20 HALAMAN
NOMOR 222 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
Rabu Umanis, 11 april 2018
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Demer Ungkap Pendanaan Genjot Ekonomi Kerakyatan, Pembangunan Pasar Badung Koster Prioritaskan Produk Lokal
PROSES dan tahapan turunnya anggaran dana pemerintah pusat untuk pembangunan Pasar Badung pascakebakaran semuanya berlangsung sesuai alur dan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan, transparan, dan akuntabel. Tidak ada peran personal yang boleh diklaim berjasa atas pendanaan tersebut. Hal itu dikemukakan anggota DPR-RI Komisi VI dari Partai Golkar dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer di Denpasar, Selasa (10/4) kemarin. Hal. 19 Mohon Bantuan
Meluas, Dukungan untuk Koster-Ace dan BAGIA di Klungkung
MENDAG - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggariasto Lukita diterima Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra pascakebakaran Pasar Badung, beberapa waktu silam.
RATUSAN warga dari Banjar Pekandelan Klod dan Pekandelan Kaler Kota Semarapura mengarahkan dukungan mereka kepada pasangan calon ‘’satu jalur’’ BupatiWakil Bupati Klungkung Tjokorda Bagus Oka–I Ketut Mandia (BAGIA) dan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace). Mereka menilai pola ‘’Satu Jalur’’ akan mempercepat pembangunan juga peningkatan kesejahteraan masyarakat Klungkung. Hal. 19 Program Kerja
kebulatan tekad - Dukungan terhadap paslon Koster-Ace di Klungkung makin meluas. Salah satunya kebulatan tekad warga Banjar Pekandelan Klod, Klungkung.
Daun Singkong pun Dipasok dari Banyuwangi
PENUHI KEBUTUHAN BALI
Menjadi tetangga Bali, Banyuwangi mendapat berkah yang melimpah. Beragam komoditi pertanian dipasok untuk Bali. Tak hanya pisang dan janur, juga sayur-mayur. Bayangkan setiap hari minimal 30 mobil pick-up sayur diangkut dari Banyuwangi ke Bali. Sayuran yang dipasok juga tak istimewa. Daun singkong, bayam, sawi dan kacang panjang. Tetapi omzet para pedagang sangat menggiurkan. Sepuluh hingga dua puluh juta rupiah per pick-up setiap harinya.
Bali Post/udi
PISANG - Tumpukan buah pisang di salah satu pengepul di Desa Songgon, Banyuwangi siap dikirim ke Bali, Selasa (10/4) kemarin.
Berburu Pisang ke Songgon
Menjadi pemasok bahan makanan ke sejumlah pasar di Pulau Bali menjadi target pengepul sayur di Banyuwangi. Jumlahnya pun terus meningkat. Tahun 2000 jumlah pedagang Banyuwangi yang langsung ke Bali bisa dihitung dengan jari, tetapi kini telah meningkat berlipat-lipat. Data dari komunitas pedagang sayuran di Banyuwangi, sehari mereka bisa mengirim sekitar 30 pick-up sayuran ke Bali. Omzetnya lumayan. Ratarata satu pick-up sayuran tembus Rp 10 juta hingga Rp 20 juta. Tergantung jenis sayuran yang
PISANG menjadi komoditi Banyuwangi yang paling banyak dikirim ke Bali. Pesanan pisang ke Bali tak pernah sepi. Bahkan, pedagang kerap kewalahan. Sebab, pasokan pisang mulai menipis. Akibat, pengiriman yang tak pernah henti. Beragam jenis pisang laku keras di Bali. Mulai pisang Ambon, raja, saba dan pisang emas. Pisang dari daerah Songgon yang paling diminati. Sebab, buahnya lebih padat. Rasanya manis. Kualitas pisang Songgon ini yang memikat pasar di Bali. Sekali kirim, bisa satu truk, muatan 6 ton. ‘’Kalau ramai, sehari kita bisa kirim 300 tandan, diangkut truk,’’ kata Winarni, pengepul pisang di Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Selasa (10/4) kemarin. Hal. 19 Bisnis Pisang
’’
Bali Post/udi
BUAH NAGA - Pengepul menata buah naga di Bangorejo, Banyuwangi yang akan dikirim ke Bali, Selasa (10/4) kemarin.
dikirim. Menariknya, hampir semua sayuran laku keras di Bali. Mulai daun singkong, terong hingga kacang panjang. Para pedagang sayuran ini tersebar di beberapa kecamatan. Mereka mulai berangkat pukul 15.00 WIB, tiba di Bali sekitar pukul 21.00 WIB. Pasar Badung menjadi tujuan utamanya. Para pedagang ini sudah memiliki langganan tetap di Pasar Badung. Mereka adalah pedagang eceran. Tak hanya warga Bali, pedagang dari Jawa juga ikut menjadi pengecer sayuran di Bali. ‘’Hampir semua sayuran laku di Bali. Tapi, kita tetap melihat potensi pasar,’’ kata Hj. Titis Sri Astuti, pedagang sayuran asal Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Selasa (10/4) kemarin. Hal. 19 Tahun 2000
SETIAP HARI BANYUWANGI MENGIRIM PULUHAN TON SAYUR-MAYUR KE BALI. DI ANTARANYA DAUN SINGKONG, TERONG, KANCANG PANJANG DAN SAWI. PADAHAL SAYUR TERSEBUT SANGAT MUDAH TUMBUH DI TANAH BALI. LALU MENGAPA PELUANG ITU DIAMBIL PETANI BANYUWANGI? TAK HANYA BAHAN MENTAH, BAHAN OLAHAN JADI ATAU SETENGAH JADI JUGA DIPASOK DARI BANYUWANGI. TAPE KETELA MISALNYA. SETIAP HARI SEJUMLAH BUS MENURUNKAN PAKET ’TAPE SELA’. DEMIKIAN PULA KOMODITI PERTANIAN LAINNYA. TAK HANYA DIDATANGKAN DARI TANAH BELAMBANGAN, PISANG ASAL LOMBOK DAN JERUK SULAWESI JUGA MENYERBU PULAU DEWATA.
’’
KPK Tangkap Bupati Bandung Barat
Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tujuh orang, yang salah satunya Bupati Bandung Barat, dalam kegiatan tim penindakan di Bandung Barat, Jabar. ‘’Tadi, saya cek memang ada kegiatan tim penindakan di lapangan. Ada penyelenggara negara dan sejumlah pihak yang diamankan di salah satu kabupaten di Jawa Barat. Sekitar tujuh orang diamankan sejauh ini,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (10/4) kemarin. Febri menyatakan dari tujuh orang yang diamankan itu, sebagian sudah dibawa ke KPK dan lainnya sedang dilakukan pemeriksaan awal. ‘’Salah satu yang tadi diamankan adalah
bupati aktif dan sejumlah PNS,’’ ungkap Febri. Berdasarkan informasi, Bupati Bandung Barat Abubakar termasuk yang diamankan oleh tim KPK. KPK mempunyai waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang diamankan tersebut. Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Bandung Bara, Hari Mustika membantah adanya operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Bupati Abubakar. ‘’Masih ada Pak Bupati mah, enggak, di sini (enggak ditangkap),’’ ujar Hari saat dihubungi melalui telepon seluler. Hal. 19 Kediaman Anaknya
Dua Tahun Perda Insentif Belum Jalan
Biro Hukum Tak Pernah Terima Draf Pergub
PERDA tentang Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan kepada Masyarakat dan/atau Penanam Modal belum bisa dilaksanakan. Padahal perda ini telah disahkan 2016. Penyebabnya, perlu ada peraturan gubernur (pergub) sebagai penjabaran teknis perda tersebut. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bali Ida Bagus Made Parwata (BP, 10/4) mengakui bila perda insentif belum bisa diberlakukan lantaran belum rampungnya peraturan gubernur (pergub) untuk menjabarkan isi perda. Draf pergub sebetulnya sudah diserahkan kepada Biro Hukum, namun masih dilakukan pembahasan sehingga belum mendapat tanda tangan gubernur. Pernyataan Parwata itu mendapat
tanggapan Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali. Biro Hukum justru menyatakan belum pernah menerima draf pergub itu dari DPMPTSP Provinsi Bali. ‘’Belum saya lihat itu (draf) pergubnya. Nanti kita koordinasikan lagi dengan Dinas Penanaman Modal. Jadi, belum ada pembahasan sama sekali itu,’’ ujar Karo Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, Selasa (10/4) kemarin. Menurut Kartika, draf pergub dibuat oleh pemrakarsa lalu diajukan ke gubernur. Berkaitan Perda Insentif, pemrakarsa yang dimaksud memang DPMPTSP. Setelah diajukan dan mendapat persetujuan gubernur, barulah Biro Hukum bekerja, yakni melakukan pembahasan bersama dengan pemrakarsa dan stakeholder
lainnya. ‘’Belum pernah ada pembahasan. Saya janji besok (hari ini) koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal, segera nanti dibuat pergub itu karena itu pergub penting sesungguhnya,’’ imbuhnya. Kartika menambahkan, keberadaan pergub penting dalam memberikan kemudahan investasi bagi masyarakat maupun penanam modal yang ingin berinvestasi, terutama di luar Bali Selatan. Kemudahan bisa dalam bentuk keringanan pajak ataupun bentuk-bentuk lainnya. ‘’Ketika perda memerlukan tindak lanjut peraturan yang lebih teknis berupa peraturan gubernur, pemrakarsa harus berinisiatif untuk membuat. Begitu dibuat perda, pergubnya segera dibuat. Ini yang kadangkadang pemrakarsa itu hanya perda
saja fokusnya, pergubnya lupa,’’ jelas pejabat yang baru dilantik ini. Kartika mengaku akan mengingatkan semua OPD yang menjadi pemrakarsa sebuah perda untuk segera membuat draf pergub. Terutama pada perda yang memang membutuhkan tindak lanjut berupa pergub, namun belum memilikinya. Hanya pihaknya tidak bisa menyebutkan secara rinci mengenai perda apa saja yang sampai saat ini belum memiliki pergub. ‘’Banyak sekali perda itu, harus cek dulu. Biro Hukum sifatnya menunggu drafnya supaya masuk ke Biro Hukum barulah kita bahas itu. Intinya di pemrakarsa, bukan Biro Hukum. Kalau Biro Hukum cepat bekerja,’’ tandasnya. Hal. 19 Belum Rampung
denpasar
2
Meningkat, Mahasiswa Terlibat Narkoba
PEREDARAN narkoba kian masif masuk ke kalangan kampus. Kondisi ini diperkuat dengan data di BNNP Bali. Tahun 2016 mahasiswa yang terlibat narkoba 17 orang, sedangkan tahun 2017 sebanyak 45 orang dan menduduki ranking empat. Sementara jumlah pelajar terlibat narkoba sebanyak 10 orang. Menyikapi fenomena ini, pihak kampus mesti peka dengan kondisi tersebut dan melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan mahasiswanya dari cengkraman barang terlarang tersebut. “Berbicara narkoba tidak akan pernah habis-habisnya, seperti benang kusut. Pihak berwajib utamanya BNN dan kepolisian sudah melakukan tugasnya. Sudah puluhan bahkan ratusan pengedar dan bandar ditangkap,” kata akademisi Dr. Gede Wirata, S.Sos., S.H., M.AP., Selasa (10/4) kemarin. Namun, hal itu belum membuat atau menimbulkan efek jera untuk menggunakan dan memperdagangkan narkoba. “Terkait data, mahasiswa ranking empat dan pelajar ranking lima terlibat narkoba, sangat memprihatinkan. Untuk memotong jalur atau meminimalisasi penyalahgunaan narkoba, semua komponen masyarakat harus bahu-membahu memerangi narkoba,” ujar Wirata. Guna mengantisipasi pelajar terjerat kasus penyalahgunaan narkoba, kata Wirata pelajar harus lebih banyak diberikan kegiatan sekolah. Saat di rumah, orangtua agar selalu mengawasi gerakgerik anaknya. Bilamana ada hal-hal mencurigakan,
Rabu Umanis, 11 April 2018
orangtua harus berani menegur atau melaporkan ke pihak berwajib. Di samping orangtua, masyarakat juga memiliki peran untuk mencegah pemakaian narkoba. Sedangkan terhadap mahasiswa, pencegahan bisa dilakukan oleh pihak kampus yaitu lebih banyak melakukan kegiatan bersifat positif. Bila perlu lebih sering melakukan sweeping di lingkungan kampus, bekerja sama dengan pihak berwenang. Dengan demikian peredaran narkoba bisa diminimalisasi. “Lebih bagus jika pihak sekolah atau kampus berani mengumumkan anak didiknya atau mahasiswanya ketahuan memakai narkoba berdasarkan tes urine. Yang jadi masalah adalah selalu dikaitkan dengan HAM dan UU Perlindungan Anak. Kalau semua pihak sepakat melakukan pemberantasan narkoba, tes urine sebagai senjata ampuh untuk meminimalisasi peredarannya,” tegasnya. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen (Pol) I Putu Gede Suastawa mengungkapkan, peran penggiat antinarkoba, khususnya dari instansi pemerintah diharapkan memberikan kontribusi terhadap upaya untuk mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menyatakan perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Hal ini juga sebagai upaya pengembangan penggiat sebagai perpanjangan tangan untuk menyampaikan tentang bahaya narkoba, terutama di lingkungan
teman sejawatnya. Dengan demikian, masyarakat, pegawai, mahasiswa dan pelajar memiliki pola pikir, sikap dan terampil menolak penyalahgunaan narkoba, sehingga terwujud lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. “Kami kerap melakukan workshop. Diharapkan, pesertanya dapat mengaplikasikan pembangunan berwawasan antinarkoba di lingkungan masing-masing. Membangun kekuatan komunitas, peningkatan peran serta dan kepedulian masyarakat dan stakeholder, tes urine secara periodik, terapkan kurikulum terintegrasi P4GN serta terapkan Perda tentang fasilitasi P4GN,” tegasnya. (rah) Rehabilitasi BNNP Bali 2017 Swasta Pengangguran Wiraswasta Mahasiswa Pelajar Petani PNS Polri Seniman IRT
477 orang 105 orang 156 orang 28 orang 10 orang 7 orang 5 orang 3 orang 2 orang 3 orang
figur Pengembangan ”Green Hotel” DALAM mendorong pengembangan green hotel, perlu dikembangkan produk berkualitas dan ramah lingkungan. Salah satunya dengan inovasi produk pengendali bising berbasis bahan baku utama berasal dari serat tenun dan sabut kelapa yang cukup banyak tersedia di tanah air. Seperti diketahui, Indonesia merupakan penghasil kelapa terbesar di seluruh dunia. Ada sebanyak 36 miliar butir kelapa yang dihasilkan, namun kontribusi kepada market dunia sangat kecil. Pemainnya selama ini adalah India, Filipina dan Srilanka. Ini tentu menjadi satu peluang bagi Indonesia. “Pemanfaatan kekayaan serat alam yang ada di Indonesia, kita bisa optimalkan menjadi suatu produk. Hal ini untuk mengurangi material impor,” kata owner PT Rekadaya Multi Adiprima (RMA) Farri Aditya di sela-sela acara Spring Meeting AM IMF-World Bank 2018 di STP Bali, Selasa (10/4) kemarin. Untuk mendapatkan produk berkualitas dan ramah lingkungan, pihaknya melakukan kerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian serta balai-balai industri di lingkungan Kementerian Perindustrian, termasuk dengan beberapa perguruan tinggi negeri yang memiliki kapasitas dan sarana pengujian cukup lengkap dan modern. Dalam memaparkan rencana tersebut, pihaknya memiliki motto “mengurangi polusi dengan limbah dan memanfaatkan sumber daya alam”. (edi)
Terlibat Kasus Lima Kilogram Ganja
Pedagang Sate Dibui 10 Tahun Penjara
Denpasar (Bali Post)Terdakwa Hery Hermawan (39) diganjar dengan hukuman penjara selama 10 tahun, Selasa (10/4) kemarin. Dia dinyatakan terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum, menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan satu dalam bentuk tanaman, yakni limo kilogram ganja. Dalam amar putusannya, majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada juga menghukum terdakwa yang sebelumnya berprofesi sebagai pedagang sate keliling ini membayar denda Rp 1 miliar. Apabila tidak mampu membayar hingga satu bulan setelah putusan ini berkekuatan hukum tetap, maka terdakwa dikenai pidana kurungan selama tiga bulan. Dalam perkara ini, hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana diatur Pasal 111 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Masih dalam amar putusan yang dibacakan di muka persidangan, terdakwa melakukan pendistribusian paket narkotika jenis ganja dari Medan, Sumatera Utara, menuju Lombok. Dia kemudian dibekuk petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali. Sebelumnya paket tersebut ditujukan pada seseorang bernama Dedy Iskandar beralamat di Jalan Pulau Moyo Gang Subak Sari IV Nomor 7 Denpasar. Setibanya di kantor jasa ekspedisi di Jalan Teuku Umar Barat, paket yang terbungkus kardus CPU komputer itu tak kunjung diambil. Senin (16/10) sekitar pukul 09.45 Wita, Hery Hermawan datang mengambil paket tersebut. Hery sebelumnya sudah dibuntuti oleh petugas BNNP. Begitu mengambil paket, terdakwa dihentikan petugas. Terdakwa mencoba kabur. Namun Hery sempat terjatuh sehingga petugas akhirnya meringkusnya. JPU I Made Dipa Umbara sebelumnya menuntut terdakwa selama 13 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. (kmb37)
081 337 032 965, (0361) 819446
FM 96,5
Topik : Pemkab Olah Limbah Cair Jadi Air Bersih Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
Empat Pembunuh Pensiunan Polisi Terancam Hukuman Mati
Denpasar (Bali Post) Empat pria yang didakwa atas pembunuhan pensiunan polisi I Made Suanda, Selasa (10/4) kemarin didakwa atas pembunuhan berencana. Mereka adalah terdakwa I Gede Ngurah Astika alias Sandi, Dewa Putu Alit Budiasa, Dewa Made Budianto alias Tonges dan Putu Very Permadi. Oleh JPU Kadek Wahyudi Ardika, keempat terdakwa itu dijerat pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 dan Pasal 365 ayat 2 ke 2 dan ayat 3 KUHP. Atas dakwaan itu, keempat terdakwa tersebut terancam hukuman maksimal mati. Sidang kasus pembunuhan pensiunan polisi yang dipimpin majelis hakim I Gede Ginarsa ini mendapatkan pengawasan yang ketat dari kepolisian. Pasalnya, keluarga korban banyak yang datang dan begitu geram ketika berhadapan dengan empat pelaku pembunuh Made Suanda yang lama bertugas di Polsek Dentim tersebut. Bahkan, sejumlah keluarga korban ter-
masuk pamannya sempat emosi dan ingin mengejar pelaku. Namun, empat terdakwa dijaga begitu ketat oleh polisi. Gagal melampiaskan kemarahan pada terdakwa, keluarga korban kembali menangis dan ada yang berusaha ditenangkan keluarga lainnya. Sementara dalam dakwaan disebutkan, kasus ini berawal saat korban hendak menjual
mobil Jazz DK 1985 CN yang saat itu dipajang di Jalan Dharmasaba, Badung. Terdakwa Ngurah Astika yang melintas di sana menghubungi korban menanyakan harga mobil. Pada 14 Desember 2017 sore, Astika menghubungi temannya Dewa Budianto dan anak-istrinya serta mengajak Putu Veri dan Dewa Alit Budiasa. Mereka diminta datang ke rumah kon-
trakan di Perum Graha Asri Persada, Penyalin, Kerambitan, Tabanan. Besoknya, tanggal 15 Desember, Ngurah Astika bersama istrinya pergi ke rumah kontrakan baru di Nuansa Utama-Nuansa Kori, Ubung, milik Kwee Gandhi Ganisdhi. Setelah semua dipersiapkan, terdakwa Astika menjemput korban yang pensiunan polisi itu dan diajak ke Nuansa Kori. Di sanalah mereka melakukan pembunuhan dan merampas mobil korban. Sebelum dibunuh, korban sempat diberi kopi bercampur obat tidur. Awalnya, saat dianiaya Astika, korban sempat melawan dan menggigit pelaku. Namun, tiga teman pelaku yang lain ikut membantu memukul korban
hingga korban tewas di Perum Nuansa Kori. Mobil korban kemudian dirampas dan dijual. Untuk membuktikan dakwaan itu, kemarin JPU langsung menghadirkan lima orang saksi. Mereka adalah I Nyoman Kanda, Ni Luh Rai Sukawati, I Nyoman Wardana Adi Putra, Kwee Gandhi Ganisdhi dan dari identifikasi Eko. Apa yang disampaikan saksi di depan persidangan dibenarkan seluruhnya oleh keempat terdakwa. Sidang akan dilanjutkan pekan depan. (kmb37) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
Kasus Pengadaan Bibit Sapi
Direktris DKR Divonis Bebas
Bali Post/eka
Terdakwa K. Rawi Adnyani
Denpasar (Bali Post) Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Jembrana dibikin keok dalam perkara dugaan korupsi pengadaan bibit sapi betina di Jembrana. Pascadituntut satu tahun enam bulan atau 1,5 tahun penjara oleh JPU I Made Pasek Budiawan bersama JPU Triarta, Ir. K. Rawi Adnyani selaku Direktris CV Duta Karya Raya (DKR) malah divonis bebas oleh majelis hakim tipikor pimpinan Angeliky Andajani Day, Selasa (10/4) kemarin. Dalam sidang di Pengadilan
Tipikor Denpasar, majelis hakim menyatakan terdakwa yang memenangkan tender pengadaan sapi betina sebesar Rp 561 juta tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, baik dalam dakwaan primer maupun subsider. Unsur melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang dalam jabatan, menurut hakim, tidak terbukti. Sebaliknya, dalam pengadaan sapi betina ini, terdakwa selaku pemenang tender berhak mendapatkan keuntungan senilai Rp 82 juta lebih. ‘’Jadi, kami tidak sependapat dengan
JPU, baik soal dakwaan maupun tuntutan,’’ jelas hakim. Oleh karena itu, selain membebaskan terdakwa dari dakwaan primer dan subsider, majelis hakim juga membebaskan terdakwa K. Rawi Adnyani dari tahanan kota serta memulihkan nama baiknya. Atas putusan itu, tim JPU dari Kejari Jembrana menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya, jaksa dalam perkara ini menuntut supaya terdakwa dihukum 1,5 tahun penjara, denda Rp 50 juta dan membayar uang pengganti
Rp 82 juta. Sementara itu, terdakwa Ir. K. Rawi Adnyani usai sidang tampak menangis. ‘’Saya merasa dizolimi dalam perkara ini,’’ ujarnya. Sementara kuasa hukum terdakwa Prof. Dr. Suhandi mengatakan, sejak awal merasa yakin terdakwa tidak bersalah. Pasalnya, dalam pengadaan bibit sapi ini sudah ada jaminan dan itu sudah terpenuhi oleh terdakwa. Sapi juga sudah diserahkan. ‘’Lantas, di mana letak korupsinya? Dari awal klien kami tidak ada niatan korupsi,’’ jelasnya. (kmb37)
Pemkot Denpasar ”Ngaturang Bhakti Panganyar” di Pura Agung Besakih PEMERINTAH Kota (Pemkot) Denpasar melakukan Bhakti Panganyar di Pura Agung Besakih, Selasa (10/4) kemarin. Pelaksanaan Bhakti Panganyar dipimpin Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Denpasar. Pelaksanaan upacara tersebut diawali dengan persembahan tari wali dan tarian Topeng yang diiringi Sekaa Gong Wahana Gurnita Kecamatan Denpasar Timur. Dalam kesempatan tersebut, Kecamatan Denpasar Timur juga membawakan tari Rejang Renteng. Upakara Bhakti Panganyar di-puput oleh Ida Pedanda Putra Timbul dari Geria Timbul Kesiman. Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar Raka Purwaka mengatakan, upacara Ngan-
yarin yang dilakukan serangkaian dengan pelaksanaan Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Batara Turun Kabeh. Mengingat pelaksanaan upacara ini maka semua kabupaten/kota di Bali wajib melaksanakan Bhakti Pangayar. ‘’Untuk Bhakti Panganyar yang dilaksanakan sekarang ini semua tari dan sarana upakara dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Denpasar,’’ ujarnya. Dengan pelaksanaan Bhakti Panganyar, Pemerintah Kota Denpasar lewat rasa syukur dan bakti kehadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa diharapkan dapat memberikan kesejahteraan seluruh masyarakat Kota Denpasar serta lewat rahmatNya seluruh OPD Denpasar dapat meningkatkan pelayanan yang baik kepada masyara-
kat. ‘’Kami berharap, melalui Bhakti Panganyar ini, Kota Denpasar senantiasi diberikan kesejahteraan dan keamanan sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,’ ujarnya. Sementara itu, Panitia Karya Jro Mangku Widiartha menyampaikan, pelaksanaan upacara di Pura Agung Besakih dimulai sejak tanggal 7 Maret dengan diawali melaksanakan ngaturang pamiyut dan negtegang karya. Kemudian dilanjutkan dengan nuwur tirta dan melaksanakan melasti. Sedangkan puncak karya dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2018, bertepatan dengan Purnama Kadasa. Sementara panyineban karya, menurut Widiartha, akan dilaksanakan Sabtu (21/4) mendatang. (ad522)
PERSEMBAHYANGAN - Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Denpasar melaksanakan persembahyangan di Pura Agung Besakih, Selasa (10/4) kemarin.
BADUNG
Rabu Umanis, 11 April 2018
3
Pemkab Olah Limbah Cair Jadi Air Bersih Mangupura (Bali Post) –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung berupaya memanfaatkan limbah cair yang terbuang percuma menjadi air bersih. Proyek percontohan ini dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung.
Bali Post/eka
Perbekel Plaga Dituntut Dua Bulan Penjara
SOSOK
Pertanian Kontemporer MENJADIKAN masyarakat yang berprosesi sebagai petani, bangga menjadi petani merupakan cita-cita Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Impian memajukan sektor primer ini akan diwujudkan melalui pertanian kontemporer. Pola ini diyakini akan melipatgandakan pendapatan petani. ‘’Hasil produksi diproteksi dan tidak ada tengkulak. Lahan pertaniannya itu langsung sebagai destinasi wisata. Itulah yang dimaksud pertanian kontemporer. Tugas kita untuk mensejahterakan petani,’’ ujarnya. Menurut orang nomor satu di Gumi Keris ini, petani akan mendapat hasil dari produksi pertanian yang dilakoninya. Selanjutnya, Bali Post/eka proses pertanian mulai dari membajak sawah, panorama sawah yang menghijau, fasilitas trekking dan sebagainya akan dijual untuk konsumsi pariwisata. ‘’Petani pun akan memperoleh kontribusi langsung dari sektor pariwisata. Dengan begitu, petani bangga menjadi petani. Salah satunya karena petani bisa mendapatkan pendapatan berganda,’’ katanya. Dikatakan, pertanian kontemporer itu juga akan memberikan proteksi kepada petani mulai hulu, tengah dan hilir. Di hulu petani akan memperoleh bantuan bibit, pupuk dan sebagainya. Di tengah petani akan memperoleh bantuan teknologi dalam proses budi daya, serta di hilir pemerintah merancang aplikasi khusus di sektor pertanian. ‘’Aplikasi akan memunculkan harga pasar produk pertanian. Jika memang harga di bawah harga pasar, semua hasil produksi petani akan dibeli oleh pemerintah, dalam hal ini Unit Pengelola Pangan Daerah (UP2D). Namun, jika di atas harga pasar, itu menjadi haknya petani,’’ jelasnya. Satu lagi, proteksi bagi petani adalah asuransi. Jika memang gagal panen, petani akan memperoleh ganti rugi lewat asuransi. (par)
PERBEKEL Desa Plaga I Gusti Lanang Umbara, S.Sos., Selasa (10/4) kemarin dituntut hukuman dua bulan penjara. Dia dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana berupa memaksa atau membiarkan sesuatu dengan memakai kekerasan atau dengan memakai ancaman kekerasan terhadap orang (dr. Grace Juniaty - red). JPU Made Lovi di hadapan majelis hakim pimpinan I Gede Ginarsa menyatakan, terdakwa terbukti melanggar Pasal 335 ayat 1 ke 1 KUHP dalam dakwaan alternatif kedua. Tuntutan dua bulan itu, kata jaksa sepenuhnya dikurangi selama terdakwa menjalani penahanan dan memerintahkan supaya terdakwa tetap ditahan. Sedangkan satu bendel berkas yang digunakan untuk memukul korban dr. Grace dikembalikan ke RSU Badung. “Membebankan biaya perkara pada Gusti Lanang Umbara alias Jik Lanang,
dengan membayar biaya perkara Rp 2.000,” tuntut jaksa dari Kejari Denpasar. Saat diadili di PN Denpasar Senin kemarin, pria asal Banjar Semanik Desa Plaga itu tidak didampingi pengacara. JPU Lovi di hadapan majelis hakim pimpinan I Gede Ginarsa mengatakan, kasus tersebut bermula saat terdakwa mengantar ibunya, Ni Wayan Asih berobat ke RSUD Badung. Pada 25 Februari 2018 sekitar pukul 04.30 Wita, ibu korban diterima di IGD dengan keluhan sesak napas. Dokter Grace kemudian melakukan tindakan pertama dengan memasang oksigen. Saat itu terdakwa juga menyampaikan bahwa ibunya mempunyai riwayat penyakit jantung. Dokter Grace kemudian memberikan obat sakit jantung dan menyarankan untuk rontgen. Ketika dr. Grace hendak membaca rontgen, terdakwa mendatangi korban di meja jaga dan mengatakan ibu korban harus dirawat inap karena
sudah memesan kamar VIP. Korbanpun minta formulir pemesanan kamar VIP tersebut. Saat itu korban juga menyarankan terdakwa untuk memesan kamar sendiri dan membeli obat sendiri. Atas dasar itulah terdakwa Gusti Umbara tidak terima. Dengan nada keras, kata jaksa dalam dakwaannya, Gusti Umbara mengatakan ke dokter Grace “Apakah saya harus mesan kamar sendiri dan membeli obat sendiri”. Kata-kata keras itu disampaikan hingga tiga kali. Dokter Grace menjawab keluarga pasienlah yang memesan kamar dan membeli obat. Tak terima, terdakwa mengambil satu bendel rekam medis yang ada di meja jaga lalu dipukulkan ke kepala dr. Grace Juniaty. Setelah itu, kembali memukul pipi kanan dokter jaga IGD RSUD Badung itu. Walau dirasakan sakit, dr. Grace tidak melawan karena takut. Dia memilih mengamankan diri ke ruang perawatan. (asa)
Kepala Dinas PUPR Badung I.B. Surya Sumba membenarkan pihaknya sedang mempersiapkan uji coba dalam pengelolaan air limbah menjadi air bersih. Uji coba ini diawali di kompleks Puspem Badung. Apabila berhasil akan dikembangkan untuk daerah Pariwisata Badung. “Sejauh ini, kondisi pengelolaan limbah air di Puspem maupun areal lainnya belum maksimal. Untuk itu kami melakukan uji coba bekerja sama dengan sebuah pabrik yang bergerak di bidang pengelolaan air limbah yang dipusatkan di kompleks Puspem Badung,” ujar Surya, Selasa (10/4) kemarin. Menurut Surya Sumba, pihaknya telah menanda tangani nota kesepahaman (MoU) dengan pihak ketiga terkait Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Namun, program ini masih dalam penelitian dan pengembangan pengelolaan air limbah menjadi air bersih. “Piranti dan fondasi untuk menempatkan mesin pengelolaan air limbah sudah mulai dikerjakan,” katanya. Surya Sumba menambahkan, mesin pengolah limbah tersebut ditempatkan di areal Selatan kompleks Puspem Badung. Proyek yang dibangun di atas tanah seluas satu are ini diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 2 miliar. “Sudah ada bangunan dan di sampingnya juga ada beberapa piranti terpasang. Harga mesinnya diprediksi mencapai Rp 2 miliar lebih. Tapi, untuk tahap ini baru sebatas kerja sama,” jelasnya. Jika uji coba tersebut membuahkan hasil, kata Surya Sumba pihaknya berencana melakukan pengadaan yang dimanfaatkan untuk mengolah limbah di kawasan pariwisata dan Puspem Badung. “Cara kerjanya, air limbah masuk ke dalam mesin dan diolah. Setelah diolah, kemudian keluarnya nanti berupa air bersih,” terangnya. Surya Sumba mengatakan, pemasangan alat tersebut tidak perlu lahan banyak untuk bak penampungan dan cukup memanfaatkan alat itu untuk mendapatkan air yang sudah tergolong bersih. “Kami secara rutin akan lakukan uji laboratorium, apakah hasil pengolahan itu sesuai dengan ketentuan atau tidak. Penelitian ini berlangsung selama satu tahun,” ujarnya. Surya Sumba menambahkan, pihaknya ingin mengawali mengaplikasikan mesin pengolah air limbah di Petitenget, Badung. Sebab, kondisi sungai di dekat Pura Petitenget itu airnya sudah tercemar limbah dan mengeluarkan bau tidak sedap dan mengalir ke loloan menuju pantai. Sehingga kondisi limbah ini harus segera ditangani. “Jika berhasil kami akan pasang di Petitenget, karena air yang keluar dari loloan dan juga drainase menuju pantai, yakni berupa air tergolong bersih,” tandasnya. (par)
Pelanggaran IMB Mendominasi
Mangupura (Bali Post) Pelanggaran terhadap peraturan daerah (perda) di Kabupaten Badung didominasi oleh pelanggaran Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dari data Maret 2018, pelanggaran yang ditemukan pihak Satpol PP Bandung tercatat 115 pelanggaran. Dari jumlah tersebut, 62 di antaranya terkait pelanggaran terhadap tertib bangunan, 47 pelanggaran tertib jalan, trotoar dan lingkungan jalan serta enam pelanggaran tertib usaha pendukung pariwisata. Sementara untuk April, ada tujuh kegiatan pembangunan yang ditemukan belum mengantongi IMB. Rinciannya, empat pelanggaran ditemukan di Kecamatan Kuta Selatan dan tiga pelanggaran ditemukan di Kecamatan Kuta. Meskipun pelanggaran masih saja ditemukan, pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung tidak gegabah dalam mengambil tindakan. Kepala Satpol PP Badung IGAK Surya Negara menegaskan, tindak lanjut terhadap temuan tersebut harus dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Dalam hal ini, pihaknya selalu mengedepankan langkah preventif dan persuasif. Menurut Surya Negara, pihaknya akan melakukan pembinaan terlebih dahulu dan memberikan kesempatan untuk pengurusan izin melalui surat pembinaan untuk melengkapi perizinan. Apabila tetap tidak taat pada peraturan, baru dilanjutkan dengan teguran. Pelanggar diberikan toleransi satu hingga tiga pekan. Apabila sama sekali tidak ada upaya pengurusan izin, akan meningkat pada tahap penyelidikan dengan memberi peringatan. “Yang pasti mulai tahap pembinaan mereka sudah menghentikan kegiatan untuk segera memproses perizinannya,” tegasnya. Setelah dilakukan pembinaan tapi masih juga membandel, kata Surya Negara pihaknya akan melangkah pada sidang tindak pidana ringan (tipiring) dan bisa sampai ke penyegelan. Untuk langkah pembongkaran, saat ini pihaknya mengaku belum bisa melakukan karena masih dalam suasana tahun politik. Tentunya hal itu bisa memicu keributan. (kmb23)
Pusat Biayai Penuh Program PTSL Mangupura (Bali Post) – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Badung, dipastikan rampung tahun ini. Program sertifikasi terhadap 62.000 bidang tanah di Badung ini dibiayai penuh oleh pemerintah pusat. Tanah yang telah tersertifikat hingga kini mencapai 19.000 bidang tanah dan pemerintah berkewajiban menuntaskan program tersebut dengan mensertifikatkan 43.000 bidang tanah lagi. Dikonfirmasi Selasa (10/4) kemarin, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Badung A.A. Made Wardika membenarkan jika Pemkab Badung urung membiayai pensertifikatan puluhan ribu tanah warga. ‘’Dari 43.000 bidang tanah ini, semuanya dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemkab Badung tidak jadi mengalokasikan anggaran untuk program ini,’’ ujarnya. Kendati demikian, kata Wardika pihaknya tetap memberi pendampingan berupa pencarian data dan sebagainya. Dengan begitu, semua bidang tanah yang ada terdaftar dan dipastikan akan menuntaskan pensertifikatan tanah milik warga tahun ini. ‘’Kami pastikan sisa bidang
tanah yang belum diproses pada 2017 akan digenjot pada 2018 ini,’’ tegasnya. Mantan Kabag Keuangan Setwan ini menambahkan, penyerahan sertifikat terhadap lahan yang sudah disertifikat belum dilakukan secara keseluruhan. Penyerahan akan dilakukan serangkaian HUT Mangupura pada September mendatang. ‘’Pemkab Badung berencana mengundang Presiden untuk selanjutnya menyerahkan sertifikat kepada warga,’’ katanya. Menurut Wardika, kendala yang dihadapi dalam pensertifikatan didominasi pada pengumpulan dokumen. Untuk itu, petugas dari Bagian Pemerintahan selaku tim pendamping dan petugas dari BPN melakukan jemput bola. ‘’Jemput bola ini dilakukan setiap saat, baik pagi, siang maupun malam,’’ katanya. Wardika menambahkan, perselisihan antarkeluarga yang menjadi ganjalan pensertifikatan telah ditanggulangi dengan memfasilitasi dari pihak BPN. “Semuanya bisa diselesaikan. Alas hak ini tak harus dipecah dan semua ahli waris masih bisa dimunculkan di alas hak,” tegasnya. (kmb27)
Bali Post/eka
PERTANIAN - Seorang petani beristirahat di gubuk sambil melihat lahan pertaniannya di Sempidi, Badung. Lahan pertanian warga Badung yang belum disertifikasi, akan disertifikasi gratis pusat.
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Rabu Umanis, 11 April 2018
Presiden Terima YBK, YKBK dan The Sukarno Center di Istana Merdeka
Menghadap Presiden RI Terkait Rencana Peresmian Taman Proklamasi di Renon
PENGHARGAAN - Rektor Undwi Putu Dyatmikawati (tengah) didampingi M.S. Chandra Jaya dan I Wayan Kotaniartha menyerahkan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi dan duta promosi Fikom.
Fikom Undwi Lepas 37 Sarjana
Ilmu Komunikasi Tak Ketinggalan Zaman di Revolusi Industri 4.0 DEKAN Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dwijendra (Undwi) Drs. I Wayan Kotaniartha, S.H., M.H., Senin (9/4) malam melepas 37 sarjana Ilmu Komunikasi. Hingga kini Fikom Undwi telah meluluskan 731 sarjana. Pelepasan sarjana baru dihadiri Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya dan Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum.Dekan I Wayan Kotaniartha didampingi Wakil Dekan Drs. A.A. Gede Bagus, M.Si. juga menyerahkan penghargaan kepada lulusan terbaik. Lulusan terbaik masing-masing diraih Renata Lusibara Siringoringo (IPK 3,59), Puguh Pujiarso (IPK 3,57) dan Rizky Anggraeni (IPK 3,55). Saat itu diserahkan pula penghargaan bagi duta promosi Fikom Ni Made Suastini oleh Dekan Kotaniarta serta penyerahan penghargaan oleh Rektor Putu Dyatmikawati dan Ketua Yayasan M.S. Chandra Jaya kepada peraih juara Harapan II Mahasiswa Berprestasi Kopertis VIII atas nama Ni Made Mita Septiani. Wakil lulusan Ni Made Suastini menyatakan, Kampus Fikom Undwi adalah kampus multi-etnis.
Tempatnya menempa persaudaraan dengan mahasiswa dari penjuru Nusantara seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, NTB, NTT dan Sulawesi serta mahasiswa dari Timor Leste. Dosennya bukan hanya hadir mengajar di kelas, namun juga memberikan spirit dan perhatian demi kesuksesan mahasiswanya. Dekan Fikom Kotaniarta merasa bangga karena sebagian besar sarjana yang dilepas sudah bekerja. Bahkan, sejak duduk di semester V sejumlah mahasiswannya sudah mendapat tawaran pekerjaaan baik sebagai wartawan, penyiar, kameramen, fotografi, PR atau humas dan institusi yang memerlukan. Dikatakannya, Fikom Undwi mencetak SDM yang sungguh-sungguh menguasai keterampilan kerja dan profesional serta berintegritas. Fikom terus memberikan pembekalan soft skill dan life skill kepada lulusan. Namun demikian dosen Fikom terus melakukan inovasi pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi komunikasi. Communication skill, lanjutnya, ibarat senjata andalan yang wajib bagi setiap orang. Bidang ilmu komunikasi tak pernah tertinggal dan ketinggalan zaman walaupun kita
memasui era revolusi industri 4.0. Untuk itu lulusannya menciptakan lapangan pekerjaan, bukan tergantung dengan lapangan pekerjaan di pemerintahan dan swasta. Fikom Undwi siap menjadi trainer dan mengedukasi masyarakat terutama kalangan generasi milenial agar cerdas bermedia. Mereka menjadi relawan dan mengabdikan diri menjadi komunitas masyarakat anti-hoax. Bahkan, tahun ini BEM Fikom membentuk wadah untuk pengembangan soft skill yang diberi nama Dwijendra Public Speaking Society (DPSS). Mereka juga diberikan penguatan dalam bidang kewirausahaan. Dengan demikian ada yang begitu tamat sudah menjadi wirausaha muda mandiri. Hal ini sangat potensial bagi lulusannya yang sudah dibekali kurikulum berbasis KKNI. Kotaniartha menambahkan, ilmu komunikasi adalah ilmu terapan alias aplicated sehingga harus seimbang antara teori dan praktik. Mixed ilmu dan praktik ini diperlukan di dunia kerja. Ilmu komunikasi diperlukan sepanjang zaman di segala lini kehidupan. Semua jenis lapangan pekerjaan memerlukan SDM ilmu komunikasi. (ad520)
PRESIDEN RI Ir. Joko Widodo berkenan menerima pengurus Yayasan Kepustakaan Bung Karno (YBK) Jakarta, Yayasan Kepustakaan Bung Karno (YKBK) Bali dan The Sukarno Tampaksiring di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut hadir Guruh Soekarno Putra (Ketua Umum YBK), Sukmawati Soekarno Putri (Penggagas Taman Proklamator Renon, Denpasar), Halida Hatta (putri Proklamator Bung Hatta), Gusti Ayu Menur (YBK), Gus Marhaen (Ketua Umum YKBK Bali), Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (President The Sukarno Center Tampaksiring/Senator DPD-RI), Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS, S.E., M.M. (anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI-P), Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry WS, S.Sos., S.H., M.H. (Ketua Umum Yayasan Unmar) dan sejumlah pengurus lainnya. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup di Ruang Pertemuan Istana Merdeka, Presiden Jokowi didampingi Pramono Anung (Sekretaris Kabinet) dan pejabat lainnya. Ibu Sukmawati Soekarno Putri mewakili keluarga Bung Karno membuka pertemuan dengan menyampaikan maksud dan tujuan, khususnya
terkait rencana pembangunan sejumlah simbol Bung Karno di Jakarta dan Bali. ‘’Saya mengapresiasi perhatian Presiden RI yang sudah berkenan menerima tim Jakarta dan tim Bali. Semoga apa yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia yakni membangun simbol Bung Karno menjadi kenyataan. Kami mohon perhatian Bapak Presiden terkait program dari YBK Jakarta, YKBK dan The Sukarno Center di Bali,’’ ungkap Sukmawati. Sementara delegasi dari Bali menyampaikan kepada Presiden RI serangkaian rencana peresmian Taman Proklamasi Niti Mandala Renon serta rencana lainnya. Ditemui usai pertemuan, Dr. Arya Wedakarna menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden Joko Widodo. ‘’Sejak era reformasi ini, baru Presiden Jokowi yang secara maksimal memberikan perhatian kepada symbol-simbol Bung Karno. Salah satunya adalah munculnya Keppres No.24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 1945. Selain itu, dalam visi dan misi pemerintahan Jokowi, selalu mengingatkan sejumlah program revolusioner Bung Karno, seperti program Revolusi Mental, Tri Sakti dan Kabinet Kerja. Memang begitu
seharusnya pemimpin, menjadikan ajaran founding father sebagai pedoman dalam berjuang. Secara kelembagaan The Sukarno Center sangat berkepentingan agar Presiden Joko Widodo diberi kesempatan memimpin bangsa ini lagi pada 2019–2024 dengan harapan sejumlah program Sukarnois berjalan dengan baik,’’ ujar Gusti Wedakarna. Dalam catatan sejarah, Joko Widodo sudah hadir ke situs Bung Karno di Bali yang didirikan oleh keluarga Shri Wedastera Suyasa yakni di Istana Mancawarna Tampaksiring (The Sukarno Center) dan Perpustakaan Agung Bung Karno, Renon, Denpasar. Museum Bung Karno di Renon telah diresmikan oleh Megawati Soekarno Putri (Presiden ke-5 RI) dan dalam waktu dekat pihak YKBK mengundang Presiden RI untuk hadir di Taman Proklamasi, Niti Mandala Renon. ‘’Taman Proklamasi ini akan menyimpan sejumlah benda bersejarah yang berkaitan dengan Bung Karno. Kita ingin Bali menjadi teladan dalam hal menunjukkan kecintaan terhadap bangsa dan negara. Terima kasih Bapak Presiden atas perhatian yang diberikan,’’ kata Gus Marhaen usai pertemuan. (ad518)
ISTANA – Guruh Soekarno, Sukmawati Soekarno, Halida Hatta, Gusti Ayu Menur, Gus Marhaen, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Turah Wira Weda, Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi dan rombongan di Istana Merdeka, Jakarta.
PMI Kabupaten Badung Gelar Safari Kesehatan di Desa Ungasan
Faena Hotel di Collins Avenue, Miami FL, Amerika Serikat.
Faena Hotel, Miami FL, Rekrut Mahasiswa Perhotelan di Kampus SPB-STPBI Denpasar UNTUK kesekian kalinya Faena Hotel yang berlokasi di Collins Avenue, Miami FL, kembali melakukan perekrutan mahasiswa perhotelan di Kampus SPB-STPBI untuk melaksanakan internship di hotel mereka. Hotel-hotel yang sebelumnya sudah melaksanakan kunjungan ke Kampus SPB-STPBI adalah The Setai Miami dan The St. Regis Bal Harbour Miami, Amerika Serikat. Pada 19 Maret 2018 lalu, Faena Hotel melaksanakan kunjungan keempat di Kampus SPB-STPBI Denpasar. Kunjungan mereka kali ini diwakili oleh Andrea Ramos Forte yang menawarkan posisi F&B Service. Mahasiswa yang diharapkan lulus sebanyak 27 orang dan akan memulai internship diperkirakan pada September-Oktober 2018. Faena Hotel merupakan salah satu hotel bintang 5 yang berlokasi di pesisir Pantai Miami, dengan fasilitas lengkap seperti guest room, spa, restaurant, pool bar, private beach dan masih banyak lagi fasilitas yang disediakan untuk tamu yang menginap. Menurut Miss Forte, pelaksanaan perekrutan oleh Faena Hotel ini berjalan lancar dan sukses. Ia sangat puas datang ke Kampus
SPB-STPBI di samping pelayanan atau hospitality yang sangat bagus serta kagum melihat fisik dan kemampuan (skill) yang dimiliki oleh mahasiswa SPB-STPBI. Para mahasiswa diberikan gaji berkisar US$ 9-US$ 12 per jam selama mengikuti Program Internship ini dan akan dibayar satu setengah kali gaji normal apabila mereka bekerja lembur (over time). Gusti Made Sujana, S.E., M.M., CHT., CHA. selaku Direktur SPB merangkap Ketua STPBI mengatakan, banyak benefit yang akan didapatkan oleh mahasiswa di samping pengalaman internasional, yaitu kemampuan bahasa Inggris bakal jauh lebih bagus, bisa belajar untuk lebih mandiri, percaya diri, mengerti budaya Amerika, mendapatkan sertifikat training dari hotel-hotel berkelas dan penghasilan (uang). Mahasiswa STPBI yang mengikuti proses perekrutan menyampaikan ucapan terima kasih kepada manajemen Kampus SPB dan STPBI, khususnya PT Bali Duta Mandiri yang merupakan PPTKIS milik Kampus SPB dan STPBI yang telah membantu para mahasiswa perhotelan untuk bisa melakukan on the job training di Amerika.
Direktur Utama PT Bali Duta Mandiri Nyoman Gede Astina mengungkapkan kebanggaannya dapat bekerja sama dengan partnernya di AS yaitu ITN (International Trainee Network) yang berkedudukan di Los Angeles sejak tahun 2010. ‘’Mahasiswa yang kami dapat kirim setiap tahunya berkisar 200-300 orang. Itu artinya selama kurun waktu tujuh tahun ini kami dapat membantu kurang lebih 1.800 mahasiswa perhotelan untuk memperoleh kesempatan mendapatkan pengalaman internasional di hotel-hotel besar ternama di Amerika sebagai bekal mereka meniti karier kelak. Ini adalah kesempatan yang sangat berguna agar mereka bisa bersaing di era global,’’ ujarnya. Perekrutan berikutnya direncanakan dilangsungkan interview oleh Stratton Hotel, Vermont. Bagi yang berminat silakan mendaftar langsung sebelum 24 Mei 2018 ke PT Bali Duta Mandiri di Jalan Tari Kecak No.12 Gatot Subroto Timur, Denpasar. Bagi mahasiswa perhotelan diharapkan ikut bergabung mengambil kesempatan yang sangat bagus ini karena dapat belajar mengasah skill dan jalan-jalan di Amerika. (ad521)
DALAM rangka terus meningkatkan kesehatan masyarakat Badung, PMI Kabupaten Badung mengadakan safari kesehatan di Kantor Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (10/4) kemarin. Selain mengadakan safari kesehatan, PMI Badung juga melaksanakan donor darah sukarela dan sosialisasi Undang-undang No.1 Tahun 2018 tentang kepalangmerahan kepada masyarakat sekitar. Hal itu tidak lain sebagai salah satu implementasi tugas pokok dan fungsi PMI pada penanggulangan bencana dan transfusi darah dalam pelayanan kepada masyarakat khususnya ma-
syarakat Badung. Ketua PMI Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika pada kesempatan ini menyampaikan, kegiatan safari kesehatan telah diadakan rutin di beberapa wilayah di seluruh Badung sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Badung dalam siap tanggap melayani masyarakat serta mengimbau masyarakat agar ikut melaksanakan dan memasyarakatkan donor darah untuk meningkatkan ketersediaan darah. Kegiatan ini juga sangat diapresiasi oleh Camat Kuta Selatan I Made Widiana, S.Sos., M.Si. ‘’Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PMI
Kabupaten Badung di wilayah Ungasan. Warga juga sangat antusias terhadap pelayanan kesehatan dan donor darah. Kami harapkan kegiatan ini dapat berlanjut rutin di wilayah lain untuk meningkatkan layanan kesehatan di masyarakat khususnya masyarakat Badung,’’ ujarnya. Perbekel Desa Ungasan I Made Kari, S.H. menambahkan, kegiatan PMI Kabupaten Badung sangat bagus menyasar masyarakat khususnya lansia dan menjadikan masyarakat badung lebih sehat,’’ ungkapnya. Kegiatan juga dihadiri LPM Desa Ungasan, BPD, para klian dinas serta perusahaan Taxi Blue Bird. (ad517)
SAFARI KESEHATAN - Ketua PMI Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika (tengah) berbaur bersama masyarakat dalam acara safari kesehatan di Kantor Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (10/4) kemarin.
Pembangunan Posyandu di Desa Alasangker
Komisi II dan Wakil Ketua Dewan Beda Pendapat
Singaraja (Bali Post) – Pembangunan gedung posyandu berlantai dua di Banjar Pendem, Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng, memunculkan persoalan pelik. Pembangunan fasilitas kesehatan ini diduga bermasalah karena dinilai tidak sesuai dengan perencanaan proyek. Persoalan ini memunculkan perbedaan pendapat antara Komisi II dan Wakil Ketua DPRD Buleleng Made Adi Purnawijaya.
Komisi II menilai dari segi konstruksi bangunan posyandu tersebut tidak ada masalah. Sementara Wakil Ketua Dewan menilai konstruksi bangunan itu tidak sesuai perencanaan, sehingga dikhawatirkan tidak tahan kalau terjadi gempa. Gedung posyandu ini dibangun dengan dana Rp 200 juta dan direncanakan selesai akhir 2017 lalu. Setelah beroperasi, sejumlah warga mengeluh karena konstruksi bangunan
tidak sesuai dengan perencanaan. Diduga ada permainan di tingkat desa dalam proses pembangunannya. Masalah ini kemudian diadukan ke gedung DPRD Buleleng. Ketua Komisi II Putu Mangku Budiasa, Selasa (10/4) kemarin, mengecek konstruksi bangunan posyandu tersebut, ditemani Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng Ketut Suparta Wijaya dan Perbekel Desa Ala-
sangker Ketut Sitama. Dari pengamatan itu, pihaknya menilai bahwa bangunan posyandu tidak ada persoalan konstruksi secara visual. Konstruksi bangunan dianggap memenuhi standar. “Kami bersama 15 orang naik ke lantai dua tidak a d a g o y a ng a n. Ka m i he ra n gedung dikatakan bergoyang. Konstruksi bangunan secara visual baik,” katanya. Perbekel Desa Alasangker Ketut Sitama mengatakan, pemban-
gunan posyandu itu sepenuhnya diurus oleh panitia yang dibentuk. Setelah dinyatakan selesai, Inspektorat Daerah dan Dinas PUPR melakukan pemeriksaan dokumen proyek dan fisik. Hasilnya, tidak ada persoalan baik struktur bangunan maupun pelaksanaannya. “Pembangunan itu ada panitianya. Saya akan pertanggunjawabkan lahir batin,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Made Adi Purnawijaya mengatakan, semestinya tiang
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
beton delapan batang besi, namun dipasang enam batang, sehingga ukuran kolum tiang beton menjadi 25 sentimeter kali 20 sentimeter padahal seharusnya 35 sentimeter kali 30 sentimeter. Secara visual sudah jelas tiang beton semestinya delapan batang besi tetapi yang dipasang enam batang, sehingga bangunan lantai satu dengan lantai dua dikhawatirkan tidak kuat menahan ketika terjadi getaran gempa. (kmb38)
daerah
Rabu Umanis, 11 April 2018
Mobil Operasional Puskesmas
Enam Unit Sudah Tua
Tabanan (Bali Post) Dalam memberi pelayanan kepada masyarakat, selain layanan pasif atau menunggu pasien datang ke puskesmas, juga ada pelayanan aktif yang mendatangi masyarakat secara langsung. Untuk mendukung kegiatan ini, diperlukan mobil operasional baik sebagai ambulans maupun layanan mobil kesehatan keliling. Karena itu, masing-masing puskesmas idealnya memiliki dua mobil operasional. Saat ini Kabupaten Tabanan mempunyai 20 puskesmas. Itu artinya ada dua unit mobil operasional di setiap puskesmas. Dari jumlah mobil itu, ada enam unit mobil puskesmas yang berusia tua. Mobil-mobil itu sudah beroperasi sejak tahun 1990-an. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Selasa (10/4) kemarin, mengatakan enam unit mobil yang sudah tua ini meski masih bisa beroperasional tetapi karena usianya tentu memerlukan perawatan yang ekstra karena tidak jarang mengalami masalah. Karenanya pihak Dinkes meminta bantuan mobil operasional baru kepada provinsi melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK). ‘’Semoga tahun depan bisa terealisasi,’’ katanya. Pendapatan Daerah Tabanan yang terbatas membuat pihak Dinkes berusaha mencari bantuan pendanaan dari luar anggaran daerah yang memungkinkan. Suratmika menjelaskan, memperbaiki bangunan puskesmas bisa menggunakan Dana Alokasi Khusus dari pemerintah pusat. Sementara untuk memperbaiki puskesmas pembantu (pustu) memakai APBD. ‘’Karena anggaran terbatas, kami prioritaskan anggaran daerah untuk hal yang lebih penting, seperti perbaikan pustu. Untuk pemenuhan sarana dan prasarana seperti mobil, kami minta ke provinsi melalui BKK,’’ ujar Suratmika. Meski APBD terbatas, pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus tetap berjalan dengan baik. Jika memperoleh enam mobil operasional baru nantinya, akan ditentukan penempatannya di puskesmas yang benar-benar membutuhkan. Mobil-mobil tua yang akan diganti tidak langsung dipensiunkan, tetapi dilihat kelayakannya. Kalau masih bisa beroperasi, akan dijadikan mobil operasional di Dinas Kesehatan untuk perjalanan program ke lapangan. (kmb24)
Hari Kedua USBN SMP
SMP PGRI 9 Denpasar Pinjam Ruangan di SMPN 10 Denpasar (Bali Post) – Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di sejumlah SMP di Kota Denpasar pada hari kedua, Selasa (10/4) kemarin, berjalan lancar. Di SMPN 3 Denpasar tercatat 323 siswa mengikuti USBN, di SMPN 10 Denpasar 429 siswa, di SMP PGRI 9 Denpasar 224 siswa dan di SMP PGRI 2 Denpasar 580 siswa. Di SMP PGRI 9 Denpasar, USBN berjalan tertib dan memenuhi standar operasional USBN berintegritas dengan kehadiran 100 persen. Pihak sekolah menyiapkan 13 ruangan, 7 ruangan disiapkan di sekolah dan 6 ruangan masih meminjam di SMPN 10 Denpasar. Hal itu diakui Kepala SMP PGRI 9 Denpasar Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M., M.Si. karena SMPN 10 adalah saudara kembar sekolah ini. Tiap tahun pihaknya
Denpasar (Bali Post) Tim Satresnarkoba Polresta Denpasar menggerebek salah satu hotel di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Jumat (6/4) lalu. Di kamar 206, polisi menangkap dua pria berinisial Kadek Ru (32) dan SW (22) bersama seorang wanita, Ni Kadek ES (32). Diduga mereka sedang pesta narkoba. ‘’Di TKP diamankan barang bukti ekstasi seberat 18,5 gram dan sabu-sabu seberat 0,04 gram,’’ kata sumber, Selasa (10/4) kemarin. Sumber yang enggan disebut identitasnya ini mengungkapkan, penggerebekan tersebut dilakukan sekitar pukul 12.00 Wita. Sebelumnya, petugas mendapat informasi dari masyarakat adanya pesta narkoba tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata ketiga pelaku berada di kamar. Setelah berkoordinasi dengan pihak hotel, polisi melakukan penangkapan. Kasatresnarkoba Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. ‘’Kami masih dalami kasus ini. Nanti kalau sudah selesai pasti kami rilis (kasusnya - red),’’ tegasnya. (kmb36)
Penyu Sisik Hijau Tersangkut Jaring
Singaraja (Bali Post) – Seekor penyu sisik hijau ditemukan tersangkut jaring di pantai perbatasan antara Desa Baktiseraga dan Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, Selasa (10/4) kemarin. Penyu itu ditemukan dalam kondisi lemas diduga kehabisan oksigen saat tersangkut jaring. Pada siripnya, ditemukan sejumlah luka yang diduga karena jeratan jaring yang tersangkut pada bongkahan terumbu karang di kedalaman sekitar tiga meter. Penyu tersebut ditemukan seorang nelayan, Ketut Budiartana, sekitar pukul 10.00 Wita, saat menyelam untuk memanah ikan. Awalnya dia berusaha melepaskan jaring yang menjerat bagian tubuh penyu tersebut. Karena kesulitan peralatan, temuan itu kemudian disampaikan kepada nelayan lain di Pantai Penimbangan. Tim konservasi penyu langsung menuju lokasi menggunakan perahu. Budiartana bersama penggiat save penyu Putu Dedy Yastika kemudian menyelam dan mengevakuasi penyu malang tersebut. Penyu berhasil dilepaskan, kemudian dibawa ke bak penangkaran untuk perawatan. Dedy Yastika mengatakan, saat ditemukan penyu sudah lemas diduga karena kehabisan udara. Selain itu, pada beberapa bagian tubuhnya terluka akibat jeratan jaring di kedalaman tiga meter. ‘’Kebetulan saya bersama tim konservasi ada di lokasi penangkaran dan mendapat informasi itu, maka kami menyelam untuk menyelamatkan. Penyu sudah lemas mungkin karena kehabisan udara karena diperkirakan tiga jam tidak bisa lepas dari jeratan jaring,’’ jelasnya. Sementara itu, dosen Jurusan Biologi Undiksha I Made Oka Riawan menyatakan, dari pemeriksaan luar penyu itu memiliki panjang sekitar 57 sentimeter, lebar 38 sentimeter dan panjang sirip sekitar 25 sentimeter. Dari data itu, penyu yang tergolong langka ini telah masuk usia dewasa dan memiliki berat sekitar 20 kilogram. Menurutnya, penyu sisik hijau di Pantai Penimbangan dan sekitarnya tidak terlalu banyak yang membuat sarang untuk bertelur. Ini karena kondisi pasir yang tidak cocok untuk spesies penyu sisik. Penyu jenis ini sering melintasi perairan Bali Utara untuk mencari makanan. (kmb38)
Bali Post/kmb38
PENYU – Seekor penyu sisik hijau ditemukan tersangkut jaring, Selasa (10/4) kemarin.
kekurangan ruang USBN guna memenuhi USBN yang berintegritas. Atas kekurangan itu, A.A. Ketut Sumitra didampingi Wakasek Kurikulum I Gusti Ngurah Pada Parnawa, S.Pd., A.A. Istri Hendriyani, S.Pd., M.Pd., Wakasek Kesiswaan I Gusti Ngurah Made Sudarmana, S.Pd., I Komang Wardana, Wakasek Sarpras I Made Dana, S.Pd. dan Ni Wayan Rumini, S.Pd., tahun ini akan membangun dua ruang kelas baru. Hal ini guna mendukung predikat SMP PGRI 9 Denpasar termasuk peraih NUN terbaik I dalam raihan rata-rata Nilai Ujian Nasional (NUN) di Denpasar dan Bali. ‘’Kami sudah miliki budaya USBN berintegritas,’’ ujarnya. Untuk mempertahankan prestasi itu, A.A. Sumitra sudah memiliki program les
tambahan dan klub mata pelajaran. Siswa yang kurang mampu ditangani tim khusus guna meraih nilai yang terbaik. Pihaknya terus memompa semangat belajar dan kerja keras gurunya mempersiapkan mereka dengan pelayanan terbaik. ‘’Semua program ini sudah masuk biaya di SPP sehingga tak perlu lagi memungut biaya tambahan,’’ tegasnya. Hanya, tambah dia, tahun ini SMP PGRI 9 Denpasar tak ikut UNBK karena keterbatasan sarana. Jumlah siswa baru pun dibatasi hanya 235 siswa. Kepala SMPN 10 Denpasar I Ketut Sukartha, M.Si. membenarkan menyiapkan enam ruangan untuk USBN SMP PGRI 9 Denpasar. Hal ini dilakukan karena selain secara geograf-
is berdekatan, PBM di sekolah swasta ini didukung penuh oleh guru SMPN 10 Denpasar. Dengan demikian, kualitas pembelajarannya setara dengan di sekolah negeri. Adanya imbas dari negeri kepada sekolah swasta mutlak dilakukan demi mencerdaskan anak bangsa. Di SMPN 3 Denpasar, menurut Kasek I Wayan Murdana, S.Pd., M.PSi., USBN berjalan lancar. Sementara Kadisdikpora Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan mengungkapkan, dari hasil pantauannya di sekolah negeri dan swasta semua menjalankan USBN secara berintegritas. Dengan sistem rayon ini, semua koordinasi dan komunikasi diperlancar. Namun, ia tetap tak mau mewajibkan sekolah swasta UNBK tahun depan. (025)
USBN - Siswa SMP PGRI 9 Denpasar mengikuti USBN secara berintegritas.
Diduga Pesta Narkoba
Dua Pria dan Wanita Digerebek di Hotel
5
LHKPN Paslon Bupati-Wabup Klungkung
Tjok. Bagus Termiskin, Mandia Terkaya Semarapura (Bali Post) – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Klungkung diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung, Selasa (10/4) kemarin. Cabup Tjokorda Bagus Oka menduduki posisi paling miskin, sedangkan pasangannya, I Ketut Mandia, paling kaya. Dari laporan yang dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tjokorda Bagus Oka memiliki harta Rp 610.504.959 yang terdiri atas alat transportasi dan mesin, harta bergerak lainnya, kas dan setara kas. Angka ini turun dibandingkan Pilkada 2013 saat maju sebagai cabup sebesar Rp 1.279.241.000. Sementara kekayaan Mandia mencapai Rp 2.048.965.553. Kekayaan politisi PDI-P asal Desa Pikat, Kecamatan Dawan
ini terdiri atas tanah dan bangunan harta bergerak lainnya, kas dan setara kas. Harta kekayaan pasangan I Nyoman Suwirta-I Made Kasta (Suwasta) nyaris sama. Suwirta mempunyai kekayaan Rp 1.727.454.403, terdiri atas tanah dan bangunan harta bergerak lainnya, kas dan setara kas. Turun dibandingkan Pilkada 2013 sebesar Rp 1.775.588.914. Cawabup Kasta memiliki Rp 1.636.484.122, meningkat daripada sebelumnya Bali Post/kmb45
Harta Kekayaan Paslon Bupati dan Wabup Klungkung Tahun 2018
Tahun 2013
I Ketut Mandia Rp 2.048.965.553
--
Nyoman Suwirta Rp 1.727.454.403
Rp
1.775.588.914
I Made Kasta
Rp 1.636.484.122
Rp
1.036.264.863
Tjok. Bagus Oka Rp 610.504.959
Rp
1.279.241.000
UMUMKAN - Suasana di KPU Klungkung ketika mengumumkan LHKPN Paslon Pilkada, Selasa (10/4) kemarin. yang tercatat Rp 1.036.264.863. Ketua KPU Klungkung I Made Kariada menyampaikan, sesuai aturan pengumuman harta kekayaan dilakukan langsung oleh kandidat. ‘’Sekarang KPU yang mengumumkan karena sudah mendapat kuasa dari kandidat,’’ ungkapnya. Tjokorda Bagus Oka men-
egaskan kekayaannya sudah disampaikan apa adanya. Itu didapatkan dari jerih payahnya saat menjadi dosen. Ia menegaskan, maju dalam pertarungan politik bukan untuk mencari kekayaan, namun murni untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. ‘’Itulah kekayaan saya. Biar masyarakat tahu,’’ tegasnya.
Berbeda dengan pernyataan Cawabup I Made Kasta. Peningkatan harta kekayaannya karena beberapa tahun belakangan pengeluaran untuk keluarganya sudah semakin berkurang. ‘’Dulu anak kuliah perlu biaya. Sekarang tidak lagi. Itu salah satunya membuat meningkat,’’ tandasnya. (kmb45)
Konjen Tiongkok Deteksi Dini Sangat Penting Kunjungi PWI Bali Cegah Kanker Payudara
MELAKUKAN deteksi dini sangat penting agar segala penyakit dapat diketahui sejak awal dan segera ditangani. Dengan deteksi dini dan ditangani sedini mungkin, tingkat kesembuhan akan bisa lebih optimal. Dewa Ayu Kade Tirta Arum Arini, seorang pasien kanker payudara, tampak duduk sendiri ketika Bali Post mengunjunginya di Ruang Angsoka 2 RSUP Sanglah, Denpasar. Sabtu lalu, ia masuk rumah sakit untuk menjalani kemoterapi. Pascakemoterapi, wanita 46 tahun ini memerlukan rawat inap di rumah sakit. Dewa Ayu menuturkan, sebelumnya dirinya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan setiap enam bulan. Saat pemeriksaan kesehatan empat tahun lalu tepatnya pada Oktober 2013, pada payudaranya terdeteksi ada benjolan kecil. Dokter mengatakan tumor dan disarankan untuk diambil. Akan tetapi saran dokter tidak dilakukannya. Akhirnya pada September 2017, benjolan kecil itu mulai mengeras dan menyakiti tubuhnya, hingga ke bagian punggung. Dokter memvonisnya menderita kanker. Setelah mengetahui hal itu, pasien asal Bajra Kabupaten Tabanan ini melakukan operasi di RS Prima Medika. Usai menjalani operasi, ia harus menjalani kemoterapi dan radioterapi. Mengingat kemoterapi dan radioterapi merupakan proses terapi yang berkesinambungan, ia memutuskan menggunakan kartu JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Proses kemoterapi tak mudah bagi pasien kanker. Pasalnya, saat menjalani kemo hingga usai, efek ikutannya sangat dirasakan pasien. Begitu juga yang dialami oleh Dewa Ayu. Pertama kali kemoterapi, tidak menimbulkan efek yang terlalu berat baginya. Namun, pada kemo yang keempat, ia mulai merasakan mual dan badannya lemas. Setelah dua hari tulang kakinya terasa sakit. Sebelumnya, saat menjalani kemoterapi, tubuhnya sangat panas bagai ter-
bakar. Itu terlihat pada kedua tangannya yang menghitam. Rencananya setelah kemoterapi, akan dilakukan radioterapi. Mengingat sakit yang dideritanya, ibu tiga anak ini terpaksa izin dari pekerjaannya sebagai Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pertanahan Kota Denpasar. Sementara suaminya harus berhenti dari pekerjaan untuk mengurus tiga anaknya. (may)
Bali Post/may
Dewa Ayu Kade Tirta Arum Arini
Denpasar (Bali Post) – Konsul Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar Gou Haodang berjanji membantu mempromosikan pariwisata Bali, sehingga target 3 juta wisatawan asal Tiongkok berkunjung ke daerah ini pada 2018 bisa terwujud. Tahun 2017 kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Bali sekitar 1,38 juta orang. Hal itu dikemukakan Konjen Tiongkok di Denpasar Gou Haodong ketika berkunjung ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali di Denpasar, Selasa (10/4) kemarin. Konjen Tiongkok yang didampingi Wakil Konjen Qin Weifen yang fasih diterima Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra beserta jajaran di antaranya Sekretaris Emanuel Dewata Oja, Wakil Ketua Agus Eryana, Bendahara Nyoman Astini dan Ketua Mapilu Budiharjo. Pertemuan berlangsung santai sambil menikmati jaja Bali. Gou Haodong yang baru beberapa hari bertugas di Denpasar dan akan memperkenalkan diri secara resmi kepada masyarakat, Kamis (12/4) besok, mengaku sudah pernah bertugas di beberapa negara dan hal pertama yang dilakukannya adalah bertemu dengan wartawan. Menurutnya, Bali memiliki budaya yang sangat menarik dan panorama alam yang indah, sehingga menjadi daya tarik yang luar biasa untuk dikunjungi wisatawan. Layanan pariwisata Bali sangat baik, mungkin paling baik di dunia. ‘’Saya akan bantu promosikan Bali di negara saya agar target kunjungan 3 juta dapat terwujud,’’ kata Haodang. Di sisi lain, ia menilai peran media sangat strategis untuk menjembatani kepentingan kedua negara. Oleh karena itu, Haodang berharap kunjungannya ini bisa menjadi titik awal kerja sama yang saling menguntungkan. ‘’Terima kasih atas sambutannya yang hangat,’’ ujarnya. Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra menyambut baik kunjungan Konjen Tiongkok di Denpasar. ‘’Ini yang pertama kali Kantor PWI dikunjungi Konsul Jenderal,’’ ungkapnya. Dikemukakannya, secara historis Bali-Tiongkok sudah berhubungan sejak berabad-abad. Banyak peninggalan yang menunjukkan jejak historis hubungan keduanya dan tentu bisa dibangkitkan untuk mempererat persahabatan Bali-RRT khususnya dan Indonesia-Tiongkok umumnya. (kmb)
OPINI
6
Rabu Umanis, 11 April 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Kapan Perempuan Jadi Calon Gubernur Bali? PEREMPUAN Bali dikenal memiliki etos kerja yang tinggi. Ketika perempuan lain hanya bertugas menjaga dan mengurus anak-anaknya, perempuan Bali sejak pagi sampai malam sibuk membantu ekonomi keluarga. Entah dia sebagai petani, buruh bangunan, penggali pasir, hingga menjadi profesi terhormat seperti guru dan pegawai. Bahkan, dalam sejarah perempuan Bali juga maju sebagai pemimpin perjuangan rakyat Bali seperti Istri Kanya di Klungkung. Namun, dari segi psikis dan sosiologis, sampai saat ini, perempuan masih termarginalisasi oleh mainstream pemikiran bahwa segala urusan keluarga adalah urusan laki-laki. Perempuan sepertinya tidak mempunyai otoritas urusan di luar rumah, apalagi urusan kepemimpinan. Perempuan seakan terdesak di wilayah yang hanya mengurus rumah tangga. Dalam konteks demokrasi dan pemerintahan mestinya tidak ada perbedaan hak antara perempuan dan laki-laki. Karena dalam sistem pemerintahan, yang bergerak adalah sebuah sistem, bukan hanyak fisik. Kita ketahui di Indonesia tidak ada undangundang yang mengatur bila perempuan tidak diperkenankan memegang kekuasaan dalam pemerintahan. Banyak sekali contoh kaum perempuan yang telah berhasil memimpin sebuah wilayah, baik menjadi kepala desa, camat, bupati, wali kota, bahkan presiden. Menurut catatan sejarah, kepemimpinan di negara-negara lain pun banyak memberikan bukti keberhasilan seorang perempuan. Di Pakistan ada Benazir Buto, di Inggris ada Margaret Teacher, dan masih banyak lagi pemimpin-pemimpin perempuan yang mampu dan berhasil membawa negara/ masyarakatnya pada kesejahteraan. Gerakan ini sudah menampakkan hasilnya di Bali. Di tengah era serbadigital dan modernisasi, perempuan Bali kian terangkat kiprahnya termasuk dalam politik. Perempuan sudah ada yang menjadi anggota DPRD bahkan camat dan pejabat penting lainnya. Namun, belum pernah kita mendengar perempuan di Bali menjadi gubernur Bali. Jika alasannya karena banyak yang belum berpendidikan tinggi, masih banyak perempuan Bali yang doktor bahkan profesor. Jika alasannya sibuk mengurus rumah tangga karena perempuan Bali identik dengan majejahitan, juga tak selamanya benar. Banyak yang mampu mengatur hidupnya antara keluarga dan profesi. Yang kurang adalah belum muncul keberanian perempuan Bali menjadi calon gubernur. Ini semua juga atas pertimbangan parpol. Sebab, pada era sekarang tanpa kendaraan politik, kita tak mungkin menjadi calon. Sekalipun ada peluang di calon independen, namun sangatsangat tak mungkin. Kedua, kecerdasan dan intelektual saja untuk terjun ke panggung politik bagi kalangan perempuan di Bali belumlah cukup. Dia harus memiliki sumber dana yang banyak dengan sistem pemilihan langsung. Bayangkan biaya pilgub seorang calon gubernur saja di luar Bali mencapai ratusan miliar rupiah. Itu baru bisa masuk nama ke parpol, belum lagi dana saksi dan kampanye. Wah, pokoknya model pilgub langsung semakin memperberat posisi perempuan. Tampaknya model pilkada oleh DPRD yang membuka peluang perempuan Bali menjadi pemimpin di panggung politik. Nah itu baru hanya di satu sisi. Untuk menjadi pemimpin, perempuan bisa menjadi pemimpim di tempat lain. Dia menjadi pemimpin gizi di keluarga, pemimpin sipirutal bagi anak-anaknya. Lebih luas lagi perempuan adalah pertiwinya keluarga. Di Hindu dikenal dengan saktinya seorang suami. Tanpa istri (perempuan) yang baik tak akan ada kesuksesan seorang suami.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mohon Perbaiki Trotoar Rusak
Saya sering melintas di jalur Andong, Ubud menuju Tegallalang - Kintamani. Sekitar 500 meter arah utara dari patung Arjuna, Ubud, saya melihat kondisi trotoar sangat rusak. Banyak yang jebol bahkan pavingnya berserakan. Padahal, setahu saya, jalur ini merupakan lintasan air saat musim hujan. Saya berharap trotoar di jalur ini dibuat permamen dengan sistem yang banyak digunakan saat ini. Saya dengar trotoar ini sudah rusak cukup lama. Namun, upaya perbaikan tak jelas. Bahkan, sempat saya lihat di dalam gorong-gorong telihat kabel. Ke depan, hal ini tentu sangat berisiko jika trotoar ini tak segera diperabiki. Terlebih jalur ini tergolong padat dan macet. Banyak wisatawan juga melintasi jalur ini. Terutama wisatawan yang tinggal di kawasan Petulu atau Nagi yang hendak menuju Ubud dengan berjalan kaki. Mohon Pemkab Gianyar segera membuat program untuk memperbaiki jalur trotoar ini agar terlihat indah dan nyaman. Saya sering prihatin melihat wisatwan yang jalan kaki harus turun ke badan jalan untuk menghindari lubang di bagian trotoar. Ini tentu sangat berisiko bagi keselamatan wisatawan. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Wanita dan Kepemimpinan Wanita sering diidentikkan dengan karakter yang lemah, lebih menggunakan perasaan, sensitif dan kurang rasional. Karakteristik tersebut yang menyebabkan wanita sering tidak mendapatkan posisi yang setara dengan kaum laki-laki dalam kepemimpinan. Adat dan tradisi yang merupakan bagian dari budaya juga mendukung ketidaksetaraan gender tersebut sejak lama, misalnya wanita memiliki peran untuk mengatur dan melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga, melakukan upacara agama, manyama braya, dan yang utama adalah mendidik anak. Dengan label-label tersebut, wanita menjadi lebih terbatas gerak langkahnya sebagai pemimpin.
Oleh Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A. umlah populasi wanita dan laki-laki di dunia menurut sumber data menegaskan bahwa di antara 101 laki-laki terdapat 100 wanita, itu berarti jumlah wanita dan laki-laki hampir sama. Berdasarkan data tersebut, mestinya wanita mendapatkan kesempatan yang sama dalam melakukan berbagai hal seperti para laki-laki. Konsep egalitarian dan kesetaraan hendaknya bisa memacu para wanita untuk mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk berkiprah lebih banyak sebagai pemimpin. Pemimpin (leader) yaitu seseorang yang memiliki kemampuan untuk memimpin atau mengatur orang lain. Dalam memimpin, seorang pemimpin harus mampu menggerakkan dan memengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kepemimpinan (leadership) adalah proses menggerakkan dan memengaruhi agar orang yang dipimpinnya mau melakukan sesuatu yang sesuai dengan yang diniati oleh pemimpin. Dalam ajaran Hindu seorang pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang disebut Asta Brata (8 ciri pemimpin
J
yang baik) antara lain (1) mengabdi kepada masyarakat, (2) menegakkan keadilan tanpa pandang bulu, (3) memberikan penerangan, (4) mempunyai perilaku yang menyejukkan, (5) memberikan kekuatan, (6) menanggulangi berbagai permasalahan, (7) mengatasi musuh yang datang, dan (8) memberikan kesejahteraan. Merujuk pada kedelapan ciri pemimpin tersebut, menjadi pemimpin tidaklah mudah. Belakangan ini, kita banyak disuguhi tontonan di media massa yang menunjukkan berbagai sikap pemimpin yang bahkan kurang tepat dan kurang terpuji, seperti mengadu domba, membakar kemarahan, menumbuhkan kebencian yang lebih disebabkan oleh alasan politis taktis untuk mengalahkan orang yang tidak disukai, tanpa melihat bukti kinerja. Tidak tanggung-tanggung mereka bahkan menggunakan strategi menyebarkan berita bohong (hoax) dan berita yang mengandung kebencian (hatred) untuk memengaruhi orang lain ikut membenci seseorang. Fenomena tersebut sangat bertentangan dari ajaran Asta Brata di atas, bahkan bila hal-hal tersebut terus disengaja diperbuat, maka bukan kesejahteraan dan perdamaian yang dihasilkan, tetapi perang dan penderitaan serta kehancuran sebuah bangsa. Mampukah wanita
menjadi pemimpin dengan 8 fondasi kepemimpinan di atas? Dengan tugas utamanya mengabdi kepada keluarga pada tataran informal, seorang wanita juga dapat dipastikan mampu mengabdikan dirinya pada lingkup yang lebih luas. Kebiasaan dalam melakukan pekerjaan yang tulus di dalam rumah tangga mampu menginisiasi seorang wanita untuk menggunakan cara-cara yang baik dan benar dalam melakukan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar. Wanita dengan karakteristiknya yang lebih menggunakan perasaan dapat menjadi sebuah kekuatan, karena dengan perasaan yang juga harus didukung oleh kemampuan rasionalisasi dapat menjadikan dia seorang pemimpin yang bijaksana dalam mengambil keputusan yang adil. Agar dapat memberikan penerangan, wanita tentu juga harus pintar. Pendidikan merupakan salah satu fondasi untuk kemampuan memimpin pada tataran yang luas. Zaman sekarang ini, sudah banyak wanita yang memiliki pendidikan tinggi mulai dari strata 1 sampai dengan strata 3. Dengan latar belakang pendidikan yang relevan, wanita mampu bersaing dengan laki-laki dalam menjadi pemimpin yang mampu memberikan pencerahan dan informasi yang
benar kepada masyarakatnya. Berbeda dengan laki-laki, wanita dilahirkan memiliki sifat yang lemah lembut, seperti layaknya Dewi Saraswati. Dengan karakter tersebut, tentu dalam berkomunikasi wanita memiliki kekuatan interpersonal yang lebih baik daripada laki-laki. Dalam memengaruhi orang lain, kemampuan komunikasi memegang peran sentral, maka dari itu wanita akan mampu memberikan kesejukan hati dalam berkomunikasi dan berkolaborasi, sehingga wanita akan mampu lebih mendengarkan siapa yang diajak berbicara, lebih apresiatif dan akomodatif. Mampukah wanita menjadi pemimpin yang memberikan kekuatan bagaikan “Dewa Bayu”? Wanita dilahirkan untuk menjadi ibu. Sebagai ibu, wanita ditakdirkan membawa kandungan sampai dengan 9 bulan, beban berat dengan waktu yang tidak singkat selama proses sampai dengan melahirkan bukanlah tugas yang mudah. Belum lagi dalam usaha merawat dan membesarkan anak ini juga tugas yang menantang. Habituasi pekerjaan yang tidak ringan yang biasa dilakukan wanita menjadikan mereka sebagai sosok yang kuat, pantang menyerah. Dengan demikian, wanita juga dapat dipastikan mampu memberikan kekuatan bagi mereka yang dipimpin. Dalam urusan memecahkan berbagai masalah dan mengatasi musuh yang datang, tentu wanita juga harus mampu berpikir solutif, adaptif, dan kontekstual. Kemampuan berpikir solutif ini didukung oleh karakter wanita
Oleh I Wayan Sariasa yang namanya makhluk hidup semacam tanaman atau binatang, kodratnya memang tidak memiliki akal budi. Tapi manusia yang tercipta sempurna dengan Tri Pramana di dalam dirinya, sepatutnya berbudi dengan kepedulian yang intens terhadap sampah yang ada di sekitarnya. Manusia menuntut dirinya untuk mampu mengelola output yang tidak berguna yakni sampah yang dihasilkan dari aktivitas hidupnya. Sebagaimana diketahui; sampah zaman now didominasi oleh akibat pemakaian kemasan plastik yang sekali pakai dibuang sebagai sampah, seperti kantong kresek, gelas/botol plastik dll, setelah menjadi sampah sulit terurai hingga ratusan tahun, desebut sampah non-organik. Bahkan sekarang, kue pelengkap bebantenan sarana sembah bakti kepada Tuhan pun harus terbungkus plastik. Outcome dari penggunaan kemasan plastik tersebut berupa tumpukan sampah non-organik yang tidak sedap dipandang mata, berbau tak sedap, menjijikkan dan mengganggu kesehatan lingkungan. Jika dalam penggunaan kemasan belanjaan rumah tangga sehari-hari tidak terkelola dengan akal budi yang dimiliki manusia, atau etika dan cara manusia nyampah tidak berdasarkan tatwa, maka akan ber-impact kepada lingkungan hidup yang tidak menyehatkan. Dan manusia dengan tri pramana yang immanent di dalam dirinya tentu tidak mau disebut sebagai makhluk yang tanpa akal budi seperti binatang atau tanaman yang tidak peduli terhadap sampah yang dicipta-
kannya sendiri. Pada zaman old, sampah rumah tangga sulit dijumpai yang namanya sampah non-organik. Sampah yang ada umumnya sampah organik, terurai cepat secara alami menjadi unsurunsurnya yang ber-impact pada kesuburan tanah dan tanaman hingga menyehatkan lingkungan hidup. Zaman now, sampah masyarakat terus menumpuk di tengah-tengah kita, didominasi oleh sampah non-organik dan semakin menjadi masalah bagi kita semua, karena mencemari lingkungan hidup. Kalau dulu orang menyebut “sampah masyarakat”, itu sekadar ungkapan yang diartikan sebagai manusia yang tidak berguna. Tapi dewasa ini, yang namanya “sampah masyarakat” adalah kenyataan yang senyatanya dari perilaku manusia yang seenaknya nyampah. Sekarang orang tidak mau repot-repot harus membawa wadah/tempat/kantong belanjaan pergi ke warung, ke toko atau ke pasar, karena para pedagang/ penjual yang dituju dipastikan sudah menyiapkan wadah belanjaan gratis bagi pembelinya, berupa kantong-kantong kresek plastik yang beraneka warna dan ukuran, sekali pakai dibuang sebagai sampah. Demikian juga kalau orang berpergian tidak perlu khawatir kehausan di jalan, karena di berbagai tempat sudah ada penjual minuman penghilang dahaga dalam kemasan gelas/ botol plastik yang habis dipakai dibuang sebagai sampah. Adalah manusiawi jika manusia ingin menjalani hidupnya dengan cara
Penulis, dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Ganesha
Dalam urusan memecahkan berbagai masalah dan mengatasi musuh yang datang, tentu wanita juga harus mampu berpikir solutif, adaptif, dan kontekstual. Kemampuan berpikir solutif ini didukung oleh karakter wanita yang sensitif.
Sampah Lagi, Sampah Lagi, Pertanda Ada Kehidupan Sebagaimana tatwa yang dipahami; alam (baca : Tuhan) tidak menghendaki manusia ciptaan-Nya mengonsumsi sesuatu yang tidak bisa diurai. Jika hal ini tidak diindahkan akan dapat meracuni dirinya sendiri. Mengonsumsi bahan yang mudah dicerna/diurai, proses penguraian secara alami akan ber-output selain berupa materi yang berguna dan menyehatkan bagi tubuh manusia, juga materi yang tidak berguna yang disebut tinja. Dan tinja dimaksud tidak lain adalah sampah hasil proses penguraian dimaksud, tertampung menyehatkan pada tempatnya yang disebut usus besar, dan keluar melalui salurannya yang menyehatkan pula yang disebut anus. Manusia yang berketuhanan dengan Tri Pramana (sabda, bayu, idep/akal budi) yang ada di dalam dirinya tentu dapat mengejawantahkan nilai tatwa tersebut dalam etika dan cara menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari. Dan dengan akal budinya, manusia akan selalu berbudi dalam mengonsumsi segala sesuatu yang mudah terurai, agar semua output-nya ber-outcome dan ber-impact menyehatkan, tidak hanya bagi dirinya secara immanent tapi juga bagi lingkungan hidupnya secara transitif. Kehadiran sampah tak terhindarkan dan harus hadir dalam kehidupan, dan justru adanya sampahlah yang mengindikatori bahwa suatu kehidupan masih berlangsung dengan segala aktivitas dari makhluk hidupnya; baik tanaman, binatang, maupun manusia. Sebagaimana dipahami, tanaman dan atau binatang tidak harus berbudi untuk peduli terhadap sampah yang ada di sekitarnya, baik sampah dari dirinya maupun sampah dari luar dirinya. Karena,
yang sensitif. Sensitivitas menjadikan wanita lebih tanggap dalam usaha memecahkan masalah. Adaptif bermakna bahwa wanita harus mampu beradaptasi dengan konteks apa, mengapa, dan bagaimana mensolusi permasalahan yang ada di masyarakat. Tentu wanita juga harus mampu bersikap kooperatif yaitu mampu bekerja sama dengan sesama wanita maupun dengan para laki-laki dalam memahami suatu kasus, mengapa kasus tersebut ada, dan bagaimana menentukan cara yang tepat untuk memecahkannya. Seorang pemimpin harus mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Akankah wanita bisa menyejahterakan? Tentu jawabannya ‘ya’. Wanita hendaknya memiliki representasi sifat seperti Dewi Laksmi yang memberikan kesejahteraan dan kemakmuran. Orang yang sejahtera adalah orang yang terpenuhi kebutuhannya baik fisik maupun nonfisik. Dengan kemampuan sebagai pengatur di rumah tangga, tentu wanita juga bisa menjadi pengatur pada ranah yang lebih luas di berbagai sektor kehidupan sebagai partner laki-laki dalam mencapai kemajuan. Dalam usaha untuk mengatur harus memiliki berbagai kompetensi yang memadai. Selamat Hari Kartini, semoga wanita bisa berkiprah lebih banyak dalam menciptakan peradaban masyarakat, bangsa, negara, dan dunia.
yang enak, tidak harus repot, lalu mengatakan, Kalau bisa dengan cara gampang ngapain merepotkan diri dengan cara yang rumit.’’ Walau disadari yang gampang itu akan ber-impact tidak menyehatkan baik bagi dirinya maupun bagi lingkungan hidupnya. Kehadiran sampah plastik yang berserakan di mana-mana, meresahkan dan semakin menggunung di TPA-TPA, hal itu harus diakui karena akal budi manusia menjadi semakin pendek, tidak peduli akan berakibat terhadap lingkungan hidupnya yang tidak sehat. Baginya yang terpenting; toh sudah ada tukang pungut sampah dan mengangkutnya ke TPA-TPA. Akal budi manusia yang semakin pendek inilah memperkuat dirinya untuk terus nyampah, lalu dijadikan sasaran pasar yang potensial oleh para pelaku industri kemasan plastik untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya. Tidak bisa ditampik, bahwa adanya sampah masyarakat pertanda kehidupan masih berlangsung. Tapi kelangsungan hidup yang sehat akan terjadi jika jika kehadiran sampah masyarakat tidak mencemari lingkungan hidupnya. Untuk tidak sembarangan nyampah, kesadaran masyarakat perlu dibangun secara terus-menerus oleh fungsi-fungsi terkait bahwa penggunaan kemasan plastik akan ber-impact tidak menyehatkan bagi lingkungan hidup dan dirinya. Output dari proses penyadaran dimaksud adalah terhindarinya penggunaan kemasan plastik oleh masyarakat dalam mewadahi belanjaan sehari-hari rumah tangganya.
POJOK Daun singkong pun dipasok dari Banyuwangi. - Bali tanam beton. *** Soal pergub perda insentif, dua instansi beda argumen. - Asalkan tak beda visi. *** KPK kembali menangkap pejabat bupati aktif. - Aktif korupsi.
Penulis, pemerhati budaya Bali
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Rabu Umanis, 11 April 2018
Kotak Suara Rusak
Dilelang di KPKLN Denpasar Tabanan (Bali Post) Akibat lama menumpuk, sejumlah kotak suara di kantor KPU Tabanan rusak. Tidak hanya kotak suara yang jebol, bilik suara serta surat suara pun banyak yang masih tersimpan. Atas barangbarang yang rusak itu, KPU Tabanan melelang ke Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang Negara (KPKLN) di Denpasar. Salah satu Komisioner KPU Tabanan I Ketut Narta menjelaskan, kotak suara yang rusak itu berbahan aluminium, ada juga kardus. Karena rusak memang terpaksa dilelang. Karena KPU Tabanan memiliki tempat terbatas untuk penyimpanan barang itu. “Sebelum dilelang, kami terlebih dahulu bersurat ke KPU-RI, berkoordinasi apakah barang-barang yang rusak ini bisa dilelang,” terangnya. KPU Tabanan kemudian melayangkan surat permohonan lelang ke KPU-RI per tanggal 19 September 2017. Surat tersebut kemudian mendapat balasan oleh KPU-RI bernomor Nomor 33/RT.01.3-SD/04/ SJ/I/2018 Tanggal 12 Januari 2018 yang mengabulkan permohonan lelang KPU Tabanan. Menindaklanjuti surat tersebut, KPU Tabanan kemudian menghubungi pihak KPKLN Denpasar untuk melakukan proses lelang. “Semua proses lelang diadakan secara online oleh pihak KPKLN Denpasar,” terangnya. Pemenang lelang, lanjut dikatakan Narta, akan ditentukan oleh KPKLN Denpasar. “Di sini kami tidak terlibat langsung dalam proses pelelangan,” katanya. Hasil lelang tersebut nantinya dikirim ke kas negara. Setelah dilakukan pengecekan, jumlah kotak suara berbahan aluminium yang rusak sebanyak 798 buah, bilik suara aluminium 170 buah. Kotak suara karton 886 buah dan bilik suara karton 782 buah. Serta adapula surat suara pemilihan Bupati Tabanan tahun 2015 sebanyak 2.000 lembar. Dan surat suara bekas pemilihan Bupati Tabanan seberat 2.151 kilogram. Total nilai lelang sebesar Rp 25 juta. Dari pantauan dilapangan, tampak petugas KPU Tabanan bertugas mengeluarkan kotak suara bilik suara serta kertas suara yang menumpuk di Gudang KPU Tabanan. Selanjutnya, barang-barang yang rusak itu diangkut oleh pihak pemenang lelang. (kmb28)
MENGECEK - petugas KPU Tabanan saat mengecek keberadaan logistik yang rusak untuk selanjutnya dilelang.
Bali Post/kmb28
BUMDes Macet
Talangan Dana Dialihkan untuk Membangun Kantor Desa
Tabanan (Bali Post) Pemerintah belakangan ini tengah gencar meningkatkan ekonomi kreatif melalui pemberdayaan masyarakat, dalam bentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Di Tabanan hingga tahun 2018 ini, setidaknya tercatat sudah ada 78 BUMDes dari 133 desa yang ada. Sayangnya, dari jumlah tersebut ada salah satu BUMDes tidak berkembang baik.
Rizal Sanusi
Bali Post/kmb28
Lakukan Kekerasan Seksual pada Siswi SMP
Gungde Wiradana Terancam Dikebiri Tabanan (Bali Post) Proses hukum kasus kekerasan seksual yang menimpa LGDS (14), siswi SMP Selemadeg, Tabanan hingga korban tewas terus berlanjut. Usai menggelar rekonstruksi, Polres Tabanan kini telah melimpahkan berkas perkara LGDS kepada Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejari) Tabanan. Kabag Humas Polres AKP I Putu Oka Suyasa saat dikonfirmasi mengatakan, berkas perkara kasus korban kekerasan seksual dengan korban LGDS pelajar SMP asal Selemadeg itu sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tabanan, Kamis (5/4) lalu. “Pelimpahan berkas baru tahap pertama. Kemungkinan berkas tersebut tidak ada kekurangan, Karena sebelumnya kami selalu koordinasi dengan pihak kejaksaan sebelum berkas itu dilimpahkan,” ucapnya. Terkait berkas tahap pertama itu, nantinya pihak jaksa akan meneliti kembali, jika dianggap tidak ada kekurangan (lengkap berkas-red), baru dikeluarkan surat P-21. Selanjutnya tahap kedua dilakukan penyerahan tersangka, termasuk barang buktinya. Oka Suyasa pun mengakui selama proses penyidikan kasus tidak ada ditemukan kendala apa pun. Selama ini tersangka kooperatif memberikan informasi yang diperlukan. Ditemui terpisah, Kasipindum Kejaksaan Negeri Tabanan Rizal Sanusi membenarkan jika Polres Tabanan sudah menyerahkan berkas perkara kasus kematian LGDS yang merupakan korban kekerasan seksual. “Berkas sudah kami terima dan juga sudah kami baca. Saat itu belum ada kekurangan. Penyebab kematian korban dari hasil visumnya akibat kekurangan oksigen. Korban dibekap menggunakan tangan kiri dan juga bantal,” jelasnya. Terkait ancaman hukuman bagi pelaku Gung De Wiradana (26) asal Desa Gunung Sari, Seririt, Buleleng, Rizal mengatakan akan dikenai Undang-undang Perlindungan Anak. Alasannya, korban LGDS merupakan anak di bawah umur. Bahkan pelaku dapat dikenai Pasal 81 dan 82 UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Hukuman bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Serta denda minimal Rp 60 juta dan maksimal Rp 300 juta. Hukuman lainnya, menurut KUHP Pasal 287 dan 292, masa hukuman terhadap pelaku pencabulan terhadap anak maksimal sembilan tahun (pasal 287) dan maksimal lima tahun (pasal 292). Pidana tambahan yang dikenai pelaku yakni Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pada Undang-undang 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Undangudang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undangudang. “Ancamannya bahkan dikebiri kimia dan juga pemasangan alat pedeteksi elektronik,” pungkasnya. (kmb28)
BUMDes dari Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur memproduksi VCO sejak tahun 2017. Karena belum adanya pasar dengan permintaan dalam skala besar, hal itu menyebabkan BUMDes mati suri. Bantuan dana BKK yang diperoleh sebesar Rp 128 juta itu dipergunakan untuk membantu BUMDes tersebut. Namun, justru talangan dana BKK dipinjam oleh kepala desa setempat untuk membangun kantor desa. Padahal dari petunjuk teknis penggunaan anggaran BKK BUMDes hanya boleh untuk pengembangan produk, ataupun penggantian produk, bukan untuk hal yang tidak terkait. Ketua BUMDes Dalang, Kecamatan Seltim Gusti Arimbawa ketika dikonfirmasi mengakui jika dana BKK yang sejatinya untuk pengembangan produk BUMDes dipinjam oleh
Perbekel Dalang senilai Rp 128 juta. Dana pinjaman dari BKK itu dipergunakan untuk membangun gedung kantor desa. Dalam proses peminjaman, dikuatkan bukti berita acara antara kedua belah pihak. Ia mengakui atas dasar rasa ewuh pakewuh, terpaksa memberikan bantuan BKK itu. Padahal sudah tahu, juknis pemanfaatan anggaran itu memang tidak diperbolehkan. Namun di sisi lain dirinya mengaku ingin menjaga nama baik desa. “Kalau dari skema awal memang dana itu untuk produksi BUMDes. Karena BUMDes yang sudah ada sejak tahun 2017 itu tidak bisa berjalan baik. Akhirnya dari hasil koordinasi saat itu, dana itu diizinkan dipinjam kepala desa untuk nama baik desa. Sebab, kontraktor meminta pembayaran pembangunan gedung agar segera dilunasi. Peminjaman dana itu sudah ada berita
acaranya. Dana akan dikembalikan setelah anggaran dana desa keluar,” ucapnya. Sejauh ini bahkan sudah dilakukan pengembalian dua tahap. Tahap pertama senilai Rp 110 juta jelang hari raya Nyepi. Sedangkan tahap kedua sebesar Rp 18 juta pada Rabu minggu lalu. Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan Romie Liestyowati, menegaskan jika anggaran yang digelontorkan untuk BUMDes sebesar Rp 200 juta, semestinya dimanfaatkan untuk pengembangan produk BUMDes. Tidak untuk keperluan yang lain. “Juknisnya sudah jelas. Jadi salah jika anggaran itu dimanfaatkan untuk kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan produksi BUMDes, apapun itu bentuknya,” tegasnya. Pihaknya pun berniat memanggil Ketua BUMDes Desa
Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, serta Kepala Desa terkait untuk mendengar langsung latar belakang sehingg muncul permasalahan ini. “Cukup ini menjadi pembelajaran semua pihak. Desa lain tidak boleh mengikuti. Kalau ini dibiarkan dan tidak kita lakukan pembinaan segera, maka dikhawatirkan akan jadi temuan,” ucapnya.
Inspektur Bantuan II Inspektorat Tabanan I Made Seraya mengatakan, jika pihaknya sudah melakukan langkah pemeriksaan terhadap masalah ini. Pada kasus itu memang tidak ada unsur-unsur yang tujuannya memperkaya diri sendiri. Alasannya, semua dana dipergunakan untuk pembangunan kantor desa. (kmb28)
”Juknisnya sudah jelas. Jadi salah jika anggaran itu dimanfaatkan untuk kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan produksi BUMDes, apapun itu bentuknya.” Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Romie Liestyowati
Nilai Taksir Emas Melonjak Tabanan (Bali Post) Adanya penguatan mata uang dollar AS terhadap rupiah menyebabkan harga emas internasional mengalami peningkatan. Peningkatan harga emas secara internasional, berimbas pada harga taksiran emas yang berada di posisi tertinggi dibandingkan beberapa tahun ke-
belakang. Tingginya nilai taksir emas itu, tentu memberikan keuntungan nasabah yang menggadaikan emas di Pegadaian guna mendapatkan dana pinjaman lebih besar. Kepala Pegadaian Cabang Tabanan Gusti Nyoman Arka, Selasa (10/4) kemarin mengatakan, seiring penguatan dolar AS terhadap rupiah membuat harga taksiran emas di Pegadaian cenderung mengalami lonjakan. Bahkan Maret lalu lonjakan harga taksir ini meningkat beberapa kali. Saat ini harga taksiran emas men-
capai Rp 550 ribu per gram, di mana sebelumnya akhir Maret lalu berada dilevel Rp 539 ribu per gram. ‘’Selama Maret, nilai taksir gadai harga emas mengalami kenaikan sebesar lima kali. Diprediksikan April ini harganya menyentuh level tertinggi dibandingkan beberapa tahun terakhir,’’ ujarnya. Kenaikan harga taksir emas, kata Arka disebabkan adanya pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Hal itu membuat permintaan pasar akan logam mulia mengalami peningkatan. Permintaan peningka-
tan ini membuat harga taksir emas cenderung naik. Seiring naiknya harga taksiran emas, pihaknya berharap nasabah gadai KCA yang lama bisa melakukan top up. Maksudnya, penambahan dana pinjaman perhiasan emas atau logam mulia menjadi maksimal pemanfaatannya. Artinya, dikonversikan nilainya sesuai perkembangan harga taksiran emas terbaru. Seiring peningkatan taksiran harga emas, kata Arka cukup banyak nasabah gadai melakukan top up. (kmb24)
Desa Jelilih Punggang Kembangkan Sirup
Desa Jelijih Punggang merupakan desa di Kecamatan Pupuan. Salah satu produk olahan yang dikreasi dari buah-buahan adalah sirup manggis. Sirup manggis produk desa itu bahkan sudah terkenal. Memang gampang mendapat manggis di desa itu, lantaran sebagian besar penduduknya merupakan petani manggis. Tidak aneh, saat puncak masa panen raya produk manggisnya bisa mencapai 30 ton sehari. Lalu, bagaimanakah cara pengolahan sirup manggis tersebut? BERBEKAL inovasi teknologi, warga Desa Jelijih Punggang dengan baik bisa memanfaatkan potensi yang ada di desanya. Beberapa
warga kemudian membentuk kelompok mengolah buah manggis menjadi sirup. Sirup itu,bukan saja diolah dari isi buahnya saja, melainkan daging dan kulitnya juga menjadi bagian sirup itu. Dengan adanya produk sirup kreasi warga, itu diyakini para petani bisa lebih berdaya secara ekonomi. Sebab, mereka mampu mengolah buah manggis yang tidak masuk kriteria ekspor. Sudah pasti dari segi harga relatif terjangkau, karena lebih murah dibandingkan kualitas ekspor. Salah satu kelompok yang mengembangkan sirup manggis ini adalah kelompong Gunung Sari. Ketua Kelompok I Wayan Rudiana, Selasa (10/4) kemarin, mengatakan latar belakang dibuatnya produk sirup manggis itu karena melihat potensi desa Jelijih Punggang sebagai penghasil buah Manggis yang relatif besar. ‘’Jangan heran saat puncak panen raya bisa menghasilkan 30 ton manggis sehari. Panen raya itu berlangsung selama seminggu,’’ ujarnya. Disadari, dari panen jumlah besar itu tidak semua buah manggis masuk kriteria ekspor. Buah manggis yang tidak masuk kriteria ekspor dijual dipasar lokal. Nah... Kelompok Gunung Sari inilah yang membeli buah manggis itu, kemudian diolah dijadikan sirup. Upaya inovasi itu dilakukan semata-mata untuk meningkatkan
pendapatan ekonomi petani lebih baik. Sirup manggis itu, kata Rudiana malah sudah dibuat sejak lima tahun lalu (2013). Sirup itu sudah mendapatkan kajian kandungan dan manfaat sirup dari Universitas Udayana. Bahkan sertifikat dari Dinkes dan BBPOM. Sirup manggis produksi Gunung Sari itu, kata Rudiana mengandung antioksidan dan vitamin C yang baik untuk kesehatan. Tantangan produk sirup manggis saat ini adalah adanya keterbatasan bahan baku. Jika dulu bahan baku tidak masalah, karena selalu ada panen buah manggis berlimpah. Namun, dua tahun terakhir akibat cuaca ekstrem, buah manggis yang dihasilkan relatif terbatas. Karena itu, dalam sebulan kelompok Gunung Sari hanya bisa mendapatkan 120 kilogram buah manggis saja. Padahal untuk membuat sirup pihaknya memiliki 200 penampungan. Jika dijumlahkan mampu menampung 4-5 ton buah manggis. Pemasaran sirup manggis itu menggunakan Jelijih Mangosteen Syrup. Ini awalnya ditawarkan dari pintu ke pintu. Belakangan ini pemasarannya sudah meluas hingga ke Gianyar. Sejak tahun 2017, pemasaran ini diserahkan melalui BUMDes dan BUMDa. Rudiana berharap pemasaran lewat BUMDes dan BUMDa bisa menjangkau pasar modern. (san)
KARANGASEM
8
Rabu Umanis, 11 April 2018
Pasca-Erupsi
Air Terjun Jaga Satru Hidup Lagi ERUPSI Gunung Agung sempat membuat Desa Duda Timur ditinggal semua penduduknya untuk mengungsi, meskipun desa di Kecamatan Selat itu berada di radius 12 km dari puncak Gunung Agung. Pelan tetapi pasti, pasca-erupsi kondisinya berangsur-angsur membaik. Air Terjun Jaga Satru itu yang sebelumnya akan dikembangkan untuk objek wisata alternatif, juga mulai hidup lagi. Secara administratif, Air Terjun Jaga Satru itu berada di wilayah Banjar Pateh, Duda Timur. Menuju air terjun yang sangat alami itu, selain dari Banjar Pateh, juga bisa dijangkau dari objek Wisata Putung, yang berada di Banjar Wates, Duda Timur. Kalau dari Putung jaraknya sekitar satu kilometer. Namun, harus ditempuh dengan berjalan kaki. Sedangkan dari Banjar Pateh, hanya sekitar 200 meter dari pinggir jalan besar. Namun untuk menjangkaunya, baik dari Putung maupun dari Pateh sendiri, sama-sama perlu perjuangan berat. Pasalnya saat ini, akses jalannya hanya berupa jalan setapak. Dan jalannya sangat
terjal, bahkan cenderung berbahaya. Akses jalannya memang berat namun keindahan Air Terjun Jaga Satru itu sebanding dengan pengorbanan mencapainya. Meski sejauh ini belum ada fasilitas yang terbangun, yakinlah pengunjung tidak akan menyesal datang ke sana. Gemuruh air terjun itu membuat udara menjadi makin sejuk. Seketika vibrasi hawa di sana menghilangkan rasa gerah usai menempuh medan jalan yang relatif sulit. ‘’Sebelum erupsi, yang datang lumayan relatif ramai. Belakangan, air terjun itu mulai hidup lagi, tetapi memang belum seramai dulu,’’ ungkap Pasek Agung Wicaksana (18), salah seorang pengurus Karang Taruna Desa Duda Timur, Selasa (10/4) kemarin. Agung Wicaksana mengakui saat ini belum ada fasilitas yang tersedia bagi pengunjung. Jalan setapak yang dulu dibangun melalui gotong royong masyarakat itu, juga belum tertata dengan apik. Fasilitas yang tersedia baru berupa tempat pakir. Tempat parkir di Putung lumayan luas. Namun di Banjar Pateh, hanya bisa parkir sepeda motor. Air Terjun Pateh itu tidak hanya menyajikan panorama alam pegunungan yang masih asri, tetapi juga penuh nuansa religius. Di pinggir jalan setapak sebelum titik air terjun itu, ada sebuah pancuran yang disucikan warga setempat. Pancuran itu biasanya digunakan untuk tempat malukat sebelum turun ke air terjun. Pancuran itu sering digunakan warga masyarakat sebagai tempat dalam rangkaian upacara potong gigi. Meski malukat di air pancuran itu tidak bersifat wajib, tetapi warga yang datang melaksanakan ritual di sana cukup banyak. Pihak Desa Duda Timur sudah mulai memperkenalkan ataupun mempromosikan Air Terjun Jaga Satru itu sejak lima tahun lalu. Bahkan, belakangan promosinya sudah memanfaatkan teknologi informasi. Perbekel Duda Timur I Gede Pawana mengatakan, potensi Air Terjun Jaga Satru itu juga dikenalkan melalui website desa. ‘’Sekarang setiap harinya, ada saja pengunjung yang datang, umumnya warga lokal Bali,’’ ungkapnya. Desa Duda Timur ini sedang mencoba menata objek wisata alternatif. Penataan masih dilakukan secara bertahap. Tahun 2018 ini, rencananya akan diadakan pelebaran jalan yang akan dilanjutkan penataan di lokasi air terjun itu tahun depan. Selama belum ada sentuhan penataan, pengunjung masih digratiskan. ‘’Ketinggian air terjun sekitar 25 meter. Kami punya obsesi memadukan keberadaan air terjun ini dengan potensi objek wisata Putung,’’ ujar Pawana. (kmb)
Daftar Pemilih Diplenokan, 1.606 Belum Rekam E-KTP Amlapura (Bali Post) Kendala nonteknis perekaman e-KTP membuat KPU Karangasem sedikit kelimpungan. Pasalnya sampai rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) tingkat PPS (desa), Selasa (10/4) kemarin, 1.606 pemilih belum melakukan perekaman identitas kependudukan berbasis teknologi informatika tersebut. ‘’Ya, koordinasi terakhir Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Karangasem menyatakan 1.606 penduduk yang terdaftar dalam daftar pemilih itu belum melakukan perekaman. Kondisi ini sedikit mengganjal persiapan kita,’’ ungkap Divisi Data dan Perencanaan KPU Karangasem Ngurah Maharjana. Maharjana mengatakan dari proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih langsung ke rumah-rumah penduduk itu DPS Karangasem untuk Pilgub Bali sebanyak 379.386 orang termasuk yang belum melakukan perekaman Ee-KTP tersebut. Dalam proses coklit itu, petugas coklit juga berhasil melacak posisi mereka. Awalnya, jumlah pemilih yang belum melakukan perekaman sebanyak 2.896 orang. Dalam rentang waktu dua minggu usai proses DPSHP, Disdukcapil berhasil mengeksekusi 1.290 pemilih. Disdukcapil, masih mengalami untuk menyelesaikan sisa 1.060 pemilih. Meski sudah menerapkan sistem jemput bola, pemilih yang tercecer itu juga
tidak melakukan perekaman. Memastikan hak warga dalam menyalurkan hak pilihnya atas kondisi yang relatif berat itu. Maharjana mengatakan KPU Karangasem tetap akan menyiapkan kartu suara untuk mereka. Namun, untuk bisa melakukan pencoblosan, pemilih yang tak memiliki e-KTP itu wajib mengantongi surat keterangan dari Disdukcapil bahwa mereka benar-benar sudah memiliki hak pilih berdomisili di Karangasem. Untuk tujuan tersebut, KPU Karangasem sudah berkoordinasi dengan pihak Disdukcapil, untuk mengadakan sinkronisasi data. Pemilih yang tercatat dalam database Disdukcapil agar dibuatkan surat keterangan, sedangkan yang tidak masuk database akan dikoordinasikan ke KPU Bali untuk mencari solusinya. Maharjana menegaskan langkahnya itu mengacu pada PKPU No. 2 Tahun 2017 pasal 5 dan 2 huruf d dan e serta Surat Edaran Mendagri No. 471 poin I dan 2. Bahwa untuk yang belum memiliki KTP atau pemilih pemula, maka akan di terbitkan surat keterangan. Sementara hasil koordinasi dengan Disdukcapil, pemilih yang belum merekam e-KTP diduga warga yang mengalami masalah kesehatan baik sakit, karena usia lanjut maupun gangguan kejiwaan. Mereka tidak melakukan perekaman, karena tidak bisa hadir ke tempat-tempat perekaman yang disiapkan. (kmb)
Pasokan Premium Minim
Nelayan Seraya Sulit Peroleh BBM
Amlapura (Bali Post) -
Keperluan BBM bagi nelayan di Desa Seraya Barat, Tengah, dan Timur, Kecamatan Karangasem, belum bisa terpenuhi. Soalnya, Pertamina sebagai pemasok BBM di Stasiun Premium Dealer Nelayan (SPDN) Seraya hanya menjatah 8 ton BBM per sekali pengiriman, untuk stasiun premium di sana. Padahal, jatah 8 ton itu justru habis dalam waktu empat jam saja. SPDN ini berlokasi di Desa Seraya Timur. SPDN ini merupakan satu-satunya yang ada di Karangasem. Setiap bulannya, Pertamina menyuplai BBM jenis premium ke SPDN, ini sebanyak delapan kali. Minimnya pasokan premium itu membuat nelayan kerap berebut mendapatkan bahan bakar untuk jukung mereka. Bahkan, beberapa hari sebelum pasokan BBM tersebut
tiba, ratusan jeriken nelayan nampak sudah antre lebih dulu di SPDN. Seperti yang nampak, Selasa (10/4) kemarin, nelayan dari tiga desa, seperti Desa Seraya Barat, Seraya Tengah, dan Seraya Timur, berebut mencari BBM di SPDN tersebut. Jeriken warga sudah antre berhari-hari. Mengamati situasi demikian, cukup banyak nelayan kecewa, lantaran tak kebagian
bahan bakar untuk jukung mereka. Sebab, tanpa bahan bakar, mereka tidak bisa melaut guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Setiap ada distribusi BBM, cukup banyak nelayan yang kecewa. Namun, mereka yang tidak kebagian premium, itu hanya mampu mengelus dada. “Memang banyak yang kecewa akibat nelayan tak dapat premium,” kata Pengelola SPDN I Nyo-
man Merta. Terhadap persoalan itu, nelayan dari Kelompok Giri Mandara Sari, I Made Mardika, menambahkan pihak pengelola sebelumnya sudah mengajukan permohonan penambahan jatah pasokan BBM ke Pertamina Bali. Namun, sampai saat ini, permohonan itu belum bisa terealisasi. Baik pengelola dan para nelayan, semuanya berharap pertamina bisa menambah jatah BBM untuk SPDN Seraya. Agar, kebutuhan BBM nelayan setempat bisa dipenuhi, sehingga semua nelayan bisa melaut untuk menyambung hidupnya. (kmb31)
Keberadaannya Disorot Dewan
Ombudsman Bela Penggunaan Mal Pelayanan Publik Amlapura (Bali Post) Ramai-ramai soal prokontra berdirinya Mal Pelayanan Publik (MPP) di Karangasem. Lembaga pengawasan pelayanan publik Ombudsman RI Perwakilan Bali, akhirnya angkat bicara. Kepala Ombudsman Bali Umar Ibnu Alkatab, Selasa (10/4) kemarin, mengatakan pendirian MPP sangat mendukung perbaikan kualitas pelayanan publik di daerah. Namun, koordinasi eksekutif dan legislatif mutlak harus dilakukan, sebagai bentuk koordinasi antara penyelenggara pemerintahan. Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali pada prinsipnya sangat mendukung adanya MPP. Ini memperlihatkan adanya usaha pemerintah daerah memberikan pelayanan yang baik dan terintegrasi kepada publik. Dengan adanya Mal Pelayanan Publik ini, masyarakat Karangasem diharapkan tidak mengalami kesulitan jika ingin mengurus dokumen administratif mereka. Apalagi Mal Pelayanan Publik ini berada dalam gedung kesenian dan kerajinan Karangasem atau Gedung UKM Center yang selama ini menurutnya tidak terpakai secara optimal. Artinya, dia melihat konsep pelayanan publik yang dipadukan dengan konsep kesenian dan kerajinan itu tentu akan
saling memperkuat. “Ini merupakan preseden baik dan untuk pertama kalinya pelayanan publik dipadukan dengan kegiatan kesenian dan kerajinan. Publik akan disuguhi aneka kegiatan seni dan kerajinan,” tegas Umar. Karena itu, semua kewenangan perizinan yang selama ini masih berada di tiap-tiap OPD, agar segera dialihkan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Sehingga, menurutnya, Mal Pelayanan Publik akan betul-betul menjadi arena yang efisien dan efektif untuk sebuah keperluan administratif publik. Terkait sorotan lembaga dewan itu, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali berharap tidak menjadi halangan membuka dan mengoperasikan Mal Pelayanan Publik itu. Menurutnya, sekarang bagaimana pihak pemerintah daerah mengambil inisiatif untuk menyampaikan secara detail rencana ini kepada dewan. Ini sebagai bentuk koordinasi antara penyelenggara pemerintahan. Soal adanya kesan Mal Pelayanan Publik itu tidak siap melakukan pelayanan, hingga masyarakat masih banyak dipingpong. Hal itu menurutnya terjadi karena kewenangannya belum sepenuhnya diserahkan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Jika sudah diserahkan
sepenuhnya, termasuk staf dari masing-masing dinas teknis, dia yakin tentu keadaan dipingpong ini bisa diminimalisasi. Terkait masalah pemanfaatan gedung, Ombudsman berharap bisa diselesaikan secara baik, agar ini tak menjadi persoalan yang penting. Sebaliknya, dia justru menyarankan dewan memberikan dukungan kepada pemerintah daerah yang sedang bersemangat memperbaiki pelayanan publiknya. Berita sebelumnya, kebijakan Pemkab Karangasem menjadikan Gedung UKM Center sebagai Mal Pelayanan Publik mendapat kritik dewan. Dalam rapat kerja (raker) gabungan komisi, Senin (9/4) lalu, para wakil rakyat di Bumi Tanah Aron itu menuding kebijakan itu bukan hanya mendobrak aturan, tetapi telah melupakan prinsip-prinsip pelaksa-
naan pemerintahan. Ketua DPRD I Nengah Sumardi mengatakan Gedung UKM Center yang dibangun menggunakan dana pinjaman dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) tahun 2011 peruntukannya adalah untuk pusat seni dan kerajinan Amlapura. Hal itu bukan hanya menjadi kesepatan antara dewan dan eksekutif, tapi menjadi klausul pinjaman PIP yang adalah lembaga keuangan di bawah Departemen Keuangan. Seiring dengan perencanaan awal, secara adimistratif Gedung UKM Center juga melekat unsur-unsur hukum berupa perda tentang pinjaman dan peraturan bupati tentang peruntukan dan pengelolaannya. Sumardi menyatakan menyayangkan kebijakan itu karena praktis tidak ada koordinasi dengan lembaga dewan. (kmb31)
Carikan Solusi yang Baik
Tajen adalah Bagian Prosesi Ritual Memang tidak bisa dimungkiri tajen atau apa pun sebutannya, sudah menjadi salah satu identitas Bali. Terlepas dari unsur taruhan uang yang ada di dalamnya, banyak kalangan menilai tajen itu harus dijaga kelestariannya. Sebab, tajen itu berkaitan dengan prosesi ritual keagamaan. Bagaimanakah solusi yang baik menyikapi tajen tersebut agar unsur judinya bisa dihilangkah? PEMERINTAH daerah baik Pemprov Bali maupun pemkab/pemkot diharapkan hadir mencarikan solusi yang baik. Bukan justru mengucilkan seperti kesan yang ada selama ini. ‘’Tajen atau sering dis-
ebut tabuh rah itu tidak salah. Sesungguhnya unsur judi yang ada di dalamnya yang harus disikapi. Sama dengan sepak bola, kalau di sana ada unsur taruhannya, kan bukan pertandingannya yang dibubarkan,’’ ungkap I
Tajen atau sering disebut tabuh rah itu tidak salah. Sesungguhnya unsur judi yang ada di dalamnya yang harus disikapi. Sama dengan sepak bola, kalau di sana ada unsur taruhannya, kan bukan pertandingannya yang dibubarkan. Praktisi Hukum Nyoman Pasek
Nyoman Pasek, praktisi hukum asal Karangasem yang kerap menyuarakan isu-isu sosial kemasyarakatan. Pasek tak menampik saat ini tajen sebagai sebuah budaya kerap disalahgunakan oknum untuk mendapatkan keuntungan material. Ketika ada kondisi seperti itu, pria asal Desa Pidpid, Abang ini menilai kesalahan bukan berada pada arena tajennya. Namun, kesalahan itu melekat pada perilaku oknumnya. Untuk membebaskan tajen dari perilaku yang mengarah judi itu, pihaknya mendukung jika tata laksana tajen diatur melalui peraturan daerah. ‘’Tapi dalam menyusun
ansa budaya, tradisi hingga perjuangan yang mengarah bisnis. Tajen berbeda dengan judi dadu maupun bola adil yang sepenuhnya didasari untung-untungan. ‘’Berbicara tajen mesti dilihat secara komprehensif. Kalau ngomong masalah untung-untungan, berbisnis pun ada unsur untung-un-
perd a anali s a n y a harus jelas dan matang. Kiranya perlu ada penjelasan menyangkut difinisi judi, difinisi untunguntungan dan hal-hal lain yang selama ini juga dialamatkan untuk aktivitas tajen,’’ serunya. Pasek menilai selama ini ada pola pikir yang keliru menyangkut tajen. Tajen diidentikkan dengan judi. Padahal, dalam tajen itu tidak sepenuhnya bicara untung-untungan. Di sana ada kepastian yakni nu-
tungannya,’’ jelasnya. Pasek berharap para pemangku kepentingan khususnya di Bali segera bersikap, sehingga ke depannya tajen tidak lagi dianggap sesuatu yang legal. Pengaturan melalui perda dinilai sebagai jawaban yang paling tepat untuk mempersempit ruang gerak orang-orang yang ingin mendapatkan keuntungan dari kegiatan tajen itu. ‘’Undang-undang dibuat kan karena ada persoalan. Sama halnya dengan perda. Sebagai bagian budaya, maka tajen itu perlu diatur sehingga tidak disalahgunakan,’’ ujarnya. (kmb)
Rabu Umanis, 11 April 2018
GIANYAR
9
Infrastruktur Ubud Harus Segera Dibenahi Gianyar (Bali Post) Tinggal beberapa bulan lagi, Annual Meetings International Monetary Fund (IMF) World Bank Group 2018 digelar di Bali. Selama di Pulau Dewata, Ubud akan menjadi salah satu fokus kunjungan delegasi event tersebut. Namun, hingga kini sejumlah infrastruktur di kampung turis itu kondisinya masih memprihatinkan. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Ubud Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati, Selasa (10/4) kemarin mengungkapkan, kunjungan delegasi IMF yang jumlahnya mencapai 15 ribu orang berasal dari
189 negara ini merupakan momen emas yang harus dikawal dengan baik. ‘’Bila negara lain harus berupaya keras, namun belum tentu dikunjungi. Tapi kita di Bali, hanya dengan menjalankan budaya sudah mau
didatangi. Jadi, ini momen yang harus dikawal secara maksimal,’’ ucapnya. Tokoh Puri Ubud yang akrab disapa Cok De ini mengatakan, salah satu upaya yang harus dilakukan pemerintah adalah menyiap-
kan sarana dan prasarana yang dapat membuat para tamu tinggal di Bali dengan perasaan bahagia. Sejumlah infrastruktur di Ubud harus segera dibenahi. Saat ini masih banyak infrastruktur yang kondisinya rusak, seperti trotoar yang berlubang dan jalan yang rusak. ‘’Informasinya kan delegasi ini akan ke Ubud, tetapi infrasturktur masih seperti ini (rusak-red). Apa wajah seperti
ini yang akan kita berikan kepada para tamu?’’ ujarnya. Dia mencontohkan, beberapa waktu lalu sudah ada korban akibat infrastruktur rusak. Seorang pejalan kaki terluka akibat tidak waspada terhadap trotoar yang jebol. ‘’Akan sangat disayangkan bila sampai ada delegasi yang melintasi kondisi trotoar yang seperti ini,’’ ucapnya. Cok De mengaku sudah
Gianyar (Bali Post) Berkaca pada Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2016, masyarakat di Indonesia saat ini cenderung terpecah belah akibat perbedaan pandangan politik. Untuk itu, tugas utama Pemerintah daerah adalah meredam potensi konflik tersebut sebelum menjalar ke masing-masing daerah di Indonesia, khususnya di Kabupaten Gianyar yang sebentar lagi melangsungkan pilkada. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gianyar Dewa A l i t Mudiartha saat ditemui di ruang k e r -
Gianyar (Bali Post) Sebulan pascanaik status dari penyelidikan ke penyidikan, kasus dugaan mark-up dana Bupati Cup 2016 yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar masih jalan di tempat. Belum ada perkembangan dari hasil pemeriksaan puluhan saksi. Anggota DPRD Gianyar pun mendesak Kejari serius dalam mengusut tuntas kasus ini. Kasi Pidsus Kejari Gianyar Made Endra Arianto, Selasa (10/4) kemarin, mengakui sampai saat ini memang belum ada perkembangan lebih jauh terkait penyidikan dugaan mark-up dana Bupati Cup 2016. ‘’Sementara belum ada perkembangan. Kita masih memeriksa saksi untuk penyi-
TKP - TKP lakalantas yang merenggut satu korban jiwa.
Suhu Politik Relatif Sejuk
janya, Selasa (10/4) kemarin. Menurut Dewa Alit, sej a u h i n i suhu p olit ik d i Kabupaten Gianyar hingga kini masih relatif sejuk. Belum ada gejolak politik yang berpotensi menimbulkan perpecahan di masyarakat. Terkait upaya antisipasi hal-hal yang tak diinginkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi intensif dengan aparat keamanan hingga ke tingkat desa. Dewa Alit mejelaskan, tim lapangan Badan Kesbangpol Gianyar menyediakan satu posko induk yang bertempat di belakang kantor Badan Kesbangpol Gianyar. Posko ini berfungsi untuk mewadahi setiap laporan atau kegiatan sosialisasi terkait Pilkada Gianyar 2018. Selanjutnya, akan dibentuk posko di masing-masing kecamatan di Kabupaten Gianyar. ‘’Tim kami bergerak penuh setiap hari memantau perkembangan,’’ ucap pejabat asal Kenderan, Tegallalang itu. Lebih lanjut dia mengungkapkan, sejauh ini belum ada gesekangesekan yang terjadi akibat Pilkada. Masing-ma-
kan perbaikan,’’ katanya. Di sisi lain, Cok De mengapresiasi tindakan tegas aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar yang sudah membersihkan parkir liar di kawasan Ubud. Ia berharap pengawasan oleh petugas terkait tetap rutin dilakukan, demi mewujudkan ketertiban lalu lintas dan kenyamanan wisatawan. (kmb35)
Kejari Harus Usut Tuntas Kasus Bupati Cup
Tabrak Pohon Perindang, Pengendara Motor Tewas
Gianyar (Bali Post) Warga dikejutkan dengan insiden kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di Jalan Raya Batuan, Banjar Griya Ciwa, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Selasa (10/4) kemarin. Akibat lakalantas ini, pengendara sepeda motor Honda DK 8228 KA Nyoman Wilastra (36) tewas. Sementara I Komang Sugiarta (32) yang dibonceng mengalami patah tulang kaki. Kapolsek Sukawati Kompol Pande Putu Sugiharta yang dikonfirmasi, membenarkan adanya lakalantas tunggal. Dia menyebut lakalantas terjadi akibat out of control. ‘’Pengendara motor ini meninggal dunia. Untuk kondisi korban yang dibonceng mengalami patah kaki kanan. Saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit,’’ imbuhnya. Informasi dihimpun, korban berkendara sekitar pukul 05.00 Wita. Kala itu kedua korban datang dari selatan menuju tikungan Pura Dalem Sukaluwih. Setelah menikung dan melaju ke arah barat, Wilastra dikagetkan dengan gundukan material di sisi selatan jalan hingga akhirnya lepas kendali. Sepeda motor sempat melewati gundukan lalu oleng dan menabrak pohon perindang. Akibat kejadian itu, bagian depan sepeda motor ringsek. Kedua korban langsung dilarikan ke RS Ari Canti, Mas, Ubud. Saat dicek di IGD, Wilastra sudah tak bernyawa. Ditemui di IGD RS Ari Canti, Ni Ketut Artini tampak tak berhenti menangisi kepergian suaminya. Dia pun tak tahu pasti ke mana suaminya pergi sebelum kejadian. ‘’Biasanya pulang kerja jam 10 malam. Kemarin tumben belum pulang. Saya SMS sudah siapkan nasi untuk makan tapi gak dibalas,’’ ucapnya. (kmb35)
berulang kali berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah hingga Pemerintah Pusat, terkait pembenahan infrastruktur Ubud. Peninjauan lapangan dari instansi terkait pun sudah sering dilakukan, namun hingga kini belum ada action dari pemerintah. ‘’Terakhir, ada pejabat dari pusat yang mengecek paving di Catus Pata Ubud serta infrastruktur lainnya. Tapi sampai saat ini belum ada tanda akan dilaku-
sing pasangan calon (paslon) melaksanakan kampanye dengan bijak. Menurut dia, masyarakat saat ini sudah semakin cerdas dalam berdemokrasi. Tidak ada lagi zamannya bertindak anarkis dan arogan hanya demi menunjukkan militansi terhadap paslon masingmasing. ‘’Apalagi kampanye pengerahan massa sudah tidak ada,’’ kata mantan Kadisdikpora Kabupaten Gianyar tersebut. Dewa Alit mengimbau masyarakat agar tetap
menahan diri dan tidak terpancing bila ada pihakpihak atau oknum yang ingin memperkeruh suasana di lapangan. Apabila ada oknum demikian, masyarakat bisa melaporkannya ke aparat terkait agar bisa ditindaklanjuti. Dia juga mengharapkan masyarakat memilih dengan cerdas, sesuai hati nurani supaya Pilkada berjalan dengan suasana damai, tanpa politik uang, kampanye hitam dan isu SARA. Tak luput, netralitas birokrasi
Bali Post/nik
juga mesti terjaga. ‘’Sudah jelas perintah Pj. Bupati akan menindak tegas bagi aparatur negara yang terlibat langsung dalam kampanye politik. Kita harus kawal itu,’’ ucapnya. Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Gianyar Cokorda Gede Putra Dharmayuda menambahkan, tindakan pencegahan sebelum kejadian menjadi prioritas utama. Diharapkan situasi kondusif tetap terjaga selama tahapan Pilkada berlangsung. (kmb35)
’’Paling lambat penghitungan ini akan mulai dilakukan dua pekan lagi. Jadi, sebelum penetapan tersangka kita sudah harus menyertakan kerugian keuangan negara.’’ Made Endra Arianto
dikan,’’ ucapnya. Dikatakannya, saksi yang diperiksa dalam tahap penyidikan masih sama dengan saksi yang diperiksa dalam penyelidikan yakni sekitar 20 orang. Cuma dalam pemeriksaan saksi pada penyidikan ini, ada beberapa poin yang diperdalam. ‘’Ada memang beberapa yang kita tambahkan. Kita pertajam lagi sesuai perkembangan fakta,’’ katanya. Meski sudah memeriksa 20an saksi, namun Kejari belum melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Panitia Bupati Cup 2016. Endra beralasan, yang bersangkutan rencananya diperiksa sebagai saksi terakhir. Endra menambahkan, pihaknya berencana mempercepat proses penghitungan kerugian negara dalam kasus ini. ‘‘Paling lambat penghitungan ini akan mulai dilakukan dua pekan lagi. Jadi, sebelum penetapan tersangka kita sudah harus menyertakan kerugian keuangan negara,’’ katanya. Di mana dugaan posisi penyimpangan keuangan negara, dia belum mau menyampaikannya. Alasannya, penjelasan mengenai hal itu sudah masuk dalam materi penyidikan. ‘’Kalau sudah pasti ada tersangka baru akan kita beberkan,’’ tegasnya. Sementara itu, anggota DPRD Gianyar I Wayan Sudarta turut menyoroti kasus yang dinilai mencoreng gelaran Bupati Cup yang merupakan ajang bergengsi itu. Politisi Partai Golkar ini pun berharap Kejari bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini. ‘’Harus usut tuntas kasus ini. Jangan sampai di tengah jalan malah di-SP3, apalagi sudah masuk ranah penyidikan,’’ tegasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Rabu Umanis, 11 April 2018
Rawan Abrasi, 30 Kilometer Pantai Belum Terbentengi Negara (Bali Post) –
Pantai di Kabupaten Jembrana memiliki panjang sekitar 76 kilometer. Dari panjang itu, 30 kilometer di antaranya masih rawan abrasi dan belum terbentengi. Daratan yang terancam tergerus itu tersebar di 22 titik, mulai dari Pekutatan hingga Gilimanuk. Guna menanggulangi abrasi itu, Pemkab menunggu bantuan dari pemerintah pusat yang memiliki kewenangan penuh dalam penanganan. Puluhan titik rawan abrasi itu merupakan kawasan wisata dan permukiman penduduk. Seperti di Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru dan Pantai Delodberawah, Kecamatan Mendoyo. Di Pantai Pebuahan, puluhan bangunan sudah ambruk karena abrasi. Dari pengamatan, Selasa (10/4) kemarin, abrasi di sejumlah lokasi telah merubah bangunan beton menjadi tinggal puing-puing saja. Deretan warung kuliner juga terkena dampak, bahkan hingga sekarang masih tutup lantaran bangunannya rusak. Dalam kurun waktu setahun terakhir, banyak tanah yang hilang tergerus ombak. “Ini sudah bertahun-tahun, tapi tak juga ditangani. Warung dan rumah warga hancur. Bahkan, air laut sampai ke jalan,” kata Andi, salah seorang warga. Jalan menuju pantai itu
Digagalkan, Penyelundupan Ratusan Ribu Butir Obat Ilegal Negara (Bali Post) – Ratusan ribu butir obat kuat ilegal berhasil digagalkan petugas Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Selasa (10/4) kemarin. Dari pemeriksaan petugas di pintu masuk Gilimanuk, obat kuat ini tidak dilengkapi daftar BPOM yang sah. Barang ilegal yang dikemas dalam 16 kardus besar ini dikirim menggunakan jasa kendaraan ekspedisi. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa didampingi Kanit Reskrim AKP I Komang Muliyadi mengatakan belasan kardus berisi obat kuat ilegal itu ditemukan saat petugas melakukan pemeriksaan bagasi mobil boks ekspedisi “KaLog” dengan nomor polisi D 8457 EN. Petugas yang memeriksa mencurigai isi kardus yang tertumpuk di dalam itu. Salah satu kardus dibuka. Ternyata di dalamnya terdapat ratusan kotak jamu obat kuat. Dari pengecekan lebih lanjut, obat kuat merek Cobra’X ini tidak dilengkapi daftar dari BPOM. Sementara dari keterangan sopir mobil ekpedisi Fajar Wira Negara (31) mengaku hanya mengantar barang kiriman (paket), termasuk belasan kardus itu. Pengemudi asal Banyuwangi ini mengaku paket ini dikirim dari Purwokerto dan Lumajang via kereta api. Selanjutnya mobil ekspedisi inilah mengantarkan dengan tujuan Denpasar. Setelah dihitung, total ada 16 kardus besar berisi obat kuat tersebut. Menurut Muliyadi obat kuat ini merupakan salah satu jamu yang sudah ditarik peredarannya oleh BPOM. Obat kuat ini mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) Sildenafil Sitrat yang berbahaya bagi kesehatan, bahkan berakibat kematian. Selain ratusan ribu obat kuat, polisi juga mengamankan satu ekor kucing jenis Persia yang dilarang masuk Bali. Kucing termasuk hewan pembawa penyakit rabies (HPR). Muliyadi menambahkan untuk sementara belasan kardus obat kuat dan seekor kucing itu diamankan di Polsek Gilimanuk guna proses lebih lanjut. Selanjutnya Polsek Kawasan Gilimanuk akan berkoordinasi dengan BPOM Denpasar dan Karantina Pertanian Gilimanuk. (kmb26)
kini sebagian sudah dirabat beton untuk memudahkan akses. Namun, saat air laut naik (ketika pasang). Jalan beton itu pun hilang terendam air laut. Di beberapa titik, jarak antara bibir pantai dengan jalan kini kurang dari satu meter. Begitu juga halnya dengan warung dan rumah warga. Kondisi serupa juga terjadi di permukiman warga di Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk. Bahkan jalan aspal penghubung permukiman dengan pasar itu, sudah putus. Upaya warga membentengi dengan bahan seadanya tidak dinilai menjamin akan bertahan lama. Air tetap menerjang permukiman warga, terutama saat air laut pasang. Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPRPKP) Jembrana I Wayan Darwin membenarkan masih ada 30 kilometer panjang pantai rawan terkena abrasi. Untuk penanganan oleh
pemerintah pusat sudah dilakukan secara bertahap. Seperti tahun lalu di Pantai Medewi sekitar 100 meter dan Gilimanuk sepanjang 125 meter. Benteng pengaman pantai yang dipasang itu menggunakan sistem batu armor. Sebab hingga saat ini, sistem pertahanan menggunakan batu-batu besar itu paling bertahan lama. Namun untuk di Gilimanuk diakuinya belum mencakup semuanya. “Tahun ini sudah kita usulkan. Kita tunggu tahun ini sepertinya kembali turun bantuan. Tetapi belum tahu berapa panjangnya dan di mana titik yang akan ditangani,” terangnya. Dari 22 titik pantai yang rawan abrasi itu menurutnya sudah terdata dan diajukan untuk mendapatkan penanganan dari pusat. Diakui juga untuk penanganan abrasi ini membutuhkan anggaran yang cukup besar, sehingga ditangani oleh pemerintah pusat. (kmb26)
Kisruh Pembangunan Kampus Politeknik
Bayar Upah Pekerja, Rekanan Terpaksa Jual Besi Negara (Bali Post) – Kendati PT Sartonia Agung telah membuat surat pernyataan bermaterai guna melunasi tunggakan upah para pekerja, namun hal itu belum dipenuhi hingga Senin (9/4). Lantaran cuman dijanjikan, sejumlah mandor yang bertahan di proyek pun kembali ribut. Tak ingin keributan itu berkepanjangan, pihak rekanan akhirnya terpaksa menjual sejumlah material besi dan uangnya kemudian dibagi kepada para pekerja. Berdasarkan pengamatan, Selasa (10/4) kemarin, sejumlah pekerja nampak masih bekerja di gedung untuk Rektorat. Padahal dari pihak Satker Pusat Pendidikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sebelumnya telah memutus kontrak dari rekanan. Pekerjaan rencananya baru akan dilanjutkan setelah KKP menunjuk rekanan lain. Namun faktanya, masih ada belasan buruh yang bekerja. Sementara tunggakan para pekerja belum dilunasi. Sejumlah mandor saat ditemui mengaku masih akan menagih sisa upah pekerja yang belum dibayar kontraktor. “Mereka (kontraktor) janji akan menyelesaikan Rabu ini. Kemarin mereka
menjual besi untuk menyicil pembayaran,” terang Gede Sumita, salah satu mandor. Dari hasil penjualan besi proyek itu diperoleh uang Rp 30 juta dan dibagi untuk lima mandor. Pembagiannya berbeda, disesuaikan jumlah tunggakan. Khoirul Anam yang tunggakannya Rp 136.875.625, baru dibayar Rp 30 juta, Moh Parnyo sisa tunggakan Rp 61 juta, dibayar Rp 7 juta, Maaruf Boy sisa tunggakannya Rp 12 juta, baru dibayar Rp 4 juta, Gede Sumita sisa tunggakannya Rp 24 juta, baru dibayar Rp 6 juta dan Andre dibayar Rp 3 juta. Sedangkan sisa tunggakan itu disebutkan pihak PT Sartonia Agung akan diselesaikan Rabu (11/4) ini. Proses mediasi yang dilakukan Polres dan Polsek Kota Negara itu sempat alot. Pihak kontraktor tidak menepati janji sesuai surat pernyataan yang ditandatangani Syaiful Anam, koordinator dari PT Sartonia Agung. Di mana pada Senin lalu sejatinya sudah dilakukan pelunasan kepada masing-masing mandor. Hingga akhirnya disepakati menjual besi untuk mencicil tuntutan para pekerja itu. Dari informasi, selain pekerja, pihak rekanan juga
Bali Post/olo
PROYEK – Sejumlah pekerja masih terlihat melakukan aktivitas di proyek kampus Politeknik di Pengambengan meski pihak rekanan telah diputus kontrak. belum melunasi material hingga Rp 1,2 miliar. Andre, pihak memasok material mengaku masih belum menerima pembayaran hingga miliaran rupiah. “Terakhir sekitar sebulan lalu Rp 700 juta. Sekarang belum sisanya Rp 1,2 miliar. Material itu di antaranya untuk tanah uruk,” terang pengusaha di Kelurahan Baler Bale Agung itu. Site Manager Margoto ketika hendak dikonfirmasi tidak ada di lokasi proyek. Menurut
sekuriti setempat, pimpinannya itu masih keluar. Pengerjaan juga masih berlangsung seperti di gedung rektorat dengan belasan pekerja. Di pihak lain, Kapolsek Kota Negara Kompol Ketut Maret membenarkan adanya mediasi. Dari kesepakatan, pihak rekanan menjual sejumlah material besi dan kabel senilai Rp 30 juta untuk membayar upah pekerja itu. Sisanya dijanjikan pada Rabu (11/4) ini.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, KKP RI Bambang Suprakto mengaku dirinya masih di Jakarta untuk memantau audit administrasi. Nantinya akan dilakukan audit lapangan terkait proyek tersebut. Sebelumnya, Bambang mengungkapkan bahwa KKP tidak akan membayar proyek yang sudah dikerjakan, sebelum rekanan melunasi hutanghutangnya. (kmb26)
Air Sungai Kaliakah Meluap
Kantor KPU dan Puluhan Rumah Kebanjiran
Bali Post/olo
AMANKAN - Jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk mengamankan belasan kardus berisi obat kuat ilegal yang dikirim melalui jasa ekspedisi.
Negara (Bali Post) Hujan deras yang terjadi pada Selasa (10/4) kemarin mengakibatkan sejumlah titik di Jembrana mengalami banjir. Salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir yakni di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara. Puluhan rumah dan perkantoran di sekitar Jalan Udayana tergenang. Seperti kantor KPU Jembrana dan anjungan jual-beli mobil bekas. Selain itu, permukiman warga di Jalan Sedap Malam, tepatnya di perbatasan Kaliakah dan Kelurahan Baler Bale Agung juga kebanjiran.
Tinggi air bahkan hingga lutut orang dewasa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana turun ke lokasi bersama Tagana dan langsung melakukan penanganan awal. Dari informasi, luapan air ini merupakan dampak dari sungai yang mengalir di bendungan Kaliakah meluap. Kendati pintu bendungan sudah dibuka semuanya namun air tetap meluber. Alhasil, rumah warga di sekitar pinggir aliran sungai terkena dampak. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, namun puluhan rumah warga
terendam. Salah Seorang warga, Gusti Lanang, mengatakan banjir ini merupakan yang kesekian kalinya terjadi di wilayah ini. Debit air yang tinggi mengakibatkan air tidak tertampung di sungai sehingga meluber hingga ke rumah warga. “Ini sudah keempat kalinya air sungai meluap,” terangnya. Hingga malam kemarin air nampak belum surut. Kepala pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo AP membenarkan terjadinya bencana banjir tersebut. Petugas masih melakukan evakuasi dan penanganan. (kmb26)
Bali Post/olo
BANJIR - Kantor KPU Jembrana di Jalan Udayana, Negara yang kena dampak banjir akibat sungai Kaliakah meluap, Selasa (10/4) kemarin.
Dampak Ikan Kaleng Mengandung Cacing
Sempat Kena Imbas, Kini Pabrik Pengalengan Mulai Bangkit PASCAPENARIKAN ikan makarel kaleng mengandung parasit cacing yang dilansir Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) beberapa waktu lalu, secara tidak langsung berdampak pada sejumlah pabrik pengalengan ikan di Kabupaten Jembrana. Sejumlah pabrik pengalengan ikan mengaku terkena imbas dengan kondisi tersebut, meskipun sejatinya tidak memproduksi makarel. Yang paling terpukul adalah pabrik yang ikut memproduksi dengan bahan makarel impor lantaran harus menarik produksi mengikuti instruksi BPOM. Namun, beberapa perusahaan penunjang sektor kelautan ini kini mulai bangkit. Dari pengamatan sejak sepekan terakhir, aktivitas di kawasan industri Pengambengan nampak normal. Sejumlah karyawan pabrik pengalengan ikan beraktivitas seperti biasanya, tak terpengaruh dengan adanya makarel kaleng itu. Banyak yang tidak mengetahui
sejatinya pabrik-pabrik pengalengan ikan ini memproduksi ikan lain seperti sarden dan tuna yang tidak termasuk merek mengandung cacing. “Yang sarden kan tidak ada masalah. Hanya bahan baku makarel impor dan semua sudah ditangani. Kami masih masuk seperti
biasa,” ujar Gede, salah satu karyawan di salah satu pabrik pengalengan ikan. Warga asal Kecamatan Mendoyo ini mengaku masih beraktivitas seperti biasa di pabrik. Sementara itu sejumlah pabrik juga mengaku telah disasar inspeksi dari BPOM. Faktanya
Bali Post/olo
SUASANA – Suasana di salah satu pabrik pengolahan ikan di Jembrana. dari hasil sidak itu tidak ada masalah. Sidak itu melihat proses produksi ikan, mulai dari pengambilan bahan baku, pemanasan hingga pengalengan ikan. “Beberapa waktu lalu kami sudah disidak BPOM dan tidak ada masalah,” ujar Eka
Sabara, Human Sesource and General Affairs (HRGA) PT Bali Maya Permai. Diakuinya semua perusahaan yang menggunakan makarel impor terkena dan saat ini sudah ditangani Asosiasi Pengalengan Ikan (APIKI).
Aktivitas pabrik yang juga mengimpor hasil tuna ini seperti biasa. Hal senada juga diungkapkan Manajer PT Indocitra Jaya Samudera Made Witanya. Perusahaan masih beroperasi seperti biasa kendati sempat terpukul akibat kondisi itu. Sebelumnya Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Jembrana juga telah merilis bahwa produk ikan kaleng, selain jenis makarel yang berbahan baku impor, aman dikonsumsi. Terutama untuk produk sarden hasilnya negatif sehingga aman dikonsumsi. Kadis Koperindag Jembrana I Made Budhiarta berharap kepada masyarakat untuk selalu mengecek dalam membeli, berpedoman pada
prinsip Kemasan, Label, Izin Edar dan Kadaluarsa (KLIK). Selain itu pastikan kemasannya dalam kondisi utuh dan membaca informasi pada label. Sementara itu, Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Jembrana, Gusti Bagus Ketut Oka Parwata menegaskan parasit cacing yang ditemukan dalam produk ikan kaleng itu sejatinya tidak berbahaya dari sisi kesehatan. Selama makanan dalam kaleng itu diolah dengan benar. “Tidak berbahaya. Aman dikonsumsi asalkan diolah dengan benar,” terangnya. Parasit cacing itu akan mati ketika dimasak. Sebab dalam proses pemanasan hingga 65 derajat celcius, cacing akan mati. (olo)
BALI DWIPA
Rabu Umanis, 11 April 2018
11 Tekan Kasus Curanmor
Jika Melawan, Pelakunya Diancam Ditembak
KASUS CURANMOR - Polresta Denpasar merilis pengungkapan kasus curanmor sebulan terakhir.
Ranperda Keolahragaan
Anggaran Dua Persen dari Belanja Langsung Dianggap Kecil Denpasar (Bali Post) -
Ranperda tentang Keolahragaan salah satunya memuat rancangan anggaran. Namun, rancangan anggaran dua persen dari belanja langsung dalam APBD Bali itu dianggap terlalu kecil. Mengingat, keberadaan ranperda justru untuk mendorong peningkatan prestasi olahraga di Bali. Di samping mempersiapkan masa depan para atlet dan mewujudkan olahraga sebagai gaya hidup masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. “Waktu ke Kemenpora, sudah kita bahas terkait dua persen itu. Sebaiknya kan itu dievaluasi kembali karena itu kayaknya kecil sekali untuk pembinaan olahraga. Jadi, kita ingin berprestasi. Kalau anggarannya kecil bagaimana prestasi ada, kan nggak ada,” ujar Ketua Pansus Ranperda Keolahragaan DPRD Bali, Bagus Suwitra Wirawan, usai menggelar rapat bersama KONI Bali dan para atlet di gedung dewan, Selasa (10/4) kemarin. Menurut Bagus Suwitra, R a np e rd a Ke o l a hra g a a n setelah menjadi perda sebetulnya ingin menyejahterakan para atlet. Terlebih setelah melakukan kun-
jungan kerja ke sejumlah provinsi di Indonesia, anggaran keolahragaan yang dipasang ternyata cukup besar hingga ratusan miliar. Berbeda dengan Bali yang alokasi anggarannya sangat minim untuk olahraga. Misalnya dihitung dari belanja langsung dalam APBD Induk 2018 sebesar Rp 1,911 triliun, maka 2 persennya hanya sekitar Rp 38 miliar. “Itu kita akan evaluasi, pasti kita tingkatkan. Untuk itulah, perda ini harus ada. Tujuannya ya untuk menggairahkan atlet, bagaimana kita biar bisa berprestasi. Apalagi Ketua KONI kita sudah keliling mempromosikan Bali supaya Bali bisa menjadi tuan rumah PON
2024,” jelasnya. Ketua KONI Bali, Ketut Suwandi, mengatakan, anggaran untuk KONI awalnya hanya sekitar Rp 2-3 miliar. Setelah pihaknya memberikan penjelasan ke eksekutif, pada tahun 2017 KONI menerima Rp 15 miliar. Tahun 2018 ini, anggaran yang diusulkan Rp 40-50
”Waktu ke Kemenpora, sudah kita bahas terkait dua persen itu. Sebaiknya kan itu dievaluasi kembali karena kayaknya kecil sekali untuk pembinaan olahraga. Jadi, kita ingin berprestasi. Kalau anggarannya kecil bagaimana prestasi ada, kan nggak ada.” Ketua Pansus Ranperda Keolahragaan DPRD Bali Bagus Suwitra Wirawan
Hasil UNBK Tak Gambarkan Kualitas Pendidikan UJIAN Nasional Berbasis Komputer (UNBK) belum bisa dikatakan menggambarkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Hasilnya sebatas untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa berkaitan dengan nilai akademik. “UNBK adalah salah satu tolok ukur saja. Untuk ukuran kualitas pendidikan secara keseluruhan, harus diukur pula dari kecerdasan emosi dan sosial,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta, Selasa (10/4) kemarin. Menurut Parta, ujian nasional tetap harus berintegritas meski tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Mengingat, program pemerintah pusat ini dirancang untuk meningkatkan objektivitas dalam pelaksanaannya dengan hasil yang lebih terukur. Di samping, untuk meningkatkan kompetensi siswa. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Wirya mengatakan, UNBK justru merupakan sarana untuk membangun integritas siswa. Sebab, kelulusan siswa saat ini tidak hanya bergantung dari hasil UN. Tapi juga ditentukan oleh
ujian sekolah. “Paling tidak memulai dengan momen teknologi kan sudah terarah, tidak bisa kerja sama karena kalau kerja sama dia akan tertinggal. Tidak cukup waktunya untuk menyelesaikan. Kalau dengan teknologi, dia akan kerja sendiri,” jelas politisi Golkar asal Tabanan ini. Hanya, lanjut Wirya, masih ada kendala terkait perangkat komputer sebagai sarana UNBK. Walaupun UNBK di Bali menjadi prioritas, namun belum semua sekolah siap dengan perangkat komputer milik sendiri. Artinya, masih ada sekolah yang meminta bantuan kepada orang tua siswa ataupun meminjam dari sekolah lain. “Pemprov Bali belum siap memenuhi semuanya. Karena tanggung jawab kita sudah jelas, SMA/SMK menjadi kewenangan provinsi, kita wajib menyiapkan peralatannya. Terutama komputer dan server atau internetnya, karena di daerah tertentu banyak masalah internetnya,” jelasnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani mengatakan, pelaksanaan
miliar karena ada pra-PON. Dikatakan, anggaran untuk keolahragaan harus melihat kebutuhan per tahun untuk tiga aspek pembinaan, yakni olahraga prestasi, rekreasi, dan pendidikan, serta ditambah olahraga untuk penyandang disabilitas. “Sekarang, kami belum bicara tentang angka. Lebih baik kita hitung dulu bersama-sama. Bayangkan di Surabaya (Jawa Timur), Jawa Barat, per tahun itu untuk pembinaan saja bisa sampai Rp 300 miliar. Kita baru Rp 10-20 miliar,” ujarnya. (kmb32)
UNBK di sekolah negeri dan swasta sama-sama bertujuan untuk menghasilkan sekolah dan siswa yang berintegritas. Mengingat, kesempatan untuk mencontek dan kerja sama antarsiswa sudah hampir tidak ada. Begitu juga dengan kemungkinan soal bocor atau beredarnya kunci jawaban seperti pada saat UN masih berlangsung dengan memakai pensil dan kertas. Dengan kata lain, UNBK membuat siswa berusaha menjawab soal dengan kemampuannya sendiri. “Tujuan kita yang utama kan bagaimana kita melahirkan anak-anak yang berintegritas, yakni anak yang adil, jujur, bertanggung jawab. Intinya, anak-anak yang penuh dengan kemuliaan,” jelasnya. TIA menyadari, tidak semua sekolah memiliki komputer sendiri untuk melaksanakan UNBK. Namun, instruksi dari Kemendikbud ini tetap harus diterjemahkan oleh provinsi maupun sekolah. Bagi SMA yang belum memiliki komputer dengan jumlah cukup, bisa bekerja sama dengan sekolah lain seperti SMK atau SMP terdekat. (rin)
Bali Post/rah
Denpasar (Bali Post) Polresta Denpasar bersama jajarannya berupaya menekan kasus curanmor. Berbagai cara dilakukan untuk menangkap pelaku curanmor dan mengamankan barang bukti. Bahkan, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo mengancam pelaku akan ditembak di tempat bila melakukan perlawanan. Sedangkan hasil perburuan sebulan terakhir ditangkap dua belas pelaku dan mereka beraksi di 24 TKP. “Tindakan tegas terukur akan kami lakukan. Perintah saya jelas kalau melawan apalagi sampai melukai, pelakunya bisa ditembak mati,” tegas Kombes Hadi didampingi Kasatreskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan, Selasa (10/4) kemarin. Menurut mantan Kapolres Gianyar ini, dari dua belas pelaku tersebut diamankan barang bukti 17 sepeda motor dan 1 mobil. “Saya mengucapkan terima kasih kepada anggota Reskrim atas pengungkapan kasus ini. Tentu saja upaya ke depan agar lebih ditingkatkan sehingga kasus curanmor bisa diminimalisir,” tegasnya. Terkait pengungkapan ini, tim Resmob Polresta Denpasar menangkap empat pelaku yaitu Muhammad alias Mad (31) asal Lumajang, Jatim, Saeful Jinan alias Ipung (31), Hoerul Anwar (39), dan Erik Ermawanto alias Edo (24). Para pelaku ini beraksi di parkir pameran Kelan di Jalan Uluwatu, Badung, rumah kos di Jalan Sadasari Gang Kelapa, Kuta, lapangan Taman Kota Lumintang Denpasar, rumah kos di Jalan Tuan Lange, Kuta, Pantai Sindu Sanur, Pantai Padanggalak, parkir timur Lapangan Puputan Badung, Ja-
lan Bhineka Jati Jaya V, Kuta, Jalan Danau Buyan, Sanur, Perum Teras Hijau Blok III, Ungasan, Perum Taman Mulya Jimbaran, Kutsel, parkir Holand Bakery di Jalan Teuku Umar Denpasar dan di minimarket Pendawa di Jalan Uluwatu II Jimbaran, Kutsel. “Tersangka Edo baru keluar dari LP Kerobokan bulan Januari 2018,” ungkapnya. Sedangkan anggota Polsek Densel (Denpasar Selatan) menangkap satu pelaku yaitu Yakob Ndewa Nggaba (30) yang beraksi di Jalan Tegal Arum, Panjer, Densel. Selain itu, ditangkap Jonas Sir alias Bram (30). Polsek Kuta Selatan (Kutsel) mengungkap kasus curanmor yang selama ini terjadi di wilayah Kutsel. Pelakunya seorang debt collector, Noksan Nataniel alias Pak Jack (48) dan beraksi bersama wanita idaman lain (WIL), Ni Putu S (19). Pasangan selingkuh ini beraksi di Jalan Legian Kuta, Jalan Uluwatu II Gang Sudamala, Ungasan, dan Jalan Pantai Bingin, Kutsel. Sementara tim Opsnal Polsek Kuta meringkus Syaprudin Muhamad Masir alias Bro (41) dan beraksi di Jalan By-pass I Gusti Ngurah Rai, Kedonganan serta di Jalan Pantai Balangan, Jimbaran. Polsek Dentim juga menangkap satu pelaku yaitu Taufiqur Rohman (25) karena terlibat pencurian motor di kompleks PSK Pasiran di Jalan By-pass Ngurah Rai, Dentim. Sedangkan, Polsek Denbar mengungkap kasus pencurian mobil di Jalan Gunung Catur Padangsambian Kaja. Pelakunya Muhamad Rifai (20). Selain itu, juga dibekuk Dwi Nova Dian Kusuma (20) terkait kasus curanmor di areal parkir RSUP Sanglah. (kmb36)
Polda-Dishub Awasi Transportasi ’’Online’’ Denpasar (Bali Post) Dalam rangka memetakan dan menyelesaikan masalah transportasi berbasis online, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali bersama Dishub Bali akan melakukan pengawasan. Kewenangan pengawasan keberadaan taksi daring di Bali menjadi tanggung jawab kepolisian, sedangkan Dishub Bali sebatas mengurus izin angkutan sewa khusus. Namun saat melakukan tindakan hukum, kedua institusi akan bekerja sama. Menurut Kepala Bagian Pembinaan Operasi Dit. Lantas Polda Bali AKBP I Made Rustawan mewakili Direktur Lantas Kombes (Pol) Anak Agung Made Sudana saat membuka seminar “Permasalahan dan Penanganan Transportasi Online di Provinsi Bali” di Hotel Aston, Denpasar, Selasa (10/4) kemarin, era globalisasi ini penuh kompetisi. Namun, keamanan dan keselamatan berlalu lintas merupakan salah satu hal mendasar yang dibutuhkan oleh manusia, khususnya pengguna jalan sebagai cermin budaya bangsa serta refleksi atas modernitas. Selain itu, dia menegaskan dengan adanya transportasi daring (online) tanpa harus melakukan revisi terhadap Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Oleh karena itu, keberadaan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 yang ada sekarang sudah menjawab soal
Bali Post/rah
SEMINAR - Kadishub Provinsi Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana didampingi Kepala Bagian Pembinaan Operasi Dit. Lantas Polda Bali AKBP I Made Rustawan saat jumpa pers usai pembukaan seminar. transportasi online sehingga tidak perlu direvisi. Apakah penggunaan HP saat berkendara justru bertentangan dengan UU? “Saat dipanggil saja mereka menggunakan HP, kalau waktu operasional tidak boleh. Kalau lihat GPS tidak apa-apa. Namun jika saat berkendara lihat atau balas SMS dan WA, pasti kami tindak,” tegas Rustawan. Sedangkan, Kadishub Infokom Provinsi Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana menegaskan, Dishub membatasi kuota angkutan sewa khusus atau angkutan sewa dalam jaringan (daring/online) sebanyak 7.500 unit kendaraan. Tujuannya agar tidak terjadi permasalahan. Saat ini, lanjut Sudarsana, pihaknya menerima pengajuan izin prinsip transportasi daring sebanyak 7 ribu unit kendaraan roda empat. Hal ini perlu dibatasi karena
setiap tahunnya angkutan sewa khusus akan terus bertambah. Pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan terhadap keberadaan transportasi daring ini. Salah satu caranya yaitu wajib memasang stiker untuk memudahkan pengawasan oleh pemerintah. “Kalau kartu pengawasan kami keluarkan dan pemilik kendaraan ini tidak memasang stiker tersebut, maka kami tidak segan-segan melakukan penilangan,” ujarnya. Terkait izin prinsip angkutan roda dua, Dishub Bali tidak memiliki kewenangan itu karena belum diatur dalam undang-undang. Namun, Kementerian Perhubungan sedang melakukan pembahasan untuk izin operasional angkutan roda dua. “Mudah-mudahan secepatnya dikeluarkan aturan ini dan kami akan melaksanakannya di daerah sesuai petunjuk,” tegasnya. (kmb36)
Soal Rencana Perluasan Bandara Ngurah Rai
Mestinya Ada Pendapatan untuk Bali
Denpasar (Bali Post) Rencana perluasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mesti membawa kontribusi untuk Bali. Terutama dari segi pendapatan, yang selama ini bisa dikatakan lari ke pusat. Hal ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba, di Denpasar, Selasa kemarin. “Ini baru inisiatif saya, belum lembaga. Nanti kita akan berproses saat rapat dengar pendapat,” jelasnya. Menurut Tamba, kontribusi untuk
Bali ini sangat penting jika berpikir ke depan. Mengingat, Bali selama ini hanya mengandalkan pendapatan dari pajak kendaraan bermotor. Sementara hal ini juga kontradiktif lantaran semakin banyak ada kendaraan bermotor justru akan membuat polusi dan kemacetan. “Bisa kita carikan formulanya. Betapa pentingnya kita mendapat pendapatan dari bandara. Tapi hal ini perlu pembahasan bersama, dan pihak Angkasa Pura juga harus secara komprehensif ikut menjaga Bali dengan pendapatan yang mereka peroleh dibagi sedikit buat Bali untuk menjaga budaya,” papar politisi Partai Demokrat dari Jembrana ini. Selain menjaga budaya, lanjut Tamba, kontribusi pendapatan itu juga bisa dipakai Bali untuk membenahi infrastruktur dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Pihaknya menyadari hal ini tentunya akan menerobos eksklusivitas Angkasa Pura yang memiliki zona teritorial. “Tapi apa pun itu, Angkasa Pura kan di Bali. Kalau Bali penuh sesak kendaraan dan macet di mana-mana, apa masih ada yang datang ke Bali? Kan Angkasa Pura juga yang rugi. Ini istilahnya seperti dana PHR, bukan CSR,” ujarnya. (kmb32)
KLUNGKUNG
12
Rangsang Generasi Muda Bertani
SOSOK Jangan Takut Berpolitik JABATAN wakil rakyat telah diisi kaum perempuan. Turut menunjukkan taji, menyerap aspirasi masyarakat tentang hak-hak yang ingin didapatkan dari pemerintah. Posisinya pun tak hanya sebagai anggota. Tetapi bisa duduk di jajaran pimpinan. Seperti halnya Ida Ayu Made Gayatri, Wakil Ketua DPRD Klungkung. Terjun di dunia politik diawali sejak 2007. Tergabung dalam Partai Hanura. Pada 2009, ia membulatkan tekad untuk maju dalam pertarungan Pileg. Namun nasibnya belum beruntung. Kegagalan yang membelit tak membuatnya harus hengkang, kembali ke rutinitas awal sebagai serati banten. Pada 2014, kembali mencoba peruntungan, maju lagi pada Pileg dengan partai yang sama. Kursi pun berhasil direbut. “Jangan takut berpolitik. Meskipun seorang perempuan,” ungkapnya, Selasa (10/4) kemarin. Adanya sejumlah perempuan yang menduduki jabatan pemerintahan, seperti bupati juga menjadi motivasi untuk bergelut di dunia politik. Meski telah “menjelma” di tengah jabatan baru, ia tak pernah risau dengan keluarga. Masih bisa memberikan perhatian. “Saya seperti sekarang karena ada dukungan dari keluarga. Saya tetap membagi waktu untuk urusan di rumah. Apalagi sebagai perempuan Bali yang cukup sering sibuk di masyarakat,” katanya. Menyerap aspirasi, diakui gerakan perempuan tak seperti laki-laki yang sangat lincah. Tak ingin kalah, perempuan asal Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan ini memiliki strategi sendiri. Yakni dengan memperbanyak relasi. “Saya harus bekerja sama dengan masyarakat. Kalau ada aspirasi, supaya disampaikan. Terutama yang berkaitan dengan hak-hak perempuan,” pungkasnya. (sos)
Sidak Duktang di Eks Galian C
Tak Lapor Diri, Puluhan Warga Diciduk
Semarapura (Bali Post) Puluhan penduduk pendatang (duktang) yang tinggal di sekitar eks galian C terjaring sidak administrasi kependudukan yang dilaksanakan Tim Yustisi Kabupaten Klungkung, Selasa (10/4) kemarin. Mereka yang sebagian besar bekerja sebagai buruh tidak mengurus surat lapor diri ke pemerintah desa. Sidak yang dipimpin Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Klungkung I Putu Suarta itu menyasar eks galian C di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan dan Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung. Lokasi ini berada di selatan jembatan Bypass Ida Bagus Mantra. Duktang yang tengah beraktivitas langsung dikumpulkan dan diminta untuk mengeluarkan dokumen kependudukan. Sesuai hasil pemeriksaan, ditemukan 52 duktang yang belum melaporkan diri ke aparat desa setempat. “Kami temukan puluhan duktang yang belum lapor diri,” jelas Suarta. Warga yang sebagian besar berasal dari Lombok itu telah tinggal di lokasi tersebut lebih dari seminggu. Atas dasar ini, Tim Yustisi yang terdiri dari Satlpol PP, Kepolisian, TNI, kejaksaan dan OPD terkait melakukan sidak dan selanjutnya didata serta diberikan surat panggilan untuk dibina. “Hari ini (kemarin - red) kita tahan KTP mereka dan selanjutnya akan kita panggil besok (hari ini - red) bersamaan dengan para aparat desa. Mereka akan diberikan waktu satu minggu untuk mengurus surat kelengkapan kependudukan. Jika tidak dipenuhi, maka akan diberikan surat peringatan dan bahkan kembalikan ke daerah asalnya masing-masing,” tegasnya. Pejabat asal Lingkungan Pagending, Kelurahan Semarapura Kauh ini menyebutkan sidak ini juga berdasarkan laporan masyarakat yang melihat maraknya penambang pasir liar di Tukad Unda yang berasal dari luar Kabupaten Klungkung dan bahkan dari luar Bali. “Sidak ini untuk mengantisipasi hal tak diinginkan. Begitu juga kalau terjadi apa-apa, data dirinya supaya mudah didapat,” katanya. Seorang warga, Rudi Majianto, menuturkan sebagian besar warga yang tinggal pada bangunan semipermanen itu bekerja sebagai buruh dan penambang pasir yang banyak ada pascaerupsi Gunung Agung, Karangasem. “Kalau saya sudah 17 tahun tinggal di sini. Ada juga yang baru. Mereka kerja nyari pasir,” ucapnya. (kmb45)
Bali Post/sos
SIDAK - Penduduk pendatang di eks galian C Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan disidak Tim Yustisi Kabupaten Klungkung, Selasa (10/4) kemarin. Ditemukan puluhan warga yang diketahui tidak lapor diri ke pemerintah desa.
Program Pemerintah Belum ”Bertaji”
Semarapura (Bali Post) Perhatian pemerintah untuk sektor pertanian, terlebih di tengah upaya mengejar swasembada pangan sudah cukup besar. Berbagai bantuan sarana dan prasarana telah digelontorkan. Namun, hal tersebut belum mampu merangsang generasi muda untuk menggeluti sektor pertanian. Sejauh ini, hanya tetap dilakoni masyarakat yang sudah berumur. Melihat kondisi ini, program pemerintah pun terkesan belum “bertaji”, meski perhatian telah ditunjukkan melalui subsidi pupuk yang rutin setiap tahun. Khusus untuk Kabupaten Klungkung, untuk urea pada 2017 sebanyak 1.970 ton, tahun ini menjadi 2.200 ton dengan harga 1.800 per kilo, SP36 dari 48 ton menjadi 100 ton dengan harga Rp 2 ribu per kilo, ZA dari 190 ton menjadi 500 ton dengan harga Rp 1.400 per kilo dan organik dari 500 ton menjadi 675 ton dengan harga Rp 500 per kilo. Penurunan jatah hanya terjadi pada NPK dari 1.250 ton menjadi 1.100 ton dengan harga Rp 2.300 per kilo. Selain itu, ada pula Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), yang pada 2017 ditarget 1.500 hektar dan realisasinya 1.800 hektar. Pada program ini, petani akan mendapatkan pertanggungan Rp 6 juta per hektar jika ter-
jalur menuju sejumlah desa. Sejumlah rumah bagian depannya juga dilengkapi plang. Menunjukkan sebagai tempat pembuatan gamelan Bali. Salah satunya milik Ketut Suena di Banjar Tihingan. Baru menginjakkan kaki pada halaman yang dibeton, mata langsung ditujukan dengan seperangkat gamelan yang ditempatkan
Bali Post/sos
GAMELAN - Perajin gamelan di Desa Tihingan Kecamatan Banjarangkan.
untuk “menyelamatkan” sektor pertanian yang sejatinya menjadi sumber perekonomian hulu masyarakat, khususnya Bali. Perlu ada sentuhan teknologi yang lebih nyata. “Ini berbicara pertanian dalam arti luas. Misalnya, untuk peternakan. Memelihara sapi. Dari segi pakan, harus bisa disediakan dengan sentuhan teknologi berupa buatan. Saya kira ini perlu duduk bersama,” jelasnya. Perhatian untuk hasil panen juga harus tetap ada dari pemerintah. Di Bumi Serombotan, Pemkab sudah menggulirkan Program Beli Mahal Jual Murah yang bekerja sama dengan KUD. Artinya membeli gabah dengan harga lebih tinggi dari pasaran dan menjual beras lebih
kebutuhan hidup, idealnya petani harus menggarap lahan di atas satu hektar. Ini bisa dilakukan dengan sistem kontrak. “Kuncinya ada pada lahan. Kami terus kampanyekan ini, supaya petani bisa menggarap lebih luas. Sudah ada beberapa petani yang mencoba. Kalau hanya mengandalkan lahan yang ada digarap sekarang, sekeras apapun bekerja, hasilnya tetap kurang,” tegas mantan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Klungkung ini. Disampaikan lebih lanjut, dari sisi sentuhan teknologi, pemkab sudah menerapkan berupa alsintan. Pembinaan juga sudah dilakukan secara berkelanjutan. Yang terbaru, muncul keinginan untuk merekrut tenaga ahli bidang teknologi pertanian. Hanya itu masih bergantung pada ketersediaan anggaran. “Keinginan untuk memiliki tenaga yang sesuai bidangnya memang sempat dibicarakan. Tetapi ini tetap tergantung anggaran,” pungkasnya. (kmb45)
Pjs. Bupati Dorong Munculnya Sikap Jujur dan Berintegritas UJIAN Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tingkat SMA hari kedua, Selasa (10/4) kemarin dipantau Penjabat Sementara Bupati Klungkung I Wayan Sugiada. Pelaksanaannya berjalan tanpa ada hambatan. Ujian tahunan ini didorong bisa menumbuhkan kejujuran dan lulusan yang berintegritas. Pemantauan diawali di SMAN 1 Semarapura, kemudian berlanjut ke SMAN 2 Semarapura dan terakhir SMA Pariwisata Saraswati Klungkung. Sugiada mengatakan pada ujian ini, peserta hadir seratus persen. Hal tersebut mendapat respons positif dan diharapkan berlangsung sampai hari terakhir. “Untuk peserta hadir seluruhnya. Tidak ada yang izin maupun sakit,” ungkapnya.
Muncul Sejak Zaman Kerajaan Gelgel DESA Tihingan Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung digagas sebagai desa wisata oleh Pemkab Klungkung. Desa ini terkenal sebagai sentra pembuatan gamelan. Usaha rumahan ini diyakini telah ada sejak zaman Kerajaan Gelgel. Karya yang dihasilkan para perajin telah mampu menembus pasar luar negeri (LN).
jadi gagal panen 75 persen per hektar. Tahun ini, program serupa dipastikan kembali bergulir, hanya jumlahnya belum jelas. Dari sisi alat mesin pertanian, seperti penanaman, alat panen hingga pembajak sawah juga demikian. Setiap tahun pemerintah menggelontorkan. “Program pemerintah untuk pertanian memang sudah banyak. Tetapi belum bisa menggugah generasi muda untuk bertani,” ungkap Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) I Wayan Kardana, Selasa (10/4) kemarin. Menurut pria asal Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan ini pemerintah perlu mempersiapkan konsep program yang lebih jitu lagi
murah dari pasaran. Namun, hasilnya belum dirasakan seluruh petani. “Petani banyak yang belum merasakan. Ketika program ini diluncurkan oleh pemerintah, sosialisasinya juga masih kurang. Serapannya juga baru sebatas padi. Ini pun yang terserap KUD tidak banyak karena masih kekurangan saranaprasarana,” imbuhnya. Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Gde Juanida mengakui menggugah generasi muda untuk bertani menjadi tugas berat. Lesunya ketertarikan karena dipandang tidak memberikan harapan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Hal ini tidak lepas dari lahan garapan yang rata-rata masih tergolong sempit, kisaran 20 sampai 30 are. “Kalau dari sisi analisis usaha, itu sudah tidak mungkin bisa mensejahterakan. Hanya dapat Rp 1,5 juta setiap panen. Itu selama tiga bulan. Dari sisi kecukupan hidup, tentu tidak bisa,” katanya. Guna mendapatkan hasil yang mampu menopang
Pantau UNBK
Melirik Kerajinan Gamelan di Desa Tihingan
Memasuki desa yang berbatasan dengan Kecamatan Klungkung ini, mata akan menyaksikan alam yang masih asri. Hamparan sawah masih cukup luas. Ditanami sayuran maupun bunga pacah. Deretan bangunan juga terlihat rapi. Depannya ada dilengkapi taman kecil. Hiruk-pikuk juga tidak begitu terasa. Meskipun menjadi
Rabu Umanis, 11 April 2018
pada satu ruangan. Warnanya nampak berkilau. Keemasan, sangat menyala. Beberapa juga ditutup dengan kain merah. Supaya tidak terkepung debu. Di belakang ruangan itu, nampak sejumlah orang tengah sibuk. Memotong bambu, mencocokkan dengan beberapa daun gamelan yang terbuat dari trawang. Di sudut bangunan berdinding batu bata, nampak seorang pria tengah manggur. Ia adalah Nyoman Alit. Pekerjaannya itu sudah menjadi rutinitas sejak dirinya masih duduk di bangku SMP. “Ini belajar dari orang tua. Sampai buat gamelan juga,” tuturnya, Selasa (10/4) kemarin. Upah yang didapatkan dengan sistem borongan. Waktu penyelesaian setiap bagian tidak menentu. Tergantung ukuran dan juga tingkat kerumitan. Profesi seperti itu juga dilakoni warga lain. Jumlahnya cukup banyak. Termasuk generasi muda. “Separuh lebih yang kerja seperti ini. Regenerasi tetap jalan,” ucapnya. Ketut Suena tak sungkan berbagi cerita. Usahanya itu sudah menjadi warisan dari kakek maupun orangtuanya. Sesuai keyakinan, kerajinan gamelan sudah ada sejak zaman Kerajaan Gelgel. “Ini sudah lama ada,” ucapnya. (sos)
Kepala Inspektorat Pemprov Bali ini meminta kepada para siswa supaya disiplin mengikuti ujian ini. Tak kalah penting, pelaksanaannya harus didasari kejujuran dan penuh integritas. Selain itu, guru pengawas juga diharapkan bisa bertugas secara profesional. “Ikuti segala peraturan yang ada dengan sebaikbaiknya,” pintanya. Kepala SMAN 2 Semarapura I Gusti Lanang Made Puji menyampaikan pelaksanaan UNBK tahun ini di SMAN 2 Semarapura sudah didukung sarana prasarana yang memadai. Komputer yang menjadi kebutuhan utama sudah terpenuhi berkat bantuan volunteer. “Untuk pelaksanaan ujian tidak ada masalah. Jaringan internet bagus,” katanya. Menyukseskan ujian ta-
Bali Post/ist
PANTAU - Penjabat Sementara Bupati Klungkung I Wayan Sugiada memantau pelaksanaan UNBK di SMAN 2 Semarapura, Selasa (10/4) kemarin. hunan ini, pihaknya telah mempersiapkan siswa sejak awal mulai sekolah. Mer-
eka diberikan metode pembelajaran e-learning. Tak dipungkiri, awal penerapan
metode ini memang cukup sulit. Karena harus mengubah kebiasaan. Bahkan, ini datang dari guru-guru. Namun kini, bisa dikatakan sudah berjalan normal. “Dengan metode ini, anak terbiasa menjawab soal melalui komputer,” sebutnya. Kepala UPT Dinas Pendidikan Bali di Klungkung I Nyoman Ratmaja menyampaikan ujian ini diikuti 12 sekolah yang tersebar di seluruh kecamatan dengan peserta 1.933 orang. Tidak seluruh sekolah memiliki sarana mandiri. Empat masih ada yang menumpang di sekolah lain. “Seluruh sekolah melaksanakan ujian ini. Di hari kedua, pelaksanaannya sudah berjalan lancer, peralatan komputer juga tidak ada kendala,” ungkapnya. (ad519)
EKONOMI
Rabu Umanis, 11 April 2018
13
Data Pengguna Bocor, Facebook Bisa Didenda Rp 13,7 Triliun Bareskrim Polri Panggil Facebook
Ontario, Kanada (Bali Post) – Perusahaan media sosial terbesar di dunia Facebook (FB) terancam dikenai denda lebih satu miliar dolar AS setara dengan Rp 13,7 triliun oleh komisi perdagangan Amerika Serikat setelah terungkap pencurian 87 juta data penggunanya, di antaranya 71 juta pengguna FB warga AS oleh Cambridge Analytica. Terkait kebocoran data, di Indonesia pihak Polri juga berencana memanggil pengelola Facebook. The Washington Post, Selasa, (10/4) kemarin, mengungkapkan wawancara dengan tiga mantan pejabat komisi perdagangan Amerika (FTC) bahwa FB bisa dinilai telah melanggar kesepakatan dengan komisi perdagangan AS tahun 2011 untuk melindungi kerahasian penggunanya. Pengungkapan Facebook pekan lalu bahwa alat pencariannya digunakan Cambridge Analytica, perusahaan konsultan politik, untuk mengumpulkan data pada sebagian besar dari 2,2 miliar penggunanya dapat berpotensi memicu rekor denda dan menciptakan kerentanan hukum baru karena tidak mencegah risiko terhadap data pengguna, kata tiga mantan pejabat FTC. David Vladeck, salah satu mantan pejabat FTC Amerika Serikat yang diwawancarai The Washington Post dan kini menjadi Profesor Hukum Universitas
Georgetown, memperkirakan Facebook bisa kena denda sebesar 1 miliar dolar AS bahkan lebih, atas terungkapnya pencurian data penggunanya oleh perusahaan konsultan politik, Cambridge Analytica, secara tidak sah. Kesepakatan dengan komisi perdagangan Amerika mengharuskan Facebook mengidentifikasi dan mengatasi ancaman yang muncul terhadap privasi pengguna, kata David Vladeck, yang menjadi kepala biro perlindungan konsumen FTC ketika kesepakatan itu disusun dan ditandatangani oleh Facebook. “Itu berarti Facebook diminta untuk membatasi pemanfaatan data pengguna dan mencegah orang luar mendapatkan akses yang tidak benar,” kata Valdeck. Pertaruhan Facebook sangat tinggi karena meningkatnya pengawasan politik perusahaan di pemerintah pusat Washington DC, di mana Mark Elliot
Zuckerberg, CEO Facebook, diharapkan bersaksi di depan komite kongres Senin ini, tambah Vladeck. Facebook menolak memberikan komentar tentang kemungkinan pengumpulan data pengguna oleh penjahat bisa melanggar kesepakatan FTC. Pejabat Facebook telah berulang kali membantah bahwa pembagian data pengguna dengan Cambridge Analytica melanggar kesepakatan dengan komisi perdagangan AS. Di Indonesia, menyusul informasi adanya 1 juta lebih data pengguna yang bocor disikapi pihak aparat hukum. Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Kominfo. “Sudah koordinasi dengan Menteri Kominfo dan Pak Menteri berharap segera Facebook dipanggil Bareskrim untuk dimintai keterangan,” kata Setyo Wasisto. (ant) Bali Post/ant
Pascadibukanya Ekspor Manggis ke Cina
2019, Panen Manggis Bali Ditargetkan Naik 60 Persen Denpasar (Bali Post) Kembali dibukanya keran ekspor buah manggis Bali ke Cina oleh pemerintah Cina membawa angin segar bagi petani manggis di Bali. Oleh karena itu produksi komoditi manggis bakal digenjot naik hingga 60 persen tahun 2019. Ketua Asosiasi Petani Manggis Kabupaten Tabanan Jero Tesan mengatakan, tahun 2018 pihaknya akan mengembangkan 50 hektar (ha) lahan manggis di Pupuan dan Selemadeg Barat, Tabanan. ‘’Setiap tahun ada perluasan lahan manggis. Bahkan masih banyak lahan di Bali yang berpotensi dikembangkan untuk manggis lagi,’’ ungkapnya. Sementara saat ini total lahan manggis di Tabanan 3.200 ha dengan 6.500 petani. Dari 3.200 ha lahan manggis, yang sudah berproduksi mencapai 950 ha. Dari 950 ha lahan manggis yang berproduksi, ia hanya mendapatkan hasil panen 30 persen tahun ini. Karena cuaca tahun sebelumnya tidak bersahabat, di mana curah hujannya lebih tinggi. ‘’Tahun ini memang agak berkurang karena cuaca,’’ ujarnya. Namun tahun depan, dengan adanya prediksi cuaca dari BMKG yang lebih bagus, ia optimis panen manggis bisa mencapai 60 persen. Sehingga permintaan manggis dari Cina bisa terpenuhi. Selain itu, ia juga menargetkan tahun 2019 ekspor manggis Indonesia dari Bali ke Cina bisa mencapai 6.000 ton. Tahun-tahun sebelumnya, rata-rata ekspor manggis dari Bali 4.000 ton. Diakui dengan pengalaman penolakan manggis asal Indonesia sebelumnya, ia berupaya untuk meningkatkan kualitas manggis. ‘’Sebelum dibukanya kembali keran impor oleh Cina, sebenarnya kita sudah melakukan pengembangan dan upaya peningkatan hasil produksi sejak dulu,’’ ujarnya. Setiap tahun pihaknya mendapat bantuan bibit dari Kementerian Pertanian, baik dari program asuransinya maupun program langsung dari pemerintah. Masalah yang dialami saat ini adalah peningkatan kualitas pascapanen. Yaitu pada saat menangani di packing house. ‘’Itu yang kita upayakan. Buktinya kita sudah bisa kirim per hari ini 70 ton. Berarti upaya kita itu sudah masuk
2018, Distan Bali Tambah 49 Simantri Baru Denpasar (Bali Post) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali tahun 2018 menargetkan pengembangan 60 unit Simantri. Namun setelah melalui proses panjang, hanya 49 kelompok Simantri sebagai penerima hibah. Kelompok Simantri itu akan diberikan dana hibah masing-masing sebesar Rp 225 juta. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali IB Wisnuardhana mengatakan, jumlah Simantri dari dana hibah yang telah terbangun sejak 2009 sampai 2017 sebanyak 701 kelompok. Dengan adanya tambahan Simantri baru tahun 2018 sebanyak 49, maka sampai dengan Agustus 2018 akan terdapat
sebanyak 750 unit simantri tersebar di seluruh Bali. Transfer dana hibah ditargetkan dapat dilakukan pada minggu III April 2018. Sedangkan simantri tersebut ditargetkan mengerjakan pembangunan fisik dengan target 100 persen hingga Juli 2018. Dana hibah untuk 49 simantri baru tersebut digunakan untuk kandang koloni 20 ekor sapi betina, pembangunan pengolah limbah padat dan bio urine, register biogas dengan kelengkapannya, pembuatan hidroponik, pembentukan demplot pertanian organik, pengembangan komoditi hortikultura unggulan, konsumsi ternak sapi, dll. ‘’Tahun 2018, koloni tidak dilengkapi dengan sapi
jantan karena sudah ada program sapi indukan wajib bunting (Siwab) dari Dinas Peternakan,’’ ujarnya saat penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD), Selasa (10/4) kemarin. Dari simantri baru ini, ia berharap dapat melestarikan plasma nutfah sapi Bali, peningkatan ketersediaan pupuk organik untuk pertanian organik. Simantri juga diharapkan dapat menyediakan atau membuat pakan dari limbah tanaman, dan kegiatan simantri itu juga diharapkan dapat menghasilkan gas sebagai energi alternatif. Tak hanya itu, simantri juga diharapkan dapat mengembangkan diversifikasi usaha kelompok, dan peningkatan pendapatan. (kmb42)
Pagu Anggaran Belanja Pemerintah 2018 Naik Tipis Bali Post/ant
MANGGIS – Manggis hasil petani Bali sedang dipersiapkan untuk ekspor ke Cina.
dan diterima,’’ pungkasnya. Meski proses pascapanen berpengaruh besar terhadap kualitas manggis, namun sejatinya peningkatan kualitas dapat dilakukan mulai dari penanaman hingga pemeliharaan. Seperti di Sukabumi, upaya peningkatan kualitas dimulai dari pohon. ‘’Jadi ada penyemprotan dan pembersihan sehingga hilanglah hamanya. Di Bali rencananya kita akan berkoordinasi dulu dengan Dinas Pertanian Provinsi, Kabupaten/Kota,’’ jelas Direktur PT Raja Manggis itu. Ia akan mengumpulkan kelompok tani manggis untuk memberikan informasi terkait upaya peningkatan kualitas ini. Selain itu juga melakukan evaluasi kegiatan tersebut agar ke depanya bisa diaplikasikan di lapangan. (kmb42)
Denpasar (Bali Post) Berdasarkan kajian Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali, pagu anggaran belanja pemerintah di Bali pada tahun 2018 menunjukkan adanya peningkatan yang lebih rendah dibandingkan tahun 2017. Pagu anggaran belanja pemerintah pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp 35,38 triliun, naik 2,24 persen (yoy). Sedangkan pagu anggaran belanja perubahan tahun 2017 tercatat sebesar Rp 37,74 triliun, meningkat 14,48 persen (yoy). Kepala BI KPw Provinsi Bali Causa Iman Karana menjelaskan, pagu anggaran belanja pemerintah pada tahun 2018 yang tumbuh lebih rendah dibandingkan pagu anggaran belanja tahun 2017, disebabkan oleh penurunan pagu anggaran belanja Provinsi Bali dibanding pagu anggaran belanja perubahan tahun 2017.
Hal ini juga sejalan dengan pagu anggaran pendapatan pemerintah Bali tahun 2018 yang menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah dibanding tahun 2017. Pagu anggaran pendapatan pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp 25,35 triliun atau meningkat sebesar 4,15 persen (yoy). Peningkatan ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pagu anggaran pendapatan perubahan tahun 2017 yang meningkat sebesar 12,62 persen (yoy). Pertumbuhan pagu anggaran pendapatan untuk APBD Provinsi Bali sebesar 3,89 persen (yoy). Pertumbuhan ini jauh lebih rendah dibandingkan peningkatan pagu anggaran pendapatan tahun 2017 yang sebesar 19,25 persen (yoy). Selain itu peningkatan pagu anggaran pendapatan APBD kabupaten/ kota tahun 2018 yang sebesar 6,91 persen juga lebih rendah dibanding tahun 2017 yang tumbuh sebesar 10,51
persen (yoy). Hal ini turut mendorong rendahnya peningkatan pagu anggaran pendapatan pemerintah pada tahun 2018. Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri dari pendapatan pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan, kekayaan daerah yang dipisahkan, lain-lain pendapatan daerah yang sah. Tahun 2016 pagu pendapatan Bali Rp 3.172 miliar dan tahun 2017 Rp 3.539 miliar. Sedangkan realisasi pendapatan tahun 2016 adalah Rp 3.041 miliar dan tahun 2017 Rp 3.341 miliar. Sementara belanja daerah dan transfer pemerintah meliputi belanja daerah, belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga, dan transfer. Pagu belanja daerah dan transfer 2016 Rp 5.816 miliar, realisasinya Rp 5.421 miliar. Sedangkan pagu belanja daerah dan transfer tahun 2017 Rp 6.750 miliar dan realisasinya Rp 6.093 miliar. (kmb42)
Bisnis Jasa Dekorasi Bali
Sumringah Saat Musim Nikah KEHIDUPAN masyarakat Bali yang secara ekonomi tumbuh baik dan lebih menyukai kepraktisan, membuat bisnis jasa tumbuh relatif baik. Terlebih lagi bisnis jasa berkaitan dengan ritual agama sekaligus adat manusa yadnya seperti pernikahan. Ketika musim nikah tentu saja jasa dekorasi menjadi makin dibutuhkan. Bisnis jasa dekorasi di Bali pun jadi sumringah. Namun tentu ada sejumlah masalah tetap menghadang, mulai dari perang tarif hingga ancaman pengusaha jasa dekorasi dari luar yang juga mengincar Bali.
Sasih Kadasa di Bali merupakan hari baik untuk melangsungkan upacara pernikahan (pawiwahan). Maka jangan heran jika memasuki sasih kadasa yang biasanya jatuh antara Maret atau April banyak datang undangan pernikahan. Dalam sehari, bisa ada 3 hingga 5 undangan pernikahan yang harus dihadiri. Jika pada masa lalu, pernikahan hanya mengundang sanak saudara dengan tata cara adat Bali, maka kini upacara pernikahan juga disertai dengan resepsi. Masyarakat Bali modern, di sisi lain mulai memilih pelaksanaan upacara pernikahan yang lebih praktis. Resepsi pun tidak jarang menggunakan jasa wedding organizer (WO) dengan dekorasi yang bisa didapatkan dari penyewaan. Realitas ini memunculkan potensi bisnis ekonomi yang cukup menjanjikan. Jasa dekorasi yang melayani penyewaan perlengkapan untuk resepsi pernikahan banyak tumbuh di Bali. Menurut Pemilik CV Agung Roy Decoration A.A. Made Rai Arnata atau yang akrab dipanggil Agung Roy, di Badung dan Denpasar saja saat ini ada sekitar 250 jasa dekorasi.
Usaha jasa dekorasi tidak saja menyewakan meja dan kursi melainkan pernak-pernik lainnya. Misalnya saja dekorasi pintu masuk, tenda, dekorasi ruangan, kursi, panggung, booth, pelaminan, dekorasi adat Bali, dan kebutuhan lainnya. Namun di tengah bisnis yang sumringah, mulai muncul sejumlah persoalan. Menurut Agung Roy, permasalahan antarpengusaha dekorasi adalah adanya perang tarif. Saling menjatuhkan harga untuk mendapatkan pelanggan. Perang tarif ini jelaslah akan makin merugikan pengusaha dekorasi Bali. Menghadapi situasi tersebut, Agung Roy bersama pengusaha jasa dekorasi yang lain seperti Lobo Dekorasi, Palu Gada Dekorasi, Buki Dekorasi, Manik Berlian Dekorasi, Gede Satria Dekorasi membentuk Asosiasi Pengusaha Dekorasi Bali (APDB) Agung Roy mengatakan, keinginan untuk membuat asosiasi telah lama muncul. Namun baru bisa terwujud saat ini, setelah ia berusaha mengumpulkan pengusaha dekorasi. Kini, telah ada 120 pengusaha dekorasi yang mendaftar dalam asosiasi
ini. Tarif menjadi hal krusial yang akan dibahas dalam asosiasi. Diharapkan muncul kesepakatan untuk menyamakan tarif di antara sesama pengusaha jasa dekorasi. Tujuannya jelas adalah menghindari harga yang diturunkan semena-mena untuk sekadar merebut pelanggan. Visi dan misinya ingin menyatukan pengusaha-pengusaha dekorasi asal Bali. Menjalin hubungan persahabatan dengan pengusaha dekorasi se-Bali sehingga mempererat hubungan bisnis. ‘’Supaya pengusaha dekorasi Bali tidak menjadi penonton di rumahnya sendiri,’’ ujar Agung Roy. Dengan adanya persatuan antarpengusaha dekorasi, diharapkan dapat melayani kebutuhan masyarakat dengan baik. ‘’Sehingga teman-teman nanti orientasinya pada kualitas hasil dekorasi untuk melayani masyarakat dengan baik,’’ ungkapnya. Menurut Agung Roy, dekorasi merupakan sebuah produk seni. Sehingga dengan bersatu dapat memunculkan kreativitas-kreativitas baru dan ide-ide baru. (nata)
Bali Post/ist
PENYEWAAN - Salah satu jasa penyewaan dekorasi upacara pernikahan menyediakan perlengkapan seperti kursi, meja dan tenda.
BULELENG
14
Rabu Umanis, 11 April 2018
Dewan Nilai Positif Pengelolaan Batu Ampar Singaraja (Bali Post) – Tanah HPL Pemkab Buleleng di Dusun Batu Ampar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak dikenal kurang produktif. Hal ini tidak lepas dari kontur tanah yang berbatu dan sulit diolah. Kondisi itu berhasil disulap PT Prapat Agung Peramai (PAP) yang mendapatkan izin Hak Guna Bangunan (HGB). Tanah yang awalnya tidak produktif, sekarang berubah menjadi kawasan wisata eksotik dan ramai dikunjungi wisatawan. Keberhasilan ini diakui anggota DPRD Buleleng dari daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Gerokgak, Ketut Ngurah Arya. Ngurah Arya, Selasa (10/4) kemarin, mengatakan sejak pemkab memberikan izin HGB kepada perusahaan memang terjadi keterlambatan dalam pengelolaan lahan tersebut. Bahkan, dia sempat pesimis jika perusahaan pemegang HGB itu mampu menanamkan investasinya di bidang pariwisata di Buleleng Barat. Tetapi mulai tahun 2015, perusahaan dengan bertahap membangun kamar hotel dengan kelas bintang lima termasuk fasilitas penunjang lain. Tanah HPL pemkab yang awalnya gersang tersebut berubah menjadi kawasan wisata. Melihat perkembangan investasi itu, dia bertambah optimis kalau kawasan Batu Ampar semakin berkembang sebagai daerah tujuan wisata berkelas di Buleleng. “Siapa yang mengira kalau tanah tadinya berkapur dan hanya bisa ditanami pohon kerasi, sekarang sudah hijau dan menjadi daerah tujuan wisata berkelas. Ini jelas
sudah hasil positif dan perusahaan sendiri sudah berhasil menanamkan investasinya untuk mengembangkan tanah HPL pemkab,” katanya. Politisi yang akrab dipanggil Ngurah Bodo ini menambahkan, keberhasilan tidak saja dari perkembangan usaha wisata yang dilakukan perusahaan, tetapi dampak lain adalah penyerapan tenaga kerja dari warga lokal di Desa Pejarakan yang patut diapresiasi. Untuk itu, dirinya mengingatkan pengelolaan HPL berdasarkan regulasi yang sudah ada tidak terganjal oleh oknum tertentu yang berusaha untuk mempersoalkan pengelolaan aset tersebut. Sepanjang regulasi diikuti, dirinya menyatakan mendukung pengembangan HPL Batu Ampar sebagai penunjang pariwisata Buleleng. Untuk itu, masa waktu berlakunya HGB hingga tahun 2021 mendatang, perusahaan diharapkan melanjutkan pengembangan investasinya. Ini karena dari luas lahan 16 hektar, tahap awal baru dibangun akomodasi wisata di atas lahan sekitar empat hektar saja. Dengan pengembangan itu, maka potensi wisata Batu Ampar dengan teluk berpasir putih ini semakin berkembang dan memberikan efek ganda bagi Buleleng secara umum dan khususnya di Desa Pejarakan dan sekitarnya. “Apalagi kawasan ini berbatasan dengan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), maka kalau dikembangkan terus, ini akan memberikan hasil nyata dalam menggeliatkan industri wisata di Buleleng barat,” jelasnya. (kmb38)
Dianggap Berafiliasi pada Salah Satu Paslon
Oknum PNS dan Perbekel Dikenai Sanksi Administrasi
Singaraja (Bali Post) – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Kubutambahan menjatuhkan sanksi administrasi kepada tujuh orang yang dianggap berafiliasi pada salah satu pasangan calon gubernur Bali, dengan meng-upload foto mengacungkan jari telunjuk pada akun Facebook (FB). Seorang dari mereka adalah Perbekel Desa Bulian dan seorang PNS di SDN 3 Bulian. Selain itu, empat oknum guru kontrak di SDN 2 Bulian, guru kontrak di SDN 1 Bulian, guru honor di SDN 2 Bulian, guru honor di SMPN 2 Kubutambahan serta seorang tenaga kontrak di Kantor Kecamatan Kubutambahan. Tujuh orang itu diduga terlibat hajatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub Bali). Indikasi ini terlihat dari beredarnya foto mereka di akun FB “Eka Bulian”. Dalam akun itu, tampak foto mereka mengacungkan jari telunjuk ketika akan menyaksikan penampilan paduan suara (padsus) PKK Kecamatan Kubutambahan dalam lomba padsus antar-Tim Penggerak PKK serangkaian HUT ke-414 Kota Singaraja di panggung terbuka Lapangan Bhuana Patra, Singaraja, Minggu (1/4) lalu. Dari foto-foto tersebut, ketujuh oknum itu diduga berafiliasi pada salah satu pasangan calon (paslon) Gubernur Bali. Ketua Panwaslu Buleleng Ketut Ariyani didampingi
Ketua Panwaslu Kecamatan Kubutamabahan I Made Arta Saputra Selasa (10/4) kemarin, mengatakan, dugaan pelanggaran ini diawali dari pengawasan pada jejaring media sosial (medsos) oleh Panwaslu Kecamatan Kubutambahan. Dari situ ditemukan pada akun FB “Eka Bulian” ada foto-foto ketujuh oknum tersebut dengan mengacungkan jari telunjuk. Foto ini ditemukan beredar di akun tersebut pada Senin (2/4) lalu. Untuk memastikan kebenaran foto tersebut, Panwaslu Kecamatan Kubutambahan melayangkan surat undangan untuk mengklarifikasi foto tersebut. Hasilnya, ketujuh oknum itu mengakui telah berfoto sambil mengacungkan jari telunjuk yang kemudian di-upload lewat
Singaraja (Bali Post) – Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penanggulangan bencana sangat penting. Pasalnya, dengan SOP ini semua pihak yang ada di sebuah organisasi atau lembaga pemerintah akan memiliki sebuah manajemen dalam mencegah jatuhnya korban ketika terjadi bencana alam. Namun faktanya, sebagian besar instansi pemerintah di daerah ini belum menyusun SOP penanggulangan bencana tersebut. Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Made Subur, saat memimpin simulasi penanggulangan bencana gempa bumi dan kebakaran di Rumah Sakit Tentara (RST) Singaraja, Selasa (10/4) kemarin. Subur mengatakan, in-
stansi pemerintah, lembaga, dan organisasi lain di daerah sebenarnya tidak sulit menyusun SOP itu. Pasalnya, SOP ini hanya memuat terkait manajemen untuk mengantisipasi ketika terjadi bencana gempa, kebakaran dan bencana lain. Selain itu, penetapan lokasi titik kumpul di sebuah instansi atau lembaga dan jalur evakuasi wajib dibentuk untuk memudahkan penyelamatan korban. Namun dari pengamatannya, sampai sekarang khusus untuk OPD lingkup Pemkab Buleleng belum menyusun SOP penanggulangan bencana alam. “SOP ini penting karena memberikan tugas masing-masing siapa berbuat apa dan ke mana menyelamatkan diri kalau terjadi bencana. Kalau ini sudah dibentuk dan rutin dilatih, maka pencegahan jatuhnya korban jiwa ketika
Bali Post/kmb38
SANKSI ADMINISTRASI – Tujuh orang yaitu perbekel, PNS, guru kontrak, dan pegawai kontrak dikenakan sanksi administrasi karena meng-uplaod foto mengacungkan jari telunjuk lewat akun FB. akun FB “Eka Bulian”. “Ini hasil pengawasan kami lewat medsos dan setelah diklarifikasi tujuh oknum ini mengakui berfoto sambil mengacungkan jari telunjuk di FB,” katanya. Menurut Ariyani, dari klarifikasi itu, Panwaslu Kecamatan Kubutambahan sudah melayangkan surat rekomendasi kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana agar member-
ikan sanksi administrasi berupa teguran lisan atau tertulis kepada oknum Perbekel Desa Bulian dan kepada oknum tenaga kontrak di Kecamatan Kubutambahan. Sedangkan, untuk guru kontrak, rekomendasi yang sama juga sudah dikirimkan kepada kepala sekolah bersangkutan dan ditembuskan ke Kadisdisdikpora Buleleng Gede Suyasa. (kmb38)
terjadi bencana dapat dicegah,” katanya. Pihaknya berharap hal ini segera ditindaklanjuti oleh pimpinan di instansi bersangkutan. Pihaknya berjanji memfasilitasi semua instansi pemerintah yang mengalami kesulitan menyusun SOP tersebut. Selain memfasilitasi penyusunan SOP, Subur telah memprogramkan uji coba (simulasi) penanganan bencana gempa, kebakaran, dan bencana lain. Setiap melaksanakan simulasi ini mempraktikan implementasi SOP di instansi terkait dengan SOP penanganan bencana alam yang bisa dilakukan BPBD bersama SAR, PMI, Pemadam Kebakaran, dan instansi terkait lain. Terkait simulasi gempa dan kebakaran di RST Singaraja, birokrat yang hobi motor trail ini mengatakan, simulasi ini masih dalam kaitan persiapan untuk pencanangan Kesiapsiagaan Bencana Nasional. RST merupakan salah satu sampel untuk dijadikan lokasi simulasi
untuk evakuasi pasien ketika terjadi gempa bumi dan kebakaran. Sebelumnya, simulai yang sama juga sudah dilakukan di SMPN 3 Singaraja beberapa waktu lalu. Setelah ini, BPBD kembali akan melakukan simulasi di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Buleleng. Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Tentara Mayor CKM (K) dr. Rinie Indah Wirasati, Sp.KJ. mengatakan, simulasi bekerja sama dengan BPBD ini untuk memadukan SOP penanggulangan bencana yang sudah ada dengan SOP yang biasa dilakukan BPBD bersama instansi terkait dalam mengevakuasi korban bencana. Kesempatan ini pun dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman kepada dokter, perawat, dan pekerja di rumah sakit lain termasuk keluarga penunggu pasien untuk samasama belajar memahami teknis penyelamatan diri atau menolong korban ketika sewaktu-waktu terjadi bencana. (kmb38)
OPD Belum Susun SOP Penanggulangan Bencana
Bali Post/mud
EVAKUASI – Dokter dan personel BPBD, SAR dan PMI Buleleng melakukan simulasi evakuasi korban bencana gempa bumi di RST Singaraja, Selasa (10/4) kemarin.
Sering Disinggahi Kapal Pesiar
Pelabuhan Celukan Bawang Berbenah PELABUHAN Celukan Bawang, di Kecamatan Gerokgak belakangan ini semakin ramai. Pelabuhan yang dari awal dikenal untuk bongkar muat kapal pengangkut kayu dan semen, beberapa tahun terakhir ini berkembang sebagai pelabuhan kapal pesiar. Berkali-kali kapal pesiar dari kapasitas sedang sampai berukuran raksasa, bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang. Perkembangan yang semakin pesat ini mulai disikapi, baik otoritas pelabuhan maupun juga pemerintah daerah. Salah satu wacananya adalah penataan dan perpanjangan dermaga untuk memudahkan kapal pesiar saat melempar jangkar di pelabuhan tersebut. Sejak 2017, ada tujuh kali kedatangan kapal pesiar di pelabuhan ini. Dari kedatangan kapal pesiar itu, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Buleleng tercatat 9.690 orang dengan jumlah kru 5.911 orang. Menginjak ke tahun ini, enam kapal pesiar yang kembali melirik Celukan Bawang untuk tempat singgah. Dari kedatangan kapal pesiar itu, tercatat total
wisatawan yang diangkut 9.770 orang dan kru 7.642 orang. Kedatangan kapal pesiar ini pun rentang waktunya hampir berdekatan yakni dari Januari berturut-turut kedatangan tiga kali. Dua kali kedatangan pada Maret lalu, dan rencananya di bulan ini kembali satu kapal pesiar akan bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang. Sejak disinggahi kapal pesiar, Dinas Pariwisata (Dispar) bersama pelaku wisata yang tergabung dalam Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng memfasilitasi ribuan wisatawan yang menumpang kapal pesiar tersebut. Dispar bersama PHRI menawarkan paket tur kepada penumpang kapal ke daerah tujuan wisata (DTW) andalan di Bali Utara. Selain menyiapkan akomodasi dan paket tur, Dispar dan pelaku wisata memberikan sambutan kepada penumpang atau kru yang sedang bersandar di Bali Utara. Penyambutan ini biasanya dilakukan dengan menampilkan kesenian tradisional dan diselingi dengan perkenalan potensi DTW Buleleng. Kepala Dispar Buleleng Ir. Nyoman Sutriana, M.M.
mengatakan, selama ini kapal pesiar yang singgah di Pelabuhan Celukan Bawang belum sampai lebih dari satu hari. Hal ini karena pertimbangan agen wisata dan kru kapal yang belum menjual paket kunjungan di Buleleng untuk lebih dari satu hari. Meski demikian, Sutrisna mengaku bahwa Pelabuhan Celukan Bawang semakin dikenal untuk disinggahi kapal pesiar. Ini tentunya perkembangan positif untuk menggeliatkan lagi industri pariwisata di daerahnya. Bahkan, dari kunjungan ribuan wisatawan yang hanya satu hari, multiganda mulai diterima kalangan pelaku pariwisata, seperti transportasi, hingga transaksi restoran dan suvenir di sejumlah kawasan DTW yang dijadikan paket tur ketika menerima kedatangan tamu kapal pesiar. “Mulai dua 2017 dan sekarang ini intensitas kedatangan kapal pesiar sudah semakin meningkat. Dari kedatangan kapal sebelumnya, sudah banyak dampak diterima pelaku pariwisata di daerah kita dan perkembangan ini ke depan kami semakin yakin kalau Pelabuhan Kapal Pesiar benar-benar bisa diwujudkan di Buleleng Barat,” jelasnya. (mud)
15
Rabu Umanis, 11 April 2018 Jadwal Pertandingan Liga Champions Pertandingan II, Babak perempatfinal Kamis (12/4) dini hari Bayern Munich vs Sevilla Real Madrid vs Juventus ---------------------------------------------------------------------------------------Hasil Liga Spanyol Villarreal vs Athletic Bilbao 1-3 ---------------------------------------------------------------------------------------Liga Jerman RB Leipzig vs Bayer Leverkusen 1-4 ---------------------------------------------------------------------------------------1. FC Bayern Munich 29 23 3 3 76-21 72 2. FC Schalke 29 15 7 7 45-33 52 3. Borussia Dortmund 29 14 9 6 57-39 51 4. Bayer Leverkusen 29 13 9 7 51-36 48 5. Eintracht Frankfurt 29 13 7 9 40-33 46 6. RB Leipzig 29 13 7 9 44-41 46 7. TSG Hoffenheim 29 11 10 8 53-42 43 8. Borussia Mgladbach 29 11 7 11 38-43 40 9. VfB Stuttgart 29 11 5 13 26-34 38 10.Hertha BSC 29 8 12 9 33-34 36 11.FC Augsburg 29 9 9 11 38-40 36 12.SV Werder Bremen 29 9 9 11 33-35 36 13.Hannover 29 9 8 12 37-43 35 14.SC Freiburg 29 6 12 11 26-48 30 15.VfL Wolfsburg 29 5 14 10 30-37 29 16.FSV Mainz 29 6 9 14 30-47 27 17.Hamburger SV 29 5 7 17 23-46 22 18.FC Koln 29 5 6 18 28-56 21 Pencetak gol : 26 - Robert Lewandowski (Bayern Munich)
Amerika Selatan Calonkan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030
Buenos Aires Argentina, Paraguay dan Uruguay mengusulkan diri menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030. Dua belas kota dipersiapkan tiga negara Amerika Selatan meliputi delapan di Argentina, dua di Uruguay dan dua di Paraguay untuk event empat tahunan itu. ‘’Negara kami akan menyiapkan delapan kota penyelenggara, tapi kota-kota mana saja akan ditetapkan pada tahap berikutnya,’’ kata Ketua Federasi Sepak Bola Argentina Claudio Tapia, Selasa (10/4) kemarin. Argentina dan Uruguay yang telah dua kali menjuarai Piala Dunia, tahun lalu sudah mencanangkan untuk bergabung dalam pencalonan bersama sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030. Namun kemudian Paraguay bergabung dalam pencalonan itu bersama untuk pesta sepak bola sejagat itu. Pencalonan itu dikaitkan dengan peringatan 100 tahun Piala Dunia yang pertama digelar di Uruguay pada 1930. Sementara ini belum ada kandidat lainnya yang diumumkan untuk Piala Dunia 2030 ini. Piala Dunia 2018 ini akan digelar di Rusia, sementara empat tahun berikutnya giliran Qatar sebagai tuan rumah. Untuk Piala Dunia 2026 sudah ada dua pencalonan ke FIFA, yakni dari Maroko dan gabungan Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat. (rtr/ant)
Prakiraan Pemain Real Madrid : Navas; Carvajal, Casemiro, Varane,Marcelo; Kovacic, Modric, Kroos; Isco, Ronaldo,Benzema. Pelatih : Zinedine Zidane. Juventus Pelatih
: Buffon; De Sciglio, Benatia, Chiellini, Alex Sandro; Khedira, Pjanic, Matuidi; Cuadrado, Higuaín, Douglas Costa : Massimiliano Allegri.
Bali Post/net
PELUK - Penyerang Juventus Gonzalo Higuain (kiri) memeluk rekannya Douglas Costa saat sesi latihan, Selasa (10/4) kemarin. Juventus akan menantang tuan rumah Real Madrid pada pertandingan kedua babak perempatfinal Liga Champions, Kamis (12/4) dini hari.
Juve Tanpa Beban ke Bernabeu
Madrid -
Juventus tampil tanpa beban saat melawat ke Santiago Bernabeu pada pertandingan kedua babak perempatfinal Liga Champions, Kamis (12/4) dini hari. Si Nyonya Tua tidak diunggulkan menghadapi Real Madrid yang lebih difavoritan lolos ke semifinal. Real mendapat keuntungan dengan kemenangan 3-0 di Turin pekan lalu. Praktis tim asuhan Zinedian Zidane hanya perlu hasil imbang saja untuk meraih tiket ke empat besar pada laga kedua nanti. Selain itu belum ada tim yang mampu membalikkan ketinggalan tiga gol dan meraih kesuksesan di kandang lawan pada fase perempatfinal itu. Jadi Juve menuju Spanyol dengan misi mustahil. Namun, inilah yang di-
harapkan Manajer Juventus Massimiliano Allegri sehingga timnya bisa tampil leluasa. ‘’Dalam sepak bola segalanya bisa terjadi. Kami menjalani hari buruk di Turin (laga pertama) dan hal buruk bisa juga terjadi pada Real Madrid,’’ kata Allegri. Dengan Medhi Benatia dan Miralem Pjanic kembali dan Paulo Dybala mendapat larangan bermain, Allegri potensila memainkan lagi formasi 4-3-3. Juan Cuadrado
dan Douglas Costa menempati sayap untuk mendampingi Gonzalo Higuain di depan. Sementara Mario Mandzukic pun bisa dimainkan untuk memperkuat sisi kiri. Trio Sami Khedira, Pjanic dan Blaise Matuidi dipastikan kerja keras tidak hanya mengalirkan bola ke depan namun juga menghambat aliran bola Real. Kiper senior Gianluigi Buffon berharap besar pada solidnya pertahanan yang
digalang Matttia De Siglio, Benatia, Giorgio Chiellini dan Alex Sandro terutama menghadapi serangan Isco, Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema. Manajer Real Zinedine Zidane perlu mewaspadai kemungkinan serangan cepat di awal laga yang dilakukan Higuain. Di laga sebelumnya, Tottenham merasakan sengatan serangan Juve itu. Higuain yang mantan pemain Real tidak pernah kehilangan motivasi untuk membobol gawang lawan. Pada saat bersamaan Real kehilangan bek Sergio Ramos dan Nacho yang cedera. Raphael Varane memikul
Bayer Leverkusen Mulai Masuk Empat Besar
Bayern Munich dalam Optimisme Tinggi Munich Usai merengkuh gelar Bundesliga, Bayern Munich ingin melengkapi petualangannya musim ini dengan menjuarai Liga Champions. Peluang ke babak semifinal ada di depan mata saat pasukan Jupp Heynckes menjamu Sevilla pada laga kedua babak perempatfinal, Kamis (12/4) dini hari. Kemenangan 2-1 di pertemuan pertama amat menguntungkan Bayern saat menjamu tamunya di Allianz Arena nanti. Di sisi lain, Thomas Mueller dkk. juga diliputi optimisme tinggi usai memastikan gelar juara Liga Jerman untuk keenam kalinya secara beruntun meski kompetisi menyisakan lima pertandingan. Pekan lalu, Bayern mencukur tuan rumah Augsburg 4-1 lewat. Gelandang James Roodriguez menjadi bintang lewat satu gol dan satu assist-nya. Gelandang asal Kolombia itu pun mengungkapkan rasa percaya dirinya bahwa Bayern akan menyelesaikan tugas saat melawan Sevilla dan melaju ke semifinal. Bayern yang tak terkalahkan di kandang pada setiap pertandingan Bundesliga, memenangkan empat laga terakhir pertandingan Eropa di Allianz Arena. Bahkan mesin gol klub Bavaria itu berjalan maksimal lewat kreasi 14 golnya. Heynckes kini masih menunggu kebugaran bek David Alba dan gelandang Artura Vidal. Robert Lewandowski masih diplot sebagai penyerang tunggal dengan dukungan tiga gelandang serang Rodriguez, Muller dan Franck Ribery. Lewandowksi cukup produktif bila bermain di kandang dengan mencetak hat-trick saat Bayern mencukur Hamburg 6-0 dan Borussia Dortmund dengan skor 6-0. Bayern memiliki rekor impresif menghadapi tim-tim Spanyol 18 kali menang, 5 seri dan 3 kalah. Namun menghadapi Sevilla baru sekali dan langsung menang pada pekan lalu. Sementara Sevilla mencatat hasil buruk sebelum melawat ke Jerman. Di kompetisi domestik mereka dicukur Celta Vigo 0-4 pekan lalu. Untungnya manajer Vincenzo Montella bisa membawa gelandang Ever Banega ke laga tandang nanti. Selain itu klub Andalusia itu bisa kembali mengandalkan Wissam Ben Yedder yang telah mencetak delapan gol sejauh ini di Liga Champions. Ben Yadder mencetak dua gol yang membawa Sevilla menyingkirkan Manchester United 2-1 di babak 16 besar. Jika dia mampu mengulang prestasi yang sama, maka laga akan berlanjut pada perpanjangan waktu. (kmb39/net) Prakiraan Pemain : Bayern Munich : Ulreich – Kimmich, Boateng, Hummels, Bernat – Martinez, Thiago – James Rodriguez, Muller (k), Ribery – Lewandowski Pelatih
: Jupp Heynckes
Sevilla Pelatih
: Soria – Navas, Kjaer, Lenglet, Escudero (k) – N’Zonzi, Banega – Vazquez, Correa – Ben Yedder, Muriel : Vincenzo Montella
beban berat memimpin rekanrekannya di lini belakang. Namun statistik lebih berpihak pada tuan rumah. Dalam sejumlah laga di Bernabeu dan 49 pertandingan Liga Champions, belum pernah tim tamu yang kalah 0-3 di laga pertama, mampu lolos ke babak selanjutnya. Tetapi statistik pula yang membebani Real. Bila Juve mampu mencetak satu atau dua gol awal, Zidane akan berpikir keras mengupayakan gol lebih banyak hingga misi mencetak sejarah yakni memenangi turnamen ini tiga kali beruntun bisa terwujud. (kmb39/net)
Bali Post/net
GOL - Julian Brandt (kiri) dan Kevin Volland beradu dada di udara saat merayakan gol Bayer Leverkusen pada pertandingan melawan tuan rumah RB Leipzig yang berakhir dengan keunggulan tim tamu 4-1, Selasa (10/4) kemarin.
37 Ribu Tiket Piala Dunia Dibeli Tiongkok Beijing (Bali Post) Hampir 37 ribu lembar tiket beberapa jadwal pertandingan Piala Dunia di Rusia dibeli oleh para penggemar sepak bola asal Tiongkok. Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) mengumumkan bahwa 1,7 juta lembar tiket telah terjual di seluruh dunia sejak penjualan dibuka pada September tahun lalu, demikian Kantor Berita Rusia, Sputnik, Selasa (10/4) kemarin. Menurut FIFA, lebih dari separuh tiket yang dijual itu telah dibeli oleh para penggemar sepak bola dari berbagai negara. Lebih dari 100 ribu wisatawan asal Tiongkok akan mengunjungi Rusia selama berlangsungnya perhelatan sepak bola terbesar sejagat yang tersebar di 11 kota itu. RuTravel, salah satu agen perjalanan wisata di Kota Yekaterinburg, Rusia, mengaku telah menerima pesanan dari sejumlah wisatawan Tiongkok. Mulai bulan Juni depan, maskapai penerbangan Air China menambah jadwal penerbangan langsung di rute Beijing-Moskow, demikian laporan CRI, radio resmi pemerintah Tiongkok. Para pemegang tiket Piala Dunia dapat mengajukan aplikasi FanID agar mereka bisa memperoleh visa gratis memasuki wilayah Rusia selama 4 Juni hingga 25 Juli 2018. Piala Dunia akan dimulai pada 14 Juni dan akan berlangsung hingga 15 Juli 2018. Putaran final diikuti oleh 32 negara yang lolos kualifikasi. Sebanyak 64 pertandingan akan digelar di 12 stadion yang tersebar di 11 kota, sedangkan babak final pada 15 Juli 2018 digelar di Stadion Luzhniki, Moskow, berkapasitas 81 ribu penonton atau berdaya tampung terbesar di Rusia. Timnas Tiongkok yang memiliki penggemar fanatik dalam jumlah besar, gagal lolos pada putaran final. ‘’Tim Naga’’ yang ditangani Marcello Lippi itu gagal memperoleh tiket ke Rusia yang berbatasan langsung dengannya setelah disingkirkan Iran dan Korea Selatan di babak kualifikasi. (rtr/ant)
Berlin Bayer Leverkusen bangkit dari ketertinggalan untuk menaklukkan tuan rumah RB Leipzig 4-1 pada pertandingan Liga Jerman, Selasa (10/4) kemarin. Tambahan tiga poin tandang itu mengatrol Leverkusen masuk kelompok empat besar dan berada di zona Liga Champions. Leipzig sempat unggul lebih dulu pada menit ke-17 melalui tembakan jarak jauh Marcel Sabitzer. Namun menjelang babak pertama berakhir, Leverkusen mampu menyamakan kedudukan melalui pemain berusia 18 tahun Kai Havertz dengan tendangan voli dari luar kota penalti, setelah rekannya Leon Bailey menerobos dari sayap kanan dan memberi umpan ke tengah. Tim tamu berbalik unggul pada menit ke-51 setelah tendangan jauh kiper Bernd Leno diterima Kevin Volland yang kemudian memberi umpan kepada Julian Brandt untuk dikonversikan menjadi gol. Selanjutnya Leverkusen dapat menguasai permainan dan menambah dua gol melalui Panagiotis Retsos dan Volland, masing-masing di menit ke-56 dan 69. Dengan kemenangan ini tim asuhan Heiko Herrlich naik ke urutan empat dengan 48 poin, menggeser Leipzig yang turun ke peringkat enam. Empat tim teratas dalam klasemen Liga Jerman akan mendapat jatah tampil di Liga Champions musim mendatang. (rtr/ant)
OLAHRAGA
16
Rabu Umanis, 11 April 2018
Malam Ini, Yangon United Jamu Bali United Gianyar (Bali Post) -
Bek sayap yang baru menjalani musim perdananya bersama Bali United, Taufik Hidayat, membuka peluang dirinya untuk tampil di laga Yangon United menjamu Bali United dalam lanjutan Piala AFC, Grup G, di Myanmar, Rabu (11/4) malam ini di Stadion Youth Training Centre, Yangon. Taufik Hidayat adalah pemain anyar menggantikan I Made Andhika Wijaya, yang urung bergabung dengan tim akibat cedera. Taufik pun mengaku sangat bersyukur setelah dirinya dimasukkan dalam rombongan tim ke Myanmar. Ia juga menyatakan kesiapannya kalau dipercaya untuk tampil di laga malam ini. ‘’Pastinya senang bisa ikut
Asisten pelatih Timnas U23 Bima Sakti.
berjuang bersama teman-teman pada pertandingan penting seperti ini. Apabila tim pelatih mempercayai saya untuk merumput, tentunya saya sudah sangat siap untuk memberikan kemampuan terbaik saya,’’ ujar Taufik Hidayat. Taufik Hidayat sendiri tampil penuh saat pertemuan pertama Bali United kontra Yangon United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, awal
Februari 2018 lalu. Berkaca dari laga tersebut, Taufik pun mengaku sudah cukup mengetahui peta kekuatan yang menjadi keunggulan tim dari Myanmar itu. ‘’Yang saya tahu, Yangon United memiliki organisasi bertahan yang bagus. Mereka juga sering mengandalkan serangan balik, di mana ada penyerang mereka yang cukup gesit. Tapi apa pun itu, tim
menang di Bali, dan sekarang saatnya kami rebut kemenangan di kandang lawan. Kami memiliki tekad kuat untuk merebut poin di Myanmar. Semoga apa yang menjadi harapan kami bisa berjalan sesuai rencana,’’ tutur Taufik. Saat ini Yangon United berada di puncak klasemen Grup G Piala AFC 2018, dengan koleksi poin sembilan, hasil dari tiga kali menang, dan satu kali kalah. Sementara Bali United berada di posisi kedua dengan poin lima hasil dari satu kali menang, dua kali imbang dan satu kali kalah. (022/r)
Bali Post/ant
Bima Sakti Tak Lagi Tangani Timnas U-19
Jakarta (Bali Post) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan Bima Sakti tidak lagi melatih tim nasional U-19 dan kembali fokus sebagai asisten pelatih timnas U-23. ‘’PSSI telah memutuskan Bima fokus membantu Timnas U-23 sesuai apa yang dibutuhkan menuju Asian Games 2018. Dengan demikian, persiapan tim bisa dilakukan secara maksimal dan matang,’’ ujar Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria di Jakarta, Selasa (10/4) kemarin. Ratu melanjutkan, sosok pengisi posisi pelatih kepala timnas U-19 akan segera ditentukan dalam waktu dekat melalui rapat anggota Komite Eksekutif PSSI. Dengan tak lagi bertugasnya Bima Sakti di timnas U-19, artinya pemain timnas Indonesia era 1990-an itu hanya menangani Egy Maulana dan kawan-kawan selama kurang lebih dua bulan. Di masa kepemimpinannya, timnas U-19 selalu kalah dari dua kali pertandingan uji coba yaitu takluk dari timnas U-23 dengan skor 0-5 dan dikandaskan timnas U-19 Jepang dengan skor 1-4. Sebelum Bima Sakti, timnas U-19 sempat dilatih oleh Indra Sjafri. Indra sendiri merupakan pelatih tersukses sepanjang sejarah timnas U-19 setelah dia membawa anak-anak asuhnya juara Piala AFF U-19 pada 2013. Ketika itu, Indra juga berhasil menemukan bakatbakat usia muda yang saat ini menjadi pilar tim nasional Indonesia seperti Evan Dimas, Hansamu Yama Pranata, Muhammad Hargianto dan I Putu Gede Juni Antara. Adapun salah satu fokus PSSI saat ini yaitu mempersiapkan timnas U-23 untuk mengikuti Asian Games 2018, di mana skuad asuhan pelatih Luis Milla itu ditargetkan masuk ke semifinal. Terdekat juga sebagai bagian dari pemanasan Asian Games 2018, timnas U-23 Indonesia akan mengikuti turnamen internasional Anniversary Cup PSSI pada 27 April 3 Mei 2018 yang diikuti tiga negara lain yaitu Malaysia, Bahrain dan Korea Utara. Kompetisi yang juga turnamen uji coba Asian Games 2018 ini digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat. (ant)
Bali Post/wan
INCAR POIN - Tim Bali United melakoni laga tandang ke Myanmar dijamu tuan rumah Yangon United dalam lanjutan Piala AFC 2018, Grup G, Rabu (11/4) malam ini.
CdM Syafruddin Beri Motivasi Tim Jiujitsu Jakarta (Bali Post) Komandan kontingen (CdM) Indonesia di Asian Games 2018 Syafruddin memotivasi atlet cabang olahraga jiujitsu yang akan bertolak menuju Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) untuk menjalani pemusatan latihan dan pertandingan sebelum turun di kejuaraan empat tahunan itu. ‘’Kami memberikan kesempatan kepada semua cabang olahraga untuk bersiap diri termasuk jika akan melakukan pemusatan latihan di luar negeri. Seperti halnya jiujitsu ini,’’ kata Syafruddin di sela kunjungan pelatnas jiujitsu di Patal Senayan, Jakarta, Selasa (10/4) kemarin. Menurutnya, sejak dirinya ditunjuk sebagai CdM dirinya langsung bergerak cepat untuk melakukan komunikasi dengan seluruh cabang olahraga yang akan bertanding di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus - 2 September. Pihaknya mengaku akan terus memantau perkembangan persiapan termasuk menginventarisir permasalahan yang terjadi selama
persiapan untuk menghadapi kejuaraan bergengsi ini. Dirinya tidak ingin permasalahan muncul menjelang pelaksanaan kejuaraan berlangsung. Pria yang juga menjabat sebagai Wakapolri ini berharap cabang olahraga jujitsu menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi Indonesia. Melihat persiapan yang dilakukan,
pihaknya optimistis salah satu cabang bela diri mampu memenuhi target yang dicanangkan. Sementara itu, Sekjen P B J I De d y T ri ha rja nt o mengatakan sesuai dengan rencana para atlet akan bertolak menuju Abu Dhabi pada Sabtu (14/4) dan akan berada di salah satu negara Timur Tengah itu selama 25 hari. (ant)
Bali Post/ant
UJI COBA - Sejumlah atlet pelatnas jiujitsu Asian Games 2018 berlatih di Jakarta, Selasa (10/4) kemarin. Pelatnas jiujitsu akan menjalani latihan dan uji coba ke Qatar dan Jepang guna persiapan mengikuti Asian Games 2018.
Besok, Seleksi Pemain BU U-19
Wayan Arsana
kami juga punya cara bermain sendiri dan saya juga yakin tim pelatih sudah meredam atau mengantisipasi gaya bermain Yangon United,’’ kata Taufik. Lebih lanjut Taufik Hidayat juga menganggap pertandingan kontra Yangon United adalah laga yang sangat penting. Menurutnya, laga malam ini merupakan kesempatan untuk membayar lunas poin, yang hilang saat Bali United menjamu lawannya pada laga sebelumnya. ‘’Tentunya pertandingan malam ini akan sangat penting untuk kami. Kami masih ingat bagaimana Yangon berhasil
Mangupura (Bali Post) Pembinaan usia muda memang tidak pernah dilupakan manajemen dan tim pelatih Bali United. Hal tersebut dibuktikan dengan siap dibentuknya tim Bali United U-19 guna melakoni kompetisi Liga 1 U-19 musim 2018 ini. Untuk tim Bali United U-19 tahun ini, Wayan Arsana tetap akan memimpin tim Serdadu Tridatu Muda sebagai pelatih kepala. Menurut Wayan Arsana, pembentukan tim Bali United U-19 akan dimulai dengan seleksi Kamis (12/4) sore besok di Lapangan Tri Sakti, Legian. Seleksi dibuka untuk para pemain lokal Bali dengan beberapa persyaratan. ‘’Untuk awal, kami akan mengadakan seleksi untuk pemain lokal Bali, karena fokus kami adalah memberikan kesempatan untuk putra daerah menunjukkan kualitas skill-ball-nya. Namun ada beberapa persyaratan yang kami tetapkan untuk para peserta seleksi. Mereka minimal sudah memiliki pengalaman bermain di Piala Soeratin atau Porprov,’’ ujar Coach Wayan Arsana. Selain itu, pemain yang ikut seleksi juga merupakan kelahiran 1999 sampai 2000. Pemain dengan tahun kelahiran tersebut, dirasa cukup ideal untuk bergabung dengan tim U-19, karena usia mereka saat ini adalah 18-19 tahun. Menurut pelatih asal Jimbaran tersebut, pihaknya gambaran tentang seleksi tim U-19 tersebut. Ia menjelaskan jika proses seleksi akan menggunakan metode internal game. ‘’Kami akan gunakan metode internal game 11 melawan 11. Dengan metode tersebut, kami akan lihat sejauh mana
kualitas para peserta seleksi sebelum kami putuskan untuk merekrut siapa yang terbaik dari mereka. Mereka juga wajib menggunakan skin deker (pelindung tulang kering). Kami tentu berharap ada lagi namanama putra daerah Bali penerus I Made Andhika Wijaya atau Kadek Agung
Widnyana Putra,’’ harap Wayan Arsana. Para pemain yang melamar seleksi, diharapkan membawa berkas berupa akta kelahiran dan surat keterangan pernah bermain di Piala Soeratin, atau Porprov, dalam bentuk sertifikat atau surat keterangan dari Askab. (022/r)
Timnas Sepatu Roda Jalani Pelatnas dan Uji Coba di AS Jakarta (Bali Post) Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia mengirim atlet yang disiapkan untuk Asian Games 2018 Jakarta-Palembang ke Amerika Serikat untuk digembleng sebelum bersaing di kejuaraan empat tahunan itu. ‘’Rencananya mereka akan berangkat ke Amerika Serikat, Minggu (15/4). Selain menjalani pemusatan latihan, mereka juga akan menjalani beberapa uji coba yang telah disiapkan,’’ kata pelatih Yudi A Toengkagie, Selasa (10/4) kemarin. Menurutnya, saat ini pihaknya terus memantau atlet yang menjalani pemusatan latihan di BSD Xtreme Park, Tangerang, Banten sejak akhir Februari 2018 guna menentukan siapa atlet yang bakal dikirim ke AS untuk menjalani pemusatan latihan dan uji coba. Saat ini ada delapan atlet yang berpeluang besar dikirim ke Amerika Serikat, yaitu Sanggoe Darma Tanjung, Gregorius Aldwin, Pevi Per-
mana Putra, Ahlan Rachmat Karim, Fachrell Ardhaffa Putra, Mario Kevin Palandeng, Wanda Septiadi, dan Aldy Agustiano. Demi meraih target yang dicanangkan, yaitu tiga emas yang terbagi atas dua dari disiplin skateboard dan satu dari sepatu roda, pemusatan latihan di Amerika Serikat bakal berlangsung cukup lama yaitu sekitar 40 hari. Tim yang dipimpin sang manajer Velix Wanggai itu selama di Los Angeles sudah mempunyai program yang cukup padat agar target untuk meraih hasil maksimal bisa tercapai. Apalagi, Asian Games 2018 di Tanah Air. Ada pun lawan terberat diantaranya dari Jepang. Selain ke Amerika Serikat, tim skateboard Indonesia juga dijadwalkan menjalani pemusatan latihan dan uji coba di Eropa demi meningkatkan kemampuan dan mental atlet sebelum turun di kejuaraan resmi yang telah menjadi bidikan prestasi. (ant)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Umanis, 11 April 2018
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dicari Pramuniaga Pria/Wnt Max 30Th,Gj3-5Jt,Diutmkn Jujur,Rjn Pnmpln Menarik,Penempatan di Discovery Shopping Mall, Kuta Hub.Didik 081220595444
LOWONGAN 2 Krywti, 2 Checker Pria Mekar Abadi Bangunan,Jl ByPass No.777 Jimbaran(Selatan SPBU)
B.BP.001.04.18.0000492
B.BP.001.03.18.0001287
Dibutuhkan Sopir. Jl.Buluh Indah 74 Dps Hub.081803697442
Dicari Sopir.Jln Sekar Tunjung XIIB/123AA.Telpon:0361-467606
B.BP.001.04.18.0000509
B.BP.001.04.18.0000506
!Bersih Rmh Kost,Pria,Tggl Dlm Rajin,Jujur,Sopan/085238203818
Dicari:Therapist sebanyak2nya, P,Min SMU(2,5jt+16rb/jam instv, Cleaning Service, L/P (2,5jt + 500rb instv)Pengalaman Min 1th Lam ke Bodyworks Spa,Jl.Kayu Jati No.2 Petitenget Tlp735058
B.BP.001.04.18.0000293
*Job Australi Korea Jepang Hub. WA:081649477140/082231577240
B.BP.166.04.18.0000516
2Resv (F) u/di Gili Terawangan, 2 Cruises Director(M/F) English good looking.KrmCV ke info@gil igilifastboat.com/0361-763306
B.BP.001.03.18.0001114
Dicr krywn/ti Adm max. 25th jjr sopan.Lam lsg ke Pidada XII/1
B.BP.001.04.18.0000510
B.BP.154.04.18.0000470
Kerja Diluar Negeri, Semua Usia Pasutri 081375409869
Bthkn Karyawan/ti Bag.Produksi Accesoris.Jl Kertapura Jaya Gg Segina VIA/11.HP:08179729200
B.BP.004.04.18.0000411
La Monde Resto urgent need cook,cook helper, stewards, bartender, waitres. Send your CV direct to Jln Padma Utara 2 Legian (dpn Garden View Hotel)
B.BP.001.04.18.0000489
Cargo & Logistic Membutuhkan Customer Service,Document Exim D2/D3 English,Comp.Kirim CV ke:hrdsil2011@gmail.com
B.BP.154.04.18.0000467
B.BP.004.04.18.0000449
Cleaning Service Kantor,Seminggu 3 x 4jam Perhari 08123816794
B.BP.166.04.18.0000515
Dcr Cooks/CDP berpengalaman di Chara Restoran.Hub:08155716817
B.BP.004.04.18.0000456
Dcr PRT,Housekeeping, OB, Supir SMA, Tel .081237790635 B.BP.004.04.18.0000397
Dcr Sopir Matic, SIM A Umum, Srbtan,Max.40Th H:085100480049 B.BP.001.04.18.0000309
Dcr waiter/ss u/Bali Beach Shack Rest bw CV lgsng interview buka jm 3 sore Legian Kaja B.BP.154.04.18.0000469
Free
Dcr:Accounting Wnt,S1/SMA/SMK bs.Word/Excel & Internet. Jl. Intan LCII/II No.5 Gatsu Timur Dps Hub.081353788640
B.BP.001.04.18.0000496
Dibutuhkan Agent Asuransi Mobil.SMS:081230335971
B.BP.001.04.18.0000507
Dicari Pembantu & Tukang Kebun utk Villa Alamat:Jl.Kesambi Gg. Kesambi Indah No.22 Kerobokan Hub.081337542061/081381302935 B.BP.001.04.18.0000512
Dicari Akunting S1 Wanita 081353825166 / 085238505970 B.BP.001.04.18.0000440
Dicari FO,Bookeeper,Pglmn bisa English Kirim CV ke: admin@thepractice.com B.BP.001.04.18.0000457
Dicari Karyawan Tmt D3 Kimia, SMA,SMKTehnikMesin,SMP,Sopir Ditujukan PT .Tirta Bali Sejahtera Hub.0361415024/0817350565 B.BP.001.04.18.0000501
Pizza Hut Bali membutuhkan Karyawan/ti Berpenampilan Menarik Tinggi badan Pria Min.165CM,Wanita 155CM,Umur 18-22Thn.Gaji Minimal 2,3Jt,Catering, Jamsostek,Asuransi Kesehatan & Bonus Lamaran dibawa langsung ke Pizza Hut Terdekat. B.BP.001.04.18.0000182
Telemarketing,Tkg Las Listrik, Sales Marketing : 085103167222 B.BP.001.04.18.0000192
Yamaha Bisma Dicr:SMA/D1, Mekanik. Hub.T.Umar 142 Dnpsr B.BP.001.04.18.0000425
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Tnh Murah Kav/Global,Antasura Hub.085792285632/081236900179
DIJUAL MOBIL FORD
B.BP.001.04.18.0000490
Dijual Cepat Ford Special Kondisi Th 2012, Jok Kulit Full Audio.Hub.WA 0811380420
DISEWAKAN TANAH Over Kontrak Tanah Lokasi Tabanan Pinggir Jalan Sudah Lengkap Ijin Dan Perencanaan. Minat Hubungi: 08174732631
B.BP.004.04.18.0000166
SUZUKI
Dijual Suzuki Ertiga GX Mulus Pmkaian2014.H:08123627489(WA)
B.BP.001.04.18.0000486
DICARI TANAH
B.BP.001.04.18.0000503
ErtigaGXAT17SilverAsDK&Grand Avega AT15 Pth 08123806257/Krd
Dcr Tnh 2-3Are area Dps Gatsu Tmr,S.Tunjung Hub.08179666777
IgnisGX AT’17 Mrh Km8 Asbal New Serion15 AT Pth 08123806257Krd
Dicari!!! Tanah Strategis di Ubud utk Di-Develop/Dijual kembali.Budget Rp 10-20 Milyar Hubungi.Purnama:085881515449
B.BP.001.04.18.0000488
B.BP.001.04.18.0000426
B.BP.001.04.18.0000487
TOYOTA
Avanza G18 Dp24,5jt Kredit 5th Langsung A/N T.087762984309
B.BP.820.04.18.0000505
ARSITEKTUR
B.BP.159.04.18.0000497
Innova V AT Th’2011 Warna CoklatMetalik Hub.081936182412
Gbr.IMB,R.Tinggal,Vila,3D,Ruko Gbr.Rencana,dll. 081337230907
B.BP.154.04.18.0000511
B.BP.001.03.18.0000181
DICARI MOBIL
RUPA-RUPA
Cari Mobil Bekas Suzuki,Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349
B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.08123985172 / 412815
B.BP.164.04.18.0000514
B.BP.001.03.18.0001373
Guru Privat Matematika SD kls 4-6 Panggilan Hub:081805499258
DIJUAL RUMAH !!! Cash/Krd ,081558041018,Djl Rmh Mnmlis br Mrh diKt Gianyar B.BP.164.04.18.0000513
DIJUAL HOTEL Hotel Lt3 Jl. Melasti Legian Kuta H:085100888379/081999843755 B.BP.001.04.18.0000491
DIJUAL TANAH BUC Dijual Tanah 6A di Kampial NJOP 350Jt+Kita Jual 225Jt/Are Aspek Perum.Hub:08179793699 B.BP.001.04.18.0000498
RUPA - RUPA
n
Desig
Informasi pasang iklan Telepon
Dijual Tnh Kav Gerokgak Bllng DP 10% Bunga Krd 0,9% perbln Hub.081338183031/081805374433
B.BP.004.03.18.0001146
Jl Tnh 1,5are di Penatih 410jt /are, Free Design 087784791644 B.BP.001.04.18.0000472
Jl Tnh Kav 1-2Are Jl.Siulan Gg.Taman Sari, 082147449952 B.BP.001.04.18.0000508
B.BP.001.04.18.0000485
KEHILANGAN Hlg BPKB Mtr DK 2964 GD No.411 5842-O A.N. I Wayan Sukaada B.BP.167.04.18.0000504
Hlg BPKB No.F1672700-O DK 1232 FX An.I Nengah Danu B.BP.001.04.18.0000494
BIRO JASA
Tnh 1,4A Jl.Batuyang Btbln BUC Bs Krdt DP Ringan,081236861897
Bntu Lap Pajak SPT Tahunan PKP NPWPSIUPPasport081338344155
B.BP.001.04.18.0000500
B.BP.001.04.18.0000012
BANGLI
18
Rabu Umanis, 11 April 2018
Warga Kayuselem Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Gunakan Sumbangan Semen dari Karangasem Bangli (Bali Post) – Meski telah berulang kali diusulkan ke pemerintah, kerusakan jalan di wilayah Dusun Kayuselem, Desa Songan, Kintamani, tak kunjung mendapat perbaikan dari pemerintah. Agar jalan tersebut bisa tetap dilalui kendaraan, warga setempat terpaksa memperbaikinya secara swadaya dengan cara ditambal menggunakan semen. Perbaikan jalan rusak di Kayuselem, turut dibantu warga Karangasem berupa sumbangsih material, seperti semen. Kepala Dusun Kayuselem I Komang Catur Yasa, Selasa (10/4) kemarin, mengungkapkan kerusakan jalan di wilayah Dusun KayuselemDusun Buluh, Desa Songan sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Panjang jalan yang rusak mencapai 2,4 km. Jalan yang dulunya tertutup aspal kini sudah rusak parah hingga menyisakan batu geladak. Parahnya kondisi jalan menyebabkan warga kesulitan melintas. Warga Kayuselem selama ini rutin melakukan perbaikan secara swadaya dengan cara menambal jalan rusak menggunakan semen. Bahkan perbaikan dilakukan hampir setiap tahun. Terakhir kali, penambalan jalan dilakukan secara bergotong royong pada akhir pekan lalu. Mate-
rial yang digunakan untuk perbaikan jalan, kata Catur Yasa, merupakan sumbangan dari sejumlah warga Karangasem yang prihatin dengan kondisi jalan tersebut, terlebih jelang piodalan di Pura Kawitan Pasek Kayu Selem di Dusun Kayuselem. ‘’Bantuan material yang diberikan berupa semen 100 sak dan uang tunai. Bantuan itu diberikan beberapa donatur yang dikoordinir seorang anggota DPRD Karangasem. Selain itu, perbaikan jalan juga dibantu oleh panitia pembangunan Pura Kawitan Kayuselem Gowa Song,’’ ungkapnya. Catur Yasa menyampaikan, pejabat Pemkab Bangli dan anggota Dewan Bangli seharusnya malu lantaran yang peduli dengan kondisi jalan tersebut justru adalah anggota DPRD Karangasem. Pihaknya pun berharap Pemkab Bangli segera memperbaiki jalan tersebut. ‘’Setiap musim pilkada, jalan di tempat kami itu selalu dijanjikan mendapat prioritas. Harapan saya mewakili masyarakat, jangan janji saja. Kami harapkan perbaikan jalan yang telah dilakukan pemerintah dari wilayah Hulundanu benar-benar bisa segera diteruskan sampai ke Kayuselem,’’ katanya. (kmb40)
TIC Tak Kunjung Dioperasikan Bangli (Bali Post) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli telah merenovasi bangunan pesanggrahan di Pasar Singamandawa, Kintamani, untuk dijadikan Tourist Information Center (TIC). Namun, gedung yang menghabiskan anggaran Rp 600 juta lebih itu tak kunjung dioperasikan dan terkesan terbengkalai. Berdasarkan pantauan, Selasa (10/4) kemarin, ada dua bangunan yang berdiri di lokasi tersebut. Satu bangunan rencananya difungsikan sebagai TIC dan lainnya merupakan toilet. Tembok pagar yang sebelumnya roboh, sekarang sudah berdiri tegak. Hanya, batu padas pada tembok banyak yang lepas. Tak hanya itu, tembok yang diplester juga sudah mengalami retak-retak. Salah seorang pedagang di sekitar lokasi tersebut mengatakan, gedung ini sudah cukup lama selesai dikerjakan. ‘’Kalau tidak salah, akhir tahun 2017 pembangunan sudah selesai. Saya kurang tahu untuk dimanfaatkan apa bangunan ini. Kalau memang akan digunakan, supaya bisa cepat dioperasikan,’’ katanya. Sementara itu, Kabid Bina Objek Disparbud Bangli I Wayan Bona menjelaskan, pihaknya belum tahu pasti kapan bangunan TIC akan dioperasikan. ‘’Saya belum bisa memberikan keterangan secara pasti kapan bangunan itu akan dioperasikan karena itu masalah teknis. Coba tanyakan langsung ke Pak Kadis,’’ ujarnya singkat. Sayangnya, saat dihubungi beberapa kali, Kepala Disparbud Bangli I Wayan Adnyana tidak mengangkat handphone-nya. (kmb41)
Anggota Dewan Terima Tunjangan hingga Puluhan Juta Bangli (Bali Post) –
NGAN TUNJA N DEWA
Tunjangan Perumahan Anggota : Rp 22.000.000 Pimpinan : Rp 26.000.000 Ketua : Rp 0 (sudah mendapat rumah dinas) Tunjangan Komunikasi Intensi Anggota : Rp 6.300.000 Pimpinan : Rp 6.300.000 Tunjangan Transportasi Anggota : Rp 11 juta Pimpinan : Rp 0 (mendapat fasilitas mobil dinas) Tunjangan Satu Kali Reses Rp 10.500.000 * Tunjangan per orang per bulan, kecuali tunjangan reses.
Penghasilan yang diterima anggota DPRD Bangli mengalami peningkatan signifikan sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD. Meningkatnya penghasilan para anggota dewan disebabkan kenaikan serta penambahan sejumlah tunjangan baru yang nilainya hingga puluhan juta rupiah. Berdasarkan data yang dihimpun di kantor Sekretariat DPRD Bangli, Selasa (10/4) kemarin, selain menerima gaji, para anggota DPRD Bangli juga menerima sejumlah tunjangan. Sesuai PP No. 18 Tahun 2017, tunjangan yang diterima para wakil rakyat tersebut tiap bulannya berupa tunjangan perumahan, tunjangan komunikasi intensi (TKI), tunjangan transportasi dan tunjangan reses. Tunjangan perumahan nilainya per anggota dewan Rp 22 juta. Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya yang hanya Rp 15 juta. Sedangkan untuk pimpinan dewan kecuali Ketua DPRD, nilai tunjangan perumahannya Rp 26 juta atau naik dari sebelumnya yang hanya Rp 16 juta. Total tunjangan peruma-
han yang dianggarkan dalam setahun, yakni Rp 600 juta. Jumlah TKI yang diterima anggota maupun pimpinan dewan sama, masing-masing Rp 6,3 juta. Angka tersebut tidak mengalami peningkatan ataupun penurunan dari sebelum diberlakukannya PP 18/2017. Anggota dewan juga menerima tunjangan transportasi dengan besaran Rp 11 juta per orang. Pimpinan dewan tidak mendapatkan tunjangan ini lantaran sudah menerima fasilitas mobil dinas. Tunjangan lain yang didapat anggota dewan, yakni tunjangan reses dengan besaran Rp 10,5 juta per sekali reses. Dalam satu tahun, para anggota dewan bisa melakukan reses ke masyarakat hingga tiga kali. Untuk membiayai
reses dewan, dana APBD yang disedot dalam setahun mencapai Rp 945 juta. Sekretaris DPRD Bangli A.A. Panji Awatarayana mengatakan, berbagai tunjangan tersebut sudah mulai diterima para wakil rakyat Bangli sejak Oktober 2017 lalu. Khusus tunjangan perumahan, Ketua DPRD tidak bisa menerimanya karena sudah mendapatkan fasilitas rumah dinas. Mengenai dana perjalanan dinas DPRD Bangli yang dianggarkan tahun ini, Panji Awatarayana menyebutkan Rp 12,5 miliar. Anggaran tersebut menurun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 16,9 miliar. ‘’Perjalanan dinasnya berupa kunjungan kerja dan konsultasi,’’ jelasnya. (kmb40)
Pemkab Stop Penambangan Batu Padas di Tukad Sangsang
Bali Post/nan Bali Post/nan
Harga Daging Ayam Naik Bangli (Bali Post) Sejak beberapa hari belakangan, harga daging ayam di Pasar Kidul, Bangli, melambung. Kondisi itu dipicu minimnya pasokan daging lantaran banyak ayam milik peternak mati terserang penyakit. Pedagang daging ayam di Pasar Kidul, Ni Made Jelih, Selasa (10/4) kemarin, menyampaikan pasokan daging ayam menurun drastis sejak banyaknya ayam peternak yang mati. Akibat minim pasokan, harga daging ayam naik sampai 25 persen. ‘’Sebelumnya harga ayam Rp 30 per kg, sekarang naik jadi Rp 35-37 ribu,’’ ucapnya. Lantaran harga naik, jumlah pembeli menurun. Hal ini pun membuatnya kelimpungan. Dia berharap harga daging ayam secepatnya kembali normal. Sementara salah seorang pembeli, Ni Wayan Arya, mengungkapkan akibat harga daging ayam naik, dia terpaksa mengurangi jumlah pembelian. ‘’Kalau sebelumnya saya biasanya beli daging 1 kg, sekarang hanya membeli setengah saja karena harganya mahal,’’ ucapnya. (kmb41)
Bali Post/nan
Bangli (Bali Post) Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kabupaten Bangli, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Satpol PP Provinsi Bali, PPNS dan Trantib menggelar sidak untuk menghentikan aktivitas penambangan batu padas di Tukad Sangsang, Banjar Buungan, Desa Tiga, Susut, Selasa (10/4) kemarin. Dalam sidak tersebut, petugas tidak menemukan pekerja di lokasi penambangan. Meski demikian, petugas tetap mengamankan barang bukti berupa alat pemotong. Tim gabungan yang dipandu Asisten I Setda Bangli I Nyoman Puja turun ke lokasi penambangan sekitar pukul 09.00 Wita. Di lokasi, petugas mengecek jumlah titik penambangan batu padas. Petugas tidak menemukan satupun pekerja. Mereka hanya menemukan satu alat pemotong dan batu padas yang berjejer rapi dan sudah siap jual. Agar pekerja tidak bisa melakukan aktivitas, petugas Satpol PP Bangli mengamankan mesin pemotong yang dipakai untuk memotong batu. Sekretaris DLH Bangli I.B. Oka Sobia mengatakan, kapasitas pihaknya hanya melakukan pencegahan penambangan liar. Sebab aktivitas seperti ini dapat merusak lingkungan. Mengacu aturan berlaku, aktivitas pertambangan tidak diperbolehkan dilakukan di daerah aliran sungai (DAS). Dia menjelaskan, pada April 2016, sempat dilakukan penertiban aktivitas penambangan batu padas di sebelah utara. Upaya itu menindaklanjuti adanya keluhan dari masyarakat karena akibat penambangan itu, kincir air milik warga terganggu. Permasalahan tersebut sudah diselesaikan di tingkat kecamatan. Pada saat itu, pemilik
galian C berjanji tidak akan melakukan penambangan di lokasi tersebut. Namun sekarang, lokasi penambangan justru mengarah ke selatan. ‘’Tapi bekas penambangan di sebelah utara memang sudah ditanami bambu dan tidak ada aktivitas penambangan lagi. Pada Januari 2017 lalu kami sempat melakukan pengecekan, tapi belum ada areal penambangan yang baru ini. Tapi tahu-tahu sekarang muncul lagi areal titik lokasi penambangan yang baru,’’ paparnya. Kepala DPMPTSP Bangli Made Alit Parwata mengungkapkan, pihaknya tidak memiliki kewenangan terhadap izin
pertambangan lantaran hal itu ranah Pemprov. Namun, jika pemilik mengklaim sudah mengantongi izin, pihaknya ingin mengecek seperti apa izinnya dan dari mana izin itu diperoleh. ‘’Kalau memang penambangan ini sudah mengantongi izin, biasanya ada tembusan dari provinsi ke kabupaten. Begitu juga dengan pekerja. Kalau sudah memiliki izin, kenapa para pekerja tidak ada di lokasi ketika ada sidak,’’ tegas Parwata. Sementara itu, Sekretaris Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli I Dewa Agung Suryadarma menjelaskan, untuk memastikan apakah pemilik penamban-
Bali Post/nan
gan batu padas ini benar mengantongi izin, pihaknya bersama tim dari provinsi sejatinya sudah mendatangi rumah pemiliknya di Dusun Kayang, Kayubihi. Akan tetapi, petugas tidak menemukan yang bersangkutan karena kondisi rumah sedang kosong. Pihaknya pun akan me-
manggil pemilik usaha penambangan batu padas tersebut. ‘’Untuk pemanggilan nanti, tetap akan dilakukan oleh Satpol PP Provinsi. Dan kami di daerah hanya memback-up. PPNS yang akan memprosesnya di provinsi jika memang pemilik tidak bisa menunjukkan izin,’’ tegas Suryadarma. (kmb41)
19
Rabu Umanis, 11 April 2018
Korban Tewas 45 Orang
Bandung KLB Miras Oplosan
Bandung (Bali Post) – Korban tewas miras oplosan di Kabupaten Bandung sudah mencapai 45 orang. Karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terkait miras oplosan. ‘’Statusnya KLB terkait kasus miras oplosan di Kabupaten Bandung tersebut sudah disetujui Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan diminta untuk siaga menangani korban,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Ahmad Kustiaji, Selasa (10/4) kemarin. Berdasarkan data dari Humas RSUD Cicalengka, rumah sakit ini menerima kunjungan 103 pasien keracunan alkohol dari tanggal 6-10 April 2018. Sementara itu, Kepolisian Daerah Jawa Barat merilis korban tewas setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan mencapai 45 orang dalam beberapa hari terakhir. Kadis Kesehatan mengatakan korban tewas diduga akibat keracunan alkohol tersebut sempat mendapatkan perawatan medis di tiga rumah sakit yakni RSUD Cicalengka, RS AMC Cileunyi dan RSUD Majalaya. Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang biasa disapa Aher menyatakan prihatin terhadap kasus minuman keras oplosan yang merenggut 23 orang dari 58 pasien yang dirawat di dua rumah sakit di Cicalengka, Kabupaten Bandung. ‘’Yang pertama kita sangat prihatin dengan kejadian tersebut, kita berharap ke depan tidak ada kejadian seperti itu lagi. Yang kedua kita mengajak semua pihak untuk peduli terhadap urusan seperti ini, kepada kepolisian dan pihak terkait mari kita petakan kecenderungan kejadian seperti ini terjadi,’’ kata Aher di Bandung, Selasa kemarin. Ia merasa heran karena kasus miras oplosan menelan korban jiwa biasanya sering ditemui di kawasan utara Jawa Barat, tetapi sekarang
malah terjadi di bagian selatan Jawa Barat di Sumedang, Garut dan kini Kabupaten Bandung. ‘’Ini seperti merunut ya… kejadiannya, tentu ini ke depan harus segera dicegah. Yang sudah ada dilokalisir, yang belum ada kasus harus dicegah dan mari kita jaga bersama-sama. Kita ingin semua lembaga terlibat, keluarga juga harus menjadi garda terdepan dalam menjaga, mendidik dan merawat anak-anaknya,’’ kata Aher seraya mengajak sekolah-sekolah di Jawa Barat menyosialisasikan bahaya miras oplosan. Korban tewas miras oplosan juga terjadi di Jakarta. Kadivhumas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto mengatakan hingga saat ini tercatat 82 orang tewas akibat menenggak minuman keras oplosan di beberapa wilayah di Jakarta dan Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, kata Irjen Setyo di Jakarta, Selasa kemarin, di Jabar yakni di Kabupaten Bandung dan Sukabumi tercatat 51 orang meninggal dunia. ‘’Masih ada 82 orang lainnya yang dirawat,’’ katanya. Sementara di Jakarta ada 31 orang tewas. ‘’Kami ingatkan masyarakat, ini seperti peringatan. Kita harus sadar bahwa konsumsi minuman beralkohol tidak boleh sembarangan. Kalau tidak jelas produsen dan kandungannya, sangat berbahaya bila dikonsumsi,’’ katanya. Sejauh ini polisi menangkap dua orang penjual minuman keras oplosan di Jabar. ‘’Kami telusuri latar belakang dan motif penjual,’’ katanya. Tim gabungan yang terdiri dari penyidik Bareskrim, Polda Metro Jaya dan Polda Jabar dikerahkan untuk mengusut kasus ini. Mereka juga bekerja sama dengan BPOM dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk memeriksa kandungan dalam miras oplosan itu. Miras oplosan yang dikonsumsi para korban diketahui dikemas dalam plastik maupun botol.(ant)
WARUNG GLOBAL
Jangan Sampai Bagi-bagi Proyek
Pembangunan fisik Pasar Badung tahap I sudah rampung per 20 Desember 2017. Kini, Pemkot Denpasar berencana untuk melanjutkan pembangunan pasar tradisional terbesar di Bali itu. Namun, pengerjaan fisik bangunan tahap II tersebut masih terkendala dengan proses hibah yang masih berlangsung. Kawan Global berpendapat agar birokrasi bisa dipersingkat jalurnya. Ada juga Kawan Global yang merasakan adanya ‘’bagi-bagi proyek’’. Demikian beberapa opini dan kekhawatiran yang mencuat dalam acara Warung Global, Selasa (10/4) kemarin, yang disiarkan Radio Global 96,5 FM. Febri di Denpasar berharap agar prosedur bisa dilalui dengan baik dan dipercepat. Selama ini para pedagang yang dipindahkan berefek macet, jualan sepi. Ketut Teken di Denpasar setuju dengan Febri. Katanya Pasar Badung harus dipercepat penyelesaiannya. Karena posisinya sangat strategis. Ia pun menyitir kembali pernyataan Presiden Jokowi. Beberapa waktu lalu Presiden Jokowi menyatakan bahwa proses birokrasi dipraktiskan, disederhanakan, satu pintu mestinya semoga tak terjadi kesan bagi-bagi proyek. Arya di Denpasar dan Werdha juga menyoroti pengerjaan Pasar Badung. Ia pun meminta dipercepat sehingga tak terkesan bagi-bagi proyek. Melalui akun Facebook, Rahponk menyampaikan pendapat kalau persoalan seperti ini siapa yang akan memperjuangkan ke pusat?
Fera, selaku pedagang di Pasar Tabanan, sangat berharap hibah ini segera diproses sehingga pengerjaaan proyek Pasar Badung bisa segera dikerjakan dan pedagang bisa kembali mencari nafkah di Pasar Badung. Angga di Denpasar beropini bahwa jika ada dana yang cukup besar, bisa dikerjakan berkelanjutan meskipun dibagi beberapa tahap biasanya tiga tahap pengerjaan. Jika dananya patungan di pusat dan daerah, mungkin masih menunggu persetujuan. Justru ia malah berpikir bahwa hibah masih dalam proses, apakah ini ada hubungannya dengan pilkada serentak, dengan memperhatikan imbauan soal moratorium pencairan dana hibah/bansos, jadi kena imbasnya. Sebagai masyarakat, Nyoman Mastra di Gianyar berharap agar semua pihak bersabar, namanya juga hibah, dibantu, ya… harap bersabar menunggu. (sikha)
Tahun 2000 Dari Hal. 1
Wanita ini mulai mengirim sayuran ke Bali sejak tahun 2000. Kala itu, katanya, hanya beberapa orang yang membuka pengiriman sayur ke Bali. Namun, setelah melihat pasar yang bagus, banyak yang melirik usaha ini. Kini, total ada sekitar 30 pedagang yang menekuni usaha tersebut. Rata-rata memiliki satu armada. Bahkan, ada yang dua armada. Muatan sayuran yang dikirim minimal 3 ton. Jika kurang, untung yang didapat sangat minim. Sebab, biaya transportasi dan tenaga pengiriman juga tak murah. ‘’Setiap hari, kita mengeluarkan biaya pengiriman minimal Rp 2 juta. Jadi lumayan besar,’’ jelasnya. Karena itu, kata Titis, pihaknya harus pintar membaca pasar. Sebab, persaingan usaha sayuran ini sangat ketat. Menurutnya, pasar sayuran ke Bali tidak bisa diprediksi. Terkadang bagus, terkadang juga menurun. Namun, pihaknya setiap hari selalu rajin mengirim sayuran ke Bali. Pasokan sayuran di Banyuwangi juga melimpah. Agar tak kehabisan pasokan, pihaknya bermitra dengan petani. Mereka diberikan bantuan bibit hingga modal. Nantinya, setelah panen, sayuran akan disetorkan ke pedagang. Selain dari Banyuwangi, pengepul kerap mendatang-
kan sayuran dari Jember dan Bondowoso. Ini ketika pasokan sayuran di Banyuwangi menipis, akibat petani gagal atau telat panen. Dijelaskan, pedagang sayuran ke Bali mulai bertambah di atas tahun 2010. Dari sekitar 10 orang, bertambah menjadi 30 orang. Dari usaha ini, Titis bisa mempekerjakan 15 orang setiap harinya. Tugasnya, mulai mengikat sayuran hingga pengiriman ke Bali. Selama ini, katanya, pasokan sayuran di Banyuwangi tidak pernah telat. Termasuk, permintaan dari Bali. Hanya, harganya naik-turun, mengikuti pasar. Apalagi, katanya, sayuran hasil petani lokal juga beredar di Bali. ‘’Kalau sudah ada sayuran lokal, harga pasti menurun. Jadi, kita harus pintar membaca situasi,’’ ujarnya. Selain sayuran, aneka buah juga menjadi komoditi andalan Banyuwangi ke Bali. Seperti jeruk dan buah naga. Berbeda dengan pedagang sayuran, pedagang buah tak setiap hari mengirim ke Bali. Biasanya, tergantung pesanan, seminggu sekali. ‘’Kalau ramai, seminggu dua kali. Pakai pick up,’’ kata Hamdan, pedagang jeruk di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Buah jeruk ini, katanya, dikirim ke sejumlah pasar di Bali. Mulai Tabanan, Badung dan Denpasar. Sekali pengiriman hanya 2,5 ton. Jumlah pedagang jeruk ke Bali tak
sebanyak pedagang sayuran. Hanya belasan orang. Berjualan jeruk ke Bali, katanya, saingan terberatnya jeruk Kintamani dan Sulawesi. Jika Kintamani panen raya jeruk, harga jeruk pasti anjlok. Jadi, kita tak kirim ke Bali,’’ ujarnya. Buah naga juga menjadi komoditi andalan dikirim ke Bali. Jika musim panen raya, satu pedagang bisa mengirim hingga 10 ton ke Bali. Musim panen raya biasanya Januari-Mei. Jika di luar musim, pengiriman hanya 2-4 kuintal per hari, lantaran stok buah naga menipis. Pihaknya bekerja sama dengan 15 pengepul. Di Bali, katanya, sudah ada gudang penampungan. ‘’Kalau harga naik-turun. Seperti sekarang mulai naik Rp 9.000 per kilogram,’’ kata Purwoto, pedagang buah naga di Bangorejo, Banyuwangi. Para petani kini banyak menggunakan teknologi lampu agar buah naga bisa panen di luar musim. Selain buah naga, komoditi lain yang juga banyak dikirim ke Bali adalah janur. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan, rata-rata pengiriman janur Banyuwangi ke Bali sekitar 30 pick up. Karena itu, pihaknya menerapkan Perda Perlindungan Tanaman Kelapa untuk mengendalikan pencurian janur yang memprihatinkan. (udi)
Cabut BAP, Djamal Aziz Bantah Tekan Miryam
Jakarta (Bali Post) – Mantan Ketua Kelompok Fraksi di Komisi II DPR-RI dari Fraksi Partai Hanura Djamal Aziz membantah telah menekan Miryam S Haryani agar mencabut keterangannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP) terkait perkara KTP-elektronik. ‘’Di mana saya mengancam, kapasitas saya apa? Saya itu tidak ada korelasinya sama mereka. Korelasinya tidak ada, relevansinya juga tidak ada sama mereka,’’ kata Djamal di gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/4) kemarin. Sebelumnya, dalam surat tuntutan Setya Novanto yang dibacakan 29 Maret 2018 disebutkan bahwa pada awal tahun 2017 berbarengan dengan akan dibacakannya surat dakwaan Irman dan
Sugiharto, Novanto bersama-sama Djamal Aziz, Chaeruman Harahap, Markus Nari, dan Akbar Faisal melakukan penekanan kepada Miryam S Haryani agar mencabut keterangannya dalam BAP. Novanto menjamin Miryam S Haryani tidak akan menjadi tersangka di KPK. Atas penekanan tersebut pada persidangan 23 Maret 2017 Miryam S Haryani benar-benar mencabut seluruh BAP-nya seperti arahan Novanto. Djamal pun menyatakan bahwa dirinya tidak terlibat dalam pembahasan proyek pengadaan e-KTP. ‘’Saya itu 2010 sudah tidak di Komisi II padahal e-KTP itu tertera 2011-2013. Saya itu tidak tahu yang namanya e-KTP,’’ ucap Djamal yang saat ini politisi dari Partai
Program Kerja Dari Hal. 1
Bertempat di Balai Banjar Pekandelan Klod, Kota Semarapura, Selasa (10/4) kemarin, warga secara antusias mendengarkan pemaparan visi-misi serta program kerja pasangan calon BAGIA dan Koster-Ace. Dalam tatap muka BAGIA dan Koster-Ace dengan masyarakat setempat itu, dihadiri pula Sekretaris Tim Pemenangan Koster-Ace IGN Alit Kusuma Kelakan, pengurus DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Sutena, pengurus partai pengusung serta sejumlah tokoh masyarakat. Koster memastikan akan memberi perhatian serius dalam percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Klungkung. ‘’Karena kemampuan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Klungkung sangat kecil, akan sulit melakukan percepatan pembangunan. Tapi lewat satu jalur akan saya carikan bantuan anggaran dari APBN dan APBD Provinsi,’’ terang Koster yang telah tiga periode duduk sebagai anggota Badan Anggaran DPR-RI. Bantuan anggaran tersebut, menurutnya, nantinya akan digunakan untuk membangun fasilitas rumah sakit daerah yang lebih baik, penunjang fasilitas sekolah, wantilan banjar serta desa juga kebutuhan fasilitas umum lainnya. Selain itu, ia juga akan mengangkat produk khas lokal Klungkung agar memiliki pasar yang lebih luas lagi. ‘’Kualitas kain endek Klungkung sangat bagus. Nanti saya akan wajibkan tiap sekolah untuk memakai kain endek, termasuk pegawai pemerintahan. Demikian juga produk khas unggulan kabupaten lain di Bali akan saya begitukan,’’ sebutnya. Hal itu untuk menggairahkan bidang ekonomi kerakyatan yang telah terbukti mampu menyerap jumlah tenaga kerja yang cukup besar. ‘’Pemerintah harus berpihak kepada ekonomi kerakyatan. Karena kalau dikelola dengan baik akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan itu sudah menjadi tugas pemerintah. Astungkara terpilih pada tanggal 27 Juni 2018 nanti, tiang akan laksanakan itu,’’ tegasnya. Terkait pelayanan publik, ia juga akan melakukan berbagai terobosan guna meningkatkan mutu pelayanan publik. ‘’Masyarakat jangan dipersulit, justru harus dipermudah. Pelayanan publik harus dibuat efisien dan efektif biar masyarakat puas, sehinga makin meningkatkan nilai kepercayaan kepada pemerintah,’’ ungkapnya. Usai pemaparan visi-misi serta program kerja BAGIA dan Koster-Ace, ratusan warga bersama para tokoh masyarakat menyatakan kebulatan tekad mendukung, memilih juga memenangkan pasangan calon ‘’satu jalur’’ di Kabupaten Klungkung pada pilkada serentak 2018 nanti. Di bagian lain, Koster-Ace dan BAGIA juga menerima kebulatan tekad dari warga Banjar Adat Bendul, Kelurahan Semarapura Tengah, Kecamatan Klungkung. Koster kembali menekankan pentingnya satu jalur untuk mempercepat pembangunan Klungkung. ‘’Kalaupun ada bantuan alokasi anggaran dari pemprov dan pemerintah pusat, anggaran yang diterima masih pas-pasan. Nanti kalau melalui satu jalur, astungkara tiang yang jadi gubernur dan BAGIA yang jadi bupati-wakil bupati Klungkung, maka nanti kekurangan segala anggaran pembangunan di Klungkung akan dibantu dari APBD Provinsi. Bahkan tiang sendiri yang akan bantu carikan anggaran dari pusat,’’ terangnya. Berbagai program untuk menjadikan Klungkung sebagai ikon seni budaya di Bali akan dilakukan melalui pembenahan puri, menggairahkan kerajinan masyarakat berbasis budaya melalui penyiapan jaringan pemasaran produk dengan memanfaatkan teknologi penunjang. ‘’Sampun satu jalur, tiang prioritaskan Klungkung,’’ tegasnya. Selain itu, Koster tak hanya akan membantu melakukan percepatan di Klungkung, tetapi juga pemerataan pembangunan yakni antara wilayah Klungkung daratan dengan Nusa Penida dan sekitarnya dengan perbaikan sejumlah kualitas dermaga pintu masuk Nusa Penida. Mulai dari dermaga Sanur, Padangbai, Pesinggahan juga Nusa Penida. ‘’Astungkara tiang akan tuntaskan semuanya dalam lima tahun pemerintahan, termasuk infrastruktur penunjangnya,’’ katanya. (kmb)
Belum Rampung Dari Hal. 1
Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bali Ida Bagus Made Parwata mengakui bila perda insentif belum bisa diberlakukan lantaran belum rampungnya peraturan gubernur untuk menjabarkan isi perda. Draf pergub sebetulnya sudah diserahkan kepada Biro Hukum, namun masih dilakukan pembahasan sehingga belum mendapat tanda tangan gubernur. ‘’Perlu ada pembahasan, tidak bisa langsung terbit biar pergub betul-betul bisa mengimplementasikan perda itu sendiri,’’ ujarnya. Sementara itu, Perda Insentif telah ditetapkan sejak 2016 namun belum ada implementasinya sampai saat ini. Padahal, perda tersebut dibuat untuk menggerakkan perekonomian daerah. (kmb32)
Gerindra tersebut. Dalam dakwaan penuntut umum KPK dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, nama Djamal Aziz juga disebut menerima 37 ribu dolar AS terkait proyek e-KTP senilai Rp 5,95 triliun tersebut. Sementara dalam tuntutan Irman dan Sugiharto, Djamal Aziz juga kembali disebut menerima 1.500 dolar AS. Sementara itu terkait kedatangannya di gedung KPK kali ini, Djamal ingin meminta penjadwalan ulang pemeriksaan terhadap dirinya yang sedianya pada Jumat (13/4) menjadi Senin (16/4). Djamal mengaku akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. (ant)
Bisnis Pisang Dari Hal. 1
Wanita ini menekuni bisnis pisang ke Bali sejak 12 tahun silam. Kebetulan, di desanya tak sulit mendapatkan pasokan pisang. Dari petani dan kawasan perkebunan. ‘’Kita bisa kirim seminggu dua kali, pakai pick-up dan truk. Tergantung, pasokan pisangnya,’’ jelasnya. Menurutnya, pisang di Songgon bisa panen sepanjang tahun. Namun, tak banyak yang mau menekuni budi daya pisang ini, sehingga pasokannya cenderung menurun. Pisang Ambon dan pisang raja yang paling mahal. Satu tandan bisa tembus Rp 70.000 hingga Rp 120.000. Saat mendekati hari raya di Bali, katanya, permintaan pisang cenderung meningkat. Sayangnya, katanya, akhirakhir ini pasokan pisang agak berkurang, sehingga harganya cenderung naik. Dari Rp 60.000 naik menjadi Rp 70.000 per tandan. Padahal, permintaan pisang tak pernah sepi ke Bali. Untuk pasokan pisang, pihaknya bekerja sama dengan para pedagang. Total 10 orang. Mereka berkeliling berburu pisang ke petani dan perkebunan. ‘’Kalau tidak ada pisang, kita tak bisa kirim,’’ jelasnya. Kini, kata Winarni, banyak pedagang pisang dari Bali berburu langsung ke Songgon. Biasanya, saat mendekati Galungan. Pedagang dari Bali ini
datang membawa pick-up, lalu berburu langsung ke petani. Banyaknya pedagang pisang dari Bali ini, katanya, lantaran permintaan pisang di Bali tak pernah surut. Di desanya, kata Winarni, hanya tiga orang pengepul pisang yang mengirim ke Bali. Sisanya pedagang kecil. Selain Songgon, katanya, ada beberapa daerah di Banyuwangi sebagai penghasil pisang. Seperti di Licin dan Kalibaru. Namun, kualitas pisangnya jauh dari Songgon. ‘’Pisang Songgon itu lebih tebal dan berisi,’’ jelasnya. Saingan terberat bisnis pisang ini adalah pedagang Lumajang dan Lombok. Namun, pihaknya tak risau. Sebab, pisang Songgon memiliki kualitas beda. Dari usaha ini, omzet yang didapat lumayan besar. Satu kali pengiriman bisa sekitar Rp 35 juta. Pengiriman pisang ke Bali ini paling ramai tahun 2005. Namun, setelah itu mulai merosot. Sebab, pasokan pisang juga tak bisa diandalkan. ‘’Pisang Songgon ini tumbuh alami, di pekarangan warga dan perkebunan. Jadi, belum ada yang sengaja membudidayakan pisang,’’ ujarnya. Selain ke Bali, pihaknya juga melayani pasar lokal. Namun, pesanannya tak sebanyak ke Bali. Menurut Winarni, Bali tetap menjadi pasar potensial bagi bisnis pisang. Sebab, kebutuhan buah ini selalu mengalir. (udi)
Mohon Bantuan Dari Hal. 1
Demer mengungkapkan, pascaterbakarnya Pasar Badung, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara langsung membuat permohonan bantuan kepada pemerintah pusat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Denpasar. Sebagai bagian tindak lanjut permohonan tersebut adalah kunjungan anggota DPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bali Nyoman Dhamantra dan I Gede Sumarjaya Linggih beserta semua anggota Komisi VI DPR-RI datang meninjau Pasar Badung. ‘’Karena urusan bantuan pasar memang wewenang Komisi VI DPR-RI. Akhirnya disepakati turun bantuan dana sebesar Rp 75 miliar yang turun melalui Kementerian Perdagangan. Ini angka bantuan dana terbesar di Indonesia di tahun 2017,’’ terang Demer. Dalam waktu yang tidak lama, hadir ke Kota Denpasar Dirjen Perdagangan Kementerian Perdagangan RI yang diterima oleh Wakil Wali Kota Jaya Negara. Selanjutnya pada Jumat, 6 Oktober
2017 Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita datang langsung ke Denpasar untuk mengontrol pembangunan tersebut. Kedatangan Mendag di Denpasar diterima Wali Kota Rai Mantra didampingi Kepala Dinas Perindag Kota Denpasar beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Demer menegaskan, proyek tahap I dengan dana tersebut sudah selesai pada bulan Desember 2017 dikerjakan oleh PT Nindya Karya. ‘’Tahap II akan dilanjutkan di tahun 2018 ini dengan memakai APBD Denpasar. Semoga masyarakat tidak bingung jika ada pihak-pihak yang melakukan klaim ngawur atas pendanaan Pasar Badung,’’ tegas Demer. Sebagaimana telah diberitakan, seorang tokoh politik telah melakukan klaim atas perjuangan mendapatkan dana sebesar Rp 75 miliar untuk perbaikan Pasar Badung yang terbakar awal 2016 lalu. Klaim tersebut ditengarai untuk meningkatkan popularitas yang bersangkutan di mata masyarakat. Atas klaim tersebut sejumlah pihak menyatakan bahwa hal itu tidak berdasar dan cenderung merupakan pembohongan publik. (kmb)
Kediaman Anaknya Dari Hal. 1
Ia mengaku tidak tahu adanya informasi operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Bahkan melalui informasi dari ajudan, Harry mendapat kabar bahwa saat ini Abubakar ada
di kediaman anaknya. Namun, Hari tidak mengetahui lokasi persis kediaman anak Abubakar. ‘’Saya gak tahu dari mana (kabar OTT), yang jelas informasi dari ajudan, bupati ada rumah anaknya. Saya gak tahu di mana,’’ katanya. (ant)
Rabu, 11 April 2018 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana
Pitra Yadnya & Atma Wedana (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Sundara Kanda (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:05 Wita Lila Cita Sanggar Kerta Jaya
10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Pitra Yadnya & Atma Wedana (5) 12:30 Wita Berita Siang
13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Healthy Life 15:00 Wita Agrobisnis Berbagai Potensi Pertanian Bali
15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Dialog Interaktif Ambarasram 17:00 Wita Dialog Interaktif Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya
18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Interaktif Dedy Susanto 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama
21:30 Wita Mahadewi 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Carangsari (2) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Solusi Alternatif Marion Sam
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
Rabu Umanis, 11 April 2018
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418
Pertemuan Wan Ifra
Promosi Efektif untuk Pariwisata Denpasar (Bali Post) Bali kembali menjadi tuan rumah pertemuan World Association Newspapers and News Publishers (Wan Infra). Acara yang akan digelar akhir April ini diyakini membawa dampak positif bagi pariwisata Bali. Karenanya event tersebut akan menjadi ajang yang efektif untuk mempromosikan pariwisata Bali.
Wakil Ketua Umum I DPP Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA. mengatakan, melalui event besar ini secara otomatis akan dapat mempromosikan Bali. Karena calon wisatawan yang notabene kalangan wartawan dan pengusaha pers, dapat merasakan langsung pen-
galaman berwisata ke Bali. Setelah itu, peserta akan menceritakan atau menuliskan pengalamannya. ‘’Mereka merasakan secara langsung, tidak lagi mendengarkan cerita sehingga lebih pasti infonya,’’ ujarnya, Selasa (10/4) kemarin. Dari pengalaman event yang diselenggarakan di Bali seperti APEC, BBTF, Karangasem Travel
Mart termasuk Wan Ifra yang akan datang, memiliki dampak kunjungan wisatawan. ‘’Namun kegiatan apa pun yang diadakan di Bali tentu akan berdampak pada pariwisata. Sekarang tinggal kita yang ada di Bali, sejauh mana memanfaatkannya, sehingga benar-benar berdampak pada kemajuan pariwisata Bali secara keseluruhan,’’ tegasnya. (kmb42)
JK Ajak Negara-negara Afrika Bentuk Kekuatan Ekonomi
Badung (Bali Post) -
Indonesia dan negara-negara di Afrika telah menjalin persahabatan sejak lama. Sebagai sesama negara berkembang, kerja sama ekonomi di antara Indonesia dan negara-negara Afrika dapat membentuk kekuatan ekonomi baru dunia. Demikian disampaikan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) saat membuka Indonesia-Africa Forum 2018 di BNDCC, Nusa Dua, Selasa (10/4) kemarin. Indonesia-Africa Forum digelar hingga Rabu (10/4) ini. Dalam sambutanya, JK mengatakan persahabatan antara Indonesia-Afrika yang dibentuk sejak 1955 harus dikuatkan kembali. Yakni dengan membangun kemitraan baru untuk menghadapi tantangan saat ini. ‘’Hari ini kita harus bekerja sama untuk memperkuat ekonomi antara Indonesia dan Afrika,’’ ujarnya. Seperti halnya Afrika, Indonesia saat ini juga tengah gencar membangun infrastruktur agar pertumbuhan ekonomi dirasakan oleh seluruh rakyat. ‘’Apabila Indonesia dan Afrika berhasil dalam memajukan kerja sama, maka kita dapat menyampaikan kepada dunia khususnya negara-negara berkembang, bahwa kerja sama di antara negara-negara berkembang bisa dilakukan dan menghasilkan kekuatan ekonomi,’’ tandasnya. Menurut JK, Afrika seperti
negara fiktif Wakanda di film ‘’Black Panther’’ yang memiliki potensi, namun tidak diketahui dunia luar. Kerja sama dengan Afrika saat ini bahkan menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Mengingat, Afrika merupakan benua dengan pertumbuhan ekonomi tercepat kedua di dunia. Afrika menyimpan potensi besar, termasuk dalam hal sumber daya alam. Sementara Indonesia saat ini menjadi kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Indonesia juga merupakan anggota G-20, dan negara berpenduduk terbesar keempat di dunia. ‘’Dalam dua hari ini, saya harap Indonesia dan Afrika dapat memetakan kerja sama ekonomi di masa depan,’’ jelasnya. JK menambahkan, nilai perdagangan antara Indonesia dan Afrika memang masih terhitung kecil. Namun menun-
jukkan tren pertumbuhan yang positif dan signifikan. Belum lagi dengan adanya dukungan 400 juta kelas menengah di Indonesia dan Afrika serta jumlah penduduk usia produktif. Hal ini menumbuhkan optimisme akan masa depan ekonomi yang sangat cerah di Indonesia dan Afrika. ‘’Dari sisi Indonesia, komitmen kami tidak perlu dipertanyakan lagi,’’ imbuhnya. Capaian perdagangan di 2017, lanjut JK, sebesar 8 miliar dolar AS atau naik sekitar 15 persen dibanding tahun 2016. Nilai perdagangan dengan sejumlah negara tercatat naik, dari rata-rata 100 persen sampai di atas 200 persen. Antara lain dengan Liberia, Komoro, Gabon, Togo, Burundi, dan Tanjung Verde. Indonesia memerlukan kapas, minyak mentah, dan kakao dari Afrika. ‘’Sedangkan Afrika
memerlukan minyak sawit, kendaraan bermotor dan yang populer, mi instan dari Indonesia,’’ katanya. JK melanjutkan, lebih dari 30 perusahaan Indonesia juga telah beroperasi di Afrika. Di antaranya perusahaan farmasi, tekstil, dan energi. Sementara nilai investasi Afrika di Indonesia sudah mencapai sekitar 1,28 miliar dolar AS. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, IAF yang digelar pertama kali ini merupakan bentuk komitmen Indonesia yang cinta Afrika. Indonesia ingin menjadi bagian pembangunan di Afrika, dan Indonesia juga ingin Afrika menjadi bagian pembangunan di Indonesia. ‘’Kami telah mempelajari visi Afrika 2063 dan sudah memonitor progres Perdagangan Bebas di Benua Afrika,’’ ujarnya. IAF dihadiri sekitar 550 delegasi yang terdiri dari pemerintah, pelaku bisnis, dan sektor swasta di Indonesia dan Afrika. Ada pula 10 penandatanganan kerja sama bisnis dengan total nilai kesepakatan Rp 586,56 juta dolar AS. (kmb32)
Bali Post/edi
TINJAU - Wapres Jusuf Kalla meninjau lokasi pameran dalam IAF 2018, yang salah satunya diikuti oleh GMF.
GMF di Ajang IAF 2018
Tanda Tangani Kerja Sama dengan Max Air dan Ethiopian Air
AJANG Indonesia Africa Forum (IAF) 2018 di BNDCC, Nusa Dua, 10-11 April 2018 juga mengikutkan partisipasi PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk. Partisipasi GMF menjadi langkah untuk melakukan penetrasi pasar pada forum diplomasi negara-negara antara dua benua tersebut. Terlebih, GMF merupakan pemain kunci MRO dalam negeri yang menjadi industri strategis. Pada pembukaan IAF 2018, Selasa (10/4) kemarin, Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama perawatan pesawat dari Nigeria,
Max Air serta maskapai pelat merah asal Ethiopia, Ethiopian Air. Max Air yang diwakili oleh Abu Bakar Dahiru Mangal selaku Assistat Director of Finance Max Airline berkomitmen menyerahkan perawatan pesawat jumbo jet-nya kepada GMF. Sementara Ethiopian Airline yang diwakili oleh Zebiba Miftah selaku General Manager Ethiopian Air akan melakukan pekerjaan Line Maintenance-nya. Adapun potensi nilai bisnis yang diraih dari kerja sama ini senilai kurang lebih USD 3,17 juta
atau Rp 42,7 miliar. Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di hadapan kurang lebih 550 peserta yang terdiri dari 53 negara di Afrika dan delegasi Indonesia. ‘’Kepercayaan maskapai Afrika ini sangat baik bagi GMF untuk menambah portofolio GMF di kawasan Afrika. Apalagi, Ethiopian Air yang mempercayakan perawatan line maintenancenya ke GMF ini akan segera membuka rute penerbangan langsung ke Jakarta. Ini merupakan potensi yang sangat baik bagi GMF,’’ ujar Iwan Joeniarto. Menurut Iwan, kesempatan bagi GMF ikut berpartisipasi dalam IAF 2018 merupakan bentuk apresiasi dan concern pemerintah terhadap perkembangan bisnis MRO. Kesempatan ini akan dimanfaatkan untuk membuka potensi bisnis
lebih lebar lagi. Mengingat, GMF sejak 2012 sudah masuk ke Afrika untuk bisnis perawatan pesawat. Selain itu, keikutsertaan GMF dalam IAF 2018 ini menjadi pembuktian bahwa GMF ikut mengembangkan perdagangan serta investasi yang berkelanjutan antara Indonesia dan negara-negara di Afrika. ‘’Kita mengharapkan dengan adanya forum ini, penetrasi kita makin bertambah. Value bisnis juga akan makin bertambah. Melalui forum ini, kita bisa lebih memperkenalkan dan memberi pemahaman kepada negaranegara di Afrika bahwa kita siap mendukung airlines di Afrika,’’ imbuhnya. Sebelumnya, pada Mei 2017, GMF juga berkesempatan menjadi salah satu delegasi dalam kunjungan kerja kenegaraan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia ke beberapa
negara Afrika. Kunjungan Kementerian Luar Negeri ini dilakukan ke empat negara. Di antaranya Nigeria, Senegal, Kenya dan Ethiopia. Di hari kedua, Rabu (11/4) ini, Iwan juga berkesempatan menjadi salah satu panelis dalam sesi diskusi dengan tema ‘’Strengthening connectivity cooperation initiative: why it matters and how it supports grow’’. Beberapa hal terkait komitmennya mendukung industri aviasi di Afrika akan disampaikan dalam diskusi tersebut. ‘’Kerja sama kami dengan maskapai-maskapai Afrika sudah kami lakukan sejak lama. Dengan peningkatan kapasitas dan kapabilitas kami saat ini, kami siap men-support kebutuhan dari maskapai-maskapai Afrika terutama yang memiliki direct flight ke Indonesia,’’ ungkapnya. (edi)
Tari ”Jaranan” Mahasiswa Australia MA H ASIS W A Queensland University of Tecnology (OUT) Australia belajar tari Jaranan di Universitas Surayaba (Ubaya) Surabaya, Jawa Timur, Senin (9/4). Kegiatan yang diikuti delapan mahasiswa asing tersebut merupakan bagian dari “Summer Program” yang bertujuan untuk mengenalkan budaya Indonesia. Adapun tarian yang diajarkan adalah tari “Jaranan Turonggo Yakso” asal Treggalek Jawa Timur. Tarian ini berbeda dengan tarian kepang pada umumnya. Turonggo adalah kuda, yakso adalah raksasa. Dengan berbadan kuda tapi berkepala raksasa menggambarkan potret perjalanan manusia yang selalu diwarnai oleh kebajikan dan keburukan. Dipilihnya tarian ini mengingat sudah sangat jarang dipentaskan. Mahasiswa OUT
yang tampil adalah Shaun Wallace, Liam Cassidy, Jamie Kim, Thomas Duke, Timothy Chee, Bailey Pitt, Jessica Skinner, Scott Cawston, dan Matthew Yu. Semua berasal dari jurusan Bachelor of Property Econommics. Para mahasiswa ini mengikuti program dari tanggal 4-15 April 2018. Menurut pihak Ubaya, pengajaran tari Jaranan Turonggo Yakso ini sebenarnya untuk memperkenalkan properti yang dibutuhkan dalam berkesenian. Diajarkannya tarian sekaligus untuk lebih mendekatkan mahasiswa dengan kesenian-kesenian yang ada di Jawa Timur. Kedelepan mahasiswa mengaku senang dengan pengajaran tari Jaranan Turonggo Yakso, meski sejumlah gerakan dianggap cukup sulit dilakukan karena tidak terbiasa dilakukan. Mereka pun ingin terus berlatih. (ant)