Skip to main content

Edisi 12 Februari 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 173 TAHUN KE 69

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (157 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

minggu pon, 12 februari 2017

@balipostcom (4.710 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

BPM/kmb40

MENGUNGSI - Warga Songan mengungsi ke tenda penampungan. Lokasi pengungsian jadi satu dengan tempat jenazah disemayamkan.

Korban Longsor Kintamani Bertambah Ratusan Warga Songan Mengungsi

Titipan Sumbangan untuk Korban Longsor

Bali Post, Sabtu (11/2) kemarin, menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi bencana longsor di Bali. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang sedang tertimpa bencana, sumbangan bisa dititipkan langsung ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764. Sumbangan yang masuk Sabtu (11/2): No

Nama

Alamat

1. Nanda Denpasar 2. Utama Denpasar 3. Ari Pramana Denpasar

Bangli (Bali Post) Korban bencana tanah longsor di Kintamani bertambah. Seorang warga di Desa Subaya, Ni Siman, meninggal akibat tertimbun longsoran tanah dan bebatuan. Sebelumnya tanah longsor di Songan, Desa Awan dan Sukawana, Kintamani menelan korban 12 orang. Dengan demikian, bencana tanah longsor di Kintamani mencapai 13 orang.

Jenis Sumbangan satu dus mi lima dus air mineral satu dus mi

BPM/kmb40

MUSIBAH - Kondisi beberapa rumah di Dusun Bantas Desa Songan pascamusibah longsor.

Lima Dusun Masih Terisolasi BPM/kmb45

LONGSOR - Jalan di Desa Gitgit yang tertimbun longsor. Hal ini mengakibatkan lalin lumpuh.

Alami 12 Titik Longsor, Jalur Gitgit Ditutup

Singaraja (Bali Post) Akibat hujan lebat, tercatat 12 titik longsor di jalur Gitgit. Sebagian ruas jalan tertimbun tanah longsor. Pihak Dirjen Bina Marga, BPBD Buleleng dan warga, Sabtu (11/2) sore kemarin, berhasil membersihkan jalur ini dari material longsor. Hal. 19 Longsor Susulan

Bangli (Bali Post) Bencana tanah longsor yang terjadi di Banjar Bantas, Desa Songan Kintamani, Jumat (10/2) dini hari tak hanya menelan tujuh orang korban jiwa namun juga mengakibatkan lima dusun di desa setempat kini terisolasi. Kondisi itu terjadi lantaran akses jalan menuju lima dusun tersebut terputus akibat tergerus longsor. Kepala Dusun Alengkong, Nengah Mandiasa, saat ditemui di lokasi longsor, Sabtu (11/2) kemarin, menyebutkan, ada pun lima banjar di Desa Songan yang saat ini kondisinya terisolasi yakni Dusun Bantas, Alengkong, Kayu Selem, Bukit Tuntung, dan

Bukit Sari. Saat ini, warga di lima dusun tersebut yang jumlahnya mencapai hampir ribuan jiwa tidak bisa keluar dari wilayah mereka masing-masing. Sebab pascalongsor, akses jalan menuju lima dusun tersebut putus dan tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali. Badan jalan yang tersisa saat ini lebarnya kurang dari satu meter. “Kalaupun ada warga yang melintas menggunakan sepeda motor itu dipaksakan dan sangat berisiko,” jelasnya. Mandiasa mengatakan, saat ini yang paling mendesak diperlukan oleh warga di lima dusun tersebut adalah sembako. Sebab sejak musibah longsor terjadi,

stok sembako warga kini sudah mulai menipis. Diperkirakan, stok sembako yang masih dimiliki warga setempat hanya bertahan hingga satu atau dua hari ke depan. “Aktivitas perekonomian di lima dusun tersebut saat ini sudah lumpuh total. Ditambah lagi kondisi listrik di sana mati sehingga warga sulit menggunakan alat komunikasi,” ungkapnya. Dikatakan Mandiasa untuk menuju pusat desa, warga di lima dusun tersebut saat ini hanya bisa berjalan kaki. Adapun jarak dari dusun terdekat yakni Dusun Alengkong menuju pusat desa kurang lebih empat kilometer. Hal. 19 Tiga Jam

Bencana tanah longsor diikuti banjir bandang terjadi di Dusun Anta Pura, Desa Tejakula, Kecamat a n Te j a k u l a . B e n c a n a ini merenggut seorang korban jiwa Cening Siman (70) asal Dusun Subaya, Desa Subya, Kintamani, Bangli. Hal. 19 Jalan Tergerus

Baca Berita Bencana Hari Ini n Pura Dalem Prajapati Kedisan rata dengan tanah ....................................Hal 2 n Buleleng diterjang banjir bandang ...........Hal 3 n Warga bantas akan direlokasi..................Hal 16 n Tianyar dilanda banjir, 49 rumah rusak.......Hal. 19

Tim Geologi

Bantas Masih Rawan

Bangli (Bali Post) Sehari pascabencana tanah longsor di Banjar Bantas Desa Songan Kintamani, tim dari Badan Geologi, Sabtu (11/2) kemarin, turun ke lokasi bencana untuk mengecek kondisi tanah. Sebagaimana hasil pengecekan, tim menyatakan wilayah Banjar Bantas yang berada di tengah bukit tersebut kini dalam kondisi rawan. Tim pun meminta masyarakat agar tetap waspada karena wilayah tersebut masih berpotensi longsor.

Berdasarkan pantauan Sabtu sore kemarin, tim turun ke lokasi bencana longsor di Banjar Bantas bersama Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra, Perbekel Songan B, Kadus Alengkong serta sejumlah warga lainnya. Di sana tim melakukan pengecekan kondisi tanah dengan sejumlah peralatan. Tak hanya itu, tim juga mengambil gambar lokasi secara detail dari udara. Hal. 19 Masih Dikaji

Bencana Longsor di Mana-mana

Struktur Tanah di Bali 80% Labil

Bencana longsor hampir terjadi di seluruh kabupaten yang ada di Bali. Di Bangli khususnya, longsor bahkan sampai menelan korban jiwa. Data dari Dinas Kehutanan Bali, secara geomorfologi sebagian besar atau kurang lebih 80% bentang alam di Bali bergelombang hingga bergunung. Ditambah struktur tanah yang labil, sehingga sangat rawan terjadi longsor bila ada intensitas hujan tinggi.

TANAH longsor terjadi tidak semata-mata karena hutan atau lahan yang gundul tetapi banyak faktor biofisik yang berpengaruh, tergantung keadaan medan atau lokasi. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali, I Gede Nyoman Wiranatha, di Denpasar, Sabtu (11/2) kemarin, mengatakan tebing-tebing di hutan yang ada di Bangli memang ada sedikit yang longsor. Tapi tidak separah longsor yang terjadi di luar kawasan hutan hingga menyebabkan korban jiwa. Begitu juga longsor yang terjadi di Gitgit, semuanya berada di luar kawasan hutan. Pihaknya melihat, tanaman budi daya yang ditanam tidak sesuai dengan kondisi daerah berlereng. Itulah kenapa saat ada curah hujan tinggi sangat mudah tergerus longsor. “Dari segi apa pun kalau curah hujannya tinggi dalam keadaan ijo royo-royo pun bisa tergerus. Kalau daerahnya 45% kemiringan, kayunya juga kokoh, tapi kalau tekanannya tinggi juga tetap tergerus. Longsor terjadi bukan gara-gara hutan,” jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Gede Suarjana, mengatakan, alih fungsi lahan dari yang ditanami tanaman menahun menjadi tanaman semusim turut memicu terjadinya bencana. Seperti longsor di Gitgit akibat penanaman cengkeh yang tidak mengikat air. Kemudian banjir bandang yang terjadi di kawasan Bedugul, tidak lepas dari adanya perubahan pola tanam. Mengingat, tanaman semusim yang lebih berfungsi ekonomis memiliki fungsi hidrologis yang kecil. “Dulu ada tanaman dadap, sekarang ditanam dengan tanaman-tanaman yang berfungsi ekonomis seperti albesia. Sebenarnya kalau dadap ini menyerap air cukup tinggi. Di musim kemarau, dia mengeluarkan air sehingga cadangan air sungai itu tetap ada. Kalau sekarang musim kemarau menurun, musim hujan banjir,” ujarnya. Hal. 19 Percepat Sedimentasi Danau

BPM/kmb40

TIM - Tim dari Badan Geologi saat turun di lokasi bencana longsor di Banjar Bantas Desa Songan, Sabtu (11/2) kemarin.


DAERAH

2

Minggu Pon, 12 Februari 2017

16 Jam Istirahat dalam Mobil

Gelombang Tinggi

Warga Mengungsi ke Tempat Aman

BENCANA longsor di jalur Gitgit, Kecamatan Sukasada menyisakan cerita bagi salah seorang karyawan jasa pengiriman, Edy. Sejak pukul 00.30 wita sampai pukul 17.00 wita, ia terpaksa menghabiskan waktunya hanya diam di dalam mobil boksnya yang diparkir tak jauh dari lokasi longsor. Sesekali ia juga mampir ke warung yang ada di sekitarnya untuk mengisi perut. “Untung saya tidak kena longsor. Jalan saat itu sangat gelap,” tuturnya Sabtu (11/2) kemarin. Langkahnya untuk bermalam karena tak ada jalur lain yang bisa ditempuh untuk menuju Kota Singaraja. Niatnya untuk kembali ke Tabanan dan berlanjut menuju Pupuan terpaksa diurungkan. Sebab itu sangat jauh. Sementara jika melintasi jalur Wanagiri-Munduk, ia juga khawatir akan terjadinya longsor. “Saya lebih memikirkan keselamatan,” katanya sembari minum secangkir kopi. Di tengah kondisi seperti itu, pria berkulit sawo matang ini mengaku masih beruntung. Sebab, saat berkendara, jalan di depannya tiba-tiba amblas cukup besar. “Saat itu agak pelan, kalau cepat, bisa saja mobil ikut masuk ke sungai,” ungkapnya. Akibat bencana itu, pengiriman paket barang berbagai jenis menjadi terhambat. Namun itu tak dipikirkan. Keselamatan nyawa jauh dianggap lebih penting. “Harusnya sudah tadi pagi sampai barangnya. Tapi mau gimana, kondisinya seperti ini. Saya juga sudah bilang sama bos,” imbuhnya. Selain Edy, sejumlah pengendara juga ada yang menunggu proses penanganan longsor selama berjam-jam. Tak sedikit yang kehujanan. Beberapa juga ada yang memilih berbalik arah. (sos)

Negara (Bali Post) – Gelombang pasang pesisir selatan Bali kembali menggenangi permukiman warga di Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jumat (10/2) malam. Warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman dan menyelamatkan barang-barang berharga yang ada di bangunan rumah. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Hingga Sabtu (11/2) siang kemarin, sejumlah warga dibantu Tagana, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), relawan dan Linmas melakukan evakuasi perabot dan bahan bangunan yang masih tersisa. Dari pendataan sekurangnya 42 bangunan warga rusak terkena dampak terjangan air laut ini. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Ketut Eko Susila, mengatakan selain membantu untuk evakuasi perabot dan puing bangunan warga, juga didirikan tenda untuk menampung sementara warga yang rumahnya hancur. Dari pemantauan yang terkena dampak paling parah ada di bagian Timur pesisir.

Berdasarkan pendataan, 42 warga yang rumahnya terkena dampak dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Dari puluhan bangunan warga yang rusak itu, empat di antaranya merupakan bangunan warung. Samsudin, salah satu warga mengungkapkan Jumat malam air laut pasang hingga merendam di jalan aspal. Bahkan air sampai menggenangi rumah di sisi utara jalan. Karena itu, warga berupaya memasang penghalang ombak sederhana menggunakan karung-karung dan tumpukan ban bekas. “Sekarang masih selamatkan isi rumah, diperkirakan air pasang sampai dua hari ke depan,” terangnya. Sementara itu, dari pengamatan kemarin dampak air laut pasang bukan hanya pada bangunan di pinggir pantai, melainkan juga rumah-rumah warga di sisi utara jalan. Pasir laut menyelimuti aspal jalan yang berada jauh dari bibir pantai. Begitu pula jalan di ujung barat pesisir juga tampak nyaris putus akibat gelombang air pasang. (kmb26)

Satu Korban Longsor di RSUP Sanglah Bingung Bayar RS

Denpasar (Bali Post) Salah satu korban bencana longsor di Sukawana, Kintamani, Wayan Sula (19), sejak Jumat (10/2), dirawat di IGD RSUP Sanglah dan masih dilakukan observasi. Pasien saat ini hanya diberikan obat dan dipasangi infus. Wayan Arya (22) tampak termenung menunggu adik kandungnya yang terbaring. Patah tulang belakang yang dialami Sula membuatnya tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Ia menuturkan sejak kemarin adiknya masuk IGD hanya dilakukan pemasangan infus dan pemberian obat. Belum ada tindakan khusus yang dilakukan tim dokter. Adiknya yang mengerang kesakitan membuatnya tidak bisa tidur. “Kalau di sini tidak dilakukan apa-apa, mending saya di rumah rawat,” tuturnya sedih. Ia merasa seperti tidak ada tim medis yang menghiraukan dengan keadaannya yang tidak memiliki jaminan kesehatan. “Mungkin karena tidak punya jaminan, makanya tidak ada yang mengawasi,” gumamnya. Saat kejadian, di rumahnya saat itu dikatakan ada 4 orang yaitu ibunya, ayahnya (meninggal di lokasi), adik kandungnya, dan keponakannya masih bayi. Dalam peristiwa itu, ibu, adik dan keponakannya selamat dari bencana tersebut. Sayangnya, ayahnya tidak berhasil selamat dan baru ditemukan di siang harinya. “Dia (adiknya) untungnya bergelantung di pohon kayu putih, akhirnya selamat. Keponakan saya kalau tidak menangis tidak ada yang tahu dia tertimpa kayu,” tuturnya. Selain memikirkan rumahnya telah tertimbun longsor, ia juga memikirkan biaya perawatan adiknya. Ia mengaku belum memiliki jaminan kesehatan sama sekali, sedangkan tim medis RSUP Sanglah terus menanyakan apa memiliki kartu jaminan atau kartu tanda pengenal yang lain. “Bagaimana punya kartu jaminan, barang-barang di rumah semua sudah tertimbung longsor, mungkin juga sudah ada yang hanyut, karena TV, lemari besar kami, saya lihat di sungai,” tuturnya dalam bahasa Bali. Kasubbag Humas RSUP Sanglah, dr. Kadek Nariyantha, mengatakan, pasien masih dilakukan observasi. Pasien diduga mengalami fraktur kompresi dan direncanakan untuk opname. “Sambil diobservasi, sambil dipersiapkan tindakan yang akan dilakukan,” ujarnya. Ia menampik timnya tidak melakukan tindakan karena pasien tidak memiliki jaminan. Diakui timnya sedang melakukan observasi untuk persiapan tindakan. (kmb42)

BPM/kmb42

KORBAN LONGSOR - Wayan Sula, korban longsor, berbaring ditemani kakaknya Ketut Arya di IGD RSUP Sanglah.

BPM/olo

BPM/kmb38

LONGSOR - Sedikitnya sepuluh rumah di Desa Galungan, Kecamatan Sawan rusak akibat tanah longsor Jumat (10/2) malam lalu. Satu rumah hanyut dan enam sepeda motor hilang akibat meluapnya air sungai di desa ini.

Pipa Putus akibat Tanah Longsor

Lebih dari 500 Warga Desa Galungan Kesulitan Air Bersih

Singaraja (Bali Post) Lebih dari 500 warga di Desa Galungan, Kecamatan Sawan kesulitan air bersih. Jaringan pipa air bersih di desa ini putus akibat tanah longsor Jumat (10/2) tengah malam lalu. Tak hanya itu, sepuluh rumah rusak berat dan satu di antaranya hanyut akibat meluapnya air sungai di desa ini. Enam sepeda motor milik warga hilang. Hingga Sabtu (11/2) kemarin baru ditemukan tiga unit saja. Pantauan Bali Post di lapangan, tanah longsor di Desa Galungan terjadi di sejumlah titik. Selain kondisi tanah yang terjal, longsor juga terjadi di kawasan perbukitan hingga menimbulkan air sungai meluap. Rumah dan sepeda motor yang hilang itu berlokasi di Dusun Dajan Pangkung. Sedangkan kerusakan rumah lainnya berada di Dusun Desa dan Dusun Bingin. Pascabencana tersebut, warga bersama aparat desa dan aparat kepolisian dan TNI bergotong royong untuk membersihan meterial longsor yang menutup jalan atau membersihkan lumpur di rumah warga. Warga yang rumahnya rusak, memutuskan mengungsi ke rumah kerabat sambil men-

unggu cuaca kembali normal. Sementara, pipa air bersih yang biasa memasok kebutuhan air di tiga dusun ini hingga siang kemarin masih mati total. Warga menggunakan air kali sisa banjir untuk membersihkan lumpur yang mengotori ruang kamar atau pekarangan. Perbekel Desa Galungan Gede Hariyono mengatakan, sejak Jumat (10/2) malam, hujan deras sejak pukul 21.00 wita. Intensitas hujan semakin meningkat, hingga tepat pukul 24.00 wita, tanah longsor terjadi. Bersamaan dengan kejadian itu, warga yang bermukim di dekat aliran sungai kemudian melapor bahwa air sungai meluap hingga merusak

rumah warga. Atas kejadian itu, warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Mobil Terperosok Sementara itu, areal gudang mebel di Lingkungan Bakung, Kelurahan Sukasada ambles akibat hujan deras. Sebuah mobil pick-up DK 9811 UN milik Gusti Putu Wiriantara terperosok hingga nyaris terjun ke jurang dengan ketinggian sekitar 10 meter. Mobil ini tertahan oleh beton fondasi di dekat jembatan Tukad Bakung. Mobil berhasil diderek oleh pemiliknya dibantu warga menggunakan katrol. Sebelumnya upaya evakuasi mobil itu dilakukan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, namun gagal karena keterbatasan peralatan. “Air dari got di depan rumah saya tersumbat, sehingga tempat saya parkir mobil tergerus dan untungnya kamar di debelah tempat parkir itu kosong, biasanya ada saja yang tidur di sana,” jelas Wiriantara. (kmb38)

BERSIHKAN PUING-PUING – Sejumlah warga di Pebuahan tampak sedang membersihkan puing-puing bangunan yang hancur dihantam ombak.

Udang Selundupan Disita Polisi di Gilimanuk

Negara (Bali Post) Jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Jumat (10/2) petang, di Pos 2 atau pos pemeriksaan pintu masuk Bali mengamankan bus penumpang Pahala Kencana nopol D 7692 AN yang dikemudikan Nurdin (40) dari Bandung, Jawa Barat. Saat diperiksa bus itu membawa lima boks sterofoam warna putih yang berisikan udang mati terbungkus plastik warna hitam. Dari informasi, pemilik barang tersebut tidak diketahui identitasnya namun asal pengiriman dari daerah Wangon, Jawa Tengah. Barang tersebut dengan tujuan Ibu Nur di Den-

pasar. Barang-barang tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen atau sertifikat kesehatan karantina. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol A.A. Arka seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi Sabtu (11/2) kemarin, mengatakan seharusnya pengiriman udang mati ada dokumen atau sertifikat dari karantina. Pihaknya berkoordinasi dengan Karantina Gilimanuk untuk penanganan lebih lanjut. Diakui belakangan ini sering ada penyeludupan barang tidak dilengkapi dokumen yang sah. Sehingga pihaknya terus melakukan antisipasi. Pemeriksaan barang, orang, dan kendaraan tetap dilakukan. (kmb)

BPM/kmb

DIAMANKAN - Udang selundupan yang diamankan di Gilimanuk.

Pura Dalem Prajapati di Kedisan Rata dengan Tanah

Bangli (Bali Post) Bencana tanah longsor bertubi-tubi melanda Kabupaten Bangli. Kali ini tanah longsor terjadi di Desa Kedisan, Kintamani, Sabtu (11/2) dini hari kemarin. Akibat bencana tersebut, tebing setinggi 50 meter menerjang Pura Dalem Prajapati yang ada di bawahnya hingga rata dengan tanah. Berdasarakan pantauan Bali Post Sabtu kemarin, seluruh masyarakat setempat melakukan gotong royong untuk membersihakan material longsoran. Sejumlah warga membawa cangkul, sekop, blakas, gergaji mesin, dll. memindahkan tanah dan memotong pohon di lokasi. Selain warga setempat, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli juga turut membantu warga untuk membersihkan material longgor. Perbekel Desa Kedisan I Nyoman Gamayana mengatakan, kejadian longsor diperkirakan terjadi pagi dini hari. Dia mengakui jika sebelum peristiwa tanah longsor wilayah Desa

Kedisan memang dilanda hujan lebat sejak dua hari. Melihat situasi tersebut, pihaknya meminta kepada salah seorang warga untuk mengecek seluruh

pura yang ada di wilayah Kedisan. Langkah itu dilakukan, mengingat pihaknya tidak tahu kapan akan terjadi bencana. “Dan setelah dicek ternyata

Pura Dalem Prajapati saja yang tertimpa longsoran. Sementara pura yang lainnya masih aman,” katanya. Dia menjelaskan, Pura

BPM/kmb41

GOTONG ROYONG - Warga Desa Kedisan, Kintamani, Bangli saat melakukan kegiatan gotong royong di Pura Dalem Prajapati yang tertimpa longsor Sabtu (11/2) dini hari kemarin.

Dalem Prajapati yang tertimbun longsoran tersebut terdapat dua pelinggih (tempat suci). Kata dia, kedua palinggih ada tersebut tidak bisa dilihat lagi lantaran kondisinya sudah rata akibat tertimbun material longsoran. “Hanya ada dua palinggih di pura. Dan keduanya tertimbun longsor,” katanya. Dikatakannya, dengan adanya bencana tanah longsor yang menimpa Pura Desa setempat, kini seluruh wargnya terus melakukan kegiatan gotong royong untuk mencari palinggih yang tertimbun tanah longsoran dan pohon. “Rencanya alat berat bekerja di sini untuk mengangkat material longsoran karena material longsor cukup besar, sehingga tidak cukup kalau hanya memakai tenaga manusia, karena harus dibantu dengan alat berat. Hanya, karena ada kejadin yang lebih besar di Songan, sehingga alat berat belum bisa dipakai disini. Untuk mengangkat tanah dan pohon terpaksa memakai alat seadanya yang dibawa warga,” katanya. (kmb41)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


daerah

Minggu Pon, 12 Februari 2017

3

Warga dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Tabanan (Bali Post)Pascabencana banjir dan longsor yang menimpa Desa Candi Kuning, Baturiti, Tabanan, TNI bersama-sama warga dan Kepolisian melakukan kegiatan gotong royong. Salah satunya adalah membangun jembatan yang putus di Banjar Candi Kuning 1, Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan. Jembatan yang menggunakan bambu petung ini diharapkan bisa menjadi akses sementara warga, sehingga tidak terisolir. Dandim 1619/Tabanan, Letkol Inf. Herwin Gunawan, Sabtu (11/2) kemarin memaparkan pihak TNI bersama-sama Kepolisian dan warga setempat menggelar kegiatan karya bakti. Adapun tenaga yang diturunkan adalah seratus orang anggota TNI, 89 orang anggota dari Polres Tabanan, masyarakat ada 87 orang dan ada juga Satpol PP, BPBD Tabanan, serta dari Dinas PU. Selain membangun jembatan sementara dari bambu, kegiatan karya bakti juga melakukan pembersihan jalan utama, tepatnya di sepanjang jalan dekat DTW Ulun Danu Beratan. Sepanjang satu kilometer dari endapan lumpur pascabanjir juga melakukan pembersihan kantor Desa Candi Kuning. Juga dilakukan pembersihan longsoran di tikungan dekat Danau Beratan, serta membersihkan saluran got yang tertutup pascabanjir. Herwin mengatakan, sejak pagi, Sabtu (11/2) kemarin tidak turun hujan di Baturiti. Ini memudahkan pihaknya melakukan pembangunan jembatan sementara, juga dalam hal pembersihan jalan di jalur utama dan saluran got. Namun dikhawatirkan, jika kembali hujan deras yang berpotensi banjir akan terjadi endapan lumpur di jalan yang sudah dibersihkan, begitu juga sumbatan pada saluran got. ‘’Jembatan bambu yang dibangun juga dikhawatirkan terbawa air lagi, jika hujan deras kembali turun,’’ ujarnya. Sementara itu, Camat Baturiti Tos Partha menambahkan, dalam kegiatan karya bakti pihaknya dibantu empat mobil truk untuk mengangkut endapan lumpur, serta material longsor yang menutupi jalan dan saluran got dan Pemprov Bali. ‘’Ada juga dua alat berat untuk mengeruk material yang tidak bisa dipindahkan secara manual. Satu alat berat bantuan dari pemprov, satunya lagi disewa,’’ jelas Tos Partha. (kmb24)

BPM/wan

RANTING - Kiriman sampah dan ranting yang terbawa arus air laut dan menumpuk di Pantai Biaung dan Padanggalak, Sabtu (11/2) kemarin.

Buleleng Diterjang Longsor dan Banjir Bandang Singaraja (Bali Post)Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Buleleng, Jumat (10/2) malam hingga Sabtu (11/2) dini hari mengundang bencana berupa banjir bandang dan longsor yang tersebar sedikitnya di 14 lokasi. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Buleleng, I Made Subur mengatakan selama musim hujan berlangsung sejak September 2016, bencana kemarin merupakan yang paling parah. “Ini bencana paling parah. Termasuk longsor di daerah Gitgit,” ujarnya. Pasca adanya laporan kebencanaan, pejabat asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini langsung melakukan

JEMBATAN - Warga bersama TNI bergotong royong membangun jembatan di Banjar Candi Kuning 1, Sabtu (11/2) kemarin.

BPM/san

JEMBATAN - Warga bersama TNI bergotong royong membangun jembatan di Banjar Candi Kuning 1, Sabtu (11/2) kemarin.

Warga Kesulitan Air Bersih Tabanan (Bali Post) Putusnya pipa air PDAM akibat bencana banjir dan longsor, Kamis (9/2) lalu, menyebabkan warga di Desa Candi Kuning, Baturiti, Tabanan, kesulitan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air, warga mengambil dari Danau atau di Kebun Eka Karya Bedugul. Salah satu warga Banjar Candi Kuning II, Desa Candi Kuning, Baturiti, Sriani, Sabtu (11/2) kemarin mengatakan air mati dan belum mengalir. Akibatnya, ia terpaksa tidak mandi dari hari Jumat dan menggunakan air yang diambil dari Danau Beratan maupun air di Kebun Eka Karya Bedugul untuk memasak. “Untuk memasak saya pakai air dari Kebun Raya. Di sana airnya masih mengalir dan bersumber dari mata air. Meski tidak terlalu bersih, setidaknya bisa untuk masak,” ujar Sriani yang membuka warung sate di dekat Kebun Eka Karya Bedugul. Ia memaparkan, penduduk di Banjar Candi Kuning II selama air PDAM mati memenuhi kebutuhan air dari danau. Meski tidak terlalu bersih, tetapi masih bisa digunakan untuk MCK. “Ada juga yang menampung air hujan,” tuturnya. Selain air PDAM yang belum mengalir, aliran listrik juga padam dari Sabtu (11/2) pagi. Sriani berharap agar pipa PDAM yang putus bisa segera diperbaiki, sehingga air bisa mengalir normal kembali begitu juga dengan aliran listrik. Sementara mengenai matinya aliran air PDAM dibenarkan Perbekel Candi Kuning, Made Mudita. Menurutnya, matinya air PDAM karena beberapa pipa mengalami kerusakan dan kebocoran, dan memerlukan perbaikan segera. ‘’Ini sedang dalam proses perbaikan dan semoga cepat selesai, sehingga air bisa mengalir kembali,’’ ujarnya. (kmb24)

penanganan, mulai pagi hari hingga malam. Mendukung itu, seluruh petugas beserta alat berat yang dimiliki dikerahkan. Ini pun dibantu Polri, TNI dan warga. “Dari tiga hari lalu rasanya seperti tak dapat istirahat. Terus lakukan penanganan,” ungkapnya. Bencana tersebut sesuai data yang dikantonginya, khusus untuk warga Buleleng tidak ada yang mengalami korban jiwa, tetapi

hanya berupa material, salah satunya bangunan. “Syukurnya sampai sekarang belum ada korban jiwa. Hanya kerusakan bangunan saja,” ucapnya. Bencana ini disebabkan akibat intensitas hujan yang telah meningkat secara signifikan, ditambah dengan kondisi geografis yang sebagian besar berupa pegunungan. Sesuai prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, hujan lebat akan berlangsung sampai akhir bulan ini. Oleh karenanya, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. “Karena kondisinya seperti ini, masyarakat harus waspada,” tandasnya. (kmb45)

Titik Bencana

n- Di Tukad Wanasari, Dusun Antapura, Kecamatan Tejakula. n- Banjir bandang di Banjar Dinas Kawanan, Desa Les, Kecamatan Tejakula. n- Banjir bandang Tukad Gelung, Desa Pakisan, Kubutambahan n- Banjir bandang Dusun Pamesan, Desa Bungkulan, Sawan. n- Banjir bandang di Dusun Dajan Pangkung, Desa Galungan, Sawan. n- Banjir bandang di Kelurahan Banyuning. n- Banjir bandang di Banjar Dinas Dauh Tukad, Desa Penglatan, Buleleng. n- Longsor Desa Tajun, Kubutambahan. n- Banjir Bandang Tukad Tangis di Kelurahan Banyuning, Buleleng. n- Pohon tumbang dan longsor Jalur Bedugul-Singara. n- Banjir dan tanah longsor di Desa Bebetin,Sawan. n- Tanah longsor di Desa Sudaji, Sawan. n- Tanah longsor di Desa Lemukih, Sawan.

Lumpur di Rumah Warga Mulai Dibersihkan

Denpasar (Bali Post) Lima rumah yang sempat terendam lumpur di Jalan Noja Saraswati, Gang Ayung, Lingkungan Ongan, Tonja, Sabtu (11/2) kemarin mulai dibersihkan. Sejumlah petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang terlihat mulai mengeruk lumpur yang menggenangi komplek perumahan di pinggir Sungai Ayung tersebut. Satu alat berat didatangkan untuk mengeruk lumpur di halaman rumah warga. Ketinggian lumpur yang mencapai satu meter tersebut, dikeruk agar halaman rumah yang teredam lumpur bisa terlihat lagi. “Rumah yang paling utara lumpurnya cukup tinggi. Kalau tidak dengan alat berat, susah untuk membersihkannya,”

ujar salah seorang penghuni di komplek perumahan itu. Plt. Kepala BPBD Denpasar I Made Prapta yang dihuni mengatakan, pembersihan lumpur di perumahan itu, dibantu petugas dari PU. Karena harus menggunakan alat berat. “Kami sudah koordinasikan tadi, dan petugas sudah menuju ke lokasi,” ujar Prapta. Seperti diberitakan sebelumnya, akibat hujan yang mengguyur di kawasan hulu menyebabkan air Sungai Ayung meluap. Tingginya debit air menyebabkan lima rumah yang ada di bantaran Sungai Ayung, terendam. Parahnya, selain air, luapan lumpur juga sangat tinggi. Akibatnya, lima rumah di Jalan Noja Saraswati, Gang Ayung, Lingkungan Ongan, Tonja terendam lumpur dengan

ketinggian bervariasi hingga satu meter. Yang paling parah terkena lumpur, yakni tempat usaha tahu milik Aliman. Menurut Aliman, air masuk ke rumahnya sekitar pukul 24.00 Wita, pada Kamis (9/2) lalu. Air cukup besar disertai lumpur masuk ke rumahnya, yang menyebabkan perabotan untuk membuat tahu banyak yang hanyut. “Selama tiga jam lebih air cukup tinggi, bahkan lebih besar dari kejadian beberapa bulan lalu,” katanya. Sementara itu, di tempat terpisah sejumlah petugas membersihkan rantingranting bambu yang sempat menutup saluran air di Batu Kandik, Padangsambian Kaja. Di tempat tersebut, air sempat meluap, namun tidak terlalu besar. (kmb12)

BPM/wan

LUMPUR - Pemilik rumah terlihat membersihkan lumpur yang menggenangi komplek perumahan di Ongan.

Kunjungi Perajin Tenun Khas Jembrana

BPM/wan

OGOH-Warga sedang membuat ogoh-ogoh yang akan diarak pada malam pangerupukan.

Disbud Tak Gelar Parade Ogoh-ogoh di Catur Muka

Denpasar (Bali Post) – Menjelang pelaksanaan hari raya Nyepi, Dinas Kebudayaan (Disbud) Denpasar kembali melakukan seleksi ogoh-ogoh se-Kota Denpasar. Disbud akan menetapkan delapan nominasi per kecamatan. Namun, peserta yang mendapat nominator tidak lagi digelar parade di Catur Muka, Denpasar. Parade atau pawai ogoh-ogoh diserahkan ke masing-masing desa pakraman. Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Ni Nyoman Sujati, didampingi Kepala Bidang Kebudayaan I Made Wedana, Jumat (10/2) lalu mengatakan, serangkaian Hari Suci Nyepi tahun Caka 1939, Disbud kembali melaksanakan seleksi ogohogoh. Pendaftaran telah dibuka sejak 16 Januari lalu, hingga 2 Maret mendatang. Sampai kemarin, jumlah yang sudah mendaftar mencapai 51 sekaa teruna. Jumlah tersebut diprediksi akan meningkat lagi, karena pendaftaran masih dibuka hingga 2 Maret mendatang. Dikatakan, sekaa teruna yang mendaftar terbanyak di Denpasar Utara, yakni 17 sekaa teruna. Disusul Kecamatan Denpasar Timur 16 sekaa teruna, serta Denpasar Selatan dan Barat masingmasing 9 sekaa teruna. Sekaa teruna yang pernah masuk nominasi dua kali berturutturut dilarang ikut kembali. Ogoh-ogoh yang sudah dua kali berturut-turut masuk nominasi, kata Sujati tidak boleh ikut selama dua tahun berikutnya, atau dua kali penilaian. Pelarangan keikutsertaan bagi peserta yang sudah dua kali masuk nominasi, semata-mata untuk memberikan kesempatan kepada peserta lain menunjukkan kreativitasnya. “Kami berharap para undagi yang berada dibalik layar seleksi ogoh-ogoh ini bisa berbagi ilmu dengan sekaa teruna lain yang belum pernah masuk nominasi. Dengan demikian, ada pemahaman yang sama tentang ogoh-ogoh pangerupukkan,’’ ujar Sujati yang juga didampingi Kasi Pembinaan Lembaga Adat, Luh Putu Eka Manik Savitri. (kmb12)

Menteri Koperasi Dorong Daftarkan Hak Cipta MENTERI Koperasi dan UKM-RI AAN Puspayoga, didampingi Ny. Bintang Puspayoga melakukan kunjungan ke pengrajin tenun khas Jembrana di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Sabtu (11/2) kemarin. Dalam kesempatan itu, Menteri Puspayoga mendorong pengrajin mendaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atas karya-karya yang dihasilkan. Pendaftaran itu akan difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM secara gratis. “Ada keistimewaan dari karya pengrajin songket di Jembrana ini, karena kain tenun

yang dihasilkan tidak menggunakan sambungan seperti kain pada umumnya. Ini luar biasa, sehingga harus didaftarkan sebagai hak cipta guna melindungi karya seni ini, dan tidak diakui pihak lain. Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM, akan membantu memfasilitasi dan mengkoordinasikan dengan Kemenkumham,” kata Puspayoga. Pada kesempatan itu, Menteri didampingi Bupati Jembrana I Putu Artha, Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, serta Kadis Perindagkop I Made Sudantra memuji pengrajin tenun songket

di Jembrana yang berani berinovasi, namun masih mempertahankan motif asli tradisional. Motif tradisional itu disebutnya harus dipertahankan sebagai kekayaan daerah, meskipun masih bisa dimodifikasi karena yang seperti itulah yang banyak dicari. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Manajer Tim Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Rai Subawa, Ny. Ari Sugianti Artha serta Ny. Ani Kembang Hartawan. Sementara I Ketut Widiadnyana, pemilik kerajinan tenun Putri Mas mengatakan, salah

satu inovasi yang dirancangnya dengan menciptakan kain tenun songket tanpa sambungan, merupakan bentuk inovasi menghadapi persaingan saat ini. Persaingan itu tidak akan lepas dari sisi pengembangan dan teknologi, sehingga mengharuskan pengrajin senantiasa berkreasi. Keberanian berinovasi itulah yang juga akan memupus kekhawatiran akan punahnya songket khas tradisional Jembrana yang motifnya sudah ada sejak zaman kerajaan dulu. Guna memenuhi kebutuhan kolektor maupun konsumen, ia mulai mengembangkan motif

corak alam, modifikasi songket dan batik tanpa merubah sisi tradisionalnya. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan fashion juga dikembangkan busana pria wanita dari atas sampai bawah menggunakan kain tenun, semi jas menggunakan kain tenun tradisional. Selaku pengusaha UKM, Widiadnyana juga merasa tersanjung atas kunjungan Menkop UKM serta dukungan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana selama ini, sebagai bentuk perhatian terhadap pelestarian tenun tradisional Jembrana serta memotivasi pengerajin agar terus berkarya. (ad1024)

MENKOP - Menteri Koperasi dan UKM AAN Puspayoga bersama Bupati Jembrana Putu Artha dan Wabup Made Kembang Hartawan ,saat mengunjungi pengrajin tenun khas Jembrana di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana.


4

Minggu Pon, 12 Februari 2017

Ujian dalam Dunia Pendidikan SETIAP akhir tahun pelajaran, ujian yang telah menjadi salah satu peristiwa nasional, senantiasa menyita perhatian masyarakat. Gawat! Demikian kesan yang dirasakan guru, siswa, dan orangtua. Sepertinya siswa sedang menjalani peristiwa penentu hidup atau mati. Sujud digelar di alunalun sekolah bertaburkan doa. Rasa haru bercampur berurai air mata. Kata-kata bijak dan motivasi dikumandangkan pengeras suara. Memang tidak hanya itu, jauh waktu sebelum hari pelaksanaan, sekolah telah menyiapkan diri memasuki fase ujian akhir pada suatu jenjang pendidikan. Pemberian pelajaran tambahan merupakan salah satu agenda sukses ujian. Siswa juga tidak kalah semangat. Mereka mengikuti program bimbingan belajar komersial. Proses belajar sesungguhnya sangat panjang, sepertinya tidak sejalan dengan sukses ujian yang tersulap menjadi tujuan belajar. Kelak, suka duka ujian hanyalah cerita lucu, menggelikan, bagian romantika sekolah. Apakah sesungguhnya “ujian”? Dalam KBBI daring dijelaskan dua arti kata ini, “yang dipakai untuk menguji mutu”, sesuai dengan akar kata “uji”. Mutu yang diuji antara

lain kepandaian, kemampuan, dan hasil belajar seseorang. Penjelasan lainnya, “tantangan hidup atau cobaan”. Penjelasan pertama sangat cocok dengan makna “ujian” dalam lingkungan pendidikan. Ujian merupakan alat atau cara untuk mengetahui kepandaian, kemampuan, dan hasil belajar siswa selama periode belajar. “Ujian” dalam konteks sekolah, satu perkara lumrah. Lagi pula, siswa sudah terbiasa dengan berbagai bentuk ujian. Dalam KBBI daring juga ditemukan kata lain yang semakna dengan kata “ujian”, seperti “tes” dan “ulangan”. Lalu, ujian nasional, hanya berupa pelaksanaan ujian serentak di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke sekolah-sekolah di luar negeri. Sebagai peristiwa nasional, persepsi siswa, guru, dan orangtua, mengenai ujian berubah, dari peristiwa lumrah dalam belajar mengajar menjadi peristiwa yang terasa sangat politis, heroik, dan bersejarah sehingga terkesan gawat darurat. Memang diakui, ada perbedaan antara ujian yang diselenggarakan oleh sekolah dan ujian nasional, yaitu adanya kesan soal jauh lebih sulit dan tidak terjangkau siswa, sehingga siswa tidak lulus. Itulah kekhawatiran besarnya. Kekhawatiran ini cocok dikaitkan dengan penjelasan kata “ujian” lainnya, “tantangan atau cobaan hidup”. Karena itu, siswa mempersepsi ujian

sangat sulit dan berat, tantangan atau cobaan. Persepsi ini datang dari guru, yang pada awalnya tidak demikian maksudnya. Guru sengaja membuat persepsi ujian nasional menyeramkan, menakutkan, berat, sulit, untuk memotivasi siswa agar sungguh-sungguh belajar, dengan cara menakut-nakuti siswa. Apa lacur, cara ini ternyata benar-benar menjadi beban siswa menghadapi ujian apalagi ujian nasional. Ternyata guru gagal memotivasi siswa. Sebaliknya siswa takut menjadi-jadi atau merasa terbebani. Karena itu, “ujian” dipikirkan oleh siswa, tantangan atau cobaan hidup yang teramat berat. Namun demikian, mereka harus menjalani, apapun yang terjadi. Merasa sukses melewati ujian hidup yang berat, ketika hari pengumumanan kelulusan siswa pun pesta pora di jalanan, konvoi, dan merobek seragam sekolah.

seperti trauma (kecelakaan atau cedera olahraga), penyakit metabolik, dan penyakit peradangan pada sendi. Berbagai faktor risiko sangat terkait dengan terjadinya osteoarthritis sekunder pada lutut, meliputi beban berlebihan secara konstan pada sendi lutut, adanya kecacatan sejak lahir pada sendi lutut ataupun tungkai gerak bawah, obesitas, kurang berolahraga, dan adanya istabilitas sendi lutut (contohnya robekan pada ligament sendi lutut) sejak lama yang dibiarkan tanpa penanganan medis.

yang unik, beberapa pasien akan memberikan respons yang berbedabeda terkait dengan terapi yang diberikan. Hal yang menjadi kunci dan cukup mudah untuk dilakukan adalah dengan menurunkan berat badan. Menjaga sendi dari beban secara berlebihan akan memperlambat proses degenerasi tulang rawan dan mengurangi rasa nyeri yang dirasakan pasien. Penting juga untuk mengurangi berbagai aktivitas yang dapat membebani sendi lutut. Terapi fisik (fisioterapi) juga merupakan salah satu metode terapi yang cukup penting terkait berbagai masalah pada sendi lutut. Program fisoterapi dapat mengurangi rasa nyeri, meningkatkan kekuatan sendi, mengembalikan mobilitas dan fungsi sendi. Obatobat anti inflamasi non steroid seringkali juga diresepkan oleh dokter Anda untuk mengurangi nyeri dan peradangan yang terjadi. Terapi yang sedikit lebih invasif adalah dengan menginjeksikan obat secara langsung pada sendi lutut yang bermasalah. Jika terapi secara konservatif (non-operatif) tidak memberikan perbaikan yang cukup dan pasien merasa sangat kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari seperti berjalan, menaiki tangga, dan kualitas hidup yang dirasa semakin menurun, maka pilihan terapi yang dapat dilakukan adalah dengan mengganti sendi lutut (total knee replacement) atau yang dikenal juga dengan Arthroplasty. Dalam prosedur ini, dokter spesialis bedah tulang (orthopaedi dan traumatologi) akan mengganti tulang rawan dan sedikit permukaan sendi lutut dari tulang femur, tulang tibia, dan patella dengan implan khusus, sehingga tidak ada lagi gesekan langsung antartulang yang terjadi, tidak ada reaksi peradangan dan rasa nyeri, serta diharapkan mobilitas sendi kembali baik yang berujung pada peningkatan kualitas hidup pasien.

Dunia Pendidikan Dengan memahami hakikat ujian dalam dunia pendidikan, tidak perlu lagi membangun persepsi sedemikian seram. Guru dan orangtua harus mengubah persepsi ujian hitam itu. Memotivasi siswa agar belajar sungguh-sungguh tidak tepat lagi dengan cara menakut-nakuti mereka atau mengancam. Motivasi guru kepada siswa diubah menjadi motivasi logis dan pragmatis. Dalam hal ini, katakan saja, apa hakikat ujian dan

Kenali dan Waspadai Osteoarthritis pada Sendi Lutut

Osteoarthritis lutut atau yang dikenal sebagai rematik adalah suatu penyakit degeneratif yang bersifat progresif lambat dari tulang rawan pada sendi lutut yang menyebabkan sensasi nyeri saat adanya gerakan yg memicu pergesekan antartulang pada sendi lutut tersebut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui 25% penduduk dengan usia di atas 50 tahun mempunyai keluhan nyeri pada sendi lutut dan hampir setengah dari mereka mengalami osteoarthritis. Perempuan lebih banyak mengalami kasus ini dibandingkan dengan laki-laki. Penyebab dan Faktor Risiko Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya osteoarthritis pada lutut. Secara umum, terdapat dua tipe osteoarthritis, yaitu osteoarthritis primer dan osteoarthritis sekunder. Secara primer terjadi akibat adanya proses penuaan alami dari tulang rawan sendi yang diperberat oleh faktor usia dan beban sendi lutut yang menyebabkan degenerasi dan robekan dari tulang rawan sendi tersebut. Secara sekunder disebabkan oleh berbagai faktor eksternal

Pengobatan Osteoarthritis adalah suatu penyakit yang progresif dan sulit untuk diobati hingga sembuh sempurna. Namun, hal ini tidak berarti bahwa kita tidak dapat melakukan apa-apa terkait keadaan ini. Tujuan terapi secara primer adalah untuk meredakan gejala yang muncul, meningkatkan, dan mengembalikan mobilitas sendi, serta menghambat proses degenerasi yang terjadi. Terdapat pilihan terapi secara non-operatif dan operatif terkait osteoarthritis pada lutut. Setiap pasien adalah individu

TERAPI – Terapi fisik (fisioterapi) merupakan salah satu metode terapi yang cukup penting terkait berbagai masalah pada sendi lutut. Program fisoterapi dapat mengurangi rasa nyeri, meningkatkan kekuatan sendi, mengembalikan mobilitas dan fungsi sendi.

Suasana di akhir Januari tahun 2017 akan semakin oke dengan penampilan tubuh yang oke pula. Luangkan waktu 30 menit untuk melatih merampingkan pinggang, mengencangkan paha dan perut dengan posisi duduk. Ikuti peragaan berikut ini bersama Desak dari Lala Studio Celuk.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

BPM/ist

untuk apa, yakni tidak lebih dari tindakan menentukan kepandaian, kemampuan, dan hasil belajar siswa. Kepandaian, kemampuan ini merupakan hasil belajar dalam proses panjang, sejak jenjang pendidikan sebelumnya, tidak terbentuk dalam hitungan hari atau bulan. Secara praktis, ujian menguji ingatan atau memori siswa. Apakah siswa masih ingat dengan khazanah pengetahuan, seperti sebuah rumus fisika atau persamaan matematika dan bisa membuktikan kualitas ingatan ini dalam penyelesaian operasi. Apakah masih ingat, apa alasan pemuda menculik Soekarno dan Hatta menjelang 17 Agustus 1945. Apakah siswa masih ingat ingat apa pengertian “deret hitung” dan “deret ukur” yang dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus. Dengan prinsip praktis ini, jika siswa sudah memiliki jangkauan ingatan materi yang luas, tidak ada alasan khawatir atau takut mengikuti ujian. Kekhawatiran siswa terjadi karena kesadaran bahwa diri mereka sepertinya tidak tahu, tidak paham atau tidak ingat materi pelajaran sama sekali. Hal ini cukup beralasan karena umumnya siswa tidak pernah melatih ingatannya. Mereka susah mengingat suatu informasi. Jika diminta menjelaskan suatu materi pelajaran, siswa pasti membaca. Sekarang diberitahu sekarang juga lupa. Sekarang membaca sekarang juga lupa. Guru kurang “ngeh” terhadap hal ini sehingga tidak melatih ingatan siswa, misalnya dengan berlatih menjawab pertanyaan berdasarkan teks den-

gan tidak boleh membaca. Mungkin ingatan atau hafalan dianggap sepele atau derajatnya rendah. Hafalan mekanik mungkin demikian. Tapi ingatan dalam hal ini, didasari oleh pemahaman. Bicara pemahaman siswa, juga merupakan persoalan berat karena siswa tidak dididik memahami atau mengerti pokok-pokok materi pelajaran.

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan menurunnya massa tulang (kepadatan tulang) dan disertai dengan rusaknya arsitektur tulang yang akan mengakibatkan pengeroposan tulang. Mengapa kita perlu memberi perhatian khusus pada Osteoporosis? Penelitian terbaru dari International Osteoporosis Foundation (IOF) mengungkapkan bahwa 1 dari 4 perempuan di Indonesia dengan rentang usia 50-80 tahun memiliki risiko terkena Osteoporosis. Sedangkan insiden patah tulang paha akibat Osteoporosis di Indonesia adalah sekitar 200 dari 100.000 kasus pada usia 40 tahun. Penyebab Osteoporosis Faktor risiko Osteoporosis secara garis besar terbagi menjadi 2, yakni: 1. Faktor risiko yang dapat diubah; kurangnya aktivitas fisik, asupan kalsium rendah, kekurangan protein, kekurangan paparan sinar matahari, kekurangan asupan vitamin D, konsumsi minuman tinggi kafein, kebiasaan merokok, obat-obatan dan penyakit ter-

tentu. 2. Faktor risiko yang tidak dapat diubah, yaitu a) Usia. Semakin tua usia kita, semakin besar risiko untuk terkena osteoporosis. b) Riwayat keluarga dan ras. Riwayat keluarga yang pernah mengalami fraktur (patah tulang), Ras Kaukasia atau Asia, memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena Osteoporosis. c) Menopause. Usia menopause merupakan faktor utama bagi wanita untuk terkena osteoporosis. Mendiagnosis Osteoporosis? Diagnosis Osteoporosis pada umumnya ditegakan oleh dokter berdasarkan riwayat gejala, pemeriksaan fisik, foto X-ray tulang, densitometri tulang, dan beberapa tes laboratorium. Densitometri tulang adalah prosedur yang sering dilakukan pada wanita saat usia menopause. Tes ini mengukur kekuatan pada tulang anda yang juga disebut dengan the bone mineral density (desnsitas tulang dan mineral). Pencegahan Cara untuk mencegah osteoporosis adalah dengan cara rutin

Skor Dalam kondisi ini, guru dan sekolah juga ikut-ikutan khawatir, jangan-jangan banyak siswa gagal atau mencapai skor rendah. Pasti sangat memalukan. Jalan pamungkas mengatasi rasa khawatir ini berbuat curang, misalnya dengan pemberian jawaban oleh guru, membentuk tim joki siswa, memperlonggar pengawasan sehingga siswa berpeluang nyontek, hingga memperbaiki jawban di dalam LJK. Untuk menutupi segala tindakan curang tersebut dan untuk mencitrakan ujian jujur dan murni, dilibatkan polisi dan pihakpihak independen. Hal ini semua tidak perlu terjadi jika pelaksanaan pelajaran sehari-hari dilakukan dengan integritas tinggi, satu kata ucapan dan tindakan. Tahun 2017 semakin santer dengan UNBK atau UN-CBT. Tentunya tidak memperparah rasa akhawatir dan rasa takut siswa ikut UN karena ini hanya soal teknis pelaksanaan. Semula seluruh soal atau tes dicetak di atas kertas dan siswa menjawab dalam LJK. UNBK atau UN-CBT mengganti soal cetak kertas dan LJK dengan tayangan di layar monitor.

UJIAN - Dengan memahami hakikat ujian dalam dunia pendidikan, tidak perlu lagi membangun persepsi sedemikian seram. Guru dan orangtua harus mengubah persepsi ujian hitam itu. Memotivasi siswa agar belajar sungguhsungguh tidak tepat lagi dengan cara menakut-nakuti mereka atau mengancam. Motivasi guru kepada siswa diubah menjadi motivasi logis dan pragmatis. Jika ada hambatan, paling berupa kesiapan teknologi dan teknisi. Soal kesiapan siswa mungkin masih ada dan memang tidak bisa diabaikan karena mereka belum terbiasa. Untuk itu, perlu diadakan uji latih ujian dengan UNBK atau UN-CBT. Teknis atau cara penyelenggaraan UN tidak mempengaruhi tujuan atau hasil serta tidak menutup kemungkinan dari kecurangan. Hasil ujian dengan UNBK atau tanpa UNBK tetap saja berupa data atau informasi mengenai tingkat atau kategori kepandaian atau kemampuan siswa yang mencerminkan hasil belajar selama satu periode jenjang pendidikan. Data atau informasi mengenai hasil belajar ini digunakan bahan menilai atau mengevaluasi pelaksanaan pendidikan nasional. Karena itu, hakikat ujian, tes, dan ulangan tidak sama dengan evaluasi. Ujian nasional sama sekali bukan evaluasi. Ujian nasional cara mengetahui kepandaian atau kemampuan peserta didik. Karena itu, setiap peserta didik memperoleh kategori, peringkat, atau predikat berupa angka. Angka ini disepakati bersama penentu tingkat kepandaian atau kemampuan seorang tamatan. Akumulasi dari tingkatan kepandaian, kemampuan siswa dari seluruh Indonesia dijadikan data dalam rangka menilai kulaitas pendidikan nasional, yang meliputi kurikulum, fasilitas, pelaksanaan pembelajaran, SDM guru, dan kualitas lulusan. lI Wayan Artika, Pemerhati Pendidikan

Perhatian Khusus pada Osteoporosis

berolahraga serta mempertahankan asupan kalsium dan vitamin D yang adekuat pada pola makan sehari-hari. a. Kalsium. Rekomendasi mengenai jumlah asupan kalsium per hari yang dikutip dari The National Academy of Sciences, adalah sebagai berikut: laki-laki dan perempuan usia 9-18 tahun: 1.300 mg/ hari, pria dan wanita usia 19-50 tahun: 1.000 mg/hari, ibu hamil atau menyusui usia 19-50 tahun: 1.000 mg/hari, pria dan wanita diatas 50 tahun: 1.200 mg/hari. Produk harian seperti yogurt dan keju adalah salah satu sumber kalsium baik. Satu gelas susu mengandung kurang lebih 300 mg kalsium. b. Vitamin D. Anjuran konsumsi vitamin D per harinya adalah sekitar 200 - 600 IU (satuan internasional). Segelas susu mengandung kurang lebih 100 IU vitamin D. Multivitamin kebanyakan mengandung kurang lebih 400 IU vitamin D. c. Olahraga Teratur. Para dokter meyakini bahwa olahraga teratur (3-4 kali seminggu) sangat efektif dalam mencegah dan menangani Osteoporosis. Jenis olahraga terbaik dalam hal ini adalah jogging (lari kecil), hiking (mendaki), olahraga treadmill, dan angkat beban ringan. Agar mendapatkan tulang yang sehat, peranan seluruh masyarakat sangat diharapkan mulai dari lingkup kecil yaitu keluarga. Hal yang tidak kalah penting adalah kesadaran diri sendiri dalam menyadari akan pentingnya memahami pencegahan osteoporosis. Jika Anda berisiko tinggi terkena Osteoporosis, Anda disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter ahli tulang (spesialis Orthopaedi) dan menanyakan bagaimana penanganan osteoporosis sesuai dengan kondisi tubuh Anda. lDr. Bagus Gede Krisna Astayogi, S.Ked.

ldr. A.A.G. Duta Maha Putra

Gb. I : Posisi duduk tegak dengan kedua kaki tutup rapat dan kedua lengan lurus ke atas. Condongkan badan ke kanan lalu tegakkan dan condongkan ke kiri, maka latihan ini bermanfaat untuk mengikis lemak di pinggang. Lakukan beberapa kali hitungan, dan pastikan kedua lengan di samping telinga saat mencondongkan badan.

Gb. II : Tetaplah duduk namun kaki kiri ditekuk dan letakkan pergelangan kaki kiri pada lutut kanan. Kedua lengan lurus depan dada, lalu dorong badan ke depan sejauh mungkin, lalu tegakkan kembali. Ulangi hingga 2 x 8 hitungan, setelah itu ganti kaki kanan ditekuk dan lakukan gerakan yang sama dengan hitungan yang sama pula.

Tetap Fit

Gb. III : Untuk mengencangkan paha, duduklah tegak dengan kedua kaki tutup rapat dan kedua lengan lurus ke atas. Angkat tekuk kaki kanan dan kiri bergantian sambil mengarahkan tongkat depan dada. Ulangi gerakan hingga 3 x 8 hitungan.

Menyambut Tahun Baru 2017 dengan latihan yang ringan namun bermanfaat untuk pembentukan tubuh dan salam bugar dari LALA STUDIO.

Gb. IV : Duduk dengan posisi tegak, kedua siku lengan ditekuk ke samping dan kedua kaki lurus ke depan. Letakkan tongkat pendek pada pergelangan kaki lalu tekuk kedua lutut dan luruskan, maka latihan ini bermanfaat untuk menguatkan otot perut. Lakukan beberapa kali sesuai kemampuan

Kupon


5

Minggu Pon, 12 Februari 2017

Resensi Buku

Memahami Filsafat Hindu Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Pala Sruti, Itihasa Jenjang Belajar Weda : Gede Agus Budi Adnyana : Pustaka Bali Post : 2009 : 136 halaman

ITIHASA, sebuah nama yang sudah tidak asing lagi didengar oleh sebagian umat Hindu. Itihasa pada dasarnya merupakan kitab yang memuat kejadian-kejadian nyata di masa lampau. Oleh para rohaniawan serta para cendikia, Itihasa diartikan sebagai kejadian atau peristiwa yang memang begitulah nyatanya. Tidak perlu lagi diragukan kebenarannya. Ramayana dan Mahabharata, merupakan kitab Itihasa. Kedua kitab ini sudah sangat dikenal di seluruh dunia sebagai karya monumental yang berisikan tentang filsafat hidup, teologi, kasih sayang, cinta serta nilai-nilai luhur yang tidak akan pernah habis dimakan zaman. Menjadi wiracarita yang digunakan pedoman dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari, baik etika, estetika, moral hingga kepemimpinan. (osi)

Film

Memahami Kembali Kekerasan di Kampus Judul Film Sutradara Aktor Release

: Goat : Andrew Neal : Ben Schnetzer, Virginia Gardner, Danny Flaherty,Austin Lyon, Nick Jonas, dan James Franco : 2016

D U N I A pendidikan di Indonesia mengibarkan bendera berkabung, ketika kekerasaan menimbulkan korban bagi mahasiswa baru yang ingin bergabung dalam sebuah organisasi di sekolah. Pilihan film minggu menyajikan psikologis yang lengkap dan detail kondisi kekerasaan yang terjadi di kampus. Film “Goat” menunjukkan sebuah jendela yang belum pernah ada, untuk melihat ke dalam jiwa emosional orang-orang muda dan mengenalkan sebuah kasih dan kekuatan yang tak biasa. Brad, seorang pria muda yang harus mengalami luka fisik dan kehancuran mental yang tertekan luar biasa setelah dirinya terguncang hebat akibat serangan mengerikan yang meninggalkan semua bekas itu dalam dirinya. Ketika saudara Brad mendaftar di Universitas Clemson dan membuat perjanjian menjadi anggota “persaudaraan”, Brad percaya bahwa dirinya benar-benar ditinggalkan begitu saja untuk kesekian kalinya. Dengan rasa putus asa luar biasa, dia tetap mengikuti dan mengalami masa perpeloncoan yang menyiksa sepanjang malam, merasa asing kepada saudaranya sendiri dan janji untuk setia dalam kematian persaudaraan. Menarik untuk dijadikan refrerensi tentang keinginan remaja saat ini. (osi)

Istana Mimpi

CERPEN Alam mimpi terkadang lebih indah dari alam nyata. Ketika masuk ke alam mimpi, aku seperti masuk ke dalam istana yang tak terhingga. Di situ aku dapat bertemu dengan orangorang tercinta yang kurindu dan kusayang, yang tak lagi bisa aku jumpai di alam nyata. Kerinduan yang terpagut, seakan tersambut dalam istana mimpi. Orang-orang tercinta itu, sering menyambutku, memapahku, dan mengajakku entah ke mana. Seperti ke titian yang amat misteri. Tapi, di titian terakhir, dan terkadang di anak tangga terakhir, di tikungan terakhir, di ujung jalan terakhir, aku selalu kehilangan jejak menjumpainya. Aku serasa tak mampu menemukannya lagi. Aku memanggilmanggil, namun suaraku seperti parau tak terdengar olehnya. Dalam kecepatan suara, mereka melesat hilang. *** Setiap kali aku merebahkan tubuhku dari kelelahan aktivitas keseharian, aku acapkali mempersiapkan diri untuk masuk ke alam mimpi. Begitu aku merebahkan badan, dalam sekejap aku terlupa, dan tiba-tiba sudah masuk ke alam mimpi. Nyawaku melesat menjadi roh, yang terkadang berjalan ringan, tanpa aku sadari. Dan anehnya, ia selalu ingat masuk kembali ke dalam ragaku. Tapi apa jadinya jika roh tak kembali, dan tak mengenali raga lagi. Itulah ikhwal sebuah kematian. Aku ngeri jadinya. Aku belum siap untuk itu. Tidak siap. Tanggung jawabku di alam nyata masih berjibun. Namun, suatu saat nanti, pasti akan terjadi. Dan aku memang harus bersiap untuk itu. Alam mimpi dan alam nyata, begitu tipis kurasa. Tipiiiis sekali. Jauh lebih tipis dari kelambu. Lebih tipis dari selaput yang paling tipis sekalipun. Dan dalam jarak yang tipis ini, terjadi pertaruhan hidup-mati, antara akan masih dapat atau tidak dapat melihat matahari keesokan hari. *** Alam mimpi tak hanya aku alami ketika tertidur, tapi pernah juga ketika aku pingsan dalam suatu kecelakaan. Saat kejadian itu, terasa begitu nyaman. Nyamaaaaan sekali. Nyawaku seperti melayang. Tak ada rasa sakit sedikit pun. Aku seperti mengambang dalam kanvas, istana mimpi, seperti ada yang memapahku. Dan ketika rohku kembali menyatu dalam tubuhku menjadi nyawa, aku baru tersadar seorang tukang becak memang tengah memapahku, meminggirkanku ke tepi jalan, pelan-pelan. Banyak mobil berderit, berhenti, membiarkan aku yang dipapah lewat sampai ke tepi jalan. Setelah tersadar, sekujur tubuh dan kepalaku terasa sakit luar biasa. Aku tak mampu bersuara, aku tak mampu berpikir jernih. Ada darah menetes keluar dari luka-lukaku, dari badan, kepala, dan mulut. Tapi, Hyang Widhi masih belum meminta nyawaku. Aku bisa meneruskan hidupku, tanggung jawabku, pengabdianku di alam nyata. Aku masih bisa bertahan entah sampai kapan. *** Alam mimpi adalah istanaku. Di sana aku bisa bertemu dengan bidadari pertama dalam hidupku. Ibundaku. Oh, ibuku.... Salam hormat, rindu, dan sayang seluas samudera tak berbatas. Aku tak pernah pupus merindukanmu. Jiwaku begitu bahagia, begitu aku bertemu dengannya di alam mimpi. Ucapan-ucapanmu saat di alam nyata seperti ada di alam mimpi, yang senan-

Oleh Ida Bagus Putera Manuaba memegang ayah lagi. Tanganku lepas dari pegangan, ayah sudah berkelebat hilang. Aku memanggilnya. Tapi tak serasa suaraku tak berefek. ***

tiasa terngiang menerangi langkahku. Di alam mimpi, ibu memanggilku seperti di alam nyata dulu. Panggilan yang membuat aku mengenang segala kehidupan masa kecil, remaja, dan dewasaku. Kasih sayangnya yang amat murni, tulus, tanpa pamrih, dan perhatiannya yang dalam, membuatku terlena sejenak bertemu dengan ibu. “Ibu sekarang di mana..., kok lama tak bisa aku jumpai?” tanyaku mengawali setelah aku menatapnya seperti terasa ada jarak. Aku merasa seperti di alam nyata saja, tapi aku juga seperti tak mengerti di alam nyata yang mana? Persisnya, aku tak mengetahuinya. Tapi aku memang serasa pernah mengenal tempat itu. Oh sebuah rumah lama, yang sekarang sudah tergantikan taman di desa tanah kelahiran. “Ibu tak ke mana-mana Gus, hanya di sini”, jawab ibu amat lembut, dengan tatapan sendu. “Bagaimana keadaannya Gus..., sehat? Sudah makan? Makan apa?”, meneruskan bertanya padaku. Pertanyaan-pertanyaan dari seorang ibu, yang amat menyayangi anaknya, persis seperti ketika di alam nyata dulu. Hampir tak terbedakan kedua alam itu. Aku serasa tak mampu berucap... Aku terpana sejenak mendengar pertanyaan ibuku. Aku merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Bisa bertemu dan menyapanya. Lalu, tanganku digandengnya, sambil mengajaknya jalan pelan-pelan. Seperti aku ketika kecil, selalu digandeng tanganku diajak berjalan menelusuri tepi jalan untuk membeli bahan-bahan kebutuhan makan sehari-hari ke warung di desa. Aku mengikutinya. Aku rasakan kebahagiaan sesungguhnya, yang aku alami saat yang aku

rindukan. Aku seperti merasa seperti anak kecil yang dulu, yang juga pernah merengek dan menangis minta buah nangka kepada ibuku, namun tak kesampaian. Ketika aku terlengah sekejap, tibatiba aku tak mendapati tanganku digandeng lagi oleh ibu. Ibu seperti menghilang. Tapi, aku bersyukur bisa menjumpainya sekejap. Ibu hadir seperti hanya untuk menyapaku saja. Melepas rindu, dalam istana mimpi... *** Dalam alam mimpi saat yang lain, aku seperti bertemu dengan ayahku. Ayah aku lihat ada di atas genteng sedang memperbaiki genteng seorang diri. Di sebelahnya tersandar tangga kayu yang sudah agak rapuh. Ayah memanggilku, “Gus coba bantu Aji sini, naik ke tangga ya...”. Aku menoleh ke arah suara ayah yang ada di atas genteng. Aku lalu menuju tangga, menaiki tangga, satu per satu. Namun, dalam anak tangga terakhir, aku mencoba berpegangan untuk naik ke genteng, aku menoleh ke atas, ternyata aku tak menjumpai ayah lagi. Aku memanggilnya, “Aji... Aji di mana....”. Tak ada jawaban, sepi. Karena itu, aku turun lagi. Sesampai di bawah, aku ingin duduk sejenak. Ternyata di situ ayah sudah duduk duluan, termenung. Cepat-cepat aku menyapanya. “Ajik, bagaimana kok sudah ada di bawah?”, aku terheran. Ayah hanya memandangku, memegang tanganku, dan melepaskan tanganku lagi. Ayah hanya terdiam, tak menjawab, tapi menatapku. Seperti melepas kangen padaku. Dan tersenyum. Ketika aku hendak

Di alam mimpi, dalam suatu waktu yang lainnya lagi. Aku berjumpa dengan kakakku tertua. Kakakku tengah berada di bawah pohon jeruk yang rindang yang terletak di halaman rumahku yang luas di desa. Ia membawa sapu, seperti mengajakku untuk membersihkan halaman bersamanya. Ada banyak guguran daun jeruk kering berhamburan di halaman rumah. “Gus, ayo nyapu bareng. Kamu yang dari ujung sana, dan Bli yang dari ujung sini, nanti bertemu di tengah dan kumpulkan jadi satu.” Itulah yang biasanya kami kerjakan dulu semasih kecil. Salah satu tugas menyapu halaman, di samping punya tugas mengidupkan lampu teplok dan petromak, menyuci, memasak jika ditinggal ibu kerja, menyetrika, menutup jendela rumah jika sudah sore, dan sebagainya. Sejak kecil ibu sudah memberi tanggung jawab pada kami, sebagai sebuah pembelajaran, agar anak-anaknya nanti mandiri. Anak-anak generasi dulu, banyak yang seperti itu. Teman-teman sepermainan, punya ritme yang serupa.... Kapan waktunya sekolah, waktunya membantu orang tua, bermain bersama, mandi bersama di sungai, menonton wayang, drama gong, layar tancap bersama ... Ah kenangan masa kecil di desa yang amat manis... “Bli..., kok aku baru lihat, ke mana dan di mana saja selama ini?” tanyaku sambil mengambil sapu yang diserahkan dari tangan kakak kepadaku. “Tak ke mana-mana, Bli di sini saja kok...,” jawabnya sambil memandangku. Tapi, aku merasa ada yang aneh. Kok tak seperti biasanya. Aku tak tersadar, karena kesadaranku saat aku bertemu dengannya seperti ada di masa lalu. Ketika kami sama-sama hidup di alam nyata. Tapi itu terjadi saat ini, dalam istana mimpi. Hanya bertemu sesaat juga. Lalu kakak berkelebat hilang juga, seperti ayahku. Belum lagi ketika aku juga bertemu dengan kakek yang suka mesatua, nenek yang suka bertutur, dan bibi dan pamanku yang sering membantu hidupku semasa kecil... Aku bahagia bisa bertemu dengan mereka semua. Di istana mimpi. *** Ketika terjaga dari setiap pertemuan dalam istana mimpi, aku merasa alam mimpi menjadi alam yang paling aku dambakan. Karena aku rasa begitu indah. Aku senantiasa berharap bisa bermimpi. Untuk mengobati kerinduanku, bertemu dengan orang-orang yang kucintai dan yang mencintai aku dengan ketulusan dan keikhlasannya. Aku seperti ingin hidup ke masa lampau. Aku serasa ingin memutar kembali sejarah kehidupanku di masa lalu, karena saat ini aku serasa amat sulit merasakan dan mengalaminya... Namun, semua itu aku tahu tak mungkin terjadi. Aku hanya bisa ulang-alik, dari alam nyata ke alam mimpi. Mimpiku istanaku....

Penulis pengajar sastra di Fakultas Ilmu Budaya Unair yang berdomisili di Sidoarjo, menulis buku terbaru kumpulan cerpen Senyum Nirmala (2016)

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar. Darsono Nuriarta Satya Dewi

Afrizal Windhu Segara

Khamidi


DIMENSI

6 ramalan

bintang

Capricorn Peruntungan: Tak perlu malas untuk segera mem-follow up janji-janji yang ada dan tak perlu malu untuk memulainya dari awal. Karier: Di minggu ini sangatlah berprospek sekali untuk melakukan terobosan-terobosan baru. Kesehatan: Hindarilah begadang sampai larut malam, karena kondisi badan anda masih rentan terhadap angin malam. Keuangan: pemasukan terus meningkat dan cukup membikin hati lebih tenang. Asmara: Yakinlah bahwa semua ini pasti akan berlalu, untuk itu yang tenang saja. Aquarius Peruntungan: Di minggu ini cukup baik bila ingin melaksanakan terobosan-terobosan penting, karena peruntungan masih lumayan mujur. Karier: Kerja sama dengan pihak luar, sebaiknya benar-benar dipikir secara mendalam. Kesehatan: Meskipun cukup sibuk tetapi kondisi badan Anda masih cukup sehat dan prima, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Keuangan: Berusahalah untuk tetap tidak mengganggu dana yang sudah ada. Asmara: Tak ada gunanya Anda terus berpikiran negatif kepadanya karena itu sama saja menyiksa diri sendiri. Pisces Peruntungan: Bertindaklah lebih hati-hati dan tidak grusagrusu dalam mengambil keputusan. Karena faktor kecerobohan akan dominan sekali menghiasi langkah Anda di minggu ini. Karier: Tawaran yang datang secara mendadak, sebaiknya jangan diberi keputusan dulu. Kesehatan: Berusahalah untuk selalu berolahraga ringan di pagi minggu, agar selain badan selalu sehat juga pikiran akan terasa segar dan jernih. Keuangan: Jika sudah harus mengeluarkan dana sebaiknya bisa dipikir beribu-ribu kali, jangan sembrono. Asmara: Terimalah realita yang ada dengan hati yang senang. Aries Peruntungan: Bekerjalah dengan penuh semangat karena di minggu ini peruntungan Anda benar-benar bagus dan cukup menjanjikan. Karier: Manfaatkan kesempatan baik yang sudah dipelupuk mata. Kesehatan: Sadarilah bahwa kesehatan itu mahal harganya dan ternilai harganya, untuk itu Anda harus menjaganya dengan benar dengan selalu berpola hidup yang sehat. Keuangan: Di minggu ini terasa cukup sulit dan memusingkan. Asmara: Tidak ada gunanya terlalu mendengarkan omongan orang, karena itu hanya akan bikin sakit hati saja. Taurus Peruntungan: Jangan bersantai ria di minggu ini karena tingkah laku Anda sangat menentukan sekali bagi kesuksesan Karier dan bisnis yang lagi ditekuni ini. Karier: Cobalah terus ditingkatkan prestasi kerjanya agar tidak kesulitan dalam meraih setiap peluang yang terbuka lebar. Kesehatan: Sisi kesehatan sangat mendukung langkah Anda, namun demikian jangan ulangi kebiasaan buruk yang telah berhasil ditinggalkan. Keuangan: Tampaknya keuangan akan terganggu, tak perlu berputus asa sebaiknya singkirkan dulu keinginan untuk bersaing. Asmara: Jangan hanya diam terpaku memandang sidia yang lagi kacau pikrannya, segera ambil tindakan yang dapat meringankan beban pikirannya. Gemini Peruntungan: Usahakan untuk bersikap sewajarnya saja, tempatkan segala sesuatunya pada proporsi yang benar, agar tidak ada ganjalan sehingga segalanya berjalan dengan lancar. Karier: Semangat yang mulai kendor karena omongan orang sebaiknya bisa ditingkatkan kembali. Kesehatan: Hindari udara malam yang berlebihan, jaga agar tubuh jangan sampai terlalu capai. Keuangan: Dukungan sumber dana lumayan baik, malah kalau Anda cermat bisa menyisihkan sebagian untuk antisipasi perkembangan berikutnya. Asmara: Berpikirlah positif dengan kesibukannya akhir-akhir ini yang cukup banyak menyita waktu. Cancer Peruntungan: Tak perlu cemas akan kehabisan order ataupun nganggur, karena banyak peluang yang terbentang di depan mata. Sehingga motivasi harus tetap dipertahankan dan cara kerja perlu ditingkatkan. Karier: Di minggu inilah kesempatan bagi Anda untuk meraih sesuatu yang selama ini tidak mungkin diraih. Kesehatan: Jangan lupa untuk mengatur waktu makan dan istirahat yang secukupnya. Olahraga kecil baik dilakukan untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuh. Keuangan: Dibanding masa sebelumnya sumber income kali ini sangat bagus. Asmara: Menjadilah yang terbaik dari yang baik, apalagi sidia mulai ada yang mengincarnya. Leo Peruntungan: Di minggu ini jangan terfokus pada suatu permasalahan,karena masih banyak peluang yang lebih terbuka lebar dan dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Karier: Cobalah lebih konsentrasi dan jeli dalam melihat suatu peluang, agar tidak ada yang tersia-siakan. Kesehatan: Segi kesehatan cukup baik dan gangguan muncul hanya karena rasa penat yang berlebihan di badan Anda. Keuangan: Agak ruwet karena banyaknya masalah yang harus diselesaikan dengan uang. Asmara: Pertahankan suasana yang lebih indah dan menyenangkan ini, dengan selalu menuruti segala keinginannya. Virgo Peruntungan: Proyeksi Anda membuahkan hasil yang lumayan besar sehingga ada harapan untuk bisa meraih hasil besar di minggu ini. Tetaplah tenang dan jangan keburu lupa diri dulu dengan peluang yagn tampak jelas dihadapan Anda itu. Karier: Tak perlu mendengarkan gunjingan orang yang bikin suasana hati menjadi panas saja. Kesehatan: Hindari pulang larut malam karena bagaimanapun juga kondisi badan Anda kurang begitu sehat. Keuangan: Bersyukurlah karena rejeki yang tak Anda duga semula dapat membawa kesegaran bagi keuangan Anda yang lagi seret akhir-akhir ini. Asmara: Walaupun kata-katanya terkadang menyakitkan hati, akan tetapi hatinya yang paling dalam cukup baik dan sayang kepada Anda. Libra Peruntungan: Di minggu ini Anda perlu memikirkan tawaran kerjasama dengan pihak luar, sebaiknya benar-benar dipikir secara mendalam jangan hanya berlandaskan faktor perasaan saja. Di awal bulan ini cukup baik bila ingin melaksanakan terobosan-terobosan penting, karena peruntungan masih lumayan mujur. Karier: Hilangkan dulu perasaan cepat puas dan bangga dengan apa yang telah Anda raih selama ini. Kesehatan: Berolahragalah di pagi minggu meskipun hanya lari-lari kecil. Jangan biarkan rasa kantuk dan hawa malas Anda mengalahkan kebiasaan positif tersebut. Keuangan: Semua tanggungan Anda segera saja selesaikan mumpung ada dana untuk semua itu. Asmara: Terimalah realita yang ada dengan hati yang senang, tidak perlu cemas dengan situasi yang cukup sulit itu. Scorpio Peruntungan: Bertindaklah lebih tegas dan tak perlu takut dengan rintangan yang menghadang. Terjang saja sekiranya ada yang menghambat langkah Anda apalagi di minggu ini dorongan angin tampak cukup membantu perjalanan Anda sehingga langkah terasa lebih ringan dan mantap. Karier: Tunjukkan kemampuan Anda jangan mau diremehkan oleh orang lain apalagi oleh klien sendiri karena hal itu jika dibiarkan maka akan sangat mempengaruhi dedikasi Anda selama ini. Kesehatan: Penyakit mag sebaiknya perlu waspada dan patuhi anjuran dokter sebaik mungkin dan jangan lupa untuk selalu rajin kontrol ke dokter. Apalagi akhir-akhir ini aktivitas begitu beratnya sehingga harus lebih rajin untuk selalu kontrol kesehatan ke dokter. Keuangan: Jangan tergoda dengan kabar burung yang sulit dipercaya kebenarannya, ada baiknya Anda lebih concern dengan pekerjaan Anda saat ini. Asmara: Tak perlu ikut terhanyut oleh suasana yang tidak menentu ini, cobalah dijaga keakraban dan keharmonisan hubungan Anda dengannya. Sagitarius Peruntungan: Jangan pernah berhenti untuk terus beraktivitas dengan penuh semangat dan pantang menyerah. Keseuksesan sudah tinggal selangkah lagi sehingga sangatlah disayangkan jika Anda kurang bisa bersemangat dalam mengejar kesempatan ini. Karier: Bila ada persoalan pribadi, sebaiknya jangan dicampuradukkan dengan urusan pekerjaan yang sudah rumit ini. Kesehatan: Dengan banyak tertawa maka akan membuat pikiran menjadi rileks dan membuat hati senang, sehingga bisa untuk mengusir kepenatan karena urusan pekerjaan. Keuangan: Tak perlu pilh-pilih order, jika merasa mampu sebaiknya diterima saja Asmara: Masih menggelora, dan tampak Diasuh Oleh semakin harmonis. Hanya saja ada gangPutri Wong Kam Fu guan kecil tetapi itu tidak berpengaruh Berlaku banyak terhadap kebahagiaan yang Anda 12-18 Februari 2017 rasakan di minggu ini dengannya.

Minggu Pon, 12 Februari 2017

Weda Wakya

Mengenali Bhagavad Gita sebagai ”Pañcamo Veda” Nama va rg-vedo yajur-vedah sama-veda atharvanas caturtha itihasa-puranah pañcamo vedanam vedah. (Kauthumiya Chandogya Upanisad 7.1.4) “Sesungguhnya Rg Veda, Yajur Veda, Sama Veda, dan Atharva Veda adalah nama-nama dari Catur Veda. Sedangkan Itihasa dan Purana merupakan Pañcama Veda atau Veda Kelima.” Sebagai Veda Kelima, Bhagavad Gita menempati keterkenalan yang luar biasa di dalam literatur Veda. Kitab suci Bhagavad Gita merupakan “petikan” dari kitab Itihasa, yaitu di kitab Mahabharata. Oleh karena itulah Bhagavad Gita dikenal sebagai Pañcamo Veda atau Veda Kelima. Selain itu, Bhagavad Gita dikenal sebagai Pañcamo Veda juga karena ia merupakan wejangan langsung oleh Tuhan YME, sama seperti turunnya langsung ajaran Catur Veda dari Tuhan YME sehingga Catur Veda dikenal sebagai kitab Wahyu langsung dari Tuhan. Jadi, yang dikenal dan diterima sebagai ajaran wahyu langsung dari Tuhan YME di dalam literatur Veda adalah 4 Veda (Catur Veda), dan Bhagavad Gita sebagai Veda Kelima (Pañcamo Veda). Chandogya Upanisad menyebutkan kitab Itihasa sebagai Veda Kelima (Pañcamo Veda) bersamaan dengan kitab-kitab Purana. Kitab yang tergolong dalam Itihasa ada dua, yaitu Ramayana dan Mahabharata. Sedangkan yang termasuk di dalam Purana adalah kitab-kitab Bhagavata (18.000 sloka atau ayat), Visnu (23.000), Padma (55.000 sloka), Naradiya (25.000 sloka), Garuda (19.000 sloka), Varaha (24.000 sloka), Matsya (14.000 sloka), Kurma (17.000 sloka), Linga (11.000 sloka), Siva (24.000 sloka), Vayu (24.000 sloka), Skanda (81.100 sloka), Agni (15.400 sloka), Brahmanda (12.000 sloka), Brahmavaivarta (17.000 sloka), Markandeya (9.000 sloka), Vamana (10.000 sloka), dan Brahma Purana (10.000 sloka). Sering Bhavisya Purana (14.500 sloka) juga dimasukkan dalam daftar Maha Purana atau Purana Utama. Menurut kitab Kurma Purana, Puva-bhaga 1.17-20, terdapat pula daftar Upa Purana, atau Purana “alit” alias Purana “Minor”, yaitu Sanatkumara (Adya

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa Purana), Narasimha, Skanda, Brhannaradiya, Kapila, Sivadharma, Mahesvara, Brahmanda, Durvasa, Kapila, Vamana, Ausanasa, Marica, Bhargava, Kalika, Samba, Saura, dan Parasara Upa Purana. Chandogya Upanisad 7.1.2 juga menegaskan pedudukan Itihasa dan Purana sebagai Veda Kelima (itihasa-puranam pañcamo vedanam vedah). Maharesi Krsnadvaipayana Vyasa sendiri menekankan dalam kitab Mahabharata bahwa orang hendaknya menjelaskan mantramantra Veda melalui kitab-kitab Purana dan Itihasa, khususnya pada zaman Kaliyuga dimana orang-orang tidak lagi memiliki kecerdasan spiritual yang diperlukan untuk memahami mantramantra Veda secara langsung. Bhagavad Gita merupakan kitab suci yang sedang beramairamai dilupakan oleh kita semua. “Keagungan Bhagavad Gita ” dikenali hanya oleh tokoh-tokoh besar dunia, dan oleh para maharesi. Orang biasa pada umumnya memahami bahwa dirinya tidak layak menyentuh dan/atau mendiskusikan Bhagavad Gita. Bhagavad-gita terdapat dalam “Bhagavad-gita-parva” dari Bhisma-parva-nya Mahabharata. “Sri Krsna-Arjuna-Samvada” (percakapan Krsna dan Arjuna) merupakan bagian dari Dhrtarastra-Sañjaya-samvada” (percakapan Dhrtarastra dan Sekretarisnya bernama Sañjaya) yang terdapat dalam “Vaisampayana-Janamejaya-samvada” (percakapan antara Maharesi Vaisampayana dengan Maharaja Janamejaya). Mengapa pustaka hebat tersebut dinamakan “Bhagavad Gita?” Bhagawad asal katanya “Bhagavan”, dimana bentuk keenam dalam aturan tata bahasa Sanskesrta ia menunjuk kepada milik. Berasal dari kata “Bhagavat”, namun jika ia nyambung dengan Gita, akan menjadi “Bhagavad”. Di Bali sendiri, para orang-orang tua kita sering menyebut “Bhagawan Gita”. Hal itu tidak perlu dipermasalahkan, karena keduanya benar ketika kita kembali ke kata asalnya yaitu Bhagavan. Bhagavan artinya yang memi-

liki “Bhaga”. Kata bhaga ini banyak didefinisikan. Salah satu yang mendefinisikan adalah ayah dari Maharesi Vyasa, yaitu Maharesi Parasara. Beliau mendifinisikan Bhaga (mengutip dari Visnu Purana) adalah “Yang memiliki” enam hal yang pokok-pokok, yaitu beliau yang memiliki berbagai sifat Agung yang Sempurna (aisvaryasya samagrasya viryasya yasasah sriyah, jñana-vairagyayos caiva sannah bhaga itingana – Visnu Purana 6.5.47). Bhagavan artinya Yang Paling Sempurna. Sedangkan Gita artinya Nyanyian. Arti dari Bhagavad Gita adalah Nyanyian dari Tuhan. Disebut Nyanyian dari Tuhan karena memang di saat mewejangkannya kepada Arjuna, maharesi Vyasa menyusun wejangan-wejangan tersebut di dalam puisi-puisi yang diikat indah oleh aturan-peraturan Chanda Shastra. Menurut penjelasan para ahli, Bhagavad Gita disampaikan dalam waktu ½ jam di tengahtengah medan perang Kuruksetra. Peperangan zaman dahulu adalah peperangan antara para ksatriya. Peperangan tidak mempengaruhi hidup rakyat biasa. Bahkan juga ada yang sedang berperang, namun mereka berhenti untuk berdiskusi tentang filsafat/kerohanian bersama musuhnya. Selesai diskusi mereka melanjutkan perang lagi. Barangkali hal itu tidak terjangkau oleh pikiran kita, tetapi menurut petunjuk kitab suci, kita harus yakin bahwa pada zaman dahulu memang demikian keadaannya, orang berperang dalam jiwa ksatria dan tidak dalam tipu menipu. Setelah perang, di malam hari, bersama musuh pun mereka saling kunjungi dalam perkemahannya, lalu besoknya dilanjutkan berperang. Bhagavad Gita artinya Nyanyian atau sabda Tuhan Yang Maha Esa. Sering juga disebut “Sabda Brahman”. Di India kebanyakan orang hanya menyebut dengan sebutan “Gita” saja. Bhagavad Gita selalu diagung-agungkan dengan sebutan “Pañcama Veda”, yaitu Veda ke lima sehingga merupakan kewajiban umat untuk memiliki dan membaca kitab suci Bhagavad Gita. Terdapat beberapa pengertian kata Veda, yaitu satu; Catur Veda (Rg Veda, Yajur Veda, Sama Veda, Atharva Veda). Pengertian Veda yang lain adalah keseluruhan kitab-kitab literatur Veda, bukan hanya Catur Veda tetapi termasuk juga kitab-kitab Veda setelah itu, seperti Upanisad, Aranyaka, kitab-kitab Brah-

mana, Purana-purana, Itihasa, Sutra-sutra, sastra-sastra, termasuk Dharma Sastra, Smrti, semua kitab-kitab yang muncul belakangan dari Catur Veda tersebut termasuk Veda. Jadi ada dua pengertian, yang saat ini pengertiannya adalah keseluruhan literatur Veda, dan bukan hanya Catur Veda. Oleh karena Catur Veda itu adalah Wahyu yang diterima oleh para Maharesi, maka disebut sebagai Veda. Sedangkan yang lainnya seperti Sm?ti tidak termasuk dalam Veda, namun diberikan nama lain seperti Dharma Sastra. Sedangkan Bhagavad Gita merupakan nyanyian langsung atau wahyu langsung dari bibir Tuhan Yang Maha Esa, maka disebutkan sebagai Veda ke Lima. Dengan demikian, Bhagavad Gita adalah Veda Kelima (Pañcamo Veda). Membaca “sloka” Bhagavad Gita, berarti mendendangkan sabda Tuhan sendiri dan getaran spiritual dari sloka-sloka suci Bhagavad Gita tersebut akan langsung merasuk serta membersihkan hati orang. Meskipun orang mengerti atau tidak, namun sloka tersebut adalah sabda Tuhan Yang Maha Esa. Tentu saja memang lebih baik jika orang membaca sloka beserta terjemahannya. Bagi yang memiliki waktu khusus, dianjurkan agar membacanya satu hari satu Bab. Hal paling sederhana yang orang bisa lakukan (khususnya umat Hindu Dharma) adalah agar di rumahnya menyimpan Bhagavad Gita dengan penuh rasa hormat bhakti, bila perlu dibungkus dengan kain baru/sukla, dan baca setiap hari satu sloka saja. Sederhana akan tetapi kemuliaan pasti ada di dalamnya. “Gita sastram idam punyam, yah pathet prayatah puman, visnoh padam avapnoti bhayasokadi-varjitah.“ - Bhagavad Gita ini menurut tokoh ajaran Saiva Dharma, Maharesi Sankaracarya adalah kitab suci yang sangat suci. Orang-orang yang tekun membacanya setiap hari, dia akan mencapai Visnupada, Visnu loka dan dia akan terbebaskan dari “Bhaya” atau kecemasan, ketakutan, soka atau kesedihan dan kesengsaraan. Mengingat Bhagavad Gita merupakan kitab suci yang selain memberikan pengetahuan-pengetahuan mulia, Bhagavad Gita juga memiliki daya penyucian yang luar biasa. Sudah saatnya umat sedharma memberikan perhatiannya dan di setiap rumah umat Hindu Dharma hendaknya ada Bhagavad Gita, di-”linggih”kan atau dibaca setiap hari.

MIMBAR AGAMA

Mengenal Upacara-upacara dalam Rangkaian Perayaan Tahun Baru Imlek Redaktur Khusus MIMBAR

Khonghucu WS. CH. Budhi S. Pribadi.SP Tahun Baru Imlek yang juga dikenal dengan sebutan Sin-Cia sudah lama dikenal dan dirayakan, baik dalam lingkungan umat Khonghucu atau lebih luas di dalam lingkungan masyarakat Tionghoa. Yang masih menghayati Khonghucu. Namun masih bayak yang tidak tahu asalnya, dan maknanya, sedia upacara-upacaranya yang berkaitan dengan perayaan tahun tahun baru Imleknya. Dimana sebagian mengatakan sebagai hari kegembiraan dengan atraksi pertunjukan Liong dan Barongsai dan sebagai Hari Syukuran semacam festival yang bercorak hura-hura. Dengan meninggalkan makna sebenarnya yang penuh tersirat dalam sejarah Tahun Baru Imlek ini, adalah sebuah tahun yang baru dengan rangkaian upacara sembahyang yang penuh mengandung nilai keagamaan dalam sejarah tradisi akar budaya, sebagai berikut ini; 1. Tanggal 24 Cap – Ji – Gwee Imlek (7 hari sebelum Tahun Baru Imlek) adalah sembahyang mengantar malaikat dapur/CoKun-Sing – Thian naik ke langit melaporkan seluk-beluk, sikap perilaku penghuni rumah/keluarga yang merawat Altar Co – Kun di Ruang Dapur. Hal ini oleh Nabi Khongcu/Khonghubu diingatkan rawatlah altar Co-Kum/ malaikat dapur dengan hormat dan keluhuran. Jangan dipenuhi oleh hati yang bersifat mencari keuntungan. Co-Kun tidak akan berbuat tidak benar menuruti nafsunafsu rendah hati. Inilah sisipan nilai keagamaan. Dan tanggal 24 Cap – Ji – Gwee Imlek ini, juga sebagai ‘Hari Persaudaraan. Dimana dianjurkan bagi umat yang mampu, untuk member bantuan

kepada saudara-daudaranya yang kurang mampu agar bisa besama menyambut datangnya ‘Tahun Baru Imlek’ dan sikap ini juga dikembangkan kepada saudarasaudara yang lain, maka juga disebut sebagai ‘Hari Sosial’ 2. Pada hari Tutup Tahun tanggal 30 Cap – Ji- Gwee Imlek (Satu Hari Sebelum Tahun Baru Imlek), mempunyai 2 (dua) upacara sembahyang yang penting, yaitu: 2.1 Siang hari sembahyang besar kepada leluhur sebagai kelanjutan laku bakti kepada orang tua yang telah mendahului kembali ke pangkuan kebajian Tian, Tuhan Yang Maha Esa. 2.2 Pada malam harinya: saat waktu Ru-Si (23.00 – 01.00) sembahyang sujud dan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala apa yang telah kita terima sepanjang tahun yang telah dilalui, serta mohon ampunan atas segala kelalaian kewajiban kita. 3. Tepat tanggal 1 Cia -=Gwee Imlek bagi umat yang memelihara ‘Altar Leluhur’ harus didahului dengan sembahyang kepada Leluhur, dan dilanjutkan dengan saling berucap selamat tahun baru. Kepada orang tua, sanak keluarga yang lebih tua, dan kepada saudara Kandung, kepada teman /sahabat, serta tetangga/ lingkungan sebagai rasa saling memanaafkan. 4. Tanggal 2 Caa –Gwee Imlek adalah hari sembahyang ‘’ThauGee’ pada pagi hari sebelum matahari terbit untuk memohon tun tunan dan perlindungan Tuhan didalam melaksanakan pekerjaan di sepanjang tahun yang baru. 5. Tanggal 4 Cia Gwee Imlek adalah sembahyang menyambut malaikat dapur/Co – Kun turun dari langit (Co-Kun, He – Kang) dengan membawah berkah untuk sepanjang tahun yang baru…. 6. Tanggal 8 Gia – Gwee Imlek adalah sembahyang besar Tuhan Yang Maha Esa )King Thi – Kong) pada tengah malam (saat Cu-Si. Pukul 23.00 – 01.00) untuk meneguhkan iman dan tekad melaksanakan firman – Tuhan. 7. Tanggal 13 Cia – Gwee – Imlek, adalah hari cuci ‘’Kwan-Kong’ sebagai penglima perang yang

sesudah wafat disucikan, karena memiliki tinggkat kesusilaan , kejujuran dan kesetiaan, sebagai pengikut sian, kejujuran dan kesetiaan, sebagai pengikut setia Ajaran Nabi Khongcu. 8. Tanggal 15 Cia – Gwee Imlek adalah Hari Raya Siabng Gwan. Lebih dikenal dengan ‘’Cap – Go – Meh, sebagai upacara penutupan hari raya ‘Tahun Baru Imlek, dan selanjutnya aalah melaksanakan kehidupan di ‘Tahun Yang Baru’. Jadi, bila ditinjau dari rangkaian upacara di atas jelaslah, bahwa ‘Tahun Baru Imlek’ memiliki makna agama yang mendalam dengan berbagai ritual keagamaan dan bukan sebuah hari raya yang sekedar dirayakan sebagai hari Raya Hura-Hura. Maka dapat dapat dikatakan dengan tegas bahwa ‘Tuhan Baru Imlek adalah Hari Raya Keagamaan Bagi Umat Khonghucu, karena disamping aspek spiritual, juga oleh Kaisar Han

Ibu – Tee, Tahun Kelahiran Nabi – Khongcu) Khonghucu Tahun 55 SM telah ditetapkan sebagai awal tahun penaggalan Imlek yang berlaku hingga kini yakni 551 + 2017 = 2.569 yang disebut penaggalan Khonghucu. Namun demikian penanggalan Imlek yang ada, adalah bukan menjadi milik umat Khonghucu melulu, dan juga bukan menjadi milik ‘mereka’ yang masih merayakan Tahun Baru- -Imlek. Bangsa Indonesia, bahkan seluruh bangsa dunia. Maka dapat disimpulkan, bahwa ‘Tahun Baru Imlek’ sekarang secara budaya tradisi. Di satu pihak menjadi lambang semangat perjuangan dan kemenangan dalam usaha membina kehidupan agamanya, dan satu pihak lain, adalah menjadi lambing persaudaraan dalam lingkup komunitas sebuah klenteng, serta merupakan media toleransi atas bangsa Indonesia di dalam kehidupan yang harmonis.

PERMATA HATI

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

Lahir pada 7 Februari 2000, kini Ni Putu Intan Maniari, sudah memasuki usia remaja 17 tahun. Secara sederhana putri pertama dari pasangan I Wayan Sumandira dan Ni Wayan Kurniawati ini merayakan ulang tahun "sweet seventeen"-nya pada Selasa, 7 Februari 2017 lalu bersama keluarga. Selamat Ulang Tahun Tu Intan.


Redité Pon, 12 Februari 2017

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

SANGGAH – Pinaka panguluning karang kawéntenan sanggah majanten magenah ring kaja kanginan pakarangan inucap. Asapunika taler antuk sanggah gedé sané daging palinggih ipun akéhan saking sané wénten ring sanggah

Bencingah Ki Guru Gd. Pasek Budha Gautama

Subakti ring Leluhur

BAKTI ring rerama wantah kapatutan sakancan krama, duaning punika wantah cihna parikrama Pitra Yadnya ring sekala Sakéwanten manut pabaos Ki Guru Gd. Pasek Budha Gautama ahli babad miwah sastra Bali, tatkala rerama wiadin panglingsir sampun padem, majanten ipun manados Sang Hyang Atma tur masikian ring Sang Hyang Paramatma tur kalinggihang ring Kemulan Rong Tiga. Rong sané ring tengen wantah Atman Bapanta utawi rerama lanang, ring kiwa wantah Atman Ibunta utawi rerama istri, miwah ring tengah wantah Raganta utawi padéwékan iraga sané kantun nyeneng. “Sang Atman sané dumun wantah manados Déwa Pitra risampuné masikian ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa majanten dados Ida Bhatara Hyang Guru sané manut ring pitutur para panglingsir sami wantah sang sané nyingak taler ngicén pamidanda ring jadmané sami,” baos pangawi sastra Bali puniki. Dané sané duk walaka maparab Wayan Budha Gautama puniki taler maosang, patut pisan krama Hindu Bali sami setata éling ngaturang bakti ring ajeng Ida Bhatara Hyang Guru utawi ring Sanggah Kemulan sadurung jaga malelungan napi malih jaga nangkil ka pura-pura. Duaning yadiastun doh-doh genah pura sané sampun katangkilin, sinah nénten maguna yéning krama nénten naenin mabakti ring sanggah kemulan. Asapunika taler patut setata bakti ring Ida Bhatara Kawitan duaning Ida pinaka upasaksi taler panyeledi saking Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané patut kabaktinin mangda lédang Ida setata mapaica becik ring padéwékan. “Ida Bhatara kawitan miwah leluhur tan bina sakadi abangan toya sané ngembahang pasuécan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Manawita abangan inucap nénten becik, sinah pasuécan Ida nénten prasida becik rauh taler katunas ipun,” baos pangawi sané meneng ring Santigrahasrama, Br. Mantring, Petak Kaja, Gianyar puniki. (was)

I Gusti Madé Ngurah

Tetueknyané Pateh SAMPUN kauninganyang yéning parindikan Sanggah Kemulan kabakta ka Bali olih Ida Mpu Kuturan. Sakéwanten, manut pabaos DR. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., manggalaning Yayasan Sabha Budaya Hindu Bali, sadurung Ida rauh, sané sampun kamargiang ring Bali wantah parikrama Bali Aga sané taler madaging antuk parikrama nyinggihang atman saking para leluhur sané sampun padem utawi nyantenang sang atma punika sané jagi ngemit kawéntenan jadma sané kantun nyeneng. Tatkala rauh Ida makta daging ajah-ajahan agama Hindu ka Bali, kapanggihin akéh tetuek sané pateh tur prasida kasikiang. Minakadi tetuek indik Sanggah Kemulan anggén nyinggihang atman leluhur. “Tatkala punika Ida éling ring kawéntenan jadma Bali nénten uning ring tetuek agama sakéwanten sampun becik ngamargiang parikramannyané. Punika mawinan Ida ngicén tetuek indik ngwangun Sanggah Kemulan anggén nglinggihang atman para panglingsir utawi leluhur sané laut manados Bhatara Hyang Guru,” baos dané. Kakanwil Depag Provinsi Bali warsa 1999-2008 puniki malih maosang, krama Hindu patut pisan uning tur éling ngaturang bakti ring leluhur taler ring Bhatara kawitannyané soang-soang. Duaning satmaka tulah yéning krama Hindu Bali nénten uning ring leluhur sané setata nyarengin kawéntenan jadmané. Malih dané ngwewehin, sané mangkin akéh krama sané nénten éling sapunapi parikrama nyinggihang leluhurnyané taler matilar ring saking kawitannyané. “Kahuripan krama sané sakadi punika akéhan kapanggih kirang becik. Sangkaning punika sampunang campah indik nyinggihang leluhur yadiastun antuk nyakupang tangan kémanten. Parikrama punika sampun becik majeng ring iraga sané kantun nyeneng puniki taler angga kulawarga sami,” baos dané nguntatin. (was)

(64)

Sanggah, Panguluning Karang Genah Nglinggihang Déwa Hyang

BPM/was

RING sajeroning krama Bali sané magama Hindu majanten kahuripan saraina kadagingin antuk parikrama yadnya. Wénten sané pinih alit minakadi mabanten saiban, sané agengan akidik minakadi ngamargiang upacara ritatkala rerainan jagat utawi tanjek dina suci taler yadnya sané ageng pisan tur nénten setata kamargiang minakadi karya padudusan ageng miwah sané siosan. Sios saking parikrama yadnya ring pakraman adat taler kapanggih kawéntenan pura Tri Kahyangan miwah pura siosan sakadi pangaptin krama irika. Sakéwanten ring soang-soang pakarangan majanten jagi kapanggih genah ngaturang bakti sané kawastanin antuk sanggah. Manut pabaos DR. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si inggih punika manggalaning Yayasan Sabha Budaya Hindu Bali, tetuwek indik sanggah utawi sanggar utawi merajan kabakta olih Mpu Kuturan ka Bali kirang langkung ring abad kaping 11 Masehi. Tatkala punika

kawedar olih Ida wewangunan pokok sané patut kadagingin ring sajeroning sanggah inucap, inggih punika kemulan rong tiga miwah palinggih taksu. Kemulan rong tiga wantah genah nglinggihang taler nyinggihang atma saking para panglingsir soang-soang kulawarga ring pakarangan inucap minakadi atman saking rerama, pekak-dadong utawi buyut sané sampun kasuciang tur manados Dewa Hyang. Palinggih taksu wantah linggih Ida Bhatara Sanghyang Taksu sané jagi mapaicayang kasidhian sané paripurna ring sajeroning pakaryan utawi parikrama sané kamargiang olih angga kulawarga inucap. Nanging sios saking punika krama Bali taler ngwangun palinggih Anglurah utawi Sedahan Anglurah delod kemulan rong tiga antuk tetujon mangda sakancan wewalungan utawi ubuh-ubuhan ipun setata ngamolihang kabecikan tur karahayuan. Wénten taler sané kawastanin Paliangan inggih punika palinggih sané magenah sing sisin

Taksu marep kelod tur ring arep ipun masaka kalih. Irika ketah kaanggén genah nglinggihang Dewi Nini saking pantun tatkala jagi manyi olih krama sané madué carik. Sakéwanten yéning ipun wantah penganyar utawi dagang tur nénten dados petani majanten sané kalinggihang irika wantah Ida Bhatara Rambut Sedana. “Dadosné pinaka panguluning karang, sanggah taler nyinahang kawéntenan Tri Hita Karana ring sajeroning pakarangan utawi paumahan inggih punika indik Parahyangan utawi parikrama jadma majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pawongan ipun wantah jadma makasami sané meneng ring pakarangan irika tur Palemahan wantah sahanananing kawéntenan ring wewidangan pekarangan inucap,” baos dané. Tatkala nénten mrasidayang makarya sanggah minakadi meneng doh saking umah tur genah alit, sinah prasida makarya Padmasari utawi Padmacapah

Kawitan

kémanten pinaka palinggih panyawangan saking sanggah utawi kemulan ring sanggah druénnyané ring umahnyané. Sios punika makarya panyawangan kémanten ring sajeroning genah perantauan punika prasida ngawinang krama inucap setata eling jagi budal tur ngaturang sembah pangubakti ring sanggah utawi merajan ring umah ipun utamannyané tatkala rerainan. Katakénin indik sanggah gede utawi merajan ageng dané maosang yéning pelinggih sané kawangun irika akéhan malih tur prasida nyantos 11 bungkul. Inggihannyané minakadi pelinggih Taksu, Paliangan, Menjangan Sakaluang pinaka genah ngaturang pangubakti majeng ring Ida Mpu Kuturan, Gedong Sarén utawi pelinggih rong kalih ring baleran pinaka pasimpangan Dewa Hyang sané sampun nguni. Wénten malih Gedong Tungkub, panyawangan Gunung Batur utawi Gunung

Lebah, panyawangan Gunung Agung, Meru Tumpang Kalih utawi Gedong Bata pinaka cihna akasa-pertiwi utawi purusa-pradana, Kemulan Rong Tiga sané mawasta Kamimitan, Sedahan Anglurah tur pinih kelod palinggih Ibu anggén nyinggihang Dewa Hyang saking kulawarga wang istri sané ngranjing tur marabian ring kulawarga inucap. Ki Guru Gd. Pasek Budha Gautama inggih punika panyurat lontar taler pangwacén babad Bali taler maosang sanggah ageng punika jagi kawangun antuk tetujon nyikiang makasami angga kulawarga sané sampun marabian ka genah sios utawi juang-kajuang miwah misan utawi mindon nanging rauh saking tunggalan panglingsir asiki. “Sangkaning punika sané ketah kapanggih ring pakraman sanggah gedé asiki nénten kasungsung olih kulawarga apakarangan utawi anatah kémanten,” asapunika dané nartayang. (was)

Pasikian Dadia ring Soang-soang Soroh Pasametonan KRAMA Hindu Bali majanten sampun uning ring indik makudang-kudang soroh genah ngaturang pangubakti manut saking sané kataminin saking panglingsirnyané nguni. Sakadi sané i wawu sampun kauningang yéning sané wénten ring sajeroning pakarangan pinaka genah nyinggihang Dewa Hyang saking panglingsir sami kawastanin antuk sanggah. Sakéwanten yéning palinggih ipun akéhan taler panyungsungnyané nénten ring apakarangan kémanten sinah kawastanin antuk sanggah gedé. Sios punika wénten taler sané kawastanin antuk Pura Kawitan sané kawéntenan ipun akéh pisan kapanggih ring Bali. Ki Guru Gd. Pasek Budha Gautama maosang pura kawitan punika majanten kadruénang olih soang-soang klan utawi soroh pasemetonan minakadi soroh Pande, Pasek, Arya miwah sané siosan. Dané malih maosang sané ketah kapanggih tatkala jagi ngwangun kawitan punika jagi ngawigunayang genah sané jimbar ipun kirang langkung nyantos 3 héktar duaning sios saking patut madaging Tri Mandala nanging ring wewidangan pura inucap taler akéhan jagi kawangun wantilan. Dané taler maosang kawéntenan pura kawitan punika taler raket ring kawéntenan sanggah gedé

ring pakraman. Inggih punika ritatkala sanggah gede kasungsung olih krama utawi KK akéh sinah punika prasida kakepah dados kalih tur pasikian saking panyungsung makakalih sanggah gedé i wawu jagi ngwangun Paibon asiki sané taler ngémpél saking karang paumahan silih sinunggil krama sané nyungsung pateh sakadi sanggah gedé. Risampunné krama panyungsung paibon inucap pinih akidik 15 KK utawi akéhan malih sinah ipun sami dados ngwangun Pura Panti ring genah siosan tur nénten ngémpél ring pakarangan yadiastun wantah madué jeroan miwah jaba kémanten tur nénten madué Tri Mandala. Risampunne asiki panti inucap kasungsung olih nyantos 100 KK utawi lebih sinah panti inucap prasida kapasahang dados akéh minakadi panti kapertama, panti kaping kalih miwah panti kaping tiga tur panyungsungnyané makasami jagi masikian antuk ngwangun Pura Dadia sané sampun madaging antuk Tri Mandala. Makudangkudang panyungsung dadia sané akéh ipun nyantos 500 KK utawi lebih sinah jagi masikian antuk ngwangun pura dadia agung utawi sané kawastanin antuk Pura Kawitan. “Yadiastun soangsoang soroh pasemetonan utawi klan madué kawitan sané mabinabinayan nanging kawitan jadma

Hindu Bali makasami genah ipun wantah ring Lempuyang,” baos dané. Malih kabaosang, ring wewidangan pura Besakih taler kapanggih makudang-kudang genah pamuspan sané satmaka kadruénang olih soang-soang soroh pasemetonan. Punika kawastanin antuk Pura Padharman sané kawigunan ipun wantah ngelingang krama panyungsung saking soang-soang pasemetonan mangda setata nunggalang idep nyinggihang Ida Bhatara-Bhatari makasami taler para DewataDewati ring Besakih. Sakéwanten nénten makasami pasemetonan madué padharman irika, punika majanten nénten prasida kapasahang saking sapunapi kahanan parikrama para panglingsir ring soroh pasemetonan inucap sané nguni. Taler kajantenang dané yéning nénten wénten krama Hindu Bali sané nénten madué kawitan dadosne manawita wénten sané maosang kadi asapunika sinah ipun sujatinne nénten uning ring sapasira utawi ring dija kawitan taler pasemetonannyané. DR. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si. taler maosang pateh kadi asapunika tur kabaosang dané punika wantah sangkaning ring masa sané nguni akéh pisan krama Bali sané setata ngungsi

SAPUNIKA taler Gusti Biang Siwi sareng Ngurah Jelada matur suksma pang banget ring paman, bibi lan Ayu Citra sané ngwantu tan pamerih. Dumadak Sang Hyang Widi ngicén karahayuan. “Koné Cening maan béasiswa, lantas akuda Ngurah lakar nagih sangu ngabulan?” pandikan bibinné nyesedang santukan mangkin okanné taler sayan nincap merluang jinah. “Naah, nika sampun ané berat baan ngenehang. Biaya sekolah sayan nincap, asil di carik miwah tegalé sayan nguredang. Asil pamupon amasa mara maan tuah Rp.3.000.000,-. Nika mawinan manah tiangé lakar mindahang Ngurah Jelada ka SMA Negeri 1 Bangli. Yén drika kabenengan wénten timpalné ajaka ngajag uli Nongan ngaba sepéda motor ka Bangli. Yén perlu ada ulangan umum nginep wénten masih pamanné dadi pegawé di Bangli. Banggayang ngawit tahun ajaran niki usan dumun ngrépotin Beli Karang lan Adi Sisu driki. Barang-barangé kayang Minggu

niki lakar jemak ka Karangasem,” aturné Gusti Madé Taman. Ipénné Gusti Gedé Karang miwah rabi lan okanné meneng naneng, sué tan pabaos. “Beli Ngurah…, yakti niki? Dadinné Beli Ngurah lakar ten taén mriki nelokin tiang?” Gusti Ayu Citra Andini ngelut rakanné masebeng nangis. Ooh... napi artinné Beli Ngurah ngidupang tiang ipidan..., yén mangkin lakar ngalahin joh ten taén buin katemu ajak Beli?” “Ooh, sampunang Gék Citra ngelah papineh kénten. Beli Wah ten ja kija. Bangli ajak Selaté ten joh. Beli Ngurah madalem Tuaji berat ngalihang Beli Wah sangu bulanan ajak Gék Jeladi ané mangkin sampun kelas telu ané buin amasa lakar ka SMA. Yén driki Tuaji nanggung Gék Citra di SMA, napi buin kaperluan sekolahé sayan nincap. Nah yén Beli Wah nyidaang ngajag uli jumah, kari sanget maan ngirit biaya,” baosné Ngurah Jelada sedih. “Tiang marasa sedih Beli Madé, Mbok Siwi, lan Cening Rah Jela-

da, masak nanggung kaponakan aukud Bibi tusing nyidaang. Yadiapin ada nanggung adiné dini. Kadén jani suba ada SMA Negeri di Selat wiadin di Rendang,” pandikan Bibinné ngelut Ngurah Jelada. “Nah Beli Dé lan Adi Sisu, boya ja mangkin dogén lakar nunas. Rurung kari lantang, manian kija nyen lakun tiang yén ten mulih mriki. Mangkin banggiang Rah Jelada tuyuhan bedik majalan anggon pangalaman idup di kaduriané,” baosné Gusti Madé Taman teges. “Naah, yén suba kéto Aji ajak Bibiné kénkén nyen buin. Tusing jani, dumadak buin pidan kayang masuk di Perguruan Tinggi nyak bareng ajak adiné di Denpasar. Aji anak tusing bina mapanak. Malah yén dadi tuturin apang mabesikan,” baosné Gusti Gedé Karang. “Nggih Beli Dé Karang muah Mbok Sisu lan Gék Citra tiang pamit. Niki ada poh sampun nasak pamupon di natahé. Yén Gék Citra maan galah malali ka Prin-

BPM/was

ANGLURAH – Sios saking kemulan rong tiga taler taksu, kramané jagi ngwangun palinggih anglurah utawi sedahan anglurah ring sanggah sané magenah ring kelod kemulan. Tetujonnyané punika mangda sakancan wewalungan sané kaupapira setata becik tur rahayu maidehan duaning minakadi kakasorang olih sang sané Madeg Agung ring genah inucap utawi keni kabencanaan. Sangkaning punika kasuén-suén tutur utawi pangéling indik kawitan ipun sayan ical tur nyantos nénten kauningin olih para sentana ring masané mangkin. “Sakéwanten sané ketah kapanggihin ring pakraman, tatkala wénten sané

nénten eling ring kawitan ipun sinah jagi manggihin ceciri soleh minakadi panyungkanan sané sampun sué nénten prasida katambanin. Risampunné krama taler kulawarga inucap mapinunasan sinah irika jagi kasinahang sané ngawinang panyungkanan punika taler sapunapi indik genah kawitannyané,” asapunika dané nartayang. (was)

galot ajaka nyen ngrujak,” baosné Gusti Biang Siwi briukina sareng rabi lan okanné ngraris budal. Gusti Ayu Citra kari ngléndotin tanganné Ngurah Jelada kantos rauh ring jaba masawang sedih. “Beli Ngurah.. ooh ng..ng..ng sstts...?!?” Ayu Citra ngrimet dadanné ngraga tan nyidaang nangis napi malih mabaos. Toya panonné padelengdeng kaperanan. Ibunné sedih ngurut-urut okanné ngajak mantuk. Ngurah Jelada dandodando pamarginé alon tolah-tolih, ngraris munggah montor sané ka jurusan Rendang. Suryané nglingsirang kantun ngentér tan katawengan amubu nyang akebisan. Wiyakti galang nanging anginé dingin manulang. Raina Minggu Gusti Ngurah Jelada sareng aji miwah rainné lunga ka Amlapura jaga ngambil barang-barangné jaga baktana pindah ka Bangli. Jam sia raganné sampun rauh ring Jl. Ciung Wanara kapanggih ring Pak Madé Tusan sakulawarga sami. “Waah, Tuk Ngurah ja rauh sareng Tuk Aji Taman miwah niki

sira .... rainé, Tuk Ayu Jeladi? Mimih pekikné sampun kelas kuda Tuk Ayu?” aturné Pak Madé Tusan. “Tiang rauh nadak apang polih matur ring Bapak yén tiang jaga pindah ka Bangli.” “Wénten napi Tungurah, Tuaji Taman?” Madé Tusan sareng pianakné tengkejut. “Kéné Madé Tusan, tiang mriki gumanti lakar nunas panaké Ngurah Jelada lakar pindah masuk di SMA Negeri 1 Bangli. Juanga ben lacuré tan nyidaang tiang nyangonin ia masekolah driki. Salaminé driki setata nunas sangu tekén pamanné, Bli Dé Karang malu mayahin ngabulan. Suud manyi mara tiang ngulihang, nanging ten taén cukup baan mayah. Rencanané mindahang ka Bangli sawiréh ada timpalné ané ngajag uli jumah ka Bangli. Dadinné ten buin mayah kos-kosan, amung SPP ajak buku-buku dogén. Kabenengan masih maan béasiswa uli BRI dumadak cukup,” baosné Gusti Madé Taman masawang sendu. (Masambung)


Upacara

8 Bebantenan Tetuek Banten Byakala

Ngicalang Parindikan Kaon Sadurung ngawitin sinunggil upacara yadnya, ngawit bacakan Manusa kantos Déwa Yadnya, setata karihinin antuk pula-pali upacara panyucian masarana banten Prayascitta miwah Byakala sané pinih sederana. Banten Byakala wantah panyucian lahiriah, mungguing banten Prayascitta wantah panyucian batiniah/rohaniah. Kruna “Byakaon” mawit saking kruna “baya” miwah “kaon”. Baya mateges sekancan sané mayanin inggian majeng upakara, pralingga, rumasuk sané wénten ring angga, sané salanturnyané prasida ngwetuang makudang-kudang pikobet nénten becik ri kala mapineh, mabaos, miwah malaksana sané mawit saking ahamkara (egoisme). Mungguing kruna kaon mateges ngicalang. Sajeroning Lontar Raré Angon kabaosang: “Banten Byakaon niki inggih punika maka sarana ngicalang sekancaning pikobet-pikobet sané nénten becik, dumugi sida galang apadang”. Antuk punika Banten Byakaon mawiguna pinaka sarana ngicalang samian pikobet nénten becik sané mawit saking ahamkara (egoisme). Ri kala ngamargiang Byakaon puniki, tirtha kasiratang ka sor utawi saking pinggang nuju sor raris kaayab ka ungkur/sor. Minakadi ring upacara Manusa Yadnya, banten Byakala taler kawigunayang ri kala mabyakaonan. Upacara mabyakaonan pinaka baga sané mautama pisan sajeroning upacara pawiwahan, nanging palaksanannyané minab matios-tiosan nganutin ring dija kamargiang pawiwahan, sakéwanten tegesnyané pateh. Ngicalang parindikan sané kaon sané metu sajeroning pikayunan, bebaosan, miwah laksana. Sajeroning makarya banten Byakala puniki, makéh sarana taler piranti sané kabuatang. Daging banten Byakala puniki minakadi; kadasarin ngiu/témpéh utawi sidi (nampan malakar anyaman bambu tur bolong sakadi saringan) utawi prasida taler nganggén nampan, ring duurnyané madaging aledan sesayut, kulit peras sané kakaryanin saking muncuk daun pandan madui, tumpeng/penek among (tumpeng kasisipin irisan jahé, bawang, miwah terasi) abungkul, ring sampingnyané madaging nasi marepat miwah segi tiga sané kabungkus daun pisang soang-soang pada asiki, soroan alit (peras, tulung, sesayut) asiki, genah isuh-isuh asiki, woh-wohan, sanganan sajangkepnyané, penyeneng, miwah sampyan nagasari sané malakar antuk daun andong bang, lis buhu, padma, genah tirta, klungah bungkak gadang, pasucian, miwah canang sari. Pamekas banten Byakala, makasamian malakar slépan miwah sampian nagasari saking daun andong merah. Napi awinan? Santukan ngambil warna dasar selem miwah bang. Selem mateges kotor/leteh, mungguing byakala cihna upacara ngicalang kaletehan sané wénten ring anggan manusa (Bhuwana Alit) miwah ring palemahan (Bhuwana Agung). Matiosan sareng banten Prayascitta sané ngambil daun janur kuning/ putih sané mateges suci/bersih.

Tetiga Gegulak Sukla

Sukla Nénten Sawates Bresih KRUNA “Sukla” pungkuran puniki ketah kabligbagang, napimalih ri sampuné metu istilah “Sukla Satyagraha”. Ring Bali, kruna sukla sampun nénten asing malih pamekas majeng krama sané magama Hindu, santukan napi sané pacang dados aturan/banten patut kantun sukla. Manut Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda, sukla maartos suci tan panoda. Pangresep indik sukla/suci mapaiketan pisan sareng piranti-piranti sané durung naen kawigunayang (boya barang bekas). Sukla taler boya mangda kantun baru/anyar, minakadi piranti sané kawigunayang sesamén wang suci minakadi sulinggih, kantun kasengguh sukla. Mapaiketan ring ajengan sukla, Ida Pandita sané sakantun walaka mapeséngan Dr. Drs. I. W. Miartha. M.Ag., puniki nlatarang, gegulak sukla wénten tetiga. Sané kapertama, wénten sukla saking sisi filosofis-nyané minakadi nénten matungkasan sareng ajahan agama. Sukla sané kaping kalih wantah saking tatacara ngamolihang. Sané kaping tiga, sukla saking sapunapi tatacarané ngolah. Minakadi makarya banten sané pacang katur majeng Ida Bhatara majanten patut sukla. Carannyané molihang taler ngolah patut becik, taler kadadosang manut ajahan agama. “Nika sané kasengguh sukla. Mawinan punika sukla nénten sawates bresih. Bresih punika wantah sané katon. Tegesnyané, sané makanten bresih durung majanten prasida kabaos sukla,” pangandika Ida Pandita mawit Gria Mumbul Sari, Desa Serongga, Gianyar puniki. Mapaiketan ring wacana

Negesin Sukla saking Sekala Niskala SAJERONING Budaya Bali pamekas agama Hindu wénten kruna sukla sané kategesin pinaka piranti taler parindikan sané suci taler anyar. Minakadi woh-wohan sané wawu maalap tur kaaturang pinaka sarana upacara, woh-wohan inucap kabaos sukla. Sawaliknyané, yéning sané sampun kaaturang malih katunas nika kasengguh

surudan, surudan Ida Bhatara santukan kaaturang majeng Ida Bhatara. Teges sukla pungkuran sayan nglimbak, minakadi piring sukla, gelas sukla, ajengan sukla, panganggé sukla, miwah sané tiosan. Umpami gelas sané pinaka genah toya anyar/tirta patut sukla mangda kasuciannyané nénten cemer. Sapunika taler

BPM/ist

(Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)

Redité Pon, 12 Februari 2017

SUKLA - Banten utawi aturan sané durung katur kasengguh Sukla. Sajeroning makarya banten, sapatutnyané krama ngawigunayang sarana sané sukla, sukla saking sekala niskala.

sané pacang kaaturang majeng Ida Bhatara sapatutnyané kantun sukla, boya surudan. Sukla manut I Komang Indra Wirawan, S.Sn.M.fil.H., Pembantu Dekan (PD) III Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP PGRI Bali, patut kategesin madasar sekala niskala. Sukla mawit saking kruna “su” mateges luwih miwah “kla” mateges bresih. Yéning pamineh dakén manut sekala, sukla mateges sané bresih, sané anyar, sangkaning katon bresih. Yéning maosang saking niskala, napi sané kaaturang yéning saking sekala bresih taler kadasarin manah suci lascarya nika sané kasengguh sukla. “Nika sané kasengguh sukla. Sukla ring siwaning parilaksana, sukla ring siwaning angga sarira, pamineh, pikayunan,” baos Pak Mang Gases- sapunika dané ketah kasambat. Dané sané taler pinaka Jero Dalang puniki malih nlatarang, piranti minakadi canang sané sampun surudan sané malih kaadol pacang kasengguh sukla santukan sampun kasupat antuk jinah. Yadiastun sang sané numbas uning utawi nénten. “Sakadi puniki kahanan ring jaman Kaliyuga. Yéning sampun kasupat antuk jinah, nika kasengguh sukla,” baosnyané. Kategesang malih, teges sukla mapaiketan ring sarana upacara sané pacang kaaturang majeng Ida Sang Hyang Widhi patut sukla sekala niskala. Sekalané, bresih, kantun anyar, tatacarané ngolah taler becik. Niskalané, ri kala ngaturang patut madasar pikayunan bresih, suci taler lascarya. “Nika sané kasengguh sukla sekala niskala,” dané negesang. (uma)

“Sukla Satyagraha”, manut Ida prasida kacawis antuk tetiga gegulak sané sampun katlatarang ring ajeng. Inggian mawit saking filosofis-nyané, tatacarannyané molihang, miwah tatacarannyané ngolah. Sinalih tunggil dosen Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) puniki malih ngwewehin, yéning maosang parindikan sané nénten kanten, minakadi yéning krama maratengan antuk tetujon molihang merta/jinah, nanging nénten kaaturang pinaka prasadam, nika taler dados pikobet. Nanging ring Bali, sukla sampunang kategesin dakén. “Sukla ring Bali tegesnyané sukla sané durung “terjamah” sané kaaturang majeng Ida Bhatara,” tutur Ida. Yéning maosang ‘nilai’, manut Ida wantah sané sampun katur majeng Ida Bhatara sané sujatiné suci, santukan sampun Ida Bhatara sané dumunan kaaturin manut prasadam nganutin daging Bhagawadgita. Mapaiketan ring krama Bali pamekas sané maagama Hindu, matumbasan majeng krama tios agama, manut Ida Pandita patut nganutin kahanan taler ngrereh pilihan. Yéning ring Bali, pacang makéh wénten pilihan. Nanging, sapunapi yéning ring dura Bali? Manut Ida, parindikan inucap prasida kamargiang antuk nguwah parindikan sané kasengguh nénten sukla mangda dados sukla manut ajahan agama Hindu antuk ngaturang dumun ajengan sané pacang kaajeng ring Ida Bhatara. “Pangresep krama pamekas sané magama Hindu patut tincapang malih. Sehat rohani antuk pamargi ngaturang ajengan dumun majeng Ida Bhatara, wus punika wawu kaajeng.” (yan)

Satua

Olih : Madé Taro

Magoak-goakan

SAKING langité lantas ngamedalang sabeh jinah utawi ujan pipis. Panjakné marebut ngambil jinah saling paliunin. “Plalian kaping kalih jaga kalanturang!” asapunika Patih Macan Gading mangeluran. Sané mangkin plalian mamargi sada siaga duaning I Siap Pengina sampun uning sapunapi dayané I Kedis Goak. Nénten wénten matan siap penginané makijapan apa buin makipekan. Ia tetep ngiterin I Goak tur ngawinang Ipun marasa méweh maekin tur nyanderin pianakné. Ping akéh Ipun rumasa kewuh maekin tur masang ancang-ancang, sakéwanten nadak Ipun gelis makecog saking genahné sada ngiterin siap sané ngawinang I Pengina malingser. Manggihin sakadi punika, nadaksara I Kedis Goak makeber mabalik nguber I Siap Pengina. Sangkaning ngetut I Siap Pengina malingsir, pianak-pianakné sambrag mabrarakan. Panjakidané malih masuryak girang sada ngajum-ngajum kaduegan I Kedis Goak. “Paica apa buin kal tagih Cai jak makejang?” asapunika Ida malih mapangandika. Yadiastun kasor nanging Ida marasa liang prasida maplalianan sakadi punika. “Keris miwah tumbak Ratu!” asapunika panjakidané nyawis. “Lamun Kéto tolih menek ka langité! Keris ajak tumbak bakal tedun!” Ida maliat menek tur medal gulem tebel saking pangideré sami. Gulem punika lantas magentos dados sabeh sané ngamedalang keris miwah tumbak. Yadiastun panjakidané marebut, nanging samian polih paduman sané pateh. “Plalian sané kaping tiga kakawitin! Panjak dados Siap tur Ida Sang Prabu manados I Kedis Goak!” baos Patih Macan Gading. Ida Sang Prabu majujuk ring bucu sinambi nyingak panjakidané sané manados siap. Ipun kapanggihin seger tur siteng-siteng, napi malih sané dados siap pengina sané pinih siteng. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


MINGGU PON, 12 FEBRUARI 2017

9

Keluarga, Alasan Rosberg Pensiun HAL 12

Leicester Terjun Bebas London –

Mural Pelatih Leicester City Claudio Ranieri

BPM/rtr

Leicester Tidak dalam Krisis

London – Setelah mendapat “voice on confidenc dari petinggi klub, manajer Leicester City Claudio Ranieri menegaskan timnya tidak sedang dalam periode krisis. Juara bertahan Liga Primer Inggris itu tengah dalam performa jeblok di musim 2016/2017. Mereka kini duduk di peringkat 16, hanya terpaut satu poin dari zona degradasi. Lima kekalahan beruntun yang baru saja mereka derita membuat posisi Ranieri dirumorkan dalam bahaya. Pihak klub kemudian memberikan pernyataan bahwa mereka masih percaya penuh kepada manajer Italia itu. “Saya rasa kabar pemecatan saya hanya buatan media. Saya sudah memahami pernyataan Chairman. Mungkin dia ingin menghentikan spekulasi. Saya tidak meminta mereka melakukan ini,” ujarnya, Sabtu (11/2) kemarin. “Inilah sepak bola. Anda harus melakukan pekerjaan anda, dan saya harus melakukan pekerjaan saya. Ketika anda memenangkan tiga pertandingan beruntun, anda akan dianggap Tuhan. Ketika anda kalah tiga kali beruntun, orang-orang akan mempertanyakan anda. Tetapi, ini bukan krisis,” imbuhnya. Ranieri juga menjelaskan, bahwa ia dan anak asuhnya masih menjaga sikap saling percaya meski situasinya berbeda 180 derajat dari musim lalu. “Setiap orang melakukan kesalahan dan anda harus memetik pelajaran dari situ. Atmosfer ruang ganti kami fantastis. Hubungan kami sama seperti musim lalu. Saya berbicara dengan bahasa yang sama dengan mereka. Latihan kami juga sama. Tetapi musim ini segalanya berjalan buruk,” tutupnya. (kmb33/rtr)

Riyad Mahrez

BPM/ap

Sosok Mahrez Berbeda

London – Perjalanan Leicester City musim ini tidaklah sama seperti musim lalu. Demikian halnya Riyad Mahrez, yang juga menampilkan performa berbeda. Sampai dengan pekan 24 Premier League musim ini, sang juara bertahan Leicester masih terpuruk di posisi 16 papan klasemen dengan 21 poin, cuma terpaut satu angka dari tim teratas di zona merah. Sementara pada musim lalu, sampai dengan jumlah pekan yang sama The Foxes bercokol di peringkat teratas papan klasemen yang juga terus ditempati sampai jadi juara di akhir musim. Itu terjadi seiring dengan perbedaan performa yang ditampilkan oleh Mahrez buat Leicester di Premier League pada musim lalu dibandingkan dengan musim ini. Performa Mahrez musim lalu bukan cuma membuatnya jadi pemain Aljazair pertama yang punya medali juara Premier League, melainkan juga menggondol penghargaan Pemain Terbaik versi Asosiasi Pesepak Bola Profesional Inggris (PFA), yang turut mengantarnya jadi Pemain Terbaik Afrika 2016. Pencapaian itu disabet pesepak bola berusia 25 tahun tersebut, berkat keberhasilan menandai kiprahnya di Premier League musim 2015-2016 dengan 17 go,l ditambah dengan 11 assist. Musim ini Mahrez telah menjalani 22 pertandingan di Premier League dengan mencetak tiga gol, seluruhnya dari penalti, dan dua assist. Tiga gol Mahrez itu dibuatnya pada bulan Agustus dan November (dua gol). Musim lalu, banyak dari gol dan assist Mahrez lahir setelah ia melakukan aksi menggiring bola untuk mengecoh pemain lawan. Musim ini tidak demikian. “Ia merasa frustrasi,” ujar Manajer Leicester City Claudio Ranieri, Sabtu (11/2) kemarin. “Ia lebih memahaminya ketimbang saya, assist, gol, musim lalu ia bikin sedemikian banyak gol. Ia sekarang tak bikin banyak gol. Tentu saja ia frustrasi,” imbuhnya. Mahrez tentu saja bukan satu-satunya faktor mengapa kiprah Leicester musim ini tidaklah sama seperti musim lalu. Yang pasti Mahrez musim ini berbeda dari Mahrez musim lalu. (kmb33/rtr) Statistik Mahrez Musim Ini - Musim lalu Mahrez membuat satu peluang besar setiap 153 menit. Musim ini ia membuat satu peluang besar setiap 338 menit. - Musim lalu persentase kesukesan Mahrez menggiring bola mencapai 51%. Musim ini cuma 42%. - Musim lalu Mahrez melakukan giringan bola per 12 menit. Musim ini ia melakukan giringan per 14 menit. - Salah satu yang terbilang penting, khususnya dalam aspek assist, musim lalu Mahrez rata-rata mengirim bola ke sepertiga lapangan akhir setiap 17,6 menit. Musim ini cuma setiap 19,7 menit.

Sukses Leicester City menjuarai Premier League adalah salah satu capaian terbesar di sejarah sepak bola. Dunia kemudian seakan terbalik. Kini The Foxes berjuang menghindari jeratan degradasi. Sudah banyak cerita tentang bagaimana Leicester musim lalu membalikkan prediksi 1:5.000 untuk bisa menjuarai Premier League. Di musim tersebut, Claudio Ranieri membuat keajaiban saat mengantar timnya memenangi persaingan dengan Manchester United, Manchester City, Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Arsenal untuk menguasai puncak klasemen akhir musim. Kalau boleh berharap, pendukung Leicester mungkin ingin cerita dongeng mereka berakhir dengan diangkatnya trofi Premier League. Tapi, tentu saja ada bab baru dari kisah itu. Bab itu berjudul Premier League 2016/2017. Leicester sejak musim panas sudah diprediksi tidak akan mampu mempertahankan titelnya. Bahkan Ranieri mengakui itu sebelum pekan pertama digulirkan. Hal itu memang terbukti. Tapi mungkin tidak banyak yang menyangka kalau sang juara bertahan akan berjuang susah payah untuk menghindari jebakan degradasi. Setelah kalah dari Manchester United di akhir pekan lalu, Jamie Vardy dkk., kini hanya unggul satu angka dari Hull City sebagai klub teratas di zona degradasi. Sang juara bertahan kini dalam ancaman serius terlempar dari level teratas. Memilik performa di musim ini dan dibandingkan dengan musim lalu, Leicester mengalami kemerosotan yang signifikan. Saat menjuarai Premier League ratarata konversi tembakan ke gol mereka adalah 18,6 persen, sementara musim ini hanya 13,1 persen. Sejauh ini cuma ada empat tim yang nilai konversinya lebih rendah. Kekalahan terakhir yang mereka derita di kandang sendiri dari Manchester United (3-0), Minggu (5/2) menjadi penanda bahwa sisa-sisa kejayaan Leicester nyaris tak berbekas. Gol-gol Henrikh Mkhitaryan, Zlatan Ibrahimovic, dan Juan Mata menghadirkan kekalahan keempat secara beruntun bagi Leicester, sekaligus menjadi kekalahan ke-13 di liga. Opta juga mencatat, hampir se-

Berbeda - Pelatih Leicester City Claudio Ranieri mengalami musim dengan hasil yang benar-benar berbeda.

luruh statistik permainan Leicester di musim ini lebih buruk ketimbang di musim lalu. Salah satu faktor yang masuk akal adalah kepergian salah satu pemain kunci mereka, tak lain tak bukan adalah N’Golo Kante. Bukan suatu kebetulan jika Chelsea, tim Kante saat ini duduk nyaman di puncak klasemen seperti saat Leicester masih diperkuat gelandang bertahan asal Prancis itu. Meski begitu, sulit untuk mengatakan bahwa kehilangan satu pemain bisa menyebabkan efek domino pada sebuah tim. Dengan skuat yang relatif sama, aneh apabila Leicester sangat kepayahan untuk setidaknya menjaga performa. Faktanya, para pemain kunci Leicester di musim lalu justru tampil jeblok. Simak Jamie Vardy dan Riyad Mahrez. Di pekan ke-24 musim lalu, Vardy dan Mahrez sudah mengemas 18 gol dan 13 gol. Musim ini? Vardy baru mencetak lima gol, sedangkan Mahrez hanya mengoleksi tiga gol (seluruhnya penalti). Dua amunisi baru di lini depan yang sama-sama memecahkan rekor transfer klub, Ahmed Musa dan Islam Slimani juga tak mampu memperbaiki rendahnya produktivitas gol timnya di musim ini. Langkah Vardy dan Mahrez untuk memperpanjang kontraknya di King Power Stadium boleh saja diapresiasi, karena mereka tidak hengkang seperti Kante. Namun, performa buruk Vardy dan Mahrez tersebut menjadi simbol bahwa skuat Leicester seperti tidak punya ambisi. Banyak pengamat yang angkat bicara mengenai performa sang juara bertahan. “Di atas kertas, lawan-lawan Leicester jauh lebih baik dibandingkan mereka. Swansea, Liverpool, Arsenal, bagaimana Leicester City akan mengalahkan mereka?”

kata mantan pemain Manchester United, Phil Neville, Sabtu (11/2) kemarin. “Lawan-lawan mereka punya kepercayaan diri yang jauh lebih baik. Terus terang saja, apa yang terjadi di Leicester sekarang ini membuat saya khawatir,” imbuhnya. Neville dan mantan pemain Inggris yang juga menjadi komentator BBC, Jermaine Jenas sama-sama sepakat bahwa kegilaan yang ditunjukkan pada dua musim lalu, ketika melewati jurang degradasi pada 2014-2015 dan menjadi juara pada 2015-2016, tak ada di tim Leicester sekarang ini. “Tepat dua tahun lalu mereka berada dalam posisi sulit. Kebersamaan dan semangat yang luar biasa membuat mereka bisa keluar dari situasi itu. Dari sini saya mengatakan masih ada celah b a g i t i m

tersebut untuk bangkit,” kata Jenas. Pada Februari 2015, Leicester berada di posisi buncit klasemen sementara, dengan mengumpulkan nilai 17 dari 24 pertandingan. Tapi situasi ini, ketika itu menjadi momen kebangkitan Leicester. “Nah, sekarang mereka harus kembali ke semangat Februari 2015. Kesampingkan status yang mereka sandang, bahwa mereka adalah juara musim lalu. Terapkan kembali suasana psikologis bahwa posisi mereka terancam,” kata Neville. Jenas mengatakan, “Leicester pernah keluar dari posisi sulit, mereka kurang lebih masih punya anggota skuat yang sama. Tim harus bersatu kembali, saling menguatkan satu sama lain dan melakukan lagi hal-hal yang gila. Neville secara khusus meminta Raineri untuk segera membenahi tim. “Ranieri punya tanggung jawab menentukan sistem dan taktik bertanding,” kata Neville. (kmb33/ap/rtr)


BOLA MANIA

10 Klasemen

Pjanic Dituduh Sengaja Cederai Brozovic

Marceloa Brozovic

Liga Spanyol 1 Real Madrid 19 14 4 1 2 Barcelona 21 13 6 2 3 Sevilla 21 13 4 4 4 Real Sociedad 22 13 2 7 5 Atletico Madrid 21 11 6 4 6 Villarreal 21 9 8 4 7 Eibar 21 9 5 7 8 Espanyol 22 8 8 6 9 Athletic Club 21 9 5 7 10 Celta Vigo 20 9 3 8 11 Las Palmas 21 7 7 7 12 Alaves 21 6 9 6 13 Real Betis 20 6 5 9 14 Malaga 21 5 7 9 15 Deportivo Coruna 20 4 7 9 16 Valencia 20 5 4 11 17 Leganes 21 4 6 11 18 Sporting Gijon 21 3 4 14 19 Granada CF 21 2 7 12 20 Osasuna 21 1 7 13

51 55 43 36 36 28 32 30 26 31 31 21 21 28 25 29 15 22 17 23

17 18 28 31 16 14 29 29 25 33 32 22 31 35 32 40 35 43 44 46

46 45 43 41 39 35 32 32 32 30 28 27 23 22 19 19 18 13 13 10

4 3 5 6 7 7 7 6 7 9 10 10 12 10 12 11 11 15 16 16

47 57 48 41 37 36 33 38 40 26 22 27 32 22 32 27 14 19 20 19

16 26 21 27 24 25 27 33 33 29 30 29 37 34 48 35 31 42 40 50

57 51 50 43 42 42 40 37 32 30 29 29 27 27 27 25 22 14 13 9

Liga Inggris 1 Chelsea 24 19 2 3 2 Tottenham Hotspur 24 14 8 2 3 Manchester City 24 15 4 5 4 Arsenal 24 14 5 5 5 Liverpool 24 13 7 4 6 Manchester United 24 12 9 3 7 Everton 24 11 7 6 8 West Bromwich Albion 24 10 6 8 9 West Ham United 24 9 4 11 10 Watford 24 8 6 10 11 Stoke City 24 7 8 9 12 Burnley 24 9 2 13 13 Southampton 24 7 6 11 14 Bournemouth 24 7 5 12 15 Middlesbrough 24 4 9 11 16 Leicester City 24 5 6 13 17 Swansea City 24 6 3 15 18 Hull City 24 5 5 14 19 Crystal Palace 24 5 4 15 20 Sunderland 24 5 4 15

51 46 49 52 52 36 40 32 32 29 29 26 24 35 19 24 29 22 32 24

17 16 29 28 30 21 27 29 41 40 36 35 31 47 27 41 54 47 45 42

59 50 49 47 46 45 40 36 31 30 29 29 27 26 21 21 21 20 19 19

1 Juventus 2 Napoli 3 AS Roma 4 Lazio 5 Inter Milan 6 Atalanta Bergamo 7 AC Milan 8 Fiorentina 9 Torino 10 Sampdoria 11 Chievo Verona 12 Udinese 13 Sassuolo 14 Bologna 15 Cagliari 16 Genoa 17 Empoli 18 Palermo 19 Crotone 20 Pescara

Liga Italia 23 19 0 24 15 6 23 16 2 23 13 4 23 13 3 23 13 3 23 12 4 23 10 7 23 8 8 23 8 6 23 8 5 23 8 5 23 8 3 23 7 6 23 8 3 24 6 7 23 5 7 23 3 5 23 3 4 23 1 6

Luis Enrique

BPM/rtr

Enrique Tidak Peduli Lokasi Final Copa del Rey Barcelona – Seperti musim-musim sebelumnya, tempat penyelenggaraan final Copa del Rey kembali menjadi perdebatan. Pelatih Barcelona, Luis Enrique menyatakan timnya siap main di mana saja. Barcelona akan tampil di final Copa del Rey untuk ketujuh kalinya, dalam sembilan tahun terakhir. Blaugrana lolos ke partai puncak usai menyisihkan Atletico Madrid di semifinal. Barca selanjutnya akan berhadapan dengan Alaves, yang sukses mengalahkan Celta Vigo. Laga final akan digelar pada 27 Mei 2017 mendatang, tapi lokasinya belum ditentukan. Kubu Real Madrid, seteru abadi Barca sudah menyatakan Santiago Bernabeu tak akan bisa dipakai untuk menggelar final. Presiden Madrid Florentino Perez, menyebut ada pekerjaan konstruksi di Bernabeu pada tanggal perhelatan final. Pada musim lalu, saat Barca bertemu Sevilla di final Bernabeu juga tak bisa dipakai. Alasannya, pada saat yang bersamaan kandang Madrid itu dipakai untuk konser musik Bruce Springsteen. Final musim lalu akhirnya dilangsungkan di Vicente Calderon, kandang Atletico. Tetapi, ada dugaan bahwa itu hanya alasan Real Madrid saja, karena mereka sebenarnya tidak ingin melihat rival berat mereka merayakan kemenangan di stadion kebanggan mereka. Dan kini, ketika ditanya mengenai laga final yang tidak bisa digelar di Santiago Bernabeu, pelatih kepala Blaugrana Luis Enrique mengatakan: “Saya tidak akan gila tentang gagasan memenangkan piala di Bernabeu. Terkait masalah ini, Enrique tak mau ambil pusing. Dia menyerahkan penentuan lokasi final kepada pihak yang berwenang. Baginya, main di mana saja tak masalah. “Hal ini muncul setiap tahun. Saya paham apa yang harus dikatakan oleh setiap klub. Ini bukanlah sesuatu yang saya khawatirkan,” ujar Enrique, Sabtu (11/2) kemarin. “Saya tak mempermasalahkan kapan kami main atau di mana kami main,” katanya. (kmb33/rtr)

Minggu Pon, 12 Februari 2017

Milan – Gelandang Inter Milan, Marcelo Brozovic mendapatkan cedera jari kaki pada laga Derby d’Italia. Pemain Juventus, Miralem Pjanic disebut sebagai penyebab cederanya Brozovic. Brozovic ditarik keluar pada babak kedua saat Inter dikalahkan Juventus 0-1 di Turin, Minggu (5/2) lalu. Setelah menjalani pemeriksaan, gelandang asal Kroasia itu diketahui mengalami retak di salah satu jari kaki kanannya. Akibat cedera tersebut, Brozovic diperkirakan bisa absen selama empat hingga enam pekan. Hal ini tentu merupakan kerugian bagi Inter, yang sedang berusaha menembus zona tiga besar di klasemen Serie A. “Marcelo Brozovic telah menjalani pemeriksaan lanjutan atas cedera yang ia alami dalam laga melawan Juventus. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, Brozovic mengalami retakan pada tulang ibu jari kaki kanannya. Kondisi sang pemain akan dievaluasi pada beberapa pekan ke depan,” tulis pernyataan klub.

Agen Brozovic, Miroslav Bicanic, menyebut kliennya terpaksa masuk ke ruang perawatan gara-gara Pjanic dalam laga melawan Juve. “Saya bicara dengan Marcelo dan dia bilang ke saya, bahwa dia cedera karena Pjanic dua kali menginjak kakinya,” ujar Bicanic, Sabtu (11/2) kemarin. “Pjanic melakukannya sekali di babak pertama, lalu sekali lagi di babak kedua. Itu adalah penyebab keretakan,” katanya. Pada era kepelatihan Frank de Boer, Brozovic sempat tersisih dari skuat utama Inter Milan. Namun, kedatangan Stefano Pioli membuat gelandang asal Kroasia tersebut kembali menjadi pilihan utama. Hingga pekan ke-23 Liga Italia Serie A, Brozovic telah mencatatkan 15 penampilan dan menyumbang tiga gol untuk Inter Milan. Hubungan Inter dan Juventus sedang memanas, lantaran kontroversi dalam Derby d’Italia. Kedua klub bahkan saling serang di media massa. (kmb33/ap)

The Blues Waspadai Burnley London –

Para pemain Chelsea dituntut Antonio Conte, manajernya tetap waspada dan tak boleh santai saat melawan Burnley. Manajer Chelsea Antonio Conte sudah mengingatkan para pemainnya akan potensi risiko yang dihadapi saat menyambangi Burnley. The Blues melawat ke Turf Moor, malam nanti, dalam partai pekan 25 Premier League. Chelsea, pemuncak klasemen sementara menjalaninya setelah pekan lalu menang 3-1 atas Arsenal yang ada di posisi empat. Saat ini Burnley berada di posisi 12 papan klasemen, tak pada level yang sama dengan The Gunners. Tapi skuatnya, Sean Dyche itu sama sekali bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Faktanya, 28 dari 29 poin yang dicatatkan Burnley saat ini berasal dari laga-laga kandang. The Clarets juga baru tiga kali kalah di markasnya, yakni atas Swansea City, Arsenal, dan Manchester City. “Saya senang terus menjaga optimisme di dalam diri pemain saya,” kata Conte, Sabtu (11/2) kemarin. “Setelah sebuah kemenangan bagus, ada kemungkinan pemain bisa bersantai dan saya ingin menghindari hal tersebut. Ini merupakan sebuah bagian dari peningkatan mentalitas, mentalitas kemenangan. Ketika menghadapi Liverpool atau Arsenal, tensinya tinggi. Di momen-momen seperti ini tensi harus dikurangi,” imbuhnya. Menghadapi Burnley, Chelsea tak pernah mengalami kekalahan di Premier League sejak tahun 1973. Adapun dalam delapan pertemuan terakhir, Chelsea mencatatkan enam kemenangan dan sisanya berakhir imbang. Sebelum menjalani pertandingan ini, Conte pun sudah melihat bahwa pasukannya akan menghadapi tantangan sulit. Ia menuntut pasukannya bertarung dengan sekuat tenaga, menjaga momentum yang sudah terbangun. Tak ada pemain dalam skuat utama Chelsea yang tak bisa bermain dalam pertandingan menghadapi Burnley nanti. Susunan pemain yang diturunkan untuk mengalahkan Arsenal kemungkinan besar akan kembali dipasang sejak menit awal. Eden Hazard, Diego Costa dan Pedro Rodriguez akan dipasang di depan dalam formasi 3-4-3. Marcos Alonso, N’Golo Kante, Nemanja Matic dan Victor Moses akan di-

pasang di belakang tiga penyerang tersebut. Gary Cahill, David Luiz dan Cesar Azpilicueta akan menjadi benteng pertahanan dan Thibaut Courtois akan tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang. Sementara itu, di kubu tuan rumah tak bisa diperkuat oleh Jeff Hendrick dalam pertandingan menghadapi Chelsea. Hendrick tengah mendapat hukuman larangan bertanding karena kartu merah, sementara Steven Defour dan Dean Marney mengalami cedera. Pelatih Burnley, Sean Dyche baru-baru ini melontarkan pujian kepada calon lawan mereka, Chelsea. Dyche menilai Chelsea bisa cemerlang di EPL berkat sistem tiga bek yang diterapkan Antonio Conte. Dyche sendiri menilai kegemilangan Chelsea di EPL musim ini berkat perubahan taktik yang diterapkan Conte di tengah musim kemarin. “Saya rasa mereka menjadi kuat karena mereka mengganti formasi mereka,” ujar Dyche. “Formasi tersebut terlihat bekerja dengan sempurna pada mereka. Mereka terlihat sangat memahami apa yang harus dikerjakan oleh masing-masing pemain. Mereka tim yang sangat kuat, namun mereka juga sudah bagus sebelum mereka mengubah formasi mereka. Meskipun dengan pengalaman Conte, mereka masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan apa yang diinginkan Conte, namun sekarang mereka sudah beradaptasi dengan baik dengan formasi baru tersebut,” katanya lagi. “Setiap pertandingan di Premier League merupakan sebuah ujian, namun Chelsea benar-benar tim yang kuat. Untuk saat ini mereka adalah tantangan terbesar yang kami hadapi,” tutupnya. (kmb33/rtr)

Valencia Ingin Lebih Lama di Old Trafford

Manchester – Antonio Valencia merasakan betapa besar dukungan dan keyakinan dari Manajer Manchester United, Jose Mourinho. Ia pun

Antonio Valencia

BPM/rtr

ingin bertahan, setidaknya enam musim lagi di MU. Saat ini Valencia menjadi andalan Mourinho di sektor kanan pertahanan sebagai full-back. Bukan posisi aslinya, mengingat ia sebenarnya adalah seorang winger. Akan tetapi, performanya di posisi itu sudah membuat Mourinho menyanjung Valencia sebagai bek kanan terbaik dunia. Ia pun senang dengan apresiasi tersebut. “Saya sangat gembira dan saya amat bersyukur pada katakata manajer. Saya tak percaya kalau diri saya yang terbaik, tapi saya amat senang masih ada di sini,” kata Valencia, Sabtu (11/2) kemarin. “Ada masanya ketika saya melihat pemain sekelas Angel di Maria dan Memphis Depay tiba, dan menduga-duga apa waktu saya akan habis di klub dan mungkin saya harus mulai mencari sebuah klub baru. Bagusnya saya cuma berkonsentrasi dan terus berlatih dengan keras, dan mungkin karena itulah saya masih tetap di sini,” imbuhnya. “Mourinho sudah memperlihatkan keyakinan pada diri saya untuk bertahan, sehingga saya senang. Saya tak ingin bilang seratus persen seorang bek kanan. Saya masih merasa sebagai pemain menyerang bagian sisi kanan, tapi sepertinya saya merasa mulai menuju ke arah sana,” bebernya. Pemain Ekuador berusia 31 tahun itu, kemudian membeberkan

betapa tidak mudahnya proses adaptasi untuk bermain sebagai bek kanan dari posisinya semula yang merupakan pemain sayap kanan. “Cukup sulit, karena Anda harus lebih fokus berada lebih dekat ke gawang sendiri. Satu kesalahan operan bisa berujung pada gol. Saya merasa sudah lebih baik dalam aspek itu, tapi ketika sedang menyerang saya merasa benar-benar ada dalam posisi semestinya. Tapi saya bagian dari tim dan merasakan dukungan dan kepercayaan manajer,” ucap Valencia. Pemain internasional Ekuador itu lantas mengakui, bahwa beberapa musim yang lalu Mourinho sempat ingin memboyongnya ke Madrid, hanya saja saat itu Ferguson tak mau melepasnya. “Itu adalah salah satu percakapan pertama kami. Mourinho berkata, ”ketika saya melatih Real Madrid, saya ingin mendatangkan anda sebagai bek kanan, tapi United menolaknya”. Tentu itu adalah hal bagus, karena setiap pemain pasti membutuhkan kepercayaan pelatih,” kata Valencia. Meskipun ia sering dipuji sebagai salah satu full-back terbaik di dunia, namun Valencia tetap mengklaim jika posisi terbaiknya adalah sebagai winger. “Saya tidak ingin mengatakan bahwa saya seratus persen adalah pemain bek kanan. Karena saya masih merasa seperti pemain sayap kanan,” tutupnya. (kmb33/ ap)

BPM/rtr

Kericuhan di Angola 17 Penonton Tewas

Uige – Sebuah kericuhan terjadi dalam laga sepak bola Angola. Terjadi kegaduhan yang membuat 17 orang dilaporkan tewas, sementara puluhan lainnya cedera. Menurut laporan sebuah media setempat, kericuhan itu terjadi tujuh menit setelah kick-off pertandingan antara Santa Rita de Cássia lawan Recreativo de Libolo di Stadion 4, Januari di Uíge, Jumat (10/2) malam waktu setempat. Pertandingan itu menyedot perhatian besar dari para suporter. Ratusan bahkan mencoba masuk paksa ke stadion, mengakibatkan 76 orang jadi korban terinjak, 17 di antaranya sampai meninggal dunia. “Ada aksi dorong yang membuat sebagian orang lainnya sulit bernafas. Beberapa harus berjalan di atas orang lainnya. Ada 76 korban, 17 di antaranya meninggal dunia,” kata Ernest Luis, direktur rumah sakit setempat. Kericuhan itu terjadi selepas Recreativo do Libolo mencetak gol cepat melalui Inácio Cassuque. “Saya cuma mengetahui situasi ini setelah meninggalkan stadion. Kami tak tahu sama sekali,” kata Manajer Santa Rita Sérgio Traguil, yang juga mengaku terpukul dengan kabar duka tersebut. Beberapa klub top dunia sudah ikut mengungkapkan bela sungkawa atas kejadian itu. Klub asal Portugal FC Porto, memberikan perhatian duka cita terhadap kejadian mengenaskan yang terjadi di Angola. Melalui akun Facebook, FC Porto turut bersimpati kepada keluarga korban dan rakyat Angola yang terlibat dan menganggap tragedi semacam itu kembali menghantui dunia sepak bola. “Ketika kami ingin masuk ke dalam stadion, terdapat kerumunan massa yang menghalangi. Baris pertama kerumunan itu berjatuhan. Aku berada di lapisan ketiga,” kata penonton berusia 37 tahun, Joao Silva yang selamat dengan patah kaki. Sebagian besar korban tewas adalah anak-anak. Hanya sedikit petugas yang berjaga mengamankan laga yang mempertemukan Santa Rita de Cassia dengan Recreativo Do Libolo. Presiden Angola, Jose Eduardo dos Santos menyatakan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga dan rekan yang ditinggalkan. Eduardo langsung mengerahkan jajarannya untuk memberi bantuan medis dan meminta pihak keamanan melakukan penyelidikan atas insiden itu. (kmb33/rtr)


GELANGGANG

Minggu Pon, 12 Februari 2017

11

Mitra Devata Tekuk Oan Mane FC Mangupura (Bali Post)Kesebelasan Legend Mitra Devata menekuk lawannya Oan Mane FC dengan skor 3-0, dalam latih-tanding di Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran, Sabtu (11/2) kemarin. Ketiga gol kemenangan Mita Devata diborong Nyoman Rafik Armawan dua gol, tercipta di menit ke-4 dan 14, serta Purwanto menit ke-29. Sementara Mitra Devata saat meladeni Jepang Selection juga unggul 4-0. Keempat gol yang bersarang ke gawang Jepang Selection, hasil bidikan Made Pasek Alir memborong dua gol di menit ke-34 dan 38 ditambah masing-masing sebiji gol dilesakkan Nyoman Rafik Armawan, dan Ida Bagus Nyoman Mahayasa. Koordinator Purwanto Iman Santoso menyatakan, pihaknya bangga sebab timnya juga mendapatkan kehormatan, sebab diperkuat pelatih Sriwijaya FC Widodo Cahyono Putro, Francis Wawengkan, dan Khusaeri. Menurut Purwanto, saat Mitra Devata melawan Jepang Selection, timnya unggul mutlak dan menguasai semua lini, hingga mampu menggunduli lawannya 4-0. Sedangkan saat melawan Oan Mane FC, Purwanto mengakui lawannya bermaterikan pemain U-20. Akan tetapi, skuad Legend Mitra Devata yang unggul pengalaman dan jam terbang mampu memanfaatkan dengan maksimal. Alhasil Mitra Devata juga sukses mencukur Oan Mane FC dengan kedudukan akhir 3-0. (022)

Tommy Sugiarto

Tommy Melaju ke Final ‘’Thailand Masters’’ BPM/022

TAEKWONDO — Suasana event bertajuk Mangupura Taekwondo Invitasi Championship 2017 di GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung.

Taekwondoin Badung Sabet Tiga Emas

Mangupura (Bali Post)Taekwondoin tuan rumah Badung sukses merebut tiga keping emas di nomor kyorugi junior, sampai dengan hari kedua event bertajuk Mangupura Taekwondo Invitasi Championship 2017 di GOR Purna Krida, Kerobokan, Sabtu (11/2) kemarin. Ketiga medali emas dipersembahkan Aprilia Nurul Setiawan, junior, kelas -59 kg, Putu Desya Srinadi Putri, junior, kelas -53 kg, serta Ni Luh Putu Eva Sryantini, junior, -62 kg. Pelatih Pelatcab Badung Sabeum Eko Saputro, di selasela kejuaraan kemarin menerangkan, ketiga atlet asuhannya mengusung dojonya masing-masing. Seperti Aprilia membela Dojang Family, Putu Desya mengibarkan Dojang Waringin, serta Putu Eva atas nama dojang sekolahnya SMAN 1 Mengwi. ‘’Kami menerjunkan 12 taekwondoin Pelatcab yang tersebar membela dojangnya masing-masing. Beberapa atlet kami ada juga yang meraih medali perak, dan perunggu,’’ kata Eko Saputro. Ketua Pengkab TI Badung Thjin Yohannes, saat ditemui di sela-sela kejuaraan menerangkan, beberapa provinsi menerjunkan atletnya sebagai persiapan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (popnas), termasuk atlet PON juga turun. ‘’Ajang ini dipakai pemanasan. Ya lumayan bergengsilah event ini,’’ katanya. Yang membanggakan, meskipun atlet terbaik provinsi lain diturunkan semua, namun taekwondoin tuan rumah Bali mampu mengimbanginya. ‘’Terbukti atlet dojang lain di Bali juga ada yang mendulang emas, merebut perak, termasuk perunggu,’’ ucap Yohannes. (022)

BPM/022

PEMOHON — Lima atlet gateball Kota Denpasar kapasitasnya selaku pemohon dalam sidang yang ditangani KONI Bali. Mereka berniat hengkang ke Karangasem dan Badung pada Porprov Bali di Gianyar, September mendatang.

KONI Denpasar Tak Lepas Lima Atlet Gateball

Denpasar (Bali Post)KONI Kota Denpasar tak akan melepas lima atlet gateball yang berniat hengkang ke Karangasem dan Badung. Pasalnya, dalam pengajuannya mereka memohon pengunduran diri menjadi atlet Denpasar, namun kenyataannya para atlet ingin pindah ke kabupaten lain. Karena itu, Bidang Hukum dan Etika KONI Denpasar I Gusti Agung Jaya Putra yang menghadiri sidang di KONI Bali, Jumat (10/2) lalu, menyatakan alasannya sebagian dari mereka tetap bekerja di Denpasar. Bahkan, mereka sama sekali tak melampirkan pindah kependudukan. ‘’Jadi, mereka tak menyertakan bukti bahwa mereka juga pindah domisili,’’ tutur Agung Jaya Putra. Untuk itu, pihaknya sepakat tak melepas kelima atlet gateball Denpasar, untuk hengkang ke kabupaten lain. ‘’Permohonan pengunduran diri mereka telah kami setujui, tetapi bukan berarti otomatis harus pindah membela kabupaten lain pada ajang Porprov Bali di Gianyar, September mendatang,’’ ucapnya. Sementara Hakim Arbiter dari KONI Bali Fredrik Billy menegaskan, agenda sidang adalah pengungkapan bukti-bukti yang menguatkan, sedangkan putusan sudah bisa dilakukan pekan depan. ‘’Sidang pemeriksaan saksi-saksi sekaligus pembacaan vonis dilakukan, Jumat (17/2) depan,’’ ujar Billy. Binpres KONI Badung Nengah Ardina menyatakan, pihaknya berharap sidang perebutan atlet sesuai dengan regulasi dan prosedural. Hal senada juga dikemukakan Ketua Umum KONI Karangasem Gede Suadi. Ia menerangkan, jika proses perpindahan (mutasi) atlet sudah memenuhi persyaratan, sebaiknya semua pihak legowo. Kelima atlet Denpasar yang hijrah, yakni empat ke Karangasem Danon Pianggono Bambang Putra, Made Juliarta, Ni Made Mardiani Dewi, Nila Syahnida Nidyarani, dan seorang atlet yang ke Badung adalah Kadek Artana. (022)

Jakarta (Bali Post)-

Tommy Sugiarto akhirnya memenangkan pertandingan semifinal “derby” Indonesia melawan Anthony Sinisuka Ginting, untuk mendapatkan satu tiket ke partai final Thailand Masters 2017. Dalam pertandingan semifinal yang berlangsung selama 68 menit itu di Nimibutur Stadium, Bangkok, Sabtu (11/2) kemarin, Tommy memastikan tiket menuju partai puncaknya, setelah menang dalam pertarungan tiga game yang penuh perjuangan. Meskipun sama-sama mewakili Merah-Putih, namun duel kedua pemain ini berlangsung sangat ketat. Karena baik Tommy yang

lebih senior, maupun Anthony sama-sama ngotot ingin merebut tiket final. Anthony mengawali permainan dengan baik di game pertama. Dengan tampil konsisten, Anthony mampu mencuri game pertama dari Tommy 21-16. Pada game kedua Anthony lagi-lagi mengungguli Tommy di interval game, 11-9. Tommy mengakui akurasi dari juniornya tersebut sangat

baik, sehingga membuatnya tidak bisa mengembangkan permainan. “Pada saat interval game kedua, saya masih ketinggalan terus dari Anthony. Saya akui kalau akurasi Anthony sangat baik, saya jadi tidak bisa mengembangkan pola permainan,” tutur Tommy. Momen Tommy akhirnya datang di game kedua, yang berlanjut di game ketiga, dimana dia menilai penampilan

Anthony menurun drastis di game penentuan tersebut. Meski sempat unggul 1411, Anthony kemudian tidak dapat mengatasi permainan yang diterapkan seniornya tersebut, hingga Tommy berhasil merebut sepuluh poin berturut-turut, dan mengunci perolehan skor Anthony di angka 14. “Di akhir game kedua, saya perhatikan dia agak ‘goyang’, tidak seakurat game pertama. Inilah momen saya mengembalikan keadaan, saya tak mau bermain dengan pola Anthony. Kemudian di game ketiga, kelihatan stamina An-

thony terkuras habis dibanding saya,” ujar Tommy. Di laga final Tommy lagilagi akan ditantang pemain muda masa depan Thailand Kantaphon Wangcharoen, yang dengan mengejutkan mampu menembus putaran final setelah menundukkan Lee Zii Jia (Malaysia) dengan skor 15-21, 21-18, 22-20. “Semuanya kalau sudah terjun di turnamen senior dianggap satu level. Pemain muda bisa menang, saya pun yang pemain senior juga bisa menang. Yang penting fokus dan siap untuk fight,” ucap Tommy. (ant)

Milla Pantau Piala Dua Regu Sepak Takraw Sisma Presiden di Dipta ke Semifinal

Malang (Bali Post)Pelatih timnas Indonesia, Luis Milla akan melanjutkan pemantauan pemain yang bertanding di Piala Presiden 2017. Setelah memonitor laga-laga di Malang, Milla akan melanjutkan pemantauannya ke Stadion Dipta, Gianyar, Bali. Milla tengah mencari pemain untuk mengisi tim nasional yang diproyeksikan di SEA Games 2017. Salah satu cara yang sudah ditempuhnya adalah mengamati pemain-pemain yang tampil pada Grup 2 di Kanjuruhan, Malang. Dia mengamati dua pertandingan pada Sabtu (11/2) kemarin. Pertama duel antara Bhayangkara FC dengan PS TNI, kemudian Arema FC melawan Persija Jakarta. Kepala Staf Ketua Umum PSSI Iwan Budianto, mengatakan bahwa Milla akan terus keliling ke beberapa lokasi gelaran Piala Presiden selama satu pekan ke depan. Dia akan menuju Bali. Ya, pertandingan Grup 4 yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, baru digelar

pada Senin (13/2) besok. Di hari tersebut ada dua laga, yaitu Sriwijaya FC melawan Barito Putera, dan Bali United vs Pusamania Borneo FC. “Milla tiba, Sabtu (11/2) kemarin pagi, langsung ke Malang untuk scouting. Dia akan ke Bali, Minggu (12/2) ini,” ujar Iwan. Iwan menjelaskan, PSSI sebelumnya telah menyodorkan 4050 pemain terbaik menurut federasi. Namun pelatih Spanyol itu mengaku tidak puas jika tak menilainya secara langsung. “Karena itu dia keliling. Tidak hanya untuk melihat, tetapi juga berbicara kepada tim pelatih masingmasing klub untuk menggali bagaimana sikap pemain,” katanya. Dalam proses pemantauan pemain, Milla tidak sendiri. Dia dibantu oleh asistennya, Bima Sakti yang mencari pemain di Bandung dan Madura. Asisten pelatih timnas Indonesia, Bima Sakti sudah mendapatkan bocoran dari pelatih Luis Milla tentang kriteria pemain-pemain yang diinginkannya.

Bima Sakti mengaku Luis Milla mencari pemain yang memiliki visi dalam bermain bola, tak hanya teknik yang menjadi fokus utamanya. “Dia juga harus pintar mengambil keputusan. Jadi pemain harus tahu kapan harus passing, dribling, kapan harus menendang. Milla mencari pemain yang mengerti itu,” ungkap Bima Sakti. Mantan punggawa timnas Indonesia itu, juga menilai Milla tak terlalu mementingkan postur dalam mencari pemain. Namun, pria asal Spanyol itu nantinya akan menggeber fisik para pemain jika tim sudah terbentuk. Terkait gaya permainan, Bima mengatakan bahwa Milla menyukai permainan bola-bola pendek, walaupun harus memiliki transisi yang baik. “Kalau yang saya lihat dia bermain dengan metode dari menyerang ke bertahan, transisi selalu jadi perhatian Milla. Dia lebih senang bermain bola-bola bawah, jarang dia memainkan bola-bola atas dan panjang (long pass),” katanya. (ant)

Arema Ditahan Persija Malang (Bali Post)Arema FC bermain imbang saat melakoni laga lanjutan Piala Presiden 2017. Mereka bermain seri 1-1, saat berhadapan dengan Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (11/2) kemarin. Persija unggul lebih dulu berkat gol dari Jhonatan Mariano Bernardo di menit 11. Arema membalas lewat gol Cristian Gonzales di menit 22. Dengan tambahan satu angka, Arema tetap ada di posisi pertama Grup 2, dengan meraup empat angka. Di posisi kedua ada ‘Macan Kemayoran’ juga dengan koleksi angka yang sama. Persija mampu mencetak gol pada menit 11. Jhonatan Mariano Bernardo yang mencatatkan namanya di papan skor. Ia menerima umpan terobosan di sisi kanan pertahanan Arema, dia bisa mengarahkan bola ke tiang dekat untuk mengelabui Kur-

nia Meiga. Arema lantas terus menyerang untuk menyamakan kedudukan. Tapi Persija malah yang mendapatkan peluang di menit 15. Bambang Pamungkas bisa menguasai umpan panjang, sayang tendangan menyamping. Usaha Arema untuk menyamakan kedudukkan terjadi di menit 22. Memanfaatkan situasi sepak pojok, Gonzales bisa membobol gawang Persija. Arema yang terus mengancam mendapatkan peluang lagi di menit 38. Adam Alis mengirim umpan terukur dari sayap kiri, sepakan first time Nasir masih meleset. Persija sesekali mengancam. Di menit 42, Bepe melepaskan sepakan jarak jauh, tapi masih bisa diantisipasi oleh Kurnia Meiga. Tak ada gol di sisa babak pertama, skor imbang 1-1 saat turun minum. Di paruh kedua, laga masih berjalan alot. Kedua tim belum mampu menambah gol,

hingga pertandingan berjalan 70 menit. Ramdhani Lestaluhu mengancam gawang Arema di menit 73. Sontekannya dari muka gawang masih melambung ke atas mistar. Selanjutnya, Arema giliran mengancam. Berawal dari sepak pojok, tendangan gunting Esteban Vizcarra juga meleset. Arema mendapatkan peluang di menit 81. Usai melakukan kerja sama satu dua dengan Felipe Bertoldo, Gonzales mampu melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti. Sial baginya, eksekusi terakhirnya masih menyamping. Kiper Persija, Andritany melakukan penyelamatan luar biasa di menit 88. Adam Alis mengirim umpan sempurna di muka gawang Persija bolanya bisa disundul Gonzales, tapi ditepis kiper kedua tim nasional Indonesia di ajang Piala AFF itu. Di sisa pertandingan tak ada gol tambahan. Skor akhir sama kuat 1-1. (ant)

Denpasar (Bali Post)Dua regu Tim Sepak Takraw Putri SMAN 7 Denpasar (Sisma) A dan B melenggang ke babak semifinal, dalam turnamen Piala Wali Kota VIII/2017 di aula SMPN 2 Denpasar, Sabtu (11/2) kemarin, sampai dengan Minggu (12/2) ini. Dua tim semifinalis lainnya adalah SMKN 2 B, dan SMKN 3. Sementara untuk regu SMA putra, yang melaju ke babak delapan besar adalah SMAN 8 A dan B, SMAN 7 A dan B, SMKN 2 A dan B, SMKN 3, dan SMA PGRI 6. Untuk tingkat SMP, delapan tim putra yang melaju adalah SMP PGRI 7 A dan B, SMPN 2 A dan B, SMP Dewata A d a n B, Sigris Club, dan Grisda Club. Di sektor putri, delapan tim yang melenggang adalah SMPN 2 A dan B, SMP PGRI 7 A dan B, SMP Harapan Nusantara B, Genius Club, Garuda, serta SMP PGRI 2. Untuk menentukan tim lawan, sebelum berlaga tim-tim yang melaju ini, akan dilakukan pengun-

dian (drawing) lagi, Minggu (12/2) ini. Ketua Pengkot PSTI Kota Denpasar Farid Ahmad menerangkan, event ini persertanya membeludak mencapai 63 regu. Rinciannya, terdiri atas SMP putra (27 regu), SMP putri (12 regu), SMA putra (15 regu), dan SMA putri (9 regu). Farid menyebutkan, membengkaknya jumlah peserta disebabkan upaya sosialisasi cabor sepak takraw cukup berhasil di Denpasar, bahkan beberapa sekolah memasukkan sepak takraw sebagai ekstra kurikuler. Farid juga berharap, ajang Piala Wali Kota ini bukan hanya menonjolkan segi kuantitas dan jumlah peserta, namun harus diimbangi kualitas permainan atletnya. ‘’Kami juga memantau skill anak-anak, untuk menjadi pemain pelapis Porprov,’’ tuturnya. Ia pun bersyukur beberapa pemain menunjukkan skill-nya mumpuni. ‘’Kami kekurangan pemain untuk pelapis Porprov, baik putra maupun putri,’’ jelas Farid. (022)

BPM/wan

PIALA WALI KOTA - Turnamen sepak takraw antar SMP dan SMA putra dan putri se-Kota Denpasar, memperebutkan Piala Wali Kota VIII/2017 di aula SMPN 2 Denpasar, Sabtu (11/2) kemarin.


LAGA

12

Minggu Pon, 12 Februari 2017

Keluarga, Alasan Rosberg Pensiun London – Nico Rosberg menjelaskan lebih dalam mengenai keputusannya pensiun dari F1, secara khusus mengenai faktor keluarga yang jadi salah satu alasannya gantung setir. Pebalap Mercedes tersebut keluar sebagai kampiun F1 2016, setelah bersaing sengit dengan rekan satu timnya sendiri, Lewis Hamilton. Itu merupakan titel F1 pertama buat Rosberg.

Nico Rosberg

BPM/rtr

Selang beberapa hari kemudian, Rosberg membuat dengan mengumumkan pensiun. Pria Jerman 31 tahun tersebut mengaku ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga, setelah menuntaskan penantian meraih gelar juara dunia. Rosberg saat ini memiliki istri bernama Vivian, teman masa kecilnya yang ia nikahi pada 11 Juli 2014. Pada 30 Agustus 2015, mereka dikaruniai seorang putri yang diberi nama Alaia. Dalam sebuah wawancara, Rosberg mengatakan ingin punya peran lebih besar dalam kehidupan Alaia. Rosberg mengaku sebelum ini, ia relatif lebih fokus ke karier di F1. “Vivian sudah melakukan

segalanya. Kalau putri kami butuh sesuatu, Vivian selalu ada di sisinya,” kata Rosberg, Sabtu (11/2) kemarin. “Saya sendiri berjuang melawan jet lag karena terus berpindah-pindah zona waktu. Itu artinya, saya bisa tidur sore hari dan aktif di malam hari. Buruk sekali. Dan Alaia menyadari ayahnya tak boleh diganggu. Sekarang saya memiliki waktu bersamanya. Itu melahirkan ikatan. Saya dapat merasakan kasih sayang yang saya curahkan kepada dia diberikannya kembali ke saya,” sebutnya. Rosberg juga menceritakan bagaimana perjuangnya mengalahkan Hamilton, demi mendapatkan gelar juara dunia F1 pertamanya.

Marc Marquez

”Triple-double” Unik Green

Memphis – Draymond Green mencetak rekor saat Golden State Warriors mengalahkan Memphis Grizzlies 122-107. Power forward 26 tahun itu membuat sejarah dengan mencetak triple-double, tapi tanpa menorehkan 10 poin. Dalam pertandingan yang d ihela t d i Fed E x Forum , Sabtu (11/2) kemarin Green mencetak poin kurang dari sepuluh. Dia cuma bikin empat poin untuk Warriors yang dibuat dari enam kali percobaan. Namun Green mampu membuat 12 rebound, sepuluh assist, dan sepuluh steal sepanjang pertandingan. “Saya cuma berfokus untuk terus bertahan. Banyak pemain di dalam tim bisa mencetak angka. Tim tak butuh saya untuk mencetak skor,” kata Green usai pertandingan. Seperti dilansir situs resmi NBA, raihan ini membuat Green menorehkan catatan tersendiri. Dia menjadi pemain pertama dalam sejarah NBA yang mampu mencatat tripledouble tanpa menorehkan sedikitnya sepuluh poin. Selain itu, cuma ada satu pemain lain yang mencetak triple-double dengan catatan double digit pada steal. Dia adalah Alvin Robertson, yang bahkan bikin quadruple-double saat menghadapi Phoenix Suns pada 18 Februari 1986. Tepatnya, dia bikin 20 poin, sebelas rebound, sepuluh assist, dan sepuluh steal. Dalam laga itu Warriors memang terus unggul sejak kuarter pertama. Warriors menutup kuarter pertama dengan skor 29-22. Mereka menyudahi kuarter kedua juga dengan pemimpin 6247. Kuarter ketiga diram-

BPM/rtr

pungkan Warriors dengan unggul 98-77. Warriors menutup laga dengan kemenangan 122-107. Klay Thompson menjadi penyumbang poin terbanyak untuk Warriors. Dia sukses mencatat 36 poin dalam waktu 38 menit. Sedangkan Andre Iguodala yang datang dari bangku cadangan sukses menyumbang 22 poin. Ini merupakan kemenangan kedua beruntun yang diraih Warriors. Mereka pun kokoh di puncak klasemen Wilayah Barat dengan 45 kemenangan delapan kekalahan. Di laga lain, Pelicans juga kalah di kandang sendiri. Mereka harus mengakui kemenangan Timberwolves di Target Center. (kmb33/rtr)

Rem Jempol Rem jempol kembali menarik minat para rider MotoGP, seiring pelarangan winglet yang diterapkan oleh MotoGP mulai musim 2017.

Dua rider papan atas MotoGP, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo, diketahui akan melakukan uji coba rem jempol pada tes pramusim kedua di Phillip Island. Kedua pembalap itu tertarik untuk menggunakan rem jempol untuk memudahkan mereka mengontrol rem belakang saat menikung. “Kadang-kadang ketika terlalu membungkuk, sangat sulit untuk menggunakan rem belakang, dan mungkin dengan rem jempol saya bisa mendapatkan sebaliknya,” kata Marquez. Rem jempol mendapatkan ketenarannya pada tahun 90-an, ketika Mick Doohan memilih menggunakan rem itu sebagai solusi pengeremannya, setelah ia mengalami cedera yang hampir merenggut kakinya. Menurut laporan wartawan olahraga, David Emmett, saat ini pembalap di grid MotoGP yang secara konsisten menggunakan rem jempol hanya Andrea Dovizioso. Menurut Emmet, rem jempol dipilih karena pembalap bisa menempatkan kakinya di pijakan kaki sebelum memasuki tikungan, dan berhenti ketika telah memasuki tikungan. “Saat ini satu-satunya pebalap MotoGP yang menggunakan (rem jempol) terus menerus adalah Andrea Dovizioso,” ungkap Emmett. Selain Marquez, pebalap baru Ducati, Jorge Lorenzo juga menegaskan bahwa ia akan mencoba rem ini saat tes berikutnya di Australia. (kmb33/rtr/ap)

Draymond Green

di tim Mercedes. Namun, tim memutuskan merekrut Valtteri Bottas dari Williams untuk menggantikan posisinya. Alonso sendiri pernah menjadi partner Lewis Hamilton di tim McLaren, tetapi kemudian keluar karena keduanya terlibat persaingan untuk merebut gelar juara dunia. Alonso sendiri merupakan juara dunia 2005 dan 2006. Rosberg mengungkap hal ini, setelah didesak pertanyaan wartawan tentang siapa sebenarnya yang diinginkannya sebagai figur pengganti. “Karena saya sekarang sudah di luar gelanggang, saya menjadi lebih mudah mengungkapkan. Banyak orang menginginkannya, termasuk saya, agar Alonso menggantikan posisi saya. Pasti akan terjadi persaingan ketat dengan Hamilton. Buat kami sebagai penggemar, hal ini tentu menarik, tetapi mungkin tidak buat tim,” tutupnya. (kmb33/ap/rtr)

Sayap Yamaha Lolos

Marquez Optimis Musim Ini Barcelona – Hasil tes pramusim di Sepang menguak beberapa masalah buat Honda. Tapi Marc Marquez tidak terlalu risau, karena lebih kesulitan tahun lalu. Honda kesulitan dalam tes pramusim musim dingin tahun lalu. Walaupun membaik pada tes terakhir di Losail, masalah tetap membayangi di perjalanan musim, secara khusus masalah akselerasi. Saat ini Honda memang tidak tampak bebas masalah setelah tes di Sepang. Tapi setidaknya catatan waktu Marquez tampak lebih kompetitif dibandingkan tes di tempat yang sama tahun lalu. “Tahun lalu kami lebih jauh tertinggal dari pebalap terdepan, saya lebih kesulitan,” ujar Marquez, Sabtu (11/2) kemarin. “Pada saat ini, tahun lalu saya tidak memahami apaapa. Sekarang kami paham, kami tahu dimana masalahnya. Tapi saya juga ingin menunggu sampai sirkuit selanjutnya. Sirkuit di Malaysia spesial. Ada kondisi spesial sangat hangat di 2015, saya pernah sangat cepat di sana, tapi kesulitan di sirkuitsirkuit lain,” tuturnya. Tes resmi pramusim MotoGP 2017 setelah ini, akan dilangsungkan di Phillip Island pada 15-17 Februari.

Rosberg mengatakan bahwa kemenangannya atas Hamilton tak lepas dari kerja keras dan agresivitasnya saat balapan. Rosberg yang sebelumnya dikalahkan Hamilton selama dua tahun berturutturut, yakni 2014 dan 2015 akhirnya mampu melepas bayang-bayang Hamilton dengan meraih gelar juara pada musim 2016. “Lewis sangat hebat, tak ada yang meragukan keahliannya dalam mengendarai mobil. Dia sangat pintar, sangat cerdas. Saya mengakui lebih sulit untuk balapan secara ‘wheel to wheel’ dengannya,” ungkap Rosberg. “Saya berlatih lebih agresif, karena terlalu sering dia lebih cepat dari saya di masa lalu.

Saya harus menonton video dan melakukan perbaikan,” imbuhnya. Rosberg juga bercerita, bahwa ia berjuang keras untuk menurunkan berat badannya agar ia bisa memenangkan balapan dan dapat melaju lebih cepat. “Saya berhenti bersepeda di musim panas agar bisa kehilangan satu kilo berat badan. Dan pada perlombaan berikutnya di Suzuka, saya berada di posisi pole dengan keunggulan satu seperseratus detik. Satu kilo bernilai 3/100 per lap. Jadi, saya berada di posisi pole berkat menghilang massa pada otot kaki saya. Ini membuat saya menang. Semua itu adalah detail-detail kecil perjuangan saya meraih gelar juara,” tegasnya. Rosber menambahkan, bahwa sebenarnya dia lebih menginginkan mantan juara dunia Fernando Alonso menggantikan posisinya sebagai pendamping Lewis Hamilton

BPM/rtr

London – Yamaha akan menggunakan fairing revolusioner pada MotoGP 2017, dengan winglet yang tersembunyi. Bagaimana desain ini bisa lolos sesuai regulasi MotoGP? Winglet atau sayap kecil di bagian dengan motor MotoGP digunakan untuk menambah down force, agar mendapatkan cengkraman lebih kuat di aspal. Dengan alasan keselamatan, MotoGP melarang penggunaan winglet di musim 2017. Winglet masih bisa digunakan, asal tidak menempel pada body streamlining motor dalam bentuk sayap, sirip, atau tambahan yang menonjol. Yamaha pun memperkenalkan winglet dengan desain menyatu dengan motor M1 terbaru mereka. Tidak terpisah seperti dalam beberapa tahun terakhir. Desain

ini pun sudah diberikan “lampu hijau” oleh MotoGP technical director, Danny Aldridge. “Bagi saya itu diperbolehkan, karena meski peraturan melarang ada tonjolan. Alasannya, desain ini membentuk lekukan yang halus, radius yang sama dari atas sampai bawah. Secara keamanan, ini sempurna,” ujar Aldridge, Sabtu (11/2) kemarin. “Yang anda lihat di Yamaha adalah yang kami harapkan. Peraturan ini membuat para manufaktur bisa melakukan sesuai keinginan mereka di dalam fairing untuk masalah aerodinamika,” tambahnya. Pihak MotoGP mengaku terkejut Yamaha dengan cepat mengeluarkan desain fairing terbaru mereka. Karena sampai sekarang motor-motor lain masih diperbolehkan menggunakan

Sayap revolusioner Yamaha.

winglet lama mereka, sampai balapan pembuka 26 Maret 2017 di Qatar. Ditanya, apakah sudah ada manufaktur lain yang desainnya mendapatkan izin guna oleh MotoGP? Menurut Aldridge belum ada satu pun selain Yamaha. “Tidak, tidak ada sama sekali. Ada yang sudah memberikan, ada yang belum. Masih dalam proses memperlihatkan desain mereka, dan itu keputusan tim kapan ingin memperlihatkannya. Secara teknis, mereka tidak perlu memperlihatkan pada saya sampai kita ke GP Qatar,” ungkapnya. Tapi, Aldridge mengingatkan para tim untuk memperlihatkan desain mereka sebelum balapan, karena bisa saja dianggap ilegal oleh para pengawas pertandingan. (kmb33/rtr)

IBP/rtr


Sastra

Redité Pon, 12 Februari 2017

I Kaki Dengkil

Singabrata “SUJATINÉ, sajelé-jeléan sekancan né ada di jagaté ené ada kawigunané.” Baosé punika kriang-kriung ngrirung ring kendang kuping I Kaki Dengkilé saking alit kantos mangkin. Saking wawu inget dados jatma. Saking wawu midep miragi tutur. Kantos mapadéwékan tua cakluk, sampun jagi gelis matunjel ring sétra Tegal Bucu, baosé punika kantun nrengteng nepak kendang kupingné. “Sangkala da nyen papak larunga, papak tunjela, papak rusaka, papak entunganga, papak kutanga, nyén nawang ada kawigunané. Irgamayang lidiné aklepitan bisa nyelametang giginé berek ulian saténé nylekak di selagan giginé.” Asapunika tutur kakinné dawegé I Kaki Dengkil kantun alit. Punika ngawinang I Kaki Dengkil titib pisan. Sakadi jerih ngentungang napi ja sané wénten ring natah Ipuné. Luu dedaunan, carang taru, padang teki, kepasilan, tur sané tiosan becikanga pisan pupulanga wadahina bodag. Luu dedaunané ngraina anggéna ngancungin jalikan. Carang taruné anggéna saang munpunin kétél toya anget. Nah, wantah padang tekiné, sapisan-pisan naler anggéna ngancungin jalikan, sapisan-pisan malih anggéna rerawunan boréh anget-anget. Kapasilané? Asapunika naler, kawanten sapisan-pisan rauh I Jati nunas anggéna nambanin anak sengkaon kanker kocap. Riantukan asapunika, I Kaki Dengkil marasa ugi kasujatiané sekancan sané wénten ring jagaté wénten kawigunané. Kantos buké ring natahé sering maguna ngisep poosné wantah makecuh, napi malih wantah sabeh, buké ring natahé pinih rihin ngisep toyané mangda nénten dados blabar. Wenginé puniki, I Kaki Dengkil ngamanahang pisan baos Nitirajasanané. Dados pangawiné maosang wénten sané kabaos Singabrata? Bebratan Singané dados tetuladan Sang Nata Ratu? Napi wénten kawigunané? Wewilangan sané kén ngawinang Sang Singa dados tetuladan? Asapunika sané manahanga antuk I Kaki Dengkil wenginé puniki kantos uyuk-uyuk lempuyengan mamanah. Kantos sambrag bokné uyeg-uyega mangda idongan sengkaon sirahné. Singané sané karyané ngamangsa sekancan buron ngraina, punika jagi tulad solahné? Asapunika I Kaki Dengkil matakén ring manah. “Kéto koné, kéto....” I Kaki Dengkil kenyel nepasin, nanging durung kenianga asapunapi pamekas tetueké dados wénten sané kabaos Singabrata. Minakadi gagelaran Sang Tedung Jagat sané jagi genaha masayuban antuk sekancan warginé. Macradukan manah I Kaki Dengkilé ngamanahang indiké punika. Sekancan buroné ring Panegara Wanagiri kocap nénten purun makuisan santukan nyeh pisan ring solah Sang Singané. Akedik lenga, jagi mangsana. Napi punika sané patut tirona antuk Sang Angawaraté? Mangda warginé jerih? Mangda nénten purun nyuaraang manahnyané, nyuaraang pikobetnyané? Wantah asapunika dong panegarané puniki sujatiné pateh sareng kawéntenané ring Panegara Wanagiri? Sang Singa sané kuasa sareng pepatihné Sang Asu Alas? I Sambada kabaos ring Tantriné? “Yén patuhang, miribné saja kéto! Lamun kakéto katepasin, jani mabuat pesan apang ada Sang Nandaka? Ah... miribné tusing! Tusing lakar mranén tutur Sang Nandakané! Sawiréh tusing lakar nyidaang I Singa ngamah don-donan cara Sang Nandaka. Kéto masé I Kuluk Alasan, tusing lakar prasida nuutang bebratan Sang Nandakané! Apa ja pikenohné apang Sang Angawaraté nuutang bebratan Sang Singané? Apang ngelarang Singabrata?” Sayan lempuyengan I Kaki Dengkil ngamanahang. Manahanga, wantah ngelarang Singabrata, jagi niron paripolah Sang Singané sané sampun pituduh Sang Hyang Widhi ngamangsa sekancan buron. Sapunapi Sang Angawaraté mangda ngamangsa sekancan manusané? Sinah nénten! Mangda sutrepti jagaté mawinan sangkaning warginé jerih kabinawa? “Lamun kéto, sudra pesan panampéné ri sajeroning Singabratané ento. Men nah... apa sujatiné piteket Nitirajasanané? Béh... sajan koyanga, ané patut tusing ja paripolahé apang cara Sang Singa, kuala agemé apang nyak wibuh ngangkabin jagaté. Artosné apang piranti panegarané nyak susatya tur sudira ngarya kasukertan jagat!” Asapunika I Kaki Dengkil mabaos grimik-grimik padéwékan sakadi nuturin déwékné. Wusan ngamigmig sakadi asapunika, I Kaki Dengkil ngadébras bangun. Raris ingkel-ingkel kedék sambilanga mabaos: “Dong kéto jenenga cara janiné? Makejang Sang Angawaraté ngelarang Singarata? Kuala tuna pesan panampéné? To apa, timpalé ada ané repotanga apang makejang nyeh nyuaraang kapatutan sujati? Apang kénkén buin? Tusing tawanga sujatiné ané madan Singabrata ento apang makejang piranti panegarané sumeken tur tusing surud-surud nyiptayang kasutreptian tur jagat degdeg. Yén suba kéto, sinah jagaté landuh sukertya. To sujatiné madan gegelaran Singabrata, apang tawang!” Sakadi wénten sané tuturina asapunika I Kaki Dengkil mabaos padéwékan. “Apa Sang Angawaraté jani suba saja ngelarang Singabrata?” I Kaki Dengkil matakén asapunika sambilanga ngebahang awakné sané sampun nyansan meragang wenginé puniki. (Jelantik)

Uyak Antén Kukuh Sugianto NYRÉKCÉK peluhé kanti melusin pipi. Kebus, maimbuh dini ditu jalanné macet. Kija ja laku, jalan gedé muah rurung patuh macet. Yén suba déwasa ngantén, déwasa ngabén, dini ditu ada anak ngelah gaé, ngelah lawar, mesuang pecalang. Lemahé jani, jam dasa semeng tiang masemaya ajak timpal-timpalé masadu ajeng ajak Gubernur Bali. Paiketan penyuluh basa Baliné ngrincikang pacentokan masatua Bali. Masemaya mapupul di Renon. Biasané pajalané ka Badung uling désan tiangé sawatara duang jam. Tumbén jani makelo nyangklek di jalané. Mara matakon, pecalangé pedih nyautin, mirib baan kebus bentet matan ai. Jalanné katutup, pasangina juan. Pelih tiang matakon? Yén ada pinget utawi rambu-rambu sinah kramané tusing paling turin sesed matakon. Pantesné, yén kanti ngempetin jalan, pasangin pinget, muncuk panah ngajanang, nganginang, ngelodang apa ngauhang. Kéto masé yén ada pateluan muah pempatan, imbuhin rambu-rambu apang ané ngliwatin jalané tusing rengas kipekananné. Yadiastun damprata tekén pecalangé, buin kal takonin mapan tusing kena baan ngalih jalan pantes entasin. “Kaja laku!” saut pecalangé bangras. Tiang tusing bani nungkasin, boya nyeh baan semuné

aéng masaput poléng, baan nyelet kadutan, nanging tan paguna matungkas. Tiang ngipekang stang montoré ngajanang. Teked di pateluanné, paling tiang ngenehang jalan ané lakar entasin. Beneng menang Kaja apa nganginang? Apabuin rambu-rambu ané nujuhang tongosé binjul. Binjulé kénkén? Ada tanda panah tetelu, muncuk menék utawi ngajanang bé genyol, muncuk panah nganginang saté languan, muncuk panah ngauhang bé guling. Jeg ngranyig, boya rambu-rambu lalulintas bakat sledétin, jeg rambu-rambu nujuhang tongos dedaran bakat tolih. Yadiastun basangé seduk, tusing karunguang bé gulingé. Matekep botol, ngrengseng ngilut gas montoré. Mara majalan sawatara 100 méter ngajanang, buin nepukin macet. Ada pengantén mentas. Pecalangé keprat-keprit ngupin lépri, limané makalé nguduhang anak mamontoran. Dajan pecalangé ada polisi. Pantesné polisi ané ngatur lalulintas. Paling melah, pecalang nguduhang krama ané kondangan apang maan parkir melah. Boya keprat-keprit ngupin lépri, maimbuh nengkik kala kramané ngliwat nglawan macet. Tusing pantes gaé ngatur lalulintas jemaka tekén pecalangé. Ené mara keneh tiangé, déwasa anak ngantén, anak ngabén patuh. Suba sawai

13

mabukti makada jalanné macet. Benehné, prajuru désa masadu tekén polisiné atelun utawi aminggu satondén gaé. Yén suba makejang nyak nglapur sinah polisiné nyidang ngaénang rékayasa lalulintas apang montor muah mobilé tusing belbelan di jalanné pas déwasané. Jani ané tepukin, di rurung banjaré ada dadua anak ngantén. Makejang kajaga pecalang, paturu liu ngelah undangan, kénkénang sing macet jalanné. Sing luwungan yén suba lebihan tekén adiri anak ngantén di banjar abesik, adokang di balé banjaré. Ngabén, matatah, matelungsasih suba biasa cepok di banjar ané kaadanin massal. Sing ada itungan ngaé ngantén massal? Arah magenep bakat rambang, bani mesuang usul kéto di banjar bisa opeta tekén kramané. “Cai mara sesai pesu, kayang bangkén dongkang rambang,” bisa kéto krama banjaré mamisuh. Nah, kal sampuakang kenehé, jani kal uleng nugtugang pajalané ka Badung. Sawatara telung kilometer majalan, enu masé macet. Dinané jani luas ka Badung uyak antén. Ping keti HP titiangé mamunyi. Timpalé inguh ngantiang di Badung. Pamuputné tiang tusing nyidang milu masadu arep ajak murdaning jagat Bali. Nyesel, kerana uling ibi suba ngagén sélfi ajak gubernur. Makejang pocol ulian macet di jalan. Uyak anak ngabén, uyak anak ngantén. Tiang malipetan mulih. Yadiastun macet, kenehé suba gigisan grimutan. Kerana tusing ada ané nguberin apang énggal neked jumah. Salantang jalan mulih, dugas pajalané ngancel, seken tiang maan nlektekang pepayasan sig diwangan panganténné. Jani suba langah kramané masang tiing lengkung payasin ambu. Ané tepukin jani pepayasan malakar aji gabus marupa gapura, maimbuh payasan kain muah bunga. Malénan ajak ané malu. Sadarana nanging utama. Ané ngranaang utama sawiréh pepayasan diwangan panganténné karomba olih kramané madasar ngayah. Jani, ané ngayah krama mabayah. Prabéa ngantén mael, masaih ajak prabéa ngabén. Ané mael boya tetandingan bantenné ané angiu. Mael baan liu ada budaya anyar. Luiré resépsi, ngundang sawitra apang kapica doa restu. Undanganné teka ngaba amplop. Pangaptiné amplop misi pipis liu, poya siuan lecek, lacuran nasibé timpalé jail ngaba amplop puyung. Ané ngaé mael, makéré ngantén misi ngaé foto préwedding, nyéwa tukang potrék. Tongos mapotrék mael. Yadiastun ada tongos tusing mayah, sing kanggo. Ada kanti mapotrék préwedding ka Singapura, yadiastun di Singapadu lan Singaraja liu ada tongos melah. Mapan téknologi suba canggih, apang ngenah mapotrék di luar negeri, nguda tusing ka studio aba potrékané, ré-

sta, madya, utama. Titiang sing lek nyemak ané nista, Pa?” “Yéh, kal Bapa baang Cai tutur. Tawang, matelubulanan, masangih kanti nyakapang pianak ento utang rerama. Pitra Rna. Bapa ané ngitungang Cai ngantén. Dija ngalih pipis? LPD suba gedé, ditu laku nyilih pipis. Yadiastun Bapa tusing ngelah sertifikat tanah anggon jaminan, jeg pesu baan Bapa pipisé di LPD. Ané méwah gaé. Bapa kal ngundang bupati, DPR, pekaséh makejang!” “Pa, titiang nawang kamulan rerama ngelah utang nyakapang pianak. Aa yén Bapa macekukan pipis, jani nyakapang Bapa nagih nyilih pipis di LPD. Apa kal anggon mayah? Kanggoang ané sadarana gaé Pa. Yén jani Bapa ngitungang géngsi, nyidaang terus-terusang ngadokang géngsi. Kadén uling pidan Bapa ngajahin apang idup sadarana. Ngudiang jani Bapa ngajahin titiang ané méwah-méwah?” I bapa nengil. Ngenah ngendukang semuné mara tiang nyambatang lakar baat mategenan yén suba makulawarga. Dumadak bapa cumpu tekén papineh titiangé. I bapa nuturin titiang apang idup sadarana, uling cerik tuturina satua Mén Sugih ajak Mén Tiwas. Apang titiang nulad Mén Tiwas, diastun tuna artha, nanging ngelah parilaksana utama, demen matetelung lan jujur. “Titiang inget dugas cerik, Bapa ngaénang titiang banten telu bulanan di balé banjar ngiringang anak lingsir ri kala banjaré ngelarang ngabén ngerit. Dugas titiang SMA, bapa masih naftarang titiang ajak mbok titiangé masangih di balé banjar, titiang tusing ja nulak. Krana titiang nyikutang awak, yapidija masangih ané penting pragat. Kadung ké Bapa nyakapang titiang di balé banjar, titiang masé sing nulak. Krana dija ja ngantén, banten lan tri upasaksi ané mragatang. Jani tongos iraga jumah cupit, kadung di balé banjar Bapa nyilihang tongos masakapan, titiang sing ja kimud. Malah luung, bandingang ngaénang kramané macet.” Nagih nyilih pipis di LPD anggon prabéa ngantén. Aluh saja nyilih pipis yén suba ngelah jaminan. Ané kéwéh, ngulihang! Bisa sabilang tanggal 1 nyabran bulan otaké strés ngitungang mayah utang. Yén tiang adanan ané biasa-biasa. Ngelah pipis limang juta, to gén adokang, utamaang banten pragat. Sebar potrékan ajak kurenané di facebook isinin tulisan mohon doa restu, pragat ba. Ngundang timpal nekain iraga natab banten antén pangaptiné masé apang karestitiang majatukarma kayang kawekas. Ento mara keneh tiangé. “Bapa sujatiné dot ngaé jalané macet. Di malun umahé ada pecalang majaga. Bapa sawai grimutan di jalané ri kala déwasa ngantén. Sawai kena macet. Sawai nepukin pecalang masang juan nekep jalan. Keneh bapané pang taén kéto!”

-0-

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Sarwaning sané Mautama Olih : I K. Satria, S.Ag MANGKIN pacang katlatarang indik daging jagat sané samian madué galah ngutpati, stiti, nmiwah mralina. Parindikan punika ngawinang sarwaning sané maurip madué galah embas, maurip, miwah mawali ka jagat sunya. Iriki raris manusa kasengguh paripurna sangkaning madué Tri Premana saha kautamannyané nglintangin sarwa maurip tiosan minakadi sawra tumuwuh miwah beburon. Ring pamargin Tri Kona punika raris kaimbayang sakadi kawéntenan jagaté sané kekawitin antuk sunar, salanturnyané kairingin kapetengan utawi ratri. Lemah petengé punika wantah sakadi kahuripan ring jagaté inggih punika pangideran Tri Konané. Santukan wénten pawilangan peteng kalawan lemah ngawinang wénten pawilangan sasih. Ring pangideran sekancan daging akasa pacang ngawinang wénten akéh pakardi ring jagaté, luiripun wénten sabeh, sayong, miwah sané siosan. Pertiwiné pinaka dasar kahuripan ring jagaté sané prasida ngamel toya sané medal saking langité. Toya pinaka kawitan sané ngawinang prasida karasayang olih lidah, saha suryané sané ngawinang wénten warni ring jagaté sané kekantenang olih panyingakan. Kawéntenan angin utawi pangembas Sang Hyang Bayu ngawinang wénten suara sané medal saking akasa, salanturnyané ngawinang wénten suara sané medal saking cangkem manusané. Punika sujatiné sekancan Panca Maha Bhuta sané kekardi saha wénten ring angga sarira i manusa. Kalanturang mangkin sekancan daging jagat sané wénten ring genah jagaté pinih luhur. Sané kapertama wantah Sang Hyang Surya sané genahnyané ring sajeroning akasa sané prasida nyunarin sadaging jagaté. Ida sané setata kabaktinin, Ida pinaka Siwa Raditya utawi kawéntenan Siwa Sekala ring jagaté puniki. Sinarengan punika, kawéntenan taler agni sané mautama ring sajeroning suryané. Yéning sajeroning kaweruhan sané mautama, wantah kawéntenan Ida Sang Hyang Sawitri sané kautamayang. Prajapati wantah pinaka junjungan para mauripé ring jagaté sangkaning Ida sané ngawinang kahuripan. Lianan punika, pinaka sarana maurip sané mautama wantah prana sané. Ring sajeroning pangrastiti yadnya, wantah pangrastiti majeng Ida Sang Hyang Sawitri sané mautama, duaning Ida pinaka kawitan makasami mantra sané wénten ring wedané. Ring sajeroning mauripé, wantah manusa sané kabaosang mautama, duan-

kayasa apang ngenah cara di Singapura muah di New York? To mara mapotrék. Nyéwa panganggo masi mael. Buin sada ping péndo nyéwa panganggo. Ngudiang tusing meli panganggo? Kamen, baju, senteng, lan udeng anyar beli di peken sinah ané sukla saluk. Yén nyéwa panganggo, nyén tara suba nganggon. “Mih, nguda bangga natab banten nganggon bajun anak lén. Pang kuda kadén bajuné ento anggona natab banten tekén panganténé? Aruha, kal kéné jani budayané. Dija lembaga umaté? Nguda sing taén tuturin cerik-ceriké mabusana. Kayang busana ka pura ané sexy depina. Atah!” kéto krebetan keneh tiangé. Tusing karasa, sanja mara neked jumah. Cingakin tiang, i bapa negak di jinengé. Dugas tiang nyongkrak montoré, tepukin tiang i mémé ngabaang i bapa kopi. Tiang lantas milu maplawa barak, ngendong di jinengé. “Pa, kénkén banten ngantén dugas pidan?” “Ené suba patakon ané antos-antosang Bapa. Buin pidan Kadék ngantén. Énggal? Céléngé di teba suba wayah apang tusing énggalan dadi bangkal. Ba ngelah calon? Uling dija? Édéngang cepok mulih!” “Kénkén banten ngantén dugas pidan, Pa?” sesed tiang matakon. “Patuh cara janiné. Ané malénan tuah prabéa. Pidan irit krana sing ada ngadokang resépsi. Tusing nyéwa dékorasi,” i bapa nerangang. “Tiang dot ngantén buka kéto. Ané penting pragat. Matriupasaksi.” Bapan tiangé ngadésém. “Kadék seger?” Tangkejut tiang ningehang patakoné i bapa. Suba karuan tingalina seger oger, kereng ngajeng ngudiang bapa matakon kéto? Sing i bapa nyen sakit? “Tuutin cara janiné. Ajiang Bapa bedik. Bapa pekaséh né. Timpal bapané tusing ja petani dogén. Kepala Dinas Pertanian, anggota DPR kanti bupati anggon bapa timpal. Inget sabilang pemilu, calon legislatif sawai nglalinin Bapa. Apang taén ngejerang banjar, I Kadék ngantén bupati nelokin!” Tusing madaya tiang tekén papinehné i bapa. Ngudiang ngantén ngundang anggota DPR kanti ngundang bupati. Adanan nyama ajak pisaga idihin tulung ngromba gaéné. Prabéa bedik pesu, utang sing ngelah. Jani yén ngantén misi resépsi kuda nampah céléng? Pantesné nampah céléng aukud mabat 60 kilogram suba nyandang, yén misi resépsi bisa telung pikul nelahang bé céléng. Aruh, ngudiang belog ajum kéto. “Ané biasa-biasa gén gaé Pa. Titiang tusing ngelah bekel, tuah nyandang anggon meli lakar banten. Duk Ida Peranda madharma wacana di Pura Désa kadén kapica piteket, mayadnya nganutin isin kantong. Yén tuna ngelah bekel, ané sibetén jemak. Undagan yadnyané kucap ada tetelu, ni-

ing madué bayu, sabda, miwah idep. Ring sajeroning beburon sané memargi antuk dada, wantah lelipi sané mautama. Sajeroning yuga sané mautama wantah Krita Yuga. Sajeroning Panca Datu, kawéntenan emasé wantah sané mautama. Sajeroning padang sané wénten, wantah kawéntenan pantun sané mautama. Saluiring ajengan wantah sané mautama sané kawigunayang ngawinang kahuripan. Taler ring sajeroning apah sané dados kawigunayang wantah toya sané mautama. Sajeroning kahuripan manusa wantah sané nelebin wéda sané kautamayang ring jagaté. Ring sajeroning prajapati, wantah kawéntenan brahman sané pinih utama, sané ngawinang kawéntenan parapatiné punika. Indiké punika nénten malih sida kasumanangsayain ring jagaté, duaning sampun marupa kapatutan. Sajeroning atman sané mautama wantah kawéntenan Wisnu sané pinih agung. Sajeroning gunung, wantah Gunung Mahameru sané madué kautaman. Sajeroning genah, wantah genahé sané ring purwa sané akéh pisan kauningin olih parajanané sangkaning wénten pangendag Sang Hyang Surya. Ring sajeroning tukad, wantah Tukad Gangga sané pinih utama. Ida Hyang Iswara (Siwa) wantah sané pinih utama, Ida nglintangin para Danawané, para Pisachané, saluiring sarpa, Rakshasha, Manusia, Kinara, miwah para Yakshané. Ida pinaka Dewa Wisnu sané ngamedalang sunar saking angga sariranidané sané ngawinang sarwa mauripé prasida maurip. Ida sané mautama ring jagaté. Kawéntenan niskala wantah genah sané langgeng tur kabaosang nirwana, sané ngawinang sami sané wénten pacang mewali mrika. Lemahé pacang puput sangkaning engseb Ida Sang Hyang Surya, punika taler ratriné pacang puput sangkaning pangendag Ida Sang Hyang Surya. Pamuput ring sajeroning kasukan wantah sungsut utawi duka, pamuput sekancan duka wantah sané kabaos suka. Napi saluiring sané kapolihang ring jagaté wantah pacang ical, saluiring sané wénten, suka, duka, tuna, sugih, samian pacang kasor sangkaning mrtyuné utawi pademé. Sekancan yadnya dana punia, tapa, miwah brata, nelebin kaweruhan miwah sekancan sané kamargiang wantah pacang kasor tur pralaya manut sakadi dauhnyané! Wantah kautaman kaweruhan sané pacang ngelimbak. (Masambung)

Peteng Sepi Sampun Kampih Guminé sayan wengi, Sang Surya sampun mamargi, Nuju genahé sabilang wai, Kauh joh sané sepi. Suarané ya i jangkrik, Katimpalin cekcek mamunyi, Genah umahé kaiter carik, Matimpal gunung tegeh ngalik. Désané sepi Kramané sutrepti Sampun dados titah Widhi, Sané mangkin...! Jangkrik cekcek sami kampih, Carik gunung sami sapih, Ilang sampun sepi sutrepti, Né mautama, nagingin isin ati. I W. Wikana-Seraya


Kruna

14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

puupu;du(m,

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Durma 11.eynÉ&mn;,

Yén ring manah, t)tigptuetÀli\*,

tetiga patut élingang, somæun*hirihti,

sampunang iri hati, du2gÓ)eknÓimæl/,

duleg tekén timpal, tnæ$cyk(m8l,

tan percaya karmaphala,

Nyoman Cantiyasa

Nincapang ”Kebhinekaan” miwah Mikukuhin ”Persatuan” RAUH ring ajeng panyatusan siswa SMAN 3 Denpasar sané makasami nganggén pita merahputih ring gidatnyané, ngawinang liang pikayunan Kolonel Inf. Nyoman Cantiyasa. Komandan Korem 163/Wirasatya puniki rauh duaning nagingin uleman Kepala SMAN 3 Denpasar mangda prasida dados inspéktur upacara sinambi ngicén pawarah-warah ngeninin indik nasionalisme. Ring ajeng para guru, pagawé miwah siswa, Cantiyasa nincapang rasa miwah pikayunan “kebangsaan” antuk pasuryak, gending miwah yél-yél. “Panegara puniki kawangun sangkaning utsaha para yowana. Wénten Yong Java, Yong Celebes, miwah pupulan yowana siosan sané masikian tur ngwangun Indonesia. Sinah sampun dados kapatutan mikukuhin tur nyagra kabecikanipun tatkala wénten sané

jagi ngrusak napi malih ngentosin,” baos Cantiyasa. Makasami siswa, guru, miwah pagawé malinggih ring lapangan sinambi miragiang pawarahwarah sané taler kaselingin antuk joke. Antuk kawagedan Cantiyasa mabaosan ngawinang para pamilet sumeken miragiang sekancan tetuek sané kaicénin, saha nincapang rasa miwah manah kebangsaan mangda sayaga nyagra keutuhan NKRI. Sangkaning éling ring kawigunan taler kalewihan para yowanané riwekasan, Cantiyasa mapikayun yéning prasida matemu wirasa sareng para yowana wantah parikrama sané mabuat pisan. Tetujonnyané mangda prasida kapolihang gatra sané patut indik makudang-kudang pikobet sajeroning kahuripan utamanipun indik berbangsa taler bernegara.

ptutãÌsih*,

ELING ring kawigunan pangajah-ajah utawi pendidikan sané becik ngawinang Dede Setyadhi – asapunika Ipun ketah kasambat nyelehin nglanturang parikrama pendidikan. Yadiastun jagi matilar saking kulawarga utamanipun oka istrinyané sané kantun alit pisan. Ngabdiang raga ring widang pendidikan ngawinang dané sané mapeséngan Made Dwi Setyadhi Mustika ngangsan eling ring panglimbak pendidikan sané becat tur dinamis pisan. Pikayunan kadi asapunika sané ngawinang dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana puniki mapikayunan jagi nilarin Bali tur meneng ring Kota Bandung jagi nglanturang pendidikan ipun. Dosén ring Fakultas Ekonomi dan Bisnis ring UNUD saking warsa 2008 puniki sampun muputang parikrama pasca sarjananyané ring Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta sané mangkin jagi nabdabang tur muputang parikrama pendidikan jenjang doktor ipun ring Universitas Padjajaran, Bandung. “Makasami kramané majanten manggihin pariindikan sané méweh pisan duaning patut kaselehin. Minakadi jagi nilarin pianak sané kantun alit pisan jagi nabdabang pendidikan. Sakéwanten ngamargiang kahuripan puniki patut setata

patut bresihang, m\Ñkyuensu]nÓi.

Mangda kayune sushanti. 12.r&b)bewos/,

Ring bebaos, ptætenptutÀinÇ)p*,

patpat ne patut incepang, smæun*mbewosewci,

sampunang mabaos weci, mmisu;mn)m;,

mamisuh manemah, mbewosÐs(hp$gt/,

mabaos kasar apergat, e\orh*sentnê±kÓi,

ngorahang sane tan yukti, d)m)nßemobd/,

demen mamobad, misunptutÐ)lidin/,

misuna patut kelidin.

Isin Gumi

Ngayatnain ”Narkotika Cair”

Sidik, Seririt Ring tengahing pakraman sampun naanin panggihin titiang krama ngisep sakadi roko elektrik sané prasida ngamedalang anduk makudus. Napiké nika rumasuk narkotika sané

kategesang ring ajeng? Iriki para rerama taler patut nguratiang pergaulan pianaknyané. Putu Karsini, Banjar Narkotika cair punika lewih parah, napi malih macampuh ring inuman. Sang sané ngawigunayang pacang lemes miwah nénten wénten semangat. Tunas titiang, peredaran-nyané nénten nglimbak. Tanaya, Singaraja Angganing BNN mangda ketah nglaksanayang rahasia ring genah-genah iburan. Minakadi ring genah hiburan malam, kapékapé sané wénten, rauh ring ka désa-désa. Ketah, genah-genah punika becik kanggén genah transaksi narkotika. (ama)

Goak, Bruak, ”Hoax”

TATTWA Agama Hindu Sad Atatayi sampun nepasang, bogbog, linyok, raja pisuna utawi mresa, nénten kapatutang ring tata-titi pasametonan, duaning ngranayang anak tios sebet, nyakit ati, méhméh manemu pati. Nangingké sané mangkin malah ketah, sat dados camilan siang latri, amik-amikan raina wengi, alitalit katekaning sang sampun sepuh nitiasa ngambel ponsel. Élah, aluh tan pawates lemuh jriji tangané sakama-kama klak-klik klak-klik nyurat gatra bogbog magendol, rena ngraja pisuna, bruak-bruak kadi goak nguncar hoax ring media sosial tembung-tinembung, timbaltinimbal, saling saurin. Mahaguru GPB Suka Arjawa (Bali Post, 13 Januari 2017) maosang, kasujatiané medsos katah kawigunannyané ring pajagatan pradé kawigunayang

nganutin tatakrama, nartayang gatra sané patut lan becik kauningin olih para sameton sajebag jagat. Nanging yéning anggén sarana nyurat gatra bogbog, raja pisuna, punika sané metu pikobet. Hoax sampun dados pikobet ageng ring Indonesia, duaning ébek déning pisuna, nyelékin anak tios, misunayang wong lén antuk nartayang kawéntenan sané tan wénten. Sang ksépania, bogbog, melog-melog, mresa, raja pisuna nénten kadadosang olih Sang Hyang Agama, kabaos nilar dharma, yadiastun wénten gumanti baos-baos bogbog sané kapatutang olih sastrané, mapan tetujoné becik, mapuara patut mawasana luih.

8 x 3 = 25 Kalih sisia pasraman ring Tiongkok majugjag makenyatkenyatan uat baong, kadi pagu-

negara siosan sané sampun karauhin kanggén nincapang kawagedan indik kemiliteran kantos akéh penghargaan sané sampun kapolihang. Pecak Kopassus puniki taler mapiteket mangda krama utamanipun para yowana nénten kimud tur mayus magarapan. Duaning sané kayun makarya sumeken, malajah sumeken sané majanten jagi ngamolihang pikolih becik ring kahuripan sané sayan méweh sakadi puniki. (ast/was)

Becikang Nglanturang Pendidikan

sané ngawinang duskreti,

Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 07 Fébruari 2017 lintang. Komang Yasa, Lovina Jaman sayan canggih minab nika sané ngawinang sayan élah narkoba sané sorohnyané kantun anyar kaédarang. Sakadi mangkin, kabaosang maédar narkotika cair. Soroh punika sinah durung samian warga nguningin sakadi napi, mawinan majeng para petugas sané mapaiketan mangda nyobyahang majeng krama.

“Tiang matur suksma majeng SMAN 3 Denpasar duaning sampun ngicén tiang galah mabaosan iriki. Ngupapira miwah ngamecikang kebhinékaan ring panegara Indonesia wantah kapatutan titiang ring TNI pinaka ‘garda terdepan’,” baos dané. Perwira saking Buleleng puniki taler nyatuayang indik anggannyané, napi kémanten sané sampun kajangkepang tur kakaryanin sané prasida ngawinang dané kajudi dados manggalaning ring Korem 163 Wirasatya. Satua daweg dané yowana, tigang dasa warsa lintang taler kadartayang. Satua tatkala dané kantun masekolah ring SMAN 1 Singaraja kalanturang antuk nyarengin seleksi AKABRI tur prasida dados pamilet sané pinih becik. Sios punika taler kasatuayang indik makudang-kudang

Dede Setyadhi

sen\win*dusÐÌti,

PARA sindikat narkoba terus nglimbakang produk illegal-nyané. Ipun sampun nglaksanayang inovasi wentuk cair. Yadiastun punika, BNN sampun prasida nguningin soroh produk inucap. Produk cair inucap kasengguh 4-Chloromethcathinone (4-CMC). Ring Indonésia kasub antuk aran “Blue Safir” utawi “Snow”. Narkotika soroh anyar puniki prasida kauwah dados wentuk serbuk utawi kacampuh inuman utawi liquid roko elektrik utawi “Vape”. Antuk kahanan sakadi punika, krama kaaptiang mangda lewih yatna santukan makéh soroh narkoba baru sané kasinahang taler kaédarang. Parindikan inucap kategesang Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa wawu puniki. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio

Redité Pon, 12 Februari 2017

let babuang buang, tan wénten purun ngalah ring pajugjagan, nyugjagang indik panados 8 x 3. I Tambet kukuh 8 x 3 punika 25. I Waged kekeh 8 x 3 punika 24. Doning pada-pada kekeh, pada-pada kukuh, ten dados kikih, ten dados kékéh, napi malih kokoh, wastu sareng kalih matohtohan. I Tambet sanggup munggel baongipuné padidi yén jakti 8 x 3 punika 24, nanging I Waged mangda las ngelés songkoknyané yéning 8 x 3= 25. Sada kenyem Dang Guru nepasang 8 x 3 pada tekén 25, boya 24. I Waged netesang, napi mawinan Dang Guru purun mogbog nga-hoax (?) maosang 8 x 3= 25? “Ning… Guru, kéto masé Cening, pedas seken nawang 8 x 3 = 24. Kéwala yan busan Guru nepasang 24, pasti Cening lakar nyelsel padéwékan aidupan, sawiréh I Tambet

réalistis,” baos Dede Setyadhi mekaengan. Rerama saking Putu Kania Vasthi P.S. puniki eling ring indik kasuksésan nénten medal saking luuring langit sajabaning patut setata kautsahayang tur kasarengin antuk misadia nandakin sakancan pikobetan sané jagi medal. Dede Setyadhi taler ngrasayang sapunapi rasa sabet tatkala nilarin kulawarga sané wawu kawangun makudang-kudang bulan puniki napi malih sangkaning sampun wénten pianak. Sakéwanten risampunné polih matetimbang sareng kurenan miwah kulawarga, sinah pikayunan dané jagi nglanturang parikrama inucap sayan-sayan ngagengang. Dané kantun eling ring pabaos reramanyané inggih punika napi sané kamargiang utawi kalaksanayang olih Dede Setyadhi mangkin punika wantah taler kamargiang majeng ring pianaknyané, napi malih dané taler prasida budal ring makudang-kudang galah embang sané kadruénang. Yadiastun méweh pisan tatkala ngawit nilarin kulawarga, nanging kasuén-suén sayan dangan tur taler prasida nambanin rasa rindu ring kulawarga antuk matélponan. Sios punika Dede Setyadhi taler patut lascarya nilarin pakaryan sané sampun ka-

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

brebeh

1.

bÊb);,

1. kesusahan

2.

bringket

2.

bÉi\Ð)t/,

2. mengkerut

3.

candi

3.

cnÑi,

3. gapura

4.

craki

4.

cÉki,

4. kotak kayu

5.

daha

5.

dh,

5. gadis

6.

galir

6.

gl^,

6. molor

7.

garba

7.

g(b,

7. rahim

8.

gasir

8.

gs^,

8. lancar

9.

geduh

9.

g)du;,

9. rawa

10.

k)p(,

10. kembang

10. kepar

sahasa lakar nugel baong iané padidi. Mula 24 dané beneh, 25 totonan beneh-benehan.” Wawu I Waged tatas, napi mawinan Dang Guru maosang 8 x 3 = 25, boya 24. Doning bogbog Dang Guruné punika matetujon nylametang angkihan I Tambet mangda ten padem ngawag, mawinan 25 lan 24 iwawu pada-pada patut, sami-sami beneh, kabaos kebenaran besar lan kebenaran kecil. Pastika kantun éling sadaweg alit, sami seneng malinggih ring galengé, mapan silit tis lemuh enjit-enjit. Anaké lingsir mogbogin mangda ten malinggih ring galengé duaning makada busul. Malih nénten kadadosang macarikan yéning ngajengang. Madaar ten dados majujuk, nyanan dados péngkang. Katah malih pawuwus sakadi mogbogin, nanging kasujatiané wantah anggén jalaran nyobiahang sané patut antuk carita sané aluh.

Satru Wenang Linyokin John. F. Kennedy, Presiden kaping-35 Amerika Serikat naenin mabaos: ada dua kesalahan besar manusia, yaitu berbohong, dan membuat kebohongan baru untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Wénten taler sang wikan maosang: berbohong hanya akan membuat kamu tenang untuk sementara, tetapi menderita untuk selamanya. Sesobiahang wawu pastika negesang yéning bohong utawi bogbog punika nénten becik. Indik bogbog sané patut lan tan patut, wénten kategesang ring Kekawin Niti Sastra wirama Aswalalita: Mresa kita ring triyak dasani warsa papa linakonta kojaringaji, sama-sama manuséka sata warsa durgati bhinukti yan mresa kita, yadi kita mitya ring widhi sahasra warsa lawasing kapataka kita, guru lininyok-linyok tan hana hingganing tahunananta papa katemu. Pakéling ring ajeng

Bahasa Indonésia

negesang, napi malih ring sesamén sameton, ring Dang Guru, bilih-bilih ring Hyang Widhi, kadi rasa ring ubuan/sarwa sato nénten dados bogbog. Bogbog ring ubuan, dasa tiban kalebok ring kawah, bobog ring sesamén manusa keni satus tiban, ring para déwa keni siu tiban, lan ring paragayan guru salamin-laminnyané dados entip kawah. Sakémawon lantur kategesang wénten lelima pawilangan mresané sané dados kalaksanayang ten keni papa dosa inggih punika: ri kala ngawéntenan papéstayan, matemu samara ring paturon, ngemit

laksanayang saking kantun ring SMA. Alumnus SMAN 3 Denpasar puniki becik pisan dados penyanyi, MC taler ketah dados juri utawi panodia ring makudang-kudang pacentokan matembang utawi magending. Sampun akéh ngamargiang pakaryan saking kantun alit, lanang sané embas ring “Kota Serombotan” Klungkung punika taler sampun kasub dados penyanyi ring warsa 2000an sadurung dané makarya dados dosén. Nenem album kompilasi miwah asiki album solo sampun kamedalang dané tur ring silih sinunggil tembang sampun ngawinang dané ngamolihang penghargaan dados penyanyi anyar lanang pinih becik ring parikrama pacentokan Gita DenPost Award (GDA) 2004. Yadiastun sering matembang nanging Dede Setyadhi taler ngamargiang parikrama ring indik public speaking. Kakawitin antuk dados panyiar radio nyantos dados présénter berita Bali TV ngawit warsa 2011 sané lintang. Sios saking madué prestasi dados présénter ring acara lokal, Dede Setyadhi taler ketah ngamolihang pakaryan dados MC ring acara nasional minakadi acara pernikahan, seminar, gathering miwah sané siosan. “Yen tiang jakti nénten ja bes sebet tatkala nénten prasida dados MC miwah magending ring galah sané mangkin, duaning risampunné budal saking Kota Bandung tur muputang parikrama pendidikan S-3 majanten pakaryan punika prasida margiang tiang malih,” baosnyané makenyem. Dede Setyadhi malih maosang akéh madué pakaryan taler tuuh sané ngangsan ngelihang boya ja pikobetan sané prasida nambakin pikayunan jagi ngamargiang hobi. Duaning yadiastun sibuk, dané nyinahang raga prasida ngamolihang préstasi ring nasional. Silih sinunggil inggih punika Duta Bahasa ring Nasional warsa 2010 sané lintang. Saking sakancan parikramasané sampun kamargiang, dané ngaptiang pisan mangda para yowanané prasida ngajiang sakancan galah sané kadruénang. Duaning galah sané sampun nglintang jakti nénten prasida kaetut tur karereh malih, dadosné jagi ngametuang pariselsel tatkala nénten prasida becik ngawigunayang galah punika. (ast/was) arta brana, ngemit pramana jiwa antuk nglinyokin ya i musuh, lan rikalaning macanda magegonjakan. Yén amunika teges Sastrané, sepatutné i manusa nénten purun mogbog, takut kalebok ring kawah. Mangkin mabalik, bogbog dados camilan sarainaraina, kadi goak, ngruak hoax, amrih sukaning awak, tan ton laraning wong lén. Malah kanggén gegonjakan, ten ajerih mogbog, mangda wekasan malabuh ring kawah, wastu sida kacunduk sareng artis sané jegég-jegég. (I Madé Suarsa)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Pon, 12 Februari 2017

Ulah Sambada Membelah Bangsa l Taktik Hasutan Watak Serigala

IRI melihat perkariban singa dengan lembu demikian lengket, anjing serigala pun menebar fitnah. Sebagai patih di kerajaan negeri hutan rimba, serigala bernama Sambada itu pun meletupkan siasat adu domba. Targetnya licik dan culas: dua sahabat karib itu saling bunuh, lalu dagingnya dimangsa sekawanan serigala. Kitab susastra kepemimpinan purba Tantri Kamandaka, yang memuat kisah strategi politik dengan simbolik binatang itu, lantas bertutur: begitu lihai, sabar, dan sistematis cara Sambada menghasut, mengadu domba si raja hutan, singa bernama Sri Candapinggala, dengan sahabatnya, lembu Nandaka. Manakala ulahnya terendus, dicurigai, Sambada pun berkelit pintar, lalu berbalik berlindung pada klaim formal, resmi aturan kenegaraan: titah sabda sang raja singa. Tentu saja upaya dialog langsung untuk saling mengkonfirmasi informasi antara kedua sahabat itu senantiasa dihalangi Sambada. Benci dan amarah di antara mereka pun tersulut. Puncaknya, sesuai ske-

nario kawanan serigala pimpinan Sambada. Raja singa dan lembu Nandaka sama-sama tewas, begitu mengenaskan, teramat tragis: tubuh singa tembus ditanduk lembu, dan leher si lembu pun robek diterkam taring dan kuku tajam singa. Sambada dan kawanan anjing hutan girang tak alang kepalang, memangsa daging kedua sahabat karib. Namun karena keculasan dan ketamakannya, gerombolan Sambada pun semua mati, kekenyangan. Tragis, sekaligus ironis, memang. Tragedi sekaligus ironi perkariban singa-lembu demikian bukan mustahil bisa menimpa Negara dan Bangsa andai manusianya tidak awas, cerdas, dan bijak, sebaliknya terus menabur benih syak wasangka, saling curiga, dendam, iri dengan nyama braya sesama Bangsa. Awidya, kebodohan, kegemaran ajum (mabuk pujian), kelemahan wiweka (daya analisis kritis pemahaman masalah), menjadikan Sambada mudah mengadu domba sesama teman karib, sesama nyama braya. ldeprabas

lNyoman Tusthi Eddy Dialog Burung-burung

lIDK Raka Kusuma Seloka Pencari Bunga

Sampaikan saja kicaumu kepada langit telah kuputuskan mengantar musik malam bagi mukimku di belantara kusut ini

sudah kusucikan galah kubawa sudah kuupacarai keranjang kubawa bunga tanpa rupa tanpa warna tanpa nama ada para ranting pohon apa

Siapa lagi pengikutku merebak rimba kepalang basah, telah kuhadiahkan rasa ikhlasku ke rimbaannya bagi air mandi anak-anakku di benoa sunyi

sudah kucari Gusti berhari-hari

Sayap-sayapmu yang perkasa tak lagia menentang langit cuaca telah menjeratkan getahnya dan menidurkan dalam kesepian amat panjang

bila tak kasat mata kurapal puja apa agar tampak nyata?

lAyu Diah Cempakadewi

Bocah di Barak Padang Pasir

LIHATLAH bagaimana induk ayam mencoba mengorek gundukan pasir, menari ulat-ulat kecil, atau sekadar sisa padi para petani. Bukannya, tapi sekadar hadiah kecil untuk ayam-ayam kecil yang masih tertidur dalam telur. Sementara jauh di antara riak laut, bocah-bocah kecil tengah memperebutkan sepiring roti kering. Beberapa pemuda meneriakkan kebebasan di depan gedung tak berpenghuni. Para ibu menangis di daun pintu, mengenang suaminya yang ditikam oleh orang-orang tak dikenal. Coretan di dinding, adalah kelaparan anak-anak, tentang kerinduan mereka pad ataman kota yang rindang, yang setiap sore ramai oleh burung dara. Sesekali mereka memberanikan diri untuk membayangkan seragam sekolah, meja tulis juga ibu guru berkerundung cokelat yang menunggu di depan pintu kelas. Tapi saat itu juga lamunan bocah-bocah itu buyar, oleh ledakan di antara gurun pasir, suara dentuman yang telah jadi lamunan bocah-bocah itu buyar, oleh ledakan di antara gurun pasir, suara dentuman yang telah jadi kawan sejak mereka kehilangan para ayah. MASIHKAH kau mengeluh ketika harus berkenalan dengan mereka yang tak seayah denganmu? Kawan, bukan tentang siapa ayahmu dan siapa ayahnya, juga bukan tentang bagaimana kau dan dia menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda. Sebab terlalu banyak dari kita yang kini melupakan diri sendiri. Hingga kerap merasa bahwa segala yang terbijak, adalah diri sendiri. Dimana burung-burung senja yang tak pernah lalai memberitahu kita tentang kedatangn malam, hingga kita punya waktu untuk menahan kantuk beberapa saat sambil mendengarkan dengkur burung hantu yang bayangnya menyelinap di bawah bulan. Dahulu, kau selalu takut

adakah di ranting pohon tumbuh di tepi horison

kuinginkan bunga itu Gusti sebab tak pernah layu kuinginkan bunga itu Gusti agar tetap mekar sukmaku pada malam yang gelap dan dingin. Tapi kini, malam yang selalu kau nanti. Sebab hanya saat itu kau tak mendengar tangisan bayi-bayi yang kehabisan botol susu, kau pun tak perlu mendengar riuh caci maki laki-laki berseragam militer yang kerap memukuli ibumu yang memohon dikembalikan suaminya. Kau terlalu takut pada pagi, sebab darisana semua yang tak kau inginkan berawal. Bahkan beberapa kali kudengar kau mengeluh. Mengapa malam begitu singkat. Berilah luang untuk kami tenang lebih banyak! DI ANTARA gurun pasir, tak ada lagi induk ayam yang mengais sebiji padi untuk telur-teluhnya yang kelak meretak perlahan. Tak ada lagi yang bisa kau pandangi kecuali pasir-pasir yang terhempas kasar, menghentak orang-orang yang tak kau kenal hingga mati sia-sia. Ya, kau hanya boleh menunggu disini. Sekali pun kau tak tahu, kapan semua usai. Bahkan mungkin takan pernah usai.

Wiku Baka Cangak Maketu l Jungkir Balik Nungkalik Nyungsang Zaman SAMBADA, dalam versi Tantri Kamandaka, yang bersumber pada kitab Panca Tantra India—lalu menyebar luas ke seantero dunia menjadi kisah Seribu Satu Malam (Melayu), Kalilah va Dimnah (Arab), hingga Tantrai (Cina), dan lain-lain—ini bisa berupa macam-macam, datang dari mana-mana. Dia bisa menyusup ke dalam diri manusia hingga kelompok putra-putri negeri menjadi kerakusan, ketamakan nafsu kuasa tiada terkendali, sehingga menghancurkan pihak lain, diri sendiri. Bahkan hingga membelah Negara dan Bangsa. CULAS Sambada bisa juga mewujud pihak di luar diri sendiri, pihak asing, berupa bujuk rayu, ladenan memanjakan, sehingga membikin ketergantungan berat. Bisa pula berbungkus pujian melenakan, atau intrik halus, missi atau sistematis terselubung. Bahkan tidak mungkin berupa tebaran fitnah memabukkan. Di era politik dan ekonomi keruh, dengan jejaring teknologi informasi digital canggih berdaya 4-G dan kerumitan berpikir tiada terkendali, Sambada bukan mustahil menjelma berupa kebijakan politik dan ekonomi negara tiada berkeadilan dan berkesetaraan. Persaingan tidak sehat, atau pencitraan memojokkan, bahkan tidak tertutup kemungkinan berwujud aturan hukum merugikan kelompok kecil, dan aneka macam lainnya. Ujaran kebencian, serangan kata-kata kasar, dan semacamnya tak terbendung. Bahkan dia bisa menjelma dengan topeng otoritas agama yang hafal fasih di luar kepala kata-kata hingga titik koma kitab suci. Wiku Baka atau Cangak Maketu begitulah kearifan tradisi lampau mengisyaratkan. Setan dan raksasa di era kini memang bukan lagi langsung berhadap-hadapan muka melawan menentang Tuhan, sebaliknya justru mengambil wujud ragawi simbol-simbol otoritas agama yang dicitrakan sejalan dengan perintahperintah Tuhan dan kitab suci. Jungkir-balik nungkalik nyungsang zaman sudah kian memuncak, kiranya. Di titik itu para putra-putri negeri ini, terlebih lagi para petinggi atau elite, baik di pemerintahan, politik, ekonomi, lembaga adat,

dan bermimpi mencapai langit dengan warna biru yang senada dengan rumahnya, lautan. Namun pada suatu ketika, pada sebuah waktu yang sesungguhnya telah kita pikirkan sebelumnya, kita akan menyadari bahwa tak seorang pun punya tempat yang sama. Dimana hujan menjatuhkan kita dengan riaknya, maka disanalah kau akan melewati segala musim dengan sekawanan dingin atau lekat panas. JIKA ada seorang yang meletakkan secangkir kesempatan di antara bangkubangku taman, sudikah kau menyelinap dan diam-diam meneguknya barang sedikit saja. Dan saat itu, seperti dunia fantasi kita, langit akan berubah merah, tubuhmu berputar tegak serah dahan yang rindang. Angin melingkar di antara jemarimu, dan dengan menggenggam tanganmu sendiri, kau akan mendapat sebuah kesempatan untuk mengucap permintaan. Jika khayalan itu benar-benar terwujud, pintalah untuk bertemu dengan lagi. Aku ingin menghafal raut wajahmu yang selalu berdesis ketika menghirup udara dalam-dalam. Juga bagaimana kau tersenyujm dalam waktu kurang dari 4 detik, begitu istimewa bagiku. Kau tahu, aku kini tengah mempelajari caramau menginjak-injak daun-daun kering di halaman rumah. Dan kau benar, ini sangat menyenangkan. Seolah kau mendengar nafas terakhir daun=-daunan, atau sama seperti kau memperhatikan bocah kecil menggigit kripik kentangnya. JIKA kau adalah dewa, pintalah pada Tuhan untuk dapat menemuiku sekejap saja. Sebab ada beberapa hal yang belum sempat keutarakan. Aku tak ingin mengatakan bahwa suka kau bertemu Tuhan dalam waktu yang lekas, bukan itu. Melainkan aku ingin menagih janjimu. Untuk mengajariku cara menemukan kebahagiaan dan memberikan kebahagiaan pada seseorang. Karena aku ingin mencobanya sekali lagi. Kau tahu, aku tak ingat bagaimana cara untuk bahagia, sejak kau pergi diam-diam menghadap Tuhan. Dan sekali lagi, untuk terakhir kalinya. Mintalah pada Tuhan untuk bertemu denganku. Sekali saja.

Terang Dewa Vs Gelap Bhuta l Spektrum Sama Berwadag Manusia

KEKERASAN dan perang internal sesama saudara bukan monopoli zaman kini, memang. Tanah Air Nusantara Raya sungguh berlimpah dengan jejak-jejak kekerasan perang internal sesaudara agama, sesaudara suku, sesaudara ras, sesaudara sekelompok, hingga sesaudara sebangsa setanah-air—sehingga kemudian dikuasai asing tak kunjung usai. Hampir semua etnis maupun bangsa-bangsa di dunia mencatat sejarah kekerasan internalnya sendiri-sendiri, memang. Namun Nusnatara Raya perlu sesegera mungkin belajar bagaimana cara keluar dari masa “kegelapan” itu secara jelita untuk menjadi “terang”, unggul, beradab. Bangsa-bangsa Eropa yang kini dikenal santun, berperadaban unggul, berteknologi maju menggurat sejarah kekerasannya masing-masing. Inggris dan Belanda menebar kekerasan penjajahan, Jerman punya catatan gelap kebiadaban Nazi. Amerika kini sebagai adikuasa, ingin menjadi polisi dunia, dengan menebar kekerasan wacana maupun militer. Dan, Jepang tak luput menebar kekerasan untuk kolonisasi. Toh, bangsa-bangsa ini bisa meretas kegelapan menjadi pencerahan. Tetua Bali memang merumuskan bahwa manusia itu bhuta ya, dewa ya: manusia itu terang sekaligus gelap. Bahwa manusia, kapan dan di mana pun, memiliki dua kecenderungan spektrum sama: baik, penuh kemuliaan layaknya terang cemerlang menyinari layaknya dewa, tapi juga jahat, dina nista, berkegelapan, seperti

bhutakala, lazimnya watak raksasa atau yang secara umum dicitrakan sebagai setan. Itu karena manusia selamanya terdiri dari tiga sifat utama (triguna): sattwam (watak mulia, superego), rajas (watak progresif, ego), dan tamas (watak pasif, id). Manakala sattwam, superego, gagal mengendalikan rajas dan tamas, ego dan id, niscaya buahnya adalah keliaran, ketamakan, layaknya bhuta. Dari pemahaman ini tetua-tetua Bali lewat teks-teks susastra mengingatkan agar manusia senantisa tiada letih, tiada henti, mengupayakan agar menuju watak kedewataan, kemuliaan, memenangkan sattwam. Mulai dari diri masing-masing, lalu ke basis keluarga, keluarga besar, komunitas banjar, masyarakat luas, dan seterusnya, hingga kemuliaan se-Bumi. Toh, sejarah kenyataan tetap mencatat: tak semua orang berhasil mencapai harapan itu. Tak semua etnis, bangsa, sanggup merengkuh target ideal itu. Kekerasan pun ak terhapuskan di muka Bumi, dari zaman ke zaman. Dan, kekerasan senantiasa tak pernah menunjukkan faktor penyebab tunggal, melainkan senantiasa jamak. Mulai dari alasan genealogi (aliran darah), geografi (faktor alam), pola asuh dalam keluarga, bahkan juga karena makanan, atau mungkin malah internalisasi watak kekerasan lewat tradisi, budaya, sampai ajaran agama yang salah ditafsirkan, dimaknai kelewat dangkal tekstual dan mengabaikan kedalaman substansi maupun kontekstualitas teks. ldeprabas

budaya, dan agama, mestilah pintar-pintar membaca “tanda-tanda zaman”, mencermati peta politik dan ekonomi nasional maupun global. Kelengahan, kelalaian akan berbuah kehancuran, bahkan bisa pula terhapus dari alir sejarah. Agar bisa waspada, bijak membaca tandatanda, kecenderungan-kecenderungan, maupun intrik, putra-putri yang masih mencintai kesatuan-persatuan negara dan Bangsa Nusantara Raya ini mesti waskita wicaksana.

Hanya dengan kewaskita-wicaksanaan itu orang akan bisa bertahan. “Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan,” begitulah para pendiri Bangsa ini meletakkan Dasar Negara. Berkukuh pada watak belog ajum, berketergantungan, hanya akan membikin semakin riuh gaduh, gagal fokus pada tujuan utama mewujudkan “keadilan sosial bagi seluruh rakyat”. Apalagi bila tiada henti berkelahi, menebar benih kebencian, sesama Keluarga Besar Nusantara Raya. ldeprabas

lDwi S. Wibowo AYLAN

Aylan, maut hanya serupa malam yang dingin. Laut begitu luas untuk kau seerangi dengan sepasang sepatu yang mungil nian. Saat dewasa kelak belajarlah membuat perahu, dalam mimpi bisakah kau ciptakan sepasang siri kayu yang bisa mempercepat laju perahumu. Hingga kau tak perlu kelelahan mendayung, hanya demi mencapai pasir di pantai seberang. Laut biru, langit berubah kelabu. Nyanyian bocah itu, berubah jadi kedukaan yang magis. Laut biru, langit berubah kelam. Bahkan sepotong roti, tak bisa lagi kita dermakan padanya, laut biru, lautbiru, menjelang petang. Dalam lelap abadinya, mungkin sebongkah kayu ditatahya jadi perahu lewat mimpi. Dirangkulnya sang ayah yang lelah berenang, dilontarkannya pelampung, diseretnya harapan itu. Bocah mungil itu nampak seperti telah tumbuh dewasa, sambil tersenyum ia berujar, ‘’akan segera berlabuh, takkan selamanya nasib kita mengapung di lautan.”

Usiamu tak lebih dari sepenggal musim perkenalan sepasang kekasih. Kemudian lelap, begitu sigap, mendatangimu di suatu dini hari yang dingin. Air laut itu, terlampau asin memasuki tenggorokanmu. Bahkan keringat ayah masih terima kau minum, saat tak kau temui lagi sepasang susu di dada ibumu.

lDwi S. Wibowo Kelak Kupotong Telinga

Kelak kupotongn kedua telingaku bila suara-suara masa silam kembali lahir, dan merangsek ke dalam kantung ingatan. Melucuti segala rimpang dahan dan dedaunan yang purna tumbuh menjulang di kedalaman jiwa. Tempat bagi burunglAyu Diah Cempakadewi burung harapan dan kelelawar raksasa saling berbiak dan melipatgandakan jumPertemuan… lahnya, mereka akan terbang menuju bulan dan saling membantu untuk menggelapkan Jika kau diizinkan kembali pada dunia. sebuah kenangan yang telah lama tertingDi jantung lI Kadek Surya Kencana gal, maka mintalah untuk kembali ke saat gunung berapi, telah dimana kau mulai mengenalku. Sebab Aku Ingin Jadi Burung kubenamkan segala aku pun ingin mempelari dan mengulang di Pelabuhan Ini yang tersisa dari bersegala kesalahan yang indah, dari hari ke bagi peristiwa lampau. hari, waktu ke waktu, musim ke musim. Dan gerimis semakin camas menebas kemarau Membiarkannya dikoyHingga kita terpisah, saling melupakan di pelabuhan yang kita sepakati bernama lampau akbuncahkan gejolak dan terlupakan. Bahkan waktu pun tak lahar, membiarkannya mencoba untuk mempertemukan kita ke Dik, pada sebuah senja yang tak pernah selesai menjadi bara yang terdalam dunia yang baru. Masihkah terlintas ternyata terlalu sedikit yang bisa kita belai pendam. Hanya orangdi ingatanmu apa jawaban dari pertanyaan kau tahu, hari ini dan mungkin seterusnya orang yang bertapa di ‘mengapa ikan-ikan berloncatan sepanjang kita tak lagi punya nakhoda di dada tengah hutan dapat sungai?’ Ikan-ikan yang berlompatan, tak lagi punya layar yang tegar dan sabar merasakan keberadaansama seperti kita yang mencoba mencari tak lagi menjala impian di perut ikan atau lokan nya, kala tengah malam, dunia baru. Yang jenuh sengan sesaknya tak lagi percaya, bara-bara itu meyala basamudera. Hingga ada hati untuk berlari bahwa tanpa laut kita hanyalah pengecut gai lampu pijar diantara semak belukar. SetelahlKim Al Ghozali AM Akankah kaudengar lagi desir pasir nya, mereka mungkun Sekeping Tanya Tak Terjawab yang terusir dan pesisir ini? aka melanjutkan pengedari mana asal laut? ia terluka, terkikis bagai rindu seorang ibu lanaan dan mewartakan luka hujan yang terus menganga tak kan mampu kau sembunyikan bahkan pada anak-anaknya yang lahir dalam kalbu. penglihatannya sebadi teriakan kecil dalam tidurmu, air mata langit itu terus mengalir menjadi gaimana wahyu tuhan. suara parau yang menyanyikan malam legam. Berjelaga terus berjelaja Tapi, ah, di antara gerimis dan tangis itu Mereka akan sampai ke puncak takutmu. aku selalu betah mengenang pelabuhanmu masuk ke lorong-lorong ada yang masih ingin kupandang: sebuah kota yang terus dari mana asal suara? mungkin bekas bibirmu membunyikan perangtelaga hening di sudut terdiam manusia di mana kata kata beranak pinak yang melekat pada sisa-sisa badai kat logam, dimana waklalu mencari duniana berterbangan seperti asap perapian di malam malam atau buih ombak yang rindu garis pantai tu seolah membeku, dan mencekam. entahlah. sejarah tidak pernah aku masih saja ingin jadi burung di pelabuhan ini beranjak. Melalui budari mana mula perpisahan? meski gelombang tak lagi nyi logam, suara-suara tangan tangan itu: tanganmu tanganku seperti bunga mekar tak terbendung mengundang orang-orang berenang masa silam itu menyelilalu jemari kita merelakan erat lepas begitu hampa, kehilangan adalah jatuhnya lKardanis Mudawi Jaya pun tak member isyarat nap hingga ke pemukigerimis pada lautan. agar layar kembali dibentangkan Dari Ni Polok man warga. Menjangkiti pikiran setiap orang denke Tanjung Benoa dari mana asal sunyi? Dik, kelak sebagai burung camar yang lapar gan pertanda – pertanda puisi adalah kepingan langit yang pecah dibentur rembulan, dan telaga selalu dengan sayapku yang bergetar liar ganjil yang mustahil bercermin padanya, sebelum runtuh ia melukis bayang seorang lelaki asing, Petikan aku ingin terbang menyambut Tuhan dijelaskan akal. tengan tangannya menyentuh cahaya yang bangkit menuju rasa abadi dalam setiap perjalanan K e l a k ku p o dari kedalaman mata kucing jantan. Ni Polok bagian laut yang pecah aku ingin meninggalkan lambaian tangan dan asin garam tong kedua telinga di garis pantai. Demi masa depan juga canting tua tanpa hiasan yang perlahan karam bila suara-suara masa akan ke mana bayangan itu pergi? Dunia untuk mata manusia. silam itu sampai di tubuhku gigil disorot lampu para pemburu. O, bukankah gelap memang Yang hanya menikmati eksotika Kautahu, aku selalu ingin terbang kedua sisi kepalaku, persembunyian paling aman kala bayang datang menagih janji Dan susumu yang bercahaya. sebab sampai kapanpun nasib tak dapat dipastikan di sini kabar baik ataupun budan luka yang pernah kupinjam. Di sisir jadi gumulan gumulan arsir dan sebait doa keselamatan ruk yang dibawanya, Sambil memaknai karma yang membusuk di ujung sampan keduanya tidak juga akan ke mana luka mengembara? butiran butiran pasir hanya menjelma kenangan member kebaikan bagi kala darah menetes ke bumi, tiadakah bumi akan menolaknya? di sepanjang pesisir. barangkali, kelak ia pun tinggal igauan hidup yang terlanjut Bukankah darah bagian berharga dari mansia! diabaikan. Air suci minuman para ksatria, atas restu roh para leluhur serigala. tapi, entahlah aku masih saja ingin jadi burung di pelabuhan ini menerima apa adanya sebagai diri lI Kadek Surya Kencana kembali percaya bahwa laut adalah bulevar liar hidup sederhana tiba-tiba aku ingin sarapan pagi yang sama tempat segala keasingan menjelma harum mawar Trans di Kota Ini bersama alam tiba-tiba kau ingin lari pagi dengan serangga dan kuda jalan pulang setiap kasih sayang. pagi ramalan kelahiran tiba-tiba aku ingin mainan dekil kita pun kembali setiap kali mengutukku arah angin diganti dengan Barbie, rindu cahaya itu Dan di pelabuhan yang dikepung melankoli jadi tak berarti kata hati origami, boneka babi kita ingin memilikinya di antara badai yang tak pernah usai tapi entah cinta dan dusta bernama liebe seperti pada awalnya ingin kulihat lagi bayang senja di sudut gelap itu pagi seperti hidup di TV tapi entah membujukmu menjelma gadis manja selalu ada jalan setiap kali mengutukku kau bilang kini kaki dengan nyala jadi tak berarti selamat pagi tak tahu cara melangkah ada yang masih ingin kupandang: lebih terang dari matahari dan hari-hari lalu kita tak lagi berkuda hati mungkin sepotong luka dan sebagai diri menjelma kelahiran atau bersapi tak tahu cara bersumpah yang diterbangkan suara adzan yang tak jauh beda sekaligus kematian di bawah terik matahari setelah itu atau gugusan bintang yang tak lagi jadi isyarat dengan serangga dan kuda yang dibesarkan sebab santai di depan TV jadi, kita terpaksa memburu ikan dan kehidupan aku pun memburu nyala itu disusui membuat kita merasa meninggalkan sawah dengan kaki dan hati disayang dihargai sebagai diri tapi tak juga Dik, aku ingin jadi burung di pelabuhan ini tapi entah tapi kini pergi ke sekolah setia menerbangkan harapan kau telanjur mengajariku di depan TV tapi entah yang setiap saat dihempaskan.


NASIONAL

16

Minggu Pon, 12 Februari 2017

Drona Minta Duryodhana Penuhi Janji Bantai Arjuna

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Empat ratus Lima Puluh Satu)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

TIDAK juga penguasa kekayaan Dewa Kuwera. Tidak raja para dewa, Indra. Tidak Dewa Dharma, Yama. Dan, tidak para asura, para uraga, dan para rakshasa, dapat berdiri hidup-hidup di hadapan Arjuna. Dhananjaya ini bersenjatakan senjata-senjata surgawi, ia sangat hebat. Hanya mereka yang bodoh menyepelekan kekuatan Arjuna. Seperti yang engkau telah ucapkan itu, oh Bharata! Siapa di sana yang akan kembali pulang dengan selamat, setelah melawan Arjuna dalam pertempuran. Mengenai dirimu sendiri, oh Duryodhana, engkau penuh dosa dan sangat keji. Engkau mencurigai setiap orang. Mereka dipekerjakan untuk kemakmuranmu. Engkau siap memarahi dengan cara-cara yang buruk. Pergilah engkau melawan putra Kunti. Tahanlah adik Bhima itu demi kepentinganmu. Engkau adalah

seorang ksatria keturunan baikbaik. Engkau menginginkan peperangan ini. Mengapa engkau menjadi penyebab semua yang tidak bersalah ini jadi dibantai? Engkau Duryodhana adalah akar dari permusuhan ini. Karena itu, pergilah engkau melawan Arjuna secepatnya. Pamanmu dari pihak ibu, Sakuni, memiliki kebijaksanaan dan patuh kepada kewajiban-kewajiban ksatria. Biarkah putra Gandhari yang kecanduan judi itu melawan Arjuna. Orang ini terampil dalam permainan dadu. Dia bersatu dan selalu menjalankan tipu muslihat. Dia kecanduan judi, paham dan biasa menjalankan kelicikan serta tipu-menipu. Penjudi ini paham cara-cara tipu muslihat akan mengalahkan para Pandava. Dengan Karna sebagai temanmu, engkau telah sering membuat kata-kata

membual dengan gembira. Karena kebodohan dan kekosongan pengertianmu, dalam mendengar pesan ayahmu, Dhritarashtra. ‘’Oh ayah, diriku sendiri , Karna, dan saudaraku, Duhsasana, yang tiga, dengan bersatu bersama, akan membantai putra-putra Pandu.’’ Bualanmu ini terdengar dalam setiap pertemuan di istana. Coba sempurnakan sumpahmu. Engkau harus jujur dalam ucapan. Di sana musuhmu masih hidup. Putra ketiga Pandu itu sedang berdiri di hadapanmu. Patuhi kewajiban-kewajiban seorang ksatria. Pembantaianmu dengan tangan-tangan sendiri akan pantas untuk setiap pujian. Engkau telah melaksanakan amal-derma. Engkau telah menyantap segala sesuatu yang selalu diinginkan olehmu. Engkau telah mendapatkan kekayaan sebesar yang engkau inginkan. Engkau tidak

memiliki utang. Engkau telah melakukan semua yang seseorang harus lakukan. Janganlah khawatir. Bertarunglah sekarang melawan putra Pandu itu. Setelah kata-kata ini diucapkan, pertempuranpun dimulai. Sanjaya berkata, Ketika tiga perempat dari malam itu telah berlalu. Oh raja, sekali lagi pertempuran telah dimulai antara para keturunan Kuru dan para Pandava. Kedua belah pihak dibesarkan hatinya dengan kegembiraan. Segera setelah Arjuna, sais kereta Dewa Surya, melemahkan kemegahannya. Bulan pun muncul yang menyebabkan langit berubah menjadi sebuah corak warna tembaga. Arah timur segera menjadi kemerahmerahan dengan sinar-sinar yang baru keluar dari ufuk timur dari matahari yang menyerupai piring emas berbentuk bundar. Kemudian semua prajurit

kelompok Kuru dan kelompok Pandava itu denganmenggunakan kereta-kereta, kuda-kuda dan kendaraan-kendaraan yang ditahan manusia itu berdiri dengan tangan tercakup. Dengan menghadap ke arah matahari, mereka mengumandangkan doa-doa kepada Surya saat fajar menyingsing Bala tentara Kuru setelah dibagi menjadi dua rombongan. Guru Drona dengan Duryodhana berada di depan. Kemudian pasukan Kuru meneruskan melawan satu divisi dari orang-orang Somaka, para Pandava,dan keluarga Panchala. Setelah menyaksikan kelompok Kuru dipecah menjadi dua badan, lalu Madhava menyapa Arjuna. ‘’Dengan menahan musuh-musuhmu di sebelah kirimu, lawan divisi ini yang dipimpin Guru Drona di arah kananmu.’’ (bersambung)

Masyarakat Bantas akan Direlokasi

Denpasar (Bali Post) Masyarakat yang terkena dampak longsor di Songan, Kintamani, Bangli sementara ini diminta untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Bila diperlukan, mereka akan direlokasi ke sekitar tempat tinggalnya yang lama. Pemprov Bali bahkan siap membangun rumah untuk tempat tinggal mereka yang baru. “Saya sudah tugaskan Kepala BPBD untuk member tahu seluruh masyarakat di sana yang tempat tinggalnya rawan ada longsor atau banjir

supaya mengungsi dulu ke tempat saudara-saudaranya yang bisa menampung mereka. Apa ke balai banjar, ke tempat yang lebih amanlah,”

ujar Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Denpasar, Sabtu (11/2) kemarin. Menurut Pastika, daerah yang terkena longsor di Bangli

itu memang bertanah labil. Longsor telah beberapa kali terjadi, begitu juga korban jiwa. Inilah yang kemudian menjadi pertimbangan ke depan untuk bagaimana merelokasi masyarakat yang tinggal di tempat-tempat rawan longsor. “Kita akan pertimbangkan. Saya akan koordinasi dengan

Pemkab Bangli bagaimana mengamankan masyarakat. Kalau memang perlu direlokasi, kita relokasi, kita carikan tempat. Kalau relokasi, kita bangunkan rumah sekitar situ,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi mengatakan, jalan provinsi di Kintamani

Sebelum Longsor

Sempat Terdengar Tangisan Histeris di Atas Tebing BENCANA tanah longsor yang terjadi di tiga desa yakni Desa Songan, Desa Sukawana, dan Desa Awan Kintamani Jumat (10/2) masih menyisakan duka yang amat mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Tak hanya keluarga korban yang berduka, orang-orang terdekat saja yang merasakan

kesedihan akibat bencana yang menewesakan 12 orang warga tersebut, akan tetapi masyarakat Bali juga ikut berduka. Salah seorang warga Desa Bantas Songan Kintamani yang masih selamat dari maut Gede Miana menuturkan, sebelum bencana tanah longsor terjadi wilayah Songan

memang diguyur hujan lebat. “Kejadiannya sekitar pukul 01.00 wita Jumat dini hari. Dan sebelum longsor di sini sempat terjadi gempa bumi sekitar lima menitan. Nah setelah gempa dan petir menyambar tebing, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Setelah itu saya dengar adik saya minta tolong,” ungkap

Miana saat diwawancarai di lokasi bencana Sabtu (11/2) kemarin. Miana menceritakan, sesaat sebelum adanya petir dan gempa bumi tersebut, dirinya juga sempat mendengar suara tangisan yang sangat histeris di atas tebing. Hanya, dia tidak tahu secara pasti suara tangisan itu dari orang atau

BPM/kmb40

PASCALONGSOR - Kondisi sejumlah warga Bantas, Songan, Kintamani rusak berat setelah dilanda longsor Jumat lalu.

siapa. “Suara tangisan itu sangat histeris. Suara tangisan yang terdengar seperti suara perempuan. Tapi saya yakin itu bukan tangisan manusia,” ucapnya. Dia mengatakan, pascakejadian ini dirinya masih merasakan trauma berat atas kejadian yang menyebabkan tujuh kerabatnya meninggal dunia yakni Jro Balian Resmi (40), Jro Balian Kadek Sriasih (7), I Komang Agung Putra Santi (1), Gede Sentana (40), Ni Luh Bunga (40), Ketut Susun (40), dan Ni Kadek (20). Kata dia, melihat kondisi cuaca yang kurang bersahabat serta imbauan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) supaya seluruh keluarga sekarang ini meninggalkan rumah dan pengungsi di tenda pengungsian yang telah disiapkan. Hal itu dilakukan guna menghidarkan terjadinya korban jiwa jika terjadi longsor susulan. “Paginya saya tetap ke rumah. Karena saya disuruh melayani petugas ketika ada yang ke sini. Tapi sore hari saya kembali ke posko pengungsian,” katanya sembari menyatakan, dirinya tidak tahu sampai kapan akan tinggal dipengungsian. (nan)

Dewan Desak Posisi Sekwan Segera Diisi

Denpasar (Bali Post) Pengisian posisi lowong di lingkungan Pemkot Denpasar, belum sepenuhnya terisi. Terutama untuk eselon II atau setingkat kepala dinas. Tidak terkecuali, posisi kursi sekretaris DPRD (Sekwan) juga belum terisi, setelah ditinggal purnatugas oleh Sekwan I Gusti Rai Suta. Agar tidak berdampak serta mempengaruhi kelangsungan kegiatan/agenda dewan secara umum, kekosongan posisi Sekwan untuk sementra dijalankan oleh seorang pelaksana tugas (Plt) Sekwan.

Menyikapi hal ini, sejumlah anggota DPRD Kota Denpasar mendesak agar posisi Sekwan tersebut segera diisi. Bahkan, pengisian posisi Sekwan diharapkan sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Sejumlah anggota DPRD Denpasar, mengakui keberadaan Sekwan memiliki fungsi vital dalam proses kinerja dewan. Karena banyak hal yang menjadi kewenangan seorang Sekwan. “Pasti ada pengaruhnya bagi

kita di sini, karena itu posisi Sekwan harus segera diisi Sekwan definitif, dengan mengangkatnya mengacu pada PP 18/2016 tentang Perangkat Daerah,” ungkap A.A. Susruta Ngurah Putra, belum lama ini. Ketua Fraksi Demokrat ini menekankan, dalam pasal 31 ayat (3) PP 18/2016, disebutkan, Sekretaris DPRD kabupaten/kota diangkat dan diberhentikan oleh bupati/wali kota atas persetujuan pimpinan DPRD, setelah berkoordinasi dengan pimpinan fraksi. “Kami ingin prosedur ini

dulalui dalam menentukan Sekretaris DPRD Kota Denpasar (Sekwan) definitif,” tandas Susruta. Hingga saat ini, lanjut Susruta pihaknya khususnya Fraksi Demokrat belum pernah dilibatkan dalam pembahasan pengisian Sekwan. “Belum. Kami belum diajak berkoordinasi. Entahlah Fraksi yang lain,” imbuh politisi asal Puri Gerenceng ini. Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Kota Denpasar seperti Wayan Suadi Putra, A.A. Ngurah Gede Widiada, menyebut posisi

Sekwan sangat penting bagi keberlangsungan agenda anggota Dewan. Terlebih Sekwan juga merupakan pejabat pengguna anggaran. Bila posisinya lowong, berarti banyak aktivitas atau kegiatan dewan yang tidak bisa jalan. Misalnya saja, panitia khusus akan melakukan kunjungan kerja, tidak akan bisa tanpa ada Sekwan. “Siapa yang menanda tangani kunjungannya nanti. Tidak bisa tanpa Sekwan. Karena Sekwan lah sebagai pejabat pengguna anggaran,” ujar Susruta. (kmb12)

Banyuwangi (Bali Post)Sebuah kamar kos di Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi digerebek, Jumat (10/2) malam. Dari lokasi, polisi menemukan sedikitnya 1.179 butir obat daftar G ilegal. Penghuni kamar, Ahmad Fatoni (23), asal Palangan, Kalimantan Selatan ikut diamankan. Pria ini diduga menjadi pengedar pil koplo di kawasan Genteng. Selain pil koplo, polisi menyita uang tunai Rp 85000 dan sebuah HP. “ Barang bukti obat daftar G sudah dikemas, siap edar,” kata Kapolsek Genteng Kompol Sumartono, Sabtu (11/2) siang. Pihaknya menduga,

pelaku menjadi pemasok ke pengedar lain. Sebab, barang buktinya cukup besar. Kapolsek menambahkan penggerebekan pelaku berawal dari laporan warga. Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Setelah cukup bukti, penggerebekan digelar. Pelaku hanya bisa pasrah saat polisi mendapati pil koplo yang dikemas rapi. “ Kami masih mendalami asal usul obat daftar G tersebut. Termasuk, kemungkinan keterlibatan pelaku menjadi pemasok ke pengedar lain,” jelas Kapolsek. Kedatangan polisi sempat mengagetkan penghuni kos lainnya. Mereka kaget saat melihat belasan polisi mendatangi

kawasan kos di dekat jalan tersebut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku ditahan di Polsek. Statusnya langsung tersangka. Penyidik menjeratnya dengan pasal 197 subsidair 196 UU No. 36/2009 tentang Kesehatan. Kapolsek menambahkan penggerebekan pengedar pil koplo ini serangkaian Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2017 yang digelar Polda Jawa Timur. Sebelumnya, Satnarkoba Polres Banyuwangi menciduk 12 pelaku peredaran narkoba dan pil koplo. Kemudian, Polsek Wongsorejo dan Polsek Kota membekuk pengedar pil koplo. (kmb30)

Gerebek Kamar Kos, Polisi Temukan Ribuan Pil Koplo

BPM/ist

PIL KOPLO-Polisi membeber barang bukti pil koplo yang diamankan dari sebuah tempat kos di Genteng, Banyuwangi, Sabtu (11/2) siang.

yang ambles karena longsor akan segera diperbaiki. Biayanya menggunakan anggaran pemeliharaan jalan provinsi. “Ini untuk sementara ya kita pasang rambu-rambu, tidak mungkin kita tangani sekarang di musim begini. Yang pertama kan rambu-rambu, yang kedua kalau dia tertutup kita garuk tanahnya sehingga bisa lewat,”

ujarnya. Selain di Kintamani, lanjut Astawa, perbaikan jalan di Pancasari yang merupakan jalan nasional juga sudah dikoordinasikan dengan pihak Balai Jalan. Saat ini yang dilakukan, terutama untuk menghilangkan lumpur-lumpur yang tersisa di jalan. (kmb32)

Kunjungan Wisatawan ke Bali ”Bocor”

Denpasar (Bali Post) Angka kunjungan wisatawan ke Bali tahun 2016 memang telah memenuhi target. Pulau Dewata juga masih menjadi hub pariwisata di Indonesia Timur. Namun ternyata telah terjadi ‘’kebocoran’’ dalam angka kunjungan wisatawan itu. “Tatkala peak season (musim ramai, red), setiap hari itu tidak kurang dari 200 boat yang nyeberang dari Bali ke Pulau Gili Air, Gili Trawangan. Itu saja sudah mengurangi length of stay tamu,” ujar Praktisi Pariwisata, Bagus Sudibya Sabtu (11/2) kemarin. Bagus menambahkan, wisatawan domestik kini bahkan tidak lagi menjadikan Bali sebagai destinasi utama. Mereka terlebih dahulu sudah mengunjungi Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, atau Malang, baru akhirnya ke Bali. Tadinya memiliki length of stay atau lama tinggal 3 sampai 4 malam di Bali, kini turun menjadi 2 atau 3 malam saja. “Mereka sudah mempelajari semua seluk-beluk kita, dengan demikian kadang-kadang mereka sudah melewati Bali untuk hal-hal tertentu. Ini sangat penting untuk kita sadari, sehingga kita tidak terlalu merasa puas diri. Kita sudah berada dalam kondisi high dalam kompetisi,” jelasnya. Menurut Bagus, jumlah kamar yang ada di Bali sekarang sudah sekitar 120.000. Bila length of stay tamu semakin menurun, maka rata-rata tingkat hunian atau okupansi rate juga berkurang. Kalau dibiarkan seperti ini,

yang dikorbankan adalah kualitas. “Berarti quality tourism makin jauh dari kita,” terangnya. Bagus memberikan pula gambaran mengenai pengaruh length of stay terhadap devisa yang diinginkan dari kunjungan wisatawan. Sebagai contoh Eropa yang mensuplai sekitar 1 juta kunjungan wisatawan ke Bali. Dari kunjungan itu, wisatawan Eropa memproduksi length of stay sekitar 12 juta sampai 28 juta room night. Sebab, satu orang wisatawan Eropa yang bepergian jarak jauh paling tidak tinggal selama 2 sampai 4 minggu. “Sekarang kita sejajarkan dengan wisatawan Asia, apakah itu Cina, Jepang, Korea, bahkan domestik. Lama tinggal mereka antara 3 sampai dengan 5 hari. Jadi, boleh dikatakan kalau kita menghitung satu juta wisatawan Eropa itu ekuivalen dengan sekitar 5 sampai 7 juta wisatawan Asia maupun domestik,” paparnya. Dengan demikian, lanjut Bagus, seberat apa pun promosi ke Eropa, wisatawan dari benua itu masih tetap merupakan pasar yang sangat menjanjikan ke depan. Mereka pada umumnya juga sangat tertarik dengan budaya dan masyarakat Bali. Selain Eropa, wisatawan dari benua Amerika dan Australia juga bisa diharapkan untuk meningkatkan length of stay. “Kalau pasar Cina, saya kira itu juga bagus untuk mengisi kekosongan karena oversupply. Jangan sampai kualitas dari pelayanan kita menurun,” tambahnya. (kmb32)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Pon, 12 Februari 2017

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!

Informasi pasang iklan Telepon

� Tarif iklan Mini/Baris

Dcr PRT Tinggal dlm, Gj 2Juta Umur 25-35Th Hub.082146808888

: : : :

Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �

Cari Admin Minimal SMK BerpeDcr Cashier,Waiter/ss,Cook Hlper Dcr marketing 4jt/bln sopir/OB Dibutuhkan Chef Restoran Kirim ngalaman Kirim ke CV Yasmin Silver .Tlp0361758075/081338957772 /CleaningService min SMA 1,5jt CV ke pradanajaya24@gmail.com B.BP.001.02.17.0000939 B.BP.145.02.17.0000680 Jl.Gn Andakasa GgI No.3X (Blkg /bln.Penglm tdk diutamakan.Hub Hub.082146521674/Ngurah Dcr: Manager,FrontOffice, HouseDcr Kasir Mini Market Hub.0819 Md Gina 081803277270 Jl.Nangka B.BP.001.02.17.0000575 Indosat Gatsu) Tlp:415796/ keeping,Driver,Engineering,BelBoy, 33118908 Jl.Gn Soputan No.110 Dicari Accounting Pddkn min D3 ani@yasminsilverbali.com Selatan Gg.Cendrawasih 02 Dps B.BP.001.02.17.0001018 Security, PRT&Bag.Hukum utk Akuntansi Mengerti Pajak Lmrn B.BP.001.02.17.0000990 B.BP.001.02.17.0000995 Dcr Kywti M.Market,Lam Jl.Nusa Hotel Hub.PO BOX 2005 KutaBali Dpt Dikirim ke:trigi.indonesia Cr 3Arsitek,Drafter,Estimator Dcr tukang masak / pembantu B.BP.164.02.17.0000614 @yahoo.com Telp.0361412716 u/Denpasar&Negara 081999935300 Kambangan 208/Ph:082247169398 daerah Buwit Tabanan untuk B.BP.001.02.17.0000965 “Dcr Bartender unt Resto Tanah B.BP.001.02.17.0001001 B.BP.001.02.17.0000571 villa, umur diatas 30 tahun. Dcr Pengawas Proyek S1 Sipil, Lot Hub:087786173355" Cr Admin Min SMK u Anini Raka Dicari Marketing Min D3/S1 Harus memiliki KTP / Kipem. B.BP.004.02.17.0000905 085225972222 B.BP.004.02.17.0000989 Hotel Jl.Campuhan Ubud 975213 Logistik, Pglm 2Th Lamaran dikirim ke trigi.indon pengalaman 3 thn. SMS Bth Sopir,Sales Pria/Wnt.lam: B.BP.001.02.17.0000902 B.BP.120.02.17.0001014 60 Org u/Seafood Canada,Pria/ esia@yahoo.com tlp:0361412716 Dcr Sales,Admin,Helper & Sopir B1. Made Hp. 0811398272 Tri Surya Internusa.Jl.Himalaya B.BP.001.02.17.0000572 Wnt Gaji CAD$ 4.800 Hub Indo- No.9 Dps/087861454652/9005831 Cr Tng Laundry&DryClean,Pnglmn 082236468354/081237726794 B.BP.004.02.17.0000842 Lok.Kesiman,Dps,Hub.0818343214 Dicari teknisi pendidikan min power Perw Bali, Bpk Gusti B.BP.001.02.17.0000836 B.BP.001.02.17.0000979 Dcr Sgr Sales Marketing English B.BP.001.02.17.0001007 SMK Elektro & Mesin Lmrn Dpt Bth Urgent Teknisi IT,Krm CV: 082144731193/08155721000 Dbthkn Sgr Adm L/P,Mekanik Alat Dcr karywt Admn Komp D3/S1 krm Hub.PT.QRG Resort,8480379/82 B.BP.004.02.17.0000903 sales@glsolusi.com/03614715523 B.BP.001.02.17.0000383 dikirim ke:trigi.indonesia@yah ke Email sjag.bali@gmail.com Berat Hub:081237779300,281111 B.BP.001.02.17.0000409 Dcr Kasir/Pelayan u/RumahMakan B.BP.001.02.17.0000856 Dcr Staf Therapist&Hairdresser B.BP.001.02.17.0000897 oo.com Telp.0361-412716 Dcr Segera AA(D3 Farmasi), Lamaran Dikirim ke SerayuTimor B.BP.001.02.17.0000574 Dcr Krywn u/Laundry Canggu Lmr Dcri SPV.Accounting,S1-akuntansi, u/Salon di Pererenan.Krm CV ke Lam:Aira Skin Clinic Jl.Teuku Jl.P.Timor No.1 Sanglah Pengalaman min 2thn, krim ke Sebar Brosur Wnt Mx 30th Penamestheticdayspa79@gmail.com Krm:Office Jl.Babakan 88 Canggu 081999858111 Umar 15 Dps (08179775500) hrd@dewatatransport.com Hp.0811399130/085737624947 pilan mnrk 2Jt/Bl 087862275419 E:mutiatrattoria@hotmail.com B.BP.001.02.17.0001019

B.BP.001.02.17.0000768

B.BP.001.01.17.0002650

B.BP.001.01.17.0002647

: : : :

(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456

VISA

� Email: pembacabalipost@gmail.com

A High-End Company in Bali Requires:1-Senior Office & Sales Mng:Customer Service Skill & Office Management. 2-Personal Assistant: Multitasking,Flexible & Organised Abilities.Position in Sanur,Min 5 yrs Exp.Send CV:kasmilkosmos@gmail.com

B.BP.001.02.17.0001009

Jakarta Mataram Denpasar Surabaya

B.BP.001.02.17.0000877

Perusahaan Manufaktur di Tabanan Mencari Bookkeeper, Pengalaman di Akunting & Soft-ware Akunting,Rajin dan Jujur.Kirim Lamaran ke kasmilkosmos@gmail.com B.BP.004.02.17.0000907

Renown DMC in Sanur is Looking for experienced person for product/Fit department in Charge for a la carte quotations/ account handling.Interesting Candidate Please Kindly send your application to:sales@gova cation-indonesia.com B.BP.001.02.17.0000771

Urgent Req Rest Manager Villa in Ubud Exp English Sent Email hrd@nandinibali.com

Sgr Bth 10 Terapis Reflexy di Hayamwuruk Gj.Mnarik+Bns Lmbur THR Tlp.9002588/081239621123 B.BP.001.02.17.0000102

Urgent,bth Programmer Brpnglaman. email:sales@glsolusi.com B.BP.001.02.17.0000840

SPG Wnt utk Butik Park 23 Jln Kediri Max 35Th H:089697763091 B.BP.033.02.17.0000976

International Travel Company in Bali, looking for a Representative, Indonesian Nationality fluent speaking & writing French. Comptr skills. Motivating salary for capable person. Send complete resume with photo: Inbound Manager at email agung@avbali.com

B.BP.120.02.17.0000931

B.BP.001.02.17.0000910

International business is looking for a PA with perfect English & University graduate,need to have experience in construction &handling workers.Computer programs to know,AutoCad, Sketchup,Office.The best with a Architectural background.We pay well & travel opportunity. office@paradise-realty.ltd.com

B.BP.001.02.17.0000808

Vac.General Acct for 3star villa in Sanur.Able to Speak English.Send to operation.mana ger@latavernasuites.com

B.BP.001.02.17.0001013

Cr Sgr Staf Trapis(Wnt) yg bnar Niat kerja,u/Asti Spa Organic di Sunset Road Seminyak Kuta Hub.03619348633 Freeline Juga

B.BP.001.02.17.0000858

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post Jl Rmh Elit Hrg Miring Dgn BrbaDIJUAL RUMAH gai Typ Lt2 Nymn,Strgs Dalung BUC Djl/Sewa Rmh T.36/80 Lok. Hub:087860041028,082138258844 Kerta Dalem Strgs,Nyaman,25Jt/Th B.BP.001.02.17.0000898 B.BP.141.02.17.0001015 (Hrg:950JtNg)Hb:082237798858 Rmh 2Lt 2unt 3KT,2KM Perum All New Xenia X’2015 Hitam Mls B.BP.001.02.17.0000851 B.BP.001.02.17.0000970 Nuansa Sandat T.089652974339 142jt brng Prbd,085100856999 Djl 1 unit Rmh di Komp Casa De B.BP.001.02.17.0000407 JEEP B.BP.141.02.17.0001016 Nampek Blkg Htl Paragon Jmbran Rmh LT252m LB400mLt2 BrawaCggu Jual Wrangler Th’2011 Orange SUZUKI 2Lt LT 125m2,3KT,3KM,SHM,dlm Permai H2,2M BU,081337740557 Hub.081337322228/081999858111 Dijual APV Arena SGX Th’2008 B.BP.001.02.17.0000996 Kompleks ada Kolam Renang PriB.BP.001.02.17.0001008 Wrn Htm H.0818346882, ijin par SINGARAJA vate 2Unt AC,L.Keramik,Peminat B.BP.001.02.17.0000963 MITSUBISHI Hub.Lisa 08116311007.Maaf TP BUC RumahKost StrategisWakasan Jl Mbl PU T120ss Th’2015 Akhir TOYOTA B.BP.001.02.17.0001003 RRI Singaraja Hub.087762772937 Orsnl,Htm,Pmkai H.081239530888 Djl Camry 2.4 V Hitam Th’2010 B.BP.009.02.17.0000975 Djl Rmh T.110/75 di Barito IV B.BP.001.02.17.0001002 Hub.0811510588 - 081805531078 Panjer Hub.08123621083 B.BP.164.02.17.0000613 DISEWAKAN RUMAH NISSAN B.BP.001.02.17.0001006 Nisan Evalia XV AT th 2013 DK Inova’13VLux ATBensin DarkGrey Jl Rmh LT 190 SHM Wibisana Brt Dikontrakan Rumah Jl.Gatsu VIC Hitam Hub.08164749049 No.10 Hub:081338723255 AsDK 200Jt Ng Bgs 08123969166 Gg.IV/6 Hub.08123965537,725996 FIAT

Disewa/Jual Rmh 5KT,1RT,1RK, BUC hanya 300Jt Denut 1 KP,1RM,Grs2Mbl,PLN,PAM,Jl.MaHub:081916321288 B.BP.001.02.17.0000969 nguntur Perum Dosen Gg.IV No28 Hub:081254113209,082340741861 Batubln 2+3+4 350Jt Ng JlMobil B.BP.001.02.17.0000883 Ketewel170Jt+275Jt087761245398 Kont.Rmh 3KT/2KM/AC,Grs,Kitset B.BP.001.02.17.0001017 Jl.Piranha 21 081353385255 Dijual Tanah 8Are Lokasi PenesB.BP.001.02.17.0000636 tanan Utara Hub.081337006677 DIJUAL TANAH B.BP.120.02.17.0001012 *Tnh 1,25A,370,Abianbase Dlung Dijual Tanah 9Are Jl.Taman Sari Hub:081237666809, 081238920022 Kelan Tuban Airport/08123682727

DAIHATSU

All New Xenia R’15 AT KM9 Rb Yaris S AT’11 TT,087860856999

Fiat Abarth Cabriolet 1.4Turbo 595 C Turismo Lemited Edition Low Km 2894 Call 08164731308

B.BP.001.02.17.0000997

B.BP.001.02.17.0001020

B.BP.001.02.17.0001022

B.BP.001.02.17.0000371

B.BP.001.02.17.0000444

13A Teras Pgr Sungai Nyangi Utr T.Lot H.150Ng BU 081237200099 B.BP.001.02.17.0000994

Kont.Rmh 2Lt/6KT/AC Jl.P.Misol Gg.XIII T.Umar H.085333004670

3,75Are Pinggir Bypas IB.Mantra Lebih-Gianyar,081237201377

SERVICE

B.BP.001.02.17.0000637

SALON

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

SERVICE

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

KONTRAKTOR

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

B.BP.004.02.17.0000988

B.BP.001.02.17.0000964

Dijual tanah 1,5A Jln.Padonan Canggu Hub.082237461234 B.BP.163.02.17.0000748

Djl Tanah 1,5are Jl.Akasia XVI Gg.Pisang Hub.08123867319 B.BP.001.02.17.0000987

SERVICE

Djl Tnh Jl.Gn Payung Umedui 12Are,1,5Are SHM.081246364488 B.BP.001.02.17.0001004

Jual Tnh Kav 1A Lokasi Dkt Puspem Sempidi Hub.085100078561 B.BP.001.02.17.0000874

Kav 1A sdh SHM Pggr Jl.Sempidi Sading,TiyingTutul082144020334 B.BP.001.02.17.0000985

Kav 1A sdhSHM Pgr Jl Tmn Pancing Dps TBayuh Bdg, 087761680151 B.BP.001.02.17.0000986

Kav Murah Sanur Penyaringan III Hub:081916321288 B.BP.001.02.17.0000968

Tn 3,8A Bedahulu Gatsu Tengah /A 650Jt Nego Bgs 087862392060 B.BP.001.02.17.0001021

SERVICE

JEMBRANA

Tnh 2,3,5A Yeh Embang Kauh Rp.29Jt/are hp.0811398154

B.BP.001.02.17.0000792

Kav LC 4Are Negara Dkt Kantor kejaksaan Telp.08123815514

B.BP.001.02.17.0000973

RUPA-RUPA Cuci Gudang Jual Cpat bermacam Alat Fitness HP:082131234798

B.BP.001.02.17.0000881

KEHILANGAN Tlh Hilang Dok.Asli IMB No.396 Th 2008 an.I Wayan Sumarta Perunt.Pondok Wisata.Bagi yg menemukan diberikan imbalan. B.BP.001.02.17.0000847

SERVICE


18

REKREASI

Minggu Pon, 12 Februari 2017

TTS Bali Post

Pertanyaan

Wisata Satwa di Pasar Burung Satria OBJEK wisata Puri Satria di Jalan Veteran, Denpasar merupakan salah satu lingkaran wisata dalam kota (city tour). Puri ini merupakan salah peninggalan budaya di Kota Denpasar. Di sebelah Puri Satria terdapat pasar burung, yang ramai dikunjungi oleh para pemelihara dan penggemar burung. Puri Satria sendiri adalah bangunan dengan arsitektur yang khas. Bangunan tersebut berupa pendopo dan ruang pertemuan raja-raja se-Bali. Puri Satria sendiri berada dekat objek-objek lain seperti: Museum Bali, Pura Agung Jagatnatha sekitar kurang lebih 200 meter. “Pasar burung itu merupakan satu kawasan wisata yang ada di Puri Satria,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Denpasar I Wayan Gunawan, beberapa waktu lalu. Pasar ini menjadi lokasi favorit bagi mereka penghobi burung. Karena letaknya di dalam kawasan puri, sehingga namanya diambil dari nama puri tersebut. Bagi orang-orang tertentu yang hobi memelihara ataupun menyaksikan kelincahan, keindahan serta merdunya kicauan burung, pasar ini menjadi tempat rekreasi yang tepat, dan menjadi objek wisata alternatif dalam kota. Lokasi pasar Burung Satria, sekitar 500 meter di sebelah Utara Lapangan Puputan dan Museum Bali yang juga menjadi objek wisata yang menarik di Denpasar. Kini, Dinas Pariwisata Denpasar kembali merancang paket city tour dengan beberapa lokasi yang akan dituju. Di pasar ini tidak hanya menjual aneka macam burung, tapi juga termasuk hewan reptil, kelinci, ikan hias dan juga anjing. Terdapat berbagai pakan hewan peliharaan, juga akuarium, kandang, tali pengikat anjing, apalagi koleksi sangkar bahkan ada yang bernilai jutaan. Menariknya lagi, jika Anda penggemar batu akik, di pasar ini cukup banyak penjual batu akik. Mereka sudah lama memilih tempat ini untuk berjualan batu akik. Bukan saja batu akik, aneka ayam aduan juga banyak dijual di pasar ini. Letaknya sedikit berada terpisah dengan tempat berjualan burung. Bila penjual burung ada di depan, dekat pintu masuk, tidak demikian dengan para penjual ayam aduan. Pedagang ayam aduan berjualan di belakang pura, milik puri. Ayam aduan yang dijual banyak didatangkan dari Jawa. Pasar Burung Satria ini berbagai macam burung bisa Anda temukan dari harga puluhan ribu rupiah sampai jutaan rupiah. Burung yang lasim ditemui, di antaranya burung muray, cicak rowo, perkutut, robin, beo, perkutut, kenari, kakak tua dan banyak lagi lainnya. Jika anda salah satu penggemarnya ada kemungkinan burung-burung langka yang dilindungi pemerintah bisa Anda temukan. Karena begitu antusiasnya warga kota y a ng g e m a r m e m e l i h a r a burung setiap harinya selalu ramai pengunjung, ada yang tujuan hanya melihat-lihat saja atau yang sedang menemukan burung favoritnya. Ti n g k a t k u n j u n g a n d i pasar ini terbilang tinggi. Setiap hari tidak kurang ratusan orang berkunjung ke pasar ini. Karena pasar ini juga menjual berbagai

pernak-pernik yang berhubungan dengan burung, tersedia di pasar ini termasuk buku maupun majalah yang berhubungan dengan unggas. Ada banyak kios yang menawarkan hewan peliaraan, bahkan ada pedagang kali lima atau pedagang dadakan yang menjual hasil tangkapan dari hutan, sehingga bila Anda yang paham tentang burung bisa membelinya dengan harga relatif lebih murah dari biasanya. ”Kalau ada penjual langsung, kadang harganya jauh lebih murah,” ujar Sutrisna, pengunjung pasar burung yang mengaku hobi mengoleksi aneka burung ini. (ara)

BPM/wan

WISATAWAN- Objek wisata Pasar Burung Satria yang selalu ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.

Menurun: 1. Kabupaten di Bali 2. Kesopanan 3. Pura di Buleleng Barat 4. Hari Raya Hindu 10 hari setelah Galungan 5. Utuh tak bercacat cela 6. Sangat sederhana ; apa adanya 10. Tidak matang 12. Tempat persembahyangan terbesar di Bali 17. Wiracarita 19. Racun pada asap rokok 23. Bagian dari tumbuh tumbuhan 24. Persekutuan dagang 25. Pura …….., Pura di tepian danau di Bali 27. Kata sapaan terhadap kakak dari ayah/ibu 28. Gelar bagi bangsawan (Bali) 29. Cicilan 33. Pukul 34. Bimbingan masyarakat 37. Cara belajar siswa aktif

1

2

3

4

7 9

5

6

8

10

11

12

13

15

16

14

18

19

17

20 21

22

23

24

26

25

27

28

29

30 31

32

34

33

35 36

38

39

37 40

41

42

43

44

45

SPT2017

Mendatar: 1. Benda bulat dari karet/plastik/kulit 3. Kakek (Bali) 5. Sudah sedia ; sudah selesai 7. Dana alokasi umum 8. Menggunakan (Inggris) 9. Panca 11. Lembaga penerbangan dan antariksa 13. Pusat perbelanjaan (Inggris) 14. Evaluasi belajar tahap akhir 15. Daun enau (Bali) 16. Universitas Negeri Semarang 18. Kepekaan terhadap seni dan keindahan 20. Logam bulat pipih bergerigi 21. Ular besar 22. Kayu yang wangi baunya 26. Variasi atau perbedaan yang kecil sekali 30. Cara menyambung besi 31. Ogan komering ulu 32. Gamelan pengiring upacara kematian 34. Perhiasan yang disematkan di baju 35. Nitrogen phosphat kalium, sejenis pupuk 36. Eja 38. Kotor ; cemar 39. Kesudahan 40. Pelindung jiwa (Bali) 41. Seperseratus rupiah 42. Susut tergosok 43. Maaf 44. Tingkat 45. Makanan dari daging yang digoreng

KUPON TTS No.283 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 283 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 18 Februari 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 26 Februari 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 281 Mendatar 1. Monarki 4. Bumbung 8. TAU 9. Deviasi 10. TOL 11. Bol 12. Kru 13. Kuinina 16. Tradisi 19. UDG 21. Kualat 23. Empisema 25. Tenggiri 26. Enduro 27. SOS

29. Kerikil 33. Phantom 36. Ego 37. LAN 38. NTB 39. Senator 40. Aba 41. Depresi 42. Nominal Menurun 1. Mudik 2. Alien 3. Itikad 4.Butut 5. Mulia

6. Umbai 7. Gulai 14. Ukulele 15. Nutrisi 17. Refresh 18. Sumarno 20. Gelis 22. Log 24. Sad 28. Oposan 29. Kelud 30. Ranap 31. Konte 32. Lebai 34. Nyali 35. Mural

Pemenang TTS No. 281 W. Suarjaya Utama Jl. Merdeka No.43, Bangli 80613 I Komang Darmayasa Br. Dinas Gumung, Desa Tenganan, Kec. Manggis, Karangasem Ni Kadek Sumarni Br. Bedauh, Carangsari, Petang, Badung 80353 (Hp: 085 237 463 109) I Ketut Sanggra B r. D a u h Tu k a d , D e s a Pengeragoan, Pekutatan, Jembrana Negara 82262 Ni Made Ariyanti Lingk. Karang Teruna, Jl. Seruni No.11, Mataram 83126 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Dw. Giliartha Alamat : Jl. Batas Dukuh Sari, Sesetan 80223 (Hp: 082 147 170 124)


19

Minggu Pon, 12 Februari 2017

Masih Dikaji Dari Hal. 1

RUMAH - Rumah Ni Siman tertutup lumpur setelah diterjang tanah longsor.

Banjir Bandang Terjang Tianyar, 49 Rumah Rusak

Karangasem (Bali Post) Hujan lebat sepanjang tengah malam hingga pagi, Jumat (10/2) lalu, mengakibatkan sejumlah bencana di Bali. Belahan Bali Timur, bencana paling parah terjadi di Desa Tianyar, baik Tianyar Timur, Tianyar Tengah dan Tianyar Barat, Kecamatan Kubu. Bencana banjir bandang, meluluhlantakkan fasilitas umum, menyapu rumah dan menghanyutkan beberapa sepeda motor. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tercatat 49 rumah rusak, 33 rumah warga rusak berat di Desa Tianyar dan 16 rumah warga rusak berat di Desa Tianyar Tengah. Saat ini warga mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan titik bencana di Desa Tianyar menjadi yang terparah. Material longsor di beberapa titik terbawa air hujan, hingga membuat banjir bandang dari hulu. Besarnya debit air dari hulu, disertai berbagai jenis sampah membuat akses jalan nasional yang menghubungkan desa-desa di sana, juga nyaris putus, tepatnya di sekitar Tukad Ling, Desa Tianyar Barat. Akibatnya, arus lalu lintas sejak pagi sudah macet. Akses jalan juga tertutup lumpur. “Petugas kami sudah di lokasi, sedang melakukan penanganan,” katanya. Hingga Sabtu pagi, suasana di sekitar desa ini masih porakporanda akibat diterjang banjir bandang. Banyak warga tak percaya melihat dampak bencana di sekitar tempat itu. Kondisi di lapangan memperlihatkan bencana ini sangat mengerikan. Warga setempat khawatir, nantinya terjadi bencana longsor dan banjir bandang susulan. “Kerugian material masih kami data. Kerusakan yang ditimbulkan cukup besar. Ada beberapa rumah di sepanjang alur sungai rusak, ada juga akses jalan jadi hancur sampai beberapa motor warga di sana juga hanyut,” tegas Arimbawa. Sejak pagi hingga siang, penanganan masih berlangsung. Untuk mempercepat penanganan di lapangan, BPBD Karangasem juga bekerja sama dengan para pengusaha galian C di sana, untuk menggunakan alat berat. Alat berat ini dipergunakan untuk membersihkan material lumpur dan sampah yang menutupi akses jalan setempat, untuk mengurangi dampak kemacetan. Mobil Pemadam Kebakaran juga dikerahkan untuk menyemprotkan material lumpur di tengah jalan itu. Di tempat lain, banjir bandang juga fasilitas sekolah seperti di SD N 2 Tianyar Barat, juga tertutup lumpur dengan kedalaman sekitar 30 sentimeter. Tembok penyengkernya juga jebol. Situasi ini membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah itu menjadi tertanggu. Tidak hanya di Tianyar, bencana juga terjadi di tempat lain, di Banjar Dinas Amed, Desa Purwakerti, Abang. Gelombang pasang setinggi tiga meter menyebabkan genangan air menutupi akses jalan raya setinggi lutut orang dewasa dan menggenangi 25 rumah kepala keluarga. Jarak antara pantai dengan daerah yang kena genangan air hanya sekitar 300 meter. Ada juga dampak lainnya, berupa senderan penyengker setinggi 1,5 meter dan panjang 3,5 meter, jebol menimpa tembok bangunan kamar ukuran 3x3 meter milik I Ketut Rijek di Lingkungan Susuan, Kelurahan Karangasem. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sedangkan, di jalur Nyuh Tebel menuju Tenganan, pohon perindang tumbang menutupi akses jalan dan menimpa kabel milik PT Telkom. (kmb31)

Longsor Susulan Dari Hal. 1

Meskipun demikian, lalu lintas ke jalur yang tergolong ekstrem itu tetap ditutup pihak kepolisian. Alasannya karena intensitas hujan masih cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan longsor susulan. Kapolres Buleleng, AKBP Made Sukawijaya, Sabtu (11/2) kemarin, mengatakan meskipun penanganan longsor sudah selesai dilaksanakan, kondisi tanah di jalur tersebut masih sangat labil, yang masih berpotensi longsor saat hujan turun. Demi keselamatan, penutupan lalu lintas pun masih dilakukan. Hal

tersebut akan terus diberlakukan jika kondisi cuaca belum membaik. “Karena curah hujan masih tinggi, jalur ke sana masih ditutup. Nanti akan dibuka jika cuaca sudah membaik. Ini demi keselamatan,” ujarnya di selasela meninjau longsor. Penutupan itu, juga tak lepas dari kondisi jalan yang ambles di beberapa titik. Menindaklanjuti itu, lalu lintas dari arah Denpasar menuju Singaraja dialihkan ke jalur Pupuan, Tabanan. Demikian juga sebaliknya. “Nanti jika kondisi sudah normal, jalur akan dibuka lagi,” tandasnya. (kmb45)

Jalan Tergerus Dari Hal. 1

Korban yang tinggal seorang diri tersebut tewas setelah rumahnya tertimbun tanah longsor Sabtu dini hari (11/2) sekitar pukul 24.00 wita. Selain merenggut korban jiwa, akibat bencana ini jalan di dusun ini tergerus. Tepat di bawah rumah korban, jalan tertutup material tanah longsor hingga hingga tidak bisa dilalui dengan kendaraan roda dua. Informasi dikumpulkan di lapangan Sabtu (11/2) kemarin, sebelumnya kejadian hujan dengan intensitas tinggi melanda Desa Tejakula dan sekitarnya. Sebelum kejadian, korban beristirahat seorang diri di rumahnya. Rumah sederhana itu dibangun di atas lahan hasil meminjam dari tetangganya. Posisi rumah korban di bawah perbukitan. Tengah malam, tiba-tiba petir menyambar tepat di atas perbukitan. Saat itu diikuti dengan tanah longsor dari atas bukit. Tanah hingga batu tergerus dan tepat mengenai rumah korban. Akibatnya, rumah korban tertimbun hingga luluh lantak. Nahas, korban tewas tertimbun dan badannya tertindih sebuah batu berukuran besar. Warga bersama aparat Desa Tejakula baru berhasil mengevakuasi jenazah korban sekitar pukul 07.00 wita. Jenazah berhasil dikeluarkan dari timbunan tanah dan batu setelah warga menggali menggunakan cangkul dan alat seadanya. Setelah dievakuasi, jenazah kemudian dimandikan. Perbekel Desa Tejakula I Ketut Suardana mengatakan, korban sejak lama tinggal di Dusun Anta Pura sambil berkebun milik warga asal Tejakula. Untuk membiayai hidupnya, korban menjual hasil kebun seperti daun pisang, kayu bakar, atau pisang ke Pasar Tejakula. Meski telah lama tinggal di Dusun Anta Pura, status kependudukannya tetap tercatat sebagai penduduk Dusun Subaya, Desa Subaya, Kintamani. Warga Mengungsi Sementara itu, ratusan warga Banjar Bantas Desa Songan Kintamani yang selamat dari musibah tanah longsor Jumat (10/2) dini hari lalu, kini mengungsi di tenda pengungsian yang didirikan di dekat setra desa adat setempat. Warga mengungsi lantaran wilayah Banjar Bantas saat ini masih belum memungkinkan untuk ditempati karena sangat rawan terjadi longsoran susulan. Berdasarkan pantauan wartawan Bali Post, Sabtu (11/2) kemarin, untuk menampung

warga pengungsi, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI/ Polri, serta instansi terkait lainnya sudah mendirikan empat tenda pengungsian di dekat setra desa setempat. Tempat pengungsian warga menjadi satu dengan tempat disemayamkannya ketujuh jenazah korban longsor. Selain mendirikan tenda, tim juga juga mendirikan dapur umum di halaman sebuah rumah warga yang lokasinya tak jauh tenda pengungsian. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa saat ditemui di lokasi mengatakan, ada pun jumlah warga yang diungsikan kurang lebih sebanyak 130 jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan pengungsi seperti konsumsi maupun sandang pihaknya sudah mendapat dukungan dari beberapa instansi terkait serta relawan. Tim kesehatan, kata Agus, juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan warga yang selamat dari musibah longsor. Agus Sutapa mengatakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pihaknya sejauh ini mengupayakan mendapatkannya di wilayah Songan, berkoordinasi dengan aparat desa setempat. Ia mengaku kesulitan mendrop air bersih dari wilayah Kecamatan Bangli karena terkendala akses jalan. Akibat hujan deras yang terus mengguyur belakangan ini jalur Penelokan-Kedisan ambles dan menggerus sebagian badan jalan. “Kalau kita bawa dari Bangli, kita terkendala akses jalan. Karena di Penelokan jalannya ambles,” ujarnya. Sementara itu, ditemui di tenda pengungsian sejumlah warga yang selamat dari musibah longsor tampak sedang menunggui jenazah keluarganya dan beberapa di antaranya menjalani pemeriksaan kesehatan. Beberapa warga yang ditemui mengaku cukup trauma dengan kejadian longsor yang merenggut tujuh orang korban jiwa. Wayan Wirtana yang kehilangan istri dan dua orang anaknya akibat musibah longsor mengaku trauma dengan kejadian tanah longsor yang menimpa rumahnya. Dirinya tak pernah menyangka akan kehilangan anggota kelurga yang dicintainya secepat ini. Dia mengaku belum bisa memastikan kapan kembali ke rumahnya yang kini sudah rusak berat tertimbun longsor. Dia memastikan masih akan berada di tenda pengungsian hingga proses penguburan istri dan anaknya selesai. Sementara itu, Wirtana mengaku siap jika harus dire-

BPM/mud

lokasi kalau memang ada lahan dan rumah yang disiapkan pemerintah. Selain Wirtana, trauma akibat bencana tanah longsor juga dirasakan Jro Sudaya dan Jro Muada warga Banjar Bantas. Sudaya mengatakan meski dirinya dan warga lainnya saat ini masih merasakan trauma, namun beberapa warga yang mengungsi di tenda pengungsian sudah ada yang balik ke rumah mereka di Banjar Bantas, meskipun hanya sebentar. “Terpaksa pulang sebentar karena ada ternak sapi milik warga di sana,” ujarnya. Dia siap jika memang ada arahan untuk pindah selamanya dari rumahnya di Banjar Bantas. “Kalau memang sudah disiapkan tempat saya siap. Kalau disuruh pindah sendiri saya tidak mau,” kata Jro Muada. Batuk dan Pilek Tim medis yang berada di tenda darurat milik Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli mulai memberikan perawatan dan pengobatan gratis kepada seluruh pengungsi bencana tanah longsor di tiga desa yakni Desa Songan, Desa Awan, dan Desa Sukawana, Sabtu (11/2) kemarin. Tim medis yang memberikan pengobatan gratis kepada seluruh pengungsi dari Janar Duta FK Unud, tim medis BPBD Bangli dan BPBD Provinsi Bali. Berdasarkan pantaun Bali Post kemarin, tim medis sejak pagi sudah terlihat sibuk melayani para pengunggsi yang hendak memeriksanakan dirinya mulai dari orang tua, lansia, dewasa dan anak-anak yang hendak memeriksakan kesehatan mereka. Tim medis langsung melakukan langkah pemeriksanaan terkait apa saja keluhan yang dialami oleh warga untuk segera diberikan obat sesui dengan sakit yang dialami. Tim medis dari BPBD Provinsi Bali dr. I Komang Arya mengatakan, para pengungsi lebih banyak memeriksakan diri mereka dengan keluhan batuk dan pilek. Ada juga beberapa warga mengalami pusing, gatal-gatal, sakit perut akibat sakit perut akibat telat makan lantaran mag. Sementara itu, salah satu perwakilan tim medis dari Janar Duta FK Unud, Agung Diah Sutarini, menyatakan warga banyak mengalami keluhan pusing, pernapasan tertanggu, gatal-gatal, pilek. Ada juga beberapa warga yang mengalami hipertensi. Kalau anakanaknya kebanyakan mengalami gatal-gatal di tangan dan kaki. (kmb38/kmb40/kmb41)

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Gerakan Tanah Wilayah Timur dari Badan Geologi Agus Solihin mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan kajian terkait kondisi tanah di Banjar Bantas. Dia menyebutkan wilayah Banjar Bantas termasuk rawan bencana karena kondisi tanah yang gembur dan mudah longsor. Terlebih saat ini kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan sebagaimana prediksi BMKG. Atas kondisi tersebut pihaknya pun meminta masyarakat agar tetap waspada karena potensi longsor masih terjadi. “Imbauan kami terhadap masyarakat supaya bisa pindah ke tempat yang lebih aman,” ujarnya. Sementara itu, Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra mengatakan, sebagaimana hasil koordinasi kawasan Banjar Bantas memang masuk zona merah rawan longsor. Terkait hal itu ke depan pihaknya

akan mengisi larangan bertempat tinggal di lokasi tersebut. Giri Putra mengatakan, untuk merelokasi warga di wilayah tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat desa. Pihaknya mengaku akan mengupayakan tempat tinggal melalui tenda darurat termasuk agar pindah ke rumah kerabatnya yang lebih aman. Jika tidak memungkinkan mereka akan direlokasi ke balai banjar. Mantan Sekwan ini menambahkan untuk penanganan material longsor yang memutus sejumlah akses jalan, pihaknya sudah meminta bantuan alat berat kepada pihak provinsi. Tak hanya itu, Dandim 1626/ Bangli Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung juga dikatakan Giri Putra sudah berkoordinasi dengan Kodam dan Korem untuk meminjam alat berat Denzipur. “Karena daerah Pinggan juga terisolasi. Untuk alat berat Denzipur, kita gunakan untuk membuka akses jalan di Pinggan termasuk untuk pembersihan material di wilayah Sukawana,” terangnya. (kmb40)

Percepat Sedimentasi Danau Dari Hal. 1

Suarjana menambahkan, tanaman ekonomis lain seperti kol, stroberi, dan kentang juga mempercepat sedimentasi danau di dekat sana, yakni Danau Buyan. Sedimentasi mencapai hampir 100 ton per tahun bahkan lebih. Kedalaman Danau Buyan yang awalnya sekitar 69 meter, tahun 2015 tercatat sudah berkurang menjadi 64 meter. “Percepatan (sedimentasi) ini juga memicu cadangan air berkurang,” imbuhnya. Menurut Suarjana, daerah-daerah yang kemiringannya di atas 40% wajib melakukan penanaman tanaman yang sifatnya tanaman keras. Utamanya tana-

man endemik atau tanaman yang memang sesuai dengan habitatnya di sana. Mengingat, daerah dengan kemiringan seperti itu sangat rawan bencana. “Contoh kalau yang cocok di Kintamani itu ampupu, pinus, dan tanaman endemik yang ada di sana. Kalau Bedugul, seperti dadap, kopi, cemara itu sangat kuat sekali memegang air. Kalau bisa ditanami bambu di daerah kemiringan itu akan bagus karena angin juga bisa memakan tebing. Kalau sudah ada bambu akan berfungi sebagai barier yang kuat,” tandasnya. Dia mengatakan mulai bulan Maret akan menggalakkan lagi penanaman pohon-pohon itu di kawasan rawan bencana. (rin)

Tiga Jam Dari Hal. 1

“Kalau dari Bukit Sari atau Bukit Tuntung ke bawah (pusat desa) minimal memerlukan waktu perjalanan tiga jam,” ujarnya. Atas kondisi tersebut, Mandiasa pun sangat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap warga di lima dusun itu. Untuk membuka akses warga yang terisolasi, pihaknya sangat mengharapkan pemerintah dapat membantu alat berat sehingga kendaraan seperti sepeda motor bisa melintas.

“Yang terpenting adalah akses jalan bisa dilalui warga,” imbuhnya. Sementara itu, Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra yang ditemui di selasela meninjau korban bencana kemarin mengatakan, terkait adanya warga di lima dusun yang terisolasi akibat musibah bencana longsor tersebut pihaknya mengaku akan segera mencarikan solusi untuk menangani kondisi tersebut. Untuk penanganannya, dia akan secepatnya melaporkan kondisi warga di lima dusun tersebut kepada Bupati dan Wabup Bangli. (kmb40)


balipost (157rb Like) http://facebook.com/balipost

Jakarta “Fifty Shades Darker”, sekuel “Fifty Shades of Grey” dijanjikan akan memberikan pengalaman yang lebih kelam untuk penonton, kata produser film itu saat penayangan perdana di Inggris. “Ada elemen yang lebih gelap,” kata produser E.L. James. “Kami punya orang yang mencoba memisahkan pasangan itu, kami belajar tentang mengapa Christian seperti itu, jadi, ya, lebih kelam,” ujarnya. James adalah penulis trilogi buku roman erotik yang sangat populer ketika diterbitkan pada tahun 2011 dan 2012, yang kemudian diadaptasi jadi film. Dalam “Fifty Shades Darker”, protagonis Anastasia Steele dan Christian Gray berdamai dan memulai hubungan mereka lagi. Namun, pasangan ini dipaksa untuk menghadapi sisi buruk Christian dan orang lain yang mengancam untuk memisahkan mereka, seperti dilansir Reuters. “Fifty Shades Darker” mulai tayang pada 8 Februari. (rtr/ant)

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu Pon, 12 Februari 2017

”Fifty Shades Darker” Lebih Kelam

@balipostcom (4.710 Follower) http://twitter.com/balipostcom

Melania Trump akan Jadi Model Sampul ’’Vogue’’ Jakarta -

Meskipun beberapa desainer terkemuka di dunia menolak untuk mendandani dia, Melania Trump bisa jadi tetap muncul di sampul majalah fashion yang paling ikonik di dunia. Dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal, editor in chief Vogue Anna Wintour menyebut majalah ini selalu menampilkan sosok ibu negara, yang menyiratkan Melanie Trump bisa segera muncul di sampul Vogue. “Kami memiliki tradisi selalu menampilkan ibu negara di Vogue dan saya tidak bisa membayangkan bahwa kali ini akan berbeda,” kata Wintour. Pada tahun 2016, kitab suci fashion ini menunjukkan dukungan pada calon presiden untuk pertama kalinya dalam sejarah 125 tahun dengan memilih Hillary Clinton sehingga tidak mengherankan pengumuman ini jadi kejutan. Terlepas dari posisi Wintour sebagai seorang Demokrat vokal dan aktif secara politik, ia menegaskan bahwa Melania akan tampil sama seperti pendahulunya. Bila benar, itu tidak akan menjadi kali pertama Melania muncul di sampul Vogue. Pada edisi Februari 2005, majalah itu menampilkan Melania tak lama setelah pernikahannya dengan Trump yang pada waktu itu dikenal sebagai bintang realita TV. Akan tetapi, apa yang terjadi 12 tahun kemudian ini bisa jadi keputusan berisiko bagi Vogue seperti dilansir Independent. Akhir-akhir ini, Melania menjadi berita utama untuk semua alasan yang salah, tentang tuntutan hukum dan kritik untuk rencananya menjual barang bermerek Melania, dan mengingat keberhasilan gerakan baru seperti #GrabYourWallet, Vogue bisa menjadi target baru. Dalam wawancara itu, Wintour juga mengungkapkan bagaimana dia memprediksi industri fashion akan terpengaruh oleh iklim politik saat ini. “(Mereka akan) terinspirasi oleh apa yang mereka lihat dan itu akan terlihat dalam karya mereka,” katanya. Beberapa tahun ke depan kreativitas akan sangat tinggi. (ant)

BPM/ant

BANYAK BINTANG - Foto cover “Fifty Shades Darker Original Motion Picture Soundtrack” yang dibintangi banyak bintang film.

Gaya Bulan Madu Orang Indonesia Jakarta Gaya bulan madu pengantin baru Indonesia yang umumnya lebih suka jalan-jalan menikmati pemandangan di tempat-tempat menarik, kata David Soong, Founder dan CEO penyedia jasa foto liburan SweetEscape di Jakarta, Jumat (10/2). Kemudian, mereka akan mengabadikan hal itu untuk menunjukkan “kami sudah pernah ke sini” ibarat mencentang daftar tempat yang ingin didatangi. Namun, museum bukanlah tempat favorit untuk pengantin baru Indonesia yang sedang berbulan madu. Padahal, imbuh David, museum di negara-negara lain destinasi menarik untuk didatangi. “Di London banyak yang free tapi pada enggak suka,” katanya. David mengatakan pada umumnya ada tiga tipe pasangan yang berbulan madu. Pertama adalah mereka yang bulan madu untuk bersantai, misalnya menikmati keinda-

han Pantai Maladewa. Kedua, mereka yang suka bertualang dan mengeksplorasi tempat baru. Road trip bisa jadi pilihan, cukup sewa mobil kemudian jelajahi berbagai kota bersama orang terkasih. Salah satu yang biasanya asyik untuk road trip adalah Eropa di mana pengantin baru bisa menjelajahi beberapa negara sekaligus.

Terakhir adalah pasangan yang gemar mengunjungi tempat belanja selama bulan madu. Lantas, destinasi apa yang jadi favorit pasangan Indonesia? Ternyata Bali masih menjadi destinasi favorit pasangan di Indonesia, disusul dengan Tokyo-Kyoto di Jepang dan Paris yang identik sebagai kota romantis. (ant)

BPM/ist

DESTINASI - Salah satu destinai bulan madu Pulo Cinta di Gorontalo.

Salahkan Trump Jakarta Aktor dan aktivis Richard Gere mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah berhasil mencampurkan makna dari kata “pengungsi” dan “teroris” di benak banyak orang Amerika. Gere juga mengatakan pada konferensi pers di Festival Film Berlin sebelum premier film “The Dinner” bahwa ia merasa sedih karena istilah “pengungsi” berubah jadi negatif maknanya di Amerika Serikat. “Hal yang paling mengerikan yang Trump telah lakukan adalah menggabungkan dua kata - pengungsi dan teroris,” kata Gere (67) di hadapan lebih dari 100 wartawan seperti dilansir Reuters. “Dua kata itu dianggap hal yang sama di AS sekarang. Itu yang berhasil dia lakukan ke sebagian besar penduduk kita.” Trump memerintahkan larangan perjalanan pada

pengungsi dan warga dari tujuh negara mayoritas Muslim pada 27 Januari. Pengadilan banding federal AS di San Francisco menolak memulihkan larangan perjalanan Presiden Donald Trump terhadap warga tujuh negara mayoritas Muslim. Trump mengkritik keputusan pengadilan. “Kata ‘pengungsi’ digunakan untuk menjadi seseorang yang ingin kita bantu dan lindungi,” kata Gere. “.... Sekarang kita takut pada mereka ... menggabungkan kedua makna itu kejahatan terbesar.” Gere bertemu Kanselir Angela Merkel pekan ini saat berada di Berlin untuk festival. Merkel mengatakan kepada Trump dalam panggilan telepon dua pekan lalu bahwa perang global melawan terorisme bukan alasan untuk melarang orang-orang dari negara-negara mayoritas Muslim.

Pewaris Negara Bukan Konflik SARA brolan BALE BANJAR ARIDUS SAYA bertanya kpd Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak utk tinggal di negeri sendiri, dgn hak asasi yg saya miliki? *SBY* ‘’Itu konon cuitan keempat dari lima kultwit Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dikutip dari sumber Twitter @SBYudhoyono, Senin (6/2) sore lalu. Asap tidak mungkin membubung jika tidak ada bara api sebagai sumber. Demikian pula cuitan SBY, konon akibat rumah hadiah negaranya di Kuningan, Jakarta digerudug ratusan mahasiswa sehari sebelumnya. Saudara-saudaraku yg mencintai hokum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan “digrudug“ ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. * SBY *. Itu cuitan pertama disusul, ‘Kecuali Negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa dirumah pribadi. Polisi juga tidak member tahu saya‘. Kultwit ketiga, ‘Kemarin yg saya dengar, di Kompleks Pramuka Cibubur ada pro-

vokasi & agitasi thd mahasiswa utk ‘Tangkap SBY‘. Nah, yang keempat adalah pertanyaan pada Presiden dan Kapolri tentang hak untuk hidup di negeri sendiri. Terakhir atau yang kelima, ‘Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kpd Allah SWT‘. Nah, bisa dibayangkan kalau pengguna internet di Tanah Air kini mencapai 132,7 juta orang atau setengah lebih penduduk Indonesia yang kini berjumlah 256,2 juta jiwa. Cuitan tersebut cepat menjadi viral, terutama yang keempat sejak diposting hingga hari berikut Selasa (7/2) diretweet para netizen 4.200 kali dan terus bertambah. Ironisnya, bukan bersimpati namun cuitan atau komentar netizsen terkesan membuli dengan satire kocak membuat netizen lain ngakak,” ulas Rubag. ‘’Kasihan juga Presiden Joko Widodo dan Kapolri Tito Karnavian bila harus menjawab cuitan dan status ribuan netizen lewat tweetter dan facebook. Sebab pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu dijawab dengan tujuan menyindir tersebut membikin perut sakit menahan gelak. Contoh kalimat yang bikin ngakak misalnya , @ Derinoarya; Saya bertanya Kpd Bapak Presiden & Bapak Kapolri, apakah dompet tidak ada isinya itu karena dompet saya sedang disadap? Lalu dari @ NderDiamanta; Saya bertanya kpd Bapak Presiden dan Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak untuk kangen pd mantan saya sendiri? Ke-

mudian ciutan @ cuye, Saya bertanya kpd Bapak Presiden & Kapolri, apakah sakit karena mencinta diam-diam itu ditanggung oleh BPJS? Lebih menggelitik lagi @syifaush_shadri, Maaf sebelumnya pakpresiden & kapolri, saya ingin bertanya, mengapa kita bisa kehilangan padahal belum sempat memiliki? Dilanjutkan @ Lintangrahmaa, Saya bertanya kpd Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak utk tinggal di hatinya, dgn hak asasi yg saya miliki? Ratusan lagi satire kocak, yang terinspirasi dari kultwit mantan presiden ke-6 RI, yang agaknya tidak mengharapkan jawaban RI 1 dan Kapolri, mungkin sekadar lelucon atau melampiaskan kemangkelan. Bisa jadi mereka paham mengapa para mahasiswa menggerudug sebuah rumah pribadi atau mahfum sepak terjang para pemburu kekuasaan yang melontarkan isu-isu SARA buat menjatuhkan lawan-lawan politik mereka,” komentar Wayan Wijaya. ‘’Bukan namanya Jokowi bila tidak bisa menjaga perasaan dan kesabaran serta buta terhadap situasi politik belakangan ini. Jokowi, bagiku, seperti pendekar dunia kangouw versi Kho Ping Ho, yang mampu menyatukan gwakang, ginkang dan lweekang pribadinya, sehingga tetap tegak berdiri kendati berbagai serangan menerpanya, sejak jadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan kini Presiden ke-7 RI. Dia tahu kapan menggunakan gwakang atau tenaga fisik sekaligus memanfaatkan

lweekang atau tenaga dalam buat mengobati luka hati dan perasaan, juga menggunakan ginkang agar musuh terjengkang sendiri karena tenaganya dipinjam. Itulah kehebatan ilmu meringankan tubuh, sehingga mampu bergerak ke sana-ke mari, sehingga koalisi di parlemen yang berniat menghambat program kerjanya kini tinggal nama, sehingga ada pimpinan parpol harus menghafal lirik Munajat Cinta dari The Rock. Ketika jutaan orang berdemo ke Jakarta, dia cepatcepat mengunjungi kediaman tokoh- tokoh agama dan lakukan politik nunggang kuda, sehingga belasan terduga makar gagal mendompleng demo Wiro Sableng 212 dan ditangkap. Untuk ribuan pertanyaan hak asasi yang tertuju padanya, dia cukup bertanya balik, saya bertanya kepada siapa? Hahaha…,” gelak Made Suryanegara menutup argumennya. ‘’Ilmu pinjam tenaga lawannya juga mengungkap kebobrokan moral seseorang yang mengaku imam besar sebuah LSM, yang kini terjerat bermacam kasus hukum. Bila video percakapan mesra bisa dibuktikan kebenarannya, berarti dia bukan imam besar tapi imam birahi besar yang telinganya perlu mendengar lagu ‘Penjahat Cinta‘ dari Cut Memey. Anak buah kesayangan yang juga juru bicaranya juga berstatus tersangka di Polda Bali, karena melakukan fitnah terhadap para pecalang Bali dan potensial menyulut konflik SARA. Wah, pendekar kangouw ini menyambit sebutir

batu tiga-empat burung menggelepar. Terkait semua netizen bertanya pada dirinya, Jokowi seperti main squash. Target tidak langsung disasar tetapi tembok yang kemudian memantulkan ke lawan main atau rally. Dia menyarankan tidak semua persoalan harus ditanyakan kepada presiden atau saling menyalahkan. Seharusnya setiap masalah yang menyangkut urusan berbangsa dan bernegara sebaiknya dirembuk secara tertutup, kemudian dicari solusinya, baru disosialisasikan ke masyarakat. Wah, itu cara berpikir dan bertindak seorang yang berstatus negarawan. Namun seperti kata buya Syafii Ma’arif yang sering kuulang, Ibu Pertiwi sangat pelit melahirkan negarawan saat ini, yang lahir kebanyakan politisi busuk, yang mengatasnamakan rakyat dalam meraih ambisinya,“ ungkap Nyoman Karya. “Isu SARA yang digunakan belakangan ini untuk menjatuhkan lawan-lawan politik adalah alat para politisi busuk merampas kekuasaan. Itulah yang hendak dikikis para mahasiswa yang melaksanakan Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia di Bumi Perkemahan Cibubur, 4-6 Februari 2017. Pertemuan yang diikuti 3.000 mahasiswa dari 401 kampus dari 21 provinsi mengambil tema ‘Kami pewaris negara bukan pewaris konflik SARA‘. Dalam pertemuan dan diskusi mereka menyadari kampus tempat mereka menuntut ilmu adalah benteng pengetahuan. Sebagai benteng pengetahuan

Richard Gere

BPM/rtr

Dalam film “The Dinner”, Gere memainkan politisi terkenal yang bertemu istri dan saudaranya di sebuah restoran untuk membahas kejahatan mengerikan yang dilakukan oleh anak-anak mereka. Dalam sebuah wawancara dengan Reuters sebelum konferensi pers, Gere mengatakan ia jadi optimis berkat demonstrasi di Amerika Serikat terhadap kebijakan Trump. “Saya pada dasarnya opti-

mis jadi saya melihat ini sebagai kesempatan bagi orang untuk muncul sehari setelah dia dilantik,” kata Gere. “Ada jutaan orang di jalanjalan di New York. Itu bukan demonstrasi berisi kemarahan. Itu demonstrasi positif dengan tujuan yang sama.” Lebih dari sejuta migran, banyak dari mereka melarikan diri dari konflik dan penganiayaan, tiba di Jerman dalam dua tahun terakhir. (ant)

mereka tidak ingin kampus berkompromi dengan kelompok intoleran yang gemar menghakimi perbedaan pendapat dengan beragam stigma SARA. Nilai-nilai kebenaran dan peradaban dalam sejarah akademis, menurut mereka, lahir karena adanya perbedaan cara berpikir dan berpendapat. Meniadakan perbedaan, bagi mahasiswa, sama halnya dengan membunuh ilmu pengetahuan dan menghancurkan peradaban sekaligus mengingkari kodrat manusia sebagai makhluk yang tak henti-henti berpikir. Itulah pikiran utama yang ditelurkan jambore sebagai isi selebaran yang disebar ke beberapa tempat dekat pertemuan. Jadi, menurut Ketua Panitia Pelaksana Jambore, Septian Prasetyo, tidak benar

ada demo dan teriak-teriak, namun membaca hasil diskusi yang termanifestasi dalam selebaran, dengan alat pengeras suara TOA. Dia juga menolak tuduhan ada provokator yang membekali pertemuan, karena panitia mengundang dua narasumber untuk mengisi acara. Selain menolak SARA, peserta jambore juga menyerukan penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan, menolak dan melawan organisasi radikal yang antiPancasila serta menuntaskan semua kasus korupsi tanpa pandang bulu. Celakanya, ada yang kebakaran jenggot dan salah paham atas seruan para pewaris negara yang emoh mewarisi konflik SARA. Cermin paham yang salah!“ ujar Nyoman Sudiantara. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 12 Februari 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu