Skip to main content

Edisi Minggu 12 Agustus 2018 | balipost.com

Page 1

12 HALAMAN

NOMOR 338 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Pasar Batukandik Terbakar Denpasar (Bali Post) Kebakaran besar kembali terjadi di Denpasar. Setelah Pasar Badung ludes terbakar 29 Februari 2016, Sabtu (11/8) kemarin, 111 los dan kios di Pasar Anyar Sari yang lebih dikenal dengan Pasar Batu Kandik, Jalan Gunung Galunggung, Denpasar Barat ludes terbakar. Api makin membesar karena sebagian los dan kios menjual sarana upakara. Para pedagang pun panik dan berhamburan keluar pasar. Hal. 11 Jumlah Kerugian

Awal Api di Blok I RATUSAN kios di Pasar Anyar Sari di Jalan Gunung Galunggung, Denpasar, tinggal puing, Sabtu (11/8) kemarin. Proses pendinginan masih berlangsung dan kepolisian belum bisa melakukan olah TKP. Untuk menyelidiki penyebab kebakaran, pihak kepolisian menunggu proses pendinginan selesai. Dari mana asalnya api, para pedagang masih beda pendapat. Beberapa pedagang menyampaikan api pertama kali dilihat dari kios yang terletak di Blok 1 ujung selatan. Sementara pedagang lain mengatakan awal api muncul di Blok 3. Waka Polresta Denpasar AKBP I Nyoman Arta saat ditemui di TKP mengatakan pihaknya belum tahu penyebab awal kebakaran tersebut. “Semua pengakuan pedagang masih perlu didalami lagi. Sampai saat ini, penyebab pastinya belum bisa diketahui. Kami masih menunggu hasil penyelidikan dan masih fokus pendinginan dulu,” tegasnya. (kmb36)

TERBAKAR - Petugas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar sedang berjuang menjinakkan api saat Pasar Batukandik kebakaran, Sabtu (11/8) kemarin.

BPM/damkar dps

tragedi KEBAKARAN PASAR

DI DENPASAR

PASAR BADUNG

Pasar Batukandik

September 1997

20 September 2000

Tujuh toko dan 34 kios musnah Terbakar, Tidak ada korban jiwa dan kerugian sekitar Rp 1 miliar.

Api melaLap 1.616 kios dan los milik pedagang di Pasar Badung. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

29 Februari 2016

11 aGUSTUS 2018

300-an kios ludes Api baru padam setelah 17 jam petugas berjibaku

Total MILIKI 590 Kios yang terbakar: -Blok I -Blok II 20 Kios 44 Kios 47 Los

TPA Bukan Solusi Atasi Sampah BPM/wan

TIBA - Bantuan pembaca Bali Post yang diangkut Bounty Cruises tiba di Lombok.

PEDULI PENGUNGSI GEMPA LOMBOK Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000. Karya Rahayu Foto Copy ,Denpasar Adit Naya Yayasan Echelon School, jl Merta Sari 64 a Suwung Batan Kendal Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Sampah dalam jumlah sedikit tidak akan menjadi masalah karena mudah dikelola. Tetapi jika sampah satu wilayah disatukan di satu wadah, maka bersiaplah untuk susah karena besarnya masalah. Itulah yang terjadi pada kebanyakan wilayah kota, yang memilih mengelola sampah dengan jalan mudah, mengumpulkannya lalu membuangnya di tempat pembuangan akhir (TPA).

Rp 1.000.000 Rp 500.000 2 tas pakaian layak pakai Rp 1.500.000 Rp 24.389.867 Rp 25.889.867

Sampah Jadi Berkah di Abukasa

SAMPAH tidak selamanya adalah masalah. Dengan memberikan sentuhan, sampah bisa menjadi berkah. Ini bukan slogan atau janji-janji manis karena sudah banyak yang membuktikannya. Salah satunya adalah Bank Sampah Abukasa di Banjar Tagtag, Peguyangan. I Nyoman Astawa dari Bank Sampah Abukasa dengan semangat memaparkan bagaimana sampah bisa menjadi berkah. Didirikan tahun 2011 tepatnya 14 Desember, Astawa

hingga saat ini konsisten menjalankan bank sampah karena merasa jengah melihat kondisi lingkungan di sekitarnya yang dipenuhi sampah. Terlebih lagi Sungai Tagtag yang justru dijadikan tempat sampah oleh warga. Astawa yang juga kepala lingkungan Banjar Tagtag mengatakan tidak mudah membangun kesadaran warga untuk mengelola sampah secara mandiri. Hal. 11 Secara Mandiri

SAMPAH hanya ditump uk m eng g unung , m em busuk menjadi racun yang membunuh perlahan-lahan ibu pertiwi. Lalu adakah cara mudah dan murah mengelola sampah? Sampah di tanah Bali terutama sampah plastik sudah mulai membuat gerah karena membuat buruk citra pariwisata. Pemerintah daerah bukannya tidak pernah peduli soal penanggulangan masalah sampah. “Dari segi kebijakan, sudah banyak yang dilakukan oleh pemerintah dalam penanggulangan masalah sampah. Misalnya dalam bentuk perda,” kata Nyoman Mardika dari Yayasan Manikaya Kauci, LSM yang bergerak dibidang lingkungan dalam Talks Show Merah Putih di Bali TV beberapa waktu lalu. Namun, lanjut Mardika, sama dengan masalah-masalah lainnya di Bali, persoalannya adalah pada tataran implementasi. “Masalah sampah belum bisa ditun-

taskan karena implementasinya yang masih jauh dari harapan,” tegasnya lagi. Dalam pandangan anggota DPRD Bali dari Komisi III, I Ketut Kariyasa Adnyana, pemerintah daerah Bali dari segi wacana sudah cukup baik dalam soal penanganan sampah. “Pemerintah Bali misalnya mencanangkan program Bali Clean and Green. Ini merupakan salah satu program yang berkaitan dengan penanganan sampah,” katanya. Tetapi lagi-lagi soal implementasinya masih jauh dari harapan. Salah satu indikator masih lemahnya komitmen penanganan sampah dalam tataran implementasi bisa dilihat dari masih minimnya anggaran daerah untuk masalah sampah. “Pemerintah hanya menganggarkan dana Rp 4 miliar. Padahal Surabaya saja menganggarkan dana hampir Rp 30 miliar dalam penanganan sampah,” terang Karyasa dari Fraksi PDI-P

PROGRAM pemerintah Bali Clean and Green sempat disinggung dalam Talks Show Merah Putih di Bali TV beberapa waktu lalu oleh I Nyoman Mardika, aktivis LSM Manikaya Kauci. Program yang dinilai sangat strategis dalam rangka menjadikan Bali pulau yang bersih dan hijau. Bersih tentu saja berarti tidak tercemar oleh sampah. Sementara Bali yang hijau berarti tutupan vegetasi tanah yang baik dan ruang hijau terbuka yang banyak. Hal. 11 Hidup Bersih

Ni Luh Ketut Kartini

ini. Soal penanganan sampah dalam tataran kebijakan pemerintahan memang sangatlah kompleks. Banyak aturan hukum yang justru membuat banyak pihak berada dalam kegamangan. Menurut Ketua PPLH Unud I Made Sudarma, otonomi daerah memosisikan soal sampah ada di kabupaten dan kota. Namun dalam konteks Bali, masalah sampah tidak mungkin diselesaikan di tingkat kabupaten kota karena luas wilayahnya kecil dan saling berhimpitan. Metode penanganan sampah dengan membuang sampah ke TPA tanpa ada upaya pengolahan dipastikan tidak akan pernah efektif. Sudarma mencontohkan TPA Suwung yang kondisinya sudah melampaui kapasitas daya tampung karena menjadi muara sampah dari kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita). Hal. 11 Dikelola Rumah Tangga

Bukan Hanya Urusan Pemerintah

BPM/eka

SAMPAH - Sampah menumpuk di sebuah sudut Kota Denpasar.

BPM/ata

BPM/ata

I Nyoman Mardika


2 Minggu Wage, 12 Agustus 2018

Simulasi Tanggap Gempa di SMPN 3 Denpasar

Siswa Berhamburan Lindungi Kepala dengan Tas Denpasar (Bali Post) -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar terus melakukan edukasi dan simulasi tanggap bencana kepada siswa. Sabtu (11/8) kemarin, simulasi dilakukan di SMPN 3 Denpasar. Hal ini urgen dilakukan mengingat Bali akhir-akhirr ini sering dilanda gempa. Dalam semulasi kemarin, siswa berhamburan keluar kelas dengan melindungi kepala dengan tas. Petugas BPBD Denpasar, I Nyoman Gede Putra, menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakuan siswa dan guru jika terjadi gempa, jangan lari namun berjalan cepat. Jika berlari, rentan terjadi cedera karena semua bersaing saling mendahului. Selanjutnya, semua fokus mencari tangga bukan lift atau eskalator. Intinya, kata instruktur bersertifikat nasional ini, siswa dan guru harus tenang. Inilah yang kata dia, sangat susah dilakukan. Ketika terjadi gempa saat belajar di

kelas, utamakan langkah pengamanan diri dengan menjadikan tas sebagai pelindung. Jalan menuju tangga dan ke areal titik aman berkumpul. Untuk itu, sekolah diharapkan memasang petunjuk arah evakuasi titik aman berkumpul. Kedua, jangan loncat dari jendela untuk bisa ke lantai. Dikatakan, tak satu alat secanggih apa pun di dunia ini yang bisa memprediksi kapan terjadi gempa dan waktunya. Tugas guru mengecek keberadaan siswanya. Siswa dan guru memiliki waktu 30

menit untuk menyatakan aman. Jika masih ada di ruang kelas, cepat berlindung di bawah meja dan lindungi kepala. Kabid Pencegahan dan Kesiagaan BPBD, Ir. Dewa Made Wesnawa Wedagama, M.Si., menegaskan sebagian besar sekolah di Denpasar sudah memiliki jalur evakuasi. Namun, disayangkan masih banyak yang belum memberi dan memasang petunjuk arah menuju titik aman dan jalur evakuasi. Ini penting karena sebagian besar sekolah di Denpasar berupa gedung

bertingkat. Makanya dia menilai wajar-wajar saja sekolah memulangkan siswanya setelah gempa. Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., didampingi wakasek barunya, Ni Ketut Sumiasih, I Nyoman Arsana, Ni Putu Suastini, Ni Nengah Sujani, I Ketut Budiarta, Dewa Putu Puja, Ni Wayan Sri Wahyuni, dan I Wayan Sumiara sengaja mengundang BPBD Denpasar karena tanggap bencana sangat penting dalam kondisi siswa di Denpasar masih dihantui bahaya gempa. Dengan demikian, siswanya sudah mengetahui jalur evakuasi yang benar saat terjadi gempa. ‘’Kami juga perlu membuat petunjuk arah evakuasi,’’ ujarnya. Sedangan soal pemulan-

gan siswa usai gempa, dia lakukan guna memberi rasa nyaman kepada siswa. Ter-

luarga. ‘’Jadi, siswa tenang orangtuanya juga nyaman,’’ tegasnya. (025)

BPM/025

SIMULASI - Petugas BPBD Denpasar didampingi Kasek Wayan Murdana saat simulasi tanggap bencana di SMPN 3 Denpasar.

Angkut 60 Orang, Truk Nyungsep Gianyar (Bali Post) Warga digegerkan dengan truk terperosok ke rumah warga di Banjar Gentong, Desa Tegalalang, Kecamatan Tegalalang, Sabtu (11/8) kemarin. Diketahui truk DK 8350 KA yang dikemudikan Made Sara itu tidak kuat saat melaju di tanjakan. Akibatnya, 60 penumpang truk asal Desa Temesi, Gianyar itu pun ikut terperosok. Sejumlah warga mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD Sanjiwani Gianyar. Informasi dihimpun, awalnya Sabtu siang puluhan warga Pasek asal Desa Temesi ini, melayat ke rumah seorang warga di Banjar Triwangsa, Desa Adat Manuaba, Desa Kenderan, Kecamatan Tegalalang. Usai melayat, mereka pun hendak kembali ke Desa Temesi dengan melintasi jalur Banjar Gentong, Desa Tegalalang. Saat melintasi tanjakan inilah, diduga truk yang mengangkut 60 warga ini tidak kuat naik. Memasuki pertengahan tanjakan dengan tikun-

masuk kepada orangtuanya karena SMPN 3 Denpasar adalah sekolah mitra ke-

Hanya di Pameran Felice Jewellery

gan, tiba-tiba saja mesin mati. Alhasil truk mundur hingga terperosok menimpa rumah milik warga setempat, Dewa Gede Arsa. Diketahui akibat kejadian ini enam orang mengalami luka. Mereka pun langsung dilarikan ke RSUD Sanjiwani Gianyar. Kapolsek Tegalalang AKP Gede Sukadana saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian ini. Dikatakan polisi sudah mendatangi lokasi tersebut. Secara terpisah, Kabid Humas RS Sanjiwani Gianyar, Anak Agung Gde Parwata, mengatakan pihaknya menerima 30 korban truk nyungsep. Pasien itu, kata Parwata, rata-rata mengalami cedera dan terparah mengalami patah tulang. Dari 30 pasien ada tiga pasien yang harus dirawat inap di ruang Bima RS Sanjiwani. Sisanya, 21 orang sudah diperbolehkan pulang atau rawat jalan. “Sisanya (6 korban -red) masih harus menjalani observasi di IGD,” tandasnya. (kmb35)

Minis Design Mulai Rp 350 Ribu, Berlian Solitaire 0,50 Karat Rp 9.999.000

PEMBEKALAN - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, memberikan pembekalan kepada Paskibra, Jumat (10/8) malam. Generasi mudah didorong untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Pembekalan Paskibra

Bupati Suwirta Dorong Generasi Muda Tingkatkan Kepercayaan Diri RASA percaya diri di kalangan generasi muda diharapkan semakin menguat untuk modal penting dalam meraih kesuksesan di kemudian hari. Demikian disampaikan Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, saat memberikan motivasi kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), didampingi Ny. Ayu Suwirta di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Banjarangkan, Jumat (10/8) malam. Bupati asal Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida ini membawakan materi pentingnya kepercayaan diri dalam meraih kesuksesan. Menurutnya, ada beberapa hal menjadi faktor penentu, di antaranya lingkungan dan penampilan. Itu juga perlu didukung sugesti dan kemauan untuk melangkah. “Dengan menerapkan hal tersebut, saya yakin kepercayaan para paskibra akan meningkat. Harus yakin bisa,” ujarnya.

Ditegaskan juga, sebagai Paskibra, harus mampu menikmati tugas hingga mendapatkan hasil optimal. “Jika ingin meraih kesuksesan, maka kepercayaan diri harus ditingkatkan,” tambahnya. Jumlah anggota Paskibra tahun ini mencapai 70 orang. Mereka berasal dari beberapa SMA di Kabupaten Klungkung. Pelatihan dilaksanakan sebulan dan juga diberikan sejumlah pembekalan, seperti bela negara, pencegahan kenakalan remaja, pendidikan agama dan lainnya. Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemerintah Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Anom Adnyana, pelatih Paskibra dari unsur polisi I Komang Budiasa, pelatih dari unsur TNI Dewa Made Mahedi Putra, serta undangan terkait lainnya. (ad568)

PAMERAN perhiasan emas dan berlian kembali digelar oleh Felice Jewellery mulai Minggu (12/8) hingga Rabu (15/8) mendatang di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Berbagai model perhiasan berkualitas dengan design masa kini siap menyambut para pencinta berlian di Bali. “Pameran kali ini Felice Jewellery tetap hadir dengan Minis Design Diamond dengan harga promo yang sangat terjangkau mulai Rp 350 ribu hingga 2 juta,” ujar Sales Felice Jewellery Rizqon saat dikonfirmasi Sabtu (11/8) kemarin. “Pameran kali ini kami juga menghadirkan Berlian Solitaire 0,50 carat dengan harga Rp 9.999.000,” lanjutnya. Menurut Rizqon, pihaknya juga menawarkan berlian dan batu–batu mulia. Dikatakan, berlian-berlian koleksi Felice semuanya dipadupadankan dengan emas putih sehingga membentuk perhiasan yang indah sekaligus berkelas. Sementara koleksi batu-batu berharga dari Felice di antaranya Blue Sapphire, Rubi, Cat Eye, dan Emerald/ Jamrud. Rizqon menambahkan, berlian fashion yang dihadirkan seperti anting dan liontin, gelang dan ladies ring, merupakan perhiasan model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. Dikatakan, pembayaran setiap perhiasan bisa dilakukan secara cash, debit, atau dengan kartu kredit. Rizqon juga menjamin harga yang ditawarkan Felice sesuai dengan kualitas berlian yang dijual. “Berliannya didatangkan langsung dari Eropa dengan cutting Belgia, desainnya dibuat di Hongkong. Setiap pembelian perhiasan mendapat sertifikat yang selanjutnya bisa dipakai untuk mendapatkan garansi perawatan seumur hidup dengan gratis,” lanjutnya.

Felice Jewellery, kata Rizqon, memang tidak hanya sekedar menjual emas dan berlian yang berkualitas. Karena itulah, pihaknya juga memberikan maintenance lifetime guarantee atau garansi perawatan seumur hidup. “Garansi ini sengaja diberikan secara gratis untuk memoles kembali emas dan berlian yang kusam karena sering dipakai,” jelasnya. Bagi anda yang gemar mengoleksi perhiasan berlian atau batu, tidak ada salahnya mengunjungi pameran Felice Jewellery. Harga yang relatif terjangkau ditambah desain yang unik, menjadi kelebihan Felice yang patut untuk dipertimbangkan. (ad570)

KOLEKSI - Perhiasan koleksi Felice Jewellery.

Motivasi ASN Bekerja Bahagia

BPM/025

PRESTASI - Siswa SMPN 3 Denpasar yang berprestasi meraih medali emas dan perak di Korsel.

SMPN 3 Denpasar Jadi Sekolah Rujukan

Siswanya Raih Emas di Korsel dan Malaysia Denpasar (Bali Post) Selain dikenal sekolah berkualitas, kini predikat SMPN 3 Denpasar bertambah. Sekolah ini resmi ditetakan sebagai sekolah rujukan satusatunya di Bali tahun 2018. Kasek pun diberi bintek di Surabaya. Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., menjelaskan sekolah rujukan ini diberi kewenangan pengembangan sekolah. Dengan demikian, statusnya sama dengan RSBI lalu. Dia juga mengungkapkan prestasi pemuncak siswanya awal ajaran baru ini. Di antaramya meraih predikat terbaik di Kalbe Junior Scientist Award 2017, atas nama Ni Made Galuh Cakrawati Dharma Wijaya. Galuh bersama Agung Aditya dan Cahahya Tirta juga meraih medali emas di Word Youth Invention and Axibition di Malaysia. Sementara Agung meraih emas di Indonesian International Inventon Festival

di Malang 2018. Siswa lainnya yang tergabung dalam tim Spentri Sang Ayu Rania Kalista Astarina (Gek Rani), Galuh, Agung, Desta Pradnyasari, Cahaya, dan Dioladiva meriah medali perak dan best presentasi di ajang Word Invention Creativity Olimpiade 2018 di Korea. Medali emas diraih oleh rekannya Gek Rani dan Galuh. Tim Spentri ini dibina oleh Sri Utami dan Ananta Wijaya memaparkan bioisolator kombinasi dari sampah daun ketapang, jerami padi, dan cangkang telur dipergunakan untuk tiang listrik. Siswa lainnya Sang Ayu Bulan, Cok. Gek Sita, Agung Aditya, dan Vania Apsari meraih medali emas dan special award di ajang Indonesian International Invention Festival di Malang. Sang Ayu, Ariana Kusuma, Putri Indraswari dan Devi Maheswari medali perak di Korea. (025)

Pemprov Bali Hadirkan Motivator Muda Edvan Kautsar

MEMPERINGATI Hari Jadi Pemprov Bali yang ke60 dan Hari Kemerdekaan RI yang ke-73, Pemerintah Provinsi Bali mengundang motivator muda Indonesia Edvan M. Kautsar untuk memberikan motivasi pada jajaran Pemprov Bali untuk bahagia bekerja, bekerja bahagia di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya, Art Center, Denpasar, Sabtu (11/8). Mengawali seminar motivasinya, Motivator Muda No. 1 di Indonesia ini mengingatkan kita semua untuk selalu bersiap diri menghadapi perubahan dan berani untuk keluar dari zona nyaman. Menurutnya satu hal yang pasti dalam kehidupan ini adalah perubahan dan orang yang siap dengan perubahan tersebut yang akan menjadi pemenangnya. Untuk itu, ia mengingatkan kita semua untuk bisa cepat beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi. Dalam motivasinya di hadapan para pejabat eselon 2, 3, dan 4 di Lingkungan Pemprov Bali, Edvan Kautsar juga menyampaikan bahwa sesungguhnya yang dicari dalam hidup ini adalah bahagia dan tidak ada kebahagiaan yang abadi dalam hidup ini. Menu-

rutnya, terdapat tiga jenis kebahagian yaitu kebahagian fisik seperti jabatan, rumah mewah, gaji besar serta pakaian dan perhiasan mewah. Namun kebahagian fisik ini akan membawa permasalahan seperti ketika tidak ada uang maka bekerja asal asalan, menjadi malas, tidak merasa puas, mementingkan diri sendiri dan menjadi serakah. Demikian pula halnya dengan kebahagiaan yang kedua yaitu kebahagiaan emosi seperti pujian, piagam penghargaan, pengakuan dan apresiasi yang nantinya juga akan menimbulkan masalah seperti bekerja kalau ada alasan, suka pamer, tidak punya semangat bahkan bisa stres. Kebahagiaan yang ketiga adalah makna kebahagiaan yang sesungguhnya yang akan kita dapatkan dari memberi, melayani dan bermanfaat bagi orang lain. “Dengan mengetahui hikmah dan makna dari setiap pekerjaan yang kita lakukan maka itulah kebahagiaan yang sesungguhnya,” imbuhnya. Motivator muda berusia 25 tahun ini juga mengingatkan kita semua untuk selalu menikmati dan memaknai pekerjaan yang kita lakukan. Advan Kautsar memberikan

beberapa kiat agar kita bahagia bekerja, bekerja bahagia di antaranya dengan senyum salam sapa, selalu bersiap menghadapi perubahan, bahagia dalam memaknai pekerjaan, bekerja dengan ikhlas dari hati serta selalu semangat meraih hasil yang lebih baik. “Jika kita mencintai pekerjaan kita, maka kita akan bekerja dengan maksimal, penuh semangat dan bahagia, teruslah bekerja maka Tuhan akan membalas dengan beribu kebaikan. Senang berbagi dan banyak bersyukur merupakan cerminan integritas diri,” tuturnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra yang dalam kesempatan ini mewakili Gubernur Bali menyampaikan apresiasi atas motivasi yang luar biasa yang telah disampaikan kepada jajarannya agar dapat bekerja lebih baik lagi. Menurut Dewa Indra, seminar motivasi yang telah disampaikan seperti menghidupkan kembali dan menambah energi jajarannya yang selama ini mungkin merasa jenuh dengan kegiatan rutinitas masing-masing serta target pekerjaan yang semakin banyak. “Kalau dikatakan kita seperti mesin yang

terus bergerak, terus berjalan sehingga lama-kelamaan suara mesin makin melemah, kinerjanya menurun, maka seminar ini bagaikan bensin untuk mesin itu, energi kita bertambah, semakin termotivasi untuk bekerja lebih maksimal,” imbuhnya. Dewa Indra juga mengajak jajarannya untuk selalu menikmati pekerjaan yang dilakukan. Pekerjaan merupakan tempat untuk penyaluran bakat, minat, kemampuan, prestasi serta keterampilan,

dengan demikian pekerjaan yang kita lakukan tidak akan membuat kita lelah namun sebaliknya akan membuat kita bahagia. “Mari kita nikmati dan maknai bahwa pekerjaan yang kita lakukan memberi manfaat besar bagi orang lain, dengan demikian kita akan menikmatinya dan merasa bahagia melakukannya. Hidup ini adalah seni berbuat dan menebar kebaikan, lakukan terus yang terbaik, nikmati demi kebahagiaan,” ujarnya. (ad569)

MOTIVATOR - Pemerintah Provinsi Bali mengundang motivator muda Indonesia Edvan M. Kautsar untuk memberikan motivasi pada jajaran Pemprov Bali di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya, Sabtu (11/8) kemarin.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Minggu wage, 12 Agustus 2018

3

U.0000567-peng


4

Minggu Wage, 12 Agustus 2018

Cegah ”Stunting”

Konsumsi Asam Amino Essensial dan Sodium yang Cukup Berdasarkan data riskesdas tahun 2013, prevalensi balita stunting dan kurus di Indonesia masih tinggi. Yaitu balita stunting 37,2 persen dan balita kurus 12,1 persen. Selain itu prevalensi ibu hamil risiko Kurang Energi Kronis (KEK) juga masih tinggi yaitu 24,2 persen. Sementara hasil pemantauan status gizi (PSG) tahun 2016 menunjukkan prevalensi balita pendek atau stunting telah menurun menjadi 29 persen, balita gizi kurang 17,8 persen dan balita kurus 11,1 persen. Sedangkan ibu hamil dengan risiko KEK sebesar 16,2 persen. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Bali, Dr.dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp.A (K) mengatakan, angka stunting di Bali lebih rendah, di bawah rata–rata nasional, yaitu di bawah 20 persen. Bahkan anak tertinggi ada di Bali dan anak terpendek ada di Papua. “Stunting merupakan indikator kesehatan sebuah negara. Dengan angka stunting yang tinggi ini, berarti masalah kesehatan di Indonesia masih menjadi problem utama,” jelasnya. Penyebab stunting adalah karena masalah malnutrisi. Ia menegaskan, stunting berbeda dengan anak perawakan pendek (short stature). Anak short stature, jika panjang atau tinggi badannya lebih dari 2 standar deviasi (SD) di bawah rata-rata standar WHO. “Itu kita sebut sebagai anak perawakan pendek,” ujarnya. Bagian dari short stature adalah stunting. Jika short stature karena nutrisi, maka disebut stunting. Karena short stature belum tentu penyebabnya malnutrisi. Ada yang disebabkan karena hormone defisiensi, kelainan kromosom misalnya down syndrome, atau familial short stature (orang tuanya pendek – pendek). “Kalau stunting ini penyebabnya

adalah malnutrisi,” tegasnya. Nutrisi Ditelisik lebih dalam, nutrisi yang berperan dalam pertumbuhan tinggi badan anak adalah protein terutama asam amino esensial. Sehingga anak dalam masa pertumbuhan, terutama 1.000 hari pertama anak (dari dalam kandungan sampai usia 2 tahun) harus diberikan nutrisi yang cukup dan berkualitas. Nutrisi yang utama diperlukan adalah protein. Isi protein ada dua yaitu asam amino essensial dan asam amino non essensial. Asam amino non essensial diproduksi sendiri oleh tubuh dengan bahan bakunya dari luar tubuh. Sedangkan asam amino essensial bersumber dari makanan. Sumber protein adalah protein hewani seperti ikan, daging, telur. Telur bahkan memiliki asam amino essensial yang lengkap. Sementara protein nabati bisa saja mengandung sedikit asam amino essensial. Sehingga harus mengonsumsi lebih banyak sumber protein nabati untuk mencukupi kebutuhan tubuh. “Jadi kalau kita bandingkan porsinya, untuk mendapatkan jumlah asam amino essensial yang sama, barangkali kalau protein hewani perlu satu mangkok, kalau nabati perlu lebih banyak. Engga mungkin kita mengonsumsi banyak setiap hari. Jadi baiknya jangan lupa sumber protein hewani,” tandasnya. Selain protein khususnya asam amino essensial, juga perlu mengonsumsi sodium (garam). Oleh karena itu jangan takut memberikan garam pada makanan anak –anak yang baru mulai makan makanan pendamping, yaitu anak usia 6 bulan. “Yang sering terjadi kan tidak dikasi garam. Rasanya tidak enak, bayi juga tidak mau makan,” ujarnya. Seberapa banyak pemberian garam bisa ditentukan dari

citarasa makanan itu. “Asal makanannya sudah enak, itu artinya sudah cukup,” imbuhnya. Selain protein dan sodium, juga diperlukan zat lainnya yaitu seng dan magnesium. Kekurangan nutrisi tersebut disebut defisiensi nutrisi tipe 2. Jika anak mengalami defisiensi nutrisi tipe 2 akan membuat anak menjadi pendek, stunting. Ada juga defisiensi nutrisi tipe 1. “Kalau tipe 1 tidak begitu pendek, tapi jelas terlihat gejalanya. Misalnya, kekurangan zat besi, anak menjadi pucat, lemas. Kalau ini gejala klinisnya tidak jelas tapi pertumbuhan tingginya terganggu,” jelasnya. Pemeriksaan Untuk menentukan status anak stunting, maka bisa dicermati dari tinggi badannya dibandingkan dengan anak– anak seusianya. Bisa juga melakukan pemeriksaan ke dokter. “Kalau bukan stunting, anak engga perlu diforsir untuk makan. Karena bukan jadi tinggi, tapi anak malah jadi gemuk, ke samping. Kalau bukan stunting, nutrisinya sesuaikan dengan gizi seimbang sesuai dengan kebutuhannya,” ujarnya. Jika anak telah didiagnosis stunting, maka nutrisinya perlu diperbaiki. Jika diketahui stunting di bawah dua tahun, kemudian diperbaiki dengan pemberian nutrisi yang cukup, maka pertumbuhannya irreversible. Artinya, dengan perbaikan nutrisi yang dilakukan, anak tetap tidak akan bisa mencapai potensi genetiknya. Tetap akan menjadi pendek dari yang seharusnya. Apalagi jika diketahui status stunting-nya setelah usia 2 tahun, akan semakin sulit untuk diperbaiki.

BMP/ist

ANAK - Jika anak telah didiagnosis stunting, maka nutrisinya perlu diperbaiki. Jika diketahui stunting di bawah dua tahun, kemudian diperbaiki dengan pemberian nutrisi yang cukup, maka pertumbuhannya irreversible. Artinya, dengan perbaikan nutrisi yang dilakukan, anak tetap tidak akan bisa mencapai potensi genetiknya. Tetap akan menjadi pendek dari yang seharusnya. Apalagi jika diketahui status stuntingnya setelah usia 2 tahun, akan semakin sulit untuk diperbaiki.Oleh karena itu, upaya pencegahan dilakukan pada anak–anak usia di bawah 2 tahun. Oleh karena itu, upaya pencegahan dilakukan pada anak–anak usia di bawah 2 tahun. Selain itu, sejak dalam kandungan, ibu juga harus menjaga nutrisi yang masuk, istirahat yang cukup, teratur, dan cek kehamilan secara rutin. Sehingga anak lahir dengan cukup bulan, berat dan panjangnya bagus. Setelah itu berikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan. Setelah 6 bulan diberikan makanan pendamping yang berkualitas dan cukup nutrisinya. Waktu Makan Jika anak sudah di atas 2 tahun, sudah mulai makan makanan keluarga, maka waktu makannya harus diperhatikan. Yaitu 3 kali sehari dengan 2 kali makanan selingan. Makanan itu juga harus ada sumber protein hewani dan mengonsumsi susu untuk melengkapi nutrisi yang tidak didapat dari makanannya seharihari. Karena susu termasuk makanan

fortifikasi yang lengkap proteim, sodium, karbohidrat, lemak, vitamin. Jumlah konsumsi susu bagi anak usia di atas 2 tahun, hanya 20 persen dari total kebutuhan, yaitu 2 gelas sehari. Lebih dari itu, maka nutrisi anak menjadi tidak seimbang. Karena kandungan protein dalam susu rendah, yaitu 11 – 12 persen. Sedangkan kebutuhan protein anak usia di atas 2 tahun, yaitu 15 persen. Kandungan lemak dalam susu sampai 40 persen, sedangkan kebutuhannya maksimal 30 persen. Kesimpulannya, pertumbuhan anak hanya 20 persen dipengaruhi oleh genetik. Sebesar 80 persen dipengaruhi oleh lingkungan. Baik itu makanan, kesehatan, lingkungan alam, asap rokok dan penyakit. Oleh karena itu, asupan nutrisi yang baik, kesehatan dan lingkungannya harus dijaga. (may)

Pertolongan Pertama pada Luka Bakar Luka bakar merupakan kerusakan kulit yang disebabkan oleh api atau penyebab lain seperti air panas, listrik, petir, bahan kimia, ledakan bom dan radiasi. Kerusakan yang terjadi juga dapat melibatkan jaringan yang lebih dalam termasuk organ lain selain

kulit pada tubuh manusia. Luka bakar masih merupakan tantangan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat dengan angka kematian dan kesakitan yang cukup tinggi. Menurut World Health Organization(WHO), sekitar 180.000 kematian terjadi setiap

BMP/ist

HITUNG - Metode Rule of Nines untuk menghitung luas luka bakar.

Kisara

tahunnya akibat luka bakar terutama di negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah. Luka bakar juga dapat mengakibatkan gangguan permanen pada fungsi dan penampilan pasien yang berakibat pada masalah psikososial seperti kehilangan pekerjaan, tidak dapat melakukan pekerjaan sehari–hari dan hilangnya rasa percaya diri pasien. Maka dari itu, penting bagi masyarakat luas untuk mengetahui bagaimana melakukan pertolongan pertama pada luka bakar dan merujuk korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Derajat Luka Bakar Keparahan luka bakar umumnya bergantung pada suhu dan lama kontak terhadap sumber panas. Panas akan terus menembus jaringan yang lebih dalam meskipun sumber panas sudah dihilangkan. Berdasarkan kedalamannya, luka bakar pada umumnya dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu, luka bakar superfisial (derajat satu) - luka bakar yang hanya meliputi lapisan kulit paling atas (lapisan epidermis). Biasanya luka ini ditandai dengan kemerahan, nyeri dan kadang bengkak. Nyeri biasanya hilang 48-72 jam dan biasanya sembuh tanpa cacat. Luka bakar derajat dua, luka bakar ini meliputi seluruh lapisan epidermis dan sebagian dermis. Luka terasa nyeri, kemerahan, terdapat gelembung–gelembung pada kulit yang berisi cairan. Luka dapat sembuh dalam hitungan minggu sampai bulan disertai dengan bekas luka. Luka bakar derajat tiga, keru-

listrik dan trauma lainnya. Penanganan Awal Luka Bakar 1. Hentikan proses pembakaran dengan cara (Gambar 2): - STOP (tetap diam di tempat dan jangan berlari karena akan semakin menyulut api). - DROP (jatuhkan diri ke lantai). - ROLL and COVER (gulingkan badan ke kiri dan kanan hingga api padam dan usahakan untuk melindungi wajah dan mulut dengan menggunakan tangan). 2. Irigasi dengan air mengalir Irigasi dengan air mengalir suhu 15o (air keran) selama 20 menit yang paling efektif 1-3 jam setelah kejadian. Irigasi bertujuan untuk mendinginkan luka bakar, mengurangi nyeri, mengurangi bengkak dan membantu proses penyembuhan luka. 3. Lepaskan semua pakaian, perhiasan, jam tangan dan tutup dengan kain yang bersih seperti handuk/sprei bersih. 4. Bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk tindakan selanjutnya. 5. Jangan memberikan pertolongan pertama dengan metode lain seperti memberi es batu, kopi, pasta gigi, kecap, sabun colek, mentega pada luka bakar. Komplikasi Beberapa contoh komplikasi yang dapat terjadi pada luka bakar adalah bekas luka dan kontraktur (cacat tubuh akibat proses penyembuhan luka yang tidak normal), kegagalan organ akibat berkurangnya aliran darah dan kematian. l dr. I Gusti Ayu Putri Purwanthi

BMP/ist

Pertolongan pertama pada luka bakar.

”BULLYING”

Halo Kak, perkenalkan nama aku Mia. Aku punya salah satu teman d ikelas yang mengalami bullying di sekolah. Awalnya aku cuma bisa ngeliatin saja Kak, belakangan ini aku merasa bersalah dan kasihan sama dia. Apakah yang harus aku lakukan untuk membantunya ya Kak? Ditunggu balasannya, terima kasih. Halo Mia, senang berkenalan denganmu juga. Wah, jangan merasa bersalah terus yah tapi kita bisa menolong temanteman di sekeliling kita yang membutuhkan bantuan. Stop bully! Bagaimana sih cara kita saat melihat teman kita di-bully? Nah, yuk kita bahas bersama! Hal pertama yang harus kita siapkan adalah keberanian. Berani menolak gerakan bully di sekolah, berani menolong teman yang di-bully, dan berani menghentikan kegiatan bully di sekolah. Dengan berani ikut membela teman, kita turut

sakan seluruh lapisan kulit (epidermis dan dermis) dan lebih dalam (lapisan subkutan, otot, tulang). Kulit dapat berwarna abu-abu, putih atau hitam kering. Tidak ada rasa nyeri akibat kerusakan ujung saraf sensorik. Luka bakar derajat tiga tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Derajat dan persentase luas luka sangat berperan dalam penanganan luka bakar. Terdapat beberapa cara untuk menghitung luas luka bakar dimana salah satunya adalah rule of nines, yaitu dengan membagi daerah tubuh dengan persentase sembilan per daerah tubuh (Gambar 1). Kelemahan metode ini ialah kurang tepat dipakai untuk anak-anak. Metode lain yang dapat digunakan ialah dengan menggunakan telapak tangan korban yang dianggap memiliki luas sebesar 1% dari luas permukaan tubuh. Berat ringannya luka bakar ditentukan oleh derajat luka dan luas luka bakar tersebut. Luka bakar ringan: Luka bakar derajat II < 15% pada dewasa. Luka bakar derajat II <10% pada anak – anak. Luka bakar derajat III <2%. Luka bakar sedang: Luka bakar derajat II 15-25% pada dewasa. Luka bakar derajat II 10-20% pada anak–anak. Luka bakar derajat III < 10%. Luka bakar berat: Luka bakar derajat II > 25% pada orang dewasa. Luka bakar derajat II > 20% pada anak – anak. Luka bakar derajat III > 10%. Luka bakar mengenai tangan, wajah, telinga, mata, kaki dan kemaluan. Luka bakar dengan trauma inhalasi,

srta melawan gerakan bully di sekolah lho! Kedua, hadapi. Saat melihat teman yang di-bully, hadapi dulu masalah ini dengan sendiri. Anggap ini sebagai masalah kita juga. khawatir atau takut dianggap sok pahlawan oleh orang lain. Ingat, apapun bentuk perilaku bully itu salah. Ketiga, cari dukungan. Saat kita membela teman yang di-bully, bisa jadi kita akan ikut di-bully. Maka dari itu, kita butuh dukungan dari teman-teman kita yang lain. Kita juga bisa melaporkan perbuatan

ini ke guru atau orang tua kita. Supaya pelaku enggak akan menyerang kita atau melakukan tindakan kekerasan terhadap kita dan teman. Keempat, jadilah bijak. Saat kita melihat teman di-bully, bukan berarti kita harus menyerang mereka kembali dengan kekerasan. Kita bisa menolong mereka saat di-bully misalnya, melaporkan langsung ke guru supaya cepat diatasi. Kita juga bisa menegur teman yang melakukan bullying. Enggak selamanya bully bisa diatasi dengan sikap agresif. Supaya terselesaikan dengan baik, kita harus bisa mencari solusi menyelesaikannya dengan bijak. Kelima, aktif menolak bully. Hal lainnya yang dapat kamu lakukan adalah membantu gerakan mengurangi bully di sekolah

kamu, seperti ikut dalam komunitas atau grup yang mendukung gerakan mengurangi bully maupun grup online untuk minta dukungan atau mencari solusi menyelesaikan masalah bully yang dihadapi. Sudah tahu kan hal apa saja yang bisa kamu lakukan, dengan ini kamu bisa nih menghibur temenmu. Nah, bagaimana cara ampuh mengusir rasa sedih yang dialami oleh temanmu yang mendapatkan bully? Hal ini juga dapat kamu lakukan bila mengalami hal yang sama yah! Pertama, hargai diri sendiri. Menghargai diri sendiri dengan membuat daftar kelebihan yang kita miliki bisa mengembalikan rasa percaya diri. Kedua, hangout. Habiskan waktu kita

dengan orang terkasih dan terdekat dengan kita untuk menghibur diri. Ketiga, mendengarkan lagu. Mendengarkan lagu-laku favorit maupun lagu yang bersemangat bisa membebaskan pikiran dari rasa tertekan. Keempat, jaga kualitas tidur. Tidur nyenyak meredam stres karena bullying dan juga membantu menurunkan tekanan darah yang tinggi karena stres. Terakhir, belajar hal baru. Hal ini selain bisa mengalihkan pikiran kita, juga bisa memperkaya diri dan menambah daftar kelebihan yang kita punya. Jadi, kita bisa makin PD yah! Sekian dulu masukan dari Kisara. Semoga dengan ini kamu bisa memerangi bully yang terjadi di sekolahmu yah.


Refleksi

Minggu Wage, 12 Agustus 2018

Capricorn Cobalah untuk lebih sabar dan tidak tergesagesa ambil keputusan penting di minggu ini karena masih ada waktu bagi Anda untuk berpikir lebih jernih dan tenang. Hilangkan segala ambisi yang menggebu-gebu itu yang akhirnya hanya akan menuntun Anda ke dalam kehancuran saja. Cinta: Sudah wataknya begitu kalau lagi emosi yang terkadang bicaranya sulit terkontrol, lalu buat apa terlalu dimasukkan hati. Aquarius Jangan bangga dan puas dulu dengan apa yang telah diraih selama ini, kalau sekadar bersyukur itu memang penting sekali, tetapi dengan catatan prestasi tidak boleh menurun apalagi sampai drop karena untuk masa ke depannya akan sangat sulit sekali untuk bisa bangkit kembali. Cinta: Masih ada waktu untuk merubah sikap yang kurang disukainya itu. Pisces Apa mau dikata kalau kenyataan yang ada itu ternyata jauh dari perkiraan semula, tak perlu disesali secara berlebihan, jadikan ini sebuah pelajaran yang mahal harganya, sehingga untuk ke depannya nanti bisa melangkah lebih baik lagi. Cinta: Buat apa mengingat kenangan kelabu di masa lalu yang hanya akan mempengaruhi suasana yang seharusnya bisa tenang itu. Aries Tak perlu pesimis dulu karena di minggu ini masih ada dorongan positif yang bisa diandalkan untuk lebih memacu hasil yang lebih baik daripada hari-hari kemarin. Tinggal tergantung bagaimana Anda memotivasi diri sehingga bisa memanfaatkan kesempatan yang ada sehingga tidak sampai terbuang percuma. Cinta: Usahakan untuk berbicara yang lemah-lembut tak perlu dengan katakata keras apalagi kasar. Taurus Jangan patah arang dulu walaupun masih sukar mencari celah untuk dapat dimasuki dan dimanfaatkan sebaiknya Anda tetap menahan diri untuk tidak berbuat nekat yang akan memperburuk kondisi yang ada saja. Mengenai anggapan minor orang lain terhadap kinerja Anda, sebaiknya bisa ditanggapi sisi positifnya, sehingga bisa terhindarkan dari perasaan marah dan jengkel. Cinta: Kesabaran dan kesadaran masih diperlukan untuk meredam gejolak yang ada. Gemini Buat apa mempunyai niat untuk meminta bantuan dari rekan-rekan Anda dengan menceritakan masalah yang lagi dihadapi ini, karena hal itu tidak akan mendapatkan tanggapan positif, justru akan membikin citra Anda jatuh di depan mata mereka. Ada baiknya Anda bisa bermain sandiwara di depan mereka, walaupun masalah bertumpuk-tumpuk, sebaiknya tetap bisa tampil gagah dan ceria. Apalagi di sektor keuangan masih cukup stabil, asalkan tetap bisa menahan diri dari keinginan untuk membeli yang macam-macam dan kurang begitu penting. Cinta: Biarkan mulut usil itu berkembang, diamkan saja tidak perlu ditanggapi. Cancer Di minggu ini Anda tak perlu cemas lagi menghadapi berbagai kemungkinan terburuk dari rival-rival Anda. Karena segalanya berjalan cukup lancar dan memuaskan, begitu juga dengan suasana hati terasa lebih happy dan tidak ada ganjalan yang mengganggu kinerja Anda selama seminggu ini. Manfaatkan situasi yang baik ini dengan lebih aktif dalam menyusun dan melaksanakan segala rencana yang sudah ada, sehingga kesempatan baik ini tidak sampai terbuang sia-sia. Cinta: Suasana selama seminggu ini terasa lebih menyenangkan, bila ada selisih pendapat itu adalah hal yang wajar dalam suatu hubungan cinta. Leo Walaupun di minggu ini segalanya berangsur-angsur memudar, tetapi kesempatan bagi Anda untuk meraih keuntungan besar masih cukup terbuka, asalkan prestasi kerja bisa ditingkatkan lebih serius lagi. Jangan terpancang pada suatu rencana saja, ada baiknya Anda mulai melirik bisnis lain yang lebih menguntungkan dan sesuai selera pasar saat ini, sehingga selalu ada saja order yang bisa mendatangkan hasil yang besar. Cinta: Teruslah berupaya mencari simpatinya dengan selalu bersikap manis dan menyenangkan. Virgo Di minggu ini peluang masih terbuka lebar, hanya saja kendala yang cukup mengganggu terletak pada kondisi badan Anda yang harus dijaga betul-betul agar tidak sampai kena penyakit. Untuk itu perlu berlaku disiplin dan sebisa-bisanya meluangkan waktu untuk istirahat jika waktunya memang ada. Jangan terlalu asyik bekerja sehingga istirahat dan makan menjadi tidak teratur. Berhati-hatilah karena bintang penyakit terus membayang-bayangi setiap langkah Anda, sehingga jasmani dan rohani harus benar-benar dijaga jangan sampai jatuh sakit. Cinta: Serasa lebih tenang dan membahagiakan, dan hampir tidak ada cekcok mulut yang menjengkelkan. Libra Hilangkan rasa putus asa hanya karena ada rintangan yang menghadang. Optimislah bahwa di minggu ini Anda bisa meraih hasil yang lebih baik dan memuaskan dibanding minggu kemarin. Tak perlu menanggapi omongan orang yang hanya akan bikin sakit hati saja, cobalah Anda lebih enjoy dengan segala kemampuan yang ada dalam diri sendiri dan usahakan segalanya berjalan secara sistematis serta sesuai schedule yang sudah ada. Cinta: Ada pihak ketiga yang akan mengobok-obok hubungan Anda berdua, berhati-hatilah. Scorpio Harus mau bersabar dan tidak terlalu menuruti ambisi yang tampak menggebu-gebu, karena walaupun dipaksakan hasilnya hanya akan percuma saja karena ibarat orang mau berlayar suasana laut lagi tidak mendukung karena angin kencang berhembus di sana-sini dan ombak tampak menggulung, maka jalan satu-satunya adalah mencari selamatnya saja sambil terus melakukan observasi dan koreksi sehingga di saat yang tepat nanti bisa bergerak lebih cepat dan aktif. Cinta: Walau jauh di mata namun dekat di hati, untuk itu komunikasi harus tetap dijaga walau dalam situasi bagaimanapun juga. Sagitarius Di minggu ini usahakan untuk bisa tanggap dengan segala peluang yang tampak di sekitar Anda, jangan biarkan satu pun lolos dari genggaman Anda dengan catatan Anda harus terus proaktif dalam melakukan observasi dan terobosan-terobosan penting. Jangan takut menentang bahaya di minggu ini karena peruntungan tampak lebih mendukung dan menjanjikan. Mengenai income yang masuk usahakan pengalokasiannya setepat mungkin jangan sampai segalanya kacau hanya karena kurang hati-hati dalam membelanjakannya. Cinta: Cek dulu, jangan asal percaya, Diasuh Oleh agar penyesalan Putri Wong Kam Fu tidak timbul di ke- Berlaku: 12 - 18 Agustus 2018 mudian hari.

5

Bergembira di Dalam Diri Melalui Kesadaran ”Gambhira” kascid gambhira-manasam satatam visadakale pramoda-samaye ca samo’nubhavah (Rajatarangini 8.26.66) “Keadaan kesadaran orangorang bijaksana yang teguh bersungguh-sungguh, selalu sama, apakah dalam keadaan duka atau pun dalam keadaan suka.” Pikiran dan kesadaran orang kebanyakan bagaikan periuk yang berisi air setengah, atau keadaan nasi yang baru setengah matang dalam periuk nasi. Kedua contoh menunjukkan keadaan air dan nasi setengah matang yang selalu tidak bisa tenang dan setiap saat membuat periuk menjadi berguncang keras. Kesadaran dan pikiran orang-orang biasa selalu mudah diombang-ambingkan oleh keadaan yang menyentuhnya. Jika keadaan senang yang menyentuhnya maka ia akan melonjak bersuka-ria, jika keadaan duka menyentuhnya maka ia akan melonjak pula, tetapi di dalam kedukaan. Lonjakan suka dan duka akan sangat kentara pada diri orang-orang yang tidak menempatkan kesadarannya di dalam kesadaran gambhira. Pemeliharaan keadaan kesadaran sangatlah penting dalam ajaran Hindu Dharma. Penting karena dengan kesadaran dan pikiran yang tidak tenang atau kacau balau maka orang tidak akan dapat melaksanakan tugas Dharma yang mana pun dengan baik. Keadaan pikiran yang kacau balau menyebabkan orang bisa merusak segala tugas pekerjaan seringan apa pun. Bahkan orang bisa memporakporandakan hal-hal yang sudah tegak baik. Memelihara kesadaran gambhira sangatlah penting. Pustaka Rajatarangini mengajarkan bagaimana orang bisa “berselancar di dalam luapan ombak yang besar”. Mereka bukan dihancurkan oleh ombak yang tinggi dan besar melainkan mereka bisa menari-nari indah

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

dengan gerakan lincah meliak-liuk manis bermain-main di atas ombak ganas. Kesadaran gambhira akan mengantarkan keberhasilan dalam segala hal. Gambhira menurut kamus Sanskerta adalah kesadaran yang dalam dan sungguh-sungguh. Bukan berarti kesadaran dalam bersungguh-sungguh yang “mati” seperti es beku, melainkan bersungguh-sungguh dalam keadaan riang dan bahagia. Kamus Jawa Kuna (P.J. Zoetmulder) memberikan arti gambhira sebagai bersuara dalam, sungguh-sungguh, serius dan khidmat. Khususnya lelaki biasanya didefinisikan sebagai seorang lelaki jika ia memiliki trigambhira, yaitu yang pusarnya dalam, suaranya berat berwibawa, dan kepribadian serta kesadaran yang ajeg dan bersungguh-sungguh. Itulah seorang lelaki, dan itulah definisi seorang lelaki dalam ajaran Hindu Dharma. Laki-laki dalam ajaran Hindu Dharma tidak akan melewatkan jalan hidupnya di dalam hal-hal ringan meruntuhkan hidupnya seperti mabukmabukan dan bermalas-malas. Ia akan membawa dan mengarahkan hidupnya dengan disiplin yang bersungguh-sungguh demi keberhasilan sejahtera dunia dan bahagia setelah meninggal, sesuai tujuan ajaran Hindu Dharma yaitu jagadhita, hidup damai sejahtera di dunia dan setelah meninggal mencapai pembebasan dari kesengsaraan duniawi atau moksa. Menurut pustaka Bhakti Rasamrita Sindhu, ketika orang mencapai kesadaran bhakti yang mendalam gambhira di dalam hati, karena ia tidak terekspresikan keluar melalui ekspresi wajah, maka orang-orang biasa tidak akan mudah dapat mengenalinya

(na laksyante sphutam janaih). Dengan demikian, gambhira berarti kesadaran bhakti spiritual yang mendalam secara alami, dialami di kedalaman hati, ia tidak terekspresikan ke luar, karena arah aliran bhaktinya mengarah ke dalam, kepada junjungan dari sadhana-bhakti-nya, yaitu Ida Hyang Parama Kawi sehingga orang-orang duniawi tidak mampu mengenalinya, bahkan dapat mengartikannya para Yogi dan Sadhaka tersebut orangnya sombong dan tidak ramah. Pustaka-pustaka Veda yang memuat tentang ajaran bhakti yang tingkat tinggi, menyebutkan bahwa ketika Tuhan hendak memberikan karunia-Nya yang lebih khusus dan manis maka akan disampaikan oleh-Nya dalam kerahasiaan yang maha rahasia. Selain itu, gambhira juga dipergunakan untuk menunjukkan sifat maha mulia Tuhan yang tiada sebabnya, yang bahkan tetap menerima abdi-Nya yang sudah mengabaikan dan menghina-Nya. Kedalaman sifat maha mulia Tuhan diumpamakan dengan mempergunakan kata gambhira sangat dalam bagaikan dalamnya lautan yang tidak terukur (vicitra gambhira mahimabdhir madisvarah). Gambhira adalah kesadaran spiritual dalam disiplin sungguhsungguh karena ia merupakan anubhava atau pengalaman spiritual di dalam diri, yang sering disebabkan kedalaman pengalaman spiritual tersebut, bahkan yang bersangkutan pun tidak mampu mengenali atau menelaahnya. Sang Sadhaka pun kehilangan kata dan kalimat untuk menerjemahkan apa, siapa, bagaimana, kemana, dan dirinya sedang berada di mana. Demikian pengaruh kesadaran gambhira ketika orang sudah diizinkan memasuki dan menyelam di dalam lautan amrtasindhu. Para Sadhaka dalam level kesadaran gambhira memiliki kesadaran yang ajeg mantap secara spiritual sehingga ia tidak membedakan lagi antara suka dan duka, panas dan dingin, hinaan atau pun pujian (sitosna-sukha-duhkhesu

tatha manapamanayoh). Ia tidak akan terbawa oleh “guncangan” loncatan serta lompatan kesadaran dan pikiran akibat dari sentuhansentuhan objek-objek duniawi. Ia akan mampu menempatkan kesadaran yang tenang damai, masuk dalam yoga persamaan (samatvam yoga ucyate). Di sana ia akan mengalami suka dan duka itu sama (sukha-duhkhe same krtva) atau pun untung rugi, menang dan kalah, sukses atau gagal, kesadarannya akan tetap sama dalam kedamaian yang baik (labhalabhau jayajayau). Itulah kesadaran gambhira yang dapat dimasuki oleh mereka yang bersungguh-sungguh dalam praktik spiritualnya. Sang Sadhaka akan memasuki keadaan riang spiritual (moditarasa) dimana hubungan spiritual sangat intim dengan Tuhan mulai tercipta. Ia menjadi gambhira atau sungguh-sungguh, serius, mantap ajeg tidak tergoyahkan, tetapi di saat yang sama ia mengalami keriangan serta kebahagiaan yang tiada batas. Di sanalah Sang Sadhaka memasuki yoga yang maha utama, menyelam di dalam kebahagiaan spiritual tanpa gangguan suka maupun duka, melihat Tuhan di dalam semua dan semua di dalam Tuhan, semua dilihatnya sama, maka di sanalah ia memasuki kesadaran suci sebagai seorang yogi utama (samam pasyati sukham va yadi va duhkham sa yogi paramah) Keberadaan Sang Yogi Utama menjadi terbalik 180 derajat dengan keberadaan orang-orang duniawi. Pada zaman dahulu, walaupun orang tidak mampu menerima atau berada di dalam kesadaran mulia dan mendalam spiritual seperti itu, tetapi orang-orang biasa masih tetap menjaga rasa hormat bhakti kepada orang-orang suci. Mereka tidak berani “menyentuh” atau menghujat orang-orang suci karena memahami dirinya belum mempunyai “kamus” untuk menerjemahkan kegiatan dan keberadaan orang-orang suci. Indria-indria dan kecerdasan duniawi sama sekali tidak mampu menyentuh “alam” di mana orang-

orang suci berada atau melakukan kegiatannya. Orang-orang biasa gagal memahami bagaimana Maharesi Visvamitra yang mempunyai kesaktian luar biasa namun ternyata membiarkan para pendeta dibunuhi dan dimakan oleh para raksasa di hutan, membiarkan para raksasa mengobrak-abrik upacara-upacara yang dilakukan oleh para brahmana, seolah-olah beliau tidak mampu melakukan apa pun? Semua menjadi tanda tanya bagi orang-orang kebanyakan, khususnya orangorang pada zaman Kali(-yuga) ini. Setelah melihat bagaimana beliau menurunkan segala kesaktiannya kepada Rama, lalu Rama yang membasmi raksasa-raksasa sakti tersebut, - barulah orang-orang dapat memahami bahwa Visvamitra memang seorang Maharesi yang sakti luar biasa. Orang suci yang berada di tengah-tengah dalamnya lautan karunia spiritual, mereka memiliki kesadaran gambhira yang mantap. Kata gambhira inilah yang “menjelma” menjadi kata gembira dalam bahasa Indonesia. Hanya saja pesan gembira dalam bahasa Indonesia hanya membawakan kesenangan duniawi, terutama jika mendapatkan undian, gaji naik, dibelikan baju baru pada hari ulang tahun, dan lain-lain kesenangan akibat sentuhan indria duniawi dengan objek-objek indria. Gembira dalam gambhira merupakan kesadaran sangat rahasia dan mendalam spiritual. Ia terlepas dari sentuhan suka dan duka, selalu riang dan bahagia melalui sentuhan indria-indria spiritual dengan objek-objeknya yang didapatkan dalam samadhi. Keriangan dan kebahagiaan spiritual tersebut semakin meningkat terus membawa serta menuntun Sang Sadhaka kepada tujuan hidup sejati, memasuki alam samadhi yang maha dalam dan rahasia. Gambhira merupakan keadaan kesadaran yang sangat didambakan oleh para Sadhaka spiritual. Orang-orang suci berusaha mencapainya melalui usaha bersungguhsungguh dalam tuntunan Guru Suci dan Sastra Suci.

MIMBAR AGAMA

Redaktur Khusus

Karena Kasihnya Maria Diangkat ke Surga

perlu diragukan lagi, dan sebagian besar orang di dunia meyakininya. Bagaimana dengan kasih Maria? Lalu, kasih itu apa? Maria lahir dalam zaman Perjanjian Lama, dan dewasa dalam zaman Perjanjian Baru. Menurut Gerald O’Collins SJ, kasih adalah tindakan yang bebas, mengatasi diri dan mendatangkan kehidupan yang bersumber dan ukurannya adalah kehidupan Tritunggal Mahakudus. Dalam Perjanjian Lama, umat pilihan dipanggil untuk menanggapi kesetiaan Allah itu dengan mengasihi Allah (cf Ulangan 6:5) dan mengasihi sesama (cf Imamat 19:18). Dalam Injil (zaman Perjanjian Baru) Yesus menggabungkan perintah dasar itu (cf. Markus 12:2931) dan mengajarkan bahwa kasih harus meliputi juga terhadap musuh dan orang-orang yang paling membutuhkan (cf. Matius 5:43-48; 25:31-46; Lukas 19:29-37). Sebagai perintah yang paling besar dan “baru”, kasih dapat dilaksanakan sampai rela mati untuk orang lain sebagaimana dilakukan oleh Yesus (cf. Yoh15:13; 1Yoh 3:16) Yang memungkinkan kita memberikan tanggapan kasih, adalah prakarsa kasih Allah kepada kita manusia yang berdosa (cf Luk 15:3-32). Kita dianugerahi Roh kasih, dipanggil untuk hidup dalam komunitas

kasih yang baru, dan diundang untuk ikut serta dalam kasih ilahi (cf. Yoh 17:26). (Kamus Teologi) Santa Maria hidup dalam kasih yang demikian itu secara sempurna. Itulah sebabnya ia diangkat ke surga. Bahkan, kasih Maria kepada Putranya dan kepada Allah Bapa dibuktikan melalui ketabahan hatinya dalam menghadapi penderitaannya. Gereja Katolik menegaskan ajarannya bahwa Santa Perawan Maria bersatu sepenuhnya dengan Puteranya. Tugas Maria terhadap Gereja tidak bisa dipisahkan dari persatuannya dengan Kristus, tetapi langsung berasal dari-Nya. Dalam Lumen Gentium tertulis, “Adapun persatuan Bunda dengan Puteranya dalam karya penyelamatan itu terungkap sejak saat Kristus dikandung oleh Santa Perawan hingga wafat-Nya” (LG 57). Hubungan ini terutama tampak dalam saat sengsara-Nya. Dengan setia ia mempertahankan persatuannya dengan Puteranya hingga di salib, ketika ia - sesuai dengan rencana Allah - berdiri di dekat-Nya. Di situlah ia menanggung penderitaan yang dahsyat bersama dengan Puteranya yang tunggal. Dengan hati keibuannya ia menggabungkan diri dengan kurban-Nya, dan penuh kasih menyetujui persembahan kur-

ban yang dilahirkannya. Dan akhirnya oleh Yesus Kristus itu juga, menjelang wafat-Nya di kayu salib, Bunda Maria dikaruniakan kepada muridnya menjadi Bundanya dengan kata-kata ini: ‘Wanita, inilah anakmu’ (cf. Yoh 19:26-27; LG 58) Sesudah Putranya naik ke surga, Santa Maria menyertai Gereja pada awal mula dengan doa-doanya (LG 69). Bersama dengan para Rasul dan beberapa wanita, Santa Maria memohon anugerah Roh Kudus dengan doa-doanya, yaitu Roh Kudus yang sudah menaunginya di saat ia menerima warta gembira” (LG 59) dan juga dalam Pengangkatannya ke Surga. Akhirnya Santa Perawan tak bernoda yang tidak pernah terkena oleh segala cemar dosa asal, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, telah diangkat memasuki kemuliaan di surga beserta badan dan jiwanya. Ia telah ditinggikan oleh Tuhan sebagai Ratu alam semesta, supaya secara lebih penuh menyerupai Puteranya, yaitu Tuan di atas segala tuan, yang telah mengalahkan dosa dan maut” (LG 59) Katekismus menjelaskan bahwa pengumuman dogma mengenai ‘Maria Diangkat ke Surga’ oleh Paus Pius XII, 1950, adalah satu keikutsertaan yang istimewa pada kebangkitan Put-

eranya dan satu antisipasi dari kebangkitan warga-warga Kristiani yang lain. Dalam Liturgi Bisantin pada Pesta Maria 15 Agustus, dipanjatkan doa, “Pada waktu persalinan engkau tetap mempertahankan keperawananmu; pada waktu meninggal, engkau tidak meninggalkan dunia ini, ya Bunda Allah. Engkau telah kembali ke sumber kehidupan; engkau yang telah menerima Allah yang hidup dan yang akan membebaskan jiwajiwa kami dari kematian dengan doa-doamu.” (KGK 964-670) Ketika masih kecil saya sering didongengkan oleh ayah dan ibu saya. Setiap kali mengakhiri dongengnya, mereka selalu melanjutkan dengan frasa, “liding dongeng mau mangkene...” (pesan dari dongeng tadi demikian...) Nah, demikian pula, setelah disampaikan pewartaan ini, “liding” pewartaan tadi adalah sebagai berikut: “Jika kita ingin hidup bahagia kekal bersama Allah di surga, marilah kita juga mengasihi Allah Tritunggal Mahakudus Tuhan Yang Maha Esa, seperti Santa Maria mengasihi Dia, serta mengasihi sesama kita seperti Kristus mengasihi kita.” Mendambakan hidup berbahagia bersama Allah itu sangat penting. Sebab, malapetaka yang sesungguhnya bukanlah hidup miskin, atau sakit, atau menjadi korban bencana alam; melainkan apabila orang terpisah dari Allah.

Berkat Tuhan Yang Maha Esa

Indonesia mampu mengumumkan kemerdekaannya 73 tahun lalu. Kendati tidak semua orang tahu Perang Dunia II, tepatnya Perang Pasifik akan berakhir. Dari sejarah kita tahu kalau bangsa kita saat itu sedang dijajah Dai Nippon yang terkenal kejam dan bengis dalam memperlakukan musuh. Memang Nazi Jerman dan Facis Italia yang terkenal sebagai 3 Poros bersama Jepang sudah menyerah pada Sekutu 6 Mei 1945, namun Dai Nippon tetap bersikeras melanjutkan Perang Pasifik atau Asia Timur Raya. Pernahkah mereka yang berambisi mengubah cita-cita Proklamasi membayangkan situasi dan kondisi psikologi dan patriotisme yang dialami para Bapak dan Ibu Bangsa?“ tanya Rubag di akhir paparannya. “Agaknya tidak terpikir sampai ke sana, karena mereka berusaha menghapus sejarah lewat pemelintiran dan pengaburan! Jangankan sejarah itu, peristiwa berdarah dalam Tragedi 30 September 1965 dan segala eksesnya saja tidak ada yang paham secara utuh. Hilangnya dan terbunuhnya beberapa aktivis dan mahasiswa sebagai dampak

reformasi 1998 saja masih kabur! Lucunya, ada anak mantan pemberontak PRRI, yang kepo terus mengujarkan wacana kebencian dan provokasi di TV dengan dalih membela masyarakat tertindas. Bicara soal kondisi psikologi dan patriotisme para pendahulu yang terlibat dalam proklamasi, dijawab oleh fakta berpindahnya lokasi peristiwa. Rencana semula, proklamasi adalah Lapangan Ikada, sekarang menjadi lapangan Monas, dipindahkan ke Pegangsaan Timur 56, Jakarta, rumah Ir. Soekarno. Sebab serdadu Jepang telah mengurung lapangan Ikada. Teks Proklamasi yang diketik Sayoeti Melik di rumah Djaw Kie Siong di Rengasdengklok, Karawang dibaca Ir Soekarno didampingi Moch Hatta pada jam 10.00 pagi disertai pengibaran Sang Saka Dwiwarna. Konon, bendera pusaka merah-putih tersebut dijarit Ibu Fatmawati. Syukur, tidak seorang pun dari tokoh-tokoh itu ditangkap atau dianiaya serdadu Jepang. Aku juga yakin, Tuhan YME memberkati mereka semua, “ komentar Wayan Suana. “Ya, Bung Karno dan Bung Hatta sempat diculik para

pemuda yang tergabung dalam kelompok Menteng 31, dibawa ke Rengasdengklok pada 16 Agustus subuh. Keduanya dipaksa memproklamasikan kemerdekaan saat itu juga, karena Kaisar Jepang, Hirohito sudah menyatakan menyerah tanpa syarat pada Sekutu , 15 Agustus. Agar kemerdekaan tidak seakan-akan hadiah Jepang, para pemuda yang terdiri dari Sukarni, Wikana dan Chaerul Saleh, minta Sukarno dan Hatta secepatnya memproklamasikan kemerdekaan. Sukarno memang tidak gampang diintimidasi dan menolak permintaan para pemuda itu, karena menurutnya proklamasi harus diketahui semua anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( PPKI ). Atas permintaan Achmad Soebardjo, yang juga termasuk tokoh tua seusia Sukarno dan Hatta, keduanya diboyong kembali ke Jakarta sore hari, 16 Agustus 1945. Agar tidak menjadi bangsa terkutuk dan mengingkari sejarah lalu murtad ingin mengubah cita-cita proklamasi, sebaiknya kita membaca dan menyimak sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia.

MIMBAR

KATOLIK

Ignatius Suharto Dan, pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang dikaruniakan kepada kita. (Rom 5:5) Bagi bangsa dan negara Indonesia, bulan Agustus adalah bulan yang istimewa. Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Empat atau lima hari lagi kita semua akan merayakan anniversary-nya yang ke-73. DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA TERCINTA. Dan, 18 Agustus s.d. 2 September 2018 Indonesia menjadi Tuan Rumah/ Penyelenggara Asian Games ke-18 atau Asian Games 2018. Bagi Gereja Katolik, dalam bulan Agustus umat merayakan 18 Peringatan Wajib (PW) orang Kudus, satu Ofisi Votif, tiga Pesta, dan satu Hari Raya. Namun, Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, yang semestinya dirayakan pada 15 Agustus, untuk 2018 ini dirayakan pada Minggu, 12 Agustus hari ini. S.P. Maria diangkat ke surga karena kasihnya dan karena kasihNya (kasih Allah). Kasih-Nya tidak

Agustus adalah bulan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia! Wacana itu nyaris tidak didengar kalangan politisi yang berebut kekuasaan di Tahun Politik 2018 dan 2019. Ternyata mabuk politik kekuasaan lebih berbahaya daripada mabuk alkohol. Padahal semua orang Indonesia seharusnya bersyukur menyambut tibanya hari Kemerdekaan ke-73, yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Tidak terhitung jumlah upaya yang ingin memporakporandakan keutuhan bangsa dan negara. Bahkan ada yang keukeuh atau ngotot ingin mengubah ideologi dan bentuk pemerintahannya. “Pengkhianatan terhadap citacita Proklamasi 17 Agustus 1945, seperti tertuang dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945, sudah tercatat dalam sejarah nasional kita. Pemberontakan bersenjata di beberapa wilayah republik sepanjang tahun 1950’an, sangat menghalangi bangsa In-

brolan BALE BANJAR ARIDUS donesia mewujudkan cita-cita kemerdekaannya. Menuju masyarakat adil, makmur, tata-titi tenteram kerta raharja dihambat berkali-kali sejak kemerdekaan diproklamasikan hingga sekarang. Wacana, Agustus sebagai bulan kemerdekaan perlu dikaji secara mendalam, buat menumbuhkan kerukunan dan keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara! Aku yakin berkat anugerah Tuhan Yang Mahaesa, bangsa


Bali

6

Redité Wagé, 12 Agustus 2018

Ngawigunayang Tika

Nénten Malih Mungkah Daging Lontar Wariga SAJERONING kauripan krama, prasida becik nabdabang galah sané kadruénang wantah mabuat mangda pamargin kauripannyané prasida becik. Sangkaning punika, akéh parikrama sané sampun kamargiang olih kramané i nguni, sinalih tunggilnyané ngamargiang pinanggalan sané ketah kasengguh antuk kalénder. Parindikan punika sampun kapanggihin saha kamargiang olih krama saking nguni kantos mangkin. Asapunika taler sakadi sané kamargiang ring Bali sané pidabdab indik dedinan wiadin rerainannyané wantah kadasarin antuk pamargi sasih, pawukon, wewaran wiadin pangrauh purnamatilem. Punika sané ketah kanggén dasar olih krama Hindu Bali minakadi tatkala ngamargiang pidabdab matetanduran, ngamargiang upacara yadnya miwah sané siosan ring kauripannyané. Sakéwanten sadurung wénten kalénder Bali utawi kalénder Masehi sané madaging antuk wewaran, krama Bali nabdabang saha nguningayang raina padéwasan melah antuk sarana sané mawasta Tika. Tika wantah sarana sané wangunipun sakadi papan kayu utawi kapanggihin sakadi kéyboard komputer sané ketah kawigunayang ngwilangin utawi ngrereh raina becik wiadin galah sané becik sadurung ngamargiang pakaryan. I Gede Wiratmaja Karang, S.Ag., M.Pd.H., guru Agama Hindu saking Br. Penatahan, Susut, Bangli sané name tika kuna saking panglingsirnyané maosang, tika sujatiné wantah sarana sané kakaryanin manut saking daging makudang-kudang soroh wariga padéwasan. Tetujonnyané mangda sang sané jagi niwakang déwasa nénten ngambil lontar malih utawi prasida

ngawigunayang sarana tika kémanten. Yadiastun wangunnyané pepojolan sakadi piranti sané propan, nanging tika prasida taler kaucap sakral duaning wénten tata-titi sané nénten dados kalémpasin. Minakadi nénten dados kagenahang ngawag napi malih kantos kalangkahin olih ayam wiadin asu, duaning jagi ngawinang biapara utawi paling tatkala tika kawigunayang. Yéning kalangkahin, sarana punika patut kalukat miwah kasuciang malih. Parindikan sané dados

sané nyinahang guru miwah sané siosan antuk pangartosnyane soang-soang. “Sané ketah kawigunayang sikut tatkala niwakang déwasa ngawigunayang tika puniki wantah wuku Sinta miwah wuku Dungulan, duaning ring wuku Sinta kémanten jagi kapanggih dangu ping pat utawi cedek X saking Redite kantos Buda. Ring wuku Dungulan kapanggihin kala ping tiga utawi cedek + saking Redite kantos Anggara. Dadosné an-

cihna sajeroning tika wantah kawéntenan makudangkudang wangun cedek sané madaging antuk tetuek taler artosnyané. Minakadi cedek X sané kaartos dados Dangu, cedek + sané nyinahang Kala, cedek O ageng

tuk ngrereh cedek punika cihna wuku Sinta miwah Dungulan inucap, sinah nénten méweh tatkala ngrereh wewaran taler wuku siosan,” baos dané. Gede Wiratmaja Karang

malih ngwewehin, tika inucap jagi nyinahang wewaran sané medal ring tigang dasa wuku. Risampuné nglintangin wuku Watugunung utawi malih ngawit ring Sinta, sinah wilangan wewaran miwah déwasannyané majumu malih sakadi pangawit. Punika mawinan tika prasida kawigunayang kantos riwekasan, padéwasan sané kasinahang taler nepet pisan sakadi sané munggah ring kalénder Bali Masehi. Parindikan sané pateh taler kabaosang Jero Mangku I Made Jeger saking Br. Semana, Mambal, Abiansemal, Badung sané taler name tika saking panglingsirnyané. Dané maosang, tika inucap ketah kawigunayang olih para panglingsirnyané tatkala ngrereh padéwasan. Asilnyané nénten lempas saking napi sané kasinahang ring kalénder Bali Masehi. Dadosné tika sané kawigunayang ngrereh déwasa becik utawi raina sané becik, raris kalénder sané kawigunayang ngrereh pinanggal ulungan déwasa sané sampun kapolihang punika. “Sané ketah kapanggihin, tatkala wénten raina sané nénten becik ngamargiang pakaryan sakéwanten kalémpasin sinah jagi manggihin pikobet, inggian sakit utawi pamali. Minakadi nandur utawi matetanceban ring tanah tatkala Kliwon sané sapatutné nénten dados, sinah kajantenang jagi ngawinang sang sané ngamargiang pakaryan punika keni panyungkan,” Jero Mangku nyantenang. (was)

Malajah Ngawigunayang Tika

Kakawitin antuk Warah ring Raga SAKADI sané sampun kawedar, tika wantah sinalih tunggil sarana sané kawigunayang nabdabang saha nyinahang rerainan sané sampun kawigunayang tur kamargiang olih krama Bali saking nguni sadurung wéntennyané kalénder Bali Masehi sakadi

mangkin. Pabinayan kalénder sareng tika wantah daging sané kasinahang. Kalénder nyinahang angka pananggalan, sakéwanten tika nyinahang indik wewaran wiadin padéwasan antuk daging wewaran sané kawigunayang dasar ngamargiang parikrama utawi pakaryan. Sakéwanten pidabdab sané patut kamargiang mangda prasida tatas uning indik tika miwah ngawigunayang tika punika nénten dangan. Sané patut kaélingang pinaka dasar tatkala kramané meled malajahin tika manut I Gede Wiratmaja Karang, S.Ag., M.Pd.H., wantah sekancan daging sastra pawarigan. Duaning tan paélingang ring wariga, sinah kramané nénten jagi uning sapunapi ngawigunayang sarana kuna inucap. Yéning selehin, sujatiné

wénten 96 soroh pawarigan, minakadi Wariga Krimping, Wariga Swamandala, Wariga Sundari Bungkah, Wariga Sundari Terus, miwah sané siosan. Sakéwanten sané ketah kawigunayang dasar tatkala malajahin tika wantah Wariga Krimping pinaka wariga sané pinih dangan kaplajahin. Dané malih maosang, sujatiné déwasa miwah wariga punika nénten ja mabinayan, punika mawinan ketah kasengguh antuk wariga déwasa. Yéning rerehang saking krunanipun, déwasa wantah mateges sesana dewa. Déwasa wantah raina melah sané kambil manut saking sesana dewa tatkala ngamargiang parikrama. Duaning sané kaptiang tatkala nunas déwasa wantah pakaryan miwah parikrama sané kamargiang prasida becik mamargi sakadi sané kaaptiang. Punika mawinan patut nulad sapunapi parikrama déwa utawi sesana sané kamargiang olih prawatek déwatané. “Dadosné mangda prasida éling indik tika, kramané patut éling ring sahananing wariga. Wariga punika taler mateges Warah ring Raga utawi éling

Dura désa

ring kahanan raga soang-soang. Dadosné kramané patut warah ring raga sadurung malajahin tika saha niwakang déwasa,” baos dané. Malih kabaosang, sané patut kaélingang inggih punika sahananing wuku, pamargin sasih miwah wewaran taler uripnyané soang-soang saking Eka Wara kantos Dasa Wara. Risampuné punika wawu kaélingang teges-teges saking daging wewaran inucap, duaning soang-soang wewaran madué teges sané patut kaselehin becik-kaonnyané sareng pakaryan sané jagi kamargiang. Duaning jagi maius ring pakaryan sané kamargiang, ring raina inucap taler ring kahanan jadma sané embas ring raina antuk wewaran punika. Minakadi conto ring Tri Wara sané dagingnyané pasah wantah mateges ngeninin indik déwa, beteng indik jadma tur kajeng indik kala. Ring Catur Wara dagingnyané wantah sri utawi rejekian, laba utawi rejekian akéhan, jaya sané maartos jayanti tur mendala sané mateges biasa kémanten. Wénten taler daging Sad Wara, tungléh maartos lumah utawi puntul, aryang maartos katos tur kukuh, urukung sané maartos punggel utawi pegat, paniron utawi teteg tur landuh, was sané maartos siteng miwah maulu sané maartos ring ba duur. Wénten malih minakadi ring Asta Wara sané dagingnyané

sri sané becik pinaka raina ngamargiang upacara yadnya ring carik, indra utawi dewaning ujan pinaka raina sané nénten becik tatkala ngentosin raab paumahan, guru pinaka daging wewaran sané ketahpinaka raina makarya wiadin mlaspas sanggah, yama sané maartos kebus tur becik kanggén makarya paon utawi cangkem paon, ludra pinaka raina sané becik kanggén makarya badan ubuhan miwah lelakut, brahma becik taler kanggén makarya paon nanging kaon kanggén makarya sémér duaning kajantenang sémér inucap jagi tuh gaing, kala pinaka raina sané becik kanggén makarya angkul-angkul miwah tembok panyengker, miwah uma sané madaging indik toya sané becik kanggén déwasa makarya sémér, ngawitin ngurit wiwit pantun miwah matekap ring carik. “Wusan uning ring indiké punika wawu kajantenang raina sané becik manut saking pakaryan sané kamargiang, minakadi makarya sanjata keris sinah becik kakaryanin ring raina sané madaging antuk wewaran jaya napi malih matemu brahma miwah aryang sinah sayan becikan dadosné. Wénten taler sané kaon minakadi gigis sané maartos sungkan, tatkala punika kanggén déwasa numbas banteng sinah banteng inucap dados berag aking tur gelem-geleman,” dané nartayang. (was)

wiadin taméng. “Kocap dumun sesolahan puniki kasolahang olih para prajurit,” baos Nadya, sinalih tunggil pragina saking Mataram. Sajeroning peméntasan sesolahan Buja Kadanda puniki kairingan antuk gamelan tradisional minakadi kendang, gong, seruni, miwah tawatawa. Gamelan inucap kasuarayang antuk kalih irama sané mabinayan, luiré irama lambat miwah irama cepat. Irama lambat ketah kawigunayang pinaka gamelan pangawit miwah panguntat sesolahan. Irama cepat kawigunayang pinaka pangiring pragina ri kala masiat sajeroning masolah.

Tetamian Panglingsir SAKING makudang-kudang tetamian panglingsir Bali, sinah jagi kauningayang indik sapunapi kawagedan krama Bali i malunan tatkala nabdabang parikrama kauripannyané saraina yadiastun wangun tetamian inucap wantah pepojolan. Sangkaning punika, krama sané nami patut setata ngamecikang kahanannyané mangda setata becik saha nénten ical wiadin punah. Asapunika sané setata kapikayunin Jero Mangku I Made Jeger sané name tika kuna saking para panglingsirnyané. “Yéning tiang nénten iwang, tika sané kakaryanin antuk kayu katéwél punika minab kakaryanin ring Klungkung sané raris katunas olih panglingsir tiangé sané taler dados pamangku. Punika sané raris kawigunayang ngrereh tur niwakang padéwasan indik makarya miwah upacara ring paumahan miwah ring bebanjaran wewidangan paumahan,” baos dané. Jero mangku ring Pura Dalem Bija Semana puniki malih maosang, tika sané katami punika minab sampun matuuh langkungan saking 80 warsa. Manut saking pabaos reramannyané, tika inucap sampun wénten doh sadurung masan Nipong ring Indonesia utamanipun ring Bali. Sangkaning sampun kaucap tua mawinan dané sakulawarga setata ngamecikang kahanannyané, minakadi antuk ngenahang ring piasan antuk makaput kain miwah katedunang saha karesikin ri kala raina Saraswati. Naen wénten sané meled nagingin ukir-ukiran ring tika inucap mangda sayan becikan malih kahanannyané, nanging nénten kaicén olih dané mangda sarana inucap nénten usak utawi sué magenah ring genah krama tiosan. Tika druénnyané punika dados kaselang, nanging nénten kadadosang makta budal. “Yéning ring manah tiangé becik pisan yéning wénten krama napi malih yowana sané meled malajah ngwacén utawi ngawigunayang tika puniki, yadiastun kahanannyané mangkin sampun wénten kalender Bali Maséhi sané nénten méweh kawacén,” dané nartayang. (was)

Kruna

Buja Kadanda, ”Tarian Prajurit Asli Bima”

BIMA madué sakatah kasenian tradisional sané patut kalestariang kawéntenannyané. Sinalih tunggilnyané marupa sesolahan Buja Kadanda. Sesolahan puniki nyinahang kalih wadwa (prajurit) sané nedeng mayuda. Lumrahnyané, sesolahan puniki kasolahang olih kalih pragina mabusana prajurit jangkep antuk senjata tumbak tiwah taméng. Sesolahan puniki kakawitin antuk gamelan pangiring. Salanturnyané para pragina antuk ngagem senjata nyapa para pamiarsa. Wus punika para pragina nyinahang sesolahan antuk gaya soang-soang nganutin tetabuhan. Ring sesolahan inucap, sang pragina masolah sakadi masiat antuk tumbak

Bencingah

Krama sané dados pragina sesolahan puniki patut madué kawagedan, pamekas kawagedan masiat (bela diri). Santukan, gerakan ring sesolahan inucap becat pisan. Mawinan para pragina patut tangeh yéning pacang karejek. Sajeroning sesolahan pragina masiat, kairingang antuk gamelan sané becat mangda sesolahan sayan idup tur ramia. Ring panguntat sesolahan, iringan gamelan sayan alon pinaka cihna sesolahan pacang puput. Salanturnyané, makekalih pragina sané masiat saling gelut saha nyapa para pamiarsa sané wénten irika. “Mangkin sampun arang sané nyolahang sesolahan puniki. Minab ri kala wénten

acara pemerintahan kémanten,” baosnyané. Ring panglimbak masa sakadi mangkin, sesolahan Buja Kadanda sayan arang kasolahang. Kirangnyané galah ngamargiang sesolahan inucap sané ngawinang. Nanging, kasenian inucap kantun kales-

tariang saha kalimbakang ring makudang-kudang sanggar seni sané wénten ring Bima. Para pemerintah kaaptiang sayan urati ring kasenian tradisional puniki. Tetujonnyané, mangda sayan lestari kawéntenannyané saha prasida kauningin olih para yowanané. (lin/uma)

Basa Bali

AKSARA BALI

1.

cupar

1.

cup(¾,

2.

damuh

2.

dmu;¾,

3.

dangsah

3.

d\uæ;¾,

4.

gembid

4.

g)mãid/,

5.

ipit

5.

høpit/,

6.

kampih

6.

kmæi;¾,

7.

osek

7.

ehos)k/,

8.

pekél

8.

p)ekl/,

9.

putek

9.

put)k/,

10.

remuk

10.

Ïmuk/,


Jayanti

Redité Wagé, 12 Agustus 2018

I Nyoman Krisna Satya Utama

Pragina Wimuda Ngardi Sesolahan A-ksara PAMARGIN peméntasan téater Jaya Prana Tattwa sané kasolahang olih limang diri anak lanang saking Sanggar Samart Denpasar ring parikrama Pesta Kesenian Bali kaping-40 daweg raina Sukra, 20 Juli 2018 lintang, satios saking lelampahan, wangun sesolahannyané taler ngangobin para pamiarsa sané nyaksiang. Boya wantah pamiarsa, para pragina sané masolah taler angob ring sesolahan inucap. Sinalih tunggil pragina sané taler ngardi sesolahan Jaya Prana puniki mapeséngan I Nyoman Krina Satya Utama sané ketah kasengguh Krisna. Yadiastun kantun manados mahasiswa, garapan lanang saking Mengwi punika becik pisan. Napi malih sesolahan sané kakaryanin akéh madaging antuk paileh miwah cihna, dadosné prasida kasolahang olih pragina sané jakti-jakti lemuh tur resep ring sesolahan inucap. Krisna maosang sampun ngripta makudang-kudang sesolahan, minakadi Tari Bintang Asa, Tengawan, Ragam, Raga Aksara, Gitanjali, A-ksara. Sakéwanten sesolahan sané kakaryanin boya sesolahan sané nyinahang satua utawi lelampahan, sajabaning nyinahang parikrama sané medal saking pikayunannyané sané ibuk ring makudang-kudang parindikan. Minakadi sesolahan A-ksara sané boya ja pinaka sesolahan sané malelampahan sajabaning wantah sesolahan sané medal saking ibuk pikayunannyané indik sesuratan utawi “tulisan”. Sangkaning kawéntenan sesuratan punika, kramané prasida ngamolihang gatra anyar sané prasida dados daging kapradnyanan ring krama inucap. Raris Krisna mapitakén ring raga, “Napi sujatiné sesuratan punika?” Pamuputné kapolihang yéning sesuratan punika wantah pupulan utawi aakitan saking makudang-kudang aksara sané manados kruna, kruna punika sané raris manados lengkara. Taler kapikayunin yéning arang pisan krama sané seneng makarya sesuratan yadiastun kasujatiané tan pawéntenan sesuratan inucap sinah kramané kapetengan, mewéh ngamargiang kauripannyané. Sangkaning punika, meled ipun mapitakén majeng krama

ring wewidangannyané taler ring sajebag Bali sapunapi sujatiné sesuratan punika. Risampuné kapolihang indik aksara Bali taler teges krunannyané, raris kauningayang yéning A-ksara punika wantah mateges “sané nénten ical tur setata langgéng kawekasan”. Punika raris kanggén sesolahan, inggih punika sapunapi aksara Bali prasida mapasangan saha dados kruna miwah gaguétan sané wénten ring sajeroning aksara inucap. “Sesolahan A-ksara puniki taler nyinahang piteket yéning nénten wénten jadma sané prasida ngamargiang kauripannyané preragan. Mawinan patut mapasangan mangda prasida saling tulungin. Ring sesolahan puniki taler tiang nyinahang pikayunan, parindikan sané sampun maakitan sinah ngamedalang kahanan anyar utawi “kelahiran” sané wangunnyané nganutin saking sané ngamargiag,” baos Krisna. Lanang sané embas ring Denpasar, 19 April 1996 puniki nénten ja mawit saking kulawarga seniman. Bapannyané boya pragina, asapunika taler pekaknyané wantah ketah masolah tatkala ngaturang ayah nyabran piodalan ring pura. Mawinan nénten dados pragina profésional. Krisna sampun uning ring sesolahan saking kantun alit duaning ketah nonton sesolahan ring pura sareng bapa miwah iwannyané. Sangkaning punika ipun seneng masolah ring genahnyané. Sakéwanten ipun ngawit éling ring makudang-kudang soroh sesolahan Bali wiadin sesolahan Nusantara siosan tatkala ngranjing ring SMKN 3 Sukawati, Gianyar taler tatkala nglanturang ring Insitut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Satios punika, Krisna taler polih galah malajah ring genah tiosan, minakadi ring Bandung, Yogyakarta malarapan antuk kelas kuliah ring komunitas PACo miwah DELAPAN Studio taler malajah ring Solo. Ipun taler polih malajah saking makudang-kudang pragina senior minakadi Eko Surpriyanto sané ketah kasambat Eko Pécé, Mas Didik Nini Thowok, Uni Tati, Ali Sukri,

Mélahné (Australia) taler polih nyarengin Sasikirana Dance Camp & Coréolab. “Tiang ngwanénang raga ka dura désa antuk pikayunan jengah duaning marasa durung andel ring raga nyinahang parikrama tur nyinahang raga ring wewidangan tiangé. Punika sané rasayang tiang duaning arang pisan polih galah nyinahang pakaryan ring Bali. Sangkaning punika tiang raris ka dura désa ngrereh galah tur selah malajah sinambi matemu sareng makudangkudang pragina sané mabinayan kawagedan taler budaya. Punika becik rasayang tiang,” baos lanang sané meneng ring Banjar Sayan Baleran, Desa Wedhi Bhuwana, Kec. Mengwi, Badung puniki makenyem. (kmb)

Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

18.hjiilnÀibuenm\Ðin/, Aji lan ibuné mangkin, \iecnæmutusÀ¡tm, ngicén pamutus utama, lmunÇ)n&sjemoemot/, lamun cening saja momot, \eroerodætutéln*, ngarorod patut jalanang, ydinßttknãy, yadin matatakan baya, h)dc)n&tkutÞmæus/, eda cening takut lampus, \)etohienÂmdnÓÌsÅ. ngetohin né madan tresna.

NGAMARGIANG kauripan pinaka krama Bali majanten nénten naen lémpas saking tetuek miwah tuturtutur sané ketah kapakélingin olih para panglingsiré. Yadiastun akéh kramané mangkin maosang, tetuek miwah tutur sampun luntur, kuna, miwah nénten anut ring aab jagaté mangkin. Yadiastun asapunika, nénten akidik taler krama Bali sané kantun teleb, éling tur ngamargiang tetuek panglingsir pinaka dasar ri kala ngamargiang kauripanné saraina. Nénten wantah ring pamargin kauripan kémanten, nanging tetuek utawi tutur inucap taler kanggén dasar ri kala ngamargiang parikrama utsaha ring tengahing pakraman sakadi sané kawiaktinin tur kamargiang I Nyoman Sunarya. I Nyoman Sunarya wantah sinalih tunggil perajin togog sané nyabran nem bulan apisan makarya pepayasan pénjor saking ental Madura. Yadiastun utsaha sané kamargiang kakawitin saking Pagerwesi punika wantah utsaha musiman, nanging kantos mangkin kantun becik pamarginé. Parikramannyané punika taler kadasarin antuk tutur panglingsir sané maosang yéning utsaha sané kamargiang jagi nerus labda karya yéning piranti utawi barang sané kakaryanin punika kasisaang akidik. Punika mawinan nyabran panguntat masan maadolan, ipun nénten nelasang ngadol payasannyané utawi nyisaang asiki utawi kalih mangda ring galah sané jagi rauh metu malih pikayunanipun ngaryanin. “Satios punika, yadiastun akéh sané kantun masisa. nénten naen tiang ngutang yadiastun kabaosang ngentukngentukin. Duaning tiang éling ring tutur nak lingsir sané maosang yéning wénten asil pagaé sané kakutang punika satmaka nulak utawi ngutang pasuécan Ida Hyang Paramakawi sané sampun kapaicayang ring déwék tiang,” baos lanang sané polih makarya 15 warsa ring ekspor handicraft Bali ring Gianyar

puniki ngwiaktinin. Katakénin indik utsaha madolan pepayasan pénjor, lanang sané embas ring Kapal, 20 November 1972 puniki maosang wantah sangkaning déwékné sareng sametoné manggihin pénjor sané kapayasin sakadi pepayasan sané kadol ring Kerobokan miwah Munggu nanging durung akéh kawéntenanipun. Sangkaning meled mituutin, ipun déwékné numbas ental tur mayasin pénjornyané sakadi punika. Sesampuné ping kalih makarya pepayasan inucap, wawu wénten krama sané meled tur mesen mangda kakaryanang payasan sakadi punika. Kasuén-suén sayan ngakéhang sané mesen tur ngawinang kurenan Ni Nyoman Sumawati puniki rumasa kéweh nagingin pangaptin krama santukan tatkala punika akéh pisan sané rauh numbas sapisanan prasida kantos dasa diri. Tatkala katakénin indik bati sané kamolihang, ipun sané dumun polih dados supplier tur ngicénin barang majeng ring krama pangadol sané ngendak utawi pengepul puniki maosang, bati sané kapolihang saking dados supplier taler ngadol preragan majanten matiosan pisan. Kabaosang dumun tatkala nyerahang ring krama pengendak, ring masan maadolan kalih minggu punika ipun prasida madolan kantos pitung yuta utawi polih bati petang yuta, sakéwanten tatkala sampun ngadol preragan, ipun prasida polih maadolan telulas juta utawi polih bati pitung yuta langkungan salami kalih minggu. Sangkaning kahanan punika wawu lanang sané meneng ring Br. Peken Delodan, Kapal, Mengwi Badung puniki mapikayunan ngadol pepayasan pénjornyané preragan. “Yadiastun asapunika, tiang tuyuhan duaning nénten madué pegawé sané ngadolang pepayasan pénjor tiangé. Tiang taler makarya preragan,” baos bapak saking I Putu Satria Arya Kusuma lan I Kadek Dwi Semara Putra puniki makenyem. (wan)

Piodalan ring Pura Puri Agung Dalem Tarukan Kliwon Bala pinaka panyineban karya. Parindikan dudonan upacara, sampun kamargiang mawit raina Saniscara Kliwon Uye, 18 Agustus 2018 sané salanturnyané pacang katlatarang sakadi ring sor puniki. Ring rainané mangkin, Redité Umanis Menail, 19 Agustus 2018 kamargiang parikrama nanceb sanggar surya, makarya taring, miwah mareresik. Kalanturang ring raina Buda Wagé Menail, 22 Agustus 2018 antuk parikrama nuasén karya,

Lengkara

Pupuh Semarandana

Nganutin Tetuek

MAPAIKETAN ring Piodalan sané pacang kamargiang ring Pura Puri Agung Dalem Tarukan Pejeng, Gianyar sané rauh nemonin raina Buda Umanis Prangbakat, 29 Agustus 2018 sané jagi rauh, para prawartaka karya nguningayang atur indik dudonan upacara sané pacang kamargiang. Piodalan ring Pura Puri Agung Dalem Tarukan Pejeng kamargiang mawit raina Buda Umanis Prangbakat pinaka pamucuk karya rauh ring Redité

Cerakén

pupu;s)mrnÑn.

I Nyoman Sunarya

Atur Piuning

7

panca kertha, mlaspas taring miwah negtegang karya. Kalanturang ring raina bénjang antuk ngamargiang upacara macaru panca sata miwah eka sata ring soang genah wiadin mandala pura. Parikrama upacara kalanturang malih ring raina Redité Pon Prangbakat, 26 Agustus 2018 antuk parikrama mendak tirta. Kalanturang malih kalih rainané antuk upacara nedunang Ida Bhatara sami kalanturang melasti miwah murwa

daksina. Ring raina Buda Umanis Prangbakat pinaka puncak karya piodalan, kamargiang pamuspaan saha éédan piodalan sané kapuput olih Ida Pedanda Bagawanta Pura. Mawit raina Wraspati Paing Prangbakat rauh ring Saniscara Wagé Prangbakat, Ida pacang katuran bhakti panganyar sapisanan ring raina puniki Ida katuran masineb. Ring raina Redité Kliwon Bala, Ida Bhatara Dalem katuran munggah lawang sapisanan masineb ring

linggih meru. Wantah sakadi punika atur piuning sané prasida kaunggahang, dumogi para pangemong miwah warih Dalem Tarukan sajebag Jagat Bali éling ngrastiti bakti saha prasida pedek tangkil ngaturang sembah bakti ring Pura Puri Agung Dalem Tarukan Pejeng manut dudonan sané sampun kawedar. Dumogi antuk manah suci nirmala sareng sami kaswécanin karahajengan, kadurgayusan, miwah nemu sidaning don.

Satua

I Brakah (3) Kaketus saking Satua-satua Bali (XIV) IDA Sang Prabu buin ngandika, “Men, apa buatang nyai mai?” I Dukuh buin matur, “Inggih Ratu Sang Prabu, nawegang pisan titiang matur sisip ring Palungguh Cokor I Ratu. Mungguhin karyan titange mangkin rauh mriki, titiang kakenken antuk pianak titiange nglungsur putran Cokor I Dewa asiki!” Ida Sang Prabu lantas ngandika, “Yeh dong keto gatin nyaine mai? Nyai ngidih panak icang, lakar pakurenang nyai ajak alu keto?” I Dukuh lantas matur, “Inggih patut Ratu Dewa Agung” Ida Sang Prabu duka pisan, nangingke nyalit kayun ngamatiang anak nunas. Ida Sang Prabu meneng tan pangandika. Sasubane empahan dukan Ida Sang Prabu, lantas Ida ngandika, “Nah krana nyai nunas panak icange, jani icang matakon teken ia. Kenken ja ia buin kejep.” Ida Sang Prabu lantas ngandikain okane pinih duura. Sasubanne rauh, lantas ia ngandika, “Cening Galuh, ne I Dukuh teka lakar nunas cening, men cening kenken, nyak lakar makurenan teken panakne?” Ida Raden Galuh duka pesan kayunne lantas Ida ngandika. “Inggih Ratu Aji, titiang nawegang matur sisip ring Ratu Aji, sane mangkin titiang matur mapamit sapisan.” Ngandika Ida Sang Prabu, “To keto kone Dukuh, anak Galuh sing nyak. Kema orahang teken pianak nyaine!” I Dukuh lantas mapamit sarwi nyumbah. Kacrita Raden Galuh erang pakayunanne teken I Dukuh lantas Ida ngandika teken parekanne, “Ih cai parekan, kema cakcak tendasne I Dukuh apang kanti benyah!” Parekanne ngenggalang ngantosang I Dukuh dijaba kura. Sasubanne I Dukuh liwat uli negara lantas I Dukuh karejek tur bangkenne kacahcah, kasabatsabatang. Jani kacrita I Brakah jumahne, makelo ia ngantosang memenne, masih tusing teka-teka. Lantas ia ka negara ngalih memenne. Nget tepukinne memenne mapukang-pukang. Lantas buin tambuntambunang tur uripa. Memenne buin idup buka jati mula. Memenne lantas ngomong, “Cening, to keneange suba meme teken kaulan Ida Sang Prabu.” I Brakah lantas masaut, “Dong da meme jejeh, buin mani buin kema!” I Dukuh mesaut, “Yan Meme buin kema, pedas Meme buin matianga.” I Brakah buin masaut, “Yen meme buin mati tiang buin ngurip.” (Masambung)


8

Minggu Wage, 12 Agustus 2018

Tetes (DK) Tetes

Delhi... Waktu tak berhenti di sini. Burung beterbangan kesana kemari. Orang terus saja menyibukkan diri. Lalu pergi. Di abad ke-21, kota ini telah berubah pesat. Terlampau banyak tembok dan kawat. Terlampau padat. Membengkak. Dan nyaris meledak. Di luar kota, di tepi jalan, orang berdagang tiap hari. Di langit, kita dapat melihat papan-papan reklame dan titik-titik parabola, lika-liku kabel listrik dan telepon saling-silang. Ruwet dan bising: itulah wajah Delhi sekarang. Kota ini kian penuh. Orang datang berbondong-bondong dari segala penjuru. Dari bukit dan pegunungan di utara, juga dari dataran rendah di selatan. Mereka tinggalkan desa dan rumah, mencari peruntungan, tapi yang didapat tak setimpal: hanya kotak sempit dan asap bajai yang tertinggal. Tentu Delhi adalah kota yang jauh lebih gemerlap dari padang pasir Thar atau belantara Konda Reddi. Gedung-gedungnya tinggi. Rumah susun tua dengan lantai reyot dan langit-langit yang sudah retak di sana-sini. Gubuk-gubuk yang lembap, gelap, serta hampir-hampir tidak pernah mendapat cukup sinar matahari. Tapi, dalam salah satu cerita pendek Amar Nath Singh Umpan Dua Rupee, Delhi di awal tahun 1990-an adalah kota “yang telah jadi monoton” asing. Setiap orang di sini diburu uang. Negeri ini memang miskin, megap-megap. Tapi di Delhi kekayaan bisa dimiliki oleh orang-orang yang tak menampik uang suap. Anaknya, tokoh utama cerpen Amar Nath Singh itu merasa sepi dan sendiri di kota yang pernah jadi mimpinya yang paling dalam. Ia tidak memiliki rumah. Bahkan tidak pula sepetak tanah. Ia tak menemukan kembali penjaja air yang memercikkan air ke tikar-tikar yang menggantung di pintu dan jendela rumah. Dan di Humayun Road tak ada lagi jalan yang dipenuhi semak-semak dan reruntuhan kota lama. Tak ada lagi musim buah jamblang

Sepanjang Agustus 2018

Minggu Paing 5 Agustus Minggu Wage 12 Agustus Minggu Umanis 19 Minggu Pon 26 Agustus Jatijagat Kampung Puisi Bersama Sanggar PURBACARAKA Sanggar CAKRAWALA Jalan Nias 13 Denpasar Menjelang Enampuluh (60) Tahun FAKSAS-FIB UNUD pukul 19:30 wita di JKP-109

yang rasanya masam. Kini yang tampak adalah “para penipu dan begundal” dan “bangunan-bangunan bertingkat dan bisu”. Tempat ini, sejak benteng kota hingga bekas balairung tempat rakyat menghadap raja yang di atas pintu-pintu gerbangnya terdapat tulisan: “Jika ada surga di dunia, inilah surga itu”. Tidak cocok disebut surga. Tapi, toh tak ada yang tahu seperti apa surga sebenarnya. Tidak juga para sopir taksi dan penarik becak. Bagi mereka, kota ini tak hanya membangkitkan semangatnya. Delhi berisi kebencian yang siap meledak. Kapan saja. Panas. Keras. Sejarah telah mencatatnya. Beratus-ratus tahun lamanya. Di selatan Old Delhi, berdiri Kutb Minar, menara kemenangan setinggi 80 meter. Megah. Yang dibangun seorang Muslim, Aibak Kutbuddin, untuk merayakan kemenangannya atas Delhi pada tahun 1192. Pada akhirnya, sang jenderal yang tumbuh dengan dendam dan kebencian kepada Hindu, setelah sebuah bentrokan itu, bergerak membabat candicandi lalu di atas puing-puingnya didirikan masjid dari batu pasir merah. Baginya, Hindu harus musnah. Di salah satu pintu pagar masjid dengan bangga ditulis: “Masjid ini tegak di atas dua puluh tujuh rumah berhala yang telah diratakan.” Sejarah berulang... Karma, orang Hindu bilang. Di abad ke-14 M, ketika Timur Leng berhasil menerobos India, beratus-ratus Muslim tiarap dalam masjid itu, raja Mongol itu menjarah milik mereka, mencabik-cabik tubuh mereka sampai tinggal serpih, membakar masjid hingga lumat. Kini masjid itu telah lama roboh. Semua. Tak bersisa. Tapi kebencian Hindu-Muslim belum berlalu, terus menempel seperti debu. l Agus Roisalam

sembilan puluh (90) tahun yang membelai napas kita

Yayasan Dharmasastra

MANIKGENI JKampung A T IPuisi J A- JKP G A- 109T

l Cok Sawitri

Surat Cinta bila kau baca surat ini, ingatlah gunung yang menjulang sepi sendiri dipayungi langit hilang kata, hilang lenguh tak terjangkau gumam angin

l I Kadek Surya Kencana

prolog cinta bali utara

l Cok Sawitri Hati Batu, Pengasah Kilaumu sembilu itu tiba saat kau menyapa angin dalam tarikan nafas yang mana, kenyerian menyerung aku menari, kau menari dilangkah mana sembunyi rasa cemas bila bertukar tatap? batu-batu sembunyi ketika benteng-benteng dibangun para pengasah mengejar kemilau cahaya cahaya disimpan dalam sinar aku menari, kau menari bulir-bulir embun luruh dari risaumu menyapa putaran, hentakan kaki mengambang ayunan tangan berapa kapak yang menebas batas merepuhkah hatimu? lalu jarak membawaku pergi lantai yang lengang entah milik siapa tak ada dentam, tak ada dentam, sayangku

bila kau baca surat ini, ingatlah kisah kematian kama melepas panah bunga luluh mengabu kerna kekasihnya tiba ah, walau semua musim meratapi bahkan musim semi berlinang airmata tak juga mekar kembali

Selepas pertapaannya yang sunyi percayalah, sepasang kupu-kupu masih mencintai sayapnya meski taman tak lagi menanam bunga bagai madunya.

bila kau baca surat ini, ingatlah kisah lebah-lebah yang meratapi daunan kerna tak ada kuncup memberi madu seperti serangga malam mengisaki purnama atau jerit perih daun digores duri duhai, itulah aku dihadapanmu

Selepas penantian musim yang panjang percayalah, hujan masih setia rindukan hutan-hutan meski tanah tak lagi menyimpan akar bagi gerimisnya. Selepas nyanyian yang tak habis-habisnya. percayalah, angin masih terbangkan siul kecil anak-anak jalanan meski gelisah tak lagi menyimpan basah bagi hausnya.

kini dalam suratku ini biarkan aku menegak seperti kedasih di bulan penghujan meninggalkan lirih pinangan sebelum kematian siapa di sudut hatimu getar jemarimu menjelmakan desau merambat ke nafas hari jadi jawabanmu…..

Selepas suka duka menikam rindu itu percayalah aku masih betah mencintaimu meski langkahmu tak lagi datang pagi ini dan terlalu sedikit yang bisa kita simpan dalam hati.

duhai, saat usai engkau baca surat ini menegak aku sebagai kedasih di bulan penghujan hatiku bersiap jadi tujuan bidikan datanglah, semua panah bunga jadikan aku abu rindu kalaulah menjelma panah-panah cahaya bukankah engkau tetap bayangan? tak terjangkau sepinya gunung tak terbujuk ratapan hujan tak mengiba pada perih daunan bila kau baca surat ini, bila kau baca surat ini… angin telah membawaku pergi sebab getar jemarimu menjadikan aku abu dalam kertas yang engkau buang menjadikan aku nelangsa dalam kecintaan menjadi abu yang tertaburkan…

aku serupa penggali batu mengasah peluh harap kemilau yang mencuri cahaya kecemasan kecemasan akhirnya sembilu itu tetap tiba makin sembunyi jauh ke dasar hati walau telah habis merepih tak juga hilang kemilau tetaplah tetap jadi sembilu

Desa Pujungan Tabanan

Minggu Umanis 28 Oktober 2018

l Tigabaris Puisi Sumpah Pemuda mengantar TITIK(Gecek) LEDAK 17 tahun kemudian...

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an

Juli-Rememberance 27 in 73…, 73 in 27

l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Mahadewa

Fotografi

Fotografi ”Still Life”

Seni ”Menghidupkan” Benda Mati

STILL life merupakan salah satu genre dalam fotografi yang mengalami perkembangan cukup pesat. Di dunia fotografi, istilah still life mulai berkembang sekitar abad ke19. Sebelumnya, teknik still life ini banyak diterapkan oleh para pelukis sejak abad ke-15. Secara harfiah, kata still artinya diam atau mati. Sedangkan life berarti hidup. Jadi, fotografi still life dapat diartikan memotret benda mati tampak lebih hidup dan berbicara. Teknik still life bukan sekadar memindahkan objek ke dalam sebuah foto, namun lebih mengutamakan pencapaian hasil foto yang lebih artistik, mengandung cerita dan pesan yang ingin disampaikan kepada penikmatnya. Dikenal ada dua jenis still life, yakni still life murni dan still life umum. Still life murni lebih bebas dan idealis. Fotografer bebas berekspresi sesuai imajinasi liar yang ada di kepalanya. Sementara still life umum memiliki pakempakem tersendiri dan tidak sebebas still life murni. Biasanya still life umum lebih bersifat komersial, misalnya untuk kepentingan promosi produk sebuah brand tertentu. Lantas, bagaimana caranya agar foto benda mati terkesan seperti hidup? Kuncinya adalah kejelian membangun suasana dengan tepat. Untuk membangun “kehidupan” dalam foto still life, ada lima hal penting yang tidak boleh dilupakan. Yakni, konsep, cahaya, angle atau sudut pengambilan gambar, komposisi, dan styling atau gaya. Tak kalah pentingnya, fotografer juga harus tahu mau dibawa ke mana nanti hasil fotonya.

Konsep merupakan elemen pertama yang harus dilatih. Berimajinasilah dengan liar, kemudian realisasikan imajinasi tersebut menjadi sebuah konsep foto yang unik. Imajinasi itu juga bisa dirangsang dengan melihat karya-karya fotografer lain sebagai sumber inspirasi, lantas eksekusi dengan style sendiri sehingga tidak terjebak menjadi karya plagiat. Setelah urusan konsep beres, selanjutnya rencanakan pencahayaan dengan matang karena pencahayaan merupakan elemen utama apakah foto still life itu akan tampil memukau atau datar-datar saja. Pencahayaan ini terbagi menjadi pencahayaan alami dan artifisial (buatan). Pencahayaan alami memanfaatkan cahaya matahari, sedangkan pencahayaan artifisial menggunakan lampu studio. Jika tidak memiliki lampu studio, bisa memanfaatkan lampu belajar. Hal yang tak kalah pentingnya adalah angle dan komposisi. Fotografer harus tahu angle mana yang cocok untuk mengambil objek foto agar mendapatkan hasil bagus. Komposisikan objek sedemikian rupa sehingga foto yang tercipta tampak menarik. Mengingat objek yang difoto merupakan benda mati atau tidak bergerak, tentunya kita bisa dengan sangat leluasa mengatur posisi benda-benda sesuka hati untuk menyusun komposisi dan mendapatkan angle terbaik. Sejatinya, dua hal ini termasuk dalam fotografi dasar sehingga seorang fotografer pasti sudah memahaminya dengan baik. Dalam fotografi still life, kepiawaian memadupadankan objek utama foto dengan

komponen pendukungnya juga merupakan hal yang sangat penting. Tentunya, hal ini tidak didapatkan secara otomatis tapi memerlukan proses latihan yang tidak terputus. Rajinrajinlah mengamati karya-karya fotografer still life yang sudah terkenal sebagai referensi, bahkan sebagai inspirasi dalam berkarya. Namun, ingat jangan menjiplak mentahmentah karena seorang fotografer dituntut mampu menampilkan style/gaya dan karakter personalnya. Akhirnya, selamat berkreativitas dengan benda mati! (ian)

Mystical Rebab karya Anom Manik Agung

Budi Hari Pujiono

Achmad Cholid

Leaving My Comfort Zone karya I Made Adi Dharmawan

Bertuah karya Manik Agung


Minggu Wage, 12 Agustus 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN *Dicari Pastry & Baker Hub.081338188144/085100985124

B.BP.166.08.18.0000558

Dcr: FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta 40, Kuta

B.BP.001.08.18.0000544

Acc/sopir/Reserv staf u/Travel B.Ing/comp exp min1th.T.287555 ptworldsurfaris@gmail.com

B.BP.001.08.18.0000494

Administrasi Penjualan (Tabanan), lulusan Teknologi Informatika, pengalaman, Hub.Dewi 081236222509

B.BP.004.08.18.0000549

Akunting u/di Jimbaran,CV Krm: novie@exotik-villas-bali.com

B.BP.001.08.18.0000432

Bank Devisa,Cr Mrketing Wnt S1 Brpglmn;CV ke Jl.Thamrin 43Dps

B.BP.001.08.18.0000156

Cr Krywati Aym Goreng Gj.1,2jt JlNusaIndah(MMB67)082144009678 B.BP.001.08.18.0000502

Dbthkn Sgr Wnt Max 27 SMA SIMC Single ke Semangat Pain Jl. Raya Canggu 72,Tlp:08123838777

B.BP.001.08.18.0000438

Dcr Accounting, mahir Exel, Diploma, pengalaman 0818346584 B.BP.004.08.18.0000501

Dcr Karyawan/ti Fotocopy/Print Wineebali,Jl.Hayam Wuruk 71 D Hub.(0361)4747671/081936247579 B.BP.001.08.18.0000430

Dcr Kordinator Proyek Lapangan Pengalaman4Th.HB:085225972222

Dicari PRT,Baik,Jujur,Wnt,Tdur Dlm,Gaji 1,3Jt, Hp:082145530990

Dcr Marketing Kredit,Pria Atau Wanita.Min D3 Kirim Lamaran Ke PT.BPR Indra Candra Jln. Raya Sempidi No.28,Tlp.0361-420680

Dicari Pembantu Gj.1,5 yg antar dpt 500 T.085337647918/488315

B.BP.001.08.18.0000490

B.BP.001.08.18.0000486

Dcr Sgr 3org Penjahit Boutique Ulet,Rajin,Telaten,Brpngalaman Lok.Kuta-Bali Tlp:085857893538

B.BP.001.08.18.0000434

Dcr Sopir U/Catring + Tng Wnta u/Kantin,Tggal dlam, Fasilitas, Mess,Makan Hub:081237002020

B.BP.001.08.18.0000537

Dcr Tenaga Admin kantor, Min bisa Office Hub:081237002020

B.BP.001.08.18.0000536

Dcr Tkg jahit wnt berpglmn Gj. 3jt ada mes Hub.085100415088

B.BP.001.08.18.0000488

Dcr Tmt ST Sipil berpengalaman SMKBangunan,SMKAkuntansi,SMK Mesin,087760070441 Jl.Plawa 37 B.BP.001.08.18.0000554

Dcr English speaking Driver.Lam bw ke Jl.Tunjung Biru16 Kepaon B.BP.154.08.18.0000560

Dicari Battler untuk Villa Exclusive di Canggu Gaji 6,5jt, yg akan ditempatkan di Thailand wnt setengah baya, pengalaman kerja di hotel/villa,lancar Inggris bs Nyetir H.081337775758 B.BP.001.08.18.0000562

SERVICE

DIJUAL RUMAH DIJUAL MOBIL

RUPA-RUPA

B.BP.001.08.18.0000439

B.BP.001.08.18.0000461

Dicari segera Therapist Spa wanita Penglm/tdk daerah Canggu Max 35th Gj dan Bns menarik Hub.081239621123 Masaji Spa

B.BP.001.08.18.0000514

Dicari sopir RT tidur di luar. Hub.0811395490 Kuta

B.BP.154.08.18.0000547

Dicari:Villa Manager,Admin, Accounting utk Villa Management di Canggu, Berminat? Email CV ke: mayaseptiabvs@gmail.com or WA to 081238107881

B.BP.166.08.18.0000559

Dicr Acc Co experience min D3 Akuntansi, Kirim CV ke: hrd.bbb1996@gmail.com

B.BP.001.08.18.0000542

Dicr Sopir,Admin,Staf Gudang, Srabutan,Tggl Dlm/087862163222 B.BP.001.08.18.0000321

Kafe Kerobokan,Waitress,Casir, Cook Helper,Tnpa Pglmn Dilatih dg Cr Profesional,087861378730 B.BP.001.08.18.0000543

Rijasa Agung Hotel di Payangan cari Front Office,HK Kirim CV,Lamaran segera ke: rijasaagung_hrd@yahoo.co.id

PT.Danaco Global Solusi, Buka lowker u/Akunting Min D3 & Marketing brpngalaman diutamakan. CV:devmgr@oxysystem.com Telp:0361-8464320 B.BP.004.08.18.0000500

Sardine Restaurant Looking For Hostess,Waitress,Female Bartender Must Speak English Mail:sardine@sardinebali.com Telp.733617 Jl.Petitenget 21 B.BP.141.08.18.0000565

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar G.01

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar G.02

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com G.03

B.BP.004.08.18.0000556

BIRO JASA

BIRO JASA

Uluwatu Grmn,Bth Segera Penjahit Berpenglmn untk di Bali Gaji Borongan >4Jt, Blnn >2.5Jt Minat SMS ke 0818353435

B.BP.004.08.18.0000392

Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke Hp.081238553358

G.04

Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lamaran ke Warung 63, Jl.Veteran, Hp.081238553358

G.05

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

SUZUKI

SzkBoXFutura’08 asliBali,Hitam -kantor,Kond.Bgs,081353052000

B.BP.004.08.18.0000553

DIJUAL MOTOR HONDA

HondaNF100-2005 asliBali,Hitam -kantor,Kond.Bgs,081353052000

B.BP.004.08.18.0000552

DIJUAL RUMAH

Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lamaran ke Hp.081238553358

Dijual Rumah di Jl.Utama Tukad Badung Dps,LT570m2,SHM & IMB, Pemilik Langsung,085238311111

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lamaran ke Hp.081238553358

Harga Promo 1,5M Perum.Baru Jl.Akasia XVI Dps, 08123861163

DIJUAL MOBIL

Dijual/Dikont Tanah 26Are Lokasi Strategis,Banjarangkan Klungkung.081219181828

G.06

G.07

HONDA

B.BP.001.08.18.0000450

B.BP.001.08.18.0000546

DIJUAL TANAH

Honda Mobilio RS Putih Mulus Thn 2016 Bln 12.Samsat Aktif Hrg.185Jt Nego Hp.085935141316

Djl 70m2 Jl. Induk Waturenggong cocok u/usaha 087860156001

Mobillio RS Th 2016,Wrn Abu Metalik,Mulus,KM 22Rb:0811397577

Djl Tanah 2A Induk Pengilian 2ADama,2ABuduk,082147454248

B.BP.001.08.18.0000452

B.BP.001.08.18.0000540

TOYOTA

Lelang Terttp,Tyt Veloz’13 pth Dht GranMax’11 htm,Senin-Jumat 10.00-17.00 Jl.Dewi Sri 23Kuta Hub.08123615891,081916143386

B.BP.001.08.18.0000506

B.BP.001.08.18.0000464

B.BP.001.08.18.0000545

B.BP.001.08.18.0000566

Djl Tanah di Renon Lbr Dpn 20m 3 Are,650jt/Are H.081999346976 B.BP.001.08.18.0000479

Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809

B.BP.001.07.18.0000043

DIJUAL TANAH Djl Tnh Kav SHM No7105 Ls162m2 Jl.Tunjung Tutur UbungKaja Dps Utr,087860986059/085935227211

B.BP.001.08.18.0000386

Tanah SHM 9 Are Dalung Harga NJOP(Nego)HP:081998392361(TP)

B.BP.001.08.18.0000270

Tnh Kav Murah Juwet Sari Densel Hrg 400jt Cek Lok H:0811399161

B.BP.153.08.18.0000503

DISEWAKAN TANAH Over Kont Tnh&Bgn Seluas ±3A di Jln Buluh Indah Gg.III/27B Dps,087860986059/085935227211

B.BP.001.08.18.0000387

DISEWAKAN TOKO Over Kontrk Toko Jl.Tk.Yeh Aya Brt Dpn SMK Nas.Hp:08123941575 B.BP.001.08.18.0000557

RUPA-RUPA Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Renovas,Dll(Daris)085102796346 B.BP.001.08.18.0000563

KEHILANGAN Hilang BPKB Mobil Mazda 2 2014 WarnaPutihNapolD1752ACH.Noka MM6DE10Y1E0280462.NosinZYC970 25. An.Astuti Sulistyaningsih Griya Cempaka Arum 1 No.69, Gedebage Bandung B.BP.031.08.18.0000491


10

Minggu Wage, 12 Agustus 2018

Mendatar: 1. Tidak modern ; Kuno 5. Sama ; Serupa 8. Semoga (Bali) 9. Istilah dalam tinju 10. Seruan mengajak Salat 11. Sejenis kerupuk 13. Bukan keharusan ; Bersifat pilihan 15. Negeri yang dikepalai oleh seorang Emir 17. Kemiringan (Inggris) 18. Tanaman semak bergetah, berbunga kuning berbentuk terompet. 22. Tak dapat ditunda 25. Dosa (Inggris) 26. Hasil dari (Bali) 27. Aturan ; Kaidah 29. Salah satu jenis “Angkutan” 30. Sebuah pulau di Maluku Utara 31. Orang yang bercita-cita tinggi 33. Sebelum ; Lebih dulu (Inggris) 35. Awatara 36. Lewatnya gas bertekanan melalui pori-pori Menurun: 1. Bunglon 2. Tinggi dan ramping ; Mudah dilenturkan 3. Pernah (Bali) 4. Ada kaitannya dengan “Mpu Tantular” 5. Kamar atau ruang tempat tinggal awak kapal atau penumpang 6. Pesan ; Perintah 7. Kelebihan berat badan 12. Saluran air 14. Pengarang professional ; Sastrawan 16. Hadir 19. “Betina” Bali 20. “Suku Bangsa” Sulawesi 21. Surat peringatan, penunjukkan, catatan 23. Tenaga 24. Pasukan tentara bersenjata berat 25. Siap siaga 26. Satuan bilangan yang dilambangkan dengan dua belas nol dibelakang angka 1-9. 28. Kurang beruntung 32. Ikatan bidan Indonesia 34. Salah ; Putus ; Mati (Inggris)

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 359 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 18 Agustus 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 26 Agustus 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 357 Mendatar: 1. Tulus 3. Bendahara 7. Abon 8. MANDARA 10. PERS 11. ABALONE 14. LOAN 16. NUR 17. Tegang 19. Asupan 21. Lintah 22. PROPAM 23. MAN

25. JUAL 27. Operasi 29. NENG 30. Galaksi 32. FROG 33. Parikesit 34. DAENG Menurun: 1. Terpal 2. Ulasan 3. Benalu 4. NEM 5. Hidrogen

Nelayan Bolaang Mongondow Dilarang Tangkap Hiu KEPALA Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara, Wahyudin Gonibala secara tegas melarang nelayan menangkap ikan hiu, apalagi memperjualbelikan di pasar tradisional dengan bebas. “Ikan hiu merupakan hewan yang dilindungi dan sangat dilarang untuk ditangkap apalagi diperjualbelikan dengan bebas di pasar-pasar tradisional,” paparnya di Bolaang Mongondow, Jumat (10/8) lalu. Dia sempat kaget ketika mendengar laporan sejumlah warga bahwa ada ikan hiu dijual di Pasar Lolak, Kecamatan Lolak oleh para pedagang. “Saya kaget ketika dengar laporan itu, karena sudah

beberapa kali disampaikan bahwa ikan hiu tidak boleh ditangkap. Kenapa tidak boleh ditangkap? Karena ikan hiu itu dilindungi,” katanya. Pihaknya segera memeriksa di pasar maupun kelompok nelayan mana yang dengan sengaja menangkap hewan yang dilindungi tersebut. “Akan kami cari informasi dan siapa nelayan yang sengaja menangkap ikan hiu tersebut,” katanya. Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah menerbitkan larangan penangkapan ikan hiu melalui Peraturan Menteri 59 Tahun 2014. Ada 73 jenis ikan hiu yang dilarang untuk ditangkap, karena populasinya di laut bebas sudah langka. (ant)

6. Rare 9. Asetilena 12. ANONYMOUS 13. Orgasme 15. OPSIR 18. NGADA 20. Populasi 24. ARAFAT 25. Jingga 26. Legong 28. DAWA 31. IAS

Pemenang TTS No. 357 1. Ni Luh Mudari Br.Kelodan, Desa Suwug, Kec.Sawan, Keb.Buleleng (HP:081797 53704) 2. I Gst Nym Oka Adiyasa Jl.Raya Sesetan, Br.Tengah, Denpasar (HP:081806 616911) 3. Ni Komang Mita Juni Asri

SMP Negeri 3 Sukawati, Kab.Gianyar (HP:089746 46816)

4. I Nyoman Suastha Jl.Raya Padangluwih No.123 Dalung, Kuta, Kab.Badung (HP:081238 01354) 5. I Dewa Ayu Damiati Br.Penarukan, Desa Bungbungan, Kec.Banjarangkan, Kab.Klungkung (HP:081999 353565)

1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama

: Dewa Gede Arimbawa

Alamat : Jl.Batanghari XIV A No.5, Panjer, Denpasar (HP:081338 541812)


11 INspirasi Putu Cintya Kriss Jayanthi TOSS Klungkung Kini Jadi Objek Studi Banding Tularkan Pemahaman tentang Kemaritiman Minggu Wage, 12 Agustus 2018

SUKSES menjadi runer-up 2 atau juara tiga pada ajang pemilihan Putri Maritim Indonesia 2016, membuat Ni Putu Cintya Kriss Jayanthi semakin semangat menularkan pemahaman tentang kemaritiman kepada generasi muda. Putri pasangan Ketut Supatra dan Ni Wayan Juliartini ini, juga berharap generasi muda tidak malu untuk menekuni aktivitas kelautan. Menurut gadis kelahiran 19 Mei 1996 ini, Indonesia yang dikelilingi laut, memi-

Ni Putu Cintya Kriss Jayanthi

liki potensi yang sangat besar di bidang kelautan. Dari sana, banyak peluang yang bisa diambil. “Sebelum peluang diambil alih oleh pihak luar, generasi muda harus bisa mengambil alih peluang ini,” ucapnya. Dijelaskannya, visi misi Putra-Putri Maritim Indonesian yaitu, terwujudnya Indonesia sebagai Negara Maritim yang kuat, maju, dan mandiri serta didukung oleh sumber daya manusia yang andal. Sehingga dengan demikian diharapkan bisa memberikan kontribusi secara signifikan bagi pembangunan nasional. Dikatakannya, perjuangannya di seleksi nasional tidak mudah. Kriss demikian dia disapa harus bersaing dengan 33 pasang dari provinsi lainnya di Indonesia. “Waktu itu, persiapannya tidak terlalu lama. Awalnya seleksi administrasi, lalu wawancara, dan astungkara langsung lolos ke nasional,” kenang Kriss. Dari ajang ini, Kriss mendapat pengalaman berharga ketika mengikuti diklat dalam Pemilihan Putra-Putri Maritim Indonesia. Sehingga, saat grandfinal yang diadakan di atas KRI Surabaya, akhirnya Kriss berhasil meraih juara 3 atau runnerup 2 nasional. “Di sana tidak hanya dapat pelatihan fisik dan mental, tetapi juga terkait public speaking hingga catwalk dan belajar merias,” ujarnya. Kriss yang kuliah di Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, sejak kecil tumbuh sebagai pribadi yang berprestasi dan suka berorganisasi. Dia bahkan pernah menjadi ketua kelompok studi Kedonganan Science Club yang fokus kajiannya di bidang pengelolaan limbah mangrove. Saat ini pun, Kriss masih aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan, bersama kawan-kawan sekaa teruna di Banjar Kerthayasa, Kedonganan. (edi)

Jumlah Kerugian Jumlah kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Sumber di TKP menyebutkan para pedagang kaget sekitar pukul 12.00 wita, api sudah melalap sebagian los dan kios. Di pasar ini terdapat 590 los dan kios, 111 di antaranya menjadi abu. Tujuh mobil pemadam kebakaran masing-masing 5 mobil Damkar Kota Denpasar dan 2 mobil Damkar Kabupaten Badung dikerahkan untuk memadamkan api. Api baru bisa dipadamkan pukul 15.30 wita. “Saat ini, api sudah berhasil dipadamkan, dan memasuki tahap pendinginan puing-puing sisa kebakaran,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, I.B. Joni Ariwibawa. Salah seorang pedagang,

I Wayan Rekin, mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Kejadian ini bermula saat dia hendak menjemur jajan perlengkapan upacara. Namun, asap pekat telah mengepul dari bawah tepatnya di Blok 1, dalam sekejap api telah membesar dan menyebar ke kios dan los lainnya. ‘’Saya lebih baik menyelamatkan diri tanpa memikirkan barang dagangan. Kepala PD Pasar Kota Denpasar, I.B. Kompyang Wiranata didampingi Kepala Pasar Anyar Sari, I Ketut Adiyasa, saat diwawancarai di lokasi kebakaran mengatakan bahwa ber dasarkan data sementara sedikitnya terdapat 111 kios dan los yang terbakar dari 590 total kios dan los yang ada. Jumlah tersebut terdiri atas 20 kios di Blok 1, 47 los di Blok 1, dan 44 kios di Blok

Secara Mandiri Untuk diajak iuran pengelolaan sampah secara mandiri saja, warga tidak begitu saja menyetujuinya. Bahkan, Astawa sampai siap gajinya sebagai Kepala Lingkungan dipotong untuk membiayai pengelolaan sampah. Konsistensi Astawa tidak sia-sia. Lambat laun, kesadaran warga mengelola sampah secara mandiri mulai terbangun dan Bank Sampah Abukasa pun kemudian berjalan. Berkat konsistensinya pula, PT Pertamina memberikan bantuan sebuah kendaraan “Moci” khusus pengangkut sampah kepada bank Sampah Abukasa. Bantuan yang membuat Astawa bertambah semangat. Dampak paling besar dari keberadaan Bank Sampah Abukasa bagi lingkungan Banjar Tagtag adalah diraihnya juara satu lomba kebersihan lingkungan yang diselenggarakan Kelurahan Peguyangan

pada tahun 2017. Bank Sampah Abukasa oleh Astawa tidak sekadar untuk menampung sampah, melainkan juga memberikan sentuhan agar sampah memiliki nilai jual. Dimulailah upaya kreativitas mengubah sampah menjadi berkah. Produkproduk bernilai seni kemudian tercipta dari sampah terutama kertas. Produk yang dihasilkan di antara bokor, tempat pensil dan aneka kerajinan lainnya. Produk-produk bernilai ekonomi dan seni ini tidak tercipta begitu saja melainkan melalui eksperimen yang dilakukan Astawa. Produk bernilai ekonomis yang dihasilkan Bank Sampah Abukasa telah mendapat pengakuan luas. Banyak pula wisatawan asing yang sempat tidak menduga kalau produk seperti bokor atau tempat pensil yang dihasilkan Bank Sampah Abukasa dibuat dari bahan limbah sampah. Setelah mereka melihat langsung proses

2. Namun, pihaknya belum dapat memastikan terkait penyebab kebakaran dan total kerugian akibat musibah ini. “Nanti akan kami data terlebih dahulu,” ujarnya. Segera Relokasi Sekda Kota Depasar yang juga Kepala BPBD Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, turut memantau kondisi Pasar Anyar Sari yang terbakar. Dia turut prihatin terhadap musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Anyar Sari ini. Pihaknya turut menginstruksikan instansi terkait agar melaksanakan pendataan dan inventarisasi pascakebakaran. Selain itu, PD Pasar Kota Denpasar bersama Kepala Pasar Anyar Sari diharapkan segera melakukan relokasi bagi pedagang yang kios dan losnya terkena musibah. (kmb12)

pembuatannya, barulah mereka percaya bahan bakunya adalah sampah. Namun, Astawa mengingatkan bahwa dalam soal pengelolaan sampah, orientasi utamanya tidaklah mencari keuntungan ekonomis. Yang paling penting dari pengelolaan sampah adalah pengurangan keberadaan sampah yang dibuang begitu saja sehingga menjadi timbunan yang akan merusak lingkungan. Selain bank sampah Abukasa yang beralamat di Jalan Bedahulu Ujung Gang Munduk Abukasa Denpasar Utara ini, telah banyak pihak yang membuktikan bahwa sampah tidak hanya menjadi masalah melainkan bisa menjadi berkah. Tetapi memang diperlukan langkah yang konsisten, karena tanpa tekad yang kuat, sampah akan tetap menjadi masalah. Juragan-juragan pemulung sampah adalah bukti bahwa sampah itu adalah berkah. (ata)

SAMPAH masih menjadi persoalan di negeri ini, termasuk di Kabupaten Klungkung. Masyarakat sebagian besar belum bijak dalam pengelolaan. Pemkab pun memutar otak, mencari solusi menangani itu. Pada akhir 2017, tercetus metode Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Seperti apakah itu? Tumpukan sampah masih sering menghiasi trotoar jalan, khususnya di seputaran Kota Semarapura. Belum lagi di tempat-tempat lain. Hampir tak ada yang terpilah. Antara organik dan non-organik campur aduk. Setiap pagi, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan menghampiri untuk mengangkut. Mengenakan baju hijau, tangannya kuat mengayuhkan cakar, memasukkan sampah ke keranjang bambu lalu ditumpah ke bak truk. Mereka tak peduli akan bau yang cukup menyengat. Nampak sudah menjadi sahabat. Pada 2017, sampah itu dibawa ke TPA di Dusun Senten, Desa Pikat, Kecamatan Dawan. Hanya sedikit yang bisa terolah menjadi pupuk. khusus untuk plastik, ada juga yang disulap menjadi ecobrick, di-

gunakan untuk mempercantik taman. Sebagian besar sampah membusuk sendirinya. Bahkan, saat hari-hari tertentu, bisa sampai menggunung. Akhir tahun, TPA seluas 98 are itu ditutup dengan alasan kenyamanan warga sekitar. Sejalan dengan kebijakan itu, tak ada lokasi lain lagi yang bisa menjadi tempat pembuangan. Keinginan pemkab untuk membawa sampah ke TPA Regional di Kabupaten Bangli masih mentok. Tak kunjung mendapatkan rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Bali. TPA Suwung, Denpasar sempat menjadi alternatif. Hanya, bisa beberapa truk. Sementara produksi sampah warga Kota Semarapura mencapai belasan truk per hari dan bertambah ketika hari raya tiba, salah satunya Galungan. Persoalan itu rupanya sudah diprediksi akan terjadi oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. Secara perlahan, alternatif disiapkan. Ia studi banding ke Sekolah Tinggi Teknik PLN Jakarta. Ditemukan ada metode TOSS. Itu dinilai efektif sebagai pisau bedah. Sampah bisa terolah menjadi

pelet untuk bahan bakar maupun enegeri listrik. Tak berpikir panjang, metode inovatif ini langsung diuji coba. Diawali dengan skala kecil. “Prosesnya pengolahan sampah tidak sulit. Tinggal dengan metode peuyeumisasi, briketisasi/ peletisasi, dan gasifikasi, dengan menggunakan bioactivator. Kurun waktu tiga hari, bau sampah akan hilang dan dalam sepuluh hari volumenya akan berkurang. Selanjutnya dibentuk menjadi pelet,” ungkap Suwirta, baru-baru ini. Secara perlahan, terobosan ini terus dimaksimalkan. Peletnya sebanyak lima ton pun telah diuji coba oleh PT Indonesia Power dan membuahkan positif. “Sampah bisa jadi bahan bakar, bisa menjadi listrik. Ini sebagai energi terbarukan,” sebut bupati asal Nusa Ceningan ini. Sejauh ini, TOSS sudah diterapkan 12 dari 43 desa/ kelurahan di wilayah Klungkung daratan. Yakni, Desa Tangkas, Gelgel, Gunaksa, Dawan Klod, Dawan Kaler, Akah, Paksebali, Aan, Tohpati, Sampalan Klod, Banjarangkan, dan Takmung. Sampah yang berha-

Dikelola Rumah Tangga

Penanganan sampah sesungguhnya hanya akan efektif jika dikelola dalam wilayah kecil seperti di tingkat rumah tangga atau desa. Bukan dengan penanganan langsung dengan cakupan wilayah yang luas. Menurut Akademisi Unud yang lama bergelut dalam penanganan sampah, Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S., penanganan sampah tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah yang pengelolaan sampahnya dilakukan dalam wilayah yang luas. Artinya, sampah tidak dapat ditangani dengan cara hanya dikumpulkan dengan truk dari rumahrumah tangga lalu dibuang ke TPA. “Kalau caranya

seperti itu, berapa pun luas TPA yang disediakan pasti akan segera penuh,” kata Kartini. Untuk itulah, sampah harus mulai ditangani dari sejak di rumah tangga. Masing-masing rumah tangga harus mau mengelola sampahnya sendiri. Sampah organik misalnya bisa dijadikan bahan bermanfaat seperti pupuk. Sementara sampah anorganik seperti plastik bisa dijadikan barang berguna. Kartini mengingatkan bahwa cara-cara masyarakat tradisional menangani sampah jauh lebih baik dibandingkan masyarakat modern. Pendapat Kartini tentang masyarakat tradisional yang lebih bijak menangani sampah diamini Iwan dari Paiketan Krama Bali.

“Local genius masyarakat Bali sebenarnya sudah mengajarkan bagaimana kita harus memperlakukan sampah,” kata Iwan. Misalnya saja ajaran Tri Hita Karana bagaimana menjaga hubungan selaras dengan Tuhan alam dan manusia. Implementasinya juga bisa diterapkan dengan memperhatikan Catur Guru. “Keyakinan kita kepada guru Swadiaya yakni kepada Sang Maha Pencipta, harusnya membuat kita tidak mempersembahkan sesuatu yang mengandung plastik,” kata Iwan menyindir masyarakat Bali saat ini yang sering membungkus jajanan atau buah-buahannya yang dipersembahkan dalam bebantenan. Sesungguhnya tak susah untuk mengelola sampah

Hidup Bersih

Fokus pada persoalan Bali bersih, telah disiapkan roadmap. Mulai dari membudayakan hidup bersih sampai dengan melakukan 3 R (reduce, reuse, dan recycle). Ada pula pemberian reward bagi mereka yang peduli dengan persoalan lingkungan. Bahkan, dalam program yang diluncurkan 22 Februrai 2010 tersebut menargetkan Bali bebas sampah plastik 2013. Hanya, sama seperti program-program pemerintah lainnya menyoal penanggulangan sampah, Bali Clean and Green juga nampak tidak memberi banyak dampak pada persoalan penangangan sampah. Budaya masyarakat Bali membuang sampah belum banyak berubah, masih saja sering seenaknya. “Konsep 3 R, bahkan sangat sedikit dilakukan oleh warga Bali,” tegas I Nyoman Mardika. Target Bali bebas sampah Plastik di tahun 2013, jelas masih jauh panggang dari api. Kesadaran bahwa sampah plastik telah meracuni ibu pertiwi Bali sama sekali belum terbangun. “Padahal saat ini ancaman plastik meracuni ibu pertiwi Bali sudah benarbenar di depan mata,” terang Dr. Ir. Ni Luh Ketut

Kartini, M.S., aktivis lingkungan sekaligus seorang akademisi Unud. Tentu tidak elok kalau hanya menyalahkan pemerintah. Justru persoalan mendasar dari sulitnya mewujudkan Bali Clean and Green, lebih banyak akibat keengganan warga memperbaiki perilaku dalam menangangi sampah. “Kita tidak bisa hanya menyalahkan pemerintah,” kata I Nengah Tamba, anggota Komisi III DPRD Provinsi Bali. Sering kali program pemerintah dalam menangani sampah, berhenti pada tataran wacana, akibat prilaku warga tidak kunjung berubah. Kebiasaan membuang sampah di tempatnya belum benar-benar terbangun. Amati saja di lokasi tempat diselenggarakannya keramaian. Dipastikan seusai acara, sampah berserakan begitu saja. Yang paling miris tentu saja di tempattempat persembahyangan umat, sampah-sampah dibiarkan begitu saja tidak dibuang pada tempatnya. Belum lagi bicara soal budaya memisahkan antara sampah organik dan anorganik, nyaris semua warga seperti enggan melakukannya. Yang paling memprihatinkan tentu saja soal kebiasaan di mana tidak sedikit warga masih mem-

buang sampah ke sungai. Tidak mengherankan kalau sungai-sungai di Bali selalu dipenuhi sampah yang kemudian dialirkan ke lautlaut sebagai muara dari semua aliran sungai. Maka jika hari ini, banyak bentang pantai di Bali dipenuhi sampah, maka itu adalah indikator bahwa sungai telah dijadikan tempat sampah raksasa. Warga memperlakukan sampah benar-benar sebagai sesuatu yang menjijikkan sehingga pandangan terhadap sampah adalah buang sejauh-jauhnya. Padahal sampah sesungguhnya dapat memberi banyak manfaat, hanya memerlukan sedikit usaha. Sampah yang diolah bisa menjadi berkah paling tidak sebagai pupuk organik. Sayangnya, lagi-lagi salah dalam mema-

sil terolah baru kisaran 30 persen. Hal tersebut dikarenakan mesin produksi masih skala kecil dan jumlahnya terbatas. “Ini tak hanya untuk menciptakan lingkungan bersih. Tetapi juga mampu menjadi lahan bisnis dan sumber ekonomi alternatif karena peletnya bisa dijual maupun memberikan lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat,” tegasnya. Ditegaskan juga, penerapan metode itu sebagai bentuk penjabaran Peraturan Presiden nomor 97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. “Untuk penerapannya terus digenjot. Sehingga penanganan sampah bisa lebih cepat,” sebut mantan Manajer Koperasi Pasar Srinadi, Klungkung ini. Diterapkan sejak delapan bulan lalu, TOSS ini berhasil masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2018 pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diselenggarakan Kementerian Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Selain itu, juga menjadi tempat studi banding daerah lain. (sos)

jika sampah ditempatkan sebagai masalah semua orang, bukan hanya masalah pemerintah. Dengan kesadaran bahwa sampah adalah masalah semua orang, maka masing-masing akan memperlakukan sampah dengan baik. Inilah persoalan besar dari penanggulangan sampah. Sampah dianggap hanya tugas pemerintah atau Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Warga Bali perlu segera merubah cara berpikir soal sampah. Agar jangan sampai seperti yang pernah ditulis jurnalis di Majalah TIME sekitar tahun 2011 lalu yang mengatakan bahwa Bali bukan lagi Holidays in The Paradise Island, melainkan Holidays in Hell gara-gara sampah memenuhi tempattempat wisata. (ata)

hami gaya hidup modern, membuat prinsip penanganan sampah adalah, hilangkan sampah di rumah kita, apa pun caranya dengan secepat-cepatnya agar rumah terlihat bersih. Tidak ada sama sekali kepedulian, setelah terbuang, ke mana sampah-sampah itu akan bermuara? Menarik direnungkan tanggapan masyarakat yang disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta soal penangangan sampah. Ketika mensosialisasikan soal program pengelolaan sampah kepada masyarakat disekitar TPA Temesi, warga menjawab dengan lugas. “Pak Bupati, apa pun program Bapak tentang penanganan sampah itu sangat bagus. Tetapi tolong nggih TPA-nya jangan di sekitar tempat tinggal kami.” (ata)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Minggu Wage, 12 Agustus 2018

t r o Sp

Kalahkan Thailand

Timnas U-16 Juara Sidoarjo –

Timnas U-16 berhasil menjadi juara di Piala AFF 2018 untuk pertama kalinya, setelah mengalahkan Thailand di partai puncak. Dalam laga yang digelar di Stadion Delta, Sidoarja, Sabtu (11/8) kemarin, Garuda Muda unggul 4-3 di babak adu penalti. Adu tendangan penalti dilakukan setelah kedua negara bermain imbang 1-1 di babak normal. Gol Indonesia dibuat oleh Muhammad Fajar Fathur Rachman. Tapi Thailand berhasil menyamakannya pada babak kedua melalui pemain cadangan Apidet Janngam. Kiper Timnas U-16 Ernando Ari Sutaryadi berhasil menjalankan perannya dengan sangat gemilang pada drama adu penalti. Ia berhasil menghalau dua dari tiga tendangan penalti Timnas Thailand. Sementara empat eksekutor penalti Indonesia dengan sukses berhasil menjaringkan bola, yakni Sutan Diego Armando Zico, Bagus Kahfi, Rendy Juliansah, dan

David Maulana. Kemenangan Indonesia disabut penuh haru oleh gemuruh supporter yang memenuhi stadion. Menilik ke belakang, perjalanan Timnas Indonesia U-16 di ajang ini mereka tampil sangat impresif. Di fase grup mereka tak terkalahkan. Laga pembuka melawan Filipina, Garuda Asia langsung tancap gas dengan menghancurkan Filipina 8-0, lalu kedua mengalahkan Myanmar 2-1, Vietnam dengan skor 4-2, Timor Leste 3-0 dan Kamboja 4-0. Laga semifinal Garuda Asia bertemu Malaysia. Lawan pun harus menyicipi kekalahan. Pelatih timnas Fakhri Husaini mengaku sangat bangga den-

gan anak asuhannya meski sempat mengalami kesulitan di pertandingan kemarin. “Kalau di pertandingan seperti turnamen tahap akhir, itu pasti tingkat pertandingan akan lebih ketat. Kedua tim pasti bermain secara lebih disiplin. Apalagi kemarin kami menghadapi tim yang menahan diri untuk bermain terbuka. Memang sulit, wajar saja,” kata Fakhri. “Tapi kami berhasil membuktikan bahwa kami bisa. Akhirnya kami juara,” imbuhnya. Selain itu, striker Bagus Kaffi juga berhasil menjadi top skor turnamen ini dengan torehan 12 gol. Sejarah pun tercipta ketika Indonesia juara. (kmb33)

Top Skor Piala AFF 2018 12 gol: Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri (Indonesia) 8 gol: Dinh Thanh Trung (Vietnam) 4 gol: Zikos Vasileios Chua (Singapura) 3 gol: Chony Wenpaserth (Laos), Naung Naung Soe (Myanmar), Nguyen Quoc Hoàng (Vietnam). 2 gol: Mohammad Supriadi (Indonesia), Sutan Zico (Indonesia), Rendy Juliansyah (Indonesia), Bunthoeun Bunnarong (Kamboja), Ky Rina (Kamboja), Aung Ko Oo (Myanmar), Khun Kyaw Zin Hein (Myanmar), Zaw Win Thein (Myanmar), Thanakrit Laorkai (Thailand), Thanarin Thumsen (Thailand).

MU Menang Susah Payah

BPM/ist

Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari bersama Ni Made Dwi Yanti.

Pesilat Bali Patok Dua Emas di AG

Manchester – Manchester United susah payah menaklukkan Leicester City di pekan pertama Liga Inggris 2018/2018. Jose Mourinho pun menyebut aktivitas timnya di bursa transfer. Dalam pertandingan di Old Trafford Sabtu (11/8) kemarin, The Red Devils memetik kemenangan 2-1 atas The Foxes. Penalti Paul Pogba dan gol Luke Shaw menjadi penentu kemenangan MU. Leicester bisa membalas lewat Jamie Vardy. MU digempur oleh Leicester di laga itu. Penguasaan bola Setan Merah kalah dari Leicester. Situs resmi Liga Inggris mencatat Leicester menguasai bola di angka 46,2 persen. Untuk urusan percobaan, ada delapan tembakan yang dilepaskan oleh MU, enam tepat sasaran. Sementara itu, Leicester melepaskan 13 kali tembakan, cuma empat mencapai sasaran. Mourinho lantas membandingkan transfer MU dan

Leicester. MU cuma mendatangkan tiga pemain, sementara Leicester mendatangkan 11 pemain, tujuh ditebus dari klub lain, empat lainnya didatangkan dengan cuma-cuma. “Penting untuk bisa menang dan bermain bagus, kami bermain bagus dalam beberapa periode melawan tim yang lebih banyak belanja dibandingkan kami,” kata Mourinho. “Kami harus terbiasa dengan tim-tim yang mempunyai kualitas yang sama dengan tim kami. Setiap tim merupakan tim bagus, j a n g a n

Denpasar (Bali Ppst)Bali menerjunkan tiga pesilat andalannya, yakni Sang Ayu Ketut Sidan Wilantar/Ni Made Dwi Yanti di nomor seni ganda putri, serta Komang Harik Adi Putra di nomor laga kelas E. Trio pesilat Bali mematok target mendulang dua keping emas pada Asian Games XVIII/2018 di padepokan pencak silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 23-29 Agustus nanti. Ayu Sidan yang dikontak Bali Post, Sabtu (11/8) kemarin menuturkan, dia bersama Dwi Yanti telah menunjukkan yang terbaik pada test event AG di padepokan pencak silat TMII, Maret lalu. ‘’Astungkara doakan kami kembali menyabet emas pada event resmi AG,’’ tutur Ayu Sidan. Ia menjelaskan, saat test event peraih perak adalah pesilat Malaysia. ‘’Yang penting kami tak mau menganggap remeh lawan, sebab seluruh kontestan pasti menampilkan gerakan terbaik selama tiga menit, ditopang busana yang memikat,’’ jelas Ayu Sidan. Selain itu, dirinya tak mau memandang sebelah mata kepiawaian pesilat Vietanam maupun negara lainnya. Sementara pesilat Komang Harik Adi Putra juga bertekad menyabet emas. Ia merebut emas di kelas E pada test event AG dan di final menaklukkan pesilat Negeri Jiran Malaysia. Bahkan Harik juga merebut emas pada Korea Open, Kendati demikian, Harik menilai peta kekuatan pesilat sudah merata, termasuk atlet Vietnam, Singapura, dan Thailand. ‘’Astungkara kami berharap bisa mendulang emas atas izin Ida Sang Hyang Widhi Wasa,’’ ungkapnya. Karena itu, Sang Ayu Sudan bersama Komang Harik melakukan persembahyangan di Pura Adhitya Jaya, Rawamangun, Jakarta, kemarin. (022)

Timnas U-23 Sudah Kantongi Kelemahan Lawan

Bali Post/ant

LATIHAN - Suasana latihan terakhir timnas U-23 jelang laga perdana Asian Games, malam nanti.

Jakarta – Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Cina Taipei U-23 pada laga perdana Grup A Asian Games 2018 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, malam nanti. Skuat Merah Putih sudah punya cara jitu untuk mengalahkan lawannya. Menurut asisten pelatih timnas Indonesia U-23 Bima Sakti, pihaknya telah tahu kelemahan dari Cina Taipei U-23. Itu setelah pihaknya menyaksikan langsung permainan Cina Taipei U-23 saat ditahan Palestina U-23. Bima menjelaskan Cina Taipei punya lini belakang yang kuat. Terbukti Palestina U-23 yang menguasai permainan dan mempunyai sejumlah peluang emas yang tak jadi gol sama sekali. “Organisasi dan motivasi itu yang membuat mereka bagus sehingga

bisa menahan Palestina. Tapi tadi Milla sudah memberikan tips bagaimana memecahkan kekuatan pertahanan Cina Taipei,” kata Bima, Sabtu (11/8) kemarin. Selain itu, Bima menyatakan seluruh pemainnya siap tampil. Meski, Ricky Fajrin dan Septian David Maulana sempat mengalami cedera ketika menjalani pemusatan latihan di Bali beberapa hari lalu. “Hanya Septian saja kemarin waktu latihan benturan dengan Bagas Adi Nugroho dan kata dokter tim konfirmasi tidak ada masalah. Ricky juga sudah aman,” ucap mantan penggawa Persiba Balikpapan itu. Bima juga menjelaskan, bahwa skema permainan untuk melawan Cina Taipei sudah mampu dipraktekkan dengan baik dalam latihan terakhir yang digelar kemarin. (ant)

pandang namanya, jangan pandang sejarahnya, jangan pandang jersey-nya,” dia menambahkan. Tiga pemain yang didatangkan MU adalah Fred, Diogo Dalot dan penjaga gawang yang akan menjadi pelapis David De Gea dan Sergio Romero, Lee Grant. Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut gagal menemui kata sepakat dengan dua pemain incarannya, yakni Harry Maguier dan Jerome Boateng. Manchester United dikabarkan tidak ingin mengeluarkan dana besar yang diminta masing-masing klub. “Ini sama, skuat yang sama seperti musim lalu. Kami mengganti kiper dengan Lee Grant karen a Joel Pereira adalah kiper muda yang bagus dan butuh menit bermain,” ujar Mourinho. “Kami mengganti Daley Blind dengan bocah 19 tahun (Diego Dalot) yang kami percaya miliki potensi untuk bermain baik di posisi bek kanan atau kiri. Kemudian Michael Carrick untuk diganti Fred, jadi skuat kami masihlah sama,” tandasnya. Total United menghabiskan 82,7 juta E u r o u n t u k k e t iga pemain anyar tersebut. Sementara untuk pendapatan, mereka cuma meraup 23,35 juta Euro dari hasil menjual dua pemain dan meminjamkan empat pemain. (kmb33/afp)

Manfaat Olahraga bagi Penderita Radang Sendi Denpasar (Bali Post)– Radang sendi merupakan penyakit degeneratif yang bersifat progresif, di mana terjadi proses degenerasi pada struktur sendi dan jaringan di sekitar sendi. Dengan bertambahnya usia harapan hidup, menyebabkan terjadinya pergeseran pola demografi penduduk di mana jumlah lansia semakin bertambah banyak. Semakin meningkatnya jumlah lansia di Indonesia akan berdampak pada bidang kesehatan, yaitu semakin meningkat pula angka penyakitpenyakit degeneratif. Salah satu penyakit degeneratif yang paling sering terjadi adalah radang sendi. Angka kejadian radang sendi yang semakin meningkat menyebabkan semakin banyak terjadi kecacatan dan gangguan fungsional yang dialami oleh penderita radang sendi. Berdasarkan keterangan dr. Nila Wahyuni, M. Fis. seorang dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat keparahan yang dialami oleh penderita penyakit radang sendi. Beberapa jenis olahraga dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan yang dialami oleh penderita radang sendi, yaitu antara lain pelatihan lingkup gerak sendi (range of motion exercise), pelatihan penguatan (strengthening exercise) dan aerobik exercise. Pelatihan lingkup gerak sendi merupakan pelatihan yang melibatkan gerakan sendi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sendi untuk bergerak secara optimal. Pelatihan ini dapat mengurangi kekakuan sendi pada penderita radang sendi. Pelatihan ini dapat dilakukan setiap hari, yaitu dengan menggerakkan sendi-sendi. Pelatihan penguatan adalah pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot. Pelatihan ini dapat menyokong dan melindungi sendi Anda. Beberapa contoh aerobic exercise adalah berjalan, ber-

sepeda, berenang, berlari. Olahraga aerobik yang dianjurkan untuk penderita radang sendi adalah olahraga non weight bearing yaitu olahraga di mana tubuh kita tidak ditopang oleh kedua kaki kita seperti berenang dan bersepeda. Lakukan semua jenis olahraga tersebut dimulai dengan intensitas yang rendah, kemudian intensitas ditingkatkan secara perlahan disesuaikan dengan kondisi fisik Anda. Apabila olahraga diawali dengan intensitas yang berat, maka akan dapat memperparah kondisi radang sendi yang Anda alami. Sebelum memulai olahraga, hangatkan sendi yang sakit dengan handuk hangat. Penghangatan akan merelaksasikan sendi dan otot di sekitar sendi. Perlahan-lahan gerakan sendi yang mengalami radang sendi, lakukan pelatihan lingkup gerak sendi selama 10 menit sebelum Anda mulai melakukan pelatihan penguatan dan aerobik. Lakukan gerakan yang mudah dilakukan, gerakkan perlahan dan rasakan pergerakan sendi Anda. Apabila Anda merasakan sakit, hentikan sejenak gerakan yang Anda lakukan. Apabila nyeri bertambah hebat, sendi tampak bengkak dan kemerahan, maka hentikan olahraga yang Anda lakukan. Jenis olahraga dapat dimodifikasi sesuai dengan kondisi Anda, apabila Anda sedang merasa sakit atau bengkak pada sendi Anda, tetaplah untuk tetap aktif bergerak dan melakukan olahraga ringan dengan jenis olahraga yang tidak memperparah keluhan yang Anda alami. Di akhir perbincangan, dr. nila menyimpulkan bahwa olahraga dapat mengurangi keluhan yang dialami oleh penderita radang sendi, yaitu meningkatkan lingkup gerak sendi, mengurangi kekakuan sendi, mengurangi nyeri sendi, meningkatkan kekuatan otot, sehingga pada akhirnya akan dapat meningkatkan kualitas hidup (quality of life) bagi orang-orang yang mengalami radang sendi. Semoga Bermanfaat. (kmb33)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 12 Agustus 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu