Skip to main content

Edisi 10 Desember 2017 | Balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu Wage, 10 Desember 2017

u g g n Mi Pengemban Pengamal Pancasila

POTONG TUMPENG - Ketua Yayasan PR Saraswati Bagus Ketut Lodji bersama pengurus saat acara potong tumpeng di puncak HUT ke-71 Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar.

Puncak HUT Ke-71 Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar

Kerja Lebih Keras, Kuatkan Kebersamaan

PUNCAK HUT ke-71 Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar diperingati dalam bentuk apel bendera, di lapangan SLUA 1 Saraswati, Jumat (8/12) lalu. Upacara berlangsung khidmat dengan pembina upacara Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. Apel diikuti siswa, guru, dosen dan karyawan ini juga dihadiri Ketua Badan Pembina, IGB Yudhara, MBA, Ketua Badan Pengawas, Drs. Putu Gede Dirgha dan Sekretaris Dewa Sukanada, B.A. Pasukan pengibar bendera dipercayakan kepada Paskibra SMA Saraswati diiringi MB SMA Ganesha. Usai apel bendera dilanjutkan dengan acara resepsi yang digelar di aula Saraswati yang juga dihadiri pimpinan cabang Yayasan Saraswati se- Bali dan Lombok. Acara semakin semarak karena warga sekolah bergantian menyerahkan buket bunga kepada pengurus yayasan sebagai rasa syukur dan cinta kasih kepada Saraswati. Acara juga diisi dengan pembacaan maklumat, pemotongan tumpeng serta atraksi hiburan dari 18 unit sekolah di bawah Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar. Saat menjadi Pembina Upacara, Ketua Yayasan Bagus Ketut Lodji memberi arahan dengan bahasa yang tegas dan lugas. Dia mengatakan bahwa perayaan HUT lewat apel bendera jangan dihapuskan karena merupakan momentum penting kita menguji kesetiaan kepada lembaga. Kedua, sebagai bentuk rasa syukur, Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar dalam usianya 71 tahun mampu tampil eksis dan berkualitas dalam memberi pengabdian di dunia pendidikan. Dia menegaskan bahwa persaingan ke depan dalam dunia pendidikan semakin ketat. Termasuk ancaman munculnya lembaga pendidikan dasar dan menengah berbendera asing di Bali. ‘’Kita harus jawab dengan mutu , kerja lebih keras dan kebersamaan,’’ tegasnya. Bagus Ketut Lodji yang juga mantan Koordinator Kopertis VIII ini mengatakan untuk menghadapi persaingan 2018, warga Saraswati tak cukup hanya

REJANG RENTENG - Tari rejang renteng yang ditarikan para karyawan, guru dan dosen Yayasan Saraswati. bekerja biasa dan bekerja keras, melainkan harus bekerja lebih keras lagi. Perubahan yang serbacepat ini harus dijadikan peluang oleh insan Saraswati untuk selalu tampil bermutu. Nah, bermutu dan kerja keras itu harus dibalut dan diperkuat dengan kebersamaan. Makanya dia berterima kasih insan Saraswati begitu antusias dan kompak menyukseskan kegiatan HUT. Komentar Bagus Ketut Lodji ini bukan tanpa alasan karena dia sendiri tak ingin warga Saraswati terlena dengan kemajuan yang telah dicapai. Setiap insan Saraswati kini dibentuk menjadi SDM dengan etos kerja tinggi, pekerja keras dan pekerja ikhlas dan wirang dengan Saraswati. Semua insan akan bisa bekerja nyaman kalau didukung oleh kebersamaan dan menjaga kerukunan. Makanya dia berjanji akan terus menerapkan tata kelola pendidikan yang transparan serta menjaga kepercayaan masyarakat Bali dengan pelayanan bermutu dan prestasi di akademis dan nonakademis. Di sisi lain dia mengatakan Saraswati tetap tampil sebagai sekolah kerakyatan sesuai isi Maklumat

Pendirian Yayasan Saraswati . Hal ini diterjemahkan yayasan dengan menjadikan semua unit per sekolah dan kampus taat asas, taat proses dan mengedepankan pendidikan karakter serta Tri Hita Karana dalam mencerdaskan anak bangsa. Tujuan mulia ini sudah dilakoni Yayasan Saraswati dengan menyiapkan sarana dan prasarana berkualitas. Lembaga pendidikan ini tinggal fokus pada mutu serta merelokasi kampus Unmas guna mengurangi kepadatan di kampus pusat Kamboja. Sekali lagi, dia mengingatkan warga Saraswati untuk tidak terlena dengan prestasi pemuncak yang diraih sekarang, melainkan terus berinovasi dan brekreativitas guna melahirkan prestasi yang terbaik. Ketua Panitia HUT, Dra. Desak Made Asri, M.PSi., menambahkan serangkaian HUT ke- 71 Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar juga digelar dharmayatra, parade seni budaya, diskusi pendidikan, donor darah, persembahyang bersama, dilanjutkan dengan ziarah ke TMP Pancaka Tirta dan kunjungan ke panti jompo dan aneka lomba ajeg Bali.

SLUA Saraswati Persembahkan Kado HUT dengan Prestasi ANAK-ANAK SMA ( SLUA) 1 Saraswati Denpasar tak pernah kering prestasi. Setiap menjelang HUT Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, anak-anak SMA ( SLUA) Saraswati mempersembahkan kado HUT berupa prestasi. Tahun ini , siswa SLUA Saraswatai 1 Denpasar mempersembahkan kado luar biasa yakni meraih juara II pemilihan Putri Sekolah Ajeg Bali se-Bali 2017. Prestasi itu diukir oleh Wulan Aristina Putri Utari ( kelas XI lab/unggulan). Hampir setiap tahun sejak 2012 anak-anak SMA Saraswati meraih juara di ajang bergengsi ini. Di antaranya juara harapan I putri Ajeg Bali 2012, juara II Putra Sekolah Ajeg Bali, juara I Putra Sekolah Ajeg Bali 2014 dan juara II Putra Sekolah Ajeg Bali 2015. Selain itu, anak-anak SLUA juga meraih juara I lomba iklan edukasi serangkaian lomba KSPAN se- Bali. Di ajang itu siswanya juga meraih juara I lomba dance for life. Masih dalam bidang musik, anak-anak SLUA Saraswati juga meraih III lomba festivasl band di Undiknas. Kepala SMA ( SLUA) Saraswati 1 Denpasar, Ir. I Made Budiadnyana, mengungkapkan rasa bangganya bertepatan dengan HUT Yayasan tetap memberi kado istimewa berupa prestasi di akademis dan non-akademis. Prestasi ini sekaligus juga menjadi kebanggaan masyarakat Bali. Sebagai sekolah swasta, dia harus pintar mengelola potensi dan keunggulan siswa dengan melibatkan siswa di semua jenis lomba. Di samping disupport oleh orangtua siswa, semua kegiatan SLUA Saraswati juga didukung oleh yayasan. Prestasi inilah yang dia pakai bukti guna menjaga

SELEMPANG - Ketua Yayasan Bagus Ketut Lodji bersama pengurus dan Kasek Budiadnyana saat mengenakan selempang Putri Sekolah Ajeg Bali 2017 kepada Wulan. kepercayaan masyarakat sehingga tak ragu memilih studi lanjut di SLUA Saraswati. Ini sesuai dengan tema HUT ’ Menguatkan generasi milenial yang berkarakter dan Tri Hita Karana’’. Prestasi sebagai Putri Sekolah Ajeg Bali, kata dia, sangat bergengsi sebagai cermin pribadi model SLUA Saraswati menerapkan pendidikan yang sarat karakter dan unggul dalam ajeg Bali. Makanya dia meminta Wulan menjadi panutan bagi siswa lainnya sebagai SDM ajeg Bali serta menjadi contoh bagi masyarakat. Wulan membawa nama Saraswati dalam mangejegkan Bali. Wulan Aristina Putri Utari adalah anak pertama dari pasangan Putu Eka Saputra dan Ketut Datrini. Hebatnya, dia baru kali ini ikut lomba,

namun sudah juara. Dia pun mengaku tak puas sebagai runner-up karena begitu yakin akan meraih juara I. Dia menguasai bahasa Inggris, bahasa Bali, tari Bali, menyanyi lagu pop Bali dan keterampilan lainnya. Lewat pemilihan Putri Sekolah Ajeg Bali ini Wulan ingin terus mengangkat nama SLUA Saraswati dan Yayasan Saraswati di masyarakat. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., berterima kasih karena anak-anak SLUA tampil luar biasa di segala lomba, apalagi di lomba ajeg Bali. Ini menunjukkan kepada masarakat bahwa proses pendidikan dan pembinaan esktra di SLUA bermutu. Hanya dengan PBM dan SDM bermutu kita mampu melahirkan siswa yang berprestasi. (ad440)

20 HALAMAN

NOMOR 110 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418


2

Sisi Lain

Minggu Wage, 10 Desember 2017

BPM/nan

MENABUH - Sejumlah anak sekolah belajar menabuh di tempat pengungsian di Desa Rendang, Karangasem.

Inovasi Warga di Pengungsian

Anak Sekolah Diajak Belajar Menabuh BANYAK kegiatan yang dilakukan warga pengungsi selama berada di posko pengungsian. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan rasa jenuh di pengungsian. Bahkan untuk membuat rasa nyaman di tenda pengungsian, sejumlah warga terlihat membuat inovasi dengan cara melukis dinding tenda agar kelihatan lebih indah. Selain itu, di samping tenda juga ditata dengan menaruh tanaman hias untuk mempercantik tempat pengungsian yang mereka tempati. Seperti apa inovasi yang dilakukan pengungsi selama di pengungsian untuk membuat mereka nyaman selama berada di pengungsian? Posko Pengungsian di Dinas UPTD Pertanian Rendang merupakan lokasi pengungsian yang paling banyak ditempati oleh para pengungsi. Berdasarkan data terakhir, jumlah pengungsi di UPTD mencapai 1.930 jiwa yang terdiri dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia yang berasal dari beberapa dusun di Besakih maupun Pempatan. Mereka ada yang menempati balai banjar, pasar yadnya dan juga tenda atau rumah hunian sementara yang dibangun pengungsi secara swadaya. Meski sebatas hunian sementara, akan tetapi para pengungsi menata

tempat pengungsian mereka dengan berbagai inovasi kreatif. Di mana di depan tenda ditanami tanamantanaman hias untuk mempercantik suasana pengungsian dan di dalam tenda juga disekat-sekat biar rapi antara tempat tidur dan dapur. Di kompleks tenda juga dibuatkan nama gang. Tak hanya itu, sejumlah pengungsi juga melukis dinding tenda mereka untuk memperindah tempat pengungsian mereka agar enak dipandang mata. Sementara bagi siswa SD diajak belajar menabuh, untuk mengisi waktu luang ketika pulang dari sekolah. Salah seorang warga asal Banjar Palak, Desa Besakih I Gusti Ngurah Alit, memgungkapkan, memang ada sejumlah warga pengungsi yang berinovasi untuk menghias tempat hunian mereka agar terlihat lebih indah. Kata dia, langkah itu dilakukan untuk membuat mereka semakin

nyaman berada di pengungsian dan tenda mereka kelihatan lebih rapi dan bersih ketika dipandang mata. “Selain berinovasi dengan melukis dinding tenda, mereka juga menghiasi depan tenda mereka dengan tanaman-tanaman hias. Saya rasa itu sangat positif. Meski hanya hunian sementara, namun mereka tetap ingin tempat mereka mengungsi indah dan bersih,” ungkapnya. Selain berinovasi dengan mempercatik tempat pengungsian, pihaknya juga memberikan anak sekolah kegiatan menabuh. Langkah itu dilakukan untuk untuk mengisi waktu di luar jam sekolah. “Perangkat gamelan ini dibawa oleh salah seorang pengungsi. Jadi, biar gamelan itu bermanfaat, saya akhirnya berinisiatif untuk memberikan anak-anak menabuh. Saya harap dengan menabuh ini, anak-anak tidak lagi bosan di pengungsian,” ucap Ngurah Alit. (nan)

Erupsi Gunung Agung Guncang Jasa Konstruksi Denpasar (Bali Post) menopang penuh perekonoSektor pariwisata selama ini mian Pulau Dewata. Oleh sering disebut paling terdampak karena itu, kinerja ekonomi erupsi Gunung Agung. Nyatanya, ke depan harus bisa dioptimsektor jasa konstruksi juga menalkan dengan memecahkan galami nasib serupa. Sebelum beragam persoalan yang ada. ada peningkatan aktivitas vulBaik dari segi industri menkanik Gunung Agung pun, jasa cakup industri barang-barang konstruksi sudah diguncang perkerajinan (handicraft) dan soalan. Diawali dengan kenaikan hasil-hasil pertanian dalam harga besi beton hingga 25 persen arti luas, maupun perdajelang pertengahan tahun 2017. gangan. “Waktu itu, hukum pasar “Perdagangan itu ada yang berlaku. Proyek sedang berperdagangan dalam negeri jalan, kebutuhan tinggi, otomatis dan perdagangan internaBPM/rin BPM/rin sional. Perdagangan dalam harganya naik,” ujar Ketua I Wayan Adnyana I Gusti Ngurah Gabungan Pelaksana Konstruknegeri, di Bali saja masih Adnyana si Nasional Indonesia (Gapensi banyak persoalan. Dari segi Bali), I Wayan Adnyana, dalam luarkan kebijakan informasi sering tidak jelas, wawancara khusus dengan Bali TV perpanjangan waktu. “Meskipun kita perlu apa, kemudian potensi kita di Warung 63, Jl. Veteran, Denpasar, demikian, teman-teman di Gapensi apa, kebutuhan kita apa,” ujarnya. Sabtu (9/12) kemarin. tetap mempunyai komitmen luar Ketidakjelasan ini, lanjut AdnKemudian di pengujung tahun, biasa untuk menyelesaikan proyek- yana, membuat sektor pertanian dan lanjut Adnyana, tepatnya mulai Sep- proyek pemerintah,” jelasnya. pariwisata belum bisa terkoneksi tember tiba-tiba terjadi peningkatan Ke depan, Adnyana mengimbau dengan baik. Seringkali petani meaktivitas vulkanik Gunung Agung. pemerintah supaya dalam membuat nanam komoditas yang ternyata Begitu ditetapkan naik ke level 2 perencanaan di 2018 mengacu pada tidak banyak dilirik industri pari(Waspada), aktivitas galian C sontak harga saat ini. Sebab, tidak ada yang wisata. Akibatnya, harga produk terhenti. Mengingat, lokasi penggal- bisa memprediksi kondisi Gunung pertanian menjadi anjlok pada saat ian material bangunan itu kebetulan Agung. Kalau ternyata erupsi masih panen raya. Di era informasi saat ini, berada di radius 0 sampai 10 km dari berlanjut dan pemerintah masih mestinya data yang disajikan harus kawah puncak Gunung Agung. Prak- menetapkan HPS dengan harga akurat, jelas, dan sampai pada yang tis, kelangkaan sekaligus kenaikan saat keadaan normal, dikhawatir- membutuhkan. “Siapa sekarang yang harga material seperti pasir juga kan tidak ada proyek yang berjalan. punya data atau informasi, dialah dialami kontraktor. Imbasnya, APBD juga akan mandek yang memenangkan persaingan,” “Gubernur hanya mengeluarkan dan tentunya berdampak pada per- imbuhnya. pernyataan darurat bencana pen- tumbuhan ekonomi. Target-target Adnyana menambahkan, kondisi gungsian. Sementara yang kami bu- yang ditetapkan juga tidak akan bisa yang sama juga terjadi pada perdatuhkan adalah penetapan keadaan tercapai. gangan internasional. Seringkali, kahar sehingga dimungkinkan ada “Saya berharap semua pihak kesempatan atau peluang yang ada peninjauan kontrak,” imbuh anggota terutama penguasa daerah, bupati, di dunia internasional tidak tersamKomisi III DPRD Bali ini. wali kota, gubernur dibantu DPRD- paikan dengan baik dari pusat hingga Menurut Adnyana, gubernur bisa nya, serta wakil Bali di pusat supaya daerah. Padahal, peluang-peluang menetapkan keadaan kahar apabila ada perjuangan khusus di 2018 yang ada harus diinformasikan denada bencana alam, kekacauan poli- mengantisipasi jangan sampai pem- gan jelas serta dievaluasi kelebihan tik, atau peristiwa banjir yang ber- bangunan di Bali terhenti karena dan kekurangannya. dampak pada terganggunya proyek pelayanan kepada masyarakat akan Menurut Adnyana, erupsi Gupemerintah dan berubahnya harga menjadi terhambat,” tandasnya. nung Agung seperti memberikan material. Lantaran kini penutupan Sementara itu, Wakil Ketua jeda bagi pemerintah. Terutama tahun anggaran sudah di depan Umum Kadin Bali, I Gusti Ngurah dalam menata kembali perekonomata, kebijakan itu pun dinilai tidak Adnyana, mengatakan, perekono- mian. Misalnya dengan memperbermanfaat lagi. Padahal, dalam be- mian Bali saat ini memang dalam baiki dan membangun infrastruktur berapa kali rapat koordinasi, guber- kondisi sangat memprihatinkan. Uta- dalam upaya me-recovery Bali pada nur telah menyatakan siap menge- manya lagi sektor pariwisata, yang keadaan semula. (kmb32)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu Wage, 10 Desember 2017

u g g n Mi Pengemban Pengamal Pancasila

TNI Jamin Netral di Tahun Politik

Jakarta (Bali Post) -

Sejak Sabtu (9/12) kemarin, tingkat komando TNI dipegang Marsekal Hadi Tjahjanto. Sertijab Panglima TNI dari Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kepada Hadi Tjahjanto dilakukan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

BPM/ade

PANJI - Pejabat lama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan) memberikan panji kebesaran TNI kepada pejabat baru Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat upacara serah terima jabatan, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Sabtu (9/12) kemarin.

Ulurkan Tangan Bantu Penyandang Disabilitas KELAHIRAN sebagai manusia adalah utama dan mulia, sebagaimana tersurat dalam Kitab Sarasamuscaya, sloka 4 yang menegaskan: ‘’Sesungguhnya menjelma menjadi manusia itu adalah utama dan mulia, karena dia dapat menolong dirinya sendiri dari kesengsaraan yaitu dengan jalan berbuat baik. Itulah keberuntungan atau pahala menjelma menjadi manusia. Hal. 19 Ciptaan Tuhan

Saat itu, Hadi memaparkan beberapa potensi ancaman yang bisa berdampak ke Indonesia. Dia meminta kepada seluruh prajurit TNI untuk lebih cerdas melihat ancaman yang menyerang NKRI. “Membaca potensi ancaman, TNI secara cerdas harus dapat menerjemahkan setiap bentuk konflik yang sulit diprediksi di mana diameter konflik tidak lagi menjadi simetris melainkan bersifat asimetris, proxy dan hybrida,” katanya. Hadi mengatakan bahwa setidaknya potensi ancaman itu hadir dari tantangan dunia baru, kelompok terorisme, perang cyber, kebangkitan Tiongkok dan kerawanan di laut perbatasan. Tentu juga kerawanan lain yang dianggap merugikan Indonesia seperti illegal fishing, penyelundupan barang, manusia, senjata dan narkoba yang mengancam keutuhan, kedaulatan NKRI. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meyakinkan kepada semua pihak bahwa jajaran TNI akan bersikap netral dalam menjalankan tugasnya dan menghadapi tahun politik. “Memasuki tahun politik, pesta demokrasi memberikan warna yang beragam, yang bernuansa akan terjadinya konflik, TNI harus memegang teguh netralitasnya dari tingkat atas sampai satuan paling bawah,” tegasnya. Hal. 19 Pesta Demokrasi

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

Gunung Agung Delapan Kali Erupsi

Desa Ban Diguyur Hujan Lapili Amlapura (Bali Post) Erupsi Gunung Agung terus mengalami peningkatan. Jika sehari sebelumnya hanya terjadi dua kali letusan, pada Sabtu (9/12) kemarin, mulai pukul 00-00 wita -12.00 wita, terjadi delapan kali erupsi dan 18 kali embusan. Erupsi disertai kepulan asap mencapai ketinggian 2.000 meter. Akibatnya, wilayah Desa Ban, Kubu terkena paparan hujan lapili. Sementara itu, abu vulkanik Gunung Agung sejak Sabtu kemarin, sudah sampai ke wilayah Buleleng yakni Desa Tembok. Perbekel Desa Ban, Kubu, I Wayan Potag, mengungkapkan, hujan lapili berupa abu yang berbentuk bulat seperti pelor sempat membuat masyarakat kaget. Sebab, hujan tersebut sampai membuat atap seng di kediamannya bersuara. Kata dia, hujan butiran tersebut berlangsung singkat, atau kurang dari 1 menitan. “Seperti hujan abu, tapi lebih besar. Bentuknya bulat menyerupai pelor. Membuat atap seng sampai berbunyi. Setelah diambil

dan diremukkan jadi debu. Saya sudah masukkan ke kantong plastik. Nanti biar bisa dicek oleh petugas untuk memastikan itu apa,” jelasnya. Sementara, Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi I Gede Suantika menjelaskan, kemungkinan besar benda yang jatuh di Desa Ban yang berjarak 3 km dari puncak gunung Agung tersebut adalah lapili. Lapili adalah material vulkanik berupa abu, namun memiliki ukuran yang sedikit lebih besar. “Lapili keluar itu lumrah saat gunung mengalami erupsi. Tapi nanti akan kita pastikan lagi, dan kita ambil sampelnya,” jelas Suantika. Sementara, Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, menjelaskan, butiran berwarna abu berbentuk bundar produk erupsi Gunung Agung dalam istilah vulkanologi dinamakan accretionary lapilli. Hal. 19 Gaya Elektrostatis

HUJAN LAPILI - Erupsi Gunung Agung, Sabtu (9/12) kemarin, membuat Desa Ban, Kubu, Karangasem diguyur hujan lapili.

BPM/ist

Bersikap Adil kepada Penyandang Disabilitas Setiap 10 Desember diperingati sebagai hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia. Momentum ini bisa digunakan sebagai bentuk penghargaan kita terhadap hak-hak asasi setiap manusia termasuk para penyandang disabilitas. Saatnya kita dituntut bersikap adil. Sudahkah para penyandang disabilitas di Bali menikmati hak yang sama baik dalam pendidikan, politik, dan pekerjaan?

DISABILITAS bukan halangan untuk berwirausaha. Setidaknya hal itu telah dibuktikan sejumlah penyandang disabilitas di Bangli yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (Kube) Widura. Sejak dua tahun terakhir, para penyandang disabilitas di kelompok usaha tersebut berwirausaha dengan memproduksi dan menjual dupa harum secara mandiri. Anggota Kelompok Kube Widura Komang Suyasni, Sabtu (9/12) kemarin, menuturkan, usaha membuat dupa ini sudah dijalani bersama anggota kelompok Kube Widura lainnya sejak 2015 lalu. Hal. 19 Bantuan Modal

MENARI - Penyandang disabilitas di Bali juga pandai menari. BPM/dok

DPRD Bali Tunggu Keluhan BALI telah memiliki Perda No.9 tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Salah satunya untuk menjamin dan melindungi hak konstitusional para penyandang disabilitas yang belum menikmati kesempatan yang sama dengan orang lain. “Penyandang disabilitas perlu mendapatkan BPM/ina

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Kube Widura Hasilkan Dupa

DUPA - Komang Suyasni dan dupa buatan Kube Widura.

20 HALAMAN

NOMOR 110 TAHUN KE 70

perlindungan dan pelayanan secara optimal sehingga penyandang disabilitas dapat mandiri dan berpartisipasi sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan tanpa diskriminasi,” ujar anggota Komisi IV DPRD Bali, I Gede Suamba, yang dikonfirmasi Sabtu (9/12) kemarin. Hal. 19 Kesempatan Sama

KITA masih disebut pintar membuat regulasi, namun sulit melaksanakan. Bahkan, cenderung hanya melakukan demi mendapatkan sebuah predikat sebagai kota layak anak dan penyandang disabilitas. Tidak banyak pemerintah menerima PNS dari penyandang disabilitas, apalagi perusahaan swasta. ‘’Hanya satu-dua perusahaan yang menampung penyandang disabilitas sebagai karyawan,’’ kata pengamat pendidikan, Nyoman Mudita. Di Bali, pada tahun 2013, jumlah penyandang disabilitas mencapai 20.817 orang yang terdiri dari 11.081 orang (53,23%) laki-laki dan 9.736 orang (46,77%) berjenis kelamin perempuan. Menurut the World Report on Disability yang diselenggarakan oleh Organisasi Ke-

sehatan Dunia (WHO) jumlah penyandang disabilitas meningkat dari 10% menjadi 15% dari total jumlah penduduk di sebuah negara. Masih dalam bidang pendidikan penyandang disabilitas atau anak berkebutuhan khusus (ABK) membutuhkan perlakuan khusus termasuk pendidikan khusus. Banyak sekolah inklusi, namun nyatanya tidak berfungsi sebagai sekolah inklusi yang diharapkan. Sehingga anak dengan penyandang disabilitas belum semua mendapat kesempatan yang sama dalam bidang pendidikan dasar. Kompetensi ABK juga belum terwadahi. “Terkadang sekolah khusus sudah bayar mahal, guru-gurunya yang belum mendapat pendidikan khusus. Hal. 19 Tak Berjalan

Penyandang Disabilitas yang Mandiri

Mahir Melukis, Kakak Beradik Jadi Tulang Punggung Keluarga SEBAGAI penyandang disabilitas, semangat kakak beradik di Dusun Kerobokan, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Putu Agus Setiawan (30) dan Kadek Windari (27) untuk berkarya tak pernah padam. Tanpa mengenyam bangku pendidikan, mereka justru mampu menjadi penulis dan pelukis. Dari bakatnya itu, mampu menjadi “napas” keluarganya. Kondisi mereka berbeda dengan anak-anak lainnya di sekitar tempat tinggalnya.

Setiawan menderita kelumpuhan sejak berusia delapan bulan. Namun, kekurangannya itu tak membuatnya pesimis dalam menjalani hidup. Sejak beberapa tahun lalu, ia aktif sebagai penulis. Menggoreskan ratusan katakata mutiara yang sangat menginspirasi. “Saya ngetik tulisan itu di komputer hanya pakai jempol tangan kanan. Kalau yang lain tidak bisa gerak,” ujarnya Sabtu (9/12) kemarin. Hal. 19 Belajar Autodidak

BPM/sos

INSPIRATIF - Putu Agus Setiawan (30) dan Kadek Windari (27), penyandang disabilitas yang inspiratif.


4

Minggu Wage, 10 Desember 2017

KEMAUAN apakah yang dibawa oleh anak didik pada dirinya ketika mereka bersekolah? Mungkin pendidikan tidak menganggap kemauan itu ada, apalagi penting karena pendidikan tidak bertolak dari kemauan. Pendidikan digerakkan oleh asumsi besar di antara filosofis, humanisme, pragmatis, dan politis. Pandangan yang dibicarakan dalam tulisan ini dikutip dari salah satu dari tiga rumusan tujuan pendidikan menurut Tan Malaka. Ditegaskan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk memperkukuh kemauan anak didik. Setidaknya pendapat ini menggiring untuk merenung karena kemauan (dalam arti luas) dibunuh di sekolah. Pun tidak ada pendidikan berbasis kemauan. Pendidikan hanya berbasis kognisi. Namun demikian, masih ada banyak siswa yang memiliki kemauan dasar pada dirinya sehingga guru-guru di kelas-kelas mereka tak mampu membunuh atau memperlemah kemauan tersebut. Anakanak ini memandang pendidikan dari perspektif kemauan dan bersekolah bagi mereka adalah untuk “memuaskan” kemauan itu. Pendidikan yang masih memandang anak “bahan baku” untuk diolah dalam “mesin” belajar, lalu diuji lewat serangkaian tes, akhirnya ijazah menjadi label produk sekolah; tidak memandang perlu memperhatikan keberadaan kemauan anak. Pendidikan bukan sebagai tawaran kepada siswa dari penyelenggara atau permintaan siswa kepada penyelenggara tetapi pendidikan sebagai pemberian kepada siswa atau pembentukan secara paksa. Dasar Pada kenyataan dasar ini yang telah dipandang sebagai otoritas pragmatika pendidikan, pendapat Tan Malaka, pendidikan untuk memperkukuh kemauan, menyadarkan bahwa bagaimana pendidikan dapat memperkukuh kemauan, adalah sesuatu hal yang sangat mendasar. Atau, pandangan Tan Malakan ini bisa digunakan untuk menguak kenyataan pendidikan yang terselenggara sebagai pekerjaan antidemokrasi dan anti-

kemanusiaan. Memang kepala mahasiswa calon guru mengenal satu jargon indah tentang “pendidikan untuk memanusiakan manusia”. Namun demikian, jargon ini telah mengubur semakin dalam aspek kemauan siswa dalam pendidikan. Lalu, jika demikian adanya, kemauan siapakah yang dilayani atau dijalankan dalam pendidikan? Apakah para guru memiliki kemauan “apa” dalam pendidikan? Tampaknya guru pun tidak memiliki suatau “kemauan” dalam bertugas. Karena itu juga, mereka tidak pernah membayangkan pendidikan untuk memperkukuh kemauan siswa. Dan, karena itu, guru adalah perpanjangan agen. Bagaimana halnya dengan keluarga? Kemauan apakah yang dimiliki oleh keluarga bagi pendidikan anak-anak mereka? Di tengah keluarga kiranya kemauan dalam kaitannya dengan pendididikan, lebih realistik. Hanya saja yang perlu dicermati, kemauan menjadi tujuan semata dan bukan proses pembelajaran yang terintegrasi dengan kebutuhan-kebutuhan jangka pendek siswa. Karena itu, perlu dipahami sedikit lebih dalam, apa makna pendapat Tan Malaka, pendidikan untuk memperkukuh kemauan. Dalam hal ini kemauan bukan menjadi tujuan atau target pendidikan siswa. Tetapi, pendidikan yang dijalankan atau pendidikan yang diikuti oleh anak-anak didik harus berdampak positif kepada kemauan yaitu, memperkukuh kemauan tersebut, yang mungkin sangat beragam dan tidak bisa disamaratakan. Kemauan ini dikembangkan atau dibentuk dengan pendekatan atau teknikteknik pedagogi tertentu oleh para guru di suatu sekolah. Kemauan ini menjadi dasar penyusunan kurikulum. Kegiatan pendidikan untuk memperkukuh kemauan juga dicapai melalui materi pelajaran dan pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan. Subjek Anak didik dipandang sebagai subjek yang tumbuh melalui perspektif apa kemauan mereka dan bagaimana keberadaan kemauan tersebut. Kemauan yang diperkukuh melalui pendidikan berupa pembentukan karakter pada diri

Pendidikan untuk Memperkukuh Kemauan

anak didik dan bukan berupa satu bundel pengetahuan dalam ingatan. Kemauan yang kukuh inilah yang menggerakan kehidupan anak didik dan bersamanya memasuki kehidupan sosial. Kemauan yang kukuh bisa berupa daya juang yang tinggi dan sikap mental yang tidak mudah putus asa. Kondisi siswa yang “adem ayem”, lamban, kurang inisiatif, bersikap menerima, dan lain sebagainya, adalah dampak proses pendidikan yang “memberi” dan bukan pendidikan memperkukuh kemauan. Sudah pada galibnya, jika guru di sekolah sepakat menyalahkan siswa. Tapi guru sudah terbiasa lupa atau tidak tahu bahwa ada dimensi yang dilanggar dalam pendidikan, yaitu kemauan siswa. Makin jelas kiranya jika pendidikan adalah proses memberi dan siswa mengumpulkan materi-materi pemberian guru dalam hari-hari panjang di kelas-kelas sekolah yang sesak atau memekakkan telinga. Penggalakkan pendidikan karakter saat ini sesungguhnya ada kaitannya dengan konsep tujuan pendidikan untuk memperkukuh kemauan. Namun demikian, pendidikan karakter terlalu kompleks dari segi item-itemnya. Walaupun negara memandang arti karakter bangsa sangat penting dan hal ini mesti disemai sejak dini lewat pendidikan anak bangsa, namun tetap saja inti atau bagian terbesar dan yang paling utama dari pendidikan, adalah pendidikan kognisi yang diselenggarakan di atas rel “pendidikan sebagai sebuah pemberian”. Dalam hal ini guru dan siswa berbagi ruang: si pemberi dan si penerima. Dalam kondisi dominasi kognisi dan pengajaran adalah pemberian, harus ada keberanian untuk mengimbanginya dengan cara menjadikan pendidikan nilai karakter sebagai tujuan utama pendidikan. Karena itu, nilai-nilai karakter dilatihkan dalam pembelajaran secara nyata, ditempatkan pada posisi tertinggi. Materi pelajaran seperti biologi, demokrasi, matematika, atau puisi digunakan untuk mencapai pembentukan atau pembangunan karakter. Kukuh Luaran pendidikan dalam kerangka ini adalah anak didik

yang berkarakter atau sejalan pandangan Tan Malaka, anakanak yang memiliki kemauan yang kukuh. Karakter yang ada pada diri anak menjadi motor penggerak hidup mereka. Model pembelajaran nilai karakter yang terjadi saat ini belum mampu menggusur pendidikan kognisi yang dilakukan dengan cara memberi (oleh guru) dan menerima (siswa). Sudah jelas, nilai-nilai karakter hanya menjadi pesan-pesan tidak penting, bahkan tergelincir menjadi materi baru yang berkubang pada ingatan. Jadi, siklus berulang, nilai-nilai karakter diwadahi oleh pendidikan kognisi dan pendidikan pemberian. Hambatan pendidikan karakter adalah kuatnya kuasa pendidikan kognisi. Karena keadaan yang terkuasai oleh prestise kognisi dan penyelenggaraan pendidikan sebagai pemberian, maka pandangan Tan Malaka yang dibahas dalam esai ini tampak menjadi tidak penting. Pun, pendidikan melahirkan tamatan tanpa kemauan yang kukuh. Kekuatan bangsa tampak dari kukuhnya kemauan bangsa tersebut yang dibangun melalui pendidikan anak-anaknya. Konsep tujuan pendidikan Tan Malaka, sangat dekat kaitannya dengan pendidikan nilai karakter. Setelah direnungkan, benar kiranya, guru tidak pernah membangun ruang negosiasi antara dirinya dan siswa dalam hal menanyakan apa kemauan anak didiknya. Guru berjalan lurus untuk menjalankan fungsi sebagai agen pemberi pengetahuan kognisi. Guru tidak pernah mengagumi atau hanya sekadar memuji, anak-anak didiknya yang terlihat memiliki kemauan yang kuat, misalnya dalam satu hal. Cara guru memandang siswa hanya melalui perspektif kognisi dan memposisikan siswa sebagai objek yang dipersiapkan sebagai penerima. Di sinilah waktu yang sangat “baik” yang dipilih para guru ketika membunuh segala keinginan anak didik. Pendidikan pada ujungnya menghasilkan tamatan yang nyaris kehilangan kemauan. Dalam tahap hidup selanjutnya, mereka menata ulang kemauan itu karena tuntutan kehidupan. l Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.

KARAKTER - Penggalakkan pendidikan karakter saat ini sesungguhnya ada kaitannya dengan konsep tujuan pendidikan untuk memperkukuh kemauan. Namun demikian, pendidikan karakter terlalu kompleks dari segi item-itemnya. Walaupun negara memandang arti karakter bangsa sangat penting dan hal ini mesti disemai sejak dini lewat pendidikan anak bangsa, namun tetap saja inti atau bagian terbesar dan yang paling utama dari pendidikan, adalah pendidikan kognisi yang diselenggarakan di atas rel “pendidikan sebagai sebuah pemberian”. Dalam hal ini guru dan siswa berbagi ruang: si pemberi dan si penerima.

Kulit Tiba-tiba Memar Kebiruan?

Mengenal Purpura Simpleks PERNAHKAH Anda terbangun dari tempat tidur, kemudian melihat bagian tangan atau kaki terdapat memar kebiruan meskipun tidak terbentur apapun sebelumnya? Kebanyakan masyarakat mengasosiasikan hal ini sebagai kejadian yang mistis atau sering dikatakan “jilatan setan”. Sebenarnya tidak seperti itu. Dalam bidang kedokteran, hal ini sering disebut sebagai purpura simpleks.

SINUSITIS - Rhinosinusitis (atau sinusitis) merupakan penyakit yang cukup sering ditemui di masyarakat. Pada suatu penelitian di FKUI, jumlah penderita rhinosinusitis adalah 50% dari jumlah pasien THT-KL. Rhinosinusitis disebabkan akibat inflamasi (bengkak) di hidung dan sinus, rongga yang terdapat pada sekitar hidung yang berfungsi antara lain sebagai penghasil mukus (untuk mengeluarkan kotoran pada hidung), pelembab dan penghangat udara hidung, membantu resonansi suara, serta menambah jumlah daerah pembau.

Mengenal Rhinosinusitis

Apakah Anda sering mengalami nyeri kepala hebat? Apakah sering menyertai pilek dan bersin-bersin? Apabila ya, mungkin Anda mengalami penyakit yang dinamakan Rhinosinusitis atau Sinusitis. Rhinosinusitis (atau sinusitis) merupakan penyakit yang cukup sering ditemui di masyarakat. Pada suatu penelitian di FKUI, jumlah penderita rhinosinusitis adalah 50% dari jumlah pasien THT-KL. Rhinosinusitis sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh terdapat inflamasi (bengkak) di hidung dan sinus. Sinus merupakan rongga yang terdapat pada sekitar hidung yang berfungsi antara lain sebagai penghasil mukus (untuk mengeluarkan kotoran pada hidung), pelembab dan penghangat udara hidung, membantu resonansi suara, serta menambah jumlah daerah pembau. Macam-macam sinus di wajah. Letak inflamasi dapat menyebabkan nyeri pada tempat tersebut. Rhinosinusitis terbagi menjadi dua: Rhinosinusitis akut dan rhinosinusitis kronis. Rhinosinusitis akut terjadi kurang dari 4 minggu, sedangkan rhinosinusitis kronis terjadi lebih dari 8 minggu. Sedangkan yang terjadi 4-8 minggu disebut rhinosinusitis subakut. Gejala Gejala yang sering ada pada orang dengan rhinosinusitis adalah hidung tersumbat, adanya ingus (dapat berwarna hijau ataupun bening), serta nyeri pada wajah seperti ditekan. Selain itu, juga dapat ditemukan gejala seperti kemerahan pada hidung, pipi, dan kelopak mata, batuk, dan nyeri tenggorokan. Hal ini disebabkan oleh adanya alergi, virus, jamur, kuman, atau iritasi bahan kimia

yang menyumbat hidung dan meningkatkan produksi mukus sehingga, menyumbat jalur penghubung sinus dan hidung. Karena tidak ada aliran, pertumbuhan kuman pada sinus meningkat dan menyebabkan nyeri pada hidung dan wajah. Sangat disarankan agar Anda memeriksakan diri ke dokter apabila memiliki gejala seperti di atas. Sesuai dengan penyebabnya, dokter akan memberikan obat serta terapi lain seperti drainase dan irigasi sinus, untuk mengeluarkan ingus yang terdapat pada sinus. Kompres Apa yang dapat Anda lakukan? Anda dapat melakukan beberapa hal seperti kompres hangat pada pipi dan hidung untuk membantu meringankan gejala. Apabila merokok, segera berhenti merokok karena selain dapat memperparah sinusitis, merokok juga dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran pernapasan yang parahnya dapat menyebabkan kematian! Minum yang cukup (8 gelas per hari) serta makan yang teratur juga sangat membantu penyembuhan dari rhinosinusitis. Apabila memiliki alergi, segera periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan alergi lebih lanjut, serta hindari hal-hal yang Anda ketahui menyebabkan alergi kambuh. Infeksi pada tulang, infeksi mata, sampai infeksi pada otak dapat terjadi apabila penyakit ini tidak ditangani dengan baik. Empat puluh persen rhinosinusitis dapat membaik tanpa pengobatan. Tetapi, penyakit ini dapat berulang dan menyebabkan ketidaknyaman pada diri Anda. Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila Anda merasakan tanda dan gejala seperti di atas. l Dr. A. A. Sagung Dewi Nurgitayanti

Apakah Itu Purpura Simpleks? Purpura simpleks atau capil laritis adalah gangguan pada pembuluh darah yang secara gampangnya berarti memar tanpa adanya riwayat terbentur. Purpura atau memar adalah deposisi sel darah merah yang menggumpal di bawah kulit (memar), disebabkan oleh pecahnya dinding pembuluh darah. Purpura simpleks tidak berbahaya, dapat sembuh sendiri dan biasanya tidak berkaitan dengan penyakit lain. Bagaimanakah Memar Terjadi? Proses pembekuan darah yang normal terjadi karena adanya interaksi yang seimbang antara 3 komponen proses pembekuan darah, yaitu kondisi pembuluh darah, trombosit (bagian sel darah yang berperan dalam pembekuan darah) dan/atau aliran darah. Apabila terdapat masalah dari salah satu atau lebih dari ketiga komponen tersebut, maka darah akan bocor ke daerah bawah kulit dan kemudian penggumpalan darah (memar) terjadi. Apakah Penyebab Terjadinya Purpura Simpleks? Biasanya memar terjadi karena adanya trauma atau benturan secara fisik. Akan tetapi hal ini juga dapat terjadi karena stress, kelelahan atau adanya alergi. Apabila terdapat memar tanpa adanya trauma atau benturan, seseorang dapat dikatakan terkena purpura simpleks. Belum terdapat penjelasan yang pasti mengenai hubungan antara stres atau kelelahan dengan terjadinya penggumpalan darah di bawah kulit. Purpura simpleks lebih sering terjadi pada wanita, terutama bersamaan dengan siklus menstruasi. Purpura simpleks juga dapat terjadi karena konsumsi obat-obatan yang dapat mempengaruhi proses pembekuan darah seperti obat golongan Anti Inflamasi Non Steroid (asam mefenamat, ibuprofen, aspirin, meloxicam), clopidogrel, warfarin. Obatobatan jenis tersebut dapat meningkatkan aliran darah. Aliran darah yang terlalu deras dapat menyebabkan darah keluar dari pembuluh darah dan terjadi memar. Bagaimanakah Cara Mengobati Purpura Simpleks? Purpura simpleks merupakan penyakit yang tidak memiliki pengobatan spesifik dan dapat sembuh sendiri. Sehingga pengobatannya adalah menghilangkan

penyebab saja. Istirahat yang cukup saat lelah dan mengurangi beban pikiran dapat mengobati purpura simpleks. Hentikan obat-obatan yang dapat menyebabkan purpura simpleks. Orang dengan riwayat purpura simpleks sangat rentan terkena hal yang sama di kemudian harinya, disebabkan karena pembuluh darah yang rapuh. Apakah Ada Kemungkinan Penyakit Lain Selain Purpura Simpleks? Purpura simpleks hanya bermanifestasi sebagai memar yang terjadi tanpa benturan, tanpa nyeri dan tidak terdapat gejala lainnya. Apabila terdapat gejala penyerta seperti flu, demam atau nyeri kemungkinan terdapat penyebab lain seperti ü Ideopatik Trombositopenia Purpura, penyakit ini ditandai dengan adanya penurunan kadar trombosit menjadi di bawah 150 tanpa sebab yang jelas. Disebabkan karena terjadinya gangguan fungsi imunitas, sehingga sel imun akan menyerang trombosit pada tubuh sendiri. Demam Berdarah Dengue, penyakit

ü

ü

ini ditandai dengan adanya demam tinggi, nyeri ulu hati dan nyeri pada sendi. Setelah gejala tersebut timbul dan menetap sekitar 3-4 hari, akan terjadi penurunan kadar trombosit secara tiba-tiba. Kadar trombosit yang turun akan menyebabkan darah mudah keluar dari pembuluh darah menuju ke bawah kulit, sehingga memar terjadi. Hemophilia, penyakit ini disebabkan karena adanya gangguan pada protein yang berperan dalam proses pembekuan darah. Penyakit ini merupakan penyakit genetik yang berarti ditularkan dari orang tua ke anak. Laki-laki lebih sering terkena hemophilia, ditandai dengan perdarahan hebat pada sendi, mimisan dan memar yang mudah terjadi, atau yang lebih parah dapat terjadi perdarahan di dalam otak atau saluran pencernaan. Apabila terdapat memar tiba-tiba yang disertai gejala lainnya seperti di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter terdekat. l Dr. I Putu Fajar Sukma Jaya, P, S. Ked.

PURPURA SIMPLEKS - Memar tanpa benturan, dipicu oleh stres dan kelelahan dan tanpa gejala penyerta lainnya merupakan gejala khas purpura simpleks.


5

Minggu Wage, 10 Desember 2017

CERPEN

Lepas Oleh Ketut Sugiartha

Perasaan bersalah tak henti menganiaya, membuat kedua kakinya seperti dikendalikan mesin otomatis, bergerak ke sana kemari dalam gelisah yang berat. Ia mondar-mandir tak tentu arah. Kadang ke pojok ruangan, kadang ke dekat jendela. Ia tak bisa istirahat walau begitu penat. Tak ada yang mampu menenteramkan hatinya. Teramat kalut pikirannya. Ia telah melakukan perbuatan tak senonoh kepada orang tua yang sepatutnya dihormati. Ia menyesali sikap kekanakkanakan yang telah menyeret dirinya bersekutu dengan bangkai binatang, melakukan pelecehan kepada orang suci yang sedang tenggelam dalam keheningan tapa. Betapa besar dosaku, keluhnya. Dosa seorang penguasa yang telah melakukan perbuatan busuk, sebusuk bangkai ular. Ini kesalahan yang tak layak diampuni. Aku harus bertanggung jawab. Aku telah menorehkan warna kelam pada sejarah Wangsa Kuru yang agung. Aku telah membuat rapuh pilar sebuah dinasti. Seluruh penghuni jagatraya kelak akan mengenangku sebagai penista peradaban yang telah dengan susah payah dibangun leluhurku. Lebih dari itu, akan kutaruh di mana muka ini jika sang Avatar tiba-tiba muncul dan mempertanyakannya? Mungkin ia sedih dan menyesal telah menyelamatkanku dari kematian dini akibat serangan senjata sakti Aswatama. Ketika itu aku masih dalam kandungan ibuku. Ia melakukan itu tentu karena berharap kelak aku akan jadi manusia bertabiat mulia, menjadi panutan bagi seluruh rakyat dan menjadi penerus trah Wangsa Kuru. Namun aku telah mengoyak lembaran takdirku dengan tindakan tak terkendali. Ia tak habis pikir bagaimana ia bisa berperilaku sekeji itu. Kepada orang suci pula. Ingatan pada Krisna membuatnya makin merasa tak nyaman. Sang Avatar pernah memberitahu bahwa ia bukanlah manusia biasa. Jika manusia biasa, pasti ia tidak bisa mengingat peristiwa penting tatkala ia masih dalam kandungan ibunya. Ya, ia tak pernah lupa bagaimana ia dicekam perasaan takut yang amat sangat ketika masih ada dalam rahim ibunya. Ia merasa akan binasa dalam sekejap. Dan secepat ia berpikir demikian itu benar terjadi. Ia melesat keluar dari tubuh ibunya yang terkulai. Orang-orang yang ada di sekitar dilihatnya pada berduka. Meratapi tubuh ibunya yang terbujur kaku tanpa nyawa. Dirinya yang meringkuk di dalamnya juga kehilangan denyut. Entah kenapa tak lama kemudian ia ingin masuk kembali ke dalam tubuh itu. Ia merasa nyaman setelah cahaya gemilang tampak berpendar di sekitarnya. Cahaya itu kemudian menjelma wajah berwibawa dengan senyum kekanakan. Wajah yang dikelilingi aura teduh menenteramkan. Wajah yang kemudian selalu dirindukannya setelah lahir ke dunia ini. Setiap ada acara pertemuan di istana, ia selalu minta turun dari gendongan ibunya dan lantas merangkak ke sana kemari, mengamati wajah setiap orang yang hadir. Sampai kemudian ia menemukan wajah yang dirindukannya, wajah yang dikelilingi halo cemerlang. Dengan senyum khasnya pemilik wajah itu lantas mengangkat dan menggendongnya. Karena ia selalu melakukan pariksha, memeriksa wajah setiap orang yang ditemui, maka ia diberi nama Pariksit. Ingin rasanya ia kembali ke pertapaan untuk mengaku dosa dan agar dihukum sepadan dengan kesalahannya. Namun ia tahu itu tak mungkin. Brahmana tak akan menghukum. Jika ada cara yang dapat dilakukan untuk memurnikan kembali dirinya, akan dilakukannya dengan tulus. Tanpa syarat. Ia berdiri tegang ketika tiba-tiba seorang pengawal istana muncul di pintu. Pengawal itu berdiri dengan kedua telapak tangan terkatup di depan dada. “Ada apa?” burunya. “Ada utusan ingin bertemu Yang Mulia. Ia murid Bagawan Samiti.” Bagawan Samiti? Ia berdebar, tiba-tiba mengalami perasaan takut yang asing. Sebelumnya ia tak pernah merasa seperti ini. Seberapa hebat pun seorang musuh ia tak pernah gentar menghadapi. Kapan pun ia siap mempertaruhkan nyawa untuk

dan berusaha menyenangkan hatinya dengan persembahan yang terbaik. Orang yang terbiasa dengan hal seperti itu, dalam keadaan lelah, lapar dan haus, pasti sangat kecewa ketika tidak mendapat sambutan di tempat ini. Ia berbuat tak patut karena keadaan yang menekan. Tentu saja itu salah, tapi reaksimu berlebihan.” Bagawan menarik napas panjang dan memejamkan mata. Ia berpikir keras bagaimana caranya menyelamatkan Raja. “Hyang Bhatara,” ucapnya lirih. “Anak yang belum dewasa ini telah melakukan kesalahan yang akan mencelakakan pengayom rakyat. Ampunilah dia dan selamatkanlah Yang Mulia Raja.” Ketika membuka mata, Bagawan mendapati banyak petapa duduk di hadapannya. Siap menerima pencerahan sore itu. “Kalian tahu, apa yang telah dilakukan Srenggi?” ucap Bagawan kepada mereka. “Bukankah tidak benar seorang petapa mencelakakan Raja?” Tak ada yang menjawab. Suasana hening. Bagawan meneruskan, “Aku mohon kalian berdoa agar Raja tidak tertimpa bencana.” Seorang petapa lanjut usia kemudian berkata, “Yang Mulia Bagawan, seharusnya Anda tak perlu khawatir. Anda pasti dapat melakukan sesuatu dengan kemampuan yang Anda miliki. Anda dapat membuat kutukan itu tak berpengaruh apa-apa bagi Raja.” “Benar! Benar! Maafkan Srenggi dan datangkan kesejahteraan bagi Raja,” sambut yang lain antusias. Bagawan merenungkan kata-kata para petapa lalu pelan-pelan kembali memejamkan mata. Yang lain serentak mengikuti. Sunyi merajai pertapaan. Semuanya larut dalam semadi. Begitu membuka mata, ia memanggil salah seorang muridnya. “Berangkatlah ke Hastinapura,” pintanya setelah murid itu duduk di depannya. “Siap, Guru. Mohon katakan, apa yang harus saya lakukan di sana?” Bagawan kemudian mengatakan hal yang harus disampaikannya kepada Raja.

membela negara dan rakyatnya. Ia memberi isyarat agar pengawal mendekat. “Bagaimana kesanmu tentang orang itu?” tanyanya lirih. “Yang Mulia, petapa muda itu sangat ramah. Sedikit pun tak ada tanda-tanda yang mencurigakan,” jawab pengawal. Ia menarik napas panjang. “Kau bilang apa padanya?” “Hamba bilang Yang Mulia sedang istirahat. Hamba minta ia menunggu, tapi ia mendesak agar dibiarkan bertemu Yang Mulia secepatnya. Ia bilang ada hal penting yang harus disampaikan.” Pariksit setengah berlari menuju gerbang penjagaan tanpa alas kaki. Begitu sampai di depan seorang anak muda yang mengenakan jubah putih, ia memberi salam dengan telapak tangan terkatup di depan dada. Petapa muda itu kemudian dibawanya ke dalam dan dipersilakan duduk di kursi sementara ia sendiri bersimpuh di lantai. Ia tahu sikap ganjilnya ini membuat petapa muda jadi rikuh, namun ia tak peduli. Ia minta segera diberitahu mengenai maksud kedatangannya. “Yang Mulia,” ujar anak muda yang berwajah jernih itu. “Guru saya, Bagawan Samiti, menyampaikan berkat khusus kepada Yang Mulia. Beliau mengutus saya untuk menyampaikan hal penting kepada Yang Mulia.” Tiba-tiba petapa muda menangis. Pariksit bingung dan mendesak, “Cepat katakan, saya siap mengorbankan hidup saya demi kewajiban. Apakah negara ini dalam bahaya? Saya siap mengorbankan apa saja demi rakyat.” “Yang Mulia, rakyat dalam keadaan aman. Justru Yang Mulia yang sedang terancam bahaya.” Pariksit tersenyum mendengar ucapannya. Ada perasaan lega merayapi hatinya. “Saya diberkati,” tanggapnya. “Jika negara dan rakyat dalam keadaan baik, tak ada yang patut dirisaukan. Saya tidak peduli apa yang akan terjadi pada diri saya. Tugas saya adalah memberikan kesejahteraaan bagi rakyat. Sekarang, katakan pesan apa yang engkau bawa?” “Yang Mulia, Guru sangat prihatin atas kesalahan menyedihkan yang dilakukan putra beliau.” “Kesalahan apa yang engkau bicarakan?” “Yang Mulia, Guru punya seorang putra. Walau masih bocah, ia memiliki pengetahuan setara orang dewasa yang cerdas. Ia menghormati ayahnya seperti dewa.” *** Bagawan Samiti duduk hening dalam sikap siddhasana. Sudah berjam-jam ia tenggelam dalam meditasi yang dalam. Lambat-lambat tampak jemari tangannya bergerak diikuti kedua kelopak matanya yang terbuka perlahan. Ia tidak kaget mendapati seekor ular mati melingkar di lehernya, juga tidak ada letupan emosi tergurat di wajahnya walau ada tanda tanya terpancang di benaknya. Saat mengamati bangkai ular, sayup terdengar sedu-sedan dari arah belakang. “Srenggi?” gumam sang Bagawan heran. “Ada apa, Nak? Kenapa menangis?” tanyanya lembut. Srenggi mendekat dan mulai bercerita tentang orang yang telah mengalungkan bangkai ular di leher ayahnya. “Jahat sekali! Ia telah menghina Ayah,” tanggapnya dengan air mata berurai. “Maafkan kelalaianku.” Bagawan tersenyum arif mendengar penuturan putranya. “Kasihan,” ujarnya dengan suara teduh. “Ia tak tahu apa yang ia lakukan. Kau tak perlu marah, Nak. Pujian atau hinaan tak memengaruhiku. Ingatlah, orang yang telah mencapai keseimbangan tidak bangga bila dipuji dan tidak berkecil hati bila dihina. Lelucon konyol ini tak perlu dimasukkan ke hati.” “Ini bukan lelucon, Ayah. Ini kelakuan

seorang penguasa.” “Apa?” tanggap Bagawan tak percaya. “Jangan mengada-ada. Raja tak akan berbuat begitu.” Teman-teman Srenggi yang berkerumun di belakang mulai bicara. “Guru, kami melihatnya keluar dari sini. Kami yakin dia pelakunya. Srenggi marah ketika kami beritahu. Ia berlari ke sungai lalu menciduk air dan mengutuk orang itu agar mati digigit ular tujuh hari sejak hari ini.” Bagawan terhenyak. “Betul engkau lakukan itu?” tanya Bagawan pada anaknya. “Aduh, kenapa petapa berperilaku seperti itu? Kau telah melontarkan kutukan dahsyat untuk kesalahan yang sepele. Ternyata kau tak cukup tabah menghadapi hinaan sekecil itu. Petapa tak punya hak untuk menghukum. Petapa yang mengutuk tak pantas disebut petapa.” Srenggi menelungkup di lantai dan menyentuh kaki Bagawan. “Ampuni aku, Ayah. Aku berbuat begitu

karena orang itu tak punya tata krama. Bukankah seorang raja tak pantas berperilaku demikian? Kalau ini didiamkan, akan bisa jadi contoh yang tidak baik. Rakyat akan meniru apa yang dilakukan panutannya. Negeri ini bisa kacau karena tak akan ada lagi ketaatan pada aturan.” Bagawan Samiti minta Srenggi duduk di sebelahnya. Diam-diam ia bangga dengan putranya yang baru berusia dua belas tahun sudah menguasai pengetahuan yang jauh melampaui teman-teman seusianya. Tak diragukan ia pasti telah melahap isi pustaka jauh lebih banyak daripada temantemannya. “Nak,” ujarnya dengan nada pelan. “Kau benar. Tapi ingat, orang bisa kehilangan akal budi karena keadaan. Raja adalah penguasa dan tak ada yang meragukan kebaikannya. Ia terbiasa dilayani banyak abdi. Bila bepergian, ia diiringi banyak pengawal. Mereka selalu siap melayani untuk hal yang paling remeh sekalipun. Begitu ia berkunjung ke suatu daerah, penguasa daerah memberikan sambutan

*** Pariksit tersenyum mendengar penuturan petapa muda di depannya. “Anak muda, ular itu akan menggigit saya tujuh hari lagi. Bagi saya ini bukan kutukan tapi anugerah. Ini berkah yang diucapkan putra Guru. Selama ini saya begitu tenggelam dalam urusan duniawi dan melalaikan urusan rohani. Saya yakin, Hyang Bhatara yang menggerakkan lidah putra Guru untuk melontarkan kutukan. Hyang Bhatara telah menganugerahi saya waktu tujuh hari. Bukankah ini menakjubkan? Hyang Bhatara pasti menghendaki saya memanfaatkan setiap saat dalam tujuh hari ini untuk merenung. Maka mulai sekarang, akan saya serahkan seluruh waktu dan hidup saya di kaki Hyang Bhatara tanpa jeda. Anak muda, katakan apa lagi pesan Guru?” “Guru sangat menyayangkan kenapa ini harus terjadi. Beliau telah berusaha mencari cara untuk menghindarkan akibat kutukan itu. Namun, begitu beliau tahu Yang Mulia memang ditakdirkan mangkat digigit ular, beliau tak bisa berbuat apaapa. Sekarang tugas saya sudah selesai. Saya mohon pamit.” Kembali Parikesit mengatupkan telapak tangan di depan dada. Ia minta pada petapa agar salam hormatnya disampaikan kepada Bagawan Samiti dan putranya. Perasaan lega membanjiri dirinya dan ia berjanji akan segera menyerahkan tahta pada Janamejaya. Walau ia tahu bocah itu belum mengerti ihwal pemerintahan, ia tak ingin menundanya. Ia pikir inilah saat yang tepat untuk melepaskan diri dari segala ikatan duniawi.*** Ketut Sugiartha tinggal di Belayu, Tabanan. Menulis esai, cernak, cerpen dan novel. Telah menerbitkan 1 kumpulan cernak, 2 kumpulan cerpen dan 4 novel. Salah satu cerpennya dimuat dalam antologi cerpen Indonesia dalam bahasa Inggris: OUR HERITAGE, 16 Modern Indonesian Stories (1993).

Resensi Buku

Potret Gunung Agung di Mata Djelantik Santha Judul Buku : Di Bawah Letusan Gunung Agung

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Penulis : Djelantik Santha Penerbit: Balai Bahasa Provinsi Bali Tahun Terbit : 2015 Jumlah hal. : 210 hal.

GUNUNG Agung adalah mata kehidupan spiritual manusia Bali. Kondisi Gunung Agung saat ini juga menentukan beragam aktivitas yang terjadi di Bali. Sebetulnya banyak objek di Bali yang seharusnya mampu digali pengarang Bali untuk menunjukkan keindahan, luka, atau perubahan sosial, budaya yang terjadi di Bali. Sebetulnya jika pengarang Bali mau lebih bereksplorasi banyak ide yang bisa digarap tentang Bali. Djelantik Santha, pengarang Bali yang lebih dikenal sebagai penulis berbahasa Bali, kali ini mencoba memotret beragam hal yang terjadi tentang letusan Gunung Agung 1963. Buku setebal 210 halaman ini antara lain menceritakan bahwa pada 20 Februari 1963 masyarakat dari Desa Sebudi, Sogra, Badeg, Telungbuana, Sangkankuasa, Bukit Galah, dan Sebun, sudah mulai mengungsi. Karena dipaksa turun kepala desanya, mereka berjalan membawa barang seadanya dan mengungsi ke desa-desa terdekat. Seperti di Padangtunggal, Telengis, Iseh, dan Sidemen. Malah, ada yang langsung ke Klungkung. Cukup lengkap lanscape yang digambarkan pengarang tentang peristiwa besar itu. Cerita yang digarap sebetulnya biasa saja, tentang kisah percintaan. Yang layak dicatat adalah deskripsi detail tentang suasana tahun 1963.

Cok. Padmanaba

K. Ngurah


Refleksi

6

Memanusiakan Hidup Manusia yang Didapat Hanya Sekali Punar-vittam punar-mitram punar-bharya punar-mahi etat sarvam punar-labhyam na śariram punah punah (Canakya Niti Sastra 14.2) “Kekayaan, teman, istri, kerajaan bisa didapatkan berulang kali. Semua itu dapat diperoleh berkali-kali. Tetapi, badan ini tidak bisa diperoleh berkali-kali.” ADA beberapa hal yang disebutkan pada Sloka di atas yang bisa didapatkan berulangkali, ditunjukkan dengan kata punah yang artinya lagi, berulangkali. Harta kekayaan di dunia ini bisa didapatkan berulangkali. Jika karena satu dan lain hal ada harta benda atau kekayaan yang pergi, hilang dari diri kita, entah karena kalah judi, kerugian dalam bisnis, diambil atau dicuri orang, tapi harta kekayaan tersebut bisa didapatkan kembali berulangkali (punar-vittam). Kawan pun bisa didapatkan berulangkali. Jika, karena satu dan lain hal, kawan meninggalkan kita maka pada suatu hari nanti ia bisa datang kembali kepada kita atau kawan seperti itu akan datang lagi dan lagi (punar-mitram). Jika, karena satu dan lain hal istri pergi; entah meninggal, pergi menikah dengan lelaki lain, atau ngambek pulang ke rumah orang tuanya, dan lain-lain, maka istri bisa kembali lagi, dan jika ia meninggal, orang masih bisa mendapatkan istri lagi (punar-bharya). Jika ada yang tanahnya diambil orang, atau ada raja yang kalah perang dan kerajaannya dirampas, maka ada kemungkinan raja tersebut bisa mendapatkan kerajaan kembali (punar-mahi). Kata mahi artinya tanah. Akan tetapi, mengingat sebelumnya sudah disebutkan harta benda kekayaan maka kata mahi yang berarti tanah sudah diwakili oleh kata vittam yang berarti harta benda, sedangkan kata mahi di sini merujuk pada kata kerajaan. Vittam atau harta benda kekayaan bisa didapatkan berulangulang. Kawan bisa didapatkan berulang-ulang. Istri juga bisa didapatkan berulang-ulang, sedangkan bagi seorang wanita, kata bharya yang berarti istri dapat di-

Redaktur Khusus MIMBAR

KATOLIK

Ignatius Suharto “Katakanlah kepada orangorang yang tawar hati: `Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!’” (Yesaya 35:4). Pada Kamis, 1/12 yang baru lalu Karmelit Awam komunitas St. Teresa Avila, Bali, mengikuti rekoleksi di biara Karmel di Baturiti. Ikut serta pula sembilan orang pemuda dari Negara (Jembrana) dan dua orang dari Jerman. Peserta dilayani oleh Delegatus Komunitas Romo Stanislaus Jenambur O.Carm. Kalau secara eksplisit, temanya dapat dirumuskan sebagai: “Adven adalah Persiapan Menyambut Kedatangan-Nya’ Akhirnya Romo Stanis memberikan tiga pertanyaan untuk didiskusikan, direnungkan, atau dijawab secara pribadi maupun berkelompok. Fr. Victor Hoagland mengajak kita untuk menyampaikan kerinduan dan isi hati kita kita kepada Yesus. Masa Adven, empat minggu sebelum Natal merupakan masa persiapan, penantian serta pengharapan. Liturgi Adven menggemakan kembali dengan seruan kerinduan para nabi, sabda Yesus dan pewartaan Yohanes Pembaptis bahwa Tuhan sudah dekat. Kita diajak untuk mendengarkan seruan mereka. Minggu Adven Pertama, Tuhan Yesus mengatakan kepada para murid-Nya: “Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu datang.” (Markus 13:33). “Hatihatilah dan berjaga-jagalah!”. Ya, Yesus Kristus, Sang Imanuel, kerinduan setiap bangsa, Juruselamat segenap umat manusia, datanglah dan tinggallah di antara kami. Minggu Adven Kedua, saatnya Yohanes Pembaptis menampilkan diri sebagai seorang pengkhotbah di tanah Yudea. Yang diserukannya: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” (Mat 3:2) Maknanya, berpalinglah sekarang kepada-Nya. Tuhanmu berdiri di sampingmu. Bertobatlah! Ya, Yesus Kristus, Raja segala bangsa, satu-satunya sukacita bagi setiap jiwa, datanglah dan selamatkanlah umat-Mu.

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa gantikan dengan kata pati (suami). Akhirnya, bagi seorang raja, mahi atau kerajaan juga bisa didapatkan berulangkali. Akan tetapi, badan tidak bisa didapatkan berulangkali. Ia hanya bisa didapatkan sekali saja. Na Sariram punah punah, badan jasmani ini didapatkan hanya sekali saja. Tuhan memberikan kesempatan kepada kita memakai badan yang ada dan sedang kita pergunakan sekarang ini, hanya sekali kesempatan dan itu pun tidak ada jaminan usia. Kapan diambil maka tidak ada yang mampu menolak. Entah baru lahir langsung diambil maka ia tidak bisa didapatkan kembali karena jatah memakai badan hanya sekali. Atau meninggal setelah belasan puluhan tahun, itu juga hanya sekali dan tidak akan bisa didapatkan kembali kecuali mati dulu dan kemudian menjelma lagi, barulah bisa mendapatkan badan lagi. Akan tetapi, badan yang sekarang ini hanya bisa bersama kita sekali saja, na punah punah, tidak berulangkali. Sloka di atas mengingatkan umat manusia akan keutamaan badan Sarira ini. Walau bersifat sementara, namun kepentingan Sarira sebagai penyangga atma adalah sangat dipuji-puji. Kitab Purana menyebutkan para Dewa pun antre untuk mendapatkan badan Sarira demi mempertemukan kembali atma dengan paramatma, sumber atau asal usul atma. Terkadang pencari spiritual menganggap badan sebagai penghalang bagi kesinsyafan diri. Banyak yang mulai mengadakan pengekangan berlebihan terhadap badannya, namun banyak pula pencari spiritual memberikan pertimbangan badan Sarira sebagai alat sangat diperlukan oleh sang atma untuk mengangkat diri dari ketenggelaman alam maya (alam khayal) ini. Bagi mereka, sthula-Sarira (badan kasar) dan suksmaSarira (badan

halus) sangat menentukan kemajuan spiritual. Mereka memberikan perhatian sangat baik dan rapi baik pada badan sthula-Sarira maupun suksma-Sarira. Kalidas sendiri menyebutkan bahwa badan Sarira ini dalam segala hal merupakan alat sangat ampuh untuk pelaksanaan Dharma (Sariram adyam khalv idam sadhanam). Atma tidak bisa melakukan apa pun tanpa badan. Walaupun badan bersifat tidak kekal, tetapi ia jika dirawat dengan baik, secara pasti dapat mengantarkan atma kembali kepada Paramatma. Sebagaimana orang tidak bisa hidup dan melakukan aktivitas di masyarakat tanpa memakai pakaian, demikian pula atma tidak bisa melakukan apa pun tanpa memakai badan Sarira; sthula dan suksma. Namun, begitu orang mendapatkan badan Sarira maka kekuatan khayal Maya akan segera melingkupi seluruh badan dengan segala daya khayalnya sehingga segala akan menjadi tampak serta mengarah terbalik dari apa yang menjadi sifat asli dari atma. Jika sifat asli atma adalah kekal, maka badan bersifat tidak kekal. Atma sadar sepenuhnya dengan segala jenis pengetahuan maka badan Sarira memberikan kegelapan dan sempurna bodoh (sammudhacetah). Atma perlu belajar dan disiplin keras demi membebaskan dirinya dari kungkungan kegelapan dan kebodohan. Badan Sarira akan bisa dan layak menjadi dharma sadhana, yaitu alat ampuh untuk mencapai Dharma bila ia dijaga dan digunakan secara baik dan benar sesuai ajaran-ajaran kitab suci. Wrhaspati Tattwa mengajarkan cara membersihkan dan menyucikan badan dengan rajin ber-japa (mengucapkan mantra berulang-ulang) dan menjaga kebersihan badannya (Sauca ngaranya nitya majapa maradina Sarira). Menjaga badan berarti tidak hanya sekadar mandi, tetapi juga menjaga keseluruhan tubuh ini termasuk organ-organ yang ada di dalam tubuh, pikiran, kecerdasan serta ego yang sangat penting artinya dalam kelangsungan hidup lahir batin. Jika orang tidak berhati-hati menjaga serta mendisiplin badan sthula dan suksma-nya maka badan akan menjadi sumber serta gudang nyaman bagi

tak terhitung jenis serta jumlah penyakit dan masalah (Sariram vyadhi mandiram). Demi tujuan kelayakan seperti itulah kitab-kitab suci memberikan tuntunan-tuntunan sangat rapi bagaimana caranya menjaga badan sthula dan suksma dengan baik agar ia menjadi lebih sehat, lebih suci, murni, dan layak menjadi alat untuk pencapaian Dharma serta akhirnya pengantar pada pencapaian sangkan paraning dumadhi. Jika tidak, maka badan ini akan menjadi pengantar bagi sang atma untuk adho-gati, yaitu meniti turun jalan menuju neraka. Dalam keadaan seperti itu, orang akan tenggelam dalam kerlap-kerlip kenikmatan badan yang isinya hanyalah kesakitan dan kedukaan, diiming-iming oleh kenikmatan sekejap yang dibalas oleh kedukaan panjang tanpa henti. Berhati-hati menjaga badan menjadikan orang siaga setiap saat akan bencana yang dapat ditimbulkan oleh kekeliruan pemanfaatan badan. Maharesi Vyasa mengajarkan cara pemanfaatan badan Sarira secara maksimal demi melakukan pelayanan pada yang lain, bukan hanya manusia melainkan juga pada binatang, tumbuhan dan makhluk-mahkluk yang tidak kelihatan yang memerlukan bantuan pelayanan dari kita dalam segala bentuk. “Paropakarartham idam Sariram” - demi yang lain hidup manusiamu. Demi melakukan pelayanan kemuliaan, orang diberikan badan Sarira oleh Ida Sang Hyang Paramakawi, itu pun tidak bisa didapatkan berkali-kali (na Sariram punah punah). Pemanfaatkan badan secara maksimal di jalan dharma (Sariram dharma-sadhanam) sangat penting dilakukan sejak dini. Jika tidak, orang akan menghadapi masa tua yang sangat menyakitkan seperti yang ditunjukkan oleh Adi Sankaracarya angam galitam palitam mundam bahwa badan sudah mencapai puncaknya menjadi dingin, indria-indria tidak berfungsi dan lain-lain tetapi segala asaan duniawi tidak akan pernah berhenti bahkan akan semakin menjadi-jadi. Dalam keadaan seperti itu orang akan mengalami stress dan depresi berlebihan sehingga menghalangi pencapaian hidup yang tenang damai loka-paraloka, di dunia ini dan dunia setelah meninggal.

MIMBAR AGAMA

Menantikan Kedatangan-Nya

Minggu Adven ketiga, murid-murid Yohanes Pembaptis bertanya kepadanya, siapakah dia. Jawab Yohanes, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun. Luruskanlah jalan Tuhan, seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya.” Ketika ditanya mengapa ia membaptis, Yohanes menjawab, “Aku membaptis dengan air, tetapi di tengahtengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian daripada aku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” (Yoh 1:26-27). Ya Yesus, aku bersukacita atas tanda-tanda bahwa Engkau dekat dengan kami. Kuasa-Mu ada di mana-mana, andai saja aku mampu melihatnya. Jadikan penglihatanku lebih tajam dari semula. Minggu Adven keempat, Malaikat Gabriel menyampaikan kabar suka cita kepada Maria, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.”( Luk 1:30-32). Ya, Yesus, aku percaya bahwa Engkau dilahirkan oleh Perawan Maria dan bahwa Engkau adalah Putra Allah. Kedatangan-Mu yang penuh misteri ada di luar pengertian kami. Namun, seperti Bunda-Mu yang kudus, Santa Perawan Maria, aku merindukan Engkau berkenan datang kepadaku, sebab Engkau sendiri telah menjanjikannya. Izinkanlah aku melayani-Mu dengan segala cara yang aku mampu serta menyadari bahwa Engkau

menyertaiku dari hari ke hari sepanjang hidupku. (cf. “Meditations for Each Week of Advent” by Fr Victor Hoagland) Jadi, Gereja menghadirkan di hadapan kita tiga pembimbing luar biasa yang akan menunjukkan kepada kita sikap yang pantas dalam menyongsong “tamu” ilahi umat manusia ini. Pertama-tama, Yesaya, nabi penghiburan dan pengharapan. Kemudian Yohanes Pembaptis, bentara sang Mesias, yang dihadirkan sebagai “suara yang berseru-seru di padang gurun”, memaklumkan “pertobatan dan pembaptisan demi pengampunan dosa” (cf. Markus 1:3.) Yang terakhir Santa Perawan Maria, yang dalam novena persiapan Natal ini, membimbing kita menuju Betlehem. Santo Bernardus dari Clairvaux mengajak kita menjadikan diri kita Bethlehem. Bagaimana caranya? Sebagaimana kita tahu, di Betlehem di tanah Yudea, Yesus dilahirkan; dan marilah kita merenungkan bagaimana kita juga dapat menjadikan diri kita suatu Betlehem di tanah Yudea, sehingga Ia tidak enggan dilahirkan di dalam diri kita. Betlehem artinya “rumah roti”, Yudea artinya “pengakuan”. Sebab itu, jika kita mengisi jiwa kita dengan santapan Sabda Tuhan; jika dengan setia, dan dengan segala sembah sujud terbaik yang mampu kita lakukan, kita menerima roti yang datang dari surga dan yang memberi hidup kepada dunia, yaitu, Tubuh Yesus Kristus, maka kita akan menjadi Betlehem, yang sungguh layak menerima Kristus dalam diri kita.” Untuk dapat merayakan

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

Natal dengan lebih baik, yesaya menyediakan Doa Adven yang disusun oleh Henri J.M. Nouwen, yang dapat dipanjatkan setiap hari menjelang Natal, berikut ini: “Tuhan Yesus Kristus, Tuhan atas terang maupun gelap, utuslah Roh Kudus-Mu atas kami dalam mempersiapkan Natal. Kami, yang begitu sibuk dengan berbagai macam perkara, mencari saat teduh untuk mendengarkan suara-Mu setiap hari. Kami, yang khawatir atas begitu banyak hal, merindukan kedatangan-Mu di tengah kami. Kami, yang Engkau berkati dalam berbagai macam cara, mendamba kepenuhan sukacita kerajaan-Mu. Kami, yang berbeban berat, mendamba sukacita kehadiran-Mu. Kami ini umat-Mu, yang berjalan dalam kegelapan, namun rindu akan terang. Kepada-Mu kami berseru, “Datanglah Kristus Tuhan! Amin” Mereka yang mempunyai intensi khusus, dapat melakukan ‘Doa Novena Natal’ mulai tanggal 16 sampai dengan 24 Desember. Berikut inilah doanya: “Salam, dan terberkatilah saat dan waktu ketika Putra Allah dilahirkan dari Perawan yang tersuci di sebuah kandang di Betlehem di tengah malam yang dingin mencekam. Demi saat anugerah agung mulia itu, aku memohon dengan sangat kepada-Mu, sudi dengarkanlah doaku dan kabulkanlah permohonanku (sebutkanlah permohonan di sini). Dengan pengantaraan Yesus Kristus dan Bunda-Nya yang tersuci. Amin.” Semoga Tuhan Yesus mengabulkan doa kita semua. Selamat Natal 2017. (Ignatius Suharto)

TIGANG SASIH - A.A. Ngurah Putra Surya Ningrat Pemayun pada Jumat (8/12) lalu menjalani upacara tigang sasih. Upacara dipusatkan di Puri Ageng Pemayun Kesiman. Putra pertama pasangan I Gusti Ngurah Maha Arya Wiguna dan I Gusti Ayu Mas Pradnya Nareswarie lahir 25 Agustus 2017. Upacara di-puput Ida Pedanda Gede dari Griya Bangun, Sindhu Sanur juga dihadiri Pangelingsir Puri Pemayun Ida Nararya Oka Pemayun, pangelingsir Puri Pemecutan, Puri Anggungan, Puri Sidan dan lain-lain.

Minggu Wage, 10 Desember 2017

Capricorn Peruntungan: Jika ingin meraih sukses besar maka harus lebih banyak jalan daripada diam menunggu order datang, karena jika menunggu maka hasilnya tak akan bisa memuaskan hati, sedangkan situasi dan kondisi cukup menunjang sekali jika turun ke lapangan. Karier: Kesampingkan persoalan pribadi yang tak mungkin selesai dalam waktu yang sesingkat ini. Kesehatan: Jika punya recana berpergian jauh sebaiknya tak perlu cemas karena kondisi badan cukup prima dan mendukung semua kegiatan Anda diminggu ini. Keuangan: Pemasukan masih lebih tingi daripada pengeluaran, hanya saja sikap hemat jangan sampai berlebihan karena itu akan mengundang antipati dari teman-teman Anda. Asmara: Mengapa harus disesali yang sudah berlalu, cobalah untuk bisa lebih enjoy dengan keadaan sekarang ini. Aquarius Peruntungan: Jangan cemas karena problem yang terjadi akhir-akhir ini mulai ditemukan solusinya, sehingga pikiran Anda bisa sedikit lepas dan bisa berkreasi serta berinovatif lebih baik lagi. Kesehatan: Untuk sementara ini perbanyaklah mengkonsumsi buah-buahan agar pencernaan Anda tidak ada masalah. Keuangan: Kebutuhan masih meninggi sehingga wajar saja jikapemborosan masih sulit untuk dihindari. Asmara: Sudah sewajarnya kalau pasangan Anda suka marahmarah, habisnya Anda tidak bisa tahu akan kemauannya sih! Pisces Peruntungan: Bersantai-santai sajalah, tak perlu terlalu terbebani dengan masalah yang selama ini masih mengganggu ketenangan Anda. Nikmatilah minggu berbahagia ini dengan hati yagn tenang dan senang agar suasana ini benar- benar terasa indah dan menimbulkan kenangan yang sulit untuk dilupakan. Karier: Tak perlu cemas, pasrahkan saja pada atasan karena beliau lebih paham duduk permasalahannya. Kesehatan: Jangan terburu-buru menentang anjuran dokter, karena bagaimanapun juga beliau lebih paham dan tahu mengenai kondisi badan Anda. Keuangan: Tak perlu ikut ajakan teman kalau hanya buang-buang uang percuma. Asmara: Sedikitlah bersikap lebih manja dan lemah lembut kepadanya, agar pasangan Anda tidak merasa selalu dikeras dan dikekang. Aries Peruntungan: Jangan mudah mengambil kesimpulan terhadap masalah yang muncul diminggu ini. Cobalah tengok kebelakang, siapa tahu dengan begitu maka suasana dan keadaan bisa berubah menjadi lebih baik dan menguntungkan. Karier: Jangan suka marah-marah cobalah diredam emosi yang meletup-letup itu supaya tidak membakar apa yang ada disekelilingnya. Kesehatan: Buat apa hidup dibikin susah, waktunya makan sebaiknya makan dan waktunya tidur sebaiknya dibikin tidur. Jika ingin diet sebaiknya janganlah terlalu frontal karena dampaknya bagi tubuh Anda sangatlah kurang bagus. Keuangan: Pemborosan harus tetap diwaspadai, jangan tergoda oleh barang-barang yang kurang begitu penting. Asmara: Buat apa dipermasalahkan masalah sepele itu yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan perkataan yang lemah lembut. Taurus Peruntungan: Jangan terpancang pada suatu rencana saja, ada baiknya Anda mulai melirik bisnis lain yang lebih menguntungkan dan sesuai selera pasar saat ini, sehingga selalu ada saja order yang bisa mendatangkan hasil yang besar. Karier: Tak perlu takut untuk bergerak lebih berani terutama dalam membikin keputusan ada baiknya didasari dengan penuh keyakinan dan perasaan optimis. Kesehatan: Kondisi badan sedikit menurun, cepat atasi agar tidak sampai parah. Karena bagaimana semuanya bisa berjalan lancar kalau Anda sakit-sakitan. Keuangan: Jangan banyak pikir jika ada yang berniat ingin memberi Anda pinjaman. Asmara: Cobalah hormati hak-haknya dengan tidak terlalu memaksakan kehendak kepadanya. Gemini Peruntungan: Segalanya berjalan cukup lancar dan memuaskan, begitu juga dengan suasana hati terasa lebih happy dan tidak ada ganjalan yang mengganggu kinerja Anda.Tak perlu cemas menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang akan dilakukan rival Anda. Karier: Manfaatkan situasi yang baik ini dengan lebih aktif dalam menyusun dan melaksanakan segala rencana yagn sudah ada, sehingga kesempatan baik ini tidak sampai terbuang sia-sia. Kesehatan: Pikiran pusing belum tentu suatu penyakit, karena bisa saja hanya akibat suatu kejenuhan. Untuk itu perlu sekali merencanakan refreshing ke suatu daerah agar pikiran bisa segar kembali. Keuangan: Tidak ada yang membebani pikiran karena segala rencana dan bisnis masih berjalan lancar dan cukup menghasilkan. Asmara: Jangan monoton itu-itu saja cobalah lakukan pendekatan yang lebih atraktif lagi agar suasana setiap bertemu dengannya selalu menimbulkan kesan yang indah. Cancer Peruntungan: Tawaran bantuan dari orang lain cobalah dipelajari dulu dengan sebaik mungkin, jangan terburu-buru mengambil keputusan, karena jika sudah berjalan maka sulit untuk menghentikannya. Usahakan untuk bisa mandiri dengan tidak menggantungkan harapan pada seseorang walau sesulit apapun urusan itu. Karier: Jangan terlalu percaya ucapan orang, cobalah lebih yakin dengan suara hati daripada mendengarkan segala omongannya yang hanya akan bikin segalanya manjadi kacau saja. Kesehatan: Jika kondisi badan tidak dijaga maka akan mudah jatuh sakit, untuk itu waspadalah jangan sampai Anda mengabaikannya. Keuangan: Berhematlah dan redam segala keinginan yang macam-macam itu. Asmara: Teruslah berupaya mencari simpatinya dengan selalu bersikap manis dan menyenangkan. Leo Peruntungan: Tak perlu punya pikiran kerdil bila menemui rintangan yang menghadang jalan Anda. Optimislah bahwa diminggu ini bisa meraih hasil yang lebih baik dan memuaskan dibanding minggu kemarin apalagi peruntungan Anda masih cukup mujur. Karier: Tak perlu menanggapi omongan orang yang hanya akan bikin sakit hati saja, cobalah Anda lebih enjoy dengan segala kemampuan yagn ada dalam diri sendiri. Kesehatan: Kondisi badan harus dijaga betul-betul agar tidak sampai kena penyakit. Untuk itu perlu berlaku disiplin dan sebisa-bisanya meluangkan waktu untuk istirahat jika waktunya memang ada. Keuangan: Bisnis tetap mendatangkan income sekalipun pengeluaran tampak tinggi di minggu ini. Asmara: Serasa lebih tenang dan membahagiakan, dan hampir tidak ada cekcok mulut yang menjengkelkan. Virgo Peruntungan: Jangan menuruti ambisi yang tampak menggebu-gebu, karena walaupun dipaksakan hasilnya hanya akan percuma saja karena ibarat orang mau berlayar suasana laut lagi tidak mendukung karena angin kencang berhembus di sana-sani dan ombak tampak menggulung, maka jalan satu-satunya adalah mencari selamatnya saja. Karier: Tetaplah tenang meskipun saat ini Anda merasa dipojokkan oleh rekan-rekan Anda, jangan mengambil tindakan yang hanya dilandasi oleh faktor emosi saja. Kesehatan: Makan di luar rumah sebaiknya dikurangi. Karena selain kesehatan kurang terjamin karena kebersihan makanan tersebut, juga merupakan pemborosan. Keuangan: Bisnis Anda tampak menunjukkan peningkatan, sehingga income menjadi terus bertambah. Asmara: Walau jauh di mata namun dekat di hati, untuk itu komunikasi harus tetap dijaga walau dalam situasi bagaimanapun juga. Libra Peruntungan: Berusahalah untuk lebih bisa tanggap dengan segala peluang yang tampak di sekitar Anda, jangan biarkan satupun lolos dari genggaman Anda dengan catatan Anda harus terus proaktif dalam melakukan observasi dan terobosan-terobosan penting. Karier: Jangan takut menentang bahaya karena kemujuran tampak lebih mendukung dan menjanjikan. Kesehatan: Jika sudah bersinbersin itu pertanda kalau Anda akan kena flu, untuk itu segera lakukan tindakan preventif agar flu bisa segera dihilangkan. Keuangan: Income yang masuk usahakan pengalokasiannya setepat mungkin jangan sampai segalanya kacau hanya karena kurang hati-hati dalam membelanjakannya. Asmara: Jangan asal percaya dengan omongan orang, agar penyesalan tidak timbul di kemudian minggu. Scorpio Peruntungan: Suasana nampak lebih kondusif dan cukup banyak order yang menguntungkan, tetapi semua itu kembali kepada bagaimana upaya Anda untuk bisa mengolahnya secara baik dan benar. Karier: Ajakan kerja sama yang dilontarkan oleh teman baru sebaiknya dipelajari dulu, jangan terpancang pada profil seseorang, akan tetapi lebih mengedepankan bagaimana cara etos kerjanya dan rencananya. Kesehatan: Jangan cepat panik bila badan terasa ada keanehan semisal pegal-pegal ataupun kepala pusing, beristirahatlah secukupnya dan lakukan terapi pemijatan agar badan bisa kembali segar. Keuangan: Pandai-pandailah mengatur pengeluaran, maka tidak sulit untuk meraih impian Anda selama ini. Asmara: Tidak ada gunanya berpikiran yang bukan-bukan mengenai pasangan Anda, itu akan terasa sangat menyakitkan. Sagitarius Peruntungan: Suasananya cukup bersahabat akan tetapi di balik cerahnya suasana itu tersirat awan hitam yagn tampak mulai mengganggu cerahnya di minggu ini, sehingga Anda harus lebih waspada. Terutama terhadap berbagai omongan yang memerahkan telinga itu sebaiknya bisa disikapi dengan lebih hati-hati dan tidak terburu nafsu untuk menanggapinya. Karier: Hadapilah segalanya dengan penuh kesabaran dan kewaspadaan harus tetap terjaga jangan sampai lengah barang sedetik pun. Kesehatan: Pekerjaan tampak menumpuk dan itu cukup menguras banyak pikiran dan tenaga, untuk itu makanlah yang teratur dan jangan lupa untuk memanfaatkan waktu istirahat yang ada. Keuangan: Tak baik mengobral dana yang ada untuk belanja barang yang kurang begitu penting kalau sekadar hanya untuk menghilangkan Diasuh Oleh pusing. Asmara: Jangan bicara kasar, agar Putri Wong Kam Fu suasananya bisa tetap terjaga dan tidak sampai Berlaku : 10 - 16 Desember 2017 timbul pertengkaran.


Redité Wagé, 10 Desember 2017

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

Bencingah I Made Djabur

Wusan Macentok Kawisésan

SESOLAHAN Rejang Sutri ring wewidangan Désa Batuan sané kasolahang nyabran sasih Kanem rauh ring panguntat sasih Kasanga, wantah dresta sané patut kamargiang krama ring désa inucap. Parindikan inucap kadasarin rasa bhakti miwah lascarya krama maturan ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa marupa sesolahan. I Made Djabur, Jero Bendésa Désa Pakraman Batuan maosang, dresta sané kamargiang ring wantilan Pura Désa Pakraman Batuan puniki sampun saking sué kamargiang. Mawit I Gede Mecaling wus macentok kawisésan sareng I Dewa Babi. “Dresta puniki kantun kamargiang kantos mangkin, nénten naen wénten pikayunan krama nénten ngamargiang dresta inucap. Duaning tatkala punika kramané marasa landuh miwah kerta raharja taler luput saking kahanan kaon sané kajantenang prasida kapanggihin ring sasih Kanem,” baos dané. Lanang sané embas ring Peninjoan, 20 Desember 1941 punika malih maosang, ring pamargin dresta puniki taler madaging antuk parikrama ngaturang sanganan majeng ring krama sané sampun wusan masolah. Parikrama punika kamargiang wantah ri kala sesolahan rejang mapayas utawi tatkala rerainan kémanten. Indik sanganannyané marupa sanganan kukus maunti gula barak sané katurang olih banjar panyungsung magilir nyabran rerainan. Ring sasih Kanem rauh ring sasih Kasanga taler kamargiang parikrama gocékan utawi matajen ngawigunayang ayam muani sané kantun alit nyabran jam lima nyoréang. “Yéning dumun, ayam sané kantun alit sampun prasida mapalu sané kanggén. Yéning mangkin, sampun kagentosin antuk ayam manuk sané sampun ageng,” dané nlatarang. (was)

Jero Mangku Ketut Sutiyasa

Sasih Kalintang Baya PAMARGIN dresta pinaka tetamian panglingsir patut setata kamargiang taler kalestariang kawéntenannyané. Napi malih, dresta sané wénten ring soangsoang désa majanten mabinayan parikramanipun, sakadi dresta lunga ngrebeg ring Pakraman Nyelati. Jero Mangku I Ketut Sutiyasa, Jero Mangku Pura Dalem Harum Nyelati maosang, ngrebeg kamargiang duaning ring sasih Kanem kajantenang pinaka sasih sané kalintang baya ring kahanan niskala. Duaning sakadi sané katami saking para panglingsiré, kala punika kajantenang yéning rencangan Ida Bhatara Dalem Ped jagi rauh “nudukang” utawi ngrereh sané kanggén caru. Sangkaning punika, ngrebeg kamargiang antuk pangapti mangda kramané selamet rahayu nglintangin sasih Kanem puniki. “Dumun naen nénten kamargiang, pamuputné kahanan ring pakraman kageringan saha katah kramané sungkan nadak kantos ngemasin padem,” baos dané. Jero Mangku malih maosang, indik parikramannyané, sadurung Ida Bhatara katurang lunga, kakawitin antuk ngamargiang pacaruan ring soang-soang lebuh paumahan krama. Wusan punika, Ida Bhatara kairingang lunga ngrebeg nepet sandikala kantos puput. Dané ngwewehin, dumun naenin kamargiang ngawit tengahing ratri antuk tetujon mangda ngamolihang kahanan sané sepi miwah sunia. “Tios ngamargiang pacaruan ring lebuh, pacaruan siap brumbun taler kamargiang ring wates-wates banjar utawi désa taler ring pasimpangan margi. Ida Bhatara taler katurang lelabaan risampuné rauh ring genah-genah inucap,” Jero Mangku nlatarang. (was)

(106)

BPM/was

REJANG SUTRI – Pinaka sinalih tunggil dresta ring Désa Pakraman Batuan, ngamargiang sesolahan Rejang Sutri wantah patut nyabran sasih Kanem kantos sasih Kasanga. Krama sané masolah wantah krama istri sané magilihan nyabran wengi.

kamargiang

Rejang Sutri

Kasolahang Nyabran Sasih Kanem saking Warsa 1600 DÉSA Batuan, Sukawati, Gianyar wantah sinalih tunggil désa sané ngamargiang sesolahan Rejang Sutri nyabran ngranjing ring sasih Kanem. Sesolahan inucap kamargiang ring wantilan Pura Désa Adat Batuan. I Made Djabur, Jero Bendésa Adat Désa Pakraman Batuan maosang, dresta nyolahang Rejang Sutri puniki sampun kamargiang saking warsa 1600-an, ngawit ngranjing sasih Kanem rauh ring panguntat sasih Kasanga. Dresta sané kamargiang ring jam kutus kantos ring jam dasa wengi puniki kalaksanayang olih krama panyungsung Pura Désa Batuan, luiré; krama Banjar Peninjoan, Dlodtunon, Jungut, Pekandelan, Puaya, Dentiyis, Jeleka, miwah Banjar Tengah. Parikrama inucap kamargiang magilihan. Nyabran

wengi, krama istri sané ngayah kirang langkung petang dasa diri utawi limang diri saking soang-soang banjar panyungsung. Wilangan inucap kaadungang malih sareng akéh krama utawi KK ring banjar inucap. Mawinan nyabran wengi sané ngayah prasida akéhan malih saking wilangan i wawu. “Krama sané ngayah masolah mabusana adat madya utawi mapanganggé ka pura, sakéwanten ring rerainan minakadi Purnama utawi Kajeng Kliwon, krama sané ngayah ngawigunayang busana ageng utawi sakadi pepayasan mapeed antuk akéh sané ngayah kirang langkung dasa diri saking soangsoang banjar,” baos dané. Kawewehin malih, dresta inucap kamargiang wantah sangkaning tutur ngeninin indik I Gede Mecaling sané sakti tur

setata ngawinang krama Désa Batuan takut duaning ipun taler makarya panyungkan. Ida Sang Prabu sané mirengang parindikan inucap nganikain I Dewa Babi ring Batuan mangda ngasorang I Gede Mecaling. Sangkaning pada sakti, sang kalih ngelarang pacentokan kawisésan ngawigunayang ulam bawi guling sané batisnyané mategul. Sira sané panegulan batis gulingnyané puun pinih dumunan, punika sané kasor saha patut magingsir saking Désa Batuan. Tatkala punika, I Gede Mecaling nyelehin bawi guling sané mategul antuk tali kupas utawi tali punyan biu, I Dewa Babi nyelehin guling sané mategul benang tetebus. Pamuputné, I Gede Mecaling kasor saha matilar saking Désa Batuan nuju Nusa Penida. Sangkaning sungsut manahnyané,

Ida raris masubaya jagi mawali saha ngulgul krama Batuan ri kala sasih Kanem. Sangkaning punika Rejang Sutri kamargiang antuk tetujon mangda I Gede Mecaling prasida angob nyaksiang sesolahan saha lali ring tetujonnyané rauh ring Désa Batuan. Sangkaning wantah sesolahan krama istri, sesolahan Rejang Sutri kasolahang olih krama utawi ibu-ibu PKK sajebag Désa Batuan sané kamargiang magilihan nyabran wengi. Ngeninin indik parikramanipun, Ni Made Lestari, sinalih tunggil krama PKK saking Banjar Jungut, Batuan, Sukawati, Gianyar maosang, sané ngayah jagi mabaris utawi madérét tur kadungang sareng akéh sané rauh ngayah. Minakadi sané rauh wantah nem dasa diri, sinah soang-soang dérét

madaging antuk krama limang diri. Punika laut kakawitin sinarengan sada alon masolah tur risampunné sané kapertama sampun nyantos ring tanggun kalangan, raris ipun sareng aderet i wawu kawastanin puput tur sampun dados mapamit budal. Asapunika salanturnyané kantos samian sampun nyantos ring tanggun kalangan. Dané taler maosang, krama sané nénten rauh ngayah taler jagi kakeniang pamidanda. “Akéhnyané dasa tali rupiah nyabran nénten rauh ri kala ngayah masolah saraina.miwah selai tali rupiah nyabran nénten rauh ri kala nyolahang rejang mapayas. Yéning keni kacuntakan utawi nénten prasida ngayah, krama inucap patut matur ring prajuru mangda prasida kaicén ngayah ring galah pungkuran,” baos dané. (was)

Dresta Ngiring Ida Bhatara Lunga Ngrebeg

Nyagra Kahanan Jagat ring Sasih Kanem SAKADI sané sampun kauningayang, krama ring Désa Pakraman Batuan, Sukawati, Gianyar ngamargiang dresta nyolahang Rejang Sutri nyabran sasih Kanem duaning tatkala punika kajantenang yéning I Gede Mecaling jagi rauh tur ngulgul krama irika. Sasih Kanem pinaka sasih sané baya taler kajantenang olih krama ring wewidangan tiosan antuk ngamargiang makudangkudang parikrama upacara manut dresta sané katami saking panglingsirnyané. Tetujonnyané, mangda jagat utamanipun krama ring wewidangan inucap setata rahayu saha nénten keni kaon sangkaning napi sané kajantenang indik sasih Kanem. Sinalih tunggil désa sané ngamargiang parikrama inucap sakadi désa sané nyungsung patapakan Ida Bhatara Sesuhunan marupa barong wiadin rangda ring wewidangan Banjar Nyelati, Désa Kuwum, Mengwi, Badung. Parikrama inucap kawastanin ngrebeg. Manut Jero Mangku I Ketut Sutiyasa, Jero Mangku

Pura Dalem Harum Nyelati, lunga ngrebeg sujatiné dados kamargiang nyabran raina antuk sengker galah saking Tilem sasih Kalima kantos watesnyané ring raina Tilem sasih Kanem. Yéning ring wewidangan Nyelati, dané maosang, ketah kamargiang ring raina nyaluk sasih Kanem utawi ring Tilem sasih Kalima. Ring genah tiosan wénten sané ngamargiang ring raina Redité Kajeng Kliwon. Ngeninin indik pabinayannyané sareng ngiringang patapakan Ida Bhatara lunga ring Galungan, katlatarang, lunga ring Galungan matetujon ngiring patapakan Ida Bhatara lunga malancaran utawi mamargi malelungan sinambi macecingak ring panjak. “Yéning ngiring ngrebeg, tetujonnyané nyagra utawi nyengker kahanan jagat rumasuk ring panjak mangda setata rahayu tatkala nglintangin sasih Kanem punika,” baos dané. Satios tetujonnyané matiosan sareng lunga malancaran, parikrama ngrebeg sané kamargiang taler macihna pisan.

Parikrama ngrebeg kamargiang ri kala wengi tan padagingin antuk suara gambelan sané ngiringang. Tetujonyanén mangda kapolihang kahanan sané sunia utawi sepi, mawinan karasayang tenget. Ngeninin indik nénten ngawigunayang gong, sampun kalaksanayang saking dumun saha kaiwangang pisan yéning ngrebeg sané kamargiang ring wewidangan Nyelati kairingang antuk gambelan gong wiadin baleganjur sakadi ri kala Ida lunga malancaran. Parikrama lunga ri kala sasih Kanem taler kamargiang olih krama ring wewidangan Désa Adat Blahkiuh. Manut Jero Mangku Wayan Masna, Jero Mangku Pura Dalem Majapahit, patapakan Ida Bhatara Sesuhunan ring sajebag Jagat Blahkiuh katurang tedun saha kairingang lunga mamargi ngunya tatkala rauh sasih Kanem. Ida mamargi kairing antuk gegambelan baleganjur. Ida jagi kairing lunga rauh ka wateswates Désa Adat Blahkiuh, ring wates Kelod wantah ring dangin

“BÉH Suwarni mula pinter. Yén titiang ten metu antuk jaga ngarya mie goréng. Napi malih masakanné jaen pisan. Pantesan Tungurah taler wikan ngarya mie goréng. Wénten chef né ngurukang,” baosné Luh Méga matadah cenidra ngajumang masakanné Arniek. “Ia anak suba biasa jumah dini, tusing buin kimud. I Luh masih apang patuh arepé mai, cara Tungurah nongos jumah di Taman Bali,” baos Ibunné ring Luh Méga. “Inggih, pidan yén sampun Tungurah kuliah ring Denpasar mangda sering ngajak Arniek yén libur malali mantuk ka Taman Bali. Titiang jaga malajah masak sareng Arniek.” “Ooh niki Tungurah dong sampun seken jaga kuliah ring Unud? Yén Luh Méga dija? Tiang padidi kari bingung. Napi ngalih S.1, napi kanggoang teked D.3 Perhotélan?” “Yén tiang uli pidan makeneh dadi guru apang maan tetep jumah dadi sendin paon. Mula kéweh lekad dadi luh padidi,

Niek,” baosné Luh Mega matadah sendu sayan suntru. “Nah, nyanan buin lanturang obrolané. Kénkén payu lakar kayeh mememan ka Tukad Telagawaja? Koné apang nawang anaké di Rendang kéweh mandus ngalih yéh ening?” baosné Ngurah Jelada ngajakin. Luh Méga sareng Ayu Jeladi semangat raris mataki-taki. “Tubiang titiang ka beji dumun. Nyud manggihin potongan dedariné masiram ring kayehan Dedari,” aturné Luh Méga ngelut Ngurah Jelada. Arniek ngandéng Ayu Jeladi. Ring tukadé tebén jembatané akéh torisé rafting utawi arung jeram nganggén perahu karét. Ngurah Jelada ngajak bajang-bajangé ka duluan mangda polih masiran sambil marendem. Ayu Jeladi mameman nyambilang ngumbah. Luh Méga gumanti jagi curhat sareng Arniek. Tan patédéng aling-aling Luh Méga nuturang sapunapi kilitan pitresnanné sareng Ngurah Jelada sasukat raganné malinggih jumahné. Nanging ipun

taler uning yén raganné sampun madué gegélan Arniek sangkétan kahyunné saking SMP saking kari cinta monyét. Sajaba punika ipun taler nuturang sapunapi Gusti Ngurah mituturin Luh Méga pinaka anak tunggal sané patut dados sentana rajeg. Boya nugi raganné sané taler lanang ngraga pacang dados panyeledi nyentana wiadin negen dadua sareng Luh Méga. Mula tan manut krama. Kadi pandikanné mangda nénten ngelidin sema sareng Ayu Citra Andini durus manggihin sétra sareng Luh Méga ring Taman Bali. Nika mawinan sami majanji satya saling tresnain yadiastun tan saling druénin. Panamayané jaga mayadnya subakti ring rerama, anak lingsir. “Luh Suwarni, ampurayang tiang tan pasemu nresnain anak sampun madué gélan. Syukur Tungurah saking alus, alon mituturin tiang encén ané madan patut. Tresna ané sujati pinaka bakti tan bina kadi subakti ring Sang Hyang Widhi,” baosné Luh Méga sedih bekut.

BPM/was

NGREBEG – Ring wewidangan désa sané nyungsung patapakan Ida Bhatara Sesuhunan marupa barong wiadin rangda, ketah kamargiang parikrama ngiringang Ida Bhatara mamargi lunga ngrebeg ri kala ngranjing ring rauh sasih Kanem. lapangan umum Blahkiuh, pinih Kangin wantah ring wates Désa Blahkiuh sareng Désa Punggul, ring Kaler wantah ring wates Désa Sangeh miwah Blahkiuh, miwah sané ring Kauh wantah ring wates Désa Blahkiuh miwah Ayunan. Antuk parikrama punika, Ida Bhatara sampun kaucap katurang

lunga mamargi ngunya nyatur ka tanggun désa. “Risampuné budal, kamargiang parikrama maganjaran agung antuk ulam céléng butuan ring jaba désa, wusan punika wawu Ida Bhatara katurang budal kairing olih soangsoang krama panyungsung,” dané nartayang. (was)

“Luh Méga, tiang masih patuh. Pitresnan tiangé ngiring Tungurah tumbuh cara yéh, mengalir alami ten ada ané nguduhang. Tiang ten marasa cemburu yén ada ané milu tresna tekén raganné. Malah tiang bangga, wajar yén anak luih liu anaké nemenin. Tiang percaya tekén ané madan jatu karma. Yén raganné mula jodoh tiang, ten lakar kija,” sautné Arniek. “Ooh, yén kéto Arniek, baang tiang nresnain Tungurah kayang mati yadiastun tiang ten ngawengku angganné. Tiang lascarya Tungurah maan pelabuhan kayun buka Arniek. Sampunang éntéwéréanga. Adanan tiang mati yén kanti Arniek ngutang raganné,” baosné Luh Méga saha ngelut Arniek sami ngeling sigsigan marasa tresnanné campuh dados asiki. “Beli Ngurah, kenapa Mbok Arniek ajak Mbok Méga magelut, nyanan miyegan pada mrebutin ragan Beli Wahé?” baosné Ayu Jeladi saha ngedeng rakanné maakin sang kalih. “Héé anak ngénkén mbok

ajak dadua magelut maelingelingan? Napi kaprebutin?” “Ooh, Tuayu sareng Tungurah mriki paekin peluk déwék tiangé apang ten belas. Tiang bagia, majanji ajak dadua lakar tetep nresnain Tungurah kayang mati. Yéh tukadé niki dadi saksiné,” aturné Luh Méga patutanga ring Arniek. Ayu Jeladi bengong, bingung. “Dadinné mbok ajak dadua majanji buin pidan lakar mamadu, kénten? Ooooh…??” “Tén kénten sayang. Tiang ajak Arniek majanji ten saling cemburuin apang ten sakit ati, napi malih nyakitin Tungurah. Yadiastun buin pidan tiang ngantén ajak anak lén, masih saking pituduh Tungurah,” baosné Luh Méga saha meluk Ngurah Jelada lan Arniek. Ayu Jeladi kenyem matungtung tangis saha ngambil toya anggéna nyiramin sang katerini. Arniek lan Luh Méga saling suginin, sami liang adung kadi Déwi Ratih kembar. (Masambung)


8 Parahyangan

Dura Désa

Redité Wagé, 10 Desember 2017

Pura Kalasa

Sinalih Tunggil Pura Tua ring Lombok SATIOS kawéntenan wangunan Balé Terang miwah makudang-kudang telaga ring wewidangan Taman Narmada, ring genah inucap taler wénten wangunan pura sané kawastanin Pura Kalasa. Genah wewidangan pura inucap sané pinih tegeh saihang ring wangunan tiosan sané wénten ring wewidangan Taman Narmada. Yéning pacang ka Pura Kalasa, krama sané rauh patut nglintangin makudang-kudang undagan. Kakaryanin sakadi punika mangda kahanannyané pateh sakadi munggah ka puncak Gunung Rinjani. Pura Kalasa wantah sinalih tunggil saking akutus pura pinih tua sané wénten ring Lombok. Pura Kalasa prasida kabaosang pinaka replika saking Gunung Rinjani sané kawéntenannyané mapaiketan ring telaga Segara Anak/Ageng sané pinaka niyasa Bhuana Agung. Genah ngranjing ka pura puniki mawentuk Paduraksa, sané asiki marep Kelod, sané malih asiki marep Kauh saha kajangkepin antuk patung Dwarapala. Wéntuk wangunan pura Kalasa sakadi punden berundak saha madaging kalih wangunan balé bengong. Nyabran awarsa apisan, ring Pura Kalasa sané genahnyané masikian sareng Taman Narmada puniki kamargiang upacara pujawali. Umat Hindu sané wénten ring wewidangan irika ngamargiang upacara saha ngaturang makudang-kudang asil gumi pinaka rasa suksmaning manah antuk paica sané kapolihang. Taman Narmada sané kawangun olih Raja Anak Agung Ngurah Karangasem daweg warsa 1727 Masehi puniki kambil saking aran sinalih tunggil sungai ring India, inggih punika Sungai Narmanadi. Taman inucap kawangun sangkaning Sang Prabu sampun kalintang lingsir, nénten prasida malih ngaturang pakelem ka puncak Gunung Rinjani. Indik pamargin pakelem sané kamargiang ring wewidangan Taman Narmada, upacara pakelem kamargiang nyabran rainan Purnama Kalima. Pakelem inucap kamargiang ring Telaga Ageng sané kakaryaning sakadi Telaga Segara Anakan ring puncak Gunung Rinjani. (kmb)

BPM/ist

PADURAKSA - Wangun kori pamedal ring Pura Kalasa marupa Paduraksa jangkep antuk patung Dwarapala.

BP/udi

PARANG KURSI – Batu karang sané mawentuk kursi ring Pasih Parang Kursi, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Pasih Parang Kursi

Kaprecaya Pinaka Linggih ”Penguasa Laut Selatan” Makudang-kudang pasih ring Banyuwangi sisi Kaja nénten wantah kasub sangkaning kalewihan saha kaasriannyané kémanten. Pasisi pasih sané madampingan sareng Samudra Indonesia inucap makéh mitos-nyané. Sakadi Pasih Parang Kursi ring wewidangan Desa/Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Kabaosang, batu karang marupa kursi ring pasih puniki kaprecaya pinaka linggih “penguasa laut selatan”. PASIH Parang Kursi kasengguh swarga sekala sané silib ring Banyuwangi. Genahnyané nampek sareng pasisi Pulo Merah sané dumunan kasub. Yéning pacang ngruruh pasih puniki, yukti sada méwehan. Genahnyané ring Petak 56, Dusun Ringinagung, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Yéning selehin ring peta, Pasih Parang Kursi magenah ring sisi

kauh Pasih Lampon. Kasengguh Parang Kursi, santukan ring pasih inucap wénten batu karang sané marupa kursi, tegehnyané kirang langkung 20 meter. “Kabaosang, batu inucap kapercaya pinaka sinalih tunggil linggih utawi singgasana Ratu Penguasa Pantai Selatan,” baos Eko, sinalih tunggil krama ring wewidangan inucap. Kahanan paleman ring Pasih

Parang Kursi puniki yukti ngulangunin pisan, kantun asri. Toya pasihé ning, tetaruan sané lom sayan ngawi kahanané asri, kawewehin batu karang sané madérét. Sakadi swarga sekala sané silib, mengkeb ring ungkur tetaruan ageng. Kalewihan pasisi inucap, bias pasihnyané mawarna putih masawang barak miwah lumut gadang sané neket ring batu-batu karang. Yukti becik

Taman Narmada, ”Miniatur” Gunung Rinjani

TAMAN Narmada wantah sinalih tunggil taman sané pinih ageng ring Nusa Tenggara Barat. Aran taman sané kawangun olih Raja Anak Agung Ngurah Karangasem daweg warsa 1727 masehi puniki kambil saking aran sinalih tunggil sungai ring India, inggih punika Sungai Narmanadi. Taman Narmada kawangun sangkaning Sang Prabu sampun kalintang lingsir, nénten prasida malih ngaturang pakelem ka puncak Gunung Rinjani sané tegehnyané kantos 3.726 meter. Antuk punika, Ida Sang Prabhu nguduhang para undagi kerajaan ngwangun taman antuk nuansa Gunung Rinjani saha madaging Telaga Segara Anakan ring taman inucap. Antuk punika, Taman Narmada kasub kasengguh miniatur Gunung Rinjani. Konsep taman puniki macihna pisan sakadi kahanan ring Gunung Rinjani, wentuknyané sakadi gunung, kahanannyané asri ngulangunin. Ring genah pinih sor wénten tetiga kolam utawi telaga, pateh sakadi tetiga telaga Segara Anakan sané wénten ring puncak Gunung Rinjani. Ring genah pinih tegeh, wénten wangunan pura sané mawasta Pura Kalasa. Yéning pacang ka pura inucap, krama sané rauh patut nglintangin makudang-kudang undag. Kakaryanin sakadi punika mangda kahanannyané pateh sakadi munggah ka puncak

pisan kadadosang genah selfie. Ngruruh sané luih yukti nénten dangan, sakadi ngruruh genah pasih puniki. Santukan margi sané kalintangin durung becik, krama sané rauh patut mamargi, genahnyané sada ekstrim. Krama patut nglintangin semak belukar, alas, bukit, miwah pecak genah panambangan mas sané sampun keping, saha nglintangin telabah. Yadiastun nglintangin margi sané sukil, rauh ring pasisi Pasih Parang Kursi, rasa kenyel, rasa panes pacang ical sangkaning kaasrian saha kabecikan pasisi inucap. Sangkaning genah inucap durung ngranjing ring tata kelola pinaka destinasi wisata, mawinan

arang krama wiadin tamiu sané rauh ka genah inucap. Yéning rereh saking Kota Banyuwangi, krama sané pacang malancaran ka genah inucap patut ngruruh margi nuju Pesanggaran. Salanturnyané, nuju Balé Desa Pesanggaran. Nepet ring samping kantor desa inucap, kirang langkung malih 100 meter wénten pempatan. Irika wénten papan nama nuju Pasisi Parang Kursi. Irika krama pacang manggihin pos masuk pertama. Ngranjing irika kantos rauh ring pasisi pasih. Kaélingang, krama sané pacang malancaran irika mangda makta bekel, santukan nénten pacang wénten kapanggihin dagang ring genah inucap. (udi/uma)

Satua

BPM/ist

TAMAN – Taman Narmada sané magenah ring Desa Lembuak, Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat wantah pinaka miniatur Gunung Rinjani. Gunung Rinjani. Sané pinih tawah saking taman sané magenah ring Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat puniki wantah kawéntenan telaga sané toyannyané mawit saking Gunung Rinjani. Telaga inucap kawastanin Telaga Padmawangi. Nampek saking genah telaga wénten wangunan alit sané kawastanin Balé Patirtan. Ring balé patirtan puniki wénten klebutan toya sané kaprecaya prasida ngawi krama sayan awet

muda. Carannyané wantah nginum utawi maraup antuk toya inucap. Toya sané wénten ring balé patirtan wantah campuhan saking tetiga genah klebutan toya, luiré Klebutan Lingsar, Suranadi, miwah Narmada. Toya puniki sané kasuciang olih umat Hindu. Satios telaga, wénten taler wangunan Balé Terang. Balé Terang wantah wangunan sané wentuknyané sakadi rumah panggung, madaging ruang bawah tanah pinaka gudang. (kmb)

Taluh Mas

Kaketus saking Pupulan Satua Bali V

ADA koné tutur-tuturan satua indik daa tua dadua di Banjar Ayu, ipun maumah mapunduhan utawi mapaekan tur dadi mapisaga. Daané ané adiri jelé pesan solahné, tusing demen nulungin anak apa buin anak tiwas yadiastun sujatiné ia ngidaang nulungin. Lénan tekén ento, ia tuah demen pesan iri ati tekén anak lénan. Sakéwanten matungkalikan tekén daa ané bin besikan, bikasné melah pesan maimbuh ia tuah dana miwah demen matetulung tekén anak lén apa buin anak tiwas. Sedek dina anu, ada kedis dedara ulung di pakarangan umahné Ni Daa Corah, krana tangkahné matatu sinah kedisé ento tusing ngidaang nglantas makeber. Mara daané ento nawang ada kedis dedara ulung di pakarangan umahné, lantas ia gedeg pesan sambilanga ngulah kedis dedarané ento sawiréh kadéna lakar ngusakang sekancan pamula-mulaan di umahné. Laut ngénggalang kedis dedarané ento makeber sakereng-kerengné, nanging tusing masi ia ngidaang baana makeber. Ditu lantas buin ia ulung sakéwala di pakarangan daa ané mabikas melah tur dana ento. Mara tawanga ada kedis dedara ulung di pakarangané, ditu lantas kedisé ento kaduduk laut ubuhina melah-melah sambilanga ngubadin tatu di tangkah kedisné ento. Disubané tatun tangkahné ento waas, lantas kedisé ento elébina. Sawatara petang dina suud ia kaelébin, jag teka buin kedis dedarané ento malipetan ka umah Ni Daa Dana. Nglantas ia macelep ka guungané i pidan dugas ia kaubuh tur ditu ia mataluh mas. Kéto sadina-dina kedis dedarané ento malipetan kemu, masi ia mataluh mas. Ditu sinah daa sané dana ento kendel pesan, ulian maan pawales marupa taluh mas uli kedis dedarané ento. Tusing makelo ngantosang sinah ia dadi sugih, nglebihin kasugihan krama désané ditu. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu WAGE, 10 DESEMBER 2017

9

SPORT

Pacers Hentikan Rentetan Kemenangan Cavs

HAL 12

Derby Manchester

Setan Merah Wajib Menang Manchester –

Sebuah partai panas dan krusial akan tersaji di pekan 16 Premier League musim ini. Dua tim teratas di klasemen EPL, Manchester City dan Manchester United akan saling berduel di Old Trafford malam nanti.

Baik Manchester City dan Manchester United tampil sempurna di awal musim ini. Kedua tim saling kejar mengejar di puncak klasemen, sebelum akhirnya Manchester United tersandung saat berhadapan dengan Huddersfield Town beberapa minggu yang lalu, sehingga The Citizens kokoh di puncak klasemen dengan raihan 43 poin, sementara United teringgal delapan poin di peringat dua dengan raihan 35 poin. The Citizens sendiri memang terkenal tampil garang musim ini. Mereka tidak hanya sekadar menang di setiap pertandingan, namun setiap kemenangan itu diraih dengan hasil yang mencolok. Dari 15 pertandingan terakhir mereka di ajang EPL, anak asuh Josep Guardiola ini sudah mencetak 46 gol, yang jika dirata-rata maka mereka mencetak tiga gol setiap pertandingan. Oleh karenanya, Manchester Biru itu seakan menjelma menjadi Hiu haus darah yang tidak pernah puas mencari mangsa. Namun beberapa minggu terakhir kebuasan City sendiri secara perlahan mulai mengalami penurunan. Lima pertandingan terakhir mereka didapatkan dengan cukup susah payah, di mana mereka baru mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir laga. Puncak penurunan performa ini terlihat saat mereka dikalahkan oleh Shakhtar Donetsk tengah pekan lalu dengan skor 2-1. Hal ini membuat masih ada harapan bagi United untuk menjinakkan tetangga mereka itu. Jika dibandingkan dengan tetangga mereka, MU memang tidak sedominan City dalam menguasai pertandingan. Namun pasukan Setan Merah ini tergolong konsisten, sehingga kendati mereka tidak selalu menang besar, namun mereka tetap

tebal, suhu di sana juga diprediksi akan berada di bawah 0 derajat celcius. Dilansir dari berbagai sumber, keadaan bisa semakin buruk karena Stadion Old Trafford belum memiliki teknologi pemanas yang ada di bawah rumput lapangan yang bisa menghindari salju menutupi lapangan hijau. Terutama untuk menghadapi cuaca dingin yang ekstrem seperti yang terjadi saat ini. Fans kedua tim hanya bisa berharap agar salju tidak akan menutupi lapangan hijau agar derby panas Manchester bisa tetap berjalan sesuai jadwal. Met Office juga mengatakan, jika cuaca ekstrem tersebut juga diprediksi akan meluas hingga kota Liverpool. Hal ini tentu dapat mengancam pertandingan derby Merseyside antara Liverpool kontra Everton. (kmb33/rtr)

SALJU - Hujan salju turun di Stadion Old Trafford, Sabtu(9/12) kemarin

kartu merah. Sementara itu, kondisi Nemanja Matic, Marouaen Fellaini dan Zlatan Ibrahimovic masih diragukan untuk tampil pada laga ini, kendati Mourinho menyebut ketiganya berpeluang besar untuk tampil. Melawan tim ofensif seperti City, Mourinho kemungkinan akan menurunkan skema pragmatis 3-4-3 yang ia mainkan kontra Arsenal, di mana Romelu Lukaku akan kembali dipasang sebagai penyerang tunggal didampingi dua winger lincah Anthony Martial dan Jesse Lingard. DI lini tengah Ander Herrera akan masuk menggantikan posisi Pogba sebagai partner Nemanja Matic, sementara gawang mereka masih akan dikawal oleh David De Gea. Kehilangan Pogba jelas bakal berpengaruh pada permainan MU. Saat Pogba mengalami cedera hamstring beberapa waktu lalu, tim besutan Jose Mourinho itu terlihat cukup kesulitan dalam hal menciptakan kreasi di lapangan. Lini tengah United kembali hidup ketika Pogba comeback saat melawan Newcastle United, 19 November 2017. Di laga itu dia juga menyumbang satu gol dan satu assist untuk kemenangan 4-1. Para penggawa MU sudah sadar harus bisa memenangi pertandingan melawan City, agar sang rival tidak semakin menjauh. MU sudah siap tempur. “Bisakah City menghentikan kami? MU bermain di kandang dengan dukungan para fans. Ini akan menjadi pertandingan spesial, tentu saja ini adalah derby,” ucap kiper MU, David De Gea, Sabtu (9/12) kemarin. “Tim kami sedang berada dalam moment yang sangat bagus jelang duel melawan Manchester City,” kata De Gea. Kehebatan De Gea di bawah mistar gawang bisa menjadi penentu. MU sangat membutuhkan De Gea untuk menghalau serangan-serangan City.

sayap. Di lini pertahanan, Vincent Kompany akan kembali berduet dengan Nicolas Otamendi untuk mengawal Ederson Moraes di jantung pertahanan The Citizens. Guardiola mengaku tidak peduli dengan strategi dan taktik yang bakal disiapkan manajer Manchester United, Jose Mourinho. Sebelumnya Mourinho kerap dikritik karena dianggap selalu mengandalkan permainan bertahan bak ‘parkir bus’ ditambah serangan balik cepat. Namun Guardiola tidak perduli. “Saya tidak pernah mengkritik rekan sesama manajer dalam hal cara bermain tim mereka. Setiap manajer punya cara berbeda,” kata Guardiola. “Dan apapun hasil akhirnya nanti, saya selalu menghormati manajer lain. Dia tahu, saya juga tahu bahwa kita semua ingin saling mengalahkan saat bertanding,” katanya. Partai panas ini tentunya akan berlangsung dalam tensi dan gengsi yang tinggi, sehingga patut untuk disaksikan. (kmb33/rtr)

Susunan Pemain Kedua Tim: Manchester United (3-4-3): De Gea; Rojo, Smalling, Jones; Young, Herrera, Matic, Valencia; Martial, Lukaku, Lingard Manchester City (4-3-3): Ederson; Delph, Otamendi, Kompany, Walker; Silva, Fernandinho, De Bruyne; Sane, Aguero, Sterling Statistik Kedua Tim Head to Head: 21/07/17 Manchester United 2 - 0 Manchester City (ICC) 28/04/17 Manchester City 0 - 0 Manchester United (EPL) 27/10/16 Manchester United 1 - 0 Manchester City (EFL) 10/09/16 Manchester United 1 - 2 Manchester City (EPL) 20/03/16 Manchester City 0 - 1 Manchester United (EPL) Lima Pertandingan Terakhir Manchester United (K-M-M-M-M) 23/11/17 25/11/17 29/11/17 03/12/17 06/12/17

FC Bâsel 1 - 0 Manchester United (UCL) Manchester United 1 - 0 Brighton (EPL) Watford 2 - 4 Manchester United (EPL) Arsenal 1 - 3 Manchester United (EPL) Manchester United 2 - 1 CSKA Moscow (UCL)

Lima Pertandingan Terakhir Manchester City (M-M-M-M-K) 22/11/17 26/11/17 30/11/17 03/12/17 07/12/17

Manchester City Huddersfield Manchester City Manchester City Shakhtar Donetsk

1 - 0 Feyenoord (UCL) 1 - 2 Manchester City (EPL) 2 - 1 Southampton (EPL) 2 - 1 West Ham (EPL) 2 - 1 Manchester City (UCL)

Guardiola Pilih Gabriel Jesus

Salju Ancam Derby Manchester Manchester – Duo Machester akan melakoni derby panas malam nanti di markas Manchester United, Old Trafford dalam pertandingan pekan ke-16 Liga Primer Inggris. Namun, kini kecemasan sedang melanda kedua tim. Pasalnya, laga derby itu terancam ditunda. Penyebabnya, Kota Manchester Sabtu(9/12) kemarin sedang dilanda badai salju yang diprediksi akan turun selama beberapa jam dan akan menutupi permukaan tanah hingga 20 centimeter. Met Office yang merupakan kantor pelayanan meteorologi setempat, bahkan meningkatkan level kewaspadaan ke level yang cukup tinggi. Menurut Met Office, salju diprediksi akan turun saat pertandingan berlangsung di pukul 4 hingga 6 sore waktu setempat. Tak hanya salju yang

meraih tiga poin yang krusial, sehingga mereka berpotensi menjadi sandungan bagi City. Jika menilik sejarah pertemuan kedua tim, United lebih dari sekadar sanggup untuk menjadi batu sandungan bagi Manchester City. Mereka tercatat hanya kalah satu kali di enam pertemuan terakhir mereka melawan sang tetangga, di mana terakhir kali kedua tim bermain di Old Trafford, MU mampu menyingkirkan Manchester City di ajang EFL Cup dengan skor tipis 1-0. Setan Merah sendiri juga belum menderita kekalahan di 40 laga terakhir mereka di Old Trafford, sehingga akan menjadi tantangan besar bagi Manchester City untuk menodai rekor apik tersebut. Pertandingan pekan ke 16 EPL ini akan menjadi ujian berat bagi barisan penyerang The Citizens, karena mereka akan menghadapi tembok kokoh bernama David De Gea. Pada minggu lalu, kiper Timnas Spanyol itu sukses mematahkan 14 peluang matang Arsenal sehingga timnya mampu mencuri kemenangan 1-3 di Emirates Stadium. Oleh karenanya, para penyerang The Citizens harus mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk membobol kiper tangguh ini. Derby Manchester pertama musim ini bisa dikatakan akan menjadi laga pembuktian seorang Jose Mourinho. Maklum, pelatih asal Portugal ini tercatat hanya menang satu kali di enam pertandingan Liga melawan Josep Guardiola, sehingga ia ingin mengoyak rekor tersebut di depan puluhan ribu penggemar fanatik setan merah di akhir pekan nanti. Jelang laga ini Jose Mourinho dipastikan tidak bisa menurunkan skuat terbaiknya. Michael Carrick dan Eric Bailly dipastikan absen karena cedera, sementara Paul Pogba tidak bisa bermain karena hukuman

“Semua pemain MU sangat yakin. Kami merasa sangat kuat dan kami ingin memenangkan derby Manchester ini,” ujar penjaga gawang asal Spanyol tersebut melanjutkan. “Tim kami sedang berada dalam moment yang sangat bagus jelang duel melawan Manchester City,” kata De Gea. Kehebatan De Gea di bawah mistar gawang bisa menjadi penentu. MU sangat membutuhkan De Gea untuk menghalau seranganserangan City. Di kubu tim tamu, Josep Guardiola datang ke Old Trafford juga tanpa diperkuat beberapa pemain pilarnya, seperti Benjamin Mendy dan John Stones. Sementara David Silva kondisinya masih diragukan setelah Pep menyebut sang gelandang mengalami cedera. Pep sendiri kemungkinan besar akan menurunkan skema 4-3-3 dengan Sergio Aguero sebagai pusat serangan mereka. Aguero nantinya akan dibantu oleh pergerakan Leroy Sane dan Raheem Sterling dari sektor

BPM/rtr

Manchester – Sejak menangani Manchester City pada awal 2016-2017, banyak gebrakan baru yang dilakukan Josep Guardiola. Hal paling fenomenal adalah memberikan kesempatan bermain kepada Gabriel Jesus dengan mengorbankan pencetak gol terbanyak klub, Sergio Aguero. Gabriel yang baru bergabung dengan Manchester City pada Januari 2017, langsung menunjukkan performa hebat pada beberapa laga awal. Saking bagusnya Gabriel Jesus, Guardiola tak segan menjadikan sang penyerang asal Brasil sebagai pilihan utama dan beberapa kali menempatkan Aguero di bangku cadangan. Meski demikian, Guardiola mengaku dalam sebuah wawancara yang dipandu oleh legenda Manchester United, Gary Neville, bahwa sebenarnya dia tidak pernah mengorbankan Aguero demi Gabriel. Ada beberapa hal yang dia sesuaikan dengan rencana bermain dan lawan yang akan dihadapi dengan tetap mengedepankan kebahagiaan sang pemain. “Mungkin ini salah satu keputusan terberat, karena keduanya pemain papan atas dan pantas selalu bermain. Ketika bermain dengan dua striker, sangat mudah mengambil keputusan ini,” kata Guardiola Sabtu (9/12) kemarin. Ketika saya harus memilih, saya selalu mencoba membuat keputusan sehingga mereka berdua tetap bahagia. Tidak ada alasan khusus karena biasanya kami menghadapi tim yang bermain begitu dalam,” ucapnya. Guardiola pun mengungkapkan perbedaan karakter dan gaya bermain kedua striker itu yang membuat lebih memilih Gabriel. “Sergio lebih intuitif, sementara Gabriel lebih agresif. Gabriel adalah striker terbaik di dunia dan tidak ada yang lebih baik darinya ketika menghadapi tekanan,” ujar Guardiola. “Gabriel juga memiliki intensitas, membaca permainan di antara dua bek tengah, menyerang gelandang bertahan dari belakang dan pergerakannya. Namun saya sangat senang dengan keduanya,” tutupnya. (kmb33/rtr)


Bola

10

Profil

Minggu Wage, 10 Desember 2017

Milan Vs Bologna

Rossoneri Harus Bangkit

Tertarik Tangani Timnas

LEGENDA Manchester United, Ryan Giggs menyatakan tertarik untuk menggantikan Chris Coleman sebagai manajer timnas Wales. Wales sedang mencari manajer baru menyusul pengunduran diri Coleman bulan lalu. Nama Giggs muncul sebagai salah satu kandidat untuk mengisi posisi tersebut. Giggs pernah memimpin MU dalam empat pertandingan saat menjadi manajer interim pada tahun 2014, setelah David Moyes dipecat. Setelah itu, dia juga bekerja sebagai asisten Louis van Gaal di Old Trafford sampai 2016. Pria berusia 44 tahun itu belum pernah menjalani peran sebagai manajer permanen meski dikaitkan dengan banyak pekerjaan, namun dia tertarik mengisi lowongan pekerjaan di timnas Wales. “Tentu saja saya tertarik,” kata Giggs. “Saya bermain untuk Wales, saya pernah mengatakan bahwa saya ingin kembali melatih dan itu jelas salah satu pekerjaan terbaik. Saya bermain untuk United, saya bermain untuk Wales, itu adalah dua pekerjaan yang bagus. Saya belum pernah berbicara dengan siapa pun saat ini, tapi saya sangat tertarik,” imbuhnya. Wales lolos ke Euro 2016 dan mencapai babak semifinal setelah sebelumnya gagal lolos turnamen besar sejak 1958. Namun Wales tidak akan bermain di Piala Dunia 2018 di Rusia, dan setelahnya Coleman pindah ke klub Championship Sunderland. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

HILANG - Arsenal harus bersiap kehilangan beberapa pemainnya, salah satunya Olivier Giroud.

Arsenal Bersiap Kehilangan Pemainnya

London – Arsenal bersiap menghadapi bursa transfer musim dingin. Menariknya, mereka justru siap melepas beberapa pemain ke klub lain. Musim ini performa Arsenal tidak terlalu buruk. Mereka masih bersaing di papan atas Liga Inggris dan melaju ke babak 32 besar Liga Europa. Bahkan tak seperti musim-musim sebelumnya, The Gunners juga terhindar dari badai cedera. Kekuatan tim inti dan cadangan hampir tidak ada bedanya. Masalahnya, kekuatan yang setara membuat beberapa pemain justru galau bertahan di klub. Mereka tak mau hanya menjadi pemain pelapis di kompetisi tertentu. Apalagi tahun depan bakal ada Piala Dunia. Sehingga menjadi pemain inti di klub lain bakal menjadi tiket ke timnas masing-masing. Lalu siapa saja pemain yang berpeluang tinggalkan Arsenal musim dingin nanti? Yang pertama adalah Theo Walcott. Kedatangan Alexis Sanchez dan Mesut Ozil beberapa musim lalu membuat Walcott menepi. Dia sejauh ini cuma catatkan tiga kali penampilan di liga. Padahal Walcott layak menjadi pemain inti, melihat kualitasnya belakangan ini. Everton belakangan mengintai untuk mencoba dapatkan jasanya. Pada usia 28 tahun, tentu Walcott tak mau menyia-nyiakan talentanya. Pindah dari Arsenal bisa menjadi solusi. Berikutnya ada nama Callum Chambers. Pemain ini tiba di Emirates pada 2014 sebagai bek menjanjikan dari akademi Southampton. Sayangnya selama tiga musim di Arsenal, dia baru tampil dalam 36 laga. Bahkan musim lalu ia sempat dipinjamkan ke Middlesbrough. Musim ini pun ia hanya tampil di Liga Europa dan Piala Liga. Kemungkinan besar Chambers bisa dipinjamkan lagi Januari nanti. Apalagi usianya masih 22 tahun. Yang terakhir adalah Olivier Giroud. Striker Prancis ini telah menjadi pemain kunci di Arsenal dalam beberapa musim terakhir. Namun musim ini ia hanya menjadi pemain pelapis. Kedatangan Alexandre Lacazeete mengubah segalanya. Selain itu, Giroud juga mengalami cedera pada awal musim. Namun, agar tetap dipanggil ke timnas Prancis maka Giroud harus pindah ke klub yang memungkinkan untuk tampil reguler. Everton bisa menjadi jawaban karena masih mencari pengganti Romelu Lukaku. (kmb33/rtr)

Milan – AC Milan akan berusaha meraih kemenangan saat menjamu Bologna di giornata 16 Serie A di San Siro, Senin (11/12) dini hari nanti. Milan saat ini masih mencoba mencari kemenangan perdananya sejak ditangani oleh sang allenatore anyar, Gennaro Gattuso. Hasil positif sangat diperlukan oleh Rossoneri agar moral mereka tidak semakin anjlok. Akan tetapi, target itu tak akan mudah tercapai di pertandingan ini karena tim asuhan Roberto Donadoni saat ini sedang dalam performa terbaiknya. Milan mengalami pergantian nahkoda setelah menjalani pertandingan melawan Torino. Vincenzo Montella digantikan oleh Gattuso. Harapannya, peruntungan Rossoneri bisa semakin membaik di tangan pelatih 39 tahun tersebut. Namun harapan manajemen Milan bertepuk sebelah tangan di dalam dua pertandingan yang dijalani oleh Rossoneri sejauh ini. Di Serie A, Andre Silva dan kawankawan gagal menang lawan Benevento meski sempat dalam posisi unggul. Padahal klub itu sebelumnya belum pernah mendapat poin sama sekali di liga. Sementara itu di pentas Liga Europa, saat tandang ke markas Rijeka, mereka malah kalah 2-0. Dengan hasil-hasil tersebut, lampu merah jelas telah menyala dan ini merupakan sinyal bahaya bagi Milan. Milan harus secepatnya bangkit. Jika tidak, peluang mereka untuk bisa masuk ke Eropa akan sirna. Pastinya hal itu juga akan mempengaruhi rencana manajemen untuk bisa membayar hutang mereka. Rossoneri sendiri saat ini ada di posisi delapan dengan raihan 21 poin, terpaut 13 poin dari AS Roma yang ada di posisi empat, posisi untuk meraih tiket ke Liga Champions. Untuk pertandingan ini, Andrea Conti masih akan absen, begitu juga Hakan Calhanoglu. Keduanya masih cedera. Sementara itu Alessio Romagnoli akan absen karena sanksi larangan main. Absennya Romangnoli sendiri sepertinya membuat Milan akan kembali menggunakan empat bek di lini belakang. Jadi Bonucci akan berduet dengan Musacchio di sektor bek tengah. Kessie akan mengawal lini tengah, sementara Suso akan memimpin lini serang. Musim

ini Milan kerap bermain dengan sistem tiga bek. Gattuso sejak menggantikan Vincenzo Montella menerapkan 3-4-3 dan 3-5-2. Pascakekalahan di Liga Europa, Gattuso mulai memakai 4-3-3 dalam latihan di Milanello. Andre Silva yang bermain mengecewakan saat lawan Rijeka kemungkinan tak akan dipasang. Nikola Kalinic yang diyakini akan menjadi starter. Striker asal Portugal itu dimainkan sejak menit pertama oleh Gattuso. Namun Andre Silva gagal mencetak satu gol pun hingga akhir pertandingan. Berdasarkan statistik, mantan pemain FC Porto itu hanya melakukan satu kali ancaman ke gawang Rijeka. Satu-satunya ancaman yang diberikan Andre Silva itu juga tidak mengarah ke gawang. “Kami semua tahu kualitasnya di level internasional. Dia kesulitan hari ini dan terlihat seperti orang asing bagi rekan setim,” ujar Gattuso setelah pertandingan. “Ketika Anda mendapatkan kesempatan bermain selama 90 menit untuk Milan di Eropa, Anda harus bisa berbuat lebih,” ia melanjutkan. Sementara itu, beralih ke skuat Bologna. Mereka akan menjalani pertandingan ini tanpa tekanan yang besar. Mereka juga dalam mood yang bagus setelah meraih dua kemenangan dan sekali hasil imbang dalam tiga pertandingan terakhirnya di liga, termasuk kemenangan 3-0 atas tim yang sedang naik daun Sampdoria. Donadoni sendiri menyebut timnya kini mampu tampil lebih baik setelah sempat mengalami empat kekalahan beruntun. Bologna sendiri saat ini ada di posisi sembilan, persis di bawah Milan, dengan poin yang sama 21. Mereka cuma kalah selisih

Javier Mascherano

BPM/rtr

Gennaro Gattuso

BPM/rtr

gol saja. Untuk pertandingan ini, Bologna tak akan diperkuat oleh Federico Di Francesco yang masih cedera. Sementara itu Andrea Poli harus absen karena sanksi larangan main. Jadi, Godfred Donsah,

Saphir Taider dan Erick Pulgar kemungkinan akan bermain bersama di lini tengah. Mereka akan menopang trio penyerang, salah satunya adalah Simone Verdi yang sejauh ini telah mencetak empat gol dan empat assist di Serie A. Milan harus waspada

pada mantan pemain mereka yang satu ini. Di pertandingan kedua tim tersebut sebelumnya, yakni di San Siro, Milan berhasil menang dengan skor 3-0. Sementara di pertemuan di Renato Dall’Ara, Bologna tetap kalah 0-1. (kmb33/rtr)

Barcelona – Pemain Barcelona, Javier Mascherano dikabarkan berpeluang besar bergabung dengan klub asal Tiongkok, Hebei Fortune pada bursa transfer musim dingin 2018. Sebelumnya, pada November 2017 Mascherano mengindikasikan akan segera meninggalkan Barcelona karena jarang bermain reguler. Hebei Fortune mencoba memanfaatkan situasi tersebut untuk merekrut sang pemain. Tim pelatih Barcelona tidak ingin Mascherano hengkang, namun Hebei Fortune mencoba membujuk pemain Argentina tersebut dengan imbalan gaji besar. Hingga saat ini, menurut sebuah harian setempat Sabtu (9/12) kemarin, belum ada tawaran resmi dari Hebei Fortune. Na-

mun, menurut media-media Asia penawaran gaji tersebut tidak akan lebih dari 6 juta euro, mengacu terhadap peraturan baru di liga Tiongkok. Awalnya, Barcelona menganggap tawaran tersebut tidak realistis. Namun, dalam beberapa hari terakhir sikap Barcelona berubah. Mereka akan mencoba mendengar tawaran Hebei Fortune. Apabila bersedia, Hebei Fortune wajib mengajukan penawaran resmi sebelum Natal. Bursa transfer di Tiongkok akan tetap dibuka hingga Februari 2018, namun Barcelona menegaskan tidak akan melakukan aktivitas transfer pada bulan tersebut. Dengan demikian, Mascherano kemungkinan besar akan hengkang pada Januari mendatang. Hal ini pun untuk menutup lubang lini

belakang Barcelona di ajang Copa del Rey karena Samuel Umtiti sedang absen lantaran mengalami cedera. Sang bek kini digaji 4,5 juta euro per musim dan kontraknya habis di Barca pada 2019. Jika bergabung dengan Hebei, maka Mascherano akan menjadi tambahan talenta Argentina di klub tersebut. Eks bos Real Madrid, Manuel Pellegrini menjadi pelatih Hebei, sementara Ezequiel Lavezzi masih bermain untuk klub tersebut. Barcelona menggelontorkan 20 juta euro atau Rp 318,72 miliar untuk memboyong Javier Mascherano dari Liverpool pada bursa transfer musim panas 2010. Pada musim 2017-2018, pemain 33 tahun tersebut baru melakoni 10 pertandingan. (kmb33/rtr)

Mascherano Siap Hengkang

Madrid akan Banding Terkait Hukuman Carvajal

Madrid – Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane memastikan akan mengajukan banding atas hukuman pada Dani Carvajal. Hukuman itu dinilainya tidak adil. Bek kanan Madrid itu diskors dua pertandingan oleh UEFA, karena dianggap sengaja mendapatkan kartu kuning dalam kemenangan atas APOEL Nicosia 6-0 di Liga Champions, 21 November lalu. Carvajal mendapatkan kartu karena mengulur-ulur waktu saat hendak melakukan lemparan ke dalam di menit-menit terakhir. Itu adalah kartu kuning ketiga Carvajal di Eropa, yang artinya dia otomatis absen di laga fase grup terakhir melawan Borussia Dortmund. Andai lolos dari hukuman UEFA, maka pesepak bola Spanyol itu akan kembali saat babak knockout dimulai pada Februari 2018. Akan tetapi, UEFA memu-

tuskan menambah hukuman Carvajal sehingga dia baru bisa kembali di laga leg kedua. Badan Kontrol, Etik dan Disiplin UEFA melakukan investigasi setelah Carvajal terkena kartu kuning. Badan Kontrol, Etik dan Disiplin UEFA mendakwa Carvajal telah sengaja mencari kartu kuning. Ini adalah pelanggaran Artikel 15 Regulasi Disiplin UEFA. Carvajal pun dihukum dua pertandingan. Zidane bersikukuh bahwa Carvajal tidak bersalah. “Anda tidak bisa membuktikan bahwa dia sengaja mencari kartu kuning. Kami akan mengajukan banding keputusan itu dan mungkin mereka akan mengurangi hukuman itu. Saya pikir hukuman itu tidak adil,” ucap Zidane, Sabtu (9/11) kemarin. “Saya pikir dia tidak meminta dikartukuning, tapi beberapa orang mungkin berpikir sebaliknya. Kalau Anda melihat pertandingan-

nya, lihatlah reaksi saya. Saya terkejut. Saya tidak menyangka kartu kuning. Anda harus bertanya kepada Dani Carvajal, tapi saya pikir ini tidak adil. Itulah sudut pandang saya,” imbuhnya. Di Liga Champions 2010/2011, Madrid pernah menghadapi masalah serupa. Kala itu Sergio Ramos dan Xabi Alonso dinilai sengaja mendapat kartu merah di laga melawan Ajax. Ramos dan Alonso harus membayar denda kepada UEFA. Sedangkan Jose Mourinho yang dinilai merencanakan kartu merah tersebut dilarang mendampingi Madrid dalam satu pertandingan. Pengundian babak 16 besar akan digelar 11 Desember. Madrid yang lolos sebagai runner-up grup berpotensi bertemu Manchester United, Paris St. Germain, AS Roma, Liverpool, Manchester City, atau Besiktas. (kmb33/rtr)

Dani Carvajal

BPM/rtr


Juara

11

Minggu Wage, 10 Desember 2017

Careen

Karantina di Klub Jayaraya PEBULU TANGKIS Careen asal klub Menang Kalah Sehat (MK) Singaraja, sempat mengikuti audisi yang diadakan klub Jayaraya Jakarta. Alhasil, dari Bali tertacat 11 atlet yang ikut karantina di Jayaraya Bintaro selama sepekan. ‘’Saya hanya ikut karantina tiga hari, karena harus terbang mewakili Bali pada ajang Kejurnas Bulu Tangkis 2017 di Pangkal Pinang, Bangka Belitung,’’ kenang pebulu tangkis kelahiran Singaraja, 26 Juli 2003 ini. Careen yang semestinya masih kategori usia pemula harus masuk kelompok umur taruna dan langsung dikalahkan Hikmah Mirza (DIY) dengan skor 15-21, 17-21. Sejauh ini Careen masih menunggu keputusan Jayaraya, apakah dirinya lolos. ‘’Kalau saya bisa bergabung dengan klub Jayaraya, pasti pembinaannya terfokus dan saya siap melanjutkan sekolah SMA di Jakarta,’’ tutur siswi kelas III SMPN 1 Singaraja ini. Careen mengisahkan, dirinya mulai belajar bermain bulu tangkis sejak duduk di bangku TK Mutiara di Singaraja, ditangani duet pelatih IGN Astawa dan Gede Suadnyana, kemudian prestasinya mulai tampak ketika duduk di bangku kelas III SDN 5 Banyuasri. ‘’Saya pernah juara II usia dini Piala Rektor Mahasaraswati dan juara II se-Bali yang diadakan Sinar Dunia, saat kelas IV SD,’’ ucap putri pertama pasangan Dedy dan Wiriani ini. Ia pun penah mewakili Bali pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) turun di ganda bersama Catherin Asley Siahaan dan sampai pada babak 16 besar. Saat SMP Careen pernah juga mewakili Bali di ajang O2SN, dan tembus ke babak 16 besar. ‘’Kalau prestasi bulu tangkis saya makin mengkilap di bangku SMA, saya akan terus menggeluti olahraga ini,’’ tuturnya. (nel)

Ni Nyoman Angga Widaswari

Transparansi Keuangan SOSOK Ni Nyoman Angga Widaswari yang sehari-harinya bekerja di bank, bersedia menjabat bendahara Pengkot Pertina Kota Denpasar. Tujuannya, untuk tertib administrasi berikut transparansi keuangan. ‘’Jadi, saya harus mengetahui aliran dana yang masuk maupun keluar dari kas Pertina Denpasar, ‘’ terang wanita kelahiran Tabanan, 11 Maret 1981 ini. Karena itu, Angga memberlakukan ketat pengeluaran dana, urusan keuangan induk oganisasi adu jotos ini. ‘’Setiap saya mengeluarkan uang, harus disertai bukti kuitansi yang menguatkan,’’ tegas ibu seorang putri ini. Jika dirinya mengelola keuangan sudah transparan dalam segala hal, maka siap diaudit. ‘’Intinya, kalau kami mengelola uang dengan bersih dan jujur, pasti setiap saat siap diaudit,’’ jelas Angga. Angga sendiri alumnus SMPN 7 Denpasar, kemudian melanjutkan ke SMAN 4 Denpasar. dan pindah ke SMA Lab Singaraja. Setamat SMA, Angga melanjutkan kuliah pariwisata jurusan Front Office D-1 di Pan Sophia Singaraja. ‘’Saya juga pernah bekerja di hotel,’’ ungkapnya. Dia mengaku kurang memahami olahraga tinju, namun karena senang berorganisasi, mendorongnya untuk menerima menjadi bendahara Pertina. ‘’Saya kurang mengerti olahraga, tetapi kakek dan keluarga besar saya banyak yang menjadi pengurus KONI Buleleng,’’ ujarnya. (nel)

BPM/022

RANDORI — Dua kenshi bertarung pada nomor randori di ajang Kejurprov Shorinji Kempo Antarpelaja SD, SMP, dan SMA se-Bali, di GOR Lila Bhuana Sabtu (9/12) kemarin.

Kejurprov Kempo

Kenshi Agik Mahardika Jumpa Zidan di Semifinal

Denpasar (Bali Post)-

Kenshi Agik Mahardika (SMPN 1 Denpasar) bertemu lawannya, M. Zidan (SMPN 2 Kuta) pada babak semifinal Kejurprov Shorinji Kempo Antar Pelajar se-Bali pada kelas 46 kg, di GOR Lila Bhuana sejak Sabtu (9/12) kemarin sampai dengan Minggu (10/12) ini. Semifinalis lainnya Gede Wahyu Surya (SMPN 2 Singaraja) melawan Putu Yuda Suryawan (SMPN 6 Negara). Untuk randori kelas 50 kg, kenshi yang melaju ke semifinal adalah Putu Govi Suardika (SMAN 4 Singaraja) melawan Komang Rama P (SMAN 2 Busungbiu), sedangkan Putu Yuda Darma Winata (SMAN 4 Singaraja) bertemu Adi Eira Putra (SMKN 1 Denpasar). Beberapa kenshi juga memastikan tiket ke babak empat besar,

seperti di randori kelas 54 kg, Kadek wi Putra (SMPN 1 Sukawati) dan Rahadi (SMPN 1 Denpasar). Kenshi yang turun di randori kelas 25 kg, yang melenggang ke semifinal adalah Made Anindia Adi Laksmi dan Putri Rama Dzakiyya (SD Imanuel). Randori kelas 28 kg yang lolos ke semifinal adalah

Putu Alisya Refadianti dan Ni Putu Ayu Gia Wulan Sari (SDN 2 Sukawati). Randori kelas 31 kg, kenshi yang melaju ke semifinal yakni Ni Putu Tarisma Dewi (SDN 2 Sukawati) dan Gusti Ayu Citra Perwira Dewi (SDN 13 Dauh Puri). Sementara beberapa kelas baru sampai babak delapan besar. Misalnya randori ke-

ilmu bela diri kempo. Untuk itu, upaya menyalurkan ilmu Shoronji Kempo perlu dibuatkan wadah untuk berkompetisi. ‘’Melalui kejurprov kempo antarpelajar ini, kami harapkan muncul bibit-bibit kenshi bertalenta dan berbakat,’’ jelas Astawa. Di sisi lain, Wakil Ketua Pengprov Perkemi Bali Fredrik Billy menyatakan, pihaknya sengaja mendatangkan kadisdikpora Bali maupun seluruh kabupaten dan kota. Tujuannya, supaya cabor kempo resmi dipertandingkan di ajang Porjar. (022)

Laura dan Angga Kalah di Final

Yamadhiputra Kembali Nakhodai FOPI Bali Denpasar (Bali Post) Nyoman Yamadhiputra kembali dipercaya menakhodai Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Bali, masa bakti 2017-2021 dalam musprov FOPI di Denpasar, Sabtu (9/12) kemarin. Dalam menyusun kabinet kepengurusan, Yamadhiputra dibantu tim formatur seperti Ketut Westa (Tabanan), Putu Yuliasri (Denpasar), Gede Suwiwa (Buleleng), serta Kagung Putra (unsur Pengprov FOPI Bali). Usai terpilih secara aklamasi yang didukung Sembilan Pengkab dan Pengkot FOPI se-Bali, Yama menerangkan pihaknya berjuang agar petanque resmi dipertandingkan pada PON XX di Papua, pada 2020 mendatang. ‘’Cabor petanque ekshibisi pada PON XIX di Jabar. Saya kira tuan rumah Papua merespons petanque untuk dipertandingkan secara resmi pada hajatan multievent empat tahunan antarprovinsi se-Indonesia ini,’’ papar Yama. Selain itu, program kerja pengurus mendatang, mencetak atlet yang bisa berkiprah di kancah Olimpiade di Paris, Prancis, 2024 mendatang. ‘’Kami punya obsesi dan mimpi, atlet petanque Bali bisa berlaga pada Olimpiade di Prancis, mengingat cabor petanque asalnya dari Prancis,’’ sebut dia. Untuk itu, pihaknya harus getol melakukan pembinaan di tiap kabupaten dan kota, meskipun cabor ini tergolong baru di Bali, bahkan sampai sekarang masih memerlukan sosialisasi dan pemassalan. ‘’Jika perlu atlet petanque Bali harus berlatih ke luar negeri, demi meningkatkan skill-nya, kami siap melakukannya,’’ ujarnya. (022)

las 31 putra, delapan kenshi yang masih bertahan seperti Arthur Veraldi Jegier, Agus Adi Pratama, Kadek Artha, (SDN 2 Pedungan), Made Satria Nugaha Pinatih (SDN 2 Sukawati). Ketua Umum Pengprov Perkemi Bali Nyoman S. Astawa mengemukakan, ajang ini melibatkan 310 atlet dari kalangan pelajar SD, SMP dan SMA. Mereka berlaga pada nomor randori dan embu. Melihat animo peserta yang membeludak, Astawa meyakini para siswa dan siswi di Bali banyak yang mendalami

BPM/ist

PELATIHAN — Suasana pelatihan atlet, pelatih dan juri dancesport nasional di Sanur, 7-9 Desember. Tujuan pelatih untuk memberikan gerakan baku sehingga mempermudah kinerja juri.

PP IODI Gelar Pelatihan Atlet dan Pelatih Nasional Denpasar (Bali Post)PP Ikatan Olahaga Dancesport Indonesia (IODI) menggelar pelatihan atlet, pelatih dan juri nasional di Sanur, sejak Kamis (7/12) lalu dan berakhir Sabtu (9/12) kemarin. Pelatihan diikuti 42 peserta berdatangan dari sembilan provinsi, seperti Bali, Jateng, Sumut, Sulut, Kaltim, Kalsel, DIY, Papua, dan Sulsel. Sementara pemberi materi dari PP IODI yakni Deddy Ratmoyo, Jaka Wijaya, Dwi Nita dan Dika. Sekjen PP IODI Ni Made Suparmi, di sela-sela pelatihan menjelaskan, sebelumnya

telah diadakan pelatihan serupa untuk dancesport standar di Bandung, Juni lalu dan sekarang ini pelatihan dancesport latin. ‘’Pelatihan serupa juga akan digelar April tahun depan,’’ kata Suparmi yang juga Ketua Pengprov IODI Bali ini. Dijelaskannya, bagi peserta pelatihan juri nasional bakal diuji oleh penguji tingkat Asia, Miss Johanne dari Singapura. Selanjutnya, para juru dancesposrt akan dilakukan perankingan. ‘’Kami berharap tia provinsi memiliki juri dancesport nasional,’’ kata dia. Tujuannya,

supaya pada pelaksanaan PON XX di Papua 2020 mendatang, juri yang diterjunkan benar-benar secara objektif, netral, fair-play dan menjunjung tinggi sportivitas. Oleh sebab itu, kata dia jika gerakannya baku, kinerja juri tinggal menilai power, stamina dan kerapiannya. Menurut Suparmi, pada PON XIX di Jabar 2016 lalu, cabor dancesport melombakan 15 nomor, yakni tujuh standar, tujuh latin, ditambah satu hip-hop. Sementara pada PON di Papua masih diperjuangkan penambahan hingga 21 nomor. (022)

Denpasar (Bali Post)Dua pebulu tangkis Bali yang melaju sampai ke babak final, yakni Ni Made Laura Tania Paramita (Porwaja Denpasar) untuk kategori tunggal anak-anak dan Angga dari Menang Kalah Sehat (MKS) Singaraja pada tunggal usia dini, harus mengakui ketangguhan lawanlawannya. Laura dikalahkan Fradila Shelma Anggita (Taurus Badminton Club Kudus) dengan skor 16-21, 9-21, pada laga pamungkas Sirkuit Nasional Milo Badminton Competition Bali Open 2017, di GOR Lila Bhuana, Sabtu (9/12) kemarin. Laura mengakui lawannya memang pantas menang, sebab dia unggul segalanya, mulai teknik, sampai taktik dan strateginya. ‘’Saya kira wajar dia juara,’’ terangnya. Fradila Shelma juga mengawinkan gelar, sebab di ganda Fradila/ Velisha Christina juga juara. Atlet yang mengawinkan gelar lainnya yakni Bilqis Prasista (Victry Bogor) di tunggal pemula menundukkan Shafa

Aura Rahmani (Jayaraya Jakarta) 21-10, 21-16, sedangkan di ganda Bilqis/Aisyah Salsabila Putri Pranata juga merebut gelar juara. Sementara Angga ditaklukkan unggulan kedua Krisda Daniel Bagaskara (Jayaraya Satria Sleman) dengan skor 18-21, 19-21. Wakil Ketua Pengprov PBSI Bali Wayan Winurjaya mengakui, pebulu tangkis Bali kalah jam terbang jika berlaga di level nasional. ‘’Ya… kalau atlet Bali ingin bersaing di kancah pebulutangkisan nasional, memang harus rutin mengikuti event nasional di berbagai daerah,’’ kata Winurjaya. Bali meraih dua perak dan enam perunggu. Selain itu, kalau berkompetisi pada event nasional, persiapan yang dilakukan harus matang. ‘’Pebulu tangkis Bali harus fokus latihan, guna menyiapkan diri mengikuti berbagai kejuaraan,’’ tuturnya. Dia juta berharap event berskala nasional lebih sering lagi dihelat di Pulau Dewata, sebagaimana tahuntahun sebelumnya. (022)

Tim Sepak Bola Putri Bali Dicukur Babel

Nyoman Yamadhiputra

BPM/ist

Denpasar (Bali Post)Kesebelasan putri Bali dicukur lawannya, Bangka Belitung (Babel) dengan skor 0-4 (0-1) pada babak delapan besar, Pertiwi Cup V/2017 di Stadion Jakabaring, Palembang, Sumsel, Sabtu (9/12) kemarin. Atas hasil ini, langkah Tim Bali terhenti sedangkan Babel melaju ke babak semifinal. Gol pembuka kemenangan Babel dilesakkan bomber Sheva Imut Furyzcha di menit ke-31, yang mengoyak gawang Bali yang dikawal

kiper Putu Suarni. Sampai turun minum Bali tertinggal 0-1. Di paruh kedua kembali gawang Putu Suarni dibobol Ade Mustikiana Oktafiani di menit ke-51, disusul Safira Ika Putri Kartini di menit ke68 dan Sheva Imut lagi-lagi menggetarkan jala Suarni di menit ke-69. Sampai wasit Mimin Mintasih (Bekasi) meniup peluit panjang, skor akhir Bali tetap kalah 0-4. Asisten Manajer Tim Bali Gede Made Anom Prenatha menyatakan, persiapan tim putri Babel setahun lebih, dan

penampilan mereka sepanjang pertandingan mendominasi di segala lini. Namun pihaknya bersyukur tim polesan Sandika Pratama ini hingga turun minum baru kebobolan sebiji gol. Selanjutnya, di babak kedua fisik dan stamina pemain Bali drop, hingga beberapa kali gol tercipta dari tendangan spekulasi jarak jauh. Oleh sebab itu, Anom Prenatha menilai, meskipun tim Bali kalah tetapi masih lebih baik prestasinya dibandingkan Jateng maupun Banten. (022)

Wayan Winurjaya

BPM/022


Arena Pacers Hentikan

12

Minggu Wage, 10 Desember 2017

Profil

Rentetan Kemenangan Cavs

Sempat Tidak Betah PEMBALAP Tim LCR Honda, Cal Crutchlow mencurahkan isi hatinya saat pertama kali tampil di MotoGP pada 2011. Datang dari dunia Superbike, bukan hal yang mudah bagi pembalap asal Inggris itu untuk berkarier di kompetisi yang berbeda. Tim Yamaha Tech 3 adalah tim pertama Cruthclow saat menjalani debut di ajang kelas tertinggi Grand Prix itu. Namun pada musim pertamanya, pembalap berusia 32 tahun itu langsung mendapat kesulitan besar dalam beradaptasi dengan dunia baru. Karena itu, Crutchlow langsung menyatakan dirinya bahwa ia tidak ingin terus bertahan di MotoGP. Meski pada 2011 yang merupakan musim debutnya, Crutchlow berhasil menempati posisi 12 pada klasemen akhir pembalap dengan 70 poin. “Setelah tahun pertama saya di GP, saya ingin kembali ke Kejuaraan Dunia Superbike. Saya tidak tertarik untuk bertahan di MotoGP,” ungkap Crutchlow, Sabtu (9/12) kemarin. Namun berkat sang Bos Tim Yamaha Tech 3 yakni Herve Poncharal, akhirnya Crutchlow bertahan. Pembalap yang memakai motor 35 itu mengaku sedikit mengubah gaya balapannya, hingga akhirnya bisa bersaing dengan para pembalap di kelas MotoGP. “Herve Poncharal mengatakan bahwa saya harus melanjutkan. Jadi saya tetap tinggal. Pada tahun kedua, saya mengubah pendekatan mengendarai motor dengan cara yang berbeda,” tambah pembalap yang pada musim ini menempati posisi tujuh klasemen akhir pembalap. Tapi selama dua musim tersebut, Crutchlow sempat mendapatkan hasil terbaik yakni menduduki posisi empat balapan. Pada 2011 ia sempat finis di posisi empat saat tampil di Sirkuit Valencia, Spanyol. Sementara pada 2012, tidak hanya duduk di posisi empat di GP Qatar, Jerez dan Aragon, tapi Crutchlow berhasil naik podium. Dua podium berhasil ia dapat saat tampil di GP Republik Ceko dan Australia. “Saya berhasil menempati posisi keempat dalam dua balapan musim pertama dan saya dua kali naik podium,” tutupnya. (kmb33/rtr)

IndianaRentetan kemenangan beruntun Cleveland Cavaliers di NBA 2017-2018 harus terhenti di 13 pertandingan. Cavaliers tak berdaya saat dijamu Indiana Pacers. Penampilan apik Victor Oladipo membuat Pacers menang 106-102, Sabtu (9/12) kemarin. Berlaga di Bankers Life Fieldhouse, Cavaliers nampaknya akan meraih kemenangan. Mereka mampu unggul enam poin atas Pacers saat jeda babak pertama. Namun di kuarter tiga permainan Cavaliers menurun. Pacers mampu memanfaatkannya untuk berbalik unggul setelah merebut kuarter tiga 32-23. Kuarter empat berlangsung makin seru. Cavaliers sempat memangkas jarak menjadi hanya satu angka ketika laga tersisa 2 menit 48 detik, berkat tembakan tiga angka J.R. Smith. Akan tetapi, Pacers segera menjawab lewat tembakantembakan tiga angka dari Bojan Bogdanovic dan Oladipo, sehingga unggul 103-97 dengan tersisa satu menit lagi. Cavaliers kembali mendekat lewat tembaka tiga angka Smith. Harapan Cavaliers untuk merebut kemenangan ke-14 sirna setelah Corey Joseph mengeksekusi dengan baik dua hadiah lemparan bebas. Oladipo jadi pahlawan kemenangan Pacers dengan 33 angka dan delapan assists. LeBron James sendiri nyaris membuat triple double untuk Cavaliers dengan 29 angka, 10 rebound dan delapan assists. Cavaliers sudah lama tidak

merasakan kekalahan. Mereka terakhir kali tumbang 9 November di kandang Houston Rockets. Sejak saat ini Cavs menang 13 kali, termasuk tujuh di kandang lawan. Sedangkan bagi Pacers, kemenangan atas Cavaliers melanjutkan tren positif mereka menjadi tiga kemenangan beruntun atau sembilan dalam 12 laga terakhir. Mereka menjadi satu-satunya tim yang mengalahkan Cavaliers dua kali di NBA musim ini. Sementara itu, di partai lain San Antonio Spurs sukses menekuk Boston Celtics. Tembakan tiga angka Manu Ginobili membuat Spurs menang tipis 105-102. Pertemuan Celtics dengan Spurs di AT&T Center berlangsung seru dan sengit sejak awal. Kuarter pertama jadi milik Celtics dengan skor 31-26. Memasuki kuarter dua, Spurs bangkit. Pasukan Gregg Popovich bisa unggul setengah bola saat jeda babak pertama. Celtics kembali mengendalikan permainan di kuarter tiga. Celtics memasuki kuarter empat dengan modal keunggulan

BPM/rtr

MENANG - Victor Oladipo merayakan kemenangan Pacers atas Cleveland Cavaliers, Sabtu(9/12) kemarin. lima angka. Tapi Celtics lengah di kuarter empat. Ginobili jadi mimpi buruk bagi Celtics. Pria Argentina itu melakukan offensive rebound ketika laga tersisa 25 detik. Ginobili kemudian melesakkan tembakan tiga angka ketika pertandingan hanya tersisa lima detik. Tembakan tiga angka Ginobili membuat

Spurs unggul 105-102. Pertandingan nyaris berlanjut hingga overtime, jika saja tembakan tiba angka point guard Kyrie Irving saat buzzer tak meleset. Ginobili di laga ini finis dengan 11 poin. Top scorer Spurs adalah power forward LaMarcus Aldridge dengan 27 poin dan 10 rebound. Sementara di kubu Celtics, Irving sebenarnya

tampil gemilang di laga ini. Eks pemain Cleveland Cavaliers itu membuat 36 angka. Dia memasukkan enam kali tembakan tiga angka. Kekalahan dari Spurs merupakan yang kelima dialami Celtics di musim ini. Rekor menang-kalah mereka menjadi 22-5. Sedangkan Spurs kini memiliki rekor 18-8. (kmb33/rtr)

musim 2019,” tutupnya.

ini tidak terjadi. Beberapa pembalap selain Hamilton yang mengalami insiden adalah Esteban Ocon, Kevin Magnussen, Stoffel Vandoorne. “Ahli keamanan independen diharapkan mengevaluasi dan memberi saran mengenai hal keamanan. Selain itu, menerapkan police reporting di sirkuit dan memperbaiki keseluruhan komunikasi antara promotor, polisi dan pemangku kepentingan F1,” tulis pernyatan FIA. “Dewan Motorsport Dunia sangat mendesak promotor untuk menerapkan rekomendasi ini dan memperbaiki situasi menjelang acara tahun depan,” tambah pernyataan tersebut. Musim ini pembalap Tim Ferrari yakni Sebastian Vettel tampil gemilang dengan menduduki podium pertama pada F1 GP Brasil 2017. Sementara Hamilton yang sudah memastikan diri merengkuh gelar juara dunia, tampil luar biasa dengan naik 16 posisi dan mengakhiri balapan di posisi keempat. Pada musim depan, GP Brasil kembali menjadi seri terakhir F1 2018 yang akan berlangsung di Sirkuit Jose Carlos Pace pada 11 November 2018. GP Brasil akan menjadi seri ke-20 F1 2018. (kmb33/rtr)

Pendapatan Tim F1 Turun

Guillermo Rigondeaux

BPM/rtr

Rigondeaux Bertekad Kanvaskan Lomachenko

New York– Guillermo Rigondeaux saat ini berusia 37 tahun dan akan naik dua kelas untuk bertarung dengan Vasyl Lomachenko, tetapi Rigondeaux sangat yakin bahwa dia akan membungkam semua pihak yang meragukannya dengan mengkanvaskan Lomachenko. Pertarungan ini banyak dianggap sebagai salah satu pertarungan tinju terbaik di tahun ini, karena mempertemukan dua petinju peraih medali emas Olimpiade yang mempunyai kemampuan tinju luar biasa. Lomachenko (9-1, 7 KO) adalah juara kelas bulu super WBO dan diunggulkan atas Rigondeaux (17-0, 11 KO) dalam pertarungan di Madison Square Garden nanti. Rigondeaux yang menghabiskan sebagian kariernya di kelas bantam super tidak mempedulikan para penggemar, media dan bursa taruhan yang memprediksinya akan kalah di pertarungan ini. “Saya tidak tahu. Saya bahkan tidak melihat hal itu. Saya akan beradaptasi, tidak masalah. Seperti saat melawan petinju lain, kami akan mengatasi masalah ini dan menghajarnya habis-habisan,” kata Rigondeaux, Sabtu (9/11) kemarin. Rigondeaux dikenal sebagai salah satu petinju dengan pertahanan terbaik, dia menolak untuk membocorkan akan tetap tampil defensif atau tampil ofensif saat melawan Lomachenko. “Setiap lawan itu berbeda dan saya beradaptasi dengan setiap lawan. Kadang butuh lebih banyak serangan kadang butuh bertahan. Kami menyesuaikan saat berada di ring,” lanjut Rigondeaux. Rigondeaux mengatakan tidak melakukan persiapan spesial untuk pertarungan ini, dia mempersiapkan diri sama seperti pertarungan-pertarungan sebelumnya. “Kami berlatih dengan baik dan berada di kondisi 100 persen. Kami menjalani kamp latihan yang bagus. Kami selalu berlatih keras untuk menghadapi semua lawan,” kata petinju kidal asal Kuba tersebut. Sedangkan bagi sang lawan, ini dianggap sebagai salah satu laga terberatnya. Disebut laga terberat bagi Lomachenko karena Rigondeaux adalah petinju hebat. Tak hanya juara di kancah profesional, namun dia juga punya reputasi seperti Lomachenko yaitu dua kali juara Olimpiade. Selain itu, Rigondeaux juga juara dunia amatir sebanyak empat kali. Lomachenko tidak melihat bahwa perbedaan usia dan keharusan Rigondeaux untuk naik dua kelas ke bulu junior adalah faktor kelemahan. “Saya tidak berpikir bahwa pertarungan nanti berjalan seru, seperti yang diharapkan penonton. Rigondeaux akan lebih bermain sebagai counter dan dia tidak akan menyerang lebih dahulu,” kata Lomachenko, petinju berusia 29 tahun. “Saya tidak memikirkan soal fisik, karena saat ini kami bertanding di kelas yang sama. Yang bakal menjadi faktor penentu nanti adalah kesabaran saya menghadapi dia. Rigondeaux akan menunggu dan saya tidak boleh tergesa-gesar menyerang. Saya banyak melatih kesabaran selama latihan, demi mendapatkan momentum memukul yang tepat,” kata Lomachenko lagi. Pertarungan Lomachenko vs Rigondeaux diprediksi bakal menjadi laga tinju dunia terbaik abad ini, karena kualitas keduanya yang tidak perlu diragukan lagi, yang sama-sama pernah menjuarai Olimpiade sebanyak dua kali. (kmb33/rtr)

Milton Keynes – Bos Red Bull, Christian Horner percaya bahwa investasi yang dilakukan Liberty Media akan membuat tim kembali mapan secara finansial. Selain itu, Formula One (F1) juga dinilai akan memiliki masa depan yang lebih sejahtera ketimbang sebelumnya. Setiap tim F1 akan melihat pendapatan uang mereka turun di musim ini sebagai akibat langsung dari peningkatan belanja The Formula One Group sebagai pemilik olahraga yang berinvestasi di masa depan. Sementara beberapa tim telah menyuarakan keprihatinan mereka atas kejadian ini, namun Horner mengaku tidak khawatir. Menurutnya, rencana investasi tersebut adalah sebuah kebutuhan dan serupa dengan mengambil langkah mundur hari ini untuk bergerak maju di kemudian hari. “Anda harus berinvestasi dalam bisnis untuk mengakumulasi. Saya pikir Liberty telah memiliki waktu untuk belajar. Mereka telah melakukannya musim sekarang, mereka juga telah menerapkan tindakan yang tepat pada setiap bidang yang tepat. Mereka membentuk rencana untuk F1 musim

Christian Horner 2021,” terang Horner, Sabtu (9/12) kemarin. “Sangat mudah untuk mengkritik tentang jumlah pengeluaran. Dan itu hanya mentalitas yang berbeda dengan bagaimana Bernie Eclestone beroperasi. Bernie mengelola sebuah toko tertutup yang sangat ketat. Dia adalah bagian dari pemasaran, departemen penjualan

BPM/rtr

dan itu menjadi pertunjukan satu orang,” lanjutnya. “Jelas Liberty, setelah memperoleh keuntungan dari bisnis ini. Mereka juga ingin memberikan pendapatan yang lebih baik di masa depan dan ada biaya yang terkait dengan itu. Tak pelak akan nada investasi yang berpengaruh pada musim 2018 atau bahkan

Keamanan Federasi Automotif International (FIA) mendesak penyelenggara Formula One (F1) Brasil yang berlangsung di Sirkuit Jose Carlos Pace, Sao Paulo melakukan sesuatu. Pasalnya, sirkuit yang sebelumnya bernama Interlagos itu telah menimbulkan berbagai reaksi pada gelarannya musim ini. Sejumlah kecelakaan parah terjadi di F1 GP Brasil yang diadakan pada 12 November 2017. Salah satunya adalah Lewis Hamilton yang mengalami kecelakaan di sesi kualifikasi satu. Alhasil ia tak mampu melanjutkan sesi kualifikasi tersebut dan memulai balapan dari posisi 20. Selain itu, kecelakaan yang menimpa para pembalap di sesi balapan telah menimbulkan perdebatan. Kejadian itu pun membuat FIA melakukan rapat pada Selasa, 5 November 2017 dengan Dewan Motorsport Dunia dan menghasilkan beberapa rekomendasi. Hasil rekomendasi menyatakan bahwa pakar keamanan di lintasan tersebut harus melakukan evaluasi. Hal ini dilakukan agar sejumlah insiden yang terjadi di musim

Life Sport

Tips untuk Mencegah Cedera Saat Berolahraga Lari OLAHRAGA lari menjadi sangat popular beberapa tahun belakangan ini di Bali. Banyak event lari yang terselenggara dan antusias masyarakat pun sangat besar untuk mengikutinya. Menurut dosen Fisioterapi di Fakultas Kedokteran Unud, I Putu Gde Surya Adhitya, S.Ft., M.Fis., tentunya event olahraga seperti lari merupakan kegiatan yang sangat positif untuk masyarakat Bali, terutama bagi kesehatan mereka. Menurut Fisioterapis yang sering dipanggil Surya

ini, terkadang saat berolahraga tidak jarang akan pernah mengalami cedera. Banyak jenis cedera yang sering terjadi pada saat berlari, tetapi secara umum penyebabnya bisa di bagi menjadi dua, yaitu: cedera akibat kontak langsung (contact injury) dan cedera yang bukan akibat kontak langsung (non-contact injury). Contoh contact injury olahraga lari adalah tabrakan dengan pelari lain pada garis start yang bisa menyebabkan luka, sprain (keseleo) ankle, dll. Sedang-

kan cedera akibat bukan dari benturan sering diakibatkan oleh ketidakseimbangan yang terjadi pada tubuh, seperti: ketidakseimbangan otot-otot pada kaki, bentuk kaki yang tidak baik, posisi kaki saat berlari, hal-hal itu dapat menyebabkan nyeri saat berlari dan juga bisa menyebabkan cedera lain, seperti sprain, strain (robekan otot), tendinitis (peradangan pada tendon), dll. Dosen Fisioterapi FK Unud ini juga memberikan Tips

Lari menjadi olahraga yang digemari banyak orang.

BPM/rtr

untuk mencegah terjadinya cedera saat berolahraga lari: 1. Persiapkan kondisi tubuh sebelum berlari, pastikan tubuh fit dan tanpa cedera, karena jika tubuh tidak fit akan mengganggu performa saat berlari, tubuh cepat lelah dan bisa menyebabkan gangguan fisik yang lain, caranya seperti tidur yang cukup, makan karbohidrat 4 jam sebelum berlari dan minum air yang cukup satu jam sebelumnya. Selain itu, pastikan tubuh dalam kondisi tidak sedang mengalami cedera untuk mencegah cedera semakin parah, dan segera datang ke fisioterapi untuk mendapatkan penanganan penyembuhan cedera. 2. Pemanasan sebelum berlari, jogging ringan dan peregangan secara dinamik bisa dilakukan untuk mempersiapkan jantung, paruparu dan otot-otot siap untuk berlari, karena jantung dan paru perlu untuk mengalirkan nutrisi dan oksigen kepada otot agar otot bisa lebih siap untuk berlari, dan peregangan dapat membuat otot-otot lebih lentur dan mencegah terjadinya robekan otot saat berlari, lakukan 8-15 menit. 3. Minum air (sport drink), jika ada glucose gel juga membantu saat berlari, karena saat berlari menuju titik finish,

kemungkinan cairan tubuh, kadar gula dalam darah dan elektrolit-elektrolit jauh menurun, untuk mencegah cedera seperti kram otot, sprain, strain, dll., dibutuhkan keseimbangan kadar gula, cairan dan elektrolit dalam tubuh saat berlari. 4. Pendinginan, pendinginan bisa dilakukan dengan jogging/jalan-jalan ringan dan diikuti dengan peregangan statik untuk menurunkan kerja jantung-paru secara bertahap dan melenturkan ketegangan otot-otot setelah berlari, dan mengolah sisa-sisa metabolisme dalam tubuh agar tidak mengendap pada otot-otot yang bisa menyebabkan nyeri, sering disebut DOMS (Delay Onset Muscle Soreness), lakukanlah pendinginan 8-15 menit. 5. Recovery, bisa melakukan rendam air es untuk menutup jaringan-jaringan yang rusak setelah berlari, makan karbohidrat bertahap, minum air (sport drink) dan tidur, karena setelah berlari kadar gula dalam otot, darah, atau hati akan berkurang dan cairan tubuh juga sudah berkurang, sehingga perlu ditambahkan dengan itu, dan tidur akan membantu mengembalikan mental dan fisik membaik setelah berlari. (kmb33)


Redité Wagé, 10 Desember 2017

I Kaki Dengkil

Panyeeb Brahma

INDAYANG tureksa sekadan lontar plutuké, aji swamandala, bhama kertih, sundarigama, tur sané lianan. Upakara punapi kamanten wénten kaunggahang irika! Upakara nitya karma tur naimitika karma wénten makasami! Sekadan upakara pamahayu jagat manut sekadan pawilangan sasih mapanemon, kaungguhang irika. Wantah nénten wénten, durusang turéksa sekadan puranané, sinah irika wénten makudang-kudang upakara sané sampun kasungkemin saking rihin. Asapunapi upakarané punika manut piteket Sang Hyang Wéda? Sampunang matakén asapunika, wantah punika takénang, nyanan I Kaki Dengkil makuah-kuah bibihné midartain. “Makejang ané gaéna tekén manusané, manut piteket Sang Hyang Wéda! Lamun dot nawang unduké ento apang seken turéksa ban ilmu! Da turéksana ulian gedegé tekén sulinggihé ento dogén ané tuura muput yadnya! Apang tawang nah... muput ento tuah silih sinunggil sesana kasulinggihan. Ané tuah paling utamana, sesana kasulinggihané ento mautsaha nyuciang déwék! Kéto nyen anaké ané bani dadi sulinggih! Apa ento tusing manut ajak piteket uger-uger Sang Hyang Wéda? Endén malu, Cai apang nawang! Sang Hyang Wéda sujatiné madan hipogram! Sekancan baos sastrané ungkuran suba manut piteket Sang Hyang Wéda! Lakar nilar ento? Lautang suba, nyanan lakar kena raja pinulah! Tusing kena upadrawa di sekala, nyanan di niskala lakar katampi!” Pidartan I Kaki Dengkilé asapunika sujatiné durung puput. Wantah piragiang, jagi nyansan nglantangmlémadang nyen malih, telas nyanan widangan korané madaging upetan pinih nluktuka rauh saking bibih I Kaki Dengkilé sané sampun sakadi suksuk kedis cerukcuk. Sekancan aab jagaté, makasami sampun wénten upakarané. Wantah maranané makéla, sampun wénten upakara nangluk marana. Wantah rauh sekancan bhayané, naler sampun wénten upakarané. Punika wantah ngenénin jagat karanané puniki. Saking wau embas manusané sampun kaupakarain. Manut pratitiné, sapusira ugi sang embas mangjadma jagi keni bendana. Minab ri kala kantun alit utawi ri kala sampun ageng. Wénten sané jagi keni bhaya duk mayusa sia tiban, roras tiban, duk bajang, utawi sampun tua. Punika manut pawilangan pratiti samut pada. Sayan wengi, sayan jenget I Kaki Dengkil mamanah. Ngamanahang, sayan ngakéh-akéhang anaké ngarya upakara sawiréh Giri Tohlangkiré jagi mletus. Wénten mapakelem ring kawah Giri Tohlangkiré sadurung ngamedalang andus makedus kantos tegeh muncah langit. Wénten sané ngrahina nakti ka pura-pura mapinunas mangda Giri Tohlangkiré urung mletus. Sané ngawinang I Kaki Dengkil ngrékék kedék dawegé miragi wénten anak mapucung nulad pusungan sulinggih mandus nganggén lahar émbon. Napi minab paplajahan sané rangsukanga kantos masolah asapunika. Sané naan piragina, soroh anaké sané magama sikh kocap nganggén awu gunung mletus minakadi wibhuti. Wantah sorohan wargi Tepisiringé maosang punika sémbék. Kawéntenan Giri Tohlangkiré sané ngemu lahar jagi kautahang sakadi mangkiné yukti-yukti ngawinang buut pamineh wargi Baliné. Nénten wargi Baliné kémaon. Jagaté kantos aab antuka. Wantah manahang, agung pisan aab jagaté antuka wawu kasengguh Giri Tohlangkiré jagi mletus. Sakadi arané agung jagi emasina antuk jagaté wantah sayuwakti Giri Tohlangkiré mletus ring kapunguran. Asapunapi jagi baosang letusan Giri Tohlangkiré jagi ngawinang warginé makasami jagi sengsara? Indiké punika sayuwakti jagi mabinaan wantah tepasin siring-siring. Sané mangkin manahanga antuk I Kaki Dengkil boya punika. Sané manahanga inggih punika, sayan ngakéhang wargi Tepisiringé ngwangun upakara mangda Giri Tohlangkiré nénten mletus. Pinunasé sané pinih untata, mangda mletus agigis kémaon. Sampunang kantos ngawinang jagaté keni upadrawa. Sané pinih ungkura naler piragina antuk I Kaki Dengkil, kocap wénten sané ngamargiang upakara sané kabaos Aci Panyeeb Brahma daweg Purnama Kanemé ring Pura Kiduling Kreteg. Sané banget manahanga riantukan aciné punika kilitanga ring kawéntenan Giri Tohlangkiré jagi mletus. “Nah, né té ngudiang dadi kakéto panampén wargi Tepisiringé? Apa ulian jejehé lakar lancah lahar kanti mapineh kéto? Tusing inget tekén aci-aciné di Pura Kiduling Kreteg? Dong ngenah jani sujatiné wargi Tepisiringé liunan tusing taén tangkil ka pura mautamané ento? Kanti engsap tetujon upakara ané kabaos Panyeeb Brahma? Apa kadénanga artosné nyeebin api apang mati?” I Kaki Dengkil mabaos padéwékan sakadi punika wenginé mangkin. Sampun katah saking rihin upakara sané kabaos Panyeeb Brahma ring Pura Kiduling Kreteg sanunggil Purnama Kanem punika sujatiné tetujoné warginé makasami mapinunas mangda pantuné nénten keni marana antuk panesé mahabhara. Boya ja nyeebin laharé mangda émbon nénten ngawinang warginé puun makasami. “Dadi masé, kema seebin lahar Giri Tohlangkiré di kawahné! Lamun nyidaang sajan sakti. Apa buin misi mandus baan lahar ané kebus ento. Yén saja kéto lakar sumbah idup-idup sulinggihé ané bani mandus baan lahar!” I Kaki Dengkil mabaos alon asapunika santukan mlingser antuka manahné ngamanahang wargi Tepisiringé nyengguhang upakara Panyeeb Brahmané punika makilitan sareng kawéntenan Giri Tohlangkiré sakadi mangkin. “Da liunan ningehang hoak!” Asapunika baosné pinih ungkur kapiragi. Salanturné gerokan I Kaki Dengkilé ngempengin semengané puniki. (Jelantik)

Nyastra

KEBUS sajan guminé jani. Kulité karasa materik ulian panes ainé nyentak. Ulian sing nyaluk jakét, kulité sengeh suud mamontoran. Titiang mara mulih uling tongos sosialisasi pengolahan sampah di kantor bupati. Disubané markir montoré, ngénggalang titiang macelep ka tongosé magaé. AC kal idupang. Mara marasa tis guminé. Di méjané madugdug surat-surat ané pantes téken. Tondén maan néken surat-surat, jelanan ruangan kerja titiangé ada ané nogdog. Sinalih tunggil pegawai titiangé nyambatang ada krama pacang matamiu. Titiang maanggutan. Anak istri macelep ka ruangan kerja tur ngojog korsi tamiu. Semitané sakadi bungan pucuké ulet, nanging kajegéganné tusing mengkeb. Pangadegné langsing lanjar, pamulunné putih gading. Bangkiangné rengkiang acekel gonda layu. Suba abulan titiang dadi perbekel, tumbén jani ada anak jegég matamiu. Panganggonné cara janiné, fashion zaman now. Mabaju ketat mawarna barak nyaluk jalér tiga seperempat. Sandal highheel sipahné nyelepit dompét. Ningalin pangadeg lan panganggonné, sinah anak jegég di arep titiangé sosialita. Apa makrana semuné ocem? Mirib suud mayegan ajak kurenanné. Aduh, bisa-bisa titiang maan pasadok prahara rumah tangga. Ngénggalang titiang ngentungang papineh ané boya-boya. Patutné matakon apang tawang pikobet tamiuné. Titiang bangun uling korsi kerja lantas ngojog korsi tamiuné. Tondén maan titiang nakonin, ipun ngamalunin nyambatang tetujonné matamiu. Pianak ipuné sakit. Tuni semengan baah di sekolah dugas milu upacara bendéra. Ipun nyeselang guru di sekolah ané tusing ngajak pianakné maubad ka rumah sakit. Sawalikné nelépon mulih apang reramané ngalih pianakné ka sekolah tur ngajak maperiksa ka rumah sakit. Ipun makaengan, sekolah tusing bani nyemak kebijakan ngubadin murid ka rumah sakit yadiastun sekolah lan rumah sakité tuah mabelat jalan. Ningehang tuturné buka kéto, titiang milu nyeselang tingkah guru lan pegawai sekolahé. Apabuin sangkaning lélét ngajak ka rumah sakit, pianak ipuné ngemasin opnamé. Lénan nyaduang sekolah, ipun nyambatang ngidih tulung alihang Kartu Indonésia Séhat ané kasingkat KIS. Ipun ngaku tusing ngelah bekel anggén prabéa pianakné maubad di rumah sakit. “Da Bapak tangkejut, titiang sajan-sajan sing ngelah apa jumah,” ucapné. Titiang tondén maan masaut ipun sampun nyroscos malih. Ipun nyambatang apang tiang tusing nolih cassing HP, nanging isin pulsané. Apang tusing nolih di sisi dogén, nanging tatasin kasujatian kramané. Sawiréh bisa pangenahné bungah, ngranyab cari katimbambung nanging isiné puyung. Bisa pangenahné nécis nanging sujatiné tuna pipis. “Apang Bapak tatas nawang, kasujatiané tiang anak tiwas,” kéntén ipun negesang baosné. Tondén titiang maan nyautin, ipun buin mesuang isin atiné. Tamiu jegég di arep titiangé ngaku mapanganggo sarwa bungah, ngelah umah matingkat, pesu ngaba mobil nanging makejang ulian ngutang. Mapanganggo sarwa bungah mapan ipun sadina-dina luas madagang, yén nyaluk baju ocem sinah tusing ada krama ané maekin mablanja. Kéto masih madagang ngaba mobil kerana daganganné liu. Ipun ajak kurenané bangun ngedas lemahé luas ka peken lantas nglindeng ka désa-désa ngadep kal basa, bé matah, muang sarwa jukut. Yén ngaba sepéda montor sinah magrénggotan. “Sajan umah tiangé matingkat kerana pekarangané cupit. Tusing nyidaang ka samping sajaba menék. Apang Bapak nawang, tiang ngaé umah ulian

13

Ulian KIS Iluh Nadak Tiwas I Madé Sugianto

mautang. Kuda san tiang maan madagang, kadirasa anggon ajeng gén kuang!” Ipun masih nyambatang, diastun umahné matingkat nanging tondén mapléstér, tondén makeramik. Ngaé umah apang tusing kebus kala matan ainé nyentak, tusing bengilan masan ujan. Ipun nyambatang, liu anaké ngelah tabungan lan déposito, carikné linggah nanging sing demen menin umah. Nanging kramané ané buka kéto maan wantuan beras miskin nyabran bulan, pianakné maan Bantuan Siswa Miskin (BSM) atiban cepok. Kéto masih maan KIS. “Titiang ané ngelah utang, tusing ngelah carik, lemah peteng magaé tusing maan KIS. Da umah anggona patokan. Tuun kapah-kapah dadi petugas apang pedas tawang encén pantesné maan bantuan. Tiang kayang ka jani tusing taén maan beras miskin. Pianak tiangé masekolah tusing taén masih maan BSM. Jani pianak tiangé sakit, kelian dinasé tusing nyidaang ngurusang KIS!” Kadén mara nongos di ruangan maAC, tis negak di korsi perbekelé. Tusing karuan. Magenep ada buut di désa. Ané jani, masaih asané kebus di sisi dugas titiang mamontoran mulih uling kantor bupati ajak di ruangan titiangé yadiastun AC-né idup. Mara ukuna nyautin pangidih tamiuné, buin ipun nyambatang isin basangné. Titiang ningehang tuturné tur nyatet di bukuné apang buin kejepan disubané ada galah nyidaang nyawab patakoné. Dugas atiban, ipun ngaku aliha tekén prajuru banjarné. Prajuru nagih fotokopi KTP lan kartu keluarga, ipun lakar daftaranga dadi warga kurang mampu. Manut orta, di soang-soang banjar di désané, 15 kepala

keluarga maan jatah KIS. “Nanging kayang jani KIS mengkeb ngengkis. Tusing ada apa. Jani tagih tiang jatah KIS-é, kelian tusing nyidaang ngurus. Nika mawinan titiang nunas ring Bapak Perbekel apang ngurusang KIS, pianak tiangé ngamar di rumah sakit,” ucap ipuné. Ipun narka, kulawargané tusing maan KIS sawiréh adané kacorék di banjar muang di désa. “Liu anaké iri ajak tiang. Tusing las yén tiang maan KIS. Sapasira ja nyorék adan tiangé apang pitung katurunan kalara-kara,” ipun mamisuh. Katarka adané kacorék uling daftar calon penerima KIS kerana kadéna ngelah tekén anaké. “Saja tiang mayah listrik panyatusan tali nyabran bulan kerana méteran tiangé kaganti pulsa tekén prajuruné. Jani tiang kiah-kiah mayah listrik. Tiang sing ngelah apa, tusing nganggon mesin cuci, sugih masih orahanga.” Tingalin tiang ngamengmeng yéh paningalan tamiuné. Titiang nyorogang yéh putih apang ipun madegdegan. Disubané isin atiné makejang sambatanga, dabdab titiang nyautin pangidihné. Satondén ngidih KIS, aminggu sané sampun lintang wénten tigang diri krama taler matamiu nunas KIS. Raris titiang kasarengin kelian dinas ka kantor Dinas Sosial nakénang tata cara ngrerehang kramané KIS. Kepala Dinas Sosial nerangang krama sané ngamolihang KIS punika mungguh ring daftar warga kurang mampu tur sampun ngamel kartu Jamkesmas. Sané ngamel kartu Jamkesmas punika raris ngentos kartuné dados KIS. Mangda uning peséngané sampun mungguh ring data, takénang ring puskesmas muang kantor BPJS Kesehatan. Yéning

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Kasungsutan Kulawarga Kuru Olih : I K. Satria, S.Ag KASUNGSUTAN kulawarga Kuruné nénten pisan prasida baosang. Nénten bina sakadi ambun sané pacang nedunang sabeh ring akasané. Lami pisan dané Dewi Uttara nénten éling ring angga. Sesampuné éling, raris Ida nyaratang mangda prasida nyangkil putranidané antuk pikayunan sungsut kalintang. “Uduh Cening, Ida Sang Prabhu Krishna sampun wénten ring ajeng I Déwané. Ida sané kasumbung ring jagaté, sané madué kasucian miwah kawisésan sané dahat! Napiké I Déwa nénten éling ring angga sarira sané nénten bhakti, mawinan nénten ngaturang sembah majeng ring sané mautama puniki? Taler I Déwa nénten rumasa sumbung yéning anggan I Déwané nénten manyumbah majeng ring ksatria sané mautama tur mawisésa puniki? Uduh Cening, yéning pet pradé ring jagat sunya I Déwa matemu sareng ajin I Déwané, Ibu ngaptiang, wiyakti nénten élah yéning nemu pati sadurung galah sapatutnyané, sakémaon, yadiastun kawéntenan I Aji Ida Sang Abhimanyu sampun mawali ka jagat sunya, taler I Déwa sané taler sampun padem, pinaka kapatutan titiang taler sampun padem, nanging kasujatiannyané titiang kantun maurip sakadi mangkin tanpa dasar, tanpa kulawarga, sané saraina kaliput sekancaning duka. Uduh Sang Abhimanyu sané pinaka sekar tunjung ring pikayunan titiangé, yéning sampun Sang Prabhu Yudisthira ngicénin, titiang taler pacang padem ngetut pamargin I Ratu, antuk pamargi ngajengang sekancaning sané ala sané prasida ngawinang titiang padem. Lianan punika, yéning prasida titiang pacang nyeburang padéwékan ring agniné sané ageng! Nawegang ksatria mautama Sang Abhimanyu sané tresnain titiang, rumasa méweh titiang nemu padem yéning sakadi puniki kawéntenané. Yéning sakadi puniki panes sané rasayang titiang, nénten madué rabi saha nénten madué putra, napi malih sané saratang tiang ring jagaté puniki?” Sami sané nyaksiang kawéntenan Ida Dewi Uttara tatkala punika dahat sungsut ring kayun saha sareng nagis ring genahé punika. Toya panon sang sané nyaksiang manrestes, suaran anak nangis sampun kapirengang saking sekancaning genah ring Hastinapura! Nglantur raris Dewi Uttara matur alon pisan, “Uduh Cening, sané mangkin durus I Déwa matangi! Saksiang para panglingsir I Déwa sané kaliput antuk kadukan! Sami panglingsiré sampun nelasang toya panon sangkaning nénten prasida manggihin kawéntenan I Déwané sakadi mangkin! Sané mangkin sampunang pisan anggan I Déwané ngicén kadukané puniki panjang, sami

peséngané ten mungguh ring data, janten ten ngamolihang KIS. Mara amonto titiang nerangang sampun kacalung olih tamiuné. Ipun polih orti ring rumah sakit lan brik, perbekel nyidaang ngaénang kramané KIS. “Kocap wénten KIS dadakan!” sautné. Tumbén jani titiang ningehang KIS dadakan. Ané tawang, KIS PBI (Penerima Bantuan Iuran) mara ada, prabéané saking APBD kabupatén. Nanging warsané niki kuotané sampun telas. “Minab BPJS Mandiri kaucap KIS dadakan. Santukan BPJS Mandiri pramangkin dados urus. Nanging prabéané soang-soang sané ngurus. Becikang ibu mangkin ngurus BPJS Mandiri. Kelas telu keni iuran Rp 25.500,” titiang nerangang tur namtamin apang tamiun titiangé ngurus BPJS Mandiri. Ipun tan satinut ngrereh BPJS Mandiri. Santukan BPJS Mandiri mayah. Yéning ngrereh kelas telu sinah abulan ipun lan kulawarga ajak pat naur Rp 102.000. Tamiu jegég pangadegné langsir lanjar punika ngaku tén nyidaang mayah kerana abulan liu ngelah cicilan. Kapertama mayah listrik kantos samas tali, SPP pianakné masekolah, tondén cicilan lan bunga krédit di LPD. “Titiang kuangan awak anggon mayah cicilan. Anggén ngajeng suba kéweh napimalih anggén mayah BPJS Mandiri. Pidan titiang sampun daftaranga apang maan KIS, nguda tiang ané pantes maan ten polih?” Ipun mandingang tekén kramané ané maan KIS, beras miskin, PKH, muah BSM, ané pangenahné di sisi tiwas sangkaning tusing makita nganggon baju melah, tusing demen menin umah. Pipisné tabunganga, umah tusing benina pangaptiné apang maan bedah rumah. “Yén saja-saja syarat KIS kalaksanayang, tusing ada di désa dini maan bantuan pemerintah. Makejang umah anaké suba makeramik. Makejang nyidaang ngajeng pang telu awai. Apang adil, terapang syarat-syarat pemerintahé, sepalanan ten ada maan KIS!” Pinaka perbekel anyar, titiang sampun mautsaha ri kala wénten krama nunas KIS apang ipun nyidaang maubad. Titiang majalan, matakén ring Dinas Sosial, nanging ngrereh KIS ten aluh sakadi madingang telapak tangan. Wénten syarat-syaratnyané. Nika mawinan ring krama sané nunas KIS dadakan, titiang nujuhang apang ngrereh BPJS Mandiri. Punapi ja carané nyisihang bekelé, bandingang kalah di tajén. Sampun ketah tingalin, kalah panyutaan rupiah mabrérong lan matajen bani, nanging milu asuransi kesehatan gerap. Disubané sakit mara magrudugan nagih KIS. Nyarengin BPJS Mandiri punika cihna gotong royong tekéning warga. Dumadak iraga ten keni sakit, jinah sané kataur ring BPJS kanggén olih krama sané sungkan. “Mapunia tekéning krama sané sungkan punika utama. Ngiring tincapang gotong royong, saling tulungin majalaran BPJS Mandiri!” “Bapak nyidaang gén ja ngomong kéto. Gajih Bapaké gedé, sinah nyidaang mayah BPJS Mandiri. Tiang makejang tuna, paling melah rerehang KIS. Inggih suksma, punapiang men, Bapak ten nyidaang nulungin titiang ngrerehang KIS. Mangkin titiang nunas, édéngang jebos datané, sapasira gén maan KIS di désa dini!” Titiang ngisinin pangidih kramané tur ngelunin pegawai bidang Kesejahteraan Sosial. Saka siki krama sané polih wantuan beras miskin kabacaang. Pelapan pisan tamiun tiangé mirengang. “Nah, ba tawang nyén gén ané maan. Layah tékén gigi gén. Makejang nyamané maan. Ané ngelah-ngelah maan KIS. Nyén ja nyorék adan tiangé, apang Ida Sang Hyang Widi Wasa ané nyorék adané!” Tamiun titiangé gagéson pesu sambilanga ngeling. ***

sungsut santukan kahanané puniki. Saksiang sané mangkin Ida Dewi Drupadi, putri saking Jagat Phancala, taler Putri Sattata sané nénten mrasidayang mabaos! Panggihin sané mangkin anggan Ibuné, Ibu nénten prasida nangled pikayunan Ibuné puniki, tan bina sakadi kidang sané keni panah sang maraga ksatria, ngaséksék sangkaning kasakitan. Durusang I Déwa matangi, saksiang kawéntenan sang maraga utama sané sampun ngadeg ring ajeng I Déwané! Ida sané dahat wicaksana, sunar pangaksianidané sakadi sekar tunjung, dahat nudut kayun!” Sakadi asapunika bebaosan Ida Dewi Uttara. Sesampuné Dewi Uttara matur sakadi asapunika, Ida Sang Prabhu Krishna raris ngambil toya hening macemana saha ngawit ngambil senjata mawisésa sané wénten ring angga sariran putra alit punika. Sinambil mamargi sakadi asapunika, raris wénten pangandika sané dahat mautama saking angga sariranidané. “Uduh Dewi Uttara! Sujatiné titiang nénten naen ngandikayang sané nénten patut! Sané mangkin, jagi kacihnayang bebaosan titiangé wantah patut kawéntenannyané! Titiang sané pacang nguripang putrané puniki, antuk pasaksi samian sané wénten ring genahé puniki! Titiang nénten pisan naén ngandika sané nénten patut, yadiastun ring pakedékan! Titiang nénten naen mundur ring pamargi-pamargi sané patut, taler nénten pisan naen mundur ring payudan! Antuk waranugraha sané polihang titiang, titiang pacang nguripang putra puniki. Salanturnyané putra puniki sané pacang mélanin kapatutan ring jagaté, taler setata rumasa asih ring para brahmanané. Taler subhakti majeng ring para sujana mautama. Dumogi waranugrahané punika prasida nguripang anaké alit puniki! Antuk kapatutané punika, dumogi sami sané sampun molihang kautaman prasida jaya sangkaning kautamané punika! Kapatutan miwah kawicaksanan punika pacang rauh ring angga sariran titiangé! Kawisésané punika pacang metu saha ngicén kahuripan ring anak alit puniki. Asapunika taler, sami sané padem ring rainané mangkin mangda prasida kahuripang.” Sesampuné Ida Sang Prabhu Krishna ngandika sakadi asapunika, wyakti sami sadaging genahé punika dahat ajerih saha dahat ngutamayang bhakti majeng ring Ida Sang Prabhu Krishna. Indiké punika taler ngawinang putran Ida Dewi Uttara prasida molihang kahuripan. (Masambung)

Bibi Bibi Wau titiang jakti-jakti uning Yasan bibiné kapining déwék titiangé Saking wit ring garban bibiné Sanga sasih bibi ngabot titiang Tan sida antuk titiang ngrasayang Sapunapi sakitné ri kala ngembasang titiang. Bibi sayang Sayuakti madasar tresna asih Bibi mreténin nguripin déwék titiangé Kantos titiang kelih kadi mangkin Tan keni antuk ngwilangin Yasan bibiné punika Bibi satmaka Widhi ring sakala Sang pangripta déwék titiangé puniki Wantah rasa suksmaning manah Sané prasida aturang titiang majeng ring bibi Ampurayang bibi Aksamayang déwék titiangé bibi Kantos mangkin titiang déréng prasida Ngwales sekancan yasa kertin bibiné Manados guru rupakan titiang. Nengah Kologan


Jayanti

14

Anak Agung Istri Mirah Pradnya Paramitha

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Redité Wagé, 10 Desember 2017

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Pangkur 45.bÉhßcrisomæunæ]Çt/,

Brahmacari sampun pascat, wwunizÇp/,

wawu nincap, \lkuæny*gÊhsÓi,

ngalaksanayang grehasti, mljhinÓi\Ð;guru,

malajahin tingkah Guru, Ïrmgururupk,

rerama Guru Rupaka, mz)2di,

manyeledi, \mãilÐ(ym\Ñpugu;,

ngambil karya mangda puguh, he\ánå¡ppirw(g,

anggén ngupapira warga, ÏrmlnæutÉsmi. rerama lan putra sami. 46.hupcrpwiwhn/,

Malajah Madasar Manah Liang KETAH kasengguh Gung Mirah – yowana sané embas ring Denpasar 23 Maret 2005 punika kauningayang pinaka yowana sané kalem sakéwanten seleg malajah. Punika mawinan préstasi sané kapolihang wantah ngangobin pisan. Yowana antuk aran jangkep Anak Agung Istri Mirah Pradnya Paramitha sampun kauningayang setata dados juara satu saking kelas I Kantos kelas VI. punika sané ngawinang dané prasida dangan ngranjing ka SMPN 1 Gianyar sané pinaka sekolah favorit ring Kota Gianyar. Yadiastun sekolah inucap doh saking genahnyané meneng ring wewidangan Tampaksiring, nénten ngawinang pisarat Gung Mirah ngamolihang pendidikan sané becik dados surut. Napi malih SMPN 1 Gianyar wantah sekolah favorit ring Kota Gianyar. “Tiang bagia duaning sampun madué rerama sané demokratis tur setata nyokong tiang tatkala meled nglanturang masekolah ring Kota Gianyar,” baos Gung Mirah makenyem. Yowana sané masameton sareng kalih pinaka oka saking Anak Agung Gede Oka Nirjaya - Anak Agung Istri Inten Dalem Sawitri puniki éling pisan yéning masekolah doh saking genah meneng pastika ngamedalang makudang-kudang pikobet. Minakadi, doh margi sané patut kalintangin taler pasaing sané kapanggih ring sekolah favorit inucap sayan akéh. Sakéwanten, antuk kahanan sakadi punika wantah ngawinang raka saking Anak Agung Gede Panji Pradnyana puniki sayan nincapang pisaratnyané malajah. Napi malih dané meled prasida ngabdi ring widang kesehatan pinaka dokter anak utawi prasida ngabdiang raga ring puskesmas. Nénten wantah ring kota, nanging taler ring désa, Gung Mirah misadia ngabdi saha ngayahin krama mangda prasida ngamolihang hak-haknyané indik keséhatan. Napi malih indik keséhatan wantah mabuat pisan ring pakraman mangda kramané prasida becik ngamargiang parikramannyané saraina tur prasida nincapang kahanan ekonomi ring soang-soang kulawarga. Santukan yéning kahanan keséhatannyané akéh sané nénten becik, sinah kahanan ekonomi taler nénten becik. Sangkaning punika, prasida kajantenang yéning keséhatan wantah parindikan sané utama sios ring pendidikan s a n é

taler mabuat pisan ring pakraman. Yéning makekalih punika nénten becik sinah kasukertan miwah karahajengan krama nénten prasida jangkep kapolihang. Katakénin indik parikrama malajah sané patut mangda prédikat peringkat kelas sané pinih becik prasida kukuh tur nénten prasida kagentosin, Gung Mirah maosang, sujatiné malajah punika wantah parikrama sané patut kadasarin antuk manah liang. Duaning nénten wénten pikolih becik sané jagi kapolihang yéning parikrama malajah wantah sangkaning mapaksa. Gung Mirah setata mautsaha malajah antuk manah liang saha nénten lali setata éling nyarengin rerama magarapan ring jero. Duaning yadiastun malajah mabuat, nanging nyarengin rerama taler nénten dados katilarin. Sios saking uleng malajah, Gung Mirah sané seneng mamaca miwah magending puniki taler ngamedalang kasenengannyané malarapan antuk tembang mamurda “Peteng Tanpa Sundih” reriptan Lukita Wiweka sané katembangang ring album Bali Kumara Generasi Keempat sané sampun launching wawu puniki. Ring tembang punika, Gung Mirah ngaptiang mangda krama Bali sareng sami ngu-

lengang pikayunan nyiksik bulu. Duaning sané mangkin akéh pisan krama sané pikayunannyané kapetengan saha maparikrama sané ngawinang palemahan usak. Punika majanten ngawinang jagaté krodha tur ngamedalang makudang-kudang biuta minakadi tanah embid miwah blabar agung. Manawita kramané sami makta pikayunan galang sinah parikrama sakadi punika nénten pacang kapanggihin. Sané mangkin akéh pisan taler krama sané gelis memedih, sangkaning slingsut akidik sampun ngawinang paiyeg sané ageng kantos saling pademang. Sampun sapatutné ring galahé mangkin kramané sami nunas pangampura ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa saha sinareng nyagra kawéntenan jagat mangda setata ajeg miwah lestari tan pawénten palemahan sané karusak. (ast/was)

Upacara Pawiwahan, suk×ßnñ,

suksmannya, zuciy*hlkirbi,

nyuciang alaki rabi, kmb*lnæuti;hiku,

kama bang lan putih iku,

Isin Gumi Gumi Isin

senmli\ár&srir,

sané malingga ring sarira,

Déwan Ngusulang Ranperda Indik ”Perumahan” lan ”Permukiman”

ln*hisÓËi,

lanang istri, klugÉpc*mt)mu,

kalugra pacang matemu,

BADAN Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Buléléng ngusulang Ranperda indik Perumahan lan Permukiman. Alasan déwan ngawigunayang hak inisiatif nyusun ranperda puniki santukan pemerintah durung madué régulasi ngatur perumahan lan permukiman. Perda puniki kapikayunin penting pinaka bénteng lahan pertanian produktif mangda nénten kaalihfungsiang dados permukiman. Rancangan perda puniki sampun kasusun sadurung kausulang majeng pamerintah. Parindikan inucap kebaosang Ketua Bapemperda DPRD Buléléng wau-wau puniki. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Soma, 04 Désémber 2017 lintang.

msk×isÐlnisÐl, masaksi skala niskala, hinÑiekhlkirbi. indiké alaki rabi.

Mologan, Mayong Marasa jejeh pisan antuk kawéntenan tanah carik sané sayan ngedikang kawéntenané. Minab poténsi ring sektor pertanian salami puniki durung ngamolihang uratian sané becik saking para pemerintah. Satios punika, akéh pikobet sané karepin, minakadi prabéa petani ngarap carik sayan mael, pupuk sukil kapolihang, keni mrana, miwah sané tiosan. Kahanan punika ngawinang pantara prabéa sareng asil sané kapolihang. Titiang nyanggra becik rencana makarya perda puniki.

Gung De, Singaraja Janten perda puniki madué kawigunan utama pisan, kanggén mayungin miwah menata paumahan taler permukiman pamekas ring Buléléng. Sampun sapatutnyané pemerintah daérah lan krama Bali instrospéksi diri utawi mulat sarira, sapunapi nabdabin galah salanturnyané mangda sayan becik. Pemerintah sampunang wantah makélingin para kramané mangda nénten mgwangun ring tanah carik kémanten, nanging para pemerintah mangda prasida taler ngicén conto sané becik. Minakadi

metuéling krama indik tanah sané prasida kawangunin utawi sané ngranjing jalur hijau. Nyoman Yasa, Kalibubuk Yukti pisan tanah cariké sané kantun produktif sampun mauwah kadadosang paumahan. Minab para petaniné sampun med makarya ka carik santukan ketah marasa pocol, pantaraning prabéa sareng asil pamupon nénten imbang. Aji Bima, Banjar Yéning akéh tanah pertaniané kawangunin antuk

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

raat

1.

rht/,

1. keras

2.

ragrag

2.

rgÉg/,

2. robek

3.

ragragan

3.

rgÉgn/,

3. ide

4.

rakrik

4.

rkÉik/,

4. belang

5.

raksa

5.

rk×,

5. simpan

6.

rampag

6.

rmæg/,

6. sita

7.

rangap

7.

r\p/,

7. tajam

8.

rarad

8.

rrd/,

8. berkurang

9.

rarud

9.

rrud/,

9. ungsi

10.

rru*,

10. buang

10. rarung

Bahasa Indonésia

paumahan, toko, miwah wangunan tiosan, sapunapi dadosné kawéntenan beras utawi pangané ring galah sané pacang rauh. Puniki mangda kapikayunin. Pinunas tiang, ngiring sareng- sareng éling, ajeg Bali sampunang wantah sawates wecana. Surya, Lovina Rancangan perda punika becik pisan. Sakadi sané kauningin, akéh tanah carik sané kadadosang perumahan antuk makudang aran sané becik-becik minakadi Gria, Residént, miwah sané lianan. Genahnyané sampun kantos ka désa-désa. Putra, Pengastulan Yadiastun kasépan akidik parindikan rancangan perda punika, kémahon banget mawiguna kanggén nyelamatang tanah-tanah pertanian sané kantun. Antuk ranca ngan perda puniki sapisanan ngajegang kawéntenan subak ring Bali sané sampun kangkenin olih dunia pinaka cagar budaya. Sudira Sangsit Kawéntenan rancangan perda puniki becik pisan kanggén sepat siku-siku ri kala krama pacang makarya wangunan anyar. Nénten ulahaluh ngwangun paumahan wiadin toko ring genah sané kasengguh jalur hijau. Antuk rancangan perda punika, kaaptiang kramané sayan éling tur uning yéning wénten ukumnyané ri kala wénten krama sané makarya wangunan ring jalur hijau. (ama)

I Ketut Budiarta

Ngajiang Sekancan Parikrama SAMPUN kauningayang, sané dados Kepala Bidang (Kabid) Olah Raga sané anyar ring Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disbudpora) Pemkab Klungkung wantah I Ketut Budiarta sané sadurungnyané dados Kepala Seksi (Kasi) Olah Raga. Sangkaning sampun seneng olah raga saking kantun alit ngawinang dané ketah tedun ka lapangan, mawinan dané prasida becik ngamargiang swadharma. Sakéwanten, sané jakti kajantenang wantah tegak linggih utawi jabatan punika wantah swadharma sané kaicén saking pimpinan ring dané sané patut becik kamargiang. Kacunduk daweg patinget Hari KORPRI ring Kota Semarapura wawu puniki, Budiarta maosang sampun akéh pisan parikrama sané kalintangin indik birokrasi. Dané ngaptiang mangda akéh polih selah malajahang raga. Nénten wantah teori kémanten, nanging taler praktik ring pakraman. Ketah ngrereh tetimbang ngawinang Budiarta prasida nincapang “kepekaan sosial” ring sekancan parindikan sané kapanggihin ring pakraman. Asapunika taler ketah maparikrama ring lapangan sareng masyarakat olah raga ngawinang Budiarta setata mapikayunan positif miwah sportif. Napi malih kahanan daweg kantun alit sampun ngawinang dané dados krama sané kukuh tur lascarya tatkala ngamanggihin pikobet. Nénten akéh sané uning yéning Budiarta saking kantun alit sampun nemu kahanan sané sujatiné durung pantes kapanggihin olih alit-alit ring tuuhnyané. Embas ring Klungkung, 10 Juli 1967, ri kala timpal-timpalnyané liang prasida ngranjing TK, dané katilarin padem olih ibunyané duaning panyungkan. Punika ngawinang dané ngamolihang baos dados anak alit piatu. Meled mangda nénten sué nandang sebet sangkaning katilarin ibu sané kasayangang, Budiarta nincapang pikayunannyané taler ngamecikang parikramanyané saraina. Masekolah SD kamargiang ring SD Mandung, sekolah sané pinih nampek saking genahnyané. Sangkaning becik ring prestasi, dané katrima masekolah ring SMPN

2 Semarapura pinaka sinalih tunggil sekolah favorit ring Kabupaten Klungkung. Yadiastun nénten jangkep ngamolihang tresna rerama sakadi timpaltimpalnyané, nanging Budiarta nénten rumasa sebet. Dané wantah sebet kala manggihin timpal-timpalnyané karereh olih ibunnyané ri kala budal saking sekolah utawi tatkala timpal-timpalnyané punika nyatuayang indik ibunyané. “Jakti sebet, sakéwanten punapiang tiang. Tiang nyantenang yéning Ida Hyang Widhi madué kahanan sané becikan ring tiang,” baosnyané. Wus masekolah SMP, Budiarta nglanturang ring SMA Saraswati Klungkung. Santukan marasa kaaptiang dados sarjana, dané nyelehin nglanturang ring Fakultas Hukum Dwijendra, Denpasar. Asapunika taler Pasca-Sarjana sampun kapuputang ring Jurusan Kajian Budaya Universitas Hindu (UNHI) Denpasar. Dané taler naen ngamanggihin kahanan sané ngawinang sebet, duaning dané polih nyarengin seleksi dados polisi,

sakéwanten ri kala nyarengin tes kesehatan, kulitnyané nadak keni panyungkan tan pauningin napi sané ngranayang. Dané budal antuk rasa sebet sangkaning kaon nyarengin Korps Seragam Coklat punika. Napi malih dané patut ngupapira bapannyané sané sungkan. Sangkaning polih kaon dados polisi ngawinang dané mautsaha mangda polih ngabdi ring Pemkab Klungkung. Ngawitin ngabdi warsa 1986, Budiarta nglintangin parikrama saraina pinaka pagawé honor kantos warsa 1993. Ring panguntat warsa punika pangaptinyané mangda ngamolihang Surat Keputusan (SK) pinaka Pegawai Negeri Sipil (PNS) prasida kapolihang. “Nénten wénten asil sané lempas saking sapunapi parikrama sané kalintangin. Punika sané jantenang tiang. Minab punika ngawinang tiang setata ngajiang sapunapi dudonan parikrama sané kalintangin utamanipun sajeroning ngamargiang kahuripan,” baos kurenan Luh Gede Mariati makenyem. (ast/was)


Minggu Wage, 10 Desember 2017

GOATBOY…, GEMBALA KAMBING

Mempermalukan Koruptor …

l Balada Kambing dan Garangan Belantara…

l Siapa Pemilik Tanah dan Air…

AKU INGIN bercerita tentang kambing, air sungai, dan sumur, pengetahuan tentang apa yang disembunyikan oleh manusia, serta tentang mempelajari kepemimpinan dan belajar memimpin. Juga tentang rasa malu. Agak panjang kisah dan masa kanak-kanakku ini. BERJALAN KAKI pulang sekolah di desa seberang yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari rumah di desaku, melintasi beberapa jembatan, pesawahan dan galengan galengannya, sampailah aku di tepi sungai kecil sebelah utara desaku. SIANG SANGAT TERIK. Keringat mengucur. Haus di tenggorokanku luar biasa. Aku duduk sejenak di bawah deretan pohon Turi. Air bening bergemericik di bawah kaki, mengalir lembut tapi lincah. Lembah panjang di tanah, dialiri air, menjadi sungai. KEBIASAANKU setiap pulang sekolah adalah meminum air sungai, membungkukkan badan, menjulurkan kepala dan ngokop airnya selahap-lahapnya. Atau kalau sudah lewat sungai baru terasa haus, aku, tentu dengan beberapa teman, menengok-nengok kalau ada sumur entah di halaman atau samping rumah siapa. Kami akan menimba, dan meminum airnya bergiliran. TAK PERNAH kami meminta izin kepada pemilik sumur itu. Kelak sesudah dewasa saya sering mencoba mengingat-ingat : bagaimana mungkin kami bisa menimba sumur siapapun, meminum airnya, tapi mendapat risiko apa-apa. Tidak dimarahi, tidak dilaporkan ke Polisi, juga tidak disebut berdosa karena mencuri oleh Pak kiai di Langgar dan Masjid. MUNGKIN MANUSIA sudah berkembang sangat jauh berbeda dibanding dulu. Pemahaman tentang milik, mencuri, berdosa, sudah berubah hampir total. Kalau ada di sumur di halaman rumah seseorang, apakah berarti tuan rumah itu adalah pemilik tanah dan air sumur itu? Menusia dulu berbeda dengan manusia sekarang dalam memahami subjek dan konsep kepemilikan atas suatu benda. ORANG YANG SUMUR di halaman rumahnya kami minum airnya, mungkin tidak merasa bahwa sumur itu adalah miliknya. Mungkin orang-orang dulu sangat rasional dan berkesadaran historis sangat tinggi. Bagaimana mungkin manusia memiliki tanah, mempunyai air. Meskipun ia yang melubangi tanah sehingga menjadi sumur yang muncul airnya, toh alat-alat untuk menggali sumur itu: tangan, kaki, jari-jemari, pikiran untuk membuat linggis dan cangkul-bukanlah juga miliknya. SUNGGUH BERBEDA dengan manusia zaman sekarang yang sangat kreatif dan inovatif. Mereka mampu menciptakan tanah dan air, udara dan pepohonan, batu dan tambang emas – sehingga semua itu menjadi dan adalah milik mereka. Dengan surat-surat kepemilikan yang mereka bikin sendiri, sehingga pemilikan itu menjadi sah. Manusia modern adalah kopetitor Tuhan yang sanggup menciptakan bumi, gunung-gunung, lautan dan hutan belantara. JADI APAKAH sumur di rumah semua orang adalah juga milik semua orang sehingga boleh diminum oleh semua orang? Ataukah karena kami adalah anak-anak kecil, maka tidak diperlakukan sebagaimana orang dewasa? Tidak sepenuhnya seperti itu. Sebab pada saat lain ketika melintas sawah pulang sekolah aku dan beberapa temanku mengambil buah krai atau mentimun hijau di sawah seseorang, kami diteriaki sebagai pencuri. Pemilik tanaman krai itu berlari menghampiri kami,

sehingga spontan kami pun berlari. PEMILIK SAWAH krai tidak berhasil menangkap kami. Saya pulang ke rumah dengan merasa selamat. Tetapi ternyata entah bagaimana ceritanya, Ibu saya akhirnya tahu peristiwa itu. Saya dipanggil, dikonfirmasi semua hal yang terjadi. Dari dengan menunduk malu saya menceritakan semua yang terjadi. KEMUDIAN tiba-tiba Ibu beranjak menghampiri saya. Satu tangannya menjewer telinga saya. Ibu menyeret saya berjalan, sambil terus menjewer telinga saya: menuju rumah orang yang krai nya saya curi. Letaknya hamper satu kilometer di desa sebelah. Semua tetangga yang kami lewati berlarian keluar rumah untuk menyaksikan betapa Ibu menjewer dan menyeret saya. DENGAN PENUH RASA malu dan panas telinga oleh jeweran dan seretan Ibu, sampailah kami di rumah Pak Krai. Beliau sangat kaget didatangi oleh Ibu, dengan jeweran tangan di telinga saya tak dilepaskan entah sampai kapan. Kami dipersilakan masuk, tetapi Ibu menolak. Ia memerintahkan kepada saya untuk menyatakan kepada Pak Krai bahwa saya telah mencuri krai di sawahnya. Kemudian saya minta maaf sambil menyatakan siap menerima hukuman atas kesalahan saya. IBU SENDIRI juga menambahkan permintaan maaf kepada beliau atas kelakuan buruk anaknya. Pak Krai tampak kebingungan oleh adegan itu. Malah tiba-tiba masuk ke dalam rumahnya. Agak cukup lama. Kemudian keluar lagi dengan membawa keranjang berisi berpuluh-puluh krai. Ia menyodorkannya ke tangan. Saya mendongak menatap wajah Ibu saya. IBU MELEPASKAN jeweran tangannya dari telinga saya. Kemudian Ibu berjongkok dan menekan pundak saya agar juga berjongkok. Ibu menyuruh saya untuk mengulang permintaan maaf, kemudian menghaturkan terima kasih. Pak Krai tidak berkata sepatah kata pun. Ia hanya turut berjongkok. Wajahnya memancarkan campuran antara heran, bingung, bersyukur dan gembira. Ia mengulang menyodorkan keranjang itu agar tangan saya menentengnya. DI USIA udzur saya sekarang, pengalaman saya hari itu member pemahaman hidup melebihi apa yang saya peroleh di Sekolah dan Pesantren. Ketika itu saya duduk di kelas 3 SD. Beberapa tahun kemudian di Pesantren saya menyaksikan Santri yang mencuri menabuh gendering ke seputar Pesantren di depan pondok-pondok tempat tinggal para Santri. Di dadanya terpampang kardus yang ditalikan dari lehernya, bertuliskan Saraqtul-libas: saya telah mencuri pakaian. DI DUNIA MODERN yang beradab, para raksasa pencuri alis koruptor dilindungi di balik-balik tertutup. Tidak dijewer telinganya dan diseret untuk menemui rakyat, meminta maaf sambil berjongkok. Juga tidak dikasih kardus di dadanya bertuliskan Saya Koruptor kemudian menabuh gendering jalan kaki di jalan-jalan protokol hingga ke kampung-kampung. NEGARA dan pemerintah tidak menerapkan formula hukuman yang mempermalukan para koruptor di depan rakyat. Bukan karena para korupta dilindungi dan disembunyikan dari rakyat. Melainkan karena sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa tindakan mempermalukan hanya efektif untuk mereka yang punya rasa malu. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 19 September 2017

Sang Maha Awal Mula

yang tidak berwujud, yang bergerak maupun yang tidak bergerak, yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, semua berasal mula dari sang Maha Awal Mula, Mahahidup sekaligus Maha Penghidup. Sang Maha Awal Mula, Mahahidup, sekaligus Maha Penghidup ini pula merupakan Akhir segala Akhir, tujuan utama dan final segala Tujuan yang mulia. Tetua Bali yang berkesadaran spiritual mengistilahkan dengan sebutan sederhana, bahwa Wi-Wit itu adalah sang Sangkan Paraning Sarat, Sangkan Paraning Dumadi—sang Asal Mula sekaligus Tujuan Final Alam Semesta beserta seisinya. Tentu masing-masing bahasa yang ada di muka Bumi ini memiliki istilah atau sebutan tersendiri untuk mengkonsepsikan dan memaknai sang Maha Awal Mula, Mahahidup, Maha Penghidup, sekaligus sang Tujuan Final seluruh perjalanan kehidupan ini. Dalam bahasa Bali pun sebutannya beragam. Mulai dari yang paling singkat dan sederhana: Hyang, Embang, Wi-Wit, Kawitan, Kamulan. Ada pula menyebut dengan ungkapan Hyang Tunggal,

l Mencari Ning, Menemui Wi~2

WI, dalam khazanah spiritualitas Bali, kerap kali digunakan untuk maksud menegaskan konsep dan makna “yang lebih halus”, “yang lebih murni”, sekaligus juga “yang lebih utama dan lebih mulia”. Jnana, misalnya, yang lebih halus, lebih murni, lebih utama, dan lebih mulia dikonsepsikan sebagai Wi-Jnana. Wi adalah inti-sari-pati, hakikat terhalus, benih—kehidupan. Tapi, siapa—atau apakah—Wi-Wit segala wi-wit itu? Sejauh ini ilmu pengetahuan dan teknologi manusia modern yang mengandalkan logika belum menemukan jawaban pasti, memang. Namun, visi spiritualitas Bali Tradisi memberikan tuntunan jalan pemahaman sederhana: Wi-Wit segenap wi-wit itu adalah sang Maha Awal Mula, Mahahidup sekaligus Maha Penghidup. Sang Maha Penghidup inilah yang menghidupi, menghidupkan, sekaligus memberi penghidupan segala yang hidup dalam kehidupan ini. Yang berwujud maupun

NGAMPOENG SENI Desember 2017 Jatijagat Kampung Puisi – JKP-109 Rabu MALAM Umanis 27 Desember 2017 Wenten-Play IMAJINASI Tanah Air Dari Margarana LONG MARCH Gunung Agung Bung Rai Bung Mudita Freedom For… Freedom to Fulfill Your Vision and Mission Secure Your Sacred Time (Kala Jagra) How, Please

l Anggur

15

Pohon Kehidupan Bernama Wi-Wit l Mencari Ning, Menemui Wi~1

PILIHAN MENEPI dari keriuhan lalu lalang perjumpaan dan perpisahan, tegur sapa dan candaria komunikasi, mengantarkan perjalanan ini sampai di satu titik bernama superringkas: Wi. Jauh-jauh langkah menapaki tepi pesisir, menjejaki pangkal, pinggang, hingga puncak gunung-gunung di seantero Bali, ujung-ujungnya malah berakhir di titik simpul bernama Wi. Capek-capek membaca belembar-lembar halaman buku berbagai judul, hingga berbuih-buih mulut berdiskusi, berakhir kesimpulan pada dua huruf ini: Wi. “Apa itu Wi?” gaduh pikiran bertanya-tanya. Jawabannya sungguh pendek: Asal Mula. SETIAP yang ada di dunia ini punya Asal Mula, memiliki Awal. Asal Mula atau Awal itulah yang mengadakan sesuatu, menjadikan sesuatu itu ada. Pepohonan, misalnya, punya asal mula atau awal berupa benih—berupa biji, spora, putik sari, dan lainnya. Benih bertumbuh, menjadi pohon, lalu pohon pun mengadakan benih baru, dan demikian seterusnya, tiada terputus. Binatang punya awal atau asal mula berwujud sang induk. Sang induk punya induk pula yang lebih awal— berupa telor, atau sel telor yang dibuahi. Terlebih lagi anak manusia, niscaya punya asal atau awal mula yang dinamakan orangtua, ibu-bapak. Begitu pula setiap orangtua, ibu-bapak, memiliki orangtua yang dinamakan kakek-nenek, lalu kakek-nenek punya orangtua—dan demikian seterusnya, sehingga setiap insan manusia di dunia ini memiliki orangtua atau Ayah dan Ibu yang sama, yang tunggal. Siapa? Apa? Tetua Bali yang berkesadaran spiritual menamakan sang Ayah-Ibu Tunggal manusia itu dengan sebutan Wi-Wit, kerap kali hanya disebut Wi atau Wit. Lebih lengkap ada yang mengucapkan dengan istilah Kawitan. Selain berarti ‘awal mula’, ‘asal mula’, wit dalam bahasa Bali juga berarti ‘pokok pohon’. Wi-Wit itu adalah Bibit, Benih, yang mengawali kehadiran pepohonan di Bumi— hingga akhirnya bertumbuh dan berkembang. Dalam hakikat pohon, bertumbuh dan berkembang berarti akar-akarnya mendalam, meluas, batangnya meninggi, cecabangnya merindang. Dengan begitu pohon bisa berkontribusi (mayadnya) lebih banyak kepada kehidupan: menyerap racun udara lebih banyak sehingga udara sekitar menjadi bersih; melepas oksigen lebih banyak dan lebih segar; merindangi lebih luas; menyajikan daun, bunga, maupun buah lebih lebat. Tidak ada yang tidak berguna bagi kehidupan dari setiap bagian pepohonan: akar, batang, daun, bunga, buah pepohonan semua ada gunanya masing-masing bagi kehidupan. Pohon hadir untuk memuliakan kehidupan yang telah menghidupinya—dengan begitu pohon berkontribusi menghidupi kehidupan. Begitulah tetua Bali Tradisi yang berkesadaran hidup mencita-citakan kehadiran putra-putri manusia hadir di dunia: layaknya wi-wit pohon yang sepanjang hayatnya berguna dan bermakna bagi kehidupan. l deprabas Dalem Solo, Ratu Gede Pancering Jagat, Madruwe Sari, dan sebagainya. Dalam bahasa Indonesia disebut Tuhan. Bahasa Inggris menyebut dengan pendek: God. Inti-sari hakikat yang dimaksudkan oleh berbagai sebutan nama dan ungkapan itu adalah sama, tunggal. Orang-orang bijaksana memang menyebut Mahahidup sekaligus Maha Penghidup Kehidupan ini dengan beragam nama (bhinneka), namun yang dimaksudkan adalah Maha Tunggal jua adanya. l deprabas

Titik Nol Ruang dan Waktu l Mencari Ning, Menemui Wi~3

TERLETAK di sisi barat daya Bukit Pucak Wisesa, Wi merupakan hamparan hutan yang relatif datar di perbukitan batu kapur. Selain tetumbuhan semak dan perdu, berbagai pepohonan tahunan dengan pokoknya yang besar juga tumbuh menghijau di Wi yang dikelilingi deretan tiga perbukitan lain di sisi utaranya—layaknya tulang punggung kawasan hutan ini. Tidak heran bila suasana di Wi terasa hening, udaranya pun relatif sejuk dan bersih. Wi kini mewujud sebagai lembah yang hijau nan asri dengan tetanaman yang berumbi, berdaun, berbunga, dan berbuah. Lingkungan Wi sungguh begitu indah memesona, memang, bagi para penyuka keasrian lingkungan, bagi pencari dan penikmat Hening. Terlebih lagi bagi para perenung makna hakiki kehidupan,

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

AKU orang kecil. Anak rakyat kecil. Cita-citaku kerdil: sangat ingin Angon wedus, menggembalakan kambing. Tak terjangkau olehku level Cowboy atau Blantik Sapi, Paling jauh hanya Goatboy. TAK BISA tahan hatiku. Aku harus punya kambing. Aku ingin menggembalakan mereka ke padang-padang rumput, di lapangan bola, di tangkis atau gesik keterampilan ngarit atau menyabit rumput seperti Guk Urip yang dahsyat, untuk kambing-kambingku jika malam di kandang. USIAKU belum 10 tahun. Tubuhku kuat. Sudah beberapa kali gelut atau berkelahi. Kaki dan kelenturan badanku terlatih setiap bermain bola ketika istirahat antara pelajaran di Sekolah, serta hamper setiap sore di lapangan desa istirahat antara pelajaran di Sekolah, serta hamper setiap sore di lapangan desa. Aku ingin ketka bermain bola itu kulirik-lirik jangan sampai kambing-kambingku melanggar pagar dan memasuki kebun tetangga yang bukan fasilitas umum. KENAPA AKU begitu bernafsu untuk menggembalakan kambing? Aku yakin siang itu pertama kali aku mengalami estetika. Rasa indah, nikmat dan khusyuk, Yakni ketika pulang sekolah melintas desa, di bawah pohon Turi, tepian sungai: aku melihat beberapa ekor kambing meminum air sungai itu dengan lahapnya. Leganya tenggorokan kambing terasa di tenggorokanku. Aku sungguh-sungguh jatuh cinta. Aku yakin kambing adalah salah satu jodohku di dunia. TAPI UNTUK PUNYA KAMBING, aku harus bekerja. Ketika musim panen padi tiba, aku mendaftar ikut ani-ani, bersama puluha orang lain. Yakni mengetam padi dengan alat pengetam manual. Kuangkut dengan ebor, lantas ku-iles-iles dengan kaki, untuk memisahkan butir padi dari batang dan daunnya. Aku pulang balik dari sawah ke rumah pemilik padi membawa sekian ebor. SETELAH TERKUMPUL padi dalam ebor-ebor, kusetorkan kepada pemiliknya. Ia menakar dengan ember khusus. Ia mengambil tiga ember, kemudian ember keempat milikku. Sekian ebor padi milikku, kujual kepada wong nguyang yang akan menyalurkannya ke pasar. Sangat lumayan pendapatanku. Bisa beli minimal dua kambing. Aku merayu kakekku, Wak Kajumar, agar menambahi uang seikhlasnya, karena idealnya kubeli kambing tiga atau empat. Satu pejantan, satu induk, dengan satu atau dua anaknya. KAKEKKU bukan hanya menambahi biaya. Ia juga mengantarkanku dibonceng sepeda ke Pasar Peterongan, di seberang Pondok Darul Ulum, yang dulu didirikan oleh Mbah Yai Romli, yang oleh Syaikhona Kholil Bangkalan dibekali setundun pisang. Bersama dengan pembekalan Kitab kepada Mbah Hasyim Asy’ari dan Mbah Darwis Ahmad Dahlan. Serta sangu Cincin kepada seorang murid beliau lagi. Mungkin itu merupakan salah satu kunci masa depan Negeri ini, meskipun bangsa ini lebih suka memenjarakan diri di ruangan tertutup, sehingga tidak pernah ingat bahwa ada fungsi kunci dalam sejarah. KUBELI EMPAT EKOR kambing. Jantan, betina, dengan dua cempe nya. Apakah ada entah siapa saja yang ingin tahu betapa susahnya membawa kambing dari pasar ke desaku yang berjarak sekitar 6,5 kilometer? Itu awal 1960-an. Belum ada Colt bak angkut. Hanya sepeda, andong atau becak. Tak ada biaya yang tersisa untuk menyewa mereka. Sepeda Kakekku juga tak mungkin mengangkut empat kambing. Aku harus menyeret mereka. Dan kambing-kambing itu belum kenal aku. Mereka merasa tidak aman padaku. Aku harus menyeret mereka berjalan kaki, selangkah demi selangkah. Sangat lamban. Beringsut-ingsut. Karena mereka menolak kuseret. SANGAT SULIT memegang dua tali ke leher si jantan dan si betina sekaligus. Sangat berat bagi anak yang belum genap

10 tahun. Setelah sekian ratus langkah, kutemukan bahwa tali yang kupegang dan kuseret cukup satu, yakni tali yang bersambung ke leher si betina. Kalau si jantan yang kuseret, si betina lari kea rah lain, diikuti oleh dua anaknya. Kalau yang kuseret si betina, kedua anaknya mengikuti. Dan ternyata si jantan juga membuntuti, mungkin diseret oleh nafsunya kepada janda kambing betina itu. KAKEKKU TERSENYUM-senyum mengikutiku dengan sepeda di belakang. Tetapi tetap berat juga tarik tambang melawan kambing betina yang merasa terancam olehku, sehingga tidak mau mengikuti arah jalanku. Tak sengaja akhirnya, pada kilometer tiga: kubisik-bisikkan Bismillahi la yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardli wala fissama-i wa Huwas Sami’ul ‘alim. Dengan nama-Nya, yang tiada bahaya apapun di langit dan bumi, karena Ia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Kapankapan kalau diperlukan, kuceritakan dari mana aku mendapatkan kalimat itu. TAK KUSANGKA wajah kambingkambingku menjadi lunak. Sorot matanya tenteram. Ia berjalan mengikuti arahku tanpa penolakan seperti sebelumnya. Singkat kata, sisa perjalanan kami lancer sampai desa dan rumah. Beberapa teman mainku bergembira dan penuh penasaran wajahnya menyaksikan aku datang dengan sekumpulan kecil kambing. MEREKA MERAYAKAN kedatangan kambing-kambingku dengan bernyanyi bersama: Joko penthil thela-thelo ayo lo, lopis mambu ayo mbu, mbukak tenong ayo nong, nongko sabrang ayo brang, brangkat kaji ayo ji, jimat rojo ayo jo, joko penthiiiiil thela-thelo ayo lo, lopis mambu ayo mbu…. Terus berulang-ulang, tanpa akhir, tanpa ujung. Ujung adalah pangkalnya, akhir adalah awalnya. SEKARANG aku resmi menjadi bagian dari Masyarakat. Para penggembala kambing lainnya, Kasmadi, Margin, Kasdu dan lain-lain adalah seniorku. Kami adalah bagian dari Pluralisme Peradaban Lembu, Kerbau, kuda, Monyet dan Burung. Setiap habis lohor, kami bertemu di lapangan demokrasi, berbagai rumput dan kegembiraan. AKU BELAJAR sangat banyak: toleransi, saling menjaga, memelihara keamanan bersama, menghormati para kakak yakni alam dan hewan. Mengintensifkan sosialisasi dan silaturahmi antar hewan-hewan dengan menyelenggarakan berbagai turnamen, sebelum menjelang surup senja kami beramai-ramai memandikan gembalaan kami di cabang kali Kanal. Aku dengan kambingku, kami semua dengan hewan-hewan, sangat bersaudara dan menikmati cinta yang luar biasa. KETIKA memasuki usia dewasa, terutama ketika mulai tua renta sekarang ini, tak pernah kusangka akan bertemu dengan kambing dan berbagai jenis hewan lain yang sungguh tidak bisa digembalakan dan tidak mampu menggembalakan diri. Kambing-kambing yang tak bisa dicintai, tak bisa disayang, tak bisa ditolong. KUPIKIR PENGALAMAN menggembalakan kambing di masa kanak-kanak akan berguna besok-besok untuk turut berperan mensedekahi kemajuan Bangsa dan Negara. Ternyata tidak sama sekali. Mereka tidak butuh pertolongan. Karena mereka sangat hebat, bisa makan rumput, alang-alang, damen, kawul – karena tak mengerti beda antara itu semua. Maka mereka juga tidak mau mendengar, tidak butuh melihat, tidak merasa perlu belajar. BAHKAN MEREKA bisa cukup mengulum-ngulum pasir untuk bertahan hidup. Musang dan Garangan sangat mudah memerintah dan menguasai hutan belantara. Andaikan Garangan memberi mereka makan roti, padahal sebenarnya tai : mereka tidak merasa ditipu, karena mereka punya kemampuan untuk menikmati tai. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 20 September 2017 l Sri Jayantini PRAGINA Lahirlah dengan jemari yang halur Agar dapat kau suguhkan sebuah tarian Dari beragam rupanya pementasan walau tanpa terang sebutir merkuri saat tabuh mulai menyentuh

penekun spiritual atau kerohanian. Di Wi ini, inti-sari hakikat sang Maha Awal Mula Maha Penghidup kehidupan sungguh begitu Hadir utuh dan sempurna dalam kesatuan yang padu: Satyam (Kebenaran), Siwam (Kemuliaan, Kesucian, Welas Asih), dan Sundaram (Kemurnian). Kenapa? Vibrasi Satyam-Siwam-Sudaram itu hadir di Wi dikarenakan oleh keberadaan Lingga Acala Kurma Agni alami nan purba. Dinamakan Lingga Acala karena berupa batu karang (dalam bahasa Bali disebut Ka-Ang) bulat berdiri tegak, kokoh, tidak bergerak, dan utuh, menyatu menembus hamparan batu karang datar yang mengelilingi di bawahnya. Batu semacam ini lazim dinamakan lingga, sedangkan tidak bergerak sama artinya dengan a-cala. Lingga Acala ini tiada ubahnya dengan pusat sumbu poros pusaran air laut yang dalam bahasa Bali divisikan sebagai Pusering Tasik atau Pusering Jagat—dalam makna kiasan “poros pusat pusaran samudra kehidupan”, “poros Ruang dan Waktu”. Ini mengkonsepsikan perihal “Titik Nol Ruang dan Waktu”. l deprabas

Mulailah dengan gerakan pembuka Rasakan senyap seperti gagap ketika irama gamelan melambat aku hanya menangkap kunang-kunang yang pandai menghargai malam dengan lentera cahayanya Sedang kita tetap meliuk tanpa sayap kerling mata dalam kisah tari ini serupa bilah pisau yang mendesau akan menjadi sayatan cerita tentang Dewi Bulan yang menjagai bumi dengan rotasi setia mengulangi setiap putaran menemukan siang kemudian malam karena kuasa matahari Apakah kau makin mengerti makna kesempurnaan atas benih yang ditaburkan menjadi nyata dalam kelahiran benturan atas berbagai tafsiran Dimana tradisi adalah wakil kebenaran Yang menggamit nilai religi sebagai iga-iga (atau anya sebagai penjaga) agar gerak tangan para pragina selalu padu dan tak pernah kehilangan taksu

JATIJAGAT Kampung Puisi - JKP-109

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

Desember Rememberance: 27 in 72, 72 in 27 Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

DESEMBER PARA : Dewi Sartika, AH Nasution, Nyoman Tusthi Eddy, I Dewa Gde Palguna, Munir, Lius Pongoh, Hoesnizar, Hood, Nevatuhella, Human S.Chudori, Hermawan, Tien Marni, Hassan Al Banna, Hasan Bisri BFC, Lailyati, Roz Zaley, Ahmad Faisal Imvan, Luh Putu Udayati, Kim Al-Ghozali AM, Hankus GM Tankaba…. SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya masih keliling Bali sampai Desember 2017 – berakhir. BAGI Komunitas, Grup Seni dari Luar Bali yang ingin beraktivitas di JKP–109 harap selalu MENGIKUTI dan MENGHUBUNGI Wayan Jengki Sunarta via Face-Book-nya. PALING LAMBAT dua (2) MINGGU sebelum Anda/Grup Anda menghubungi Jengki Sunarta untuk MEMASTIKAN JKP-109 SIAP melayani Anda (Grup-Kom-Rombongan) Anda….


Daerah

16

Minggu Wage, 10 Desember 2017

Machiavelli ”Feat” Ken Arok

BPM/olo

TANAM PADI - Penanaman padi perdana di Subak Yehembang, Sabtu (9/12) kemarin. Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok bersama jajaran turun ikut melakukan penanaman padi di sawah.

Kawal Ketahanan Pangan

Dandim Tanam Padi di Subak Yehembang

Negara (Bali Post) Guna meningkatkan ketahanan pangan Dandim 1617/ Jembrana, Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok melakukan pemantauan penanaman padi di sejumlah subak di Jembrana, Sabtu (9/12) kemarin. Selain itu, Dandim juga mengecek ketersediaan stok beras di gudang Bulog, Tembles, desa Penyaringan. Saat meninjau tanam padi di Subak Yehembang, Desa Yehembang Kangin, Dandim bersama jajaran ikut membantu penanaman di lahan milik Wayan Sukadana. Sawah dengan luas tanam 120 are

ini ditanami padi ciherang dan padi pertiwi. Penanaman perdana padi merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program ketahanan pangan nasional. Dandim berharap agar program ini dapat mencapai hasil yang maksimal. “Penanaman ini merupakan bentuk kerja sama antara TNI-AD dan pemerintah Kabupaten Jembrana dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional. Kita harapkan semua pihak dapat menyukseskan program ketahanan pangan ini agar produksi pangan semakin meningkat,” harap Dandim.

Sementara itu, Klian Subak Desa Yeh Embang mengatakan pihaknya sangat mendukung kerja sama program penanaman yang dilaksanakan. Menurutnya, cara yang efektif dalam memberdayakan masyarakat petani yakni dengan cara mendorong masyarakat menyadari sektor pertanian yang paling vital bagi masyarakat. Di gudang Bulog, Dandim yang berkunjung didampingi Pasi Intel Dim 1617/ Jembrana, Danramil 02/Mendoyo, Pasiter Dim dan Babinsa meminta supaya distribusi beras jangan sampai terhambat menjelang Natal dan Tahun Baru 2017.

Apalagi cuaca saat ini berubah-ubah, sehingga perlu diantisipasi bila terjadi gagal panen. Sidak ini dilakukan guna untuk memastikan stok bahan pokok menjelang Nataru yang sebentar lagi akan datang. Dandim berharap kepada Bulog untuk mengambil langkah mendistribusikan kebutuhan pokok kepada masyarakat melalui pasar murah bila terjadi gejolak harga. Dalam sidak itu, diketahui stok beras di gudang Bulog Penyaringan masih cukup aman dengan jumlah stok beras 1.176 ton. Stok ini bisa digunakan untuk tiga bulan ke depan di Jembrana. (kmb26)

Unud Lepas 706 Wisudawan pada Wisuda Ke-124 UNIVERSITAS Udayana (Unud) melepas 706 wisudawan pada wisuda ke124, Sabtu (9/12) di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran. Ratusan wisudawan tersebut terdiri dari 480 orang Sarjana, 93 orang Profesi, 25 orang Dokter Spesialis, 104 orang Magister dan empat orang Doktor. Dengan demikian keseluruhan wisudawan Unud sampai saat ini berjumlah 83.257 orang. Pada hari itu, juga diumumkan lulusan terbaik para wisuda ke-124. Yaitu A.A. Ngurah Anantasika dari S-3 Ilmu Kedokteran, I Wayan Suamba dari S-2 Agroteknologi, Putu Aristya Dewi dari S-1 Sastra Inggris, Atikah Fairuz dari S-1 Psikologi, Muzhaffar Aryanda dari S-1 Peternakan, Ni Ketut Winda Puspita dari S-1 Ilmu Hukum, Sang Gde Aditya Bhaskara dari S-1 Teknologi Informasi, Isnaini dari S-1 Agroekoteknologi, IA Candarasatyani Bhaskara dari S-1 Akuntansi, Brian Yonathan dari S-1 Matematika, I Wayan Suarnata dari Profesi Dokter Hewan, Ni Putu Noviantari dari S-1 Teknologi Industri Pertanian, I Gusti Agung Ayu Nitia dari D-4 Pariwisata, Ni Putu Gian Linda Juwita dari S-1 Hubungan Internasional, Hasanuddin Parulian dari S-1 Ilmu Kelautan. Wakil Rektor Bidang Akademik Unud Prof. Dr. Ir. I

BPM/ist

WISUDA - Acara pelepasan 706 wisudawan Universitas Udayana pada wisuda ke-124, Sabtu (9/12) kemarin. Nyoman Gde Antra, M.Eng., dalam laporannya menyampaikan para wisudawan ini didominasi laki-laki yang jumlahnya 374 orang. Sedangkan wisudawan perempuan sebanyak 332 orang. Akan tetapi, dari sisi prestasi akademik, mahasiswa perempuan lebih baik dari pada laki-laki. Yaitu rata-rata IPK perempuan 3,46, sedangkan IPK laki-laki 3,35. Begitu pula untuk masa studi, kaum perempuan lebih baik dibandingkan laki-laki. Yaitu masa studi rata-rata perempuan 8,90 semester, sedangkan laki-laki masa studinya lebih lama yaitu 9,36 semester. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan akademik laki-laki masih di

bawah kaum perempuan. Ia berharap melalui pendidikan yang telah ditempuh, wisudawan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga berkehidupan yang cerdas dengan tatakrama yang santun dan berguna bagi masyarakat. Rektor Unud, Prof. Dr. dr AA. Raka Sudewi, Sp.S (K)., menyampaikan dunia pendidikan penuh dengan idealisme. Untuk itu, Unud sebagai institusi pendidikan telah berusaha berbenah untuk menghasilkan lulusan yang unggul, mandiri dan berbudaya. Unud berkeinginan untuk mencetak lulusan dengan intelektual tinggi dan mampu bersaing, yang tercermin dalam kata unggul dan

mandiri, juga memiliki etika dan moral tinggi yang tersirat dalam kata budaya. “Profesionalisme mencerminkan keseluruhan itu. Para wisudawan juga harus mampu belajar secara berkelanjutan dan terus menerus sehingga mampu bersaing dalam dunia kerja, baik masa kini maupun masa mendatang,” ujarnya. Dalam tupoksi sebagai institusi pendidikan Unud secara berkesinambungan, berupaya memberikan bekal kepada mahasiswa dengan berbagai kegiatan soft skill. Kegiatan soft skill ini telah dicanangkan melalui pengembangan pusatpusat pengembangan karier yang dikenal dengan nama Career Development Center (CDC), pusat pengembangan kewirausahaan yang dikenal dengan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), inkubator bisnis dan sebagainya. Hal ini juga merupakan langkah nyata yang telah dilakukan Unud dalam memberi bekal yang cukup bagi para lulusan supaya tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga dapat menjadi pencipta lapangan kerja. Unud juga telah melaksanakan tracer study untuk mendapatkan umpan balik dari para alumni. Tracer study merupakan salah satu upaya perguruan tinggi dalam memperoleh umpan balik dari para alumni untuk perbaikan serta pengembangan kualitas dan sistem pendidikan. (ad441)

Perwakilan Astra Motor Bali

Boyong Tiga Penghargaan di Kontes Layanan Honda Nasional 2017

PERWAKILAN Main Dealer Astra Motor Bali kembali berhasil meraih prestasi gemilang dalam ajang bergengsi tahunan Kontes Layanan Honda Nasional 2017. Perhelatan yang diselenggarakan PT AHM pada 4-7 Desember 2017 di Jakarta, sebagai bentuk keseriusan dalam menghadirkan layanan terbaik bagi setiap konsumen sepeda motor Honda. Prestasi menawan perwakilan Bali itu, masing-masing diraih Ni Ketut Nila sebagai juara I kategori Frontline People Regular, juara II Kategori Pimpinan Jaringan Reguler diraih Ni Putu Sumawati dan Arki Prayogi sebagai juara III Kategori Pimpinan Jaringan Wing/Big Wing. Di tahun lalu perwakilan Astra Motor Bali berhasil meraih juara satu di Kategori Pimpinan Jaringan. Di tahun 2017 ini, Astra Motor Bali kembali mengirimkan tujuh kontestan dalam kompetisi Kontes Layanan Honda Nasional dan berhasil mempertahankan gelar juara. Region Head Astra Motor Bali Ronaldi Widjaja, mengatakan Astra Motor Bali bersama dengan jaringan sepeda motor Honda berupaya untuk terus meningkatkan pelayanannya

dengan cara mengasah keterampilan SDM yang berada pada garda terdepan Honda. Seiring dengan meningkatnya tren dan ekspektasi konsumen mengenai pelayanan yang memuaskan bagi konsumen setia sepeda motor Honda. “Kontes layanan ini tidak hanya sekadar kompetisi, namun merupakan tugas berat bagi SDM yang berada pada garda terdepan Honda untuk tetap semangat memberikan layanan terbaik di keseharian,” ujar Ronaldo. Pemenang harus fokus dan tetap mengedepankan kepuasan konsumen dengan menjaga keintiman dengan pelanggan. “Tetap konsisten melayani pelanggan dan mampu bersaing secara baik,” tambahnya. Kontes yang telah memasuki 11 tahun ini, dibagi menjadi dua kelompok dealer yaitu Reguler Dealer dan Wing Dealer atau Big Wing Dealer, sesuai dengan perkembangan layanan jaringan sepeda motor Honda di Tanah Air. Pada setiap kelompok terdapat tiga kategori yang dilombakan sesuai dengan fungsinya dalam melayani konsumen, yaitu Front Line People (FLP), Deliveryman serta pimpinan jaringan Honda.

BPM/ist

FOTO BERSAMA - Para pemenang lomba dalam ajang bergengsi tahunan Kontes Layanan Honda Nasional 2017 foto bersama. Perwakilan Main Dealer Astra Motor Bali kembali berhasil meraih prestasi. Kontes layanan Honda tahun ini telah dilaksanakan sejak Juli sebagai tahap awal seleksi tingkat regional, bekerja sama dengan 29 main dealer Honda. Setelah melewati tahap seleksi daerah, 128 peserta dari tiga kategori yang terdiri dari 49 FLP, 41 Deliveryman dan 38 pimpinan jaringan terbaik berkompetisi pada tingkat nasional. Pada tahap tingkat nasional ini, para peserta melewati beberapa tahap penilaian dan masa proses karantina selama tiga hari. Pada tahap pertama, yaitu penilaian pre-contest para pe-

serta di kategori FLP diuji dengan mystery shopping dan mystery calling. Pengujian yang dilakukan pada kategori Deliveryman dilakukan berupa penilaian proses pengantaran sepeda motor Honda hingga sampai di tangan konsumen. Sementara itu, pada kategori Pimpinan Jaringan dilakukan dealer audit, mystery shopping dan mystery calling. Pada masa karantina selama tiga hari, para peserta diuji dengan beberapa rangkaian penilaian seperti tes tertulis, studi kasus, role play, presentasi dan interview. (bns)

Di bawah matahari yang sama, tidak ada hal dan kejadian yang bisa disebut baru, yang ada hanya pengulangan! Dari kata-kata bersayap ini lahirlah ungkapan “Sejarah pasti berulang!“ Hakikat peristiwa dan perilaku sama yang berbeda aktor, ruang dan waktu. Mirip dalam musik, improvisasi dalam komposisi mengesankan adanya karya baru, namun nada atau tonasi merupakan warisan the speaking animal dari Era Cromagnon. Bukan mustahil juga terjadi unsur stealing dan borrowing dari karya zaman Old buat garapan anyar itu. “Aku bukan musikus juga bukan ahli musik, namun sering dengar segala jenis tetabuhan dan orkes, sehingga nekat mengaitkan musik dengan ungkapan ‘Sejarah Pasti Berulang‘. Aku punya kawan komposer musik modern yang mengawali kariernya mulai dari seni karawitan. Dari penuturannya, aku jadi lebih paham makna istilah borrowing dan stealing di ranah kebudayaan. Untuk membuat garapan baru, katanya komposer musik baik modern maupun tradisional ada yang meminjam bahkan ada yang mencuri salah satu elemen musik atau tabuh karya orang lain. Peminjaman atau pencurian tidak dilakukan mentah-mentah, sehingga pendengar awam tidak tahu bahwa dalam garapan tersebut ada elemen pinjaman atau curian. Apalagi instrumen yang digunakan peminjam berbeda dengan alat musik mereka yang dipinjam. Dalam tabuh Bali bila diamati ketukannya ada yang mengambil dari salsa, waltz dan chacha, namun itu tidak kentara karena kepiawaian si komposer, tuturnya. Itu membuatku semakin yakin bahwa tidak ada hal yang baru di bumi yang renta yang juga dihuni makhluk yang bisa bicara atau the speaking animal, sejak 40 ribu tahun silam. Sebagai satu-satunya makhluk yang bisa bicara, manusia menjadi ukuran segala hal. Karena dia mampu menuturkan ikhwal dirinya atau his story dalam otobiografi. Bila dituturkan orang lain dengan bumbu-bumbu istimewa terkait kepahlawanan dan kemanusiaan, bukan tidak mungkin dia menjelma menjadi mahluk sejarah atau history,“ papar Rubag. “Ya, di bumi ini hanya ada sejarah manusia, karena selain manusia tidak ada makhluk yang bisa berbicara. Namun, kalau mau jujur,sejarah manusia didominasi dengan kisah berdarah dan saling bunuh. Kekerasan memang tidak dimulai sejak manusia mengenal sejarah, konon sejak zaman baheula yakni sebelum adanya peradaban. Ini tidak terlepas dari hukum rimba yang menyeleksi alam dengan diktum purba ‘kelestarian hanya bagi kaum terulung dan terkuat‘ atau

survival of the fittest. Ini dikenal dengan Teori Sosial Darwin yang terkandung dalam tesis ‘Asal-Usul Spesies‘. Lenyapnya Dinosaurus dan Mamooth dari muka bumi boleh dikata akibat seleksi alam. Kalau dipikir-pikir, will to power atau hasrat untuk berkuasa sebenarnya bukan monopoli manusia. Meski insting membunuh dan merusak paling besar ada pada manusia, yang ironisnya berjulukan homo sapiens atau makhluk yang tak henti-henti berpikir. Bisa jadi yang selalu dipikir, bagaimana cara menguasai manusia-manusia lain beserta bumi dan kekayaan yang terkandung di dalamnya. Ini menyebabkan manusia dianalogikan sebagai serigala bagi serigala yang lain, sehingga nyaris terjadi perang semua melawan semua. Karena kekuasaan memenuhi kehendak, saat peradaban mulai bangkit pada abad ke-15 Machiavelli (1469-1527) mengenalkan cara untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan dalam buku berjudul ‘Il Principle‘ atau ‘Sang Penguasa ‘. Celakanya, ajaran yang menghalalkan segala cara tersebut membuat dunia semakin gaduh,“ ujar Made Surjanegara. “Roh Machiavellisme menyeruak ke otak Francis Bacon untuk menyiksa dan memperkosa alam dengan positivismenya buat kepentingan industri dan kapitalisme. Mengisi dan menginspirasi pikiran Nietzsche buat tesis will to power dan meningkatkan keberaniannya untuk menyatakan Tuhan sudah mati. David Hume , Denis Diderot, Gramsci, Althusser dan Baruch de Spinoza juga terpengaruh Machiavelli dalam karya intelektual mereka. Machiavellisme juga melahirkan politisipolitisi berwatak monster seperti Lenin, Stalin, Hitler, Goebbels. Mussolini, Goto, Mao Ze Dong, Polpot yang mengirim jutaan nyawa ke akherat demi merebut, mempertahankan dan meluaskan kekuasaan mereka. Ideologi kekuasaan yang tetap hidup dan dipraktekkan oleh kaum Machiavellis hingga sekarang membuat sejarah kekerasan terus berulang. Machiavellisme membuat citra politik jadi tercoreng, padahal Aristoteles mendefinisikan politik sebagai seni untuk meraih kekuasaan berdasar etika dan moral. Ada yang menuduh Machiavelli sebagai pengajar kejahatan dan kekejaman tanpa moralitas dan menjauh dari ke-Tuhanan. Ada yang bersikap moderat mengatakannya sebagai seorang realis penganut pragmatisme. Juga ada yang membela dan mengatakannya sebagai ilmiawan yang menyusun pikiran politiknya berdasar ilmu pengetahuan dan menganggap Machiavelli sebagai Galileo dalam politik. Wah, andaikata iblis dan setan pun didakwa melakukan kejahatan, mereka akan membentuk barisan pembela dari berbagai disiplin ilmu buat menyusun Theologi Pembenaran, hahaha,” gelak Wayan Wijaya menutup argumennya.. “Ada yang berpendapat, memahami Machiavellisme harus menggunakan kaca mata medis, jangan pakai kaca mata etis. Se-

bab Machiavelli menyusun tesisnya saat masyarakat Itali mengalami sakit mental, maka digunakan caracara mengobati untuk menyembuhkan. Untuk itu kebohongan, manipulasi, kekerasan dan pemaksaan dipakai buat menundukkan mereka. Machiavelli pun mengatakan tidak cocok memakai pendekatan moral dan agama dalam merebut kekuasaan, kecuali moral dan agama memperkuat dukungan untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan. Nah, pendapat ini rupanya yang dipakai membangkitkan politik identitas di negeri ini, sehingga terjadi demonstrasi berjilid-jilid guna merebut kekuasaan di ibu kota negara. Anehnya, para pendukung politik identitas berbasis agama, ras dan etnis berduyun-duyun datang dari luar daerah buat mendukung gubernur dan wakil gubernur yang sebenarnya bukan kepala daerah mereka. Teriakan-teriakan menyebut kebesaran Tuhan terus digemakan, kadangkadang diselingi kata kafir, haram, musriek dan lainlain. Cukup mengerikan melihat anak-anak dalam pawai obor menyanyikan lagu anak-anak yang diubah liriknya dari ‘cangkul‘ menjadi ‘bunuh‘ diimbuh nama cagub yang merupakan saingan junjungan mereka. Kalau benar Pilgub 2017 tersebut merupakan uji coba buat Tahun Politik 2018/2019, bisa dibayangkan kegaduhan yang akan terjadi kelak,” komentar Nyoman Muka. “Tanpa sadar Machiavelli dari Florence, Italia, berhasil mencampur politik dan agama di negeri Rayuan Pulau Kelapa ini. Tuan rumah yang bernama Ken Arok tersingkir dari popularitas. Padahal, bila ditelisik sepak terjangnya, Ken Arok jauh lebih hebat dari Machiavelli yang cuma teroritisi dan konseptor politik kekuasaan, bukan praktisi dan eksekutor. Kalau menyimak sejarah berdasar sarat Pararaton, Ken Arok ( 1182-1227) merandang dan mendesain sendiri gerakan politiknya, juga pelaku atau eksekutor dan penikmat kekuasaan. Dari anak yang tidak jelas bapaknya, yang dibuang ibunya di kuburan saat masih orok. Dipungut seorang pencuri, kemudian dibesarkan oleh seorang penjudi, Ken Arok tumbuh sebagai perampok terkenal. Selanjutnya atas bantuan Lohgawe, dia diperkenalkan pada Mpu Gandring untuk membuat keris. Si pembuat keris dibunuhnya, seterusnya keris dipinjamkan ke Kebo Ijo, koleganya sesama pelayan Tunggul Ametung, akuwu Tumapel. Malam hari keris dicuri Ken Arok lalu ditancapkan ke dada Tunggul Ametung yang tidur lelap. Kebo Ijo dihukum mati sebagai kambing hitam. Ken Arok mengawini Ken Dedes istri Tunggul Ametung, lalu mengangkat diri sebagai Akuwu Tumapel. Setelah menundukkan Dandang Gendis, raja Kediri, Tumapel berganti nama menjadi Kerajaan Singhasari dan Ken Arok bergelar Sri Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi. Rasanya mirip dengan lahirnya Orde Baru kan?“ tanya Anom Wijaya menutup obrolan. (Aridus)

Aqua Mambal Peringati ”Safety Day” 2017

MENINGKATKAN budaya Safety (keselamatan) dalam melakukan setiap pekerjaan di perusahaan, PT Tirta Investama (Aqua Mambal) menyelenggarakan event National Safety Day (NSD ) 2017 selama lima hari, dimulai sejak 4 hingga 8 Desember 2017. Ada pun kegiatannya di hari pertama diadakan open ceremony bagi market place yang merupakan salah satu rangkaian event NSD oleh Plant Manager yang diwakili Manager Human Resaurces Ketut Sudana Nesa Diputra dengan dihadiri seluruh line management dan karyawan. Sementara pada 6 Desember dilakukan video confference pembukaan kegiatan NSD yang diadakan di pabrik Aqua Pandaan. Selain itu, pada hari yang sama juga dilaksanakan skill competition dengan beberapa kategori lomba, di antaranya safety motor riding, penggunaan full body harness, penerapan LOTO dan safety poster. Untuk market place sendiri mengusung tema 12 basic safety yakni Chemical oleh Departemen Quality Control, Working at Height oleh Departemen Teknik, LOTO oleh Produksi Line 1.500 ml, Equipment Safety oleh Produksi Line

BPM/ist

HADIAH - Penyerahan hadiah pemenang skill competition di Event National Safety Day (NSD) 2017 Aqua Mambal. 600 ml, Confined Space oleh Departemen Produksi Line 240 ml, Hazzardous Gas oleh Produksi Line HOD, truk oleh gudang 1, rack & pallet oleh gudang 2 dan untuk tema Forklift diusung Plant Gatsu. Selama event berlangsung semua karyawan dan pihak ke III berkesempatan mengunjungi semua stan dan mendapatkan penyegaran kembali tentang pengetahuan 12 basic safety di masing-masing stan sesuai tema yang diusung. Plant Manager Aqua Mambal, Forcy Tjandra dalam samb-

utannya di acara penutupan NSD 2017 pada Jumat (8/12) lalu, bahwa melalui event ini diharapkan mampu menguatkan dan meningkatkan kesadaran, pemahaman serta pengetahuan semua karyawan maupun pihak III tentang pentingnya nilai-nilai safety. “Menempatkan safety sama pentingnya dengan produktivitas dan kualitas, serta zero accident adalah tujuan yang dapat dicapai. Dan tak kalah pentingnya perilaku safety bisa dijadikan budaya di tempat kerja,” katanya. (r)


Minggu Wage, 10 Desember 2017

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Staff HK Wanita Pglmn Cuci Strika bisa Bhs Inggris. Email CV: akha_72@yahoo.com B.BP.001.12.17.0000420

!Db Kitchen&Waiter-es,1.8Jta +Mes/Makan/Tips.Top Busy Cafe Jimb, 081237574747

Need House Maid English Speaking Text Only 081339561607

B.BP.001.12.17.0000435

Bth Sgr! Guru Bio&B.Ina S1,Staf Admin Lsg Intrvw 0361 974395

B.BP.014.12.17.0000327

Dcr staff Accounting min D3-S1 Dicari Sopir Minimum 17 Th SIM A berpengalaman min 1 thn Toko Dapurku Jl.WR. Supratman dibidangnya.Hub:082144112990 No.275 Hubungi:089503501994 B.BP.001.12.17.0000411

Dibthkan Tng Pelaksana Proy. Bisa Cad dan 3D,Tng Acounting Hub.P Putu Hp.081339575656

Bth:Pelaksana Proyek Bangunan di Tabanan-Bali,Pengalaman min B.BP.803.12.17.0000432 3thn.Bisa membaca gambar,STM, Dicari Sgr Staff Travel Agency B.BP.004.12.17.0000396 tinggal di Bali Email:adhidaya Dcr Sgr Mekanik,Washer,Admin @cbn.net.id(phone:081318191783) Bhs Ing + Comp Telp.287555 Krm CV ke: madehilly@yahoo.com.au Hub.081237221357,082236182035 B.BP.031.12.17.0000427 B.BP.001.12.17.0000410 B.BP.001.12.17.0000391 Dbthkn Sopir Secepatnya Alamat Dicr u/ Kontraktor:Acc,Sek D3, Dicari SPG,Min SMU,Max 27thn :Jl.Kesambi Hub.081337542061 B.BP.001.12.17.0000434 Adm Gud SMA/D2 Ex:2th Max:35th penampilan menarik,rajin,jujur Sopir Sim:A+C Ex:2th Max:40th, Gj 1,8jt penempatan Kuta&Nusa Dibutuhkan karyawan/karyawati Toko Baju Hub.082147022183 SKKB,e:lidyaokta75@gmail.com Dua. Hub Lusi 082144355655 B.BP.001.11.17.0001551

B.BP.001.12.17.0000428

SPA

DIJUAL MOBIL

SALON

SERVICE

B.BP.001.12.17.0000277

B.BP.001.12.17.0000148

Dicari segera Gro/Butler Villa untuk area Jimbaran CV: novie@exotik-villas-bali.com B.BP.001.12.17.0000377

Sales/Marketing for Herbal Oil Experience,Apply to E: versaindustries4@gmail.com B.BP.031.12.17.0000416

Web Programmer,Lulusan IT, Pengalaman,Bisa English.Lmrn ke:versaindustries4@gmail.co B.BP.031.12.17.0000415

Law Office Membutuhkan:Legal Drafter & Paralegal.Syarat: S1/ S2 Hukum Atau M.Kn, Disiplin Bisa Bekerja Dalam Team. Silakan Kirim CV & Lamaran : aya@vlobali.com/Telpon:759722

B.BP.001.12.17.0000184

MITSUBISHI

Jet Star’87 Harga 17jt nego Hub.085934536871

B.BP.001.12.17.0000429

SUZUKI

Splash GL th’2012 Tgn 1 Silver Hub.087862270180 BUC

B.BP.001.12.17.0000439

DIJUAL MOBIL TOYOTA

All New Corolla’99 silver mls asli Bali 75jt Nego,0811396749

B.BP.001.12.17.0000438

Jual.Inova gold’2008,Matic, Plat cantik, DK Asli, Hub.HP.081936242105

B.BP.004.12.17.0000424

HONDA

Jazz RS’09 V17 Ban Br Orsn Cat Htm J.klt DK Prbdi/081238744721

B.BP.001.12.17.0000413

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Djl Rmh LT 1,85a Jl.Malboro XV KT3,KM2,Parkir Luas,Strategis Hub:085100431784/0811398350 B.BP.001.12.17.0000324

Jl.Sari Dana LtII, Blk Citra Land,Jl.Bukit Sari LtII, LB/LT 100m2 Hub.0811398154 B.BP.001.12.17.0000437

DIJUAL TANAH Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809 B.BP.001.11.17.0001062

Banting Harga Tnh 200meter dr DIJUAL RUMAH Puspem Badung Hrg 300jt/are Rumah Kost 15 Kamar Utara Poltek Jimbaran.Hp:08123825010 Hub:08563897937/087860211502 B.BP.001.10.17.0001418

30 Are Soka Tabanan Jl. Lebar 36jt/Are nego 085237979947

B.BP.001.12.17.0000433

Dijual Tanah 1,48Are Abianbase Br.Cica Badung.HP:081337012200

B.BP.001.12.17.0000373

Djl Tnh Kav.Gerokgak-Buleleng H.50Jt Hotmix (T.085729595722)

B.BP.001.12.17.0000322

Hanya 165Juta/Are(20Are) Pering Akses ±5m Hub.087867495888/TP

B.BP.001.12.17.0000423

Jl Scpt 5,8a Dewi MadriI Renon Dps,Bisa Nego,Hub:081239964448

B.BP.001.12.17.0000263

Jual Tnh 42are & 25are Lokasi Lukluk,Mengwi Hub:081236345531

B.BP.001.12.17.0000414

B.BP.001.12.17.0000372

Tnh Barat Krisna Oleh2 Temukus 1,5A 2A 3A Hp.0811398154

B.BP.001.12.17.0000436

DISEWAKAN TANAH Dswkn Tnh 6,31A Pinggir Jl.Raya Lukluk,Mengwi Hub:081236345531

B.BP.001.12.17.0000374

DIJUAL RUKO Djl Ruko+Gudang 4are Belakang BMC Bangli Hub:081337344884 B.BP.163.12.17.0000383

KEHILANGAN Hlg BPKB Mbl DK 1907 GG Nosin DD18729 a.n. Ni Ketut Sariani B.BP.167.12.17.0000417

BENGKEL LAS

SERVICE BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

AGENDA BALI 2017 Bali Post Media Partner Anda Sosial | Bisnis | Seminar | Workshop | Ulang Tahun Aktivitas Kampus | Festival | Peluncuran Produk Event Nasional International

MUAT GRATIS DI AGENDA Liputan Live Event BALI TV BALI POST 2017 Dialog | Laporan Khusus WA/SMS

Bali TV 0818411818 Bali Post 081802411818

mfi/3kol.rpa.agenda bali 2017

BALI POST BALI TV


18

Asah

Minggu Wage, 10 Desember 2017

Pertanyaan Mendatar: 1. Lantai kapal/perahu 4. Perdebatan terbuka 7. Lafal huruf satu demi satu 8. Tidak kuat lagi melawan 11. Presiden pertama RI 13. Kertas atau perca yang dapat menyerap tinta 15. Pemboros (Inggris) 17. Dibalik: Kaca bulat melengkung 18. Sesuatu yang merupakan hasil dari suatu peristiwa 21. Penyakit dengan gejala kejang- kejang 23. Implantasi 25. Merek HP 26. Kesertamertaan 30. Abu dapur (Bali) 31. Salah satu jeram terbesar di dunia 33. Minggat (Bali) 35. Sampah (Bali) 36. Huruf pertama nama orang 37. Memulai/Menghidupkan (Inggris) Menurun: 1. Garuda wisnu kencana 2. Persatuan negara-negara Asia Tenggara 3. Leher baju 4. Tidak lebih tidak kurang 5. Nama Maha Rsi penanam Pancadatu Besakih 6. Urutan waktu dari sejumlah kejadian 9. Pohon tumbang atau patah cabangnya (Bali) 10. Tanah milik atau perkebunan (Inggris) 12. Ultra high frequency 14. Kiasan untuk yang paling utama/ penting 16. Sedan tambangan 18. Seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan 19. Pemasukan bakteri, virus, vaksin ke dalam tubuh melalui luka buatan 20. Buku peta dunia 22. Panggil untuk datang/hadir 24. Satu, untuk menyatakan benda yang kurang tentu 27. Palang merah remaja 28. Tegangan otot 29. Dibalik: Kemeja tidak berlengan 32. Acute lymphoblastic leucenia 34. Perca pembersih

Tugek House Carangsari Dijadikan Paket Wisata Mangupura (Bali Post) Siapa yang tak kenal pertunjukan Topeng Tugek Carangsari? Pertunjukan topeng ini sangat populer di era tahun 1970-an hingga tahun 2000-an. Hampir di tiap kegiatan agama dan adat di Bali mementaskan topeng ini. Seiring berkembangnya zaman, taksu Topeng Tugek Carangsari meredup, tergantikan Wayang Cenk blonk. Namun kini, ikon Badung ini kembali dibangkitkan demi merawat budaya. Pemerintah Kabupaten Badung sedang mempersiapkan paket wisata seni yaitu Tugek House Carangsari. Paket wisata ini sangat cocok ditawarkan karena memadukan potensi alam dengan aktivitas seni penduduk setempat. Alam yang asri di Petang, Badung serta atraksi seni yang hidup di masyarakat menjadi kombinasi paket wisata yang menarik. “Aduh, ini paket enak sekali,” kata I Gusti Ngurah Artawan (40), pengelola Tugek House Carangsari menirukan komentar Kepala Dinas Pariwisata Badung. Diakui ide ini bukan datang darinya. Namun dari pihak pemerintah dan Ketua Desa Wisata Kabupaten Badung, IB Nama Rupa yang melihat ada potensi pada Topeng Tugek Carangsari ini.

Ia yang seorang seniman tidak mengerti tentang pariwisata. Sehingga potensi yang dimiliki justru diketahui dari pelaku pariwisata. “Marketingnya, konsepnya saya serahkan ke Disparda. Saya menyiapkan potensinya,” ungkapnya. Ditemui di rumahnya, Sabtu (9/12), Ngurah Artawan menuturkan, paket wisata seni ini berada di rumah penduduk sesuai dengan taglinenya Tugek House Activity. Wisata ini langsung menyasar rumah penduduk. “Dilaksanakan di bagian rumah ini. Di sini ada bale daja, bale dangin, bale dauh. Tapi nanti performance besarnya dilakukan di stage,” ujarnya sambil menunjuk stage yang ada di bagian puri belakang. Penarinya tentu saja disiapkan oleh Sanggar Seni Tugek Carangsari. Karena di Puri itu telah berlangsung kegiatan sanggar seni secara rutin. Ada bidang seni tari, karawitan, pedalangan, dan dharmagita. Bahkan sebelum ide Tugek House Activity tercetus, puri itu telah banyak dikunjungi mahasiswa asing untuk belajar dan tinggal di purinya. Menurut Maestro Topeng Tugek Carangsari, I Gusti Ngurah Windia yang tak lain adalah ayah I Gusti Ngurah Artawan, menyebutkan, To-

peng Tugek Carangsari awalnya merupakan sebuah sekaa topeng. Dari beberapa orang yang tergabung dalam sekaa, hanya ayahnya yang masih menekuni. Bahkan menurunkannya pada putra-putrinya. Setelah mengikuti pendidikan perguruan tinggi seni, Ngurah Artawan mengembangkan dari sekaa topeng menjadi beberapa bidang seni. Kepopuleran Topeng Tugek Carangsari hingga 30 tahunan bukan tanpa alasan. Pementasan Topeng Tugek Carangsari berhasil memadukan babad dengan lelucon. Tak banyak seniman dapat melakukan hal tersebut di zaman sekarang. “Ada petuah, tutur, pelajaran, etika dikombinasikan dengan lelucon. Itulah ciri khas Topeng Tugek Carangasari,” ungkapnya. Pementasan Topeng Tugek Carangsari juga memiliki warna yang berbeda dengan pertunjukan topeng lainnya. Dengan ciri khas suara besar penarinya juga ditunjukkan dari style Bebadungan. Menjadikan Topeng Tugek Carangsari sebagai paket wisata, tentu akan membuat ikon pariwisata Bali yaitu pariwisata budaya semakin kuat. Sehingga paket wisata ini selain dapat mendatangkan wisatawan, juga dapat merawat budaya Bali. (kmb42)

TTS Bali Post

TTS No. 325

Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 325 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 16 Desember 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 24 Desember 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 323 Mendatar: 1. Maneken 4. Komando 8. Age 9. Dedemit 10. LDL 11. Ale (Ale-ale) 12. UFO 13. Harapan 16. Renjana 19. Tao 21. Ngacir 23. Saturday

25. BatuAkik (Batu Akik) 26. Tuntas 27. Api 29. Fanatik 33. Istilah 36. Aon 37. JAL 38. Nur 39. Debitur 40. Sua 41. Romansa 42. Haggnas

Merpati Bisa Bedakan Ruang dan Waktu SEBAGAIMANA manusia, burung merpati juga bisa membedakan konsep abstrak mengenai ruang dan waktu menurut satu studi, tapi tampaknya mereka menggunakan wilayah otak yang berbeda dengan manusia untuk melakukannya. Temuan studi yang disiarkan di jurnal Current Biology pada Senin (4/12) itu meningkatkan pengakuan komunitas ilmuwan bahwa spesies hewan pada tingkatan lebih rendah seperti burung, reptil dan ikan mampu membuat keputusan abstrak tingkat tinggi. “Sesungguhnya, kemampuan kognitif burung sekarang dipandang lebih dekat dengan kemampuan manusia dan primata non-manusia,” kata Profesor Edward Wasserman dari University of Iowa, yang memimpin studi tersebut. “Sistem saraf burung itu memiliki kemampuan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan yang terkandung dalam istilah peyoratif ‘otak burung’,” kata Profesor Wasserman, yang

telah mempelajari kecerdasan burung merpati, gagak, baboon dan hewan lain selama lebih dari empat dasawarsa. Penulis pertama studi Benjamin De Corte, mahasiswa University of Iowa, mengatakan hasil eksperimen menunjukkan burung-burung merpati memproses informasi mengenai ruang dan waktu dengan cara yang sama dengan yang dilakukan manusia dan primata lain. Pada manusia, bagian otak yang mempersepsikan ruang dan waktu disebut korteks parietal, yang ada pada lapisan terluar otak. Otak merpati tidak memiliki korteks parietal, jadi para peneliti berpendapat burung-burung itu mungkin menggunakan area otak yang berbeda untuk membedakan ruang dan waktu. (ant)

(Sanggah)

Menurun: 1. Mudah 2. Edema 3. Natuna 4. Kelor 5. Molen 6. Nyama 7. Omega 14. Angkasa 15. Atraksi 17. Estetis

18. Niagara 20. Osaka 22. CPU 24. Ron 28. Pindah 29. Fajar 30. Nilam 31. Tenun 32. Karsa 34. Iring 35. Horas

Pemenang TTS No. 323 I Putu Sujana Giri Br. Dinas Selat, Desa Selat, Kec. Sukasada, Kab. Buleleng 81161 I Kadek Sastrawan Kantor Rutan Gianyar, Jl. Ngurah Rai I/III, Gianyar (HP: 085 857 302251) I Putu Nova Widi Putra Kelas II IPS 3 SMUN 1 Banjarangkan, Klungkung 80752 (HP: 085 333 268283) Kadek Kembar Darmada Jl. Batuyang Gg. Puyuh, Br. Delod Rurung, Batubulan Kangin, Sukawati, Gianyar (HP: 085 737 190717) Putu Gede Purna Wijaya Kantor SAR Karangasem, Jl. Pantai Jasri Kelod, Karangasem 80811 (HP: 081 353 228872) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Gusti Nyoman Oka Adiyasa Alamat : Jl. Raya Sesetan Gg. Kecubung No.9, Br. Tengah, Sesetan, Denpasar Selatan (HP: 081 338 702737)


19

Minggu Wage, 10 Desember 2017

Kesempatan Sama

Dari Hal. 3

Menurut Suamba, setiap penyandang disabilitas mempunyai kesempatan yang sama dalam bidang pendidikan, ketenagakerjaan, bahkan politik. Mereka berhak mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan jenis dan derajat kedisabilitasannya. Politisi PDI-P ini mengakui, dewan sebatas “menunggu” keluhan apabila ada penyandang disabilitas yang ditolak bekerja karena alasan kesehatan jasmani dan rohani. “Sejauh ini, Komisi IV belum ada menerima semacam keluhan yang mendasar. Kami sendiri berharap ke depan bisa lebih proaktif lagi turun ke bawah sehingga bisa melihat kebutuhan-kebutuhan mereka dan apa yang bisa kita fasilitasi,” jelasnya. Anggota Fraksi Golkar DPRD Bali, Ida Gd. Km. Kresna Budi, mengatakan, penyandang disabilitas mesti diberdayakan. Misalnya melalui program-program CSR perusahaan. Mengingat selama ini, CSR lebih banyak terfokus di panti jompo ataupun panti asuhan, padahal, penyandang disabilitas juga membutuhkan support agar mandiri. “Mereka pasti akan marah kalau dikasihani, sekarang bagaimana kita memanusiakan mereka bahwa mereka harus mandiri. Melalui CSR, perusahaan bisa menjadi bapak asuh atau bapak angkat untuk membantu para penyandang disabilitas,” ujar anggota Komisi I ini. Kresna Budi menambahkan, penyandang disabilitas memang memiliki keterbatasan fisik. Namun, seringkali semangat mereka untuk mandiri melebihi orang-orang dengan fisik normal. Jadi, CSR dalam hal ini tidak didasari oleh rasa belas kasihan. Namun karena kemampuan lebih yang dimiliki para penyandang disabilitas. Kota Inklusi Pemerintah Kota Denpasar juga memberikan ruang yang lebih nyaman bagi kaum dis-

abilitas. Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar I Made Mertajaya Sabtu (9/12) kemarin, mengatakan, pihaknya sudah mendorong semua pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap kaum disabilitas. Terlebih, Kota Denpasar sudah masuk delapan kota di Indonesia yang menjadi daerah inklusif, yakni kota yang sudah peduli terhadap kaum disabilitas. Mertajaya mengatakan, kepedulian itu direalisasikan dalam berbagai sektor, seperti pelayanan publik dan juga fasilitas lainnya. Saat ini, mulai dari trotoar sampai tempat parkir, semua perkantoran diwajibkan untuk menyediakan tempat khusus. Bukan hanya itu, pihaknya juga mendorong sekolah maupun kampus di Bali menerima siswa dan mahasiswa yang dipabel. “Beberapa universitas di Denpasar ini sudah banyak menerima mahasiswa yang difabel,” ujar Mertajaya. Selain itu, pihaknya juga mendorong perusahaan dapat mempekerjakan kaum difabel sesuai dengan kemampuan mereka. Paling tidak, kaum difabel tidak merasa minder dalam pergaulan. Karena diskriminasi terhadap kaum difabel, sudah tidak ada lagi. Di sisi lain, Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, mengatakan program K3S bekerja sama juga pemberdayaan disabilitas untuk meningkatkan skill sehingga dapat memiliki daya saing. Penyandang disabilitas didorong untuk berkarya sehingga tidak menjadi beban bagi keluarganya. “Para penyandang disabilitas di Kota Denpasar diarahkan untuk melatih diri di berbagai bidang antara lain kesenian baik itu seni tari, tabuh maupun seni musik. Salah satu yang bisa dilihat dari pemberdayaan ini adalah telah diluncurkannya sebuah buku dan film yang merupakan buah karya para penyandang disabilitas binaan K3S dan Pemkot Denpasar,” ujar Ny. Selly. (rin/ara)

Bantuan Modal

Dari Hal. 3

Sebelum terjun ke usaha pembuatan dupa, pada tahun 2014, dirinya bersama belasan anggota kelompok lainnya yang menjadi anggota yayasan penyandang cacat Bunga Bali, sempat mengikuti pelatihan membuat dupa yang digelar Dinas Sosial Kabupaten Bangli. Setelah mengikuti pelatihan, mereka kemudian mendapat bantuan modal dari pemerintah pusat. Nilai bantuannya mencapai Rp 20 juta. “Bantuan itu lalu kami gunakan untuk modal usaha membuat dupa,” terangnya. Wanita asal Desa Yangapi, Tembuku ini mengatakan, dupa yang diproduksinya selama ini terdiri dari dua macam, yakni dupa impor dan dupa lokal. Dalam kegiatan produksinya di Sekretariat Yayasan Bunga Bali di Bangli, Kube Widura selama ini mengolah bahan yang sudah setengah jadi. Hal itu dilakukan dikarenakan Kube Widura belum memiliki alat mesin untuk membuat dupa. “Kalau beli alatnya lumayan mahal. Harganya puluhan juta,” ungkapnya. Suyasni mengatakan, bahan dupa setengah jadi dibelinya dari berbagai daerah seperti Gianyar dan Denpasar. Bahkan ada juga yang didatangkan dari Surabaya. Di Bangli, dupa setengah jadi itu kemudian diberi pengharum dan dikemas dalam berbagai ukuran. Dikatakan Suyasni, kegiatan produksi dupa biasanya dilakukan sebulan sekali. Dalam satu kali produksi, dupa yang berhasil dibuat

sekitar satu kampil. Mengenai pemasaran, dupa dengan merek Kube Widura itu selama ini dilakukan secara mandiri oleh masingmasing anggota kelompok usaha. Hasil penjualan yang telah dipotong keuntungan dikumpulkan kembali untuk dijadikan modal. Lantaran dupa yang dijual diproduksi dengan cara mengolah bahan setengah jadi, diakui Suyasni keuntungan yang didapat sangat tipis. Menurut Suyasni, jika saja proses produksinya bisa dilakukan dari awal tentu keuntungannya bisa lebih dari yang didapat sekarang. “Untuk pemasaran sekarang agak menurun. Harapan kami dupa yang kami produksi bisa diserap di warung-warung,” kata wanita 37 tahun itu. Selain membuat dupa, Suyasni juga mengungkapkan kelompok usahanya juga berencana membuat sarana upacara dari anyaman bambu, seperti klakat dan keranjang. Hanya, sejauh ini hal itu baru sebatas rencana. “Pemasarannya, sudah ada teman yang mau memasarkan,” ujarnya. Saat ini, beberapa anggota Kube Widura juga mengisi harinya dengan berjualan canang, dan ada juga yang membuka usaha pijat di saat tidak sedang memproduksi dupa. Usaha yang selama ini dilakukan para penyandang disabilitas di Yayasan Bunga Bali, mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk menyekolahkan anakanaknya. “Bagi teman-teman di sini lebih baik berkarya daripada meminta-minta,” ujarnya. (ina)

Tak Berjalan

Dari Hal. 3

Sehingga banyak sekolah dideklarasi sekolah inklusi namun banyak yang tidak berjalan,” kata dr. A.A. Sri Wahyuni, Sp.Kj., Kepala Bagian/ SMF Psikiatri RSUP Sanglah. Banyak pendidikan ABK disamakan dengan kurikulum orang normal, pendidikan gurunya kurang, sementara jumlah anak dalam kelas banyak. Guru juga tidak mempunyai kompetensi khusus menangani ABK. Karena ada ABK perlu mendapat sentuhan khusus agar mereka merasa berharga, memiliki rasa percaya diri. Sehingga dapat berkembang kemampuannya secara maksimal. Apalagi yang paling sulit menangani adalah disabilitas mental seperti retardasi mental dan austisme. “Mereka masing-masing berbeda dalam menangani, dalam pendidikan agar mampu mengurus diri sendiri dan punya keterampilan khusus,” ujarnya. Menurutnya selama ini yang dilakukan pemerintah sebatas membantu secara sosial. “Walaupun ada sekokah berkebutuhan khusus, belum semua anak mendapat kesempatan memanfaatkan fasilitas tersebut,” ungkapnya. Penyandang disabilitas telah mendapat perlakuan khusus, sama dengan orang normal. Namun, fasilitas khusus yang harus disiapkan pemerintah seperti sarana jalan kaki untuk penyandang disabilitas, pengguna kursi roda, tongkat putih belum ada. Pada area publik, hanya bandara yang memiliki sarana toilet khusus, itu pun hanya bagi pengguna kursi roda. Ketua Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham), Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M., Sabtu (9/12) kemarin, mengungkapkan pemerintah pun sudah memiliki iktikad baik dengan mengedepankan pemenuhan hak asasi manusia khususnya pada penyandang disabilitas yang bertujuan untuk me-

menuhi hak-hak mereka tanpa adanya diskriminasi yang dialami oleh para penyandang disabilitas. Ini artinya, pemerintah Indonesia harus mampu menjadi kepanjangan tangan untuk mewujudkan tujuan tersebut dan mampu memberikan rasa nyaman dan aman bagi penyandang disabilitas tanpa adanya diskriminasi kepada mereka. Sehingga, para penyandang disabilitas memperoleh hak untuk hidup serta bekerja untuk keberlangsungan hidup mereka. Dia menegaskan tidak boleh ada lagi diskriminasi yang dialami oleh para penyandang disabilitas saat mereka melamar pekerjaan, pemerintah harus terus dapat memenuhi hak pendidikan, politik, serta hak-hak yang seharusnya diterima oleh mereka tidak ada lagi pilih kasih untuk para penyandang disabilitas. Mereka memiliki hak yang sama dengan yang lain. Jika masih terdapat tindakan diskriminasi yang dialami oleh penyandang disabilitas baik yang bekerja di perusahaan tentu terdapat sanksi administrasi dapat diberlakukan sesuai dengan undang-undang yang berlaku, kata kandidat doktor di FH UGM ini. Indonesia telah meratifikasi “Convetion on The Rights of Persons with Disabilities” (Konvensi Mengenai Hak-hak Penyandang Disabilitas) dengan Undang-Undang nomor 19 tahun 2011 tentang Pengesahan Convention on The Rights Of Persons With Disabilities. Tujuan dari konvensi ini adalah untuk memajukan, melindungi dan menjamin penikmatan penuh dan setara semua hak asasi manusia dan kebebasan fundamental oleh semua penyandang disabilitas, dan untuk meningkatkan penghormatan atas martabat yang melekat pada mereka. Di dalam pelaksanaan dan pemenuhan hak disabilitas yang harus diperhatikan ialah penghormatan terhadap martabat, keseteraan, aksesibilt-

Ciptaan Tuhan Dari Hal. 3

Dosen Fakultas Pendidikan Agama dan Seni Universitas Hindu Indonesia (FPAS Unhi) Drs. Gusti Ketut Widana, M.Si. menyampaikan, lahir sebagai manusia bukan soal kesempurnaan atau kelengkapan anggota badan, melainkan lebih pada posisinya sebagai makhluk yang sama-sama ciptaan Tuhan. Dengan menjadi manusia yang disebut manawa, memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas diri agar menjadi madhawa atau manusia berkarakter mulia sebagaimana halnya Dewa, sehingga tidak terjerumus menjadi manusia berwatak danawa atau raksasa. Dalam ajaran Tatwan Asi, Wasudewa Khutum Bhakam, termasuk ajaran Ahimsa, dengan tegas diamanatkan bahwa pada setiap kelahiran menjadi manusia, semuanya adalah sama dan bersaudara. Karenanya wajib saling mencintai, menyayangi, menghormati dan menghargai serta memberi kesempatan yang sama kepada sesama insani tanpa membedakan kekurangan fisik untuk meraih prestasi sesuai kompetensi masing-masing. Artinya, kita wajib memerhatikan, memberi semangat dan

membantu teman-teman kita yang mengalami kecacatan fisik atau disabiltas untuk meraih cita-cita. ‘’Jangan dilihat apa kekurangannya, tetapi tampilkan keunggulannya. Sebab tan hana wong suasta annulus--tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang sempurna adanya. Sehingga mengikuti pandangan rwabhineda, sangat jelas bahwa semua orang memiliki hal yang sama yaitu punya kelebihan, keunggulan, bahkan kehebatan, tetapi tentu ada juga kelemahan atau kekurangannya,’’ ujarnya. Ditegaskannya, Tuhan tidak membedakan keberadaan manusia berdasarkan raga atau fisik, tetapi sradha-nya yang kemudian diimplementasikan melalui bhakti dalam bentuk tresna atau cinta kasih kepada sesama insani. Jadi yang disebut konsep bhakti tidak hanya berhenti sebatas nyakup lima nyelepit bunga ke hadapan Hyang Widi tetapi berlanjut pada sikap nyakup lima ngenjuh angga atau mengulurkan tangan membantu membukakan jalan bagi tercapainya kemajuan setiap orang, termasuk bagi semeton yang tergolong disabilitas atau difabel. Bukan dalam konteks untuk mengasihani, tetapi memberikan jalan untuk sama-sama maju menca-

as serta tanpa diskriminasi. Penyandang disabilitas harus tetap dihormati dan tidak boleh ada diskriminasi terhadapnya terutama di dalam dunia pekerjaan. Apalagi, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peraturan perundang-undangan berkenaan dengan hal tersebut, yaitu Undang-Undang nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Bali juga memiliki Peraturan Daerah Provinsi Bali nomor 9 tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Semua aturan ini menekankan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk bekerja di mana saja mereka inginkan asalkan mereka mampu dan memiliki kualitas untuk pekerjaan tersebut. Dia berharap tidak ada lagi perusahaan-perusahaan atau pemerintah pusat dan daerah untuk tidak menerima para penyandang disabilitas untuk bekerja bersama-sama dengan yang tidak penyandang disabilitas. Sebab penyandang disabilitas dilindungi oleh undang-undang, di mana dalam pasal 11 UU No. 8/2016 disebutkan penyandang disabilitas memilik hak untuk memperoleh pekerjaan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, atau swasta tanpa diskriminasi. Memperoleh upah yang sama dengan tenaga kerja yang bukan penyandang disabilitas dalam jenis pekerjaan dan tanggung jawab yang sama, memperoleh akomodasi yang layak dalam pekerjaan, tidak diberhentikan karena alasan disabilitas, mendapatkan program kembali bekerja, penempatan kerja yang adil, proporsional, dan bermartabat, memperoleh kesempatan dalam mengembangkan jenjang karier serta segala hak normatif yang melekat di dalamnya, dan memajukan usaha, memiliki pekerjaan sendiri, wiraswasta, pengembangan koperasi, dan memulai usaha sendiri. (win/may)

pai apa pun yang dicita-citakan, baik melalui dunia pendidikan maupun dalam memperoleh pekerjaan. Hal senada disampaikan guru besar IHDN Denpasar Prof. Nengah Duija. Mantan Rektor IHDN ini menegaskan, sesungguhnya manusia itu sama di hadapan Tuhan, sehingga setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan baik fisik maupun rohani. Oleh karena itu, cacat fisik belum tentu dia cacat rohani atau sebaliknya. Nora na tan cacat ring praja, haywa cumacad sasamanta jana. Bagaimana harusnya kita membantu penyandang disabilitas dalam hal pekerjaan? Prof. Duija menegaskan masalah kerja prinsipnya adalah kemampuan dan profesionalitas. Sepanjang yang bersangkutan memenuhi kriteria itu, mereka berhak dan layak diperlakukan sama. Cuma mereka harus diperlakukan adil. Artinya, pekerjaan menyesuaikan dengan kondisi fisiknya. Pun, manusia normal harus mengakui jika penyandang cacat memiliki kemampuan lebih. Kekuranganya hendaknya diisi oleh manusia normal. ‘’Itulah tugas manusia normal membimbing orang menuju kesempurnaan,’’ ujarnya. (lun)

Pesta Demokrasi Dari Hal. 3

Menurut Hadi, TNI juga akan memberikan bantuan kepada negara agar roda pesta demokrasi berjalan dengan sukses. “Komitmen TNI memberikan perbantuan kepada Polri dalam pengamanan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu

Presiden 2019. Senantiasa harus mengutamakan asas hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya. Hadi menyadari, tantangan tugas TNI ke depan semakin berat. Namun, dia meyakini, kebersamaan seluruh prajurit TNI akan mampu melaksanakan

tugas dengan baik dalam menegakkan kedaulatan NKRI. “Kami harus bertekad membangun tentara yang profesional, disiplin, militan, dan rendah hati. Melalui profesionalisme, disiplin, dan militan, menjadikan TNI hebat dalam segala medan tugas,” ujarnya. (kmb/ant)

Gaya Elektrostatis Dari Hal. 3

Ini dapat terbentuk pada kolom erupsi karena kondisi kelembaban dan gaya elektrostatis. Kondisi yang dimaksud terjadi di saat material abu berinteraksi dengan air, bisa air dari kawah (sehingga ini sering diasosiasikan dengan letusan freatomagmatik). Tapi kelembapan ini juga bisa bersumber pada kondisi meteorologis, misal, abu yang disemburkan berinteraksi dengan awan hujan. “Saat kondisi-kondisi itu terpenuhi maka kumpulan abu tersebut menjadi berbentuk bulat. Jadi, itu sebenarnya masih abu tapi terkumpul jadi berbentuk granule,” tegas Devy Syahbana. Desa Tembok Sebagian besar dusundusun di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula Sabtu (9/12)

kemarin, mulai terpapar abu vulkanik erupsi Gunung Agung. Sebaran abu dengan intensitas tipis itu ditemukan oleh warga yang bermukim di pinggir Jalan Raya Singaraja - Amlapura. Selain ditemukan di atap rumah dan dedaunan tanaman, debu ini juga menempel pada pakaian ketika warga berpergian ke luar rumah. Perbekel Desa Tembok, Kecamatan Tejakula Dewa Komang Yudi yang dihubungi kemarin, membenarkan sebaran abu vulaknik tersebut. Yudi mengatakan, debu vulkanik mulai ditemukan oleh warganya mulai pukul 11.00 wita hingga sekitar pukul 12.50 wita. Debu itu ditemukan pada dedaunan pohon di pekarangan warga. Selain itu, warga yang kebetulan berpergian ke rumahnya merasakan dampak debu vulkanik itu. (kmb41/kamb38)

Belajar Autodidak

Dari Hal. 3

Menariknya, kemahirannya itu bukan didapatkan dari bangku pendidikan, melainkan hanya belajar secara autodidak sembari menghabiskan waktu di rumah. “Saya tidak sekolah. Dulu belajar nulis di tanah. Diajarin bapak sama ibu,” tuturnya. Tulisannya itu tak hanya dijadikan koleksi untuk memperkuat semangatnya dalam menjalani hidup. Namun, itu juga telah terpasang pada baju yang diproduksi pengusaha di wilayah Denpasar. “Tulisan ini dipakai teman untuk mengisi baju,” ungkapnya. Anak sulung dari tiga bersaudara ini juga telah menciptakan sebuah buku. Isinya tentang perjalanan kehidupanya. Ini disusun selama tujuh bulan. Setelah terbit, banyak yang membeli. Cetakan pertama, habis 400 buah. Masih banyak yang menunggu untuk bisa mengoleksi. Harus menunggu edisi cetak pada Februari 2018. Berbeda halnya dengan Windari. Ia yang menderita kelumpuhan saat usia delapan tahun, sejak dua tahun ini menekuni seni lukis. Mewarisi bakat ayahnya yang telah tiada. Seperti sang kakak, karyanya juga tak hanya sebagai pajangan di dinding rumah. Namun, telah berhasil terjual.

“Kakak yang jualin melalui online di facebook. Yang beli tak hanya dari Bali. Tapi juga dari Jakarta. Bahkan ada yang dibawa ke Amerika,” katanya. Harga lukisannya yang menawarkan suasana Bali tempo dulu bervariasi. Ukuran terkecil Rp 1,5 juta dan paling besar Rp 5 juta. “Melukis belajar autodidak. Mungkin bakatnya ayah menurun,” tuturnya. Berkat bakatnya itu, perempuan berkulit putih ini sempat diundang untuk tampil di acara TV nasional. Hal itu menjadi kebanggaan tersendiri baginya karena mampu berbagi cerita dengan orang lain. Di balik kekurangan yang dimiliki, mereka mampu menjadi tulang punggung keluarga. Sementara itu, ibunya Komang Warsiki mengatakan kondisi anaknya itu sudah diperiksakan ke dokter. Tapi dibilang tak ada apa-apa. Ke pengobatan alternatif juga sudah, tapi tak ada perubahan. Bakat yang dimiliki oleh mereka menjadi kebanggaannya. Itu dianggap menjadi anugerah terindah dari Tuhan. Dari tangan mereka, ia dan anak bungsunya, Bunga Ayu Lestari dapat memenuhi kebutuhan hidup. “Mereka dapat membantu memberikan penghasilan untuk keluarga. Itu yang saya banggakan,” tandasnya. (sos)


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu Wage, 10 desember 2017

u g g n Mi

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

Pastikan Bali Aman Dikunjungi

Optimalkan ‘’Cruise’’

ERUPSI Gunung Agung salah satunya telah melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Padahal, bandara merupakan akses utama wisatawan mancanegara datang ke Bali. Oleh karena itu, pemerintah perlu memikirkan untuk lebih mengoptimalkan pelabuhan cruise yang juga banyak mendatangkan wisatawan. “Kita sadar sekarang bahwa Bali memiliki gunung berapi, suatu saat penerbangan terancam. Seperti sekarang sudah sempat lumpuh. Tapi kalau seandainya harbor cruise internasionalnya bisa berjalan, kan itu tidak menjadi persoalan sebenarnya,” ujar Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nengah Tamba, Sabtu (9/12) kemarin. Menurut Tamba, wisatawan mancanegara tetap bisa datang ke Bali melalui jalur laut dengan kapal pesiar atau cruise. Perlu dipikirkan adanya master plan untuk memetakan pelabuhan-pelabuhan yang ada. Pelabuhan Tanah Ampo misalnya, yang ternyata tidak bisa disandari kapal pesiar dapat dimanfaatkan sebagai pelabuhan barang. Kemudian pelabuhan ikan bisa dipusatkan di Jembrana. Sementara untuk cruise lebih baik difokuskan pada Pelabuhan Benoa dan Pelabuhan Celukan Bawang. “Cruise fokus di Benoa dan Celukan Bawang. Di Celukan Bawang juga bisa bersandar cruise dengan panjang 300 meter. Kita sudah sidak enam bulan lalu,” jelas. Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, dua pelabuhan tersebut bisa dioptimalkan dengan membenahi dan melengkapi infrastruktur pendukung. Termasuk pelayanan, SDM, dan teknologinya. Pasalnya, pelabuhan cruise internasional harus bisa memberikan kenyamanan, kebersihan, dan keamanan. (rin)

ITDC Gelar Nusa Dua Light Festival UNTUK memastikan sekaligus mengampanyekan Bali, khususnya kawasan Nusa Dua, tetap aman dikunjungi, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menggelar Nusa Dua Light Festival (NDLF). Festival yang dibuka mulai 8 Desember ini akan berlangsung hingga 14 Januari 2018 yang dipusatkan di Pulau Peninsula. Menurut Direktur Strategi Korporasi dan Keuangan ITDC, Jatmiko K. Santosa, penyelenggaraan NDLF ini bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Bali masih aman untuk dikunjungi. Melalui event ini, Nusa Dua dan Pulau Bali tetap mampu menyiapkan atraksi dan tingkat hospitality yang tinggi bagi para wisatawan. Selain itu, event ini juga dalam rangka menyambut liburan Natal dan pergantian tahun. “Kegiatan festival ini sebagai wujud dan upaya mendatangkan wisatawan ke Pulau Dewata di tengah bencana erupsi Gunung Agung. Kami ingin menyampaikan bahwa semua destinasi di Bali selain wilayah merah (berbahaya) masih tetap aman dan beroperasi seperti biasa,” katanya. Jatmiko menegaskan, Bali selalu siap menerima kunjungan wisatawan di akhir tahun. Dalam hal erupsi Gunung Agung berdampak ke wisatawan yang menginap di The Nusa Dua, pihaknya juga sudah siap menjalankan kebijakan pemerintah terkait standar mitigasi sehingga keamanan dan kenyamanan para wisatawan dapat terjaga. Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), telah merilis radius perkiraan bahaya letusan Gunung Agung sejauh 8 kilometer, ditambah perluasan sektoral ke arah utaratimur laut dan tenggara-selatan-barat daya sejauh 10 km dari Gunung Agung. Untuk itu, ada dua area wisata yang patut dijauhi yakni Pura Besakih dan area dekat Gunung Agung. Jarak The Nusa Dua dengan Gunung Agung sangat jauh mencapai

BPM/edi

LAMPU LAMPION - Keindahan lampu lampion yang dibuat menyerupai hutan dan beragam jenis binatang dalam Nusa Dua Light Festival (NDLF) yang berlangsung dari 8 Desember hingga 14 Januari 2018. 40 kilometer. Dengan demikian masih berada di radius aman. “Wisatawan tidak perlu khawatir untuk menghadiri Nusa Dua Light Festival dan menikmati masa liburannya di Bali selama berada di zona aman. Kami optimistis target pengunjung kami dapat tercapai,” tambah Jatmiko. NDLF yang digelar pada pergantian tahun merupakan yang kedua kalinya, setelah event serupa digelar pada JuniJuli 2017. Pada penyelenggaraan tahun ini, ITDC bekerja sama dengan PT Cikal Bintang Bangsa dengan mengambil “The Jungle”. Para pengunjung dapat menikmati keindahan lampu lampion yang dibuat menyerupai hutan dan beragam jenis binatang, seperti komodo, dinosaurus dan binatang hutan lainnya.

Selain itu, wisatawan juga akan dihibur dengan bermacam hiburan, seperti pentas kesenian daerah, musik dan kuliner. Bagi pengunjung yang menyukai tantangan, ada Hot Air Ballon berkapasitas enam orang yang dapat diterbangkan mencapai ketinggian 25 meter. Wahana lainnya seperti trampoline, rumah balon, kereta mini, dan helikopter mini, dapat dinikmati oleh anak-anak. “Dengan berbagai macam atraksi dan wahana tersebut, Nusa Dua Light Festival

Saat Penyandang Disabilitas Raih Rekor Muri

Persiapan 30 Hari untuk Pentaskan Tari Kecak Massal BELUM lama ini, prestasi luar biasa diterima ratusan penyandang disabilitas tunanetra dari lima provinsi se-Indonesia di wantilan Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan. Pasalnya, pementasan tari kecak massal yang mereka gelar mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (Muri). Kepiawaian mereka yang memiliki ketergantungan khusus (disabilitas) ini masuk kategori “Pergelaran Teater Seni Motivasi dengan Disabilitas Terbanyak”. Prestasi ini tentu saja sangat membanggakan. Apalagi Kepala Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Mahatmia Bali, I Ketut Supena, mengatakan hanya memerlukan waktu 30 hari bagi mereka untuk bisa menampilkan pementasan seni yang luar biasa khususnya bagi para penyandang disabilitas. Raihan ini dikatakan Supena tentu saja sebagai kado istimewa di peringatan hari Disabilitas Internasional 2017. “Ada lima provinsi yang tergabung dalam tarian kecak ini, yakni Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi Tenggara,” ungkapnya. Bagi Supena, penampilan mereka ini bukan ingin dikenal atau terpublikasi tetapi

memberikan ruang beraktivitas kepada penyandang disabilitas bahwa mereka juga pantas berkreasi seperti orang normal pada umumnya. Bahkan karena penampilan ini baru pertama kali dan jumlahnya terbanyak maka sudah tercatat dalam rekor Muri. “Sebab, pementasan ini baru pertama kali dan terbanyak,” jelasnya. Rasa percaya diri yang muncul dari para disabilitas ini diakui Supena merupakan hasil dari paradigma pembelajaran yang diterapkan di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Mahatma Bali. Jika sebelumnya rehabilitasi sosial sifatnya amal, namun lambat laun bergeser menjadi lembaga atau panti dan mulai bergeser kembali ke paradigma human (permartabatan, red), dan sekarang hak. “Artinya tidak harus eksklusif di dalam panti, tetapi kita harus terus menyesuaikan penyandang disabilitas mendapat hak hak yang terbaik, jadi programlah yang akan menjangkau mereka,” terangnya. Apalagi diakuinya, untuk di Kabupaten Tabanan, perhatian pemerintah untuk disabilitas sudah mulai ada. Terbukti dengan keberadaan guiding block. “Beberapa sudah mulai, timbul kesadaran bagaimana fasilitas untuk

penyandang disabilitas sudah hampir semua tergugah,” ucapnya. Begitu pula keterlibatan para alumni panti juga sangat dilibatkan untuk memberikan motivasi bagi para lulusan. Karena setelah mandiri secara perilaku, mereka tentu saja diharapkan bisa mandiri secara ekonomi. “Mandiri secara ekonomi kami harapkan tidak hanya tumbuh bagi perorangan melainkan bisa tumbuh secara bersama-sama, lewat gempita, gerakan menjadi pengusaha bagi penyandang disabilitas netra, yang coba kita tawarkan. Jadi, alumni yang sudah berhasil secara mandiri paling tidak bisa mengajak para alumni lainnya,” ujarnya. (bit)

BPM/bit

KECAK - Sejumlah penyandang disabilitas di Tabanan mementaskan tari kecak.

“The Jungle” akan menjadi tujuan wisata hiburan yang sangat cocok bagi keluarga di pengujung tahun 2017 dan awal Tahun Baru 2018,” papar Jatmiko. (edi)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook