Skip to main content

Edisi 14 Agustus 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 347 TAHUN KE 68

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (144 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

minggu umanis, 14 agustus 2016

@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

Semeton Bali di Jepang Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Denpasar (Bali Post) Masyarakat Bali yang berada di luar negeri kembali menyuarakan penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Kali ini dilakukan oleh masyarakat yang tergabung dalam Semeton Bali MSC Lirica di Jepang. Mereka melakukan perjalanan di negeri Sakura itu mengenakan kaus Bali Tolak Reklamasi, sembari membawa bendera Merah Putih dan juga

spanduk bertuliskan “Tolak Reklamasi”. “Kami menempuh perjalanan menuju Monumen Perdamaian di Nagasaki, tempat bom Nagasaki meledak. Jaraknya sekitar 7 km atau 45 menit dengan menaiki kereta dari port,” ujar Sang PutuAdnyana, mewakili Semeton Bali MSC Lirica via whatsapp, Sabtu (13/8) kemarin. Hal. 19 Solidaritas

BPM/ist

JEPANG- Semeton Bali di Jepang suarakan penolakan reklamasi Teluk Benoa.

Diisukan Berkewarganegaraan Ganda

Menteri ESDM Didesak Diberhentikan

Jakarta (Bali Post) Menteri ESDM, Archandra Tahar, diisukan berkewarganegaraan ganda. Dia memiliki paspor Amerika Serikat sejak 2012 dan RI. Padahal, menurut undangundang, WNI dilarang memiliki kewarganegaraan ganda. Terlebih, syarat menjadi menteri haruslah berstatus WNI.

BPM/rtr

MENANG- Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari saat memenangkan pertandingan bulu tangkis ganda putri.

Greysia-Nitya ke Perempatfinal Rio de Janeiro – Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari menjuarai Grup C ajang Olimpiade 2016. Mereka mengalahkan Vivian Hoo Kah Mun/Woon Khe Wei dengan skor 21-19 dan 21-19. Di Riocentro-Pavilion 4, Sabtu (13/8) kemarin, Greysia/Nitya melakoni laga perebutan juara grup saat menghadapi Vivian/Woon. Kedua pasangan sudah lolos ke babak perempatfinal. Greysia/Nitya sempat tertinggal di awal-awal game pertama. Mereka akhirnya bisa menyamakan poin saat skor 8-8. Hal. 19 Rally Panjang

Mengembalikan Kejayaan Pertanian Bali MASA kejayaan pertanian Bali makin menjauh. Pertanian yang menjaga roh budaya Bali juga makin kritis generasi. Bali juga dibayangi krisis lahan pertanian. Ancaman multikrisis di sektor pertanian ini mestinya segera diantisipasi. Kepedulian dan strategi mengembalikan kejayaan pertanian Bali harus menjadi tanggung jawab bersama. Atas dasar itu pula, Kelompok Media Bali Post menggelar Sarasehan ‘’Strategi Mengembalikan Kejayaan Pertanian Bali’’. Acara ini akan digelar Senin, 15 Agustus 2016 di Gedung Pers Bali Ketut Nadha. Sarasehan ini bisa diikuti semua kalangan dengan terlebih dulu menghubungi Sekretariat Bali Post di nomor telepon (0361) 225764 , 233801 dan 0816581142. Acara ini akan disiarkan langsung Bali TV.

Archandra Tahar

Menurut ahli hukum tata negara Refly Harun, harus diklarifikasi dulu apakah isu ini benar atau tidak. Jika terbukti Archandra berkewarganegaraan ganda, maka isu ini harus ditindaklanjuti dan diberhentikan dari jabatannya sebagai menteri. “Kalau UU Kewarganegaraan kita kan tidak membolehkan kewarganegaraan rangkap. Kalau beliau memiliki kewarganegaraan rangkap, berarti melanggar UU. Harus diklarifikasi dulu isunya kan ada dua, benar atau tidak,” kata Refly Sabtu (13/8) kemarin. Refly menjelaskan, Amerika Serikat termasuk negara yang tidak terlalu peduli dengan warganya yang berkewarganegaraan ganda. Asalkan orang tersebut lahir di Amerika, maka otomatis berkewarganegaraan Amerika Serikat. ‘’Beda AS, beda juga Indonesia,’’ ujarnya. Hal. 19 Tak Ada Toleransi

’’Full Day School’’

Jangan Dipaksakan

Dikritik, akan Dibatalkan

Imigrasi Cek Dulu

Jakarta (Bali Post) Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM Ronny F. Sompie mengatakan akan mengecek soal isu kepemilikan paspor ganda Menteri ESDM Archandra Tahar. ’’Kami lagi ngecek,” kata Ronny Sabtu (13/8) kemarin. Ronny menjelaskan, soal kepemilikan paspor ganda itu akan dapat diketahui dari data perjalanan, paspor apa yang digunakan saat ke luar negeri maupun ke Indonesia. Hal. 19 Paspor Ganda

Segala gagasan harus didasarkan pada kondisi riil di lapangan. Ide Mendikbud Muhadjir Effendy untuk menerapkan full day school tak berusia tujuh hari sudah menuai banyak kritikkan. Bali yang kondisi pendidikannya jauh lebih baik dari daerah lainnya juga menyuarakan penolakan. KETUA Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) Bali, Dr. I Wayan Rika, M.Pd., mengungkapkan ide full day school hanya cocok untuk pendidikan warga perkotaan. Itu pun bagi sekolah negeri yang tak melakukan double shift. ‘’Bayangkan kalau double shift, anak-anak bisa masuk sampai malam dan subuh,’’ ujarnya Sabtu 13/8)kemarin. Dia setuju program ini jangan dipaksakan. Kembalikan saja program itu sesuai dengan konsep Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah (MPBS). Jika sudah menganut MPBS semua program disesuikan dengan sikon sekolah. Tidak akan ada pemaksaan. Wayan Rika yang juga Kepala SMAN 4 Denpasar ini mengakui di sekolahnya dan sejumlah sekolah negeri dan swasta di Denpasar sudah menjalakan full day school. Hanya, mereka belajar sampai Sabtu, dan Minggu siswa tak boleh diganggu dengan aktivitas belajar. Senin Sabtu, siswa belajar hingga pukul 17.00 wita, khusus untuk sore hari agar tak jenuh diberikan kegiatan ekstra. ‘’Biarkan saja berjalan seperti itu, jangan dipaksa lagi dengan full day school,’’ ujarnya. Hal. 19 Beban Tambahan

Di SMAN 1 Tabanan

Siswa di Sekolah Hingga Malam

BELUM sebulan menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy sudah melontarkan ide kontroversial. Dia melontarkan segera menerapkan full day school yakni belajar seharian di sekolah. Ide itu banyak dikritik warga hingga pejabat. Belum lama ini, dia mengatakan kementeriannya akan membatalkan rencana perpanjangan jam sekolah dasar dan menengah jika masyarakat keberatan. Perpanjangan jam sekolah yang ramai disebut sebagai full day school itu bertujuan memperpendek waktu di luar sekolah. Dengan waktu panjang di sekolah, siswa mendapat tambahan jam untuk belajar pendidikan karakter budi pekerti dari para guru. Hal. 19 Pendekatan Lain

TANPA ada program full day school, siswa SMAN 1 Tabanan lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah. Bahkan, ada yang sampai malam. Berbagai macam kegiatan dilakukan di sekolah baik itu ekstrakurikuler maupun persiapan lomba serta sekadar belajar atau mencari Wifi untuk internet. SMAN 1 Tabanan selalu menugaskan guru, pegawai maupun satpam untuk memantau aktivitas murid di sekolah di luar proses belajar mengajar. Hal. 19 Pengaturan Ulang

Tak Bisa Jadi ’’Role Model’’, Jangan Bikin Anak Stres Kekhawatiran adanya pergantian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akan dibarengi dengan pergantian kebijakan ternyata benar. Ini terbukti dari munculnya wacana sekolah sehari penuh atau full day school yang digagas Muhadjir Effendy.

MENDIKBUD pengganti Anies Baswedan ini merencanakan program belajar tambahan untuk jenjang SD dan SMP yang sifatnya kokurikuler. “Belum selesai evaluasi pelaksanaan kurikulum 2013, sudah buat kebijakan baru. Full day school tidak bisa dijadikan role model karena kondisi geografis dan sosial dari setiap daerah berbeda,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta, yang dikonfirmasi Sabtu (13/8) kemarin. Menurut Parta, full day school lebih cocok untuk karakteristik masyarakat kota yang sibuk dan individual. Namun tidak bisa digeneralisasi sampai ke daerah-daerah pelosok di Indonesia. Di samping itu, muncul sederet pertanyaan lain bila memang benar full day school akan dilaksanakan. “Pertanyaannya, apakah tenaga guru memadai? Apakah sarana dan infrastruktur sekolah sudah tersedia? Seperti tempat olahraga, kantin, tempat tidur siang atau istirahat. Terus bagaimana dengan gurunya, apakah akan kerja

lembur? Gajinya dari mana, dari DAU (Dana Alokasi Umum, red) apa dari APBD, terus kalau ada guru perempuan punya anak kecil apa dibawa ke sekolah,” paparnya. Anggota Komisi IV DPRD Bali, Gede Suamba, mengatakan, alasan sekolah sehari penuh agar anak tidak terjerumus dalam kegiatan negatif di luar sekolah kurang masuk akal. Apalagi untuk anak SD yang mayoritas masih senang bermainmain. Mereka seharusnya diringankan beban pikirannya dari waktu sekolah yang terlalu lama. “Supaya jangan nanti anak nu cenik, nu SD ube stress (masih kecil, masih SD, sudah stress, red). Makanya ini perlu kajian dulu biar matang karena kalau itu terlalu dipaksakan, nanti banyak protes dari orangtua karena kondisi daerah tidak sama,” ujar anggota komisi yang membidangi masalah pendidikan ini. Hal. 19 Hargai Keberagaman

Nyoman Parta

Gede Suamba

TIA Kusumawardhani


DAERAH

2

Minggu Umanis, 14 Agustus 2016

Program KB Tidak Mengganggu Struktur Budaya Bali

FIGUR

MAP Bantu Alumni

PRODI Magister Administrasi Publik (MAP) Unwar kini memiliki pemimpin baru. Kaprodi MAP Unwar dipercayakan kepada Dr. A.A. Gede Raka, M.Si. Seniman yang juga ilmuwan ini membawa angin baru di MP Unwar. Untuk kejayaan dan membumikan keberadaan MAP Unwar, Gung Raka memberi keringanan biaya bagi para alumni. Bahkan, mahasiswa yang datang dari putraputri Korpri dibebaskan dari sumbangan pembangunan. Bagi dia, mahasiswa MAP bukan hanya milik PNS, birokrat, anggota dewan, melainkan semuai sarjana bidang ilmu yang berhubungan dengan pengambil kebijakan dan administrasi publik. Bahkan, Gung Raka siap memberi pelayanan 12 jam baik di kampus dan di rumah. Untuk itu, dia ingin memberi pelayanan akademik sebaikbaiknya agar mahasiswa bisa menamatkan studi tepat waktu yakni 18 bulan. Untuk itu, dia mengajak alumni FISIP Unwar dan fakultas lainnya bergabung di MAP memanfaatkan berbagai kemudahan tersebut. (sue)

Made Sukreni Plt. Sekretaris BPM-PD

Singaraja (Bali Post) – Pascapenetapan tiga pejabat asal lelang jabatan belum lama ini, tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Buleleng diberikan kewenangan untuk menunjuk pejabat pelaksana tugas (plt. -red). Tiga SKPD itu masing-masing Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD), dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buleleng. Kewenangan ini karena plt. yang akan ditunjuk itu merupakan pejabat dengan golongan eselon tiga (III). Dari tiga SKPD itu, BPM-PD telah menunjuk pejabat plt. Dari proses yang penunjukan plt. itu, dua pejabat di lembaga ini diusulkan menjadi calon Plt. Sekretaris BPM-PD. Dua pejabat yang sedang diproses untuk ditunjuk menjadi plt. sekretaris itu masing-masing Putu Meles dan Made Sukreni. Dari dua calon yang diajukan ke Bupati, Made Sukreni ditunjuk menjadi Plt. Sekretaris BPM-PD. Kepala BPM-PD Kabupaten Buleleng Gede Sandhiyasa Sabtu (13/8) kemarin, mengatakan, status kepangkatan Sukreni saat ini pembina dengan golongan IV A. Meski pangkat di bawah pesaingnya Putu Meles, namun dia sendiri merupakan pejabat lama dan sudah memiliki pengalaman bertugas di BPM-PD. Atas pertimbangan itu, Sukreni ditunjuk sebagai Plt. Sekretaris BPM-PD. “Sudah kami tetapkan sesuai kewenangan yang diberikan dan mulai 10 Agustus 2016 lalu yang bersangkutan sudah bertugas,” katanya. Menurut Sandhiyasa, jabatan sekretaris di lembaganya sangat penting untuk mendukung kinerja operasional lembaganya. Untuk itu, setelah pejabat lama dimutasi, dia tidak ingin kalau jabatan penting itu terlalu lama lowong. (kmb38)

BPM/kmb38

JALAN SANTAI - Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana (PAS), melepas peserta jalan santai HUT Kemerdekaan RI, Sabtu (13/8) kemarin di Taman Kota Singaraja.

Warga Singaraja Ikuti Jalan Santai HUT Kemerdekaan

Singaraja (Bali Post) – Warga Kota Singaraja bersama pejabat TNI/Polri dan PNS mengikuti jalan santai untuk menyambut HUT ke-71 Kemerdekaan RI, Sabtu (13/8) kemarin. Jalan santai ini merupakan kegiatan rutin setiap menyambut HUT Kemerdekaan sebagai momentum menanamkan sikap nasionalisme dan berpartisipasi dalam pembangunan. Untuk memberikan apresiasi kepada peserta, panitia menyediakan hadiah menarik mulai dari HP Smartphone, sepeda gunung, dan dua unit sepeda motor. Jalan Santai kemarin dilepas oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) bersama Ketua DPD Buleleng Gede Supriatna, dan undangan lain. Peserta mengikuti rute start Taman Kota Singaraja melewati Jalan Ngurah Rai, Pramuka, Ahmad Ayani, Dewi Sartika, Udayana dan kembali finis di Taman Kota. Bupati mengatakan, perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun ini dijadikan momentum untuk mengajak segenap pegawai dan masyarakat umum untuk melakukan kerja keras dan kerja nyata dalam melakukan pembangunan di daerah. Yang tidak ketinggalan, Bupati mengajak semua komponen di daerah senantiasa mengaplikasikan sikap patriotisme dan menunjukkan sikap nasionalisme sebaga warga negara. (kmb38)

LUDES - Kebakaran di SMAN 1 Penebel, sejumlah bangunan ludes terbakar.

BPM/kmb28

Arus Pendek Mesin Fotokopi

SMAN 1 Penebel Terbakar

Tabanan (Bali Post) Salah satu sekolah unggulan di kecamatan Penebel yakni SMAN 1 Penebel, Sabtu (13/8) siang kemarin, dilalap api. Sejumlah bangunan seperti ruang Tata Usaha, ruang Kepala Sekolah, Wakasek dan penyimpanan arsip siswa ludes terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, sementara kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Danramil 1619-08/Penebel, Kapten Inf. Eko Budi Bakti mengatakan, mendapat informasi SMAN 1 terbakar, sejumlah anggotanya ikut membantu pihak sekolah dan kepolisian dari Polsek Penebel memadamkan api secara manual sembari menunggu pemadam kebakaran Pemkab Tabanan datang. Dari informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi pukul 12.45 wita. Saat itu pegawai staf TU, Gede Purnawan (35) hendak mabanten ke sekolah. Baru sampai di sekolah, saksi melihat kepulan asap dari ruangan mesin cetak soal. Hal serupa juga disampaikan Sumantri, pegawai yang masih di ruangan. Api pun kian membesar

dan menghanguskan sejumlah sarana prasarana sekolah seperti 4 unit perangkat komputer, 4 unit printer, 1 buah handycam, megaphone, sound system, mesin fotokopi dan masih banyak lainnya. Total kerugian mencapai kurang lebih Rp 157 juta dan bangunan diperkirakan Rp 400 juta, dengan kerugian seluruhnya diperkirakan Rp 557 juta. Api baru berhasil dipadamkan oleh masyarakat, anggota Polsek Penebel, anggota Koramil Penebel, staf guru dan murid dibantu 3 unit Damkar Kabupaten Tabanan. Kepala UPT Damkar Tabanan, Suardi mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi adanya

kebakaran sekitar pukul 13.40 wita, dan sepuluh menit kemudian tiga unit damkar meluncur ke lokasi untuk memadamkan api. Sayangnya, kebakaran terjadi di ruangan yang penuh dengan barang-barang yang mudah terbakar, sehingga api membesar dengan cepat. “Sampai di lokasi, tak satu pun barang di bawah bisa diselamatkan, seluruhnya sudah hangus, dan api membesar di bagian atas bangunan,” jelasnya. Dikatakannya, sejumlah murid yang tengah melakukan kegiatan di lapangan sekolah setempat awalnya curiga melihat api besar di atas ruangan kepala sekolah. “Beruntung ada aliran sungai di dekat sekolah untuk memback-up air, jadi api bisa dengan mudah dipadamkan. Informasi dari pihak kepolisian, penyebab kebakaran diperkirakan karena arus pendek dari mesin fotokopi dan kejadian ini langsung ditangani petugas Polsek Penebel dan Inafis Polres Tabanan. (kmb28)

Wali Kota Denpasar di IKIP PGRI Bali

Ingin Masukkan Bahasa Bali ke Dalam Kurikulum

SETIAP tahun, IKIP PGRI Bali memberi pembekalan kewirausahaan kepada lulusannya dengan mendatangkan pelaku dan tokoh sukses kewirausahaan. Sabtu (13/8) kemarin, IKIP PGRI Bali mendatangkan Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si. Wali Kota adalah peserta Diklat pemerintahan terbaik di Universitas Oxford, California - AS. Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., mengungkapkan kedatangan Wali Kota Denpasar memberi implikasi positif bagi iklim akademis di kampus. Model kewirausahaan ini dikembangkan di IKIP PGRI Bali untuk memberi penguatan pendidikan karakter lulusan IKIP PGRI Bali. Dengan demikian, lulusannya tak hanya siap menjadi guru melainkan juga menjadi pengusaha baik dan tata rias, tata boga maupun bidang lainnya. Ini juga bagian pemenuhan adanya sertifikat pendamping selain ijazah sesuai syarat KKNI. Kata dia, diversifikasi usaha ini penting dilakukan untuk menyiapkan keran kerja lebih dari satu bagi lulusan IKIP PGRI Bali. Bahkan, IKIP PGRI Bali memiliki ikatan emosional dengan ayahanda Wali Kota Prof. I.B. Mantra ketika meresmikan IKIP PGRI Bali serta memberikan kuliah perdana. Saat itu, Made Suarta menjadi mahasiswa pertama IKIP PGRI Bali di zaman Rektor Gusti Agung Gde Oka dan Ketua Yayasan Drs. Redha Gunawan. Salah satu amanah Prof. I.B. Mantra yakni untuk mempertahankan Prodi Bahasa Daerah Bali. Makanya dalam kondisi apa pun prodi ini tetap dibuka. ‘’Prodi ini pernah kosong mahasiswa tapi tetap dibuka,’’ ujarnya. Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd., didampingi Sekretaris Ngurah Oka membenarkan lulusan IKIP PGRI Bali tak hanya menjadi guru, ada yang menjadi bupati, wakil bupati,

CENDERAMATA - Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menerima cenderamata dari Rektor Made Suarta, IGB Arthangara, Ngurah Oka dan pengurus yayasan saat di IKIP PGRI Bali. hingga pengusaha sukses. Kunci suksesnya harus berani memulai. Makanya amanah Prof. Mantra diterjemahkan IKIP PGRI Bali dengan memberikan beasiswa hingga tamat bagi mahasiswa Prodi Bahasa Daerah Bali. Ekonomi Kreatif Pada acara itu, Rai Mantra tampil atraktif dengan memaparkan materi secara interakrif. Dia juga memuji perjuangan keras rektor beserta yayasan untuk terus membuat IKIP PGRI Bali makin maju. Bahkan, dia iri dengan Yogyakarta yang sukses memasukkan bahasa daerah di kurikulum. Wali Kota ingin memasukkan bahasa Bali ke dalam kurikulum, bahkan dia sampai memperjuangkan hingga ke Menpan. Kuncinya, permintaan datang dari sekolah, pemkot mengusulkan. Sebab, pengangkatan guru tergantung pusat. Untuk itu diperlukan perjuangan bersama jangan lagi guru bahasa Bali diajarkan guru lain. Ini terkait juga Denpasar sebagai kota pusaka dunia, yang harus diisi dengan pembelajaran dan budaya sejak dini. ’’Kita gampang omongkan budaya namun tak bisa membuat kebijakan

terbaik. Di sinilah diperlukan leadership, entrepreneurship, kewenangan,’’ ujarnya. Berkat kepemimpinan juga di musim kering mahasiswa, IKIP PGRI Bali tetap ajeg, ini berkat sporting dan capacity. Untuk itu, Wali Kota minta lulusan IKIP PGRI Bali jangan jadi pengangguran. Kita harus berkreasi dan mencari tantangan. Misalnya ingin membuka bimbingan belajar harus diawali dengan survei model dan bentuk bimbel yang tepat. Ketika Prodi Bahasa Bali kekeringan mahasiswa, jangan ditutup melainkan tertantang berkreasi untuk mengembangkan lebih luas lagi. Yang perlu disadari kita tak bisa menghindari kegagalan. Makanya kompetensi diri harus dikembangkan, soal sukses adalah masalah belakangan. Setelah era digital, kini memasuki era ekonomi kreatif. Penghasilnnya lebih besar (32 persen) dibadingkan industri lain. Lagi pula ekonomi kreatif terkait dengan bakat dan minat kita (talent) atau taksu kita. Aktivitas kreatif ini perlu dikembangkan karena membuka lapangan kerja, sumber daya terbarukan, dll. Apalagi Indonesia adalah market terbesar di MEA. (ad1065)

Denpasar (Bali Post) Program KB dengan wacana dua anak cukup, bagi sebagian kalangan masyarakat Bali tidak sesuai dengan budaya Bali. Dilihat dari sisi kesehatan fisik dan psikis, dua anak lebih baik. Dari sisi kesehatan fisik, dr. Made Bagus Dwi Aryana, Sp.OG. (K), dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSUP Sanglah mengatakan, dengan dua anak risiko perdarahan pada ibu akan berkurang. Dengan banyak anak, juga memengaruhi kelenturan rahim. Melahirkan lebih dari dua anak dapat membuat rahim tidak berkontraksi sehingga terjadi risiko perdarahan. Dari sisi psikis, dengan dua anak, ibu dapat mengurus dirinya mengingat mengurus anak membutuhkan waktu ekstra. Sementara dari sisi budaya Bali, program KB juga harus melihat karakteristik budaya Bali. “Kita tidak bisa melepaskan diri dari bangunan, struktur kebudayan Bali,” kata Dr. I Nyoman Yoga Segara, M.Hum., peneliti dan antropolog. Orang Bali yang memiliki budaya empat anak sebetulnya cara bagi orang Bali untuk memaknai siklus di dalam kehidupan, dan siklus tersebut tidak terputus. Masing-masing siklus itu memengaruhi cara masyarakat Bali agar bisa survive sehingga, agar dapat mempertahankan siklus itu dalam lingkungan keluarga terkecil, masyarakat

Bali mengkonstruksi struktur anak. Kelahiran anak mulai dari Wayan, Made, Nyoman, Ketut dan masing-masing sebutan nama tersebut mempunyai filosofi. Masyarkat Bali juga mencoba mengaitkan agar terlegitimasi moral, seolah-olah empat anak itu sesuatu yang harus dipertahankan. “Lalu mereka kaitkan juga seorang anak lahir ke dunia membawa 4 saudara, para leluhur mempercayai kanda 4,” terangnya. Maka agar terlegitimasi secara moral sehingga merasa hal itu perlu dipertahankan. Masyarakat Bali juga harus tetap berkontribusi dan berpartisipasi dengan negara karena kalau tidak, orang Bali akan dianggap terlalu eksklusif dan dianggap melawan kebijakan negara. Masyarakat Bali memiliki karakter, mekanisme adat selalu bisa menyelamatkan kesulitan-kesulitan seperti itu. “Saya melihat persoalan KB tidak mengganggu struktur kebudayaan Bali karena struktur kebudayaan itu akan hidup tanpa harus memenuhi struktur Wayan, Made, Nyoman, Ketut,” tegasnya. Selain itu, belakangan masyarakat Bali juga tidak lagi memakai nama Wayan, Made, Nyoman, Ketut pada bagian depan namanya. Hal itu membuktikan masyarakat Bali sudah semakin menerima kondisi perubahan. Mereka tidak harus memiliki anak empat. (kmb42)

Puluhan Penyandang Cacat Diberikan Keterampilan Semarapura (Bali Post) Para penyandang cacat atau disabilitas di wilayah Klungkung mulai mendapat perhatian pemkab. Melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Klungkung, pemerintah memberikan pembekalan tenaga kerja khusus kepada penyandang disabilitas maupun warga lanjut usia yang masih memiliki kemampuan untuk hidup mandiri. Pembekalan yang diberikan berupa keterampilan membuat anyaman bambu dan dasar membuat pakaian. Pembekalan tenaga kerja khusus kepada penyandang disabilitas dan warga lanjut usia ini dipusatkan Graha Purwaka Pangi, Desa Pikat, Dawan, Klungkung. Pembekalan ini mulai dilaksankan tanggal 11 sampai 14 Agustus dengan peserta 20 orang. Para peserta sendiri terlihat begitu trampil mengikuti arahan yang diberikan para pembina. Kebetulan untuk keterampilan membuat anyaman dari bambu berupa kukusan diberikan arahan oleh Nyoman Sudiasa. Sedangkan cara dasar membuat pakaian dilatih oleh Ni Made Sucitawati. Salah seorang peserta yakni Ketut Raka mengaku senang dengan adanya keterampilan tersebut. Apalagi keterampilan yang diberikan tersebut dinilai menambah wawasan. Termasuk bisa menambah

penghasilan. “Iya daripada mengurung diri, kita bisa bekerja sambilan di rumah jika mendapat keterampilan seperti ini,” ujar Raka dengan suara datar. Untuk diketahui Ketut Raka merupakan penyandang disabilitas asal Nusa Penida. Selama ini dia menjalani kehidupan sehari-hari tanpa memiliki kedua kaki. Tapi dengan keterbatasannya itu dia tetap semangat berjualan di sebuah warung yang ada di rumahnya. Bahkan dengan kemampuan menjahit dan membuat canang sendiri, Ketut Raka bakal ditunjuk menjadi motivator bagi para penyandang disabilitas lainnya yang diharapkan dapat memotivasi mereka agar jangan menyerah pada kekurangan yang mereka miliki. Sementara itu, pembekalan bagi penyandang disabilitas ini juga mendapat perhatian Bupati Nyoman Suwirta. Sabtu (13/8) kemarin, orang nomor satu di Klungkung ini sempat meninjau para peserta yang mendapat keterampilan membuat anyaman dan menjahit baju di Graha Purwaka Pangi. Bahkan dalam ksempatan tersebut, bupati Suwirta menyarankan agar ketrampilan anyaman yang dibuat peserta bisa dibuat lebih besar seperti tong sampah yang nantinya dapat dijual di pasaran. (kmb)

BPM/kmb

KETERAMPILAN - Sejumlah penyandang disabilitas di Klungkung diberikan keterampilan membuat anyaman dan menjarit, Sabtu (13/8) kemarin.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


SEREMONIAL

Minggu Umanis, 14 Agustus 2016

3

Peringatan Harlah Ke-87 Shri Wedastera Suyasa (14-08-1929) Pemkab Jembrana ’’Ngaturang Bakti Pujawali” di Pura Manik Mas, Besakih Tercatat sebagai Tokoh Politik Sukarnois Paling Ternama di Bali PEMERINTAH Kabupaten Jembrana, Sabtu (13/8) melakukan kegiatan ngaturang bakti pujawali piodalan di Pura Manik Mas, Besakih, Karangasem. Piodalan ini jatuh setiap enam bulan sekali, bertepatan dengan Saniscara kliwon wuku wariga. Turut hadir melakukan persembahyangan Bupati Jembrana I Putu Artha beserta Ny. Ari Sugianti Artha, sekda Jembrana I Gede Gunadnya serta jajaran pimpinan SKPD dilingkup pemkab Jembrana bersama staf. I Gusti Mangku Jana, pamangku Pura Manik Mas Besakih yang juga pemangku di pura Agung Besakih mengungkapkan Pura Manik Mas merupakan salah satu pura amongan Pemkab Jembrana, selain pura persimpangan yang keseluruhan tempatnya di areal Pura Besakih. Hal ini didasarkan pada dresta purana “Asta Negara”, di mana masing-masing pemerintah kabupaten di Bali memiliki tanggung jawab dalam hal pemeliharaan serta berlangsungnya upacara di masing-masing pura amongan. Pura yang berada di sebelah selatan atau di bawah Pura Penataran Agung Besakih, serta bersebelahan dengan SDN 6 Besakih ini merupakan bagian tak terpisahkan dari keberadaan pura-pura di Besakih lainnya. Pura ini memiliki keunikan fungsi memuja

NGATURANG BAKTI - Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Ny. Ari Sugianti Artha, Sekda dan jajaran Pemkab Jembrana ngaturang bakti pujawali Pura Manik Mas Besakih. Tuhan sebagai pencipta api perut bumi (magma) yang maha besar . Diyakini pula selain matahari sebagai sumber energi kehidupan manusia, juga energi yang berada diperut bumi merupakan sumber energi bagi seluruh makluk hidup sehingga sudah sepantasnya manusia berterimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan karunia yang luar biasa ini. Pada puncak piodalan dilengkapi dengan pegelaran Wayang Gedog, Tari Topeng Sida Karya dan iringan tetabuhan gong yang dibarengi dengan para pamedek mengayab banten pemerascita. Usai prosesi upacara piodalan diakhiri dengan persembahyangan bersama,

nunas tirta lan bija. Upacara piodalan menggunakan kelengkapan suci ageng sorohan bebangkit, pecaruan manca sapta. Sementara pejatian di-puput oleh Ida Pedanda Gede Rai dari Griya Pidada Klungkung. Sementara itu, Bupati I Putu Artha seusai mengikuti rangkaian piodalan mengungkapkan, ngaturang pujawali piodalan merupakan wujud yadnya pengorbanan suci umat melalui persembahyangan. “Saat piodalan berlangsung, dipuja kemuliaan Hyang Widhi untuk dapat memberikan berkah karunia keselamatan bagi umat manusia dan jagat skala beserta seluruh isinya,” ungkapnya. (ad564)

UPBJJ Universitas Terbuka Denpasar

Gelar Upacara Penyerahan Ijazah

UNIT Program Belajar Jarak Jauh, Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Denpasar menggelar Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) di Hongkong Garden, Denpasar, Sabtu (13/8). UPI diikuti 827 wisudawan/ wisudawati yang terdiri dari 160 Program Non Pendidikan Dasar, 666 Program Pendidikan Dasar dan 1 Program Pascasarjana. Sejak tahun 1984, universitas negeri ini sudah memiliki lebih dari 25.000 lulusan. “Mereka berasal dari empat Fakultas, yakni Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, MIPA, dan FISIP, serta Magister Manajemen untuk Pascasarjana,” ujar Kepala UPBJJ-UT Denpasar, Dra. Hendrin Hariati Sawitri, M.Si. Menurut Hendrin, lulusan UPBJJ-UT didominasi dari FKIP yang kebanyakan adalah guru-guru SD dan guruguru PAUD. Mereka umumnya berkuliah di UT untuk menunjang karier sebagai guru. Dalam hal ini terkait sertifikasi guru yang harus minimal berpendidikan S-1. Selain itu, juga untuk linierisasi pendidikan guru SD yang harus berijazah PGSD atau guru PAUD yang harus berijasah PGPAUD. “Kalau dulunya memang dia itu dari SMA atau lulusan Sarjana Ekonomi, Bahasa Inggris, atau Komunikasi, dll, kalau dia ngajar di SD kan kompetensinya nggak sama. Oleh karena itu mereka kuliah di UT, di sini ada alih kredit untuk S-1 sehingga dia hanya 3 semester mengikuti tambahan pendidikan untuk FKIP guru sekolah dasar atau guru PAUD,” jelasnya. Hendrin menambahkan, UPBJJ-UT memiliki penjaminan kualitas dalam proses pendidikannya. Secara akademik sudah mengantongi akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan diakui pula oleh Asosiasi Universitas Terbuka Internasional. Untuk proses pembelajaran atau operasional pelaksanaan pelayanan mahasiswa, UPBJJUT telah memiliki ISO. “Sementara dosen tetap dan

IJAZAH - Kepala UPBJJ-UT Denpasar, Dra. Hendrin Hariati Sawitri, M.Si., dan Dekan FISIP UT Prof. Daryono, S.H., MA, Ph.D., bersama para lulusan terbaik dalam Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) di Hongkong Garden, Denpasar, Sabtu (13/8). tutor seluruhnya berpendidi- tambah dari layanan UT untuk kan S-2 dan S-3,” imbuhnya. mahasiswa-mahasiswa yang Kepada para lulusan, Hendrin sekarang itu gadget minded,” berpesan agar mereka terus ujarnya. mengembangkan ilmu pengeDaryono menambahkan, tahuannya. Terlebih di era teknologi pendidikan dikemas digital seperti sekarang, ilmu dalam modul maupun support pengetahuan bisa didapat den- sistem ataupun layanan pangan mudah melalui internet. duan belajar yang dilakukan UT sendiri telah menyediakan melalui online. Tutorial online bahan ajar untuk S-1 hingga itu lebih fleksibel, tapi dari S-3 di website UT agar para aspek substansi dan konten alumni maupun masyarakat tetap sama dengan perkuliaumum bisa mengakses bahan han tatap muka. “Bahkan kami ajar itu secara digital. barangkali lebih komprehensif, Dekan FISIP UT, Prof. Dary- karena memang menggunakan ono, S.H., MA., Ph.D., mewakili standar yang sudah ditentukan Rektor mengatakan fleksibilitas oleh Kementerian Pendidiyang ditawarkan UT kini telah kan maupun standar yang banyak menarik fresh gradu- dilakukan juga oleh asosiasi ated dari SLTA untuk langsung UT di Asia maupun di dunia,” bergabung di kampus ini. Kend- jelasnya. ati lebih banyak memanfaatkan Daryono berharap mahateknologi untuk menjembatani siswa maupun alumni UT dosen dan mahasiswa, kualitas tetap belajar melalui media lulusan tetap dijaga bahkan teknologi dalam usaha untuk terus meningkat dalam 10 meningkatkan daya saingtahun terakhir. Terbukti dari nya. Sementara itu, para luluenam lulusan terbaik, empat san terbaik, yakni Arif Bagus diantaranya berhasil meraih Prasetyo (IPK 3,65) dari ProIPK sempurna 4,00. gram Non Pendidikan Dasar, “Sejak 10 tahun terakhir serta dari Program Pendidikan kan memang salah satunya Dasar yakni I Ketut Putra kita mendorong adanya online Yasa (IPK 4,00), Ni Ketut Sri learning yang memungkinkan Ulantari (IPK 4,00), Sukatno mahasiswa bisa belajar dengan (IPK 4,00), I Gusti Agung Ayu perantara media teknologi, Priyanti Antari (4,00), dan di mana saja dan kapan saja. Desak Ketut Widhi Asih (IPK Itu menjadi salah satu nilai 3,86). (ad565)

HARI ini bertepatan dengan HUT Provinsi Bali 14 Agustus, rakyat Bali khususnya kaum Marhaenis memperingati peringatan hari lahir (harlah) ke-87 dari salah seorang tokoh politik yang paling dikenal di Bali, khususnya pada zaman perjuangan PNI dan di zaman Bung Karno yakni Shri I Goesti Ngoerah Wedastera Soeyasa atau yang lazim dikenal sebagai Shri Wedastera Suyasa. Tokoh besar asal Puri Tegeh Kori Penyaringan, Mendoyo, Jembrana ini dikenal sebagai pimpinan Partai Nasional Indonesia (PNI) di Bali yang dikenal dekat dengan Presiden Bung Karno. Salah satu bukti kedekatannya adalah dengan dibangunnya sejumlah simbol bangsa di Bali yang merupakan hasil pemikiran dan diskusi Bung Karno dengan Shri Wedastera Suyasa, diantaranya Universitas Udayana, Universitas Marhaen (Mahendradatta), RS Sanglah, Istana Presiden Tampaksiring, Landasan Pacu Airport Ngurah Rai, Kawasan wisata Sanur dengan Grand Bali Beach, Parisadha Hindu Dharma, serta ide untuk melestarikan Museum Puri Lukisan di Ubud. Demikian diungkap oleh

Sukmawati Soekarno Putri (Putri Bung Karno) dalam sambutannya terkait hari lahir Shri Wedastera Suyasa. “Saat saya masih anak–anak hingga remaja, Bung Karno sering menceritakan sosok Shri Wedastera Suyasa saat kunjungan ke Bali. Ia adalah tokoh PNI yang paling dipercaya oleh Bung Karno dan paling disayangi. Buktinya beliau diangkat menjadi DPRGR/MPRS dari PNI. Bapak Wedastera adalah sosok bangsawan Bali yang memiliki nilai–nilai kesederhanaan, keberanian dan juga kejujuran. Termasuk konsistensinya terhadap Bung Karno dimasa sulit,” ungkap Sukmawati Soekarno. Ia mengatakan bahwa pada zaman orba banyak yang mencari selamat karena tekanan rezim Soeharto, tapi itu tidak berlaku bagi sosok Shri Wedastera Suyasa. “Anak muda sekarang harus tahu sejarah (Jas Merah). Dulu zaman Golkarisasi di Indonesia termasuk di Bali, sosok Shri Wedastera Suyasa adalah sosok yang paling berani menantang Orde Baru. Beliau tetap teguh melanjutkan perjuangan Universitas Marhaen walau diancam–ancam oleh Orba dan militer. Beliau kuat bertahan

SUKARNOIS– (Alm) Shri Wedastera Suyasa (Tokoh PNI Bali/Pendiri Univ. Marhaen/Pendiri Parisadha Hindu/Ketua Umum Arya Tegeh Kori /Anggota DPRGR-MPRS RI). dan berani. Sayang sekali, waktu itu banyak tokoh PNI di Bali yang cari selamat, bergabung dengan partai fusi sampai tega meninggalkan ajaran Bung Karno. Terkait dengan sejarah Partai Komunis Indonesia (PKI) di Bali, Sukmawati

mencatat bahwa jasa tokoh PNI Shri Wedastera Suyasa sangat berjasa dalam melindungi kaum marhaen. “Dari saksi sejarah dan yang saya tahu, salah satu kisah heroik dari Shri Wedastera Suyasa adalah berani menentang tokoh–tokoh PKI yang berkuasa saat itu. Bahkan di Penyaringan sampai ada kejadian bentrok fisik antara PKI dan PNI pendukung Wedastera. Tentu rakyat Bali tidak akan lupa dengan aksi heroik perkelahian fisik Shri Wedastera Suyasa dengan pemimpin Bali saat itu dipodium lapangan Puputan Badung. Pendukung PNI saat itu sangat luar biasa. Beliau menyelamatkan banyak nyawa. Entah apa yang terjadi saat itu jika di zaman kudeta Soekarno 1965 – 1967 tidak ada Shri Wedastera Suyasa di Bali,“ ungkap Sukmawati Soekarno yang Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme. Acara peringatan Harlah ini akan dipusatkan di Kampus Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen) pada hari ini dengan sejumlah agenda, diantaranya pembacaan Kitab Bhagawad Gita, Renungan Sejarah Shri Wedastera Suyasa dan ramah- tamah pemuda marhaen. (ad0566)

Jangan Kalah, Ibu Rumah Tangga pun Bisa Jago Punya Perumahan Tanpa Utang GRATIS: Mentoring + Konsumsi + Hadiah Rp 250 ribu. Gratis, terbatas. Katakan kepada rumah idaman Rp 18 miliar tersebut: “Aku bisa beli Tanpa Utang.” Tapi jangan asal mimpi. Jadikan kenyataan. Tanpa utang tidak masuk akal? Itu akalnya saja yang belum masuk. Jika kumpulan kita pengutang, maka yang terasa masuk akal adalah utang. Ayo tatap muka dimentori. Ikuti Seminar Terpopuler: Strategi Membeli Banyak Properti Tanpa Utang, langsung bersama Bp. Cipto Junaedy. Peraih rekor MURI pelopor strategi tanpa utang. Seminar diadakan Kamis, 18 Agustus 2016 di Hotel Aston Denpasar, Jl Gatot Subroto Denpasar, Bali. Sesi 1 jam 10.00 Wita dan Sesi 2 jam 14.00 Wita. Gratis, tapi terbatas. Untuk daftar ketik SMS: Nama_Bali_Pilihan Sesi ke 081 357 311 979. Capek jika berutang. Tirulah para murid Bp. Cipto Junaedy, punya tower kondotel pun tidak usah pakai utang, apalagi cuma perumahan. Jangan jadi developer pakai utang. Temukan rahasia cara konkrit bagaimana dalam 30 hari utang anda bisa lunas, dan nambah rumah tanpa utang. Termasuk untuk menjadi developer untuk punya perumahan atau tower sendiri tanpa utang, meski uang belum cukup. Saksikan sharing alumni yang sudah bisa punya perumahan sendiri, Tanpa Utang. Gratis, tapi terbatas. Untuk daftar ketik SMS: Nama_Bali_Pilihan Sesi ke 081 357 311 979. (br0571)

UTANG - Murid Bp. Cipto Junaedy, Vika, ibu rumah tangga sudah bisa punya kompleks perumahan sendiri di Bandung, tanpa utang.

Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tropical Group Gelar Donor Darah TIDAK hanya mengejar profit semata, Tropical Group yang merupakan holding company berbasis di Bali juga rutin menggelar kegiatan sosial. Salah satunya adalah kegiatan donor darah, Sabtu (13/8) di kantor setempat di Jalan Siligita, Nusa Dua. Tropical Group saat ini memiliki unit bisnis villa, restaurant, Spa, retail, SPBU dan property. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2003 kini mengelola sebanyak 27 unit bisnis yang tersebar di kawasan destinasi pariwisata di Bali dan juga ada di kawasan Gili Trawangan. Menurut Corporate GM Tropical Group, Made Rai Wirata, S.Par., CHA., kegiatan donor darah ini digelar setiap tahun yang juga dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-71 RI. Yang mana ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial atau Corporate Social Reaponsibil-

ity (CSR) dari Tropical Group. Dengan mengambil tema “Setetes Darah Anda sebagai Bukti Kepedulian Sesama”, donor darah ini diikuti oleh jajaran direksi, manajemen, karyawan/karyawati Tropical Group dan juga masyarakat umum. “Kami bekerjasama dengan pihak PMI, Galeri Sehat, dan juga Queen Optical untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi gizi serta pola hidup sehat,” ungkapnya. Dikatakannya, saat ini kebutuhan darah di Bali cukup tinggi mencapai 1.000 kantong per hari. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan bisa menggugah kepedulian terhadap sesama untuk dapat membantu yang membutuhkan darah. Tropical Group juga sebelumnya sudah melakukan kegiatan sosial lainnya, seperti pemberian beasiswa, kunjungan ke panti asuhan dan kunjungan ke

TROPICAL - Direksi dan jajaran manajemen Tropical Group, berfoto bersama disela kegiatan donor darah, Sabtu (13/8) kemarin. panti jompo. yang mengimplementasikan Pihaknya berharap dengan kegiatan CSR, selaras denpelaksanaan donor darah ini, gan falsafah Tri Hita Karana. bisa sejalan dengan visi misi “Tidak hanya sebagai pemperusahaan dalam kepedu- beri pelayanan dalam bidang lian terhadap sesama. Se- jasa dan perdagangan, kami hingga ke depan Tropical berharap Tropical Group Group bisa lebih dikenal juga dikenal kepeduliannya masyarakat. Sesuai dengan terhadap sesama,” katanya. misi & visi Tropical Group (ad1064)

Mohon Taksu, Biaya Dominan Suka Rela

Banjar Kertasari Peguyangan Gelar ’’Karya Ngenteg Linggih” dan ’’Padudusan Alit” Denpasar (Bali Post) Banjar Kertasari, Peguyangan, Sabtu (13/8) kemarin menggelar karya ngenteg linggih, mupuk pedagingan dan padudusan alit. Upacara di-puput Ida Sulinggih dari Gria Sidemen, Gulingan, Mengwi. Karya ini dilengkapi dengan wayang lemah, topeng sidakarya dan tabuh gender. Karya juga dilengkapi dengan Rejang Dewa yang dibawakan oleh puluhan anak-anak putri di bawah 10 tahun. Hadir pada acara tersebut Wali Kota Denpasar I.B. Rai Darmawijaya Mantra, anggota DPRD Denpasar A.A. Gede Widiada dan Wayan Suwirya, Camat Denut, Lurah Peguyangan, Bendesa Adat Peguyangan, dan kaling di wilayah Kelurahan Peguyangan. Hadir juga tokoh banjar seperti Gusti Ngurah Puja yang mantan Komisaris BPD Bali, Sang Made Muka mantan pejabat di Pemkab Badung, serta ratusan krama Banjar Kertasari

yang terletak di bilangan Jalan A. Yani tersebut. Ketua Panitia Karya Jro Mangku Ketut Serinama didampingi Sekretaris Drs. I Ketut Suarja, M.Si., serta Kelian Banjar Kertasari Gusti Ngurah Putra memaparkan, karya yang digelar ini dilatarbelakangi sejak 20 tahun lebih belum pernah menggelar karya ini. Menurut sastra agama, ujar Serinama yang juga Ketua Sekaa Demen Bali tersebut, karya ngenteg linggih, mupuk pedagingan dan padudusan alit wajib digelar. “Karena pertimbangan inilah, sejak setahun lalu kami merencanakan karya ini,” tegasnya. Ditanya mengenai tujuan karya, Serinama menegaskan, karya ngenteg linggih yang disertai penyejeg karya dilakukan agar banjar memiliki taksu. Begitu kulkul dibunyikan, krama berdatangan untuk ngayah. “Karya ini merupakan power taksu terhadap lembaga banjar,” katanya.

Selain itu, katanya karya ini digelar untuk memohon keselamatan, kerahayuan dan kesejahteraan bagi umat. Dengan keselamatan, umat akan bisa berusaha dan kesejahteraan pun bisa diperoleh. Ditanya mengenai dudonan karya, Serinama mengungkapkan, diawali dari Kamis (5/8) dengan newasin karya, negtegang beras dan ngingsah serta membuat sanganan banten. Pada Selasa (9/8) digelar upacara melasti ke pantai Padanggalak, Kesiman. Selanjutnya pada Rabu Pahing Wariga, 10 Agustus 2016 digelar dharma wacana yang diberikan oleh Ida Pandita Mpu Acaryananda, pada Jumat (12/8) lalu digelar macaru dan malaspas, dan Sabtu (13/8) merupakan puncak karya yang diisi dengan ngenteg linggih, mupuk pedagingan dan ngaturang piodalan. Ida Batara nyejer tiga hari dan kasineb pada Selasa (16/8) mendatang.

Ditanya mengenai biaya yang dihabiskan dalam karya ini, Serinama menyatakan hanya 40 persen dibagi merata kepada krama banjar. Tiap KK dikenakan punia wajib Rp 300.000. Sisanya hampir 60 persen berasal dari sumbangan sukarela krama dan pihak-pihak lain yang tidak mengikat. Hal ini dilakukan, katanya agar karya yang digelar tidak memberatkan krama terutama yang kurang mampu. Jika biaya yang dihabiskan dibagi rata, katanya tentu saja karya ini akan memberatkan warga. “Berkat kebijakan ini, karya bisa berjalan lancar dengan manah lascarya. Wali Kota didampingi anggota dewan yang hadir berkesempatan untuk mendem pedagingan di salah satu pelinggih banjar. Sebelum melaksanakan persembahyangan, Wali Kota menghaturkan punia yang diterima Ketua Panitia Karya Ketut Serinama. (kmb27/k100)

KARYA - Ketua Panitia Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan dan Padudusan Alit Jro Mangku Ketut Serinama memaparkan latar belakang karya kepada undangan serta krama yang hadir.


4

Minggu Umanis, 14 Agustus 2016

BPM/ist

OLAHRAGA - Menggelorakan nasionalisme melalui olahraga pada hakikatnya mencetak prestasi olahraga di kancah internasional. Pembinaan usia dini dan kompetisi yang berkesinambangan penting mendapat perhatian secara serius, untuk menjaring atlet-atlet yang berprestasi dari level junior untuk dibina dan mempercepat proses regenerasi atlet.

Menggelorakan Nasionalisme dengan Olahraga

JATUH bangunnya NKRI sangat tergantung pada nasionalisme rakyatnya. Sifat nasionalisme yang kuat akan tercermin pada masyarakat yang kuat, tangguh, disiplin dan rela berkorban. Nasionalisme rakyat menjadi faktor yang menentukan maju mundurnya bangsa. Nasionalisme menjadi faktor yang penting untuk digelorakan oleh segenap rakyat NKRI. Membangun nasionalisme di negara yang pluraris dan sebesar Indonesia bukan perkara yang mudah. Terlebih lagi dengan nasionalisme yang bermusim yang kadang menggelegar ketika ada isu sensitif seperti tapal batas, klaim budaya namun setelah itu kemudian sunyi senyap.

Sosok Bung Karno menyadari betul hal tersebut. Sehingga untuk menggelorakan nasionalisme rakyat Indonesia wajib ditempuh dengan berbagai cara. Salah satu cara yang pernah ditempuh untuk menggelorakan nasionalisme rakyat Indonesia adalah melalui olahraga. Memanfaakan olahraga sebagai penumbuh kembang nasionalisme bukan hanya dilakukan oleh Indonesia. Negara-negara ketiga untuk simbol identitas negaranya memanfaatkan olahraga. Olahraga menjadi eksistensi sebuah negara. Olahraga menjadi simbol kembanggaan masyarakatnya. Pada perhelatan akbar seperti olimpiade dan piala dunia kemunculan negara-negara ketiga atau debutan selalu menjadi perhatian dunia. Demikian juga dengan masyarakat negara tersebut dengan bangga mendukung tim tersebut. Beberapa contoh negara ketiga tersebut sering berasal dari pecahan Uni Soviet a, negara-negara dari Aprika dan Amerika latin. Lalu bagaimana menggelorakan nasionalisme melalui olahraga di Indonesia? Membangun nasionalisme di Indonesia dengan olahraga sudah mulai dilakukan pada zaman Bung Karno. Ketika negara

ini baru berdiri dan berusia muda beberapa torehan prestasi manis diperoleh oleh Bangsa Indonesia meskipun sarana dan fasilitas olahraga tidak seperti sekarang. Yang menjadi kekuatan adalah spirit ingin mempersembahkan yang terbaik buat bangsa dan negara. Olahraga pada masa tersebut merupakan lambang kebanggaan suatu bangsa yang baru berdiri. Dukungan rakyat terhadap timnas atau atlet adalah refleksi nasionalisme kala itu. Pada politik mercusuar Bung Karno membangun istora senayan Jakarta sebagai stadion terbesar di Asia saat itu. Istora Senayan Jakarta dijadikan perhelatan akbar Asian Games dan pelaksaan Ganefo. Pada pelaksanaan Asian Games Indonesia berhasil memperoleh tempat ke dua. Sedangkan pada saat Ganefo sukses menjadi yang terbaik. Khusus cabang bulu tangkis Indonesia sangat terangkat di dunia internasional. Pada perebutan supremasi Piala Thomas dan Uber Indonesia meramaikan kancah internasional tersebut dengan rengkuhan gelar yang fantastis. Untuk Piala Uber Indonesia berhasil merengkuh gelar 3 kali sedangkan Piala Thomas 13 kali. Khusus sektor tunggal putra, Indonesia memiliki Rudy Hartono, sang pemegang rekor All England sebanyak 7 kali berturut-turut. Capaian prestasi badminton tersebut menempatkan Indonesai sebagai negara yang disegani dalam kancah badminton. Salah satu cabang lain yang menjadi primadona rakyat Indonesia adalah sepak bola. Dari zaman Bung Karno sepak bola telah sukses mengangkat derajat Bangsa Indonesia. Setiap timnas bertanding gelora Bung Karno selalu disesaki oleh pendukung timnas. Bahkan pada era 80an Indonesia pernah mendapat julukan Brazilnya Asia. Beberapa catatan tentang olahraga di Indonesia bahwa olahraga pernah membakar nasionlisme rakyat Indonesia. Bahwa olahraga pernah mengangkat derajat bangsa Indonesia hingga sejajar dengan bangsa lain.

Usia Lalu bagaimana dengan sekarang. Nampaknya prestasi olahraga berbanding terbalik dengan bertambahnya usia Bangsa Indonesia. Beberapa indikator menurunnya prestasi Indonesia di bidang olahraga dapat dilihat pada perhelatan Sea Games, Asian Games dan Olimpiade. Pada era tahun 90-an Indonesia merajai pesta olahraga Sea Games. Indonesia pernah tercatat menjadi juara umum 10 kali. Setelah tahun 2000-an prestasi olahraga Indonesia di Sea Games sudah disalip Thailand, Malasia dan Vietnam. Kontingen Indonesia pada Sea Games terakhir peringkat ke-5. Pada beberapa kali Asian Games perolehan medali Indonesia jauh di bawah Thailand. Pada cabang Olimpiade, cabang Bulu tangkis yang biasanya menjadi penyumbang medali emas pada Olimpiade London tidak menyumbang medali. Medali perunggu justru datang dari cabang angkat besi. Dunia olahraga Indonesia minim prestasi namun banyak masalah. Dari dualisme kepengurusan PSSI, pembajakan dan pencurian umur atlet. Walaupun prestasi olahraga Indonesia secara umum menurun sebenarnya masyarakat Indonesia masih mendukung atlet/timnas Indonesia saat bertanding di dalam maupun luar negeri. Bisa dilihat pada perhelatan bulu tangkis di istora senayan Jakarta selalu penuh sesak dengan pekikan Indonesia. Belum lagi pertandingan timnas PSSI di Gelora Bung Karno, masyarakat dari seluruh Indonesia berduyun-duyun ke GBK. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga masih dapat digunakan untuk membangun nasionalisme rakyat Indonesia. Melihat hal tersebut pemerintah wajib menggarap olahraga sebagai pembakar nasionalisme rakyat Indonesia. Nasionalisme Menggelorakan nasionalisme melalui olahraga pada hakikatnya mencetak prestasi olahraga di kancah internasional. Untuk mencetak olahraga internasional

dengan penduduk 200 juta lebih merupakan sebuah peluang sekaligus tantangan. Dengan meniru Cina yang penduduknya hampir 1 miliar telah menjadi raksasa olahraga di dunia internasional. Untuk mencetak prestasi olahraga di Indonesia ada beberapa hal yang wajib dilakukan. Pembinaan usia dini dan kompetisi yang berkesinambangan penting untuk mendapat perhatian secara serius. Pembinaan usia dini dilakukan untuk menjaring atlet-atlet yang berpretasi dari level junior untuk dibina yang akan dipakai pada level junior dan mempercepat proses regenerasi atlet. Hasil pembinaan tersebut disiapkan sebuah kompetesi berjenjang yang berkesinambungan. Agar dapat melakukan pembinaan atlet dan usia dini maka diperlukan infrastruktur dan SDM manusia yang memadai. Pemerintah wajib mengupayakan pembangunan infrastruktur tersebut dan meningkatkan kualitas SDM. Jika hal tersebut dijalankan maka tidak ada lagi alasan terrjadi krisis atlet pada negara dengan berpenduduk 200 juta. Terlebih lagi pembajakan dan puncurian umur pada event olahraga. Jika pembinaan usia dini dan kompetisi dilakukan kontinu, seorang atlet tidak akan dilahirkan secara instan sehingga kualitas atlet akan lebih baik ketimbang atlet yang lahir secara instan tanpa melalui pembinaan dan kompetisi yang berjenjang. Selain pembinaan dan kompetensi berjenjang dan berkelanjutan menambah jam terbang atlet di kancah internasional. Semakin sering diberikan jam terbang maka mental atlet akan semakin terasah. Dengan kemampuan teknis dan mental yang mumpuni maka prestasi semakin mudah untuk dicapai. Dan yang terpenting adalah para atlet–atlet kita memiliki jiwa patriotisme dengan siap memberikan yang terbaik buat bangsa dan Negara. Kebijakan Pemerintah sebagai pemegang anggaran dan kebijakan yang menaungi induk

organisasi-organisasi olah raga dengan program pembinaan dan kopetisi yang berjenjang. Demikian juga pihak-pihak yang menduduki jabatan penting olahraga jangan memakai sebagai kendaraan politis untuk meraih pencitraan. Kepercayaan memegang tampuk pimpinan olahraga tersebut adalah amanah untuk mencetak prestasi sebagai kebanggaan bangsa. Masalah pemilihan atlet yang berjuang membela timnas wajib melalui seleksi yang ketat jangan berdasarkan kedekatan atau faktor kedaerahan lainnya. Olahraga jangan sampai menjadi mafia tempat tumbuhnya korupsi. Menjadi tugas pemerintah dan masyarakat menjaga hal tersebut. Perhatian kepada atlet-atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia begitu penting untuk dilakukan. Kasus Elias Pical, mantan juara dunia tinju kelas bulu dari Maluku yang tertangkap menjadi pengedar narkoba seolah membuka mata bahwa atlet belum mendapat perhatian dari pemerintah. Namun, kini pemerintah sudah memberikan perhatian kepada atlet, pelatih dan official dengan memberikan bonus lumayan besar sebgai ganjaran kepingan medali. Dengan beberapa langkah di atas maka menggelorakan nasionalisme dengan olahraga bukan perkara yang sulit lagi. Tinggal pemerintah pusat, daerah dan dukungan masyrakat Indonesia. Ketika negara ketiga memanfaatkan olahraga menggelorakan nasionalismenya maka Indonesia harus meniru negara-negara maju bahwa olahraga bukan hanya menggelorakan nasionalisme melainkan menjadi investasi, bisnis yang menguntungkan secara ekonomis. Pesta olahraga terbesar di dunia, Olimpiade sedang berlangsung kemudian dalam hitungan bulan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games. Semoga atlet-atlet Indonesia berhasil mengumandangkan Indonesia Raya sehingga terwujud olahraga menggelorakan nasionalisme rakyat Indonesia. l I Ketut Sandiyasa

Energik dan Lincah dengan Aerobik PADUAN gerakan lincah dengan variasi yang sederhana namun tetap energik dapat membuat senam aerobik mudah dilakukan bagi siapa saja. Gunakan musik yang tidak terlalu cepat agar latihan jadi menyenangkan. Padukan gerakan dan musik menjadi seirama dan ikuti peragaan berikut ini bersama instruktur Astuti dari Lala Studio.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

Gb. I : Gerakan meluruskan tangan kanan ke arah serong kiri sembari meluruskan kaki kanan dengan ujung jari menyentuh lantai (hit 1) dan lakukan arah berlawanan pada hit 2 serta ulangi pada hit 3 dan 4 lalu lanjutkan gerakan pada gb. II.

Gb. II : Gerakan menekukkan kedua siku lengan ke arah samping sembari meluruskan kaki kanan dengan ujung jari menyentuh lantai (hit. 5) lalu tutup kedua siku lengan dan lanjutkan hit. 6 untuk arah berlawanan, ulangi gerakan tadi pada hit. 7 dan 8. Ulangi gerakan gb. I dan II sebanyak 2 x setelah itu lanjutkan dengan gerakan pada gb. III.

Gb. III: Luruskan tangan kanan ke samping atas sembari menekukkan lutut kanan dan sentuhkan dengan telapak tangan kiri (hit. 1) dan lakukan arah berlawanan pada hit. 2 serta ulangi pada hit. 3 dan 4 lalu lanjutkan gerakan pada gb. IV.

Hari-hari ceria dengan latihan yang menyenangkan dan salam bugar dari Lala Studio.

BAGAIMANA rasanya merdeka? Bebas melakukan apa saja tanpa aturan? Atau pura-pura merasa bebas tetapi sesungguhnya penuh beban. Atau asosial, masa bodoh dengan urusan orang lain asal kepentingan diri selamat. Merdeka di hari ulang tahun RI ke-71 memiliki banyak makna. Banyak beban. Banyak persoalan. Bagaimana mengurainya? Masih segar di ingatan kita ketika masyarakat digital, netizen, ribut soal usulan Mendikbud, Muhadjir Effendy tentang kegiatan penambahan jam pelajaran di sekolah yang bertujuan untuk pembentukan karakter siswa sekaligus menjadikan sekolah rumah kedua. Usulan program sekolah sepanjang hari atau full day school juga didukung menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi Asman Abnur agar bisa bersinergi dengan program baru kemendikbud ini pihaknya akan menyiapkan sumber daya guru.

MERDEKA

Kualitas Pertanyaannya cukupkah dengan meningkatkan kualitas guru atau kuantitas guru? Siapkah siswa di sekolah? Program apa yang akan diajarkan, agar siswa tidak jenuh? Bagaimana dengan gizi siswa? Siapa yang akan menanggung biaya makan siang? Sanggupkah sekolah membiayai hal-hal seperti ini dengan dana yang ada? Atau mampukah orangtua siswa ikut berpartipasi urun duit untuk kelancaran program ini? Belum bisa dijawab penuh. Agaknya ganti menteri ganti peraturan memang masih benar adanya. Belum tuntas isu full day school, ada kejadian yang tidak kalah panas: seorang guru yang dipukul oleh orangtua siswa di Makassar memicu perdebatan di media sosial tentang kekerasan dan pendidikan. Guru SMAN 2 Makassar bernama Dasrul dilaporkan mengalami pemukulan oleh Adnan Ahmad, orangtua siswa yang tidak terima dengan cara Dasrul mendisplinkan anaknya di sekolah. Kasus ini belakangan sudah sering terjadi. Memang medsos ikut mendukung segala hal yang terjadi jadi cepat menyebar ke pelbagai pelosok negeri. Kalau hal-hal kecil dalam dunia pendidikan kita tidak segera dibereskan sampai ke akar-akarnya. Apapun persoalannya akan mengakibatkan dampak yang besar dan tentu bisa tidak terurai. Guru belum diberi pengertian akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai orangtua kedua bagi siswa. Orangtua juga perlu diberi pengertian yang dalam agar tidak mudah mempercayai laporan anak. Dialog yang terbuka adalah jalan keluar yang baik untuk semua.

Gb. IV: Hit. 3 kedua kaki dibuka sembari menekukkan kedua siku lengan depan dada lalu tutup kedua kaki sambil tepuk dan lakukan arah berlawanan pada hit. 6. Ulangi gerakan tadi pada hit. 7 dan 8. Ulangi gerakan gb. III dan IV sebanyak 2x.

Kupon

Masuk Akal Di negeri ini sudah terlalu banyak hal-hal yang tidak masuk akal. Kehidupan politik yang hiruk-pikuk. Korupsi yang makin menggurita. Orang-orang yang sudah terbukti “bersalah” masih bisa tampil bak artis dan dengan santainya melenggang dan tersenyum damai bak artis sinetron, di layar TV, padahal sudah ditangkap KPK. Di negeri ini justru para “pencuri” bisa dengan bebas melenggang. Uang telah menjadi “agama” baru yang dikejar habis-habisan. Tanpa peduli pada lingkungan sosial juga status sosialnya.

Akses Pidato tentang pemberantasan terorisme, pidato tentang transparansi. Sudah berbuih, mungkin sudah menjadi puluhan gunung. Faktanya tak ada yang berubah di negeri ini. Karena apa? Egois. Bahkan banyak peraturan dibuat dengan sasaran rakyat. Semua untuk mengubah karakter. Membangun karakter? Tahukah para pembuat kebijakan. Bahwa anak-anak sekolah atau generasi Y saat ini, generasi yang sulit ditipu, karena akses mereka untuk masuk ke dunia informasi dimudahkan dengan peralatan digital milik mereka. Apapun bisa diakses. Kita sadar bahwa bangsa ini memang memerlukan pendidikan yang bagus. Dimulai dari guru-guru yang memiliki komitmen untuk mengabdi dengan tulus. Stop memberi les privat (tanpa sepengetahuan sekolah) bagi siswa yang membuat nilai-nilai dalam kelas tidak objektif. Kepala sekolah harus turun tangan mengawasi. Full Day School, bukan usul yang tidak baik. Usul ini bagus, kalau diterapkan di sekolah menengah. Siapa tahu setelah berjalan bisa mengurangi tawuran pelajar dan membuat siswa nyaman berada di sekolah. Tentu tidak bisa diterapkan di semua sekolah, harus dibicarakan dengan orangtua dan pemerintah daerah. Banyak persoalan di negeri ini yang belum tuntas. Politik. Agama. Sosial. Pendidikan. Kebudayaan. Tapi kita tidak boleh pesimis masih ada manusia-manusia Indonesia yang membanggakan dan layak jadi contoh konkret. Kita layak bahagia punya atlet angkat besi perempuan, Sri Wahyuni yang berpartisipasi di Olimpiade 2016 di Rio de Janerio dan mampu mempersembahkan medali pertama buat Indonesia. Negeri kita. Maka berhentilah membuat hiruk-pikuk negeri ini. Kita tuntaskan satu per satu persoalan dengan tenang dan saling percaya, untuk membuat negeri ini makin maju. Merdeka! l Oka Rusmini


5

Minggu Umanis, 14 Agustus 2016

Resensi Buku

Suara Kereta

CERPEN

Oleh Kim Al Ghozali

Hukum dan Hati Nurani Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Hukum dalam Perspektif Kebudayaan : I Ketut Artadi : Pustaka Bali Post : 2006 : 80 halaman

SALAH satu ciri dari hukum adalah sanksi. Tanpa sanksi, hukum hanyalah anjuran. Kebudayaan adalah hal yang alami dari bawaan manusia dalam menghargai kemanusiaan. Kebudayaan juga berkaitan dengan penghargaan manusia terhadap hati nurani. Di tengah hiruk-pikuk dunia hukum di tanah air. Buku ini mencoba memberikan gambaran hukum dalam perspektif kebudayaan, dan pendekatan-pendekatan kebudayaan terhadap hukum, agar hukum dalam pelaksanaannya tidak saja menundukkan “hati”, tetapi juga menundukkan nurani, sehingga hukum tetap berlaku bijak dan punya wibawa. Bagaimana pun hukum dalam kehidupan bermasyarakat sangat dibutuhkan untuk menengahi konflik. (osi)

Hidup Itu Indah Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Antusiasme di Kaki Padma Tuhan : I Gde Pitana Brahmananda : Pustaka : 2016 : 303 halaman

MEMBUAT buku catatan perjalanan diri bukan persoalan mudah. Menata perjalanan hidup seperti menulis jejak yang kelak mampu dibaca oleh anak-cucu, atau yang lebih luas, memberi cermin untuk spirit bagi masyarakat. I Gde Pitana Brahmananda dengan apik dan sistematis menceritakan kisah hidupnya secara apik. Menjabat sebagai Deputi Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata itu merangkum perjalanan hidupnya dengan lancar dalam lembar-lembar kertas kosong. Tulisan ini mungkin lebih apik disebut memoar perjalanan panjangnya melintas liku hidup. Pitana boleh saja menyebut bukunya sebagai dokumentasi pribadi namun gaya bahasa dan tulisannya cenderung mengajak pembacanya untuk bisa semakin memaknai hidup dengan lebih dalam. Buku yang cukup memberi inspirasi. Buku yang disusun dengan konsep autobiografi itu diakui penulisnya sebagai benarbenar buah pikir pribadi yang direka-rancang sendiri, diketik sendiri, pilih foto sendiri, semuanya serba sendiri. “Itupun sebagian besar saya lakukan di bandara ketika menunggu keberangkatan, di atas pesawat dalam perjalanan dinas,” tulisnya di akhir kata pengantar. (osi)

Umurku sembilan tahun waktu itu... Entah sudah ke berapa ratus kalinya suara kereta itu kudengar, yang jelas semenjak kami pindah ke rumah baru di kota, rumah yang bapak beli dari hasil penjualan beberapa hektar tanah warisan di desa. Tidak terbilang mewah memang, namun fasilitasnya lengkap dan pekarangannya cukup luas untuk ukuran rumah perkotaan. Juga tempatnya sangat strategis; dekat dengan pasar, pusat hiburan, kompleks sekolahan, dan terminal. Rumah baru kami tujuh ratus meter dari gerbang perlintasan kereta api. Mula-mula kami seringkali kaget ketika ada suara menderu di sepertiga malam. Jam dua, jam-jam yang rawan, waktu di mana kota menjadi panggung musik yang telah berakhir. Suara kereta itu membangunkanku dari tidur, seolah muncul dari balik mimpi, seperti auman raksasa yang kelaparan. Beberapa menit, derunya menggumpal dalam telinga. Kemudian hilang, hening kembali seakan-akan suara itu kembali ke pertapaannya di keheningan-khayangan. Ibuku yang tidur di sampingku tak begitu peduli. Dia tetap dalam lelapnya, atau memang tidak mendengar apa-apa? Sedangkan bapakku yang biasa tidur di sofa hanya sesekali mendehem yang sangat kentara dibuat-buat ketika mendengar aku terbangun dan gelisah di dalam kamar. Begitulah seterusnya setiap malam. Awalnya memang baik-baik saja. Namun, beberapa waktu kemudian, suara kereta itu, selain selalu membangunkanku di jam dua, selalu saja membuat badanku menggigil, seakan seluruh badanku disiram setimba air es sepanjang suara itu menderu. Sangat menyiksa! Setelahnya, mataku sulit dipejamkan lagi sampai pagi tiba. Pernah, bahkan sampai beberapa kali kejadian ini kuceritakan pada ibuku karena saking tidak tahannya dengan gangguan tersebut, namun ibuku malah tertawa dan menganggapku membanyol. “Lagian kereta malam itu bukan cuma lewat pas jam dua saja. Kenapa kamu hanya kaget di jam dua. Kamu aneh, mana ada suara kereta lewat panjangnya sampai lima menit.” Sanggah ibu ketika kuceritakan kejanggalan kereta yang lewat di jam dua pagi itu. Lama-kelamaan aku merasa semakin terganggu dengan suara itu. Lama-kelamaan ibuku makin menganggapku aneh ketika kuulang-ulang cerita itu. Begitupun bapak, malah menganggap pikiranku terganggu— hanya saja ia tidak mau menyebutku gila. “Bu, besok Burhan bawa saja ke Pak Nom, biar dibentengi.” Ucap bapak kepada ibu suatu pagi di ruang dapur saat mereka menyangkaku masih tidur. Pak Nom yang dimaksud bapak tentu saja adalah seorang tua tetangga desa waktu di kampung yang terkenal sebagai “dokter gaib”. Namun aku belum cukup paham makna dari kata dibentengi yang diucapkan bapak. *** Perawakannya kurus, kumisnya memutih, kulitnya sedikit gelap, tapi giginya masih genap dan terlihat sangat sehat. Rambutnya? Hampir memutih seluruhnya, panjang sebahu dan agak acak. Umurnya mungkin sepantaran dengan kakekku di kampung, meski kakekku tidak sesehat bapak tua yang ada di hadapanku itu. Setelah beberapa saat aku baru mengerti dialah pak Nom

yang disebut oleh bapak, ketika ibuku menyebutnya. Tanpa basa-basi ibuku langsung menceritakan atau lebih tepat disebut konsultasi, semacam dokter dengan pasiennya. Dan tanpa perlu banyak waktu Pak Nom langsung memberi penjelasan sekaligus memberi saran dan arahan kepada ibuku dengan setengah berbisik. Tidak sampai tiga puluh menit kami menghadapnya. Pak Nom sangat sibuk mengurusi tamutamu lain yang hampir memenuhi ruangan yang cukup luas itu. Selanjutnya, kami pun pulang dan membawa bungkusan kecil oleh-oleh darinya. Bendelan kecil yang isinya keras seperti potongan ranting itu, oleh ibu diikat dan dijadikan kalung buatku, aku menuruti begitu saja. Kini leherku tidak polosan lagi. Benda aneh itu menemaniku sepanjang hari. Tapi aku tak tahu apa maksud dan tujuan lebih jelasnya ibu melekatkan benda pemberian Pak Nom itu ke leherku. “Sekarang sudah aman.” Hanya itu yang diucapkan ibu setelah selesai mengalungkan benda tersebut. Kawan-kawan sepermainanku tentu saja memandangku aneh ketika melihat ada yang menggelantung di leherku saat aku bertelanjang dada dan berlari bugil di bawah hujan senja. Mungkin bagi mereka aku serupa Tarsan dari hutan yang biasa mereka lihat di televisi. Tentu juga aku menganggap mereka aneh karena kekagetan mereka pada benda kecil itu. Padahal, waktu di desa aku tidak pernah kaget dan merasa aneh memandang Harun, teman ngajiku yang memakai kalung dengan bendelan yang mirip dengan punyaku kini. Bahkan, Rohman dan Rohim sejak umur dua tahun sudah dipasangkan kalung oleh bapaknya. Tidak hanya merasa aneh, temanteman baruku menjadi agak usil, ingin tahu isi dari bendelan itu. Ramai-ramai mereka memegangi tangan dan kakiku dengan erat, ingin merampas bendelan itu. Tentu saja aku memberontak, berusaha sekuat tenaga agar lepas dari paksaan mereka. Beruntung Pak

Diman lewat, tetangga depan rumah, ia menyuruh mereka melepaskanku. Dan sejak kejadian itu, aku enggan bermain dengan mereka lagi. Mereka anak-anak kota yang usil! *** Sudah satu minggu aku memakai kalung itu. Tak ada sesuatu yang berubah dari tubuhku atau merasakan hal aneh selain tidur malam yang nyenyak. Tidak ada lagi gangguan atau terjaga di jam dua. Tidak pula terdengar suara kereta lewat yang menggigilkan seluruh tubuhku. Hingga aku berfikir betapa hebatnya kalung tersebut. Selanjutnya, karena dihinggapi rasa penasaran, ingin sesekali aku mengetahui kehebatan kalung itu. Malam itu, aku sengaja melepasnya dari leherku, menaruhnya di meja lalu membiarkan tubuhku rebah di kasur. Ssssttt.... Astaga, jam dua dan suara kereta itu benar-benar terdengar kembali, membangunkanku dan membuat tubuhku menggigil lagi. Bahkan suaranya jauh lebih keras dan lebih lama. Tak kuasa aku berbaring, seperti ada yang menggerakkan tubuhku, sambil menahan dingin yang menjalar di sekujur badan, dan tanpa sepengetahuan ibuku yang lelap di sampingku aku bangkit, keluar rumah. Suara itu makin keras dan membuat panas telingaku. Tidak seperti auman raksasa lagi namun jauh lebih gaduh dan berisik. Aku berjalan keluar pekarangan, berlari, berjalan dan berlari menuju sumber suara itu. Melintasi jalan aspal yang lengang, jembatan dan pasar kota. Melewati perumahan yang di setiap gangnya dijaga anjing-anjing galak dan beringas. Menyeberangi tanah kosong yang becek. Menembus kegelapan pinggiran kota yang tak terjamah lampu dan neon box papan iklan. Suara kereta itu terus menggema dan seolah memanggilku untuk menujunya. Aku berlari dengan tubuh menggigil di kota yang sunyi. Tak ada seorangpun yang kutemui. Tak ada mobil melintas di jalanan mulus yang

selalu macet pada pagi dan sore hari itu. Hanya gedung-gedung bertingkat, halte, tugu, tiang-tiang listrik, tower, dan gerobak-gerobak kaki lima yang ditinggal pemiliknya. Bisu, semuanya membisu. Semuanya kompak dalam diam. Angin semilir yang entah di mana lubangnya itu telah meninabobokkan suluruh warga kota, sehingga tidak tersentak terjaga karena suara kereta. Hanya aku sendiri, berlari dan terus berlari menuju gerbang perlintasan kereta api. Entah sudah berapa jauh, sudah berapa lama perjalanan dari rumah menuju sumber suara aneh itu, namun langkahku belum sampai juga. Lelah dan menggigil kini berpadu di tubuhku, tapi suara itu seperti memiliki magnet yang terus menarikku untuk menujunya. Aku pelankan langkah, memilih berjalan di atas trotoar yang penuh sampah sisa pesta. Berjalan dan terus berjalan, hingga akhirnya aku tiba di suatu tempat yang sangat asing, di mana sumber suara itu berada. Bukan di perlintasan atau pemberhentian kereta api, bukan. Bukan seperti yang kubayangkan sebelumnya. Sebuah tempat yang landai dan jauh, gelap dan dikelilingi semak belukar. Tak ada rel kereta api. Tak ada kereta api tengah malam lewat yang biasa membelah kesunyian kota. Tak ada apa-apa, benar-benar tak ada apa-apa. Namun betapa takjub ketika kudongakkan mukaku ke angkasa raya, jutaan lebah cahaya serentak turun mengerubungiku,terbang rendah di sekelilingku. Hinggap di dedaunan dan rerumputan kering. Suaranya mendengung nyaring, seperti malaikat berdzikir. Aku suka, aku suka. Aku kini mandi cahaya. Tanah tempat aku pijak juga mandi cahaya. Semak belukar, pepohonan, batu-batu, air di kali yang sempit, semuanya menjadi bercahaya. Halte, rumah, gedunggedung, gunung dan kota di kejauhan semua bercahaya. Langit dan bumi yang semula gulita kini menjadi hamparan cahaya.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

M. Iskandar

K. Ngurah

Partono

W.G. Sumarta

Satya Dewi


DIMENSI

6 ramalan

bintang

Capricorn Peruntungan: Kerja Anda selama ini cukup profesional dan loyalitasnya juga cukup tinggi. Sehingga harapan untuk meraih ke jenjang atas tampak terbuka lebar. Tak perlu mendengarkan kabar burung yang kurang bagus bagi diri Anda, biarkan saja karena akan hilang dengan sendirinya. Karier: Perjalanan masih panjang jangan terlalu berambisi pada minggu ini. Kesehatan: Kulit memerlukan perhatian lebih kusus. Keuangan: Ada pemasukan namun tidak sesuai target. Asmara: Jika tidak ingin terbakar sebaiknya jangan coba-coba bermain api. Aquarius Peruntungan: Jangan mudah tersinggung jika ingin meraih kesuksesan lebih di minggu ini. Peluang tampak terbuka lebar tinggal tergantung motivasi dan bagaimana Anda menjaga sikap agar peluang itu tidak berubah menjadi masalah. Karier: Perjalanan minggu ini memang terasa berat. Kesehatan: Waspada timbulnya penyakit lama kambuh lagi. Keuangan: Pemasukannya banyak hambatan karena iri hati terselubung. Asmara: Terseyumlah dan tataplah masa depan dengan pandangan penuh optimis, karena tak selamanya mendung itu kelabu. Pisces Peruntungan: Jalanan tampak mulus dan hampir tiada hambatan berat yang merintangi. Tinggal tergantung bagaimana motivasi Anda untuk meraih semua peluang tersebut. Tinggalkan bayang-bayang kelabu yang hanya akan membikin hati sengsara dan semangat menjadi melemah saja. Karier: Di minggu ini banyak pendukungnya yang simpatik pada Anda. Alias karier cermerlang. Kesehatan: Sehat Walafiat. Keuangan: Tercukupi dan bagus sekali. Asmara: Dunia terasa bagaikan di surga. Aries Peruntungan: Usahakan untuk tidak emosi di minggu ini jika ingin mendapatkan keuntungan. Rencana usaha keluar kota lebih baik jangan dilaksanakan. Karena perbintangan Anda kurang oke. Karier: Tiada yang bisa diharapkan di minggu ini sekalipun awal mulanya nampak positip. Kesehatan: Minggu ini tiada yang baik selain istirahat dan bersantai bersama keluarga. Keuangan: Jangan terlalu diharapkan agar tidak kecewa. Asmara: Bicara saja apa adanya tak perlu bermuluk-muluk agar kejenuhan tidak mengganggu jalannya asmara. Taurus Peruntungan: Minggu ini penuh dengan keberuntungan maka dari itu jangan ditunda-tunda lagi rencana yang sudah tersusun. Laksanakan dengan penuh keyakinan mumpung sikonnya menguntungkan. Karier: harapan baik menanti Anda dan atasan tampak merespon positif setiap langkah yang Anda lakukan. Kesehatan: Tiada masalah dan jika anda dalam keadaan kritis di minggu ini bisa lolos selamat. Keuangan: Yang diharapkan bisa meleset, oleh sebab itu berjaga-jagalah agar tidak mendapat kesulitan. Asmara: Semuanya terasa indah dan si dia sangat sayang pada Anda. Gemini Peruntungan: Jangan berspekulasi karena semuanya masih dalam percobaan. Peruntungan minggu ini kurang menyenangkan, untuk itu sebelum melangkah sebaiknya dipikir seribu kali, karena penyesalan akhir tiada gunanya. Karier: Janji manis selalu menantang Anda dan dapat dipegang mperkataannya. Kesehatan: Yang sakit akan sembuh dan kuat sedangkan yang sehat semakin perkasa. Keuangan: Sesuilit apapun akan tertolong asalkan Anda tetap teguh tidak pesimis. Asmara: Begitu indah waktu-waktu yang akan dilalui dalam minggu ini penuh kenangan. Cancer Peruntungan: Minggu ini peruntungannya masihlah baik namun uang masuk mudah keluar lagi dikarenakan Anda lupa daratan jika udah kena pujian atau sanjungan. Oleh sebab itu selalulah bercermin pada masa pahit yang telah dialami, usahakan jangan sampai terulang kembali. Karier: Jangan silau karena pujian dan jangan sakit hati jika dicela karena justru kritikan tersebut dapat membantu meningkatnya karier Anda jika diterima dengan lapang dada. Kesehatan: Kesehatan harus tetap diutamakan dan dijaga, oleh sebab itu jangan coba-coba untuk melanggar pantangannya. Keuangan: Ada rupa tapi tiada dapat dipertahankan. Asmara: Yang pasti hidup tanpa asmara terasa hampa. Oleh sebab itu jangan abaikan asmara. Dan mengalahlah. Leo Peruntungan: Hambatan sudah pergi menjauh, segala urusan bakalan beres semuanya. Peruntungan di depan mata, kini Anda mau apa lagi? Apakah masih tetap bimbang dan ragu. Yakinlah pada kemampuan dan intuisi yang Anda miliki. Akan mendapat dukungan serta tawaran besar menantang Anda. Karier: Demi kemajuan kariernya jangan ragu untuk melontarkan ide-ide dan opini Anda. Siapa tau dari keberanian tersebut membuahkan hasil yang mentakjupkan. Kesehatan: Panasnya daya pikir harus diimbangin dengan gerak olah-raga yang memadai agar tulang punggung tidak terasa bagaikan kayu yang patah. Keuangan: Memuaskan. Asmara: Jika Anda masih mengharapkan asmaranya, harus mau berkorban. Virgo Peruntungan: Jika ingin tenang maka tak perlu ikut campur urusan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan diri Anda, cobalah lebih concern dengan urusan yang lagi dihadapi apalagi waktu penyelesaiannya sudah sangat mendesak sekali. Karier: Batu ujian tampak terhampar di depan Anda, untuk itu berusahalah lebih teliti dalam menilai suatu permasalahan. Kesehatan:Jangan mengabaikan kondisi badan yang terus menurun, lakukan upaya untuk dapat mengangkat kembali kondisi badan. Keuangan: Pengeluaran tampaknya masih merupakan masalah yang harus dipikirkan di minggu ini. Asmara: Apa susahnya bagi Anda untuk memarahinya, akan tetapi itu semua untungnya apa? Jangan-jangan malah akan lebih menyakiti hatinya. Libra Peruntungan: Yakinlah dengan kemampuan diri sendiri, karena keyakinan adalah modal utama dalam meraih kesuksesan. Tak perlu terombang-ambing oleh omongan orang yang kurang bisa dipertanggungjawabkan. Karier: Ketegasan dan keberanian merupakan kunci sukses di minggu ini. Kesehatan: Jangan mencoba-coba minum obat yang belum pernah Anda minum, sebelum dikonsultasikan dengan dokter. Keuangan: Dana cukup berlebih sehingga tak ada masalah bila ingin membeli sesuatu barang. Asmara: Pertahankan suasana yang baik ini. Jangan sampai terganggu oleh datangnya pihak ketiga. Scorpio Peruntungan: Jadikan pengalaman pahit untuk membangun kerajaan yang Anda idam-idamkan di minggu ini banyak jalan menuju cita-cita. Teruslah berjalan dengan visi dan misi yang jelas dan tak berubah-ubah. Karier: Semakin dikagumi. Kesehatan: Tidak stabil, masih memerlukan istirahat total. Keuangan: Berusahalah untuk tetap berpegang teguh pada anggaran yang telah Anda susun sendiri. Asmara: Dia bukan milik Anda. Sagitarius Peruntungan: Kesibukkan meningkat disebabkan panggilan kerja di lain tempat dan pekerjaan menumpuk karena menata yang akan ditinggalkan. Semuanya akan berjalan sesuai harapan jika Anda tidak meninggalkan “pedoman langkah jitu” asuhan Putri Wong Kam Fu minggu ini. Karier: Sedikit ada rasa kecewa di hati, sebab hasil karya belum dipanen harus sudah ditinggalkan untuk diserahkan lain orang. Kesehatan: Kurang sehat karena hati panas kepala berat. Keuangan: Bersyukurlah sekalipun kebutuhan meningkat, Diasuh Oleh tetapi pemasukan masih bisa menPutri Wong Kam Fu cover semua itu. Berlaku Asmara: Terbenam dengan kes14 -20 Agustus 2016 ibukan yang serius.

Minggu Umanis, 14 Agustus 2016

Weda Wakya

"Tumpek Uduh", Menyayangi Tumbuhan Secara Sempurna Om dyauh santir antariksam santih, prthivi santir apah santih, osadhayah santih vanaspatayah santir, visvedevah santir brahma santih, sarvam santih santir eva santih, sa ma santir edhi Om, Santih Santih Santih, Om (Yajur Veda, 36.17) “Ya Tuhan, semoga damai di Langit, damai di antariksa, damai di Bumi, damai di Air, damai pada Tumbuh-tumbuhan, damai pada Pepohonan, Seluruh Dewata menjadi damai, damai Sang Pencipta, damai Semuanya, damai dan hanya damai. Semoga kedamaian datang kepada kami.” Sebagian besar literatur Veda mengajarkan kecintaan pada lingkungan dan hidup harmoni dengan alam sekitar. Para orang suci seperti Resi, Yogi dan lain-lain, selain dalam kesehariannya mengadakan pencarian spiritual, juga tekun dan tulus mendoakan agar alam lingkungan tetap indah, subur, dan damai. Hal itu menunjukkan bahwa keharmonisan hidup bersama alam tidak dapat dipisahkan dari hidup, praktik, dan tujuan agama atau spiritual. Hidup berdampingan dan selaras dengan alam adalah bagian dari ajaran Tri Hita Karana dan telah menjadi ajaran yang menjiwai hidup seluruh umat Hindu di Bali. Menghargai alam merupakan salah satu cara untuk menjadikan (karana) hidup lebih sejahtera (hita). Manusia hidup dari alam, oleh karenanya manusia wajib menjaga dan menghargai alam. Adalah sebuah kesalahan besar bila manusia tidak menghargai dan menjaga alam, sebaliknya hanya bisa mengambil hasilnya saja untuk kepentingan dan kepuasan diri sendiri. Bahkan lebih jauh lagi, sadar tidak sadar merusak alam lingkungan yang menghidupi lahir batinnya. Menurut Maharesi Vyasa hidup pepohonan hanyalah demi kebaikan dan kesejahteraan yang lain (paropakaraya phalanti vrksah). Oleh karena itulah harapan dan doa ditujukan kepada pepohonan dan tumbuhan (osadhayah santih vanaspatayah santih). Veda mengajarkan, “Makanlah bumi ini...”, artinya manusia berhak memanfaatkan seluruh sumber daya alam yang ada di bumi ini sebagai waranugraha dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semua diciptakan olehNya untuk kesejahteraan umat manusia. Akan tetapi, manusia juga memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan alam. Weda mengajarkan, manusia boleh memakan Ibu Pertiwi, tetapi hendaknya yang dimakan

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa adalah sari-sarinya saja. Jangan “membunuh” alias menghancurkan bumi ini. Kesungguhan kitab suci Veda (Taittiriya Samhita, Rg Veda, Atharva Veda) dalam pelestarian alam ditunjukkan pada paparan khusus perihal cinta kasih kepada bumi yang dinamakan Bhu Sukta, Bhumi Sukta, atau Prithvi Sukta. Ibu Perthiwi dan Bapa Akasa yang dikenal di Bali juga berasal dari Rg Veda (tan mata prthivi tat-pita dyauh). Barangkali Bhu Sukta ini juga yang menginsiprasi masyarakat Hindu di Gunungkidul di Jawa Tengah pada tradisi upacara Wisuda Bumi. Upacara tersebut merupakan bentuk penghormatan pada bumi yang telah memberi kemakmuran dan juga memohon pada Hyang Tunggal agar tidak terjadi bencana di bumi ini. Rg Veda Samhita mengajarkan untuk tidak menghancurkan pepohonan, karena pepohonan adalah rumah bagi manusia. Pepohonan juga disebutkan sebagai harta karun bagi generasi manusia yang akan datang. Jika ia dihancurkan maka kita menghalangi generasi yang akan datang untuk hidup tenang damai sejahtera. Pemikiran indah penuh cinta kasih seperti inilah yang barangkali menjadi dasar dari lahirnya peringatan Tumpek Uduh. Pada hari Tumpek Uduh ini yang juga disebut Tumpek Pengatag, Tumpek Bubuh, Tumpek Tetanduran, Tumpek Wariga, atau pun Tumpek Pengarah, umat Hindu di Bali memperlihatkan nyata rasa menyayangi tumbuhan dengan penghormatan sangat tinggi. Menyayangi tumbuhan dengan melakukan penghormatan sangat khusus pada tingkat “memuja” merupakan tindakan cerdas spiritual yang sangat tinggi, dan ia merupakan satu-satunya “harta karun tradisi indah” di dunia. Dapat dipastikan, kearifan lokal sangat mulia seperti ini tidak ada di tempat lain di dunia. Oleh karena itu, semua mempunyai kewajiban untuk tetap menjaga dan melestarikannya dalam tekad pasti, bahwa tradisi pemujaan Tumpek Uduh tidak akan pernah hilang dari

muka bumi ini. Pada hari Tumpek Uduh ini umat Hindu memuja Tuhan, Sang Hyang Sankara yang telah menciptakan berbagai macam tumbuhan “sarwa tumuwuh” yang bermanfaat bagi manusia. Peringatan suci ini juga dilakukan dalam peritungan kalender Bali sangat sempurna, yaitu bertemunya (nemu gelang) “puncak” Saptawara (Saniscara) dan “puncak” Pancawara (Kliwon) yang “muncak” atau “numpek” pada Wuku Wariga. Dalam perayaan ini, selain ungkapan rasa angayubagia (syukur), umat Hindu juga memohon kepada Tuhan YME agar tumbuh-tumbuhan yang ditanamnya dapat memberikan hasil yang terbaik sesuai yang diharapkan. Secara tradisi, umat “berbicara” dengan tumbuhan seperti ini, “Nini Nini..., buin selae dina Galunganne, mabuah pang ngeed… ngeed… ngeed.” (Nini Nini..., Galungan sudah akan datang 25 hari lagi, berbuahlah yang lebat… lebat… lebat). Di India terdapat tradisi masyarakat Hindu melakukan penghormatan pada pepohonan, khususnya pada pohon-pohon yang diyakini sebagai pohon suci. Terutama pohon atau tumbuhan yang dianggap suci, seperti Tulasi (ocimum sanctum), pohon Boddhi (ficus religiosa), sejenis pohon “Ancak”, Beringin (ficus benjamina), Mangga (mangifera indica), Nim/ Intaran (azadirachta indica), Kelapa (cocos nucifera), dan lain-lain. Rumput Kusa dan beberapa jenis bunga juga disucikan. Ada banyak cara dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Leluhur kita mengajarkan, kalau menebang satu pohon maka tanamlah 5 pohon. Sebelum memotong pohon, diawali dengan meminta izin untuk memotong pohon melalui haturan canang, dan sebagai komitmen pelestarian pepohonan, di atas bagian akar pohon yang sudah ditebang ditancapkan ranting pohon sebagai simbol menanam kembali pohon yang sama. Menanam kembali 5 pohon yang sama, logikanya, ini adalah itungan probabilitas, teori kemungkinan. Dari 5 pohon yang ditanam belum tentu semua tumbuh. Dari yang tumbuh belum tentu semua berumur panjang. Sebuah itung-itungan yang luar biasa dari nenek moyang kita yang “sederhana”. Beberapa suku bangsa di Indonesia masih memiliki hutan yang dikeramatkan dan hanya orang-orang tertentu saja, di waktu tertentu, yang boleh masuk untuk mengambil sesuatu yang jenis dan jumlahnya telah ditentukan secara adat. Salah satu contoh

adalah Suku Kajang di daerah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Suku Kajang memiliki hutan keramat yang disebut Borong Karamaka. Hutan keramat ini terlarang dimasuki siapa pun kecuali ada acara ritual. Bagi sebagian orang, mengeramatkan hutan beserta segala isinya mungkin dianggap sebagai tahayul dan kuno. Namun bagi orang yang berpikir bijak, pengeramatan seperti itu adalah local genius masyarakat kita dalam upaya melestarikan lingkungan. Demi menjaga dan melindungi alam, cara berpikir bijak seperti itu patut dihargai dan dihormati. Keberadaan pohon yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan hewan, menjadi sumber air mengalir yang memberi kehidupan bagi semua makhluk. Melalui proses fotosintesanya, pohon menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh semua makhluk untuk bernafas. Akar pohon mampu menahan tanah dan mencegah longsor. Daun-daunnya menghambat laju curah hujan sehingga menghindari tergerusnya lapisan atas tanah yang merupakan lapisan subur. Keberadaan pepohonan menandakan kawasan subur. Pohon dan tumbuhan lainnya memiliki peranan penting dalam sebuah ekosistem. Hancurnya kawasan hutan menyebabkan hancurnya ekosistem karena rusaknya rantai makanan. Tanpa tumbuhan, keberadaan herbivora (hewan pemakan tumbuhan) akan lenyap dan tanpa herbivora, karnivora (hewan pemakan daging) pun punah. Pemerintah pun memberikan perhatian serius terhadap hal ini. Melalui Kepres No. 24 Tahun 2008 menetapkan tanggal 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia, dan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional (BMN). Keputusan ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kelestarian lingkungan, khususnya kelestarian keberadaan pepohonan sebagai paruparu dunia. Keputusan Presiden ini patut mendapat dukungan aktif dari seluruh masyarakat Indonesia. Umat Hindu sangat berkepentingan dengan kelestarian alam demi penerapan ajaran Adhyatmika Prema (Cinta Kasih Sejati) dan penyediaan sarana upacara keagamaan. Tumbuhan menyediakan semua sarana Yajña (patram puspam phalam toyam). Oleh karena itu, menyayangi, menjaga, dan melestarikan alam merupakan Manava Dharma (kewajiban sebagai manusia) dan Agama Dharma (kewajiban agama) bagi kita semua.

MIMBAR AGAMA

Satya dan Tepasarira Redaktur Khusus MIMBAR

Khonghucu WS. CH. Budhi S. Pribadi.SP Zi-Gong salah satu murid Nabi Kongzi/Konfusius - Bertanya; ‘’ Adakan suatu kata yang boleh menjadi pedoman sepanjang hidup manusia?’’ Nabi Kongzi bersabda: ‘’Itulah tepasarira/tepo seliro’’ atau dalam bahasa Kitab Agama Khonghucu disebut ‘’SHU’’, yaitu berbuatlah terhadap orang lain, yang kamu sendiri ingin hal itu terjadi pada dirimu, dan jangan berbuat sesuatu terhadap orang lain, yang kamu sendiri tidak inginkan hal itu terjadi pada dirimu sendiri’’ (Kitab Sabda Suci/LUW-YuXV:24) Dalam kehidupan ini, bila dilihat memang zamannya semakin canggih dengan berbagai fasilitasnya teknologi yang serba modern, namun bila dilihat dari segi kehidupan rohani manusianya, semakin mundur nilai moralnya. Dimanamana banyak kita temui kejadiankejadian yang tidak manusiawi lagi, sepertinya percecokan antar

PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

manusia menjadi sebuah tragedi pembunuhan, pemerkosaan dengan dengan modus mutilasi yang biadab, perampokan harta yang sekaligus dilakukan dengan kekejian membantai seisi penghuninya. Kesemua itu adalah akibat ulah manusia yang tidak mengasihi/menyayangi sesama manusia, serta tidak mensyukuri nikmat dari Tuhan, sehingga berakibat merusak tatanan kehidupan manusia. Dan sesungguhnya Tuhan Yang Maha Besar telah mengutus para Nabi sebagai pembimbing umat manusia. Agar manusia dapat kembali ke jalan suci/jalan kebenaran secara alamiah kepada semua manusia untuk mencapai puncak kebaikan (Zhi-Shan) dan dapat menepati hidupnya sesuai dengan kodratnya sebagai manusia pengembang watak sejati sebagai firman Tuhan (Tian-Ming). Adapun kebenaran yang sesungguhnya, para nabi, termasuk Nabi Kongzi/konfusius telah memberikan arah hidup kepada manusia lewat ajarannya, dan salah satu pokok ajarannya itu adalah ‘’Satya kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan tepasarira kepada sesama manusia/ Zhong-Yi-Tian dan Shu-Yi-Ren’’. Adapun bila kita tinjau lebih dalam, ajaran ‘’Tepasarira’’ yang satu dan hanya satu ini. Telah ada semenjak nenek moyang bangsa kita, yaitu ‘’Bhinneka Tunggal Ika’’ apabila ajaran ini dengan konsekuen diterapkan dalam kehidupan bangsa sangat tepat, karena telah menjadi semboyan bangsa kita. Dan apabila kita semua tahu dan sadar, bahwa untuk hidup bermasyarakat harus

berlandaskan tepo seliro/tahu menimbang/ tenggang rasa satu dengan yang lain, maka orang tidak saling menjakiti dan membenci. Kesadaran ini akan menjadikan kehidupan yang damai tentram. Namun mengapa sampai kini belum tercapai karena disebabkan adanya banyak kendala/ hambatan dari diri manusia sendiri. Di dalam mengendalikan hawa nafsu dalam hati manusianya, sepertinya rasa iri hati, dengki, tamak/serakah dan dendam yang mengalikan langkah kita. Apabila di dalam kehidupan bersama ini, dengan mengamalkan ajaran para nabi, yang merupakan pedoman sepanjang hidup kita secara bersama, adalah bagaikan dasar untuk menuju jalan ke manusia sempurna/manusia unggul. Karena orang yang dapat mengamalkan perikemanusiaan (Ren) dan perikeadilan (Yi), adalah orang yang mampu menarik garis sejajar yang bertolak ukur dari dirinya sendiri. Dalam memperlakkan orang lain, dimana orang yang ingin mengkokohkan kedudukan sendiri, harus juga mengkokohkan kedudukan orang lain, dan orang yang ingin mengembangkan dirinya sendiri. Perlu juga mengembangkan orang lain, dengan demikian setiap orang mempunyai tolok ukur untuk menentukan perilaku yang tak lepas pada diri sendiri, dan bukan hal lain, yaitu perbuatan yang tanpa pamrih demi keuntungan sendiri, melainkan di atas segi moralitas. Adapun hakekat ‘’Satya dan Tepasarira’’ ini, adalah merupakan sebuah janji manusia untuk menjadi diri manusia yang seutuhnya.

A.A. Putu Suryandari, anak pertama pasangan A.A. Made Sedana dan A.A. Ayu Putu Suarniti, 1 Agustus 2016 lalu berusia 12 tahun. Perayaan HUT dilaksanakan secara sederhana di Jero Kalimutu dan dihadiri oleh semua keluarga.

Dalam mengemban firman Tuhan, agar dapat merasakan kedamaian di dunia kehidupan karena dengan adanya kesadaran diri dan juga orang lain, yang hidup dengan saling menyayangi, mennghormati dan mengalah, dimana kehidupan yang ada akan terjalin keharmonisan. Dimana hubungan suami-istri, dan orangtua dan anak akan terjalin begitu harmonis, dan pemimpin berlaku sebagai pemimpin, bawahan selaku bawahan yang baik. Semua bertindak sesuai dengan kedudukannya. Demikian pula apabila diri kita ini, yang sebagai warisan dari orang tua, dapat merawat dengan perbuatan baji, maka Tuhan Yang Maha Esa, akan melimpahkan berkah dan bahagia, karena kebahagiaan yang sesungguhnya dan celaka itu datangnya dari diri kita sendiri. Dengan melaksanakan ajaran ‘’Satya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Terpasarira kepada sesama manusia (Zhong-Shu) maka jalan kebenaran dunia ini akan terwujud, dan kedamaian hidup akan dapat dicapai, sebab semua orang telah menyadari diri, bahwa kita hidup dengan orang lain, serta selalu menjaga hati masing-masing. Janganlah mengikuti hawa nafsu, agar hidup ini sesuai firman Tuhan, karena disitulah Tuhan memberikan berkah dan kebahagiaan lahir batin kepada semua umatnya Nabi Kongzi bersabda: ‘’Diatur dengan peraturan yang akan menyebabkan manusia itu berupaya akan menghindar, tetapi bila diatur dengan kebajikan, maka manusia akan mematuhinya dan berupaya untuk melaksanakannya.’’

Selamat ulang tahun yang ke-23 buat Gek Minie.


Redité Umanis, 14 Agustus 2016

Bali L e m b a r

B a l i

Wangun Badé

Bencingah

Matumpang miwah Mapepalihan BMP/wan

Jro Mangku Nyoman Artana

Taksunipun Sayan Ical RI KALA ngamargiang upacara yadnya sinah patut kadulurin antuk nabdabang taler nyangkepang sakancan sarana sané jagi kawigunayang. Yéning sakadi sané akéh kapanggih tatkala punika majanten kramané jagi ngaryanin makudangkudang piranti sané kawigunayang inucap praragan kasarengin olih semeton miwah pisaganyané. Parikrama inucap majanten jagi nelasang galah napi malih yening karya sané jagi kamargiang punika wantah karya ageng. Sakéwanten ring kahanan sakadi mangkin, nénten akidik krama sané makayunan jagi numbas piranti-piranti inucap duaning ipun nénten akéh madué galah madabdaban. Yadiastun tata-titi miwah taksu saking piranti sané katumbas inucap nénten pateh sakadi sané kakaryanin praragan. Indik kadi asapunika sané taler kapanggih ring indik badé sakadi sané kabaosang olih Jero Mangku Nyoman Artana. Mangku Undagi saking Br. Padang Tegal Mekarsari, Ubud, Gianyar puniki maosang sangkaning kaicénin tetamian indik pakem miwah tata-titi makarya badé olih Sang Pitara Pekak dané, majanten punika sané satata kawigunayang napkala dané makarya wadah utawi badé. Sakéwanten kasuén-suén kawéntenan badé punika sayan nglimbak ring pakraman utamanipun nyantos ring Ubud miwah Denpasar tur dados barang sané kaadolang sakéwanten pakem ipun mabinayan saking tata-titi sané kapolihang tur katamian dané. Sané ngawinang nénten pateh punika duaning wadah miwah badé sané kaadolang inucap nénten ngawigunayang sikut utawi gegulak sané patut utawi wantah copy kémanten. Beciknyané wadah utawi badé sané kakaryanin punika patut ngawigunayang sikut miwah gegulaknyané soang-soang tur nénten ngawigunayang sikut miwah gegulak saking wadah miwah badé siosan. “Gegulak miwah sikut asiki kaanggén makarya makéh badé kadi asapunika sané prasida ngawinang taksu Badé inucap sayan ical. Yéning kramané uning tur uning ring sikut badé majanten kapanggih pariindikan inucap,” asapunika Undagi badé sané pinaka pensiunan guru puniki maosang. Bapak sané embas ring Gianyar 16 Oktober 1957 puniki maosang, indik pikayunan taler pakem makarya badé sané kataminin dané punika kapolihang olih Ida Sang Pitara pekak dané tatkala kanikain makarya Badé ring Puri Peliatan ring warsa 1933 nguni. Risampuné ngamolihang “kleteg bayu” kadi asapunika, laut kaaturang majeng ring makasami Baudanda Puri sadurung ngawit kakaryanin. Nénten wantah indik wangunnyané kemanten nanging taler indik pepalihan miwah pepayasannyané, minakadi indik kampid, tapel boma taler tapel paksi sané genahnyané ring palih batur. Dané malih maosang yéning dumun genah tapel paksiné ring ungkur tur tapel boma ring arep, nanging indik punika ngawinang kampid paksi inucap satmaka magenah ring baong paksiné. Sangkaning punika olih pekak dané kasilurin genah ipun dados ring arep tur ring ungkur kagenahang tapel boma sané nyantos mangkin kantun kamargiang kadi sané kakaryanin olih pekak dané punika. Katakénin indik sané patut kauratiang napkala makarya badé, undagi sané taler sering makarya piranti gegambelan nganggén tiing puniki maosang yéning patut pisan setata matur piuning tur nunas ica ring genah makarya miwah ring mrajan soangsoang sadurung jagi ngawitin pakaryan mangda nénten kapanggih pikobetan taler biuta sané jagi ngulgul parikrama makarya badé inucap. Napi malih sané pinih méweh tatkala makarya badé inggih punika ngaryanin kekuub ipun mangda becik tur prasida kabaos adung. “Yadiastun arang manggihin pikobetan nanging naenin tiang mrasa kuciwa akidik risampunné wusan makarya, inggih punika seringan ngeninin indik kekuub yadiastun nyantos mangkin nénten naenin tiang polih pabaos saking krama sané ngarsayang kuciwa ring indik asil pakaryan tiangé punika,” asapunika dané sané molihang Penghargaan Seni Wija Kusuma saking Pemkab Gianyar ring Bidang Pelestarian Seni Undagi warsa 2014 puniki makenyem. (wan)

(40)

B a s a

7

MAKUDANG-kudang soroh upacara agama Hindu-Bali sampun manados cihna sané mabinayan pisan sareng genah tiosan. Punika manados sinalih tunggil pariindikan sané kasenengin olih para tamiu sané rauh ka Bali, yadiastun suajtinné punika boya ja “atraksi” wisata nanging wantah upacara sané patut kamargiang ring kahuripan krama Hindu-Bali. Ring makudang-kudang soroh upacara yadnya inucap, wénten upacara sané nyantos mangkin kantun manados sinalih tunggil brand image saking budaya Bali inggih punika upacara Ngabén. Duaning sios saking madaging antuk makudang-kudang parikrama nanging sinalih tunggil piranti sané kawigunayang taler ngangobin manah sang sané ngaksiang, inggih punika piranti ipun sané marupa Badé. Badé wantah piranti sané kawigunayang makta sawa tatkala upacara ngabén tur rumasuk ring sajeroning Wadah. Sakéwanten manut saking baos Jero Mangku I Nyoman Artana inggih punika undagi Wadah saking Padang Tegal Ubud puniki, wadah sareng bade punika mabinayan. Yéning wadah inggih punika sarana makta sawa ka setra tatkala upacara ngabén sané raab ipun wantah raab asah biasa utawi lelimasan tur kawigunayang olih krama Baliné akéh. Sakéwanten yéning Badé wantah wadah sané raab ipun matumpang 7, 9 nyantos 11 tur akéhan kawigunayang olih trah utawi soroh kulawarga sané manut satua dumun kocap sampun kacarca tatkala Ida Dalem Waturenggong madeg agung ring Bali. Kocap carcannyané inggih punika tumpang

11 kawigunayang olih Raja miwah kulawarga saking Puri Agung Klungkung, tumpang 9 kawigunayang olih angga Puri Agung Sukawati, Puri Ubud, Puri Peliatan miwah Puri siosan sakéwanten sané matumpang 7 kawigunayang olih angga Pasek Sanak Sapta Rsi. “Malarapan antuk pabinayan kadi asapunika, nénten makasami wadah prasida kabaosang dados Badé, sakéwanten yéning Badé majanten sampun pinaka wadah,” asapunika Jro Nyoman Artana maosang. Sios saking matumpang badé taler madaging antuk bebataran ring betén bebaléan genah sawané sané kawastanin antuk pepalihan tur soang-soangnyané madué gegunungan utawi tapel. Pepalihan punika kawigunanyang ngeninin indik “tegak linggih” sang sané jagi kaabén inucap ring pakraman. Manawita sané kaabén krama sané madué kawagedan nyantos ring kaketékan tiga minakadi pasah-beteng-kajeng utawi lemah-sandikala-peteng sinah ngawigunayang palih Batur nanging nénten madaging gegunungan. Yéning ipun waged ring kaketékan lima, sinah nincap inggih punika ngawigunayang palih Batur sané madaging gunung Boma ring ungkur miwah Paksi utawi Gruda ring arep miwah palih Sari madaging gunung Angsa ring ungkurnyané tur Pakis ring arep. Yéning ipun wantah sang sané madué kawagedan nyantos ring kaketékan sarwa pitu, palih makakalih i wawu kadagingin malih antuk palih Sancak sané gegunungan ipun Macan ring ungkur tur Bangkal ring arepnyané. Katincapang malih antuk nag-

ingin malih asiki utawi dados pat inggih punika palih Taman sané gunung ipun Saé ring ungkur tur Gajah ring arep manawita sané kaabén wantah sang sané uning nyantos ring kaketékan patpat minakadi Patih, Adipati, Manca miwah Pramanca. Yéning sané séda tur kaabén inggih punika Raja pinaka sang sané uning ring kawagedan sastra nyantos kaketékan sia, sinah palih patpat i wawu kadagingin pepalihan malih asiki inggih punika palih Karas sané madaging antuk tapel Boma Baang utawi barak ring ungkur tur Raja Singa ring arepnyané. Dadosné pepalihan sané kadagingin punika saking sor nyantos ka menek wantah palih Batur, palih Taman, ring tengah-tengah wantah palih Karas, palih Sancak miwah palih Sari ring pinih duur. Ngeninin indik Badawang taler Naga jagi kawigunayang olih sang sané dados pamucuk jagat inggih punika pinih sor saking perbekel nyantos ka Raja. Katakénin indik soroh-soroh wadah sané wénten ring pakraman, dané laut maosang yéning wadah punika sujatinné kakepah dados tigang soroh inggih punika Nista, Madya, miwah Utama. Yéning sané marupa penegenan kémanten, wadah sané maraab asah tur madaging batis miwah joli sané maraab lelimasan punika ngranjing ring Nista. Yéning sané sampun madaging pepalihan Batur kémanten utawi Batur miwah Sari kajangkepang antuk gegunungan ipun soang-soang sinah sampun ngranjing ring Madya. Sakéwanten sané Utama inggih punika ngawit saking Badé mapepalihan tetiga utawi Batur,

BPM/ist

BADE - Ring sajeroning upacara ngabén, ketah kapanggih wadah pinaka sarana anggén makta sawa ka sétra. Sakéwanten wadah sané wangun ipun madaging antuk pepalihan ring bebataran ipun taler maraab tumpang majanten punika kawastanin antuk badé Sari miwah Sancak, patpat utawi madaging malih asiki palih Taman nyantos sané ngawigunayang palih Karas. Nanging wénten taler wadah sané pinih mautama inggih punika kawastanin antuk Banda Sari. “Wangunnyané wantah bebaléan sané madaging antuk bebataran madaging pepalihan sané kawastanin antuk palih Banda. Wus punika madaging antuk raab

lelimasan kémanten tur nénten ngawigunayang tumpang. Yadiastun wantah asapunika, nanging sané dados ngawigunayang Banda Sari inucap wantah Ida Anak Lingsir utawi Wiku sané kalintang lewih mautama tur pinih duur ring Kapanditan tur mangkin arang pisan kapanggih wadah inucap,” asapunika dané nartayang. (wan)

Makarya Gegulak

Kadasarin Antuk Wangun Bebaléan

PAKSI - Ring badé sané ketah kapanggih mangkin genah tapel boma ring pepalihan batur inucap wantah ring ungkur, sakéwanten yening dumun tapel sané kagenahang ring ungkur pepalihan batur inucap wantah tapel paksi

SADURUNG jagi kawigunayang ring parikrama Pitra Yadnya utawi Ngabén, Wadah utawi Badé inucap patut kakaryanin antuk galah sané sué ipun nganutin saking agengalit taler akéh pepayasan ipun. Sakéwanten pinaka piranti sané jagi kawigunayang ring parikrama upacara yadnya, sinah ngaryanin piranti inucap nénten dados nganutin saking parikrama seni kémanten. Nanging ngaryanin wadah miwah badé inucap patut ngawigunayang tata-titi sané munggah ring makudang-kudang sastra agama taler tetuek-tetuek saking para panglingsir sami. Jero Mangku I Nyoman Artana maosang, parikrama ngaryanin ipun kakawitin saking nyantenang utawi makarya Gegulak inggih punika sikut pasti ngeninin indik lantang, linggah taler tegeh saking bebaléan wadah utawi badé inucap. Punika kasikut nganggén tiing akatih sané wusan punika kadadosang sikut anggén makarya saka miwah lambang ipun. Indik lantang miwah linggah bebaléan sané jagi kaadungang sareng kekuub wadah utawi badé inucap patut kakaryanin malarapan antuk ageng sawa utawi peti ipun mangda nénten kelet utawi bes gomboh tur kaadungang sareng tegeh bebaléannyané. Minakadi linggah peti inucap 80 cm sinah jagi kaadungang napi ké becik utawi kaon yéning tegeh bebaléan inucap améter.

Sios punika napi sampun patut sikut sané kawigunayang ring wewangunan wadah utawi badé inucap. “Bebaléan wantah indik sané pinih utama ring sajeroning wadah utawi badé duaning punika sané pinih kawigunayang. Minakadi sané wangun ipun marupa panegenan kémanten, yadiastun nénten madaging raab miwah pepalihan nanging sané pinih kawigunayang inggih punika marupa genah sawa wénten ring panegenan inucap. Punika mawinan bebalean sané kakaryanin pinih kapertama mangda prasida kaanggén dasar makarya gegulak. Wusan punika wawu kakaryanin dasar ring sor miwah raab ring duur saking wadah utawi badé inucap,” baos dané. Indik piakan saking badé dané maosang yéning punika kakepah dados lelima. Inggih punika batis sané kawastanin antuk Suku, duurnyané inggih punika dasar badé sané madaging antuk Bungan Tuwung, Badawang taler Naga miwah Karang Asti. Duur dasar wawu genah pepalihan sané taler madaging antuk gegunungan ipun. Duuran punika wawu kadagingin antuk bebaléan pinaka genah sawané tur pinih muncuk pinaka genah raab utawi tumpang. Badé taler kabaosang dané sayan nglimbak sangkaning antuk kahanan panglimbak seni ring pakraman taler lakar sané kawigunayang tatkala ngaryaninnyané. Yéning dumun ring badé

sané nganggén kayu wantah bebaléannyané kémanten tur pangawak badé makasami nganggén tiing. Nanging mangkin sajabaning pepayasannyané sampun makasami ngawigunayang kayu duaning kayu danganan tur gelisan kagarap napi malih sakadi mangkin wénten sané marupa usuk sané prasida gelisan malih kaanggén. Yadiastun danganan kagarap, nanging ngawigunayang kayu kadi asapunika wénten kakirangan ipun. Inggih punika kayu renyahan tur gelis pisan punggel katimbang tiing, punika mawinan tiing kantun kawigunayang napkala makarya badé sané tegeh ipun 10 meter utawi tegehan malih. Sangkaning punika tatkala makarya badé tegeh ngawigunayang kayu duaning galah sané kadruénang anggén makarya wantah ajebos, patut ngawigunayang semah sané akéh mangda bantang badé saking kayu punika nénten gelis lung tur ngawinang badé inucap runtuh. “Sios saking punika sané patut taler kapikayunin inggih punika sanannyané. Yéning sané akéh margiang tiang sanan inucap jagi agengan ping tiga saking ageng dasar badéné. Minakadi yéning dasar badé inucap wantah améter kali 1,5 meter sinah sanan inucap agengnyané 3 meter kali 4,5 meter. Sakéwanten manawita kahanan krama sané negen kaarsayang akéhan malih, sinah sanan sané kakaryanin agengan malih saking i wawu,” asapunika dané nartayang. (wan)

NGURAH Jelada sareng sametoné sané sampun usan muspa irika ngraris tedun ka Panataran. “Beli Ngurah, sira sujatinné Mbok Luh Suwarni, dados saking Ratu Subandar mara muspa driki? Raganné jegég nggih, yén tlektekang kelus wajah lan kulit kulawarganné mirip wénten darah Cina,” aturné Gusti Ayu Citra nyesedang matadah cenidra ring rakanné. “Mula yakti Gég Citra, leluhurné ilu mula uli Cina, nanging sampun berbaur ajak krama Bali di Nongan. Buka raosné ibusan raganné mula pangiring di Nongan. Sawiréh ten ngelah padharman cara iraga, liunan para katurunané ané di Bali muspa ka Ratu Subandar. Miribang saking kleteg bayu tur pituduh saking Pamangku driki warga Hindu sané saking dura Bali utamané para pedagang muspa di Ratu Subandar muah para pangalu maturan di Ratu Ulang Alu gumanti nunas panglelantih madagang. Mara uli drika ka Penataran Agung. Ané ten

Man Sisu lan Gég Citra, mungpung nglintang, mriki ngiring simpang dumun ka Pringalot, kadén Gég Citra déréng nawang umahé di Pringalot?” aturné Gusti Biang Siwi kapatutang olih rabinné. Gusti Ayu Citra makenyem. Ring kayunné nyud pisan jaga nyimpangin Gusti Ngurah Jelada lan rainné Gusti Ayu Jeladi. “Kénkén Dé Taman ngaba mobil napi numpang montor tambangan?” baos ipénné. “Kanggéang numpang angdés, mangkin ramé nambang kaja kelod di marginé. Bandingang nyarter montor malah maelan,” aturné Gusti Madé Taman. “Ooh yén kénten melah masi. Gég Citra apang tawang jalan singgah sig Ajiné di Pringalot. Nyandang kok di mobilé yén seksekang buin patpat,” baos Gusti Gedé Karang saha medal saking pura tedun kauh ngraris mamargi ka penambangan sané sayan ramé. Gusti Ayu Citra seneng pisan kayunné. Sesampuné mobilé mabinder ngrereh margi medal saking penambangan duuran raris

ngawangang tembus ring Menanga saking kalér wau ngelodang ngantos ring binginé bélok kangin rauh ka jeroné ring Pringalot. Samian raris tedun ngojog ring gunung rata. Gusti Biang Siwi sareng Gusti Ayu Jeladi ngelisang ka pawaregan tututina ring Ayu Citra. Nénten sué sampun medal makta wédang lan sanganan. “Kéné sampun umahé driki, jeg magrudugan misi siap ajak dolong di natahé. Punyan kayu masih bek cara di tegalé. Lén di Jero Selat jeg bresih,” baosné Ngurah Jelada ring Ayu Citra sané angob manggihin pohé nedeng mawoh nged pisan, nanging kantun nguda-nguda. “Yén tiang Beli Ngurah, demenan yéning tis cara driki. Kayang kenehé milu ayem. Yén jumah kangin sampun ten wénten tongos mapamula-mulaan sajaba nganggén pot.” “Gég Citra, mriki ngopi malu. Ibu perlu ningehang cerita dugas labuh di Amlapura. Yén ten Ngurah Jelada nuturang wiyakti Ibu ten nawang,” baosné

Gusti Biang Siwi alus. “Ooh inggih Ibu. Nanging mangkin ring déwék titiangé wénten darahné Beli Ngurah. Yén ten kénten minab titiang sampun ring suargan, santukan ring RSU Karangasem ten wénten persediaan golongan darah O.”Ayu Citra nandan Ngurah Jelada sareng malinggih. “Bééh sajan dugas nika tiang bingung. Payu Ngurah Jelada dadi donoré langsung,” baosné Gusti Biang Sisu sedih. “Kéto sampun yén maleluasan di dinan paotonanné pesan.” “Nanging yén déréng mula pagantian, pasti dogén ada jalan ubad utawi patulung saking Ida Sang Hyang Widi nyelametang. Dadi pas belinné Ngurah Jelada golongan darahné patuh paturu O,” baosné Gusti Madé Taman. “Yén niki adinné nurut Ibunné B.” Gusti Biang Sisu sayan nguntul, mrasa kadi negakin gadebong ka slémpér antuk rakanné. (Masambung)

BPM/ist

uning tekén Padharmanné liunan lansung ka Padma Tiga,” saurné Ngurah Jelada. “Sujatiné aturané nika boya ja harus kénten, nika amung saran apang ungkadané yén muspa, matirta nyak malintihan. Simalu uli malukat lantas muspa di mrajan jumah, mara luas kija tujuané maturan. Yén ka Besakih, ané ngelah Padharman driki patut ka Padharman malu apang ten ngliwatin Déwa Pitara utawi leluhur lakar muspa ring Sang Hyang Whidi. Yéning kramané ané mula witné di Bali utawi Bali Mula kawitanné di wed désané soang-soang. Ané ngelah Padharman biasanné warga Baliné ané asal usulné iluné uli Jawa pindah ka Bali cara para Maharsi, para Brahmana, para Empu madarma yatra nyebarang Agama Hindu/ Budha. Para Arya ané kautus dadi pejabat kerajaan di jaman Majapahit,” baosné Gusti Mangku pinaka anak lingsir. Rauh ring Panataran raris muspa saha maturan punia. “Beli Dé Karang sareng Mbok


Upacara

8 Bebantenan Sesamuhan Sajeroning Tetandingan Banten Suci SAJERONING agama Hindu pamekasnyané ring Bali, banten wantah pinaka sarana sané mautama sajeroning ngamargiang upacara. Banten madué teges pinaka aturan taler sarana majeng krama Hindu nyinahang rasa pangubhakti majeng Ida Sang Hyang Widhi madasar lascarya, tresnasih, taler pinaka sarana matur suksmaning manah antuk waranugraha sané sampun kapaicayang. Satios punika, banten utawi upakara wantah sinalih tunggil sarana sajeroning pamargin upacara malarapan bhakti. Sinalih tunggil sarana upakara sané pacang katlatarang rainané mangkin wantah kawéntenan Banten Suci. Banten Suci rumasuk ring sarana upakara yadnya sané marupa tetandingan sanganan. Sanganan sajeroning banten Suci wénten kalih warna, wantah putih-kuning kémanten. Ri kala matanding taler, sanganan sané mawarna putih kagenahang ring tengen, sané mawarna kuning kagenahang ring sisi kiwa. Ring tetandingan banten inucap, sanganan sané mawarna putih-kuning kawastanin sesamuhan. Sesamuhan inucap kakaryanin antuk tepung beras macampuh tepung ketan madaging nyuh, miwah toya. Wus sami kacampuh wawu kawentuk dados sesamuhan. Sesamuahn punika wénten sané kawastanin kekeber, kuluban, puspa, karna, ketibuan-udang, panji, ratu-magelung, bungan temu, miwah akéh malih sané tiosan. Ring tetandingan Banten Suci, satios madaging sanganan sesamuhan taler madaging raka-raka sakadi jaja uli, jaja begina, sirat, kaliadrem, miwah sané kabuatang tiosan. Sanganan panyangkep taler mangda mawarna putih-kuning. Sanganan sané macihna pisan ring tetandingan Banten Suci luiré “Jaja Saraswati” miwah “Dodol Madhuparka”. Makekalih jaja inucap taler kawigunayang ring makudang-kudang sarana upakara sané kabaos mautama. Sajeroning Banten Suci, soang-soang tamas kadagingin pajangkep sané wilanganipun sampun kajantenang, umpama: tamas sané ring sor madaging pisang, tapé, woh-wohan/panca soang-soang limang besik utawi limang iisan, jaja-sesamuhan, tamas salanturnyané madaging kalih iisan taler madaging jaja-sesamuhan, sapunika taler salanturnyané. Sadaranané, asoroh Banten Suci madaging luiré; suci, daksina, peras, ajuman, tipat kélanan, duma (soroh banten), pabersihan, canang lenga wangi-burat wangi, canang sari, miwah kalih soroh pisang (soroh banten). Ring upacara sané agengan, Banten Suci kajangkepin antuk prayunan. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)

Redité Umanis, 14 Agustus 2016

Ngaturang Sarana Bubuh ri kala Tumpek Wariga Cihna Kagemuhan TUMPEK Wariga sampun kapakélingin raina dibi nepet Saniscara Kliwon Wariga (13/8). Umat Hindu lunga ka abian utawi tegalannyané soang-soang matetujon ngaturang subakti. Madasar sakatah sarana miwah kalascaryan sané kabakta umaté ngastawa Ida Sang Hyang Widhi Wasa malarapan pragayan Ida pinaka Déwa Sangkara sané kapercayain pinaka déwa sarwaning tumuwuh utawi sané ngempu sarwa daging abian. Ring Bali puniki Tumpek Wariga taler kaloktah antuk sakatah aran minakadi wénten sané maosang Tumpek Pangatag miwah taler Tumpek Bubuh. Sajeroning pamarginnyané, siosan sarana banten sané katurang taler katurang sarana ajengan minakadi bubuh. Minab sangkaning nganggén sarana bubuh ri kala Tumpek Wariga inucap raris Tumpek Wariga taler kabaosang pinaka Tumpek Bubuh. Bubuh minab sampun kauningin olih samian angganing pinaka ajengan sané mes, nanging mapaiketan sareng Tumpek Wariga, bubuh puniki taler kanggén pinaka sarana sané mautama. Nganggén sarana bubuh ri kala Tumpek Wariga kaselehin saking widang agama manut Ni Wayan Ariati (51), bubuh kautamayang pisan kawéntenannyané ri kala Tumpek Wariga. Dané sané taler guru agama ring sinunggil Sekolah Dasar (SD) puniki negesang, nganggén sarana bubuh ring banten Tumpek Wariga sané katurang lumrahnyané bubuh kagenahang ring tangkih. Ri kala Tumpek Wariga lumrahnyané sekancan banten katurang ring tengahing abian, banten kagenahang

ring sanggah ancak utawi sanggah cucuk. Salanturnyané wawu bubuh kagenahang ring tetaruan. Siosan punika, mapaiketan sareng mabanten bubuh puniki manut dané, yéning ring abian krama tetaruannyané akedik biasannyané bubuh kagenahang ring samian tetaruan. Nanging yéning tetaruannyané akéh pisan ketah taler prasida kayabin saking tengah-tengah abian. “Biasannyané pacang kagenahang ring soang-soang punyan tetaruan ring abian, tatacarannyané kulit taru kakelupakin akedik raris kagenahang bubuh. Punika cihna ngajiang tetaruan, sajabaning punika sinambi mapangapti mangda sekancan tetaruan sané kaduénang prasida tumbuh becik, mabuah akéh anggén pakinkin nyanggra raina Galungan,” tuturnyané. Tradisi ngaturang bubuh ri kala Tumpek Wariga taler kadasarin lakaran bubuh sané wantah pinaka asil pangan sané sampun kaolah, asil abian, asil carik, sesampun kaalap malarapan kawicaksanan salanturnyané kaaturang majeng sané ngempu. Indiké punika matetujon ngajahin mangda nénten wantah prasida ngalap kémanten, taler makacihna ngaturang suksmaning manah majeng déwaning sarwa tumuwuh Déwa Sangkara sané sampun mapica kagemuhan ngawi sukerta. “Bubuh punika legid, lemuh, prasida kaajeng olih sira manten, alit-alit kantos lingsir, pican Sang Hyang Widhi sakadi punika. Bubuh pinaka cihnan kagemuhan, kasukertan,” baos lulusan Fakultas Dharma Acarya IHDN Dénpasar puniki. (yan)

Pujawali Linggih Ida Bhatara Danghyang Bang Manik Angkeran ring Pura Batumadeg, Besakih KAWÉNTENAN Danghyang Bang Manik Angkeran wantah putran Ida Danghyang Siddhimantra sané rihin magenah ring Jawi Majapahit. Parilaksana ngambekang kamomoan nuduhang Danghyang Bang Manik Angkeran pedek tangkil ring Ida Bhatara Naga Basukih sané malinggih ring Besakih, praya nunas paswécan marupa gelar anggén ngulurin indrianidané. Irika Danghyang Bang Manik Angkeran polih nyuryanin soca winten mahotama sané magenah ring untat Ida Bhatara Naga Basukih. Ri tepengan punika, Danghyang Bang Manik Angkeran saksana ngaud puaka tur nigas untat Ida Bhatara pinaka utsaha ngambil soca punika. Sangkaing parilaksana prasangga punika, mawastu kroda Ida Bhatara Naga Basukih sahasa ngeseng angga sariran Danghyang Bang Manik Angkeran. Nanging malarapan antuk kedek pinunas Danghyang

BPM/ist

BUBUH- Sarana bubuh sané katurang ri kala Tumpek Wariga makacihna kagemuhan miwah kasukertan sané sampun kapica olih Hyang Widhi.

Siddhimantra, Ida Bhatara Naga Basukih parama lédang ngutpati angga sariran Danghyang Bang Manik Angkeran mawinan prasida maurip kadi jati mula. Malarapan antuk pasubaya Danghyang Siddhimantra majeng Ida Bhatara Naga Basukih, mawinan mawit raina punika Danghyang Bang Manik Angkeran ngayah nyapuh ring Besakih tur Danghyang Siddhimantra ngamargiang sengker kahuripan putrané malarapan antuk nigas pasisi kauh Jagat Bali kalawan Bhumi Jawi, raris dados segara sané kawastanin Segara Rupek. Salanturnyané, kawéntenan Danghyang Bang Manik Angkeran ring Besakih ngwediang putra catur diri, inggih punika Ida Bang Tulus Déwa nurunang pratisentana sameton Sidemen, Ida Banyakwide nurunang pratisentana Pinatih, Ida Bang Wayabya nurunang pratisentana sameton Wayabya, miwah Sira Agra Manikan nurunang pratisentana sameton Manikan. Saking sesuluh pangajah pamargin Ida Bhatara Kawitan punika, patut karesepang tur kanggén sesikepan ri sajeroning pikayunan sameton Catur Warga ri kalaning mayasa kérti nincapang kasucian pikayunan, bebaosan, miwah parilaksana saha nyihnayang pangubakti ring Bhatara Kawitan. Sinalih tunggil yasa kérti sané patut kamargiang inggih punika ngamargiang Pujawali Ida Bhatara Kawitan ring Méru Tumpang Sanga Pura Batumadeg, Besakih. Manut Subha Diwasa, pujawali kamargiang nemoning Panglong apisan sasih Karo, tanggal 18 Agustus 2016. Indik dudonan upacara sané pacang kamargiang kawedar sakadi ring sor puniki. Pinaka pamucuk pujawali miwah nedunang Ida Bhatara kamargiang ring tanggal 18 Agustus 2016. Salanturnyané ring tanggal 19 Agustus 2016, Ida Bhatara katuran bakti panganyar saking sameton Sidemen, tanggal 20 Agustus 2016, Ida Bhatara katuran bakti panganyar saking sameton Pinatih, tanggal 21 Agustus 2016 Ida Bhatara sapisanan kasineb antuk bakti panganyar saking sameton Manikan miwah sameton Wayabya. Asapunika dudonan pujawali sané pacang kamargiang ring sameton Catur Warga. Dumogi prasida nyinahang pangubakti malarapan antuk rauh pedek tangkil ngamargiang yasa kérti manut sakadi dudonan sané kawedar ring ajeng.(r)

Satua

Olih : Madé Taro

Pragina Rejang Setata Ilang MAWIT punika lantas ada krama truna ané ngwanénang raga ngamenékang lima sinambi matur, “Yén dados tunas tiang, sampunang dumun ida dané sareng sami kadropon maparilaksana. Ngiring dumun pastikayang napi sané ngawinang pragina ring ungkur setata ilang. Punika prasida kauningin antuk ngamecikang pagebagan Pecalang. Cingakin parilaksana sesolahanné saking ngawit nyantos puput.” Ri kala kamargiang malih upacara di Pura Désa ento, aturatur krama truna ento kalaksanayang. Ané ngebagin sesolahan ento boya ja pecalang dogén sakéwala kabarengin para krama désa. Para panabuh tusing magambel dogén nanging milu masih nyledétin pragina ané pinih siduri. Pamuputné galah ané kajantosang rauh duaning tatkala praginané marérod ngiterin pura, uli di pamucu margané teka anak gedé landung. Ngénggalang limanné nyemak pragina rejang ané paling siduri ento. “Raksasa!” kéto sinalih tunggil Pecalang ané ningalin anaké tegeh ento ngelur. Makejang kramané kasarengin panabuh malaib nuju bucun margané ento sakéwala para pragina suba pada malaib magaburan. Krama désa makejang ngaba keris lakar nguberin raksasané ento kanti ka bet-beté, nanging raksasa ento suba ilang. Bénjepné krama ané makta keris mabalik masemu sebet. Kawéntenan ento ngawinang Jero Perbekel ngamargiang pasangkepan nadak. “Suba tetelu praginané katadah olih i raksasa. Ngiring ngéka daya mangda prasida ngejuk raksasa sané mencanén punika!” “Sinampura Jero Perbekel, mangda nénten ngakéhang malih kapanggih kahanan kadi asapuniki, ngiring sesolahan rejang ring parikrama yadnya sané benjang pungkuran kamargiang irika nénten malih kasolahang.” Ningeh tutur buka kéto, majanten pasangkepan ramé. Liu krama ané tusing cumpu yén igelan anésuba katami uli pidan tusing buin kasolahang nyabran rainan/piodalan. dugas ento ada krama lingsir ané matur, “Sesolahan rejang wantah sesolahan sané suci, punika mawinan patut setata kasolahang ri kala ngamargiang upacara yadnya mangda parikrama upacara inucap prasida kabaosang jangkep. Yén manut saking manah tiangé indik puniki kapanggih duaning upacarané arang pisan ngaturang beburonan caru. Raksasa wantah cihna sarwi bebuthan sané jagi nadah sekancan mauripé. Mangda alit-alit praginané punika nénten katadah malih, beciknyané ipun kagentosin antuk beburonan." (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


MINGGU UMANIS, 14 AGUSTUS 2016

Messi Batal Pensiun

9

HAL 10 Perkiraan Susunan Pemain: Arsenal (4-2-3-1): Cech; Bellerin, Holding, Chambers, Gibbs; Cazorla, Xhaka; Walcott, Ramsey, Chamberlain; Sanchez. Liverpool (4-2-3-1): Mignolet; Clyne, Lovren, Klavan, Moreno; Henderson, Can; Mane, Firmino, Coutinho; Origi. Statistik Kedua Tim Head to Head: 14/01/16 25/08/15 04/04/15 21/12/14 16/02/14

Liverpool Arsenal Arsenal Liverpool Arsenal

3-3 0-0 4-1 2-2 2-1

Arsenal Liverpool Liverpool Arsenal Liverpool

(Premier League) (Premier League) (Premier League) (Premier League) (Piala FA)

Manchester City Arsenal Arsenal Arsenal Arsenal

(Uji Coba) (Uji Coba) (Uji Coba) (Uji Coba) (Uji Coba)

Liverpool Barcelona AS Roma AC Milan Liverpool

(Uji Coba) (International Champions Cup) (Uji Coba) (International Champions Cup) (International Champions Cup)

Lima Pertandingan Terakhir Arsenal: 08/08/16 06/08/16 01/08/16 29/07/16 23/07/16

Arsenal 3-2 Viking 0-8 Guadalajara 1-3 MLS All-Stars 1-2 Lens 1-1

Lima Pertandingan Terakhir Liverpool: 07/08/16 06/08/16 02/08/16 31/07/16 28/07/16

Mainz Liverpool Liverpool Liverpool Chelsea

4-0 4-0 1-2 2-0 1-0

Liverpool –

Arsenal membuka Premier League 2016-2017, dengan membawa masalah di lini pertahanannya. Meski begitu Liverpool bukan berarti bisa lebih santai.

Georginio Wijnaldum

BPM/ap

Wijnaldum Incar Banyak Gol Liverpool – Rekrutan anyar Liverpool, Georginio Wijnaldum berujar kalau ia sangat serakah untuk urusan menyarangkan bola ke gawang lawan. Oleh karena itu, musim depan ia menargetkan minimal mencetak 10 gol untuk The Reds. Wijnaldum melakukan debut yang manis saat Liverpool menang 2-0 atas AC Milan di laga pramusim bertajuk International Champions Cup. Meski belum mencetak gol, tapi Wijnaldum bertekad untuk bisa memberikan yang terbaik untuk The Reds saat kompetisi dimulai nanti. “Saya serakah dalam urusan mencetak gol dan saya akan melakukan hal yang sama musim ini, mencari peluang untuk mencetak gol. Saya melakukannya di Feyenoord, PSV, Newcastle. Saya selalu ingin mencetak gol,” ujar Wijnaldum, Sabtu (13/8) kemarin. “Ini karena saya memiliki kualitas untuk mencetak gol. Agar adil, saya juga memiliki kualitas untuk menciptakan peluang juga dan karena saya menciptakan banyak peluang saya mencetak gol demi gol. Saya pikir pemain dengan kualitas saya harus setidaknya mencetak minimal 10 gol semusim. Itulah apa yang selalu saya katakan,” sambungnya “Terkadang anda mencetak lebih banyak, terkadang kurang, seperti musim lalu saya mencetak 11 gol. Tapi karena saya menciptakan begitu banyak peluang, saya harus mencetak 10 gol setidaknya itulah yang saya tekankan pada diri saya sendiri,” tutupnya. Selama satu musim memperkuat Newcastle, Wijnaldum mucul sebagai pemain tersubur di klub dengan 11 gol. Akan tetapi raihan itu tidak mampu menyelamatkan The Magpies dari jurang degradasi. Wijnaldum diboyong dengan mahar 25 juta poundsterling atau setara 429 miliar rupiah. (kmb33/rtr)

Pertandingan pertama kompetisi ini akan langsung menghadirkan big match antara kedua klub yang akan digelar di Emirates Stadium, malam nanti. The Gunners tidak dipungkiri dalam kondisi yang kurang ideal. Selain belum mendapatkan pemain depan baru, Arsenal kehilangan dua bek tengahnya Per Mertesacker dan Gabriel Paulista yang dibekap cedera sehingga harus absen cukup lama. Sementara itu, Laurent Koscielny diberi libur ekstra setelah membawa Prancis lolos ke final Piala Eropa 2016. Dengan situasi demikian, manajer Arsenal Arsene Wenger mesti berputar otak. Diyakini Calun Chambers akan bertandem dengan Nacho Monreal atau memakai rekrutan baru bek muda Rob Holding. Liverpool dan Arsenal sama-sama mengincar start kencang di awal musim. Manajer Liverpool Juergen Klopp mengabaikan masalah yang melanda Arsenal. “Saya tidak tahu apa yang sebenarnya akan mereka lakukan. Mungkin Monreal

bermain sekali atau dua kali sebagai bek tengah dan Gibbs bisa bermain sebagai fullback. Masalah pertahanan, kalau mereka punya, saya pikir mungkin sama saja,” kata Klopp, Sabtu (13/8) kemarin. “Arsenal punya banyak pemain bagus untuk penyerangan mereka dan ini hanya satu pertandingan. Bukan artinya mereka harus bermain dengan tim ini di sepanjang musim baru kita bisa membicarakan tentang keuntungan atau tidak. Untuk pertandingan ini tidak akan ada pengaruh besar. Kalau kami akan membuat kesalahan pertama dan utama, maka kami memikirkan tentang apakah ada masalah pertahanan untuk Arsenal. Kami tidak memikirkan hal ini sedetik pun. Kami cuma memikirkan tentang permainan

kami saja,” imbuh Klopp. Memang Arsenal tidak terlalu banyak membeli pemain baru. Manajer asal Prancis itu sejauh ini memang cuma membeli tiga pemain saja. Mereka adalah Takuma Asano, Rob Holding dan Granit Xhaka. Jadi bisa dipastikan komposisi skuat Arsenal tak akan beda jauh ketimbang musim lalu. Itu artinya permainan mereka kira-kira juga akan tetap sama saja. Jika tak ada perubahan, maka target Wenger untuk bisa melebihi prestasi musim lalu akan meleset. Di pertemuan terakhirnya di Emirates, kedua tim itu bermain imbang 0-0. Sementara hasil imbang 3-3 terjadi saat mereka berduel di Anfield. Lalu akan seperti apakah hasil pertandingan kali ini? (kmb33/rtr/ap)


OLAHRAGA

10

Messi Batal Pensiun Berikut Skuad Argentina Kiper: Sergio Romero (Manchester United), Mariano Andujar (Estudiantes), Nahuel Guzman (Tigres). Bek: Facundo Roncaglia (Celta), Mateo Musacchio (Villarreal), Ramiro Funes Mori (Everton), Emmanuel Mas (San Lorenzo), Marcos Rojo (Manchester United), Martin Demichelis (Espanyol), Pablo Zabaleta (Manchester City), Gabriel Mercado (Sevilla), Nicolás Otamendi (Manchester City). Gelandang: Matias Kranevitter (Sevilla), Javier Mascherano (Barcelona), Lucas Biglia (Lazio), Augusto Fernandez (Atlético Madrid), Ever Banega (Inter), Javier Pastore (PSG), Erik Lamela (Tottenham), Nicolas Gaitan (Atletico Madrid), Angel Di María (PSG). Penyerang: Lionel Messi (Barcelona), Angel Correa (Atletico Madrid), Lucas Pratto (Atletico Mineiro), Sergio Aguero (Manchester City), Paulo Dybala (Juventus), Lucas Alario (River).

Barcelona –

Lionel Messi memang sempat mengumumkan dirinya mundur dari Timnas Argentina. Keputusan itu tidak lepas dari kegagalan La Pulga memberikan titel Copa America Centenario kepada Argentina, usai kalah adu penalti dari Cile di partai final. Keputusan pensiunnya Messi pun mendapatkan beragam komentar dari para pengamat. Ada yang mendukung, tetapi banyak juga yang menyayangkan keputusan itu mengingat kontribusi Messi untuk Argentina sangat besar dalam tiga tahun terakhir. Akan tetapi, setelah melakukan pembicaraan bersama pelatih anyar Argentina, Edgardo Bauza, Messi pun memutuskan untuk mengurungkan niatnya

tersebut. Messi bertekad bakal memberikan piala bergengsi kepada negaranya tersebut. “Saya melihat bahwa sudah banyak permasalahan yang harus dihadapi sepakbola Argentina dan saya tidak ingin menambah masalah baru mengenai pensiun dini untuk mereka saat ini,” ucap Messi, Sabtu (13/8) kemarin. “Saya selalu memiliki keinginan untuk bisa memberikan prestasi tertinggi untuk Argentina.

dan usaha Vardy menyambut bola muntah kemudian juga diblok oleh bek Hull yang bersiaga. Semenit setelah itu peluang lain dibuat Leicester lewat penetrasi Musa. Vardy gagal menuntaskan peluang tersebut. Memasuki injury time, Hull menjebol gawang Leicester. Dari sepak pojok Davies menanduk bola yang kemudian masih bisa ditepis Kasper Schmeichel. Adama Diomande berbarengan dengan Abel Hernandez di tiang jauh kemudian langsung menyambut bola muntah dengan tendangan salto. Keduanya mengklaim gol itu. Semenit memasuki babak kedua wasit langsung menunjuk titik putih setelah Gray dilanggar Tom Huddlestone. Mahrez maju jadi algojo dan tak membuang peluang untuk menyamakan skor. Hull kembali memimpin di menit ke-57. Sebuah lemparan dari Schmeichel cuma membuat bola meluncur sampai tengah dan langsung direbut pemain Hull. Serangan pun lalu dilancarkan sampai akhirnya Robert Snogdrass melepaskan tembakan dari depan gawang, setelah bola sempat dihalau dua bek Leicester yang mengawal dua pemain Hull, untuk membuat Hull unggul 2-1. Shinji Okazaki yang baru masuk melakukan penetrasi cepat nan berbahaya di menit ke-71, memaksa Davies menghentikan dengan cara melanggarnya. Kartu kuning buat Davies dan Leicester dapat tendangan bebas--walaupun akhirnya tak berbuah apa-apa. Satu menit setelah itu Mahrez melepaskan tembakan ke arah gawang Hull, meski kiper Eldin Jakupovic berhasil mengamankan gawangnya lewat sebuah tepisan. Leicester belum bisa menemukan gol balasan dan Hull bahkan mengancam lagi lewat tendangan bebas Snogdrass di menit ke-81. Dari sisi kanan, bola sepakannya meluncur ke pojok atas gawang Leicester meski Schmeichel masih bisa menepisnya. Drinkwater kemudian melepaskan tembakan spekulasi di menit-menit akhir tanpa membuahkan hasil. Setelah itu peluit akhir langsung berbunyi.Hull mendapatkan 3 poin perdananya musim. (kmb33/rtr)

Istanbul – Pemerintah Turki kabarnya telah mengeluarkan surat perintah untuk segera menangkap mantan pesepak bola, Hakan Sukur, Sabtu (13/8) kemarin. Mantan penyerang yang pernah membela Inter Milan dan Galatasaray itu diduga tergabung dengan kelompok yang menjadi dalang dalam kudeta Turki pada bulan lalu. Jaksa di Provinsi Sakarya yang terletak di timur Istanbul mendakwa Sukur sebagai salah satu dari anggota kelompok teror bersenjata. Menurut sebuah media Turki, yang dimaksud sebagai kelompok teror bersenjata adalah organisasi yang dipimpin oleh Fethullah Gulen. Turki sebelumnya sempat menuduh tokoh Islam yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Fethullah Gulen sebagai pimpinan kelompok teror bersenjata. Meski demikian Gulen membantah tuduhan Pemerintah Turki yang menyebut dirinya sebagai biang keladi kudeta tersebut. Anadolu mengatakan, surat perintah atas tuduhan yang sama juga telah dilayangkan untuk Selmet

Sukur (Ayah Hakan Sukur). Selain ditangkap, pemerintah juga akan menyita aset keluarga Sukur di Turki. Hakan Sukur dan keluarga

Sementara rekan Higuain di Juventus, yakni Paulo Dybala masuk ke dalam skuad. Rencananya, Argentina akan melawan Uruguay di Mendoza pada 6 September 2016, sebelum lima hari kemudian bertandang ke Merida untuk melawan Venezuela. (kmb33/ rtr)

Ledecky Taklukkan Kolam Renang

Leicester Awali Musim dengan Kekalahan Hull – Leicester City juara Premier League musim lalu, mengawali usahanya mempertahankan gelar juara dengan kekalahan 1-2 ketika bertamu ke markas tim promosi Hull City. Di KC Stadium, Sabtu (13/8) kemarin Hull mengawali pertandingan dengan menyerang. Hull musim lalu finis keempat di divisi Championship dan promosi ke Premier League musim ini lewat jalur playoff. Dalam catatan ESPN, Hull dan Leicester berimbang 50 persen-50 persen dalam hal penguasaan bola. Leicester melepaskan 18 tembakan yang lima diantaranya tepat sasaran, sedangkan Hull membuat jumlah tembakan on target yang sama dari 14 tembakan. Sang juara bertahan lebih awal menghasilkan peluang. Sebuah serangan dari Leicester di menit ke-3 lewat Demarai Gray. Bola mengenai pemain Hull lalu melambung ke arah gawang tuan rumah tapi masih di atas mistar. Dari sepak pojok yang terjadi setelah itu Leicester mengancam lagi. Tapi Hull pada prosesnya bisa menguasai si kulit bundar dan keluar dari tekanan. Hull balas mengancam tiga menit berselang. Diawali dari sebuah sepak pojok, Curtis Davies berhasil menyambut bola meski arah sundulannya belum tepat sasaran. Di menit ke-11 Gray kembali melepaskan tembakan, kali ini dari tepi kotak penalti. Bola masih melambung jauh dari bidang sasaran. Kembali tekanan dari Leicester di menit ke-25. Mahrez beraksi dari kanan lalu melepaskan umpan silang ke arah Danny Drinkwater di tengah kotak penalti. Arah bola sepakan Drinkwater masih melebar tipis dari target yang ia bidik. Hull mendapat tendangan bebas di sisi kanan di menit ke-24. Robert Snogdrass mengambil tendangan bebas itu walaupun bola sepakannya cuma menghantam sisi luar gawang Leicester. Abel Hernandez menguasai bola di kotak penalti Leicester pada menit ke-34. Di bawah kawalan pemain lawan, ia bisa menyepak bola meski arahnya masih melenceng jauh dari sasaran. Leicester mendapatkan peluang emas di menit ke-41. Penetrasi Christian Fuchs diakhiri dengan tembakan ke gawang yang dimentahkan kiper lawan

Saya lebih suka membantu mewujudkan itu sebagai pemain di dalam lapangan, bukan hanya sebagai pengkritik di luar lapangan,” sambungnya. “Saya juga berterima kasih kepada semua orang yang terus memberikan dukungan agar saya tetap berada di Timnas Argentina. Saya berjanji akan memberikan kegembiraan kepada mereka semua di masa mendatang,” imbuh bintang Barcelona tersebut. Berbeda dengan Messi, Gonzalo Higuain malah terdepak. Bauza lebih memilih Lucas Alario (River Plate) dan Lucas Pratto (Atletico Mineiro) untuk mengisi lini depan Albiceleste.

Katie Ledecky

BPM/rtr

Rio de Janeiro – Perenang putri andalan Amerika Serikat, Katie Ledecky menaklukkan kolam renang Olimpiade 2016, Rio de Janeiro, Brasil. Di nomor gaya bebas 800 meter, Sabtu (13/8) kemarin ia memecahkan rekor dunia dan memenangi tiga nomor lainnya. Ledecky memimpin dari awal sampai akhir pertandingan dengan catatan waktu tercepat delapan menit 4,79 detik, mengalahkan rekor sebelumnya 8 menit 06,68 detik yang tercipta di Austin, Texas, pada bulan Januari. Perenang Inggris Jazz Carlin memenangi medali perak di posisi kedua dengan waktu 8:16,17 detik serta Boglarka Kapas dari Hongaria meraih perunggu. Ledecky juara bertahan Olimpiade menambahkan koleksi emasnya yang telah di dapat pada awal pekan ini dari nomor 200 dan 400 meter gaya bebas dan gaya bebas estafet 4x200 meter, ditambah perak pada estafet 4x100 meter. Satu-satunya perenang putri sebelumnya yang mampu memenangi nomor 200, 400 dan 800 meter gaya bebas di Olimpiade adalah perenang Amerika Debbie Meyer pada tahun 1968. Ini adalah emas keempat Ledecky di Olimpiade. Sebelumnya di Olimpiade 2012 lalu Ledecky berhasil menyabet medali emas di nomor 800 meter gaya bebas. Ledecky ketika itu masih 15 tahun dan dinobatkan sebagai partisipan termuda Amerika di Olimpiade. Luar biasanya lagi, saat itu dia sukses mengalahkan Rebecca Adlington yang menjadi pemegang rekor di nomor 800 meter gaya bebas. (kmb33/rtr)

BATAL- triker Timnas Argentina Lionel Messi memutuskan batal pensiun membela negara nya.

BPM/ap

BURU - Mantan striker Inter Milan Hakan Sukur diburu oleh pemerintah Turki.

Hakan Sukur Diburu Pemerintah sebenarnya telah meninggalkan Turki tahun lalu, namun Selmet telah ditahan pada Jumat di Adapazari yang merupakan kota utama di

Provinsi Sakarya. “Beberapa sinyal positif kami dapatkan dari Washington (AS) mengenai ekstradisi Gulen. Dokumen lebih lanjut

yang berkaitan dengan kasus deportasi saat ini sedang disusun,” tutur Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu. (kmb33/rtr)


Minggu Umanis, 14 Agustus 2016

GELANGGANG

11

Persela U-21 Permalukan Bali United BPM/022

BOLA ATAS - Pesepak bola Putra Tresna (kiri) melakukan duel bola atas dengan lawannya dari Perst Tabanan, dalam lanjutan Liga Nusantara Rayon Bali, Grup B di Stadion Debes Tabanan, Sabtu (13/8) kemarin.

Perst Tabanan Ungguli Putra Tresna

Tabanan (Bali Post)Tim tuan rumah Perst Tabanan sukses menundukkan tamunya Putra Tresna Denpasar dengan skor 2-0 (1-0) dalam lanjutan Liga Nusantara (Linus) Rayon Bali, Grup B di Stadion Debes Tabanan, Sabtu (13/8) kemarin. Gol pembuka kemenangan tuan rumah Perst Tabanan tercipta ketika pertandingan yang dipimpin wasit Made Bagiarta (Badung) baru bergulir sembilan menit. Berawal dari sepakan Krisna Putra yang mengarah ke gawang berhasil diblokade kiper Putra Tresna Agus Wes Wijaya. Sayangnya bola muntah kembali dicocorkan Krisna Putra hingga memperdaya kiper Agus Wijaya. Hingga turun minum Perst Tabanan unggul 1-0. Memasuki babak kedua Perst Tabanan kembali menggandakan kemenangan lewat kaki bomber Putu Pelut Heryanto pada menit ke-78. Posisi Pelut yang berdiri bebas dan tanpa pengawalan, gocekannya kembali mengoyak gawang Agus Wijaya. Bahkan di injury time, Pelut nyaris memperbesar kemenangan timnya. Sayanganya sontekan bolanya masih melenceng ke kanan gawang Agus Wijaya. Lini belakang Putra Tresna bermaterikan Dodek dan Trisna Wijaya. Sampai akhir pertandingan Perst tetap unggul 2-0. Usai pertandingan pelatih Perst Wayan Antika mensyukuri kemenangan asuhannya, sebab mampu membuka peluang timnya melaju ke semifinal. Diakuinya kemenangan juga berkat faktor lapangan asuhannya biasa merumput di Stadion Debes. ‘’Selain itu, kedua gol dihasilkan dari skema serangan, serta diciptakan duet striker,’’ ujarnya. Di sisi lain pelatih Putra Tresna Dede Mahatma Darma menyatakan kedua gol mutlak kesalahan kiper Agus Wijaya. ‘’Maklum, kiper utama kami Wayan Sujana sakit,’’ kilahnya. (022) Klasemen Grup B 1. Perseden 2. Perst 3. P. Tresna 4. Undiksha 5. P. Pemenang

2 2 2 1 1

2 1 1 0 0

0 0 0 0 0

0 1 1 1 1

12-0 2-5 1-4 1-2 0-7

6 3 3 0 0

Jadwal Minggu (14/8) Putra Pegok

vs Pro Kundalini (Stadion Dipta)

Harapan Medali Bertumpu pada Bulu Tangkis Rio de Janeiro,Memasuki hari kesembilan Olimpiade 2016, di Rio de Janeiro, Brazil, Sabtu (13/8) kemarin harapan kontingen Indonesia untuk menambah medali makin mengerucut pada cabang bulutangkis, yang sudah memainkan babak-babak penyisihan grup. Setelah dua medali perak dari cabang angkat besi, belum ada lagi penambahan medali bagi Indonesia di cabang lainnya.Peringkat Indonesia dalam klasemen medali pun terus merosot, menjadi urutan ke-43 dari 205 negara peserta. Laporan dari arena panahan, atlet Indonesia Riau Ega Agata Salsabila akhirnya tersisih setelah dikalahkan pemanah Italia Mauro Fespali di babak perdelapan final. Kekalahan Riau Ega tersebut sekaligus mengakhiri kiprah tim panahan Indonesia di Olimpiade 2016, yang harus pulang ke Tanah Air tanpa satu pun medali dan belum bisa mengulang prestasi “Trio Srikandi” yang meraih perak pada Olimpiade 1988. Sebelumnya pada cabang dayung dan renang atlet Indonesia juga gagal meraih medali. Sementara pada cabang atletik dan sepeda BMX belum dimainkan, di atas kertas peluang Indonesia tidak sebesar di cabang bulutangkis. Namun pada cabang bulu tangkis sudah terlihat persaingan ketat sejak babak penyisihan grup. Bahkan pasangan ganda putra Indonesia peringkat dua dunia Hendra Setiawan/M. Ahsan yang diandalkan untuk menjuarai Olimpiade tahun ini menelan kekalahan dari pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa. Hendra/Ahsan kini dalam posisi kritis, karena untuk bisa maju ke babak delapan besar mereka harus dapat mengalahkan pasangan kuat Cina Chai Biao/Hong Wei. (ant)

Gianyar (Bali Post)-

Tuan rumah Bali United (BU) U-21 harus mengakui ketangguhan tamunya Persela Lamongan dengan skor 0-2, pada pertandingan perdana Kompetisi Torabika Soccer Championship U-21, Grup II, di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (13/8) kemarin. Melakoni laga perdananya di kompetisi resmi, Bali United U-21 menurunkan pemain terbaiknya. Seperti penjaga gawang Putu Pager Wirajaya, Gede Rio Andreawan, Samsul Pelu, Bagus Alit Juniawan, Made Andika Wijaya, bahkan tuan rumah langsung tancap gas guna mengejar gol cepat. Terbukti dua peluang emas mampu dihasilkan Samsul Pelu, sayang tandukan dan sepakannya masih melenceng. Begitu juga dengan

tendangan spekulasi Andika Wijaya Otong, masih bisa ditepis kiper Persela Dikri Yusron Afafa. Sementara tim tamu Persela Lamongan sesekali melancarkan serangan balik cepat, namun masih bisa dipatahkan barisan bertahan tuan rumah. Hingga turun minum skor masih 0-0. Di paruh kedua Bali United mencoba bermain lebih terbuka. Akan tetapi, justru membuat asuhan Wayan Arsana itu harus menerima risiko. Pasalnya, menit ke-71

tim tamu Persela Lamongan justru membuat publik tuan rumah terkejut, lewat gol yang dilesakkan Afif Alam Sena. Lewat aksi serangan yang manis, sepakan Sena gagal diselamatkan kiper BU yang dikawal Pager. Ketinggalan sebiji gol membuat Andika Wijaya dan Samsul Pelu mencoba bermain lebih sabar untuk menyamakan kedudukan. Bukan menyamakan skor, enam menit jelang pertandingan usai justru kubu tuan rumah

yang kehilangan fokus di akhir-akhir babak kedua. Kekalahan tersebut karena faktor kelelahan, dan hujan yang turun pada babak kedua. Faktor tersebut yang menjadi akar permasalahan. Sementara pelatih Persela Lamongan Didi Ludianto menjelaskan, seluruh pemainnya sudah bermain sesuai dengan instruksi yang diberikan. ‘’Kedua gol yang diciptakan melalui serangan balik. Tiga poin di laga perdana ini menjadi modal menambah motivasi pemain guna melakoni laga berikutnya,’’ terangnya. (kmb41)

Murray dan Nadal ke Semifinal Rio de Janeiro,Juara Olimpiade London Andy Murray mencapai semifinal turnamen tenis putra Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil pada Sabtu (13/8) kemarin, setelah memenangi tie brek set ketiga saat berhadapan dengan Steve Johnson asal AS. Petenis Spanyol Rafa Nadal juga mengamankan tiket ke semifinal, dengan kemenangan atas pahlawan lokal Thomaz Belucci asal Brazil, di mana ia berhasil bangkit setelah kalah pada set pertama. Murray asal Britania, petenis peringkat kedua dunia melaju ke empat besar dengan kemenangan 6-0, 4-6, 7-6 (2). Namun harus berjuang keras untuk dapat mengatasi permainan petenis peringkat 22 dunia Johnson. Kedua petenis saling melakukan break, dan melepaskan tembakantembakan keras pada set terakhir. Akan tetapi, Murray memperlihatkan ketenangannya untuk memenangi tie break menutup pertandingan dengan overhead smes akurat. “Ini merupakan pertandingan yang sangat berat, dan saya baru mampu memastikannya pada akhir,”

kata Murray kepada para pewarta. “Bagi saya ini tidak ada kaitannya dengan memenangi medali emas di London. Bagi saya ini adalah mengenai berusaha untuk memenangi lebih banyak medali untuk negara dan tim.” Murray akan menghadapi petenis Jepang Kei Nishikori yang menyingkirkan Gael Monfils asal Prancis dengan skor 7-6(4), 4-6, 7-6(6) melalui tie break menegangkan di set ketiga, setelah berulang kali mencatatkan match point. N a d a l y a ng m e ng huni peringkat kelima di dunia diuji oleh petenis peringkat 54 Belucci, di lapangan tengah stadion yang dipenuhi dengan para penggemar Brazil yang bersemangat, namun ia menemukan ritmenya dalam dua set terakhir untuk mengunci kemenangan 2-6, 6-4, 6-2. “Atmosfernya sulit, namun di saat yang sama saya menikmatinya,” kata Nadal kepada para pewar-

ta. “Saya m a m p u untuk bangkit dalam sejumlah situasi

sulit.” Nadal akan berhadapan dengan petenis Argentina Juan Martin del Potro, yang melaju berkat kemenangan 7-5, 7-6 (4) atas Roberto Bautista Agut asal Spanyol yang memicu yel-yel bersemangat dari para penggemar yang sebagian mengenakan kaos biruputih untuk mendukung Argentina. (ant/rtr)

BPM/ap

Andy Murray

Pejudo Prancis Riner Pertahankan Gelar Rio de Janeiro,Teddy Riner mengalahkan judoka Jepang Hisayoshi Harasawa untuk mempertahankan gelar juara Olimpiade di kelas +100 kg pada Sabtu (13/8) kemarin, meraih emas judo kedua untuk Prancis sekaligus menahbiskan dirinya sebagai judoka terbaik

di dunia. Riner yang tidak pernah kalah dalam pertandingan selama enam tahun terakhir harus mengatasi perlawanan keras judoka Israel Or Sasson di semifinal, sebelum mengalahkan Harasawa dengan penalti di pertandingan memperebutkan medali emas.

Sasson dan judoka Brazil Rafael Silva meraih perunggu. Kemenangan Riner mengikuti perolehan emas rekan senegaranya Emilie Andeol dalam kelas +78 kg putri pada Jumat (12/8) lalu, yang menjadi emas judo pertama Prancis di Olimpiade Rio de Janeiro. (ant/rtr)

Pesilat PON Sumut ‘’Try-Out’’ ke Bali

Lubukpakam (Bali Post)Pesilat Sumatra Utara (Sumut) yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional XIX pada September nanti di Jawa Barat, melakukan try-out ke Bali guna lebih mematangkan persiapan menghadapi event olahraga terakbar di Indonesia itu. Pelatih Silat Sumut Jumono Tarigan di Lubukpakam, Sabtu (13/8) kemarin mengatakan, untuk menghadapi PON di Jawa Barat itu berbagai persiapan terus dimaksimalkan, termasuk mematangkan kemampuan para pesilat yang saat ini sudah menjalani Pelatda penuh yang dipusatkan di Lubukpakam, Deliserdang. Salah satu diantaranya adalah mengirimkan para pesilat ke Bali untuk menjalani pemusatan latihan selama beberapa pekan hingga menjelang berlangsungnya PON, sekaligus menjalani laga uji coba dengan atlet-atlet setempat. Tujuannya, selain semakin mengasah kemampuan atlet terutama dalam hal teknik berlaga dan Mental, juga akan menambah jam terbang mereka yang selama ini memang sangat membutuhkan lawan latih tanding seimbang. Dipilihnya Bali sebagai tempat TC, menurut dia bukan tanpa alasan yang jelas. Selain di sana ada Wayan Suwita yang merupakan pelatih PON Sumut, juga di Bali merupakan salah satu barometer silat karena banyak melahirkan pesilatpesilat nasional. “Wayan Suwita adalah pelatih dan konsultan kami. Track record-nya tidak perlu diragukan lagi, di tangan dia banyak lahir pesilat-pesilat tangguh. Di Bali banyak pilihan untuk sparring dan menimba ilmu untuk kategori seni. Itu alasan mengapa Bali kami pilih sebagai tempat TC untuk memayangkan persiapan jelang PON,” katanya. Sumut sendiri meloloskan 14 pesilat di PON mendatang, namun khusus TC ke Bali nanti pihaknya hanya membawa enam pesilat, sementara sisanya tetap menjalani Pelatda penuh di Lubukpakam, Deliserdang. Keenam pesilat tersebut, yakni empat putra dan dua putri yang selama di Bali akan menjalani pematangan pada kategori seni.“Anak-anak berangkat ke Bali, Senin (15/8) besok. Pulangnya belum kami koordinasikan dengan Pengprov, namun yang pasti sebelum PON anak-anak sudah pulang. Kami harapkan selama di Bali mereka terus mengalami peningkatan,” katanya. (ant)

kembali kebobolan. Kali ini gol hasil gocekan Malik Risaldi. Hingga pertandingan usai, Persela tetap unggul 2-0. Pelatih Bali United U-21 Wayan Arsana mengungkapkan, di babak pertama timnya memang menguasai jalannya pertandingan. Namun dirinya masih melihat beberapa pemain

BPM/ist

MANGUPURA CUP - Suasana kejuaraan Antarranting Perisai Diri (PD) se-Badung Mangupura Cup III/2016, memperebutkan Piala Bupati Badung, Sabtu (13/8) kemarin.

Sri Anggreni Ladeni Manik di Final

Mangupura (Bali Post)Pesilat Ni Kadek Sri Anggreni (Munggu A) jumpa Ni Putu Manik Juniantari (Mengwi) pada babak final kelas A, kategori remaja pada Kejuaraan Silat Antarranting Perisai Diri (PD) se-Badung, Mangupura Cup III/2016 di Gedung Wiswa Budaya, Desa Adat Legian, Minggu (14/8) ini. Finalis lainnya, Allegrya Hantja Qalambe (Legian B)

bertemu Luh Mas Prisila Suaningsih (Pecatu) di kelas B. Ni Putu Noviati Widhya Damayanti (Munggu A) melawan Kadek Riska Dewi (Pecatu) di kelas C. Ni Luh Silviayanti (Mengwi) melawan Nyoman Nesi Marika (Sading ) di kelas D. Ni Made Mery Sridani (Sading A) bertemu Ni Made Indah Sindi Maharani (Legian B) di kelas E, serta Ni

Putu Ayu Eka Sintya D (Sading A) meladeni Ni Putu Nunik Yonia Sasri (Carang Sari). Untuk usia dini, finalis mempertemukan Wayan Mahardika Saputra (Legian B) melawan Kadek Jaya Wiratama (Munggu B) di kelas A. Kadek Ngurah Krisna Dwipayana (Seminyak) bertemu Made Aga Ardana (Legian B). di kelas B. (022)

Schooling Puji Phelps Rio de Janeiro – Michael Phelps melontarkan pujian setinggi langit kepada perenang muda Singapura, Joseph Schooling yang meraih medali emas nomor 100 meter gaya kupukupu putra Olimpiade Rio de Janeiro. Schooling secara mengejutkan mampu mengalahkan tiga favorit juara, yaitu Phelps (AS), Laszlo Cseh (Hungaria), dan Chad Le Clos (Afrika Selatan) untuk mempersembahkan medali emas pertama buat Singapura di Olimpiade. Phelps, Cseh, dan Le Clos harus puas dengan medali perak setelah mencatat waktu yang sama (51,14 detik). Schooling bukan cuma menggagalkan ambisi Phelps merebut medali emas ke-23 di Olimpiade. Dengan mencatat waktu 50,39 detik, perenang berusia 21 tahun itu juga memecahkan rekor Olimpiade milik Phelps (50,58 detik) yang dibuat di Beijing, China, pada 2008. Schooling pun mematahkan dominasi Phelps di nomor 100 meter gaya kupu-kupu dalam tiga edisi Olimpiade terakhir. Meski gagal meraih emas pada penampilan terakhinya di Olimpiade, Phelps menerima kekalahan secara sportif. Atlet tersukses dalam sejarah Olimpiade itu bahkan secara terang-terangan mengakui kehebatan Schooling. Phelps akan pensiun setelah Olimpiade Rio 2016. “Joe (Schooling) adalah perenang yang tangguh. Dia tampil hebat sepanjang dua tahun terakhir. Jadi, saya harus angkat topi kepadanya,” kata Phelps, Sabtu (13/8) kemarin. Schooling mulai mencuat setelah meraih dua medali emas pada SEA Games (SEAG) 2011 di Indonesia. Prestasinya meningkat dengan merebut lima medali emas pada SEAG 2013 di Myanmar. Nama Schooling semakin berkibar setelah menyabet medali emas Asian Games 2014 di Incheon, Korsel, dan memborong total sembilan keping emas pada SEAG 2015 di Singapura. Meski sudah mencatat prestasi yang mentereng, Schooling masih tak percaya bisa menjadi juara di Olimpiade. “Saya benar-benar merasa terhormat bisa memiliki kesempatan berduel dengan perenangperang hebat di Olimpiade, seperti Michael (Phelps), Chad (Le Clos), dan Laszlo (Cseh),” ujar Schooling. Usai lomba Schooling terlihat berbincang dengan Phelps. Schooling ternyata meminta Phelps untuk menunda pensiun. “Michael Phelps menyebut saya telah melakukan pekerjaan hebat. Lalu saya memintanya berkarier empat tahun lagi. Namun sayangnya dia menolak. Padahal akan sangat menyenangkan jika bisa terus bersaing dengannya,” tutup Joseph Schooling. (kmb33/ap)


12

Minggu Umanis, 14 Agustus 2016


Sastra

Redité Umanis, 14 Agustus 2016

I Kaki Dengkil

Atma Angrawun

I KAKI Dengkil iteh ngocél-océlang panggalné sané sampun ogél, mias rasaanga. Kocap puniki tatenger kaping tiga sané nengerang sayan bawak kantun tuuhné. Pinih rihin bokné sampun jagi makasamian pacang putih. Kaping kalih paningalané sampun sayan nyamurang. Wawu sané ibi soré Ipun ngaplug jelanan santukan nénten panggihina. Usan ngopi acangkir, I Kaki Dengkil kantun iteh ngocél-océlang panggalné wenginé puniki. Sakit? Sinah sengkaonanga. “Da bas kenehanga sakité, sayan kenehang, sayan nyakitang. Luungan rasaang sakité, resepang pesan ngudiang sakit, sinah sakité lakar waas. Kéto koné manut Ayur Wédané. Sajan ubadé kamula ada di guminé, lamun tusing tepuk di guminé, di Bhuwana Alité alih!” Asapunika kocap piteket kakinné dawegé Ipun sengkaon kantos duuh-duuh. Waluya wantah sengkaon panes-dingin. Kocap kantos mangkin, sampun jagi makumpi I Kaki Dengkil nénten naan sengkaon. Nénten naan kantos ka puskesmas utawi ka dokter. Napi malih ka rumah sakit? Jaji ping, Ipun nénten naan kantos matamba pil-pilan. Waluya asapunika, sapisanpisan Ipun keni sengkaon akidik. Mina kadi sengkaon paad. Wantah sakit paad, aluh pisan ubad sané angéna nempur. Tuah rujak gedang utawi kasela macuka-gula, madaging tabia plekutus, lalah makenyér. Usan nunas rujak ngrécék téngésné medal. Usan punika nginum toya anget. Pramangkinan paadné ical. Wantah sengkaon panes-dingin, tuah loloh don temen anggéna ubad. Asapunika naler wantah kebut-kebut puruh sirahné, wantah don buangit angéna nyegerang. Matan batisné dlepékina daun buangit sami-sami abidang. Usan punika kebus rasaanga matan batisné, raris seger oger, ical sengkaon puruhné. “Béh... aéng ajumné I Kaki Dengkil mara tusing taén gelem. Mara bisa ngubadin déwék padidian da bes ajum Kaki! Kena cetik mara ya tawanga asané!” Asapunika griming-griming ring kopingné piragina baos Bagus Gedené, kekantiané sané leket dawegé kantun nyeneng. I Kaki Dengkil makleteg, éling rihiné dawegé alit jejeh pisan mablanja numbas ajeng-ajengan ring pasaré kasad-kisid. Wantah mangkin driki matumbasan, benjang drika, malih pisan wantah mabalik malih matumbasan ring genahé dumunan kocap jagi cetika. Asapunika naler wantah kundangan, nénten pisan purun nunas ajengan tur wédang. Wantah kablet kengin pisan ngwédang, wénten nang atenga kebyosanga dumun, wawu inema. Kocap cetiké punika ical santukan kambang ring wédangé. Waluya paksana nunas ajengan, I Kaki Dengkil nulak sumari ngangken tan keni pamijian. Kawanten, sanunggil kundangan I Kaki Dengkil mabekel ali-ali kakinné sané prasida nulak cetik. Kocap, wantah ajeng-ajengan madaging cetik pramangkinan dados berek mauled kantenanga, waluya sané siosan nénten nyingakin. Asapunika naler wantah wédang tur toyané madaging cetik, jagi makepét belah. Minab sayuwakti, minab nénten asapunika. Sira uning wantah cangkiré punika waluya sampun cerah? Wawu dagingin toya anget raris makepyak belah santukan keni tempuha antuk bungkung I Kaki Dengkilé. Kenjekan masruét mamanah asapunika, raris Bagus Gedé malih ngandika lamat-lamat. “To iwasin Kaki, liu pesan Atma Angrawuné! Atma ané dugasé nu di mrecapada kereng nyetik anak. Ada ané nyetik keponakané apang warisané bakatanga tekén panakné. Ada ané nyetik mesehné dugasé kundangan. Ada dagang rujak-kuah pindang ané nyetik anaké mablanja sawiréh nyanca rasan rujaké pakehan, nyem, kuang tabia, tur ané lénan. Né ané ngangobin Kaki, ada panak nyetik bapanné apang nyidaang ngwaris carikné. Suba mati bapanné, adepa cariké madalih anggon ngabénang. Pamuputné kenehné sujatiné ngadep carik apang nyidaang meli montor méwah. Sasubané ngelah montor, laut matabrakan kanti ngemasin mati. Jani mara maselselan! To baud pesan I Bhuta Ramya, aéngan tekén penyanyi Deep Purple nyerit kerik-kerik ngempengin kuping Atma Angrawuné kanti pacurcacir kupingné pesu getih.” Lantang mlémad Bagus Gedé nuturang I Atma Angrawun. Kocap, Atma Angrawuné akéh pisan. Punika nyihnayang saking rihin kamula akéh tur sayan sué sayan ngakéhang. Minab asapunika pakibeh jagaté. Sayan wanén jatmané nyetik anak. Akidik gedeg, sampun cetik anggéna ngamademang. Puniki naler nyihnayang jatmané sayan purun ngamademang anak mangda tetujoné gelis prasida kapangguh. Minakadi nyetik timpal mangda keni genahné ambil. Kocap sané ngangobin malih wénten sané nyetik kurenan timpal tur tunangan timpal mangda keni anténang baluané. I Kaki Dengkil kituk-kituk érang tuturina asapunika antuk Bagus Gedé. Kamula aluh pisan, ngamargiang angrawuré punika. Napi malih sakadi mangkiné, makéla wénten cetik maadol ring tokoné. Kocap wénten arsenik, portas, formalin, borak, tur sané siosan sané marupa cetik. Punika aksinin I Jesika Wongso kocap sané ingan pisan limané nyetik kekantiané. Rihinan ring punika, I Munir naler kacetik ring kapal terbangé. Mangkin sampun wengi, I Kaki Dengkil sampun uyuk-uyuk kiap. Sampun jagi nyeriep masaré, Bagus Gedé malih ngandika: “Kaki da nyen ngalih gaé angrawun, nyetik pamisanané ané tusing ngelah sentana ento, nyanan dadi Atma Angrawun. Gung pesan nyen dosané ento. To iwasin I Atma Angrawun, koné suba makelo pesan cangcanga tekén I Bhuta Ramya!” Masarengan ring ical wacanan Bagus Gedéné punika, I Kaki Dengkil kanten sampun gerok-gerok masaré. (Jelantik)

”Pekat”

I Gedé Putra Ariawan WAYAN Rudi seleg ka kantor. Sadina-dina jemet nyemak gaé lan demen ngalih timpal. Diastun maumur séket tiban, ia tusing dadi kalahang tekén truna-trunané di kantor. Ia dueg ngorta ulian wawasané luas. Papinehné setata maju lan nuutin jaman. Apa buin maan ajak nyatua lan ngomongang penyakit masyarakat ané masingkat “pekat” ento. Bisa sing pegat-pegat ortané ulian Wayan Rudi dueg ngemaang solusi lan program melah apanga penyakité ento enggal kaberantas. Munyine setata alus, lemuh lan nganyudin ati. Ulian ento makejang timpalné di kantor angob ningehang Wayan Rudi ngorta sambilanga makedékan. Ibi sanja teka uli kantor, Wayan Rudi singgah ka supermarket. Ditu ia nyakitang keneh nepukin tingkah bajang-bajangé jani. Makejang tepukina tusing beneh. Ada ané negak di bucu sambilanga ngaba botol miras. Ada masih ané seleg ngorta sambilanga ngicek HP lan saling ébet macanda ngajak timpalné. Ané kaliwat resem, ada anak luh tepukina nyelélég di malun tokoné sedeng iteha nyedot roko. Bajang cerik ento macelana gantut, bin sada batisné bek misi tatto. Wayan Rudi gedeg basangné. Ngénggalang ia magedi, ilang kitané mabelanja ulian nepukin tingkah generasiné cara kéto.

Éngkénang nagih negarané maju. Negara ané ngidang masaing ngajak negara-negara lénan. Luar negeriné suba ngidaang ngaé robot. Iraga nu seleg nyongkok nyedot roko bin sada misi gendang-gending cara sing kuangan apa. Lamun sing nyak ngubah laksanané uli jani, iraga ané lakar kena batuné. Apa buin ngelah generasi muda ané pajalanné tusing beneh. Ngancan wai ngancan benyah lakar guminé. Kéto Wayan Rudi makeneh di tengah atinné. “Nguda jelék kéto semuné Beli?” Mén Rudi dot nawang apa ané ngranaang kurenanné masemu masem. Samasem pucil celaginé ané mara mabuah. “Gedeg basangé Luh!” “Nak ngudiang kanti ngedegang basang? Inget umuré suba séket tiban. Suba ngancan tua, bedikin berpikir ané boya-boya.” Saut Mén Rudi. “Éngkénang nagih sing ngedegang basang? Beli kaliwat gedeg ulian marasa ngelah tanggung jawab. Lamun setata cara kéné, sinah iraga lakar mati di gumi padidi.” “Mimih nak éngkén ento? Dadi misi ngomongang mati-mati? Tiang jejeh lamun Beli ngomong kéto. Inget pianaké nu cerik Beli, sedeng liu nagih béa masekolah.” Mén Rudi ngenah manying lantas ngelut bangkiang kurenanné.

13

Makadadua jani sinah cara anaké bajang ané sedeng kasmaran. “Maksud Beliné iraga mati tusing ja mati di betén tanah. Iraga nu idup nanging mati ulian sing ngidaang berkembang cara negara pisaga. Ento adané mati perubahan.” Saut Wayan Rudi ngamaang kurenanné penjelasan apanga ngerti. “Dadi Beli nawang iraga mati perubahan?” “Né suba adané Iluh kuangan informasi! Éngkénang nagih nawang perkembangan negara padidi. Sabilang wai setata mabalih sinétron cinta. Patuh cara pianakné, setata adung lamun ngomongan cinta lan gosip hot di TV!” “Béh… Beli demen gati nyadcad kurenan padidi. Jelék-jelék kéné nyén masih ngelahang? Iraga suba ngaba demen padidi-padidi. Beli demen berita, tiang demen sinétron cinta, sing kéto Beli?” Mén Rudi masaut sambilanga nyulik bangkiang kurenanné. “Iluh demen gati macanda. Beli tusing gedeg lamun enu sawatas wajar. Né penting Iluh tusing kanti engsap nyakan, ngrunguang pianak lan kurenan padidi ulian mabalih sinetron. Ané sanget kenehang Beli jani, nepukin generasi mudané ané matingkah tusing beneh. Iluh taén nepukin generasiné jani?” “Maksud Beliné pergaulan bebasé Beli?” “Ento suba Luh. Tusing ja generasi muda dogén ané patut kapelihang. Iraga dadi nak tua ané sapatutné ngamaang conto lan sesuluh idup apanga generasiné bisa matingkah. Setata seleg nuntut ilmu apanga generasi ané madan tulang punggung bangsa ento sayan kuat lan kukuh. Lamun generasiné males, sinah negarané tusing ngidaang berkembang. Ento suba adané negara ané mati perubahan.” Saut Wayan Rudi. Ditu lantas Wayan Rudi nyaritayang unduk pajalanné ibi peteng. Mara nagih macelep ka supermarket, Wayan Rudi makesiab nepukin bajang-bajangé mapunduh dadi besik. Luh muani cara sing ada watesanné. Nongkrong, kéto adan istilahné jani. Ada ané seleg maroko, nginem miras sambilanga gendang-gending. Ada masih makadadua nyongkok di bucu saling ngelut bangkiang. Sing ngelah lek nyang abedik. Miribang dija dogén patuh cara kéto. Sing lemah, sing peteng, setata nongkrong di tempat umum. Sinah cara pianak ané tusing karunguang rerama. Amongkén ban reramané jumah puntag-pantig ngalih pipis apanga pianakné seleg masekolah. Pamuputné, i pianak ané tusing bisa nyalanang tingkah. “Lamun cara kéto pajalanné, iraga dadi anak tua pantes kapelihang Beli?” Patakon Mén Rudi sambilanga milu ngenehang pajalan generasi mudané jani. “Tusing Luh! Tusing sapantesné iraga melihang anak tua dogén. Pianak padidi patut kapelihang. Bajang-bajangé jani liunan tusing bisa nepukin tuyuh rerama. Né suba madan penyakit

Aswamédha Parwa

Tapa miwah Upacara sané Luwih

masyarakat ané maciri jamané Kaliyuga.” Wayan Rudi kanti nyakitang sirah ngenehang bajang-bajangé jani. Apa buin, ia ngelah pianak luh ané sedeng menék bajang. Wayan Rudi marasa ngelah tanggung jawab dadi rerama. Nepukin bajang-bajangé usak, patuh tekén nepukin pianak padidi ané pelih nyalanang tingkah. Lamun suba tawang pelih, iraga dadi anak tua ané sapantesné melihang apanga parilaksanané kaubah apanga patut. Uli pidan, sujatiné Wayan Rudi makita ngilangang penyakit masyarakaté ento. Makejang timpal-timpalné di kantor suba nawang, Wayan Rudi mula jemet. Ento ané anggona modal nyalanang geginané dadi staf pegawai Satuan Polisi Pamong Praja di kantor Bupati. Tusing pelih, di tahun jani dugas ada mutasi pejabat, Wayan Rudi kapilih dadi Kepala Satpol PP. Ia menek jabatan tusing ja ulian nepukin tunjangan, apa buin makita ngalih nama. Ento makejang ulian dharma. Ia lakar dadi abdi negara ané ngayahin masyarakat. “Jani suba gantiné Beli lakar ngayah Luh! Ngaé guminé apang aman. Ngilangang ané madan penyakit masyarakat ento!” kéto Wayan Rudi ngorahin kurenanné. “Saja Beli! Pokokné tiang setuju. Buktiang omongan Beliné ento. Melahang jani ngaba jabatanné. Apang tusing cara pejabaté ané demen mabati lan dueg nguluknguluk timpal.” Saut Mén Rudi ngingetin kurenanné apanga setata malaksana madasar dharma. “Sujatiné Beli elek nepukin pejabaté ané demen korupsi. Setata nuntut tunjangan kéné kéto nanging gegaéné tusing beneh. Apa buin pejabat ané madan Pegawai Negeri Sipil cara timpal-timpal Beliné di kantor. Sesai nagih libur lan telat ka kantor. Neked di kantor pragat nyemak absén. Suud ngabsén, kadén nak langsung nyemak gaé. Dapetang buin pesu ngojog kantin nyaruang basangné seduk. Prajani ngaku-ngaku kena penyakit maag ulian sing kena amah. Ulian ento, Beli marasa elek padidina Luh!” Kéto Wayan Rudi nyaritayang unduk timpaltimpalné di kantor. Tepukina sing ada ané beneh laksanané. Dugasé mara menék dadi kepala Satpol PP, Wayan Rudi suba taén munduhang timpal-timpalné di kantor ajaka paum lakar nyalanang program pekat. Tetujon programé ento apanga penyakit masyarakat ané masingkat pekat ento kaberantes. Abedik Wayan Rudi tusing jejeh nyalanang programé ento. Pokokné sing misi kata maaf. Lamun ada tepukina pelih, langsung tindak di tempat lan ajaka ka kantor. Neked di kantor Wayan Rudi ngamaang pembinaan apanga anak ané ngaé pelih ento nawang dija pelihné. Wayan Rudi enu inget, ibi tengainé maan ngejuk PNS sedeng mabelanja ka peken. Pegawainé ento lantas ajaka ka kantor apang tawanga dija pelihné. Sujatiné Wayan Rudi tusing melihang pegawainé mabelanja ka peken.

Lamun enu jam kantor lan makejang ajak ka peken, nyén ané lakar nyemak gaéné di kantor? Né suba adané keliru lan sapatutné kabenehin. Tusing pragat amontoan dogén. Ulian program pekat, Wayan Rudi jani sesai maan ngejuk murid-murid ané bolos, ngejuk pedagang kaki lima ané ngawang-ngawag madagang, ngejuk gegéndong, PSK, ngejuk anak mamitra, anak matunangan di tempat umum, ngejuk anak mamunyah, kanti ngejuk penduduk pendatang ané tusing ngelah KIPEM lan KTP. Ento suba adané penyakit masyarakat. Penyakit ané ngaénang masyarakaté resah. Penyakité ento musti énggal kaberantes neked ka akah-akahné apanga tusing berkembang di masyarakat. Sagetan suba jam dasa peteng. Wayan Rudi sing marasa ngorta kangin-kauh ngajak kurenanné. Kurenan ané setata ngemang déwékné semangat magaé. Apa ja jemaka gaéné, kurenanné setata setuju. Né suba adané pasangan rumah tangga ané padapada ngerti ulian suba nawang tugas lan kewajiban padidi-padidi. Ulian suba peteng, Wayan Rudi inget tekén pianakné ané kelihan, Putu Armini ané suba kelas telu SMA. Pianakné ento tuni ngorahang pesu, lakar lés bimbel ngajak timpal-timpalné di sekolah. “Luh tegarang ja telpon pianaké. Beli jejeh, ada apa-apa di jalanné!” Kéto Wayan Rudi ngorahin kurenanné ané sedeng mabalih TV apanga nelpon pianakné. Mara lakar nyemak HP, sagétan pianakné ané madan Putu Armini ento teka uli lés bimbel. “Om Swastyastu,” kéto Putu Armini nyapatin reramané. Ia makenyem nepukin bapa lan memenné mapunduh di ruang tamu. Ditu lantas ngajak telu ngorta sambilanga mabalih TV. *** Jam pitu semengan, Wayan Rudi suba di kantor. Mara neked di kantor, ia maan laporan uli pecalang Dauh Tukad. Pecalangé nepukin ada anak ané kacurigain teroris macelep ka Penginapan Melati. Anaké ento koné ngaba tas krésék mawarna barak. Wayan Rudi ané maan laporan cara kéto, prajani ngajak anggotané nuju ka TKP. Né suba adané pelayanan Program Pekat ané siaga 24 jam. Sing peduli lemah peteng, pokokné Wayan Rudi lakar ngayah apanga masyarakaté aman. Mara neked di penginapan Dauh Tukad, sagétan pecalangé teka nyagjagin. “Ampura Pak. Tiang pelih ngemang berita. Niki boya ja teroris ané singgah mriki, nanging ibuk-ibuk sane wau rauh saking pasar. Sampun tiang amankan sareng pasanganné!” Kéto pecalangé masaut. “Beli Wayan!” Wayan Rudi paling paliatné, sagetan ada anak luh teka nyagjagin uli tengah penginapané. Ngaba tas krésék barak sambilanga ngeling sigsigan. Wayan Rudi tengkejut. Kadena nyén, sagetan ento kurenanné padidi ané ngorahang tuni mabelanja ka peken. ***

Saking Langit Bali Kidung Sunyata

Olih : I K. Satria, S.Ag

MALIH Ida ngandika saha nlatarang indik sané dahat suksma saha dabdab alon pisan. “Sané mangkin Beli wantah ngrastiti ring kawéntenan genah suciné ring angga sarirané sané kabaosang Awimukta sané kawéntenannyané irika ring selagin lelata miwah irung Beliné. Irika Beli ngrastiti Ida Sang Hyang Widhi sané kawéntenannyané dahat agung pisan saha prasida ngaonang sekancan suka kalawan duka taler sampun asah saking Panca Mahabhutané tur sida ngasorang Rwa Bhinédané, jelé melah, tegeh éndép miwah sané tiosan. Irika raris malinggih sami sekancaning sarana upacarané. Irika kawéntenan suksma miwah bayu sané ngawinang i manusa utawi sekancaning mauripé prasida maurip. (Soma=Ida; Agni=Pinggala; Dhira=Bhudiprerana; Wyawayam=Sancharam; Dhirabhutani Dharayan Nityam Vyavayam Kurute= Ring genahe punika sami sané wénten anggén sarana ngrastiti saha wénten bayu sané ngawinang kahuripané). Irika para Déwatané saha kawéntenan brahman ngelarang tapa brata miwah semadhi. Genahé punika sané ngantos mangkin kanggén sarana olih para wicaksanané ngelarang pamujan sakéwala sané sampun tatas ring angga sarirané. Sami sané wénten irika Adi, nénten malih sida katuju olih sami pangraksan Panca Tan Matra miwah Panca Mahabhutané punika. Sami punika wantah prasida katuju nganggén manah sané lascarya miwah suci nekeng tuas majeng ring Ida Sang Hyang Titah.” Sakadi punika pengandikan Ida Brahmana Lanang majeng ring Ida Brahmana Istri, antuk tresna Ida ngandikain. Sesampuné masandekan atampinan, raris mawali Ida Brahmana Lanang ngandika dabdab pisan. “Ida pinaka lantaran kahuripan jagaté puniki saha sadagingnyané inggih punika sarwaning beburon miwah entik-entikan. Kawéntenan pranané sané ngicén kahuripan ring jadmané sami taler wénten irika utawi medal saking genahé punika Adi. Kawéntenan pranané punika minakadi Prana, Apana, Samana, Wyana, miwah Udana. Makasami punika wantah mawit saking kawéntenan brahma ngraris pranané punika mamargi nuju selaging lelata saha ngicén kahuripan majeng ring manusané makasami. Jiwatmané wénten ring madya. Prana miwah Apana wénten ring selaging Samana miwah Wyana. Ring jiwatmané sané sunya wénten Samana miwah Wyana, punika sané ngisep ngajeroang saha ngicénin sesarin kahuripan. Ring selaging Apana miwah Prana wénten Udana sané prasida nyusup ring sekancaning genah. Prana miwah Apana wantah setata ngider yadiastun angga sarirané sedek marerepan. Udana sané ngunadikayang sekancaning angkihan sané wénten ring sarirané. Kabaosang Udana sangkaning kawéntenannyané prasida ngawinang makarya pranané sané tiosan. Udanané punika sané setata kautsahayang wénten ring angga sariran sang wicaksana sané kanggén

ngrastiti Ida Sang Brahman. Mangdané degdeg kawéntenan Udanané punika patut sarirané mecikang pisan ngamargiang Pranayama mangda prasi becik pamarginnyané. Antuk punika, kawéntenan Prana, Apana, Samana, miwah Wyana pacang mamargi becik. Ngamargiang Pranayama wantah pinaka sinalih tunggil utsaha negdegang sarirané tur kawéntenané punika taler kabaosang ngamargiang tapa-brata. Yéning sampun mamargi sami Pranané punika manut ring kawigunannyané soang-soang sinah pacang prasida ngwetuang karahayuan saha sida ngamedalang pepitu sunar sané mautama pisan kawéntenannyané. Sunaré punika kabaosang Waiswanara. Sami sunaré punika pacang nembus nuju genah irung, lambé, panyingakan, carma miwah karnan sarirané, salanturnyané sunaré pacang nuju genah manah miwah budiné.” Kadi asapunika kawéntenannyané sané patut sakadi pangandikan Ida Brahmana Lanang. Malih Ida Brahmana Lanang maritatasang pisan; “Punika mawinan Adi, kawéntenan agni miwah sunar Waiswanara sané pinaka sarana nguripang angga sariran i manusa. Punika salanturnyané agniné punika pacang dados sarana nguripang, setata ngendih, ngendihin sekancaning Panca Tan Matrané mangda prasida mamargi. Punika taler sané ngawinang sami prasi kauningin saha kamanahin antuk pangresep sané becik. Maka pepitu kawéntenan agniné punika wantah pinaka genah para yoginé ngaturang sekancaning yadnyané. Wantah maserana antuk agni Waiswanara punika sujatinnyané Adi. Mangda I Déwa sauninga, parindikan para pandita sané nglaksanayang pamujan wantah pacang ngaturang pamujan majeng ring sapta sunaré punika saha sapta agni sané pacang nyiriang pamargin yadnyané puput utawi nénten puput. Sami sané katurang majeng ring sapta agniné wantah sekancaning sané becik, sekancaning sané miik, saha sakadi sané wénten ring daging jagaté puniki. Sami sané prasida karasayang olih Panca Tan Matrané pinaka dasaran kasujatian yadnyané punika. Yéning nglaksanayang pamujan malarapan antuk jnana sakadi sané aturang Beli i wawu, punika wantah yéning sampun tatas ring sekancaning jnanané puniki, saha sida sampun waged nglaksanayang tapa, brata, yoga, miwah samadhi. Kahuripan ring jagate puniki wantah madasar antuk pranané punika Adi. Pranané punika sané nampek tur mapaiketan pisan kawéntenannyané majeng ring angga sarirané saha sané sida maurip, nguripang sarirané. Udanané punika sané mamargi ngicén kahuripan majeng ring sami kawéntenan sarirané, nguripang jnana sang sané ngelarang tapa, brata, yoga, samadhi. Punika mawinan, tapa miwah bratané punika sané ngawinang panrestian malih ka jagaté utawi manunggal majeng ring Brahman.” Kadi asapunika Brahmana Lanang nlatarang. ***

Galah ening… ning… ning kadi genta maklening Suaran suung nembangang kidung Kapireng tinglis yadiastun gigis Sayan doh sawat nanging marawat-rawat

Pamargin galah ring tanggun rurung Sané wénten wantah suung Sami kabakta nyansan puyung Ring genah sunyata sami malalung… I Nyoman Agus Sudipta


Kruna

14

Gedé Bagus Nanca Khrisnayukti Tri Susila

Cerakén

Polih Medali Pérak ring Olimpiade Matematika Internasional

Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;gind, Pupuh Ginada 41.ekocpá¡mihlitæisn/,

Kocap gumi alit pisan, li\á;tnÐ)niwil\in/,

linggah tan keni wilangin, spitudu;dg&jgt/, sapituduh daging jagat, smênyewnÓ)nÑitu,

samian ya wénten ditu, mt;2b%miw;nsk/,

matah lebeng miwah nasak, lu;mÙni, luh muani,

PANGADEGNÉ sané alep bagus, nénten nyumbungang raga taler soméh ring sawitrasawitrannyané ngawinang nénten akéh sané uning anak lanang antuk aran panjang Gedé Bagus Nanca Khrisnayukti Tri Susila wikan ring paplajahan matematika. Parindikan inucap kasinahang antuk akéhnyané piagam taler medali sané kapolihang sajeroning ngamiletin Olimpiade Matematika inggian ring tingkat sekolah, kecamatan, kabupatén, provinsi, nasional, miwah ring tingkat internasional. Préstasi pinih anyar sané kapolihang Nanca—sapunika dané ketah kasambat olih guru taler sawitra-sawitrannyané, marupa medali pérak ring kompetisi AIMO (Asia International Mathematical Olympiad) Open Contest warsa 2016 sané kamargiang ring Hongkong wawu puniki. Kompetisi sané kamiletin olih 3150 pamilet saking sajebag jagat puniki yukti ngawinang Nanca rumasa bagia prasida ngamiikang aran Pulo Bali taler aran SMPN 1 Kuta.

“Yukti tiang Bangga prasida ngamiikang aran sekolah tiang, SMPN 1 Kuta, kekalih rerama taler sameton titiang ring tingkat Internasional. Préstasi sané pinih ngawi titiang bagia,” tuturnyané kalem. Sadurungnyané, awarsa sané sampung lintang, Nanca taler sampun ngamolihang tetiga medali perunggu. Perunggu kapertama kapolihang sajeroning kompetisi AIMO (Asia International Mathematical Olympiad) sané kamargiang ring Thailand daweg bulan Juli warsa lintang. Perunggu kaping kalih kapolihang sajeroning kompetisi IMWiC (International Mathematics Wizard Challenge) ring Hongkong-China. Perunggu sané kaping tiga kapolihang ring kompetisi Eleventh IMC (International Mathematics Contest) sané kamargiang ring Singapura. Putra kaping tiga pasangan Gusti Ayu Putu Rukmini, S.H.— Jero Gede Susila, S.Sos., nguningayang sampun nyayagayang angga sabecik-beciknyané sadurung nyarengin olimpiade inucap antuk malajah ngraga, nyarengin

lés, taler malajah ring sekolahan. “Sadurungnyané taler molihang karantina ring Bogor. Pamilet sané lolos tés polih karantina salami dasa raina,” baosnyané. Satios punika, Ibu Tri Ributwaty, Wakasek SMPN 1 Kuta, Badung taler rumasa bangga sareng Nanca santukan sampun prasida ngawi bangga sekolah taler nyokong sawitra-sawitrannyané jemet malajah. “Bangga madué siswa berpréstasi, napimalih kantos prasida ngamiletin lomba kantos ka tingkat internasional. Pabesen titiang pinaka guru, Nanca nénten dados nyumbungang raga, sampunang angkuh taler sayan jemet malajah, “ dané ngaptiang. Siswa kelas VIII A sané madué cita-cita dados Pilot puniki negesang malih majeng sawitrasawitrannyané mangda sayan jemet malajah pinaka bekel ngruruh napi sané kaaptiang. Satios punika, Nanca taler mapangapti mangda prasida sayan becik malih inggian ring widang akademis miwah non akademis. (uma)

Meled Ngwantu Malarapan Pendidikan

mentik mataluh mianak. 42.lmuenÐnÓ)nÀdisy*, Lamun kénten Adi sayang, b)limpmietÂm\Ðin/,

Beli mapamit né mangkin, ebzé*s)somæunßturn/, bénjang sesampun maturan, r&mÉjnæuput*dumun/, ring Mrajan puputang dumun, wwuhirgmm(g, wau iraga mamarga, \ir&hdi,

ngiring Adi, lnÓ¡r*r&msСmmã*. lanturang ring Maskumambang.

RUMASUK lami ngalahin genah embas ring Banjar Benbiyu, Désa Peguyangan Kaja, Dénpasar Utara, ngawinang kangen I Nyoman Cakra, digelis mawali ring tengahtengah kulawarga sané sampun dasaan warsa kakalahin. Ri kala pacang muputang masa tugasnyané pinaka PNS ring Departemen Pekerjaan Umum (PU) pusat ring Kota Mataram, Nusa Tenggara Bara, Cakra –sapunika dané sering kasambat, sampun s a y a g a matilar saking Kota Mataram genahnyané jenek sasukat warsa 1982. Lanang sané embas ring Dénpasar, 31 Desember BPM/ist

1956 punika sampun sayaga pisan mawali ka désa genahnyané embas. Cakra, ring masa panguntat pengabdiannyané pinaka abdi negara, dané meled ngwantu pakraman. Mabekel tabungan sané kapupulang dasaan wara daweg aktif pinaka PNS, dané taler ngwangun Yayasan Budi Cakra Ashram, sané ngelola PAUD Budi Cakra Kumara. Sané naut uratian, genah ngwangun PAUD inucap ring tanah tetamian duén reramannyané.Yayasan inucap kakelola olih kulawargannyané, sané pateh-pateh madué komitmen ngabdi majeng pakraman malarapan pendidikan TK. “Sujatinné dasar pikayunan ngwangun TK puniki sampun rumasuk lami. Sangkaning kirangan dana, pamuputnyané wawu prasida kawentuk tigang warsa lintang,’’ baosnyané sinambi makenyung. Cakra nyaritayang wénten cerita sedih sané ngawinang dané meled ngwangun TK. Ri kala dané kantun alit, kalingké sekolah TK, SD taler genahnyané rumasuk doh saking umahnyané. Kawéntenan sakadi punika ngawinang dané

Isin Gumi

Program ”Full Day School” Ngwetuang Biyuta ngwetuang pikobet, ngwetuang biyuta. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Buda, 10 Agustus 2016 lintang. Arta, Banjar Tiang nénten cumpu yéning rerincikan inucap kamargiang santukan pacang maius pisan majeng kahanan alit-alité. Kahanan ring sesamén sawitra taler palehannyané pacang kirang. Tios punika kebiasaan rerama sareng pianaknyané pacang mauwah.

Komang Budi Artana, Panji Menteri magentos, kantos kebijakan taler kurikulum magentos. Sané dados korban sampun pastika alitalité. Yéning nerus sakadi puniki, malih pidan Indonésia pacang maju? Putra Perkasa, Tangguwisia Tiang banget nénten cumpu ring program inucap. Indayang pikayunin sarengsareng utamaipun ring SD, sampunang ja awai full, nem jam kémanten alit-alité wénten ring sekolah sampun inguh, ngawé rusuh, napi malih awai ring sekolah,

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

gotra

1. eGÿtÉ,

1. pangkas

2.

sungkan

2.

su\Ðn/,

2. sakit

3.

imba

3.

hømã,

3. panutan

4.

kalér

4.

kel(¾,

4. utara

5.

kikih

5.

køkø;,

5. memarut

6.

mandi

6.

mnÑi,

6. berkhasiat

7.

piteket

7.

pit)k)t/,

7. nasihat

8.

sénglad

8.

es\Þd/,

8. kikiuk

9.

sétra

9.

estÉ,

9. kuburan

10. tÉgê,

10. bersedia

10. tragia

BPM/uma

Nyoman Cakra

m)nÓikßtlu;mênk/.

MAGENTOS menteri magentos taler kebijakan taler aturan tiosan. Kruna inucap minab sampun nyusup ring pikayunan kramané. Kahanan inucap yukti karasayang krama, minakadi ring widang Pendidikan. Yéning Menteri Pendidikan magentos, sampun prasida kapastikayang kebijakan taler aturan pastika magentos. Parindikan pinih anyar sané kamedalah olih Menteri Pendidikan sané anyar, Muhadjir Efféndy inggih punika indik full day school utawi malajah ring sekolahan kantos jam lima nyoréang. Kahanan inucap yukti

Redité Umanis, 14 Agustus 2016

Bahasa Indonésia

napi dadosné? yoman Parwani, Tunjung Wacana buduh yéning alit-alité awai ring sekolahan. Iusnyané pastika ngawinang alit-alité stres. Ngiring sareng-sareng nulak wacana sané soléh puniki antuk tetujon keséhatan méntal alit-alit iraga. Kaki Dukuh, Seririt Kualitas pendidikan iraga manut titiang sayan nedunang. Nyabran magentos menteri taler magentos kebijakan, Manut tiang yadiastun awai ring sekolah durung majanten siswa sayan wikan. Sapatutnyané tatacara ngajahin alit-alité sané kauwah, sarana pendidikan taler mangda kabecikang miwah kajangkepin. Pak Novi, Tunjung Yéning program punika mamargi, sapunapi indik kahanna para guru sané pacang ngicén ajah-ajah? Sané kaon, tambis-tambis guru sané stres. Pinaka utsaha nincapang kualitas pendidikan, sané patut kabecikang wantah indik kebijakan miwah kurikulum. Gede Pasek Sumerta, Panji Anom Becikné batalang kémanten wacana inucap santukan akéh kaonnyané. Menteri sapatutnyané nguratiang kahanan alit-alit, boya ngaryanin gagasan sané ngawinang krama taler para siswa rumasa osah. (ama)

doh majalan nuju sekolah tan pasandal utawi sepatu. Nanging yadiastun kawéntenannyané dumun sakadi punika, dané tetep angayubagia, kawéntenan sakadi punika sané nyuukang gumanti setata jemet makarya, mangda madué dana sané cukup anggén ngwantu anakanak usia prasekolah. Utamannyané saking angganing sané kirangan artha brana. Majeng sané ekonominnyané becik, majanten pacang nyekolahang putra-putrinnyané ring sekolah pinih becik. Nanging nénten asapunika majeng ida dané sané kahanan ekonominnyané kirang becik. Madasar pikayunan punika, alon nanging pasti, pamuputnyané PAUD Budi Cakra Kumara prasida kawangun. Para rerama sané

meled nyekolahang putra-putrinnyané ring TK, nénten patut malih doh-doh tur antuk prabéa sané mudah nanging molihang pendidikan sané madué bobot. “Titiang nénten naen mikayunin bati. Sané pinih utama titiang prasida ngwangun TK. Cita-cita sané sampun lami aptiang titiang,’’ baosnyané. Idup majeng Cakra wantah pamargi muatang kerja keras. Yadiastun sajeroning pamarginnyané setata nemu piambeng. Yéning nénten madué mental sané kukuh, majanten piambeng inucap pacang miambeng pangrencanannyané. Sabeciknyané yéning madué mental baja, amunapi ja piambeng punika pacang prasida kalintangin. Madué modal sané akedik nénten ngirangin pangarsa bapak tigang

diri pianak puniki sajeroning ngwangun TK. Kawagedan sané kaduénang ring bidang wangunan, kautsahayang prasida naes anggaran sané kamedalang. Sapunika taler sareng sokongan kulawarga pinaka anggota yayasan, sané setata magotongroyong salami pawangunan TK inucap. Pamuputnyané, TK sané nyabran warsa sayan kasenengin punika ngawinang pekak sinunggil cucu puniki banget marasa angayubagia, wénten investasi sosial ring masa tuannyané. Bapak saking Wayan Desy Anggreni, Made Kartika Dewi miwah Nyoman Deky Marcika puniki banget marasa bagia, pangarsa meled ngwantu ring bidang pendidikan prasida nyalantara. (ast/yan)

Asing Pangguh Utamayang YÉNING telisik silih sinunggil tattwa, sané kaptiang nénten sios wantah rasa nyuksamayang saluiring napi sané kapangguh utawi kapolihang katerima antuk kalascaryan kayun, sami wantah waranugraha sané patut suksmayang. Napi ké marupa suka, duka, lara pati, pahit, manis, sepet, masem, lalah miwah sané siosan. Sakadi pablibagan Sangut, Tualén, Merdah, Condong, miwah Délem ring sor puniki. Kacaritayang Mbok Condong pianakipuné katiben sengkala makta sepéda kasrémpét anak truna ri kala budal saking sekolah. Ring kubu, Mbok Condong majejahitan nyambi nyantos pianakné saking sekolah. Nénten sué, I Gedé Dharma rauh sambil nandan sepéda tur aduh-aduh nyakitang batisipuné sané berad-beréd akéh madaging yodium. Irika kagiat Mbok Condong nepukin pianakipuné, raris gagéson Ipun nyagjagin I Gede Dharma lantas nyemakin sepédané raris nandan pianakné ka kamar. Mbok Condong ngawit nakénin pianakipuné: “Kénkén unduké Dé kanti berad-beréd batisé?” I Gedé sambil naanang sakitné masaut: “Ampura tiang Mé, itunian tiang srémpét anak truna ngaba sepéda motor krana ia ngelidin truk uli aep. Bas kasamping majalan tiang dadiné kena tampligan, nanging tiang langsung tulungina idihanga obat barak di warung Mén Sadri tur atehanga ka Pukesmas.” “Adéng-adéng ngaba sepéda, uratiang jalané. Aget Cening berad-beréd dogén, tusing kanti lung. Jani ganti bajuné malu, Mémé lakar nyemakang nasi lan yéh.” Sawatara apakpakan basé, uli angkul-angkulné Mbok Condong madingehan gelar-gelur munyiné Beli Gedé Délem ajak I Sangut barengan ajak kongkongan cicingné. “Om Swastyastu Nyoman.” Sambil nguncarang Om Swastyastu Mbok Condong nyagjagin Délem lan Sangut. “Dewa ratu…., Beli Mélem ajak I Sangut kadén tiang sira, mai-mai negak malu! Ampura tiang ten ngelah tongos negak!” Raris Delem lan Sangut negak di plangkané tur matakon tekén Nyoman Condong: “Man, Beli matakon, itunian Beli liwat di aep sekolah tongos masukné

IGedé Dharma pianak Nyomané, orahanga labuh srémpét anak ngaba sepéda motor? Dija anaké ané nabrak to Man, lakar alih Beli lakar gebugin Beli jani!” “Adéng-adéng Beli Mélem, eda bangras kéto, dingehang malu pasautné Mbok Nyoman.” nyelag I Sangut ngorahin Délem. Mbok Condong raris natasang tekén Délem lan Sangut: “Beli Mélem ajak Sangut, saja pesan ento Beli, pianak tiangé srémpéta, nanging ané nyrémpét anak truna dyatmika, sing ja sanget tuwah beréd-beréd dogén batisné. Jani I Gedé suba masaré, suksma Beli Mélem lan Sangut suba teka mai nelokin pianak tiange”. “Aget masi I Gedé tuah beréd, sing kanti lung batisné. Suksmayang Mbok Nyoman, ento mula nasibné I Gedé, dumugi apang enggal seger.” Kong... kong… kong… nyakal munyin cicingé diwangané Mbok Condong uyut cara ada anak teka. Jagjagina tekén Mbok Condong, “Yéh, kadén tiang sira Beli Malén ajak I Merdah. Om Swastyastu Beli Malen.” Kasautin tekén I Merdah Om Swastyastu, I Malén masaut: “Om Shanti, Shanti, Shanti, Shanti, Om”. “Kénkén kabaré Beli?” “Buka pangaptin Nyomané, cara ané tepukin Nyoman jani, Beli seger oger, swéca Ida Sang Hyang Widhi ngicén karahayuan iraga jak makejang,” saut I Malén. “Beli kagiat teka uli carik ajak I Merdah, teked di warungné Men Sadri dingeh ortané I Gedé orahanga sengkala katabrak sepéda motor, mara ningeh oratané ento gagéson Beli mai. Dija jani I Gedé? Kénkén undukné ento, Man ?” “Saja pesan ento Beli Malén, nah aget masi ya tusing lung, tuah beréd. Jani I Gedé masaré suud madaar lan nginum ubad ané maan di Puskesmas.” Lén buin satuané I Merdah ngorta indik sengkala anaka

ulung uli wewangunané ané tegeh matingkat dasa. Benyah nglantas mati, méméh déwa ratu. “Dah, nu masih aget, kén nu ya hidup, padalem ya kayak-kayak sengsara, idup tidong, mati masih tusing, kebit-kebit. ‘mati tak segan hidup tak mau’.” “Beli Mélem... Beli Mélem makejang aget orahang Beli. Beréd masih aget, lung masih aget, ngasén masih aget, buina mati masi aget. Kénkén to Beli? Tusing kekeneh ban tiang otak Beli Mélemé! Apa ulian bek gondong Beliné mawinan otak Beliné hang buka computer? Ha… ha… ha….” “Ngut ngut, Cai munyi dogén, ada dogén orahang Manguttt baong lantang!” Merdah masaut: “Sabarang Beli Mélem déwéké! Da gedeg-gedeg! di Filter aja he…he…he! ‘Jangan marah-marah nanti tambah susah, jangan marah-marah, mari ramah-ramah’ (sambilanga magending)!” “Beh ngelah dogén I Merdah.” (Makejang pada makedekan ). “Yéning ngamangguhin ané luung, luung utamayang, yéning ngamagguhin ané jelék, ané jelek utamayang. Yéning iraga makejang mamilih ané luung-luung dogén, nyén lakar anaké tunden nrima ané jelekjelekné? Ingetang buina iraga dadi manusa idup di mercapada tusing taén lémpas tekén Rwa Bhinéda, sifat ané setata mabada, nanging sing dadi palasang utawi ilangang. Rwa Bhinéda wantah cacirén iraga maurip.” Waluya iraga ngutamayang napi sané asing kapangguh, boya ja iraga nénten mabuat utawi mautsaha becik, nanging janten pastika setata ngamargiang kawigunan ring pauripan antuk dasar dharma, welas asih, arjawa, nyujur pangayubagia miwah katreptian miwah kasukertaan jagaté. (Sang Madé Sarwadana)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


Minggu Umanis, 14 Agustus 2016

15

Hyang Menumbuhkan Hidup

Hyang Maha Memakmurkan

l Tutur Pohon Cara Bali Tradisi (1)

“MENGAPA pohon di-banten-in oleh orang Bali?” seorang Sahabat dari seberang pulau bertanya. Saat berlibur di kampung bertepatan dengan hari Tumpek Panguduh, Sahabat ini menyaksikan bagaimana keluarga-keluarga Bali Tradisi memperlakukan pepohonan, layaknya sang Dewa. “Pohon itu Dewa?” ia tampak kian kebingungan mencari-cari penalaran orang kampung, yang dapat memenuhi hasrat keingintahuannya sebagai manusia modern di kota besar. Bagaimana mungkin pohon itu diperlakukan laksana Dewa Junjungan? Kesantunan hidup cara Bali Tradisi memahami, Hyang Maha Penghidup itu mewujud sekaligus meresap memenuhi segala isi Semesta Raya ini. Tak terkecuali tetumbuhan—berwujud dan bernama apa pun. Dalam bahasa Bali, Dia Yang Menghidupi Pepohonan itu dinamakan Hyang Tumuwuh. Dia-lah yang menumbuhsuburkan sekaligus menumbuhbiakkan segenap pepohonan: menumbuhkan tunastunas baru, menghijaukan dedaunan, menumbuhkan bunga, memunculkan putik, memekarkan bunga, hingga menjadikan pepohonan sanggup berbuah. Dengan daya hidup yang diterima dari sang Maha Penghidup itu, pepohonan atau tetumbuhan lantas dapat memberikan daya hidup kepada makhluk hidup lainnya. Mulai dari hewan melata,

serangga, unggas, binatang berkaki dua maupun berkaki empat, sanggup melanjutkan hidup mereka karena topangan sang pohon, Hyang Tumuwuh, Dia yang Bertumbuh itu. Tak terkecuali manusia amat sangat berutang kehidupan pada pepohonan. Tak ada manusia di muka Bumi ini yang luput berutang kehidupan pada Hyang Tumuwuh. Manusia mutakhir kini boleh saja membanggakan lompatan teknologi digital dan teknologi pengolahan yang diciptakannya, namun sehebat-hebat manusia tetap saja berketergantungan pada pepohonan untuk melanjutkan hidupnya. Lewat pengorbanan diri seluruh tubuhnya—entah akar, umbi, pangkal, batang, daun, bunga, hingga buah—kaum pepohonan telah berjasa besar mempertahankan kehidupan kaum hewan atau binatang, maupun kaum manusia. Lewat wujud sebagai sarwa meletik, yang tumbuh dari tanah Bumi Pertiwi, itulah Hyang Tumuwuh telah menumbuhkan kehidupan sarwa maurip, termasuk manusia. Kesadaran hidup akan utang kehidupan manusia pada Hyang Tumuwuh, sang Pemberi Hidup, yang mewujud kaum pepohonan atau tetumbuhan sarwa meletik itulah yang menjadikan Bali Tradisi melakonkan kesantunan tradisi Tumpek Panguduh. lnirta ks

Bukan ’’Di Sana’’ tapi ’’Di Sinilah Aku Berdiri’’.... lProses Penciptaan Teks Besar adalah Mantra...

Indonesia tanah airku Tanah tumpah darahku Di sanalah aku berdiri Jadi pandu ibuku ..... TIAP kali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya atau mencermati teksnya, saya selalu termangu pada kutipan bait di atas. Saya merasakan ada jarak yang tercipta tiba-tiba ketika kata ‘’di sanalah’’ terucap. Kenapa? Kata ‘’di sana’’ menunjuk sesuatu yang jauh, kebalikkan dengan kata ‘’di sini’’. ‘’Di sanalah aku berdiri’’, tanpa disadari, menunjukkan bahwa kita tidak sedang berada dalam konteks kini dan ‘’di sini’’, di tanah tumpah darah yang kita cintai ini, tapi berada di luarnya, dari mana kita menunjuk ‘’di sanalah’’ tanah airku, sesuatu yang jauh, tak terjangkau, boleh jadi sebatas angan... Karena segala sesuatu berada ‘’di sana” bukan ‘’di sini’’, maka upaya menjadi pandu sang ibu juga tak mungkin maksimal dilakukan. Jangan-jangan inilah sebabnya sampai hari ini kita masih belum bisa mencintai negeri ini dengan sepenuh hati. Selalu ada jarak yang tak pernah lebur, selalu ada cinta yang sulit diukur. Ben Anderson, Indonesianis yang menghembuskan napas terakhir di Batu, Malang, bisa saja mengajukan teori tentang pembentukan bangsa: sesuatu yang terbayangkan, komunitas imajiner yang sambung-menyambung menjadi satu. Akan tetapi dalam konteks pernyataan patriotik cinta tanah air, sebait lagu, bahkan sepatah kata, adalah mantra bertuah yang tak bisa sekadar dibayangkan. Ia nyata, diucapkan langsung di pangkal lidah, didengungkan di gendang telinga dan menghunjam hati sanubari. Mantra yang salah ucap boleh jadi akan memakan siapa yang mengucapkan, jagi bumerang dan ironi. SUMPAH PEMUDA adalah contoh nyata bagaimana kata-kata yang sesakti mantra dan seampuh doa bisa mengubah kehidupan kita sebagai bangsa. Begitu pula teks Proklamasi yang dibacakan atas nama rakyat Indonesia oleh Soekarno - Hatta. Demikian juga kata-kata dalam Dasar Negara kita, Pancasila, semua memiliki tuahnya sendiri. Oleh karena itu, proses penciptaan teksteks besar tersebut selalu diwarnai pergulatan dan peristiwa penting, perpaduan pengalanan patriotik di lapangan dengan pengalaman puitik di sanubari masingmasing oprang. Prosesnya lebih kurang sama dengan penciptaan puisi. Setelah ilham, setelah peristiwa demi peristiwa memunculkan kalimat dan narasi, segala sesuatu perlu ditinjau ulang, sekalipun dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Kata-kata yang tidak perlu dibuang, kalimat yang kurang pas dicoret, sebagaimana kita temukan dalam teks asli Proklamasi yang penuh coretan, teks Sumpah Pemuda yang mengalami beberapa kali rumusan, atau dihilangkannya tujuh patah kata dalam Piagam Jakarta dari sila pertama Pancasila. Kesamaan proses itu, agaknya membuat kita bersetuju dengan Sutardji Calzoum Bachri yang menyebut teks Sumpah Pemuda merupakan puisi

lFrans Wisnu Murti Sawah-sawah di Waribang Getir daun pepaya Asap rokok jagung Aroma kopi tumbuk Panganan daun jati Membungkus sisa nelangsa Sepanjang malam Air belum mengalir Rindu padi menuai Lesung rampat bernyanyi. Ada yang hilang Capung jarum, Dan burung hantu Tanpa perangkap getah nangka. Ada yang hengkang Tak mau kembali Tenggala tugu dewi sri Rentas aroma ketela bakar. Jernih pilu siulan sunari Memagut kidung Agung Mengikis garis senyummu Yang masih kusekap dalam ingatan. Sawah-sawah di Waribang Irigasi yang mati suri Dusta turunan bercaping Usai diaben mamon sepetak.

besar tanah air. LALU APA YANG TERJADI jika ada kata yang disadari atau tidak membuat kita berjarak dengan situasi? Bagaimanakah relasi subjek-objek yang berlaku? Inilah yang perlu direnungkan. Apabila kita menyanyikan lagu kebangsaan hanya sebatas formal upacara, akan jauh pangang dari api. Sebaiknya memang kita hayati kata perkata, ucapan demi ucapan, sebab itu hakikatnya doa, hakikatnya mantra. Rasanya tidaklah bakal salah jika kata ‘’di sana’’ ditinjau kembali, diganti dengan kata ‘’di sini’’. silahkan diperkuat dengan peraturan atau undang-undang, sebab meski hanya satu kata, tapi nyatanya membuat kita sampai detik ini, susahpayah menyatu dengan jiwa-raga Ibu Pertiwi. Boleh jadi ini salah satu jawaban dari gundah-gaulana kita sebagai bangsa selama ini. lRaudal Tanjung Banua ADA serombongan remaja sedang berebut peran. Mereka akan menjadi pelakon sandiwara dalam perayaan Agustusan tingkat RT. Peran konglomerat, menteri, dokter, mahasiswa, semua mereka borong. Ada pun peran petani, buruh, tukang becak, sopir angkot, tidak dilirik sama sekali. Pelatih sandiwara mereka dibuat geleng-geleng kepala. Peran yang tersedia tidak semua terisi, padahal jelas dalam menggerakkan cerita tentang kemerdekaan yang hendak mereka pentaskan membutuhkan ‘’sekrupsekrup kecil’’. Inilah yang akan menghidupkan cerita, membuatnya bermakna. Apa jadinya kemerdekaan tanpa peran orang-orang kecil? Tanpa mereka, kemerdekaan boleh jadi hanya sekadar sandiwara! PERSOALAN tersebut diangkat secara menarik oleh Aant S. Kawisar dalam salah satu cerita yang terhimpun dalam bukan kumpulan cerpennya, Sandiwara Kemerdekaan (Akar Indonesia, 2016). Cerita di atas jelas merepresentasikan situasi lebih luas di panggung kebangsaan di alam kemerdekaan. Orang cenderung memandang peran dan profesi tertentu sebagai jalan emas mengisi kemerdekaan, yakni peran dan profesi yang dianggap lebih prestise (Gengsi) sekaligus cepat mendatangkan uang. Ujung-ujungnya kerja di belakang meja, mengandalkan otak, bukan otot, kata mereka. TERJADI segregasi sosial atas peran dan posisi. Tidak heran kemudian, dunia pendidikan yang dianggap jalan mulia melahirkan manusia bertanggung jawab dan berdedikasi dalam bidang apa pun, kita dipenuhi bebanbeban sosiologis yang sempit dan terbatas. Universitas kerap diasumsikan sebagai sarana untuk membuat seseorang eksis memegang peranan dalam profesi tertentu. Bahkan dari kecil, misalnya, anak-anak sekolah lazim diarahkan

lFrans Wisnu Murti Bunga Karang

l Tutur Pohon Cara Bali Tradisi (2)

Kemerdekaan Pas Purnama Bhadrawada

lIroni Getir Negeri Berlimpah Berkah PERHITUNGAN sistem Kewaktuan Bali Pulina mencatatkan Hari Kemerdekaan 17 Agustus yang ke-71 kali ini pas tepat bersamaan dengan hari Purnama sasih Karo (bulan kedua). Teks-teks susastra menamakan sasih Karo pada bulan Agustus ini dengan nama indah: Bhadrawada Masa. Artinya, Purnama Bhadrawada ini pas tepat pula dengan hari Buda Wage atau Buda Cemeng, wuku Warigadean. Bali Tradisi memvisikan Buda Wage atau Buda Cemeng ini sebagai momentum pas tepat buat memuliakan sang Penganugerah Kesejahteraan Hidup dalam wujud Sri Dana atau Rambut Sadana. Manakala hari Buda (Rabu) bersamaan dengan Purnama, biasanya dinamakan Buda Kembang. Secara astronomis, Purnama Bhadwarada kali ini sebenarnya baru terjadi pada Kamis Kliwon, Warigadean, 18 Agustus 2016. Tepatnya pada pukul 17.27. Saat ini diperhitungkan juga bakal terjadi gerhana rembulan, mulai pukul 17.24, lalu berpuncak pada pukul 17.43, dan berakhir pukul 18.02. Namun perhitungan sistem perkalenderan Bali memilih perayaan Purnama Bhadrawada lebih dini, saat rembulan belum mekar benar—sehingga diistilahkan pusuhan. Momentum-momentum kewaktuan alamiah yang hadir bersamaan dengan Hari Kemerdekaan ini sepatutnya membangkitkan kesadaran putra-putri Tanah Air Nusantara-Dwipantara Raya ini untuk memekarkan putik-putik kemuliaan daya budi internalnya. Hanya dengan memekarkan putik-putik kemuliaan daya budi internal itulah orang akan bertumbuh menjadi insan-insan bersinar terang, wicaksana: kreatif, inovatif, sekaligus berintegritas tangguh—sehingga membentuk masyarakat yang bersinar (divine society). Lewat kakawin Ramayana, yang ditulis bertepatan dengan bulan Bhadrawada,

Saat bait pertama hujan melamarnya Ia gemakan Nusantara bangkit Dari rahim pulau merah. Firman lahir Melewati lubang hitam Tikus tambang dan hiu darat. Hinggap meneduhi lautan luar Menendang ingatan kuda laut alzerner Dan lumba-lumba dimensia. Namun arus bawah Masih jauh dari makomnya Sebab ngiang reklamasi pulau bakau Lebih sumbang dari requiem Trumbu karang. Usai duka orchestra senja Terbit instrumen matahari pagi. Meranggas dalam pikiran zaman Mengiringi jajaran jati yang belajar tumbuh Menghirup udara pagi lalu tumbang oleh impian Tak ada yang celang membawa tanda alam Karena semangat menantang ombak Akan trubus dalam kecemasan. Di pucuk iman Harapan Di hati setabah karang.

dalam bahasa asli pribumi Jawa Kuno, sekitar 11 abad silam, Mpu Yogiswara, pernah menyuratkan doa dan pengharapannya begini: “… semoga nilai-nilai mulia Ramayana tetap harum dan meresap ke dalam hati. Dengan begitu, mahayogi suci mulia sekalipun akan kian bahagia, dan orang-orang sujana arifbijaksana kian suci hati dan pikirnya usai membaca karya sastra ini. Tentu pula kian awas waspada tajam pandangannya dalam memilah memilih baik dan buruk, sebagai jalan menuju kelepasan, kemerdekaan. Dan, jika tepat benarlah caramu menjelaskan, walaupun kepada orang awam sekalipun, akan dapat menyebabkan dia mencapai alam pembebasan, alam kemerdekaan.”

Alangkah ironis, getir terasa, memang: betapa di tengah begitu gegap gempita ceramah-ceramah agama di berbagai media, begitu riuh ramai tempat-tempat ibadah didatangi para penganut agama, justru cara berpikir, berucap, dan berperilaku kolektif bangsa ini cenderung semakin tiada berkewicaksanaan, tiada berkemuliaan. Saling bully, saling hujat secara terbuka, sampai tindakan pembakaran tempat ibadah, kepemimpinan yang tiada berkepekaan kemanusiaan, menunjukkan pasti: betapa momentum Hari Kemerdekaan yang bertepatan dengan Bhadrawada Masa belum meresapi kebanyakan putra-putri Tanah-Air Bumi Pertiwi Negeri ini. ldeprabas

lPengelolaan Simbol-simbol Tak Terduga

pada cita-cita dengan citra mentereng; menjadi dokter, pilot, dan sejenisnya. Seiring dengan itu tertanam di kepala mereka bahwa citra profesi tersebut lebih tinggi dibanding yang lain. Ini membuat mereka banyak meski tidak semua -- yang tak berjejak di bumi, dokter bukan jalan mengabdi namun jalan mengisi status sosial. Ditambah biaya untuk meraihnya serba mahal, kian tertanam keinginan untuk memungut segala sesuatu secara berlebihan. KIRANYA, apa yang dinamakan ‘’sekrupsekrup kecil,’’ sebagaimana diistilahkan sejarawan Santono Kartodirjo, kini mulai pudar. Padahal dalam masa merebut kemerdekaan, sekrup-sekrup kecil seperti petani, nelayan, pedagang, buruh, sopir, prajurit, pelajar, dan

seterusnya bahu-membahu, menyatu membentuk bangun kebangsaan yang besar dan bergerak bersama. Jika satu atau dua sekrup hilang, maka pasti ada yang rumpang, goyah dan punya celah untuk runtuh. Oleh karena itu, semua sekrup mesti terisi sepenuh hati sebagai jalan pengabdian pada perjuangan kemerdekaan. Tapi kini sekrup-sekrup kecil itu kerap tersisih atau disisihkan oleh derap pembangunan, kebijakan yang tidak bijak dan pudarnya keberpihakan. SEMUA ITU dengan satire dan ironi berhasil digambarkan Aan Kawisar, membuat kita merasa kecut sekaligus terdorong untuk berefleksi lebih dalam. Situasi ini setali tiga uang dengan ceritanya yang lain, misalnya,

Laut Hatimu, Ombak Rinduku

‘’Kau tahu apa tentang laut?’’ ‘’Tempat ikan melipat sepinya ke dalam air, air yang tak akan pernah sama lagi?’’ ‘’Tempat perahu dan rindumu dipukul, dilambungkan gelombang, sejam dua jam, hari ke hari?’’ ‘’Apakah kau pernah sedekat ini dengan laut?’’ ‘’Dengan bau tar dan garam.’’ ‘’Dengan jerit camar dan lokan-lokan yang digulung dan karam.’’ ‘’Dengan cintamu sekukuh doa yang pecah lepas di bebatuan yang dundah.’’ ‘’Membentur karang-karang gelisah.’’ ‘’Lalu kembali pergi jauh, berlayar lewati buih.’’ ‘’Menyusuri pantai demi pantai. Asing dan sendiri.’’ ‘’Apakah kau pernah meyakinkan hatimu bahwa setiap ombak di laut adalah lumba-lumbanya?’’ ‘’Adalah rinduku yang bergerak, berjaga, dan yang terucao pelan, ratusan kilometer lebarnya?’’ LAUT dan batu-batu. Kerang dan ganggang. Dasar yang amat gelap dan dingin itu. Kapal-kapal yang diseret air pasang. Kabut likat dan angin pasat. YANG melintas bening air. Yang menggapai beting pasir. Di sana, hanya di sana, di laut yang biru, kau bisa mendengar tiap debur rindunya, kau bisa melihat seluruh tubuhnya digilap cahaya. Suara. DAN DI SANA, di atas riak-riak yang bergerak siang malam, di tengah keriuhan burung laut hitam, nelayan menebar jala, kesedihan membenam. Menghanyutkan mimpi-mimpi, cacing, dan udang galah.

‘’Kursi itu Masih Bergoyang,’’ Bercerita tentang sebuah kursi goyang tua peninggalan kolonial yang dibeli oleh seorang nyonya besar. Dari kursi goyang itu Sang Nyonya Besar mengatur segala sesuatu dengan telunjuknya, mulai dari urusan rumah tangga, jabatan suami hinga bisnisnya. Di sini, kursi goyang menjadi simbol beralihnya kepemilikan atas sebuah benda pra-kemerdekaan ke alam kemerdekaan, namun sifatnya masih mewariskan pola hidup feodal-kelonial. KRITIK SOSIAL yang tajam melalui pengelolaan simbol-simbol tak terduga ini, menjadi benang merah simultan atas 18 cerita Aan. membuatnya tampil utuh sebagai satu kesatuan. Enak dibaca dan perlu, sembari merenungi Hari Kemerdekaan kita yang ke-71. lRaudal Tanjung Benua

KITA TAHU - dari genggaman jari-jarinya, ombaknya yang tak kenal lelah, dan tekuk matanya yang dalam, buih yang menarik segala sesuatu menjadi dekat laut (entah enam puluh depa atau empat belas ribu kaki dalamnya) selalu sabar dan bersahabat. Penuh arti. Tempat kembali. TAPI HARI INI, samudra, bagian yang basah dari planet kita, menjadi ‘’tempat paling sedih.’’ Telah sarat dibelah sampah. Berdiri di simpang jalan sejarah. Segala jenis limbah telah kita lempar ke laut, ke dalam lubuknya - tempat kehidupan pertama muncul. Dan, jumlahnya melampaui batas kemampuan ubur-ubur dan cumi, kan buntal dan tongkol, kepiting dan bunga karang, tumbuhan renik untuk menyerapnya. Dan... TAK KURANG dari 9000 mil kubik air yang bercampur merkuri dan gas beracun, logam berat dan busa sabun, sisa bensin dan pelumas mesin, mengalir ke laut setiap tahunnya. Dan, di tengah malam, kadang saya meyakini diri sendiri, hampir setahun sekali, sekitar dua juta ton minyak merembes ke laut dari kapal-kapal yang layarnya menampar-nampar di udara, di hembus angin tajam. Di seret arus. TAK HANYA ITU, dengan usaha paling keras, dengan kelewat serakah, kita tidak bosan-bosanya mengeduk lautan. Minyak dan gas kita suling dari bebatuan di dasar laut. Timah dan titanium dikeruk dari lapis pasirnya. Dan, dari waktu ke waktu, kita telah dengan sadis membantai paus dan hiu, singa laut dan gurita raksasa, penyu dan terumbu. KALAU SAJA banyak orang (tak terkeuali dirimu) percaya bahwa nasib laut telah sebegitu ngenes, mengkhawatirkan daripada cerita hantu-hantu laut yang suka menenggelamkan. Kurasa sebuah rindu yang jauh, cinta yang panjang dan sungguh, tertutup oleh buih yang sejuk. Tak berbentuk, perlahan sampai daratan. Dan, paling tidak, kita menyadari bahwa di laut, di antara gelombang-kegombang pendek, semua tangisan diredakan. Percayakah kalian? SUDAH LAMA sekali peristiwa itu berlalu, tapi masih terngiang di telingaku ucapan seorang nelayan tua di geladak kapal itu. ‘’Sebuah gelombang, suaranya, bagai pohon yang ditebang. Tapi, lubuk laut, dasar hatimu sangat tenang, amat hening.’’ lAgus Roisalam Ceribon - Yogya - Bogor

Jembrana, Gerbang Manusia Merdeka.... lDengan Segala Lambang dan Falsafahnya

Dengan sayap angin garam Ia lenturkan serat jiwanya Menuju keliaran Laut Selatan.

Seutar kalimah melayang tenang Menyayat wajah seorang perawan Yang melenggang di jemari ombak.

muran itu dengan sebutan Sangkara. Dialah, Sangkara, Yang Maha Dermawan. Dia pula Yang Senantiasa Menguntungkan kehidupan. Sangkara—Yang Maha Dermawan, Yang Menjadikan Kemakmuran, Yang Maha Memakmurkan, Yang Menguntungkan—itulah yang dimuliakan dalam praktik kesantunan Bali Tradisi lewat Tumpek Panguduh. Siapakah Sangkara? Sangkara adalah satu di antara karakter Siwa. Siwa berarti baik hati, ramah, suka memaafkan, juga sangat menyenangkan, memberi banyak harapan, sekaligus membahagiakan. Itulah, antara lain, karakter sang Maha Penghidup Kehidupan, yang dikonsepsikan dalam istilah Siwa. Kosmologi Bali Tradisi lantas menstrukturkan dalam penalaran pikiran: Siwa-Sangkara itu berwarna hijau (ijo, gadang, atau wilis) tetumbuhan. Posisinya di baratdaya (wayabhya), titik diagonal pertemuan antara arah barat yang berenergi tanah pertiwi dengan arah utara yang berenergi air. Manakala tanah bertemu dengan air, maka terciptalah kesuburan. Kesuburan secara tampak mata lahiriah mewujud berupa pepohonan atau tetumbuhan dengan dedaunan berwarna hijau. lnirta ks

Sandiwara Kemerdekaan dan Sekrup yang Hilang...

Rinai zikir di geladak Lamboo Memikat hati nakhoda hitam.

Dalam mata ruas kompas Tiang patah di anjungan Rebah bulan terpagut pelaut mabuk.

ANDAI manusia kelak sanggup memakan langsung tanah, boleh jadi manusia tidak lagi berutang kehidupan kepada sang Pohon yang mewujud sarwa meletik atau sarwa tumuwuh itu. Namun kenyataan senyata-nyatanya yang terjadi sampai saat ini, manusia tetap saja belum sanggup langsung mengunyah-nguyah tanah guna mengenyangkan perutnya. Meskipun manusia kini cenderung begitu serakah untuk menguasai tanah seluas-luasnya lewat politik kertas sertifikat, membabat pepohonan untuk menggantikannya dengan hutan-hutan beton, sampai halaman rumah pun tak memberi celah pepohonan bertumbuh, toh manusia terserakah pun tetap saja mencukupi kebutuhan tubuhnya akan nutrisi dari tetumbuhan dan hewani. Pohon-lah yang paling berjasa mensejahterakan dan memakmurkan manusia. Makmur berarti ‘banyak hasil’, ‘serba berkecukupan’. Pohon itu memang memberikan banyak hasil dan kecukupan, sekaligus menguntungkan kehidupan manusia—selain ada pula manusia yang berpenghidupan dari pohon. Siapakah yang sejati sesejati-sejatinya melimpahkan kemakmuran itu bagi manusia dalam kehidupan? Bali Tradisi memahami, Dia Yang Menjadikan Kemak-

lFrans Wisnu Murti Hutan Pancasari Menghisap hawa murni Mendengar derak akar bergetar Menghayati proses kelahiran Sebuah Pohon Murbei Ungu. Menghormati kesetiaan Hutan Pancasari Mencinta nyanyian gugur daun-daun Bertahan pada liang pengab radiasi. Embun perlahan mencium pertiwi Humus menatang geloranya Mencipta gelumbung-gelembung ozone Meredam liar hasrat natrium clorida Menikmati kesendirian Hutan Pancasari Dengan sekali senyuman atau asin air mata Sama-sama punya makna. Jalur perahu membelah danau Di sembilan cerukan ia berhenti Dua dayung bersaut paut Mengoyak keruh dasar hati. Matahari bersujud di cakrawala Kabut merangkul lembah kesabaran Mengandalkan mata hati dan tekad Menemukan rahasia mata air hidup. Menabur benih kebajikan Mengolah obat Hutan Pancasari Bertumbuh dalam Dharma Memupuk kesabaran Memanen karma baik.

JEMBRANA berasal dari kata ‘’Jimbarwana’’, hutan yang lebat, bercerita seseorang kepada saya di sebah bale bengong Munduk Asem, Tegal Badeng. Pada zaman dulu, katanya, kawasan ujung barat pula Bali dipenuhi hutan belantara yang sisanya masih dapat dilihat dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Di sini pula ditemukan kerangka manusia purba yang diperkirakan hidup 2000 tahun lalu dari ras Austronesia. Gerabah, manik-manik, peti batu, semua ditemukan utuh bersama sejumlah kerangka yang diberi nama ‘’manusia Gilimanuk,’’ sejajar dengan ‘’Manusia Trinil, Wajak dan Sangiran’’, termasuk ‘’Manusia Flores’’ yang belakangan membuat geger dunia ilmu pengetahuan. Akhir Juli kemarin, Dinas Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan arkelogis di Museum Gilimanuk, sesuatu yang perlu diapresiasi meskipun mungkin agak terlambat mengingat minimnya animo masyarakat atas keberadaan Situs Gilimanuk. DI LUAR URUSAN manusia purba, Jembrana juga terhubung lempang dengan jiwa kosmik masyarakat Bali lainnya. Konon, zaman dulu, karena masih berupa hutan lebat Jembrana dijadikan daerah pembuangan bagi tokoh-tokoh yang dianggap memberontak atau menantang raja, barangkali sama seperti Digul dan Tanah Merah di Papua yang menjadi tempat pembuangan tokoh-tokoh awal perintis pergerakan kemerdekaan kita. Tapi justru karena daerah buangan itulah Jembrana tumbuh dengan manusia yang berjiwa merdeka, egaliter serta lebih kosmopolit. Saya bayangkan, tokohtokoh dari berbagai latar belakang itu bertemu di sebuah tempat yang jauh, dan tentu saja terjadi tukar-pikiran di luar perkiraan para penguasa.

Demikian yang terjadi dengan tokoh-tokoh ‘’Digulis’’ termasuk Tanah Merah dan Banda Neira, mereka justru dapat bersatu di daerah buangan dan merumuskan sesuatu yang visioner dalam menjajal kemerdekaan bangsa. Jauh sebelumnya, ada Sykh Yusuf, ulama Makassar yang menjadi Kadi di Kesultanan Banten. Ia dibuang oleh Belanda mula-mula ke Cylon (Srilangka), memisahkan dia dari rakyatnya. Akan tetapi para pelintas Nusantara yang pergi berhaji, banyak yang menyempatkan diri singgah di Srilangka menemui Syekh Yusuf dan di sana justru terjadi intensitas pertemuan yang lebih dalam, memperkuat benih perlawanan untuk mengusir kolonial. Belanda akhirnya sadar dan memindahkan Syekh Yusuf ke Afrika Selatan, tapi di sana pun ia menjelma tokoh yang merasuk dalam kehidupan orang-orang Georgetown. APAKAH TERLALU JAUH membandingkan hal-ihwal ini? Saya rasa tidak. Selain dalam sejarahnya memang demikian, toh apa yang diceritakan itu berjejak hingga hari ini. Jembrana hari ini adalah daerah yang memiliki geliat dan dinamikanya sendiri, dari cikal-bakal manusia bebas dan merdeka. Ini menjadi kontekstual lagi melihat posisi Jembrana yang menjadi gerbang utama Pulau Dewata. Tak berlebihan, di Gilimanuk terdapat gelung kori (gerbang utama) yang sangat indah dengan segala lambang dan falsafahnya. Itulah simbol bahwa Anda memasuki gerbang manusia merdeka. Tidak berlebihan pula, kawasan ruang publik Kota Negara dengan taman air, gedung kesenian dan perpustakaan daerahnya, dinamakan kompleks gedung Ir. Soekarno, sang Proklamator kita. lRaudal Tanjung Banua


NASIONAL

16

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Sembilan Belas)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara

dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

ATAS serangan sporadis dari Arjuna itu yang utama dari rajaraja, Alamvusha yang membela Kuru, menjadi penuh kegeraman. Raksasha itu pantang mundur dari pertempuran. Dengan bersenjatakan busur dan berpakaian baju zirah keemasan, Alamvusha menyerbu dengan cepat kemajuan Satyaki, yang utama dari keturunan Madhu itu. Oh Bharata kemudian Satyaki bertempur sangat sengit melawan Alamvusha. Pertarungan sangat dashyat itu belum pernah terjadi sebelumnya. Semua prajurit paduka dan juga dari Pandava, menghentikan pertempurannya. Mereka menjadi penonton pertarungan antara kedua perhiasan pertempuran yang sangat dashyat dan menarik itu. Alamvusha yang utama dari raja-raja itu dengan hebatnya menyerang Satyaki menggunakan 10 batang anak panah. Banteng di antara keluarga Sini itu dengan panah-panah andalannya, juga dengan cepat memotong semua

Minggu Umanis, 14 Agustus 2016

Satyaki Bertarung Sengit dengan Alamvusha

anak panah lawannya, sehingga anak panah Alamvusha gagal mencapainya. Sekali lagi, Alamvusha menyerang Satyaki, menggunakan tiga batang anak panah tajam. Panah itu dilengkapi sayap-sayap indah. Panah itu berkobar seperti api karena panah itu ditembakkan dari busur yang ditarik mencapai telinga. Serangan itu bukan saja melewati baju zirahnya Satyaki bahkan menembus ke dalam tubuhnya. Setelah menembus tubuhnya Satyaki anak-anak panah tajam yang berkobar dan dilengkapi kekuatan api dan angin itu terus menekan Satyaki, Alamvusha, pun semakin ganas melukai kuda-kuda Satyaki yang putih seperti perak, menggunakan empat batang anak panah lainnya. Cucu dari Sini yang dilengkapi kekuatan besar dan keberanian seperti pemegang Cakra Kesava itu sendiri, setelah dilukai Alamvusha. Pangeran Sini itu kemudian dengan cepat membantai keempat kuda-kuda Alamvusha.

Setelah memotong kepala yang tampan seperti bulan purnama dan dihiasi anting-anting sangat baik itu dengan sebuah anak panah berkepala lebar dan dahsyat, seperti api Yuga sendiri. Setelah membantai banyak keturunan raja-raja pada pertempuran itu, banteng di antara keturunan Yadu itu lalu menggiling kelompok-kelompok yang bermusuhan. Satyaki kemudian meneruskan menuju Arjuna, oh raja, menahan sambil dia melewati pasukan-pasukan musuh. Sungguh, oh raja, Alamvush melanglang di tengah-tengah musuh, pahlawan Vrishni itu, ketika meneruskan mengikuti dari dekat Arjuna. Terlihat Satyaki berhasil berulang-ulang menghancurkan dengan panah-panahnya kelompok Kuru itu. Serangan pangeran Vrishni itu seperti topan yang membubarkan awan-awan tembal yang terkumpul. Ke mana pun singa di antara manusia Alamvusha itu ingin pergi,

ke sana dia ditahan oleh kuda-kuda milik Satyaki yang sangat baik. Kuda-kuda itu merupakan peranakan Sindhu. Kuda itu sangat jinak, putih seperti susu bunga Kunda, bulan, salju dihiasi jaring-jaring pada bagian mulutnya. Duhasasana sebagai komandan divisi Kuru itu kemudian mengepung cucu Sini dari segala sisi pada pertempuran dharma itu. Dia mulai menyerang orang utama dari keluarga Satwata itu. Tetapi, pahlawan Satyaki itu menahan mereka dengan hujan-hujan

anak-anak panah yang sangat dashyat. Dengan cepat Satyaki menyerang semua dari mereka dengan memakai panah-panah yang dahsyat. Cucu Sini itu membantai musuh-musuhnya tanpa ampun. Dengan kuatnya mengangkat busurnya, oh Ajamida, membantai kuda-kudanya Duhsasana. Atas serangan-serangan sangat dashyat dari Satyaki itu, baik Arjuna maupun Krishna sangat bangga dan gembira menyaksikan yang utama dari manusia Satyaki pada pertempuran itu. (bersambung)

Sloka 9.5 Na ca mat sthani bhutani Pasya me yogam aishvaram Bhuta bhrn na ca bhuta stho Mamatma bhuta bhavanah Dan... tetapi sebenarnya semua makhluk tak berakar pada-Ku. Saksikanlah misteri-Ku yang suci. Diriku menciptakan semuanya, menunjang semuanya, tetap tidak berakar pada semuanya.

Perayaan 10 Juta Pesta BeAT

Astra Motor Bali Hadirnya All New Honda BeAT eSP

BERSAMAAN dengan perayaan terjualnya 10 juta Honda BeAT, Astra Motor Bali, Sabtu (13/8) memberikan kejutan berupa peluncuran All New BeAT eSP. Peluncuran ini merupakan jawaban atas penantian dan kepercayaan konsumen terhadap produk Honda BeAT sebagai primadona dan sekaligus sebagai raja motor skutik di Indonesia. Dengan mengambil lokasi di Mall Bali Galeria, perayaan Pesta BeAT 10 juta di sambut antusias oleh konsumen–konsumen yang sudah hadir sejak siang hari di venue. Program “Pesta BeAT 10 Juta” adalah program yang digelar serentak oleh PT AHM bersama seluruh jaringan sepeda motor Honda di Tanah Air. Ini sebagai bentuk apresiasi kesetiaan dan kepercayaan konsumen yang telah memilih Honda BeAT sehingga penjualannya mencapai 10 juta unit. Region Head Astra Motor Bali, Ronaldo Widjaja mengatakan kepercayaan konsumen terhadap Honda BeAT telah mengantarkan Honda menjadi “raja skutik” di pasar domestik. “Terpilihnya Honda BeAT series oleh lebih dari 10 juta pecinta motor skutik, meru-

pakan bentuk kepercayaan besar terhadap model yang selalu didesain sesuai kebutuhan dan perkembangan tren anak muda,” katanya. Di Bali sendiri untuk memuaskan konsumennya Astra Motor Bali bersama dealer jaringan resminya juga melaksanakan roadshow Pesta Beat 10 Juta di 39 titik yang dimulai bulan Juni hingga Juli lalu. Perayaan Pesta BeAT kali ini dilaksanakan live streaing secara serentak di seluruh Indonesia. Selain diisi dengan peluncuran produk terbaru, di lokasi event juga dihadirkan 30 brand dari PICA clothing fest, juga display semua varian Honda BeAT. Selain itu, berbagai competition digelar mulai dari High school dance competition, Beat Bulaga, Photography Contest, Cosplay, Parkour, serta Food Truck. Bagi konsumen yang ingin mencoba sensasi Honda BeAT juga dapat mengikuti Riding test berhadiah. Dan guest star dalam acara ini adalah Sound of Mirror, Painful By Kisses, Scared Of Bums, Indie Band. Serta dipenghujung Pesta BeAT dilakukan penarikan Grand Prize berupa 1 unit Honda BeAT Pop eSP. (bns1)

BEAT - Suasana perayaan terjualnya 10 juta Honda BeAT, Astra Motor Bali, Sabtu (13/8) di Mall Bali Galeria.

Ngaben Unik di Nusa Bade Diarak ke Laut

UPACARA ngaben atau kremasi merupakan salah satu upacara Pitra Yadnya yang dilakukan pada umumnya di Bali. Nusa Penida, Klungkung salah satunya. Namun, ada beberapa desa di Nusa Penida yang menggelar upacara ngaben secara unik. Seperti terlihat di Banjar Batumulapan Kauh Desa Pakraman Batumulapan, Desa Batununggul, Jumat (12/8) lalu. Warga setempat melaksanakan prosesi mengarak bade di laut. Praktis semua peserta pengusung bade harus menceburkan diri ke laut. Keunikan ngarak bade di laut ini tentunya mendapat perhatian warga. Sepanjang rute yang dilewati bade ini disaksikan ratusan warga. Termasuk para fotograper. Mereka tidak mau ketinggalan mengabdikan momen ritual sekaligus atraksi budaya ini. Apalagi bade yang diusung ratusan warga ini memiliki ketinggian sekitar tujuh meter. Dengan diikuti dua wahana macan berwarna putih menambah suasana prosesi tradisi ini semakin sakral. Selain itu, suasana panas terik juga tidak menyurutkan semangat warga untuk melakukan upacara. Warga

Minggu, 14 Agustus 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wecana 06.35 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.05 Klip Anak 08.35 I Got It 08.45 Bali Channel Tourist TV 09.05 Taman Sari TK dan PAUD Tunjung Mekar Padangsambian 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Education On Bali TV

10.30 Lila Cita Sanggar Merta Kecana (1) 11.30 Dunia Otomotif 12.00 Dharma Wacana 12.30 Traventure 12.45 Bali Channel Tourist TV 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Bali Channel Tourist TV 16.05 Dialog Interaktif Harmoni Bali 17.05 Dunia Kita 17.30 Gita Shanti SS Yowana Jagadhita Blahbatuh-Gianyar (2)

BPM/kmb

KE LAUT - Prosesi ngarak bade di Desa Pakraman Batumulapan, Desa Batununggul, Nusa Penida, dilakukan di laut, Jumat (12/8) lalu.

18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz (BBQ) 19.30 Kris (Kriminal Sepekan) 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lipsus: Genjek Karangasem 21.30 Berita dan Bincang Terkini 21.35 Ajeg Bali Baris Perasi Desa Kedisan 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Arja Muani Kolaborasi Sunari Sidhi Bajra Sandi (3) 23.05 Lila Cita Calonarang Br. Tatasan (2) 24.00 Lejel Home Shopping

pengusung bade rela berbasahbasahan dengan jarak lebih dari 200 meter. Prosesi berlangsung cukup menegangkan karena harus berpacu dengan pasang surut laut. Gemuruh suara gamelan yang mengikuti membuat suasana semakin heroik. Pengusung berjibaku mengangkat wahana dengan sebagian badan terendam air laut. Menurut panitia ngaben massal, I Ketut Manta, upacara kremasi langka ini digelar Pasemetonan Ida Dukuh Segening setiap lima tahun sekali. Dalam upacara ngaben massal ini, ada 69 kerangka jenazah yang dikremasi dengan biaya mencapai Rp 2.000.000 per peserta. “Ya sudah menjadi tradisi di sini, setiap ngaben ngarak dilakukan di laut. Dan kali ini diikuti 69 sawa,” ujar Ketut Manta di sela-sela prosesi, Jumat lalu. Pihaknya juga menjelaskan ngaben massal tersebut sengaja dilakukan untuk menekan biaya. Sehingga upacara yang digelar tidak memberatkan warga. Apalagi dari 300 KK atau warga di Desa Pakraman Batumulapan, sebagian ada yang tinggal di perantuan seperti di Denpasar, Sumatra, dan Sumbawa. “Upacara ngaben massal ini merupakan hasil paruman warga sebelum nga-

ben yang menyepakati urunan dilakukan secara bersama guna menekan biaya yang dikeluarkan,” terang Manta. Hal senada juga dikatakan Bendesa Pakraman Batumulapan, Agus Gede Wahyudi. Pihaknya mengatakan tradisi ngarak bade di laut sudah dilakukan secara turun-temurun. Mengingat lokasi setra atau kuburan di Desa Pakraman Batumulapan berada di bibir pantai. Di samping itu tempat lapang juga tidak ada. Sehingga menjadi pertimbangan untuk mengarak bade dilakukan di laut. “Kemungkinan hal itu menjadi pertimbangan leluhur kami mengingat tempat lapang juga tidak ada. Di samping itu, mengusung bade di laut juga lebih luluasa dan adem. Hanya, mengenai pasang surut laut disesuaikan dengan perputaran bulan penuh atau purnama,” ujar Wahyudi. Selain itu, Wahyudi juga mengatakan kalau pelaksanaan upacara ngaben massal tersebut tidak hanya dilakukan untuk menekan biaya. Namun juga untuk membangkitkan kebersamaan antarwarga. “Dengan adanya ngaben massal ini, kita harapkan warga bisa saling gotong royong. Di samping itu upacara ini digelar agar tidak memberatkan warga,” tandasnya. (kmb)

Bali Mesti Kembangkan Pertanian Organik

PERTANIAN organik harus menjadi arah pengembangan pertanian Bali ke depan. Namun, masih ada kendala yang dihadapi untuk mencapai hal itu. Mulai dari masih adanya ketergantungan petani terhadap pestisida, sampai dengan belum tersedianya bahan-bahan organik sebagai pengganti bahan kimia tersebut. “Untuk membangun pertanian ke depan, memang sepertinya harus mengarah ke organik atau setidaknya ke tanaman sehat. Kendala utamanya di pengairan karena di daerah atas (hulu) ada yang memakai pestisida, otomatis yang di daerah hilir itu aliran airnya kena imbas pestisida,” ujar petani di Banjar Kekeran Desa Selanbawak, Marga, Tabanan, I Wayan Atmajaya, Sabtu (13/8) kemarin. Menurut Atmajaya, pengembangan pertanian organik harus dilakukan dari hulu. Baru kemudian bergerak ke daerah pertengahan dan daerah hilir. Selain persoalan pestisida, kendala lain juga terkait dengan ketersediaan pupuk atau obat hama yang sifatnya organik atau ramah lingkungan. Lantaran ini pula, petani masih belum bisa lepas dari ketergantungan pupuk dan obat-obat kimia. “Bahan-bahannya terutama yang untuk agenagen hayati, yang nonkimia maksudnya, untuk meracik itu setidaknya perlu ada semacam pelatihan-pelatihan kepada petani-petani kita,” imbuhnya. Atmajaya menegaskan, penting untuk selalu mengupayakan eksistensi pertanian

di Bali. Jangan sampai sektor pertanian ini berkurang dari segi peminat maupun dari segi lahan. Pasalnya, pertanian sampai saat ini masih menjadi roh pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian Pulau Dewata. “Itu sudah jelas sekali dampaknya ke ekonomi. Kalau seandainya pertanian itu khususnya di Bali yang setidaknya itu menunjang pariwisata sampai terputus, tidak hanya mengurangi lahan pertanian di Bali, jelas sudah pertanian itu yang mendukung pariwisata akan berkurang. Pariwisata juga akan ikut mati karena dampak dari pertanian yang mati,” jelasnya. Atmajaya mengharapkan pihak-pihak terkait seperti pemerintah bisa menyediakan pasar yang layak bagi petani. Dengan demikian, petani bisa terus bertahan menjaga lahan pertaniannya. Selain itu, terus merasa terpacu untuk menghasilkan komoditas pertanian yang berkualitas. Apalagi sebetulnya, bisnis di sektor pertanian memiliki peluang yang sangat besar. Termasuk menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit pula. “Jadi, harapan kami biar tergarap di sektor agrobisnisnya di pascapanennya. Kalau petani kan dia cukuplah memproduksi sedangkan ada untuk pasar riil yang kita perlukan, atau berupa bapak angkat yang artinya mengakomodasi atau memfasilitasi sektor pertanian terutama dari sektor pasarnya kan di sana yang banyak agrobisnisnya nanti, pascapanennya,” paparnya. (kmb32)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Umanis, 14 Agustus 2016

17

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris

Sardine Restaurant Looking for Bartendres, Waitress Must Speak English Jl.Petitenget 21 Telp:733617 Mail:sardine@sardinebali.com

Dcr 3 Sopir, 3Karyawati Hub. 08124667259/087860258262urgent

Dibutuhkan segera SPG -Wanita,usia maks 27 tahun -Min SMA/SMK,Komunikatif -Tinggi min 158 cm,Gaji UMP Krm Lmrn Ansor’s Bali Jl.Kuta Permai II/21 Kuta Bali 80361/ Email ansors_silver@yahoo.com

“Coffe Shop in Seminyak membuka kesempatan untuk posisi” Spa,Food Runner & wait staff” Kirim lamaran&Foto ke: golfrid@revolverespresso.com atau CP 082247237222

A.BP.001.08.16.0001100

Urgent!! Staff Pool for villa Unggasan Jimbaran 085238108882

B.BP.141.08.16.0000551

A.BP.001.08.16.0001103

B.BP.145.08.16.0000527

B.BP.004.08.16.0000513

Bth SPG Penempatan Discovery Shopping Mall,18-35Th Jujur, Rajin,Penampilan Menarik.Gaji 1,8Jt Hub Sandy 085264666166

***Dcr Project Mgr (Teknik Sipil /berpeng), M:081337737060 E:madebil@yahoo.com

B.BP.154.08.16.0000569

A.BP.001.08.16.0000529

!!!3org Karyawati Brpglman, Gaji Tinggi+Bonus Hub.Murah Makmur Bangunan Jl.ByPass Ngrh Rai 888 Dpn Indorajawalet

Bth PRT Wnt,Tggl Dlm Bs Naik Mtr,G1,2Jt Serius 081338762717

A.BP.001.08.16.0001068

Bth Receptionis,Driver,Terapis u/Spa Hb:085100156688,8475903

A.BP.001.08.16.0001043

B.BP.141.08.16.0000482

Dcr Karyawan Cewek utk Jaga Toko Tidur Dalam,082144123868

Cr 1 Acc 5 Adm 10 Pramuniaga Hub.CV.Pemenang 087861658323 Jl.Ry By Pass Pesiapan Tabanan

A.BP.001.08.16.0001039

B.BP.141.08.16.0000553

Red Carpet Champagne Bar is Looking for a cleaner.experience and good English is a pre. Good Salary,BPJS and Lunch Payment!!!! Your CV to daniel@ redcarpetchampagnebar.com

A.BP.001.08.16.0000796

Cr 5 Analis & 5 Marketing Pend SMA/S1,Brpnglmn,Gj,U.Trans,Meal,Bns,Incntf,WA Lam:085738222 366 Koperasi Mitra Asih Sejati

Cr Krywti u/Catering Syrt Bisa Masak,Rajin,Tidur di dalam Hub Ibu Wulan Tlp.085337465528

A.BP.001.08.16.0000846

Cr Pegawe Salon Sdh Trampil Gj Bgs Hub:081331088067

A.BP.001.08.16.0000979

Dbthkan Sgr Dokter Umum,Kirim Lamaran ke RSU Manuaba, Jl.Cokroaminoto 28 Dps

A.BP.001.08.16.0001050

Dbthkn Tng Pengajar Utk Bimbel Partime Sminggu 2X/08179791223

A.BP.001.08.16.0000834

Dbthkn:Sales Executive Manager Berpengalaman Hub:PT.Tohjiwa Niaga Cargo Tel.03618476204/ 087861320878

A.BP.001.08.16.0000957

Dcr Acc min D3 Akntnsi,pnglmn min 1Th, usia max 35Th.Sales marketing(sim C&pny mtr sdr). Kirim CV ke PT.SGD,Jl.Bedugul no.30D Dps(Dpn Kmpus Undiknas)

A.BP.001.08.16.0001048

Dcr Admin utk Garment pengalaman L/P max 30 th bs Computer Gaji bgs HP:085100050706 E:infojob_garmen@yahoo.co.id

A.BP.001.08.16.0001012

Dcr Krywti Staf&Adm SMK/SMU/D3 A.BP.001.08.16.0000851 Hub.Asri Gallery Furniture Jln. Dcr Adm Pria/Wnt,Single min.D3 ByPas Ngr Rai Suwung Kauh 300m paham SSTM Admin&Kmptr(254968) Timur Mitra 10 Hp.081558805579 A.BP.001.08.16.0000947

Dcr Assisten Desain Grafis pengalaman di Ilustrator, Photoshop,Corel & Undesign utk Garment HP:085100050706 E:infojob_garmen@yahoo.co.id

Dcr Krywti utk Pramuniaga Tmtn Dcr Tk Pangkas Rambut Lk/Pr&KaSMA/K Lam PT.TohpatiPoultry WR sir H081239229301/081338354092 A.BP.001.08.16.0000852 Supratman 281 Dps,081337273111 A.BP.001.08.16.0001078 Dcr Tkg.Masak&Tenaga Serabutan u/Rm Makan Lsg Krj,08179719692 Dcr Kywn Wnt Srbtn,Tdr Dlm, A.BP.001.08.16.0001055 Gj s/d 2 Jt Hub.082236165561 A.BP.001.08.16.0001016 Dcr sgr Gr TK & pengasuh anak A.BP.001.08.16.0000805 Dcr Cook Helper,Waiter/ss u/di Dcr Marketing utk Pameran Pro- di Renon SMS ke 082340336433 Singaraja 081237768888 B.BP.135.08.16.0000568 B.BP.154.08.16.0000534 perty di Carrefore 081230649181 Dcr:Akunting & Marketing u/Kli A.BP.001.08.16.0000845 Dcr Driver Pglmn Hub:PT.Auto nik di Batubulan H.08123636725 Dcr Reception&Headresser u/ Bagus 0361-4719322 A.BP.001.08.16.0001047 Salon Send CV estheticdayspa79 A.BP.001.08.16.0000863 Dcr:Receptionist,HK,Puri Asih @gmail.com Tlp.(0361)735593 Dcr Driver&FO,Pria,Umur20-30Th Hotel Jl.Pantai Kuta No.40 Bali A.BP.001.08.16.0000669 Sehat,Dispiplin,BsKerjaTeam, A.BP.001.08.16.0001085 Dcr SPG Sgr u/NusaDua T:981626 Bs Bhs Inggris,Memiliki SKCK, Dcr:Staf accounting gaji 3-4jt E:belinda@silvermaiden.net SIM A,Utk Hotel di Ubud.Krm CV bln CV:fena@rolefoundation.org B.BP.004.08.16.0000556 & Pnglmn Kerja Via Email ke: B.BP.101.08.16.0000563 Dcr Sopir+OB Max.30th SIM.A Dcri 3 Tng Pria/Wanita Bantu rijasaagung_hrd@yahoo.co.id Jujur,Rajin utk Prh dtg lgs A.BP.001.08.16.0000945 Masak Restaurant di Sanur ke:Mahendradata 78C H:8466303 Dcr Kary Laki Bg.Gudang+Helper B.BP.004.08.16.0000508 Hub:081999090908 Gn.Andakasa,SMU,081237811808 Dcr Staff Wanita utk Waitress, A.BP.001.08.16.0001058 A.BP.001.08.16.0000610 Controller, Sgr Hub.723593/ Dcri Sgra:HK,Supervisor, Dcr Kryawati Toko Jual Beli 723637/082147596115 Reception,Reservations,BartenEmas,Pkrja Krs,Brpnmpln Mnrik, A.BP.001.08.16.0000966 der.Must Speak English. Pend.Min SMA,Usia Maks 26Tahun Dcr Tk Cuci & Sopir BerpengalaEmail:77mcmc@gmail.com Gaji Rp.1.800.000 Dpt THR 1,25 man Hub ke Honda Dewata Motor SMS:082247237719 Gaji Hub:082146660000, Jl.Imam Bonjol Utara No 104 Br. B.BP.004.08.16.0000554 Jl.Gn.Soputan 36B Monang Maning Dps Hub (0361) Dibth Sgr:Finance/Cost Control A.BP.001.08.16.0000879 490491 Ibu Kadek/Erika Dibutuhkan Drafter,Toncity Housekeeping,Exp min 1 Thn,Max A.BP.001.08.16.0001044 Bali (Pabrik Furniture) Jl.Imam 30 Thn,Penampilan menarik, Dibthkan Dokter Umum,Apoteker Bonjol 486,0361755210,08133708 Inggris,CV:hrd@nagisa-bali.com Marketing, RSU Graha Asih 9669 Email:sales@toncity.co.id lina@nagisa-bali.com Jl.By Pass Ngr Rai 33X Kuta A.BP.001.08.16.0000937

A.BP.153.08.16.0001067

A.BP.001.08.16.0001086

A.BP.001.08.16.0000962

Dibutuhkan Segera Reservasi Bahasa Inggris Hub.0361 724597 Hp081239313432 Jl.Tukad Balian No.888 Ds.Sidakarya Densel

A.BP.001.08.16.0001029

Dicari 1 Hair Stylist 2org Therapist 2org Capster utk Salon Hub Lgs 08113862619/0361254856

A.BP.001.08.16.0001060

Dicari 2 Karyawan/ti SMP/SMA CV.Kawan Setia Jl.Teuku Umar No.147 Simpang 6 Diantara Karaoke Akasaka dg Chiken Roll

A.BP.001.08.16.0000939

Dicari Karyawan Distro di Bangli Hub:PIN BB:2B22E562

A.BP.001.08.16.0001037

Dicari PRT Wanita Tinggal dlm Hub.083114051980

B.BP.004.08.16.0000507

Dicari Pegawai Salon Berpengalaman Hub.081238495599

A.BP.001.08.16.0001070

Dicari QS,Administrasi, dan Marketing, Hub.0361-419677

A.BP.001.08.16.0000984

Dicari Reservasi Fast Boat Kirim ke booking.nacha@gmail. com T.03614749669/081999704369

A.BP.001.08.16.0000954

Dimas fashion mencari penjahit halus untuk butik brpengalaman bisa patrun.gaji terbagus.Pm. 082147942963

Dicari Sopir Berpengalaman Dcr sgr Tnga Sopir, Satpam dan untuk Toko Mebel 08123672614 Helper, syarat: SMU/SMK, Pria, umur A.BP.001.08.16.0000981 maks. 30thn. Lam ke KKB Bali Mart, Jl.Kepundung No. 61 A Dps atau Dicari Sopir Berpengalaman, Punya SIM A Umum & Mengerti email: kkb_jobvacancy@yahoo.com G.01 Merawat Mobil SMS:0811399739 Dicari Spv.Sales min.D3/S1 L/P A.BP.001.08.16.0001046

Dicr Pelak.Lap,Arsitek,QS Min. S1 Tnik Ex.3th,Survy min STM Pemb,Ass Survy min SMA,Teknisi min STM Msn Ex.2th u/Persh Kontraktor-Email:hrd.kontraktorba li@gmail.com/082339930603

A.BP.001.08.16.0000684

LBB SSC Bth Guru B.Ing,Sej,Geo Fis&Staf Marketing Lmrn Bw Lgsg Jl.R.Puputan 108 Lt3 Renon

A.BP.001.08.16.0000991

Le Pirate Hotels and Beach Clubs,now Hiring for Position Hotel Manager and Head Chef & Chef de Parti,Must be Dynamic and Experienced.Ready to work in NTT.Send CV and Expected Salary to:contact@lepirate.com /FB:Le Pirate

B.BP.004.08.16.0000272

Dicr Terapis Salon Gaji 2Jt Uang Makan 10Rb Mess ditanggung Tlp.081338300164

max35Th Peng min.1th sbg Spv/ Sales exc CV email ke salestib dps@gmail.com

A.BP.001.08.16.0000967

Three Monkeys Ubud/Sanur Look for Secretary/General Affairs Manager.min5years exp.MustHave excellent admin skills Written &spoken English.self motivated good people skills.Email CV to monkeybizbali@gmail.com

B.BP.004.08.16.0000506

Urgent Looking for Secretary/ Accountant for New Restaurant, Stock Control Experience,Basic English Hub:082236347051

A.BP.001.08.16.0000930

Wanted:Purchasing Manager Import Experience and graphic Designer with experience in website design.CV Email: supimport99@yahoo.co.id A.BP.001.08.16.0000968

Wr Mina Ubud Kuta Dalung Renon Mekanik & Las U/Bengkel Modif Seminyak Waiter/ss Cook Bar hrdminagroup94@gmail.com Sanur.Gj Min2,5Jt 085738249700 A.BP.803.08.16.0001041

A.BP.001.08.16.0000797

A.BP.001.08.16.0000582

A.BP.001.08.16.0000883

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post Ovr Krd Karimun Wagon GX’2013 Pth UM40ss 46Jt,085100856999

HYUNDAI

Dijual Mobil Hyundai Santafe CRDI Matic Kondisi Mulus Direct Owner Hub:08113862619

B.BP.141.08.16.0000552

Avanza G’09 Silver+Antre Htl*4 Agya TRDS’14 Putih Asli Bali Jual Salah Satu 087861681168

A.BP.153.08.16.0001066

TOYOTA

A.BP.001.08.16.0001061

KIA

Toyota Avanza G’10 Asli DK Tg Veloz Hitam’14 Manual LowKM DK Non J 165JtNg,081805307706 I Dari Baru,Abu2Met 0811399697

A.BP.001.08.16.0001057

B.BP.141.08.16.0000559

Djl Picanto’04,Silver,DK,Vlk Racing Pribadi Full Option HP.081337874119

A.BP.001.08.16.0001042

MERCEDEZ

Mercy C230’97+98 Htm Manual VR 19 BrgSmpnan istw,085100439495

A.BP.001.08.16.0001083

Agya TRD S’14slvr LowKM 103Ng P.Saelus2Kamboja7/085101850689

DIJUAL MOTOR

Fortuner G’08 silver,Juke RX ’13+11 putih,Jazz RS’11 hitam Jazz’08 silver,New Harrier’15 putih Advance 087853223812

Ninja 250F1’15 mrh low KM Prospeed Full System,08123966440

A.BP.001.08.16.0001093

A.BP.001.08.16.0001096

Vellfire’11 Audio Jepang+4Cam hitam DK LowKM 08124611999prbd

MITSUBISHI

Djl Mitsubishi Engkel Canter 2011 Hub:085237888656

A.BP.001.08.16.0001026

NISSAN

March1.5cc’14slvr Km18rb 128jt P.Saelus2Kamboja7/085101850689

A.BP.001.08.16.0001095

Avanza G05 asBali silver pjk baru Agts istw 081246554758 pbd

KAWASAKI

A.BP.001.08.16.0001063

DIJUAL RUMAH BUC Rmh Luas 1A 275Jt Jl.Ry.Pasekan Gg.Sandat 081999508461Ng A.BP.001.08.16.0001071

Djl rumah lok.Perumahan Sibang Kaja Jl.Pitu 250jt,0816586117

A.BP.001.08.16.0001084

A.BP.001.08.16.0001094

SUZUKI

Avanza’09 Silver manual,mutasi Istimewa BUC, 081236063800 A.BP.001.08.16.0001092

APV’2011 GL Silver Sgt Mulus Orsinil,081999572823 B.BP.141.08.16.0000562

Ovr Kredit Innova’2015 Silver 160Jt Hub:081916242763

A.BP.001.08.16.0001099

Jl Rmh Perum Mutiara Kampial N.Dua 1.07 Are 575Jt Siap Huni Hub.087861577779 TP

A.BP.001.08.16.0001031

Rmh Kost 15 Kamar(full) Utara Poltek Jimbaran 08123825010

A.BP.001.08.16.0000668

A.BP.001.08.16.0001079

Kon.Rmh Jl.P.Serangan 53 3KM T dr RTm RKel Garase081999932728

Rmh Style Villa lkp isinya,1A Btbulan 1,2M Ng 081999925143 A.BP.001.08.16.0001101 SINGARAJA

Jl Rmh:Jl Tambora I/49 T55/105 Liligundi Permai.H:0811398154 A.BP.001.08.16.0000861

DISEWAKAN RUMAH Dikont Rumah Comp.2KM,RT,Dpr Jl Bypas Suwung H;082147852373 A.BP.176.08.16.0001074

Dikont.Rmh Perum Graha Candra Asih Tabanan Fas.2KT A.BP.001.08.16.0001090 Jl Rmh Tk.Badung,dkont rmh Kuta 2KM,Listrik & PAM Hub:08123640 9915,081999061688 Pelace Residence,H.08561237383

A.BP.001.08.16.0001073

A.BP.001.08.16.0000481

A.BP.001.08.16.0001082

B.BP.004.08.16.0000555

Disewakan Rmh 2KT 2Kmdi Garase Jl.Katrangan 35-081917947600

Rmh Lt2 T120/70m2 DalungPermai H.750Jt Nego Hub.081933094214

Jl Rumah LT200/1B150 Lt1 Muding Mekar Dps 085100428500

Disewakan Rmh 2Kamar/Puri Gading Jimbaran Hub:08179734747/45Juta/Thn

A.BP.001.08.16.0001049

A.BP.167.08.16.0000786

Rmh 2KT,1KM,Dpr,Grs Prum Bina Mumbul NS2 16JtNg 085847161169 A.BP.001.08.16.0001077

Rmh 4are 6KT,4KM,cck kntr,Mess Garment Jl.Meduri 081999925143 A.BP.001.08.16.0001102

DISEWAKAN RUKO Dikontrakan Ruko Jl.By Pass Tuban 5x20m,Ada Parkir Mobil Hub:081220989460 A.BP.001.08.16.0000751

Ruko Besar,Baru&Bgnan Elit cck Kantor,M.Market Dll Fas.Lngkap 5-10th Jl.Trijata,081999925143 A.BP.001.08.16.0001104

DIJUAL MOBIL

AC

BIRO JASA

SERVICE

KONTRAKTOR

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

KONTRAKTOR

SERVICE MAMPET DIJUAL MOBIL

WC GARANSI

KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL

SERVICE

242389 / 081236774491

SERVICE DIJUAL MOBIL

SERVICE

DIJUAL TANAH T.Kvl diAbianbase,Sempidi &Munggu Hub.087860432230

A.BP.001.08.16.0001097

Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 110Jt/A Bs Kredit 087862450004

A.BP.001.08.16.0000757

Dijual Tanah BUC Luas 3,6Are Harga 675Jt/Are Jln.Pura Demak 0811390817-081238918500

Kvl Jl.Juwetsari,Jl.TmnPancing Pemogan & Sading,081337327078

Djl Tanah Di Junjungan 2Are Hb.081999009003

KARANGASEM

A.BP.001.08.16.0000934

A.BP.001.08.16.0001087

Djl:Tanah dan Bangunan Cuci Mobil L470m2,Jl.Letda Reta,Dps Hub:08124600515

Djl:Kebun Jati Mas Siap Panen (2Ha)Lok:Ds.Tinggarsari,Busung Biu,Buleleng,Hub:08124600515

!!Tnh 1A 175Jt Ng Batuyang Jl2m c/k 08813640509/085935245558

Jl Tanah 5 Are Gatsu I/gg.XV LD.25/P.20 0817550766

A.BP.001.08.16.0001027

A.BP.001.08.16.0001072

!BUC 118are cck Vila Jl.6mtr lok BerabanT.Lot sdh Aspek 300 jt H.087860867545,082340897181

B.BP.166.08.16.0000570

......Kav 1 s/d 10 Are Bedugul View Danau/200Ng 081999939777 A.BP.001.08.16.0000894

50A Kbn Jeruk 65Jt/A SHM Lok Sebatu Gianyar 081999333989 TP

A.BP.001.08.16.0001028

A.BP.001.08.16.0001091

Jual Tnh Jl.Kayu Jati Gg.Sri Darma Oberoi-Central Blkg Seminyak Square/Seminyak Village Plazza 4,3Are Hrg 2,3M/Are Nego Hub:08123568648 A.BP.001.08.16.0000924

Kbn Jeruk 32A 35jt/Are Ng Kayu Kapas Kintamani H.089692317728

B.BP.813.08.16.0000457

A.BP.001.08.16.0001062

A.BP.001.08.16.0000633

B.BP.004.08.16.0000487

Seminyak Kunti 2 S.Bgn,19Are BUC jl rugi1-2A Sempidi Tegehe Jl5m Pav cas/krdt,081337332121 Komp Vila 825Jt/A,081337479762

RUPA-RUPA

PINJAMAN

RUPA-RUPA

A.BP.001.08.16.0001098

Jual Tnh 8A Pinggir Jln.Utama Bs Beli 4A Hub.085237240700 A.BP.001.08.16.0000928

DISEWAKAN TANAH Sewa Tanah Jl.By Pass Ngurah Rai Kelan Tuban Luas 5Are Hub:081220989460 A.BP.001.08.16.0000749

Sewa Tanah Jl.By Pass Ngurah Rai Kelan Tuban.Luas 18Are Hub:081220989460 A.BP.001.08.16.0000750

DISEWAKAN GUDANG Diswkn Gudang LT.5A LB.3A,Jl.P. Yoni No.1 Pemogan,081239628081 A.BP.001.08.16.0001051

DIJUAL VILLA Dijual 2 villa 3 apatermen murah di Tuban 082145346430 B.BP.135.08.16.0000567

ARSITEKTUR

Dijual Meja Makan Marmer Antik Asli Italy,Garis Tengah 140CM Hrg 25Jt Nego Hub.081239636968 A.BP.001.08.16.0001034

KEHILANGAN Hilang KP 51.87.31/As-54/DPIK2013 DK 1018 QS&KP 51.87.09/As -54/DPIK 2010;DK 1476 BS B.BP.154.08.16.0000536

SALON


18

REKREASI

Minggu Umanis, 14 Agustus 2016

TTS Bali Post

Pertanyaan

Dampak Kebakaran Pasar Badung

Pengunjung ’’City Tour’’ Diprediksi Turun PROGRAM wisata kota (city tour) yang dicanangkan Pemerintah Kota Denpasar, sebenarnya sudah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Hal itu terlihat dengan makin men-

ingkatnya jumlah kunjungan wisatawan, ke beberapa objek city tour, seperti Museum Bali, Pasar Badung dan Pasar Kumbasari. Namun, musibah kebakaran Pasar Badung dipastikan akan berdampak

terhadap jumlah kunjungan. Bahkan, Dinas Pariwisata Kota Denpasar memprediksi terjadi penurunan kunjungan pada tahun 2016 ini. Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Drs. I Wayan

BPM/wan

OBJEK - Salah satu objek city tour Denpasar, Pasar Badung mengalami musibah kebakaran akhir Februari 2016 lalu. Musibah tersebut diprediksi akan mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan.

Menurun 1. Keadaan cuaca 2. Bentuk pemerintahan negara Indonesia 3. Dibalik: Mentega dari minyak nabati 4. dan 34. Yang memproklamasikan kemerdekaan RI 5. Dengan suara keras (Inggris) 6. Bahan pembuat tape 7. Ketentuan yang telah ditetapkan agar diikuti 8. …….. Grande, penyanyi top dunia 14. Nama lain Indonesia 15. Kain pembersih 17. Kata seru pernyataan tidak senang atau kecewa 23. Jenis senjata api 24. Berhubungan dengan kilap yang cepat dan sesaat 27. Patuh 29. Henti nafas secara tiba-tiba 31. Bentuk negara kita 32. Tulang penghubung tulang dada dengan tulang belikat 38. Salah satu kabupaten di Bali 39. Bagan atau kerangka 40. Dibalik: Salah satu dari Panca Maha Bhuta 41. Perbandingan antara ukuran gambar dengan yang sebenarnya 44. Gelar bangsawan bugis 47. Tidak (Jawa) 48. Ini (Bali) 50 Doktor

Gunawan, beberapa waktu lalu mengakui selain Museum Bali, Pasar Badung sebenarnya sangat diminati wisatawan. Terbukti, tahun 2014 jumlah kunjungan ke pasar tradisional terbesar di Bali itu mencapai 16.190 wisatawan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 20.513 orang, pada tahun 2015. ‘’Terbakarnya Pasar Badung jelas akan berdampak. Jika mengacu pada data sebelumnya, berarti akan ada penurunan jumlah kunjungan sekitar 20 ribuan dalam setahun,’’ ujarnya. Ditanya soal kemungkinan mengalihkan kunjungan ke pasar tradisional yang lainnya seperti Pasar Kereneng, Gunawan mengatakan, hingga kini pihaknya belum menetapkan Pasar Kereneng sebagai salah satu objek city tour. Karena berdasarkan hasil koordinasi dengan PD Pasar, disebutkan masih ada yang perlu dibenahi seh-

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12 13

16

17

14

15

18

19

20

21

25

22

23

26 28

27

29

30

33

31

34

32

35

36 39

24

40

41

43

37

38

42 44

45

46

47

49

48

50

51

SPT2016

Mendatar 1. dan 6. Lagu Kebangsaan kita 9. Kenyal 10. Negara kita 11. Dibalik: Kembang gula atau gula bakar 12. Kelereng (Bali) 13. Anggap tidak sah atau batal 16. Mandi cuci kakus 18., 22. dan 32. Lambang negara kita 19. Nota bene 20. Dibalik: Anak; bayi (Bali) 21. Mere kaki 25. Kotor atau buruk (Bali) 26. Sapi/kerbau hutan khas Sulawesi 28. Pohonnya besar, berdaun kecil, buah berpolongpolong 30. Cahaya 33. Sasaran tembak 34. Handy talky 35. Nama kayu hitam dan keras (Bali) 36. Sekolah asisten apoteker 37. Lesbian Gay Biseksual Transgender 40. Dibalik: Laut (Inggris) 42. Luka atau cedera 43. Perbendaharaan kata 45. Pembuluh darah pergelangan tangan 46. Pohon jenis fikus yang bergetah banyak 47. Nama tari lepas Bali 49. Tak dapat berkata-kata karena terkejut 50. Minum minuman keras (Inggris) 51. Bawa (Bali) 52. Saluran nafas dari tenggorokan ke bronkus

52

KUPON TTS No.259 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 259 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 20 Agustus 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 28 Agustus 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 257 Mendatar 1. Tumpeng 4. Ampelas 9. Nobar 10. Magang 11. Trance 12. uji 14. sasando 17. Iba 19. Sirip 20. Konon 21. Autopsi 23. Rakus 25. Endek 28. Aki 29. Interes

ingga Pasar Kereneng layak ditetapkan sebagai objek city tour. ‘’Memang Pasar Kereneng juga dirancang sebagai salah satu objek, hanya saja masih perlu pembenahan lagi,’’ katanya. Terkait dengan kunjungan ke objek lainnya, seperti Museum Bali dan Pasar Kumbasari, Gunawan menegaskan perkembangannya juga sangat signifikan. Dilihat dari jumlah kunjungan, Museum Bali masih menjadi objek favorit bagi wisatawan. Di mana pada tahun 2014 lalu, jumlah kunjungan mencapai 36.988 orang dan pada tahun 2015 meningkat menjadi 37.532 orang. Sedangkan kunjungan ke Pasar Kumbasari, dari 13.117 wisatawan tahun 2014 meningkat menjadi 13.602 pada tahun 2015. ‘’Sedangkan kunjungan pascakebakaran Pasar Badung belum kami evaluasi,’’ papar mantan Asisten II Pemkot Denpasar itu. (ara)

33. Oke 34. Tremor 35. Sakura 36.Adult 37. Gianyar 38. Takgnot (Tongkat) Menurun 1.Trombus 2. Mangkir 3. Nangka 5. Murtad 6. Liontin 7. Sakenan

8. Ebola 13. Jinak 14. Spasi 15. Nip 16. Okies (Seiko) 18. Bokek 22. TST 23. Rantang 24. Kinerja 26. Dokumen 27. Keramat 30. Neraka 31. Empuk 32. Ekstra

Pemenang TTS No. 257 1. Dayu Putu Oka Jl. Bima No. 2, Satria, Paksebali, Dawan Klungkung (Telp. 21441) – 80761 2. Ni Wayan Karti Br. Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Pekutatan, Jembrana – Negara (82262) 3. Ni Kadek Mudiartini Br. Dinas Tengah, Temukus, Kec. Banjar, Kab. Buleleng (081 936 525 925) 4. I Dw Ayu Anasvari Jambe SDN 7 Subagan, Karangasem 5. I Ketut Sualita, S.Pd Br. Dinas Kanginan, Desa Kekeran, Kec. Busungbiu, Kab Buleleng (081 916 173 089) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : Putu Darwini Alamat : Payangan, Gianyar (Telp. 085 737 145 389)


19

Minggu Umanis, 14 Agustus 2016

Beban Tambahan Dari Hal. 1

Pengamat pendidikan yang juga Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, S.H., M.H., juga menyuarakan penolakan karena tak cocok dengan kondisi sekolah swasta pada umumnya. Ide ini memerlukan guru yang lebih banyak dalam menanamkan pendidikan karakter. Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Sabtu kemarin, mengaku belum tahu persis bentuk ide Mendikbud ini. Yang jelas setiap ada ide baru diperlukan sporting dan memperhatikan capacity. Pengamat pendidikan, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., menambahkan ada beberapa aspek yang harus jelas terlebih dahulu sebelum memutuskan full day school diterapkan di sekolah. Sebab, tanpa perencanaan dan kualitas guru pengasuh yang baik, full day school hanya akan menjadi beban tambahan bagi semua pihak dan tidak mencapai tujuan yang diharapkan. Di sisi lain, pihak orang tua/keluarga juga merasa bahwa tanggung jawab mereka berkurang dan membebankannya lebih besar kepada sekolah dengan alasan bahwa waktunya habis di sekolah. Lebih lanjut dikatakan, full day school ini juga sangat membutuhkan tanggung jawab besar dan kesungguhan dalam pelaksanaannya. Bukan sekadar siswa spend the time di sekolah dan memindah waktu mereka di rumah atau masyarakat ke sekolah. “Saya juga skeptis dengan

matangnya perencanaan. Jangan-jangan yang terjadi selama di sekolah hanya pembiaran dan kurang dapat penanganan atau perhatian memadai padahal mereka sudah mengorbankan waktu mereka bersama keluarga untuk full day scholl,” ujarnya Sabtu (13/8) kemarin. Lebih lanjut dikatakan, konsep full day school, berbeda dengan sistem asrama. Di mana sistem asrama siswa lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat pendidikan, selain belajar juga tinggal bersama di suatu tempat. Meskipun asrama punya kebaikan, namun bukan berarti bisa diterapkan setengah-setengah atau sepotong-sepotong tanpa kejelasan konsepsionalnya. Pihaknya berharap, wacana full day school tidak sekadar sensasi dari menteri baru agar terlihat beda. Tetapi program tersebut perlu kajian mendalam dan tidak boleh dilaksanakan terburuburu. Terlebih lagi, dikatakan kualitas tenaga pendidik masih banyak yang belum ideal sebagai guru. Sebab, guru bukan hanya harus pintar, namun justru yang lebih langka adalah yang memiliki ketulusan dan keikhlasan sepenuh hati dan jiwa untuk mendidik anak bangsa. “Dan dalam konteks seperti ini jika dilaksanakan full day school, maka anak-anak kita sekadar diperjarang bertemu keluarga dan masyarakat, tapi hasilnya belum tentu sesuai harapan. Konsep yang jelas dan kualitas guru harus benar-benar siap terlebih dahulu,” tandasnya. (sue/win)

Pendekatan Lain

Dari Hal. 1

“Jika memang belum dapat dilaksanakan, saya akan menarik rencana itu dan mencari pendekatan lain,” kata Muhadjir. Bahkan, dia setuju masyarakat harus mengkritik gagasan ini, jangan setelah menjadi keputusan merasa tidak cocok. Ide sekolah sehari penuh diperoleh dari Finlandia yang dinilai Muhadjir, memiliki sumber daya manusia terbaik karena para siswa diberi pendidikan karakter. Di Indonesia, Kementerian Pendidikan baru memetakan sekolah mana saja yang sudah siap mengimplementasikan perpanjangan jam sekolah itu. Perpanjangan jam sekolah itu dianggap Muhadjir dapat membantu guru mendapatkan tambahan jam mengajar 24 jam per minggu sebagai syarat mendapatkan sertifikasi guru. “Guru yang mencari tambahan jam belajar di sekolah nanti akan mendapatkan tambahan jam

itu dari ini,” katanya. Muhadjir juga merasa para siswa akan lebih aman jika berada di sekolah sampai orang tua menjemputnya. “Saya ingin sekolah yang menjadi rumah kedua, bukan swalayan atau mal,” katanya. Asal-usul sekolah sehari penuh itu, kata Muhadjir, berawal dari idenya mengimplementasikan Nawacita. Muhadjir merumuskan bahwa pendidikan dasar harus mengubah porsi pendidikan menjadi 70 persen pendidikan karakter dan 30 persen pendidikan pengetahuan. Di level sekolah menengah, angka itu diubah menjadi 60 dan 40 persen. Ukuran pendidikan karakter adalah kejujuran, toleransi, disiplin, hingga rasa cinta Tanah Air. Muhadjir merasa mata pelajaran biasa tidak akan mampu mengajarkan pendidikan itu. “Harus ada kegiatan ekstrakurikuler, sehingga kami merasa perlu ada penambahan waktu,” tuturnya. (ant/kmb)

Solidaritas

Dari Hal. 1

Adnyana menambahkan, penolakan yang dilakukan di luar negeri merupakan sikap solidaritas kepada para semeton di Bali yang sedang berjuang menolak reklamasi. Kendati apa yang mereka lakukan tidak seberapa dengan yang sudah dilakukan para semeton di Bali. Mengingat, masyarakat Bali hampir setiap minggu turun ke jalan untuk menyuarakan perjuangan menolak reklamasi. “Jelas ini karena sikap

solidaritas kami terhadap semeton yang di Bali. Walau kami jauh dari tanah kelahiran, bukan berarti kami lupa dan tidak peduli dengan ibu pertiwi Bali. Pada saat ini semeton kami yang berada di Bali sedang berjuang melawan investor-investor rakus dan penguasa yang buta dan tuli dengan teriakan rakyatnya,” jelasnya. Menurut Adnyana, reklamasi di Teluk Benoa jelas akan berdampak negatif bagi Bali. Baik dari aspek lingkungan, sosial budaya, hingga adat istiadat Bali. (kmb32)

Paspor Ganda

Dari Hal. 1

‘’Kalau pakai satu paspor saja, enggak ketahuan. Kalau dia menggunakan paspor bergantian, itu kan kita bisa tahu bahwa dia punya dua paspor,” ujarnya. Dia mengatakan pihaknya

akan mengecek dulu, setelah itu pasti dilaporkan ke Pak Menkumham. Archandra memang tinggal lama di AS. Kabarnya, dia memiliki green card. Archandra memang menjadi eksekutif salah satu perusahaan minyak di negeri Paman Sam. (kmb)

Undang-undang Kewarganegaraan Pasal 23 Undang-undang nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan menjelaskan hal apa saja yang dapat menghilangkan status WNI seseorang. Salah satunya jika orang tersebut telah menjadi warga negara lain atas kemauannya sendiri. Pasal 23 a. memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri; b. tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu; c. dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya sendiri, yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri, dan dengan dinyatakan hilang Kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan; d. masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden; e. secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-un-

dangan hanya dapat dijabat oleh Warga Negara Indonesia f. secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut; g. tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing; h. mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya; atau i. bertempat tinggal di luar wilayah negara Republik Indonesia selama 5 tahun terus-menerus bukan dalam rangka dinas negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi Warga Negara Indonesia sebelum jangka waktu

5 tahun itu berakhir, dan setiap 5 tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi WNI kepada Perwakilan RI yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal Perwakilan RI tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan, sepanjang yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan. Seandainya benar Arcandra masih berwewarganegaraan ganda, maka hal tersebut juga bertentangan dengan undang-undang lainnya, yakni UU nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara, khususnya pasal 22. Dalam pasal 22 ayat 2 huruf a dijelaskan bahwa syarat pengangkatan seorang menteri adalah ia harus seorang WNI. Sedangkan, jika benar Arcandra memegang paspor AS, maka statusnya sebagai WNI telah gugur. (kmb)

Tak Ada Toleransi Dari Hal. 1

Dia menilai jika Menteri ESDM terbukti memiliki paspor ganda, Refly mengatakan tidak boleh ada toleransi, harus diberhentikan. Kalau tidak lagi (menjadi WN AS), dilihat apakah sudah mengembalikan paspor. Pokoknya kalau tidak benar case closed, kalau benar apakah yang bersangkutan telah mencabut WN AS-nya atau belum. Kalau sudah dicabut, masih bisa ditoleransi,” tutur Refly. Sabtu kemarin, Menteri ESDM Archandra di-

panggil Jokowi di Istana Kepresidenan. Dia tak mau mengomentari isu tersebut, namun dia meminta wartawan yang mencoba mengklarifikasi pesan tersebut untuk melihat wajahnya. “Lihat muka saya apa? Muka orang Padang begini kok,” ujarnya. Selepas itu, langsung bergegas memasuki mobil dinas untuk melanjutkan aktivitasnya. “Saya mau ada meeting,” katanya sambil terburu-buru. Selepas lulus teknik mesin Institut Teknologi Bandung, Archandra memang melanjutkan studi

Rally Panjang Dari Hal. 1

Dengan pertarungan yang banyak terjadi rally panjang Greysia/Nitya akhirnya bisa menaklukkan Vivian/Woon dengan skor 21-19. Pengembalian pemain Malaysia yang keluar menyudahi game pertama dengan durasi 26 menit. Di game kedua, Greysia/ Nitya bisa langsung unggul. Mereka lebih sering menekan, hingga sempat unggul 8-6. Sama seperti game sebel-

umnya, game kedua ini juga banyak terjadi rally panjang. Skornya juga ketat hingga kedudukan 14-14. Greysia/ Nitya sempat menambah dua poin, tapi kembali bisa disamakan menjadi 16-16. Nitya mampu melakukan gerak tipu untuk menuai satu poin, hingga pasangan Indonesia itu unggul. Tapi, Vivian/Woon bisa menyamakan poin 17-17. Satu poin penting didapat Greysia/Nitya saat kedudukan 19-19. Pengembalian Viv-

ke Amerika Serikat, dan mendapatkan gelar S2 dan S3 di Universitas A&M untuk Teknik Kelautan. Kemudian, pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, 10 Oktober 1970 ini, tercatat menjabat sebagai presiden perusahaan bidang energi dan minyak, Petroneering Houston, di Amerika Serikat, sejak 2013. UU nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, pasal 23, menjelaskan status WNI seseorang otomatis hilang jika orang tersebut telah memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri. (kmb)

ian/Woon dinyatakan masuk, tapi Nitya meminta challenge. Dalam tayangan ulang, pukulan itu tampak keluar. Satu pengembalian melebar dari Vivian/Woon memastikan kemenangan Greysia/Nitya dengan skor 21-19. Dengan kemenangan ini, Greysia/Nitya lolos ke babak perempatfinal nomor ganda putri ajang Olimpiade 2016 dengan status juara Grup C. Sementara itu, Vivian/ Woon menjadi runner up. (kmb33/rtr)

Hargai Keberagaman Dari Hal. 1

Suamba meminta pemerintah menghargai keberagaman daerah yang ada di Indonesia. Sebab terlalu sayang bila keberagaman ini harus diseragamkan dengan satu kebijakan. Belum tentu semua daerah siap, dengan karakteristik masyarakat yang berbeda. Kecuali hanya diberlakukan pada beberapa sampel sekolah sebagai contoh. “Pro dan kontra pasti akan terjadi karena kelemahannya, interaksi sosial murid di masyarakat kemudian peluang menenangkan diri dan bermain pasti berkurang. Akan terjadi semacam pola pikir murid itu akan merasa tertekan,” jelas politisi PDI Perjuangan asal Tabanan ini. Kepala Dinas Pendidikan,

Pemuda dan Olahraga Bali, Tjokorda Istri Agung (TIA) Kusumawardhani mengatakan, full day school memerlukan perhitungan cermat dan kajian yang mendalam. Bila memang akan diberlakukan menjadi sebuah kebijakan, pemerintah paling tidak sudah memiliki pemetaan. Hal ini melihat kondisi daerah yang berbeda-beda di Indonesia, termasuk secara khusus di Bali. “Kemudian tidak langsung (diberlakukan) serentak di semua sekolah, tetapi perlu pilot project. Artinya, sekolah terpilih yang memang dari sisi kondisi sekolah memungkinkan,” ujarnya. Dalam hal ini, lanjut TIA, sekolah memiliki halaman yang cukup untuk bermain. Kemudian memiliki sarana dan prasarana memadai,

serta yang terpenting adalah dukungan dari guru pendamping. Pemetaan wilayah, antara kota atau daerah terpencil harus dipikirkan secara matang. Jangan sampai ada anak yang jarak antara sekolah dan rumahnya cukup jauh, akhirnya harus pulang malam karena sekolah sehari penuh. “Kalau sudah disiapkan dengan matang, tentu sampai sore ada di sekolah mereka benar-benar menikmati apa yang seharusnya mereka dapatkan misalnya waktu bermain. Otomatis anakanak les itu tidak ada, juga kemungkinan bisa jadi tidak ada PR karena anak dari pagi sampai jam 4 di sekolah, pulang-pulang kan pasti perlu istirahat apalagi sedang masa tumbuh kembang,” paparnya. (rin)

Pengaturan Ulang Dari Hal. 1

Kepala SMAN 1 Tabanan, I Made Jiwa, mengatakan secara SDM, SMAN 1 Tabanan sudah siap. Tetapi pelaksanaan belajar mengajar membutuhkan pengaturan ulang dan itu tidak bisa segera dan memerlukan proses. “Selama ini, kurikulum pelajaran dibagi atas enam hari. Jika menjadi lima hari tentu pelajaran di hari Sabtu harus diselipkan di lima hari tersebut,” ujarnya. Jika dalam wacana Menteri Pendidikan, anak tidak

monoton belajar tetapi juga diisi dengan ekstra, lanjutnya hal ini juga dipikirkan. Jika ada 45 ekstra di sekolah, dalam lima hari akan ada 9 ekstra setiap hari. “Nah, anak-anak yang tidak mengambil sembilan ekstra ini harus dipikirkan juga apa kegiatannya selama di sekolah,” ujarnya. Ia berpendapat jika program ini jadi diterapkan, pihaknya siap asal semua lini sudah dipersiapkan matang oleh pemerintah baik itu sarana, prasarana, maupun kurikulumnya. (san)


balipost (144rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu UMANIS, 14 Agustus 2016

Gerakan Bela Negara (2) ARJUN Appadurai, seorang antropolog dan juga pakar pengkaji budaya kelahiran India, yang namanya berkibar di Amerika Serikat, menyatakan bahwa demam globalisasi di dunia disebabkan arus kultural global dengan lima dimensi konseptual yang disebutnya landscape. Lewat arus kultural global terjadilah Ethnoscapes, yakni perpindahan populasi seperti turis, imigran, pengungsi, dan pelarian atau suaka. Technoscapes, penemuan dan pengembangan Iptek mutakhir mendorong lahirnya multinational dan transnational corporation. Finanscapes merupakan aliran kapital global ke seluruh pelosok dunia. Mediascapes yakni serbuan informasi ke seluruh penjuru. Ideoscapes yakni dominasi ideologi negara maju atau adidaya terhadap negara-negara berkembang. ‘’Banyak pendapat atau teori tentang globalisasi sejak terminologi tersebut diperkenalkan Theodore Levitt tahun 1985. Ada yang pro dan menganggap globalisasi semacam eliksir yakni obat buat 1001 jenis penyakit. Juga ada yang anti, menganggap globalisasi hanya mitos atau semacam globaloney yakni bualan yang tak mungkin terwujud. Terlepas dari pro dan kontra itu, aku paling terkesan dengan paparan Arjun yang menelaah globalisasi dari sudut pandang budaya. Sebab, seiring kemajuan iptek, agaknya definisi kebudayaan pun berubah dan pemeriannya diserahkan pada pendapat yang memerikan. Tidak harus kebudayaan diperikan sebagai hasil budi

brolan BALE BANJAR ARIDUS daya manusia karena karunia Tuhan lewat cipta, karsa, dan rasa. Pencinta musik reggae boleh mengatakan kebudayaan adalah Rastafarian atau Bob Marley. Pencinta bola basket bisa saja mendefinisikan kebudayaan adalah Michael Jordan. Sedangkan Arjun, secara tersirat mengatakan bahwa globalisasi menyelusup ke seluruh dunia melalui kebudayaan, di mana budaya bisa berbentuk ekonomi, politik, sosial, ideologi, karena konsep lima dimensi merobohkan semua pembatas yang membentengi semua wilayah sasaran. Kita boleh mengingkari sinyalemen robohnya dinding-dinding pembatas itu, namun simak ulasan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun dalam sebuah esainya yang menganalogikan globalisasi ibarat rumah yang dirobohkan dinding-dinding penyekat ruangnya. Artinya, orang mandi dilihat oleh yang memasak dan tamu yang berkunjung, secara bersama mereka juga bisa menyaksikan pengantin muda bermain cinta di ranjang,’’ ulas Rubag. ‘’Setuju, bila dikaitkan den-

@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com gan isu imperialisme budaya, aku setuju tesis Arjun Appadurai tersebut. Agresivitas manusia terhadap sesamanya memang paling hebat di antara makhluk ciptaan Tuhan, sehingga sejarah manusia didominasi kisah kekerasan dan perang. Menguasai dan menghegemoni manusia atau pihak lain agaknya merupakan naluri manusia, baik untuk gengsi maupun buat kekayaan, sehingga imperialisme dan kolonialisme dianggap lumrah, justru saat peradaban tumbuh. Coba renungkan tujuan berdirinya Pax Romana, Pax Mongolica, Pax Ottomanica, Pax Bitanica dan kini globalisasi ditengarai sebagai kehendak untuk mewujudkan Pax Americana. Ironisnya, manusia yang paling santer menggembargemborkan perdamaian, namun saat dikuasai egoisme dan ambisi menaklukkan manusia atau bangsa lain, mereka tak segan melakukan pembantaian. Dulu sebelum teknologi modern lahir, perang untuk menguasai wilayah lain belum begitu terembus secara luas. Manusia terbunuh pun tidak sebanyak saat iptek berkembang pesat. Eropa sebagai tempat lahir modernitas dan iptek paling sering dilanda perang, terutama ketika berbagai wilayah dikuasai kerajaan dan kekaisaran. Anehnya, Perang Dunia I juga berkecamuk di sana, kendati iptek berkembang pesat di situ,’’ kata Wayan Wijaya. ‘’Itulah akibat manusia sering melupakan sejarah, mungkin karena menyatakan sejarah sudah mati. Padahal saat berkecamuknya Perang 30 tahun (1618-1648) di seantero Eropa, yang berawal dari perseteruan agama dan berkembang menjadi bentrokan berdarah antara

wilayah-wilayah, semua yang berseteru berkumpul karena ngeri melihat tumpukan mayat akibat pembantaian setiap hari. Bila direnungkan secara mendalam, mekanisme dan hakikat penjajahan agaknya serupa tapi tak sama dalam setiap zaman, kendati istilah dan cara yang mengalami modifikasi. Bila dulu penjajahan lebih sering dilakukan secara fisik dan kekerasan, kini lewat budaya berujud politik, ekonomi, sosial, ideologi, seperti dipaparkan Arjun, berdampak pada gaya hidup,’’ komentar Made Surya Negara. ‘’Ya, kalau dulu ada negaranegara vassal, yakni serupa negara boneka, yang dikendalikan negera tuannya, kini ada komprador-komprador yang memegang posisi strategis di negeri-negeri sasaran. Tengara Pax Americana dari Wijaya, mengingatkanku pada isu upaya melemahkan bahkan merontokkan bangunan negara bangsa yang mulai muncul tahun 1648. Gonjangganjing negara-negara Balkan, rontoknya Uni Soviet dan perang tak henti-henti di Timur Tengah sampai sempat terdengar ada dua negara di Eropa dinyatakan sebagai negara gagal, membuatku berdebar membayangkan negeri kita yang terdiri dari 17 ribu pulau, ratusan suku dan budaya serta bahasa. Bahkan, ada pihak di negeri ini yang sepertinya meragukan nasionalisme, mungkin terpengaruh pendapat Tom Naim yang mengatakan paham kebangsaan adalah patologi modernisme serupa neorosis atau sakit jiwa bila dikaitkan dengan pribadi manusia. Juga Ernest Gellner mengatakan nasionalisme adalah fenomena yang dibuat-

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418 buat. Untunglah ada Benedict Anderson yang tetap percaya pada nasionalisme meski dia mengatakan bahwa nasionalisme adalah komunitas yang terbayangkan. Kendati demikian, dia tetap menghormati sentimen nasionalisme bangsa

Indonesia, yang lahir dari artefak-artefak kebudayaan ditemukan di seantero Tanah Air yang merekatkan seluruh komponen bangsa menjadi satu ikatan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,’’ ulas Ngurah Santika.

‘’Setuju! Menyimak obrolan kalian, sebagai komponen bangsa yang cinta Tanah Air, cinta bangsa, cinta kemerdekaan, marilah jadikan gerakan bela negara sebagai budaya,” ujar Nyoman Gede Sudiantara. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 14 Agustus 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu