Skip to main content

Edisi 11 Februari 2018 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

terbit sejak 16 agustus 1948

u g g n Mi

perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu paing, 11 februari 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

NOMOR 171 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Gunung Agung Turun ke Level Siaga Semua Pengungsi Boleh Pulang

Amlapura (Bali Post) Ini kabar baik bagi masyarakat Bali dan pariwisata dunia. Gunung Agung yang dulu berstatus Awas (level IV) mulai Sabtu (10/2) kemarin, oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) diturunkan menjadi level III (Siaga). Zona bahaya dari sebelumnya sejauh 6 km kini dipersempit menjadi 4 km dari kawah gunung.

CERAH - Kondisi Gunung Agung cerah. PVMBG menurunkan status Gunung Agung dari level Awas ke Siaga.

BPM/kmb41

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Ignasius Jonan dalam jumpa pers di Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Sabtu (10/2) kemarin, mengatakan, penurunan status Gunung Agung dari

level Awas ke level Siaga setelah melihat perkembangan aktivitas vulkanik selama sebulan ini yang terus menunjukkan tren penurunan. Hal. 19 Pariwisata Normal

Respons Pengungsi

Ada yang Bingung, yang Lain Waswas

Pascastatus Gunung Agung diturunkan dari Awas menjadi Siaga, Sabtu (10/2) kemarin, para pengungsi masih bingung untuk pulang. Mereka tak mau pulang, tanpa ada pemberitahuan resmi dari desa tempat mereka mengungsi. Selain itu, pengungsi juga masih berpikir apa yang harus dikerjakan setelah pulang. Kemudian, bagaimana memenuhi

kebutuhan sehari-hari di rumah, setelah tak lagi ditanggung logistik oleh pemerintah. Seperti penuturan para pengungsi di Banjar Tengah, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, mereka mengaku sudah mengetahui adanya penurunan status ini. Akan tetapi, belajar dari pengalaman sebelumnya, mereka tak mau langsung ramai-

ramai pulang. Koordinator pengungsi di Banjar Tengah, Nengah Kariada, mengatakan pengungsi tak mau mengambil risiko, bertindak tanpa ada arahan pemerintah. “Kami dengar penurunan status dari sesama pengungsi. Tetapi, kapan akan diperbolehkan pulang, belum dapat pemberitahuan lebih lanjut,” katanya.

Pengungsi di Banjar Dinas Tengah, berasal dari warga Banjar Dinas Kubu Pangi, Desa Jungutan. Wilayah mereka berada di radius 4 km - 6 km. Total pengungsi, ada 28 KK dengan jumlah 103 orang. Mereka sudah mengungsi sejak tiga bulan lalu. Hal. 19 Menunggu Aparat Desa

Jumlah Pengungsi sebelumnya

BPM/nan/sos

BERTAHAN - Pengungsi di UPTD Pertanian Rendang dan GOR Suecapura masih bertahan sekalipun status Gunung Agung sudah turun dari Awas ke Siaga.

Kisah Penderita Kanker

Pentingnya Semangat Hidup

MENJADI seorang pasien kanker bukanlah hal mudah untuk dijalani. Perasaan marah, tidak terima dan kecewa hampir dialami oleh semua orang yang pertama kali mendengar jika dirinya mengidap kanker. Ini artinya tak semua orang yang divonis kanker bisa menerima penyakit ini. Saat-saat seperti ini, dukungan dari seluruh keluarga, kerabat, teman dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan oleh pasien kanker. Dukungan serta motivasi sangat berguna untuk membantu pasien supaya dapat menerima dan menjalani semua proses pengobatan kanker. Namun, ada hal yang paling

penting yang harus Anda ketahui yaitu semangat dari diri sendiri. Semangat dari si pasien kanker itu sendirilah yang menjadikan modal utama pengobatan kanker yang bertujuan menyembuhkan atau meningkatkan kualitas hidup pasien selama menjalani pengobatan yang panjang. Semangat itu kita temui pada I Gusti Ayu Putu Wahyuni. Wanita asal Kelurahan Bebalang, Bangli ini tetap semangat menjalani hari-harinya meski divonis menderita kanker ovarium sejak 2016 lalu. Bahkan, wanita 37 tahun ini kerap memotivasi dan memberi semangat bagi penderita kanker lainnya, untuk tidak patah semangat dalam menjalani pengobatan dan melawan kanker. Hal. 19 Sejak Dua Tahun

BPM/ist

KEMOTERAPI- Kemoterapi selain menyembuhkan kanker juga membunuh sel sehat.

Ada yang Sembuh dari Leukemia

KISAH penderita kanker soal pentingnya semangat hidup juga dibenarkan Ni Luh Lasiyani. Dia telah empat tahun menjadi perawat khusus pasien kanker. Banyak cerita menarik, senang dan menyedihkan yang ia alami. Tak hanya merawat pasien, ia juga sekaligus menjadi teman berbagi cerita si pasien. Sejak awal, ia memang memiliki empati terhadap penderita kanker. Maka sejak tahun 2014, ia

masuk dalam anggota himpunan perawat onkologi. Rasa empati ia tunjukkan dengan kepeduliannya terhadap kehidupan pasien-pasiennya. Pasien yang masih ia kenang hinggi kini adalah pasien pengidap kanker langka yaitu limpomahodkin. Seorang mahasiswa Faksas Udayana yang memiliki tekad kuat untuk sehat. Hal. 19 Rambut Rontok

Didominasi Kanker Payudara Viola Derita Kanker Tulang Trauma Kemoterapi KANKER merupakan salah satu penyebab kematian paling tinggi di Indonesia. Di Bali khususnya, kanker payudara menempati urutan teratas. Disusul kanker serviks, kanker paru, dan kanker saluran pencernaan. Deteksi dini kanker yang terbilang masih lemah, menjadi kendala utama pencegahan penyakit tidak menular ini. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, di Denpasar, mengungkapkan khusus kanker serviks, saat ini angkanya sudah jauh menurun. Terlebih dengan adanya vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) dan pemeriksaan IVA. Bila dalam pemeriksaan IVA ternyata positif,

maka dengan cepat bisa diambil tindakan krioterapi untuk mencegah terjadinya kanker. “Dengan pemeriksaan IVA dan positif, itu sudah menjadi tanda bahwa tiga tahun lagi dia akan menjadi kanker serviks. Sebelum itu terjadi, dikrioterapi, tidak jadi kanker serviks. Di samping adanya imunisasi HPV itu,” jelasnya. Suarjaya menekankan pentingnya deteksi dini kanker saat masih stadium nol. Pasalnya, kanker yang ditemukan pada pasien selama ini selalu pada stadium tinggi yakni stadium 3. Hal. 19 Kemoterapi

Penyakit kanker tak mengenal usia. Selain menyasar orang dewasa penyakit ini bisa diderita anak-anak. Ni Made Viola Suasti Ningsih, gadis 14 tahun dari Banjar Tauman, Desa Nyuhtebel, Manggis, Karangasem itu diketahui menderita kanker tulang.

Viola merupakan putri kedua dari pasangan Komang Astika (40) dengan Kadek Yuliantari (37). Sang ayah menuturkan, kanker yang diderita putrinya berawal dari sebuah benjolan kecil pada kaki. Benjolan itu muncul sekitar satu tahun yang lalu. Viola langsung dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Sayangnya, saat itu belum diketahui apa penyakit yang diderita Viola. Sebenarnya Viola sudah sekitar setahun yang lalu mengalami benjolan. Kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan, namun hasilnya tidak ada apa-apa. Hal. 19 Makin Membesar

BPM/ist

BANTUAN - Pemprov Bali saat menyerahkan bantuan untuk Viola, gadis 14 tahun yang menderita kanker tulang.


2

Daerah BPM/ist

OLAH TKP - Polisi melakukan olah TKP kasus pembunuhan di rumah kos di wilayah Banjar Kangkang, Desa Pererenan, Mengwi.

Duel di Rumah Kos, Oknum Anggota Ormas Tewas

Minggu Paing, 11 Februari 2018

Bali Masuk 10 Besar Kejahatan Tertinggi Denpasar (Bali Post) Bali masuk sepuluh besar daerah dengan kejahatan tertinggi di Indonesia. Bahkan, kualitas kejahatannya makin naik, padahal masyarakat Bali dikenal sangat menaati normanorma budayanya. Hal itu diungkapkan anggota Komisi III DPR-RI, Drs. Akbar Faisal, M.Si., saat memberi kuliah umum di Dwijendra, Sabtu (10/2) kemarin. Peringkat pertama adalah Jateng disusul Maluku Utara, Jabar, Jatim, Banten, dan Kalteng. Akbar Faisal yang lama tinggal di Bali, juga heran kenapa Bali masuk dalam cluster sepuluh besar tingkat kejahatannya. Mungkin disebabkan Bali dikenal objek wisata internasional. Ini juga akibat hukum kita gagal memberi keadilan. Padahal bicara hukum tak hanya menyangkut hukum positif sesuai dengan pasal hukum, namun juga menyangkut budaya, adat dan tradisi serta agama. Salah satu kasus pelanggaran hukum yang mengusik di Bali, kata dia, yakni mulai dilanggarnya konsep Asta Kosala-Kosali. Ketika tingkat masyarakat Bali makin baik dan banyak memunculkan orang kaya, mereka kemudian

membangun rumah yang justru meninggalkan pakem Asta Kosala-Kosali. Mereka tak lagi menghormati hukum yang yang berlaku di masyarakat. Dia mengatakan, Bali ini sangat luar biasa. Pada zaman Gubernur I.B. Mantra sudah menetapkan standar ketinggian rumah yakni 15 meter atau setinggi pohon kelapa. Sekarang, banyak yang melanggar aturan ini atau sebuah tatanan yang sebenarnya sudah disepakati. Inilah yang disebut adanya kesenjangan perilaku hukum masyarakat yang seharusnya dengan perilaku hukum masyarakat senyatanya. Dia mengatakan rendahnya minat baca menurunkan tingkat kesadaran hukum. Dari 1.000 orang hanya 1 orang suka membaca. Beda dengan Finlandia dan Norwegia. Bandingkan dengan masyarakat yang menghabiskan waktunya dengan medsos. Pengguna internet per hari 9 jam lebih, medsos yakni 3 jam, 23 menit, youtube 2 jam, 45 menit, mendengarkan musik 1 jam, 15 menit per hari. Kesadaran hukum rendah, hoax merajalela. Inilah yang dia katakan berubahnya pola hidup kita bergesar dari membaca menjadi ke medsos.

Akbar Faisal Substansinya lebih banyak soal cinta, bukan untuk menambah keilmuan. Banyak realitas kesadaran hukum Indonesia. Pejabat negara belum serahkan laporan harta kekayaan. Kedua, masyarakat Indonesia cenderung membuang sampah seenaknya. Di negara lain sudah memikirkan bagaimana mengatasi sampah di Mars, sedangkan kita masih berpikir mengatasi sampah di Pasar Kreneng. Kedua, hukum itu harus berkeadilan. Lihat saja pedagang cobek ditahan karena men-

BPM/sue

gajak keponakannya bekerja di bawah umur. Dia didakwa 3 tahun penjara. Ini merupakan korban akibat adanya target kasus pihak kepolisian, jika tak ada kasus maka kasus ini dijadikan target. Akhirnya dia dibebaskan. Masyarakat kita bisa berubah pada era medsos. Orang yang baik-baik bisa menjadi korban akibat atas nama kemajuan teknologi. Dia sendiri pernah menjadi korban hoax. Untuk itu, dia mengajak mahasiswa berhati-hati menebar hoax untuk menjadi masyarakat yang bermartabat. (025)

Mangupura (Bali Post) -

Duel berujung maut terjadi di rumah kos di wilayah Banjar Kangkang, Desa Pe-rerenan, Mengwi, Badung, Sabtu (10/2) kemarin. Oknum anggota ormas, I Made Rai Sina (42) tewas dengan luka tusuk dan tebas di beberapa bagian tubuhnya. Dia dibunuh oleh I Nyoman Suama (32). Setelah membunuh korban, pelaku ditangkap setelah berobat di rumah sakit di wilayah Abianbase, Mengwi. Di tas pinggang milik korban ditemukan uang Rp 515 ribu, kartu pecalang dan kartu anggota ormas, sebilah pisau lipat, KTP, SIM C dan SIM B1 Umum. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut. Hasil penyelidikan dan penyelidikan, lanjut Kapolres Yudith, berdasarkan keterangan awal pelaku I Nyoman Suama kenal dengan korban. Sebulan terakhir antara pelaku dan korban memiliki masalah. “Tadi siang sekitar pukul 12.00 wita, pelaku sedang tidur di kamar kosnya yaitu di Banjar Kangkang, Desa Pererenan, Mengwi. Tiba-tiba ada orang menggedor pintu kamarnya. Selanjutnya, pelaku mengintip melalui jendela dan melihat

korban sedang berdiri depan pintu kamarnya sambil mengeluarkan kata-kata menantang untuk berkelahi,” ujarnya. Mendengar tantangan tersebut, tersangka membuka pintu dan berdiri di depan pintu kamarnya dan terjadi percekcokan. Setelah itu, korban menuju sepeda motornya yang diparkir di luar kos pelaku. Pada saat bersamaan, pelaku masuk ke kamarnya untuk mengambil pedang lalu menuju ke halaman kos. Pelaku dan korban kembali adu mulut. Pelaku semakin emosi dan langsung menebas korban secara membabi buta sampai jatuh tersungkur bersimbah darah. Setelah korban tak berdaya, pelaku langsung berobat ke rumah sakit. Setelah lukanya diobati, pelaku langsung ditangkap polisi.

Hasil pemeriksaan tim medis, korban yang beralamat di Banjar Sedahan, Desa Munggu, Badung ini, pergelangan tangan kirinya nyaris putus. Juga mengalami luka tebas di dada sebelah kiri, pipi kanan luka tebas, lengan kanan luka tebas, tangan kanan luka tebas, lutut kanan luka tebas, dan luka robek kepala kanan atas. Korban juga mengalami luka robek kepala kiri atas, pelipis kiri, pipi kanan, telinga kiri, bahu dan bawah dada. “Pergelangan tangan kanan korban juga luka dan telapak tangan,” ungkapnya. Sedangkan di tubuh bagian bawah korban, mengalami luka robek pada betis kanan, ibu jari dan kelingking kaki kiri putus. Selain itu, luka robek pada paha kanan atas, lutut dan betis kanan. (kmb36)

Beraksi pada Siang Hari, Pencuri Ditangkap Singaraja (Bali Post) – Aksi pencuri di Buleleng belakangan ini kembali meresahkan warga. Tidak saja beraksi pada malam hari, namun pencuri nekat beraksi pada siang hari. Ini terjadi di rumah warga Banjar Dinas Dauh Pura dan di Banjar Dinas Babakan, Desa Panji, Sabtu (10/2) kemarin. Pencuri yang meresahkan itu berhasil ditangkap. Penangkapan ini berawal dari warga memergoki pencuri beraksi pada siang hari kemudian diserahkan kepada polisi. Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan, pencuri yang ditangkap warga itu diketahui bernama KD asal Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan. Dari

penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga hasil curian seperti tiga buah bokor perak, kalung emas dengan berat 4 gram, liontin emas seberat 2,5 gram, sumpel emas seberat 2 gram dan 0,5 gram, 1 buah tablet, 3 bokor dan 1 tutupnya, 8 bungkus rokok. Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas AKP Nyoman Suartika seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan anggotanya telah menangkap pelaku pencurian yang beraksi pada siang hari. AKP Suartika mengatakan, sebelum ditangkap, tersangka diduga beraksi dengan menyasar rumah warga di Banjar Dinas Dauh Pura dan Banjar Di-

nas Babakan, Desa Panji sekitar pukul 09.30 wita. Pelaku gagal menikmati hasil curiannya karena lebih dahulu dipergoki oleh warga. Warga yang geram dengan aksi tersebut mengejar tersangka yang berusaha melarikan diri. Tidak saja warga, namun personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa berusaha menangkap tersangka. Tersangka akhirnya menyerah dan berhasil ditangkap di Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan. Warga mengamankan tersangka dan barang bukti yang diduga hasil curian. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut dan menyerahkan tersangka bersama barang bukti untuk diproses lebih lanjut. (kmb38)

MENGAPUNG - Korban Gede Adi ditemukan mengapung setelah tiga hari dilakukan pencarian oleh Tim SAR.

BPM/bit

Tiga Hari Penyisiran

Jasad Gede Adi Ditemukan Mengapung Tabanan (Bali Post) Berakhir sudah pencarian I Gede Adi Merta Yasa (21), pemuda asal Banjar Pegubugan, Pesagi, Penebel yang hilang sejak Kamis (8/2) lalu. Ia ditemukan Sabtu (10/2) kemarin, pukul 13.00 wita oleh petugas Tim SAR Gabungan dalam posisi mengapung sekitar 10 meter utara dari Jembatan Gantung, Telaga Tunjung tepatnya di bagian utara lokasi Campuan Pacut, Banjar Pacut, Desa Rejasa, Penebel dekat lokasi ditemukannya sandal dan senter miliknya (di Tukad Yeh Mawa, red). Isak tangis dan suasana histeris dari pihak keluarga korban di pinggir sungai pun tampak mewarnai proses evakuasi jasad Gede Adi. Jenazah korban pun langsung dievakuasi ke rumah duka. Uniknya, jasad korban ditemukan mengapung setelah

sebelumnya paranormal, pemangku dan tim SAR memerciki tirta di areal Telaga Tunjung keliling menggunakan rubber boat, yanga sebelumnya matur piuning di Pura Dalem dan Pura Campuhan setempat. Korban ditemukan mengambang dan beberapa bagian tubuhnya telah mengelupas. Ibu korban Ni Wayan Ernilawati (45) tampak tak kuasa menahan tangis, saat melihat tubuh anak semata wayangnya telah terbujur kaku. Selama perjalanan dari lokasi penemuan menuju rumah duka yang berjarak sekitar 200 meter, sesekali ia memanggil nama anaknya, sembari dipapah keluarga. Suasana duka juga dirasakan krama Banjar Pegubugan Kangin, Desa Pesagi, Kecamatan Penebel ketika jenazah tiba di rumah duka. Mereka menyayangkan pemuda 21 tahun ini tewas

secara tragis. Korban ditemukan pertama kali oleh Tim SAR yang akan menghaturkan pekelem pejati ke Tukad Yeh Mawa, tempat sandal dan senter korban ditemukan atau berjarak sekitar satu kilometer korban ditemukan saat ini. “Semua petunjuk sudah kita ikuti, tapi mau bagaimana lagi, mungkin ini sudah jalannya Gede,” ucap bibi korban, Ni Ketut Sumarni. Ia juga mengatakan, semasa hidupnya, ponakannya tidak pernah menunjukkan hal yang aneh. Bahkan dikenal sebagai sosok yang senang humor. Rencananya, setelah ditemukan, jenazah Gede Adi akan dibawa ke rumah asal di Banjar Kesiut Kawan, Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika, mengatakan, jenazah sudah dibawa

ke rumah asal di Banjar Kesiut Kawan, Desa Kesiut, Kerambitan Tabanan. Sementara itu, Kapolsek Penebel, AKP I Ketut Mastra Budaya, menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tim medis, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Seperti diberitakan sebelumnya, Gede Adi Merta Yasa anak tunggal pasangan I Nyoman Suarsana dan Ni Wayan Ernilawati menghilang misterius Kamis (8/2). Ia menghilang tepat setelah tiga hari sebelumnya putus dengan sang pacar. Putusnya jalinan asmara itu dikarenakan sang pacar ingin mencari sentana, tetapi Gede Adi tidak diizinkan orang tua nyentana karena korban anak tunggal. Padahal putusnya mereka baik-baik tidak sampai menimbulkan pertengkaran. (kmb28)

Resmikan Bedah Warung

Rai Mantra Ajak Kembangkan Ekonomi Kerakyatan yang Berdaya Saing

WARUNG - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra meresmikan warung milik Purna Wirawan di Jl. Gandapura III Gang Prodong No. 24X Desa Kesiman Kertalangu, Dentim yang telah mendapatkan renovasi melalui Program Bedah Warung, Sabtu (10/2) kemarin.

PROGRAM Pemerintah Kota Denpasar dalam membantu ekonomi kerakyatan dilaksanakan melalui program Bedah Warung. Program ini bukan kali pertama dilaksanakan, namun menjadi program berkesinambungan yang tahun ini kembali menggulirkan kepada salah satu warung kuliner di Kesiman Kertalangu. Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, meresmikan langsung warung yang telah mendapatkan renovasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Sabtu (10/2) kemarin. Selain memberikan peningkatan kualitas fisik Warung Prodong milik Purna Wirawan

di Jln. Gandapura III Gang Prodong No, 24X Desa Kesiman Kertalangu, Dentim juga mendapatkan pendampingan manajemen ekonomi. Wali Kota Rai Mantra mengatakan program Bedah Warung merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Denpasar dalam pengembangan sektor ekonomi mikro dan kerakyatan. Sehingga diharapkan dari program ini mampu memberikan peningkatan daya saing bagi ekonomi kerakyatan. “Program Bedah Warung di Warung Prodong yang diresmikan ini merupakan pedagang kuliner tradisional. Selain diharapkan keberadaannya dapat ikut melestarikan resep warisan leluhur, juga dalam penya-

jian masakannya bersih, sehat, dan higienis,” harap Rai Mantra. Sementara Kadisperindag Kota Denpasar, Wayan Gatra, mengatakan program Bedah Warung Kota Denpasar telah dirintis sejak tiga tahun lalu. Mengenai kriteria yang ditetapkan untuk suatu unit usaha warung mengikuti program bedah warung antara lain kepemilikan surat izin usaha dapat diurus melalui kecamatan. “Warung tersebut juga harus memiliki prospek di antaranya produk yang ditawarkan diminati konsumen. Selain juga dilihat dari kondisi warungnya yang memang perlu dibenahi baik secara fisik maupun manajerialnya,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik Warung Prodong, Purna Wirawan, mengucapkan terima kasih atas bentuk perhatian pemerintah Kota Denpasar terhadap usaha yang dikelolanya. “Usaha warung yang saya kelola ini menjual masakan tradisional Bali. Selain berjualan di warung di Jln. Gandapura III Gang Prodong No. 24X Desa Kesiman Kertalangu, Dentim, saya juga menerima pesanan menu masakan untuk hari suci keagamaan. Tentu saya berharap program Bedah Warung ini dapat meningkatkan kunjungan pembeli karena sudah terjamin dari segi higienitas dan kesehatannya,” kata Purna Wirawan. (ad616)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/ Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Paing, 11 Februari 2018

Seremonial ”Semarapura Fashion Day”

Bangkitkan Kejayaan Kain Tenun PEMERINTAH Kabupaten Klungkung melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan menggelar peragaan busana “Semarapura Fashion Day”, Jumat (9/2) malam. Bertempat di depan Monumen Puputan Klungkung, peragaan yang mengusung tema “The Hearth Of Tenun Klungkung” ini memamerkan berbagai busana berbahan kain Endek khas Kabupaten Klungkung. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta selaku pencetus event ini mengatakan, tujuan digelarnya kegiatan ini sebagai upaya untuk membangkitkan kejayaan kain tenun khas Klungkung seperti Endek, Rang Rang, Cepuk serta Songket. “Di tengah majunya perkembangan kain Endek di masing-masing kabupaten kota di Bali, maka Klungkung yang merupakan asal dari kain Endek harus mampu bangkit dan meraih kejayaannya, melalui event yang akan di-ekspose media ini diharapkan aura kain Endek akan bangkit,” ujar Bupati I Nyoman Suwirta. Bupati asal Nusa Ceningan ini menyebutkan dalam menggeliatkan kerajinan tenun, pemkab telah melakukan perberdayaan terhadap perajin secara berkelanjutan. Selain itu, juga diikutsertakan dalam berbagai pam-

FASHION - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta (dua dari kanan) berfoto bersama istri, Ny. Ayu Suwirta dan disainer Merdi Sihombing (dua dari kiri) usai acara Semarapura Fashion Day, Jumat (9/2) malam. eran yang diselenggarakan pemerintah daerah, provinsi maupun pusat. “Untuk promosi kami dorong melalui online. Ini sudah dilakukan anak-anak muda. Jangan malu jadi interpreneur kain tenun,” ucapnya. Ditambahkan, selain penyelenggaraan event ini, tentunya fasilitas pasar dan kenyamanan pengunjung juga akan ditingkatkan sehingga akan meningkatkan kunjungan. Pasar Seni Semarapura yang

merupakan pusat pemasaran kain khas Klungkung akan dilakukan revitalisasi menjadi pasar modern, guna memberikan kenyamanan para pengunjung selain sebagai bagian dari paket wisata city tour kota Semarapura. Dalam peragaan busana tersebut ditampilkan berbagai koleksi busana Endek hasil karya para perancang Klungkung, di antaranya Putu mahendra dari Ayodya Collection, Ni Kadek Rika

Adnyani dari Derika Collection, I Wayan Widiantara dari Sri Widhi Collection serta Ni luh Made Aryati dari Aryati Wedha Collection. Sebagai acara pamungkas, ditampilkan koleksi dari disainer Merdi Sihombing yang diawali dengan tarian api/firedance oleh beberapa penari. Merdi Sihombing merupakan perancang busana yang telah lama mempelajari proses pembuatan kain tenun khas Klungkung dan bahkan sempat tinggal lama di Nusa Penida. Dirinya sangat mengapresiasi langkah Pemkab Klungkung untuk mengembalikan kejayan Kain Tenun khas Klungkung. Menurutnya, Klungkung merupakan pusat kain Endek dan kain tenun lainnya. “Orang yang ingin mencari kain Endek dan songket pasti ke Klungkung, karena pengerajin banyak dan memang Klungkung lah pusatnya,” ujarnya. Pagelaran yang diisi firedance ini diakhiri penyerahan baju endek hasil karya Merdi Sihombing kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Turut hadir menyaksikan Ketua Dekranasda Klungkung Ny. Ayu Suwirta dan Ketua Dekranasda Kota Denpasar IA. Selly D. Mantra, Sekda Gede Putu Winastra, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah. (ad617)

Rayakan Hari Pers Nasional 2018

Awak Media Bali Dapat Kejutan ”Voucher Service” Motor

SEBAGAI bentuk apresiasi dan sekaligus turut merayakan Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Februari 2018, Astra Motor Bali kembali memberikan kejutan kepada insan media wilayah Bali. Kejutan yang sangat istimewa ini berupa program yang bertajuk “AHASS Sahabat Pers”. Adapun bentuk kegiatannya yaitu menyediakan voucher service untuk rekan media massa. Voucer service ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan perawatan sepeda motor Honda berupa service dan ganti oli khusus berlaku di Astra Motor Cokroaminoto Denpasar pada periode tanggal 9–13 Februari 2018. Rekan-rekan jurnalis dapat mengunjungi AHASS yang berlokasi di Cokroaminoto dengan membawa motor Honda untuk dilakukan service. Kepala Wilayah Astra Motor Bali, Ronaldo Widjaya mengatakan insan pers memiliki peranan yang besar dalam menyebarkan informasi yang tepat, akurat dan membangun. Terlebih lagi selama ini rekan-rekan jurnalis telah membantu Honda dan Astra Motor untuk menyebarkan berita baik kepada masyarakat Bali. Untuk itu, seb-

agai bentuk apresiasi kepada kalangan pers, kami ingin semakin dekat dengan rekanrekan media melalui program “AHASS Sahabat Pers”. “Harapan kami, dengan memberikan voucher service ini dapat dimanfaatkan den-

gan baik oleh journalis untuk perawatan dan ganti oli agar sepeda motor yang digunakan para jurnalis untuk bekerja sehari-hari dapat lebih prima, aman dan terawat dengan baik sehingga dapat mendukung kinerja para jurnalis

saat mengejar berita,” ungkap Ronaldo. Tidak hanya berlangsung di Denpasar, program ini juga dilakukan serentak di 11 kota lainnya, mulai dari Semarang, Bengkulu, Palembang, Jakarta, Yogyakarta, Mataram, Pontianak, Samarinda, Balikpapan, Makassar, hingga Jayapura yang di dukung oleh AHM Oil. Selain itu, bentuk layanan yang di miliki Honda untuk memanjakan konsumen berupa Mobil keliling service untuk untuk group customer, instansi, sekolah, kampus, dll. Apabila konsumen mengalami road emergency saat menggunakan motor Honda, misal motor mati, ban kempes, maupun service di rumah, maka layanan HONDA CARE siap untuk menjemput dan mengatasi masalah konsumen. Cukup hubungi telp 0361-438008, agent Honda Care siap meluncur kelokasi. “Upaya service jemput bola ini dilakukan semata-mata bertujuan membuat konsumen nyaman memakai Honda, Semoga dalam rangka Hari Pers ini Media beserta Honda bisa terus Satu HATI wujudkan mimpi masyarakat,” tutup Ronaldo. (bns1)

Truk Terguling Timpa Warung di Banyubiru Negara (Bali Post) – Akibat pecah ban, sebuah truk penuh muatan makanan ringan terguling di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jumat (9/2) malam. Truk dengan nomor polisi DR 8542 AA ini juga menimpa bangunan warung yang milik warga. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, bangunan permanen milik Edi Mulyono (40) yang digunakan untuk warung bakso mengalami kerusakan akibat tertimpa bagian belakang truk. Dari informasi yang dihimpun di TKP, kejadian terjadi sekitar pukul 22.00 wita. Truk yang melaju dari arah Gilimanuk ini sebelum terguling sempat mengalami pecah ban di bagian belakang. “Bannya pecah, suara ledakan sampai ke rumah. Ternyata truk itu terguling,” terang Ketut Suardika (38), salah seorang warga Tukadaya saat ditemui di TKP. Truk tersebut terguling saat hendak minggir mengganti ban tidak jauh dari jembatan Tukadaya.

Saat hendak mencari tempat parkir itulah, truk terguling di halaman rumah warga dan menimpa bangunan warung. Sementara itu, pemilik warung, Edi Mulyono, mengatakan saat kejadian warungnya sedang tutup. Pria berambut panjang ini mengaku saat truk hendak parkir di depan warung, dirinya sedang berada di dalam. “Saat berjalan di depan itu saya sudah khawatir, karena pinggiran jalan itu tidak rata. Jarang ada truk yang berani parkir di sini,” ujarnya. Edi kemudian berlari keluar untuk melihat dan tak berselang lama truk ambruk hingga menimpa warungnya. Selain pinggir aspal yang tidak rata, di dekat lokasi tersebut juga ada kabel listrik khawatirnya tersangkut bagian atas truk. Akibat tertimpa truk itu, bangunan warung miliknya memang masih berdiri. Tetapi hampir seluruh bangunan miring dan atap pecah. Diperkirakan dampak kerusakan hingga belasan

juta rupiah. Polisi dari Satlantas Polres Jembrana dan Polsek Kota Negara langsung turun melakukan pengamanan di sekitar lokasi truk terguling itu. Pasalnya jalur tersebut merupakan jalur

padat terutama kendaraan barang baik dari arah Gilimanuk maupun Denpasar. Hingga Sabtu (10/2) kemarin, truk belum diangkat dan masih terlihat terguling di halaman rumah warga. (kmb26)

Pembetulan

POHON - Ketua Kopertis Wilayah VIII (tiga dari kanan) didampingi Ketua Yayasan STIMI Handayani I.B. Radendra Suastama (dua dari kanan) bersama pimpinan universitas di Bali usai penanaman pohon serangkaian peringatan HUT Kopertis VIII.

BEM FH Undwi Hadirkan Akbar Faisal

Membangun Kesadaran Hukum Menuju Masyarakat Bermartabat UNIVERSITAS Dwijendra makin memperkuat visinya menjadi kampus Dwijendra muda. Semua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) diberdayakan. BEM Fak. Hukum (FH) Undwi, Sabtu (10/2) kemarin menghadirkan anggota Komisi III DPR-RI Drs. Akbar Faisal, M.Si. Akbar Faisal memberi kuliah umum soal membangun kesadaran hukum menuju Indonesia yang bermartabat. Ketua BEM FH Undwi, Chokro Wisnu Raindra didampingi Wakil Dekan FH Undwi Krishna Satrya Nugraha Taira, SH., MKn., mengungkapkan seminar ini guna menumbuhkan kesadaran hukum di masyarakat sehingga terbentuk budaya taat hukum. Dengan kesadaran hukum yang tinggi kita ingin seperti di Singapura, semua orang takut melanggar hukum karena jelas sanksi dan risikonya. Kedua, pada seminar ini BEM FH Undwi selain melebatkan 500 mahasiswa juga menghadirkan lurah dan perbekel se-Kota Denpasar. Mereka ini perlu diberi pencerahan soal kesadaran hukum sebagai aparat terbawah dan juru bicara untuk memberi kesadaran hukum bagi masyarakat. Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, SH., M.Hum., membenarkan saat ini Undwi memberi kesempatan bagi Dwijendra muda untuk tampil dan berkreativitas. Bahkan mereka yang generasi X dan Y di Dwijendra kini dibentuk berjiwa muda karena anak muda yang disebut generasi X alias melinia yang menguasai era digital ini. Untuk itu dia memberi apresiasi positif langkah BEM Undwi didukung Yayasan Dwijendra mendatangkan pakar hukum tingkat nasional yang diyakini banyak

HUKUM - Anggota DPR-RI Akbar Faisal bergambar dengan Rektor Putu Dyatmikawati, M.S. Chandra Jaya dan Abdi Negara di kuliah umum soal hukum. memberi kontribusi untuk akreditasi institusi dan program studi. Anggota Komisi III DPRRI Akbar Faisal juga disambut Ketua Yayasan Dwijendra, Dr. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., dan Sekretaris Ir. I Wayan Abdi Negara, M.Si. Saat itu Akbar Faisal mengakui mahasiswa FH Undwi adalah SDM hebat. Dia juga setuju kuliah umumnya dihadiri perbekel dan lurah, karena dia ingin berbicara soal jebakan hukum penggunaan dana desa. Ditekankan, saat ini di negara kita terjadi kompleksitas masalah hukum akibat terjadinya disparitas antara hukum tertulis dan bagaimana hukum tumbuh di masyarakat. Dia setuju diundang BEM FH Undwi dan Rektor Undwi, karena kuliah umum ini merupakan salah satu cara dan formula dan strategi agar kaidah hukum tergambar dengan jelas dalam kehidupan kita, tak hanya tercatat dalam buku hukum. Begitu banya orang fasih dalam pasal-pasal, kata dia, namun perilakunya tak tergambar jelas dalam kegiatan keseharian. Ketika ditanya

justru banyak oknum pakar hukum yang melanggar hukum, Akbar Fasial mengatakan itu sifatnya personal. Dia sendiri mengaku tak taat hukum ketika di jalan raya. Banyak yang berteriak adanya pelanggaran hukum skala besar. Mereka tak menyadari di sekitarnya banyak praktik korupsi termasuk oleh diri sendiri. Makanya dia mengatakan kita harus berjuang bagaimana kesadaran hukum itu harus dilakoni mulai dari kegiatan yang kecil-kecil. Dia mengajak masyarakat kita melihat kesadaran masyarakat Jepang akan hukum. Di negara ini jarang ada polisi, tapi tak ada pelanggaran hukum. Di Indonesia justru pelanggaran hukum dilakukan di depan mata polisi. Sementara di negara lain melihat personel polisi saja sudah takut, apalagi akan melanggar hukum. Disinilah perlunya keteladanan yang patut ditiru. Lihat saja menteri di Inggris mundur karena terlambat satu menit. Di Jepang ada rahasia air selokan yang jernih dan tempat hidupnya ikan karena warganya tak membuang sampah ke selokan. (ad622)


4

Minggu Paing, 11 Februari 2018

Untuk meyakini bahwa laut benar-benar amreta ‘sumber kehidupan abadi’ secara empiris dan simbolis, seseorang dapat bertanya kepada bendega ‘nelayan’ dan para kawi ‘pujangga’. Secara empiris, meskipun profesi sebagai nelayan kini tidak begitu diminati oleh generasi muda dan wreddha, sisa nelayan yang masih bergelut dengan laut, pasti tahu betul perilaku, kebiasaan, karakter, sampai kehidupan yang mengisi laut. Berbeda dengan manusia yang lebih banyak menghabiskan hari-harinya di darat, Ia sering tertipu oleh apa yang ditunjukkan dan disembunyikan oleh laut. Di permukaan, laut tampak gelisah. Padahal nun jauh di kedalaman, Ia menyuguhkan ketenangan. Seseorang yang sering merenungi rona langit dan laut juga sering dibuat bingung, entah langit yang menyebabkan laut berwarna biru, atau laut yang menyebabkan langit berwarna biru. Tentu kita boleh berbeda pendapat tentang hubungan antara darat dan laut, apakah laut memisahkan satu daratan dengan daratan yang lainnya, atau justru menghubungkan keduanya. Meskipun laut tetap misteri, mata air yang ada di pegunungan tak akan pernah berhenti menerobos bebatuan dan tanah untuk bertemu dengan satu-satunya tujuan keberadaannya di dunia ini yaitu larut bersama laut. Para kawi yang berhasil mengamati tujuan aliran air dari gunung ke laut itu kemudian menggunakannya sebagai analogi kerinduan ‘jiwa kecil’ untuk manunggal dengan ‘parama jiwa’. Lebih lanjut jika kita bertanya kepada seorang kawi sebagai sekelompok orang yang suka melepaskan kata-kata bersayap, maka jawaban mereka mengenai laut sebagai amreta paling tidak dapat ditelusuri dari dua sumber yaitu Adi Parwa dan kisah Dewa Ruci. Adi Parwa yang tersohor sampai sekarang itu mengisahkan mengenai pengadukan Laut Ksira menggunakan Gunung Mandara yang dilakukan oleh koalisi dewa dengan raksasa. Karya sastra tersebut tidak menjelaskan lebih lanjut apa sesungguhnya peranan manusia di tengah-tengah usaha

keras para dewa dengan raksasa itu, padahal manusia tentu samasama membutuhkan amreta. Barangkali dengan tidak melibatkan peran manusia, kita meyakini ada pesan simbolis yang hendak dititipkan para kawi untuk dikupas oleh manusia yang membaca karya itu hari ini. Yang jelas, koalisi dewa-raksasa itu membuahkan hasil. Laut yang diaduk menggunakan Gunung Mandara dengan naga Basukih sebagai tali, raja kura-kura Akupa sebagai penyangga, dan Indra sebagai pengendali akhirnya berturutturut mengeluarkan arda candra, Batari Sri, Laksmidewi, kuda Ucchaiswara, kastubamani, dan

Menjaga Laut Sebagai Ritus Hidup

raksasa mencari amreta untuk kebutuhannya sendiri, seorang Bima justru mencari amreta untuk kepentingan orang lain yaitu gurunya yang bernama “Drona”. Dalam pencarian amreta yang dilakukan para dewa-raksasa, mereka langsung mendapatkan petunjuk dengan pasti dari Narayana bahwa amreta berada di laut Ksira, sedangkan Bima malahan berulang kali salah tempat. Atas perintah gurunya, Bima mencari amreta di Gunung Candramuka, hutan Palasara, dan Laut Selatan. Dalam ketersesatannya di tempat tersebut, Bima berturut-turut berhasil meruwat sejumlah dewa kembali ke wujud asalnya. Dewa-

di laut: baik yang tampak di luar maupun tersembunyi di dalam diri.

Kemelut Laut Dari hulu masa lalu hingga hilir masa kini, teks-teks sastra tidak hanya mewartakan laut sebagai sumber amreta. Dalam pustaka Yadu Parwa, keganasan laut bahkan dilukiskan dapat menenggelamkan satu negeri bernama Dwarawati, mirip seperti Tsunami yang juga meululuhlantahkan negeri Aceh. Tidak hanya itu, menyimak pustaka Rogha Sanghara Bumi kita diingatkan bahwa laut memiliki potensi destruktif sakalaniskala, sebab pada bulan-bulan tertentu laut diyakini sumber

yang telah ditancapkan oleh Dewa Kama. Dengan meminta bantuan kepada pasukan kera di bawah pimpinan Sugriwa, raja Ayodya yang sedang mengalami pengasingan tersebut siap berperang dengan Rawana yang berstana di negeri Alengka. Hanoman yang telah diutus menjadi mata-mata Rama pun telah berhasil mencatat peta kerajaan Alengka dalam pikirannya dengan detail, termasuk tempat dewi Sita disekap di Taman Angsoka. Rama yang gelap hatinya tanpa sinar Sita ingin segera berperang melawan Rawana. Oleh sebab itu, laut yang membentang di hadapannya lebih dirasakannya

BPM/ist

LAUT - Di permukaan, laut tampak gelisah. Padahal nun jauh di kedalaman, Ia menyuguhkan ketenangan. Seseorang yang sering merenungi rona langit dan laut juga sering dibuat bingung, entah langit yang menyebabkan laut berwarna biru, atau laut yang menyebabkan langit berwarna biru. Tentu kita boleh berbeda pendapat tentang hubungan antara darat dan laut, apakah laut memisahkan satu daratan dengan daratan yang lainnya, atau justru menghubungkan keduanya. Meskipun laut tetap misteri, mata air yang ada di pegunungan tak akan pernah berhenti menerobos bebatuan dan tanah untuk bertemu dengan satu-satunya tujuan keberadaannya di dunia ini yaitu larut bersama laut. Para kawi yang berhasil mengamati tujuan aliran air dari gunung ke laut itu kemudian menggunakannya sebagai analogi kerinduan ‘jiwa kecil’ untuk manunggal dengan ‘parama jiwa’. amreta. Karya sastra ini dengan benderang menunjukkan bahwa amreta didapatkan dengan usaha keras mengaduk laut (sakopayanya putĕrĕn). Amreta Kisah pencarian amreta juga dapat ditemukan dalam karya sastra Dewa Ruci atau Bima Suci. Berbeda dengan pencarian amreta yang dilakukan beramai-ramai oleh koalisi dewa-raksasa sebelumnya, amreta dalam cerita ini dilakukan sendiri oleh seorang manusia bernama Bima. Apabila dewa-

dewa itu adalah Indra dan Bayu yang sebelumnya dikutuk menjadi raksasa Rukmuka dan Rukmala di Gunung Candramuka. Demikian pula Dewi Maheswari yang sebelumnya juga terkena kutukan menjadi seekor ular di hutan Palasara. Bima baru mendapatkan amreta setelah memenangkan pertarungan hebat di tepi pantai Wana Sunya Pringga dan mengalahkan seekor naga besar Nemburwana di laut. Saat itulah, Bima bertemu dengan Dewa Ruci yang berwujud “Rare Cili”. Sekali lagi, berdasarkan cerita ini, amreta ditemukan

penebar penyakit. Sementara itu, melalui Kakawin Ramayana kita juga diberitahu bahwa laut juga tidak pernah luput dari kemelut. Persoalan laut itu terasa aktual sampai saat ini, di tengah-tengah pemerintah mewacanakan Indonesia sebagai poros maritim dunia, sementara beberapa kawasan laut ingin diurug menjadi pulau buatan. Salah satu fragmen mengenai laut muncul ketika Rama bermaksud menyeberang menuju negeri Alengka. Rama yang telah lama berpisah dengan Sita, tak kuasa lagi menahan panah rindu

Penyakit Radang Usus Buntu

Penyakit radang usus buntu atau appendicitis adalah suatu penyakit peradangan dari organ apendiks atau usus buntu. Apendiks merupakan organ berbentuk tabung, panjang ± 10 cm (antara3-15cm), dan berpangkal di sekum. Lumennya sempit di bagian pangkalnya dan melebar di bagian ujungnya.Sedangkan pada bayi, apendiks berbentuk kerucut, lebar pada pangkalnya dan menyempit kearah ujungnya(hal ini mungkin menjadi sebab rendahnya insidens apendisitis pada usia ini). Apendiks terletak di bagian kanan bawah dari abdomen. Pada awalnya organ ini diketahui tidak memiliki fungsi, tetapi saat ini diketahui fungsinya adalah untuk sistem kekebalan tubuh pada manusia. Gejala yang ditimbulkan dari radang usus buntu adalah di mana nyeri pada awalnya dimulai di perut sebelah atas atau di sekitar pusar, lalu timbul mual dan muntah, dan kemudian, setelah beberapa jam, rasa mual hilang dan nyeri berpindah ke kanan bawah bagian perut. Ketika diperiksa dan dilakukan penekanan pada daerah ini dengan lembut dan ketika tekanan dilepaskan, nyeri bisa bertambah tajam (nyeri rebound). Gejala lain yang dapat timbul yaitu demam suhu tubuh dapat meningkat antara 37,7 °C sampai 38,3 °C. Radang usus buntu ini sering dikategorikan sebagai darurat medis karena risiko pecahnya menyebabkan peritonitis dan syok. Penyebab Penyebab appendicitis belum sepenuhnya dimengerti. Namun, dalam banyak kasus, penyumbatan (obstruksi) di dalam usus buntu akan memulai proses. Sumbatan bisa berasal dari sepotong kecil feses yang keras, benda asing, atau bahkan cacing (jarang terjadi). Setelah obstruksi

ini terjadi, usus buntu kemudian menjadi penuh dengan lendir dan membengkak, meningkatkan tekanan dalam lumen dan dinding usus buntu yang kemudian mengakibatkan trombosis dan oklusi pembuluh kesil, dan stasis aliran limfatik. Pemulihan spontan jarang dapat terjadi pada saat ini Sebagai hasil dari penyumbatan, usus buntu meradang dan terinfeksi, usus buntu menjadi iskemik dan kemudian nekrotik. Jika peradangan berlanjut tanpa pengobatan, dapat mengakibatkan adalah ruptur dari apendiks yang menyebabkan peritonitis. Bakteri dari usus buntu yang ruptur dapat menyebabkan peritonitis (peradangan dan biasanya infeksi pada rongga perut), yang dapat mengakibatkan infeksi yang mengancam jiwa. Apendiks yang ruptur juga dapat menyebabkan bakteri menginfeksi aliran darah, kondisi ini disebut sepsis dan dapat mengancam jiwa. Sakit Rasa sakit dari radang usus buntu dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga membentuk diagnosis yang kadang-kadang bisa menjadi sulit. Selain itu, nyeri perut dapat timbul dari sejumlah masalah kesehatan lain selain dari penyakit radang usus buntu. Untuk membantu mendiagnosis penyakit radang usus buntu, dokter akan menanyakan riwayat tanda-tanda dan gejala dan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh perut. untuk menilai nyeri. Dokter mungkin menerapkan tekanan lembut pada daerah yang nyeri. Ketika tekanan tiba-tiba dilepaskan, nyeri usus buntu akan sering merasa lebih parah, menandakan bahwa peritoneum yang berdekatan sedang meradang. Tanda-tanda lain meliputi kekakuan perut dan kecenderungan untuk kaku otot perut dalam menanggapi tekanan atas usus buntu yang meradang. Selain itu untuk mendiagnosis penyakit

radang usus buntu juga dilakukan pemeriksaan test laboratorium darah meliputi tes darah lengkap untuk mengetahui jumlah bisakan sel darah putih yang menunjukan tanda dari suatu infeksi. Kemudian juga dilakukan pemeriksaan test urine dimana tujuan pemeriksaan ini untuk memastikan apakah penyebab rasa sakit ini diakibatkan peradangan pada usus buntu, infeksi saluran kemih, atau oleh karena batu pada ginjal dimana hasil pada test urin didapatkan sel darah merah yang terlihat pada pemeriksaan mikroskopik urin. Dan dapat juga dilakukan pemeriksaan dengan scan ultrasound atau tomografi scan (CT), komputerisasi untuk membantu mengkonfirmasi usus buntu atau mencari penyebab lain untuk nyeri perut.

Diagnosis Jika diagnosis radang usus buntu atau appendicitis sudah pasti ditegakkan untuk standart penatalaksanaan adalah melibatkan pembedahan untuk mengangkat usus buntu yang meradang untuk mencegah terjadinya ruptur, terbentuknya abses dan peadangan pada selaput rongga perut (peritonitis). Operasi untuk penagangkatan apendiks, Opersai usus buntu dapat dilakukan dengan operasi terbuka dengan menggunakan satu sayatan perut yang sekitar 2 sampai 4 inci (5 sampai 10 cm) panjang. Atau operasi usus buntu dapat dilakukan sebagai operasi laparoskopi, yang melibatkan beberapa sayatan kecil pada perut. Setelah dilakukan pembedahan, diberikan antibiotika selam 7-10 hari. Selanjutnya yang harus dilakukan adalah perawatan luka operasi yang harus terhindar dari kemungkinan infeksi sekunder dari alat yang terkontaminasi. Secara umum, bedah laparoskopi memungkinkan untuk memulihkan dan menyembuhkan lebih cepat dengan kurang atau tanpa meninggalkan jaringan parut pada perut post operasi. l OPERASI-- Operasi untuk pengangkatan apendiks, opersai usus buntu dapat dilakukan dengan operasi terbuka dengan menggunakan satu sayatan perut yang sekitar 2 sampai 4 inci (5 sampai 10 cm) panjang. Atau operasi usus buntu dapat dilakukan sebagai operasi laparoskopi, yang melibatkan beberapa sayatan kecil pada perut. Setelah dilakukan pembedahan, diberikan antibiotika selam 7-10 hari. Selanjutnya yang harus dilakukan adalah perawatan luka operasi yang harus terhindar dari kemungkinan infeksi sekunder dari alat yang terkontaminasi. Secara umum, bedah laparoskopi memungkinkan untuk memulihkan dan menyembuhkan lebih cepat dengan kurang atau tanpa meninggalkan jaringan parut pada perut post operasi.

sebagai pemisah, tinimbang penghubung. Memang demikian kata orang bijaksana, rindu asmara dan kasih sayang itu melahirkan duka cita ‘ikanang unĕng lawan asih maweh ilik’. Duka cita itu pulalah yang menyebabkan Rama lebih dominan dikuasai oleh sisi kemanusiaannya, daripada sifat Wisnu yang sesungguhnya bersemayam pada dirinya. Rama marah kepada laut, karena laut juga dikiranya bersekongkol dengan Rawana untuk menghalangi dirinya untuk bertemu Sita. Kemarahan yang kuat menyebabkan Rama memu-

tuskan untuk mengeringkan laut dengan panah apinya. Pesan untuk Menjaga Laut dari Baruna Seluruh dunia bergetar, sementara laut bergemuruh ketika panah api (astra bahni) tersebut dilepaskan Rama. Ikan-ikan yang hidup di laut menjadi kepanasan. Pengarang Kakawin Ramayana yang dalam tradisi Bali diyakini sebagai seseorang dengan kaliber Yogiswara ini dengan mengagumkan menjelaskan kehidupan di laut yang kepanasan. Ikan pesut, lumba-lumba, udang, penyu, kepiting, ikan layang-layang, ubur-ubur, dan lainnya seperti dimasak hiduphidup di tempatnya sendiri. Bara api yang ada di ujung panah Rama itu ternyata sampai menebus dunia bawah atau sapta patala. Hal itu menyebabkan naga Basukih yang menghuni lapisan-lapisan tanah kepanasan. Menyadari hal itu, Dewa Baruna sebagai dewa laut bergegas ke permukaan untuk bertemu dengan Rama. Pada momentum inilah Baruna menyampaikan pesan penting untuk menjaga laut kepada Rama sebagai reinkarnasi Wisnu di dunia sekaligus pemimpin jagat. Baruna berpesan agar laut dan isinya senantiasa dijaga dengan ungkapan “He natha wyartha den ta haru hara umanah wwai ning jaladhi, sakweh ning rāt gawen tekana kita mangĕmit lawan kita basa!”. Kembali menyadari hakikat dirinya, Rama kemudian memutuskan untuk mengikuti saran Baruna. Ia tidak lagi menggunakan cara pragmatis untuk sampai di Alengka, seperti mengeringkan laut menggunakan kekuatan panah. Dengan kerja keras, ia bahumembahu bersama pasukan kera membangun jembatan dengan bebatuan yang dikumpulkan dari pegunungan. Meskipun Rama mampu mengeringkan laut untuk menyeberangkan pasukan kera sampai ke Alengka demi memperjuangkan cintanya, namun ia telah disadarkan Baruna bahwa demi cinta, tindakannya itu akan mematikan begitu banyak kehidupan. Ia sadar, bahwa laut harus dijaga. Menyimak cerita di atas, tentu saat ini kita ingin bertanya, apakah demi kecintaan terhadap pariwisata, kita akan menguruk laut? l Putu Eka Guna Yasa

BPM/ist

AKUT - Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue. Yang terdiri dari 4 serotipe, yaitu Den 1, Den 2, Den 3, dan Den 4. Virus dengue ini ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypty dan aedes albopictus betina.

Waspada Demam Berdarah Dengue

DBD (Demam Berdarah Dengue) sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan, terutama di daerah beriklim tropis seperti di negara Indonesia. Di Kota Denpasar, Bali sendiri dilaporkan 910 kasus sepanjang tahun 2017, maka daripada itu perlu kita waspadai penyakit ini.

DBD adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini mempunyai 4 serotipe, yaitu Den 1, Den 2, Den 3, dan Den 4. Virus dengue ini ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypty dan aedes albopictus betina. Infeksi virus ini kita mengenal infeksi primer dan infeksi sekunder. Pada infeksi virus Dengue infeksi sekunderlah yang biasanya mengarah dari Demam dengue (Dengue Fever) menjadi demam berdarah dengue (Dengue hemmoragic fever) yang berat atau dengue syok septic. Demam berdarah umumnya ditandai oleh demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat, rasa sakit di belakang mata, otot dan sendi, hilangnya napsu makan, mual-mual dan ruam. Gejala pada anakanak dapat berupa demam ringan yang disertai ruam. Demam berdarah yang lebih parah ditandai dengan demam tinggi yang bisa mencapai suhu 40-41◦C selama dua sampai tujuh hari, wajah kemerahan, dan gelaja lainnya yang menyertai demam berdarah ringan. Memar Berikutnya dapat muncul kecenderungan pendarahan, seperti memar, hidung dan gusi berdarah, dan juga pendarahan dalam tubuh. Pada kasus yang sangat parah, mungkin berlanjut pada kegagalan saluran pernapasan, shock dan kematian. Setelah terinfeksi oleh salah satu dari empat jenis virus, tubuh akan memiliki kekebalan terhadap virus itu, tapi tidak menjamin kekebalan terhadap tiga jenis virus lainnya.

Penanganan Tidak ada perawatan khusus untuk demam berdarah. Obat-obatan diberikan untuk meringankan demam dan rasa sakit. Penderita sebaiknya segera dirawat, dan terutama dijaga jumlah cairan tubuhnya. Dengan perawatan yang tepat dan segera. Epidemi global Dengue yang semakin meningkat menyebabkan vaksin Dengue sangat dibutuhkan segera. Pengembangan vaksin berfokus pada pembuatan vaksin tetravalent yang dapat memberikan perlindungan jangka panjang terhadap serotipe virus. Hingga saat ini, baru satu vaksin yang sudah lolos uji klinik fase tiga dan sudah tersedia untuk masyarakat yaitu CYD-TDV. Pencegahan Pencegahan terbaik adalah dengan menghilangkan genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk, dan menghindari gigitan nyamuk. Langkah Umum untuk Mencegah Penyakit yang Disebarkan oleh Nyamuk: 1. Kenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang, dan gunakan obat penangkal nyamuk yang mengandung DEET pada bagian tubuh yang tidak terlindungi. 2. Gunakan kawat nyamuk atau kelambu di ruangan tidak ber-AC. 3. Pasang obat nyamuk bakar ataupun obat nyamuk cair/listrik di tempat yang dilalui nyamuk, seperti jendela, untuk menghindari gigitan nyamuk. 4. Cegah munculnya genangan air ü Buang kaleng dan botol bekas di tempat sampah yang tertutup. ü Ganti air di vas bunga paling sedikit seminggu sekali, dan jangan biarkan ada air menggenang di pot tanaman. ü Tutup rapat semua wadah air, sumur dan tangki penampungan air. ü Jaga saluran air supaya tidak tersumbat. ü Ratakan permukaaan tanah untuk mencegah timbulnya genangan air. l dr. Laura Lay


5

Minggu Paing, 11 Februari 2018

CERPEN

Malam Semakin Larut Aksan Taqwin Embe

Kau tidak bisa memilih apa yang ditawarkan kekasihmu. Kecuali harus menari di tengah pasir yang berputar dalam genggaman angin malam. Kekasih adalah tempat pulang melebur kegelisahan. Pasir adalah tumpuan tubuh melebur lelah. Menjelang purnama lingkar sempurna, matamu tak henti menyapu air mata. Sang kekasih yang kau idamkan kedatangannya hilang tiada kabar. Kepergiannya berselisih tiga hari dengan kematian ibumu. Matamu semakin basah, semakin memanggul derita. Dalam arak kesedihanpun kekasihmu tak kunjung tiba. Tentu ia sudah abai dalam penantian, ataumenjelma garam di atas lautan? Agar kelak ketika kau berenang menyelami laut, kau mampu merasakan goresan garam yang memedihkan mata. Kepedihan itulah kau akan selalu mengingatnya sehingga melahirkan air mata. Siapa yang tak sakit jika kekasih harus terpaksa pergi? Ia belum juga kembali, atau mungkin lelah menjalani. Sebab, ruwat cinta yang pudar berkali-kali berasa sia-sia atas ketidaksepakatan bapakmu. Rembulan yang hening mengambangkan cahaya di atas lautan.Cahaya itu menyebar, tapi masih terlihat jelas wujud lingkar sempurna rembulan; jelmaan kekasihmu. Semua orang bahagia menatapnya, sementara kau dihajar kecemasan. Ini adalah genap hari ke lima belas lingkar bulan sempurna. Rupanya pradugamu salah. Kekasihmu yang kau tunggu kedatangannya; menjelma purnama itu ternyata bukanlah kekasihmu yang sebenarnya.Rembulan itu adalah perempuan yang mencintai ribuan kucing di pangkuannya. Ia sengaja mengangkat kucing-kucing di pelataran rumah dengan energi cahaya yang ia miliki. Kucing-kucing di Kampung Legung telah terangkat satu persatu melalui desir cahaya rembulan. Ketika kucing-kucing itu sampai ke atas, perempuan itu akan nampak mengelus satu persatu dengan penuh cinta. Perempuan itu kembali menjadi rembulan. Mencipta cahaya untuk ikan-ikan di musim pasca upacara petik laut. Petik laut adalah pesta penutup panen raya yang diruwat-ritualkan para nelayan Legung. Pesta penghenti keluh-kesah yang dihajar gelombang dan badai paceklik tiada henti, menjambak derita hidup warga. Mencekik kecemasan perut yang mengelik. “Lantas ke mana kekasihku, katamu, tidak mungkin, aku yakin betul ia adalah kekasihku yang sengaja naik ke bulan untuk menghindari amarah bapakku. Suatu ketika ia akan turun dan membawaku hidup bersama”, sambungmu. Setelah rembulan itu berhasil mengangkat kucing-kucing ke langit, kemudian mengangkat ikan-ikan berenang dan berkecipak di atas air lautan yang semakin menantang dan mengambang, rembulan itu membelah menjadi dua. Bentuknya nyaris sama, lingkar sempurna. Setelah itu, satu di antara dua rembulan itu tiba-tiba memudar, pecah menyebar. Perlahan-lahan pecahan itu saling mendekat, semakin lekat. Pecahan cahaya itu membentuk menjadi perempuan seutuhnya. Perempuan yang nampak mengundang kucing ke atas langit. Perempuan itu berjalan pelan menghadap ke selatan menuju rembulan. Kemudian ia memasuki rembulan dari tepian cahaya jingga kekuning-kuningan. Mengajak ribuan kucing yang diundang, berjalan pelan-pelan di belakangnya. Ia duduk tersenyum bersama kucingkucing di pangkuannya. Sesekali ia nampak tersenyum kepada nelayan yang kesepian, kerap pula ia memanggil bocah-bocah yang ketakutan keluar malam; takut dibawa perempuan itu ke atas—rembulan. Seperti kucing-kucing yang rela terangkat menjadi teman bahagia perempuan kesepian. ***

Aku sudah mengatakan bahwa itu bukan kekasihmu. Itu hanyalah perempuan yang terlanjur mencintai kekasihmu. Ketika malam semakin hanyut dan kekasihmu sudah terlelap, perempuan itu menyerap energi yang memancar pada wajah kekasihmu. Berkali-kali, berhari-hari. Sehingga perempuan itu dengan mudah menjelma wajah utuh kekasihmu. Kau akan dibuat lena karenanya. Perempuan itu dengan mudah menjelma kekasihmu ketika kau duduk menghadap lautan sambil merapal nama. Tapi kau tak percaya. Kau justru menuliskan sebuah surat di atas pasir. Padahal di u j u n g purnama ke tujuh, dan itu adalah u s i a jalinan kasih m u dengannya, kau sadar dan tenggelam dalam percakapan larut malam bersama kawan kekasihmu; bahwa perahu kekasihmu telah pecah di tengah Lautan Legung. Kekasihmu yang berjuang melawan gelombang menuju rumah telah terlempar kemudian digulung gelombang. Ia sudah membayangkan pulang bertemu dengan ibunya kemudian menghabiskan malam-malam berkencan denganmu. Sesekali sembunyi ketika bapakmu mencarimu agar lekas pulang karena malam semakin larut. dan sempat meronta sampai tak sadarkan diri. “…kau kapan pulang, aku merindukanmu…” Jelmaan kekasihmu itu akan semakin leluasa bahagia mengerjaimu. Ia akan tersenyum sambil memancungkan bibir tanda kecup jauh kepadamu. Sebelum ia menghilang kemudian berubah menjadi perempuan yang memangku kucingkucing, ia akan melambaikan tangan untukmu. Kau sangat bahagia dalam waktu lima hari. Setelah itu akan gelisah dan cemas menanti dalam waktu dua puluh lima hari. Kau membayangkan tiba-tiba kekasihmu itu turun dari rembulan membawa secangkir jeruk hangat yang diperas dengan juice stainless steel. Kau membayangkan tangannnya yang gemuk itu terlihat piawai memutarmutarkan jeruk yang sudah dibelah dengan runcing pisau mungil. Terdengar suara biji gemelutuk jatuh dari lingkar jeruk yang kenyal. Kemudian kau membayangkan bahwa iamemperkirakan ukuran gula dan air hangat yang mampu melegakan dada, menghempaskan gelisah. Ia membawakan secara hati-hati menuju tempat kau menyandarkan tubuh. Sebab ia takut air perasan jeruk itu terjatuh di atas pasir kemudian

datang ribuan semut yang berkerumun. Ia memahami bahwa kau sangat membenci semut. Semut adalah makhluk penghianat. Ia menyakiti ketika kita

lengah. Ia mengerumuni kita ketika tubuh tidak berdaya. Malam itu kekasih yang kau bayangkan datang menemuimu. Kau masih duduk menghadap langit yang seperti tersentuh lautan. Kemudian kau mencipta angin pergantian musim, kau mencipta di depan bibirnya yang kering. Kekasihmu itu hanya mampu tersenyum. Menarik tanganmu agar kau mau diajak naik ke semesta, menembus purnama. Untung saja kau menolak. Kau beralasan bahwa izin kepada bapakadalah sikap terhormat seorang anak yang akan pergi ke luar rumah. Kekasihmu itu pergi lebih dulu. Kau teriak sejadi-jadinya. Tiba-tiba kau terbangun dari tidurmu. Kau merasakan seolah-olah benar menyentuh tangannya. Kau menggenggam pasir, kemudian kau jatuhkan secara perlahan me-

lalui lubang kelingking yang mengepal. Kau tatap jatuhan pasir sambil memiringkan kepala dengan wajah menatap ke bawah. Setelah itu kau teriak kembali, merontaronta. “Jangan pernah sekali-kali kau bercinta atau berhubungan lekat tangan dengan pelaut,” keluh Bapakmu. Kau sudah terlanjur mengenal lebih dalam dengan petarung laut. Bahkan sudah memutuskan ingin hidup bersamanya. Apapun yang terjadi kau tidak peduli. Kau menganggap bahwa ada energigaram dalam tubuh lelaki itu sehingga kau terpaut dan lekat dengannya. Sebab, kau takut tertimpa teluh atau guna-guna dari lelaki lain yang mengerjaimu, lelaki yang mencintaimu. Bukankah makhluk halus takut dengan garam? *** Dua ratus dua puluh delapan purnama yang lalu, ketika kau masih dini, bapakmu hampir mati ditelan gelombang. Perahu yang sudah ia rawat bertahun-tahun—dibeli dari hasil uang arisan bersama kawan sekampung telah pecah tak tersisa. Beberapa karib bapakmu tidak diketemukan jenazahnya. Sementara bapakmu telah diselamatkan semesta. Angin mendadak berhenti menggulung lautan. Sebisa mungkin bapakmu berteriak meminta tolong sambil berenang ke tepi. Bapakmu kelelahan, ia tak sadarkan diri. Dalam bayangannya, tubuhnya telah diangkat cahaya yang muncul dari rembulan. Ia pun membayangkan setelah tubuhnya terangkat oleh cahaya, ia tersentak bahwa tubuhnya telah diangkat sambil dipeluk oleh perempuan yang muncul dari rembulan. Perempuan itu mengecup kening dan pipi bapakmu berkalikali. Ketika fajar pecah menghangatkan dada, bapakmu terbangun. Ia tersentak sudah berada di atas pasir dalam keadaan tubuh lunglai menelungkup. “Tahukah kau anakku, bahwa betapa getirnya menjadi pelaut. Bertarung hidup dan mati demi sesuap nasi?”ucap Bapakmu. Setelah itu bapakmu memulai dari bawah, memilih menjadi pencipta garam dari air lautan.Mengumpulkan uang sedikit-sedikit hingga memiliki puluhan ladang garam, ratusan karyawan. Terkadang merasai tangannya yang luka tergores runcing asin garam lautan adalah sebuah musibah yang lumrah. Tapi tak mengapa baginya, terpenting tidak bertaruh nyawa. Sebab itu, bapakmu melarang kau berdekatan barang seincipun dengan lelaki petarung laut. Bapakmu tidak ingin kau mendadak menjanda karena suamimu tak kunjung tiba. *** Ini adalah malam yang sudah tak mampu kau hitung purnama ke berapa. Di dalam igauanmu yang tertimpa sayup angin laut, kekasihmu itu muncul kembali di depanmu, nampak jelas. Ia tersenyum, kau tersipu malu sambil menutup mulut dan hidung. “Bawalah aku, bawa aku,” ucapmu. Lagi-lagi kekasihmu hanya terdiam. Ia mengelus-elus rambutmu yang lebat padat. Mengecup keningmu berkali-kali. Kau genggam angin sekuat tenaga. Kau rapal doa-doa. Kemudian kekasihmu menghilang, memudar secara perlahan naik ke semesta, menembus purnama. Laut Legung masih mencipta gelombang. Sebentar lagi purnama telah dipadamkan. Masih terdengar suara musik saronen dari kejauhan naik turun direngkuh angin. Kau masih tertunduk sambil mengadukaduk pasir. Kau angkat pasir itu dengan tangan mengepal kemudian kau jatuhkan secara perlahan dari lubang kelingking yang melingkar. Sesekali kau teriak memanggil nama kekasihmu. Sesekali meronta sambil menggerakan kakimu yang tertahanrantai dan papan.

Resensi Buku

Lansia dan Perjuangan untuk Hidup Sejahtera

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Judul Buku : Sosok dan Pemikiran Sang Anak Panti asuhan Penulis : Renaisan Penerbit: Renaisan dan Yayasan Arti Foundation Tahun Terbit : 2018 Jumlah hal. : 188 hal. BICARA lansia, pikiran pasti difokuskan pada kematian. Buku ini menawarkan pemikiran yang menarik tentang “masa depan” bagi lansia untuk tetap memiliki masa depan yang lebih sehat dan bahagia. Kita sadari lansia terjadi perubahan fisik maupun mental dengan segala akibatnya. Hampir seluruh organ lansia mengalami perubahan karena kemunduran metabolisme dan perubahan pada sel-sel tubuh. Lansia sering menderita penyakit fisik berupa gangguan kardiovaskuler (seperti tekanan darah tinggi, strok dan gangguan jantung), penyakit gula, dan rematoid artritis. Mengenai perubahan mental pada lansia, belum ada kesepakatan di kalangan para ahli. Beberapa ahli berpendapat ada penurunan fungsi mental, sebagian lainnya mengatakan tidak ada perubahan yang berarti. Meskipun demikian, diketahui ada penurunan kecepatan dalam belajar dan menerima informasi baru. Perubahan mental pada lansia sering berhubungan dengan masalah kehilangan dan duka cita. Gangguan mental yang sering dihadapi lansia adalah insomnia, demensia, depresi, psikosis paranoid dan obsesif kompulsif. (osi)

Darsono

Bagong Soebardjo


Refleksi

6

Meneropong Persembahan Suci ”Sattvika-yajna” aphalakanksibhir yajno vidhi-drsto ya ijyate yastavyam eveti manah samadhaya sa sattvikah (Bhagavad-gita 17.11)

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

“Persembahan korban suci yang dilakukan oleh mereka yang sudah tidak menginginkan hasil dari persembahan korban suci yang dilakukan, persembahan korban suci yang dilakukan sesuai dengan aturan kitab suci, yang dilakukan setelah memantapkan dalam hati bahwa persembahan korban suci yang dilakukan adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan, persembahan korban suci seperti itu adalah korban suci dalam sifat kebaikan Sattva-guna.” Bali terkenal sebagai pulau yajna. Mendengar nama Bali, orang luar Bali akan terbayang pada persembahan Banten, Canang, Gebogan, Banten Bebangkit, Pulagembal, Banten Taman Sari dan haturan-haturan yajna lain yang indah menarik. Persembahan-persembahan yajna seperti itu tidak ada duanya di dunia. Hanya ada di Bali. Warisan tradisi agama spiritual yang “the only one in the world” – satu-satunya di dunia. Sangat disayangkan jika ada orang berlebihan mempermasalahkan bebanten haturan indah tersebut. Sesuatu yang sangat indah dan merupakan satusatunya di dunia, mengapakah kita sebagai umat Hindu Dharma tidak berbangga mempertahankan dan memperindah serta memurnikannya? Pada umumnya umat belum memberikan pemahanan lebih pada persembahan suci yajna yang dilakukannya. Yajna ada dibedakan dalam tiga jenis, yaitu yajna dalam tingkat Tamasa-guna, yaituyajna yang dilakukan dalam sifat kegelapan dan kebodohan, Rajasika-guna yaitu persembahan suci yajna yang dilakukan dalam sifat kenafsuan, dan Sattvika-guna, yaitu yajna-yajna yang dilakukan dalam sifat kebaikan, mulia, halus, indah asri penuh bhakti. Yajna yang dilakukan tidak semua sama. Ada pula yajna berbeda dipersembahkan kepada para DewaDewi yang berbeda pula. Yajna dalam tutupan sifat alami Tri-guna tersebut dibedakan pula dalam 3 tingkatan, yaitu Kanistha-yajna (yajna yang terkecil paling sederhana), Madhyama-yajna (yajna menengah) dan Uttama-yajna

Redaktur Khusus MIMBAR

ISLAM H. Kusnadi Musthofa HATI yang hidup adalah hati yang mudah menerima kebenaran. Mudah empati saat menyaksikan penderitaan sesama manusia. Merasa sedih dan miris saat menyaksikan kejahatan, kemaksiatan dan kezaliman. Sebaliknya, hati yang mati adalah hati yang menolak kebenaran. tidak perduli dengan kesengsaraan dan penderitaan sesama manusia. Acuh tak acuh melihat kemaksiatan, kejahatan dan kezaliman.Al Qur’an adalah kebenaran (Q.S. 2: 176), ia sekaligus juga cahaya (Q.S. 14: 1) dan penawar, obat untuk memperbaiki hati (Q.S. 10: 57). Tentu saja dalam berinteraksi dengan Al Qur’an diperlukan kejernihan hati, niat yang tulus, ikhlas karena Allah SWT semata. Di antara “modal utama” yang diperlukan dalam berinteraksi dengan Al Qur’an, selain kejernihan niat, adalah kejujuran. Termasuk jujur mengakui kesalahan dan kekurangan kita selama ini yang tidak jarang kurang bersungguh-sungguh dalam mengakrabi kitab yang mulia itu. Siapkah Kita Jujur Dan Berlapang dada? Sesungguhnyalah salah satu ciri orang-orang beriman, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, apabila telah terlanjur berbuat dosa, maka mereka ingat Allah dan bersegera mohon ampun, tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahuinya (Q.S. 3: 135). Bahkan, orang-orang beriman yang tergolong cerdas (Ulul albab), tidak segan-segan mengakui dengan jujur dan berlapang dada bahwa dirinya banyak dosa dan kesalahan, seraya mohon ampun atas dosa-dosa yang telah diperbuatnya. “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, dan hapuskanlah keingkaran-keingkaran (kesalahan-kesalahan) kami, dan wafatkanlah kami berserta orang-orang yang berbakti” (Q.S. Ali Imran [3]: 193). Lalu, bagaimana kalau dalam Al-Qur’an kita membaca atau mendengar ayat-ayat tentang orang-orang kafir (yang mengingkari kebenaran), munafik, musyrik, fasik, bebal, bodoh, maupun zalim? Bersediakah kita meneliti dengan cermat dalam diri kita untuk mencari sifat-sifat tercela itu? Siapkah kita dengan jujur mengakui bahwa dalam diri kita (pernah) ada sifat-sifat itu? Tentu saja untuk mengakui bahwa di dalam diri kita, setelah dicermati

(yang paling utama). Masing-masing juga dibedakan dalam tiga tingkatan lagi sehingga menjadi Navavidhayajna atau sembilan jenis persembahan suci yajna. Keberadaan dan “rahasia” akan tiga jenis atau level yajna ini sangat penting diadakan pemahaman oleh umat. Jika tidak, maka umat akan melaksanakan yajna tanpa kendali dan tanpa arah jelas, hanya melihat lalu melakukan tanpa pemahaman yang benar. Umat Hindu Dharma tidak bisa lepas dari yajna. Menurut Atharva Veda (12.1.1), pelaksanaan persembahan suci yajna juga berperan penting dalam usaha menjaga tegak dan damainya dunia (yajnah prthivim dharayanti). Ida Sang Hyang Parama Kawi menciptakan alam semesta melalui yajna (saha-yajnah prajah srstva). Merupakan kewajiban umat untuk melakukan yajna. Kesadaran akan kewajiban dharma seperti itulah yang menyebabkan adanya tradisi pelaksanaan berbagai yajna setiap hari. Setidaknya umat sangat patuh mempertahankan tradisi pelaksanaan yajna-sesa atau masaibansetelah memasak. Selain itu, ada hari-hari tertentu dimana umat Hindu Dharma mempersembahkan yajna yang dilakukan secara khusus. Secara umum yajna dibedakan dalam Nitya-yajna atau yajna yang dilakukan secara terus-menerus setiap hari, misalnya Yajna-sesa, Agnihotra dan lain-lain, selainnya ada Naimitika-yajna yaituyajna yang dilakukan sewaktu-waktu dalam kurun waktu tertentu, bahkan ada yang dilakukan hanya sekali seumur hidup. Yajna-yajna dalam Naimittikayajna antara lain Kajeng Kliwon, Purnama (Purnima), Tilem (Amavasya), Piodalan-piodalan, Galungan, Otonan, Pawiwahan, Ngaben, dan lain-lain. Ada pula yajna yang dibedakan dalam Pravrtti-yajna, yaitu yajna yang dilakukan dalam mengumpulkan karma (keinginan) demi pencapaian hidup damai sejahtera di dunia dan pencapaian Surga setelah meninggal. Sedangkan jenis lain dinamakan Nivrtti-yajna justru meninggalkan kama (keinginan) untuk

pencapaian pembebasan (moksa). Jenis dan tingkatan-tingkatan yajna ini sesungguhnya lebih banyak dilihat berdasarkan sarananya, bukan dari kegiatan apalagi hasil yang diperoleh dari pelaksanaannya. Keutamaan sebuah yajna ditentukan oleh beberapa faktor. Yajna yang dilakukan dengan sarana yang sederhana (kanistha) bisa jadi nilainya lebih mulia daripada yajna yang dilakukan dengan sarana yang lebih mewah dan jumlah yang lebih banyak (madhyama atau uttamayajna). Jika yajna dilakukan dengan baik dan penuh sraddha bhakti maka upacara kanisthaning kanistha (paling sederhana dari yang paling kecil sederhana) akan dapat mengalahkan upacara yang paling lengkap dari yang paling lengkap (uttamaning uttama). Kekuatan sraddha bhakti sangat ampuh, yang mampu mengalahkan persyaratan upacara banten. Akan tetapi, kesiapan pemahaman seperti ini pastilah belum bisa diterima oleh masyarakat atau umat kebanyakan. Peluang pergeseran pemahaman di masyarakat dapat terjadi yang menganggap keutamaan yajna ditentukan oleh sarana yang lebih banyak dengan biaya yang lebih mahal. Kecendrungan alpa seperti ini dapat terjadi dengan mudah pada siapa saja khususnya para Sarathi banten (tukang Banten) dan yang lainnya. Niat baik memperindah yajna di sana-sini belum tentu diperlukan dan/atau bisa terjadi penempatan yang tidak tepat. Hal tersebut bisa terjadi terutama pada Sarathi Banten yang alpa “nglinggihang” (memuja) Penguasa Banten, yaitu Sang Hyang Tapini serta para Ancangan pengiringnya (makadewaning tukang banten, Ida Hyang Bethari Uma, meraga Sang Hyang Tapini). Salah satu faktor yang mempengaruhi keutamaan sebuah yajna untuk dapat ditingkatkan pada level Satvika-yajna adalah keyakinan yang mantap (sraddha), bahwa yajna harus dilakukan dengan penuh keyakinan (lascarya), artinya yajna harus dilakukan dengan tulus dan ikhlas, tanpa ada rasa terpaksa atau dipaksa oleh siapa pun, terlebih jika yajna dilakukan demi harga diri, prestige atau status di masyarakat, maka tanpa disadari orang sudah menurunkan nilai yajna karena yajna tidak sekadar membuat banten sampai pelaksanaan upacara selesai. Pemahaman arti dan makna yajna di dalam masyarakat perlu diperluas antara lain yajna juga merupakan sebuah usaha untuk mencapai masyarakat yang damai dan sejahtera lahir-batin. Untuk mencapai tujuan ini maka pemahaman yajna diarahkan juga dalam bentuk drvya

yajna atau yajna harta benda. Persyaratan lain dari Sattvika-yajna yang patut dipenuhi juga adalah sastra-pramana, bahwa pelaksanaan yajna harus sesuai dengan petunjuk yang tercantum dalam Veda, Dharmasastra atau lontar-lontar bonafid yang dapat dipercaya. Yajna yang dilakukan berdasarkan “terka-terkaan”, sesuai dengan keinginan pribadi atau persetujuan beberapa orang, atau yang bertentangan dengan Sastrapramana tidak dapat dikelompokkan ke dalam Sattvika-yajna. Selanjutnya Sang Yajamana (yang menyelenggarakan yajna) juga harus menghaturkan daksina, wajib memberikan sesuatu yang layak kepada pemimpin upacara sebagai bentuk keseimbangan antara menerima dan memberi. Selesai pelaksanaan upacara yajna Anna-dana atau Anna-seva harus dilakukan. Pada upacara yajna yang melibatkan orang lain sebagai pemimpin upacara atau manusa-saksi maka sang Yajamana wajib memberikan makanan dan minuman kepada mereka sebagai bentuk pelayanan dan penghormatan. Pemberian makanan merupakan bagian yang sangat penting dalam praktik-praktik upacarayajna yang dilakukan baik di Bali, India atau pun di tempat-tempat lain di dunia. Untuk Sattvika-yajna Anna-dana juga diusahakan yang Sattvika-bhojanam, yaitu makanan dan minuman dalam sifat kebaikan (Sattva-guna). Yajna hendaknya tidak dilakukan untuk tujuan pamer (nasmita). Sattvika-yajna tentu harus dijauhkan dari tujuan pamer dan kebanggaan atau smita. Sattvikayajna harus bersifat nasmita, bebas dari tujuan kebanggaan. Mereka yang hendak melaksanakan yajna diwajibkan menghitung kemampuan dirinya dan kemudian menentukan jenis, tingkat, atau besar-kecilnya yajna yang harus dilakukan. Umat yang baik akan menghindari pelaksanaan yajna yang “ditumpangi oleh rasa kebanggaan dan pamer, apalagi berakhir pada rasa tidak nyaman akibat utang-piutang dan kehabisan harta benda. Persyaratan terpenting untuk sebuah Sattvika-yajna adalah (1) yajna hendaknya dilakukan dengan ketulusan dan kesungguhan hati sebagai sebuah kewajiban suci (yastavyam eva iti manah samadhaya), (2) yajna harus terbebaskan dari keinginan untuk mendapatkan hasil atau pahala (aphalakanksibhih yajnah), dan (3) yajna harus mengacu dan/ atau dilakukan berdasarkan pada vidhi-sastra, kitab-kitab suci yang memang memberikan tuntunan serta aturan peraturan yang otentik untuk pelaksanaan Sattvika-yajna.

MIMBAR AGAMA

Menghidupkan Hati dengan Al Qur’an dengan teliti, ternyata ada sifat-sifat zalim, bodoh, munafik, bahkan kafir (ingkar), jelas memerlukan kecerdasan dan keberanian dalam mengakuinya dengan jujur, juga perlu berlapang dada atas fakta yang meprihatinkan itu seraya (banyak) mohon ampun. Karenanya, apabila kita membaca ayat-ayat yang memuat sifat-sifat orang kafir, musyrik, munafik atau zalim, seharusnya tidak langsung kita “lemparkan” begitu saja kepada orang lain, namun hendaknya kita teliti dengan cermat, adakah kita memiliki sifat-sifat seperti itu. Sekali lagi, sebagaimana diisyaratkan oleh Al-Qur’an, hal itu memang memerlukan kecerdasan dan kejujuran. Namun, bagaimana mungkin kita bisa mengabaikan sikap jujur (terus terang), sedangkan Allah Maha Mengetahui segala rahasia hati semua hamba-Nya? (Q.S. 64: 4). Para nabi pun, apabila berbuat suatu dosa, tidak segan-segan mengaku dirinya zalim. Lalu, mengapa diri kita mesti merasa berat jika harus berterus terang bahwa diri kita memang melakukan suatu kezaliman? Risiko apabila terus bungkam. Melalui Al Qur’an, sejatinya Allah SWT melakukan suatu dialog dengan diri kita. Sebagaimana layaknya suatu dialog, tentulah akan janggan manakala diri kita hanya diam saja tanpa respon dalam dialog itu. Apabila hati kita terus menerus bungkam, tidak merespon ayat-ayat Al-Qur’an yang kita baca atau kita dengar, tentu saja kita layak bertanya kepada diri sendiri, mengapa hal itu sampai terjadi? Betulkah “karat” berupa kecintaan terhadap dunia dan kadar kebodohan di hati kita masih begitu tebal? Rasulullah SAW, dengan bijak mendidik dan memberi contoh umatnya bagaimana semestinya merespon ayatayat Allah SWT, khususnya ayat-ayat yang berisi ancaman bagi orang-orang yang durhaka. “Bacalah Al-Qur’an dan menangislah. Jika kamu tidak dapat menangis, maka ciptakanlah seperti suasana orang yang sedang menangis” (H.R. Ibnu Majah). Perintah Rasulullah SAW itu, jelas didasari keinginan beliau yang begitu besar agar kita para umatnya dapat merespon ayat-ayat Al-Qur’an yang sedang kita baca dengan baik sebagaimana layaknya respon orangorang beriman saat membacanya. Perintah dari kekasih Allah SWT yang berakhlak agung itu, tentu saja sebagai wujud kasih sayangnya kepada kita sebagai umatnya.

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan), bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang beriman.” (Q.S. at-Taubah [9]: 128). Lalu bagaimana reaksi orang-orang beriman manakala sedang membaca Al-Qur’an, baik di dalam maupun di luar shalat? Berikut adalah respon mereka yang serius mempelajari ayatayat Allah SWT itu. “Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad

s.a.w.).” (Q.S. al-Maidah [5]: 83). “Katakanlah: ‘Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah’). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: ‘Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi.’ Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’ (Q.S. al-Israa’ [17]: 107-109). Respon mereka sungguh mempesona dalam menerima kebenaran (Al Qur’an) dengan hati yang sedemikian hidup. Tentu manakala kita membacanya hanya sambil lalu saja, tanpa berpikir, enggan merenungkan dan mentadabburinya dengan baik, maka hati kita pun akan enggan hidup, bahkan cenderung bungkam seribu bahasa.

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

ULANG TAHUN - Selamat ulang tahun ke-1 buat Ida Bagus Surya Dinata (3 Februari), putra dari pasangan Ida Bagus Ersana Putra dengan Ida Ayu Sri Cahya Dewi dari Petemon, Pejeng Kelod, Tampaksiring, Gianyar. Semoga panjang umur, tambah pintar dan doa terbaik untuk kalian.

ULANG TAHUN - I Kadek Tio Pebriana, putra dari pasangan I Made Ariana dan Ni Made Dwi Kamayanti pada Jumat (2/2) merayakan ulang tahun yang keempat. Selamat ulang tahun I Kadek Tio Pebriana, semoga panjang umur, sehat selalu dan jadi anak yang berguna untuk kedua orang tuanya.

Minggu Paing, 11 Februari 2018

Capricorn Faktor kecerobohan akan dominan sekali menghiasi langkah Anda, untuk itu jangan biarkan kesuksesan yang sudah tampak di depan mata itu hilang begitu saja hanya karena kesalahan sendiri yang seharusnya bisa dihindari. Perhitungkan waktu secermat dan seefisien mungkin sehingga dapat mengakomodir semua kegiatan penting dan yang menunjang bagi kesehatan Anda. Asmara: visi ke depan mulai dipersiapkan dan didiskusikan dengannya, jangan hanya memikirkan kesenangan saat ini saja. Kemujuran: Ke arah selatan. Aquarius Usahakan untuk tidak membikin kacau segala rencana yang lagi berjalan, cobalah Anda berjalan di atas rel yang telah Anda susun agar hasil yang akan dicapai benarbenar tepat pada apa yang direncanakan. Dengan bangun di pagi hari akan bisa merasakan hawa segar dan juga kicauan burung. Ini akan sangat membantu bagi pengembalian stamina Anda yagn telah terforsir dengan aktivitas yang cukup berat ini. Asmara: Jangan berpikiran yang bukan-bukan hanya akan bikin hati menjadi tak tenang saja. Kemujuran: Ke arah selatan dan utara. Pisces Tidak ada permasalahan yang tidak ada titik temunya, walaupun semua itu terkadang harus mau berkorban demi penyelesaikan masalah tersebut. Carilah pengorbanan terkecil dari semua solusi yagn ada, sehingga Anda segera bisa hidup tenang dan tidak dihantui oleh permasalahan tersebut. Walau terkadang timbul rasa pusing sebaiknya jangan dibuat tidur-tiduran, karena hanya dengan kesibukanlah maka Anda bisa menghindari gejala migren yang terkadang muncul. Asmara: Cobalah positive thinking dengan segala sikapnya tersebut sehingga persoalan tersebut cepat dapat ditemukan solusi yang tepat. Kemujuran: Ke arah barat dan utara. Aries Permasalahan yang muncul di minggu ini sebenarnya ringan-ringan saja, hanya terkadang hati Anda yang terlalu mendramatisirnya sehingga membikin persoalan menjadi berat. Untuk itu biarlah segalanya berjalan seperti apa adanya tak perlu Anda mempersulit sendiri. Dalam berolahraga sebaiknya benar-benar memikirkan kondisi badan, jangan sampai menguras tenaga terlalu berlebihan karena bukan sehat malah akan menimbulkan bagi kesehatan Anda saja. Asmara: Tak perlu selalu berkata kasar karena itu akan bikin permasalahan menjadi ruwet saja. Kemujuran: Ke arah barat dan utara. Taurus Masih perlu kesabaran untuk dapat meraih hasil seperti yang Anda harap-harapkan, jangan cepat menyerah dengan keadaan dan situasi yang ada, teruslah berimprovisasi dan berinovasi agar langkah Anda tidak terkesan monoton dan tiada perkembangan yang berarti. Jika tidak ingin kesehatan terganggu sebaiknya tidak perlu bertindak yang aneh-aneh, ingatlah di kala jatuh sakit bukankah itu sangat menyakitkan dan mengganggu sekali. Asmara: Ada hal-hal yang cukup bikin segalanya menjadi lebih semarak dan menyenangkan. Kemujuran: Ke arah barat dan utara. Gemini Jangan sia-siakan kesempatan bagus di awal bulan ini. Segera follow up janji-janji yang ada dan tak perlu malu untuk memulainya dari awal. Di minggu ini sangatlah berprospek sekali untuk melakukan terobosan-terobosan baru, walau untuk itu tidak semudah seperti yang dibayangkan, yang penting teruslah berjalan dengan konsep-konsep yang telah Anda buat. Asmara: Masih sulit untuk bisa menjalin komunikasi yang baik. Kemujuran: Ke arah utara. Cancer Kurang begitu mujur di minggu ini, sehingga tak heran jika banyak muncul masalah baru. Bila ada pertentangan cobalah Anda mengalah saja tak perlu ditanggapi agar tidak bertambah panjang saja. Hindari makanan yang dilarang dokter, sekalipun Anda sangat menginginkannya sebaiknya dicegah agar penyakit tidak timbul kembali. Terhadap keuangan jika ingin tidak ada masalah sebaiknya pemborosan bisa dikendalikan, hilangkan dulu segala keinginan membeli barang yang kurang begitu penting. Asmara: Perlu ada kemauan untuk memperbaikinya walaupun Anda yang harus lebih banyak berkorban untuknya. Kemujuran: Ke arah timur dan barat. Leo Tak perlu cemas dengan kekurangan yang ada, cobalah ditutupi dengan bukti-bukti prestasi yang mengagumkan, dan di minggu inilah merupakan kesempatan untuk unjuk gigi. Terhadap kondisi badan Anda cobalah lebih serius memperhatikan istirahat dan pola makan yang benar, agar kesehatan tetap terjaga dan segala aktivitas bisa berjalan dengan normal. Asmara: Pertengkaran masih berawal dari masalah sepele yang seharusnya bisa diselesaikan jika ada yang mau mengalah. Kemujuran: Ke arah barat dan selatan. Virgo Di minggu ini percayailah feeling dan tak perlu terpengaruh dengan prediksi-prediksi dari orang lain yang hanya akan mengacaukan konsentrasi Anda saja. Walaupun suasana tampak lebih tenang, sebaiknya Anda tetap berlaku waspada dan giat untuk mempersiapkan segala rencana yang akan Anda terapkan dikemudian hari. Asmara: Usahakan untuk tidak menyinggung hatinya walaupun Anda beranggapan apa yang Anda lakukan itu adalah benar. Kemujuran: Ke arah selatan dan utara. Libra Hambatan timbul secara mendadak yang bikin kacau segalanya. Bila ada masalah sebaiknya diselesaikan dengan penuh ketenangan, tidak perlu panik ataupun berkecil hati. Waspadailah bagian perut Anda karena rawan sekali untuk terserang penyakit. Mengenai keuangan pemasukan cukup baik, hanya saja pengeluaran yang tampak membengkak terus dan sulit untuk dikendalikan. Asmara: Tetaplah menjaga sikap dan ucapan Anda agar suasana hatinya tetap terjaga. Kemujuran: Ke arah barat dan utara. Scorpio Jangan terburu-buru dalam melangkah, cobalah dipikir seribu kali karena penyesalan akhir tiada gunanya lagi. Situasi diminggu ini menuntut Anda untuk lebih hati-hati dan teliti dalam menelaah setiap kejadian yang muncul nagar bisa meraihhasil yang optimal. Kepala masih sering pusing-pusing terutama sewaktu bangun tidur dan akan segera hilang dengan mengkonsumsi obat seperti biasanya. Asmara: Semua permasalahan akan bisa diselesaikan dengan penuh kesabaran dan ketenangan. Kemujuran: Ke arah utara dan barat. Sagitarius Berada pada posisi yang kurang menguntungkan. Untuk itu bila ada rencana sebaiknya dipikir sematang mungkin jangan sampai setengah-setengah karena itu hanya akan bikin keruwetan baru saja. Kondisi badan kurang begitu bagus maka dari itu jangan dipaksakan untuk pergi apalagi sampai larut malam dan terlalu makan banyak tenaga. Di minggu ini jangan terlalu royal, tak perlu latah dan gampang membelanjakan uangnya untuk barang-barang yang kurang bermanfaat. Asmara: Kalau terlihat lagi ngambek coba teliti apa penyebabnya dan Diasuh Oleh segera lakukan rayuan-rayuan yang dapat melunakPutri Wong Kam Fu kan hatinya. Kemujuran: Berlaku : 11-17 Februari 2018 Ke arah barat dan utara.


Redité Paing, 11 Februari 2018

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

Bencingah I Made Adi Surya Pradnya

Kadasarin Sastra Agama

SAMPUN kauningayang yéning makudang-kudang soroh sekar majanten kapanggihin ring upakara yadnya krama Hindu Bali. Manut Dr. I Made Adi Surya Pradnya S.Ag., M.Fil.H., ngawigunayang bunga ring parikrama yadnya wantah kadasarin antuk BPM/was makudang-kudang sastra agama. Mawit sané munggah ring Bhagawad Gita 9.26 maosang, sapasira sané jagi ngaturang sekar, don, miwah sané siosan majanten jagi katrima olih Ida Sang Hyang Widhi Wasa pinaka paatur-atur sané suci kadasarin antuk manah lascarya. “Tetuek ngawigunayang sekar miwah dondonan inucap wantah jalaran ngamedalang rasa miwah pikayunan nyinggihang saha ngaturang sembah bhakti majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” baos dané. Lanang sané embas ring Denpasar, 18 Mei 1986 puniki ngwewehin, mawit sastra suci i wawu kauningayang, kramané nyinggihang Ida Sang Hyang Widhi Wasa wantah patut kadasarin antuk pikayunan sané lascarya tur prasida ngawigunayang sarana marupa sekar miwah sané siosan. Daging sastra punika malih katedunang dados makudang-kudang sastra lontar sané maosang indik sapunapi kahanan sekar sané kaucap becik tur kaon tatkala kawigunayang ring upacara yadnya. Makudangkudang sastra lontar punika minakadi sastra Siwagama, Agastya Parwa, Aji Janantaka, miwah sané siosan sané kanggén dasar olih krama Hindu ring Nusantara utamanipun ring Bali. “Ring Bali kalimbakang malih malarapan antuk local génius krama tatkala ngélingang tur ngamedalang daging tetuek ring sastra agamané. Punika sané sampun kamargiang saking nguni sané katami dados dresta kantos mangkin,” asapunika ketua Alumni IHDN Denpasar puniki nartayang. (was)

Sugi Lanus

Nyarengin Krama Bali ASU Bali wantah jakti soroh asu sané mabinayan pisan sareng asu soroh tiosan, samaliha sampun saking nguni pisan kapanggihin ring Bali. Kawéntenané punika satmaka cihna Pulo Seribu Pura puniki. Sugi Lanus maosang, asu Bali wantah asu sané becik tatkala nyarengin kramané maboros, napi malih tatkala krama Hinduné makarya makudang-kudang soroh bebantenan sané patut ngawigunayang ulam buron alas sané kapolihang saking maboros. Tios punika, nénten akidik bebantenan sané ngawigunayang asu minakadi asu belang bungkem dados daging bebantenan. “Parikrama makarya bebantenan sajeroning krama Bali wantah sampun kamargiang kirang langkung ring abad kaping 12. Kawéntenan makudang-kudang soroh asu Bali punika sampun nyarengin kahanan krama Baliné wantah saking masan kekunan pisan,” baos dané. Lanang sané embas ring Seririt, 1972 puniki malih maosang, asu belang bungkem ketah kawigunayang pinaka tetaneman satmaka ngupah-ngupahin tanah utawi pakarangan. Sané patut taler kauningayang, asu punika nénten ja mati ngawag nanging kaaptiang mangda jiwatmannyané prasida nincap kahananipun duaning padem sangkaning kanggén daging yadnya. Sios punika, ring pakraman Hindu Bali ring masanné nguni taler ketah sané ngaryanin makudang-kudang soroh bebantenan ri kala mirengang suaran asu Bali sané kaupapira ring wewidangan irika nyalung. “Suaran asu Bali sané sakadi punika wantah kadadosang tetangar olih krama Bali tatkala nguratiang sapunapi minab aab gumi taler kahanan sekala wiadin niskala sané jagi kapanggihin. Minakadi tatkala jagi kapanggihin mrana mangda prasida kramané ngamargiang parikrama upacara yadnya sané minabang becik kamargiang,” baos Alumni Sastra Bali UNUD warsa 2000 puniki. (was)

(115)

BPM/was

SEKAR – Sampun pinaka dresta sané kamargiang saking nguni, krama Bali sané magama Hindu ngawigunayang lakar sané kapolihang saking wewidangannyané tatkala makarya upakara utawi bebantenan. Minakadi marupa sekar tunjung, don-donan utawi marupa busung miwah woh-wohan marupa klungah.

Sekar, Don, miwah Woh-wohan

Ketah Kawigunayang Sajeroning Yadnya DADOS krama Bali sané magama Hindu majanten nami makudang-kudang soroh sima miwah dresta pinaka tetamian budaya saking panglingsir. Sinalih tunggilnyané, makudang-kudang parikrama upacara yadnya sané mabuat ring soang-soang krama. Sané sampun kamargiang saking nguni tatkala nyangkepang taler makarya makudang-kudang piranti upacara inucap majanten ngawigunayang lakar sané kapolihang saking soroh-soroh tetanduran ring wewidanganipuné sané kaolah malarapan antuk parikrama sané nyinahang “nilai estetika” taler kadasarin antuk tattwa agama Hindu sané kajantenang olih krama. Ngrereh tur ngawigunayang lakar saking palemahan punika manados cihna yéning krama Bali saking masan para panglingsir sampun raket pisan sareng palemahan tur setata ngamargiang yadnya kadasarin antuk rasa bakti ring Ida Sang

Hyang Widhi Wasa. Ngeninin indik daging-daging tetanduran sané ketah kawigunayang dados lakar makarya upakara utawi banten, minakadi sekar, don, miwah woh-wohan sané kauningayang madué kawigunannyané soang-soang. Yéning selehin, minab sami wangun bebantenan sané kakaryanin ngawigunayang sekar, sakéwanten akéhan sané kawigunayang minakadi sekar tunjung, cempaka miwah sandat sakadi sané kabaosang olih Jero Plasa, serati banten ring Br. Nyelati, Kuwum, Mengwi, Badung. Dané maosang, wénten sekar sané kawigunayang nganutin saking soroh banten sané kakaryanin, minakadi ring banten tebasan. Yéning wantah tebasan kelod, majanten ngawigunayang sekar bang utawi barak. Yéning tebasan kangin, majanten ngawigunayang sekar petak utawi putih. Ngeninin indik ngawigunayang sekar ring upakara, Dr. I Made Adi

Surya Pradnya S.Ag., M.Fil.H., doktor Ilmu Agama Hindu sané taler manados wakil ketua PHDI ring Bidang Lingkungan maosang, kawigunan sekar pinika sarana mayasin, sarana pamuspan taler sarana makarya bebantenan utawi upakara. Napi malih sekar tunjung kajantenang pinaka sekar utama duaning wantah niyasa padma suci ring jagaté. Asapunika taler pinaka wangun cakra-cakra sajeroning angga sariran i manusa. “Ring Bali nénten wénten “standarisasi” sané kaku indik soroh sekar napi sané sapatutné dados kawigunayang utawi nénten. Duaning nganutin sapunapi tata-titi ring soangsoang wewidangan ngaturang singgih baktinipun ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” baos dané. Surya Pradnya malih maosang, parikrama punika majanten kamedalang antuk local genius utawi kawagedan

krama irika. Nénten akidik sané ngawigunayang soroh lakar tiosan minakadi don-donan antuk ngwangun banten sané becik tur bungah. Indik don-donan sané ketah kawigunayang minakadi don taru klapa utawi sané ketah kabaos busung sané laut kaanggén nandingin sekar inucap dados canang sari utawi ngawigunayang don biu pinaka sané kaanggén dados makarya kwangén. Ngeninin indik ngawigunayang don-donan sané kawigunayang, minakadi; busung, slepan sané prasida kawigunayang makéh jejaitan minakadi tamas. Prasida taler kawigunayang makarya klangsah, minakadi makarya klangsah klabang mantri miwah klangsah klabang blarak. Tios punika slepan inucap taler ketah kadadosang sengkuwi sané kawigunayang sajeroning parikrama macaru. Ngeninin indik ngawigunayang woh-wohan ring bebantenan, ketah kapanggihin

kawigunayang nyuh nguda sané kantun marupa klungah ring sajeroning banten pacaruan. Tios saking punika klungah utawi sané ketah kabaosang antuk bungkak inucap taler kawigunayang ring sajeroning banten durmanggala miwah banten prasyascita. Sios saking klungah biu taler nénten prasida kapasahang ring sajeroning banten, sané manut pabaos Ni Kompyang Ratna inggih punika sarati banten ring Br. Kuwum, Desa Kuwum, Mengwi, Badung wantah jagi kaanggén ring makudang-kudang soroh banten mawit saking banten sané alit nyantos sané ageng. “Minakadi ring banten pras ajengan daksina, banten suci miwah ring sesodaan sané katur tatkala Galungan. Tios punika biu taler jagi kaanggén ring sajeroning gebogan, jerimpen nyantos ring banten bebangkit miwah pulagémbal,” asapunika Kompyang Ratna maosang. (was)

Pinaka Ulam Banten, Caru, miwah Iber-iber

Kawigunan Beburon ring Upacara Yadnya SAKADI sané sampun kauningayang, krama Hindu ring Bali ngawigunayang makéh tetanduran ri kala ngamargiang yadnya. Wénten taler makudangkudang upakara sané ngawigunayang beburonan sajeroning pamargin upacara yadnya. Punika wantah sinalih tunggil cihna yéning wénten soroh beburon sané mabuat kawigunayang pinaka sarana ring sajeroning yadnya mangda prasida dados labda karya. Ngeninin indik ngawigunayang beburon sajeroning upacara yadnya wantah makéh pisan parikramaipun, minakadi wénten kawigunayang ulam banten, piranti utama sajeroning parikrama caru, miwah sané kantun maurip kawigunayang pinaka iber-iber. Ngeninin indik beburon sané kawigunayang pinaka ulam banten, akéh pisan kapanggihin ring pakraman, minakadi pinaka jatah, ulam pangganggan, miwah sakadi sané ketah kapanggih ring banten bebangkit ngawigunayang bawi guling. I Gede Agus Budi Adnyana S.Pd.B., M.Pd.H., budayawan taler pangripta makudang-kudang buku budaya Bali miwah Hindu puniki maosang, ngawigunayang beburon sajeroning banten minakadi nganggén ayam panggang dados ulam banten peras wantah mabuat pisan mangda banten inucap prasida kaucap jangkep tan bina sakadi sekar ring canang

sariné. Sakadi sané munggah ring Rg Weda I.162.11, “…napi sané wénten ring pemanggangan ulam, inggih punika minyak taler ulam punika sampunang kakutang ring padangé. Indayang aturang punika ring para Déwatane sami…” asapunika dasar sastra sané parikramaipun kamargiang nganutin sapunapi sima miwah dresta ring soang-soang genah utawi wewidangan. “Ulam utamanipun ulam panggang, manut sané munggah ring sastra Rg Weda pinaka sarana banten sané mabuat pisan. Napi malih ring parikrama Bhairawa Tantra, ulam wantah sarana utama ring yadnya sané kamargiang taler pinaka pangurip bhuana,” baos Budi Adnyana. Sios punika, makudang-kudang beburon sané kajantenang madué kasidhian utawi kalewihan majanten mawiguna pisan. Sugi Lanus, budayawan taler peneliti lontar Bali maosang, beburon minakadi soroh-soroh asu Bali ketah kawigunayang pinaka caru duaning madué enérgy soang-soang. Minakadi ri kala kamargiang caru rsi gana ring soang-soang pakarangan paumahan nyabran 35 warsa apisan, majanten sané kawigunayang caru wantah asu belang bungkem. Duaning ring kahanan spiritualitas-nyané, soroh punika wantah madué rah miwah pangawak sané prasida nglanduhang pakarangan sané nedeng ngamedalang kasidhian

LUH Méga motong tumpeng katurang ring sané kabaos wau mimbuh masalaman. “Acara salanturné tukar cincin. Luh Méga sareng Dé Widiana kaapit antuk yayah rénanné soang-soang. Sampunang kagiat, yén sané nyalukin cinciné wantah Ngurah Jelada sané gumanti matemuang sang kalih,” atur Komang Juniathi sang protokol nyantep. Alon raganné nganampekin raris nyalukin cincin saha meluk sang kalih sané nangis sigsigan. “Selamat berbahagia, Om Dhirgayurastu rahajeng salawasé,” raris cipika-cipiki. Sami tamiuné tepuk tangan. Timpal-timpalné tan tahan nyerbu ngecup nyalamin sang kalih. “Inggih mangkin acarané kalanturang antuk santap siang....,” wau akadi nika, Luh Méga nyelag matur, “Inggih para sameton sami, pinaka

subhaktin titiang sakulawarga, titiang nunas galah jaga matemuang Gusti Ngurah Jelada sareng Luh Adé Suwarni iriki.” “Inggih, durusang Tungurah sareng Luh Suwarni ngadeg,” aturné Luh Méga saha ngaukin Bapak lan Ibunné mangda makta kotak kadoné. Sami bengong napi daging kotaké. “Tungurah, titiang sampun bagia saking tuntunan lan paican iratu ring kulawargan t i t i angé. M angkin w énten aturan titiang samatra mangda lédang iratu nerima. Yén wantah arsa tunas titiang iratu nganggén sané mangkin. Nanging yéning wénten papineh sios sara ledang anggan iratu,” aturné Gedé Dauh saha ngaturang kadoné ring Gusti Ngurah Jelada. Alon Ngurah Jelada mukak kotaké. Dagingné wantah cincin kawin apasang masurat Jelada asiki

BPM/was

ULAM – Satios ngawigunayang makudang-kudang soroh sekar, kramané taler ngawigunayang makudang-kudang soroh beburon antuk parikrama sané mabina-binayan tatkala ngamargiang parikrama yadnya. Wénten pinaka ulam banten, pinaka caru, miwah sané siosan. utawi enérgy sané nglintang akéh tur patut pisan kadegdegang. Napi malih ring genah-genah minakadi ring pempatan agung majanten akéh madaging enérgy utawi kasidhian, punika jagi kalanduhang tur kaisep antuk caru asu belang bungkem sané tan bina sakadi ngisep toya antuk gabus sané tuh. Sané ketah taler kawigunayang caru wantah ayam. Manut Ida Bagus Alit, panglingsir Gria Anyar Manuaba Baha, ayam sané kawigunayang nganutin pangider bhuana. Sakadi

ring caru Manca Sata, ayam putih ring caru majeng Kangin, ayam biing ring Kelod, putih siungan utawi bulu jalak ring Kauh, ayam selem ring Kaja, miwah ayam brumbun ring tengah. Wénten taler paletan caru ring karya sané agengan sané majanten ngawigunayang beburon tiosan pinaka ulu caru inucap, minakadi ngawigunayang bebek, asu, kambing miwah sané siosan. Sakéwanten majanten caru manca sata sané manados dasar carunnyané. Tios punika, wénten taler parikrama tiosan

sané ngawigunayang beburon sané kantun maurip, kawigunayang pinaka iber-iber sajeroning parikrama upacara pitra yadnya utawi ngaben marupa ayam petak miwah kedis. “Makekalih beburonan inucap kasinturang risampuné wadah utawi badé sampun nganteg ring setra utawi wusan mapiteh ping tiga. Iber-iber punika kajantenang pinaka tetenger pamargin Sang Atma utawi nuntun Sang Atma nuju sunia loka,” Ida Bagus Alit nartayang. (was)

miwah Suwarni malih asiki. Maduluran kenyem raganné ngédéngang ring Suwarni. “Kénkén Arniek. Beli nyerahang putusané tekén Arniek,” baosné makisi-kisi. “Yén angganing singa, titiang amung dados ikuh. Sukserah napi becik Tungurahé.” “Béh, Bapak sareng Ibu pinaka anggén tiang rerama ping kalih deriki, rarisang napi ja becikné manut Bapak, tiang nerima,” baosné Ngurah Jelada nyerahang kotaké mangda Luh Méga sané nyalukin. Alon-alon sada ngejer Luh Méga nyalukin tangan sang kalih. “Matur suksma, sujatinné pasangan puniki sané ngicén tiang tuntunan, conto miwah tauladan saking brahmacari ngantos grehasta kaungkur. Dumadak mangda sami langgeng.” Sapunika acarané puput raris sami masalaman ngapti mangda sami nemu

rahajeng. “Inggih mangkin ngiring durusang ngajengang sawéntené. Niki taler conto masakan saking ide sang kalih,” aturné Nyoman Padmini ngaturin sametonné sami ngajengang. Durung becik Gusti Ngurah Jelada usan ngajengang sagét makering HP-né, wénten sambungan saking Gusti Bagus Catra Andana ring Denpasar kadi kabrebehan. “Om Swastyastu, Gus Catra, wénten napi?” saking irika pasaurné masawang tangis. “Beli Wah dija niki? Tulung digelis ka Denpasar mangkin. Gék Citra kabancaran, labuh kantos mangkin ten éling ring raga. Miribné merluang donor darah, Beli... tulung?!” “Kenapi Gék Citra Beli Ngurah,” pitakénné Ayu Jeladi sareng Arniek gelagapan. “Gék Citra labuh, mangkin di rumah sakit merluang donor darah,” baosné nregdeg.

“Wénten napi Tungurah dados kadi panik?” pitakénné Ibu Padmini lan Luh Méga. “Luh Méga, Bu sareng Bapak. Tiang pamit dumun ka Denpasar. Misan tiangé Ayu Citra Andini kabancaran labuh masepéda motoran, mangkin ring RSUP Sanglah.” “Ooh nggih, napi perlu mobil mangda gelisan?” aturné Pak Gedé Dauh nawarin. “Ten Pak, depin nganggon motor apang ten ngrépotin,” baosné Ngurah Jelada saha ngambil tas pakaianné magésoan. Matadah sendu Ngurah Jelada, Ayu Jeladi lan Arniek nyalamin Luh Mégantari sekeluarga sané kari kangen nyatua, macanda lan malila cita. Sang tiga mapamit Anginé makesiuh dingin, nanging raganné marasa mapeluh. (Masambung)


8 Parahyangan

Pura Meru, Lombok

Niyasa Tri Murti YADIASTUN krama ring Pulo Lombok akéhan magama Islam, kantun akéh prasida kapanggihin makudang-kudang peninggalan Hindu sané magenah ring jalan utama Kota Cakranegara, Lombok. Sinalih tunggilnyané marupa Pura Meru. Pura Meru rumasuk pura pinih ageng sané magenah ring tengah Kota Mataram, ring wewidangan Jalan Selaparang, Kecamatan Cakranegara. Pura puniki madué arsitektur pura sané macihna pisan, marupa meru antuk atap sané matingkat-tingkat. Manut sejarah, Pura Meru kawangun daweg warsa 1720 olih I Gusti Anglurah Made Karangasem. Pura Meru kawangun pinaka niyasa Tri Murti (Brahma, Wisnu, miwah Siwa). “Meru” wantah pacutetan saking Gunung Semeru sané magenah ring Jawa Timur. I Gusti Anglurah Made Karangasem sané kantun pinaka sentana saking Kerajaan Singosari saking Jawa Timur nénten lali ring Gunung Semeru wantah gunung sané kasuciang olih lelingsiridané. Antuk punika, pura sané kawangun ngambil aran Gunung Semeru sané salanturnyané kacumpuin dados Pura Meru. Sakadi pura-pura tiosan, Pura Méru kapah dados tigang mandala. Ring mandala utama utawi jeroan, wénten 33 palinggih mawarna putih. Palinggihpalinggih punika wantah niyasa saking 33 desa sané sareng ngwantu I Gusti Anglurah Made Karangasem sajeroning ngwangun Pura Meru. Wangunan palinggih utama wantah tetiga palinggih meru. Asiki meru matumpang solas miwah kekalih wangunan meru matumpang sanga. Palinggih meru inucap wantah niyasa saking Bhatara Tri Murti manut ajahan Hindu, luiré; Bhatara Brahma (Uttpati) malinggih ring palinggih meru tumpang sanga, Bhatara Wisnu (Sthiti) malingga ring palinggih meru tumpang sanga, miwah Bhatara Siwa (Pralina) ring palinggih meru tumpang solas. Satios wangunan palinggih inucap, ring utama mandala taler wénten balé pawédan miwah balé saka ulu sané ketah kawigunayang pinaka genah aturan/bebantenan. Ring jaba tengah utawi ring madya mandala, wénten kekalih wangunan balé saka ulu sané ketah kawigunayang pinaka genah paum. Ring jaba sisi utawi nista mandala, ketah kawigunayang pinaka genah ngamargiang ilén-ilén wiadin kasenian sajeroning upacara pujawali wiadin upacara tiosan ring pura inucap. Nyabran palinggih utama sané marupa meru wantah niyasa gunung sané pinih tegeh saking tetiga pulo, luiré; Pura Brahma (meru tumpang sanga) pinaka niyasa Gunung Agung ring Bali, Pura Wisnu (meru tumpang sanga) niyasa Gunung Semeru ring Jawa Timur, miwah Pura Siwa (meru tumpang solas) niyasa Gunung Rinjani ring Lombok. Satios punika, nyabran pujawali sané rauh nyabran Purnama Kapat, tetiga palinggih meru inucap mabusana manut warna soangsoang. Pura Brahma mabusana sarwa barak/bang, Pura Wisnu mabusana sarwa selem/ireng, miwah Pura Siwa mabusana sarwa petak/putih. (kmb/uma)

Dura Désa

Redité Paing, 11 Februari 2018

Rowo Bayu, Genah Payogan Prabu Tawangalun

K AS UGI H AN alas ring Banyuwangi yukti nénten prasida kawilangin malih. Satios sumber daya alam, ring alas wewidangan Banyuwangi puniki wénten makudang-kudang peninggalan wiadin situs sané kadadosang jejak sejarah majeng para yowana panerus ring masané mangkin wiadin sané jagi rauh. Sinalih tunggilnyané, wisata spiritual Rowo Bayu, Desa Bayu, Kecamatan Songgon. Objek wisata sané genahnyané sawatara 30 kilometer saking Kota Banyuwangi puniki rumasuk ring situs peninggalan kerajaan. Kaprecaya, Rowo Bayu wantah petilasan genah masemadi utawi payogan Prabu Tawangalun sadurung ngwangun Kerajaan Macanputih ring Kabat. Kocap, ri kala masemadi, Prabu Tawangalun molihang waranugraha Macanputih aukud pinaka palinggihan dané. manut pawisik, beburon inucap pacang ngiringang Tawangalun ka sisi kangin. Ring genah icalnyané Macanputih punika, Prabu Tawangalun ngwangun kerajaan sané ageng pisan. Arannyané wantah Kerajaan Macanputih sané taler pinaka cikal bakal Banyuwangi. Kantos mangkin, aran Macanputih kadadosang sinalih tunggil aran désa, Desa Macanputih.

Inggian Rowo Bayu miwah Macanputih yukti madué vibrasi spiritual sané kabinawa. Nénten angob, kalih genah inucap ketah karauhin krama sané meled ngruruh kaheningan saha kadegdegan pikayunan utawi molihang kekuatan spiritual majalaran meditasi. Nénten wénten sumber resmi sejarah Rowo Bayu. Manggihin genahnyané, genah Rowo Bayu marupa rawa sané kaiterin alas sané ngulangunin. Akéh sané ngulanginin ring genahé puniki, toyannyané ning saha genahnyané dayuh pisan. Rowo Bayu becik kadadosang genah wisata petualangan, parikrama adatnyané macihna pisan saha becik pinaka genah wisata sejarah ngélingang Puputan Bayu miwah hari lahir Banyuwangi. Satios punika, genah inucap becik pinaka genah wisata religi. Genahnyané sané silib ngawinang krama sané rauh marasa degdeg pikayunané saha meled sué meneng irika. Ngruruh genah inucap atler dangan, saking Banyuwangi prasida langsung nuju jalur Rogojampi. Majeng krama sane meled ngrasayang kahanan spiritual, pacang kasarengin olih juru kunci petilasan. Krama sané rauh prasida ngranjing ka ge-

ROWO BAYU - Wisata spiritual Rowo Bayu, ring Kecamatan Songgon, Banyuwangi. nah petilasan Prabu Tawang Alun miwah ngamargiang ritual manut kayun soang-soang. Ring sisi kiwa petilasan wénten klebutan sané nénten naan nyat toyannyané. Klebutan inucap kawastanin Sumber Kamulyan.

Lemah Duwur Lanang-Wadon ring Candi Cibuaya

CANDI Cibuaya magenah ring Dusun Pajaten, Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Candi puniki magenah ring wewidangan carik antuk ketinggian pantara kalih kantos tigang meter diatas permukaan laut. Pangawit candi punika kapanggihin, reruntuhan candi katarka Benteng Belanda, nanging wus kapanggihin arca Wisnu, asumsi inucap mauwah. Salami limang warsa, ring warsa 1957 kapanggihin malih arca Bhatara Wisnu. Arca-arca inucap mangkin kasimpen ring Museum Nasional ring Jakarta antuk aran Arca Wisnu I miwah Arca Wisnu II. Manut istilah krama irika, situs Cibuaya kawastanin lemah duwur santukan wentuknyané sakadi bukit alit antuk tegehnyané sawatara 3 meter. Istilah inucap kawigunayang santukan akéhan krama Cibuaya sadurungnyané ngawigunayang basa Jawa dialek Banten. Ring wewidangan inucap, wénten nemnem lemah duwur sané magenah ring wewidangan situs Cibuaya, nanging sané salami puniki kauratiang wantah kalih lemah duwur. Makekalih lemah duwur sané kawastanin

Lemah Duwur Lanang miwah Lemah Duwur Wadon puniki kabinayang antuk wentuk wangunannyané. Wangunan inucap kawentuk saking batu bata. Candi Lemah Duwur Lanang marupa wangunan antuk dasar candi mawentuk segi empat antuk ukuran 9 x 9,6 m miwah undagan sané magenah ring sisi kelod kauh antuk kahanan sané sampun usak. Ring puncak Candi Lemah Duwur Lanang wénten lingga antuk tegeh 1,11 m miwah diameter 40 cm sané nancep ka tanah. Lingga punika dumun kapanggihin ring reruntuhan dasar wangunan candi. Wentuk lingga sané wénten ring Candi Lemah Duwur Lanang wantah nyinahang wentuk bujur sangkar ring sor miwah bunder ring duurnyané. Antuk kapanggihinnyané lingga ring Candi Lemah Duwur Lanang, prasida kapastikayang candi punika wantah candi Hindu. Satios Candi Lemah Duwur Lanang, wénten taler wangunan candi sané kawastanin Lemah Duwur Wadon santukan nénten madaging lingga. Nanging kantos mangkin, ring wewidangan Candi Cibuaya durung kapanggihin

kawéntenan yoni. Candi Lemah Duwur Wadon mawentuk bujur sangkar antuk ukuran 3,5 x 3,5 m. Wangunan candi taler kakaryanin antuk bata. Daweg kapanggihin, candi sampun rusak, wantah dasar candi sané kantun prasida kajantenang. Lanang miwah wadon wantah istilah sané kawigunayang minayang jenis kelamin lanang wiadin istri. Makekalih istilah inucap kantun kawigunayang kantos mangkin, yadiastun peran basa Sunda ring pasarainan lewih mendominasi para krama ring wewidangan inucap. Lemah Duwur Lanang miwah Lemah Duwur Wadon madohan sawatara 600 meter. Penelitian awal situs puniki kamargiang olih Lembaga Purbakala miwah Peninggalan Nasional (mangkin Puslit Arkenas) sané kapimpin Basoeki daweg warsa 1957. Sesampun sué meneng, malih 20 warsa kalanturang penelitian sané kapimpin olih Drs Hasan Muarif Ambary, ring warsa 1977. Asil makekalih penelitian inucap nyihnayang Lemah Duwur Lanang miwah Lemah Duwur Wadon rumasuk wangunan candi saking reruntuhan candi batu bata. (kmb)

BPM/net

LEMAH DUWUR - Kahanan wangunan Candi Lemah Duwur Lanang sané magenah ring Situs Candi Cibuaya. Ring Puncak candi madaging lingga sané nyihnayang candi puniki wantah candi Hindu.

Krama sané rauh kadadosang ngambil toya inucap. “ Sira ké m a nt e n, sa ki ng agama napi ja, dados ngamargiang ritual ring genah puniki,” baos Saji, sinalih tunggil krama sané ngemit petilasan,

BPM/udi

wawu puniki. Wisata Rowo Bayu ramia karauhin krama ri kala galah liburan sekolah. Sané rauh akéhan para yowana saking wewidangan Banyuwangi miwah wewidangan tiosan. (udi/uma)

Satua

I Bawang tekén I Kesuna (2) Kaketus saking Satua-satua Bali (X) DISUBANÉ ia neked jumah, lantas morahan ia tekén méménné, “Mémé taledé anyud duang bidang.” Mara kéto piorahan pianakné, lantas pedih méménné. “Ngéngkén dogén I Bawang kabisanné, tekén memanting taled tuara keduman baana. Kemu alihin taledé, lamun tondén bakat da mulih!” Tigtiga lantas I Bawang tekén méménné. Ngeling lantas I Bawang nganyut-nyutang mesuang, ngojong ia ka tukad lakar ngalih-alihin taledné. Suba neked di tukadé, tepukina koné Sang Testes. “Sang Testes, Sang Testes, iané nepukin taled adin icangé?” “Tusing, tegarang ditu di tebénan takonang tekén Sang Udang!” ngatebénang lantas I Bawang, tepukina Sang Udang. “Sang Udang, Sang Udang, iané nepukin taled adin icangé?” “Tusing tegarang kema ditu takonang tekén Sang Yuyu!” buin I Bawang ngatebénang, tepukina lantas Sang Yuyu. “Sang Yuyu, Sang Yuyu, iané nepukin taled adin icangé?” “Tusing, tegarang ditu di tebénan takonang tekén Sang Nyalian!” buin koné I Bawang ngatebénang, tepukina lantas Sang Nyalian, Sang Baboso, mara takonina mekejang ngorahang tusing nawang. Tanggu tebén gati tepukina lantas Sang Kaipi “Sang Kaipi, Sang Kaipi, ia nepukin taled adin icangé?” “Tusing, tegarang takonang ba duuran tekén Sang Rangsasa!” Menékan lantas I Bawang ngojog I Rangsasané, ditu lantas ia kaukkauk, “Dadong, Dadong…” masaut lantas I Rangsasa, “Nyén ento kauk-kauk?” “Icang I Bawang. Dadong nepukin taled adin icangé?” “Tusing, mai ja malu, alihin malu dadong kutu akejep!” kemu lantas I Bawang ngalihin I Rangsasa kutu. Mara kebitanga bok I Rangsasa, geleh lantas I Bawang ningalin kutun I Rangsasané paséhséh amunamun gemelé gedénné. “Apa kauyutang Cening?” “Sing, icang tusing nguyutang apa.” Sabilang maan kutu abesik celopina tekén I Rangsasa. Suba suud makutu, tundéna lantas I Bawang nyakan. Matakon I Bawang, “Dija nyemak baasé, Dadong?” “Ditu jumahan beneng kaja puluné!” mulihan lantas I Bawang. Mara ungkabanga puluné, teka bek koné misi uled, geleh lantas I Bawang. “Apa kauyutang Cening “Sing icang tusing nguyutang apa.” Mara I Bawang nakonang saang, patujuina koné tulang. Mara nakonang yéh, patujuina getih. Gelisang satua, kacarita suud koné I Bawang nyakan, kaukina lantas dadongné ento. “Dadong, Dadong nasiné suba lebeng, dong mai madaar!” “Endén malu, Dadong tondén seduk.” Suba koné peteng morahan lantas I Bawang lakar mulih. Masaut I Rangsasa, “Cening Bawang, Cening ngantiang mulih, Dadong sing ngelah apa, apa men baang Dadong, Cening? Dadong ngelah waluh dogén, nah ento alap waluh Dadongé. Da alapa ané kelod kauh, ane kaja kangin alap!” Alapa koné waluh I Rangsasané ané kaja kangin tekén I Bawang lantas abana mulih. Disubané neked jumah, dapetanga jlanan umah metenné suba makancing, ditu lantas I Bawang makaukan, “Mémé, Mémé ampakin icang jlanan!” “Nyén ento, I Bawang? Jabin agel tendasné asi saang kandikan.” Jani I Kesuna koné kaukina, “Kesuna, Kesuna, ampakin Embok jlanan!” “Nyén ento, I Bawang? Jabin tomplok tendasné aji blida.” (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu Paing, 11 Februari 2018

9

SPORT

Olimpiade Musim Dingin 2018

Pembukaan Aman, Tepis Isu Miring

HAL 12 PADAT - Banyaknya pemain yang cedera ditenggarai akibat padatnya jadwal yang harus diikuti oleh sebuah klub sepak bola.

Padatnya Jadwal Liga Inggris

”Winter Break” Kembali Disuarakan London –

Sepak bola Inggris tak hanya dikenal sebagai kompetisi terpopuler sedunia, khususnya Liga Primer Inggris, namun juga sebagai yang paling sibuk di dunia. Seperti yang kita tahu, sepak bola Inggris tak memiliki jeda waktu liburan musim dingin, berbeda dengan mayoritas liga-liga di Eropa. Sibuknya jadwal kompetisi sepak bola di Inggris ini sampai dituduh menjadi salah satu biang kerok menurunnya prestasi tim nasional mereka sendiri dan juga mudah rontoknya wakil-wakil Inggris di kompetisi antarklub Eropa. Oleh sebab itu, wacana tentang jeda musim dingin (winter break) pun tak jarang dikemukakan, bahkan sejak lama. Semakin kompetitifnya sepak bola dunia saat ini membuat beberapa pihak merasa perubahan perlu dilakukan, utamanya untuk menjaga kondisi pemain tetap bugar dan tak mudah cedera akibat kelelahan. Meskipun begitu, dulu wacana ini hanya seperti angin lalu. Apalagi jika yang melontarkan wacana ini adalah para manajer asing yang mengeluh dengan jadwal tanding klubnya, banyaknya pemain mereka yang cedera atau timnya sedang mengalami tren negatif. Ketimbang dianggap memberi solusi yang ada mereka malah dicap mencari-cari alasan. Namun dalam beberapa tahun ke depan, winter break di Liga Primer bisa benar-benar terlaksana. Pasalnya, saat ini pihak Premier League

selaku operator liga tertinggi di Inggris ini baru saja mengangkat kembali isu tersebut secara serius lewat sebuah pernyataan resmi. “Premier League telah berdiskusi dengan FA dan English Football League (EFL) selama beberapa bulan untuk menjawab tantangan mengenai kalender sepak bola Inggris yang semakin padat, dan juga cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kepadatan jadwal serta memberikan waktu istirahat di tengah musim bagi para pemain. Jeda tersebut bisa dimasukkan ke dalam kalender dan pada dasarnya kami terbuka dengan opsi ini dan akan melanjutkan diskusi yang membangun dengan para pemangku kepentingan sepak bola Inggris untuk mencari solusi yang tepat,” ujar pernyataan resmi tersebut. Kelanjutan terkait winter break ini juga akan didiskusikan dengan para calon pemegang hak siar yang saat

Jadwal Padat Sulitkan Chelsea London – Salah satu pemain Chelsea, Eden Hazard merasa yakin bahwa sebagian besar masalah yang mereka hadapi pada musim ini terjadi karena jadwal padat yang mereka hadapi. Antonio Conte membawa The Blues meraih gelar juara Liga Premier Inggris pada tahun lalu. Tetapi saat itu mereka tidak bertarung di kompetisi Eropa, karena hasil buruk yang mereka petik di musim 2015/2016. Musim ini Chelsea kesulitan untuk mempertahankan prestasi yang mereka capai di musim lalu. Saat ini The Blues harus puas dengan duduk di posisi ke-4 dalam klasemen sementara Liga Premier Inggris, setelah dipermalukan dalam dua laga terakhirnya oleh dua tim papan bawah klasemen EPL, Watford dan AFC Bournemouth. Chelsea juga mendapat pukulan telak, ketika kalah dari Arsenal di pertandingan babak semifinal Piala FA pada bulan lalu. Menanggapi masa sulit Chelsea saat ini, Hazard mengatakan: “Saya pikir Liga Premier Inggris itu sulit. Sulit untuk bisa menang setiap tahun. Tahun lalu kami tidak turut serta di kompetisi Liga Champions. Tahun ini kami hanya memiliki sedikit waktu untuk bersiap menghadapi pertandingan. Setiap pekan ada tiga pertandingan.” Selain jadwal kompetisi, Hazard juga menyebut kepindahan beberapa pemain kunci juga menjadi salah satu hal yang memengaruhi Chelsea. “Kami banyak berubah. Kami kehilangan pemain, kami membeli lagi yang baru. Setiap tahun selalu berbeda,” kata eks pemain LOSC Lille itu, Sabtu (10/2) kemarin. Chelsea musim ini menjual Diego Costa dan Nemanja Matic dan menggantikannya dengan Alvaro Morata dan Tiemoue Bakayoko. (kmb33/rtr)

Eden Hazard

BPM/rtr

ini dipegang oleh Sky Sports dan BT Sports. Bahkan wacana ini kabarnya akan dimasukkan ke dalam dokumen tender untuk stasiun-stasiun televisi yang ingin menyiarkan Liga Primer. Jika jadi terlaksana, format kompetisi dengan adanya winter break akan berlaku mulai musim 2019/2020. Saat ini pembicaraan terkait kelanjutan hak siar untuk Liga Primer untuk periode 2019-2022 memang sedang dibahas, dan Sky maupun BT memang berniat melanjutkan kembali kontrak mereka. Kabarnya, nilai hak siar ini akan meningkat dari sebelumnya dan jumlah pertandingan yang disiarkan juga meningkat, dari 168 menjadi 200 partai per musim. Dua hal ini rencananya akan dikonfirmasi minggu depan. Tradisi yang Dipertahankan dan Dibuang Munculnya winter break ini akan memicu perdebatan, utamanya tentang bagaimana pihak operator liga mengatur jadwal yang sudah sedemikian padat itu. Belum lagi jika membahas tentang potensi hilangnya tradisi sepak bola Inggris yang tak mengenal winter break. Namun, pihak Premier League sendiri sudah mempertimbangkan hal ini. Jika jadi terlaksana, jadwal

Guardiola Keluhkan Padatnya Jadwal London – Meski Manchester City kokoh di puncak klasemen Liga Premier Inggris, namun hal itu tidak membuat manajer Pep Guardiola merasa tenang. Dia justru mengeluhkan jadwal liga yang begitu padat. City memimpin klasemen Liga Primer dengan 69 poin dari 27 laga. Unggul 13 poin atas pesaing terdekatnya, Manchester United. Tapi mereka akan mengarungi lima laga penting yang akan menguras tenaga dan mental mereka dalam 20 hari ke depan. Ketatnya jadwal itu yang dikeluhkan oleh Guardiola. Karena bukan tidak mungkin banyak pemain kuncinya yang akan mendapat cedera, sehingga ambisi untuk memenangi lebih dari satu trofi di musim ini akan kandas. Jadwal padat itu dimulai dari pertandingan liga kontra Leicester City di Etihad Stadium pada Sabtu (10/2). Lalu mereka bertandang ke Basel untuk mengarungi laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions Rabu (14/2) dinihari. Selanjutnya, Sergio Aguero dkk tandang ke Wigan Athletic untuk memainkan pertandingan babak kelima Piala FA pada Selasa 20/2. Setelah itu mereka tampil di final Piala Liga atau EFL Cup kontra Arsenal pada Minggu malam, 25 Februari 2018. Sudah selesai? Belum. Karena lima hari setelah final Piala Liga mereka kembali harus bertemu Arsenal di kandang lawan untuk menjalani pertandingan liga Inggris, Kamis (2/3). “Kami suka permainan sepak bola. Tapi hal yang sulit jika kami diharuskan bermain setiap dua atau tiga hari,” kata Guardiola seperti dilansir Marca, Sabtu (10/2) kemarin. “Segera setelah melawan Leicester City kami berlaga di Liga Champions. Beberapa hari setelah final Piala Liga kami harus kembali berlaga di Premier League,” lanjutnya. “Padahal, mendapat sedikit libur menjadi sesuatu yang bagus buat kami. Sehingga kami bisa melihat hari demi hari perkembangan yang sudah kami lakukan,” tambah mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich. (kmb33/rtr) Josep Guardiola

libur Liga Primer baru akan terlaksana di pekan pertama Januari. Ini artinya, festive period seperti Boxing Day dan pertandingan di malam tahun baru akan tetap ada. Pertandingan liga yang biasanya berlangsung di periode tersebut akan digeser ke tengah pekan atau liga dimulai satu minggu lebih cepat Waktu jeda sendiri dikabarkan akan berlangsung selama dua minggu dan hanya melibatkan klub-klub di Liga Primer, sedangkan klub-klub Divisi Championship, League One, maupun League Two tidak akan mengadopsi winter break ini dikarenakan jumlah pertandingan mereka yang terlampau banyak. Lagi pula, jika menilik alasannya tujuan utama jeda ini adalah untuk kepentingan timnas Inggris dan tak ada pemain di liga-liga bawah tersebut yang menjadi pemain reguler The Three Lions. Meskipun begitu, tetap ada beberapa tradisi yang kemungkinan akan dikorbankan terkait pengaturan jadwal. Semifinal Piala Liga yang biasanya dilangsungkan dua kali, rencananya akan dihapus menjadi single-legged match saja. Begitu juga dengan Piala FA. Partai replay di putaran tertentu kabarnya juga akan dihapus.

Yang Setuju dan Tak Setuju Di masa lalu, kita melihat sosok seperti Louis van Gaal, Josep Guardiola dan Jose Mourinho menyuarakan dukungan adanya winter break ini. Guardiola pernah menyebut padatnya jadwal Liga Inggris akan ‘membunuh’ para pemain. Van Gaal di masa melatih Manchester United dulu pernah menyebut hal ini sebagai ‘kejahatan’. Namun ada juga yang menolak, seperti bos Arsenal, Arsene Wenger dan manajer timnas Inggris sendiri, Gareth Southgate. Wenger menyebut winter break akan merusak tradisi sepak bola Inggris yang sudah lama berlangsung. Sedangkan Southgate mengungkapkan keraguan bahwa winter break ini akan benar-benar membantu timnas Inggris berprestasi di kancah Internasional. Terlepas dari semua hal tersebut, kita masih harus menunggu kelanjutan pembicaraan antara pihak Premier League, FA, EFL, dan tentunya para pemegang hak siar dan klub-klub. Namun bila winter break ini benar-benar diterapkan pada musim 2019/2020 mendatang, sudah pasti yang akan gembira adalah para pemain asing yang terbiasa menikmati jadwal libur kompetisi di tengah musim. (kmb33/rtr)

Sulitnya Menyusun Jadwal Liga Premier

London – Menyusun 380 jadwal pertandingan dalam satu musim jelas bukan pekerjaan mudah. Setidaknya itulah yang diungkapkan penyusun jadwal senior Liga Primer, Glenn Thompson. Tak cuma sekadar mengacak jadwal antar tim agar tak saling bentrok, namun banyak faktor yang mesti dipertimbangkan seperti jeda internasional dan kompetisi domestik dan Eropa. Thompson tak bisa langsung menyusun jadwalnya sampai ia mengetahui komposisi tim di masing-masing divisi, yakni setelah playoff Liga Inggris. Setelah komposisinya diketahui, ia kemudian menaruh seluruh tim secara berpasangan untuk menyusun jadwal kandang dan tandang tanpa saling bentrok. Kemudian, komputer penyusun akan menyusun secara acak jadwalnya masing-masing. Tentu jika jadwalnya sudah jadi, Thompson harus mengevaluasi secara keseluruhan apakah ada kemungkinan dibatalkan atau ditunda. Jika ada, mereka harus mengulangi lagi dari awal untuk membuat jadwal baru. Tim evaluasi dari Liga Primer, Football League, dan Atos akan mengevaluasi jadwalnya selama dua hari. Mereka juga bekerja sama dengan perwakilan dari FA serta penggemar yang tergabung dalam Federasi Suporter Sepak bola untuk membahas jadwal tersebut dan mendengar evaluasi dari mereka. Setelah selesai, mereka kemudian mendiskusikan jadwal tersebut ke kepolisian setempat untuk keperluan izin. Setelah difinalisasi, jadwal itu kemudian diserahkan ke Liga Primer dan dirilis kepada awak media sehari sebelum perilisan sehingga mereka bisa merilisnya kembali pada pagi hari. Melihat prosesnya yang membutuhkan ketelitian dan ketepatan sejak awal, tentu ini merupakan pekerjaan yang sangat sulit bagi Thompson. Maka ia sendiri sadar bahwa jadwal yang ia buat akan menimbulkan pertanyaan atau kritik, meskipun begitu ia meminta setiap klub harap memakluminya jika melihat tingkat kesulitan dalam pembuatan jadwal tersebut. “Anda tidak bisa memuaskan semuanya. Ini soal kompromi di semua klub; Anda tidak bisa melakukan apapun untuk mendukung salah satu klub. Ada 2.036 pertandingan di Liga Primer dan Football League, selama sembilan bulan dan solusi terbaik adalah memastikan semua pertandingan dapat dimainkan sesuai jadwal,” kata Thompson pada laman resmi Premier League. Jadwal sudah dirilis dan tentu masih ada kemungkinan untuk berubah di tengah musim nanti. Jadi bagi kalian yang punya acara, libur atau cuti kerja, pastikan kalian tak ketinggalan tanggal-tanggal pertandingan besar atau menarik terutama saat momentum libur Natal dan Tahun Baru, di mana jadwal pertandingan justru padat. Pekerjaan yang membuat pusing. (kmb33/rtr)


10

Profil

Bola Southampton yang Membaik

Minggu Paing, 11 Februari 2018

Sejak Van Dijk Pergi

Tidak Ngambek

RIYAD Mahrez akhirnya kembali mengikuti latihan bersama klubnya, Leicester City. Mahrez juga memberi penjelasan untuk membantah rumor-rumor soal dirinya belakangan ini. Mahrez muncul dalam sesi latihan Leicester pada Jumat (9/2) kemarin. Ini adalah pertama kalinya winger asal Aljazair itu berlatih sejak penutupan bursa transfer Januari. Mahrez sebelumnya mengajukan permintaan dijual menjelang penutupan bursa transfer. Hal itu berkaitan dengan ketertarikan Manchester City kepada dirinya. Akan tetapi, karena Leicester dan City tak mencapai kesepakatan harga, transfer pun tak terwujud. Kegagalan pindah ke City kabarnya membuat Mahrez frustrasi, yang kabarnya mendorong dia untuk mangkir dari latihan selama beberapa hari. Dalam pernyataan resminya, Mahrez menjelaskan situasinya. Pemain berusia 26 tahun itu membantah telah ngambek dan melakukan pemogokan. “Dalam sepuluh hari terakhir, banyak orang yang mengaku sebagai teman saya bicara soal saya dan hal-hal yang tak mereka ketahui. Setelahnya, banyak orang dan jurnalis membuat asumsi tanpa memeriksa dengan benar ceritanya. Jadi, saya ingin mengklarifikasi bahwa semua asumsi soal kenapa saya absen sama sekali tidak benar,” kata Mahrez. “Baik diri saya maupun penasihat saya tak pernah membuat pernyataan apa pun soal itu. Jadi, semua praduga yang dibuat sama sekali tak berdasar. Leicester selalu tahu keberadaan saya dan tahu apa yang saya pikirkan, baik secara langsung atau melalui penasehat saya,” katanya “Saya sudah menjadi bagian dari tim Leicester yang meraih kesuksesan besar, termasuk promosi ke Premier League dan menjadi juara liga. Tujuan saya selalu sama dan saya selalu memberi 100 persen ketika saya main untuk klub, fans dan rekan-rekan setim saya. Tujuan itu masih sama pada hari ini dan di masa mendatang dan ketika saya diminta untuk menjadi bagian dari tim Leicester, yakinlah bahwa saya akan terus memberikan segalanya,” tutupnya. (kmb33/rtr)

London – Virgil van Dijk sempat susah payak coba dipertahankan Southampton. Setelah sang bek pergi, Soton malah punya statistik yang cukup baik. Van Dijk menyeberang ke Liverpool pada Januari dengan nilai 75 juta pound sterling. Transfer tersebut mengakhiri laga yang sudah berlangsung sejak musim panas 2017. Sepeninggal Van Dijk, performa Soton meningkat. Sejak Liverpool mengumumkan transfer Van Dijk pada 26 Desember, Southampton sudah menjalani 8 pertandingan. Dari jumlah tersebut mereka hanya sekali kalah yakni saat ditekuk Crystal Palace. Sisanya, mereka meraih tiga kemenangan (dua di Piala FA) dan empat kali imbang. Soton malah berhasil meredam Manchester United 0-0 dan Tottenham Hotspur 1-1. Hal tersebut menjadi modal besar bagi Soton jelang laga melawan Liverpool di St Mary, malam nanti. Manajer mereka, Mauricio Pellegrino ingin menjadikan Liverpool korban selanjutnya. “Liverpool adalah lawan yang sangat kuat. Kami ingin belajar dan berkembang, serta meningkatkan beberapa aspek di lapangan. Ketika Anda bermain melawan Liverpool, Anda harus bekerja sempurna untuk bisa mengalahkan tim Liga Champions seperti mereka,” ujar Pellegrino, Sabtu (10/2) kemarin.

Atas serangkaian hasil positif yang diraih, Soton kini mulai menanjak naik menjauhi zona degradasi. Sempat berada di urutan 18, mereka kini ada di posisi 15. “Tapi kami sedang berada dalam situasi dan rekor yang baik. Mudah-mudahan kami bisa merasakan hasil dari perkembangan tim pada akhir laga dan terus melanjutkan rekor ini,” lanjut dia. The Saints meraih kemenangan pertama kali di Liga Primer sejak akhir November lalu ketika mereka membungkam West Bromwich Albion dengan skor 3-2 pada akhir pekan lalu. Menurut Pellegrino, pertandingan lawan The Baggies sangat penting karena meningkatkan kepercayaan diri tim jelang menghadapi Liverpool. The Reds memang kerap kesulitan menghadapi Southampton. Sejak diasuh Jurgen Klopp pada 8 Oktober 2015, Liverpool telah delapan kali menghadapi Southampton. Dari delapan laga itu, skuat Si Merah hanya merengkuh dua kemenangan

BPM/rtr

ANDALAN - Gelandang James Ward-Prowse akan kembali menjadi andalan Southampton saat menghadapi Liverpool. dan menelan tiga kekalahan. Selain itu, Liverpool juga kebobolan tujuh gol dan mencetak 12 gol saat bersua Southampton. Jika di rata-rata, The Reds hanya mampu meraih 1,13 poin per laga dari delapan pertemuan terakhir melawan The Saints. Liverpool juga memiliki catatan kurang memuaskan

Final Harus di Tempat Netral

Siap Dicemooh

REKRUTAN termahal Liverpool Virgil van Dijk bersiap menghadapi cemoohan yang mungkin akan ia dapatkan ketika kembali ke markas klub lamanya Southampton, malam nanti. Van Dijk, 26 tahun akhirnya mengamankan kepindahan ke Liverpool di angka 75 juta pound pada bursa transfer musim dingin kemarin, setelah sebelumnya keinginannya untuk pindah ke Anfield di musim panas mendapat tentangan dari The Saints. Pemain internasional Belanda itu mengaku siap dengan penerimaan yang akan ditunjukan suporter klub lamanya, dan juga merasa antusias untuk kembali ke St. Mary’s Stadium pada akhir pekan nanti. “Mungkin mereka akan mencemooh saya di sepanjang pertandingan. Anda tidak bisa berbuat apa-apa soal itu,” kata Van Dijk. “Tentunya ini menyenangkan untuk kembali bertemu para pemain dan teman yang ada di sana. Namun bagi saya, ini hanya akan menjadi satu hal dan itu adalah memenangkan pertandingan,” imbuhnya. Hingga Liga Primer memainkan 26 pertandingan, Liverpool arahan Jurgen Klopp masih tertahan di urutan ketiga dengan koleksi 51 poin. (kmb33/rtr)

Minta Maaf pada Bebotoh

ANDIK Vermansah memilih kembali ke Liga Malaysia dengan memperkuat Kedah FA. Pemain 26 tahun itu pun menyampaikan permohonan maaf kepada Persib Bandung dan bebotoh. Sebelum bergabung dengan Kedah FA, Andik mengakui menjalin komunikasi dengan Persib. Namun di sisi lain, dia juga mendapatkan tawaran dari Kedah FA. Andik sejatinya hanya ingin kembali ke Indonesia untuk membela Persebaya Surabaya. Tetapi adanya kesalahpahaman dan ketidaksepakatan akhirnya membuat rencana itu batal. “Saya tidak pernah menomorduakan Persib Bandung. Saya sudah deal dengan Pak Teddy Tjahyono (Direktur PT Bandung Bermartabat) tanpa maksud saya menomorduakan Persib Bandung. Tetapi saya berniat balik ke Indonesia main di Persebaya. Kalau tidak saya main di luar negeri,” ujar Andik. “Tetapi saya di antara tawaran-tawaran, saya salat istikharah apa yang ada di hati saya. Saya ada niat memang ke Persib. Tetapi saya tidak menomorduakan Persib, sementara ada satu tim luar yang tertarik dengan saya, yaitu Kedah FA,” jelasnya. “Saya sudah ada komunikasi dengan Kedah FA selama dua minggu, tapi belum ada kata-kata deal. Baru Kamis dini hari mereka menghubungi saya dan deal,” kata pemain kelahiran Jember itu. “Akhirnya saya sampaikan permohonan maaf ke Persib. Selama ini saya tidak pernah mengeluarkan statement akan ke Persib, tapi saya hanya komunikasi dengan Pak Tedy saja,” tuturnya. Andik pun meminta maaf kepada Bobotoh yang telah mendukungnya untuk bergabung dengan Persib. Eks. Selangor FA itu mendoakan agar juara ISL 2014 itu sukses di musim depan. “Saya mohon maaf kepada viking dan bebotoh yang sudah menunggu saya. Saya terima kasih sekali dapat tawaran dari Persib, saya bangga sekali dan sudah ditunggu bonek. Jangan olok-olok Persib, atau Pak Teddy, dia kasihan dan mengerti perasaan saya,” tutupnya. (ant)

Barcelona – Gelandang Barcelona, Ivan Rakitic menginginkan pertandingan final Copa del Rey 2017-2018 dimainkan di tempat netral. Di partai puncak, Blaugrana akan menghadapi Sevilla pada April 2018. Barcelona lolos ke final setelah mengalahkan Valencia 2-0 pada leg kedua semifinal di Mestalla, Jumat (9/2) kemarin. Kemenangan itu membuat Rakitic dan kawan-kawan lolos dengan agregat 3-0. Sedangkan Sevilla sudah lebih dahulu merebut tiket ke final setelah menyingkirkan Leganes dengan agregat 3-1. Leganes pada babak sebelumnya membuat kejutan dengan menyingkirkan Real Madrid. Setelah keberhasilan itu, Presiden Sevilla Jose Castro mengungkapkan keinginannya agar laga final berlangsung di Ramon Sanchez Pizjuan yang notabene merupakan markas Sevilla. Komentar Castro mengacu laga final antara Barcelona melawan Athletic Bilbao tahun 2015 yang berlangsung di Camp Nou. Namun pernyataan Castro itu ditanggapi Rakitic yang ingin partai final berlangsung di tempat netral. “Saya menyadari apa yang dikatakan oleh Presiden Sevilla dan saya juga mengundang dia ke Barcelona jika dia mau,” ujar Rakitic, Sabtu (10/2) kemarin. “Saya senang mengunjungi mantan tim dan sebuah kota yang saya cinta, namun dengan melakukannya di La Liga sudah cukup. Hal terbaik adalah menemukan tempat netral yang sesuai dengan semua orang,” ia

Ivan Rakitic menambahkan. Rakitic bukan sosok yang asing buat Sevilla. Sebelum memutuskan hengkang ke Barcelona tahun 2014, gelandang asal Kroasia sempat tiga musim memperkuat Sevillistas. PADAT Pascamenang di semifinal Copa del Rey, Barca harus segera bersiap menghadapi Getafe di La Liga. Padatnya jadwal akan tetap memaksa pelatih Barcelona Ernesto Valverde untuk memutar otak dalam pemilihan pemain. pertandingan terakhir yang dijalani Getafe adalah pertandingan liga melawan Leganes pada 5 Februari lalu. Memiliki masa istirahat yang lebih memberikan

keuntungan kaki-kaki segar bagi Getafe. Barcelona diperkirakan akan tetap menggunakan duo Lionel Messi dan Luis Suarez di depan. Sementara Philippe Coutinho dan Paulinho yang bermain dari bangku cadangan di pertandingan melawan Valencia kemungkinan akan bermain sejak menit awal. Barcelona kemungkinan akan menggunakan formasi 4-3-3 dengan menambah Coutinho sebagai penyerang sayap kiri untuk mendampingi Messi dan Suarez. Sementara Getafe akan mengerahkan pemainpemainnya dalam formasi 4-2-3-1, dengan Jorge Molina sebagai satu-satunya ujung tombak. (kmb33/rtr)

Isco Tidak Dijual

Madrid – Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane membantah rumor yang menyebut dirinya ingin menjual Isco. Zidane menganggap rumor itu sebagai kebohongan. Kembalinya trio BBC membuat Isco terpinggirkan ke bangku cadangan dalam tiga pertandingan terakhir di La Liga. Hal ini memunculkan

spekulasi gelandang serang berusia 25 tahun itu mulai gundah dengan situasinya. Sebuah laporan dalam program televisi bernama El Chiringuito bahkan mengklaim Zidane telah meminta Madrid untuk mencari pembeli Isco di akhir musim ini. Akan tetapi, Zidane menyangkal laporan tersebut. Pelatih asal

Isco

BPM/rtr

BPM/rtr

Prancis itu mengaku masih sepenuhnya percaya kepada semua pemainnya, tak terkecuali Isco. “Saya punya kepercayaan penuh kepada tim saya. Saya adalah salah satu orang yang ketika saya memulai sesuatu, saya akan mempertahankannya sampai mati. Saya yakin dengan apa yang saya lakukan, dan saya ingin Isco bertahan di sini seumur hidupnya,” ujar Zidane, Sabtu (10/2) kemarin. “Isco adalah pemain yang sangat bagus. Jadi, laporan El Chiringuito adalah sebuah kebohongan, dan saya menjawab agar ini berakhir,” tambahnya. Isco telah tampil pada 31 pertandingan di semua kompetisi bersama Madrid pada musim ini, dengan sumbangan tujuh gol dan enam assist. “Kami punya 25 pemain dan semua pemain penting. Mungkin Isco tak akan bermain di tiap pertandingan, tapi saya mengandalkannya,” kata Zidane. (kmb33/rtr)

ketika bertandang ke markas Southampton. Dari tiga lawatan terakhir ke St. Mary’s Stadium, Liverpool menelan dua kekalahan dan satu hasil imbang. Meski begitu, peluang skuat Si Merah mendulang tiga poin masih terbuka. Sebab, mereka meraih enam kemenangan, satu hasil imbang dan sekali kalah dari delapan laga

tandang terakhir di Premier League. Andai berhasil merengkuh kemenangan, Liverpool akan tetap mengamankan posisi tiga di klasemen sementara Premier League. Mereka saat ini mendulang 51 poin, terpaut lima angka dari Manchester United di tempat kedua. (kmb33/rtr)

Buffon Raih ”Cleansheet” Ke-500

Turin – Gianluigi Buffon menjadi pemain kedua Juventus yang mencatatkan 500 pertandingan di kompetisi liga. Dia menandai rekor tersebut dengan hasil cleansheet. Buffon mengantar Juventus menang 2-0 atas Fiorentina di pertandingan liga yang ke-500. Gol-gol kemenangan Bianconeri yang sekaligus mengantar mereka merebut puncak klasemen, datang dari Federico Bernardeschi dan Gonzalo Higuain. Dari 500 pertandingan liga Buffon bersama Bianconeri, mayoritas terjadi di Serie A. Sementara 37 di antaranya terjadi di Serie B, saat mereka dipaksa terdegradasi akibat kasus Calciopoli. Buffon menjadi pemain kedua Juventus yang mencapai 500 pertandingan liga. Pemain pertama yang melakukannya adalah Alessandro Del Piero. Legenda Juventus itu masih menjadi pemain dengan jumlah penampilan paling banyak. Del Piero sempat tampil sebanyak 513 kali dengan menorehkan 208 gol bagi Juve. Bukan cuma Buffon yang menorehkan capaian spesial pada laga Sabtu (10/2) dinihari tadi. Massimiliano Allegri juga meraih catatan khusus karena pertandingan tersebut menjadi yang ke200 dia jalani bersama Juventus di semua kompetisi. Allegri mencatatkan capaian itu sejak dia secara mengejutkan ditunjuk sebagai pelatih pada 2014 lalu. Dalam kurun empat tahun, Allegri sudah mempersembahkan tujuh gelar juara untuk Juventus. Termasuk tiga Scudetto yang diraih secara beruntun. Kemenangan atas Fiorentina membuat Juventus tetap berada di jalur yang tepat untuk mengejar scudetto ketujuh secara beruntun. Mereka untuk sementara menggusur Napoli dari puncak klasemen. “Kami tidak tampil brilian, tapi kami juga tak kemasukan. Kami menang dan saya pikir ini adalah sebuah langkah besar menuju scudetto,” kata Higuain yang sudah mencetak 14 gol di Serie A musim ini. Pertandingan sendiri berjalan seru. Jual beli serangan terjadi. Peluang pertama jadi milik Juventus. Claudio Marchisio yang menguasai bola di luar kotak penalti melepaskan tembakan, tapi tembakannya mengarah tepat ke pelukan kiper Fiorentina, Marco Sportiello. Fiorentina merespons pada menit ke-17 lewat aksi Marco Benassi. Benassi menembak dari jarak jauh, namun upayanya dengan mudah diantisipasi oleh Gianluigi Buffon. Kontroversi terjadi pada menit berikutnya. Wasit Marco Guida awalnya memberikan hadiah penalti kepada Fiorentina setelah bola umpan silang Benassi mengenai tangan Giorgio Chiellini. Namun, ketika Jordan Veretout bersiap mengeksekusi penalti, Guida menganulir keputusannya sendiri. Berkat bantuan Video Assistant Referee (VAR), Guida melihat Benassi lebih dulu terjebak offside sebelum melepaskan umpan silang. Fiorentina nyaris unggul di menit ke-38. Gil Dias yang menusuk ke kotak penalti Juventus melepaskan tembakan keras, tapi bola cuma menghantam tiang gawang. Hingga selesainya babak pertama, skor kacamata belum berubah. Kebuntuan terpecahkan pada menit ke-56 setelah Bernardeschi mencetak gol. Berawal dari pelanggaran terhadap dirinya sedikit di luar kotak penalti Fiorentina, Bernardeschi sukses memaksimalkan tendangan bebas untuk menjebol gawang mantan klubnya itu. Tembakannya ke tiang jauh tak bisa dihentikan oleh Sportiello. Higuain berpeluang menggandakan keunggulan Juve di menit ke-68. Tapi sontekannya meneruskan umpan Douglas Costa masih menyamping. Buffon menyelamatkan gawang Juve dari ancaman Fiorentina pada menit ke-77. Kiper veteran itu menggunakan kakinya untuk membendung upaya Cyril Thereau menembak dari kotak penalti. Higuain akhirnya memantapkan kemenangan Juve lewat golnya di menit ke86. Umpan terobosan Chiellini membuat Higuain langsung berhadapan dengan Sportiello. Striker asal Argentina itu dengan dingin mengirimkan bola ke tiang jauh untuk memastikan timnya menang dua BPM/rtr gol tanpa balas. Gianluigi Buffon (kmb33/rtr/afp)


Juara

11

Minggu Paing, 11 Februari 2018

Jeanyta Dian Chandra

Sabet Dua Emas Porprov ATLET wushu Kota Denpasar, Jeanyta Dian Chandra ikut andil mengantarkan tim wushu Kota Denpasar juara umum pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar September tahun lalu. Jeanyta sukses memborong dua keping emas di nomor chang quan, serta golok dan toya. ‘’Saya ingin mempertahankan medali emas pada Porprov Bali XIV/2019, di Tabanan,’’ ujar atlet yang akrab dipanggil Jeany ini. Ia mengaku awalnya diajak papanya untuk belajar wushu di Sasana Pradewa. ‘’Saya awalnya diajak papa, persisnya ketika masih duduk di bangku kelas 2 SD,’’ kenang putri ketiga pasangan Andi Tjandra dan Dina Menziana ini. Selanjutnya, makin lama menekuni wushu, Jeany merasa lebih sreg dan cocok dengan olahraga ini. ‘’Puji Tuhan saat ini saya makin menggandrungi wushu,’’ sebut siswi kelas III IPA2 SMAK Santo Yoseph Denpasar ini. Baru setahun menggeluti wushu, Jeany sudah juara pada event Wushu Udayana Competition (WUC). Dalam perkembangannya, Jeany lebih sering menggondol predikat juara. Bahkan dia juara I nomor golok dan juara II chang quan pada Kejurnas di Bangka Belitung, termasuk juara I golok pada Kejurnas Wushu di Jakarta (2015). Jeany ingin tetap menggapai prestasi wushu sampai ikut Pra PON dan lolos PON XX di Papua 2020 mendatang. Setamat SMA dirinya ingin melanjutkan kuliah di Jurusan Manajemen FE atau Fakultas Psikologi Unud. (nel)

BPM/wan

PATOK MENANG - Tim tuan rumah Sriwijaya FC mematok target memenangkan laga saat menjamu tamunya, Bali United pada laga pertama Semifinal Piala Presiden 2018 di Stadio Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumsel, Minggu (11/2) malam ini.

32 Tim Futsal SMP Ikuti Piala Wali Kota

Denpasar (Bali Post)Tercatat 32 tim futsal SMP se-Kota Denpasar mengikuti turnamen Piala Wali Kota IX/2018, di lapangan futsal Padangsambian 16-17 Februari nanti. Para wakil tim mengikuti pengundian (drawing) di Sekretariat Askot PSSI Kota Denpasar, Sabtu (10/2) kemarin. Ketua Panpel Gusti Ketut Anom di Denpasar, kemarin menjelaskan, ke-32 tim kontestan dari berbagai SMP di Kota Denpasar dibagi dalam delapan grup. ‘’Awalnya kami membatasi tiap sekolah hanya boleh mengirimkan satu tim saja. Kenyataannya, sampai penutupan ada beberapa sekolah yang belum memastikan ikut berpartisipasi. Akhirnya kami tampung beberapa sekolah mendaftarkan dua tim,’’ papar Gusti Ketut Anom. Dijelaskannya, babak beriktunya hanya juara pul yang berhak melenggang ke babak delapan besar, kemudian dilanjutkan semifinal hingga final. ‘’Meskipun kami tak memungut biaya pendaftaran, namun bagi tim juara I sampai dengan IV kami berikan uang pembinaan,’’ ungkapnya. (022)

Sriwijaya FC Bertekad Taklukkan Bali United

Palembang (Bali Post)-

Sriwijaya FC menargetkan dapat membungkam Bali United pada leg pertama semifinal Piala Presiden 2018, Minggu (11/2) malam ini, untuk modal saat melakoni laga away di Bali. Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan (RD) di Palembang, Sabtu (10/2) kemarin mengatakan Bali United salah satu tim terbaik di Indonesia, karena tahun ini mereka tidak banyak melakukan perombakan tim, sehingga kekompakan dan chemistry antarpemain sudah bagus. “Bali United tim kuat. Mereka sulit dikalahkan, tetapi bukan tidak mungkin dikalahkan. Kami akan berupaya keras meraih kemenangan di kandang, sebagai modal away ke Bali nanti,” ujar RD saat prematch conference di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Menurut pelatih berusia 51 tahun ini, pada leg pertama ini dirinya telah mematangkan strategi bagaimana pemain menjaga keseimbangan permainan. RD memilih fokus pada

hal itu, dikarenakan faktor itulah yang paling sulit dilakukan di lapangan. “Ada tim yang menyerang terus, tetapi lupa bertahan. Ada juga tim yang main sangat defensif, namun tidak efektif saat ofensif. Saya inginnya anak-anak terus bermain menyerang, tetapi tetap ingat keseimbangan bertahan,” ujar RD. Selain itu, RD mengatakan, pertandingan seperti malam ini sangat berguna dalam mengasah mentalitas pemain. Sebab strategi tim dan skill pemain akan sia-sia jika

mentalitas pemain tidak baik. “Sekali lagi saya katakan, turnamen yang kami ikuti ini proses pembelajaran untuk liga. Bukan hanya strategi dan chemistry antarpemain, namun mentalitas juga perlu dimatangkan. Di pertandingan krusial malam ini akan dibutuhkan mentalitas yang bagus,” kata RD. Sementara itu, bek Sriwijaya FC Hamka Hamzah menerangkan, jelang menghadapi Bali United semua pemain fit dan tidak ada yang terkena akumulasi kartu, sehingga pemain siap memberikan

penampilan terbaik di laga malam ini. Pelatih Bali United HansPeter Schaller mengatakan, tim secara umum bangga bisa berada di Palembang untuk menjalani laga semifinal Piala Presiden 2018, menghadapi Sriwijaya FC. Menurut Hans, SFC merupakan tim bagus dan sudah ditunjukkan melaju sejauh ini. Akan tetapi, Bali United juga datang dengan kekuatan yang tak bisa diremehkan. Meski kehilangan Irfan Bachdim yang dibekap cedera, namun Hans yakin tim yang diturunkannya masih bisa merepotkan Sriwijaya FC. “Kami berharap bisa mendapat hasil bagus di sini untuk terus berlanjut di turnamen ini. Bermain away di leg pertama ini, kami yakin bisa dapat hasil positif,”

tuturnya. Meski konsentrasi tim terbagi, karena juga harus melakoni laga AFC Cup 13 Februari mendatang, namun Hans mengaku sudah berkoordinasi dengan Widodo C Putro yang menangani Bali United di AFC Cup. “Semifinal Piala Presiden penting, namun akan ada rotasi karena ada pemain yang dipersiapkan untuk laga AFC juga. Tapi kami hadapi yang terdekat dulu (semifinal Piala Presiden),” ujar dia. Bek kiri Bali United, Ricky Fajrin menyatakan para pemain Serdadu Tridatu telah siap dan tidak sabar dengan pertandingan malam ini. “Kami akan berupaya keras mencuri poin di sini agar meringankan kerja kami saat laga kandang nanti,” kata dia. (ant)

Taekwondoin Indonesia Sabet 4 Emas ’’Test Event’’ AG BPM/wan

WALI KOTA — Turnamen futsal Piala Wali Kota IX/2018, melibatkan 32 tim SMP se-Kota Denpasar di lapangan futsal Padangsambian.

Jelang Porprov, Tabanan Bangun Lapangan Tembak

Jakarta (Bali Post)Kontingen taekwondo Indonesia mendulang empat medali emas turnamen uji coba Asian Games (AG) 2018 kategori poomsae atau artistik di JIE Expo Kemayoran Hall B, Jakarta, Sabtu (10/2) kemarin. Medali emas ini disumbangkan dari empat nomor poomsae, yakni perorangan putra melalui Muhammad Alfi Kusuma yang mem-

peroleh poin lebih baik dari pemain Hong Kong Cheuk Yin Choy (117,2-114,7). Emas kedua disumbangkan oleh Defia Rosmaniar yang mampu mendapat poin lebih dari wakil Malaysia Khim Wen Yap (119,8-113,7). Emas selanjutnya disumbangkan tim putra dan tim putri dalam nomor beregu. Tim putra Indonesia berhasil mendapat emas, usai mengalahkan perolehan poin

tim Hong Kong (104,6-97,8). Sementara tim putri Indonesia berhasil mendulang emas usai mengungguli poin tim India 104,0-91,6. Pengumuman pemenang pertandingan tim putra sempat terganggu, akibat pengumuman pemenang oleh juri pertandingan, dan yang muncul di layar besar (big screen) berbeda. Keputusan juri berdasarkan hitungan kumulatif Indonesia keluar

Denpasar (Bali Post)Tim Fortune bermaterikan pemain Putu Kurnia Shintia Pradnya Dewi/ Made Khrisna Dwipayana, keluar sebagai juara dalam mini tournament duble mix (campuran) open se-Bali, di Lapangan Petanque, Lumintang, Denpasar, Sabtu (10/2) kemarin. Di final Fortune menekuk lawannya, Sapta Marga 1 (Ni Made Swastiari/Made Wirawan), dengan skor 13-4. Sedangkan juara III bersama direbut Love Whisper (I Gusti Ayu Intan Paramitha/Gede Wirabuana Putra) dan Toing Peng (Firdanila Nuranisa/Gueka Arya Cyuta). Sebelumnya, pada babak semifinal Fortune mengalahkan Love Whisper 11-0, sedangkan sapta marga 1 menundukkan lawannya Toing Peng dengan skor 11-5. Sementara pada babak delapan besar, Fortune menekuk Karangasem 9-5, Love Whisper menang atas Bocer badung 9-2, Sapta Marag 1 menaklukkan Sapta Marga 3 dengan skor 9-5, seta Toing Peng menekuk Sapta Marga 2 dengan skor 9-1. (022)

kampiun dalam klasemen perolehan medali cabang taekwondo. Di tempat kedua ada Hong Kong dengan dua perak dan satu perunggu, yang disusul India di posisi tiga dengan satu perak dan dua perunggu. Di posisi keempat ada Malaysia yang mengumpulkan satu perak dan di posisi terakhir di klasemen sementara ada Laos dengan dua perunggu. (ant)

Tim Uber Indonesia Terhenti di Semifinal Kualifikasi

Tabanan (Bali Post)Menjelang pelaksanaan Porprov Bali XIV/2019, tuan rumah Tabanan mulai berbenah, yakni membangun lapangan tembak, alternatif lokasinya di Polsek Penebel atau Rindam. Sedangkan kolam renang dipastikan meminjam Badung di Blahkiuh, dan venue panjat tebing bisa membangun di Dangin Carik, atau pinjam Badung di Lapangan Mengwi. Ketua Umum KONI Tabananm Dewa Gede Ary Wirawan, Sabtu (10/2 kemarin menyatakan pihaknya mendapat kucuran dari APBD Pemkab Tabanan Rp 8 miliar. Dana itu dialokasikan untuk operasional kesekretariatan hanya 14 persen, serta 86 persen untuk pembangunan GOR Debes untuk cabor serta try-in dan try out bagi atlet. ‘’Kami akan melengkapi berbagai fasilitas di GOR Debes, misalnya toilet,’’ sebut Dewa Gede Ary. Diakuinya, sejauh ini pihaknya belum tahu jumlah cabor yang resmi dipertadingkan, termasuk cabor ekshibisi. Oleh sebab itu, pihaknya berniat melibatkan Pengprov cabor guna membahas jumlah cabor yang dipertandingkan, berikut nomornya. ‘’Kami serahkan bagaimana persiapan Pengprov cabor dan KONI, dalam memutuskan jumlah cabor yang dipertandingkan,’’ katanya. (022)

Fortune Juara Turnamen Petanque Campuran

sebagai pemenang dari sudut biru, sedangkan yang muncul di layar pemenang adalah Hong Kong di sudut biru. Menyadari ada kesalahan, panitia segera melakukan perbaikan dan beberapa saat kemudian, layar besar akhirnya mengumumkan sesuai dengan keputusan juri pertandingan. Dengan empat medali dari kategori poomsae ini, untuk sementara Indonesia menjadi

BPM/dok

KOMPETISI INTERNAL — Perseden Denpasar bakal memutar kompetisi internal melibatkan tim anggotanya.

Perseden Putar Kompetisi Internal Denpasar (Bali Post)Perseden Denpasar bakal menggulirkan kompetisi internal melibatkan tim-tim anggotnya pada 2018 ini. Sebagai langkah awal akan didata tim-tim anggota Perseden yang masih aktif dan bersedia mengikuti kompetisi. Ketua Umum Askot PSSI Kota Denpasar Eko Supriadi, di Denpasar Sabtu (10/2) kemarin, menjelaskan pihaknya berniat memutar kompetisi

internal, bertujuan menggairahkan pembinaan pesepak bola di klub-klub. ‘’Kami ingin menjaring pemain hasil pembinaan klub-klub anggota Perseden,’’ sebut Eko. Hanya dirinya masih menunggu keputusan Kongres Tahunan Asprov PSSI Bali yang akan digulirkan pada 18 Februari nanti. ‘’Kami masih menunggu hasil keputusan Kongres Tahunan Asprov PSSI Bali, sebab kami

belum tahu kompetisi yang akan digulirkan, apakah Liga 3 Piala Soeratin U-17 dan U-15, termasuk regulasinya,’’ tutur Eko. Dikemukakan, pihaknya berharap Perseden bisa menggelar kompetisi internal, meskipun berbarengan dengan agenda Pilkada Bali. ‘’Kami ingin kompetisi internal Perseden tetap bisa dilaksanakan walaupun ada Pilkada Bali,’’ harapnya. (022)

Jakarta (Bali Post)Tim putri Indonesia akhirnya harus terhenti di semifinal kejuaraan bulu tangkis beregu Asia 2018, yang sekaligus merupakan kualifikasi Piala Uber 2018 setelah dikalahkan Jepang 0-3. Berdasarkan laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dipantau di Jakarta, Sabtu (10/2) kemarin, di atas kertas kekuatan tim Jepang memang lebih merata, baik di nomor tunggal maupun ganda, sebagian besar adalah penghuni peringkat Top 10. Berdasarkan data yang diterima, Indonesia kehilangan poin pertama, usai Fitriani yang menunjukkan semangat tinggi dalam melawan pemain ranking dua dunia, Akane Yamaguchi, harus mengakui kekalahan setelah bertanding rubber gim dengan skor 21-17, 1321, 17-21. Poin kedua lepas, usai Greysia Polii/Apriyani Rahayu masih harus menuntaskan rasa penasaran mereka dalam menghadapi Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi akibat kembali tumbang untuk keempat kalinya dengan skor 22-20, 19-21, 18-21 di Kejuaraan Beregu Asia. Di partai penentuan, Gregoria Mariska Tunjung yang sempat memberikan harapan saat mencuri gim kedua dari Nozomi Okuhara tak mampu mengambil alih permainan

dan menang dengan kedudukan 21-5, 19-21, 21-15. “Di gim pertama saya masih belum percaya diri dengan pola saya, karena ini pertama kalinya saya bertemu Okuhara. Jadi saya mencari pola main yang tepat. Sudah unggul 9-6 malah kebalik 1011, finishing nya mau cepat mematikan, bukan konsisten dulu,” ujar Gregoria. “Fitri dan kak Greys/Apri sudah berjuang maksimal, semua main sampai tiga gim. Sebetulnya sayang juga saya harusnya bisa sumbang poin, supaya partai selanjutnya dimainkan dan ini kesempatan karena Okuhara baru pulih dari cedera,” tuturnya. Tiket final Kejuaraan Asia 2018 sendiri akhirnya diambil tim putri Jepang yang akan berhadapan dengan Cina, yang sebelumnya mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-1. Kendati terhenti di semifinal, Indonesia memastikan langkah ke babak utama Piala Uber di Thailand. Pasalnya, untuk Piala Uber 2018 ini Asia yang seharusnya memiliki jatah empat slot akan mengirimkan enam perwakilannya. Mereka adalah Thailand (tuan rumah), Cina (juara bertahan), Korea Selatan (tiga terbaik Asia), Jepang (tiga terbaik Asia), Taiwan (tiga terbaik Asia) dan Indonesia sebagai tim terbaik keempat Asia. (ant)


12 Profil Masuk ”Hall of Fame”

LEGENDA balap, Randy Mamola kabarnya akan dimasukkan ke dalam Hall of Fame MotoGP musim 2018. Rencananya upacara penobatan Mamola akan dilangsungkan pada seri ketiga MotoGP 2018 di Sirkuit Austin, Amerika Serikat. Sepanjang karier balapnya, Mamola telah sukses 13 kali menjuarai balapan di kelas 500cc dan empat kali meraih runner-up dengan tiga pabrikan yang berbeda. Mamola adalah salah satu pembalap paling sukses yang tidak mengklaim kejuaraan dunia di kelas utama. Sejak pensiun dari dunia balap pada 1992, Mamola tetap berada di dunia olahraga melalui berbagai peran untuk pengendara dan tim. Selain itu, ia juga terlibat dalam sebuah badan amal dan bergabung dengan pembalap lainnya untuk bidang kesehatan. “Saya tidak mengharapkannya, tapi merupakan kejutan yang menyenangkan untuk memulai hari ketika saya menerima telepon. Ketika saya memberi tahu istri dan anak saya seperti yang bisa Anda bayangkan. Ini adalah ucapan selamat yang besar, tapi kemudian Oh tidak, sekarang kami harus hidup dengan legenda,” terang Mamola menyadur dari Crash, Sabtu (10/2). “MotoGP adalah hidup saya dan saya telah berada di paddock selama 39 tahun. Saya telah melihat begitu banyak hal sejak pertama kali saya berada di paddock pada usia 19 tahun dan ini adalah sebuah kehormatan bagi saya untuk disertakan dalam tingkat yang tinggi,” lanjutnya. “Saya juga senang akan mendapatkan penghormatan di Texas bersama seluruh keluarga dan teman-teman saya. Anda harus menyerap apa itu, dan kemudian Anda memikirkan bagaimana ini menjadi kehormatan untuk diterima. Saya berharap di suatu tempat di sepanjang garis saya dapat membayar ini kembali dengan pekerjaan yang terus sapa lakukan di dalam paddock,” pungkasnya. “Saya yakin saya adalah legenda pertama yang belum pernah menjadi juara dunia. Saya pikir prestasi yang saya miliki dan menjadi bagian dari kegiatan amal adalah bagian lain untuk ditambahkan. Menyebarkan olahraga mendukung olahraga, Anda adalah duta besar. Merupakan suatu kehormatan untuk bekerja di paddock dan saya tidak menganggapnya enteng,” tutupnya. (kmb33/rtr)

Masih Perlu Waktu

PETENIS berkebangsaan Swiss, Stanislas Wawrinka perlahan tapi pasti mencoba mengumpulkan kepercayaan dirinya kembali guna menapaki tangga tenis dunia. Pasalnya, sebelum ini juara grand slam tiga kali itu sempat mengalami krisis percaya diri lantaran menepi dari lapangan tenis untuk waktu yang lama. Seperti diketahu, hampir selama setengah musim di 2017 dihabiskan Wawrinka untuk masuk ke dalam ruang perawatan. Terakhir kali petenis 32 tahun itu berlaga di 2017 adalah dalam gelaran Wimbledon pada bulan Juli. Namun sayang, pada kejuaraan grand slam tersebut Wawrinka justru mengalami cedera yang berdampak efeknya hingga kini. Pada 2018, Wawrinka sebenarnya sudah mulai berlaga di lapangan tenis pada gelaran Australia Open di bulan Januari. Namun langkah Wawrinka tak bisa bertahan lama karena pada putaran kedua ia sudah harus angkat koper lantaran dikandaskan oleh petenis Amerika Serikat, Tennys Sandgren dengan skor 2-6, 1-6, dan 4-6. Saat itu Wawrinka mengaku bahwa kondisinya belum sepenuhnya bugar. Kini guna dapat kembali ke performa terbaiknya, Wawrinka menerangkan bahwa ia butuh melakoni banyak pertandingan guna membiasakan diri dan menambah kepercayaan dirinya. Wawrinka saat ini tengah berlaga dalam kejuaraan Sofia Open 2018. Ia baru saja memenangkan pertandingan atas petenis Slovakia, Martin Klizan dengan skor 4-6, 6-2 dan 6-3. Berkat kemenangan tersebut, Wawrinka kini menapaki babak perempatfinal Sofia Open 2018. Dalam turnamen ini Wawrinka dijagokan menjadi juara karena merupakan unggulan pertama. “Saya tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit menghadapi lawan yang sulit. Ini merupakan pertandingan ketiga saya setelah tahun lalu di Wimbledon. Jadi saya butuh banyak pertandingan, turnamen-turnamen, saya butuh kepercayaan diri,” ungkap Wawrinka. “Tingkat kebugaran saya belum pada puncaknya, namun saya terkejut karena saya bermain bagus. Atmosfernya hebat. Saya mendapat banyak dukungan. Itu banyak membantu saya berada di sini, untuk fokus dalam bertanding. Saya benar-benar senang melalui ini dan saya benar-benar bangga dengan cara saya berjuang,” tutup Wawrinka. (kmb33/rtr)

Berhenti Main Ski

PEBALAP Repsol Honda, Dani Pedrosa bertekad meraih gelar juara pertama MotoGP di musim 2018 ini. Untuk itu, ia menghindari segala aktivitas yang berpotensi mengundang cedera selama masa liburan panjang.Pedrosa memang termasuk pebalap yang kurang beruntung di balapan MotoGP. Meski sudah menggeluti balapan bergengsi ini sejak 2006, dan dinilai punya teknik mumpuni, namun ia belum sekalipun menjadi juara MotoGP. Padahal Pedrosa punya modal sangat lengkap ketika terjun ke MotoGP, yakni datang dengan status sebagai juara dunia 125cc 2003, 250cc 2004, dan 250cc 2005. Mantan kepala kru Pedrosa, Mike Leitner meyakini salah satu faktor utama penyebab Pedrosa paceklik gelar adalah karena ia sangat rentan dengan cedera. “Dani kerap mengalami cedera pada waktu yang salah, di tahun-tahun ketika ia memenangkan banyak balapan dan tengah memperjuangkan gelar. Saya pikir ia memang lebih gampang cedera dibandingkan pembalap lain,” kata Leitner yang bekerja dengan Pedrosa selama 11 tahun. Dengan pertimbangan itu pula Pedrosa yang kini berusia 32 tahun, menahan hasratnya untuk melakukan aktivitas ekstrem saat liburan musim panjang ini. Di antaranya adalah dengan stop bermain ski di Swiss. “Ya, tahun ini saya harus menahan diri (main ski, red). Dan terus terang saya sangatmerindukannya. Saya telah main ski sejak 2004. Itu latihan yang bagus untuk kardio. Atmosfernya juga sangat menyenangkan saat kita sendirian di salju. Tapi saya harus menghindari itu sekarang,” ujar Pedrosa di Superbikeplanet. “Saya juga biasanya latihan motocross saat liburan. Itu baik untuk mengasah refleks dan insting. Tapi pada sisi lain itu sangat berbahaya. Saya tak mau ambil risiko lagi. Saya ingin benar-benar fokus untuk juara tahun ini,” ujar Pedrosa bertekad. Sejauh ini prestasi terbaiknya adalah menjadi runner-up yang diraihnya pada musim2007, 2010, dan 2012. Dalam empat musim terakhir, rapor terbaiknya hanya finis urutan keempat. Selain cedera, postur tubuhnya yang terlalu mungil juga diyakini Leitner sebagai salah satu masalah. Biasanya pebalap dengan postur kecil akan menguntungkan dalam hal kecepatan. Tapi bisa saja hal itu justru menjadi boomerang, karena tubuhnya dinilai tak terlalu kuat menahan motor besar 1.000cc. Sampai musim 2017, tercatat Pedrosa pernah mengalami 22 kali cedera yang semuanya termasuk cedera serius. Di setiap musim minimal ia pernah dua kali cedera serius. Hampir seluruh bagian tubuhnya pernah bermasalah, mulai dari tulang leher, sampai jari kaki. Cedera terakhirnya yang serius adalah ketika ia didiagnosis cedera retak tulang selangka kanan, usai mengalami kecelakaan dalam sesi Free Practice 2 di Motegi pada musim 2016 lalu. Menjadi sangat parah karena sebelumnya ia pernah menderita patah tulang selangka kanan di Le Mans pada 2011. (kmb33/rtr)

Arena

Minggu Paing, 11 Februari 2018

Olimpiade Musim Dingin 2018

Pembukaan Aman, Tepis Isu Miring

Pyeongchang – Pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Jumat (9/2) malam berlangsung meriah, terutama ketika rombongan atlet Korea Selatan dan Korea Utara pawai bersama di bawah satu bendera unifikasi. Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Changbeom mengatakan suasana hangat dan damai yang ditunjukkan delegasi kedua negara itu mematahkan asumsi sejumlah media barat yang khawatir bahwa Korut akan mengacaukan gelaran olimpiade. “Sejak beberapa bulan terakhir, banyak media Barat mengungkapkan kekhawatirannya bahwa Korut akan merusak gelaran olimpiade dengan provokasinya. Tapi setelah kita lihat bersama tadi, suasana hangat dan perdamaian menyelimuti pembukaan olimpiade,” kata Kim Changbeom usai menggelar acara nonton bersama pembukaan olimpiade di kedutaan besar Korsel di Jakarta, Sabtu (10/2) kemarin. “Saya sangat bangga dengan apa yang kita saksikan bersama tadi selama pembukaan Olimpiade Pyeongchang. Olimpiade ini diharapkan tidak hanya terbatas ajang olahraga saja, tapi juga ajang dunia untuk menciptakan perdamaian dan rekonsiliasi,” lanjut dubes Korsel baru itu. Dalam pembukaan olimpiade yang diikuti 92 negara itu, turut hadir sejumlah kepala

negara dan pejabat tinggi lainnya seperti Presiden Korsel Moon Jae-in sebagai tuan rumah, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, PM Belanda Mark Rutte, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, hingga Kim Yo-jong, adik perempuan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un. Warna Beda Olimpiade Musim Dingin 2018 ke-23 ini menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Itulah dia pemandu sorak dari pasukan Korea Utara. Sekitar 230 wanita muda atletis dengan mantel wol merah diikat di bagian pinggang, dengan bulu hitam di leher dan pergelangan tangan serta topi hitam yang sesuai, dilengkapi sepatu bot bertumit tinggi dan kaus kaki tipis. Menenteng tas merah yang menambah serasinya gaya. Di Korea Utara mereka dikenal sebagai “the army of beauties”. Bagi sebuah negara yang citranya kita dapat dari gaya pemimpinnya, Kim Jong-un, dengan model rambut trapesium unik dan tentaranya yang kaku, maka the army of beauties memberikan pesan

BPM/rtr

BERSATU - Korea Utara dan Selatan bersatu dalam parade pembukaan Olimpiade musim dingin 2018 yang digelar di Pyeongchang, Jumat(9/2) kemarin. visual berbeda. Secara teoritis, skuad ini untuk menormalisasi dan memanusiakan propaganda rezim dalam bentuk modis. Tim ini pertama kali tampil pada 2002 saat Asian Games di Busan. Lalu mereka muncul di Universiade Musim Panas 2003 di Daegu dan Kejuaraan Atletik Asia 2005 di Incheon, namun Olimpiade menjadi momen mereka untuk mendunia. Laporan dari An Chan-

CANTIK - Gadis-gadis cantik yang menghiasi gelaran F1 musim lalu.

BPM/ist

Gadis Cantik Tetap Hiasi F1

London – Formula 1 memutuskan meniadakan grid girls mulai musim ini. Tapi mereka memastikan masih akan ada gadis-gadis manis di tiap balapannya. Seperti diketahui, takkan lagi ada grid girl di F1 musim ini. Mereka ditiadakan karena dinilai sebagai bentuk eksploitasi perempuan dan tak pantas lagi untuk era sekarang ini. CEO F1 Chase Carey pribadi menyatakan, sebenarnya menyukai keberadaan grid girls. Tapi keputusan diambil demi para fans. “Saya rasa reaksinya sesuai dengan perkiraan kami. Secara tak mengejutkan,

banyak fans jangka panjang melihatnya sebagai bagian dari olahraga yang tumbuh bersama mereka dan saya menghormati itu,” kata Chase, Sabtu (10/2) kemarin. “Kalau Anda menyerahkan keputusannya kepada saya, secara pribadi saya menyukai grid girls. Tapi itu bukan keputusan untuk saya, melainkan untuk para fans. Saya tak tahu apakah istilah ofensif itu terlalu keras. Tapi ini dirasakan eksploitatif dan dinilai tak pantas untuk dunia yang kita jalani sekarang,” imbuhnya. Meski demikian, Chase menyatakan akan tetap mempertahankan keberadaan sejumlah gadis cantik di balapan,

salah satunya para model untuk promosi di paddock. “Kami akan mempertahankan glamornya. Kami akan terus menampilkan gadis-gadis cantik di balapan-balapan. Saya rasa itu sudah bagian dari hidup dan merupakan bagian dari sesuatu yang membuat olahraga kita spesial,” sambungnya. “Ini merupakan olahraga yang glamor dan mistik. Tapi saya rasa Anda perlu terus berkembang. Di dunia sekarang ini, jelas ada sensitivitas berbeda dibandingkan 10 atau 12 tahun lalu. Saya rasa Anda tak bisa keras kepala,” tutup pria yang juga Vice Chairman 21st Century Fox ini. (kmb33/rtr)

Il, seorang pembelot yang mengelola World Institute for North Korea Studies menyebutkan Ri Sol-ju, istri Kim Jong-un pada awalnya juga skuat pemandu sorak. Mereka mengenakan atribut pakaian tradisional Korea hingga topi baseball merek Nike dan kaos oblong. Pemandu sorak dari Korea Utara tiba di Korea Selatan, Rabu (7/2) lalu. Mereka termasuk di antara 280 anggota delegasi yang melintasi Zona

Demiliterisasi yang membagi dua Korea di pos perbatasan Dorasan Utara, Seoul. Mereka senang tiba di Korea Selatan. “Saya senang bertemu dengan Anda,” kata salah satu pemandu sorak. Pemilihan pemandu sorak juga tidak sembarangan. Mereka melewati proses yang ketat, dipilih melalui latar belakang keluarga mereka, penampilan, keterampilan, dan kesetiaannya kepada Partai yang berkuasa. (kmb33/rtr)

Cavs Lepas Pemain Besar-besaran

Cleveland – Cleveland Cavaliers jadi tim paling sibuk pada deadline Trade NBA. Mereka melepas enam pemain, termasuk tiga nama top: Isaiah Thomas, Dwyane Wade, Derrick Rose. Cavs mengalami krisis yang tak terduga sejak Natal. Pada 20 laga terakhir rekor mereka adalah 7-13. Sebuah catatab yang buruk untuk tim yang bertabur bintang dan langganan final NBA. LeBron James yang terus dibicarakan terkait peluang hengkang pada periode trade lalu, atau kala kontraknya habis akhir musim nanti, sedikit banyak juga mendistraksi tim secara keseluruhan. Cavs pun langsung membuat langkah besar pada hari terakhir masa trade NBA. Mereka menunjukkan kesiapan untuk membentuk sebuah tim yang fresh. Seperti dilansir ESPN, Sabtu (10/2) kemarin, trade pertama Cavs adalah melepas Isaiah Thomas dan Channing Frye ke Los Angeles Lakers. Sebagai alat tukar, Cavs mendapatkan dua pemain berbakat Lakers, Jordan Clarkson, Larry Nance Jr dan satu jatah untuk Draft 2018. Thomas memang belum kembali ke titik tertinggi performa, karena pemulihan cedera yang cukup lama. Ia padahal baru bergabung dengan Cavs sebagai alat tukar Kyrie Irving pada musim panas lalu. Aktivitas kedua yang juga mengejutkan adalah Wade yang kembali ke tim yang membesarkannya, Miami Heat. Sebagai penukaran Cavs mendapatkan jatah ronde kedua NBA Draft pada 2024. Sementara itu, Rose masuk ke dalam kesepakatan tiga tim yang dilakukan Cavs, Sacramento Kings, dan Utah Jazz. Dia dan Jae Crowder akan bergabung dengan Jazz, ditambah jatah ronde kedua Draft 2024. Cavs sendiri mendaratkan Rodney Hood dari Jazz. Sementara terkait Kings, Cavs melepas Iman Shumpert, hak draft Dimitrios Agravanis, hingga ronde kedua draft 2020 demi seorang George Hill. Perubahan besar-besaran ini seperti adalah pertanda bahwa Cavs mencoba merevolusi tim. LeBron kini bisa kembali jadi andalan utama dan mendapat sokongan penuh dari para pemain baru tersebut. (kmb33/rt)

Life Sport

Lansia Harus Tetap Berolahraga

Denpasar – Sering kali kita temukan seseorang yang sudah memasuki usia lanjut disarankan untuk lebih banyak beristirahat dan memiliki pola hidup yang sedentary, terutama pada lansia yang hidup di perkotaan. Lansia cenderung memilih diam di rumah dan jarang melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Hal tersebut disebabkan oleh minat aktivitas yang menurun, riwayat cedera atau trauma saat berkativitas, bahkan karena saran dari anggota keluarga yang khawatir akan terjadi cedera atau sebagainya. Tahukah Anda apa yang terjadi apabila aktivitas fisik seperti olahraga tidak lagi menjadi rutinitas bagi para lansia? Mengapa bergerak aktif harus tetap dilakukan oleh para lansia? Menurut Putu Ayu Sita Saraswati, S.Ft, M.Fis, dosen PS Fisioterapi FK Unud yang juga memperdalam ilmu fisiologi olahraga memaparkan bahwa proses penuaan mengakibatkan hilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri dan mempertahankan struktur serta fungsi normalnya, sehingga menyebabkan manusia secara

progresif akan kehilangan daya tahan tubuh, penurunan fungsi tubuh, serta gangguan metabolik atau penyusutan struktur tubuh yang menimbulkan ”penyakit degeneratif” atau penyakit akibat usia. Aktivitas fisik pada lanjut usia justru sangat disarankan untuk memperlambat proses penuaan dan meningkatkan daya tahan tubuh pada lansia tersebut. Di samping itu, menurut Ibu Sita tubuh manusia pada hakekatnya diciptakan untuk bergerak. Manusia merupakan suatu organisme yang tersusun mulai dari bagian terkecil dari tubuh seperti sel. Kumpulan sel kemudian membentuk suatu jaringan, di mana kumpulan jaringan akan membentuk suatu organ yang kemudian membentuk sistem organ sehingga dari kumpulan organ akan membentuk suatu organisme yaitu manusia. Seluruh sel, jaringan, organ bergerak dan beraktivitas di dalam tubuh sehingga suatu sistem organ dapat berfungsi dengan baik sehingga manusia dapat beraktivitas dengan baik. Jadi, ketika seseorang berhenti bergerak aktif yang salah satunya adalah olahraga maka hal tersebut akan

mempengaruhi sistem tubuh di dalamnya. Aktivitas sel, jaringan, organ dan sistem organ akan terpengaruh oleh sumber energi berlebih dalam tubuh tertimbun, seperti gula dan lemak yang tidak terbakar karena minimnya aktivitas fisik sehingga berisiko menimbulkan gangguan pada sistem metabolik tubuh dan penyakit pada lansia. Namun, olahraga seperti apa yang tepat bagilansia? Menurut Ibu Sita, olahraga atau aktivitas fisik bagi lansia hendaknya disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan fisik serta tujuan dari aktivitas itu sendiri. Pada umumnya lansia dapat melakukan olahraga paling ringan seperti peregangan saat bangun pagi atau disela-sela waktu luang. Apabila tidak ada keluhan fisik seperti nyeri pada anggota gerak pada bagian bawah, lansia dapat melakukan jalan di tempat atau jalan kaki ringan dilapangan selama 30-45 menit minimal dua kali seminggu atau senam lansia seminggu sekali. Dengan demikian, kesehatan dan kebugaran dapat terjaga dan penuaanpun dapat diperlambat. Tua itu pasti, namun hambatlah selagi bisa. (kmb33)

BPM/rtr

LEPAS - Derrick Rose menjadi salah satu pemain yang dilepas Cleveland Cavaliers musim ini.


Redité Paing, 11 Februari 2018

I Kaki Dengkil

Kala Brahma

RIANTUKAN marasa awakné nyem létég meluang, I Kaki Dengkil majalan-jalan soréné puniki. Sampun makudang-kudang raina sabehé tedun magéyélan. Ngawinang nyem guminé ring Tepisiring. Akedik sayongé makesiran, sayan gesit karasaang. Aéngan ring pejabat wawu pensiun, solahné masemu nénten kirangan buk. Sira malih sané mrasidayang urip mageléngan sakadi punika? I Sudiana dagang tikehé? I Muksin dagang ésé? I Rempuh dagang makoné? Sampunang ja polih majalan-jalan, kadirasa nunas ajengan malaib-laiban antuk jejehé nénten wénten sané matumbasan. Ring Tepisiring sané uripné dangan kantos mrasidayang tuah pensiunané tur cinané sané nué toko nampek ring pasaré. Alit-alité kija? Akéhan sané jeg nau magenah jumah sambilanga main gim ring internété. Kapah inget enyak tedun ka banjar muruk magamel. Gumi Tepisiringé sané kaloktah nglangenin nénten wénten sané ngangobang sané mangkin. Nénten wénten sané nglangenang sané mangkin. Kapah-kapah wénten turis motrékmotrék. Makasami potréka. Kantos kubu réot maraab mis ring bangketé telas potréka. Sesampuné uning Giri Tohlangkiré durung jagi agung letusannyané, wargi Tepisiringé sampun mantuk saking pangungsian. Kéwanten, sayah guminé kantun karasaang kantos mangkin. Sakadi désa kaon maperang rasané. Pasaré sayan nyepiang, kirang sané matumbasan. Toko-tokoné akéhan kantun matutup. Wantah nénten wénten sané matumbasan, wantah akéhan dagangé matutup, sinah guminé sayan nyayahang. Asapunika I Kaki Dengkil ngamanahang. Sambilanga alon-alon mamargi, uratian I Kaki Dengkilé mangkin nincap ka muncuk Giri Tohlangkiré. Saking kadohan, aksinina agung pisan Giri Tohlangkiré soréné puniki. Kenjekan kelangen asapunika, nénten rasaanga mangkin sampun slebseb mua. Sawatek gumatat-gumitité piragina sampun masuara ngrikrik. Saking bukit kambing kantenanga alon-alon ambuné ningkeb Giri Tohlangkiré. I Kaki Dengkil kantun ngaksinin sambilanga angob. Asliaban, saking dija manawi rauh sayongé baret, maklieb guminé. Gulemé sampun ngebekin langit. I Kaki Dengkil, tan sipi kalangné. Kantos lali rainané mangkin sayuwaktiné Purnama nedeng. Napi malih nyanan wengi kocap jagi candra graha. Galah ngamargiang Rudra Puja. Raris ngrujak buni usané punika. Nanging, wenginé puniki I Kaki Dengkil sakadi lipya. Lali ngamanahang kabinawa mabuatné sané kabaos Rudra Puja. Lali ring kabinawa kalangné wantah sampun ngamargiang maha yoga Rudra Puja. Rari ngrasaang makebyah rasan rujak buniné. Lali ngrasaang rasa bagia tan sipi wantah sampun usan nikelang ajnyana Brahmawidya. Mangkin, I Kaki Dengkil wawu marasa déwék sakadi I Buta sané kantos mandus nyanyad ngrereh bungan tunjung. Sakadi I Rumpuh sané nénten prasida manampekin bungan tunjung santukan nénten mrasidayang mamargi. Kenjekan iteh mamanah asapunika, panggihina kenyit-kenyit muncuk Giri Tohlangkiré ngamedalang geni. Sampun nampek letusanné jagi ageng? Asapunika manahanga. “Yén jani ja ri sedekan Purnama negengé Giri Tohlangkiré mletus, sinah lakar gedé pesan letusané. Miribné ping lima gedéné cara dugas letusané imaluan!” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan. Nanging sakadi wénten ajaka mabaosan saking inunian. Kripis-kripisan geniné ring muncuk Giri Tohlangkiré sayan ngakéhang sané mangkin. Tlektekanga pisan antuk I Kaki Dengkil. Sambilanga ngicir-ngicirang paningalané santukan sangsaya nénten sumeken manggihin wénten napi irika. “Bih, saja koyanga. Tusing jani Ida Bhatara Giri Tohlangkir lakar medal. Jani mara unénunéné malu pesu. To apa, I Kala Brahma jani pesu pablesbes. Makeplus pesu, laut ilang. Kija lakuna? Kamula ja makejang kalané kabaos maya-maya. Ngilang aprajanian, laut nyusup ka sakadan jatma, taru, tur buroné!” I Kaki Dengkil iteh ngrémon asapunika. Asapunika kocap sekadan kalané nyusup malingga ring tri pramanané. Nénten ring sekadan pramanané, nanging naler ring sekadan sarwa kantené. Ring batuné, ring komporé, ring jalikané, ring tanahé, ring toyané, ring dija ja pamekas. Santukan sambilanga mamargi mamanah asapunika, I Kaki Dengkil nénten pisan éling napi iwasina ring marginé. Sesampuné rauh ring jambatané, panggihina baliha ageng kakelih. Makekalih akéhan warnané barak. Mangkin manahanga, minab sayuwakti I Kala Brahma sané medal saking garba Giri Tohlangkiré akéhan nyusup ring jatmané. Pamekas ring sang kalih sané macentok jagi mrebutin singgasana Nataratu Jagat Baliné sané kabaos Gubernur Baliné. Manahanga naler I Kala Brahma naler nyusup ring angga kaula Baliné makasami. Jerih manah I Kaki Dengkilé, midep jagi ngendih makasami kaula Baliné. Dumadak mangda nénten kantos mamadem-madem. Astungkara. (Jelantik)

Nyastra

NÉNTEN sinah antuk Pan SinahMén Sinah, napi sané ngranayang pianakipuné truna-truna makekalih pecak adem-ayem kukub-guyub kadi embung lan pangkung, nadak sara asasih kalih sasih puniki, jeg magujeg, pragat marebat, puput ribut, rames mamanes, saling simbing, silang nangtang, sareng cureng. Sat sampun mapapas sisiknyané mimpas, tulén kadi tomjerry, méng-asu, Sangut-Délem, wastu mangkin sareng kalih ngedoh-doh, yén napi garanga? Yah, déwa ratu agung, pamuput asu magarang ampru, 2019. 2019, yan baosang doh, doh. Yén baosang tampek, tampek. Sami mawiwit ulih élah, ulah, jinah, galah, gelah, lan genah. Sakadi katattwan Ida Hyang Widhi, aku jauh engkau jauh, aku dekat engkau dekat, manut piteket Bimbo Bandung, boya Bimbo Buléléng. Yan iraga kayun tampek, Ida jagi tampek, nanging yan iraga ngedoh-doh, Ida taler doh. Doh, mapan pawilangan galahé kantun malih atiban tengah lebih. Tampek, doning sat sampun kesiar-kesiur ring tutuk hirungé mlekpek. Sang ulenggeleng, seleg-inceg sukeh ngrereh baas akélo mangda cangkem paoné durus makudus, 2019 doh. Sakémawon sang séngeh parikedeh keleh-keleh kantos lengeh, tan ngétang panes-sabeh, idehideh iteh ngrereh kursi tegeh, ngeseh kompék begeh, 2019 tampek sampun ring sibeh pageh. Pageh ring prinsip, Gdé Sinah lan Madé Sanih tan sandang sangsayén malih. Sareng kalih sampun gilih selem kalawan putih. Manut Gdé Sinah, napi-napi jeg mangda sinah tan dados sanih-sanih. Barak tetep barak. Manut Madé Sanih, yén masanih mangda sinah masanih. Iwang yén nglanggang sang gadang baosang gading. Pelung tetep pelung ten pariwangdé. “Dé, sekat janiné Cai bani-bani tekén nyama kelihan.” Gdé Sinah ngawit nutur saha nuding-nuding saksat ngurek paningalan adinnyané. Durung polih adinnyané masaut, Gdé Sinah malih nglanturang. “Droaka san Cai dadi adi.” “Nguda Beli ngraos kéto?” “Men, nyén Cai meting-meting, ngemaang pipis, ngajahin ipidan kadi Cai dueg buka jani? Oh, disubané Cai dueg dadi jlema, kéné pangwales Cainé tekén Beli?” “Aduh Beli, yan unduk melah Beliné maadi tekén tiang, dini, di siwa dwara pejang tiang legan Beliné.” “Yan mula Cai saja ngajiang nyama kelihan, nguda orahin Beli barengbareng di paguyuban barak, sing nyak? Bengkung nglingkung gabung pelung?” “Ento pilihan adané Beli. Beli milih barak, durusang! Da Beli memaksa apa tiang bareng barak. Pilihan tiang tetep pelung.” Lung kadirasa cadik Gdé Sinah ping tiga ping pat nutur nangsekang ring Madé Sanih, yéning barak ngawé masriak, pelung makada linglung; ping lima ping nem adinnyané puput tan satinut. Ping tiga ping pat Mémé-Bapannyané melid, yén manyama-adi ten nganggo-

13

2019 I Madé Suarsa ang keneh padidi, magetih abumbung mangda adung; ping lima ping nem lampahnyané ngapung. “Ngapung benya ngelah panak masekolah tegeh-tegeh, sing pegatpegat marebat.” Mén Sinah mantigang semat apesel ring tumpukan slépan, marérén ngrajut kulit sayut, wusan bingkih nyait tangkih, masanekan suntuk nusuk kituk-kituk. “Da kéto Méméné!” “Da kéto, da kéto. Ngelah panak dadua, cara méng ajak cicing.” “Démokrasi adané, pada ngaba pabeneh. Barak beneh, pelung masé beneh”. “Men, nyén pelih?” “Méméné pelih.” “Apa pelih tiangé?” “Pelih ngorahang pianaké pelih.” “Ah Beli ngalih-ngalih pelih” “Barak simbul Brahma sisi kelod. Pelung simbul Sambu kaja-kangin. Depang pada misi!” “Mabet nawang dogénan.” “Sai pecil to. Jemak bin sematé, nyait!” “Won atié.” “Sing nyak nyait, Méméné lakar jait nyén.”

“Ngeres…” Res manah Mén Sinah nonton ring televisi, anak lanang manyama tugelan, saling tebek kantos makekalih ngamar ring rumah sakit sangkaning matiosan partai. Wénten i pianak muikin bapannyané, lantaran pada kekeh kukuh ring agem-ageman soang-soang. Sarainaraina miragiang pianak magerengan majugjag, sayan-sayan res manah Mén Sinah, madrebé pianak kekalih, ten pegat-pegat majugjag, ajerih pét sakadi orti ring televisi, makekalih maungkulan ring rumah sakit. “Sakit ati tiang Beli. Ngelah pianak gligiran truna-truna dadua, benehné demen atiné dadi anak tua, ada ngabih ada glantingin. Né malah ngaé sakit jantung.Tuturangké pianaké Beli!” “Beli dong suba kanti kelés cadiké ngomong, sakéwala jeg mental, masuk telinga kiri, keluar telinga kiri. Mula kéné jenenga bikas cerik-ceriké jani, tusing ngugu raos anak tua, apa ya kadén.” Kadén wenginé Gdé Sinah jagi sinah ring umah, ten. Bénjangnyané, ten. Pamuput kantos telas Kintamani-Apuané, durung taler Gdé Sinah sinah. Ngawit Pan Sinah-Mén Sinah nyelé ati. Kate-

***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Payudan Ida Sang Arjuna ring Jagat Saindhawa Olih : I K. Satria, S.Ag NGLANTUR sané mangkin kacaritayang indik kawéntenan Ida Sang Arjuna ri kala memargi ngamargiang pamargin yadnya Aswamédha Yadnya. Sané mangkin kacaritayang pamargin payudan Ida Sang Arjuna sareng ksatria mautama, ksatria sané wénten ring Wangsa Saindhawa sané kantun maurip sesampuné mayuda ring Kuruksetra. Sesampuné sami para ksatriané nguningin indik pamargin Ida Sang Arjuna sampun nepek ring kawéntenan Jagat Saindhawané, raris makasami ksatria Saindhawa sayaga jaga mialangin pamargin yadnya Ida Sang Arjuna, sami sayaga pacang mayuda ngetohang pati. Saking riin, wangsané puniki sampun kaloktah nénten becik, setata mialangin kawénten jadma sané ngwéntenang pemargi, saha pacang mademang antuk senjata miwah panah sané mautama. Makasami raris wénten sané ngejuk jaran sané pinaka sarana yadnyan Ida Sang Prabhu Yudisthira, wénten sané kapademang, nénten malih ngayunin indik kawéntenan Ida Sang Arjuna sané jaga mabéla ring jaran punika. Ri kala punika taler wénten Ida Sang Bhimaséna sané sampun sayaga nandingin meseh antuk nénten nglinggihin kréta, ngagem senjata panah sané dahat mawibawa pisan kawéntenanidané. Nénten kacaritayang indiké punika, raris wénten senjata sané mlesat nuju angga sariran Ida Sang Arjuna sané kalepasang olih prajurit Wangsa Saindhawa. Indiké puniki taler kadulurin antuk krodan para prajurit Saindhawa sané kasor mayuda ring Kuruksetra. Sami ksatriané punika ngamedalang senjata panah sané madaging pangraksa sané mademang sang sané kakeninin, sami taler ngamedalang senjata sinambi nyuarayang kagungan kulawargannyané sané kasub sangkaning panah mawisésa. Pamuputnyané, sami prajurité nandingin Ida Sang Arjuna antuk makudang-kudang senjata. Sakadi sabeh ring sasih Kawulu ulungan senjatané tatkala punika. Napi malih kawéntenan prajurité punika ring duur taruné ageng saha ngamel senjata, kawéntenan Ida Sang Arjuna wénten ring pertiwi. Ida Sang Dhananjaya sané sampun ngasorang Niwatakawacha, Raksasa Samsaptaka miwah maharaja sané mautama saking Jagat Sindhu tatkala punika pramangkin polih meseh sané sakadi asapunika. Ida Sang Arjuna kalikubin olih para ksatria sané wénten irika saha samian ngamel senjata tur nglinggihin kréta sané mautama, tuhu pisan sakadi prajurit sané krodha kawéntenan prajurit Saindhawané tatkala punika. Indiké puniki wantah sangkaning kawéntenan Ida Sang Prabhu Jayadratha sané sampun kapademang olih Ida Sang Arjuna. Indiké punika sané ngawinang para pra-

kaning Madé Sanih bingung ngenyetang belinnyané. Sakémawon ipun manyet, indiké puniki pastika mapaiketan ring dot ngaet belinnyané jagi nyaleg. Nyaleg manah Madé Sanih nyalig, puniki sami pastika mapaiketan ring 2019. Yadiastun ipun mabinayan partai, nanging mawiwit getih abungbung, wastu tan kadi-kadi taler sebet manahnyané ngenyetang nyama tugelan sampun tigang raina ten mulihmulih. Marasa ipun mentik sakadi sepit matugelan sareng kalih kémanten, nénten malih ngitungang bina partai, kerep nginempelin bayu sabda idep maseserep kahanan nyama kelihan, ten ngitung semeng ten ngétang sandé. “Dé,… mati ba Mémé, yan belin Madéné lantas sing teka.” “Da Mémé sebet. Tiang tanggung jawab ngalih Beli kanti tepuk!” Tepuk ipun timpal-timpal belinnyané sami, nanging sami ngorahang ten uning ring dija ipun mangkin. Nanging sami uning I Gdé Sinah ten durus kadadosang nyaleg 2019, doning ten sida naur ring sang patut kaatur. Sampun kalintang sué pisan dados loyalis partai, tan raina tan wengi bah-bangun ngitungang partai, kumantos puik ring nyama tugelan, ngawé rerama nyakit ati, nanging yén tan jangkep jinah bakta ka tengah, sami punah. Ten nglantur sida naur anak ba duur, pastika babakbelur. Babak-belur manah Gdé Sinah, nyinah ayah-ayah lepuh-lepah malah kalah jinah. Juari pongah Pak Nengah ulah-ulah élah dados caleg munggah, laguté nyidayang mayah. Yan ten ké gelis nyangkwak tangkah, sinah Gdé Sinah sampun glayah-glayah matemah bangké matah ring lebah linggah. “Linggah nu guminé Beli! Picik sajan Beli berpikir. Liu jalan ngayah, yan mula saja-saja keneh Beliné ngayah ngamelahang gumi. Sing ja tulén ulian politik!” “Sebet san kenehé. Amonto tuyuh Beliné ngitungang partai kanti sing taén jumah, sing nawang tugelan, sing nawang anak tua, duga baana ngulukuluk.” “Tusing ada dané saja-saja saja di guminé Beli.” “Yan kéné unduké, suud, suuuddd, berpolitik, suud.” “Suud monto maseselan Beli! Yan jantungé ngritik, gelaré abedik, jalan don bilané pikpik, da ngluntik carik aculik, da milu-milu berpolitik!” Politik ten wénten sané seken-seken seken, apan nora wwang tyaga ri dalem ihéng yawata hurip. Politik cair kadi ulam jair, slawar-sliwir ninut air umilir; kadi kincir suir-suir nganut angin ngasirsir. Politik ten ngitung olég utawi olog-olog, jegég utawi bojog, dueg utawi belog. Sané utama, dueg melog-melog, melog-melog dané dueg. Dané belog ring kursi empuk nyodog, dané dueg betén mati ngadeg. Mapan politik, maduegduegan mogbog. Politikus, boleh bohong tetapi tak boleh salah. Akademikus, boleh salah tetapi tak boleh bohong. Kénten. Kénten?

jurit Saindhawané dahat mautsaha mademang kawéntenan Ida Sang Arjuna. Wénten makudang-kudang senjata panah sané sampun nibénin kawéntenan Ida Sang Arjuna kala punika. Yéning kawéntenanidané tatkala punika tan bina sakadi Sang Surya sané kaliputin mega, saha sakadi paksi sané kasengker antuk senjata sané dahat mawisésa. Indiké punika taler ngawinang sami kawéntenan ksatria Pandawané rumasa sebet ngaksiang pariindikané sakadi asapunika. Kawéntenan Ida Sang Hyang Surya tatkala punika taler remrem pisan sakadi anak kasungsutan. Ring galahé punika taler wénten raris angin sané ageng ngeberang sekancan kapetengan. Akéh tatit sané ngwetuang pakebyak-byak sunaré, dahat ngresresin pisan. Ida Sang Hyang Siwa sané ngawiwenang ring Jagat Kailasa taler ngrumasayang indiké punika. Sapta Rishi miwah para rishi sané tiosan rumasa ajerih ring suargané. Wénten makudang-kudang watu sané pabriak ka ambarané sakadi nénten malih wénten sané ngamel. Kapikantenang peteng dedet irika ring akasané. Pagrudug jagaté tatkala punika dahat méweh antuk ngayunin, sami sané ngrasayang dahat sungsut ring pikayunan. Tatkala punika kawéntenan Ida Sang Arjuna majanten sampun méweh nandingin mesehé sané sakadi asapunika. Kacaritayang panah Gandhiwa sané mautama punika sampun lempas ring tanganidané. Risedek sakadi asapunika digelis wénten panah sané malih mlesat nuju sariranidané. Ngraris kawéntenan Ida Sang Arjuna nénten uning ring padéwékan metu lelor ka pertiwiné! Para dewatané sané nyaksiang kawéntenané punika raris nguncarang pangrastuti sané tetujonnyané nangiang Ida Sang Arjuna. Para rishi miwah Sapta Rishi sané wénten ring suarga ngelarang yadnya mangda prasida Ida Sang Arjuna mawali matanding, nandingin mesehé. Lianan ring punika, kawéntenan Yogine sané wénten ring jagaté taler sakadi asapunika pangaptinnyané. Ri kala punika raris makasami kawisésan sané wénten ring angga sariran Ida Sang Arjuna ngawinang grudugan jagaté sakadi asapunika. Sesampuné sué sakadi asapunika, Ida Sang Arjuna rumasa ring padéwékan, metu kawisésanidané saking sekancaning genah, mawali ida ngambil senjata Gandhiwané sané mautama punika. Irika raris tali sané negul Gandhiwané punika kasuarayang, antuk suara sané dahat ngresresin pisan. Indiké punika ngawinang sang sané mirengang dahat kakuubin antuk suarannyané. (Masambung)

Purnama Ungu peteng setu ambu nglambu ngabubu kalu bulan bisu belog pongah nyuléngék ngadah ngajap sinah bulan katadah nungkalik tilem bulané kelem langité remrem kakrubung gulem inguh limuh katibén gemuruh ngulacak sabeh nyibak keneh sué kantiang Purnamané aptiang Sang Ratih maka baying sirna ilang putus liang

I Gede Suwartama


Jayanti

14

Kadek Padma Wahini

Cerakén

Meled Dados ”Guru Musik”

Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Pangkur 63.miirib*]]i;ks\,

Miribang sasih Kasanga, kulukã¡w*,

kuluk buang, s&jlnélnßski,

sing jalan-jalan masaki, nipudkÂimãlinã\Þ¡s/,

Ni Pudak nimbalin banglus, mnwikb)l)tæisn/,

manawi kabelet pisan, mu\æu*kri,

mungpung kari, ewnÓ)nál;senglu;,

wénten galah sané galuh, hik)kupu\is)puæri,

I Kekupu ngisep sekar, somæunßy*kkewonin/. sampun mayang kakaoin. 64.segetÙnÓ)nÀ¡l\nÑ*,

Sagét wénten ula ngandang, m)gtß(g,

megat marga, prhisÓËienpj)rit/,

para istriné pajerit, hudu;b)lititê*tkut/,

uduh beli titiang takut, \ur;sib)tnåÏp*,

Ngurah Sibetan ngarepang, m\usudin/,

mangusudin, hulenmg)n;nu\Сl/,

ulané magenah nungkul, mnu;skdimz)mã;, manuh sakadi manyembah, rris*rtumm(gi.

rarisang Ratu mamargi

MAGENDING taler main bulutangkis wantah kalih kasenengan sané naan katelebin Kadek Padma Wahini ri kala anggané ngranjing ring Sekolah Dasar. Kasenengan dané ring olahraga bulutangkis minab sangkaning ketah manggihin bapan dané sané pinaka guru olahraga ring SD Cipta Dharma, Denpasar saha pinaka pelatih permainan bulutangkis. Sangkaning gupuhnyané ring sekolahan ngawinang Padma sapunika dané ketah kasambat sayan matilar ring olahraga bulutangkis, sané naan ngateh dané dados juara ring makudang-kudang kejuaraan bulutangkis. Ngeninin indik magending, yukti kasenengin pisan. “Tiang meled nelebin makekalih widang punika, nanging tiang nénten prasida ngamargiang makekalih. Tiang patut mamilih. Durung malih akéh tugas sekolah sané patut kakaryanin. Napi malih ri sampun kelas III, tiang patut nyayagayang angga nyarengin ujian akhir nasional,” baos Padma. Sangkaning patut mamilih, pamuput Padma mamilih nelebin widang olah vokal antuk ketah nyarengin pacentokan magending. Dané yuktiyukti nelebin pisan widang olah vokal inucap, antuk tetujon prasida dados guru olah vokal utawi guru musik. Satios meled mungkah genah kursus vokal miwah musik majeng alit-alit disabilitas wiadin alit-alit sané muatang kebutuhan khusus, sané salami puniki durung akéh molihang uratian. Rasa meled dané dados guru musik kabuktiang antuk nglanturang masekolah ring SMKN 3 Sukawati, Gianyar saha ngambil jurusan musik wus anggané tamat ring SMPN 3 Denpasar. Manut pianak kaping kalih saking patpat pasametonan pianak Albert Nur Supriadi – Putu Dina Ariani, anggané sampun saking sué nelebin widang magending saha olah vokal puniki. Kabaosang, magending punika nénten ja dangan. Mangda prasida dados penyanyi sané becik taler anut, wenten makudangkudang paletan malajah sané patut kalintangin. Yadiastun akéh medal penyanyi pendatang baru, akéhan sané matuuh wantah atuuhan punyan jagung. Salanturnyané ical, minab ring

dija ipun masiliban. Matiosan sareng ipun sané yukti madué kawagedan saha kabisan sané kapolihang nglintangin makudang-kudang paletan malajah. Ipun pacang tetep exsis yadiastun akéh medal penyanyi pendatang baru. Yéning sadurungnyané miwah sakadi mangkin madué kayun tetep exsis ring kalangan saha nyarengin makudang-kudang pacentokan, samian punika nénten pacang prasida malih kamargiang risampuné mayusa lingsir. Yowana sané embas ring Denpasar, 20 April 2002 puniki ngaptiang, pendidikan seni musik pamekasnyané molihang uratian sané lewih saking pemerintah. Boya wantah mamargi tanpa wénten guruguru profesional sané kadadosang pembina. “Manut tiang, pendidikan seni musik kantun durung maksimal. Minakadi ring sinalih tunggil sekolahan, sané ngajahin musik boya guru sané nelebin widang seni musik,” baos Padma sumeken. Parindikan inucap nénten pacang mamargi yéning pemerintah nénten kayun urati, nénten kayun nyelehin. Seni miwah makesenian sampunang kacampahang, nanging patut kalimbakang saha becik kauratiang. Santukan, minakadi ring seni musik, nyabran warsa setata wénten seleksi paduan suara tingkat nasional Gita Bahana Nusantara. Pinaka agenda tahunan, taler pinaka kebanggaan prasida lolos seleki saha nyeledi Bali ka tingkat nasional. Mapupul sareng yowana saking 32 provinsi tiosan ring Indoensia. Padma sané naen dados juara ring makudang-kudang pacentokan tingkat Kota Dénpasar miwah Provinsi Bali puniki maosang, alit-alit sané ngranjing ring SMA/SMK patut kaicén paplajahan indik not balok, santukan not balok wantah dasar utama sajeroning malajahin olah vokal. “Tiang percaya, seni musik ring Bali pacang asah genahnyané sareng seniseni tiosan saha prasida ngamiikang aran Bali ring tingkat nasional miwah internasional,” baos juara kaping kalih ring FLS2N tingkat Provinsi Bali puniki makenyem. (ast/ uma)

Isin Gumi

”Wacana Pendidikan Gratis” Malih Ramia Kabaosang

DPRD Bali majalaran Komisi IV ngamedalang wacana pendidikan gratis. Pendidikan gratis inucap kaicén utamanyané ring tingkat SMA/SMK negeri miwah swasta sané mangkin dados kewenangan pemerintah provinsi. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah miwah Kepala SMA/SMK negeri lan swasta se-Bali taler keundang antuk ngicénin penampén ring Wantilan DPRD Bali wau puniki. Samian yukti nyihnayang cumpu ring wacana pendidikan gratis inucap. Kémahon wacana punika kan-

tun patut kaselehin mangda réalistis saking segi anggaran saha nénten kantos ngaonang kawéntenan sekolah swasta. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Soma, 05 Februari 2018 lintang.

Gede Gredeg, Cempaga Manahin titiang wantah harapan isapan jempol kemanten. Saking dumun sampun ketah kawacanaang indik pendidikan gratis. Kantos mangkin tan wénten bukti na-

pi-napi. Napi malih pemprov sareng pemerintah daérah ketah nénten adung. Ring tahun politik, wacana punika nyantep malih kawacanaang, pinaka krama dumogi prasida kajantenang.

Arta, Gesing Pendidikan gratis wantah wacana sané mantap pisan. Patut kajantenang malih gratis sawates ring napi? Sakadi mangkin kémanten sampun kabaosang gratis, kémahon ngamolihang buku palajahan méweh pisan. Akéh sekolah

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

gingsir

1.

gii\uæ^,

1. geser

2.

gipih

2.

gipi;,

2. bersemangat

3.

girang

3.

gir*,

3. riang

4.

gita

4.

git,

4. tembang

5.

ilis

5.

hilis/,

5. jelas

6.

imba

6.

himã,

6. contoh

7.

ingon-ingon

7.

hie\onÀie\on/,

7. ternak

8.

isis

8.

hisis/,

8. kering

9.

jengah

9.

j)\;,

9. tertantang

10. jenuk

Redité Paing, 11 Februari 2018

10. j)nuk/,

Bahasa Indonésia

10. melayat

sané durung ngamolihang buku palajaha. Yéning numbas, kabaosang nénten ngadol utawi nénten kadadosang ngadol buku santukan sampun kambil alih pemerintah. Tunas titiang yéning gratis mangda tan kantos ngirangin kualitas lulusan.

Gung Dé, Ngurah Rai Singaraja Parindikan pendidikan gratis mangda kakaryanin antuk parikrama sané janten mangda nénten sawates ring sekolah negeri kémanten. Pemerintah taler mangda ngwantu sekolah swasta mangda prasida nglaksanayang pendidikan gratis. Tiosan ring nerus nglaksanayang pembinaan. Putu Gamada, Patemon Tunas titiang pendidikan gratis punika mangda kautamayang majeng para siswa sané kirang mampu utawi tuara. Santukan kantun akéh krama sané uripnyané kakirangan utawi kasengguh tuara. Yéning wacana inucap yukti prasida kamargiang sinah prasida nambengin siswa sané keni drop out sangkaning kakirangan prabéa. Aji Bima, Banjar Cumpu pisan ring wacana pendidikan gratis inucap. Pinaka krama sané kirang ring prabéa, marasa gargita yéning wacana punika prasida yukti kamargiang. Dumogi nénten wantah sawates wacana ri kala pacang ngarepin Pemilu sané pacang rauh. (ama)

Ida Ayu Cintya Premashanti

”Tenaga Kesehatan Masyarakat” Pinih Becik NGAMARGIANG swadharma antuk ngamedalang inovasi miwah karya nyata sané maguna majeng krama, kadasarin antuk rasa tanggungjawab kemanusiaan, pamuput ngateh Ida Ayu Cintya Premashanti, S.KM., ngamolihang prestasi pinih becik ring widang pelayanan kesehatan sané sampun katelebin mawit makudang-kudang warsa sané sampun lintang. Anak istri sané embas ring Bandung, 16 Januari 1986 puniki, prasida dados tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Bali wawu puniki. Predikat pinih becik sané kapolihang alumnus Jurusan Manajemen Rumah Sakit Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Jakarta puniki boya kapolihang antuk pamargi sané dangan. Wénten kalascaryan saha utsaha miwah sokongan sané kapolihang sajeroning ngamargiang swadharma punika. “Mawit alit tiang sampun seneng ring widang kesehatan. Napi malih pengalaman tiang ring makudang-kudang sekolah, sayan ngawinang tiang meled ngayah ring widang kesehatan,” baos anak istri sané polih amongan ring Puskesmas II Denpasar Timur ring wewidangan Penatih, Denpasar Timur. Cintya – sapunika dané ketah kasambat, nénten nuga yéning anggané kasudi pinaka tenaga kesehatan masyarakat pinih becik. Mawit nglamar

pinaka pegawai negeri sipil ring widang kesehatan, tetujon dané wantah meled ngayah saha nyalantarayang kabisan sané kapolihang mangda prasida ngwantu krama sané muatang wantuan. Nénten pisan wénten pikayunan sané tawah-tawah. Rumasuk molihang juara kapertama sajeroning ajang pemilihan tenaga kesehatan masyarakat pinih becik tingkat Provinsi Bali. Sarengnyané istri saking Ida Bagus Surya Kastawa, S.T., ring seleksi inucap wantah ngamargiang tugas saking pimpinan, nénten wénten target juara sané kaaptiang. Minab, nénten akéh taler sané uning yéning ibu saking kalih oka puniki madué pengalaman pindah-pindah sekolah ri kala ngranjing ring SD, SMP, SMA, rumasuk ri kala nglanturang ka perguruan tinggi. Ida Ayu Cintya Premashanti saking alit meneng ring Kota Medan, Sumatera Utara. Cintya masekolah ring SD Free Methodist Medan. Salanturnyané ngranjing SMP ring SMP Sutomo 1 Medan. Sangkaning kangen sareng Bali, Cintya mawali ka Denpasar saha ngranjing SMA ring SMAN 4 Denpasar. Salami tigang warsa meneng ring Bali, akéh parindikan sané prasida kaplajahin, rumasuk indik adat miwah budaya Bali. “Sayuakti, Bali punika ngulangunin pisan, becik pisan. Minab kaasrian Pulo

Bali ngawinang tamiu dura negara seneng malali ka Bali. Salami tigang warsa meneng ring Bali, akéh parindikan sané prasida plajahin tiang,” baos oka saking Drs. Ida Bagus Putu Supriadi, M.SiIda Ayu Made Pradnyawati, S.Ag, M.PdH. Tamat saking SMAN 4 Denpasar, Cintya malih nglanturang kuliah ring Jakarta ngambil program Diploma III Manajemen Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia saha nglanturang ka program S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat taler ring Universitas Indonesia. Anak istri sané embas ring Kota Kembang Badung saha polih masekolah ring Medan puniki setata nyarengin kekalih rerama sané setata mapindah-pindah tugas. Mawinan punika, Cintya dados anak istri sané tangguh, akéh madué pengalaman. Ngeninin indik predikat sané kapolihang, program pemilihan duta anti rokok sané kamargiang ring SMP Sila Dharma, Denpasar, wantah sinalih tunggil utsaha sané kamargiang Cintya molihang predikat inucap. “Predikat punika manut tiang pinaka bonus. Sané ngawinang tiang bangga, para krama mawali éling ring beciknyané nyaga kesehatan angga, kulawarga miwah palemahan,” Cintya nguntatin. (ast/uma)

I Wayan Darti

Sangkaning Kawagedan Seni SELAH ngamargiang utsaha janten nénten prasida kapikayunin pangrauhnyané, duaning sakadi sané akéh kapanggih pangrauhnyané sakadi kahanan kahuripan saraina sané patut becik kapikayunin. Dadosné krama sané madué pikayunan kréatif taler inovatif napi malih madué kawagedan sané becik sinah prasida becik ngawigunayang kahanan sané kapolihang punika. Napi malih utsaha sané rauhnyané nganutin kahanan masa utawi rauh nyabran rerainan kémanten, sinah becik pikolihipun yadiastun pangrauhnyané nénten saraina. Sakadi sané kamargiang I Wayan Darti. I Wayan Darti, krama Désa Péréan Tengah, Tabanan sané nyabran warsa, nampek Pangrupukan setata ngaryanin taler ngadol ogoh-ogoh. Dané maosang utsaha punika kamargiang sangkaning pianaknyané sané kaping kalih setata nyarengin makarya ogoh-ogoh ring STT banjaripun. Kasuén-suén ogoh-ogoh inucap kanikain olih manggalaning STT mangda kakaryanin ring jumahnyané, majanten dané sané dumun tamat ring Sekolah Seni Rupa puniki sareng ngaryanin. Irika lantas metu pikayunan dané makarya ogoh-ogoh tur kaadol nyabran warsa utawi nampek rainan Nyepi. “Tatkala punika tiang sareng kalih laut ngarap ogoh-ogoh sané jagi genahang tiang ring arepan umah tur kadagingin antuk tulisan ”dijual”. Ngawit kalih warsa sané lintang kantos mangkin, nyabran nampek Pangrupukan setata wénten krama utawi yowana sané rauh mesen ogoh-ogoh,” baos bapak saking Ni Putu Miati Darvita miwah I Made Arsa Nugraha puniki makenyem. Katakénin indik sué makarya asiki ogoh-ogoh, dané sané embas ring Péréan, 31 Desember 1957 puniki maosang yéning punika nganutin

saking ageng-alitnyané taler sapunapi soroh ogoh-ogoh sané kakaryanin duaning rimitnyané masios-siosan. Pensiunan pagawé LPD puniki laut maosang yéning ogoh-ogoh sané kakaryanin wantah marupa Bhuta Kala, nénten sué nelasang galah. Tatkala makarya taler nénten méweh duaning tatkala wénten iwang sinah dangan kasilibang. Sakéwanten yéning sané kakaryanin ogoh-ogoh sané wangunipun madué ukudan taler anatomi minakadi mua, lima, batis, awak sané masaih sareng manusa, sinah sayan sué tur méweh kakaryanin duaning undaginé patut nyaihang sareng sapunapi jadmané. Yéning makarya ogoh-ogoh sakadi punika tatkala wénten iwang nénten prasida kasilibang. Indik parikrama naur ogoh-ogoh taler “upah” makarya, manut kurenan Ni Ketut Sutarmiati akéhan sané mesen ogoh-ogoh makta budget, mawinan krama sané meled kakaryanang ogoh-ogoh jagi maosang indik soroh miwah tegehnyané mangda adung sareng jinah sané kadruénang. Indiké punika ngawinang dané patut nyikut saking akéh budget tatkala ngamargiang finishing. Yéning prabéa sané kabakta adung utawi pas, sinah finishingnyané becikan, sakéwanten yéning prabéanipun kapikayunin kirang, sinah parikrama makarya taler finishing kirang becik. “Asapunika kahanan krama sané rauh matumbasan mangkin, matungkalikan sareng warsa sané dumunan. Yéning dumun krama utawi yowana sané rauh mriki wantah makta gambar rerincikan indik ogohogoh sané kaaptiang kémanten tanpa nyikut sareng budget. Dadosné tiang kaaptiang mangda makarya ogoh-ogoh ngadungang sareng gambarnyané, yadiastun prabéa sané jagi katelasang akéhan,” krama sané meneng ring Br. Tuka, Péréan Tengah, Baturiti, Tabanan puniki ngwewehin. (wan)


15

Minggu Paing, 11 Februari 2018

Pembubaran Pengajian Gus Dur Di masa Orba, kalau saya mau baca puisi di depan publik, harus minta izin minimal ke Polres, menyerahkan puisi-puisi yang akan saya baca untuk diperiksa dan ditentukan mana yang boleh dibaca dan mana yang tidak. Atau ada satu dua puisi boleh dibaca, kecuali kalimat-kalimat atau kata yang dicoret oleh Polisi. Demikian juga acara-acara lain: seminar, simposium, pertunjukan musik, juga pengajian. Kepolisian mengawasi, mengizinkan atau melarang teks, kalimat, kata dan huruf. Kalau penampilnya tingkat nasional, pemeriksaan dilakukan oleh Polda, atau bahkan Mabes Polri. Kalau tingkat “bahaya”-nya ekstra, TNI diperbantukan untuk mengontrol. Saya diminta berceramah bersama Gus Dur di Jember, dilarang. Tapi spanduk tetap tersebar di jalan raya dan berbagai wilayah Jember: “Selamat Datang di Jember KH Abdurahman Wahid dan Emha Ainun Nadjib”. Dan acara tetap berlangsung. Karena pihak yang berwajib agak lupa-lupa bahwa KH Abdurahman Wahid adalah Gus Dur, dan Emha Ainun Nadjib adalah Cak Nun. Tidak mengherankan . Pasukan Banser sendiri ketika Presiden Gus Dur ke Malang, para Banser berkoordinasi di antara mereka: “Laporan, nDan. Presiden Abdul Rachman Saleh telah mendarat di Bandara Abdurrahman Wahid”. Kata memang terkadang selip di lidah dan bibir. Gus Dur mendapat jaminan dari pengusaha Madura: “Jangan kuwatir Gus, saya bikinkan gedung khusus untuk kantor PKB. Semua fasilitasnya lengkap, cuma Eternit-nya yang saya bingung pengadaannya…”. Maksudnya Internet. Pada suatu hari Pesantren Tambakberas Jombang mengadakan seminar dengan pembicara Gus Dur, Prof Dr Nurcholish Madjid dan Bu Megawati. Mestinya dengan saya juga, cuma saya sedang puasa bicara di depan publik, jadi saya hadir saja sebagai pendengar. Karena di samping Bu Megawati pembicaranya adalah tokoh utama Islam, Gus Dur dan Cak Nur, maka acara ini bersuasana pengajian. Ketika pembicara pertama, Cak Nurcholish Madjid di podium, di luar gedung tiba-tiba terdengar teriakan massal dan keras “Allahu Akbar” berulang-ulang. Saya lari keluar. Ternyata anak-anak kita PMII, Ansor dan Banser bereaksi dan bikin pagar betis untuk menghalangi dua rombongan, pasukan Kodim dan Polres Jombang, jangan sampai mendekat ke gedung seminar. Saya loncat dan menyongsong Komandan tentara dan Polisi. Dengan merendahkan diri dan penuh sopan santun, saya ajak mereka ke bawah pohon di depan pintu masuk Pesantren dari jalan raya. “Supaya anak-anak ndak kemriyek Pak…”, sambil saya bisikkan pertanyaan: “Sampeyan diperintah untuk membubarkan acara Seminar ini

ya?”. Komandan meng-iya-kan. Ada suratnya? Ada, katanya. Lantas saya usul: “Sampeyan dan pasukan tolong tunggu di bawah pohon ini sebentaaaar saja. Komandan saya antar masuk seminar dan saya dampingi untuk membacakan Surat Pembubaran Acara. Yang penting Sampeyan laksanakan perintah sehingga beres dengan Pak Dandim”. Demikianlah. Kami masuk ruang Seminar. Saya interupsi, mohon waktu beberapa menit. Kemudian Komandan saya ajak naik podium dan membacakan surat pembubaran. Semua terpana dan bingung. Saya ambil mikrofon: “Bapak-bapak saya mohon acara break beberapa menit. Perkenankan saya mengantar keluar Pak Komandan dan mencoba bicara kepada anak-anak kita di luar agar jangan marah-marah dulu”. Kami keluar dan saya membisikkan itu kepada anak-anak muda yang progresif revolusioner itu agar tenang sebentar. Pokoknya lima sampai sepuluh menit tolong jangan lakukan apa-apa dulu. Kemudian saya antar Komandan kembali ke pasukannya dan saya bisikkan: “Tolong tunggu saya beberapa menit saja, saya harus kembali ke ruang seminar, mudah-mudahan tidak ada keributan. Yang penting Sampeyan sudah melaksanakan instruksi dengan baik…” Saya kembali ke ruang Seminar yang gemeremang dan agak bingung suasananya. Saya naik podium. “BapakBapak Ibu-Ibu, acara Seminar kita telah dibubarkan. Jadi marilah kita bikin acara yang baru…” Saya menengok ke Gus Dur: “Gus, tolong kasih nama acara kita yang baru ini, apa ya?”. Gus Dur dengan kecerdasannya spontan menjawab: “Mauidloh Hasanah, Cak”. Setuju. Itulah hari lahirnya istilah ‘Mauidloh Hasanah’. Saya umumkan: “Saudara-saudara marilah kita mulai acara Mauidloh Hasanah ini dengan bacaan Basmalah”. Semua membaca bismillahirrohmanirrohim. Kemudian saya teruskan: “Saya persilakan pembicara yang pertama, Bapak Nurcholish Madjid”. Cak Nur naik dan meneruskan pembicaraannya yang tadi terpotong oleh pembubaran acara. Kemudian segera saya lari keluar menuju bawah pohon di mana saya berjanji untuk menemui Komandan kembali. Beliau dan pasukannya saya ajak mengobrol. “Sampeyan sudah bathi berapa, Ndan?”. Maksudnya sudah punya anak berapa. Mau tidak mau dia menjawab: “Dua Cak”. “Lanang? Wedok?”. “Alhamdulillah satu lakilaki, adiknya perempuan”. “Sekolah di mana?”. “Aslinya Sampeyan dari mana? Kalau Ibu? Sebelum tugas di Jombang dulu tugas di mana?”… Pokoknya saya taburi beliau dengan pertanyaan-pertanyaan persaudaraan, kemanusiaan dan kasih sayang. *** l Emha Ainun Nadjib Yogya, 6 November 2017

Airlangga Di masa tuanya, rakyat mengenalnya sebagai Genthayu. Seorang empu sakti, Bharadah, yang namanya telah menjadi klasik dalam cerita Calonarang, menahbiskan dirinya dengan sebutan Jatiningrat. Gelarnya ketika menduduki takhta adalah Sri Maharaja Rakai Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramauttungadewa. Sebagaimana halnya Raja Asoka, dia menganggap dirinya cakrawartin, penguasa dunia. Pemutar roda. Dan sejarah berpusar di sekitarnya. Terkatakan dan nyaris tidak terkatakan. Tersurat sekaligus tersirat. Dan ada yang tak bisa dijelaskan bagaimana akhirnya. Konon, ia bukan putra mahkota yang dipersiapkan buat menduduki takhta, ia kemenakan raja yang selamat ketika pralaya tahun 1016. Segera setelah istana hancur, setelah seluruh kerabat gugur, ia melarikan diri, ia bersembunyi dari kaum Wura-wari, dan –seperti dalam epos tokoh Rama– ia berpakaian compang-camping, keluar masuk hutan dan gunung. Ia mengembara tiga tahun lamanya. Hidup sebatang kara. Berlaku seperti petapa. Tapi catatan sejarah tidak pernah memberitakan adanya pengejaran kaum pemberontak terhadap Airlangga. Sebuah prasasti berbahasa Jawa Kuno hanya menyebutkan bahwa Airlangga sejak kelahirannya telah ditakdirkan sebagai ksatria mahapurusa. Ia dianggap titisan Dewa Wisnu –Si Pengendara burung Garuda. “Karena penjelmaan Wisnu, ia tak binasa oleh mahapralaya sekalipun…” Sebab itu, suatu hari di musim basah, setelah huru-haradan takhta kerajaan kosong lama, setelah laku tapa yang berat dan berlarut-larut itu, orang-orang suci Budha, Syiwa, dan para Brahmana memanggilnya. Dan dengan restu mereka, yang tidak diduga-duga, ia –yang punya tampang menarik; bermata lembut; penuh sopan santun; irit bicara; dan bangsawan Bali– dinobatkan jadi penguasa menggantikan Dharmawangsa, raja yang pegal dan bernasib sial. Kini ia jadi pusat. Tapi tak langsung melakukan hal-hal hebat, menumpas para pemberontak, ia justru memilih diam, diam, diam, diam. Dan setelah bertahun-tahun bungkam, ia angkat senjata, ia perangi para penguasa yang tak mau patuh padanya, ia mulai satukan kembali daerah-daerah yang terpisah

l Anggur

sejak pralaya. Mungkin benar, hidup Airlangga telah digariskan.Dia harus bertempur, memulihkan ketertiban kerajaan. Betapa tidak, bukankah itu telah dikerjakannya: Raja Bismaprabawa ditaklukkannya; Raja Wijaya dari Wengker dikalahkannya; Raja Ajampanuda ditumpasnya; seorang perempuan penguasa daerah selatan “yang bertenaga luar biasa seperti raksasa” ditundukkannya; dan Raja Wura-wari disingkirkannya. Sejak itu, ia telah menempatkan dirinya sedemikian rupa. Orang mulai mengingatnya dan akan menulis riwayatnya yang megah. Salah satu prasasti mencatat kebesarannya itu, “Ia –Airlangga– duduk di tampuk singgasana dengan meletakkan kaki di atas kepala musuhmusuhnya”. Setelah pemerintahannya yang singkat, ia mengundurkan diri dan bersiap menuju kehidupan berikutnya, ia jadi pendeta di luar lingkungan istana. Tapi tak lebih dari sebulan setelah upacara pamitannya, ia kembali menjadi raja. Keterangan ini muncul dalam Prasasti Pamwatan dan Pasar Legi. Yang berangka tahun 1042-1043. Seseorang mengatakan waktu itu segala kegembiraannya telah lenyap dan pergi. Hatinya sedih.Airlangga yang gagah itu tak mampu menguasai perpecahan dalam lingkungan keluarganya sendiri. Ia tak berdaya. Suaranya gemetar, mukanya pucat, dan ia menggigil ketakutan, dan seolah-olah orang yang patut disalahkan. Tapi waktu telah habis. Ia tak mau lagi berharap. Ia mesti pamit untuk penghabisan kalinya. Tapi sebelum itu ia harus mengambil keputusan paling menyakitkan dalam hidupnya: membagi kerajaan yang pernah dengan susah payah dipersatukannya, Panjalu dan Janggala. Di Bali, ia mengangkat seorang raja muda, Marakatta. Dan lebih tragis lagi, sebelum mangkat, sebelum ia diabadikan di lereng Gunung Penanggungan, ia masih menyaksikan perang saudara itu. Orang saling bunuh, saling menghabisi, menggali kuburnya sendiri, dan hidup, akhirnya, kian menjadi mustahil dan jauh. Dan ia masih sempat bertanya. Darah siapakah ini Masih hidupkah mereka Dosa siapakah ini Demi Tuhan, katakanlah! Tapi kata-katanya membentur tembok, kedinginan dan lelah. l Agus Roisalam

Membubarakan Musyawarah “Jangan terlalu mudah bicara carok, duel, berantem, Ling”, Pakde Sundusin menegur Toling sambil tertawa, “Pakde kalian Tarmihim ini dulu punya pengalaman carok dalam arti yang sebenarnya, dalam fakta pedang, clurit dan medan tawur. Memangnya tanganmu pernah memegang pedang, kelewang, rotikalung, tombak?” “Ya tapi kalian memang masih muda belia di dalam usia maupun pengalaman sejarah”, Pakde Brakodin menambahkan, “masih hobi bikin pasukan, serba-serbu, sweepangsweeping…” Pakde Tarmihim karena rasa sayangnya kepada anak-anak muda dan mengharapkan mereka kelak menjadi penduduk bumi yang lebih baik dibanding sekarang yang suka banget tantang-menantang, pukulmemukul, jegal-menjegal, celaka-mencelakakan, mati-mematikan – mengingatkan tentang firman Tuhan yang sering dikutip oleh Mbah Markesot. “Bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh”. Dan manusia yang paling lembut dan selalu bersikap bijaksana, sehingga dijadikan Allah sebagai Rasul pamungkas-Nya, dipasangnya dalam posisi “tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. Pakde Tarmihim bercerita tentang salah satu pengalaman kecil Mbah Sot: “1.500-an keluarga terusir dari kampungnya, karena bentrok antar kelompok pekerja di perusahaan Inti Plasma. Terdapat polarisasi kepentingan antara dua kelompok sesama Plasma yang jumlahnya sekitar 5.500 keluarga. Ada perbedaan, bahkan polarisasi pandangan dan sikap para Plasma ini terhadap sejumlah kebijakan atau peraturan perusahaan Inti. Yang satu cenderung taat, lainnya cenderung memberontak. Tapi itu belum tentu inti masalah yang sebenarnya.” “Pertengkaran yang berkepanjangan itu membuat Inti rusak fasilitasnya, terbengkalai pabriknya, keruh suasana budayanya. Inti Plasma ini produsen suatu packaging produk kuliner ekspor terbesar kedua sedunia. Tetapi bentrok massal yang mengakibatkan kematian sejumlah orang dan beberapa lainnya masuk penjara, itu membuat produksi terhenti hampir dua tahun. Keluarga kedua belah pihak menjadi tidak berpenghasilan. Keprihatinan dan kesengsaraan sosial merambah”. “Lokasi mereka di pelosok jauh sebuah provinsi. Tidak masuk akal dan tidak relevan bahwa saya diminta untuk merukunkan dan mempersatukan mereka kembali. Bukan karena punya kemampuan, melainkan semata-mata karena tidak tegaan hati: saya penuhi permintaan itu. Saya datang. Saya temui masing-masing pihak satu persatu. Ketika bertemu, masing-masing para pemimpin kelompok berpelukan dengan saya sambil mengucapkan “Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad” “Kedua kelompok itu berasal dari suatu golongan besar “sepersusuan” (Ummat) nilai dan budaya. Beda konteks dan skala dengan Rakyat (Ra’iyat, kedaulatan) dan Masyarakat(Musyarokah, orang-orang yang berserikat). Mereka sama-sama pentradisi Shalawat, Tahlilan, Istighotsah, Hadlrah dan Rodat. Mereka sama-sama imigran dari Pulau Jawa. Sama-sama “wong cilik”, rakyat biasa yang lembut. Jadi kenapa mereka perang? Kenapa mereka menggunakan kekejaman (violence) untuk mengatasi masalah? Kenapa tidak “fatabayyanu an tushibu qouman bijahalah”? “Wain thoifatani minal mu`mininaqtatalu fa-ashlihu bainahuma”– sebagaimana Al-Qur`an memandunya dengan begitu eksplisit teknis? Atau kenapa tidak pakai Pancasila, melainkan malah membubarkan musyawarah dan mufakat? Lantas bagaimana?” l Joko Umbaran Kretek, 9 November 2017

Pembubaran di Gontor Yang hadir ke acara besar Ulang Tahun Pondok Modern Gontor Ponorogo itu banyak tokoh Pemerintah dan para Kiai. Menteri Agama, Gubernur Jatim, Pangdam, serta tentu saja para Muspika Ponorogo dan para tokoh alumni Gontor sendiri. Kemudian sangat penting untuk dicatat adalah tamu istimewa putranya Presiden Suharto, yakni Mas Bambang Trihatmodjo. Acara diliput oleh salah satu stasiun televisi nasional yang ketika itu paling unggul. Bersama KiaiKanjeng saya bertugas mengisi acara. Setelah beberapa lama saya bicara dan satu dua nomor musik dibunyikan, seseorang mendatangi saya memberikan sobekan kertas yang isinya merupakan pemberitahuan agar saya tidak berbicara politik dan sejumlah blablabla lainnya. Ternyata ada Setan numpang di secarik kertas itu dan langsung merasuki saya. Mendadak muncul amarah di dada saya dan suhu panas di kepala saya. Mungkin karena peristiwa pemberian peringatan itu tidak logis bagi saya. Kenapa Panitia mengundang orang yang mereka tidak percaya, sehingga perlu diberi peringatan? Saya bukan tukang makar. Saya tidak punya jiwa pemberontak. Tidak gagah berani melawan rezim. Mental saya pengecut untuk membenturkan diri saya kepada siapapun dan apapun. Maka tangan kiri saya naik, jari telunjuk saya menuding ke arah putra Presiden: “He Bambang, nanti sampai rumah hitung kembali semua hartamu. Berapa persen yang halal, berapa persen yang haram dan berapa persen yang syubhat…” Ruangan mendadak senyap. Anggota KiaiKanjeng berbisik dari belakang saya: “Cak, sudah, sudah tho. Itu anak Raja lho…” Sebelum saya bereaksi, tiba-tiba terdengar suara pembawa acara yang dibunyikan dari mikrofon di tempatnya: “Saudarasaudara, demikianlah tadi acara telah kita langsungkan dengan alhamdulillah lancar…” Saya gebrak meja. Setan benar-benar menguasai hati saya. “Diam!”, saya membentak, “Saya yang memulai, saya mengakhiri!”. Hampir saya teruskan menjadi improvisasi lagu dangdut: “Kau yang memulai, kau yang mengakhiri…”.

Untung masih tersisa kesadaran untuk membatalkannya. Semua diam dan tidak ada pergerakan apa-apa sampai paket KiaiKanjeng saya selesaikan. Ketika kami ke belakang panggung, ada tiga kali utusan, yakni ustadz-ustadz Gontor yang meminta saya untuk ke rumah Pak Kiai, makan bersama para tamu. Saya menjawab sangat kampungan: “Siapa saja yang butuh saya, ke sini”. Tiga utusan saya jawab sama. Sampai akhirnya saya kompromi: “Baik, saya bersama KiaiKanjeng akan ke tempat transit, kemudian kami akan pulang, beberapa kendaraan kami akan berhenti di depan rumah Pak Kiai, dan hanya saya yang turun”. Demikianlah yang kami lakukan. Konvoi kendaraan KiaiKanjeng berhenti tanpa mematikan mesin. Saya keluar, berjalan masuk ke rumah Pak Kiai, menyalami beliau dan pamit akan pulang ke Yogya. Saya langsung ngacir keluar rumah Pak Kiai, tanpa menoleh kepada satu orang pun. Kemudian kami melaju ke Ponorogo, mencari warung pecel. Tiga hari kemudian Bu Halimah menantu Presiden telepon saya. “Cak, tolonglah, sejak pulang dari Gontor Mas Bambang tidak mau keluar kamar dan tidak mau omong sama sekali. Bolehkah saya memohon Cak Nun datang ke Jakarta. Hanya Cak Nun yang bisa mengajak dia keluar kamar dan mengajak omong”. Saya sungguh berterima kasih kepada diri saya sendiri karena mau memenuhi permintaan itu. Saya ke Jakarta. Mengetuk pintu kamar beliau. Kemudian mengobrol sedikit. Dan ternyata di ruangan lain sudah berkumpul sekian orang yang memimpin pengelolaan GN-Ota. Mas Bambang menyuruh mereka menerangkan kepada saya apa saja yang mereka lakukan, dengan menunjukkan lembar-lembar faktanya. Pak Harto tidak marah anaknya saya tuding-tuding dengan tangan kiri di Gontor di depan khalayak. Karena Pak Harto sendiri yang menyuruh saya agar mempermalukan anaknya. Setiap Bapak memerlukan anaknya dipermalukan. Setiap Presiden membutuhkan anggota keluarganya dituding-tuding oleh rakyatnya. l Emha Ainun Nadjib Kadipiro, 8 November 2017

Membubarkan Kepentingan

Pakde Tarmihim meneruskan ceritanya tentang Mbah Markesot: “Tiga kali Mbah Markesot mengunjungi 5.500 masyarakat Plasma itu secara bertahap. Untuk mempelajari kenapa mereka berperang, menyerbu dan diserbu. Seorang “filsuf” Terminal Bus Tirtonadi mengatakan: Kakek-nenek masyarakat Jawa dulu mewanti-wanti bahwa sebelum bertengkar dengan orang pertanyakan dulu “opo perkarane, sopo musuhmu, oleholehane musuhan opo”. Apa perkaranya, siapa musuhmu dan apa perolehan dari permusuhan itu. Dalam mengidentifikasi apa perkaranya, bisa terdapat jurang perbedaan antara yang dipahami oleh massa dengan yang sebenarnya dimaksudkan oleh para pemimpinnya. Atau bahkan massa tidak mengerti motivasi, pamrih atau kepentingan para pemimpinnya.” “Di jarak antara pemimpin dengan yang dipimpin bisa terdapat disinformasi, manipulasi, kebohongan, atau kepentingan tersembunyi para pemimpin yang sengaja disembunyikan dari pengetahuan massanya, namun memobilisasikan mereka dengan mengatasnamakan kepentingan massa itu. Ketika permusuhan sudah menggejala, apalagi mewujud atau menemukan bentuknya: yang muncul kemudian bukan hanya “perkara”-nya, tapi juga harga diri kelompoknya, “lingsem” dan “mundur isin” alias “malu kalau mundur” dan terus terjang meskipun sampai ke liang lahat.” “Siapa musuhmu?” Sesama pensyaha-

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

Sampai Jumpa Dalam PESTA PUISI Dendang Damba Denpasar 230 tahun Selasa Pon, 27 Februari 2018 Jam 17:30 di JKP-109 Saatnya SANGGAR PURBACARAKA Jalan Nias 13 Denpasar BERAKSI Menjelang 60 tahun FAKSAS - FIB Unud

dat, sesama pensholat lima waktu, sesama pemuasa Ramadlan, sesama pemenuh kewajiban zakat, sesama pencita-cita Haji, tetapi tidak se-kepentingan dunawi. Meskipun sesama penshalawat dan sesama “penerbang” Jawi atau Martapuran, tetapi menghalangi keuntungan materiilku. “Apa perolehan dari permusuhan itu?” Kesengsaraan bersama. Kebersamaan memasuki jurang kemiskinan. Serta kekompakan menghancurnya diri sendiri.” ”Sangat jelas Rasulullah menginformasikan: Jumlah kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian Wahn”. Apa itu Wahn? “Cinta dunia dan takut mati.” Mereka tidak percaya kepada tanggung jawab Allah dan kasih sayang-Nya kepada makhluk-Nya. Lantas takut mati, takut tidak kaya, takut tidak makan. Sehingga berebut, mencuri, memonopoli, mentangmentang. “Mereka adalah bagian dari bangsa yang semakin jinak dan mudah untuk ditipu oleh dunia”. “Dan kehidupan dunia ini

tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. Manusia makhluk Ahsanu Taqwim yang diistimewakan oleh Penciptanya ini dibikin pandir dan dungu oleh kesenangan dunia, sehingga menjadi Asfala Safilin. Mbah Sot mengajak sejumlah pemimpin mereka duduk bersama di tepi hutan. Entah apa saja yang dikemukakan Mbah Sot, tetapi itu Allah dan para Malaikatnya tidak tega, sehingga menolong mereka untuk akhirnya menyatu kembali. Pada pertemuan ketiga kami berkumpul semua kelompok dengan massanya. Mereka menangis berpelukan. Kemudian mesin Inti berputar kembali dan pelan-pelan mencapai ranking ekspor dunia kembali.” “Ukhuwah itu tercapai dengan cara membubarkan kepentingan segelintir orang, menggantikannya dengan pemahaman dan optimisme bersama bahwa kebersamaan dan kesatuan adalah wadah dari perlindungan Allah dan kemurahan rezeki-Nya. Wilayah itu sekarang menjadi Indonesia Kecil yang tenteram sumringah. Sangat berbeda dengan Indonesia Besar yang dipenuhi dendam dan amarah.” Joko Umbaran Kretek, 9 November 2017

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

Januari-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

Januari PARA : Bill Saragih, Michael Schumaeher, Issac Newton, Mooryati Subadiyo, Kahlil Gibran, IBM Dharma Palguna, Ibu Kasoer, Ridho Rhoma, Dewi Pradewi, Susi Pujiastuti, Maharani MM Raniraning, Aristotle Onassis, Alex Ferguson, All Capone, Muhammad Ali, Ari Lasso, Pep Guardiola, Gitaning Nirmala Palupi, Reina Caesilia Nina, Raudal Taying Banua, Arjen Robben, Jenderal Soedirman, Basuki Abdullah, Mayumi Isawa, Komang Gede Aryasa, Ragil S. Pragolapati, Teguh Ranusastra Asmara, Jose Manrinho, Putri Susanti, Jaya Suprana, Agus Roisalam, Agung Bawantara. HUBUNGI dan Aktif Mengikuti Wayan Jengki Sunarta via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA di JKP-109


Daerah

16

Minggu Paing, 11 Februari 2018

Zaman Postmodern

BPM/ant

SABU- Aparat Angkatan Laut berhasil menggagalkan pengiriman 1 ton lebih sabu yang dibawa kapal ikan berbendera Singapura.

Satu Ton Lebih Sabu Digagalkan Masuk Indonesia

Batam (Bali Post) Tim Western Fleet Quick Response Pangkalan Utama Angkatan Laut, atau Lantamal IV/Lanal Batam, bersama Badan Narkotika Nasional Pusat, Bea Cukai Pusat dan Bea Cukai Batam, menangkap Kapal Sunrise Glory di perairan Selat Philips, sekitar pukul 14.00 WIB pada Rabu (7/2) lalu. Kapal ini ternyata mengangkut 1 ton lebih sabu yang dikemas dalam karung. Penangkapan dengan menggunakan kapal KRI Siguror dilakukan di koordinat 01.08.722 U/103.48.022 T, karena melintas di luar TSS dan masuk perairan Indonesia dengan mengibarkan bendera Singapura. Juru bicara BNN, Komisaris Besar Sulistiandriatmoko, Sabtu (10/2) kemarin, mengatakan bahwa saat dilakukan pemeriksaan terhadap kapal itu ditemukan dokumen yang diduga palsu. “Kemudian, kapal tersebut ditarik ke Dermaga Batu Ampar Batam,” kata Sulistiandriatmoko. Ia menjelaskan, pada Kamis (8/2), sekitar pukul 16.00 WIB, kapal itu diserahterimakan ke Lanal Batam. Lalu, pada Jumat (9/2), pukul 15.00 WIB, kapal Sunrise Glory digeser

dari Dermaga Batu Ampar ke Dermaga Lanal Batam. Ia mengatakan, sekitar pukul 18.00 WIB, tim gabungan berhasil menemukan barang bukti narkotika jenis sabu di dalam kapal itu. “Berupa sabusabu sebanyak 41 karung beras dengan perkiraan 1 ton lebih. Barang tersebut ditemukan di atas tumpukan beras dalam palka bahan makanan,” kata dia. Dipuji Istana Keberhasilan TNI Angkatan Laut dalam menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu mendapat pujian dari pihak Istana Kepresidenan. Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan, hal yang telah dilakukan TNI-AL tersebut adalah suatu langkah

baik dan patut dibanggakan oleh bangsa ini. “Saya sangat bangga terhadap TNI-AL, khususnya para prajurit di Pangkalan Angkatan Laut Batam di bawah Komando Kolonel (Laut) Iwan Setiawan. Kapal Patroli KRI-Siguro-864, langsung bertindak sigap dan waspada, ketika terdeteksi adanya kapal berbendera asing sedang melakukan aktivitas melanggar hukum di perairan perbatasan Singapura dan Indonesia di kawasan Batam,” ujar Moeldoko, dalam siaran persnya, Sabtu kemarin. Saat KRI-Siguro-864 mendekati kapal penyelundup tersebut. Memang, tidak ada dokumen resmi sebagai kapal untuk pelayaran internasional. Bahkan, identitasnya bergantiganti, yakni KM Phantom

Ship, lalu pernah juga menggunakan identitas KM Sun De Man-66. Saat ini, katanya, masih ditelusuri juga apakah kapal ini termasuk melakukan kejahatan illegal fishing di perairan Indonesia. Mantan Panglima TNI itu menegaskan, hal yang dilakukan oleh TNI-AL dengan menggagalkan penyelundupan narkoba itu sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo. Bahkan, Moeldoko mengingatkan kembali, dalam pesannya Presiden Jokowi selalu tegas terhadap kejahatan narkoba termasuk bila perlu pelaku tembak di tempat. “Presiden Jokowi sudah menunjukkan ketegasan dalam masalah narkoba ini. Termasuk, pada awal pemerintahannya, ketika menghadapi kasus hukuman mati pengedar narkoba asal Australia. Beliau juga mengingatkan, setiap harinya kurang lebih 50 anak bangsa mati sia-sia akibat mengonsumsi narkoba,” kata Moeldoko. (ant/kmb)

Setelah Status Gunung Agung Turun

Bantuan HT kepada Pasebaya Baru Dibagikan

Amlapura (Bali Post) Bantuan alat komunikasi HT (Handy Talky) dari BNPB kepada Pasebaya Lingkar Gunung Agung akhirnya dibagikan Sabtu (10/2) kemarin, setelah status Gunung Agung turun ke Siaga. Bantuan HT diserahkan Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, di Wantilan Pemkab Karangasem. Bantuan ini sebelumnya sempat dipersoalkan kalangan perbekel dan relawan, lantaran tak kunjung dibagikan sejak diserahkan BNPB secara simbolis, 18 Desember 2017. Padahal, HT ini sangat dibutuhkan untuk berkomunikasi. Sayangnya, HT ini baru dibagikan setelah status Gunung Agung sudah turun dari Awas menjadi Siaga. BNPB menyerahkan bantuan 140 HT untuk mendukung kerja relawan di dalam Pasebaya di lapangan, maupun para perbekel di desa radius berbahaya maupun di desa menyangga. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, membenarkan perihal bantuan HT ini. Namun, dia meluruskan tidak ada niat menunda penyerahannya hingga lebih dari sebulan. Dia menegaskan, sesuai petunjuk pimpinannya, HT bantuan BNPB ini diminta diserahkan secara simbolis oleh Bupati Karangasem. Namun, karena kesibukan

BPM/gik

KOMUNIKASI - Seorang relawan Pasebaya saat berkomunikasi menggunakan HT, menyampaikan informasi terkini seputar aktivitas Gunung Agung. bupati yang tak bisa ditunda hingga beberapa kali agenda ke luar daerah, penyerahannya terus tertunda. Situasi ini sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan perbekel dan relawan. Bahkan, salah satu perbekel Wayan Putu, Perbekel Peringsari, sampai berulang kali meminta kejelasan kepada BPBD, karena realisasinya kala itu masih gabeng. Setelah dipersoalkan Pasebaya hingga ditanyakan kembali kepada BNPB, akhirnya bantuan HT ini baru dibagikan. Sayangnya, HT baru dibagikan setelah situasi di daerah kawasan rawan

bencana sudah berangsurangsur pulih, hingga status sudah turun jadi Siaga. Padahal, HT ini sangat vital untuk memberikan update informasi, ketika situasi aktivitas Gunung Agung masih fluktuaktif. Usai penyerahan HT, Ketua Pasebaya I Gede Pawana, enggan menanggapi lambannya realisasi HT ini. Pada intinya, dia mengaku memaklumi adanya keterlambatan itu. Sebab, distribusi bantuan ini memerlukan proses yang cukup panjang, dari BNPB kepada BPBD, sebelum diteruskan kepada Pasebaya Gunung Agung. Pawana juga

tak terlalu mempersoalkan keterlambatan ini, meski diakui dia banyak menerima pertanyaan dari kalangan perbekel dan relawan di dalam Pasebaya. “Meski terjadi keterlambatan, kami di Pasebaya memaklumi itu. Meski dibagikan setelah turun status, penggunaannya tetap efektif. Selama situasi seperti ini, komunikasi harus terus terjalin,” kata Pawana. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengakui adanya keterlambatan ini. Semua itu terjadi, karena pihaknya tentu harus mengikuti prosedur di dalam pencairan bantuan HT yang sifatnya pinjam pakai ini. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Pasebaya Gunung Agung, karena sudah membantu meringankan beban pemerintah daerah dalam penanganan problem masyarakat di kaki Gunung Agung. “Kami sampaikan terima kasih kepada Pasebaya. Relawan di dalam Pasebaya sudah cukup banyak membantu kami di lapangan,” kata Bupati Mas Sumatri. Dia berharap Pasebaya Gunung Agung tetap kompak dan bersemangat dalam melaksanakan tugas-tugasnya di lapangan. Sehingga update informasi seputar Gunung Agung tetap diterima warga dan pemerintah untuk memerangi hoax. (gik)

Dua Buruh Potong Kayu Tenggelam di Tukad Yeh Ho Tabanan (Bali Post) Hanya berselang beberapa jam setelah Gede Adi Merta Yasa pemuda asal Banjar Pegubugan, Desa Pesagi, Penebel ditemukan, lagi-lagi Polsek Penebel dihadapi dengan kasus orang tenggelam. Sabtu (10/2) kemarin, dua orang buruh kayu asal Jember, Moh Saiful (33) dan Aziz (33), sama-sama asal Dusun Tenap, Kecamatan Jelebuk, Jember tenggelam dan hanyut usai menebang pohon, sekitar pukul 15.30

wita di Sungai Yeh Ho, Banjar Kedampal, Mengesta, Penebel, Tabanan. Dari informasi yang dihimpun, sekitar pukul 08.30 wita, mereka tiba di tempat menebang pohon di pinggir Sungai Yeh Ho. Selanjutnya, kayu yang sudah dipotong dihanyutkan ke sungai. Ada beberapa kayu yang nyangkut di palung sungai dan tidak bisa hanyut, kemudian korban Saiful seperti biasa hendak mendorong kayu yang nyangkut. Setelah kayu yang terakhir hanyut

korban Saiful menceburkan diri ke palung sungai, namun karena palung sungai dalam dan korban tak bisa berenang akhirnya ditarik oleh arus sungai. Melihat rekannya jatuh ke sungai, Azis berusaha untuk menolong dengan berenang ke arah palung ke posisi Saiful. Ia sempat dapat memegang tangan temannya akan tetapi korban Aziz juga ikut diseret arus palung sungai. Bahkan, korban Aziz yang terlebih dahulu tenggelam.

Melihat kedua rekannya tenggelam, Suryadi berusaha menolong dengan menggunakan batang bambu. Sayangnya belum sempat tangan korban Saiful berhasil memegang bamboo, korban sudah menghilang. Saksi pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Penebel. Kapolsek Penebel AKP I Ketut Mastra Budaya mengatakan sampai saat ini masih dilakukan upaya pencarian terhadap keberadaan korban. (kmb28)

ERA Informasi! Demikian sebutan untuk zaman yang memanfaatkan berbagai sarana komunikasi yang dimulai medio 1990’an. Diawali berdirinya beberapa stasiun televisi swasta nasional meramaikan dunia pewartaan, di samping radio swasta dan media cetak, membuat lembaga penyiaran pemerintah seperti TVRI dan RRI kian tergeser. Munculnya telpon seluler menjelang akhir abad XX sedikit demi sedikit menggerus peran perusahaan negara yang bergerak di bidang telekomunikasi. Bahkan internet sebagai kreativitas mutakhir teknologi komunikasi yang melahirkan surat elektronik dengan berbagai sebutan, menyebabkan jasa pos nyaris tidak berfungsi. Sebab antara pengirim dan penerima informasi langsung bisa berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. “Kini kita jarang menyaksikan para Pak Pos berseliweran mengantarkan surat. Padahal dua-tiga dekade lalu kehadiran mereka sangat dinanti-nanti para penghuni rumah kos, asrama dan kantor-kantor. Apalagi menjelang hari raya dan tahun baru, mereka pasti sibuk mengantarkan kartu pos atau bergambar, namun beberapa tahun terakhir ini kartu-kartu seperti itu mungkin sudah dianggap kuno. Dulu hampir semua rumah menempatkan kotak pos di bangunan depannya, kini meskipun satu-dua rumah masih memiliki kotak, namun jarang kelihatan berisi surat. Agaknya pekerjaan Pak Pos dan instansi tempat mereka bekerja sudah diambil alih komputer bermodem, telpon seluler dan warung internet,” kata Pramartha. “Jangankan surat, teleks dan faksimil juga seperti ketinggalan zaman, karena email dianggap lebih praktis dan efisien. Bahkan untuk mengirim kabar pada anggota keluarga yang bertransmigrasi ke pedalaman Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera ada yang melakukannya dengan telpon seluler. Pernah tetanggaku mengeluh, surat yang ditujukan pada iparnya di Palu, Sulawesi tiba-tiba balik enam bulan setelah dikirim dengan catatan ‘salah alamat‘ di amplopnya. Celakanya, ada yang sudah melakukan upacara ngaben untuk anggota keluarganya yang lama tidak terdengar kabar beritanya, sementara dari koran dia baca bahwa di tempat saudaranya berdomisili terjadi bencana besar yang menelan

ratusan korban jiwa. Setelah berkali-kali dihubungi dengan berbagai cara tidak berhasil, dia menganggap saudaranya ikut jadi korban. Ternyata saudaranya datang beberapa bulan setelah pengabenan dengan kondisi segar bugar,” ulas Kuik. “Benar, dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seperti sekarang ini, dunia seperti kata Marshal McLuhan sudah menjadi kampung global. Tanpa beranjak dari kamar tidur kita bisa berkomunikasi dengan mereka yang tinggal di seberang laut dan samudera. Yang penting, kita punya sarana komunikasi memadai dan uang untuk bayar pulsa. Malah kita bisa akrab dengan orang yang secara fisik tidak dikenal, juga mengetahui kondisi suatu tempat tanpa perlu menginjakkan kaki ke sana. Hanya lewat cerita dan gambar yang disampaikan alat komunikasi berfasilitas 3G. Inilah yang disebut realitas virtual. Kita seakan tahu segala hal, namun tidak memahami banyak hal,“ imbuh Rubag. “Apa pun nama dan istilahnya, yang terang hidup sekarang jadi jauh lebih mudah. Asal punya uang, kemudahan, kenikmatan dan kenyamanan selalu menghampiri kita. Tapi ingat, di balik sesuatu yang mudah, enak dan nyaman, selalu ada hal-hal memberatkan yang kadang-kadang menjadi beban sarat hidup kita. Namun karena kenyamanan dan kenikmatan sudah kita patok menjadi standar hidup, kita seperti kecanduan sehingga kehidupan kita layaknya pasak yang lebih besar dari tiang. Utang jadi menumpuk, tanah warisan leluhur terjual habis, bahkan tidak sedikit yang harus dipecat dari pekerjaan karena menggerogoti uang perusahaan. Kalau dulu ada roman berjudul “Sengsara Membawa Nikmat“, kini dalam romantika kehidupan yang justru terjadi adalah nikmat membawa sengsara,” sahut Deka. “Kalau kita baca di koran atau saksikan di TV prihal perceraian pasangan suami istri yang usia perkawinannya rata-rata di bawah sepuluh tahun, apa yang kau tuturkan lah yang melatarinya. Sebagian besar karena kurang mampu mengongkosi biaya kemudahan, kenikmatan dan kenyamanan yang telah menjadi candu kehidupan mereka. Memang terkadang perselingkuhan, ketidakcocokan atau intervensi mertua sering ditonjolkan sebagai dalih perceraian, namun bila ditelisik lebih dalam, berkurangnya penghasilan keluarga lah yang menjadi alasan utamanya. Mereka tidak mempertimbangkan lagi hasil dari kenikmatan yang telah mereka reguk selama beberapa tahun pernikahan, berupa anak-anak yang bahkan di antaranya berusia balita. Seakan budak-budak kecil itulah yang mendesak untuk

dilahirkan,” papar Gustra. “Anehnya, tidak tampak kesan malu yang ditampilkan pasangan suami-istri yang kisah perceraiannya dijadikan reality show di TV. Mereka seperti meniru tingkah polah para selebriti yang menganggap perceraian sebagai hal yang lumrah, bukan aib yang membuat mereka harus merasa malu. Bahkan kesukaan kawin-cerai dianggap ciri khas pesohor, yang justru membedakan selebriti dengan orang awam,” sela Kama. “Tanpa sadar masyarakat telah digiring media memasuki budaya postmodern, di mana batas polaritas diterabas, seperti pasutri awam yang diposisikan sebagai pasangan selebriti itu. Kaum postmodernis berpendapat, sebenarnya tidak ada yang disebut ilmuwan, pakar, budayawan, seniman, sebab setiap orang bisa menjadi itu semua asal diberi kesempatan tanpa diskriminasi. Diawali berbagai kontes yang pemenangnya ditentukan SMS dan reality show yang keduanya dilakukan TV, pendapat yang sebenarnya manifesto kaum postmodernis diwujudkan. Bahkan kini di bawah sorotan kamera TV, setiap orang bisa disebut pakar atau pengamat politik, ekonomi dan budaya,” argumen Rubag. “Wah, kalau begitu Era Informasi juga bisa disebut Zaman postmodern kan? Sebab, batas istimewa dan biasa yang menjadi ciri zaman modern telah dibuldozer media, khususnya TV, sehingga kini setiap orang boleh menyebut dirinya seniman, budayawan, pakar, ilmuwan sebagai ciri postmodern. Cuma memerlukan bantuan media untuk mengukuhkan sebutan itu. Orang-orang yang berfisik tidak normal atau bertampang unik yang sekarang banyak tampil mengisi acara TV sebagai aktor atau aktris pun awalnya masyarakat awam yang bahkan terpinggirkan. Di sini ungkapan McLuhan, “Media is messages” atau “Media adalah pesan terbukti,” tambah Pramartha. “Aku malah sering melahap makanan gosong di Zaman Postmo ini. Sebab pembantuku menggoreng penganan sambil nelpon dengan hand set tertempel terus di kuping. Panggilanku pun sering tidak didengar. Apakah ini bisa dikatakan karena batas antara pembantu dan majikan lenyap ya? Gajinya tersedot pulsa dan memperbarui hp setiap saat, karena terpengaruh iklan TV. Untuk oleh-oleh dan sangu buat orangtua saat pulang kampung dia harus pinjam uang pada istriku. Padahal sebelum kecanduan gaya hidup postmo, dia tidak pernah pinjam uang karena sebagian besar gajinya ditabung buat bekal pulang kampung setiap hari raya atau upacara adat. Gara-gara postmo aku ikut sengsara,” ujar Gustra. (Aridus)

Ciptakan Situasi Pilkada Kondusif

Polresta Undang Tim Pemenangan Paslon Denpasar (Bali Post) Upaya menjaga situasi aman dan kondusif gencar dilakukan Polresta Denpasar. Pada Sabtu (10/2) kemarin, digelar deklarasi dan penandatanganan kesepakatan bersama tim pemenangan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubermur Bali 2018, KBS-Ace dan Mantra-Kerta. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo menyampaikan, maksud dan tujuan kegiatan adalah dalam rangka menyamakan persepsi serta menyatakan kesepakatan antara Polresta Denpasar dan tim pemenangan masingmasing paslon dalam Pilgub Bali. Selain itu, guna menciptakan situasi yang kondusif pada setiap tahapan pilkada. “Hari ini merupakan hari bersejarah bagi kita bisa menghadiri pelaksanaan kesepakatan bersama tim pemenangan paslon Gubernur Bali 2018. Diselenggarakannya kegiatan seperti ini, kami sebagai Kapolresta Denpasar berharap bahwa dalam pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan kondusif,” tegasnya. Denpasar sebagai barometer keamanan di Bali ini, lanjut Kombes Hadi, semua ingin merasakan pelaksaanaan Pemilukada yang damai dan aman. “Pada hari Kamis lalu, Bapak Kapolda Bali, Kejati, dan komponen masyarakat telah melaksanakan tatap muka. Semua berharap mewujudkan pilkada yang damai, aman, dan tertib,” ujarnya. Melihat tahapan kampanye dari KPU bahwa tanggal 12 Februari sudah dilakukan penetapan pasangan calon dan tanggal 13 Februari adalah pengundian nomor urut, tidak menutup kemungkinan akan ada pengerahan massa yang

BPM/rah

DEKLARASI - Polresta menggelar deklarasi dan penandatanganan kesepakatan bersama tim pemenangan Paslon Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubermur Bali 2018. cukup banyak. Kapolresta mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak terkait agar dalam acara nanti dibatasi massanya agar jangan sampai terjadi gesekan. Pasalnya, kita memiliki rasa tanggung jawab untuk menyelenggarakan kampanye yang aman dan damai. “Mari kita sama-sama menjaga keamanan. Adanya aturan-aturan dari KPU agar dipatuhi seperti pemasangan tanda gambar serta tempatnya harus disesuaikan dengan aturan dalam hal ini tempat ibadah, sekolah harus diperhatikan,” ungkap Hadi. Sedangkan 15 Februari juga akan dimulai tahapan kampanye. Pihaknya juga telah melaksanakan kegiatan komitmen sinergitas TNI - Polri dalam menjaga kondusivitas keamanan dalam pilkada. “Semoga semangat kebersamaan dan persaudaraan dalam membangun Denpasar dan Bali dapat berjalan sesuai

dengan rencana,” pintanya. Sementara Ketua KPU Denpasar Gede John Darmawan yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi kegiatan tersebut. Pihaknya sebagai penyelenggara belum mengadakan kegiatan seperti ini, namun Polresta sudah menyelenggarakan sebagai antasipasi keamanan pelaksanaan pilkada tahun ini. Di Bali ini, lanjut John Darmawan, kegiatan berpolitik sudah sangat dewasa, baik dari paslon, tim kampanye dan tingkat pemilih. Ia berharap tingkat kedewasaan itu tetap dipelihara. Sedangkan Ketua Panwaslu Kota Denpasar Wayan Sudarsana mengungkapkan, dalam rangkaian proses pemilukada agar berjalan damai, aman dengan rasa kebersamaan. Sangatlah tepat digemakan dalam pilkada ini agar terlaksana secara berintegritas. (kmb36)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Paing, 11 Februari 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dicari Waitress untuk Restaurant Hub.08197205553

B.BP.001.02.18.0000543

Dicari Tukang Bordir-Kerawang Bulanan,Lokasi Canggu/Segera Hub:081338469660/082359342703

B.BP.001.02.18.0000247

!!Kapten bersertifikat,KKM,ABK u/Bali,personalia_27@yahoo.com

B.BP.166.02.18.0000619

Bali Hai Brewing Co.Mmbthkn Sales Exctive MinD3/Sdrjat, Proaktif,Kmunikatif,&Berorientasi Pada Target Fas:Mbl,Gj.Pokok, Insntif,BPJS Ksehatn&Ktnagakerjaan,Tunjangn Tlekomunkasi.Krm CV&Lam:recruitment@balihaibeer .com Walk in IntvwBali diadakn 13-14 Feb 2018 Pkl 10.00-15.00 Join With Us&Reach for TheBest

B.BP.031.02.18.0000621

Bth Security Pria dan Wanita usia max 35th,bertanggungjawab dan bersertifikat security. Krm lam:isrecruitment20@gmail.com T:08970870060 hari Senin-Sabtu

Cr Guru Prvt utk karakter anak S1 Psikolog,Tegas&dsiplin, Pglm 2th, CV: hrdbali2018@gmail.com

B.BP.001.02.18.0000540

Dcr Apoteker utk Apotik di Batubulan Hub.08123636725

B.BP.001.02.18.0000609

Dcr Bag.Gudang,Tk.Kirim/Kernet SMU,Maks.28Th,Lgs Bw lam Jl. Tegal Dukuh 1/17 081237811808

B.BP.001.02.18.0000164

Dcr Karyawan Salon & Spa Pglmn Hub.081237801168

B.BP.154.02.18.0000526

Dcr Rsv,Op,Op Mdr,Acc,Komp, Bhs.Ing Lisan/Tlsn.CV Kirim ke hrd.bst@gmail.com

B.BP.004.02.18.0000515

Dcr SPG/SPB,Groomer,Driver BaliPetShop Jl.Setiabudi23 Dps B.BP.001.02.18.0000145

Dcr Sales Farmasi Dps.Gj+Bns+ Komisi+BPJS+Trans,Telp:248393

B.BP.001.02.18.0000506

Dcr Tenaga Penilai,Min SMA,Lam ke:Jl.Tukad Yeh Aya No.70 A KJPPYanuarBey/HP:08122894449 B.BP.001.02.18.0000505

Dicari Kasir (Max 30Th),Min D3 Bs.Komp,Lam:Tk.Gayathri Dupa Wangi,Jl.Gatsu Timur 85XX Kav IV,(Depan KFC Nangka),Dps T.0361-239980/085716151818

Dicari Pengawas Lap, Drafter, Staf Opr,Tenaga OB,Krm Lamaran langsung Jl.Tangkuban Perahu Gang SD 11-13 No.17 Banjar Teges Padang Sambian Denpasar 087861816907

B.BP.004.02.18.0000415

B.BP.004.02.18.0000620

B.BP.001.02.18.0000600

BIRO JASA

SALON

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

SERVICE

Dcr: FO,Bel Boy,HK,Driver,Engeneering,Laundry,Security,u/Htl E:newarenahotelkutabali@gmail. com /Hub PO BOX 2005 Kuta Bali

B.BP.001.02.18.0000299

Dicari Segera!Driver/Kary Min SMA/Sdrjt SIM B1/B1 Umum Pglmn Dlm&Luar Kota.Krm CV ke Kramat Djati Paket, Jl .Raya Puputan Rukan Niti Mandala Renon No.5-6 Dps Bali Tlp:0361231857

B.BP.004.02.18.0000578

Dicari Staff laki2 Serabutan utk Villa H.081338639511 Sanur

B.BP.001.02.18.0000614

Dicari sopir/kary u/Catring Hub.0818550811, 081239316656

Corolla DX Pmk’81 Body Kenceng Ban&Pjk Br 19,5Jt, 085238993789

Salesman Executive,Max 35Th Lam ke:Jl.Tunjung Danu No.3,PT Taruna Kusuma.Telp:0361-464286

Innova G’12 Silver As Bali, Cokroaminoto 377 H.085100462764

B.BP.001.02.18.0000601

B.BP.001.02.18.0000496

Villa in Canggu is Looking for Maid who know to Cook Western Food and Driver who can do Little Gardening and Pool.Good English and Whatsapp.No Calls Only write on WA 08139561607 Good Payment

B.BP.001.02.18.0000459

Dicari Terapist yg terampil & mau belajar,Gaji Memuaskan Hub.085739088323 B.BP.001.02.18.0000610

Dicr Tenaga IT Staff u/Prsh di Ubud,Min D3 Ilmu Komputer,memahami Teknik Komputerisasi&Pemeriksaan Hardware&Software,kerja Team,Bs Bhs Inggris,Bersedia di tempatkan di Tegallalang Gianyar-Bali.Lam/CV kirim ke yudi@manuabamandiri.com

B.BP.001.02.18.0000570

DIJUAL MOBIL BMW

BMW 323i th’98 V18 kondisi Bagus,prbadi 55Jt,087761604899 B.BP.001.02.18.0000521 HONDA

Dijual Jazz 2012 Imam Bonjol 491 Hub:0361-483608 B.BP.001.02.18.0000579 SUZUKI

Djl Ertiga GL th12 akhir warna Abu 125jt.Hub 081246199952

B.BP.166.02.18.0000618

B.BP.001.02.18.0000612

Kijang Pick Up DK’93 Tape+AC Dingin 48Jt Nego/081805307706

B.BP.001.02.18.0000510

Rush Hitam’2011 Manual Hub. 087861277748-0895331057187

B.BP.001.02.18.0000611

KEHILANGAN

DISEWAKAN TOKO

Hlg HGB No.1 L.200m2 A/N PT.Telkomsel Seluler Almt Ds.Medewi

Kawasaki’13/14 Er6/650cc,Rp.75 Jt Nego,Mrh,Asbal,088219054703

B.BP.001.02.18.0000494

DIJUAL RUMAH Dijual Rmh 1,6M, Ruko 1,7M Jl.Akasia Dps, 08123861163

B.BP.001.02.18.0000586

B.BP.001.02.18.0000525

0877 6129 5235 PROMO MURAH DAIHATSU BALI

Bali Post

DP 20 Jt-an DP 40 Jt-an DP 20 Jt-an

FESTIVAL MUSIKAL PUISI BALI 2018 Gratis

TERBUKA

Semua Peserta tayang di Bali TV 10 Peserta terpavorit mendapat hadiah menarik dan setiap peserta mendapat piagam

UMUM � MAHASISWA dan member card � ANAK SEKOLAH Discount Ajeg Bali � SEKEHA TERUNA Pendaftaran SMS/WA

DISEWAKAN BENGKEL

KAWASAKI

B.BP.001.02.18.0000572

�

B.BP.001.02.18.0000438

DICARI TANAH

BERGARANSI KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, C.0000241-BRJ SALURAN DAPUR

C.0000246-MBL

B.BP.001.02.18.0000222

Cr.Tnh disewakan 1-2A.Umalas/ Cggu/Brawa/Krbkn.08113922102

JASA KURAS

HUB : 0817356452/ 085101456084

Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 125Jt/A,Bs Kredit,087862450004

Dikont.Gudang Ls Tnh 600M2,Jl. P.Batanta 68.Hub:087861191866

DIJUAL MOTOR

LIMBAH

DP 4 Jt-an DP 20 Jt-an DP 20 Jt-an

DIJUAL TANAH

B.BP.004.02.18.0000087

DISEWAKAN GUDANG

BIRO JASA

B.BP.001.02.18.0000606

MELAYANI MAMPET

TERIMA TUKAR TAMBAH PROSES CEPAT SYARAT RINGAN

B.BP.001.02.18.0000569

Bntu Mrah SPT Tahunan/Bln Byarkn Lporkn Pjak HP.082146461910

Dcri Mobil Carry PickUp Suzuki Th’2008-2010 Hub.081337995188

B.BP.001.02.18.0000334

C.0000620-brj

DISEWAKAN RUMAH Dikontkn Rmh 3Ktdr,2Kt,2Km,Grs Dpr.Jl .Alor 1/081936235044Nego

DIJUAL RUKO Dijual Ruko di Jl .Merdeka Tbn DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub:082236881191/081805374433

Djl Tanah Lok.Jembrana Kota,15 Jt/are,L:84are,H:087860543343/ 082339929757 (Pak Agung)

Agya TRDS Th 2013,Tgn 1,Silver Manual,98Jt.087862270180 BUC

081 238 450 210

B.BP.001.02.18.0000518

DICARI MOBIL

B.BP.141.02.18.0000603

BALI WANGI

WC

Dijual Rmh Semi Tk2,Lt100,Lb80 Persiapan-Tbn.Hub:081246724304

195JT/A-Pgr Jl.Hotmix 8mtr @Ry Pering-Ktwel.TrmSHM-0817340222

Dijual Rumah Kost Jimbaran Ls 2Are,7Kmr,SHM Gang Mecutan Belakang Kampus Poltek Jimbarn Hub:087861418878 NO SMS.

B.BP.004.02.18.0000490

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Rush Ultimo’2016 Htm KM18Rb H.215Jt,087860856999 Pribadi

PAUD Sanur Membutuhkan Guru Wanita,Kreatif,English Aktif, Llsn PAUD/Sdrjt.Pnglmn Min 1Th Suka Anak.CV Plg Lmbt 19/2/18 CV ke:rumahkecilbali@gmail.com

TOYOTA

Informasi pasang iklan Telepon

081802411818 08113976363

B.BP.001.02.18.0000276

B.BP.001.02.18.0000440

B.BP.004.02.18.0000235

Disewakan Cepat 3 Toko.Penatih Di Dentim.Hubungi:085102868581 B.BP.001.02.18.0000330

Over Kontrak Toko,Jl Cokroaminoto No.190 DPS.081936011485

B.BP.001.02.18.0000582

DISEWAKAN KANTOR Disewakan Ktr Baru 100Jt/thn Jl.MH.Yamin Renon,08123861163

B.BP.001.02.18.0000524

Dikontrakan Bengkel Resmi Sepeda Motor Honda Hub.08123636462 B.BP.001.02.18.0000607

B.BP.001.01.18.0001410

B.BP.159.02.18.0000594

Hlg SHM No.830 L.900m2 AN Ni Kadek Rahayu Almt Ds.Nusasari B.BP.159.02.18.0000593

MESIN Dcr Sgr Mesin Bordir tp Bagus 5-10 pcs Budget 600.000/Mesin Hub:081338469660/082359342703 B.BP.001.02.18.0000248


18

Asah

Minggu Paing, 11 Februari 2018

Pertanyaan TTS No. 334 Mendatar: 1. Sepeda dengan sistem pengeremannya a d a pada gir 4. Tanaman bunga yang daunnya berbentuk pedang dan bunganya tersusun dalam tandan berbentuk bulir 8. Markas komando daerah militer 11. Lahap ; Kalahkan ; Hancurkan 13. Sebutan untuk sesuatu yang tak jelas 14. Cetakan ; Pola 15. Salah satu dari ikan buas 16. Langit (Bali) 18. Yang dibutuhkan dalam berusaha (Huruf pertama diganti “N”) 20. Nomor induk mahasiswa 21. Lembar isian 23. Asyik bermesraan 25. Penyakit menular yang basil penyebabnya ditularkan oleh kutu-kutu tikus 28. Bodoh sekali 29. Bermain ; Bersenang-senang (Jepang) 30. Lama (Bali) 31. Air bawah tanah 32. Dibalik : Kekuatan negatif atau pasif di dalam semesta 33. Tidak asli 35. Keguguran 37. Pembelahan sel kelamin dari diploid menjadi haploid 38. Selalu menghindar dari perilaku ekstrem

Perampok Gasak Telur Penyu di Pulau Sangalaki PARA perampok satwa kembali beraksi dan menyatroni tempat penyelamatan telur penyu Pulau Sangalaki di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. “Mereka berkelompok terdiri dari 5 orang dan mengancam dengan parang,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Berau Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur (BKSDA Kaltim) Aganto Seno, Sabtu. Setelah mengancam itu para perampok satwa memanjat pagar setinggi 2 meter yang melindungi kawasan relokasi telur penyu untuk mengambil telur-telur penyu yang dipindahkan ke tempat itu dari sarang asli tempat induk bertelur. “Namun sejak tadi malam saya perintahkan teman-teman di Pulau Sangalaki untuk tidak dulu mengambil data aktivitas penyu dan tidak merelokasi telur-telur penyu,” lanjut Seno. Keselamatan para petugas di lapangan menjadi perhatian utama. Selain itu, dengan tetap di sarang aslinya justru lebih aman karena banyak dan tersebar di pantai. Petugas sendiri memindahkan telur-telur itu ke tempat penetasan (hatchery) yang berpagar untuk melindungi telur dan kelak juga tukik, anak penyu yang baru menetas, dari musuh alaminya seperti biawak dan burung elang. SKW I Berau membawahkan Kepulauan

Derawan di mana Taman Wisata Alam Pulau Sangalaki menjadi satu ikon utama. Pulau di Laut Sulawesi itu berjarak sekitar 2 jam dari Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau. Pulau Sangalaki yang dikeliling pantai berpasir putih landai menjadi tempat para induk penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan penyu hijau (Chelonia mydas) naik untuk bertelur setiap malam. Sebab itu di Pulau Sangalaki SKW I Berau memiliki pos untuk pengamatan dan perlindungan penyu. Setiap malam petugas berpatroli, selain untuk mendata juga untuk memindahkan telur-telur dari sarang asli yang dibuat induk ke sarang lain yang dibuatkan manusia yang lebih aman. “Itu pun jumlah penyu yang naik bertelur setiap malam sudah berkurang sangat jauh dari tahun-tahun lampau,” kata Lipu, satu staf SKW I Berau di Pulau Sangalaki. Di tahun 1970-an, cerita Lipu, biasa naik ratusan penyu setiap malam sementara saat ini 15 penyu saja sudah sangat banyak. Telur penyu diambil untuk keperluan konsumsi manusia. Telur itu dipercaya mampu meningkatkan vitalitas karena memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibanding telur ayam atau telur bebek yang biasa dikonsumsi. (ant)

Pengelola Sampah Bisa Dipidana Jika Timbulkan Pencemaran SAMPAH yang tidak dikelola dengan baik dan menimbulkan pencemaran hingga adanya korban, maka pengelolanya bisa dipidana. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah terkait dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kalau tidak dikelola dengan baik dan menimbulkan pencemaran maka akan dipidana,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati di Jakarta, Jumat (9/2). Selain itu, yang berwenang melakukan pengawasan pengelolaan sampah yaitu Menteri LHK, gubernur hingga bupati juga dalam UU tersebut dapat dipidana jika tidak melakukan kewajibannya sehingga menimbulkan pencemaran dan jatuhnya korban. “Ini memang cara untuk mendorong pemerintah untuk melakukan pengelolaan dan pen-

TTS Bali Post

gawasan dengan baik,” tambah dia. Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah mendorong tiga hal untuk pengelolaan sampah yaitu pemerintah menyiapkan regulasi, sarana dan prasarana serta bekerja sama dengan masyarakat yang peduli. Regulasi telah disiapkan yaitu UU Pengelolaan Sampah hingga ke Perpres nomor 97/2017 tentang Kebijakan Strategi Sampah Nasional. “Tapi kalau pola pikir kelola sampah masih kumpul, angkut, buang tanpa dikelola lebih lanjut maka akan sulit. Karena itu KLHK mendorong peraturan yang sudah dibuat agar ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Tanpa kerja sama dengan semua pihak maka masalah sampah sulit teratasi,” ujar Vivien. Pemerintah menargetkan Indonesia harus mengurangi sampah hingga 30 persen pada 2025 dan menangani sampah hingga 70 persen dari total timbulan sampah yang berjumlah 62 juta ton per tahun. (ant)

BPM/ant

SAMPAH - Pengendara sepeda motor melintas di jalan yang dipenuhi tumpukan sampah, di Jalan Emas, Medan, Sumatra Utara.

Menurun: 1. Caci ; Cerca 2. Nasabah usaha 3. Bali …. , Penduduk Bali Asli 5. Betina ; Perempuan (Bali) 6. Berapa (Jepang) 7. Dapat dibaca (Inggris) 9. Suhu tubuh meningkat 10. Tes/uji masuk kekobaran api, ketika Dewi Sita diragukan kesuciannya oleh Rama (Bali) 11. Nama panah yang diberikan oleh Dewa Indra kepada Rama untuk membunuh Rahwana (Bali) 12. Tutup ; Lindung, Untuk benda-benda yang ada dibawahnya 17. Kata penggolong bagi bawang, dihitung perulas 19. Dibalik : Merek jam 22. Nama sejenis kamboja yang bentuknya mini dengan penampakan akar yang unik 23. Bisikan hati 24. Tidak benar ; Bohong 25. Dengan sangat cepat (Jepang) 26. Menyendiri 27. Sedih (Bali) 34. Hidup ; Kehidupan (Jepang) 36. Nama burung peniru

Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 334 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 17 Februari 2018 Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 25 Februari 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 332 Mendatar: 1. Doraemon 5. Contoh 8. Niseru 10. Onorbmes (Sembrono) 11. Itik 13. Elung 14. Persen 16. Pak 18. Use 19. Astenia 22. Saintis 25. Aus 26. Sri 28. Suitam (Matius)

29. Piala 30. Baur 32. Banlerol (Banderol) 33. Kolase 34. Dering 35. Antagoni (Antagonis) Menurun: 1. Dinosaurus 2. Rekompensi 3. Elaborasi 4. Nonsens 5. Costume 6. Tuut

BPM/ant

TELUR - Relawan mengamati perbedaan telur penyu di Balai Konservasi Penyu di Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur. Para perampok satwa kembali beraksi dan menyatroni tempat penyelamatan telur penyu Pulau Sangalaki di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

7. Hank 9. Rig 12. Ida 15. East 16. Paramaribo 17. Konstelasi 20. Tisu 21. Nostalgia 23. Nyalang 24. Isabela 27. RNA 29. Pro 30. Baud 31. Ukir

Pemenang TTS No. 332 Ni Made Enik Purwanti Br. Dinas Batu Lumbang, Desa Antap, Selemadeg, Tabanan 82162 (HP: 081999 116399) Nengah Wardani Br. Darma Winangun, Desa Tianyar Timur, Kec. Kubu, Kab. Karangasem 80853 (HP: 087860 974809) Kristian Lusi Perum Puri Chandra Asri, Ds. Batubulan, Kec. Sukawati, Kab. Gianyar 80582 (HP: 081236 231863) I Dewa Ayu Damiati Dusun Penarukan, Ds. Bungbungan, Kec. Banjarangkan, Kab. Klungkung (HP: 081999 744777) I Wayan Wira Perum Puri Bagus Blok B/3, Padang Kerta, Karangasem 80813 (HP: 081338 956942) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Komang Aprianti Alamat : KSU Dana Asih, Singapadu, Sukawati, Gianyar 80582 (HP: 085935 115929)


19

Minggu Paing, 11 Februari 2018

Bus Terguling di Subang, 27 Orang Tewas Jakarta (Bali Post) Sebuah bus pariwisata mengalami kecelakaan di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Sabtu (10/2) kemarin. Bus mengangkut rombongan dari Tangerang Selatan terguling setelah menabrak pengendara sepeda motor. Polisi dan petugas lainnya masih melakukan evakuasi tergulingnya bus pariwisata di Tanjakan Emen, Subang Jakarta Barat. Sampai pukul 23.30 wita, Sabtu (10/2) kemarin, dilaporkan 27 orang meninggal dunia. “Sementara ada 27 korban meninggal, 17 korban luka-luka,’’ tegas Kapolres Subang, M Joni. Kronologi kejadian belum dipastikan karena bus dalam turunan menabrak pengendara sepeda motor. ‘’Penyebab lakalantas kita belum tahu,” ucapnya Sabtu (10/2) kemarin. Polisi masih belum merilis nama-nama ko-

rban kecelakaan ini. Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto mengatakan rombongan berasal dari Pisangan, Ciputat. Bus rombongan wisata dari Kelurahan Pisangan Ciputat, dari Koperasi Permata simpan pinjam. Mereka baru berwisata ke Tangkuban Parahu. Menurut Fadli, saat ini pihaknya masih melakukan cross check terkait jumlah rombongan yang ikut di dalam bus dari Tangsel. Termasuk mencari informasi keberadaan keluarga yang ada di Ciputat. Hingga semalam, polisi masih mendalami penyebab bus pariwisata pelat F 7959 AA terguling di Tanjakan Emen Kabupaten Subang. Diduga sementara rem blong. Menurutnya saat ini, polisi masih fokus terhadap evakuasi korban. Jumlah penumpang diperkirakan mencapai 40 orang. (kmb)

BPM/ist

BUS TERGULING - Sebuah bus pariwisata terguling di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Sabtu (10/2) kemarin.

Pariwisata Normal Dari Hal. 1

“Jadi mulai hari ini, status Gunung Agung resmi diturunkan dari level Awas ke Siaga. Sedangkan untuk radius perkiraan bahaya juga turun dari 6 km turun menjadi 4 km dari kawah,” ungkapnya. Jonan menambahkan, dengan diturunkannya status ini pihaknya berharap bagi semua warga yang saat ini masih mengungsi supaya bisa dipulangkan dengan segera ke kampung halaman mereka masing-masing. Dengan begitu, segala bentuk aktivitas masyarakat maupun pariwisata bisa kembali normal. Sementara untuk proses pemulangan para pengungsi, pihaknya sudah menginstruksikan pemerintah provinsi maupun daerah untuk memerintahkan personelnya supaya dapat menyampaikan hal ini kepada camat, perbekel maupun kadus di masing-masing desa agar dapat menyampaikan kepada seluruh warganya yang masih mengungsi supaya pulang ke kampung mereka masingmasing. Kepala PVMBG Kasbani menambahkan, berdasarkan data pemantauan aktivitas Gunung Agung melalui multiparameter dalam satu bulan terakhir frekuensi erupsi mengalami penurunan yang cukup signifikan. Menurut Kasbani, Gunung Agung terakhir mengalami erupsi pada 24 Januari 2018. Kala itu ketinggian maksimum ko-

lom erupsi dalam satu bulan terakhir adalah 2.500 meter di atas puncak. Setelah itu, Gunung Agung tidak pernah erupsi lagi. Sementara untuk volume kubah lava di permukaan kawah tidak mengalami perubahan berarti yakni tetap sekitar 20 juta meter kubik. Kata Kasbani, untuk jumlah kegempaan secara umum dalam kurun sebulan terakhir juga mengalami penurunan. Kegempaan vulkanik sesekali mengalami peningkatan namun jumlahnya belum signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa pergerakan magma masih terjadi dengan intensitas rendah. Untuk pengukuran GPS menunjukkan pola relatif stagnan, sementara itu, pengukuran tiltmeter menunjukkan pola inflasi (penggembungan) dengan laju rendah yang mengindikasikan bahwa akumulasi tekanan masih terjadi namun belum signifikan. Sedangkan pengukuran gas, jelas Kasbani, menunjukkan bahwa aktivitas magmatik masih berlangsung. Rasio gas vulkanik CO2/SO2 yang merefleksikan intensitas aktivitas magmatik menunjukkan tren relatif menurun jika dibandingkan dengan periode November 2017. Dan untuk pemantauan melalui citra satelit termal menunjukkan adanya penurunan temperatur di permukaan kubah lava, yang mengindikasikan berkurangnya laju aliran magma ke permukaan.

“Potensi erupsi masih tetap ada. Hanya erupsi kecil tidak sebesar sebelum-sebelumnya. Termasuk potensi lahar hujan masih tetap terjadi melalui lembah-lembah sungai dari hulu. Saat ini, potensi perkiraan bahaya mulai dari lontaran batu vijar, kerikil, pasir, maupun abu vulkanik juga masih berpotensi terjadi. Hanya, radiusnya masih 4 km. Di radius 4 km rasanya sudah tidak ada permukiman warga. Toh kalaupun ada mereka tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasa hanya tetap waspada saja,” pesannya. Kepala BNPB Willem Rampangilei menjelaskan, untuk mekanisme pemulangan pengungsi pascaditurunkannya status Gunung Agung pihaknya telah menginstruksikan petugas pemerintah provinsi, daerah termasuk BPBD Bali agar dapat memulangkan semua mengungsi ke kampung halamannya masing-masing. “Jadi, kita juga akan melakukan persiapan-persiapan jika ada rumah warga yang rusak maupun infrastruktur segara akan kita pulihkan,” katanya. Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa menyatakan, pihaknya akan memfasilitasi semua warga pengungsi untuk pulang ke kampung halaman mereka. Termasuk dalam perbaikan infrastruktur jalan yang rusak juga akan segera ditangani bekerja sama dengan pemerintah pusat dan provinsi. (kmb41)

Makin Membesar Dari Hal. 1

“Kemudian saya coba melakukan pengobatan herbal beberapa bulan, namun benjolannya justru terus membesar. Kemudian saya kembali membawa ke rumah sakit, dan baru ketahuan kalau anak saya menderita kanker tulang,” cerita Suastika. Menurut Suastika, Viola kini terpaksa tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Siswa kelas II di SMPN 1 Manggis ini hanya dirawat di rumah. Setiap hari, ada bidan desa yang mengontrol kesehatannya agar tetap terjaga. Viola sudah sempat melakukan kemoterapi sebanyak dua kali, setelah itu tidak mau lagi. “Mungkin dia trauma akan dampak dari kemoterapi. Saya tidak bisa memaksanya,” ujar pria yang kini tidak bekerja untuk menjaga buah hatinya itu. Sementara sang istri hanya bekerja membungkus kerupuk di rumah tetangga. Ruang Khusus Sementara pasien kemoterapi di RSUP Sanglah harus ditempatkan di ruangan khusus. Utamanya pasien kemoterapi rawat inap. Karena pascakemoterapi, daya tahan tubuhnya lemah. Perawat Khusus Pasien Kanker di Instalasi Kanker Terpadu RSUP Sanglah, Ni Luh Lasiyani, menuturkan, penanganan pasien kanker ada tiga, yaitu dengan kemoterapi, radioterapi, dan pembedahan. Khusus pasien kemoterapi dan radioterapi, pascaterapi ditempatkan di ruangan khusus. “Penanganan kanker itu sifatnya spesifik,” ujarnya. Perawatan untuk pasien kemoterapi ditempatkan di ruang khusus dan ditempatkan di ruang pasien sesama kemo. Pasien kanker yang

tidak kemoterapi pun tidak boleh ditempatkan satu ruangan dengan pasien kemoterapi. Pasien kemoterapi perlu penatalaksanaan khusus. Karena seluruh cairan tubuhnya baik air kencing, air liur, keringat dan seluruh cairan tubuhnya mengandung citotoksik. Sehingga tidak boleh terkena pasien lain. Selain itu, pasien usai kemoterapi daya tahan tubuhnya lemah akibat obat dari citotoksik. Sehingga tidak boleh dicampur dengan pasien lain. Agar pasien lain yang memiliki infeksi tidak menular ke pasien yang usai mendapatkan kemoterapi. RSUP Sanglah memiliki tiga kamar khusus untuk pasien kanker kemoterapi. Satu kamar berisi 6 bed. RSUP Sanglah memiliki layanan kemoterapi rawat inap dan rawat jalan. Pasien kemoterapi rawat jalan adalah pasien yang kondisinya lebih baik, mampu duduk, dan satu hari perawatan langsung diperbolehkan pulang. Rawat jalan kemoterapi terdiri dari 22 tempat duduk di ruang kemoterapi Sanjiwani. Dalam sehari, RSUP Sanglah bisa melayani dua kali lipat dari jumlah ketersediaan tempat duduk. Untuk dapat melayani secara optimal, kemoterapi dibagi menjadi dua tahap yaitu pagi dan sore. Rawat jalan tersebut belum termasuk pasien ke moterapi yang rawat inap. Sehingga pasien kanker yang menjalani kemoterapi jumlahnya banyak. Bahkan, setiap tahun jumlahnya meningkat. Begitu juga pasien kanker yang menjalani radioterapi. Radioterapi dan kemoterapi memerlukan syarat khusus kondisi umum tubuh pasien baik. Sehingga tidak jarang jadwal yang seharusnya sudah ditetapkan, bisa mun-

dur karena kondisi pasien yang tidak mendukung. Di Klungkung Di Klungkung, penyakut kanker menjadi salah satu penyumbang angka kematian seperti kanker payudara dan serviks. Mengantisipasi ini, perlu ada langkah pencegahan sejak dini. “Kami tidak menunggu adanya kasus. Tetapi langsung melakukan pencegahan sejak dini,” ungkap Sekretaris Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Klungkung, Anak Agung Istri Anom Ratnadri, belum lama ini. Dijelaskan, pola pencegahan untuk kanker serviks dilakukakan dengan penyuluhan langsung ke masyarakat. Sasaranya ibu rumah tangga (IRT). Ini juga bekerja sama dengan PKK maupun Dinas Kesehatan. “Kami ada jadwal tetap (pemeriksaan -red). Begitu juga di puskesmas. Masyarakat tinggal datang saja. Hasil pemeriksaan terakhir, seluruhnya negatif,” katanya. Sesuai hasil evaluasi, pemahaman masyarakat akan risiko penyakit tersebut sudah semakin meningkat. Berbeda dengan sebelumnya. Masih ada rasa enggan untuk memeriksakan diri. Alasannya tak hanya malu, namun juga perlu biaya. “Apalagi yang diketahui ada penyakit. Untuk pemeriksaan lanjutan, ini memerlukan biaya,” ungkap Ratnadri. Dikataknnya, kebijakan Pemkab Klungkung yang siap menanggung iuran JKN-KIS juga dinilai mampu meningkatkan animo untuk melakukan pemeriksaan. Sebab, dari sisi biaya tidak ada pungutan. “Sekarang justru masyarakat yang meminta untuk diperiksa,” sebutnya. (rin/may/sos)

Sejak Dua Tahun Dari Hal. 1

Wahyuni menuturkan, dirinya mulai mengetahui mengidap kanker ovarium sekitar dua tahun lalu setelah sempat menjalani operasi pengangkatan kista. Dia mengaku tak pernah sedikit pun terbayang akan menderita penyakit mematikan itu. Sebelum divonis mengidap kanker, dirinya cukup rutin memeriksanakan kesehatannya secara berkala. Bahkan, bidan yang kini bertugas di Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Bangli ini juga sering memberikan penyuluhan dan motifasi kepada pasien yang kontrol di puskesmas tempatnya dulu bertugas untuk melawan kanker. “Namun ternyata, saya merasakan penyakit ini. Saat awal didiagnosa

mengidap kanker saya sempat kaget. Tapi karena saya sudah sering memberikan motivasi ke pasien, jadi saya sudah siap,” terangnya. Lanjut dikatakan Wahyuni, untuk membunuh sel kanker yang ada pada tubuhnya, dia diharuskan oleh dokter menjalani kemoterapi. Hingga saat ini sudah belasan kali menjalani pengobatan yang memberi banyak efek samping pada tubuhnya. Sejak menjalani kemoterapi, ibu satu anak ini mengalami kerontokan pada rambut di tubuhnya. Kemoterapi juga berefek pada kulitnya yang menjadi kering, lebih gelap dan beberapa efek lainnya. Meski banyak efek yang dirasakan pada tubuhnya, namun menurut Wahyuni, kemoterapi menjadi salah satu pengobatan efektif yang

harus dijalani penderita kanker agar bisa sembuh. Dia mengakui stigma masyarakat tentang kemoterapi masih sangat mengerikan, terutama bagi wanita. Karena efeknya bisa menyebabkan rambut rontok yang membuat wanita kehilangan percaya diri. Tak hanya itu, masih ada juga stigma bahwa penderita kanker tidak akan memiliki harapan hidup yang lama meski telah menjalani kemo. Menurutnya, stigma itu tidak sepenuhnya benar. Penderita kanker yang tidak bisa bertahan hidup meski telah menjalani kemo, kebanyakan karena penyakit kankernya yang diidapnya baru mulai diobati saat sudah stadium lanjut. Selain menjalani kemo, menurut Wahyuni, support atau dukungan dari keluarga

Kemoterapi Dari Hal. 1

Padahal, stadium 3 sudah mengarah pada tindakan kemoterapi. Sementara kemoterapi belum tentu bisa menyembuhkan pasien. “Gejala klinis yang disadari itu diabaikan, contoh seorang ibu atau wanita misalnya keputihan diabaikan padahal ini sudah ada tanda-tanda. Gejala itu tidak dianggap sebagai suatu kelainan. Setelah gejala keras seperti keputihannya keras, berbau, berdarah, baru mau periksa akhirnya sudah stadium 3,” paparnya. Suarjaya mengakui deteksi dini kanker saat ini masih sangat lemah. Kendati, sudah ada upaya edukasi yang diberikan kepada masyarakat. Misalkan di puskesmas, petugas memperkenalkan konsep sadari atau pemeriksaan payudara sendiri untuk mencegah kanker payudara. Dalam hal ini, wanita diberi tahu caracara memeriksa kelainan pada payudaranya setiap habis mandi di cermin. Sekarang dikembangkan di RSBM layanan kanker terpadu mulai dari deteksi dini. Misalnya dengan pemeriksaan USG dan mammografi. Suarjaya menambahkan, jika dalam pemeriksaan ditemukan kanker stadium satu, bisa dilakukan tindakan operasi untuk sembuh sempurna. Kalau sudah stadium 2, harus ada kombinasi antara operasi dan radioterapi. Pembangunan unit kanker di RSBM sebelumnya diklaim sebagai proyek prestisius Pemprov Bali yang akan diwujudkan tahun ini. “Sekarang masih persiapan dokumen untuk perlengkapan unit kanker ini. Untuk bangunannya nanti ada tender dibantu Dinas PU,” ujar Plt. Direktur RSBM, dr. Gede Bagus Darmayasa, M. Repro. Sementara untuk alat kesehatan, lanjut Bagus, akan dibeli lewat e-katalog. Barangnya pun sudah terdaftar di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP). Untuk layanan kanker, utamanya dibutuhkan alat-alat kesehatan yang canggih dan gedung sendiri. Mulai dari deteksi dini, pemerik-

saan, radioterapi, radiodiagnostik, dan kalau bisa kedokteran nuklir. Bagus menambahkan, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) juga akan mengecek kelayakan gedung sebelum unit kanker RSBM beroperasi. Pasalnya, pemeriksaan kanker akan memakai sistem linac radioterapi yang mengandung radiasi. Sistem ini akan menghancurkan sel kanker langsung pada sel akarnya. Berbeda dengan sistem cobalt yang tidak menembak pada titik sasaran sel kanker sehingga menyebabkan efek seperti kerontokan rambut pasien. Terapi Paliatif Kanker merupakan penyakit yang terbilang berat dan mematikan. Tak jarang, rasa pesimis untuk bisa bertahap hidup menghinggapi para penderitanya. Itu sebabnya, setiap pengobatan kanker juga disertai dengan terapi paliatif dengan psikoterapi. Terutama ditujukan bagi penderita kanker stadium lanjut. “Stadium akhir di konsep psikiatri itu ada namanya menyiapkan menerima penyakit kankernya, supaya dia tidak depresi, bereaksi, menolak,” ujar Psikiater, I Dewa Gede Basudewa, Sp.KJ. Menurut Basudewa, dalam teori Elisabeth Kubler-Ross ada 6 tahap mempersiapkan pasien yang sudah kronik. Ada intervensi psikiatri yang dilakukan agar pasien bertahan dengan menerima keadaan. “Bagaimana mempercepat mereka menerima kondisinya dan beradaptasi dengan kondisinya itu. Mereka yang kronik itu kan biasanya tidak menerima, sehingga untuk yang kronik itu harus integratif. Psikiater masuk di sana, spiritual juga,” jelas Wakil Direktur Pelayanan RSJ Bangli ini. Basudewa menambahkan, sudah ada penelitian tentang berapa lama seorang pasien kanker bisa bertahan. Intervensi psikiatri juga diharapkan bisa memperpanjang kemungkinan itu. (rin)

Rambut Rontok Dari Hal. 1

“Terbukti setiap kemoterapi dijalani dengan kuat. Karena orang kemoterapi itu kan takut rambutnya rontok, muntah,” ungkapnya. Pasiennya tersebut berhasil melewati fase-fase kemoterapi. Saat fase kemoterapi obat lini satu tidak mampu lagi membunuh sel kankernya, maka obat kemoterapi lini kedua yang menjadi obat untuk memperpanjang hidup pasiennya. Efek obat kemoterapi lini dua tersebut tidak mampu ditahan sehingga kondisi pasiennya pun drop dan meninggal.

Berbeda cerita dengan pasiennya yang berusia 16 tahun yang mengidap leukemia. Pasien iu mampu bertahan dan sembuh dari sakitnya. Setiap perkembangan kesehatan dilaporkan ke Lasiyana. “Bahkan saat dia punya pacar pun, dia cerita,” tuturnya. Lasi sebelumnya merupakan perawat di Wing Amerta RSUP Sanglah. Di sana ia merawat berbagai jenis pasien. Namun sejak tahun 2014, ia menjadi perawat khusus pasien kanker. Ia mengikuti pendidikan dan pelatihan ke Darwin Royal Hospital, Australia. Di sana ia diajarkan tentang penatalaksanaan pasien kanker. (kmb42)

serta teman di lingkungan sekitar tempat tinggal maupun tempat kerja sangat penting untuk kesembuhan penderita kanker. Karena dengan adanya dukungan keluarga dan orang lain di sekitarnya, maka penderita kanker akan merasa dirinya dibutuhkan dan diharapkan. “Penderita kanker juga harus bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Jangan pasrah,” ujarnya. Yang terpenting, lanjut Wahyuni, menjaga pola hidup sehat dan memeriksakan kesehatan diri secara rutin serta deteksi dini terharap kanker harus dilakukan. Sehingga begitu ketahuan, bisa segera diobati. “Kalau sudah kena kanker ayo berobat. Harus semangat. Kalau kita sehat kita akan bisa bermanfaat bagi orang lain,” katanya. (ina)

Menunggu Aparat Desa Dari Hal. 1

Mereka khawatir, kalau pulang sendiri-sendiri, tanpa mengikuti arahan aparat desa, akan menimbulkan ketersinggungan dari aparat desa yang selama ini mengurus kebutuhan logistik mereka. Pengungsi lainnya Ketut Sumiasih, mengaku juga tak berani langsung pulang. Barang-barang perlengkapan mengungsi pun sama sekali belum dibereskan. Selain menunggu kepastian kapan akan dipulangkan, pengungsi juga masih kebingungan mengerjakan apa sampai di rumah maupun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari nanti di rumah. Jika sudah dipulangkan nanti, pihaknya berharap bisa tetap mendapatkan logistik selama berada di rumah, selama seminggu sampai dua minggu. Sambil menyesuaikan diri lagi dengan situasi yang baru. “Saat pulang, persediaan makanan kami paling cukup untuk tiga hari. Sebab, setelah pulang tak akan mendapat logistik lagi,” katanya. Para pengungsi dari Kubu Pangi ini, mayoritas mengaku akan kembali ke aktivitas lama, bertani dan mengelola kebun salak. Sebelumnya, setelah hujan abu, hasil panennya semuanya hancur. Padahal, sudah mau panen raya. Perbekel Sibetan Nengah Kompyang Suarjana, mengatakan pihaknya hanya tinggal menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah daerah. “Jika sudah ada instruksi memulangkan, kami tinggal sampaikan kepada para pengungsi,” katanya. Menurutnya, setelah radius berbahaya turun, perlu dilakukan pemetaan lebih lanjut. Wilayah mana yang masuk radius berbahaya dan yang aman, dari radius berbahaya saat ini 4 km. Kalau sudah bisa dipastikan, maka menurutnya akan lebih mudah memastikan, mana titik pengungsi yang bisa diminta pulang atau mana yang bisa harus bertahan. Di Desa Sibetan, terdapat tiga titik pengungsian. Selain di Banjar Tengah, juga ada di Banjar Dukuh dan Banjar Kreteg. Total jumlah pengungsi mencapai 1.300 orang. Masih Bertahan Sementara itu, warga yang mengungsi di Kecamatan Rendang masih belum ada yang pulang ke kampung halaman mereka masing-masing. Bahkan, warga mengaku masih tetap waswas karena mereka masih takut kejadian sebelumnya terulang kembali. Ketika mereka sudah pulang, justrus aktivitas Gunung Agung kembali meningkat. Warga asal Banjar Kesimpar, Desa Besakih, Nengah Sama, mengungkapkan, sejauh ini dirinya masih belum ada informasi secara resmi untuk kembali pulang. “Belum ada informasi. Mungkin nanti diinformasikan oleh petugas,” ucapnya. Kata Sama, meskipun status Gunung Agung turun ke Siaga dan diperbolehkan pulang karena radius bahaya hanya 4 km dari puncak, akan tetapi dirinya mengaku masih waswas untuk pulang ke kampung halamannya. Pasalnya, dirinya tidak ingin pengalaman sebelumnya terulang. Kala itu ketika dia sudah diperbolehkan pulang, malah Gunung Agung kembali mengalami erupsi dan kembali mengungsi. Di samping itu, kata dia, jika kembali pulang juga tidak bisa melakukan aktivitas apa-apa lantaran sudah tidak memiliki ternak. “Uang hasil menjual ternak sudah habis sebagai bekal mengungsi. Untuk membeli ternak sudah tidak bisa karena tidak ada uang. Kalau ingin menaman sayuran juga tidak bisa, akibat tidak ada modal untuk itu. Jadi, apa yang dilakukan kalau pulang kampung. Karena belum bisa menghasilkan apa-apa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya. Selain itu, kata Sarma, akses jalan menuju kampung halamannya juga sudah rusak berat akibat diguyur hujan lebat yang terus terjadi belakangan ini. Atas kondisi itu, pihaknya berharap jalan itu segera diperbaiki. Karena sebelumnya, jalan tersebut sudah sempat diperbaiki, namun lantaran aktivitas Gunung Agung naik, akhirnya proyek tersebut dihentikan. Warga lain, Mangku Kartini mengatakan, jika memang diperbolehkan pulang karena dinilai sudah aman, maka dirinya akan pulang ke rumahnya. Hanya saja, dia masih menunggu informasi pasti dari petugas. “Kini belum aman 100 persen, kalau terjadi apa-apa saya kembali akan mengungsi lagi,” ucapnya. Danramil Rendang I Ketut Sumendra mengatakan, pihaknya sudah menginformasikan kepada warga jika pengungsi yang wilayahnya berada di luar radius 4 km sudah diperbolehkan untuk pulang. Jumlah pengungsi di Kecamatan Rendsng berjumlah 2.427 jiwa. ’’Kita mengimbau warga, bukan mengusir mereka agar mau pulang. Tapi sampai sekarang belum ada warga yang melapor untuk pulang kampung,” katanya. (gik/nan)

Minggu, 11 Februari 2018

05:00 Gayatri Mantra 05:52 Mars Indonesia Raya 05:54 Mars Bali Jagadhita 05:56 Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Puja Trisandya 06:05 Dharma Wacana

Makna Upacara Ngenteg Linggih (5) 06:35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Sehat & Bugar 08:00 Klip Anak 08:35 Bali Channel Tourist TV

09:30 Belajar Menggambar Membuat Topi dari Piring Kertas 10:05 Bali Channel Tourist TV 11:30 Folk Song 12:00 Puja Trisandya

12:05 Dharma Wacana Meningkatkan Sradha Bakti Menuju Insan Hindu Berkualitas dan berdaya Guna (1) 12:30 Traventure 13:00 Wirasa

13:30 Lejel Homeshopping 14:30 Tembang Bali 15:30 Bali Channel Tourist TV 16:05 Folk Song 17:00 Inovator 17:30 Gita Santhi

Sekaa Santhi Wersi Suara (2) 18:00 Puja Trisandya 18:05 Seputar Bali 19:00 Lipsus KBS-ACE di Samuan Tiga 20:00 Dialog Interaktif Dedy Susanto

21:00 Parade Band Indie 22:00 Berita dan Bincang Terkini 22:05 Kris 22:30 Bondres Ngakak 23:00 Berita dan Bincang Terkini 23:30 Folk Song


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu Paing, 11 Februari 2018

Konseling Remaja

u g g n Mi

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

Kecanduan Video Porno Halo Kisara, saat ini aku lagi bener-bener galau tentang kecanduan video pornografi yang terjadi sama aku saat ini. Aku sudah mulai nonton video porno sejak kelas 1 SMP dari teman-teman kelasku. Mereka awalnya cuman nunjukin gambar wanita bugil yang berlanjut ke video orang bersenggama, film dewasa dan sejenisnya. Entah mengapa, hal itu terus membuatku ketagihan buat nonton gituan sampai saat ini. Kalau gak nonton video porno tu rasanya kayak ada yang kurang aja. Sebenernya bagus gak sih nonton video porno? Kenapa aku bisa kecanduan ya nonton gituan kak? Aku mau berusaha ngilangin kecanduan ini, aku pengen memanfaatkan waktuku buat yang lebih berguna. Mohon balasannya ya kak, terima kasih! Halo juga Putu! Pertama-tama, aku salut banget sama pengungkapan dirimu yang akhirnya kamu sadar sama kecanduanmu ini dan ada keinginan penuh untuk mengubah kamu menjadi pribadi yang lebih berguna. Jarang loh remaja seperti kamu mau terbuka dengan masalah seperti ini. Hebat! Pornografi memang ber-

hubungan dengan seks, tapi pada dasarnya mereka sangat berbeda. Seks sendiri adalah salah satu bentuk keintiman yang dilakukan antara dua orang hingga mencapai kepuasaan. Namun, pada saat pria sedang tidak melakukan hubungan seksual, mereka cenderung beralih ke pornografi untuk bisa memuaskan kepuasan seksual mereka.

Fakta ini disebabkan karena tiga alasan, yaitu : Laki-laki memang dasarnya sangat mudah terangsang. Otak pria memang diprogram untuk mudah terangsang dengan hal berbau seksualitas. Artinya, setiap kali mereka melihat konten pornografi, mereka akan langsung menerimanya dengan cepat. Untuk menutupi perasaan cemas saat bercinta dengan pasangan nyata. Sebuah studi dari American Urological Association menemukan kalau pria yang suka nonton pornografi lebih terangsang pada film porno daripada bercinta saat nyata. Parahnya lagi, kecemasan ini didasari karena pria takut ditolak pasangannya ketika meminta untuk memuaskan kepuasan seksual mereka. Sehingga, mereka akan lebih

memilih menutupi kecemasan untuk “ditolak” dengan menonton film porno. Dipicu oleh pengalaman masa kecilnya. Nah itu dia Putu, penjelasan yang sudah aku paparkan mengenai pornografi dan beberapa penyebab yang mungkin Putu alami. Hendaknya Putu menguatkan iman dan takwa kepada Tuhan dengan bersembahyang, kerja bakti atau melakukan kegiatan positif yang bisa berguna bagi sesama makhluk hidup. Di umur Putu yang sudah mulai menginjak dewasa ini, tentunya Putu sudah memiliki cita-cita yang ingin dicapai, lebih baik Putu fokus dengan apa yang Putu ingin capai nantinya, sehingga waktu yang Putu gunakan nantinya tidak tersalurkan untuk hal-hal berbau pornografi.

Menonton film porno merupakan cara untuk mengeksplorasi dan belajar tentang hasrat seksualnya sendiri. Pornografi menimbulkan stigma negatif di masyarakat, karena banyak orang tidak bisa mengendalikan hasrat seksualnya sendiri. Wajar jika Putu suka menonton film porno, tapi ada baiknya jika dikontrol karena dapat mengurangkan keseimbangan seksualitas, kecanduan film porno dan bisa berujung pada kasus pornoaksi yang bisa merugikan masa depan Putu sendiri. Terima kasih untuk pertanyaannya Putu! Dan semoga bisa menambah ilmu juga untuk pembaca sekalian, yuk yang mau curhat atau nanya-nanya, langsung aja kirim pertanyaannya ke media sosial KISARA ya! Viva youth, viva Kisara!

Fotografi Memotret Satwa di Kebun Binatang

Antara Kejelian, Kesabaran, dan Keberuntungan ANDA tidak punya cukup waktu dan keberanian “berburu” di alam liar untuk mendapatkan foto-foto satwa yang menarik dan berkualitas? Jangan putus asa dulu. Anda masih punya peluang mendapatkan foto impian itu dengan melakukan pemotretan di kebun binatang. Dengan bermodal kejelian, ketekunan, dan kesabaran, Anda bisa mendapatkan fotofoto dengan “rasa” wildlife photography (fotografi alam liar -red) yang kental meskipun semua itu dieksekusi di kebun binatang. Bahkan, memotret satwa di kebun binatang bisa dijadikan “pintu masuk” bagi seorang fotografer sebelum memutuskan menekuni wildlife photography secara serius. Sejatinya, kebun binatang bisa dijadikan arena pembelajaran untuk mempelajari karakter berbagai jenis satwa. Meskipun sudah dipelihara selama bertahun-tahun di kebun binatang, karakter alami dari satwa itu biasanya masih tetap terbawa. Apalagi, ada sejumlah kebun binatang yang sengaja menyetting kandang satwa koleksinya dengan suasana atau nuansa yang menyerupai habitat alami dari satwa tersebut. Kondisi ini, tentunya menciptakan atmosfer yang mengesankan satwa-satwa itu seolah-olah memang hidup di habitat alaminya. Ini berarti, Anda masih punya kesempatan untuk mendapatkan fotofoto menarik dan berkualitas

bagus sama halnya ketika memotret di habitat alaminya. Namun, jangan beranggapan semuanya menjadi mudah. Anda mungkin bisa mengambil jarak yang relatif dekat dengan objek tanpa harus menggunakan lensa telefoto super berharga mahal. Tetapi, satwa itu mungkin saja sulit difoto karena berada di dalam kandang atau kaca tebal dan kondisi itu tentu sangat tidak menyenangkan. Sementara itu, satwa yang berukuran besar mungkin saja dibiarkan ada di ruang terbuka tetapi jaraknnya cenderung jauh sehingga untuk ‘’merekam’’ aktivitasnya memerlukan lensa tele. Faktor Keberuntungan Harus diingat, satwa tidak bisa diatur-atur seperti model. Artinya, jika kita ingin mendapatkan foto satwa dengan aktivitas atau pose tertentu, tentu saja terlebih dahulu kita harus mengenal atau mengamati secara jeli karakter maupun kebiasaan dari satwa yang akan dipotret. Sebagai contoh, Anda ingin mendapat foto sekelompok harimau benggala yang sedang bergerak aktif atau melakukan aktivitas-aktivitas menarik, maka Anda terlebih dahulu harus mengetahui waktu dari harimau benggala itu biasanya melakukan aktivitas tersebut. Apakah pada pagi hari, siang, sore, maupun malam hari? Jika salah memilih waktu, maka siap-siap saja “gigit jari”. Bisa

jadi, memory card Anda akan dipenuhi foto-foto harimau benggala yang sedang galau, malas-malasan atau tertidur lelap. Tentunya, foto-foto seperti itu sangat tidak menarik. Dalam fotografi satwa, faktor keberuntungan juga sangat berperan. Ada kalanya, sepasang satwa melakukan aktivitas kawin atau berkelahi yang bagi fotografer merupakan momen yang sangat ‘’mahal’’ tepat di hadapan kita. Jadi, pastikan diri Anda selalu siap untuk menekan shutter kamera agar momen-momen tidak terduga itu tidak sampai terlewatkan. Jika momen itu sampai terlewatkan, maka perlu menunggu waktu yang sangat lama untuk bisa mendapatkan momen itu kembali. Berulang kali datang ke kebun binatang, belum tentu anda menemukan momen itu lagi. Dalam memotret satwa di kebun binatang, penggunaan mode continue/burst sangat disarankan karena satwa memiliki kecenderungan melakukan aktivitas yang susah ditebak, banyak bergerak atau aktif. Tentunya, Anda sangat kewalahan jika memaksakan kamera mencari fokus di mode single untuk mengikuti setiap gerakan satwa tersebut. Apabila Anda menggunakan settingan otomatis, aturlah kamera di posisi scene sports. Tidak kalah pentingnya, memotret satwa juga memerlukan kesabaran ekstratinggi untuk mendapatkan momenmomen fantastis. (ian)

Sepasang Harimau Putih karya I Wayan Sumatika

Asyik Sendiri karya I Wayan Sumatika

Frill Necked Lizard karya I Wayan Sumatika

BPM/kmb

GUNUNG API PURBA - Gunung Api Purba Desa Nglanggeran.

Desa Nglanggeran

Mendaki Gunung Api Purba Hingga Menelusuri Gria Cokelat WARGA Desa Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta mampu hidup dari bertani dan mengelola wisata. Sektor pertanian justru menjadi yang utama dikerjakan. Sementara sektor pariwisata menjadi pendampingnya. Potensi alam berupa gunung dan perkebunan dikemas menjadi paket wisata yang apik. Paket wisata Desa Nglanggeran menawarkan mendaki Gunung Api Purba. Dengan menggunakan mobil kecil, wisatawan diajak mengunjungi Embung Nglanggeran dan berakhir di Gria Cokelat. Sekretaris Pokdarwis, Sugeng Handoko, mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir, pihaknya membatasi tamu yang datang. Karena dikhawatirkan kunjungan yang banyak justru merusak alam. Kunjungan wisata untuk edukasi yang lebih diperbanyak. Dari pos satu Gunung Api Purba, wisatawan dapat melihat Kota Yogyakarta. Ada 5 pos Gunung Api Purba. Setiap titik disediakan spot-spot untuk berfoto, tempat duduk untuk istirahat dan quote-quote untuk menjaga lingkungan. Di atas Gunung Api Purba hidup kelompok masyarakat yang terdiri dari 7 KK. Tidak boleh lebih dan kurang. Di tujuan wisata berikutnya yaitu Embung Nglanggeran, wisatawan melihat pemanfaatan embung untuk mengairi perkebunan di wilayah itu. Meski hanya embung, namun dari embung terlihat pemandangan Gunung Api Purba dan pemandangan di bawahnya. Dari embung juga dapat terlihat sunset. Selanjutnya menelusuri kebun cokelat dan durian, wisatawan berkunjung ke Gria Cokelat. Tempat buah kakao diolah menjadi cokelat. Gria Cokelat mendapat bantuan dan binaan dari Bank Indonesia. Sebelumnya, warga hanya menjual kakao dan mengolahnya menjadi dodol cokelat. Namun, dengan bantuan alat dan binaan dari BI, Gria Cokelat mampu membuat cokelat bubuk dengan kemasan lebih moderan. Anggota Pokdarwis Nglanggeran yang lain Mursidi mengatakan, untuk melengkapi paket wisata Nglanggeran, penduduk setempat juga membuat homestay. Ada 87 homestay yang dikelola penduduk setempat. “Jadi benar-benar kita memberdayakan masyarakat,” ujarnya. Saat rombongan BI datang juga ada rombongan sekolah yang menyewa homestay dan berwisata di Desa Nglanggeran. (kmb42)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 11 Februari 2018 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu