Skip to main content

Edisi 15 Oktober 2017 | Balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

minggu Pon, 15 oktober 2017

u g g n Mi Pengemban Pengamal Pancasila

BPM/ist

BANTUAN- Jajaran PT Uni -Charm saat menyerahkan sumbangan popok dan pembalut kepada pengungsi Gunung Agung.

Wujudkan Pengungsi Sehat MENGINJAK pekan ketiga, bantuan untuk warga Karangasem yang mengungsi di GOR Swecapura terus mengalir. Tak hanya perseorangan, juga dari perusahaan. Salah satunya PT Unicharm Indonesia yang memberikan bantuan berupa popok dan pembalut. Pendistribusian bantuan ini mendapat sambutan positif dari pengungsi. Salah satunya Ketut Polos, warga Desa Sebudi, Kecamatan Selat yang telah 16 hari meninggalkan kampung halaman. “Bagus ada bantuan seperti ini,” ujarnya. Penggunaan popok bayi, pem-

balut wanita, dan popok lansia dinilai akan mampu memberikan kenyamanan. Selain itu, dari sisi kesehatan dan sanitasi lingkungan bisa lebih baik. “Terlebih anakanak dan lansia. Kan perlu seperti ini. Bisa lebih praktis,” katanya. Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, dr. Ni Made Adi Swapatni, menyatakan, bantuan tersebut sangat baik. Terlebih untuk lansia yang tak lagi bisa beraktivitas. Demikian juga dengan anak-anak, terutama saat malam hari. “Dengan memakai ini, kesehatan lingkungan bisa lebih terjaga,” jelasnya. Sementara itu, Area Sales Man-

ager PT Uni-Charm Indonesia Bali, Syahrir, mengatakan penyaluran bantuan ini baru menyasar pengungsi di GOR Swecapura, yang jumlahnya paling banyak, baik anak-anak, dewasa, maupun lansia. “Jumlah bantuan ada 100 karton. Kami ingin pengungsi ini bisa tetap sehat,” ucapnya. Aksi kemanusiaan ini, sambung dia, sudah menjadi kewajiban perusahaan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. “Ini sudah menjadi kegiatan rutin kami. Tidak hanya di sini. Tetapi juga pada korban bencana lainnya,” tandasnya. (***)

PENGUNGSI - Jajaran PT Uni-Charm berbaur dengan pengungsi.

BPM/ist

PT Uni-Charm Indonesia Peduli Pengungsi Gunung Agung Bali PT Uni-Charm Indonesia merupakan anak perusahaan Unicharm Corporation Jepang. Perusahaan ini didirikan tahun 1997. Tahun ini, merupakan tahun ke-20 pendiriannya di Indonesia. Adapun visi PT Uni-Charm Indonesia adalah berkomitmen untuk terus-menerus memberikan dukungan kepada seluruh masyarakat Indonesia dari bayi hingga usia lanjut. Tujuannya agar bisa hidup lebih sehat nyaman dan bahagia, melalui produk-produknya yang berkualitas Jepang seperti MamyPoko popok sekali pakai, pembalut wanita Charm, Lifree popok untuk orang dewasa. Selain itu, PT Uni-Charm Indonesia akan selalu menciptakan produk dan pelayanan yang pertama dan No. 1 di Indonesia yang sesuai

dengan kebutuhan konsumen dan menjalankan sistem supply yang stabil dan menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Sebagai perwujudan tanggung jawab pada masyarakat, PT UniCharm Indonesia tidak semata membuat produk berkualitas, juga memberikan donasi berupa produk, yang merupakan produk kebutuhan sehari-hari, yang disadari bahwa produk-produk tersebut akan sangat bermanfaat untuk para korban bencana alam. Seperti yang dilakukan saat ini kepada warga Karangasem yang mengungsi sebagai dampak dari meningkatnya aktivitas Gunung Agung. Ini juga sebagai bentuk empati PT Uni-Carm Indonesia terhadap pengungsi Gunung Agung yang

tersebar di sembilan daerah; Buleleng, Gianyar, Bangli, Karangasem, Klungkung, Denpasar, Badung, Jembrana, dan Tabanan. Donasi yang diberikan berupa popok bayi sekali pakai, pembalut wanita, serta popok dewasa sekali pakai pada 10 Oktober 2017. Walaupun belum dapat memenuhi semua kebutuhan pengungsi, tetapi donasi ini merupakan wujud tanggung jawab serta komitmen PT UniCharm Indonesia dalam meringankan beban masyarakat yang saat ini sedang dalam pengungsian. Selain itu, rasa empati tersebut tidak akan berhenti di sini dan PT Uni-Charm Indonesia akan terus berkreasi dan berinovasi untuk berkontribusi dalam menyejahterakan seluruh masyarakat di Indonesia. (ad703)

PEDULI- Inilah bentuk bantuan PT Uni-Charm kepada krama Bali.

BPM/ist

20 HALAMAN

NOMOR 57 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418


2

Sisi Lain

Minggu Pon, 15 Oktober 2017

BPM/kmb31

GUNUNG - Gunung Agung dilihat dari Kecamatan Kubu.

Aktivitas Gunung Agung Bisa Dijadikan Paket Wisata

Amlapura (Bali Post) Ancaman erupsi Gunung Agung telah mengancam keberlangsungan pariwisata Bali. Padahal, belum terjadi letusan, tetapi ketakutan yang ditimbulkan sangat besar. BNPB punya tugas berat untuk meluruskan pemahaman ini.

BNPB kemudian memunculkan ide untuk menciptakan anggapan bahwa erupsi gunung api bukanah sebuah bencana, tetapi sudut pandangnya melihat erupsi sebagai peristiwa langka dan menarik untuk dilihat. Tujuannya, untuk menekan dampak negatif yang terjadi saat ini terhadap keberlangsungan pariwisata Bali. Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Wisnu Widjaja, belum lama ini, mengaku merasa tertantang menghadapi situasi saat ini di Bali. Seperti diketahui, denyut nadi perekonomian Bali adalah pariwisata sehingga dia terus memutar otak untuk memberikan terobosan agar pemahaman masyarakat dan pelaku pariwisata sejalan dengan langkah mitigasi bencana BNPB, bahwa erupsi gunung api, sebenarnya bukan peristiwa yang menakutkan. Asalkan, langkah-langkah mitigasi sudah dilakukan dengan benar. Upaya mitigasi dilakukan untuk mencegah adanya korban di radius tertentu dari puncak gunung. Sehingga, dilakukan evakuasi, kemudian kebutuhannya sementara dipenuhi di tempat pengungsian. Dia mengaku belajar banyak terhadap peristiwa erupsi sejumlah gunung api di Jawa. Dengan motivasi yang sama, menekan dampak terhadap pariwisata, erupsi gunung api kemudian justru dijadikan paket pariwisata. Ide itu direalisasikan BNPB bekerja sama dengan travel agent, untuk menentukan titik pengamatan gunung yang aman. Sehingga, dari sana wisatawan bisa melihat langsung bagaimana proses sebuah gunung api mengalami erupsi. “Jadi, kita lihat erupsi gunung api itu sebagai peristiwa langka, bukan bencana. Kapan lagi bisa melihat langsung erupsi gunung api. Ini yang kita lihat sebagai peluang untuk membalikkan keadaan,” kata Wisnu Widjaja. Dia menegaskan, sudah melakukan pemetaan terhadap tempat yang aman dan tepat untuk rencana ini. Selain menentukan titik pengamatan, pihaknya bahkan sudah menentukan beberapa posisi ordinat yang tepat untuk para fotografer mengambil momen tepat saat erupsi. Salah satu rekomendasinya adalah dari perairan Kubu. Dari tengah laut, Gunung Agung terlihat sangat

utuh. Dia mengaku yakin, kalau peristiwa erupsi terjadi, posisinya sangat pas momen tersebut diabadikan dari sudut itu dengan memanfaatkan beberapa sampan cepat menuju ke sana. Dia mengaku sudah melakukan olah digital, hasilnya dari sudut ini bila nanti peristiwa erupsi diabadikan, akan menghasilkan gambar luar biasa. “Jadi, ini juga peluang bagi teman-teman fotografer. Lihat ini sebagai momen langka, yang harus diabadikan, bukan ditakuti, sehingga harus berbondongbondong lari menyelamatkan diri. Padahal ada di zona aman,” tegasnya. Untuk meyakinkan rencananya itu, dia bahkan siap menyiapkan sampan cepat. Bahkan, siap mencoba lebih dulu, bila nanti erupsi itu benar-benar terjadi. Ini untuk meyakinkan bahwa erupsi gunung api tidak akan berbahaya, sepanjang langkah-langkah mitigasi sudah dilakukan dengan benar. Sejauh ini, upaya mitigasi itu sudah dilakukan cukup baik, untuk mencegah adanya korban jiwa. Warga di zona awas sudah dievakuasi. Jalur-jalur menuju zona awas juga sudah ditutup. Selain itu, pihaknya juga sudah membuat selebaran, cara-cara sederhana menghadapi dampak erupsi Gunung Agung, khususnya menghadapi ancaman debu vulkanik di rumah-rumah hingga cara-cara mengevakuasi diri dengan cara aman, sekaligus jalur-jalur evakuasi yang bisa dimanfaatkan. Secepatnya, dia menegaskan akan segera berbicara dengan Asita Bali atau travel agent dan pelaku pariwisata Bali lainnya, untuk sama-sama bersikap menyelamatkan pariwisata Bali. Pemahaman serupa juga disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (14/10) kemarin. Dia mengatakan aparat terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak usah takut dengan Gunung Agung. Sutopo menegaskan, setiap gunung api pasti akan meletus dalam periode tertentu. Tapi pascaletusan justru akan memberikan berkah yang luar biasa. Lahan menjadi subur, produktivitas pertanian meningkat, melimpahnya pasir dan batu yang dapat ditambang, dan lainnya. Masyarakat harus mengakrabi gunung. Hidup harmoni dengan gunung api. Saat meletus pun, masyarakat dapat mengungsi sementara. Pengungsi Gunung Agung saat ini masih tercatat 139.199 jiwa di 389 titik pengungsian yang tersebar di sembilan kabupaten/kota di Bali. (kmb31)

Sehat di Posko Pengungsian

Waspadai Virus ISPA pada Anak INFEKSI saluran pernapasan atas (ISPA) sering terjadi pada anak-anak. Termasuk bagi anakanak di pengungsian. Penyebabnya bisa karena infeksi virus dan infeksi bakteri. Gejalanya panas, batuk, pilek. Serangan virus pada saluran napas atas anak-anak harus berhati-hati, karena dapat menyebabkan kejang demam. Salah satu komplikasi yang muncul untuk infeksi saluran pernapasan atas pada anak, bisa menyebabkan infeksi telinga. Demikian disampaikan dokter spesialis THT Kasih Ibu Hospital, dr. Luh Putu Dhena Purwaningsih, Sp.THTKL, belum lama ini. Gejala infeksi telinga ini adalah batuk, pilek beberapa hari, diiringi nyeri telinga. “Telinganya akan terasa nyeri, panas dan terasa grebeg-grebeg di telinga. Kalau dikasih obat batuk pilek tidak ada perbaikan, harus dibawa ke THT karena dikhawatirkan infeksi telinga yang macam-macam komplikasinya. Misalnya pada anak itu terjadi kejang,” bebernya. Penanganan pada infeksi telinga stadium satu biasanya gendang telinga memerah sehingga diberikan obat antibiotik dan decongestan. Pada stadium dua, anak akan merasa bertambah nyeri sehingga harus dilakukan pengeluaran cairan dalam telinga. Setelah itu, panas akan turun. Ada

juga yang datang pada stadium perforasi dan stadium resolusi. Mengingat virus ada di manamana, bisa didapat dari kontak dengan orang, bisa dari tangan kotor ke tangan lainnya, maka anak-anak dengan daya tahan tubuh lebih rendah dari orang dewasa rentan terhadap ancaman virus ini. Ancaman virus pada anak menyebabkan anak mengalami demam tinggi, berbeda dengan infeksi bakteri. “Demam turun tapi tetap demam biasanya itu

gejala infeksi yang ditumpangi juga oleh bakteri,” imbuhnya. ISPA menjadi sangat berbahaya jika tidak tertangani dengan baik. Pada anak, ISPA dapat menyerang otak sehingga menjadi meningitis dan kejang demam. Sedangkan pada orang dewasa yang terserang ISPA hingga menyebabkan infeksi, dan infeksinya tidak kembali normal dapat menjadi sinusitis. “Biasanya infeksi saluran akut sudah lama, dan tidak mendapat terapi,” tandasnya. (may)

BPM/dok

Anak-anak - Anak-anak di posko pengungsian sangat rentan terkena virus ISPA.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 0215357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


20 HALAMAN

terbit sejak 16 agustus 1948

u g g n Mi

perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

minggu Pon, 15 oktober 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

NOMOR 57 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

SIMPATIK - Menkop Puspayoga menyampaikan rasa simpati dan semangat kepada para pemangku di lingkungan Pura Besakih, Bendesa dan Prajuru Adat beserta pecalang Desa Adat Besakih. BPM/eka

Menkop Puspayoga Beri Simpati kepada Pemangku Besakih dan Krama Pengungsi Semarapura (Bali Post) -

Menkop dan UKM AAN Puspayoga bersama istri A.A. Bintang Puspayoga menyampaikan rasa simpati dengan menemui para pemangku Pura Besakih, bendesa dan prajuru desa Besakih, pecalang dan setidaknya 600 orang pengungsi yang ada di Desa Tegak, Klungkung, Sabtu (15/10) kemarin. Kunjungan Menkop juga disertai Gerakan Koperasi Indonesia yang diwakili Kospin Jasa ini diakui sangat membantu para pemangku, prajuru adat, pecalang dan krama pengungsi. Selain memastikan kondisi pengungsi, Puspayoga juga memotivasi para pengungsi untuk bersabar dan tabah menghadapi tantangan serta jangan lupa menjaga kesehatan. Dialog Menkop Puspayoga dengan pengungsi berjalan penuh dengan kekeluargaan.

Saat itu, Menkop Puspayoga juga menyerahkan punia berupa uang dari pembaca Bali Post dan Pemirsa Bali TV ‘’Peduli Pengungsi Gunung Agung’’. Bantuan itu untuk 23 Pemangku Pura Besakih dengan total Rp 11.500.000. Bantuan juga diberikan kepada 44 Pecalang Desa Pakraman Besakih dengan nominal Rp 13.200.000 dan kepada 35 Prajuru Adat Besakih dengan total Rp 17.500.000. Hal. 19 Kartu Belanja Hemat

Peduli Pengungsi Gunung Agung

BPM/eka

CUKUR - Rockefeller Barber Shop Bali mencukur rambut anak-anak pengungsi di Desa Tegak, Klungkung.

Cukur Gratis

BPM/eka

BINCANG-BINCANG - Bintang Puspayoga tampak berbincang-bincang dengan anak-anak di posko pengungsian, Tegak, Klungkung.

Bakti Gunung Agung

Dorong Inflasi

SUMBANGAN - Gerakan Koperasi Indonesia diwakili Ketua Umum Kospin Jasa, Andy A. Djunaid, Ketua Koperasi Warga Semen Gresik, Edy Kartika dan Ketua Koperasi Simpan Pinjam Kodanua, HR Soepriyono saat menyerahkan bantuan air minum dan 200 elpiji.

Denpasar (Bali Post) Kondisi Gunung Agung yang saat ini telah berstatus awas berdampak pada perekonomian Bali. Bali yang hidup dari pariwisata dengan adanya kondisi seperti ini, sebagian tamu melakukan cancel atau penundaan booking kamar. Selain itu, kondisi ini juga berdampak pada inflasi di Bali. Menurut Ekonom Universitas Udayana, Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., M.M., Ak., apabila terjadi inflasi di Bali dalam kondisi Gunung Agung berstatus awas seperti ini. Hal. 19 Harga Meningkat

STATUS Gunung Agung, Karangasem sampai saat ini masih bertahan di level awas. Hal tersebut tak hanya mengakibatkan warga yang bermukim di sekitarnya kehilangan pekerjaan lantaran harus mengungsi, kunjungan wisatawan ke Bali juga berimbas. Padahal, objek wisata di Bali lebih banyak berada di radius aman ketimbang di kawasan rawan bencana. Hal. 19 Tiga Kabupaten

Kintamani Anjlok 50 Persen BPM/eka

potong. Ada pula orang dewasa dan balita yang ikut. Mereka rela menunggu 10 hingga 15 menit untuk mendapat giliran. Mereka kembali tampil rapi. “Kalau sekolah tidak boleh rambut panjang,” kata Putu Angga Adnyana, siswa kelas V yang mengikuti sekolah sementara di SDN 2 Tegak. Hal. 19 Bentuk Kepedulian

Wisman Beralih ke Nusa Penida Kepanikan Ekonomi

Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi Gunung Agung. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000. Komunitas Kubus Bali Rp 500.000 Nyoman Sucipta Rp 100.000 Jumlah diterima hari ini Rp 600.000 Jumlah sebelumnya Rp 437.554.498 Jumlah seluruhnya Rp 438.154.498

DI sela-sela kunjungan Menkop dan UKM, AAN Puspayoga, juga disiapkan cukur gratis dari ahli cukur anak muda Bali dan bakso gratis. Adalah ahli cukur anak muda Bali dari Rockefeller Babershop Bali menyiapkan peralatan, sejumlah anakanak usia sekolah langsung berkerumun. Meminta rambutnya yang telah panjang di-

MENINGKATNYA aktivitas Gunung Agung di Karangasem sejak tiga pekan terakhir berimbas signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Kintamani. Kunjungan wisatawan ke Kintamani anjlok hingga 50 persen. Seperti yang diungkapkan salah seorang pengelola restoran di Kintamani, Gede Asdika, belum lama ini. Asdika mengatakan sejak ad-

BPM/may

I Wayan Ramantha

Hanya Candidasa Bertahan BPM/wan

anya informasi Gunung Agung berstatus awas, banyak guide yang mengatakan Kintamani tidak aman untuk dikunjungi. Apalagi beberapa desa di Kintamani juga dikabarkan masuk kawasan rawan bencana Gunung Agung hingga menyebabkan penduduk di beberapa desa mengungsi. Hal. 19 Turun Drastis

ANCAMAN erupsi Gunung Agung telah menimbulkan dampak di berbagai bidang. Pariwisata yang menjadi andalan Kabupaten Karangasem terus menuju keterpurukan. Banyak rencana perjalanan wisata di-cancel, mayoritas akomodasi wisata juga tutup total. Menghadapi situasi ini, pariwisata Bali tak boleh menyerah. Pariwisata Bali harus diselamatkan den-

gan meyakinkan wisatawan bahwa Bali masih sangat aman. Ancaman erupsi Gunung Agung menjadikan sektor pariwisata, khususnya di Karangasem, nyaris mati. Dari puluhan objek dan daya tarik wisata yang ada, hanya Candidasa yang masih bertahan. Hal. 19 Cukup Ramai


4

Minggu Pon, 15 Oktober 2017

Mari Membangun

KATA “Literasi” kian populer sejak beberapa tahun terakhir. Menurut kamus online Merriam-Webster, Literasi berasal dari istilah latin ‘literature’ dan bahasa Inggris ‘letter’. Literasi merupakan kualitas atau kemampuan melek huruf/ aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis. Namun lebih dari itu, makna literasi juga mencakup melek visual yang artinya “kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual (adegan, video, gambar).”

baca baik pada anak maupun orang dewasa dengan membangun perpustakaan dan taman baca atau mengumpulkan buku untuk disumbangkan ke sekolah-sekolah di Indonesia. Bagaimana dengan Bali? Gerakan literasi di Bali nampaknya masih sunyi-senyap. Memang ada berbagai kegiatan menumbuhkan literasi namun sifatnya temporer, hanya pada waktu-waktu tertentu seperti menyambut hari pendidikan nasional atau hari buku nasional, setelah itu tak terdengar lagi gaungnya.

National Institute for Literacy, mendefinisikan literasi sebagai “kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.” Definisi ini memaknai literasi dari perspektif yang lebih kontekstual. Dari definisi ini terkandung makna bahwa definisi Literasi tergantung pada keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan tertentu. Banyak lembaga atau yayasan yang bergerak di bidang literasi menumbuhkan kegemaran mem-

Rumah Baca Penting untuk membuat gerakan literasi yang berkelanjutan, seperti membangun perpustakaan dan rumah baca. Dulu sekitar tahun 2004 sebelum literasi populer seperti sekarang terdapat rumah baca di banjar Cengkilung, Peguyangan Kangin, Denpasar Utara. Rumah Baca Cengkilung namanya. Di sana menyediakan buku-buku berkualitas dengan harga terjangkau. Di samping menjual buku rumah baca tersebut juga sering mengadakan diskusi dan bedah buku. Rumah Baca Cengkilung bisa

Gerakan Literasi di Bali

dijadikan contoh rumah baca yang berhasil menggalakkan dunia literasi di Bali khususnya Denpasar. Masyarakat dan pemerintah perlu membangun lebih banyak membangun rumah baca, tak perlu mewah sebab bukan tempat melainkan buku-buku yang dijual atau bisa dibaca di tempat itu yang terpenting. Itupun kalau minat baca masyarakat Bali tinggi, mengingat ada penurunan minat baca masyarakat kita yang kini tergantikan oleh perangkat gawai dimana orang lebih suka membaca berita atau artikel melalui media sosial dan buku makin kurang diminati. Ajang tahunan Denpasar Book Fair yang digagas Pemerintah Kota Denpasar patut diapresiasi sebagai bukti kepedulian pemerintah terhadap dunia literasi. Dilaksanakan setiap tahun dan sudah sepuluh tahun berjalan, ajang ini mampu meningkatkan minat baca masyarakat terutama generasi muda, terbukti dengan ramainya pengunjung yang memadati stand-stand buku yang ada. Dari sini timbul gagasan untuk menjadikan Jalan Kamboja, Denpasar tempat diadakannya Denpasar Book Fair sebagai pusat literasi di AKTIF - Pembelajaran aktif akan berjalan optimal jika berada di tangan guru-guru yang aktif-kreatif. Peserta didik akan merasakan proses pembelajaran dan bisa menemukan manfaat dari sebuah pembelajaran. Guruguru masa depan tidak bisa berdiam diri. Peserta didik ke depan akan menghadapi berbagai problematika hidup perlu disiapkan sejak dini agar terbiasa berkompetisi dan selalu berupaya membangkitkan potensi dan kompetensinya.

Pembelajaran Aktif-Kreatif SEBUAH pembelajaran akan bermakna jika mampu menumbuhkan dan membangkitkan keaktifan dan kekreatifan peserta didik. Peserta didik merasa tertantang untuk menggali potensi yang dimilikinya. Guru yang mampu membangkitkan keaktifan dan kekreatifan peserta didik akan menemukan kemungkinan-kemungkinan atau pemikiran baru dari peserta didik. Dalam konsep seperti ini, keterbukaan guru akan sebuah perubahan dan pemikiran ke depan amat diperlukan. Guru-guru akan tertantang mencari tahu dan peserta didik terbangkitkan motivasinya dalam belajar dan dalam proses pencarian keilmuannya. Membangun sebuah pembelajaran yang aktif-kreatif bisa dimulai dari hal-hal yang sifatnya sederhana. Misalnya, guru bahasa bisa menayangkan sebuah film yang berkaitan dengan kehidupan sosial, budaya, dan spiritual. Peserta didik mengamati, mengungkapkannya dalam beragam bentuk bisa lisan atau tulis. Ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih beragam juga mengurangi kejenuhan peserta didik dalam suasana kelas. Baca-Tulis-Diskusi Hampir setiap ada perubahan kurikulum selalu ditekankan agar pembelajaran aktif-kreatif untuk mengurangi verbalisme. Peserta didik melakukan sebuah tindakan maupun mengoptimalkan pikirannya agar bisa mengikuti pembelajaran. Hal ini akan terwujud jika kelas tidak terlalu padat. Guru bisa mengoptimalkan upayanya agar pembelajaran menantang dan menyenangkan. Dalam konteks pembelajaran aktif ditekankan bahwa untuk belajar peserta didik harus melakukan lebih dari seka-

dar mendengarkan. Peserta didik harus membaca, menulis, mendiskusikan, atau terlibat dalam memecahkan masalah. Kegiatan belajar ini terkait dengan hasil belajar yang ingin dicapai mencakup tiga dimensi, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Untuk mencapainya peserta didik harus terlibat dalam kegiatan pembelajaran berpikir tingkat tinggi. Dengan demikian pembelajaran aktif ada kaitannya kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), (Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, 2017). Dari kutipan di atas jelas, betapa pentingnya proses pembelajaran yang meningkatkan kegiatan membaca. Pembelajaran aktif akan berjalan jika budaya literasi salah satunya kegemaran membaca mulai tumbuh tidak hanya di kalangan peserta didik juga di kalangan guru. Suasana kreatif kelas akan terbangun karena masing-masing peserta didik mampu mengungkapkan pemahamannya terhadap sebuah problematika sosial, budaya, maupun keilmuan. Diskusi antarpeserta didik, diskusi dengan guru terbangun. Hasil-hasil pemikiran peserta didik diwujudkan dalam sebuah tulisan. Hasil pemikirannya bisa dipajang di majalah dinding atau yang memiliki blog bisa menyampaikannya dalam media sosial. Berbagi pengetahuan dengan sesama peserta didik akan terbangun secara alami. Pengaktifan-pengkreatifan peserta didik dalam pembelajaran akan bisa menumbuhkan rasa percaya dirinya dalam bersosialisasi. Kompetensi dan potensi diri peserta didik tergali. Tugas seorang guru mampu membangun sikapsikap positif dalam pembelajaran.

Tak ada yang lebih berharga selain sehat. Oleh

Sikap-sikap itu menurut Thursan Hakim (2002), mempunyai potensi dan kemampuan yang memadai, mampu menyesuaikan diri dan berkomunikasi di berbagai situasi, memiliki kemampuan bersosialisasi dan bereaksi positif di dalam menghadapi berbagai masalah. Guru Aktif-Kreatif Pembelajaran aktif akan berjalan optimal jika berada di tangan guru-guru yang aktif-kreatif. Peserta didik akan merasakan proses pembelajaran dan bisa menemukan manfaat dari sebuah pembelajaran. Guru-guru masa depan tidak bisa berdiam diri. Peserta didik ke depan akan menghadapi berbagai problematika hidup perlu disiapkan sejak dini agar terbiasa berkompetisi dan selalu berupaya membangkitkan potensi dan kompetensinya. Pola-pola pembelajaran perlu terus diperbaharui oleh guru hingga selalu terbarukan. Hal ini sebagai upaya menjembatani perkembangan keilmuan yang teramat cepat. Diperlukan guru-guru yang mampu menyeimbangkan pengetahuan yang dimilikinya dengan tantangan generasi yang akan datang. Di tangan guru-guru yang aktif-kreatif itulah masa depan anak-anak bangsa akan bisa terwujud. Sebuah bangsa akan bisa maju jika gurugurunya aktif-kreatif . Keaktifan dan kekreatifan anak-anak bangsa terlihat biasanya setelah satu dekade. Guru bersama peserta didik sedari awal menyiapkannya hingga mampu menghadapi persaingan ke depan. Anak-anak bangsa bisa memenangkan persaingan jika ia aktif dan kreatif dan tugas guru menumbuhkannya menjadi aktifkreatif. l IBW Widiasa Keniten

Denpasar. Saya membayangkan di sepanjang Jalan Kamboja dibangun rumah baca atau toko buku. Pemerintah bisa menyediakan tempat dan kemudian bekerja sama dengan penjual buku dan penerbit yang ada di Denpasar. Alangkah bagus jika di sebuah kota terdapat tempat yang nyaman untuk membeli dan membaca buku seperti yang ada di Yogyakarta, Bandung maupun Surabaya. Minat Selain membangun rumah baca yang bisa dilakukan pemerintah adalah meningkatkan minat menulis bagi generasi muda dengan mengadakan pelatihan menulis bagi para siswa dan mahasiswa atau menyediakan ruang untuk menulis seperti koran atau majalah, atau bisa juga membuat portal online yang khusus memuat tulisan anak muda Bali sehingga dunia literasi di Bali semakin semarak dan berkembang. Tidak seperti sekarang, gerakan literasi di Bali masih belum terdengar dan sepi jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. l Angga Wijaya

BACA - Masyarakat dan pemerintah perlu membangun lebih banyak membangun rumah baca, tak perlu mewah sebab bukan tempat melainkan buku-buku yang dijual atau bisa dibaca di tempat itu yang terpenting. Itupun kalau minat baca masyarakat Bali tinggi, mengingat ada penurunan minat baca masyarakat kita yang kini tergantikan oleh perangkat gawai dimana orang lebih suka membaca berita atau artikel melalui media sosial dan buku makin kurang diminati.

Apa Itu ”Nursemaid’s Elbow”? SEBAGAI orangtua, kita sering menuntun anak untuk melompat ataupun mengayun anak dengan cara menarik lengannya. Memang terlihat menyenangkan dan anak pun tampak gembira. Namun, tanpa kita sadari, hal tersebut justru dapat membuat cedera pada lengan anak. Cedera ini sering dinamakan Nursemaid’s Elbow atau Babysitter’s Elbow, karena cedera ini dulunya sering terjadi ketika anak-anak berada dalam jagaan pengasuh. Istilah medis yang digunakan pada keadaan ini adalah Radial Head Subluxation, dimana terjadi robekan ligament pada tulang radius, sehingga tulang radius terlepas dari sendi siku. Sebuah studi epidemiologi melaporkan bahwa kejadian Nursemaid’s Elbow sering ditemukan pada anak usia 1-4 tahun. Nursemaid’s Elbow merupakan cedera lengan yang paling umum dialami oleh anak oleh karena ligament yang masih lemah dan

tulang yang belum terbentuk maksimal. Anak Beberapa keadaan yang bisa menyebabkan terjadinya Nursemaid’s Elbow pada anak : • Mengangkat anak pada bagian tangan atau pergelangan tangan ; • Menuntun anak saat melompat dengan menarik lengannya ; • Mengayun anak berputar-putar dengan memegang tangan atau pergelangan tangan ; • Menghentak lengan anak untuk membuatnya berjalan cepat. Anak yang mengalami Nursemaid’s Elbow kerap kali mengeluh nyeri pada sikunya. Hal lain yang patut dicurigai seorang anak mengalami Nursemaid’s Elbow adalah ketika anak tidak mengeluh sakit pada lengannya namun menolak menggunakan lengannya untuk beraktivitas. Sebagian besar anak yang mengalami Nursemaid’s Elbow tidak menimbulkan nyeri yang begitu hebat. Namun, pada beberapa

NYERI - Pada beberapa kasus, anak tetap menghindari menggunakan lengannya meskipun telah dilakukan maneuver. Hal itu wajar, dikarenakan anak masih khawatir dan takut menimbulkan rasa nyeri saat digerakkan. Biasanya setelah 5-10 menit setelah dilakukan reduksi, anak akan dapat kembali menggunakan lengannya untuk beraktivitas.

kasus dapat terjadi patah tulang yang menyebabkan bengkak dan perubahan bentuk pada lengan sehingga anak merasa sangat kesakitan. Ketika terjadi hal ini, jangan memaksa anak untuk meluruskan sikunya. Upayakan untuk menggerakkan lengan yang sakit seminimal mungkin. Segera bawa anak ke dokter atau unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Diagnosis Sering kali melalui wawancara singkat dan pemeriksaan fisik saja, diagnosis Nursemaid’s Elbow sudah dapat ditegakkan. Adanya riwayat mengangkat serta mengayun anak dengan menarik lengannya, ataupun riwayat trauma yang jelas. Bengkak pada lengan atau adanya perubahan bentuk lengan. Sedangkan pemeriksaan lanjutan seperti penyinaran dengan X-ray hanya dilakukan jika dicurigai adanya patah tulang. Jika tidak ada tanda patah tulang atau cedera serius lain, bisa dilakukan manuever untuk mengembalikan tulang pada posisi normalnya atau istilah medisnya reduksi. Prosedur ini hanya membutuhkan waktu beberapa detik. Anak duduk dipangkuan orangtua, kemudian lengan anak dalam posisi lurus. Dokter akan memegang pergelangan serta siku anak, dan ditekuk keatas secara cepat. Kemudian akan terdengar suara letupan kecil yang menandakan tulang telah kembali ke posisi normal. Namun hal ini harus dilakukan oleh dokter, jangan mencoba untuk melakukannya sendiri karena dapat membahayakan dan menimbulkan rasa sakit yang lebih hebat pada anak. Kasus Pada beberapa kasus, anak tetap menghindari menggunakan lengannya meskipun telah dilakukan maneuver tersebut. Hal itu wajar, dikarenakan anak masih khawatir dan takut menimbulkan rasa nyeri saat digerakkan. Biasanya setelah 5-10 menit setelah dilakukan reduksi, anak akan dapat kembali menggunakan lengannya untuk beraktivitas. Jika anak masih merasa tidak nyaman, dokter akan mempertimbangkan pemberian anti nyeri. Kemudian saat di rumah, disarankan untuk menjaga posisi siku berada di atas dengan cara menopang dengan bantal pada saat duduk ataupun tidur untuk mengurangi bengkak. Tidak lupa untuk melakukan kompres dingin pada area siku selama 5-10 menit beberapa kali dalam sehari.

SENAM ORHIBA CERIA (6)

sebab itu tetaplah melakukan olahraga setiap pagi. Senam Orhiba Ceria bisa jadi pilihan. Lakukan dengan ceria agar tetap awet muda, bersama Luh Wilis Andayani dari Lala Studio.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

Gb. I & Gb. II : Melangkah serong kanan 2 x (double step) sambil mengayunkan kedua lengan ditekuk dan tepuk (hitungan 1, 2), lalu lakukan arah kiri (hitungan 3, 4) dan melangkah mundur single step sambil tepuk (hitungan 5 – 8)

Hari – hari ceria dengan latihan yang sederhana dan menyenangkan serta salam bugar dari Lala Studio.

Gb. III & Gb. IV : Melangkah maju sambil kedua telapak tangan dihatupkan dan dibuka membentuk lingkaran hingga pada posisi kedua lengan direntangkan ke samping, lalu melangkah mundur sambil meluruskan kedua lengan depan dada sambil bertepuk tangan.

Kupon

l dr. Made Asmara Yoga

•


5

Minggu Pon, 15 Oktober 2017

CERPEN

SEUSAI PERANG BESAR Oleh Luhur Satya Pambudi

Mereka sedang menanggung duka yang dalam nian, sebuah rasa yang belum pernah ada sebelumnya. Para perempuan meratapi ayah, saudara lelaki, suami, maupun anak lelakinya yang telah pergi dan mustahil kembali pulang. Pasar-pasar pun hilang kumandangnya. Tiada orang yang melakukan jual-beli di sana. Sawah ladang ditelantarkan begitu saja tanpa ada yang menggarapnya. Seakan-akan semua orang larut dalam kesedihan dan tak berdaya melakukan apa-apa. Kehidupan laksana berhenti untuk sejenak masa. Namun, suasana mulai berubah kala terdengar kabar Pandawa akan segera datang. Sang bayu yang berembus terasa rada menyejukkan, harapan pun mulai mengemuka. Dengan kesadaran sendiri, masyarakat Hastinapura berduyun-duyun meninggalkan tempat tinggalnya dan berdiri di tepi jalan yang akan dilewati oleh rombongan. “Siapakah mereka yang kita tunggu, Ibu?” “Mereka adalah Pandawa, pemimpin sejati Hastinapura yang sudah lama kita tunggu kehadirannya.” “Di mana mereka selama ini? Mengapa baru datang hari ini?” “Begitu panjang riwayat mereka selama ini, Nak. Lain kali Ibu akan menceritakannya padamu. Semoga Ibu masih mengingatnya nanti. Sebentar lagi mereka akan lewat di depan kita. Berikan penghormatan terbaik kita kepada Pangeran Yudistira dan saudarasaudaranya, Nak.” “Bolehkah aku mengabdi kepada Pandawa, Ibu?” “Tentu saja, tapi setelah kau dewasa nanti, ya,” sahut sang ibu yang serta-merta terharu seraya membelai kepala anak bungsunya. Baratayuda belum lama usai. Kekuasaan Kurawa di Hastinapura berakhir sudah. Seorang bocah lelaki nan lugu banyak bertanya kepada ibunya ketika melihat kedatangan rombongan Pandawa memasuki ibu kota Hastinapura dari padang Kurusetra. Ayah si bocah adalah seorang prajurit yang tewas di medan laga. Paman dan kakak lelakinya pun padam nyawa di sana. Sang ibu tak sanggup membendung air matanya yang mengalir sendiri kala mengenang mereka yang telah tiada. Kendati begitu berduka, rakyat Hastinapura sungguh berharap Pandawa bisa membawa perubahan bagi kehidupan mereka yang selama ini sengsara dan terhina di bawah Kurawa yang dipimpin Duryudana. Terjadinya Baratayuda telah menambah kadar penderitaan mereka. Maka mereka menginginkan kerelaan hati Destarata menyerahkan takhtanya kepada Yudistira. Mereka tak mengerti bahwa sempat terjadi insiden di dalam istana ketika Destarata nyaris membunuh keponakannya sendiri, Bima, yang telah menghabisi anak-anaknya dengan cara yang keji dalam pertempuran di Kurusetra. Namun, akhirnya Destarata ikhlas melepas kekuasaannya yang diserahkan kepada anak tertua Pandu, adiknya yang sudah lama tiada. Setelah dinobatkan sebagai raja Hastinapura, Yudistira dengan didampingi adik-adiknya maupun Prabu Kresna kembali mendatangi Kurusetra untuk menemui Bisma Dewabrata, kakek mereka yang terbaring tanpa daya ditopang ribuan anak panah. Dewata memberinya kesempatan menentukan waktu kematiannya sendiri, tapi Resi Bisma masih ingin memberi wejangan kepada Pandawa sebelum menutup mata selamanya. “Hamba mohon doa restu dari Eyang Bisma agar hati hamba senantiasa tabah menjalankan kewajiban,” ujar Prabu Yudistira di depan kakeknya. “Eyang tak akan berhenti mendoakan kalian agar senantiasa mendapatkan perlindungan Yang Mahakuasa. Namun, doa tidak akan ada artinya jika yang didoakan justru melanggar hukum yang ditetapkan Tuhan. Yang penting bagi keselamatan manusia di alam lahir dan nirwana nanti adalah perbuatan kita sendiri,” kata Resi Bisma. Pandawa dan Prabu Kresna mendengarkan dengan saksama petuah sang kakek. “Waspadalah cucuku, kau sebagai raja jangan hanya memandang orang-orang berderajat tinggi, kaum bangsawan, dan mereka yang kaya raya. Kau mesti melihat kehidupan mereka yang berada di bawah. Di negeri mana saja di seluruh dunia, yang terbanyak penduduknya adalah rakyat jelata.” “Maju mundurnya suatu negeri dinilai dari kehidupan rakyatnya, bukan dari kemewahan yang memerintah. Kekuasaan rakyat itu laksana air danau yang tenang, tapi sewaktu-waktu dapat menghancurkan lembah-lembah yang subur. Apabila tanggulnya kurang kokoh, air danau itu akan mendobraknya dengan kekuatan yang dahsyat.” Yudistira sebagai raja baru Hastinapura sungguh menghayati nasihat lelaki tua yang senantiasa dihormatinya tersebut, kendati beliau berada di pihak Kurawa ketika Baratayuda lantaran kecintaannya yang luar biasa kepada Hastinapura, tanah tumpah darahnya. “Kejujuran dan keluhuran budi lebih berharga ketimbang emas berlian yang menggunung. Harta kekay-

aan bagaimanapun banyaknya tidak akan mampu membawamu ke alam nirwana. Hanya itulah yang dapat Eyang wariskan, cucu-cucuku tercinta.” Resi Bisma pun mengembuskan napas terakhirnya. Pandawa sempat terluka hatinya, tapi mereka telah memperoleh wasiat dari sang kakek yang akan menjadi bekal bernilai tinggi bagi Yudistira maupun keempat saudaranya dalam memimpin negeri yang keadaannya sungguh memprihatinkan seusai perang besar.

Sebuah pertempuran yang mesti terjadi untuk mengakhiri kekuasaan yang tidak adil dan bertindak semena-mena terhadap rakyatnya sendiri. Prabu Yudistira berusaha benar mengejawantahkan pesanpesan Resi Bisma. Nasihat dari Prabu Kresna, Ibu Kunti, dan para sesepuh lainnya tentu akan selalu menjadi pedoman yang baik pula baginya dalam memimpin Hastinapura. Rakyat bersedia bekerja keras membangun kembali negerinya yang porak-

poranda di bawah rajanya nan bijaksana. Senyuman masyarakat di negeri itu lambat laun mulai bersemi kembali. Mereka bersukacita melihat sang pemimpin sejati menjalankan kekuasaannya dengan adil dan beradab. Segala hal yang menjadi kebutuhan mereka lambat laun terpenuhi dengan baik. Si bocah lugu dan ibunya pun bersemangat kembali dalam menjalani kehidupan. Sang ibu merestui sepenuhnya hasrat anaknya untuk mengabdi kepada Pandawa di masa mendatang.

Luhur Satya Pambudi lahir di Jakarta dan tinggal di Yogyakarta. Cerpennya pernah dimuat di Bali Post, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, dan sejumlah media lainnya. Kumpulan cerpen perdananya berjudul Perempuan yang Wajahnya Mirip Aku (Pustaka Puitika).

Resensi Buku

Memahami Kesehatan dengan Detail

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Judul Buku : BBM: Bincang-Bincang Medis Penulis : dr. I Gusti Ngurah Bayuningrat, dkk. Penerbit: Pustaka Bali Post Tahun Terbit : 2016 Jumlah hal. : 255 hal.

MASALAH kesehatan sekilas nampak seperti hal yang sering diabaikan masyarakat. Padahal informasi beragam kesehatan itu penting untuk memahami arti “sehat” bagi tubuh manusia modern saat ini. Buku ini menawarkan hal-hal kecil yang “wajib” diketahui oleh masyarakat tentang tubuh mereka, dan beragam reaksi yang terjadi di dalam tubuh. Pertanyaan yang diajukan dalam buku ini dibahas secara komprehensif dan holistik dari berbagai sudut pandang, meliputi aspek biomedik-psiko-sosio-spiritual sebagai interseksi dari kompetensi dokter, bukti mutakhir yang terbaik, serta nilai-nilai (value) pada pasien. Buku yang layak untuk jadi bacaan dan kamus di rumah anda. (osi)

Bakti Setyanta

K. Ngurah


Refleksi

6

Kehilangan Diri dalam "Abhimana" Antahkaranam etesu caksuradisu varsmani Aham ity abhimanena tisthaty abhasa tejasa (Viveka Cudamani 105) “Antahkarana pikiran, berada di dalam semua ini, yaitu mata dan lain-lain organ badan, mengindentifikasikan dirinya sebagai ‘Aku’ melalui bayangan Sang Atma.” Antahkarana pada teks di atas menunjuk pada organ dalam seperti pikiran, kecerdasan dan keakuan. Antahkarana ini mempunyai tempat duduk empuk berupa mata, telinga dan lain-lain organ tubuh. Melalui orang-orang tubuh tersebut antahkarana mengidentifikasikan dirinya dalam bayangan seolah-olah sang Atman. Pengindetifikasian antahkarana ini dinamakan abhimana. Isvarakrishna dalam karyanya Sankhya Karika menyebutkan abhimana sebagai ahamkara (abhimano’hamkarah) dan ia mengendarai ekadasa indriya (sebelas indria) dan Panca Tanmatra (ekadasakasca ganah tanmatrapancakas caiva). Bhagavad-gita menjelaskan sifat-sifat kedewaan (daivi-sampat) dan keraksasaan (asurisampat). Abhimana termasuk dalam sifat asuri-sampat (dambho darpo’bhimanasca… sampadam asurim). Maitreya Upanisad 6.10 menempatkan abhimana bersamasama dengan kecerdasan dan tekad sebagai rasa manis dari “makanan” alam semesta (gatasyo’palabdhir bhavati… samkalpabhimana). Prasna Upanisad menyebutkan abhimana sebagai jalan bangkit dan keluarnya Prana (so’bhimanad urdhvam utkramata iva). Abhimana berasal dari kata abhi (mengarah pada) dan mana (hormat, harga diri) berarti keakuan, kebanggaan berlebihan, keangkuhan, tinggi hati atau sombong. Abhimana merupakan salah satu kecendrungan negatif (dusana) yang secara normal dimiliki oleh setiap insan manusia di atas muka bumi ini. Disebutkan sebagai normal tidak dalam artian sifat-sifat negatif tersebut diterima sebagai suatu warisan harta karun, sebagai sesuatu yang patut dibanggakan, atau dibiarkan berkembang subur, melainkan dalam pengertian orang tidak usah mencaci maki diri jika kadang-kadang kecendrungan tersebut nyelip ke dalam pembawaannya. Selain itu, orang juga tidak boleh dan/atau sebaiknya tidak merasa jijik atau pun mengejek jika melihat orang lain “terhinggapi” oleh kecenderungan sifat-sifat negatif itu.

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa Biasanya hal-hal yang lumayan cepat menyebabkan Abhimana itu tumbuh-berkembang subur adalah kehadiran kemampuan dan harta benda, seperti ketampanan, kecantikan, kebangsawanan, keterpelajaran, kecerdasan, dan kekayaan harta benda. Kadang orang mempunyai harta benda merasa dirinya mempunyai kekayaan yang lebih daripada orang lain lalu muncullah sifat Abhimana, yaitu ketinggian hati, kesombongan dan keangkuhannya. Kadang orang memiliki suatu kemampuan khusus yang orang lain tidak mempunyainya atau orang lain mempunyai/memiliki tetapi tidak sehebat yang dia miliki, maka timbul dan berkembanglah abhimana; rasa angkuh dan bangga berlebihan. Harta dan kemampuan ekstra ada bahayanya jika ia tidak dikontrol dengan viveka (daya pertimbangan baik-buruk) dan ketundukan hati. Terkadang terselip bahwa Abhimana juga bisa datang jika yang bersangkutan mempunyai kenalan hebat, pasangan hebat, cantik, ganteng, kaya, pinter, sakti, dekat dengan pejabat tinggi, menteri ini-itu dan lain-lain. Ia tidak menyadari bahwa yang hebat itu orang lain tetapi yang terkena abhimana itu justru ia sendiri. Abhimana berbahaya baik dalam hal-hal material maupun dalam hal-hal spiritual. Keberhatihatian dalam hal ini sangat diperlukan dalam meniti jalan spiritual. Dalam abhimana terkandung pengertian harga diri. Orang-orang sering terperangkap oleh rasa harga diri palsu. Setiap orang yang menginginkan kebaikan, ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan hidup lahir batin selalu berusaha menjauhkan diri dari tangkapan abhimana yang membuat nama harum semerbak menjadi rusak hancur berantakan hanya dalam sekejap. Mereka yang menginginkan kebaikan dalam hidup material dan spiritual akan berusaha menjauhkan diri dari abhimana. Akan tetapi, dalam masalah tertentu kehadiran abhimana juga diperlukan, misalnya bangga menjadi orang Bali, bangga menjadi orang penganut ajaran Veda, bangga menjadi orang Indonesia, dan lainlain. Kebanggaan atau abhimana

seperti itu dinamakan svabhimana. Abhimana juga bisa muncul dirangsang oleh masalah-masalah sepele dan sangat remeh, seperti misalnya ketika orang mempunyai gelang tangan yang agak berbeda dari yang dimiliki oleh orang lain, langsung timbul ketinggian hati, abhimana. Mempunyai TV berwarna sedangkan tetangganya hanya mempunyai hitam putih lalu timbul rasa abhimana “wooowww..., lihatlah aku... (bukan lihatlah TV-ku)....” Begitu cepatnya gerak terjangan rasa abhimana itu datang dan langsung menenggelamkan orang ke dalam kegelapan. Ibu-ibu juga tidak mau kalah dalam hal ini, mereka sering pula tertangkap oleh abhimana. Jika kebetulan suaminya menjadi Kepala RT, RW, Klian Banjar..., atau Direktur ini-itu, dan lain-lain, maka ia akan “menjadi atasan” tuannya Direktur. Ia akan menjadi Managing Director. Ia akan bertingkah melebihi suami dan kantor akan menjadi miliknya, staf-staf di kantor akan menjadi bawahannya bahkan untuk urusan pribadi pun para staff akan meninggalkan pekerjaan kantor. Semua itu hanya pengaruh dari “bayangan” sang istri Direktur yang malang terkena wabah abhimana. Istilah lain untuk abhimana juga adalah garva. Kata garva berarti kebanggaan berlebihan. Kadang ada yang tertangkap garva-abhimana tidak begitu tampak dalam aksi nyata. Orang tidak akan mengenalinya dengan mudah. Sebab garva atau abhimana akan terwujud lewat gaya makan-minum, gaya berjalan, cara berpakaian dan sejenis itu yang tidak seperti sebelum-sebelumnya. Ada pula yang tertangkap oleh garva-abhimana segera terwujud dalam bentuk kata dan tingkah lakunya. Jika duludulunya bicara disertai menunduk dan senyum, maka sekarang bicaranya tegas, tidak lembut seperti dulu, wajah tanpa senyum dan kepala terangkat. Kadang kalau orang berbaik hati memberikan salam padanya, ia tidak akan menanggapi salam itu bahkan segera membelakangi orang yang memberikan salam sambil berpikir, “Kalau aku ikut memberikan salam kepada bawahan, maka harga diriku akan jatuh…” Banyak yang dengan mudah terperangkap oleh sifat negatif ini, hanya saja pemunculannya yang agak tersembunyi dan dalam bentuk lain yang sering “diam-diam menghanyutkan”. Abhimana kalau tidak diawasi dan secara teratur diadakan pengontrolan terhadapnya, maka ia akan berkembang pesat, melekat

semakin lekat di dalam diri orang dan pada akhirnya akan menjadi penyakit “kanker” ganas, yang orang hanya akan menemukan satu jalan keluarnya berupa amputasi anggota badan yang terkena “kanker” ganas tersebut. Kebanggaan berlebihan dan kesombongan yang bercokol kuat di dalam diri orang akan menyebabkan yang bersangkutan sama sekali tidak bisa hidup dengan tenang damai. Jika tidak segera diadakan “pemotongan anggota badan terkena kanker ganas” tersebut maka ia bahkan dapat berbalik menjadi “rival” Tuhan, karena kanker ganas garva-abhimana telah berkembang sampai batas akhir. Apa pun yang dilakukan, dikatakan, cara duduk, cara berjalan, cara makan --- semua akan ter-“set” sedemikian rupa bahwa ia adalah “tuhan” kecil. Ia tidak akan mau melihat atau mendengar ada orang lain yang lebih darinya, atau bahkan sejajar dengannya. Dia akan menjadi resah serta “terbakar” jika ada yang “mendekati” level keberhasilannya, baik dalam kemampuan maupun harta benda. Sebagaimana Tuhan YME berada dalam “super-multi-dimensi” dan muncul dalam wujudrupa tak terhitung, demikian pula seorang sadhaka yang telah berubah menjadi “tuhan kecil” dengan “penampakan” berubahubah setiap saat; kadang orang melihat dia dan/atau ia sendiri memperlihatkan diri sebagai pengemis, kadang orang melihat dia dan/atau ia sendiri memperlihatkan diri sebagai seorang raja, kadang sebagai pengusaha, kadang tampak sebagai pendeta, dan wajah-wajah lain yang ia pilih sesukanya, anywhere, any time , kapan saja dan dimana saja, bahkan dalam mimpi sekali pun. Orang-orang akan sangat sulit mengenali “topeng wajah” yang dia perlihatkan bergantian semaunya dan setiap saiat. Pada akhirnya, orang-orang akan terlekat dalam “bermeditasi” pada “perubahan penampakan topengtopeng wajah” tersebut. Demikian, abhimana mengendalikan orang sehingga ia tidak mempunyai kesempatan sedikit pun untuk berada di dalam dirinya sendri. Abhimana mengubah orang dalam berbagai bentuk dan rupa. Melalui pembawaan mantap meyakinkan, “tuhan kecil” akan berbahagia hidup dalam kegiatan tipu menipu; kadang sebagai pengemis dan kadang sebagai pendeta. Ia tidak akan mampu menyadari bahwa sesungguhnya ia sedang menipu dirinya sendiri, dan hal itu adalah kesalahan fatal dalam hidup manusianya, menipu diri sendiri.

MIMBAR AGAMA Redaktur Khusus MIMBAR

ISLAM H. Kusnadi Musthofa “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami pasti akan menguji kamu dengan keburukan (kesulitan, kesusahan) dan kebaikan (kemudahan, kesenangan) sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Q.S. al-Anbiyaa’ [21]: 35). Tidak seorang pun yang bisa lepas dari ujian yang diberikan oleh Allah SWT dalam kehidupan di muka bumi ini. Susahsenang, kesulitan-kemudahan, penderitaan-kebahagiaan, akan terus mewarnai kehidupan setiap orang hingga ajal tiba. Ia bagai panas-dingin atau pun siangmalam yang selalu mewarnai hari-hari perjalanan hidup kita ini atau nanti. Menurut Rasulullah SAW, “Orang-orang beriman itu menakjubkan, saat diuji dengan kesusahan mereka sabar, itu baik. Saat diuji dengan kesenangan, mereka bersyukur, itu pun baik”. Begitu sabda baginda Nabi tentang pribadi orang-orang beriman yang mempesona itu. Betapapun apa yang disebut sebagai ujian, adalah sesuatu yang begitu akrab dalam kehidupan kita, dari detik ke detik ujian itu selalu mewarnai perjalanan hidup kita, kesusahan dan kesenangan merupakan sesuatu yang tidak akan bisa lepas dari kehidupan seseorang, siapa pun dia, apakah rakyat jelata atau pejabat negara. Jika ujian dari segi rasa “berwarna” susah dan senang, maka musibah “warnanya” hanya satu: kesusahan! “Sesuatu yang tidak enak (sulit, susah, sedih), itulah musibah”, begitu menurut Rasulullah SAW. Beliau pun menegaskan bahwa tersandung batu pun,

Ujian dan Musibah itu juga suatu musibah yang mesti direspon dengan ucapan: Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun (Sesungguhnya kami milik Allah dan akan kembali kepadaNya). Kalimat: Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun (Sesungguhnya kami milik Allah dan akan kembali kepadaNya) disebut istirja’, sebuah ikrar keyakinan dari orang-orang beriman bahwa segala sesuatu, termasuk dirinya, adalah milik Allah SWT. Menurut para ulama, istirja’ adalah sebuah doa yang dapat menenangkan hati seseorang sedang menghadapi musibah. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orangorang yang sabar. (yaitu) orangorang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orangorang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. al-Baqarah [2]: 155-157). Begitu diri kita salah dalam menyikapi suatu ujian, maka akan menimbulkan suatu musibah. Apabila diuji dengan kesusahan ternyata tidak sabar, itulah musibah. Saat diuji dengan kesenangan, ternyata tidak bersyukur, itu pun musibah. “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah.” (Q.S. asy-Syura [42]: 30-31). Bisa dipahami jika para ulama berpendapat bahwa banyak mohon ampun dan bertaubat kepada

Allah SWT seraya memperbaiki diri, adalah tindakan cerdas untuk menghindari berbagai musibah (yang terjadi karena kesalahan diri sendiri). Apabila diri kita tidak berusaha untuk banyak memohon ampunan dan taubat, serta enggan pula untuk memperbaiki diri, maka yakinlah, mau tidak mau, suka tidak suka, sejatinya musibah sedang menunggu di depan mata. Cepat atau lambat pastilah musibah itu akan terjadi juga. Mudah-mudahan kesungguhan kita dalam memperbaiki diri seraya banyak memohon ampunan dan bertaubat kepadaNya, akan menghindarkan diri kita dari hantaman musibah yang terjadi karena kesalahan-kesalahan kita itu. Hanya Allah SWT yang bisa menolong dan melindungi diri kita dari musibah apa pun. Hendaklah kita senantiasa

optimistis dalam mengharapkan pertolonganNya, juga dalam menggapai ampunanNya. “Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri (berbuat dosa), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah’. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. az-Zumar [39]: 53). Sungguh tidak ada alasan untuk berkecil hati, apalagi sampai berputus asa dalam mengharapkan ampunan dan kasih sayangNya. Tinggal kini bagaimana kesungguhan diri kita dalam meraih ampunan dan rahmatNya itu. Kesungguhan itu jelas penting, karena musibah bisa datang kapan saja menimpa kita. Begitu pula kematian, bisa datang kapan pun saat ajal diri kita tiba.

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

Minggu Pon, 15 Oktober 2017

Capricorn Peruntungan: Bagaimana mungkin Anda bisa maju kalau sedikit frustasi dan patah semangat. Kejar ketertinggalan Anda agar segera dapat menyamakan kedudukan. Karier: Nama baik harus dijaga, Karier sedapat mungkin terus ditingkatkan, paling tidak dipertahankan. Kesehatan: Hindari makan yang pedas-pedas karena tampaknya perut Anda sedang sulit diajak kompromi. Keuangan: Tampak semakin mapan, sehingga keadaan seperti ini sedapat mungkin dipertahankan, sisihkan uang lebih Anda untuk ditabung. Asmara: Masalah Anda berdua selesaikan sendiri tak perlu menyertakan pihak ketiga. Aquarius Peruntungan: Memang sulit untuk menolak ajakan kerjasama tersebut. Tetapi dengan dalih yang tepat merekapasti akan mengerti. Cobalah langkah Anda yang tepat itu sekalipun dalam hal ini Anda mesti mau berkorbansedikit. Karier: Jangan perdulikan omongan orang jika Anda tak ingin kesulitan sendiri nantinya. Kesehatan: Kebugaran tubuh harus selalu Anda perhatikan, sehingga penyakit takut singgah kebadan Anda. Keuangan: Keuangan lagi tersendat tetapi bukan berarti seret. Asmara: Tak perlu gampang tersinggung bila dicela sebab itu merupakan spirit untuk lebih baik. Pisces Peruntungan: Singkirkan keraguan hadapilah dengan mantap apa yang sudah Anda rencanakan itu, agar tercapai seperti harapan semula. Bila muncul hambatan jangan cepat putus asa, sebab banyak jalan menuju kelancarannya kembali. Karier: Hindari perasaan ragu yang tak ada untungnya itu. Kesehatan: Walau kesehatan sudah bagus akan tetapi jika malas berolah raga bisa cepat loyo dalam bekerja. Keuangan: Masih lancar sehingga tak perlu cemas. Asmara: Hubungan dengannya memang lagi baik, hanya saja terkadang mulut usil muncul dari teman Anda. Aries Peruntungan: Walaupun di minggu ini masih ada kemujuran akan tetapi persoalan-persoalan baru tampak mulai mengganggu. Maka dari itu bila ada problem baru cobalah disikapi dengan sungguh-sungguh. Karier: Janganlah sekali-kali meremehkan walaupun itu persoalan kecil. Kesehatan: Jangan anggap enteng dengan sakit kepala, walaupun bisaanya diobati ala kadarnya bisa sembuh, akan tetapi diminggu ini ada baiknya jika Anda periksakan ke dokter. Keuangan: Mulai stabil dan income juga mulai lancar tidak tersendat-sendat lagi. Asmara: Jagalah suasana yang sudah harmonis ini, jika ada topik pembicaraan yang bisa merusak suasana ada baiknya disimpan dulu. Taurus Peruntungan: Suasana cukup mencekam, dimana Anda sudah tidak bisa santai lagi. Yang bisaanya masih bisa tidur nyenyak walaupun ada masalah, maka diminggu ini persoalan ituakan terasa luar bisaa beratnya. Karier: Munculnya fitnahan ataupun omongan yang memojokkan diri Anda sebaiknya Anda biarkan saja. Kesehatan: Kepala bisa pusing memikirkan persoalan yang cukup berat, akan tetapi bila sudah menginjak waktu istirahat ada baiknya jika Anda berusaha untuk tetap istirahat. Keuangan: Mulai seret, karena segala komponen tampaknya mulai rewel dan banyak masalah. Asmara: Ada perselisihan pendapat yang tampaknya semakin sering menerpa Anda berdua diminggu ini. Gemini Peruntungan: Berhati-hatilah karena tidak sedikit masalah timbul secara mendadak yang bikin kacau segalanya. Karier: Bila ada masalah sebaiknya diselesaikan dengan penuh ketenangan, tidak perlu panik ataupun berkecil hati. Kesehatan: Jangan tinggal diam jika dirasa badan ada kejanggalan, lebih baik segera Anda konsultasikan dengan dokter Anda sehingga bisa jelas permasalahannya. Keuangan: Sekalipun ada dana berlebih untuk membeli barang, sebaiknya Anda tak terlalu obral dalam mengeluarkan dana. Asmara: Jangan cemas, karena ini sifatnya hanya sementara saja, yang terpenting segala ucapan perlu dijaga. Cancer Peruntungan: Cobalah untuk mau mengerti dan menyadari akan posisi bintang Anda saat ini, yang lagi berada dibawah. Sehingga jika akan melangkah sebaiknya telah dipikir sribu kali agar tidak menimbulkan penyesalan dikemudian minggu. Karier: Omongan sumbang yang Anda dengar sebaiknya didiamkan saja, percuma jika ditanggapi. Kesehatan: Hindari makan cepat saji jika kebugaran tubuh Anda sulit untuk dikendalikan. Keuangan: Tidak ada masalah hanya saja jangan terlalu boros untuk itu jangan menyimpang dari anggaran yagn telah Anda susun. Asmara: Tak perlu cemas dan berpikiran yang aneh-aneh, karena segalanya masih bisa diatasi dengan penuh kesabaran. Leo Peruntungan: Segala rencana bisa berjalan dengan cukup lancar karena kemujuran masih memayungi Zodiak L e o diminggu ini, hanya saja Anda harus lebih sedikit cuek terhadap lingkungan disekitar, tak perlu diperdulikan omongan yang memerahkan telinga. Karier: Persoalan besar bukan berarti tak ada jalan pemecahannya, asalkan diri Anda selalu tekun dan ulet dalam berusaha. Kesehatan: Kondisi badan lagi lemas sehingga tak heran jika gairah kerja juga menurun. Jika ada waktu senggang sebaiknya tak perlu segan untuk beristirahat saja. Keuangan: Income di minggu ini sudah cukup membikin tenang. Asmara: Jangan cemas, itu hanya gertak sambalnya untuk menguji kesetiaan dan rasa Asmara Anda padanya. Virgo Peruntungan: Bangkit dan tegar dari segala tekanantekanan berat ini, hindari keragu-ragu-raguan yagn hanya akan memperburuk suasana saja. Karier: Inti permasalahan saat ini dapat diselesaikan dengan sikap Anda yang tegas dan penuh keyakinan diri. Kesehatan: Jangan terlalu mendengarkan omongan orang apalagi sampai mengabaikan nasehat dokter karena itu sangatlah beresiko tinggi. Keuangan: Masih belum rejeki Anda, untuk itu tak perlu terlalu disesali karena masih banyak kesempatan yang akan dapat Anda raih nantinya. Asmara: Serahkan pada yang diatas kalau Anda sudah merasa tidak mampu untuk menemukan jalan keluarnya. Libra Peruntungan: Jangan merasa kalah sebelum maju bertempur karena itu sama saja dengan bertindak konyol. Sekalipun minggu ini sikonnya masih tidak menguntungkan, janganlah ambil sikap negatip yang bisa merugikan diri sendiri. Karier: Ikuti aturan yagn ada, tak perlu Anda mencoba melanggarnya sekalipun Anda merasa aman untuk melakukan hal tersebut. Kesehatan: Omongan yang menyakitkan hati sebaiknya tak perlu dimasukkan hati, anggap semua itu merupakan lika-liku kehidupan yang harus dijalani dengan sabar. Keuangan: Bila tak benar-benar penting sebaiknya jangan ambil tabungan Anda, agar tak kebiasaan nantinya. Asmara: Rupanya cobaan itu masih ada dan jangan luntur cintanya karena itu. Scorpio Peruntungan: Walaupun penuh liku-liku tajam dan menantang ternyata ada hasil yang bisa dibanggakan. Teruslah berjuang dan jangan mudah puas dengan apa yang sudah dicapai. Karier: Jangan abaikan saran yang datang sekalipun Anda kurang bisa menerima saran tersebut. Kesehatan: Pulang larut malam sebaiknya dihindari, ingatlah bahwa esok minggu Anda sudah harus berkerja lagi. Keuangan: Ada saja pengeluaran diminggu ini yang tak tersangka sebelumnya. Asmara: Jangan biarkan emosi merasuki hati Anda berdua. Sagitarius Peruntungan: Tak perlu emosi dalam menghadapi segala hal yagn menjengkelkan. Hadapilah semua itu dengan santai namun penuh dengan kewaspadaan dan selalu tebarkan senyum kepada mereka yang selama ini selalu merintangi. Karier: Tetaplah tenang dalam menyikapi semua permasalahan agar image mereka kepada Anda akan tetap positif. Kesehatan: Jaga stamina dengan banyak berolahraga dipagi minggu walau sekadar jogging. Hindari makanan berlemak apalagi kolesterol Anda ada peningkatan sehingga harus dijaga. Keuangan: Banyaklah menabung meski disaat ini kebutuhan relatif masih sedikit. Asmara: Enggak usah lagi ribut-ribut soal cinta, sebab apa sih artinya sebuah cinta jika tanpa adanya pengorbanan.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu

Berlaku

: 15 - 21 Oktober 2017


Redité Pon, 15 Oktober 2017

Bali L e m b a r

Bencingah I Gusti Ketut Dalem Nyagra Katreptian RING pakarangan utawi karang sikut satak druén krama Bali patut kadagingin antuk kalih soroh palinggih, luiré: Palinggih Kamulan miwah Panungun Karang sané ketah kasengguh Palinggih Sedahan Panungun Karang. Drs. I Gusti Ketut Dalem, M.Si., sinunggil dosén ring IHDN Denpasar taler pecak Wakil Sekretaris PHDI Bali maosang, manut pamutus paruman Sulinggih PHDI, soang-soang kulawarga patut makarya utawi madué Kamulan pokok antuk daging Palinggih Rong Tiga, Taksu, Anglurah Agung utawi pepatihnyané, miwah Piasan Agung pinaka genah upakara. Ring bucu Kaja Kauh pakarangan, patut kawangun palinggih Panungun Karang. “Yéning irgamayang, ring perkantoran, wénten kepala kantor utawi kantor pusatnyané inggih punika wewidangan Sanggah Kamulan inucap. Sios punika majanten wénten sané dados pamucuk parikrama sané nyagra katreptian utawi sakadi satpam kantor. Ring paumahan kasinahang atuk Panungun Karang,” baos dané. Lanang sané embas ring Gianyar, 10 Januari 1955 puniki ngwewehin, manut Asta Kosalakosali, genah paon patut becik kadabdabang mangda nampek sareng jelanan pakarangan tur marep-arepan sareng Panungun Karang. Mawinan ri kala wénten krama sané ngranjing ka paumahan, sinah sané kaojog kapertama wantah paon, boya balé paumahan. Sios punika, sangkaning genah ring paon kaucap anget duaning pinaka genah cangkem paon taler genah maratengan saraina, sinah asuné jagi meneng irika tur tatkala wénten krama ngranjing sinah ipun sané jagi ngongkong. “Tatkala krama inucap ngranjing majanten taler kauratiang olih Ida Ratu Sedahan Panungun Karang. Punika wantah nyinahang “keseimbangan” sané becik sajeroning paumahan,” asapunika dané sané meneng ring Banjar Kutri, Singapadu Tengah, Sukawati, Gianyar puniki nugesang. (was)

I Wayan Pagon

Saking Duuran KRAMA Hindu majanten sampun uning ring sesanannyané tatkala ngamargiang kahuripan saraina, inggih punika patut prasida ngamargiang parikrama magama miwah parikrama yadnya. Sangkaning punika, makasami parindikanipun patut setata becik kadabdabang minakadi ngamecikang wangunan sanggah sané kadruénang BPM/was manawita kapanggihin sampun rusak. I Wayan Pagon, krama mimitan Singapadu , Gianyar maosang, makarya utawi ngamecikang Palinggih Kamulan sané majanten ngawigunayang kayu patut kamargiang saking duuran. Duaning yéning sampun puput, sinah ring pangawak taler batis palinggihnyané prasida kaadungang. “Yéning sakadi sané akéh kapanggihin, tegeh sanggah kirang langkung salikur rai utawi siangolas rai sané kawilangin saking bongkol saka kantos jelanan rong. Dados taler kadagingin malih antuk dadalas taler lis manut saking pangapti mangda palinggih inucap kasinahang sayan becik,” baos dané. Lanang sané embas daweg warsa 1943 puniki malih maosang, sané patut kauratiang ring wangunan Kamulan wantah kahanan panukub utawi raabnyané. Duaning akéhan krama ngamecikang palinggih sangkaning kawéntenan raabipun sampun tuduh. Kaélingang, tatkala makarya panukub sanggah, patut urati ring akéh iga-iga sané kawigunayang nganutin wilanganipun. Wilangannyané saking pangawit kantos pamuput inggih punika Sri-Werdi-Naga-Hyang-Mas-Perak. Iga-iga ring panukub palinggih minakadi Sanggah Kamulan patut ring wilangan Hyang. “Indik soroh raab, nénten wénten kapatutannyané patut ngawigunayang ambengan, duk utawi genteng. Duaning makatiga raab inucap dados kawigunayang,” asapunika Wayan Pagon negesang. (was)

(98)

B a s a

7

B a l i

Ngwangun Sanggah

Kakawitin antuk Parikrama Nyapuh

PRASIDA ngamargiang parikrama magama taler sekancan upacarannyané wantah pangaptin samian krama ring sajebag panegara Indonesia. Indiké punika taler munggah ring hukum Indonesia inggih punika ring Pasal 29 ayat 2 UUD 1945 indik kebébasan beragama antuk sekancan parikramanipun sané jagi kamargiang saraina. Parindikan punika taler kapanggihin ring Bali sané akéhan kramanipun magama Hindu antuk sekancan parikrama upacara yadnya sakadi sané sampun katami saking para panglingsirnyané. Sios punika, krama Hindu taler kataminin sima patut nuénang genah ngaturang sembah pangubhakti ring soang-soang karang paumahannyané sané kawastanin antuk sanggah. Sangkaning punika, majanten kawéntenan sanggah ring sajeroning paumahan wantah mabuat pisan. Yéning sampun madué prabéa majanten kramané jagi ngwangun genah inucap ring paumahannyané soang-soang. Sakéwanten, ngwangun sanggah nénten prasida kamargiang ngawag sajabaning patut nguratiang makudangkudang parindikan. Manut I Wayan Pagon, sangging wewangunan Bali saking Banjar Negari, Singapadu Tengah, Gianyar, sané patut kadruénang sadurung jagi ngwangun

sanggah wantah karang genah ngwangunnyané manut sakadi sané ketah kamargiang wantah ring sisi Kaja Kangin pakarangan. Sakéwanten ring genah siosan minakadi ring wewidangan Tabanan, genah Sanggah Kamulan punika kawangun wantah jagi nampek sareng margi ageng sané wénten ring arep lebuh soang-soang paumahan. “Minakadi yéning karang paumahan inucap wénten ring dauh margi, sinah sanggahnyané magenah ring KajaKangin pakarangan inucap. Sakéwanten, yéning karang paumahan magenah ring dangin margi sinah sanggah inucap kawangun ring sisi Kaja Kauh pakarangan,” baos dané. Risampun wusan nabdabang genah sané manut sakadi tattwa agama taler desa mawacara, sinah kalanturang antuk ngamargiang caru ring genah inucap. Manawita dumun pakarangan inucap wantah tanah carik, sinah patut kakawitin dumun antuk parikrama nyapuh antuk tetujon ngawaliang Ida Bhatari Sri. Wusan punika wawu prasida ngawitin makarya utawi ngwangun palinggih, nyikut miwah sané siosan. Ngeninin indik palinggih sané wénten ring wewidangan sanggah sané pinih alit inggih punika Kamulan Rong Tiga, Ka-

BPM/was

SANGGAH – Kawéntenan sanggah utamanipun Sanggah Kamulan Rong Tiga ring paumahan wantah mautama pisan, punika mawinan tatkala ngwangun sanggah sané malakar antuk kayu patut becik pisan kauratiang utamanipun indik sikut taler wilanganipun. mulan Taksu miwah Anglurah utawi Palinggih Ratu Ngurah. Sios punika ring sanggah taler kapanggihin wangunan Piasan pinaka genah krama ngias Ida Bhatara taler dados kawigunayang genah banten. Manawita karang genah ngwangun sanggah sampun kasengker utawi kajantenang genah tembok panyengkernyané, sinah saking punika kaambil

sikut tigang tampak maurip ngandang utawi anyari kacing ka tengah pinaka genah ngwangun Palinggih Kamulan Rong Tiga. Wus punika wawu kawangun Palinggih Anglurah ring delod Palinngih Kamulan antuk paselat tigang tampak ngandang. Malih kalanturang antuk ngwangun piasan sané magenah ring sisi Kauh Kamulan Rong Tiga. Paselat

ipun saking bataran Kamulan kantos bataran Piasan antuk wilangan solas tampak ngandang utawi siangolas tampak ngandang. “Palinggih Taksu sané magenah ring sisi Kaja majeng Kelod, selatnyané kaambil saking bucu Kaja Kangin Piasan ngawigunayang wilangan pitung tampak ngandang,” Wayan Pagon maosang. (was)

Genah Panungun Karang

Mapasahan sareng Palinggih Kamulan

BPM/was

PANUNGUN KARANG – Soang-soang pakarangan majanten madué Panungun Karang sané magenah ring Kaja Kauh pakarangan. Genahnyané mapasahang sareng palinggih-palinggih ring tiosan. USAN ngumbah, Luh Méga ngebitang buku resép masakan ngrereh sané cocok jaga ka praktékang, nanging saking jaban Gusti Ngurah Jelada rauh makta ulam gurami kekalih. “Luh Méga cobak balihin. Apa basanné saha caranné ngaé gurami panggang?” “Oh nggih. Tiang ngaénang basa, Tungurah sané manggang olésin antuk mentéga.” Sang kalih makrépakan ring paon. Sesampuné rateng, sang kalih nyicipin sami makedik sané mapanggang lan sané magoréng. “Ihoi... sedaap.” Luh Méga kecap-kecap mujuhang bibihné barak marasa lalah. Gusti Ngurah taler tan kirang ajum ngacungang jempol nesekang lambéné ka bibihné Luh Méga. “Nah niki mara yahud....” Nanging Luh Méga tan sabaran. Bibihné témpélanga ring lambénné Ngurah Jelada. Sang kalih maciuman mesra ring paon saling kulum ngrasayang sadrasané nyajah ngantos katulang sumsum, merinding kadi marasa ring tepining iding.

“Tungurah, élingang janjiné sadurung nyajiang masakané ring anak lian, bangayang iraga nyicipin sadrasané dumun. Titiang lascarya cirin tresnan titiangé ring Tungurah.” “Ooh, Sayang. Luh Mega kanti kéné tresna lan pangorbanan iragané kén rerama?” Sang kalih malih campuh magelut saling reremih nangis sigsigan, kantos tan uningina bapak sareng ibunné sagét rauh ngraris ka kamarné wau ngranjing ka paon. “Béh aéng jaen bon masakané. Masak napi Tungurah, Luh Méga?” pitakén ibunné. “Niki Luh Mega meled nyobak masak gurami panggang,” pasaurné Ngurah Jelada sambil ngusap toya panonné membah mili. Luh Méga ngeling sigsigan ring sampingné. “Koné masak. Nguda Luh Méga ngeling sigsigan? Apa asilné kurang memuaskan, apa juriné nakal?” pitakén ibunné ngelut pianakné. Gedé Dauh taler kagiat manggihin. “Tiang ngeling sawiréh Tungurah meliang tiang Buku Resép

SAKADI sané sampun kauningayang, krama Hindu majanten nuénang Sanggah Kamulan ring soang-soang pakarangan paumah. Sios pinaka genah ngamargiang sembah pangubhakti ring kulawarga, genah inucap taler manados ulu miwah parahyangan ring pakarangan. Manut sima sané katami saking para panglingsir nguni, nénten sanggah kémanten sané patut kadruénang ring pakarangan, soang-soang pakarangan patut taler ngwangun Panungun Karang. Sané patut kauratiang, genah Panungun Karang nénten dados masikian utawi kagenahang mapasahan sareng Palingih Kamulan utawi palinggih sané wénten ring sanggah. Drs. I Gusti Ketut Dalem, M.Si., sinunggil dosén ring Fakultas Dharma Duta IHDN Denpasar maosang, sajeroning Asta Kosala-kosali, Panungun Karang ketah kagenahang ring Kaja Kauh pakarangan utawi sané kawastanin Kala Raksa. Wénten taler sané kagenahang ring genah tiosan sangkaning sima sané kamargiang mabina-binayan. Minakadi kagenahang ring tengah-tengah pakarangan sané kawastanin antuk Tugu Karang. Genahnyané kantun pateh mareparepan sareng paon utawi pawaregan sané magenah ring sisi Kelod pakarangan. “Manawita genahnyané cupit sakadi ring perumahan, sinah Panungun Karang dados kagenahang ring duur, nanging kantun ring sisi Kaja Kauh. Dados taler kakaryanin asiki ring makudang-kudang umah tur soangsoang umah inucap makarya pasimpangan saking Panungun Karang inucap,” baos dané. Panungun Karang wiadin Tugu Karang puniki wangunipun wantah sakadi tugu sané madaging rong miwah raab malakar pateh sareng lakar pangawaknyané, napi ké nika batu utawi paras. Sakéwanten nénten nganggén kayu sakadi ring Sanggah

Masakan, Buku Tata Rias lan tata cara nganggon make up apang nyak jegég. Nanging napi gunanné masakan tiangé jaen, déwék tiangé jegég yéning ané lakar nampedang anak lén, boya ja Tungurah? Tiang bingung...,” baosné Luh Méga sendu mabading ngelut Ngurah Jelada. “Ooh, dadinné I Luh suba maan matur ajak Tungurah indik pitutur Bapaké tekén Luh i poan? Kadén Bapak tusing nombaang, nanging yén dadi pineh-pinehin malu.” “Nggih Pak, nika sampun sané ngawinang I Luh maselselan mara ajak tiang prakték ngaé gurami panggang. Asilné jaen pesan nanging raganné ngeling mara maan nyicipin.” “Sujatinné kayun Tungurahé kénkén? Napi sampun ngiket janji pacaran sareng Luh Méga? Yén sampun durusang. Nanging yén durung becikan pinehin,” aturné Nyoman Padmini. “Pak, Bu tiang masih bingung mara Luh Méga nakonang indik tresnan tiangé tekén I Luh. Tiang tresna, nanging papineh tiangé

Kamulan Rong Tiga miwah Taksu. Nénten dados taler kawangun sakadi wangun Padma, Padma Sari, wiadin Padma Capah. Duaning pinaka palinggih, Panungun Karang patut madaging raab, sakéwanten sané nénten madaging raab tur marupa padma majanten wantah pasimpangan kémanten. Malih dané maosang, yéning karang paumahan punika jimbar, sinah Panungun Karang beciknyané kadagingin antuk tembok panyengker mangda nénten capuh. Punika mawinan manawita wénten kalayusekaran ring paumahan inucap, sinah ring natah miwah Panungun Karang jagi kamargiang pacaruan soang-soang. Sakéwanten yéning cupit, sinah nénten malih kasengker tur pacaruan kasikiang sareng sané ring natah. Ngeninin indik sané malinggih ring Panungun Karang, dané maosang, manut daging sastra agama, sané malinggih irika mapesengan Sang Hyang Kala Raksa utawi sané ketah kasengguh Ratu Sedahan Panungun Karang utawi Ida Bhatari Durga Manik. Dané nglanturang, sujatiné Ida sané malinggih irika wantah kasidhian sané sampun meneng ring tanah utawi pakarangan inucap saking nguni doh sadurung jadmané rauh saha meneng tur nyakap karang irika. Majanten kocap rupannyané mabina-binayan minakadi marupa Jero Dukuh, anak lingsir, gajah, kuda, macan, miwah sané siosan. Makasamian punika sané nyagra utawi ngemit genah wewidangan irika. Punika sané kakaryanin genah malinggih, kasengker taler kasungsung olih krama utawi kulawarga ring paumahan inucap. “Risampuné punika wawu kakaryanin upacara sakadi sapatutné sané kakawitin antuk macaru saha kalanturang antuk ngaturang canang miwah sesodan nganem bulan apisan ring parikrama sané ketah kabaosang antuk rainan tugu,” asapunika dané negesang. (was)

patuh tekén papinehné Bapak. Yén tiang ngidih Luh Méga sinah Bapak ten mucingin, nanging satmaka tiang mrebutin amerta ané sampun ada di cangkem Bapak. Tiang ten sampé ati ngawénang kulawargané driki camput ulian ngulurin indriané padidi. Tiang majanji saling tresnain yadiastun tan majodo makurenan.” “Tiang masih Pak, Bu sujatiné tresnan tiangé tuah Tungurah abesik. Mangkin baang tiang galah ngempu déwék ngiring Tungurah. Buin pidan yén Bapak ngalih mantu ané lakar dadi panyeledi driki, tiang nyerah bongkotan. Sira ja kayunné Tungurah tiang lakar nerima saking tulus. Déwék tiangé satmaka sampun Tungurah ané nuénang.” “Béh, matur suksma Tungurah, kéto masih Luh Méga. Bapak ajak Ibu ané lacur ngelah panak abesik. Nanging saja suputra Cening bisa ngidep munyi saking tuntunan Tungurah, cara buahé nasak di punya. Bapak lakar ngisinin pangidih Ceningé. Mula saja Tungurah sujatiné ané nuénang iraga ajak makejang dini.”

“Nah, yén kénten sujatiné Ibu sampun seduk pesan ngadek bon masakan guraminé. Margih ajak makejang ngajeng malu, suud masesedihan,” baos ibunné ngambil piring dagingina ajengan cacaranga ring sesaloné. Gurami panggangé mawadah piring opal tegep saha saus sambelné lan lalaban kemangi, slada, kool genahanga ring tengah. Malih tan lali mimbuh sup asparagus sami majembung. Sareng patpat mangkin ngajeng makerémosan. “Luh Méga, suud ngambul. Sing pocol I Luh malajah masak jaenné buka kéné. Perlu mapayas sawiréh mula jegég. Umahé ténénan mula gelah I Luh, taler druén Tungurah. Luh jumah satmaka tetep lakar ngayahin Tungurah. Kéntén taler Tungurah yadiastun dija polih karya, yadin marabi sios sujatiné kantun tetep druén tiang. Sampunang lali mriki,” baosné Gedé Dauh sareng kurenanné saur manuk. Siang punika suryané ngentér galang apadang. *** (Masambung)


8 Parahyangan

Dura Désa

Redité Pon, 15 Oktober 2017

Pura Kerta Bumi

Kasungsung Krama Hindu ”Etnis” Madura

RING Surabaya, makudang-kudang agama nglimbak. Mawit Islam, Kristen, Hindu, Budha miwah Khonghucu. Nyabran agama pastika madué genah suci sané mabina-binayan. Sakadi agama Hindu, ring Surabaya akéh kapanggihin kawéntenan genah suci agama Hindu sané kasengguh pura. Sinalih tunggil pura sane magenah ring Kota Pahlawan mawasta Pura Kerta Bumi. Aran pura inucap kambil saking kahanan wewidangan sané landuh sané prasida ngawinang krama irika taler sukerta. Akéh krama Bongso Wetan sané ngolah tanah irika pinaka utsaha ngruruh panguripan. “Pura puniki kawangun daweg warsa 1985. Sadurung pura puniki kawangun, sampun wénten krama sané magama Hindu iriki. Sangkaning durung wénten pura, krama Hindu iriki ngamargiang pamuspaan ring sanggah sané mawentuk mrepat madingding bedég,” baos Ketua Pura Kerta Bumi, Satiman daweg puniki. Pura sané magenah ring Dusun Bongso Wetan, Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik puniki madué pabinayan saihang ring pura tiosan. Krama panyungsung pura puniki wantah krama Hindu antuk etnis Madura. Akéhan krama Sanatana-Dharma iriki wantah penduduk asli kebudayaan Karapan Sapi sané sampun sué meneng ring Jawi. Mawinan wénten pepadonan budaya pantara Jawa sareng Madura. Nénten angob yéning ring wewidangan Bongso Wetan kasub pinaka wewidangan umat Hindu ring Pulo Garam. Wénten 250 KK sané nyungsung pura puniki. Ring pura inucap ketah ngayah petang diri pamangku sané mapeséngan Jero Saptono, Jero Satwi, Jero Supardi miwah Jero Santoso. Daweg raina Anggara Umanis Ukir, 5 September 2017 lintang, kamargiang upacara pujawali ring pura inucap. Paletan upacara kamargiang antuk pamuspaan miwah kalanturang antuk acara magibung sareng krama Bongso Wetan. Pura sané kapah dados tigang mandala, luiré Utama, Madya miwah Nista Mandala puniki ketah kadadosang genah parum taler malajahin indik agama. Minakadi ring Nista Mandala kadadosang genah kegiatan sosial. Madnya Mandala pinaka genah parum utawi malajahin kasenian, miwah ring Utama Mandala sané wantah pinaka genah pamuspaan kémanten. Kasenian sané kaplajahin minakadi gamelan taler sesolahan-sesolahan khas irika. Nyabran pura pastika madué kasenian khas, minakadi ring wewidangan Jawa Timur, sesolahan sané kasub kawastanin Tari Remo miwah tabuh gamelannyané. Sesolahan inucap patut kalestariang mangda tetep rajeg saha prasida nglimbak nginutin kakebat masa sakadi mangkin. (aldilla/dewi/febe/uma)

BPM/dewi

SEBLANG - Pragina ri kala karauhan nyolahang Seblang sané kamargiang ring Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

Bali Post/udi

Pinaka Panulak Bala

Krama Bakungan Ngamargiang Upacara Seblang Banyuwangi sané dumun kasub kasengguh Blambangan madué makudang-kudang soroh ritual adat. Sinalih tunggilnyané ritual utawi upacara sesolahan Seblang ring Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah. Upacara sané wawu kamargiang puniki wantah niyasa kalanduhan pinaka panulak bala. RITUAL Seblang kaangken kamariang ngawit warsa 1639. Sesolahan puniki kasolahang olih pragina lansia utawi sampun ngranjing monopause. Pragina lansia kaangken suci mawinan dané sané patut nyolahang Seblang. Salami masolah, pragina punika nénten éling utawi karauhan. Ritual sané kamargiang nyabran warsa nepet ring Dzulhijjah sajeroning pananggan Islam setata kasolahang wengi. Tetujonnyané, ngresikin désa, mawinan krama doh ring panca baya. Acara wawu kakawitin sandikaon. Pragina sané masolah kairingang makudang-kudang krama ka genah klebutan toya désa irika, ngambil tirta saha ngamargiang selamatan. Nuju wengi, listrik ring wewidangan Bakungan kapademang. Samian krama wantah ngawigunayang sundih

obor ngiterin désa. Wus punika, krama nuju tengahing désa, genah Sableng kamargiang. Pragina Supani sané nyolahang Sableng ngawigunayang busana mawarna barak. Sadurung sesolahan kakawitin, kamargiang tabuh rah pinaka niyasa pengorbanan. Salanturnyané, panglingsir adat ngawitin ritual Seblang. Asep dupa miwah ambu sekar ngawinang Supani sahaya nyriep. Gambelan Seblang ngawinang Supani matangi tur masolah. Sesolahan sané kasolahang boya ngawag, samian nyaritayang indik pamargin kahuripan krama. Minakadi “bantal kloso” utawi bantal tikar niyasa pawiwahan, utawi bonéka sané kasangkol pinaka niyasa pianak sané kaembasang miwah kalanduhan. Keris sané kagamel ri kala masolah wantah niyasa perlawanan.

“Seblang wantah ritual kuna saha turun tumurun kamargiang olih krama Bakungan,” baos Ruslan, panglingsir adat Bakungan sané pinaka pawang Seblang. Daweg pangawit Seblang kamargiang, baos Ruslan, wewidangan Bakungan wantah alas. Daweg punika kasengguh “Babat Wono”. Kahanan irika kabekin antuk bunga bakung. Santukan pacang kawangun paumahan krama, wadwa kerajaan ngresikang bunga bakung inucap, mawinan désa punika mawasta Bakungan. “Kala bunga bakung sampun resik, wénten taru ageng Nogosari sané kantun urip. Nénten wénten sané prasida munggel,” tuturnyané. Wus punika wénten krama sané mapeséngan Mbah Joyo matapa irika. Dané nguningayang wénten asia pangemit taru inucap. Ipun kayun matilar

nanging ring genahé punika patut kamargiang kasenian nyabran warsa. Kasenian sané kasolahang nénten dados ngamedalang suara. Parindikan punika kacumpuin, mawinan samian pangemit taru inucap kaginggisrang ka Gunung Bakungan ring Bali, Gunung Purwo, Gunung Sembulungan, Gunung Baluran, Gunung Ijen, Gunung Raung miwah tigang genah klebutan. “Wus punika, taru Nogosari wawu prasida kapunggel,” Ruslan ngwewehin. Ruslan nlatarang, aran Seblang mawit saking ‘Seb’ sané mateges meneng, miwah ‘Lang’ mateges langgeng wiadin abadi. Mawinan Seblang mateges patut meneng utawi sepi, mawit kasolahang kantos pamuput. Gending-gending sané kawedar wantah gending klasik Using.

Minakadi, Seblang-seblang, Podo Nonton, Dodol Kembang, Nglamat nglimir, Ugo-ugo, Nyurung Dayung, Mancingmancing, Nandur Kiling, Celeng Mogok, Donsro, miwah Perang-perang. Satios punika, paletan sesolahan sané pinih kajantosjantosang krama wantah “Adol Kembang” utawi ngadol sekar. Para panonton marebut mangda molihang sekar inucap, mawit bunga wongso, bunga pecari miwah mawar. Krama precaya yéning nyimpen sekar inucap pacang dangan polih jodoh saha murah rejeki. Warsa puniki wénten 2000 kembang telon sané kasayagayang. “Tiang precaya krama Bakungan pacang tetep nglestariang Seblang,” Ruslan nguntatin. (wid/uma)

Satua

Candi Cetho

Macorak Hindu, Niyasa ”Penciptaan”

BPM/ist

Candi - Wentuk empas raksasa sané wénten ring Candi Cetho pinaka pralambang penciptaan alam semesta. CANDI Cetho wantah sinalih tunggil candi Hindu sané magenah ring Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Candi sané magenah ring bongkol Gunung Lawu puniki ketah kawigunayang pinaka genah pamuspaan olih umat Hindu miwah Kejawen. Ring wangunan Candi Cetho, wénten 9 wangunan berundak sané kahanané sampun becik. Ngranjing ring soang-soang un-

dak, wénten wangunan candi bentar pinaka wates undakan. Aras utawi teras kapertama rumasuk ring komplek palemahan candi. Aras kaping kalih kantun pinaka palemahan. Ring aras kaping tiga, pacang kapanggihin petilasan Ki Ageng Krincingwesi sané pinaka panglingsir krama Dusun Cetho. Ring aras kaping pat, ring dinding wénten sesuratan indik kawigunan candi pinaka genah

pasucian/nyuciang angga. Ring aras kaping pitu, wénten arca pinaka niyasa kahuripan manusa. Arca marupa empas raksasa pinaka pralambang penciptaan alam semesta, nyinahang Surya Majapahit pinaka lambang Kerajaan Majapahit, miwah sané tiosan. Satios coraknyané sané raket pisan ring agama Hindu, candi puniki taler madaging katawahan ring aras kaping kutus. Wénten simbol marupa phallus utawi prana sané nyinahang kalanduhan. Yukti, candi puniki wantah niyasa kalanduhan miwah phallus wantah niyasa penciptaan manusa. Sané tawah ring simbol inucap, wénten iasan tindik antuk tipe ampallang, ukurannyané panjang kantos kalih meter. Sadurung ngranjing ring aras puniki, pacang kapanggihin makudang-kudang arca tokoh-tokoh sané kapercaya pinaka penasehat spiritual Sang Prabu Brawijaya V, inggih punika Sabdapalon ring sisi Kaja miwah Nayagenggong ring sisi Kelod. Yadiastun wénten kalih soroh, krama irika ngangken arca punika wantah dwi tunggal. (*)

Desa Jimbaran Olih : Madé Taro NEPET ring pengkolané, Dalem Putih prasida ngejuk malingé punika. “Ehh, anak lanang, apa sebenehné tetujoné mai?” baos Dalem Putih bangras. Anak muani punika boya nunas ampura, sakéwanten ngebugin Dalem Putih. Dalem Putih nénten prasida mendem brangtiné, mawinan mabalik ngebugin anak muani punika. Mawinan sang kalih saling gebugin, saling jugjag, saling magulet. Nénten wénten cihna anak muani berag tanding Dalem Putih pacang nyerah kalah. Nénten karasayang, sahasa sang kalih magulet kantos ngaliling ka tengahing jurang tur nyangkét ring akah punyan kayuné ageng. “Nyén Cai?” pitakén Dalem Putih ring tandingnyané risampuné sang kalih nénten prasida makelid. “Tiang aranina Dalem Ireng. Cai nyén? Anak muani berag punika balik matakén. Dalem Putih makesiab sahasa meluk anak muani berig kummel punika. “Tiang Belin Cainé, Dalem Putih,” baosné sinambi nrebes mili toya panoné. Sang kalih mapalasan saking kantun alit. Mawinan asapunika sang kalih saling peluk lan ngempahang kangené wawu prasida matemu. Sakéwanten patemon punika taler wantah ajebos, sang kalih malih mapalasan. Dalem Ireng sané biasa idup ngumbara nénten kayun meneng ring belin dané, Dalem Putih. Dalem Ireng marasa seneng lan bagia ring kahuripané sané mangkin, ngumbara désa. Yéning Dalem Putih, sangkaning pangedih krama irika mangda anggané tetep meneng ring désa anyar inucap. Nyabran raina, krama irika saling wantu ngrabas alas ring sisi Kaja Pura Uluwatu. Wewidangan asil ngrabas alas yukti jimbar pisan. Antuk punika wewidangan inucap kawastanin Jimbaran, mawit saking kruna jimbar. Mangkin, wewidangan inucap dados objek wisata antuk makudang-kudang wangunan otel. (Puput)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu PON, 15 OKTOBER 2017

9

SPORT

Zarco ”Pole”, Marquez Ketiga HAL 12

Demam Derbi Milan Menyebar hingga ke Beijing

Supoerter AC Milan di Tiongkok

BPM/rtr

Milan Pertandingan bertajuk Derby della Madonnina antara dua raksasa sepak bola Italia, Inter Milan dan AC Milan, kini memiliki cita rasa Asia yang didorong oleh investasi jutaan dolar dari pengusaha Tiongkok yang memiliki kedua klub itu. Derbi yang digelar Senin (16/10) dini hari itu meramaikan distrik Chinatown di Milan dan demam sepak bola itu telah menyebar sampai ke ibu kota Tiongkok, Beijing. Pertandingan tersebut bukan semata duel rival sekota, tapi juga pertarungan para pemilik klub dari China. Zhang Jindong dari Suning Group yang mendanai Inter Milan dan Rossoneri Sport Investment Lux Group milik Li Yonghong yang menyokong AC Milan. Bendera kedua tim berkibar

melintasi jalan yang panjang melalui Paolo Sarpi di jantung Chinatown Milan yang dihuni sekira 29.000 penduduk China tinggal di sana menjelang Derby della Madonnina. Kemeriahan menyambut laga itu juga menyebrang ribuan kilometer dari Italia hingga ke Beijing. Pejabat AC Milan pada Jumat (13/10) lalu meluncurkan jaringan klub di China guna mengembangkan kemitraan bisnis. “Dengan basis penggemar sepak bola yang sangat besar di China, ada potensi besar bagi AC Milan dan sepak bola profesional di Tiongkok,” kata kepala komersial AC Milan, Lorenzo Giorgetti. “Kami akan mengelola sebuah acara mulai Minggu depan bersama Fan Club kami di Beijing. Kami berharap dapat merangkul lebih ban-

Derby Della Madonina

Montella Harus Jawab Kritik Milan –

Sebuah partai panas akan tersaji di pagelaran Serie A akhir pekan ini. Dua tim asal kota Milan, Inter Milan dan AC Milan akan melakoni partai klasik bertajuk Derby Della Madonina di Giuseppe Meazza pada hari Senin (16/10) dini hari nanti. Tampil mengecewakan di ajang Serie A musim lalu, duo Milan melakukan sejumlah pembenahan selama bursa transfer musim panas kemarin. Inter Milan mengganti posisi pelatih kepala mereka dan mempertahankan mayoritas pemain lama mereka. Sementara AC Milan melakukan hal yang sebaliknya, di mana mereka mempertahankan pelatih mereka namun merombak susunan timnya. Kubu Nerrazurri sendiri sudah mulai merasakan dampak positif dari investasi yang mereka lalukan. Di bawah kepemimpinan Luciano Spalletti, Nerrazurri tampil cukup impresif di mana mereka berada di peringkat tiga klasemen sementara Serie A. Namun nasib berbeda di alami tetangga mereka, di mana uang sebesar 200 juta Euro yang mereka hamburkan di bursa transfer hanya mampu membawa mereka ke peringkat ketujuh Serie A sejauh ini. Hasil kurang memuaskan di kubu Rossonerri ini membawa dampak bagi kelangsungan karier Vincenzo Montella. Pelatih 43 tahun ini diguncang isu pemecatan, terlebih setelah Milan

menelan dua kekalahan beruntun dari AS Roma dan Sampdoria. Untuk itu, laga Derby ini bisa dikatakan menjadi laga penghakiman bagi Montella, di mana ia b erp eluang cukup besar untuk dipecat jika Leonardo Bonucci dkk., kembali menelan kekalahan pada akhir pekan nanti. Sial bagi Montella, lawan yang harus ia hadapi Luciano Spalletti, bukan lawan yang mudah. Hal tersebut bisa ditilik dari rekor pertemuan kedua pelatih. Dari tiga pertemuan kedua pelatih, Spalletti selalu meraih hasil maksimal. Sepanjang karier sebagai pelatih, Spalletti juga menang sebanyak 13 kali atau hampir separuh dari 28 laga kontra AC Milan. Sebaliknya, Montella hanya menang empat kali atau hanya sepertiga dari 13 laga kontra Inter Milan. Jika menilik rekor pertemuan di atas, ada baiknya Montella mempersiapkan salam dan pidato perpisahan untuk klub berjuluk Rossoneri tersebut. Kritikan terhadapa kinerjanya juga sempat diterima Montella dari eks presiden sekaligus pemilik AC

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN Inter Milan (4-2-3-1): Handanovic; Dalbert, Miranda, Skriniar, D’Ambrosio; Vecino, Valero; Perisic, Mario, Candreva; Icardi AC Milan (3-5-2-): Donnarumma; Romagnoli, Bonucci, Musacchio; Rodriguez, Kessiem Biglia, Bonaventura, Borini; Suso, Kalinic STATISTIK KEDUA TIM Head to Head 15/04/17 Inter Milan 21/11/16 AC Milan 01/02/16 AC Milan 21/10/15 AC Milan 14/09/15 Inter Milan

2-2 2-2 3-0 0-1 1-0

AC Milan (Serie A) Inter Milan (Serie A) Inter Milan (Serie A) Inter Milan (Uji Coba) AC Milan (Serie A)

Lima Pertandingan Terakhir Inter Milan (M-M-S-M-M) 10/09/17 Inter Milan 2 - 0 SPAL (Serie A) 16/09/17 Crotone 0 - 2 Inter Milan (Serie A) 20/09/17 Bologna 1 - 1 Inter Milan (Serie A) 24/09/17 Inter Milan 1 - 0 Genoa (Serie A) 01/10/17 Benevento 1 - 2 Inter Milan (Serie A) Lima Pertandingan Terakhir AC Milan (M-M-K-M-K) 17/09/17 AC Milan 2 - 1 Udinese (Serie A) 21/09/17 AC Milan 2 - 0 SPAL (Serie A) 24/09/17 Sampdoria 2 - 0 AC Milan (Serie A) 29/09/17 AC Milan 3 - 2 Rijeka (UEL) 01/10/17 AC Milan 0 - 2 AS Roma (Serie A)

Milan selama tiga dekade lamanya, Silvio Berlusconi. Berlusconi mengecam keputusan Montella menggunakan formasi aneh plus mencadangkan Giacomo Bonaventura dalam kekalahan 2-0 dari AS Roma lalu. Mendengar komentar pedas tersebut, Montella akhirnya merespons. Juru taktik 44 tahun itu menyebut Berlusconi memang berhak berkomentar, tapi keputusan taktikal darinya haruslah independen. Dia juga mengaku tak suka dengan saran sang eks presiden padanya musim lalu. “Berlusconi bisa mengatakan apa yang dia inginkan, apa yang dia mau, dan dia punya hak untuk itu,” buka Montella, Sabtu (14/10) kemarin. “Bagaimanapun, pernyataan Berlusconi mestinya sesuai konteks. Sedangkan saya akan sepenuhnya mendengarkan, tapi pekerjaan ini adalah milik saya dan keputusan yang saya buat haruslah independen,” imbuhnya. “Saya suka mendengarkan saran, seperti saran Berlusconi misalnya. Tapi saya tidak terlalu suka saran dia di musim lalu. Dukungan dari manaje-

men? Saya senang mereka mendukung saya secara terbukti, tapi dukungan mereka secara pribadi pun sudah cukup,” katanya. la Catatan pertemuan enam Derby Della Madonina terakhir memang berakhir sama kuat. AC Milan mengantongi dua kemenangan, Inter Milan mengantongi dua kemenangan, dan dua derby terakhir berakhir imbang dengan skor identik 2-2. Namun satu hal yang perlu diwaspadai AC Milan adalah mereka tidak pernah menang saat berstatus sebagai tim tamu di Giuseppe Meazza. Tercatat kubu La Beneamata meraup 3 kemenangan dan 3 hasil seri saat berstatus sebagai tuan rumah di Derby Della Madonina sehingga Montella harus mencari celah untuk menghapuskan catatan buruk tersebut. Montella tidak bisa memainkan sejumlah pemainnya pada partai Derby. Andrea Conti dan Luca Antonelli harus absen karena cedera, sementara Hakan Calhanoglu juga harus absen karena mendapatkan hukuman suspensi. Dengan kondisi tersebut Montella kemungkinan memainkan skema 3-5-2- di mana Nikola Kalinic dan Suso akan dipercaya untuk menjadi juru serang Rossonerri pada laga ini. Trio Franck Kessie, Lucas

Biglia dan Giacomo Bonaventura akan diplot sebagai pengatur aliran bola Milan, sementara Gianluigi Donnarumma akan menjadi benteng yang kokoh di bawah mistar gawang Rossonerri. Jelang laga ini, kubu tuan rumah nyaris berada di kekuatan terbaiknya jelang laga derby ini. Hanya Marcelo Brozovic satu-satunya pemain Inter yang berhalangan tampil pada laga ini karena mengalami cedera, selebihnya mereka siap untuk meraih kemenangan pada partai derby ini. Luciano Spalletti kemungkinan besar akan memainkan skema 4-2-3-1 ini di mana Mauro Icardi masih diperc a y a untuk m e mimpin tim dari p o s i s i ujung tombak Nerrazurri. Di lini tengah duet Matias Vecino dan Borja Valero akan bertugas untuk mengatur tempo permainan Inter Milan, sementara gawang mereka akan dikawal kiper kawakan Samir Handanovic.(kmb33/tr)

yak dan lebih banyak mitra yang akan membantu kami dalam perjalanan menuju kejayaaan,” sambung dia. Sebagian besar penduduk Tiongkok di Sarpi, Milan, berasal dari wilayah Zhejiang, atau Tiongkok bagian timur yang generasi mudanya tumbuh dan menjadi penggemar setia klub-klub sepak bola. Banyak dari mereka akan hadir di tengah-tengah 70.000 penonton di stadion San Siro untuk mendukung masingmasing klub menuju kejayaan setelah mendapatkan suntikan dana dari para investor asal Tiongkok itu. Li Yonghong telah mengucurkan dana 230 juta euro untuk merombak

skuat AC Milan yang dia beli senilai 740 juta euro pada April lalu. Kendati mendapat banyak dana investasi, pasukan Vincenzo Montella itu gagal menemukan irama permainan sehingga tercecer di tempat ketujuh klasemen Serie A. AC Milan merebut gelar Serie A terakhir pada 2011, sementara Inter Milan meraih kejayaan pada semusim sebelumnya saat meraih treble winner di tangan Jose Mourinho. Grup Suning Zhang membayar hampir 270 juta euro untuk Inter Milan pada Juni 2016. Pasukan Luciano Spalletti itu memulai musim yang baik dengan memenangkan enam dari tujuh pertandingan pertama mereka untuk menempati posisi tiga klasemen di bawah Napoli dan Juventus. (ant)


Bola

10

Minggu Pon, 15 Oktober 2017

Delapan Besar Liga 2 Terancam Digelar di Tempat Netral Jakarta – PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah memutuskan menunda babak delapan besar Liga 2. Laga tersebut juga terancam digelar di tempat netral. Alasan PT LIB menunda babak delapan besar Liga 2 karena melihat kondisi yang dinilai tak kondusif. Dalam beberapa pertandingan telah terjadi kericuhan bahkan sampai merenggut nyawa suporter. Banu Yusman menjadi korban usai pertandingan Persita Tangerang melawan PSMS Medan. Dia meninggal setelah mengalami luka di kepalanya. Babak delapan besar akan menggunakan sistem home tournament. Rencananya akan ada dua kota yang di-

jadikan tuan rumah. LIB pun sudah memberikan kesempatan kepada klub untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah. LIB memberikan deadline open bidding tuan rumah sampai hari ini, Sabtu (14/10) kemarin dan akan ditentukan pada hari ini. Ada beberapa klub yang sudah mengajukan diri menjadi tuan rumah delapan besar Liga 2. Salah satunya adalah Persebaya Surabaya, Persis Solo dan PSMS Medan. Syarat menjadi tuan rumah adalah memiliki stadion, dua lapangan untuk menggelar latihan dan menyediakan transportasi untuk para peserta. Namun melihat kondisi saat ini, babak delapan besar

kemungkinan digelar di tempat netral. Mengingat makin tingginya tensi pertandingan antar tim yang dikhawatirkan memicu kericuhan lagi. “Karena ada kejadian ini bisa saja opsinya ke tempat netral. Kami lihat Persebaya punya case juga kemarin dan kami juga lihat itu juga sebagai pertimbangan,” ujar COO PT LIB, Tigorshalom Boboy. Meski demikian, Tigor menyebut semua kepastian baru akan diketahui setelah pertemuan dengan klub-klub pada pekan depan. “Jadi kami tidak fokus di partai final dan perempat final saja ya, karena tensinya makin lama makin tinggi dan kami butuh komunikasi dengan klub,” Tigor menegaskan. (ant)

CEDERA - Kiper andalan Real Madrid, Keylor Navas harus absen membela timnya karena cedera.

BPM/rtr

Badai Cedera Arena Letakkan Jabatan Serang Madrid Gagal ke Piala Dunia

Chicago – Timnas Amerika Serikat gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2018. Sang pelatih Bruce Arena pun bertanggung jawab dengan meletakkan jabatannya. Arena belum genap satu tahun menangani timnas AS. Dia baru diangkat pada November 2016 untuk menggantikan Juergen Klinsmann yang dipecat setelah kekalahan beruntun dari Meksiko dan Kosta Rika. Sebagai informasi, ini adalah periode kedua Arena di timnas AS setelah 1998-2006. Tapi Arena gagal meloloskan AS ke putaran final Piala Dunia 2018. Kekalahan 1-2 dari Trinidad dan Tobago di kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONCACAF ,ditambah kemenangan Panama dan Honduras membuat AS dipastikan hanya jadi penonton dalam putaran final di Rusia tahun depan. AS hanya finis di peringkat kelima klasemen akhir Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONCACAF. Ini jadi kali pertama AS gagal ke Piala Dunia sejak 1986. Arena pun lantas mengumumkan pengunduran dirinya pada Sabtu (14/10) kemarin. “Ketika saya mengambil pekerjaan ini pada November lalu, saya tahu ada tantangan besar yang dihadapi. Mungkin lebih dari yang bisa diapresiasi sebagian besar orang”. Arena mengatakan, dalam pernyataan di Federasi Sepak bola AS seperti dikutip Sky Sports. “Semua yang terlibat da-

lam program ini, memberikan segala yang mereka punya selama sebelas bulan terakhir dan pada akhirnya kami gagal. Tidak ada alasan. Kami gagal menuntaskan tugas dan saya bertanggung jawab.” “Ini jelas pukulan besar un-

tuk program timnas senior dan pertanyaan sudah selayaknya diajukan soal bagaimana kita bisa memperbaikinya. Tidak ada keraguan proses ini sudah dimulai dan akan berlanjut sehingga sepak bola AS bisa maju.” (kmb33/rtr)

Milan – AC Milan dikabarkan akan putus hubungan dengan Adidas sebagai sponsor aparel mereka. Salah satu calon pengganti paling potensial adalah Puma. Diberitakan harian setempat Sabtu (14/10) kemarin, Milan dan Puma akan menanda tangani kesepakatan antara mereka dalam waktu dekat. Nilainya diperkirakan

pada angka 10-15 juta euro per tahun. Angka tersebut lebih kecil dari yang didapat Milan dari Adidas. Kerja sama dengan perusahaan aparel asal Jerman itu membuat Milan mengantongi 20 juta euro per tahun, namun bakal berakhir pada 2019. Sebelumnya ramai beredar kabar kalau Milan akan didukung oleh Under Armor atau

New Balance. Puma saat ini menjadi sponsor aparel untuk Timnas Italia, Borussia Dortmund dan Leicester City. Kerja sama Milan dengan Adidas saat ini sudah berusia 20 tahun. Adidas sebelumnya pernah juga jadi sponsor Rossoneri dari 1978-1980. Beberapa perusahaan aparel lain yang pernah mendukung Milan adalah Ennedue, Rolly Gol dan Kappa. (kmb33/rtr)

Frankfurt – Gelandang anyar Eintracht Frankfurt, Kevin-Prince Boateng menginginkan adanya penggunaan teknologi video untuk melenyapkan suporter bermental rasisme dari sepak bola. Teknologi Asisten Wasit

Video (VAR) memang mulai jamak digunakan di sepak bola, khususnya Bundes liga Jerman belakangan ini bersamaan dengan teknologi sensor garis gawang. Hanya saja menurut eks penggawa internasional Ghana tersebut, masih ada kekuran-

gan yakni belum digunakannya VAR untuk mengidentifikasi kasus rasisme yang terjadi di lapangan. “Kita semua sudah berada di tahun 2017 dan masih belum menemukan cara untuk mengatasi kasus rasisme,” ujar Boateng, Sabtu (14/10) kemarin. “Sudah ada teknologi sensor garis gawang dan juga video yang menyatakan gol saya lawan Wolfsburg pada Agustus lalu adalah off-side dan ada penalti yang tidak diberikan. Tapi mengapa kita tidak menggunakan teknologi yang sama agar setiap kasus rasisme bisa teridentifikasi dengan baik, mendepak para pelakunya agar tak bisa kembali lagi ke stadion?” tanya mantan punggawa Milan itu. Boateng sendiri pernah mengalami kejadian yang tak menyenangkan berkaitan dengan masalah rasisme tepatnya saat membela AC Milan di Serie A Italia. “Insiden semacam itu ada banyak dalam setiap musimnya. Itu tak terjadi baru-baru ini saja,” tutupnya. (kmb33/rtr)

Madrid – Badai cedera belum mau pergi dari Real Madrid. Kali ini giliran sang kiper, Keylor Navas yang harus masuk ruang perawatan. Navas mendapat cedera otot pangkal paha saat membela timnas Kosta Rika pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 lalu. Belum diketahui berapa lama Navas harus absen. Tentu saja cedera Navas ini bakal membuat pusing kepala pelatih Madrid Zinedine Zidane, mengingat dia sebelumnya juga harus kehilangan beberapa pemain kunci seperti Gareth Bale, Dani Carvajal dan Mateo Kovacic yang cedera. Sementara Marcelo, Karim Benzema dan Theo Hernandez masih dalam tahap pemulihan usai cedera sebelumnya. Padahal Madrid akan menghadapi sejumlah laga

penting selama November ini, termasuk dua laga kontra Tottenham Hotspur di Liga Champions. Saat laga menghadapi Getafe, Sabtu (15/10) kemarin Kiko Casilla dipasang sebagai kiper utama dengan pelapisnya dua kiper muda, Moha Ramos dan Javier Belman. Luca Zidane yang biasanya jadi pilihan ketiga juga absen karena cedera bahu. “Saya berharap Keylor tidak harus cedera untuk waktu

lama,” ujar Zidane. “Kita lihat dari hari ke hari saja. Luca harus absen sedikit lama karena masalah pada bahunya,” sambungnya. Bek Dani Carvajal yang mengalami masalah yang agak serius. Dia harus menepi hingga dua bulan. Bek asal Spanyol itu harus menepi akibat virus yang menyerang jantungnya. Akibat kejadian tersebut, Zidane hanya memiliki Achraf Hakimi yang berposisi asli

sebagai bek kanan. Masalah muncul, pemain 18 tahun tersebut baru membukukan satu penampilan selama musim 2017-2018. “Anda tahu apa yang dimiliki Dani dan ketika mengalami masalah jantung, kita tidak bisa mengambil risiko. Anda harus memiliki kesabaran mengenai apa yang terjadi kepadanya. Dia baik-baik saja dan orang-orang yang ditugaskan mengawasi pemulihannya melakukan pekerjaan dengan baik,” tutur Zidane. Madrid kini berada di posisi kelima klasemen dengan 14 poin dari tujuh laga, selisih tujuh angka dari Barcelona di puncak. (kmb33/rt)

MU Tahan Imbang Liverpool Bruce Arena

BPM/rtr

Segera Putus dengan Adidas, Milan Mungkin Pakai Puma

Liverpool – Liverpool tampil mendominasi atas Manchester United. Sayangnya Dominasi tersebut tidak mampu berbuah kemenangan untuk The Reds. Pada laga pekan kedelapan yang dihelat di Anfield Sabtu (14/10) kemarin, Liverp ool mengua sa i 6 2 persen ball possesion serta membuat total 13 attempts, dengan lima mengarah ke gawangnya. Sayangnya tak ada satupun peluang yang mampu menembus jala MU yang dikawal David De Gea. Sementara MU yang lebih banyak bertahan hanya punya satu attempts on target dari total tiga. MU langsung menekan begitu peluit dibunyikan dan hasilnya mereka mendapat dua sepak pojok ketika laga belum genap dua menit. Namun tim tamu tak mampu memaksimalkannya. Sementara Liverpool mendapat peluang pertamanya di menit ketujuh lewat Giorginio Wijnaldum. Tapi

sepakan pemain Belanda itu dari depan kotak penalti masih mengarah tepat ke David De Gea. Tak ada Sadio Mane yang absen karena cedera hamstring, Liverpool mengandalkan kecepatan Mohamed Salah di sisi kanan. Sementara itu Coutinho dimainkan sebagai trio lini depan. Sepanjang 20 menit laga berjalan, Liverpool memang lebih mendominasi permainan dengan menekan pertahanan MU. Sementara MU lebih banyak menunggu dan melakukan serangan balik. Di menit ke-20, Salah mendapat bola umpan dari Firmino di depan gawang, namun sepakannya terlalu lemah dan tak menemui sasaran. Nemanja Matic nyaris mendapat gol ketika bola muntah di pertahanan Liverpool pada menit ke-30, namun sepakan kaki kirinya masih melayang tipis di atas mistar. Liverpool mendapat dua peluang beruntun di menit ke-34. Pertama dari sepa-

kan Joel Matip meneruskan umpan tarik Firmino tapi De Gea bisa menepisnya. Bola disapu Phil Jones tapi tak sempurna dan langsung disambar Salah yang berujung di sisi gawang. Peluang emas pertama MU didapat di menit ke-44 ketika kombinasi umpan cepat para pemainnya di depan kotak penalti Liverpool membuat Lukaku dalam posisi on goal. Sayangnya Mignolet dengan sigap menepis sepakan Lukaku dari jarak dekat. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Masuk di babak kedua, Liverpool masih menguasai pertandingan dan terus menekan pertahanan MU. Tapi para pemain Liverpool kesulitan menciptakan peluang. Peluang pertama di babak ini lahir pada menit ke-57 ketika Joe Gomez memberikan umpan lambung ke kotak penalti dan disambut sepakan Emre Can dari jarak dekat. Sayangnya bola melayang di atas mistar. Setelah itu Liverpool kem-

bali lagi menemui tembok tebal di daerah pertahanan MU dan lebih banyak memutar bola di sisi sayap. Padatnya lini tengah tim tamu menjadi alasannya. Ada satu peluang yang didapat Salah untuk mencetak gol di pertengahan babak kedua tapi tandukannya meneruskan umpan Firmino masih menyamping. Demi mempertajam lini serang, Liverpool memasukkan Alex Oxlade-Chamberlain dan Daniel Sturridge untuk menggantikan Salah serta Coutinho yang sudah mulai kelelahan. Masuknya Domenic Solanke juga tak banyak membantu karena pertahanan MU terlalu sulit ditembus. Tak ada gol hingga laga berakhir. Hanya meraih satu poin membuat Liverpool kini baru punya 13 poin dari delapan laga berlalu dan duduk di posisi keenam. Sementara MU menguasai puncak klasemen dengan 20 poin, unggul satu poin dari Manchester City yang akan menghadapi Stoke City. (kmb33/rtr)

VAR untuk Lenyapkan ”Rasisme”

BPM/rtr

VIDEO - Wasit tengah melihat tayangan video dalam sebuah pertandingan.

BPM/rtr

TERBANG - Bek Liverpool Alberto Moreno terbang saat bertabrakan dengan pemain Manchester United Ashley Young.


Juara

11

Minggu Pon, 15 Oktober 2017

Kadek ”Loco” Ediana

Pesepak Bola Mundur PELATIH Persekaba Bali, Kadek Loco Ediana baru saja mengantarkan timnya juara Kompetisi Liga 3 Rayon Bali. Sayangnya justru menyongsong putaran nasional mewakili Bali, sederet pemain pilar menyatakan mundur karena kesibukan kerja, kuliah, serta cedera. Mereka adalah Gede Jeno Wilyantara bersama sang adik Kadek Jesen, Made Dwi Aryadana, Dwiyan, Dika Arimbawa, serta Yusuf Geovani Rande. Oleh sebab itu, Loco harus putar otak guna mencari pengganti pemain yang mundur. ‘’Kami mencari pengganti dengan mendatangkan pemain luar Bali, kalau bisa kualitasnya sama atau bahkan lebih unggul skuad yang baru ini,’’ tutur pria asal Banjar Peken Baleran, Kapal, Badung ini. Meskipun enam pemain calon skuad Tim Keris sudah sering diajak berlatih game, tetapi Loco tidak mau gegabah untuk merekrutnya. ‘’Kami akan pantau mereka dalam latih-tanding Persekaba melawan Putra Tresna Sobangan di Sobangan, Minggu (15/10) sore ini,’’ jelas Loco. Loco sendiri tergolong pelatih baru yang tenaganya dipakai tim perserikatan Badung. Akan tetapi, prestasi lumayan, bahkan Loco dibebani target Persekaba Bali promosi ke Liga 2. ‘’Astungkara, mohon doa restunya semoga Persekaba bisa naik kasta ke Liga 2,’’ kata dia. Kepiawaian Loco dalam melatih bola dimonitor saat menangani Putra Angkasa Kapal. Ia pun ikut andil mengantarkan tim Porprov Badung merebut medali perak di ajang Porprov. Loco mengaku dirinya senang berguru kepalihan kepada seniornya. Terbukti, meskipun sudah mengantongi lisensi pelatih D nasional, dia ingin menimba ilmu lagi. ‘’Kalau kursus pelatih C dari AFC, saya pasti ikut,’’ ucapnya. (nel)

Luh Putu Satya Putri Mariantini Bandem

Kado Buat Pelatih PERENANG andalan Klungkung Luh Putu Putri Mariantini Bandem, baru saja menyumbang emas di nomor gaya punggun 50 meter, serta medali perak di gaya punggung 100 meter pada Porprov Bali XIII/2017. Sebagai atlet, Satya tak mau melupakan jasa-jasa pelatih yang melambungkan namanya. Karena itu, medali yang direbut di ajang Porprov, sengaja diberikan Satya sebagai kado buat pelatih klub Lila Arsana Abdul Nasar dan Takahide Swimming Centre (TSC) Putu Takahide Valentino. ‘’Medali Porprov untuk Abdul Nasar dan Takahide,’’ sebut perenang kelahiran Denpasar, 20 Maret 2003 ini.

Abdul Nasar melatih Satya sejak duduk di bangku kelas II di SDN 1 Semarapura Tengah, sedangkan Takahide adalah sosok pelatih baru, sebab Satya baru resmi pindah ke klub TSC Oktober ini. ‘’Selain itu, medali I juga saya persembahkan kepada kedua orangtua saya,’’ tutur putri pertama pasangan I Putu Jonni dan Komang Sri Putri Heny. Maklum, selama ini sang ayah harus mengantar jemput dari Klungkung ke Denpasar, guna berlatih sepuluh kali dalam sepekan, pagi dan sore ke Kolam Renang Dharma Pala, kawasan Gatsu Barat, Denpasar. ‘’Materi latihan bukan sekadar teknik berenang, tetapi menyangkut

penggenjotan fisik dan yoga,’’ terang siswi kelas 3 SMPN 1 Semarapura ini. Satya mengakui awalnya renang sekadar hobi dan hanya mengikuti saudaranya, Mirta. Namun, kenyataannya renang makin menorehkan prestasi, termasuk mendapatkan bonus Porprov. ‘’Bonus rencananya saya belikan baju renang, tas renang, kacamata dan snorkle,’’ kata dia. Kini Satya persiapan mengikuti Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) di Kolam Renang Gelora Bung Karno, Jakarta, Desember nanti. ‘’Saya ingin berprestasi pada PON Remaja II/2018 di Balikpapan, Kaltim,’’ ucapnya. (nel)

Tiongkok Boyong Piala Suhandinata

Yogyakarta (Bali Post)-

Tim bulu tangkis junior Tiongkok berhak membawa pulang Piala Suhandinata, setelah tampil sebagai juara nomor beregu campuran BWF World Junior Championships, pascamengalahkan Malaysia dengan skor 3-1 di GOR Amongrogo Yogyakarta, Sabtu (14/10) kemarin. Malaysia sempat unggul setelah pasangan ganda putra Wei Chong Man/Pearly Koong Le Tan menang 21-12, 9-21, 2117 atas Fan Qiuyue/Li Wenmei. Meskipun tertinggal, namun Tiongkok mampu bangkit di tiga partai berikutnya, diawali dengan kemenangan tunggal putra Gao Zhengze atas Leong Jun Hao dua gim langsung 2114, 21-19. Tiongkok menggandakan keunggulan pada partai ketiga melalui ganda putra Fan Qiuyue/Wang Chang yang juga menang dua gim langsung 2119, 21-17 atas Yee Jun Chang/

Eng Cheong Ng. Tunggal putri Tiongkok Han Yue, memastikan kemenangan timnya meskipun harus berjuang keras untuk mengalahkan pemain tunggal putri andalan Malaysia Goh Jin Wei 21-16, 20-22, 21-8. Upaya Han Yue untuk menguras stamina Goh di akhir gim kedua rupanya tidak siasia. Han mampu menunda empat kali kesempatan Goh untuk memenangi gim kedua sekaligus menguras stamina lawan. Pada gim ketiga Han yang kini berada di peringkat 102

BWF, membuat Goh tidak berkutik, sehingga banyak melakukan kesalahan sendiri. Han pun memastikan kemenangan pada kesempatan pertama. Kemenangan Han disambut meriah oleh seluruh rekan satu tim yang langsung merayakannya dengan membuat lingkaran di tengah lapangan. Atas hasil tersebut, Tiongkok berhak atas medali emas dan Piala Suhandinata, sedangkan Malaysia harus puas dengan medali perak. Pelatih Tiongkok Huang Wei, mengatakan sangat puas

dengan kemenangan atas Malaysia, karena pertandingan di babak final berlangsung sangat ketat, salah satunya di partai tunggal putri. “Kami melakukan persiapan yang sangat baik, seluruh pemain berlatih dengan sangat disiplin dan fokus saat di pertandingan,” katanya. Sedangkan Han Yue mengatakan, tidak ada strategi khusus saat mengalahkan tunggal putri Malaysia. “Hanya bermain sebaik-baiknya. Lawan sepertinya sedikit kelelahan,” katanya. Sementara itu, Pelatih Malaysia Goh Yen Yen menilai pertandingan melawan Tiongkok berlangsung sangat ketat, bahkan Malaysia mampu memperoleh awal yang baik dengan kemenangan di partai ganda

campuran. “Sayangnya pada tiga partai lain, pemain tampil kurang baik dan pemain Tiongkok bermain sangat baik, terutama di tunggal putri,” katanya. Secara keseluruhan, Goh cukup puas dengan hasil tersebut karena sesuai dengan target awal yaitu masuk ke babak final seperti pencapaian tahun lalu. Sedangkan Jepang yang di babak semifinal kalah dari Tiongkok menempati peringkat ketiga, begitu pula Korea yang kalah dari Malaysia di babak semifinal. Kedua tim berhak memperoleh medali perunggu. Sedangkan tim Indonesia menempati peringkat kelima, setelah pada Jumat (13/10) malam mengalahkan India dengan skor 3-1. (ant)

Kemenpora Percaya PSSI Tuntaskan Protes 15 Klub Jadwal Berubah, Perseden U-15 Optimis Tundukkan Kalbar Denpasar (Bali Post)Jadwal Kompetisi Liga U-15 putaran nasiona, sedianya Perseden U-15 bakal meladeni Papua di laga perdana Grup A. Kenyataannya dilakukan pertemuan teknik di Yogyakarta, Sabtu (14/10) kemarin dan hasilnya Perseden U-15 melawan Kalbar pada laga perdana putaran nasional Grup A, di Stadion Dwi Windu, Bantul, DIY, Minggu (15/10) ini. Pelatih Komang Mariawan yang dikontak Ruba Graha Yogyakarta, kemarin menjelaskan telah terjadi perubahan jadwal dan anak-anak tampil perdana melawan Kalbar, kemudian meladeni Bengkulu pada Selasa (17/10), serta laga terakhir melawan Papua pada Kamis (19/10) nanti. Komang Mariawan optimis asuhannya mampu menundukkan Kalbar. ‘’Jadi saya instruksikan kepada anak-anak agar menekan lawan sejak menit awal,’’ pesan dia. Apalagi, kata dia laga perdana ini sangat mempengaruhi penampilan asuhannya pada laga berikutnya. ‘’Astungkara mudah-mudahan anak-anak bisa memenangkan laga, sehingga kepercayaan dirinya bangkit, guna meladeni laga berikutnya melawan Bengkulu dan Papua,’’ ujarnya. Ia memperkirakan komposisi pemain depan Dafa, Yoga, Mang Adi dan Patrick. Di lini tengah ada Tito, Kadek Lanang, Sunu dan Deya. (022)

BPM/022

OPTIMIS — Pelatih Perseden U-15 Komang Mariawan bersama asuhannya. Tim Laskar Catur Muka bakal meladeni Kalbar pada laga pembuka, Kompetisi Liga U-15 Putaran Nasional Grup A di Stadion Dwi Windu, Bantul Yogyakarta pada Minggu (15/10) ini.

Makassar (Bali Post)Kementerian Pemuda dan Olahraga percaya induk organisasi sepak bola PSSI mampu menyelesaikan persoalan terkait protes dari 15 klub peserta Liga 1, menyangkut perbaikan kompetisi sepak bola Tanah Air ke depan. Deputi I Bidang Pemberdayaan Olahraga Kemenpora Faisal Abdullah di Makassar Sabtu (14/10) kemarin, mengatakan Menpora telah memberikan ama-

nah kepada PSSI untuk bisa menyelesaikan secara internal dan bersifat kekeluargaan. “Untuk sementara (protes 15 klub Liga 1) kami memberikan amanah bagi PSSI dan pengelola kompetisi untuk diselesaikan secara baik,” katanya usai menghadiri pembukaan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XV di GOR Unhas Makassar. Ia menjelaskan, PSSI sebagai organisasi resmi dan punya ban-

yak pengalaman dari berbagai macam ancaman dan hambatan, tentu punya cara jitu untuk bisa mengambil keputusan yang tepat dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Pihaknya mengaku tidak khawatir akan munculnya sanksi serupa, atau terulangi sanksi pembekuan yang diberikan FIFA terhadap persepakbolaan Tanah Air, karena tidak adanya penyelesaian persoalan.

Sementara terkait soal kerusuhan suporter khususnya yang mengakibatkan korban jiwa, pihaknya mengaku sangat prihatin dan kecewa atas apa yang terjadi. Menurut dia, kerusuhan suporter yang terjadi yang mengakibatkan terjadi korban merupakan tindakan brutal yang harus menjadi perhatian serius agar tidak terulang kembali dikemudian hari.

Pihaknya juga memberikan peringatan bagi PSSI untuk bisa melakukan langkah-langkah nyata demi menghindari kejadian serupa kembali terulang. “Suporter yang akhirnya meninggal dunia atau cedera, sebenarnya suatu tindakan yang brutal. PSSI harus mengambil sikap melalui komisi disiplin untuk mencegah kejadian ini terulang kembali di masa yang akan datang,” ujarnya. (ant)

Tim Basket Spensa dan SMPN 8 Berjaya Denpasar (Bali Post)Tim basket putra SMPN 1 Denpasar (Spensa) dan tim putri SMPN 8, sukses memboyong gelar juara pada turnamen basket se-Bali, memperebutkan Sanjose Cup 2017 di GOR Ngurah Rai 9-14 Oktober. Pada babak final Sabtu (14/10) kemarin, tim Spensa menekuk tuan rumah

SMP Santo Yoseph dengan skor 54-40, sedangkan di sektor putri tim SMPN 8 unggul atas Spensa dengan skor 43-32. Terpilih sebagai pemain terbaik kapten Spensa yang berposisi sebagai shooting guard yakni Putu Bagus Satya Wirayudha dan pebasket terbaik putri Nandini Utami (SMPN 8). (022)

BPM/ist

TURNAMEN CATUR — Suasana turnamen catur bertajuk Ganesha Grand Chess Tournament 2017, di Kampus Undiksha Singaraja, Sabtu (14/10) kemarin.

Empat Pecatur Mahasiswa Raih Poin Sempurna Singaraja (Bali Post)Empat pecatur Kadek Agus Juniarta (Undiksha) dan Gede Widiastana (Unud), Ketut Rosadi dan Putu Arik Lesmawan, memimpin sementara untuk kategori mahasiswa sampai babak keempat, dalam turnamen catur Ganesha Grand Chess Tournament 2017, di Kampus Undiksha Singaraja, Sabtu (14/10) kemarin. Mereka belum terkalahkan dan keempatnya untuk sementara meraup poin sempurna (4). Pada babak kelima, Agus Juniarta jumpa Ketut Rosadi di meja pertama dan Gede Widiastana bertemu Arik Lesmawan di meja kedua. Untuk kategori SMA, Andre Sylvester Laoh (SMAN 1 Denpasar/4) melawan Made Dodok Gunawan (4) di meja pertama, kemudian Nyoman Yoga Pranata (SMAN 1 Gianyar/4) meladeni Kadek Darma Guritna (4). Kategori SMP, Egar Sidi

Tuhujati (SMPN 4 Singaraja/4) melawan Gregoriao Narendra (SMP Santo Yoseph Denpasar/4) di meja pertama, serta di meja kedua Putu Luhur Apngal Kusuma (SMPN 2 Singaraja/3,5) bertemu Nonia Andyk Ulandari (SMPN 4 Melaya/4). Di tingkat SD, Putu Adi Ariadi (SDN 3 Bungkulan/4) melawan Eq Elsinky (SDN 1 Astina/4) di meja pertama, kemudian di meja kedua, Sunia Ramana Mardana (SDN 1 Sangsit/4) melawan Adi Merta Diharja (SDN 8 Bungkulan/4) dan di meja tiga, Kadek Yoga (SDN 1 kalibukbuk/3,5) melawan Fabian Glen Mariano (SD Santo Yoseph 1 Denpasar/3,5). Binpres Pengprov Percasi Bali Paskalis Budy Hartono menyatakan event bertajuk “Ganesha Grand Chess Tournament 2017” ini melibatkan 302 pecatur, dari seluruh kabupaten dan kota se-Bali. Paslalis menjelas-

kan, turnamen yang digelar di Kampus Undiksha Singaraja ini mempertandingkan catur cepat 25 menit, menggunakan sistem Swiss sembilan babak. ‘’Untuk hari pertama Sabtu (14/10) kemarin, peserta menuntaskan empat babak dan sisanya peserta harus melakoni lima babak pada Minggu (15/10) ini,’’ ujar Paskalis Budy. Yang membanggakan, kata dia kejuaraan olahraga asah otak yang dibuka Wakil Ketua Percasi Bali Dewa Adnyana ini melibatkan peserta dari kalangan mahasiswa (90), siswa SMA (64), SMP (64) dan SD (84). ‘’Animo peserta cukup antusias, mengingat tuan rumah juga punya pecatur andalan Luhur,’’ ungkap dia. Paskalis Budy berharap, melalui ajang ini pembinaan pactur junior makin menggeliat dan diharapkan muncul bibit-bibit pecatur berbakat dan bertalenta. (022)

Putu Bagus Satya Wirayudha (kanan)

BPM/ist


12 Profil

Arena

Minggu Pon, 15 Oktober 2017

Sedih Gagal ke Rusia

KEGAGALAN Wales menembus putaran final Piala Dunia 2018 menyisakan segudang kesedihan bagi bangsa Britania Raya tersebut. Perasaan pilu itu juga yang masih ada di benak bintang Real Madrid, Gareth Bale.Eks winger Tottenham Hotspur ini merasa jadi bagian dari kegagalan skuat besutan Chris Coleman. Tak ayal Bale pun mengungkapkan penyesalannya tak optimal berkontribusi untuk Wales.Dalam akun Instagram pribadinya, @garethbale11, mantan pemain termahal dunia itu tetap merasa bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.“Kegagalan harus dialami malam ini, tapi tidak bisa lebih membanggakan dari tim ini. Kami berangkat dengan kepala terangkat tinggi,” tulis caption dari postingan Bale. Wales dan Republik Irlandia saling gebuk untuk menjaga peluang lolos di duel pamungkas Grup D. Duel pun akhirnya dimenangkan oleh tim tamu. Dalam laga di Cardiff City Stadium Senin, 9 Oktober 2017, Irlandia unggul melalui lesakan James McClean di menit 57. Dia memanfaatkan umpan Jeffrey Hendrick yang kembali harus memendam mimpi Wales berlaga di pentas sepak bola terakbar di Rusia itu. (kmb33/rtr) BPM/rtr

Johann Zarco

Zarco ”Pole”, Marquez Ketiga

Tak Lagi Ingin No. 1 ROGER Federer sudah tak tertarik lagi membicarakan peringkat nomor satu dunia. Secara diplomtis ia menegaskan hanya ingin menyelesaikan musim ini dengan permainan apik. Perburuan peringkat nomor satu sebelumnya berlangsung menarik. Rafael Nadal yang kini berada di puncak dunia bisa mengambil alih posisi Andy Murray setelah Federer absen di Cincinnati Masters, Agustus lalu. Sejak saat itulah Nadal kembali dinobatkan lagi menjadi petenis nomor satu dunia setelah tiga tahun. Di sisi lain, Federer sendiri terakhir kali berada kukuh di puncak pada 2012. Uniknya, kedua petenis secara bersamaan mengalami cedera. Tapi begitu kembali bisa ke lapangan, tahun ini kedua berhasil meraup masing-masing dua gran slam. Federer menang di Australian Terbuka dan Wimbledon, sedangkan Nadal mengangkat trofi di Prancis Terbuka dan AS Terbuka. Memang tidak ada petenis yang mampu menyaingi prestasi Federer dan Nadal di tahun ini. Tak heran jika soal perebutan tahta peringkat nomor satu dunia masih menjadi topik menarik. “Saya tidak bisa bermain lebih banyak dari pada yang sudah saya mainkan. Saya juga tidak bisa mengendalikan Nadal bermain. Sebab memang dia bermain sangat baik dan itu menjadi segalanya lebih sulit,” ungkap Federer. (kmb33/rtr)

Ferrari Tunjuk Mendoza Perbaiki Performa Tim

Maranello – Tim Formula One Ferrari telah menunjuk seorang wanita berkebangsaan Spanyol untuk membantu memperbaiki masalah teknis mesin yang dialami Ferrari selama musim 2017. Ferrari memang mengalami sejumlah musibah sepanjang 2017. Terbukti dua pembalap Ferrari harus terlibat dalam insiden kecelakaan kala melintas di Sirkuit Marina Bay, Singapura. Petaka kembali muncul bagi tim berlogo Kuda Jingkrak tersebut saat membalap di Sirkuit Sepang, Malaysia. Mobil yang dikendarai Kimi Raikkonen tidak dapat membalap karena kerusakan turbo. Sementara Sebastian Vettel harus memulai balapan di posisi buncit, karena tidak mengikuti kualifikasi akibat masalah teknis. Hal tersebut membuat Ferrari tertinggal 59 poin dari Mercedes selaku pemuncak klasemen dengan empat balapan tersisa di musim 2017. Oleh sebab itu, Presiden Ferrari Sergio Marchionne yang geram dengan hal tersebut mendatangkan seorang wanita yang dipercaya bisa memperbaiki masalah Ferrari. “Kami perlu memperbarui komitmen kami terhadap kualitas komponen yang kami gunakan untuk F1. Setidaknya tiga kali hal buruk berdampak terhadap kinerja Ferrari. Kami akan memperbaikinya,” terang Marchionne, Sabtu (14/10) kemarin. Sejumlah media lokal mengatakan sosok wanita yang ditunjuk oleh Ferrari adalah Maria Mendoza. Ia dipercaya telah dipromosikan oleh Marchionne dari tempat lain di perusahaan induk Fiat Chrysler. Kiprah Mendoza di dunia otomotif memang tidak diragukan lagi. Tercatat ia telah memimpin kelompok 25 orang pengontrol kualitas di Fiat selama lima tahun terakhir. “Di Suzuka kami memiliki masalah yang sama di pagi hari dan meminta izin kepada FIA untuk mengganti busi. Tapi saya pikir masalah yang dialami Vettel lebih dari sekadar busi,” tambahnya. (kmb33/rtr)

Motegi – Pembalap Tim Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco berhasil meraih pole position di sesi kualifikasi jelang MotoGP pada Sabtu (14/10) kemarin. Zarco mencatatkan waktu terbaiknya dengan 1 menit 53,469 detik. Selepas sesi kualifikasi, Zarco mengungkapkan kegembiraannya untuk bisa memulai balapan di Jepang dari posisi terdepan. Dengan hasil tersebut, pembalap asal Prancis itu mengaku siap untuk bertarung mendapatkan podium di seri ke-15 yang digelar siang nanti. “Ketika saya mulai dengan lembut, perasaan saya tidaklah buruk. Tapi ada beberapa hal yang hilang. Awalnya saya memilih untuk memakai ban slick, tapi hal itu membuat saya tidak siap untuk bertarung,” ujar Zarco. “Dengan hasil yang bagus saya menjadi memiliki emosi yang baik juga. Hasil ini membuat saya termotivasi,

apalagi posisi saya hanya sebagai rookie,” tambahnya. Jika menilik penampilan Zarco, pembalap berusia 27 tahun itu sebenarnya tidak begitu dominan. Bahkan di FP3 dan 4, ia hanya mampu menempati urutan delapan dan enam secara beruntun. Dengan hasil tersebut, Zarco memiliki kesempatan untuk bisa mencicipi posisi podium kembali. Maklum saja, pembalap yang memiliki nomor motor 5 itu meraih podium terakhir di MotoGP, yakni saat balapan di Sirkuit Le Mans, Prancis dengan menempati urutan kedua. “Memulai balapan dari pole position merupakan keuntungan besar, sehingga saya

bisa mengambil waktu untuk menemukan kecepatan. Memulai balapan di depan itu sangat penting dan saya akan menggunakan posisi ini untuk terus berada di barisan terdepan,” kata Zarco. Zarco mengaku tak bisa memprediksi yang terjadi pada balapan. Dia hanya berharap balapan berlangsung dalam kondisi trek kering. “Sulit untuk memprediksi balapan nanti. Mungkin akan flag to flag dan saya harus mengganti motor. Sangat menyenangkan andai bisa memulai balapan dalam kondisi lintasan kering,” ucap pebalap asal Prancis itu. Sementara itu Pembalap Repsol Honda Marc Marquez

mengaku tak menyesal gagal meraih pole position, karena perjudiannya memilih ban. Dia harus puas berada di tempat ketiga di belakang Pembalap Pramac Ducati, Danilo Petrucci dan Zarco. Meski gagal menempati pole position untuk balapan nanti, Marquez mengaku mendapat pelajaran baru yang sangat penting. “Tentu saja ini masih dini, tetapi saya melakukan putaran yang bagus di lap pertama dengan ban soft,” kata Marquez. “Saya berpikir memakai yang extra soft untuk meningkatkan kecepatan putaran. Tetapi ketika saya berhenti di pit, saya berjudi. Saya bilang mau pakai yang slick, karena sudah sangat dekat,” imbuhnya. Perjudian Marquez kali ini salah. Dia merasa pilihannya

tidak tepat, sehingga kalah cepat dari Zarco dan Petrucci. Namun demikian, dia merasa mendapatkan pelajaran baru yang sangat berharga. “Saya mencobanya, saya memahami banyak hal, tertarik banyak hal, tetapi pada akhirnya saya gagal mendapatkan pole position,” katanya. “Untungnya saya ada di grid terdepan untuk memulai balapan. Saya juga bisa memulai balapan di depan rival utama saya (Dovizioso) dan itu menjadi hal penting,” tutupnya. Keduanya memang tengah bersaing ketat di musim ini. The Baby Alien berada di posisi teratas di klasemen pembalap sementara MotoGP dengan 224 poin. Sementara Dovizioso menguntit juara bertahan MotoGP tahun lalu itu dengan hanya berselisih 16 angka. (kmb33/rtr)

McGrady Kembali ke Orlando

Orlando – Legenda NBA yang telah memutuskan gantung sepatu pada 2013 lalu, Tracy McGrady memutuskan untuk comeback ke salah satu klub yang membesarkan namanya. Namun T-Mac tidak akan kembali sebagai pemain. Sebagaimana dimuat laman resmi NBA Sabtu (14/10) kemarin, McGrady dipercaya Magic, klub yang diperkuatnya dari 2000-2004 sebelum hijrah ke Houston Rockets untuk menjadi asisten spesial bagi sang CEO klub, Alex Martins. Job desc McGrady adalah membantu dan memberi saran kepada tim eksekutif di beberapa area. McGrady yang juga pernah memperkuat Toronto Raptors, juga akan membantu segala

Tracy McGrady

BPM/rtr

kegiatan promosi, pemasaran dan hubungan masyarakat untuk Lakeland Magic (tim G League Magic). Selain itu, pria 38 tahun itu juga akan mendampingi para pemain dan pelatih Magic di dalam

dan di luar lapangan. “Dapat memiliki Tracy McGrady, langganan NBA All-Star dan seorang Hall of Famer di jajaran staf kami sangat luar biasa bagi organisasi kami,” ucap Martins.

McGrady sendiri pun angkat bicara soal kerjaan barunya ini. “Saya senang dapat kembali ke tempat yang

membesarkan nama saya, saya senang kembali bersama Orlando Magic,” ucap McGrady. (kmb33/rtr)


Redité Pon, 15 Oktober 2017

I Kaki Dengkil

Sastra

Ngungsi

I KAKI Dengkil makesiab sapangrauhé ring Tepisiring, suung mangmung nénten wénten jatma maclamangan. Wantah buron makéh panggihina. Asu pasliwer ngrereh tatedaan, ayam pakriak paling mesik, bawi goék-goék ring kandangé nénten wénten ngicén neda. Naler banténgé paling ngrereh padang padéwékan, pating daun lom-lom ambésa. Biasané sanunggil soré sorohan pangangon banténgé maktaang padang ka badané. “Kija ajak makejang ené?” Asapunika Ipun matakén ring manah. Ka jaba, ka dulu, ngangin, ngauhang I Kaki Dengkil maseserep. Naler nénten wénten sané panggihina. Ngongkék angsan Ida Padandané nénten wénten sané ngwéhin neda. Asapunika naler pakwék-kwék bébék Dayu Sentulé sané jagi tampaha anggéna ulam suci nénten wénten ngwéhin neda. I Kaki Dengkil majadengan. Makéh lengkarané sané sampun tambunanga saking inuni semengan jagi anggéna nuturin wargi Tepisiringé pakecogcog ring muncuk layahné nagih ojah. Ojoga mangkin nénten wénten jatma nang aukud panggihina, sakadi panyuhé sampun ebek ring siksikané rasaanga lengkarané ring baongné. Nénten wénten sané majarang anak kija wargi Tepisiringé sané mangkin. Sampun kenyel I Kaki Dengkil maseserep, irika ring undag pamesuné Ipun nlepék ngraris ngengkis masaré. Timpalina antuk I Guna, asu unén-unén kasayangané. I Siap Sangkur Sakedas Dimpil Karo naler uyuk-uyuk naanang kiap santukan wawu polih tatedaan saking i kalih raina. Aéngan ring keni éndé utawi keni flu burung. Indayang I Siap Selem nglintang aéng ébétan I Siap Sangkuré. Solah I Siap Sangkuré nénten ngawinang I Kaki Dengkil bungah manahné soréné puniki. Malahan Ipun geris-geris masaré ring candi bentar pamedalé. Nguing-nguing sirénané ngawinang I Kaki Dengkil kesyab. Raris sidap-sidap bangun saking pulesné leplep. “Ada apa né? Ada Sri Gunting? Cara géstoké lawasé?” Masruét pangélingan Ipuné, éling dawegé alit nénten icéna medal ring sandikaoné. Kocap wénten montor Sri Gunting sané nyulik alit-alité wantah clamang-clamang. Sayuwakti wénten montor BNPB sané mararian ring Jabaan. Saking montoré tedun petugas nganampekin I Kaki Dengkil. “Pekak... sapunapi paragaan kantun meneng ring Gria? Nénten ngungsi? Makasami sampun ngungsi! Wantah nénten wénten sané ngiring, titiang ngiring Bapaké ka pengungsian!” Asapunika petugasé mabaos alus. I Kaki Dengkil tan maa antuka ring pangarsan patugasé punika. Durung tegep manahné nglacalaca kija pianakné, kija mantuné, kija cucunné? Sagét saharsa kanikain ngungsi mangkin! Ngungsi? Wénten napi ngungsi? Santukan Giri Tohlangkiré jagi mletus? Nénten ké Desa Tepisiringé magenah ring gigiring giri? Ring Tundun Jarané? Nénten jagi keni lahar, sabeh aon, sabeh pasir, tur sabeh batu? Daweg Giri Tohlangkiré mletus rihiné, Désa Tepisiringé nénten keni napi-napi. Dados sané mangkin kasengguh jagi keni? “Niki asapuniki Pekak, puniki majaga-jaga mangda nénten wénten korban. Waluya Désa Tepisiringé puniki nénten lancah keni lahar, sabeh aon, sabeh pasir, tur sabeh batu rihiné, sira uning mangkin jagi keni andus kebus, wedus gémbél, asapunika kasengguh ring Jawi. Nak ngemasin puun punika Pekak. Geseg sakadi matambus! Ngiring Pekak, iring tiang ngungsi ka Tanah Ampo” Petugas BNPB-né ngrumrum I Kaki Dengkil mangda kayun ngungsi santukan Désa Tepisiringé kabaos ngranjing ring radius awas bencana Giri Tohlangkir. “Napi panak, mantu, tur cucun tiangé wénten irika? I Kaki Dengkil matakén ring petugasé punika. Dawegé takénina sapusira aran pianak, mantu, tur cucunné, I Kaki Dengkil kipek-kipek sakadi keni dimensia alzaimer. Petugasé sané nyengguhang asapunika. Sujatiné nénten asapunika, I Kaki Dengkil sampun lalu sapusira aran becik pianak, mantu, tur cucunné. Sawiréh arané pianakné sané becik tuah uningina dawegé maoton ageng ring tigang otoné. Asapunika naler cucunné. Wantah mantuné, kamula saking wawu nganten sampun nénten uningina. Petugasé sané olas punika nyansan madalem I Kaki Dengkil. Saling tolih makekalih santukan mitanaang I Kaki Dengkil sujatiné sampun bonot panyengkaonané. Runtag bayuné, manggihin semun I Kaki Dengkilé aéng, matané ngencorot barak bokné gambring magambahan. Manahanga, wantan nénten keni dimensia alzaimer, minab sampun buduh. Minab setrés santukan trauma, éling ring méwehé duk keni bencana alam rihiné. Santukan sué I Kaki Dengkil tan pasaur wawu malih takénina, petugasé sakadi jejeh manampekin I Kaki Dengkil. Napi malih Ipun ngadébras bangun tur nyerengseng mamargi nganginang, petugasé makesiab. Sambilanga nututin, malih ajakina mangda ngungsi ka Tanah Ampo. I Kaki Dengkil masaur: “Ngungsi? Tiang suba sai-sai ngungsi. Sampunang ajakina tiang malih ngungsi. Merika Bapaké ngungsi sampun. Midep awak tiangé mangkin jagi ungsiang tiang, midep manah tiangé. Banggéang tiang ngruruh pangungsian padéwékan!” Miragi baos asapunika petugasé mingmang. Mangkin sampun ngwengiang, kija minab I Kaki Dengkil nglingkung nénten panggihina antuk petugasé. Bénjangné iur ortiné petugasé manggihin wong samar ring Tepisiring. (Jelantik)

Pagehan Tan Pangapes I Gede Suwartama PAN Suri, muani paro bayané ento negak bengong angseg di bataran metenné. Sebengé ocem, paliaté nampak ejoh sawat. Mirib ulun atiné milu kakaput baan dingin angin peteng sasih Karoné ané uli nyaluk sandikala suba ngadab-adab saha ngutgutnyegutin nundunin bulun kalongé apanga makasrieng ngrenjit uli sepiné. “Mirib anginé ngajakin masemaran.” Kéto bulané masaut. Rasa sengsarané ento kadi kapuikin yadiapin tuara ada kain akebésan nyaputin awakné ané enu tekek makulit selem malengis. Diarepé, kopiné nyem nyisaang atenga di gelasé. Nyem makaukud ngantos jerijiné tusing buin gulgulin iusan panes roko krétéké ané latuné kleming-kleming sayan nguredang andup-andup baan angin selaté mampeh alon ngasirsir. Bulané pangelong ping pat ngulandar galang nyansan jegjeg. Bintang-bintang muah sato latriné makejang jerih, kajerihin baan dinginé ngempi

mawinan wenginé sepi jampi. Mirib wenginé bareng rumasa sungsut sedih, katangkebin sakit atin Luh Suri ngumbara ngungkulin langit peteng sasih bhadrawadané mangreresin. “Telah liang nemu sedih.” Kéto buin bulané masaut uli joh. Tengah meténé, padaduanan Mén Suri ngajak Luh Suri, pianakné. Rasa telah dayan iané nungkulin tangis pianakné eluh jegeg adiri, bungan natah luluh ayu ané tresnaina sesai. Alus-alusina ngusapin pabaan Luh Suriné ané maebok lantang ingel denges ento. Témboké sadédéhanga nampa ukudan pianakné nylémpoh di pabinanné. “Luh... Suud ja monto ngeling Luh! Tusing sida baan Mémé napetin Iluh sedsed buka kéné. Kadi rasa ulun atin Méméné bareng kaiyis ngenehang unduk Iluhé buka jani. Nirguna asananga manyeselin unduké ané suba liwat. Suud Geg, Mémé jani ngidih welas!” Ngembeng-ngembeng yéh paningalan Mén Suriné

kala ento sigaran ukudanné matatu, rasa nyansan pedih tatuné besegin eling ceningné nresdes mrembesin kambeniané kucel. Tusing makelo, sawireh rumasa enyat elingné. Luh Suri maganti selah nganyampingin méménné. Milu ia ditu nyadéhdéh di témboké. Ebokné ané tuni depangina magambahan sakabedik sursura ka samping. Yéh panonné ané saking melusin pipi nyansan tiyis usap-usapina. Paningalanné bengul, sesenggukanné dabdab alon. “Suba baca Mémé surat Beli Wayané?” Patakon Luh Suriné banban. Méménné maanggutan dogénan tusing nimbal. “I Bapa mirib masi suba nawang. Apa beneh kéto Mé?” Mén Suri buin maanggutan tusing masaut. Sagét becat liman Luh Suriné ngrebut kertasé ané tekek gisina tekén méménné. Buin tlektekanga pesan tulisan suraté. Limané ngejer, angkihané nadak mecatang nelung dasa lima. Lempirané lipeta, bejeka. Lantas.. “Aaaah..” “Kruééék.. sééét.. séét.. sét.. purr....” Kertasé abidang suba masétsét, suba sambeh kepurina baan Luh Suri. Makadadua telapak tangané digelis nekepang muané nirus kajagut. Taentaenina buin elingné. Mén Suri nekekang ngelut pianakné sedih. “Suud monto Luh, suud! Rurungé enu lantang. Mirib tusing majatu karma Iluh tekén I Wayan. Eda buin ia gulgula! Jani Wayan suba dadi gelah anak.” Tutur Mén Suri. Padalema pesan pianakné kén méménné. Sedih bareng sedih, sakit milu sakit. “Mimih padalem pesan Luh Suri jani, tunangan sayang suba ngalain ngantén. Ingetang Luh! Tusing abesik bintang di langité.” Pasaut bulané bareng ngrasayang sungsut. Semengan pesan suraté katampi saking bapak pos kén Pan Suri di lebuh umahné. Mara pasajané liwat gerungan montor Luh Suriné majalan magaé. Tusing tawanga nyén ané ngirim suraté. Sawiréh di amplopné tuah matulis alamat penerimané. Mapan lém amplopé tusing neket luung, maungkaban lantas ngenah isiné. “Béh, nyén ia anaké ané ngelah suraté ené? Mirib ia ditu magegéson.” Kéto Pan Suri ngrengkeng padidina. Ditu iseng lantas bacana suraté menék tuun. Nadaksara Pan Suri jengah buka lalahé nyilib. Becat sépan ia mabalik mulihan. Aliha kurenané ané sedek mapunpun di paon.

Édénganga lantas suraté ngajak kurenanné apang milu bacana. Mén Suri laut kaplengek. “Melahang buin suraté Luh! Pejang di méja kamarné metén. Nyanan satekané uli magaé sinah lakar bacana. Nyai eda nyan ngelénlén, tongosin bareng ditu!” Kéto Pan Suri mesenin kurenanné laut majalan ka carik. Kéto unduk suraté katampi semengan. “Luh, uli panyumu saja Beli kaliwat sayang tekén Iluh. Satmaka Iluh adiri bungané ané kembang di taman atin Beliné. Boya ja saking ngengkebin séngkoké, unduk sujati tuah saja kéto. Sebeté jani tusing sida baan naenang, sinah kéto masih Iluh. Kéwala yéning saja Iluh tulus tekén Beli, pangidih Beliné lan ja sikut rurungé lantang apanga pada lantang tuuh sinah ditu iraga buin matemu yadiastun tresnané tuah enu sabates di keneh. Lan ja legaang bareng Luh! Ané jani Beli suba kajangkepang alaki rabi ngajak panyaman Beliné dauh tukad. Ampurayang banget Beli, Luh! Beli tusing nyidayang makelid, yéning tusing jalanang sinah Mémé lan Bapa kocap tusing lega, tresnané ené ané tusing nyidayang baan Beli megatang. Iluh sané kakaonang Beli jani sinah suba ukudané matatu, lan ubadin tatuné baan tresnané ané silib. Ampurayang pisan Beli, Luh, mapan tondén bani matemu nekedang unduké ené, Beli takut tusing bisa lakar ngundukang Iluh sedih. Neked dini malu nah Luh, tekedang pangidih pelih Beliné teken I Mémé lan I Bapa.” Isin suraté ané abuku ento banget nusuk natunin ulun atiné. Yan Péri sagét ngantén ngajak anak luh elénan. Tresnané ané suba limang tiban saking tulus tandura ngantos tan parikosa nyukserahang ukudanné jani kapegatang. Panesé atiban anyudang sabehé awai. Makamen di sunduk ento idepan. Yan Péri pangirim suraté suba pitung dina tusing nengokin garmenné. Tusing cara biasané maan dogénan ia celah-celuh kemu. Orahanga ia sedekan luas ka Jawa ngalih barang. Yan Péri ené mula truna bagus kelihan buin atiban timpal Luh Suriné uli SMA sapisanan dadi bosné sig tongos iané magaé di garmen. Uli nyumu matunangan, makadadua sujati reramané tusing cumpu. Sakéwala Luh Suri setata nglalu. Dasaré tusing cumpu, mapan arepanga Luh Suri lakar ngalih sentana. Reraman Yan Périné anak sugih, dini ditu ngelah warisan. Samaliha suba ka-

sumbung dadi sodagar tanah. Sinah suba tusing lakar nyak pakidih sig anak tiwas. Mawanti-wanti Mén Suri lan kurenanné mapangidih tekéning pianakné luh apanga suud matunangan ngajak Yan Péri turmaning ngenyakin panyamanné ané nyanggupin lakar nyak pakidih kumahné. Kéwala raosé sesai ento tusing pesan nyidang mintulin. Yén bes banget mamunyi takut tekén pianakné nyemak pajalan ané tidong-tidong. Ngadénang suba saruanga baan makita nolih pianakné lantang tuuh, acepanga pajatu karmané lakaran nemu bagia. “Mé... Ampurang tiang Mé. Enggalang suba jangkepang tiang ngajak Beli Suta! Mé, nyelsel tiang tusing ngisinin pangidih Mémé lan Bapa ipidan. Yén tuutin pidan, sinah tusing tepuk unduké ené. Jani tiang suba sukserah kén Mémé lan Bapa. Mirib suba panumayan tiangé lakar ngayahin ukudan Beli Sutané sauripé jani yadiastun baosanga pagehan tan pangapes.” Buka peteng gaoké ojogin sundih. Nadaksara masriak galang keneh Mén Suriné sumringah ningehang munyin pianakné ento. Bedaké suba kaarad, seduké suba katimpunin. Uli makelo baana nglemesin Luh Suri apanga nyak dogénan masanding ngajak Gedé Suta, mindonné ané pidan nongos transmigrasi di Sulawesi. Suba limang tiban sesukaté nyumunin kuliah nongos di Bali. Kewala jani, tamatan sarjana pendidikan ené uli atiban ngakos di kota tuah mula sujana dadi guru SD. Nuju malam minggu pepes ia teka nganggurin Luh Suri ka umahné. Kéwala sapetekan iané kemu tuah dadi pacundang. Yéning tusing nulungin Mén Suri majejaitan, tuah dadi paneman Pan Suriné ngorta kangin makauh untengné matetanduran. Dikénkéné yéning selidan ia nganggur sinah kacunduk ngajak Luh Suri tuah asambatan dogén, yén sing kéto kopiné pakeh anggona nyambatin laut kalahina pesu. Yadiapin keto dogénan parilaksanan Luh Suriné, Gedé Suta anak tusing taén ia pedih apa buin ngemasin ngambul jerih baan éwér Luh Suriné kaliwat. Pagehanga ngaba yasa. Kulit selem maimbuh idupé paspasan payasina baan subudi. Di kenehné, sangalesngales kayu sotongé, yén suba sesai bakat glantingin sinah ia lakaran ngelung. Buahné ané nasak tur manis jayanti sida jujuh nyarik kakecapin ngubadin bedaké tiban-tibanan. ***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Keplug Tan Makeplug

Jagat Dwaraka Olih : I K. Satria, S.Ag SESAMPUNÉ nyaksiang makasami sané mirengang, raris nglantur Ida miterangang. “Sangkaning rahat kawéntenan para ksatria miwah para istriné nangis, irika raris kacaritayang sami kasihin mangda ngicalang sungsut ring pikayunan. Wénten sané kalimurin antuk gegendingan miwah tattwa sané mautama, wénten antuk sarwaning bhoga miwah sané siosan. Duaning sekancan upaya sampun kamargiang mangda ngicalang kasungsutané punika, raris Ida Déwi Kunti sayaga sajeroning upacara sané manut majeng ring sawa Ida Sang Abhimanyu. Sami kasayagayang olih ksatria Pandawa, ksatria sané taler nyarengin, luiré; Sang Prabhu Yudhistira, Ida Sang Bhima, Ida Sang Nakula, Ida Sang Sahadéwa, miwah Sang Arjuna. Ring acara Pitra Yadnya punika, Ida Déwi Kunti wyakti akéh pisan ngaturang dana punia majeng ring para brahmanané sami, punika pinaka cihna yadnyané punika dahat kautamayang sangkaning mantra-mantra wéda sané kamargiang olih para brahmana. Lianan punika, dana puniané punika madaging banten sané pacang katurang majeng ring para brahmanané mangda prasida karuruh susunnyané sané taler kawigunayang daging yadnya. Sesampuné ngamargiang yadnya sakadi asapunika, kawéntenan Ida Déwi Kunti prasida bagia tur lédang. Nglantur raris Ida ngrumrum kawéntenan Déwi Subadra. Ida Déwi Kunti ngandika sakadi asapuniki: ‘Uduh Cening, nénten patut anggan I Déwané sakadi mangkin, nglangkung kasungsutan pikayunan I Déwané. Sané mangkin sampun kabaosang kapatutan angga sariran I Déwané ngrastitiang kawéntenan Ida Sang Abhimanyu mangda prasida molihang kautaman ring sunya, becikang I Déwa ngraksa déwék, pikayunan miwah ambek pinaka nyasa kautaman I Déwané dados anak istri!’ Sakadi asapunika Ida Déwi Kunti mitetesin kawéntenan Ida Déwi Subadra. Sakadi punika Aji, kawéntenan pejah putun Ajiné ring payudan sané agung, sakémaon sangkaning mélanin dharma, punika sané ngawinang sami ksatriané pejah wantah sangkaning mabéla, pinaka swadharmaning ksatria. Sakémaon pinaka sang maraga wicaksana, nénten pisan keni kamomoan miwah kasedihan ring pikayunan, punika mawinan sané mangkin kinkinang pikayunané pacang ngamargiang sané kabaosang utama sajeroning yadnyané puniki!” sakadi punika bebaosan Ida Sang Prabhu Krishna. Sesampuné mirengang sami bebaosang saha satua saking putranidane, raris sane mangkin kawéntenan Ida Sang Wasudewa sahasa ngadeg antuk dahat waring pacang ngamargiang yadnya majeng sami ksatria sané pejah ring payudan ageng punika, an-

13

tuk tetujon mangda prasida ngamolihang kautaman ring sunya. Asapunika taler, sané kautamayang inggih punika putunidané, Sang Abhimanyu. Ida Sang Prabhu Krishna taler sareng tatkala punika nyayagayang sami sané patut kamargiang sajeroning ngrastitiang para ksatria sané pejah. Tatkala punika Ida sampun mapinunas majeng ring nemnem diri brahmana mautama sané pacang muputang saluiring yadnya sané kamargiang. Majeng ring makasami brahmanané punika sampun kasayagayang makudang-kudang bhoga miwah upaboga sané dahat mautama kawéntenannyané. Nénten lali taler ring yadnyané punika katurang makudang-kudang busana majeng ring para brahmana. Nénten lali taler banteng miwah emas saha sarwaning mulia. Sami sampun sayaga, para brahmanané dahat ledang tatkala punika. Sami sampun molihang seakadi napi sané katurang majeng ring para brahmana. Sesampuné sami polih dana punia, raris makasami para brahmanané nglanturang ngamargiang sekancaning yadnya sané patut kamargiang saha ngawit ngwacén sekancaning daging susastra wéda sané mautama. Sakadi asapuniki kawéntenan para brahmanané tatkala punika ngrastitiang kautaman majeng ring Ida Sang Prabhu Krishna. “Santukan sami sampun katurang, dumogi kawéntenan arta brana sané wénten ring jagat Ida Sang Prabhu Krishna sayan nglimbak, saha sayan ngakéhang, mangda yadnya sané kamargiang rainané puniki mawiguna.” Sesampuné makasami pamargin yadnyané punika puput kamargiang, Ida Sang Wasudewa miwah Ida Sang Dasarsha, Ida Sang Waladewa, Ida Sang Satyaki, sampun ngamargiang yadnya saha nunas mangda para pitrané prasida mangguh karahayuan. Yadiastun sakadi asapunika kawéntenané, pamargin yadnyané punika kantun kaliput antuk kasungsutan ring pikayunan para angga sané wénten ring genahé punika. Pamarginé sané ebuk sajeroning yadnyané punika taler karasayang ring Jagat Hastina Pura sané pinaka genah kawéntenan para ksatria Pandawa. Pamargin yadnyané iriki taler kaliputin antuk kasungsutan ring pikayunan. Samian punika, metu sangkaning indik kawéntenan Ida Sang Abhimanyu nénten wénten irika pinaka ksatria mautama yéning saihang ring ksatriané tiosan sané kantun anom ring kulawarga Kuru. Putrin Ida Sang Prabhu Wirata, Ida Dewi Uttara, makudang-kudang raina nénten kayun ngrayunang sarwaning bhoga sané wénten, sangkaning kasungsutan pikayunanidané. Dahat sungsut sangkaning kawéntenannyané ngayunin parindikan inucap. (Masambung)

Magejeran linuh pati pugpug Plag-plug Plag-plug Krag-krug Krag-krug Gradag-grudug Dagdag-dugdug yan makeplug rarisang makeplug sampunan banget mangda tan grubug tan makeplug sampunan makeplug mangda tan sué damuhé dagdag-dugdug

Ngaksi Ngungsi Tan Sipi Nrawang sawang liat mangaksi anus makudus ngiterin gunung api linuh mawuwuh sawai-wai kiad-kiud ngejerang pertiwi kebus ngorob nyaputin gumi sipta mangkin Gunung Agung brangti buron tan sidi nongos ring giri tuun pablesat nyujur genah ngungsi mapan sué tan matangi matangi mangkin metuang geni sedih kingkih nuldulin ati ngaksi pangungsi sané tan sipi Wahyu Waruna


Jayanti

14

Gusti Nyoman Ardhika Putra

Cerakén

Waged Magending miwah Ngripta Lagu

Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Pangkur

NELEBIN widang seni tarik suara mawit kantun alit ngawinang Gus Mang—sapunika anak lanang antuk aran panjang I Gusti Nyoman Ardhika Putra, S.Sn. ketah kasambat satios waged magending taler waged ngripta lagu. Makéh reriptan lagu sané sampun kamedalang, sané pinih ngawinang anggané bangga wantah lagu Maskot Kabupatén Karangasem antuk murda “Sekar Tunjung”. Lagu tiosan minakadi “Bakti Ring Rerama”, “Teruna-Teruni Karangasem”, Lagu Hymne miwah Mars STIKes Wira Medika PPNI Bali, lagu Hymne miwah Mars SMAN 1 Sidemen-Karangasem. Satios lagu Bali, Gus Mang taler ngripta lagu mabasa Indonésia miwah mabasa Sasak-Lombok. “Lagu sané pinih ngawinang tiang bangga wantah lagu “Sekar Tunjung” sané kadadosang pinaka lagu Maskot Kabupatén Karangasem,” baos dané makenyem. Kabaosang, anggané nelebin

29.enkhu\uæieboyliyn/, Né kaungsi boya lian, wnÓ;hid,

wantah ida, hê*nws\smi,

Hyang Nawa Sanga sami, \wwslmæ;lku,

ngawawa salampah laku, \m)luæ(ws)zét,

ngamel sarwa senjata, mninÑihin/,

manindihin, eynuæomæunæg);r&khê±n/,

éling ring Sang Catur Sanak,

KAJUDI olih para panodia pinaka pamilet sané pinih becik sajeroning pacentokan magending lagu solo Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Sekolah Dasar ring Provinsi Bali warsa 2017, ngawinang I Dewa Ayu Putri Nadia Paramita mrasidayang dados panyledii Provinsi Bali ring paletan nasional. Putri – asapunika dané ketah kasambat nyatuayang, sadurung jayanti utawi dados juara kapertama ring Provinsi Bali, wénten makudang-kudang paletan miwah parikrama sané patut kalintangin. Ngawit saking parikrama ring gugus, saha kalanturang ring kecamatan, kabupatén miwah pinih untat wawu ring Provinsi Bali. Sakadi sesenggaké “Buah tusing doh ulung saking punyané”, punika nyinahang prestasi matembang sané kapolihang Putri. Parikrama makekalih reraman dané sané raket ring widang matembang miwah musik punika ngawinang kawagedan taler pisarat siswa kelas V SD No. 8 Dauh Puri, Denpasar Barat puniki sayan nincap tur ngamecikang. Sangkaning punika, ring yusan dané sané kantun wimuda pisan, dané sampun prasida ngamolihang makudang-kudang piala taler piagam penghargaan.

w[Ó¡mwli\eyomin/. wastu mawali ngayomin. 30.smikhiecnÙcn,

Sami kaicén wacana, shmnÓË, saha mantra, skÓientnÐdikdi,

saktiné tan kadi-kadi, mr&hwkßnÓ¡kÀipun/,

maring awak mantuk ipun, h\áptimr&entÉ,

Anggapati maring nétra, mÉjpti,

Mrajapati, muli;r&k(nmlu\á¡;,

mulih ring karna malungguh, bnsætimr&hu\sn/,

Isin Gumi

bnsætirjêr&bibi;.

Banaspati Rajya ring bibih.

Krama Patut Yatna ring ”Berita Hoak” utawi nénten patut. Bilih-bilih gatra inucap kawedar ring media sosial. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) nguduhang krama mangda sayan yatna ring kawéntenan berita hoak sané akéh kawedar ring media sosial. Kaaptiang taler krama mangda setata urati miwah satinut ring pawarah sané kaicén olih petugas miwah pemerintah. Parindikan punika kabligbagang ring acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Sukra,

13 Oktober 2017 lintang. Gung Dé, Singaraja Yukti pisan, pawarah saking petugas sané patut kapercaya. Inggian indik kahanan Gunung Agung miwah kahanan krama. Krama patut setata yatna. Sakadi mangkin, akéh ring media sosial sané ngwedar gatra-gatra sané durung janten kasujatiannyané. Mawinan pinaka krama patut wikan milah milihin gatra sané patut kapercaya. Patut kajantenang

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

jangkuak

1.

j*kÙk/,

1. tangkap

2.

kamemegan

2.

km)m)gn/,

2. gugup

3.

kampiah

3.

kmæê;,

3. serambi

4.

kanca

4.

kzÇ,

4. arak

5.

kantah

5.

knÓ;,

5. gadai

6.

krébék

6.

ekÉebk/,

6. petir

7.

linyok

7.

liezok/,

7. mungkir

8.

macaya

8.

mcy,

8. bersinar

9.

magumana

9.

mgumn,

9. sengaja

10.

m)s);,

10. musuh

10. meseh

sional 2006, Juara I BRTV Pop Bali Bali TV, Koreografer sajeroning acara LCKG sané kamargiang Unud, Juara Bintang Radio RRI Denpasar 2003-2004, Juara I Pop Singer Harian Nusa 2003, pangripta lagu maskot, dados juri, miwah préstasi tiosan sané nénten prasida kacarca. Satios magending, dané taler nelebin widang MC, Make Up artis miwah wedding, Koreografer, Designer, miwah nelebin widang kulinér khas Lombok. “Sangkaning rerama meneng ring Lombok, tiang meled nelebin widang kuliner Lombok,” baos lanang sané setata makanten bagia puniki. Putra saking I Gusti Ketut Badra-I Gusti Ayu Made Putri puniki mapiteket majeng ring para yowana mangda madué rasa jengah sajeroning ngamargiang pakaryan. Yéning sampun teleb, napi sané kakaryanin pastika mapikolih. “Patut kaélingang, sapunapi ja kabisan sané kaduénang, nénten dados jumbuh, nénten dados nyombongang raga. Yéning wénten selah patut becik kamargiang, santukan selah miwah galah sané becik nénten pacang rauh ping kalih,” untat dané mapiteket. (uma)

Nglintangin Makéh Parikrama

ehl&r&s*ctu(snk/,

Banaspati maring ungasan,

widang seni tarik suara sangkanging kasenengan miwah kabisan dané ring widang inucap. Daweg kantun alit, sangkaning jeron dané nampek sareng sekolahan, nyabran wénten murid sané magending dané pastika malaib ka sekolahan pacang nonton murid magending. Daweg punika, sané dados guru wantah rakan dané. Mawit irika dané sayan teleb ring widang seni tarik suara. “Sangkaning wénten kayun taler pinaka kasenengan, widang seni tarik suara pastika karasayang lewih dangan. Sawaliknyané, yéning nénten seneng pastika karasayang sukil,” baos pelatih vokal miwah dosen ring STIkes Wira Medika PPNI Bali puniki. Kawewehin malih, anggané nyarengin lomba magending mawit kelas II SD ring tingkat kecamatan. Salanturnyané, daweg SMA nyarengin Pentas Seni kantos kajudi dados Bintang Radio ka RRI Provinsi miwah Nasional. Satios punika, makéh préstasi sané sampun prasida kapolihang, minakadi; dados angganing Peksiminas NTB 2006, Gita Bahana Nusantara Paduan Suara Na-

I Dewa Ayu Putri Nadia Paramitha

yén sampun pageh ring kahyun,

PARA pengungsi sayan maweweh saking Karangasem nuju genah-genah pengungsian mawit katincapangnyané status Gunung Agung ka level awas. Krama yukti marasa waswas ring kahanan sakadi punika. Parindikan inucap metu sangkaning krama akéhan nénten ngamolihang gatra sané patut ngeninin indik kahanan Gunung Agung. Kantos pamuput, krama precaya ring gatra-gatra sané tidong-tidong taler “hoak”

Redité Pon, 15 Oktober 2017

Bahasa Indonésia

dumun kasujatiannyané, bilih-bilih ngeninin indik kahanan Gunung Agung. Aji Bima, Banjar Sangkaning orti sané durung pastika ngawinang krama sayan marasa waswas miwah patikaplug. Dané laib labuh ninggal pagubugan miwah ubuh-ubuhan ngungsi. Iriki para krama patut molihang pawarah minakadi antuk ngicén sosialisasi mangda krama uning kasujatiannyané. Mologan, Mayong Patut pisan, ring kahanan sakadi mangkin, rasa yatna patut katincapang. Krama kaaptiang nénten gelis precaya ring gatra-gatra sané kapolihang. Napi malih sumbernyané durung jelas. Bilih-bilih krama sané precaya malih nyebarang ka sameton lianan. Indiké puniki pacang ngwewehin pikobet kémanten. Mangda tan panic, para krama mangda tinut saha urati ring pakéling saking pemerintah inggian aparat tiosan. Ade Putra, Lovina Napi sané sampun kalaksanayang olih pihak Kominfo sampun becik pisan, kantos ngrauhang seniman-seniman lawak ring Bali. Saking para pelawak puniki pacang kasobyahang indik kahanan Gunung Agung saha sapunapi krama patut mikayunin. Antuk ilén-ilén sakadi punika, sajaba polih hiburan, krama taler ngamolihang informasi-informasi sané resmi miwah patut. (ama)

“Tiang seneng tur nyuksmayang pisan antuk sekancan parindikan miwah préstasi sané sampun polihang tiang. Dumogi tiang sayan seleg malajahang raga,” baosnyané. Putri sané meneng ring wewidangan Jalan Tukad Irawadi, Denpasar Selatan maosang, makekalih reramanyané nénten maksayang dané mangda dados penyanyi. Sakéwanten sangkaning ketah nyingakin krama malajah magending ring genahnyané, kasuén-suén Putri meled nyarengin matembang duaning karasayang punika wantah parikrama sané becik pisan. Malarapan antuk lagu utawi tembang , para krama prasida nyinahang sebet wiadin liang manahnyané, asapunika taler prasida ngajakin krama ngamargiang makudang-kudang parikrama. Putri sané setata angob ring makekalih reramannyané puniki meled pisan mangda risampuné kelih prasida dados penyanyi miwah waged ngawigunayang piranti musik. Napi malih ajiknyané waged pisan ngawigunayang keyboard sané ngawinang dané kasub pisan ring pakraman. Yadiastun akéh pisan pakaryannyané, nanging dané setata nyiagayang galah mangda prasida nyarengin Putri miwah rainnyané. Nénten arang sinambi nongosin dané sareng kalih malajah, ajiknyané nga-aransemén tembang sané kapesenin. Napi malih antuk akéhnyane acara sané patut kadagingin ring Denpasar miwah genah tiosan kantos ring dura desa utawi dura Bali. Yadiastun akéh pakaryan nanging putri seneng duaning ajiknyané setata nguratiang ipun sareng rainyané. “Tiang sakulawarga seneng magending taler musik, sapasira ja sané rauh ka genah tiangé majanten ngamanggihin kahanan inucap,” baos putri makenyem. Oka Dewa Gede Sujana, S.Pd., M.Pd. – Ni Nengah Juniasih S.Pd. puniki kasinahang pinaka anak alit sané periang. Sangkaning kahanan masaing sané méweh sané jagi kapanggihin Putri tatkala nyarengin FLS2N, yowana istri ma-zodiac Cancer puniki becik-becik pisan nabdabang raga. Nénten mapaurukan ring ajiknyané kémanten, nanging taler ring ibunnyané sané taler dados guru vocal miwah musik. Sangkaning ketah nyaksiang krama nyarengin lomba asapunika taler FLS2N nénten ngawinang Putri marasa sebet taler down. Sangkaning masaing sareng pamilet saking provinsi ring sajebag Indonesia, ngawinang dané sayan sumeken mapaurukan. Dané nénten meled ngawinang Provinsi Bali marasa kuciwa, majanten dané pacang nyinahang kawagedan sané pinih becik. Putri taler nénten mikayunin sadurungnyané yéning tembang sané mamurda “Andai Aku Telah Dewasa”, “Kembali ke Sekolah” miwah “Ni Diah Tantri” puniki ngawinang anggané dados penyanyi pinih becik ring FLS2N Provinsi Bali. “Tiang durung prasida nyinahang sané pinih becik ring paletan nasional, sakéwanten tiang nyuksmayang pisan sampun polih galah masaing sareng para pamilet sané pinih becik saking sajebag provinsi ring Indonesia,” baosnyané makenyem. (ast/was)


15 Minggu Pon, 15 Oktober 2017

Asalkan Engkau Tak Marah Kepadaku… l Memerintahkan, Melarang dan Menindak Tegas

DI RUANG TUNGGU BANDARA, ketika menunggu pesawat delay, saya duduk, menutupi wajah dengan tangan. Berusaha tidur, kalau nggak bisa ya purapura tidur, supaya saya merdeka. Kapan saja bisa ambil jarak dari kehidupan, itulah kemerdekaan. Tapi tiba-tiba ada yang menggamit pundak saya. Spontan saya membuka wajah. Orang itu menyapa dengan wajah riang gembira. ‘’Ngantuk, Cak?’’, ia bertanya. “Iyae…” “Sampai berapa semalam acaranya?” “Jam 3 sapaannya sampai jam 4” “Semalam saya juga datang lho Cak, tapi cuma sampai jam 1. Khawatir kondisi anak saya, karena masih bayi’’ “Lho kok ngajak bayi segala. Kan udara malam tidak baik” “Ah, ya tapi kan ketutupan sama berkahnya persaudaraan di acara Njenengan” ‘’Amin”, jawab saya “tapi posisi saya hanya bisa mendoakan lho. Mudahbudahan logika dan harapan Anda itu dikabulkan. Sebab Allah mampu apa saja” “Ini sekarang mau acara di mana lagi?” Saya menyebut nama sebuah kota. Per malam sampai tiga hari ke depan. “Cak , Nyenengan kok kuat tho mobatmobit terus. Apalagi maiyahan selalu sampai hampir pagi. Risiko dakwah ya Cak…” “Ah, saya tidak berdakwah. Saya cuma pas bisa memenuhi permintaan. Kalau dakwah itu kan tugas Da’o” “Lha Nyenengan kan Da’i “Lha Njenengan kan Da’i” “Semua orang juga Da’I” “O gitu ya Cak” “Angin juga Da’i. Hewan-hwwan juga Da’i O gitu ya Cak” “Angin juga Da’i. Hewan-hewan juga Dai. Siapa dan apa saja yang berlaku sebagaimana dikehendaki oleh Tuhan, itu Da’I” “KOK TAHU SESUATU ITU dikehendaki atau tidak dikehendaki oleh Tuhan?” “Berbuat baik, mempersaudarai setiap orang, memanusiakan orang, tidak menyakiti, tidak mencuri, tidak membunuh, selalu bergai, berusaha bijaksana secara sosial-itu semua mestinya ya dikehendaki bahkan disukai oleh Tuhan” “Mestinya atau pasti?” “Kalau mau pasti, kapan-kapan kita sowan ke rumah Tuhan, nanya langsung. Kalau perlu kita rekam. Kita videokan sebagai bukti. Boleh juga diviralkan” Orang itu tertawa. “Tapi semua orang bilan Njenengan ini ya Da i/ Muballigh. Ustadz. Kiai. Bahkan ada yang menyebut Ulama ke Njenengan” “Mereka bermaksud baik. Cuma belum tentu tepat. Saya ini temanmu, mungkin Bapak atau Mbahmu” “Waduh. Nanti ada yang bilan lebai Lho Cak,” celetuknya. AKHIRNYA SAYA BERPIKIR. Sekalian sajalah. Toh sudah gagal tidur: “Dakwah itu memanggil, mengimbau, menganjurkan, menyarankan, merekomendasikan, dan itu dilakukan oleh hamper setiap orang di berbagai rusuan. Kalau Muballigh yang bertabligh, itu menyampaikan. Lha Lembu melenguh saja menyampaikan keindahan Allah lewat makhlukNya. Kalau Ustadz itu panggilan Mister, atau Pak. Pak Karjo Bengkel. Pak Dirun Tongsen. Pak Kasdu Pijet. Kalau Kiai itu penghormatan budaya dan peradaban Jawa kepada orang atau benda. Ada Kiai Slawe di Jombang. Ada juga keris Kiai Sangkelat, pohon Kiai keningar, gamelan Kiai Kanjeng. Kerbau bule Kiai Slemet di Solo” Orang itu tertawa kecil. ”Njenengan ioni terlalu universal, Cak. Kurang akademis.” OWALAH, YA SUDAHLAH. “Makanya

l IGA Maya Kurnia

HORIZON

lihat lagu awan berlabuh di angkasa menebar risau yang tak kentara sampai kini, aku ingin kita tetap menaksir rasa tak kan pernah menelantarkan asa… duhai Hyang Agungku, meski tak jumpa dirimu dalam wujud getaran kisah, puluhan tahun bercengkrama bergelut di kawah bertabir kabut… padamkan magma gejolak hasratmu bukan karena resah mendekapiku, tetapi kasih tak bertepi yang mematahkan guguran lava… mari simpan cinta ini, ke dalam haribaan bumi memagari horizon melingkari diri, berdampingan menjaga legenda, dengan barisan pinus terpatri di dindingmu, mari hitung nafas kehidupan, tanpa rintik gelisah menghindarimu, karena pergi darimu, sungguh menyisakan sesak di dada, pandang horizonmu Hyang Agung,

l Anggur

salah tuduhan bahwa saya ini Ulama. Ulama beda dengan Intelektual, Cendekiawan, atau Ilmuwan, meskipun arti harafiahnya sama. Kalau Ilmuwan itu orang yang memiliki menguasaan pengetahuan dan ilmu at as suatu hal. Kalau Ulama itu orang yang ekspertasinya atas suatu bidang ilmu membuatnya takjub kepada citaan Tuhan, sehingga merasa takdhim dan takut kepada-Nya. Kalau Ilmuwan, Intelektual dan Cendekiawan, tidak harus takut kepada Tuhan. Tidak harus bertaqwa untuk disebut intelektual. Lha saya ini Intelektual bukan, Ulama apalagi” “LHO TERNYATA Njenengan lumayan akademis juga”, orang itu tertawa, “Ditambah Njenengan ini kalau menjelaskan sesuatu bisa sederhana dan gambling. Makanya masyarakat terus mengundang Njenengan untuk Amar Makruf…” ADUH SAYA JADINYA TERSERET untuk membantah terus. “Lho, Amar Makruf itu tugasnya Pemerintah atau Umara. Saya bukan Carik, Kepetengan atau Kamituwo, Saya tidak berposisi Amar Makruf. Bahkan para Kiai, Ustadz, Da’I, Muballigh dan Ulama pun tidak tidak pada tempatnya untuk melakukan Amar Makruf.” “Kok gitu Cak?”, agak serius wajahnya. “AMAR ITU BISA BERARTI URUSAN, bisa perintah. Amir itu Pemerintah. Amirul Mu’minin itu pemegang pemerintahan atas Kaum Muslimin. Itu butuh legalitas jabatan dan otoritas resmi. Kakruf itu berposisi maful: sesuatu yang sudah diolah menjadi paket padat. Dari kata Irfan. Semacam pengetahuan tentang kebijksanaan. Makruf adalah nilai-nilai kebaikan yang sudah di arif-I. Sudah dimusyawarahkan dengan matang, disimulasikan dan dihitung manfaat mudaratnya. Sehingga ia menjadi pasal, formula yang jelas tentang sesuatu hal. Kalau dalam dunia modern namanya hokum positif, pasal-pasal hokum maka Kiai dan Ulama tidak disitu tempatnya. Mereka tidak memegang otoritas untuk memerintahkkan, melarang dan menerapkan hokum positif” “Lha kok selama ini dibilang tugas Ulama adlaah Amar Makruf Nahi Munkar?” “Kalau pendapat saya tugas Ulama itu Dakwah Khoir. Khoir itu kebaiakan yang masih cair, bersifat universal, benih, serbuki, energy, glepung. Kebenaran dan kebaikan yang masih umum, hanya bisa disampaikan, dianjurkan atau direkomendasikan. Itulah posisi tugas Ulama. Kiai Ustadz. Beliau-beliau ini tidak memerintahkan atau melarang, melainkan menyampaikan dan merekomendasikan. Jadi, dakwah khoir. Kalau Pemerintah, jangan menghimbau, tetapi memerinttahkan, melarang, menindak tegas” “Kalau Nahi Munkar?” “Itu tugas bersama. Setiap manusia harus menghindarkan dirinya dan orang lain untuk tidak melakukan destruksi, penggerogotan nilai kebenaran dan kebaikan, penghancuran kemanusiaan, kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan:” “Jadi Njengan keliling-keliling ini melakukan Dakwah Khoir Nahi Munkar?” “Nggak juga. Niat saya cuma jangan sampai dimarahi oleh Tuhan. In lamtakun ‘alayya ghodlobun fala ubali. Itu ucapan Kanjeng Nabi favorit saya. Asalkan Engkau. Wahai Tuhan, tidak marah kepadaku – maka kuterima apa saja nasibku di dunia: bahagia atau derita, dijunjung atau dibanting, nyaman atau sengsara, hidup atau mati, ada atau tiada. La ubali, gak patheken. Pak Harto yang serem 32 tahun saja percaya saya omongi untuk bersikap di koordinat nothing to loose itu.” l Emha Ainun Nadjib Yogya, 8 Agustus 2017

l Para Stakeholders Sejarah Menikmati Keadaan yang Berlangsung

SEMBAHYANG

JKP - 109 NGAMPOENG SENI

Jumat KLIWON 27 Oktober 2017 l IGA. Maya Kurnia

KUMINTA PADAMU PRAY For Agung Mt kuminta padamu, jangan menemuiku sekarang dan selamanya… biar aku yang menghampirimu entah lewat Tulamben atau melalui jalur Sogra kuminta padamu jika rindu padaku tebarkan saja lewat awan bergulung, hingga cintamu tak terbendung sampaikan ketika aku memelukmu nanti di ketinggian terkungkung… kuminta padamu wahai Sang Agung, maafku untuk khilaf yang lewat, mungkin aku khiamat saat rasaku bergulung gelung…. menerabas ilalang memunguti batumu kubawa pulang, membuat lukamu menganga. kuminta padamu berulangkali, tunda waktumu menujuku, agar getar nadiku tak kisruh, bergelur peluh, berlarian menerobos debu keluh aku yang tak ingin, sungguh jika engkau mengantar amarah entah larut atau subuh… kuminta padamu sekali lagi, Sang Agung, saat hasratku terpacu, biar aku yang menempuhmu… l Made Edy Arudi

Membaca Tanda-tanda gemuruh sampai juga di depan pintu rumah tanah-tanah gemetar mengabarkan dunia yang lelah; semesta tak lagi mengendus aroma manusia pada kerumunan yang selalu melafalkan bahasa-Nya gemuruh tak reda-reda hujan tergesa memberi tanda burung penjaga sarang melarung mimpi meninggalkan ibu tanah yang berabad menyusunya di bawah pohon lontar jauh di tenda pengungsian denting garpu dan piring makin hening ruap tanah terpanggang terhidang di gelas kosong hingga embun nyelinap membasuh derita yang bersemayam di pelupuk mata melatamu gemuruh kian beringas memasuki halaman rumah lewat nganga tanah jiwaku gemetar melebihi rintih pohon di litasan lahar berarak-arakan menuju rumah terakhirnya. l Made Edy Arudi

Membaca Peristiwa purnama abu abu di langit Semarapura menyembul dari asap pinus terbakar melarung duka ribuan satwa menuruni gemeretak bara pegunungan. kesepian ranting hulu, isak sisa dedaun lirihnya terbaca juga sepanjang jalan pengungsian pada wajah-wajah perempuan tua sambil meratapi sapi tabungan hidupnya

birunya pertanda rinduku terbawa… aku ingin menghadapmu, berharap Engkau tak sedu hati mengejarku…. l Made Edy Arudi

malam tiba lebih kelam dari semestinya halimun terjaga gemuruh bertubi memberi tanda kamp pengungsian seperti bentangan tanah pengasingan diri menandaskan mimpi yang belum paripurna.

Rohingya, Rohingya…

sunyi semakin lengkap hanya sepotong cahaya mempermainkan duka tubuhku yang mulai tersayat lirih gadis, ibu tua melantunkan sajak bising senapan deru, air mata hanya seperti cuaca datang dan pergi selalu mengabarkan sengketa demi sengketa berabad berlalu saja rongga matamu masih saja membentangkan kanal kering tak bertepi tak terlihat lagi arus mengalirkan sejuk mata air, anak-anak ladang meronta kehilangan sungai kasih tertimbun sesak derita yang bertubi menghujam ulu hati, tinggal hanya sehampar lebam asin tanah dan pasir terendus warna darah sepanjang arah penjarahan

Lima Tantangan Perubahan….

ZIARAH SAGARA GIRI POHON POHON

paginya tengkulak pandai membaca perangai cuaca bertandang ke tanah air mata menawar setengah harga, sapi tabungan perempuan tua.

hingga berita pengungsian.

Rohingnya, Rohingnya ini bukanlah tanah kutukan pohon-pohon disini jumawa tak lagi bisa pengajar menarikan cinta mengingkari danau buatan tuk kita gelar rangkaian impian di tengah rumah sederhana tanpa becek air mata dari musim derita berkepanjangan.

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

MESKIPUN NABI atau Rasul, tidak terhindar dari sekurang-kurangnya lima tantangan, ujian atau halangan, ketika mensosialisasikan perubahan kepada masyarakatnya. Misalnya Nabi Nuh, Ruhullah-bahkan ia ruhnya Allah sendiri – tak kurang dari 950 tahun menyebarkan wacana kebenaran, susahnya bukan main, dan hasilnya jauh dari memadai. NUH MENGINFORMASIKAN RASIO SANGKAN-PARAN, bahwa bumi dengan segala kesuburan dan kekayaannya, bahwa langit dengan tak terbatas matahari dan planet satelitnya, adalah milik Tuhan. Sebab Tuhan yang bikin. Maka Dia pemilik saham primer. Maka pula Dia yang berhak menentukan segala aturan, konstitusi, regulasi, kewajiban dan hak. Manusia bukan pemilik bumi, bahkan tidak memiliki dirinya sendiri. Maka manusia bukan pejabat utama pengelola bumi, kecuali pada batas ia dimandati oleh Maha Pemiliknya. DARI RASIO DASAR KEPEMILIKAN itu, baru dilakukan penerjemahan logis secara sosial pada tata nilai kehidupan manusia. Lahirlah logika ibadah. Urgensi rahmatan lil’alamin. Relevansi akhlakul karimah. Prinsip berbagi dan bertoleransi. Pendidikan sabar dan syikur. Metode puasa atau efisiensi. Keperluan ekspertasi agar shirathal-Mustaqim atau efektivitasnya ketemu. Manusia berpotensi buruh. Karyawan. Agen, Kepala Bagian. Manajer suatu bagian dari urusan. Mungkin Sales. Pengepul. Pengecer. SAMPAIPUN pekerja kaki lima. Tetapi seluruh yang dikelola, diperniagakan dan didistribu – mau tidak mau harus berdasarkan policy Sang Maha Owner, Komisaris Utama , yang bahkan dalam banyak hal Ia juga Direktur Utama Kehidupan, meskipun Tuhan mengangkat sejumlah Staf Khusus di lingkaran dalam manajemenNya sendiri, yang dipimpin oleh Jabroil. Atau jabarala. Sampai Makahala, Hasarapala, Hajarala, para Muqorrobin, petugas khusus zabaniyah, Ridwan. Malik, Salim, Sykahlatus-Syams dll. TAHAP SOSIALISASI NILAI oleh Nabi Nuh itu baru tahap sangat awal: mengajak masyarakat memahami,menyadari dan mengakui bahwa bukan manusia yang berkuasa, melainkan Tuhan Yang Maha Esa. Kesadaran itu pun cukup berlaku di pikiran dan pengakuan di hati. Belum sampai aplikasi melalui langkah kaki dan gerak tangan. Baru persaksian dan kesaksian. Belum sampai aplikasi dan manifestasi. SYAHADAH SAJA sudah lumayan. Dan Nabi Nuh hanya mendapatkan beberapa puluh orang selama 950 tahun. Tidak perlu sampai ke eksekusi sosial, politikd an kebudayaan. Belum sampai ke sosialisme dan radikalisme. Kerajaan dan Kesultanan. Persemakmuran dan Republik. Jangankan lagi Huntingtonisme, Balkanisasi, Arab Spring, Kenduri nusantara, reklamasi dan Meikarta – yang unit-unit apartemennya sudah ditawarkan secara resmi di tempattempat resmi. Nabi Nuh belum sampai harus berpikir otonomi daerah dan Pilkada serentak. Sekadar satu kalimat pendek yang keluar dari bibir manusia. TETAPI PADA POSISI sangat dini-nilai itu pun seorang aktivis perempuan menuding, ngae-share dan memviralkan ‘’Innahu majnun’’, ‘’anduweni loro edan’’. Nuh itu tokoh gila. Sakit jiwa. Untung Allah tidak mentakdirkan Prabu Jayabaya menjadi salah seorang stafnya Nabi Nuh. Andaikan demikian, pasti Jayabaya dibantu Ranggawarsito, bikin counter meme: ‘’Amenang jaman edan. Sopo ora melu edan ora bakal keduman. Lha wong yang sudah ikut edan tidak mendapat bagian. Lha yang sudah ikut edan saja belum tentu dapat bagian. Mau dapat bagian sedikit saja malah ketahuan. TANTANGAN PERTAMA yang menabrak Nabi Nuh adalah area wacana, adu kekuatan untuk benar, kecanggihan talbis dan keahlian manipulasi. TANTANGAN KEDUA adalah budaya kapitalisasi dan atmosfer kapitalisme pada alam berpikir dan mentalitas manusia. Khawid, putra Nuh yang, ditugasi memimpin pembuatan kapal, minta upah kepada Bapaknya sendiri. Khawid mengajukan proposal anggaran biaya. Nabi Nuh tidak mengabulkan, apalagi klausus bahwa khawid yang menentukan tenaga ahli maupun buruh-buruhnya. KHAWID MARAH karena hanya dikasih “tiga apem”. Semacam jajan Poffertjes Belanda. Tapi Bapaknya menyuruhnya memakan apem itu dengan terlebih dulu membaca “Bismillahi majreha”. Ketika Khawid memakan satu apem itu, ternyata tak habis-habis sampai ia kekenyangan. Itu suatu fenomena sangkan-paran yang Khawid mengalami tapi tidak memahami. Memang ranah Agama, Pendidikan, Kebudayaan dan kesehatan, meskipun mengandung bagian dari maintenance yang harus berurusan jual beli-tetapi harus ada kewaspadaan dan kearifan untuk jangan sampai mengkapitalisasikan empat wilayah itu sehingga kehilangan substansi nilainya. Jangan sampai Agama, Pendidikan, Kebudayaan dan Kesehatan, dikelola dengan tujuan sebagaimana perusahaan ekonomi materi. TANTANGAN KETIGA yang dihadapi oleh Nabi Nuh adalah bergabungnya Iblis menumpang ke kapal beliau. Sang Idajil Alian Azazil yang ada Allah dimutasi menjadi Iblis ini berpegangan pada ekor

hewan yang bernama Balkadaba, dan ikut bergabung dengan seribu hewan di kapal Nuh. Tatkala nanti banjir menggelombang raksasa dan menenggelamkan wilayah-wilayah di permukaan bumi, dan kapal Nuh berangkat berlayar mengikuti ‘’perintahh” alamiah ke mana ombak menyeretnya – Iblis ti-tiba nongol ke depan Nabi Nuh yang sedang besandar di sebuah tiang dengan napas terengah-engah. Nabi Nuh tentu saja terperanjat, dan spontan berkata: ‘’Ngapain kamu ke sini!” IBLIS MENYUNGGING SENYUM yang amat menykitkan hati Nabi Nuh. “Katanya kalau mau selamat disuruh naik kapalmu”, jawab Iblis. “Kamu sudah tidak punya kemungkinan untuk selamat” Iblis tertawa “Sudahlah. Itu urusanku dengan Allah”, katanya, “Saya menemuimu Cuma mau memastikan: beberapa jumlah pengikutmu di kapal ini?” “Delapan puluh”, jawab Nabi Nuh “Selamat ya”, Iblis tertawa lebih menyakitkan lagi, “Jadi yang mati tenggelam dalam banjir kira kira berapa?” “Sekian ratus ribu”, Nabi Nuh menjawab ogah-ogahan. Iblis mengucapkan kalimat terakhir kemudian pergi meninggalkan Nuh: “Jadi jauh lebih bnyak pengikutku ya disbanding pengikutmu…” HANYA DELAPAN PULUH ORANG ikut naik kapal Nuh. Hanya 80 orang, sesudah berdakwah hampir-hampir semilenium. Jutaan lainnya tidak percaya, tidak menemukan gejala-gejala akan datangnya banjir bah yang menenggelamkan hampir dua pertiga permukaan bumi. Tidak ada peringatan ilmiah untuk itu. Tidak ada pengumuman untuk waspada atau siaga bencana. Apalagi Mbah Rono belum lahir waktu itu, dan Badan Meteorolgi Klimatogi dan Geofisika belum didirikan. TETAPI ANDAIKANPUN ada yang percaya aka nada banjir besar, belum tentu nanti di dalam kapal mereka memberikan persaksian atas nilai yang disosialisasikan oleh Nabi Nuh. Andaikan peristiwa banjir Nuh terjadi sekarang, kapal akan penuh penumpang. Bukan karena percaya kepada Nuh, bukan karena beriman, melainkan demi keselamatan prgamatis. Siapa yang kira-kira menang, didukung. Siapapun saja yang berkuasa, baik Nuh ataupun Iblis, banyak orang bergabung. Kemudian besama-sama mereka merajut dan menerapkan kebenaran versi mereka sendiri, untuk dijadikan kebenaran tunggal nasional. TUHAN MEMERINTAHKAN JIBRIL untuk membantu Nabi mengumpulkan pasangan binatang-binatang minimal berjumlah seribu. Di samping itu, dihimpun juga benih-benih segala tanaman yang mungkin discover. Nuh didorong untuk berpikir futurologist. Ini tantangan keempat di hadapan perjuangan perubahan. Bisakah Anda bayangkan tingkat kerepotan teknis dan ketidakmudahan teknologi untuk memuat seriu macam binatang? Yang harus dipisahkan antara jantan dengan betina? Dari serangga serangga kecil hingga babi, kerbau, harimau dan gajah ? Bagaimana member makan minum mereka di kapal dari hari ke hari? Dari mana bahannya? Tak jelas pula sampai kapan kapal terapung-apung di atas banjir. SAMPAI-SAMPAI karena kelelahan dan hampir putus asa, orang bikin humor: kenapa sapi berjalan dengan menggelenggelenggkan kepalanya? Karena di kapal Nuh tak boleh ada penambahan penumpang. Maka semua alat kelamin dicopot dan dikumpulkan di sebuah ruangan. Setelah banjir reda dan kapal mendarat, baru kelamin hewanhewan itu dibagi dan dipasang kembali. Tetapi karena manusia saja belum tentu punya budaya antre, bisa dimaklumi kalau binatang berebut berdesakan mengambil kelaminnya masing-masing. KUDA YANG PALING cepat larinya, sampai duluan ke gudang kelamin. Tanpa pikir panjang ia mengambil yang paling besar, daripada menunggu urutan administratif. Dengan kelamin yang dahsyat, kuda melesat lari dari gudang, lompat keluar kapal dan turun ke daratan. Sapi menyaksikan betapa cepat larinya Kuda, serta betapa besar panjang kelaminnya sehingga ia geleng-geleng kepala tak hentihenti sampai hari ini. ADAPUN TANTANGAN KELIMA, para pejuang perubahan perlu memastikan perilakunya agar mereka dicintai oleh Tuhan dan di-support serta difasilitasi perjuangan mereka. Sebab Tuhan bikin banjir tidak terutama karena kaum Nuh durhaka dan ingkar pada eksistensi dan kekuasaan Tuhan. Sebab Tuhan tidak laba kalau kita beriman, dan Tuhan tidak deficit sepeser pun kalau kita kafir. Tuhan menyelenggarakan banjir bah dahsyar itu kemungkinan besar karena Nuh Ruhullah, kekasih-Nya, disakiti oleh manusia dan masyarakat. MOHON SAMPEYAN SEMUA tidak usah percaya-percaya amat pada apa yang saya tulis. Juga jangan mendalam-mendalam amat memasukkan ke hati. Disamping saya memang belum tentu bisa dipercaya, juga karena Sampeyan semua sedang hidup di zaman di mana para stakeholders sejarah yang sedang dilangsungkan ini, sangat menikmati keadaan yang sedang berlangsung, sehingga jangan bermimpi beliau-beliau menginginkan perubahan. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 7 Agustus 2017

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

October-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

Para Oktober Para : Sitor Situmorang, Bakdi Soemanto, Suminto A Sayuti, Dorothea Rosa Herliany, Bambang Widiatmoko, Edy Lyriscera, Otto Sukatno CR, Mahwi ATM Waiya, Made Edy Arudi SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya masih KELILING Bali, tolong Hadang dikota masing-masing sampai Desember 2017 PARA pencinta APRESIASI (terutama dari luar Bali) yang ingin beraktivitas di-JKP-109, MOHON aktif menghubungi dan mengikuti Agenda JKP-109 via Face-Book Wayan Jengki Sunarta. Salam September, Sampai-jumpa di Taman Kriya sore ini


Daerah

16

Minggu Pon, 15 Oktober 2017

”Blasphemy Religious”

Pantau Gunung Agung

PVMBG Tambah Tujuh Seismograf dan Satu GVS

Amlapura (Bali Post)Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bakal kembali memasang tujuh seismograf dan satu GVS tambahan untuk memantau perkembangan Gunung Agung yang sampai saat ini masih berada di level awas. Ketujuh seismograf dan satu GVS tambahan itu akan dipasang di zona aman, di luar radius 12 kilometer. Kepala PVMBG, Kasbani, Sabtu (14/10) kemarin menjelaskan sejauh ini pihaknya telah memiliki sembilan seismogtaf yang sudah dipasang dan alat penunjang lainnya untuk memantau aktivitas Gunung Agung. Kata dia, seismograf yang dipasang fungsinya sama. Begitu juga GVS hampir sama dengan tilmeter, yakni untuk mengetahui deformasi atau kembang kempis gunung. “Untuk penempatan ketujuh seismograf dan GVS ini, semuanya akan dipasang di luar zona berbahaya. Sementara alat yang

sudah dipasang semuanya berada di lereng Gunung Agung,” ungkap Kasbani. Untuk kegempaan, kata Kasbani gempa vulkanik yang terjadi masih cukup tinggi. Apalagi sebelumnya sempat terjadi gempa tremor nonharmonik. Ini mengindikasikan aktivitas vulkanik Gunung Agung semakin meningkat. Termasuk gempa juga kembali muncul. Mengingat sebelumnya sempat tidak ada. “Ya, gempa kembali terasa,” jelasnya. Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur,

Devy Kamil Syahbana menjelaskan, pemasangan tambahan alat seismograf dengan daya jangkau pemantauan yang lebih luas. Kata dia langkah itu dilakukan untuk mengantisifasi jika terjadi hal-hal terburuk terhadap alat yang dipasang di lereng Gunung Agung. Karena menurut Syahbana, tambahan seismograf memang sangat penting ketika Gunung Agung benar-benar erupsi. Sebab, kalau terjadinya letusan, pihaknya mengindikasi kemungkinan alat yang dipasang di lereng Gunung Agung bisa mengalami

kerusakan. “Kita memang tidak bisa memastikan kapan akan terjadinya erupsi dan seberapa besar letusannya. Sehingga, misalnya terjadi hal yang tidak diinginkan, kita masih tetap bisa memonitor aktivitas gunung agung,” jelasnya. Dia menjelaskan, pihaknya juga masih memiliki alat yang belum di pasang yakni Infrasonik. Kata dia alat itu baru akan digunakan ketika dalam keadaan darurat. Artinya, alat yang dipasang semuanya rusak baru akan memakai alat ini. “Kalau alat semua rusak pas gunung meletus apa yang kita pakai untuk memantau itu. Makanya kita siapkan alat ini. Sehingga tetap kita bisa pantau Gunung Agung,” jelas Syahbana. (kmb41)

Letkol Andy Pranoto Pimpin Kodim 1626/Bangli

Bangli (Bali Post) Letkol Cpn. Andy Pranoto kini menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 1626/ Bangli menggantikan Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung. Acara pisah sambut Dandim dilangsungkan di Makodim, Sabtu (14/10) kemarin. Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Bupati Bangli I Made Gianyar, Kapolres Bangli AKBP IGN Panji Anom, Ketua DPRD Ngakan Kutha Parwata, Kajari Ida Ayu Retnasari serta sejumlah pejabat muspida lainnya. Turut hadir pula sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan adat di Bangli, serta prajurit militer, PNS Kodim 1626/

Bangli. Dalam acara pisah sambut itu, Letkol Susanto menyampaikan dirinya menjabat Dandim Bangli selama 13 bulan 13 hari, tepatnya sejak 1 September 2016. Selama bertugas di Bangli banyak pengalaman yang didapat, terutama dalam menangani bencana alam. Saat terjadi bencana tanah longsor di Kintamani yang menewaskan 13 warga, dirinya ditunjuk sebagai Dansatgas Penanggulangan Bencana oleh Bupati Bangli. Saat Gunung Agung berstatus awas, dirinya juga dipercaya kembali menjadi Dansatgas menangani belasan ribu pengungsi warga Karangasem.

“Banyak pengalaman yang saya dapatkan. Pengalaman berhadapan dengan situasi-situasi yang tidak pernah terbayangkan,” ungkapnya. Perwira asal Medan ini berpesan kepada seluruh prajurit Kodim Bangli untuk memberikan dukungan penuh kepada Dandim baru. Sebagaimana dukungan yang pernah diberikan kepadanya selama menjabat sebagai Dandim Bangli. “Mohon maaf kalau selama saya bertugas di sini ada tingkahlaku yang mungkin tidak berkenan,” ujarnya. Sementara itu, Dandim pengganti Letkol Andy Pranoto didampingi istri mengaku sangat bersyukur bisa menjalankan

tugas di Bali, khususnya Bangli. Perwira asal Salatiga, Jawa Tengah ini berharap kehadirannya di Kodim Bangli bisa memberi manfaat untuk semua masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Bangli Made Gianyar mengucapkan selamat bertugas di tempat yang baru untuk Letkol Susanto dan selamat datang untuk Letkol Andy Pranoto. Gianyar meminta dukungan Kodim 1626/Bangli dalam menyelesaikan berbagai persoalan di kawasan objek wisata Kintamani, termasuk masalah kompleks lainnya, yakni truk galian C yang kembali menerobos lewat Penelokan. (kmb40)

I Kadek Pranajaya Kembali Pimpin IAI Bali

Upayakan Adanya Lisensi di Era Undang-undang Arsitek IKATAN Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Bali menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IX di Hotel Werdhapura, Sanur, Sabtu (14/10). Musda IX yang dibuka Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Bali ini salah satunya mengagendakan pengukuhan ketua baru. Pascamelaporkan pertanggung jawaban pengurus tahun 2014-2017, I Kadek Pranajaya, ST., MT., IAI., AA., secara aklamasi kembali terpilih untuk memimpin IAI Bali periode 2017-2020. “Dari proses pemilihan itu, memang hanya satu yang memenuhi kriteria sesuai dengan persyaratan nasional sehingga kita putuskan aklamasi,” ujar Ketua Panitia Musda IX IAI Bali I Gusti Lanang Ngurah Wiantara, ST., IAI., AA. Menurut Lanang, Musda tidak saja mengagendakan pertanggung jawaban pengurus lama dan pemilihan ketua untuk periode selanjutnya. Tapi juga membahas isu-isu terkini yang menjadi tantangan arsitek ke depan. Berbagai masukan dari peserta Musda digodog dalam Sidang Komisi dan Sidang Pleno Komisi untuk selanjutnya menjadi agenda kepengurusan baru. “Tantangan arsitek di Bali, sementara ini kan kita punya anggota 700 orang, tapi yang bersertifikat baru sekitar 300. Sertifikat Kompetensi Keahlian (SKA) ini tidak terlepas dari UU Arsitek yang sudah lahir tahun ini sekitar bulan Juli lalu,” jelasnya. Lanang menambahkan,

Bali Post/ist

MUSDA - Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi, memukul gong sebagai tanda dibukanya Musda IX IAI Bali, didampingi Ketua IAI Bali, Wakil Ketua Umum IAI Nasional dan Ketua Panitia Musda IAI. arsitek-arsitek yang berkiprah di Bali, ke depan harus menjadi anggota IAI sebelum mengurus SKA. Sebab dari pantauannya, masih banyak tamatan Arsitektur yang belum menjadi anggota IAI. Lantaran UU No.6 Tahun 2017 tentang Arsitek belum memiliki produk hukum turunan, SKA untuk saat ini masih dikeluarkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi tingkat Provinsi. “Tiga tahun setelah tamat (universitas, red), baru bisa apply sertifikat. Jadi, dia harus magang dulu. Sebelumnya harus masuk anggota IAI sebagai anggota mitra, setelah tiga tahun baru boleh menjadi anggota profesional,” pungkasnya. Ketua IAI Bali Periode 20172020 I Kadek Pranajaya, ST., MT., IAI., AA., mengatakan

SKA nantinya akan diganti menjadi Sertifikat Tanda Registrasi Arsitek. Sebagai turunannya adalah lisensi, yang saat ini masih belum ada di Bali. Pihaknya akan mendorong adanya lisensi tersebut dengan mengawal Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri terkait UU Arsitek. “Siapapun boleh mencari lisensi di Bali, tapi dia harus menguasai aturan main yang ada di Bali, seperti tata ruang, perda, stil Bali (arsitektur khas Bali, red). Jadi, dia harus belajar dulu melalui pelatihan. Ini kan tidak ada seperti itu,” ujarnya. Menurut Pranajaya, sering terjadi arsitek memiliki SKA namun tidak memahami aturan main yang ada di Bali. Oleh karena itu, pihaknya akan mengupayakan semua arsitek

yang bekerja di Bali tahu akan hal tersebut untuk menjaga arsitektur khas Bali. Di samping akan meningkatkan profesionalitas anggota IAI di era UU Arsitek. “Di era MEA juga, bagaimana arsitek Bali memiliki peluang pasar yang lebih lah dibandingkan sebelumnya, sehingga minimal arsitek Bali itu dapat bekerja di Bali, bekerja sama dengan arsitek siapapun. Harapannya, peluang dan pangsa pasar itu bisa diraih dengan lebih baik lagi untuk mengawal pembangunan yang ada di Bali,” tandasnya. Wakil Ketua Umum IAI Nasional Muaz Yahya, mengatakan tantangan yang dihadapi IAI Bali tidak hanya sebatas di tataran nasional tapi juga internasional. Sebagai destinasi pariwisata dunia, arsitek asing juga ada di Pulau Dewata. Walaupun arsitek asing sudah diatur dalam UU Arsitek, namun ada hal-hal khusus yang masih membutuhkan perhatian lebih. “Setiap arsitek asing yang masuk mungkin juga harus punya lisensi sehingga semua aturan atau hal–hal yang berkaitan dengan peraturan daerah tentang bangunan di Bali bisa diterapkan oleh arsitek asing tersebut,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi, mengatakan IAI memiliki peran penting dalam menata infrastruktur sesuai dengan filosofi Tri Hita Karana. (ad578)

Kebun Organik Furuma, Perjalanan Edukasi ke Mini Bali FURUMA Villas & Spa Ubud, Bali mengekspresikan rasa cinta dan terima kasihnya atas segala berkah yang diterima dari Pulau Dewata dengan membuat kebun agro berbentuk Pulau Bali. Selain kesenian dan budaya, Bali juga dikenal memiliki tradisi pertanian yang berharga dan dikenal di seluruh dunia. Tanah Pulau Dewata menghasilkan banyak hasil tanaman jenis unggul, mulai dari padi, buah-buahan, maupun tanaman herbal. Sebagai bentuk upaya pelestarian dan komitmen yang serius untuk mendukung pembangunan berkesinambungan dan konservasi alam Bali, Furama Villas & Spa Ubud dengan bangga memperkenalkan Furama Agro Farm, sebuah kebun organik berbentuk Pulau Bali.

Sekitar lima puluh jenis tanaman berbeda tersedia di areal pertanian seluas 1,800 m2 ini. Kebun ini terbagi dalam sembilan blok, mewakili sembilan wilayah kotamadya/kabupaten di Bali, yang terdiri dari Kotamadya Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng dan Jembrana. Masing-masing blok/kabupaten memiliki tanaman khas yang ditanam di area tersebut, misalnya pohon jeruk ada di Kabupaten Bangli. Beberapa jenis tanaman lain, seperti bunga, buah dan tanaman herbal serta langka juga ditanam di area pinggir kebun. Tamu dan pengunjung dapat berkunjung untuk melakukan perjalanan edukatif singkat mengenai jenis tanaman yang ada. Menanam bibit pohon dan juga mencicipi kreasi minuman

Bali Post/ist

KEBUN ORGANIK - Furama Villas & Spa Ubud memperkenalkan Furama Agro Farm, sebuah kebun organik berbentuk Pulau Bali. segar yang dibuat dari hasil kebun. Beberapa hasil kebun organik ini juga diolah menjadi masakan di dapur Furama Villas & Spa Ubud. Berjarak 20 menit dari Pasar Ubud yang ternama, vila resort ini terdiri dari 24 vila privat dilengkapi kolam renang, di

kelilingi oleh area persawahan hijau yang luas dan kebun yang rindang, yang dapat dijelajahi melalui kegiatan trekking atau bersepeda dengan pemandu. Di Furama Villas and Spa Ubud, Bali, kamu akan menikmati nuansa keindahan alami dari Pulau Dewata. (bns1)

BERDASAR pemikiran sejarah, penduduk Nusantara sejak ribuan tahun meyakini kebesaran alam di atas kekuatan penghuni semesta ini. Alam seperti gunung, laut, langit dan beberapa benda semesta lainnya diyakini memiliki kekuatan yang mendominasi keperkasaan manusia. Agar tidak dibinasakan atau diganggu kekuatan yang melebihi dayanya, manusia berkompromi dengan kekuatan maha besar tersebut lewat sikap, bahasa dan perbuatan tertentu. Itulah awal dari lahirnya kepercayaan dan keyakinan yang disebut phaganisme, yang terdiri dari animisme dan dinamisme. Seiring dengan perkembangan zaman dan peradaban akibat pergaulan internasional, diperkenalkanlah sistem keyakinan baru bernama agama yang juga berisi konsep Tuhan. “Boleh dikatakan keyakinan awal itu disebut agama lokal. Jadi sebelum agama mondial atau dunia datang ke Indonesia lewat pergaulan mancanegara, terutama di bidang perdagangan, penduduk kepulauan ini sudah punya sistem kepercayaan primitif. Semua agama yang kini dipeluk masyarakat di negeri ini diterima melalui adaptasi, akulturasi dan peniruan secara damai. Tidak ada kekerasan, apalagi perang dalam penyebaran agama di Indonesia, seperti benua lain yang punya perang akibat konflik antara dan antar agama. Dalam sejarah kita baca, ada Perang Salib atau Perang Sabil. Jadi, para leluhur kita sejak awal paham bahwa agama adalah sistem keyakinan tentang keberadaan Yang Maha Besar yang dihayati secara pribadi. Bila disimak sejak dulu, bangsa kita memisahkan urusan agama dengan bidang politik, kekuasaan, ekonomi dan hukum. Tanpa harus menjadi modern, leluhur kita mahfum istilah Barat, take it or leave it ! Artinya, kalau berkenan silahkan anut, kalau tidak diabaikan saja dan anut kepercayaan lain tanpa ribut ! Hal ini dilakukan para penganut Hindu saat Islam berkembang pesat di Jawa, ketika Kerajaan Majapahit runtuh di abad ke-15. Mereka hijrah ke Bali, sehingga kepercayaan Hindu di Bali mengalami kristalisasi akibat kebudayaan dan nilai yang sedikit berbeda, kendati masyarakat Bali sudah memeluk Hindu saat itu,” papar Rubag. “Mungkin kedamaian tercipta karena kerajaan Majapahit (1292-1478 ) tidak menjadikan agama Hindu sebagai agama negara, meskipun mayoritas penduduknya beragama Hindu berbasis Siwa. Bahkan ketika itu agama Budha dibiarkan berkembang, sehingga saat hijrah ke Bali bertransformasi menjadi Hindu Budha, menyebabkan di pulau ini para pendetanya

ada yang bersebutan Pendeta Siwa-Budha. Namun bagiku, aura damai bersumber dari Pramasanthi atau salam “ Om Shanti Shanti Shanti Om” yang diujarkan di setiap pertemuan. Itu berarti damai di dunia, di akhirat , di hati dan maknanya dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Landasan ucapan itu berdasar kearifan yang bersumber dari ajaran Hindu bernama Tat Twan Asi dan Vasudewa Khutum Bakham, yang berarti aku adalah kamu, kamu adalah dia dan mereka, semua manusia adalah bersaudara. Karena itulah urusan agama dianggap urusan individu masing-masing yang tidak perlu diintervensi oleh orang lain yang berbeda keyakinan. Karena itulah kedengaran unik bila di beberapa tempat suci Hindu di Bali ada palinggih yang diberi nama Ratu Gede Mekah, Ratu Ayu Subandar, Ratu Sundawan, Ratu Pemelayu dan Dalem Solo. Demikian pula ada Kampung Jawa, Kampung Bugis, Kampung Arab dan Kampung Cina, juga Kuburan Islam, Kuburan Kristen, Kuburan Cina. Jadi, di Bali masalah multikulturalisme sudah selesai berabadabad sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamasikan,” komentar Wayan Wijaya. “ Ya, toleransi terhadap segala perbedaan di daerah ini disikapi dengan perasaan damai. Cuma perasaanku agak terusik dan kalau boleh kukatakan tersinggung, saat di berbagai media ada ribut-ribut akibat penilaian seseorang yang bukan penganut Hindu, namun menganalisa agama Hindu seenak udelnya. Dia mengatakan dalam wawancara dengan wartawan bahwa Tri Murti tidak sesuai dengan sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Konon dia seorang pengacara yang melakukan gugatan terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu ) Nomor 2 Tahun 2017 tentang organisasi kemasyarakatan ( ormas ) di Mahkamah Konstitusi. Inti dari Perppu itu , kalau tidak salah kutafsir adalah membubarkan ormas yang radikal dan anti-Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setelah di sidang, oknum tersebut menyatakan pada para wartawan, bila Perppu diberlakukan, agama selain yang dianutnya harus dibubarkan demi hukum, karena bertentangan dengan sila pertama Pancasila. Meski tersinggung namun aku tidak marah besar karena ucapan yang terkesan emosional dan tanpa dipikirkan secara holistik dengan meninjau masalah dari persfektif hukum saja, tanpa membaca sosiologi, filsafat, terutama sejarah berdirinya NKRI ini. Yang tidak aku habis pikir, bagaimana seorang pengacara yang konon bertitel doktor, tidak bisa membedakan hakikat agama dan ormas, bahkan terkesan agama disamakan dengan ormas. Memang, tan hana hwang swasta tinulus, tidak ada sesuatu yang sempurna di jagat ini, menyebabkan aku pribadi tidak ingin menuntut secara hukum oknum itu, namun minta dia meluruskan pendapatnya yang bengkok,” ujar Surjanegara. “Benar, agama menurut Spencer, pada dasarnya ada-

lah keyakinan akan adanya sesuatu yang mahakekal yang berada di luar intelek. Max Muller menambahkan, agama adalah usaha untuk memahami apa-apa yang tidak dapat dipahami dan mengungkapkan apa yang tidak dapat diungkapkan akibat keinginan yang tidak terbatas. Kedua pendapat ini dirangkum Emile Durkheim dalam bukunya berjudul The Elementary Forms of Religious Life ( Sejarah Agama), yang paparannya mirip ulasan Rubag tentang lahirnya kepercayaan pada Yang Maha Besar. Sedangkan organisasi kemasyarakatan, baik yang berbasis agama maupun sosial adalah perkumpulan orang-orang yang dibentuk masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun tidak, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat di dalam komunitas atau agama tertentu. Sebab sebagai makhluk sosial, manusia harus bekerja sama dengan manusia-manusia lain, guna mencapai tujuan tertentu yang tidak bisa dilakukannya sendiri. Nah, kalau perkumpulan seperti yang kuulas ini, bisa dibubarkan bila dalam praktek kegiatannya dipandang merugikan negara, terutama menggerogoti ideologi negara. Lalu bagaimana cara membubarkan agama yang merupakan keyakinan sakral yang ada di otak dan hati manusia, sementara enam agama termasuk Hindu diakui keberadaannya di republik ini ? “ tanya Nyoman Muka di akhir argumentasinya. “Makanya perlu belajar secara holistik untuk menilai apa pun, termasuk agama orang lain! Dalam Penetapan Presiden atau UU Nmr 1/ PNPS/1965 di penjelasannya tertuang bahwa seluruh warga Indonesia menganut enam agama yakni Islam , Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Selain itu, ada juga agama dan kepercayaan lain yang dianut warga bangsa dan hal tersebut dibiarkan hidup sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan undang-undang yang berlaku. Ini ditegaskan dalam Pasal 29 UUD 1945. ( 1 ) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. ( 2 ) Negara menjamin kemerdekaan tiaptiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Jadi, kalau orang mau mengekang emosi dan berpikiran lebih luas, mengucapkan tentang pembubaran agama, sangat riskan dan dianggap tidak tahu etika. Malah UU Nmr 1 /PNPS/ 1965 mengatur sangsi bagi para penoda agama. Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceriterakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan dari agama itu, penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu. Syukurlah oknum pengacara yang terkesan melakukan blasphemy religious itu, mengatakan tidak punya niat melakukan penodaan agama. Mari kita tutup obrolan dengan Om Shanti, Shanti, Shanti OM, “ ajak Anom Wijaya. (Aridus)

Astra Motor Bali Lepas Honda Community Bali Menuju HBD 2017

PERHELATAN tahunan Honda Bikers Day Nasional akan diselenggarakan kembali pada 14 Oktober 2017. Acara yang di tunggu-tunggu para bikers Honda se-nusantara tersebut akan diadakan di Lanud Gading Gunung Kidul Yogyakarta. Tak ketinggalan, para bikers Honda di Bali pun turut berpartisipasi meramaikan event tahunan tersebut. Bertempat di Astra Motor Cokroaminoto pada 13 Oktober 2017, para bikers berkumpul bersama untuk melakukan perjalanan menuju HBD Yogyakarta yang tahun ini mengusung tema “Gas Ke Honda Bikers Day”. Keberangkatan touring bikers dilepas oleh PIC Community Astra Motor Bali bersama Ketua Honda Community Bali (HCB), Kusmiati. Komunitas yang ikut berpartisipasi dalam perjalanan menuju Yogyakarta adalah Honda Streetfire Club Indonesia (HSFCI), CBR 250 RR, CBR, VIBER, PCX Chapter Bali dan gabungan club Honda lainnya, di mana hari sebelumnya beberapa bikers telah meninggalkan Bali menuju Lanud Gading Gunung Kidul terlebih dahulu. Ada pun rute yang dilalui para bikers meliputi jalur Denpasar-Surabaya-MadiunKlaten-Yogyakarta sebagai

Bali Post/ist

LEPAS - Touring bikers dilepas oleh PIC Community Astra Motor Bali bersama Ketua Honda Community Bali (HCB), Kusmiati. jalur utama. Sedangkan jalur Denpasar-Surabaya-Madiun– Ponorogo-Pacitan-Wonosari sebagai jalur alternatif, di mana jalur tersebut adalah lintas antar provinsi yang ramai, aman dan mudah dipantau. Kusmiati menuturkan, Honda Bikers Day adalah event yang sangat ditunggutunggu, teman-teman bikers tidak mau melewatkan event tahunan ini. “Saya mengimbau teman-teman bikers yang menuju Yogyakarta agar memperhatikan keselamatan dan mengutamakan keamanan di jalan,” katanya. Sebelumnya Astra Motor Bali telah melakukan gathering bersama Honda Community Bali dengan materi pembekalan sebelum menuju Honda Bikers Day Nasional 2017. Dalam acara tersebut

para bikers diedukasi cari aman berkendara dan safety touring jarak jauh. Selain itu, diberikan pelatihan Basic Life Support Training oleh tim rumah sakit setempat yang mengajarkan bagaimana cara menangani korban kecelakaan pertama kali, serta memberikan informasi lokasi rumah sakit terdekat didaerah rawan jalur touring. “Dengan adanya Honda Bikers Day Nasional 2017 ini, semoga bisa mempererat tali silaturahmi antar riders Honda seluruh Indonesia. Dan para riders diharapkan dapat menjadi pelopor berkendara cari aman di jalan raya dan kembali ke Bali dengan selamat,” tambah Ngurah Iswahyudi selaku PIC Honda Community Astra Motor Bali. (bns2)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Pon, 15 Oktober 2017

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Foreign Company in Celuk Looking for Digital Marketing for Online Store/e-commerce Have Knowledge in Online Marketing, Good English Both Oral and Written.Send CV to robert@starborncreations.com or 081239645115

Bimbel di Denpasar cari guru Tk,SD,SMP Hub:081999842562

B.BP.001.10.17.0000880

Bth Adm wanita min D3 kirim CV ke info@bmmcbali.com

B.BP.001.10.17.0000925

Coco Group looking for: 1. Asst Accounting Manager 2. Accounting Supervisor 3. Corporate Secretary No.1,2,3 minimal 1 years experience in the same position. Send new CV at. hrm@cocogroupbali.com

B.BP.004.10.17.0000852

Dcr Gr Mat,Fis,Bio, B.Bali, B.Ing,IPS H.08174761592

B.BP.001.10.17.0000908

Dicari Teknisi Utk Bengkel Mobil Hub.GM Power Bali Jl.Dewi Madri 40 Dps/ 085935297350

B.BP.001.10.17.0000928

Dcr: FO,BellBoy,HK,Driver,Scurity,Enginering,Laundry, u/Htl. E:newarenahotelkutabali@gmail. .com/Hub.PO Box 2005 Kuta Bali

B.BP.803.10.17.0000813

Dbthkn Sgr! Guru Tematik SD & English.Send CV to Bhaktivedan ta Dharma School.Jl.Tkd.Batang Hari V/18. Ph.085101561816

B.BP.001.10.17.0000842

Dcari staff Sushi & bar Rest Kokoya Jl.Danau Tamblingan 178 Sanur Hub.0361 289252

B.BP.164.10.17.0000917

Experienced Chef Required for Popular Sport Bar,Motivated, Enthusiastic and can lead a Team can create a new Menu Salary Negotiable Adrenalin Sport Bar Seminyak Square(0361) 738030

B.BP.001.10.17.0000912

*Dcr Engineering SMK Sipil/Listrik lam ke:wanakubu@gmail.com

B.BP.001.10.17.0000796

Dcr Krywn Penilai Min S1,OB Min SMA,Hub:0361-423365 Email: sisco.denpasar@yahoo.com

B.BP.001.10.17.0000811

Dcr PRT tgldlm G1.5 Oficeboy G. 1.8Jt081237903622/087861412911

B.BP.135.10.17.0000915

Dcr Salesman max.30th pengalmn tdk diutamakan, Gaji & Insentif B.BP.166.10.17.0000926 menarik.Bawa lam ke Banoli Mtr *Dcr Guru Matematika & B.IngJl.Buluh Indah 75 Dps gris SMP bs Ngajar Siang/Sore Hub.0361 418642 / 413964 Hub:03618442035/087860332973

B.BP.001.10.17.0000622

B.BP.166.10.17.0000927

BENGKEL LAS

DIJUAL MOBIL

Dcr Sales Counter,Supir Pariwisata,Sales Executive utk Travel.Hub:0361-238041

B.BP.004.10.17.0000617

Dcr tukang kebun utk Villa Jl. Kesambi Gg.Kesambi Indah No.22 Kerobokan Hub.081 381 302 935

B.BP.001.10.17.0000859

B.BP.001.10.17.0000691

B.BP.154.10.17.0000911

BIRO JASA H BA LIM

S RA KU

WC

MENGATASI MAMPET BERGARANSI:

KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, SALURAN DAPUR

0877 6129 5235 081 238 450 210 C.0000522-BRJ

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

AURA TEKNIK JASA KONSTRUKSI

Service Panggilan

DP SUPER MURAH Mulai 23Jt-an* TERSEDIA UNIT TEST DRIVE DAVID

KREDIT MANTAP* Sampai dengan

8 0821 4518 1527/0819 9994 4090

AC KERJA DITEMPAT

tahun

STOCK READY *Syarat & ketentuan berlaku

(DISC

SUPER

B E R G A R A N S I

KULKAS FREEZER SHOWCASE WATER HEATER

COLDROOM MESIN CUCI

081 999 540 284 082 247 418 281

DUPER)

C.0000403-MBL

C.0001323-brj

DIJUAL MOTOR

SERVICE

HONDA PROMO SPECIAL AT BESAR

SERVICE

DISCOUNT SANG BUNGA RINGAN AH TERIMA TUKAR TAMB

Mobilio

READY STOCK All new CRV

HR-V

*Syarat & ketentuan berlaku

081 337 098 405 081 9999 818 63 C.0000421-mbl

SERVICE

B.BP.001.10.17.0000904

Need Housemaid English Speaking text only, 081339561607

Dcr Staf Acounting,Income Audit Dibthkan Checker Gudang Wanita B.BP.001.10.17.0000862 & General Cashier, Receiving, max35Thn SMA/Sdrjt Penglmn di Need Sales & Marketing for in Purchasing PT.Ardrapura(Hotel) bidangnya 1Thn CP:08113030707 B.BP.001.10.17.0000678 Bound Travel Agent in Kuta send Lamke:nyomansumanta@yahoo.com Dibutuhkan : #1 General Affair B.BP.001.10.17.0000863 CV to info@balieasytrip.com B.BP.154.10.17.0000910 (Urus Perijinan,KITAS,IMTA). Dcr Tk Jahit,Pengepul Jahitan New Beach Club in Bali looking #2 Sales & Customer Services Tk.Potong,Checker QC Garment, for Executive Chef. Experience (Booking). #3 Front Office. & Staff Operasional. Hub:0811 in international food. Fluent Kirim lamaran dan gaji yang 392 032,Mahendradatta 777 Dps B.BP.001.10.17.0000799 in English. Telp.081238260557 diharapkan ke : Dibutuhkan PRT tidur dalam Email:manel.reverte@gmail.com secretary@thegreenroombali.com B.BP.001.10.17.0000808 Hub.081337999501 B.BP.004.10.17.0000763 B.BP.001.10.17.0000903 PengembangPerumahandiJimbaDibutuhkan segera posisi Dcr Tng Lulusan SMK Jurusan ran Mengundang Anda Untuk receptionist wanita atau pria Bangunan Hub:0811388142 Berkarier Sebagai Pelaksana/ yang berpengalaman,lamaran B.BP.001.10.17.0000696 dibawa ke Shambala Spa. Pengawas Lapangan (Min D3 Dcr karyawan pria SMU/sedrajat Dibelakang Rahayu Restaurant, Teknik Sipil) & Akunting (Min KTP,SIM C,Spd motr utk bagian Jln.Monkey Forest Ubud D3 Akuntansi) Kirim CV ke teknis lapangan fasilitas gaji Gianyar.Tlp:(0361)4792229 / email:junimaryatiss@yahoo.com UMR,Bonus,tunjangan kesehatan B.BP.004.10.17.0000886 082144187039 termasuk anak, istri lam ke CV. B.BP.004.10.17.0000636 Gong Dewata telp:0361-722709/ Dicari SPG butik jujur,menarik DIJUAL MOBIL 0361-728443 gaji OK max28. SMU siap kerja TOYOTA B.BP.001.10.17.0000807 Hub:081805550749 Dibthkan Butler/HK Laki, B.BP.803.10.17.0000884 Camry 2.4V Hitam Th’2010+PickUluwatu 082236635607 Dicr Roomboy & Steward. Kirim Up,Hub.0811510588/0361-499289 B.BP.164.10.17.0000916 B.BP.004.10.17.0000826 CV ke Grand Sinar Indah Htl Djl Kijang Kapsul’2004 Kuning Dicari Cook Helper/Steward Jl.Padma Utara Legian Kuta Wanita W.Okinawa,087861574939 B.BP.001.10.17.0000847 Metalik Hub:087761023257 B.BP.001.10.17.0000895 B.BP.001.10.17.0000631 Dicr:Acc,Adm,Sek. D3 Min: Sienta’2016 V M/T Silver Tgn 1 Dicari DJ,Accounting Restauran 25-35Th Ex:3Th u/Pers Kontraktor Jl.Jayagiri XI No.11 Renon BU Hotel di Kuta,0811395490 Email:lidyaokta75@gmail.com

BALI WANGI

SALON

Sopir KTP Bali,Hafal Wil.Dps Matic/Manual, 087760368207

B.BP.001.10.17.0000905

Dijual Toyota Hardtop FJ40 Th’79 Hijau Army Full Variasi Jl.Dewi Madri 40/ 085935297350 B.BP.001.10.17.0000929

Dijual Innova G silver’06 M/T bensin,ori DK,tangan I, service resmi H.120jt. Hub.0361242034

B.BP.001.10.17.0000822 HONDA

Jazz RS’10 H.157Jt+XOver’10 Bs TT/Kredit Hub.085100856999

B.BP.141.10.17.0000913

Jazz’13 Matic,Htm,Mls Trwt, Hub. Ayuna Silver Celuk 08113862237

B.BP.001.10.17.0000845

KIA

Picanto AT AllNew Th’2015 Tgn I abu met Hub.085 333 124 554

B.BP.164.10.17.0000918

MAZDA

Mazda CX7 Putih’2010 Bs Tukar Hub.085100871119 Pribadi

B.BP.141.10.17.0000914

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL RUKO Dijual Ruko Baru @1,7M di Jl.Akasia Dps, 08123861163 B.BP.001.10.17.0000921

DIJUAL RUMAH Dijual Prmhan Br Cluster @1,5M di Jl.Akasia Dps, 08123861163

Jual Rugi Jl.Jepun Pipil=9,09A Dkntr rmh Jl.P.Morotai No.72B Bs 6-7Kplg HP/WA:081-138-99108 Telp.081310581951/085338550876 B.BP.001.10.17.0000568

Jual Tanah 5Are Batubulan dkt RS Primagana Hp:082145964726

B.BP.001.10.17.0000888

Jual rugi Jl.Dewisri 2=6,4A Hp/WA: 08113899108

B.BP.001.10.17.0000738

B.BP.001.10.17.0000922

Kampial Nusa 2 17,5 A Ling Villa 30 A Soka Tbn,087761604899

B.BP.001.10.17.0000850

Pojok Gatsu Tmr Sulatri 1are cocok bisnis/rmh 081237148880

Mrh Rmh GrahaChandra Tbn 260Jt Ng smpDel/bsTT Mbl081999332656 Rmh Prbdi Lt2 Gg.Elang B.Bulan 550Jt Nego Hub:081236349645

B.BP.001.10.17.0000885

Rumah Bagus di Tangtu Ling. Villa. LT250m2, LB150m2 @2,2M 08123861163

B.BP.001.10.17.0000920

DIJUAL TANAH Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809

B.BP.001.10.17.0000902

B.BP.001.10.17.0000795

Rp.185jt! LT1 Are,LD8mtr,Akses Paving, Lok.Ketewel.0817340222

B.BP.001.10.17.0000819

DIJUAL GUDANG Jual Gudang Jl.Kargo Taman=9A Hp/WA: 08113899108 B.BP.001.10.17.0000737

B.BP.001.10.17.0000890

Dkont.Rmh 2lantai Jl.Kresek Gg .Ikan Arwana A9 Sesetan Dps Hub:085333436355/081999761181 B.BP.001.10.17.0000546

RUPA-RUPA Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Talang,Dll(Daris) 085102796346 B.BP.001.10.17.0000909

Djl Habim 300 hrg 8000/kg, sdh cat sincromate H.081238504111 B.BP.001.10.17.0000923

KEHILANGAN BPKB No.A1992704-O DK 5829 BR a/n Sutini, Tonja Denpasar B.BP.001.10.17.0000881

Hilang sertifikat a/n I Made Muryadana dan I Kokog alamat: Br.Umesalakan Klungkung

DIJUAL VILLA B.BP.001.09.17.0000185 MERCEDEZ Dijual Vila di Sindu Sanur dkt B.BP.001.10.17.0000883 *Djl Tnh 15Are Los Pantai di Mercedes Benz E250 Elegance, Pantai Siap Huni H.08118442605 Hlg BPKB D 4190528-G,DK 784 XF Th’2011 Boleh tukar tambah dgn pantai Lebih Hub:087761023257 B.BP.033.10.17.0000898 a.n I Ketut Suardana ,Dps B.BP.001.10.17.0000632 mbil lain,08113809949 cash/krd B.BP.001.10.17.0000199 DISEWAKAN GEDUNG B.BP.001.10.17.0000906 Batubulan 325Jt Ng JlMobil Viw SHM No.73 Th’76 A/N Pak Japar Disewakan ktr Baru Bgs sekali SUZUKI Ketwl 200ng+230ng 087761245398 Hub:081338312181 P.Patayani 2lt di Jl.MH.Yamin Renon, B.BP.001.09.17.0000991 Escudo 20i 05 Abu Metalik B.BP.001.10.17.0000803 @220Jt/thn, 08123861163 Dijual Tanah 2 Are Jln.Batu Jarang Pakai 081338383876 Dps B.BP.001.10.17.0000919 B.BP.001.10.17.0000798 KONTAK JODOH Intan Batubulan H:081338601499 B.BP.001.10.17.0000804 DISEWAKAN RUMAH Pria Canada mapan cr gdis Bali DICARI MOTOR Dikont rmh Jl.P.Ayu II/2 3KT, Jl Tnh Kapling Tkd Badung & Hindu, u/ diperistri, umr:20-35 Dcr Motor Bekas Segala Merk Jmpt 082340857099/087860002630 Pura Demak Hb.081238082645 2KM,1RT-2AC,1DPR 082331982136 Hub: thelostguide015@yahoo.com B.BP.001.10.17.0000907

B.BP.001.10.17.0000899

B.BP.001.10.17.0000887

B.BP.012.08.17.0000014


18

Asah

Minggu Pon, 15 Oktober 2017

Pertanyaan Pertanyaan TTS No. 317

TTS Bali Post

Mendatar: 1. Anak/bakal bambu yang masih muda 5. Alas tidur bayi dari plastik kedap air 8. Mazhab 9. Pecut 11. Jangka waktu ; tahap 12. Pernah jadi ; bekas 14.Tidak dapat berkata-kata dengan mendadak karena sangat terkejut 15. Nama buah musiman berbau khas 18. Ludah yang keluar di saat tidur 19. Makanan kecil 20. Kesayangan ; kegemaran 24. Anak gadis 26. Ikan asin (Bali) 30. Fulus 31. Tumbuh (Bali) 32. Rasa ingin minum 33. Cuma-Cuma 34. Bunyi gamelan yang sambung menyambung terus-terusan (Bali) 35. Lempar (Bali) 36. Tas punggung Menurun:

Anjing Terapi Hibur Korban Penembakan Las Vegas Anjing terapi dan relawan kesehatan mental di Las Vegas menghibur korban yang terkena dampak insiden penembakan pekan lalu. Para penyidik sebagian besar masih kebingungan dengan motif Stephen Paddock, seorang pensiunan mapan tanpa catatan kriminal, yang menembaki kerumunan konser dari lantai 32 Mandalay Bay Casino and Resort sebelum bunuh diri. Pakar kesehatan mental pada konferensi pers menyatakan orang yang terpapar trauma dapat mengalami kelelahan, mudah tersinggung, bingung dan sedih. Tom Hlenski, sukarelawan Palang Merah Amerika, mengatakan bahwa kembali ke rutinitas dan juga istirahat, dapat membantu mengurangi rasa cemas. “Sup ayam masih dapat membantu,” ujarnya mengatakan bahwa masakan keluarga akan membantu korban menghadapi dampak insiden nahas tersebut. “Tidak apa-apa untuk tertawa di rumah. Tidak apa-apa untuk bercanda. Tidak apaapa untuk kembali ke ritme normal. Dan, ya, tidak apa-apa untuk marah dan menangis atau tidak dapat tidur di malam hari, serta mengalami mimpi buruk. Itu adalah cara menanggapi stres,” jelasnya. Hlenski mengatakan bahwa dia adalah satu dari sekitar 30 relawan yang ditempatkan di pusat bantuan keluarga yang dibentuk setelah

serangan tersebut. Sejumlah organisasi yang melatih anjing terapi juga telah mengirim konselor anjing ke kota tersebut. (afp/ant)

1. Piringan hitam ; catatan (Inggris) 2. Pelindung bodi mobil 3. Gerakan sayang ibu 4. Kurang percaya/ragu-ragu atau bimbang 5. Sang penggarap sawah atau kebun 6. Nama makanan dari ketan berisi daging di dalamnya 7. Kantor Konsul 10. Kutu 13. Sapi kecil khas Sulawesi 14. Daging tumbuh pada bekas luka 16. Dagangan tidak laku (Bali) 17. Upacara keagamaan 19. Calon 21. Gerakan 22. Partikel bermuatan listrik 23. Keadaan gigi yang menjorok ke arah luar 24. Mata uang emas atau perak 25. Balok atau kayu palang antara dua tiang 27. Sukat ; takar 28. Tidak peduli ; masa bodoh 29. Dibalik : Lumpang kayu panjang 33. Lempengan bulat bergerigi dari logam

Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 317 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 21 Oktober 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 29 Oktober 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@ Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 315 Mendatar: 1. Oktober 4. Anjuran 8. Eksodus 10. Seragam 11. Salep 12. Ingin 14. Linen 16. Inn 17. SKA 18. Ginekomasti 22. Constituent 27. Are 28. One 29. Mulia

31. ASEAN 33. Surga 34. Skakmat 35. Indekos 36. Atambua 37. Bunglon Menurun: 1. Ofensif 2. Testing 3. Efusi 5. Nyepi 6. Regensi 7. Nominal 9. SangkutPaut

Kehadiran Empat Gajah Liar Resahkan Warga

BPM/rtr

TERAPI - Pasien Isabelle Stadella memeluk Joca, anjing yang dilatih untuk terapi, saat sesi terapi di Rumah Sakit Anak-Anak Sabara di Sao Paulo, Brazil, Jumat (18/10). Seekor anjing terapi adalah anjing yang dilatih untuk memberikan kasih sayang dan rasa nyaman bagi para pasien di rumah sakit.

Kehadiran empat gajah sumatera liar dari kawasan Suaka Marga Satwa Gunung Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, sangat meresahkan warga sekitar sehingga mereka harus dihalau. Konflik manusia dengan hewan liar sudah sangat sering terjadi, yang salah satu penyebab utamanya adalah alih fungsi lahan dan habitat alami hewan-hewan liar itu oleh manusia. Gajah diketahui hidup dalam suatu komunitas sosial mereka dengan teritorial tertentu. Camat Buay Pemaca Ogan Komering Ulu Selatan, Tarmizi, di Muaradua, mengatakan, “Belum lama ini saya bersama tiga orang camat lainnya yaitu, Camat Buana Pemaca, Mekakau Ilir, dan Camat Buay Pematang Ribu Ranau Tengah mendatangi Kantor Konservasi Sumber Daya Alam di Palembang meminta agar segera menangkap gajah liar itu. Pertemuan tersebut, kata dia, ditanggapi serius oleh KKSDA yang akan menyusun strategi cara menangkap empat ekor gajah liar itu. Menurut dia, pihak KKSDA belum dapat memastikan jadwal pasti pelaksanaan penangkapan gajah liar karena masih harus mengatur strategi dan mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan. “Pihak KKSDA sedang menyusun cara agar penangkapan tidak berakibat fatal bagi masyarakat dan gajah liar itu sendiri,” ungkapnya. (ant)

(Sangkut Paut) 10. SelamatPagi (Selamat Pagi)\ 13. GIN 15. Nus 19. ILO 20. Tan 21. Manusia 22. Cempaka 23. Nol 24. Ene 25. Tongkol 26. Kerosin 30. Isamu 32. Sangu

Pemenang TTS No. 315 Muhamad Yusup Sedayu Selatan, Ds. Kediri Selatan, Kec. Kediri, Kab. Lombok Barat (HP: 081 999 137781) Putu Kamanila Br. Silakarang, Singapadu Kaler, Sukawati, Gianyar (HP: 083 114 587 054) I Gede Sukadana Br. Dinas Kerta Buana, Tianyar Barat, Karangasem 80853 (HP: 081 803 644308) I Kadek Ariawan Dusun Pasek, Desa Aan, Kec. Banjarangkan, Klungkung 80752 Agus Ranu Wijaya CV. Sari Sedana, Panjer, Sanur, Denpasar (HP: 081 353 156194) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Gede Siki Yudya Alamat : Jl. Pratu Rai Madra Gg. Parkit No.4, Br. Wiradharma, Nyuh Gading, Mengwitani, Badung 80351 (HP: 085 935 255 091)


19

Minggu Pon, 15 Oktober 2017

Tiga Kabupaten Dari Hal. 3

Tiga kabupaten di Bali yang terkena penurunan pariwisata terbanyak yakni Karangasem, Klungkung, dan Bangli. Namun, Bali masih bersyukur memiliki Kepulauan Nusa Penida karena selama ancaman erupsi Gunung Agung wisman banyak beralih ke Nusa Penida. Ini didukung oleh penumpang wisman kapal cepat untuk wisman di Pantai Sanur yang melayani penyeberangan Denpasar- Nusa Penida (Lembongan, Ceningan dan Nusa Penida) meningkat tajam. Sejumlah pemandu wisata di Sanur, Sabtu (14/10) kemarin, mengakui Bali daratan kini hanya dijadikan persingghan oleh Wisman, karena di tengah ancaman erupsi Gunung Agung, Wisman memilih berlibur ke Nusa Penida. Alasannya, selain alamnya masih asli, juga jauh dari dampak jika Gunung Agung erupsi. Sementara objek wisata di Klungkung yang lain mengalami penurunan. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Nengah Sukasta, menjelaskan penurunan kunjungan terjadi pada objek wisata Kerta Gosa dan Pura Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Dawan. “Kalau dampak, memang ada. Tapi tidak banyak. Untuk di Nusa Penida masih stabil,” jelasnya. Kondisi demikian, lanjut mantan Kepala Dinas Perhubungan Klungkung ini, juga diduga akibat musim liburan yang sudah mulai berkurang. Namun, pihaknya terus memaksimalkan promosi. Langkah tersebut penting untuk mencapai target kunjungan tahun ini yang mecapai 333.000 orang. “Kalau sekarang capaiannya sekitar 90 persen. Kami optimis bisa tercapai,” katanya. Sementara itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta juga tak menampik adanya dampak atas peningkatan aktivitas gunung terbesar di Bali itu. Namun

Dari Hal. 3

Sejak status awas, objek wisata yang sempat menjadi primadona turis ke Bali itu masih cukup ramai dikunjungi wisatawan. Kawasan Candidasa yang membentang mulai dari Pantai Jasri di Kecamatan Karangasem hingga Padangbai di Kecamatan Manggis, dilengkapi sedikitnya 1.500 kamar, dengan pusat aktivitas wisata di sepanjang Pantai Candidasa. Dalam kondisi normal, tingkat hunian rata-rata 70 persen. Namun, sejak Gunung Agung berstatus awas, terjadi penurunan okupansi menjadi di kisaran 55 persen. “Ada penurunan, sekitar 10 sampai 15 persen. Ada juga yang cancel, tapi secara umum Candidasa masih cukup ramai,’’ terang Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem, I Wayan Tama. Berbeda dengan Candidasa, kawasan wisata Amed, Kecamatan Abang, kini nyaris tanpa aktivitas. Meski tidak termasuk zona awas, objek wisata yang dikenal dengan wisata alam bawah lautnya itu hanya didatangi segelintir turis. Tama mengatakan, saat ini tingkat hunian di Amed hanya di kisaran 10 persen dari total 500 kamar yang ada. Selain itu, menurut anggota DPRD Karangasem ini, dari 50 restoran yang biasanya beroperasi, saat ini hanya 20 restoran yang masih buka. Itu pun dengan omzet yang sangat anjlok. ‘’Informasi dari teman pengusaha di sana sehari-harinya di Amed kini hanya ada 50-an tamu. Jumlahnya terus menurun,’’

dinyatakan itu tak banyak. Program kepariwisataan yang telah digagas masih bisa terealisasi. “Kalau dampak pasti ada. Tetapi tidak banyak. Di pasar juga begitu. Lebih sepi. Tetapi itu tak seluruhnya akibat situasi saat ini. Kami juga tidak larut dengan situasi ini. Tetap mencari terobosan untuk bisa terus menggeliat,” tandasnya.

Masih Aman Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, A.A. Gede Yuniartha Putra mengatakan hanya ada beberapa objek wisata di Bali yang terdampak Gunung Agung bila erupsi. Seperti, Pura Besakih, Tulamben, dan Amed. Sementara objek wisata lain terutama di Bali Selatan, berada di radius yang cukup aman. Termasuk objek wisata lain di Karangasem seperti Candidasa. Kalaupun ada hujan abu, dampaknya bagi penerbangan juga masih melihat arah angin. “Tentu di Karangasem ini, Pura Besakih, Tulamben, Amed, wisatawan sudah sedikit yang datang ke sana. Karena letak gunung memang di situ, kita tidak bisa mengatakan di sana aman. Tapi kita masih banyak punya destinasi di kabupaten lain, bisa kita arahkan ke daerah lain,” ujarnya. Menurut Yuniartha, wisatawan mancanegara harus mendapatkan informasi yang benar dan terkini tentang Gunung Agung. Sebab, kesimpangsiuran informasi yang menyebabkan wisatawan menjadi takut. Asita dan PHRI Bali bahkan sudah melaporkan adanya pembatalan dari sejumlah grup wisatawan yang sedianya datang di bulan Oktober ini. “Selama ini, pemahaman mereka (wisatawan asing, red) dianggap Gunung Agung ada di Denpasar, itu yang bikin orang takut. Padahal kan jauh sekali tempatnya,” terangnya. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, Ni Kadek Darmini, mengatakan, para

pelaku pariwisata harus sigap dalam menanggulangi tiga hal. Yakni, mengurangi wisatawan yang membatalkan kunjungan ke Bali, mengurangi jumlah wisatawan yang pergi dari Bali, dan membuat rasa nyaman dan aman wisatawan yang masih ada di Bali. “Arus komunikasi harus diperoleh dari sumber yang terpercaya dan valid, selanjutnya dapat dikomunikasikan dengan cara-cara yang tidak berkesan heboh. Penting sekiranya menjadi perhatian kita bahwa perekonomian di Bali banyak ditopang oleh sektor pariwisata,” ujarnya. Kepala Bidang Informasi dan Media Bali Tourism Hospitality (BTH) Dewa Gede Ngurah Byomantara sepakat bila yang paling diperlukan saat ini adalah meyakinkan wisatawan bahwa sebagian besar destinasi pariwisata di Bali aman. Dari pemetaan BTH, hanya 2 persen objek wisata yang ada di Karangasem. Artinya, 98 persen objek wisata di Pulau Dewata berada dalam radius aman dari erupsi. Namun, sesuai hasil koordinasi dengan PHRI, ada sekitar 15 hingga 20 persen wisatawan yang membatalkan ataupun menunda kunjungan ke Bali pada Oktober. Menurut Byomantara, tugas BTH utamanya adalah memperbanyak informasi terkait Gunung Agung yang belum erupsi dan Bali masih aman untuk dikunjungi. Termasuk, menginformasikan mana yang boleh dan tidak boleh dikunjungi oleh wisatawan. Walaupun wisatawan sementara ini tidak bisa melakukan pendakian di Gunung Agung, namun masih ada alternatif wisata pendakian yang lain. “Alternatif opsinya banyak, ada Gunung Batur, Batukaru, Gunung Abang itu cukup aman dikunjungi. Bukan berarti erupsi Gunung Agung jadi kehilangan hiking tourism. Ini perlu kita yakinkan ke masyarakat internasional,” jelasnya. (sos/rin)

ungkapnya. Sejak Gunung Agung berstatus awas 22 September lalu, dampak lainnya juga dirasakan pengelola objek wisata rafting di Bali Mitra Wahana (BMW) di Desa Rendang. Owner BMW I Made Agus Kertiana mengungkapkan, kunjungan wisatawan turun sampai 50 persen. Melihat situasi seperti ini, agar tamu tidak merasa waswas, pihaknya berupaya meyakinkan travel agent kalau lokasi rafting ini masih berada di posisi aman karena tidak masuk zona merah. Tempat wisata di zona merah paling terdampak hanya di Tulamben, Kecamatan Kubu. Sudah berminggu-minggu, objek wisata di tempat ini tak ada rutinitas, karena wilayahnya harus dikosongkan. Demikian juga tempat wisata pendakian Gunung Agung dari jalur Pura Pasar Agung maupun jalur Besakih, untuk sementara juga dihentikan. Belasan pramuwisata yang biasa mengantar wisatawan mendaki kini terpaksa menganggur. Tama menambahkan, pengusaha hotel dan restoran di zona aman, tetap melakukan upaya antisipasi. Menindaklanjuti arahan Menteri Pariwisata Arief Yahya, pengusaha hotel dan restoran di Karangasem melakukan upaya-upaya mitigasi. Seluruh anggota PHRI Karangasem juga sudah mendapat arahan langsung dari pihak PVMBG (Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi). Armada evakuasi harus selalu dalam kondisi siap jalan. Sedangkan untuk evakuasi jalur laut, harus berkoordinasi dengan para nelayan pemilik jukung

maupun pengusaha sampan. Sekretaris PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa, Sabtu (14/10) kemarin, menegaskan, wisatawan dan agen perjalanan wisata harus diberikan pemahaman yang benar soal zona awas. Sebab, tidak semua wilayah Karangasem berbahaya untuk dikunjungi. Objek wisata yang masuk zona awas, hanya Pura Agung Besakih, Tulamben, dan wisata alam pendakian ke puncak Gunung Agung. Artinya, kalau mau mengunjungi tempat lainnya seperti objek wisata Amed, Tirtagangga, Taman Soekasada Ujung, Candidasa, Sidemen, hingga Rendang pun sebenarnya masih aman. Apalagi, tempat wisata di luar Karangasem, tentu masih sangat aman dikunjungi wisatawan. Pihaknya kini terus meyakinkan itu. Setiap wisatawan yang datang ke Karangasem, juga diminta memberikan testimoni bahwa pariwisata di luar radius 12 km dari puncak Gunung Agung masih aman. Perlahan agen maupun wisatawan, kata dia, sudah mulai paham, sehingga kunjungan di luar zona awas berangsur normal. “Jadi atau tidak erupsi Gunung Agung, kita harus lakukan langkah-langkah recovery. Pariwisata Bali tak boleh menyerah. Berita hoax tentang pariwisata Bali harus dihadapi, dengan memberikan informasi yang benar. Saat ini, tamu sudah mulai datang dan menginap lagi. Selain Candidasa, juga ada di Sidemen. Pariwisata harus terus hidup di Bali. Kalau tidak, semuanya juga akan terpuruk,” katanya. (gik)

Cukup Ramai

Turun Drastis

Dari Hal. 3

Sejak adanya peningkatan status Gunung Agung itulah, kunjungan wisatawan ke Kintamani menurun drastis hingga 50 persen. Penurunan kunjungan tak hanya dirasakan di restoran yang dikelolanya namun juga restoran dan hotel lainnya yang ada di Kintamani. “Padahal sejauh ini, objek wisatawan Kintamani masih sangat aman untuk dikunjungi,” terangnya. Dengan anjloknya kunjungan wisatawan belakangan ini, dia pun berharap Pemkab Bangli bisa mengeluarkan pernyataan resmi ke wisatawan terkait kondisi Kintamani saat ini. “Kita harapkan Dinas Pariwisata Bangli bisa memberi pernyataan resmi bahwa Kintamani masih sangat aman untuk dikunjungi wisatawan,” harapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, Wayan Adnyana, saat diwawancara terpisah mengakui bahwa peningkatan status Gunung Agung

di Karangasem berdampak pada menurunnya kunjungan wisatawan ke Bangli. Adnyana mengatakan sebelum adanya peningkatan status Gunung Agung, kunjungan wisatawan ke Bangli per harinya mencapai 2.500 orang. Namun sejak terjadinya peningkatan status ke level awas, kunjungan mulai menurun kisaran 20 persen. Menurut Adnyana sejatinya wilayah Bangli cukup jauh dengan Gunung Agung. Kalaupun terjadi erupsi Gunung Agung maka kemungkinan wilayah Bangli tidak terlalu terkena dampak serius dan hanya akan terkena abu vulkanik saja. “Jadi, destinasi kita masih sangat aman untuk dikunjungi,” terangnya. Dinas Pariwisata Bali telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa destinasi di Bali termasuk Bangli aman untuk dikunjungi. “Pernyataan resmi itu sudah dikirimkan ke konsulat-konsulat, Asita, HPI, travel-travel dan seluruh stakeholder pariwisata,” terangnya. (ina)

Kartu Belanja Hemat Dari Hal. 3

Pada acara yang dihadiri Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Kepala Kadis Koperasi dan UKM Bali I Dewa Nyoman Patra itu, Menkop Puspayoga menyerahkan kartu anggota Krama Bali TV berupa kartu ‘’Belanja Hemat’’ dan berlangganan Bali Post, dan Denpost serta dana punia voucher ngaben. Voucher ngaben ini diserahkan guna memotivasi agar krama Bali tidak sampai menjual tanah untuk upacara ngaben keluarga. Di tempat yang sama, Gerakan Koperasi Indonesia diwakili Ketua umum Kospin Jasa, Andy A Djunaid, Ketua Koperasi Warga Semen Gresik, Edy Kartika dan Ketua Koperasi Simpan Pinjam Kodanua, HR Soepriyono, turut meringankan beban pengungsi. Mereka menyerahkan bantuan air minum sebanyak 900 galon yang ditujukan untuk pengungsi pada posko di seluruh Bali dan 200 elpiji 3 kilogram. Bantuan air ini akan diisi oleh oleh tim bhakti Gunung Agung Bali Post. Bendesa Adat Besakih, Jero Mangku Widiarta, mengatakan bantuan ini sangat bermanfaat untuk meringankan beban pemangku, prajuru dan pecalang serta krama Bali di pengungsian. “Kami sangat bersyukur ada perhatian berupa pemberian bantuan ini,”

katanya. Sementara itu, Bendesa Tegak, Komang Merta, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Menkop Puspayoga dan Gerakan Koperasi Indonesia. Sebab sejak mengungsi, warga tersebut kerap kesulitan air bersih. Selain itu, elpiji untuk memasak masih kurang. “Kalau elipji, sekali masak bisa menghabiskan sepuluh tabung. Cukup banyak. Begitu juga air. Dengan bantuan ini, kami sangat diringankan,” ucapnya. Sarana Belajar Sementara itu, A.A. Bintang Puspayoga yang juga Ketua WHDI Bali tampak akrab dengan anak-anak di posko pengungsian. Dia menyerahkan sarana belajar untuk anak-anak berupa 1.000 buku tulis dan 500 kotak pensil. Hal ini diharapkan mampu mendukung proses belajar mengajar siswa. “Ini untuk memberikan motivasi untuk anak-anak. Apalagi mereka sebagai aset bangsa. Belajarnya tak boleh putus meski di pengungsian,” katanya. Buku-buku yang diserahkan kemarin juga berisi edukasi empat pilar kebangsaan, lagulagu nasional dan motivasi untuk bangga menjadi anak Indonesia. “Isinya berkaitan dengan bagaimana menjaga NKRI,” imbuh Bintang Puspayoga. (kmb45)

Bentuk Kepedulian Dari Hal. 3

Salah satu tukang cukur, I Kadek Krisna, menuturkan layanan ini sebagai bentuk kepedulian untuk pengungsi. Mereka harus tetap tampil rapi. Selain itu, juga memberi motivasi untuk generasi muda supaya bisa menggeluti usaha serupa. Hasilnya cukup menjanjikan. “Saya ingin menunjukkan orang Bali bisa jadi barber. Dari sini, kita juga bisa belajar etika. Saat mencukur rambut orang tua, harus memohon izin lebih dulu,” tandasnya. Bakso hasil karya krama Bali juga disiapkan oleh Gerakan Koperasi Indonesia yang dibantu oleh Kospin Jasa Koperasi Warga Semen Gresik dan Koperasi Simpan Pinjam Kodanua. Sejak persiapan penyajian, sejumlah pengungsi tampak tak sabar untuk mencicipi. Begitu seluruhnya siap di atas meja yang berukuran tak terlalu lebar, mereka pun langsung antre menunggu bagian. Tak ada raut kesal lama

menunggu. Yang ada justru rasa kekeluargaan. Saling membantu untuk mengambilkan. Satu mangkuk bakso sudah di tangan. Mereka langsung duduk di alas yang sehari-hari dipakai tempat tidur. Menyantap dengan lahap. Anak-anak disuapi sang ibu. Sangat tampak kesan dimanja. Di sudut bangunan, sekeluarga juga berkumpul. Ikut juga menyantap. Ada yang mengelus keringat. Ada pula yang sembari bercengkrama dengan duduk bersimpuh di lantai. Keinginan untuk menikmati bakso krama Bali ini tak hanya datang dari kalangan anakanak dan dewasa. Lansia juga tak ketinggalan. Mereka meminta tolong untuk mengambilkan, menunggu penuh sabar. Salah satu pengungsi, Ni Ketut Kariana, mengaku sejak di pengungsian, baru pertama kali menikmati bakso. “Rasanya enak. Kalau sebelumnya hanya makan nasi isi sayur. Kadang-kadang juga isi daging,” ucapnya. (sos)

Harga Meningkat Dari Hal. 3

Pertama karena memang kebutuhan pokok yang riil dibutuhkan masyarakat harganya akan meningkat. Seperti sayur-mayur yang juga berasal dari daerah Gunung Agung, produktivitas ternak terganggu tentu membuat harganya akan menjadi lebih mahal. “Karena kita akan mengandalkan sumber-sumber kebutuhan pokok dari daerah lain saja,” jelasnya. Kedua yang memengaruhi inflasi adalah psikologis masyarakat. Dengan pengalaman kejadian tahun 1963, yang berlangsung setahun, tentu membuat pengalaman tersebut memikirkan kebutuhan pokok dan lain sebagainya selama setahun. Yang terjadi, masyarakat akan berpikir untuk melakukan penyetokan kebutuhan pokok dan lain sebagainya. Dengan demikian, permintaan akan meningkat terhadap barang-barang khususnya kebutuhan pokok. “Harga akan meningkat, secara psikologis inflasi juga akan meningkat,” imbuhnya. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Bali juga akan berpengaruh. Informasi yang tersebar di masyarakat baik masyarakat internasional atau masyarakat Bali sendiri harus disikapi dengan benar dan bijak. “Kita nggak boleh menghadapi secara panik,” ujarnya. Kepanikan tersebut menurutnya juga akan membuat kepanikan ekonomi. “Kita harus bisa memberikan kesejukan informasi bahwa risiko-risiko yang mungkin terjadi sudah diantisipasi, mitigasi,” tandasnya. Dengan adanya upaya tersebut, diharapkan jika pertumbuhan ekonomi Bali tidak setinggi yang ditargetkan, namun ia yakin tidak membuat ekonomi Bali anjlok. “Demikian juga inflasi. Kalau kita panik akhirnya borong semua, padahal itu

akhirnya akan menjadi busuk tentu juga akan merugikan masyarakat,” tandasnya. Dengan ketenangan dan informasi yang menyejukkan diharapkan dapat menjaga pertumbuhan ekonomi kita Bali dan inflasi. Tapi menurut perhitungannya, inflasi tidak akan sampai di ambang batas meski ada kenaikan. “Sebetulnya, inflasi sesuai dengan prediksi. Tapi sesuai dengan prediksi tahun 2017 ini 4 plus minus satu. Capaiannya kita bisa bahkan dua, ini mungkin di kisaran 3 dan lain sebagainya. Jadi, masih dalam batas aman demikian juga pertumbuhan kita, antara 6,1 persen -6,5 persen,” ungkapnya seraya mengatakan Bali masih memiliki waktu 3 bulan untuk dapat memacu ke target itu. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah mulai dipikirkan suplai-suplai alternatif juga aktivitas alternatif. “Yang saat ini dirasakan adalah peningkatan harga bahan bangunan, seperti pasir,” ungkapnya. Dia menyarankan proyekproyek pembangunan untuk rescheduling terutama swasta dan yang sudah berjalan. Sedangkan proyek pemerintah sudah pasti akhir tahun harus selesai. “Namun, pihak swasta yang menentukan pertumbuhan ekonomi 70 persenan itu, mungkin kita bisa tunda dulu. Sehingga dengan demikian, permintaan terhadap barang-barang seperti pasir atau hal-hal lain yang berdampak langsung akibat Gunung Agung bisa ditunda dulu sehingga inflasi bisa terkendali,” paparnya. Sementara jasa konstruksi yang akan merugi akibat kondisi ini terutama pada komponen pasir, dinilai kerugiannya tidak sampai 5 persen. Sehingga margin yang didapatkan pengusaha jasa konstruksi tersebut masih bisa meng-cover kerugian yang dialami akibat kenaikan harga pasir. (may)

Arjuna Bombardir Ashwattaman

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Ketigapuluh)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

SERANGAN-SERANGAN Arjuna sangat dahsyat. Kemalangankemalangan kemudian menimpa gajah-gajah sangat besar dari pihak Kuru. Tampak sebagai bukitbukit kecil dan gunung-gunung yang dihancurkan Dewa Indra menggunakan Halilintarnya. Panah-panah Dhananjaya itu memotong menjadi potongan-potongan kecil, juga kereta-kereta lengkap dengan ksatria-ksatria Kuru itu. Kelihatan seperti bangunan uap yang dibubarkan pancaran langit sore hari. Banyak akhirnya kuda-kuda dengan sangat cepat dikendarai ksatria-ksatria Kuru yang berusaha menghindar serangan Arjuna. Putra ketiga Pandu itu terus saja melanjutkan menurunkan hujan-hujan anak-anak panah kepada musuh-musuhnya. Dhananjaya banyak membantai pasukan berkuda yang dihiasi serdadu-serdadu jalan-kaki dari pihak lawannya itu. Sungguh, penampilan Dhananjaya benar-benar menyerupai mMatahari saat terbit di akhir yuga. Serangan-serangan Arjuna itu mampu mengeringkan lautan Samsaptaka walau sebetulnya tidak mudah bagi ksatria-ksatria

kebanyakan. Dengan memakai anak-anak panah tajam yang sinar-sinarnya sangat gemerlapan. Tanpa kehilangan kesempatan putra ketiga Pandu itu sekali lagi menyerang putra Drona. Serangan Khiritin itu menggunakan panah-panah sangat cepat seperti kemegahan matahari. Saat Dewa Indra menyerang sebuah gunung menggunakan senjata utamanya Halilintar. Arjuna menginginkan putra sang guru itu dipenuhi kemarahan. Kemudian Ashwattaman pun mendekati Arjuna. Selanjutnya menyerang bukan saja kuda-kuda tetapi juga sais keretanya memakai panah-panah yang melesat dengan cepat. Arjuna, dengan sangat cepat juga memotong panah-panah yang ditembakkan kepadanya oleh Ashvatthaman. Putra Pandu itu dipenuhi kemarahan besar. Selanjutnya mengulurkan tangannya kepada Ashvatthaman. Tamu yang diinginkan itu memberikan kantong demi kantong panah. Seperti seorang yang murah hati menawarkan segala sesuatu di rumahnya kepada seorang tamu. Setelah meninggalkan para Samsaptaka, selanjutnya putra Pandu

itu menyerbu menuju putra Drona. Seperti seorang penyumbang meninggalkan tamu-tamu yang tidak pantas kemudian meneruskan menuju seseorang yang pantas. Sanjaya berkata, kemudian terjadilah pertempuran seru antara Arjuna dan Ashvatthaman. Pertempuran sangat sengit itu menyerupai planet-planet Shukra dan Brihaspati dalam kemegahannya. Seperti perseteruan sengit antara Shukra melawan Brihaspati di langit memasuki kumpulan yang sama. Masing-masing saling membuat menderita satu dengan lainnya dengan panah-panah berkobar yang merupakan sinarsinarnya. Para pembuat takut di dunia itu berdiri seperti dua buah planet di mana keduanya menyimpang dari orbitnya. Kemudian Arjuna dapat melukai Ashvatthaman sangat parah dengan serangan satu anak panah yang ditujukan ke tengah-tengah alisnya. Dengan panah yang kelihatan gemerlapan seperti matahari putra Drona memberikan balasan-balasan serangan yang tidak kalah sengitnya. Kedua Krishna, baik Nara maupun Narayana juga dibuat sangat men-

derita Ashvatthaman, melalui serangan ratusan batang anak panah surgawinya itu. Kelihatannya seperti dua buah matahari di akhir yuga. Gemerlapan dengan sinar-sinar mereka sendiri. Ketika Vasudeva kelihatannya dibuat terpana, Arjuna kemudian menembakkan sebuah senjata surgawinya. Dari senjata itu keluar aliran deras panah-panah ke segala sisi. Arjuna menyerang putra Drona mamakai panah-panah yang tak terhitung jumlahnya. Masing-masing seperti petir atau api atau aura kematian. Dilengkapi energi kuat, serangan Arjuna pencapai prestasi-

prestasi dahsyat. Ashvatthaman kemudian menyerang keduanya, Keshava maupun Arjuna dengan panah-panah yang ditembakkan secara baik. Serangan yang diilhami kecepatan tinggi itu menekan Arjuna. Setelah menahan panah-panah putra Drona itu, Arjuna selanjutnya meningkatkan serangan sebanyak dua kali jumlah anak-anak panah bersayap-sayap yang ditembakkan putra Drona itu. Bombardir panah itu menyelubungi yang utama para pahlawan Kuru itu berikut kuda-kuda, sais kereta dan juga tiang benderanya. (bersambung)

Sloka 15.16 Dvav imau purusau loke ksaras caksara eva ca ksarah sarvani bhutani kuta-stho ‘ksara ucyate Ada dua golongan makhluk hidup yaitu yang dapat gagal dan yang tidak. Di dunia misterial semua makhluk hidup dapat gagal, dan di dunia rohani setiap makhluk hidup tidak pernah gagal.


balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

Fenomena

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

20

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu Pon, 15 Oktober 2017

BPM/eka

PEDULI - Istri Menteri Koperasi dan UMKM, Ibu Bintang Puspayoga, foto bersama dengan para donatur dan relawan peduli pengungsi tanggap erupsi Gunung Agung di Posko Desa Adat Tegak, Klungkung, Sabtu (14/10) kemarin.

Tur Agen Perjalanan Thai Airways ke Chiang Mai (3 – Habis)

Dari Hulu ke Hilir, Konservasi Gajah di Chiang Mai

CHIANG Mai identik dengan gajah. Di kota bagian utara Thailand ini, gajah memang menjadi binatang yang dirawat dan cukup banyak populasinya. Di Chiang Mai, usaha konservasi tak hanya soal merawat binatang yang beratnya bisa mencapai ribuan kilogram ini. Mereka juga dilatih bermain bola, melukis, hingga kotorannya pun diolah menjadi kertas. Seperti apa upaya konservasinya? Dalam Tur Agen Perjalanan Thai Airways ke Chiang Mai, peserta diajak mengunjungi Maesa Elephant Camp. Begitu memasuki lokasi, sudah banyak wisatawan mengantre. Meskipun pada Minggu (8/10) itu, waktu baru menunjukkan pukul 09.00 pagi. Ternyata, para wisatawan yang kebanyakan asal Tiongkok ini akan menyaksikan atraksi memandikan gajah. Ya... acara memandikan gajah di sungai pun jadi sebuah tontonan yang menarik wisatawan. Sebelum dimandikan, gajah yang jumlahnya mencapai belasan itu dikumpulkan oleh Mahout (istilah untuk pawang gajah) di kandangnya. Wisatawan pun akan diberi kesempatan memberi makan para gajah. Makanannya sudah dijajakan di sepanjang lokasi itu, yakni pisang dan batang tebu. Wisatawan juga bisa foto bersama para gajah. Jangan berteriak jika tiba-tiba ada sebuah topi ditaruh di kepala oleh sang gajah. Para gajah yang sudah terlatih ini juga bisa beraksi seolah melilit dan mencium pipi pengunjung dengan belalai mereka. Puas diberi makan, tepat pukul 9.30 akan dibunyikan kentongan yang menandakan mereka harus mandi. Para gajah yang dikendalikan Mahout dari atas punggung mereka berbaris rapi menuju sungai tempat mandinya. Mulailah acara mandi dilakukan. Para wisatawan pun berebut mengabadikan momen ini. “Saya sudah sering melihat atraksi gajah, tapi atraksi memandikan gajah ini baru kali ini saya lihat,” kata wisatawan asal Surabaya, Hugo L. Tak sampai di situ, atraksi lainnya masih menanti. Setengah jam mandi, para gajah kemudian berbaris menuju sebuah lokasi atraksi lainnya. Wisatawan pun bergegas mengikuti kepergian para gajah. Mereka tiba di sebuah tempat pertunjukan yang di pinggirnya terdapat tribun yang bisa digunakan wisatawan menyaksikan para gajah beraksi. Sebanyak 17 gajah kemudian datang berparade dengan belalai terkait di ekor gajah yang di depannya. Sementara dua gajah yang ada di urutan paling depan membawa sebuah papan yang mengumumkan pertunjukan akan dimulai. Setelah itu, mereka bermain sepak bola. Begitu permainan sepak bola dilakukan, banyak penonton yang berdecak kagum karena kemampuan para gajah yang tak kalah dengan pemain sepak bola asli. Tepuk tangan dan seruan pun terdengar sepanjang permainan itu layaknya menonton pertandingan sepak bola antarklub terkenal. Usai bermain sepak bola, penonton disuguhi kepiawaian sejumlah gajah melukis. Untuk lukisan ini, menurut Manajer Perawatan Bayi Gajah di Maesa Elephant

BPM/eka

BINCANG-BINCANG - Menteri Koperasi dan UMKM AAN Puspayoga berbincang-bincang dengan pengungsi tanggap erupsi Gunung Agung di Posko Desa Adat Tegak, Klungkung, Sabtu (14/10) kemarin.

Camp, Pong Sit, gajah harus dilatih sejak usia dini. Kemampuan menggambarnya tergantung dari bakat yang dimiliki gajah. “Kemampuan mereka tidak sama. Ada yang 3-6 bulan sudah bisa melukis, tapi ada beberapa yang perlu waktu lebih lama. Satu hal yang harus diingat, gajah tidak bisa mencampur warna. Jadi, para Mahout yang mencampur warnanya dan memberikannya pada gajah,” terangnya menggunakan bahasa Inggris. Di Maesa Elephant Camp, sebut Pong, gajah dipelihara sejak baru lahir. Tak hanya menyajikan atraksi, kawasan itu juga mendirikan perawatan bayi gajah sampai museum lukisan gajah. Di museum itu, bisa dilihat ragam lukisan yang dihasilkan gajah-gajah di kawasan itu, kebanyakan merupakan lukisan abstrak. Saat berkunjung ke sana, kebetulan ada tiga bayi gajah yang belum dipisah dari induknya. Dua betina dan satu jantan. “Gajah umumnya bersama dengan induknya selama 2-3 tahun. Di Maesa Camp, kami juga memiliki sekolah untuk gajah sehingga mereka menjadi jinak dan terlatih,” sebutnya. Bahkan, bagi wisatawan yang ingin menjadi Mahout pun, di lokasi itu terdapat pelatihannya. Para Mahout akan diajarkan cara mengatasi para gajah dan melatihnya sehingga bisa hidup berdampingan dengan manusia. Olah Kotoran Gajah Tak hanya konservasi, kotoran gajah pun dijadikan kertas ramah lingkungan yang diolah lagi menjadi produk yang bernilai jual. Berlokasi tak jauh dari Maesa Elephant Camp, terdapat sebuah industri pengolahan kertas dari kotoran gajah ini. Namanya Elephant PooPoo Paper Park. Menurut Cee, salah satu staf edukasi di taman tersebut, terdapat hampir seribu gajah di Chiang Mai. Satu gajah bisa buang kotoran sebanyak 20 kali dalam sehari. “Jadi, bayangkan berapa banyak kotoran yang dihasilkan gajah-gajah di Chiang Mai ini jika didiamkan begitu saja,” ujarnya. Berangkat dari pemikiran itulah, pengolahan kotoran gajah menjadi kertas ini mulai dikembangkan. Taman yang mengolah kotoran gajah ini, lanjut Cee, tidak memiliki gajah. “Kotoran kami beli dari para Mahout maupun taman konservasi yang ada di Chiang Mai. Jadi, mereka bisa memperoleh penghasilan untuk memberi makan gajah,” paparnya. Sebelum diolah menjadi kertas, terlebih dulu kotoran gajah dijemur hingga kering. Kemudian dicairkan dengan cara merebusnya 2-3 jam. Dilakukan perebusan hingga beberapa kali kemudian dihilangkan airnya hingga membentuk bola-bola yang bisa diberi warna agar lebih menarik. Untuk mewarnai, digunakan pewarna natural dari alam sehingga kertas yang dihasilkan ramah lingkungan dan bisa didaur ulang kembali. Setelah menjadi kertas, akan diolah lagi menjadi suvenir, seperti buku, kipas, amplop, dan kertas surat. Sementara limbah dari kotoran yang sudah diolah tersebut dijadikan pupuk dan dialirkan untuk mengairi tanaman pisang yang ada di sekitar taman itu. “Pisang ini nantinya kami berikan ke para pemelihara gajah sehingga mereka memiliki makanan untuk gajah,” cetusnya. (iah)

BPM/iah

MANDI - Wisatawan berebut menyaksikan acara memandikan gajah di Maesa Elephant Camp, Chiang Mai.

BPM/eka

GAS - Penyerahan gas pada pengungsi tanggap erupsi Gunung Agung di Posko Desa Adat Tegak oleh Gerakan Koperasi Indonesia yang diwakili Ketua Umum Kospin Jasa, Ketua Koperasi Warga Semen Gresik, dan Ketua Koperasi Simpan Pinjam Kodanua, turut meringankan beban pengungsi, Klungkung, Sabtu (14/10) kemarin.

BPM/eka

BAKSO - Para pengungsi Gunung Agung menikmati bakso krama Bali di Posko Desa Adat Tegak, Klungkung, Sabtu (14/10) kemarin. Sekitar 614 pengungsi tanggap erupsi Gunung Agung ditampung di desa ini.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 15 Oktober 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu