mengajukan permohonan agar diizinkan melaksanakan UN dengan UNKP. Atas izin yang diberikan tersebut, seluruh kesetaraan paket C tahun ini melaksanakan UNKP. Selanjutnya, pelaksanaan UNKP Kesetaraan Paket C berlanjut Minggu (16/4) pagi ini. (kmb38)

BPM/ist

UNKP - Ratusan peserta Kejar Paket C mengikuti UNKP, bertepatan denga hari raya Kuningan, Sabtu (15/5) kemarin.

Kasus Pembunuhan di Jalan Karya Makmur

Sebelum Dibunuh, Mistari Sempat Telepon Istrinya

BPM/bit

TRADISI - Krama Banjar Bongan Tabanan berebut mendapatkan uang dalam tradisi masuryak yang digelar rutin tiap hari raya Kuningan.

Kuningan, Warga Bongan Gelar Tradisi ’’Masuryak” Tabanan (Bali Post) Sudah menjadi tradisi di hari raya Kuningan atau sepuluh hari setelah Galungan, krama Hindu di Tabanan khususnya di daerah Desa Pakraman Bongan, Tabanan melaksanakan tradisi masuryak. Tradisi yang dilakukan secara turun- temurun ini bertujuan mengantarkan roh leluhur kembali ke surga. Di Banjar Bongan sendiri kegiatan ini dimulai pukul 09.00 Wita sampai dengan pukul 11.00 Wita. Diawali dengan persembahyangan mulai dari rumah masing-masing warga, kemudian dilanjutkan di merajan (pura keluarga besar) dan pura khayangan tiga. Setelah prosesi ini usai, trasisi masuryak pun dimulai. Seluruh keluarga besar melangsungkan persembahyangan di merajan (pura keluarga ) memohon keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, begitu juga kepada para leluhur yang berada di rumah sejak hari raya Galungan hingga Kuningan. Masuryak kemudian dilanjutkan dengan membawa segala perlengkapan upacara, seperti banten dan sesajen ke depan pintu masuk rumah masing-masing. Selanjutnya para pemangku atau yang dituakan melantunkan doa-doa

yang ditutup dengan masuryak. Masingmasing keluarga memberikan bekal berupa uang logam mapun kertas. Uang tersebut dilemparkan ke udara kemudian disambut warga lainya. Anak-anak maupun dewasa berebut saling dorong untuk mendapatkan uang. Suasana masuryak semakin semarak dengan penampilan barong ngelawang yang turut serta mengiringi tradisi masuryak. Bendesa Adat Banjar Bongan Gede, I Nyoman Parwata mengatakan, tradisi masuryak merupakan tradisi turun- temurun yang ada di banjarnya. “Masuryak bertujuan mengantarkan roh leluhur kembali ke sorga. Karena sebelumnya yakni pada hari Raya Galungan para leluhur berada di rumah. Setelah sepuluh hari tepatnya di hari raya kuningan kami antarkan leluhur kembali ke sorga. Kami antar dengan suka cita bergembira dengan bersorak sambil melemparkan uang ke udara yang diperebutkan banyak orang,” tandasnya. Besarnya uang yang digunakan dalam masuryak bervariasi, tergantung kemampuan ekonomi warga. Tradisi ini ada secara turuntemurun itu tetap dilaksanakan setiap enam bulan sekali, bertepatan dengan Hari Raya Kuningan. (kmb28)

KASUS pembunuhan di Jalan Karya Makmur, Denpasar Barat, kini masih ditangani aparat kepolisian. Bahkan rencana otopsi pun mundur dari jadwal semula. Jenazah korban, Mistari masih dititipkan di RS Sanglah. Istri korban, Marni terlihat menungguinya di kamar Jenazah RS Sanglah, Sabtu (15/4) kemarin. Penuturan Marni, sebelum dibunuh temannya, Mistari sempat menelepon dirinya yang tinggal di Banyuwangi. Dalam percakapan telepon, dirinya sempat menanyakan kapan suaminya itu pulang. Kata dia, suaminya menjawab belum bisa pulang. Biasanya setiap bulan suaminya pulang ke Banyuwangi. Namun sudah tiga bulan tidak pulang. “Di sini lagi sepi, belum bisa pulang,” tutur Marni menirukan ucapan suaminya. Rencananya suaminya akan pulang setelah hari raya Kuningan. “Ternyata dia pulang untuk seterusnya,” cetusnya. Ditemui di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Sabtu (15/4) Marni sedang menggendong anak keduanya. Wanita yang kini berstatus janda tersebut memiliki dua anak yang masih kecil. Anak pertamanya sudah kelas 3 SD. Sebelumnya Marni tinggal di Bali. Karena anak pertamanya akan sekolah, sehingga ia beserta anaknya kembali ke Jawa. Tinggal suaminya yang bekerja di Bali. Seperti diberitakan sebelumnya, rumah kos di Jalan Karya Makmur, Gang Mukuh Sari, No. 2, Denpasar Barat (Denbar), geger. Rahmat Taufik (34) yang bekerja sebagai calo tiket bus membantai temannya, Mistari (33), hingga tewas sekitar pukul 05.00 Wita, Jumat (14/4) lalu. Mayat korban ditemukan polisi tergeletak di teras kamar nomor 10 yang ditempatinya. Motif pembunuhan, pelaku diduga curiga korban berselingkuh dengan istrinya. Pelaku yang berasal dari Jember, Jawa Timur ini datang ke Bali untuk mencari istrinya. ‘’Korban luka terbuka di leher kiri, kemungkinan ada uratnya putus,’’ kata Kapolsek Denbar Kompol Wisnu Wardana didampingi Kanit Reskrim Iptu Aan Saputra. (kmb42)

BPM/wan

PASAR - Suasana pasar di Denpasar pada saat menjelang hari raya Kuningan, belum lama ini.


4

Minggu Umanis, 16 April 2017

BPM/ist

GURU - Perilaku guru secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian peserta didik. Maka wajarlah jika seorang peserta didik mengidolakan gurunya. Guru-guru seperti ini umumnya memiliki kekhasan dalam proses pembelajaran. Nasihat-nasihat, tuntunan, dan panutan yang dilihat secara langsung oleh peserta didik menyentuh hati nurani peserta didik. Berkesinambungan menumbuhkan kepribadian peserta didik menjadikannya menemukan hakikat dirinya sebagai manusia yang berakhlak mulia. Peserta didik seperti ini sebagai generasi yang menjaga moral bangsa. Seorang guru tentulah tidak akan berdiam diri jika melihat anak didiknya menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Karena tidak jarang, anak-anak bangsa yang menyimpang dari normanorma, bisa sadar kembali setelah dinasihati oleh sang guru. Guru-guru seperti ini akan selalu dikenang oleh peserta didik. Ucapan terima kasih pada seorang guru, terwujud dengan keberhasilan peserta didik menjalani kehidupannya.

Guru sebagai Panutan Peserta Didik

GURU dikatakan sebagai panutan jika mampu memberikan contoh-contoh yang bisa mencerahkan hati nurani peserta didik. Guru teladan bagi peserta didik. Guru contoh terdekat yang selalu diharapkan memberikan tuntunan ke arah yang lebih baik. Guru menumbuhkan nilai-nilai budaya dan karakter mulia pada peserta didik. Tugas mulia ini perlu dihayati dan diamalkan bagi guru. Guru akan dipandang sebelah mata jika menyimpang dari perilaku seorang pendidik. Amat disayangkan memang jika ada oknum guru yang mencederai hakikat dirinya sebagai seorang guru. Tata pergaulan perlu dicermati hingga hal-hal tidak diharapkan bisa terhindarkan. Guru tidak akan bernilai lebih di mata peserta didik jika belum mampu menjadikan dirinya teladan. Maka wajarlah ada ungkapan guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Ungkapan yang memberikan permenungan agar seorang guru selalu menjaga hakikat dirinya sebagai orang dewasa yang memiliki kematangan emosional dan kematangan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Guru tidak bisa melepaskan dirinya di mata peserta didik. Tanpa adanya

peserta didik, maka belum lengkaplah disebut guru. Guru yang bertajuk pemberi pencerah diharapkan menerangi ketidasadaran peserta didik. Kedisiplinan guru dalam pembelajaran, menerapkan waktu yang efektif akan menjadi pembiasaan yang amat baik bagi peserta didik. Kebiasaan-kebiasaan positif yang ditanamkan guru akan terekam secara sistematis dalam memori peserta didik. Peserta didik akan merasakan bahwa dirinya memi-

liki figur dalam perkembangan kepribadiaannya. Peserta didik sebagai subjek dalam pembelajaran. Untuk itu, guru diharapkan mampu menggali dan mengembangkan potensinya hingga mencapai titik optimal. Guru dalam konsep ini berupaya terus mengkreatifkan dirinya dan juga berupaya maksimal mengkreatifkan peserta didik. Semangat kreatif yang hadir di tengah-tengah proses pembelajaran memberikan ruang belajar baru bagi anak-anak

bangsa. Membangun Kepribadian Positif Perkembangan kepribadian peserta didik akan terus mengalami perubahan. Faktor-faktor yang berpengaruh baik secara internal dari dalam dirinya, misalnya bakat, minat, dan kematangan emosionalnya, maupun eksternal dari luar dirinya, misalnya faktor orangtua, keluarga, dan lingkungan sosialnya. Faktor internal yang berada di dalam diri peserta didik bisa jadi tidak berterima dengan yang berada di luar dirinya hingga bisa terjadi benturan-benturan dalam sikap dan perilakunya. Seorang guru diharapkan selalu berupaya menanamkan nilai-nilai kejujuran, kebersamaan, kesetiakawanan, kesopanan dan kesusilaan (Mariana, 2016)

hingga kepribadiannya bertumbuh secara optimal. Perilaku guru secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian peserta didik. Maka wajarlah jika seorang peserta didik mengidolakan gurunya. Guru-guru seperti ini umumnya memiliki kekhasan dalam proses pembelajaran. Nasihat-nasihat, tuntunan, dan panutan yang dilihat secara langsung oleh peserta didik menyentuh hati nurani peserta didik. Berkesinambungan menumbuhkan kepribadian peserta didik menjadikannya menemukan hakikat dirinya sebagai manusia yang berakhlak mulia. Peserta didik seperti ini sebagai generasi yang menjaga moral bangsa. Seorang guru tentulah tidak akan berdiam diri jika melihat anak didiknya menyimpang dari norma-norma yang

berlaku. Karena tidak jarang, anakanak bangsa yang menyimpang dari norma-norma, bisa sadar kembali setelah dinasihati oleh sang guru. Guru-guru seperti ini akan selalu dikenang oleh peserta didik. Ucapan terima kasih pada seorang guru, terwujud dengan keberhasilan peserta didik menjalani kehidupannya. Setiap langkah guru menjadi panutan bagi peserta didik. Guru selalu berupaya agar anak didiknya melangkah lebih baik dari sebelumnya. Guru mencerahkan kesadaran peserta didik akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai generasi penerus bangsa. Kepribadian peserta didik berpengaruh positif terhadap keberlangsungannya dalam menjalani kehidupan sosialnya sebagai warga masyarakat. lIBW Widiasa Keniten

Mengenal Penyakit â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122;Tennis Elbowâ&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; SEORANG pemain tenis dalam suatu pertandingan pasti sering melakukan pukulan backhand. Namun pukulan backhand yang dilakukan secara kurang sempurna dapat mengakibatkan suatu cedera yang dikenal dengan nama tennis elbow.

yang disebabkan karena bermain tenis. Siapa pun bisa mengalami tennis elbow, terutama mereka yang bekerja melakukan gerakan yang sama dari lengan, seperti pemain bowling, pemain bisbol, tukang kayu, mekanik, serta pegolf. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia 30 sampai 50 tahun.

Tennis elbow yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah lateral epycondilitis adalah suatu nyeri pada siku, terutama di bagian luar. Nyeri ini terjadi ketika tendon yang menyambungkan otot siku dengan tulang terlalu banyak berkontraksi, biasanya ketika menggerakkan pergelangan tangan dan lengan secara berulang-ulang. Jika tidak diobati, nyeri ini dapat menjalar ke lengan dan pergelangan tangan. Pemain tenis memang rentan terhadap kondisi ini, hampir 50% pemain tenis mengalami kondisi ini selama karier mereka, oleh karena itu kondisi ini disebut tennis elbow. Namun tidak berarti kondisi ini hanya berdampak ke pemain tenis. Sebagai fakta, dari semua kasus tennis elbow, hanya 5% dari mereka

Sakit Rasa sakit merupakan gejala utama yang dirasakan pada penderita tennis elbow. Jenis rasa sakit yang umumnya menandakan kondisi ini berupa nyeri yang muncul pada sisi luar lengan bagian tengah (tepatnya berada di bawah siku) yang terkadang menyebar hingga ke pergelangan tangan dan perlahan-lahan meningkat. Nyeri ini meningkat ketika melakukan gerakan-gerakan seperti meremas, mengangkat benda, membuka toples, berjabat tangan, menulis, menggenggam benda kecil, serta segala kegiatan yang memerlukan upaya kuat dengan tangan. Terkadang tennis elbow juga disertai gejala-gejala seperti rasa kaku pada siku saat bangun tidur atau

tonjolan tulang pada siku yang terasa sakit jika disentuh. Kondisi tennis elbow umumnya dapat dideteksi dengan menanyakan gejala-gejala, riwayat kesehatan, serta pemeriksaan fisik pasien. Kondisi siku pasien akan dievaluasi secara seksama melalui serangkaian gerakan. Apabila pemeriksaan kondisi fisik saja tidak cukup atau mencurigai adanya penyebab lain, dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan yang lebih mendetail untuk memastikan diagnosis. Misalnya melalui prosedur X-ray, CT-scan, serta MRI-scan. Membaik Tennis elbow termasuk penyakit yang perlahan-lahan akan membaik dengan sendirinya dan tanpa penanganan medis yang khusus. Durasi pemulihan untuk tennis elbow umumnya membutuhkan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Sejumlah langkah yang umumnya bisa dilakukan dengan penanganan di rumah meliputi: menghindari kegiatan yang akan membebani otot-otot siku, khususnya aktivitas

yang memicu tennis elbow, seperti mengangkat beban dan olahraga yang menggunakan tangan yang menderita secara berlebihan, mengonsumsi obat-obatan oral penghilang rasa sakit, mengurangi tekanan pada otot-otot siku dengan membungkusnya menggunakan kain penahan khusus yang bisa dibeli bebas di toko-toko perlengkapan olahraga, serta meletakkan es pada area yang nyeri selama tidak lebih dari 20 menit. Pastikan membungkus es didalam handuk, karena kalau terlalu dingin akan membuat kulit rusak. Es dapat meredakan nyeri siku tenis dikarenakan dapat menghambat peradangan oleh konstriksi pembuluh darah ke daerah luka. Efektif Apabila penanganan di rumah kurang efektif dan pasien tetap mengalami gejala-gejala tennis elbow, dokter mungkin akan menganjurkan langkah-langkah penanganan sebagai berikut: melakukan fisioterapi dengan bimbingan ahli terapi yang hanya dianjurkan bagi pasien dengan gejala yang parah

atau tidak kunjung membaik meski sudah ditangani sendiri di rumah, menjalani terapi gelombang kejut untuk menurunkan tingkat keparahan pada rasa sakit dan

merangsang gerakan otot yang sakit, serta menjalani operasi untuk mengangkat otot yang rusak. ldr. Putu Teja Laksana Nukana

ELBOW - Apabila penanganan di rumah kurang efektif dan pasien tetap mengalami gejala-gejala tennis elbow, dokter mungkin akan menganjurkan langkah-langkah penanganan sebagai berikut: melakukan fisioterapi dengan bimbingan ahli terapi yang hanya dianjurkan bagi pasien dengan gejala yang parah atau tidak kunjung membaik meski sudah ditangani sendiri di rumah, menjalani terapi gelombang kejut untuk menurunkan tingkat keparahan pada rasa sakit dan merangsang gerakan otot yang sakit, serta menjalani operasi untuk mengangkat otot yang rusak.

Mengenal Lebih Dekat Penyakit â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122;Gout Artritisâ&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; HAMPIR sebagian lebih masyarakat luas belum mengerti apa yang dimaksud dengan penyakit gout artritis. Seringkali masyarakat beranggapan bahwa nyeri dan kaku pada sendi adalah penyakit asam urat (gout artritis). Maka dari itu pentingnya kita mengenal lebih dekat dengan gout artritis.

Tofus pada daerah jari tangan.

Gout atau pirai itu sendiri adalah peningkatan asam urat dalam darah (Hiperurisemia) yang berkepanjangan sehingga menyebabkan kelainan yang diakibatkan oleh pembentukan kristal urat. Asam urat merupakan hasil dari metabolisme purin. Perlu diketahui batasan kadar asam urat dalam darah pada lakiâ&#x20AC;&#x201C;laki di atas 7 mg% dan 6 mg% pada perempuan. Pembentukkan kristal urat dianggap sebagai benda asing dan tubuh berusaha menghilangkan benda asing tersebut dengan cara mengeluarkan reaksi radang. Penumpukan kristal urat pada sendi disebut dengan gout artritis. Kelainan tersebut diperkirakan karena penderita mempunyai faktor keturunan (genetik) atau didapat. Pada keadaan lain, tidak semua peningkatan asam

urat dalam darah (Hiperurisemia) menyebabkan gout. Keadaan ini dalam medis disebut hiperurisemia asimptomatis.

terjadi kerusakan sendi dan komplikasi pada ginjal. Secara umum penanganan gout artritis adalah

Pencetus Faktor pencetus terjadinya serangan gout artritis adalah konsumsi alkohol, trauma lokal, operasi, infeksi, pengobatan yang tidak berkelanjutan atau tidak teratur, pemberian obat asam urat dengan dosisi tinggi, dan stres. Gejala dari gout artritis dibagi menjadi 3 tingkatan (stadium), yaitu stadium akut, stadium interval, dan stadium kronis. Pada stadium akut terdapat keluhan nyeri serta adanya pembengkakan sendi, kemerahan, nyeri tekan, teraba hangat pada sendi. Stadium interval merupakan stadium di antara serangan akut tanpa adanya keluhan. stadium kronis dapat terjadi kecacatan sendi, kelainan ginjal, dan benjolan abnormal (tofus) pada daerah jempol kaki, daerah siku, dan jari tangan.

1. Memberikan edukasi. Edukasi tersebut dengan cara memberikan pengertian pada penderita bahwa kadar asam urat perlu dinormalkan, walaupun tidak menimbulkan keluhan. Hindari faktor pencetus (yang telah dielaskan di atas), istirahat sendi diperlukan pada saat serangan akut dan dilanjutkan dengan fisioterapi atau latihan sendi.

Penanganan Penanganan harus secara dini agar tidak

3. Penanganan secara medis. ldr. laura lay

2. Program diet Dengan memberikan anjuran mengonsumsi makanan rendah purin, banyak minum air putih (kurang lebih 2 liter per hari), dan program penurunan berat badan pada penderita gemuk. Program diet tetap dijalankan seumur hidup meskipun kadar asam urat dalam darah telah normal.


5

Minggu Umanis, 16 April 2017

Resensi Buku

Komunikasi dengan ’’Karang’’ Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Terbit Jumlah halaman

: ‘’Caru Pemali’’ : I Gede Sugata Yadnya Manuaba, S.S. : Pustaka Bali Post : 2017 : 124 hal.

BUKU ini merupakan sarana komunikasi yang khusus menguraikan tentang proses ruatan karang yang tertimpa pemalinan (alamat buruk atau menurunnya atmosfir pekarangan). Menginggat jenis pemalinan itu sangat banyak sebutannya, buku ini adalah solusi untuk mengenal pemalinan lebih detail dan tuntas. Orang Bali memang percaya betul kehidupan sangat dipengaruhi oleh ruang dan waktu. Waktu melahirkan keyakinan yang disebut dewasa ayu, yakni baik-buruknya hari sangat menentukan berhasil suatu kegiatan yang dilaksanakan. Buku ini adalah penuntun sederhana untuk memahami lebih detail dan runutan yang harus dilakukan untuk memahami pemalinan. Layak untuk dikoleksi. (osi)

Resensi Film

Erotisme yang Cair Judul Film Sutradara Tanggal Rilis Pemain

: ‘’Fitty Shades Darker’’ : James Foley : 2017 : Dakota Johnson, Jamie Dornan, Eric Johnson, Eloise Mumford, dan Bella Heathcote. FILM ini film ‘’erotis romantis’’ dan ditulis oleh Niall Leonard, berdasarkan novel Fifty Shades Darker oleh penulis Inggris E. L. James. Ini adalah film kedua dalam seri film ‘’Fifty Shades’’, dan sekuel dari film 2015 ‘’Fifty Shades of Grey’’. Film ini dibintangi Dakota Johnson dan Jamie Dornan sebagai Anastasia Steele dan Christian Grey. Pembuatan film ‘’Fifty Shades Darker’’ dan sekuelnya ‘’Fifty Shades Freed’’ dimulai pada 9 Februari 2016 di Paris dan Vancouver. Film ini direncanakan akan dirilis pada 10 Februari 2017. Setelah peristiwa dari ‘’Fifty Shades of Grey’’, Anastasia ‘’Ana’’ Steele mencoba untuk melanjutkan hidup tanpa pengaruh Christian Grey. Namun, Christian mencoba untuk meyakinkan Ana untuk masuk kembali ke dalam hubungan mereka yang rumit, namun Ana menuntut pengaturan baru tanpa rahasia, tidak ada aturan dan tidak ada hukuman. Tetapi sebagai pasangan untuk membangun kepercayaan sulit dilakukan karena Christian mengancam untuk mengobrak-abrik hubungan selamanya. Layak untuk dibuat pilihan film akhir pekan Anda. (osi)

Bocah Laut

CERPEN KEDUA tanganku terus mengayuh, merengkuh setiap genggam air, aku berenang semakin jauh dari bibir pantai yang tadi kupijak. Bulan sabit tepat berada di atas kepalaku, larut malam seperti ini, aku hanya seorang diri di tengah luasnya lautan yang begitu tenang sepertihalnya sebuah meja tanpa apapun di atasnya. Meski sendirian, tak ada yang perlu kutakutkan. Langit begitu cerah, mustahil datang gelombang. Serangan dari binatang laut juga tak usah dikhawatirkan, jika bulan bukan purnama, gurita ataupun ubur-ubur hanya akan memilih berdiam di kedalaman. Kutengok ke belakang, cahaya dari rumah-rumah di tepi pantai sudah tak kelihatan lagi. Itu pertanda, sudah lebih dari lima kilometer jarak yang kutempuh. Senyap, laut begitu sepi. Tubuhku telentang menghadap langit, menyaksikan hamparan bintang yang tak terhitung jumlahnya. Gugusan bintang itulah satusatunya acuan yang bisa digunakan untuk mengetahui di mana posisiku saat ini. Aku diam seakan tidur, tapi mataku terus menyaksikan keajaiban langit malam ini; sebutir bintang melesat jatuh di kejauhan. Ekor cahayanya begitu panjang, seakan-akan menarik ingatanku jauh ke masa silam. Saat itu, usiaku mungkin baru lima atau enam tahun. Duduk seorang diri di haluan perahu kecil bercadik, mengendap-endap perlahan ke tengah lautan, menerabas malam di bawah pancaran purnama. Ayah terus mendayung di bagian belakang. Aku tak tahu akan menuju ke mana perahu ini, yang kutahu hanyalah sebuah ceruk di dekat sebuah pulau yang entah apa namanya tapi begitu banyak ikan berkumpul di sana. Di tempat itulah, ayah akan menghentikan dayungnya dan segera melemparkan mata kail. Satu jam, dua jam, tiga jam, sudah berulang kali ayah menaikkan ikan ke atas perahu, tapi senar milikku masih tenang-tenang saja. Tak ada tanda-tanda disambar ikan. Padahal ikan-ikan yang berenang di bawah perahu terlihat begitu jelas. Rasanya aku ingin melompat saja dan menangkapnya dengan tangan kosong, tapi sebelumnya aku menengok ke arah ayah, ia tersenyum, mungkin ingin bilang bahwa kesabaran adalah kuncinya. Kuurungkan niatku. Menjelang subuh. Tubuhku sudah terlelap memeluk gagang dayung, di samping ikan-ikan yang meregang kaku. Bau amis tak lagi dihiraukan. Rasa kantuk terlalu deras menerjang mataku. Sementara itu, ayah masih terus menarik ikan ke atas perahu. Mengumpulkannya sebanyak mungkin untuk dijual di pasar siang nanti setelah kembali ke daratan. Pipiku terasa hangat, matahari sudah kelihatan di sisi timur. Kulihat ayah mengemasi ikan-ikan yang berserakan di badan perahu ke dalam keranjang, “kita panen hari ini,” katanya. Aku senang melihat ikan menggunung sekeranjang penuh, yang artinya, hari ini kami akan dapat banyak uang. Ayah bergegas mendayung perahu kecil ini kembali ke daratan, kami balapan dengan waktu. Pasar akan bubar sebelum jam sebelas siang. Jika terlambat, sekeranjang penuh ikan ini jadi tak berarti apa-apa. Dijual murah ke tengkulak, atau dibiarkan membusuk. Sekelompok lumba-lumba berenang mengiringi perahu, begitu dekat. Tanganku bahkan leluasa menyentuh siripnya yang licin. Pemandangan seperti ini hampir setiap pagi kujumpai. Jika ada ikan kecil yang tak mungkin dijual di pasar, kulemparkan ke kawanan lumba-lumba itu. Mereka akan saling berebut, ‘’lihat ayah, mereka lucu sekali.’’ *** ‘’Bocah laut… kemari. Mimi punya kue apam untukmu,’’ baru saja aku dan ayah memasuki gerbang pasar menenteng keranjang ikan, Mi Inah sudah memanggilku. Ia adalah pedagang nasi langganan kami, tapi sudah kuanggap seperti nenekku sendiri, begitupun ia menganggapku sep-

Oleh Dwi.S. Wibowo

erti cucunya sendiri. Aku segera berlari menghampirinya. Semua orang di pasar ini memanggilku dengan sebutan bocah laut, menurut cerita Mi Inah dikarenakan aku lahir di perahu saat ayah dan ibu tengah melaut. “Ayahmu tak pernah mau meninggalkan ibumu seorang diri, apalagi dalam keadaan hamil tua seperti itu. Makanya, tidak heran kalo ibumu melahirkanmu di tengah laut.” “Tidak ada bidan?” tanyaku. “Bidannya ya ikan lumba-lumba,” jawab Mi Inah sambil tertawa. Ayah segera bergabung, setelah mengambil sebungkus nasi ia duduk di sebelahku, “teh panas, Mi.” “Eh Kasmin, kamu tahu ada kabar buruk pagi ini?” “Apa? Juragan karto memborong ikan dengan harga murah?” “Lebih buruk Min, si Jumirah…kamu ingat?” “Sudahlah Mi, tidak usah diceritakan. Sudah cukup aku hidup berdua dengan Barli,” ayah mengusap kepalaku. Mi Inah terdiam sejenak, “tadi pagipagi sekali, dia datang kemari. Berdua dengan suaminya. Tiga jam lebih mereka menunggumu, tapi perahumu tidak muncul-muncul. Mereka hanya titip pesan…,” Mi Inah kembali terdiam, seperti enggan melanjutkan. Mang Oni yang baru selesai makan, langsung menimpali “mereka ingin membawa Barli.” Tiba-tiba ayah dengan keras menampik gelas teh yang disodorkan Mi Inah, sontak saja aku terkejut mendengar suara gelas pecah. Sambil meremas bungkus nasi di tangannya, “tidak bisa! Aku yang selama ini membesarkannya.” Aku tak tahu kenapa ayah mendadak marah seperti itu. Siapa sebenarnya Jumirah itu? Sepanjang aku ikut ayah melaut, baru kali ini aku melihatnya begitu marah. Padahal biasanya, ia begitu sabar dan penyayang. Orang-orang di pasar segera merubung warung Mi Inah, mereka mungkin penasaran akibat suara gaduh yang tiba-tiba. Mang Oni menyela, “sabar min, jangan terbawa emosi.” “Enam tahun kang, enam tahun! Dia seenaknya meninggalkan kami berdua demi mengejar duit lelaki lain,” kemarahan ayah semakin meninggi, “kemana dia waktu Barli butuh air susunya? Kemana

dia waktu Barli kena disentri?” Saat itulah, untuk pertama kalinya aku mengetahui siapa sebenarnya ibu yang telah melahirkanku. Meski sebenarnya tak seberapa penting buatku, seperti kata ayah selama ini, “ibu hanya masa lalu.” Benar katanya, untuk apa mengingat seseorang yang tak menginginkan kita lagi hanya karena tak tahan dengan penderitaan akibat kemiskinan menahun. Kemiskinan yang kami alami ini hanya menciptakan lapar berkepanjangan, tapi tidak sedikitpun mengikis kebahagiaan. Aku senang ikut ayah melaut setiap hari, menangkap ikan, belajar mendayung, dan bertemu lumba-lumba. Tak semua orang punya kesempatan seindah ini bukan? Ayah memelukku semakin erat, lalu menggendongku meninggalkan sekeranjang ikan di depan warung Mi Inah. Sementara orang-orang masih berkerumun, saling menggunjing satu sama lain. *** Kudengar suara petir. Mataku terkesiap, tak sadar lamunanku terlalu jauh. Di langit, kelihatan kilatan cahaya berulang kali. Celaka, pikirku. Cuaca terlalu cepat berubah, sementara aku masih terapungapung seorang diri di sini. Di tengah laut seperti ini, mendung tak hanya berarti hujan layaknya di daratan, melainkan akan jadi badai. Permukaan laut yang tenang bisa berbalik jadi gelombang maut yang membalikkan perahu, bahkan mengoyaknya menjadi kepingkeping kayu. Apalagi tubuhku? Aku harus segera menepi mencari daratan terdekat. Dengan ataupun tanpa gugusan bintang sebagai acuan navigasi. Lenganku semakin cepat mengayuh, ini tak jauh beda dengan sebuah perlombaan. Aku harus sampai ke pulau terdekat sebelum tetes pertama jatuh dari langit. Semakin cepat mengayuh, ternyata semakin banyak air garam yang masuk ke kantung mataku. Kurasakan perih yang sangat menyiksa, persis yang kurasakan saat badai terakhir itu datang. Malam itu, kami ingin pergi sejauh mungkin. Ketempat dimana tak seorangpun akan menemukan kami. “Kita akan pergi kemana, Yah?” “Ke tempat yang jauh, Nak.” Ayah sama sekali tak menatapku, dan terus memasukkan baju-baju ke dalam buntalan sarung. “Kita akan pergi ke pulau yang aman dengan sebuah teluk yang dipenuhi

berbagai jenis ikan. Di sana, ayah akan mengajarimu menangkapnya dengan tangan kosong, kamu mau?” Aku mengangguk, “asalkan selalu bersama ayah.” Ayah lalu segera membopongku keluar dari rumah. Orang-orang telah ramai berkerumun di pantai. “Kasmin, mau kamu bawa anakmu kemana?” Mang Oni berusaha mencegat langkah ayah. “Kami harus pergi dari sini, kang.” “Tapi kemana?” “Entahlah.” “Kamu lihat! Mendung di tengah laut sana,” kulihat tangan mang Oni menunjuk ke tengah laut. “Kami harus pergi sejauh mungkin. Jangan sampai Jumirah tahu, jangan sampai dia mengambil barli dariku,” raut muka ayah seperti dilanda ketakutan. Mi Inah yang juga ada di sana, berusaha mengambilku dari gendongan ayah. “Lihat Min…, badai di tengah laut sana.” “Lepaskan, Mi! lepas!” “Kalau kamu ingin bunuh diri, matilah sendiri! jangan kamu bawa anakmu yang tidak tahu apa-apa.” Kedua lengannya begitu kuat memegang tubuhku, sampai kurasakan sakit karenanya. Tubuh Mi Inah terlontar ke atas pasir, tak sanggup melepaskanku. Itulah usaha terakhir untuk menahan langkah kami. Mi Inah, mang Oni, juga orang-orang lainnya yang turut berkumpul tentu memahami seberapa besar ketakutan ayah kehilanganku sehingga membuatnya kalap dan ingin pergi sejauh mungkin. Ke tempat di mana tak seorang pun yang tahu, termasuk perempuan yang harus kusebut ibu itu. Ayah meletakkanku di atas perahu bersama buntalan sarung. Sekuat tenaga ia mendorong perahu. Mang Oni, mungkin karena kasihan, membantunya hingga perahu masuk ke air. “Kami mungkin tidak akan kembali,” kata ayah berpamitan. Mang Oni memeluknya, kemudian memelukku, “bocah laut, kembalilah kemari kalau kau sudah dewasa. Mamang pasti bakal merindukanmu.” Untuk pertama kalinya aku dipaksa memahami makna dari sebuah perpisahan, belajar menciptakan jarak dari orang-orang terkasih. Aku mengangguk mengiyakan perkataan Mang Oni, lalu menangis melihat lambaian tangannya. Tangis yang juga kulihat di mata ayah yang sekuat tenaga mendayung, menjauhi pantai. Kedua mataku tak lagi dapat mengenali warna daratan, semua beralih abu-abu. Tertutup hujan yang terlampau lebat. Bajuku sudah basah kuyup, ayah memintaku membungkus diri dengan sarung dan merapat ke tubuhnya agar tak lerlempar ke air. Perahu bergoncang akibat dihantam gelombang yang begitu kuat, separuhnya juga sudah terisi air, tapi ayah tetap teguh dengan pendiriannya. Mendayung dan mendayung terus, hingga salah satu cadik di sisi kanan patah dan mengoyak lambung perahu. Setelahnya, tak ada lagi yang kuingat. Entah berapa hari berselang, seorang nelayan menemukan tubuhku terapung memeluk sebatang kayu. Seorang diri. *** Gelombang sudah semakin tinggi, satu persatu air jatuh dari langit yang gelap. Suara petir sudah tak kuhiraukan lagi. Beberapa kali kepalaku tersilap air, sejumlah itu juga aku berusaha menyembul lagi dan menambah laju renang. Ini adalah angin yang sama, juga hujan yang sama dengan badai sekian tahun silam. Aku hapal betul gerak dan aromanya. Keberuntungan mungkin mendatangiku saat itu, tapi kali ini, ia mungkin absen untuk kedua kalinya. Aku harus bergegas menuju daratan, semoga ada sebuah pulau tak bernama di depan sana, juga sebuah teluk yang dipenuhi berbagai jenis ikan.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Dewa Komang Mahadewa Bakti Setyanta

Khoiril Mawahib

W.G. Sumarta Ikhsan Dwiono Windhu Segara


DIMENSI

6 ramalan

bintang

Capricorn: Peruntungan: Sesuatu yang tidak Anda duga sebelumnya siap menghancurkan bisnis Anda, jika tidak ada persiapan untuk menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang bisa timbul disaat seperti ini.Karier: Tetaplah maju dan selalu taburkan benih-benih kebaikan. Kesehatan: Jalanilah segala persoalan hidup ini dengan hati yang tenang dan penuh kedamaian, jangan sampai nafsu amarah, dendam dan iri hati menghiasi lubuk hati Anda. Keuangan: Pemasukan masih berjalan mulus dan lancer, sekalipun rintangan mulai datang menghambat. Cinta: Cobalah segala sesuatunya dimusyawarahkan dulu dengannya. Beda pendapat itu adalah hal yang wajar dan lumrah, jadi tak perlu dipersoalkan. Aquarius: Peruntungan: Di minggu ini meskipun persoalan tiada hentinya, sebaiknya konsentrasi tetap dipertahankan, jangan sampai menyerah dengan keadaan. Karena memang sudah begini jalan yang harus dilalui dengan penuh kemantapan hati. Karier: Tetaplah berusaha dan tidak berputus asa, maka jalan keluar pasti akan dapat ditemukan juga. Kesehatan: Perbanyaklah makan sayur-sayuran, terutama yang berwarna hijau, begitu juga dengan minuman ada baiknya Anda perbanyak minum air putih. Keuangan: Jangan terpropaganda oleh hasutan kompetitor Anda, jalani saja apa yang telah menjadi rencana Anda. Cinta: Bersikaplah dewasa dalam memutuskan suatu perkara dan jangan terlalu egois. Pisces: Peruntungan: Jangan biarkan kecerobohan mengganggu kinerja dan kelangsungan bisnis Anda. Apalagi kompetitor tampak selalu memperhatikan setiap gerak-gerik Anda. Karier: Bila ada persoalan sebaiknya bisa segera diambil tindakan dengan penuh kesabaran dan pikiran yang jauh ke depan. Kesehatan: Jangan bosan untuk selalu mengkonsumsi buah-buahan seperti biasanya, agar kondisi badan tetap prima. Keuangan: Income di minggu ini sebenarnya lumayan tinggi, hanya saja jika tidak bisa me-manage-nya, maka pemborosan akan siap membikin pusing Anda. Cinta: Masalah yang tengah Anda berdua hadapi saat ini segera saja dicari titik pemecahannya, jangan tunggu nanti. Aries: Peruntungan: Jangan hanya diam saja melihat sikap orang lain meremehkan kemampuan diri Anda, segera lakukan gebrakan karena bagaimanapun juga mereka ternyata tidak bisa dihadapi dengan halus. Karier: Jika mereka dirasa sudah menginjak-nginjak harga diri Anda, maka tak perlu ragu untuk menegurnya. Kesehatan: Hindari dari perasaan jengkel yang tentu saja akan berdampak yang cukup fatal terhadap kesehatan Anda. Keuangan: Untuk sementara jangan beri pinjaman kepada siapapun juga. Cinta: Tak adalah ruginya jika Anda mengalah demi ketenangan hubungan percintaan Anda dengannya. Taurus: Peruntungan: Yakini intuisi yang timbul dari hati Anda yang paling dalam, dengan kata lain feeling akan pegang peranan dalam kesuksesan Anda di minggu ini. Karier: Banyak celah yang bisa dimanfaatkan, untuk itu yang pandai-pandai mengambil hati atasan. Kesehatan: Kondisi badan dan pikiran Anda tampak bagus dan tak perlu dikhawatirkan. Pertahankan kondisi yang bagus ini dengan selalu melakukan olahraga rutin setiap pagi hari. Keuangan: Pemasukan ternyata tak sebesar seperti yang Anda bayangkan, untuk itu hindari pemborosan. Cinta: Bertuturkatalah yang halus dan tanpa suara yang kasar, karena akan mampu mengurangi ketegangan yang seringkali muncul bila ada perbedaan pendapat. Gemini: Peruntungan: Pintu kemujuran seakan-akan mulai terbuka, walaupun belum cukup jelas akan tetapi hawa keberuntungan sudah mulai bisa dirasakan. Karena kemujuran masih belum terlalu dekat, ada baiknya jika Anda tetap berlaku hati-hati. Karier: Hindari berkata tak benar, meskipun itu baik menurut Anda. Kesehatan: Masih sangat riskan jika melakukan olah raga yang terlalu berat, walaupun kondisi sudah terasa lebih baikan. Keuangan: Pemasukan masih terus mengalir dan cukup membikin anda tenang di minggu ini. Cinta: Cekcok mulut mulai mereda, sehingga kehangatan akan lebih terasa. Cancer: Peruntungan: Perjalanan Anda mulai mengalami hambatan, walaupun sinar matahari sudah menampakkan sinarnya, akan tetapi angin kencang harus lebih diwaspadai karena bisa merusak apa saja. Itu perlambang bahwa dibalik kemujuran tersebut muncul hambatan-hambatan. Karier: Jangan berpangku tangan terhadap situasi di sekitar Anda saat ini. Kesehatan: Cobalah positif thinking dan ambil hikmahnya dari semua permasalahan itu, sehingga pikiran dan badan bisa tetap segar dan tidak timbul masalah. Keuangan: Jangan mudah terhanyut oleh perkataan orang, cobalah Anda bisa berpikir lebih realistis. Cinta: Komunikasi yang baik sebaiknya tetap dijaga jangan sampai timbul perselisihan, apalagi hanya karena persoalan sepele. Leo: Peruntungan: Perbintangan Leo di minggu ini tetap cerah dan tenang dan jauh dari marabahaya. Suasana yang berprospek cerah ini sebaiknya benar-benar bisa dimanfaatkan jangan hanya mengandalkan bisnis yang sudah ada. Karier: Jaga motivasi anda jangan sampai mengalami penurunan. Kesehatan: Perut sebaiknya tetap dijaga, jangan terlalu banyak makanan pedas. Keuangan: Tetap stabil, pengeluaran kembali normal sedangkan pemasukan semakin tinggi. Cinta: Jangan cemas, tidak semua perkataannya keluar dari lubuk hatinya. Virgo: Peruntungan: Anda mulai memasuki cobaan-cobaan yang lumayan berat, terutama segi emosi Anda yang tampak terus diganggu. Ini memang merupakan ujian untuk bisa meraih kesuksessan di masa mendatang. Karier: Hadapilah semua permasalahan yang muncul dengan sabar, bila perlu positif thinking saja. Kesehatan: Sehat tidaknya di minggu ini memang tergantung dari Anda sendiri. Keuangan: Walaupun hambatan cukup banyak, akan tetapi disegi keuangan tampak terus meningkat. Cinta: Selama tidak mengeluarkan perkataan yang kasar, maka hari-hari yang Anda lalui bersamanya akan terasa indah dan romantis. Libra: Peruntungan: Jangan ragu dan pesimis dalam menyikapi setiap peluang yang muncul, walaupun peluang itu datangnya memang tidak Anda duga sebelumnya. Karier: Memang lagi bersinar sehingga segala rencana akan dapat berjalan lancar. Kesehatan: Tidak mengalami masalah, bahkan kondisi badan dan pikiran benar-benar prima dan segar di minggu ini. Keuangan: Tak perlu banyak pertimbangan jika memang ada tawaran yang menguntungkan, tak perlu ragu untuk mengambil keputusan penting. Cinta: Terkadang sikap mengalah akan bisa melunakkan hatinya dan membikin sidia bertambah sayang pada Anda. Scorpio: Peruntungan: Jangan gegabah dalam menyikapi setiap tandatanda yang muncul disekitar Anda, berkonsentrasilah terhadap suatu masalah yang benar-benar penting, jangan sampai pikiran terpecah oleh suatu hal yang seharusnya tidak perlu terlalu dipikirkan. Karier: Dalam mengambil keputusan sebaiknya Anda tetap mendahulukan rasio dari pada perasaan.Kesehatan: Omongan orang lain ada baiknya bisa disikapi dengan tenang. Hati boleh saja panas akan tetapi pikiran harus tetap dingin dan jernih. Keuangan: Sedikit seret, walau begitu bisnis tetap berjalan lancar dan sesuai dengan rencana. Cinta: Ada pihak ketiga yang perlu diwaspadai, maka dari itu bila ada masalah sebaiknya jangan dibicarakan dengan orang lain. Sagitarius: Peruntungan: Tidak selamanya harapan akan menjadi kenyataan, terkadang sesuatu yang dikejar akan sulit diraih, akan tetapi jika sudah waktunya bila tidak dikejarpun, maka akan datang sendiri. Karier: Walaupun harapan terasa masih diangan-angan, akan tetapi hanya dengan kerja keraslah maka semua itu akan bisa teraih. Kesehatan: Masih rentan dengan sakit, maka dari itu istirahat tetap harus diberi prioritas utama. Keuangan: Ada saja problem yang tak disangka yang juntrungannya bisa menggoyang keuangan Anda.Cinta: Diasuh Oleh Persoalan kecil tak perlu dimasukkan Putri Wong Kam Fu hati, cobalah bisa bersikap lebih dewasa Berlaku agar hubungan tetap tenang dan jauh dari cekcok mulut. 16 -22 April 2017

Minggu Umanis, 16 April 2017

Weda Wakya

Memaknai Hidup Singkat Penuh Makna Sri Prahlada uvaca Kaumarah acaret prajño dharman bhagavatan iha Durlabham manusam janma tad apy adhruvam arthadam (Bhagavata Purana 7.6.1) “Sri Prahlada berkata: Orangorang terpelajar bijaksana melaksanakan ajaran-ajaran suci Dharma sejak usia kanak-kanak dalam usaha berbhakti kepada Tuhan YME. Hidup manusia ini sangat sulit didapatkan, ia pernuh makna, namun sangatlah singkat.” Hidup menjelma menjadi manusia sangatlah berarti, sulit didapatkan, dan dalam kenyataannya usia manusia sangatlah singkat (svalpam tathayur), tetapi di saat yang sama ia dipenuhi oleh berbagai halangan dan cobaan (bahavas ca vighnah). Umat Sanatana Dharma dituntut untuk bersungguh-sungguh merenungkan kenyataan ini dengan seksama, bukan sebagai pengetahuan saja melainkan agar kesadaran indah seperti ini dapat melekat, meresap dan mendarah daging di dalam dirinya. Dengan kata lain, kesadaran indah tersebut telah menjadi bagian dari keutuhan dirinya sebagai insan manusia. Tersebutlah pada zaman dahulu, dalam usaha mengembangkan sayap kekuasaannya untuk menaklukkan wilayah-wilayah di dunia, Raja Yunani, Alexander the Great (356-323 SM) akhirnya mencapai India, tanah Bharata, pusat orang-orang suci dan ajaranajaran suci. Di India, cerita-cerita klasik, cerita para orang tua ke anakanaknya, biasanya selalu terselipkan cerita-cerita tentang Raja Alexander the Great bertemu dengan orang-orang suci atau para Yogi. Alexander, ternyata sangat menghormati para pertapa. Ia selalu berusaha untuk bertemu dengan orang-orang suci India demi mendapatkan karunia darinya. Pada suatu hari, Alexander dan tentaranya sampailah di suatu tempat di India Utara. Merasa kecapaian, akhirnya mereka beristirahat dan berkemah di dekat hutan. Alexander the Great mendapatkan informasi bahwa di dekat mereka berkemah, tinggallah seorang pertapa yang sangat disegani oleh umat di sana. Mendengar informasi tersebut, Alexander segera mengirimkan utusannya menghadap pertapa, memohon agar pertapa berkenan hadir di perkemahannya untuk menerima penghormatan dari Alexander. Akan tetapi, pertapa suci itu menolak datang ke kemah

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa Alexander, sebaliknya pertapa tersebut mengundang Alexander the Great untuk datang berkunjung ke pertapaannya. Alexander dengan senang hati memenuhi undangan pertapa itu. Ia pun datang mengunjungi pertapa tersebut. Namun…, begitu masuk ke dalam ruang pertapaan, Alexander the Great tidak menemukan satu kursi pun disiapkan untuk dirinya. Alexander bertanya kepada pertapa, “Maaf Tuan Pertapa…, apakah ada kursi untuk saya?” Pendeta menjawab, “Lha…, Anda seorang raja besar, kan semestinya membawa Singasana Raja yang bagus kemana pun anda pergi…?” Alexander segera menjawab, “Tetapi Tuan Pertapa, saya kan orang yang hanya lewat sementara dan berkemah di sini….” “He he sama…, kita sama…, keadaan kita sama….”, pertapa berkata sambil tersenyum. “Maksud Tuan Pertapa???”, tanya Alexander penuh keheranan dan tanda tanya di kepalanya. Pertapa tersebut akhirnya memberikan penjelasan lebih detail, bahwa sebagaimana Alexander datang ke daerah itu hanya untuk lewat saja, demikian pula, Pertapa tersebut mengatakan dirinya datang ke dunia ini hanya untuk lewat saja dan tidak untuk tinggal permanen di dunia Mayapada yang penuh dengan khayalan ini. “Saya dan Anda hanya lewat dan mampir. Kita tidak akan tinggal di dunia material ini untuk selamanya. Persis sebagaimana Anda datang ke sini hanya untuk lewat dan mampir meminum kopi.” Demikian, hidup sebagai manusia di dunia material ini hanyalah numpang lewat. Begitu saatnya tiba, semua dipaksa meninggalkan dunia ini, walaupun membangkang, menolak dan tidak mau menerima kenyataannya. Semua akan meninggalkan anak, istri, suami, kekasih, harta benda, nama dan lain-lain kesayangan semu di dunia maya ini. Memang, atas karunia khusus dari Tuhan, manusia mempunyai pilihan seperti contoh berikut: Seorang pejabat diputuskan bebas oleh lembaga pemasyarakatan

lebih awal dari masa hukuman yang diputuskan oleh Pengadilan. Alasannya, karena yang bersangkutan melakukan banyak tindakan baik sehingga banyak mendapatkan remisi hukuman. Namun, ada juga seseorang yang terpidana harus menghabiskan waktunya di penjara sesuai dengan jumlah hukuman yang diputuskan Pengadilan. Hal yang sama juga terjadi pada diri manusia di dunia ini. Manusia terpenjara dalam “kerangkeng besi” yang bernama Maya (khayal, illusi). Ada 2 hal yang dapat dilakukan; pasif mengikuti takdir “pengadilan” ataukah aktif melakukan praktik-praktik spiritual sehingga mendapatkan “remisi khusus” yang kemudian lebih cepat menghantarkan kepada pembebasan, moksa atau pembebasan sejati, terbebaskan dari kesengsaraan hidup material. Pembebasan itulah yang hendaknya menjadi tujuan utama praktik spiritual. Mereka yang menyimpan tujuan pembebasan sejati, tidak terpancing lagi oleh tujuan-tujuan lain yang muncul menjamur dalam praktik spiritualnya. Sebab, semua tujuan sampingan tersebut dapat menghilangkan diri sang pencari dari tujuan utama praktik spiritualnya. Ribuan bahkan jutaan alasan sangat masuk akal akan segera datang menawarkan dirinya kepada sang pencari kesejatian hidup, dengan segala gaya dan make-up yang menawan hati. 99,9% orang akan segera beralih kepada kemasan-kemasan “tujuan bukan tujuan”, demi kepuasan dan kebahagiaan semu yang sangat cepat bisa didapatkan. Orang akan cenderung memilih kemasan, karena memang itulah tujuan sebuah kemasan, yaitu untuk menghilangkan nilai sejati dari isi agar orang-orang memberikan perhatian, tujuan, kepuasan, kenyamanan, kesenangan, usaha dan kerja kerasnya demi mendapatkan kebahagiaan semu yang tersembunyi rapi di dalam kemasan. Praktisi spiritual yang jeli akan berhati-hati untuk segera menjadi tertarik kepada kemasan, sebab, kemasan berbeda dengan wadah. Kemasan bertujuan mengaburkan isi, sedangkan wadah bertujuan menunjukkan isi. Jika orang menyadari “isi” dari setiap pribadi insan manusia adalah “isi” Tuhan itu sendiri dalam bentuk anu (atom), maha kecil tetapi mempunyai “isi” yang sama dengan Tuhan YME dalam kuantitas berbeda. Mereka yang menyadari “rahasia parama anu” tersebut tidak akan memilih kemasan melainkan wadah, dalam

tekad usaha “hidup atau mati”. Mereka bersungguh-sungguh mengusahakan kelayakan wadah agar memenuhi syarat untuk menyangga anu parama anu yang secara dasar mempunyai segala kehebatan, segala pengetahuan, penuh rahasia, dan kekal abadi. Fokus adalah pada pembentukan wadah dan bukan pencapaian diri dalam kesenangan atau keberhasilan khayal. Praktisi spiritual sejati tidak akan menjadikan meditasinya sebagai alat untuk mencapai “kegagalan” (baca: keberhasilan material), agar hidup manusia yang sangat singkat ini bermanfaat untuk kehadiran Sang Atma ke dunia ini, bukan sebaliknya sekadar untuk “jalanjalan”, mampir ke dunia ini dua hari hanya untuk “minum kopi”. Praktik spiritual yang dilakukan hendaknya demi pencapaian tujuan utama hidup manusia. Halangan, cobaan, tantangan, hantaman, serangan....semua akan berdatangan bertujuan menggagalkan kehadiran singkat ke dunia ini. Akan tetapi, seorang praktisi spiritual yang jujur dan tulus akan terus mempraktikkan meditasinya bahkan tanpa tujuan. Bermeditasi hanya untuk bermeditasi. Karena, dalam bermeditasi hanya untuk bermeditasi, di sana sudah tersimpan rapi dan selamat tujuan maha agung, yang hanya akan memberikan kemuliaan hidup. Tentu saja, “tamu” fitnah, cacian, makian, kecurigaan, tuduhan, atau hantaman dari berbagai arah akan berdatangan menyapanya. Namun, “sapaansapaan” tersebut semua akan menambah semangat juangnya di dalam meniti jalan spiritual yang sudah ditekuninya dan sudah nyata-nyata memberikan segala kemuliaan hidup baginya. Ia tidak akan menipu dan mengingkari atau menghujat praktik spiritual yang dilakukannya hanya demi mengangkat keakuan palsunya, bahwa, ”I am the great...” Mendapat kesempatan lahir menjadi manusia sangatlah utama (durlabham manusam janma). Akan tetapi, pada umumnya orang lupa bahwa dirinya hadir di dunia ini hanya sebagai “tamu”. Mereka berjuang keras untuk eksis di dunia ini dalam Aham (aku) dan mama (milikku). Dari “aku” dan “milikku” inilah bermunculan kelobaan akan uang, harta, jabatan dan lainlain kesenangan-kesenangan duniawi, tanpa rasa puas, tanpa henti. Ketika saatnya tiba, ajal datang menyapa..., kagetlah orang membaca tulisan besar di hadapannya: “You are too late”, alias “Anda sudah terlambat”.

MIMBAR AGAMA

Dhamma Pelindung Dunia

Redaktur Khusus MIMBAR

BUDDHA Dhana Putra Jika kita mengikuti berbagai berita yang muncul di media cetak, media elektronik, dan juga media social, terdapat kesan bahwa ada banyak masalah yang bermunculan di dunia ini. Dunia ini tidak pernah berhenti dengan permasalahannya, baik pribadi maupun kelompok. Duapuluh enam abad uang silam, Buddha Gotama telah menjelaskan tentang dua Dhamma yang bisa dipergunakan sebagai pelindung dunia; yakni rasa malu (hiri) dan rasa takut (ottapa) sebagai komponennya. Selama seseorang memiliki rasa malu dan rasa takut, selama itu pula dia akan melakukan kebaikan dan tidak menimbulkan permasalah dalam kehidupannya. Rasa malu sering diumpamakan seperti ketika Anda terpeleset ketika berjalan di jalanan

yang basah atau ketika menginjak kulit pisang tanpa sengaja. Anda terjatuh dan semua orang seakan-akan memandang ke arah Anda. Ini akan menimbulkan rasa malu. Bisa jadi semua orang akan membicarakan kejadian tersebut, bukan hanya sekarang tapi juga dalam beberapa hari ke depan. Apa yang terjadi ketika seseorang melakukan perbuatan buruk dan akhirnya banyak pihak yang mengetahui? Ketika seseorang ketahuan mencuri, membunuh, selingkuh, korupsi, menipu dan sebagainya. Keluarga besar akan merasa tidak nyaman, malu saat bertemu dengan orang lain. Tetangga akan berbisik-bisik membicarakan masalah Anda. Apalagi kalau masalah Anda juga menjadi konsumsi media; semua orang bisa mengetahuinya. Rasa takut diumpamakan seperti ketika Anda pergi ke hutan dan bertemu dengan binatang buas. Anda dalam posisi saling berhadapan. Anda ketakutan. Takut akan menjadi mangsa binatang buas. Anda dalam bahaya besar. Kematian seakan-akan ada di depan mata, bisa terjadi seketika. Ketika seseorang melakukan perbuatan buruk, di dalam batinnya telah muncul perasaan

takut akan akibat kejahatan yang dilakukan. Apakah para koruptor tidak takut dengan hukuman yang akan dijalani bila sampai ketahuan dan tertangkap tangan? Demikian juga mereka yang membunuh, mencopet, menodong, merapok, menjual narkoba dan juga para pelaku kejahatan lainnya. Ada risiko buruk yang bisa terjadi bila kejahatan mereka diketahui. Kalau pun mereka selamat, tidak sampai berurusan dengan penegak hukum dan pihak berwajib lainnya, mereka masih akan menikmati buah kejahatan dalam kehidupan mendatang. Hukum alam, hukum karma akan bekerja; sesuai dengan benih yang ditabur, demikian pula hasil yang akan dipetik. Kehidupan yang tidak menyenangkan siap menyambutnya, bukan hanya sekali atau dua kali, namun berulang kali. “Jika kedua kualitas terang (hiri dan ottapa) ini tidak melindungi dunia, maka tidak akan terlihat di sini (pengendalian apa pun sehubungan dengan) ibu dan bibi seseorang, atau para istri dari para gurunya dan orang-orang (lainnya) yang dihormati. Dunia akan menjadi tempat perilaku seksual yang tidak pandang bulu,

seperti kambing dan domba, ayam dan babi, anjing dan serigala. Tetapi, karena kedua kualitas terang ini melindungi dunia, maka di sini terlihat (pengendalian sehubungan dengan) ibu dan bibi seseorang, atau para istri dari para gurunya dan orang-orang (lainnya) yang dihormati. ”Cariyasutta, Anggutara Nikaya II.9 Namun untuk ukuran zaman sekarang, nampaknya banyak orang yang sudah kehilangan rasa malu dan rasa takut. Banyak koruptor yang merasa bangga bahwa dirinya telah berhasil melakukan korupsi sekian miliar atau lebih. Mereka masih bisa tersenyum ketika disorot media, masih bisa tertawa, masih bisa menikmati gaya hidup yang mewah. Mereka mungkin juga tidak takut dengan akibat yang menunggunya di masa depan. Mereka bisa jadi tidak percaya, tidak pernah diajarkan dan tidak mengenal hukum karma. Namun bukan berarti hukum tersebut tidak ada. Memiliki rasa malu untuk berbuat jahat dan rasa takut akan akibat perbuatan jahat akan membuat hidup kita lebih tenang dan lebih bahagia; baik di alam ini maupun di alam berikutnya.

PERMATA HATI

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) Pasangan suami-istri I Nyoman Gde Adipradnya Subhakti dan Dewa Ayu Ferianta Sari, Senin 10 April 2017 lalu melaksanakan upacara tiga bulanan untuk mempringati 205 hari buah cinta mereka, Putu Gede Athaya Davendra. Upacara putra pertama Gde Adipradnya dan Ayu Ferianta disaksikan sanak keluarga.

Saniscara Pon Wuku Dunggulan, Made Krisna Praditiananda Salain tepat berusia 3 oton (1,5 tahun kalender Bali). Acara 3 otonan dilaksanakan di Geria Agung Budha Salahin Desa Tanggahan Tengah, Susut, Bangli dan di-puput Ida Panditha Mpu Budha Maharsi Alit Paramadaksa. Made Krisna adalah adik dari Gede Ganesh Wikananda Salain. Anak ini merupakan buah cinta dari pasangan Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si. dan Ni Made Pratiwi Pendit, S.Si., M.Si. Semoga ananda tumbuh menjadi pribadi utuh yang inspiratif.


Redité Umanis, 16 April 2017

Bali L e m b a r

Bencingah Jro Mangku Ketut Sutiyasa

Cihna Belat Bakti

SAKADI sané sampun kauningin, ring makudangkudang banjar wiadin désa adat sané nyungsung tapakan Ida Bhatara Sesuhunan majanten ngamargiang parikrama nglawang utawi ngiring patapakan Ida Bhatara lunga malancaran ka wewidangan désa siosan. Jro Mangku Ketut Sutiyasa, Jro Mangku Pura Dalem Harum Nyelati maosang, ri kala punika nénten arang krama désa sané kaentasin ngaturang sembah bakti ring ajeng patapakan Ida Bhatara yadiastun nénten pinaka panjak Ida. Punika kabaosang dané wantah cihna rasa bakti majeng ring sesuhunan sané rauh. Kajantenang olih kramané, bakti ring sesuhunan sané rauh minakadi saking Br. Nyelati majanten Ida jagi setata éling ring ipun yadiastun nénten pinaka panjak panyungsung Ida Bhatara. “Krama sané ngaturang pamuspan tetujonnyané wantah nunas karahayuan kulawarga, paumahan, ring teba, ring ubuh-ubuhannyané miwah sané siosan. Punika kasinahang antuk aturan canang asebit sari cihna bélat baktinnyané ring Ida Bhatara Sesuhunan sané iring tiang ring Nyelati,” baos Jro Mangku Pura Dalem Harum Nyelati. Malih dané maosang, ri kala punika ketah taler kapanggihin krama sané maturan antuk makta gelas puyung sané madaging antuk muncuk taru dadap miwah bawang. Punika ketah kamargiang olih krama sané ring genah paumahannyané madué kulawarga wiadin beburon sané patut katambanin. Dadosné, antuk sarana inucap kramané jagi nunas panawar marupa tirta miwah panglukatan sané jagi kaicen ring sané katambanin punika. Ngeninin indik dadap wantah taru sané prasida ngetisin tur bawang prasida dados sesikepan sané taler prasida ngetisin. “Dadosné, antuk makta gelas madaging muncuk dadap miwah bawang, krama punika nunas panawar sané prasida nambanin kageringan ring sajeroning pakarangannyané,” dané sané meneng ring Br. Nyelati, Kuwum, Mengwi, Badung puniki maosang. (was)

Jro Mangku Wayan Masna

Tetamian Budaya miwah Tradisi PINAKA tetamian budaya saking para panglingsir, nglawang majanten pinaka sima sané patut kalestariang, sakadi sané kajantenang ring makéh désa adat ring Bali sinalih tunggilnyané ring wewidangan Br. Benehkawan, Blahkiuh. Jro Mangku Wayan Masna maosang, nglawang sané kantos mangkin kantun kamargiang olih Ida Bhatara Sesuhunan ring Dalem Majapahit sané kasungsung olih krama Br. Benehkawan punika taler kamargiang antuk nglestariang miwah nami seni budaya ring alit-alit miwah para yowana yadiastun kahanannyané mabinayan sareng dumun. Duaning parikrama sesolahan sané dumun kantun madaging antuk masolah ring kalangan, punika mawinan nglawang prasida kamargiang kantos jam solas wengi. “Santukan mangkin sané mundut nénten pateh kawagedannyané sakadi sané dumun, sinah sesolahan kamargiang antuk matembang minakadi Sinom utawi Ginada taler mawewangsalan kémanten,” baos Jro Mangku. Malih kabaosang, ri kala ngunya utawi nglawang, sapasira kémanten dados mundut patapakan Ida Bhatara Sesuhunan saking Dalem Majapahit sané maparagayang barong landung puniki. Nanging ri kala jagi napak pertiwi ring kalangan tatkala kamargiang piodalan sinah karereh apasang krama sané kajantenang sapasira sané jagi mundut Jero Lanang tur Jero Istri. Tetujonnyané mangda parikrama masolah sajeroning napak pertiwi prasida ngamedalang sesolahan sané becik, saling sautin sakadi krama sané nedeng mabebaosan. “Sios saking nglawang, wénten taler galah Ida Bhatara Sesuhunan katuran lunga malancaran malih ring sajebag Blahkiuh ring raina Tilem Kanem. Tatkala punika Ida Bhatara Sesuhunan ring Dalem Majapahit kasarengin antuk sesuhunan ring Pura Dalem Suargan, Pura Dalem Pancer miwah Pura Dalem Ageng jagi ngunya kantos ka tanggun-tanggun Désa Adat Blahkiuh,” Jro Mangku ngwewehin. (was)

(73)

B a s a

7

B a l i

Nglawang ring Rainan Galungan-Kuningan

Kamargiang antuk Patapakan Ida Bhatara GALUNGAN miwah Kuningan wantah sinalih tunggil rerainan sané macihna pisan sajeroning kahuripan krama Hindu Bali, duaning tatkala punika akéh kamedalang sima utawi tradisi tetamian panglingsir. Minakadi sima makarya penjor antuk sakatah saranan wiadin sima mapatung utawi nampah bawi sané kanggén olahan sajeroning parikrama rerainan inucap. Ring rerainan Galungan miwah Kuningan taler jagi kapanggihin makatah parikrama barong bangkung sané nglawang ngiterin utawi nglintangin makudang-kudang désa. Sakéwanten indik mamargi utawi malancaran ka désa siosan sakadi nglawang nénten kamargiang olih sekaa barong bangkung kémanten, naging taler kamargiang olih krama banjar utawi désa adat sané nyungsung patapakan Ida Bhatara Sesuhunan. Indiké punika ketah kamargiang ring makudang-kudang wewidangan ring Bali pinaka parikrama pamargin sima nganem bulan apisan, sakadi ring wewidangan Br. Nyelati, Kuwum, Mengwi. Manut Jro Mangku I Ketut Sutiyasa, pamangku ring Pura Dalem Harum Nyelati, sima nglawang utawi sané ketah kasengguh antuk mamargi lunga malancaran nglintangin Balé Agung punika wantah parikrama sané patut pisan kamargiang ring raina Umanis Galungan. Duaning punika kocap kanggén olih Ida Bhatara Sesuhunan jagi macecingak ring kawéntenan panjak miwah jagat. Malih dané maosang, parikrama inucap nénten dados kalémpasin duaning sakadi galahé nguni naenin nglawang punika nénten kamargiang olih krama panyungsung, pamuputné kahanan ring wewidan-

gan Br. Nyelati kaucap “becek”, akéh wénten pikobet sané soléh tur nénten becik, sakadi makéh krama sané padem sakasiki. Ngeninin indik galahnyané, yéning nénten ring Umanis Galungan, prasida kamargiang ring raina siosan manut kasidan krama panyungsung minakadi ring raina Pemacekan Agung. “Raina sané karerahang punika nénten dados nglintangin Buda Kliwon Pahang, duaning punika wantah tanjek raina piodalan ring Pura Dalem Harum,” baos dané. Ngeninin indik pamargi nglawang utawi malancaran nglintang Balé Agung inucap, malih dané maosang yéning sané mangkin patapakan Ida Bhatara jagi kairing lunga saking Br. Nyelati ngalérang rauh ring Br. Tuka, Pérean tur kairing budal. Yéning sané dumun, Ida mamargi maidehan, saking Nyelati ngalérang rauh ring Perean sané kalanturang antuk nglintangin margi nganginang nuju wewidangan Petang kelod wawu nuju ka Désa Gerana tur simpang utawi marerep irika. Wusan punika, Ida kairing mamargi ka Samuan rauh ring Blahkiuh ring ka Pura Dalem Suargan taler ka Pura Dalem Majapahit. Ngawit saking irika pamargin Ida kalanturang ka Baha nyantos Gulingan sané kalanturang ka Kuwum Belayu tur mamargi budal ka joga Ida Bhatara ring Dalem Harum Nyelati. I Wayan Kebyeng, sinalih tunggil panglingsir krama Nyelati maosang, sangkaning akéh genah taler wewidangan sané katuju, majanten pamargi malancaran nglintang Balé Agung punika kamargiang kantos abulan suéné. Nénten sakadi mangkin sané wantah kamargiang araina kémanten. Parindikan sané pateh kabaosang Jro Mangku Wayan Masna, Jro Mangku Pura

BPM/was

NGLAWANG – Ri kala rerahinan Galungan wiadin Kuningan, ketah kamargiang parikrama nglawang utawi ngiring Patapakan Ida Bhatara Sesuhunan mamargi nglintang Balé Agung. Krama banjar utawi désa siosan sané karauhin jagi maturan ring soang-soang lebuh saha nunas panawar antuk gelas madaging muncuk taru dadap. Dalem Majapahit sané kasungsung olih krama ring Br. Benehkawan, Blahkiuh, Abiansemal. Dané maosang, ring wewidangan Désa Blahkiuh taler kamargiang parikrama nglawang sané kantos mangkin kamargiang antuk patapakan Ida Bhatara Sesuhunan sané maparagayang barong landung tur malinggih ring Pura Dalem Majapahit. Parikramannyané, patapakan Ida Bhatara malan-

caran tur masolah ring arep lebuh utawi pamesuan umah saking soang-soang krama sajebag Désa Blahkiuh rauh ring désa adat siosan minakadi ka Désa Adat Pikah duaning patut nglintangin Balé Agung. Indik tetujonnyané, kocap ngundang kala ring sajeroning paumahan mangda ka jaba nonton sesolahan Ida Bhatara mangda nénten malih ngulgul krama. “Sangkaning punika,

parikrama nglawang wawu kamargiang nyoréang ngawit jam pat, duaning yéning nénten sandikala kocap Bhutakala nénten kayun medal nonton sesolahannyané. Sangkaning kamargiang ring lebuh soangsoang paumahan sajebag Désa Blahkiuh rauh ka Désa Adat Pikah, majanten parikramannyané nelasang galah kantos tigang raina,” asapunika Jro Mangku maosang. (was)

Parikrama Ngunya ring Rainan Galungan-Kuningan

Kamargiang ring Sajebag Banjar utawi Désa Soang-soang

NGUNYA– Sios nglawang, krama désa wiadin banjar sané nyungsung patapakan Ida Bhatara Sesuhunan taler ngamargiang parikrama ngunya ring rainan Galungan wiadin Kuningan. Tatkala punika patapakan Ida Bhatara Sesuhunan katedunang duaning jagi kairing lunga mamargi ngiterin wewidangan banjar utawi désa.

SAKADI sané sampun kauningin, ring rainan Galungan miwah Kuningan sané medalnyané nganem bulan apisan punika majanten jagi ngamedalang makudang-kudang sima. Sinalih tunggilnyané ngiring tapakan Ida Bhatara Sesuhunan sané malinggih ring wewidangan irika lunga malancaran. Sios saking parikrama nglawang sané kamargiang nglintang Balé Agung, wénten taler parikrama sané kabaos antuk ngunya utawi mamargi ring wewidangan banjar utawi désa adat soang-soang kémanten. Sima sané patut setata kamargiang ring wewidangan inucap majanten madué tata-titi miwah parikrama sané mabina-binayan. Parindikan inucap kapanggihin ring wewidangan Désa Blahkiuh sané ngamargiang pangunyan ring sajebag Désa Blahkiuh ring rerainan inucap. Jro Mangku Wayan Masna, Jro Mangku Pura Dalem Majapahit maosang, ri kala punika Ida Bhatara Sesuhunan kairing lunga ngunya ring sajebag Blahkiuh ping kalih nganembulannyané. Ring rerainan Umanis Galungan miwah Kuningan antuk tetujon jagi macecingak ring panjakidané. Tatkala punika, Ida Bhatara nénten masolah sakadi tatkala nglawang, nanging wantah kapundut sinambi

mamargi kémanten. Yadiastun asapunika, kramané majanten jagi maturan ring lebuh soangsoang sané jagi kasiratang antuk tirta olih Jro Mangku taler kapaicayang tirta miwah kadagingin bija ring gelas tirta inucap. Wusan ngunya, Ida jagi katuran banten panyanggra antuk soroh banten sané mabinayan ring kalih parikrama ngunya inucap. “Yéning sampun wusan ngunya ring Umanis Galungan, panyanggra sané katurang marupa ganjaran agung, sesodan taler panyambleh. Yéning ring rainan Kuningan, katurang ganjaran agung, ganjaran wong-wongan, banten pejati miwah para krama ngaturang pepranian,” baos dané. Sujatinné, Pura Dalem sané wénten ring Désa Blahkiuh punika nyatur utawi patpat, luiré; Pura Dalem Suargan, Pura Dalem Pancer, Pura Dalem Ageng, miwah Pura Dalem Majapahit. Ring samian pura inucap kalinggihang Patapakan Ida Bhatara sané taler kaaturang ngunya nyabran Umanis Galungan miwah Kuningan. Sakéwanten pamargin ngunya Ida Bhatara Sesuhunan sané malinggih ring Pura Dalem Suargan kamargiang ring raina Paing Galungan miwah Kunin-

gan, duaning kocap Ida nénten kayun mamargi ring Umanis Galungan. Sané taler macihna pisan, ri kala palungan Ida Bhatara ring kalih pura utawi lewih “macepuk” utawi matemu. Ida jagi mamargi ka genah sané pateh minakadi pada-pada jagi ngalérang, sinah Ida jagi mamargi sinarengan asapunika taler panjak pangiringnyané jagi masikian. Sakéwanten yéning mabinayan genah sané jagi katuju, sinah jagi maimpasan yadiastun Ida “macepuk” ring marginé. Parindikan inucap taler kamargiang ring wewidangan Br. Nyelati, Kuwum, Mengwi. Manut Jro Mangku I Ketut Sutiyasa, sima mamargi utawi ngunya ring sajebag Jagat Nyelati ring rainan Galungan wantah parikrama sané sampun kamargiang saking nguni. Parikrama punika nénten dados kalempasin duaning ri kala punika, Ida kocap jagi macecingak ring Banjar Nyelat. “Ri kala wénten kahanan “kalayusekaran” sané ngawinang jagat miwah krama Nyelati kantun kaucap keni sebelan, sinah jagi karerehang raina siosan minakadi ring raina Pemacekan Agung utawi Kuningan,” Jro Mangku negesang. (was)

WANTAH a jam rombongané sampun rauh ring jumahné Gedé Dauh. Mireng gerungan motoré pagroéng ring jaban, Luh Putu Mégantari madelokan ka jaba raris nyagjagin Gusti Ngurah Jelada sareng rombongané mangda ngraris mantukan. “Paaak, Ibu, niki Tuaji Taman sareng Tubiang,Tungurah lan Tu Gék sampun rauh,” baosné Luh Méga raris nandan Ayu Jeladi mantukan. Barang-barangé sami kabakta olih truna-trunané ngranjing, wénten limang dus sareng sepéda gayung anggé-anggéan raganné. Sesampuné markir motorné, para siswané raris katuran malinggih ring Balé Daja. Barangbarangné Ngurah Jelada kabakta ka Balé Dangin. Gusti Biang Siwi sareng Ayu Jeladi makta gapgapané ka paon. Gedé Dauh ngaturin Gusti Madé Taman sareng tamiuné sami malinggih. “Bééh makta napi niki Tubiang?” aturné Nyoman Padmini. “Mbok anak sing ngaba apa Man Padmini. Sotaning anak pindah patuté Mbok makabain

pas-pasan jaga ka pasisin Klotok,” Gedé Pandé masaur kadi maca puisi. Timpalné sami ngedékin, “Dasar sastrawan klenik hahaha?” “Nggih sareng sami lanangné ngwédang sané istri ngetéh,” Luh Méga nyemita manis raris ngambilang wédang sareng téh botol lan sanganan titipanné Luh Suwarni iwau. “Naah, mangkin ngiring durusang ngwédang. Ampurayang genahé magradugan. Sapunapiang suung tan wénten miara. Dumadak Tungurah kayun matanduran kadi ring jero kangin sami renes madaging woh-wohan lan karang kitri,” aturné Nyoman Padmini. “Nggih Bu, Gusti Ngurah wiyakti tis matetanduran. Dijadija nandur lan miara sekar sané miik lan bungah. Ring jeronné, ring kosné ring Amlapura sekar mawané sinah layu kaonina mriki,” Madé Budiana kadi masesimbing Ngurah Jelada dija-dija madué gegélan. “Nggih Tuaji Taman, Pak Gedé sareng Ibu sakulawarga, titiang

sareng sami gumanti ngatehang Ngurah Jelada mangda selamet rauh iriki. Napi malih sampun kicén wédang kopi, téh. Mangkin jagi mapamit, mungpung nglintang jagi ngraris ka Pura Klotok dumun, Rah Jelada anteng-anteng driki nggih?” baosné Lanang Geria nganjali mapamit. Ring jaba samian malih meluk Ngurah Jelada saha nyalamin Luh Mégantari, raris magerus mamargi. Mangkin kantun Gedé Dauh sareng Gusti Madé Taman sakulawarga mabebaosan sami susrusa tulus asih ngupadi okanné mangda nyidayang ngranjing kadi pangaptinné. “Tungurah, ring Balé Dangin wénten kamar kosong. Ring Balé Daja driki taler kapah magenahin. Mangkin dija kayuné merem rarisang. Anggap kadi di jeroné ngraga. Bénjang ngranjing sareng akéh masepédaan saking driki,” aturné Gedé Dauh lan kurenanné. “Nggih banggayang tiang di kamaré Balé Dangin,” pasaurné

Ngurah Jelada alon. “Becikan drika wénten méja genah malajah sareng-sareng,” baosné Luh Mégantari raris makta buku-buku sareng tas pakéanné Gusti Ngurah Jelada ngranjing ka kamarné. Sesampuné usan matetamped lan ngajengang rawing sopiré, Gusti Madé Taman sareng rabi lan Ayu Jeladi nunas mapamit jaga ngamarginin ka Klungkung kadi pinunas sopiré. “Nah Gedé Dauh ajak Man Padmi lan Luh Méga, tiang anak sing bisa ngomong apa buin. Panaké serahang Beli dini, juanga ben lacuré apang ia nyidang mragatang malajah. Beli amung matur suksma lakar pamit jani. Rah Jelada cara raos Ajiné pidan, eda takut ngidih dini, selegang ragané malajah,” pandikan aji sareng ibunné masebeng tangis. “Wah Jelada kénkén ja jumah kéto masih abeté dini. Dumadak Ibu mepes maan nelokin Cening.”

BPM/was

panaké sangu sakéwala ajumput. Nah nénénan ja téh ajak jajané mula titipan uli timpalné I Ngurah. Tingalin ja magrudugan pada nagih ngatehang mai,” baosné Biang Siwi. “Nggih kénten sampun Tungurah mula wikan masawitra. Nah Luh jani aba minumané ka Balé Daja. Matur nak’é nyén ané ngwédang utawi ngetéh,” baosné Nyoman Padmini. Luh Méga sareng Ayu Jeladi ka Balé Daja maktaang wédang lan sanganan, paling dumun aturina anaké lingsir, Gusti Madé Taman sareng Pak Gedé Dauh. Sami trunané nyréré makisi-kisi sareng timpalné, “Ssst jegég san puk. Rah Jelada aget ngelidin Dedari Kéndran macepuk Dedari Supraba.” Ngurah Jelada raris ngenalang Luh Mégantari sareng timpalné. “Nggih, pang becik antuk sira kayun wédang kopi napi téh?” Luh Méga nanjénin. “Nggih kanggéna Luh Méga. Tiang ja dasar kopa, nunas kopi pang ten kiap ulung di kapukapuné, wiréh pepes nunas pipis

(Masambung)


Upacara

8 Bebantenan Tetuek Tamiang

Niyasa Dewata Nawa Sanga RAINAN Kuningan sané kapakélingin krama Hindu rainané dibi (15/4), kacihnayang pisan antuk sakatah sarana upakara sané kawigunayang, minakadi tamiang, ter, éndongan, sampian gantung, miwah sarana tiosan. Samian sarana inucap kaniasayang pinaka senjata sané kawigunayang mayuda. Sarana sané pinih macihna kawigunayang olih krama Hindu ri kala kuningan wantah tamiang. Kruna tamiang mawit saking kruna taméng sané mateges “penangkis senjata”. Satios punika, tamiang wantah niyasa Dewata Nawa Sanga, pinaka lambang paideran kahuripan, cakraning panggilingan pinaka pakéling ring rta (hukum alam) majeng para krama. Bekel sané pinih utama sajeroning ngamargiang kahuripan puniki wantah kaweruhan miwah bhakti (jnana). Yéning senjata, senjata sané pinih utama wantah kadegdegan pikayunan. Santukan antuk kadegdegan pikayunan, nénten wénten sané prasida ngasorang. Ikang manah pinaka witing indria, tegesnyané, pikayunan punika wantah dasar saking indria. Mawinan senjata marupa pikayunan sané pinih utama sajeroning ngarepin pikobet kahuripan sakadi mangkin. Satios pinaka niyasa Dewata Nawa Sanga, tamiang taler pinaka niyasa pertahanan diri sajeroning ngamargiang kahuripan puniki satios kaweruhan. Antuk madué kaweruhan taler bekel tiosan kaaptiang krama pamekas krama Hindu prasida lémpas saking kapetengan, miwah ngyudain musuh sané wénten ring angga sarira soang-soang. Antuk prasida ngyudain musuh sajeroning angga sarira, krama kaaptiang molihang jagadhita. Satios tamiang, sarana tiosan sané kawigunayang sajeroning rainan Kuningan marupa éndongan. Éndongan puniki kaniasayang pinaka genah bekel. Tér pinaka senjata marupa panah mawinan wentuk tetuasannyané taler sakadi panah. Sampian gantung wantah niyasa panulak bala. Sarana upakara sajeroning rainan Kuningan puniki yukti tetueknyané becik pisan. Ngamargiang kahuripan puniki pateh ring mayuda. Tambis nyabran raina mayudha mangda prasida nglanturang kahuripan puniki. Manut anak Bali, yuda/perang sajeroning kahuripan puniki inggian sareng Bhuwana Agung taler Bhuwana Alit. Mayudha sareng Bhuwana Alit bilih-bilih sané patut kamargiang. Utamanipun mayudha sareng kamayusan, kamomoan, miwah ngeret indria. Sajeroning mayudha pantara Bhuwana Alit/angga sarira soang-soang, i manusa sampun makta taméng marupa kaweruhan miwah kadegdegan pikayunan. Kaulengan pikayunan sajeroning ngeret indria wantah cihna rasa éling taler pauningan krama ring angga soang-soang. Minab punika sané ngametuang kawéntenan rainan Kuningan sané kaayat wantah Ida Bhatara Indra. Ring rainan Kuningan puniki, i manusa kaélingin mangda prasida ngeret sekancaning indria. Mayudha nglawan kamomoan sajeroning angga antuk taméng marupa kaweruhan miwah jnana. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)

Redité Umanis, 16 April 2017

Nguncal Balung

Dewasa Ala Ngamargiang Upacara Yadnya AMINGGU sadurung makélingin rainan jagat Galungan rauh ring 35 raina ri sampun Galungan, sajeroning kapercayan krama Bali wénten galah pamekas para krama nénten dados ngamargiang upacara-upacara yadnya ageng, utaminnyané sané karincikang. Minakadi upacara pawiwahan, upacara pangabénan, nyekah, miwah upacara tiosan. Galah salami abulan pitung dina puniki ketah kasengguh Nguncal Balung, kakawitin saking raina Buda Pon wuku Sungsang rauh ring raina Buda Kliwon wuku Pahang utawi sané kasengguh Buda Kliwon Pegat Wakan. Manut Sekretaris Lembaga Konsultan Upacara Unhi, I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H., dresta Nguncal Balung puniki sujatiné matetujon ngirangin parikrama upacara sané madaging nampah (menyembelih héwan) inggian ayam, bawi utawi beburon tiosan. Kawewehin, Nguncal Balung mawit

saking kruna nguncal sané mateges ngutang, nénten kukuh, miwah kruna balung sané mateges tulang. Mawinan yéning ngamargiang upacara minakadi mawiwaha, parikrama kahuripan sang mawiwaha kapercaya nénten kukuh, nénten nemu karahayuan. Antuk pikayunan punika, upacara minakadi pawiwahan, pangabénan, nyekah nénten dados kamargiang salami galah inucap. “Nguncal Balung prasida kategesin pinaka cihna nglepas kekuatan mawit Sang Kala Tiga sané nénten tios wantah sifatsifat kala dados kekuatan Sang Hyang Tiga Wisesa. Sang Kala Tiga wantah Bhuta Galungan sané tedun ngoda i manusa ri kala nyanggra Galungan,” baosnyané. Salami raina Buda Pon Sungsang rauh ring Buda Kliwon Pahang, manut krama Hindu Bali nénten wénten padéwasan sané becik. Kabaosang, ri kala galahé punika, déwasa sané wénten nénten madaging balung

utawi tanpa tulang sané mateges nénten kukuh, nénten kuat. Mapaiketan ring nénten dadosnyané ngamargiang upacara ageng salami galah inucap, Satria maosang, mawit kamargiang karya Eka Dasa Rudra, dresta Nguncal Balung puniki kaanutang. Tegesnyané, ngamargiang dresta inucap nénten kalintang kaku. Mawinan yadiastun nénten dados ngamargiang makudang-kudang upacara agama, upacara-upacara minakadi maotonan, mabayuh, piodalan ring pura kahyangan utawi pura ageng tiosan kantun dados kamargiang ring galah Nguncal Balung puniki. “Sajeroning sastra nénten kabaosang baya napi sané pacang nibénin krama sané ngamargiang upacara pamekas upacara pawiwahan ring galah Nguncal Balung. Kangken, wénten kémanten piambeng sané karasayang, minakadi nénten kukuh ngamargiang kahuripan, wénten biyuta, utawi piambeng tiosan,” baos lanang sané ketah ngicén

Dharma Wacana ring sajebang Bali puniki. Satios upacara agama minakadi mawiwaha utawi ngabén, parikrama ngwangun minakadi ngwangun paumahan, makarya merajan, utawi makarya wewangunan tiosan taler nénten kadadosang salami Nguncal Balung puniki. Parindikan inucap kadasarin antuk pamineh salami Nguncal Balung, para déwata sampun somya. Parindikan puniki kapercaya pacang maius ring kahuripan sané tiosan. Tetanduran, beburon, manusa miwah sadaging jagat agung puniki kangken nénten madué bayu/kekuatan sakadi biasané. Yadiastun manut dresta sajeroning Nguncal Balung nénten

kadadosang ngamargiang upacara minakadi upacara pawiwahan, ring makudang-kudang genah minakadi ring Dénpasar, Badung miwah genah tiosan ring Bali, dresta inuap sampun magingsir. Wénten krama sané percaya, mawinan kantun pageh ngamargiang dresta inucap. Wénten taler krama sané ngangken becik ngamargiang upacara minakadi pawiwahan ri kala Nguncal Balung. “Pamargin dresta ring soangsoang genah pastika mabinayan. Pastika kamargiang nganutin kapercayan soang-soang krama. Sané utama, sapunapi antuk ngeret indria, nincapang anyekung jnana sudha nirmala,” dané ngwewehin. (uma)

BPM/ist

PAWIWAHAN- Sinalih tunggil upacara yadnya sané nénten dados kamargiang sajeroning galah Nguncal Balung sinalih tunggilnyané upacara pawiwahan. Kangken, ring galah Nguncal Balung puniki, nénten wénten déwasa sané becik.

Satua

Tébog, Niyasa Kertaraharja KUNINGAN pinaka rerainan umat Hindu sané kalaksanayang dasa lemeng risampuné rainan Galungan. Kuningan kalaksanayang nyabran nem bulan apisan nyabran raina Saniscara Kliwon Wuku Kuningan utawi kabaos Tumpek Kuningan. Ring warsa 2017 puniki, rainan Kuningan sampun kapakélingin ring rainané dibi (15/4). Ring raina puniki, para krama

sané maagama Hindu nglaksanayang upacara pamuspaan majeng Ida Sanghyang Widhi, pitara, miwah para leluhur nunas waranugraha. Manut Lontar Sundarigama, nglaksanayang puja ring rainan Kuningan mangdané nénten liwat tajeg surya utawi kalaksanayang semengan sadurung tajeg surya. Sadurung tajeng surya

BPM/ist

TEBOG – Banten tébog macihna pisan kawigunayang ri kala rainan Kuningan. Daging banten tébog luiré; nasi kuning, kacang saur, adéng, miwah rerasmén tiosan.

punika rumasuk Satvika Kala utawi galah becik ngamolihang waranugrahan Ida. Upakara utawi banten sané katurang ri kala Kuningan mabinayan sareng rainan Galungan. Yéning rainan Kuningan, banten sané katurang minakadi tébog, selanggi, éndongan pinaka niyasa kertaraharja utawi kalanduhan, kolem pinaka lambang logistik, tamiang pinaka niyasa Dewata Nawa Sanga, miwah banten-banten sané lianan. Tébog rupannyané sakadi capil sané mabalik. Yéning selanggi, kawigunannyané pateh ring tébog, nanging wéntukné alitan. Lumrahnyané, tébog kabuat saking don jaka nguda (ambu) sané kanggén ri kala rainan Kuningan. Tébog puniki kadagingin nasi mawarna kuning, kacang saur, ikan asin, adéng madadar, miwah rerasmén sané lianan, ring duurnyané kadagingin sampian sané kawastanin kepet-kepetan. Lumrahnyané, tebog puniki kaunggahang ring palinggih-palinggih utama minakadi piyasan, rong tiga, miwah sané lianan. Yéning ring palinggih sané alitan kaunggahang selanggi sané dagingnyané pateh sakadi daging tébogé. (uma)

Oncesrawa Olih : Madé Taro PANTARA raja-raja sané naen madeg ratu ring Bali, aran Raja Bedahulu nénten dangan kaengsapang. Dané kasub boya sangkaning kekuasaandané, nanging sangkaning tresnan dané ring jaran sané kaduénang sané maaran Oncesrawa. Jaran inucap kalintang mawibawa, mabulu putih, maikut panjang. Jaran inucap satya pisan ring sang raja. Setata tinut ring préntah, nénten naen ngrubéda napi malih tungkas. Ri kala sang raja malelungan, jaran inucap satya ngiringang ka genah sané pacang katuju. Ring ajeng dané sang raja kairingang olih kekalih bala wadwa sané sayaga sareng tumbaknyané. Tendas jaran Oncesrawa maias gelungan maukir emas, ikutnyané maias perak mamata berlian. Yukti mawibawa pisan kakantenang, napi malih ngiringang sang raja sané mabusana sarwa becik. Samian panjak sané ngagungang rumasa bagia saha majéjér sisin margi ri kalaning sang raja sareng jarannyané malelungan. Parindikan inucap nénten sué karasayang. Sedek dina anu, ri kala wengi jaran Oncesrawa ical saking kandangnyané. Wadwan puriné wawu uning bénjangnyané. Samian wang purian marasa sebet, utamané ida sang raja. Siang-wengi ida sang raja masesambatan, sebet sangkaning kicalan jaran sané kasayangang pisan. Dané taler nénten kayun ngayunang. Antuk punika, sang raja nguduhang para panjak miwah wadwandané ngetut pamargin icalnyané jaran inucap ka sajebag Jagat Bali. Nanging, para wadwandané nénten prasida manggihin kawéntenan jaran inucap. Samian mawali tan pamakta punapa-punapi. Para Istrin dané sang raja mautsaha ngibur mangda sang raja usan sungsut, nanging precuma. Sayan sué, pakantenan sang raja sayan ucem, sayan sungsut. “Uduhang ring para wadwané lan panjaké mangda malih ngrereh jaran punika!” baos sang raja ring para tanda mantrindané. “Sira ugi sané manggihin jaran inucap, idup wiadin mati pacang polih paica. Yén idup, sané manggihin pacang kangkat dados wakil mentri. Yéning mati, sané manggihin pacang polih tanah. Jimbarné sadoh ambu bangké jaran inucap,” ucap sang raja teges pisan. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


9 Mclaren

MINGGU UMANIS, 16 APRIL 2017

Biarkan Alonso ke Indy 500

Pilih Button sebagai pengganti

HAL 12

Shaw Mau Buktikan Diri

Manchester United Vs Chelsea

MU Ingin Cetak Gol

Manchester – Setelah tak diikutsertakan dalam susunan pemain melawan West Bromwich Albion pada pekan ke-30 lalu, Luke Shaw dan Jose Mourinho melakukan sebuah pertemuan. Kedua pria tersebut bertemu setelah pelatih asal Portugal itu mengkritik keras Shaw sebagai pemain yang tak pantas berada di dalam skuat MU, bahkan untuk sebagai pemain cadangan. Selepas melakukan pertemuan itu, Luke Shaw langsung dimainkan pada laga melawan Everton meskipun baru masuk di babak kedua. Melawan Everton, Luke Shaw mendapatkan pujian dari sang pelatih karena mampu mengikuti instruksinya dengan baik. Shaw pun membeberkan apa saja yang ia katakan ketika bertemu dengan pelatih asal Portugal tersebut. “Sebelum mengakhiri pertemuan dengan Mourinho, saya mengatakan bahwa saya akan membuktikan bahwa selama ini segala pandangan Anda salah. Saya sangat yakin dan akan melakukan hal tersebut, bukan hanya untuk diri saya, namun juga para fans yang telah mendukung saya selama ini,” ujar Shaw, Sabtu (15/4) kemarin. Memang dalam beberapa bulan terakhir, Jose Mourinho enggan menggunakan mantan pemain Southampton itu karena kerap melakukan kesalahan fatal di lini belakang. Ia pun sempat dispekulasikan bakal hengkang di akhir musim nanti. Namun, dengan adanya pertemuan itu Luke Shaw dikabarkan akan berseragam Setan Merah dalam waktu yang lebih lama lagi, sembari membuktikan diri di hadapan Jose Mourinho. Sekarang saya seperti sudah melihat cahaya di ujung terowongan. Saya ingin bekerja keras agar potensi terbaik saya bisa muncul. Saya berharap musim ini tidak akan segera berakhir. Saat ini saya hanya ingin terus bermain setiap saat,” tutur Shaw. Luke Shaw baru mengemas dua assist dari 17 laga di berbagai kompetisi musim 2016-2017. Pemain Inggris tersebut mengalami penurunan performa karena sering dibekap cedera. Teranyar, Luke Shaw mengalami masalah di bagian pahanya pada 30 Oktober 2016. Cedera itu membuat sang pemain absen dari lapangan hijau selama 64 hari, serta melewatkan 14 pertandingan bagi klubnya. (kmb33/rtr)

Manchester –

Laga berat menanti Manchester United (MU), sebab Chelsea akan datang di Old Trafford malam nanti. Pada dua pertemuan sebelumnya, Manchester United selalu mengalami kekalahan. Ini adalah waktu yang tepat bagi Jose Mourinho membalaskan kekalahan MU atas The Blues. Dengan dukungan penuh dari fans MU di kandang sendiri, MU diharapkan mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Pertemuan pertama menghadapi Chelsea di Premier League MU menelan kekalahan 4-0. Kekalahan tersebut sungguh membuat Mourinho geram pada Antonio Conte usai pertandingan. Ketika kembali bertemu di tempat yang sama di perempat final FA Cup, MU kembali menelan kekalahan 1-0. Dari skor yang ada terlihat bahwa MU tak pernah mampu membongkar barisan pertahanan tim besutan Conte.

Manchester United yang tak pernah mengalami kekalahan dalam 21 laga di Premier League memang punya peluang untuk mengalahkan musuhnya tersebut. Masalahnya, jelang pertandingan yang sangat krusial ini, MU justru harus menjalani pertandingan menghadapi Anderlecht. Sementara itu, Chelsea tentu saja lebih bugar jelang laga ini, karena tak bermain di kompetisi Eropa. Mourinho juga sempat mengakui mantan klubnya itu adalah tim terbaik di Liga Premier musim ini. Dalam wawancara, Sabtu (15/4) kemarin The Special One menyebut pasukan Antonio Conte layak menduduki puncak klasemen. “Tim terbaik Liga Primer yakni tim dengan poin terbanyak,” kata Mou. Ketika menghadapi Anderlecht di Belgia yang berakhir dengan skor imbang 1-1, Mourinho menurunkan pemain terbaiknya, termasuk Zlatan Ibrahimovic, Paul Pogba dan Jesse Lingard menggunakan formasi 4-3-3. Tiga pemain depan diturunkan untuk mengatasi sulitnya Setan Merah mencetak gol. Namun hal itu kembali terjadi dan kondisi tersebut membuat MoU marah-marah kepada pemainnya. Mourinho mengkritik pemainnya sendiri bukanlah barang baru. Musim ini sudah ada beberapa pemain yang kena omel dan lebih apesnya, omelan itu diumbar ke hadapan media. Dari mulai Hen-

rikh Mkhitaryan, Anthony Martial, hingga yang paling anyar, Luke Shaw. Meskipun demikian, ada juga yang membelanya misalnya Zlatan Ibrahimovic. Ibrahimovic mengungkapkan kalau Mourinho tidak ragu-ragu menyebut seorang pemain tampil jelek, sekalipun pemain itu berstatus bintang. Mengingat Ibrahimovic bukan orang yang suka basa-basi, ia pun suka dengan sifat terus terang Mourinho. Manajer asal Portugal itu sesungguhnya cukup fair juga. Ketika Shaw tampil bagus selama 60 menit, kala menghadapi Sunderland akhir pekan lalu, Mourinho tidak segan-segan untuk memujinya di hadapan jurnalis juga. Namun elepas United bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah Anderlecht di leg I perempat final Liga Europa, Mourinho mengkritik pemain-pemain depannya. Semburan rasa sebal Mourinho ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, United punya banyak peluang pada laga tersebut. Total ada 16 percobaan untuk mencetak gol dengan tujuh di antaranya mengarah tepat sasaran, tetapi yang berhasil menjadi gol cuma satu. “Ini hasil yang positif. Bermain di leg II di kandang dengan keuntungan gol tandang biar bagaimanapun adalah sesuatu yang bagus. Tapi semestinya hasilnya bisa lebih baik dari ini. Kami cuma bisa menyalahkan diri kami sendiri, karena kami mendapatkan babak kedua yang mudah, tetapi tidak bermain dengan insting

yang tepat ketika menyerang. Kami kehilangan bola terlalu mudah,” ujar Mourinho. Perkara penyelesaian akhir ini memang menjadi sesuatu yang perlu dibenahi Mourinho sendiri. Sudah sering sepanjang musim ini, United gagal menang atas tim yang mereka dominasi karena penyelesaian akhir yang buruk. Barangkali alih-alih membidik striker atau gelandang serang baru, Mourinho bisa memulai membenahi masalah itu dengan membuat sistem menyerang yang lebih rapi. Sudah bukan rahasia, apabila Mourinho memfokuskan sistem permainan timnya di lini tengah dan belakang, sementara ketika menyerang ia memberikan kebebasan kepada pemain-pemainnya. Bandingkan dengan Chelsea yang skema serangannya terbilang sistematis. The Blues memanfaatkan lebar lapangan lewat kedua wingback mereka supaya pemain-pemain seperti Eden Hazard bisa menusuk ke area half-space, entah itu untuk memberikan umpan kembali atau menyelesaikan serangan langsung. Saat lawan Chelsea nanti, MU diperkirakan akan kembali menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan komposisi pemain yang tak jauh berbeda. Hanya saja Ander Herrera dan Marouane Fellaini akan mengisi lini tengah. Juan Mata dan Phil Jones dipastikan tak bisa turun dalam pertandingan nanti. Sementara itu, di kubu Chelsea tak ada pemain utama yang mengalami cedera. Seperti yang dikatakan sebelumnya, Chelsea akan membawa pemain dalam kondisi yang lebih bugar untuk menghadapi Manchester United. Diego Costa, Eden Hazard, N’Golo Kante siap turun sejak menit awal. Laga ini menjanjikan partai yang layak ditonton. (kmb33/ap/rtr)

Perkiraan Susunan Pemain Manchester United (4-2-3-1): De Gea; Valencia, Bailly, Rojo, Blind; Herrera, Fellaini; Lingard, Pogba, Rashford; Ibrahimovic Chelsea (3-4-3): Courtois; Cahill, Luiz, Azpilicueta; Alonso, Kante, Matic, Moses; Hazard, Costa, Willian Head to Head 04/03/17 Chelsea 1 - 0 Manchester United 23/10/16 Chelsea 4 - 0 Manchester United 07/02/16 Chelsea 1 - 1 Manchester Uniited 29/12/15 Manchester United 0 - 0 Chelsea 18/04/15 Chelsea 1 - 0 Manchester United Lima Pertandingan Terakhir Manchester United (M-S-S-M-S) 19/03/17 Middlesbrough 1 - 3 Manchester United 01/04/17 Manchester United 0 - 0 West Brom 05/04/17 Manchester United 1 - 1 Everton 09/04/17 Sunderland 0 - 3 Manchester United 14/04/17 Anderlecht 1 - 1 Manchester United Chelsea (M-M-K-M-M) 14/03/17 Chelsea 1 - 0 Manchester United 18/03/17 Stoke City 1 - 2 Chelsea 01/04/17 Chelsea 1 - 2 Crystal Palace 06/04/17 Chelsea 2 - 1 Manchester City 08/04/17 Bournemouth 1 - 3 Chelsea

Luke Shaw

BPM/rtr

BPM/rtr

Zlatan Ibrahimovic

Conte Tolak Konfrontasi

Antonio Conte

Manchester – Pelatih Chelsea Antonio Conte menegaskan bahwa dirinya sama sekali tak tertarik untuk perang urat saraf dengan pelatih lain, termasuk bila pelatih itu Jose Mourinho. Conte memang memiliki potensi untuk kembali berkonfrontasi dengan Mourinho saat membawa Chelsea melawat ke markas Manchester United, Old Trafford akhir pekan ini. Pertemuan terakhir kedua tim memang diwarnai konfrontasi antara Conte dan Mourinho di pinggir lapangan. Pada pertandingan yang diwarnai kartu merah pada Ander Herrera

di ajang Piala FA itu, The Blues sukses mengalahkan tim Mourinho. Saat disinggung mengenai potensi kembali berkonfrontasi dengan Mourinho, pelatih asal Italia tersebut menegaskan itu tak akan menjadi pikirannya. Karena menurutnya yang paling penting adalah mempersiapkan tim dengan baik, bukan meladeni psywar pelatih lawan. “Banyak pelatih yang mencoba untuk memanipulasi ide-ide dan mencoba untuk menempatkan pikiran pada anda untuk menggerakkan sesuatu dengan cara yang mereka inginkan. Tapi bagi

saya ini tak penting. Ini penting untuk terus bekerja pada sepak bola kami,” ujarnya, Sabtu (15/4) kemarin. “Dua tim berada dalam pertempuran olahraga selama permainan. Ini bukan pertandingan persahabatan. Kedua tim ingin menang dan Anda berdua bertarung untuk mencoba menang,” imbuhnya. Kemudian Conte membicarakan tentang bagaimana dirinya tak suka untuk melakukan konfrontasi sebelum pertandingan atau saat berada di pinggir lapangan dengan sesama kolega pelatih. “Saya tak suka tensi di pinggir lapangan. Saya lebih memilih fokus pada tim saya.

Tapi terkadang ini terjadi. Ini normal bagi saya dan pelatih lain untuk memiliki situasi ini. Tapi bila anda bertanya apa saya suka atau tidak, saya tidak suka. Saya lebih memilih fokus pada tim dan pertandingan, jadi saya bisa menemukan solusi tepat bila tim saya dalam kesulitan,” tambahnya. “Inilah apa yang Mourinho lakukan. Tapi setiap pelatih harus bekerja untuk menyiapkan tim, secara taktik, fisik dan psikologis, karena dalam pertandingan semacam ini penting untuk menyiapkan tim anda dalam menghadapi segala situasi,” tutupnya. (kmb33/rtr)


OLAHRAGA

10

Minggu Umanis, 16 April 2017

Derby Della Madonnina Berakhir Imbang Milan – Derby Della Madonnina berakhir 2-2. Inter Milan unggul terlebih dahulu, tapi AC Milan secara dramatis bisa mengejar dan bahkan menyamakan skor menjelang laga selesai. Dalam laga derby, Sabtu (15/4) kemarin, kedua kesebelasan tampil menyerang. Serangan dari Milan di menit-menit awal ketika bola sepakan Gerard Deulofeu masih bisa dihadang Samir Handanovic. Terjadi kemelut kecil di depan gawang Inter, tetapi bola tendangan Carlos Bacca akhirnya masih melambung. Inter langsung membalas. Diawali aksi Joao Mario di menit ke-6, bola kemudian dioper ke arah Mauro Icardi. Tapi bola sepakan Icardi masih melebar dari bidang sasaran. Setelah itu ada serangan balik kilat dari Milan. Bola meluncur ke arah Deulofeu di garis terdepan, tapi Handanovic dengan sigap maju untuk mengamankan areanya. Di menit ke-14, bola tembakan dari Deulofeu meluncur ke arah gawang Inter. Tapi bola akhirnya cuma kena tiang gawang. Setelah itu ada Handanovic yang membuat penyelamatan bagus dengan mencungkil bola dari kaki Deulofeu. Bola lalu dikuasai Jurac Kucka yang lantas terjatuh dan dapat kartu kuning

karena diving. Inter lalu memimpin di menit ke-36. Diawali umpan panjang dari Roberto Gagliardini, bola mengarah ke Antonio Candreva yang dengan jitu mampu mengirim bola melewati hadangan Gianluigi Donnarumma. Sebelum turun minum, Inter menggandakan keunggulan. Sebuah operan dari Ivan Perisic berhasil dimaksimalkan Icardi dengan sontekan tepat di depan gawang untuk membuat timnya unggul 2-0 di menit ke-44. Di menit-menit awal babak kedua Candreva langsung mengancam di tiang dekat. Tapi arah bola tembakannya masih melebar dari sasaran. Inter menyerang lagi di menit

ke-56. Diawali dari serangan balik cepat, Icardi lalu mengirim bola ke arah Perisic di tepi kotak penalti. Namun, bola sepakannya masih mengarah tepat ke Donnarumma. Deulofeu kembali beraksi buat Milan. Ia melewati pemain lawan di menit ke-58 lalu mengirim bola ke tengah meski tak ada rekannya yang menyambut. Aksi lain Deulofeu di kotak penalti Inter empat menit kemudian membuatnya sempat meminta penalti tapi wasit tidak sependapat. Tekanan lain dari Milan di menit ke-66 dipatahkan Handanovic lewat sebuah penyelamatan. Bola tembakan Deulofeu meluncur ke pojok gawang Inter, tapi Han-

danovic masih bisa menepis si kulit bundar. Bacca menguasai bola di menit ke-79, kemudian mengirim umpan silang ke depan gawang Inter tanpa bisa dihadang Handanovic. Tapi Gianluca Lapadula yang dituju gagal melanjutkan peluang yang dibuat rekannya itu. Milan memperkecil ketinggalan empat menit berselang. Setelah melakukan aksi, Suso berhasil melepaskan operan ke kotak penalti yang dilanjutkan secara akurat oleh Alessio Romagnoli. Menjelang dibunyikannya peluit akhir, saat waktu memasuki menit ke-90+7 Milan menyamakan kedudukan. Cristian Zapata berhasil mengirim bola melewati garis gawang yang juga ditegaskan oleh wasit kepada para pemain Inter yang memprotes. Hasil itu membuat Milan mengoleksi 58 poin untuk duduk di posisi enam klasemen sementara Serie A. Inter satu tangga di bawahnya dengan 56 poin. (kmb33/ap)

BPM/rtr

UNIK - Koreografi unik hasil karya suporter Inter Milan dalam derby kontra AC Milan, Sabtu (15/4) kemarin.

Derby Milan Pecahkan Rekor Penonton

BPM/rtr

TUTUP - Kapten Inter Mauro Icardi menutup wajahnya ketika peluit akhir dibunyikan oleh wasit.

Spurs Hantam Bournemouth

London – Tottenham Hotspur melibas Bournemouth yang datang bertamu dengan kemenangan telak 4-0. Spurs mencetak dua gol di masing-masing babak. Gol pertama dalam pertandingan di White Hart Lane, Sabtu (15/4) kemarin lahir di menit ke-16. Berawal dari situasi bola mati, si kulit bundar pada akhirnya menuju ke tiang jauh. Moussa Dembele jadi yang pertama merespons untuk menyepaknya ke dalam gawang Bournemouth. Keunggulan Spurs bertambah hanya dalam hitungan tiga menit. Berawal dari kesalahan Bournemouth, bola lantas mengarah ke Harry Kane yang melakukan flick ke arah Son Heung-min. Tak buang peluang, Son membuat skor jadi 2-0. Tiga menit memasuki babak kedua, Kane mencatatkan

nama di papan skor. Ia menerima bola di kotak penalti, memenangi duel dengan bek lawan berkat gocekannya, lalu mengirim tembakan untuk membuat Spurs unggul 3-0. Memasuki menit injury time, Spurs memantapkan kemenangan. Tembakan pertama Vincent Janssen di tiang dekat masih bisa diblok Artur Boruc, tapi pemain pengganti Spurs itu mendapat kesempatan kedua dan tidak membuangnya. Hasil tersebut membuat The Lily Whites meneruskan tekanannya kepada Chelsea si pemuncak klasemen sementara Premier League. Setelah melewati 32 laga, Spurs punya 71 angka, alias cuma terpaut empat poin dari Chelsea yang telah memainkan 31 pertandingan. Sementara itu Bournemouth berkutat di peringkat 15 dengan 35 poin. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

GOL - Harry Kane merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Bournemouth.

Milan – Duel sesama tim Kota Milan, AC Milan dan Inter Milan tersaji di San Siro, Sabtu (15/4) kemarin. Laga bertajuk “Derby della Madonnina” ini memecahkan rekor jumlah pemirsa televisi. Jadwal pertandingan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, ikut memengaruhi kemungkinan pemecahan rekor tersebut. Duel berlangsung pukul 12.30 waktu Italia atau 18.30 Wita.

Jam tersebut sangat bersahabat dengan penonton di Timur. Alhasil, sekitar 862 juta orang akan menyetel televisi untuk menyaksikan secara langsung pertarungan gengsi Kota Milan tersebut. Uniknya, baik Inter dan Milan saat ini menjadi milik konsorsium Cina yakni Rossoneri Sport Luxembourg (Milan) dan Suning Group (Inter). Tambahan lagi, derbi berlangsung hanya dua hari setelah Milan diambil alih, sehingga

pasti sangat menarik perhatian pemirsa di Asia. Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa kedua tim meraih pendapatan empat juta euro (sekitar Rp 56,351 miliar) dari duel tersebut. Jumlah ini mengalahkan penghasilan Inter dalam pertandingan kandang melawan Juventus pada September lalu, yakni sebesar 3,9 juta euro (sekitar Rp 54,933 miliar). Tiket pertandingan sudah ludes terjual. Ini berbeda den-

gan ketika Inter menjamu Juventus dalam Derby d’Italia, karena ada beberapa tempat yang kosong. Musim depan, tiga tim teratas Serie A akan tampil di Liga Champions dengan rincian, peringkat 1 dan 2 langsung lolos ke penyisihan grup sedangkan peringkat ketiga harus melakoni play-off. Sementara itu peringkat ke-4 langsung lolos ke fase grup Liga Europa, sedangkan peringkat kelima harus melewati play-off. (kmb33/ap)

Sevilla Peringatkan Argentina Larang Negosiasi dengan Sampaoli

Madrid – Sevilla memberi peringatan kepada asosiasi sepak bola Argentina (AFA), mereka menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala upaya untuk membuat Jorge Sampaoli hengkang dari Ramon Sanchez Pizjuan. Argentina sedang mencari pelatih baru setelah memecat Edgardo Bauza pada Selasa (11/4) lalu, dan kabarnya telah menjadikan Sampaoli sebagai calon pengganti. Namun Sevilla bertekad untuk terus mempertahankan Sampaoli, pelatih berusia 57 tahun itu masih terikat kontrak hingga 2018. “Sebagai respons dari berbagai kabar di media lokal dan internasional tentang ketertarikan asosiasi sepak bola Argentina (AFA) untuk merekrut Jorge Sampaoli, yang masih terikat kontrak dengan Sevilla hingga 30 Juni 2018, dan beredarnya kutipan dari presiden AFA Claudio Tapi yang menyatakan ingin bertemu dengan Sampaoli dalam beberapa hari mendatang, Sevilla telah mengirim surat kepada AFA untuk memperjelas bahwa pihak klub melihat itu sebagai hal yang tidak terhormat jika kabar tersebut memang benar,” tulis pernyataan di situs resmi Sevilla, Sabtu (15/4) kemarin. “Klub tidak bisa menerima dan tidak akan ragu

mengambil tindakan jika ada upaya melakukan pertemuan atau kontak dengan tujuan membuat Sampaoli mengakhiri kontraknya dengan pihak klub,” lanjut pernyataan itu. Sampaoli sendiri mengaku lelah dengan rumor yang menghubungkannya dengan tim lain. Dia juga meminta agar performa Sevilla tak dikaitkan dengan isu seputar masa depannya. Nama Sampaoli sempat disebut-sebut jadi calon pelatih Barcelona, setelah Luis Enrique mengumumkan akan hengkang di akhir musim. Dia juga dikabarkan masuk pertimbangan untuk mengisi posisi pelatih di Arsenal dan tim nasional Belanda. Di tengah rumor yang terus berkembang terkait masa depan Sampaoli, Sevilla sempat melewati masa sulit. Mereka sempat gagal menang dalam enam laga secara beruntun di semua kompetisi dan juga tersingkir dari Liga Champions. Sampaoli pun kesal semua spekulasi itu lantas dikaitkan dengan penurunan Sevilla. Dia juga lelah karena rumor ini tak kunjung berhenti. “Saya sudah menjadi pelatih Barcelona, Paris Saint-Germain dan Belanda. Orang-orang bermain dengan nama saya dan saya tidak bisa setiap hari harus membantahnya. Jika klub memutuskan untuk menge-

luarkan pernyataan setiap kali saya dihubungkan dengan sebuah klub, akan ada banyak pernyataan,” ujar Sampaoli. “Yang mengganggu saya adalah kekalahan beruntun yang dialami tim dihubungkan dengan sesuatu yang tidak ada hubungannya. Jika Sevilla kalah karena rival bermain lebih baik, itu karena kekurangan pelatihnya, bukan karena kemungkinan kontrak,” imbuh mantan pelatih timnas Chile itu. Sampaoli menggantikan Unai Emery di Sevilla pada awal musim 2016/2017, setelah sang pelatih hengkang ke Paris Saint-Germain. Sevilla menempati peringkat keempat di klasemen La Liga Spanyol dengan tujuh laga tersisa dan nampaknya akan lolos ke kualifikasi Liga Champions musim depan. Musim ini mereka tersingkir di babak 16 besar dari ajang paling bergengsi untuk klub papan atas Eropa tersebut. Sedangkan Argentina berada dalam situasi genting, Bauza kehilangan posisinya setelah Argentina untuk sementara hanya menempati peringkat kelima di klasemen kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan dengan empat laga tersisa, posisi tersebut akan membuat mereka harus menjalani laga play-off untuk lolos. (kmb33/rtr)

Jorge Sampaoli

BPM/ap


Minggu Umanis, 16 April 2017

GELANGGANG

11

Norman Nato Posisi Kedua F2 Bahrain Sakhir,Pembalap tim Pertamina Arden, Norman Nato, merebut posisi kedua balapan seri pertama Formula 2 di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Sabtu (15/4) kemarin, setelah finis dibelakang pembalap tercepat Artem Markelov dari Russian Time. Prestasi yang diraih pembalap asal Prancis ini jelas sangat berharga, mengingat tim Arden selama ini dikenal dengan tim papan bawah. Namun tim yang dipimpin engineer Gaetan Jego ini menjadi tim yang pantas diwaspadai. Norman Nato pada balapan dengan suhu mencapai 37 derajat Celsius ini mampu membukukan catatan waktu 58 menit 26,868 detik atau lebih lambat 13,780 detik dari sang juara balapan satu level di bawah Formula 1 itu. Menurut enginner Pertamina Arden, Gaetan Jego kunci dari hasil maksimal yang diraih oleh Norman Nato tak lepas dari strategi pitstop yang dilakukan. Apalagi pada balapan feature selama 32 lap ini semua pembalap harus melakukan pergantian ban. “Sejak kualifikasi kami fokus pada pemilihan dan pergantian ban. Kondisi ini kami aplikasikan pada balapan di Bahrain. Intinya, strategi pitstop dan manajemen ban menjadi kunci,” kata Gaetan Jego usai mengawal dua pembalapnya. Hasil berbeda diraih oleh rekan satu tim Norman Nato, Sean Gelael. Dia harus puas di posisi 17, meski selama perlombaan dihadapkan dengan beberapa rintangan. Namun anak pasangan Ricardo dan Rini Gelael telah menunjukkan potensi yang dimilikinya. Sean pada balapan ini membukukan catatan waktu 59 menit 37,556. Hasil ini dinilai cukup bagus, karena harus dua kali mendapatkan penalti, yaitu harus kembali melalui pitlane hingga penalti lima detik. “Kalau sudah sial tidak berhenti-henti. Tapi Sean sudah cukup bagus. Kendaraannya juga tidak ada masalah. Anda semua bisa liat sendiri kompetitifnya balapan,” kata ayah Sean, Ricardo Gelael. (ant)

SELEKSI — Tim Pro Kundalini berniat menggelar seleksi bagi skuad Liga Nusantara U-23 di Lapangan Makorem 163/Wirasatya, Selasa (18/4) lusa. Seleksi hanya untuk pemain lokal Bali, sedangkan kekurangannya Pro Kundalini bakal mendatangkan pemain dari Surabaya dan Malang.

BPM/wan

Pro Kundalini Seleksi Pemain di Korem

Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Pro Kundalini yang akan melakoni Liga Nusantara (Linus) Rayon Bali, bakal mengadakan pemain U-23 di Lapangan Makorem 163/Wirasatya, Selasa (18/4) lusa. Seleksi ini dikhususkan bagi pesepak bola local. Pemilik tim Pro Kundalini

Putu Ngurah Ardika di Denpasar, Sabtu (15/4) kemarin menerangkan, seleksi dipimpin langsung pelatih kepala Aruf Rizal. ‘’Tim Pro Kundalini ini dimanajeri Angga, putra dari Sekum Asprov PSSI Bali Gede Gepeng Subrata,’’ terang Guru Spritual Kundalini ini. Menurut dia, jika seleksi

telah dilakukan pihaknya baru berburu pemain ke Jawa, guna menutupi titiktitik kelemahan tim. ‘’Jika kerangka tim sudah terbentuk dan posisi mana yang masih kurang, kami akan mendatangkan pemain dari Malang dan Surabaya,’’ tutur Putu Ngurah Ardika.

Dijelaskannya, tim Pro Kundalini tetap target juara dan lolos dari Rayon Bali ke pentas nasional. Apalagi dua tahun lalu Pro Kundalini tembus babak 16 besar, Liga Nusantara hingga memperoleh hak suara pada Kongres PSSI Pusat. ‘’Kami akan mempertahankan suara kami pada

Kongres PSSI Pusat,’’ kata dia. Selain mengikuti Liga Nusantara, Kundalini juga sudah memiliki tim Soeratin U-17. ‘’Kami juga mematok target juara di Piala Soeratin,’’ ucapnya. Kundalini juga menyiapkan tim untuk Piala Menpora U-14 dan U-16, termasuk U-15. (022)

Justin/Christo Peringkat II

Jakarta (Bali Post) Pasangan ganda putra Justin Barki/Christopher Rungkat, harus puas mendapatkan peringkat dua, dalam turnamen tenis ITF Mens Pro Circuit seri keenam, di Jakarta, setelah harus tumbang, di partai final. Partai final yang digelar di lapangan tenis Hotel Sultan Jakarta, Sabtu (15/4) kemarin, pasangan Indonesia harus mengakui keunggulan duet Jepang Soichiro Moritani/ Kento Takeuchi, dalam pertarungan yang harus ditentukan oleh set penentuan berformat “super tiebreak”, setelah masing-masing pasangan mendapatkan kemenangan satu set. Pasangan Indonesia sebenarnya mendapatkan momentum ketika unggul 8-4, di super tiebreak. Mamun keuletan moritani/Takeuchi membuat mereka perlahanlahan mampu mengejar perolehan poin Justin/Christo. Pasangan Jepang berhasil membalikan keadaan 9-8, walau Justin/Christo membuat kedudukan kembali imbang. Akan tetapi, Dewi Fortuna menaungi pasangan Jepang, yang akhirnya mampu memenangkan pertandingan setelah Justin tidak dapat mengembalikan dengan sempurna, bola reli dari pasangan Jepang yang akhirnya menyudahi pertandingan selama 69 menit itu dengan skor 4-6, 6-3, (9-11). “Selamat pada lawan kami Moritani/Takeuchi yang bermain baik, mereka sangat pantas menang, selamat,” kata Christo dalam seremonial pemenang nomor ganda turnamen bertajuk Combiphar Tennis Open, Jakarta, kemarin. Di lokasi yang sama, Justin juga menilai Moritani/ Takeuchi memang pantas menang, karena bermain sangat solid di depan, maupun di garis belakang pertahanan pasangan Jepang, dengan persentasi servis pertama yang lebih baik pada final ini. Sementara itu, Moritani yang mengaku gelar di ITF Pro Circuit Jakarta, seri keenam ini, merupakan gelar pertamanya tahun 2017 ini, juga mengaku senang berhadapan dengan wakil Indonesia yang menurutnya juga bermain sangat baik. “Ini pertarungan yang ketat, dan kami sangat gembira dengan gelar juara ganda minggu ini. Apalagi, kami kalah dari Justin/Christo di semifinal seri empat, dua pekan lalu,” kata Moritani. Sementara, di nomor tunggal, unggulan kedua Ti Chen berhasil melaju ke final turnamen yang menyediakan hadiah total 45 ribu dolar AS atau sekitar Rp 600 juta untuk menghadapi unggulan ketiga, Max Purcell (Australia). Pada laga semifinal, Ti Chen yang menjuarai seri pertama dan kelima Combiphar Tennis Open 2017 itu menyingkirkan petenis Inggris, Jonathan Gray 6-1, 6-2. Sedangkan Purcell mengkandaskan unggulan teratas, Brydan Klein (Inggris) 6-3, 2-0 (retired). Klein yang memenangi gelar tunggal seri keempat, terpaksa menyerah, karena mengalami “heat stroke”. (ant)

BPM/wan

OPTIMIS -- Tim Bali United (BU) merasa optimis bakal meraih poin, saat dijamu tuan rumah Madura United, di ajang Kompetisi Liga 1 2017, di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRB), Pamekasan, Minggu (16/4) ini.

Madura United dan BU Optimis Rebut Poin Pamekasan (Bali Post) -

Madura United FC dan Bali United (BU), yang bakal mengarungi laga perdana di ajang Liga 1, sama-sama optimistis mampu meraih poin perdana, di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan, Minggu (16/4) ini. Pelatih Madura United FC Mario Gomes De Oliviera, dan pelatih Bali United FC Hans Peter Schaller, mengaku mampu mengalahkan lawannya, dan meraih poin sempurna pada laga pembuka Liga 1 2017 tersebut. “Kami yakin anak-anak mampu meraih poin di kandang

menghadapi Bali united. Tim kami dalam kondisi sangat siap, dan telah menunjukkan kekompakan,” kata pelatih Madura United, Mario Gomes de Oliviera, usai latihan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, kemarin. Ia mengakui Bali United

telah banyak berubah, dengan bergabungnya pemain naturalisasi, yang juga memperkuat timnas Irfan Bachdim. Kendati demikian, perubahan klub Bali United tersebut, bukan berarti Madura harus menganggap Bali lebih baik, karena Madura juga kini mulai berbenah, dan

Tim Legend Mitra Devata

BPM/ist

hari ini,” sebut dia, dalam jumpa pers seusai latihan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRB) Pamekasan. Menyinggung keberadaan “Marquee Player” Bali United, Hans Peter menyatakan semua pemain di Bali United merupakan “marquee player”. “Semua pemain Bali United adalah ‘marquee player’ dan kami tidak perlu khawatir dengan keberadaan marquee player di Madura United,” paparnya. (ant)

Anthony Ginting Gagal ke Final

Mitra Devata Atasi LAU FC Blahkiuh

Mengupura (Bali Post) Kesebelasan Legend Mitra Devata berhasil mengatasi lawannya LAU FC Blahkiuh, Badung dengan skor 4-2 pada laga ujicoba di Lapangan Penataran Agung, Kedonganan, Sabtu (15/4) kemarin. Latih-tanding yang dipimpin wasit Nyoman Nesa menggunakan sistem 3 x 30 menit. Pada 30 menit pertama duel berlangsung ketat. LAU FC yang diperkuat pemain muda usia 20 tahun memberikan perlawanan sengit. Sayangnya berkali-kali serangan LAU FC berhasil dipatahkan barisan pertahanan Mitra Devata. Sebaliknya, serangan yang dilancarkan Mitra Devata juga gagal membuahkan hasil. Akhirnya Mitra Devata berhasil unggul sebiji gol, hasil sontekan legiun asing asal Negeri Tango Argentina, Gustavo Chena dari jarak jauh sukses menggetarkan jala LAU FC. Pada laga 30 menit kedua, giliran LAU FC unggul 1-0. Akan tetapi, keunggulan LAU mampu dibalas Komang Mariawan hingga skor imbang 1-1. Skor imbang 1-1 membuat permainan makin seru dan terjadi jual-beli serangan, namun kedua tim belum mampu menambah pundi-pundi golnya. Pada 30 menit ketiga, Mitra Devata menggantikan seluruh pemainnya. Alhasil berbekal tenaga baru yang fresh, Mitra Devata mampu unggul 2-0 yang diborong bomber Ida Bagus Nyoman Mahayasa. Tertinggal 0-2, LAU FC mampu mempertipis kekalahan dengan menambah sebutir gol dan skor akhir Mitra Devata unggul 2-1. (022)

kondisi tim sudah sangat kompak. Hal senada juga disampaikan oleh Pelatih Bali United FC Hans Peter Schaller. “Madura United bukan tim remeh dan tim ini telah terbukti mengandaskan Bali United, pada kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. “Madura adalah tim yang kuat dan kompak. Tapi kami juga perlu memastikan, bahwa tim kami juga dalam kondisi puncak untuk pertandingan

BPM/ist

UJICOBA - Tim PS Badung dalam try-out ke Yogyakarta menuai hasil unggul 3-1 atas Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menang atas tim anggota Persiba Bantul POR Segoro Yoso 4-0, serta kalah tipis 1-2 atas PPSM Magelang.

PS Badung Ditundukkan PPSM Magelang

Mangupura (Bali Post)Tim PS Badung harus mengakui keunggulan tim selevel Liga-2 PPSM Magelang dengan skor 1-2 (1-1) pada laga uji coba terakhir dalam lawatannya ke Yogyakarta di lapangan Panca Marga TNI AD Magelang, Sabtu (15/4) kemarin. Dalam lawatannya ke ‘Kota Gudeg’, sebelumnya Tim Keris menang 3-1 atas tim Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (12/4) lalu, bahkan kembali unggul 4-0 atas tim anggota Persiba Bantul, POR Segoro Yoso, Jumat (14/4) lalu. Menerapkan pola ofensif, tim polesan kuartet pelatih Syahrial Effendy, Nyoman Sujata, Agus Tiono dan Freddy Herlambang unggul lebih dulu, persisnya di menit ke-9 lewat sundulan Ryan Egi. Ryan yang menerima umpan silang bola lambung dari Satrio Aji

menuntaskan ke gawang PPSM Magelang dan gagal diantisipasi kiper Taufik. Tertinggal 0-1, PPSM berupaya bangkit. Alhasil semenit menjelang turun minum, PPSM mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gocekan Taryono. Tendangan keras Taryono meluncur deras ke gawang dan tak mampu dihalau kiper PS Badung Syamsidar. Hingga turun minum, skor imbang 1-1. Gol penentu kemenangan PPSM kembali dilesakkan Taryono pada menit ke-52. Berawal dari kesalahan pemain belakang Tim Keris yang berspekulasi memainkan bola di lini pertahanan. Akibat kecerobohan defender PS Badung, bola tanggung yang disodorkan kepada kiper Syamsidar berhasil diserobot Taryono. Berbekal ketenangan, bomber PPSM ini, kembali menggetarkan jala PS

Badung yang dikawal Syamsidar. Hingga akhir pertandingan, PS Badung tetap kalah 1-2 atas PPSM Magelang. Pasca laga, Manajer Tim PS Badung Nyoman Graha Wicaksana menerangkan pihaknya tidak melihat hasil akhir kalah atau menang. Yang jelas, dalam lawatannya ke Yogyakarta ini, pihaknya sudah bisa mengukur sejauhmana mental bertanding mereka, jika bertanding di luar kandang. Selain itu, beberapa pemain tampil kurang greget, kemungkinan takut cedera. Oleh sebab itu, dirinya sudah menerima laporan tentang rapor masing-masing pemain, sehingga mereka layak dipertahankan atau justru didepak. ‘’Konsekuensinya, setiba rombongan PS Badung di Bali, kami melakukan pencoretan terhadap pemain, termasuk mereka yang layak berkostum kebesaran Tim Keris,’’ ujar pria yang akrab disapa Koming ini. (022)

Jakarta (Bali Post)Tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting gagal meneruskan langkahnya ke partai final turnamen bulu tangkis Singapura Terbuka 2017, setelah ditumbangkan wakil India Kidambi Srikanth. Dipantau dari laporan Federasi Bulu Tangksi Duni (BWF) Jakarta, dalam laga empat besar yang digelar di Singapore Indoor Stadium, Sabtu (15/4) kemarin Anthony Ginting harus menyerah dari Kidambi dalam pertarungan dua gim selama 42 menit dengan skor 13-21, 14-21. Anthony sebenarnya bermain baik pada gim pembuka dengan terus memimpin perolehan poin, bahkan dia berhasil memimpin 8-3 atas Srikanth. Tepat ketika skor 10-6 untuk keunggulan Anthony, wakil India mampu menyalip perolehan poin pemain Indonesia dengan memanfaatkan kesalahan pribadi Anthony Ginting dan menjadikan skor 10-16 untuk keunggulan Srikanth. Meski Anthony berusaha mengejar, dia tidak mampu, bahkan mendekati perolehan pemain India yang akhirnya memenangkan gim pertama. Pada gim kedua semangat Srikanth semakin meningkat, bahkan dia sempat meninggalkan Anthony 9-1. Wakil Indonesia tidak mau menyerah begitu saja, dia terus berusaha mengejar, bahkan mampu memperkecil defisit poin hingga hanya berselisih dua angka saja 14-16. Akan tetapi, Srikanth mampu kembali menemukan gaya permainannya dan menahan laju poin Anthony yang belum bisa lepas dari kesalahan yang dibuatnya sendiri pada angka 14, hingga akhirnya pemain India itu memastikan diri melaju ke partai puncak turnamen berlevel superseries tersebut. Kemenangan Srikanth ini menjadikan final tunggal putra kejuaraan Singapura Terbuka 2017, akan menyajikan final sesama India antara dirinya menghadapi kompatriotnya Sai Praneeth yang berhasil menyingkirkan pemain Korea Selatan Lee Dong Keun 21-6, 21-8. Sedangkan bagi Anthony Ginting, ini merupakan kekalahan keduanya dari Srikanth dalam tiga kali pertemuan, sebelumnya mengalami kekalahan di Indonesia Masters 2015 dengan skor 13-21, 19-21. Sementara, Anthony Ginting mampu memenangkan pertemuan di Indonesia Terbuka 2015 dengan skor 14-21, 22-20, 21-13. Sebelumnya, pasangan ganda putra Markus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Berry Angriawan/ Hardianto gagal melaju ke final Singapura Terbuka Super Series 2017. Marcus/Kevin takluk dari unggulan kelima asal Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen dengan skor 11-21, 21-11 dan 21-14. Sementara Berry/Hardianto kalah dari unggulan keempat turnamen asal China Li Junhui/ Liu Yuchen dengan rubber game, 15-21, 21-10 dan 21-16. (ant)


LAGA

12

Sayap T pada mobil Valtieri Bottas.

Minggu Umanis, 16 April 2017

BPM/ap

Insiden Verstappen Jadi Momentum Tepat untuk Larang Sayap ’’T’’ Manama – Bos Red BUll Christian Horner tegaskan kembali upayanya agar FIA melarang penggunaan sayap “T” di Formula 1. Hal ini diungkapkan setelah Max Verstappen menghantam serpihan sayap yang copot dari mobil Valtteri Bottas, pada Latihan Bebas kedua GP Bahrain. Laju Verstappen pada sesi latihan bebas kedua ini hanya sebanyak 18 lap, akibat kerusakan pada bagian bawah mobilnya karena melindas serpihan dari sayap “T” mobil Bottas yang terlepas. ‘’Saya tidak menyangka jika hal itu bisa membuat kerusakan yang cukup parah. Serpihan ini juga menghantam bagian lantai mobil,’’ ujar Verstap-

pen, Sabtu (15/4) kemarin. Horner vokal menyuarakan kritik terkait sayap kecil yang berada di atas penutup mesin, yang sudah muncul pada sesi tes pramusim. Red Bull memilih untuk tidak menggunakan sayap “T”. Horner percaya jika insiden tersebut membuat Charlie Whiting sebagai Direktur Balapan F1, harus mengambil langkah tegas, meskipun ia meragukan hal itu akan terjadi. Bottas juga mengalami kejadian yang serupa saat di GP Tiongkok pekan lalu. ‘’Saya mungkin orang yang kurang tepat untuk ditanyakan tentang hal ini, karena kami tidak menggunakan komponen ini. Jadi semua

orang akan mengatakan jika saya akan menyingkirkannya, karena kami tidak menggunakannya,’’ ujar Horner. ‘’Namun saya pikir Charlie juga memiliki kesempatan baik, dengan alasan keamanan untuk melarang penggunannya. Namun saya merasa, komponen ini akan bertahan hingga akhir musim. Akibat insiden ini menyebabkan kerusakan senilai 50.000 euro pada mobil, jadi saya pikir mereka seharusnya segera melarang komponen ini terkait faktor keselamatan dan biaya,’’ imbuhnya. Verstappen mengatakan insiden ini mengganggu simulasi balapannya pada latihan bebas kedua. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

GANTI - Pembalap Jenson Button (kiri) bersama Fernando Alonso musim lalu ketika masih membela tim McLaren Honda.

Mclaren Biarkan Alonso ke Indy 500 Pilih Button sebagai pengganti

Manama – McLaren membuat keputusan yang mengejutkan dengan mengizinkan Fernando Alonso untuk mengikuti Indianapolis 500 dan akan melewatkan GP Monaco yang jadwalnya bentrok dengan gelaran ini.

Jimmy Butler

BPM/rtr

Tim di ’’Play-off’’ NBA Sudah Lengkap Chicago – Sebanyak 16 tim siap menjalani duel pada babak playoff NBA musim 2016-2017. Chicago Bulls dan Indiana Pacers menjadi dua tim terakhir yang lolos. Bulls dan Pacers berhasil menembus babak play-off setelah meraih kemenangan atas lawan masing-masing pada laga terakhir musim reguler, tengah pekan lalu Kehadiran Bulls dan Pacers melengkapi barisan delapan tim Wilayah Timur yang lolos. Enam tim yang lolos lebih dulu adalah Boston Celtics, Cleveland Cavaliers, Toronto Raptors, Washington Wizards, Atlanta Hawks, dan Milwaukee Bucks. Dari Wilayah Barat, delapan tim yang berhak berlaga pada babak play-off adalah Golden State Warriors, San Antonio Spurs, Houston Rockets, Los Angeles Clippers, Utah Jazz, Oklahoma City Thunder, Memphis Grizzlies, dan Portland Trailblazers. Sesuai dengan regulasi NBA untuk babak play-off, tim berperingkat kesatu akan menjumpai tim berperingkat kedelapan, sedangkan tim

berperingkat kedua bertemu tim berperingkat ketujuh. Sementara itu, tim berperingkat ketiga menghadapi tim berperingkat keenam, dan tim berperingkat keempat akan menjumpai tim berperingkat kelima. Semua laga play-off akan menggunakan format pertandingan best of seven. Artinya satu tim harus memenangi empat gim untuk bisa maju ke babak berikutnya. Babak play-off akan berlangsung pada 15-30 April 2017 dengan memakai sistem laga kandang-tandang (home-away) sesuai tim yang bertanding. Pelatih Fred Hoiberg mengaku sudah siap meski harus berhadapan dengan tim yang memiliki rekor terbaik di NBA saat ini yaitu Golden State Warriors. ‘’Masuk ke babak play-off sangat menyenangkan. Apa pun bisa terjadi. Saya tidak peduli siapa lawan kami nanti tapi kami masih memiliki peluang untuk lolos,’’ ujarnya, Sabtu (15/4) kemarin. Bulls akan tetap mengandalkan Jimmy Butler. Di pekan terakhir musim,

Butler tampil menawan dengan ataan 32,5 poin dan 6 assist per game. Berkat aksi impresif Butler, Bulls lolos ke play-off. (kmb33/rtr)

Alonso dengan jujur mengatakan jika ia ingin menjadi pembalap pertama yang meraih gelar Triple Crown dengan kemenangan di Monaco, Indy dan LeMans setelah Graham Hill. Dengan kemungkinan melakukannya bersamaan dengan F1, bisa memberi keuntungan untuk McLaren. Ketika ditanya apakah rencana ini bagian dari upaya agar Alonso tetap bertahan hingga 2018, direktur balap McLaren Eric Boullier, Sabtu (15/4) kemarin mengatakan, ‘’Mengapa tidak, anda tahu semua orang mempunyai trik sendiri ketika harus bernegosiasi tentang kontrak?’’ Dengan trek Monaco yang memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil terbaik di musim ini, McLaren menyadari jika bisa kehilangan peluang untuk meraih poin berharga. Namun, Boullier mengatakan keputusan untuk memperbolehkan Alonso membalap di Indy sangat tepat, karena implikasi untuk kedepannya dan faktanya pembalap pengganti mereka yang berpengalaman dengan Jenson Button. ‘’Ada rencana besar di balik ini,’’ ujar Boullier, ketika

ditanya dengan absennya Alonso apakah bisa merugikan tim. ‘’Pertama, kami memiliki Jenson yang menggantikan Alonso, jadi kami memiliki pembalap lain yang bisa memaksimalkan performa mobil. Kami juga memiliki Stoffel, yang kami percaya memiliki potensi menjadi pembalap terbaik. Dia pernah memenangi GP2 di Monako, jadi dia tahu cara membalap di sana, dan dalam gambaran yang lebih besar akan lebih bermanfaat bagi McLaren Honda.’’ Button adalah mantan rekan setim Alonso yang lima bulan lalu memutuskan untuk rehat dari dunia balap. Namun, kontrak terakhir Button dengan McLaren mencantumkan klausul pembalap asal Inggris itu bisa kembali membalap jika salah seorang dari dua pembalap McLaren absen. ‘’Saya terkejut untuk kembali ke F1 dan tidak ada tempat yang lebih baik lagi untuk kembali daripada GP Monako,’’ kata Button. Button tak sabar untuk segera mengendari MCL32 di Sirkuit Monako. Ia pun menegaskan dirinya dalam kondisi fit. ‘’Saya sangat fit, banyak mengikuti triatlon

belakangan ini. Jadi saya tidak khawatir untuk bisa mencetak angka di Monako,’’ imbuhnya. Indy 500 Pembalap mana yang tak mau balapan di GP Monaco? Jangankan pembalap F1, di kelas di bawahnya pun pasti ingin balapan di sirkuit jalan raya di negeri kepangeranan itu. Namun, tahun ini Fernando Alonso malah tidak mau balapan di Monte Carlo. Dia memilih ikut Indy 500 di Amerika. Bentrok tanggal adalah alasan utama. GP Monaco dan Indy 500 tahun ini memang digelar pada saat bersamaan yakni Minggu, 28 Mei 2017. Di Indy 500 nanti juara dunia F1 2005 dan 2006 itu membela tim McLaren-Honda-Andretti. Sudah pernah memenangi GP Monako, bahkan dua kali, adalah alasan lain kenapa Alonso memilih untuk terbang jauh-jauh ke Amerika. ‘’Target saya adalah memenangi tiga gelar, yakni F1, lalu Indy 500, dan Le Mans 24 Hours. Hanya ada satu pembalap yang mampu melakukan itu, yakni Graham Hill,’’ kata Alonso. Indy 500 adalah balapan

di trek oval Sirkuit Indianapolis dengan jarak tempuh 500 mil. Itu sama dengan 200 lap di Indianapolis yang memiliki panjang 2,5 mil (4 km). Sebelum ikut Indy 500, Alonso bakal mempelajari beragam kondisi balapan di sana, di antaranya lewat simulator. Michael Andretti, anak juara dunia F1 dan juga pemenang Indy 500, Mario Andretti, akan menjadi mentor bagi Alonso. Michael adalah juga pemilik tim Andretti Autosport yang bakal dibela Alonso. Selain Alonso, Andretti Autosport akan menurunkan lima pembalap lain, yakni Ryan Hunter-Reay, Marco Andretti, Takuma Sato, Alexander Rossi, dan rookie Jack Harvey. Alonso juga dihitung sebagai rookie. Sato dan Rossi adalah dua pebalap yang juga pernah berlaga di F1, di mana Rossi adalah pemenang Indy 500 tahun lalu. Kalau bicara pembalap F1 yang pernah memenangi Indy 500 ada beberapa, seperti misalnya Rossi dan Juan Pablo Montoya. Namun bila bicara juara dunia F1 yang juga pernah menaklukkan Indy 500 hanya sedikit. Itulah yang ingin dicapai Alonso. Inilah tahun di mana juara dunia F1 menaklukkan Indy 500. (kmb33/rtr/ap)


Sastra

Redité Umanis, 16 April 2017

13

I Kaki Dengkil

Sang Wijayasastra 2 “BOYA ja ulian I Nicolaus Copernicus ané ngoraang guminé mapiteh, uli ipidan tattwa agamané mapiteket kamula jagaté mapiteh. Pitehan jagaté ento jua ngawinang keneh manusané masé mapiteh! Aab jagat piwulang-wulang mabinaan nyabran paideran!” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon ngwawanin pitehan manahné wenginé puniki. Wantah punika piragiang, sinah jagi nénten wénten sané prasida ngartosang grémonan I Kaki Dengkilé punika. Napi minab jagi wilangina wenginé puniki. Wantah kayun jagi mahbah manah Ipuné wenginé puniki, becikan piragiang kémanten napi sané grémonanga, napi sané jagi bligbaganga. Wantah anaké siosan biasa mabligbagan sareng pianak, somah, cucu, sameton, kekantian, wiadin warginé siosan, I Kaki Dengkil sampun sué biasa mabligbagan padéwékan. Nénten kawilang saking ipidan Ipun matingkah asapunika. Minab sesukaté kaonina padem antuk I Dadong Dengkil. Ngraina, wénten kamanten sané bligbaganga antuk I Kaki Dengkil. Makéh pisan manahanga nyabran wengi. Sapisan-pisan sané manahanga kawartaang majeng wargi Tepisiringé. Sapisanpisan wargi Tepisiringé ngangkenin sasulur sané wartaanga. Nanging, sujatiné makéhan sané nénten tatas tatuek manah Ipuné. Minab santukan kalintang sutsut antuka ngwartaang. Utawi tatenger sané ortianga punika, nénten pisan keni antuka nepasin antuk wargi Tepisiringé sané mangkin sampun sayan makéh piuningnyané. “Ipidan tusing ada pamalihan cara janiné! Nyén patutné dadi kliang banjar, kliang subak, kliang soroh, dadi bendésa adat, dadi prebekel, jeg suba ja sungkemin dogén. Apa buin dadi mangku désa, jeg ia-ia dogén. Panak kliang, panak mangku désa, panak bendésa, panak prebekel, buin pidan ngentinin bapanné!” Grémonan I Kaki Dengkilé punika sayan nyihnayang napi sané jagi bligbaganga néwék antuk I Kaki Dengkil. Wantah asapunika grémonané, sinah sané jagi blgbaganga, inggih punika indik pamalihan Sang Angawarat Gumi Baliné sané jagi rauh. Sampun kaloktah sesukat dasawarsané sané lintang pamalihané mangkin kasukserahang majeng wargi Baliné sinamian. Sadurungné, sampun kauningayang pamalihané wantah kawatesin antuk angga dépééré kamanten. Riantukan asapunika, pamalihané antuk warginé sajebag Bali ngawinang pakibehé mabinayan. Wantah sampun pamalihan umum, jabat pamalihan depéér, walikota, bupati, muah gubernur jagi wénten kamanten krana ngawinang byuta jagaté. Byuta sesampuné wénten sané pastika kaon. Napi sané ngawinang byuta? Nénten sios santukan wénten sané sampun marasa déwékné jagi kapalih, pamuputné nénten kapalih. Ngudiang marasa asapunika? Nénten sios santukan sampun makéh mapenelas, pamuputné nénten wénten sané mamalih. Sampun icén gong abarung, pamuputné tilasa. Sampun akéh nyambehang jinah, pamuputné sané wéhin jinah nénten mamalih! I Kaki Dengkil naan miragi, I Précét, I Buntak, I Raya, tur wénten malih sané siosan, maakéhakéhan polih jinah dawegé pamalihané sané lintang. Makasami dana soroh caloné ri kalané jagi pamalihan. Waluya ja, piteket sastrané kasengguh sapusira ugi ngadeg ratu mangda ngutamayang rata karasaang kasujahteran jagaté. Naler sapusira ugi munggah mamanah jagi nyuryanin jagat, mangda sida mapunya ring sajeroning warginé kakirangan. Naler ri kala raina suci mangda mapunya majeng Ida Sang Sadaka. “Dong nah té, soroh bebotohé ento guguna tekén soroh caloné ento? Soroh bromocorahé kagega baang pipis? Caloné buka kakéto, sinah disubané bakatanga tegakné lakar ngetung sugih gaéné!” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon dawegé miragi soroh wargi Tepisiringé sané maakéh-akéhan polih bekel saking caloné sané mamanah polih linggih. I Kaki Dengkil naler érang pisan manahné wénten calon pangageng jagat sané akéh pisan sesanginé. Masesangi mrika-mriki. Sanunggil pura genahé masesangi. “Ngudiang Ida Bhatara sesangiina? Apa Ida Bhatara bareng mamalih? Sesubané ngadeg ratu, engsap laut tekén sesanginé? Apang rasaanga kapongor acepok mara tawanga terasné!” I Kaki Dengkil nglanturang malih ngamukmuk, éling ring orti sané naan piragina dawegé pamalihan sané lintang. Mangkin sampun nyansan ngwengiang. Sané éranganga pisan wénten calon pangageng jagaté masesangi jagi ngarya awig-awig sané kabaos “peraturan daerah” mangda tetajéné dados kawéntenang. Riantukan asapunika, kocap I Kaki Dengkil nénten érang wantah wargi Tepisiringé gasék pisan nerima jinah tur sembako saking calon pangageng jagaté. Sampun uningina, napi sané janjianga dawegé kampanye jagi nénten kalaksanayang. “Lamun kéto, da ja bareng mamalih! Apang taén pangageng jagaté, jabat gubernur, walikota, tur bupati ngadeg ratu kuala tusing ada ané mamalih!” I Kaki Dengkil mamanah dados golput ring pamalihané sané jagi rauh santukan nénten wénten rasaanga Sang Angawaraté satya wacana!

(Jelantik)

Radén Ajeng Layu Manedeng I Madé Suarsa SÉPA pisan pamargin pailehan cakra kauripan Radén Ayu Kartini, embas ring jagaté dados anak istri luihing listuhayu treh prayayi, tur dados bungan puri, kembang keraton. Durung rinasa waneh macanda malédang-lédang sareng prakanti istri-istri sayusa, nagingin parikramaning sang rumaga alit, makadi makering-keringan, main sikepiak, macingkal, mabéklen, umah-umahan, dagang-dagangan, miwah sané tiosan; sampun kapingit ring tegeh panyengker puri, kaiket tenget témbok kaputrén. Ten dados wara-wiri, ten malih dados medal saking puri, meneng kémanten ring kaputrén. Ajeg ninutin dresta prayayi, tata-titi puri, pidabdab kuno sakéng ilu kukuh bakuh kadi wit kepuh, ring bancingah ébuh tumbuh. “Ayu… Ayu jani suba roras tiban, suba munggah daa adané. Ngawit jani tusing dadi buin Ayu maplalianan cara anak alit jabayan makering-keringan, madagang-

dagangan di rurung-rurungé! Di puri dogén Ayu ngoyong, tusing dadi kija-kija! Tusing kena baan narka keneh anak ajak liu, ada dané bebéki, nyanan Ayu kena baya sépa tidong-tidong!” “Nggih.” Durung rinasa anaké alit waneh mratiaksayang senengé rumaga daa, kadyangganing adikusuma wikasita sedeng jrahning sumekar, tan bina sakadi sekar nedeng mekar, angripta rumning sugandhakusuma inupup dé mandamaruta, medalang ambu miik mrik-sumirik ampehang angin alon ngasirsir, amenuhi ikanang bhumi, ngébekin jagat. Sedeng seneng matuasjaitan ring kaputrén, ngripta lan ngwacénin susastra agama, tukar-tinukar séwala patra sareng prakanti dura désa dura negara; sampun sagrehan jagi kadampatiang sareng anak lanang treh prayayi, sayusa ring aji, dados rabi kaping pat.

“Ayu, Ayu jani suba pitulas tiban, suba patut kadampingin kaemban anak lanang, marabian. Anak lanang dané seken-seken sujati lascarya bisa ngemban Ayu, sanggup ngamerténin Ayu kanti kawekas, sawiréh kahuripané tusing dadi dasarin baan tresna-tresna dogén. Calon rabin Ayuné, prayayi adipati uli Rembang. Makatetelu rabin-rabin dané, timpal-timpal Biang. Makejang sanggup ngemban ngajahin Ayu parikramaning kalanguan madampati alaki rabi di purian.” “Nggih.” Nggih, nggih, nggih. Panyawisé setata, nggih. Bawak, lantang, utawi lantang malémbad pawekas-wekas anaké lingsir, setata kacawis kruna bawak, nggih, olih Radén Ayu Kartini. Boya nggih, nggih malinggih; boya nggih, nggih, tan kapanggih; sakémawon nggih, nggih, jakti kapisinggih. Radén Ayu Kartini nglaksanayang pisan swadharmaning putra suputra, ngincepang pisan pawekas-wekas sakadi kasurat ring Kekawin Ramayana, Wirama Pretiwitala, duk Ida Sang Rama lascarya, ten purun tulak, ten bari-bari ninutin pawekas ajin idané Sang Prabhu Dasarata, mangda sagrehan ninggal puri masusupan ka tengahing wanacala, sakadi pikayun biang tumin ida, Déwi Kékayi. Prayojana nikéng anak gumawayang pakoning bapa, pidabdab sang maraga putra suputra, patut nglaksanayang asing-asing pawekas bibi-aji. Leheng mati misan-misan sakarikang wihang ring bapa, becikang padem sapisanan padayang purun tulak ring pawuwus bibi-aji. Punika mawinan Radén Ayu Kartini, sané sering kapapustayang Radén Ajeng Kartini, doning tetuek “ayu” lan “ajeng” pateh, listuhayu listuhajeng, jegég tan kadi-kadi saksat surawadhu widiadari tedun saking kahyangan; pacang dados salah sinunggil garwa ampil utawi selir, rabi kaping pat Kangjeng Radén Mas Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Boya garwa padmi, utawi paraméswari/ ardhanaréswari. Salah sinunggil rakan dané, Radén Mas Kartono ten sida mabaos napi-napi malih, yadiastun jroning tuas nénten cumpu ring pikayunan Bibi-Ajinidané, nénten cumpu yéning ariné pinih kasayangang duaning, wantah sejabana satunggal paragayan istri saking solas diri raka-rai, taler pradnyan lan listuhayu sedek seneng aguron-guron ngraga, déréng purna jangkep yusané, sakadi kapaksa marabian, napi malih dados garwa ampéan utawi garwa ampil. “Saiki ngoten Nduk. Kang Mas ora iso mbejo nopo-nopo manéh karo sampéan, nék amergo dawuhé Romo karo Si Mbok ora kena dibantah. Ojo mandheg yo! Sinau marang tetelu wewayuhané garwamu, utamané sing rumogo garwa padmi yo!” “Njiiiiih.” “Sing penting manéh Nduk, sinau terus kanggo minterno awakmu, lan muruki wong-wong wadon moco karo nulis nangkono, supoyo ora kalah pinteré marang wong lanang yo!” “Njiiiiih.” Tan surud-surud Radén Mas Kartono mapawéwéh ring anten danéné, mapiteges yéning pawuwus Bibi-Aji sampun ten mrasidayang katungkasin. Radén Ayu Kartini mangda tetep mautsaha dados garwa ampil sané subakti ring rabi, lan ten waneh-waneh mala-

-0-

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Paiketan Rwabhinéda

Bojog Sunari

Olih : I K. Satria, S.Ag SANTUKAN akéh sané sandang kayunin indik kahuripan puniki, mawinan sekancaning pikayunan patut kadegdegang mangda hening anggén ngamargiang sané kabaosang patut. Méweh pisan maosang sané kabaosang patut taler sané nénten patut punika! Punika mawinan saking riin sampun kabaosang ring sastrané, sang sané kayun ngutamayang kahuripan, mangda prasida teleb malajahaang déwék majeng sané kabaosang guru. Kapatutan sané kapertama wantah sané kabaosang olih sang guru, samian sané kajahin olih sang guru. Sang sané kabaosang sisya wantah sané setata nelebin saha ngamargiang sapatitah sang guru, ngresepang tur ngamargiang sané kapituduh olih sang guru wantah sané kabaosang kautaman. Salanturnyané, sané kabaosang kapatutan sané patut kauningin, nénten nyakitin kahuripan sané tiosan. Punika wantah sané kabaosang prasida nglepasang angga sariran i manusa saking pikayunan sané setata rumaket ring daging jagaté. Setata tinut tur pageh ngamargiang sekancaning kasucian angga sarira wantah pinaka swadharma sané utama. Sang maraga wicaksana sampun maosang saking riin, indik kaweruhané punika wantah sarana sané kanggén nyujuh kautaman ring jagaté. Antuk kaweruhané punika kabaosang, jadmané prasida lémpas ring pamargin kasengsaran ring jagaté. Sang sané setata nyakitin anak toisan tur nénten madué parilaksana sané becik, wantah kabaosang pacang nemu kasengsaran, setata kaliput olih sekancaning kamomoan miwah sané tiosan. Jadmané sané setata mamiut, nanging mapi-mapi sadu wantah jadma sané corah ring padéwékan saha pacang setata mangguhang kasengsaran. Sang sané setata merihang kabagian ring uripé wantah pacang molihang kabagian sekala sané ngawinang kawéntenan jiwatmané setata mategul iriki ring jagaté saha pacang molihang kasengsaran, méweh raris molihang kautaman. Jadmané sané nguningin kaweruhan sané utama saha setata teleb ring angga sarira nuju brahman wantah pacang molihang sané kabaosang brahman. Merihang saha ngaptiang sekancaning sané kabaosang patut, wantah sané sakadi asapunika pacang molihang kautamané. Salanturnyané, indayang pirengang sané kabaosang paiketan Kshetrajna sareng jagaté. Makekalih punika wantah mapaiketan sakadi carang taruné sareng makasamian don taruné. Sami punika wantah matunggilan sekala kalawan niskala, punika sané pinaka dasar. Atman wantah sané dados kabaosang pangurip tur sané tiosan wantah pinaka sarana uripé. Daging jagaté puniki wantah kawéntenan sané patut utamayang saha upapira taler dados anggén sarana nyujur kabagian ring

jahang raga ring menyan-menyan sané tetiga punika, pamekas ring sang rumaga ardhanaréswari. Turmaning tetep ngicénin ajah-ajah kawruhan ring para istri, mangdané nénten kasor ring kawruhan anak lanang. Pamuput, sang ksépania, ten dados andegang malih, kusumaning Jepara sané embas Anggara Pahing Langkir, 21 April 1879 punika, nglanturang kembang ring Rembang, amuktinin kalanguan dampati, tan doh saking genah wiwit embas, pinaka garwa ampil nuju Wrehaspati Pahing Kulantir, 12 Novémber 1903. Sawarsa lintang, 13 September 1904, ngembas anak alit lanang satunggal Radén Mas Soesalit (susah lan sulit ?) Djojoadhiningrat. Sesampun purna sida ngénter anak alit sangkéng jagat niskala ka jagat sekala, malih petang rainannyané, 17 September 1904 kusumarumningrat punika amor ring acintya, lebar, budal ka jagat niskala, masikian Sang Hyang Atma ring Sang Hyang Parama Atma. Raris sareng sami nemu raras, sa-Jeporo, sa-Rembang, sanJowo, sa-Nusantoro, mapikayun-kayun, maparitlektek kaagungan taksu Radén Ayu Kartini, macihna ring galah-galah luwih saksat galuh, sami goloh gilih. Tan péndah surya sangkéng udaya giri mijil mahyunang dipanang rat, munggah ring Kekawin Bharatayudha, wirama sragdara, tan bina sapamedal Sang Hyang Surya sakéng pucak gunungé kangin, sigra ngicénin sinar suci ngrahayuang jagat; sakadi punika kiranglangkung antuk nartayang kahanan sira Radén Ayu Kartini, lewih ketah sajagatan mapuspata Radén Ajeng Kartini. Yata lawas, 113 warsa dané sampun séda, sakémaon bukti bakti, pidabdab, pikamkam dané mautsaha nincapang kahanan para istri mangda pateh ring para lanang, tetep ajeg, sakadi ajeg Ida Sang Hyang Surya, saraina ngicénin sinar terang. Radén Ajeng Kartini tetep maurip jroning manah krama sanunasantara, ngicénin conto ring para istri utama tiosan nglanturang pidabdab dané ngrahajengang jagat, makadi Radén Déwi Sartika, Christina Tiahahu, Hj. Rangkayo Rasuna Said, Maria Walanda Maramis, miwah sané tiosan; sesampuné dané riinan polih pakebiah sakéng istri-istri utama makadi Cut Nyak Dien lan Cut Nyak Meutia. Mawiwit pikamkam inggil, pidabdab luih, pikayunan utama Radén Ajeng Kartini, saksat sinar suci terang-galang, ngicalang kapetengan manah kaliput déning sapta timira peteng pitu, kaiket sad ripu, kagoda panca lan dasa indria, ical pangalang rauh galang, ical peteng rauh semeng, habis gelap terbitlah terang. Sayang pisan. Wantah ajebos dané polih midabdabin para istri sanusantara, mangda prasida ja pateh kahanannyané ring para lanang, sareng-sareng ngrahayuang jagat, Radén Ajeng Kartini sampun mawantun ka Hyang Sangkan Paran, kalaning Sang Ahajeng wawu mayusa 25 warsa, 4 sasih, 17 raina. Saraina-raina inusuping kaluihan guru-laghu wirama kilayu manedeng jroning makudangkudang kekawin kadyangganing sekar ajeng nedeng mekar, tan panantara jeg layu, layu mekar ajeng nedeng, si ajeng mekartini layu manedeng, Radén Ajeng Layu Manedeng.

jagaté .Sang sané sampun widagda tur wicaksana wantah sané sampun nguningin indik sami sané wénten ring jagaté madasar antuk wénten miwah sané nénten wénten, sané becik miwah sané kaon taler sané ageng miwah sané alit utawi sané tiosan. Yéning telebin kawéntenané punika, minab wénten sané akéhan miwah wénten sané akedik kawéntenannyané. Sané kabaosang Kshetrajna nénten malih kaliput olih kawéntenan rwabhinedané, sampun tatas tur putus kawéntenannyané. Wyakti sampun luput, sampun nénten malih keni panyungkan pikayunan liang miwah sebeté. Kawéntenan Kshetrajna wantah sampun kabaosang kautaman sujati. Sang sané sampun waged nyujur brahman wantah ngayunin jagaté puniki pinaka sekar padma sané kempah utawi mekar. Punika sané ngawinang indiké puniki ngicénin pikayunan sané ageng saha jimbar kekuwugnyané ngeninin indik jagat, boya jagat ageng kémanten sakemaon jagat alit utawi angga sarirané puniki. Sang sané sampun ngayunin sakadi asapunika wantah ngawinang jagaté puniki enteg sangkaning kautaman pikayunané sané sampun pageh ring kasatyan. Sané kabaosang Purusha wantah sané nénten malih prasida kaentulin olih sekancan kahuripan sekala, sakemaon ida sané ngardinin sekalané puniki wénten, mawinan méweh mikayunin kawéntenannyané punika. Irika raris kaimbayang kawéntenan Purushané punika sakadi sekar tunjung sané pinaka sthanan Ida Btara-bhatari sané dahat suci kawéntenannyané. Sakadi asapunika sané sampun kaunggahang ring susastra suciné, sané ngwetuang sami daging jagaté puniki wantah kautaman Purushané. Kawéntenan jagaté puniki wantah pinaka kawéntenan Purusha. Paiketan daging jagaté miwah Purushané punika winaluya sakadi kawéntenan sarwa mauripé sareng pakibehnyané ngamargiang kahuripan, dahat méweh minehang indiké punika. Yéning nirgamayang sakadi anak sané mamargi nuju genahé sané peteng dedet saha nénten keni antuk ngayunin napi sané wénten ring genahé punika. Sakémaon malarapan antuk makta sané kabaosang sunar, pacang prasida nguningin napi luwir sané wénten irika. Sané pinaka sunar wantah kaweruhan sané mautama. Yéning sampun sakadi asapunika kawéntenan kahuripané, wantah pacang sida nemu galang sangkaning kaweruhan sané mautama, yéning imbayang malih kawéntenan Purusha miwah kahuripané puniki wantah sakadi sunar utawi sundih. Sakantuné madaging minyak miwah benang, salaminnyané wantah ngwetuang sunar santukan madaging agni jnana sané mautama. (Masambung)

Ngawit karya ngantos puput Lemah peteng, panes klepeg Ngelanting di bangkiang tiing Majujuk tegeh tanpa wetas. Ningeh nanging bongol Masuara nanging kolok Manggutan ri kala angin baret Mangda antar pamarginé. Ulian dasar enu kuangan Kakocok tan makrisikan Nyelekep di duur ngalih pilonan Apang sida setata magisian KS.Wijaya

Masuluh Masuluh tekén tingkah Tingkah makada élah Elah nepukin selah Selah ngisinin galah Galah nutug jengah Jengah ngetut melah Melahé patut bayah Bayah aji solah Solah lan ayah I Ketut Aryawan Kenceng


Kruna

14

I Wayan Semadi

Cerakén

Seneng ring Beburon, Kajudi Dados Ketua Badan Pengelola Alas Kedaton

Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

puupu;du(m,

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Durma 29.sisik)elod/, Sisi kelod,

k)mã*k$tesm2p;,

kembang kertasé malepah, klilitÀis)k(kun&,

kalilit i sekar kuning, mnÑliksu*s*,

mandalika sungsang, mênc)m%lnuækuæk/,

miana cemeng lan saksak, pkuhi\Ðenzd\in/,

paku ingkané nyadangin, hid&m\u\*,

iding mangungang, g)n;higdu*k[Õ¡ri. genah I Gadung Kasturi. 30.r&purên/, Ring purian, ewnÓ)næli\ái;útÓm,

wénten palinggih utama, b)bturnædßsri,

bebaturan padmasari, luhur&hks, luhuring akasa, metemãokærsÓbsn/,

matémbok paras tabasan, n\&mnÑlencupit/,

nanging mandalané cupit, kln&musæ,

ANAK lanang antuk aran panjang I Wayan Semadi, nénten naan mikayunin anggané pacang dados Ketua Badan Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton. Yadiastun daweg alit dané seneng ring beburon. Pinaka pianak petani tulén, Pak Semadi— sapunika dané ketah kasambat, meled dados polisi, mawinan prasida nincapang kahanan kulawarga. Sangkaning kakirangan prabéa, dané pamuputé makarya dados karyawan swasta sinambi dados pengurus ring DTW duén Désa Kukuh puniki. Manut dané, pakaryan inucap wantah pakaryan sané patut kamargiang. “Tiang polih tugas saking krama Désa Kukuh mangda ngayah ring Alas Kedaton,” baos dané. Kacaritayang, ring DTW boya wantah kawéntenan beburon saha tetanduran kémanten sané kapiara, irika taler wénten genah suci sané patut kajagra kasuciannyané. Mawinan, anggané dados pengurus sané ngemit kaasrian Alas Kedaton sekala niskala. Sadurungnyané, anggané nénten naen mikayunin pacang dados pengurus ring Alas Kedaton yadistun anggané seneng ring beburon. Sangkaning tugas saking krama Désa Kukuh, anggané misadya ngayah irika. “Sadurung ngayah ring Alas Kedaton. Tiang polih makarya ring Denpasar salami tigang bulan. Santukan durung molihang pakaryan sané santep, tiang malih mawali ka désa. Ring désa tiang makarya dados sopir truk sané makta bahan wangunan,” dané nyaritayang. Kalanturang, anggané rumasa angayubagia polih pakaryan santukan prasida kanggén bekel saraina. Nénten sué, anggané kajudi dados Kelian Banjar Dinas Banjar Batanwani. Mawit bulan Februari 2017 sané wawu lintang puniki anggané kajudi dados Ketua Pengelola DTW Alas Kedaton. Pinaka ketua, anggané nénten rumasa pakéwuh ngamargiang swadarma anyar sané kapolihang. Satios dados kelian dinas, anggané sampun uning pisan ring kawéntenan DTW Alas Kedaton puniki. Napi malih sakantuné alit dané seneng maplalianan toya, mancing, sepak bola saking juuk Bali, miwah plalianan tiosan.

“Dumun, paling seneng ri kala pacang manyi. Santukan wénten upacara sané kamargiang, makéh wénten surudan,” baos dané metuéling. Ri sampuné ngemban swadarma anyar, lanang sané embas ring Br. Batanwani, Desa Kukuh, 15 Januari 1974 puniki mapikayun pacang nincapang kahanan DTW Alas Kedaton mangda sayan ramia karauhin wisatawan. Sinalih tunggilnyané antuk utsaha ngwewehin tetanduran ring wewidangan wantilan irika. Pangawit pacang kawewehin tetanduran sekar jepun sané ageng, santukan yéning sané alit pastika pacang kausik olih para wenara irika. Satios punika, pacang kamargiang parikrama mareresik ring wewidangan alas mangda para wisatawan prasida manggihin kalong sané wénten irika. Parindikan para wenara/bojog sané wénten irika pacang kaicén tatedan sané lewih marupa ubi séla miwah jagung sané sampun maselip. “Kaicén tatedan ping kalih, semeng miwah nyoréang, satios kaicén tatedan olih krama sané rauh malancaran marupa kacang utawi sané tiosan,” dané nlatarang. Parindikan wisatawan sané rauh malancaran, manut dané nyabran raina wénten kantos 200 diri langkungan. Matiosan sareg wisatawan domestik sané wantah 100 diri arai- na. Wisatawan asing inucap akéhan saking India, Eropa, China, miwah Asia. “Yéning wantah ngemit saha miara, manut tiang nénten banget dados pikobet. Sané méweh wantah nyinahang objek wisata puniki mangda akéh tamiu sané rauh. Dumogi samian mamargi antar,” dané nguntatin. (bud/uma)

kalaning muspa, sk&jbynå[Õiti.

saking jabayan ngastiti.

Isin Gumi

Pawangunan Bandara Nyantosang ”Ketetapan Lokasi” Saking Kemenhub

WACANA pawangunan bandara ring Kabupatémn Buléléng kantun ramia. Kocap kekalih perusahaan ageng sampun sumeken pacang mautsaha nyalantarayang wacana inucap. Gatra pinih anyar saking wacana inucap, mégaproyék punika wantah nyantosang penetapan lokasi saking Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sékretaris Daérah Buléléng, Dewa Ketut Puspaka, wau puniki negesang kantos mangkin wénten kalih perusahaan sané kongkrit sampun

sumeken nyalantarayang pawangunan bandara inucap. Kekalih perusahaan inucap, PT BIBU miwah PT Pembangunan Bali Mandairi. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92.0 Mhz raina Anggara, 11 April 2017 lintang. Tanaya, Kampung Tinggi Singaraja Ring dija kémanten genahnyané, pawangunan bandara punika patut nga-

molihang sokongan yéning yakti-yakti madué kawigunan majeng krama pamekas ring Buléléng miwah sajebag Bali. Tios punika mangda prasida nganggén miwah ngutamayang tenaga kerja saking krama Buléléng yéning bandara inucap sampun wusan kawangun. Komang Yasa, Lovina Aptiang titiang, pawangunan bandara puniki jaktijakti kalaksanayang antuk manah becik pinaka utsaha nincapang kemajuan Bulé-

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

cikar

1.

cik(,

1. pedati

2.

kedas

2.

k)ds/,

2. bersih

3.

kelkel

3.

k)lÐ)l/,

3. mengkerut

4.

mincid

4.

mizÇid/,

4. beras pecah

5.

mirib

5.

mirib/,

5. barangkali

6.

monyér

6.

emoez(,

6. genit

7.

paiguman

7.

phigumn/,

7. musyawarah

8.

pripit

8.

pÉipit/,

8. pelit

9.

renga

9.

Ï\,

9. peduli

10.

s)sn,

10. prinsip

10. sesana

Redité Umanis, 16 April 2017

Bahasa Indonésia

léng kapungkur, tan wantah nguntungang segelintir oknum pejabat. Dumogi mangda prasida nincapang perékonomian ring krama Buléléng. Nengah Sudik, Seririt Dados krama Buléléng, tiang wantah cumpu antuk pangrencana pawangunan bandara punika ring dija kémanten genahnyané ring wewidangan Buléléng. Kémahon tunas titiang ring para tim saking invéstor miwah pemda mangda jakti-jakti kaselehin dumun, mangda bénjangan tan ngawinang pikobet utawi mangkrak. Santukan pawangunan inucap pastika ngamuatang prabéa sané akéh. Kadek Berata, Kayu Putih Wacana pawangunan bandara intersional ring Buléléng punika sinah pacang ngawinang rasa bangga krama pamekas krama Buléléng miwah krama Bali. Aptiang titiang rencana punika gelis kasinahyang yadiastun ring dija ugi genahnyané. Putu Karsini, Banjar Wiakti pisan genah punika patut mangda gelis kajantenang ring dija patutné. Pihak pemerintah kabupatén miwah provinsi mangda maiguman mutusang parindikan lokasi bandara internasioanal inucap. (ama)

Gusti Kompiang Rai Sukarni

Tresna ring Seni

KANTUN becik makarya risampunné lingsir wantah pisarat saking Gusti Kompiang Rai Sukarni. Makarya dados guru seni sané sampun kamargiang ngawit saking warsa 1970 ngawinang dané manados krama istri sané setata mapikayunan becik, girang taler setata bagia sapunapi ja kawéntenannyané. Sangkaning setata mapikayun becik punika ngawinang Bu Rai – asapunika dané ketah kasambat setata kapaicayang karahajengan taler seger oger. Punika kasinahang antuk ring tuuh sané sampun tambis-tambis pitung dasa warsa, alumni sekolah seni sané dumun ketah kasengguh antuk KOKAR inucap kantun becik ngicénin paplajahan ring kelas. Manut pabaos istri sané embas ring Denpasar, 23 September 1948 puniki, dané nyuksmayang pisan prasida embas ring wewidangan kulawarga seni. Sakadi alit-alité akéh Gusti Kompiang Rai Sukarni akéhan nelasang galah alitnyané antuk maplalianan. Dané laut kapiurukang masesolahan utawi ngigel sané laut kamargiang antuk pikenoh sané sarat pisan. “Ring masan tiangé dumun, dangan pisan para reramané mituduhin alit-alitnyané tur doh pisan mabinayan sareng alit-alit mangkin. Boya ja wénten manah tiang jagi minayang, sakéwanten panglimbak masa minabang sané ngawinang kahanannyané kadi asapunika,” baos dané sada mapitakén. Kantun becik kaélingang olih dané tatkala biangnyané maosang indik pakaryan sané pinih adung ring krama istri Baliné inggih punika manados guru. Yadiastun krama istri inucap jagi makarya ring jabaning jero utawi jabaning paumahan, sakéwanten ipun kantun prasida becik ngamargiang pakaryan siosan minakadi dados rerama istri utawi biang, dados rabi miwah sané pinih utama taler prasida manyamabraya. Kahanan punika majanten jagi karasayang pisan tatkala sampun mapawiwahan napi malih meneng ring wewidangan puri sané akéh parikrama manyamabraya ipun. Gusti Kompiang Rai Sukarni laut ngiring pikayunan aji lan biangnyané punika becik-becik, pamuputné napi sané kabaosang punika jakti kapanggih tatkala dané sampun marabian. Mawinan asapunika dané mawanti-wanti ring makapatpat okanyané yéning i rerama setata ngaptiang kahanan sané becik ring okan ipun makasami. Antuk bekel pendidikan PGLSP Gusti Kompiang Rai Sukarni ngawitin makarya dados guru PNS sané diperbantukan ring SD Kartika Udayana IX, Denpasar, sinalih tunggil SD swasta ring Kota Denpasar sané kasenengin pisan olih krama. Sangkaning ngamargiang parikrama dados guru antuk manah liang tur bagia, ngawinang dané kaucap becik manados guru sané kasayangang olih muridnyané sami. Ritatkala madué galah embang dané mautsaha nelebang tur ngamedalang kawagedan seni siosan sané wénten ring sajeroning raganyané, sinalih tunggil inggih punika indik olah vokal. Dané ngawiaktinin yéning kawagedan seni sané kadruénang jagi saling jangkepang. Pamuputné Gusti Kompiang Rai Sukarni manggihin kawéntenan inucap inggih punika antuk dados guru vokal sinambi dados guru tari. Dadosné sangkaning waged masesolahan dané sampun naenin masolah ring makudangkudang genah ring Indonesia. Asapunika taler tatkala nyarengin paduan suara PGRI Bali, Gusti Kompiang Rai Sukarni polih galah masolah ring Jakarta. “Seni punika sujatinné wantah ubad utawi

tamba majeng ring krama sané ngamargiangnyané antuk manah lascarya. Tiang mrasa gelis seger oger yéning sampun polih ngajahin ngigel yadiastun dibisandéné tiang keni sungkan,” baos dané ica. Sakéwanten setata kaélingang, manados pamilet seni sakadi dané majanten nénten akéh madué arta berana yadiastun sané setata kasuksmayang inggih punika dané nénten naenin kakirangan. Rasa suksmaning manah inucap setata kabaosang duaning akéh parikrama utawi pakaryan ipun sané nénten naenin ngidikang. Yadiastun sampun pénsiun dados guru PNS, nanging sarahina dané nyarengin alit-alit ring SD Saraswati 5 Denpasar manados guru honor. Duaning wénten tur meneng ring sajeroning alit-alit siswa sané girang macanda makedékan ngawinang dané setata prasida becik ngamargiang kahuripannyané. Akéh pakaryan nénten ja kaselselang dané sakéwanten ngawinang dané sayan sarat becik-becik nabdabang pakaryan inucap. Dané sané madué cucu 13 diri puniki laut ngicénin tips mangda kahuripan puniki prasida setata mapikolih becik. Inggih punika setata nresnain seni antuk manah lascarya. “Tiang setata mapikeling ring oka wiadin cucu tiangé mangda setata nresnain sakancan soroh seni,” baos rabi saking alm. A.A. Ngurah Subaga. (ast/was)

Musuh ring Angga Sarira PAMARGIN urip nénten lémpas ring suka, duka, lara, pati. Yéning rerehang sané becik wantah asiki. Akéhan sané nénten becik kapolihang. Parindikan punika sujatiné wimba anggén malajahang raga mangda setata égar ring kahuripan. Prasida nuréksain padéwékan antuk mulat sarira. Sané pinih utama prasida ngaonang musuh sané wénten ring angga sarira. Ring Itihasa Ramayana kabaosang, parindikan musuh sané magenah kantun doh maselat segara. Raris punika ring Itihasa Mahabharata kabaosang parindikan musuh sané sampun nyansan nampek, inggih punika sameton miwah kulawarga. Ring pamargin jagat sané mangkin kabaos aor tan pa wates. Sujatiné musuh punika boya nénten tios wantah angga sarira padéwékan. Ring Kakawin Ramayana sargah 1 kabaos sakadi puniki: ragadi musuh mapara ri hati ya tonggwanya tan madoh ring awak …. Teges ipun: musuh punika genahnyané nénten doh ring angga sarira, wantah ring ati genahipun. Parindikan musuh punika patut pisan kasorang. Nanging méweh pisan kamargiang, santukan manah kantun kadaut antuk momo angkara. Napi malih ring kahuripan nénten mrasidayang ngeret kama miwah indria. Puniki nyihnayang sampun kaliput olih musuh sané wénten ring angga sarira. Musuh puniki

kabaos Sad Ripu, luirnyané: Kama, Lobha, Krodha, Moha, Mada, miwah Matsarya. Indik Kama punika wantah nafsu indra sané patut kaiket. Tetujoné wantah mangda Kama punika ngametuang sané becik rahayu. Indik Lobha sujatiné punika wénten kekalih. Lobha sané becik nganutin Lobha ring kaweruhan setata malajahang déwék. Raris Lobha ring karya mangda molihang pangupa jiwa sané maguna ring kahuripan. Yéning wantah Lobha sané nénten becik kamargiang sujatiné nemu duka lara. Musuh salanturné wantah Krodha. Yéning nénten mrasidayang kaiket pastika ngametuang kaduhkitan miwah kasengsaran. Raris punika Moha sané ngawinang manah setata peteng dedet nénten uning ring padéwékan. Moha punika pastika ngamademang wiwéka, ngawinang nénten mrasidayang mapepineh sané becik taler wicaksana. Malih wénten musuh sané kabaos Mada ngawinang metu pariksana sombong, angkuh miwah bebaosan sané ngawinang nyakit ati. Mada

punika kasengguh punyah, nénten mrasidayang nuréksain manah lan papineh. Sané pinih untat musuh punika kabaos Matsarya. Indik Mastsarya wantah rasa iri ati miwah dengki. Parilaksana puniki sujatiné ngametuang pikobet ring padéwékan lan anak sané lianan. Matsarya ring pakibeh jagat mangkin kabaos “senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang”. Kawéntenan musuh ring angga sarira patut pisan kasorang. Sané anggén ngasorang wantah sradha lan bhakti ring Hyang Parami Kawi madasar antuk manah lascarya. Tur malih mangda sekancan papineh, babaos, miwah laksana setata kadulurin manah suci ning nirmala. Nénten lali ngaturang parama suksmaning manah antuk paswéca sané sampun kapolihang. Malajah ngeret kama miwah indria. Nuréksain déwék antuk mulat sarira tur nincapang pangweruh madasar sastrasastra agama. (I Nyoman Agus Sudipta)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Umanis, 16 April 2017

Kedalaman dalam Kesingkatan Luh Luwih

l Poros Ketuhanan, Kebijaksanaan, Keidahan Visi Kartini (1) ALANGKAH singkat perjalanan hidup Kartini: hanya 25 tahun, lewat 4 bulan, plus 17 hari. Lahir pada hari Senin Paing, wuku Langkir, tanggal 21 April 1879, Kartini meninggal pada Sabtu Paing, wuku Merakih, 17 September 1904 — hanya empat hari setelah melahirkan putra tunggalnya, Soesalit Djojoadhiningrat. Senin Paing, Langkir, 17 April besok, pas tepat hari lahir pawetuan atau otonan-nya yang ke-276 dari usianya yang kini memasuki 138 tahun. Lahir dari pasangan ibu rakyat biasa bernama M.A. Ngasirah, yang keturunan kiai, dan ayah bernama Raden Mas Adipati Sosroningrat, putra Pangeran Ario Tjondronegoro IV, seorang bangsawan yang menjabat sebagai Bupati Jepara, Kartini pun mendapat tambahan gelar Raden Ajeng semasa dara, lalu menjadi Raden Ayu setelah menikah. Sebagai anak kelima dari 11 bersaudara — kandung maupun tiri keluarga priyayi dengan tiga ibu —sekaligus putri tertua, Kartini terbilang beruntung punya ayah bangsawan yang berpikiran maju pada zamannya. Sang ayah mengizinkannya bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Kartini menjadi generasi kedua dalam keluarganya yang mendapat pendidikan Barat. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat menjadi Bupati dalam usia 25 tahun. Pada pertengahan abad ke-19 sang kakek telah dikenal sebagai salah satu Bupati pertama yang memberikan pendidikan Barat kepada anak-anaknya, termasuk Raden Mas Adipati Sosroningrat, ayah Kartini. Di bawah asuhan lembaga pendidikan Barat, ELS, ini pula Kartini belajar, antara lain, bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit—lalu dinikahkan oleh sang ayah pada 12 November 1903, dengan Bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih

Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Pemingitan sejak berusia 12 tahun tak membuat gelegak semangat pembelajar Kartini padam. Dalam usia remaja hingga telah berkeluarga ia justru terus saja melahap bacaan-bacaan berat dalam surat kabar, majalah berkala, hingga aneka buku pemikiran hingga roman. Ini menjadikan Kartini semakin meneguhkan sosoknya sebagai luh luwih, perempuan utama, yang mengandalkan kecerdasan dan kemerdekaan pikiran sebagai modal penting hidup. Respons kritis kegelisahannya pada kondisi zamannya dia tuangkan dalam bentuk korespondensi surat-surat kepada sahabat-sahabat Barat-nya. Dalam usia 20 tahun, pemikiran Kartini muda telah tampak matang, luas, dan mendalam. Surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabat Barat-nya itu kelak menjelaskan, betapa Kartini mengembangkan pemikiran-pemikirannya yang berporos pada tiga simpul sumbu utama: Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid — itulah: Ketuhanan, Kebijaksanaan, dan Keindahan. Ketiga poros simpul sumbu utama pemikiran Kartini ini mengingatkan pada asas nilai Hinduisme yang diformulasikan elok oleh pujangga Rabindranath Tagore menjadi Satyam—Siwam—Sundaran: Kebenaran (truth), Kesucian/Kebijaksanaan (etic), dan Keindahan (esthetic). Pada Kartini, ketiga poros simpul sumbu Ketuhanan, Kebijaksanaan, dan Keindahan itu selanjutnya diimplementasikan dalam praksis Humanitarianisme (Perikemanusiaan) dan Nasionalisme (Cinta Tanah Air). Ini menjadikan tampak tidak adil bila cakrawala pemikiran Kartini selama ini justru dihentikan seolah-olah sebatas hanya pada gerakan emansipasi perempuan, tanpa mengedepankan kedalaman aspek spiritualitas, puitis, humanis, dan nasionalisnya secara utuh. ldeprabas

’’Hormatilah Segala yang Hidup’’ lPoros Ketuhanan, Kebijaksanaan,Keidahan Visi Kartini (2)

MEMBACA-BACA ulang lalu meresap-resapkan lebih dalam surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabat Barat-nya, kian terasakan betapa ada tebaran kilatan cahaya terang kesadaran spiritualitas dalam cakrawala pemikiran-pemikirannya. Dalam usia 20-an tahun, cucu seorang kiai ini tampak telah matang, luas, dan dalam memahami kehidupan. ‘’Salah satu cita-cita yang hendak kusebarkan ialah: Hormatilah segala yang hidup, hak-haknya, perasaannya, baik tidak terpaksa baik pun karena terpaksa, haruslah juga segan menyakiti makhluk lain, sedikit pun jangan sampai menyakitinya. Segenap cita-citanya kita hendaklah menjaga sedapatdapat yang kita usahakan, supaya semasa makhluk itu terhindar dari penderitaan, dan dengan jalan demikian menolong memperbagus hidupnya: dan lagi ada pula suatu kewajiban yang tinggi murni, yaitu ’terima kasih’ namanya,’’ begitu ia pernah menulis. Rasa empati yang sedemikian mendalam terhadap sesama makhluk muncul pada Kartini, karena keyakinan dan kecintaannya yang sepenuh-penuhnya kepada Sang Maha Pencipta Tunggal segenap kehidupan. Itu menjadikan dia sangat mencintai kehidupan segenap makhluk dengan menebarkan kebaikan kepada pihak lain. ‘’Saat membicarakan orang lain Anda boleh saja menambahkan bumbu, tapi pastikan bumbu yang baik,’’ ia mengingatkan. Baginya, ‘’Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai.’’ Persoalan kehidupan, bagi Kartini, bisa menjadi jauh lebih sederhana manakala memaklumi orang lain maupun keadaan. Bukan justru menghardik, apalagi mencaci. ‘’Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita. Semakin adil

’’Agama Paling Indah ialah Cinta Kasih’’

l Poros Ketuhanan, Kebijaksanaan, Keidahan Visi Kartini (3)

KESADARAN spiritual itu menembus batas sekat-sekat agama formal sehingga punya spektrum universal. Wujud nyatanya adalah pengabdian, pelayanan, dan rasa cinta kasih kepada sesama makhluk hidup. Kartini pun sempat mempercakapkan kesadaran ini kepada sahabatnya, Ny. Abendanon, di Belanda dalam suatu suratnya yang dikirim tahun 1902. ‘’Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah Kasih Sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seorang mutlak menjadi Kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang kafir pun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni.’’ Kartini sampai pada kesimpulan demikian, karena dia telah menyadari betapa agama formal sebagai lembaga justru telah jauh menyimpang dari inti-hakikatnya untuk saling memuliakan kehidupan bersama. ‘’Agama memang menjauhkan kita dari dosa, tapi berapa banyak dosa yang kita lakukan atas nama agama?’’ ungkapnya retoris. Karena itu, lewat suratnya kepada Ny. Van Kol, tertanggal 20 Agustus 1902, Kartini melantunkan harapannya, ‘’Duh, Tuhan, kadang aku ingin, hendaknya tiada satu agama pun di atas dunia ini. Karena agama-agama ini, yang justru harus mempersatukan semua orang, sepanjang abad-abad telah lewat justru menjadi biang-keladi peperangan dan perpecahan,

dari drama-drama pembunuhan yang paling kejam.’’ Ketidakpercayaan Kartini pada lembaga agama formal sebagai penebar cinta kasih kepada sesama makhluk hidup diperkuat lagi dengan kenyataan kehidupan yang lebih membanggakan kebangsawanan berdasarkan keturunan keluarga, dan bukan kadar keningratan pikiran maupun budi. Ini menjadikan Kartini mempertanyakan dengan tegas dan keras, lewat suratnya kepada Stella, tertanggal 18 Agustus 1899. ‘’Bagi saya hanya ada dua macam keningratan: keningratan pikiran dan keningratan budi. Tidak ada yang lebih gila dan bodoh menurut persepsi saya daripada melihat orang yang membanggakan asal keturunannya. Apakah berarti sudah beramal soleh, orang yang bergelar Graaf atau Baron? Tidak dapat mengerti oleh pikiranku yang picik ini,’’ tulisnya. Kenyataan demikian menjadikan Kartini tiada lagi ingin menggantungkan nasibnya kepada orang lain. Ia justru ingin berpegang teguh pada upaya sepenuh dayanya seraya berpegangan teguh-teguh pada kemahaan sang Pencipta sepenuh hati. ‘’…sekarang ini, kami tiada mencari penglipur hati pada manusia, kami berpegangan teguh-teguh pada tangan-Nya. Maka hari gelap gulita pun menjadi terang, dan angin ribut pun menjadi sepoi-sepoi.’’ ldeprabas

pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. Tiada mendendam, itulah bahagia.’’ Adakalanya, ‘’Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang ke-

padamu.’’ Karena itu, dia pun bertutur bijak, ‘’Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang!’’ ldeprabas

Redite Langkir: Awal Baru Kewaktuan l Menuju Hulu Purwa ning Purwa

USAI Tumpek Kuningan datanglah hari Redite (Minggu) Umanis wuku Langkir. Bila ruas pekan (wuku) Kuningan diakhir dengan Tumpek Kuningan sebagai puncak akhir siklus kewaktuan Bali Tradisi, maka ruas pekan Langkir ini justru dimulai dengan sejumlah awal wewaran pula. Mulai dari dwiwara: Menga. Triwara: Pasah. Pancawara: Umanis. Sadwara: Tungleh. Saptawara: Redite. Sangawara: Dangu. Dasawara; Pandita. Redite Umanis Langkir, yang kali ini pas tepat jatuh bersamaan dengan perayaan Paskah hari ini, tanggal 16 April 2017, datang saban satu putaran wuku: 210 hari sekali. Pada titik momentum inilah sejumlah wewaran dimulai—bukan pada wuku Sinta yang merupakan wuku pertama di antara 30 ruas pekan yang ada. Awal

lZinda Ruud Purnama Dua Garis Tangis dua garis tangis membentuk jalan lain untukku bercermin di kedalaman matamu yang purba demikianlah kutahu hangat sesapu setuhan sntara hujan dan lingkaran cahaya jalanan yang menemani langkah kita mengenal hampa masing-masing dalam suatu hening, segala bening di sela denting bulirbulir bir yang jatuh mengering sekadar terkenang dalam angin yang lain saat pagi menjalin dingin kau yang selalu rindu pada robekan di kantung baju dan kertas-kertas kecil berhamburan meniru angan seketika musim gugur tak jadi singgah di bangku kayumu yang basah serupa itulah sku menemukan jalan dengan dua garis tangis untukku bercermin di kedalaman matamu Yang purba

lNisika Idayati Gadis di Pasar Kumbasari Seorang gadis berambut merah menghampiriku Sambil menawarkan kakatalog baju-baju terkini Bayang lampu taman redup di garis matanya Tersenyum cermas penuh harap Ia keluarkan ingatan dari saku kecilnya Sambil membalik halaman katalog, ia bercerita Orang tuanya baru saja cerai Sang ayah sudah menikah lagi Sementara ibunya selalu bepergian Entah bekerja, atau mungkin mematai istri baru suaminya Kubiarkan saja ia terus mengoceh Dan telaten menawariku mode-mode paling trendi Lalu katanya: Di sebuah gedung di tengah kota Satelit pengintai yang baru tengah didirikan Pemancar dan detektor serba tinggi dipasang Kita tengah diawasi

sejumlah wewaran justru secara bersamasama dimulai pada wuku ke-13 ini, tepatnya Redite Umanis wuku Langkir. Baik Redite maupun Umanis dalam matrik kosmologi Bali Tradisi diposisikan di arah purwa, artinya awal. Awal menunjuk timur, arah matahari terbit. Matahari terbit berarti awal terang sekaligus energi penghidup kehidupan mengaliri Bumi seisinya. Manakala ruas pekan Langkir ini terbukti faktual dimulai dengan delapan awal wewaran, tak berlebihan bila Redite Umanis Langkir ini dinamakan purwa ning purwa dalam siklus kewaktuan pawukon Bali Tradisi. Kuningan merupakan ruas pekan ke-12, sedangkan Kulantir mengikuti diurutan ke-13. Urutan ke-13 merupakan urutan pertama dalam siklus universal

12—layaknya mata jam yang dibagi 12 ruas. Setelah mencapai titik puncak 12, maka siklus kewaktuan akan kembali lagi ke titik awal baru yang lebih meningkat layaknya lingkaran spiral: masa kanakkanak lepas berganti masa remaja; sekolah dasar berlanjut ke jenjang baru sekolah menengah; jarum jam pun bergeser berulang ke titik baru angka 1. Seperti itulah Langkir dikira-kirakan. Ada yang mengartikan kata langkir itu dengan ‘’tinggi’’ atau ‘’di atas’’. Kata inilah kiranya yang menjadi bentuk dasar kata jadian palangkiran untuk menunjuk tempat suci yang dalam tradisi Bali lazim dipasang di dinding ruangan—dengan posisi di hulu, di atas, tinggi. Tiada lupa menuju hulu, awal mula, purwa ning purwa kehidupan, itulah tutur abadi Bali Tradisi—tak terkecuali lewat siklus kewaktuan. lnirta ks

Selalu Menjadikan Murid Pembelajar (1)…. lMengajar, Membimbing dan Mendidik….

TIDAK DAPAT dimungkiri bahwa pendidikan pada saat ini adalah pendidikan era digital. Masyarakat sangat dimudahkan untuk menemukan berbagai hal, mulai dari yang paling sederhana hingga hal yang tersulit yang ingin dicarikan pemecahannya. Semua itu dapat dengan cepat diunduh melalui internet. Manusia dengan setiap kepribadiannya kini dapat belajar dengan mudah - seperti iklan - kapan saja dan dimana saja. Untuk seorang pribadi introvert sekalipun, belajar di era digital, sepertinya tidak akan memengaruhi pribadinya,

lNisika Idayati Perayaan Ulang Tahun Usia adalah tahun-tahun yang berganti Tapi bukan ketuk palu penghakiman masa lalu Atau ingatan yang mendesak luluh Terlupakan. Serupa nyala perapian Sesaat hangat lalu lenyap jadi asap Bias pasir samar di udara Tahun begitu lekas dirayakan Menyalakan kembang api tengah malam Meletup riuh melampaui celah tembok Membangun mereka yang lelap terisak Dikejutkan mimpi nasib baik Mereka hanya menunggu Mereka menunggu gemuruh riuh Kembang api pertama dinyalakan Mengantar doa peruntungan yang dijanjikan Riang di seberang hening Membayangkan riak danau Menerka-nerka kepulangan

lIGA Komang Williani SEBATANG RANTING MIMPI Siapa yang menebarkan kata Dan memetiknya hingga susut Di kertas manakah tersembunyi Cerita tentang gadis pemimpi Yang menujum datangnya hujan Di ladang dadamu Bertahun-tahun kau tunggu mimpi itu Dari seorang gadis yang kau biarkan tertidur Dan menunggu ia bercerita pada pagihari Mimpi tentang hujan Menghujani dadamu yang ditumbuhi sebatang ranting Kau biarkan ia bercerita Tapi kali ini mimpinya bukan tentang hujan Tetapi embun yang hinggap di reranting Adakah sisa perjalanan hujan? Katamu Dan gadis itu menjawab Hujan akan datang ketika daun di ranting itu meneduhi hatimu

mungkin sebaliknya, dia akan lebih berbahagia dengan keadaan zaman yang serba digital ini, sebab dia akan bebas mengeksplorasi dirinya tanpa intervensi siapa pun. Terlebih lagi bagi seorang pribadi extrovert, dia akan lebih mampu berinovasi dalam kehidupannya karena sumber belajarnya semakin beragam. Hal ini tentu akan lebih memacu kreativitas kaum extrovert. BILA KITA mencermati tujuan pendidikan nasional Indonesia, yakni untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Permendiknas. No.22/20006. Bab I Pendahuluan). Maka yang pada tempatnyalah kita menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan emosional. Kecerdasan intelektual dipastikan terbentuk melalui pproses belajar mengajar. Demikian pula halnya dengan kecerdasan emosional dapat dibentuk melalui pendidikan karakter di sekolah. PENDIDIKAN KARAKTER memang akan menjadi satu hal yang panjang jika didiskusikan bagaimana mengajarkannya, karena tidak ada teori yang pasti tentang hal itu, tetapi dapat diwujudkan dengan pembiasaan. Pembiasaan yang positif lambat-laun akan cenderung menjadi karkakter positif. Demikian pula sebaliknya, pembiasaan negatif cenderung akan menjadi karakter negatif. PEMBIASAAN yang bagaimanakah yang dapat dilakukan untuk mewujudkan terbentuknya karakter positif? Kita dapat memasukkannya sebagai school value dalam Silabus dan RPP setiap mata pelajaran, sesuai dengan KD yang diajarkan. Tentu saja school value yang dimaksud telah disepakati menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat sekolah. Dalam hal ini, tidak perlu semua karakter dimasukkan dalam school value. Sekolah dapat memasukkannya minimal dua karakter dominan yang akan terus-menerus diperjuangkan dalam setiap jenjangnya, sehingga lulusan sekolah tersebut benar-benar dapat menjadi lulusan yang berkarakter kuat seperti yang telah disepakati sebagai school value. MISALNYA, kelas X menetapkan karakter jujur dan disiplin. Setiap saat kita gaungkan kedua hal tersebut dalam porsi yang lebih banyak. Mengapa jujur dan disiplin? Karena sekolah menginginkan setiap peserta didik sebagai warga sekolah baru di lembaga tersebut, memiliki kejujuran dan kedisiplinan sebagai modal dalam menyelesaikan tiga tahun perjalanan yang akan mereka ikuti. lLuh Putu Udayati Guru Bahasa Indonesia Di SMAK Santo Yoseph Denpasar

Dalam Bayangan Tuhan lArifin Chairin Noer Beratus-ratus tahun sudah Kita tak pernah istirahat Betapa panjang ini perjalanan Betapa panjang bayangan Tuhan Betapa menyilaukan cahaya Tuhan

Kuningan: Puncak Akhir Siklus Kewaktuan l Saat Pikiran Hening Bersih Tiada Noda

HARI KUNINGAN dalam siklus kewaktuan Bali Tradisi termasuk satu di antara enam tumpek: momentum pertemuan siklus lima harian (pancawara) dengan siklus tujuh harian (saptawara). Tumpek secara asosiatif kemaknaan berpautan erat dengan tumpak (pertemuan), tumpuk (bertumpuk, tinggi, meninggi), tumpeng (lancip, mengerucut). Berbeda tinimbang lima tumpek lainnya — Landep, Wariga, Krulut, Uye, Wayang — Kuningan justru istimewa: hanya pada Tumpek Kuningan inilah delapan dari sepuluh siklus kewaktuan wewaran justru pas tepat berakhir. Terkecuali caturwara, astawara, dan dasawara, maka tujuh wewaran lain menemukan akhir siklusnya pas tepat pada hari Tumpek Kuningan ini. Demikianlah wara-wara wewaran ini berakhir pada Tumpek Kuningan: ekawara Luang, dwiwara terakhir Pepet, triwara terakhir Kajeng, pancawara terakhir Kliwon, sadwara terakhir Maulu, dan sangawara terakhir Dadi. Selain itu ada tiga wewaran yang tidak bertepatan dengan terakhir: caturwara bertepatan dengan Laba (kedua), astawara bertepatan dengan Indra (kedua), dan dasawara yang kedelapan: Raja. Apa yang dapat dibaca dari rajutan momenmomen kewaktuan ini? Tumpek Kuningan sebagai satukesatuan rangkaian penuh 17 hari tahaptahap pendakian-pendalaman spiritualitas cara Bali Tradisi—sejak Sugihan Jawa, Sugihan Bali sampai Galungan plus sepuluh

hari berikutnya—menjadi puncak akhir pencapaian. Apakah puncak akhir pencapaian pendakian-pendalaman spiritualitas itu? ‘’Angeningaken citta nirmala,’’ begitu teks Lontar Sundarigama memberi jawaban. Keheningan pikiran nan suci, bersih, tiada noda, begitulah maksudnya. Bagaimanakah ‘’pikiran hening suci tiada noda’’ itu? Untuk apa pula para pendaki-penyelam kerohanian berupaya sekuat daya sampai mencapai meraih ‘’pikiran hening suci tiada noda’’ itu? ‘’Tan pegating samadhi,’’ surat teks Lontar Sundarigama. Terus-menerus, tiada terputus, menyatu satu-padu dengan sang Mahaawal Mahamuasal Kehidupan—itulah maksudnya. Dia yang telah mampu menjadikan ‘’pikirannya senantiasa hening, bersih, tiada noda’’ hingga ‘’tiada terputus, terusmenerus menyatu satu-padu dengan sang Mahaawal Mahamuasal Kehidupan’’ itulah yang dinamakan telah sampai pada puncak akhir tujuan Hidup. Dia yang telah sampai pada puncak akhir tujuan Hidup tiada lagi memerlukan tujuan — sehingga dinamakan nir-artha, nir-don. Di titik final itu segenap waktu dan siklus kewaktuan pun berakhir, tiada. Dia adalah nis-kala, di luar waktu; nirkala, tanpa waktu, sehingga nir-wikalpa, tiada gerak perubahan alias langgeng abadi, karena Dia adalah Mahakala, mahawaktu. lnirta ks

NGELAWANG DI HARI KUNINGAN

TOPENG-TOPENG purba itu ditarikan dari pintu ke pintu dengan irama tetabuhan yang senada saja. Jangan remehkan geraknya yang sederhana. Pada setiap rasa yang menyembul di setiap pintu yang menganga gerak itu menghembuskan doa yang berbeda. Di pintu yang riang, meruap doa-doa purnama: membuncahkan gejolak riak agar berlomba-lomba menjamah angkasa. Di pintu yang gelisah, menyebar puja-puji petani: membenih, menanam, menyiangi harapan sembari meyakini bahwa panen kali ini pastilah berlimpah-ruah. Di pintu yang murung, berhembus rapal mantra kawanan burung: setiap pagi menciapkan salam dan kabar bahwa matahari hadir lagi. Begitu seterusnya di pintu-pintu yang lain. Ya, gerombolan ngelawang itu selalu mengiming-iming agar kau mengajak anak-anak rohanimu menikmati tarian purbanya. Janjinya kau pun akan turut dibawanya mengembara, berkenalan dengan jutaan rasa, dan menjadi dewasa karenanya. Ketika kau tanya apa menariknya menjadi dewasa, dengan ringan ia akan berkata bahwa mewujud dewasa lebih menyenangkan daripada menjelma dewa-dewa. Jangan tanya padaku tentang kebenarannya. Sejak lama aku membenci topeng dan baru beberapa Kuningan lalu mencoba berdamai dengannya. Dan, sejak kompromi itu, berkali-kali aku dipermalukan dengan menunjukkan bahwa baru di wajahku pun bertumpuk ribuan topeng. Di hari Kuningan ini kuintip rombongan ngelawang dari celah kamar sunyiku. Seperti beberapa Kuningan sebelumnya, aku memang selalu ikut mengembara dan tersesat-sesat. Tapi kenapa aku tak pernah menjadi dewasa? Apakah karena keinginanku yang begitu pongah untuk segera menjadi dewa? lSuksma Ning Laksmi

PUSARAN ANGIN DI HALAMAN ’’MRAJAN’’

ENTAHLAH, apakah ini kedatangan ataukah kebarangkatan? Puluhan wajah dengan senyum bungah bergulung di riap awan. Lekuk-lekuknya saling meningkap dan padu. Seperti bara dupa dan aromanya. Serupa tubuh doa dan auranya. Dengan pena, perlahan kuturut setiap lekuk. Menaik-menurun, seruas demi seruas hingga mengalun gairah di darah. Insang-insang yang bersarang di aorta pun melonjak. Berjajar mereka berderap. Sembari saling bertanya dan membabar hari-hari lalu, bersama-sama mereka memompa doa ke jantung dan paru. Bisa kau bayangkan betapa besar hembusan nikmat mengangkasa di rongga dada. Disebabkan oleh bebal, ujung penaku terbata-bata menuntut setiap liuk. Tak ubahnya remaja tanggung yang mula pertama meluku tanah sawah. Ke kiri rikuh. Ke kanan singkuh. Ke tengah pun riwuh. Tapi keinginan untuk menyecap keindahan dari alun lekuk-lekuk itu begitu besarnya. Meski kaki tersuruk-suruk dan buku tertubruk-tubruk, kepala tetap sekeras cadas. Rasa penasaran pun membumbung jauh. Setinggi iga-iga igauku. Hingga terlihat jelas wajah-wajah itu. Terperam oleh aromanya sendiri: bulat semangka dengan permukaan sangat halus. Tapi licinnya tak serupa pualam. Lebih dekat dengan kapas yang dipepat rapat. Atau beludru alas peraduan para raja. Setiap pori menghembuskan senyum. Stop Press April Love… Setiap buku mengulas nujum. Kau tahu seperti apa bentuk jejaknya? Persis jejak anak-anak angin yang saling Ngampoeng Seni berkejaran mengelilingi tiang tanpa rupa. Ujungnya bisa hingga ke dasar lembah. Jatijagat Kampung Puisi Hingga sejauh itu, sama sekali tak kupa25 – 26 – 27 April 2017 hami, kedatangan atau keberangkatankah Kepastian Tunggu ini? Jika kau yakini asal mula ada di ruang Para Perempuan hampa, bisa jadi ini tipuan belaka.

APRIL LOVE

lSuksma Ning Laksmi

Kartini punya sliding…

Dijantung April Love Kartini, Warga DKI Jakarta memilih Pemimpin


NASIONAL

16

Minggu Umanis, 16 April 2017

Bantai Ribuan Ksatria, Drona Gunakan Senjata Brahma

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta ( Edisi Empat Ratus Tujuh Puluh Satu)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

GURU Drona mengusahakan dirinya sendiri melepaskan panahpanah terbaiknya dengan hati-hati. Dia kelihatannya berdiri pada pertempuran itu seperti sebuah api tanpa asap. Untuk memusnahkan keturunan ksatria itu, Drona kemudian tanpa rasa kasihan lagi menggunakan senjata Brahma. Kemudian Bhima yang perkasa bersama pangeran Panchala yang terkenal tidak dapat ditahan itu tanpa kereta dan tanpa senjata dengan cepat menuju ke tempat Guru Drona. Setelah melihatnya menyerang Drona dari jarak dekat, penggiling-penggiling musuh-musuh itu mengambil Dhrishtadyumna ke dalam keretanya sendiri. Kemudian Bhima berkata kepadanya, ‘’Kecuali engkau tidak ada orang lain yang dapat mencoba-coba bertarung dengan sang Guru. Cepatlah engkau bantai beliau. Beban dari pembantaian terhadap beliau ada padamu.’’ Demikian Bhima menyapa Dhrishtadyumna yang berlengan perkasa itu. Dengan cepat kakak Drupadi itu mengambil

sebuah busur sangat kuat. Busur itu juga baru dan sangat hebat. Busur itu mampu menahan sebuah tegangan besar. Dipenuhi kemarahan Dhrishtadyumna, sambil menembakkan anak-anak panahnya pada pertempuran itu kepada Drona yang tak tertahankan, Dhrishtadyumna dengan cepat menutupi sang Guru menggunakan panah-panah surgawi terbaiknya. Sebenarnya, mereka berdua merupakan perhiasan pada pertempuran itu. Kemudian yang utama dari para petarung itu dipenuhi kemarahan. Masingmasing memanggil hadir senjata Brahma serta senjata-senjata surgawi lainnya. Sungguh, oh raja, Pangeran Dhrishtadyumna itu menutupi Guru Drona dengan banyak senjata sakti pada pertarungan itu. Dengan menghancurkan semua senjata putra Bharadwaja itu, pangeran Panchala, prajurit yang kemuliaannya tidak pernah pudar itu mulai membantai keluarga-keluarga Vasati, Sivi, Valhika dan Kuru. Mereka yang

melindungi Guru Drona pada pertempuran itu. Sungguh, oh raja, dengan menembakkan hujanhujan anak-anak panah ke segala sisi, Dhrishtadyumna pada waktu itu kelihatan gemerlapan seperti matahari sendiri, memancarkan seribu sinarnya. Drona, bagaimanapun, sekali lagi memotong busur pangeran itu. Guru Drona menyerang bagian badan yang vital pangeran itu sendiri dengan banyak anak-anak panah. Demikian dilukai, sang pangeran merasa sangat kesakitan. Kemudian Bhima marah besar. Vrikodara dengan memegang keretanya Drona, oh baginda, pelan-pelan mengucapkan kata-kata ini kepada beliau. Jika para bajingan di antara para brahmana ini tidak puas dengan adat kebiasaan golongan mereka sendiri. Padahal sesungguhnya dia sangat paham senjata-senjata. Mereka tidak seharusnya bertarung dengan golongan ksatria. Jika itu pilihannya, dia mungkin tidak akan dimusnahkan. Dengan tidak merugikan semua makhluk, brahmana merupakan tokoh tertinggi dari semua kebajikan. Brahmana

adalah akar kebajikan itu sendiri. Mengenai diri paduka sendiri, paduka adalah yang utama dari semua orang yang mengetahui Brahma. Setelah membantai semua orang Mleccha dan prajurit-prajurit rendah lainnya. Bagaimanapun semua dari mereka itu taat kepada adat kebiasaan yang pantas dari golongan mereka. Didorong ke sana karena kebodohan dan ketidaktahuan, oh Brahmana, yang berkeinginan akan kekayaan bermanfaat bagi anak-anak dan istri-istri. Sungguh demi hanya seorang putra Aswattaman. Ke-

napa paduka merasa malu hidup miskin. Karena rasa itu, paduka telah mengambil senjata-senjata. Siapa putra paduka yang masih harus dijaga kehidupannya. Dia sudah kehilangan nyawanya, tergeletak hari ini di medan pertempuran. Kenapa paduka tidak mengetahuinya. Dan di belakang punggung paduka itu adalah Prabu Yudhishthira yang adil. Putra sulung Pandu itulah telah mengatakan Aswatthaman telah tewas kepadaku hal ini. Itu sudah sepantasnya jika paduka tidak meragukan kenyataan ini.’’ (bersambung)

Sloka 13.8 Amanitvam adambhitvam ahimsa ksantir arjavam acaryopasanam shaucam sthairyam atma-viniigrahah Rendah hati, tidak berpura-pura, tidak menyakiti makhluk lainnya, kesabaran bertindak berdasarkan kebenaran, merawat dan bekerja demi guru spiritual, pembersihan diri – raga dan pikiran – ketegaran dan kendali diri.

Kuningan, Umat Padati Pura Agung Blambangan

Bali Post/udi

PURA AGUNG - Tari Rejang mengisi perayaan Kuningan di Pura Agung Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (15/4) siang kemarin.

Kontainer Tujuan Indonesia Tak Perlu Transit di Singapura

Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo mengatakan kapal-kapal besar akan mulai merapat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menyusul perbaikan pelayanan yang terus dilakukan pemerintah dan operator. Jokowi berharap kontainer tujuan Indonesia tak lagi transit di Singapura. “Sebentar lagi atau pekan depan, akan ada kapal besar berukuran 10.000 TEUs (twenty feet equivalent unit) yang masuk ke Tanjung Priok,” kata Presiden Jokowi ketika meresmikan operasi Jalan Tol Akses Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara, Sabtu (15/4) kemarin. Ia berharap beroperasinya kapal besar di Pelabuhan Tanjung Priok meningkatkan daya saing Indonesia dan mengurangi biaya transportasi. “Kita harapkan arus keluar masuk barang di pelabuhan dapat berlangsung cepat,” katanya. Presiden Jokowi mengharapkan semua kontainer tujuan Indonesia tidak perlu lagi transit di Singapura, tapi

langsung ke Tanjung Priok, dan berharap barang-barang masuk ke Indonesia, sebelum disebar ke seluruh Tanah Air atau sebaliknya, dikumpulkan dahulu di Tanjung Priok. “Begitu di Tanjung Priok tidak lancar, yang lain juga tidak lancar. Alhamdulillah dengan peresmian Jalan Tol Akses Priok maka kecepatan kapal keluar atau masuk ke Priok dapat lebih baik, ini

juga akan meningkatkan daya saing Indonesia,” kata Presiden. Dia menyebutkan pembangunan Jalan Tol Akses Priok sepanjang 11,4 km itu sempat tertunda karena sejumlah kendala. “Saya masih ingat waktu menjadi Gubernur DKI, pembangunan jalan tol ini mundur dua tahun karena masalah pembebasan lahan. Saya turun beberapa

kali ke sini, hingga akhirnya masalah lahan dapat diselesaikan,” kata Jokowi. Penyebab lainnya adalah ada kesalahan pada struktur awal jalan tol itu di mana 69 tiang harus dipotong sehingga harus mundur lima- enam tahun. Ia menyebutkan jalan tol itu nantinya akan dilewati sekitar 3.600 kontainer per hari. “Itu banyak sekali dan diharapkan memberi kecepatan dan daya saing yang baik bagi Indonesia,” kata Jokowi. Pembangunan jalan tol itu dibiayai Pemerintah Jepang melalui JICA sebesar Rp 4,1 triliun. Pembangunan sudah dimulai pada 2003, namun tertunda dan dimulai lagi pada 2008. (ant)

Banyuwangi (Bali Post) Perayaan hari raya Kuningan di Banyuwangi dipusatkan di Pura Agung Blambangan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Sabtu (15/4) siang kemarin. Ribuan umat memadati pura yang diyakini peninggalan Kerajaan Blambangan tersebut. Umat mulai memadati pura sejak pagi. Mereka datang dari berbagai kecamatan di Banyuwangi. Upacara diawali dengan rangkaian piodalan, di-puput Ida Pandita Bopo Giri Dharma Arsa dari Padepokan Giri Purwo Santi, Purwoharjo, Banyuwangi. Tepat tengah hari, upacara dilanjutkan mundut tirta. Ribuan umat turun ke jalan, menari. Alunan bleganjur mengiri iring-iringan sepanjang hampir satu kilometer. Mundut tirta mengelilingi empat penjuru desa di sekitar Pura Agung Blambangan. Kegiatan ini menarik perhatian warga di sekitar pura. Tiba di pura, iring-iringan

mundut tirta disambut tarian Rejang Dewa dari Sanggar Tari Amerta Sari, Desa Glondong, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Usai mundut tirta, upacara dilanjutkan persembahyangan bersama, dipimpin pemangku setempat. Sebelumnya, umat mendengarkan Dharma wacana dari Binmas Hindu Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Ida Bagus Made Windia. Pejabat ini berpesan tentang pentingnya memaknai Hari Raya Galungan dan Kuningan. Salah satunya, memfungsikan keluarga untuk peningkatan sradha. “Jadi, keluarga sebagai ujung tombak bagi peningkatan sradha yang dimulai sejak dini kepada anak,” jelasnya. Karena itu, pihaknya berharap setiap keluarga bisa mendidik anak-anak sejak dini untuk kemajuan sradha. Sementara itu, Ketua

PHDI Kecamatan Muncar, Marsaid mengatakan perayaan hari raya Kuningan sudah menjadi tradisi dipusatkan di Pura Blambangan. Kebetulan, bersamaan dengan piodalan pura. Umat datang dari setiap kecamatan di Banyuwangi. Saking padatnya, persembahyangan dibagi menjadi tiga gelombang. “Jadi, kita merayakan Kuningan, sekaligus persembahyangan piodalan,” jelasnya. Selain umat Hindu Banyuwangi, sejumlah pamedek dari Bali terlihat ikut tangkil. Ini terlihat dari deretan mobil berpelat DK di areal parkir sekitar pura. Rencananya, Ida Batara nyejer selama tiga hari. Nyineb akan dilakukan pada Selasa (18/4) malam. Selama nyejer, kata Marsaid, umat akan dibagi untuk ngayah dari beberapa kecamatan. Upacara akan di-puput tiga pandita asli Banyuwangi. (kmb30)

ANDI LALA - Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Agus Andrianto memperlihatkan foto Andi Lala tersangka kasus pembunuhan sekeluarga berdasarkan keterangan 12 orang saksi, di Mapolda Sumatera Utara, Medan, Selasa (11/4). Polda Sumut menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian dan masyarakat untuk mengejar dan memberikan informasi tentang keberadaan tersangka.

Otak Pembunuhan Satu Keluarga Ditangkap Medan (Bali Post) – Andi Lala, tersangka utama kasus perampokan disertai pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, ditangkap di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. “Ya bang, bener ditangkap di Riau, semoga gak lari dalam perjalanan menuju Medan,” kata Wakapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto dalam pesan singkatnya saat dikonfirmasi Sabtu kemarin. Namun Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Rina Sari Ginting belum dapat memberikan keterangan rinci mengenai penang-

kapan Andi Lala tersebut. “Saya belum dapat keterangan dari tim di lapangan,” katanya. Berdasar informasi yang berhasil dihimpun, Andi Lala ditangkap di jalan lintas Rengat-Tembilahan, di Desa Pekan Tuan, Kecamatan Kempes, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau pada pukul 05.10 WIB. Penangkapan tersebut dilakukan tim gabungan Polda Sumut, Polda Riau, dan Polres Indragiri Hulu. Andi Lala sedang dalam perjalanan menuju Medan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolda Sumut. Sebelumnya, warga Ke-

lurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli dikagetkan adanya lima warga yang ditemukan tewas pada pekan lalu. Kelima korban yang tewas diketahui Rianto (40) dan istrinya Riyani (35), dua anaknya Syafa Fadillah Hinaya (15) dan Gilang Laksono (11) serta mertuanya Marni (60). Sementara putri bungsu korban bernama Kinara (5) ditemukan dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Medan. Sebelum menangkap Andi Lala, polisi telah menangkap dua tersangka lain yakni Roni dan Andi Saputra. (ant)

Minggu, 16 April 2017

Bali Post/ant

JALAN TOL - Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) meninjau jalan tol akses Pelabuhan Tanjung Priok usai peresmiannya di Jakarta, Sabtu (15/4) kemarin. Pengoperasian Jalan Tol Akses Tanjung Priok sepanjang 11,4 kilometer tersebut untuk memperlancar arus keluar-masuk barang dari dan ke pelabuhan.

05:52 Mars Indonesia Raya 05:54 Mars Bali Jagadhita 05:56 Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Puja Trisandya 06:05 Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Mupuk Pedagingan Lan Padudusan Agung (4) 06:35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Sehat & Bugar 08:00 Klip Anak 08:35 I Got It 09:05 Taman Sari TK Priver Gianyar 09:30 Belajar Menggambar Membuat Kreasi Laba-laba

10:05 Education On Bali TV 10:30 Agrobisnis Tanaman Kribo Ijo Mulai Menggeliat 11:00 Round Up The World 11:30 Lila Cita 12:00 Puja Trisandya 12:05 Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Mupuk Pedagingan Lan Padudusan Agung (5) 12:30 Traventure 13:00 Wirasa 13:30 Lejel Homeshopping 14:30 Tembang Bali 13:30 Bali Channel Tourist TV 16:05 Harmoni Bali

17:05 Inovator 17:30 Gita Shanti SS Widya Paramarta (2) 18:00 Puja Trisandya 18:05 Seputar Bali 19:00 Banjar Bali Quiz 19:30 KRIS 20:00 Samatra Artis Bali 21:00 Lila Cita Sanggar Cilinaya (1) 22:00 Berita dan Bincang Terkini 22:05 Lila Cita Wayang Wong Batuan (3) 23:00 Solusi Alternatif Teh Mayang 23:30 Folksong


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Umanis, 16 April 2017

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!

Informasi pasang iklan Telepon

� Tarif iklan Mini/Baris

Dcr F&B Supervisor Nero Bali Dbthkn Supir&Perawat u/Klinik Rest,CV:gede_darmaya@yahoo.com 24Jan 08123999954/9075921 Sgr B.BP.154.04.17.0000867

!Db CookHelper?waiter-es, 1,8jta+Mes/makan/tips top busy cafe Jimb, 081246913601

B.BP.004.04.17.0000835

B.BP.001.04.17.0000685

Dcr 2 Tenaga serabutan syr:SMP max.25th,bujangan,KTP Bali,gaji 1,9jt+bns,GatsuTmr081353003996

B.BP.001.04.17.0000833

Coco Group membutuhkan: Legal Dcr Chinese Cook,Cook Helper & Manager, Asst HRD Manager, Waitress u/Resto di Kuta Bw Lmrn Accounting Supervisor. Pengalaman ke Kitchen Laterns Jl.Popies yang sama min. 1 thn di posisi 2 (dpn Bounty Hotel Kuta) Gj yang sama, kirimkan CV ke : pokok+mkn+transport+service + hrm@cocogroupbali.com Tlp Hub.0361-765730 B.BP.803.04.17.0000615

B.BP.154.04.17.0000866

Cr Krywt u.Gdng Gentng diCanggu Lmrn bw kMunggu 087860137009

B.BP.167.04.17.0000827

Dicari Sgr:Cook Korean Food, Cook Helper,Marketing Travel / E-Comerce,Hub.081238503154 Send CV to: rm@pbbali.com

Dcr penjaga kos-kosan Hub.085100883990,085838399110 B.BP.001.04.17.0000871

Need Waitress,Bartendr,Steward Krm CV ke Tutmak Rest Jl.Dewi Sita Ubud Tlp.975754

B.BP.004.04.17.0000842

B.BP.004.04.17.0000859

Dcr Kasir + Tenaga toko Hub.085737632591, 08123813436

Dicari:Staff Akunting & Perpajakan S1.Pengalaman min 2Th. B.BP.001.04.17.0000868 bisa Bhs Inggris.Gaji menarik. Dcr Sales&Accounting utk Prshn Kirim CV ke PO BOX 3650 Kantor IT Email:sales@glsolusi.com Pos Renon Dps 8000 Bali.Atau B.BP.153.04.17.0000863 Email:newworkcom15@gmail.com Dcr SPG u/Artshop Canggu,Gj UMK B.BP.001.04.17.0000687 Bns dll,5Hr Krj H.08124658464 Japanes Rest diKrobokan/Semer B.BP.141.04.17.0000526 Bth: Cook Helper: laki-laki Dicari Segera Tukang Kayu & SMK Tata Boga Fresh Graduate Tukang Las Gaji Bulanan+Mess Waitress:Wanita SMK Pariwisata Posisi Bali Hub.082145709795 English Active Tlp.08175072489 B.BP.001.04.17.0000606 CV: viva.dyah@gmail.com Dicari:Corporate Manager;S1 B.BP.004.04.17.0000829 Hukum perusahaan, pengalaman Kayumanis Nusa Dua Private Villa min 2Th,harus bisa bahasa &Spa is Looking for:Sous Chef Segera!! Butuh Terapis Reflexi Inggris,gaji menarik.Kirim CV ke Please Send Your CV to: Kayu di Hayam wuruk,Gj Mnarik+ PO BOX 3650 Kantor Pos Renon Manis Nusa Dua Private Villa & Bonus+Lembur+THR T.9002588, Dps 8000 Bali.Atau Email ke Spa to the following Address: 0811239621123 hrnusadua@kayumanis.com newworkcom15@gmail.com B.BP.001.04.17.0000688

B.BP.101.04.17.0000838

B.BP.001.03.17.0002318

SALON

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

SPA

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

: : : :

Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �

Jakarta Mataram Denpasar Surabaya

: : : :

(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456

VISA

� Email: pembacabalipost@gmail.com

Toyota Kuta Main Dealer:Bth Sales Executive(P/W)Min.D1.Max30 Th,Utamakan KTP Bali,Kompensas i:Gapok,Tunj(Mkn,Operasional) Askes Insentif,THR,Bns Jln2 Keluar Negeri.Lmrn Krm kePT.Agung Automall Jl.Sunset Road Brt, Seminyak-Kuta,Badung.Up:Bag. HRD No.Telp:(0361)8947099

B.BP.005.04.17.0000620

Urgent Sales Marketing+Runner, English,Contact 081239327552

B.BP.004.04.17.0000841

Urgent looking for Villa Mngr & Butler for New 4BR Luxury Villa in Umahanyar VillagePejeng Ubud,previous experience essential & must be fluent English this in exciting opportunity to work with a dynamic & friendly team pls call:08124629122

B.BP.001.04.17.0000832

DIJUAL MOTOR HONDA

**Vario Hitam’2013 akhir milik prbadi Rp.12jt nego 0818555135

B.BP.001.04.17.0000869

DISEWAKAN RUMAH Disewakan Rmh diResidentMantra Ketewel 40jt/th Ng,0817554636

B.BP.001.04.17.0000823

Disewakan Rmh diTk.Badung XXI/ 26A Renon 40jt/thNg,0817554636

B.BP.001.04.17.0000824

DIJUAL TANAH Tnh Kvl Di Luwus 70Jt/A bs Kredit,Jln 6M Hub:081520417734 B.BP.001.04.17.0000809

Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 140Jt/A Bs Kredit 087862450004 B.BP.001.04.17.0000808

DIJUAL TANAH GIANYAR Jual Tnh Kav 2Are,75Jt/Are Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809 Taro,Tegalalang H:081246386211 B.BP.001.04.17.0000133

*Tnh 1A,370,Jl5m CempakaDalung Hub:081237666809, 081238920022 B.BP.001.04.17.0000603

Djl Tanah Ls.57,64A lok.Biaung IB Mantra Bsa diambil 5-10-15A Hub: 081338948683 B.BP.001.04.17.0000794

B.BP.001.04.17.0000818

RUPA-RUPA Bantu murah Pajak SPT Tahunan bulanan SIUP NPWP 081338344155 B.BP.001.04.17.0000177

Trm Gestun. Dalung 081236575081

B.BP.004.04.17.0000862

BIRO JASA J.Tnh depan Mcd Cokroaminoto Pajk SPT Tahunan/Bln T.Amnesti Utara 1-10Are,1.32m2 Darmasaba sy bs bantu murah,081999121505 Hub: 08123970292 B.BP.001.04.17.0000176 B.BP.001.04.17.0000785

JASA Jl.Tnh m2 Jl.utama Gn. Salak Sda PRT,B.Sister,dll bergransi Dps,H. 08113946240/08123885877 Hb.081327754040/081936294650 B.BP.001.04.17.0000793

B.BP.001.04.17.0000870


REKREASI

18

Pertanyaan Mendatar: 1. Bokser 4. Pemilihan untuk mendapatkan yang terbaik 8. Merek barang elektronik 11. Saku 13. United nations organization 14. Logam untuk fiksasi tulang yang patah 15. Nomor pokok anggauta 16. Tempat pertemuan sungai dan laut 18. Kelak 20. Ajang pertempuran 22. Daerah wisata pesisir di Bali Selatan 27. Ahli yang diperbantukan di kedutaan 28. Jalan/lintas/jelajah 29. Jala/jaring bertangkai (Bali) 30. Kelompok/regu 31. Baru 32. Alang-alang ; “Imperata Cylindrica” 34. Buram/rangka sesuatu yang akan dikerjakan 36 Memori 37. Handuk (Jepang)

TTS Bali Post

2

3

8

9

4

10

5

11

Pantai Keramas

Tempat Favorit Peselancar Dunia

MESKI kerap memakan korban jiwa, pantai di Gianyar memang menjadi salah satu tempat favorit para peselancara dunia, khususnya Pantai Keramas, Desa Keramas, Blahbatuh. Hal ini terbukti dari ratusan wisatawan yang menjajal ombak di pantai ini setiap harinya. Bahkan karena keindahan ombaknya, lokasi ini pun rutin menjadi tempat kompetisi surfing. I Gusti Sumer, belum lama ini mengatakan, Bali memiliki banyak pantai dengan ombak yang bagus untuk berselancar seperti di Pantai Kuta, Uluwatu, Nusa Dua, Canggu, Sanur. ‘’Kita di Gianyar sendiri memiliki Pantai Keramas yang memiliki ombak bagus untuk surfing,’’ ucap peselancar asal Blahbatuh ini. Keindahan ombak pantai tersebut memang sudah mampu menarik puluhan wisatawan untuk menjajal ombak setiap harinya. Wisatawan yang datang ini pun dari berbagai belahan negara. ‘’Banyak peselancar dunia dari Amerika, Eropa ataupun Asia setiap hari berselancar di sini, untuk menjajal ombaknya,’’ ujarnya. Dijabarkan, ombak yang bagus untuk berselancar yakni sebelum pukul 10.00 Wita. Ditambahkan, yang paling bagus ombak menjelang

purnama atau menjelang tilem. ‘’Seperti sekarang kan sudah purnama kadasa, jadi ombaknya memang bagus sekali, bahkan momen ini sering kami jadikan ajang untk kompetisi surfing,’’ ungkapnya. Ditambahkan, saat ini pun sedang diselenggarakan kompetisi surfing yang diikuti

sedikitnya 267 peselancar asal Jepang dan lokal yang diselengarakan kerja sama antara Japan Pro Surfing Association (JPSA) dengan Bali Surfing Association (BSA). ‘’Ini kegiatan rutin setiap tahun yang kami selenggarakan utnuk ke-12 kalinya, dan Jumat 14 April lalu merupakan finalnya,’’ katanya. (nik)

25

26

13 14 16

15

17

18

19

20

21

22

23

24

27

28 29

30 31

32

33

34

36

35

37

KUPON TTS No.292 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 292 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 22 April 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 30 April 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Mendatar: 1. Palka 3. Cockroach 7. KacaBenggala (Kaca Benggala) 9. Peru 10. Prahara 13. Ngiu 15. Mal 16. Naskah 17. Pura Gunung Salak (Pura Gunung

BPM/nik

7

12

Jawaban TTS No. 290

PANTAI - Terlihat sejumlah peselancar bersiap menjajal ombak di Pantai Keramas, Desa Keramas, Blahbatuh.

6

SPT2017

Menurun: 1. Kitab/buku 2. Remang-remang 3. Sejenis kain tebal dan kuat 5. Jaman 6. Pembentukan turunan dari sel induk tunggal dengan reproduksi aseksual 7. Negara beribukota London 9. Sebuah unversitas negeri di Bandung 10. Di kakinya berdiri Pura Besakih 11. Kapasitor 12. Mengira/menyangka/duga 17. Tidak berlama-lama/segera 19. Tonjol/maju 21. Putri sejati, putri Indonesia, harum namanya 22. Bersiteguh untuk tidak berbuat 23. Dibalik: Logat ; dialek 24. Tapi 25. Bersela-sela karena tanggal gigi ; ompong 26. Hasutan kepada orang b anyak untuk berbuat huru-hara 33. National security agency 35. Ini (Bali)

1

Minggu Umanis, 16 April 2017

Salak) 19. Rongga 20. Iin 22. Pagu 24. Nenggel 25. Ahad 26. Iserped (Depresi) 28. Olok 29. Air 30. Asongan 31. Emotion Menurun: 1. Pimpin 2. Kekupu

3. Chacha 4. CPE 5. Ongkos 6. Calonarang 8. Nyangging 11. Ambulance 12. Albumin 14. Glukolisis 18. Anggaran 21. Ignore 22. Plakat 23. Undian 27. Dan

Pemenang TTS No. 290 Ni Putu Eka Rucci Saraswati Jl. Stroberi No.9 Br. Geria, Kel. Subagan, Karangasem 80813 Ni Made Ayuniati KDS Tabanan Jl. By Pass Ir. Sukarno, Kabupaten Tabanan I Kadek Agus Arjana Desa Sangeh, Kec. Abiansemal, Kab. Badung 80352 Made Tapa Jln. Raya Sesetan No.147 Denpasar Selatan 80223 Ni Wayan Karti B r. D a u h Tu k a d , D e s a Pengeragoan, Pekutatan, Jembrana Negara 82262 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: I Md Sudarma Yadnya Alamat: Kantor BMKG Wilayah III Denpasar, Jl. Raya Tuban, Kuta, Badung 80632


19

Minggu Umanis, 16 April 2017

Galian C Anjlok, PHR Jadi Tumpuan Amlapura (Bali Post) April menjadi bulan optimisme bagi Dispenda Karangasem karena ada potensi peningkatan pemasukan dari sektor galian C. Namun melihat fenomena banyaknya galian yang tak bisa disentuh pajak, organisasi perangkat daerah yang kini sudah ganti nama menjadi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) itu tetap mengkhawatirkan peluang meraup pendapatan besar dari sektor tersebut. ‘’Saat ini, realisasi pajaknya Rp 7,6 miliar dari target APBD Induk Rp 78 miliar. Kondisi triwulan pertama ini sama dengan periode yang sama tahun lalu,’’ ungkap Kepala BPKAD, I Nengah Mindra, belum lama ini. Tahun lalu, target pendapatan Karangasem dari sektor pertambangan mineral bukan logam itu juga ditetapkan Rp 78 miliar. Tapi realisasinya hanya Rp 58 miliar. Kendurnya realiasi merupakan dampak dari masih adanya aktivitas penggalian di usaha-usaha yang kategori ilegal. Padahal berdasarkan legal opinion dari Kejaksaan, BPKAD hanya boleh melakukan pemungutan pada usaha legal. Rendahnya capaian pajak galian C memberi pengaruh yang sangat signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangasem secara umum. Sejauh ini pundi-pundi uang Karangasem dari pajak daerah baru Rp 21 miliar dari Rp 233 miliar PAD yang ditargetkan pada APBD Induk 2017. Untungnya ketika terjadi kemerosotan di sektor galian C, beberapa sektor lain mengalami kemajuan. Pajak Bea Perubahan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBHTB) salah satunya. Pada triwulan pertama realisasinya Rp 3,6 miliar dari target Rp 2,6 miliar. Pajak Hotel juga surplus dari target Rp 3,7 miliar pada triwulan pertama, sudah tercapai Rp 4,3 miliar. Pajak Restoran juga sama. Target triwulan Rp 1,7 miliar, realisasi 2,1 miliar. ‘’Target Pajak Hotel tahun ini 18 miliar, Pajak Restoran Rp 8,8 miliar. Untuk PHR kita sangat optimis,’’ ujar Mindra. Selain itu, Pemkab Karangasem juga sudah penerima pembagian PHR dari Kabupaten Badung. Rencananya, anggaran itu akan digunakan penataan sejumlah objek pariwisata dan fasilitas umum yang sudah menjadi prioritas. Bahkan, Badung janji juga akan membantu pengembangan desa wisata di Karangasem. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, belum lama, setelah menerima pembagian PHR dari Badung sebesar Rp 50 miliar. Dari hasil pembagian PHR ini, sebagaimana proposal Pemkab Karangasem kepada Pemkab Badung, akan digunakan untuk menata berbagai infrastruktur. Seperti penataan Pasar Hasil Pertanian dan Hortikultura di Kecamatan Rendang, perbaikan dan penataan Pura Hyang Aluh, rehab wantilan Pura Agung Besakih, pembangunan jembatan di sekitar kawasan Pura Agung Besakih hingga penataan Pura Kiduling Kreteg, penataan Taman Soekasada Ujung. “Pengembangan desa wisata juga janji dibantu Badung. Nomenklatur anggarannya memperbolehkan Badung bisa membantu kabupaten lain,” kata Artha Dipa. Dia sudah meminta Pelaksana Tugas Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Karangasem untuk menyiapkan desa wisata yang akan dikembangkan langsung oleh Badung. Saat ini, total ada 20 desa wisata di Karangasem. Sepuluh di antaranya sudah tidak aktif dan butuh sentuhan pengembangan, agar mampu menarik wisatawan dan berkontribusi terhadap daerah. Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan Karangasem Putu Arnawa, mengatakan siap untuk memaksimalkan peran desa wisata bersama Dinas Pariwisata untuk memberi warna baru pariwisata Karangasem. Terlebih, potensi desa cukup besar dan tinggal penataan dan pengelolaan yang mesti diperbaiki. Bagi desa yang bisa mengelola sendiri, bisa segera bentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengelola secara keseluruhan. Kalau tidak sanggup mengelola sendiri, kata Arnawa, bisa dikerjasamakan dengan pemerintah daerah dengan membentuk badan pengelola. (kmb31)

Tenaga Kerja Dari Hal. 1

“Jarak itu sangat menentukan masyarakat untuk datang ke BUMDes. Tempat harus strategis,” ucapnya. Pertumbuhan badan usaha itu sangat erat kaitannya dengan sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Seluruh tenaga kerja yang dilibatkan tak sekadar paham cara bertransaksi, juga harus kreatif, salah satunya dalam membaca peluang pasar maupun dalam pemasaran. Untuk itu, melibatkan generasi muda menjadi langkah yang strategis. “Sekarang teknologi berkembang. Anakanak muda cukup paham dengan itu. Ini harus ikut digerakkan,” tegas akademisi asal Bangli ini. Sementara itu, Dr. Gde Weda Arjawa, S.E., M.Si. menyatakan, BUMDes cakupan wilayahnya berbeda dengan LPD. BUMDes cakupannya wilayah desa sedangkan LPD cakupannya desa adat. Menurutnya, ketiga komponen desa baik BUMDes, LPD maupun desa adat bisa saja bersinergi, yang berarti harus membuat usaha bersama. LPD lembaga keuangan di tingkat desa adat yang

dapat membantu keuangan dalam pemberdayaan adat dan non-adat, tidak hanya untuk upacara adat. Desa adat sendiri pun harus mendukung keberadaan BUMDes dan LPD. Berdasarkan UU BUMDes, setiap desa bisa membuat BUMDes. BUMDes bisa membuat usaha untuk kesejahteraan masyarakat desa. “Walaupun tidak sinergi, tidak apa, tapi tujuannya sama-sama untuk menyejahterakan masyarakat di desa tersebut,” ujarnya. Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali, Causa Iman Karana, mengatakan, LPD diatur oleh aturan adat karena fungsi LPD adalah untuk adat dan agama. Jika fungsi LPD bergeser untuk kepentingan ekonomi, maka aturannya juga menyesuaikan. Aset yang dikelola LPD berdasarkan tahun 2015 sebesar Rp 15 triliun. Tergolong cukup besar sehingga sangat memungkinkan jika bergeser untuk kepentingan ekonomi desa, tidak hanya untuk kepentingan sosial, budaya dan adat. Namun aturannya perlu dikaji kembali termasuk pengawasannya. (may/sos)

Jatah PHR Dari Hal. 1

BPM/ant

KUNINGAN DI AMBON - Umat Hindu membawa sesajen saat persembahyangan hari raya Kuningan di Pura Sura Yudha Mandala, Ambon, Maluku, Sabtu (15/4) kemarin.

Sudah Berproses Dari Hal. 1

“Saat ini sudah berproses. Kalau misalnya APBD kabupaten penerima sudah disahkan berarti mereka tinggal mengubah Perbupnya oleh bupatinya. Setelah itu ada penyampaian pada DPRD dan pertanggungjawabannya di anggaran perubahan. Ini kita kawal dengan baik, pertanggungjawabannya jelas, ini saya yakin berpolitik itu perlu, asal sesuai ketentuan yang ada dan menyejahterakan rakyat,” jelasnya. “Penyerahan PHR secara langsung ke enam kabupaten ini sudah mendapat dukungan dari kabupaten penerima. Namun, surat yang dikirim ke pemerintah provinsi terkait hal ini, dari provinsi belum menyatakan sikap,” terangnya. Lebih lanjut Bupati Giri Prasta mengharapkan, pemanfaatan dana ini tidak hanya untuk pembangunan pariwisata, namun dapat pula digunakan untuk pembangunan yang sifatnya budaya seperti perbaikan pura serta bedah rumah untuk masyarakat kurang mampu. “Kami juga akan melirik daerah-daerah yang berpotensi baik dalam pengembangan desa wisatanya, kawasan pantai pesisirnya, begitu pula wisata warisan (pura dan subak). Untuk itu, kita perlu samakan persepsi mulai dari Bupati, Wakil Bupati dan Sekdanya,” katanya. Dengan konsep ini, Bupati Giri Prasta berharap terwujudnya one island management dan one stop destination di Bali ini. “Harapan kami ke depan dapat memberikan dana yang lebih besar, dengan catatan wujud nyata untuk pembangunan di masingmasing kabupaten,” ujarnya. PHR Diselewengkan Kebijakan membagikan hasil PHR secara langsung merupakan buntut kekecewaan Pemkab Badung. Pasalnya, setelah ditelusuri bagi hasil PHR yang disalurkan lewat Pemprov Bali selama sembilan tahun terakhir diduga menyimpang dari kesepakatan awal, yakni untuk menunjang kepariwisataan, seperti perbaikan destinasi dan infrastruktur penunjang lainnya. Melainkan untuk keperluan lain yang tidak ada sangkut pautnya pengembangan pariwisata. Dugaan tersebut pun sempat dilaporkan kepada pihak berwajib untuk ditelurusuri

lebih lanjut. Wakil rakyat di DPRD Badung sempat mempertanyakan perihal kasus penyisihan Pajak Hotel Restoran (PHR) yang sedang disidik oleh pihak Kejaksaan Denpasar. Masalah bagi hasil ini kembali terkuak menyusur rencana Pemkab Badung mengevalusi peyetoran peyisihan PHR ke Provinsi Bali. Nyoman Sentana dari Fraksi Gerindra mempertanyakan terkait sikap Kejaksaan Denpasar yang tidak ada kabar mengenai persolan peyisihan PHR bermasalah beberapa tahun lalu. “Masalah ini jangan seperti angin puting beliung, nongol tiba-tiba dan hilang tiba-tiba. Saya pertanyakan pada kejaksaan seperti apa kelanjutan masalah itu,” ujarnya. Pihaknya pun mendukung adanya evaluasi oleh pemerintah Kabupaten Badung. Sebab, hingga kini masalah penyelewengan dana yang disetorkan Pemkab Badung belum ada titik terang. “Kami setuju evaluasi ini jangan disalahartikan untuk memotong, tapi artikan bahwa evaluasi ini agar penyalurannya tepat sasaran,” ungkapnya. Politisi asal Abiansemal tersebut juga mengkritisi keras terhadap penyaluran peyisihan PHR ratusan miliar tersebut. “Masyarakat saja minta bantuan pemerintah harus pakai proposal. Bagaimana dengan antarpemerintah,” tanyanya. Karena itu, pihaknya ke depan meminta regulasi perihal bagi hasil tersebut harus diubah sama dengan masyarakat umum. Kabupaten yang membutuhkan batuan perbaikan infrastruktur pariwisata bisa mengajukan ke Kabupaten Badung lalu diverifikasi dan dibantu oleh pemerintah Kabupaten Badung. “Dengan sistem tersebut, jasa Pemkab Badung membantu kabupaten lain menjadi tonggak sejarah bagi masyarakat Badung itu sendiri,” jelasnya. Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata, juga mendukung rencana itu. Pemberian bantuan untuk enam kabupaten dari penyisihan PHR itu untuk infrastruktur dan pembaikan pariwisata. Bukan untuk beli mobil. Parwata mendorong bupati agar membicarakan kembali kepada Gubernur Bali mengenai kesepakatan dan regulasi lebih lanjut. Sehingga apa yang didapat di Badung dapat dinikmati secara bersama

oleh kabupaten lain. “Tetapi tidak keluar dari tujuan akhirnya, membangun dan mengembangkan pariwisata. Yang penting tidak keluar dari substansi kami siap mengamankan,” tegasnya. Politisi asal Dalung ini juga angkat bicara mengenai tudingan tersebut. Dia menegaskan, pembagian PHR secara langsung dilakukan Badung lantaran ingin membantu Kabupaten di Bali. “Tak perlu negative thinking-lah kalau pembagian PHR Badung secara mandiri. Kami bukan ingin sombong tetapi untuk membantu kabupaten di Bali memperbaiki infrastruktur pariwisata,” ungkapnya. Politisi PDI-P Badung ini mengatakan, kebijakan PHR langsung murni untuk membantu perkembangan pariwisata di sejumlah daerah di Bali. “Badung membagikan PHR langsung hanya untuk membantu, jadi tidak ada muatan politik,” ucapnya. Kesepakatan bersama antara Gubernur Bali dengan Bupati Badung tentang realokasi hasil penerimaan PHR Kabupaten Badung kepada Provinsi Bali tertuang dalam MoU No. 075/01/ KB/B.Pem/2009, No. 18 Tahun 2009, No 188.45/01/ HK/2009 tentang Realokasi Hasil Penerimaan Pajak Hotel dan Pajak Restoran Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, disebutkan pihak pertama (Badung dan Denpasar) memberikan hasil penerimaan PHR kepada pihak kedua. Hasil penerimaan tersebut dibagi sebesar 20 persen kepada provinsi, 80 persen dialokasikan kepada enam kabupaten, yakni Buleleng, Karangasem, Tabanan, Bangli, Jembrana, dan Klungkung. Lantaran tidak sesuai dengan kesepakatan, Pemkab Badung pun mulai tahun 2017 ini akan memberikan dana penyisihan PHR Badung secara langsung kepada enam Kabupaten di Bali. Bantuan PHR ini secara aturan sangat dibenarkan, yang ditegaskan lagi dengan legal opinion dari Kejaksaan, termasuk rekomendasi dari DPRD Badung. Dana penyisihan PHR yang diberikan sebesar Rp 342 miliar lebih. Dengan format pembagian Rp 50 miliar akan diberikan secara merata dan sisanya lagi Rp 42 miliar akan dibagi sesuai dengan skala prioritas pembangunan di kabupaten masing-masing. (kmb27)

Untuk menunjang pengembangakn pariwisata di Buleleng, setiap tahun menerima jatah PHR dari Kabupaten Badung dan Kodya Denpasar yang kemudian disalurkan Pemprov Bali. Realisasi PHR 2016 sebesar Rp 69 miliar. Sementara melalui APBD induk 2017 jatah PHR untuk Buleleng disetujui sekitar Rp 50 miliar. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng Bimantara, Sabtu (15/4) kemarin, mengatakan setiap tahun pemberian jatah PHR dari Pemkab Badung dan Kodya Denpasar itu ditentukan oleh pemprov. Setiap tahun, pemprov menerbitkan keputusan terkait nilai jatah pembagian PHR untuk kabupaten lain di Bali. Atas kebijakan itu, pemkab hanya bisa menunggu nilai jatah PHR yang akan direalisasikan oleh pemprov. Setelah terealisasi, jatah PHR dimasukkan dalam dokumen APBD Buleleng. ‘’Setiap tahun, kita memang dapat jatah PHR dan masalah nilainya itu diatur oleh pemprov. Cuma tahun ini jatah PHR dari Kodya Denpasar akan langsung diserahkan ke daerah tanpa melalui pemprov lagi seperti tahun-tahun terdahulu,’’ katanya. Menurut Bimantara, jatah PHR yang telah masuk dalam APBD, maka pemerintah daerah menyusun program atau kegiatan untuk pemanfaatan dana tersebut untuk meningkatkan sarana dan prasarana termasuk sumber daya manusia (SDM) bidang pariwisata di daerah. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pemanfaatan dana PHR di Buleleng sebagian besar dialokasikan untuk membiayai perbaikan infrastruktur jalan di objek wisata, pemasangan lampu penerangan jalan, penambahan fasilitas umum (fasum),

dan peningatan SDM pekerja pariwisata. ‘’Tidak semuanya dikelola oleh Dinas Pariwisata (Dispar) saja, tapi ada juga dialokasikan ke OPD yang terkait dengan pengembangan pariwisata di Buleleng,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa mengatakan, Buleleng sebagai penyangga pariwisata Bali dan pertimbangan wilayah yang terluas di Bali sepantasnya mendapat jatah PHR lebih proporsional. Dia mengatakan, dari jatah PHR yang dibagi dibagi rata bersama tujuh kabupaten di Bali Rp 50 miliar, maka idealnya Buleleng perlu mendapat jatah lebih yakni Rp 75 miliar. “Dari informasi yang kami dapatkan jatah PHR dari dibagi rata dan mestinya ada kebijakan yang lebih proporsional. Buleleng ini penyangga pariwisata Bali, sehingga saya kira jatah PHR untuk kita di Buleleng pasnya Rp 75 miliar.’’ Dia mencontohkan, pengembangan wisata bahari dan desa wisata di Buleleng memiliki potensi besar. Untuk menggarap potensi itu diperlukan modal untuk mengembangkannya. Sementara, pemkab sendiri tidak mampu menangani permasalahan di bidang pariwiata dengan dana APBD murni, sehingga satu-satunya harapan adalah memanfaatkan sokongan jatah PHR. Jika upaya ini bisa maksimal dilakukan, Budiasa meyakini tidak saja Buleleng yang akan menerima manfaatnya, tetapi secara umum Bali turut menikmati keuntungannya. ‘’Saya yakin dengan jatah PHR yang lebih, masalah pariwisata dan penggalian wisata baru akan bisa dilakukan dan ini akan memberikan dampak positif yang tidak saja diterima Buleleng namun Bali juga bisa mendapat dampaknya,’’ jelas Budiasa. (kmb38)

Pemprov Bali

Dari Hal. 1

Sementara itu pada tahun 2017 ini, Bangli direncanakan bakal menerima dana serupa yang nilainya mencapai Rp 50 miliar lebih. Bedanya, dana bantuan penyisihan PHR dari Kabupaten Badung yang akan diterima Bangli tahun ini tidak lagi dibagikan Pemprov Bali sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, melainkan langsung dikucurkan dari Kabupaten Badung. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal Kabupaten Bangli, I Nyoman Widiana, mengatakan bahwa dalam APBD Bangli tahun 2017, dana bantuan penyisihan PHR yang diterima Bangli dari Pemprov Bali sejatinya sudah dipasang Rp 30,8 miliar. Namun, pada tanggal 5 Januari lalu, Badung mengundang Bangli dan lima kabupaten lainnya untuk menindaklanjuti kerja sama daerah tentang realokasi PHR. Sebagaimana pertemuan yang dihadiri Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan dirinya di ruang Rapat Nayaka Gosana Pemkab Badung saat itu, disampaikan bahwa pada tahun ini, Badung tidak lagi membagikan bantuan penyisihan PHR melalui Pemprov Bali. Melainkan menyalurkannya langsung ke enam kabu-

paten penerima yakni Jembrana, Tabanan, Singaraja, Klungkung, Karangasem, dan Bangli. Nantinya pembangian PHR ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU antara Pemkab Badung dengan masing-masing kabupaten penerima. Sesuai rencana, dari Rp 300 miliar lebih dana bantuan penyisihan PHR yang disiapkan Badung, masing-masing kabupaten bakal diberikan merata Rp 50 miliar. Bantuan diberikan dalam bentuk bantuan keuangan khusus (BKK). Sehingga untuk bisa menerima bantuan itu masing-masing kabupaten harus mengajukan proposal. “Bedanya dengan dulu. Kalau dulu pemprov membagikannya berupa dana gelondongan, sekarang harus dengan proposal. Sejauh ini, kami sedang menyiapkan proposal untuk bisa mendapat bantuan tersebut,” ungkap Widiana. Adapun proposal yang bakal diajukan nanti yakni menyangkut perbaikan dan penataan infrastruktur pariwisata di antaranya pembangunan sentral parkir di Kintamani, penataan Penelokan, dan perbaikan jalan/akses tempat wisata. “Tahun lalu juga kebanyakan dimanfaatkan untuk pariwisata dan kePU-an,” ujarnya. (ina)

Mpu Kuturan Dari Hal. 1

Dalam lontar tersebut dinyatakan bahwa Mpu Kuturan yang juga bernama Mpu Rajakerta mendirikan berbagai pura di Bali. Pura Sakenan di Pulau Serangan salah satu pura yang didirikan atas anjuran Mpu Kuturan, dengan tujuan agar ada kemakmuran ekonomi di Bali. Berdasarkan Lontar Usana

Bali, Pura Sakenan itu didirikan oleh Mpu Kuturan saat Raja Masula Masuli sebagai Raja Bali. Tetapi sumber lain menyatakan bahwa Pura Sakenan didirikan saat Dang Hyang Markandya datang ke Bali. Seperti yang dinyatakan dalam buku Purana Pura Sakenan. Saat beliau datang ke Bali, Pura Sakenan sedang di-prayascita oleh Mpu Kuturan. (nik/wan)


balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Minggu Umanis, 16 April 2017

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

”Janda Semakin di Depan”

Ari Kencana Gaet sang Istri Masekepung Band

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

SIBUK mengurus anak didiknya di bawah naungan Kencana Production, ternyata tidak menghalangi bagi seorang Ary Kencana untuk merilis single terbarunya. Menjaga eksistensi di belantika musik pop Bali, tentu masih terus dilakukannya yaitu dengan cara terus menghadirkan karyakarya terbaru untuk para penggemarnya.

Tahun 2017 ini, Ary Kencana kembali menghadirkan karya terbarunya yang berjudul “Janda Semakin di Depan”. Kali ini ia kembali berduet bersama sang istri tercinta yaitu Neli Ambarawati. Single “Janda Semakin di Depan” merupakan gambaran sebuah realita kehidupan masyarakat yang mana sering meremehkan status seseorang yang tentunya itu tidak menjadi keinginannya. “Ini lagu sebenarnya hanya sebuah guyonan semata. Saya sebenarnya ingin masyarakat kita itu tidak pernah memandang status janda itu buruk. Kita mestinya saling menghargai antarsesama. Semua wanita pasti tidak ingin menyandang status itu, akan tetapi jika itu sudah takdir apa mau dikata. Marilah kita saling menghargai agar kita bisa saling merangkul dan hidup berdampingan,” ujar Ary Kencana saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu. Single “Janda Semakin di Depan” diharap-

kan mampu diterima di kalangan masyarakat pencinta musik pop Bali seperti karya-karya sebelumnya. Selain itu, Ary Kencana sendiri terus ingin menggandeng sang istri guna semakin memantapkan diri terjun sebagai penyanyi pop Bali yang sarat akan pengalaman. “Saya ingin istri saya ke depannya semakin berpengalaman dalam bidang olah vokal. Itu sebabnya, saya terus mencoba untuk mengarahkannya agar terus bisa lebih baik lagi ke depannya lewat tampil berduet di beberapa lagu ciptaan saya. Saya juga sangat berharap lagu ‘‘Janda Semakin di Depan’’ ini bisa diterima dan menghibur semua lapisan masyarakat, terutama para pencinta musik pop Bali,” tegasnya. Ary Kencana sendiri sebelumnya sudah sempat merilis album bersama sang istri yang berjudul “GR” di bawah label Januadi Record. Selain itu, beberapa single juga telah dirilisnya dan mampu merajai sepuluh tembang terfavorit di beberapa stasiun radio yang ada di Bali. (win)

Populer berkat ”Tuak Adalah Nyawa” LAGU “Tuak Adalah Nyawa” kini tengah melambung. Sebagian masyarakat, mulai dari orang tua, remaja hingga anak-anak sangat hafal dengan lirik lagu yang dikemas dalam kolaborasi nuansa akustik dan seni genjek. Lagu tersebut kini sedang menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, karena liriknya yang sangat sederhana namun ada dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, lagu “Tuak Adalah Nyawa” juga menjadi incaran netizen di jejaring sosial seperti youtube. Bahkan di youtube sendiri, lagu “Tuak Adalah Nyawa” sudah tembus lebih dari 1 juta viewer. Yan Gus selaku manajer Masekepung Band saat dihubungi mengatakan, jika dirinya tidak menyangka lagu “Tuak Adalah Nyawa” bisa mendapatkan respons yang luar biasa. Awalnya, Masekepung Band merupakan sebuah perkumpulan yang tidak memandang perbedaan serta menganggap “Tuak Adalah Nyawa”, yang mana tuak merupakan minuman tradisional Bali yang dihasilkan dari pohon aren dan kini sedang digandrungi oleh masyarakat Bali. “Ini sangat di luar dugaan bagi kita. Lagu yang awalnya kita hanya iseng-iseng dari sebuah perkumpulan, kini begitu diminati oleh semua lapisan masyarakat. Bahkan di Youtube jumlah yang menonton sudah lebih dari 1 juta orang, ini sangat luar biasa bagi kita,” ujar Yan Gus. Masekepung Band sendiri merupakan grup band asal Banjar Delod Tangluk, Sukawati, Gianyar. Diperkuat oleh Ryos (vokal/gitar), Nahox (bass/ backing vokal) dan Lenjong (jembe). Masekepung Band bermarkas di Jalan Tukad Bembeng, Gianyar. Atas pencapaian yang diraih Masekepung Band, Yan Gus selaku manajer terus menyarankan untuk rendah hati, terus belajar dan tidak terlena dengan apa yang sudah diraih saat ini. “Kalau dibilang puas dengan capaian kita saat ini, ya memang kita puas. Tapi kita tetap masih perlu banyak belajar, Masekepung Band belum ada apa-apanya di belantika musik Bali,” tegasnya. Sebagai bagian dari Masekepung Band, Yan Gus berharap ke depan bisa terus berkarya dan tentunya lebih baik lagi dari single “Tuak Adalah Nyawa”. Selain itu, melibatkan sekaa genjek yang menjadi kesenian tradisional Bali akan tetap dipertahannya dalam berkarya ke depannya. “Kita berharap bisa terus berkarya ke depannya. Tidak hanya puas di single “Tuak Adalah Nyawa” ini saja. Semoga banyak karya yang bisa kita hadirkan dan tetap akan kita libatkan sekaa genjek sebagai ciri khas kita. Kita juga berharap karya kita bisa diterima dengan baik oleh semua lapisan masyarakat,” ujarnya. (win)

Tahun 2017 ini, Ary Kencana kembali menghadirkan karya terbarunya yang berjudul “Janda Semakin di Depan”.

Janet Jackson Pamer Bayi Laki-lakinya JANET Jackson berbagi foto anak bayi laki-lakinya Eissa pada akun Twitternya. Ini adalah foto pertama yang dia pamerkan ke publik. “Bayi saya dan saya setelah tidur siang,” tulis dia melengkapi foto yang diunggah yang menunjukkan wajah anaknya sedang menguap. Bayi Eissa lahir 3 Januari lalu. Dia adalah anak pertama bagi Jackson. Bangga menjadi seorang ibu, Jackson berbagi foto itu pada semua jejaring sosial yang dia miliki, serta website-nya. Jackson dan suaminya, Al

Mana, seorang pengusaha miliarder asal Qatar, berpisah pekan lalu setelah lima tahun menikah, demikian Billboard. Sebelumnya, bintang pop ini melahirkan bayi lelaki yang juga anak pertamanya, Selasa (3/1), pada usia 50 tahun. Janet Jackson dan suaminya Wissam Al Mana sangat bahagia menyambut putra mereka Eissa Al Mana ke dunia, kata perwakilan penyanyi itu dalam keterangan pers pada majalah People seperti dilansir Reuters. Jackson dan pebisnis Qatar Al Mana menikah pada 2012, dan

penyanyi itu menunda tur dunia “Unbreakable” pada April lalu agar mereka bisa fokus membangun keluarga. Oktober silam, dia menunjukkan perut hamilnya dalam foto eksklusif untuk majalah People. Jackson, bungsu dari keluarga penyanyi Jackson, tidak memberi informasi lebih lanjut seputar kehamilan atau di mana bayi itu dilahirkan. Sebelumnya dia pernah menikah dua kali, setahun dengan penyanyi soul James DeBarge pada pertengahan 1980-an dan dengan pedansa Rene Elizondo Jr pada 1991-2000. (rtr/ant)

’’PT Bui Agung Sakti’’ brolan BALE BANJAR ARIDUS P E M E RIN T A H K a j i Swastanisasi Lapas! Judul berhuruf tebal dan besar yang termuat sebagai headline Bali Post (Selasa, 11/4), cukup mengejutkan sebagian masyarakat. Kedengaran aneh bui, yang kemudian ganti nama menjadi penjara, selanjutnya lembaga pemasyarakatan disingkat lapas, yang sejak zaman kolonial hingga kemerdekaan merupakan lembaga yang dimahfumi sebagai milik negara dan dikelola pemerintah, kini direncanakan pengelolaannya diserahkan ke pihak swasta. Wacana yang terlontar dalam rapat kerja antara Komisi III DPR-RI dengan Menteri Hukum dan HAM, Senin (10/4) tersebut, dibumbui alasan bahwa jumlah narapidana di lapas saat ini dianggap melampaui kapasitas dan banyak menyedot APBN. Untuk itu, usul swastanisasi lapas akan dikaji. ‘’Kalau boleh aku analogikan, ini mirip menganggap amputasi merupakan cara terbaik buat mengatasi borok tak tersembuhkan bagi pengidap diabet. Bukan berusaha menemukan obat alternatif buat

menghentikan penyebab penyakit, namun lebih disukai memotong bagian tubuh yang luka. Aku paham, isi lapas saat ini memang membeludak, sehingga itu diasumsikan sebagai penyebab terjadinya kerusuhan di beberapa penjara di Tanah Air. Itu disebabkan jumlah orang yang memilih jalan sesat buat menjalani hidup kian banyak daripada yang melintas di jalan lurus dan benar. Lucunya, yang jujur dan selalu berbuat baik dianggap manusia ketinggalan zaman dan culun! Karenanya, pelaku kriminal saat ini, bukan hanya kalangan penganggur dan gembel tanpa pendidikan, malah tidak sedikit yang berpendidikan tinggi dan berstatus sosial terhormat dengan harta kekayaan berlimpah. Cuma, mereka bermentalitas lapar dan rakus, sehingga tidak pernah merasa cukup dan bersyukur. Ini menandakan bahwa ada yang keliru dalam sistem dan metode pembinaan watak, mental dan kepribadian, terutama di ranah pendidikan. Kita lihat saja roman wajah mereka yang mengenakan rompi berwarna oranye bertuliskan ‘Tahanan KPK’ saat tampil di media elektronik, tidak sedikit pun menunjukkan rasa malu dan menyesal. Idem ditto pula wajah bandar narkoba dan teroris yang juga berkategori extraordinary criminal, tampak pongah dan arogan. Lebih tahu diri para pelacur, pencopet dan penodong, yang kebanyakan menutup wajah saat diabadikan kamera wartawan ketika diinterogasi di kepolisian,’’ ulas Rubag.

‘’Aku masih ingat saat anak-anak, narapidana dulu disebut bogolan dan lapas disebut bui. Para bogolan yang menjelang usai masa hukumannya, kini disebut adaptasi buat memasuki masa bebas, sering dipinjam tenaganya oleh pimpinan berbagai instansi atau dikaryakan pihak Dinas Pekerjaan Umum untuk membersihkan saluran air di got. Mereka juga piawai memperbaiki atap yang bocor, ngecat rumah dan memasang tembok serta pekerjaan lainnya, terutama di rumah-rumah kepala instansi yang meminjam tenaga mereka. Pagi mereka diantar seorang sipir ke tempat mereka dipekerjakan, petang hari dijemput lagi untuk dibawa kembali ke penjara. Aku teringat mantan bogolan yang sangat mahir dalam urusan mencukur rambut dan saat bebas dari penjara, dia buka usaha pangkas rambut. Namanya Pak Suwitra, di samping kemahirannya mengikuti mode potongan rambut, juga sangat pintar bercerita, sehingga para pasien harus ngantre untuk mencukur rambut di kiosnya. Padahal sedikit yang tahu kalau dia masuk penjara karena membunuh orang, namun berkat kefasihannya bertutur kata dan juga ramah, orang tidak perlu mengetahui masa lalunya. Agaknya kalau pimpinan lapas dan Depkum HAM mau sedikit bersusah payah memikirkan cara buat menanggulangi dana untuk biaya operasional hotel prodeo tersebut, misalnya memanfaatkan tenagatenaga terampil para napi dengan mempekerjakan mer-

eka, rencana menyerahkan lapas ke pihak swasta bisa batal. Sebab, menyerahkan pengelolaan lapas ke swasta, lebih berkesan melempar tanggung jawab atau cuci tangan, daripada menanggulangi masalah. Malah melalaikan bunyi alinea keempat Pembukaan UUD 1945, yakni melindungi seluruh rakyat dan tumpah darah Indonesia,’’ komentar Sudiantara. ‘’Aku sepaham dengan sinyalemen bahwa ada yang keliru dalam sistem dan mekanisme pendidikan kita, sehingga banyak yang salah paham dalam menghadapi persoalan bangsa dewasa ini. Pendidikan Budi Pekerti sempat hengkang beberapa tahun dari mata pelajaran sekolah dan kini Pendidikan Moral Pancasila juga ngacir. Otoritas yang bertanggung jawab perihal lapas dan penghuninya, rupanya kurang paham mengapa nomenklatur di ranah ini diubah atau diganti? Mengapa bogolan kini disebut narapidana? Mengapa bui diubah menjadi penjara lalu kini lembaga pemasyarakatan? Lapas adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana, baik yang masih berstatus tahanan maupun binaan pemasyarakatan. Tujuan dari pembentukan lapas yakni guna membentuk napi agar menjadi manusia seutuhnya, yang menyadari kesalahannya, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana atau kejahatannya, sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakatnya serta menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Ya,

seperti Pak Suwitra, tukang cukur yang tetap kau kenang kebaikan dan kemahirannya dalam urusan potong rambut! Nah, kalau sampai urusan pembinaan mau diserahkan ke pihak swasta, apa marwah lapas bisa dipegang oleh mereka yang dikenal sebagai makhluk ekonomi? Memang contoh lapas dikelola swasta di luar negeri konon ada, tapi apakah penyelenggaraannya sukses atau kacau balau? Lagi pula buat meniru apa pun yang ada di luar negeri harus disesuaikan dengan kultur dan pandangan hidup bangsa kita. Sebab, makan burger dan spageti pun banyak masyarakat kita yang mual dan mencret, hahaha…,’’ gelak Mardika mengakhiri argumennya. ‘’Pernah kubaca, bahwa Arnold Schwarzenegger saat menjadi gubernur dua periode (2003-2011) di negara bagian California, Amerika Serikat, konon pernah menyerahkan pengelolaan lapas ke pihak swasta bernama Correction Corporation of America (CCA). Perusahaan ini melaksanakan kinerjanya seperti outsourcing yang mempekerjakan semua aparat lapas dengan upah lebih murah dengan sistem kontrak tanpa jaminan sosial, apalagi uang pensiun. Awal penyerahan, Arnold merasa rongrongan dana dari lapas terhadap APBD berkurang, sehingga dana bisa disalurkan ke ranah pendidikan, namun setelah waktu berjalan tagihan CCA terhadap kantor gubernur terus meningkat. Untung saja si Terminator punya alternatif lain buat menghindarkan kesulitan, yakni mengekspor ribuan napi ke tanah kelahiran mereka yakni Meksiko. Ironis, kebanyakan dari napi tersebut imigran ilegal dari Meksiko,

kembali dipulangkan sebagai napi resmi California. Sekarang tidak diketahui apakah setelah Om Arnold lengser, program alih kelola lapas itu masih berlangsung atau macet? Namun fenomena itu melahirkan ungkapan, ‘Capitalism fails us’ atau kapitalisme membangkrutkan kita! Namun dalam soal tirumeniru bangsa Indonesia cukup moncer. Jangan-jangan napi koruptor dan bandar besar narkoba serta gembong teroris akan ditawarkan tarif spesial saat memasuki status warga binaan. Mau tinggal di sel bintang 1 atau 5? Apalagi di Tipikor ancaman hukuman pemiskinan ditolak dan ditentang karena dianggap bertentangan dengan HAM, tentu kenikmatan di alam bebas akan dibawa terus sampai jadi napi. Jadi berapa pun ongkos sel yang mewah akan dibayar!

Buat urusan swastanisasi terhadap lapas, bagiku, tidak mengejutkan. Guna melibas dunia di bawah satu atap, korporatokrasi global telah menjerat dunia dalam jaringjaringnya yang ketat. Dalam Letter of Intent (LoI) mereka meminta negara-negara debitur atau banyak utang untuk melaksanakan Structural Adjustment Programme yang isinya, deregulasi, debirokratisasi dan privatisasi. Nah privatisasi nyaris berjalan mulus, bahkan kini lapas pun sudah dijamah. Coba simak, banyak perusahaan negara kini sudah berstatus perseroan terbatas, termasuk perusahaan yang mengelola hajat hidup orang banyak. Nanti bila kajian ikhwal pengelolaan ke pihak swasta rampung, kuusulkan lapas berganti nama menjadi PT Bui Agung Sakti!’’ ujar Suryanegara. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook