Skip to main content

Edisi 16 Maret 2018 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 199 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

jumat kliwon, 16 maret 2018

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Memaknai Tahun Baru Çaka 1940

Hindu Harus Jadi Teladan Wujudkan Kerukunan SEBAGAI agama tertua di muka bumi, sudah semestinya Hindu bisa menjadi teladan mengenai sikap-sikap dan tindakan-tindakan berbasis moral dan etika universal. Menjadi tuntunan yang menyejukkan sekaligus solusi bagi berbagai persoalan kemanusiaan dan kehidupan manusia dan seluruh makhluk ciptaan-Nya, sehingga tantangan global yang dihadapi bisa dimaknai untuk kemajuan bersama.

Hoax, ujaran kebencian, provokasi dan adu domba kini mengipas-ngipasi rasa permusuhan di masyarakat. Hal itu dikatakan Presiden Jokowi ketika menerima Pengurus Harian PHDI Pusat, Kamis (15/3) kemarin. Untuk itu, ia pun berharap umat Hindu bersama elemen bangsa yang lain ikut menjaga kesejukan, menjaga tali persaudaraan dan memperkuat persatuan. Perbedaan pilihan politik jangan sampai merusak kerukunan di antara sesama saudara sebangsa dan setanah air.

Akademisi Dr. I.B. Radendra Suastama, S.H., M.H. menilai apa yang menjadi penegasan Presiden patut menjadi renungan segenap komponen bangsa. Karenannya, Radendra pun berharap dalam memaknai Tahun Baru Çaka 1940, umat Hindu mesti menunjukkan diri sebagai warga masyarakat dan warga bangsa, bahkan warga dunia yang mengimplementasikan nilai-

nilai luhur Hindu yang berkarakter multikultural dan humanis. Nilai-nilai agama bukanlah instrumen untuk mencapai kepentingankepentingan pragmatis jangka pendek yang bermotif kekuasaan dan pemenuhan nafsu duniawi. Sebab, nilai dan ajaran Hindu adalah anugerah bagi semesta yang berkontribusi nyata dalam menjadikan dunia dan alam ini menjadi tempat yang lebih damai dan nyaman untuk ditempati bersama dengan seluruh ciptaan Yang Maha Kuasa.

‘’Sebagai agama tertua di muka bumi, sudah semestinya Hindu bisa menjadi teladan mengenai sikap-sikap dan tindakan-tindakan berbasis moral dan etika universal. Menjadi tuntunan yang menyejukkan sekaligus solusi bagi berbagai persoalan kemanusiaan dan kehidupan manusia dan seluruh makhluk ciptaan-Nya. Sehingga tantangan global yang dihadapi bisa dimaknai untuk kemajuan bersama,’’ pungkasnya. Hal. 19 Semakin Kreatif

DANAU BERATAN - Ratusan umat Hindu melaksanakan upacara pamelastian di Danau Beratan, Rabu (14/3). Bali Post/Nyoman Martawan

Paling Berisiko, Kalau Tak Berani Ambil Risiko

Jakarta (Bali Post) – Ketidakpastian global di era teknologi dan globalisasi ini akan selalu ada. Di tengah ketidakpastian itu, zona aman maupun nyaman dinilai hanyalah sebuah ilusi. Saat dunia berubah, maka kita pun dituntut untuk turut berubah. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat berbicara di hadapan pimpinan bank nasional di Istana Negara, Kamis (15/3) kemarin. Dunia bisnis penuh dengan risiko. Perbankan yang merupakan salah satu sektor bisnis juga memiliki risiko. Hal itu diakui sendiri oleh Kepala Negara. ‘’Kalau kita bicara perbankan dan sektor keuangan, mau tidak mau suatu saat kita harus berbicara mengenai risiko,’’ ujar Presiden seperti dikutif Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam siaran pernya yang diterima Bali Post. Menurut Presiden, dari sekian banyak risiko yang ada, risiko terbesar yang harus dihadapi ialah keengganan banyak pihak untuk mengambil risiko. Hal itulah yang banyak ia lihat di tahun 2017 kemarin, salah satunya di sektor keuangan. Hal. 19 Ambil Risiko

Tidak Terbit

Sehubungan Hari Raya Nyepi Çaka 1940, yang juga merupakan hari libur nasional, maka Bali Post pada Sabtu (17/3) dan Minggu (18/3) tidak terbit. Bali Post kembali terbit seperti biasa mulai Senin (19/3). Untuk itu kepada para pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit

ASEAN-Australia Special Summit

Era Baru Kerja Sama Ekonomi dan Penanggulangan Terorisme

’’Ini akan menjadi forum berharga bagi sektor swasta dan pemerintah untuk bekerja sama dalam mengatasi tantangan utama dan mendorong kemakmuran masingmasing negara.’’ Jane Duke Dubes Australia untuk ASEAN

Sydney (Bali Post) – Australia menggelar ASEAN Australia Special Summit (Pertemuan Tingkat Tinggi Istimewa ASEANAustralia) di International Convention Centre, Sydney, Australia pada 16-18 Maret 2018. Pertemuan multilateral ini mempertemukan 10 petinggi negara ASEAN untuk pertama kalinya di luar kawasan negara ASEAN. Wartawati Bali Post yang diundang langsung untuk meliput acara tersebut melaporkan bahwa Australia ingin menjadikan pertemuan ini sebagai era baru dalam peningkatan kerja sama ekonomi dan penanggulangan terorisme. ‘’Pertemuan ini menunjukkan komitmen Australia yang kuat pada ASEAN dan hubungan baik Australia dengan negara-negara Asia Tenggara,’’ jelas Duta Besar Australia untuk ASEAN Jane Duke, Kamis (15/3) kemarin di kawasan Darling Harboour, Australia. Pemimpin negara-negara di ASEAN yang direncanakan hadir pada Pertemuan Tingkat Tinggi Istimewa ini; Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Daurssalam, Viet-

nam, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Presiden Jokowi direncanakan hadir dalam acara ini. Sedangkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dipastikan tidak akan hadir. Kata Jane Duke, Australia yang sejak 40 tahun lalu telah menjadi mitra eksternal pertama dari kelompok negara-negara ASEAN ingin menjadikan pertemuan ini sebagai momentum untuk mempererat hubungan. Mengingat Australia secara geografis dekat dengan kawasan ASEAN. ‘’Geografis membuat Australia merasa perlu bekerja sama dalam menghadapi tantangan dan ancaman yang serupa dengan negara-negara ASEAN,’’ jelasnya. Acara akan dibuka oleh Perdana

Menteri Australia Malcom Turnbull, Jumat (16/3) ini. Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ini akan menandai era baru dalam kerja sama ekonomi, dialog politik dan hubungan masyarakat antara negara Australia dan negara ASEAN untuk membangun kemitraan kontemporer dan berwawasan di tengah perkembangan zaman yang pesat. ASEAN sebagai salah satu mitra dagang Australia terbesar diharapkan dapat mencapai komitmen dan kesepakatan bersama pada dua topik utama. Pertama;bidang ekonomi-bisnis. Kedua, penanggulangan terorisme. Menurut Duke, kawasan Australia dan ASEAN menghadapi ancamanancaman yang tidak dapat ditangkal sendiri oleh satu negara. Melindungi warga negara dari bahaya yang datang, baik dari penjahat maupun teroris sebaiknya dilakukan dengan berbagi informasi intelijen, keahlian dan pengetahuan. ‘’Ini akan menjadi forum berharga bagi sektor swasta dan pemerintah untuk bekerja sama dalam mengatasi tantangan utama dan mendorong kemakmuran masing-masing negara,’’ jelasnya. (kmb83)

Jaga Kelestarian Budaya, Koster Gagas KB 4 Anak di Bali

DIALOG - Koster saat berdialog dengan perajin di Desa Tumbu.

CALON Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KosterAce), menggelar kampanye di sejumlah titik di Kabupaten Karangasem. Salah satunya masimakrama dengan ribuan warga di Banjar Bengkel, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Rabu (14/3). Sejumlah program kerja disampaikan oleh Koster. Salah satunya di bidang kependudukan. Koster menggagas agar program Keluarga Berencana (KB) yang merupakan program pusat dimodifikasi dalam penerapannya di Bali. Dalam praktiknya, program KB mewajibkan kepada penduduk Indonesia untuk membatasi keluarga hanya memiliki dua anak. Namun, program itu ternyata berbenturan dengan adat, kultur dan budaya Bali. Program KB dua anak pada akhirnya

memutus generasi Bali yang sudah sekian lama ada secara turun-temurun. Pada pelaksanaannya, program KB memutus generasi Nyoman dan Ketut yang akhirnya hilang. Ya, struktur anak dalam satu keluarga di Bali memang terdiri dari empat orang. Anak pertama biasa diberi nama Gede, Putu atau Wayan. Anak kedua Made atau

’’Tidak ada lagi alasan banyak anak akan miskin, karena semua sudah dilayani, ditanggung oleh pemerintah. Sekolah dibiayai negara, kesehatan dan perumahan juga. Lalu, apalagi alasannya?’’ Wayan Koster

Kadek. Sementara anak ketiga Nyoman atau Komang. Sedangkan anak keempat Ketut. ‘’Kalau program KB dua anak, berarti ada generasi Bali yang hilang yakni Nyoman (atau Komang) dan Ketut. Bali kehilangan kultur dan budaya,’’ katanya. Selama ini, kata Koster, masyarakat Bali adalah warga yang paling patuh terhadap program KB. Tetapi, tak ada imbal balik apa pun yang setimpal atas kepatuhan tersebut. Ke depan, Koster ingin agar program KB khusus di Bali dimodifikasi dari dua anak menjadi empat anak. Tujuannya agar tak ada generasi Bali yang hilang. ‘’Saya ingin KB minimum empat anak agar kultur dan budaya kita tidak hilang. Sekian lama generasi kita hilang karena program KB dua anak,’’ katanya. Hal. 19 Dana Bos


denpasar

2

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

figur

Dikemas Lebih Teratur

BANJAR Kaja Sesetan, Denpasar kembali menyelenggarakan Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOF) yang merupakan ajang tahunan, Minggu (18/3) mendatang. “Tahun ini kembali kami gelar. Tidak saja mempersembahkan tradisi masyarakat Banjar Kaja, namun juga melibatkan potensi kuliner masyarakat setempat,’’ ujar maestro Omed-omedan IGN Oka Putra, Kamis (15/3) kemarin.Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rutinitas setiap tahun, sehari setelah umat Hindu merayakan Nyepi. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi di Banjar Kaja, Sesetan secara turun-temurun yang digelar sehari setelah Nyepi atau pada Ngembak Geni. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, tradisi budaya tersebut dikemas lebih terarah dan diatur oleh pihak penyelenggara (panitia) sehingga menjadi daya tarik bagi pariwisata. “Walaupun demikian, tradisi budaya ini wajib dilakukan oleh banjar kami setiap tahunnya karena tradisi atau budaya ini ada kaitannya dengan ritual keagamaan,” ujarnya. Selain itu, kegiatan SHOF selalu dirangkaikan dengan berbagai macam kegiatan seperti pasar paiketan, kuliner, kegiatan seni dan band serta perlombaan lainnya. Tahun ini, festival omed-omedan rentang waktu pelaksanaannya diperpanjang. Sebelumnya start dari pukul 15.30 Wita sampai 17.00 Wita, kini bertambah menjadi pukul 15.30 Wita sampai dengan 20.00 Wita. “Jadi, kami mohon permakluman kepada Pemkot Denpasar dan kepada masyarakat yang akan melewati wilayah Sesetan akan sedikit terganggu karena ada penutupan jalan,” ungkapnya. (ara)

Berkas Perkara Oknum Perbekel P21

Denpasar (Bali Post) Harapan Polres Badung untuk segera melimpahkan berkas dan tersangka kasus dugaan penganiayaan dokter RSU Mangusada, Kapal, dr. Grace Juniaty, dengan tersangka Perbekel Desa Pelaga I Gusti Lanang Umbara (39), segera terwujud. Dikonfirmasi Kamis (15/3) kemarin, Kasipidum Kejari Denpasar Arief Wirawan mengatakan, pihaknya sudah menerima koordinasi dari penyidik Polres Badung dan pihak kejaksaan sudah menyatakan berkas perkara itu sudah lengkap alias P21. ‘’Sudah. Kemarin, sudah ada pelimpahan berkas dan sudah dinyatakan P21,’’ ujarnya. Dalam perkara ini, kata Arief Wirawan, tersangka dijerat dua pasal yakni Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan. Untuk menyidangkan perkara ini, pihaknya sudah menunjuk dua orang jaksa penuntut umum. Salah satunya, Bela Putra Atmaja. Lantas, setelah P21, kapan berkas dan tersangka akan dilakukan pelimpahan tahap II? Kasipidum Arief Wirawan mengatakan, jika tidak ada halangan, pekan depan setelah hari raya Nyepi berkas dan tersangka dilimpahkan ke Kejari Denpasar. Seperti diberitakan sebelumnya, Perbekel Desa Pelaga I Gusti Lanang Umbara (39) ditahan penyidik Polres Badung. Dia ditahan atas dugaan kasus penganiayaan terhadap dr. Grace Juniaty. Kapolres Badung mengatakan, tersangka dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 335 dan 351 KHUP. Terkait penanganan kasus tersebut yang sesuai prosedur, Polres Badung mendapatkan banyak dukungan dan apresiasi dari masyarakat yang disampaikan lewat karangan bunga. Apalagi, penyidik sudah mengantongi alat bukti yang cukup sehingga berani melakukan penahanan. Sebelumnya, banyak pihak tidak menduga kasus ini berlanjut ke proses hukum karena sudah ada perdamaian. Selain itu, oknum perbekel itu diduga orang kuat dan mempunyai jaringan pejabat. Namun, polisi justru tertantang menangani perkara yang menimpa korban yang seorang dokter tersebut. Sehingga dengan tindakan tegas, penyidik menahan Perbekel Desa Pelaga I Gusti Lanang Umbara. (kmb37)

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Usai Diarak, Bangkai Ogoh-ogoh Di-‘’pralina’’ Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

Bali Post/eka

TAWUR – Sejumlah umat Hindu tengah menyiapkan sarana-prasarana ritual serangkaian Tawur Kasanga di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Kamis (15/3) kemarin. Ritual tawur ini dirangkaikan dengan pembagian tirta Saraswati.

Dirangkaikan ”Ngarga” Tirta Saraswati

Tawur Kasanga akan Di-’’puput’’ Enam Sulinggih Denpasar (Bali Post) Serangkaian hari raya Nyepi, sejumlah upacara telah dilakukan, seperti melasti. Kemudian, disusul menggelar pacaruan sesuai jenjangnya, sebelum melakukan pangerupukan. Kali ini, di Denpasar digelar Tawur Balik Sumpah Tilem Kasanga yang berlokasi di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Jumat (16/3) ini. Karena Nyepi bertepatan dengan hari Saraswati, upacaranya dirangkaikan dengan ngarga Tirta Saraswati. Dikonfirmasi Kamis (15/3) kemarin, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Raka Purwantara didampingi Kasubag Bina Keagamaan Bagian Kesra Kota Denpasar Nyoman Oka men-

gatakan, pelaksanaan Tawur Balik Sumpah Agung tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Hanya, tahun ini pelaksanaannya dirangkaikan dengan ngarga Tirta Saraswati. Hal ini dikarenakan pelaksanaan hari raya Nyepi tahun ini bertepatan dengan hari raya Saraswati. ‘’Secara umum, pelaksanaan karya berada pada tingkat utama serta pada hari yang sama turut dilaksanakan ngarga Tirta Saraswati, sehingga masyarakat mendapatkan Tirta Keluhur, Tirta Caru, Tirta Saraswati dan ulam Caru saat pelaksanaan Tawur Agung Kasanga ini yang nantinya akan diteruskan ke desa pakraman se-Kota Denpasar,’’ jelasnya. Menurut Raka Purwantara,

rangkaian karya telah dilaksanakan mulai Selasa (2/1) dan puncaknya akan dilaksanakan pada Jumat (16/3) ini. Karya dengan tingkatan utama ini sedianya akan menggunakan berbagai jenis ulam caru yakni untuk arah timur menggunakan ulam angsa, selatan ulam banteng, barat daya ulam kuluk bang bungkem. Barat ulam kambing, utara ulam babi butuan dan tengah menggunakan ulam itik belang kalung dan kerbau. Raka Purwantara menambahkan, jumlah sulinggih yang akan muput pada puncak pelaksanaan Tawur Balik Sumpah Tilem Kasanga yakni enam sulinggih yang berasal dari berbagai unsur. Di antaranya Ida

Pedanda Gede Ngurah Telaga selaku Yajamana Karya sebagai unsur Siwa, Ida Pedanda Gede Jelantik Giri Santha Cita sebagai unsur Budha, Ida Bhujangga Rsi Oka Widyana sebagai unsur Bhujangga. ‘’Jadi, total enam sulinggih yang dibantu dua tapeni akan muput Karya Tawur Balik Sumpah Agung Nyepi Çaka 1940 tahun ini,’’ paparnya. Raka Purwantara mengatakan, pelaksanaan Tawur Agung ini bertujuan untuk menetralisasi pengaruh bhuta kala sebagai upaya harmonisasi ketiga unsur yakni parahyangan, palemahan, dan pawongan yang merupakan implementasi Tri Hita Karana dalam kehidupan. Sedangkan untuk masyarakat

Kota Denpasar yang hendak memohon tirta Saraswati, dapat datang langsung saat pelaksanaan Tawur Agung yakni pukul 09.00 Wita atau datang langsung ke Pura Agung Jagatnatha Denpasar. ‘’Kami memberikan ruang bagi seluruh masyarakat untuk hadir dan langsung nunas Tirta Saraswati agar keesokan harinya sebelum pukul 06.00 pagi pelaksanaan hari raya Saraswati dapat dilaksanakan di rumah masing-masing,’’ katanya seraya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk memaknai spirit catur bratha panyepian sebagai ajang introspeksi guna meningkatkan sradha bhakti dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang. (kmb12)

tidak memiliki keterampilan untuk membobol ATM. Selain itu, kata terdakwa melalui penasihat hukumnya, JPU selama persidangan tidak mampu menunjukkan barang bukti baju kaos merah. Padahal dalam perkara ini, para terdakwa dalam rekaman CCTV disebut mengenakan kaos merah. Dalam dakwaan disebutkan, kasus ini berawal dari penangkapan kedua terdakwa oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri di Hotel Varna Culture, Surabaya pada 4 Agustus 2017. Mereka diduga merupakan anggota sindikat internasional pembobol rekening nasabah bank. Hasil interogasi, keduanya diduga melakukan

aksinya dengan cara skimming atau menggandakan ATM korban. Bermodalkan rekaman CCTV, diketahui bahwa pemasangan alat skimming yang terdiri dari hidden camera (kamera tersembunyi) dan router serta flashdisk dilakukan kisaran 23 Februari hingga 14 Juli 2017. Dari data nasabah yang sudah direkam, terdakwa membuat kartu duplikat dan memasang PIN yang sudah direkam. Mereka kemudian menarik uang di berbagai ATM. (kmb37)

Turis Sindikat Pembobol ATM Dituntut Tiga Tahun Penjara

Denpasar (Bali Post) -

Terdakwa Ion Iabanji dan Iurie Vabrie dituntut hukuman tiga tahun penjara pada persidangan, Kamis (15/3) kemarin. Kedua turis asal Rumania ini diduga menjadi sindikat pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Surabaya, Bali dan Mataram. Selain hukuman fisik, kedua terdakwa juga dituntut membayar uang denda Rp 1 miliar subsider empat bulan kurungan. JPU Nyoman Bela Putra Atmaja di hadapan majelis hakim pimpinan I Gusti Ngurah Partha Bargawa menyatakan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana mengakses komputer atau sistem elektronik untuk memperoleh informasi elektronik atau dokumen elektronik yang dapat merugikan orang lain. Perbuatan terdakwa itu bertentangan dengan UU dan

mereka dijerat dengan Pasal 46 ayat 3 jo Pasal 30 ayat (3) jo Pasal 51 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sebelum pada kesimpulan dalam tuntutan, JPU dari Kejari Denpasar itu terlebih dahulu mempertimbangkan sejumlah hal. Yang memberatkan, perbuatan

para terdakwa menimbulkan kerugian material bagi pihak BNI. Sementara yang meringankan, para terdakwa bersikap sopan, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga, dan menyesali perbuatannya. Menyikapi tuntutan itu, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya, Ketut Doddy Arta, langsung menyampaikan pledoi secara lisan. Adapun inti dari pledoi tersebut bahwa terdakwa

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Malam Ini, Ratusan Ogoh-ogoh Diarak

DLHK Kerahkan 1.457 Petugas Kebersihan Denpasar (Bali Post) Sehari menjelang Nyepi menjadi puncak keramaian akibat adanya parade dan lomba ogoh-ogoh di setiap desa pakraman. Seperti yang akan dilakukan Jumat (16/3) malam ini. Ratusan ogoh-ogoh hasil karya kreativitas sekaa teruna (ST) di Denpasar akan diarak untuk menyemarakkan malam Pangerupukan. Ratusan ogoh-ogoh berbagai rupa tersebut akan diarak di masing-masing catus pata desa setempat. Bedasarkan data dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Denpasar, setidaknya ada 688 ogoh-ogoh siap diarak yang tersebar di empat kecamatan di Denpasar. Ogoh-ogoh terbanyak berada di Kecamatan Denpasar Timur yakni sebanyak 302 ogoh-ogoh, disusul Kecamatan Denpasar Barat dengan 175 ogohogoh. Sementara di Kecamatan Denpasar Utara sebanyak 115 ogoh-ogoh dan di Kecamatan Denpasar Selatan sebanyak 96 ogohogoh. ‘’Jumlah tersebut baru yang terdaftar saja. Kalau melihat antusiasme warga termasuk ogoh-ogoh yang dibuat anak-anak maupun komunitas tentu melebihi jumlah itu. Ogoh-ogoh tersebut akan diarak di masing-masing catus pata desa di seluruh Kota Denpasar. Ada yang dilombakan, ada juga yang hanya berupa pawai,’’ ujar Kepala Kesbangpol Denpasar Drs.

Komang Sugiarta, M.Si., Kamis (15/3) kemarin. Sementara itu, guna menjaga Kota Denpasar tetap bersih dan asri setelah pelaksanaan pawai ogoh-ogoh, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar mengerahkan sebanyak 1.457 petugas kebersihan guna bersiaga membersihkan sampah pada malam Pangerupukan seusai arak-arakan ogoh-ogoh menjelang hari raya Nyepi Tahun Çaka 1940. ‘’Semua petugas kebersihan kami kerahkan untuk mengatasi sampah setelah selesai arak-arakan ogoh-ogoh oleh warga. Sehingga saat merayakan Nyepi, wilayah Kota Denpasar sudah bebas sampah,’’ kata Kepala DLHK Kota Denpasar Ketut Wisada. Menurut Wisada, semua petugas DLHK diterjunkan karena mereka ditarget membersihkan sampah sebelum pelaksanaan hari raya Nyepi pada Sabtu (17/3) pukul 06.00 Wita atau saat pelaksanaan Nyepi dimulai. Langkah itu dilakukan DLHK dalam upaya agar Kota Denpasar tetap bersih saat Nyepi. Seluruh petugas kebersihan dikerahkan yang didukung oleh 60 armada pengangkut sampah. Petugas kebersihan tersebut akan menyisir ruas jalan di Kota Denpasar mulai Jumat (16/3) malam hingga Sabtu (17/3) pukul 03.00 Wita. ‘’Untuk pembersihan, kami batasi sampai pukul 03.00 Wita.

Jika petugas kami kedapatan membersihkan sampai pagi hari dikhawatirkan dikenai sanksi oleh petugas desa adat setempat atau pecalang,’’ katanya. Wisada mengimbau masyarakat yang mengikuti parade ogohogoh agar tidak membiarkan ogoh-ogohnya tergelak di jalan raya atau ditaruh di atas trotoar seusai diarak. Ia juga berharap kepada masyarakat yang mengikuti parade ogoh-ogoh di setiap desa untuk ikut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan. Jika hendak membakarnya agar dilakukan di setra (kuburan) desa pakraman setempat. ‘’Petugas kami akan melakukan penyisiran untuk membersihkan seluruh ruas jalan dan berharap tidak ada bekas ogoh-ogoh berserakan di jalan raya maupun di trotoar,’’ katanya. Selain itu, pada saat pelaksanaan hari Ngembak Geni, petugas akan kembali melaksanakan penyisiran kebersihan yang dimulai pukul 06.00 Wita hingga selesai. ‘’Setelah pelaksanaan hari raya Nyepi, tepatnya saat Ngembak Geni, petugas kebersihan akan kembali menyisir seluruh daerah di Kota Denpasar mulai pukul 06.00 Wita hingga selesai. Hal ini dilaksanakan guna memberikan kenyamanan masyarakat serta tetap menjaga kebersihan dan keasrian Kota Denpasar,’’ kata Wisada. (kmb12)

Bali Post/wan

SIAP DIARAK - Sekitar 688 ogoh-ogoh yang tersebar di empat kecamatan di Kota Denpasar siap diarak untuk menyemarakkan malam Pangerupukan, Jumat (16/3) malam ini.


Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

BADUNG

3

Serahkan Sembako, Wabup Suiasa Hadiri Bakti Sosial LPM Dalung

Bali Post/ist

SPANDUK - Sejumlah petugas memasang spanduk berisi sindiran agar warga tidak merusak taman.

Usai Diarak

Bangkai Ogoh-ogoh Di-’’pralina’’ Mangupura (Bali Post) -

Saat malam Pangerupukan sehari sebelum hari raya Nyepi, bangkai ogoh-ogoh yang sudah selesai diarak agar di-pralina pada tempatnya. Jangan sampai bangkai ogoh-ogoh dibiarkan atau diletakkan di jalan maupun di atas trotoar. Saat mengarak ogoh-ogoh, para pengarak juga diminta supaya tidak merusak taman yang ada. ‘’Pawai ogoh-ogoh hanya setahun sekali, sedangkan kami bikin taman itu bertahun-tahun. Ogoh-ogoh hanya semalam. Kalau besoknya taman sampai rusak, kan malu sama wisatawan,’’ kata Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Badung Putu Eka Merthawan, Kamis (15/3) kemarin. Saat pengarakan ogohogoh, kata Eka Merthawan, apabila ada pohon perindang yang menghalangi agar dirompes seperlunya saja. Jangan sampai ada penebangan pohon perindang. ‘’Kami sebelumnya sudah melaksanakan perompesan. Tapi karena banyak, kan tidak menutup kemungkinan ada yang belum terompes maksimal. Nah, kalau ada perompesan oleh masyarakat, mohon dirompes sedikit saja. Jangan sampai batangnya ditebang,’’ katanya mengingatkan. Eka Merthawan menegaskan, personel DLHK Badung akan ikut siaga pada malam Pangerupukan, Jumat (16/3) hari ini. Pasalnya, momen

yang ditandai disemarakkan oleh pawai ogoh-ogoh ini diprediksi akan meningkatkan volume sampah seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, pihaknya akan menyiagakan seluruh personel. ‘’Kami siaga dari pukul 23.00 pada malam Pangerupukan hingga pukul 04.00 Sabtu dini hari. Kami akan bekerja ekstra, sehingga saat Nyepi, Badung sudah bersih. Malu kalau saat Tahun Baru Çaka, banyak bangkai ogoh-ogoh tergeletak di jalan,’’ ujarnya. Menurut Eka Merthawan, ada sejumlah titik yang akan diatensi. Pertama, di Catus Pata Mengwi sebagai titik nol Badung. Di samping sebagai pusat dilaksanakannya Tawur Agung dan festival ogoh-ogoh, lokasi tersebut juga dekat dengan destinasi wisata warisan budaya dunia, Pura Taman Ayun. Selanjutnya, yaitu di persimpangan Patung Hanoman, Sempidi. Kemudian Catus Pata Kerobokan, di depan Pura Desa Kuta, Legian, Seminyak dan sekitarnya. ‘’Semakin banyak ogoh-ogohnya, semakin banyak pengunjungnya, semakin besar potensi sampahnya,’’ katanya. (kmb23)

Bali Post/ist

BERKOORDINASI - Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta (tengah) berkoordinasi dengan pecalang pelaksanaan Melasti.

Ratusan Polisi Amankan Prosesi ’’Melasti’’ Mangupura (Bali Post) Ribuan umat Hindu melaksanakan upacara Melasti di beberapa pantai di wilayah Badung, Kamis (15/3) kemarin. Terkait kegiatan tersebut, Polres Badung mengerahkan 519 personel yang disebar di sejumlah titik. Tujuannya agar prosesi rangkaian hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1940 berjalan amam dan kondusif. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta langsung memantau pelaksanaan pengamanan melasti di wilayahnya. Pengamanan difokuskan kepada pengamanan jalur yang dilalui, lokasi melasti yaitu di Pantai Petitenget, Pantai Batu Bolong, Pantai Perancak, Pantai Berawa, Pantai Seseh dan Pantai Mengening. ‘’Selain pengamanan jalur

dan objek melasti, Bhabinkamtibmas kami tugaskan melaksanakan pengamana di desa binaannya, mulai dari berangkat sampai selesai melasti,’’ tegasnya. Selain memantau jalur yang dilalui warga menuju lokasi melasti, Yudith Satriya Hananta juga memotivasi anak buahnya agar tetap semangat. Selain itu, komunikasi, rasa kebersamaan dan kekeluargaan harus terus dijalin untuk menuju kesuksesan. ‘’Dalam pengamanan rangkaian hari raya Nyepi, kami menerjunkan 519 personel. Selain itu, kami bersinergi dengan TNI dan pecalang sehingga seluruh rangkaian kegiatan Nyepi di wilayah hukum Polres Badung berjalan aman dan kondusif,’’ ungkap perwira melati dua asal Buleleng ini. (kmb36)

DALAM rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1940, Lembaga Permusyawaratan Desa (LPM) Desa Dalung bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Badung dan Pelindo III Bali menggelar bakti sosial dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis dan sembako kepada warga Desa Dalung di Lapangan GOR Bina Raga Dalung, Kamis (15/3) kemarin. Penyerahan sembako dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Camat Kuta Utara A.A. Ngurah Arimbawa, Perbekel Dalung I Putu Gede Arif Wiratya, Ketua LPM Dalung A.A. Diatmika dan tiga bendesa adat yang ada di Dalung serta tokoh-tokoh masyarakat. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa sangat mengapresiasi kegiatan pelayanan kesehatan dan penyerahan sembako yang digelar LPM Dalung. Melalui kegiatan ini, masyarakat Dalung akan sangat terbantu, terlebih dalam

perayaan Hari Suci Nyepi yang berbarengan dengan hari Saraswati tahun ini. ‘’Kami Pemkab Badung sangat mengapresiasi kegiatan pelayanan gratis dan jemput bola yang dilaksanakan oleh LPM Desa Dalung yang didukung oleh segenap perangkat desa serta jajaran adat di Desa Dalung. Ini membuktikan lembaga sosial ini dengan penuh kesadaran telah mampu melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan baik,’’ ujarnya. Dengan pola pelayanan jemput bola, kata Suiasa, akan memudahkan dan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan dirinya, sehingga kesehatan masyarakat bisa meningkat. ‘’Sebesar apa pun program pemerintah dan seberapa pun besar anggaran untuk sektor kesehatan, ketika masyarakat tidak terbangun rasa kesadaran mereka untuk berinisiatif untuk memeriksakan diri sendiri, tentu juga program kita tidak ada maknanya.

Kegiatan ini telah terjadi signergitas yang sangat baik dari pemerintah terhadap masyarakat Dalung ini. Dengan harapan kami ke depan, masyarakat Badung jangan sampai enggan atau segan untuk memeriksakan diri kepada petugas pelayanan kesehatan,’’ tegasnya. Perbekel Dalung I Putu Gede Arif Wiratya didampingi Ketua LPM Dalung A.A. Diatmika mengatakan, kegiatan sosial ini dalam rangka Hari Suci Nyepi Çaka 1940, dengan menyerahkan sebanyak 500 paket sembako kepada masyarakat Dalung bekerja sama dengan sponsor dari Pelindo III. Sementara untuk pelayanan kesehatan berkerja sama dengan Dinas Kesehatan Badung dan KPAD Badung. Masyarakat yang menerima sembako, mulai dari masyarakat yang kurang mampu, pemangku, pecalang, linmas hingga lansia. Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Dalung, sehingga ke depannya

MENINJAU - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa meninjau acara bakti sosial di Lapangan GOR Bina Raga Dalung serangkaian menyambut hari raya Nyepi, Kamis (15/3) kemarin. kesehatan selalu terjaga, terlebih akan mampu mendeteksi secara dini kasus HIV/AIDS. ‘’Kami akan selalu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, dan lembaga-lembaga sosial demi kesehatan warga di

Desa Dalung,’’ jelasnya seraya menambahkan, di Hari Nyepi ini semoga kita bisa mulat sarira/introspeksi diri, untuk keamanan dan kenyamanan khususnya di Desa Dalung. (ad729)


daerah

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A

Selama Hari Raya Nyepi, Telkom Matikan Sementara Layanan IndiHome di Bali PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. atau Telkom akan meng-off-kan layanan IndiHome (layanan internet dan TV) di seluruh Bali selama hari raya Nyepi. Hal ini dilakukan menindaklanjuti Siaran Pers Kementerian Kominfo Nomor 72/HM/Kominfo/03/2018 tanggal 14 Maret 2018 tentang Tindak Lanjut Seruan Bersama Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali Dalam Rangka Pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 378 Tahun 2018 tanggal 14

Maret 2018 tentang Imbauan untuk melaksanakan Seruan Bersama Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali Tahun 2018. Khusus poin 4 yaitu provider penyedia jasa seluler diharapkan mematikan data seluler (internet) mulai Sabtu (17/3) pukul 06.00 Wita hingga Minggu (18/3) pukul 06.00. ‘’Telkom sebagai BUMN penyedia layanan digital communication menjalankan imbauan pemerintah sehingga layanan IndiHome (internet dan TV) akan dimatikan untuk sementara selama pelaksanaan hari raya Nyepi,’’ ungkap General

Manager Telkom Denpasar I Komang Widnyana Karang. Sementara itu, untuk objek-objek vital seperti bandara, kebutuhan keamanan untuk TNI dan Polri, rumah sakit serta layanan kepentingan umum lainnya yang menggunakan layanan Telkom di luar Indihome masih tetap berjalan sebagaimana mestinya. Manajemen Telkom menyampaikan imbauan ini sebagai permakluman kepada seluruh pelanggan IndiHome yang ada di Bali. Manajemen Telkom juga mengucapkan selamat merayakan hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1940. (bns1) E-LEARNING – Taruna-taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara mengikuti e-learning hingga Ujian Kenaikan Kelas (UKK) berbasis online.

SMK Penerbangan Cakra Nusantara Terapkan ’’E-Learning’’ hingga UKK Berbasis ’’Online’’

Bali Post/ant

MELASTI – Sejumlah umat Hindu mengelilingi padma saat upacara ritual Melasti di Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (15/3) kemarin. Umat Hindu di Banyuwangi menggelar ritual Melasti menjelang hari raya Nyepi Tahun Caka 1940 guna menyucikan diri dan alam semesta.

Pawai Ogoh-ogoh di Mataram Diminta Steril dari Muatan Politik

Mataram (Bali Post) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan kepada semua peserta pawai ogoh-ogoh dalam rangka hari raya Nyepi Tahun Çaka 1940 untuk steril dari berbagai muatan politik. Panita harus pastikan seluruh ogoh-ogoh tidak ada yang menggunakan atribut-atribut, apakah itu partai politik atau pasangan calon Pilkada Provinsi NTB. Hal itu dikatakan Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Kamis (15/3) kemarin. Menurtunya, kegiatan itu mesti murni menjadi ritual aktivitas keagamaan yang dilaksanakan sesuai apa yang seharusnya. Selain itu, karena pawai ogoh-ogoh berlangsung Jumat, maka harus diperhatikan umat Muslim yang melaksanakan shalat Jumat. ‘’Tata tertib peserta pawai sudah dibuat panitia dalam bentuk surat pernyataan. Tidak boleh ada atribut partai, atribut

pasangan calon, tidak boleh ada minum-minuman keras dan tidak boleh menciptakan kondisi yang tidak aman dan tidak tertib,’’ ujarnya seusai menghadiri rapat koordinasi persiapan pawai ogohogoh yang dipimpin langsung oleh Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana serta dihadiri Kabag Ops Polres Mataram Kompol Taufik, S.IP., Panitia Pawai Ogoh-ogoh Tahun 2018, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, camat dan lurah di Ruang Kenari Kantor Wali Kota. Rapat juga membahas mengenai keamanan yaitu menjalin koordinasi antara aparat keamanan, panitia dan para pemangku kepentingan yang terlibat. Aparat yang akan dikerahkan sekitar 925 personel untuk mendukung keamanan dan mengatur jalur-jalur yang akan dilalui peserta. Pukul 08.00 Wita, Jalan Pejanggik sudah mulai ditutup sampai depan Taman Mayura dan paling

lambat pukul 09.00, ogoh-ogoh sudah disiapkan dari perempatan Pajang hingga ke Pejanggik. Jumlah ogoh-ogoh tercatat 128 dari Mataram, Lombok Barat dan Lombok Tengah. Kabag Ops Polres Mataram Kompol Taufik, S.IP. memastikan tidak kurang dari 463 personel Polres, 246 personel Polda NTB dan 216 personel dari instansi samping baik Satpol PP, Satgas Dinas, pecalang maupun Pamswakarsa akan berpadu menjaga situasi tetap aman dan nyaman bagi peserta dan penonton. Mulai dari Jalan Pejanggik di perempatan Kantor Gubernur NTB ke timur sampai Pura Mayura mulai pukul 08.00 sampai selesai acara akan ditutup dan hanya diperbolehkan bagi peserta pawai ogoh-ogoh dan kegiatan keagamaan lainnya. Selain itu, 37 titik lorong atau gang juga ditutup, sehingga masyarakat diharapkan menggunakan jalur alternatif lainnya. (ant)

S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

SMK Penerbangan Cakra Nusantara sangat berkomitmen agar seluruh taruna-taruni berkompeten dalam bidangnya. Pembelajaran dengan menggunakan Kurikulum 2013 yaitu 70% praktik dan 30% teori, mengharuskan taruna-taruni untuk melakukan Praktik Lapangan Kerja (PKL). PKL ini tentunya tidak akan mengganggu proses pembelajaran secara teori karena taruni-taruni melaksanakan pembelajaran melalui e-learning. E-learning merupakan suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran menggunakan sistem elektronik atau komputer/ gadget sehingga mampu mendukung proses pembelajaran. Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip antara proses pembelajaran dan teknologi serta sistem pembelajaran tanpa harus bertatap muka

secara langsung antara guru dan siswa. Menurut Ni Made Yuning Sari Parwati, S.Pd. selaku Penanggung Jawab Bidang Kurikulum, sebagian siswa yang masih mengikuti PKL bisa mengikuti Ujian Kenaikan Kelas (UKK) dengan sistem online yang disebut Computer Based Test (CBT). Ujiannya bisa menggunakan komputer atau smartphone karena sistem yang dikerjakan siswa tidak ada yang sama. Adapun yang perlu disiapkan menjelang UKK adalah mengulang pelajaran atau mempelajari lagi catatan yang sudah diberikan dan membahasnya kembali soal-soal yang telah diberikan oleh guru. SMK Penerbangan Cakra Nusantara dalam mengimbangi tuntutan pasar dunia kerja khususnya dalam bidang penerbangan melalui program sekolah berba-

sis kelas Industri Penerbangan lewat empat program keahlian yaitu Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (Bandara), Pemeliharaan dan Perbaikan Motor dan Rangka Pesawat Udara (Airframe Power Plant), Pemeliharaan dan Perbaikan Instrumen Elektronika Pesawat Udara (Electrical Avionics) dan Teknik Telekomunikasi (Penerbangan). ‘’Melalui empat program tersebut diharapkan nantinya tarunataruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara semakin mampu mengikuti perkembangan dunia industri penerbangan,’’ terang Yuning. Ia mengajak adik-adik SMP atau sederajat yang tertarik berkarier di bidang Penerbangan dan Kedirgantaraan dapat datang langsung ke Jalan Drupadi No.27 Denpasar, menghubungi nomor pendaftaran (0361) 474 2600 atau mengunjungi www.smkpenerbangan.sch.id (ad726)

Mataram (Bali Post) – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan melakukan penutupan sementara selama 34 jam saat perayaan hari raya Nyepi. Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar Denny Nurdiana Putra di Lombok Barat, Rabu (14/3), mengatakan penutupan sementara pelabuhan berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan tentang Penutupan Sementara Pelabuhan Penyeberangan Lembar-Padangbai pada Nyepi Tahun Çaka 1940. ‘’Penutupan sementara di Pelabuhan Lembar diberlakukan mulai 16 Maret 2018 pukul 19.30 Wita. Ini waktu pemberangkatan kapal terakhir menuju Pelabuhan Padangbai, Bali,’’ katanya. P e n ut u p a n s e m e n t a r a d i Pelabuhan Padangbai diberlaku-

kan pada 17 Maret 2018 pukul 03.00. Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Padangbai akan kembali normal pada 18 Maret pukul 09.00, sedangkan di Pelabuhan Lembar pukul 04.30. Denny lebih lanjut menyatakan satu hari sebelum (H-1) penutupan sementara aktivitas penyeberangan, pihaknya akan menerapkan sistem percepatan pemberangkatan kapal. Namun, kebijakan ini diberlakukan jika ada antrean muatan di area pelabuhan. ‘’Hari raya Nyepi sudah menjadi tradisi setiap tahunnya. Biasanya para sopir truk atau mobil ekspedisi sudah tahu dan jauh-jauh hari menyesuaikan rencana menyeberang,’’ ujarnya. PT ASDP Cabang Lembar juga menyiapkan posko dan fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan oleh para sopir yang memilih menginap di area pelabuhan. Begitu juga di Pelabuhan Padangbai. ‘’Tapi biasanya kondisi di

Lembar relatif sepi dan kalau penumpang mau kembali ke arah kota lebih mudah. Beda dengan di Pelabuhan Padangbai, penumpang harus diam di pelabuhan,’’ ucapnya. Terkait kesiapan saat pelabuhan kembali dibuka, Denny menegaskan pihaknya bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Denpasar Provinsi Bali-NTB Pelabuhan Lembar sudah menyiapkan langkah antisipasi padatnya arus penumpang. Model antisipasi yang disiapkan adalah dengan cara membagi dua dari total 35 unit kapal motor penyeberangan (KMP) yang beroperasi di lintasan penyeberangan LembarPadangbai. Artinya, separuh armada disiagakan di Pelabuhan Lembar dan separuhnya di Pelabuhan Padangbai. Sebanyak 35 unit KMP dari 11 perusahaan disiagakan untuk mengangkut penumpang pascapenutupan saat Nyepi. (ant)

Mataram (Bali Post) – Kampanye calon Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Ahyar Abduh di Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, dihentikan Panwaslu Kabupaten Lombok Utara. ‘’Kami hentikan karena calon gubernur (cagub) H. Ahyar Abduh belum memiliki izin Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari pihak kepolisian,’’ kata Ketua Panwaslu Kabupaten Lombok Utara Adi Purmanto melalui telepon di Mataram, Kamis (15/3) kemarin. Ia menuturkan, penghentian kampanye pasangan nomor urut 1 itu dilakukan Rabu (14/3) saat Wali Kota Mataram dua periode ini bersilaturahmi dengan masyarakat di rumah salah satu tim suksesnya di Dusun Karang Montong, Desa Pemenang

Timur. Selain belum mengantongi STTP dari pihak kepolisian, pasangan yang diusung enam partai politik (Gerindra, PDI Perjuangan, PPP, PAN, Hanura dan PBB) ini ternyata juga tidak memiliki jadwal kampanye di KPU Kabupaten Lombok Utara. ‘’Setelah kami cek, ternyata izinnya tidak ada. Kami konfirmasi ke KPU tidak tahu ada kampanye. Karena semua tidak ada, langsung kami mengambil sikap untuk menghentikan,’’ tegasnya. Adi menambahkan, meski kegiatan tersebut dihentikan, tidak ada protes dari calon gubernur Ahyar Abduh. Yang bersangkutan menerima dan memahami hal itu. Menurutnya, sebelumnya pihaknya juga menegur dan menghentikan kampanye pasangan calon wakil gubernur nomor urut 3, Hj.

Sitti Rohmi Djalilah, karena melakukan aktivitas di dalam lingkungan sekolah di sebuah pondok pesantren di Desa Medane. ‘’Waktu itu Sitti Rohmi mengunjungi ponpes. Tapi di agendanya ada pengukuhan relawan dan kampanye ditambah tidak ada STTP dari kepolisian, makanya kami hentikan,’’ jelas Adi Purmanto. Belajar dari dua kasus itu, pihaknya mengimbau pasangan calon terutama tim suksesnya agar terlebih dahulu mengurus kelengkapannya jika ingin menggelar kampanye. ‘’Silakan berkampanye, tapi urus izin di KPU. Apalagi batasnya sampai tujuh hari dan minimal tiga hari bisa menyampaikan izin ke Polda NTB kalau ingin mendatangkan pasangan calon,’’ ujarnya. (ant)

merupakan lembaga resmi yang salah satu tugasnya mengawasi pelanggaran APK. Sebagai penyelenggara semestinya Bawaslu dilibatkan, namun yang terjadi KPU sama sekali tidak melibatkan Bawaslu dalam hal APK sehingga, terkesan KPU berjalan sendiri menilai konten dan desain tersebut. ‘’Tugas kami mengawasi, tapi kami sampai sekarang tidak tahu mana desain resmi itu. Kenapa kami tidak tahu, karena KPU tidak pernah menyampaikan kepada Bawaslu yang mana desain APK resmi,’’ jelas Khuwailid. Akibatnya, berbagai dugaan

pelanggaran yang dilakukan pasangan calon dan tim sukses terkait APK, tidak bisa ditindaklanjuti oleh Bawaslu. Seperti yang terjadi pada pasangan nomor urut 3, Zul-Rohmi, yang memasang foto Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB). ‘’Nah, untuk kasus ini, bagaimana kami mau menindak. Desainnya saja tidak pernah kami lihat. Ditunjukkan oleh KPU saja tidak pernah,’’ kilahnya. Menanggapi hal ini, Ketua Divisi Umum, Keuangan dan Logistik KPU Hesty Rahayu

mengakui dalam pengadaan APK tidak ada kendala yang berarti mengingat kontrak kerja dengan rekanan masih berlaku. ‘’Sampai saat ini belum ada kendala yang berarti, karena kontrak kerja rekanan APK dan BK rata-rata berakhir tanggal 18 Maret ini,’’ sebutnya. Meski demikian, pihaknya menjanjikan untuk APK umbulumbul sudah selesai dan distribusikan pada Kamis (15/3) kemarin sebanyak 20 x 116 per paslon. Baliho dan spanduk akan menyusul, sedangkan brosur akan sampai di Lombok pada Jumat (16/3) ini. (ant)

Pelabuhan Lembar Ditutup 34 Jam Saat Nyepi

Panwaslu Hentikan Kampanye Cagub NTB Ahyar Abduh

Bali Post/ant

BUAT OGOH-OGOH - Warga membuat ogoh-ogoh di Desa Sekaran, Kediri, Jawa Timur, Kamis (15/3) kemarin. Proses pembuatan ogoh-ogoh untuk perayaan hari raya Nyepi di wilayah itu tidak hanya dikerjakan oleh umat Hindu, namun dibantu pula secara suka rela oleh sejumlah umat Islam dan Kristen dengan tujuan menjaga kerukunan antarumat beragama.

Bawaslu NTB Soroti Keterlambatan APK Mataram (Bali Post) – Bawaslu Nusa Tenggara Barat (NTB) mempertanyakan kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyusul belum tuntasnya penyediaan dan pendistribusian alat peraga kampanye (APK) masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada NTB 2018. Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid di Mataram, Rabu (14/3), menyatakan seharusnya alat peraga kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang difasilitasi KPU sudah didistribusikan

sejak seminggu dimulainya masa kampanye. Kenyataannya hingga 14 Maret sejak masa kampanye diberlakukan 15 Februari 2018, APK tersebut belum seluruhnya diterima pasangan calon. ‘’Makanya kami akan surati KPU untuk menanyakan hal ini. Kenapa masih ada keterlambatan,’’ ujarnya. Menurutnya, KPU seharusnya cermat dalam melaksanakan kewajibannya sebagai fasilitator. Namun, faktanya saat ini tugas dan tanggung jawab tersebut belum dilaksanakan dengan baik. ‘’Saya kira wajar kalau kami memper-

tanyakan hal ini. Karena sudah terlalu lama, apalagi yang baru didistribusikan hanya satu alat kampanye,’’ terangnya. Di dalam peraturan KPU terdapat jenis APK yang disediakan, antara lain poster, baliho, spanduk dan umbul-umbul. Namun, dari empat APK tersebut hanya poster yang sudah di distribusikan sementara yang lain hingga kini belum. Bawaslu juga menyoroti sikap KPU yang belum bisa berkoordinasi dengan baik. Misalnya terkait APK seluruh pasangan calon yang resmi dan telah disetujui KPU. Padahal, Bawaslu

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


DAERAH

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

Antisipasi Kemacetan Saat ’’Pangerupukan’’

Pengendara Diminta Cari Jalan Alternatif

Denpasar (Bali Post) Pemetaan dan evaluasi terkait titik-titik rawan kemacetan terus dilakukan Satlantas Polresta Denpasar menjelang acara pangerupukan pada Jumat (16/3) malam ini. Apalagi di beberapa lokasi di wilayah Kota Denpasar dan Kuta digelar parade ogoh-ogoh. Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol Rahmawaty Ismail mengimbau supaya pengendara kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor mencari jalan alternatif supaya tidak terjebak macet. ‘’Khususnya pengemudi mobil, kami mengimbau agar tidak beraktivitas mulai pukul 12.00 Wita. Pasalnya, pada jam tersebut ogohogoh mulai dipajang di pinggir jalan atau dekat lokasi parade,’’ ungkapnya, Kamis (15/3) kemarin. Dari laporan sementara yang diterimanya, lokasi parade ogoh-ogoh selain di Patung Catur Muka juga di simpang Jalan Tohpati-Jalan Gatot Subroto Timur, Jalan Nusa Indah, Simpang Enam Jalan Teuku Umar, Jalan Sutomo depan Jro Kuta dan simpang Jalan Cokroaminoto, Uma Anyar, Denpasar. Sementara untuk wilayah Kecamatan Kuta di depan Pura Desa dan Patung Kuta. Anggota Satlantas Polresta yang terlibat pengamanan kegiatan sebanyak 101 orang. Mereka akan bergabung dengan anggota Polsek. ‘’Demi lancarnya kegiatan tersebut dan menjaga situasi kondusif, kami mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi aturan yang telah ditentukan oleh kepolisian, pemerintah dan desa adat,’’ ujar mantan Kapolsek Kota Tabanan itu. (kmb36)

5

PDAM Badung Siagakan Petugas di Dekat Reservoar

Masyarakat Tetap Diimbau Tampung Air Mangupura (Bali Post) Untuk menjaga pelayanan berjalan dengan baik saat hari raya Nyepi, pihak PDAM Tirta Mangutama Badung akan mempersiapkan tim siaga. Mereka nantinya disiagakan untuk memastikan agar air tidak mati saat dibutuhkan pada pelaksanaan brata panyepian. Hal itu ditegaskan Direktur Teknis Wayan Suyasa didampingi Direktur Umum Ida Ayu Eka Dewi Wijaya, Kamis (15/3) kemarin.

Bali Post/kmb36

Kompol Rahmawaty Ismail

Dikatakannya, untuk menghindari adanya kerusakan atau alat mati di sejumlah reservoar, beberapa petugas akan disiagakan di dekat di kawasan tersebut. Meski demikian, pihaknya kembali menegaskan untuk suplai air dari segi teknis sudah siap melayani saat masyarakat melakuakn brata panyepian. ‘’Jika ada masalah, nanti ada tim yang melakukan perbaikan. Namun, bukan dikirim dari luar wilayah, tapi petugas yang dekat di reservoar tersebut yang akan kami tugaskan,’’ ujarnya. Dalam hal ini, untuk mendapat permakluman, pihaknya juga telah melaku-

kan koordinasi ke sejumlah lembaga adat. Karena sejumlah alat milik PDAM tentunya akan mengeluarkan suara bising dan itu memang tidak boleh mati. Pihaknya sudah berusaha mencarikan peredam suara mesin agar alat tersebut tidak sampai suaranya terdengar keras hingga ke luar ruangan. ‘’Kami tidak bisa melakukan pemadaman alat secara menyeluruh saat Nyepi, karena jika itu mati semua pelayanan kami pasti akan terganggu, baik saat Nyepi maupun setelahnya,’’ jelasnya. Ditambahkannya, kebutuhan produksi air dan kondisi mesin saat ini sudah dipastikan aman. Akan tetapi pihaknya

juga mengimbau agar masyarakat tetap menampung air guna mengantisipasi apabila ada hal-hal di luar jangkauan. Seperti tiba-tiba listrik padam atau hal lainnya. ‘’Saat Nyepi kan pergerakan kami dalam pelayaan terbatas. Jadi, menampung air sementara itu perlu,’’ sebut Suyasa. Saat ini pihaknya juga terus melakukan pembenahan untuk menurunkan tingkat kebocoran, baik secara teknis maupun nonteknis. Selama ini pasokan air bersih khususnya di Badung Selatan memang sering bermasalah. Namun, hal itu sudah mulai ditangani sehingga tidak ada keluhan lagi. (kmb23)

Turis Australia Akui Konsumsi Narkotika

Denpasar (Bali Post) Turis asal Australia yang didakwa atas kasus narkoba, Robert Isaac Immanuel, Kamis (15/3) kemarin menjani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Di hadapan majelis hakim pimpinan Gusti Ngurah Putra Atmaja, terdakwa melalui penerjemahnya mengakui membawa narkotika dari Bangkok untuk dikonsumi sendiri. Jumlahnya pun lumayan banyak. Jaksa dari Kejati Bali menanyakan alasan membawa banyak narkoba. Terdakwa berdalih bahwa kebutuhan narkotika yang dikonsumsinya memang cukup banyak. Terdakwa Isaac mengaku dalam sehari bisa memakai dua gram untuk tiga kali pakai. Empat jam sebelum terbang ke Bali, ia sudah konsumsi narkotika. Itu tak lepas kar-

ena terdakwa sudah menjadi ketergantungan obat-obatan terlarang. Alasannya, terdakwa menggunakan narkotika untuk mengatasi sakit kepala yang tak kunjung hilang. ‘’Pernah berobat di Australia, sempat mau berhenti tapi tidak bisa. Seluruh barang itu (narkoba) tanpa resep atau anjuran dokter. Ya, tanpa izin juga. Saya beli sendiri,’’ terangnya. Atas dasar itu, Isaac sejatinya ingin mendapatkan rehabilitasi. Ia mengaku menyesal karena perbuatannya merugikan kariernya sebagai akuntan dan merugikan keluarganya. ‘’Dukungan ibu saya sangat besar hingga datang mendampingi selama rehab di Bali. Tujuan saya ke Bali untuk liburan dari aktivitas sebelumnya (pekerjaan). Tapi begitu tiba di bandara (Ngurah Rai) saya ditangkap,’’ ujarnya. (kmb37)

Bangli (Bali Post) Sekitar 80 pecalang se-Kabupaten Bangli diberikan pembinaan ketenteraman dan ketertiban menjelang hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1940 yang jatuh bersamaan dengan Saraswati, Sabtu (17/3) besok. Pembinaan oleh Dinas Satpol PP dan Damkar ini dilaksanakan di Ruang Serba Guna Dinas PKP Bangli, Rabu (14/3). Sekretaris Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli I Dewa Agung Suryadarma mengatakan, pembinaan kepada pecalang terkait pengamanan di masing-masing desa saat malam pangerupukan dan Nyepi. Pengamanan Nyepi merupakan tanggung jawab pecalang yang ada di masing-masing desa. Meskipun imbauan dan surat edaran bupati sudah diberikan kepala desa dan bendesa adat, secara teknis perlu disosialisasikan kepada pecalang agar ada koordinasi dan kesepakatan ketika terjadi sesuatu. Lewat pembinaan seperti ini, diharapkan tidak ada miskomunikasi yang dapat menimbulkan konflik atau ketersinggungan antarwarga banjar atau desa. Menurutnya, pembinaan terhadap pecalang sangat penting agar dapat memberikan pengamanan saat pangerupukan dan Nyepi, termasuk ketika ada warga yang hendak

melahirkan atau berobat ke rumah sakit. Peran pecalang dibutuhkan sebab akan mengawasi dan mengawal masyarakat tersebut. Karena dikawal pecalang, tidak perlu memberikan penjelasan panjang lebar di jalan raya saat ditanya petugas. Suryadarma juga minta seluruh masyarakat Bangli yang memiliki bayi dan harus menghidupkan lampu supaya melaporkan hal itu lebih awal kepada pecalang agar yang diambil tindakan nantinya. “Kami juga tekankan kepada pecalang agar sopan dan santun saat memberikan teguran atau arahan kepada warga. Jangan arogan yang dapat menimbulkan ketersinggungan. Jadi, kami harap lewat pembinaan ini seluruh pecalang bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. Sementara itu, Ketua PHDI Bangli I Nyoman Sukra menyambut positif kegiatan ini. Ia mengharapkan lewat pembinaan seperti ini para pecalang mampu menjalin kerukunan sesama umat Hindu di desanya masing-masing. Pecalang yang mengikuti pembinaan ini mesti bisa menularkan ilmu dan pengalaman yang didapat kepada pecalang lainnya. “Semoga mereka bisa mengamankan wilayahnya saat malam pangerupukan dan Nyepi,” tandasnya. (kmb41)

Pecalang Ikuti Pembinaan Ketenteraman dan Ketertiban

Amankan ’’Pangerupukan’’ Nyepi

Polres Buleleng Kerahkan 560 Polisi Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 560 personel polisi dikerahkan untuk mengamankan perayaan Nyepi Çaka 1940 tahun ini. Ratusan personel polisi ini disebar di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Buleleng. Pengamanan ketat tersebut untuk mencegah terjadinya gesekan terutama pada acara pangerupukan, Jumat (16/3) malam ini. Prosesi pangerupukan diikuti pawai ogoh-ogoh. Dari catatan polisi, sebanyak 1.131 ogoh-ogoh akan diarak sore hingga malam ini. Paling banyak terdapat di Kecamatan Buleleng yakni 206 ogoh-ogoh, disusul Kecamatan Sukasada

143 ogoh-ogoh. Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Kompol I Gede Wali seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Kamis (15/3) kemarin mengatakan, polisi telah melakukan pemetaan wilayah untuk pola pengamanan saat pangerupukan. Polisi tidak ingin menyebut daerah yang rawan akan terjadi gesekan saat malam pangerupukan. Akan tetapi semua jajaran Polsek dan tempat-tempat vital lain akan tetap menjadi atensi dalam pengamanan malam pangerupukan. Di sisi lain, Kompol Wali menyatakan pihaknya telah mengimbau prajuru desa adat

dan anggota pecalang agar meningkatkan kewaspadaan saat pawai ogoh-ogoh di masing-masing wilayah. Anggota pecalang diminta ikut memastikan setiap pengusung ogoh-ogoh tidak ada yang mengonsumsi minuman keras (miras). Kalau ada pengusung yang terbukti mengonsumsi miras, pecalang atau prajuru desa adat bersangkutan diminta tidak mengikutkan mengarak ogoh-ogoh. ‘’Pengusung yang mabuk biasanya sering memicu terjadinya gesekan di lapangan. Kami imbau agar kita sama-sama mengawasi jalannya pangerupukan agar situasinya tetap kondusif,’’ jelasnya. (kmb38)

Bali Post/sos

PERSIAPAN – Persiapan upacara pawintenan dasa bayu massal di Pura Watu Klotok, Klungkung, Kamis (15/3) kemarin.

’’Ngembak Geni’’ dan ’’Banyupinaruh’’

’’Pawintenan Dasa Bayu’’ Massal di Pura Watu Klotok

HARI ngembak geni dan Banyupinaruh pada Minggu (18/3) lusa serangkaian hari raya Nyepi dan Sarawasti diisi upacara pawintenan dasa bayu di Pura Watu Klotok, Desa Tojan, Kecamatan/ Kabupaten Klungkung. Upacara yang diselenggarakan Geria Jero Taman Harum, Payangan, Gianyar ini bisa diikuti seluruh umat Hindu guna memohon keselamatan dan kesejahteraan hidup. Ketua Panitia Ida Mangku I Dewa Gede Ambara Putra Manacita, Kamis (15/3) kemarin, mengungkapkan hari raya Nyepi dan Saraswati tahun ini yang jatuhnya bersamaan merupakan fenomena langka setiap 153 tahun

sekali. Nyepi perhitungan waktunya berdasarkan sasih, sedangkan Saraswati berdaasarkan pawukon. Pertemuan ini melambangkan purusa dan pradana. ‘’Hari raya Nyepi adalah hari payogan Ida Sang Hyang Brahma Prajapati dan Saraswati adalah payogan Dewi Saraswati. Umat Hindu perlu memaknai ini. Untuk itu, kami menyelenggarakan pawintenan dasa mayu secara massal,’’ jelasnya. Pada upacara ini sebanyak 33 wiku melaksanakan puja amerta mulai pukul 07.30 Wita. Ini dibuka untuk masyarakat umum. Umat cukup membawa canang atau daksina pejati. Dana punia juga

bisa seikhlasnya. ‘’Kami berharap umat Hindu bisa bersama-sama menghaturkan sradha bhakti untuk memohon keselamatan,’’ katanya. Selain berkaitan dengan penyucian diri, upacara yang baru pertama kali dilaksanakan ini juga sebagai cara untuk meringankan beban umat. Sebab, jika melaksanakan secara perseorangan, biaya yang dikeluarkan cukup besar. ‘’Upacara ini tingkatannya utama. Akan banyak umat yang bisa mengikuti. Kami berharap hal seperti ini ke depannya dapat dilaksanakan di tempat lain, sehingga bisa memberikan fibrasi,’’ tandas Ambara Putra Manacita. (sos)

Mataram (Bali Post) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali akan melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima di Pantai Ampenan yang berjualan di luar lapak yang telah disiapkan. Jumlah pedagang yang berjualan di luar lapak sudah menurun, tetapi penertibannya tetap dilakukan agar tidak ada satu pun pedagang yang berjualan di luar lapak. Camat Ampenan Zarkasyi di Mataram, Rabu (14/3), mengungkapkan dari hasil pengawasan setelah dilakukan penertiban sekitar 40 orang PKL yang berjualan di luar lapak oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sekitar dua pekan lalu, kini tersisa sekitar 10 pedagang lagi dan merupakan pedagang lama.

Hampir setiap hari pedagang tersebut diingatkan dan ditegur baik oleh aparat kelurahan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa agar kembali ke lapak yang ada tapi hal itu belum dindahkan. ‘’Untuk itulah saat ini kami sedang menyiapkan kegiatan penertiban kembali agar areal publik bebas dari PKL,’’ katanya. Menurutnya, jumlah PKL di Pantai Ampenan saat ini tercatat 60 orang. Jika mereka mau mengikuti aturan pemerintah dalam penataannya, ke-60 PKL ini bisa terakomodasi. Akan tetapi PKL memiliki pikiran berbeda dengan pemerintah. PKL hanya ingin berjualan dan dagangannya terjual, tidak peduli itu melanggar aturan, kumuh dan semrawut. ‘’Dengan ke luar dari lapak, mereka berjualan langsung ke arel publik agar bisa lebih dekat dengan

pembeli, tapi itu tentu merugikan PKL yang ada di lapak,’’ ujar Zarkasyi. Karena itulah pemerintah menginginkan agar PKL bisa berjualan secara adil, tertata, bersih dan rapi, sehingga para pengunjung bisa nyaman dan betah saat berada di areal Pantai Ampenan. ‘’PKLPKL yang ke luar dari lapak akan kami tertibkan secara permanen,’’ tegasnya tanpa menyebutkan secara pasti kapan kegiatan penertiban itu. Selain menertibkan PKL yang ke luar lapak, pihaknya juga akan menertibakan sejumlah fasilitas tempat duduk yang disiapkan pedagang yang berada di pedestrian sehingga menghalangi akses pengunjung. kkPedestrian hak pejalan kaki, bukan untuk tempat duduk,kk imbuh Zarkasyi. (ant)

PKL di Pantai Ampenan Segera Ditertibkan

Operasi Sikat Agung

Polisi Amankan 11 Pelaku Kejahatan

Bali Post/kmb35

CEK TERSANGKA - Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo mengecek 11 tersangka yang diamankan selama Operasi Sikat Agung.

Gianyar (Bali Post) Polres Gianyar melaksanakan Operasi Sikat Agung mulai 21 Februari hingga 14 Maret lalu. Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan 11 orang pelaku kejahatan beserta puluhan barang bukti. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Denny Septiawan seizin Kapolres AKBP Djoni Widodo saat jumpa pers, Kamis (15/3) kemarin, mengatakan dari 11

tersangka, tiga merupakan DPO dan delapan lainnya non-DPO. ‘’Ini tangkapan jajaran Polres dan masingmasing Polsek,’’ ucapnya. Penangkapan terhadap 11 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu dilakukan di berbagai lokasi seperti Lombok, Jawa Barat, NTB dan Bali. Di sisi lain, polisi mengamankan puluhan barang bukti hasil pencurian pemberatan (curat), pencurian sepeda

motor (curanmor) dan pencurian dengan kekerasan (curas). AKP Denny menambahkan, di antara 11 tersangka terdapat tiga perempuan dan satu warga negara asing (WNA). WNA ini merupakan pelaku pencurian keris di wilayah Lodtunduh. Masih ada sejumlah orang yang masuk dalam DPO. Untuk itu pihaknya tetap akan melakukan pengejaran. (kmb35)


OPINI

6

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Membangun Toleransi dan Keharmonisan

UMAT Hindu akan mengawali masa peralihan tahun dengan memasuki masa hening. Pengendalian diri dan memberikan ruang kepada alam raya untuk refresh adalah jalan bagi umat Hindu untuk menuju keharmonisan. Keseimbangan dalam mengelola kehidupan dan berinteraksi antara manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia termasuk manusia dengan alamnya dilakukan dengan perenungan tulus. Dalam konteks ini, penjabaran Tri Hita Karana tentu juga menjadi rujukan. Ada beragam pengendalian diri yang dipresentasikan lewat perayaan Nyepi. Memasuki tahun Çaka 1940 ini yang jatuh pada hari Sabtu (17/3) pada tahun ini, perayaan Nyepi tentu juga harus kita maknai dengan perenungan dan upaya pengendalian diri secara lebih dalam. Ini mesti dilakukan mengingat tantangan dan kondisi kekinian juga sangat beda. Dunia kini berkembang pesat dan cenderung tanpa kendali. Perilaku manusia juga cenderung bergeser. Perilaku manusia yang cenderung beringas dan putus asa tentu juga layak menjadi catatan khusus. Yang pasti, yang kita pahami dan hadapi saat ini tentunya situasinya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Penguatan toleransi dan keseimbangan pada tahun 2018 ini tentu tantangannya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain menguatnya gejolak sosial dan politik, kuat kecenderungan terjadi berbagai beban baru dalam menjaga keharmonisan. Tentunya, dengan makin kuat dan merakyatnya penggunaan media sosial, terkadang pengendalian diri juga makin sulit dilakukan. Bahkan, cenderung juga terjadi menguatnya gesekan kepentingan yang dilatari SARA. Tak hanya perilaku manusia, alam juga melakukan beragam reaksi menuju keseimbangan baru, gempa, hujan, dan banjir terjadi di mana-mana. Cuaca panas dan meletusnya sejumlah gunung juga membuktikan bahwa alam juga melakukan reaksi untuk memberikan ruang hidup yang nyaman dan seimbang bagi kehidupan. Pergeseran inilah yang patut kita respons dengan langkah yang arif. Perenungan dan mulat sarira adalah salah satu jalan menuju keseimbangan dan keharmonisan tersebut. Ini tentu bukan perkara mudah untuk mentralkannya jika tak ada komitmen untuk itu. Maka sangatlah ideal, jika pada perayaan Nyepi kali ini, kita bersamasama melakukan perenungan dan melakukan introspeksi atas semua hal yang terjadi. Untuk itu, ruang melakukan introspeksi dan melakukan langkah nyata untuk mengawal toleransi harus dilakukan. Yang kita pahami bersama, khususnya bagi umat Hindu, hari raya Nyepi adalah hari pergantian tahun Çaka (Isakawarsa) yang dirayakan setiap satu tahun sekali yang jatuh pada sehari sesudah Tileming Kssanga pada penanggal 1 sasih Kadasa. Nyepi memiliki filosofi yakni umat Hindu memohon kepada Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, untuk melakukan penyucian bhuana alit (manusia) dan bhuana agung (alam dan seluruh isinya). Nyepi mengandung arti sepi atau sunyi, dan dirayakan setiap satu tahun Çaka. Pada saat Nyepi, tidak boleh melakukan aktivitas seperti pada umumnya, seperti keluar rumah (kecuali sakit dan perlu berobat), menyalakan lampu, bekerja dan sebagainya. Perayaan Nyepi tujuannya adalah agar tercipta suasana sepi, sepi dari hiruk-pikuknya kehidupan dan sepi dari semua nafsu atau keserakahan sifat manusia untuk menyucikan bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (manusia). Bagi umat Hindu, Nyepi diharapkan semua dalam keadaan sepi. Tidak ada aktivitas seperti biasanya, pada hari ini dilakukan puasa Nyepi, karena pada saat itu diadakan catur brata panyepian yang terdiri dari: 1. amati geni, yaitu tidak boleh menggunakan atau menyalakan api serta tidak mengobarkan hawa nafsu. 2. amati karya, yaitu tidak melakukan kegiatan kerja jasmani melainkan meningkatkan kegiatan menyucikan rohani. 3. amati lelungan, yaitu tidak berpergian melainkan melakukan mawas diri. 4. amati lelanguan, yaitu tidak mengobarkan kesenangan/ hiburan melainkan melakukan pemusatan pikiran terhadap Ida Sang Hyang Widhi. Dalam konteks ini, brata panyepian mestinya dikelola untuk melakukan introspeksi diri tentang apa yang telah dilakukan dan akan dilakukan pada masa mendatang.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Peran PHDI Menjaga Kedamaian

Perayaan Nyepi Çaka 1940 hendaknya benarbenar menjadi momentum dalam menjaga dan menguatkan toleransi antarumat beragama. Saya berharap Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali lebih intensif menjalankan tugasnya dalam menjaga keharmonisan. PHDI hendaknya lebih fokus pada perannya menjaga tugas-tugas keumatan yakni meningkatkan pemahaman generasi muda Bali terhadap ajaran Hindu. Saya juga berharap agar PHDI lebih banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang melibatkan generasi muda. Baik itu dalam bentuk pasraman maupun pelatihan-pelatihan membuat sarana upakara. Belakangan ini, saya juga melihat PHDI getol mengurus bhisama dan kesucian dengan getol menolak Jawa Bali Crossing (JBC). Apakah hal ini memang menjadi perhatian PHDI ke depan. Lalu apa solusi yang ditawarkan PHDI jika cadangan listrik di Bali tak mencukupi untuk mengantisipasi kebutuhan energi ke depan? Saya berharap lembaga umat ini benar-benar dirasakan kehadirannya bagi umat Hindu. Lembaga umat ini hendaknya lebih banyak program pemberdayaan umat. Khusus untuk perayaan Nyepi tahun ini, saya berharap PHDI Bali bisa melakukan komunikasi dengan aparat keamanan untuk menjaga agar perayaan Nyepi benar-benar nyaman. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Saraswati-Nyepi dari Ritual Menuju Spi-Ritual Ketika dua hari suci bertemu pada satu titik, menandakan bersatupadunya dua energi dalam kesatuan vibrasi spiritual. Vibrasi (vibration) adalah getaran bolak-balik dalam suatu interval waktu tertentu. Getaran berhubungan dengan gerak osilasi benda dan gaya yang berkaitan dengan gerak tersebut. Mengadopsi ilmu tentang vibrasi, secara garis besar ada dua kelompok getaran: 1) getaran bebas, terjadi tanpa rangsangan luar, sebab sudah inheren dalam diri sesuatu; dan 2) getaran paksa, yang terjadi karena rangsangan dari luar.

Oleh I Gusti Ketut Widana ibrasi itu berhubungan dengan Osilasi (https://kbbi. web.id/osilasi), yang tidak lain adalah gerakan (goyangan) ke kiri dan ke kanan atau ke atas dan ke bawah atau ke depan dan ke belakang. Hidup ini sejatinya permainan vibrasi, apa pun getarannya itulah kejadiannya. Setiap getaran atau gerakan akan dapat mengubah sesuatu secara berkala atau bolak-balik di antara dua nilai. Jika getarannya bebas maka gerakan atau goyangannya bisa ke atas-bawah, ke samping kiri-kanan atau ke depan-belakang. Sebaliknya, jika didorong getaran paksa, maka gerakannya bisa dikondisikan, tepatnya diarahkan untuk mau dibawa ke mana goyangnya dituju, tentunya melalui aktivitas kehidupan dalam satu napas keagamaan. Bila getarannya ke atas, gerakannya vertikal, naik-meninggi menuju spirituality. Jika getarannya diarahkan ke samping, gerakannya horizontal melahirkan humanity, dan kalau getarannya bergoyang ke bawah, gerakan vertikalnya menurun menumbuhkan

V

karakter bhuta-bhutani (keraksasaan). Eskatologis Hindu menstimulasi umat Hindu agar terus bergerak ke atas, naik-meninggi, dari sekala menuju niskala, dari manava (manusia) mencapai madhawa (dewa), dan berupaya menghindar menjadi danava (raksasa). Pemahaman dan penghayatan tentang eskatolgis ini disebut sebagai jalan pendakian mencapai pengetahuan sunyi (kasunyatan/kadyatmikan). Tentang ‘’pengetahuan sunyi’’ (sunyata) inilah intisari (ketattwan) bertemunya dua hari suci, Saraswati dan Nyepi dalam satu hari, satu kali kesempatan, dari pengetahuan duniawi (aparawidya) menuju capaian pengetahuan rohani (parawidya), dan dari aktivitas ritual bergerak menuju pencapaian kesadaran spiritual yang identik dengan ‘’Spiritual’’, aktivitas bhakti yang sepi dari eufo-ritual dan lebih mengunggulkan praktik tapa brata yoga samadhi daripada persembahan material sesaji, hingga mencapai suatu keadaan yang disebut ‘’zero’’ – kosong tapi berisi (puyung misi). Dalam keadaan sepi, sunyi, sipeng itulah hadir eksistensi Illahi, Roh Sejati, Brahman Tertinggi,

Hyang Widhi itu sendiri. Intinya, dari keadaan kosong (duk tan hana paran-paran), setelah melewati fase ramya (dinamika kehidupan dengan kendali pengetahuan), kemudian di-somya (dinanetralisir pengaruh negatifnya), sehingga dapat mencapai sunya (kembali kosong). Kekosongan dalam alam kesejatian -- alam-Nya yang adalah eka sunya (manunggal dalam kasunyatan), menyatunya sang atman dalam Brahman: Brahman Atman Aikyam. Persoalannya, ketika umat menjalankan kewajiban hari suci apa pun, termasuk Saraswati dan Nyepi sampai saat ini masih tampak paradoks, di satu sisi berorientasi pada kehidupan niskala, namun di sisi lain praktik keagamaannya belum didukung parawidya (pengetahuan rohani). Sehingga bukannya mencapai pengetahuan sunyi (kasunyatan/kadyatmikan) tetapi justru masih bermain pada implementasi aparawidya melalui aktivitas ritual yang masih tergolong aparabhakti, sarat kemasan material dan permohonan duniawi. Akhirnya, aktivitas keagamaan umat Hindu menjelma menjadi semacam display material

ritual dengan format-formal ala seremonial (seperti halnya Saraswati). Bahkan, tidak jarang berlangsung ala festival, atau karnaval dan bergaya kolosal (sebagaimana tampak pada ritual pangerupukan dengan parade/lomba ogoh-ogoh). Konsekuensinya, vibrasi spiritual lewat aktivitas ritual yang diobsesikan dapat mendorong umat dari pengetahuan awam (gogon tuwon) menuju pengetahuan sunyi (kasunyatan/kadyatmikan) hingga semakin menguatkan asas kesadaran Brahman (Tuhan), sepertinya tinggal harapan. Perihal ini, Radhakrishnan, filosof Hindu kenamaan, menerangkan bahwa Upanishad menyatakan dengan jelas perbedaan antara pengetahuan yang lebih tinggi tentang Brahman Yang Mahatinggi, dan pengetahuan yang lebih rendah tentang dunia empiris. Adalah dengan kearif-bijaksanaan yang lebih tinggi dan bukan dengan korban atau pemujaan (ritual persembahan) seseorang dapat mencapai Brahman. Hanyalah samnyasin yang telah melepaskan segalanya dapat mencapai ‘’Pengetahuan Mahatinggi’’. Terintegrasinya hari suci Saraswati dan Nyepi dalam kesempatan langka ini, merupakan momentum quantum, semacam lompatan ‘’God Partikel’’ yang sering disebut juga sebagai ‘’spiriton’’, suatu energi rohani dengan vibrasi spirituality yang dengan hebat bahkan dahsyat mampu membangkitkan kesadaran umat, bahwa tatkala melaksanakan ritual Saraswati dan Nyepi agar dalam hening kembali eling pada sang sangkaning dumadi. Momen suci ritual Saraswati dan Nyepi

Di Bawah Bayang-bayang Kepailitan BEBERAPA kasus pailit yang menimpa perorangan dan perusahaan atau badan hukum sepertinya menjadi pembicaraan serius akhir-akhir ini. Sebut saja kasus pailit yang dialami oleh salah satu grup retail besar yang beroperasi di Bali setahun kemarin. Dampak yang ditimbulkan cukup masif. Sebagian besar toko-toko retail yang bernaung di bawah grup holding perusahaan yang dinyatakan pailit oleh putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dipaksa ‘’mendarat darurat’’, alias gulung tikar. Kata pailit seakan menjadi ancaman yang membayangi para pengusaha elite pada tahun-tahun sulit. Perekonomian melemah, daya beli masyarakat turun, yang akhirnya mengganggu cashflow neraca keuangan perusahaan. Dalam mengoperasikan jalannya bisnis, sebagian dari mereka ditunjang dengan pembiayaan baik dari sektor perbankan dan/atau sektor keuangan lainnya. Jika suatu perusahaan tidak memiliki struktur permodalan dan cadangan aset yang kuat untuk memitigasi adanya risiko bisnis, maka kemampuan untuk menunaikan kewajiban atas utang di bank pun menurun. Alhasil, perusahaan sebagai debitur menunggak. Salah satu alternatif penyelesaian utang yang dapat ditempuh adalah

pembayaran, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan kata to fail (Viktor M. Situmorang dan Hendri Soekarso:1993). Berdasarkan Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang pasal 1 angka 1, kepailitan adalah sita umum atas semua kekayaan debitur pailit yang pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh kurator di bawah pengawasan Hakim Pengawas sebagaimana diatur dalam undang-undang ini. Apabila suatu perusahaan dijatuhkan putusan pailit oleh pengadilan, maka perusahaan/debitur kehilangan segala haknya untuk menguasai dan mengurus atas kekayaan harta bendanya, baik menjual, menggadai, dan lain sebagainya, serta segala sesuatu yang diperoleh selama kepailitan sejak tanggal putusan pernyataan pailit diucapkan (Abdul R. Saliman: 2005). Atau dengan kata lain, segala aset yang telah dan akan dimiliki oleh debitur pailit akan rontok tak berbekas.

seorang debitur yang dimohonkan pailit, di antaranya adalah pengajuan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di pengadilan niaga. Bagi debitur yang beriktikad baik diberikan tenggang waktu yang cukup untuk membayar dan menyelesaikan sebagian atau seluruh utangnya dengan cara damai. Keadaan yang demikian disebut surseance. Di mana yang dinyatakan pailit dengan mengajukan penawaran rencana perdamaian terhadap semua kreditur, dapat mengajukan permohonan kepada pengadilan niaga untuk suatu pengunduran umum dari kewajibannya untuk membayar utang-utangnya sebelum dilakukannya rapat pencocokan piutang. Selain dari upaya hukum di atas, kapasitas dari seorang pengacara dalam menangani kasus suatu perusahaan yang diterpa kepailitan sangat penting. Sudah ada beberapa perusahaan yang lolos dari jerat pailit. Struktur argumentasi dari seorang lawyer juga memegang peranan ketika akan membela hak suatu debitur/ perusahaan yang beriktikad baik untuk menyelesaikan utang-utangnya tanpa harus melewati jalan pailit.

Langkah Hukum Ada beberapa langkah hukum yang dapat ditempuh

Penulis, alumni Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia

Oleh I Komang Divo Mahayakti Heriadi, S.H. dilakukan dengan cara permohonan pailit. Semenjak keran perizinan berbagai usaha dibuka, beberapa pengusaha berambisi melebarkan bisnisnya dengan membangun kerajaan bisnis baru. Tidak ada yang salah dari sebuah ambisi. Namun, tak jarang beberapa dari mereka cenderung menggunakan spekulasi yang tidak didukung dengan kemampuan manajerial dalam menjalankan bisnis yang notabene belum pernah ia tekuni sebelumnya. Pihak-pihak yang terkena dampak kepailitan juga tidak sedikit. Mulai dari para kreditur baik kreditur separatis maupun kreditur konkuren yang didominasi oleh bank. Bank harus direpotkan dengan pemberlakuan skema restrukturisasi kredit dan/atau penyelesaian kredit atas pembiayaan operasional bisnis perusahaan terpailit. Buruh perusahaan yang pailit juga tidak lepas dari dampak kepailitan. Nasib upah dan pesangon mereka terancam tidak terbayarkan bahkan terancam kena PHK. Secara etimologi, kata pailit atau dalam bahasa Prancis disebut faillet yang berarti pemogokan atau kemacetan

kali ini merupakan sinergi dua kekuatan vibrasi spiritual. Saraswati dengan vibrasi inltelektual, menggerakkan umat dari pengetahuan (jnana) yang tergolong duniawi (ramya) menuju kesadaran (cetana). Sedangkan hari suci Nyepi vibrasinya mampu menetralisir segala pengaruh negatif melalui proses somya, sehingga melapangkan perjalanan pendakian mencapai pengetahuan tertinggi (mahajnana) yang disebut kasunyatan/ kadyatmikan. Hanya dengan begitu, aktivitas ritual suci Saraswati dan Nyepi tidak lagi dianggap sebagai yadnya rutin, tetapi patut disertai disiplin (sadhana), sebagai realisasi yoga, media ‘’penghubung’’ Sang Diri dengan Sang Brahman. Oleh karena itu, momen manunggalnya hari suci Saraswati dan Nyepi diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi umat untuk terus melakukan peningkatan level yadnya, dimulai dengan tahapan: 1) yadnya ritual sebagai persembahan (upakara yadnya); 2) yadnya sosial melalui pelayanan (sevapuja); 3) yadnya intelektual berupa persembahan lmu pengetahuan (guru bhakti); dan 4) puncaknya, yadnya sebagai jalan pendakian spiritual, guna mencapai kesadaran ‘’spi-ritual’’. ‘’Setelah mengetahui segala ini engkau tidak akan lagi kebingungan, oh Pandawa, dengan demikian engkau melihat, tanpa kecuali, segala makhluk dalam Atman, kemudian dalam Aku’’, demikian sloka suci Bhagawad-Gita, IV. 35 menyatakan. Penulis, dosen Fakultas Pendidikan Agama dan Seni UNHI Denpasar

POJOK Hindu harus memberi teladan menjaga kerukunan. - Untuk Indonesia dan dunia. *** Bambang Soesatyo jamin tak kriminalisasi pengkritik DPR. - Kecuali lupa. *** Pengusaha jangan selalu ‘’wait and see’’ saat hadapi ketidakpastian. - Bisa-bisa ditinggal kereta.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

SOSOK Ogoh-ogoh Antipolitik SEKITAR 30 ogoh-ogoh akan diarak di kota Tabanan saat hari pangerupukan, Jumat (16/3) sore ini. Kreasi ogoh-ogoh diwajibkan tidak mengambil tema bernuansa politik. Bagi yang melanggar, maka sekaa (komunitas – red) yang membuat ogoh-ogoh bernuansa politik itu akan dikenakan sanksi. Sanksinya cukup keras, tidak boleh mengikuti acara serupa tahun berikutnya. Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya mengatakan hal itu, Rabu (14/3). Kegiatan keagaman terutama menyambut Nyepi itu, kata Sanjaya, harus dilaksanakan secara tertib, aman, dan damai. Karena itu, sesuatu yang bernuansa politik tidak boleh masuk kegiatan adat budaya dan keagamaan. Atas dasar itu, pihaknya melarang ogoh-ogoh mengusung tema politik. Jadi, ogoh-ogohnya memang wajib antipolitik jenis apa pun. ‘’Adat budaya apalagi keagamaan, tidak boleh dicampuradukkan dengan politik,’’ ujarnya. Selain sanksi bagi sekaa yang mengusung tema politik pada ogoh-ogohnya, lanjut Sanjaya, sanksi juga berlaku bagi sekaa yang tidak mampu menciptakan suasana kondusif dan damai saat arak-arakan ogohogoh berlangsung. ‘’Jika ada yang melanggar, maka tahun depan dikenakan sanksi tidak boleh mengikuti acara serupa dan tidak mendapatkan bantuan,’’ tegasnya. Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar menjalani hari raya Nyepi dengan damai. Terlebih nanti akses internet akan ditiadakan. Menurutnya, tidak adanya akses internet jangan dianggap beban tetapi menjadi pendorong umat melaksanakan Nyepi secara khusyuk. (san)

MELASTI - Suasana melasti di Pura Tanah Lot menyedot perhatian para wisatawan.

’’Melasti’’ di Tanah Lot Tarik Perhatian Wisatawan

Tabanan (Bali Post) -

Melasti alias makiis itu merupakan prosesi penyucian bhuana agung dan bhuana alit termasuk arca, pratima alias murthi menjelang hari raya Nyepi. Prosesi melasti itu menjadi momen sangat ditunggu-tunggu khususnya oleh wisatawan yang sedang berlibur di Tanah Lot, Tabanan. Seperti Rabu (14/3) lalu, warga Desa Pakraman Beraban melaksanakan melasti ke objek wisata yang terkenal di Tabanan itu. Tampak ratusan wisatawan tidak henti-hentinya mengabadikan momen iring-iringan warga yang menggunakan pakaian adat dan juga mengusung pratima menuju Pantai Tanah Lot itu.

Prosesi melasti itu dimulai sore hari sekitar 15.00 Wita. Warga berjalan kaki dari Pura Bale Agung sebagai tempat berkumpulnya seluruh pratima. Arca-arca itu merupakan perwujudan Tuhan dari seluruh pura yang ada di kawasan Desa Pakraman Beraban. Masyarakat kemudian beriringan menuju Pantai Tanah Lot. Peserta melasti sangat ramai karena melibatkan

ribuan warga. Mereka berasal dari lima belas banjar adat atau dusun dalam satu Desa Pakraman Beraban. Karena itu, suasananya menjadi sangat semarak. Hal itu tidak pelak menarik perhatian wisatawan. Para turis mancanegara itu tidak henti-hentinya menjepretkan kameranya mengabadikan momen spesial itu. Untuk menyucikan parati-

Gunakan Sabu, Merta Dana Diciduk

Tabanan (Bali Post) Apes menimpa I Gusti Merta Dana. Pria asal Desa Bongan, Tabanan ini harus merayakan hari raya Nyepi di balik jeruji besi Polres Tabanan. Pasalnya, Merta Dana terbukti menggunakan narkotika jenis sabu-sabu. Ia ditangkap anggota opsnal Satresnarkoba Polres Tabanan yang dipimpin langsung Kasat Narkoba AKP Muh. Akbar Samosir, belum lama ini. Kini, pihak kepolisian tengah berusaha melakukan pengembangan dari mana sumber barang itu didapat tersangka.

Kasat Narkoba AKP Muh. Akbar Samosir saat dikonfirmasi, Kamis (15/3) kemarin, mengatakan penangkapan terhadap tersangka berawal dari informasi masyarakat. Menurutnya, warga cukup resah dengan adanya penyalahgunaan narkoba di wilayahnya. Dari informasi warga itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya tersangka berhasil diamankan di rumahnya di wilayah Desa Bongan, Tabanan, Rabu (14/3). Sebelumnya sekitar pukul 13.30 Wita, anggota Sat. Resnarkoba Polres Tabanan telah melakukan penggeledahan badan/

pakaian di tempat tinggal tersangka. Dalam penggeledahan di dapur rumah tersangka itu ditemukan satu buah plastik klip yang di dalamnya berisikan kristal bening yang diduga sabu yang diletakkan di atas dispenser. Sabu itu beratnya 0,29 gram bruto. Ketika ditanyakan kepada tersangka, ia pun mengakui pemilik sabu tersebut. Setelah selesai melakukan penggeledahan, tersangka berikut barang buktinya kemudian dibawa ke kantor polisi untuk proses hukum lebih lanjut. “Saat ini, kami masih melakukan pengembangan,” ucap Kasat Narkoba. (kmb28)

DIMINTAI KETERANGAN - Tersangka penyalahgunaan narkoba saat dimintai keterangan di kantor polisi.

Jelang Nyepi

Menurun, Kunjungan ke Ulun Danu Selama dua hari menjelang hari raya Nyepi, kunjungan ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan mengalami penurunan yang cukup berarti. Angka penurunannya sekitar 10 persen dari kunjungan normal. Apakah ada hal spesial yang terjadi, sehingga kunjungan wisatawan menurun? MANAJER DTW Ulun Danu Beratan I Wayan Mustika mengatakan, Kamis (15/3) kemarin, angka kunjungan normal ke DTW Ulun Danu Beratan ini biasanya mencapai 2.000 orang dalam sehari. Namun tercatat dalam dua hari ini, angkanya turun sepuluh persen. Jadi, jumlah kunjungannya sekitar 1.800 orang. Terjadinya, penurunan kunjungan ini dikarenakan luas parkiran di DTW hampir setengahnya dipergunakan untuk upacara melasti. Proses makiis dari warga di sekitar sini sudah mulai digelar sejak dua hari

terakhir ini. ‘’Memang dalam dua hari ini, ada upacara melasti, sehingga parkiran di dalam DTW sudah ditutup sejak pukul 11.00 Wita. Nyaris setengah luas parkiran itu dipergunakan untuk upacara melasti,’’ ujarnya. Karena areal parkir dipergunakan memarkir bus warga yang melasti, maka hal itu memaksa kendaraan wisatawan parkirnya cukup jauh dari DTW. Hal itu salah satunya membuat beberapa rombongan wisatawan memutuskan tidak berkunjung ke DTW Ulun Danu Beratan. Bagaimana operasional saat hari pangerupukan Jumat (16/3) ini, kata Mustika, DTW tetap buka hingga pukul 14.00 Wita. Sesungguhnya kunjungan saat ini, kata Mustika, sudah kembali normal seperti sebelum adanya erupsi Gunung Agung. Saat erupsi terjadi, kunjungan memang sempat menurun hampir 50 persen atau sekitar 1.000 kunjungan per hari. ‘’Tetapi sekarang, kun-

jungan sudah normal seperti sedia kala,’’ ujarnya. Hal yang sama juga berlaku untuk DTW Jatiluwih. Manajer I Nengah Sutirtayasa mengatakan, menjelang Nyepi kunjungan ke DTW itu memang menurun hingga 20 persen. Penurunan ini terjadi sejak dua hari terakhir. Normalnya kunjungan ke DTW Jatiluwih itu rata-rata mencapai 600 kunjungan. Terkait paket Nyepi, kata Sutirtayasa, pihaknya belum mampu menawarkan paket Nyepi itu meski kunjungan didominasi wisatawan mancanegara, terutama dari Prancis. ‘’Belum bisa kita tawarkan karena akomodasi untuk mendukung hal ini belum memadai,’’ ujarnya. Saat ini, diakuinya, kunjungan di DTW Jatiluwih sudah berangsur normal. Diakui sempat kunjungan turun hingga 80 persen saat adanya erupsi Gunung Agung. ‘’Saat ini, kunjungan sudah kembali normal. Ratarata kunjungan 600 orang per hari,’’ imbuhnya. (san)

ma atau arca itu, warga yang mengusung pratima dan benda-benda sakral lainnya itu menyelupkan kakinya di air laut itu. Hal itu sebagai simbol penyucian agar pelaksanaan hari raya Nyepi berlangsung tenang dan damai. Prosesi penyucian ini meliputi dua hal yakni bhuana agung atau alam semesta dan bhuana alit yang diterjemahkan sebagai

jiwa raga. Di Desa Pakraman Beraban ini ada 44 pura. Masing-masing pura itu membawa pratima yang di-pundut (diusung – red) warga setempat. Karena padatnya lalu lintas saat prosesi melasti di Desa Pakraman Beraban itu, jalan dari sebelah utara Desa Pakraman Beraban ke arah selatan sampai Tanah Lot ditutup sementara hingga segenap warga yang melasti tiba di Pantai Tanah Lot. Sehingga untuk para pengunjung yang berada di Tanah Lot belum bisa meninggalkan DTW Tanah Lot, begitu juga sebaliknya pengunjung yang menuju ke DTW Tanah Lot belum bisa melintas sampai pamelastian tiba di pantai. Manajer DTW Tanah Lot

I Ketut Toya Adnyana mengatakan pihaknya sudah dari awal mengantisipasi membeludaknya pengunjung dan arus lalu lintas terkait prosesi pamelastian ini. ‘’Kami telah menginfokan sebelumnya terkait prosesi melasti ini. Jadi, wisatawan yang ingin menyaksikan langsung pasti akan stay (tinggal) dan yang mungkin merasa dikejar waktu tur, mereka pasti meninggalkan kawasan ini lebih dulu,’’ ucapnya. Arus lalu lintas sudah diatur dan diantisipasi sebelumnya melalui upaya koordinasi dengan pihak kepolisian, pecalang desa pakraman termasuk sekuriti. Koordinasi itu dilakukan dengan baik, sehingga prosesi pamelastian berjalan lancar dan tenang. (kmb28)


KARANGASEM

8

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

Jumat Ini ’’Tawur Labuh Gentuh’’ di Pura Besakih Bali Post/kmb31

HENDAK SANDAR - Salah satu kapal laut saat hendak sandar di Dermaga Padangbai.

Jelang Nyepi

Pelabuhan Padangbai Siapkan Ekstra Trip

Amlapura (Bali Post) Arus penyeberangan di Pelabuhan Padangbai mulai memperlihatkan peningkatan. Hal itu disebabkan di Bali akhir pekan ini akan dilaksanakan catur brata panyepian. Untuk mengantisipasi padatnya penyeberangan menjelang Nyepi itu, Pelabuhan Padangbai sudah menyiapkan ekstra trip menjelang penutupan pelabuhan saat perayaan Nyepi, Sabtu (17/3) dini hari besok. Anak Agung Gede Kemara Sudarma, salah satu petugas dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali, Rabu (14/3), mengatakan arus penyeberangan di Pelabuhan Padangbai itu sudah mulai relatif padat sejak Rabu lalu. Namun, penyeberangan masih didominasi kendaraan truk barang. Hanya beberapa kendaraan pribadi dan juga sepeda motor terlihat menyeberang. Pihaknya melakukan antisipasi agar tidak ada penumpang yang tertahan di pelabuhan akibat ketinggalan kapal terakhir, alias tidak terangkut. Karena itu, solusinya diberlakukan model ekstra trip. ‘’Jangan sampai ada kendaraan atau penumpang yang malah tertahan di pelabuhan akibat ketinggalan kapal. Karena alasan itu kemudian dipersiapkan ekstra trip,’’ katanya. Pelabuhan Padangbai dipastikan ditutup total selama 24 jam penuh. Untuk mencegah adanya penumpang tertinggal di pelabuhan, kapal terakhir dari Pelabuhan Padangbai akan diberangkatkan Sabtu (17/3) sekitar pukul 03.00 Wita dini hari. Namun jadwal tersebut, menurutnya, masih tentatif. Artinya, tergantung kondisi penumpang atau arus penyeberangan. ‘’Jika ternyata arus penyeberangannya sangat padat, selain ekstra trip tadi, kemungkinan kapal terakhir akan diberangkatkan pukul 03.30 wita. Ini masih memungkinkan seperti pada tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya. Terkait hal itu, pihaknya mengimbau kepada calon penumpang yang akan menggunakan jasa penyeberangan PadangbaiLembar untuk berangkat lebih awal. Antisipasi ini perlu dilakukan guna menghindari kepadatan arus penyeberangan dan antrean panjang. Sementara saat Ngembak Geni atau saat catur brata panyepian berakhir Minggu (18/3) pagi, kapal pertama yang diberangkatkan dari Pelabuhan Lembar, Lombok, akan tiba di Pelabuhan Padangbai sekitar pukul 09.00 Wita. Dari pantauan di Pelabuhan Padangbai, hingga Rabu (14/3) lalu, lonjakan penumpang masih bisa diatasi menggunakan jadwal penyeberangan normal. Lonjakan penumpang terpadat diperkirakan akan terjadi Jumat ini. Salah satu kru kapal KMP Magasena saat ditemui di Dermaga I Pelabuhan Padangbai juga menyampaikan kepadatan penumpang menjelang Nyepi. Biasanya terjadi pada H-2 dan H-1 Nyepi. (kmb31)

Terancam Masuk Bui

Unggah Foto Goreng Lumba-lumba

Amlapura (Bali Post) Nekat menangkap lumba-lumba membuat dua warga Banjar Eka Adnyana, Kubu, Karangasem berurusan dengan polisi. Mereka bahkan terancam masuk bui. Pasalnya, mamalia yang ditangkap itu kemudian digoreng untuk dicari minyaknya. Kedua warga itu yakni I Wayan Gomboh (52) dan I Wayan Mudiyana (44). Mereka bisa saja lolos dari jerat hukum andai saja tidak usil mengunggah foto penangkapan lumba-lumba itu ke facebook dan instagram. Memang bukan mereka yang usil, tetapi keponakan mereka, I Komang Toni (13), siswa SMP asal Banjar Darmawinangun, Kubu. Gomboh yang sehari-harinya nelayan itu mengaku menangkap mamalia laut itu Selasa (13/3) lalu. Dia sengaja memancingnya. ‘’Kajadiannya pagi hari, lumba-lumba terkena pancing di bagian siripnya,’’ akunya kepada penyidik Polsek Kubu. Gomboh mengaku nekat menangkap lumba-lumba itu karena tak tahu itu hewan laut jinak yang dilindungi. Dia mengaku sangat menyesali perbuatannya. Kapolsek Kubu AKP Made Suadnyana, Kamis (15/3) kemarin, mengatakan kasus penangkapan lumba-lumba itu terungkap dari penelusuran di facebook. Dalam penelusuran itu tim IT Polsek Kubu melihat gambar orang sedang memotong-motong dan menggoreng daging lumba-lumba. Dari penyelidikan anggotanya, kata Suadnyana, tim buser Polsek berhasil mengidentifikasi pelakunya. ‘’Modusnya, sengaja lumba-lumba itu dipancing untuk dicari minyaknya,’’ jelasnya. Selain memeriksa pelaku, penyidik juga sudah memanggil sejumlah saksi. Untuk proses lebih lanjut, Polsek Kubu berkoordinasi dengan Polairud dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). (kmb)

Amlapura (Bali Post) Sehari sebelum pelaksanaan hari raya Nyepi, Sabtu (17/3) besok, umat Hindu akan menggelar ritual Tawur Labuh Gentuh di Bencingah Agung, Pura Agung Besakih, Jumat (16/3) pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Ritual Tawur Tabuh Gentuh ini sebagai bentuk caru besar untuk nyomia bhuta kala, sehingga tercipta keharmonisan baik secara vertikal maupun horizontal. Ketua Umum Panitia Tawur Labuh Gentuh dan Karya Ida Batara Turun Kabeh, Jro Mangku Widiartha, mengatakan sebelum pelaksanaan Tawur Labuh Gentuh, lebih dulu digelar ritual Bumi Sudha dan Mapepada Tawur Labuh Gentuh di Bencingah Agung, Pura Agung Besakih, Kamis (15/3) kemarin. Ritual ini untuk menyucikan wewalungan yang akan digunakan ritual Tawur Labuh Gentuh yang digelar Jumat ini. Wewalungan tersebut di antaranya kidang, menjangan, banteng, asu bangbungkem, kambing, kerbau. Sementara wewalungan jenis unggas antara lain brengkuak, ayam, bebek, dan angsa. ‘’Seluruh wewalungan untuk ritual ini sudah lengkap. Karena jeda waktu untuk mencarinya juga lebih lama tahun ini. Apalagi, untuk wewalungan penyu, kami harus bersurat ke lembaga terkait. Penyu itu akhirnya bisa kami peroleh karena dipergunakan sebagai ritual,’’ katanya. Pelaksanaan Tawur Labuh Gentuh ini rencananya dilangsungkan mulai pukul 09.00 Wita, bertepatan hari

pangerupukan. Upacara dipuput tiga sulinggih sekaligus yakni Shiva, Budha dan Bujangga. Mereka antara lain Ida Pedanda Abah dari Geria Akah Klungkung (Shiva), Ida Pedanda Dwija Nugraha dari Geria Budakeling (Budha) dan Ida Rsi Ari Dantam dari Geria Tumbak Bayuh, Badung (Rsi Bujangga) serta Ida Dalem Semaraputra Klungkung juga akan hadir di tengah pelaksanaan ritual bersama para sulinggih. Ritual Tawur Labuh Gentuh ini rencananya dihadiri seluruh pimpinan daerah, mulai dari gubernur, bupati dan pejabat terkait hingga legislator di DPRD Bali dan DPRD tingkat II. Masyarakat Bali juga diharapkan hadir khususnya ikut mendoakan bersama-sama agar alam Bali kembali tenang dan Gunung Agung juga kembali ke status normal. ‘’Serangkaian karya ini, kami mengimbau kepada pamedek agar pedek tangkil ke Pura Agung Besakih. Kita berdoa bersama memohon agar Gunung Agung juga kembali normal,’’ kata Jro Mangku Widiartha. Sejak prosesi upacara Tawur Labuh Gentuh dan Karya Ida Batara Turun Kabeh dimulai 7 Maret lalu, seluruh rangkaian upacara berjalan lancar. Mulai dari ngaturang pamiyut, negtegang, ngunggahan sunari dan pangrajeng lan pangemit karya, tidak ada kendala berarti. Demikian juga rangkaian piuning mider 13 Maret lalu, mapepada dan bumi sudha hingga memben 15 Maret lalu. Para pangayah dari seluruh Bali datang secara sukarela dari berbagai

desa di luar Besakih. ‘’Para pangayah dengan suka rela datang. Berkat kontribusi mereka, semua berjalan lancar,’’ ujarnya. Dalam kaitannya prosesi Nyepi, setelah ritual Tawur Labuh Gentuh ini, seluruh desa pakraman akan nuur tirta di Bencingah Agung. Tirta ini nantinya digunakan untuk ritual di setiap catus pata masing-masing desa pakraman di seluruh Bali. Jro Mangku Widiartha menambahkan, setelah pelaksanaan Tawur Labuh Gentuh, aed karya dilanjutkan panglemek Tawur Labuh Gentuh 19 Maret nanti. Sedangkan nuur tirta dan nedunang Ida Batara pada 28 Maret nanti. Kemudian prosesi melasti ke Tegal Suci 29 Maret. Melasti tahun ini dilaksanakan ke Tegal Suci, sebab Toya Sah tempat biasa melasti saat ini porak-poranda akibat banjir lahar dingin akibat erupsi Gunung Agung. Puncak karya sudah direncanakan berlangsung 31 Maret nanti. Tetapi, sehari sebelum puncak karya dilaksanakan mapepada pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Setelah puncak karya, baru pelaksanaan panganyar secara bergiliran oleh masingmasing kabupaten/kota di Bali. ‘’Kami berharap umat Hindu pedek tangkil selama Ida Batara nyejer nanti. Kita doakan bersama agar alam ini tenang dan dijauhkan dari bencana,’’ katanya. Rencananya Karya Ida Batara Turun Kabeh ini nyejer selama 21 hari, sebelum masineb Saniscara Umanis Tulu, pada 21 April mendatang. (kmb31)

Bali Post/kmb31

MAPEPADA - Pelaksanaan ritual Bumi Sudha dan Mapepada Wewalungan di Bencingah Pura Agung Besakih, Kamis kemarin.

Tak Punya E-KTP

2.896 Pemilih Pilgub Terancam Dihapus Amlapura (Bali Post) Kekhawatiran KPU Karangasem soal hasil pemutakhiran data pemilih menjadi kenyataan. Setelah hasil pemutakhiran diplenokan menjadi DPS (Data Pemilih Sementara), Kamis (15/3) kemarin, ditemukan 2.896 pemilih tanpa mengantongi KTP elektronik (e-KTP). Ketua KPU Karangasem Made Arnawa menegaskan pemilih yang belum mengantongi e-KTP terancam dihapus dari sistem. Artinya, mereka terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur 27 Juni mendatang. Sesuai hasil pemutakhiran data pemilih, KPU Karangasem menetapkan jumlah pemilih sementara 379.368 pemilih. Jumlah ini terdiri dari 191.424 pemilih laki-laki dan 187. 944 perempuan. Pemilih tersebar di 945 tempat pemungutan suara (TPS), 78 desa/kelurahan dan 8 kecamatan. Angka pemilih itu merupakan hasil pemutakhiran yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Proses pencoklitan dilakukan sejak 20 Januari dan berakhir 18 Februari lalu. Data hasil ini, kemudian direkap dalam pleno tingkat PPS dan PPK sebelum ditetapkan men-

jadi DPS saat ini. “Sangat disayangkan, kalau pemilih sebanyak itu (2.896 orang) tak bisa melakukan pencoblosan nanti. Kami berharap warga ini segera mengurus e-KTP-nya,” kata Arnawa dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran (DPHP) di Sekretariat KPU Karangasem. E-KTP merupakan syarat mutlak agar dapat menyalurkan hak pilih pada perhelatan Pilgub 27 Juni mendatang. Arnawa berharap semua pihak, baik pemerintah maupun peserta pemilu ikut mendorong masyarakat mengurus identitas

kependudukannya. Data pemilih tanpa e-KTP ini, kata Arnawa, selanjutnya ditembuskan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karangasem untuk secepatnya ditindaklanjuti. Data ini juga akan disampaikan kepada masingmasing tim sukses pasangan calon, agar bersama-sama menindaklanjuti ke bawah, siapa saja pemilih yang belum ber-KTP elektronik. Sebab, selain Disdukcapil Karangasem, para tim sukses pasangan calon juga bekepentingan terhadap data ini, untuk memperoleh suara maksimal. KPU nanti akan

memberi waktu Disdukcapil untuk segera melakukan perekaman bagi warga yang belum ber-KTP elektronik. “Jika menjelang penetapan DPT April nanti, Disdukcapil belum juga melakukan perekaman, maka otomatis data pemilih tak ber-KTP elektronik ini akan terhapus dari sistem kami,” kata Made Arnawa. Selama ini, Disdukcapil cukup kewalahan menindaklanjuti warga tanpa e-KTP ini. Berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari turun ke desa hingga ke banjar-banjar. Tetapi, hasil perekamannya juga belum maksimal. Disdukcapil beralasan kesadaran warga setempat untuk mengurus e-KTP juga masih rendah. Kepada tim kampanye pasangan calon hanya diberikan rekap jumlah pemilih model A.1.3-KWK dan Model A.C.3-KWK serta Berita Acara pleno. Ini sehubungan surat Direktur Jenderal Kependudukan dan

Pencatatan Sipil tanggal 13 Maret 2018 tentang imbauan tidak menampilkan NIK dan nomor KK secara utuh. Itu untuk menghindari adanya penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pengumuman DPS di tingkat desa/kelurahan dan pemberian soft copy dalam bentuk cakram padat dengan format PDF terkunci kepada tim kampanye pasangan calon dan pihak lain serta pengumuman melaui website dilakukan dengan menggati 4 (empat) angka terakhir pada NIK dan NKK dengan tanda bintang (*). Daftar pemilih by name nantinya akan disampaikan kepada pasangan calon maupun pengawas pemilu (Panwas) pada saat bersamaan dengan pengumuman DPS oleh PPS di tingkat desa/kelurahan yang di mulai tanggal 24 Maret mendatang, mengingat penggantian empat angka terakhir pada NIK dan NKK harus perlu cukup waktu. (kmb31)

Sat. Polair Menyelam Bersihkan Sampah Plastik Potensi Laut Karangasem Sangat Menjanjikan

Laut menjadi sumber kehidupan masyarakat. Akan tetapi, keberadaannya belakangan semakin memprihatinkan saja. Sebab, pantai dan juga laut banyak dipenuhi sampah. Menjelang perayaan Nyepi, Sat. Polair menggagas aksi bersihbersih sampah plastik di tengah laut bersama warga nelayan dalam upaya ikut peduli melestarikan alam lingkungan, Kamis (15/3) kemarin. Bahkan, petugas langsung menyelam mengumpulkan sampah plastik sekaligus mengangkutnya ke darat. Apakah yang melatarbelakangi aksi peduli lingkungan Sat. Polair tersebut? AKSI bersih-bersih sampah plastik ini dipusatkan di daerah pariwisata di perairan Bloo Lagoon, Padangbai. Gagasan Sat. Polair ini juga direspons positif Wakapolres Karangasem Kompol Supriadi Rahman yang juga ikut turun langsung bersama-sama memimpin aksi bersih-bersih sampah di tengah laut tersebut. Para kelompok nelayan di sekitar perairan tersebut, seperti Kelompok Nelayan Tanjung Jepun dan Desa Antiga, Manggis, juga antusias mengikuti aksi bersih-bersih laut ini. Kasat Polair AKP I Made Wartama mengatakan pihaknya menginisiasi aksi ini

guna menjaga kebersihan laut dari sampah organik dan non-organik. Itu dilakukan untuk ikut bagian melestarikan/menjaga biota laut. Seperti terumbu karang dan juga hewan laut tetap bisa terjaga kelestariannya. Dengan demikian, akan menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun internasional datang menikmati wisata bahari. Bersih-bersih sampah plastik itu tidak hanya dilakukan di permukaan. Sampah yang ada di bawah laut juga dibersihkan dengan cara menyelam. Penyelaman dipimpin langsung Wakapolres Karangasem bersama dua personel Polair dengan

dibantu dua orang master dive di kedalaman kurang lebih enam meter. Proses ini berlangsung selama sekitar satu jam. Hasil dari aksi ini didapat sampah organik seperti bambu, batang/ranting pohon dan sampah non-organik (plastik) sebanyak dua kantong plastik sampah besar. Sampah ini kemudian dibawa ke darat dan dibuang ke tempat pembuangan sampah yang ada di Dermaga Padangbai. “Bersih-bersih plastik seperti ini sudah yang kedua kami laksanakan. Kami ingin menumbuhkan jiwa cinta laut, untuk menjaga kelestarian bawah laut beserta ekosistemnya agar laut Karangasem tetap lestari,” tegasnya. Selain di Perairan Bloo Lagoon, personel lainnya juga melakukan aksi serupa di perairan lain terutama di pesisir pantai Pasir Putih. Anggota di bawah pimpinan PS Kanit Harwat Aiptu I Komang Singkiryasa, bersinergi dengan Community Peduli Lingkungan Trans Herro Candidasa, dengan ketua bernama I Wayan Smiley, Bhabinkamtimas Desa Bugbug Aipda I Gusti Sindu. Mereka bergerak

bersama dengan kelompok masyarakat yang bergerak di bidang pariwisata melakukan aksi bersih-bersih sampah dari pesisir hingga ke tengah laut. “Pantai ini sudah sangat berkembang dan dikenal wisatawan secara luas. Tempat ini harus bersih. Kami terdorong membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kelestarian wilayah pesisir dan laut,” kata Singkiryasa. Pantai Pasir Putih merupakan kawasan pariwisata yang sering dijadikan pilihan wisatawan untuk berjemur dan juga berenang maupun snoorkeling. Pemungutan sampah ini dilakukan dengan cara manual yaitu memungut segala jenis sampah yang ditemukan sepanjang pantai menggunakan tangan selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah untuk dikumpulkan dan dibuang di tempat yang semestinya. Ketua Community Peduli Lingkungan Trans Herro Candidasa, I Wayan Smiley, tampak antusias bersinergi dengan kelompok masyarakat peduli lingkungan maupun kelompok nelayan. “Program ini sangat baik, karena itu harus berkelanju-

Bali Post/gik

PENYELAM - Para penyelam saat berada di tengah laut membersihkan sampah plastik. tan,” katanya. Aksi serupa secara serentak juga dilakukan di Pantai Candidasa. Program ini digagas pengelola fasilitas pariwisata di wilayah setempat, hingga di wilayah Amed dan Tulamben yang dipelopori personel polisi di Polsek Kubu. Sesungguhnya Kabu-

paten Karangasaem memiliki panjang garis pantai sejauh 87 kilomter. Ini memperlihatkan potensi kelautan Karangasem sangat menjanjikan. Namun, potensi ini tertutup banyaknya sampah di tengah laut. Bahkan, mayoritas sampah di tengah laut adalah sampah plastik yang

sangat sulit untuk terurai. Melihat situasi ini, kesadaran masyarakat dalam menjaga lautnya masih rendah. Karena itu, melalui aksi ini, Sat. Polair sebagai “penjaga laut” berharap aksi ini menjadi contoh cara sederhana merawat laut dari ancaman sampah. (gik)


GIANYAR

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

9

Pj. Bupati Rochineng Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kurang Mampu

BANGUN RUMAH - Pj. Bupati Gianyar I Ketut Rochineng turut bergotong royong membangun rumah layak huni bagi Pande Made Sukamba, warga kurang mampu di Banjar Bukit Sari Desa Sidan. LANGKAH cepat dilakukan Penjabat (Pj.) Bupati Gianyar Dr. I Ketut Rochineng, S.H., M.H. guna mengentaskan kemiskinan. Langkah dimaksud yakni membantu pembangunan rumah layak huni bagi warga kurang mampu, Pande Made Sukamba, di Banjar Bukit Sari Desa Sidan. Setelah kunjungannya beberapa hari lalu, Rochineng pada Kamis (15/3) kemarin turun langsung memimpin pembangunan tahap awal berupa fondasi bangunan berukuran 6x5 meter tersebut. Bak tukang bangunan profesional, Rochineng tak canggung turut serta bekerja meski berlumuran adonan pasir dan semen. Hal serupa juga dilakukan Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya, Asisten Administrasi Umum Setda Gianyar Wayan Sudamia serta sejumlah staf Sekretariat Kantor Bupati Gianyar. Rochineng yang ditemui di sela-sela kegiatan mengatakan, pembangunan rumah layak huni bagi dua warga miskin di Kabupaten Gianyar yakni Desa Sidan dan Desa Siangan berdasarkan hasil pantauannya langsung ke lapangan. Melihat kondisi rumah dua warga ini, hatinya terenyuh karena

dua warga ini sama sekali tak punya tempat tinggal yang layak. Bahkan, Pande Made Sukamba sama sekali tak punya tempat tinggal karena beberapa bulan lalu, rumahnya yang terbuat dari bambu seadanya, roboh dihantam angin kencang. Untuk sementara, Sukamba bersama keluarganya menumpang di rumah salah satu warga. ‘’Dari laporan staf saya, bantuan bedah rumah baru bisa dianggarkan setelah APBD Perubahan, sekitar Oktober. Menurut saya ini kelamaan. Kasihan warga numpang di rumah tetangga lama. Jadi, saya secara pribadi berinisitif membuatkan rumah untuk mereka,’’ terang Rochineng. Rochineng menambahkan, pengerjaan fondasi awal rumah dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan staf di lingkungan Sekretariat Kantor Bupati Gianyar sebagai bentuk implementasi dari perayaan hari suci Nyepi. Selain itu, gotong royong ini untuk mempercepat proses pembangunan, sehingga warga tidak terlalu lama menumpang di rumah tetangga. ‘’Kita bantu percepat pembangunan fondasinya den-

gan mengerjakan langsung. Fondasi kita selesaikan hari ini, kemudian akan dilanjutkan oleh tukang. Tujuannya percepatan saja,’’ kata Rochineng. Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi warga Banjar Bukit Sari Desa Sidan, Pande Made Sukamba (68), sungguh memprihatinkan. Bangunan tempat tinggal yang selama ditempatinya rata dengan tanah dihantam angin kencang dan hujan awal Januari lalu. Dilihat dari konstruksi bangunan yang roboh, bisa dikatakan belum layak diklasifikasikan sebagai rumah. Bagaimana tidak, konstruksinya sebagian besar dari bambu yang sudah mulai lapuk dengan tembok terbuat dari anyaman bambu. Terang saja, saat angin kencang dan hujan lebat, tempat tinggalnya tak kuat menahan sehingga roboh rata dengan tanah. Beruntung, kejadian tersebut tak sampai menimbulkan korban jiwa. Semenjak saat itu, Sukamba bersama istri Ni Made Mustini dan satu orang anaknya, Pande Made Sastrawan, menumpang di rumah Klian Banjar Dinas Bukit Sari Agus Suminarsa. Penghasilan Sukamba dan istri yang kesehariannya sebagai pekerja serabutan, hanya mampu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penderitaan keluarga ini ditambah dengan musibah yang menimpa anaknya beberapa waktu lalu saat bekerja memotong dahan pohon di wilayah Desa Beng. Kondisi tersebut tak jauh berbeda dengan yang dialami warga Banjar Roban Desa Siangan, I Wayan Tinggal. Rumahnya tidak layak huni. Bangunan semipermanen yang ditinggalinya sudah sangat memprihatinkan. Atas dasar itulah, Pj. Bupati Gianyar Ketut Rochineng berinisiatif membantu pembangunan rumah layak huni. (ad727)

Meningkat, Kesadaran Sekaa Teruna Buat Ogoh-ogoh Ramah Lingkungan

Gianyar (Bali Post) Kesadaran akan bahaya styrofoam dan sampah plastik semakin tinggi. Terbukti, jumlah sekaa teruna di Kabupaten Gianyar yang membuat ogoh-ogoh berbahan ramah lingkungan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. ‘’Berdasarkan data yang masuk dan survei dari DLH, ada 48 ogoh-ogoh yang sepenuhnya menggunakan bahan ramah lingkungan,’’ ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar I Wayan Kujus Pawitra, Kamis (15/3) kemarin. Kujus Pawitra mengaku bangga, karena generasi muda mulai paham akan bahaya sampah plastik dan styrofoam. Generasi muda kini semakin kreatif dan berwawasan lingkungan. Semangat ini pun harus terus digetoktularkan ke masyarakat. ‘’Mereka banyak mendapatkan pengetahuan dari medsos. Karena itu, tidak sulit mengajak untuk peduli lingkungan. Terbukti sekarang ini mereka sudah mulai membuat ogoh-ogoh ramah

Bali Post/nik

I Wayan Kujus Pawitra

lingkungan,’’ jelasnya. Dengan membuat ogohogoh dari bahan ramah lingkungan, kata Kujus Pawitra, tidak hanya berdampak positif pada lingkungan, tetapi kerja sama antarpemuda juga semakin solid. ‘’Menggunakan styrofoam, memang pembuatannya lebih mudah

dibandingkan menggunakan anyaman. Walau lebih rumit, tetapi sisi positif menggunakan anyaman banyak. Salah satunya menumbuhkan rasa kebersamaan,’’ ungkapnya. Menurutnya, saat ini sudah semakin banyak yang memahami bahaya penggunaan styrofoam. Karena itulah, pembuatan ogoh-ogoh ramah lingkungan semakin meningkat. ‘’Tahun lalu hanya belasan, tahun ini sudah puluhan. Mudah-mudahan tahun mendatang bisa ratusan,’’ ujarnya. Selain itu, dalam upaya mendukung program nasional tentang pengurangan sampah plastik, DLH Gianyar mengeluarkan Surat Edaran (SE) ke seluruh OPD di lingkungan Pemkab Gianyar, bahkan sampai ke tingkat desa. Dalam SE No. 800/2180/Bid. IV/DLH/2018 tersebut berisikan imbauan penyediaan hidangan rapat bebas kemasan plastik. ‘’Bersama ini kami mengimbau agar dalam rapat, hidangan yang disediakan tidak menggunakan kemasan atau pembungkus plastik atau styrofoam,’’ jelasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb

MAHESURA - Ogoh-ogoh Banjar Gagah, Tegallalang yang diarak di wilayah Desa Pakraman Tegallalang, Kamis (15/3) kemarin. Ogoh-ogoh Mahesura ini diarak bersamaan dengan 17 ogoh-ogoh lainnya. Ribuan penonton sejak sore telah memenuhi sudut jalan Tegallalang.

Polisi Musnahkan 1.503 Liter Mikol Gianyar (Bali Post) -

Guna mencegah pesta minuman beralkohol (mikol) khususnya saat hari Pangerupukan Jumat (16/3) ini, Polres Gianyar, Kamis (15/3) kemarin melakukan pemusnahan 1.503 liter mikol di Mapolres Gianyar. Mikol jenis arak dan tuak ini merupakan hasil sitaan operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang berlangsung selama sepekan. Proses pemusnahan yang dikomandoi Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo ini diikuti lintas instansi yakni dari Pemkab Gianyar, Kodim, Kejaksaan, Pengadilan, MUDP, serta tokoh masyarakat. ‘’Pemusnahan ini sebagai antisipasi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Nyepi. Terutama untuk mencegah adanya pesta miras pada saat malam pangerupukan, yang kerap disalahgunakan oleh kaum muda untuk mabuk-mabukan,’’ jelas Djoni Widodo. Tidak berhenti sampai di

sini, Kapolres menegaskan, bila ditemukan masyarakat yang mengonsumsi mikol saat pangerupukan, maka polisi akan langsung melakukan penyitaan. Hal ini pun sudah disampaikan ke seluruh jajaran Polres Gianyar. ‘’Tentu polisi akan dekati secara humanis. Mirasnya kami sita,’’ jelasnya. Dikatakannya, mikol yang dikonsumsi berlebihan bahkan hingga menyebabkan mabuk bisa memicu terjadinya konflik di masyarakat. Hal itulah yang menjadi pertimbangan kepolisian melakukan tindakan tegas. ‘’Kalau sudah

mabuk otomatis berpengaruh pada perilaku. Senggol sedikit, bisa emosi. Maka itu, lebih baik tidak mengonsumsi miras,’’ jelasnya. Sebanyak 1.503 liter mikol yang dimusnahkan tersebut merupakan barang sitaan dari sejumlah distributor maupun penjual eceran. Para pemilik mikol sudah dikenai hukuman tipiring. ‘’Kalau satu liter saja bisa dikonsumsi oleh tiga orang, maka untuk jumlah mikol ini bisa dikonsumsi oleh 3 ribu orang lebih,’’ ungkapnya. Sementara itu, pada Rabu

(14/3) malam, polisi yang dikomandoi Kasat Resnarkoba Polres Gianyar AKP I Gusti Putu Dharmanatha melakukan sidak ke sejumlah kafe remang-remang. Sidak menyasar lima kafe. AKP I Gusti Putu Dharmanatha menjelaskan, saat sidak polisi memeriksa 74 pengunjung dan 63 waiter dan waitress. Tim juga bergerak bersama Unit Shabara, BNNK Gianyar dan Badan Kesbanglinmas Gianyar. ‘’Hasil pemeriksaan, nihil ditemukan narkoba, senjata tajam, senpi, handak (bahan peledak - red) maupun barang terlarang lainnya,’’ jelasnya. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar tidak mencoba-coba barang haram berupa narkoba. (kmb35)


JEMBRANA

10

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

Kecelakaan di Jalan Sudirman, Satu Tewas Negara (Bali Post) Kecelakaan maut terjadi di Jalan Umum Sudirman Km 94-95 jurusan Denpasar-Gilimanuk, Kamis (15/3) kemarin. Sepeda motor yang dikendarai Andrik Pramana (21), warga Dusun Sumberwadung, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, terlibat kecelakaan dengan pengendara lainnya I Ketut Temon (43), Klian Adat Banjar Kembangsari Desa Tukadaya Kecamatan Melaya. Akibatnya, satu orang tewas yakni Wijiati (39) yang merupakan ibu dari Andrik Pramana. Korban saat itu dibonceng anaknya. Informasi yang dihimpun di lapangan kemarin menyebutkan, ketika itu Andrik Pramana yang mengendarai motor Honda nopol P 3152 YW dan membonceng korban bergerak dari arah timur. Jalan di lokasi lurus dan kondisinya baik. Namun, saat memasuki simpang tiga, tiba-tiba ada pengendara di depannya yakni I Ketut Temon hendak belok ke kanan. Sejatinya, pengendara motor Suzuki DK 4284 W ini sudah menyalakan lampu seins kanan (lampu tanda berbelok ke kanan). Tidak memerhatikan hal itu dan dengan kecepatan tinggi, Andrik Pramana tak bisa mengendalikan motornya saat mengetahui ada pengendara di depannya. Tak pelak, motornya pun menabrak pengendara tersebut. Benturan keras terjadi, sehingga membuat Andrik dan ibunya terpelanting ke jalan. Andrik Permana mengalami lecet tangan kiri, telapak tangan kanan, kaki dan wajah. Sedangkan ibunya (Wijiati) mengalami luka robek dan pecah pada tengkorak kepala depan. Korban pun meninggal dunia di TKP. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko saat dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Pihaknya telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi. Hasil sementara, penyebab kecelakaan ini lantaran kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor nopol P 3152 YW. Namun, untuk memastikannya, pihaknya masih mendalami kasusnya. ‘’Kini, kasusnya ditangani Satlantas Polres Jembrana,’’ katanya. (kmb)

Bali Post/olo

RAPAT PLENO – Suasana rapat pleno DPS di KPU Jembrana, Kamis (15/3) kemarin. Dari hasil rekapitulasi masih terdapat dua ribu lebih warga yang belum mengantongi e-KTP.

Jelang Pilgub

Ribuan Warga Belum Kantongi E-KTP

Negara (Bali Post) Ribuan warga di Jembrana diketahui belum mengantongi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Dengan demikian, ribuan warga ini masih terdata sebagai pemilih potensial non e-KTP dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Bali nanti. Hal tersebut terungkap saat rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) KPU Jembrana, Kamis (15/3) kemarin. Pleno yang turut dihadiri Ketua KPU Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi tersebut rekapitulasi jumlah pemilih sementara di Jembrana sebanyak 227.722 jiwa. Terdiri dari 115.040 perempuan dan 112.682 laki-laki. Dengan total jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 499. Ketua KPU Jembrana I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya mengatakan, DPS ini merupakan hasil dari pencocokan dan penelitian (coklit) dari 20 Januari hingga 18 Februari lalu. Selanjutnya daftar pemilih

Yonif Mekanis 741/GN Gencarkan Penanaman Pohon

Negara (Bali Post) Memasuki HUT ke-3 Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara (GN), Kamis (15/3) kemarin digelar peringatan dengan sederhana. Serangkaian HUT ini, jajaran Yonif Mekanis 741/GN melakukan penanaman bibit pohon mangga di halaman depan asrama. Kapt Inf. Arman Adi Wibowo selaku Danki Yonif Mekanis 741/GN mengatakan penanaman puluhan pohon mangga ini merupakan rangkaian acara menyambut HUT ke-3 Yonif Mekanis 741/GN yang jatuh pada 25 Maret mendatang. ‘’Kegiatan penanaman pohon dipilih karena merupakan suatu bentuk investasi dan balas budi kepada alam. Sebab, dengan menanam pohon kita sudah berpikir jauh ke depan untuk masa depan anak cucu kita,’’ kata Adi Wibowo mewakili Danyon Mekanis 741/GN Letnan Kolonel Inf. Rudy Simangunsong. Investasi yang dimaksudkan, pohon ditanam bukan untuk dinikmati sekarang, tetapi untuk generasi berikutnya. Selain buahnya bisa dipetik, yang paling terpenting adalah penghijauan lingkungan untuk keberlangsungan kehidupan. Ini wujud investasi pada alam dan kehidupan. Selanjutnya balas budi, saat ini setiap bulan perumahan bertambah, banyak pohon ditebang. ‘’Harus diimbangi dengan penanaman pohon di lingkungan sekitar. Kita semua tidak menginginkan bumi ini tidak hijau kembali. Karena itu, inilah balas budi kita pada alam,’’ terangnya. Penanaman puluhan bibit pohon ini turut dihadiri Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait, Kapolsek Negara serta Camat Negara. Mako yang baru tiga tahun berada di Jembrana saat ini menampung sebanyak 600 prajurit. Halaman yang lapang di dalam areal kini ditanami bibit tanaman sehingga terkesan sejuk. Terkait hal itu, Wabup Kembang Hartawan menyambut baik kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan Yonif Mekanis 741 karena sejalan dengan program pemerintah. ‘’Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah Jembrana dalam menghijaukan lingkungan yaitu dengan mulai menanam pohon,’’ terangnya. Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan penghijauan di permukiman penduduk khususnya di gang-gang kelurahan. Selain penanaman pohon, sebelumnya juga digelar kegiatan teritorial ‘’Joyride’’ bersama Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) di Mako Yonif Mekanis 741/ GN. (kmb26)

Bali Post/olo

PENANAMAN POHON – Penanaman pohon di Mako Yonif Mekanis 714/GN dalam peringatan HUT ke-3, Kamis (15/3) kemarin.

potensial non e-KTP tersebut tersebar di seluruh Kecamatan Jembrana. Namun pemilih potensial non e-KTP itu terdata di 288 TPS atau tepatnya 47 dari total 51 desa/kelurahan. Dari data rekapitulasi

masanjaya juga meminta keaktifan masyarakat untuk memberikan masukan apabila ada pemilih yang belum terdaftar. Di sisi lain, Ketua Panwaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan yang ikut hadir mengingatkan bahwa data pemilih ini hal yang paling penting dalam pelaksanaan pemilihan umum. Walaupun terkesan biasa, namun dampak dari DPT ini besar. Karena itulah, Panwaslu meminta dalam pemutakhiran data pemilih dijalankan dengan sesuai, sehingga tidak ada pemilih yang tercecer. (kmb26)

Antisipasi Penumpukan Kendaraan

Bali Post/kmb

AMANKAN - Sejumlah petugas kepolisian terlihat mengamankan lokasi kecelakaan maut di Jalan Sudirman Jembrana, Kamis (15/3) kemarin.

tersebut akan dimutakhirkan lagi, untuk ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dari hasil coklit, juga didapati masih adanya pemilih potensial non e-KTP sebanyak 2.787 pemilih. Jumlah pemilih

pemilih potensial non e-KTP, paling banyak ditemui ada di Kecamatan Negara yakni 1.112 pemilih. Disusul Kecamatan Melaya sebanyak 766 orang dan Kecamatan Jembrana 492 orang. Sedangkan di Mendoyo terdapat 264 pemilih dan paling kecil di Kecamatan Pekutatan yakni 153 pemilih. Sementara itu untuk pemuktakhiran dijadwalkan dilakukan menjelang saat pemilihan nanti 27 Juni. Untuk itu, dengan dilakukan pemuktakhiran diharapkan pemilih tercecer yang tidak terdaftar sebagai pemilih akan dimasukkan. Dar-

ASDP Siagakan 32 Kapal, Tambah Dua Loket Negara (Bali Post) – Menjelang pelaksanaan Nyepi di Bali, ribuan kendaraan diprediksi akan keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Berkaca pada tahuntahun sebelumnya, ribuan kendaraan, baik roda dua, roda empat hingga truk menyeberang sebelum pangerupukan. Sebagian besar merupakan penduduk pendatang yang memilih berada di luar Bali saat pelaksanaan Nyepi. Diprediksi akan terjadi penumpukan kendaraan pada Jumat (16/3) ini. Apalagi libur bertepatan dengan akhir pekan. Dari pengamatan Kamis (15/3) kemarin, belum ada kepadatan kendaraan yang hendak keluar Bali. Manajer Operasional ASDP Gilimanuk Heru Wahyono mengatakan bila dibandingkan tahun sebelumnya, H-2 sebelum Nyepi, sudah terjadi lonjakan jumlah kendaraan yang keluar Bali. Namun hingga kemarin siang, belum terlihat lonjakan kendaraan. Baik

Bali Post/olo

PENYEBERANGAN – Suasana penyeberangan di Selat Bali. Salah satu KMP terlihat menyeberang dari Ketapang menuju Gilimanuk. kendaraan pribadi maupun barang. Diprediksi, lonjakan kendaraan akan terjadi pada Kamis malam hingga Jumat siang. Untuk mengantisipasi lon-

jakan kendaraan tersebut, ASDP Gilimanuk membuka tambahan dua loket untuk roda dua. ‘’Kalau biasanya hanya satu loket, sekarang sudah tiga loket untuk roda

dua,’’ tandas Heru. Diprediksi jumlah kendaraan yang keluar didominasi roda dua. Namun untuk roda empat juga ada kemungkinan penambahan jumlah loket melihat situasi. Berdasarkan hasil rapat koordinasi belum lama ini, penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akan ditutup selama 24 jam mulai Sabtu (17/3) pukul 05.55 Wita. Untuk itu, kapal terakhir yang akan menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang pada Sabtu pagi. Guna mengantisipasi lonjakan penumpang yang akan keluar Bali sebelum Nyepi, ASDP menyiagakan 32 unit kapal penyeberangan. Pengoperasian kapal penyeberangan dipercepat dengan mempersingkat waktu bongkar-muat barang (port time) dan waktu berlayar (sailing time). Penutupan penyeberangan selama 24 jam ini berdasarkan Surat PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Bali nomor : 025/PHDI-BALI/

II/2018 tanggal 12 Februari 2018 perihal Pedoman Pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1940. Penghentian kapal-kapal penyeberangan beroperasi untuk pemberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Ketapang pada Jumat (16/3) pukul 23.00 WIB. Selanjutnya penyeberangan akan dibuka lagi dari Ketapang pada Minggu (18/3) pukul 05.30 WIB. Sementara itu, Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa, mengatakan seluruh personel di Polsek akan ikut terlibat selama pengamanan, termasuk saat pawai ogoh-ogoh pada malam pengerupukan di Gilimanuk. Petugas juga akan memantau situasi saat jam terakhir kendaraan yang keluar Bali hingga pelabuhan kembali dibuka. “Nanti saat penyeberangan kembali dibuka dari Ketapang, personel kami sudah siap untuk melakukan pemeriksaan di Pos II,” terang Subawa. (kmb26)

Amankan Nyepi, Polres Kerahkan 515 Personel

Negara (Bali Post) – Polres Jembrana mengerahkan ratusan personel dalam p engam anan p elaksanaan Nyepi tahun ini. Personel yang dikerahkan hingga di tingkat Polsek ini nantinya bersinergi dengan TNI dan pecalang, dimulai saat pangerupukan, Jumat (16/3) hingga Ngembak Geni pada Minggu (18/3) nanti. Kabag Ops. Polres Jembrana Kompol M. Didik Wiratmoko seizin Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo, Kamis (15/3) kemarin, mengatakan sebanyak 515 personel akan dilibatkan dalam pengamanan hari suci ini. Khususnya pada saat pangerupukan, parade ogoh-ogoh yang berlangsung hingga di tingkat desa. Polres telah melakukan pendataan, dari Pengeragoan hingga Gilimanuk terdapat 528 ogoh-ogoh. Masing-masing personel Polsek, termasuk Babinkamtibmas akan berkoordinasi

dengan TNI (Babinsa) yang tersebar di desa/kelurahan. Kompol Didik menjelaskan, dari pemetaan ada ratusan ogoh-ogoh di Jembrana. Disebutkan tidak ada titik rawan. Hanya titik pusat pelaksanaan parade ogohogoh dilakukan di kawasan Jalan Sudirman atau Catus Pata Jembrana. Untuk itu, selama pelaksanaan akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas jurusan Gilimanuk dan Denpasar ke jalan Ngurah Rai Negara. Dari ratusan ogoh-ogoh yang tersebar di sejumlah desa itu, yang terbaik akan diarak di kawasan Catus Pata. Ogoh-ogoh ini merupakan perwakilan dari lima kecamatan yang sebelumnya dinyatakan lolos tim penilai. Ketua Sabha Yowana Jembrana I Ketut Arya Tangkas menambahkan, dari hasil penilaian, ada 16 ogoh-ogoh yang akan mengikuti pa rade. Di antaranya perwaki-

lan Kecamatan Pekutatan, STT Swastika Karya dan STT Satya Darma Kerti, Desa Pangyangan serta STT Giri Semadi, Desa Gumbrih. Kecamatan Mendoyo diwakili, STT Gargita Winangun, Desa Penyaringan, STT Tri Eka Sari, Kelurahan Tegalcangkring dan STT Abdi Taruna, Desa Pergung. Kecamatan Jembrana di antaranya STT Yowana Duta dari Desa Batuagung, STT Dharma Bhakti, Desa Dangintukadaya dan STT Taruna Karya, Desa Perancak. Sedangkan Kecamatan Negara, STT Sutha Dharma Kerti, Desa Banyubiru, STT Taman Amertha dan STT Kasturi dari Kelurahan Baler Bale Agung serta STT Widya Trepti, Kelurahan Banjar Tengah. Dan terakhir Kecamatan Melaya, STT Wimuda Ped Jaya Sakti dan STT Widya Paramaditya dari Desa Nusasari dan STT Sidha Karya, Desa Warnasari. (kmb26)

Bali Post/olo

OGOH-OGOH – Ogoh-ogoh Sang Bhuta Kala Tiga kreasi dari Wimuda Ped Jaya Sakti, Desa Nusasari, Melaya yang akan ikut parade di Catus Pata Jalan Sudirman saat pangerupukan.


BALI DWIPA

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

11

Cintai Buah Lokal

FIGUR Penguatan Bahasa Bali

REVISI Perda No.3 Tahun 1992 tentang Bahasa, Sastra, dan Aksara Bali saat ini masih dibahas secara intens oleh Pansus di DPRD Bali. Pada intinya, revisi perda bertujuan untuk menguatkan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Di samping mengatur pula tentang Bali Post/rin pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, dan pembinaannya. “Tentang pemeliharaan, pembinaannya, langkahlangkah konkret apa yang akan diatur dalam perda sehingga pemerintah punya kewajiban dan tanggung jawab menyelenggarakan sekaligus menyiapkan uangnya. Sekolah tanggung jawabnya apa, dinas tanggung jawabnya apa,” ujar Ketua Pansus Revisi Perda Bahasa, Sastra, dan Aksara Bali, Nyoman Parta, di Denpasar, belum lama ini. Bicara pemanfaatan, lanjut Parta, bahasa dan aksara Bali khususnya akan diatur penggunaannya pada ruang-ruang publik. Misalnya, akan dibuat ketentuan tentang pemakaian bahasa Bali pada hari-hari tertentu seperti ‘‘Rabu Bahasa Bali’’. Kemudian, ada ketentuan untuk menggunakan aksara Bali dalam penamaan kantor pemerintah, restoran, rumah-rumah penduduk, jalan, dan fasilitas umum lainnya. “Sesungguhnya itu terukur untuk kita laksanakan. Lalu tentang pengembangan, di samping ada penyuluh bahasa Bali, konten apa yang mereka harus bawa dalam rangka meningkatkan pengembangan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Termasuk juga di dalamnya memperbesar Badan Bahasa dan memberikan penghargaan secara khusus kepada para pegiat sastra di Bali,” papar politisi PDI-P ini. (rin)

Militansi Masyarakat Perlu Digugah Denpasar (Bali Post) -

Militansi masyarakat Bali perlu digugah agar semakin mencintai produk-produk lokal, termasuk buah. Terlebih, umat Hindu kerap melaksanakan upacara agama dengan buah sebagai salah satu sarana utama. Buah-buahan lokal harus tetap menjadi tuan rumah di tengah serbuan buah-buahan impor.

I Putu Astawa

Bali Post/rin

“Kita kan sudah memiliki Perda tentang Buah Lokal, sekarang tinggal mendorong, karena perdagangan saya kira erat kaitannya dengan persoalan untuk lebih militansinya masyarakat untuk mau mencintai produk lokal,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Putu Astawa yang dikonfirmasi, Kamis (15/3) kemarin. Menurut Astawa, desa pakraman memiliki peran penting untuk membentuk militansi itu. Dimulai dengan

mengurangi penggunaan buah impor, dan mau memakai buah lokal seperti manggis, rambutan, salak, dan lainnya. Kecintaan terhadap produk-produk yang dihasilkan petani lokal itu juga akan membuat Bali semakin mandiri ke depannya. “Masyarakat harus terus diedukasi agar mengurangi buah impor. Apalagi kemarin, ada buah impor yang disinyalir mengandung bakteri, kita harus hatihati. Lebih baik kita mau menggunakan dan mencintai produk buah-buahan

ST Dharma Pertiwi Pecatu Juara Lomba Ogoh-ogoh Mangupura (Bali Post) Sekaa Teruna (ST) Dharma Pertiwi, Banjar Kauh, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan keluar sebagai juara lomba ogohogoh tingkat Kabupaten Badung. Dari penilaian Dinas Kebudayan Kabupaten Badung, ST Dharma Pertiwi berhasil mengumpulkan nilai 6.373. Total peserta lomba sebanyak 536 ST. Juara II dan III masing-masing ST Bhakti Dharma, Banjar Kangin, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan dengan perolehan nilai 6.365, dan ST

Wira Aditya, Banjar Teba Sari, Desa Adat Kuta, Kecamatan Kuta dengan raihan nilai 6.341. Sementara juara harapan I diraih oleh ST Widya Dharma, Banjar Tengah, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan dengan nilai 6.311. Juara harapan II diraih ST Yowana Dharma Kencana, Banjar Petang Kaja, Desa Adat Petang, Kecamatan Petang dengan nilai 6.287, dan juara harapan III yakni ST Bhakti Karya, Banjar Badung, Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi dengan

nilai 6.264. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung IB Anom Bhasma, Rabu (14/3), menyampaikan, penetapan ini sudah berdasarkan keputusan dewan juri. Dengan demikian, juga keputusan ini tidak bisa diganggu gugat. Dikatakannya, untuk juara pertama mendapatkan hadiah Rp 15 juta, juara kedua Rp 12 juta, dan juara ketiga Rp 10 juta. Sedangkan untuk juara harapan satu sampai tiga masing-masing memperoleh hadiah Rp 5 juta. (kmb23)

Bali Post/ist

SOSIALISASI - BNNP Bali dan BNNK Gianyar menyelenggarakan sosialisasi program rehabilitasi dan pascarehabilitasi.

Bali Jadi Pusat Arbitrasi dan Mediasi Internasional

Denpasar (Bali Post) Bali tidak hanya dikenal sebagai Pulau Dewata dan destinasi pariwisata internasional. Bali juga telah menjadi pusat arbitrasi dan mediasi internasional. Hal ini menyusul didirikannya Bali International Mediation and Arbitration Center (BIMAC), yang lahir dari ide sejumlah arbitrator internasional. “Pemilihan Bali sebagai tempat penyelesaian masalah arbitrasi dan mediasi merupakan kesepakatan dari para pendiri yang berasal dari berbagai negara,” ujar Presiden BIMAC Naz Juman Gulinazaer saat bertemu Gubernur Bali, Kamis (15/3) kemarin. Naz Juman Gulinazaer berharap pemerintah khususnya di Bali memberikan dukungan terhadap keberadaan organisasi ini. BIMAC dikatakan memiliki tagline ‘‘Find Resolution and Paradise’’. “Sudah banyak arbitrator internasional yang menyatakan berminat bergabung bersama kami, tapi kami harus melakukan seleksi agar mendapatkan yang terbaik,” imbuhnya. Salah satu pendiri BIMAC Prof. Dr. Ida Bagus Rahmadi Supancana mengatakan kelahiran BIMAC merupakan ide dari beberapa arbitrator internasional yang di antaranya berbasis di Jerman, Hongkong, Malaysia, dan Indonesia. Menurutnya, BIMAC akan fokus menyelesaikan sengketa hukum yang bertaraf internasional. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, Bali sudah banyak mendapatkan kepercayaan menjadi tuan rumah konferensi internasional dan menjadi rumah bagi organisasi internasional. Ketika dianggap sebagai tempat yang tepat untuk menyelesaikan masalah dan mencapai sebuah kesepakatan, hal ini merupakan bentuk kepercayaan dunia internasional terhadap Bali. “Berdasarkan pengalaman, vibrasi, kenyamanan, dan keamanan Pulau Bali memang cocok untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan,” ujarnya. Ia berharap keberadaan pusat arbitrasi dan mediasi internasional ini akan membuat citra Bali di mata internasional bertambah baik. (kmb32)

kita,” jelas mantan Kepala Bappeda Litbang ini. Di sisi lain, Astawa melihat potensi buah lokal Bali juga cukup besar untuk menjadi komoditas ekspor. Seperti manggis dari Pupuan, Tabanan sudah mulai diekspor ke Tiongkok. Pihaknya bahkan sampai mendatangi karantina, yang menerbitkan sertifikat phytosanitary. Meskipun, tidak semua negara tujuan ekspor mensyaratkan perlu adanya sertifikat itu. “Artinya, menjamin bahwa produk yang kita ekspor itu bebas dari kutu putih dan semut hitam. Saya datang langsung ke karantina dua hari yang lalu untuk berkoordinasi supaya jangan sampai ada hambatan bagi eksportireksportir kita. Apalagi itu semeton Bali pelakunya,” tandasnya. (kmb32)

Meminimalisasi Transmisi HIV dengan Rehabilitasi

Bali Post/ist

OGOH-OGOH - Sekaa Teruna Dharma Pertiwi, Banjar Kauh, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan keluar sebagai juara lomba ogoh-ogoh tingkat Kabupaten Badung.

Gianyar (Bali Post) Rehabilitasi bagi penyalah guna narkoba sangat penting karena jumlah pecandu di Bali tahun 2017 diperkirakan 50.539 orang. Masih tingginya pecandu tersebut karena masih rendahnya akses pelayanan kesehatan sehingga wajib lapor menjadi jembatan guna pertolongan dan perawatan atau terapi rehabilitasi sedini mungkin. Dengan rehabilitasi, selain menekan jumlah pecandu, juga dapat mengendalikan perilaku adiksi, meminimalisasi transmisi HIV dan virus lainnya. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, Kamis (15/3) kemarin, mengatakan dalam melaksanakan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN), khususnya bidang rehabilitasi perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyatukan visi dan misi dalam menyebarluaskan informasi bahaya narkoba. ‘’Penyebaran informasi itu baik dari segi pencegahan, rehabilitasi maupun pemberantasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masingmasing. Khususnya kepada perbekel dan aparat penegak hukum yang langsung di masyarakat,’’ tegas Brigjen Suastawa didampingi Kepala BNNK Gianyar AKBP Made Pastika dan Plt. Kabid Rehabilitasi BNNP Bali Kompol Ni Nyoman Sukerni di Gianyar saat sosialisasi program rehabilitasi dan pascarehabilitasi. ‘’Kita berharap rehabilitasi meningkat sehingga jumlah pecandu menurun. Oleh karena itu, kita harus genjot terus kegiatan pencegahan, advokasi, desiminasi, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi,’’ ujarnya. Selama ini, lanjut Suastawa, salah satu hambatan rehabilitasi yaitu belum maksimalnya dukungan dari pimpinan institusi atau pemangku kepentingan di masyarakat untuk melakukan peningkatan kemampuan untuk menjalankan program rehabilitasi dan pascarehabilitasi di daerah masing-masing. Semua komponen masyarakat harus siap jadi desicion maker. Jenderal bintang satu di pundak ini berharap, ke depan program rehabilitasi harus mampu meningkatkan kemampuan klien yang drop out (DO), mencetak konselor profesional, peningkatan fasilitas lembaga rehabilitasi baik komponen masyarakat maupun instansi pemerintah serta harus meningkatkan koordinasi yang baik dengan lembaga penerima wajib lapor. Menurutnya, peran semua komponen masyarakat dalam pelaksanaan P4GN sangatlah penting dan harus benar-benar aktif di masyarakat. (kmb36)

Soal Bandara Bali Utara

Mesti Serius, Jangan Ajak Masyarakat Bermimpi WACANA pembangunan Bandara Internasional Bali Utara sempat meredup. Namun belakangan kembali menjadi perbincangan hangat, setelah beredar informasi bahwa rencana pembangunan bandara tersebut dibatalkan. Sejak pemerintah merekomendasikan untuk melakukan feasibility study (FS) Bandara Bali Utara, ada dua pemilik modal (investor) yang melakukan FS tersebut yaitu PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti dan PT Pembangunan Bali Mandiri (Pembari). BIBU sudah melakukan FS hingga disebut-sebut mengajukan izin penetapan lokasi (penlok) ke pemerintah pusat. Dari kajian itu, BIBU merancang desain bandara di tengah laut. Sementara Pembari disebutsebut lebih condong membangun bandara di darat. Namun, belakangan beredar informasi bahwa proyek bandara di-

batalkan dengan dalih pemerintah pusat lebih mementingkan pembangunan jalan tol, shortcut, hingga pelabuhan kapal roro Jawa–Bali. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) ketika dimintai komentar terhadap hal itu mengatakan, rencana pembangunan bandara di daerahnya tidak baik dilakukan dengan mewacanakan dari sudut kebijakan pemerintah yang disertai dengan pendekatan politik. Sebaliknya, pembangunan bandara mesti berdasarkan kajian data teknis, perhitungan terkait keandalan bandara dan proyeksi pemanfaatanya. ‘’Kalau proyeksi pertumbuhan pariwisata, tingkat kunjungan ke Bali luar biasa. Bahkan pemerintah memasang target 20 juta dan ini perlu bandara baru. Sebab, Bandara Ngurah Rai tidak mencukupi, artinya ketika saya perjuangkan ses-

uatu bukan pada kebijakan dan perspektif politik, tetapi kebutuhan dan proyeksi pertumbuhan kunjungan wisatwan mancanegara dan nusantara, sehingga perlu bandara baru di Bali Utara,’’ katanya. Selain itu, Bupati mengatakan, keberadaan perusahaan yang akan membangun itu tidak perlu saling klaim akan mendapat izin penlok dari pemerintah pusat. Seharusnya kesiapan perusahaan itu dari segi manajerial, modal, dan kapasitas bandara yang dibangun harus dipersiapkan dengan baik. Untuk itu, jika memang isu pembatalan itu benar, maka Bupati menilai ada momentum baru ke depan setelah hajatan politik dan melahirkan pemimpin baru, maka dalam kesempatan itu, pihaknya memperjuangkan agar bandara yang memang ditunggu-tunggu masyarakat Buleleng dapat diwujudkan.

Sementara itu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pun angkat bicara soal wacana bandara ini. Pada intinya, LSM mengingatkan kepada pemerintah atau perusahaan untuk serius melakukan kajian terhadap rencana proyek bandara tersebut. Kalau ada perusahaan memiliki kemampuan modal memadai dan didukung kajian sudah lengkap, harusnya penetapan penlok ditertbitkan dan bukan membuat situasi yang mirip dagelan yang dikait-kaitkan dengan kepentingan politik. LSM Orwil Jari Bali Simpul Buleleng I Wayan Purnamek belum lama ini mengatakan, pembangunan bandara secara regulasi sudah diatur baik dalam program nasional maupun juga Perda Provinsi Bali tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dari regulasi itu bandara internasional dibangun di Kecamatan Kubutambahan. Ter-

hadap regulasi ini pengambil kebijakan harus konsisten untuk menaati amanat regulasi tersebut. Kalau memang untuk eksekusinya tidak mendukung dalam waktu dekat ini, maka pemerintah bisa menunda rencana itu. Dalam penundaan ini, pihaknya mendorong persiapan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol atau shortcut. Dari upaya ini, bisa saja pemilik modal nantinya akan lebih siap dan serius membangun bandara karena infrastruktur pendukunggnya sudah dibangun lebih awal. ‘’Saya kira amanat regulasi sudah jelas baik di pusat dan provinsi termasuk kabupaten sudah sepakat bandara di Kubutambahan. Ini harus diamankan dan pengambil kebijakan konsisten, kalau tidak bisa dalam tahun-tahun ini bisa saja dipending dan diimbangi dengan penyiapan infrastrukturnya seperti jalan

Bali Post/kmb38

Putu Agus Suradnyana

Wayan Purnamek

dan shortcut,’’ katanya. Di sisi lain, Purnamek mengatakan upaya dua perusahaan yang disebut-sebut merebut izin penlok merupakan hal yang wajar. Asalkan izin penlok bisa diberikan dengan catatan hasil FS-nya fisibel. Yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan keuangan dari perusahaan itu sendiri. Untuk itu, keseriusan terutama dari dukungan modal ini penting ditunjukkan oleh

siapa pun perusahaan yang akan berinvestasi dalam pembangunan bandara. Yang dia khawatirkan adalah adanya perusahaan hanya merebut penlok dan kalau sudah dikantogi, bukannya mulai membangun namun ke sana kemari ‘’menjual’’ izin untuk mendapat keuntungan. Sehingga kalau ini sampai terjadi, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat terus diajak ‘’bermimpi’’. (mud)


KLUNGKUNG

12

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

Diduga Terlibat dalam Hajatan Pilkada

Tiga ASN ”Diadili”, Sanksi Tunggu Hasil Kajian

Bali Post/sos

PENETAPAN DPS - Suasana di KPU Klungkung saat penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS), Kamis (15/3) kemarin.

Daftar Pemilih Sementara, KPU Tetapkan 156.573 Jiwa

Semarapura (Bali Post) Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada Serentak telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung, Kamis (15/3) kemarin. Jumlahnya mencapai 156.573 jiwa. Namun demikian, ditengarai masih ada calon pemilih yang tercecer. Ketua KPU Klungkung Made Kariada merinci DPS untuk di Kecamatan Klungkung mencapai 45.097 jiwa, Nusa Penida 45.255 jiwa, Banjarangkan 34.560 dan terkecil Kecamatan Dawan 31.661 jiwa. “Untuk DPS sudah ditetapkan,” jelasnya. Disampaikan lebih lanjut,

pada pencocokan dan penelitian, masih ada warga yang lepas sasaran. Salah satunya karena tidak ada di rumah. Oleh sebab itu, kembali dilakukan perbaikan data sebelum penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang direncanakan berlangsung paling lambat 19 April mendatang. “Penyisiran kembali dilakukan,” sebutnya. Guna mendukung itu, warga juga diharapkan proaktif. Menyampaikan ke petugas masing-masing desa untuk bisa didata. Demikian pula yang belum merekam e-KTP, diharapkan segera melaksanakan. “Kami harapkan masyarakat berperan aktif. Bisa menyam-

paikan kalau belum dicoklit,” tandasnya. Seperti berita sebelumnya, sesuai data coklit, petugas menemukan 10.626 orang yang tidak memenuhi syarat. Mereka terungkap sudah meninggal, dibawah umur dan tidak berdomisili di Kabupaten Klungkung. Oleh sebab itu, langsung dicoret dari daftar. “Ada sepuluh ribuan yang tidak memenuhi syarat,” ungkap Kariada. Tak hanya itu, pada tahapan hajatan politik lima tahunan ini, juga ditemukan 2.651 orang belum mengantongi e-KTP yang didominasi lanjut usia dan rantauan dan 5.685 pemilih baru. (kmb45)

’’Pangerupukan’’, 297 Ogoh-ogoh akan Diarak Semarapura (Bali Post) Malam Pangerupukan Nyepi di Kabupaten Klungkung, Jumat (16/3) hari ini, ratusan ogoh-ogoh akan diarak. Mengantisipasi terjadi gangguan ketertiban masyarakat, Polres Klungkung menerjunkan ratusan personel untuk pengamanan. Kapolres Klungkung AKBP Bambang Tertianto, Kamis (15/3) kemarin mengungkapkan, pengamanan dilakukan dengan menurunkan 322 personel yang tersebar di masing-masing kecamatan, membantu polsek. “Ini ditempatkan di masing-masing desa pakraman, agar kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ungkapnya. Pengamanan ini, sambungnya, juga mendapat dukungan dari TNI dan pecalang dalam pengaturan serta melakukan buka-tutup arus lalu lintas. Mengantisipasi terjadinya gangguan ketertiban, pengarak ogoh-ogoh diminta tidak mengonsumsi minuman beralkohol. “Masyarakat harus

Semarapura (Bali Post) Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Klungkung yang diduga terlibat dalam hajatan pemilihan kepala daerah (pilkada) masih diproses. Setelah berurusan dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), mereka “diadili” Komisi ASN di ruang rapat Bupati Klungkung, Kamis (15/3) kemarin. Belum ditentukan sanksi yang akan dijatuhkan. Hal tersebut masih menunggu hasil kajian. ASN itu yakni Kepala Dinas Perhubungan Klungkung I Nyoman Sucitra, guru olahraga SD Batukandik Nusa Penida Wayan Tageg dan Kepala SDN 3 Klumpu Nusa Penida Wayan Sadra. Mereka diklarifikasi secara tertutup dan dipanggil satu per satu oleh auditor. Usai menjalani itu, keluar dari ruangan, wajahnya nampak tegang, dan seolah menunjukkan ada sebuah beban. Saat diwawancarai, hal tersebut tak ditampik oleh ketiganya. Mereka kompak menyatakan sama sekali tidak ada keterlibatan dalam hajatan politik lima tahunan ini. I Wayan Sadra menceritakan kehadirannya di tengah acara deklarasi Teman Suwirta di Lapangan Sampalan, Desa Batununggul, Nusa Penida karena terpancing acara hiburan yang mengundang keramaian. “Saya kebetulan datang dari kondangan. Lewat di jalan dekat lapangan. Saya lihat ramai dan ada hiburan. Saya ke sana. Ternyata difoto dan

Topik : penyandang disabilitas dan lansia

Bali Post/sos

OGOH-OGOH - Lomba ogoh-ogoh di Kabupaten Klungkung beberapa waktu lalu. Pada malam Pangerupukan ini, pengarakannya akan diamankan ratusan personel Polres Klungkung. Klungkung, 27 Kecamatan Dawan, 93 Kecamatan Banjarangkan dan 84 Kecamatan Nusa Penida. “Saat mengarak, juga diimbau tidak melewati batas desa. Ini sudah disampaikan ke desa pakraman. Sudah disepakati,” tandasnya. (kmb45)

Sub. Badung 089629266361 | Sub. Tabanan 087860701455 | Sub. Gianyar 081237773563 Sub. Bangli 085238056500 | Sub. Klungkung 081916268341 | Sub. Jembrana 081936083440 Sub. Buleleng 081933117962 | Sub. Karangasem 085338534631 C.0000171-RPA-12

sebelumnya. “Pertanyaannya serupa dengan yang di Panwas. Saya sudah jawab semua,” imbuhnya. Usai melakukan klarifikasi, anggota Komisi ASN I Made Suwandi menjelaskan langkah tersebut dilakukan karena ada laporan dari Panwaslu Klungkung. “Kami mendapat laporan dari Panwaslu Klungkung terkait netralitas ASN. Itu sudah diipanggil sesuai SOP. Kami klarifikasi semua. Baik informasi dari Panwaslu maupun terlapor. Kami analisis dan pelajari,” jelasnya. Dalam hal ini, KASN akan mengambil rekomendasi yang bersifat final dan mengikat untuk tiga ASN tersebut. Nantinya akan dikirimkan ke bupati sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan wajib ditindaklanjuti. “Kalau tidak ditindaklanjuti, maka sesuai peraturan perundang-undangan kami melapor ke Presiden,” ungkapnya. Terkait sanksi, belum bisa

SOLUSI

Berikan Santunan dan Keterampilan

PENYANDANG disabilitas maupun lansia telantar masih ditemui di Kabupaten Klungkung. Tak seluruhnya memiliki kehidupan yang layak. Beberapa masih perlu mendapatkan perhatian untuk bisa menjadikannya lebih baik. Tentunya, peran pemerintah tak bisa dilepaskan dalam hal ini. Lalu, strategi apakah yang dipersiapkan

menjaga kemanan. Harus ciptakan suasana kondusif,” tegasnya. Kabag Ops. Polres Klungkung Kompol I Nyoman Suarsika menyampaikan pada pangerupukan, ada 297 ogohogoh yang akan diarak. Rinciannya, 93 di Kecamatan

dilaporkan. Saya sama sekali tidak ada pikiran untuk terlibat dalam politik,” jelasnya. Persoalan yang dihadapi ini merupakan pertama kali selama 28 tahun menjadi ASN. Tak pelak, dirinya dibuat beban pikiran. Hal serupa juga datang dari keluarganya. “Saya tahu ASN itu seperti apa dalam pilkada. Tumben saya seperti ini,” sebutnya. Hal serupa juga kembali dilontarkan I Nyoman Sucitra. Kedatangannya ke kediaman Cabup I Nyoman Suwirta di Banjar Siku, Desa Kamasan, Klungkung hanya untuk berkoordinasi soal tagline Gema Santi yang terpasang di angkutan siswa gratis. “Saya kembali tegaskan, tidak ada ikut dalam pilkada ini,” tegasnya. Terlepas dari hal tersebut, pejabat asal Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan ini mengaku pada klarifikasi itu dicecar sejumlah pertanyaan serupa dengan yang diutarakan Panitia Pengawas Pemilu

disampaikan dengan alasan masih menunggu kajian hasil klarifikasi. Paling lambat dua minggu, keputusan akhir sudah disampaikan ke bupati. “Bagaimana sanksinya, tergantung hasil rapat. Itu akan kembali ke disiplin pegawai negeri di PP 53 Tahun 2010. Untuk sanskinya ada sedang, ringan dan berat,” pungkas Suwandi. Sementara itu, Penjabat Sementara Bupati Klungkung I Wayan Sugiada mengatakan siap menunggu dan melaksanakan rekomendasi dari KASN. Sebelumnya ia sempat menyatakan jika terbukti terlibat dalam pilkada, sanski untuk tiga ASN tersebut berdasarkan PP 24/2004, bisa diumumkan secara tertutup maupun terbuka. “Saya akan tempuh secara terbuka di depan apel,” tegasnya. Hal tersebut untuk memberikan pelajaran. Tak hanya untuk ASN bersangkutan, namun juga lainnya. Jangan sampai ada yang terlibat dalam politik praktis. Arahan ini sejatinya sudah sering ditegaskan saat apel maupun pertemuan lainnya. “Saya harapkan tidak ada lagi seperti itu. Untuk sanksi yang diberikan atas kuasa undangundang. Bukan karena saya,” tegasnya. (kmb45)

pasangan calon yang bertarung dalam pilkada serentak jika terpilih untuk memimpin? Cabup nomor urut 1, Tjokorda Bagus Oka, menegaskan penyandang disabilitas, baik fisik maupun mental, menjadi tanggung jawab pemerintah dalam hal penanganan. Itu tidak bisa ditangani dengan cara sama. Untuk diisabilitas berat, akan diberikan santunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sementara untuk yang ringan dan masih produktif, akan diberdayakan dengan memberikan keterampilan yang memungkinkan bisa menjadi sumber penghasilan. ‘’Bila perlu

Buat Rumah Lansia dan Penyandang Disabilitas

CABUP nomor urut 2, I Nyoman Suwirta, menyampaikan penanganan penyandang disabilitas berat, pemberian santunan menjadi strategi. Namun ke depan ini harus disesuaikan dengan kebutuhannya. ‘’Sekarang bantuannya masih merata. Ke depan kita harus lihat kebutuhannya. Jangan hanya fokus untuk pemenuhan penyandang disabilitas. Tetapi juga untuk keluarganya yang setiap hari mengurusinya,’’ sebutnya. Lebih lanjut, pria asal Nusa Ceningan ini mengatakan konsep pemberdayaan, baik untuk disabilitas maupun lansia telantar namun produktif masih sangat relevan untuk digulirkan. Mereka akan dibuatkan showroom untuk diberikan keterampilan yang mampu mendatangkan penghasilan. Langkah ini dinilai tidak sulit. Tempatnya tinggal memanfaatkan gedung milik pemkab. ‘’Ini bisa memakai sekolah-sekolah yang regrouping. Konsepnya sudah ada. Tinggal loncat saja,’’

katanya. Tak hanya itu, ia juga menawarkan rumah lansia dan disabilitas dalam penanganannya. Di sini para lansia maupun penyandang disabilitas yang berasal dari keluarga kurang mampu bisa dititipkan sementara. Tujuannya supaya keluarganya memiliki ruang untuk bekerja, mencari nafkah menyambung hidup. ‘’Kita berikan pemahaman kepada keluarganya, tidak ada sikap untuk memisahkan. Tetapi justru mengubah agar orangtua dan keluarganya bisa menjadi suatu bagian. Kalau keduanya tidak kerja, jadinya tanggungan untuk keluarga akan bertambah,’’ pungkasnya. (sos)

kita buatkan aturan untuk penyandang disabilitas ini,’’ tegasnya, belum lama ini. Penanganan ini, sambungnya, juga akan melibatkan ahli di bidangnya yang berasal dari institusi, terutama dalam pendampingan. Hal serupa juga akan dilakukan dalam penanganan lansia. ‘’Untuk lansia akan diberikan keterampilan. Tetapi ini tidak harus bisa menghasilkan. Tetapi untuk mengisi kesibukan,’’ sebutnya. Pembangunan panti jom-

po atau rumah lansia dinilai kurang tepat untuk menangani. Hal tersebut justru akan memberikan beban untuk lansia dan merasa dikucilkan. ‘’Kita tidak mau mencabut dari komunitasnya. Kalau diambil, mereka akan merasa dikucilkan. Lebih baik kita yang memberikan layanan. Kalau tidak ada keluarganya, kita bisa kerja sama dengan masyarakat yang lebih mampu, setidaknya bisa meminjamkan tempat untuk tinggal,’’ tandasnya. (sos)


Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

ekonomi

13

Saat Hari Raya Nyepi

Enam Wilayah di Bali Minta Listrik Dipadamkan

Denpasar (Bali Post) Dalam rangka melaksanakan catur brata panyepian, enam wilayah di Bali meminta agar listrik dipadamkan oleh PLN. Keenam wilayah tersebut di antaranya Nusa Penida, Nusa Ceningan, Nusa Lembongan serta tiga desa di Kabupaten Buleleng, yaitu Desa Les, Penutukan dan Tejakula. Sementara terkait pengurangan beban listrik saat Nyepi, diperkirakan PLN bisa berhemat Rp 11 miliar. General Manager PLN Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa mengatakan, keenam wilayah tersebut sudah bersurat, meminta agar PLN memadamkan listrik. Permintaan ini bukan yang pertama kalinya. Namun sudah terjadi dari tahun sebelumnya. ‘’Atas permintaan tersebut, kami pun akan merealisasikan,’’ ungkapnya. Pemadaman akan diberlakukan pada hari H Nyepi (17/3) dini hari dan akan dihidupkan kembali pada H+1 (18/3) pada pukul 06.00 Wita. Seperti tahun-tahun sebelumnya, PLN mengalami penurunan beban pada perayaan Nyepi. Hal ini terjadi karena beberapa hal di antaranya penerangan yang dimatikan, tidak adanya aktivitas perkantoran termasuk beberapa hotel dan vila akan mematikan penerangan di luar ruangan. ‘’Kita proyeksikan beban puncak pada pelaksanaan hari raya Nyepi terutama malam hari turun hampir 300 MW atau 33 persen lebih,’’ ungkapnya. Pada tahun 2018 ini beban puncak tertinggi yaitu 840 MW berarti dengan prediksi penurunan 300 MW beban puncak pada perayaan Nyepi sekitar 540 MW. Sehingga diprediksi akan mampu mengurangi beban (biaya - red) penggunaan listrik di Bali, yang secara nominal kurang lebih sekitar Rp 11 miliar. Pihaknya juga menjaga keandalan listrik di Bali pada momen perayaan Nyepi, melalui menyiagakan sejumlah personel. Hal ini dikarenakan ada beberapa instansi seperti halnya rumah sakit yang tetap membutuhkan listrik. ‘’Kami jaga supply dan keandalan ke lokasilokasi tersebut, dan kami juga siagakan petugas kami. Kami juga telah berkoordinasi dengan seluruh desa pakraman, terutama pecalang untuk bisa mengawal kami pada saat petugas kami melakukan perbaikan yang tidak bisa ditunda,’’ ungkapnya. (kmb42)

Jelang Nyepi, Warga Serbu Pusat Perbelanjaan Camilan Paling Banyak Dibeli

Denpasar (Bali Post) Sudah menjadi tradisi setiap hari Nyepi, masyarakat Bali berbondong-bondong mendatangi pusat perbelanjaan untuk membeli makanan persediaan mengingat pada saat Nyepi semua aktivitas perdagangan terhenti total. Bahkan, antrean masyarakat yang berbelanja dipastikan terjadi tiga atau sehari sebelum hari Nyepi. Hal yang sama terjadi tahun ini, terlihat dari tigginya tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan. Manajer Operasional Tiara Dewata Novie Setio Utomo mengatakan, kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan terlihat mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Hal tersebut terjadi karena banyak masyarakat yang menyiapkan stok makanan. Peningkatan kunjungan tersebut mencapai 50-60 persen. ‘’Peningkatan kunjungan ke Tiara Dewata sudah mulai terlihat sejak kemarin (H-3) Nyepi, dan puncaknya terjadi hari ini. Kondisi ini selalu terjadi setiap tahunnya,’’ ungkap Novie. Oleh karena itu pihaknya menyiapkan stok hingga tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa. ‘’Warga Denpasar sangat antusias untuk berbelanja ke sini (Tiara Dewata). Tentu kami melakukan penambahan stok maksimal dalam sehari bisa mencapai tiga kali lipat,’’ paparnya sembari mengatakan persiapan menyambut hari raya tersebut telah dilakukan sejak empat hari yang lalu. Produk yang paling banyak dicari menjelang Nyepi yaitu bahan makanan. Baik berupa snack, daging siap saji hingga berbagai jenis bumbu. Sedangkan beras, menurutnya, tidak terlalu signifikan. ‘’Karena saat hari raya tidak ada aktivitas, jadi warga biasanya lebih banyak membeli makanan yang bisa digunakan camilan seperti snack dan jajanan lainnya, tetapi kalau untuk beras tidak terlalu,’’ jelasnya. Tidak hanya itu, susu bayi hingga diapers juga menjadi pilihan sebagian masyarakat khususnya yang masih memiliki anak kecil. Bahkan, senter juga banyak dibeli masyarakat menjelang Nyepi, sehingga setiap tahunnya produk tersebut pasti tetap disiapkan. Dengan kunjungan yang membeludak, ia juga melakukan penambahan tenaga kerja (naker). Bahkan, tenaga kerja yang bertugas di kantor juga diperbantukan. Penambahannya sekitar 25 persen dari hari biasa. ‘’Tenaga kerja yang kami ambil ini dari kantor. Kalau biasanya per shift tenaga yang dipekerjakan sekitar 200 orang, dengan peningkatan kunjungan ini, kami tambah lagi 25 persen. Hal ini kami lakukan agar pelayanan lebih maksimal,’’ bebernya. (kmb42)

UTANG — Tol Trans Sumatera ruas Palembang-Indralaya (Palindra) Sumatera Selatan dalam proses pembangunan. Pembiayaan infrastruktur memicu naiknya utang Indonesia.

Utang Indonesia Sentuh Rp 4.034,8 Triliun Kemenkeu Nyatakan Masih Aman

Jakarta (Bali Post) – Sejumlah pihak khawatir dengan besarnya utang Indonesia. Bahkan, ada yang menyebut utang sudah berada di lampu kuning. Kementerian Keuangan mengakui terjadi kenaikan utang pemerintah menjadi Rp 4.034,8 triliun pada akhir Februari 2018, namun penarikan pembiayaan tersebut dikelola secara baik dan hati-hati, serta menghindari potensi gagal bayar. Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Kementerian Keuangan Schnaider Siahaan di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (15/3) kemarin, menjelaskan masyarakat seharusnya tidak terlalu mengkhawatirkan jumlah utang yang dipinjam pemerintah. Hal itu karena indikator rasio utang pemerintah masih dalam level aman yakni sebesar 29,24 persen

terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan diajukan secara hati-hati dan efisien. Adapun batas maksimum utang pemerintah sebagaimana dalam UU Keuangan Negara Nomor 17/2003 adalah 60 persen terhadap PDB. ‘’Utang ini akan naik terus sepanjang anggaran kita masih defisit. Yang kami lakukan adalah mengelola utang dengan baik, agar bisa mem-

Rupiah Melemah

Jakarta (Bali Post) – Setelah beberapa hari menunjukkan tren penguatan, Kamis (15/3) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 13 poin menjadi 13.741 dibanding posisi sebelumnya 13.728 per dolar AS. Para analis menyatakan pergerakan ini masih dalam rangka konsolidasi menjelang rencana kenaikan suku bunga di Amerika Serikat pekan depan. Selain itu, harga minyak juga ikut mempengaruhi. Seperti disampaikan Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta. Ia mengatakan bahwa pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS masih berada dalam area konsolidasi cenderung melemah menjelang terbukanya peluang bagi The Fed menaikan suku bunganya. ‘’The Fed diperkirakan menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini, dengan kenaikan pertama yang diantisipasi pasar akan dilaksanakan pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan depan,’’ katanya. Ia menambahkan, harga minyak mentah yang dalam kondisi mendatar juga turut memengaruhi permintaan terhadap mata uang berbasis komoditas, seperti rupiah. Terpantau, harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Kamis (15/3) naik 0,15 persen ke posisi 61,05 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude turun 0,05 persen menjadi 64,86 dolar AS per barel. Kendati demikian, lanjutnya, penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia relatif terbatas karena kekhawatiran mengenai proteksionisme perdagangan dan gejolak politik di Amerika Serikat pasca pemecatatan menteri luar negeri AS. Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (15/3) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi 13.748 dibandingkan posisi sebelumnya 13.739 per dolar AS. (ant)

bayarnya,’’ ujarnya. Schnaider mengilustrasikan pembayaran utang ini dengan penerimaan yang dihimpun negara termasuk penerimaan pajak. Apabila pada 2018 perkiraan penerimaan negara sebesar Rp 1.894 triliun, maka dengan jumlah utang Rp 4.034 triliun, pemerintah memiliki waktu jatuh tempo untuk membayar utang tersebut selama sembilan tahun. Dengan begitu, setiap tahun, berdasarkan perhitungan kasar, pemerintah perlu membayar utang Rp 450 triliun. ‘’Kalau kita punya penerimaan Rp 1.894 triliun dan utang jatuh tempo Rp 450 triliun setiap tahun, itu kita bisa bayar tidak? Ya… bisa. Jadi

itu namanya mengelola,’’ ujarnya. Schneider menuturkan, utang pemerintah juga tentu dapat dilunasi tergantung kebijakan politik anggaran yang akan diterapkan. Misalnya, dia mengilustrasikan, dari target pendapatan pemerintah yang sekitar Rp 1.894 triliun, bisa saja pemerintah memilih alokasi belanja dan mendistribusikan anggaran yang lebih besar untuk membayar utang. ‘’Kalau ditanya kapan lunas, tergantung politiknya, kalau bisa bikin budget surplus Rp 500 triliun setahun, kalau penerimaan Rp 1.800 triliun, kita potong jadi Rp 1.300 triliun. Jadi bagi aja, kan itu bisa delapan tahun (lunas),’’ ujarnya. (ant)

FLUKTUATIF - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih fluktuatif akibat rencana kenaikan suku bunga yang akan dilakukan The Fed. Kamis (15/3) nilai tukar rupiah kembali melemah setelah beberapa hari sebelumnya sempat menguat.

Tol Tutup Jumat, Buka Kembali Minggu

Bali Post/dok

TUTUP - Pintu tol Bali Mandara yang disesaki pengendara sehingga mengakibatkan macet. Pengelola akan menutup tol ini saat perayaan Nyepi mulai Jumat (16/3) dari pukul 23.00 hingga Minggu (18/3) pukul 07.00.

Mangupura (Bali Post) Terkait hari raya Nyepi, seperti biasa Tol Bali Mandara akan ditutup selama 32 jam, yaitu Jumat (16/3) dari pukul 23.00 hingga Minggu (18/3) pukul 07.00. Ditutupnya tol dalam rangka perayaan Nyepi. Sementara itu terkait keluhan pengguna tol yang akhir-akhir ini sering mengalami kemacetan, pihak pengelola mengaku telah memiliki solusi. Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol (JBT) Akhmad Tito Karim mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan tol, agar tidak melalui tol. Seperti tahun-tahun sebelumnya, penutupan dalam rangka menghormati perayaan hari besar keagamaan umat Hindu di Bali. Sampai saat ini, volume lalu lintas Jalan Tol Bali Mandara telah menunjukkan adanya peningkatan pascaterjadinya erupsi Gunung Agung pada September 2017. Peningkatan volume lalu lintas tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat menggunakan jalan tol semakin tinggi. Hal itu sekaligus juga menunjukkan bahwa pariwisata di Bali berangsur-angsur pulih. Terkait adanya keluhan pengguna jalan karena panjangnya antrean pada jam-jam sibuk khususnya di Gerbang

Tol Nusa Dua, Tito Karim menerangkan, dengan asumsi setiap transaksi perlu waktu 3 detik, maka setiap gardu tol dapat melayani 20 kendaraan per menit, atau 1.200 kendaraan per jam. ‘’Menurut hitungan kita mestinya tidak akan ada antrean panjang karena belum melebihi kapasitas transaksi,’’ ujarnya. Antrean panjang yang terjadi beberapa waktu lalu disebabkan karena adanya pengalihan arus lalu-lintas dari By-pass Ngurah Rai masuk ke jalan tol sehubungan dengan pembangunan underpass bundaran Ngurah Rai. Antrean panjang itu terjadi karena banyak sekali pengguna jalan yang tidak memiliki unik (uang elektronik), atau mereka membawa unik tapi saldonya kurang. ‘’Kalau isi ulang unik di gerbang tol bisa memakan waktu relatif lama, bisa 3-4 menit, padahal standar waktu pelayanan minimal kita 6 detik,’’ jelasnya. Berkenaan dengan itu, JBT akan mulai mengurangi layanan penjualan dan isi ulang di gerbang tol. Secara bertahap akan dikurangi dan menghapus layanan penjualan dan isi ulang di gerbang tol. Sebagai gantinya, pihaknya akan menyiapkan layanan drive thru penjualan dan isi ulang Unik Kita akan mulai dari Gerbang Tol Benoa. (kmb42)


BULELENG

14

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

Prajurit Yonif Raider 900/SBW Peduli Lansia

Singaraja (Bali Post) – Puluhan warga lanjut usia (lansia) penghuni Panti Sosial Trena Werda Jara Marapati, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar mengikuti bakti sosial serangkaian HUT ke-53 Yonif Raider 900/SBW, Kamis (15/3) kemarin. Puluhan lansia dari Bali dan luar daerah ini mendapat pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, dan pemberian obat, serta dana tali kasih segenap jajaran Batalyon Yonif 900 Raider. Selain itu, para lansia ini dihibur dengan penampilan karaoke bersama dengan prajurit TNI dan pengurus Persit yang juga merayakan HUT ke-72. Para ibu-ibu Persit pun membagikan paket sembako dan menyerahkan dana tali kasih untuk panti. Pasi Pers Yonif Raider 900/SBW Kapten Inf. Ratno Edy Putra mewakili Komandan Yonif Raider 900/SBW Mayor Inf. Toni Sri Hartanto mengatakan, serangkaian HUT ke-53 Yonif Raider 900/SBW menggelar bakti sosial menyasar para lansia yang menempati Panti Sosial Tresna Werda Jara Marapati. Dari aksi sosial ini, sebagai prajurit TNI pihaknya ingin berpartisipasi dan menunjukkan kepedulian terhadap permasalahan sosial di masyarakat utamanya bagi kalangan lansia itu sendiri. Kepedulian itu ditunjukkan dengan membantu memberikan pelayanan kesehatan dan memberikan obat untuk menjaga kesehatan para lansia. Selain itu, penyerahan dana tali kasih ini setidaknya membantu meringankan kebutuhan oleh pihak pengelola panti dalam memberikan pelayanan dan merawat setiap lansia yang dititipkan di panti. Koordinator Panti Sosial Trena Werda Jara Marapati Patti Salamon, S.H. mengatakan, sampai saat ini, 71 orang lansia dari berbagai daerah di Bali dan luar daerah ditampung di panti. Jumlah ini sudah mendekati kapasitas panti sebanyak 80 orang. Selama ini, pelayanan kepada penghuni panti mengandalkan logistik dan anggaran yang dikucurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Selain itu, sokongan logistik juga banyak membantu kebutuhan dalam melayani dan merawat setiap lansia yang ditampung. Sementara itu, Ketua Persit Kartika Canda Kirana Cabang Yonif Raider 900/SBW Dita Yuliya Risty, S.S., S.Psi. mengatakan, serangkaian HUT Yonif Raider 900/ SBW yang juga perayaan HUT Persit yang ke-72 tahun 2018, pihaknya ingin berbagi kebahagian dengan para lansia yang sehari-hari tinggal di areal panti. Lewat momen ini Dita ingin menghibur para lansia sekaligus untuk tetap mengharapkan tuntunan dari lansia sebagai sosok, sehingga sebagai istri mendampingi setiap prajurit TNI dalam melaksanakan tugas, tuntunan positif dan restu orangtua itu sangat diperlukan. (kmb38)

Bali Post/kmn38

NYEPI – Menghormati perayaan Nyepi, pelayaran dari Sepeken ke PPI Sangsit ditutup mulai Jumat (16/3) hingga Minggu (18/3).

Hormati Nyepi

Pelayaran dari Sepeken ke PPI Sangsit Ditutup Singaraja (Bali Post) – Aktivitas pelayaran dari Sepeken, Madura Jatim, ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Dusun Pabean, Desa Sangsit, Sawan, ditutup pada saat hari raya Nyepi, Sabtu (17/3) besok. Penutupan ini telah diinformasikan oleh Kesyahbandaran Sangsit kepada otoritas pelabuhan di Sapeken. PPI kembali dibuka pada Ngembak Geni, Minggu (18/3) ini. Pelayaran dari Sepeken ke Sangsit ini biasanya dilakukan oleh kapal layar motor (KLM) milik pengusaha ikan di Sepeken dan sekitarnya. Kapal ini mengangkut olahan ikan dan ikan segar ke Buleleng. Sedangkan ketika kembali ke Sepeken kapal akan mengangkut sembilan

bahan pokok (sembako) dan beberapa jenis bahan bangunan. Saat pelayaran ke Sepeken ini, kapal biasanya mengangkut beberapa orang di luar kru kapal. Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Buleleng Ni Luh Putu Eka Suyasmin yang dihubungi

Kamis (15/3) kemarin, mengatakan mulai Jumat (16/3) ini pelayaran kapal ikan dari Sepeken sudah ditutup sampai dibuka kembali pada Minggu (18/3) nanti. Pengusaha ikan di wilayah tersebut diharapkan menghormati perayaan Nyepi dengan menghentikan pelayaran ke PPI Sangsit un-

tuk sementara. “Kalau surat resmi tidak ada, namun karena ini sudah menjadi rutinitas setiap tahun, kami sudah koordinasi dengan pelabuhan di Sepeken bahwa mulai besok (Jumat 16/3) tidak ada kapal yang sandar di PPI. Pembukaan kembali melihat situasi dan kemungkinan Minggu (18/3) PPI sudah kita buka lagi,” katanya. Menurut Suyasmin, penutupan pelayaran selama Nyepi dipastikan tidak akan berpengaruh signifikan terhadap perekonomian. Ini karena sampai

sekarang pelayaran kapal ikan dari Sepeken ke Sangsit masih tergolong rendah karena tergantung pasokan ikan. Dia mencontohkan, kapal ikan yang sandar di PPI untuk melakukan bongkar muat ikan olahan atau ikan segar lima kapal per hari. Bahkan, dalam sehari terkadang tidak ada satu pun kapal yang masuk ke PPI. Meski demikian, selaku pengawas pelayaran sepi atau ramai aktivitas kapal di PPI, maka tetap diatensi sesuai dengan prosedur yang berlaku. (kmb38)

Rayakan Hari Raya Nyepi Çaka 1940

Supriatna Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Daerah

Bali Post/kmb38

LANSIA – Prajurit Yonif Raider 900/SBW menggelar aksi sosial dengan memberikan pelayanan kesehatan dan obat-obatan gratis untuk puluhan lansia, Kamis (15/3) kemarin.

Suara Buleleng Tangkap Calon Tersangkut Korupsi Tindakan KPK supaya tegas untuk menangkap lebih dini para calon kepala daerah yang tersangkut masalah korupsi. Ke depannya, partai-partai harus dapat mencari dan menyeleksi kandidat calon kepala daerah baru yang tidak memiliki masalah hukum. Gung Surya, Lovina

Lomba Gong Kebyar Buleleng Festival tahun ini, usul supaya melombakan gong kebyar yang juga berisi melantunkan lagu-lagu Pop Bali. Gung Surya, Lovina

Presiden Tidak Tanda Tangani UU MD3 Mudah-mudahan hukum di Indonesia dapat berjalan dengan baik. Apalagi setelah Presiden Jokowi menyatakan tidak menandatangani UU tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3). Meski tidak ditandatangani Presiden, UU tetap akan berlaku. Mologan, Seririt

Tindak Tegas Jika terdapat calon yang tersangkut kasus korupsi tentu harus ditindak tegas oleh KPK. Harus terus diburu siapasiapa saja calon terkena kasus korupsi di daerah. Mologan, Seririt

Ironis, Polisi Pakai Narkoba Penangkapan oknum polisi tersangkut narkoba di Buleleng, sebagai pelayan masyarakat seharusnya dapat memberi contoh. Bagaimana ke depannya ini di masyarakat, dikhawatirkan aparat penegak hukum mendapat cibiran. Jangan sampai terulang lagi oknumoknum kepolisian terlibat memakai narkoba. Maafi, Pegayaman

Prihatin, Gunakan Narkoba Mengapa sampai ada polisi tertangkap di Buleleng menyalahgunakan narkoba. Seharusnya, mereka yang menjadi contoh. Lalu malah mereka yang memakai narkoba, ini membuat prihatin masyarakat. Putu Gama Artha, Patemon

HARI raya Nyepi Çaka 1940 tahun ini bertepatan dengan hari raya Saraswati. Dua hari raya besar keagamaan Hindu ini diyakini sebagai momentum langka untuk memohon tuntunan dan kerahayuan umat Hindu. Setiap perayaannya, Nyepi memberi makna tersendiri bagi setiap kehidupan umat Hindu maupun umat lain di Bali. Tidak heran kalau Nyepi sebagai wujud hari lahirnya bumi sesuai kepercayaan Hindu juga. Ini diwujudkan melalui satu rangkaian perayaannya di mana umat melaksanakan catur brata panyepian. Empat hal itu yakni amati geni yang artinya tidak boleh menggunakan atau menyalakan api serta tidak mengobarkan hawa nafsu. Amati karya tidak melakukan kegiatan kerja jasmani melainkan meningkatkan kegiatan menyucikan rohani. Amati lelungan yaitu tidak berpergian melainkan melakukan mawas diri. Terakhir adalah amati lelanguan, yakni tidak mengobarkan kesenangan, melainkan melakukan pemusatan pikiran kepada Ida Sang Hyang Widhi. Di balik momentum Nyepi dan Saraswati tahun ini, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengajak semua komponen masyarakat utamanya di Buleleng untuk tetap menjaga situasi kondusifnya wilayah masingmasing. Apalagi, Nyepi tahun ini bersamaan dalam tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali.

Dia mengajak masyarakat tetap menjaga harmonisasi antarmasyarakat. Ini karena perhelatan politik akan memberikan dampak yang cukup signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu, politisi PDI Perjuangan dari Desa Tejakula ini mengimbau agar nantinya saat perayaan Nyepi masyarakat atau tokoh politik dan pihak lain untuk mengesampingkan urusan politik agar tidak sampai terjadi hal-hal yang berpotensi mengganggu kenyamanan suasana perayaan Nyepi

yang sangat disucikan tersebut. “Atas nama pimpinan dan anggota DPRD Buleleng mengajak masyarakat Buleleng dan Bali pada umumnya untuk tetap menysucikan serta menjaga kondusivitas daerah dan menjaga perayaan Nyepi khusyuk tanpa diwarnai hal-hal yang negatif,” katanya. Di sisi lain, Supriatna mengatakan, perayaan Nyepi tahun ini dapat menjadi momentum bagi masyarakat senantiasa menjaga keselarasan serta melaksanakan brata panyepian itu sendiri.

Sikap ini bisa diwujudkan dengan melaksanakan tapa brata panyepian sebagai tonggak agar nantinya masyarakat bisa berpikir serta berperilaku lebih baik untuk memajukan Bali secara menyeluruh dan terarah dalam mengisi kehidupan di tahun yang baru. “Mari jadikan tapa brata panyepian ini untuk meomentum pengendalian diri dari segala bentuk hawa nafsu, sehingga di tahun yang baru nanti, kita bisa mengisi sesuai dengan swadharma masing-masing,” tegasnya. (ad728)

Gede Supriatna


15

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018 Jadwal Pertandingan --------------- Liga Spanyol ---------------------------------------Sabtu (17/3) dini hari Levante vs Eibar --------------- Liga Jerman ----------------------------------------Sabtu (17/3) dini hari SC Freiburg vs VfB Stuttgart --------------- Liga Prancis ---------------------------------------Sabtu (17/3) dini hari Monaco vs Lille Hasil --------------- Liga Champions ------------------------------------Pertandingan II, Babak 16 Besar Besiktas vs Bayern Munich 1-3 (Bayern Munich unggul keseluruhan 1-8) Barcelona vs Chelsea 3-0 (Barcelona unggul 4-1) --------------- Liga Italia --------------------------------------------Juventus vs Atalanta 2-0 1. Juventus 28 24 2 2 67-15 74 2. Napoli 28 22 4 2 62-19 70 3. Roma 28 17 5 6 47-23 56 4. Lazio 28 16 5 7 66-36 53 5. Inter 27 14 10 3 42-21 52 6. Milan 27 14 5 8 38-30 47 7. Sampdoria 27 13 5 9 47-38 44 8. Atalanta 27 11 8 8 38-31 41 9. Fiorentina 27 10 8 9 36-32 38 10. Torino 27 8 12 7 36-35 36 Pencetak gol : 24 - C. Immobile (Lazio). --------------- Liga Prancis -----------------------------------------PSG vs Angers SCO 2-1 1. PSG 30 26 2 2 93-20 80 2. Monaco 29 19 6 4 72-31 63 3. Marseille 29 17 8 4 59-34 59 4. Lyon 29 15 9 5 59-34 54 5. Nantes 29 12 7 10 29-29 43 6. Rennes 29 12 6 11 37-36 42 7. Nice 29 12 6 11 39-41 42 8. Montpellier 29 9 14 6 26-23 41 9. Bordeaux 29 10 7 12 33-37 37 10. Dijon 29 10 7 12 41-55 37

Messi Hancurkan the Blues

Barcelona -

Lionel Messi mencetak dua gol brilian dan mengkreasikan satu gol lain yang dibukukan Ousmane Dembele ketika Barcelona menghancurkan Chelsea dengan skor 3-0, Kamis (15/3) kemarin. Barca menuju babak perempatfinal Liga Champions dengan kemenangan keseluruhan 4-1. Messi membuka keunggulan timnya pada menit kedua dan detik kedelapan. Ini menjadi gol tercepat sepanjang kariernya setelah menggulirkan bola melalui sela-sela kaki kiper Chelsea Thibuat Courtois dari sudut sempit. Penyerang Argentina itu mengkreasikan gol kedua pada menit ke-20 dengan menggiring bola dari tengah lapangan yang membuat tiga pemain bertahan Chelsea terpaku. Ia kemudian mengirimkan bola kepada Ousmane Dembele untuk diteruskan dengan sepakan keras yang menjadi gol pertamanya untuk klub Katalan itu. Upaya penyerang the Blues Marcos Alonso membentur tiang gawang dan Olivier Giroud tidak beruntung karena tidak mendapat hadiah penalti setelah dijatuhkan Gerard Pique. Chelsea berupaya untuk bangkit sebelum Messi mengamankan keunggulan timnya dengan gol ke-100-nya di Liga Champions pada menit ke-63. Messi kembali merusak per-

tahanan lawan dan mencetak gol ketiga Barcelona dengan melepaskan tembakan mendatar yang melalui sela-sela kaki Courtois untuk kedua kalinya Manajer Chelsea Antonio Conte mengatakan timnya memerlukan penampilan sempurna untuk dapat melaju, namun mereka mengawali pertandingan dengan sangat buruk di Nou Camp. Klub Inggris itu hampir mendapatkan satu gol sebelum turun minum. N’Golo Kante melepaskan tembakan yang melebar dan tendangan bebas Marcos Alonso membentur tiang gawang. Ini merupakan ketiga kalinya dalam dua pertandingan di mana peluang Chelsea dimentahkan tiang gawang, dan Antonio Rudiger melakukan hal serupa pada fase akhir pertandingan. Giroud terlihat dijatuhkan oleh Pique di kotak terlarang, namun wasit Damir Skomina tidak mengabulkan protes para pemain Chelsea yang mengharapkan mendapat hadiah

petisi elite ini karena belum mengamankan posisi empat besar di Liga Inggris. (kmb39/rtr/ant)

PSG - Penyerang Paris Saint Germain (PSG) Kylian Mbappe menyaksikan pendukungnya yang memadati Stadion Parc des Princes.

Paris Paris Saint Germain (PSG) perlu empat kemenangan lagi untuk memastikan diri sebagai juara kompetisi Liga Prancis setelah unggul 17 poin di puncak klasemen, Kamis (15/3) kemarin dengan 8 laga tersisa musim ini. Tampil di Parc des Princes, pasukan Unai Emery memetik kemenangan 2-1 melawan Angers. Meski tampil sebagai tuan rumah, PSG harus bermain dengan 10 orang setelah Thiago Motta dikartu merah pada menit ke-16 karena menginjak dada Romain Thomas. Beruntung Kylian Mbappe mampu menyumbang dua gol di babak pertama sebelum

dibalas Karl Toko Ekambi di babak kedua. Tambahan tiga poin itu menempatkan PSG kokoh di puncak klasemen dengan mengoleksi 80 poin dari 30 pertandingan. Sedangkan Angers di peringkat ke-14 dengan 32 poin. Meski mereka masih tanpa Neymar yang sedang memulihkan diri dari operasi pergelangan kaki, pasukan Emery masih tajam dan membuka keunggulan pada menit ke-12. Mbappe melepaskan tembakan mendatar yang berbuah gol setelah mendapatkan umpan terobosan dari Julian Draxler. Empat menit kemudian Motta diusir keluar lapangan,

namun Mbappe mampu mengubah skor menjadi 2-0 pada menit ke-26 dari jarak dekat setelah mendapat operan dari Layvin Kurzawa. Angers belakangan mampu memaksimalkan keunggulan jumlah pemainnya ketika Toko Ekambi mencetak gol setelah memainkan operan satu-dua dengan Flavien Tait pada menit ke-76. PSG membuang peluang untuk memperbesar keunggulan ketika tem bakan Mbappe membentur tiang gawang Ludovic Butellea, namun hal itu tidak mencegah sang pemuncak klasemen mencatatkan kemenangan ke-26 musim ini. (kmb39/rtr/ant)

pemeriksaan medis di Munich, kata ofisial klub. Bayern, yang dapat mengamankan gelar Liga Jerman keenam beruntun pada akhir pekan ini, unggul 2-0 tidak lama setelah babak kedua dimulai kembali. Sepakan voli Gokhan Goul melepaskan sepakan voli dari umpan silang Rafinha namun malah ke gawangnya sendiri.

Besiktas hanya sedikit menciptakan peluang meski mengendalikan penguasaan bola. Mereka mampu mencetak satu gol balasan melalui upaya Vagner Love pada menit ke-58, yang memberikan sedikit rasa lega kepada tim tuan rumah dan 40.000 penggemarnya. Tetapi kemudian pemain pengganti Bayern Sandro

Wagner menguasai umpan silang David Alaba dengan dadanya untuk kemudian memasukkan bola dan me-

mastikan kemenangan Bayern 3-1, saat pertandingan tinggal menyisakan enam menit. (rtr/ant)

PSG Perlu Empat Kemenangan Lagi

Bali Post/rtr

Jakarta (Bali Post) Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyambut langsung kedatangan Timnas Indonesia U-16 di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta, Kamis (15/3) kemarin, setelah tim asuhan Fakhri Husaini ini menjuarai turnamen Jenesys di Jepang. Saat rombongan timnas U-16 keluar dari terminal 3, Menpora yang sudah berada di depan pintu langsung mengalungi bunga kepada pelatih Fakhri Husaini dan David Maulana dan pemain lainnya. Suporter yang setia menunggu kedatangan tim langsung menyanyikan lagu ‘’Indonesia Raya’’. Dalam penyambutan timnas U-16 juga hadir Sekjen PSSI Ratu Tisha yang juga secara bergantian mengalungkan bunga dan memberikan ucapan selamat kepada timnas Garuda Muda yang baru saja tiba dari Jepang. ‘’Tentu kita bergembira dan bersyukur dengan keberhasilan timnas U-16. Ini adalah kabar gembira. Hasil ini juga menunjukkan jika kita tidak kekurangan talenta,’’ kata Menpora Imam Nahrawi di sela penyambutan. Timnas Indonesia U-16 menjuarai turnamen Jenesys di Jepang setelah di partai final mengalahkan Vietnam dengan skor 1-0 lewat gol tendangan penalti Rendy Juliansyah pada menit 64. Menurut Menpora, dengan keberhasilan menjadi juara di turnamen Jenesys diharapkan menjadi motivasi karena kejuaraan lebih besar telah menunggu mulai dari Piala AFC 2018, September yang merupakan turnamen untuk mengejar tiket menuju Piala Dunia U-17. ‘’Ayo kita songsong Piala Dunia. Kita harus segera bersiap diri untuk menjalani semua tahapan untuk menuju ke sana,’’ kata pria yang akrab dipanggil Cak Imam itu. Sementara itu, pelatih timnas U-16 Fakhri Husaini mengaku sangat mengapresiasi sambutan yang diberikan pemerintah dan PSSI. Pihaknya menyadari peran kedua lembaga ini sangat besar dalam pembentukan timnas U-16 yang akhirnya sukses di Jepang. ‘’Tim ini adalah gabungan dari hasil Piala Suratin yang digelar PSSI, Liga Pelajar yang digelar Kemenpora dan turnamen yang digelar swasta. Jadi timnas ini mewakili semuanya,’’ katanya di sela penyambutan. Menurutnya, setelah menyelesaikan pertandingan di Jepang, pemain timnas akan dikembalikan ke daerahnya masing-masing guna menyelesaikan pendidikannya. Selanjutnya meraka akan disiapkan untuk menghadapi Piala AFF pada Agustus dan Piala AFC pada September mendatang. (ant)

penalti. Barcelona mencapai perempatfinal Liga Champions untuk musim ke-11

kalinya secara beruntun. Sedangkan Chelsea menghadapi pertarungan untuk dapat lolos kembali ke kom-

Pencetak gol : 24 - E. Cavani (PSG)

Timnas U-16 Tiba di Tanah Air

Bali Post/rtr

SELEBRASI - Penyerang Barcelona Lionel Messi melakukan selebrasi usai membobol gawang Chelsea pada pertandingan Liga Champions, Kamis (15/3) kemarin.

Bayern Munich Kejar ’’Treble’’

Istanbul Bayern Munich yang mengejar treble menang 3-1 atas klub Turki Besiktas, Kamis (15/3) kemarin dan meraih tiket ke babak perempatfinal Liga Champions dengan keunggulan keseluruhan 8-1. Ini merupakan kemenangan ke-11 secara beruntun bagi pelatih Jupp Heynckes di kompetisi ini. Heynkes memimpin Bayern memenangi gelar Liga Champions pada 2013 sebelum pensiun dan kemudian kembali menangani tim Bavaria itu pada musim ini. Klub Jerman itu membuka keunggulan melalui Thiago Alcantara pada menit ke-18. Pemain Spanyol itu melepaskan sepakan voli menyambut umpan silang Thomas Mueller sekaligus mematikan semua harapan tim Turki itu untuk bangkit. Ini dikarenakan Bayern menghancurkan mereka dengan skor 5-0 pada laga pertama di Munich. Bagaimanapun, pemain Spanyol itu harus ditarik keluar lapangan karena kemungkinan mendapat masalah pada pergelangan kakinya yang baru sembuh dari cedera. Ia akan menjalani

SERANGAN - Pemain sayap Bayern Munich Franck Ribery melakukan serangan dan dikawal pemain-pemain Besiktas pada pertandingan kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (15/3) kemarin.

Milan Juventus mencatatkan kemenangan ke-12 secara beruntun di Liga Italia dengan mengalahkan Atalanta 2-0 pada Kamis (15/3) kemarin. Klub Turin itu kini mulai menjauhi tim peringkat kedua Napoli dengan unggul empat poin setelah memenangi laga ulangan akibat badai salaju beberapa waktu lalu. Gonzalo Higuain dan Blaise Matuidi mencetak gol pada masing-masing babak yang membuat Juve difavoritkan untuk memenangi gelar Serie A secara beruntun untuk ketujuh kalinya. Juventus juga mencatatkan clean sheet untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut di Liga

Italia dan belum kemasukan gol di liga pada tahun ini. Gol pembukaan Juve nyaris bergantung sepenuhnya kepada Douglas Costa. Pemain sayap asal Brazil itu memenangi bola di areanya sendiri dan menggiringnya sejauah 50 meter sebelum mengirimkan bola kepada Higuain. Penyerang Argentina itu melepaskan tembakan melewati Etrit Berisha. Ini menjadi gol ke15-nya di liga. Atalanta menyelesaikan pertandingan dengan sepuluh pemain setelah Gianluca Mancini mendapat dua kartu kuning dan diusir keluar lapangan. Mancini diusir keluar lapangan pada menit ke-79

Bali Post/rtr

Juventus Mulai Jauhi Napoli

Bali Post/rtr

MENANG - Para pemain Juventus merayakan kemenangan atas Atalanta pada pertandingan Liga Italia, Kamis (15/3) kemarin.

setelah pelanggaran yang berbuah kartu kuning terhadap Higuain dan Giorgio Chiellini. Unggul jumlah pemain Juve segera menambahi gol kedua. Paulo Dybala mengirimkan umpan silang mendatar ke area penalti untuk Higuain. Tapi Matuidi tidak terkawal dan menyapu bola untuk masuk ke dalam gawang. Kemenangan ini membawa Juventus mengoleksi 74 poin dari 28 pertandingan. Sedangkan Napoli memiliki 70 poin. Klub Turin itu akan mengunjungi markas SPAL pada Sabtu, di mana mereka berpeluang membuka keunggulan tujuh poin sebelum Napoli menjamu Genoa pada Minggu. (kmb39/rtr/ant)


olah raga

16

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

Pande Lisa Pecahkan Rekornas

Semarapura (Bali Post) Perenang asal Klub Takahide Swimming Centre (TSC) Klungkung Ni Putu Pande Lisa Primasari merupakan satu-satunya perenang Indonesia yang mendulang emas pada Kejuaraan Renang Asia Kelompok Umur bertajuk Singapore National Age Groups Swimming Championship 2018, di Kolam Renang OCBC, Singapura, 9-11 Maret lalu. Bahkan, Pande Lisa berhasil memecahkan rekornas di nomor 50 meter gaya dada, dengan catatan waktu 36,88 detik. Ketua Klub TSC Putu Sudana, Kamis (15/3) kemarin menjelaskan, setidaknya 22 perenang Indonesia dari berbagai klub di Tanah Air turun pada kategori junior dan hanya Pande Lisa yang menyumbang emas. ‘’Sementara untuk kategori senior, saat ini sedang berlangsung,’’ jelas Sudana. Pande Lisa yang turun pada Kelompok Umur kelahiran 2007 mendulang 9 keping emas, 3 perak, 1 perunggu. Kesembilan medali emas dipersembahkan Pande Lisa di nomor 100 meter gaya kupu-kupu, 50 meter, 100 meter dan 200 meter gaya bebas, 200 meter dan 400 meter gaya ganti, 50 meter dan 200 meter gaya dada, 50 meter gaya punggung. Selain itu, Pande Lisa juga merebut tiga perak di nomor 100 meter gaya dada, 100 meter gaya punggung, serta 400 meter gaya bebas, dan satu perunggu di nomor 50 meter gaya kupu. Sudana menambahkan, saat ini Pande Lisa menyiapkan diri mengikuti Kejurnas Renang Kelompok Umur, di Jakarta, pada 15-19 April mendatang. ‘’Dia akan membela Bali, dan yang mengirim Pengprov PRSI Bali,’’ terang Sudana. (022)

Bali Post/ist

KALAH - Ganda putri Indonesia Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris terhenti di putaran kedua turnamen All England 2018 BWF World Tour Super 1000, Kamis (15/3) kemarin, setelah dikalahkan lawannya dari Jepang Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo.

Rizki/Della Ditundukkan Pasangan Emas Olimpiade

Birmingham -

Bali Post/ist

Putu Sudana (kiri) bersama Ni Putu Pande Lisa Primasari.

Pebulu Tangkis Bali Diterjunkan ke Piala Wali Kota Surabaya

Denpasar (Bali Post) Sejumlah pebulu tangkis Bali utamanya hasil binaan klub di Denpasar, Badung, dan Buleleng, dipastikan ambil bagian pada Kejuaraan Terbuka Piala Wali Kota Surabaya, Mei mendatang. Kelompok Umur yang dipertandingkan pada kejuaraan ini meliputi mulai usia dini sampai dengan dewasa. Sekum Pengprov PBSI Bali Made Darmiyasa, di Denpasar, Kamis (15/3) kemarin menjelaskan, pihaknya menerima informasi beberapa klub di Bali, mengirimkan atlet pada Piala Wali Kota Surabaya. ‘’Turnamen ini bersifat terbuka, bahkan sederet pebulu tangkis asing juga menyatakan ikut berpartisipasi,’’ katanya. Dikemukakan, untuk kategori usia dini mempertandingkan tunggal, kemudian mulai pemula ditambah ganda putra dan putri, sedangkan dewasa ditambah lagi ganda campuran (mix). ‘’Event ini sangat bagus bagi atlet dan pelatih, untuk mengukur sejauh mana hasil latihan bisa diterapkan dalam pertandingan, sekaligus bahan evaluasi dari prestasi yang dihasilkan,’’ ujarnya. Pengprov PBSI Bali, kata Darmiyasa, ikut mendukung dan memfasilitasi atlet yang berlaga, misalnya membantu melengkapi administrasi pendaftaran. Ia berharap atlet Bali mampu memanfaatkan ajang ini, sekaligus menambah jam terbang. Disinggung prestasi Ni Putu Wahyu Arisanti yang juara pemula tunggal Sirkuit Bulu Tangkis di Bali, serta juara ganda berpasangan dengan Made Puspa Riastini, Darmiyasa menyatakan sebaiknya mereka ambil bagian pada turnamen di Kota Pahlawan. ‘’Tujuannya, supaya mereka teruji di level nasional,’’ ucapnya. (022)

Baru Empat Tim Ikuti Piala Kartini

Denpasar (Bali Post) Hingga kini tercatat baru empat tim yang ikut berpartisipasi mengikuti turnamen sepak bola putri Piala Kartini. Keempat tim adalah Paradise Football Angels (PFA), Queen Undiksha Singaraja, Ikatan Mahasiswa Papua (Imapa), dan FFF Denpasar. Ketua Deprtemen Sepak Bola Asprov PSSI Bali Nasser Atthamimy, di Denpasar, Kamis (15/3) kemarin menerangkan, selain keempat kontestan, terdapat dua klub yang masih menjajaki Pelangi Bali Gianyar dan Putra Pemenang. Nasser menegaskan, kepastian klub-klub yang ikut berpartisipasi, bakal kelihatan pada pertemuan manajer (manager meeting), yang digelar pada 25 Maret nanti. ‘’Pada acara pertemuan manajer, kami akan buka semuanya partisipasi klub, mulai Piala Kartini, Kompetisi Liga 3 Rayon Bali, termasuk Piala Soeratin U-13, U-15, dan U-17,’’ papar Nasser. Dikemukakan, bagi tim juara Piala Kartini bakal mewakili Bali pada Kejurnas Pertiwi Cup. Yang membanggakan, kapten tim Bali pada Pertiwi Cup 2017 lalu Dewa Ayu Ratnasari yang dipanggil mengikuti seleknas Asian Games, sampai sekarang masih bertahan walaupun ada pencoretan lima pemain. ‘’Kami harap Dewa Ayu Ratnasari lolos sampai pembentukan timnas AG,’’ ungkap Nasser. Nasser mengakui animo generasi muda Bali menekuni cabor sepak bola cukup tinggi. Hal ini bisa dilihat dari siswa lulusan kelas III SMP di Bali, yang berniat melanjutkan ke SMA Ragunan, Jakarta. Mereka adalah Prince Patrick Musa Kalon, Daffa Effendi, Made Tito Wiratama, Kadek Nanda Wijaya, Kadek Yoga Prasetia, Kadek Lanang Agus Surya Artayasa, Made Riswanda Ferdinand Danu, Gede Suni Jiesta Wibawa, Wayan Candra Kurniawan Ariasa, Made Mega Danayasa, Made Arya Suka Widana, Gede Agus Mahendra, Gusti Lanang A. Rahadian, Kadek Silva Yoga Adi Wijaya, dan Made Rai Silaharta. ‘’Kami dari Asprov PSSI membantu pengurusan administrasinya,’’ tuturnya. (022)

Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris harus mengakui ketangguhan Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo (Jepang) di babak kedua turnamen All England 2018 BWF World Tour Super 1000 dengan skor 12-21, 14-21, Kamis (15/3) kemarin. Kokohnya pertahanan pasangan peraih emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 tersebut sangat menyulitkan Rizki/Della, terutama di game pertama saat mereka tertinggal jauh. Di awal game kedua pun Rizki/Della masih mencoba untuk keluar dari pola permainan lawan yang lebih banyak reli dan berupaya masuk ke pola permainan menyerang yang memang menjadi andalan mereka. ‘’Lawan sangat konsisten. Kami sudah coba ubah per-

mainan di game kedua, tetapi sudah ketinggalan terlalu jauh. Kalau mau menang memang harus main di pola kami yang menyerang,’’ tutur Della. Rizki/Della juga mengaku tak puas dengan penampilan mereka di dua turnamen Eropa yaitu German Open

dan All England. Di German Open 2018, Rizki/Della juga terhenti di babak kedua dari pasangan Denmark Maiken Fruegaard/Sara Thygesen (Denmark) dengan skor 8-21, 21-14, 11-21. Sementara itu, pasangan ganda putri Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi

Istarani juga terhenti di tangan wakil Jepang Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto (Jepang) dengan skor 18-21, 15-21. Nomor ganda putri belum berhasil mengirim wakil ke perempatfinal. Sebelumnya di babak pertama, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dihentikan Stefani Stoeva/ Gabriela Stoeva (Bulgaria) dengan skor 11-21, 19-21. Langkah tunggal putra Jonatan Cristie juga terhenti. Menghadapi unggulan kelima Son Wan Ho dari Korsel, Jonatan kalah 16-21, 12-21.

Ganda putra Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan juga gagal meraih tiket ke putaran ketiga. Pasangan Taiwan Liao Min Chun/Su Ching Heng menghentikan langkah mereka 13-21, 21-18, 21-14. Tetapi keberuntungan masih menyertai ganda campuran Praveen Jordan/ Debby Susanto yang menempati unggulan kelima. Praveen/Debby memupuskan duet Inggris Marcus Ellis/Lauren Smith dua game langsung 21-12, 2117. (kmb39/net)

Indonesia Beri Masukan Soal Aturan Servis

Jakarta (Bali Post) Tim bulu tangkis Indonesia secara resmi menyampaikan masukan soal aturan batasan tinggi servis 115 cm dari permukaan lapangan, yang dinilai merugikan pemain dalam pertemuan manajer All England 2018 di Birmingham, Inggris. Dalam keterangan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Kamis (15/3) kemarin, masukan tersebut disampaikan lewat Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto dan Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI Bambang Roedyanto dalam pertemuan manajer. Dalam kesempatan ini, kritik yang disampaikan tim Indonesia dikabarkan dalam keterangan itu, mendapat dukungan dari negara-negara lainnya yang hadir. Aturan batasan tinggi servis ini, mulai diujicobakan dalam turnamen level Super 300 Jerman Terbuka 2018 pada pekan lalu. Sejumlah pemain Indonesia merasa dirugikan akibat servis mereka dinyatakan fault, bahkan ada yang lebih dari sepuluh kali dalam satu game yang tentunya membawa

pengaruh bagi penampilan pemain. Ditambah lagi, belum adanya infrastruktur yang memadai seperti alat sensor khusus atau kamera untuk menampilkan ulang servis tersebut, seperti layaknya teknologi Hawk Eye, sehingga semua penilaian tergantung pada sudut pandang hakim servis. ‘’Ada dua hal yang kami sampaikan. Pertama, aturan ini rasanya jadi aneh karena tidak ada konsistensi. Contohnya, ada yang dari putaran awal tidak disalahkan, tiba-tiba di final disalahkan sampai lima kali. Kalau memang salah, harusnya dari awal,’’ kata Budiharto dalam keterangan tersebut. Kedua, lanjut Budi, mengenai beberapa pemain kelas dunia yang bisa sampai kena fault servisnya lebih dari lima kali. ‘’Pasti ini ada yang salah. Tindakan kami didukung oleh tim negara lain yang mereka juga mengalami hal yang sama. Ini sekedar masukan, yang sudah lewat di Jerman ya sudah, kan tidak bisa diulang. Jadi, ini antisipasi untuk di All England, jangan sampai

Tak Dipersoalkan, Penambahan Nomor di Angkat Besi

Jakarta (Bali Post) Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) tidak mempersoalkan penambahan satu nomor pertandingan dalam cabang olahraga angkat besi Asian Games, menanggapi surat balasan dari Federasi Angkat Besi Asia (AWF) tentang nomor kelas 62 kilogram yang batal dihapus. ‘’Saya rasa tidak ada masalah. Nomor pertandingan kurang sedikit, tambah sedikit tidak masalah selama kontingen kita sebagai tuan rumah tetap punya prestasi,’’ kata Ketua INASGOC Erick Thohir di sela-sela sosialisasi jam bumi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (15/3) kemarin. Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengatakan, para pemangku kepentingan olahraga di Indonesia, termasuk pemerintah, tidak akan mengorbankan prestasi para atlet Tanah Air dalam kejuaraan internasional. ‘’Kami akan bekerja keras dengan melakukan lobi demi kesuksesan Asian Games yang bukan hanya soal penyelenggaraan melainkan juga terkait prestasi,’’ kata Erick.

Namun, Erick tidak dapat memastikan total nomor pertandingan dalam Asian Games akan menjadi 463 menyusul langkah Indonesia untuk tetap mempertahankan kelas 62 kilogram cabang angkat besi dan menyesuaikan permintaan AWF tidak ada nomor pertandingan dalam Olimpiade Tokyo 2020 yang dikurangi. ‘’Kami akan melaporkan kepada Dewan Pengarah Asian Games soal balasan surat dari AWF itu untuk menjadi keputusan. Tapi, kami tetap membuktikan untuk memperjuangkan kepentingan kontingen kita sebagaimana pengajuan cabang olahraga yang sebelumnya tidak ada dalam Asian Games,’’ ujar Erick. Sebelumnya, AWF telah membalas surat permintaan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk tetap mempertahankan kelas 62 kilogram dalam Asian Games. Namun, AWF meminta tidak ada pengurangan kelas pada pertandingan putra terutama nomor kelas yang ada dalam Olimpiade Tokyo 2020 sehingga nomor pada putra akan menjadi delapan kelas sebagaimana pada Olimpiade Rio 2016. (ant)

merugikan pemain,’’ tuturnya. Budi juga menyebutkan dalam pertemuan tersebut, ada usulan dari beberapa negara untuk menggunakan teknologi, semisal sinar infra merah, agar bisa menghindari faktor bias. ‘’Masukan ini ditampung oleh penyelenggara turnamen, dan akan dijadikan bahan dari briefing di turnamen ini,’’ ujar Budiharto. Berdasarkan catatan tim ofisial, pemain-pemain Indonesia memang banyak yang dinyatakan gagal melakukan servis selama bertanding di Jerman Terbuka 2018. Rizki Amelia Pradipta mengalami 11 kali fault di putaran pertama, dan dua kali fault di putaran kedua. Gloria Emanuelle Widjaja servisnya dinyatakan terlalu tinggi sebanyak enam kali saat bertanding di putaran pertama, sedangkan pemain ganda putri Anggia Shitta Awanda sebanyak dua kali di putaran kedua. Pemain tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting juga mengatakan sebanyak lima kali servisnya dinyatakan fault selama bertanding di Jerman.

Pasangan Juara Dunia 2013 dan 2015 Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pun mengalami hal serupa, servis Hendra dinyatakan fault sebanyak tiga kali pada putaran pertama, dan satu kali di putaran kedua. Sedangkan Ahsan, satu kali di putaran pertama, dan lebih dari sepuluh kali di putaran kedua. Pemain ganda putra lainnya, Fajar Alfian, mengalami hal yang sama, servisnya yang selalu aman dari putaran pertama hingga semifinal. Namun ketika bertanding di final, servisnya dinyatakan fault sebanyak lima kali dan ini membawa pengaruh pada penampilannya. Pada babak kualifikasi, tiga servis Melati Daeva Oktavianti juga dibilang terlalu tinggi. Di putaran pertama, servis Melati aman dan tidak satu pun yang dinyatakan salah oleh hakim servis. Namun di putaran kedua, ada dua servisnya yang dinyatakan fault. Melati harus menelan kekecewaan saat 16 kali servisnya dinyatakan fault ketika ia bertanding di putaran perempatfinal. (ant)

Pembalap Indonesia Digembleng di Kazakhstan

Jakarta (Bali Post) Pembalap timnas Indonesia yang disiapkan untuk menghadapi Asian Games 2018 bakal digembleng bersama dengan timnas Kazakhstan setelah terjadi kesepatakan antara Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari dengan ketua federasi balap sepeda Kazakhstan, Darkhan Kaletayev. ‘’Pertemuan kami lakukan kemarin, Rabu (14/3). Hasilnya bulan depan kita bisa mengirim dua pembalap kita untuk latihan bersama mereka. Semua fasilitas disiapkan oleh mereka,’’ kata Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari, Kamis (15/3) kemarin. Menurutnya, pengiriman pembalap ini berlangsung dua gelombang. Untuk tahap pertama yang dikirim adalah pembalap timnas yang disiapkan untuk menghadapi Asian Games 2018. Latihan sendiri bersama dengan timnas Kazakhstan. Sedangkan gelombang kedua akan berlatih bersama dengan tim pro tour Astana. Kesepakatan ini jelas menjadi angin segar bagi pembalap Indonesia, mengingat Kazakhstan merupakan salah satu negara yang balap sepedanya cukup maju dan memiliki tim yang berlaga di kejuaraan balap sepeda paling tinggi di dunia yaitu tim Astana. Selain berlatih, ada peluang pembalap Indonesia bergabung dengan tim tersebut. Demi merealisasikan program tersebut, manajer timnas Indonesia Budi Saputra mengaku langsung bergerak cepat untuk mendata dan menyeleksi pembalap Indonesia yang mempunyai peluang untuk berlatih bersama dengan tim balap sepeda yang sudah mempunyai nama besar di dunia.

Khusus untuk persiapan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, kata Budi, rencananya latihan bersama bakal digelar April. Untuk waktu tepatnya dan siapa pembalap yang akan diberangkatkan saat ini masih dalam tahap penentuan yang dilakukan oleh tim PB ISSI. Jika dilihat dari nama-nama pembalap Indonesia yang ada saat ini, nama Jamal Hibatulloh mempunyai kesempatan besar untuk dikirim meski kemampuannya saat ini belum maksimal setelah absen pada beberapa kejuaraan seperti Tour de Indonesia beberapa waktu yang lalu. Tidak hanya itu, Jamalidin Novardianto juga memiliki peluang yang sama. Begitu juga dengan Muhammad Imam Arifin maupun Abdul Gani yang merupakan binaan tim KFC Cycling Team. Tidak ketinggalan nama Aiman Cahyadi yang saat ini memperkuat tim asal Malaysia, Team Sapura Cycling. Mereka merupakan pembalap Indonesia yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. ‘’Nama sebenarnya sudah ada. Tapi belum bisa kami umumkan sekarang. Tunggu saja setelah semua hal yang mendukung kesepakatan dengan pihak Kazakhstan selesai,’’ kata pria asal Purwokerto itu. Budi menjelaskan untuk pelatihan kedua akan berlangsung di Italia pada akhir Oktober. Pembalap yang diberangkatkan akan berlatih bersama dengan tim Astana kurang lebih dua pekan. Untuk nama pembalap masih digodok meski infomasi yang berkembang nama-nama pembalap tersebut tidak jauh beda dengan yang disiapkan untuk Asian Games 2018. (ant)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Operator Produksi (Pabrik Tabanan) jurusan Kimia.Hub.Dewi 081236222509/E:info@tsbali.com

LOWONGAN Cr PRT Wanita Bisa Naik Motor tinggal dalam Hub:085238127777

B.BP.031.03.18.0000719

B.BP.004.03.18.0000705

PRT Wnt Tggl Dlm,Jujur,Rjn,KTP Gaji Brsh 2Jt+Bns.081287191221

Cr PRT Wnt Tdr dalam,Jl.Gn. Salak Gj1,5Jt Bersih, 08129229286

B.BP.001.03.18.0000711

Sales/Marketing, Experience With food & drug, Fluently in English/Mandarin language, apply to: info@tsbali.com

B.BP.154.03.18.0000724

Dibthkn Fotografer berpenglmn Gj Menarik,Hub:0361-4490319,CV ke:asavillasproperty@gmail.com

B.BP.031.03.18.0000720

B.BP.001.03.18.0000704

Dibthkn Tenaga House Keeping u.Villa Area Pecatu Pribd Baik Pekrja keras.Gj Menarik,CV Krm ke:asavillasproperty@gmail.com Telp.(0361) 4490319 B.BP.001.03.18.0000703

BIRO JASA

TOUR

DIJUAL MOBIL

SPA

RUPA-RUPA

FOTOCOPY

DIJUAL MOBIL SUZUKI

Sopir Bujang Matic/Manual, KTP Bali,Hfal Wil.Dps. 087760368207

B.BP.001.03.18.0000707

Djl Suzuki Splash Matic th’14 Silvr Mtalic,Bali 081337233729 B.BP.001.03.18.0000665

TOYOTA

Kijang G’94 Kondisi Bagus 40Jt Nego Lsg AN T:081246200787 Ngr B.BP.159.03.18.0000642

DIJUAL TANAH Djl Tnh+Bgnan Toko Ls 2,6are Jl.Mataram Kuta,Hrga 4,5M Nego Hub.081333333728/087887777706 B.BP.001.03.18.0000471

Sawah datar Batungsel Tbn 81A 7,5Jt/are Pas Hub.081337172225 B.BP.001.03.18.0000714

RUPA-RUPA Saya Siap Bantu Nyusun Laporan Pajak SPT Tahunan 082146461910 B.BP.001.03.18.0000005

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id


18

BANGLI

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

Kodim Gelar Komsos dengan KBT

KOMSOS - Suasana komsos yang digelar Kodim 1626/Bangli, Kamis (15/3) kemarin.

KPU akan Siapkan Satu TPS di RSJ Bangli (Bali Post) -

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memfasilitasi pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali untuk menggunakan hak pilihnya saat Pilgub 27 Juni mendatang. Sesuai data sementara, jumlah pasien RSJ beridentitas kependudukan daerah Bali yang memungkinkan untuk menyalurkan hak suaranya sebanyak 47 orang. Untuk memfasilitasi mereka, KPU akan menyediakan satu TPS di lingkungan RSJ. Komisioner KPU Bangli Putu Aryanti Suningsih, Kamis (15/3) kemarin, mengatakan 47 pasien yang terdata dalam Daftar Pemilih Sementara tersebut merupakan hasil rekomendasi tim medis RSJ. Mereka diperbolehkan menggunakan hak pilihnya karena kondisi kesehatan-

nya telah membaik sehingga dianggap mampu untuk ikut melakukan pencoblosan. Aryanti menjelaskan, karena pencoblosan akan dilakukan pada Juni mendatang, maka tidak menutup kemungkinan pasien yang saat ini telah mendapat rekomendasi memilih, jumlahnya

berubah. Untuk itu, saat hari H, tim medis RSJ akan merekomendasikan ulang kepada KPU mengenai pasienpasien yang sudah sembuh dan mampu berpartisipasi menyalurkan hak pilihnya. Disampaikannya, pemberian kesempatan bagi para pasien RSJ untuk ikut meng-

gunakan hak pilihnya ini bukan kali pertama. Pada Pilpres dan Pilbup sebelumnya, KPU juga telah memberikan kesempatan bagi pasien RSJ untuk ikut mencoblos. ‘’Jadi, ini sudah yang kesekian kalinya. Tujuannya untuk memenuhi dan melindungi hak mereka,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, KPU sudah melakukan sosialisasi Pilgub di RSJ. ‘’Dalam setiap hajatan pemilihan, kami dari KPU pasti selalu menjadwalkan sosialisasi ke sana,’’ katanya. (kmb40)

Nyepi, Layanan IGD RSU Bangli Tetap Buka

Bali Post/nan

POLIKLINIK - Poliklinik RSUD Bangli.

Bangli (Bali Post) Pelayanan poliklinik RSUD Bangli tutup mulai Jumat (16/3) sore sampai Minggu (18/3) terkait hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1940. Hanya, pelayanan IGD yang tetap buka. Hal itu diungkapkan Wadir Pelayanan RSUD Bangli I Ketut Darmaja, Kamis (15/3) kemarin. Darmaja mengatakan, pelayanan poliklinik kembali normal pada Senin (19/3) pagi. Sementara untuk layanan di IGD, guna memaksimalkan layanan gawat darurat, pihaknya menyiagakan sejumlah petugas mulai dari dokter

umum, dokter spesialis, perawat, sopir, petugas pendamping sampai petugas laundry. ‘’Pada intinya, petugas kita siapkan saat Nyepi, lengkap. Kita juga telah menyiapkan konsumsi untuk para pasien maupun petugas yang berjaga selama Nyepi,’’ jelasnya. Disinggung terkait jaringan internet yang akan dimatikan saat Nyepi, Darmaja menegaskan, pihaknya belum mendapatkan informasi resmi. Meski demikian, dia menyebutkan, RSU Bangli akan mengikuti ketentuan yang berlaku. (kmb41)

Lansia Tewas di Dasar Jurang

Bangli (Bali Post) – Sempat menghilang selama semalam, warga Banjar Gelagahlinggah Desa Kintamani bernama I Gusti Nyoman Mawa (70) ditemukan tewas di jurang, Kamis (15/3) kemarin. Lansia ini diduga tewas lantaran jatuh terpeleset saat sakit epilepsinya kumat. Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum ditemukan tewas mengenaskan di dasar jurang, korban terakhir kali dilihat berada di rumah oleh anaknya, Gusti Sutarja, pada Rabu (14/3) siang. Sekitar pukul 13.00 Wita, Sutarja meninggalkan korban sendirian di rumah. Sekitar empat jam kemudian,

Sutarja yang pulang ke rumah usai menyabit rumput mendapati rumahnya dalam keadaan kosong. Setelah cukup lama ditunggu, korban tak kunjung kembali ke rumah. Dibantu anggota keluarga dan warga lainnya, Sutarja berupaya mencari korban di sekitar rumah dan kawasan hutan di belakang rumahnya. Namun sampai malam hari, korban tak kunjung ditemukan sehingga pencarian dihentikan. Pencarian dilanjutkan pagi kemarin. Sekitar pukul 07.00 Wita, korban akhirnya ditemukan tewas di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter.

Jasad korban langsung dievakuasi. Mendapat laporan warga, jajaran Polsek Kintamani dipimpin Kanit Reskrim AKP Dewa Gde Oka melakukan olah TKP. Dibantu tim medis, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban. ‘’Dari hasil olah TKP, diduga korban tewas karena jatuh terpeleset kemudian membentur pepohonan dan tepi jurang,’’ kata Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi. Ditambahkannya, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, diketahui bahwa korban menderita sakit epilepsi dan sering linglung sejak beberapa tahun terakhir. (kmb40)

Bali Post/nan

Bangli (Bali Post) Kodim 1626/Bangli menggelar komunikasi sosial (komsos) dengan Keluarga Besar TNI (KBT) yang dilaksanakan di ruang Rapat Makodim, Kamis (15/3) kemarin. Kegiatan dipimpin Dandim Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto. Usai kegiatan, Letkol Cpn. Andy Pranoto mengungkapkan, kegiatan ini hampir sama dengan komsos yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Hanya, untuk kali ini komsos melibatkan KBT mulai dari veteran, Pemuda Panca Marga, anggota Persatuan Purnawirawan AD, Persit Kartika Candra Kirana dan FKPPI. ‘’Komsos ini merupakan ajang silaturahmi karena mereka semua merupakan keluarga besar TNI. Karena kami lihat mereka tidak memiliki agenda khusus untuk melakukan reuni seperti ini,’’ ucapnya. Menurut Andy Pranoto, para veteran sudah sepatutnya mendapatkan apresiasi atau perhatian atas perjuangan mereka dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Akan

tetapi selama ini, mereka justru masih minim perhatian dari TNI maupun dari pemerintah daerah. ‘’Kami ingin veteran ke depannya bisa lebih diperhatikan lagi. Kalau ada veteran yang melakukan kegiatan, supaya di-support fasilitas. Pada intinya bagaimana ke depannya itu para pejuang ini benar-benar mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah daerah,’’ katanya. Andy Pranoto mengaku banyak mendapatkan ilmu baru maupun masukan dari veteran dari komsos tersebut. Masukan itulah yang akan dijadikan modal untuk menjalankan segala tugas di lapangan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. ‘’Meskipun sekarang tugas kami tidak di medan pertempuran, namun ilmu yang diberikan bisa kita warisi. Maka dari itu, kami berharap seluruh prajurit di lapangan bisa lebih termotivasi lagi dalam menjalankan tugas. Karena mereka saja yang umurnya sudah sepuh, semangatnya masih tinggi untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat,’’ terangnya. (kmb41)

Pemkab Upayakan Peningkatan Kunjungan ke Perpustakaan Daerah Bangli (Bali Post) Kantor Perpustakaan Daerah Bangli yang sebelumnya berada di Terminal Loka Crana telah pindah ke Gedung TK/SD Internasional di Kelurahan Kubu. Sejauh ini, jumlah pengunjung belumlah banyak. Guna meningkatkan jumlah kunjungan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli telah melakukan berbagai upaya, salah satunya mengundang siswa dari sejumlah sekolah sekitar untuk mengunjungi Perpustakaan Daerah. Kasi Layanan Perpustakaan dan Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangli Ni Wayan Suarni mengatakan, belum semua pelajar maupun masyarakat tahu soal perpindahan perpustakaan tersebut. Maka dari itu pihaknya berharap siswa yang sudah pernah ke Perpustakaan Daerah agar turut mempromosikannya. Guna meningkatkan jum-

Bali Post/nan

PERPUSTAKAAN - Sejumlah siswa yang berkunjung ke Perpustakaan Daerah Bangli. lah kunjungan, pihaknya juga akan membuat brosur untuk disebarkan ke sekolah-sekolah. ‘’Dengan begitu, pihak sekolah bisa menyampaikan kepada siswanya kalau kantor perpustaan ada di sini,’’ ucapnya belum lama ini. Dia menjelaskan, dalam sehari, hanya ada beberapa pengunjung yang membaca maupun meminjam buku. Itu pun hanya siswa. ‘’Kalau masyarakat umum masih minim,’’ katanya.

Menurutnya, dari sisi lokasi, bangunan dan lahan, perpustakaan sekarang jauh lebih baik ketimbang sebelumnya. Namun, ruangan perpustakaan masih tergolong kecil. Selain itu, meja pengunjung jumlahnya terbatas. ‘’Kalau misalnya pengunjung terlalu banyak, maka jelas tidak bisa dan pengunjung terpaksa membaca di luar. Tapi sejauh ini belum sih sampai ada pengunjung membeludak,’’ jelasnya. (kmb41)


19

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

Bali Post/ist

PHDI - Presiden Joko Widodo foto bersama Pengurus Harian PHDI Pusat dan Panitia Nyepi Nasional di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (15/3) kemarin.

Jokowi Terima Pengurus Harian PHDI

DPR Jamin Tak Kriminalisasi Pengkritik Perbedaan Pilihan Politik Jangan Sampai Rusak Kerukunan Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo menerima Pengurus Harian PHDI Pusat bersama Panitia Nyepi Nasional di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (15/3) kemarin. Kepada Presiden, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tanaya melaporkan permasalahan keumatan dan kebangsaan serta rangkaian perayaan Nyepi tahun ini. Presiden Joko Widodo melalui Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat menyampaikan ucapan selamat menjalankan catur brata panyepian kepada seluruh umat Hindu di seluruh pelosok Tanah Air serta selamat Tahun Baru Çaka 1940. Staf Khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana dalam siaran persnya yang diterima Bali Post menyebutkan, Presiden juga mengingatkan bahwa perayaan Nyepi tahun ini dan tahun depan bertepatan dengan suasana pesta demokrasi, baik pilkada, pemilu legislatif dan pilpres. Untuk itu, ia berharap umat Hindu bersama elemen bangsa yang lain ikut menjaga kesejukan, menjaga tali persaudaraan dan memperkuat persatuan. Perbedaan pilihan politik jangan sampai merusak kerukunan di antara sesama saudara sebangsa dan setanah air. Pesta demokrasi harus dirayakan dengan penuh kegembiraan, bukan permusuhan, bukan saling membenci, bukan saling memfitnah satu dengan yang lain. Apalagi sekarang ini suasana permusuhan dikipas-kipasi oleh berita hoax, provokasi, adu domba melalui

media sosial. Untuk itu, Presiden berharap Parisada Hindu Dharma juga menyampaikan kepada umat agar sebagai bangsa kita tidak mudah dipecah belah oleh provokasi, apalagi menggunakan sentimen SARA. Selain itu, Presiden menyampaikan program pemerintah saat ini untuk melakukan percepatan sertifikasi tanah pura. Pada tanggal 23 Februari 2018, Presiden Joko Widodo telah menyerahkan langsung 844 sertifikat hak atas tanah adat untuk pura se-Provinsi Bali. Penyerahan sertifikat tersebut dilaksanakan di Pura Dalem Sakenan Serangan, Kota Denpasar. Ikut mendampingi Presiden saat pertemuan dengan PHDI adalah Mensesneg Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Staf Khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana. Sementara itu, pengurus Harian PHDI yang hadir dalam pertemuan itu adalah Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tanaya, Sekretaris Umum Ir. I Ketut Parwata. Sementara Panitia Perayaan Nyepi Nasional yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Ketua Umum Panitia Nasional Laksda TNI I Nyoman Gede Ariawan, S.E., M.M., Ketua I Samudra Gina Antara, Sekretaris Umum I Wayan Suyasa, Koordinator Bidang Acara dan Protokol Laksma TNI Gusti Kompiang Aribawa, serta Penasihat Panitia Nasional Kentjanawathy Suwisma (Ketua Umum WHDI Pusat) dan Brigjen TNI Kasim Genawi. (kmb)

Dana Bos

Dari Hal. 1

Selain hilangnya generasi, ada pula kerugian Bali dalam bidang penganggaran. Sebagai wakil rakyat asal Bali yang duduk di Badan Anggaran DPR-RI, Koster paham betul bagaimana dana dikucurkan kepada daerah. ‘’Semua itu dihitung pada jumlah manusia. Misalnya dana BOS, itu dihitungnya berdasarkan jumlah komposisi penduduk di satu wilayah,’’ ujarnya. ‘’Jadi, semakin sedikit jumlah orang, semakin sedikit pula bantuan yang didapat,’’ paparnya. Koster menilai kebijakan KB dua anak tak tepat diterapkan di Bali. Ke depan, ia akan melobi pemerintah pusat agar Bali bisa diberikan kekhususan untuk melaksanakan program KB empat anak. Menurutnya, tak ada yang perlu ditakutkan dengan program KB empat anak yang digagasnya. Sebab, saat ini semua sudah ditanggung oleh pemerintah. ‘’Tidak ada lagi alasan banyak anak akan miskin, karena semua sudah dilayani, ditanggung oleh pemerintah. Sekolah dibiayai negara, kesehatan dan perumahan juga. Lalu, apalagi alasannya?’’ tanya Koster. Untuk memperjuangkan idenya jika disetujui oleh rakyat Bali, Koster siap pasang badan. ‘’Saya akan pasang badan. Kalau tidak berani ambil risiko,

tidur saja di rumah. Gubernur itu mengurusi rakyat. Saya siap ngayah total sekala dan niskala. Saya akan membangun Bali setulus-tulusnya, selurus-lurusnya, agar Bali lebih baik dengan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Tidak ada ragu-ragu, saya sudah siap,’’ tegasnya. Sementara itu, tokoh masyarakat Banjar Bengkel Wayan Suwita Ariana mendukung penuh gagasan Koster. Ia bersama warga siap mendukung, memenangkan dan memilih Koster-Ace pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 27 Juni. ‘’Program kerja beliau sudah terealisasi jauh sebelum beliau mencalonkan diri menjadi gubernur. Sudah konkret. Kami siap mendukung, memenangkan dan memilih Koster-Ace,’’ ujarnya. Koster-Ace juga menyempatkan diri meninjau kerajinan pandan di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem. Kepada Koster, perwakilan perajin Agung Sudanti menjelaskan, butuh waktu sekitar satu minggu untuk menghasilkan kerajinan dari daun pandan. Ada banyak kreasi yang dibuat para perajin, di antaranya tikar, tas dan topi. Kelompoknya hanya melakukan proses produksi saja. Sementara untuk penjualannya dibantu oleh pengepul yang berada tak jauh dari desanya. ‘’Dari sana, pengepul itu jual lagi ke daerah Bona, Gianyar. Di sana diolah lagi dan harganya jadi tinggi.

Tas ini dijual seharga Rp 500700 ribu,’’ jelas Agung Sudanti. Namun, yang membuat Koster miris saat mengetahui harga jual dari perajin ke pengepul. ‘’Kami jual satu picis Rp 25 ribu. Untuk modal Rp 500 ribu sebulan. Untungnya sekitar Rp 5 ribu per picis,’’ jawabnya. Bukan Wayan Koster namanya jika tidak langsung menyelesaikan masalah yang dihadapi warga. Menurutnya, hal utama yang harus dilakukan oleh perajin adalah membentuk kelompok berbadan hukum. Menurut Koster, badan hukum yang tepat untuk perajin pandan ini adalah koperasi. Nantinya, perajin yang membuat kerajinan, karya mereka dijual oleh koperasi yang menaunginya. Dengan koperasi pula kebutuhan teknologi finishing bisa direalisasikan. Sementara untuk pemasarannya, Koster memiliki dua skema. Pertama, ia menyarankan agar nantinya koperasi mengontrak toko di tempat-tempat wisata. Produk kerajinan Desa Tumbu adalah barang-barang yang dijual di sana. ‘’Atau skema kedua, koperasi yang menyalurkan produk kerajinan di sini kepada toko-toko yang banyak tersebar di daerah wisata seperti di Candidasa, Taman Ujung maupun objek wisata di Denpasar, Gianyar dan Badung. Kan bisa dikerjasamakan. Polanya nanti bisa bagi hasil atau lainnya, yang penting adil,’’ demikian Koster. (kmb)

Jakarta (Bali Post) Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo memberi jaminan penuh tidak akan ada masyarakat, apalagi wartawan yang menjadi korban atas UU MPR, DPR, DPD dan DPRD (UUMD3) yang resmi berlaku mulai kemarin. ‘’Saya jamin berlakunya UU MD3 tidak memberikan efek negatif terhadap masyarakat. Jangan sampai ada kesalahpahaman bahwa UU MD3 akan mematikan kritik masyarakat terhadap DPR. Saya pastikan siapa pun yang mengkritik DPR tidak akan ada yang dikrimi-

nalisasi atau dibawa ke ranah hukum,’’ kata Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (15/3) kemarin. Bamsoet, panggilan akrabnya, meyakini masyarakat sudah sangat cerdas dalam menyampaikan pendapat, sehingga mampu membedakan antara kritik dan ujaran kebencian. Ia juga meminta masyarakat tetap waspada agar tidak menjadi korban penyebaran berita hoax. Selain itu, semua pihak juga diingatkan agar tidak lagi memprovokasi dan mengadu domba sesama anak bangsa. Mengadu

Dari Hal. 1

dan dari kekejaman menuju kasih sayang. Tahun Baru Içaka 1940 hendaknya mengonversi hal-hal yang tidak baik menuju kebaikan. ‘’Nyepi melatih manusia Hindu sabar, jujur dan rendah hati, sebuah nilai yang dibutuhkan bagi tantangan masa depan sebagaimana dinyatakan Jennifer Rita Nichols,’’ tambah mantan Rektor Unhi ini. Asdir I Program Pascasarjana Unhi Dr. Wayan Budi Utama, M.Si. mengatakan, umat Hindu dari dulu dikenal terbuka terhadap perubahan. Dengan kearifan lokal yang dimiliki, umat Hindu mampu memfilter budaya asing yang masuk memengaruhi segala lini kehidupan. Spirit kearifan lokal ini mesti mampu diperkuat dalam menghadapi tantangan global yang semakin deras. Hari raya Nyepi Tahun Çaka 1940 yang berbarengan dengan hari raya Saraswati ini merupakan momentum yang baik untuk memperkuat spirit kearifan lokal dalam menghadapi tantangan global. Budi Utama menambahkan,

domba antara DPR dan rakyatnya dengan mengatakan seolah-olah DPR mematikan demokrasi dan antikritik. ‘’DPR menjadi hebat karena diawasi oleh rakyat. Kritik justru sangat diharapkan karena itulah vitamin bagi DPR. Yang tidak boleh adalah menyebarkan ujaran kebencian dan fitnah. Kita tentu tidak ingin bangsa ini asyik bergumul saling membenci dan memfitnah satu sama lain,’’ kata Bamsoet. Mengenai sikap Presiden Joko Widodo yang tidak juga menandatangani UUMD3 hingga 30 hari sejak disahkan DPR

Semakin Kreatif

Sementara itu, Prof. Dr. I.B. Yudha Triguna menilai bahwa tantangan global mengharuskan umat Hindu semakin kreatif dan dewasa. Kreatif berarti umat harus diajarkan dan dibiasakan menerima perubahan, nyaman dengan perubahan, dan bersedia menyesuaikan diri dengan perubahan. Perubahan hendaknya dianggap sebagai tantangan yang tidak bisa dihindari. Hanya dengan cara itu umat Hindu siap setiap saat dengan perubahan, dan bahkan tidak menentang perubahan. Semakin dewasa, kata mantan Dirjen Binmas Hindu ini, berarti umat Hindu tidak menekankan hanya pada pengetahuan dan kreativitas, tetapi lebih ditekankan kemampuan mereka mengelola kecerdasan emosi dan spiritual sesuai perubahan yang terusmenerus terjadi. Kecerdasan emosi dapat pula dimaknai sebagai konversi dari penderitaan menuju kebahagiaan; dari keterikatan menuju kebebasan

Ambil Risiko Dari Hal. 1

‘’Memang perbankan harus prudent dan hati-hati, ya saya setuju. Tapi kalau kita tidak berani mengambil risiko, selesai sudah kalau dalam bisnis. Pasti akan mati. Atau mungkin mati pelan-pelan, tapi tetap mati,’’ tuturnya. Baik itu di bisnis maupun politik, risiko akan selalu ada. Namun, menurutnya, bila kita berani mengambil risiko, maka akan selalu ada kesempatan dan kemungkinan. ‘’Yang namanya mengambil sebuah keputusan artinya mengambil sebuah risiko. Di bisnis dan politik, sama saja. Sebagai pimpinan, ambil sebuah risiko. Mengambil sebuah keputusan, artinya mengambil risiko. Kalau menghindari risiko, artinya menghindar mengambil keputusan,’’ ucap Kepala Negara. Lebih lanjut, Presiden meminta dunia usaha khususnya perbankan untuk tidak selalu

wait and see saat menghadapi ketidakpastian. Sebab, ketidakpastian dan perubahan akan selalu ada. ‘’Orang berkata wait and see. Tiap tahun kita wait and see terus karena memang berubah terus,’’ sambungnya. Ia berpesan, di saat dunia berubah, kalau kita tidak mengikuti perubahan, kita akan mati perlahan. Apalagi perubahan sekarang dirasa begitu cepat. Perbankan pun dituntut untuk berubah dan berani menerjang risiko untuk meraih kesempatan yang ada. ‘’Dunia keuangan dan perbankan mengalami itu,’’ ucapnya. Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekreteris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. (kmb)

perayaan hari suci keagamaan ini juga momentum yang baik untuk meningkatkan kepekaan sosial. Membantu sesama yang kurang beruntung secara ekonomi dan mayadnya ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Konsep filantropi ini mesti diaplikasikan dalam tataran praksis. Akademisi Dr. Eng. I Wayan Kastawan, S.T., M.A. mengatakan, catur brata panyepian tidak hanya menyucikan umat manusia melalui introspeksi diri sebagai representasi bhua-

dalam rapat paripurna lalu, Bamsoet menjelaskan, sekalipun Presiden Jokowi akhirnya tidak menandatangani UU MD3, namun UU MD3 tetap sah menjadi undang-undang dan wajib diundangkan. Hal tersebut sesuai dengan Pasal 20 ayat 5 UUD 1945. ‘’Pasal 20 ayat 5 UUD 1945 menyebutkan jika RUU yang telah disetujui DPR dan pemerintah tidak disahkan oleh Presiden dalam waktu tiga puluh hari sejak RUU tersebut disetujui, maka RUU tersebut sah menjadi undang-undang dan wajib diundangkan,’’ papar Bamsoet.. (kmb4)

na alit, juga memberikan dampak positif untuk keberlanjutan semesta atau bhuana agung. Introspeksi diri dan keberlanjutan semesta melalui Nyepi telah menginspirasi umat manusia di dunia untuk melakukan brata, yaitu melakukan hemat energi dengan tidak menggunakan lampu selama satu jam di seluruh dunia pada perayaan Earth Hour. Semoga keberlanjutan semesta semakin nyata ke depannya dengan meningkatkan kesadaran umat manusia. (lun/win/ira)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Jumat Kliwon, 16 Maret 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

”Nangluk Merana’’, Ogoh-ogoh Seni ”Nyakcak’’ Korupsi OGOH-OGOH telah berkembang menjadi sebuah karya seni, sehingga tidak lagi sekadar pelengkap ritual. Sebagai karya seni, wajar kemudian di dalam konsep pembuatan ogoh-ogoh bukan lagi menitikberatkan pada tattwa agama secara tekstual melainkan juga secara kontekstual. Artinya ogohogoh tidak saja didasarkan pada cerita mitologi, melainkan juga kondisi riil persoalan bersama yang sedang dihadapi di mana akarnya adalah dilanggarnya nilai-nilai agama. Salah satu masalah bersama sebagai bangsa misalnya banyaknya perilaku para pejabat saat ini yang korupsi. Hal inilah yang menjadi latar belakang Ogoh-ogoh ‘’Nangluk Merana’’ karya Sekaa Teruna Cantika Banjar Sedana Mertha, Ubung. ‘’Seni Nyakcak Korupsi’’, demikian tema besar yang ingin disampaikan I Wayan Gede Miasa, sang kreator ogoh-ogoh yang berhasil menyabet posisi kedua nominasi 8 besar se-Denpasar Utara lomba ogoh-ogoh di Kota Denpasar yang digelar Dinas Kebudayaan ini. ‘’Ini seni nyakcak korupsi, sebagai bentuk perlawanan terhadap masifnya perilaku

Bayu Cuaca

Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Medsos Lewat Single ”Batun Kolongan’’

SETELAH sukses dengan single ‘’Ngeling Sambil Manting’’ yang dirilis tahun lalu, kini penyanyi yang baru melepas masa lajangnya, Bayu Cuaca, kembali menghadirkan karya terbarunya. Lagu Bali keempatnya ini diberi judul ‘’Batun Kolongan’’ yang tercipta secara spontan ketika melihat fenomena pengaruh media sosial. ‘’Saya setiap menulis lagu spontan-spontan saja. Jarang ada rencana-rencana, kalau pas dapet ide dan inspirasi langsung ambil gitar dan buat lagunya,’’ ujar Bayu Cuaca, Rabu (14/3). Dalam single-nya ini, dikisahkan tentang seorang cowok yang mempunyai teman kenalan di medsos dengan seseorang yang mengaku wanita. Padahal, wanita tersebut adalah seorang cowok yang dandan cantik. Namun suatu ketika akhirnya si cowok bertemu dengan seseorang yang dikira cewek tersebut. Betapa kagetnya cowok tersebut saat mengetahui cewek yang sering diajak chat itu ternyata seorang lelaki. Karena terlihat dari batun kolongan (jakun).

ari sanalah tercipta judul ‘’Batun Kolongan’’ ini. Ini cerita fiksi yang didapat dari imajinasi liar seorang Bayu Cuaca,’’ tandasnya sembari tertawa. Meskipun dalam single ini menampilkan unsur jenaka, tetapi pesan yang disampaikan sangat dalam. Yaitu dalam menggunakan medsos, seseorang harus berhatihati. Apalagi berkenalan dengan seseorang yang belum diketahui asal-usulnya dan belum pernah bertemu orangnya langsung. ‘’Video klip keren ini dibuat oleh tim dari Traxvideo dan Memorapro. Sutradara Agus Wiranata, ide video Mirah Sugandhi, Molina, Agus Wiranata, dan saya sendiri,’’ jelas pria berambut panjang ini. Ditanya terkait seberapa penting medsos dalam kehidupannya sebagai musisi Bali, Bayu Cuaca mengatakan sangat penting. Terutama memudahkan untuk mengenalkan karya, info tentang musik dan lainnnya. Kendati demikian, dalam menghadapi perkembangan medsos yang begitu pesat, ia

korup para pejabat,’’ kata Yande, panggilan Miasa. Ia mengaku memiliki kegelisahan yang sangat melihat ulah pejabat yang dengan seenaknya mengambil uang rakyat. Terkadang para koruptor ini juga menunjukkan perilaku menggelikan sekaligus menjengkelkan. Sudah ditangkap pun, masih saja bisa senyum-senyum di hadapan media massa. Ada juga yang bermainmain, berusaha mengelabui hukum. Puncaknya adalah ketika terjadi tragedi ‘’tiang listrik’’, merujuk pada kejadian di mana kendaraan tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto menabrak tiang listrik. ‘’Ini kejadian

yang lucu sekaligus menjengkelkan dan membuat saya geregetan,’’ ujar Yande yang belajar membuat ogohogoh secara otodidak. Banyak lagi tingkah polah koruptor yang menurutnya seperti dagelan. Dengan keinginan yang kuat membangun kesadaran tentang bahaya korupsi inilah yang membuat Yande yang juga aktif dalam Gerakan Bali Tolak Reklamasi ini mencari nilai-nilai tradisi dalam budaya Hindu di Bali yang memiliki kaitan dengan perlawanan terhadap perilaku korup. Intinya adalah pada wujud tikus (bikul) yang sering digambarkan sebagai sosok para koruptor. Maka lahirlah kemudian konsep ogoh-ogoh ‘’Nangluk Merana’’, yang menggambarkan prosesi ‘’ngaben bikul’’. Ada empat karakter yang ditampilkan dalam ogoh-ogoh ‘’Nangluk Merana’’ ini yakni tikus raksasa yang menjelma wujud menjadi sosok menyeramkan, seorang Pedanda yang sedang ngeweda (merapal mantra — red), seorang wanita yang sedang ngayabin sesaji dan satu lagi seorang anak muda yang nampak terkejut melihat perubahan wujud tikus menjadi sosok menyeramkan. Menurut Yande yang

Kisah Lain tentang Sosok Stephen Hawking

Perempuan, Misteri yang Gagal Dipecahkan sang Ilmuwan Inggris (Bali Post) – Stephen Hawking, fisikawan kondang dikenal atas usahanya menjelaskan beberapa pertanyaan paling rumit tentang misteri rumit alam semesta, meninggal pada usia 76 tahun. Namun, kejeniusannya mengurai misteri alam semesta ternyata gagal menjelaskan misteri yang ada dalam cara berpikir perempuan.

menyarankan kepada masyarakat agar bijak menggunakannya, sehingga bisa terhindar dari berita bohong (hoax). ‘’Cara menghadapi berita hoax adalah jangan mudah percaya dengan akun dari sumber yang gak jelas (akun palsu). Dan yang terpenting adalah sembahyang agar tetap dilindungi oleh Tuhan,’’ sarannya. (win)

beberapa karya ogoh-ogohnya berhasil masuk nominasi terbaik di Denpasar Utara ini, perilaku korup haruslah dilenyapkan dan inilah yang menjadi tantangan terberat bagi masyarakat. Memenjarakan koruptor tidak dapat melenyapkan perilaku korup. ‘’Watak korup itu nampaknya sudah terlalu mendarah daging di masyarakat kita,’’ kata Yande. Watak korup masih mungkin dilenyapkan jika lembaga-lembaga hukum di negeri ini kukuh pada jalurnya menindak koruptor. Seorang pedanda yang teguh merapal mantra ketika tikus memilih mengubah wujudnya menjadi sosok menyeramkan, menurut pria kelahiran 21 Januari 1980 ini, dapat dimaknai sebagai lembaga seperti KPK yang teguh dalam upaya memberantas korupsi. Yande merasa lega, karena pesan penting dari ogoh-ogoh yang dibuatnya bersama anggota ST Cantika ini dapat ditangkap oleh dewan juri. Dengan diganjar nomor 2 terbaik se-Denpasar karena meraup nilai 90,25 yang berarti nilai tertinggi ke-2, berarti karya yang menghabiskan waktu pengerjaan dua bulan ini diapresiasi oleh dewan juri. (winayaka)

Dalam sebuah wawancaranya yang dikutip The Telegraph tahun 2012 silam, ketika ditanya wartawan New Scientist mengenai apa yang paling sering dipikirkannya setiap hari, Hawking menjawab, “Perempuan, mereka benar-benar misteri.” Tampaknya jawaban ini tidak lepas dari kisah cintanya yang pernah menikah hingga dua kali. Pertama dengan Jane Wilde pada tahun 1965 dan dengan Elaine Mason tahun 1995. Kisah percintaan Stephen Hawking diceritakan dalam film “The Theory of Everything”. Film yang sukses meroketkan nama Eddie Redmaye hingga berhasil meraih Oscar 2015 ini, menunjukkan bagaimana pengorbanan

Jane Wilde dalam menemani Hawking yang telah divonis menderita ALS yang membuat tubuh fisikawan terkemuka ini nyaris lumpuh. Jane yang mengetahui Hawking menderita ALS saat masih berpacaran memilih tetap menikahi sang ilmuwan. Dari pernikahannya ini, Hawking dikaruniai tiga anak. Namun, kehidupan cinta Jane-Hawking kandas pada tahun 1990. Kegagalan dua pernikahannya, dituangkan Hawking melalui tulisan sebuah memoar tahun 2013 berjudul “My Brief History’’. Dalam buku ini ia menceritakan bagaimana pertama kali ia didiagnosis penyakit tersebut, dan berkeluh, “Saya merasa ini sangat tidak adil, mengapa ini harus terjadi

pada saya.” Kerumitannya dalam memahami perempuan ternyata tidak dibawa saat menjelaskan misteri alam semesta. Hawking berhasil meraih ketenaran internasional setelah menerbitkan “Sejarah Singkat Waktu” tahun 1988, salah satu buku paling rumit yang pernah ada untuk mendapatkan daya tarik massa, yang bertahan dalam daftar terlaris “Sunday Times” tidak kurang dari 237 minggu. Hawking mengatakan bahwa ia menulis buku tersebut untuk menyampaikan kegembiraannya sendiri atas penemuan baru-baru ini tentang alam semesta. “Tujuan awalnya adalah menulis buku, yang akan dijual di toko buku bandar udara. Untuk memastikan bahwa isinya bisa dimengerti, saya mencoba memberikan buku itu pada perawat. Saya pikir mereka mengerti sebagian besar isinya,” kata Hawking kepada wartawan saat itu. (nata/ant)

’’Melasti’’ di Sejumlah Daerah Luar Bali

Tetap Khusyuk di Tengah Keterbatasan

MELASTI sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari raya Nyepi tidak saja dilaksanakan di Bali. Beberapa daerah di luar Bali, seperti Jember, Jawa Timur, Lampung dan Magelang, Jawa Tengah, umat Hindu setempat dengan berbagai keterbatasan yang mereka hadapi juga melaksanakan ritual tahunan ini dengan khusyuk. Tidak hanya memohon penyucian diri, umat Hindu yang melaksanakan Melasti di sejumlah daerah tersebut juga menyampaikan pesan-pesan demi kebaikan bangsa. Ratusan umat Hindu dari berbagai kabupaten di kawasan Tapal Kuda seperti Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi, menggelar upacara melasti di Pantai Paseban Kabupaten Jember pada Minggu (11/3) lalu. Mereka merupakan umat Hindu dari 12 pura yang tersebar di Kabupaten Jember dan dua pura dari Kabupaten Bondowoso dan Situbondo. Tidak sekadar melaksanakan ritual, dalam melasti ini umat Hindu juga mendoakan kebaikan bagi bangsa Indonesia. ‘’Kami semua umat Hindu yang melakukan prosesi melasti di Pantai Paseban mengambil tema ‘Jadikan Catur Brata Panyepian Memperkuat Toleransi Kebinekaan Berbangsa dan Bernegara demi Keutuhan NKRI’,’’ kata Ketua Panitia

Prosesi Upacara Melasti Wahyu Widodo di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Menurutnya, tema tersebut diharapkan dapat memperkuat toleransi berbangsa dan bernegara demi keutuhan NKRI, sehingga ke depanya semakin nyata kebinekaan antarsesama umat beragama tetap terjalin dengan baik. ‘’Dalam upacara melasti, umat Hindu berharap NKRI tetap utuh dan terjaga dengan baik, apalagi saat ini adanya isu yang mengarah pada perpecahan umat beragama,’’ tuturnya. Ia berharap umat Hindu yang menggelar upacara melasti mendapatkan berkah dan dijauhkan dari segala malapetaka bencana, serta keutuhan NKRI dapat terjaga dengan baik. Tentu saja prosesi melasti di

Jember ini tidak seperti melasti di Bali. Sesaji yang dihaturkan khas masyarakat Hindu setempat yakni berupa jolen yang dilarung di laut. Sebelum proses pelarungan jolen, umat Hindu dari berbagai daerah tersebut melakukan berbagai prosesi upacara keagamaan seperti ucap syukur dan juga lakukan doa-doa sakral dalam kegiatan tersebut. ‘’Ketika jolen dilepas ke laut akan dibuat rebutan warga ataupun umat Hindu sendiri seperti buah buahan dan juga berbagai jenis ugo rampe usai dilakukan doa-doa keagamaan,’’ ujarnya. Lain halnya dengan di Magelang, Jawa Tengah. Sekitar 100 umat Hindu di daerah yang tidak memiliki pantai tersebut melakukan upacara melasti di mata air Tukmas di Desa Lebak, Grabag, Kabupaten Magelang, Kamis (15/3) kemarin. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Magelang Gede Suwarti mengatakan umat Hindu di Magelang menyelenggarakan melasti di Tukmas yang memiliki sejarah sebagai peninggalan Hindu tertua di Jawa Tengah. Ia menuturkan, setiap

tahun dilaksanakan melasti di sini mengingat di Tukmas ini ada prasasti yang merupakan peninggalan zaman Kerajaan Hindu dan di sini merupakan sumber air yang merupakan sumber segala kehidupan, tanpa air manusia tidak bisa hidup. Selain itu, katanya, sumber air Tukmas merupakan sumber air terbesar di Kabupaten Magelang. Melasti di Magelang dilaksankan dengan penuh kekhusyukan di tengah terbatasnya umat Hindu karena populasinya yang memang tidak terlalu banyak. Namun semangat untuk melaksanakan ritual melasti menunjukkan kuatnya sradha bhakti. Tempat Melasti Jumlah umat Hindu di luar Bali yang cukup banyak ada di daerah Lampung. Di daerah ini umat Hindu dalam rangkaian ritual melasti menyampaikan permohonan kepada pemerintah daerah agar dapat disediakan tempat untuk melasti. ‘’Kami berharap bupati memperhatikan permasalahan umat Hindu Lampung Timur, yakni tempat untuk pelaksanaan upacara melasti,’’ kata

Bali Post/ant

TUKMAS - Sejumlah umat Hindu membawa sesaji saat melaksanakan upacara melasti di mata air Tukmas Grabag, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (15/3) kemarin. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Lampung Timur I Wayan Sutarja pada pelaksanaan melasti di Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Rabu (14/3). Ia menyebutkan, Pemkab Lampung Timur sebelumnya

merencanakan menyediakan tempat seluas satu hektar di pinggir Pantai Desa Muara Gading Mas sebagai tempat pelaksanaan melasti. Namun, lanjutnya, hingga sekarang belum dilakukan pembersihan lahan dan pemda juga berencana membangunkan paling-

gih atau Pura Segara. Pelaksanaan melasti ini diikuti ribuan penganut agama Hindu dari berbagai wilayah Kabupaten Lampung Timur dan dihadiri oleh sejumlah pejabat setempat yang di antaranya juga Umat Hindu. (nata/ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 16 Maret 2018 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu