Skip to main content

Edisi 12 Mei 2018 | Balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 251 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

SABTU PAING, 12 mei 2018

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Bantuan Rp 500 Juta Per Desa Pakraman Sangat Rasional Kebijakan Strategis Pemda Tak Bisa Diputuskan Hanya Melalui Satu Jalur

MASSA - Ribuan massa yang notabenea warga desa pakraman memadati kampanye Mantra-Kerta di GOR Nusa Penida, Klungkung, Selasa (8/5).

KOMITMEN pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), untuk meningkatkan bantuan kepada desa pakraman di seluruh Bali menjadi Rp 500 juta per desa pakraman setiap tahun merupakan komitmen yang sangat realistis dan rasional. Oleh karena pembangunan Bali di segala aspek dilandasi dan dijiwai oleh budaya. Penilaian itu dilontarkan Wakil Ketua DPRD Bali Dr. I Nyoman Sugawa Korry, S.E., M.M., Ak.CA. kepada wartawan di Denpasar, Jumat (11/5) kemarinDi sisi lain, menurut Koordinator Badan Anggaran DPRD Bali

Merapi Erupsi

Adi Sutjipto Ditutup 4 Jam

Bali Post/ant

MERAPI - Kondisi Gunung Merapi saat terjadi letusan freatik, Jumat (11/5) kemarin. Gunung Merapi meletus freatik pada Jumat pukul 07.45 WIB dengan menyemburkan material vulkanik setinggi 5.500 meter. Yogyakarta (Bali Post) – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan letusan freatik yang terjadi di Gunung Merapi, Jumat (11/5) pagi kemarin, dipicu oleh tekanan dari akumulasi gas dan uap air yang mendorong material vulkanik sisa erupsi 2010. ‘’Uap air dan gas terakumulasi kemudian mendobrak sisa material yang ada di dalam Gunung Merapi,’’ kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida di Kantor BPPTKG Yogyakarta, Jumat kemarin. Menurut Hanik, letusan freatik yang memicu kepulan asap tebal setinggi 5,5 kilometer dari Gunung Merapi itu hanya terjadi selama 5 menit dengan suhu udara mencapai di puncak gunung mencapai 80-90 derajat Celsius sejak terpantau muncul pada pukul 07.40 WIB. ‘’Asapnya berwarna putih karena yang diembuskan berupa uap air dan abu. Abu itu karena adanya material-material lama yang terdorong adanya gas dari dalam tadi,’’ katanya. Setelah letusan freatik pada Jumat pagi, Hanik memperkirakan tidak akan ada letusan atau erupsi susulan. Menurutnya, saat ini suhu udara di Puncak Gunung Merapi telah kembali normal pada posisi 40-50 derajat Celsius. ‘’Setelah ini tidak ada tahapan apa-apa, sudah tenang dan tidak ada erupsi susulan,’’ katanya. Letusan feratif Gunung Merapi menimbulkan hujan abu di sejumlah lokasi. Hujan abu itu menyebabkan Bandara Adi Sutjipto ditutup. Penutupan sejak pukul 10.25 WIB. Bandara dibuka kembali pukul pukul 14.17 WIB. ‘’Operasional penerbangan sudah berjalan normal kembali sesuai dengan NOTAM B3568/18 yaitu pada pukul 14.17 WIB,’’ kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Sutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama. Agus mengatakan sebelumnya dilakukan runway closed pada pukul 10.25 WIB sampai 11.10 WIB yang dilanjutkan pada pukul 11.10 WIB sampai 11.40 WIB berdasarkan NOTAM B3565/18. ‘’”Penutupan landasan siang ini dilakukan karena adanya dampak hujan abu vulkanik akibat erupsi freatik Gunung Merapi yang terjadi pada pukul 07.40 WIB,’’ katanya. (ant)

ini, kalau kita bicara tentang kebijakan pembangunan dan perlindungan budaya Bali, jantung pertahanannya ada di desa pakraman itu sendiri. Dikaji dari sisi kemampuan APBD Bali untuk mengalokasikan anggaran Rp 500 juta per desa pakraman sangat memungkinkan. Karena anggaran tahun-tahun yang akan datang sudah tidak diwajibkan lagi mengalokasikan anggaran untuk KPUD, Bawaslu dan anggaran keamanan untuk pilkada (sekitar Rp 250 miliar) dan anggaran pembangunan prioritas seperti pembangunan RS Bali Mandara dan teknologi penunjangnya (sekitar Rp 200 miliar). ‘’Dari sisi perintah undang-

undang yang lebih tinggi seperti UU 23/2014, komitmen pembangunan dan perlindungan desa pakraman melalui perkuatan anggaran sangat diharapkan, karena semangat otonomi daerah adalah tumbuhnya kreativitas untuk peningkatan kesejahteraan dan peningkatan pelayanan masyarakat serta kreativitas berbasis kearifan lokal. Desa pakraman adalah kearifan lokal yang sudah diakui di tingkat nasional dan internasional,’’ tegas Sugawa Korry. Ditinjau dari aspek implementasi kebijakan nasional yakni Nawacita, Sugawa menilai perkuatan anggaran desa pakraman sejalan dengan salah satu kebijakan Nawacita yaitu pembangu-

kebijakan strategis harus diputuskan melalui kesepakatan dua jalur, tidak bisa diputuskan hanya melalui satu jalur,’’ kata Sugawa Korry. Selanjutnya, kalau dilihat dukungan kekuatan politik di DPRD Bali dalam rangka mewujudkan kebijakan peningkatan anggaran sebesar Rp 500 juta melalui APBD Bali, sangat kuat. Paslon Mantra-Kerta didukung oleh partai-partai anggota Koalisi Rakyat Bali (KRB) dengan kekuatan anggota fraksi sebesar 29 anggota dari 55 anggota. Sudah tentu kebijakan Mantra-Kerta sangat realistis dan rasional,’’ tandas Sugawa. Hal. 15 Kontrak Politik

Strategi Kuasai Mako Brimob

Listrik Dimatikan, Makanan Tak Diberikan

TRAGEDI penyanderaan di Mako Brimob, Kelapa Dua, berakhir tanpa korban. Semua napi teroris dan sandera Bripka Iwan Sarjana selamat. Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko mengungkap strategi kepolisian untuk menguasai Mako Brimob pascaterjadi kericuhan antara para narapidana terorisme dan polisi.

Menurut Moeldoko, ada dua pilihan dalam pembebasan sandera. Serbuan langsung atau intention. Dalam serbuan langsung pasti dikalkulasi keuntungankerugiannya. Sebab, masih ada satu anggota Brimob yang disandera di dalam Mako Brimob. ‘’Maka dilakukan intention dengan negosiasi dengan listrik dimatikan, makanan tidak diberikan. Setelah malam ada keluhan dari mereka dan akhirnya yang satu (anggota Brimob) dilepas, mereka akhirnya menyerah,’’ tambah Moeldoko. Tetapi tidak semua narapidana terorisme menyerah. Karena masih ada 10 orang yang melakukan perlawanan. ‘’Masih ada 10 yang tertinggal, yang kita ikuti di CCTV, di situ dikeluarkan perintah melakukan serbuan. Kemarin ada ledakan-ledakan itu serbuan, lalu yang 10 menyerah. Kenapa tidak dihabisi? karena ada Convention Geneva kalau lawan sudah menyerah tidak boleh dibunuh, tidak boleh dihabisi, langkah-langkahnya seperti itu semua selesai dan tidak ada korban lagi saat itu,’’ ungkap Moeldoko. Ia pun meminta agar masyarakat tidak bingung dan mempertanyakan strategi yang diambil oleh pihak Mako Brimob. ‘’Saya perlu jelaskan agar jangan sampai ada kebingungan kok begini? Kenapa perlu waktu dan tertutup dari awal? Karena ini persoalan tactical yang tidak boleh diobral dan disampaikan agar perencanaan tidak keluar,’’ tegas Moeldoko. Seperti diketahui, kerusuhan di Mako Brimob terjadi Selasa (8/5) malam. Kamis (10/5) dini hari baru berhasil dikendalikan. Ada lima orang polisi gugur dan satu teroris tewas. (ant)

BARANG BAWAAN - Petugas memeriksa barang bawaan seseorang di depan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/5) kemarin.

Anggota Brimob Ditusuk Jakarta (Bali Post) – Anggota Intel Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Brigadir Kepala (Bripka) Polisi Marhum Frenje, menjadi korban penusukan yang dilakukan seseorang tidak dikenal. Marhum meninggal dalam peristiwa itu. ‘’Peristiwanya Jumat dini hari,’’ kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, di Jakarta, Jumat (11/5) kemarin. Argo menuturkan kejadian tersebut terjadi di sekitar Markas Komando Brimob Polri Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada Jumat dini hari. Kejadian berawal ketika Bripka Marhum mencurigai seseorang yang tidak dikenal berada di depan Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Kelapa Dua. Anggota Brimob itu mengamati

Tito Karnavian

Pertanian Bali ’’Jalan di Tempat’’

Kesenjangan Kota-Desa Makin Melebar Kesenjangan ekonomi makin lebar antara penduduk desa dan kota di Bali. Ini tak lepas dari perbedaan sektor ekonomi yang menjadi tumpuan. Penduduk di desa lebih bertumpu pada sektor pertanian. Sementara di kota dapat mengandalkan sektor jasa terutama pariwisata. Masih terjadinya kesenjangan, menunjukkan bahwa pertanian di Bali jalan di tempat, bahkan mungkin mengalami kemunduran. Salah satu hal mendasar yang menjadi penyebab masih stagnannya pertanian adalah soal tata niaga, belum adanya jiwa wirausaha dan rendahnya kecerdasan di kalangan petani Bali. Selain itu perhatian pemerintah juga dinilai belum benar-benar serius. Demikian pendapat Guru Besar dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, M.P. dan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Wayan Windia, S.U. Sucipta dan Windia mengakui upaya untuk pengembangan pertanian sudah terus dilakukan. Hanya, Windia menilai upaya pemerintah belumlah benar-benar serius. ‘’Kebijakan pemerintah belum memihak pada pertanian dan subak seperti halnya pada masa orde baru,’’ kata Windia. Kedua guru besar ini sepakat bahwa saat ini sektor pertanian

nan dari desa. Selanjutnya, apakah secara politik kebijakan tersebut didukung oleh kekuatan politik di Bali? Sugawa menegaskan, jika dicermati secara mendalam, kebijakan pembangunan di tingkat provinsi, kabupaten dan kota dibahas oleh unsur pemerintahan daerah yaitu gubernur dengan DPRD provinsi di tingkat provinsi dan bupati/wali kota dengan DPRD kabupaten/kota di tingkat kabupaten/kota. Sesuai Pasal 57 UU No.23/2014, menurut Sugawa, penyelenggara Pemerintahan Daerah provinsi dan kabupaten/kota terdiri atas kepala daerah dan DPRD dibantu oleh perangkat daerah. ‘’Artinya, kebijakan APBD sebagai salah satu

belum mampu berkontribusi bagi pengurangan kemiskinan. Bahkan sektor pertanian telah menjadi bagian dari kemiskinan struktural. Sucipta lebih menitikberatkan soal masalah petani akibat dari kacaunya tata niaga produk pertanian. ‘’Ketika kita bicara realita, hampir semua komoditas pertanian saat panen raya harga turun, sehingga petani tidak jadi untung alias buntung,’’ kata Sucipta. Windia menyebutkan bahwa penghasilan petani sekarang sangatlah minim. Satu hektar sawah, kata Windia, hanya memberikan pendapatan bersih sekitar

Rp 4 juta. ‘’Nyaris sama dengan income pengemis, gelandangan, tukang ojek dan pengamen,’’ kata Windia. Lemahnya pendapatan petani ini, menurut Sucipta, jika dicarikan akar masalahnya lagi, karena petani kurang pengetahuan tentang nilai tambah, manajemen pertanian, jiwa kewirausahaan serta jejaring yang sangat perlu diberikan bekal kepada petani. Ekonomi Bali perlahan-lahan pulih. Triwulan I 2018, ekonomi Bali tumbuh 5,68 persen dibandingkan triwulan I 2017. Dibandingkan triwulan IV 2017, ekonomi Bali hanya tumbuh 0,09 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho mengatakan, ekonomi Bali yang selalu tumbuh di atas nasional, nyatanya belum memberikan kesejahteraan pada masyarakat. Skala gini rasio adalah 0-1. Sementara gini rasio Bali sebagai indikator ketimpangan berada 0,38, mendekati 0. Ini berarti, kesenjangan di Bali tidak terlalu lebar. Hal. 15 Kabupaten Karangasem

PERTUMBUHAN EKONOMI 6,03%

Triwulan I 2016

6,24%

Triwulan II 2017

5,68%

Triwulan III 2018

KEMISKINAN TERTINGGI *Orang

37.847

27.023

Karangasem Buleleng

selama dua jam kemudian membawa pria itu menggunakan sepeda motor ke Kantor Satuan Intelkam Brimob. Selanjutnya, pelaku itu menusuk Bripka Marhum pada bagian perut sebelah kanan ketika sampai di Kantor Satuan Intel Brimob. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memerintahkan seluruh anggota kepolisian meningkatkan pengamanan terkait sejumlah aksi jaringan teroris. ‘’Pimpinan Polri sudah memerintahkan kepada seluruh jajaran agar meningkatkan pengamanan,’’ kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Polisi Setyo Wasisto di Jakarta, Jumat kemarin. Setyo mengatakan kepolisian juga memantau informasi terkait dugaan rencana penyerangan terhadap anggota Polri. (ant)

Semakin Langka ORANG Bali yang menjadi petani di masa depan akan semakin langka. Makin rendahnya penghasilan menjadi faktor utama. Sebagai gambaran, seorang petani yang memiliki lahan 15 are hanya menghasilkan keuntungan Rp 1.880.000. Ini berarti per are petani hanya meraup untung bersih Rp 125 ribu. Data penghasilan petani ini diungkapkan salah satu peneliti di pusat penelitian Universitas Warmadewa (Warmadewa Research Centre) Dr. I Ketut Darma, M.Si. ‘’Penghasilan petani sangatlah kecil bahkan bisa dikatakan merugi,’’ katanya. Tidak mengherankan jika pekerjaan petani kini mulai ditinggalkan. Dalam penelitiannya, Darma menemukan fakta bahwa usia mereka yang bekerja sebagai petani didominasi oleh mereka yang berusia di atas 50 tahun. Persentasenya mencapai angka 60,49 persen. Sementara petani yang berusia di bawah 40 tahun hanya 13,71 persen. Kondisi ini sangatlah realitis mengingat demikian rendahnya penghasilan menjadi petani. Dampak jangka panjang dari lemahnya pertanian adalah tingginya tingkat alih fungsi lahan. Petani yang tidak lagi melihat ada keuntungan dan pajak tanah yang tinggi akan membuat petani menjual lahannya. Diperlukan upaya yang benar-benar serius untuk menanggulangi alih fungsi lahan. ‘’Jadi perlu dibuat kesepakatan di antara subak, desa pakraman dan desa dinas dalam hal larangan pembelian tanah sawah untuk kepentingan di luar pertanian,”’’ kata Darma. (ata)


denpasar

2

Sabtu Paing, 12 Mei 2018

Zonasi PPDB Tak Lagi Mengacu ”Google Map” Denpasar (Bali Post) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diterapkan pada tahun pelajaran 2018/2019 mendatang, kembali dimatangkan jajaran Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar. Pasalnya, setelah dilakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terjadi perubahan dalam pola PPDB kali ini. Namun, perubahan tersebut tidak terlalu prinsip. Kepala Disdikpora Denpasar I Wayan Gunawan menegaskan hal itu, Jumat (11/5) kemarin. Menurut Gunawan, PPDB kali ini akan terjadi perubahan sedikit bila dibandingkan tahun lalu. Terutama soal penerapan zonasi. Kali ini pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk mengatur tentang zonasi tersebut. ‘’Kita akan rapatkan dulu untuk pola yang akan diterapkan pada PPDB kali ini. Secara prinsip tidak banyak berubah. Hanya soal zonasi itu saja,’’ ujar mantan Kadis Pariwisata Denpasar ini. Pada PPDB sebelumnya, kata Gunawan, Denpasar menerapkan pola zonasi dengan google map. Kemungkinan tahun ini tidak lagi berdasarkan google map. Namun yang dekat dengan sekolah dipastikan bisa diterima. ‘’Kita akan

bertahap menerapkan pola zonasi ini. Bisa jadi akan kita terapkan berapa persen dulu, tidak penuh,’’ katanya. Gunawan menegaskan, PPDB tahun pelajaran 2018/2019 tetap mengacu pada Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Hanya ada beberapa perubahan yang tidak terlalu signifikan. ‘’Nanti Senin sudah ada kepastian pola yang kita terapkan pada PPDB tahun ini,’’ jelasnya. Sebelumnya, Kabid Pendidikan SMP Disdikpora Denpasar A.A. Gede Wiratama mengatakan, ada beberapa perubahan yang akan dilakukan pada PPDB tahun ini. Penerapan kuota NUM, siswa miskin, prestasi dan penghargaan masih tetap. Hanya seorang siswa harus tetap memilih di zona yang telah ditetapkan. Misalnya, siswa di Peguyangan yang zonanya di sekolah SMPN 5, maka mereka wajib sekolah di sana. ‘’Kalau pindah zona, masih bisa, tetapi kuotanya hanya tiga persen. Zona I misalnya, ada SMPN 3, SMPN 8 dan SMPN 12. Nanti kita juga tentukan desa/kelurahan yang masuk zona I. Siswa yang ada di desa bersangkutan harus masuk di sekolah yang ada di zona ini,’’ katanya. (kmb12)

figur Siaga Satu PASCAKERUSUHAN di Rutan Cabang Salemba di areal Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose mengumpulkan seluruh personel Mapolda dalam Apel Siaga Satu, Jumat (11/5) kemarin. Apel tersebut dilaksanakan di halaman depan Mapolda di Jalan WR Supratman, Denpasar Timur. Di hadapan ratusan anggotanya, Irjen Golose menyampaikan beberapa penekanan, di antaranya mengimbau anggotanya mengantisipasi seluruh kegiatan yang dianggap berbahaya dan segera mengambil tindakan diskresi kepolisian. Ia menegaskan, dalam situasi genting tidak ada perlu mohon petunjuk ke pimpinan, tapi langsung ambil tindakan diskresi. Mantan petinggi BNPT ini menekankan, sebagai anggota Polri harus menunjukkan kepada masyarakat bahwa hukum harus ditegakkan. Selain itu, penegakan hukum diperkuat dan Polri harus mampu memberikan pelayanan penuh kepada masyarakat. ‘’Agar terpelihara perasaan tenteram dan damai, khususnya di wilayah hukum Polda Bali,’’ tegasnya. Kapolda Bali juga melatih seluruh peserta apel siaga cara penggeledahan dan membawa tahanan. Ia berharap seluruh pejabat utama Polda secara rutin melatih kemampuan personelnya sesuai tugas dan fungsinya masingmasing. Tujuannya, agar mereka siap dan tidak ada kata ragu-ragu lagi saat bertindak. (rah)

Proyek Pasar Badung Tahap II Digarap Delapan Bulan Denpasar (Bali Post) –

Proyek pembangunan Pasar Badung tahap II mulai digarap. Usai penandatanganan kontrak per 25 April lalu, rekanan langsung menggarap proyek lanjutan tersebut. Pada proyek tahap II ini, rekanan memiliki waktu lebih lama dibandingkan tahap I. Proyek tahap II ini digarap selama delapan bulan ke depan dan akan berakhir per Desember 2018 mendatang yang digarap PT Nindya Karya. Pantauan Bali Post, Jumat (11/5) kemarin, sejumlah pekerja terlihat sedang menaikkan material untuk tembok di lantai dua. Selain itu, besi beton juga sudah mulai berdatangan. ‘’Pengerjaannya setelah tanda tangan kontrak,’’ ujar Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nyoman Ngurah Jimmy

Sidarta, kemarin. Jimmy Sidarta mengatakan, saat ini pekerjaan sedang berlangsung. Waktunya cukup panjang, yakni hingga 20 Desember mendatang. ‘’Untuk lebih jelasnya, nanti kita akan berikan informasinya secara lengkap. Sekaran (kemarin - red) saya tidak membawa datanya,’’ katanya.

Pembangunan fisik Pasar Badung tahap kedua tidak lagi harus menunggu hibah karena sudah ada rekomendasi dari Kementerian Perdagangan dan juga TP4D untuk proses pembangunan lanjutan tersebut. Jimmy Sidarta dan Kepala Disperindag Kota Denpasar I Wayan Gatra mengakui pembangunan bisa berlanjut tanpa menunggu hibah selesai. Terlebih prosesnya sudah jalan. Gatra menjelaskan, hibah harus ditunggu bila ada perubahan dalam pembangunan. Namun, untuk Pasar Badung ini sifatnya hanya melanjutkan. Jadi, tidak harus menunggu hibah. ‘’Hasil koordinasi dengan Kementerian, prosesnya

sudah bisa dilanjutkan lagi,’’ katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Denpasar A.A. Gede Risnawan mengatakan, proses tender yang dilakukannya terhadap Pasar Badung sudah rampung. Pihaknya sudah berhasil melakukan proses tender dengan menghasilkan PT Nindya Karya sebagai pemenang. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Sindikat Tembakau Gorilla Manfaatkan Medsos

Bali Post/ist

PENGEDAR - Satresnarkoba Polresta Denpasar merilis penangkapan pengedar tembakau gorilla.

Denpasar (Bali Post) Pengguna media sosial (medsos) mesti bijak dan mampu memfilter informasi yang diterima. Pasalnya, sindikat pengedar tembakau gorilla memanfaatkan medsos untuk melancarkan bisnis ilegalnya tersebut. Rabu (2/5) lalu, Tim Satresnarkoba Polresta Denpasar menangkap pengedar tembaku sintetis tersebut, Agung Rohmat Dwi Cahyono (21), di Jalan Gunung Rinjani, Denpasar Barat. ‘’Medsos itu kan ruang umum, siapa pun bisa mengakses, mengirim atau menerima berita atau pesan. Pelaku tindak pidana memanfaatkan medsos dan sudah banyak yang terungkap,’’ kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Jumat (11/5) kemarin.

Kewenangan Penanganan Infrastruktur Dibahas Lintas OPD Denpasar (Bali Post) – Kucuran dana desa yang dilakukan pemerintah sejak berlakunya UU tentang Desa, berdampak pada pengalokasiannya. Terutama dalam membiayai bidang infrastruktur karena ada kewenangan pemerintah di tingkat kota dan mana yang bisa ditangani pemerintah desa. Terkait dengan itu, Jumat (11/5) kemarin dibahas untuk memastikan kewenangannya dalam menggarap perbaikan-perbaikan infrastruktur di Denpasar. Rapat koordinasi yang dibuka Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara itu dihadiri Asisten II Nyoman Ngurah

Jimmy Sidharta, jajaran OPD Pemkot Denpasar, dan Forum Perbekel. Menurut Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, pertemuan seperti ini hal yang sangat baik dilakukan untuk terus berkoordinasi dengan aktif. ‘’Keberhasilan pemerintah kota tentu tidak lepas dari keberhasilan pengelolaan dan sistem regulasi dari segala lini, termasuk dari aparatur desa/kelurahan,’’ ungkapnya. Jaya Negara menegaskan, segala bentuk kebijakan harus diambil berdasarkan komunikasi yang baik seperti ini, sehingga masing-masing OPD mampu memberikan pandan-

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Sindikat Tembakau Gorilla Manfaatkan Medsos Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

gan, begitu juga dari pemerintah desa. Terkait dengan kebijakan aset infrastruktur, diakui banyak hal yang harus dipertimbangkan. Khususnya terkait kewenangan agar ketepatan regulasi dapat dicapai. Hal senada juga dilontarkan Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat Desa Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana. Terkait dengan infrastruktur di Kota Denpasar, kata dia memang perlu dilaksanakan Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan lebih banyak pihak agar kebijakan jangka panjang antara kewenangan desa dan kota dapat diselesaikan dengan bijaksana. Sementara itu, Ketua Forum Perbekel Kota Denpasar I Wayan Mitra mengatakan, membangun negeri sejatinya dimulai dari pinggiran, seperti yang diamanatkan pemerintah pusat. ‘’Desa sebagai lini terkecil pembangunan juga memiliki peran sentral dalam pembangunan. Sehingga perlu kerja sama dan koordinasi intensif antara pemerintah desa dan kota. Saya sangat mengapresiasi pertemuan seperti ini,’’ tegasnya. (kmb12)

Oleh karena itu, kata Suastawa, timnya terus memantau informasiinformasi yang di-share di medsos. Jika ada yang mencurigakan, terutama promosi yang terindikasi narkoba akan ditelusuri. ‘’Kalau terbukti (jual narkoba lewat medsos - red), pelakunya pasti ditangkap. Tentu saja dengan cara dan strategi khusus. Kami juga mengimbau kepada pemilik medsos bila ada informasi mencurigakan langsung informasikan kepada kami atau aparat keamanan biar cepat ditidaklanjuti,’’ pintanya. Sementara itu, Kasatresnarkoba Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto menjelaskan, Agung Rohmat ditangkap di TKP pukul 22.00 Wita. Barang bukti yang diamankan dua linting tembakau gorilla dengan berat bersih 0,39

gram. Saat diperiksa, pelaku mengaku memesan barang terlarang itu lewat medsos seharga Rp 40 ribu per linting. ‘’”Perlu diketahui, ancaman hukumannya cukup berat. Yakni, minimal empat tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara,’’ ungkapnya. Selain itu, personel Satresnarkoba Polresta juga menangkap sindikat pengedar sabu-sabu (SS). Pelakunya Putu Ongky Sanjaya (26) yang ditangkap di Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar Selatan dengan barang bukti delapan paket SS berat bersih 0,95 gram. Selain itu, juga diciduk residivis Komang Heri (26). Heri merupakan jaringan Ongky dalam mengedarkan narkoba dan disita barang bukti satu paket SS seberat 0,05 gram. ‘’Tersangka Ongky mengaku sabu-

sabu tersebut dibeli dari seseorang berinisial TY yang berada di Lapas Kerobokan seharga Rp 1,4 juta. Tapi, pengakuan ini perlu kami dalami lagi,’’ kata mantan Kasatreskrim Polresta Denpasar ini. Pengedar narkoba lain yang dibekuk yakni Ketut Budiana (35) di Jalan Sekar Sari, Denpasar Timur dengan barang bukti satu paket SS seberat 0,09 gram, Made Nariana (21) di Jalan Nirmala, Unggasan, Kuta Selatan dengan barang bukti satu paket SS berat bersih 0,02 gram dan Ketut Witadarma (41) di Jalan Pakis Saji, Denpasar Timur, disita barang bukti satu paket SS seberat 0,19 gram. ‘’Perang terhadap narkoba akan terus kami lakukan. Dengan demikian, mudah-mudahan peredarannya bisa ditekan,’’ ungkap Aris. (kmb36)

Maksimalkan Pelayanan Publik

Pemkot Eratkan Sinergitas Bersama Forkompinda Kota Denpasar PEMKOT Denpasar terus berupaya memaksimalkan pelayanan publik di segala lini. Hal ini dilakukan dengan menggandeng berbagai stakeholder seperti halnya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) yang terdiri atas Dandim 1611 Badung, Kejari Denpasar, Kapolresta Denpasar dan Pengadilan Tinggi di Kota Denpasar. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata dalam rangka menunjang maksimalnya pelayanan publik untuk masyarakat Kota Denpasar yang dilaksanakan di Denpasar, Jumat (11/5) kemarin. Kegiatan yang dilaksanakan dengan penuh rasa kekeluargaan ini dihadiri Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Kepala Kejari Denpasar Sila H. Pulungan, perwakilan Pengadilan Tinggi, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, perwakilan Dandim 1611 Badung, Kepala BPKAD Kota Denpasar Made Pasek

Mandira serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, Plt. Wali Kota Denpasar Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan, sinergitas dan kebersamaan dalam menciptakan pelayanan publik yang berkualitas memang harus terus ditingkatkan. Sehingga diperlukan kerja sama lintas sektor, sehingga pelayanan publik yang prima dapat tercipta. ‘’Kegiatan rutin ini merupakan komitmen Pemkot Denpasar bersama seluruh stakeholder dalam menciptakan pelayanan publik kepada masyarakat yang maksimal serta memberikan masukan atas program yang telah berjalan sehingga ke depanya dapat terus dimaksimalkan,’’ ungkapnya. Sementara itu, Kepala Kejari Denpasar Sila H. Pulungan dan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo mengaku sangat berterima kasih kepada Pemkot Denpasar yang telah menggandeng

BERSAMA - Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat berfoto bersama usai berdiskusi bersama Kepala Kejari Denpasar Sila H. Pulungan dan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, Jumat (11/5) kemarin. Forkompinda di lingkungan Pemkot Denpasar dalam memaksimalkan pelayanan publik di Kota Denpasar. Besar harapan, ke depan pelayanan publik kepada masyarakat dapat berlangsung secara maksimal dan

berkesinambungan. ‘’Dengan adanya koordinasi ini, kami berterima kasih kepada Pemkot Denpasar, sehingga upaya memaksimalkan pelayanan publik dapat tetap tercipta dan berkelanjutan,’’ pungkasnya. (ad655)


Sabtu Paing, 12 Mei 2018

BADUNG

3

Bebas, Pecalang Disambut Warga Mangupura (Bali Post) Oknum pecalang yang sempat diadili karena kasus penganiayaan, I Ketut Murjaya alias Ketut Sidi (50), I Made Mudita alias Pan Luh Nik (43) dan I Ketut Dibya alias Kacrut (41), Kamis (10/5), akhirnya bisa menghirup udara segar. Saat keluar dari Lapas Kerobokan, mereka disambut pihak keluarga dan juga sejumlah warga Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. ‘’Ya, klien kami kemarin bebas dan sudah kembali ke masyarakat,’’ tandas kuasa hukum mereka I Made Aryana Putra Atmaja, S.H., M.H., Jumat (11/5) kemarin. Jimmy Sidarta Aryana Putra Atmaja menegaskan, apapun persoalan antara pecalang ini dengan oknum polisi sebagai korban sudah selesai. Ketiga oknum pecalang, I Ketut Murjaya alias Ketut Sidi, I Made Mudita alias Pan Luh Nik dan I Ketut Dibya alias Kacrut sudah menjalani penahanan secara penuh pascavonis empat bulan atas kasus pengeroyokan itu. Perlu diketahui, pecalang ini saat kejadian tidak tahu bahwa korban adalah polisi. Apalagi saat kliennya berjaga, ada maling kabur dan berhasil ditangkapnya. ‘’Dalam kondisi urgen dan panik, korban yang oknum polisi dikira temannya maling, sehingga terjadi pemukulan. Sama sekali tidak tahu bahwa itu polisi. Klien kami sudah minta maaf secara tulus dan sekarang sudah kembali ke masyarakat,’’ katanya. Ke depan Aryana Putra Atmaja berharap tidak ada lagi kasus seperti ini. Apalagi pecalang di Desa Jagapati sangat komit untuk turut membantu polisi dalam hal menjaga keamanan. Dikatakan, perdamaian di depan persidangan juga menjadi pertimbangan majelis hakim dalam memutus perkara ini. Seperti diberitakan sebelumnya, perkara dugaan pemukulan polisi oleh oknum pecalang dari Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Badung, berakhir dengan perdamaian di Pengadilan Negeri Denpasar. Bahkan antara polisi I Wayan Mulyadi (korban) dan tiga terdakwa sempat berpelukan di PN Denpasar. Dalam amar putusan Kamis (19/4) lalu, perdamaian itu juga menjadi pertimbangan majelis hakim. Majelis hakim pimpinan Estar Oktavi akhirnya mengganjar ketiga pecalang itu dengan pidana penjara selama empat bulan. (kmb37)

Pendayung dari Lima Negara Ikuti ”Dragon Boat Festival” Mangupura (Bali Post)Ratusan pendayung dari lima negara turut berpartisipasi pada event Dragon Boat Festival, Jumat (11/5) kemarin. Sementara untuk peserta lokal, hanya diikuti oleh satu tim saja. Penyelenggaraan Dragon Boat Festival yang digelar di Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta ini dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (12/5) hari ini. Menurut Ketua Panitia Pelaksana Nyoman Sarjana,

pemilihan peserta dari luar negeri memang bertujuan untuk mengangkat sport tourism setempat. Ditegaskan, Dragon Boat Festival ini bukan merupakan suatu kejuaran yang memperebutan hadiah saja, tapi di sini yang paling penting adalah fun. “Tentunya dalam hal ini lebih mengangkat sport tourism. Yang paling penting adalah fun,” ujarnya. Sarjana menambahkan, peserta yang terlibat dari

lima negara, yakni Australia, Makau, Brunei Darussalam, Malaysia dan satu tim lokal. Total peserta sebanyak 220 orang. “Setelah lomba, pada akhir acara nanti akan ada international challange. Untuk Indonesia, nanti diwakili oleh kelompok nelayan Kedonganan,” katanya. Sarjana mengakui, minimnya peserta lokal yang dilibatkan dalam festival ini memang disengaja. Hal itu karena saat ini pihaknya

Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung membantu kabupaten penyangga pariwisata lewat Bantuan Keuangan Khusus (BKK) mulai ditagih. Salah satunya, ratusan proposal bantuan yang diajukan masyarakat Kabupaten Klungkung lewat pemerintah setempat.

Bali Post/kmb37

SOSOK Generasi Milenial KEMUDAHAN akses internet memicu generasi milenial baik dari dalam negeri dan luar negeri untuk berwisata di Pulau Dewata. Namun, pola berwisata ini biasanya tidak hanya murni untuk liburan. Sebagian wisatawan dari kalangan milenial datang ke Bali berlibur sambil bekerja dengan menggunakan akses internet. Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza mengatakan, kalangan generasi milenial saat ini cenderung melakukan traveling atau perjalanan wisata. ‘’Milenial sekarang mainnya liburan, selfi. Milenial yang liburan cukup banyak,’’ katanya saat Munas APJII di Nusa Dua, belum lama ini. Tidak hanya saat liburan sambil bekerja saja, generasi milenial ini memerlukan akses internet. Namun saat dalam perencanaan liburan pun mereka mencari akomodasi di destinasi yang akan dikunjungi menggunakan akses internet. Salah satunya memesan tiket pesawat, booking hotel dan mencari tahu sesuatu yang ada di destinasi itu melalui internet. Hal ini berdampak pada peningkatan transaksi konten-konten perjalanan wisata. ‘’Contohnya konten travel bisa meningkat tajam kenaikannya, pesanan tiket dan hotel ini menandakan traveling atau wisata semakin meningkat,’’ ungkap Jamalul yang terpilih kembali sebagai Ketua APJII periode 2018-2021 ini. Diakuinya, kemudahan mengakses internet ini memicu kalangan muda tertarik bepergian ke suatu daerah ataupun negara. ‘’Internet ini sangat bisa membuat anak-anak muda berwisata. Contohnya di Bali, mereka ada yang liburan sambil bekerja atau istilahnya wisata nomaden. Kadang-kadang pihak luar saja mau datang ke Indonesia, mereka sewa vila atau penginapan lengkap makanan dan sekarang banyak fasilitas untuk nomaden itu, seperti di Canggu, Badung mereka bayar murah dan koneksinya bagus,’’ tambahnya. Untuk wisatawan jenis ini, kata Jamalul koneksi internet adalah yang terpenting. Sehingga mereka secara langsung dapat mengerjakan pekerjaannya. ‘’Selesai kerja, mereka bisa turun main surfing. Setelah itu, kerja lagi. Itu harus didukung oleh internet yang stabil,’’ tegasnya. (edi)

lebih konsentrasi mengembalikan kondisi pariwisata yang sebelumnya angka kunjungan wisatawan mancanegara sempat terpuruk seiring peningkatan aktivitas Gunung Agung. “Bukan berarti peserta lokal tidak antusias. Sejumlah daerah juga ingin ikut terlibat pada event ini seperti Padang, Jakarta dan Makasar,” ujarnya. Dipilihnya Pantai Kedonganan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan, kata

Sarjana karena untuk mengangkat potensi kawasan Kedonganan sendiri. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang baru dan belum pernah dilaksanakan di Bali. Apalagi pesertanya dominan dari luar negeri, sehingga pihaknya yakin hal ini akan berpengaruh positif terhadap kawasan Kedonganan. “Sengaja kami memilih Pantai Kedonganan. Tujuanya untuk mengangkat potensi di Kedonganan,” tegasnya. (kmb23)

Pemberian bantuan untuk enam kabupaten lainnya di Bali juga diakui Ketua DPRD Badung Putu Parwata. Program ini dinilai telah sesuai dengan kesepakatan antarenam kabupaten, seperti Klungkung, Karangasem, Jembrana, Buleleng, Tabanan, dan Bangli. “Dana itu tidak hanya untuk di Kabupaten Kalungkung saja, tapi kabupaten lain juga mendapatkannya. Namun, besarannya tidak sama,” ujarnya. Parwata menegaskan,

pemberian bantuan tersebut bukan dilatari masalah tahun politik. Namun, atas dasar kesepakatan para bupati yang dulunya telah meneken MoU untuk pemberian dana dan PHR Kabupaten Badung. “Saat ini keuangan Kabupaten Badung mencukupi. Untuk itu, perlu memberikan pemerataan ke kabupaten lain, sehingga terwujudnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah di Bali,” tegasnya. (kmb27)

Ratusan Masyarakat Klungkung Sodorkan Proposal ke Badung

Mangupura (Bali Post) –

BEBAS - Tiga oknum pecalang didampingi kuasa hukumnya, I Made Aryana Putra Atmaja saat bebas dari Lapas Kerobokan.

Bali Post/kmb23

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Badung Ketut Gede Suyasa membenarkan jika sebanyak 294 proposal permohonan batuan dari Gumi Serombotan masuk ke Pemkab Badung. “Proposal bantuan ada dua tahap yang dikirim oleh Pemkab Klungkung, yakni tahap pertama ada 102 proposal dan yang kedua ada 192 proposal,” ujar Suyasa, Jumat (11/5) kemarin. Menurut Suyasa, pembe-

rian dari Pemkab Badung merupakan kesepakatan atau MoU dari enam kabupaten sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Namun tidak semua proposal yang diajukan lolos evaluasi. “Pemberian BKK ini akan dilihat dulu pemerataan dana yang diberikan sebelumnya, serta anggaran untuk program bedah rumah. Kalau ada sisa dari dana tersebut, baru bisa diberikan untuk proposal selanjutnya,” katanya. Menurut Suyasa, terdapat

beberapa aspek yang telah disepakati antarkabupaten penerima bantuan PHR Badung tersebut. Seperti pemberian dana dari infrastruktur penunjang pariwisata hingga program adat, seni dan budaya daerah setempat. “Tapi, pencairannya tidak mesti sekarang. Bisa dianggarkan di anggaran induk atau di perubahan. Yang jelas akan diberikan bertahap. Kalau sudah ada SK Bupati, baru nanti bisa diregistrasi,” tegasnya.

MTQ XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 Resmi Dibuka MUSABAQOH Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 resmi dibuka di Lapangan Puspem Badung, Jumat (11/5) sore kemarin. Pembukaan MTQ XXVII dengan mengusung tema “Membangun Insan Qurani Guna Memantapkan Jiwa Manyama Braya” tersebut ditandai dengan pemukulan beduk serta pelepasan balon ke udara. Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Bali dalam hal ini diwakili Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, DPRD Provinsi Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, perwakilan dari Kemenag RI, Kanwil Kemenag Provinsi Bali, bupati/wali kota se-Bali serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, para pemimpin organisasi masyarakat (ormas) Islam se-Bali dan tokoh-tokoh masyarakat juga turut hadir pada acara pembukaan tersebut. Ketua Panitia MTQ XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 Wartha Dihati mengatakan, pelaksanaan MTQ XXVII ini akan dilaksanakan pada 11-13 Mei 2018. MTQ XXVII ini akan melombakan, di antaranya Musabaqah Tartil Quran untuk anak-anak putra maupun putri, Tilawah, Tahfidz Quran, Khod atau Kaligrafi Quran, Fahmil Qur’an, Sahril Quran, Mahkolah Ilmiah. Untuk lomba Tahfidz Quran dibagi lagi menjadi beberapa kategori di antaranya 1 Juz usia anakanak, 5 Juz, 10 Juz, 20 Juz dan 30 Juz untuk usia remaja putra maupun putri. Selain itu, terang Wartha Dihati, juga ada lomba festival seni budaya dari lembaga seni Khasidah baik untuk kategori anak-anak, remaja, dewasa putra maupun putri. Ada juga lomba mewarnai untuk anakanak dengan tema “Kerukunan Hidup Beragama”. “Maksud diselenggarakannya MTQ XXVII adalah untuk menumbuhkembangkan pemahaman dan pengamalan isi kandungan Alquran. Sedangkan untuk tujuan dalam rangka menjar-

MTQ - Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa dan Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha saat menghadiri Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 di Lapangan Puspem Badung, Jumat (11/5) sore kemarin. ing peserta terbaik sebagai duta Provinsi Bali yang nanti akan diikutsertakan pada MTQ Tingkat Nasional di Medan,” katanya dan menambahkan, jumlah peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Bali yang mengkuti MTQ XXVII sebanyak 724 orang. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyambut baik terselenggaranya MTQ XXVII. Bupati menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dari kabupaten/kota se-Bali. “Kami mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini di Kabupaten Badung. Seluruh umat muslim di Badung mendukung penuh kegiatan ini,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara pembukaan kemarin. Bupati Giri Prasta juga berharap dengan terselenggaranya kegiatan MTQ XXVI di Badung dapat menjadi role model atau contoh kerukunan umat beragama. Menariknya, bilamana dari penjaringan ini duta Bali yang mewakili Bali pada ajang MTQ tingkat nasional di Medan berprestasi akan diberikan reward dari Pemkab Badung, bahkan hingga memberangkatkan umroh secara gratis. “Ini adalah reward bagi anak-anak yang berprestasi,” katanya. Selanjutnya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali I Nyo-

man Lastra turut menyambut baik terselenggaranya MTQ XXVII. Menurut dia, kegiatan yang mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat ini merupakan cerminan dari kearifan lokal yakni manyamabraya. “Selaku Kakanwil Kemenag Provinsi Bali, saya sampaikan terima kasih khususnya kepada Bupati Badung yang telah mensupport kegiatan ini. Begitu juga jajaran panitia dan seluruh masyarakat Badung. Saya berharap, kegiatan ini dapat menghasilkan peserta terbaik sehingga menjadi duta Bali di ajang MTQ tingkat nasional di Medan,” katanya. Sementara itu, Gerbunur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha juga menyambut baik kegiatan MTQ XXVII Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 ini. Gubernur berharap, melalui kegiatan ini dapat menghasilkan peserta yang dapat mengharumkan nama Bali, baik di kancah nasional maupun internasional. “Kepada peserta diharpakan menunjukkan kemampuan sebaik-baiknya. Juara bukanlah tujuan akhir, namun yang terpenting bagaimana mengamalkan kandungan dalam Alqran dengan baik demi kemajuan Bali,” pesannya. (ad658)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Sabtu Paing, 12 Mei 2018

Kado Dies Natalis Ke-13 Dirjen Kebudayaan Minta Bali 1928 Jadi Model Pengembangan Budaya Nusantara Tim Debat Stikes Bali Juara III Nasional di NDC SETELAH kunjungan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Muhamad Nasir ke Stikom Bali pada 2 Februari 2018 untuk melihat hasil repatrisasi Bali 1928, kini giliran Direktur Jenderal Kebudayaaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dr. Hilmar Farid mendatangi Stikom Bali, Jumat (11/5) kemarin. Kedatangan Hilmar Farid didampingi Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali I Made Dharma Suteja, S.S., M.Si. diterima oleh Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti (induk Stikom Bali) Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., Ketua Yayasan WDS Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., Wakil Ketua Yayasan WDS I Made Marlowe Makaradhwaja Bandem, B.Bus. dan Ketua Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan. Pada kesempatan itu, Koordinator Proyek Bali 1928 Made Marlowe Bandem menjelaskan upaya memulangkan kembali dan memproduksi ulang filmfilm dan foto-foto dokumen Bali di era 1928–1934 yang selama ini tersimpan di luar negeri, baik karena koleksi perorangan maupun universitas, melalui proyek ‘’Restoration, Dissemination and Repatriation of the Earliest Music Recordings and Films in Bali’’ yang dilakukan oleh peneliti utama Dr. Edward Herbst bekerja sama dengan Alan Evans, seorang arbiter of cultural traditions di New York dan Stikom Bali dari sisi teknologi digitalnya. ‘’Ini adalah upaya pemugaran, penyebaran dan pemulangan kembali warisan pusaka seni dan budaya Bali dari tahun 1930-an. Proyek ini menerbitkan lima volume CD yang berisi berbagai rekaman tabuh dan nyanyian karya seniman dan sekaa gamelan legendaris dari berbagai daerah di Bali, dilengkapi lima volume DVD cuplikan film

STIKOM BALI - Made Marlowe Makaradhwaja Bandem, B.Bus. (paling kiri), Dr. Dadang Hermawan, Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., Dr. Hilmar Farid (pakai udeng), Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. dan I Made Dharma Suteja, S.S., M.Si., foto bersama di Sekretariat Stikom Bali. tentang pemandangan alam dan kehidupan masyarakat Bali pada masa tahun 1930-an termasuk pula berbagai pilihan seni tari dan tabuh yang dipentaskan oleh para seniman besar Bali pada di masa itu,’’ kata Marlowe Bandem. Hilmar Farid makin tertarik ketika diperlihatkan film tentang seorang tokoh Bali di masa lampau yakni Ida Pedanda Made Sidemen dari Sanur, pemandangan sawah Jatiluwih dan film dokumen lainnya. Ia langsung meminta Bali 1928 harus menjadi model pengembangan kebudayaan Nusantara. ‘’Dari tadi saya berpikir, kira-kira apa yang bisa pemerintah lakukan ke depannya. Tapi pada intinya ada dua hal pemerintah bisa masuk. Pertama, melengkapi apa yang sudah ada dan kedua memfasilitasi paket keliling Indonesia untuk memperlihatkan apa yang sudah dikerjakan Bali 1928, sehingga menjadi inspirasi bagi daerah

sekaligus Stikom Bali membantu daerah menginventaris aset seni dan budaya menggunakan kecanggihan teknologi,’’ terangnya. Hilmar Farid mempersilakan Marlowe Bandem ke Jakarta untuk mendiskusikan hal ini lebih lanjut. ‘’Arsip Bali 1928 adalah upaya luar biasa mengumpulkan informasi mengenai Bali abad ke20 dan memberi inspirasi karena sesungguhnya kekayaan budaya ini baru secuil. Inilah jalan untuk menemukan kembali kekayaan budaya kita yang selama ini tersimpan di luar negeri,’’ lanjutnya. Pada kesempatan ini, Ketua Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan memberikan satu set atau lima volume CD dan VCD Arsip Bali 1928 kepada Hilmar Farid untuk menjadi koleksi Ditjen Kebudayaan. Hilmar Farid juga didaulat menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan Stikom Bali yang diwisuda di Nusa Dua, Sabtu (12/5) ini. (ad657)

Tauzia Bali Hotels Gelar Donor Darah Kerja Sama dengan Arsenal Indonesia Supporter

TAUZIA Bali Hotels bekerja sama dengan Arsenal Indonesia Supporter Bali mengadakan kegiatan donor darah di Harris Hotel & Residences Sunset Road Bali, Sabtu (5/5) lalu. Donor darah ini dilakukan serentak di 72 kota di Indonesia termasuk Bali dan didukung penuh oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Donor darah ini terbuka untuk umum dan sebagian besar diikuti oleh suporter Arsenal Indonesia di Bali, tamu hotel serta karyawan dari Tauzia Bali Hotels yang meliputi 13 properti di Bali di antaranya Harris Hotels, POP! Hotels, Fox Harris Jimbaran, Maison Aurelia Sanur dan The Tamarind Resort Nusa Lembongan. Selain itu, banyak pendonor yang datang dari luar hotel dan suporter Arsenal Indonesia yang menunjukkan kepedulian masyarakat yang besar terhadap sesama manusia. Target donor darah ini adalah 100 kantong darah yang terkumpul di Bali, sedangkan di seluruh Indonesia ditargetkan 3.000 kantong darah. Cluster General Manager Tauzia Bali Hotels Nyoman Wirayasamengatakan donor darah nasional ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua pada 5 Mei 2018. Sementara di Bali, Arsenal Indonesia Supporter memilih bekerja sama dengan Tauzia Hotels karena mempunyai misi sosial yang sama. ‘’Diputuskan diadakan di salah satu properti hotel kami, Harris Hotel & Residences Sunset Road Bali, karena mempunyai ruangan meeting dengan kapasitas yang sesuai dengan undangan yang akan hadir,’’ ujarnya. Kegiatan ini merupakan bentuk aksi sosial yang rutin diadakan Tauzia Bali Hotels setiap dua bulan sekali. ‘’Donor darah ini merupakan bagian dari kegiatan sosial yang kami lakukan kepada masyarakat. Ke depannya, Tauzia Bali Hotels juga akan melakukan kegiatan bedah rumah, pelepasan tukik, dan penanaman mangrove,’’ tambah Nyoman Wirayasa. Pelepasan tukik dan penanaman mangrove merupakan bentuk kontribusi Tauzia Bali Hotels terhadap lingkungan dan makhluk hidup. Sementara bedah rumah dan donor darah merupakan bentuk kegiatan sosial Tauzia Bali Hotels terhadap sesama manusia. (ad653)

DONOR DARAH – Kegiatan donor darah yang digelar Tauzia Bali Hotels bekerja sama dengan Arsenal Indonesia Supporter dan PMI di Harris Hotels & Residences Sunset Road Bali.

TIM debat bahasa Inggris soal keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali selalu menorehkan prestasi. Belum lama ini tim debat Stikes Bali sukses meraih juara III Nasional di Nursing Debate Competetition (NDC) 2018 antarperguruan tinggi keperawatan di Indonesia. Prestasi itu dipersembahkan oleh I Gusti Ayu Agung Inten Narapatni, Kadek Windy Astuti dan Khairul Anam Dirman. Di ajang yang digelar di Airlangga tersebut, mereka mampu menyisihkan 53 perguruan tinggi (PT) yang memiliki prodi keperawatan. Di babak semifinal, tim debat Stikes Bali mengalahkan tim tuan rumah. Sebelumnya, tim ini masuk 6 besar NUDC tingkat Kopertis VIII dan 16 besar nasional di NUDC mewakili Kopertis VIII. Tim yang dibesut oleh dosen Pembina Putu Rusanti dan Kadek Ary Susandi ini kini disiapkan masuk tim unggulan ajang NUDC (National University Debeting Championship) se-Kopertis VIII. Parapatni, Windy dan Khairul mengungkapkan, prestasi ini sekaligus sebagai kado Dies Natalies ke-13 Stikes Bali. Selain itu, untuk membuktikan bahwa Stikes Bali tetap disegani di berbagai lomba debat tingkat nasional. Ketua Stikes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. memberi selamat kepada timnya yang sukses meraih prestasi nasional. Ia mengungkapkan rasa bangganya karena mahasiswanya selalu langganan juara debat dan menyukuri sebagai kado dies natalis. Prestasi ini luar biasa karena lawannya adalah universitas besar dan favorit yang memiliki program keperawatan. Prestasi itu diukir tiap tahun di NDC dan NUDC. Bahkan, Stikes

SELAMAT - Ketua Stikes Bali I Gede Putu Darma Suyasa (kiri) memberi selamat kepada tim debat Stikes Bali yang meraih juara nasional. Bali dipercaya Kopertis Wilayah VIII (Bali, NTB dan NTT) menjadi tuan rumah lomba debat NUDC tingkat nasional tahun ini. Prestasi akadamik ini menunjukkan bahwa masyarakat kalau ingin menjadi SDM tenaga kesehatan segera menentukan pilihan di Stikes Bali. Karena debat menyangkut materi keperawatan, prestasi ini memberi gambaran bahwa Stikes Bali mampu mentransfer ilmu dan keterampilan bidang keperawatan secara optimal. Ketiga, mahasiswanya mampu berpikir kritis dan analisis dalam memecahkan masalah. ‘’Tanpa cara berpikir analisis, kami tak bisa menang dalam debat,’’ ujarnya. Dalam penguatan bahasa Inggris, Stikes Bali sejak lama memiliki klub bahasa Inggris serta ekstra bahasa Inggris. Memberikan muatan bahasa asing di kurikulum yakni 4 SKS tiap semester untuk bahasa Inggris secara umum dan 4 SKS english for nursing. Mulai 2017, Stikes memiliki Pusat Bahasa. Mahasiswa didril bahasa Inggris dan

bahasa Jepang oleh tim dosen yang berkualitas. Sasarannya adalah semua mahasiswa Stikes Bali. Hal itu dilakukan Stikes Bali karena ke depan akan menerapkan leveling dalam bahasa Inggris. Stikes Bali juga mewajibkan semua lulusannya memiliki TOEFL tertentu. Dengan demikian semua lulusannya tak hanya menguasai materi bidang keperawatan dan keahlian, namun juga bahasa asing. Inilah yang akan membuat lulusan Stikes Bali makin percaya diri dan memenangkan persaingan di dunia kerja. Hal ini dibuktikan sebagian besar RS terkenal di Bali merekrut lulusan Stikes Bali karena memiliki wawasan yang luas dan bisa berbahasa asing. Ketua YP2LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka mengungkapkan, prestasi ini menunjukkan Stikes Bali sukses mempertahankan prestasi dan melakukan pangkaderan. Stikes Bali dan YP2LPK Bali akan terus memberi peluang mahasiswanya untuk berprestasi. (ad654)

Unud dan Badung Dikunjungi Dosen dari Chiba dan Nosai

Perkenalkan Asuransi Pertanian di Jepang

UNIVERSITAS Udayana (Unud) serta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung dikunjungi dosen dari Chiba University dan Nosai, Jumat (11/5) kemarin. Kunjungan ini sekaligus memberikan workshop tentang asuransi pertanian di Jepang. Sebelumnya, pemerintah Jepang dan Indonesia bekerja sama melakukan penelitian di bidang pertanian dalam payung Satreps (Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development). Salah satu penelitian yang dilakukan tentang pengembangan dan implementasi proses penilaian kerusakan baru dalam asuransi pertanian sebagai adaptasi terhadap perubahan iklim untuk keamanan pangan. Penelitian ini didanai JICA (Japan International Cooperation Agency) dan JST (Japan Science and Technology). Koordinator Penelitian dari Unud Prof. IGAA Ambarawati, Ph.D. mengatakan, penelitian ini adalah penyediaan pendidikan dan latihan serta penelitian dari pusat-pusat kajian yang ada tentang penilaian kerusakan komoditi pertanian yang diakibatkan oleh kekeringan, banjir dan serangan hama penyakit tanaman sebagai adaptasi perubahan iklim. Output-nya adalah pengenalan metode baru dalam menilai kerusakan pada lahan pertanian khususnya tanaman padi. Waktu penilaian kerusakan diharapkan bisa lebih cepat dan akurat dibandingkan cara konvensional menggunakan informasi sparsial. Pimpinan Proyek Penelitian ini, Prof. Chiharu Hongo dari Chiba University, menyatakan proyek penelitian Satreps dimulai sejak 2017. Workshop ini merupakan salah satu kegiatan dari program Satreps berupa pemberian kuliah umum. Dalam kegiatan penelitian kerja sama internasional ini ada 10 perguruan tinggi (PT) di Jepang dan beberapa institusi di Indonesia, sep-

BERSAMA - Peserta dan narasumber foto bersama usai workshop pengenalan asuransi pertanian di Jepang. erti Institut Pertanian Bogor, Center on Food Availability for Sustainable Improvement (CFASI) Universitas Udayana, Dinas Pertanian Jabar serta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Bali. Program Satreps ada dua poros studi, yaitu kebutuhan sosial masyarakat Indonesia yang menjadi bahan pekerjaannya dan mereka memiliki alat-alat yang membantu memecahkan permasalahan tersebut, seperti kuliah pada hari itu. Pada kuliah diberikan informasi mengenai pertanian, asuransi pertanian di Jepang serta memperkenalkan teknologi drone dan satelit untuk mempermudah penilaian kerugian. Yoshihito Yasuda dari Nosai mengatakan, Nosai adalah lembaga satu-satunya yang mengelola asuransi pertanian di Jepang. Asuransi pertanian di Jepang sudah berjalan selama 70 tahun yaitu sejak 1947. Dalam perjalanannya, Nosai melakukan perubahan dan revisirevisi menuju lebih baik sesuai kultur dan kebudayaan Jepang. Karena disesuaikan dengan kebudayaan Jepang, belum tentu bisa diterapkan di Indonesia. Tujuan

penyelenggaraan asuransi di Jepang hampir sama dengan di Indonesia. Tahun 1947, asuransi ini mulai berjalan sesuai payung hukumnya. Lima kategori komoditi yang diasuransikan, yaitu padi, gandum (1947), ternak (1947), buah-buahan dan pohonnya (1973), palawija (1979) dan rumah kaca (1979). Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung Dr. Ir. Dwi Atmika Arya Rumawan, M.M. mengungkapkan, dari sisi klaim antara yang dibayarkan dan yang didapatkan perlu ditingkatkan untuk menarik petani ikut asuransi pertanian. Klaim tidak hanya terbatas pada 75 persen lahan yang rusak tetapi juga 40 persen kerusakan bisa dibayarkan klaimnya dengan ketentuan berlaku. Asuransi pertanian di Jepang dan di Indonesia berbeda. Di Jepang diwajibkan sementara, di Indonesia masih bersifat sukarela. Jadi, asuransi pertanian di Jepang cepat terserap oleh petani, sedangkan Indonesia yang baru memulai asuransi pertanian sekitar empat tahun lalu masih dalam tahap pengenalan dan sosialisasi. (ad652)

Dukung Peran Duta Keselamatan Berkendara

YAHM Bangun Safety Riding Lab Astra Honda

MELANJUTKAN komitmen keselamatan berkendara, Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) meresmikan Safety Riding Lab Astra Honda sebagai sarana kampanye keselamatan berkendara anakanak muda duta Safety Riding binaan AHM di SMK Mitra Industri MM2100, Cikarang, Jawa Barat, Jumat (11/5) kemarin. Safety Riding Lab Astra Honda dibangun pertama kali pada November tahun lalu dan kini telah siap digunakan para duta keselamatan berkendara untuk mengajak seluruh elemen sekolah bersama-sama membangun kesadaran bersama terhadap keselamatan berkendara di lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya. Safety Riding Lab Astra Honda memiliki beberapa zona yang difungsikan secara komprehensif untuk memberikan kemudahan dalam menyampaikan dan menerima materi tentang kampanye keselamatan berkendara. Zona pertama adalah Zona Audio-Visual. Area ini digunakan untuk menyampaikan materi serta diskusi teknik dan

etik berlalu lintas dan menyaksikan video kreatif dan kekinian bertema kampanye keselamatan berkendara hasil karya peserta lomba vlog yang diadakan AHM. Zona Audio-Visual juga berfungsi sebagai ruang sekretariat para duta muda keselamatan berkendara untuk pembuatan blog dan pembahasan fotografi yang sudah diajarkan AHM sebelumnya di kegiatan Safety Riding Camp dalam dua tahun terakhir. Ruang ini diharapkan mampu merangsang siswa-siswi untuk menganalisis dan mendiskusikan akar penyebab masalah lalu lintas, serta menuangkannya dalam karya tulisan, foto dan video yang dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk bersama-sama peduli terhadap keselamatan berkendara. Zona lain yang dibangun adalah Zona Simulasi yang berdinding tiga dimensi layaknya di jalan raya. Area ini dilengkapi media praktik berupa Honda Riding Trainer (HRT) dan riding gears. Para duta keselamatan berkendara bisa semakin mempertajam ilmunya dengan buku-buku

referensi yang disediakan di zona ini. Safety Riding Lab Astra Honda juga dilengkapi Zona Praktik yang desainnya mengacu pada Peraturan Kapolri No.9 Tahun 2012 tentang SIM. Zona ini berfungsi sebagai area simulasi berkendara yang lengkap dengan tekstur berbagai kondisi jalan dan rambu-rambu lalu lintas. Ketua YAHM Putu Astawa mengatakan, Safety Riding Lab Astra Honda merupakan tahap lanjut upaya yayasan mengampanyekan keselamatan berkendara di kalangan anak muda. Dengan memberikan dukungan sarana-prasarana bagi para duta keselamatan berkendara, kesadaran keselamatan berkendara diharapkan bisa semakin luas dampaknya. ‘’Safety Riding Lab Astra Honda di lingkungan sekolah ini akan kami lanjutkan di sekolah-sekolah lain, sehingga kampanye keselamatan berkendara dapat dilakukan para anak muda dengan semakin kreatif dan optimal. Dukungan kuat para duta keselamatan berkendara dan komitmen

sekolah menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini secara jangka panjang,’’ ucapnya. Safety Riding Lab Astra Honda merupakan bentuk berkesinambungan kampanye keselamatan berkendara yang digulirkan YAHM. Diawali program Sahabat Satu Hati Berbagi Ilmu Berkendara di berbagai sekolah, YAHM melahirkan siswa-siswi duta keselamatan berkendara. Program dilanjutkan dengan Safety Riding Camp yang melatih para duta keselamatan berkendara terkait kemampuan blogging dan fotografi sebagai media untuk berkampanye. Kegiatan semakin diperkuat dengan pendirian Safety Riding Lab Astra Honda. Dalam peresmian Safety Riding Lab Astra Honda pertama ini ditandatangi pula Memorandum of Understanding (MoU) terkait Sekolah Satu Hati yang dibina oleh AHM. Sekolah yang menandatangani MoU adalah SMK Mitra Industri MM2100, SMK Negeri 1 Cikarang Utara, SMK Negeri 1 Setu, SMK Hijau Muda, SMK Smart Bekasi dan SMK Al Amin Cibarusah. (bns1)

BANTUAN - Ketua YAHM I Putu Astawa menyerahkan bantuan kepada Ketua Yayasan Mitra Industri MM2100 Darwoto berupa sepeda motor dan HRT sebagai alat peraga keselamatan berkendara dalam Laboratorium Safety Riding SMK Mitra Industri MM2100.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


DAERAH

Sabtu Paing, 12 Mei 2018

5

Di Badung

Pencari E-KTP dan KIA Membeludak

Bali Post/kmb27

KORBAN - Wabup Badung Ketut Suiasa (kiri) mendatangi korban kebakaran di Banjar Batulumbung, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi.

Masyarakat Diimbau Waspadai Kebakaran Mangupura (Bali Post) Korban kebakaran di Banjar Batulumbung, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, didatangi Wakil Bupati (Wabup) Badung Ketut Suiasa, beberapa hari lalu. Kebakaran akibat percikan api dari dupa yang mengenai tumpukan kayu bakar menghanguskan seisi dapur rumah keluarga I Made Darpa. Wabup Suiasa mengatakan, sudah sepatutnya pemerintah selalu hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai bentuk rasa peduli dan prihatin. Untuk itu dalam antisipasi saat ini sepanjang belum diperbaiki, pemerintah akan memberikan bantuan logistik berupa peralatan dapur dan sembako untuk beberapa hari ke depan.

“Mudah-mudahan kehadiran kami ini membangkitkan semangat mereka lagi dan kami mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap terjadinya bencana yang mengakibatkan kebakaran. Untuk kerugian material atas bangunan dapur yang terbakar akan ditanggulangi dan ditangani sepenuhnya oleh pemerintah,” ungkap Suiasa. Kepala BPBD Badung Nyoman Wijaya didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Ni Nyoman Ermy Setiari menyatakan, BPBD Badung memberikan bantuan logistik berupa beras selama masa darurat dua minggu ke depan. Untuk bangunan, nantinya harus ada pengajuan ke pemerintah dan

Dinas PUPR yang membantu. Diperkirakan, kerugian materi kurang lebih Rp 20 juta. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini “Pemerintah tetap hadir di tengah masyarakat, untuk sementara membantu keperluan primer dalam hal ini alat dapurnya. Kegiatan pascabencana ini tentunya sesuai dengan mekanisme yang ada dan boleh dilakukan pembangunan ulang untuk memperbaiki yang sudah rusak terbakar,” ujarnya. Pihaknya masih menunggu hasil rekap kerugian dari perbekel dan desa, serta selanjutnya akan turun ke lapangan bersama instansi terkait dalam hal ini Dinas PUPR untuk mempredisi kerugian. (kmb27)

Sidang Korupsi Terminal Manuver Gilimanuk

Berawal dari ’’Atur Saja’’, Kadis Bermaksud SK-kan Uang Makan PERALIHAN penanganan pungutan retribusi Terminal Manuver Gilimanuk ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jembrana ternyata menimbulkan masalah. Inti persoalan sejatinya simpel saja. Bukan karena perpindahan pengelolaan tetribusi, na m un ha ny a p e rso a l a n uang makan di luar upah pungut (UP) yang diterima petugas. Ini terungkap dalam sidang saling bersaksi dan pemeriksaan terdakwa antara Gusti Ngurah Bagus Putra Riyadi (mantan Kadis Komunikasi dan Informatika Jembrana) dan Koordinator Terminal Manuver Gilimanuk sekaligus ditunjuk sebagai pembantu bendahara penerima I Nengah Darna di Pengadilan Tipikor Denpasar, Rabu (9/5) lalu. Tujuan terdakwa Riyadi sejatinya baik. Saat rapat kedua, ada petugas jaga atau pemungut retribusi menanyakan masalah uang makan. Pertanyaan itu muncul karena di Pos KTP (pemeriksaan KTP - red) juga mendapatkan uang makan. Persoalannya itu ada aturan. Nah,

masalah di Terminal Manuver Gilimanuk itu muncul manakala mantan Kadis Komunikasi dan Informatika Gusti Riyadi bermaksud mengakomodir permintaan anak buahnya yang menanyakan soal uang makan. Riyadi pun mengatakan ‘’atur saja’’. Saat bersaksi sekaligus diperiksa sebagai terdakwa, Gusti Riyadi mengakui dan membenarkan menyampaikan ‘’atur saja’’. Namun, ia mengatakan akan mengSK-kan melalui bupati soal uang makan untuk stafnya di lapangan. Apa daya niat baiknya justru mengantarkannya ke jeruji besi karena sebelum SK itu digarap, pihak kejaksaan membidiknya. Riyadi bersama Darna selaku bendahara sekaligus koordinator terminal pun harus duduk di kursi pesakitan. Di depan majelis hakim pimpinan Made Sukereni, Riyadi menyatakan semasa dirinya menjabat sebagai Kadis Kominfo, tidak ada temuan dari BPK atau inspektorat. ‘’BPK clear, Inspektorat clear,’’ jelasnya. Bahkan, saat dibahas di DPRD Jembrana, dalam penyampaian laporan

50 Napi Kerobokan Digeser ke Bangli Denpasar (Bali Post) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Denpasar di Kerobokan, Jumat (11/5) kemarin memindahkan 50 napi narkoba. Mereka digeser ke Lapas Narkotik Kelas II A Bangli. Pemindahan tersebut dibenarkan Kepala Divis pemasyarakatan (Divpas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Provinsi Bali Surung Pasaribu. Dijelaskannya, alasan pemindahan karena peng-

huni Lapas Kerobokan sudah sangat kelebihan kapasitas. Program pemindahan ini akan terus dilakukan untuk mengurangi membeludaknya tahanan di Lapas Kerobokan. Apalagi saat ini Lapas Narkotika di Bangli masih bisa menampung. Untuk diketahui, Lapas Kelas II A Kerobokan hanya mampu menampung 323 orang, namun saat ini dihuni 1.484 orang. Sebanyak 584 orang berstatus tahanan dan 900 orang lainnya berstatus napi. (kmb37)

pertanggungjawaban penerimaan retribusi Terminal Manuver Gilimanuk, DPRD menerima dengan baik karena target yang dicanangkan Gusti Riyadi untuk mencapai pendapatan Rp 1,9 miliar terealisasi. Sementara itu, I Nengah Darna juga mengatakan hal yang sama. Pemberian uang makan di luar UP itu diberikan atas usulan stafnya saat rapat dengan Kadis Kominfo. Saat itu dibilang ‘’atur saja’’ dengan catatan kinerja staf harus disiplin dan loyal karena ditarget pendapatan Rp 1,923 miliar. ‘’Tolong bagaimana caranya agar target tercapai,’’ tandasnya. Dasar lainnya adalah di Pos KTP juga dapat uang makan Rp 50 ribu. Karena saat rapat dibilang ‘’atur jasa’’, maka Darna memotong uang retribusi itu sebelum akhirnya disetorkan ke kas negara. Uang makan rata-rata Rp 30 ribu untuk 11 orang sekali jaga shift. Uang lainnya seperti uang bensin bervariasi. Jika dirata-ratakan, sehari ditarget pendapatan untuk Kabupaten Jembrana mencapai Rp 5,4 juta. (asa)

Mangupura (Bali Post)– Masyarakat yang mengurus Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP di Kabupaten Badung selalu membeludak. Terlebih menjelang pemilihan gubernur (pilgup) Bali dan hari raya Idul Fitri, Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang berada di lingkungan Puspem Badung selalu penuh. Seperti halnya Jumat (11/5) kemarin, masyarakat mulai memadati kantor pelayanan sejak dibuka pukul 08.00 Wita. Pencari kartu identitas antre menunggu giliran pembuatan e-KTP, Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Identitas Anak (KIA). ‘’Saya buat e-KTP sudah sejak empat bulan lalu belum selesai, sekarang hanya mendapat surat keterangan pengganti. Tak sedikit masyarakat yang tidak mendapatkan nomor antrean lantaran banyaknya warga yang datang,’’ ujar Sudarta, salah satu warga yang ikut mengantre di loket 12. Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Badung Putu Suryawati tak menampik adanya antrean di Disdukcapil Badung. Antrean tersebut disebabkan banyak warga berbarengan mengambil e-KTP dan KIA. Antrean ini juga disebabkan hari Jumat kantor pemerintahan hanya buka sampai

pukul 12.00. ‘’ Kalau hari ini (Jumat kemarin) tidak dapat, nanti bisa diambil pas jam kerja,’’ katanya. Di sisi lain, Disdukcapil Badung telah meluncurkan inovasi Program ‘’Badung Aku Sapa’’ dan mobil keliling pelayanan administrasi kependudukan, serta mencanangkan Program Gisa (Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan). Program Aku Sapa berarti Administrasi Kependudukan Satu Paket dengan program 3 in 1. Menurut Kadisdukcapil Badung I Nyoman Soka, inovasi tersebut merupakan arahan dan ide langsung Wakil Bupati Ketut Suiasa saat meninjau pelayanan Disdukcapil. Program Badung Aku Sapa

mempunyai paket layanan 3 in 1. Pertama, layanan satu paket akta kelahiran yaitu masyarakat langsung mendapatkan kutipan akta kelahiran, KK dan KIA. Kedua, paket akta perkawinan yang didapat akta perkawinan, KK dan perubahan KTP. Ketiga, peket akta kematian yang didapat akta kematian, perubahan KK dan santunan Rp 10 juta. Keempat, paket perceraian yang didapat akta cerai, perubahan KK dan perubahan KTP. ‘’Mulai tahun 2018 paket ini kami uji coba terus guna memastikan tidak ada hambatan yang berarti, sehingga program Badung Aku Sapa siap diluncurkan,’’ jelasnya. Sementara bagi masyarakat Badung yang

mempunyai keterbatasan fisik, pihaknya menyiapkan mobil layanan yang dilengkapi sarana-prasarana sehingga siap memberikan pelayanan jemput bola hingga ke tempat tinggal masyarakat yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan. Selain itu secara resmi dicanangkan Program Gisa. Program ini mencakup empat program pokok yaitu sadar kepemilikan dokumen kependudukan, sadar pemutakhiran data kependudukan, sadar pemanfaatan data kependudukan sebagai satusatunya data yang dipergunakan untuk semua kepentingan dan sadar melayani administrasi kependudukan menuju masyarakat yang bahagia. (kmb27)

Diduga Pungli, Sembilan Orang Ditangkap Mangupura (Bali Post) Tim Satgas IV Ops Pekat Agung 2018 Polda Bali menindaklanjuti keluhan warga terkait dugaan pungli foto prewedding di Pantai Tegalwangi, Jimbaran, Kuta Selatan. Alhasil, tiga orang diamankan terkait kasus tersebut yakni INW (49), IMS (22) dan RP (23), Kamis (10/5) lalu. Sementara itu, Satreskrim Polresta Denpasar mengamankan enam juru parkir (jukir) liar di Pertokoan Genteng Biru di Jalan Dipone-

goro, Denpasar Barat, Rabu (9/5) lalu. Pelaku berinisial SM (30), GAR (17), AT (30), Ag (34), MS (46) dan KM (38). Dikonfirmasi, Jumat (11/5) kemarin, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Saat ini penyidik sedang melakukan pemeriksaan. Ketiga pria itu berperan sebagai pemungut dan pengumpul uang dari orang-orang yang melakukan prewedding di Pantai Tegalwangi. Penangkapan dipimpin Kasatgas IV

Kompol Tri Joko Widiyanto. Selain mengamankan tiga pelaku, petugas menyita barang bukti uang Rp 1,5 juta dan satu bendel kuitansi pembayaran. Selanjutnya, mereka dibawa ke Mapolda Bali dan ditidaklanjuti proses hukumnya oleh tim penyidik. Di bagian lain, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan mennyatakan, pengungkapan kasus jukir liar berawal dari adanya keluhan masyarakat. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan melakukan pengin-

taian di TKP. Pada Rabu pukul 20.30 Wita, keenam jukir liar ini beraksi di TKP. Polisi langsung menangkap mereka dan dilakukan penggeledahan. Dari tersangka SM diamankan barang bukti uang Rp 427 ribu, GAR Rp 56 ribu dan satu bendel karcis parkir, AT Rp 74 ribu, Ag Rp 32 ribu, MS Rp 139 ribu dan KM Rp 91.500. ‘’Saat memungut uang parkir, pelaku ini tidak menggunakan pakaian juru parkir. Mereka ini bukan jukir resmi sehingga kami tangkap,’’ tegas Kompol Arta. (kmb36)

Polisi Amankan Pistol ’’Softgun’’

Bali Post/ist

DITAHAN – Tiga pelaku pengeroyokan ditangkap dan ditahan di Polsek Denbar. Denpasar (Bali Post) Kasus pengeroyokan terjadi di Jalan Ahmad Yani

G ang K en Umang, D enpasar Utara, Senin (7/5) lalu. Korban berinisial KT

(22) dikeroyok tiga orang hingga babak belur. Kasus ini dipicu dugaan perselingkuhan antara korban dan istri pelaku. Terkait kasus ini, polisi menciduk tiga pelaku yaitu MP (25), KP (31) dan GA (32). Barang bukti yang diamankan berupa pisau sangkur dan satu pucuk pistol softgun. Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat (Denbar) Iptu Aan Saputra seizin Kapolsek Kompol Gede Sumena, Rabu (9/5) lalu, mengatakan sekitar pukul 21.00 Wita, korban bersama kakaknya, KK, ke rumah MP di TKP untuk menyelesaikan masalah. Pelaku curiga istrinya dan korban selingkuh. Pelaku tidak ada di rumah dan berselang 20 menit kemudian datang

bersama teman-temannya. Tanpa basa-basi lagi korban langsung dikeroyok dan mengakibatkan luka bengkak di bagian pelipis kiri dan di kepala belakang. “Korban menyelamatkan diri dan melapor ke Polsek Denbar. Senjata softgun dan pisau dibawa saat kejadian, tapi belum sempat digunakan,” ungkapnya. Setelah menerima laporan kasus itu, tim Buser Polsek Denbar dipimpin Panit Ipda Nengah Seven Sampeyana mencari saksi-saksi. Selanjutnya polisi menangkap tersangka MP di rumah saudaranya di Monang-Maning, Denbar, sedangkan pelaku lain dibekuk di Jalan Gunung Agung Gang Yamuna, Denpasar. (kmb36)


OPINI

6

Sabtu Paing, 12 Mei 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Indonesia Harus Aman, Bebas dari Gangguan Teroris KITA benar-benar terperanjat bahwa tahanan teroris membikin ulah dengan menyandera polisi di rumah tahanan mereka. Lima orang polisi gugur dalam tugas, dan satu orang teroris juga tewas. Ini terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok dan penyanderaan itu berlangsung sampai sekitar 36 jam. Bisa dibayangkan, bagaimana tegangnya suasana itu dan bagaimana tahanan itu memperlihatkan dirinya sebagai teroris. Ada yang mengatakan bahwa sekali teroris ya tetap teroris. Karena itu, haruslah tindakan tegas diberlakukan bagi mereka, meskipun telah menjadi tahanan. Dengan peristiwa ini, nama Indonesia tercoreng karena berbagai media massa internasional, cetak dan elektronik, menyiarkannya. Boleh kita kesal dan marah dengan kasus seperti ini, apalagi kemudian kita baca bahwa peristiwa itu dipicu oleh masalah kekurangpuasan para tahahan tersebut dengan makanan yang mereka dapatkan. Seorang tahanan kemudian menghasut tahanan lainnya untuk membuat onar. Dari peristiwa itu, sekali lagi, sudah sepantasnya pemerintah bertindak tegas kepada teroris. Dalam arti berikan dia hukuman berat sesuai dengan kaidah yang berlaku. Di tengah dunia internasional yang sudah berhasil memenangkan peperangan menghadapi kelompok garis keras di Timur Tengah, maka kita haruslah waspada dengan tindakan tahanan teroris yang ada di Indonesia. Bukan tidak mungkin para tahanan itu mampu mengadakan kontak dengan pihak-pihak di negara lain, terutama mereka yang kecewa karena gerakannya berhasil dipatahkan. Sepanjang informasi yang kita dengar, banyak senjata yang didapatkan para tahanan tersebut. Diduga, berbagai senjata itu dapat masuk berbarengan dengan makanan yang dibawakan oleh keluarganya. Dari titik ini, kita duga, bukan tidak mungkin alat komunikasi semacam telepon seluler juga menjadi hal yang lumrah dipakai oleh tahanan teroris tersebut. Kita harus tahu, bahwa alat itu akan dapat dipakai berhubungan ke mana-mana di seluruh dunia. Jadi, pengawasan memang harus benar-benar ketat. Dari informasi yang kita dengar, jumlah tahanan teroris yang ada di Mako Brimob, mencapai lebih dari 140 orang. Mungkin jumlah ini tidak memadai untuk ruangan tahanan yang kapasitasnya sampai 80 orang. Akan tetapi, dari jumlah itu kita disadarkan bahwa harus tegas dan cermat dalam menghadapi tahanan teroris. Kita tentu tidak ingin memberikan penilaian salah kepada aparat keamanan dalam melakukan tugasnya. Tetapi peristiwa ini benar-benar harus dipakai sebagai pelajaran besar bagi kita semua. Pihak petugas keamanan harus melakukan tindakan berupa pengawasan yang ketat kepada teroris. Wacana pendekatan lunak untuk menyadarkan mereka mestinya dikaji kembali karena telah terbukti tidak mampu memberikan penyadaran kepada mereka. Sekali lagi ditekankan, benar kata beberapa pihak bahwa sekali teroris ya tetap teroris sehingga sikap keras harus diberlakukan. Kita mungkin mesti berkaca kepada negara-negara lain yang berhasil menekan tindakan teroris sampai pada tahap yang paling minimal. Di Asia Tenggara, Indonesia kiranya menjadi negara yang paling sering diganggu oleh tindakan onar dari teroris. Bahkan dibandingkan dengan Thailand sekalipun, dan juga Filipina. Kepada keluarga anggota Polri yang gugur dalam menjalankan tugas, kita mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Bagaimanapun mereka yang telah gugur itu telah menjalankan tugas dengan sangat baik. Kita sedih dan berduka dengan peristiwa itu. Mudah-mudahan sikap dan tindakan anggota kepolisian ini memberikan inspirasi bagi seluruh bangsa Indonesia untuk tidak takut menghadapi gangguan teroris, apalagi sikapnya itu diperlihatkan di markas pihak keamanan. Indonesia ke depan harus tenang, bebas dari gangguan teroris dan bebas juga dari konflik dan intrik politik para elite.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Mengupayakan Kelestarian Agama dan Budaya Melalui tulisan ini, saya insan pembaca media Bali Post yang setia memberikan imbauan pada unsur pangempon Pura Kahyangan Jagat, penggiat seni, budaya, pelaku pariwisata dan sebagainya untuk tetap awas dalam mengajegkan Bali di bidang agama dan budaya. Seperti baru-baru ini kejadian yang menghebohkan diunggah di medsos dunia maya oleh wisatawan dari Spanyol yang duduk di puncak palinggih Padmasana Pura Gelap, Besakih. Ke depannya agar seluruh desa adat di Bali melarang areal utama mandala dimasukkan untuk kepentingan pariwisata, kecuali untuk tirtayatra dan sembahyang. Di samping imbauan di masing-masing desa pakraman juga lingkungan pendidikan sangat perlu adanya upaya-upaya seperti melalui program pendidikan/eskulnya. Contohnya: dengan membentuk grup pergelaran seni dan sebagainya. Seperti saya amati sudah banyak di sekolah grup bernuansa adat budaya kecuali dari Kabupaten Jembrana dan Karangasem. Marilah penggiat seni budaya yang ada di sekolah-sekolah dua kabupaten tersebut tunjukkan kiprah Anda, kan malu pada sekolah-sekolah di kabupaten lain. I Wayan Murna Lingkungan Baler Bale Agung, Negara, Jembrana

Hikmah dari Reformasi Tidak Berkembang Bulan Mei ini, dua puluh tahun sudah reformasi Indonesia yanag bergulir tahun 1998. Mereka yang lahir pada waktu itu kini setidaknya sudah semester empat di perguruan tinggi. Pikirannya mulai terasah dan kritis. Mungkin juga mereka telah mempertanyakan apa itu reformasi, bagaimana keadaan reformasi dan bagaimana hasilnya kini. Apabila kemudian mereka kecewa dengan kondisi sekarang akibat adanya saling hujat di media sosial, itu adalah kesalahan peletak dasar reformasi. Mereka hanya mampu menggerakkan orang untuk menjatuhkan Orde Baru, tetapi tidak mampu memberikan ruang pembangunan yang demikian lowong setelah orde itu tumbang. Banyak yang memikirkan bahwa hasil reformasi untuk kemanfaatan sosial tidak kelihatan. Dalam waktu empat tahun terakhir, justru yang terlihat adalah pembalikan reformasi, terjadi saling sindir antara para politisi senior, bahkan saling hujat. Bagimana mesti menyikapi persoalan seperti ini.

Oleh GPB Suka Arjawa

Y

ang pertama, secara psikologis kondisi yang harus diingat adalah menjelang terjadinya reformasi pada tahun 1998 itu. Kemarahan mungkin menjadi situasi yang paling menonjol terjadi pada menjelang runtuhnya rezim Orde Baru. Orang bijak mengatakan bahwa kemarahan tidak akan mungkin memberikan hasil yang positif, apalagi dalam perjuangan. Kemarahan yang dimaksudkan ini adalah kemarahan akumulatif di mana seluruh komponen “sibuk” memarahi rezim tersebut sehingga tidak mampu secara jelas menulis dan memformat bagaimana visi dari masyarakat Indonesia setelah reformasi. Karena tidak mampu membikin visi tersebut, akibatnya misi untuk mencapai visi itu juga tidak jelas. Salah satu yang kelihatan misalnya adalah tentang perubahan konstitusi. Sampai empat kali melakukan amandemen, ternyata banyak kritik yang bermunculan. Padahal, jika mempunyai visi yang bagus,

ini dapat dilihat dari bagaimana upaya untuk mengubah undangundang dasar tersebut. Persoalan kedua, adalah bahwa para elite yang hendak mengisi reformasi itu ternyata juga gamang dalam melihat bagaimana budaya sosial masyarakat Indonesia. Dalam arti, pertanyaan tentang apakah masyarakat Indonesia telah siap mengisi reformasi itu? Ini tidak dapat dilepaskan dari masalah kemarahan yang sebelumnya melanda sebagian besar komponen pada waktu itu. Padahal, reformasi sebagai upaya untuk mengubah tatanan negara, seharusnya juga melihat tingkat kesiapan tersebut. Ternyata boleh dikatakan masyarakat tidakk siap dengan upaya mengisi reformasi. Padahal, kemarahan yang sebelumnya beralamat pada rezim Orde Baru, bertumpu pada KKN: korupsi, kolusi, dan nepotisme. Kini, 20 tahun setelah reformasi itu bergulir, ternyata korupsi yang disasar oleh reformasi justru tidak mampu diberantas, bahkan semakin menjadi-jadi dan secara teknis lebih pintar masyarakat melakukannya.

Ketiga, adalah masalah kelengahan. Kemarahan yang demikian masif, membuat semua pihak lengah. Padahal, jika dikaitkan dengan kondisi sosial dan budaya yang ada di Indonesia pada saat itu, sesungguhnya telah tersirat metode yang bagus untuk peralihan tatanan pemerintahan setelah rezim Orde Baru, yaitu dengan dipilihnya Habibie sebagai presiden menggantikan Soeharto. Jika dibaca secara pelan-pelan, seharusnya momen ini menjadi saat yang paling menentukan keberhasilan reformasi Indonesia. Di sinilah kelengahan komponen, termasuk masyarakat pada waktu itu. Peralihan sistem pemerintahan di Indonesia dengan komposisi budaya masyarakat seperti ini (kurang paham tentang kepemerintahan dan pendidikan politik juga tidak terlalu menonjol), harus diawali dengan pemimpin yang peralihan juga. Habibie adalah pemimpin peralihan yang seharusnya dikondisikan untuk mampu memberikan pendidikan politik dan pendidikan kepemerintahan kepada masyarakat In-

donesia. Sebagai pemimpin dan pemerintahan peralihan dalam kondisi masyarakat seperti yang diungkapkan di atas, seharusnya ia dipertahankan minimal dalam satu periode. Dengan catatan, harus disadari bahwa pemerintahan itu berfungsi untuk mendidik masyarakat, memberikan penyadaran kepada kita semua tentang bagaimana seharusnya Indonesia dikelola. Kenyataan yang kemudian terlihat pada saat itu adalah Habibie hanya berkuasa setahun, sebelum kemudian MPR “marah” dengan tidak menerima petanggungjawabannya. Kemudian MPR memilih Gus Dur, lalu MPR juga kembali “marah” dengan “menjungkirkan” Gus Dur untuk menggantikannya dengan Megawati Soekarnoputri. Dari sini saja sudah kelihatan bagaimana tidak siapnya kita, dan tentu saja juga para elite politik dengan visi dan misi yang harus dibuat pada waktu itu. Amien Rais yang dulu demikian mempunyai peran dalam reformasi, sekarang sering membuat pernyataan kontroversial dan banyak juga mendapat kritik dari masyarakat. Sebaliknya, Habibie dan Gus Dur yang sempat “dijungkirkan” oleh MPR sekarang malah disadari kalau mereka mempunyai peran tersendiri dalam pembangunan dan reformasi di Indoensia. Jadi, ada sesuatu pengelolaan dan kesadaran yang keliru menjelang dan sesaat reformasi itu terjadi yang berakibat pada sekarang. Kekeliruan itu adalah bahwa seluruh komponen tidak mencetak visi yang jelas tentang Indonesia yang harus dibentuk setelah jatuhnya Orde Baru. Maka, kini ketika dua dekade

Denyut Nadi Kebudayaan Bali

Kampanye pada musim politik sudah menjadi wahana untuk menebar janji kepada rakyat, seperti janji Paslon Gubernur Bali Mantra-Kerta yang akan menjadikan puri sebagai pusat pengembangan kebudayaan. Walau diyakini/diakui, bahwa sejak zaman dulu hingga kini dan juga ke depannya, kebudayaan itu berkembang di desa. Memang tidak bisa ditampik, bahwa budaya Bali pada hakikatnya adalah hasil budi daya alam semesta yang dibudidayakan oleh akal budi manusia yang menjadi tokoh panutan di Bali pada masa-masa sebelum abad ke-16. Tokoh panutan dimaksud adalah para raja dan para mpu/ rsi yang datang ke Bali dari tanah Jawa, seperti, Mpu Markandya, Mpu Kuturan, dll. Beliaulah yang memberi input kepada Bali berupa ungkapan keyakinannya terhadap alam semesta yang diproyeksikan menjadi perilaku kehidupan atau peradaban yang berbudaya bagi manusia yang berakal budi, khususnya di Bali. Karena input dari para beliau itulah Bali memiliki kebudayaan yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Bali hingga pada abad milenial ini. Tak bisa dimungkiri bahwa kebudayaan Bali dimaksud tiada duanya di muka bumi ini, baik dalam wujud fisik maupun nonfisik, terutama dalam hal enam unsurnya, yakni: (i) sistem religi Bali dengan ritual panca yadnya-nya yang bersaranakan bebantenan, serta hari-hari besar yang disucikan seperti: Nyepi, Galungan, Kuningan, Saraswati, Pagerwesi dll, yang semua itu hanya ada dalam religi orang Bali

Oleh I Wayan Sariasa

yang resmi menyebut diri Hindu pascakemerdekaan walau penganut Hindu di luar Bali dan di luar Indonesia tidak menjalankannya seperti di Bali. Juga dalam hal (ii) sistem kesenian yang khas Bali baik seni tari, seni patung, seni lukis, seni berbusana maupun seni tembang/lagu, (iii) sistem bahasa/ tulis dengan bahasa/tulis Balinya atau bahasa Kawinya, (iv) sistem pengetahuan, seperti pengetahuan tentang wariga (penetapan hari baik dan buruk atau ala ayuning dewasa), pergantian hari/ bulan/tahun, dll. (v) sistem mata pencaharian hadup, khususnya di bidang pertanian dengan sistem subaknya. Budaya usaha tani serta ritual harapan dan puja puji syukur sejak pra persiapan tanam, yang dimulai dengan nuasen atau penetapan hari baik untuk memulai kegiatan tanam hingga panen serta ritual lainnya seperti ritual dewa yadnya pada setiap datangnya hari suci Soma Ribek dan Tumpek Wariga dll; (vi) sistem sosial yang menjunjung tinggi nilai sagilik saguluk salunglung sabayantaka, paras paros sarpa naya (gotong royong dalam bahasa nasionalnya) yang diwujudnyatakan dengan aktivitas maayah-ayahan dan mapeson-peson, mawadah dalam lembaga desa (baca : desa adat) yang berlandaskan Tri Hita Karana yang terikat pada Tri Kahyangan (Bale Agung, Puseh, Dalem), dan warganya hidup dalam tatanan ber-banjar.

Itulah kebudayaan Bali yang bereligi Bali, output dari input akal budi yang niskama karma oleh para tokoh panutan pada masa-masa sebelum abad ke16 tersebut di atas. Jika output tersebut ber-outcomes pariwisata, itu bukan karena pamrih dari para tokoh panutan dimaksud dan bukan pula karena orang Bali sengaja memanggil-manggil orang luar, atau sengaja “menggermoi alam budaya Bali untuk didatangi dan dinikmati segala keindahan dan keeksotisannya, tapi karena mereka-mereka yang pernah menginjakkan kakinya di tanah Bali dan merasakan keindahan alam budayanya. Menurut catatan/informasi yang ada, bahwa pelaut Belanda bernama Cornelius Houtman bersama anak buahnya pada akhir abad ke-16 yang pertama kali bersentuhan/ kontak dengan budaya dan alam Bali, hingga membuat mereka tidak ingin meninggalkan Bali karena tertarik dan terpesona oleh keunikan budaya Bali dan keindahan alamnya. Dengan demikian dapat dikatakan, merekalah siar pertama kepada orang lain atau bangsa lain tentang getaran alam budaya Bali, hingga akhirnya beresonansi ke berbagai belahan bumi dan membuat penasaran bagi setiap orang yang mendengarkan, lalu berupaya untuk bisa melihat dan merasakan secara langsung tentang Bali. Memerhatikan aktivitas war-

ga desa yang hidup dalam tatanan ber-banjar dimaksud di atas, dan meminjam istilah/pengertian dalam ilmu kedokteran, maka banjar pada hakikatnya adalah denyut nadi kebudayaan Bali, sedang desa adalah detak jantungnya yang menggetarkan keenam unsur kebudayaan Bali tersebut di atas. Pengembangannya bisa di-input oleh siapa saja; oleh tri wangsa ataupun sudra wangsa, tapi yang penting mereka memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk itu, dan output-nya tetap berkebudayaan Bali yang ajeg Bali. Bergetar di desa di atas fondasi Tri Hita Karana dan terikat pada Tri Kahyangan, diiramakan oleh warga (krama) desanya dalam tatanan hidup ber-banjar dengan tetap berpegang pada nilai-nilai de ngaden awak bisa depang anake ngadanin. Jika output tersebut akhirnya ber-resonansi hingga ke berbagai belahan dunia, di mana itu karena Bali menjadi oleholeh (gagapan) dari mereka yang pernah datang dan merasakan langsung keindahan alam budaya Bali yang eksotis, hingga output tersebut menghasilkan outcomes pariwisata dengan multiplier effect-nya terhadap Bali. Impact dari multiplier effect tersebut adalah perubahan Bali yang tak terhindarkan, yang berubah dan yang tak terhindarkan baik yang bernilai positif maupun negatif, terutama oleh para pelaku industri pariwisata yang mengedepankan mati ibe idup kai. Adalah menjadi kewajiban Bali melalui lembaga Majelis Desa Pakraman (MDP) untuk menjaga kesehatan

reformasi itu tidak memperlihatkan apa-apa kepada masyarakat, kekeliruan itulah yang harus diperbaiki. Seperti juga tahun 1998 lalu, maka yang paling awal harus diperbaiki adalah kesadaran para elite Indonesia. Artinya, para elite Indonesia sekarang harus rela menghentikan saling sindirnya demi Indonesia ke depan. Kerelaan itu bukan saja menghentikan saling sindirnya tetapi juga merelakan dirinya tidak menjabat dan saling memperebutkan jabatan. Hal ini penting untuk memberi ruang ketenangan sosial. Dari situlah akan muncul tindakan rentetan yang bisa membuat kesadaran yang sama untuk mencegah konflikkonflik sosial. Tidak perlu berebut jabatan, dan sebagai elite justru semestinya mampu memberikan contoh untuk kreatif membuat lembaga baru yang memberikan ruang pendidikan kepada Indonesia. Lembaga itu macam-macam, termasuk mengkreasi pekerjaan bagi masyarakat. Indonesia memerlukan ruangan tenang untuk merenung yang dalam skala kenegaraan boleh dikatakan tidak terlalu lama. Indonesia perlu tenang selama satu kali jabatan presiden untuk menghidupkan lagi kebaikan-kebaikan masa lalu, menyaring sari-sarinya untuk membangun masa depan. Indonesia punya Serat Centini, Negara Kretagama, Bhinneka Tunggal Ika, termasuk Pelita dan GBHN dan berbagai kearifan lokal yang dapat menjadi inspirasi pembangunan pada masa mendatang. Lima tahun adalah waktu yang singkat jika itu berguna untuk membangun negara ratusan tahun ke depan. Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana

detak jantung budaya Bali yang ajeg berlangsung di desa-desa dengan selalu memerhatikan perkembangan denyut nadinya di banjar-banjar. Penulis, pemerhati kebudayaan Bali

POJOK

Orang Bali akan semakin langka menjadi petani. - Sawah juga langka. *** Negara tak pernah bernegosiasi dengan napi teroris. - Apalagi berdamai. *** Kesenjangan antara kota dan desa semakin melebar. - Tak salah orang desa ke kota.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Sabtu Paing, 12 Mei 2018

Bersih-bersih Pantai Nyanyi, Dukung Gerakan ’’Coastal Clean Up’’

Bali Post/kmb28

BERSIH PANTAI - Aksi bersih Pantai Nyanyi dilaksanakan jajaran pemerintah dan elemen masyarakat Kabupaten Tabanan, Jumat kemarin. Tabanan (Bali Post) – Sampah saat ini masih menjadi permasalahan besar di Indonesia. Apalagi Indonesia merupakan negara kedua paling banyak membuang sampah ke laut, di bawah Tiongkok yang menduduki posisi pertama. Untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya pesisir dan laut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan program Coastal Clean Up secara rutin di seluruh Kota/Kabupaten di Indonesia. Di Tabanan, Coastal Clean Up dilaksanakan Jumat (11/5) kemarin di Pantai Nyanyi, Tabanan. Kegiatan ini juga mendapat-

kan dukungan langsung pemerintah pusat yang diwakili Kepala Seksi Program dan Kerja Sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Iwan Nirawandi, Sekda Tabanan Nyoman Wirna Ariwangsa, Kadis Lingkungan Hidup Raka Iswara, kalangan TNI, Polri, staf dari seluruh UPT Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini juga diikuti pelajar dan seluruh elemen masyarakat Desa Nyanyi. Sekda Tabanan Wirna Ariwangsa mengungkapkan, aksi bersih pantai ini merupakan program dari Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan. Di Kabupaten Tabanan

kegiatan ini dipusatkan di Pantai Nyanyi. ‘’Kegiatan dimulai dengan gerakan bebas sampah plastik yang dikhawatirkan dapat merusak pantai. Tidak hanya di kantor, gerakan kebersihan juga harus dilakukan di seluruh tempat,’’ ungkapnya. Bagi Wirna Ariwangsa, aksi kali ini hanyalah langkah kecil. Ke depan kegiatan ini akan berlanjut pada pantai-pantai yang lain di Kabupaten Tabanan. Ke depan pihaknya berharap kegiatan ini dapat mengetuk hati masyarakat yang lain agar gemar melakukan kebersihan di daerahnya masing-masing. ‘’Kebersihan bukan hanya menghilangkan kotoran, namun juga langkah awal pencegahan penyebaran bibit penyakit,’’ imbuhnya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Raka Iswara menjelaskan, kegiatan ini serentak dilaksanakan di Bali dan dipusatkan di Pantai Nusa Dua, Bali. Sementara untuk di Kabupaten Tabanan di pusatkan di Pantai Nyanyi, Kecamatan Kediri. Dasar pelaksanaan dari acara ini UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Tidak hanya itu, aksi bersih pantai ini juga serangkaian menyambut ajang IMF yang akan digelar bulan Oktober mendatang. (kmb28)

’’Pujawali Ageng’’ Pura Ulun Danu Beratan PUJAWALI Ageng di Pura Penataran Agung Ulun Danu Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturit, Kabupaten Tabanan, berlangsung pada Selasa (Anggara) Kliwon, Julungwangi, 15 Mei 2018 mendatang. Berikut dudonan acara: Sabtu 12 Mei Pakeling pujawali pukul 10.00, pamuput pemangku Mendak pekuluh pukul 11.00, pamuput pemangku. Ngias, pukul 10.00, STT Senin 14 Mei Mecaru pamuput pemangku Nangiang Ida Batara pamuput pemangku Masucian pamuput pemangku

pukul 09.00, pukul 12.30, pukul 13.00,

Selasa 15 Mei Piodalan ring sowang-sowang Lawa pamuput pemangku Pujawali Ageng pamuput Ida Pedanda

pukul 10.00, pukul 12.30,

Rabu 16 Mei Nganyarin pamuput pemangku

pukul 12.30,

Kamis 17 Mei Nganyarin pemuput pemangku

pukul 12.30,

Jumat 18 Mei Nganyarin pamuput pemangku Ngelantur panyineban pamuput pemangku

pukul 12.30, pukul 13.00,

TP PKK Selenggarakan Bimtek Tabanan (Bali Post) Tim Penggerak PKK Tabanan (TP PKK) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dalam rangka meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan kelompok perempuan, Jumat (11/5) kemarin. Bimtek juga digelar agar TP PKK Desa dapat menyusun program yang dapat menyentuh langsung masyarakat dalam mendorong kesetaraan gender dan perlindungan anak serta dapat mengimplementasikan dalam masyarakat. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya mengatakan, pelaksanaan Bimtek merupakan salah satu upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat dan kesejahteraan keluarga. Melalui kegiatan Bimtek tersebut, juga diharapkan ada sinergitas antara Pemerintah Desa dengan TP PKK Desa. ‘’Sinergitas itu penting, mengingat program-program PKK yang dilaksanakan baik kebijakan umum maupun teknis pelaksanaannya merupakan target pembangunan di segala

Bali Post/kmb24

bidang,’’ jelasnya. Wahyuni menambahkan, kaum perempuan mempunyai kedudukan dalam masyarakat yang multifungsi yang berperan menjaga keutuhan dan keharmonisan dalam rumah tangga. ‘’Peningkatan kualitas dengan mengedepankan kemampuan perempuan yang multifungsi ini, diharapkan bisa ditingkatkan secara maksimal melalui Bimtek ini,’’ ujarnya. Ketua Forum Perbekel Ni

Made Sendri mengatakan, Bimtek tersebut dapat meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan kelompok perempuan tim penggerak PKK Kabupaten Tabanan. ‘’Setelah mengikuti Bimtek ini, para peserta akan melakukan studi banding ke lapangan yaitu ke Desa Sumber Sekar Sari Desa Dau Malang,’’ ujarnya. Bimtek ini diikuti oleh 104 peserta PKK Desa se-Kabupaten Tabanan, berlangsung selama dua hari. (kmb24)

Gugurnya Lima Anggota Densus 88

Polres Gelar Doa dan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Tabanan (Bali Post) Beragam cara dilakukan untuk bisa mendoakan para korban kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok Jawa Barat yang menewaskan lima anggota Densus 88. Di Kabupaten Tabanan, jajaran Polres Tabanan yang dipimpin langsung Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa melaksanakan persembahyangan di Pura Polres Tabanan dan Sholat Ghoib di Masjid Besar Al Huda, Kecamatan Kediri, Tabanan, Jumat (11/5) kemarin. Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Gede Surya Kusuma menjelaskan, selain melakukan persembahyangan juga dilakukan pengibaran bendera setengah tiang sebagai tanda duka. Dikatakannya, selain mendoakan lima anggota Densus 88 yang gugur dalam kerusuhan di Mako Brimob tersebut, kegiatan ini bertujuan juga mewujudkan situasi kamtib-

mas di wilayah Hukum Polres Tabanan agar tetap kondusif jelang Pilgub Bali bulan Juni 2018 mendatang. “Pak Kapolres tadi juga sampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus memperkenalkan diri karena beliau baru beberapa minggu menjabat di Tabanan,” ujarnya.

Adanya doa bersama ini selanjutnya diharapkan situasi menjadi damai dan nyaman, khususnya di Tabanan. “Kami mohon semua lapisan masyarakat selalu mendukung dan membantu dalam menciptakan kamtibmas dengan baik,” ucap AKP Surya Kusuma. (kmb28)

Bali Post/ist

DOA BERSAMA- Jajaran Polres Tabanan melakukan doa bersama di Masjid Besar Al Huda, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Bali Post/kmb28

BURUNG HANTU - Perbekel Timpag berbaur dengan petani dan masyarakat setempat saat gotong royong membawa bahan dasar rumah burung hantu.

Burung Hantu Efektif Kendalikan Tikus Lima Belas Rubuha Siap Dipasang

Tabanan (Bali Post) -

Burung hantu dinilai efektik mengendalikan hama tikus. Karena itu Desa Timpag Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan bekerja sama dengan subak membuat sarang burung hantu atau rubuha jenis Tyto Alba. Pembuatan rubuha ini perlu dilakukan, karena burung hantu Tyto Alba tidak bisa membuat sarang sendiri. Tujuannya agar burung ini mau menetap di satu lokasi. Sebagai tahap awal, sebanyak 15 rubuha telah siap dipasang, namun karena berbenturan dengan adanya kegiatan upacara di desa setempat, lima rubuha akan dipasang Selasa (15/5) depan. ‘’Tahap awal kami siap 15 rubuha, tetapi kami pasang lima, dua di lahan sawah tepatnya di Subak Timpak Tempek Selem Manik dan tiga lagi di areal Pura Batur Beranjingan, atau lokasi

awal keberadaan Tyto Alba,’’ ucap Perbekel Desa Timpang I Gusti W. Sukewahana, Jumat (11/5) kemarin. Rubuha sendiri dibuat menggunakan bahan dasar kayu serta seng sebagai atapnya, dan beton setinggi empat meter sebagai tiang. ‘’Kalau seandainya rumahnya rusak, kita ganti rumahnya saja, sehingga dalam jangka waktu yang cukup lama bisa bertahan, tinginya tiga me-

ter. Dengan jarak per tiap rubuha kurang lebih 200 meter, karena daya dengar burung hantu ini 200 meter,’’ terangnya. Sebelum dilakukan pemasangan lima rubuha, pihak desa setempat juga akan melakukan upacara matur piuning, baik itu di Pura Kahyangan Tiga, Pura Bedugul dan di Pura Batur Beranjingan agar sesuhunan yang berstana di tempat itu mengizinkan membuatkan tempat yang baik untuk burung hantu Tyto Alba. Selain membuatkan sarang, lanjut Sukewahana, nantinya burung hantu ini dibiasakan untuk memangsa tikus. ‘’Tyto Alba adalah burung pemakan daging. Mereka bisa mencari makan sendiri dan makanan mereka

adalah makanan pertama yang mereka makan, sehingga pengenalan makanan pertama itu penting. Jika dikenalkan tikus, maka akan memangsa tikus. Jika diberikan ayam, maka yang dimangsa seterusnya adalah ayam,’’ jelas Sukewahana. Populasi burung hantu Tyto Alba ini nantinya diharapkan bisa mengatasi hama tikus yang merusak tanaman padi. Tentu ini bisa menekan penggunaan zat kimia dalam pertanian. Sehingga pertanian organik secara bertahap bisa diterapkan. Adanya pertanian organik, burung hantu Tyto Alba serta bendungan Gadungan yang dibangun tahun 1936 menjadi aset utama Desa Timpang menuju Desa Wisata. (kmb28)


KARANGASEM

8

Sabtu Paing, 12 Mei 2018

Jembatan Darurat Mulai Rapuh

Warga Ingin Atensi Cepat Pemerintah Amlapura (Bali Post) Sampai saat ini, Banjar Geriana Kangin dan Geriana Kauh di Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, masih dihubungkan jembatan darurat dari bambu. Kondisi seperti itu terjadi akibat jalan di titik dibangunnya jembatan darurat itu tergerus banjir lahar dingin saat Gunung Agung mengalami erupsi lima bulan lalu. Warga sangat merindukan adanya atensi cepat dari pihak berwenang. Sesungguhnya, usulan pembangunan jembatan permanen itu sudah lama dilayangkan ke pemerintah. Akan tetapi, sejauh ini belum juga ada realisasinya. Lokasi jembatan darurat itu dibangun di atas alur Tukad Panti. Sebelumnya di titik itu merupakan badan jalan. Namun, banjir lahar dingin itu kemudian menggerus badan jalan, hingga sedalam empat meter. Jembatan darurat yang ada sekarang ini merupakan jembatan darurat kedua karena jembatan pertama itu hanyut oleh banjir lahar dingin berikutnya. Ruas jalan yang terputus itu sangat vital peran dan fungsinya. Selain dilewati warga Geriana Kangin dan Geriana Kauh, juga menjadi

akses beberapa banjar dan desa lainnya. Seperti Desa Amertha Buana dan Desa Sebudi. Saat ini, jembatan darurat sepanjang tujuh meter dan lebar satu meter itu maksimal bisa dilalui sepeda motor saja. Sedangkan, mobil harus memutar ke selatan sejauh dua kilometer. Jembatan darurat yang dibangun secara swadaya itu juga menjadi akses siswa ke SMPN 3 Selat di Geriana Kangin. Siswa SMP itu berasal dari berbagai daerah. Seperti Geriana Kauh, Santi, Abian Tiing, Sukaluwih,

Muntig, bahkan Sebudi. Belakangan, ada keluhan warga bahwa kondisi jembatan itu mulai rapuh. ‘’Saya setiap hari lewat di sini. Jadi waswas juga karena kayu penyangganya sudah ada yang patah,’’ ungkap Santi Dewi (20), salah seorang warga Tukad Sabuh, Jumat (11/5) kemarin. Kubayan (tetua) Desa Pakraman Geriana Kangin, Jro Mangku Diatmika, mengungkapkan hal yang sama. Pihaknya berharap ada perhatian dari pemerintah. Jalan putus itu agar segera ditan-

gani, karena sangat vital bagi masyarakat. Selain sebagai akses anak-anak sekolah, jalan tersebut digunakan warga berangkat ke kebun. ‘’Kalau bisa dibangun jembatan permanen. Dan kami sangat berharap kalau bisa secepatnya. Kami waswas terjadi erupsi lagi. Jalan itu kan jalan utama untuk evakuasi warga,’’ katanya. Pemkab Karangasem, sejatinya sudah membuat perencanaan terkait rusaknya infrastruktur dampak erupsi Gunung Agung. Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Ketut Sedana Merta dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, perbaikan infrastruktur itu diusulkan dapat menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) dari pemerintah pusat. (kmb)

Siswa SDN 5 Menangi Lomba

Angkat Cerita ”Runtuh Sibetan”

Bali Post/kmb

JEMBATAN RAPUH - Jembatan darurat yang menghubungkan Banjar Geriana Kangin dan Geriana Kauh mulai rapuh termakan usia.

Simpan Sabu-sabu

Pegawai Pelabuhan Ditangkap Amlapura (Bali Post) Pegawai pelabuhan berinisial CS (49) ditangkap Satuan Reskoba Polres Karangasem, karena terkait kasus narkoba. Polisi yang menggeledah rumahnya di Banjar Tengading, Desa Antiga, Manggis, menemukan satu paket sabu-sabu siap pakai di atas closet kamar mandinya. Pria yang bertugas di bagian dermaga Pelabunan Padangbai itu makin tak bisa berkelit karena tes urinenya positif. Pelaku sebenarnya sudah lama menjadi target polisi. Dia disebut-sebut pemain lama. Narkoba yang didapatkan pelaku dengan cara membeli sistem temple. Namun, narkoba itu hanya digunakan buat keperluannya sendiri. Meski pemain lama, polisi baru berhasil melakukan penangkapan Sabtu (5/5) siang, itu pun polisi nyaris gagal, karena

mulanya mereka tak menemukan barang bukti. Kasat Reskoba Polres Karangasem, AKP Agus Trisnadi, didampingi Kasubag Humas AKP Herson Djuanda, Jumat (11/5) kemarin, mengatakan, mulanya tersangka dicegat dan digeladah saat melintas di wilayah Antiga, ketika mengemudikan mobil Toy ot a Avanza. Namun, penggeledahan pukul 14.30 itu gagal. Baik di mobil dan juga di badan pelaku tidak ditemukan barang bukti narkoba. Tak mau kecolongan, polisi kemudian diam-diam mengikuti pelaku yang ternyata saat itu dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Tengading. Dicokok lagi di rumahnya, pelaku tak bisa berkutik. Pasalnya di atas closet kamar mandi rumahnya, polisi menemukan satu paket kecil sabu

seberat 0,26 gram, juga bong dari botol bekas minuman penyegar. Detik itu juga pelaku digelandang ke kantor polisi. ‘’Berat bersihnya 0,12 gram,’’ jelas Agus Trisnadi. Dari penangkapan tersebut, polisi sebenarnya ingin mengungkap jaringan narkoba yang beroperasi di wilayah Padangbai dan sekitarnya. Namun dalam proses penyidikan, mereka tak menemukan petunjuk kuat. Pelaku mengaku mendapatkan sabu-sabu dengan sistem tempel, pengirimnya tidak dia kenal. ‘’Belinya dari bandar jaringan Denpasar, hanya itu informasinya,’’ ungkap Agus Trisnadi. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal pengguna dengan ancaman penjara minimal empat tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta. (kmb)

Bali Post/gik

TAMPIL DI PANGGUNG - Peserta I Wayan Eka Mahesa Mantra, siswa SD 5 Sibetan, saat tampil di panggung.

PESATNYA kemajuan teknologi dan informasi berdampak pada menurunnya budaya masyarakat melakoni sastra lisan bercerita rakyat. Padahal, sumber-sumber cerita rakyat sangat banyak. Bahkan memiliki nilai edukasi tinggi. Melihat situasi demikian, pemerintah daerah ingin meningkatkan budaya bercerita rakyat itu melalui lomba yang menyasar siswa tingkat SD, Jumat (11/5) kemarin. Hasilnya, siswa SDN 5 Sibetan berhasil menjadi yang terbaik, setelah membawakan cerita rakyat berjudul “Runtuh Sibetan”. Cerita rakyat banyak terkandung nilai-nilai budaya positif untuk kehidupan masyarakat. Nilai-nilai ini sampai ke setiap generasi agar tumbuh menjadi generasi berbudaya dan cinta terhadap sastra. Lomba diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka) Karangasem. Lomba ini merupakan pemungkas dari dua lomba sebelumnya yang digelar Dispustaka, dalam rangka meningkatkan budaya kegemaran membaca masyarakat. Masing-masing kecamatan se-Kabupaten Karangasem mengirimkan dua delegasinya. Bertindak selaku juri dari unsur perpustakaaan dan seniman, I Komang Pasek Antara, Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten dan Ida Ayu Wayan Ebayanti. Untuk mendapatkan nilai, peserta dituntut memenuhi

beberapa kriteria penilaian. Meliputi penampilan, teknik bercerita, penguasaan materi, dan kemampuan/skill bercerita. Menurut Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca I Komang Pasek Antara, materi cerita berkisar pada nilai budaya cerita rakyat yang mengandung nilai-nilai perjuangan, kepahlawanan atau legenda. Setelah semua peserta menunjukkan kemampuannya, cerita rakyat berjudul “Runtuh Sibetan” yang dibawakan I Wayan Eka Mahesa Mantra, siswa SDN 5 Sibetan, Kecamatan Bebandem, berhasil merebut hati para juri. Eka Mahesa berhasil menjadi juara I. “Capaian Eka Mahesa, berhasil mengulang prestasi SDN 5 sebagai juara I pada lomba tahun 2017. Waktu itu, siswanya Ni Wayan Sri Mahyuni,” kata Pasek Antara. Sementara juara II diraih I Gusti Ayu Dwiyanti Lestari Putri, siswi SDN 1 Telagatawang, Kecamatan Sidemen dengan judul cerita rakyat “Malin Kundang”. Juara III dengan judul cerita “Roro Jongrang” diraih Ni Luh Komang Krisanda Sonyari siswi SDN 1 Menanga, Kecamatan Rendang. Pemenang I-III berhak ikut serta dalam lomba yang sama di tingkat Provinsi Bali tanggal 5 Juni 2018 mendatang. Pemenang IIII di Kabupaten Karangasem berhak atas hadiah uang dan trofi. (gik)

Lahan Dalam Sengketa

Purwakerti Cari Lokasi Lain Bangun Pasar Desa

ian sengketa tanah pelaba pura itu. Mediasi yang difasilitasi Dinas PMD, fokus hanya membahas kelanjutan pembangunan Pasar Desa Purwakerti, meski panglingsir masing-masing Desa Tukad Besi dan Desa Culik itu samasama hadir. Terkait masalah sengketa tanah pelaba pura, Plt. BenK E P U T U S A N m e n - ambil, karena lahan yang men- desa Tukad Besi, Wayan Sukana, cari alternatif lokasi lain jadi sengketa sekarang ini masih mengatakan dengan santai usai yang representatif ter- bermasalah. Dia meyakinkan, mediasi. Menurutnya, tanah selungkap saat mediasi masih ada banyak waktu untuk uas 3.808 meter persegi itu sudah y a n g d i l a k u k a n D i - memprosesnya, sebelum proyek disertifikatkan atas nama Pura n a s P e m b e r d a y a a n pembangunan pasar desa yang Puseh Desa Tukad Besi. Tidak ada Masyarakat dan Desa berasal dari dana desa Rp 860 juta yang perlu dipersoalkan, karena tanah tersebut memang dari dulu (PMD) Karangasem di itu bisa segera dikerjakan. Aula Dinas Kominfo P e r b e k e l D e s a P u r w a k e r t i adalah bagian Desa Tukad Besi. ‘’Kalau sertifikatnya diperKarangasem, Jumat Nengah Karyawan mengatakan, (11/5) kemarin. Medi- pihaknya siap mengubah lokasi soalkan, silakan saja digugat. asi itu menghadirkan pasar itu. Ada beberapa alternatif Kami tidak masalah jika harus k e d u a b e l a h p i h a k lahan yang bisa dimanfaatkan. diselesaikan dengan jalur hukum. y a n g b e r s e n g k e t a Tetapi, pihaknya belum memutus- Gugat saja Badan Pertanahan. selain Perbekel Pur- kan lokasi mana yang ditetapkan. Tidak usah bawa massa, mari wakerti serta pejabat Sebab, masih akan dicek lagi ke selesaikan persoalan sesuai jalur terkait lainnya. Usai lapangan. Pasalnya, sebagian yang benar,’’ jelas Sukana. Sebagai purnawirawan Polri, mediasi, Kepala Dinas besar tanah di sini termasuk lahan dia mengaku sangat menghorP M D K o m a n g A g u s milik pribadi warga setempat. Sukasena menga‘’Pembangunan Pasar Desa mati proses hukum yang berlaku. takan Desa Pur- Purwakerti ini tetap akan berjalan Tidak hanya masyarakat Culik, wakerti sudah tahun ini. Cuma sesuai arahan masyarakat Desa Tukad Besi ini, siap mencari Kepala Dinas PMD, lokasinya menurutnya, juga panas dengan l o k a s i l a i n akan dipindah. Sudah ada beber- situasi ini. Sebab, dia maupun y a n g t i d a k apa lokasi lainnya. Tetapi, belum warga setempat meyakini sampai terbitnya sertifikat ini, berarti kalah repre- kami putuskan,’’ katanya. sentatifnya. Dalam mediasi itu tidak diba- dari sudut pandang Badan PerOpsi itu di- has lebih jauh terkait penyelesa- tanahan, tidak ada masalah di lapangan. Tetapi, dia mengaku sebagai tetua di desa, harus bisa ‘’Kalau sertifikatnya dipersoalkan, silamengontrol emosi warga. kan saja digugat. Kami tidak masalah jika ‘’Saya kurang setuju lokasinya dipindah lagi. Sebetulnya tidak harus diselesaikan dengan jalur hukum. perlu ada yang diragukan lagi. Gugat saja Badan Pertanahan. Tidak usah Lokasinya strategis, tanahnya bawa massa, mari selesaikan persoalan juga sudah bersertifikat. Jelas sudah sangat layak,’’ tegasnya. sesuai jalur yang benar.’’ Sukana menegaskan, saat ini tidak terjadi ketegangan Plt. Bendesa Tukad Besi dengan warga Desa Culik. Dia Wayan Sukana meyakinkan warga dari kedua Perbekel Desa Purwakerti Nengah Karyawan

Sengketa tanah pelaba pura, Pura Segara, antara Desa Pakraman Culik dan Desa Pakraman Tukad Besi, Kecamatan Abang, berdampak terhadap rencana pembangunan Pasar Desa Purwakerti. Atas kondisi itu, Desa Purwakerti memutuskan mencari lahan alternatif lainnya. Itu dilakukan semata agar pembangunan pasar desa itu bisa dituntaskan tahun ini juga. Terkait persoalan sengkata tanah itu, pihak Desa Pakraman Tukad Besi justru mempersilakan pihak yang keberatan menempuh jalur hukum. Bagaimanakah asal-usul keberadaan tanah itu sehingga memunculkan sengketa?

desa berdampingan ini seperti di desa kepada pihak Desa Pakrabiasa hidup harmonis. Mereka man Tukad Besi itu melalui surat hidup berbaur sudah sejak dulu. justru tidak ditanggapi oleh Desa Ada warga Culik yang menikah Tukad Besi. Meski kenyataannya ke Tukad Besi. Demikian juga sudah bersurat hingga dua kali. sebaliknya. Dia berharap perso- (gik) alan sengketa tanah itu tidak memperburuk situasi di tengah masyarakat. Karena itu, dia menyarankan agar sengketa itu diselesaikan secara hukum saja kalau yang dipersoalkan terkait terbitnya sertifikat tanah itu. Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan warga Desa Pakraman Culik mendatangi kantor Bupati Karangasem, Selasa (9/5) lalu. Kedatangan mereka dipicu adanya papan nama yang dipasang di Pura Segara oleh pihak Desa Pakraman Tukad Besi. Papan nama itu memberi kesan pura itu diklaim berada di wilayah desanya. Menurut warga Culik, pura itu di-empon oleh kedua desa pakraman. Warga Culik mulai gerah, setelah mengetahui tanah pelaba pura, Pura Segara itu malah telah disertifikatkan oleh pihak Desa Pakraman Tukad Besi. Situasinya semakin memanas. Setelah u p a y a persuasif yang dilakukan t e t u a mereka Plt. Bendesa Tukad Besi Wayan Sukana


GIANYAR

Sabtu Paing, 12 Mei 2018

9

Terkait Polemik Pura Tirta Empul

Pemkab Siapkan SOP Pengelolaan Objek Wisata Gianyar (Bali Post) Desa Pakraman Manukaya Let mengakui kekeliruan atas terjadinya insiden Pura Tirta Empul di-booking beberapa waktu lalu. Atas dasar tersebut, pihak desa pakraman yang juga pengelola objek wisata mata air suci ini pun menyampaikan permohonan maaf. Sementara Pemkab Gianyar berencana menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) pengelolaan kawasan suci yang dijadikan objek wisata.

KOORDINASI - Suasana rapat koordinasi membahas pengelolaan Pura Tirta Empul.

Bali Post/nik

Sempat Terperosok ke Jurang

Tiga Siswa SDN 1 Blahbatuh Alami Trauma

Gianyar (Bali Post) Tiga siswa kelas VI SDN 1 Blahbatuh terperosok ke jurang dengan kedalaman belasan meter di aliran Tukad Kutuh, Desa Blahbatuh, Rabu (9/5) lalu. Ketiganya selamat dari maut. Namun sampai sekarang mereka masih trauma akan kejadian tersebut. Tiga siswa yang terperosok ke jurang itu, yakni Komang Putra Aditya (12), Fransiskus Daniel Damara Putra (12) dan Yoga Sedana Yasa (12). Kala itu mereka selamat setelah dievakuasi petugas BPBD Gianyar. Kejadian yang mereka alami hingga kini masih jadi perbincangan hangat lantaran lokasi kejadian terkenal angker. Ditemui Jumat (11/5) kemarin, Fransiskus Daniel Damara mengaku trauma jika harus kembali diajak ke semak-semak tersebut. Namun ketika ditemani gurunya, Daniel bersedia ke lokasi untuk menceritakan kronologi kejadian. Dia menuturkan, saat itu dia bersama tujuh rekannya bermain kejar-kejaran. Awalnya mereka hanya bermain di areal sekolah. Namun saking asyiknya bermain, kedelapan siswa ini bermain hingga ke semak-semak dekat Pasraman Yogadhi Parama Guhya milik Ida Pedanda Gede Made Gunung (alm). Ketika asyik bermain, mereka tidak sadar sudah berada di pinggir jurang. Tiga dari delapan siswa terperosok. ‘’Yoga jatuh

Hal ini terungkap saat rapat koordinasi yang dipimpin Sekda Kabupaten Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya di ruang rapat Asisten II Setda Gianyar, Jumat (11/5) kemarin. Rapat koordinasi itu dihadiri antara lain Bendesa Manukaya Let, Koordinator Pengelola Pariwisata Tirta Empul, Kepala Desa Manukaya, pimpinan OPD terkait, Kasat Intel Polres Gianyar dan KMHDI PC Denpasar. Bendesa Manukaya Let, Tampaksiring, I Made Mawi Arnata, mengakui saat itu memang benar dirinya mengucapkan kata booking tamu negara di Pura Tirta Empul. Namun hal tersebut merupakan salah ucap saja. Yang sebenarnya terjadi adalah pihaknya hendak mengatur dan mengelola pamedek yang saat itu tangkil untuk bersabar menunggu beberapa waktu. ‘’Saat itu tamu negara tersebut masih malukat di dalam sehingga areal di

dalam panglukatan masih sesak dengan banyaknya orang. Nah, saya minta pamedek yang masih di luar untuk menunggu supaya sama-sama nyaman malukat. Mungkin karena gerah menunggu relatif lama, pamedek tersebut emosi dan mencurahkan unek-uneknya melalui status Facebook,’’ ungkapnya. Mawi juga menyampaikan permohonan maaf bila ucapannya saat itu menyebabkan kesalahpahaman di masyarakat. Dia memastikan kejadian tersebut murni kesalahan komunikasi antara pihak pengelola dan pamedek. ‘’Jadi tidak benar kalau pura sudah di-booking. Siapa pun bebas malukat, asal sudah memenuhi standar awig-awig yang ditentukan pihak pura. Dan tentu kenyamanan harus diperhatikan,’’ katanya. Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya usai memimpin pertemuan tersebut mengatakan, Pemkab

Gianyar menyayangkan terjadinya insiden tersebut, sehingga menyebabkan kesan Pura Tirta Empul menjadi kurang elok di mata pamedek. Padahal Pura Tirta Empul merupakan objek wisata spiritual yang sangat populer di Kabupaten Gianyar. ‘’Pengelolaannya harus sangat hati-hati untuk menjaga taksu pura,’’ tegas Wisnu Wijaya. Dia menambahkan, Pemkab Gianyar melalui Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) akan menyusun SOP pengelolaan objek-objek wisata oleh desa pakraman. Ke depan pihaknya berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak lagi resah dan melaksanakan kegiatan malukat seperti biasa di Pura Tirta Empul. ‘’Jadi sudah jelas, terjadi salah komunikasi. Ke depan, semoga tidak terulang,’’ kata Wisnu Wijaya. (kmb35)

Bedah Rumah Warga Miskin

Rochineng Serahkan Kunci ke Pande Sukamba

Bali Post/nik

SISWA - Salah satu siswa yang terperosok ke jurang, Fransiskus Daniel Damara Putra didampingi guru menunjukkan lokasi kejadian. pertama, kedua Mang Putra, lalu saya,’’ jelas Daniel. Ketinggian jurang diperkirakan antara 10-20 meter dengan aliran sungai yang dikenal dalam. Yoga dan Daniel yang bisa berenang, memilih turun dan berenang melewati sungai daripada nyangkut di jurang itu. Keduanya pun basah kuyup, lalu berusaha naik dari sisi jurang yang lain. ‘’Setelah itu saya pilih balik ke sekolah, melewati jembatan bambu ini,’’ jelasnya. Sementara lima murid lainnya, kata Daniel, sudah duluan mencari pertolon-

gan ke sekolah. Barulah setelah menerima laporan ada murid jatuh ke jurang, Kepala Sekolah dan para guru bergegas ke lokasi. BPBD Kabupaten Gianyar dihubungi untuk melakukan evakuasi. BPBD perlu waktu sekitar dua jam melakukan evakuasi, hingga Komang Putra berhasil diangkat naik dalam kondisi basah dan kotor. Daniel tidak mengalami luka-luka, hanya dia sendiri masih bingung terkait kejadian yang dia alami. Daniel pun menyesali perbuatannya. Dia pun mengaku kapok

main jauh dari sekolah. Sementara itu, Kepala SDN 1 Blahbatuh Ketut Nata Kesuma mengatakan, kondisi ketiga anak didiknya tersebut sudah membaik. Hanya Yoga Sedana Yasa yang harus rawat inap sehari di RS Ari Canti, Ubud. ‘’Sebenarnya tidak ada luka. Tapi karena dulu pernah trauma pada bagian kepala, dia diobservasi selama 24 jam di ruang ICU. Sekarang sudah pulang, hanya saja belum sekolah,’’ jelasnya Kusuma didampingi Wali Kelas VI Ida Ayu Ketut Resi Asmini. (kmb35)

”Workshop” Wirausaha Masuk Desa

KELUARGA Pande Made Sukamba (68), warga Banjar Bukit Sari Desa Sidan, kini bisa tersenyum bahagia. Pasalnya, bantuan bedah rumah dari Penjabat (Pj.) Bupati Gianyar Dr. I Ketut Rochineng, S.H., M.H. telah rampung dikerjakan. Penyerahan kunci rumah dilakukan langsung Rochineng bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Gianyar, Jumat (11/5) kemarin. Kini Pande Sukamba bersama istrinya, Ni Made Mustini (47), dan satu orang anaknya, Pande Made Sastrawan, dapat tidur dengan nyaman di rumah layak huni. Seusai menyerahkan kunci rumah, Pj. Bupati Rochineng juga mengajak Pande Made Sukamba bersama keluarga serta warga yang turut hadir bersama sebagai wujud syukur telah selesai dibangunnya rumah berukuran 6m x 5m milik keluarga Pande Made Sukamba tersebut. Di sela-sela kegiatan, Rochineng mengatakan, dengan selesai bedah rumah ini, dirinya berharap bisa sedikit mengurangi beban bagi keluarga Pande Sukamba. Pande Sukamba bersama keluarga bisa lebih fokus pada peningkatan kesejahteraannya, terutama pemenuhan kebutuhan sehari-hari. ‘’Ini salah satu strategi dalam percepat pengentasan

SERAHKAN KUNCI - Pj. Bupati Gianyar Ketut Rochineng didampingi Kepala Badan Kesbangpol Gianyar Dewa Alit Mudiarta saat menyerahkan kunci rumah kepada Pande Made Sukamba. kemiskinan di Kabupaten Gianyar. Dengan rumahnya sudah layak huni, jadi mereka tidak perlu lagi memikirkan biaya bikin rumah lagi. Sekarang mereka hanya perlu memikirkan untuk kebutuhan sehari-harinya saja,’’ tambah Rochineng. Seperti diketahui, Pande Sukamba merupakan warga kurang mampu yang terkena musibah. Rumahnya rata dengan tanah dihantam angin kencang dan hujan lebat beberapa bulan lalu. Pada saat itu Pande Sukamba bersama keluarga menumpang tinggal di rumah salah satu warga.

Keluarga Pande Sukamba merupakan satu di antara dua warga kurang mampu yang menerima bantuan bedah rumah dari Pj. Bupati Gianyar I Ketut Rochineng. Bantuan serupa juga diterima oleh I Wayan Tinggal, warga Banjar Roban Desa Siangan. ‘’Sekarang kita akan melanjutkan pengerjaan rumah bagi keluarga I Wayan Tinggal. Kita kerjakan secara bergiliran, tidak mau terburu-buru. Biar kualitas bangunannya baik, sehingga tidak mudah rusak dan bisa bertahan lama,’’ terang Rochineng. (ad650)

katkan kesadaran semua pihak dalam menjaga kebersihan dan peduli sampah di Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong partisipasi semua komponen untuk semakin menjaga kebersihan lingkungan serta peduli akan pengelolaan sampah. ‘’Aksi peduli lingkungan dan peduli sampah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Pemkab Gianyar. Namun, dari segi peran serta masyarakat masih perlu ditingkatkan lagi,’’ kata Kujus Pawitra. Selain itu, kegiatan bersihbersih lingkungan dan peduli sampah merupakan program yang dilaksanakan secara berkala oleh Pemkab Gianyar

dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Hal ini mengingat Gianyar pada khususnya, Bali pada umumnya merupakan wisata destinasi wisata internasional sehingga keamanan dan kebersihan sangat penting. ‘’Tidak hanya dari pemerintah saja, semua komponen masyarakat, baik lembaga LSM, maupun organisasi lainnya. Semua kita harapkan melakukan kegiatan yang sama, yaitu menjaga kebersihan lingkungan, pantai khususnya. Mewujudkannya perlu sinergitas antara pemerintah dan komponen masyarakat atau lembaga sosial lainnya,’’ terangnya. (kmb35)

Lestarikan Budaya Lewat Penguatan Masyarakat Harus Peduli Lingkungan Ekonomi Desa Pakraman

LPD memiliki peran penting dalam pelestarian budaya, seni dan agama melalui penguatan perekonomian desa pakraman. Untuk itulah LPD terus memperkuat fungsi dan peranannya di masyarakat, salah satunya dengan membangkitkan semangat kewirausahaan di perdesaan. Hal itu diungkapkan Ketua BKS-LPD Provinsi Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si. pada workshop kewirausahaan yang dilangsungkan di Banjar Pujungkaja, Desa Adat Talepud, Kecamatan Tegallalang, Jumat (11/5) kemarin. Workshop tersebut digelar BKS LPD Provinsi Bali bekerja sama dengan Kelompok Media Bali Post. Tujuannya, membangkitkan dan mengembangkan wirausaha di perdesaan. Pengusaha yang hadir dalam kegiatan tersebut yaitu CEO Toya Grup Ayu Saraswati, Ketua LKP Agung Dr. Drs. A.A. Ayu Ketut Agung, M.M. dan Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha. Menurut Cendikiawan, menumbuhkan jiwa wirausaha merupakan realisasi

dari salah satu program BKS LPD. LPD harus mampu mendukung munculnya wirausahawan baik melalui bantuan permodalan maupun pengetahuan. Dijelaskannya, kehadiran pamucuk LPD serta pelaku usaha dalam workshop itu diharapkan mampu menjadi pemacu semangat masyarakat desa untuk berwirausaha. Apalagi di samping memberikan motivasi dan tata cara pengelolaan usaha yang baik, masyarakat juga diberikan bekal keterampi-

Bali Post/nik

WORKSHOP - Workshop kewirausahaan di Banjar Pujungkaja, Desa Adat Talepud, Kecamatan Tegallalang, Jumat (11/5) kemarin.

lan yakni tata rias dengan menghadirkan pakar kecantikan di Bali. ‘’Dengan kedatangan langsung dari pemilik Salon Agung yang memberikan ilmu tata rias, diharapkan mampu dikembangkan oleh masyarakat nantinya menjadi sebuah usaha. Dan perkembangan usaha itu tentunya akan didukung oleh lembaga keuangan desa pakraman yaitu LPD,’’’ jelasnya. Dengan semangat masyarakat untuk berwirausaha, akan tumbuh hubungan saling menguntungkan antara LPD dan masyarakat. Jika usaha masyarakat berkembang, LPD juga akan berkembang. ‘’Penyaluran kredit LPD menjadi lancar untuk mendukung permodalan usaha yang dilakoni masyarakat. Demikian juga usaha masyarakat akan berjalan lancar dengan didukung akses permodalan dari LPD,’’ imbuhnya. Ke depannya dia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dari kabupaten satu ke kabupaten lainnya, dengan didukung oleh LPD setempat serta antusiasme masyarakat yang tinggi. Demikian pula dalam seminar tersebut diharapkan masyarakat bersatu untuk membangun usaha dengan didukung Bendesa sebagai pembina usaha. Sementara itu, Camat Tegallalang yang pada kesempatan itu diwakili Kasi Pelayanan Umum A.A Gde Rai, S.P. mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Dijelaskannya,

sebelumnya mata pencaharian masyarakat Tegallalang lebih banyak pada pembuatan handycraft. Namun saat ini sektor tersebut sedang terpuruk sehingga masyarakat harus melirik peluang lain yang bisa dikembangkan. ‘’’’Melalui kegiatan ini, tentunya mampu memberikan peluang baru bagi ibuibu PKK yang hadir dalam kesempatan ini. Di samping ilmu yang didapatkan, ini bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Ke depannya juga dapat dikembangkan menjadi usaha yang menjanjikan, terlebih potensi tata rias sangat menjanjikan saat ini,’’ tegasnya. (nik)

Gianyar (Bali Post) Gerakan kebersihan pantai kembali digelar, Jumat (11/5) kemarin di Pantai Masceti. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut instruksi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Surat Edaran Pemkab Gianyar tentang gerakan kebersihan, pengurangan dan penanganan sampah. Kegiatan ini merupakan aksi nyata dalam upaya mendorong partisipasi semua komponen masyarakat untuk secara aktif menjaga kebersihan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar I Wayan Kujus Pawitra mengatakan kegiatan kali ini merupakan momentum untuk mening-


JEMBRANA

10 SOSOK

Sabtu Paing, 12 Mei 2018

Kesadaran Membuang Sampah KAWASAN Gilimanuk sebagai pintu gerbang Bali di ujung barat, kebersihan dan kenyamanan selalu menjadi perhatian. Termasuk di kawasan Teluk Gilimanuk yang saat ini menjadi salah satu kawasan yang disulap menjadi kawasan wisata. Kenyamanan itu bukan saja lokal, namun juga bagi warga yang melintas masuk dan keluar Bali. ‘’Sebagai pintu gerbang Bali di ujung barat, saya minta agar kebersihan dan keasrian selalu menjadi perhatian. Kebersihan dan keindahan di kawasan Teluk Gilimanuk ini kami lihat telah mampu menciptakan suasana nyaman,’’ kata Bupati Jembrana I Putu Artha di sela-sela coastal clean-up, belum lama ini.Bupati asal Melaya ini berharap semua komponen masyarakat untuk ikut selalu menjaga kebersihan. Dengan kondisi bersih tentunya ketika memasuki pintu gerbang Bali senantiasa memberikan kesan kalau Bali merupakan daerah yang indah. Coastal clean-up, kata Bupati Artha, bukan sekadar mengumpulkan sampah yang ditemui di pantai. Namun lebih dari itu, yakni menumbuhkan kesadaran tentang perlunya kebutuhan akan kondisi lingkungan pantai dan laut yang bersih. Laut yang selama ini memberikan kehidupan manusia karena jasa lingkungannya yang bisa dinikmati, baik pemandangan pantainya yang menarik perhatian wisatawan, termasuk sumber daya alamnya berupa ikan yang bisa diambil manusia. ‘’Laut kita sedang sakit karena sampah yang terus-menerus datang kepadanya. Pantai dan laut yang telah men-support kehidupan kita itu dijadikan tempat sampah raksasa oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,’’ ucap mantan pejabat yang pernah duduk di DPRD Bali dan DPRD Jembrana ini. Upaya yang perlu dilakukan, langkah preventif atau mencegah masuknya sampah ke laut. Di antaranya mencegah, menggunakan kembali dan mendaur ulang. Selain itu, memungut sampah yang sudah telanjur dibuang, baik di jalan, fasilitas umum maupun di tempat lainnya. Namun yang terpenting adalah mencegah masuknya sampah-sampah tersebut ke laut. (olo)

PENYU MATI – Sejumlah warga yang tergabung dalam KPP Kurma Asih mengubur penyu yang ditemukan mati di Pantai Perancak.

Bali Post/olo

Penyu Tua Ditemukan Membusuk di Pantai Perancak

Negara (Bali Post) Seekor penyu Lekang ditemukan warga terdampar di Pantai Perancak, Banjar Dangin Berawah, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kamis (10/5) petang. Penyu yang dalam kondisi mati ini diperkirakan berumur lebih dari 50 tahun. Belum diketahui pasti penyebab kematian hewan yang dilindungi tersebut. Setelah dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jembrana dan Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih Perancak, bangkai penyu itu akhirnya dikubur di lokasi

penemuan pada Jumat (11/5) kemarin. Informasi yang dihimpun di lokasi, bangkai penyu berukuran 70 x 73 cm itu pertama kali ditemukan staf vila dekat pantai, Made Budi Utama. Selanjutnya oleh satpam vila setempat, Putu Budiana (39) penemuan itu dilaporkan ke sejumlah anggota KPP Perancak. Saat ditemukan, kondisi penyu sudah membusuk. Selanjutnya pada Jumat pagi, KPP Kurma Asih bersama petugas BKSDA melakukan pengecekan dan akhirnya hewan itu dikubur. ‘’Kalau dilihat dari ukuran,

umur penyu jantan ini lebih dari 50 tahun. Kemungkinan sudah tujuh hari matinya,’’ kata I Ketut Tirta (70), salah seorang anggota Kelompok Kurma Asih. Nelayan yang pernah menjadi pemburu penyu ini mengatakan banyak sebab mengakibatkan penyu mati. Bisa karena sengaja ditangkap atau tidak sengaja seperti terjerat jaring nelayan maupun kondisi perairan yang tak memungkinkan. Namun dilihat dari kondisinya, penyebab kematian penyu itu tidak ada tanda-tanda kesengajaan. Penemuan penyu ter-

dampar ini merupakan yang kedua kalinya di Pantai Perancak. Sebelumnya, sekitar dua bulan lalu juga ditemukan penyu Lekang mati oleh warga sekitar. Sayangnya penyu yang ditemukan sekitar 200 meter dari bibir pantai itu hanya tersisa cangkangnya saja. ‘’Ini yang kedua kalinya di sini (pantai Perancak), kita tidak tahu pasti penyebabnya karena sudah membusuk. Tapi bisa juga karena kondisi perairan yang kotor,’’ ucap I Wayan Anom Astika Jaya, Koordinator KPP Kurma Asih. Ia juga menerima informa-

si masyarakat di sepanjang pesisir Jembrana sejak sepekan ini juga banyak ditemukan bangkai penyu. ‘’Di sini (perancak) masyarakat sudah banyak yang mendukung dan menindaklanjuti ketika menemukan penyu. Kami harap ini (kepedulianred) terus berlanjut,’’ tambah Anom. Menurutnya, memang banyak yang menjadi faktor penyebab penyu mati. Selain terjerat jaring nelayan, diburu, juga ada kemungkinan karena dampak kondisi perairan yang tercemari sampah plastik pada khususnya. (kmb26)

Ditentang, Pembangunan PLTS di Sangiang Tetap Lanjut Tunggu Kerja Sama dengan PLN

Negara (Bali Post) –

Kendati mendapat tentangan dari kalangan DPRD Jembrana, rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Perkebunan Sangiang, Candikusuma, Melaya yang dikelola Perusda Bali sepertinya tetap akan berlanjut. Juru bicara Perusda Bali Wayan Pasek Iriyana, Jumat (11/5) kemarin, mengatakan pascapertemuan dengan sejumlah pihak beberapa waktu lalu, pembangunan PLTS diakui tetap lanjut. Bali Post/olo

AYAM KAMPUNG - Sejumlah ayam kampung yang hendak dijual. belakangan stok ayam kampung dikeluhkan warga lantaran sulit diperoleh.

Jelang Galungan dan Kuningan

Ayam Kampung Sulit Diperoleh Negara (Bali Post) Menjelang hari raya Galungan, kelangkaan ayam kampung terjadi di Kabupaten Jembrana. Kondisi ini bukan saja dikeluhkan para konsumen atau pembeli, namun juga para pengusaha pengolahan ayam. Salah satu penyebabnya yakni pasokan ayam kampung yang disinyalir didatangkan dari luar Bali belakangan ini tersendat. ‘’Sudah seminggu ini langka. Kewalahan memenuhi permintaan pelanggan,’’ ujar salah satu pelaku usaha pengolahan ayam kampung, Ni Ketut Sutarmi (38). Pengusaha ayam yang sudah sejak tahun 2011 membuka usaha di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana ini mengungkapkan, kemungkinan besar pasokan tidak ada karena ayam-ayam kampung itu susah masuk ke Bali. Sebab, selama ini pasokan ayam kampung lebih banyak didatangkan dari Pulau Jawa. Para pedagang bisa membedakan antara ayam kampung dari Jawa dengan lokalan. Biasanya bahan baku lebih banyak didatangkan dari luar. Begitu juga dari sisi harga disebutkan jauh lebih murah yang didatangkan dari Jawa. Ia pun mengaku kewalahan dengan kondisi ini. Apalagi saat hari raya biasanya membutuhkan 20-30 ekor ayam kampung (bekakak). ‘’Ketika hari raya Galungan, permintaan bisa kembali melonjak hingga 50-100 ekor,’’ ucapnya. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Pemkab Jembrana I Made Gede Budhiarta menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun dari monitoring pasar-pasar tradisional, harga ayam kampung memang fluktuatif atau tidak tetap. Kisaran harga berdasar ukuran, antara Rp 50.000 hingga Rp 80.000 per potong. Sementara untuk daging ayam boiler justru stabil, antara Rp 35.000 per kilogram. Terkait keluhan masyarakat stok daging ayam kampung yang berkurang, pihaknya akan menggelar sidak pasar. Selain mendata ketersediaan, juga permintaan konsumen saat moment menjelang hari raya sebelumnya. Bila diperlukan, pihaknya akan menggelar operasi pasar (OP) sebelum berlangsungnya hari raya Galungan, Kuningan dan Idul Fitri. (kmb26)

Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135

Kantor Agama (0365) 41087 Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo(0365) 42443 Polsek Kota Negara087762879788 Polsek Pekutatan (0365) 4700097 Polsek Mendoyo (0365) 43015 Polsek Gilimanuk (0365) 61101 Polres Jembrana (0365) 41110

Saat ini pembangunan yang rencananya menggunakan lahan perkebunan produktif di Sangiang itu masih dalam proses. Artinya, permohonan perizinan kerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih berjalan. Hal itu harus dilakukan karena berkaitan dengan perjanjian jual-beli dengan PLN selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola kelistrikan di Indonesia. Terkait dengan imbauan DPRD Jembrana untuk memanfaatkan lahan kebun serupa di Pekutatan, menurutnya, hal itu juga akan dilakukan. Dari total 120 hektar yang rencananya untuk PLTS, 70 hektar akan dilakukan di Pekutatan.

‘’Tapi untuk yang dikerjakan tahun 2018 sampai 2020 ini sementara di Sangiang dulu,’’ terangnya. Sementara untuk tambak, diakui belum ada kepastian dan masih dikaji kembali. Sesuai harapan Bupati dan DPRD Jembrana beberapa waktu lalu, rencana pembangunan tambak masih akan dikaji. Sedangkan PLTS masih dalam proses perizinan, terutama terkait perjanjian dengan PLN. ‘’Kalau itu tidak ada (perjanjian), kita belum jalan. Sekarang masih proses karena di PLN Pusat masih ada pergantian direksi,’’ tandas Pasek. Di sisi lain, DPRD Jembrana tetap menentang rencana pembangunan PLTS

di Sangiang ini. Apalagi sampai membabat pohon kelapa di perkebunan tersebut. Wakil Ketua DPRD Jembrana Wayan Wardana berharap jangan perkebunan yang masih produktif dijadikan percobaan. Apalagi pengembangan PLTS ini sudah melenceng dari rencana awal. ‘’Sekarang kan sudah tidak ada kelanjutan dari Kementerian ESDM. Saya dengar yang mau buat PLTS sekarang kan swasta dari AQUO. Kami tegaskan jangan kebun yang sudah produktif dijadikan percobaan,’’ tegas Wardana. Sebelumnya Dewan juga pernah diberikan gambaran tentang PLTS yang dikembangkan di Kalimantan. Tetapi belum ada kepas-

I Wayan Wardana tian, apakah sudah berhasil atau mangkrak. ‘’Sebenernya kita ingin tahu (PLTS di Kalimantan) dan ingin kunjungi, apa berhasil atau mangkrak,’’ terangnya. Yang

Bali Post/olo

pasti pihaknya tidak ingin pohon kelapa yang sudah ada dan produktif dibabat. Sebab, kelapa masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jembrana. (kmb26)

Pascatragedi Kerusuhan di Mako Brimob

Kapolres Minta Seluruh Personel Waspada Negara (Bali Post) – Guna menghormati lima anggota Brimob yang gugur dalam insiden kerusuhan di Rutan Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, Polres Jembrana dan jajaran serta rumah jabatan Polri mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang. Pengibaran bendera tersebut dilakukan sejak Kamis (10/5) lalu. Sementara itu, pascainsiden di Rutan Mako Brimob tersebut, seluruh personel diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama anggota yang bertugas di lapangan untuk waspada dan peka dengan situasi di sekitarnya. Imbauan itu disampaikan Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih saat memimpin apel kesiapsiagaan personel di Mako Polres Jembrana, Jumat (11/5) kemarin. Kapolres di hadapan seluruh jajaran menyampaikan dengan perkembangan situasi yang berkembang di wilayah Indonesia sekarang ini, pihaknya berharap kepada seluruh personel agar selalu waspada. Serta selalu menjaga keselamatan diri pada saat melaksanakan tugas di lapangan. Bagi personel yang menjalankan tugas di lapangan ia meminta agar melengkapi diri dengan bodi sistem untuk perlindungan. Dalam melaksanakan tugas juga diharapkan jangan sendiri-sendiri, sehingga antara personel satu dengan yang lainnya bisa sal-

ing melindungi. Selain itu, Kapolres juga meminta anggota untuk berkonsentrasi serta melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh. Begitu juga dengan personel yang melaksanakan tugas jaga di Mako agar selalu melakukan pemeriksaan

terhadap tamu yang masuk sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Namun, tidak mengabaikan 3S (Senyum, Sapa dan Salam). ‘’Ini bertujuan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan. Sebab tidak menutup kemung-

kinan sel-sel teroris yang sudah mati bangkit kembali menyerang petugas maupun masyarakat yang sedang kita layani. Pastikan Mako Polres Jembrana steril dari ancaman teror,’’ tegasnya. Sementara itu, pengibaran bendera setengah tiang ini

selain di Mako Polres Jembrana, juga diberlakukan di Polsek, termasuk juga di kantor Sub-Polsek dan rumah jabatan polisi. Rencananya pengibaran akan dilakukan selama seminggu, sampai, Jumat (18/10) mendatang. (kmb26)

Bali Post/olo

SETENGAH TIANG – Salah satu kantor Sub Sektor Polsek Kota Negara yang berlokasi di Jalan Sudirman terlihat berkibar bendera Merah Putih setengah tiang, Jumat (11/5) kemarin.


BULELENG

Sabtu Paing, 12 Mei 2018

11

Budi Daya Anggur Hitam

Tetap Berkembang di Tengah Mahalnya Pupuk Bali Post/kmb38

BULELENG dikenal sebagai daerah penghasil anggur hitam di Bali. Budi daya tanaman ini mengalami pasang surut. Produktivitasnya ditentukan kondisi cuaca. Selain itu, biaya operasionalnya terus meningkat karena petani anggur masih terpaku dengan menggunakan pupuk dan obatobatan kimia. Data di Dinas Pertanian (Distan) Buleleng menyebutkan, tahun 2017, luas areal budi daya anggur hitam mencapai 699,7 hektar, dengan tanaman anggur 349.840 pohon. Budi daya anggur ini tersebar di Kecamatan Gerokgak, Seririt, dan Kecamatan Banjar. Dari populasi tanaman sebanyak itu di tahun yang sama produktivitas

anggur siap jual tercatat 11.417 ton. Dibandingkan dengan produktivitas tahun 2016 sebanyak 9.073 ton, terjadi peningkatan 2.344 ton. Peningkatan ini menyusul cuaca yang lebih mendukung, sehingga pada tahun itu petani mampu meningkatkan keuntungannya. Di tengah perkembangan tersebut, budi daya anggur hitam di daerah ini masih mengalami sejumlah permasalahan serius. Ini dibuktikan dari pola pertanian yang bergantung dengan pemakaian pupuk dan obat-obatan kimia. Bahkan, pemakaiannya terkesan berlebihan. Akibatnya, petani harus menambah biaya produksi. Ketika panen tiba, harganya anjlok, sehingga petani sering mengalami

kerugian yang lumayan besar. Dampak lainnya, petani yang tidak mampu menyiapkan modal besar, mereka menjual kebunnya atau mengganti komoditas tanaman dari budi daya anggur hitam menjadi lahan persawahan dengan ditanami padi atau tanaman semusim lain. Selain masalah modal produksi, kualitas anggur hitam pun mulai menurun. Ini terjadi karena adanya perilaku petani yang sengaja memanen anggur sebelum masanya. Seharusnya, anggur hitam dipanen rata-rata pada umur 105 sampai 110 hari, namun banyak petani memanen tanamannya pada umur 95 hari. Bahkan, ada buah yang dipaksa dipanen pada umur 90 hari. Perilaku ini menurunkan

menyadarkan dan mengarahkan petani melakukan pengendalian hama penyakit dengan konsep pengendalian hama terpadu. Upaya ini efektif agar pemakaian pupuk dan obat-obatan kimia dengan bijaksana, sehingga sasaran akhirnya adalah modal produksi bisa ditekan dan tanaman tetap berproduksi optimal. “Petani kita seolah tergantung, sehingga biaya produksi pun terus membengkak. Untuk masalah ini, kita rutin lakukan SL-PHT dengan mengajak petani lebih bijaksana dalam menggunakan pestisida kimia tersebut,” katanya. Sementara itu, upaya menjaga kualitas anggur hitam, Genep menyebut upaya yang dilakukan

adalah berusaha menyadarkan petani berusaha untuk memanen pada umur yang wajar. Hanya dengan penyadaran ini, kualitas anggur hitam yang tadinya terasa kecut menjadi manis bisa diwujudkan. Selain itu, pihaknya juga memberikan contoh dari hasil pengembangan budi daya anggur hitam dengan teknik pemeliharaan organik. “Memang kalau buahnya dipanen sebelum cukup umur rasanya kecut. Ada petani menyemprot buah yang masih muda itu agar kulit luarnya hitam, seolah buah matang di pohon. Ini kita berikan pemahaman agar buahnya dipanen pada umur yang wajar, sehingga kualitas tetap terjaga dengan baik,’’ jelasnya. (mud)

Kembangkan Perekonomian

SOSOK Semangat Gotong Royong WARGA Desa Umajero, Kecamatan Busungbiu menggelar kegiatan kebersihan lingkungan, Jumat (11/5) kemarin. Ini dilakukan karena menyambut Bulan Bhakti Gotong Royong 2018 dan pembinaan lomba desa sadar lingkungan tahun 2018. Desa Umejero, duta Kecamatan Busungbiu dalam lomba ini di tingkat Kabupaten Buleleng. Warga dan aparat desa setempat tampak antusias mengikuti aksi kebersihan tersebut. Selain gotong royong, warga juga diberikan bubuk abate gratis dan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Camat Busungbiu Made Supartawan memimpin aksi gotong royong ini. Dia didampingi perbekel di Kecamatan Busungbiu, LPM dan BPD se-Kecamatan Busungbiu. Mantan Kabag Humas dan Protokol Sekkab Buleleng ini bangga melihat antusias warga yang semakin sadar terhadap kebersihan lingkungan. Kesadaran ini ditunjukkan dengan kekompakan warga melakukan gotong royong. Sikap ini wujud pemahaman terhadap warisan budaya bangsa dalam membangun desa. Untuk itu, dia berharap kebersamaan dan gotong royong ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan. ‘’Ini tidak berhenti pada seremonial dan mendukung lomba saja. Tetapi terus kita tingatkan bersama dalam membangun daerah,’’ katanya. (mud)

Pemkab Dorong Desa Bentuk BUMDes

Singaraja (Bali Post) –

Selain Lembaga Perkreditan Desa (LPD), keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dinilai efektif untuk mengembangkan perekonomian desa. Sampai tahun ini, dari 129 desa di Kabupaten Buleleng, telah dibentuk 108 BUMDes. Badan usaha miliki desa tersebut, sampai tahun ini menunjukkan perkembangan yang positif. Beberapa BUMDes di antaranya mengelola aset yang cukup besar yaitu mencapai Rp 12 miliar. Keberadaan BUMDes muncul sekitar tahun 2014. Diawali dengan program pemerintah dalam percepatan penanganan kemiskinan di daerah. Untuk melaksanakan program ini pemerintah mengucurkan dana bantuan. Syarat dana bantuan itu dikelola oleh desa lewat BUMDes. Di Provinsi Bali, program bantuan untuk warga kurang mampu itu dikenal dengan Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbang Sadu) Mandara. Tercatat 78 BUMDes mendapatkan modal usaha dari program Gerbang Sadu. Sedangkan, 30 BUMDes lainnya mengelola modal dari desa bersangkutan atau diistilahkan sebagai BUMDes non-Gerbang Sadu. Selanjutnya, pemerintah pusat mengeluarkan regulasi untuk mendasari BUMDes

Pemakai Ganja Ditangkap

Bali Post/kmb38

BARANG BUKTI – Kapolres Buleleng AKBP Suratno memberikan keterangan pers terkait penangkapan penyalah guna ganja, Jumat (11/5) kemarin. Singaraja (Bali Post) – Kadek Widiarsana alias Klempong, warga Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada ditangkap polisi karena kedapatan menyimpan narkotika jenis ganja kering seberat 8,15 gram. Tersangka ditangkap Senin (7/5) lalu sekitar pukul 18.00 Wita. Saat itu, polisi mendapatkan laporan bahwa di rumah tersangka diduga sering terjadi pesta narkoba. Polisi membuntuti tersangka hingga di Jalan Leli Singaraja.

kualitas buah terutama rasa manisnya menjadi kurang optimal. Kepala Distan Buleleng Nyoman Genep didampingi Kepala Bidang Hortikultura Gede Sebudi, Jumat (11/5) kemarin, mengatakan walau budi daya anggur hitam mengalami permasalahan serius, usaha tani yang satu ini tetap berkembang. Untuk mengatasi permasalahan itu, Distan menggulirkan sejumlah program yang didanai dari APBD Buleleng. Dia mencontohkan, menekan biaya pembelian pupuk dan obatobatan petani diajarkan pengendalian hama dan penyakit melalui program Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT). Lewat program ini, pihaknya

Di sana, polisi memberhentikan tersangka dan digeledah. Dari penggeledahan yang dilakukan, polisi menemukan plastik yang di dalamnya berisi daun ganja kering seberat 8,15 gram. Selain itu, polisi juga menemukan 1 plastik yang berisi tembakau, 3 bungkus kertas linting, dan barang bukti lainnya. Atas temuan itu, tersangka diamankan ke Mapolres Buleleng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari pembinaan yang kami lakukan, perkembangan BUMDes yang sudah dibentuk ini sudah sangat baik. Pengelolaan unit usahanya itu mampu menggeliatkan perekonomian. Sasaran lainnya adalah tingat kemiskinan di desa dapat dientaskan.”

----------------------------------------------------Kepala Dinas PMD Buleleng Gede Sandhiyasa

melalui Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No. 5 Tahun 2015. Regulasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan Perda No. 1 tahun 2015 tentang Pembentukan dan Pengelolaan BUMDes. Dengan dua regulasi itu, Buleleng terus mengembangkan BUMDes sebagai lembaga dalam membangkitkan ekonomi dan percepatan pengentasan ke-

Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.I.K., Jumat (11/5) kemarin, mengatakan penyalahgunaan ganja termasuk jarang di Buleleng, karena, peredarannya belum seperti sabu-sabu. Namun, pihaknya akan melakukan pendalaman untuk mengungkap segala jenis bentuk peredaran narkoba. Terlebih lagi, peredaran ganja kering ini mirip dengan jual beli sabu-sabu yakni dengan sistem tempel. “Kalau ganja memang jarang dan mungkin penangkapan ini yang pertama. Tapi apa pun itu, penyalahgunaan narkotika menjadi atensi kami untuk terus memberantas baik sekadar pemakai atau pengedarnya akan kami proses sesuai hukum,” katanya. Selain mengamankan penyalahguna ganja, polisi juga berhasil menangkap tiga tersangka penyalah guna narkoba jenis sabu-sabu. Mereka yang telah ditangkap masingmasing I Putu Wartawan alias Aplik asal Desa Sidatapa Kecamatan Banjar. Dia ditangkap dengan barang bukti sabu-sabu seberat 0,50 gram. Gede Pasek Resia alias Doglag warga Kelurahan Sukasada dengan barang bukti sabu-sabu seberat 0,17 gram dan 0,12 gram, serta Nyoman Sukranata warga Desa Baktiseraga dengan barang bukti 7 paket sabu-sabu. (kmb38)

miskinan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng, Gede Sandhiyasa, Jumat (11/5) kemarin, mengatakan, seratusan BUMDes yang sudah dibentuk oleh masing-masing desa tersebut unit usahanya tergolong beragam. Kebanyakan bergerak dalam usaha simpan pinjam. Selain itu ada yang mengembangkan usaha pertokoan,

pengelolaan air bersih, pasar tradisional, hingga usaha peternakan. Dari beragam unit usaha tersebut, pengelolaan usahanya tergolong baik. Bahkan, dari pembinaan yang sudah dilakukan, beberapa BUMDes di daerahnya mengelola aset mencapai Rp 12 miliar. BUMDes dengan nilai aset tertinggi itu adalah BUMDes Tajun, Kecamatan Kubutambahan. Disusul aset Rp 6 miliar dikelola oleh BUMDes Tunjung yang juga di Kecamatan Kubutambahan. “Dari pembinaan yang kami lakukan, perkembangan BUMDes yang sudah dibentuk ini sudah sangat baik. Pengelolaan unit usahanya itu mampu menggeliatkan perekonomian dan sasaran lainnya adalah tingkat kemiskinan di suatu desa dapat dientaskan,” katanya. Hasil positif pengelolaan BUMDes belakangan ini dijadikan pemacu semangat bagi desa-desa lain yang belum membentuk BUMDes. Sampai tahun ini masih ada 15 desa yang belum membentuk BUMDes seperti yang diamanatkan baik Permendesa PDT dan Perda. Selain itu, ada 6 desa

sekarang ini sedang mempersiapkan untuk membentuk BUMDes. Dari pendampingan yang dilakukan selama ini, penyebab desa belum membentuk BUMDes karena belum menyiapkan modal awal yang diperlukan. Untuk itu, pemerintah mendorong desa-desa yang lain agar membentuk BUMDes sebagai lembaga penggerak ekonomi desa. “Modal awal yang tidak bisa disiapkan menjadi pemicu desa belum memikirkan membentuk BUMDes. Awal pembentukannya musyawarah desa (musdes) dan kalau masalah modal awal itu kami terus ingatkan agar dari APBDes bisa memprogramkan modal awal untuk BUMDes,” jelasnya. Selain menggenjot desa membentuk BUMDes, PMD memprogramkan bimbingan teknis (bimtek) bagi pengelola dan pengawas. Untuk tahun ini, bimtek akan menyasar a n g g o t a p e n g a w a s B U MDes. Alasannya, pengawas berperan penting mencegah munculnya konflik internal atau kesalahan manajemen dalam pengelolaan BUMDes. (kmb38)


KLUNGKUNG

12 SOSOK Tingkatkan Kewaspadaan

KERICUHAN di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat yang merenggut nyawa lima anggota polisi dan seorang napi terorisme juga menjadi perhatian Kapolres Klungkung, AKBP Bambang Tertianto. Mengantisipasi kejadian serupa di Mapolres, penjagaan di sel tahanan semakin diperketat. “Personel yang bertugas di pintu masuk juga kami minta tidak terlena dengan situasi dan kondisi wilayah Klungkung saat ini,” ungkapnya, Jumat (11/5) kemarin. Menciptakan suasana tetap aman dan kondusif, kekuatan personel yang berjaga juga ditambah serta dilengkapi senjata api. Pengunjung yang masuk pun diperiksa secara ketat dan memastikan maksud kedatangannya. “Kami tetap semaksimal mungkin memberikan perlindungan pada masyarakat, tentunya dalam menjalankan tugas tetap harus meningkatkan kewaspadaan,” katanya. Tak hanya itu, Standar Operasional Prosedur (SOP) penjagaan tahanan juga dievaluasi. Barang terlarang yang tidak semestinya ada di dalam ruang tahanan, yang bisa membahayakan petugas atau kepada tahanan diatur. Demikian pula semua barang dan makanan yang diberikan kepada tahanan turut diperiksa. “Kerusuhan di Mako Brimob menjadi pembelajaran bagi kita semua,” ucapnya. Kejadian berdarah itu telah menimbulkan duka di jajaran kepolisian. Pihaknya pun turut berkabung dengan mengibarkan bendera setengah tiang. Kembali diingatkan, personel yang bertugas harus saling mengawasi dan menghindari bertugas sendirian. “Seluruh satuan fungsi, termasuk jajaran Polsek juga sudah diminta untuk meningkatkan kegiatan preventif, terutama di tempat keramaian,” ujarnya. (sos)

Hampir Sebulan Ditahan

Rekomendasi Pemberhentian Sementara Perbekel Satra Belum Turun

Semarapura (Bali Post) Rekomendasi pemberhentian sementara Perbekel Satra, Kecamatan Klungkung, Ni Made Ratnadi, lantaran harus menjalani proses hukum dugaan kasus korupsi APBDes, belum turun dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal ini menyebabkan pengamprahan dana desa belum bisa dilaksanakan. Realisasi berbagai jenis kegiatan pun terancam. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung I Wayan Suteja, Jumat (11/5) kemarin, mengatakan rekomendasi pemberhentian tak sebatas ditunggu. Namun, pihaknya segera memastikan langsung ke kementerian sesuai petunjuk Penjabat Sementara (Pjs) Bupati dan Sekretaris Daerah. “Informasinya, Jumat pekan lalu, rekomendasi sudah diparaf. Tetapi sampai sekarang kami belum menerima. Ini segera kami pastikan,” ucapnya. Disampaikan lebih lanjut, roda pemerintahan desa itu masih dikendalikan pelaksana harian. Hal ini menyebabkan pengamprahan dana desa tahap I dan II sebesar 60 persen belum bisa dilakukan. Tak dimungkri, ini berpotensi menghambat realisasi kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. “Tentu rekomendasi yang

belum turun ini menyebabkan belum ada pelaksana tugas. Ini juga berdampak pada dana desa belum bisa diamprah,” jelasnya. Pemberhentian sementara itu tinggal menunggu jawaban dari Kemendagri. Sementara dari pemerintah daerah, hal yang diperlukan sudah disiapkan. Seperti halnya draf keputusan penunjukan pelaksana tugas. “Kami ingin ini segera tuntas. Yang harus dikerjakan pemkab, sudah jalan. Tinggal menunggu rekomendasi saja. Kalau hari ini keluar, hari ini kami bisa sampaikan pemberhentian sementaranya,” tegas pejabat asal Karangasem ini. Terkait dana desa, Desa Satra ini mendapat total sekitar Rp 700-an juta. Sesuai perencanaan, itu salah satunya digunakan untuk pembangunan fisik. “Anggaran kegiatannya memang tidak banyak. Ada berupa pembuatan jalan. Rasanya kalau dikerjakan tidak membutuhkan waktu lama. Tidak ada pembangunan besar, apalagi yang sampai bertingkat,” terangnya. Seperti berita sebelumnya, Desa Satra menjadi satu-satunya yang belum mengamprah dana yang digelontorkan pemerintah pusat. Desa lain sudah melakukannya sekitar sebulan lalu. Sudah ada dipergunakan untuk merealisasikan kegiatan. Untuk diketahui, Ni Made Ratnadi ditahan Kejaksaan Negeri Klungkung, 17 April lalu. Pada kasus ini, terdakwa diduga melakukan korupsi APBDes 2015. Sesuai hasil perhitungan Badan Pengawas Keuangan ditemukan kerugian negara Rp 94.344.000. Dugaan penyimpangan berupa mark up harga barang. Beberapa di antaranya dalam finishing balai desa dan operasional kantor. (kmb45)

Nihil Bantuan, Petani Rumput Laut Mengeluh

Semarapura (Bali Post) Keluhan petani rumput laut di Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung yang kesulitan bibit pascagagal panen belum bisa disikapi cepat oleh Pemkab Klungkung. Pasalnya, hal tersebut masih menunggu hasil demplot yang dikembangkan pada tiga musim tanam. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung I Wayan Durma mengakui hal itu pada Jumat (11/5) kemarin. Pejabat asal Nusa Penida ini mengatakan demplot tersebut ada di Desa Suana, Lembongan, dan Batununggul. Budi dayanya sudah dilakukan April dan berlanjut pada Agustus dan Oktober. Bibitnya didatangkan dari Lombok Timur jenis kotoni dan spinosum. Setiap desa jumlahnya hanya tiga petak dengan masing-masing uku-

ran 5 x 5 meter. “Persoalan hasilnya seperti apa, ini yang akan menjawab,” jelasnya. Jika demplot ini mendatangkan hasil sesuai harapan, maka akan dikembangkan lebih banyak lagi dengan melibatkan petani yang tergabung dalam kelompok. Sebelum itu, tidak ada bantuan yang digelontorkan. “Belum ada kita berikan

Bali Post/sos

bibit atau apa kepada petani. Nanti hasil demplot itu kita tularkan,” ucapnya. Disampaikan lebih lanjut, sentuhan ekonomi kreatif untuk hasil panen sebagai upaya menambah pendapatan petani juga akan tetap digulirkan seperti sebelumnya. “Kalau pengolahan, itu sudah pernah dilakukan. Kalau bisa berkembang lagi,

kembali dilakukan. Sekarang fokus dulu untuk produksi rumput laut,” imbuhnya. Sebelumnya, petani Ni Nengah Sukarti menuturkan pertanian rumput laut yang pernah menjadi primadona sebagian besar masyarakat ini sempat nihil. Bukan sengaja ditinggalkan. Namun akibat cuaca buruk yang menyebabkan kualitas panen tak maksimal. Namun, sejak tiga bulan lalu, seiring cuaca mulai bersahabat, petani kembali untuk budi daya. “Karena cuaca sudah mendukung, jadi mencoba lagi,” tuturnya. Hanya, katanya, jumlahnya tak sebanyak dulu. Baru

beberapa petak. Pemicunya tak sebatas khawatir terjadinya gagal panen, tetapi juga karena keterbatasan bibit. “Kalau dulu yang menanam sangat banyak. Sekarang sedikit. Ini untuk menambah hasil di kebun,” ucapnya. Perbekel Suana, I Putu Rai Sudarta, mengatakan bibit yang dibudidayakan petani masih sisa rumput laut sebelumnya. Tentu dari sisi kualitas kurang baik. “Sekarang, petani masih terkendala bibit. Waktu ini dinas terkait ada yang turun. Mudah-mudahan bisa mendapat perhatian,” ucapnya. (kmb45)

diaplikasikan. Hanya melalui metode peuyeumisasi, briketisasi/peletisasi, dan gasifikasi, dengan menggunakan bio activator. “Dengan metode tersebut, dalam waktu tiga hari bau sampah akan hilang, dan dalam waktu 10 hari volume sampah akan berkurang. Sampah yang telah olah dibentuk menjadi briket dan pelet yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk proses memasak, dan energi listrik dengan menggunakan gasifier,” jelasnya. Ditambahkan, sebelumnya pemkab juga sudah melakukan berbagai upaya untuk penanganan sampah. Di antaranya pengembangan Tempat Olah Sampah Terpadu (TOST) di desa-desa, pengembangan bank sampah, dan pengolahan pupuk organik sistem Osaki, Jepang. Namun belum menunjukkan hasil yang optimal, karena biaya yang cukup tinggi

dan prosesnya juga lumayan lama serta hasilnya pun sulit untuk dipasarkan. Menyimak pemaparan itu, Mediastuti menyampaikan apresasi. Bahkan, kunjungannya ini dilanjutkan ke TOSS di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan dan Dusun Lepang, Desa Takmung, Banjarangkan. Dirinya ingin lebih memahami cara-cara pengolahan. “Program TOSS di Klungkung ini sudah berjalan dengan baik, maka dari itu keinginan untuk lebih memahami tentang cara-cara pengolahan sampah menjadi energi terbarukan (briket/pelet) semakin serius,” katanya. Disampaikan lebih lanjut, ilmu yang didapatkan itu akan dikomunikasikan dengan pihak terkait di Pemkab Badung. “Penanganan sampah sangat penting dilakukan. Terutama di daerah objek wisata,” tandasnya. (ad649)

Penerapan TOSS Dilirik Anggota DPRD Badung

PROGRAM Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) yang diterapkan Pemkab Klungkung tak sebatas memantik keingintahuan dari Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Hal serupa juga datang dari anggota DPRD Badung daerah pemilihan Kuta, Ni Luh Gede Sri Mediastuti. Ini ditunjukkan dengan kunjungannya langsung ke Klungkung, Jumat (11/5) kemarin. Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra yang menyambut kedatangannya mengungkapkan program bidang lingkungan sebagai penghasil energi terbarukan ini sudah diterapkan sejak Agustus 2017 dan baru tersebar di 12 desa di wilayah Klungkung daratan. Sejauh ini, cukup efektif untuk mengurangi sampah yang terbuang ke TPA. “Untuk sementara, baru 12 desa yang sudah menerapkan TOSS. Nantinya seluruh desa di Klungkung

Bali Post/ist

TOSS - Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung Anak Agung Kirana (kiri) menjelaskan pengolahan sampah dengan metode TOSS kepada anggota DPRD Badung daerah pemilihan Kuta Ni Luh Gede Sri Mediastuti (dua dari kanan) saat berkunjung, Jumat (11/5) kemarin. akan menggunakan program tersebut,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung Anak

Agung Kirana menyampaikan penerapan TOSS karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sangat terbatas. Terobosan inovatif ini sangat mudah

Meningkat, Lulusan SMAN 1 Semarapura Lolos SNMPTN Diapresiasi Komite Sekolah

Semarapura (Bali Post) Peningkatan kualitas peserta didik terus menjadi fokus SMAN 1 Semarapura, Klungkung. Hal tersebut ditempuh melalui berbagai upaya. Terobosan yang dilakukan telah membuahkan hasil positif. Puluhan peserta didiknya yang lulus tahun ini berhasil lolos dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Bahkan, jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya. Hal ini mendapat apresiasi dari komite sekolah. Kepala SMAN 1 Semarapura I Wayan Suamba menjelaskan sesuai data, lulusannya yang berhasil lolos seleksi jalur dengan persaingan ketat itu mencapai 35 orang. Tidak hanya pada perguruan tinggi di Bali, seperti Universitas Udayana dan Universitas Pendidikan Ganesha. Tetapi juga di Universitas Brawijaya, Malang dan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. “Di luar Bali lolos dua orang. Jumlah sekarang meningkat dari tahun lalu yang hanya 23 orang. Di Fakultas Kedokteran Unud juga dulu dua

orang, sekarang tiga,” ungkapnya didampingi Waka Humas A.A. Sayu Rai Pujihati, Waka Kurikulum Kadek Putrawan dan Waka Kesiswaan I Pande Putu Alit Antara, Jumat (11/5) kemarin. Peningkatan lolos seleksi juga pada Politeknik Negeri Bali. Tahun lalu hanya 17 orang, dan kini 27 orang untuk berbagai program studi. “Untuk yang ikut SBMPTN juga sampai ratusan. Mereka sudah ikut seleksi. Tinggal menunggu pengumuman,” sebutnya. Disampaikan lebih lanjut, sekolah yang berlokasi di Jalan Flamboyan ini sejak awal tahun juga telah berhasil merebut 13 juara bidang non-akademik, seperti Porsenijar dan tiga bidang akademik. Tak hanya itu, untuk UNBK, satu siswa, Ida Maya Teresa Wrycza, mendapatkan nilai sempurna untuk Bahasa Jepang. “Kalau untuk hasil UNBK, rata-rata bagus. Kekurangan tetap kami evaluasi,” katanya. Kasek yang pensiun akhir Mei ini menyatakan capaian tersebut sangat membanggakan. Diperlukan berbagai

Bali Post/sos

I Wayan Suteja

Sabtu Paing, 12 Mei 2018

SERAHKAN BONUS - Ketua Komite SMAN 1 Semarapura I Ketut Ardana, Jumat (11/5) kemarin, menyerahkan bonus kepada lulusan Ida Maya Teresa Wrycza yang mendapatkan nilai sempurna untuk Bahasa Jepang.

upaya untuk mewujudkannya. Mulai dari peningkatan kualitas siswa sejak awal mengenyam pendidikan maupun para tenaga pendidik. “Yang SNMPTN tanpa tes. Itu jadi kebanggaan tersendiri. Kami start dari awal, sudah berusaha meningkatkan prestasi,” imbuhnya.

Capaian itu juga mendapat apresiasi dari ketua komite sekolah, I Ketut Ardana. Diharapkan ke depan dapat dipertahankan maupun terus ditingkatkan. “Saat pelepasan sudah kami sampaikan, sangat mengapresiasi,” tegasnya. Sekretaris PHDI Klungkung ini mengaku siap mendukung

segala kegiatan sekolah yang arahnya peningkatan kualitas tenaga pendidik maupun siswa, termasuk pelaksanaan UNBK. “Untuk anak berprestasi, kami juga berikan bonus. Tahun ini disiapkan Rp 30 juta. Ini untuk memotivasi siswa dan menggalang kompetisi sehat,” tandasnya. (kmb45/k300)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Sabtu Paing, 12 Mei 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Sardine Restaurant Looking For Cook, Pastry Cook Must Speak English Jl.Petitenget 21 Telp.733617 Mail:sardine@sardinebali.com

B.BP.141.05.18.0000541

Urgent!Bar Waitress,Cook, Steward and Store.Send CV to Mamas German Rest T:0361754831 /Email:kadimamas@yahoo.co.id

B.BP.001.05.18.0000625

Coco Group Bali Looking for: Asst.Accounting Mgr.Min.1 Year Experience in the same position in retail Industry CV Send to hrm@cocogroupbali.com B.BP.803.05.18.0000579

Dbthkn Sales Mrkting Pria/Wnt Brpglmn Dibid.Cat Min 2Th.Bawa Lmrn Lgs ke Jl.Gatsu Timur 88D Hub:0818590792 Gaji memuaskan,Insentif+UM B.BP.001.05.18.0000434

Dcr SPG Accounting Mini Market Juga dbthkn PRT UD.Detris Jaya Jln.Tkd Balian No.146/T.221666

B.BP.001.05.18.0000609

Dcr Sopir Lmrn Windiys Bali Tour Jl.Gelogor Carik No.3 Dps

B.BP.154.05.18.0000648

Dcr Tng Pelaksana Proyek utk di Ubud H.081934381590 P.Putu B.BP.001.05.18.0000611

Dcr Tng Pria u/Teknisi CCTV&AC BlmMenikah,SIMC,087862197843 B.BP.001.05.18.0000605

*Dicari Tukang Cutting utk Garmen.Lamaran Kirim ke Jl.Gn. Guntur 882 Dps,Tlp.8450511 lostinparadise639@yahoo.com

Urgent Staff Notaris,Laki2 S1 Hukum,Team Work,Disiplin.Kirim CV: hrdbali2018@gmail.com Accountant Needed.We are a Diving Boat.Send Your CV to reservation@tiarecruise.com

B.BP.004.05.18.0000617

Dcr 5Supir Pariwisata bs Inggris.Merrys Travel 0361-238041 B.BP.004.05.18.0000535

Dcr Admin Pengalaman Tdk di utamakan,Gaji UMK DPS + BPJS Dll Telp:081999033580 B.BP.001.05.18.0000580

Indigo Japanese Restaurant Canggu is looking for Waitress Good English,Good Salary. Call:08123840242 B.BP.001.05.18.0000231

Resto Pork Ribs / Seafood cari koki pglmn 5th.E:johannes.bipn @gmail.com. 08165402967 B.BP.031.05.18.0000634

Dibutuhkan Bbrp Sales & Admin yang Fasih Bhs Bali.Usia 20 sd 35 Th Domisili Dps n Sngrj n Kota Lain di Bali.Kalo mau Sukses Dibisnis IT Sgr Lamaran Anda ke martinus@harrisma.id (Max.20 Mei)

B.BP.004.05.18.0000619

B.BP.001.05.18.0000385

TukangBatu/Bangunan,Pengalaman Hub:Dewi 081236222509

B.BP.001.05.18.0000598

KOST Kost Exclusive L/P Fas:Kmr Mnd Dlm,Air Panas,AC,TV.Furniture, Tlp&Internet,Jl.Serma Made Pil No.21 Tlp:08164709775/222325

B.BP.001.05.18.0000585

DIJUAL RUMAH Dijual Rumah di Jl.Taman Griya Tuban Kuta(dekat Airport)LT 190m2,LB170m2,081311275249TP B.BP.004.05.18.0000616

B.BP.001.05.18.0000591

Tnh Dkt PantaiCanggu 12A.3,25A 1,25A&TBN16A.HP:087861693357 B.BP.001.05.18.0000440

DICARI TANAH Dicari!!! Tanah Strategis di Ubud utk Di-develop/Dijual Kembali.Budget Rp.10-20 Milyar Hub.Purnama:085881515449

G.01

DIJUAL MOBIL CHEVROLET

B.BP.820.05.18.0000636

DISEWAKAN KANTOR

B.BP.001.05.18.0000612

Disewakan Murah Kantor/Show room/Gudang di Jln Utama Gatsu,Strategis 2Lt Ls Tanah:770m2,Tlp,Listrik, Air Lengkap.08553903345

MAZDA

B.BP.001.05.18.0000582

NISSAN

B.BP.004.05.18.0000620

Nissan X-Trail Th’2012 Type XT Pribadi Hub.081-139-8677

RUPA-RUPA

B.BP.001.05.18.0000599

Cuci Gudang Alat Fitnes Second Hub.08123634805/082131234798

SUZUKI

Splash’13 AT hitam DK istmw 08133-721-6703 Ng 111jt

Avanza Veloz’13 Putih DK istmw 0818-0561-3699 Ng 149jt

B.BP.001.05.18.0000646

Dijual Kijang LGX 2002 Kondisi Istimewa,Pribadi,081933044408

B.BP.001.05.18.0000603

B.BP.001.05.18.0000588

BUC-Griya Loka Tbn Uk.45/91m2 Rp.435Jt Nett,081932236003 B.BP.004.05.18.0000621

Rumah Lantai II,Jl.Taman Wedasari,Keboiwa Utara Gatsu Barat LT 200/LB 200m2, Hp.0811398154 B.BP.001.05.18.0000635

Urgent Looking for Staff GRO/ FO Exp Min.2yrs,Fluent English Send CV:hrdbali2018@gmail.com

Over Kredit Avanza’17,Cicilan Baru 8X,Putih.Hub:082145997779

Dijl cepat Rmh Kos Jl.Antasura Gg. Arjuna LB:P.16x6m2,Lt.2,10 Kmr,siap huni. Harga 1,5M nego smpe deal.H:081805461779,08786 1835386-Agung;0818590792-Chris

B.BP.001.05.18.0000642

B.BP.001.05.18.0000386

B.BP.001.05.18.0000433

B.BP.004.03.18.0000945

SERVICE

DIJUAL RUMAH

SPA

RUPA-RUPA

PELUANG BISNIS

SERVICE

Jl Calya 2017 Ijin Pariwisata Bisa Kredit Hub.081338325081 B.BP.001.05.18.0000614

B.BP.004.05.18.0000431

B.BP.001.05.18.0000613

Dicari Marketing,wanita/pria, maks 25th, penampilan menarik,mudah bergaul,semangat kerja tinggi,kerja Tim, kirim lamaran ke: Jl. Kepundung No.67 A Denpasar/ Email: konvergensiiklan@gmail.com iklanbp@yahoo.co.id

TOYOTA

Djl Kbn Kopi 1,7Ha Hub: 087861114415

Kav.Ketewel Jln.Kecubung Sari 160JT/Kav Hub.081805505465/ 0816578679/081933013620

B.BP.001.05.18.0000643

B.BP.001.05.18.0000647

B.BP.001.05.18.0000583

DIJUAL TANAH

Kav Bs Krdt Jl.Permata Pering 10Km dr Dps,081338325081,180JT

Garmen Bth Tng Serabutn Sbnyk2 L/P Hub:237757,08179728394

Djual Mobil Mazda CX5 as Bali Tgn pertama Th’14 081246766777

Sekolah di Jimbaran cari : Guru & Kep.Sek.TK, Guru Bhs. Inggris, Geografi, PPKN,Musik, Mandarin,Olah Raga,Konseling, Komputer,Receptionist,Dokter, Driver,Maintenance,Adm. Sent:schoolhrdbali@hotmail.com

DICARI MOBIL Dcr Mobil Box Roda 4 th’10-15 Dyna/Canter,Hub.081338324935

B.BP.031.05.18.0000533

Driver SIM A Distributor Pipa Plastik.Jl Karya Makmur Gang Mertasari 2 No.3 Kargo Dps. Hub Bp Aslik 087761173756

PT.Ands Bali Exportir-Gianyar Bth Tnga Krja Admin(Perempuan) Pnglmn Mnguasai Skill Komputer Akunting dan Pajak Lamaran Ke: andsbali@gmail.com or wynbuda@yahoo.com

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

B.BP.001.05.18.0000604

Captiva’08,Brio’14,Mercy 96+Fi esta’10,Terios14H:081807779807

B.BP.004.05.18.0000185

B.BP.031.05.18.0000630

Bali Solar Roof.Cari Tekhnisi, Sales dan Admin,UMR+Fee,dll Lmrn:ikadekswanjaya@gmail.com

B.BP.031.05.18.0000608

Distributor Philips Butuh: Salesman/Girl Income s/d 10 JT Hub.Bedahulu IV/12 Denpasar

B.BP.001.05.18.0000607

B.BP.001.05.18.0000641

B.BP.001.05.18.0000516

B.BP.154.05.18.0000637

Dicari:Tk Patron utk Garment di Dalung Hub:081.7471.5471 081.337.799.215

B.BP.031.05.18.0000631

B.BP.821.05.18.0000246

Dcr Staf Sushi,Kitchen,Bar.Lam ke Kokoya Jl.Danau Tamblingan No.178 Sanur.Telp:0361-289252

B.BP.001.05.18.0000602

Dicari segeraSopir utk pribadi bs matik Hub.081236155572

B.BP.033.05.18.0000601

B.BP.001.05.18.0000639

B.BP.001.05.18.0000586

Travel DSanur Bth Acct+Reservasi Staff,Bhs.Ing+Comp T.287555 E: ptworldsurfaris@gmail.com

Walk in Interview,Agen Property,Unlmtd Inc,SMA,Dps, py Mtr.CV:081281238234

Dcr Lls SMU-S1 utk Guru PG/TK ada Diklat. Lgs Krj.0811380028

B.BP.001.05.18.0000629

Dicari Sgera Admin Wanita 22th Disiplin & Mandiri,0817566499

B.BP.001.05.18.0000427

Distributor Butuh Kepala Cabang Wilayah Bali Alamat Indragiri 63-65 Sby herryy.hr@gmail.com

Urgent Housekeeping/Cleaning Service pglmn min 1 Th.Krm CV: hrdbali2018@gmail.com

Cari Sopir SIM A u/Tk Bangunan di Sanur Telp:081246585888

Sopir KTP Bali Hafal Wilayah Denpasar,SMS ke:08123809013

B.BP.001.05.18.0000578

B.BP.001.05.18.0000606

B.BP.004.05.18.0000651

Bth Senior Cook.Krm Lam ke Mbox Jl.Raya Seminyak 19 Kuta (Mario Silver).081238578801

Dicari PRT,Baik,Jujur,Wnt,Tdur Dlm,Gaji 1,3JT,HP:082145530990

Dicri Sales Horeka,Kurir,Sopir (wil Dps) Hub:(0361) 727733/44 Hp:08199436969

B.BP.001.05.18.0000548

B.BP.001.05.18.0000610

Sekuriti(Pbrk Tabanan),Sertifikat, Pglm.Hub:Dewi 081236222509

B.BP.004.05.18.0000618

Segera Admin,Marketing,SPG CV ke:emmysuniasih@gmail.com / 085333124775

Bth 2 Cook & 2 Waitress Pnglmn Min.2Th SMK Boga Lamaran:Koi Garden Resto Hub.081999127648

Dcr:Supir untuk Pick Up Kantor Hubungi Segera 08113999159

Informasi pasang iklan Telepon

KURSUS Gtr Klasic,Elect,Acustk,Keybrd Piano.Cpt Bisa 085857405818 B.BP.001.05.18.0000600

MESIN Dijual Mesin PABX Nec + Telp Hubungi:087861693357 B.BP.001.05.18.0000442

BIRO JASA Urus Lap Pajak SPT Tahunan,PPN Pasport,SIUP,NPWP:082146461910 B.BP.001.05.18.0000059


BANGLI

14 Hasil Operasi Patuh Agung

Polisi Tilang 517 Pelanggar Bangli (Bali Post) Pelanggaran aturan berlalu lintas di Kabupaten Bangli masih cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dari hasil pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2018 yang berakhir pada Kamis (10/5), Satlantas Polres Bangli menerapkan sanksi tilang kepada 517 pelanggar. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Bangli AKP I Dewa Gede Ariana, Jumat (11/5) kemarin. AKP Ariana menjelaskan, pelanggaran yang terjadi selama operasi 537 pelanggaran. Dari jumlah tersebut, 517 pelanggar ditilang dan 20 lainnya mendapat teguran. Pelanggaran masih didominasi pengendara roda dua dengan 309 pelanggaran. Sedangkan pelanggaran lainnya meliputi truk sebanyak 24 pelanggaran, pick-up (47), minibus (120), Jeep (6) dan sedan sebanyak 11 pelanggaran. Sementara untuk jenis pelanggaran yakni meliputi kelebihan muatan 20 pelanggaran, kelengkapan kendaraan (35), surat-surat (214), sabuk keselamatan (69), marka rambu (25), melawan arus (26), penggunaan HP (10) dan tidak pakai helm 117 pelanggaran. ‘’Usia pelanggar di bawah umur 17 sampai 70 tahun,’’ imbuhnya. Perwira asal Karangasem itu menyatakan, dengan masih cukup tingginya tingkat pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Bangli, pihaknya kembali meminta masyarakat bisa lebih sadar dan tertib dalam berlalu lintas. Kelengkapan berkendara haruslah diperhatikan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. ‘’Semuanya butuh kesadaran dari masyarakat. Meskipun kita terus melakukan sosialisasi agar tertib berlalu lintas, namun masyarakat tidak mau tertib, maka akan sulit. Jadi, mari kita secara bersama-sama untuk memahami betapa pentingnya taat dalam berlalu lintas,’’ kata AKP Ariana. (kmb41)

Sabtu Paing, 12 Mei 2018

Pelaksanaan Proyek di Dinas PUTRKP Tak Sesuai Target Bangli (Bali Post) -

Target Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTRKP) Bangli untuk melaksanakan kegiatan fisik mulai April, ternyata meleset. Hingga kini, kegiatan fisik belum ada yang terealisasi di lapangan.

I Made Soma

Bali Post/nan

Sekretaris Dinas PUTRKP Bangli I Made Soma, Jumat (11/5) kemarin, mengakui jika sampai detik ini memang belum ada kegiatan fisik yang ditangani PU berjalan sesuai yang ditargetkan sebelumnya. Meski begitu, seluruh proyek sudah masuk tahap lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP). ‘’Target awal kita April proyek sudah jalan, memang meleset. Kita harapkan awal Juni proyek yang besar sudah ada yang berjalan. Karena kalau lewat dari bulan itu, nantinya penyelesaian proyek bisa terlambat. Proyek besar pengerjaannya membutuhkan waktu sedikit lebih lama,’’ ujarnya.

Menurut Soma, proyek fisik yang ditangani Dinas PUTRKP nilainya Rp 156 miliar di APBD 2018. Kegiatan tersebut dibagi tujuh bidang meliputi Bidang Sekretariat, Bina Marga, Cipta Karya, Tata Ruang, Sarana dan Prasarana, Sumber Daya Air serta Perumahan dan Permukiman. Khusus proyek hotmix jalan, proses pengerjaannya disesuaikan dengan tingkat kerusakan jalan. Kalau kerusakan jalan sedikit, maka waktu pengerjaanya singkat. Sedangkan jika tingkat kerusakan jalannya parah, maka pengerjaanya sedikit lebih lama. ‘’Kalau pengerjaan hotmix palingan memakan

waktu sampai dua pekan saja. Kalau tingkat kerusakannya cukup parah bisa memakan waktu sampai sebulan,’’ katanya. Sementara disinggung proses pengerjaan proyek saluran irigasi, Soma menegaskan, pihaknya tidak bisa memastikan kapan terealisasi. Pasalnya, proyek tersebut harus lebih dulu ada koordiansi dengan klian subak. ‘’Kalau memang Agustus misalnya tidak berani, maka dikerjakan Juli karena ini masalah pola tanam. Jangan sampai petani baru selesai menanam padi, aliran air ditutup, kan kasihan mereka,’’ tegas Soma. (kmb41)

Diikuti Ribuan Seniman

Parade Budaya HUT Kota Bangli Berlangsung Semarak

Bali Post/nan

OPERASI - Petugas Satlantas Polres Bangli menindak pelanggar saat Operasi Patuh Agung, belum lama ini.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tak Punya Pustakawan Bangli (Bali Post) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli tidak mempunyai tenaga pustakawan. Padahal pustakawan sangat penting dan dibutuhkan untuk mengelola dan mengembangkan perpustakaan agar lebih menarik dan berkualitas. Nihilnya tenaga pustakawan cukup berpengaruh pada kinerja dan kualitas perpustakaan di Bangli selama ini. Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli Nyoman Sumantra, Jumat (11/5) kemarin, menjelaskan pustakawan adalah tenaga fungsional yang tugasnya mengelola dan mengembangkan pengelolaan perpustakaan. Keberadaan pustakawan pada dasarnya sangat penting. Menurutnya, pengangkatan pustakawan harus melalui serangkaian mekanisme. Pemkab Bangli melalui Bupati harus mengajukan nama pegawai yang akan diangkat menjadi pustakawan ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Mereka yang diajukan harus memenuhi sejumlah persyaratan di antaranya memiliki kemampuan atau kompetensi di bidang perpustakaan, melampirkan karya tulis dan harus sudah pernah mengikuti pelatihan formal atau bimtek tentang perpustakaan. Perpusnas yang akan menyeleksi nama yang diajukan. ‘’Kalau memenuhi syarat, maka akan dikeluarkan rekomendasi untuk selanjutkan diputuskan oleh Bupati,’’ jelasnya. Sumantra mengakui, sejauh ini pihaknya belum mengajukan pengangkatan tenaga pustakawan. Hanya yang sudah diajukan adalah arsiparis yakni tenaga spesialis di bidang kearsipan. Dari 31 orang yang diajukan, rekomendasi yang keluar 28 orang arsiparis. ‘’Pustakawan belum kami ajukan karena kami rencanakan pengajuannya secara bertahap,’’ ujarnya. Diakui juga oleh Sumantra, minat pegawai di Bangli untuk menjadi pustakawan sangat minim. Hal itu karena pegawai kurang tertarik dengan tantangan dan menganggap pustakawan adalah tugas berat. Ketika menjadi pustakawan, seseorang harus mengumpulkan angka kredit sebagai syarat untuk naik pangkat. Hal ini tentunya berbeda dengan pegawai biasa. ‘’Tapi di sisi lain, dengan menjadi pustakawan, mereka bisa mendapat tunjangan fungsional karena jabatannya fungsional,’’ jelasnya. Di samping itu, dengan menjadi pustakawan, batas usia pensiun lebih lama. Dengan menjadi pustakawan, SDM akan terus berkembang karena akan terus berinovasi. Menjadi pustakawan juga bisa lebih cepat naik pangkat tergantung kreativitas mengumpulkan angka kredit yang bisa diperoleh dari melakukan pembinaan tentang pengelolaan perpustakaan sekolah. Sumantra mengatakan, tidak ada standar pasti mengenai berapa jumlah ideal pustakawan di setiap kabupaten. Namun untuk di Bangli, menurut mantan Kadisdikpora ini, jumlah pustakawan yang dibutuhkan cukup 3 sampai 4 orang. ‘’Walaupun kami belum memiliki pustakawan, tapi pengelolaan perpustakaan sejauh ini bisa tetap jalan. Hanya dari sisi SDM-nya belum memegang lisensi jabatan fungsional,’’ imbuhnya. (kmb40)

PARADE Budaya yang digelar sebagai rangkaian HUT ke-814 Kota Bangli di Lapangan Kapten Mudita, Jumat (11/5) kemarin, berlangsung semarak. Ribuan seniman dari sejumlah kabupaten di Bali ikut ambil bagian dalam acara yang dibuka Bupati Bangli I Made Gianyar tersebut. Warga Bangli tumpah ruah menyaksikan acara parade yang berlangsung sore kemarin. Parade Budaya dihadiri Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata, Kapolres, Dandim dan unsur Forkompinda lainnya. Pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bangli, budayawan dan pengamat seni serta sejumlah undangan lainnya

juga tampak hadir menyaksikan parade budaya. Ketua Panitia Acara yang juga Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Bangli I Wayan Adnyana dalam laporannya menyampaikan, Parade Budaya yang digelar serangkaian peringatan HUT Kota Bangli ini melibatkan 1.200 seniman. Parade Budaya dilaksanakan sebagai wahana bagi seniman untuk mengekspresikan diri dalam bentuk karya seni di samping sebagai perwujudan rasa syukur karena telah dianugerahi jiwa-jiwa yang damai dan bahagia. Disampaikan Adnyana, kabupaten yang mengirimkan dutanya untuk memeriahkan Parade Budaya Bangli di antaranya Jembrana, Ta-

banan, Karangasem, Gianyar, Badung, dan Klungkung. Mereka menampilkan kekhasan budaya masing-masing. Selain duta kabupaten/kota, parade budaya juga diramaikan perwakilan desa dan kecamatan se-Bangli. Sementara itu, berdasarkan pantauan kemarin, dalam acara Parade Budaya satu per satu duta seni dari kabupaten menampilkan atraksi kesenian unggulan di daerah masing-masing. Mereka menyuguhkan yang terbaik di hadapan Bupati Made Gianyar dan para undangan. Duta Tabanan misalnya, menampilkan tari baris krekuak. Meski panas, para penonton tampak antusias menyaksikan parade budaya hingga selesai. (ad656)

PARADE BUDAYA - Parade Budaya yang digelar serangkaian HUT ke-814 Kota Bangli di Lapangan Kapten Mudita, Jumat (11/5) kemarin.

Inovasi KWT Canang Sari

Olah Bonggol Pisang Jadi Keripik dan Abon BONGGOL pisang yang selama ini dimanfaatkan warga sebagai pakan ternak atau sengaja dibiarkan membusuk di kebun, ternyata bisa diolah menjadi kudapan ringan nan lezat. Seperti yang telah dibuktikan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Canang Sari di Banjar Manikaji Desa Peninjoan, Tembuku. Di tangan ibuibu kreatif itu, bonggol pisang diolah menjadi keripik renyah yang kaya serat. Dengan pengemasan yang cukup modern, keripik bonggol pisang buatan KWT Canang Sari bahkan sudah mulai diminati wisatawan untuk dijadikan buah tangan saat berkunjung ke tempat wisata Mahapraja di Desa Peninjoan.

Bali Post/ina

KERIPIK - Ni Wayan Sumiati menunjukkan keripik bonggol pisang hasil olahan KWT Canang Sari.

Ketua KWT Canang Sari, Ni Wayan Sumiati, menuturkan inovasi mengolah bonggol pisang menjadi keripik dijalankan KWT Canang Sari sejak enam bulan terakhir. Ide ini muncul karena melihat banyaknya bonggol pisang yang berserakan, dibiarkan membusuk atau hanya dijadikan pakan ternak oleh warga. Ada juga terkadang memanfaatkan bonggol pisang untuk bahan membuat makanan berupa tum. ‘’Karena bisa dipakai bahan tum, jadi saya berpikir bonggol pisang ini pasti bisa diolah jadi jenis makanan lainnya,’’ ungkapnya saat ditemui, Jumat (11/5) kemarin. Sebelum berhasil menghasilkan keripik renyah dan gurih seperti yang dijualnya sekarang, Sumiati mengaku sempat melakukan beberapa kali percobaan. Saat awal mencoba, irisan bonggol pisang

yang telah dicuci langsung digoreng. Namun karena hasilnya tidak maksimal, dia kemudian merebusnya sebelum digoreng. ‘’Hampir empat kali gagal sebelum akhirnya bisa menghasilkan keripik yang renyah dan enak,’’ jelasnya. Sama seperti membuat olahan keripik pada umumnya, dia juga menambahkan bumbu ke dalam adonan tepung beras. Bumbu dimaksud berupa bawang putih, garam dan cabai dengan takaran sesuai selera. Dalam sehari, KWT Canang Sari bisa memproduksi keripik bonggol pisang hingga 3 kg. Disampaikannya, keripik bonggol pisang buatan kelompoknya telah dijual ke warung-warung. Bahkan dengan kemasan yang baik, keripik bonggol pisang juga dijual di objek wisata Mahapraja di Desa Peninjoan. Diakuinya,

peminat keripik bonggol pisang cukup banyak. Tak sedikit wisatawan yang mengunjungi Mahapraja, membeli keripik ini untuk oleh-oleh. ‘’Harganya hanya Rp 5 ribu per bungkus untuk kemasan modernnya. Kalau yang kemasan tradisionalnya sekitar Rp 3 ribu per bungkus,’’ terangnya. Karena cukup banyak peminat, pemasaran keripik bonggol pisang akan diperluas ke toko-toko modern dan pasar oleh-oleh. Selain keripik, KWT Canang Sari juga mengolah bonggol pisang menjadi abon. Inovasi dan usaha pengolahan bonggol pisang menjadi keripik dan abon, cukup membantu perekonomian keluarga. ‘’Impian pertama saya memang agar melalui usaha ini, ibuibu di Kelompok Wanita Tani Canang Sari bisa membantu ekonomi keluarga,’’ imbuh Sumiati. (ina)


15

Sabtu Paing, 12 Mei 2018

Kemandirian ala Tiongkok

Utamakan Pemerataan Ekonomi dan Kelangsungan Ekologi DALAM tiga dekade terakhir, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menunjukkan perkembangan yang sedemikian pesat. Ini tidak lepas dari keberhasilan reformasi dan keterbukaan di negara penganut paham sosialis tersebut. Sekalipun, kendali atas pembangunan dan perekonomian tetap berada di tangan pemerintah. ‘’Pemerintah pusat mengajukan ide pembangunan yang lain, yakni pelestarian lingkungan hidup dan bagaimana menjaga keseimbangan alam dengan proyek-proyek yang ada,’’ kata mantan Kepala Pusat Studi Indonesia di Universitas Guangdong Prof. Cai Jincheng, M.A. atau Prof. Gunawan saat mendampingi kunjungan media dari Bali ke dua provinsi di Tiongkok, 2-10 Mei lalu. Menurut Gunawan, pengembangan Tiongkok tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dan GDP, tetapi juga pemerataan kesejahteraan rakyat. Negeri tirai bambu menyadari, gelimang harta dengan kondisi lingkungan yang berpolusi dan tercemar hanya akan me-

nyiksa manusia itu sendiri. Oleh karena itu, Tiongkok juga memberikan subsidi bagi penggunaan mobil ramah lingkungan selain mempertahankan keberadaan hutan ataupun menanam pohon. Sepeda motor listrik dan sepeda gunung bahkan telah menjadi keseharian masyarakat, di samping menaiki angkutan umum yakni

bus elektrik. ‘’Pemerintahan Tiongkok akan terus membangun suatu masyarakat yang lebih seimbang, makmur, dan sejahtera,’’ jelasnya. Upaya pemerataan, antara lain dilakukan dengan pengembangan kawasan baru di daerah-daerah pinggiran. Seperti Kota Xiamen di Provinsi Fujian, yang kini

ZHEJIANG merupakan provinsi termaju dalam hal reformasi dan keterbukaan. Provinsi ini yang paling pertama membuka diri terhadap investor asing, dan menempati ranking terdepan untuk perdagangan dan investasi ke luar negeri. Wakil Dirjen Hubungan Internasional Provinsi Zhejiang, Peng Bo, mengatakan pengusaha lokalnya juga mampu bersaing di tingkat dunia. Sebut saja Geely Auto, perusahaan otomotif pertama dan terbesar di Tiongkok yang berpusat di Taizhou, Zhejiang. Perusahaan ini didirikan Mr. Li Shufu, seorang petani yang mengawali bisnisnya dengan membuat suku cadang kulkas. ‘’Omzet ekspor-impor dari Provinsi Zhejiang menempati porsi 12 persen dari 33 provinsi di Tion-

gkok. Kami berharap ke depan ada kerja sama antara Zhejiang dan Bali, serta Indonesia pada umumnya,’’ ujarnya. Ibu kota Zhejiang yakni Hangzhou dikenal sebagai kota internet dan online lantaran masyarakat setempat tidak lagi bertransaksi dengan uang tunai. Tapi cukup hanya dengan menggunakan handphone. Di sisi lain, Hangzhou merupakan markas dari raksasa e-commerce dunia saat ini yakni Alibaba Group. Alibaba yang didirikan oleh Jack Ma beserta 17 rekannya pada 1999 itu, kini mempekerjakan sekitar 50.000 staf. Amerika, Eropa, dan ASEAN merupakan pasar utama Alibaba. Menariknya, Alibaba tetap bekerja sama dengan lembaga lain untuk membantu pengiriman logistik yang men-

capai 50-60 juta barang per hari ke seluruh dunia. Dalam 20 tahun ke depan, Alibaba menargetkan bisa membantu sekitar 10 juta perusahaan kecil (UMKM), 2 juta konsumen, dan membuka 100 juta lapangan pekerjaan. Tak jauh dari markas Alibaba, terdapat Dream Town yakni sebuah kecamatan yang khusus dikembangkan bagi mereka yang mempunyai ide kreatif untuk berwirausaha. Padahal lima tahun lalu, daerah di sekitar Alibaba di Distrik Yuhang termasuk Dream Town merupakan sebuah desa. Di sana hanya ada sawah dan ladang. Namun kini, pemerintah telah menyulapnya sebagai kawasan maju dengan gedunggedung bertingkat dan infrastruktur yang mengundang decak kagum. (rin)

Raksasa ”Alibaba”

Kabupaten Karangasem Dari Hal. 1

Namun jika di-break down akan terlihat kesenjangan antara desa dan kota. Data statitik yang diasmpaikan Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Bali Asim Saputra, S.ST., M.Ec.Dev. menyebutkan populasi kemiskinan tertinggi terjadi di dua kabupaten yaitu Karangasem dan Buleleng dengan jumlah masing-masing 27.023 orang dan 37.841 orang.

Secara persentase, penduduk miskin Karangasem 6,55 persen dan Buleleng 5,74 persen. Dua daerah tersebut merupakan daerah pedesaan yang notabene juga merupakan daerah pertanian. Ekonomi Bali terkonsentrasi di selatan. Sementara Bali Utara yang sebagian besar pertanian dan merupakan daerah pedesaan harus didorong untuk mengejar pembangunan di selatan. Ketimpangan antara kota

Kontrak Politik Dari Hal. 1

Demikian halnya di tingkat kabupaten/kota, komposisi anggota DPRD dari partai KRB yani Golkar, Demokrat, Gerindra dan NasDem jauh lebih besar. ‘’Jadi, di tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota, komitmen memberi bantuan Rp 500 juta per desa pakraman setiap tahun sangat rasional dan realistis. Secara politis pun sangat bisa direalisasikan,’’ tegas Sugawa Korry.

Komitmen Mantra-Kerta meningkatkan bantuan untuk desa pakraman menjadi Rp 500 juta tertuang dalam kontrak politik pasangan yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) ini. Paslon Mantra-Kerta pada Sabtu (5/5) menandatangani dua kontrak politik sebagai janji yang pasti mereka wujudkan jika dipercaya memimpin Bali ke depan. Kontrak politik pertama menyatakan akan bersurat secara resmi kepada Presiden RI begitu dilantik menjadi Gubernur dan Wakil

dan desa ini membuat arus urbanisasi di Bali semakin deras. Memang terjadi perbaikan ekonomi, ketika bekerja di kota. Namun tidak terlalu signifikan. ‘’Jika dia bisa mendapatkan kue ekonomi di desanya, ekonomi mereka juga akan meningkat. Kalau mereka bekerja ke kota kan pendapatan mereka terpotong sewa rumah, kos, sehingga remitens yang diperoleh dan dibawa ke kampung tidak banyak,’’ ungkapnya. (ata/may)

Gubernur Bali 2018-2023. Sebagai bentuk kesungguhan, pada hari itu juga Mantra Kerta dalam kapasitas sebagai pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur bersurat kepada Presiden RI agar mencabut Perpres 51/2014. Kontrak politik kedua, mencanangkan bantuan Rp 500 juta per tahun kepada setiap desa pakraman sebagai bentuk kesungguhan menjadikan desa pekraman sebagai poros utama pelestarian dan pengembangan budaya Bali. (kmb)

perekonomiannya paling kuat dan lebih maju dari ibu kota provinsi. Kemudian, ada Kepulauan Zhoushan di Provinsi Zhejiang yang sejak tahun lalu ditetapkan sebagai kawasan bebas perdagangan. Dewan Negara (Kabinet) juga telah mengesahkan Zhoushan sebagai kawasan bebas pajak pada 29 September 2012. Zhoushan merupakan pulau terluas keempat di Tiongkok dengan GDP 121,9 yuan renmibi pada tahun 2017. Pulau ini menjadi pusat tangki-tangki minyak bumi, keluar-masuknya batu dan pasir besi impor, dan pusat metrokimia. Ada pula daerah yang dijadikan kawasan kombinasi, tempat pengolahan bulu domba dan susu sapi bekerja sama dengan Australia, dan di pusat kota sedang dilakukan proyek pembangunan bandara, kereta api cepat, serta jembatan baru untuk menghubungkan ZhoushanShanghai hanya dalam waktu 1 jam. Selain itu, di sini juga sudah ada 5 jembatan menghubungkan pulau-pulau yang keseluruhan panjangnya mencapai 50 km. Jembatan ini dibangun selama 10 tahun mulai 1999 hingga 2009 oleh SDM Tiongkok sendiri dengan dana 13 miliar yuan renmibi. Tiongkok saat ini juga dikenal memiliki teknologi tertinggi dalam hal pembangunan infrastruktur di dunia. (rin)

BERSAMA - Manajemen Lab Bahasa PNB berfoto bersama usai penyelenggaraan seleksi di bidang bahasa Inggris calon karyawan Hotel bintang lima, Kamis (10/5) lalu.

Unit Lab Bahasa PNB

Sampaikan Klarifikasi serta Ucapkan Terima Kasih

SETELAH calon karyawan The Apurva Kempinski Bali melakukan uji kompetensi bahasa Inggris di Unit Lab Bahasa Politeknik Negeri Bali, pihak Unit Lab Bahasa Pusat PNB mengucapkan terima kasih, karena The Apurva Kempinski Bali telah memberi kepercayaan untuk membantu menyelenggarakan seleksi di bidang bahasa Inggris calon karyawan mereka. Menurut Ketua Lab Bahasa Pusat PNB I Wayan Dana Ardika, S.S., M.Pd., program seleksi telah berlangsung dengan lancar pada tanggal 10 Mei 2018. Proses seleksi telah dilaksanakan secara objektif melibatkan 20 asesor bahasa Inggris di Lab Bahasa Pusat PNB. Acara tersebut juga telah dipublikasikan

di Bali Post tanggal 11 Mei 2018. Namun, dalam hal ini, manajemen Lab Bahasa menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada The Apurva Kempinski Bali atas kesalahan data yang disebutkan dalam artikel tersebut. Pihaknya menyadari tidak akuratnya informasi yang diakibatkan oleh kelalaian dalam melakukan peninjauan dengan pihak hotel. ‘’Kami mengharapkan industri lain dapat meniru model seleksi bahasa Inggris karyawan seperti ini, sehingga mampu mendapatkan karyawan unggul dengan tingkat riabilitas tinggi, sehingga mereka sudah mampu menggunakan bahasa Inggris ketika mereka bekerja,’’ harapnya. (ad660)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Sabtu Paing, 12 mei 2018

MU Finis Peringkat Kedua London Manchester United (MU) mengamankan poin yang mereka butuhkan untuk finis kedua di Liga Inggris dengan hasil imbang 0-0 di West Ham United, Jumat (11/5) kemarin. Ada beberapa peluang bagus di babak pertama, meskipun Alexis Sanchez memaksa penyelamatan bagus dari kiper West Ham Adrian, dan Marko Arnautovic, tampak sebagai pemain West Ham, yang paling mungkin membuat terobosan. Paul Pogba melepas beberapa tembakan dari ruang sempit yang masih lebar untuk Manchester United, dan gelandang asal Prancis itu digiring keluar lapangan bersama pemain West Ham Mark Noble, yang mendapatkan kartu kuning akibat temperamennya. Manchester United, 19 poin di belakang juara Manchester City, terpaut empat poin dari posisi ketiga Tottenham Hotspur, dengan satu pertandingan liga tersisa, akan menghadapi Chelsea di final Piala FA pada 19 Mei. West Ham berada di posisi ke-15 dalam klasemen. Manajer Manchester United Jose Mourinho senang timnya berhasil mengamankan tempat kedua. ‘’Kami adalah tim terbaik kedua di Liga Inggris, sebuah kompetisi fantastis dengan banyak tim bagus, dengan enam tim yang berusaha finis lebih dulu,’’ katanya. ‘’Kami di posisi kedua, saya tidak benar-

benar bahagia yang bukan sifat saya. Tapi karena pada saat kami merasa tidak mungkin untuk finis pertama, maka kami memiliki target untuk finis kedua dan itu terwujud,’’ tambahnya. ‘’Saya tidak mengkritik penampilan sama sekali. Pada menit ke-80 kami tahu bahwa satu poin sudah cukup, sehingga kami mulai berpikir tentang itu, dan kami membiarkan permainan terlepas,’’ sambungnya lagi. Manajer West Ham David Moyes senang sekali bermain dengan mantan klubnya. ‘’Poin yang bagus untuk kami,’’ katanya. ‘’Anak-anak kami menunjukkan sikap yang baik setelah mendapatkan posisi aman di akhir pekan. Kami telah kebobolan banyak gol musim ini, jadi clean sheet sangat bagus. Kami telah melakukan tugas yang harus kami lakukan - kami tidak terdegradasi,’’ paparnya. (ant/rtr)

Bali Post/afp

BU Kalah Beruntun Tiga Kali Pasca-Operasi Kaki,

Tenggarong (Bali Post) Kesebelasan Bali United (BU) kembali menelan kekalahan setelah ditaklukkan tuan rumah Mitra kukar dengan skor 1-3 (0-3) dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Madya Aji Imbut, Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, Jumat (11/5) kemarin. Dengan demikian, Tim Serdau Tridatu menderita kekalahan tiga kali secara beruntun, sebab sebelumnya BU dipermalukan Sriwijaya FC dengan skor 3-4 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar. Bali United juga menelan kekalahan 1-2 atas PS Tira ketika melakoni laga tandang. Kiper BU Wawan Hendrawan dikejutkan dengan gol cepat yang dilesakkan Septian David Maulana ketika pertandingan yang dipimpin wasit Djumadi Effendi (Jatim) baru

bergulir lima menit. Sedangkan dua gol lagi diborong tandem Septian David Maulana yakni bomber Fernando Rodrigues Ortega di menit ke-31 dan 34. Hingga turun minum, tim berjuluk Naga Mekes unggul 3-0. Pada paruh kedua, Serdadu Tridatu yang tertinggal 0-3 berupaya meladeni permainan ofensif. Alhasil, sepakan gelandang serang Stefano Lilipaly mampu mengoyak gawang Mitra Kukar pada menit ke-73 yang dikawal kiper Gerri Martin Millian Mandagi. Sampai akhir pertandingan tuan rumah Mitra Kukar tetap unggul 3-1. Pada musim kompetisi tahun lalu, prestasi BU meroket dengan nangkring dan finis di peringkat kedua Liga 1. Bahkan, BU sempat disebut-sebut tim yang layak juara, meskipun tanpa gelar. (022)

Bali Post/022

FINAL — Final lomba lari 200 meter putra SMA pada ajang Porjar Kota Denpasar 2018 di Stadion Ngurah Rai, Jumat (11/5) kemarin.

Porjar Denpasar

SMP 5 PGRI Kawinkan Gelar Lari 5.000 Meter

Denpasar (Bali Post) Tim atletik SMP PGRI 5 mengawinkan gelar putra dan putri di nomor lari 5.000 meter pada Porjar Kota Denpasar di Stadion Ngurah Rai. Pelari SMP PGRI 5 Ketut Sujaya mendulang emas dengan catatan waktu 22 menit 24.22 detik, sedangkan rekan setimnya Yunita Bia juga menyabet emas dengan catatan waktu 24 menit, 36.69 detik. Tak cuma itu, Ketut Sujaya juga merebut emas di nomor jalan cepat 5.000 meter, catatan waktunya 34 menit, 01.24 detik. Pada bagian putri, peraih emas Ni Nyoman Septiani (SMP Dharma Praja/36 menit, 11.74 detik). Di nomor lompat jangkit, peraih emas Ni Nyoman Trisna Dharmawati (SMPN 2/9,09 meter), sementara peraih emas putra Kadek Agung Hendra Prasetya (SMP Dharma Praja/12,14 meter). Di nomor lari jarak pendek (sprint) 100 meter, perebut emas Ni Kadek Cintya Kirana (SMPN 6/14,82 detik), dan Gede Bagas Adika Putra Pramoda (SMP Ganesha/11,75 detik). Nomor lompat tinggi juaranya Kadek Saskania Ana Dwi Utami (SMP Nasional/130 cm), dan Ida Bagus Krisna Wahyu Raswangga (SMPN 7/160 cm).Di nomor tolak peluru, peraih emas Ni Komang Triana Paramita (SMPN 3/8,09 meter), serta Putu Diva Prilana Artha (SMPN 1/10,08 meter). Bahkan, Ni Komang Triana Paramita juga menyabet emas di nomor lempar cakram (20,57 meter). Untuk tingkat SMA, juara lari 100 meter Ida Ayu Komang Devi Trisna Vijayanti (SMAN 2/13,01 detik), dan Made Ari Dana (SMKN 1/11,45 detik). Ida Ayu Komang Devi Trisna Vjayanti juga mendulang emas di nomor lompat jangkit (10,20 meter). Peraih emas lempar lembing adalah Ni Putu Ita Destriani (SMAN 4/33,01 meter), dan I Kadek Dana (SMA TP 45/40,45 meter). Juara lari 800 meter direbut Ni Ketut Mega Resky Lestari (SMKN /2 menit 59.70 detik), Dewa Krisna Silimang (SMAN 2/2 menit, 11.10 detik). Tim SMKN 1 (Gede Diva Putra Pratama/I Gusti Ngurah Andra Putra/Ketut Gede Arya Pratama) menyabet emas di nomor lari estafet 4 x 400 meter, catatn waktunya 3 menit, 51.22 detik). (022)

Kerjurnas ”Finswiming’’ Diikuti 333 Peselam Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 333 atlet selam di Indonesia berlaga dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Finswiming di Kolam Nirmala Asri, Kelurahan Banyuasri, Singaraja. Ada tiga kategori dipertandingkan dalam kerjunas ini, yaitu Surface, Bifins, dan Apnea. Kerjurnas dihelat Jumat (11/5) kemarin sampai Minggu (13/5) besok. Rencananya, kejurnas dibuka oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Dalam kejurnas kali ini, kontingen Bali mengandalkan 18 peselam terbaiknya. Atlet ini datang dari Kabupaten Badung dan Kabupaten Buleleng. Belasan atlet yang memperkuat Bali merupakan hasil seleksi yang sudah dilakukan oleh Pengprov Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Bali. Sekjen PB POSSI Aditya Vilianto mengatakan, kejurnas ini untuk mencari bibit atlet untuk mengikuti kujuaraan yang lebih tinggi. Selain itu, kejurnas ini mendukung wisata bahari di Buleleng. Hal ini penting, karena Buleleng bisa menjadi destinasi wisata olahraga selam. ‘’Atlet-atlet baru bisa tertarik untuk mengikuti olahraga finswimming ini, sehingga bisa memiliki banyak atlet untuk mengikuti ajang yang lebih besar lagi,’’ katanya. Ketua Pengprov POSSI Bali Mayor (L) Bagus Parta Wijaya mengatakan, event bertaraf nasional ini untuk menyosialisasikan olahraga selam finswimming di Bali. Ajang bagi atlet selam di Bali untuk mencoba perlombaan finswimming. ‘’Kami persilakan untuk atlet yang ingin merasakan perlombaan finswimming untuk mengikuti kejurda. Ada 70 atlet yang nanti ikut kejurda finswimming,’’ tegasnya. (kmb38)

Neymar Fokus PD

Madrid Pemain depan Brazil Neymar berupaya untuk mendapatkan kembali kebugarannya tepat waktu untuk menghadapi Piala Dunia (PD) bulan depan setelah menjalani operasi kaki, tetapi masa depannya di Paris St Germain (PSG) terlihat tidak jelas. Dia absen dari perebutan gelar juara Liga 1 PSG pada April lalu, dan menjadi penonton di Stade de France ketika timnya mengalahkan tim peringkat ketiga Les Herbiers 2-0 di final Piala Prancis. Laporan di media Prancis dan Spanyol mengatakan, Neymar, yang bergabung dengan klub Liga 1 dari Barcelona untuk rekor transfer 222 juta euro pada Agustus tahun lalu, mengatakan kepada direktur PSG bahwa dia ingin mundur dari klub, mengingat hanya bermain satu musim. Media melaporkan, dia ingin pindah ke Real Madrid, yang mencoba untuk mengontraknya pada tahun 2013 sebelum penyerang Brazil itu memilih Barcelona. Surat kabar Spanyol Marca melaporkan bahwa ayah dan agen pemain, Neymar Sr., telah mengatakan kepada PSG bahwa putranya ingin segera pergi. Laporan itu juga mengatakan, ayahnya bertemu dengan para direktur Madrid pada Desember tahun lalu, pada hari yang sama saat Cristiano Ronaldo menerima Ballon d’Or di Paris. Pemain berusia 26 tahun itu sudah tidak bermain sejak pergelangan kakinya terkilir, dan patah metatarsal kelima pada 25 Februari, yang membuatnya harus menjalani operasi di Brazil. Pemain asal Brazil itu telah mencetak 28 gol dan memberikan 16 assist dalam 30 penampilan di semua kompetisi untuk PSG sebelum cedera. (ant/rtr)

Rooney Dikabarkan Nego dengan DC United Bali Post/wan

KALAH LAGI — Tim Bali United harus menelan kekalahan lagi dengan skor 1-3 atas tuan rumah Mitra Kukar dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Madya Aji Imbut, Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberangm, Kabupatena Kutai Kartanegara, Kaltim, Jumat (11/5) kemarin.

Empat Atlet Wushu Jateng Ikuti Kejuaraan Dunia Semarang (Bali Post) Empat atlet asal Jawa Tengah akan memperkuat Indonesia dalam ajang kejuaraan dunia junior di Brazil pada Juli 2016. Ketua Harian Pengurus Wushu Indonesia Provinsi Jawa Tengah Sudarsono, di Semarang, Jumat (11/5) kemarin, mengatakan empat atlet itu akan turun di kategori Sanda. Ia menjelaskan, kejuaraan dunia junior di Brazil akan mempertandingkan 17 nomor. ‘’Dari nomor yang dipertandingkan itu, tiap negara hanya boleh mengikuti 11 nomor,’’ katanya. Untuk empat atlet Jawa Tengah, akan turun di kelas 42 kg pra junior, 48 kg putra, dan 56 kg putra-putri.

Saat ini, lanjutnya, pengurus provinsi sedang mengupayakan dana untuk memberangkatkan keempat atlet tersebut. Ia menjelaskan, PB Wushu Indonesia siap membantu membiayai akomodasi para atlet selama di Negeri Samba. ‘’Untuk tiket ke Brazil ditanggung oleh pengurus provinsi,’’ kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Wushu Indonesia itu. Melalui kejuaraan dunia itu, katanya, para atlet diharapkan menambah pengalaman dalam berkompetisi. ‘’Ini bagian dari pembinaan yang berkesinambungan. Harapannya Indonesia bisa mensejajarkan diri di tingkat internasional,’’ katanya. (ant)

London Manajer Everton Sam Allardyce mengatakan, Wayne Rooney belum berbicara untuk meninggalkan klub, tetapi dia mengakui adanya negosiasi atas kemungkinan kepindahan ke DC United di MLS. Berbicara saat konferensi pers menjelang pertandingan Minggu di West Ham United, Allardyce mengatakan pada Jumat (11/5) kemarin, dirinya berharap untuk mencari tahu lebih banyak, ketika dia berbincang dengan Rooney di pelatihan. Dia mengatakan akan merasa ‘’nyaman’’ jika ada pemain yang ingin pindah. Rooney menjadi subjek spekulasi selama beberapa hari terakhir dengan sejumlah laporan media Inggris menyebutkan prinsip kesepakatan telah disetujui untuk kepindahan ke Amerika Serikat pada musim panas, menyusul musim yang sulit baginya untuk bermain di Everton di bawah Allardyce. ‘’Wayne Rooney belum meminta izin untuk pergi, dia juga tidak memiliki konfrontasi dengan saya karena kami orang dewasa,’’ kata Allardyce. ‘’Pemahaman saya adalah bahwa ada beberapa negosiasi. Untuk kejelasan apakah Wayne akan hengkang atau tinggal, saya akan mencari tahu kapan dia datang untuk pelatihan. Saya tidak terlibat dalam transfer atau negosiasi. Yang saya tahu adalah ada minat, di mana Wayne berbohong tentang hal itu, dan saya tidak bisa memberi tahu Anda saat ini. Jika pemain ingin pergi, jika ada pemain Saya nyaman hengkang,’’ paparnya. (ant/rtr)

Pliskova Patahkan Halep Cetak ”Hattrick’’ Madrid Upaya petenis peringkat satu dunia Simona Halep untuk mengukir hattrick di Madrid Terbuka terhenti ketika ia takluk 4-6, 3-6 dari petenis Ceko Karolina Pliskova di perempatfinal, Jumat (11/5) kemarin. Halep yang merupakan pemenang turnamen ini untuk dua tahun terakhir, terlihat akan kembali menjadi pemenang dalam perjalanannya menuju delapan besar. Ia hanya kalah dalam sembilan game, pada tiga pertandingan termasuk saat meraih kemenangan atas saudara kembar Pliskova yakni Kristyna. Namun laju kemenangannya di ibu kota Spanyol itu terhenti pada 15 pertandingan, ketika lawannya yang berusia 26 tahun melanjutkan laju impresifnya di tanah liat merah, setelah meraih trofi di Stuttgart bulan lalu. Ini merupakan kemenangan di lapangan tanah liat atas Halep. untuk pertama kalinya, bagi unggulan keenam Pliskova, dan ini merupakan penampilan meyakinkan yang akan menarik perhatian banyak pihak menjelang Prancis

Terbuka. Pliskova akan bermain melawan sesama petenis Ceko Petra Kvitova di semifinal setelah unggulan kesepuluh itu menaklukkan petenis Rusia Daria Kasatkina dengan skor 6-4, 6-0. Petenis Belanda Kiki Bertens meneruskan penampilan bagusnya, ketika ia menindaklanjuti kemenangan di putaran ketiga atas petenis peringkat dua dunia Caroline Wozniacki untuk menaklukkan Maria Sharapova dan melaju ke empat besar. Petenis non-unggulan Bertens, yang mencapai semifinal Prancis Terbuka, dua tahun silam, bangkit dari kekelahan di set pertama, untuk menang 4-6, 6-2, 6-3 dan menyiapkan pertemuan dengan Caroline Garcia yang menaklukkan harapan tuan rumah Carla Suarez Navarro. Kemenangan Bertens atas Wozniacki membuat Halep akan bertahan sebagai petenis peringkat satu dunia, setidaknya selama sepekan lagi. Namun petenis Romania itu tidak memiliki jawaban terhadap permainan Pliskova di lapangan tengah. (ant/rtr)

Karolina Pliskova

Bali Post/afp


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook