Skip to main content

Edisi 14 Februari 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 174 TAHUN KE 68

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (103 rb Like) http://facebook.com/balipost

minggu Wage, 14 februari 2016

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (3,9rb Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

Valentine Day

Kembali ke Ajaran ’’Bhakti’’ Valentine Day merupakan hari kasih sayang, di mana setiap orang berhak mendapatkan kasih sayang. Tetapi merayakan Valentine Day harus disesuaikan dengan konsep cinta kasih yang sebenarnya dalam ajaran Agama Hindu. “Hindu tidak memandang dari mana Valentine Day berasal tapi lebih kepada nilai yang didapat dari perayaan Valentine Day tersebut. Jika pada praktiknya perayaan Valentine Day lebih kepada pelampiasan kasih sayang ragawi (nafsu birahi), maka Hindu sangat melarang perayaan Valentine Day seperti itu,” ungkap akademisi pemerhati Agama Hindu, Drs. I Gusti Ketut Widana, M.Si., Sabtu (13/2) kemarin. Ada tiga konsep cinta

Ilustrasi/wan

Kemas dengan Kreativitas

VALENTINE Day di sejumlah daerah masih pro dan kontra. MUI Malang sampai mengeluarkan fatwa haram perayaan Valentine Day. Bahkan, Pemkab Gorontalo melarang warganya merayakan Valentine Day, Minggu ini (14/2). Di Bali, Valentine Day semakin masif dirayakan setiap tanggal 14 Februari terutama di kalangan remaja. Hal. 19 Globalisasi

kasih. Dikatakannya, yang pertama cinta kasih hakiki yang sifatnya religi yaitu cinta kepada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Mahaesa). Kedua, cinta kasih murni yang sifatnya humanis, yaitu cinta kasih yang berasal dari hati antara sesama insan manusia tanpa pamrih. Ketiga, cinta kasih ragawi yang sifatnya nafsu birahi. “Konsep cinta kasih ragawi inilah yang dilakukan para remaja sekarang ini dalam memaknai perayaan Valentine Day yang diadopsi dari dunia Barat. Hal. 19 Fenomena

KTD Meningkat Pasca-’’valentine’’

BPM/wan

VALENTINE - Sepasang remaja di Denpasar sedang membeli pernak-pernik Valentine.

STIGMA masyarakat terhadap perayaan Valentine Day diidentikkan dengan hubungan seksual yang bebas, padahal tidaklah selalu begitu adanya. Terbukti dari banyaknya kegiatan kreatif untuk mengisi hari kasih sayang tersebut. Klinik remaja Kisara sempat mendokumentasikan peningkatan remaja yang mengalami kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada 1-2 bulan pasca-Valentine. Pada bulan Februari cenderung tetap (stabil), kemudian pada bulan MaretApril kasus KTD cenderung meningkat. Misalnya, pada bulan lain, KTD sekitar

rata-rata 30-40 kasus, namun pada bulan Maret-April dan Juni-Agustus meningkat 60-70 KTD. “Itu hanya melihat fenomena. Periode Valentine (Februari) dan ujian nasional (April-Mei) biasanya menurun, namun di Maret-April dan Juni-Agustus ada peningkatan,” ungkap dr. I Gusti Ngurah Pramesemara, S.Ked., M.Biomed., relawan Kisara, Sabtu (13/2) kemarin. Diakui, pihaknya belum melakukan penelitian khusus yang menyatakan korelasi antara peningkatan hubungan seksual pada remaja saat Valentine Day. Hal. 19 Salah Memaknai

Membunuh St. Valentine yang Sudah Meninggal “ANAK-ANAK muda yang tersentuh oleh ide mulia Valentine memperingati hari kematian Pendeta Valentine sebagai Valentine Day. Lama-kelamaan peringatan hari kematian Valentine ini pun bergeser makna menjadi hari cinta atau kalimat lebih halus “hari kasih sayang”. Sekarang ini orang-orang merayakan hari Valentine itu untuk menikmati, bukan lagi menghormati ide atau ajaran dari Valentine itu sendiri. Banyak pula yang memanfaatkan hari Valentine dengan pesta seks. Tanpa mereka sadari, anak-anak muda sekarang ini banyak yang membunuh Valentine yang sudah mati. Mereka membunuh ide Valentine. Anak-anak muda sudah sangat menjauh dari ide cinta kasih yang seharusnya, yaitu memperingati kematian Pendeta Valentine dengan mengikuti ajarannya, yaitu menikah dulu baru boleh melakukan seks.”

Umat Hindu di Bali khususnya, perlu merenungkan sloka suci Bhagavad-gita berikut, demi memurnikan kembali ide peringatan hari Valentine, tentunya bagi mereka yang memperingatinya. Balam balavatam aham Kama-raga vivarjitam Dharmavirudho bhutesu Kamo’smi bharatar sabha (Bhagavad-gita 7.11)

Oleh Darmayasa

Tertangkap Tangan KPK

JAGAT BALI

Pejabat MA Jadi Tersangka

Pura Luhur Pekendungan PADA Hari Raya Kuningan nanti adalah puncak piodalan di Pura Pekendungan. Sejarah Pura Luhur Pakendungan dan Pura Luhur Tanah Lot, tampaknya berasal dari satu sumber. Karena menurut sumber manuskrip tua, asal usul Pura Luhur Pakendungan dan Pura Luhur Tanah Lot tidak akan dapat dipisahkan atau berdiri sendiri. Manajer DTW Tanah Lot, Ketut Toya Andyana, mengatakan asal usul abhiseka nama Pura Luhur Pakendungan ada tiga versi. Pertama, menurut sumber ceritra rakyat (folklore), seperti yang dikemukakan dalam cerita rakyat Ki Bendesa Shakti Beraban, nama Pekendungan berasal dari kata duwung, yakni sebilah keris sakti yang bernama Ki Baru Gajah yang merupakan anugerah Ida Pedanda Shakti Bawu Rawuh (Dang Hyang Dwi Jendra). Kedua, asal usul nama Pekendungan berasal dari Rontal Dewa Tattwa salah satu versi dan visi Dewa Tattwa, yang secara pantheon dan mitologis menceritrakan riwayat asal usul Pura Luhur Tanah Lot dan Pura Luhur Pekendungan yang berasal dari kata peken yang kemudian menjadi Pekendungan. Hal. 19 Perjalanan Suci

“Aku adalah kekuatan dari orang-orang kuat perkasa, bebas dari nafsu dan keinginan. Wahai Arjuna, keturunan terbaik dari bangsa Bharata, Aku adalah hawa nafsu seks yang ada di dalam diri setiap makhluk hidup yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip suci dharma.” Dalam sejarahnya, Valentine ini adalah seorang pendeta yang dihukum mati pada tanggal 14 Februari tahun 248 M (versi lain tahun 278 M). Hal. 19 Menentang Tradisi

Jakarta (Bali Post) Di tengah usulan merevisi UU KPK, ternyata KPK makin menunjukkan kinerjanya dalam penyadapan. KPK menangkap tangan Kasubdit Kasasi dan PK Mahkamah Agung (MA), Andri Tristianto Sutrisna (ATS).

BPM/ant

KPK - Juru bicara KPK Yuyuk Andriati (kiri) dan Priharsa Nugraha memberikan keterangan pers kepada wartawan terkait OTT yang melibatkan pejabat MA, Sabtu (13/2) kemarin.

KPK menyebut menangk a p AT S a t a s s u a p d a r i pengusaha Icshan Suaidi (IS) dan pengacara Awang Lazuardi Embat (ALE). “ Mereka ditangkap diduga terlibat suap terkait permintaan penundaan sali-

nan putusan kasasi, kasus korupsi” jelas Kabag Informasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha, dalam jumpa pers Sabtu (13/2) kemarin. KPK pun langsung menetapkan tiga tersangka yakni

ATS, IS dan ALE. KPK juga mengamankan Rp 400 juta. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat enam orang yang diamankan oleh petugas KPK. Hal. 19 Perkara Kasasi

Bermula dari Kasus Pembangunan Dermaga Labuhan Haji Jakarta (Bali Post) Dunia peradilan Indonesia kembali tercoreng akibat tertangkapnya kembali oknum pegawai MA beserta pihak pengusaha dan pengacaranya oleh KPK Jumat (12/2) malam, setelah sebelumnya KPK menangkap tiga Hakim PTUN Medan beserta panitera beberapa bulan lalu. Dari hasil tangkap tangan, KPK secara resmi langsung menetapkan pejabat MA atas nama Andri Tristianto Sutrisna (Kasubdit Kasasi dan PK Mahkamah Agung), sebagai tersangka terkait kasus dugaan penyuapan permintaan penundaan putusan kasasi di MA. Selain menetapkan Andri, dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Jumat (12/2) malam hingga dini hari, turut juga ditetapkan tersangka dari pihak

penyuap yakni seorang pengusaha atas nama Ichsan Suaidi serta pengacaranya atas nama Awang Lazuardi Embat. ‘’Setelah gelar perkara pada sore ini, diputuskan tingkatkan status ke tahap penyidikan dengan tetapkan tiga orang tersangka yakni atas nama ALE (Awang Lazuardi Embat) dan IS (Ichsan Suaidi). Terhadap IS dan ALE disangka pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Terhadap Andri Tristianto Sutrisna disangka pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,’’ terang Plh. Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak, dalam jumpa pers di kantor KPK, Sabtu (13/2) petang. Hal. 19 Langsung Ditahan

BPM/ist

DERMAGA - Suasana pembangunan Dermaga Labuhan Haji, Lotim.


DAERAH

2

Minggu Wage, 14 Februari 2016

Soal Pelantikan Bupati dan Wali Kota

FIGUR

Sibuk dengan Pemilihan

KETUA DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama, mengkritisi sistem demokrasi di Indonesia yang hanya membuat rakyat sibuk dengan pemilihan. Mulai dari pemilihan kepala desa, DPRD (legislatif), bupati, gubernur, hingga presiden. “Itu kan sekarang pemilihan kepala desa bukan main ribetnya. Itu head to head, desa kan kecil, bisa musuh-musuhan, bisa kampanyanye lebih daripada presiden. Balian, dukun, semuanya ikut, ini di desa sangat berbahaya kalau demokrasi itu terus begini modelnya. Setelah kepala desa terpilih, banjar itu bisa puik,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (13/2) kemarin. Adi menambahkan, pemilihan yang terlalu banyak digelar juga membuat masyarakat banyak dicekoki janji. Para politisi terus saja melakukan kampanye dan menebar janji manis. Sementara aksi nyata terkait janji itu tidak kunjung dilakukan. “Jadi, kampanye saja terus, ngomong yang bukan-bukan saja terus itu. Jadi kan banyak itu yang ngomong-ngomong janji saja terus, apalagi yang ngomong sedikit-sedikit untuk rakyat, sedikit-sedikit untuk rakyat, akhirnya untuk rakyat sedikit sekali. Kan banyak yang begitu, akhirnya kan begitu obral janji saja terus, tidak sempat kerja,” jelas mantan Bupati Tabanan ini. Adi berharap, ke depan segala bentuk pemilihan dari tingkat bawah sampai atas bisa dilakukan sekali saja secara bersamaan. Seperti yang sudah mulai dirintis pemerintah pusat melalui pilkada serentak. Di sisi lain, dirinya melihat masyarakat secara umum sejatinya belum siap berdemokrasi. Terlebih saat ada perbedaan pendapat atau pemikiran antara satu masyarakat dengan masyarakat lain. Bukannya menyepakati keputusan bersama, malah menjadi pemaksaan kehendak. “Demokrasi memang boleh beda pendapat, tapi jangan sampai sakit hati, musuh-musuhan. Kalau sudah menjadi keputusan publik, keputusan bersama, keputusan mayoritas itu harus didukung. Demokrasi, de mekerasin, jangan memaksakan kehendak,” tandasnya. (kmb32)

SK Mendagri Dijanjikan 15 Februari Denpasar (Bali Post) -

Pemprov Bali akhirnya memastikan lokasi pelantikan bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur, Rabu (17/2) mendatang. Pelantikan akan digelar secara sederhana karena memang tidak ada anggaran khusus untuk kegiatan ini. Demikian disampaikan Plt. Karo Humas Pemprov Bali, I Ketut Teneng, di Denpasar, Sabtu (13/2) kemarin. “Pelantikannya di Wiswa Sabha Utama dan itu karena tidak ada lagi berisi sidang DPRD, jadi hanya pelantikan biasa. Mungkin itu nanti diset-

Produksi Okokan Kesulitan Bahan Baku

Tabanan (Bali Post) Okokan awalnya sering dikalungkan ke leher sapi. Fungsinya untuk penanda jika ternak hilang sebab okokan menimbulkan bunyi saat sapi bergerak. Lama-kelamaan fungsi okokan berkembang menjadi hiasan rumah yang diletakkan di gelebeg atau tempat penyimpanan padi dan akhirnya menjadi salah satu alat musik tradisional. Salah satu pengrajin Okokan, Wayan Wandra (55), warga Dusun Baturiti Desa/Kecamatan Kerambitan Tabanan saat ditemui beberapa waktu lalu memaparkan jika saat ini banyak sekaa yang memainkan okokan sebagai alat musik tradisional. Saat ini ada tujuh sekaa okokan di Kecamatan Kerambitan yakni di Banjar Tibubiyu, Banjar Blong, Banjar Kukuh (ada dua sekaa), Banjar Samsaman, dan Banjar Baturiti Kaja. “Saya sendiri ikut di Sekaa Okokan Rama Wijaya Baturiti Kaja,’’ ujarnya. Untuk sebuah sekaa okokan dibutuhkan minimal sepuluh okokan. Wandra yang menjadi perajin okokan sejak tahun 2000 ini mengaku kerajinan okokan yang ia buat pernah sampai dibawa ke luar negeri yakni Prancis. ‘’Okokan buatan saya dibeli oleh wisatawan yang langsung datang ke rumah pada tahun 2001, tapi pascabom Bali 2002, tidak ada lagi wisatawan yang datang untuk membeli okokan,’’ ujarnya. Saat ini untuk membuat okokan yang digunakan sebagai alat kesenian dengan ukuran tinggi 45 cm, panjang 95 cm dirinya mendapatkan tantangan yaitu kesulitan untuk mendapatkan bahan baku. Adapun bahan baku pembuatan okokan adalah kayu jenis kayu teep dan kayu sano. ‘’Minimal umur kayu sekitar 30 tahun atau yang sudah memiliki less. Jika sudah miliki less kayu akan sangat kuat dan tahan lama,” ujarnya. Selain sulit mendapakan bahan kayu, harganya pun mulai mahal sehingga sebagai perajin, Wandra berharap adanya bantuan modal atau kredit berbunga rendah. “Sekarang saja kayu teep ukuran 10 meter sudah Rp 10 juta yang memiliki less. Harganya mahal. Makanya berharap ada bantuan modal atau kredit,’’ ujarnya. Pesanan okokan yang diselesaikan Wadra bisa mencapai 10 buah apabila sedang ramai. Untuk sebuah okokan dengan tinggi 45 cm, panjang 95 cm dijual dengan harga Rp 2 juta. Saat ini dirinya sedang mengerjakan pesanan 30 okokan yang dipesan dari Kecamatan Kediri Tabanan. (kmb24)

harus diselenggarakan di ibu kota provinsi, yang melantik gubernur,” jelasnya. Teneng menambahkan, saat ini tim dari Pemprov Bali sedang mengurus Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (SK Mendagri) yang akan dibacakan gubernur saat pelantikan. Awalnya pemerintah pusat menjanjikan Jumat (12/2) lalu, namun akhirnya ditunda. Tidak saja di Bali, tapi di seluruh Indonesia. “Tanggal 15 dijanjikan SK-nya,

sudah ada utusan yang ke sana untuk menjemput. Itu diusahakan termasuk dengan Karangasem. Rencananya, tanggal 15 itu juga ada rapat persiapan yang dipimpin Sekda Provinsi Bali,” paparnya. Teneng menjelaskan, rapat koordinasi itu akan mengundang pejabat yang menangani bidang pemerintahan di enam kabupaten/kota, protokol, dan sekwan. Pascarapat koordinasi juga akan digelar geladi pada 16 Februari. (kmb32)

BPM/kmb32

NYAMAN - Pantai Seminyak tidak saja nyaman, tapi juga bersih dan teratur.

Bersantai di Pantai Seminyak

Bersih Tanpa Sampah Badung (Bali Post) Menikmati suasana matahari terbenam (sunset, red) bersama pasangan memang memberi kesan romantis. Apalagi di momen hari kasih sayang atau valentine’s day yang jatuh Minggu (14/2) ini. Bila bosan berkunjung ke Pantai Kuta,

maka Pantai Seminyak bisa menjadi alternatif untuk melihat sunset. Pantai Seminyak tidak saja nyaman, tapi juga bersih dan teratur. Kepala Badan Pembangunan Desa (Bapedes), I Komang Ruditha Hartawan menuturkan, ke-

bersihan pantai memang mendapat atensi penuh. Sejak dikelola desa adat pada akhir tahun 2003, langsung dibentuk Badan Pengelola yang bekerja sama dengan warga dan pengusaha untuk membersihkan pantai. “Tahap pertama pembersihan, setelah kita bersihkan pantai dari tumpukan sampah, ada penghijauan, ada penataan pedagang-pedagang, terus kita kerja sama dengan hotelhotel kita buat Tim Kebersihan

Pantai. Sekarang kan sudah banyak dibantu Tim Kebersihan Pantai itu,” ujarnya belum lama ini. Ruditha menambahkan, saat ini ada sekitar 170 pedagang yang terdiri dari pedagang payung, massage, dan warung pantai. Keberadaan pedagang melengkapi kebutuhan wisatawan yang ingin berjemur, mandi di pantai, surfing, ataupun bersantai sembari menikmati kuliner. Pantai Seminyak mulai ramai dipadati wisatawan di

sore hari saat matahari akan tenggelam. “Di sini memang lebih enak untuk bersantai. Dulu tidak ada yang tahu Pantai Seminyak, sekarang sudah mulai ramai,” imbuhnya. Khusus untuk surfing, kata Ruditha, di Seminyak juga sudah terbentuk Asosiasi Selancar Air Unit Seminyak. Asosiasi ini rutin menggelar kontes surfing setiap tahunnya. Namun baru menyasar anakanak, belum ditujukan untuk para pro. (kmb32)

Jelang HUT Ke-14 ’’Singaraja FM’’

BPM/kmb24

PERAJIN - Salah satu perajin Okokan, Wayan Wandra (55), warga Dusun Baturiti Desa/Kecamatan Kerambitan Tabanan.

ting untuk pelantikan bersama,” ujarnya. Teneng memastikan, lokasi pelantikan cukup menampung seluruh undangan dari 6 kabupaten/kota peserta pilkada

serentak. Sebab, pihaknya akan membatasi undangan untuk penjabat bupati/wali kota, pimpinan DPRD provinsi maupun kabupaten/kota, serta bupati di daerah yang tidak menjadi peserta pilkada serentak. “Kalau pimpinan SKPD itu menyesuaikan, tidak harus. Kalau misalnya 20 orang per kabupaten/kota, saya kira cukup di Wiswa Sabha. Nanti sederhana saja karena tidak ada biaya, paling cuma satu jam. Ini kan

Tingkatkan Kekompakan Penggemar Lewat Tirtayatra Bersama Singaraja (Bali Post) Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-14 Singaraja 92.0 FM, diawali dengan melakukan tirtayatra menuju Pura Bukit Pucak Sinunggal di Desa Pakraman Tajun, Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng. Bersama penggemar dari berbagai penjuru kecamatan di Bali Utara, tirtayatra berjalan khusyuk dan lancar. Perjalanan menuju Pura Bukit Pucak Sinunggal diawali dengan berkumpul di halaman Radio Singaraja 92.0 FM di Jalan Singaraja – Seririt Kilometer 6. Penggemar datang sejak pagi hari mengenakan pakaian adat. Di dalam HUT ke-14 mengusung tema ‘‘Kita tingkatkan inovasi dan kualitas siaran dalam mendukung program pemerintah kabupaten Buleleng menuju budaya Bali ajeg lestari’’. Momentum kebersamaan

digalang erat bersama seluruh penggemar, sekaligus meningkatkan kekompakan seluruh komponen radio. “Penyiar dan penggemar memiliki ikatan erat persaudaraan. Di Singaraja FM, setiap komponen saling bekerja sama ikut memajukan budaya Bali melalui media penyiaran. Singaraja FM turut membantu pemerintah melalui berita-berita aktual, melibatkan tim Kelompok Media Bali Post,” ujar Bob Suardika, mewakili segenap komponen pengurus Singaraja FM, Sabtu (13/2) kemarin. Ketua Penguyuban Penggemar Gending Bali, Ketut Warna, menilai kehadiran Singaraja FM di Bali Utara menjadi pembeda dengan radio lainnya. Pasalnya selama ini Singaraja FM mampu menyuguhkan lagulagu Bali berkualitas dan berita di lingkungan Buleleng dan

nasional. Pihaknya menaruh apresiasi mengingat penyiar Radio Singaraja FM, merupakan anak-anak muda potensial. “Saya mengajak masyarakat Buleleng, untuk dapat mendukung Singaraja FM. Sebagai radio pelestari budaya Bali, Singaraja FM melatih generasi muda mampu tampil mengudara, juga ikut mendukung program pemerintah,” ucapnya. (kmb34) TIRTAYATRA - Penggemar radio Singaraja 92.0 FM, menjelang HUT ke-14 melakukan tirtayatra bersama menuju Pura Bukit Pucak Sinunggal di Desa Pakraman Tajun, Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng, Sabtu (13/2) kemarin.

BPM/kmb34

Jalan Sawan - Sudaji Tertimbun Tanah Longsor

BPM/kmb38

LONGSOR - Jalan penghubung Desa Sawan dengan Desa Sudaji, Kecamatan Sawan tertutup akibat tanah longsor Jumat (12/2) petang lalu.

Singaraja (Bali Post) – Jalan penghubung Desa Sawan dengan Desa Sudaji, Kecamatan Sawan tertutup akibat tanah longsor Jumat (12/2) petang lalu. Tanah curam dengan panjang sekitar 15 meter dan ketinggian 9 meter tiba-tiba longsor. Bahkan, senderan beton pembatas Griya Taman Dukuh di Banjar Dinas Kawanan Desa Sawan juga ikut tergerus. Diduga longsor ini terjadi karena air deras menggerus tanah dan fondasi senderan griya hingga akhirnya jebol dan menutup badan jalan. Lalu lintas dari Desa Sawan menuju Desa Sudaji dan desa-desa tetangga lainnya tidak bisa dilalui. Perbekel Desa Sawan, I Nyoman Wira, di lokasi kejadian Sabtu (13/2) kemarin, menyebutkan, sebelum kejadian hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Sawan dan sekitarnya.

Volume air bertambah besar hingga meluber ke badan jalan. Sekitar pukul 16.30 wita, tanah terjal di atas jalan penghubung Desa Sawan menuju Desa Sudaji longsor. Tanah yang berbatasan dengan senderan beton milik Griya Taman Dukuh ikut tergerus. Bongkahan beton dan tanah seketika menutup satu-satunya jalan penghubung kedua desa dan beberapa desa tetangga lainnya. Hingga malam hari, material longsoran belum bisa dibersihkan. “Hujan deras dan angin kencang melanda wilayah kami. Kemungkinan karena airnya deras di atas tanah itu sehingga tidak mampu menahan beban dan akhirnya terjadi tanah longsor,” katanya. Pascakejadian itu, pihaknya telah melaporkan kepada BPBD untuk melakukan pembersihan material longsoran. Ke-

marin pagi, aparat desa, petugas kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu anggota TNI dan warga bergotong royong membersihkan gundukan tanah dan bongkahan beton yang menutupi badan jalan. Dengan peralatan manual, badan jalan akhirnya bisa dibuka kembali setelah beberapa jam dilakukan pembersihkan. Namun, pengendara harus berhati-hati ketika melintas, karena aspal jalan masih tertutup lumpur, sehingga licin dan rawan memicu kecelakaan lalu lintas. Hasil pendataan yang dilakukan akibat kejadian itu menimbulkan kerugian meteri senilai Rp 30 juta. “Kerugian dan kerusakan akibat kejadian ini sudah kami laporkan kepada BPBD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” imbuh Perbekel Wira. (kmb38)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Mahadita, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


daerah

Minggu Wage, 14 Februari 2016

3

Sambut Hari ’’Valentine” Hardys Berbagi Kasih Sayang kepada Pelanggan Setia HARI Kasih Sayang atau biasa disebut dengan Valentine yang diperingati setiap tanggal 14 Februari menjadi momen terbaik untuk menunjukkan cinta kasih kepada pasangan masing-masing, termasuk keluarga dan orang– orang tercinta. Hardys Malls menyambut meriah Hari Kasih Sayang dengan menyediakan berbagai pernak-pernik Valentine yang beraneka ragam. Selain bunga dan boneka lucu, tidak ketinggalan beraneka ragam coklat telah disiapkan untuk menyambut perayaan yang datang setiap 1 tahun sekali tersebut. Director Operational Hardys Retail Ketut Semara, S.E., menjelaskan pernak-pernik yang disediakan sangat beraneka ragam, seperti bunga mulai harga Rp. 3.900, coklat

mulai Rp. 10.990 dan boneka serta bantal cinta mulai harga Rp. 14.900 serta berbagai busana khusus bertema Valentine. “Berbagai macam bentuk cokelat dan boneka Valentine memang kami hadirkan khusus untuk menyambut hari kasih sayang tersebut”, ujarnya. Sementara itu, Indah (17) seorang mahasiswi yang merupakan salah satu pelanggan Hardys yang ditemui di Hardys Supermarket Gatsu, mengatakan sengaja datang hendak melihat-lihat pernakpernik dan membeli apa yang cocok untuk merayakan Valentine. “Selain untuk pasangan, saya juga mencari pernakpernik yang bisa diberikan untuk keluarga,” katanya. Presiden Direktur GH Holdings Ir. I Gede Agus Hardiawan dalam keterangannya

Valentine - Pernak-pernik Valentine bisa didapatkan dengan harga murah dan jenis yang beraneka ragam di seluruh Hardys Malls dan Hardys Supermarket di Bali dan Banyuwangi. menyampaikan, Valentine Day selalu disambut meriah di seluruh Hardys, melalui penyediaan berbagai kebutuhan dan pernik Valentine

yang sangat terjangkau. “Semoga hari Valentine kali ini bisa memberikan makna untuk mempererat cinta kasih” pungkasnya. (ad798)

Usai Libur Panjang

Kunjungan ke Rumah Sakit Meningkat 30 Persen KUNJUNGAN - Kunjungan Menteri Koperasi dan UKM-RI A.AG. N Puspayoga di Pasar Desa Pengotan, Bangli, Sabtu (13/2) kemarin. Saat itu disampaikan ditengah perhelatan MEA, UKM harus benar-benar diperhatikan.

Hadapi MEA, UKM Diminta Tak Takut Bersaing

Bangli (Bali Post)Memasuki program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), UKM diminta tak takut bersaing dengan negara lain. Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia A.A. Puspayoga di Bangli, Sabtu (13/2) kemarin. Menkop Puspayoga didampingi Pj. Bupati Bangli I Dewa Gede Mahendra Putra dan Kadiskop dan UMKM Bangli Dewa Gede Suparta mengunjungi Pasar Desa Pengotan. Puspayoga mengungkapkan, usaha kecil menengah yang digeluti sejumlah masyarakat bisa dijadikan salah stau upaya untuk mengentaskan kemiskinan. Untuk mewujudkan perkembangannya yang semakin berkualitas, perlu ada perhatian serius terhadap sektor ini. Hal tersebut tak harus sepenuhnya datang dari pemerintah pusat saja. Perusahaan swasta yang telah

mampu berkembang pesat juga bisa terlibat didalamnya, salah satunya memberi suntikan modal. “UKM itu harus diperhatikan, terlebih di era MEA ini. Perhatian tak hanya datang dari pemerintah, perusahaan swasta dan juga mitra keuangan juga bisa terlibat didalamnya,” tegasnya. Selama ini, perhatian pemerintah terhadap sektor UKM sudah ada. Hal tersebut merupakan sebuah komitmen yang selalu digaungkan. Disisi lain, UKM ini perlu diangkat melalui kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh instansi terkait. “Negara harus hadir di tengah

ekonomi kerakyatan. Agar UKM itu bisa berkembang,” ujarnya. Puspayoga juga meminta pelaku usaha tak perlu takut dalam menghadapi persoalan modal. Tahun ini pemerintah pusat telah membuat kebijakan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah. “Dulu kalau kredit, bunganya 22 persen per tahun. Tapi sekarang sudah jadi 9 persen. Pelaku usaha sudah cukup diringankan,” ungkapnya. Sementara di tengah berlangsungnya program MEA, mantan Wakil Gubernur Bali ini mengharapkan eksistensi UKM tak goyah. Pelaku usaha perlu berfikir bahwa produk yang dihasilkan sangat menjanjikan dan mampu bersaing di pasar ekspor. Disamping itu, diingatkan pula, Bali sebagai daerah pariwisata harus dijadi-

kan momentum untuk memperkenalkan produk yang dihasilkan tangan-tangan kreatif warga Bali, khusunya Bangli. “Apalagi di Bali pariwisatanya sangat berkembang. Itu sangat baik untuk memperkenalkan produk,” ucapnya. Puspayoga juga meminta pelaku usaha untuk segera mengurus izin UMK dan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). Sebab hal ini sangat penting dalam rangka mengindari terjadinya penjiplakan produk oleh negara lain. “Sekarang ngurus izin sudah bisa di kecamatan. Ini harus dijadikan kesempatan. Itu gratis,” terangnya. Demikian pula sektor koperasi juga harus bangkit. Dalam pengusurusan badan hukumnya, juga tak dikenakan biaya. “Koperasi juga harus bangkit,” pungkasnya. (kmb45)

Bocah Tewas Tergilas Truk

Amlapura (Bali Post)Nasib malang menimpa seorang bocah berinisial Ni PA. Bocah perempuan berusia delapan tahun ini, tewas mengenaskan dengan kepala pecah setelah tergilas roda belakang truk. Nasib nahas itu dialami bocah ini saat motor yang memboncengnya mengalami kecelakaan di Jalur Keladian menuju Daya, tepatnya di Banjar Puragae, Desa Pempatan, Rendang, Jumat sore (12/2). Sebelum kejadian, sepeda motor DK 8848 SF yang ditumpangi korban melintas dari arah Daya menuju Keladian, sekitar pukul 15.00 wita. Setiba di TKP dalam situasi hujan lebat dan jalan menikung menurun, motor yang dikemudikan I Nengah Budi Darsana (21), berhenti mendadak. Motor dan pengemudinya jatuh ke badan jalan. Budi Darsana jatuh ke kiri. Namun, Ni PA jatuh ke kanan. Bersamaan kejadian itu, dari arah yang berlawanan datang truk DK 9544 SB yang dikendarai I Wayan Winangun

(36) Banjar Pemuteran, Desa Rendang. Bocah yang jatuh tergilas roda belakang truk, dan menghembuskan napas terakhirnya setelah kepala bagian atas pecah. “Ia tiba-tiba jatuh ke tengah jalan. Saya tak bisa menghindarinya,” kata Winangun. Beda dengan bocah tersebut, pengemudi Budi Darsana hanya mengalami luka lecet pada kedua lututnya. Kapolres Karangasem AKBP Sugeng Sudarso, Sabtu (13/2) kemarin, membenarkan kejadian tersebut. Kini kasusnya sedang ditangani Sat Lantas Polres Karangasem. Sehari sebelumnya, kecelakaan serupa juga terjadi di jalur Kintamani menuju Desa Pempatan, tepatnya di Banjar Teges, Desa Pempatan. Pengemudi sepeda motor DK 4873 LW, I Kadek Ar (16) asal Desa Medahan, Blahbatuh, Gianyar ini pun tewas di tempat setelah jatuh sendiri ke tengah badan jalan dan ditabrak pick up DK 9871 PL yang dikemudikan oleh I Putu Artawan (37) asal Desa Dausa, Kintamani.(kmb31)

Tabanan (Bali Post)Setelah libur selama empat hari, kunjungan pasien ke rumah sakit, seperti poliklinik BRSUD Tabanan meningkat mencapai 30 persen dari hari biasa. Setiap harinya kunjungan pasien mencapai 490 pasien dan pada Jumat (12/2) kemarin, kunjungan melonjak menjadi 748 pasien. Tidak hanya rawat jalan, pasien rawat inap pun membludak. Dimana dari 225 tempat tidur dan sebanyak 11 tempat tidur cadangan yang disiapkan di BRSUD Tabanan maupun RS Nyitdah, saat ini terisi penuh. Normalnya BOR atau tingkat hunian BRSUD Tabanan mencapai 90 persen, namun kini mencapai 100 persen atau terisi semua. Menurut Direktur BRSUD Tabanan, dr. Nyoman Susila membludaknya pasien terjadi apabila poliklinik tutup dalam rangka libur nasional atau hari agama. Untuk itu pihak manajemen selalu melakukan antisipasi, salah satunya membuka loket pendaftaran lebih awal. ‘’Pembukaan pendaftaran lebih awal ini menyebabkan pelayanan poliklinik bisa dilakukan lebih cepat dan tutupnya lebih lama. Diharapkan dengan lebih panjangnya waktu layanan bisa melayani semua pasien yang datang,’’ ujar Susila.

MEMBLUDAK - Usai libur panjang pasien di poliklinik BRSUD Tabanan membludak Jumat (12/2) kemarin. Memaksimalkan kinerja paramedis dan medis juga dilakukan pada pelayanan poliklinik. Untuk mengantisipasi banyaknya pasien IRD yang belum mendapat tempat tidur, pihak BRSUD mempercepat visite dokter, sehingga pasien yang boleh pulang bisa di proses kepulangannya. ‘’Agar pasien boleh pulang ini proses pulang cepat, kami juga mempercepat proses adimistrasinya. Begitu juga untuk pasien rawat inap kami percepat prosesnya seh-

ingga bisa lebih cepat masuk ruang perawatan,’’ ujar Susila. Pembludakan pasien ternyata tidak saja menyebabkan antrian di poliklinik serta layanan tempat rawat inap yang terisi penuh, juga menyebabkan ruang tunggu poliklinik menjadi penuh. Pihak BRSUD melakukan penambahan tempat duduk di ruang tunggu poliklinik. ‘’Jadi tempat duduk yang tidak dipakai kami bawa ke ruang tunggu poliklinik,’’ ujar Susila. (kmb24)

TURUT BERDUKA CITA Telah Meninggal Dunia pada Tanggal 11 Februari 2016 Suami, Ayah, Mertua, Kakiang Kami Tercinta

I DEWA NYOMAN PATERA ATMADJA (Mantan Ka. Kandep Perindustrian Kab. Jembrana, Buleleng, dan Tabanan) ( 1932 – 2016 )

Upacara Adat (Palebon) akan dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2016 di Banjar Samsam, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan Kami yang Mengasihi :

ISTRI

Siti Ramlah (Pensiunan Pegawai Perikanan Kab. Tabanan dan Singaraja)

ANAK

MENANTU

Ir. I Dewa Gde Paramartha, MMA Dr. Dra. Desak Made Citrawathi, M.Kes. I Dewa Nyoman Satria Wibawa Desak Ketut Hartani, S.Pd Desak Made Putriyani (Alm.) Ir. I Dewa Nyoman Alit Parama, M.T.

I Dewa Gde Angga Paramandhika, S.Si. I Dewa Made Ananta Paramandhika, SE., SP. Gede Aditra Pradnyana, S.Kom., M.Kom Made Amanda Dewanti, SE I Dewa Gede Aditya Paramita I Dewa Made Mayga Prabawa

Evakuasi - Petugas kepolisian saat mengevakuasi bocah yang tewas tergilas truk, Jumat Sore lalu.

Desak Nyoman Ratih, A.Md Keb. (Mojokerto) Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si. (Singaraja) Desak Nyoman Gunaningsih (Tabanan) I Dewa Gede Sayang, SE (Denpasar) Dr. Dra. Desak Made Malini, M.Si. (Bandung)

CUCU Desak Gede Dharayanti Purwa, S.Tr.Par. I Dewa Made Adiyoga Pramana Purwa, S.T. Desak Nyoman Hariwindaty Purwa Desak Gede Delonix Regia Kirana Sarasvathi I Dewa Made Abigamika Garbhajata Gaudi

Beserta Segenap Keluarga Besar Moh. Taki (Sumbawa Besar, Mataram, Gorontalo, New Zealand) K.0000792-rpa


PERNIK

4

Minggu Wage, 14 Februari 2016

SASTRA - Sastra memberi anak cara untuk mengambil keputusan sendiri. Sastra memberi pelatihan memilih suatu pendirian dan mengembangkan sikap. Sastra tidak menawarkan kategori hitam putih, baik buruk, halal haram. Sastra adalah dunia abu-abu dan anak dilatih berpikir seperti gerakan pendulum, kiri ke kanan, menanjak dan turun, dalam dialektika yang tidak berkesudahan.

Mengasuh Anak dengan Sastra

SASTRA dinilai tidak berarti karena nirwujud, lebih-lebih pada zaman teknologi dalam genggaman. Pandangan ini tidak sepenuhnya benar karena manfaat mendasar sastra adalah intalisasi nilai. Sastra hidup di setiap keluarga sejak permulaan beradaban bangsabangsa, sebagai keniscayaan universal. Ibarat kurikulum semesta yang menyimpan daftar panjang nilai dan etik humanisasi manusia sejak usia dini. Menekuni sastra secara akademik memberi banyak penjelasan mengenai sastra. Tetapi, ketika mengasuh anak, muncul kesadaran tentang manfaat sastra paling hakiki. Sastra sebagai ekspresi pengarang, alat untuk mendidik, merfleksikan masyarakat, propaganda, dan otonomi struktur; tergusur oleh kesadaran ketika mengasuh anak. Pandangan akademik mengenai sastra serupa itu, kurang bermakna. Manfaat dasar sastra adalah untuk mengasuh anak. Satu cerita diulang, misalnya cerita tentang pohon yang selalu memberi atau kebijaksanaan orang-orang bodoh. Pada minggu-minggu lain, cerita lokal dikisahkan, Nang Cakang, tentang seorang pemancing yang tidak puas memperoleh ikan kecil, meminta lagi yang lebih besar kepada hantu penghuni tibu. Pengalaman ini hanya dimiliki oleh orang tua yang pernah meneguk nikmat sastra. Tanpa itu, tidak mungkin bercerita kepada anaknya. Cerita bisa dilakukan di mana saja, yang penting ada kesempatan atau sebisa mungkin orang tua menciptakan kesempatan berkisah.

Cerita disampaikan begitu saja. Cerita yang sama diulangi terusmenerus. Cerita dituturkan dengan penuh penghayatan. Cerita terkadang terhenti di tengah jalan karena anak sama sekali tidak tertarik. Tapi cerita mesti jalan terus. Jangan terganggu oleh keadaan ini karena tugas orang tua menjadi jaminan masa depan jiwa anak. Suatu ketika, anak pasti merespons. Betapa besar rasa menang. Anak menyimak cerita yang mungkin terlalu panjang dan rumit. Hal ini di luar dugaan, yang tidak boleh jadi dalih menghindari cerita kepada anak karena rasa enggan, tidak ada waktu, atau merasa tidak mampu. Yang penting dalam bercerita, sebagai komunikasi kompleks (panjang dan utuh), pandangan orang tua mengenai kemampuan anak menyimak komunikasi. Jangan menilai anak tidak mampu menyimak cerita yang panjang atau baru. Orang tua tetap bercerita sebaik-baiknya walau tidak memperoleh perhatian anak. Satu cerita diulang dan gunakan cerita yang paling disukai. Ceritakan dengan pola yang sama. Semakin sering sebuah cerita diucapkan

kepada anak, semakin mudah bagi orang tua melakukan cerita dan anak semakin “terperangkap”. Manfaat Besar sekali manfaat sastra dalam mengasuh anak. Suatu bukti mengapa sastra tetap ada. Mudahmudahan ini pula yang menjadi alasan kemanusiaan Lembaga Nobel Swedia menganugerahi Nobel Sastra kepada sastrawan yang berjasa bagi kemanusiaan lewat kisah atau cerita. Inilah sumbangan para pujangga dunia, para pendongeng, para mahakawi, tukang kentrung, kaba, pelipur lara, dan para dalang. Mereka menggubah cerita sebagai nutrisi bagi pertumbuhan dan penyubur jiwa anak. Sayang sekali, televisi atau media lebih banyak mengiklankan susu formula ketimbang cerita. Orang tua terpukau iklan susu formula dan membeli yang paling mahal. Mereka melupakan peran mengasuh buah hati dengan sastra karena lebih mengutamakan nutrisi fisik ketimbang nutrisi rohani. Mengingat betapa besar sumbangan sastra bagi manusia dan

kemanusiaannya pada periode awal perkembangan jiwanya yang menjadi dasar hidupnya kelak, tidak ada alasan bagi orang tua untuk menyerahkan anak-anak yang baru tumbuh kepada asuhan media, jasa penitipan anak, play group, atau sekolah formal. Apologi penyerahan atau pasrah diri terhadap abad media atau digital, pendidikan modern, tidak sepenuhnya bisa diterima. Orang tua sendiri tetap harus mengasuh anak dengan sastra. Kekuatan sastra tidak tertandingi oleh media digital atau televisi, para pengasuh anak, jasa penitipan anak, atau dunia bermain formal. Waktu Mungkin karena orang tua tidak memiliki waktu yang cukup sehingga anak diserahkan kepada televisi atau produk digital, seperti HP atau tablet. Memang mengasuh anak menjadi hal yang sangat berat dalam hidup orang tua yang bekerja kantoran. Sementara itu, ada juga orang tua yang berkesempatan mengasuh anak karena tidak bekerja namun mereka menyepelekan peran ini. Mereka malu sebagai ibu

rumah tangga. Bagi orang tua yang bekerja tidak ada waktu dan tenaga mengasuh anak karena memandang pekerjaan lebih penting atau lebih bergengsi. Juga tidak ada keinginan bercerita sastra atau dongeng kepada anak. Lalu anak dibiarkan sepanjang tidak menangis dan diusahakan dengan hiburan mainan bisu dari pabrik berbahan plastik beracun. Tanpa disadari, anak berkembang ke arah lain yang dampaknya tidak segera muncul. Kelak setelah anak remaja barulah dampak pola asuh masa usia emas muncul dalam kehidupan anak. Tidak ada pilihan lain bagi orang tua, sediakan waktu bagi anak dan kisahkan cerita kepadanya. Lakukan sesuai dengan kemampuan karena anak sangat kagum oleh cerita orang tuanya sendiri. Anak tidak tumbuh hanya dengan nutrisi badani dan mengabaikan nutrisi rohani. Sastra ada karena manusia membutuhkan nutrisi rohani. sastralah nutrisi rohani bagi manusia sepanjang peradaban. Mengasuh anak dengan sastra dan cerita tidak hanya menghadiahi anak dengan pendidikan terbaik

tetapi membantu anak tumbuh dari dalam dirinya. Sastra tidak melakukan intimidasi atau instruksi, sebagaimana cara sebagian orang tua mengasuh anak. Sastra juga tidak seperti agama, hanya menyampaikan dunia baik (utopia). Sastra tidak mengatakan apa-apa kepada anak secara satu arah. Sastra berbicara pada diri dan dunianya. Kekuatan sastra menggugah pendengar masuk ke dalamnya dan sastra sama sekali tidak pernah meminta tetapi karena cerita memiliki energi. Berbeda dengan agama dan sekolah yang memaksa, mengintimidasi atau memberi isntruksi bagi anak. Sastra memberi anak cara untuk mengambil keputusan sendiri. Sastra memberi pelatihan memilih suatu pendirian dan mengembangkan sikap. Sastra tidak menawarkan kategori hitam butih, baik buruk, halal haram. Sastra adalah dunia abu-abu dan anak dilatih berpikir seperti gerakan pendulum, kiri ke kanan, menanjak dan turun, dalam dialektika yang tidak berkesudahan. lI Wayan Artika

Refleksi Spiritual

Dalam Wujud Kasih Sayang

Seorang filosofi Hindu Svami Vivekananda menyatakan bahwa kasih sayang adalah daya penggerak, karena kasih sayang selalu menempatkan dirinya sebagai pemberi bukan sebagai penerima dan penuh kesadaran kasih sayang kepada Tuhan, maka kemahakuasaan Tuhan akan datang karena daya kasih-Nya. Kasih sayang yang dilakukan dengan penuh keikhlasan membawa pengaruh timbal-balik. Pengaruh tersebut mampu memberikan kehidupan yang harmonis penuh kebahagiaan. Dengan terciptanya kebahagiaan, maka kehidupan yang aman, damai dan tentram menjadi sebuah keniscayaan. Umat Hindu meyakini bahwa wujud dari sebuah yadnya adalah pengorbanan yang tulus ikhlas. Bila sebuah pengorbanan didasari oleh rasa pamrih, maka keterikatan akan hasil yang diperoleh berdampak pada disharmonisasi kehidupan. Bila manusia semakin sombong dan penuh keakuan dalam melaksanakan persembahan, maka hasil yang diperoleh adalah sebuah penderitaan. Apalagi dalam proses persembahan itu tanpa didasari adanya kasih sayang, maka kehancuran dan penderitaan tidak terelakkan. Dalam epos Mahabharata diceritakan pada saat pelaksanaan upacara Aswamedha yadnya, Dewi Drupadi yang tanpa sengaja menertawakan cara makan pendeta yang memimpin pelaksanaan upacara tersebut, walaupun hanya dalam hati ternyata dampaknya adalah upacara tersebut tidak diterima oleh para Dewa dan tidak adanya hujan bunga dari langit. Melihat hal ini Sri Kresna memberikan nasihat kepada Dewi Drupadi untuk meminta maaf kepada Pendeta tersebut, setelah Dewi Drupadi meminta maaf, maka seketika itu turun hujan bunga dari langit. Hal ini memberikan sebuah refleksi tentang pentingnya menghargai, menghormati dan menebar kasih sayang dalam setiap perkataan, perbuatan dan pikiran. Karena secara tidak langsung semua itu memberikan dampak dan hasil dari segala yang sudah dilakukan. Dalam konteks ritual keagamaan di Bali ada berbagai bentuk perayaan. Salah satunya adalah perayaan hari raya Galungan dan Kun-

ingan. Perayaan hari raya ini identik dengan pelaksanaan persembahan kepada para Dewa dan juga kepada Leluhur. Wujud persembahan yang dilakukan tidak terlepas dari implementasi Tri Hita Karana yang dilaksanakan secara vertikal dan horizontal. Tujuannya adalah terciptanya kehidupan yang harmonis dan seimbang untuk mewujudkan Sukerta Tata Parhyangan, Sukerta Tata Pawongan dan Sukerta Tata Palemahan. Refleksi penerapannya didasari dengan rasa kasih sayang secara tulus dan ikhlas untuk mewujudkan tujuan tersebut. Sehingga nuansa spiritual yang ada di dalamnya mampu meningkatkan sraddha dan bhakti umat untuk mencapai “Moksartam Jagadhita ya ca iti Dharma”. Perayaan Galungan dan Kuningan dengan Kasih Sayang Galungan merupakan perayaan dari kemenangan dharma melawan adhrama. Begitu juga perayaaan Kuningan sebagai ungkapan syukur kepada para Leluhur. Hakikat utamanya adalah mampu mewujud-

kan sifat-sifat Daiwi Sampad (Kedewataan) dan mengendalikan sifat-sifat Asuri Sampad (Keraksasaan), sehingga terwujud sifat-sifat yang sadhu gunawan penuh rasa syukur dan bhakti. Artinya sifat-sifat yang didasari oleh kebaikan dan kebenaran yang lebih dominan dan sifat-sifat yang didasari kejahatan dan keburukan mampu ditundukkan atau dikendalikan. Manusia diharapkan mampu mengendalikan diri dan mengekang hawa nafsu yang dapat menjerumuskan ke lembah penderitaan. Wujud pengendaliannya adalah mampu menumbuhkan dan memelihara rasa kasih sayang dalam kehidupan. Kasih sayang yang dapat dilakukan adalah dengan penuh sraddha dan bhakti memuja kemahakuasaan Tuhan dan penghormatan kepada Leluhur dengan melaksanakaan ritual upacara persembahyangan baik itu di pura Merajan, Pura Dadya, Panti, Kahyangan Tiga dan Pura yang ada di sekitar tempat tinggal. Hal ini sebagai refleksi dari Sukerta Tata Parhyangan yaitu hubungan harmonis antara manusia dan Sang Pencipta

KASIH SAYANG - Perayaan Galungan dan Kuningan juga sebagai bentuk perwujudan kasih sayang antara manusia dengan alam lingkungannya. Dari prosesi awal perayaan Galungan hal ini dilaksanakan dalam perayaan Tumpek Wariga, yaitu manusia menjaga, memelihara dan melestarikan alam lingkungan dengan dasar kasih sayang timbal-balik yang saling menguntungkan.

(Tuhan) dengan dasar kasih sayang yang tulus ikhlas. Rasa Dalam perayaan Galungan dan Kuningan terpelihara rasa manyama braya yang didasari oleh rasa kasih sayang. Hal ini terwujud dari bertemunya sanak keluarga yang lama tidak berjumpa dan bisa berkumpul serta menyambung kembali rasa persaudaraan yang terpisah oleh jarak dan waktu. Maka perayaan Galungan dan Kuningan sebagai momen menyatukan kembali rasa manyama braya tersebut. Pada hari raya ini sanak keluarga melaksanakan swadharma sebagai umat beragama dan bisa berkumpul dengan sanak keluarga menyambung komunikasi sebagai refleksi dari Sukerta Tata Pawongan. Di sinilah rasa kasih sayang tersebut dapat dipelihara dan dibangun kembali untuk mempererat rasa manyama braya didasari saling paras-paros dan pakedek-pakenyem. Perayaan Galungan dan Kuningan juga sebagai bentuk perwujudan kasih sayang antara manusia dengan alam lingkungannya. Dari prosesi awal perayaan Galungan hal ini dilaksanakan dalam perayaan Tumpek Wariga, yaitu manusia menjaga, memelihara dan melestarikan alam lingkungan dengan dasar kasih sayang timbal-balik yang saling menguntungkan. Manusia dapat memanfaatkan hasil alam yang diberikan oleh tumbuhtumbuhan sebagai sarana upakara dan

persembahan dalam perayaan Galungan dan Kuningan. Begitu juga manusia menghormati tumbuh-tumbuhan dengan mempersembahkan sesaji (banten) dan mendoakan, agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Inilah wujud refleksi dari Sukerta Tata Palemahan dalam menjaga keasrian dan keindahan alam agar selalu lestari. Begitu juga dalam perayaan Galungan dan Kuningan wujud persembahan ini dilakukan dengan memberikan sesaji (banten) kepada alam lingkungan yang direfleksikan dalam wujud Bhutakala agar menjadi harmonis dalam wujud Bhutahita. Inilah sesungguhnya refleksi dari nilainilai spiritual yang mampu diwujudkan dalam perayaan Galungan dan Kuningan yang didasari oleh rasa kasih sayang. Perwujudan rasa kasih sayang tidak hanya dilakukan pada momen-momen tertentu dan juga kepada orang tertentu (spesial). Hal ini dapat diwujudkan di manapun, kapanpun dan dengan siapapun, sehingga kedamaian dan kebahagiaan dapat dicapai. Maka perayaan Galungan dan Kuningan ini sebagai puncak perwujudan dari rasa kasih sayang yang selalu terpelihara dalam kehidupan untuk mewujudkan harmonisasi dan keseimbangan hidup. Jadikanlah kasih sayang sebagai roda penggerak kehidupan untuk mencapai tujuan hidup yang sejahtera dan bahagia dilandasari oleh Dharma. lI Nyoman Agus Sudipta

Tetap Oke di Usia 50 Tahun Tidak mudah menjaga penampilan tetap oke di usia 50 tahun ke atas, namun apabila memiliki komitmen dan kedisiplinan yang tinggi, menjaga pola makan serta melatih otot lengan, kaki, pinggang, paha dan perut, maka hasilnya dapat diperoleh, pikiran positif sangat menunjang penampilan. Ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Sylvia Saputra, Juri Senior dari Lala Studio yang telah 20 tahun menjadi juri di berbagai kegiatan lomba. Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post (Jl. Kepundung 67A Denpasar 80232) atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio (Jl. Veteran 66 E,Puri Satria Denpasar, telp. (0361) 283226) Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

Gb. I Posisi berdiri tegak dengan kedua kaki tutup rapat, sedangkan kedua siku lengan ditekuk depan dada. Luruskan kaki kanan dan angkat sehingga berat badan pada kaki kiri. Hal yang perlu diperhatikan adalah saat mengangkat kaki kanan, posisi badan tetap tegak / tidak berubah. Kembali ke posisi semula dan ulangi hingga 2 x 8 hitungan, setelah itu lakukan juga pada kaki kiri dengan cara dan hitungan yang sama. Latihan ini bermanfaat bagi otot kaki.

Gb. II Tetaplah pada posisi tegak dan angkat tekuk kaki kiri. Kedua telapak tangan menahan lutut kiri pada hitungan 1 x 8, setelah itu letakkan dan ganti kaki satunya dengan hitungan yang sama. Ulangi gerakan hingga total gerakan menjadi 4 x 8 hitungan. Latihan ini bermanfaat bagi otot paha.

Gb. III Untuk merampingkan pinggang, posisi badan tegak dan kedua lutut ditekuk. Luruskan lengan kanan ke atas sedangkan lengan kiri rileks saja. Condongkan badan ke arah kiri hingga terasa tarikan pinggang kanan. Gerakan menaik-turunkan bahu kanan 2 x 8 hitungan akan bermanfaat pada pinggang kiri. Setelah itu lakukan ada arah kebalikannya dengan cara dan hitungan yang sama.

Tetap berlatih dengan tekun di usia 50 tahun ke atas guna menjaga penampilan oke dan salam bugar dari Lala Studio.

Gb. IV Untuk mengkombinasikan gerakan kaki dan lengan, ambillah posisi seperti yang nampak pada gambar. Awali dengan berdiri tegak kedua kaki tutup rapat dan kedua lengan lurus di samping badan. Luruskan dan angkat kaki kanan sambil meluruskan lengan kiri ke atas, sedangkan lengan kanan ke samping kanan. Kembali ke posisi semula dan ulangi sesuai kemampuan. Setelah itu, lakukan juga pada arah kebalikan dengan cara yang sama.


JENDELA

Minggu Wage, 14 Februari 2016

Resensi Buku

Generasi Baru Penulis Bali Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Pulang : Ni Made Fina Pradnyani Pratiwi : Madyapadma Journalist Park : 2015 : 60 halaman

MEMBACA karya-karya anak muda Bali, memang memerlukan cara membaca, juga cara berpikir yang berbeda. Ni Made Fina Pradnyani Pratiwi mencoba menawarkan cara berpikir yang berbeda, lewat novel sederhana ini Fina, yang sempat menjadi Pemimpin Umum Jurnalistik di sekolahnya mampu memahami bahwa menulis adalah sebuah ruang sendiri yang harus diberikan tempat. Gadis kelahiran 30 Agustus 1998 ini mencoba menghadirkan tokohtokoh dengan sederhana dan rapi. Tokoh-tokoh dalam novel ini memang masih belum berkembang dengan baik dan kokoh. Bahasabahasa “slank” dan gaul memang perlu disunting lebih ketat lagi. Tema cerita juga belum berkembang, masih seputar masalah di sekitarnya. Tetapi novel kecil ini memang harus diapresiasi dengan baik untuk memberi ruang pada generasi muda untuk memulai menulis. Di tengah hiruk-pikuk gawai, tentu sebuah keharuan, ada siswi SMA yang mencoba menulis sebuah buku. Sederhana tetapi memiliki harapan yang besar, bagi kelanjutan sastra di Bali. Hal inilah yang patut kita hargai, semoga akan lahir karya-karya berikutnya dari Fina. (osi)

Tata Ruang Pembangunan Bali Judul Buku : Tantangan Tata Ruang Bali Penulis : Jurnal Kajian Bali Penerbit : Universitas Udayana Tahun : 2012 Tebal : 210 halaman DALAM satu dekade permasalahan paling besar bagi perkembangan dan pengembangan sebuah kota adalah tata ruang. Masalah peraturan tata ruang dalam pembangunan Bali saat ini menjadi salah satu topik dominan di Bali. Seperti halnya daerah lain di Indonesia, Bali pun wajib menyusun peraturan daerah yang dikenal dengan ‘rencana tata ruang wilayah provinsi’ atau RTRWP Bali. Selain itu penetapan RTRWP menjadi sangat mendesak karena percepatan pembangunan di Bali, terutama di daerah Bali Selatan, seperti tidak terbendung. Untuk mencegah berbagai masalah dan dampak pembangunan, ketentuan utama yang mengatur pembangunan harus segera ditetapkan. Jurnal Kajian Bali edisi ini menampilkan delapan tulisan yang secara khusus menyoroti masalah pembangunan dan tantangan penataan ruang di Bali. Yang penting disimak adalah kontribusi dari Alexander R. Cuthbert, Emeritus Professor, Planning and Urban Develodment The University of New South Wales, Australia. Tulisannya mengkaji secara kritis isu-isu kunci serta metode solusi dalam pembangunan Bali. Artikel ini sangat komprehensif untuk memahami masalah dan solusi dalam pembangunan Bali. (osi)

CERPEN

5

Penari Ombak Oleh Putera Manuaba

Senja itu begitu artistik. Gumpalan embun menyembul bagaikan lukisan purba. Menggelayut di tangkai langit pantai Kuta. Ombak menerjang karang. Menggulung-gulung. Membuih putih. Membias ke tepian pantai. Pasir menyambut dan merangkul dalam bisikan mesra. Tersisa garis-garis lengkung air membasah. Hanya sesaat. Lalu mengering kembali. Desir angin menyibak gundukan pasir. Menebar ke alam lepas. Hamparan pasir di pantai Kuta amat indah. Dibalut tirai sunset. Namun, senja itu, gairah gelombang laut di pantai itu nampak ganas. Tak seperti biasanya. Gelombang misteri sulit diterka. Ibarat hamparan padang kehidupan. Tapi, para turis, tetap saja menyemut. Menjemur tubuhnya berlama-lama hingga larut malam, agar kulitnya sawo matang. Dan payung alam begitu didamba, janjikan keteduhan hati. Itulah dunia laut. Dunia misteri. Dunia yang tak terucap. Dunia yang kerap punya kekuatan menyingkap tabir batin. Beralaskan hamparan air tak berujung. *** Di kejauhan, mentari merah merona. Malu-malu. Merasuk keperaduan. Titik bayangan bergerak diombang-ambingkan kuasa ombak. Terkadang ombak tak terlalu mengganas. Namun, deru gemuruhnya membangkitkan kengerian siapa saja yang melihat. Kecuali si anak pantai yang sudah biasa hidup di laut. Ketika titik hitam itu makin mendekat dan mendekat. Tersembul sang peselancar yang bergulat dengan laut. Ibarat tarian ombak. Ia jatuh-bangun dalam gempuran laut yang dahsyat. Terkadang ombak menghempaskan tubuhnya. Terkadang terpental. Membentur karang. Begitu indahnya menapaki irama gemuruh dan landainya ombak. Seiring gelombang ombak, sosok itu nampak begitu gigih. Ibarat hidup. Berirama jatuh-bangun. Dan tiba-tiba. Sungguh mengagetkan! Gelombang besar, seperti gunung runtuh. Menerjang tubuh sang peselancar dengan dahsyatnya. Tubuhnya ditelan gumpalan ombak besar. Ia tersungkur. Tergulung ombak. *** Aku yang menonton kaget setengah mati. Pemandangan itu sungguh spektakuler. Luar biasa. Fantastis. Menyaksikan kejadian itu, aku serasa tak percaya. Aku ternganga! Apakah ini mimpi?! Banyak turis yang kebetulan tengah bersantai, turut menyaksikan peristiwa itu. Semua mendekat ke laut. Menghampiri bibir pantai, sampai batas terdekat dengan air laut. Para pengaman pantai pun bergegas. Memacu papan selancarnya menerjang gelombang menuju tengah laut. Mentari kian tenggelam. Pencarian sang peselancar yang tergulung ombak belum juga membuahkan hasil. Mungkinkah ia masih hidup atau sudah mati? Para penyelamat pantai itu pun kembali dengan tangan hampa. Meski sudah berpengalaman menyelamatkan orang di laut. Namun, kali ini. ia nampak pasrah. Berserah kepada Hyang Kuasa. Semua orang bertanya-tanya. Siapa gerangan sang peselancar itu? Dan di tengah gemuruh ombak, apakah ia masih hidup atau telah mati? Seorang turis asing yang baru lewat bertanya berkali-kali kepada orang-orang yang bergerombol: “What event?” tanya bule itu dengan raut muka penasaran. Seseorang menjawab “I don’t know”. Mendengar jawaban itu, turis asing itu lalu melenggang, meniti pantai berpasir ke ujung pantai. Aku masih tertegun, sembari memandang ke laut dari keteduhan pohon waru. Aku melihat dengan mata kepala sendiri tentang kegigihan sang peselancar berjuang di tengah laut yang ganas. Keberaniannya mengurai dan mengarungi samudera, sungguh mengagumkan.

Patut disanjung! Juga ketabahannya di tengah laut. Ia seperti tak memiliki rasa takut. Seperti menerima saja apa saja yang terjadi di laut. Agaknya, termasuk petaka pun, ia seperti menikmatinya. Dengan bersahaja. *** Sesaat aku tertegun. Namun tibatiba saja aku dikagetkan oleh tepukan di pundakku. Refleks aku menoleh ke belakang. Saat itu aku langsung beradu pandang dengan seorang ibu tua yang membawa gendongan peralatan pijat. Ia kelihatan tenang saja. Dan tak khawatir melihat kejadian itu. Sepertinya ia sudah sering menyaksikan kejadian itu. Sementara bagiku, itu adalah kejadian yang sungguh dramatis dan tragis. “Sudahlah, nggak usah heran, Nak. Ia pasti kembali. Pasti kembali. Yakinlah!” kata ibu tua itu penuh keyakinan. Aku menatap ibu tua itu penuh tanya. Kok ibu itu begitu tenang? Tanpa aku minta, ibu tua itu meneruskan bercerita panjang-lebar tentang sang peselancar yang baru saja mengalami kejadian di gulung ombak. “Dulu juga ia hilang dua hari di laut, namun akhirnya kembali lagi. Pernah juga ia dinyatakan hilang tiga hari, dan akhirnya juga kembali.” katanya kepadaku serasa ingin menenangkan kegundahan hatiku. Dalam hati, aku bertanya-tanya dan seakan sulit percaya. Dua hari? Tiga hari? Lalu apakah ia tak lapar? tanyaku dalam hati. Aku merenungkan kata-kata ibu tua itu. Sesaat ia terdiam. Dan Ibu tua melanjutkan lagi kata-katanya: “Sepertinya laut sudah menjadi dunianya. Laut menjadi sahabatnya. Betapa pun garangnya laut, ia pasti bisa mengatasinya. Dan, sepertinya laut tak pernah membahayakan jiwanya. Malah laut memberi banyak pelajaran. Tentang ketabahan! Tentang keberanian! Tentang keuletan! Tentang ketahanan! Tentang dinamika! Tentang ketenangan! Tentang keteduhan! Dan tentang kebahagiaan!” Sampai di situ, ibu tua itu berhenti bicara, sambil melirik ke arahku. Ia membenahi peralatan pijatnya, kemudian digendongnya kembali. Aku melihat, ibu tua itu juga bersahabat dengan laut. Meski ia tak pernah mengatakannya. Pantai dan laut telah menjadi rumah kedua. Di situ ia menjadi pemijat dengan imbalan seikhlasnya dari para tamu. Dari sanalah ia menyambung hidup. Dan ibu tua itu juga bersahabat dekat dengan sang peselancar. Dan mungkin tak sekedar bersahabat, seperti yang diakuinya. Perjumpaan ibu tua dengan sang peselancar yang begitu sering, membuat hubungan mereka seperti ibu dan anak. “Sesungguhnya sang peselancar itu sudah seperti anakku sendiri, Nak. Ibu tak berbohong. Sungguh. Namun, meski demikian, ia memang tipe orang yang keras pendirian dan ingin memaknai hidup dengan caranya sendiri. Ibu sendiri tak berani menentangnya. Jangankan menentangnya. Menasihati saja ibu tak berani.” lanjut ibu tua, dengan wajah kagum pada sang peselancar yang sudah dianggapnya anak sendiri. Aroma dingin sungguh terasa. Desir angin menyambut mesra. Orang-orang yang tadinya bergerombol, satu per satu meninggalkan pantai. Turis-turis asing juga berkemas kembali ke hotelnya. Ibu tua melenggang pulang. Begitulah kebiasaan ibu tua itu setiap harinya. Tinggal aku sendiri yang mencoba bertahan. Bertahan. Entah sampai berapa lama. Hingga tengah malam, aku tak melihat ada tanda apa-apa. Hanya laut yang makin gulita dan misteri. Sampai tengah malam aku menunggu, juga tak ada apa-apa. Akhirnya, terpaksa kuputuskan meninggalkan pantai yang gulita itu. Pulang ke penginapan Bakungsari dekat pantai Kuta. *** Di tengah laut, tanpa diketahui

siapapun, ketika orang sudah terlelap dan meringkuk di pembaringan, di kegelapan laut sang peselancar masih bergulat sekuat tenaga. Anehnya, ia amat menikmati pergulatan itu. Ia jatuh-bangun. Namun ia tak pernah menyerah oleh gempuran gelombang. Ombak yang menari-nari. Dalam pergulatan itu, justru terkadang ombak dirasakannya tak selalu menggempur. Terkadang membelai, mengusungnya, dalam tarian ombak. Sebagai peselancar, semua itu adalah karunia. Saat yang membahagiakan, mengharukan, dan sekaligus mengkhawatirkan. Tapi, keteguhan dirinya selaku sang peselancar, menjadikan yakin ombak tak bakal menelannya dengan sia-sia. Gempurangempuran ombak yang dialami sang peselancar adalah suatu perjalanan panjang. Sang peselancar tak pernah merasa hidupnya terancam. Ia mensyukuri dan bahkan menikmati betul. Sepanjang malam, ia bergumul dengan ombak. Ia berjuang untuk bisa sampai ke pantai. Ia yakin, gulungan ombak itu dapat dikalahkan. Sampai ke pantai dengan kondisi ombak yang mengganas seperti itu. Bagi sang peselancar, hal itu merupakan prestasi besar. Juga sebuah tantangan. Sebenarnya, perut sang peselancar sudah terasa lapar. Tapi tak dirasakannya lagi. Semangatnya untuk sampai di tepian pantai Kuta, telah menghapus rasa laparnya. Ia merasakan bagai mimpi. Ombak menerjang dirinya. Melemparkan ke kedalaman laut. Tubuhnya tercebur sampai batas karang laut. Sekilas ia menyaksikan panorama laut yang indah, yang dihiasai tumbuhan laut warna-warni. Di kedalaman ia bergumul dengan ikan, yang juga hendak menerkamnya. Ia berjuang untuk menyelamatkan terkaman ikan-ikan besar. Ia yakin, jika ikan berhasil menangkapnya, tubuhnya akan menjadi santapan empuk ikan-ikan liar. Ia mengayunkan selancarnya. Papan selancar yang dibawanya, menari-nari di laut. Begitu indahnya. Tariannya seperti menebar energi panas. Dan ikan-ikan besar yang siap menerkamnya, tiba-tiba membalikkan badannya. Melenggang. Lalu menjauh. Dengan kekuatan tekad, semangat, dan kelihaiannya memakai selancar, ia terbebas dari ancaman ikan-ikan besar. Ia menyembul di permukaan laut. Dan, tiba-tiba, begitu nongol langsung diterpa ombak besar. Ia kembali terjerembab. Ia berusaha lagi. Sekuat tenaga. Segerombolan ikan kembali menghadangnya. Tubuh sang peselancar seperti jadi harapan ikan-ikan besar. Ikan-ikan itu makin mendekat. Sang peselancar kembali berjuang menyelamatkan dirinya dari serangan ikan-ikan besar yang siap memangsanya. Ia sempat bergulat dengan ikan-ikan besar itu, dengan sekuat tenaga. Dan akhirnya, ia pun kembali lolos dari terkaman ikan. Ia memacu selancarnya menjauh dari kepungan ikan-ikan besar. Tubuhnya melesat seperti kilatan petir. Melesat. *** Ketika ikan-ikan besar ditinggal di kejauhan, ombak kembali menghantamnya. Ia terpelanting. Secara refleks ia memasang selancarnya lagi. Ia berusaha dapat selamat dari gempuran ombak laut yang menerjangnya. Ombak makin menggulung badannya. Ia dihantam kanan kiri. Secepatnya sang peselancarmengayunkan papan selancarnya, seperti tarian dahsyat. Ia juga tak lupa memohon kekuatan Sang Kuasa. Sesaat kemudian ombak seperti menjauh. Menjauh. Seperti membiarkan dirinya untuk menata nafasnya yang tinggal segaris. Tersengal-sengal. Kali ini sang peselancar dapat bernafas lega. Laut dia biarkan seperti mengatur dirinya. Bahkan sang peselancar merasakan laut menggelar

permadani panjang sepanjang laut tiada bertepi untuk dirinya. Begitu indahnya. Begitu anggunnya. *** Ketika itu ia merasakan betapa indahnya laut. Begitu mesranya laut. Ia merasakan laut menjelma menjadi sosok bidadari. Di laut, bidadari itu seperti memanjakannya. Belaiannya membuatnya kasmaran. Setelah ia mengusap matanya, sungguh membuatnya kaget. Ia melihat bayangan bidadari ada di tengah laut. Begitu cantiknya. Ia terheran-heran. Bidadari makin mendekat. Mendekat. Ia lalu saling berpelukan. Sang bidadari melenguh. Lalu mereka bercinta dalam pusaran laut. Begitu romantisnya, di atas laut yang sunyi dan sepi, diiringi irama ombak. Malam gulita. Deburan ombak mengganas. Berlalu bersama angin, gone with the wind! Ombak berubah jadi air biru jernih, menghampar dalam luasnya samudera. Selaksa hamparan permadani alam yang tiada terlukiskan. Sang peselancar merasakan kedamaian yang tiada tara. Laut begitu memanjakan dirinya. Bahkan mungkin menganggapnya seperti Raja Diraja. Sang peselancar merasa mendapatkan arti terdalam dari laut. Saat itu pula ia tiba-tiba teringat kisah Dewaruci, saat Bima Sakti yang mencari air amerta di laut, bergulat dengan naga besar yang begitu ganas. *** Pagi menyongsong. Sang peselancar merasakan kehangatan di tubuhnya. Nampak mentari menyembul di ufuk Timur. Panah-panah cahaya menembus sekujur badannya. Seperti Rsi Bisma di akhir hidupnya, menjemput ajal dalam berondongan panah-panah. Tapi, sang peselancar sadar, ia bukan Rsi Bisma yang tengah menunggu ajal. Tapi justru sebaliknya. Ia tengah dipanah cahaya mentari yang memberinya energi baru. Energi kehidupan. Energi yang membuatnya hidup makin bergairah! Makin menantang! Makin bermakna! Dan sang peselancar telah merasakan makna terdalam dari inti kehidupan laut itu. Ia merasakan makna hidup, dengan profesinya sebagai peselancar. Ia begitu mensyukuri. Merasakan yang tak terkatakan. Seperti belaian bidadari ketika ia bergulat di tengah laut. *** Pagi menyingsing. Semua orang di Pantai Kuta menyaksikan peristiwa mengambangnya papan selancar yang di atasnya membawa sang peselancar. Laut seperti mengusungnya penuh hati-hati ke tepian Pantai Kuta. Dan buih-buih yang membias ke tepian, mengiringi papan selancar memapah sang peselancar di atasnya. Seperti sebuah keranda seorang pahlawan yang diusung para prajurit. Makin dekat, dan makin dekat. Dan akhirnya, terhenti di garis lukisan purba Pantai Kuta. Sesekali papan selancar itu digoyanggoyang, disentuh-sentuh ayunan air laut. Satu per satu, bergantian. Begitu mesra. Orang-orang memandang sang peselancar dengan perasaannya masingmasing. Pandangan yang penuh tanya. Semua terdiam. Tak berkata-kata apaapa. Pelan-pelan mereka mendekati papan selancar dan mengusung sang peselancar ke pinggiran pantai yang tepatnya berada di bawah pohon waru yang teduh. Dalam wajahnya yang diam, tersungging senyum. Sebuah senyum alami. Namun, matanya terpejam dan tiada berkatakata. Tiada berbisik. Sunyi. *** Angin pantai kembali berembus. Bertiup kencang. Kian bergairah. Menyedot daratan. Ombak bergulung-gulung. Membentur karang. Pecah menjadi panah-panah air. Gulungan ombak, mengayun. Seperti tarian ombak, yang indah dan dahsyat.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Khamidi

W.G. Sumarta

Windhu Segara

Adi Wiryadarma

GAB Sanjaya


DIMENSI

6 ramalan

bintang

Capricorn Peruntungan: Bintang penyakit yang muncul di minggu ini jika tidak bisa mengantisipasi sendiri maka sia-sialah perjuangan Anda selama ini karena tidak mendapatkan buah manis malah yang muncul adalah buah kekecewaan yang cukup mendalam. Karier: Jangan mudah percaya dengan ucapan orang sebelum melihat buktinya sendiri. Kesehatan: Terkadang dengan tertawa akan membuat pikiran menjadi rileks dan membuat hati senang, sehingga bisa untuk mengusir kepenatan karena urusan pekerjaan. Keuangan: Tak perlu pilih-pilih order, jika merasa mampu sebaiknya diterima saja. Asmara: Jangan suka mengkritik nya dengan kata-kata yang bisa menyakiti hatinya, karena itu akan menjadi bumerang buat Anda sendiri. Aquarius Peruntungan: Bila dirasa oke, yakin saja dalam mKeremperjuangkannya. Tak perlu ragu-ragu agar kesempatan baik yang sudah di pelupuk mata tak terlewatkan dan pengalaman pahit di masa lalu hendaknya dijadikan cermin bukan sebagai trauma. Karier: Bekerjalah dengan semangat karena minggu ini peruntungan Anda cukup bagus. Kesehatan: Makan dan istirahatlah yang teratur dan jauhkan dari begadang sampai larut malam. Keuangan: Bersikaplah fleksibel terhadap kemauan pasar yang sering berubah-ubah. Agar tetap bisa mendapatkan peluang dan celah untuk dapat ditindaklanjuti. Asmara: Buat apa mempermasalahkan persoalan yang sulit untuk diselesaikan dalam waktu yang singkat, bukankah lebih baik bermesra-mesraan saja. Pisces Peruntungan: Percayalah akan saran dari orang terdekat, karena di saat seperti ini Anda butuh masukan penting dari orang yang benar-benar bermaksud tulus dengan Anda. Di Minggu ini masih ada celah yang bisa dimanfaatkan asal Anda lebih jeli dalam melihat peluang yang ada. Karier: Hilangkan dulu segala rasa curiga, karena itu tidak akan menolong justru akan membikin segalanya menjadi bertambah runyam saja. Kesehatan: Walaupun mata masih terasa ngantuk dan malas untuk bangun pagi. Akan tetapi, demi kondisi badan agar selalu sehat dan prima maka bangunlah dan laksanakan olahraga ringan semisal lari-lari kecil ataupun senam. Keuangan: Semua rencana dan bisnis Anda dapat berjalan lancar dan hampir tidak ada hambatan yang berarti. Asmara: Bersabarlah jangan cepat ambil keputusan penting dulu, karena sesal akhir tiada gunanya. Aries Peruntungan: Sebenarnya semuanya sudah dapat diatasi, asalkan tidak sembrono dalam mengambil tindakan dan mengurus pekerjaan di dalam Minggu ini memang tidak boleh diremehkan. Karier: Prestasi kerjanya harus ditingkatkan dan servisnya diperbarui agar kesan baik selalu milik Anda. Kesehatan: Tak perlu minum obat jika memang tak terlalu berat, coba saja lakukan pemijatan urat itu akan cukup berkhasiat untuk memulihkan kondisi badan Anda. Keuangan: Berhati-hatilah di Minggu ini semua tak semudah seperti yang Anda bayangkan. Asmara: Tetaplah mengalah agar masalah tidak semakin rumit dan sadarlah bila si dia marah-marah itu berarti sangat asmara dan sayang pada Anda. Taurus Peruntungan: Minggu ini saatnya bagi Anda untuk melaksanakan segala rencana yang telah dipersiapkan, namun jangan keasikan sampai melupakan janji bertemu dengan orang lain. Karier: Jangan asal bicara tanpa pikir panjang, waspadalah. Kesehatan: Jangan lupa untuk mengatur waktu makan dan istirahat yang benar. Olahraga kecil baik dilakukan untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuh. Keuangan: Income di Minggu ini sangat bagus. Tentunya ini terpulang dari usaha Anda selama ini. Asmara: Kini ada harapan untuk mencari simpatinya. Gemini Peruntungan: Jangan disia-siakan waktu baik dalam minggu ini karena ada bintang penolong yang bisa merubah jalan hidup Anda menjadi meningkat sesuai harapan Anda dan inilah saat yang pas sekali bila benar-benar diperjuangkan. Karier: Hanya dengan keyakinan maka semua yang tak mungkin bisa menjadi mungkin. Kesehatan: Gangguan muncul akibat rasa penat yang berlebihan. Jaga agar hal ini jangan sampai terjadi dengan banyak mengkonsumsi buah-buahan yang segar. Keuangan: Masih banyak masalah yang harus diselesaikan dengan uang. Atur dan pertimbangkan masak- masak sebelum segala sesuatunya Anda mulai. Asmara: Jangan segan-segan untuk saling mengkritik jika memang benar, semua ini demi asmara yang tulus. Cancer Peruntungan: Sekalipun dalam minggu ini bintang Anda suram, namun apa salahnya jika tidak menyia-nyiakan peluang yang terbuka, asalkan dijalankan dengan santai tanpa ambisi serta selalu eling dan mau menerima apa adanya saja. Karier: Masih ada harapan bagi Anda untuk bisa mendekati atasan. Kesehatan: Jaga agar tubuh jangan sampai terlalu capai. Kepenatan yang berlebihan bisa merupakan pintu masuk segala macam penyakit. Keuangan: Tak perlu berputus asa sebaiknya singkirkan dulu keinginan untuk bersaing, terlalu mahal biayanya. Asmara: Kalau tetap tidak ada yang mau mengalah, maka sulit sekali hubungan ini akan terasa menyenangkan dan membahagiakan.

MIMBAR AGAMA

Manisnya Buah Kesabaran

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang - terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (Sambil mengucapkan): ‘Selamat sejahtera atasmu, karena kesabaranmu.’ Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.” (Q.S. ar-Ra’d [13]: 24). Semoga kita semua kelak di akhirat menerima ucapan selamat dari para malaikat sebagaimana disebutkan pada ayat di atas. Amin. Sabar dalam perspektif Al Qur’an, tidak semata-mata menahan amarah dan menghindari ketergesaan. Sabar juga bermakna gigih, tekun dan konsisten (istiqomah). “Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu (Q.S. al-Qalam [68]: 48).” “Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.” (Q.S. al-Insan [76]: 24). Dua ayat tersebut jelas menegaskan betapa sabar dan kesabaran itu begitu dinamis. Sedangkan dua ayat berikut ini juga menegaskan kesan yang sama. “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu” (Q.S. Ali Imran [3]: 200). Maka bersabarlah kamu den-

gan sabar yang Begitulah, ujian baik.” ( al-Ma’aarij Redaktur bagi orang-orang [70]: 5). Kata AshKhusus yang beriman, buShabur yang terdiri kan saja berupa dari huruf shaad, peristiwa-peristiMIMBAR baa dan yaa, wa tertentu yang ISLAM maknanya difamenyedihkan dan hami sebagai memenyulitkan, yang H. Kusnadi Musthofa nahan dan ketingmesti dihadapi gian sesuatu. “Dan dengan sabar, juga adapun orangmesti menghadapi orang yang takut kepada kebesa- sikap dan perilaku orang-orang ran Tuhannya dan menahan diri yang mengingkari kebenaran. “Dan dari keinginan hawa nafsunya, kami jadikan sebahagian kamu maka sesungguhnya syurgalah cobaan bagi sebahagian yang lain. tempat tinggal(nya).” (an-Naaziat Maukah kamu bersabar?; dan ada[79]: 40-41). lah Tuhanmu maha Melihat.” (Q.S. Di dalam Al Qur’an tidak ada al-Furqaan [25]: 20). kata Shabur yang merujuk kepaTentu bisa dipahami apabila da Allah SWT. Kendati begitu ter- Rasulullah SAW bersabda bahwa dapat lebih dari seratus kata yang orang mukmin itu mempesona, seakar dengan kata yang terdiri “Manakala menerima ujian yang dari huruf shaad, baa dan yaa itu menyedihkan mereka bersabar, di dalam Al Qur’an yang intinya itu baik. Dan apabila menerima memerintahkan dan memuji ka- ujian yang menyenangkan, merlangan hamba-hamba-Nya yang eka bersyukur, itu pun baik.”, sabar dalam kehidupan di dunia sabda beliau. ini. Dan kelak, bagi mereka yang Betapapun sejatinya kita tidak ingkar, bersabar atau tidak, sama mampu bersabar dan tidak memisaja bagi mereka. “Masuklah liki kesabaran, kecuali dengan kamu ke dalamnya (neraka), pertolongan-Nya. “Bersabarlah maka baik kamu bersabar atau (hai Muhammad) dan tiadalah ketidak, sama saja bagi kamu.” ( sabaranmu itu melainkan dengan Q.S. ath-Thuur [52]: 16). pertolongan Allah dan janganlah Bersikap sabar, sebagaimana kamu bersedih hati terhadap perbuatan baik lainnya, wajar (kekafiran) mereka dan janganlah apabila terdapat kendala dalam kamu bersempit dada terhadap apa mewujudkan sikap yang mulia itu, yang mereka tipu dayakan.” (Q.S. baik kendala yang datang dari diri an-Nahl [16]: 127). sendiri maupun orang lain. TerkaAgar kita dapat menggapai dang sementara orang malah men- pertolongan-Nya, Allah SWT menertawakan, bahkan mencemooh gaitkan kata sabar dengan shalat. manakala ada seseorang yang Sabar nampaknya sangat diperberusaha untuk bersikap sabar. lukan, baik di dalam maupun di “Bersabarlah atas segala apa luar shalat. “Bonusnya” antara lain yang mereka katakan” (Q.S. Shaad adalah Dia menyertai dan mencin[38]: 17). “Sesungguhnya hanya tai orang-orang yang bersabar. orang-orang yang bersabarlah yang Karenanya, ikhtiar dan doa dicukupkan pahala mereka tanpa agar kita bisa bersabar adalah batas.” (Q.S. az-Zumar [39]: 10). suatu kegiatan rutin yang terus

Libra Peruntungan: Jangan bangga dan puas dulu dengan apa yang telah diraih selama ini, kalau sekedar bersyukur itu memang penting sekali, akan tetapi dengan catatan prestasi tidak boleh menurun apalagi sampai drop karena untuk masa kedepannya akan sangat sulit sekali untuk bisa bangkit kembali. Karier: Pertahankan posisi Karier Anda yang sudah semakin mantap ini. Kesehatan: Pikiran harus tetap tenang dan dingin walaupun hati terasa panas. Cobalah Anda bekerja sedikit lebih rileks sehingga pikiran terhindarkan dari ketegangan, yang tentu saja itu akan berdampak langsung dengan kesehatan Anda. Keuangan: Sesuaikan dengan anggaran yang akan Anda belanjakan, jangan sampai Anda pusing di Minggu ini hanya karena Anda ceroboh dalam membeli segala sesuatunya. Asmara: Masih ada waktu untuk merubah sikap yang kurang disukainya itu.

- menerus perlu kita lakukan dalam menapaki kehidupan di dunia yang sementara ini, apabila memang diri kita serius meraih kehidupan yang baik di dunia maupun di akhirat nanti. Suatu hal yang mesti kita sadari bahwa sabar, adalah suatu sikap mendasar yag mesti diutamakan oleh setiap orang yang beriman. Jangan berkecil hati manakala belum mampu bersikap sabar sebagaimana mestinya. Namun tetaplah optimis seraya tetap berusaha dan berdoa agar diri kita dianuegrahi kesabaran. “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).” (Q.S. alA’raaf [7]: 126). Di antara ikhtiar yang perlu kita lakukan dalam meraih kesabaran itu adalah terusmenerus melakukan kegiatan ta’lim (menuntut ilmu). “Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”(Q.S. alKahfi [18]: 68). Seiring dengan bertambahnya ilmu, maka insya Allah, Dia akan menambah anugerah sikap sabar kepada diri kita. Dengan bertambahnya kesabaran dalam diri kita, maka Dia pun akan menganugerahkan sifat-sifat yang baik bagi diri kita yang bersungguh-sungguh ingin meraih kehidupan yang baik di dunia ini dan di akhirat nanti. “Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (Q.S. Fushilat [41]: 35.

Empat Kasus Kematian Tidak Wajar Belum Terungkap

Denpasar (Bali Post)Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah mencatat, ada empat kasus kematian tidak wajar yang belum terungkap. Dari alat bukti-bukti fisik semua kasus tersebut adalah pembunuhan. Sampai saat ini kasus tersebut belum terungkap lantaran bukti dan saksi sedikit dan bahkan tidak ada. Kepala Bagian SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr. Ida Bagus Putu Alit, Sp.F., DFM., Jumat (12/2) lalu mengatakan, empat kasus kematian tidak wajar yang belum terungkap itu sampai saat ini belum ada pelakunya. Di antaranya, kematian seorang wanita WNA asal Italia yang dibunuh dengan

cara dicekik. Kejadian sudah lama sekitar belasan tahun yang lalu. Jenazah tersebut telah dilakukan autopsi. “Pada waktu itu, dokter Italia juga datang ke sini (Forensik RSUP Sanglah),” katanya. Kasus kematian tidak wajar yang kedua adalah seorang lakilaki yang dibunuh saat pergi ke pura di Mengwi, Badung. Korban dibunuh dengan pistol listrik karena ditemukan luka tersengat listrik. “Tepatnya, gambaran lukanya sesuai dengan tongkat kejut,” ujarnya. Kasus ketiga adalah kasus pasien Ashram Ratu Bagus, Desa Muncan, Selat, Karangasem bernama I Ketut Sukarma yang ditemu-

PERMATA HATI

Leo Peruntungan: Untuk apa mengikuti kata hati yang lagi panas, lebih baik usahakan semuanya bisa senyum walaupun beban dan persoalan Anda yang rumit masih terus menghantuinya. Karier: Selama atasan masih percaya dengan diri Anda sebaiknya Anda tak perlu mendengarkan omongan rekan-rekan yang tampak memojokkan. Kesehatan: Kondisi badan tampak mensupport langkah Anda, namun demikian jangan ulangi kebisaaan buruk yang telah berhasil ditinggalkan. Keuangan: Dukungan sumber dana lumayan baik, malah kalau Anda cermat bisa menyisihkan sebagian untuk antisipasi perkembangan berikutnya. Asmara: Jika masih memendam rasa saat inilah yang tepat untuk menjalin lagi hubungan asmaranya. Virgo Peruntungan: Cobalah untuk lebih sabar dan tidak tergesa-gesa mengambil keputusan penting di Minggu ini karena masih ada waktu bagi Anda untuk berpikir lebih jernih dan tenang. Karier: Jangan berambisi dulu kalau akhirnya hanya akan menuntun Anda kedalam kehancuran saja. Kesehatan: Jaga kondisi badan agar tetap fit dengan terus berolahraga walaupun yang ringan-ringan saja. Keuangan: Selesaikan semua kewajiban lama, apalagi di Minggu ini sudah ada dana untuk semua itu. Asmara: Sudah wataknya begitu kalau lagi emosi terkadang bicaranya sulit terkontrol, lalu buat apa Terlalu dimasukkan hati.

Minggu Wage, 14 Februari 2016

Putu Natasha Ananda Pertiwi, putri pertama dari pasangan A.A. Kade Hendra Dwipayana dengan Ni Luh Dika Pertiwi, merayakan tiga bulanan pada 9 Februari 2016 di rumah keluarga di Banjar Tua, Desa Tua, Marga. Suksesnya upacara nyambutin ini tak lepas dari dukungan semua keluarga. Atas kehadiran dan bantuannya, kami ucapkan terima kasih.

kan tewas tergantung di jembatan kecil sebelah selatan Ashram, Juni 2014. “Pada kasus ini, ada kekerasan dulu baru digantung,” ujarnya. Kematian seorang balita Ni Kadek Candradinata (13 bulan) yang ditemukan tak bernyawa di saluran air sekitar Jalan Raya Sidemen – Klungkung, tepatnya di Dusun Iseh, Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen, Karangasem juga masih misterius. Pada kasus ini, saksi dan bukti sangat sedikit sedangkan bukti fisik menunjukkan bahwa balita malang itu dibunuh. Menurut Putu Alit, saat di pengadilan diperlukan lima alat bukti. Yaitu, keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk,

dan keterangan terdakwa. Yang bisa diberikan oleh kedokteran forensik hanya tiga alat bukti, berupa keterangan surat, visum, dan petunjuk. Sementara hakim dalam memutuskan suatu perkara, membutuhkan minimal dua alat bukti. “Sesungguhnya dengan visum saja sudah dapat memutuskan, namun dari 4 kasus di atas belum ditemukan tersangkanya,” katanya. Jika dilihat kasus kriminal secara internasional, kasus yang tidak terungkap adalah crime without victim (kriminal tanpa korban) karena pelaku menghilangkan korban. “Jadi korban tidak teridentifikasi sehingga kasus tidak terungkap,” ujarnya. (kmb42)

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

Kadek Alenka Putri Karnaedi, Jumat (12/2) merayakan ulang tahun yang pertama. Semoga sehat selalu, panjang umur dan murah rezeki

Scorpio Peruntungan: Apa mau di kata kalau kenyataan yang ada itu ternyata jauh dari perkiraan semula, tak perlu disesali secara berlebihan, jadikan ini sebuah pelajaran yang mahal harganya, sehingga untuk kedepannya nanti bisa melangkah lebih baik lagi. Karier: Terus bina hubungan yang baik dengan klien Anda, jangan sampai meremehkannya. Kesehatan: Kondisi badan Anda masih rentan terhadap penyakit, mintalah nasehat dokter untuk mengantisipasinya dan patuhilah. Keuangan: Hambatan takkan menjadi kendala berat karena bisa diatasi dan pemasukan mengalir seperti yang diharapkan. Asmara: Buat apa mengingat kenangan kelabu di masa lalu yang hanya akan mempengaruhi suasana yang seharusnya bisa tenang itu. Sagitarius Peruntungan: Tak perlu pesimis dulu karena di Minggu ini masih ada dorongan positif yang bisa diandalkan untuk lebih memacu hasil yang lebih baik daripada minggu–minggu kemarin. Karier: Tingkatkan motivasi diri sehingga bisa memanfaatkan kesempatan yang ada dan tak sampai terbuang percuma. Kesehatan: Hindari udara malam yang kurang bersahabat terhadap kondisi badan Anda. Keuangan: Terkoreksi positif, beberapa sumber Diasuh Oleh yang tak diduga ternyata mendatangkan Putri Wong Kam Fu hasil. Asmara: Usahakan untuk berbicara Berlaku yang lemah lembut tak perlu dengan kata14 - 20 Februari 2016 kata keras apalagi kasar.

Ni Kadek Kanaya Alesia Yamasari, Kanaya, merayakan tiga bulanan atau nyambutin pada Selasa Wage, 9 Februari 2016. Upacara putri pertama pasangan I Nyoman Adi Sutrawan dengan Ni Wayan Eka Widayanti ini dilaksanakan di rumah keluarga Banjar Pande Mas, Kamasan, Klungkung. Terima kasih kepada semua keluarga atas kehadiran serta doa dan bantuannya sehingga acara berjalan dengan lancar.

Saya Cokorda Bagus Dipa Rajendra Pemayun, sering dipanggil Cok Bagus alias Cok Jo, lahir 14 Februari 2011. Asal dari Puri Madangan Gianyar, tetapi tinggal di Br. Kertalangu,Kesiman . Ajung bernama Cok Dimas, sedangkan ibu, Gung Ayu Dian Saraswati. Hobi Cok Jo foto-foto, siapa tahu besarnya jadi artis model. Sekarang Cok Jo kelas 0 kecil TK Saraswati 3 Tohpati. Cita-cita jadi dokter seperti kakek, Cokorda Pemayun. Doakan ya teman-teman, semoga Cok Jo sukses dan menjadi orang yang berguna.


Redité Wagé, 14 Februari 2016

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

Bencingah

DODOL – Nampek rainan Galungan lan Kuningan, makatah krama ring Buléléng ngrereh utawi numbas dodol, punika mawinan krama sané madolan jagi makéh pisan makarya dodol duaning sayan nampek rainan sayan lais katumbas olih krama.

Ni Putu Suri

Madasar Sumeken NGAMARGIANG sakancan pakaryan majanten patut kadasarin manah sumeken taler lascarya. Yéning nénten kadi asapunika sinah nénten wénten pakaryan sané prasida becik kadabdabin, yadiastun wantah pakaryan sané dangan, napi malih pakaryan sané abot pisan. Sakéwanten, nénten akidik krama sané prasida becik ngamargiang pakaryan sané sujatinné sukil kamargiang, s a n gk aning manah sumeken taler lascarya ngamargiang pakaryan punika. Pikayunan sakadi punika sané kanggén dasar Ni Putu Suri. Putu Suri, mimitan Banjar Munduk Sari, Désa Pengulon, Grokgak Buléléng puniki nyabran nyanggra rainan Galungan miwah Kuningan setata makarya taler ngadol dodol ring désannyané. Pangawit dané makarya dodol, kabaosang saking dané makurenan sareng alm. Bapak Suprapto. Pakaryan sané ngaptiang bayu akas puniki kamargiang dané duaning kala punika wénten krama sané meled kakaryanang dodol. Kala punika dané ngutsahayang nagingin pangaptin krama inucap. Pamuputné ngawit warsa 80-an dané ngawit ngamargiang pakaryan sané nénten dangan punika. Kabaosang malih, kala punika dané prasida makarya dodol nyantos 6 kilo araina. Pakaryan inucap kantos mangkin setata kamargiang antuk dasar manah lascarya lan sumeken. “Sampun kalih dasa warsa tiang ngamargiang pakaryanpuniki, durung naen tiang ngrasayang pakéwuh. Tiang ngwiaktinin pisan yéning sampun makarya sangkaning manah sumeken miwah lascarya, dumogi nénten wénten piambeng taler pikobet,” baos dané makenyem. Dané maosang, galah krama ngrereh dodol majanten ngawit raina Sugihan. Kalih dasa raina sadurung Galungan, akéh taler krama rauh makta pasuhan ngaryanang dodol akilo kantos tigang kilo utawi langkungan. Yadiastun akéh ngaryanin pasuhan, dané taler makarya stok duaning sayan nampek rerainan majanten ngakéhang krama sané jagi numbas dodol ring dané. Dadosné tatkala punika dané prasida makarya dodol nyantos kalih kilo araina anggén stok. Mawinan wus rerainan Galungan lan Kuningan, dané nénten ngaryanin dodol malih, satios yéning wénten krama sané mesen sangkaning jagi ngamargiang upacara yadnya minakadi nelu bulanin miwah sané siosan. Indik ngadol dodol ka toko utawi ka warung, dané maosang sesampuné kurennyané tan kari, dané ten malih makta dodol ka genah-genah punika duaning nénten wénten sané nyarengin makta dodol maidehan. Dadosné dané wantah ngaryanin pesenan utawi pasuhan kémanten. Yadiastun asapunika, dodol sané kakaryanin dané taler kadol kantos ka Jawi duaning katumbas tur kabakta olih pagawé kapal sané singgah ring Pelabuhan Celukan Bawang. Akéh dodol sané katumbas kantos Rp 500.000 antuk pangarga Rp 1.000 asiki. “Indiké punika kantos mangkin kantun margiang tiang napkala kapal incuap rauh, sakéwanten pangrauhipun nénten prasida kajantenang. Yéning sané dumunan wau tiang nyabran abulan makarya dodol tur ngadol ring pagawé kapal sané jagi ka Kupang, sakéwanten sampun nénten malih lanturang tiang sasukat kurenan tiangé tan kari,” baos ibu saking I Gede Widiarsana, Yunik Puspareni, miwah Nyoman Setiawan puniki nyatuayang. (wan)

(14)

BPM/wan

Nyanggra Galungan lan Kuningan

Jaja Dodol Akéh Kaaptiang ring Buléléng KALEWIHAN taler “kearifan lokal” sané kadruénang krama ring soang-soang wewidangan ring Bali kapanggih ring sakancan parindikan sané masiosan ring kauripan kramané. Akéh sané ngawinang kahanan inucap, minakadi gama utawi tradisi sané sampun kamargiang para panglingsirnyané, , kahanan geografis wewidangan irika, miwah “komoditas” utawi isin gumi sané prasida becik mentik ring wewidangan inucap. Cihna sios wénten sané marupa pakaryan utawi pidabdab ring pakraman, taler wénten sané marupa piranti miwah sarana-sarana sané becik kawigunayang krama. Nénten wantah amunika duaning wénten taler sané marupa ajengan utawi jaja sané majanten wantah kapanggih ring wewidangann desa utawi genah irika kémanten.

Akéh pisan soroh ajengan sané pinaka “kearifan lokal” ring sajebag Jagat Baliné, minakadi bé betutu, saté lilit, lawar, miwah bé guling. Asapunika taler indik soroh jaja minakadi godoh, laklak, jaja uli jaja gina, sirat, jaja batun bedil, bubuh sumsum, miwah sané siosan. Sakéwanten pinaka krama Hindu-Bali, sinah ajengan miwah jaja iwau jagi akéh kapanggih ring upakara yadnya, nénten kakaryanin santukan jagi kaajeng kémanten. Minakadi bé guling sané kakaryanin ri kala makarya banten bebangkit utawi bubuh sumsum sané kakaryanin tur kadagingin ring banten nguduh napkala ngamargiang upacara Tumpek Uduh. Wénten taler jaja sané kakaryanin krama sané sampun manados tradisi nyabran 6 bulan yadiastun sujatiné nénten kapatutang ring awig miwah

sané siosan. Minakadi dodol sané kakaryanin taler kadagingin ring bebantenan olih krama Buléléng ring rainan Galungan miwah Kuningan. Sakadi sané kabaosang Ni Kadek Maharti (50), krama Banjar Bukit Sari, Désa Pengulon, Kecamatan Gerokgak, Buléléng. Kabaosang, akéhan krama ring Buléléng nagingin dodol ring banten Galungan miwah Kuningan, yadiastun sujatiné nénten kapatutang. Kabaosang malih, punika wantah gama utawi tradisi sané mentik ring pakraman sangkaning pisarat krama kémanten, nénten pinaka tata-titi saking désa irika, santukan wénten taler kapanggih krama sané nénten nagingin dodol ring bantennyané duaning nénten madué prabéa jagi numbas utawi makarya dodol. “Yadiastun nénten pinaka

kapatutan utawi uger-uger désa, kramané iriki jagi ngutsahayang mangda prasida nyangkepang tur nagingin dodol ring banten Galungan lan Kuningan sané kakaryanin. Sakéwanten masiosan kahanannyané ri kala ngamargiang upacara nelu bulanin, duaning irika wénten banten sané patut madaging jaja dodol sané kawastanin banten Pangaturan Madaar,” Kadek Maharti maosang. Katakénin indik sapunapi kramané ngamolihang jaja dodol nampek rerainann iwau, Kadek Maharti maosang nénten prasida kajantenang, sakéwanten setata nganutin sapunapi kahanan krama tatkala punika. Umpami sakadi kahanan mangkin sampun masan sabeh, sinah krama nénten prasida makarya. Majantenkarama irika jagi numbas dodol antuk pangarga

siu rupiah abungkusné. Parindikan pateh taler kabaosang Ni Putu Suri (57), krama Banjar Munduk Sari Buléléng sané makarya taler ngadol dodol nyanggra Galungan lan Kuningan sakadi mangkin. Kabaosang, akéh krama sané matumbasan nénten prasida kajantenang. Tatkala krama punika numbas taler kanggén stok kantos Kuningan, sinah krama inucap akéh matumbasan, prasida kantos satus bungkus. “Akeh dodol sané katumbas nénten prasida kajantenang. Yéning kramané punika akéh madué jinah sinah dané pacang masuhang katimbang numbas. Yéning masuhang, kramané ngwehin tiang ketan, gula, miwah lakar sané siosan, tiang kaaptiang ngaryanin kémanten,” baosnyané negesang. (wan)

Pidabdab Makarya Dodol

Aduk Tan Rérénan Mangda Nénten Ngentip YADIASTUN makéhan krama Buléléngé nyabran rainan Galungan lan Kuningan numbas dodol, sujatiné akéh krama irika waged ngaryanin jaja dodol. Sakéwanten, sangkaning akéh parindikan minakadi pangargan lakar sané sayan nincap ngawinang krama irika mikayunin jagi numbas kémanten. Napi malih kahanan mangkin gulem taler sabeh, sinah yéning makarya dodol nénten prasida kadéngdéng. Yéning nénten kadéngdéngin sinah jajane punika piing tur mawong. Nganinin indik lakaran sané kangén makarya dodol, Ni Putu Suri nlatarang, ketan, gula, miwah pabuat tiosan. Indik arganné, ketan sané akilo mapangarga kalih dasa tali rupiah, gula Bali sané akilo mapangarga pasasur tali rupiah, gula pasir sané akilo mapangarga telulas tali rupiah. Sané taler mabuat pisan minakadi injin miwah kelapa. Nganinin indik piranti sané kawigunayang minakadi jalikan utawi kom-

por, penggoréngan sané ageng, sidu utawi siut lantang anggén ngaduk, kobong sané akilo mapangarga selaé tali rupiah, miwah tali anggén negul tatkala ngaput dodol inucap. “Sané akéh kapanggihin, tatkala nodolin ketan akilo sinah jagi nelasang gula kalih kilo, kelapa petang bungkul, miwah kobong tengah kilo. Sesampuné kakaput cenik-cenik sinah dodol sané kapolihang akéhnyané karobelah bungkus. Yéning kakaput agengan malih kidik wantah dados satus tigang dasa bungkus kémanten. Prasida akéh duaning tatkala makarya kadagingin antuk santen,” baos dané. Indik pidabdab sané pinih utama tatkala makarya dodol kabaosang, wantah parikrama ngadukang. Dodol patut terus kaaduk kantos karasayang baat, santukan yéning nénten kadi asapunika sinah dodol jagi puun. Ni Kadek Maharti taler maosang, ri kala makarya

dodol patut terus kaaduk-aduk yadiastun adukannyané adéng. Tetujonnyané nénten tios mangda dodolé nénten ngentip ring penggorénganné. Dané nglantur maosang, parikrama makarya dodol kakawitin antuk ngemem ketan tur kaselip dados tepung, kelapané kaserut utawi kakikih mangda prasida kadadosang santen. Santen kapertama kanggén nadah gula Bali, santen sané kaping kalih kanggén ngulet tepung ketan. Sesampun gulané dadah tur nénten malih madaging lau, laut tepung ketan inucap kapulang ring gula inucap lantas kaaduk-aduk. Sesampuné kalis utawi nénten nyangket tatkala kadakep nganggén kobong, sinah dodol sampun prasida kaangkid. Sesampuné kaembonang ajam kantos kalih jam, dodol punika sampun prasida kakaput. Galah sané katelasang anggén makarya dodol kabaosang wantah tiga kantos petang jam kémanten, duaning ri kala mumpunang mi-

wah ngaduk nénten dados nganggén api bes ageng, patut nganggén api sedeng mangda lebengannyané prasida rata tur nénten wénten sané mentip. “Sané pinih kéweh tatkala makarya dodol wantah tatkala ngaduk, dadosné patut nganggén sidu lantang tur

“SAPUNAPI Beli, maan ngulehang pipis bulanané. Dija payu maan,” pitakén rabinné. “Yén sig Beli Gedéné raganné masih kari berat miayain Ngurah Adnyana. Payu sig Dé Karangé maan Rp. 400.000 ngabulan uli gajihné. Indik ngulihang, raganné ngélahin buin pidan ja nyidaang. Sabilang manyi utawi maan pamupun tegalé ten kénkén. Raganné masih ngandelang pamupun carik lan salakné cukup,” pandikanné Gusti Madé Taman. “Nggih, pang melah baan munduh-munduhang yén maan mupu di tegalé. Yéning Ngurah Jelada nyak nyakan padidi, dadi pakabain baas asil cariké 15 kg ngabulan. Dadinné pipisé dadi anggon mayah séwan umah, mayah SPP, lan buku saha kaperluan di paon, meli lengis, darang nasi, sabun, odol, lan bekelné ngawai. Pang ia malajah ngitungin raga mandiri. Pang cobakina malu abulan, akuda sih sujatinné merluang pipis,” aturné Gusti Biang Siwi. “Nah, kénkén ja élah raganné briak-briuk ajak timpalné

pada ngekos. Yén paksaang nyakan padidi nyanan bisa ngrépotin panaké malajah utawi minder tekén timpaltimpalné,” baosné Gusti Made Taman madalem okanné. Soréné punika Gusti Ngurah Jelada ka tukadé masiram nyambilang makeni bubun udang lan bubun bé julit. Bubun udangé pasanga ring séloan-séloan toyané genah udangé ngaduluang. Nanging bubun bé julité pasanga ring nampek kluung utawi klebutané tetehina batu mangda nénten anyud. Usan makeni bubu wau raganné masiram sareng timpalné. “Dija maan bubu Gusti Ngurah? Tumbén tiang nepukin bubun udangé maplayah dadua. Napi banehné? Ten anyud nyanan yén gentuh?” patakén timpal-timpalné. “Tiang masih mara jani makena bubun udang, maan nunas sig Wak tiangé di Selat. Maksudné maplayah dua apang udangé kéwehan mabading pesu. Yén banehné ja amung usam lan nyuh matunu pang jaen adeka. Nika sangkala

masengseng baan bungbung. Apang ten anyud mateteh aji batu lan talinné mategulang di sisi,” baosné Ngurah Jelada nerangang. Wenginé usan ngajeng maulam julit, sirepné blasak ngapé-apé gelis semengan jaga ngangkid bubuné. Dumadak mangda polih udang akéh lan bé julit, garus lantih aget maisi. Bénjangné semengan Ngurah Jelada sampun ka tukadé ngangkid bubu. Asing angkida bubunné bek madaging. Gusti Biang Siwi kendel pisan okanné molihang udang acobék lan bé julit kekalih agengné kadi patin kandiké. Anggén pakendel ulamé atenga adola ka pasar polih aji Rp.60.000. Jinahné sami icéna okanné Gusti Ngurah Jelada dum-duma sareng rainné Gusti Ayu Jeladi. Sisan madol anggéna ulam, mapéstaan sareng timpalné sané kari wénten jumah sakadi Luh Adé Suwarni, Lanang Geria, Ayu Swandéwi, Putu Galang, Ketut Sulasih, miwah Madé Sudiari. Sami kaundang lewat SMS HP-né Luh Adé Suwarni.

Luh Suwarni lan Madé Sudiari rauh saha makta basa-basa miwah racikan ngarya capcay, mie kuah, tepung, kécap, lan bumbu masakan Cina siosan. Lanang Geria lan Putu Galang makta inum-inuman bier, coca cola, sprite, miwah és batu acukupan. “Tu Biang, ampurayang tiang sareng sami jaga malajah masak iriki, mungpung aget Tungurah polih julit sareng udang. Niki baktaang tiang bumbu sané cocok anggén udangé. Yén bé julité ja banggayang Gég Jeladi sané masain,” aturné Luh Adé Suwarni makenyem. “Bééh Mbok Luh, tiang anak tusing bisa masak. Bisané amung ngajeng dogén.” “Naah, jani suba plajahin, Ibu marengin masain bé julité anggon pésan, ma-etim, magoréng maplalahin, utawi goréng kering misi uyah emba,” baos ibunné ngurukang okanné. Samian raris makrépakan maratengan ring pawaregan. Lanang-lanangé mresihin udang lan masangin julit ring jabaan. Sesampuné bresih

kaaduk adéng-adéng sakéwanten nénten dados marérén. Punika mawinan tatkala makarya dodol patut wénten sané nyarengin mangda prasida magilihan ri kala ngaduk. Mangda nénten marasa kenyelé,” baos dané makenyem. (wan)

BPM/wan

KAADUK – Makarya dodol nénten ja pakaryan sané dangan, duaning tatkala kakaryanin dodol inucap patut setata kaaduk mangda lebengnyané becik, nénten ngentip ring penggorengané

kaserahang ring istri-istriné ka pawaregan. “Nggih sambilang ngwédang. Niki roti bebaktaan Mbok Niek,” aturné Gég Jeladi. “Bééh tong madaya Rah Jelada bisa makena bubu. Dija maan bubu, dadi dampuk pesan. Yén adep bé julité paling sing jeg aji selaé tali payu. Apa buin udangé acobék,” baos né Lanang Geria sambil nugelnugel bé julité. Raganné tan uning ulamé sampun atenga madol. “Niki mula masan udang, mawanan tiang ka Selat nunas bubu ring Wak tiangé. Bubuné lelima bek misi udang. Kabenengan anak lén ten ada ané makena bubun udang lan bé julit. Biasanné amung mancing dogén,” panyawisné Ngurah Jelada. “Sajan di Tukad Telagawaja mula ten dadi ngenyat utawi nuba aji portas apang yéhé tetep ning anggon arung jeram utawi rafting.” Putu Galang masaur sambil ngupasin udang. (Masambung)


Upacara

8 Bebantenan Banten Kanggén Mendem Ari-ari RISAMPUNÉ embas anak alit saking garban sang ibu raris kapretéka antuk reraman dané santukan raré inucap durung prasida malaksana mretéka ngélingang Sang Catur Sanak yadiastun sampun masemaya nénten pacang lali yéning sampun ring mrecapada, sakadi kacaritayang ring Lontar Angastya Prana. Semaya éling ring Sang Catur Sanak, linggih sang raré kaseledii antuk reramandané. Yéning sang raré sampun embas tur kasarengin antuk Sang Catur Sanak pacang kapretéka olih reraman sang raré. I rerama mretéka Sang Catur Sanak antuk mresihin antuk toya anyar miwah toya kumkuman kantos bresih. Catur Sanak sané sampun bresih punika raris kapenpen ring kelapa sané sampun katugel utawi katigas dados kalih. Belahan kelapa sané ba duuran kanggén pinaka tekep tur karajah antuk Aksara Om kara. Sané dados genah Sang Catur Sanak karajah antuk Ah kara. Suksman rerajahan Om kara utawi Pranawa manut Bhagawad Gita X. 25, Omkara sané taler kasengguh Ekaksara waluya pratiwimba Ida Sang Hyang Widhi. Dadosné rerjahan Om kara ring panutup kelapa genah Catur Sanak punika waluya puja mapinunas ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa mangda kasuksman Sang Catur Sanak karaksa olih Ida Sang Hyang Widhi. Taler manut Manawa Dharmasastra II.74, yéning ngamargiang upacara yadnya mangda kabungkah antuk nguncarang Om kara miwah kasineb antuk nguncarang Om kara Mantra malih. Nguncarang Om kara pamungkah mangda kasucian wéda yadnyané punika nénten nyamping. Taler Omkara punika patut kauncarang tatkala nyineb upacara yadnya mangda kasucian wéda yandyané nénten ical. Samaliha angga sarira Sang Catur Sanak katerima olih ibu pertiwi sané kaniyasayang antuk kelapa sané dados tatakan marajah Aksara Ah kara punika. Utawi Sang Catur Sanak sampun kasuksrahang ring bapa akasa miwah ibu pertiwi mangda setata waged ngraksa sang raré ring mrecapada. Sang Catur Sanak sané sampun mawadah kelapa masibak punika raris kapendem ring sisin undag genah sang raré merem. Yéning lanang ring sisi kenawan genah sang raré merem. Ring sisi kebot undagé sang raré merem yéning raré inucap istri. Risampun Sang Catur Sanak mapendem raris ring gundukannyané katanemin pandan wong sané madui miwah batu bulitan. Pandan madui punika simbol senjata sané ngraksa Sang Catur Sanak. Sabilang soré taler kagenahang damar malengis nyuh, waluya sesuluh Sang Catur Sanak nuju Sang Hyang Agni. Banten sané katiba ring Sang Catur Sanak marupa segehan kepel petang kepel madaging bawang jahé miwah tasik. Banten sané katiba ring sang raré inggih punika banten dapetan miwah muncuk kuskusan madaging rakan banten, sampian jahet, panyeneng, banten ajuman putih kuning, miwah canang sari. Kalih soroh banten katiba ring Catur Sanak miwah wénten banten katiba ring sang raré. Tetujon kekalih bantené punika mangda wénten laksana asah utawi imbang sané katiba ring sang raré miwah Sang Catur Sanak. Laksana asah punika waluya pamargi sané ngawinang sang raré miwah Sang Catur Sanak setata manyama tur maprekanti becik nabdab saling tulung ring kauripan ring mrecapada puniki. (I Ketut Wiana)

Redité Wagé, 14 Februari 2016

Nyerahang Banten Punjung

Tradisi Sadurung Galungan majeng Raré Wau Embas MAKARUNTUTAN Galungan akéh pisan dresta sané kamargiang olih krama nganutin sakatah wewidangan. Ring soangsoang désa, kala, patra ring jagat Baliné setata karuntutin antuk sakatah tradisi lokal. Ring sakatah désa runtutan Galungan dados rainan sané ngawi bagia pamekas kulawarga krama sané madué anak alit wau embas sadurung matuuh nem bulan. Sané ngawinang kulawarga inucap rumasa bagia nénten tios sangkaning nekang punjung. Sakatah désa ring Bali kantun mikukuhin tradisi-tradisi sané sampun katami olih kramannyané ngawit nguni. Sinunggilnyané tradisi nekang punjung sajeroning Galungan. Nekang punjung inggih punika tradisi makta banten kumara utawi ketah kabaos banten punjung. Umpaminipun prasida kacingak swagina puniki ring sakatah désa sané wénten ring wewidangan Besakih, Rendang, Karangasem. Irika tradisi makta banten kumara ka umah krama sané madué anak alit sadurung matuuh nem bulan kantun kapikukuhin. “Sajeroning tradisi puniki, kulawarga utawi pasangan sané madué anak alit sané durung matuuh nem bulan pacang nerima warga sané makta banten kumara utawi punjung saking warga miwah pasametonan ring désa,” baos I Madé Sudarta daweg kacunduk ring wewidangan Besakih wau puniki. Dané ngwewehin, tradisi nekang punjung yéning selehin malih kantun mapaiketan sareng dresta sekala lan niskala. Manut dané,

saking sekala wénten paiketan becik (sosial) pantara krama. Logikannyané krama sané kantun madué anak alit sajeroning nyanggra rainan Galungan kanggehang sibuk miara saha ngempu anak alit wau embas ngawinang nénten mrasidayang matanding lan akedik ngaé banten, punika awinan kramané sané maktayang banten kumara marupa banten punjung. Selehin saking niskalannyané, banten punjung pinaka cihna sareng ngastawayang anak alit mangda tumbuh becik ring désa pakraman riwekas. “Wénten nilai sosial sajeroning tradisi punika,” baosnyané. Lianan punika, pamangku dadia Jero Mangku Jati maosang indik nekang punjung pinaka média anggén ngukuhang pakilitan panyamabrayan pantara warga, sapisanan pinaka nyinahang rasa bagia majeng kulawarga anak alit. “Tradisi nekang punjung lan makta punjung sujatinnyané madué tetujon saling ngastawayang, saling uning wénten krama anyar sané embas ring désa miwah jalaran masadu ajeng,” dané negesang. Mangku Jati nglantur ngwewehin, punjung sané kabakta olih warga punika salanturnyané kapupulang ring balé pasirepan anak alit utawi balé sakanem tur nepet Galungan kaastawayang olih pamangku. Indiké punika tetujonnyané mangda Bhatara Guru miwah sané ngrupaka anak alit miwah nyama kanda sané ngempu anak alit molihang labaan. Krama sané madué tradisi puniki lumrahnyané ngawit dina-

dina sadurung Galungan sampun sayaga maketékan akuda wénten anak alit wau embas ring désa pacang kakaryanang banten punjung. “Akuda wénten anak alit embas amunika matanding banten punjung,” baosnyané. Sudarta malih ngwewehin sinambi nyandingang kawéntenannyané nekang punjung dumun sareng mangkin. Dumun biasané nekang punjung daweg Galungan,

nanging mangkin Penampahan Galungan krama sampun makta punjung. Indiké punika manut dané, duaning kramané mangkin akéh ri kala Penyajaan Galungan sampun nampah lan maébat raris makarya saté. “Gumanti ri kala Penampahan Galungan sampun prasida luas nyerahang punjung,” tuturnyané. Sinunggil krama sané nekang punjung daweg Penampahan

Galungan, Anggara (9/2) lintang, Ni Wayan Aryaningsih, sinalih tunggil warga ring Désa Besakih, Rendang, Karangasem, maosang, nekang banten punjung pinaka tradisi iriki. Akéh krama, kulawarga rauh makta banten punjung saking wewidangan. “Galungané mangkin panak tiangé nekang punjung, saking semengan sampun wénten krama rauh,” baosnyané bagia. (yan)

BPM/yan

BANTEN- Tradisi nyerahang banten punjung majeng kulawarga sané madué anak alit wau embas kantun makanten tur kalaksanayang olih krama ring sakatah désa makaruntutan rainan Galungan. Makanten banten punjung utawi banten kumara sané mapupul ring asiki genah.

Ngejot Tumpeng ri kala Galungan, Ngukuhang Mabuatnyané Saling Uratiang YÉNING ring Karangasem wénten tradisi ngejot banten punjung, ring wewidangan désa sané siosan taler madué tradisi sané mabinayan. Rainan Galungan sané sampun lintang kapakélingin olih umat Hindu antuk sakatah tradisi sané sampun katami saking leluhurnyané nguni. Punika negesang yéning Galungan nénten wantah ritual kémanten. Rainan Galungan taler nyiriang nilai sosial, pinaka raina ngukuhang rasa pasametonan. Nilai sosial ri kala marainan Galungan punika sampun pinaka tradisi ring sakatah wewidangan ring Bali. Akéh tradisi sané ngamiletin rainan

Galungan. Sinunggilnyané rumasuk tradisi ring wewidangan Gianyar. Tradisi ngejot utawi nekaang tumpeng wantah sinalih tunggil tradisi saking wewidangan ring Gianyar. Sesampun samian parikrama Galungan puput, wau tradisi utawi parikrama sané rumasuk sosial inucap kalaksanayang. “Ngejot tumpeng kalaksanayang sawusan muspa ring sakatah pura ring wewidangan désa,” baos Ni Luh Putu Suci, krama istri mimitan Désa Sayan, Ubud, Gianyar daweg kacunduk wau puniki. Parikrama sosial ngejot utawi nekaang tumpeng manut dané lumrah kalaksanayang ri kala

BPM/dok

TUMPENG- Tradisi ngejot pinaka selah ngukuhang nilai sosial krama, tradisi ngejot utawi nekang tumpeng antén wantah sinunggil tradisi sané kaduénang olih krama sané patut setata kukuhang ring genah tradisi punika.

Galungan, nanging taler prasida kalaksanayang sadurung Galungan. Manut Suci, ngejot utawi nekaang tumpeng pinaka tradisi sané negesang yéning ring désa irika wénten krama sané wau ngamargiang upacara pawiwahan utawi pangantén anyar. Ri kala Galungan krama rauh ka umah pangantén anyar makta banten tumpeng. Banten tumpeng inucap kaserahang majeng pangantén sané istri pacang kagenahang ring balé dangin. Salanturnyané sesampun banten tumpeng magenah ring balé dangin, pangantén sané istri ngwales warga sané ngejot malarapan ngicén tapé utawi jaja kabakta budal ka umah soang-soang. “Tradisi ngejot utawi nekaang tumpeng puniki madué teges sosial saling uningin. Jalaran pangantén anyar nguningayang angga majeng krama sané rauh makta tumpeng, sapunika taler sawaliknyané krama nguningayang anggannyané majeng pangantén sané istri. Krama rauh makta banten tumpeng, budalnyané makta tapé manis nyiriang pada lega,” tutur dané sané taler guru ring Paud puniki. Dané ngwewehin, tradisi inucap wantah sané nyiriang wénten pangantén anyar ring wewidangannyané. Tradisi punika taler ngukuhang yéning nilai-nilai pasametonan kantun kukuh irika. Tradisi sané nénten sawatas tradisi. Wénten akéh teges sajeroning tradisi sané kantun kalaksanayang punika. Tradisi ngejot utawi nekaang tumpeng sajabaning

matetujon sareng ngastitiang pangantén anyar mangda setata bagia, sajeroning tradisi punika krama taler prasida saling uningin saling kacun-

duk. “Saling uningin tur uratiang punika penting, rainan Galungan pinaka jalaran sané becik sajabaning ring pasarainan,” baosnyané. (yan)

Satua

BPM/net

I Putih Mataluh Mas

TENGAINÉ, sapetekané uli peken, Luh Lancah gegésonan ngaukin siap-siapné. “Selem...! Barak...! Putih...! Enggal tuun!” munyinné Luh Lancah sambil nyambehang maman siapné di natah umahné. Kok, kok, kok…tek! Kok, kok, kok….tek! Kukuruyuuuuk….! I Ikal majalan tututina teken penginané ané sedeng iteh ngesik mamaan. Luh Lancah lantas nyeluk maketelu bengbengan siapné. “Suksma, Selem,” buka kéto raosné Luh Lancah sambilanga nyemak taluh di bengbengané I Selem. Patuh masih ri kala nyeluk bengbengané I Barak. Suba kéto sig bengbengané I Putih, mara nyelepang lima, Luh Lancah tengkejut wireh taluh ané jemaka malénan. Warnané kuning sada cenikan buin gigis, tusing cara biasané. “Mas,” girang Luh Lancah. Ia malaib patikaplug lakar ngédéngang taluh emas sig kurenané I Pagul, nanging kurenané kondén mulih uli tegalé. I Ikal lan penginané marasa paling ningalin solah majikanné gelar-gelur malaib patikaplug buka kéto. “Suksma, Putih! Buung Cai kal tampah. Cai siap ané paling sayangin Icang,” munyin Luh Lancahé sambil ngemaang maman I Putih. I Ikal laut ngebatang kampid sambilanga makruyuk, “Kukuruyuuuuk….!” Munyinné I Ikal. Kanti ka sanja I Pagul kondén mulih, Luh Lancah suba sing sabar. Dot sajan ia ngédéngang liang bagia atinné di arep kurenné. Sambilang ngikih nyuh ia bengong mapineh di baléné. “Taluh mas abungkul, kal ngaé pajalan kulawarga Icangé malénan. Icang sing ja kal lacur biin kanti mautang di pisaga. Sing kal biin kanti naar séla ajak jagung sabilang wai, cepok pindoné Cang ngidang kal naar nasi nganggo goh ané jaen-jaen. Taluh mas abungkul, duang bungkul....” kéto ia ngumik padidian. Nadak sara ia ngenehang amongkén liun taluh mas ané nu ada di basangné I Putih. “Ah.., adénan tampah jani! Pang kesiab kurenan Icangé. Maan taluh mas adasa gén ba jeg pasti umahé kal dadi bungah cara di puri agung. Mekejang ba krama banjaré kal bengong ningalin kanti lek jak kulawargan Icangé.” Ditu lantas Luh Lancah nyemak tiuk, I Putih ané sedeng ngesik kaejuk. I Putih katampah lan kapurak basangné, ditu lantas Luh Lancah bengong lantas ngeling guar-guar. Di tengah basang siap ane lacur ento tuah ada wiwit taluh ané nu bélék dogén. Yén I Putih tusing matampah suba pasti taluh ané bélék ento lakar dadi taluh mas cara tunian. (Puput)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


MINGGU WAGE, 14 FEBRUARI 2016

9

HAL 12

Argentina Terbuka

Nadal Melaju ke Empat Besar

Abramovic Bingung Tentukan Pelatih Baru

London – Spekulasi mengenai siapa yang akan melanjutkan tongkat estafet kepelatihan di Chelsea terus bergulir. Roman Abramovich sebagai pemilik The Blues dikabarkan bingung dengan dua kandidat utama calon pelatih di musim depan. Abramovich dibuat bingung dengan dua sosok yang digadanggadang akan melatih si Biru yakni Massimiliano Allegri dan Antonio Conte. Tidak mengherankan sebenarnya jika taipan minyak asal Rusia tersebut kebingungan. Kedua sosok tersebut memang memiliki prestasi yang mentereng. Prestasi Conte semasa jadi pelatih Juventus tidak perlu diragukan lagi. Ia mempersembahkan total 15 gelar untuk si Nyonya Tua, termasuk lima gelar Serie A. Sementara Allegri juga membubuhkan tinta emas dalam perjalanan kariernya di Serie A. Meski tak segemilang Conte, Allegri sukses mempersembahkan trofi di dua klub raksasa AC Milan dan Juve. Masing-masing ia mempersembahkan satu trofi Serie A untuk Milan dan Juve. Sebelumnya pihak petinggi Juventus membantah spekulasi yang menghubungkan Massimiliano Allegri dengan kepindahan ke Chelsea. Kepala eksekutif Juventus Giuseppe Marotta mengatakan, Massimiliano Allegri bakal menetap di Juventus meskipun ada rumor tawaran dari Chelsea. Beberapa minggu yang lalu, Massimiliano Allegri diberitakan sudah menerima tawaran Chelsea dan meneken kontrak berdurasi empat tahun. Berita itu ternyata langsung disangkal oleh Giuseppe Marotta. Peluang Abramovich untuk membawa Conte ke Stamford Bridge lebih besar mengingat kontraknya bersama Italia akan habis selepas Euro 2016. Selain keduanya, Chelsea juga dikabarkan dengan mantan pelatih Cile, Jorge Sampaoli. Abramovich sendiri mengultimatum manajemen soal manajer anyar. Pria asal Rusia itu diyakini telah memberikan tenggang waktu untuk menentukan pelatih The Blues sampai Maret 2016 mendatang. “Saya ingin kejelasan. Tim akan sulit berkembang jika kondisinya sperti ini,” ujar Abramovic, Sabtu (13/4) kemarin. Sejak mendepak Jose Mourinho akhir tahun lalu, Chelsea belum memiliki pelatih tetap. Jabatan juru ramu taktik sekarang masih dipercayakan kepada Guus Hiddink dengan status manajer interim. Belakangan bursa calon arsitek The Blues mengerucut pada dua nama. Mereka adalah Antonio Conte dan Massimiliano Allegri. Manajemen Chelsea kabarnya sudah menggelar pembicaraan dengan keduanya. Tapi belum ada yang mencapai kata sepakat. Kondisi tersebut membuat Roman Emperor gerah. Dia ingin manajer anyar segera dipilih dalam waktu dekat, demi mempersiapkan tim agar bisa bangkit musim depan. (kmb33/ap)

Lavine Bersinar ketika Tim AS Kalahkan Tim Dunia

BPM/rtr

Montreal –

Forward Minnesota Zach Lavine mencetak 30 angka dan melakukan tujuh rebound untuk memimpin tim AS menang 157-154 atas tim Dunia pada ajang NBA’S Rising Stars Challenge di Toronto, Sabtu (13/2) kemarin.

Massimiliano Allegri

BPM/rtr

Lavine menjadi Pemain Terbaik pada pertandingan yang menampilkan banyak pemain rookie papan atas NBA dan pemain-pemain tahun kedua. Laga ini menjadi awal dimulainya All Star Weekend. Pertandingan All Star yang digelar hari ini akan menjadi penutup pesta di Air Canada Centre, namun sebelumnya Lavine akan berupaya mempertahankan gelar yang ia menangi tahun lalu pada kontes Slam Dunk. Dia akan berharap dapat bergabung dengan Michael

Jordan (1987-1988), Jason Richardson (2002-2003), dan Nate Robinson (2009-2010) sebagai para pemenang yang mampu memenangi penghargaan itu pada dua kali berturut-turut. Lavine memimpin bintang-bintang muda kelahiran AS mengalahkan tim Dunia yang diperkuat rekan setimnya di Timberwolves Andrew Wiggins dari Kanada, rookie Knicks asal Latvia Kristaps Porzingis dan guard Denver Nuggets asal Kongo Emmanuel Mudiay. Porzingis dan Mudiay mencetak 30 angka pada

Aguero Jadi Momok Spurs

London – Duel panas antara Manchester City dan Tottenham Hotspur akan digelar di Etihad Stadium. Pelatih Mauricio Pochettino bakal berpikir keras mencari cara meredam Sergio Aguero. Spurs memang dalam kondisi mental yang bagus menyusul empat kemenangan beruntun yang melambungkan mereka ke posisi kedua klasemen dengan 48 poin, unggul satu angka dari City di posisi ketiga. Kedua tim bakal berduel di pekan ke-26 malam ini. Spurs boleh jadi lebih diunggulkan mengingat City tidak dalam performa terbaiknya. Meski demikian, Spurs juga patut mewaspadai satu sosok pemain City, yakni Aguero yang kerap jadi mimpi buruk untuk mereka. Total ada 10 gol yang dibuat pemain 27 tahun itu dari delapan pertemuan dengan Spurs di liga. Total gol itu adalah yang terbanyak diterima Spurs dari satu pemain di Premier League. Maka dari itu Pochettino selaku manajer Spurs akan memutar otak untuk bisa meredam Aguero. Selain itu, ini juga tugas berat untuk Kevin Wimmer. Bek muda Spurs yang belakangan dipasang sebagai starter menyusul cederanya Jan Vertonghen. Pada per-

temuan pertama di White Hart Lane, Aguero adalah pencetak gol City meski akhirnya kalah 1-4. “Ini bukan saja ujian berat untuk Kevin, tapi juga untuk tim skuat. Setiap Anda menantang salah satu pemain terbaik atau tim, itu akan selalu jadi tantangan besar,” ujar Pochettino, sabtu (13/2) kemarin. “Tapi ini tantangan bersama bukan perorangan. Tapi saya paham bahwa dalam posisinya Wimmer butuh menghadapi salah satu striker terbaik di dunia,” sambungnya. Sebaliknya tuan rumah berkeinginan untuk merebut kembali posisi mereka yang direbut Spurs plus misi balas dendam yang diusung Sergio Aguero dkk. Hal ini dikarenakan pada pertemuan pertama kedua tim musim ini, The Lillywhites sukses mempermalukan City dengan skor telak. Untuk itu di Etihad Stadium nanti The Citizens bertekad untuk menang. Untuk menuntaskan misi balas dendam tersebut bukanlah tugas yang mudah bagi tim besutan Manuel Pellegrini tersebut. Untuk itu Manuel Pellegrini harus mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya untuk memenangkan laga ini. Jelang laga bigmatch ini,

Sergio Aguero Pellegrini memiliki sejumlah masalah cedera yang cukup pelik. Beberapa pilar andalannya seperti Samir Nasri, Eliaquim Mangala, Wilfired Bony, Kevin De Bruyne, Vincent Kompany, Jesus Navas, dan David Silva dipastikan tidak bisa turun pada laga ini karena masalah cedera. Dengan banyaknya pilar utamanya yang absen, Pellegrini diprediksi akan kembali memainkan formasi

BPM/rtr

4-4-2 ketimbang 4-2-3-1 yang selama ini ia gunakan. Duet Sergio Aguero dan Kelechi Iheanacho akan ditempatkan di ujung tombak The Citizens, sementara Fabian Delph akan digeser sedikit ke kiri untuk menempati posisi Sayap Kiri. Untuk duet di jantung pertahanan The Citizens, Martin Demichelis dan Nicholas Otamendi akan kembali menjadi kepercayaan manajer berkebangsaan Chili tersebut. (kmb33/ap)

laga yang dimainkan selama 20 menit pada tiap babaknya. Wiggins, Rookie Terbaik musim lalu menambah 29 angka untuk tim Dunia dalam partai yang sangat menghibur tersebut. Meskipun partai ini hujan poin, namun hanya ada tiga pemain yang membuat double-double ketiganya dari tim Dunia. Pemain asal Kongo Mudiay yang membuat 30 angka menambah dengan 10 assist. Mario Hezonja (Orlando Magic) membuat 19 angka dan 10 rebound. Terakhir ada pemain Kanada Dwight Powell (Mavericks) dengan 12 angka dan 11 rebound.

Ini merupakan tahun kedua secara beruntun dimainkannya pertandingan dengan format antara tim AS melawan tim Dunia. Sebelumnya pertandingan dilakuakn antara para pemain tahun pertama melawan pemainpemain tahun kedua. Talenta dan atletisisme para pemain muda di liga terlihat jelas dengan banyaknya dunk, namun tidak banyak penampilan bagus di pertahanan yang dapat disaksikan. Lavine mengakui bahwa ia ingin merebut perhatian dari rekan setimnya di Timberwolves, di depan publik Kanada yang menjadi penggemarnya. “Pertandingan ini sungguh menyenangkan, terlebih saya mampu membawa tim

Amerika menang setelah tahun lalu kalah. Dan terima kasih kepada keluarga saya yang datang menonton saat ini,” ujar Lavine ketika dianugerahi gelar MVP. Wiggins yang menjadi Pemain Terbaik tahun lalu mengatakan ia tidak memikirkan mengenai penghargaan yang didapatkan rekannya itu kali ini. Ia cukup senang bisa tampil di Toronto. “Ini terasa hebat,” kata Wiggins. “Saya bermain di depan banyak orang yang sudah lama tidak saya temui. Keluarga dan teman-teman saya menyaksikannya. Rasanya hebat untuk kembali pulang dan bermain untuk kampung halaman saya,” imbuhnya. (ant/rtr)


BOLA MANIA

10

Minggu Wage, 14 Februari 2016

Berkat Sang Pelatih

Higuain Tampil Hebat Antonio Cassano

Naples – Penyerang Napoli Gonzalo Higuain memuji pelatihnya, Maurizio Sarri. Menurutnya Sarri mampu membuatnya menjadi pemain yang lebih baik di lapangan, bahkan seperti figur seorang ayah.

BPM/ap

Sejak menjadi pelatih di Napoli, Sarri memang mempercayakan sektor depannya pada pemain Timnas Argentina tersebut. Hasilnya Higuain hingga kini menjadi pencetak gol terbanyak di Serie A dengan 24 gol dari 24 laga. “Sarri sudah seperti ayah saya. Ia terus mencoba untuk membuat saya menjadi pemain yang lebih baik,” ucap Higuain, Sabtu (13/2) kemarin. “ S a a t tiba di sini ia langsung m e n g a takan apa yang ada di pikiran saya, baik itu puj i a n

Penyebab Cassano Gagal di Madrid Genoa – Menjadi pemain sepak bola profesional dan terkenal adalah keinginan banyak orang. Mendapat gaji besar dan kaya raya adalah beberapa alasan yang membuat pekerjaan menjadi pemain sepak bola menjadi sangat diinginkan. Namun tidak semua orang bisa beradaptasi dengan ketenaran dan gaji besar. Hal tersebut setidaknya dialami langsung oleh Antonio Cassano yang saat ini menjadi pemain Sampdoria. Cassano saat membela Real Madrid terjebak dengan dunia malam yang ditawarkan oleh kota Madrid. Ia pun akhirnya kecanduan seks saat berada di Madrid. “Ya, saya kecanduan seks. Ketika Anda berusia 20 tahun dan menyukai perempuan, anda selalu memiliki keinginan untuk melakukannya setiap hari dan saya memiliki kesempatan untuk melakukan itu,” ujar Cassano, Sabtu (13/2) kemarin. Cassano mengaku sudah tidak lagi kecanduan seks sejak bertemu istrinya pada 2008. Namun hal tersebut nampaknya sudah tidak bisa menyelamatkan kariernya. Karena saat itu ia sudah tidak lagi bermain untuk Madrid. “Itu adalah suatu hal yang menyenangkan, sampai Februari 2008 ketika saya bertemu istri saya. Ya, itu berakhir pada 2008,” tandasnya. Cassano datang ke Real Madrid pada Januari 2006, usai memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak dengan AS Roma. Ia hanya bermain 29 kali bersama Madrid dan harus meninggalkan klub 18 bulan kemudian. Ia juga tidak memiliki hubungan yang baik dengan sang pelatih, Fabio Capello. “Saya memiliki karier yang buruk. Awalnya saya bermain bagus dengan mencetak gol pada laga debut. Namun di Madrid saya selalu dihadapkan dua pilihan. Bersama keluarga dan fokus dengan latihan atau memilih menjadi orang bodoh,” ujar Cassano. “Namun saya memilih yang terakhir. Saya tidak berpikir bahwa saya adalah yang terbaik di tim. Hanya orang bodoh yang melakukan hal seperti yang saya lakukan,” tutupnya. (ant)

Boaz Dikabarkan Gabung ke Klub Timor Leste

Baines Harus Berjuang Untuk Dapatkan Tempat Utama

London – Manajer Everton Roberto Martinez, menyatakan bila Leighton Baines akan berjuang memperjuangkan tempatnya. Hal tersebut diutarakan menyusul kehadiran Bryan Oviedo yang mengancam posisinya setelah tampil memukau sepanjang musim 2015-2016. Sebelumnya Baines menghabiskan paruh pertama musimnya dengan cedera. Ia bahkan tidak dimasukan dalam tim pengganti dalam dua pertandingan terakhir. Posisinya semakin terdesak setelah Oviedo mendapatkan kontrak perpanjangan selama 3,5 tahun. “Bainez memiliki masa yang sangat sulit akibat cedera panjang yang dialaminya. Ini merupakan pertama kalinya dalam kariernya. Ia perlahan mendapatkan kembali ritme permainanya, namun nampaknya ia masih membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi,” ucap Martinez, Sabtu (13/2) kemarin. “Ia merupakan pemain berpengalaman dan sangat penting bagi kami untuk mendapatkan pemain yang bermanfaat sepertinya. Bila ia sudah pulih sepenuhnya, ia akan siap memperjuangkan tempatnya. Yang jelas ia akan bersaing ketat dengan rekan setimnya untuk mengamankan posisi dalam skuad,” imbuhnya. (ant/ap)

Leighton Baines

BPM/ap

BPM/rtr

Gonzalo Higuain

Jakarta – Setelah Persipura Jayapura dinyatakan bubar, satu per satu pemainnya mulai bergeliat mencari klub baru. Striker Boaz Solossa disebut-disebut akan berlabuh ke Timor Leste bersama Carsae FC. Persipura memilih membubarkan diri usai mengalami kesulitan finansial, mengingat belum ada kepastian kompetisi yang akan digelar. Manajemen Mutiara Hitam pun telah melepas seluruh pemainnya. Klub Timor Leste Carsae FC, terang-terangan bahwa sangat menginginkan Boaz Salossa. Dalam laman facebook resminya, mereka menyebut pemain 29 tahun itu akan mulai bergabung mulai hari ini. Menurut Carsae FC, selain Boaz dia juga akan datang bersama rekan lainnya, yakni Imanuel Wanggai, Okto Maniani dan pelatih baru yang merupakan eks asisten pelatih timnas Indonesia, Fabio Oliveira. “Tanggal 14 Februari Oktovianus Maniani, Imanuel Wanggai, dan pelatih Fabio Oliveira. Senin (15/2) besok, mereka akan memulai latihan bersama tim Carsae FC,” tulis Carsae FC, Sabtu (13/2) kemarin. Kendati akan diberikan kontrak, Boaz akan menjalani trial lebih dulu. Dengan bergabungnya Boaz ke Carsae FC, Persib Bandung terpaksa harus gigit jari. Sebelumnya Maung Bandung juga menyatakan ingin memboyong Boaz untuk mengisi lini depannya. (ant)

atau kritikan karena anda hanya tumbuh sebagai pemain bagus ketika belajar dari sebuah kesalahan,” tambahnya. “Ia adalah pria yang jujur dengan mengajarkan bagaimana cara bermain sepak bola dengan baik,” kata pemain berusia 28 tahun tersebut. Penampilan apiknya tersebut menarik banyak klub untuk merekrutnya. Chelsea sebetulnya hampir mendapatkan jasa Higuain pada jendela transfer musim dingin tahun ini. Dengan nilai transfer menggiurkan yang disodorkan The Blues, belakangan terungkap penyebab kegagalan transfer tersebut. Dengan nilai transfer mencapai 40 juta Pound atau sekitar Rp 781 miliar, Napoli sebetulnya rela melepas penyerangnya ke Stamford Bridge. Sayang proses kepindahan tidak berjalan mulus setelah Chelsea diizinkan berbicara langsung dengan sang pemain. Dalam pembicaraan tersebut Chelsea gagal meyakinkan Higuain bahwa tempatnya di lini depan The Blues merupakan prioritas. Pasalnya Chelsea memiliki Diego Costa yang punya tipikal bermain mirip dengan bomber keturunan

Prancis berjuluk Pipita itu. Higuain yang enggan menjadi pelapis di lini depan The Blues akhirnya menolak tawaran tersebut. Transfer itu pun urung dilakukan setelah kedua pihak menemui jalan buntu. Musim ini kan Higuain buat menjadikan namanya sebagai top skor Benua Biru terbuka lebar. Bukan hanya mewakili Serie A sebagai penyerang terproduktif Eropa, melainkan juga mengembalikan wibawa Amerika Latin. Setelah terakhir kali nama Luis Suarez di musim 2013-2014 dengan 31 gol, Higuain bisa menyamai bahkan melebihi Suarez. Dari statistik Whoscored, pemain kelahiran Brest Prancis itu jumlah shots per laga tertinggi di lima liga top Eropa. Yakni 5,5 tembakan per laga. Juga dribble sukses per laga Higuain adalah yang tertinggi di Eropa dengan angka 1,7. Lebih paik ketimbang Cristiano Ronaldo/ Real Madrid (1,1), juga Robert Lewandowski/Bayern Muenchen (1,5). Salah satu kunci sukses Higuain tentu formasi yang dipakai oleh Sarri dan penampilan impresif dua orang penyokongnya, yakni Lorenzo Insigne dan Jose Callejon. (kmb33/rtr)

Liga Italia 1 Napoli 24 2 Juventus 24 3 AS Roma 25 4 Fiorentina 24 5 FC Internazionale Milano 24 6 AC Milan 24 7 Lazio 25 8 Sassuolo 24 9 Empoli 24 10 Chievo Verona 24 11 Bologna FC 24 12 Torino 24 13 Atalanta BC 24 14 Udinese 24 15 Palermo 24 16 Genoa 24 17 Sampdoria 24 18 Carpi 25 19 Frosinone 24 20 Hellas Verona 25

17 17 13 14 13 11 10 8 9 8 9 7 7 7 7 6 6 4 5 1

5 3 8 4 6 7 6 10 7 6 3 7 7 6 5 7 6 7 4 12

2 4 4 6 5 6 9 6 8 10 12 10 10 11 12 11 12 14 15 12

56 54 47 46 45 40 36 34 34 30 30 28 28 27 26 25 24 19 19 15

Top Skor Nama Klub

Gol

Gonzalo Higuain Napoli Paolo Dybala Juventus Eder Sampdoria Carlos Bacca AC Milan Nikola Kalinic Fiorentina

24 13 12 12 10

Van Gaal Masih Ingin Bertahan Manchester – Musim ini tak ubahnya musim lalu untuk Manchester United. Bahkan penampilan Wayne Rooney dan kawan-kawan cenderung lebih menurun. Pelatih United Louis van Gaal menjadi sosok yang dicecar karena dinilai gagal membawa perubahan. Hal itu pula yang memunculkan beberapa nama calon pengganti Van Gaal. Ketika ditanya mengenai masa depannya bersama Setan Merah, pelatih berjuluk si Tulip Besi tersebut menampik menjawabnya. Beberapa nama yang digadang-gadang akan menggantikan Van Gaal sebagai pelatih yakni Jose Mourinho hingga Mauricio Pochettino. Bahkan Maourinho dikabarkan telah sepakat untuk melatih United pada musim depan. “Saya katakan berulang kali, meski tidak semua media, tetapi mereka banyak yang mengarang cerita. Anda tidak perlu mencari informasi berdasarkan berita karangan,” kata Van Gaal, Sabtu (13/2) kemarin. “Itu bukan pertanyaan untuk saya. Itu adalah jawaban untuk para petinggi di Manchester United. Saya memiliki kontrak tiga tahun,” sambungnya. Van Gaal mengaku kecewa jika para pengambil kebijakan klub melakukan pembicaraan dengan Jose Mourinho untuk menggeser posisinya.

Juru taktik asal Belanda itu yakin wakil direktur eksekutif klub Ed Woodward dan keluarga Glazer sebagai pemilik klub tidak akan diam-diam menggelar pembicaraan tanpa memberitahukan kepadanya. Di lain pihak Mourinho yang dipecat Chelsea awal musim ini dikaitkan dengan kursi kepelatihan United yang saat ini tertahan di peringkat kelima klasemen liga, atau terpaut enam poin dari posisi Liga Champions. “Maka saya akan merasa kecewa jika itu terjadi,” kata Van Gaal. “Dalam dunia sepak bola segalanya mungkin. Saya tahu itu, tapi saya tidak berpikir itu. Saya memiliki relasi dengan Ed dan keluarga Glazer. Mereka akan memberitahu saya. Saya pikir begitu,” kata mantan pelatih Bayern Muenchen itu. Van Gaal kembali menemukan kestabilan penampilan MU setelah tampil buruk pada Desember 2015, sehingga ia berharap suasana di ruang ganti klub akan meningkat jika Setan Merah kembali naik ke posisi Liga Champions. “Saya kira begitu, tapi analisa harus dibuat oleh dewan klub dan mungkin juga oleh media,” kata dia. “Saya berpikir Anda harus selalu melihat situasi, bagaimana anda bekerja dan saya kira dewan klub juga melakukan hal itu,” tutupnya. (kmb33/ap)

Louis van Gaal

BPM/rtr


Minggu Wage, 14 Februari 2016

GELANGGANG

11

Prestasi Atlet Diraih Lewat Proses Pembinaan

Denpasar (Bali Post)Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Rai Iswara, yang mewaliki Pj. Wali Kota secara resmi membuka kejuaraan Wali Kota Cup VII di GOR Lila Bhuana Denpasar, Sabtu (13/2) kemarin. Acara pembukaan itu di tandai dengan pemukulan gong oleh A.A.N Rai Iswara di dampingi Ketua Umum KONI Kota Denpasar I Nyoman Putrawan, Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi, Ketua DPRD Kota Denpasar I.G.N Gede, dan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. A.A. Made Sudana. Pada kesempatan terse-

but, Sekda Anak Agung Ngurah Rai Iswara menyatakan prestasi atlet-atlet Kota Denpasar yang diraih selama ini dihasilkan lewat proses pembinaan yang serius dilakukan oleh KONI Denpasar maupun Pemerintah Kota Denpasar untuk mencapai prestasi tertinggi. Maka dari itu, untuk menggapai sebuah prestasi harus didasari dengan sebuah proses pembinaan yang baik. Mengingat pembinaan membutuhkan suatu proses, sehingga KONI Denpasar harus memahami suatu proses demi memberikan kematangan jiwa seorang atlet.

“Prestasi atlet yang diraih lewat nilai kejujuran dan proses pembinaan sejak usia dini. Jika tidak didasari kejujuran maka atlet sulit menggapai prestasi. Oleh sebab itu jangan bangga berprestasi tanpa ada kejujuran dan proses pembinaan. Karena nilai yang sejati adalah kejujuran, dan setelah itu akan berubah menjadi prestasi.” paparnya. Rai Iswara berharap lewat kegiatan Wali Kota Cup ini kualitas dan prestasi atlet kedepannya bisa lebih baik lagi. Pasalnya, untuk mencari prestasi lebih dulu harus menggali potensi-potensi at-

let yang nantinya bisa terus dibina untuk menjadi atlet masa depan Kota Denpasar di event-event daerah, nasional maupun Internasional. “Sekali lagi saya ingatkan untuk menggapai sebuah prestasi ada tiga hal yang harus dilakukan dan dijalani, yakni melalui nilai kejujuran, proses mencari prestasi, dan disiplin yang tinggi. Karena ketiganya ibarat nafas untuk meraih prestasi. Jadi saya berharap pembinaan atlet usia dini bisa dilakukan lewat Wali Kota Cup dan porsenijar,” harap Rai Iswara Dibagian lain, Ketua pa-

nitia Made Ariel Suardana mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk proses pembinaan atlet serta untuk menumbuhkan semangat para atlet. “Kami berharap lewat kegiatan ini mampu memacu semangat atlet-atlet dalam berkompetisi. Sehingga dengan jiwa dan semangat yang tinggi nantinya atlet-atlet ini mampu berprestasi,” harap Suardana seraya menambahkan Walikota Cup VII ini mempertandingkan 34 Cabor yang berlangsung dari tanggal 13 Februari hingga 31 Maret mendatang. (kmb41)

Bali Post/kmb41

BUKA - Pemukulan gong oleh A.A.N Rai Iswara menandai dibukanya Wali Kota Cup VII di GOR Lila Bhuana Denpasar, Sabtu (13/2) kemarin.


LAGA

12

Minggu Wage, 14 Februari 2016

Kesiman Tundukkan Putra Pemenang

Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Putra Kesiman sukses menundukkan lawannya, Putra Pemenang Kelan, Badung, dengan skor 6-3 (2-1) dalam turnamen sanur Open II/2016, Grup B, di Lapangan Letda Made Pica, Sanur, Sabtu (13/2) kemarin. Keenam gol kemenangan Putra Kesiman yang bersarang ke gawang Putra Pemenang yang dikawal Satria. Hasil penalti Freddy di menit ke-23, kemudian Laureksand di menit ke-42. Selanjutnya gol bunuh diri kapten Putra Pemenang Agus di menit ke-50. Agus yang berniat menyelamatkan bola justru bola bergulir ke gawang Satria. Selang dua menit tendangan spekulasi jarak jauh Tamayana sukses menjebol gawang Satria. Bahkan sepakan jarak jauh Lucky Adi Nugroho di menit ke-57 juga menggetarkan jala Satria. Satu gol tercipta dari titik putih yang dieksekusi Laureksand di menit ke-87. Sementara tiga gol balasan Putra Pemenang diciptakan Angga ketika

Parwata Pimpin PTMSI Denpasar

pertandingan yang dipimpin wasit Eko baru bergulir 11 menit. Pasca terjadi kemelut di depan gawang, sontekan Angga gagal diselamatkan kiper Putra Kesiman Yanto. Gol berikutnya lewat tandukan pemain asing Wellington di menit ke-66, sekaligus memperdaya kiper Yanto. Legiun asing Maruwan Sayedeh (mantan Pelita Bandung Raya) berhasil mengeksekusi tendangan penalti di menit ke-85. Putra Pemenang diperkuat pemain impor seperti Anderson Alexandro Ferreira (mantan Persibo Bojonegoro), Joe, dan Pedro. Usai pertandingan, pelatih Putra Kesiman Made Ngongoh mengakui meskipun timnya unggul, tetap perlu dibenahi, misalnya kekompakan tim. Di sisi lain, pelatih Putra Pemenang Nando menilai asuhannya diharapkan bangkit pada dua sisa laga berikutnya. “Kami fokus dua sisa babak penyisihan ini untuk memenangkan pertandingan,” ucapnya. (022)

Denpasar (Bali Post)Nyoman Parwata menakhodai cabor tenis meja, yakni Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Denpasar masa bakti 2016-2020, menggantikan Ida Bagus Kompyang Wiranata yang telah memimpin dua periode. Ditemui di Denpasar, Sabtu (13/2) kemarin, Parwata menuturkan program yang digulirkan berorientasi pada pembinaan dan prestasi. Diakuinya hasil Porprov di Buleleng 2015 lalu, cabor tenis meja Denpasar meraih dua keping emas, sedangkan tuan rumah Buleleng juara umum dengan mengoleksi 4 emas. “Target kami pada Porprov Bali 2017, cabor tenis meja Denpasar harus kembali juara umum,” ucap pria yang akrab disapa Kok Min ini. Kok Min menjelaskan, jauh-jauh sebelum pelaksanaan Porprov pihaknya senantiasa mengadakan

seleksi per triwulan. Selanjutnya setahun menjelang pelaksanaan hajatan multi event dua tahunan di provinsi Bali ini, Kota Denpasar sudah memiliki tim definitif. “Setahun menjelang Porprov kami juga bisa mengetahui siapa atlet yang hengkang ke daerah lain, maupun petenis meja yang setia mengusung bendera Denpasar,” kata dia. Program berikutnya, kata dia, enam bulan menjelang Porprov petenis meja Denpasar digembleng berlatih intensif. “Caranya kami melakukan try-out ke luar Bali, atau sistem magang atlet di klub-klub profesiaonal,” ujarnya. Kok Min meyakini langkah ini mampu mengembalikan kejayaan prestasi tenis meja Denpasar. Dia menyebutkan sederet petenis meja debutan baru seperti Deva Prasetya, Pasek, Kadek Puspawati, dan Ricky. (022)

Klasemen Grup B 1. P. Kesiman 1 2. P. Pemenang 1 3. POPP Pegok 0 4. Kolohettu 0

1 0 0 0

0 0 0 0

0 1 0 0

6-3 3-6 0-0 0-0

3 0 0 0

Jadwal Minggu (14/2)

BPM/rtr

MENANG - Rafael Nadal menang 7-6 (7/3), 6-2 atas Paolo Lorenzi asal Italia di Argentina Terbuka, Sabtu (13/2) kemarin.

Putra Tresna vs Wisnu Putra

Argentina Terbuka Nadal Melaju ke Empat Besar

Buenos Aires – Unggulan teratas sekaligus juara bertahan Rafael Nadal mencapai semifinal Argentina Terbuka, Sabtu (13/4) kemarin. Nadal berhasil mengatasi suhu 33 derajat celcius untuk meraih kemenangan 7-6 (7/3), 6-2 atas Paolo Lorenzi asal Italia. BPM/wan

GAET - Pesepak bola Putra Kesiman mengontrol bola sambil lompat, digaet lawannya dari Putra Pemenang Kelan, Badung, dalam turnamen Sanur Open, di Lapangan Letda Made Pica, Sabtu (13/2) kemarin.

Menpora Undang Swasta Bantu Rio Hariyanto

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengundang pihak swasta untuk turut membantu pembiayaan Rio Hariyanto demi mengikuti kejuaraan mobil balap Formula 1. “Saya minta bantuan dari siapa pun yang mampu untuk membantu Rio Haryanto. Saya juga akan berinisiatif mengundang para pengusaha agar Rio mendapat bantuan. Rio tidak boleh jalan sendiri. Kami masih punya waktu lima hari mendatang,” kata Menpora Imam Nahrawi di Jakarta, Sabtu (13/4) kemarin. Menpora memastikan Rio dapat mengikuti seluruh perlombaan dalam kejuaraan Formula 1 musim 2016. “Semua ikut mekanisme keuangan, apalagi terkait APBN, baik di Kementerian Pemuda dan Olahraga maupun Kementerian Keuangan. Kami sedang meyakinkan DPR kira-kira mungkin ada titik toleransi,” katanya. Menpora menjelaskan, APBN dapat diberikan kepada pihak swasta jika ada kondisi-kondisi tertentu, termasuk kondisi darurat dan mendesak. “Kami sedang memper-

timbangkan jika memang ada alasan-alasan yang masuk akal terkait dengan kedaruratan dan kemendesakan itu. Mungkin DPR akan memberikan lampu hijau,” imbuhnya. Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, mengatakan perwakilan Tim Manor telah memprioritaskan Rio sebagai pembalap F1 pada tim mereka. “Intinya sudah ada kemajuan dari manajemen Rio. Tapi memang tiga hari mendatang sangat menentukan bagi Rio,” ujar Gatot. Gatot menambahkan, perwakilan Tim Manor datang ke Indonesia untuk menggali keseriusan Pemerintah Indonesia terhadap Rio. “Kami berharap dalam tiga hari mendatang akan ada keputusan dari terkait Rio. Kami ingin tidak ada perubahan lagi bahwa Rio akan menjadi pembalap resmi Manor,” kata Gatot. Pada Kamis (11/2)lalu, Menpora Imam Nahrawi bertemu Managing Director Team Manor Abdulla Boulsien, Rio Haryanto dan manajemen Rio sekaligus ibunya Indah Pennywati di Kantor Kemenpora. (ant)

Menpora Imam Nahrawi

BPM/ant

Nadal petenis peringkat lima dunia kembali ke lapangan tanah liat favoritnya dan bermain di turnamen untuk pertama kalinya sejak ia secara mengejutkan dikalahkan kompatriotnya, Fernando Verdasco di putaran pembukaan Australia Terbuka bulan lalu. Ia telah menaklukkan teman dekatnya, Juan Monaco dari Argentina pada putaran pertama, namun menghadapi ujian berat ketika Lorenzi petenis peringkat 52 dunia

mampu bangkit dari defisit 1-4 di set pertama. Namun Nadal mengunci kemenangan pada match point pertamanya setelah bermain selama satu jam 51 menit. Ini merupakan kemenangan ke-346 petenis Spanyol itu di lapangan tanah liat dan ia masih berada di jalur untuk mengklaim gelar ke-48 sepanjang karirnya di permukaan lapangan yang telah mengantarkannya meraih kesuksesan besar.

Nadal kini akan menghadapi petenis Austria peringkat 19 dunia, Dominic Thiem untuk memperebutkan tiket ke final. Thiem unggulan kelima mengalahkan petenis Serbia Dusan Lajovic dengan skor 6-4, 6-2 pada perempat final. Thiem petenis termuda dalam 20 besar dunia dengan usia 22 tahun, kalah dari Nadal melalui straight set pada pertemuan mereka sebelumnya di Prancis Terbuka 2014. (ant/afp)

Denpasar (Bali Post)Salah satu atlet panjat Ponti Hardiyanto menargetkan mampu meraih dua keping medali emas di PON XIX Bandung, Jawa Barat, September mendatang. Target yang dicanangkan tersebut bukan tanpa alasan, itu berdasarkan kualitas tim serta peluang merebut emas masih terbuka. “Kalau dilihat secara tim kami masih mempunyai peluang dan mampu menyumbangkan dua medali emas bagi Bali di PON sesuai target awal,” papar Ponti di Denpasar, Sabtu (13/2) kemarin. Ponti menambahkan, un-

tuk melihat kualitas dirinya sebelum tampil di hajatan multi event empat tahunan tersebut dirinya serta beberapa atlet PON lainnya, seperti Julianto Prasetiawan, Nadia Putri Virgita, Made Lasti, dan Faisal, juga mengikuti kejuaraan Mirah Boulder Climbing Center (MBCC) yang sedang dilakoninya sekarang ini. Banginya kejuaraan ini dipakai sebagai ajang try-out sebelum bertarung di PON. “Kejuaraan ini sangat penting untuk mematangkan kemampuan saya. Karena dengan mengikuti kejuaraan ini saya bisa mengetahui sejauh mana kesiapan

saya untuk menghad api PON. Sehingga kekuarangan yang masih ada nantinya bisa dimatangkan di sisa waktu yang ada,” paparnya. Lebih lanjut dikatakannya, sebagian besar daerah yang mengikuti PON ikut berpartisipasi diajang ini. Jadi lewat ajang ini dirinya bisa melihat kemampuan atlet luar daerah yang mengikuti kejuaraan ini. “Kalau ada atlet PON dari daerah lain yang diturunkan, kan saya bisa mengetahui kualitas mereka. Jadi penting bagi saya untuk mengintip kekuatan mereka,” paparnya. (kmb41)

Nyoman Parwata

BPM/ist

Pra-PON Ungguli Ponti Hardiyanto POPP Pegok Target Dua Emas di PON Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Pra-PON Bali berhasil mengalahkan POPP Pegok dengan skor 5-2 dalam latih-tanding di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (13/2) kemarin. Kelima gol tim Pra-PON yang bersarang ke gawang POPP Pegok dilesakkan Kushedya Hari Yudo (dua gol), kemudian masingmasing satu gol dari Rio, Damianus Boaz Aprianto, serta Galih Angkasa. Pelatih tim Pra-PON AAK Bramastra, menyatakan uji coba ini sama sekali tak mempermasalahkan soal hasil akhir. “Apalagi

mereka baru bergabung pada pekan pertama ini. Kami hanya memantau kondisi kebugaran tiap pemain,” ucapnya. Gung Bramastra juga bangga skuad Bali United U-21 sudah bisa bergabung kembali dengan tim Pra-PON. Ke depan dirinya berharap manajemen tim Pra-PON saling koordinasi dengan Bali United, utamanya menyangkut penggunaan tenaga pemain Bali United yang masuk skuad tim Pra-PON. Diakuinya stamina pemain Pra-PON perlu digenjot lagi. (022)


Redité Wagé, 14 Februari 2016

I Kaki Dengkil

I Patih Sambada

I YUYU sané mengkeb ring betén batu dasar Telaga Kumudasariné, sangsaya timpalné soroh I Ulam sampun telas padem tedana antuk I Cangak Maketu. Punggeling carita, I Yuyu mamanah jagi nuréksa napi I Ulam sayuwakti sampun baktana ka telaga sané kalintang suci. Raris ngedih mangda keberanga antuk I Cangak Maketu, nanging mangda nglayut ring baongné. Sinah makasami sampun uning, I Cangak Maketu raris kapita antuk I Yuyu sané baktana ka muncuk gunungé. Dija wénten telaga ring muncuk gunungé? Sané wénten makéh batu lémpéh genah para yoginé nangun samadhi. Sesampuné nganampekang, panggihina tulang Ulamé sambeh ring duur batuné. I Yuyu kesiab tur nekekang kapitané ngawinang I Cangak matakén, ngudiang baongné cekuka? Sampunang malih pidartayanga, I Cangak Maketu kapita baongné antuk I Yuyu kantos pegat, raris padem. Punika baos satua. Kocap punika satua sané ngentenin wantah sapusira ugi sané bagia majalaran antuk nilar susatya, jagi padem sengsara sesampuné ngecap bagia aklamaran bawang. I Cangak Maketu sané panggihina antuk I Kaki Dengkil ring kantor gubernuré? “Tusing lakar mati ulian pegat baongné!” Asapunika I Kaki Dengkil banggras masaur wau takénina indik I Cangak Maketu sané mruspus makudus bibihné mélalin pamasténé pangurugan pasihé ring ceking Baliné sané kabaos reklamasi kaalusang antuk baos revitalisasi. “Tawanga ento sere panggang sere tunu? Patuh dogén! Nyak reklamasi, waluya revitalisasi, ento gaé-gaénan sodagar corah. Sodagar ané ngetung sugih ulian aluh. Urug pasih, kapling-kapling, lantas adep. Amonto dogénan wewilangané. Dadi tusing ada ané ngeh? Kayang Sang Angawaraté? Liu ané ngorahang makejang suba maan eduman!” I Kaki Dengkil malih ngupet-upet! “I Cangak Maketu ulesné maan masé! Di satuané kamula I Cangak Maketu pegat baongné, laut pejah! Di sekalané? Jani Cangaké Maketu ané makuah-kuah lambéné mélanin reklamasiné ento? Pastika tusing lakar nylekéték baongné pegat! Tusing lakar sengsara uripné cara Padandané ané mategul di punyan kepuhé dadi bhanaspati raja! Ia lakar nyugihang, lakar liu ngelah pipis! Umahné makenyéb maprada gedé. Montorné nyeléng ngarinting lamun majalan. Lamun gelem lakar maubad teked ka Singapur!” Lantang malémad I Kaki Dengkil ngupet-upet tani unduk. “Jani gumi kali, ento suba ceciréné buin abesik! Megeh-megehang jlemané matingkah dadi sulinggih. Megeh-megehang anaké ngugu sulinggih ané tusing patut manut linggih! Kéto koné baos Lontar Rogha Sanghara Buminé saking Niti Bhagawan Dharmaloka!” Mangda enyak gegana, I Kaki Dengkil madaging mapi-mapi ngojah daging sastra. Wenginé puniki I Kaki Dengkil iteh ngélingélingang napi kémanten sané aksinina dawegé nyuryanin pacentokan pamastén reklamasiné. Dawegé Ipun nyuaraang pikenohnyané mangda reklamasiné kaurungang. Kéwanten ipun yuktiyukti kuciwa santukan makéh rauh sarwa Cangaké Maketu. Mangkin, wenginé puniki, I Kaki Dengkil wawu éling, naler makéh para danéswara tur pangageng jagaté siosan matingkah sakadi I Patih Sambada. Punika pepatih Sang Wanarajané. Pepatih sané landuh uripné santukan ngintilin Sang Maha Raja sané matingkah sakenehné. Makpak sakancan buron, lobha, momo angkara nagingin manah. Antuk momoné, I Patih Sambada kantos padem santukan betekan neda. Mangkin para daneswarané tur pangageng jagaté sané mamutamamongol nginutin rajané nyuaraang mangda nyungkemin pangrencana reklamasiné punika sinah naler sampun betek polih tatedaan. Minab makarung-karung polih jinah. Punapi I Patih Sambada sané dénes punika jagi padem santukan kabetekan? Sinah ja nénten. I Kaki Dengkil kocap ngamanahang, napi malih jagi padem, ngluah ngutah kabetekan nénten jagi nibén. Wantah karmané kirangan akidik, paling kurenané jagi sengkaon ageng santukan nyengkaonang manah sering kaonina mrika-mriki katitah antuk Sang Angawarat. Ngrudeg tangkahipuné I Kaki Dengkil santukan éling pikamkamé punika. “Jani tusing ada ané ngrengeang tutur! Tusing ada ané inget tekén karma pala lamun suba nepukin pipis. Makejang pada gadang matané nepukin pipis. Ulian jani makejang pragat baan pipis! Ukuha maukum, buung maukum ulian pipis! Ukuha sukeh nangun yadnya, dadi aluh ulian pipis! Apa buin nuukin indria, sinah lakar aluh, yén suba ada pipis!” I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan wenginé puniki sambilanga anrawang-anruwung manahné, engsap paningalané sampun sepet nagih sirep. Sambilanga alier-lier paningalané, I Kaki Dengkil marasa-rasa dapetanga déwékné kenjekan ngupet-upet danéswarané sané panggihina tur maosang: “Patih Sambada Cai... Patih Sambada Cai... Madak apang bangka kabetekan!” I Kaki Dengkil nuturang I Patih Sambada! Jelantik

Sastra 13 Keplésan Ombak di Pasisi Lembongan

I Nyoman Manda SESAWANGAN mabakti di Pura Peed enu nrawang nyumeken di kenehné ri kala buin maniné semengan suba montoré teka lan Luh Ratini suba ngidih ijin bakal ngatehin timpal-timpalné malali ka Nusa Lembongan lan Nusa Ceningan. Ia suba nyarter motor bakal ngatehin ka Toya Pakeh lan uling ditu numpang janggolan tempel bakal ka Nusa Lembongan. Ia ajaka patpat lantas menék ka montoré sing perlu ngaba bekel krana ditu suba liu ada restoran. Kudang jahan mamontoran sagét suba teked di Toya Pakeh lan Luh Ratini suba biasa uling ditu numpang janggolan mamesin nuju ka Nusa Lembongan. Ia masi suba biasa tugas ka Nusa Lembongan lan Ceningan yén ada kunjungan wiadin petugas kesehatan uli provinsi wiadin Kabupatén Klungkung ané berkunjung ka Nusa Lembongan. Sing ja makelo negakin janggolan sagét suba teked di Nusa Lembongan. Yan Arsana kangen pesan nepukin petani rumputé ngamparang taneman

rumput di pasisi pasihé. “Ento jembatan gantung ngubungang Nusa Lembongan ajak Nusa Ceningan,” Luh Ratini nudingang jembatan gantung ané cenik ngubungang Nusa Lembongan ajak Nusa Ceningan. Ngenah lantang ba dauh. Sepeda motor dadi liwat. Tungkulanga ia iteh nutur saget perahuné suba malabuh lan ia tuun. “Lan nengokin umah betén tanahé malu ajahan mara binjahan di pasisi makeloang pesan,” Luh Ratini ngajakin timpal-timpalné nuju ka umah di betén tanahé ané sing ja joh tongosné. “Ada umah betén tanahé?” Yan Arsana matakon. “Cara umah gala-gala di satuan wayangé.” Risna nyelag. “Nawang ja Risna,” Yan Arsana matolihan. “Tiang pepes maca Bali Travel News, ento koran mabasa Inggris ané ngindikang unduk pariwisata di Bali.” “Ada anak tua urati pesan ngaé umah buka kéto,” Déwa Kertiyasa masi nimpalin, dadi-

né tuah ento suba kaloktah katekain wisatawan manca negara. Kudang jahan sagét suba teked di umahé ditu, jani kenaina sumbangan lan ia ajak makejang suba tuun nyelepin umahé ento ané kliak-kliuk mailehan maideran cara umah pamuteran. Liu suba satuan anak ané ngatehin baan sejarah anak ané ngaé umahé ento kanti jani kaloktah buka kéné. Sesubané makelo ditu lantas jani nuju ka pasisi tongos turisé liu majemuh lan nyilem, negakin kano, nglangi, lan ada masi madayung, mancing. “Luung pesan gumi Nusané Mbok,” Risna nandan gelané ka pasisi, bias putih nyalantara lan semengan suba liu turisé pesu uli villa ané liu pesan ada di pasisi di Nusa Lembongan. “Nusa Lembongané pulo cenik Luh?” Yan Arsana matakon. “Pulo nénénan tuah 4,6 km lantangné lan Iébarné 1-1,5 km, tongosné di kelod kangin pulo Bali lan masuk wewengkon Kabupatén Klungkung,” lancar pesan Luh Ratini nutur. “Kanti jelimet Luh nawang unduk Nusa Lembongané?” buin Yan Arsana seken matakon “Krana pepesné tiang nututin pejabat pusat mai lan kupingé pepes pesan ningeh penjelasan aparat pejabat Pemda Klungkung ané nyelasang unduk guminé dini.” “Uh….” “Jani raga eda ja ka restoran wiadin cafeteria, lan jani kingsanang tasé sig tongos penjaga pantainé,” ia lantas nudingang tongos umah cenik, tongos petugas pantai ané ada ditu. Ia lantas ajak makejang kemu. “Yih Bu dokter,” makejang girang nyanggra Bu dokter ané maakin tongos petugasé. “Beli Nyoman rahajeng semeng,” girang ia nyawis panyanggra petugasé. Sajaan dija-dija liu anak nawang Bu Dokter Ratini. “Ten ngranjing Bu dokter?” “Ten Beli, niki tiang ngatehin nyaman-nyaman tiangé malali mriki, tiang ijin awai.” “Mangkin pacang sakadi turis?” makenyem petugasé. “Nggih turis Bali, niki tiang ngingsanang tas tiangé.” “Nggih genahang kéwanten deriki.” “Suksma Beli,” lantas ia ngejang tasné sig tongos pelangkan penjagané, ané penting-penting abana, dompetné, HP lan ané lénan. Kudang jahan Luh Ratini suba mabusana pantai cara turis bulé, pakian warna-warni nyolok pesan mawarna biru mabunga putih. Risna suba siap mabusana pantai ajak kabakné.

truna ané mara limang dina jani mara tawanga. “Yén Luh sing pedih miriban ada anak lén ané pedih.” Polos Yan Arsana sebet matakon. Ia neneng joh ka tengah pasihé, turis liu madayung lan diving. “Tiang sing ada anak lén.” “Yén kéto dadi tiang ngelahang kambené ené.” Ia neneng Luh Ratini ané jani tekek ngisi limané. “Kambené duén bakal gelahang Yan?” Luh Ratini girang matakon. “Kadén Luh tiang belog, ngudiang tiang ngelahang kambené duén, ané ngelahang bakal gelahang tiang…, dadi?” “Yan nyak?” “Karuan tiang nagih... ngudiang sing nyak,” jeg prajani ia ngedeng Luh Ratini ia sing perduli ada turist lewat di sampingné, jeg suba ngebah ia ajak dua saru cara anak madéndéng. “Luh nyak?” “Ngudiang sing nyak gépé ngatehin uling Bali kanti ka Lembongan buka jani,” makenyem ia ngisi pipin Yan Arsanané. Ningeh pasaut buka kéto ada serangan tatit, sagét pipin Luh Ratininé suba kecupa. “Luh?” “Yan?” “Enggal pesan tresnan tiangé masangkétan, énggal pesan tiang kaanggét,” Luh Ratini makeengan ukana pipiné kasander. “Lek atiné Yan.” “Ah?” “Yan pedih” “Ngudiang pedih, sing nawang pangrasa bes mara masangkétan.” “Yan?” “Kénkén?” “Dumogi apang kayang kawekas!” “Lan pada atepang kenehé,” lantas ia bangun majalan girang lan Yan Arsana nglimbedang kambené di bangkiangné. “Binjahan meli pakian pantai di kios.” “Dadi ati Luh bakal sing maang tiang nganggo lan nyuang kambené ené.” “Ngudiang tiang sing maang?” “Luh apang nawang ané ngelah kambené gelah tiangé.” “Seken Yan?” “Né buktiné,” Yan Arsana lantas ngelut anak bajangé ento ané girang pesan. Lantas ia majalan nrajang malaib macebur ka pasisi, ulung magelut sayang. Ombaké sing ja gedé tuah kateplas-teplés duén. Jani ia kaampihang negak ajaka dua di bibih pasisiné saling geburin. Pondok Tebawutu Januari 2016

Saking Langit Bali

Udyoga Parwa

Pangrauh Prabhu Salya Olih : I K. Satria, S.Ag SAMIAN prajurit Madradésa sampun nglintangin makudang-kudang genah sané kakaryanin Ida Sang Duryodhana. Makasami dahat liang duaning sami sané kaaptiang mapikolih. Gajah-gajah sané kabakta sami kaicén padang pinaka tatedan sané ngawinang buroné punika egar. Tios punika, krétané sané kabakta naler karesikin, para prajurité taler katurin busana sané bungah. Ida Sang Maharaja Salya taler kabhaktinin olih prajurit Ida Sang Duryodhana antuk pamargi sané paripurna. Tan bina sakadi ring suargan kawéntenanidané. Ida Sang Maharaja Salya ngayunin kawéntenané punika katurang olih Ida Sang Dharmaraja. Ida nénten pisan sumangsaya ring pikayunan duaning Pandawa wantah semetonidané. Ida Sang Maharaja Salya dahat bagia saha nampi sakancan sané katurang punika. Rikala Ida pacang ninggal genahé punika nuju Upaplawya, ngeraris wénten prajurit sané ngandegang pamarginidané saha matur: “Ampurayang titiang Ida Sang Prabhu, Sang sané ngaturang samian puniki pacang rauh, nawegang jantosang dumun.” Kadi asapunika atur prajurité punika. Nyawis Ida Sang Prabhu Salya antuk pikayunan sané enteg. Ida ngayunin sané pacang rauh wantah kawéntenan Ida Sang Yudhistira. “Inggih, aturang yéning titiang ngantosang iriki. Aturang taler Sang Prabhu saking Madradésa puniki dahat angayubagia antuk sami puniki. Prajurit titiangé kadirasa pacang nemuang pati nuju genah Upaplawya yéning nénten katurin ajengan sakadi sané sampun katunas. Kawéntenané puniki dahat ngwantu titiang nguripang samian prajurité.” Ida nénten pisan ngayunin yéning sané ngaturang samian punika wantah Ida Sang Duryodhana. Ida ngayunin samian punika kaaturang olih Ida Sang Yudhistira. Irika Ida malinggih ngantosang sang sané jagi rauh. Ida Sang Prabhu Salya dahat tengkejut tatkala nyaksiang sané rauh wantah Ida Sang Duryodhana antuk tata wedanan sané nénten becik, rumasa sampun mapitulung ring Sang Prabhu Salya. “Aksi sembah titiang Sang Maharaja Madra. Dumogi panyanggran titiangé prasida ngawinang liang ring pikayunan….” Kadi asapunika atur Ida Sang Duryodhana. “Uduh Déwa Duryodhana, napi sané ngawinang I Déwa mabaos sakadi punika? Napiké samian puniki I Déwa sané nyayagayang?” “Ha... ha…. Inggih patut pisan Sang Prabhu Madranares. Titiang taler sampun mirengang semaya sané kabaosang iwau indik I Ratu pacang kayun nagingin pinunas titiangé santukan sampu nguripang samian prajurit saking Madradésa. Mangkin titiang nunas mangda I Ratu mayuda tur mapitulung majeng titiang antuk bendera Astinapura. Nika sané banget tunas titiang.” Ida Sang Prabhu Salya dahat kobet ring pikayunan. Ida nénten prasida mapikayunan malih. Ida tengkejut pisan ring kawéntenané punika. Bebaosan pinaka semaya sampun kabaosang, nénten pacang prasida kawaliang malih. Kitab

Risna suba maluan malaib mauber-uberan manying ajak kabakné nuju ka pasisi putih tedas nyalang. Liu turis suba ada ané pules di biasé. “Ah,” Luh Ratini makeengan. “Kénkén Luh?” Yan Arsana nolih Risna ané girang pesan mauber-uberan ajak kabakné di pasisi mabias putih ento. “Béh engsap tiang meliang Yan pakian pantai, binjahan di kios di Jungutbatu lan ditu meli,” Luh Ratini suba majanteran majalan ajaka dua mapapasan ajak turis ané suba liu pasliwer di pasisi. “Ngudiang meli kamben pantai buin, tiang suba ngelah,” lantas Yan Arsana mabalik ka pos penjagaan malaib. “Bakal ngudiang Yan?” Luh Ratini nyerit nanging Yan Arsana suba nyrengseng terus ka pos penjagaan. “Nawegang Pak, tiang bakal nyemak kamben di tas tiangé,” ia ngomong tekén penjagané lantas nyemak kamben di tasné. “Rarisang!” makenyem penjagané masaut krana nepukin Yan Arsana ajak Bu dokter rasané intim pesan ngenahné. “Suksma Pak,” lantas ia mabalik. “Nyemak apa Yan?” “Nyemak kamben.” Lantas ia majalan di samping Luh Ratininé. “Dadi makamben batik di pantai, binjahan meli di kios ditu liu ada,” Luh Ratini nudingang kios ané liu maderet di bucun jalan pasisiné. “Ngudiang meli buin,” lantas ia nganggo kambenné lan ngedeng Iiman Luh Ratininé negak di pasisi. Buin ngembus kamben ané mara blibedanga di bangkiangné jani kebatana di biasé. “Tiang bakal negakin terus kambené ené, dadi Luh?” Luh Ratini negak mapangsegan nguntul sing nyidaang masaut krana becat pesan patakon Yan Arsanané ané buka kéné. Patakon nuek ané mula antosanga nanging becat pesan. Ia nguntul sing nyidaang masaut nrudug tangkahné lan ia ngejer mara limané gisina, kedenga tekén Yan Arsana ajaka mépét negak di sampingné. “Dadi Luh?” Ia ngejer nguntul ngrudug tangkahné demen kenehné nanging bibihné sing nyidaang masaut. “Luh pedih tiang matakon buka kéné?” sing kena baan mamunyi nanging ia kitak-kituk. “Luh?” “Yan?” ngeres ia masaut. “Luh?” sing tawanga kenehné kénkén kadén undukné jeg ia makenyem ngisi liman anak

Wéda maosang, sané kabaosang ksatria wantah sané satya ring semaya miwah wacana. Tan bina sakadi kulawarga Raghu, tios punika sané kabaos kapiutangan patut pisan taurin. Duk Trethayuga miwah Dvaparayuga, bebaosané punika tan bina sakadi panah sané sampun kalepasang. Nénten wénten manusa, déwa, miwah bhuta sané lali tur lempas ring wecana. Sané nénten satya ring bebaosan miwah semaya sinah kabaosang lempas ring pamargin Ida Sang Hyang Wéda. Punika sané ngawinang asing-asing bebaosan, napi malih sané kabaosang olih Ida Sang Prabhu Salya patut kalaksanayang. “Uduh Sang Duryodhana, yadiastun titiang pinaka bapan Ida Sang Nakula miwah Sahadéwa, nanging titiang mautang kapining I Déwa. Napi malih titiang maosang pacang nagingin sakancan sané katunas ring titiang. Mangkin Sang Prabhu Salya pacang mayuda mapitulung ring I Déwa. Sadurung punika, titiang pacang matemu sareng Pandawa utamannyané Nakula miwah Sahadéwa.” “Matur Suksma Madranares. Durusang…, titiang nénten pacang tempal. Élingang baosang yéning Sang Prabhu Salya pacang mayuda mélanin Korawa!” Akéh para rajané sampun mapupul ring Astinapura. Sayan ngakéhang sangkaning pangutsahan Ida Sang Duryodhana sané nénten patut tuladin. Prajurit Narayani taler sampun magabung ring Ida Sang Duryodhana, sakemaon Ida Sang Kesawa sané nénten makta senjata sampun wénten ring kawéntenan Ida Sang Pandawa. Para raja sané wénten ring Astinapura sayaga pacang mayuda sakadi Ida Sang Citraksa miwah makasami prajuritidané, Ida Sang Prabhu Agniya, Ida Sang Prabhu Dityaketu, Ida Sang Prabhu Agrasara, Ida Sang Prabhu Balawardhana, Ida Sang Prabhu Aparajita, Ida Sang Prabhu Durmagoti, Ida Sang Prabhu Durmanaba, Ida Sang Prabhu Durmarsana, Ida Sang Prabhu Durnandaka, Ida Sang Prabhu Ekabhoma, Ida Sang Prabhu Durilogana, Ida Sang Prabhu Vindandini, Ida Sang Prabhu Ekatana, Ida Sang Prabhu Dwilocana, Ida Sang Prabhu Nagadata, Ida Sang Prabhu Patiweja, Ida Sang Prabhu Rudrakarman, Ida Sang Prabhu Senani. Samian makta prajurit sané dahat mautama. Wénten taler putra mautama Sulacana, Samakrta, Srutayudha, Gardapura, Drtakesti, Bogadenda, Gordapati, Drtaseta, Carucitra, miwah putra mautama Jalasuma. Kawewehin antuk prajurit Narayani sané akehnyané aksauhini. Wilangan asiki aksauhini inggih punika 21.870 prajurit sané nglinggihin kréta taler masenjata jangkep, 21.870 prajurit gajah. 65.610 prajurit sané nglinggihin jaran, miwah 109.350 prajurit sané mamargi ngamel pedang miwah tombak. Mawinan wénten 218.700 diri ksatria sané sayaga mayuda. Ring genah Pandawa wénten pitung Aksauhini, ring genah Korawa wénten solas Aksauhini. Mawinan ring payudan Mahabharatané punika wénten plekutus Aksauhini. (Puput)

Doh Sawat Tampak cokor ring ungkur kantun bengong, Déwa durung nglimbak segara jimbar durung ngregah gunung kawah kocap jagi makalah-kalah mutbut lateng ngiu morbor lateng layar Yéning wantah nolor nampek, dayuh, tur landuh tan péndah i weteng ebuh nyedot angkihan ten kayun ngedigang tangkah ngwilang bintang ten ngamolihang lelintangan Napi luihan ring sang ngumbara makudang warsa ninggal genah makudang kadang sayang kutang punika katrugtug kategul karuruh sané patut kaweruh mimih kaliwat doh sawat, Déwa Tampak cokor ring ungkur kantun bengong, Déwa pitulas segara gunung durung prasida ngwangun raga napi malih ngorten jagat Becik urati soang-soang galah becik jegjegang soang-soang lawat sios punika doh sawat Madé Taro


Kruna

14

I Wayan Sukada

Cerakén

Pinih Mautama Kayun Masekolah

Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

MELED dados guru, pinaka cita-cita I Wayan Sukada, S.Pd., ngawit alit. Dasar madué rasa meled dados guru sangkaning ngaksi sosok guru daweg punika banget kaajiang ring pakraman. Pangrauh guru ka sekolah kajantosang olih murid. Ring pakraman guru taler kaajumang pisan. Indiké punika santukan akéhan guru SD miwah SMP genah Sukada sekolah mawit saking désa lianan gumanti ngawinang bapak utawi ibu guru kapah masuk sekolah, santukan pulang kampung miwah sangkaning sakatah pikobet sané ngaw-

pupu;sienom/,

Pupuh Sinom 13.muulwitæ)s\ÐnÓ)gl/, mula wit Pesangkan Tegal, hjienÂk*hp)psi;,

ajinné kang apepasih, higusÕiezomnuæid)m)n/, I Gusti Nyoman Sidemen,

p)kkÀidengumnÓi,

pekakidané gumanti, k)tutÀinÓrnæ)psi;, Ketut Intaran pepasih,

r&sd i m ) n ) æ u endumn u /, ring Sidemen sané dumun,

ekomæêe\senmprb/, kompyangé sané maparab,

dhu;tulÓ¡lÀdipti,

Dauh Tultul Adipati, enmlu\á¡;,

né malungguh, r&tlib\ % m)lg é t/, ring Talibeng ngamel jagat.

14.stÉ)h&wynãzé(, satrehing Wayan Banjar, mulksumã¡\&jurit/,

mula kasumbunging jurit, zsÓËmw i ;w)wei konn/, nyastra miwah wewikonan, \usdmÙ;hunÑgi, ngusada muah undagi, r&purhidm\Сnin/,

ring Pura Ida mangkunin,

\)lr*ydñmæult u k u /, ngelarang yadnya Mpu Lutuk, npimli;ÁsÕbÉt,

napi malih Astha Brata, \)l(eyoglnuæ)mai,

ngelar Yoga lan Semadhi, etet;tutu(,

tétéh tutur,

mkjkuæmhutm.

maka Jaksa mautama

inang guru nénten prasida ngranjing ngajahin. Metu sajeroning pikayunan Sukada, yéning dané prasida dados guru ring sekolah sané wénten ring désanyané. Sukada pacang setata prasida ngajahin santukan ngajahin ring désa padidi. “Titiang marasa angayubagia pisan prasida nyalantarayang citacita daweg alit dados guru,” tutur Sukada cutet. Embas saha kelih ring sinunggil dusun ring Désa Blandingan, Kecamatan Kintamani, Bangli, kekalih rerama pinaka petani ngawinang Sukada daweg alit sering ngwantu rerama pinaka petani. Sukada naen marasa inguh santukan jejeh nénten pacang prasida nyujuh citacitanyanné punika. Napimalih reramannyané naen nénten nyokong cita-citannyané. Reramannyané maosang kapiambeng prabéa. Reraman Sukada mikayunin mangda prasida dados guru muatang prabéa nénten akedik. Mungguing anggén prabéa idup ring pasarainan kémanten kantun kirangan. Nanging aget Sukada boya ja yowana sané dangan rered. Yadiastun kalih re-

Segara miwah Gunung UMANIS Galungan sapunika taler Umanis Kuningan galah melah anggén malilacita nglimurang manah sané sampun wadih ngamargiang sahananing pamargi ring kauripan minakadi makarya, ngamargiang pamargi ring adat, taler sané tiosan. Manawita jagaté mangkin tios kahanané kadi dumun. Mangkin kramané akéh pakaryané ngantos nénten madué galah anggén malancaran sareng kulawarga. Wantah ring rainan kadi Galungan lan Kuningan galah melah anggén masliahan. Ring dija genah sané melah anggén malancaran? Sinalih tunggil genah sané becik anggén malancaran inggih punika segara lan gunung. Akéh kramané ka pasisi mabalih ombak saling candén, wénten taler sané masiram ring pasih utawi wantah negak-negak kémanten ngrasayang tis anginé ngasirsir. Satios ring pasisi, genah sané becik taler karauhin wantah ring gunung, pamekas Gunung Batur. Gunung Batur becik pakantenané duaning wénten Danu Batur irika. Taler kawéntenan jagaté gesit ring Kintamani. Akéh kramane saking kota malancaran irika. Mangkin sampun mabading, yéning ring gunung doh utawi tan madué pasih, sinah malancaran ka pasisi. Kénten taler sametoné saking kota, wadih sareng panes jagaté, sapunika taler polusiné sané sayan nincap, nuju wénten galah, akéh malali ka gunung. Wénten sané ngajak gegélanipun, wénten taler sareng kulawarga. Segara lan gunungé pinaka genah sané banget kasenengin olih krama Baliné jagi kanggén nglimurang manah. Segara lan gunungé sampun sapatutnyané kapiara, jaga mangda nénten usak, uug. Segarané mangda resik tan wénten leluu pamekas leluu plastik. Patut uratiang indiké punika. Yéning sampun becik, resik, sinah sampun akéh kramané malancaran irika. Becik taler anggén genah melasti ngaturang puja ring Hyang Baruna. Sapunika taler ring gunung, satios mangda resik sakadi ring segara, patut pisan uratiang indik kramané sané ngrereh bias irika. Sampunang nyabran raina ngokoh bias, kaambil laut kaadol. Sayuwakti biasé punika wantah paican Widhi, sakémaon, yén sami kaambil sinah sampun palemahané pacang usak, tan becik pakantenané yéning cingakina sareng krama sané malancaran. Yén sampun tan kapiara sinah sampun akidik torisé pacang rauh, yén sampun akidik, sinah akéh villa muah restoran sané matutup. Yén sampun kénten janten sampun akéh kramané sané makarya irika pacang kélangan pakaryan, duaning akéhan krama Baliné ngrereh pangupajiwa ring pariwisata. Pariwisata punika sida ajeg, torisé taler akéh sané rauh yéning iraga sumeken miara tur nyaga kahanan segara muah gunungé. Palemahan sané gumanti ngulangunin sang sané nyingakin. Palemahan paican Widhi sané gumanti patut kapiara mangda sida ngametuang amerta. Segara gunung pacang ngawi jagat Baliné sayan mataksu satios ring budaya sané patut kalimbakang malih kawéntenannyané. (I Komang Alit Juliartha)

ramannyané kirang nyokong citacitannyané, nanging Sukada tetep percaya prasida dados guru. Citacita pacang ngabdi ring désannyané embas prasida kasalantarayang. Kasumekenan Sukada punika pamuputnyané kapolihang. Sesampun muputang sekolah ring SMAN 1 Kintamani, pianak I Made Kantra miwah Ni Remben puniki mutusang nglanturang ka IKIP PGRI Bali. Program studi sané dados pilihannyané Jurusan Bahasa dan sastra Bali. Manut lanang sané embas ring Désa Blandingan, 1 Februari 1990, wénten sakatah dasar tetimbang sané ngawinang dané milih jurusan sané kirang kasenengin tamatan SMA galahé mangkin. Éling jenek ring désa sané doh saking kota, kahanan basa lan sastra Bali banget kabuatang. Sajabaning dados guru basa Bali, Sukada ngaptiang ilmu miwah kawagedannyané mabasa Bali dados kanggén ring banjar miwah désa adat. “Minab sampun dados garis idup titiang dados guru. Cita-cita daweg alit sané méweh musti polihang tiang. Sujatiné akéh pisan pikobet

sané kalintangin sajeroning molihang gelar sarjana pendidikan puniki,” baos Sukada. Dané kantun éling, ri kala nglanturang kuliah dané sinarengan makarya mangda molihang prabéa kuliah. Siosan punika reramannyané stroke. Aget akéh krama ring wewidangannyané sané madué pikayunan becik sané nyokong dané nénten kantos puput kuliah. Naen nglintangin pikobet abot sajeroning molihang ipian dados guru, Sukada sané mangkin tugas ring SMKN 2 Kintamani, setata nyokong siswannyané mangda semangat sekolah. Sukada setata mabesen majeng siswannyané, yéning sekolah punika nénten raris ngawinang siswa pintar tur pamuputnyané dados pegawai negeri, nanging madué pangweruhan sané jimbar tur prasida dados angganing sané madué méntal kuat. “Indik kawikanan nomor salanturnyané. Pinih mabuat siswa kayun masekolah. Ngicén sokongan majeng siswa sané nénten dangan,” baos Sukada sinambi kitak-kituk. (ast/yan)

Kadek Diah Pramanasari

Koreografer Muda, Masolah ka Dura Negara SAJERONING widang seni makarya garapan seni kolosal, aran Kadek Diah Pramanasari yukti kasub pungkuran puniki. Yowana sané embas ring Dénpasar, 7 Désember 1989 puniki prasida ngametuang karya seni kréatif. Sinalih tunggilnyané karya “Inagurasi Tantri” sajeroning Pembukaan Denpasar Festival panguntat warsa 2105 lintang. Karya tari sané kasokong panyatusan pregina antuk komposisi sané sukil punika kasolahang ring Catus Pata, Dénpasar. Pinaka pregina, dané taler ketah masolah ring dura negara. Kabaosang, seni puniki katelebin sangkaning meled nglestariang tetamian penglingsir. “Embas ring wewidangan désa seni, pekak tiangé, Alm. I Made Mondog wantah seniman Calonarang. Kekalih reraman tiangé taler pregina sané dados dosen ring ISI Dénpasar. Nyabran masolah utawi latian, titiang sareng raka miwah arin titiangé setata kaajak, mawinan titiang malajah ngigel,” baos dané metuéling. Kabaosang, rasa seni sané kaduénang medal sakadi toyané membah, boya sangkaning kauduhang rerama napimalih pekaknyané. Sangkaning punika, dané madué kayun patut nglestariang seni leluhur, pamekasnyané seni sesolahan. Dané nyaritayang, mawit kantun alit sampun meled prasida ngigel. Nyabran mabalih mahasiswa sané kaajahin olih ibunnyané ngigel, mawit irika medal pikayunan meled sakadi ibunnyané, nanging boya dados guru utawi dosen. “Mawit irika tiang malajahin dasar tari. Sangkaning tiang nakal, tiang karanjingang ring Sanggar Warini,” baos Diah. Nénten kantos abulan, dané

sampun uning dasar-dasar tari. Rasa seneng taler sayan maweweh sangkaning prasida mapupul sareng alit-alit Asti Kumara, pupulan pianak dosén ISI. Satios kaajahin ngigel, irika taler dané kaajahin magamel. Asti Kumara taler ketah molihang selah masolah ri kala wénten acara. Kala punika, tarian sané ketah kasolahang sakadi Pendet, Jalak Putih, Cendrawasih, miwah Condong. Tios punika, dané taler sering ngayah miwah ngamiletin pacentokan. “Dumun naen ngamiletin pacentokan Tari Pendet pinaka duta sekolah (SD Saraswati 3 Denpasar), tur prasida molihang juara I tingkat Kota Denpasar miwah juara III tingkat Provinsi Bali,” baos Diah sinambi makenyem. Sangkaning ketah nyarengin pacentokan, dané makéh molihang paplajahan anyar. Tamat saking SMK Negeri 5, dané nglanturang kuliah ring ISI Dénpasar antuk pangapti prasida dados pregina miwah koreografer sané becik. “Malajah nénten wénten wantesannyané, sakadi bebaosé duur langit kantun wénten langit, mawinan titiang malih ngambil S2 ring ISI Dénpasar.” Pinaka garapan muputang sekolahnyané, dané makarya Dramatari Wiratara Patni sané ngambil genah ring Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Yéning parikrama masolah ka dura negara, sampunang malih takénina. Dané naen dados misi kesenian sareng Sanggar Pelangi Budaya Nusantara ka Malaysia (2006), Misi kesenian sareng ISI Denpasar ka Denmark (2009), miwah Rusia (2010), sareng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi ka Jerman (2010), ISI Denpasar ka San Fransisco (2011), miwah nyarengin Festival Panji/Inao sareng ISI Denpasar ka Thailand (2013) taler Festival Rakyat (Folk Art) sareng Sanggar Wimba Sasi ring Romania (2014) lintang. (bud/uma)

Isin Gumi

Kawangun Sirkuit, Ngirangin Kebut-kebutan ring Margi

PANGUTSAHA ngirangin parikrama kebutkebutan utawi trek-trékan

sané kamargiang akéhan yowanané mangkin pamekasnyané ring Buléléng,

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

dacin

1. dcin/,

1. neraca

2.

dadalan

2.

ddln/,

2. sebab

3.

damang

3.

dm*,

3. sembrono

4.

giri

4.

giri,

4. gunung

5.

godoh

5.

egoedo;,

5. pisang goreng

6.

jaba

6.

jb,

6. luar

7.

jahan

7.

jhn/,

7. sementara

8.

jambangan

8.

jmã\n/,

8. kuali

9.

mincid

9.

mizÇid/,

9. beras pecah

10. mindah

Redité Wagé, 14 Februari 2016

10. minÑ;,

Bahasa Indonésia

10. tidak mau

pemerintah Kabupatén Buléléng ngwedar pangrencana ngwangun kalangan sirkuit balap motor. Bupati Buléléng, Putu Agus Suradnyana maosang indiké punika utsaha ngirangin aksi kebut-kebutan sané metu sangkaning kenakalan remaja sakadi mangkiné. Anggannyané sebet sangkaning kirangnyané genah kanggén nyalantarayang kasenengan/hoby para yowana inucap. Anggannyané ngaptiang, rencana pawangunan kalangan sirkuit prasida ngirangin kenakalan remaja ngawigunayang montornyané kebut-kebutan liar. Tetujonnyané, para yowana mangda madué genah nyalantarayang kasenengannyané, mawinan prasida ngametuang préstasi, boya biyuta. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 9 Februari 2016 lintang. Gedé Merta, Celuk Buluh Yukti aksi kebut-kebutan

liar ring Buléléng durung prasida kadabdabin. Parilaksana yowana ngawi biyuta durung prasida katambakin. Boya ngirangin, nanging sayan sué sayan ramie yowanané nyarengin parikrama inucap. napi malih nuju raina “Malam Minggu”. Mawinan antuk pangrencana pawangunan kalangan sirkuit punika para yowanané madué genah nyalantarayang kasenengannyané. Boya wantah gradag-grudug ring marginé, ngawi biyuta. Yéning sampun madué kalangan, sinah nénten mocolang sirasira. Gung Dé, Jalan Ngurah Rai Singaraja Sujatiné yowana sané kebut-kebutan ring marginé majanten anak nakal, mawinan iriki banget kaperluang uratian saking rerama, sapunapi antuk ngicén tutur mangda prasida lewih becik maparilaksana. Yéning angganing polisi sampun sering pisan nertibang yow ana

sakadi punika. Kantun kémanten ramia sakadi mamaling ipun kebut-kebutan ring marginé. Medalnyané pamineh ngwangun sirkuit pinaka pidabdab sané becik pisan. Kaki Dukuh, Seririt Niki sampun metu saking tontonan ring televisi sané sering ngunggahang tontonan indik yowana sané seneng ugal-ugalan ring marginé, minakadi tréktrékan utawi kebut-kebutan liar. Parikrama inucap katulad olih yowanané mangkin mangda kasengguh gaul, santukan bebikas yowana seneng nyoba-nyoba kémaon nénten kauningin bayan-

nyané sakadi punapi. Indik rencana saking bapak bupati ngwangun sirkut, pinaka pidabdab sané becik. Komang Yasa, Lovina Pinaka utsaha ngirangin parikrama kebut-kebutan inucap, aptiang titiang majeng angga kepolisian mangda sering-sering tedun ngamargiang rasia ring genah-genah sané sering kanggén genah kebut-kebutan liar. Yéning sida katangkap mangda kaicénin pembinaan, pradé bénjangan malih melanggar mangda kapidana tegas. Lianan punika ring sekolahsekolah taler kasobyahang indik baya kebut-kebutan liar inucap. (ama)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Wage, 14 Februari 2016

Menjadi Warga Negara Minoritas Abadi

Marginalisasi sebagai Warga Kelas Dua

l Membaca Bali Setelah 100 Tahun Berlalu (7)

VISI BALI TRADISI perihal “daksina dadi ulu” tidak berhenti hanya pada arus desakralisasi yang menderas dari waktu ke waktu. Penjungkirbalikan posisi Bali dari Negara Otonom yang meskipun kecil itu, ke posisi baru sebagai sub-Negara Besar bersemangat kolonial semasa Belanda dan Jepang, hingga kemudian beralih ke Republik, juga mengakibatkan Bali dalam pembacaan Tradisi diperkirakan bakal menjadi “bhuwana winasa”, kebinasaan sebuah pulau, oleh Pedanda Ngurah. Atau sedikit lebih lembut dalam pembacaan Pedanda Made Sidemen sebagai “purwa sanghara”, masa awal pertanda kekacauan, penjungkirbalikan tatanan. Kenapa? Saat masih sebagai Negara Otonom, Bali menentukan otonom diri dan masa depannya. Tatanan tata ruang, tata waktu, tata negara, tata desa, tata kemasyarakatan, hingga tata bahasa, tata susila, bahkan tata boga ditentukan sendiri. Bilapun ada pengaruh luar, tapi itu diterima dengan daya saring dan daya serap yang kuat dan selektif. Daya adopsi dan adaptasi internalnya kuat, sehingga memiliki keragaman tradisi, adat, budaya dalam arti seluas-luasnya yang kaya. Sebaliknya, setelah diintegrasikan dan kemudian berintegrasi menjadi sub-

lRaudal Tanjung Banua Episode Burung-Burung 1. Burung-burung blekok Burung-burung kuntul Paruh-paruh yang bengkok Bisakah bersuara atau sekadar bersiul Di luar makan, mengerkap mangsa? 2. Bangau tongtong Bangau udang Tegak diam sebelah kaki Agar tampak kuat Atau bermenung mendera diri? 3. Burung balam Burung ketiran Hinggap di tanah Di dahan-dahan rendah Bukankah itu pertanda Sangkar yang sebenarnya? 4. Punai tanah, punai tanah Wahai, terbang rendah mencari silsilah Bukan dari atas ke bawah 5. Kicau murai Utusan fajar Murai pun paham Mencintai bias Yang sebentar 6. Alap-alap kitari atap Ngalap berkah Berhasrat mengelap langit kelabu Dengan sayap kecilnya 7. Kepodang, o, kepodang Kapan pulang ke sarang Jangan bawa kacau Karena itu dekat Ke pintu sangkar 8. Seekor sri gunting Terbang dari lipatan kain batik Seorang perempuan Tiba-tiba terdengar denting (bagai dawai pilu dipetik) Nyatanya gelas-piring Pecah berkeping! 9. Burung hantu atau pungguk Bukan nama yang buruk Jika saja para pemabuk Tak berebut mencintai Bulan yang sama 10. Burung undan Burung pingai Terbang lepas ke langit biru Sebadan tidak seperangai Ibarat menggantang angin lalu; Maka biarkan segalanya terbang lepas berlalu...

Negara Besar, hak otonom Bali atas diri dan masa depannya pun kian terbatas. Perubahan yang lebih ekstrem lagi adalah bahwa orang Bali yang semula menjadi warga Negara Bali Otonom, dengan kedudukan sederajat di hadapan warga negaranegara lain, akhirnya dalam posisi subNegara Besar malah menjadi warga negara minoritas akut alias abadi. Akibatnya, orang Bali sebagai warga negara minoritas abadi di dalam Negara Besar tidak pernah menang secara politik dalam menentukan diri dan masa depannya sendiri. Orang Bali niscaya kalah secara politik—apalagi ditambah dengan watak yang suka mengalah, jadinya ya terusmenerus kalah. Diri dan masa depannya secara politik justru ditentukan oleh kekuatan mayoritas di Negara Besar. Hitung-hitungan politik di atas kertas, lebih-lebih dalam realitas, Bali memang tidak mungkin menang dalam pengambilan keputusan nasional di Negara Besar. Ini ditambah lagi dengan watak generasi belakangan yang kian pragmatis, cenderung apatis karena endapan trauma politik masa lalu, sehingga tidak berani ngotot, apalagi terbuka, memperjuangkan hak-hak politik maupun ekonominya sebagai warga negara yang diakui setara oleh konstitusi Negara Besar. ldeprabas

KABUT TURUN di jalan berkelok dan menanjak. Sejauh mata memandang, gunung Dataran Dieng, Sindoro dan Sumbing, pepohonan, bentangan sawah dan rumah-rumah seakan tenggelam sekian meter di bawah ‘’lautan’’ Pulau Jawa. Riap lampu kendaraan yang sesekali melintas menjelma sulur mercusuar. Satu dua kendaraan baik yang menuju kota kecil Wonosobo maupun mereka yang hendak menuju puncak Dieng tak ubahnya iringan perahu, bergerak pelan menuju pelabuhan dan pangkalan. Kami yang hendak menuju puncak mesti berhati-hati melintasi jalan. Tidak, kami tidak tegang lantaran jalanan yang berselempang kabut. Tapi karena semata-mata perasaan dan pikiran terlampau takjub. Perasaan dan pikiran kami bagai di bawah berpetualang ke hamparan semesta raya. Di sini, kami seperti diingatkan kembali bahwa kebahagiaan dan kesedihan hanya setipis lapis awan di angkasa raya. SEPANJANG JALAN menuju puncak Dieng kami hanya bisa berseru kagum, indahnya. Lihatlah, kabut yang perlahan-lahan mengambang sebelum akhirnya membubung ke udara hingga gugusan kabut tak tertangkap pandang. Lihatlah, puncak Dieng seperti menyingkap lanskap, mendedah keindahan yang lain saat

lRaudal Tanjung Banua Bayangan 1. Bila diliput aku jadi liliput Dilipat jadi pendengkur dalam selimut Biarkan aku berjalan dari pematang ke pematang dari gelagah ke gelagah walau langkahku selambat siput menyeret rumah-rumah hitam berlumut tapi bukan kosong hampa Biarkan aku tidur di atas rumput padang terbuka telentang aku telungkup sama terdengar lenguh lembu dan erang anak domba itu suara semesta yang tak terjamah lipatan dan liputan para jenaka 2. Bagai anak rebung putus ditebang jiwaku membubung ke pucuk-pucuk betung di ruas-ruas batang bagai menabung nyawa di celengan kaca yang aku lupa cara membukanya Bila rebung putus dicincang cintaku jauh pertanda pulang Bagai buah badam jatuh di batang badanku berdebum rebah kuda memeluk akar O, pohon-pohon merbau sepanjang jalan bintang waluku selamat malam, selamatkan cintaku di jalan pulang

NGAMPOENG SENI FEBRUARI

228 Tahun Denpasar.... (27 Februari 2016)

BACA Cerpen dan Puisi NGAMPOENG SENI

Kamis KLIWON, 25 Februari 2016 Pukul 17.00 - 21.00 WITA di JKP - 109. Denpasar t’2016 mencari Puisi WAJIB dan Puisi PILIHAN...

l Membaca Bali Setelah 100 Tahun Berlalu (8)

Tetap Teguh dalam Kemalangan

l Belajar Arthasastra dari Canakya (4)

BEGITU PENTING bagi pemimpin negara melatih kepekaan nuraninya guna dapat dengan tepat menangkap denyut hati nurani rakyat yang dipimpinnya—sehingga dapat membuat kebijakan yang akurat dengan kebutuhan rakyat—maka sebelum membabarkan perihal strategi dan taktik memimpin, Arthasastra pun mengawali ulasannya dengan merincikan sistematika ilmu-ilmu (vidya) bagi sang calon pemimpin. Sebelum era Kautilya, para rsi memang telah beradu pemikiran perihal ilmu utama yang patut dipahami sang calon pemimpin. Kelompok Maharsi Manu, misalnya, memandang bahwa hanya ketiga Weda (Rg, Yayur, Sama Weda), ekonomi (warta), dan tata negara atau ilmu politik (dandaniti) sajalah ilmu sejati yang perlu dikuasai. Adapun filsafat (anwikshaki) dimasukkan hanya sebagai cabang khusus dari Weda. Namun, bagi kelompok Maharsi Brhaspati, justru hanya ekonomi (warta), dan tata negara atau ilmu politik (dandaniti) itu yang termasuk ilmu, sedangkan Weda dikatakan hanya sebagai “selubung” bagi seseorang yang berkeinginan memahami cara-cara hidup di dunia. Berbeda lagi dengan Maharsi Usana, yang memandang justru dandaniti itulah satu-satunya ilmu yang patut dipelajari. Alasannya, karena pada dandaniti itulah terikat segala usaha yang berhubungan dengan semua ilmu. Setelah menyimak semua pemikiran, akhirnya Kautilya lewat Arthasastra menawarkan integrasi bahwa seorang pemimpin negara sepatutnya menguasai dengan benar dan mendalam pengetahuan yang terkait dengan prinsip-prinsip kebenaran, spiritual, dan kesejahteraan. “Kebenaran dan kebatilan tindakan dipelajari dari Weda.

AKIBAT ikutan dari posisi sebagai warga negara minoritas akut di Negara Besar adalah bahwa Bali semakin dikuasai oleh kekuasaan besar berskala nasional Negara Besar maupun berskala internasional Negara-Negara Besar. Baik secara politik maupun ekonomi. Ketika arus penguasaan Bali secara politik dan ekonomi, terlebih lagi kekuasaan perselingkuhan ekonomi-politik kapitalis hitam, semakin tidak terbendung, maka tanah-air Bali pun melahirkan ironi sanghara, bahkan sungguh-sungguh winasa, bagi orang Bali sendiri. Di satu sisi Bali semakian berubah dalam arti seluas-luasnya, namun perubahan itu dirancang dan ditentukan oleh kekuatan ekonomi-politik di luar diri Bali sendiri, dan bersamaan dengan itu orang Bali (baca: orang etnis Bali) sendiri lambat laun semakin tersisih di tanah-air kelahirannya sendiri. Arus deras marginalisasi orang etnis Bali justru di Bali, yang merupakan tanahair kelahirannya sendiri, semakin lama akan berakibat pada kian terpinggirkannya pula budaya Bali yang didukung, dilakoni, dan dilakonkan oleh orang Bali. Ini karena budaya Bali sangat tergantung pada dua hal mendasar, yakni tanah Bali dan orang Bali. Ketika tanah

Bali dan orang Bali sudah termarginalkan, maka budaya Bali pun kehilangan daya penghidupnya, sehingga menjadi semakin melemah, melemah, dan melemah. Benar bahwa budaya Bali masih punya harapan tetap kuat bertahan karena terkait langsung dengan sistem keagamaan Hindu Bali. Namun, juga tidak terbantahkan bahwa arus desakralisasi Bali dan marginalisasi orang Bali juga semakin deras—dan sejarah modern belum pernah mencatat Bali punya jurus maupun pengalaman ampuh keluar sebagai pemenang menghadapi gempuran kekuatan ekononomi-politik kapitalis hitam sekelas seabad belakangan ini. Ironisnya, masalah ekstrem, besar, dan mendasar Bali ke depan ini tidak bisa diandalkan jalan keluarnya dari elite politik Bali sebagai pemegang kebijakan formal. Sampai kini Bali juga belum memiliki sistem ekonomi adat Bali yang terintegrasi sebagai pembendung arus deras desakralisasi dan marginalisasi itu. Sistem ekonomi adat Bali yang terintegrasi tidak terbentuk karena kebanyakan orang Bali belum terbiasa terintegrasi dalam ruang lingkup supradesa, sehingga sangat mudah terfragmentasi. ldeprabas

Kesejahteraan dan kemiskinan dipelajari dari warta (ekonomi). Kebijakan yang baik dan buruk dipelajari dari dandaniti (tata negara, tata pemerintahan, atau politik). Begitu pula kemampuan dan kelemahan ketiga ilmu tersebut,” begitu surat Kautilya dalam Arthasastra Bab II, Bagian 1. Adapun filsafat (anwikshaki) bagi Kautilya tetap perlu dipelajari dan dipahami karena memberikan manfaat kepada orang-orang supaya tetap teguh dalam kemalangan dan kemenangan. Dengan bekal pemahaman filsafat kehidupan, maka orang akan dapat meningkatkan kemahiran dalam pikiran, ucapan, dan tindakan. “Filsafat (anwikshaki) merupakan sinar segala ilmu, sebagai

alat semua sekaligus penunjang semua hukum dan swadharma (kewajiban profesional),” tegas Arthasastra. Apa sajakah yang membentuk filsafat? Dalam klasifikasi Kautilya, filsafat dibentuk oleh tiga ajaran, yakni: Samkhya (penyatuan atas dualitas sehingga menemukan esensi Kesatuan), Yoga (penyatuan dengan Yang Mahasatu dalam setiap aktivitas), dan Lokayata (Kesatuan Semesta Raya). Dengan Penyatuan dan Kesatuan pada Yang Mahasatu sebagai inti-hakikat-esensi segenap keber-Ada-an itulah maka orang akan dapat tetap teguh dalam kemalangan maupun kemenangan. lnirta ks

Sekitar Sulur Sikunir Puncak Dieng.... lNarasi Tiga Gunung Kenangan Bunga

malam tiba. Riap lampu nun jauh di kota kecil Wonosobo menjelma seribu kunang-kunang berkemeriap, manjakan mata kami. DIENG BERASAL dari kata Sansakerta ‘di’ yang berarti tempat, dan ‘hyang’, tempat para Dewa-Dewi beratus-ratus tahun silam. Kini Dieng menjadi tempat wisata dengan latar alam, bukit dan pegunungan. Tempat wisata alam yang terletak di Desa Sembungan, 30 km dari pusat kota Wonosobo ini tak ubahnya seorang ‘’ibu’’ yang dikelilingi ‘’anak’’ aneka tempat wisata yang senantiasa mengulum senyum dan menawarkan sulur warna keindahan alam. NIKMATILAH busur warna Telaga Warna, telaga yang sesekali menjelma warna pelangi ini dikitari gundukan-gundukan bukit kecil tak jauh dari Telaga Warna ada sebuah gua dan Komplek Pertapaan Mandalasari, di dalam gua sewaktu-waktu digelar upacara ritual yang menjadi bagian proses ritual pemotongan rambut gimbal atau anak gembel. TANDA-tanda anak yang terkena gimbal bisa diketahui semenjak anak berusia 40 hari sampai 6 bulan. Kalau di sela helai-helai rambutnya terdapat rambut yang tergelung, wajib hukumnya bagi orangtua melakukan upacara ritual pemotongan rambut gimbal. Bila tidak, maka sepanjang hidup si anak atau keluarga akan selalu senantiasa bersua bala. ADA BEBERAPA RITUAL sebelum pemotongan rambut gimbal dihelat; berdoa di beberapa tempat yang diyakini sebagai tempat keramat seperti di candi dan gua hingga nanti pemotongan rambut berjalan lancar, beroleh restu dari leluhur. Tentu saja saat in kami tak bisa menyaksikan secara langsung bagaimana upacara ritual rambut gembel ini berlangsung. Jika Anda ingin menyaksikan langsung bagaimana upacara ritual pemotongan rambut gimbal, datanglah pada bulan Juni. Di sini, di dataran Dieng yang permai dan sejuk ini dihelat upacara ritual rambut gimbal, jawabnya. SELEPAS MENIKMATI sulur warnawarni Telaga Warna mendakilah ke bukit yang lebih tinggi, kurang-lebih 2.300 meter sepasang mata kami pun disuguhi pemandangan Telaga cebong yang bening terbentang, Ah, di telaga ini marilah sedikit berimajinasi, berperahu, ya, berperahu di atas gunung berpeluk mesra dengan

angin pegunungan, dan bernyanyi. SELEPAS MENYUSURI, menikmati dan ‘’berpeluk’’ mesra di tepi telaga kami pun tak sabar ingin bersua dengan ‘’anak kandung’’ Dieng yang lain yakni melihat dan sekaligus mengenali nama-nama candi yang diambil dari nama-nama tokoh dalam cerita epik Mahabrata, seperti Candi Bima, Candi Semar, Durga Mahesasura, Mardini, Ganesa dan Candi Arjuna yang mirip dengan Candi Parasurameswara jauh di India sana. Tentu, sebagai seorang ‘’ibu’’, Dieng tak ingin membiarkan anak-anaknya buta silsilah -- asal mula -- Dieng dan bagaimana telaga warna dan candi-candi itu ada. Maka, kami pun memasuki home theatre, dari sinilah kami pun menjadi tahu asal muasal Dieng. HARI SUDAH LARUT MALAM ketika kami tiba di desa Sembungan. Udara yang dingin seakan mendorong keinginan kami mendsak waktu agar lekas tiba di ambang pagi. Untuk penghangati tubuh yang disekap hawa dingin ami pun berjalan-jalan di sekitar lereng. Kami melewati penginapan-penginapan yang berjejer sepanjang jalan sebelum akhirnya berhenti di sebuah warung dekat parkiran, di warung inilah Dieng dan Sikunir seakan tak puas hanya dengan memanjakan mata kami, disediakanlah minuman dan jajanan yang menjadi ikon Wonosobo, yakni kopi purwaceng, tempe kemul dan mie ongklok. DI SELA-SELA menikmati minuman dan makanan Wonosobo ini ada seorang lelaki datang menawarkan jasa, hendak mengantar kami mendaki puncak Sikunir, sebuah dataran tertinggi di Pulau Jawa. ‘’Untuk mencapai puncak Sikunir dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam dengan berjalan kaki,’’ tuturnya dengan nada hangat. WAKTU memasuki jam 04.00 tiba saatnya kami bergerak, menyusuri jalan setapak mendaki ke puncak Sikunir. Di puncak Sikunir inilah mata kami nanti akan dimanja oleh pemandangan matahari yang perlahan-lahan terbit. Benar saja, ketika kami di tiba di puncak Sikunir beberapa tenda pengunjung lain yang datang dan bermalam puncak Sikunir ini sudah terpasang, pengunjung-pengunsung itu berkel-

Siang Malam Sabankali Melintas Asembagus.... lProses Transmisi Bahasa Gaul Lapis Generasi

KABUPATEN Situbondo, Jawa Timur, setidaknya punya dua kota kecil yang unik. Selain kota Situbondo sendiri yang dikenal sebagai kota santri, dua kota itu adalah Panarukan dan Asembagus. Panarukan, kita tahu, tercatat dalam legenda jalan raya Daendels, berpasangan dengan Anyer di Banten, dan jika diucapkan sungguh terasa membangkitkan kenangan: Anyer-Penarukan. Jalan sepanjang 1000 km itu dibangun pada masal kekuasaan Gubernur Jendral Belanda, Herman Willem Deandels (1808). Bagaimanapun, Penarukan sudah menjadi masa lalu yang kini ditandai sebuah tugu sederhana di tepi sungai yang mendangkal. KOTA KECIL masa depan adalah Asembagus, terletak di timur kota Situbondo. Inilah kota terakhir sebelum kita masuk hutan Baluran, atau kota kecil pertama setelah meninggalkan Bali, Asembagus hidup siang-malam. Berbagai fasilitas modern tumbuh sepanjang jalan, kantor dan rumah-rumah. Lebih dari itu, Asembagus memiliki sebuah Pelabuhan Jangkar yang sangat penting dalam hubungan antar-pulau. Selain ke Kalianget, Madura, Pelabuhan Jangkar melepas dan menerima kapal-kapal ke Sepekan, Sapudi dan pulau-pulau kecil lain di gugusan Laut Jawa. Meskipun perannya tak sebesar Panarukan dengan pelabuhan dagangnya di masa lalu,

Pelabuhan Jangkat sudah cukup puas sebagai pelintasan barang dan penumpang. DI LUAR fasilitas modern yang terus tumbuh, Asembagus sebenarnya didukung infrastruktur tradisional sejak lama. Selain pabrik gula Asembagoes yang dibangun tahun (1891 dan masih terus beroperasi sampai kini dengan lori-lorinya yang jelita, tidak kalah penting adalah keberadaan pondok pesantren dengan tradisi dan para lkyainya yang kharismatik. Salah seorang kyai besar yang namanya tak bisa lepas dari Asembagus adalah KH. As’al Syamsul Arifin, pengasuh pondok pesantren Salafi’iah yang berdiri sejak dan ayat Al-Quran kepada KH Hasyim Asya’ri untuk mendirikan organisasi Nahdatul Ulama (NU), Kyai As’ad sendiri pernah duduk sebagai Dewan Panesehat (musytasar) di organisasi massa terbesar di tanah air tersebut. MASYARAKAT Asembagus, sebagaimana daerah lainnya di wilayah Tapal Kuda, seperti Probolinggo, Bondowoso atau Jember, banyak berasal dari keturunan Madura yang datang sejak puluhan tahun lalu membabat alas. Keluarga Kyai As’ad sendiri berasal dari Pamekasan. Oleh karenanya, bahasa pergaulan sehari-hari adalah bahasa Madura kreol bercampur bahasa Jawa, dan tentu diperkaya oleh berbagai bahasa orang-orang yang lewat, berhenti dan bercakap. Bahasa dan tradisi

lLaporan Kegiatan JKP 109 – 2015

BPM-Mer

run silent..., run deep.... in the long long run, sail along SMSoliloquy

Coming on Age in Balidwipamandala ...

16 Agustus 2015

16 Agustus 2018

Peluncuran Buku ‘’YANG TERBAKAR YANG TERCINTA’’ Antologi Piusi Dua Penyair Putu Gede Pradipta (Bali) & M. Asqalani eNeSTe (Riau) Minggu, 29 November 2015 ACARA dibuka oleh Inne Meryanti sebagai MC Moderator : Aryadimas Ngurah Hendratno Pembicara: A.A. Mas Ruscitadewi Pengisi Acara: Pembaca Puisi: Teater Takhta, Putu Gede Pradipta, Winar Ramelan, Nunung Noor El Niel, Yohanes Guru Musikalisasi Puisi: Teater Takhta, Teater Rubik’z dan The Odah Hadirin: Mahasiswa Universitas Dwijendra, Wini Arthini, Kim Al-Ghozali, Maulana Rizki, Atrari Senudinari, Sulir Gingsul AS, Ariani, Bonk Ava, BTLU, Gede Gita Purnama, Tudekamatra, Pradipta Yasa, Darma Putra, Hendra Utay, Ayu Chumani, Ayu Tri Kartika, Mila, dan Kana.

ompok ada yang duduk di antara gundukan kayu bakar, ada sepasang mudamudi hangat berpelukan. Ah, indahnya, gumam saya dalam hati. SULUR FAJAR MEKAR, riap-pijar matahari yang menyusup lewat sela-sela gugusan awan tampak kemerah-merahan menembus lapisan awan yang berarak pelan. Dan asytaga, mendadak mata kami dikejutkan oleh tiga gundukan dari balik awan. ‘’Itu gunung sumbing,’’ teriak seorang gadis. ‘’Tidak itu Gunung Sindori, timpal teman di sampingnya. Nah, kalau yang itu Gunung Dieng.’’ SESAAT SUASANA HENING pengunjung-pengunjung yang datang lebih awal daripada kami sontak berteriak dan berjingkrak, Matahari telah terbit! Bila selama ini kita selalu memandang gunung dan matahari dengan mata dan kepala mendongak, itu tidak berlaku di puncak sikunir. Ya, kami seperti bermuka-muka dan tiga gunung dan matahari itu posisinya sedikit di bawah kami. Kami di atas. KEHIDUPAN di dataran Dieng pun berdetak. Tampak beberapa penduduk berjalan beriring, menioti pematang. Satu dua pengunjung pun beranjak dengan wajah bahagia, puas dan mengulum senyum. Saya sendiri entah mengapa tak bisa berpaling masih terapaku, memandang takjub pada tiga gunung yang berselempang awan, gunung yang ada beberapa meter ada di bawah saya. Takjub pada matahari yang tersaji hangat, pada pemandangan sekitar Sikunir yang damai dan sejuk. Hingga hari menjelang siang, rasa-rasanya alam Sikunir terus mendesir di dalam hati mengikat batin dan ketika seorang teman mengajak turun dan pulang, tiba-tiba ingat sebuah narasi dalam cerita silat Genta Penakluk Bunga, karangan Hu Hua Ling: Ketika matahari beranjak naik, bunga-bunga gugur, roda-roda berderak dan kereta segera diberangkatkan bagaimana dengan kenangan? YA KENANGAN akan alam Dieng dan sikunir yang terus mendesir dipusat dada. Apakah semua kenangan di Puncak Dieng dan Sulur Sikunir ini akan berlalu sesaat setelah kita kembali disibukkan kehidupan sehari-hari? lMahwi AT Matawaiya turunan yang diwariskan jelas merupakan keunikan yang menjadi jiwa kota kecil ini yang dirawat di tengah gencarnya arus nilai mondial, tak hanya lewat lalu lintas di jalan utama atau pelabuhannya, juga dari perangkat teknologi, katakanlah telecisi dan berbagai gedget komunikasi yang gampang diakses tiap lappis generasi. Tentu saja dalam hal ini, Asembagus tak berbeda dengan kota-kota lain di Tanah Air, menjadi titik temu modernitas dan tradisionalitas, betapapun semuanya dalam proses transisi dan tawar-menawar... TIAP KALI MELINTASI Asembagus jika pergi ke Bali, saya juga memandang deretan pohon asam jawa yang tumbuh berderet sepanjang jalan, rindang dan besar-besar, seolah menaungi kota kecil yang panas ini dari terik dan debu. Boleh jadi nama Asembagus berasal dari deretan pohon asam ini yang memang tertata bagus, enak dipandang mata dan bikin sejuk di hati. Konon, ketika Gus Du dilengserkan sebagai Preseiden, sejumlah pohon asam sempat ditebang masyarakat sebagai bentuk protes. Aksi itu lantas terhenti ketika pada kyai turun tangan. Ini menunjukkan bahwa sikap fanatik masyarakat Asembagus terkendali lantara kepatuhan mereka kepada pemimpin, dalam hal ini ulama yang sangat mereka hormati. Namun ada yang unik lagi di Asembagus. Di sini saya temukan banyak berkeliaran orang gila, jika saya hitung bisa puluhan jumlahnya. Bahkan pernah saya dapatkan beberapa di antara orang gila itu bercakap-cakap sesamanya ketika mereka berpapasan. Apakah mereka benar-benar gila, atau orang-orang suci yang menyamar? Begitulah kadang saya berpikir liar. Jangan-jangan di antara mereka ada para sufi yang mengembara. Jika benar begitu, maka Asembagus bertambah penting masa saya, sebab bisa menjaga keseimbangan bumi dengan zikir, doa dan laku spiritual dari orangorang yang tak terduga. Namun, tentu akan sangat menyedihkan jika disadari realis yang sebenarnya. Mereka benar-benar terserang penyakit jiwa yang lalu dibiarkan berkeliaran di jalanan Asembagus. Seharusnya mereka ditangani di rumah sakit jiwa atau psikiater, di bawah tanggung jawab dinas sosial Situbondo sebagai representasi pemerintah yang wajib menjaga ‘’kesehatan jiwa’’ dan layanan sosial sebuah kota. lRaudal Tanjung Banua


NASIONAL

16

Minggu Wage, 14 Februari 2016

Sudakshina, Pangeran Kamvoja juga Terbantai Partha

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Seratus Sembilan Puluh Tiga)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

TERLUKA parah oleh panahpanah yang dilepaskan dari Gandivanya Arjuna pada pertempuran itu Sudakshina dengan kekuatan terakhirnya menyerang Arjuna. Dia melepaskan balasan batang panah bersayap bulu-bulu burung Kanka. Dia juga menyerang Vasudeva menggunakan tiga batang panah. Sudakshina, sekali lagi menyerang Partha memakai tiga anak panah. Kemudian Oh tuan, Partha, mematahkan busurnya Sudakshina. Arjuna lalu memotong tiang bendera yang belakangan itu. Putra Pandu itu menyerang musuhnya dengan sepasang anak panah. Anak panah itu kepalanya lebar dan sangat tajam. Sudakshina menyerang sekali lagi Partha dengan tiga batang panah, sambil mengeluarkan sebuah raungan singa. Kemudian Sudakshina, pemberani itu, dipenuhi kemarahan. Dia melemparkan sebuah panah mengerikan, kepada pemegang

Gandiva yang melepaskan panah yang seluruhnya terbuat dari besi dan dihiasi lonceng-lonceng itu. Panah Arjuna itu berkobar seperti sebuah meteor besar. Panah itu mengeluarkan percikan-percikan api, mendekati prajurit kereta perkasa, kemudian menusuknya, menembus tubuh Sudakshina, lalu jatuh ke bumi. Tertusuk panah itu, membuat Sudakshina pingsan, kembali pulih, kemudian, Arjuna pahlawan yang energinya sangat kuat itu menjilati ujung-ujung mulutnya. Putra ketiga Pandu yang prestasinya tak tergambarkan itu kembali menyerang musuhnya, beserta kuda-kuda, tiang bendera, busur dan sais kereta dengan 4 dan 10 batang panah bersayap bulu-bulu burung Kanka. Dengan anak-anak panah lain, yang jumlahnya tak terhitung, Partha lalu menghancurkan keretanya Sudakshina menjadi berkeping-keping. Putra Pandu itu menusuk Sudakshina

dengan anak panah tajam pada bagian dada, pangeran Kamvoja itu, Serangan cepat dilakukan Dhanjaya, agar keberaniannya itu ciut dan juga digagalkan. Akibatnya baju zirah pangeran Kamvoja terlepas, anggotaanggota tubuhnya melemah. Mahkota dan Angdanya bergeser, menjatuhi kepalanya ke bawah, seperti gandar Dewa Indra ketika terlempar dari mesinnya. Seperti sebuah pohon Karnikara yang indah di musim semi, dengan anggun tumbuh di sebuah puncak gunung dengan dahandahan indah, tergeletak di bumi ketika ditumbangkkan angin. Pangeran Kamvoja itu terbaring di atas tanah gersang. Dia kehilangan nyawanya, walaupun pantas mendapatkan tempat tidur paling mahal dan dihiasi perhiasan-perhiasan mahal. Serangan mematikan, pemanah terbaik Pandava, itu tidak bisa dibendung, sehingga nyawanya

pergi menemui Dewa Yama. Pangeran itu sebetulnya sangat tampan. Dia memiliki mata dengan corak warna seperti tembaga. Di atas kepalanya menahan sebuah kalung bunga emas yang dilengkapi kemegahan api. Pangeran Sudakshina yang berlengan perkasa adalah putra terbaik penguasa Kamvoja itu. Sudakshina, ditumbangkan Partha kendati sudah memberikan perlawanan sengit. Arjuna, ksatria pilih tanding itu melakukan serangan menggunakan panah-panah surgawinya.

Akibatnya, Sudakshina berbaring di bumi, kehilangan nyawanya. Kelihatan gemerlapan, seperti sebuah gunung indah dengan sebuah puncak rata. Semua pasukan putra paduka menyaksikan Sudakshina terbaring di atas ibu pertiwi, banyak yang ketakutan. Tidak sedikit yang akhirnya sebagai pengecut, lalu melarikan diri, setelah melihat Srutayudha dan Sudakshina, pangeran Kamvoja itu, terbantai oleh kedigjayaan Arjuna. (bersambung)

Sloka 5.13 Sarva karmani manasa Sannyasyaste sukham vasi Nava dvare pure dehi Naiva kurvan na karayan. Melepaskan semua tindakan secara mental, jiwa yang memiliki raga ini bersemayam tenang di kota yang memiliki sembilan pintu gerbang, tidak bekerja maupun memerintahkan suatu pekerjaan.

Tegur Suami Saat Mabuk, IRT Dianiaya

Bangli (Bali Post) Diduga karena tak terima dirinya dinasihati istrinya agar tidak sering mabuk-mabukan dan berjudi, Jero Salin (40), warga Banjar Bantas Desa Songan A, Kintamani tega memukul istrinya Jero Gembrong (40) hingga luka memar. Tindak penganiayaan tersebut dilakukan terlapor di rumah mereka Jumat (12/2) malam. Oleh korban, tindakan kasar suaminya itu akhirnya dilaporkan ke Polsek Kintamani Sabtu (13/2) dini hari kemarin. Informasi yang dihimpun Sabtu (13/2) kemarin, menyebutkan, kasus penganiayaan yang dilakukan suami terhadap istrinya itu terjadi di rumah keduanya di Banjar Toya Bungkah Desa Batur Tengah, Kintamani sekitar pukul 21.00 wita. Kejadian berawal saat korban menghubungi terlapor melalui teleponnya selama beberapa kali. Pertama, korban menelepon terlapor saat terlapor sedang berada di Kedisan bersama teman-temannya. Ketika dihubungi, terlapor tidak banyak memberi penjelasan dan langsung menutup teleponnya. Korban pun lantas berusaha kembali menghubungi terlapor untuk kedua kalinya, namun tidak diangkat. Selang sejam kemudian, terlapor kemudian pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Saat tiba di rumah, terlapor langsung menuju dapur untuk mengambil nasi. Korban yang mengetahui suaminya itu pulang lantas mengingatkannya agar tidak sering mabuk-mabukan dan berjudi. Akan tetapi, nasihat korban ternyata membuat terlapor kalap. Tanpa pikir panjang, terlapor langsung memukul tubuh korban dengan menggunakan sapu ijuk. Tak hanya itu, terlapor juga sempat menjambak korban serta menyeretnya hingga korban mengalami luka di bibir dan memar di lengan, punggung, dan bahu. Atas kejadian itu, korban pun lantas melaporkan tindakan suaminya ke Polsek Kintamani sekitar pukul 02.00 wita. Kanitreskrim Polsek Kintamani AKP Dewa Gde Oka seizin Kapolsek Kintamani Kompol drh. Komang Tresna Arbawa Manik saat dikonfirmasi siang kemarin, membenarkan ada laporan kejadian penganiayaan tersebut. Terhadap laporan itu, pihaknya sudah menindaklanjutinya dengan memeriksa dan memintakan visum pada korban. Pihaknya juga sudah memeriksa beberapa orang saksi. “Sesuai laporan korban, penganiayaan terjadi karena terlapor tersinggung dan tidak terima saat diingatkan untuk tidak sering mabuk dan bermain judi,’’ ujarnya. (kmb40)

TELEPON PENTING RUMAH SAKIT RSUP Sanglah : 227912-15 PMI/RSUP Sanglah : 227911 RSAD Udayana : 228061 RSU Wangaya : 222141 RSU Manuaba : 426393 RSUD Badung : 9006813 9006812 RSU Surya Husada : 235041 : 233786 : 233787 RSU Puri Raharja : 222013 RSU Saidharma : 227220 RSU Kasih Ibu Denpasar : 223 036 BaliMed Hospital : 484748 RSU Dharma Yadnya : 462629 : 462488 Fax. : 462488 RSU Dharma Usadha : 227560 : 234824 RSU Bina Atma : 425744 RSU Khusus Bedah Graha Usadha : 423467 : 426492 Klinik SOS Gatot Kaca : 223555 RS Bhakti Rahayu : 430270 : 403245 RS Bhayangkara : 234670 RSU Sari Darma Jl. Pulau Seram No.1 : 226866 RSU Prima Medika Jl.P.Serangan No.9X : 236225 (Hunting) Fax : 236203 Bali Royal Hospital Jl. Letda Tantular No. 6 Renon : 247499 RSU Wisma Prashanti, Tabanan : 819601 RSU Bintang Jl. Ngurah Rai 10, Klungkung : (0366) 25241 Fax. : (0366) 22819 Rumah Sakit Bersalin Harapan Bunda : 265533 34 Layanan Psikiatri Jl. Belimbing 74 Dps. : 249488 Polda Bali : 236494 Posko Bantuan Tourist Police : 224111 Nusa Dua Clinik : 771324 Klinik Mas (Jl. Raya Mas-Ubud) : 974573 Batu Bulan Medical Clinic : (0361)

8884000 Markas PMI Cabang Badung Jl. Imam Bonjol Denpasar : 484305 Pelayanan Abulance Gawat Darurat PMI Cab. Badung : 484305 Pelayanan Usaha Transfusi Darah (PUTD) PMI Cabang Badung d.a. RSUP Sanglah Denpasar : 227224 : 227915 : 227911 s.d. 227915 UGD Jiwa 24 Jam RSJP Bangli

: (0366) 91008, 91052 RSU Graha Asih : 764860 RSIA Puri Bunda : 0361- 437999 Fax. : (0361) 433988 Pelayanan Gawat Darurat 24 Jam (Posko PSC Dinas Kesehatan Propinsi Bali) : 7805498 Pesawat 118 Informasi AIDS : 239191 Yayasan Peduli Keluarga/ Narkoba : 259597/ 08123988429 Dinas Kebakaran Kota Denpasar : 113.1 Dinas Kebakaran Kab. Badung : 113.2 Gangguan PLN : 123 STB-N : 262872 Gangguan PDAM : Kodya Denpasar : 240749 PDAM Badung : 421845 Layanan Informasi & Pengaduan PT. Pertamina (Persero) : 232222 : 0800-13- 55555 (Bebas Pulsa) : 08155800 5555 (SMS) Call Center Safe Community Kota Denpasar : (0361) 223333 dan SMS (0361) 8022232

BPM/kmb

Diterjang Banjir, Senderan Sungai Yehembang Ambrol AMBROL - Senderan Sungai Yehembang Mendoyo yang ambrol akibat diterjang banjir.

Negara (Bali Post) Senderan Sungai Yehembang Mendoyo ambrol akibat diterjang banjir bandang Sabtu (13/2) kemarin. Ambrolnya senderan sungai yang terbuat dari batu bronjong, membuat akses jalan yang baru saja dibangun pihak desa setempat juga terancam putus. Sungai tersebut jebol sebanyak empat titik. Di antaranya dua titik berada di sebelah selatan jembatan Yehembang dan dua titik di sebelah utara jembatan Yehembang. Bah-

kan yang terparah terdapat di sebelah selatan jembatan Yehembang pada sisi timur sungai. Jebolnya mencapai sepuluh meter lebih dan akses jalan yang baru dibangun pihak desa

setempat dengan dana puluhan juta rupiah terancam putus. Sementara sebelumnya kawasan Desa Yehembang, Mendoyo juga diguyur hujan deras selama seharian. Akibatnya

Jakarta (Bali Post) Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin, Serang, Banten, mengusir anggota Komisi I DPR, Tantowi Yahya. Mereka keberatan dengan kehadiran Tantowi yang telah mengajukan diri sebagai bakal calon Gubernur Banten. Tantowi hadir di lantai dua aula Rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hasanuddin sebagai pembicara pada diskusi publik bertema “Gerakan Pemuda Anti Radikalisme”, Sabtu (13/2)

kemarin. Mahasiswa ingin Tantowi keluar dari kampus mereka dengan berunjuk rasa yang digelar setidaknya sejak pukul 10.00 WIB. Saat Tantowi berbicara, pengunjuk rasa berorasi menggunakan pengeras suara. Semula, mahasiswa berunjuk rasa di tangga. Mereka kemudian terus maju hingga ke depan pintu ruang pertemuan. Riqbal Abdul Rahmat, Presiden Dewan Mahasiswa IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, mengatakan, dialog publik

dianggap dalih untuk memperoleh kepentingan politik. Pengunjuk rasa keberatan karena tidak diajak untuk membicarakan kedatangan Tantowi. Mahasiswa meminta diskusi publik dibubarkan. Tantowi terlihat hanya menyimak orasi pengunjuk rasa dan beberapa kali meminta giliran berbicara. Namun, mahasiswa menolaknya dengan terus berorasi. “Jika tidak juga diberi kesempatan berbicara, saya akan meninggalkan tempat ini,” ujarnya. Setelah permintaannya tak

terjadi banjir di sekitar Balai Tempek Sari Kencana, Banjar Adat Cita Nirmala Sari. Banjir tersebut juga mengakibatkan tembok panyengker Padma Tempek Sari Kencana, jebol dan kerugian ditafsir mencapai jutaan rupiah. Perbekel Yehembang, Made Semadi, Sabtu sore kemarin, mengatakan pihaknya sudah melaporkan mengenai jebolnya

senderan sungai dan tembok panyengker Padma tersebut kepada Camat Mendoyo. Pihaknya juga berharap musibah tersebut segera mendapat penanganan. Pihaknya khawatir jika senderan sungai ini tidak ditangani, akses jalan melingkar menuju Setra Yehembang yang baru dibangun setahun lalu akan putus. “Mudah-mudahan segera mendapat penanganan,” harapnya. (kmb)

digubris, Tantowi akhirnya berjalan dan keluar dari gedung disaksikan mahasiswa yang bersorak sorai. Tantowi menanggapi aksi mahasiswa dengan biasa. Tantowi kecewa, tetapi

ketidakpuasan itu disebabkan dia tak bisa memberikan paparan menyeluruh. “Waktu saya masih mahasiswa juga seperti itu, bukan sesuatu yang mengejutkan,” ujarnya. (kmb)

Tantowi Yahya Diusir Mahasiswa

Minggu, 14 Februari 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wecana Bentuk Rekonstruksi Diri (2) 06.35 Sehat & Bugar 07.05 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Warna-warni Pagi 08.05 Klip Anak 08.35 I Got It Paper 08.45 BCTTV 09.05 Taman Sari TK Kusuma Denpasar (2) 09.30 Belajar Menggambar

10.05 Boga Dewata 10.30 Lila Cita Parade Tari Bali di Buleleng (1) 11.30 Dunia Otomotif 12.00 Dharma Wacana Bentuk Rekonstruksi Diri (2) 12.30 Traventure 12.45 BCTTV/Glimpse Of The Island 13.00 Dunia Kita 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Gita Shanti 16.05 Dialog Interaktif Harmoni Bali 17.07 Round Up The World 17.30 DW TV

18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 Kris (Kriminal Sepekan) 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lintas Manca Negara 21.30 Sekilas Berita 21.35 Ajeg Bali 22.00 Sekilas Berita 22.05 Lila Cita Sanggar Tari Arda Nara (2) 23.05 Lila Cita Sanggar Ramantaka (1) 00.00 Lila Cita Calonarang Bahula Duta Padangsambian (2).

Negara Harus Kuat Lawan Korupsi Jakarta (Bali Post) Partai Demokrat paling getol membela KPK dengan menolak revisi UU KPK. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin, mengatakan saat ini dia melihat adanya upaya pelemahan dalam draf revisi Undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Atas dasar itu sikap kami jelas menolak pembahasan revisi undang-undang KPK,” kata Didi dalam diskusi dengan ‘’tema Ada Apa Lagi KPK?’’ di Jakarta, Sabtu (13/2) kemarin. Didi menambahkan revisi bukanlah hal yang tabu dan bukan hal yang dilarang. Namun revisi undang-undang KPK membahayakan bagi pemberantasan korupsi. “Korupsi bagi kami adalah masalah besar. Negara harus kuat berantas korupsi. Kalau dilihat dari pasal-pasal tidak ada yang memperkuat KPK,” ungkapnya. Ia mencontohkan dewan pengawas dalam revisi UU KPK. “Dewan pengawas ditunjuk oleh presiden. Apa jaminannya bahwa dewan pengawas nanti akan independen? Saya kira dewan pengawas bukan tidak mungkin menghambat kinerja KPK,” paparnya. Selain itu, ia mempertanyakan terkait izin penyadapan melalui pengadilan. “Bagaimana ini, masih banyak hakim bermasalah dan menjadi sasaran KPK. Ini akan menghambat izin,” katanya. Atas dasar itu, Didi menegaskan Partai Demokrat menolak pembahasan revisi UU KPK. “Meskipun banyak dari kader kami yang tersangkut kasus di KPK,” tegasnya. (kmb/ant)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Wage, 14 Februari 2016

17

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris

Dicari untuk Proyek Engineer Drafter,Adm Pelaksana Email:hrdbali2@gmail.com

Job Australia Prkbnan & Rest. Biaya 50% Ptng Gj,brngkt Cpt, Gji Bsr,Resmi,Trbts!Hub.Bu Dinapertiwi.Sh,Indopower Pt. Hp.081 217 127 822 Segera.

Cr Cook Berpengalaman Gaji UMK u/Hotel di Kuta 081916756488

Dcr Admin Waiter/ss Cookhelper Stw Hub:410383/410384

Cr Cook,Waiter,Ari Putri Hotel Jl.Cemara Sanur H:08976778-714

Dcr Cook/Cook Helper/Waitress. Krm CVke:bcssadm@yahoo.com

B.BP.154.02.16.0000447

A.BP.001.02.16.0000706

A.BP.001.02.16.0000691

B.BP.154.02.16.0000424

Dicari Finance Manager utk Perusahaan di Sanur,Matang, Berpengalaman,Hub/SMS.08123838 635.suryaayu93@yahoo.com

A.BP.001.02.16.0000728

Dibutuhkan segera Supir SIM A hub:081999376052

B.BP.004.02.16.0000378

Dibutuhkan:SPV.Sales,Salesman (S1 Akun,Mb,Lstrk,Msn).KA.Adm (S1 Akun).Pria Max 35Th. PT.Fuboru Indonesia Jl.Sari Gading Gg.Sari Manis No.3 Gatsu Timur Dps 0361 251118 denpasar@fuboru.co.id

Dicari Therapist u/ditempatkan diSeychelles syarat Single 20 - 25 bs Bahasa Inggris Akomodasi dan Sarana Ditanggung Kirim Lamaran ke PT.Lys Trading Jl.Sunset Road 555X 8947446

Dcr Staf Laundry u/Htl,Gj+THR, Cr Sgr Sopir,Cleaning Service, Dcr Driver/Sopir u/Clinik Min.SMK,Penglmn,SIM A,Bw CV ke Dicari Pembantu utk Villa Sgr Therapist,Wanita,Pengalaman, A.BP.001.02.16.0000760 Tlp.723593/723637/082147596115 24Jam,081916486485/0361.733301 Jl.Pendidikan No.62,Sidakarya Jln.Kesambi Gg.Kesambi Indah Cool Spa Seminyak 730920 Dicari Tukang Kebun Yang Bisa A.BP.001.02.16.0000814 /085953929345 A.BP.001.02.16.0000654 Dps,Tlp.710644,Hp.081316361234 No.22 Kerobokan 081337542061 Urus Kolam Untuk Segera Mulai Dcr Marketing Sebnyknya,Aktif A.BP.001.02.16.0000653 Spa Dubai,India,Srilanka&Rusia A.BP.001.02.16.0000879 A.BP.001.02.16.0000863 Kerja Full Time Dengan Gaji Mnrik,Imam Bonjol 085102126039 Cr Waitress Pglm bs B.Inggris Dcr Staff Gudang & Toko “Admin BRILink Min.SMK/SMU Resmi081337327057/081999913777 A.BP.001.02.16.0000858 Bulanan Yang Bagus.Bukan Kerja B.BP.812.02.16.0000418 dan Staff Elektro utk Nirvana A.BP.001.02.16.0000272 Arys Mikro,wil Denpasar dan Dicari Admin Proyek Wanita Kwanji Dalung T.085100435717 Dcr PRT & Serabtuan Jl.Glogor Paruh Waktu.Sms +6281236654842 Restaurant Jl.Laksmana No.50 B !!Dicari Tukang Las Pengalaman A.BP.001.02.16.0000880 Btbulan T.085738559532/290407 Area Canggu 085792881447 A.BP.001.02.16.0000797 Carik Perum Royal Orchid No.43 A.BP.001.02.16.0000631 H:081337031549/087868409089 A.BP.001.02.16.0000845 kontrak 6 bulan Dicari segera Pegawai Laundry Urgent!! Kapal Pesiar: MV. Pemogan,082145548444 Db Mnger,Telemarketing,Admin B.BP.166.02.16.0000449 Dcr Therapist,Driver/FO yg B.BP.031.02.16.0000420 di Ubud hub.08123874947 B.BP.004.02.16.0000426 Athena,MV.Arethusa,MV.Artemis Serabutan,Operator,Spv Gudang Asisten Guru TK/Helper/Satpam bisa Bhs.Jepang u/Spa Hub: Dicari Pelaksana MEP QS Sipil& A.BP.001.02.16.0000838 Dcr Penjahit u/ Butik Panjer MV.Corinthian all position, Krm:ayuniasa07@gmail.com Lam ke Jl.P.Serangan 15/231237 0361-704664 / 085100638867 MEP Admin Logistik Hub.419677 Dicari staff kontrak segera SMS 083114991309 A.BP.001.02.16.0000662 A.BP.001.02.16.0000150 CV ke PT.BDM Jl.Kecak No.12 B.BP.101.02.16.0000443 A.BP.001.02.16.0000746 bisa photoshop hub 981626 / A.BP.001.02.16.0000689 Bali Amenities(hotel supplier) Dbth:Waiter/Waitress/Bartender (kampus SPB). Ph.426724, Dcr Tkg Pattern bisa Sample Dicari Segera Pembntu Wanita Dcr SPG/SPB,Sopir Gudang,Staff suarsana@silvermaiden.net Ubud bth Admin Sales dan Sales /Accounting Berpengalaman u/ balidutacv@gmail.com Segera Hub:081235101479 Bersih Rumah,diDaerah Seminyak B.BP.004.02.16.0000425 Web Hub Bali Pet Shop Jl.SetiaExecutive berpglmn. Krm lam ke restaurant Baru Kirim:Jl.Laksmana A.BP.001.02.16.0000759 A.BP.001.02.16.0000748 Kerobokan.Kita Hanya Terima Dicr u/Resort : FO, Manager OP budi No23A Dps Ph.085739342199 info@balihotelamenities.com 11A.Basangkasa(Wah-Wah Dcr Wtr,Wtrss,Cook Helper,Bar. Singapore Aice Group-Holding SMS dari Orang Sudah Pengalamn , Waiter. Energic, Antusias, A.BP.001.02.16.0000621 Bali Amenities (0361)8988085 Burger restaurant)085792447998 Wr.Jegeg Bulan Popis 2 Kuta Pte,Ltd(PT.Elang Samudra Bali) Dcr Sopir B1 PT.Abalogistics kerja diVilla Sama Orang Asing Great Opportunity Send CV to A.BP.001.02.16.0000685 ariwibawaimade@gmail.com (0361) 759025 bth: Mgr Finance, Mgr office, Jl.Mudutaki3 Gatsu085100433464 SMS Nama Lengkap:081236654842 kesempatan.lowongan.kerja@ Bth Cleaning Service,P/W,Rajin A.BP.001.02.16.0000843 A.BP.001.02.16.0000782 A.BP.001.02.16.0000787 A.BP.001.02.16.0000796 Supervisor, Marketing, Accoungmail.com Ulet,jujur&Bertanggung Jawab Dbthkan Telemarketing pria/wnt Dcr pembantu rumah tangga KTP Dicari Staf Toko bs Bhs Ingris Dcr Staf & Manager Marketing, A.BP.176.02.16.0000711 ting, Mgr HRD dan Admin, Mgr Gaji 1,5Jt/Bln,Cocok bisa max 40th U/Cabang Renon Bali Hub.08123854425 Hub.087860233896-085102229906 FO unt Spa di Bali Ratu Spa Dicr:Staff Beauty Salon Capster/ Gudang, Staff Gudang,Supir dan A.BP.001.02.16.0000840 A.BP.001.02.16.0000841 Langsung Kerja.Bawa Lamaran ke Hub:085337035678/081338059537 Cabang Ubud & Kuta,Interview Therapis.Hub:081999881108 Helper, Translater B.Mandarin. Dibthkan Sgr Reservasi&Guide A.BP.001.02.16.0000606 Dicari Tenaga Salon yang BerpeAcenet Jl.Tukad Batanghari 88 B.BP.004.02.16.0000408 Langsung ke Jl.Kartika Plaza 18 Syarat SMA,D3,S1, pglm 2thn Cycling Hub.081237768888 Dcr Adm Ktr HK Dps SH CV ke ngalaman Hub:081238162024 Panjer Telp.0361 8955888 A.BP.001.02.16.0000856 B.BP.001.02.16.0000446 Iiga Warung Bth:Cashir,Waiter/s, Kuta Email:hrd@baliratuspa.com dibidangnya. Hub.0361-8443128, sari@dps.centrin.net.id A.BP.001.02.16.0000707 A.BP.001.02.16.0000825 B.BP.154.02.16.0000445 Paud di Seminyak membutuhkan Cook,Lam Lsg ke Iiga Jimbaran Property in Sanur Looking for 0361-4715165 Cari sgr Bgn Komputer Bisa B.BP.004.02.16.0000323 Dcr Sgr 3Mrktg+1Adm Gj Pkok+u. Dcr krywti min SMA&S1 utk krja Guru,Assisten,Babysitter,pengaJl.Uluwatu I atau Iiga Ubud Listing Agent Staff,Speak Office,Internet,Adobe&Web, Cr Therapist Pengalaman/tidak Mkn+Feee:dealhospitality@gmail di I Love Emas,umur max.23th laman&Bhs Inggris.Hubungi 8499 Min. D1,Interview Lsg Hub: Jln.Raya Mas Ubud,Email: English(Writting & Oral)High (Gj+Handle+Srvice)082237792255 .com Ph.8947544 lovina@dps.centrin.net.id 082146660000 Jl.Gn.Soputan 36B 441 CV:assistme01@gmail.com iigawarung@yahoo.com Salary 0361-8497275 B.BP.101.02.16.0000450

A.BP.817.02.16.0000720

A.BP.001.02.16.0000871

A.BP.001.02.16.0000773

A.BP.001.02.16.0000688

B.BP.004.02.16.0000422

A.BP.001.02.16.0000570

B.BP.145.02.16.0000385

A.BP.001.02.16.0000875

Dicr Hostess bisa bhs Inggris, bwCV lgsg interview Bali Beach Shack Rest Jl.Padma Legian

B.BP.001.02.16.0000386

PT ABC cr Sales(SMU/K,max23th) Supir(SMU,B1)Lam Gatsu Timur 7

A.BP.001.02.16.0000824

Sales Marketing Executive for a new resort located at Gili Meno Lombok.The position is based in Bali,regular trips will be necessary to the island.Included promotion of our other villas and island development business.Please send CV to adi@kuraresort.com

B.BP.004.02.16.0000430

Segera utk Krywn Koperasi Dps. Posisi:Mrkt,Srvy,Adm.Gji 1,2Jt Insentif,Bonus unlimitid Hub: Gede 087862891472,Dea 08199907 8759 Padang Sambian&Peguyangan

A.BP.165.02.16.0000820

Sgr.Security Bersertifikat Siap Kerja Shift Hub:085107030000

A.BP.001.02.16.0000764

Staf Manajemen Kost, min SMA, bs komputer, CV via email : eraking168@gmail.com

A.BP.001.02.16.0000731

Staf Wanted!!Cook Position,Female,20-30years old,speak English. Send CV to Voyager.Jl.Nelayan 300 canggu 081936074205 contact@voyager-retreats.com

A.BP.001.02.16.0000876

Toko Bangunan Mbthkn Pengelola Kasir&Mrktng H.424201 Pd Hr Kj

A.BP.001.02.16.0000805

Tropical Group Nusa Dua Needs: Accounting Staff(M),Purchasing Staff(M,SIM A&C),Security(SIMA&C).Send CV:corp-hrm@tropical groupbali.com/riamarista@gmail .com Ph:0361-775211 Ext.101

B.BP.101.02.16.0000431

UbudRest.Waiter/ress,Bar,Cook Opr Supervisor,CDP,Admin,Shop dekco@dekco.com SMS 0811399375

B.BP.004.02.16.0000372

Urgent!!!CocoBistroRestaurant Looking for:Restaurant Mgr, Rest Supervisor,Sous Chef, Cleaning Service(Male)Send CV: corp-hrmtropicalgroupbali.com/ riamarista@gmail.com Ph:0361-775211 Ext.101

B.BP.101.02.16.0000433

Villa Pribadi Butuh Pembantu Pengalaman,B.Inggris Dasar Hub.085100050706 A.BP.001.02.16.0000761 SINGARAJA

Dibthkan Merketing Officer min SMA Pria/Wanita max 35th.Kirim CV Ke Kredit Plus,Jl.NgurahRai No.49 Singaraja Tlp.0362 32850 (Interview Langsung) A.BP.009.02.16.0000671

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post BMW

Hardtop 79 Hijau AC Ps Win Vlg Ori Ban 33 Comodo Extrem + Cat Baru 081338111616 Ubud bs TT

JEEP

BMW 328i Pmk’2013,Putih,KM20rb Wrangler JK 4Pt Hitam’09 Akhir record asli,081238901908 BUC Tukad Barito 17X Panjer TT/Krd B.BP.004.02.16.0000370

Djl Cpt BMW’1996 318i Kuning Lemon Manual Hub.082237777477

A.BP.167.02.16.0000802

A.BP.153.02.16.0000870

DAIHATSU

Xenia Li Sporty’2008 HitamMet AsliBali 87,5Jt 08123964757BUC

A.BP.001.02.16.0000878

All New Xenia R Sporty’2013 asliBali KM10rb 08123968148

A.BP.001.02.16.0000862

DATSUN

Datsun Go+Panca T Option 1.2MT Thn’15,Putih,Plat DK-Bali,PJK7/ 16,84jt,Hb.082147233316(Yudi) 085695297131(Hen)

B.BP.031.02.16.0000419

FERRARI

Porsche Cayman’08 Akhir Kuning AsDK+Asransi,08123804473TT/Krd

B.BP.141.02.16.0000442

HONDA

Freed PSD’13 Putih DK an Sdr 0818-0561-3699 Ng 218

A.BP.001.02.16.0000864

Grand Civic’90Slvr DVD,TV 34Jt Corolla’97 Original 54Jt,Chevrolet Lova’10 53Jt081337776455

A.BP.001.02.16.0000877

B.BP.164.02.16.0000434

A.BP.001.02.16.0000807

DIJUAL MOTOR

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

PROMO GALUNGAN & KUNINGAN

CASH BACK s/d

50jt

NEW FORTUNER

AVANZA : DP. 20Jtan INNOVA : DP. 70Jtan FORTUNER : DP. 140Jtan HILUX : DP. 50Jtan

081999145588 // 085100929445 Bunga 0,4%, Tenor s/d 7Th, bisa tukar tambah C.0000437-mbl

A.BP.001.02.16.0000784

A.BP.001.02.16.0000690

TIKET

BIRO JASA RUPA-RUPA

ATASI MAMPET MAMPET ATASI

OPEN INDENT ALL

A.BP.153.02.16.0000868

BIRO JASA

TOYOTA READY STOCK

WC

- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - TANPA BONGKAR

GARANSI

Simp XL

BIRO JASA

081236711931 08175782707 C.0003316-brj

PAK GEDE AHLI MAMPET KURAS

WC

* CLOSET * WASTAPEL * SALURAN AIR * DLL

TANPA BONGKAR

GARANSI

XL : 081 747 62079 SIMP : 081 339 181 528

SERVICE

BIRO JASA

C.0000397-mbl

DIJUAL MOBIL

Dijual Tnh dan Rmh dgn Ls3,4A SHM hrg nego di Jl.Mekar2 Blk B5 No18 Bjr Mekar Kepaon-Pmg Dps-Sel,081315731205 Pak Diar

A.BP.001.02.16.0000700 Rmh Br T120/145 mnls Gatsu Tmr KOST Jl.6m 1,6M Nego H.081999274555 Inova G’11 Slv AsBali+Ijin 5Th Jual Kos dijln Tegal Wangi A.BP.001.02.16.0000813 A.BP.001.02.16.0000854 Smst Baru Mulus H:082145364241 All New Picanto’12 Putih,Asli Sesetan 2,8M Nego Lt 2Are Rmh Jl.Kerta Petasikan XII/9 B.BP.166.02.16.0000451 Djl Kav Baru 1 Are Bitra Gianyar Bali,Tgn 1,Matic,H.08123890466 Hub: 08179711070,081353177722 Hub.081999384996/081236056367 Kijang Super’96 Pribadi Jln 5 Mtr Hub:081999025757 B.BP.164.02.16.0000435 A.BP.001.02.16.0000828 A.BP.005.02.16.0000793 Harga 46Jt Hub.081805366946 A.BP.001.02.16.0000177 MITSUBISHI A.BP.001.02.16.0000812 Rmh LT12,6 LB600m2 Fas.K.Rnang DIJUAL TANAH Djl Tnh &Rmh Luas 130m2,Srtfkt Dijual Mitsubishi L300 Pick Toko Tempat Usaha KT7 Lok. Jual Tanah 2Are Jl.Aspal 5m IMB,lngkp,Pam,Smr Bor,lstrk, UP 2015 Hub:081333545667 DIJUAL RUMAH Jl.Suli Info Lngkp:081239305899 Glogor Carik Dps 085102180922 A.BP.001.02.16.0000658 Kmplk Prmhn elit Penamparan A.BP.001.02.16.0000603 A.BP.153.02.16.0000867 Jual Rumah di Dalung Djl:Dump Truck Mitsubishi Canter Indah IV No4 Dpn Br.Penamparan Rmh LT400,LB390,Gatsu Brt,Lt2, Djl Tnh 2,5Are Utk Rmh/Villa 100/60 Hub:081805559561 SHD Th’12 Hub:081338190500 B.BP.141.02.16.0000440 081237789669,Jl8m,Mewah,BU!Cpt Padang Sambean Badung Pmnat Jln 6mtr 650Jt/Are,0811395948 A.BP.001.02.16.0000780 B.BP.141.02.16.0000439 Hb.081915950312 Hrg 1M bs Nego ***Rumah Type 45/105 Perum A.BP.001.02.16.0000865 Pajero Dakar’12Pmk DK Dps Nama Tnh Kavling Jl.Besakih Suwung Rmh Lt2 T110/114m2 Lks Jln B.BP.030.02.16.0000423 Sdr Hitam,081805330222 Murah Yeh Aya Regency Jl.Tk Yeh Aya IXB B.BP.164.02.16.0000438 Tembus Tk.BadungI,089668339366 Wibisana Brt H:087863126489 kauh H08123871809/081337569788 Djl cpt Tnh Lovina 2A 235; Gyr A.BP.001.12.15.0001632 A.BP.001.02.16.0000791 A.BP.001.02.16.0000857 SUZUKI 1,4A 375 2,25 650.087861114888 1,38Hktr Bkt Ungasan View Laut Rmh T125/150,Jl.Nuansa Balian Di Jual Rmh 2,5Are Jl.Seroja A.BP.001.02.16.0000687 Ertiga GX’2013 Putih asliBali Permai 9,Renon 087862339157 Dkt Pantai 08123665040 Maaf TP 0361424909-08563775548 JT 3,5A Tunggak Bingin Manual hub.087862429910 Pribdi A.BP.001.01.16.0000180 A.BP.001.02.16.0000822 A.BP.001.02.16.0000861 A.BP.001.02.16.0000829 Sanur hub.081338318351 TP 2A Jl.Pantai Mengening Cemagi Rumah Luas 1,1Are,Lantai2,Full Suzuki APV PikUp Putih Th’2013 Djl Rmh Baru Tp.50 2Km bs KPR A.BP.001.02.16.0000852 350Jt/A Nego Hub:081999187306 Interior,Teras Garden Lantai2 Samsat Baru H80jt,082340377111 Dalung Cempaka T.087878213504 Jual Tanah 1Are Lok.Tabanan A.BP.001.02.16.0000710 A.BP.001.02.16.0000832 A.BP.001.02.16.0000818 View Sawah,Lokasi Nyaman dan BUC 1A dkt Green School 325jt Bongan Kauh 200 Jt BU Jl.5mtr Djl Rmh LT214m2 LB120m2 Lok. TOYOTA Strategis.Alamat Jl Sekar Jepun Ng H.081338206736 u/investasi Hub:082147143044/081999098580 Gatsu Tgh Jl.Singosari Ayani utr Kjg SGX’01 Slvr Ston Pjk+Ban Blok C No27 di Buka Harga 1,6 A.BP.001.02.16.0000546 A.BP.001.02.16.0000626 br asBali 77JtNg,085107006868 Hrg1.2M Nego SHM H081916458299 boleh Nego Hub.082340506029 Dijual Tanah 2,7Are jln Hawai Jual Tanah Murah di Negara, A.BP.001.02.16.0000860 B.BP.141.02.16.0000444 A.BP.001.02.16.0000713 I Umalemek Semarapura Klod dekat GOR Krsna Jvara,luas Jl Rmh Ls80m2 Jl.Tkd Petanu G. Avanza G’16,Dp 54,4Jt,Kredit DISEWAKAN RUMAH Hub.085338489000 Perkutut4Dps 550Jt 08123991174 59 are Hub.081 139 86 585 bs 5th,lgsg an h.087762984309 A.BP.801.02.16.0000808 Rmh Mnmlis di Seminyak 2KT(AC) A.BP.001.02.16.0000837 A.BP.001.02.16.0000835 A.BP.159.02.16.0000819 Dijual Tnh Los Pantai 3HA di Kerta Dalem,Gg.Sentral Recidence, 2KM(Air Panas),Grase,Furnished Fortuner 2013 VnTurbo AsBali W Jual Rmh Lantai2 T110/100 Jl5m Htm Tgn I 365Ng 081353577668 Glogor Carik Dps 085102180922 Pabuahan Jmbrna H.087861836762 262m2,Tmb kll 081254113209 Tahunan, 08123815195 B.BP.141.02.16.0000441

KIA

A.BP.001.02.16.0000847

Jazz VTec’07Merah+Jazz IDSi’05 Hitam(AT,AsliBali)08123890466

Rmh 40/80 240Jt Ng Tnh 6Are Jl Dikont.Rmh 3Kmr Tidur+Garase Utama 250 Ng Tbnn 082146439998 Jl.Buluh Indah Hb.081999378500

BIRO JASA

AHLI BUNTU

WC

TANPA BONGKAR TANPA OBAT

Garansi

KURAS

WC MAMPET SALURAN AIR WASTAFEL, DLL

085338344278

BIRO JASA

C.0000884-BRJ

BINTANG SERVICE

POMPA AIR SUMUR BOR MESIN CUCI WATER HEATER

HUB. PAK KADEK :

PANGGILAN MURAH BERGARANSI

085101704628 | 081936006001 C.0000800-SRV

A.BP.001.02.16.0000596

Tanah 2,5 Are. Area Wisata & Villa. Carangsari Petang Badung. Hub.08123815195

A.BP.001.02.16.0000659

Tnh 1Are Jl.Dpn SMA 8 Blkg SMP 12 Denpasar Hub: 08123921964

DISEWAKAN TEMPAT ARSITEKTUR BUC Over Kontrak MiniMarket YogaArsitek&Kntraktor:JasaGmbr sisa 2Th,125Jt,Hb.082236514888 &Bangunan+UrusIMB 081338146376 A.BP.001.02.16.0000836

A.BP.001.02.16.0000881

DISEWAKAN RESTORAN RUPA-RUPA Restaurant Over Kontrak di Jln Tnh 6,8A Jl.Sulatri Utama 100m Ikutilah Les Dance Hiphop utk Monkey Forest Ubud.Saat ini drGatsu 525Jt Net 081239999747 Anak Usia 5th-13th,cowok-cewek A.BP.001.02.16.0000869 Masih Beroperasi,Kontrak Masih perdtg 20Rb Rupiah.Latihan di Tnh Kav.Kwanji 50m dr jl.utama Berlangsung Th2018.Hrg PerpanHanyla Managemen Jln.Tukad Dalung SHM,Murah,081 138 0203 jangan Bs Nego Lgs ke Pemilik Pancoran 15 Panjer Info: A.BP.001.02.16.0000733 Tnh SiapBgn Ls6,5A,SHM,Jl.Aspl Yg Berminat Hub:081338176905 087860661655 PIN BB 7D7054B1 A.BP.153.02.16.0000872 A.BP.001.02.16.0000724 Ds.Buduk,BU,Hb.081 138 0203 TP Ahli Rmh Bcr,Dak Dinding,Tlang A.BP.001.02.16.0000732 DISEWAKAN GUDANG Dll,H:Anis 081236805370 Gransi Tnh jual 1are lokasi -+1KM dr Di Gn.Salak Utara,Ls:14,4Are A.BP.001.02.16.0000783 RSUD Tabanan Hub.082144442157 Konstruksi Baja.T:085237256497 Ingin Eksis di Dunia Entertain A.BP.001.02.16.0000750 A.BP.001.02.16.0000801 ment/Mau Ikut Syuting Iklan, FTV,Jadi Penyanyi Rekaman DISEWAKAN TANAH DIJUAL VILLA Yuk Gabung dg Hanyla Talent Dikontrak/Krjsama Tnh 35@25Are Djl villa 2,2Are Fasilitas lkp Management.Anak Bs Ikut Job Ry Dps-Bedugul,Br.Belang SemKlm Renang,Mini Bar&resto jl. syuting dll tnp Casting,Info: bung H.0817307166-082236366999 Ry Munggu-Canggu Hb.0817350565 087860661655 PIN BB 7D7054B1 B.BP.164.02.16.0000432 A.BP.001.02.16.0000804

A.BP.001.02.16.0000830

DICARI TANAH Dcr Tnh 20Ha Los Pantai,Surat2 Lngkp,Bw ke Jl.Noja Gg.VII No3 Dps Hub:081338654232 Segera!!! A.BP.001.02.16.0000790

DIJUAL RUKO Jl Ruko 3Lt Gn.Agung Strategis &Cocok u/SglUsaha 087861488111 A.BP.001.02.16.0000781

DISEWAKAN KANTOR Diswk ktr 2Lt,Ls 2Are,Jl.Pdang Teki No:9(Dpn Bali Med),diswkn Rmh,di Tumbak Bayuh Lks Pnggir Jalan Hub:087862341035 A.BP.001.02.16.0000850

Over Kont Kantor Lt2 Jl.Bypass Sanur Sisa 3Th H:081337555138 B.BP.154.02.16.0000448

A.BP.153.02.16.0000874

JasaFinishing CatTmbok,Politur plafon,Tektur dll,085338223838

A.BP.001.02.16.0000873

Sikat Karpet Duplex Honda PCX’11, 0817551144

A.BP.001.02.16.0000763

KURSUS Bimbel Anak Hiperaktif Autis Dll Denpasar Hub.082147642578

B.BP.001.02.16.0000332


18

REKREASI

Minggu Wage, 14 Februari 2016

Pertanyaan Mendatar: 1. Tembakan serentak tanda penghormatan 6. Pusing kepala 9. Markas 10. Lembut 11. Intuisi 12. Dibalik : Pikiran atau niat 13. Batal (Bali) 15. Sari pati 16. Uang logam jaman dulu bernilai 25 Sen 19. Dibalik : Melompat sambil berjumpalitan di udara 22. Nyanyian dengan syair duka cita 24. Selai atau jem 27. Penyakit infeksi perut mirip kolera 30. Sekejap mata 32. Kemauan yang keras 33. Asosiasi negara-negara Asia Tenggara (Singkatan) 34. Lelehan batuan yang sangat panas 35. Cakrawala 37. Perempuan ahli pembuat pakaian wanita 38. Dubuk 39. Puntiran atau pemutaran

INDAH - Salah satu simbol di Rumah Pohon yang menyerupai Candi Borobudur, semakin indah saat malam hari, karena penuh dengan lampu-lampu di setiap tingkatan.

2

4

3

5

6

7

8

9 10 11

12

14

13

15 16

17

18

19 22

24

25

20

23 27

26 30

21

28

29

31 32

33

34 35

36

37 38

SPT2016

Menurun 1. Teman Baik 2. Si kolesterol jahat (Singkatan) 3. Zat asam 4. Pada akhirnya 5. Dibalik : Jauh (Inggris) 6. Tanda pembayaran biaya pos 7. Pematang besar untuk menahan air 8. Berhubungan dengan mesin atau dibuat dengan mesin 14. Tegur ; Kata-kata atau omel (Bali) 17. Yang (Bali) 18. Jangan (Bali) 20. Tarif dasar listrik 21. Istirahat atau lepas penat 23. Laba-laba 24. Telusur 25. Kemerdekaan atau kebebasan 26. Dibalik : Peluru atau mesiu 27. Lari berantai 28. Saja-saja 29. Pengurangan atau pemotongan 31 Setir 36. Alat penggulung atau pengulur tali pada derek kapal

1

TTS Bali Post

39

KUPON TTS No.233 Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No 233 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 20 Pebruari 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 28 Pebruari 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 231 Mendatar 1. Diploma 4. Pangkur 8. Lua 9. Tangguk 10. Log 11. Mal 12. Age 13. Padahal 16. Natnops (Spontan) 19. BID 21. Kritis 23. Osilator 25. Skenario 26. Amerta 27. Got

29. Biksuka 33. Vendeta 36. Kue 37. Gen 38. Tis 39. Rotkart (Traktor) 40. Eel 41. Lisabon 42. Yupiter Menurun 1. Detup 2. Lugra 3. Alkali 4. Palen 5. Nugat

6. Kempo 7. Rilis 14. Atraksi 15. Abstrak 17. Animate 18. Prostat 20. Dolog 22. Ton 24. Are 28. Overly 29. Begal 30. Kenes 31. UNTAB 32. Aksen 34. Dikti 35. Avtur

Pemenang TTS No. 231 1. Nyoman Siska Dessy Krisanti Jl. Gadung Gg. III No. 7 Denpasar 2. Ni Ketut Yastini Br. Dinas Duren Taluh Desa Belimbing Pupuan Tabanan 3. Ni Wayan Sumetri Desa Salayah, Seririt Buleleng 087861628924 4. Ni Ketut Darmi Jl. Kebo Iwa Utara No. 65 Denpasar 5. Putu Sathya Restu Muliawan SD No. 1 Ubung Jl. Cokroaminoto Denpasar 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : Raka Bawa AA Alamat : Br. Katik Lantang Desa Singakerta Ubud Gianyar.

Memburu ”Sunset” ke Rumah Pohon

Sebagai tempat berlibur, Bali memiliki banyak tempat objek wisata. Sejumlah objek wisata populer seperti Pantai Kuta, Ubud, Tanah Lot maupun Taman Sukasada Ujung, tak pernah sepi dari wisatawan. Tetapi, bagi warga lokal Bali, butuh objek wisata baru karena sudah jenuh dengan objek wisata yang sudah ada. Karangasem menjawab kebutuhan itu dengan kemunculan sejumlah objek wisata baru. Salah satunya objek wisata Rumah Pohon, di Desa Batudawa, Kecamatan Kubu.

PRE-WEDDING - Pengunjung memanfaatkan sunset untuk memperindah foto pre-wedding di Rumah Pohon ini.

Sebagai objek wisata, tidak mudah bagi pengunjung menemukan lokasinya. Maklum, pengelolanya tak pernah berpromosi. Objek wisata ini muncul setelah berkembang dari mulut ke mulut. Selain itu, banyak yang penasaran karena sering diunggah ke media sosial oleh setiap pengunjung. Bagi pengunjung dari luar Kecamatan Kubu, mereka harus rajin bertanya di jalan, agar tidak kesasar ke tempat lain di daratan Kubu yang tandus. Mencapai tempat ini memang harus melalui perjalanan cukup panjang dan melelahkan. Tetapi, setelah sampai di lokasi, pengunjung dijamin tidak akan kecewa, karena tempatnya cukup bagus untuk sekadar berlibur bersama keluarga. Tiket masuk juga tak menguras isi kantong pengunjung, karena hanya Rp 10 ribu per orang. Areal rumah pohon ini tersusun dari tanah yang dicampur semen yang dibentuk bulat seukuran kepalan tangan, mirip dengan rumah tradisional Bali yang tersusun dari tembok tatal. Sedangkan di dalamnya, setiap pohon di tempat ini dibentuk sedemikian rupa menyerupai gubuk sederhana, di antara ranting-ranting pohon besar. Pantaslah, tempat ini kemudian diberi nama Rumah Pohon. Ada tiga rumah pohon di sana. Semenjak ramai dikunjungi wisatawan lokal, pengelola rumah pohon semakin kreatif dengan membangun rumah panggung dan simbol lain yang miripb

dengan Candi Borobudur. Sebab, untuk memperbanyak rumah pohon terbilang sulit, lantaran pohon besar minim di lahan seluas 60 are itu. Rumah panggung itu juga diperuntukan sebagai tempat pengunjung beristirahat, sambil menikmati pemandangan Gunung Agung dari dekat dan laut Karangasem yang juga terlihat dari tempat ini. Sedangkan, simbol yang menyerupai Candi Borobudur itu, semakin menarik pengunjung untuk melihat langsung tempat ini. Bagi para penikmat sunset, dari balik rumah pohon ini pula pengunjung bisa menikmati sunset dengan sensasi berbeda dari biasanya di pantai atau di tempat lain. Bahkan, ada pengunjung yang sengaja pergi ke Rumah Pohon untuk memburu sunset, baik untuk mencari ketenangan maupun untuk kepentingan foto wedding. Salah satu pengunjung, Basma Suwaryana, mengatakan khusus mencari rumah pohon ini untuk memperoleh foto-foto sunset terbaik. “Sunset terlihat lebih indah, bila dibidik dari balik rumah pohon ini,” kata Basma yang juga seorang potografer ini, bersama sepasang model prewedding-nya, belum lama ini. Bahkan, saat malam hari simbol yang menyerupai Candi Borobudur itu semakin menarik dengan cahaya lampu yang memenuhi setiap tingkatannya. Sehingga, malam hari di alam Batudawa terlihat amat indah. Pengelola objek rumah po-

hon Komang Budi Sakrana, belum lama ini mengatakan, awalnya Rumah Pohon itu sebenarnya tidak dirancang sebagai objek wisata. Warga asli Temega, Kelurahan Padangkerta, Karangasem ini mengaku lahan yang dibelinya enam tahun lalu dirancang sebagai tempat dia dan keluarganya beristirahat. Sejak beberapa tahun lalu, Budi bersama istrinya, Ni Nyoman Sari, dan keempat putranya juga sudah berdomisili di Batudawa. Ia memproyeksikan tempat ini untuk bekal di masa tua sambil berkebun. Gubuk di atas pohon itu pun dibuat dengan tujuan tempat beristirahat, tidak terbersit keinginan untuk dijadikan tempat pariwisata. “Di sini kan panas. Biar dapat angin, kan lebih bagus istirahatnya di atas pohon besar ini,” katanya.

Rupanya, penataan lahan seluas 60 are itu membuat anak-anaknya betah berada di sana. Demikian juga teman-temannya. Ternyata rumah pohon itu semakin dikenal luas, karena tempatnya memang unik, alami, asri dan menarik, bila dibandingkan dengan objek wisata yang sudah ada di Karangasem. Setelah ramai dikunjungi orang, Sakrana malah khawatir. Alasannya, tempatnya kerap digunakan anak muda

untuk berbuat tak senonoh. Tempat ini sempat ditutup, tetapi pengunjung malah semakin banyak. Sehingga, ia memutuskan membukanya lagi dengan cara mempekerjakan sejumlah orang di dalamnya untuk menata, mengawasi dan merawatnya. Kini, pada hari-hari biasa, tempat ini dikunjungi ratusan orang. Tetapi, saat hari liburan saat Manis Galungan lalu, jumlah pengunjung bisa membludak mencapai lebih dari 3.000 orang. (gik)

SORE HARI - Suasana sore hari di Rumah Pohon berpadu dengan pemandangan Gunung Agung dari dekat.


19

Minggu Wage, 14 Februari 2016

Globalisasi

Dari Hal. 1

Hal itu merupakan konsekuensi dari globalisasi, yang mana dunia telah menjadi satu sehingga berbagai budaya masuk di dalamnya. “Valentine Day bukanlah budaya Indonesia,” kata pengamat pendidikan Prof. Dr. Ir. I Putu Rumawan Salain, M.Si. Sabtu (13/2) kemarin. Valentine Day tersebut tidak dapat dilarang, namun, yang perlu dipikirkan adalah cara agar tetap mempertahankan jati diri budaya Timur. Bisa dengan mengemas perayaan Valentine Day dengan local genius orang Bali yang direfleksikan dengan filosofi Tri Hita Karana (THK) khususnya di dalam hubungan antara manusia dengan manusia (pawongan). “Valentine day juga memberikan makna hubungan harmonis antara manusia dengan manusia,” jelasnya. Perayaan Valentine Day

tergantung pada pemaknaan dari masing-masing orang termasuk anak muda. Memaknai Valentine Day dengan saling menghormati antara manusia dengan manusia, berarti mengakui adanya kemajemukan di Indonesia. “Sebenarnya buruknya apa sih Valentine Day? Kalau ada yang buruk berarti kan salah memaknai,” ujarnya. Jika perayaan Valentine Day ini diteruskan, ia berharap dikemas dengan nuansa budaya Bali. Perayaan Valentine Day juga dapat dilakukan di sekolah-sekolah dengan berbagai kreativitas seperti mengadakan lomba-lomba. Rumawan Salain mengkhawatirkan, jika Valentine Day ini dilarang, maka pada tingkat dinamika kepemudaan akan bergeser ke arah hubungan manusia dengan manusia yang bebas. “Ini yang harus dibatasi,” ujarnya.

Fenomena

Dari Hal. 1

Ini merupakan fenomena yang terjadi saat ini di Indonesia dan di Bali pada khususnya,” ujarnya. Lebih lanjut dijelaskan, dalam ajaran Hindu yang disebut dengan cinta kasih adalah konsep bhakti. Bhakti artinya luapan perasaan cinta kasih atau kasih sayang yang dilandasi kebersihan pikiran, kesucian hati dan ketulusikhlasan yang tanpa pamrih. Bhakti ini dapat ditujukan kepada orang tua dengan hormat dan patuh kepadanya, kepada saudara dengan menghargainya, kepada teman dengan kesetiakawanan dan kepada Hyang Widi dengan media persembahyangan. Semua wujud bhakti tersebut merupakan realisasi dari kasih sayang/ cinta kasih yang hakiki. Dan itu bisa dilakukan kapan saja dan tidak harus menunggu tanggal 14 Februari. “Relevansi Valentine Day menurut Hindu memiliki nilai esensi yang sama dengan

Dari Hal. 1

Selain menetapkan tersangka, KPK juga langsung menahan ketiganya, di tiga tempat terpisah, usai ketiganya menjalani pemeriksaan intensif, sejak ditangkap Jumat malamhingga dini hari. Hingga saat ini, pihak KPK masih mengembangkan perkara tersebut kepada pihak lain yang dinilai berkaitan dengan kasus penyuapan tersebut. Sehingga belum ditemukan apakah ada pihak lain yang terlibat, termasuk pejabat MA yang menangani perkara kasasi kasus korupsi Pembangunan Dermaga Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur Tahun Anggaran 2007 dan 2008. ’’Penangkapan ini berkaitan transaksi permintaan penundaan salinan putusan kasasi. Putusan telah ada, transaksi hanya untuk penundaan terhadap salinan putusan kasasi. Diduga berkaitan dengan itu. Kelanjutan seperti apa karena masih tahap penyidikan nanti akan dilakukan pendalaman,’’ jelas Priharsa. Kasus bermula dari adanya putusan PN Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang menghukum terdakwa Ichan

Selain itu diperlukan pemahaman makna bahwa Valentine Day tidak jauh berbeda dengan konsep pawongan pada Tri Hita Karana,” katanya. Dalam skala kecil, manfaat lain dari Valentine Day dapat membawa keberuntungan bagi sebagian orang, termasuk juga anak muda. Lantaran pada hari tersebut, beberapa anak muda memanfaatkan peluang tersebut untuk berjualan. “Saya lihat anak-anak berjualan cokelat, jadi ada kreativitas di dalamnya,” ujarnya. Masuknya pengaruh Barat bukan hanya terjadi saat ini saja tapi juga telah terjadi puluhan tahun lalu mengingat tersedianya fasilitas informasi melalui gadget, internet, dll. Selain itu, Valentine Day dipandang merupakan trending kehidupan baru khususnya bagi anak muda. “Karena anak muda itu berada pada dunia pendidikan,” ujarnya. (may)

ajaran bhakti. Namun yang membedakannya adalah pada praktik nilai esensi Valentine Day sudah menyimpang. Tidak lagi menekankan pada sisi keagungan arti sebuah kasih sayang/cinta kasih namun sudah mengikuti tren budaya Barat yang lebih menampilkan sisi cinta sebagai dorongan nafsu duniawi,” jelasnya. Pada Valentine Day tahun lalu dia sangat menyayangkan sejumlah apotek dan toko menjual alat kontrasepsi (kondom) secara bebas. Tentu saja hal ini berkesan yang tidak baik, karena secara tidak langsung memberikan peluang bagi para pemuda untuk melakukan seks bebas dengan pasangannya terutama pada Valentine Day. Sehingga makna dari Valentine Day menjadi cinta kasih ragawi (nafsu birahi). Sebagai umat Hindu, dia mengingatkan kepada generasi muda untuk kembali kepada konsep bhakti yang lebih bernilai luhur berpahala kemuliaan daripada sekadar ikutikutan tren Valentine Day yang

belum tentu berguna dan tidak sesuai dengan ajaran Agama Hindu. “Jangan mengikuti tren Valentine Day yang kekinian, tetapi maknai Valentine Day dengan kembali pada konsep cinta hakiki/bhakti dan cinta kasih yang murni, bukan cinta kasih ragawi,” harapnya. Sementara itu, salah satu remaja, Ida Bagus Anggapurana Pidada, mengatakan Valentine Day bagi para remaja adalah hari penuh cinta di mana para remaja bisa mengungkapkan kasih sayangnya kepada orang-orang yang disayangi, seperti keluarga, pacar, sahabat, guru, dan kepada siapa saja. “Berbagi kasih sayang sangat penting dirayakan dalam menghadapi dunia yang penuh persaingan, kita juga bisa berbagi hadiah sebagai simbol kasih sayang, seperti bunga, cokelat, kartu, boneka, dan hadiah-hadiah spesial lain. Di hari valentine setiap insan diberikan kekuatan dan keberanian untuk mengutarakan perasaan cintanya,” katanya. (win)

atas kasus korupsi pembangunan Dermaga Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur tahun anggaran 2007 dan 2008, dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara. Atas putusan tersebut, jaksa mengajukan banding, dan hukuman Ichsan bertambah menjadi 2 tahun penjara. Atas putusan banding yang merugikanya, ia pun kembali melakukan upaya kasasi di MA. Namun nahas, Majelis Hakim Agung yang diketuai oleh Hakim Agung Artidjo Alkostar dengan hakim snggota MS Lume dan Krisna Harapan, memperkuat putusan PT Mataram, NTB dengan hukuman 5 tahun penjara. Atas putusan tersebut, agar segera tak dieksekusi, Ichsan melalui pengacaranya, Awang, meminta agar putusan kasasinya tak dipublikasikan dulu dengan cara memberikan uang sejumlah Rp 400 juta kepada Andri selaku Kasubdit Kasasi dan PK Mahkamah Agung pada Jumat (12/2). Namun nahas, setelah uang diserahkan melalui Sunario (sopirnya) untuk diberikan kepada Andri melalui Awang, sekitar pukul 22.30 WIB, tim penyidik KPK berhasil mengendus niat jahat tersebut,

dan menangkap Awang serta Sunario di parkiran di sebuah hotel di kawasan Gading Serpong Tangerang. Setelah menangkap keduanya, tim penyidik lain lalu menangkap Andri di rumahnya di kawasan Gading Serpong. Saat menangkap Andri, tim penyelidik dan penyidik menemukan uang sejumlah Rp 400 juta di paper bag yang ditempatkan di koper. Selain uang tersebut, KPK juga menemukan uang lain yang ada dalam koper. Namun belum diketahui, apakah ada keterkaitan uang lain tersebut, dengan uang penyuapan yang sudah diterima Andri. ’’Masih dihitung jumlahnya,’’ terang Priharsa. Selanjutnya, setelah melakukan penangkapan terhadap ketiga orang tersebut, tim KPK lainya, langsung bergerak menangkap Ichsan di sebuah Apartemen di kawassan Karet, Jakarta Selatan serta dua orang petugas keamanan di perumahan tempat domisili Andri. Dari enam orang yang ditangkap, setelah dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara KPK hanya menetapkan tiga orang tersangka yakni Andri, Awang, dan Ichsan. (wnd)

Langsung Ditahan

Menentang Tradisi Dari Hal. 1

Pada masa itu, di negaranegara Barat, perkawinan diberi istilah “living in partnership” atau hidup bersama sebagai suami-istri tanpa pernikahan. Sang pendeta ini dianggap menentang tradisi pada zaman itu. Pendeta Valentine mengajarkan anak-anak muda pada waktu itu agar menikah terlebih dahulu, barulah boleh melakukan hubungan seks karena hubungan seks adalah sesuatu yang sangat suci dan perlu disucikan. Pendeta sangat menentang hubungan seks di luar nikah. Banyak anak muda yang mengikuti ajaran Pendeta Valentine tersebut. Pendeta mulai menikahkan mereka di gereja dan ia sangat dicintai oleh anak-anak muda pada waktu itu. Ada yang menyebutkan, ketika masyarakat menanyakan pada Pendeta Valentine perihal ide mulia tersebut dan keberaniannya menentang kebebasan seks, Pendeta Valentine mengatakan bahwa dirinya banyak membaca buku dari India yang mengajarkan tentang keindahan serta kemuliaan seks, dan dia setuju terhadap ajaran mulia tersebut. Ia merasa wajib memperbaiki tradisi dan moral bangsanya melalui penerapan pernikahan resmi. Akan terapi, Raja yang memerintah di Roma pada saat itu, yaitu Raja sangat bengis Claudius II sangat marah mengetahui Pendeta Valentine ini mengajarkan ajaran yang dipandang sesat tersebut. Terlebih lagi pada waktu itu, Raja Claudius

II sedang memerlukan anakanak muda untuk ikut menjadi tentara kerajaan. Anak-anak muda lebih menyukai menikah daripada penjadi tentara. Raja Claudius II memerintahkan para prajuritnya untuk menangkap Valentine. Para tentara segera menangkap Pendeta Valentine dan akhirnya dibunuh tanggal 14 Februari 248 M (278 M). Disebutkan, ketika Pendeta Valentine sedang berada di penjara, ia menyembuhkan putri dari Kepala Penjara. Sebelum Valentine ini meninggal, ia sempat menitipkakn pesan “from your Valentine” kepada putri Kepala Penjara tersebut. Anak-anak muda yang tersentuh hatinya atas kemuliaan ide Valentine yang berakhir pada kematiannya, akhirnya memperingati hari kematiannya. Lama-kelamaan peringatan hari kematian Valentine ini pun bergeser makna menjadi hari cinta, atau kalimat lebih halus “hari kasih sayang”. Sekarang ini orang-orang merayakan hari Valentine itu untuk menikmati, bukan lagi menghormati ide atau ajaran dari Valentine itu sendiri. Banyak pula yang memanfaatkan hari Valentine dengan pesta seks. Tanpa disadari, anak-anak muda sekarang ini banyak yang membunuh Valentine yang sudah mati. Mereka membunuh ide Valentine. Anak-anak muda sudah sangat menjauh dari ide cinta kasih yang seharusnya, yaitu memperingati kematian Pendeta Valentine dengan mengikuti ajarannya, ide mulianya, yaitu menikah dulu baru

boleh melakukan hubungan seks. Namun, banyak yang melakukan sebaliknya, “menentang” ide mulianya dan melakukan hubungan seks bebas atas nama peringatan Hari Valentine. Jika dihubungkan dengan ajaran-ajaran Agama Hindu, kita memiliki ajaran dan tatanan kemasyarakatan yang sangat indah, yang namanya Catur Asrama (Brahmacari, Grhastha, Wanaprastha, dan Sannyasi). Pada masa Brahmacari, kehidupan seks itu diatur dengan ketat. Masa Brahmacari tidak hanya berarti masa belajar, atau masa penempaan diri dengan mengumpulkan berbagai jenis ilmu pengetahuan yang bermanfaat, melainkan brahmacari juga berarti pengontrolan hawa nafsu seks. Dahulu, hubungan seks hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sudah memasuki hidup berkeluarga dengan menikah resmi (Grhastha). Di usia yang sudah dianggap dewasa, anak-anak harus sudah mulai diajarkan tentang seks yang baik, suci dan mulia sesuai dengan ajaran dharma. Kalau tidak, walaupun barangkali mereka tidak setuju dengan seks bebas, tetapi mereka bisa keseleo menerima dan mengartikan seks sebagai sesuatu yang salah, tabu, dan menjijikkan. Jika ada yang memperingati Hari Valentine, biarlah mereka memperingatinya dalam kesadaran Valentine, dalam kesadaran yang sesuai dengan ajaran Agama Hindu, yaitu Divine Love, Cinta Kasih Sejati dalam tuntunan ajaran suci Veda.

Salah Memaknai Dari Hal. 1

Menurutnya, Valentine Day hanya stigma masyarakat karena beberapa kalangan salah memaknai Valentine Day tersebut. Ayumi, mahasiswa semester IV di salah satu perguruan tinggi (PT) pariwisata di Bali ini, merayakan Valentine Day dengan berkumpul bersama keluarga. “Yang penting sih kumpul-kumpul bareng keluarga,” katanya saat ditemui pada salah satu kafé di Denpasar, Sabtu kemarin. Keluarga pun ikut merayakan Valentine Day dengan alasan dapat berkumpul.

Sedangkan Febri, mahasiswa semester IV pada PT yang sama, mengidentikkan Valentine Day dengan memberikan kado spesial pada orang terdekat seperti keluarga dan pasangan. Kado spesial dapat berupa benda dan waktu. “Kalau benda bisa berupa cokelat, boneka, dan kado yang lain dengan menghabiskan waktu bersama dengan jalan-jalan,” ujarnya. Ayu Putu Kartika, Ketua Parlemen Muda Indonesia Perwakilan Bali, menuturkan, Valentine Day itu hari untuk introspeksi diri. “Apakah kita sudah mencintai orang-orang di sekitar kita,” ujarnya. (may)

Perkara Kasasi

Dari Hal. 1

ATS diamankan bersama dengan pengusaha lS, pengacara ALE, seorang staf berinisial S, seorang sopir berinisial S, serta petugas keamanan berinisial B. Para pihak tersebut diamankan karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi berupa suap. Diduga, suap tersebut disebut-sebut terkait penanganan perkara di tingkat kasasi. Penangkapan dilakukan pada Jumat (12/2) malam. Priharsa menyebutkan, ATS ditangkap di rumahnya di Gading Serpong dan ditemukan uang Rp 400 juta. Sedang pengusaha IS ditangkap di apartemennya. KPK juga menangkap pengacara ALE. Secara terpisah, Juru

Bicara Mahkamah Agung (MA), Suhadi, mengakui, ada Kasubdit Pranata Perdata di lingkungan MA yang berinisial ATS. Dia menyebut, tidak menutup kemungkinan bahwa ATS terlibat perkara suap. “Mungkin saja seperti itu. Tapi, yang paling tahu kronologisnya KPK,” kata Suhadi. Suhadi menyatakan, yang bersangkutan terancam dipecat, jika memang dia terbukti melakukan tindak pidana korupsi. “Kalau benar dia kena OTT, ini kan peristiwa pidana, maka jabatannya sebagai Kasubdit Pranata Perdata MA akan dicabut. Status PNS juga dicabut, yang berhak mencabut jabatan adalah Sekretaris MA,” ujar Suhadi. (wnd)

Lama Tak Bisa Berdiri dan Berjalan, Kini Ia Sudah Bisa Bertani Kembali Dari tahun 2000, I Nyoman Wilantara merasakan sakit yang berkepanjangan di kaki kanannya. “Dibawa duduk sakit, dibawa berjalan juga sakit,” ujar penduduk Dusun Banjar Peh, Desa Kaliaka, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, ini. Parahnya, makin lama kakinya itu makin kecil, sehingga ayah tiga anak ini tak mampu lagi berjalan tanpa berpegangan atau tanpa dibantu orang lain. Begitu juga untuk berdiri dari duduk. Karena itu, lelaki yang bekerja sebagai petani ini tak lagi bisa bertani. Padahal, ia adalah kepala rumah tangga. Untuk mengatasinya, telah beragam pengobatan dijalaninya, mulai dari

medis hingga supranatural. “Kata dukun, saya kena santet. Tapi, dokter, saya terserang penyakit asam urat tinggi,” tutur pria 49 tahun ini. Karena kasihan, ada kenalannya yang menawarkan kepadanya untuk meminum Madu Bima 99 di awal 2015. Nyoman Wilantara pun mengonsumsi madu pahit hitam tersebut setiap hari, 2-3 kali, masing-masing 2 sendok. Ternyata, banyak manfaat yang langsung ia rasakan. “Satu minggu meminumnya, saya mampu berdiri sendiri dari duduk tanpa berpegangan atau dibantu orang. Tiga minggu, saya bisa berjalan sendiri. Satu bulan, saya sudah bisa bertani kembali, sampai sekarang,” ungkapnya saat ditemui 24 Februari 2015. “Selain itu, sebelum minum Madu Bima 99 sudah satu setengah bulan saya minum 5 macam obat sakit maag karena

Perjalanan Suci Dari Hal. 1

Versi ketiga adalah asalusul Pura Luhur Pekendungan berasal dari sebuah perjalanan suci, dharmayatra Ida Pedanda Shakti Bawu Rawuh, dari Pura Rambut Siwi, lanjut ke Pura Srijong. Dari Pura Rambut Siwi, Pedanda Shakti Bawu Rawuh melihat sinar yang menyala dengan terangnya di Segara Kidul Tanah Lot, yang menjadi lokasi Pura Luhur Tanah Lot dan Pura Luhur Pekendungan pada era sekarang. Setelah mengajarkan masyarakat di sekitar Pura Rambut Siwi, tentang tattwa agama Siwa dengan tata upacaranya, kehidupan bermasyarakat, bertani, menangkap ikan, Sang Wipra terus meninggalkan masyarakat di seputar Pura Rambut Siwi, menuju sinar terang yang kelihatan di timur dari Pura Rambut Siwi melalui Pura Srijong. Dalam perjalanannya, Sang

perut saya sering kembung. Sejak minum Madu Bima 99 saya tidak pernah minum kelima obat itu lagi. Ternyata, sakit maag saya itu tidak pernah kambuh lagi,” imbuhnya. Madu pahit diyakini memiliki banyak kelebihan karena mengandung alkaloid yang tinggi. Jika dikonsumsi, zat ini bisa berfungsi sebagai antibakteri alami yang akan membunuh bakteri yang merugikan di dalam tubuh. Selain itu, ia juga membantu mengatasi diabetes, gangguan fungsi seksual pria, gangguan asam lambung (maag), radang tenggorokan, sariawan, panas dalam, batuk, pilek, asma, polip, sinusitis, asam urat, rematik, tumor, kolesterol, darah rendah, darah tinggi, malaria, tifus, dan demam berdarah. Ia juga berfungsi untuk meningkatkan vitalitas dan imunitas. Saat ini berbagai madu pahit dengan berbagai merek telah beredar di pasaran. Tapi, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium Fakultas Farmasi

Wripa singgah untuk melakukan yoga semadhi di Sanggulan yang sekarang ada bangunan pura kecil di Desa Sanggulan dikemukakan sebagai pesimpangan Ida Padanda Shakti Bawu Rawuh dengan nama Pura Candi Desa Sanggulan. Kemudian Sang Wipra melanjutkan perjalanannya ke Segara Kidul Tanah Lot untuk mencari sumber sinar suci tersebut, sampailah beliau di suatu tempat yang berhutan lebat tepatnya sebelah barat Segara Kidul dan Dang Hyang Nirartha kembali melakukan yoga semadhi di tempat tersebut. Hutan lebat itu bernama Alas Kendung. Di mana Alas Kendung inilah kemudian dijadikan abhiseka Pura Luhur Pekendungan. Pura Luhur Pakendungan di samping berfungsi dan berkedudukan sebagai Pura Dang Kahyangan juga berkedudukan sebagai Pura Pengulun Subak di wilayah Kecamatan Kediri. (san)

UI dan Sucofindo September 2014, Madu Bima 99 terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat berbahaya lainnya. Bahkan, saat ini juga tersedia Madu Bima 99 khusus, yakni Madu Kesuburan Pria, Madu Kesuburan Wanita, dan Madu Kecerdasan Otak. Untuk mendapatkannya, Anda bisa datang ke apotek, toko obat, dan outletoutlet lainnya di kota Anda. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi @madubima99, www.madubima.com, dan www.facebook.com/Madu Bima 99. Distributor Bali 08123644754, Subdist : Jembrana 081936459563, Klungkung 085954158293, Tabanan 087761444100, Buleleng 08174708396 / 0817351071, Karangasem 081239707770, Gianyar&Bangli 081338916680, Denpasar 08123644754, Badung 081999945381 M.0000935-adv-21


balipost (103rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu WAGE, 14 Februari 2016

TOKOH

Noorca dan Cevy Luncurkan Novel ’’180’’ yang Ditulis Berdua DALAM sejarah literatur modern Indonesia, belum pernah ada novel yang ditulis oleh dua pengarang. Noorca Marendra Massardi (61, pengarang) dan Mohammed Cevy Abdullah (36, pengusaha) memelopori hal tersebut. Mereka meluncurkan novel ‘’180’’ yang ditulis selama 14 bulan di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM), baru-baru ini. Hal yang langka, novel setebal 272 halaman dan diterbitkan oleh Kaki Langit tersebut akan dibagikan secara gratis sebanyak 10.000 eksemplar. Khusus untuk acara road show, novel dicetak dalam 3 versi warna yang berbeda: merah, hitam, dan putih. “Saya menulis novel dengan motivasi hanya ingin berbagi dan memberi inspirasi terutama bagi generasi muda agar gigih memperjuangkan cita-cita dan peduli kehidupan masyarakat dan bangsanya,” kata Cevy. Pengusaha muda di tengah kesibukannya ini sengaja menulis novel karena kepedulian terhadap perkembangan sosial dan psikologis masyarakat saat ini. “Saya ingin menyampaikan pesan melalui media novel yang sarat nilai-nilai filosofi kehidupan,” ungkap Cevy. Sedangkan Noorca Marendra Massardi yang mengaku baru sekali menulis novel berdua itu sangat menikmati proses penulisan, merancang plot, dan mengedit naskah novel ‘‘180’’. “Ternyata kami memiliki kesamaan visi, misi, karakterisasi, dan konsep penulisannya. Alhamdullilah, semua lancar. Karena niat kami memang sejalan, ingin berbagi inspirasi tentang pergulatan hidup yang berakhir happy ending, dengan generasi muda negeri ini, yang menyimpan energi luar biasa,” beber Noorca. Novel inspiratif ‘‘180’’ menceritakan tentang perjalanan hidup Tora, seorang pemuda petani miskin yang sangat disiplin, focus, dan pekerja keras yang bertekad untuk meraih cita-citanya menjadi manusia cerdas sekaligus menjadi miliuner pada usia 30 tahun. Ia percaya semua mimpinya bisa diwujudkan melalui kerja keras, ilmu pengetahuan, percaya diri dan tidak pernah mengasihani diri sendiri. Segala cara yang halal ditempuhnya untuk mencapai tujuan, hingga akhirnya ia dipercaya seorang pemodal asing untuk mengelola perusahaan agro-industri terbesar di Asia. Semua yang diterima dan dijalaninya semata merupakan bagian dari skenario Tuhan untuknya. Termasuk bagaimana ia harus membagi dan mengelola cinta dan kasih sayang untuk ibunya, anaknya, dan sejumlah perempuan yang ikut mewarnai hidupnya, baik dalam duka dan keberhasilan, maupun dalam kemiskinan dan kelimpahmewahan. Cevy Abdullah selain berprofesi sebagai pengusaha, juga pencinta film, teater. olahraga dan petualangan. Ia juga sempat menyutradarai sejumlah film pendek berjudul ‘‘Sahabat dan Cinta’’ dan film laga ‘‘Red Code’’ serta menulis naskah dan sutradara. Noorca Marendra Massardi adalah seorang pewarta, penulis fiksi, drama (Bhagavad Gita, Terbit Bulan Tenggelam Bulan, Growong dll.) dan skenario film (Sekuntum Duri). Noorca juga dikenal sebagai host sejumlah program film, hukum dan politik serta kebudayaan di stasiun televisi swasta. Pengarang kelahiran Subang yang acap menulis novelnya di Ubud, Pulau Dewata ini (mencari suasana yang tenang, alasannya) pernah menjadi pengurus KFT, GPBSI dan sempat menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Mantan pewarta harian Kompas, majalah Tempo, Jakarta Jakarta, Vista, dan Hong Shui kini menjabat sebagai Redaktur Eksekutif Majalah Kebudayaan Kultur terbitan Dirjen Kemendikbud. (pik)

Temah Pitra BUDHA Kliwon Dungulan, ngaran Galungan patitis ikang janyana Samadhi, galang apadang maryakena sarwa byapaning idep. Sunarigama. (Rabu Kliwon Dungulan disebut Galungan, mengarahkan bersatunya rohani. Agar memperoleh pandangan yang benderang buat melenyapkan segala pikiran yang kacau. (Lontar Sunarigama). ‘’Hari Raya Galungan dilaksanakan setiap 210 hari. Konon rerahinan jagat bagi umat Hindu di Bali ini dirayakan berdasar bunyi lontar Sunarigama. Tafsir atas bunyi lontar tersebut ada yang mengaitkan dengan kemenangan dharma melawan adharma, yang dihubungkan dengan mitologi Mayadenawa. Secara pribadi, aku tidak setuju bila konsep hari suci dikaitkan dengan perang bermuara pada kalah dan menang. Apalagi bila dimaksud kekalahan Bali Mula terhadap Bali Baru pascaruntuhnya Majapahit. Padahal hakikat Bali beserta adat, tradisi dan budayanya yang kita banggakan saat ini, tidak terlepas dari fondasi pandangan hidup Bali Mula. Keberadaan sanggah atau pemerajan yang ada di masing-masing halaman rumah, kukira adalah artefak atau warisan budaya dan tradisi Bali Mula. Jenis tempat suci keluarga tipikal Bali ini tidak ada di India, di mana orang merelakan lahan yang cukup luas untuk

brolan BALE BANJAR ARIDUS maksud beribadat setiap hari. Nah, saat Galungan, pusat kegiatan upacara dilakukan di sanggah atau pemerajan. Selanjutnya, mereka pergi ke Pura Kahyangan Tiga terutama Pura Dalem dan Kahyangan, tempat roh-roh para leluhur berdomisili. Malah bila ada anggota keluarga yang belum diaben atau dikremasi, mereka akan menghaturkan sesajen di atas nisan, setelah itu makan bersama di sekitar pemakaman. Jadi, daripada menganggap Galungan sebagai hari kemenangan dharma atas adharma, aku lebih setuju mengatakannya sebagai hari penghormatan pada para leluhur. Karena berkat leluhurlah kita ada!“ ulas Rubag. “Setuju! Bisa berkumpul dan sembahyang di sanggah atau pemerajan bersama seluruh anggota keluarga, dari kakek nenek hingga cucucucu adalah kebahagiaan yang tak terhingga. Orang berbahagia ketika hati dan otak terang benderang tanpa

@balipostcom (3,9rb Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Rock for Live

Kolaborasi Apik Lolot Band dan Sang Perupa Nusa Penida (Bali Post) Kolaborasi apik Lolot Band dengan perupa I Putu Bonuz Sudiana menyuguhkan perpaduan musik dengan syair puisi pada acara Nusa Penida Rock for Live, Kamis (11/2) malam lalu, di Lapangan Umum Nusa Penida. Di tengah performance-nya, Lolot Band tiba-tiba memanggil perupa sekaligus penyair andal asal Nusa Penida tersebut. “Saya sangat berterima kasih kepada sosok perupa bernama Bonuz. Sosoknya menginspirasi kami berkarya,” kata Made Bawa vokalis Lolot Band di saat performance. Melihat potensi bermusik anak muda Nusa Penida, Made Bawa berharap agar para pemuda asal Nusa Penida tetap menggali kemampuannya dalam dunia seni dan musik agar bisa bisa berkiprah memajukan seni musik yang ada di Nusa Penida bagaimanapun caranya. “Terima kasih kepada masyarakat Nusa Penida. Acara ini sungguh spektakuler, Rock for Live, Bali rocker,” lanjutnya dengan nada semangat. Sementara itu, perupa asal Banjar Majuh, Batumulapan I Putu Bonuz Sudiana mengatakan, akan terus berkesenian tiada henti, apalagi di kampung sendiri. Rasa cinta di tanah kelahiran sendiri dengan berkarya yang menelurkan puisi untuk Nusa Penida merupakan suatu kebanggan tersendiri. “Puisi ini menggambarkan Nusa Penida menapak zaman. Kemajuan pasti datang. Oleh karena itu, kita sebagai warga Nusa Penida harus siap dan mempersiapkan diri menerima kemajuan itu, agar tidak jadi tukang pijat atau lainnya. Festival ini sebagai tonggak awal bangkit segala upaya demi kemajuan bersama. Kreativitas, kecerdasan, dan kebangkitan modal kita menapak kemajuan,” tutur Bonuz di sela-sela duetnya bersama Lolot Band. (win)

BPM/ist

KOLABORASI - Kolaborasi apik Lolot Band dengan perupa I Putu Bonuz Sudiana menyuguhkan perpaduan musik dengan syair puisi pada acara Nusa Penida Rock for Live.

Chelsea Islan Jadi Pacar Pertama (Eyang) Habibie

kekalutan membebani sanubari mereka. Melihat para pratisantana atau keturunan mereka berbahagia dan ikhlas menghaturkan bakti pada mereka, para leluhur yang diyakini bersinggasana di kemulan pun akan bahagia. Mereka mungkin merasa tidak percuma melahirkan keturunan yang tetap subakti dan hormat pada mereka. Sebab, tidak sedikit keluarga yang berlimpah harta benda, baik karena warisan maupun upaya sendiri, namun tidak rukun dengan saudara dan keluarga. Bahkan tidak pernah hirau pada leluhur sehingga jarang malah tidak pernah sembahyang di sanggah atau pemerajan, kendati sering kelihatan berbusana adat berwarna putih dan sibuk mencari pura ke sana-ke mari. Orang-orang seperti ini, menurutku, adalah manusia penuh kepurapuraan, karena nguber pura ngengsapin kemulan. Ada yang menuturkan bahwa sumber dari segala keberuntungan dan kemalangan kita adalah kemulan yang berasal dari kata ke-mula-an atau asal-usul manusia. Bersatunya, pikiran, kata dan perbuatan melahirkan taksu yakni keikhlasan ber-yadnya membuahkan kepercayaan. Makanya pelinggih atau altar utama di setiap sanggah dan pemerajan adalah kemulan dan taksu, di samping pelinggih-pelinggih lain termasuk padmasana, yakni tempat pemujaan untuk Ida Sang Hyang Widi Wasa,“ ujar Nyoman Nuarta. “Benar mengabaikan kemulan karena kegandrungan mengejar pura, bagiku,

BPM/ist

B E RUN T UNG a k t r i s Chelsea Islan (20), bisa belajar sejarah perjalanan mantan Presiden ke-3 RI, BJ Habibie. Chelsea Islan terpilih sebagai pacar pertama Rudy Habibie bernama Ilona di film ‘‘Rudy Habibie’’ yang mengawali syutingnya awal Maret 2016 di Jerman. “Saya bersyukur dapat kesempatan luar biasa ini,” kata Chelsea saat ditemui di kantor MD Pictures, kawasan Sdetiabudi, Jakarta, belum lama ini. Chelsea terlibat dalam film yang disutradarai Hanung Bramantyo dan mengisahkan masa muda BJ Habibie yang menimba ilmu di Jerman.

Selain belajar bahasa Jerman, Chelsea yang mendampingi Reza Rahadian yang berperan sebagai Rudy Habibie, berguru langsung kepada Habibie. “Saya dapat inspirasi dari masa lalu eyang Habibie, dan kisah cinta Ilona dan Habibie juga dari eyang, dan saya baca di buku dan di skenario memang Ilona menjadi motivasi dari Habibie untuk berjuang dan mencintai negara sendiri. Mereka saling mencintai tapi lebih mencintai negara mereka sendiri,” imbuhnya. Chelsea yang melejit lewat film ‘’Merry Riana - Mimpi Sejuta Dolar’’ dan ‘’Dibalik 98’’ ini mengaku berperan sebagai

Ilona merupakan pengalaman yang cukup menantang. “Terlebih lagi, memainkan masa lalu orang penting di Indonesia dan pernah memelopori pembuatan pesawat Nurtanio pertama di republik ini,” bebernya. Chelsea bercerita eyang Habibie bilang kepada keluarganya di Ranggamalela di Bandung. “Eyang cerita ke keluarganya bahwa saya yang memerankan Ilona. Tampaknya eyang sangat senang dan bahagia,” imbuh Chelsea. Bermain dengan sutradara Hanung Bramantyo bagi Chelsea yang disebut rising star ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan. (pik)

meremehkan leluhur yang membuat kita ada. Bukan maksudku untuk mendikotomikan sanggah dengan pura, namun tendensi lebih mengutamakan pura daripada sanggah sendiri, memang terjadi di kalangan tertentu di masyarakat. Mungkin maksudnya agar tampak lebih agamais dan spiritualis! Syukur bila para leluhur memaklumi dan memaafkan perbuatan kita. Bila mereka marah dan kesal, kita menjadi manusia terkutuk dan di Bali disebut temah pitra! Tindakan dan ucapan kita akan dirasakan aneh oleh orang lain karena taksu menjauhi diri kita. Orang Bali mengatakan orang seperti ini sebagai manusa tanpa aji. Usia, jabatan dan status ekonomi, tidak bisa menghalangi masyarakat untuk mengejek kita, baik secara terang-terangan maupun di belakang kita. Apalagi mereka tahu, sebenarnya kita manusia rakus, loba dan tamak namun sering berpurapura bersikap alim, sopan, dan bijaksana. Semakin kita marah, kian gemuruhlah mereka menertawakan dan mengejek kita, karena para leluhur telah mencabut taksu akibat pengkhianatan kita pada mereka. Fenomena hilangnya rasa hormat anakanak muda terhadap orang tua, kita bisa saksikan dalam acara debat di televisi dan media sosial. Jangan ujug-ujug menstigma anak-anak muda itu kurang ajar dan tidak sopan, tapi bertanyalah pada diri sendiri! Sudahkan kita, Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso dan Tut wuri handayani?“ tanya Gede Kasna di akhir paparannya.

“Jangan-jangan sebaliknya! Ing ngarso mangun angkoro, Ing madyo numpuki harto dan Tut wuri menadahi! Apalagi ada unsur rakus, loba, dan tamak yang mendorong perbuatan, seperti sinyalemenmu tadi, agaknya itu membuat rasa hormat masyarakat hilang. Caci-maki, ejekan, sindiran terhadap mereka yang berstatus terhormat sekarang menjadi warna dominan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kredibilitas, integritas, dan wibawa para pemimpin seakan raib dari fisik mereka, sehingga apa pun yang mereka katakan dan lakukan dianggap bohong dan memperdaya rakyat. Apalagi korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan sulit diberantas, malah RUU KPK dianggap upaya pelemahan lembaga antirasuah itu oleh sebagian masyarakat. Itu bukan tanpa sebab, namun karena banyak wakil rakyat dan eksekutif yang menjadi pesakitan KPK. Karena kredibilitas merosot, ada suara miring yang berkomentar, DPR bubar tidak membuat NKRI bubar. Kemudian ada juga pimpinan sebuah parpol yang mengusulkan untuk membubarkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), yang membuat pimpinan lembaga tersebut mencak-mencak. Menyimak sampai di situ, aku jadi sedih dan bertanya dalam hati, apakah bangsa ini dikutuk para pendahulu yang telah berpulang ke rahmatullah? Melihat kegaduhan terusmenerus, sepertinya, bangsa ini harus membuka lembaran sejarah, agaknya kita telah mengkhianati cita-cita proklamasi kemerdekaan,“ komentar Trikaya Manik.

“Kukira pertanyaan dan pernyataan di akhir komentarmu, juga cocok untuk keyakinan kita di Bali. Karena selain Tuhan Yang Mahaesa, kita juga percaya atman, punarbawa, karma pala, dan moksa! Berbagai peristiwa yang dialami masyarakat Bali belakangan ini, tidakkah karena dikutuk para leluhur? Selain sawah, ladang, sempadan sungai, pantai dan lereng gunung kepemilikannya pindah ke tangan orang yang tidak berleluhur di Bali, pun kini sebuah pulau hendak direklamasi untuk diserahkan pada investor pengelolaannya. Kita seakan mengabaikan bhisama para leluhur yang menetapkan kesucian tempat-tempat tertentu di Bali,

karena didesak libido kekuasaan, material dan ekonomi. Agar tidak terkena kutukan atau temah pitra, sebaiknya di Hari Raya Galungan, selain berbahagia bersama seluruh keluarga, kesempatan yang suci itu juga dipakai mohon maaf pada para leluhur atas kekhilafan selama ini. Juga mohon agar leluhur memberi jalan yang baik dan benar, khususnya atman yang mantuk mepuayangan atau roh yang bereinkarnasi di jasad kita, agar mengurangi bahkan menghilangkan ketamakan, kerakusan, dan kelobaan kita. Doa seperti itu lebih penting daripada bicara soal kemenangan dharma melawan adharma!“ ujar Nyoman Karsana. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 14 Februari 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu