Skip to main content

Edisi 09 Oktober 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 50 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (152 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

minggu paing, 9 oktober 2016

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

Badai Matthew Tewaskan 900 Orang AS Nyatakan Keadaan Darurat

Port Au Prince – Badai Matthew yang menghantam Haiti telah menimbulkan kerusakan hebat dan menelan banyak korban jiwa. Sekitar 900 orang dinyatakan tewas akibat bencana tersebut. Angka kematian kemungkinan akan bertambah setelah tim penyelamat dapat mengakses jalur ke wilayah selatan negara itu, yang sempat terputus akibat badai. Badan Perlindungan Sipil Haiti menyebutkan sebagian besar korban tewas berada di pesisir barat daya Haiti, daerah yang paling parah terkena dampak badai yang terjadi pada pekan ini. Salah satu kota utama di sebelah selatan, Jeremie, mengalami 80 persen kehancuran. Ratusan rumah rata dengan tanah serta ditemukan 82 jenazah. Tiga kota lainnya melaporkan puluhan korban antara lain desa petani Chantal dengan korban tewas 86 orang dan 20 orang lainnya hilang. Korban tewas kebanyakan akibat pohon-pohon tumbang menimpa rumah mereka. Hal. 19 Pohon Tumbang

Menteri Susi Ngotot Pertahankan Kedaulatan Laut

Yogyakarta ( Bali Post) Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, memberikan kuliah umum bertajuk ‘’Fungsi, Manfaat Problematika Kelautan Indonesia’’ di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan UGM, Sabtu (9/10) kemarin. Dalam kesempatan itu, Susi memaparkan permasalahan yang tengah dihadapi bangsa Indonesia dalam bidang kelautan. Saat itu, Menteri Susi ngotot agar Peraturan Presiden nomor 44 tahun 2016 tentang perikanan tangkap terus dipertahankan untuk menjaga kedaulatan laut Indonesia. “Saya berharap Peraturan Presiden (Perpres nomor 44) ini dijaga, kalau sampai direvisi kita tidak punya kedaulatan laut lagi,” kata Menteri Susi dalam kuliah umum bertajuk “Menjadi Nasionalis Jalasveva Jayamahe” di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu kemarin. Menurut Susi, Perpres nomor 44 yang telah diterbitkan Presiden Joko Widodo patut dipertahankan hingga pemerintahan selanjutnya karena terbukti efektif mengembalikan kedaulatan pengelolaan sumber daya laut nasional dari hegemoni kapal asing atau penangkapan laut ilegal ke tangan nelayan nasional. Hal. 19 Investor Asing

Salak Gula Pasir Harapan Baru Petani Bali

Bangli Genjot Bibit Hortikultura

Siapa tak tahu salak gula pasir dari Karangasem. Buah lokal ini kini menjadi unggulan petani di daerah ini. Namun sayang hingga kini petani belum menikmati hibah bibit dari pemerintah karena mereka tak berbadan hukum.

KEINGINAN Pemkab Bangli untuk bisa mengembangkan bibit, khususnya tanaman hortikultura secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan petani belum bisa terealisasi. Penyebabnya karena terbentur ketersediaan lahan. Menyikapi hal itu, produksi bibit terus digenjot melalui sejumlah petani. Hasilnya cukup baik, tak hanya mampu memenuhi kebutuhan di daerah, tetapi beberapa komoditas juga sudah merambah ke sejumlah daerah di Indonesia. Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan Bangli, Ni Wayan Manik, mengatakan pembibitan tanaman harus didukung dengan lahan yang memadai, layaknya balai benih ikan. Kondisi lingkungannya juga harus mendukung. Pihaknya menyadari kebutuhan bibit belakangan ini cenderung meningkat. Jenis tanaman yang dilirik petani juga semakin bervariasi, mulai dari bawang, bambu, kelapa, hingga jeruk. Hal. 19 Penuhi Permintaan

PERJUANGAN untuk membantu petani Bali khususnya salak di Karangasem bukan tidak ada. Kini, petani Bali terutama yang memiliki sentra salak memiliki harapan baru yang disebut salak gula pasir. Makanya Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Karangasem tahun ini fokus membibit salak gula pasir. Soalnya, kata Kadis PTPH Karangasem, Nyoman Mertha Tanaya, beberapa hari lalu di Karangasem, permintaan untuk bibit salak gula pasir itu cukup tinggi. Dia mengatakan, saat ini petani salak di Karangasem tertarik mengembangkan salak gula pasir. Soalnya, har-

ga salak yang daging buahnya berwarna putih itu cukup tinggi. Di luar musim panen raya, per kilogram dengan ukuran salak yang meski masih muda rasanya manis itu, harganya lebih dari Rp 50 ribu. Sementara, saat musim panen harga salak gula pasir tak pernah lebih rendah dari Rp 15 ribu per kilogram. Salak biasa pada musim panen raya harganya bisa jatuh sampai Rp 1.500 per kilogram, sementara di luar musim seperti bulan ini, kondisi buahnya sedikit dan kecil sehingga terasa agak asam. Model buah yang demikian bisa dibeli Rp 12 ribu per kg. Hal. 19 Perlu Dibatasi

Perlu Sejumlah Perda Kembangkan Agrobisnis Oleh: Dr. I Gede Sedana

Mangga Tikus Menyali Terancam Punah

SEBAGAI daerah yang dikenal penghasil buah mangga, Buleleng memiliki beragam jenis mangga. Jika jenis Harum Manis, Manalagi, Golek, dan mangga Lalijiwa dengan mudah dibudidayakan. Di tengah beragamnya jenis mangga itu, di Desa Menyali, Kecamatan Sawan ada satu jenis mangga tikus. Hal. 19 Kualitas Tinggi

BPM/mud

MANGGA TIKUS - Salah seorang warga Desa Menyali memegang bakal buah Mangga Tikus.

Penuhi Kebutuhan Bibit Pangan

Tabanan Maksimalkan Fungsi Subak

Tabanan memiliki 229 subak dengan luas lahan pertanian kurang lebih 21 ribu hektar. Dalam satu kali musim tanam jika dihitung luas lahan tersebut, maka rata-rata kebutuhan bibit padi konvesional sebanyak 525 ton lebih yang per hektarnya membutuhkan bibit 25 kilogram.

UNTUK memenuhi kebutuhan bibit pangan, Tabanan memiliki UPTD pembenihan yang berlokasi di Bongan, Tabanan. Namun areal yang terbatas atau hanya 1,4 hektar, bibit padi yang dihasilkan tentu tidak bisa memenuhi permintaan bibit yang dibutuhkan petani. Untuk itu, selain dari UPTD ini dalam pemenuhan bibit padi di Tabanan juga dimaksimalkan fungsi subak serta usaha perseorangan. Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Tabanan, Nyoman Budana, mengatakan luas

lahan di UPTD pembibitan sekitar 1,4 hektar. Setiap kali menghasilkan bibit dihasilkan sekitar tiga ton yang hanya bisa memenuhi kebutuhan 120 hektar di mana satu hektar lahan pertanian membutuhkan 25 kilogram bibit. Sementara luas lahan pertanian di Tabanan mencapai 21 ribu hektar lebih. Dalam memenuhi kebutuhan bibit ini, beberapa subak di Tabanan telah menjadi penangkar benih seperti Subak Guama dan Subak Anyar Surabata. Hal. 19 Dijual ke Petani

PRIORITAS pembangunan pertanian harus ditekankan pada kesejahteraan petani dalam arti luas. Melalui upaya menumbuhkembangkan partisipasi mereka dan meningkatkan keadaan sosial-ekonominya dengan cara meningkatkan akses terhadap teknologi, modal, dan pasar. Pertanian harus dikembangkan dalam suatu sistem agrobisnis pertanian mulai dari subsistem hulu (input) dan prasarana produksi, subsistem on-farm (produksi), subsistem pengolahan, subsistem pemasaran dan subsistem penunjang agrobisnis dalam suatu manajemen yang profesional. Tantangan subak ke depan adalah terwujudnya kelembagaan subak dengan kearifan lokalnya mampu menjadi organisasi yang bersifat sosio-agraris-religius yang dapat beradaptasi dengan tuntutan ekonomis anggotanya seiring dengan program-program pembangunan pertanian dan perdesaan. Hal. 19 Penyusutan Lahan


DAERAH

2

Minggu Paing, 9 Oktober 2016

FIGUR

Pendidikan Budi Pakerti

KASUS kriminalitas yang melibatkan anak di bawah umur di Kabupaten Bangli belakangan ini cukup marak terjadi. Hal itu terbukti dari tertangkapnya sejumlah anak oleh pihak kepolisian pada September lalu lantaran terlibat pencurian dan perjudian. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli pun berupaya mengatasi hal itu dengan memerintahkan seluruh sekolah untuk membekali pendidikan budi pekerti kepada para siswa sesaat sebelum proses belajar mengajar dimulai. Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli, Nyoman Suteja, saat ditemui di kantornya belum lama ini mengaku sangat prihatin atas keterlibatan sejumlah anak di Bangli dalam kasus kriminalitas. Terkait kondisi tersebut, pihaknya yang sempat diajak berkoordinasi oleh Kapolres Bangli pun kini mulai berupaya mengatasi persoalan ini. Suteja mengatakan bahwa salah satu upaya yang kini dilakukannya untuk menekan kasus kriminalitas yang melibatkan anak di bawah umur di Bangli yakni dengan mengoptimalkan kembali pendidikan budi pakerti terhadap para siswa di sekolah. Dikatakan pejabat asal Banjar Sidembunut, Bangli ini, pihaknya telah memerintahkan seluruh kepala sekolah untuk memberikan arahan terkait penanaman pendidikan budi pakerti setiap pelaksanaan apel bendera. Selain itu, pihaknya juga meminta seluruh guru untuk memberikan pendidikan budi pekerti, sesaat sebelum proses belajar mengajar dimulai. “Untuk seluruh guru saya sudah perintahkan agar lima menit sebelum pelajaran dimulai, memberikan pendidikan budi pekerti kepada siswa,” terangnya. Dengan upaya ini, pihaknya berharap pola pikir anak bisa berubah dan menjauhi perbuatan yang dapat merugikan masa depan mereka. “Kita harapkan ke depan tidak ada lagi anak ataupun siswa yang terlibat kasus kriminal,” ujarnya. (ina)

BPM/kmb

TERGULING - Truk yang mengangkut teh terguling di Yeh Sumbul, Mendoyo.

OC, Truk Bermuatan Teh Terguling

Negara (Bali Post) Sebuah truk Hino DK 9488 UD yang dikemudikan Didik Sudarladi (47) dari Banjar Anyar Kediri, Tabanan mengangkut teh pucuk, Sabtu (8/10) sore kemarin, mengalami out of control (OC) di jalan raya Denpasar - Gilimanuk Dusun Yeh Sumbul Kecamatan Mendoyo Jembrana Km 73-74, sehingga terguling. Dari informasi, truk bermuatan teh pucuk seberat 20 ton bergerak dari barat ke timur dan tiba di TKP memasuki tikungan tajam ke kiri di tengah cuaca hujan. Kemudian barang di atas truk tersebut bergerak ke kiri mengakibatkan truk kehilangan keseimbangan dan terguling ke kiri. Peristiwa ini tidak sampai menelan korban jiwa. Akibat kecelakaan tersebut, petugas Polsek Mendoyo mengatakan pihaknya langsung mengatur lalu lintas dan berusaha mengevakuasi truk dan barang-barang angkutan sehingga tidak mengganggu arus kendaraan. Akibat kejadian itu, bagian kiri depan truk penyok. (kmb)

BPM/wan

SALURAN PEMBUANGAN - Genangan air di pinggir jalan yang ramai dilintasi kendaraan di kawasan Teuku Umar Barat, pascahujan yang mengguyur kawasan tersebut Sabtu (8/10) kemarin. Genangan air cukup memprihatinkan dan perlu dibuatkannya sodetan saluran got pembuangan air hujan untuk mencegah banjir.

PARKIR - Pelataran parkir di RSUP Sanglah.

Terkait Parkir

RSUP Sanglah Belum Punya Perencanaan Matang

Dra. Nining Setyawati, M.Si., Direktur Umum dan Operasional RSUP Sanglah, mengatakan bahwa dirinya sedang menginventarisasi lahan, termasuk mengatur flow kendaraan. “Kita juga punya masalah, kita punya lahan jalan lingkar tapi jalan lingkar itu karena pernah diaspal oleh pemerintah kota maka masuk asetnya pemerintah kota padahal itu masuk aset kita,” ujarnya belum lama ini. Selain masalah lahan, RSUP Sanglah juga mengalami kendala bahwa yang parkir di areal RSUP Sanglah tidak hanya pengunjung dan pasien RSUP Sanglah, tapi juga mahasiswa yang ada di sekitar rumah sakit sehingga lahan yang sebetulnya bisa dipakai oleh pengunjung RS, juga digunakan oleh mahasiswa sehingga pihak RS merasa agak kesulitan. Diakui, pihaknya masih

mempelajari tentang pengelola parkir yang sekarang yaitu PD Parkir. “Saya belum lihat MoU-nya, saya masih mempelajari dulu,” tandasnya. Masalah parkir tersebut tidak hanya membuat ketidaknyamanan ketika berkunjung ke RSUP Sanglah tapi juga membuat jalur emergensi terganggu sehingga mengganggu pelayanan kesehatan. Padahal jalan lingkar yang dibuat adalah untuk mempermudah pasien tapi semua dipakai untuk parkir orang lain atau karyawan sendiri. Aset rumah dinas yang dimiliki RSUP Sanglah yang berjumlah 34 rumah dinas di Jalan Pulau Bali, Lombok, Tarakan, Timor sempat dikabarkan akan dipakai untuk lahan parkir. Rumah dinas tersebut, ada yang kosong, ada yang berpenghuni, ada yang terawat, dan ada yang tidak terawat. “Mungkin semua

belum ada izin tinggalnya, surat izin penghunian (SIP), semua ditempati, tapi tidak ada SIP-nya, nanti kita putihkan dan tertibkan karena yang beri izin Kemenkes,” ungkapnya. Dikatakan rumah tersebut ada penghuninya. Hanya, belum ada izin tinggalnya. Sehingga pihaknya belum bisa memastikan apakah akan digunakan untuk lahan parkir atau yang lain. Namun jika digunakan untuk lahan parkir kendaraan roda empat, dinilai hanya mampu menampung 1-2 kendaraan roda empat sehingga dinilai kurang efektif. Saat ini, rumah dinas tersebut ada sebagian yang digunakan untuk gudang, ada yang masih kosong, dan ada yang dihuni karyawan, direksi dan dokter. Namun, rencana untuk parkir motor atau kendaraan roda dua diakui pihaknya sudah ada gambaran akan membuat parkir bertingkat. Lahan yang digunakan rencananya adalah bagian belakang rumah sakit karena jika ditempatkan di depan rumah sakit akan menutup bangunan rumah sakit sehingga terlihat jelek. “Di belakang itu ada banyak lahan, parkir bertingkat itu butuh area yang panjang untuk akses naik,” jelasnya. Ia menargetkan, rencana tersebut dapat terealisasi 2 hingga 3 tahun lagi. Sedangkan untuk parkir kendaraan roda empat diakui pihaknya belum memiliki perencanaan yang matang. (kmb42)

Denpasar (Bali Post) Puncak Gema Perdamaian (GP) XIV dengan tema ‘’Damai itu Indah, Damai itu Upaya’’, berlangsung pada Sabtu (8/10) kemarin di lapangan timur Bajra Sandhi, Renon. Acara dimulai dengan penampilan gender, palawakya dan Agni Hotra sekaligus mengiringi VIP menggoreskan ekspresi damai di 2 kanvas serta menyaksikan demo dari beberapa ashram. Atraksi Okokan yang langsung menjadi pemimpin Padayatra mengelilingi lapangan Bajra Sandhi dan diiringi oleh arak-arakan GP, Patung Garuda Pancasila, bentangan kain merah putih sepanjang 100 meter, kain putih sepanjang 100 meter, 100 lembar bendera Merah Putih. Ketua Panitia Gema Perdamaian XIV, Jero Jemiwi, mengatakan, dalam acara yang dihadiri semua pemuka agama yaitu pandita, pinandita, swamiji, yogi, ulama, pastor, dll. itu diawali pada tahun 2003. Gema Perdamaian yang pertama digelar sebagai sebuah gerakan kebangkitan rasa percaya diri, meyakinkan diri sendiri, dan meyakinkan dunia bahwa Bali ini adalah pulau damai. Momentum ini bermula meski tragedi kemanusiaan pernah terjadi di Bali pada tahun 2002 dan 2005. “Ini adalah pembelajaran yang tentu selamanya patut kita ingat sebagai perenungan dan sebagai pengingat kita bahwa rasa damai adalah rasa terpenting bagi setiap orang untuk dapat terus melanjutkan kehidupan,” paparnya. Acara yang juga dihadiri Kapolda Bali dan Ketua DPRD Provinsi

Bali itu merupakan acara tahunan atas swadana, swadaya, tidak ada satu pihak pun yang menjadi sponsor acara tersebut. Maka dari itu, acara itu tidak dimiliki oleh suatu komunitas tertentu tapi dimiliki oleh seluruh rakyat Bali, seluruh rakyat Indonesia, seluruh insan pendamba damai. “Siapa pun bisa ikut di sini, baik dari ormas, non-ormas, forum komunikasi apa pun bisa, dan satu pesannya, agar kita sadar dua hal, hidup ini luar biasa anugerah indah kalau kita hidup dalam damai dan harmoni dan yang kedua adalah damai itu urusan hati, urusan pribadi setiap individu, tapi individu ini untuk disadarkan perlu engineering social sehingga giat Gema Perdamaian inilah mesin sosialnya,” paparnya. Jero Jemiwi yang merupakan Ketua Panitia Perempuan pertama itu menegaskan, momentum GP tidak untuk memperingati bom Bali. “Kita mengambil spirit

damai, kita mengambil pelajaran luar biasa dari musibah bom tahun 2002 itu, sehingga GP melangsungkan kegiatan untuk membangkitkan kesadaran damai yang pertama kali itu pada tahun 2003 dan ini adalah tahun ke-14,” tuturnya. President World Hindu Parisad sekaligus Ketua Sabha Pandita PHDI Pusat, Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Tianyar Arimbawa, mengatakan, upacara doa damai ini patut dihargai di hadapan peradaban situasi dunia yang bergejolak. Pendidikan informal akan multikultur, toleransi dan pemahaman akan arti damai perlu dilakukan selain melakukan upaya yang sifatnya hakikat yaitu berdoa memohon ke hadapan Tuhan. Kita meyakini doa menghasilkan energi harmonis yang mampu mengkompnsasi energi buruk di dalam kosmik, semoga dapat membawa hasil yang positif. (kmb42)

Denpasar (Bali Post) Dengan Direktur Umum dan Operasional RSUP Sanglah yang baru dilantik beberapa minggu lalu, diakui belum memiliki perencanaan parkir yang matang, mengingat permasalahan yang masih menjadi kendala di RSUP Sanglah adalah parkir terutama parkir kendaraan roda empat. Sebelumnya, RSUP Sanglah sempat merencanakan parkir bertingkat untuk sepeda motor, namun hingga kini belum terealisasi. Begitu juga dengan parkir kendaraan roda empat, telah diupayakan dengan merelakan lapangan tenis menjadi lahan parkir. Nyatanya, parkir masih menjadi momok ketika masyarakat datang ke RSUP Sanglah.

Puncak Gema Perdamaian XIV Dihadiri Berbagai Pemuka Agama

BPM/kmb42

GEMA PERDAMAIAN - Puncak Gema Perdamaian (GP) XIV dengan tema Damai itu Indah, Damai itu Upaya, berlangsung pada Sabtu (8/10) kemarin, di lapangan timur Bajra Sandhi, Renon.

BPM/kmb42

Warga Keluhkan Soal Bansos

Singaraja (Bali Post) Tokoh masyarakat Desa Selat Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng, Putu Mangku Budiasa, S.H., M.H., mengutarakan perihal realisasi hibah bansos kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Ia mengungkapkan muncul isu pengajuan bansos pada bulan September 2016 dan akan direalisasikan bulan Desember 2016. Pengajuan bansos tersebut bahkan menyelipkan fotokopi KTP sebagaimana penyertaan syarat dalam pengajuan proposal. Hingga muncul indikasi dugaan bansos digunakan sebagai alat mencari dukungan mendekati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buleleng 2017. Pihaknya meminta kejelasan Gubernur Pastika, sehingga tidak muncul hal-hal rancu di antara masyarakat Buleleng. Ia menyampaikan langsung kepada bapak Gubernur. Sebagaimana terdapat pertanyaan beberapa tokoh masyarakat di daerahnya. “Di mana ada arahan mengajukan hibah bansos kepada pemerintah provinsi di bulan September 2016, dan dapat direalisasikan bulan Desember 2016,” ujar Mangku Budiasa yang juga Ketua Komisi II Bidang Perekonomian dan Pembangunan DPRD Buleleng, Sabtu (8/10) kemarin, dalam simakrama Gubernur Bali di Banjar Dinas Tegalasih Desa Pucaksari Kecamatan Busungbiu, Buleleng. Ia mengungkapkan, agar tidak terjadi kekeliruan terhadap pemahaman bansos di masyarakat. Pengajuan bansos diminta tidak disalahgunakan khususnya menyangkut kepentingan di tengah-

tengah masa perpolitikan. “Kami takut salah menjawab, apa memang ada disampaikan seperti itu di pemerintah provinsi? Bulan September mengajukan proposal dan disertai fotokopi KTP suami istri seluruh anggota kelompok tersebut. Apakah itu (bantuan) dadia, kelompok tani ternak, suka duka dan lain sebagainya,” ungkapnya. Dia menambahkan, bansos diajukan ke Pemprov Bali konon akan cair pada bulan Desember. Mangku Budiasa menilai hal dimaksud cukup mencengangkan apabila kebijakan benar-benar diberlakukan. “Itu katanya dipastikan cair pada bulan Desember 2016. Kami takut menjawab dan takut salah. Kalau Pak Gubernur atau Pemprov memberi kebijakan dan itu benar adalah sesuatu yang sangat luar biasa,” tambahnya. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menampik hal yang diungkapkan Mangku Budiasa. Dia menilai kekeliruan apabila hibah ditawar-tawarkan. “Kalau hibah sampai ditawarkan itu jelas salah. Tidak ada hibah yang ditawar-tawarkan. Hibah itu kalau masyarakat memang memerlukan. Tidak ada hibah ditawar-tawarkan, itu sudah salah. Kalau satu saja ditawarkan itu sudah salah,” paparnya didampingi Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. Gubernur menyatakan, tidak mungkin hibah ditawarkan. Seharusnya hibah atas keperluan masyarakat melalui pengajuan proposal dan diserahkan jauh-jauh hari. Secara normatif hanya bisa diproses setahun sebelumnya. (kmb34)

Jadi Kurir SS

Karyawati Kafe Dituntut Tujuh Tahun Penjara Amlapura (Bali Post) – Gara-gara menjadi kurir paket sabu-sabu (SS), gadis bernama Yuliana alias Juli alias Dewi (23) dituntut pidana penjara tujuh tahun. Pada pembacaan tuntutan oleh JPU Made Santiawan, S.H. di depan sidang Pengadilan Negeri Amlapura, Kamis (6/10) lalu, gadis yang sebelumnya indekos di bilangan Renon, Denpasar itu juga diwajibkan membayar denda Rp 2 miliar subsider enam bulan kurungan. Atas tuntutan itu, dengan mata berkaca-kaca, Yuli yang sebelumnya bekerja di sebuah kafe itu mohon keringanan hukuman. Alasannya, dia mengaku menyesal dan berjanji tak bakal mengulangi perbuatannya. Jaksa Santiawan dari Kejari Amlapura itu, mohon majelis hakim yang diketuai Putu Ayu Sudariasih, menyatakan wanita berbadan mungil itu secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 114 (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Pertimbangan memberatkan tuntutan jaksa, terdakwa melanggar UU Narkotika dan tak men-

dukung upaya pemerintah memberantas penyalahgunaan narkotika. ‘’Yang meringankan terdakwa, dia belum pernah dihukum dan masih muda sehingga masih ada kesempatan dia memperbaiki diri,’’ ujar Santiawan. Sebelumnya, JPU membuktikan dakwaannya dengan menghadirkan dan memeriksa sejumlah saksi di depan persidangan, seperti saksi Muhammad Supriyanto, saksi Ngurah alias Wah dan saksi I Wayan Suyatna alias Basur alias pak Yan. Dua saksi terakhir, terdakwa dalam berkas terpisah yang merupakan jaringan peredaran SS Denpasar-Besakih. Selain menghadirkan sejumlah saksi, Jaksa Santiawan juga menunjukan alat bukti di antaranya satu unit sepeda motor Beat milik gadis asal Jawa yang dipakai terdakwa bepergian mengantar paket SS, sebuah bong atau alat isap SS, korek api gas, sejumlah plastik klip bening pembungkus paket SS di antaranya berisi 0,47 gram berat kotor atau 0,16 gram neto. ‘’Uang tunai total Rp 5,7 juta dirampas untuk negara,’’ ujar Jaksa Santiawan. (013)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


seremonial

Minggu Paing, 9 Oktober 2016

3

Ditarget Rp 315 Miliar

Triwulan III Dispenda Buleleng Raih 65 Persen

Singaraja (Bali Post)Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Buleleng pada triwulan mendatang, berupaya meningkatkan capaian pajak 100 persen. Strategi yang dilakukan dengan meningkatkan kesadaran dan komunikasi di masyarakat melalui transparasi, akuntabel dan secara online. “Selama perjalanan kepemimpinan Pak Bupati, kita ditargetkan memasok PAD Rp 315 miliar dari awalnya Rp 112 miliar. Ini adalah progres positif. Target pada tahun perubahan 2016, kita mampu mencapai 65 persen di tri wulan ketiga. Nah sisa waktu tiga bulan ke depan kami akan adakan evaluasi lagi bersama SKPD,” ujar Kepala Dispenda Buleleng Ir. Ida Bagus Puja Erawan, S.H., Jumat (7/10). Ia menyebutkan, melalui validasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2) mengalami peningkatan menggairahkan dari angka 30 persen menjadi 65 persen. Validasi bermanfaat positif, khususnya terhadap proses kepemilikan luas maupun subjek dan objek

pajak. Hal itu dinilai berpengaruh terhadap piutang dari Pratama, di mana sebagai waris dari Pratama dahulu diserahkan Rp 42 miliar. Sistim validasi membuat kejelasan dan kebenaran data-data. Selain itu, diklasifikasi di PBBP2 menjadi tiga, yakni utang ragu-ragu, utang lancar dan utang tergolong abu-abu. “Capaian target dari 10 jenis pajak daerah ditugaskan dalam UU 28 tahun 2009, seluruhnya fluktuatif. Penerimaan PBBP2 melalui langkah validasi yang dilakukan tahun 2016 ada progres positif. Artinya, kalau dulu di posisi tri wulan ketiga penerimaan sektor PBB masih rendah, sekarang sudah bagus di angka 65 persen. Kalau utang tergolong abu-abu dan ragu-ragu kita hapus dahulu.

Itu agar tidak menjadi momok atau istilahnya dibersihkan dulu. Jadi, dalam perencanaan penganggaran APBD tidak angka semu kembali didiskusikan,” paparnya. Mengenai Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebagai salah satu sektor unggulan, ia menilai sektor BPHTB tahun ini mencapai angka 35 persen. Ia menilai sektor BPHTB kini cukup memprihatinkan. Namun dia optimis dalam sisa waktu triwulan ke depan bisa dicapai. Sebab, simpul-simpul ekonomi lain dari 10 jenis pajak daerah terdapat pembayaran jatuh tempo di tri wulan terakhir. “Ini dapat berarti transaksi jual beli lemah atau lesu. Kami tidak bisa prediksi. Sebab pengertian pajak tidak akan ada apabila simpul-simpul ekonomi tidak bergerak. Tentu pajak akan berpengaruh apabila ekonomi mampu bergerak dengan baik dari berbagai sektor, kepastian hukum, kondusifitas hingga potensi ditata lebih baik,” tandasnya. (kmb34)

Stadium General dan Fokus XX HMJ Manajemen FE Unwar

Bentuk Karakter ’’Sapta Bayu” Mahasiswa Baru

HIMPUNAN Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa menggelar Stadium General dan Forum Komunikasi (Fokus) XX di Hotel Nikki, Denpasar, Sabtu (8/10) kemarin. Kegiatan rutin setiap penerimaan mahasiswa baru ini mengangkat tema “Let’s Starting Your Position, Character, Mindset and Behavior, Now at Department Management Faculty of Economics Warmadewa University”. Ketua Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unwar, Dr. Ida Bagus Agung Dharmanegara, S.E., M.Si. mengatakan, Stadium General dan Fokus XX diikuti 635 mahasiswa baru Prodi Manajemen. Ada dua pembicara yang dihadirkan, yakni International Trainer Leadership and Mindset Benchmarking Dr. Djoni Harijanto, MDM., dan UB Graduate Program Universitas Brawijaya Malang Dr. Hafid Aditya Pradesa, S.E., M.M. “Stadium general ini sebenarnya kegiatan rutin dari setiap penerimaan mahasiswa di Warmadewa. Kami memberikan satu pembentukan karakter baru, merubah paradigma, merubah mindset mereka bahwa mereka sekarang sudah menjadi mahasiswa di Jurusan Manajemen di Warmadewa,” ujarnya yang sekaligus menjadi moderator dalam acara ini. Agung menambahkan, sebagai pilar-pilar bangsa mahasiswa harus memiliki karakter dan berwawasan lingkungan sehingga mampu membentuk jati dirinya. Mahasiswa Manajemen khususnya diharapkan memiliki personal branding dan memiliki ciri khas mahasiswa yang bermutu, berintegritas, dan berwawasan lingkungan.

PENGUKUHAN - Suasana pelantikan dan pengukuhan mahasiswa baru Jurusan Manajemen menjadi anggota HMJ Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa, terkait kegiatan Stadium General dan Fokus XX. Dekan Fakultas Ekonomi vasi, jadi ada 7 kegiatan. Sapta Unwar, Dr. I Made Sara, S.E., Bayu ini sendiri akan menjiwai M.P. mengatakan, dalam acara kita dalam kegiatan di kampus,” ini seluruh mahasiswa baru ju- jelasnya. rusan Manajemen juga dilantik Bicara kampus, lanjut Sara, menjadi anggota HMJ Manaje- tentu ada mahasiswa, dosen, dan men. Sebelum menjadi anggota karyawan. Kalau hanya dosen HMJ, karakter mereka perlu dan karyawan yang memahami dibentuk sesuai filosofi Sapta filosofi itu, maka harapan untuk Bayu yang dimiliki Unwar. mewujudkan universitas yang Antara lain, berketuhanan Yang unggul, berkarakter dan memeMaha Esa, mengembangkan nangkan suatu persaingan tidak jiwa kepemimpinan Asta Brata, akan bisa tercapai. Itu sebabnya mengabdi kepada almamater, pembekalan pada mahasiswa masyarakat, bangsa dan negara baru menjadi penting untuk berdasarkan Pancasila, unggul membentuk karakter mereka dalam berkarya, menjunjung sejak awal. kejujuran dan integritas tinggi, “Kita tidak akan mungkin menjaga dan menghormati ke- bisa membentuk SDM yang beragaman, serta berwawasan unggul tanpa didahului pemlingkungan berlandaskan Tri bentukan karakter. Setelah Hita Karana. mereka bergabung dengan ma“Kita melihat perjalanan hasiswa senior ini, harapannya Unwar dengan usia 32 tahun ini, mereka sudah tidak canggung sejak awal dibentuk memang lagi berbicara tentang karakter harus dilandasi oleh filosofi- yang diharapkan, kemudian filosofi Sapta Bayu. Setelah itu, keunggulan yang dimiliki. Palbaru dilanjutkan dengan action- ing tidak mereka sudah merasa nya, ada ketuhanan, kejujuran, setara, saya juga mahasiswa,” kebersamaan, kesetaraan, ino- tandasnya. (ad618)

Bali Post/ist

PEDET - Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga melakukan penyuntikan semen beku dalam acara panen pedet (panen anak sapi) sejumlah 1.050.000 ekor yang dipusatkan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu(8/10) kemarin. Dalam kesempatan itu, juga diserahkan akta koperasi kepada kelompok-kelompok peternak.

Awali Rangkaian HUT Kota Tabanan Ke-523

Pembukaan Festival Kerambitan Ke-2 Berlangsung Meriah BUPATI Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti secara resmi membuka Festival Kerambitan ke-2 di lapangan umum Kecamatan Kerambitan, Jumat (7/10) malam. Pembukaan festival yang digelar untuk kedua kalinya tersebut sekaligus mengawali rangkaian HUT Kota Tabanan ke-523, tahun ini. Pembukaan festival dengan tema “Vasudhaiva Kutumbakan, Living in Peace and Harmony” berlangsung meriah, ditandai dengan penyalaan obor oleh Bupati Eka disaksikan Raja Puri Gede Kerambitan, Ida Anglurah Kerambitan XII, Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi, Sekda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, Camat Kerambitan I Gede Sukanada, jajaran SKPD di lingkungan Pemkab Tabanan, serta masyarakat sekitar Kerambitan. Seremoni tersebut kemudian disusul dengan pementasan kesenian Okokan dan Tektekan yang menjadi ikon Kecamatan Kerambitan. Kesenian tersebut dikemas dalam sebuah fragmentari kolosal yang dibawakan ratusan seniman dan pemuda-pemudi Kerambitan. Dalam sambutannya, Bupati Eka menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan Festival Kerambitan ke-2. “Saya betul-betul terharu, bersyukur, dan berterima kasih

dengan adanya festival ini,” kata Bupati Eka. Dikatakannya, Festival Kerambitan ke-2 juga menjadi rangkaian awal peringatan HUT Kota Tabanan ke-523 di tahun ini. Kebetulan tahun ini peringatan HUT Kota Tabanan tidak lagi terpusat di kota, melainkan tersebar di masing-masing kecamatan. “Tujuannya tiada lain untuk lebih mengingatkan bahwa dari kitalah (desa dan kecamatan) Tabanan ini bisa maju dan sukses. Kita ingin mengangkat seni dan budaya yang kita miliki. Begitu juga rasa cinta tanah air, rasa cinta pada daerahnya. Dan tentu mau menjaga dan memberikan yang terbaik untuk daerahnya,” tegasnya. Karena itu dirinya memandang Festival Kerambitan perlu dimasukkan ke dalam kalender tahunan. Begitu juga dengan festival lainnya yang ada di Tabanan seperti Festival Tanah Lot dan Festival Ulundanu Beratan. “Di kesempatan ini juga saya harapkan kecamatan-kecamatan yang lainnya ayo bikin festival seperti ini untuk bisa mengangkat warisan budaya dan leluhur kita dan membangkitkan rasa bangga kita terhadap Tabanan,” tandasnya. Bupati Eka juga mengapresiasi peluncuran Taman Harmoni yang menjadi program unggulan Kecamatan Kerambitan. Taman Harmoni program

SEBANYAK 250 mahasiswa FKIP Univ. Dwiendra, Sabtu (8/10) kemarin menggarap Desa Mas, Ubud, Gianyar melalui bakti sosial (baksos) terintegrasi. Baksos dipusatkan di Pura Taman Pule, Mas, dibuka Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Acara juga dihadiri Ketua Yayasan Dwijendra Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., Bendesa Adat Mas, Perbekel Desa Mas I Wayan Gede Darmayuda, 12 kelian dinas dan kelihan pemaksan Pura Taman Pule, WD I Drs. I Made Sutika, M.Si., WD II Dra. IGA Mas Darwati, M.Si., WR II Dra. Ni Made Suarningsih, M.Si. dan WR III Drs. Ida Bagus Rai, M.Si. Dekan FKIP Undwi Drs. I

Made Sila, M.Pd. mengungkapkan, Desa Mas dijadikan objek baksos karena desa ini maju berkat berbasiskan pariwisata budaya. Artinya, desa ini mengalami kemajuan berkat sinergisitas pariiwsata dan budaya. Pariwisata membuat rumah penduduk menjadi kampung wisata. Dengan demikian, hampir semua penduduk memiliki home stay. Baksos diisi dengan kegiatan pengenalan potensi Desa Mas oleh Perbekel Mas, dilanjutkan dengan workshop dan pelatihan bagi guru-guru tentang K-13 dan pembelajran inovatif dipusatkan i SDN 6 Mas. Juga diisi dengan penanaman pohon upakara dan pohon obat di kawasan Pura Taman Pule dan Pura Batu Beborehan. Bakso sosial juga diisi aksi kebersihan lingkungan. Peserta baksos ini adalah mahasiswa baru. Dari baksos ini diharapkan meningkatkan daya nalar mahasiswa, pengenalan potensi desa dalam membangun pariwisata Bali, meningkatkan motivasi dan disiplin mahasiswa dalam membangun kebersihan lingkungan. Dengan demikian, bisa dijadikan bahan kajain untuk tugas akhir penelitian mahasiswa. Mahasiswa yang diterjunkan terdiri dari dari Prodi PPKn, Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Prodi Pend. Bahasa Inggris dan Prodi PGSD. Hinggta kini, FKIP Undwi memiliki student body 1.080 orang dan 2.930 orang alumni. Perbekel Mas, Wayan Gede Darmayuda memaparkan potensi Desa Mas sesuai dengan visi MAS (masyarakat aman dan sejahtera). Dia berterima kasih kepada sivitas akademika FKIP Undwi yang menurunkan mahasiswanya untuk baksos di desanya. Bahkan Desa Mas, kata dia siap menerima kedatangan mahasiswa FKIP Undwi dalam bentuk kegiatan lainnya. Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., memuji kegiatan baksos FKIP Undwi yang dilaksanakan minimal dua kali dalam setahun. Baksos bertemakan ’’Melaluia baksos terintegrasi kita kembangkan potensi desa untuk membangun masyarakat berbudaya’’. Tema ini pas dengan

nya, mengangkat tema tentang air. Selain itu, tema ini juga tidak terlepas dari pola ilmiah pokok UNHI, yakni agama dan kebudayaan yang senantiasa mewarnai dan menjadi jati diri keilmuan UNHI. Dikatakannya, agama Hindu memiliki kitab pengobatan Ayurweda yang berisikan ilmu pengetahuan tentang upaya yang dapat dilakukan oleh umat agar dapat hidup sehat sampai usai lanjut. “UNHI sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berbasiskan agama Hindu, sudah menjadi kewajiban untuk melakukan kajiankajian secara akademik terkait dengan keberadaan lontarlontar yang memuat berbagai nilai kearifan local. Termasuk, nilai-nilai pengobatan tradisional yang memanfaatkan Taru Pramana sebagai bahan obatnya,” tandas Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si., mewakili Rektor UNHI. Pihaknya berharap, seminar ini nantinya akan menghasilkan rumusan sebagai kajian ilmiah mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan keberadaan Taru Pramana, baik sebagai bahan pengobatan maupun sebagai bahan yang dapat memberikan kehidupan bagi semua makhluk hidup yang ada di

SEMINAR - Suasana seminar nasional “Taru Pramana Amerthaning Bhumi” dalam rangka Dies Natalis ke-53 dan wisuda ke-50 UNHI di aula gedung Rektorat UNHI Denpasar, Sabtu (8/10) kemarin. muka bumi ini dalam bentuk buku. “Semoga di akhir tahun akademik 2016, bisa dihasilkan sebuah kajian akademik yang cukup mendalam tentang tumbuh-tumbuhan terutama Taru Pramana dari berbagai perspektif,” harapnya. Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerti, Dr. A.A. Ngurah Gede Sadiartha, S.E., M.M., sangat mengapresiasi dan mendukung tema seminar nasional tersebut. Bahkan pihaknya akan terus mengupayakan

pelayanan publik terintegrasi yang berbasis teknologi informasi atau IT. Bupati Eka menyambut baik program tersebut dan sangat berharap itu bisa menjadi pilot project sehingga perlu mendapatkan dukungan. Salah satunya dalam hal anggaran agar pelaksanaannya tidak berlangsung setengahsetengah. “Saya sudah bicara dengan Sekda agar di APBD 2017 nanti ada anggaran untuk Taman Serasi sehingga bisa melayani masyarakat Kerambitan sekaligus contoh untuk Tabanan keseluruhan,” tegasnya. Sebelumnya, Camat Karambitan I Gede Sukanada mengu-

raikan makna dari tema festival yang diangkat kali ini, Vasudhaiva Kutumbakan, Living in Peace and Harmony. Tema tersebut bertujuan untuk mengingatkan bahwa kita semua bersaudara. “Ini menjadi modal bagi Tabanan untuk melakukan pembangunan ke arah yang lebih baik,” ungkapnya saat menyampaikan laporan pelaksanaan. Sukanada menyampaikan harapannya agar Festival Kerambitan ini bisa terlaksana secara berkelanjutan. Agar bisa seperti itu, pihaknya berharap unsur pimpinan Kabupaten Tabanan tetap memberikan dukungannya. (ad311)

FKIP Undwi Garap Desa Mas Lewat Baksos Terintegrasi

UNHI Gelar Seminar Nasional ’’Taru Pramana Amerthaning Bhumi”

DALAM rangka Dies Natalis ke-53 dan wisuda sarjana yang ke-50, Magister ke-22 dan Doktor ke-10, Universitas Hindu Indonesia (UNHI) menggelar seminar nasional bertajuk “Taru Pramana Amerthaning Bhumi” di aula gedung Rektorat UNHI Denpasar, Sabtu (8/10) kemarin. Seminar yang menghadirkan dua pemakalah, Prof. Dr. I Gusti Putu Suryadharma, S.U. (Taru Pramana: Analisis dan Sintesis, Kekuatan Sains dan Kebijaksanaan Wisdom) dan Prof. Dr. dr. Nengah Adi Putra, MOH. (Taru Pramana: Sebuah Kajian Ilmiah Lontar Usada Bali) ini, dihadiri Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerti, Wakil Rektor I, Direktur Pascasarjana UNHI, para dekan, senat dan para calon wisudawan di lingkungan UNHI Denpasar. Rektor UNHI dalam sambutan yang dibacakan Wakil Rektor I, Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si. mengatakan, dipilihnya tema “Taru Pramana Amerthaning Bhumi” pada seminar kali ini, sebab Rektor (UNHI) telah menetapkan tumbuhtumbuhan sebagai tema besar yang memayungi segala aktivitas yang dilakukan di UNHI pada tahun akademik 2016. Pada tahun akademik sebelum-

OBOR - Ni Putu Eka Wiryastuti menyalakan obor menandai pembukaan Festival Kerambitan ke-2 di lapangan umum Kecamatan Kerambitan, Jumat (7/10) malam.

dan men-support hasil seminar tersebut dalam bentuk buku sehingga bisa dipublikasikan untuk kepentingan masyarakat umum dan bagi para penekun kegiatan Taru Pramana. “Seminar ini sangat mulia, sebab melalui seminar ini kita mengetahui berbagai jenis tumbuhan apa saja yang bisa memberi manfaat untuk kehidupan umat manusia. Sehingga bisa menghasilkan hasil-hasil yang bermanfaat bagi kehidupan generasi yang akan datang,” imbuh Sadiartha. (ad617)

BAKSOS - Rektor Putu Dyatmikawati, Dekan Made Sila dan M.S. Chandra Jaya usai menyerahkan cenderamata kepada Perbekel Mas, Wayan Darmayuda saat Baksos FKIP Undwi. tujuan baksos FKIP Undwi tinggi guna mendekatkan maguna membangun sinergisitas hasiswa dengan masyarakat. antara dosen, mahasiswa dan Mahasiswa sebagai ujung tommasyarakat dalam mengem- bak perubahan atau agent of bangkan budaya Bali berland- change, harus mampu menjadi askan dan dijiwai ajaran agama motor penggerak pembangunan Hindu di Bali. dan mengembangkan budaya Dia mengatakan, pengabdi- dan kesusastraan yang tumbuh an masyarakat ini merupaoama di tengah-tengah masyarakat. bagian dari tiga pilar perguruan (ad616)


4

Minggu Paing, 9 Oktober 2016

PERMAINAN - Dari pengembangan permainan ‘Kelik-kelikan’, maka sangat terasa meningkatnya kegairahan para pemain. Pemain dituntut untuk berkonsentrasi penuh, berdisiplin, terampil, jujur tangkas, dan terpacu untuk mengasah akalnya serta para pemain merasa tertantang, atau bersemangat untuk mencapai hasil. Permainan itu juga memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berekspresi, dan sekaligus melakukan apresiasi seni.

Memahami Permainan Anak dari Tradisi Lisan

Cerita rakyat yang melatarbelakangi permainan ‘Kelik-kelikan’ itu adalah sebagai berikut. Waktu itu musim kemarau panjang. Subak Desa Sulahan dan penduduk kesulitan air, sehingga sawah-sawah tidak bisa ditanami padi. Pohonpohon meranggas dan mati. Untunglah, ada sebuah telaga yang masih berair. Tempat telaga itu jauh dari desa, yakni di lereng bukit. Ke sanalah penduduk mencari air. Namun sial, air telaga itu dihabiskan oleh ribuan burung kekelik. Penduduk berkali-kali mengusir kekelik maling itu, namun tidak berhasil. Tibatiba seekor burung gagak menyambar burung-burung yang sedang mencuri itu. Burung gagak adalah musuh bebuyutan dan paling ditakuti kekelik. Di kalangan penduduk, burung gagak itu dipercaya sebagai simbol maut atau kematian, tetapi dalam peristiwa itu ternyata gagak yang berani itu menolong penduduk menyelamatkan sumber air satu-satunya itu. Perjuangan burung gagak menolong penduduk itu berhasil dengan baik. Untuk mengenang jasa burung gagak itu, maka penduduk menciptakan permainan yang disebut ‘Kelik-kelikan’. Permainan ‘Kelik-kelikan’ dilakukan oleh 15-20 orang remaja dan dewasa. Mereka berdiri melingkar menghadap ke tengah lingkaran. Ruangan di tengah lingkaran itu melukiskan telaga. Lingkaran melukiskan semak-semak/pagar tempat burung kekelik bertengger. Dua orang dari pemain itu dipilih masing-masing menjadi gagak dan kekelik. Kedua pemain itu berdiri di luar semak-semak. Permainan diawali dengan pengejaran gagak terhadap kekelik. Kekelik menghindar dengan berlari mengitari lingkaran. Ia boleh menyelamatkan diri dengan menyusup masuk ke lingkaran (semak). Bersamaan dengan itu, pemain di sebelahnya (kiri/kanan) harus lari secepatnya. Ia adalah kekelik baru pengganti kekelik yang sudah hinggap. Untuk menentukan kekelik baru, tergantung kepada arah terbang kekelik yang sedang dikejar. Apabila arah hinggapnya searah jarum jam, maka giliran kekelik baru adalah pemain di sebelahnya searah jarum jam. Demikian pula sebaliknya. Apabila kekelik yang sedang dikejar itu terpukul sebelum mencapai titik hinggap, maka kekelik yang kena pukul itu seketika menjadi gagak, dan gagak tadi seketika menjadi kekelik. Sebelum dimodifikasi, pemukulan gagak terhadap kekelik dilakukan dengan tangan kosong. Karena berbahaya, maka alat pukul itu diganti dengan kembungan celeng. ‘Kelik-kelikan’ Menurut Versi Sanggar kukuruyuk Setelah menyaksikan langsung pergelaran Kelik-kelikan di Desa Sulahan dan pementasannya di Pesta Kesenian Bali (1995), penutur terinspirasi untuk menghidupkannya kembali dan sekaligus memasyarakatkannya, sehingga permainan yang bagus itu tidak dalam keadaan mati suri. Kebetulan saya dipercaya oleh Kanwil Depdikbud untuk menyusun Kurikulum Muatan Lokal Permainan Tradisional Sekolah Dasar dan langsung menjadi tutor untuk lebih kurang 350 orang guru SD se Bali. Kesempatan itu saya manfaatkan untuk memasukkan permainan yang mati suri itu ke dalam Kurikulum, bahkan kemudian menerbitkannya ke dalam buku yang berjudul ‘Bunga Rampai Permainan Tradisional Bali’(1999). Dengan tujuan ikut melestarikan permainan tradisional yang turun-temurun di Desa Sulahan itu, dan berdasarkan sifat/ karakter permainan pada umumnya, maka permainan itu kami modifikasi menjadi sebagai berikut.

Rumus Titik tempat hinggapnya burung kekelik diberi nomor angka 0 (nol). Satu nomor di sebelah (kiri/kanan) titik 0, diberi nomor 1 atau rumus 1. Permainan asli ‘Kelikkelikan’ di Desa Sulahan menggunakan rumus 1. Setelah eksperimen dan modifikasi melalui Sanggar Kukuruyuk, permainan itu dikembangkan menjadi lebih menantang, sulit dan bervariasi, yakni menambah bilangan rumus menjadi 2, 3, dst. Demikianlah, kalau menggunakan rumus 3, maka kekelik baru yang harus terbang adalah pemain nomor 3 di sebelah kiri/kanan kekelik yang hinggap. Peralatan Sesuai dengan lagu, burung gagak selalu membawa alat ngalempag (memukul) yakni papah biu (tangkai daun pisang) atau gulungan kertas kardus atau koran, dengan ukuran panjang kira-kira 45 cm.

Namun agar permainan ‘Kelik-kelikan’ menjadi lebih dinamis dan semarak, maka diciptakan sebuah lagu baru berjudul ‘Kelik-kelikan’. Lagu itu disesuaikan dengan isi cerita rakyat dan jalannya permainan. Lagu dimaksud adalah: Kekelik nyungklik, klik, klik, klik, klik, (Kekelik menabuh cungklik) Nyaru metekin tatit, tit, tit, tit, tit, (Purapura menghitung kilat) Tuhu tuah mamaling, ling, ling, ling, ling, (Sesungguhnya ia mau mencuri) Di subak Kaki Jebing, bing, bing, bing, bing, (Di subak Kakek Jebing) Sing tawang I Goak matinggah nyelet tumbak (Tak tahu Gagak bertengger sambil membawa tombak) Sing tawang I Goak milih kelik kalempag (Tak tahu Gagak memilih kekelik yangakan dipukul) I Kekelik, klik, klik….. Lagu itu dinyanyikan oleh semua pemain dua kali; pertama ketika terbang melingkar searah jarum jam, kedua ketika terbang berlawanan. Lagu dan iringan musik tradisional itu berfungsi sebagai pendukung, penguat dan perangsang bagi kegairahan pemain. Dalam latihan seharihari iringan musik itu hanya terdiri dari sebuah cungklik, tetapi dalam pergelaran yang lebih besar, perlengkapan iringan itu terdiri dari: cungklik, kendang, cengceng, suling, gong pulu, klenang, tumbung, toktek, dll.

Lagu Iringan dan Alat Musik Tradisional Kebanyakan permainan tradisional Bali tidak diiringi lagu, apalagi permainan yang banyak menguras gerak dan tenaga.

Aturan Keluwesan dari sifat permainan tradisional sangat membantu dalam pengembangan dan kualitas permainan tersebut. Sehubungan dengan faktor kesulitan, maka aturan dalam permainan ‘Kelik-kelikan’ yang perlu diterapkan adalah: Setiap pemain harus tunduk kepada rumus yang disepakati sebelumnya. Rumus itu sangat tergantung kepada kemampuan, kemahiran dan usia pemain. Baik pemain Gagak maupun Kekelik tidak boleh mencebur ke dalam telaga (lingkaran). Setelah memukul Kekelik, Gagak tidak boleh melemparkan alat lempagnya (tongkat). Khusus untuk permainan yang menggunakan lebih dari satu telaga (lingkaran), selain persyaratan tersebut di atas, setiap pemain tidak diperbolehkan menyelamatkan diri ke lingkaran asal terbang. Dari pengembangan permainan ‘Kelikkelikan’ itu, maka sangat terasa meningkatnya kegairahan para pemain. Pemain dituntut untuk berkonsentrasi penuh, berdisiplin, terampil, jujur tangkas, dan terpacu untuk mengasah akalnya. Selain itu para pemain merasa tertantang, atau bersemangat untuk mencapai hasil. Permainan itu juga memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berekspresi, dan sekaligus melakukan apresiasi seni. Permainan ‘Kelik-kelikan’ adalah salah satu contoh bagaimana menggairahkan tradisi lisan melalui kegiatan mendongeng sambil bermain. Di dalamnya terkait permainan, cerita, dan nyanyian. Masih banyak contoh lain, misalnya 1). Permainan (Goak-goakan), Cerita (Panji Sakti), Nyanyian (Goak Maling); 2). Per-

paparan dengan bahan iritan, faktor lingkungan seperti suhu dan kelembapan, faktor mekanik seperti gesekan atau tekanan serta radiasi sinar ultraviolet.

yang tidak bersentuhan dengan bahan kontaktan.Pada dermatitis kontak alergi cenderung menimbulkan keluhan gatal dibandingkan nyeri.

Bahan Bahan-bahan yang sering menimbulkan dermatitis okupasional antara lain nikel, kromium, resin, formaldehid, detergen, pewarna tekstil, serta p-paraphenenediamine (PPD). Bahan-bahan nikel sering ditemukan pada pekerjaan yang melibatkan bahan elektronik, bahan metal, kasir, serta tukang gunting rambut, sedangkan bahan kromium terdapat pada semen, sarung tangan kulit serta beberapa metal. Formaldehid ditemukan pada bahan pembuat kosmetik, plastik serta resin. P-paraphenenediamine (PPD) merupakan penyebab tersering dari dermatitis kontak pada pekerja salon, dimana merupakan bahan tambahan dalam pewarna rambut. Gejala yang timbul dapat berbeda setelah paparan, beberapa orang dapat bereaksi berat terhadap bahan kontaktan tersebut dan beberapa orang lain dapat bereaksi lebih ringan. Pada dermatitis kontak iritan gejala yang dapat timbul seperti bengkak, kulit kering dan pecahpecah, kemerahan serta bintik-bintik pada lokasi yang bersentuhan dengan bahan. Keluhan yang timbul biasanya rasa panas serta perih. Apabila reaksi yang timbul adalah reaksi alergi gejala yang dapat timbul adalah bercak kemerahan, lepuh pada kulit, serta gejala timbul pada lokasi

Terapi Terapi yang dapat diberikan adalah obat antiperadangan seperti kortikosteroid baik dalam bentuk krim atau salep dan dalam bentuk obat minum pada kasus yang luas serta berat. Hindari paparan dari bahan kontaktan merupakan hal utama yang harus dilakukan pada kasus seperti ini. Peran dari pekerja dan penerima kerja sangatlah penting dalam mengurangi kejadian dermatitis okupasional. Pada beberapa kasus dimana dapat menggunakan sarung tangan untuk mencegah kontak dengan bahan penyebab dapat membantu penderita tetap dalam pekerjaannya. Akan tetapi, pada beberapa kasus dimana tidak dapat menghindari bahan kontaktan penderita perlu memilih pekerjaan yang lain. Hal ini sering kali menyebabkan masalah dikarenakan dalam memilih untuk keluar dari pekerjaan dan tetap mengalami reaksi peradangan setiap besentuhan dengan bahan kontaktan, penderita lebih memilih untuk tetap bekerja dikarenakan alasan ekonomi.Peran kementerian tenaga kerja bersama dengan kementerian kesehatan dalam mengatasi masalah ini perlu dibicarakan untuk memperbaiki kualitas hidup para pekerja tanpa harus mengorbankan pekerjaannya. ldr. Meilina

Jumlah Pemain Pada umumnya jumlah pemain 15-20 orang termasuk burung gagak dan kekelik. Permainan dengan jumlah pemain sebanyak itu, memerlukan sebuah lingkaran (telaga). Besar kemungkinan jumlah pemain berkembang menjadi 50-100 orang. Jumlah pemain sebanyak itu memerlukan lapangan yang luas. Sehubungan dengan itu, variasi yang dapat dikembangkan adalah: memperbanyak jumlah telaga (3-6 lingkaran) sedangkan jumlah gagak dan kekelik yang terbang tetap masingmasing satu ekor. Seumpama jumlah telaga 3 buah, masing-masing bernama A, B dan C. Gagak dan kekelik tinggal di luar lingkaran. Dengan menggunakan rumus 2, maka kemungkinan yang terjadi adalah: kekelik yang terkejar hinggap di lingkaran A (titik 0), maka penggantinya adalah kekelik nomor 2. Agar tidak timbul keraguan bagi kekelik pengganti, maka perhitungan selalu dilakukan searah jarum jam. Kekelik yang baru terbang itu tidak boleh mencari perlindungan ke lingkaran asalnya (A) tetapi harus terbang ke lingkaran lain yakni B atau C. Kemungkinan lain dari bentuk permainan serupa itu adalah penambahan jumlah gagak dan kekelik yang terbang, misalnya masing-masing dua ekor.

mainan (Macan Mabaju Kambing), Cerita (Harimau dan Kambing), Lagu (Injikinjik); 3). Permainan (Lutung-lutungan), Cerita (Gertak Sambal Kambing Betina), Nyanyian (Lutung Babwan Di Kayu); 4). Permainan (Kulkuk), Cerita (I Menjangan Lan I Kakul), Nyanyian (Kul Kuk), 5). Permainan (Sepit-sepitan), Cerita (Burung Bangau dan Serigala), Nyanyian (Jemak Pejang); 6). Permainan (Ngerem Ikut), Cerita (Pan Cubling dan Kera yang Nakal), Nyanyian (Lutung Ngerem Ikut); 7). Permainan (Kediskedisan), Cerita (Burung Kepecit dan Gagak), Nyanyian (Cit Cit Cang); 8). Permainan (Yuyu Bengkar), Cerita (Kepiting Dan Kerbau Bertanduk Emas), Nyanyian (Mabatis Kutus); 9). Permainan (Godoggodogan), Cerita (Kodok Berburu Harta Karun), Nyanyian (Godog-godogan); 10). Permainan (Keranjang Duren), Cerita (Embok Bares), Nyanyian (Keranjang Duren); Permainan (Tok Lait Kancing), Cerita (Terjadinya Tsunami), Nyanyian (Dengkleng Enjok-enjok); Permainan (Penyu Mataluh), Cerita (Penyu pun Ingin Hidup), Nyanyian (Bulan Makalangan); dan lain-lain. Telah disinggung bahwa ada benang merah yang terkait di antara cerita, permainan dan nyanyian. Bagian dari cerita yang dapat diangkat atau dikaitkan adalah adegan berupa fragmen kejadian, karakter pelaku, dan properti. Demikian pula gerakan dan jalannya permainan dapat dikaitkan dengan dongeng yang sudah ada atau dongeng kreasi baru. Sehubungan dengan nyanyian, ada kemungkinan nyanyian itu berasal dari nyanyian rakyat atau kreasi baru. Yang penting nyanyian itu berfungsi sebagai pendukung situasi dan jalannya permainan. Kegiatan ‘Mendongeng Sambil Bermain’ atau ‘Bermain Sambil Mendongeng’ adalah rangkaian proses tradisi lisan. Tradisi itu sangat efektif digunakan untuk menyampaikan warisan budaya tradisional maupun budaya kreasi. Di samping nilainilai kearifan yang telah disebutkan di atas, kita masih mendapatkan manfaat terutama sehubungan dengan pendidikan karakter/budaya. Dengan mengaitkan atau memadukan permainan, cerita dan nyanyian (seperti contoh-contoh di atas), maka pencapaian nilai-nilai dasar pendidikan karakter dapat diperoleh secara optimal. Nilai dasar yang dimaksud adalah kejujuran dan sportivitas, religius, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, kebersamaan, menghargai prestasi, bersahabat dan berkomunikasi, peduli lingkungan, peduli sosial (tolong-menolong), bertanggung jawab, dan lainnya. Menggairahkan Kegairahan Berdasarkan pengamatan, kegiatan mendongeng sambil bermain menunjukkan peningkatan kegairahan. Kegairahan itu muncul bukan karena mengada-ada, tetapi tumbuh dan berkembang dari dorongan hati atau semangat pelaku (anak-anak). Kegiatan mendongeng sambil bermain tidak selamanya diawali dengan dongeng, tetapi dapat dilakukan terbalik, yakni bermain dulu, lalu disusul dengan

mendongeng. Apabila kegiatan itu diawali dengan mendongeng, maka penutur kemudian menjelaskan bahwa salah satu adegan dongeng tersebut, diangkat menjadi permainan. Salah satu cerita Panca Tantra yang mirip dengan cerita Aesop berjudul ‘The Fox and The Stork’ amat bagus diangkat menjadi permainan yang disebut ‘Sepit-sepitan’. Adegannya adalah cara makan Burung Bangau (The Stork), menggunakan paruhnya yang panjang dan lancip melahap makanan yang disediakan dalam piring ceper oleh The Fox (Rubah). Adegan itu akan menjadi lucu, meriah dan menantang karena burung bangau itu berusaha berkali-kali nyotot (makan dengan menjepit) hidangan itu tetapi selalu gagal. Lebih-lebih kalau adegan itu disajikan dalam bentuk lomba, maka terasa sekali kegairahan dan kemeriahannya. Tanpa disadari para pemain telah mengindentifikasikan dirinya seolah burung yang sangat bernafsu, emosional, ambisius, berusaha tanpa menyerah, untuk mencapai kemenangan yang gemilang. Permainan yang dikaitkan dengan dongeng atau dongeng yang dikaitkan dengan permainan merupakan salah satu usaha untuk menggairahkan tradisi lisan. Namun kegairahan itu akan menjadi hambar apabila tidak dibarengi dengan usaha menggairahkannya. Usaha yang dimaksud adalah: 1. Membina dan mengembangkan tradisi lisan yang masih hidup seperti, mendongeng di rumahtangga dan mabebasan. 2. Meningkatkan dan mengembangkan tradisi lisan dalam bentuk pertunjukan seperti, mendongeng tunggal, pementasan wayang, drama, topeng, bebondresan. 3. Menjadikan lembaga pendidikan (sekolah) sebagai pusat kebudayaan termasuk pusat tradisi, dengan memperkenalkan tradisi lisan melalui kurikulum atau presentasi sewaktu-waktu. Bukankah sudah pernah dilakukan kegiatan wayang masuk sekolah? Mengapa tidak dilanjutkan dengan misalnya mempresentasikan penuturpenutur lain, seperti storyteller, pelaku pesantian, pregina arja, pregina bebondresan, dan lainya? 4. Mengadakan event-event atau lomba yang mendorong kegairahan tradisi lisan, misalnya lomba mapidarta, dharma wacana, masatua, macecimpedan, mabebasan, magegonjakan, permainan tradisional, nyanyi, dan lain-lain. 5. Mengadakan pameran kerajinan rakyat (tentu dengan penjelasannya secara lisan) seperti busana dengan alat-alat pembuatnya, alatalat permainan rakyat, alat-alat pertanian, alat-alat musik tradisional, dan lain-lain. 6. Jangan lupa keikutsertaan media massa termasuk penerbitan buku, juga produksi rekaman dalam mensosialisikan atau mempromosikan tradisi lisan. Semoga dengan usaha-usaha tersebut, tradisi lisan tidak semata-mata memberikan kenikmatan tetapi lebih-lebih memberikan kegairahan dan rasa bangga baik di kalangan penutur maupun pendukungnya. lMade Taro Pemerhati Permainan Anak

Mengenal Masalah Kulit yang Disebabkan oleh Pekerjaan DERMATITIS okupasional atau dermatitis yang disebabkan oleh pekerjaan merupakan reaksi peradangan pada kulit yang disebabkan oleh lingkungan pekerjaan atau diakibatkan oleh kontak kulit dengan bahan-bahan yang dapat mengiritasi kulit. Reaksi peradangan ini dapat terjadi dalam 2 bentuk, yaitu reaksi iritasi serta reaksi alergi terhadap bahan tertentu.

Menurut survei yang dilakukan di Amerika oleh Biro Statistik Tenaga Kerja mencatat bahwa reaksi peradangan atau eksim akibat bersentuhan dengan bahan di lingkungan pekerjaan mencakup 90-95% dari penyakit kulit akibat kerja dan 81% nya akibat iritasi dari bahan kontaktan. Sebuah studi yang dilakukan untuk menilai efek samping kosmetik pada pekerja salon kecantikan di Denpasar didapatkan 18,2% pekerja mengalami dermatitis kontak iritan akibat bahan di lingkungan salon. Untuk terjadinya dermatitis kontak iritan dapat dipengaruhi oleh faktor luar (eksogen) atau faktor dalam (endogen). Faktor endogen yang mempengaruhi seseorang lebih berisiko untuk terjadi kondisi ini antara lain faktor genetik, jenis kelamin, usia, etnis, lokasi kulit dan riwayat alergi. Sedangkan faktor eksogen antara lain sifat kimia dari bahan iritan, jumlah dan durasi

DERMATITIS -- Terapi yang dapat diberikan adalah obat anti peradangan seperti kortikosteroid baik dalam bentuk krim atau salep dan dalam bentuk obat minum pada kasus yang luas serta berat.Hindari paparan dari bahan kontaktan merupakan hal utama yang harus dilakukan pada kasus seperti ini. Peran dari pekerja dan penerima kerja sangatlah penting dalam mengurangi kejadian dermatitis okupasional. Pada beberapa kasus dimana dapat menggunakan sarung tangan untuk mencegah kontak dengan bahan penyebab dapat membantu penderita tetap dalam pekerjaannya, akan tetapi pada beberapa kasus dimana tidak dapat menghindari bahan kontaktan penderita perlu memilih pekerjaan yang lain.


5

Minggu Paing, 9 Oktober 2016

Film

Memahami Kain Poleng

Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Saput Poleng di Bali : I Ketut Rupawan : Pustaka Bali Post : 2008 : 132 halaman

Buku ini bermula dari pertanyaanpertanyaan yang diajukan oleh penulis. Mengapa pecalang, patung, palinggih dan pohon itu mengenakan saput poleng? Nilai-nilai apa sesungguhnya yang terkandung dalam saput poleng itu? Apa sesungguhnya makna saput poleng itu? Apa sesungguhnya makna saput poleng bagi kehidupan beragama Hindu di Bali? Buku ini mencoba mengurai beragam pertanyaan itu. Intinya, warna poleng dengan beraneka corak rupanya tidak bisa dipisahkan dari umat Hindu di Bali. Jika di Pulau Dewata ini dikenal adanya pembagian fungsi seni tari (tari wali, tari bebali, dan tari balih-balihan), maka terhadap kain atau busana belum diadakam pembagian seperti itu. Apakah kain poleng bisa digolongkan ke dalam busana sakral, belum jelas. Dalam kenyataan di dalam masyarakat sehari-hari, kain poleng bisa digunakan baik untuk benda-benda sakral, maupun yang provan. Kain itu biasa digunakan untuk palinggih tempat suci, aneka macam pratima, pohon di tempat suci, dan juga tentunya manusia. (osi)

Memahami Arti ”Tirtha Pangentas” Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

Toko Amal

CERPEN

: Fungsi Tirtha Pengentas dalam Upacara Ngaben : Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti : Pustaka Bali Post : 2010 : 76 halaman

D A L A M pelaksanaan upacara Pitra Yadnya, khususnya dalam upacara pengabenan ada air suci yang sangat diperlukan. Bahkan air suci itu harus ada, karena tanpa tirtha tersebut upacara pengabenan dianggap belum selesai. Adapun tirtha yang sangat penting tersebut adalah tirtha pangentas, yang memiliki fungsi utama dalam upacara pengabenan. Tirtha ini kelihatan sederhana tetapi memiliki fungsi utama dalam upacara pengabenan. Buku ini memberi penjelasan detail, yang sangat berguna bagi masyarakat, agar lebih memahami mengapa orang ngaben memerlukan tirtha pangentas. Tirtha pangentas adalah air suci yang terpenting, karena secara ritual menentukan perjalanan roh ke alam baka. Itu pula sebabnya, dalam pembuatan tirtha ini hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang sudah berstatus Dwijati yang telah melakukan upacara “Mapulang Lingga”. (osi)

Akan tiba suatu hari di mana matahari membutuhkan ijin untuk terbit dan bersinar dan tenggelam. Hari dalam nujum itu memang bukan hari ini, tapi siapa yang bisa menjamin bahwa hari itu bukanlah esok atau lusa? Pemikiran semacam itu yang mendorong Sakti memandang matahari tenggelam senja itu dengan kekhusukan seolah-olah senja itu adalah senja terakhir yang dialami bumi. Jalan setapak buruk di depan tokonya membuat suasana bertambah murung. Ia mengambil napas besar begitu teringat bahwa sudah tiga hari berlalu sejak ia bertemu dengan orang terakhir yang datang ke tokonya. “Semakin susah saja jalan ke sini,” kata orang itu. “Aku hampir menyerah sewaktu sampai di tikungan yang curam di sana. Ada bau busuk. Aku yakin itu bau bangkai manusia.” “Keadaan makin susah saja,” jawab Sakti sembari mengeluarkan sekarung beras. “Orang-orang mengatakan tokomu toko kematian.” “Oh ya?” “Ya.” “Semua berubah.” “Semua berubah. Oiya, sepertinya ada semak beracun baru tumbuh di pinggir sudut sana. Aku tahu dari warnanya.” “Beberapa waktu yang lalu tidak ada.” “Dulu ular dan kalajengking juga tidak sebanyak sekarang.” Orang itu pergi dengan ucapan terimakasih setelah menghabiskan semangkuk mie instan yang disuguhkan Sakti. “Kembalilah kapan-kapan,” kata Sakti sambil melambai yang dijawab dengan teriakan serak, “doakan aku tidak keburu mati.” Lalu ia kembali larut dalam kesepian. Ia pernah mencoba mengalahkan kesepiannya dan berdamai dengan suara desir angin, jerit cenggeret, nyanyian burung-burung, atau desis ular. Tapi itu bukan sesuatu yang gampang dilakukan. Maka ia menyerah. Suara-suara itu tetap ada, namun tak dapat menyelamatkannya dari perasaan kesepian yang mengungkungnya. Ia teringat hari-hari di mana bisnis masih berjalan dengan lancar. Bapaknya mewariskan sebuah toko besar di tengah kota. Sebuah toko serba ada yang tak pernah sepi. Kadangkadang, seseorang mengetuk jam dua dini hari ketika toko sudah tutup. Dan Sakti, meski letih, akan bangun dan membuka pintu, lalu melayani permintaan. Kebutuhan orang memang aneh-aneh. Sakti tak pernah menyangka bahwa persoalan kancing baju saja bisa membuat seseorang rela menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkannya. “Aku mau nyari kerja. Aku hanya punya satu baju yang layak untuk wawancara. Sayangnya, kancingnya hilang tiga.” Pada waktu-waktu itu, Sakti belum menyadari tatapan penuh kebencian yang dilemparkan oleh para pemilik toko lain di sekitarnya. Hingga pada suatu hari, ia menerima surat panggilan dari Dewan Kota. Serikat Pengusaha Toko telah menyampaikan keluhan mereka kepada Dewan Kota dan Dewan Kota menanggapinya dengan segera. “Saudara tidak bisa menjalankan bisnis semacam itu. Orang-orang datang ke toko saudara dan menyebabkan toko-toko lain sepi. Sudah tak terhitung kerugian yang dialami oleh para pemilik toko itu.” Sakti berupaya membela diri. Namun sekeras apa pun ia mencoba, keputusan yang seolah telah ditentukan sebelum ia datang tetap dijatuhkan. Sakti harus pergi sejauh mungkin dari kota itu bila ia masih berkeras menjalankan usahanya. Sakti mematuhi keputusan tersebut. Menutup toko adalah sesuatu yang mustahil ia laksanakan. Ia takut menjadi durhaka dan mesti menghabiskan waktu keabadiannya setelah mati di neraka. Dalam sekarat yang berlangsung lama dan

Oleh Dadang Ari Murtono

menyakitkan, dengan perut membuncit menyerupai perempuan hamil sembilan bulan, bapak Sakti berkata bahwa apa pun yang terjadi, Sakti harus meneruskan toko itu. “Akan banyak orang yang membencimu,” kata bapaknya dengan tersengal, “tapi kau harus bertahan. Itulah satu-satunya jalan menebus dosa-dosa bapakmu ini.” Bagi Sakti, bapaknya adalah orang yang jenius. Suatu ketika, wabah tikus menyerang kota mereka, menggasak persediaan makanan, melubangi baju dan celana, mengerikiti daging bayi yang masih lunak, memamah buku-buku, dan menyebarkan penyakit yang terdiri dari murine thypus, hantavirus pulmonary syndrome, rat-bite fever, salmonella enteric serovar typhimurium, serta leptospirois. Pemerintah kota menetapkan status darurat bencana. Segala upaya untuk menanggulangi wabah itu sia-sia belaka. Tak peduli sebanyak apa jebakan tikus dipasang, atau racun ditebar, atau obat disemprotkan, atau segala sudut kota dibersihkan, tikus-tikus itu tetap ada dan terus berlipat ganda. Pada waktu itulah bapak Sakti muncul sebagai juru selamat. Ia telah melakukan sebuah penelitian rahasia dan berhasil menemukan formula racun tikus yang jauh lebih ampuh dari racun-racun tikus lainnya, sebegitu ampuh hingga hanya dengan mencium aromanya tikus-tikus itu akan mati dalam jangka waktu tiga detik. Seminggu kemudian, warga kota disibukkan dengan aktivitas membakar tumpukan bangkai tikus setinggi bukit. Kisah tentang racun tikus tersebut segera menyebar ke tempat-tempat lain. Suatu siang, seorang pengusaha dari kota lain datang menemui bapak Sakti dan mengajukan penawaran yang tidak akan bisa ditolak oleh siapa pun, termasuk bapak Sakti. Begitulah bapak Sakti menandatangani kontrak yang kelak akan membuatnya berkubang dalam penyesalan tak terperi.

Pengusaha itu mendapatkan formula racun tikus dan bisa menggunakannya selama dua puluh tahun. Selama waktu itu pula, bapak Sakti akan mendapat dua puluh lima persen keuntungan penjualan racun tikus tersebut. Hanya dalam hitungan bulan, bapak Sakti telah berubah menjadi seorang kaya raya. Kekayaannya yang, meminjam ungkapan lama, tak bakal habis dimakan tujuh turunan itu semakin hari semakin bertambah seiring penjualan racun tikus yang terus meningkat. Suatu pagi, ia membaca sebuah berita di koran tentang seorang perempuan yang mati bunuh diri. Bapak Sakti terkejut bukan lantaran perempuan itu bunuh diri, melainkan karena si perempuan bunuh diri menggunakan racun tikus formulanya. Keterkejutan itu lalu mendorong bapak Sakti untuk mencermati koran-koran yang ia langgani selama beberapa waktu terakhir. Ia menemukan setidaknya delapan puluh tujuh kasus bunuh diri dan enam puluh tiga di antaranya menggunakan racun tikus formulanya. Ia tak habis pikir bagaimana selama ini ia meluputkan berita-berita itu. Malam harinya, ia dilanda gelisah yang menakutkan, perasaan berdosa berkecamuk di dalam dadanya. Ia, bagaimana pun, memiliki andil dalam perbuatan yang termasuk kategori dosa besar itu. Menjelang subuh, bapak Sakti sedikit lega seiring gagasan yang ia peroleh. Ia mesti menebus dosa. Membatalkan kontrak dengan si pengusaha adalah sesuatu yang sulit dilakukan. Ia memutuskan untuk membantu orang lain yang kesusahan. Ketika matahari terbit, ia bertekad untuk membangun sebuah toko di mana orang-orang miskin bisa mengambil apa pun yang mereka butuhkan tanpa harus membayar. “Sebuah toko amal,” katanya. Apa yang dilakukan bapak Sakti segera saja menjadi berita besar. Orang-

orang miskin bahagia, namun para pemilik toko lainnya meradang. Bapak Sakti, bagaimana pun, meruntuhkan bisnis yang telah mereka bangun dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Maka pada suatu hari, konon, sejumlah pemilik toko pergi ke rumah seorang dukun santet dan meminta si dukun mengirim siksa paling pedih ke dalam perut bapak Sakti. Banyak orang miskin yang menjadi pelanggan toko amal meyakini kematian bapak Sakti lantaran santet, apalagi tim dokter yang memeriksa gagal menyebutkan jenis penyakit yang bersarang di perut lelaki tua itu. Dan tidak sulit menerka siapa-siapa saja yang terlibat di dalamnya. Namun belum ada cukup bukti untuk menuntut balas. Oleh karena itu, mereka berupaya meredam kemarahan mereka. Kemarahan itulah yang menakutkan bagi Serikat Pengusaha Toko dan membuat mereka mesti berpikir ulang untuk mengirim santet ke perut Sakti. Namun selalu ada jalan. Memanfaatkan kekuasaan yang dimiliki Dewan Kota di mana sejumlah anggotanya yang paling berpengaruh memiliki sejumlah toko besar, mereka menyingkirkan Sakti ke tempat jauh dengan harapan bisnis mereka tidak terganggu. Sebelum pindah, Sakti telah menambah persediaan barang di tokonya hingga cukup untuk melayani kebutuhan para pelanggannya sampai bertahun-tahun. Dewan kota memutuskan bahwa satu-satunya tempat bagi toko amal adalah di tengah belantara yang terhampar beberapa kilo dari gerbang kota. Dengan bantuan beberapa pelanggannya, Sakti membuka jalan setapak menuju ke tengah belantara tersebut dan membangun tokonya di sana. Awalnya, Sakti dan para pelanggannya mengira masalah sudah selesai. Meski jauh, para pelanggan itu masih bisa ke sana sewaktu-waktu. Namun segera terbukti bahwa keyakinan itu keliru belaka. Mereka, Serikat Pengusaha Toko, membayar sejumlah begal untuk beroperasi di jalan menuju toko amal. Polisi bungkam atas laporan-laporan pembegalan dan tak sulit mengira alasan kebungkaman itu. Penempatan begal adalah satu dari banyak cara lain untuk menekan serendah-rendahnya orang yang datang ke toko amal. Semak-semak dan duriduri beracun, ular dan kalajengking paling berbisa disebar di sepanjang jalan menuju toko amal, cerita-cerita menakutkan nan tak masuk akal dihembuskan sebagai pertakut dan lain sebagainya. Cerita-cerita itu antara lain menyebutkan bahwa Sakti adalah pemuja setan yang menggunakan pelanggannya sebagai tumbal kejayaan, atau Sakti adalah keturunan kaum komunis yang hendak membangkitkan lagi PKI dan merencanakan pemberontakan lain yang lebih besar, dan sebagainya dan sebagainya. Ketika pada suatu hari seorang pelanggan yang pamit pergi ke toko amal tidak kunjung kembali bahkan hingga seminggu setelah hari kepergiannya, cerita-cerita itu seperti mendapatkan kebenarannya. “Ia pasti dijadikan tumbal.” Beberapa waktu kemudian, mayat orang itu ditemukan dalam keadaan membusuk di pertengahan jalan menuju toko amal. Bekas tebasan parang di perutnya telah begitu samar. Selanjutnya, jumlah orang yang pamit pergi ke toko amal dan tidak kembali semakin bertambah. Beberapa yang bernasib baik ditemukan sebagai mayat, dan sejumlah yang lain raib tak berbekas. Begitulah kemudian toko amal menjadi sepi. Semakin lama semakin sepi. “Tidak mudah jadi orang baik,” Sakti menggumam dan segera ia tenggelam dalam pikiran bahwa mungkin saja besok orang-orang tidak mengijinkan matahari terbit dan bersinar dan tenggelam.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

K. Ngurah

Wied. N

W.G. Sumarta

Windhu Segara

Satya Dewi


DIMENSI

6 ramalan

bintang

Capricorn Peruntungan: Ada baiknya Anda tak terlalu menuruti perasaan gengsi karena akan bisa jungkir balik sendiri. Cobalah bersikap lebih merendah atau low profile, dan tidak perlu takut diejek ataupun dihina, justru dengan sikap seperti itulah maka semua orang akan lebih simpatik. Karier: Bicaralah sepenuhnya saja, kalau hanya ngobrol-ngobrol sebaiknya tak perlu ditanggapi dengan serius. Kesehatan: Aktivitas yang menguras tenaga sebaiknya bisa diimbangi dengan istirahat yang cukup. Keuangan: Pertahankan situasi yang stabil ini dengan tetap rajin melakukan inovasi dan kreasi baru. Asmara: Masih terasa menjengkelkan karena sikapnya yang kadang memang sulit untuk dimengerti. Aquarius Peruntungan: Minggu ini tampak lebih menyenangkan dan membikin hati bahagia. Maka dari itu, dinikmati suasana yang baik ini, tak perlu berpikiran yang bukan-bukan karena hanya akan membikin hati menjadi gelisah dan merusak suasana saja. Karier: Jauhilah campur tangan urusan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan diri Anda, karena itu hanya akan mendatangkan problem baru saja. Kesehatan: Tetap tenang dalam menghadapi setiap kemelut merupakan kunci penting bagi kesehatan Anda. Tak perlu terbawa oleh perasaan, cobalah untuk dapat selalu sabar dan jeli dalam melihat setiap persoalan. Keuangan: Masih tetap stabil dan terjaga. Bila akan melakukan usaha baru, sebaiknya telah dipikir matang dan jauh ke depan. Asmara: Kurangilah kata-kata pedas Anda, karena itu akan menumpuk rasa jengkel dalam hatinya. Pisces Peruntungan: Bersikap lebih yakin minggu ini memang cukup sulit dan itu dikarenakan banyak pilihan yang harus diputuskan dengan sebaik mungkin. Maka dari itu, cobalah Anda lebih selektif dalam menerima setiap saran yang datang, jangan sampai menjerumuskan Anda. Karier: Tak perlu ragu dengan suara hati Anda. Kesehatan: Hadapilah hidup ini dengan proporsional, tak perlu melebihlebihkan karena hanya dengan menjaga keseimbangan maka kesehatan badan tetap selalu bisa terjaga dengan sendirinya. Keuangan: Masih sulit untuk melepaskan diri dari bayang-bayang pemborosan. Asmara: Positive thinking saja, sehingga hati bisa tenang dan tentram. Aries Peruntungan: Walau kelihatannya tenang, jangan terlalu takabur dulu karena situasi pasar masih tidak menentu dan mudah berubah setiap saat. Tetaplah usahakan untuk tidak terpancing dengan setiap perubahan pasar yang terlalu cepat ini. Karier: Cukup tenang meskipun banyak masalah baru yang mulai bermunculan. Kesehatan: Penyakit maag sebaiknya perlu waspada dan patuhi anjuran dokter sebaik mungkin. Jangan lupa untuk selalu rajin kontrol ke dokter. Keuangan: Terhadap kabar burung yang sulit dipercaya kebenarannya, sebaiknya jangan cepat tergoda, waspadalah. Asmara: Banyaklah tersenyum dan bersikap yang menyenangkan hati. Taurus Peruntungan: Kenyataan yang ada masih jauh dari perkiraan Anda semula. Walaupun hasilnya tidak seperti yang diomongkan orang, tetapi Anda harus lebih berbangga diri karena di situasi seperti ini Anda masih bisa survive dan tidak terlalu tergoncang oleh badai yang cukup besar akhir-akhir ini. Karier: Tindak lanjuti segala rencana Anda yang tampak menjanjikan itu. Kesehatan: Jangan asal membeli obat di warung, sebab bila sampai salah obat yang rugi Anda sendiri juga. Bila ada penyakit, lebih baik dibawa saja ke dokter sehingga lebih cepat untuk mengantisipasinya. Keuangan: Income masih mengalir dengan derasnya sehingga segala kebutuhan bisa tercukupi. Asmara: Suasananya kurang harmonis, maka dari itu cobalah untuk lebih bersabar dengan tidak lupa untuk selalu melontarkan joke-joke segar. Gemini Peruntugnan: Minggu ini kecepatan dan keberanian dalam berpikir dan mengambil keputusan sangatlah diperlukan agar peluang tidak sampai lolos dan diserobot orang lain. Karier: Tetaplah low profile meskipun banyak orang yang menganggap diri Anda telah menggapai kesuksesan dibanding dirinya. Asmara: Anggap biasa saja dan tidak perlu dimasukkan hati, percuma saja. Cancer Peruntungan: Jika ingin tetap survive maka profesionalisme perlu dijunjung tinggi agar kepercayaan klien-klien Anda tidak sampai luntur. Walau untuk bersikap seperti itu tidaklah semudah membalik tangan, tetapi dengan berbalik pada permasalahan yang pernah terjadi di masa lalu, maka sudah selayaknya jika diri Anda termotivasi dengan hal itu. Kesehatan: Kurangi banyak jajan di luar rumah, sebab selain faktor higienis, juga akan mengurangi biaya pengeluaran yang kurang efisien. Keuangan: Bersabarlah dalam menyikapi setiap peluang yang muncul, jangan terburu-buru. Asmara: Membahagiakan dan jauh dari masalah yang berat. Hanya saja jauhilah teman yang tidak disukai olehnya agar hubungan Anda dengannya bisa terasa lebih dekat lagi. Leo Peruntungan: Masih memihak Anda minggu ini. Maka dari itu, jika mau bergerak maka tidak sulit untuk meraih kesuksesan besar. Cobalah dimanfaatkan minggu yang baik ini untuk suatu urusan yaang besar agar tidak terbuang percuma. Karier: Tawaran yang datang sebaiknya Anda tak perlu banyak piker lagi, segera diberi keputusan dan ditindaklanjuti. Kesehatan: Jaga kebersihan makanan, sebab akhir-akhir ini banyak berjangkit penyakit perut. Keuangan: Bila ingin spekulasi, tidak ada masalah karena minggu ini lagi mujur. Asmara: Pertahankan suasana yang masih harmonis ini dengan tidak berbuat yang aneh-aneh. Virgo Peruntungan: Minggu ini saatnya bagi Anda untuk melaksanakan segala rencana yang telah dipersiapkan. Namun, jangan keasyikan sampai melupakan janji bertemu dengan orang lain. Karier: Jangan asal bicara tanpa pikir panjang, waspadalah. Kesehatan: Jangan lupa untuk mengatur waktu makan dan istirahat yang benar. Olahraga kecil baik dilakukan untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuh. Keuangan: Income minggu ini sangat bagus. Tentunya ini terpulang dari usaha Anda selama ini. Asmara: Kini ada harapan untuk mencari simpatinya. Libra Peruntungan: Jangan disia-siakan waktu baik dalam minggu ini karena ada Bintang penolong yang bisa merubah jalan hidup Anda menjadi meningkat sesuai harapan Anda, dan inilah saat yang pas sekali bila benar-benar diperjuangkan. Karier: Hanya dengan keyakinan maka semua yang tak mungkin bisa menjadi mungkin. Kesehatan: Gangguan muncul akibat rasa penat yang berlebihan. Jaga agar hal ini jangan sampai terjadi dengan banyak mengkonsumsi buahbuahan segar. Keuangan: Masih banyak masalah yang harus diselesaikan dengan uang. Atur dan pertimbangkan masak-masak sebelum segala sesuatunya Anda mulai. Asmara: Jangan segan-segan untuk saling mengritik jika memang benar, semua ini demi asmara yang tulus. Scorpio Peruntungan: Sekalipun dalam minggu ini bintang Anda suram, namun apa salahnya jika tidak menyia-nyiakan peluang yang terbuka. Asalkan, dijalankan dengan santai tanpa ambisi serta selalu eling dan mau menerima apa adanya. Karier: Masih ada harapan bagi Anda untuk bisa mendekati atasan. Kesehatan: Jaga agar tubuh jangan sampai terlalu capai. Kepenatan yang berlebihan bisa merupakan pintu masuk segala macam penyakit. Keuangan: Tak perlu berputus asa, sebaiknya singkirkan dulu keinginan untuk bersaing, terlalu mahal biayanya. Asmara: Kalau tetap tidak ada yang mau mengalah, maka sulit sekali hubungan ini akan terasa menyenangkan dan membahagiakan. Sagitarius Peruntungan: Untuk apa menurutkan kata hati yang lagi panas. Lebih baik usahakan semuanya bisa senyum, walaupun beban dan persoalan Anda yang rumit masih terus menghantui. Karier: Selama atasan masih percaya dengan diri Anda, sebaiknya Anda tak perlu mendengarkan omongan rekan-rekan yang tampak memojokkan. Kesehatan: Kondisi badan tampak men-support langkah Anda. Namun demikian, jangan ulangi kebisaaan buruk yang telah berhasil ditinggalkan. Keuangan: Dukungan sumber dana lumayan baik, malah kalau Anda Diasuh Oleh cermat bisa menyisihkan sebagian untuk antisiPutri Wong Kam Fu pasi perkembangan berikutnya. Asmara: Jika Berlaku masih meng-asmarai, saat inilah yang tepat 9-15 Oktober 2016 untuk menjalin lagi hubungan asmaranya.

Minggu Paing, 9 Oktober 2016

Weda Wakya

Mengundang Segala Kemuliaan Datang dari Segala Arah ā no bhadrāh kratavo yantu viśvato’bdhāso aparitāsa udbhidah devā no yathā sadamidvrdhe asannaprāyuvo raksitāro dive dive (Rg Veda 1.89.1) Sebagaimana segala hal yang memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan datang dari segala penjuru mata angin, yang menghilangkan segala kedukaan, tidak memperpendek usia, tidak menyakiti dan tidak patut ditinggalkan, seperti itulah semoga sang bijaksana terpelajar datang kepada kami setiap hari memberikan pengetahuan, perlindungan serta menambah kebahagiaan. Wejangan di atas adalah sebuah mantra kehidupan, mantra indah untuk membangun hidup yang indah berdasarkan ajaran suci Veda. Demikian tiada terbatasnya ajaran maha mulia dari kitab suci Veda yang tidak terbatas, yang anādi (tanpa awal) dan ananta (tanpa akhir) berceceran di mana-mana, berusaha “menyapa” umat manusia tanpa batas dan tanpa pilih kasih. Veda tanpa lelah menabur terus menerus, dengan dan dalam berbagai cara, untuk menyentuhkan ajaran-ajaran mulianya yang selalu tidak pernah terlepas dari bawaan Dharma (kebenaran, kemuliaan), Artha (tujuan-tujuan kesejahteraan dunia khususnya sehubungan dengan kebutuhan harta benda di dalam jalan Dharma), Kāma (pemuasan berbagai keinginan di jalan Dharma), dan Moksa (pencapaian pembebasan dari segala keterikatan duniawi melalui jalan Dharma). Itulah Veda dan itulah kebanggaan umat penganut Sanātana Dharma. Para Sanātani (para penganut ajaran Veda Sanātana yang langgeng) sangat berbangga mempunyai kitab suci yang senantiasa membanjiri umatnya dengan tetesan-tetesan hujan intan berlian tanpa henti. Semua itu diundang setiap saat oleh para Sanātani agar datang kepada dirinya, untuk membentuk serta mengarahkan dirinya pada kesempurnaan hidup sebagai manusia, lahir, batin, dan spiritual. “A nah” - ya Tuhan Yang Maha Pemurah... Pengasih dan Penyayang..., semoga datang kepada kami.... “A nah”... biarkanlah datang kepada kami. “Bhadrāh”, segala kemuliaan, segala kebaikan, segala pemikiran-pemikiran mulia.... “Viśvatah”, dari segala arah.... Itulah doa harapan dan asaan setiap umat Sanātani memohon

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa kasih Tuhan agar mengaruniai segala kemuliaan dari segala arah, dari mana-mana, dari setiap orang, dari setiap makhluk, dari setiap benda, dari segala arah, tanpa perkecualian. Kemuliaan ajaran Veda mengajarkan kepada umatnya agar hidup terbuka dalam kasih, menerima segala ajaran dari segala arah demi kemuliaan dan keluasan wawasan pandangan, kesadaran serta pengetahuannya. Veda tidak mengajarkan orang menutup diri terhadap ajaranajaran apa pun dan dari mana pun, sebab menutup diri dari kehadiran segala kemuliaan kepada diri merupakan tindakan bodoh dan wawasan sempit. Sarasamuccaya 36 menyebutkan: apanikang dharma ngaranya, pada lawan ula, ri kapwan tan kinaniścayan larinira, dadyan saka lor, dadyan saka kidul, marikang ula, -- karena ajaran dharma itu laksana ular kehadirannya, tidak dapat dipastikan kehadirannya, bisa dari utara, bisa juga dari selatan (datangnya) ular itu. Dalam suatu kesempatan bisa terjadi, tanpa diduga-duga, kita mendapat sebuah pengetahuan yang sangat bermanfaat dalam hidup kita dari seseorang yang tidak kita kenal. Kalimat “dari segala arah” bisa juga diartikan dari berbagai sumber, bukan dari satu sumber saja. Bukan dari satu orang saja, satu kelompok saja, atau satu buku saja seperti yang telah disampaikan di atas. Kita bisa belajar kemuliaan dari anak kecil, dari orang yang umurnya lebih muda, dari orang yang kedudukannya lebih rendah, bahkan dari binatang dan tumbuhan, atau dari kitab mana pun. Cānakya Niti Sastra 2.16 mengajarkan: visādapyamrtam grāhyam amedhyādapi kāñcanam, nicādapyuttamam vidyām stiratnam duskulādapi (saringlah amerta meskipun ada dalam racun, ambillah emas meskipun ada di dalam kotoran. Pelajarilah ilmu pengetahuan keinsyafan diri walaupun dari seorang yang masih anak-anak atau orang kelahiran rendah. Dan juga meskipun seorang wanita lahir di keluarga yang jahat dan hina, tetapi kalau ia berkelakuan mulia bijaksana ia

patut diambil sebagai istri. Ajaran ini juga mengajarkan bahwa kemuliaan bisa berasal dari mana saja dan hendaknya kita jangan mengabaikan kemuliaan itu. “Undangan” seperti itu sangat bermakna. Sebagaimana kita mengundang kawan dan kenalan untuk datang menghadiri acara yang kita selenggarakan, melalui undangant tersebut kawan-kawan serta kenalan kita pasti akan datang maka seperti itu pula melalui undangan “ā no bhadrāh kratavo yantu viśvatah” akan memastikan kedatangan segala pemikiran mulia kepada diri kita jika kita mengundangnya dengan tulus ikhlas dan kesungguhan hati. Semua pasti datang dengan baik dan tepat waktu karena kita mengundangnya dengan tulus ikhlas. Kata undangan “ā nah” sangat bermakna. Ia berarti “ā.....” (dalam aksara Bali atau Sanskerta ditulis sebagai ā-dirgha) - datang masuk, merasuk ke dalam setiap pori-pori tubuh kita, merasuk serta mengisi seluruh sel-sel tubuh, pikiran, dan rasa sehingga menjadikan diri kita seperti ajaran tersebut yang memasuki diri kita. Hanya setelah itulah kita akan bisa balik memberi serta membagikan segala ajaran mulia tersebut kepada yang lain, juga ke seluruh arah tanpa batasan serta tanpa perkecualian dalam segala bentuk. Ketika orang berhasil mendapatkan berbagai kemuliaan maka selanjutnya orang memiliki kewajiban untuk berbagi kemuliaan tersebut. Tentu saja berbagi ini dilakukan dengan bijak, yaitu setelah semua keperluan hidup kita dan keluarga terpenuhi. Dalam Sārasamuccaya 262 diajarkan untuk membagi tiga harta kekayaan yang kita peroleh, yaitu untuk yajna dan kewajiban Dharma lainnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan untuk dikembangkan lagi (investasi). Berbagi secara tulus ikhlas dalam kasih kepada sesama, kita membawa dan membagikan kebahagiaan kepada semua yang lain. Dengan demikian, kita tidak hanya mengundang kemuliaan dari segala penjuru untuk hadir pada hidup kita, tetapi kita juga membangun diri agar menjadi salah satu arah bagi datangnya kemuliaan makhluk lain. Berbagi kemuliaan berupa harta kekayaan disebut dāna-punia atau dāna yajña. Berbagi kemuliaan dalam bentuk ilmu pengetahuan dinamakan jñāna-yajña yang bisa dilakukan dalam bentuk mengajar atau membagikan buku. Membagikan kemuliaan berupa barang-barang atau harta benda disebut drvya-

yajña (di Bali kata drvya menjadi druwe yang berarti milik). Kita semua pasti mengetahui dan menikmati keindahan kupukupu yang berwarna-warni. Dalam bahasa Inggris, kupu-kupu disebut butterfly. Kami sempat bercakapcakap akrab dengan seorang teman bernama Vanessa Colairo. Ia merupakan seorang Direktur dari sebuah group hotel bintang lima di Eropa dengan cabang-cabangnya di berbagai Negara. Menurut Vanessa, ketika kami tanyakan arti namanya, Vanessa, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris berarti butterfly (kupu-kupu). Saya bertanya kepadanya, mengapa butterfly bisa terbang bebas kemana-mana tanpa lelah, tanpa henti, tanpa keluhan, dan tanpa menyalahkan yang lain dan/atau keadaan? Vanessa Colairo nampak kebingungan, dan dengan raguragu ia kemudian menjelaskan bahwa kupu-kupu alias butterfly ini terbang ke sana kemari tanpa lelah dan tanpa keluh kesah karena ia terbang (fly) ke sana kemari membawa butter (mentega) yang merupakan kemuliaan dan kehidupan. Itulah sebabnya ia bisa terbang ke sana kemari tanpa lelah, tanpa henti, karena ia terbang membawa kemuliaan ke segala arah. Demikianlah, ketika orang sudah mendapatkan segala kebaikan serta kemuliaan di dalam dirinya, akibat dari doanya “ā no bhadrāh kratavo yantu viśvatah” (semoga segala pikiran mulia datang dari segala arah), setelah segala ajaran mulia tersebut mendarah-daging di dalam dirinya, maka diizinkanlah dia “terbang” ke sana kemari tanpa lelah dan tanpa henti membawa dan membagi-bagikan segala jenis kemuliaan dalam kendaraan Divine Love dalam aroma kasih sayang spiritual. Kelelahan akan datang ketika orang tidak siap berbagi dalam ketulusan. Mereka yang tekun serta tulus ikhlas berbagi bersama sesama, maka mereka tidak akan pernah mengenal kelelahan. Dalam segala keadaan mereka akan segar dan senyum, dan juga dalam segala keadaan ia tidak akan pernah “rajin” menyalahkan yang lain. Ia akan tetap memberi serta berbagi kepada bahkan mereka yang selalu “berbahagia” mencari kekurangan dan kesalahannya. Tugas dari kupu-kupu adalah “kerja keras” mengumpulkan sarisari bunga untuk dijadikan butter atau madu untuk dibagikan secara Cuma-Cuma kepada semua tanpa batasan. Barangkali itulah yang dapat kita pelajari dari hidup sang Kupu-kupu, Butterfly sehubungan dengan mantra Rg Veda ini “Ā no bhadrāh kratavo yantu viśvatah”.

MIMBAR AGAMA

Beragama Cara ”MLM” Redaktur Khusus MIMBAR

HINDU I Gusti Ketut Widana Mendengar istilah “MLM” pasti terhubung dengan multi level marketing, sistem pemasaran suatu produk dengan cara membangun jejaring lewat jaring menjaring peserta, dari kaki ke kaki, dari upline ke downline, dengan terget akhir berlipat-gandanya keuntungan yang diperoleh. Memang mirip dengan mekanisme kerja “MLM”, hanya saja dalam konteks ini diberi arti “Memberi Lalu Menerima”. Sebagai umat beragama (Hindu), kewajiban pokoknya adalah “memberi”, apapun kebaikan yang bisa diberikan, berikanlah. Mulai dari kebaikan dalam berpikir, berkata dan berbuat, semuanya mengalir lalu bergulir dan secara bergilir diberikan kepada siapapun. Bukan dengan maksud pamrih, tetapi lebih kepada pengejawantahan kebaikan agar dirasakan manfaatnya oleh orang lain. Menebar dan menyebarkan kebaikan itulah kata kunci beragama cara “MLM”. Bentuknya bisa beragam, tetapi tetap berintikan niat gumaweaken sukanikanang wong len – membuat senang dan bahagianya orang lain. Pertimbangannya, berdasar perkembangan fenomena perilaku sebagian umat yang lebih suka memeragakan perbuatan a-sosial, seperti bersikap iri, lalu menunjukkan rasa dengki atau benci, ujungnya tega menyakiti sesama. Umum menyebutnya sebagai penyakit “sms” (suka menyakiti sesama). Boleh jadi merebaknya penyakit ini disebabkan oleh belum imunnya umat terhadap pengaruh gaya hidup kekinian yang cenderung ambisius mengejar fulus (uang). Sehingga, aktivitas beragama terutama lewat media ritual, tampak kurang meresap dan diserap makna-makna simboliknya ke dalam perbuatan nyata. Umat tetap saja asyik dengan eufo-ritualnya hingga menjelma menjadi fun-ritual yang berorientasi happy religion. Bukan dalam arti bergairah dan bergembira melakukan aktivitas

keagamaan untuk menyenangkan atau membahagiakan orang lain, tetapi justru menjelma menjadi moment bersenang-senang, malah tak jarang menimbulkan kesan seperti sedang berpesta dengan semangat hura-hura. Jangan heran untuk sebuah kesenangan tersebut, performance umat sarat dengan muatan materi perangsang, pemancing, sekaligus pemicu kesenangan, baik dalam bentuk penampilan fisikal (lewat dandanan), material (aksesoris), artifisial (penuh gaya), plus haturan banten (siap saji) yang tentunya memerlukan kemampuan finansial (uang/biaya), yang tak lepas dari pengaruh kapital (pemodal) hingga akhirnya umat bergaya individual (unjuk ego, berusaha tampil beda). Akibatnya, moment keagamaan yang dominan berbentuk upacara yadnya cenderung lebih tampak sebagai ajang pentas konsumerisme di panggung ritual. Sementara itu, kewajiban hakiki selaku umat beragama untuk selalu memberi kebaikan, apapun bentuknya, belum menjadi kebiasaan. Padahal, perbuatan memberi, meski tidak berharap, tetap saja akan mendapatkan pahala. Kata “terima kasih” yang sering diucapkan, tanpa disadari mengajarkan bahwa apapun yang sudah diterima, wajib hukumnya untuk dikasih atau diberikan kembali, dengan segala bentuknya. Ibaratnya, siapa menanam ia akan menuai. Jika menanam jagung, butiran jagung hasilnya, bila menanam padi, bulir-bulir beraslah yang dinikmati. Dengan beragama cara “MLM”, diharapkan niat, minat dan semangat memberi atau menebar kebaikan akan menular, lanjut menyebar kepada umat kebanyakan sehingga lebih banyak lagi kebaikan-kebaikan yang bermanfaat dan dirasakan nikmat bagi sesama. Sekarang ini, kebaikan itu cenderung hanya ingin didapat dan dimiliki orang perorang atau setidaknya untuk keluarganya, tidak peduli dengan keadaan orang lain. Jika ia ingin senang, sejahtera dan bahagia, biar mereka sendiri merasakan, sedangkan orang lain tidak menjadi urusannya. Mau sedih, miskin, menderita, umumnya orang pada “egp” (emang gue pikirin). Lihat saja di lingkungan keluarga Hindu (Bali), dan ini tidak bisa ditutupi, seakan sudah menjadi label bahwa di antara mereka masih

cukup kuat rasa iri, dengki dan benci terhadap saudara/keluarga. Celakanya, pelampiasannya tidak saja berbentuk sikap atau sekadar perilaku tidak senang saja, tak jarang diwujudkan dalam bentuk “serangan” magic. Survey Widana (2015) terhadap 215 responden menanyakan perihal “pernah/tidaknya terkena serangan black magic”, menunjukkan data bahwa 116 responden (54 %) menyatakan “pernah”. Ketika ditanya “siapa yang melakukannya”, melalui perantara balian, menampilkan data mengejutkan bahwa 103 responden (89 %) menyatakan pelakunya adalah keluarga (nyama/semeton) sendiri. Pertanda apakah ini, adakah korelasi aktivitas beragama (terutama lewat ritual yadnya) terhadap perbaikan sikap mental agar menjadi lebih positif dan konstruktif? Dari hasil survei tadi, jelas belum menunjukkan korelasi positif. Justru kecenderungannya adalah terjadinya fenomena berperilaku negatif, kontradiktif sekaligus

destruktif. Di satu sisi aktivitas beragama umat Hindu semakin tinggi hingga ke level gengsi, namun di lain sisi harapan bagi tumbuhnya sikap mental positif dan konstruktif serta akhlak bermoral, justru cenderung mengalami distorsi dan degradasi. Mengapakah hal itu bisa terjadi? Jawabannya sederhana, tetapi bermakna dan jauh lebih berguna, yaitu belum mengejawantahnya makna simbolik aktivitas ritual ke tataran sosial, yang sebenarnya lebih banyak menuntut perilaku memberi, baik itu berupa materi (untuk orang tidak mampu/miskin), pelayanan (bagi orang tua atau sakit), pembelajaran (demi memberantas kebodohan) dan penyadaran (guna meningkatkan kualitas rohani/spiritual). Bila perilaku beragama cara “MLM” ini benar-benar diterapkan, selain mendapatkan pahala juga sangat bermanfaat bagi upaya mensejahtera-bahagiakan semua umat, lahir batin, material spiritual.

PERMATA HATI

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) MADE Kiranjaya memainkan barong bangkung di rumahnya di Banjar Langon, Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung. Made Kiranjaya yang baru berumur 3 tahun ini adalah putera kedua Ketut Semarajaya yang merupakan karyawan Bali TV. Wayan Beratha Yasa, kakek dari Made Kiranjaya, membina cucunya ini sejak dini agar bisa mencintai kesenian dan astungkara setelah dewasa jadi seniman sungguhan yang akan mempertahankan, melestarikan serta mengembangkan seni dan budaya Bali.


Redité Paing, 9 Oktober 2016

Bali L e m b a r

B a l i

Satua Sampik-Engtay

Bencingah

Satua Cina sané Manados Budaya Bali

BPM/was

I Gede Agus Budi Adnyana

Nénten Katulak

MAOSANG indik budaya Bali majanten pacang kabaosang sekancan parindikan sané ngwangun budaya inucap kantos prasida kasub. Yadiastun kasub pinaka cecihnan saking Bali, tetamian saking para panglingsir punika akéh sané keni ius budaya saking dura negara utamanipun budaya Cina sané kagubah mangda prasida anutadung sareng budaya Bali. Punika salanturnyané ngamedalang makudang-kudang soroh budaya sané kantos mangkin kantun becik katami ring pakraman pinaka budaya sané luwih. Sané ngangobin manah, kahanan panegara sané sujatiné madohan punika prasida becik mapadu utawi ngamargiang akulturasi ring Jagat Bali. I Gede Agus Budi Adnyana S.Pd.B., M.Pd.H., sinalih tunggil budayawan Bali puniki maosang, akulturasi punika sampun becik kamargiang saking nguni. Indiké punika ngawinang parikrama magama inggih punika Bali kalawan Cina prasida masikian. Indiké punika kapanggih minakadi ring makudang-kudang pura sakadi ring Jeroan Pura Ulun Danu Batur, silih sinunggil wewangunan utawi palinggihnyané mabinayan sareng sané lianan duaning palinggih punika ngawigunayang pepayasan taler arsitektur gaya Cina. Asapunika taler ring Pura Dalem Balingkang sané taler madaging antuk konco, klenténg, taler palinggih Bali sané madué kawigunan soang-soang. Sios indik wewangunan ring pura, indik tetuek-tetuek ring sajeroning krama Hindu-Bali taler kapanggih ring kahuripan krama Cina, minakadi tetuek indik naga pinaka buron suci sané prasida ngamedalang paica luwih. Tetuek indik beburonan singa sané prasida ngulah sekancan bhuta tan rahayu sané ngawinang patungnyané kagenahang ring ajeng paumahan utawi genah suci, wénten taler tetuek indik kekua utawi empas sané prasida nyangga utawi natakin gunungé ageng. “Budaya dura negara sané jagi ngiusin budaya Bali nénten katulak olih krama Bali manawita budaya inucap nénten matempuran utawi prasida mamargi madampingan sareng pikayunan taler budaya krama Baliné. Sangkaning sampun prasida kadi asapunika sinah makasami mamargi becik tur prasida masikian,” dané sané embas ring Singaraja, 27 Juni 1985 puniki maosang. Ngeninin indik parikrama magama ring sajeroning krama Hindu-Bali, dosén ring IHDN Denpasar puniki malih maosang, agama Hindu Bali sujatiné wantah pepadonan saking makéh tetuek sané ngamedalang agama sané mabinayan sareng Hindu ring India. Ring Bali agama Hindu sané kamargiang wantah pasikian saking makudangkudang tetuek utawi tattwa, minakadi tetuek utawi tattwa indik Siwa, Wisnu tur wénten taler kadagingin antuk tattwa Budha sané masikian tur katami antuk dasar-dasar sastra agama sané kantos mangkin kantun kanggén dasar ring sajeroning parikrama magama. Indik kawéntenan riwekasan, panyurat buku budaya taler sastra novél puniki maosang kasuénsuén budaya Bali malih jaga keni ius budaya saking dura negara. Punika duaning parikrama kahuripané mangkin sayan nglimbak kasarengin antuk parikrama komunikasi sané sayan dangan kamargiang. Sangkaning punika nénten sukil yéning budaya dura negara jaga ngrangsuk ring sajeroning budaya Bali. “Minab sukil nulak napi malih nglawan ius budaya saking dura negara. Majanten jaga ngrangsuk ring sajeroning kahuripan krama Bali. Yadiastun asapunika, patut pisan krama Baliné setata mamargi manut ring daging miwah tetuek-tetuek sané sampun katami saking para panglingsir minakadi maturan antuk tetuek patram, puspam, phalam, toyam pinaka dasar. Sakadi conto tatkala makarya canang sinah prasida nganggén ibung yéning nénten madué busung duaning pateh marupa dondonan. Sané kirang becik wantah ngawigunayang lakar saking plastik duaning punika nénten adung sareng tetuek ring krama Bali,” asapunika dané sané meneng ring Jln. Tukad Panti, Br. Kaja Kangin, Beng, Gianyar puniki negesang. (was)

(48)

B a s a

7

SAMPUN ketah kauningayang ring sajeroning parikrama kahuripan utamanipun ring Bali, majanten nuénang makudang-kudang soroh budaya. Duaning budaya sané pinaka sekancan sané kamedalang saking pikayunan, rasa, miwah parilaksana krama punika wangunipun marupa upacara utawi parikrama yadnya sané setata kamargiang tur kasuénsuén manados cihna saking wewidangan soang-soang. Sios punika, wénten taler budaya sané kamedalang sangkaning pikayunan krama jagi malilacita nglimurang manah saking waneh makarya saraina antuk wangunipun marupa piranti utawi parikrama seni. Soroh parikrama seni budaya punika salanturnyané kakepah dados tetiga, luiré sané pinaka unteng upacara utawi Wali, pajangkep upacara utawi sané ngranjing ring sajeroning Wewali, miwah balih-balihan utawi unén-unén

sané ketah kabaosang Waliwalian. Makatiga kasenian inucap sampun ketah kapanggihin ring Bali. Nglintangin galah miwah masa, sekancan seni sané kamedalang krama Bali saking nguni keni ius saking dura désa utawi dura negara sané prasida ngawinang kawéntenanipun sayan nglimbak. Sakadi sané kabaosang I Putu Purnawan S.Pd., pragina arja muani sané sampun kasub dados “Desak Rai” saking sekaa Canging Mas. Dané maosang, dumun pragina sané masolah wantah ngawigunayang kamen taler ngawigunayang gegelungan utawi payasan sirah kémanten tan pangawigunayang kwaca asapunika taler ring pragina istri. Sakéwanten risampuné polih utawi keni ius budaya dura negara minakadi budaya wangsa Belanda, praginané ngawit nganggén baju kaos lengen bawak utawi lantang, kwaca beludru, kebaya miwah

siosan. Ius inucap taler rauh saking panegara India miwah Cina, sané kaiusang wantah wangun kaseniannyané. I Gede Agus Budi Adnyana S.Pd.B., M.Pd.H., panulis taler budayawan Bali puniki nyarca kasenian Bali minakadi Kakawin Arjuna Wiwaha, Bharatayudha, Adi Parwa, miwah Palawakya wantah punggelan saking Kitab Mahabharata Katha sané rauh saking India nanging malih kakawi mangda medal cecihnan Bali utawi Nusantara. Asapunika taler satua Sampek Engtay sané ketah kapanggih dados sesolahan Arja miwah Geguritan wantah sastra sané rauh tur kakawi olih pangawi Cina sakéwanten sangkaning kawéntenan parikrama akulturasi budaya Bali sareng Cina ngawinang satua inucap kakawi tur kaadungang sareng budaya Bali. “Akéh kasenian taler budaya Bali sané sujatinné keni ius budaya dura negara. Punika

katampi para pangawi Bali saking nguni saha kagubah tur kakawi malih ngawigunayang local genius utawi budaya krama Bali,” asapunika pabaos Budi Adnyana. Sané prasida ngawinang sastra Cina ngranjing ka Baliné, kabaosang minab kamargiang tatkala kawéntenan saudagarsaudagar saking Cina rauh ring pasisi Bali utamanipun ring pasisi Bali Kajanan. Saudagar Cina punika ngamargiang parikrama maadolan kantos ngwangun padésan Cina. Ri kala kahanan punika majanten kamargiang akulturasi budaya Bali kalawan Cina tur ngawinang satua sané sujatinné mamurda Liang Shan Bo yu Zu Ying Tai puniki ngranjing ka pakraman Bali tur manados sinalih tunggil lakon sesolahan sané mamurda Sampek Engtay. Sios saking kagentos murdannyané, parikrama sesolahan taler kabecikang mangda prasida

adung tur macihna dados budaya Bali. Minakadi indik bebaosan tatkala kamargiang sesolahan punika majanten ngawigunayang sor-singgih basa Bali utawi wénten parindikan saking satua asli sané kapunggel mangda nénten soléh kapiragiang olih krama Bali minakadi kawéntenan tokoh “peramal” miwah sané siosan.Sios dados sesolahan arja miwah geguritan, I Wayan Pudja maosang satua Sampek Engtay taler kawigunayang dados lakon sesolahan drama gong. Ri kala kasolahang, drama gong punika ngawigunayang busana Bali manut saking pakem drama gong. “Yéning sané dumun, sesolahan drama gong Sampek Engtay ketah kamargiang olih sekaa gong saking wewidangan Banyuning Buléléng antuk lakon sané nénten mabinayan saking lakon ring pangarjan,” asapunika baos sinalih tunggil perintis drama gong ring Bali puniki. (was)

BPM/net

CINA – Pangrauh satua Cina Sampek-Engtay ring sajeroning budaya Bali laut kamargiang antuk makudang-kudang parikrama seni. Sios saking kamedalang dados geguritan utawi lakon pangarjan, wénten taler sané kasolahang ring drama gong

Jinah Bolong

Piranti Bali sané Rauh Saking Budaya Cina KAWÉNTENAN akulturasi utawi pepadonan makéh budaya ring Bali sampun ketah kapanggihin tur kamargiang saking nguni. Punika sangkaning kawéntenan parikrama kahuripan krama Bali sané naen madampingan sareng wangsa dura negara, manawita malarapan antuk parikrama madolan ring Pasisi Bali utawi sangkaning naen kakasorang utawi kajajah olih wangsa Kolonial. Sios saking kasinahang antuk sapunapi busana sesolahan taler lakon ring drama gong utawi arja taler kasinahang saking kawéntenan budaya Bali sané marupa piranti-piranti utawi wewangunan sané tatkala katureksain sujatiné wantah parindikan sané polih keni ius budaya saking dura negara. Ius dura negara punika prasida kapanggihin ring makudangkudang soroh ukiran Bali sané sampun kasub pinaka sinalih tunggil cecihnan budaya Bali. I Gede Agus Budi Adnyana S.Pd.B., M.Pd.H. maosang, seni ukir ring

Bali ketah keni iusan saking dura negara minakadi ukiran ring payas sesolahan marupa badong utawi gelang kana sané kauningin wantah keni ius budaya Cina. Ring widang wewangunan taler wénten sané kabaosang Patra Ulanda, patra sané wangunipun sakadi don-donan ageng. Punika kauningin dados ukiran Bali sané keni ius saking seni ukir gaya Eropa utawi Belanda. “Makasami ius punika katampi olih para seniman Bali sané kastilir utawi kadungang sareng seni Bali minakadi kadagingin antuk kakul-kakulan utawi batun nangka. Dadosné punika ngamedalang kasenian ukir sané mabinayan sané macihna Bali,” baosnyané. Malih dané maosang, sios saking marupa ukir-ukiran ring budaya Bali taler ketah kapanggih jinah bolong utawi jinah képéng sané madaging antuk aksara Cina. Kawéntenannyané wantah sangkaning akulturasi budaya Bali kalawan Cina sané kamargiang tat-

kala dumun daweg keni pangrauh para saudagar-saudagar Cina ka Bali. Punika kawigunayang dados jinah kanggén matumbasan olih krama Bali daweg punika. Sangkaning wangunipun bunter tur madaging bolong ring tengahnyané, sinah krama Bali nagingin tetuek filosofis ring jinah bolong inucap pinaka cihna Windu utawi Sunya sané kawigunayang utawi kadagingin ring kawangén. Sios punika, ring upacara-upacara siosan minakadi upacara mapegat taler kawigunayang jinah bolong inucap pinaka cihna wilangan arta sané akéhipun kadungang saking soang-soang upacara. Jinah bolong punika majanten nénten prasida kagentosin duaning sampun kaucap mawiguna pisan. Mawinan punika, kantos mangkin jinah bolong kantun kapanggih ring sajeroning upacara yadnya Hindu Bali. Katakénin indik aksara Cina sané kasurat ring sajeroning jinah bolong inucap, dané maosang wantah aran saking tetiga

Déwa ring Cina, luiré Déwa Fu pinaka déwaning rasa bagia, Déwa Lu pinaka déwaning kadirgayusan, taler Dewa Shao utawi déwaning kasukertan. Makatiga punika patut kabaosang sinarengan dados Fulushao duaning punika wantah pangaptin sekancan krama ring rasa bagia, kadirgayusan taler kasukertan.

LUH Suwarni amung nyautin antuk kenyem “Tahu diri deh say.” “Pamit Rah Jelada, Arniek... éling-éling ené nu siang,” baosné Gung Suryawan ica. “Suksma Gung Sur... daag.” Ngurah Jelada negehang tanganné raris ngranjing. Luh Suwarni ngelisang ngamedalang pakeané belus sami raris langsehina, jemuhanga ring besi panyemuhané mungpung panesé kantun beeng ngentak-entak. Karangasem mula panes. “Tungurah tiang jaga nyriep dumun jebos nggih. Kiap san rasanné suud nyilem.” “Nah sirep suba malu nyanan jam pat dunduna nyen, pang maan mataki-taki luas,” pasaurné Ngurah Jelada saha nylempang ring sofa kamar tamuné mamaca. Nanging éling ring pakaianné durung masetrika, raganné ka Pak Madé Tusan nyelang setrikaan listrikné. “Héhéhé, kadén wénten tamu drika dados kalahin nyetrika?”pitakén Pak Madé

Tusan. “Oh, raganné kari masaré, leleh, mungpung kari wénten galah balik jam empat Pak.” “Tuk Ngurah nguda ten sareng sirep, kadén sami lelehé malali,” guyonné Pak Madé Tusan. “Aah, Bapak. Dija jang tiang muan tiangé kén Bapak?” pasaurné Gusti Ngurah raris mawali nyetrika ngantos puput. Pakéané sané majemuh baliina durung becik etuhné. Pas jam empat Ngurah Jelada ka kamar jaga nundunin gélanné. Panggihina Suwarni lelep pisan sirepné. Bibihné sané barak delima enggang akidik kadi makenyem. Gunung kembar ring dadanné sané munjung munggah tedun angkihanné banban, yukti ngawé manah ngemesin. Ngurah Jelada alon malinggih ring pinggir dipané nundikin jerijin limanné Arniek. “Niek Niek Niek... Arniek?” Ngurah Jelada nganengneng gélanné jegég kadi bulan purnamané nadarin. Luh Suwarni ngedatang paningalanné ngusapusap pipi lan muanné.

“Oooh, jam kuda niki Tungurah. Tiang kalelepan pules nggih?” aturné alon manis. “Sing, mirib kadalon ngipi, mara jam pat. Kénkén bangun malu mandus.., masugi?” “Nggih, kar masugi pang segeran.” Arniek ngembangang limanné meluk gélanné. Ngurah Jelada ngelut mangunang gélanné saha mecik cunguhné. “Kema masugi malu Niek.” Usan masugi Arniek menahin make upné. Ngurah Jelada ngranjingang pakéané ka lemari. “Pakaian mandiné belusan bedik lakar strikain malu apang dadi celepang ka tasé.” “Banggayang tiang nyetrika Tungurah,” baosné Arniek raris ngambil pakaiané ring panyemuhané setrikana sami. Druwénné Ngurah Jelada celepanga ka lemari. Anduk miwah pakaianipuné ranjinganga ka tasné. Samian sampun sayaga, tinggal ngantosang Gung Ayu. “Melahang tatasang malu, nyén nawang ada ané kecag,” Ngurah Jelada ngodain.

“Nggih jantung atin tiangé kari driki, driki, drikiii.....? Mangkin kanggoang nunas bekel lakar ulangan umum. Sang kalih mapelukan madiman kadi paksi mesra pisan. Atinné Arniek sedih mireng kasulitan Ajin gélanné ngulehang sangunné ngasasih. Sagét HP-né Ngurah Jelada makering. “Oh uli Dék Sudiari. Nguda kali jani ngebél?” baosné ring kayun. “OM Swastyastu Dék. Nu dija Madé jani, koné ngorahang mulih?” ngerasang speaker. “Nggih tiang kari jumah, niki sareng Dék Budiana, ngujang Tungurah ten durus mantuk. Malah ibi ten nyinggahin, jag ngeser semengan ngulahang mulih sareng kalih.” “Mula ja ibi jag sing ada keneh mulih. Kayang Buda Kliwoné tiang mara mulih ada odalan di Mrajan. Lamun lakar majalan palebihin ngaba sangu anggon malajah bareng dini.” “Nggih lamun kénten tiang kar berangkat mangkin. Suwarni masih ten ada mulih, kadung

“Sangkaning patut kabaosang sinarengan ngawinang jinah képéng utawi jinah bolong punika dumun kawastanin fulushao. Yadiastun kadi asapunika, jinah sané sujatiné kawastanin Qian punika nénten malih kanggén matumbasan ring Bali taler ring panegara witnyané inggih punika ring Cina,” asapunika dané nartayang. (was)

BPM/was

AKSARA – Sakadi sané ketah kauningin, jinah bolong wantah sinalih tunggil piranti tetamian budaya Bali. Kawéntenan Aksara Cina ring sajeroning jinah inucap makacihna jinah Inucap rauh saking Cina. asyik ngelah pacar anyar.” Arniek kedék nekep bibihné sareng nguping mirengang. Jam lima pas Gung Ayu Arnita sampun rauh sareng pamanné mapagin. Raganné macebur ngojog kamarné Ngurah Jelada sané sampun sayaga ngateh Luh Suwarni medal makta tasné. “Suba tegep makejang, sing nyen ada kecag? Suba nunas sangu anggon ulangan?” “Sampun bérés, pang mabayuan ngarepin ulangan umum,” pasaurné Arniek getar. Ngurah Jelada ngater rauh ring mobilé, taler tan lali matur suksma ring paman-bibiné Gung Ayu Arnita. Samian nyalamin “Tungurah say......, bye bye love, pamit dumun nggih...?!” Gusti Ngurah Jelada ngunggahang tanganné ma daag daag kantos ilid saking cacingakné. Suryané kantun malih alangkat tegehné saking tepin langité kauh sané mawarna tangi. *@* (Masambung)


Upacara

8

Redité Paing, 9 Oktober 2016

Bebantenan Mapinton, Tradisi Agama Nyihnayang Treh Anyar MAKÉH tradisi sané wénten ring budaya krama Baliné. Bilih-bilih tradisi krama punika mapaiketan sareng agama. Mapinton wantah sinalih tunggil tradisi sané kaduénang olih krama sajebag Bali, pamekas sané nglaksanayang. Tradisi mapinton inggih punika upacara sané kalaksanayang ring pura, mapaiketan sareng angga kulawarga pura sané madué anak alit wawu embas. Tradisi mapinton kalaksanayang pinaka cihna nyihnayang déwék (pernyataan diri) utawi kulawarga majeng sané kapercayain. Pinaka conto, ri kala anaké mapinton majeng raré wawu embas patut kalaksanayang mapinton ring Pura Kawitan olih kulawargannyané, tetujonnyané nénten tios wantah nyihnayang ring wewengkon wiadin ring angga pura irika yéning sampun embas anggota utawi raré anyar. Siosan punika, mapinton taler nyihnayang raré sané embas punika pacang kaiket olih awig-awig sané munggah ring pura irika, utamannyané indik ngamargiang ajah-ajahan agama Hindu. Mapinton boya kalaksanayang majeng anak wawu embas kémanten, mapinton taler prasida kalaksanayang majeng anak utawi angga pura sané pacang kaangkat dados Pandita. Tegesnyané pateh, inggih punika negesang déwék ring genah suci, ring Pura Kawitan, Kahyangan Tiga yéning anaké inucap pacang kadwijati utawi madiksa. Mapinton, teges sujatiné inggih punika wantah inisiasi negesang déwék majeng napi sané pacang kalaksanayang. Yadiastun sajeroning pamarginnyané wentuk mapinton punika matiosan, nanging sané lewih penting wantah tetujon nglaksanayang mapinton punika. Tradisi mapinton sané becik tatacarannyané mesti kalaksanayang ring jaba pura dumun, ring panyawangan wawu raris ka utama mandala pura. Mapinton puniki mapaiketan sareng sarana upacara sané kanggén, lumrahnyané ngawigunayang banten pajati. Banten pajati punika pateh artosnyané sareng teges mapinton, pinaka peneges. Banten pajati rumasuk banten umum, wénten daksinannyané, wénten perasnyané. Parindikan mapinton, yéning mrasidayang tradisi mapinton punika taler kalaksanayang ring makasamian pura, nénten wantah ring Pura Kawitan kémanten, dados kalaksanayang kantos ka Pura Kahyangan Tiga, Kahyangan Jagat, patut kalaksanayang. Yéning kalaksanayang ring Pura Kawitan, tetujonnyané mangda leluhur uning yéning sampun wénten treh anyar. Yéning ring Kahyangan Jagat, tetujonnyané negesang subakti pinaka umat Hindu. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)

BPM/dok

UNSUR-Gebogan pinaka niyasa unsur daging gunung, punika awinan unsur sané kanggén ngarya gebogan sabeciknyané kautamayang nganggén sekancan asil gunung.

Gebogan sané Becik Patut Madaging Unsur Asil Gunung

GEBOGAN wantah sinunggil banten utawi sarana sané katurang olih umat Hindu Bali. Gebogan sané sampun katami saking panglingsir nguni kawentuk antuk jaja Bali miwah sekancan woh-wohan. Wohwohan sané kaasilang olih palemahan, pamekas pala bungkah miwah pala gantung. Sekancan asil gumi punika sané dados pisarat ngarya gebogan ngawit nguni. Nanging pungkuran, katah gebogan sané makanten kakaryanin olih umat sané lakarannyané mauwah. Wénten gebogan sané kakarya nganggén lakaran sarana modern sakadi nganggén minuman kaléng miwah jaja-jaja kemasan. Samaliha ngawit wénten krama sané ngarya gebogan tan pangawigunayang unsur pala bungkah miwah pala gantung. Ngantenang kawéntenan punika, manut Ida Pedanda Gede Rai Manuaba, gebogan

sujatinnyané wantah niyasa daging gunung, gebogan taler prasida kakantenang pinaka miniatur jagat. Sané kawastanin gunung punika majanten dagingnyané pala bungkah miwah pala gantung, sarwa wohwohan. Siosan punika wénten kabaos gebogan bunga, bungabunga katata dados marupa gebogan. Yéning mangkin ring jaman modern wénten gebogan sané dikombinasi, patut élingang sampunang kantos nglaliang unsur niyasa gunung, sarwa unsur daging alam sané kanggén ngarya gebogan. “Yéning murni samian unsur sané kanggén ngarya gebogan sakadi minuman kaléng, titiang ngrasayang indik punika nénten etis, nénten madué unsur filsafat utawi tattwa miwah nénten madué unsur étika utawi nilai kapantesan, ” wedarnyané. Ida Pedanda mimitan Gria Kawan Wanasari, Tabanan

puniki ngwewehin, gebogan sané makanten molihang transpormasi unsur punika minab makanten becik nanging étikannyané nénten ngenén. Manut Ida Pedanda, sapatutnyané ngarya gebogan tetep kadasarin tattwa, susila miwah rupan upakara. “Filsafatnyané sakadi iwawu, gebogan punika niyasa napi. Napiké cocok gebogan sané molihang transpormasi unsur sakadi mangkin kapatehang wentuknyané sareng gebogan sané kakarya ngangg é n s a r wa d a g i n g g unu ng minakadi woh-wohan miwah sekar,” teges Ida. Malih Ida Pedanda negesang, daweg dumun gebogan kaloktah antuk unsur jaja Bali miwah woh-wohan. Gebogan sané kakarya antuk unsur matah miwah lebeng sané katata sabecikbeciknyané gumanti makanten asri salanturnyané katurang pinaka cihna ngwaliang daging

gunung miwah jagat majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sakadi iwawu filsafatnyané. Yéning saking étikannyané mapaiketan sareng wentuk utawi rupa gebogan, sajeroning gebogan taler makanten unsur kréatifitas kakaryanin sabecik-beciknyané

kadagingin canang madaging asep gumanti makanten asri. “Sakadi punika kajaktian aturan gebogan ring soangsoang upacara nganutin nista, madya, miwah utama sané kalaksanayang olih krama,” baosnyané. (yan)

Satua

Pujawali ring Pura Agung Pulaki miwah Tawur Agung Mupuk Padagingan ring Pura Melanting, Kecamatan Gerokgak MAPAIKETAN sareng Upacara Pujawali Pura Agung Pulaki miwah Pesanakan Ida saha Tawur Agung Mupuk Pedagingan ring Pura Melanting, Kecamatan Gerokgak sané rauh nepet Purnamaning Sasih Kapat, Saniscara 15 Oktober 2016 miwah Tawur Agung Mupuk Pedagingan nepet Redité 16 Oktober 2016, pengurus pengempon Pura Agung Pulaki miwah Pesanakan Ida nguningayang dudonan pujawali sané pacang kamargiang gumanti umat Hindu sami prasida pedek tangkil ngaturang bakti. Rahina Bénjang Soma Pahang, 10 Oktober 2016 kamargiang pula-pali mendak tirta ring Bali, Lombok, miwah Jawa. Nepet Buda Pahang, 12 Oktober 2016 kamargiang pula-pali mepepada. Ring rahina Wraspati Pahang, 13 Oktober 2016 kalanturang antuk Tawur Agung Mendem Pedagingan. Ring Sukra Pahang, 14 Oktober 2016 Ida Bhatara Kairing melasti utawi mesucian. Bénjangnyané Saniscara Pahang 15 Oktober 2016 kamargiang pula-pali Wanara Laba, Medode ring Gamang miwah kamargiang Pujawali. Salanturnyané rahina Redité Krulut, 16 Oktober 2016 kalanturang antuk upacara Mupuk Pedagingan, melaspas, Ngenteg Linggih, wayang lemah, topéng, miwah baris, pujawali, Ida Bhatara Bhatari tedun ka peselang,

kebaktian, pedanaan, kebaktian, nglantur ka Batu Cermin raris munggah ka balé pelik, miwah kamargiang pujawali. Dudonan salanturnyané nepet Soma Krulut, 17 Oktober 2016 kamargiang pujawali Pura Kertakawat. Bénjangnyané Anggara Krulut, 18 Oktober 2016 kamargiang pujawali Pura Pemuteran. Nepet Buda Krulut, 19 Oktober 2016 kamargiang nyenuk, ngebekin/mekebat daun, bangun ayu, miwah pujawali Pura Pabéan. Rahina Wraspati Krulut, 20 Oktober 2016 kantos rahina Anggara Merakih, 25 Oktober 2016 Ida Bhatara katurang nyejer. Rahina Buda Merakih, 26 Oktober 2016 Ida Bhatara nyejer katuran penerus nglantur Ida Bhatara masineb. Dudonan pujawali pinih untat kamargiang nepet rahina Redité Tambir, 30 Oktober 2016 kadagingin antuk ngaturang pakelem nyatur danu. Wantah asapunika atur piuning indik dudonan Upacara Pujawali Pura Agung Pulaki miwah Pesanakan Ida saha Tawur Agung Mupuk Pedagingan ring Pura Melanting, Kecamatan Gerokgak dumogi pamedek makasami prasida pedek tangkil ngaturang pangubakti manut sakadi dudonan karya inucap. ***

Balingkang

Olih : Madé Taro

SANGKANING punika, Raja Jayapangus nguduhang parekané sané enu satya ngwangun pusat kerajaan anyar. Piliha Alas Jong Les sané tongosné di sisi Kauh Gunung Batur. Pusat kerajaan sané anyar ento wastanina Balingkang, maasal saking wit kruna Bali lan Kang. Wastané ento wantah paingetan pawiwahané pantara putra Bali sareng putri Cina, Kang Cing We. Wéntennyané pusat Kerajaan Balingkang ebeking rasa nénten trepti. Sang Raja nguduhang parekanné apang setata yatna. Prajurit-prajurit pilihan sané jangkep baan senjatané kapréntah majaga ring wates-wates kerajaané. Sangkaning pertahanan sané kuat ento, kasuén-suén Kerajaan Balingkang trepti lan sukerta, maweweh kasub kantos ka wewidangan tiosan ring sajebag Jagat Bali. Ring sisi Kauh Gunung Batur, wewidangan Kintamani mangkin wénten wewangunan pura sané mawasta Pura Dalem Balingkang. Dalem maartos raja utawi istana raja. Minab wewidangan purané punika dumun wantah pusat Kerajaan Balingkang. Sesolahan sané nyinahang kegagahan prajurit kerajaan boya wantah wénten ring wewidangan Kintamani, nanging kantos ka sajebag Bali. Ring bacakan sesolahan punika, wénten sané kawastanin Baris Cina. Pis bolong utawi pis képéng Cina boya wantah kanggén olih warga ring Kintamani nanging taler kanggén olih krama Bali sané magama Hindu. Pis punika pangawitné kanggén sarana matumbasan, nanging mangkin kanggén pinaka panyangkep sarana upacara, utamané upacara otonan, pawiwahan, miwah kalayusekaran. (Puput)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


MINGGU PAING, 9 OKTOBER 2016

9

Rosberg Start Terdepan HAL 10

Ronaldo Pecahkan Rekor Lagi

Neville: MU Buat Ronaldo Hebat

London – Legenda Manchester United, Gary Neville menilai mantan klubnya memiliki peran besar dalam karier megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Neville menyatakan Manchester United-lah yang membuat Ronaldo bisa sehebat sekarang. Ronaldo saat ini dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. Catatan gol, assist, dan raihannya di level klub membuktikan dirinya layak mendapatkan status tersebut. Ditambah lagi, pemain berusia 31 tahun tersebut baru membawa Timnas Portugal juara Piala Eropa 2016. Neville kagum dengan apa yang dimiliki dan diraih Ronaldo saat ini. Meski demikian, ia yakin kalau bukan karena Manchester United, mantan pemain Sporting Lisboon tersebut tidak bisa mencapai level seperti sekarang. “Cristiano susah payah selama dua atau tiga tahunnya di Manchester United. Dia telah mengatakan, itulah yang membuatnya menjadi seorang pria,” kata Neville, Sabtu (8/10) kemarin. “Dia tidak tiba di Manchester United sebagai seseorang yang sudah memberikan segalanya untuk orang lain. Dia menjadi seperti itu berkat apa yang terjadi di ruang ganti Manchester United,” tutupnya. (kmb33/rtr)

BPM/ist

Gary Neville(kiri) dan Cristiano Ronaldo saat keduanya masih membela Manchester United.

Aveiro –

Tak berlebihan rasanya menyebut Cristiano Ronaldo sebagai salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada. Hal itu terbukti dari sejumlah pencapaian impresif secara individu maupun tim yang diraihnya sepanjang karier. Tidak hanya memastikan diri sebagai pemain dengan catatan hat-trick terbanyak bagi Portugal, CR7 juga memperbarui rekor gol dan penampilan terbanyak. Sang superstar Real Madrid kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemain komplet kala menginspirasi kemenangan telak Portugal 6-0 atas Andorra d i a ja ng kua lifika si Piala Dunia 2018, zona Eropa, Sabtu (8/10) dini hari kemarin. Pesta gol pasukan arahan Fernando Santos tersebut tak lepas dari kontribusi besar CR7 yang sanggup mengemas empat gol. Tak sampai di situ, pergerakan lincahnya juga membuat pertahanan Andorra kalang kabut dan bahkan harus menerima dua kartu merah. Ronaldo menyebut bila dua gol cepat yang dicetaknya dalam empat menit awal pertandingan menjadi kunci suksesnya. Sebab, menurut pemain Real Madrid ini melawan tim yang bermain bertahan cukup menyulitkan. “Kami tahu gol pertama sangat penting saat mela-

Rencana Pensiun CR7

Madrid – Cristiano Ronaldo sudah punya rencana ketika nanti gantung sepatu. Gelandang serang Real Madrid itu mengaku ingin terus dekat dengan lapangan hijau setelah tidak lagi merumput. Ronaldo sudah meretas kariernya dikancah profesional selama hampir 15 musim. Bahkan, jika digabung masa yunior, CR7 sudah berkutat dengan sepak bola mulai 1992 atau saat berusia tujuh tahun. Sampai saat ini Ronaldo telah membela tiga klub berbeda, mulai Sporting Lisbon, Manchester United (MU) dan Madrid. Bintang asal Portugal itu juga sudah meraup sejumlah gelar, termasuk tiga trofi Liga Champions serta sederet penghargaan individu. Meski demikian, Ronaldo menyadari tidak bisa selamanya aktif bermain. Maklum dia kini sudah berusia 31 tahun. Paling lama dia bisa bertahan hingga sembilan tahun lagi dan setelah itu harus undur diri. Ronaldo rupanya telah memiliki rencana jika itu terjadi. Dia ingin terus memberi kontribusi pada sepak bola. Sosok kelahiran Madeira itu mengaku menukangi klub bisa jadi salah satu alternatif mengisi waktu luang. “Saya akan memikirkannya. Tapi saat ini saya masih belum ingin jadi pelatih. Soalnya masih terlalu rumit. Untuk sementara saya akan fokus dulu pada sepak bola. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi,” ucap Ronaldo, Sabtu (8/10) kemarin. Ronaldo punya bakat jadi pelatih. Itu pernah diperlihatkannya saat final Piala Eropa 2016, antara Portugal kontra tuan rumah, Prancis. Saat itu dia harus menepi lebih cepat akibat cedera lutut. Ketika berada di sisi lapangan, Ronaldo sibuk memberi instruksi pada rekan-rekannya layaknya juru kemudi. Kerja kerasnya membuahkan hasil karena Portugal akhirnya menang 1-0. “Dalam beberapa tahun ke depan, orang-orang mungkin akan mengatakan saya telah memenuhi syarat jadi pelatih. Saat ini belum ada niat. Tapi mungkin saja dalam lima, enam atau tujuh tahun kemudian saya berubah pikiran dan pilih jadi pelatih,” tutup Ronaldo. Saat ini Ronaldo telah memiliki beberapa bisnis, diantaranya pakaian dalam pria, sepatu, parfum, butik dan hotel. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

BUKA - Cristiano Ronaldo membuka salah satu hotelnya yang bernama Pestana CR7 Lisboa Hotel di Lisbon, Portugal beberapa waktu lalu.

wan tim yang menempatkan 11 pemain di belakang bola,” kata Ronaldo. “Saya tahu saya penting, sama seperti pemain lain. Saya selalu memberikan segalanya untuk timnas. Saya merasa berguna dan senang bisa kembali setelah cedera di Piala Eropa,” ujarnya. Sebelum menorehkan gol keempatnya, Ronaldo sudah terlebih dahulu memecahkan rekor sebagai pemain dengan hat-trick terbanyak bagi Portugal, tepatnya empat kali. Catatan tersebut melampaui pencapaian Pedro Pauleta sebelumnya di angka tiga. Selain membukukan rekor baru, pemain berusia 31 tahun tersebut juga semakin mempertegas statusnya sebagai pencetak gol terbanyak skuat Seleccao dengan 65 gol dari total catatan sebagai pemain dengan penampilan terbanyak yang diperbaruinya menjadi 134 laga. Cukur Tanda-tanda pemain Real Madrid itu menggila memang sudah terlihat sejak

awal pertandingan yang digelar di Estadio Municipal de Aveiro, Aveiro. Laga baru berlangsung dua menit, mantan pemain Manchester United itu sukses membuat isi stadion bergemuruh. Tidak puas hanya di situ saja. Ronaldo hanya perlu dua menit untuk menggandakan keunggulan Portugal. Kedua gol yang lahir di babak pertama berkat umpan manis Ricardo Quaresma. Secara keseluruhan penampilan juara Eropa itu memang masih setingkat di atas Andorra. Itu sangat terlihat sekali dari penguasaan bola sejak awal pertandingan. Tak ayal daerah pertahanan Andorra terus diburu. Namun, di babak pertama Portugal hanya mampu menambah satu gol lagi satu menit jelang turun minum. Adalah Joao Cancelo yang menambatkan namanya di papak skor. Di babak kedua penampilan anak asuh Fernando Santos tak menurunkan tensi. Tekanan langsung

diberikan ketika babak kedua dimulai. Lagi-lagi Ronaldo dengan liarnya memberikan ganjaran pada tim lawan dengan gol yang dicetaknya di menit 47. Gol ini terbilang indah. Ronaldo melakukan tembakan voli untuk meneruskan umpan Andre Gomes. Mencetak tiga gol sepertinya tak memuaskan dahaga Ronaldo. Di menit 68, CR7 kembali berhasil mengoyak jala Josep Gomes. Keunggulan telak Portugal ini tak lepas dari keroposnya pilar Andorra yang kehilangan dua pemain akibat kartu merah. Kartu merah pertama diperoleh Jordi Rubio Gomez setelah melanggar Ronaldo. Derita makin dirasakan Andorra setelah Marc Rebes Ruiz juga diusir wasit. Meski unggul pemain, Portugal hanya bisa menambah satu gol. Andre Silva menutup pesta gol Portugal di kandang. Buat Portugal, berkat kemenangan besar ini makin memantapkan mereka di Grup B dengan nilai empat. Hasil positif ini juga menambah rekor kemenangan Portugal atas Andorra. Dari empat pertemuan, Portugal baru sekali kemasukan dan telah memasukkan 20 gol. (kmb33/ap)


OLAHRAGA

10 Berikut Hasil Lengkap Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia: Prancis

4 - 1 Bulgaria

Luksemburg 0 - 1 Swedia Belanda

Baris terdepan start balapan GP Jepang yang akan berlangsung di Sirkuit Suzuka kembali dikuasai dua pebalap Mercedes. Nico Rosberg akan start dari posisi terdepan setelah berhasil mencatat putaran tercepat pada sesi kualifikasi, Sabtu (8/10) kemarin.

Hongaria 2 - 3 Swiss Latvia

0 - 2 Kepulauan Faroe

Portugal 6 - 0 Andorra Belgia

Hamilton yang sempat menjadi pebalap tercepat di awal sesi akan memulai balapan dari posisi start kedua. Sesi kualifikasi berlangsung ketat sejak sesi pertama (Q1). Enam pebalap tereliminasi pada sesi ini, begitu juga pada sesi kedua (Q2). Para pebalap Red Bull Racing, Ferrari, dan Mercedes secara berurutan mencatat putaran tercepat. Hamilton naik menjadi yang tercepat setelah menyelesaikan putarannya dalam 1 menit 30,758 detik. Persaingan memanas

4 - 0 Bosnia-Herzegovina

Yunani

2 - 0 Siprus

Estonia

4 - 0 Gibraltar

Rosberg Start Terdepan Suzuka –

4 - 1 Belarusia

Minggu Paing, 9 Oktober 2016

pada menit-menit terakhir sesi. Kimi Raikkonen (Ferrari) naik ke urutan ketiga, menempel Hamilton yang masih bertahan di posisi teratas. Pada percobaan terakhirnya, Rosberg mencatat putaran 1 menit 30,647 detik yang otomatis membawanya ke posisi teratas daftar pencatat putaran tercepat. Hamilton berhasil mempertajam putarannya menjadi 1 menit 30,660 detik pada percobaan terakhir. Hasil itu belum cukup untuk menggeser Rosberg

dari posisi teratas. Hamilton akan start dari posisi kedua, sementara Rosberg mengamankan pole position. Bagi Rosberg ini merupakan pole position ke-30 nya sejak berkarier di Formula

1. Tempat ketiga start akan ditempati Raikkonen. Rekan satu timnya, Sebastian Vettel berada di posisi keempat tercepat pada sesi kualifikasi, tetapi akan start dari posisi ke-7.

Dia mendapat hukuman turun tiga posisi start karena dinilai menyebabkan terjadinya insiden dengan Rosberg pada lap pertama balapan GP Malaysia di Sirkuit Sepang, pekan lalu. (kmb33/rtr)

Berikut Hasil Sesi Kualifikasi GP Jepang: 1. Nico Rosberg GER Mercedes-Mercedes 1m 30.647s 2. Lewis Hamilton GBR Mercedes-Mercedes 1m 30.660s 3. Kimi Raikkonen FIN Ferrari-Ferrari 1m 30.949s 4. Sebastian Vettel GER Ferrari-Ferrari 1m 31.028s 5. Max Verstappen NED Red Bull-TAG 1m 31.178s 6. Daniel Ricciardo AUS Red Bull-TAG 1m 31.240s 7. Sergio Perez MEX Force India-Mercedes 1m 31.961s 8. Romain Grosjean FRA Haas-Ferrari 1m 31.961s 9. Nico Hulkenberg GER Force India-Mercedes 1m 32.142s 10. Esteban Gutierrez MEX Haas-Ferrari 1m 33.547s

BPM/rtr

CEPAT - Pembalap Mercedes Nico Rosberg menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi GP Jepang, Sabtu (8/10) kemarin.

Kisah Unik Enner Valencia

Ditandu Lalu Dikejar Polisi Quito – Ada pemandangan tak biasa ketika Enner Valencia ditarik keluar di tengah pertandingan Ekuador. Bukan karena ia mengenakan masker oksigen atau ditandu, melainkan akibat ada polisi yang mengejarnya dari belakang. Ada apa? Pemain pinjaman Everton dari West Ham United itu saat ini sedang berada di negaranya untuk tampil bersama timnas Ekuador dalam menjalani partai kualifikasi Piala Dunia 2018. Pertandingan itu sendiri telah dihelat di Estadio

Olimpico Atahualpa, Jumat (7/10) kemarin dengan tuan rumah menang telak 3-0 atas Chile yang datang bertamu. Di laga itu Enner Valencia main sampai menit ke-82. Saat ditarik keluar Valencia harus mengenakan masker oksigen yang lazim dipakai ketika seseorang mengalami sakit akibat kekurangan asupan oksigen. Ia juga harus ditandu dengan mobil khusus menuju ambulans yang sudah bersiaga. Sejauh ini pemandangan macam itu bukanlah hal yang asing-asing amat ter-

jadi di sebuah laga sepak bola. Yang beda adalah keberadaan polisi-polisi yang berlari mengikuti mobil tandu Enner Valencia saat menuju ambulans. Usut punya usut, polisi tersebut memang berlari mengejar Enner Valencia agar si pesepakbola tidak kabur. Enner Valencia ternyata sedang tersangkut kasus hukum di negaranya, karena dituding menunggak biaya tunjangan putrinya yang berusia lima tahun. Dengan biaya tunggakan itu, kabarnya sudah mencapai jumlah 17 ribu dolar AS

(sekitar Rp 220 juta). Akibat hal tersebut, polisi bahkan sudah sempat menunggui Enner Valencia dalam sesi latihan Ekuador pada hari Rabu (5/10) lalu. Paul Marin kuasa hukum ibu dari putri Enner Valencia bahkan membawa surat penangkapan dan pernyataan berisikan biaya tunggakan yang harus dibayarkan si pemain sepak bola. Maka Marin pun kecewa saat polisi tak melakukan penangkapan. “Memalukan opsir polisi tertentu tidak bekerja sama dengan penangkapan pese-

pakbola Enner Valencia. Kalau mereka bilang orang ini bergaji besar, kenapa ia tidak membayar biaya tunjangan bulanan putrinya sendiri dan menghindari hal ini tercium publik,” ujar Marin. Pada perkembangannya, Gonzalo Vargas selaku perwakilan Enner Valencia mengatakan bahwa kasus ini akan ditangani secara privat oleh kuasa hukum pesepakbola 26 tahun tersebut. Vargas juga mengklaim bahwa surat penangkapan terhadap Enner Valencia juga sudah dicabut. (kmb33/ap)

Warriors dan Cavs Masih Favorit Quincy Promes

BPM/ap

Promes Menangkan Belanda

Rotterdam – Belanda meraih hasil positif usai menundukkan Belarusia 4-1 dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018. Pemain muda, Quincy Promes mencetak dua gol dalam kemenangan De Oranje itu. Bermain di De Kuip, Rotterdam, Sabtu (8/10) dinihari kemarin, Belanda sudah memimpin pertandingan di menit ke-15. Quincy Promes yang membuka keunggulan Belanda. Pemain berusia 24 tahun memanfaatkan kemelut yang terjadi di mulut gawang Belarusia. Promes berhasil menjebol gawang Belarusia dengan menembak ke arah kanan gawang. Belanda berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-31. Promes kembali menceploskan bola. Kali ini dia memanfaatkan sepak pojok. Tapi upaya Belanda untuk membuat clean sheet tak berhasil. Di awal babak kedua mereka kebobolan. Aleksey Rios berhasil mengecoh kiper Belanda Maarten Stekelenburg dan membuat kedudukan 1-2 untuk Belarusia. Memasuki menit ke-56, Davy Klaassen menambah keunggulan Belanda. Satu gol lagi dibuat Belanda lewat donasi Vincent Janssen di menit ke-64. Belanda pun unggul 4-1 atas Belarusia. Kedudukan tak berubah hingga wasit meniup peluit panjang. Tambahan tiga poin itu membuat Belanda menduduki puncak klasemen sementara Grup A, dengan nilai 4 dari dua laga yang dilakoni. Sementara Belarusia berada di posisi kelima dengan nilai 1. Dua gol Promes membuat pelatih Belanda Danny Blind bernapas lega. Penampilan Promes melawan Belarusia menjawab kepercayaan Blind yang menjadikannya pilihan utama di sektor penyerang sayap. Blind pernah terang-terangan melontarkan pujian. “Bicara soal pemain muda yang naik kelas, Promes adalah contoh terbaik. Dia punya kemampuan mencetak gol, kedalaman dan bisa menentukan dengan kecepatan yang

dimilikinya,” katanya. Usai kemenangan atas Belarusia, Blind kembali menyoroti penampilan Promes. “Saya selalu bilang dia tampil baik di kompetisi yang ketat,” bilang sang pelatih. “Saya menyaksikannya setiap pekan, kebanyakan jurnalis tidak. Tentu kami gembira dengan penampilannya. Dia sedikit ‘berlebihan’ dengan mencetak dua gol,” ujar sang pelatih Blind menutup komentar sambil berseloroh. Pemilihan Promes sempat mengundang kritik. Penampilan pemain Spartak Moskwa malam tadi itu praktis mengurangi keraguan publik. (kmb33/ap)

BPM/rtr

Pemain andalan Golden State Warriors Stephen Curry.

Cleveland Dua finalis NBA musim lalu, Golden State Warriors dan Cleveland Cavaliers masih jadi kandidat terkuat untuk juara di musim 2017 mendatang. Cavs berstatus sebagai juara bertahan usai menaklukkan Warriors yang merupakan juara di di musim sebelumnya pada final musim lalu dengan skor ketat 4-3. Dengan skuat yang relatif masih sama seperti musim lalu, ada LeBron James, Kyrie Irving, Kevin Love, Mo Williams, dan Iman Shumpert, Cavs asuhan Tyronn Lue masih jadi salah satu kandidat kuat juara. Tapi jangan lupakan juga kalau Warriors yang ingin membalas kegagalan mereka mempertahankan titel NBAnya. Apalagi Warriors di musim lalu juga memecahkan

rekor kemenangan semusim milik Chicago Bulls yang sudah bertahan hampir dua dekade. Tak ingin gagal lagi, Warriors merekrut bintang Oklahoma City Thunder, Kevin Durant yang tentunya bakal menajamkan lini serang mereka yang sudah diisi dulu oleh Stephen Curry dan Klay Thompson. “Menurut saya, tentu Golden State Warriors punya peluang paling besar. Mereka punya tiga pemain hebat atau empat boleh dibilang. Kevin Durant, Stephen Curry, Klay Thompson, dan juga Draymond Green dengan kecepatannya,” ujar power forward Charlotte Hornets, Marvin Williams, Sabtu (8/10) kemarin. “Selain itu tentunya Cleveland. Sebagai juara bertahan

mereka tentunya ingin mempertahankan gelar tersebut. Mereka punya peluang besar. Liga NBA akan semakin menarik,” imbuhnya. Selain dua tim itu, Williams juga memasukkan San Antonio Spurs yang memang selalu jadi favorit juara setiap musimnya serta New York Knicks yang musim ini kedatangan Derrick Rose dan Joakim Noah. “Tim-tim lain juga meningkatkan kualitasnya. Spurs? Ya, tentu saja Spurs juga termasuk salah satu favorit juara. Mereka selalu jadi favorit juara setiap musimnya. Lalu ada juga New York Knicks, mereka lebih baik musim ini. Mereka punya Derrick Rose dan Joakim Noah serta mantan rekan setim saya, Courtney Lee,” tutupnya. (ant/rtr)


Minggu Paing, 9 Oktober 2016

GELANGGANG

11

Menpora Ikut Main Sepak Bola Pasangan

Jakarta (Bali Post)Menpora Imam Nahrawi ikut bermain sepak bola berpasangan pada event The 6th TAFISA World Sport for All Games 2016, di Pantai Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (9/10) kemarin. Permainan sepak bola berpasangan mengharuskan dua pemain diikat kedua kakinya. Usai menjajal permainan itu, Menpora Imam menyatakan permainan ini menuntut dua pemain dalam satu ikatan tidak boleh merasa egois, namun harus tetap menonjolkan kebersamaan. “Saya sangat terkesan bermain sepak bola pasangan,” ucap Menpora asal Madura ini. Dijelaskannya, permainan sepak bola pasangan mampu mengingatkan memori atau nostalgia masa kecil. “Saya sendiri dulu bermain sejak anak-anak, baru jadi menteri ini saya mulai bermain lagi,” ucapnya. Selain itu, bermain sepak bola pasangan diyakini mampu menghilangkan rasa penat dari tugas dan aktivitas rutin keseharian. “Kami berharap melalui TAFISA ini mampu menggali aneka jenis olahraga rekreasi dan tradisional, serta pemasalahannya,” pesan Imam Nahrawi. Di sisi lain Kepala Dinas Olahraga Daerah (Kadis Orda) DKI Firmansyah mengemukakan, permainan sepak bola berpasangan ini mempertemukan dua tim dan masing-masing tim bisa diperkuat 5 pasang atau lebih, tergantung luas lapangannya. “Yang jelas olahraga rekreasi ini bukan semata-mata mencari kemenangan, tetapi lebih mementingkan kebersamaan, gembira, serta bugar,” ungkap Firmansyah. Oleh sebab itu, berbagai jenis olahraga rekreasi dan tradisional ini layak dikembangkan berikut permasalahannya. “Olahraga rekreasi ini mementingkan pemain yang berlomba bersenang dan happy,” tuturnya. (022) Bali/ant

REKOR - Perwakilan Guinness Book of Record Swapnil Dagarikar mendokumentasikan upaya pemecahan rekor dunia egrang terbanyak pada ajang The 6th TAFISA World Sport for All Games 2016, di JI Expo, Jakarta, Sabtu (8/10). Rekor dunia egrang terbanyak yang dipegang oleh Belanda gagal terpecahkan setelah sekitar 10 persen dari total 1.200 orang peserta tidak mampu berjalan mencapai 100 meter dan pada percobaan kedua hanya diikuti 674 peserta.

BPM/ist

COBA - Menpora Imam Nahrawi mencoba bermain sepak bola pasangan yang diikat dengan tali kedua kaki pemainnya pada hajatan multi event Tafisa World Games 2016, di Pantai Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (9/10) kemarin.

Harlina Cup Diikuti Sekitar 200 Kenshi

Denpasar (Bali Post)Usai melakoni PON Jabar 2016, Perkemi Bali siap menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kempo antar dojo se-Bali yang bertajuk Harlina Cup 2016. Ajang yang bakal diselenggarakan di GOR Lila Bhuana, Denpasar 20-23 Oktober mendatang, tersebut dipergunakan untuk memantapkan para kenshi menuju PON Remaja II Semarang, Jawa Tengah 2017 dan menghadapi Porprov di tahun yang sama di Gianyar. “Sampai sekarang sudah banyak atlet yang mendaftar untuk mengikuti ajang nanti. Diharapkan 200 kenshi bisa ikut berpartisifasi. Bahkan kalau bisa melebihi dari 200 atlet, mengingat pendaftaran masih dibuka,” jelas Ketua Umum Perkemi Bali Sandika Aplianto di Denpasar, Sabtu (8/10). Dikatakannya, ajang tersebut dipakai pihaknya untuk melihat atlet-atlet pemula serta untuk mematangkan kensi yang nantinya bakal dipersiapkan untuk menghadapi PON Remaja 2017 di Semarang, Jawa Tengah. “Ini merupakan kejuaraan internal yang bakal diikuti oleh dojo-dojo yang tersebar di Bali. Diperkirakan sekitar 20 dojo bakal meramaikan ajang nanti,” ujarnya. Di PON Jabar asuhannya kempo meraih 1 medali emas. Akan tetapi, di PON Remaja II Jateng 2017 pihaknya belum berani menargetkan medali emas. “Di PON Remaja kami belum berani memasang target. Karena di PON Remaja baru pertama kalinya cabor kempo dipertandingkan. Sehingga kami belum bisa membaca peta kekuatan daerah lain. Yang penting intinya kita ingin meloloskan atlet sebanyakbanyaknya dulu saat pra PON Remaja nanti di Semarang November mendatang,” pungkas Aplianto. (kmb41)

Dojang Waringin Juara Umum Poomsae

Mangupura Dojang Waringin keluar sebagai juara umum untuk kategori poomsae perorangan prestasi dalam event Bupati Badung Cup yang digelar, Sabtu (8/10) di GOR Purna Krida, Kerobokan. Di nomor poomsae tersebut, dojang Waringin menyabet 5 emas. Emas pertama dojang Waringin di nomor perorangan diraih AA Putra Ananda Caesar Jagadhita kelas junior dengan nilai 7,8. Kemudian emas selanjutnya diraih Melinda Evelyna juga di kelas junior dengan 8,2 poin. Aurellia Feriani Putri di kelas kadet dengan 7,9 poin. Taekwondoin putri Ida Ayu Dihyandra Putri Permana di kelas prakadet dengan 8,1 poin. Dan emas terakhir diraih di kelas junior berpasangan lewat duet AA Putra Ananda Caesar Jagadhita dan Evelyn Melinda dengan 8,2 poin. Kemudian di posisi kedua ditempat dojang Harapan dengan 2 emas, dilanjutkan dojang Shadow dan Mirah yang sama-sama meraih 1 emas. Untuk poomsae sendiri di hari pertama kemarin, selain nomor prestasi, dipertandingkan juga kelas pemula, dimana 16 emas yang diperebutkan. Kejuaraan ini dibuka Kadisdikpora Kab. Badung I Ketut Widia Astika yang mewakili Bupati Badung dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya event ini khususnya cabor taekwondo dapat memantau bibitbibit potensial yang nantinya bisa mewakili Badung di event-event tertentu. Tentunya pemerintah kabupaten Badung tetap berkomitmen untuk membangun kapasitas masyarakat di segala bidang, salah satunya bidang olahraga. Sementara Ketum Pengkab TI Badung Tjhin Johannes menjelaskan, meski bertajuk Bupati Badung Cup, namun pihaknya sengaja mengundang pengkab/pengkot se-Bali untuk memeriahkannya. “Di hari pertama semangat para taekwondoin muda sangat terlihat. Kami pribadi sendiri melalui kejuaraan ini akan dipakai untuk memantau taekwondoin yang akan kami persiapkan di event mayor seperti Porprov ataupun PON Remaja,” ujarnya. Event ini sendiri akan berakhir pada Minggu (9/10) hari ini, dimana hari kedua atau terakhir akan mempertandingkan nomor kyorugi atau tarung dari babak penyisihan hingga final. (kmb)

Ribuan Anak Pecahkan Rekor Egrang

Jakarta (Bali Post) -

Sebanyak 2.016 anak SD dan SMP meramaikan pemecahan rekor dunia egrang yang termasuk dalam rangkaian penyelenggaraan TAFISA World Games atau Pesta Olahraga Masyarakat 2016, di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (8/10). “Ada 1.008 adik-adik SD dan 1.008 adik-adik SMP se-DKI yang mengikuti pawai egrang untuk pecah rekor dunia ‘Guinness Book’ ini,” kata Ketua Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) DKI Jakarta,

Neni Suryawati. Untuk itu Neni berharap setidaknya 1.200 peserta berhasil menaiki egrang sepanjang 100 meter tanpa terjatuh agar berhasil memecahkan rekor. Berdasarkan pantauan,

ribuan peserta dengan berbagai macam kostum dan egrang yang dihias berwarna-warni menyemarakkan acara tersebut. Neni menuturkan para peserta memang dibebaskan untuk memilih kostum dan

menghias egrangnya untuk meningkatkan kreatifitas. Beberapa bulan lalu, ujar dia dilakukan uji coba dan terlihat anim o yang b e sar dari masyarakat dan sekolah.”Kami harap kegiatan ini dapat menggali dan melestarikan permainan tradisional ini,” kata Neni. Adapun egrang adalah olahraga tradisional yang

menggunakan sepasang bambu bulat berukuran 2,75 meter dengan diameter 6-9 cm. Sepasang bambu tersebut dijadikan alat untuk mengadu kecepatan dalam jarak yang telah ditentukan. Dalam acara ini setiap peserta harus menempuh 100 meter dengan egrangnya dan tak boleh menyentuh tanah. (ant)

Fokus Sepanjang Pertandingan

Bali Post/net

Pasangan ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto dan Fajar Alfian.

Rian/Fajar Terhenti di Semifinal

Bangkok All Indonesian final yang portensial terjadi di ganda putra pupus setelah pasangan Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian terhenti di semifinal Thailand Open Grand Prix Gold 2016, Sabtu (8/10). Langkah Rian/Fajar dihentikan Takuto Inoue/Yuki Kaneko (Jepang), 19-21, 22-24. Dengan demikian, tertutup sudah peluang ganda putra dalam menciptakan all Indonesian final. Di babak semifinal pool bawah, pasangan Rian Agung Saputro/Berry Angriawan berhasil memenangkan laga atas Lim Khim Wah/Ong Jian Guo (Malaysia), 21-17, 21-18. Pertarungan Rian/Fajar melawan Inoue/Kaneko berlangsung ketat. Kedua pasangan saling berkejaran angka sejak game pertama. Rian/Fajar sempat memimpin perolehan angka 8-4 dan 16-13, akan tetapi, Inoue/Kaneko begitu gigih mengejar ketertinggalan dan terus menekan pertahanan Rian/Fajar. “Di game pertama kami sempat unggul, tetapi kami

tidak bisa memanfaatkan keunggulan tersebut. Seharusnya kami bisa menang. Di game kedua pun kami bisa mengejar hingga sett i ng , t e t a p i ka m i m a s i h sering kurang yakin di poin kritis,” kata Fajar memberi keterangan soal permainannya. “Pelatih mengatakan bahwa permainan kami sudah benar, hanya di saat-saat akhir yang masih kurang. Kami merasa belum puas dengan hasil ini, kami rasa kami berpeluang ke final,” ujar Rian. “Sebetulnya lawan hari ini tidak sesulit yang di semifinal. Pasangan Jepang ini hanya bermain safe , mereka jarang membuat kesalahan sendiri. Sebaliknya kami banyak error,” kata Fajar. Rian/Fajar akan kembali mencoba untuk meraih gelar di kejuaraan Chinese Taipei Open Grand Prix 2016. Pasangan Indonesia ini akan bertolak, Senin (10/10) dari Bangkok menuju Taipei.“Semoga kali ini di Taipei kami bisa mewujudkan target juara,” ucap Rian. Dengan demikian di final

Indonesia mengirim unggulan kedua Rian Agung Saputro/Berry Angriawan yang akan menghadapi Inoue/ Kaneko untuk memperebutkan gelar juara. Indonesia juga menempatkan Sony Dwi Kuncoro ke final di tunggal putra. Menempati unggulan kedua Sony menyingkirkan Lee Cheuk Yiu 19-21, 21-16, dan 21-17. Di final Sony akan menghadapi unggulan kelima Tanongsak Saensomboonsuk. Andalan tuan rumah itu meraih tiket final dengan menundukan Kenta Nishimoto (Jepang) 21-19, 21-16. Final tunggal putri mempertemukan Aaya Ohori (Jepang) melawan Busanan Ongbamrungphan (Thailand).Thailand juga menempatkan ganda putrinya di final yakni Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai yang akan menghadapi Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Jepang). Pada final ganda campuran akan saling berhadapan Tang Chun Man/ Tse Ying Suet (Hong Kong) melawan Kian Meng Tan/ Pei Jing Lai. (kmb39/net)

Mangupura (Bali Post)Tuan rumah Bali United (BU) bakal menjamu Persiba Balikpapan dalam laga ke-22 lanjutan kompetisi Torabika Soccer Championship 2016, yang bakal berlangsung di Stadioan Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (9/10) malam ini. Dalam laga ini, pelatih kepala Indra Sjafri menekankan kepada seluruh pemain supaya bisa tetap fokus sepanjang 90 menit. Indra Sjafri saat konferensi pers di Natya Hotel, Sabtu kemarin mengakui jika timnya memang sedang dilanda inkonsistensi setelah mengalami kekalahan terakhir kontra Semen Padang lalu. “Kami sudah mengevaluasi permainan dan melakukan beberapa perbaikan di tim paska kekalahan sebelumnya,” katanya. “Dan kami telah menekankan kepada semua pemain agar tepat fokus sepanjang 90 menit. Karena kami tak ingin kembali kehilangan poin penuh di kandang sendiri,” ungkapnya. Mantan arsitek Timnas U-19 itu menjelaskan, tim pelatih sudah menekankan masalah mental bertanding. Pasalnya, pihaknya tidak ingin mental bertanding pe-

mainnya jeblok. Untuk itu, jajaran pelatih telak menekankan masalah mental pemain. “Kami sudah berbicara dengan pemain terkait permasalahan mental. Semoga besok (Rabu ini-red) tim bisa menjadi pertandingan yang lebih baik dari sebelumnya,” kata Indra Sjafri sembari menyebutkan I Gede Sukadana tidak bakal bermain saat meladeni Persiba. “Memang Sukadana tidak akan bermain melawan Persiba. Namun hal tersebut tidak akan mempengaruhi tekad kami untuk memenangkan pertandingan. Pemain lainnya siap menggantikan posisi Sukadana,” jelas pelatih asal Padang tersebut. Sementara itu, Pelatih Persiba Balikpapan Jaino Matos mengatakan timnya juga menginginkan kemenangan melawan Serdadu Tridatu. “Yang pasti rencananya tim mendulang kemenangan di tandang. Kami terapkan kekompakan dan keharmonisan dalam tim. Karena itu kunci yang utama untuk meraih kemenangan,” terangnya. Di putaran pertama ISC 2016 yang lalu, Bali United harus mengakui keunggulan Persiba 1-3 saat melawat ke Balikpapan. (kmb41)

Bali Post/ant

EMAS - Atlet bola voli duduk Jabar berlatih di GOR Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/10). Tim bola voli duduk Jabar baik putra dan putri ditargetkan meraih medali emas pada Peparnas XV yang berlangsung 15-24 Oktober di Bandung, Jabar.


LAGA

12

Minggu Paing, 9 Oktober 2016

Sharapova Siap Tampil Kembali New York – Petenis cantik asal Rusia, Maria Sharapova tak perlu menunggu waktu lama untuk kembali ke lapangan tenis. Sharapova kini tengah kembali berlatih untuk tampil di sebuah laga amal pekan depan. Sharapova sebenarnya dilarang tampil di kompetisi resmi tenis setelah tersandung kasus doping. Namun pengadilan CAS meringankan hukumannya menjadi 15 bulan, terhitung sejak September 2016.

Maria Sharapova

BPM/rtr

Usai Menerima Pengurangan Hukuman, kehidupan Sharapova kembali ceria. Kini Sharapova mengisi waktunya untuk bertanding tenis dalam laga amal yang digelar Elton John AIDS Foundation di Caesars Palace, Las Vegas, Amerika Serikat. Laga tersebut diikuti petenis lainnya, yakni John McEnroe, Andy Roddick, Martina Navratilova, Mardy Fish, Mark Philippoussis, dan Liezel Huber. Tak sabar untuk kembali ke lapangan tenis, Sharapova mengunggah fotonya di media sosial Twitter miliknya, Sabtu (8/10) kemarin. Ia kembali berlatih di lapangan untuk tetap bisa menjaga kondisi fisiknya. Jelang laga amal, petenis berusia 29

tahun berkesempatan melakukan pemanasan setelah cuti hampir enam bulan dari olahraga tenis. Pemain tenis asal Rusia tersebut kini bisa kembali bermain secara resmi mulai 26 April 2017. Turnamen Grand Slam terdekat, yaitu Prancis Terbuka 2017 dijadwalkan akan berlangsung dari 22 Mei sampai 11 Juni 2017, dan Sharapova tidak akan memiliki cukup waktu untuk menghasilkan poin turnamen minimal untuk mengikuti kompetisi tersebut. Oleh karena itu, pemberian wildcard menjadi satusatunya kesempatan Sharapova untuk bermain di pertandingan Grand Slam Prancis. Menurut Wakil Presiden

Federasi Tenis Rusia (RTF) Alexei Selivanenko, Sharapova akan melanjutkan turnamen dengan peringkat nol. “Jelas sebelum dimulainya turnamen ia tak akan bisa mendapatkan cukup poin. Namun pihak penyelenggara kemungkinan besar akan memberikan wildcard untuk petenis seperti Sharapova,” kata Selivanenko. Selain itu, Sharapova juga kembali akan mendapat kontrak dari beberapa sponsor yang meninggalkannya pascakasus tersebut, salah satunya Porsche. Porsche akan melakukan pembicaraan lanjutan dengan pihak Sharapova. “Sejauh ini tidak ada kontrak yang dihentikan. Kami akan mendiskusikan kerja sama berikutnya dengan Sharapova dalam beberapa hari atau pekan mendatang,” demikian lanjutan pernyataan Porsche. Sharapova sudah menjadi brand ambassador Porsche sejak 2013. Awalnya ia memenangkan ajang Porsche Tennis Grand Prix di Stuttgart, Jerman, dengan hadiah utama sportcar 911 Carrera S Cabriolet. (kmb33/rtr)


Sastra

Redité Paing, 9 Oktober 2016

I Kaki Dengkil

Manik Sakecap KOCAP mungguh ring adisastrané, sapusira ugi midep kapaica adijnana tiling prasida nyakalaang napi ja sané manahang kadruénang. Wantah mamanah madrué jinah makéh, jinah jagi nyakala polihang. Asapunika naler wantah mamanah sané siosan. Sampunang ja jinah, umah, tur artha brana sané siosan, Dedari jegég nyablor wantah kayunang, jagi nyakala kapangguh. I Kaki Dengkil kenyam-kenyem padéwékan ring kubonné wenginé puniki. Sambilanga slasah-sleseh mecikang genah negak ring balé magalar tiing bubukané, Ipun ngrémon: “Ambat kalangené prajanian ada Dedari jegég nyamblor, lélor nyunyur manis ngembang waspa teka nyukserahang déwék? Cara liu mungguh di sastrané? Uling kakawin, kanti geguritan, tur gegancarané nyatuayang indiké ento! Ngudiang ento surata tekén pangawiné?” Nembé I Kaki Dengkil ngamanahang Dedari rainané puniki. Minab Ipun sedekan éling dawegé bajang, buduh paling wantah manggihin I Dadong Dengkil. Dawegé punika, wantah I Dadong Dengkil kamanten sané manahanga peteng-lemah. Kadirasa nénten wénten sané siosan manahanga. Paling paliatné wantah nglintangin umah I Dadong Dengkilé. Wantah macaplagan ring marginé, bungah semun Ipuné, tur saharsa nyunyur manis matakén. Asapunika naler I Dadong Dengkil sané sakadi tunjungé ilag-ileg ampehang sayong ngarepang Tambulilingan ngisep sariné. Nénten! Nénten punika sujatiné sané manahanga antuk I Kaki Dengkil. Sané manahanga wenginé puniki, inggih punika indik paswécan Ida Sang Hyang Widhi micayang adnyana tiling nyakalaang pangapti sané manahanga antuk I Manusa. Makéh satua indiké punika kapangguh. Kocap kabaos wénten sané madrué pawikan nyakalaang napi ugi sané katunas. Sakadi mangkiné minab sané makéh katunas nénten sios wantah jinah. Matiosan sareng sané mungguh ring satuané, artha brana marupa emas-pérak punika sané katunas. I Tuwung Kuning nunas panganggé emas-pérak ring I Crukruk Kuning. “Uling ipidan koyanga manusané demen tekén artha brana? Ento suba tusing nyandang sumangsayain! Né, té... manusané ngelah artha brana ulian aluh, dong madaya uli ipidan suba kakéto? Apang manik sakecap, prajanian ngelah artha brana ané liu, tusing telah anggon pitung katurunan? Uling ipidan kakéto, kanti jani nu kakéto! Tusing ja anak biasa, kanti parajanané masé patuh demen ngugu ada manik sakecap cara kéto?” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan ring kubonné sakadi wenginé sané sampun-sampun. I Kaki Dengkil ngamanahang indiké punika santukan miragi orti wénten jatma ngangken prasida ngwéntenang jinah mamilyun-milyun saking tunduné. Siosan ring jinah naler kawetuang makudang-kudang panganggé mas-masan saking tunduné. Sané éranganga antuk Ipun makéh sané precaya, kantos makudang-kudang tali jatmané precaya? Nénten kamaon jatma biasa, kantos makéh parajanané naler asapunika. “Apa ja ané ngawanang kakéto?” Asapunika I Kaki Dengkil matakén ring manah. “Tusing ké suba magurit wesi lamun dot ngelah, jemetang magaé. Agamané koné ngoraang kakéto. Koné karmané I Manusa urip tuah magaé jemet, tusing dadi ngarepang asilné. Amongkén ja paican Ida Sang Hyang Widhi, amonto tunas!” I Kaki Dengkil nglanturang ngrémon padéwékan wenginé puniki. Érang pisan I Kaki Dengkil wantah kantos mangkin makéh sané mamanah madrué artha brana ulian manik sakecap. Samaliha sampun kauningayang mangda sanunggil angga madrué dakin lima. Madrué kaskaya antuk makarya sané jemet. “Apa ené pelih baana nepasin uling dija lengkara manik sakecapé ento?” I Kaki Dengkil malih matakén ring manah wenginé puniki kantos kebut-kebut sirahné ngamanahang. Kenjekan ngalaca-laca asapunika, saharsa tedun sabeh magéyélan wenginé puniki. Ngemasin tampyasan balé ring kubon I Kaki Dengkilé. Banggilen I Kaki Dengkil keni toya sabeh santukan kasépan magingsir. Sambilanga banggilen nyongkok ring bucun balé kubonné sané mailehan sampun madaging toya, I Kaki Dengkil mabaos padéwékan sambilanga naanang gesit. “Bah... né ulian pelih nepasin manik sakecapé ento. Tusing ké ento tuah satua? Apang aluh baan ngajahin cerik-ceriké unduk solah patut tur solah beneh. Kapin kudiang ja, tusing lakar ada manik sakecap!” Asapunika I Kaki Dengkil nepasin. “Ané beneh, ané sajan-sajan ada makilitan ajak manik sakecapé ento madan sakatilangan ing ambek. Pabuaté ento lakar ngwetuang rasa madan sukadyatmika! Ento dogén! Ané madan sakatilangan ing ambek ento kamula maartos apa ulengé lakar katampén nyakala. Kuala apa ané nyakala énto? Tusing lénan tekén apa ané baosanga madan sukadyatmika. Tusing ada sakatilangan ing ambek ento prasida ngwetuang artha brana. Ané wetuanga madan sukadyatmika ané maartos bagia tan sipi sakala-niskala” I Kaki Dengkil nepasin asapunika indik wacana manik sakecapé punika. “Lamun ada ané ngugu ada manik sakecap, sinah anaké ento macenik-cenikan, masolah cara anak cerik” Asapunika I Kaki Dengkil mabaos sambilanga uyuk-uyuk naanang kiap wenginé puniki. (Jelantik)

Somah Soméh I Komang Alit Juliartha KUDANG munyi jelék kadén bakat padingehanga. Kéto masi tundunné suba telah ukira tekén pisagané. Eda ja pisaga, nyamanyamané masi ngomongang. Kangin kauh tuturné tusing karuan. Lantang sahasa tusing matanggu. Kénkénang apang tusing dadi omongan sawiréh Luh Mudarti kamulan anak luh tusing bas pati nyak matakon, kéto masi tusing nyak briagbriug di pisaga. Ipun iteh mapayas sambilanga nolih pianakné ané makiré aoton empuna tekén dadongné. “Kumbi sajan somahné I Sudirta. Jeg begbeg tuah makenyem jelé tusing ada munyinné nang abuku,” Mén Sari makaengan. “Mirib kolok!” Mén Parta masaut. “Mirib ia bisa ngléak!” Mén Darni nimbalin. Makejang makipekan ningehang munyinné Mén Darni. Alisné kapecuk ngresepang munyiné ento. “Eda malu makeneh kéto,

nyén nawang somahné Sudirta mula abedik munyinné. Tusing demen ngomong,” Mén Tarma mautsaha apang timpal-timpalné tusing kadung nglantur makeneh ané tidong-tidong. Luh Mudarti suba ada atiban ngantén ajak Wayan Sudirta. Satondéné ngantén, Wayan Sudirta suba mabesen tekén Ipun apang nyak briag-briug ajak nyaman-nyamané kéto masi di pisaga apang bisa manyama braya. Apang tusing lek atiné ulah-aluh makurenan nanging somahé tusing nyak raket rumaket ngajak nyama muah pisaga. “Nah, Beli. Tiang lakar nuutin.” Ento tuah di munyi. Sabilang pesu Ipun enteg sebeng. Yén mapapasan, digantiné luung kenehné, Ipun nyak makenyem. Kéwala pepesan Ipun majalan nguntul tusing makipekan yadiastun suba takonina malunan. Solahné buka kéto ané ngaé pisagané gedeg. Sabilang wai dadi satua ané tusing pegat-

13

pegat katuturang. Kéto masi nyaman-nyamané Wayan Sudirta nyansan tusing demen tekén Luh Mudarti. Inget dugas Wayan Sudirta ngantén, panyamané idihina tulungan apang marengin gegaéné. Makejang mulih. Makejang jemet nyemak gaé, nganti nguug taring, nyutsutin muah nguliang prabot barengina. Tusing ada marasa baat lakar mapitulung ring keluargané Wayan Sudirta. Makejang pakedék pakenyung. Nanging disubané gaéné pragat, ané banget dadi selselan tuah bikasné Luh Mudarti ané tusing taén nang matakon ngajak nyama-nyaman keluargané Wayan Sudirta. Kalinganké malali ka umah nyama, tepuk di rurungé bisa tusing macapatan. Suba cara anak tusing kenal. Pang keti Wayan Sudirta nuturin, mirib nganti kebés bibihné ngorahin apang Luh Mudarti malali kapah-kapah ka umah panyamané. Kéto masi yén ada gaé di pisaga bareng briag-briug, mapitulung bantas nang matanding. Yén sing bisa, kanggoang di paon jemak gaéné, ngaénang daarang nasi baang anaké ané nulungin. Luung ban ngorahin, tusing karuan luung panampén anak ané katuturin. Luh Mudarti ambul-ambul. Ipun gedeg tekén muaniné. “Eda bas liu tiang baang Beli Wayan munyi. Tiang suba gedé, panak kanti suba imang aoton. Tiang nawang ané kén beneh ané kén pelih. Beli Wayan magaé dogénan selegang, eda bas banget ngenehang tiang!” Wayan Sudirta ané kamulan polos, tusing bas pati bisa galak tuah nyidang mendep. Ipun jejeh yén keras ngajak somahné, somahné lakar ngalahin Ipun. Kudang pipis kadén suba pesuanga anggon ngetohin tresnané kapining Luh Mudarti satondéné ngantén. Magenep belianga. Soroh panganggo ané mael-mael, kéto masi pepayasan aminggu pang pindo belianga. Sabilang wai nagih meli dedaaran ané jaen-jaen. Tongos madaarné tusing taén nduk, seleban nagih di rumah makan ané méwah. Tondén misi malali sabilang Saniscara teka. Wayan Sudirta ané gegaéné dadi pagawé di bank, biasané nyidang munduhang pipis, kéwala sasukat matunangan ngajak Luh Mudarti, tondén laad duang minggu, gajihné suba tusing enu. Nanging Wayan Sudirta tusing bas sanget ngitungang pipis. Ipun suba kadung demen ajak Luh Mudarti. Yadiastun nganti telah pipisné anggon ngaénang Luh Mudarti bagia, Ipun lakar sayaga. Kenehné suba mamesik. Diapin reramanné tusing ngemang Ipun nyuang Luh Mudarti, Ipun tusing peduli.

Aswamédha Parwa

Kaweruhan Tanpa Kawicaksanan Olih : I K. Satria, S.Ag RING galahé sané tiosan, kacaritayang Ida Brahmana Lanang nyatuayang tutur kasuksman majeng Ida Brahmana Istri, sakadi asapuniki bebaosanidané. “Uduh Adi sané pinaka permatan Beliné, mangkin durusang pirengang satua sané mautama puniki mangda Adi prasida nguningin parindikan kautaman kaweruhan sané kasor yéning nénten madué kawicaksana,” kadi asapunika Ida Brahmana Lanang ngawitin piteketidané. Satuané puniki nyaritayang kawéntenan Sang Prabhu Karttawirya Arjuna sané dahat mawisésa sakémaon dahat sumbung ring padéwékan. Ida Sang Prabhu sampun prasida ngasorang saluiring prabhuna sané nénten tempal ring angganidané malarapan antuk senjata panah sané setata kasumbungang. Sedek dina anu, kacaritayang Ida Sang Prabhu lunga malancaran ka sisin segara sané dahat becik pakantenannyané. Ida mamargi antuk busana sané agung ngawinang angob sang sané nyaksiang. Ida setata mapikayunan nénten wénten malih sané prasida nandingin angganidané sangkaning sampun rumasa mawisésa pisan, napi malih indik aji pepanahan sané sampun kawagedin pisan saking riin. Rumasa ring padéwékan mawisésa, raris Ida ngamedalang panah sané mautama saha nglepas panah inucap nuju tengahing segara. Digelis raris medal sané ngutamayang segarané taler pinaka déwaning segarané, Ida Bhatara Baruna. Irika raris Ida ngandika, “Sinampurayang titiang Sang Prabhu. Sampunang Sang Prabhu nglepasang senjata panah sané mautama punika ring segara, nuju sariran titiangé. Yéning pradé dados, durusang tunas napi sané patut karyanin titiang mangda prasida ngicalang kasungsutan Sang Prabhuné. Duaning akéh mauripé sané wénten ring segarané padem sangkaning aji pepanahan sané kalepasang

iwawu, titiang nunas mangda Sang Prabhu asih ring sami sané nunas urip ring segara!” Kadi asapunika bebaosang Ida Bhatara Baruna. Ida Sang Prabhu Karttawirya Arjuna nyawis, “Hahaha… uduh Bhatara Baruna sané kasungsung sadaging segarané, sané mangkin titiang nunas sapa sira ugi sané mawisésa ring aji pepanahan mangda nandingin kawisésan titiange!” Kadi asapunika bebaosan Ida Sang Prabhu nigtig tangkah mangda kapikantenang mawisésa. Mirengang Ida Sang Prabhu sakadi asapunika, malih ngandika Ida Bhatara Baruna. “Sang Prabhu, napiké Sang Prabhu uning ring kagungan Ida Maharsi Jamadagni? Putranidané dahat mawisésa tur prasida nandingin Sang Prabhu.” Kadi asapunika bebaosan Ida Bhatara Baruna ring Sang Prabhu sané dahat sumbung kawéntenannyané. Mirengang parindikan sakadi asapunika, Ida Sang Prabhu dahat brangti ring pikayunan saha mlesat mamargi ka genah Ida Sang Rsi sané kabaosang madué putra sané mawisésa. Ida mapikayunan indik kawisésanidané kantun wénten sané nandingin. Sesampuné rauh ring pasraman genah Maharshi sané mautama punika, Ida Sang Prabhu manggihin Sang Rama, putran Ida Maharshi Jamadagni. Duaning Ida Sang Rama pinaka tapaswi, Ida nénten mirengang sajeroning bebaosan Ida Sang Prabhu sané nantangin anggannyané mayuda. Duaning sakadi asapunika kawéntenané ring pasraman, raris Ida Sang Prabhu ngawi rusak pasramané mangda prasida mamargi payudané sareng Ida Sang Rama. Manggihin kahanan sakadi punika, Ida Sang Rama krodha saha ngamedalang geni sané prasida ngeseng prajurit miwah tanda mantran Ida Sang Prabhu. Prajurit sané kantun maurip raris malaib nuju tengahing wana. Kawéntenan geniné punika taler karuntutin antuk sarana dapat

sané mangannyae dahat ngresresin pisan. Pakebyur-byur geniné murub. Punika wantah senjata sané mautama saking Ida Sang Rama sané taler sampun kaloktah ring jagaté sangkaning kawisesanidané. Sang Prabhu sané daha sumbung punika raris keni senjata mautama tur séda ring payudané punika. Manggihin indiké punika, prajurit miwah tanda mantra matimbang wirasa saha malih ngawitin nyiatin Ida Sang Rama antuk senjata panah sané dahat mawisésa. Pamarginé punika mamargi pramangkin. Tatkala punika Ida Sang Rama kantun malinggih ring pertiwiné. Akéh senjata sané sampun paslambeh ring ambarané nuju sariranidané! Pamarginé punika dahat nénten ksatria duaning matanding durung ngayunin kasayagayan mesehé! Ida Sang Rama raris mlesat saha ngumbara ring ambara masarana kréta ngamel senjata panah. Wénten makudang-kudang panah sané kamedalang nuju prajurit Ida Sang Prabhu sané ngawinang sami malaib saha nuju tengahing wana. Kadi asapunika kawisésan putran Ida Sang Maharshi Jamadagni sané kaloktah ring jagaté. Prabhu miwah sami prajurité wantah pinaka ksatria, sakémaon yéning sampun wénten ring ajeng Ida Sang Rama, sami lali ring ksatriané, sahasa jejeh mabéla pati. Irika raris kapastu, sami sentanannyané nénten pacang molihang brahmana sané prasida muputang yadnya sahasa pacang numadi malih dados jadma sané cendala. Punika taler kawéntenan brahmana nénten kadadosang ngambil anak istri sané mawit saking ksatria, yéning wénten sané ngamargiang sakadi asapunika, putran dané pacang kapademang olih Ida Sang Rama. Kahanan inucap mamargi ngantos sentana kaping selikur, tur sané kaping selikur mamargi pacang ngwetuang suara sané dahat becik saking akasa pinaka cihna bhisamané punika mamargi kaping selikur.

“Dingehang munyin Méméné, Yan! Eda Cai nyuang Luh Mudarti, Mémé tusing demen.” “Dadi Mémé tusing demen?” “Uling mara majedog di jumahé dini, Mémé suba nawang ia tusing luung anggon Cai somah. Kliab Méméné tusing taén pelih, Yan.” “Bapa masi tusing demen, Yan. Bas tegeh omongané, apabuin kenehné. Jejehin Bapa yén to juang Cai, Cai tusing lakar nyidaang nyujuh pangidihné ané tegeh ento,” Bapanné ngwewehin munyin memenné. “Eda Mémé Bapa sangsaya. Wayan ané nawang kénkén Luh Mudarti ento. Mapan Wayan ané lakar nganggon mani puan, eda Mémé Bapa bas banget ngorahin Wayan kéné kéto. Wayan tusing anak cenik buin,” Wayan Sudirta alus nungkasin. Mémé Bapanné tusing buin bani ngorahin tuah nuut pajalan pianakné yén mula ento ané ngaénang pianakné bagia. Disubané ngantén, apa ané orahanga tekén reramanné sakabedik mabukti. Luh Mudarti dadi omongan sabilang wai. Sing pisaga, sing nyama, neked mémé bapanné bareng ngaengin. Ada ngorahang ajum. Ada masi ngorahang kumbi. Kolok. Tusing bisa manyama braya. Lengit matetulungan. Masekeb dogén gegaéné sambilanga mapayas. Lengit magarapan di jumah. Lengit nglalinin nyama. Ané sanget ngaénang sakit ati tuah somahné orahanga bisa ngléak mapan tusing taén nyak barengbareng ajak pisaga ané lénan. Sebet kenehné Wayan Sudirta nampi munyi buka kéto, kéwala Ipun tusing nyidaang ngomong apa sajaba ngantosang galah karmapalané nyapatin. Apang somahné ento inget. Inget tekén swadarma dadi kurenan. Sajan. Beneh anaké ngorahang karmapalané jani tusing enu majalan sawiréh suba ngaba montor, gencang pesan teka. Nadaksara Luh Mudarti gelem, lemet raganné buka ukud, majalan ngangsehngangsehang. Kudang ubad uli dokter suba kadaar. Kéto masi tamba uli Jero Balian suba kanggon. Kéwala sakitné tusing ilang-ilang. Sebet kenehné nepukin déwékné buka kéto. Wayan Sudirta suba mautsaha sasidan-sidan apang nyidaang somahné buin kadi jati mula. Nanging tusing mapikolih. “Beli lakar ngalih dokter ané luungan Luh. Luh pasti seger. Gedénang bayuné,” banban munyiné Wayan Sudirta ngamaang somahné semangat. Tresnanipuné tusing luntur yadiastun somahné gelem, yadiastun liu anaké ané ngomongang. “Depang suba tiang mati,

Beli! Tiang tusing nyidaang buka kéné. Sebet keneh tiangé.” “Yén Luh mati, nyén lakar ajak Beli maitungan? Kéto masi pianaké enu cenik, nyén lakar ngrunguang?” Luh Mudarti mendep. Dikenehné sujatiné marasa takut lakar mati. Sebet masi yén lakar ngalahin kurenan muah pianakné. “Beli lakar ngaukin nyamanyamané malu, Luh. Pisagané masi lakar kaukin orin mulih bin mani. Lakar idihin tulung ngaénang banten anggon ngotonin panaké.” Luh Mudarti manggutan sambilanga ngeling. Lingné nyansan ngedénang, deres yéh paningalané ngetél ningalin pianakné suba malajah majalan, dandana ajak dadongné. Inget Ipun tekén parilaksanané ané suba liwat. Tusing taén nyak nuutin munyin matuané. Kéto masi tusing pati rungu tekén pianakné. Tusing pati nyak matakon ngajak pisaga muah nyama-nyamané ané lénan. Sebet pesan kenehipuné. Nanging dinané dibi tusing lakar buin nyidang mawali. Nasiné suba dadi bubuh. Ngantos galahé teka, Wayan Sudirta iteh nyiagayang busung, slépan, nyuh, woh-wohan, ngalih celeng sikut guling, siap, muah sarana ané lénan. Das lemahé suba nganget yéh anggon ngaénang kopi baang nyama-nyama ajak pisagané ané nulungin. Jaja masi suba kabeliang di peken. Makejang suba jangkep. Tuah ngantosang sapatekan anaké ané lakar nulungin dogénan. Kewala ngantos jam kutus tusing ada teka nang abesik. Nyama-nyamané ané biasané sumeken nulungin tusing teka. Pisagané masi kéto. Nguntul Wayan Sudirta inget dugas Ipun ngidih tulung, makejang ngaku lakar teka kéwala sebengné tusing nyak luung nampi pangidih tulungipuné. Wayan Sudirta bengong. Paliatné joh. Lemet awakné tusing mabayu. Kenehné dija kadén mangumbara. Luh Mudarti maekin kurenané ané sebet ngenehang gegaén pianakné suba paek nanging tusing ada ané lakar marengin. “Ampura, Beli. Makejang ulian tiang!” “Sing, Luh!” “Ulian tiang tusing pati nyak matakon kéto masi lengit mapitulung, jani tusing ada nyak teka nulungin. Tiang gelem, tusing ada nyama muah pisaga ané nengokin. Sebet keneh tiangé, Beli. Pocol tiang idup di guminé,” ngeling Luh Mudarti sigsigan di tangkah kurenané masa déwék pelih tusing bisa dadi somah ané soméh. ***

Saking Langit Bali Punarbawa Manumadi iriki ring mrecapada Antuk sekancan karma wesana Duaning iraga precaya punarbawa Éédan kahuripan manados manusa Suarga utawi Neraka jagi katrima Utamannyané sangkaning karma Adian lascarya nampi sami pala Riantukan karmané ngardi punika Tincapang saluir karma sané darma Anggén bekel nuju Sang Pangripta Nunas gung rena pangampura Antuk sekancan laksana papa Made Suar-Timuhun

Yéh Tukad Ipidan iraga biasa ka tukadé kayeh Ada né manting ada ané tuah mabaseh Nanging jani ka tukadé marasa jejeh Ulian yéh tukadé suba tusing nu leh Yéh tukadé daki, leluuné liu ideh-ideh Ngaé tukadé cemer, resem, lan leteh Ulah aluh ka tukadé luuné kasambeh Ngancan wai leluuné ngancan begeh Lan bareng-bareng luungang makeneh Kutang leluuné di tongos ané beneh Yén tukadé daki iraga masih kéweh Bali Clean & Green apang pageh Made Suar-Timuhun


Kruna

14

I Nyoman Kandia

Cerakén

Eda Ngadén Awak Bisa

Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

msСmmã*,

Mas Kumambang 22.b)bnÓ)en, Bebantené, kotu(ur&suw*pli\ái;,

katur ring suang palinggih, cn*w)w\iyn/,

canang wewangian, dk×inmÙ;ÏÏsik/,

daksina muah reresik, hjumnÞnæt^~hn/.

I NYOMAN Kandia, yukti kasub ring widang pariwisata. Dané wantah sinalih tunggil guide kreatif antuk sakatah préstasi. Lanang sané madué tetiga putra puniki nyarengin makudangkudang organisasi pariwisata. Nénten wantah organisasi ring tingkat daérah Bali, nanging kantos ring tingkat dunia. Dados pemimpin sampun angen-angennyané mawit alit. Yadiastun sampun akéh madué pengalaman, manut dané kantuh akéh sané patut plajahin mawinan anggané marasa patut malih nempuh pendidikan S3 ring Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar. Ngawit dados guide mawit warsa 1984, daweg punika anggané kantun ngranjing ring kelas I SMA Negeri Ubud. Sangkaning uning tur sida mabebaosan nganggén basa Inggris, dané ketah ngajak tamu dura negara ka genah-genah wisata ring Ubud. Sadurung waged dados guide dané wantah tukang patung ring wewidangan Ubud. “Meled dados guide sangkaning ketah manggihin guide sané waged mabebaosn sareng toris. Napi malih ring Ubud wantah lingkungan pariwisata. Satios punika daweg SMA tiang polih ektra kurikuler guiding, mawinan tiang bisa langsung

ajuman lan patirthaan.

prakték,” baos dané nyaritayang. Yadiastun gupuh ngampil pakaryan pinaka pamatung taler guide, anggané nénten naan lali ring swadarma dados siswa, mawinan ngawit masekolah ring SD kantos SMA dané setata polih juara I. Satios juara, anggané setata kajudi dados ketua kelas. Sangkaning sumeken malajah, tamat SMA dané polih béasiswa nglanturang ngranjing ka Unud, sakéwanten anggané milih jurusan Pendidikan Guru Bahasa Inggris ring FKIP Singaraja. Salami ngranjing, dané taler tetep dados guide kantos muputang lesensi (ijasah) dados guide. “Becik-becik ngatur galah kémanten. Yén ten nyambil makarya, dija ngruruh jinah anggén naur béa kuliah?” baos dané. Satios dados guide dané taler polih makarya inggian ring Bali taler nura negara, sakadi ring Wood Carver ring Mas, Penguji Tetap Calon Pertukaran Pemuda Luar Negeri ring Disdikpora Bali, Representative Agent Promosi Wisata Kabupaten Jayapura-Papua ring Bali, Juri Desa Wisata Nasional Kemenparekraf Jakarta, Anggota Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Indonesia, Penggagas Pokdarwis Desa Mas

Karya Agung Pujawali Purnama Kapat

23.ssomæien,

Ring Pura Banua/Pura Balé Agung Désa Pakraman Bulian

Sesampuné, bnÓ)ent)g)pßm(gi,

bantené tegep mamargi, rrisÐotur*,

raris kaaturang, \ytßi2hnßk)tis/,

ngayat milehan maketis, kukusÀrumßhimæugn/.

kukus arum maimpugan. 24.kp&hunÓt/,

Kaping untat, \tur*s)g)hnß\Ðin/,

ngaturang segehan mangkin, j\Ð)pÓ)tbuhn/, jangkep tetabuhan, tuwkÀrektnßri,

tuak araké tan mari, b)Ïmßiw;etoytw(.

berem miwah toya tawar.

MAKARUNTUTAN Karya Agung Pujawali Purnama Kapat Caka Warsa 1938/Tahun 2016 ring Pura Banua/ Pura Balé Agung Désa Pakraman Bulian miwah Mapeningan Ida Bhatara Ratu Hyang Pingit miwah Ida Bhatara Tedun Kabéh, manggala prawartaka upacara nguningayang dudonan karya sané pacang kamargiang gumanti ida dané umat Hindu prasida pedek tangkil ngaturang bakti madasar dudonan upacara sané katurang ring sor puniki. Dudonan sané pacang kamargiang nemoning raina Anggara Wagé Pahang, 11 Oktober 2016 kadagingin antuk pula-pali ngulemin kelian miwah pemangku Pura Penyusuan Kubutambahan miwah katurang bhakti canang penglantur. Salanturnyané nepet raina Buda Kliwon Pahang, 12 Oktober 2016 kamargiang pula-pali mapiuning/ mapejati Wali ring soang-soang pura, miwah katur bakti canang penglantur. Dudonan salanturnyané Wraspati Umanis Pahang, 13 Oktober 2016 kamargiang pula-pali ngias pelinggih pengogongan, ngeracik basa, nedunang Ida Bhatara sami saking parahyangan soang-soang (kahyangan désa, maksan, miwah dadia), katur bhakti canang penglantur miwah pula-pali nyanggra uleman (gubernur), nuur Ida Ratu Hyang Ning Hyang, nyangling Ida Bhatara miwah makala hias, ngalinggihang Ida Bhatara Ratu Hyang Ning Hyang ring pelinggih pengogongan, miwah katur bhakti tulung sangkul. Salanturnyané nepet raina Sukra Paing Pahang, 14 Oktober 2016 kamargiang pula-pali minakadi mendak Ida Ratu Ayu Gede, ngajum Ida Bhatara

sami, mamargi ngiringang Ida Bhatara Ratu Hyang Ning Hyang miwah Ida Bhatara sami/Ida Bhatara Kabéh mapeningan ka segara Penyusuhan Kubutambahan, salanturnyané katur bakti mepeningan ring segara Penyusuhan Kubutambahan, ngiringang Ida Bhatara Ratu Hyang Ning Hyang miwah Ida Bhatara sami/ Ida Bhatara Kabéh mawali ka parahyangan Pura Balé Agung/Pura Banua Désa Pakraman Bulian, raris kalanturang antuk ngaturang bakti pedapetan ring Ida Bhatara sami/Ida Bhatara Kabéh katur bakti pamuspayan, miwah kauntatin antuk Ida Ratu Hyang Ning Hyang mawali mantuk. Dudonan salanturnyané raina Saniscara Pon Pahang, 15 Oktober 2016 krama désa tedun ngebat miwah makarya étéh-étéh bhakti, negdeg banten puja wali, mendak Ida Ratu Ayu Gede, Katur bakti wali, miwah Ida Ratu Ayu Gede miwah Ida Bhatara sami/Ida Bhatara Kabéh mawali mantuk. Raina Redité Wagé Krulut, 16 Oktober 2016 rauh raina Soma Kliwon Krulut, 17 Oktober 2016 katurang bakti penganyar. Dudonan pinih untat Anggara Umanis Krulut, 18 Oktober 2016 katurang bakti panglebar. Sakadi asapunika dudonan karya sané pacang kamargiang. Manggala prawartaka karya banget mapangapti mangda ratu ida dané prasida pedek tangkil ngupasaksi tur sareng-sareng ring Pura Banua/Pura Balé Agung Désa Pakraman Bulian. Dumogi ratu ida dané ngamolihang karahayuan tur pujawali prasida labda karya paripurna sida sidaning don. ***

Isin Gumi Nabdabin ”Kenakalan Remaja” MAKÉHNYANÉ orti sané mapaiketan sareng kenakalan remaja pungkuran puniki ngwesanayang pitakén ageng sané patut molihang cawisan sané adung ngeninin kasus inucap. Para krama utamanipin para rerama pastika ngangken sekolah utawi genah nunas ajah pinaka genah sané ngwentuk kecerdasan miwah kawagedan rumasuk ring parilaksana pianaknyané. Mawinan punika genah inucap sané madué tanggung jawab sané ageng. Panampén inucap nénten ja iwang, sakéwanten, yéning selehin malih

alit-alité mangkin kalih pahtigaan galahnyané wénten ring luar sekolah, napiké ring soang-soang paumahan utawi ring genah-genah tiosan. Yéning asapunika, minab “bibit nakal” prasida kémanten metu sangkaning alit-alité wénten ring luar sekolah utawi paumahan, minakadi ring genah maplalianan, genah “nongkrong” utawi genah tiosan. Kawéntenan inucap kabaosang olih pengamat pendidikan Putu Rumawan Salain wawu puniki. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja

FM 92,0 Mhz raina Anggara, 4 Oktober 2016 lintang.

patut mikayunin mangda lingkungan inucap mawasana becik.

Adi Putra, Lovina Wantah patut dados uratian sareng samian angganing nabdabin kenakalan remaja sakadi mangkin. Santukan akéh kenakalan remaja sané ngranjing ring ranah kriminal. Pihak sekolah nénten patut kaiwangang. Para yowana malaksana sakadi punika taler keni ius lingkungan taler kahanan genahnyané meneng. Mawinan krama ring lingkungan inucap

Nengah Sudi, Seririt Parilaksana yowana sané kaon taler metu sangkaning budaya konsumerisme sané nerus nglimbak saha maius majeg krama. Indiké punika nénten wantah majeng ring alit-alit taler para krama sané sampun duur. Samian mangda sarwa instan utawi gelis mapikolih, napi sané kekayunin mangda kadagingin yadiastun madasar antuk parilaksana tan patut. Indiké puniki patut ngamolihang uratian samian angganing.

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

Bahasa Indonésia

1.

gecek

1. g)c)k/,

1.

titik

2.

gedebeg

2.

g)d)b)g/,

2.

pedati

3.

gedig

3.

g)di\/,

3.

pukul

4.

gendis

4.

g)nÑis/,

4.

gula

5.

geni

5.

g)ni,

5.

api

6.

kayun

6.

kyun/,

6.

kemauan

7.

keben

7.

k)b)n/,

7.

bakul

8.

kelecan

8.

k)2cn/,

8.

sambungan ayam

9.

kémad

9.

ekmd/,

9.

malu

10. kemud

Redité Paing, 9 Oktober 2016

10. k)mud/,

10. lepas

Tanaya, Kampung Tinggi Singaraja Sangkaning parindikan sakadi punika, samian angganing mangda éling tur urati ring kahanan inucap. Samian angganing mangda éling yéning parindikan pianak pinaka parindikan sané banget mautama. Santukan asapunika, samian patut mautsha ngicén ajah-ajahan sané becik majeng pianak-pianaknyané mangda nénten malaksana kaon. Peran rerama sané banget mautama. Km Yasa, Celukbuluh Sapatutné, para yowana kauratiang saking makudang-kudang parindikan. Mawinan punika para rerama mangda nyelanang galah majeng pianak-pianaknyané matembung wirasa. Sampunang wantah makupuk makarya kémanten. Ring galahé punika taler mangda kaajahin sapunapi antuk mangda i pianak nelebin ajaan agama sakakidik, sapunapi maparilaksana sané becik miwah sané tiosan. (ama)

& Pendiri Desa Wisata Mas (Dewi Mas), miwah Team Ahli Pariwisata Bupati Gianyar. Lanang sané embas ring Gianyar, 25 Februari 1966 puniki taler makéh ngayengin organisasi, minakadi dados Waka Diklat DDP HPI Bali, Plt Ketua DPD HPI Bali Ketua Umum DPP HPI, Ketua Alumni Pertukaran Pemuda Luar Negeri (PCMI Bali), President of Southeast Asia Tourist Guides’ Association, Chairman of Organizing Committee WFTGA Convention Bali, Board Member Of World Federation Of Tourist Guide Associations, Ketua Jaringan Desa Wisata Indonesia (Jadewi), miwah Founder serta Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia. Yadiastun makéh pengalaman sané kaduénang, Kandia kantun marasa patut malajahang raga mawinan malih ngambil kuliah S3. “Titiang kantun pageh ring tetuek “Eda ngadén awak bisa” mawinan marasa déwék patut setata malajah. Napimalih pariwisata Bali wantah pariwisata budaya, budaya Bali rohnyané wantah agama, mawinan tiang dados guide patut tetep malajah,” baos Kandia. (bud/uma)

Upacara Ngenteg Linggih Ring Pura Siwa Muka Bulakan Dalem Tamblingan MALARAPAN antuk pasuécan Ida Sanghyang Widhi Wasa, Ida Bhatara-bhatari sané malingga-malinggih ring Pura Siwa Muka Bulakan Dalem Tamblingan, pangemong taler prawartaka karya matur piuning majeng ring ratu ida dané, para manggala miwah umat sedharma indik rerincikan upacara Ngenteg Linggih ring Pura Siwa Muka Bulakan Dalem Tamblingan sané pacang kamargiang. Ngeninin indik éédan utawi dudonan karya kakawitin antuk ngaturang ayah makarya lapan miwah tetaring daweg raina Saniscara Umanis Pujut, Kajeng Urukung tanggal 8 Oktober 2016. Kalanturang ring raina Anggara Wage Pahang, Kajeng Maulu tanggal 11 Oktober 2016 antuk ngaturang piuning, pemoga kala, pamlaspas miwah mendem padagingan taler ngaturang Ida Bhatara malinggih. Wus punika kalanturang

ring raina Buda Kliwon Pahang, Pasah Tungleh tanggal 12 Oktober 2016 antuk ngamargiang pangembang upacara miwah galah maturan krama désa. Ring rahina Wrehaspati Umanis Pahang, Beteng Aryang tanggal 13 Oktober 2016 kamargiang ngingsah galih, menbenang/masabuh gemuh taler galah maturan krama désa. Malih kalanturang antuk ngaturang pangenteg linggih, matata linggih, galah maturan, nas bebaos miwah kapuput antuk Ida Bhatara masineb ring raina Sukra Paing Pahang, Kajeng Urukung tanggal 14 Oktober 2016. Asapunika atur piuning indik dudonan Upacara Ngenteg Linggih ring Pura Siwa Muka Bulakan Dalem Tamblingan, dumogi pamedek prasida tangkil ngaturang pangubakti manut sakadi dudonan karya inucap. ***

Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat

Pujawali ring Pura Tuluk Biyu Batur MAPAIKETAN ring Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat Icaka 1938 warsa 2016 ring Pura Tuluk Biyu Batur Parahyangan Agung Pucak Gunung Abang, para pangemong miwah prawartaka karya matur pakéling majeng ring ratu ida dané, para manggala miwah umat se-dharma indik rerincikan Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Kapat sané kamargiang ngawit raina Redité Kliwon Pujut, tanggal 2 Oktober 2016 rauh ring raina Redité Umanis Merakih tanggal 23 Oktober 2016 sané jagi rauh. Mapaiketan ring dudonan upacara sané pacang kamargiang sakadi sané katlatarang ring sor puniki. Mawit raina Redité Kliwon Pujut tanggal 2 Oktober 2016 lintang sampun kamargiang parikrama makarya rompok. Salanturnyané duk raina Saniscara Umanis Pujut sané wawu lintang sampun ngawit makarya sanganan suci, nyalcal, ngingsah, netegang Bhatara Sri, mabumi suda, miwah macaru amanca. Ring raina Soma Pon Pahang sampun kamargiang upacara mapiuning karya, nuur tirtha ring Pucak Gunung Abang, tirtha Sapuh Jagat, miwah tirtha Segara Danu. Ring raina Buda Kliwon Pahang pacang kamargiang upacara ngunggahang Sanggar Tawang/Sanghyang Raré Anggon/ nanceb sunari miwah Rsi Gana. Ring raina Wrehaspati Umanis Pahang pacang kamargiang upacara ngadegang Bagia Pulakerti. Ring raina Sukra Paing pahang kamargiang upacara mapepada wewalungan, Ida Bhatara-bhatari katuran bhakti pangodal miwah pasucian. Pinaka pamucuk karya ring raina Saniscara Pon Pahang tanggal 15 Oktober 2016,

Ida Bhatara katuran bhakti pujawali Ngusaba Sasih Kapat miwah kamargiang upacara mapepada agung. Nglantur ring raina Redité Wagé Krulut kamargiang upacara wayon agung, mapepada penek miwah bhakti panganyar saking Kabupatén Gianyar miwah Kabupatén Karangasem. Bénjangnyané ring raina Soma Kliwon Krulut kamargiang upacara wayon alit, bhakti penebeng, bhakti pangider bhuwana, saha katuran bhakti panganyar saking Kabupatén Tabanan. Mawit raina Anggara Umanis Krulut rauh ring raina Saniscara Kliwon Krulut kamargiang upacara katuran bhakti panganyar saking Kabupatén Klungkung, Kota Denpasar, Kabupatén Buléléng, Kabupatén Jembrana, miwah saking Kabupatén Badung lan Bangli. Salanturipun ring raina Redité Umanis Merakih tanggal 23 Oktober 2016 kamargiang upacara bhakti pepranian, Ida Bhatara-bhatari katuran bhakti panyineb, bhakti nuek lan mendem Bagia Pulakerti. Bénjangnyané ring raina Redité Pon Tambir Ida Bhatara katuran bhakti petangi. Sakadi asapunika dudonan karya sané pacang kamargiang. Bobot pisan pinunas para pangemong saha prawartaka karya mangda ratu ida dané prasida pedek tangkil ngupasaksi tur sareng-sareng muspayang Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Ida Bhatara-bhatari sané malingga-malinggih ring Pura Tuluk Biyu Batur. Dumogi ratu ida dané sareng sami setata ngamolihang karahajengan, karahayuan tur kadirgayusan miwah karya pujawali punika prasida nemoning labda karya tur paripurna sida sidaning don. ***


15

Minggu Paing, 9 Oktober 2016

Penopang Utama Bernama Satya

BPM - gps

Kehancuran Akibat Tak Satya

l Akar-akar Dasar Ketegakan Bumi (1)

APA jadinya manakala planet-planet Tata Surya Bima Sakti di Alam Semesta ini tak satya pada orbitnya? Bagaimana andai Matahari ngambek terbit, angin mogok berhenbus, air alpa mengalir, tanah pertiwi tak kunjung jenak, malah berguncangguncang saban saat? Niscaya kehidupan bersama bubar. Alangkah porak-poranda hidup dan kehidupan bersama di Bumi ini manakala tak ada lagi satya, manakala satya tak tegak lagi. Kenapa? Karena satya itulah tiang penopang utama tegaknya Bumi. Tanpa tiang penopang utama, bangunan rumah tempat tinggal kita ini niscaya ambruk, hancur lebur. Tak bisa lagi ditempati. Kelangsungan Bumi sebagai rumah hidup dan kehidupan bersama sangat tergantung pada satya, memang. Itu buah utama puncak perenungan paling dalam sekaligus paling tinggi sekaligus langgeng abadi rsi-rsi di belahan dunia Timur manakala mereguk keheningan rasa nan damai alam murni lembah Sungai Sindu, India. “Satyam brhad rtam ugram diksa tapo brahma yajnyah prthiwim dharayanti,” begitu kidung para rsi suci itu. Bahwa Kebenaran (Satya), Hukum Abadi (Rta) yang agung dan tegas (ugra), Penyucian Diri (Diksa), Pengekangan atau Pengendalian Diri (Tapa), Pemujaan atau Doa (Brahma), dan Pengurbanan/Pelepasan

yang tulus murni (yajnya) itulah penopang utama yang menegakkan Bumi (Prthiwim dharayanti). Begitulah, satya menjadi penopang utama pertama tegaknya Bumi sebagai rumah bersama segenap makhluk hidup—tak terkecuali manusia. Lalu disusul rta, diksa, tapa, dan brahma. Adapun ritual-ritual yajnya merupakan penyangga terakhir. Ibarat lapisan-lapisan pembangun tubuh, yajnya ada pada lapisan paling luar, layaknya kulit. Tapi, apakah satya itu? Dalam bahasa Sansekerta, yang kemudian diserap utuh dalam bahasa Jawa Kuno maupun bahasa Bali, kata ini mencakup makna yang sangat mendalam. Paling utama satya bermakna Kebenaran itu sendiri. Dalam Kebenaran itu sekaligus ada keutamaan, ketulusan, kejujuran, kesetiaan, keluhuran. Satya juga bermakna janji, ikrar, kaul. Selain itu juga bermakna sungguh, sungguh-sungguh, benar-benar adanya. Begitu mendalam arti satya, sehingga dapat dipahami bila orang suci divisikan sebagai “dia yang menjadikan Satya, Kebenaran, sebagai Tuhannya”. Orang suci bukanlah pemuja ketidakbenaran. Itu berarti, hidup yang berdasarkan satya adalah dengan mengatakan yang Benar dan perbuatan juga Benar: satyam wadan satyakarman. ldeprabas

lPungkit Wijaya Oktober, Sebelum Genap

lSyafrizal Sahrun Surat Bawuk

Pada suatu pagi Ketika Oktober, sebelum genap Aku menemukanmu telanjang Ketika fajar mencesak datang Di mana bibirmu telah retak, pagi yang renta Pada tasbih burung-burung selanjutnya langit Meniadakan bulan yang terbang Setelah lakon perawan Phonecia Membuatmu fana, cerita tentang pembuangan Dan tiran itu benar-benar penuh karat senja Tetapi di langit, ketika akan lenyap seluruh duka Berdiri resi dan aku memilih menjadi pamnesia! Lalu oktober itu seperti terlentang Bagai jembatan yang akan melenggang Dengan mistar untuk matahari yang purba Pada suatu pagi Ketika Oktober, menggenapkan usia DALAM tradisi kearifan keruangan dan kewaktuan manusia, delapan kerap diposisikan sebagai jembatan penghubung dari tujuh sebagai simbolik energi material menuju Sembilan sebagai simbolik puncak spiritual. Dalam tradisi geometrik, segi delapan disepakati sebagai peralihan pertama bentuk-bentuk geometris persegi menuju lingkaran penuh bulan sempurna. Layaknya angka 8 menjadi peralihan yang menghubungkan angka 7 dengan angka 9, sebagai angka tunggal tertinggi—selebihnya setelah angka 9 adalah angka-angka pengulangan dan penggabungan. Dari fakta alamiah ilmiah itu maka dapat dipahami bila bunga padma atau lotus berkelopak daun 8 helai dalam tradisi kesadaran spiritualitas Timur dipilih dijadikan sebagai simbolik Kesemestaan yang menyiratkan kemaknaan keutuhan, keseluruhan, sekaligus kepenuhan: 8 penjuru arah, jalan Kebenaran beruas 8 cara Buddha, ruang 8 dalam tradisi peradaban Babilonia Kuno, hingga konsepsi perihal surga yang dikaitkan dengan angka 8 dalam banyak tradisi purba manusia. Kenapakah sahabat-sahabat Muslim mempercayai adanya 7 neraka dan 8 surga? Bukankah ini hendak menuturkan bahwa justru jauh lebih besar rahmat-Nya tinimbang murka-Nya? Apa pulakah yang hendak dituturkan di balik konsepsi surga dengan 8 bagian tamannya hingga mitologi

lMoch Satrio Welang PERCAKAPAN MALAM

BILA PERCAKAPAN DIRI belum usai, mari menuang anggur dan berbagi helai roti, mungkin saja sang waktu berteka teki, mungkin saja. Kita menggembala hati, menuruni bukit, demi secercah mata air. Kita menggembala hati, dan dermaga ke dermaga untuk melepas kerinduan. DAN KUCIPTAKAN lebih dari satu permaisuri untuk istanaku yang kutebar di mana-mana. Dari mercusuar yang berputaran kuharap kau mengerti pesan yang kuselipkan. Kususun kehilangan demi kehilangan, menunggu hari yang dijanjikan dan senja tak menjawab apa apa. TELAH KURASAKAN buas laut, sungguh siapa kita, saat gemuruh bergulung melumat keangkuhan tanpa sisa. Cobalah di saat gelap, tata bintang kau akan melihatku bergelayur menahan rindu. Pada malam ceritakan semua, kisah-kisah biru kita, jejak jejak sunyi yang merayap merambat menggerogoti hari yang berceceran. Utarakan pada malam kejujuran gerhana, pijar pijar memancar, pijat malu malu, yang tersudut dan terampas haknya. KARENA CINTA adalah sebatang pohon tua yang menanti dan merindu. Karena penantian adalah air mata yang kuhadang agar tak jatuh runtuh di kakimu.

: umar kayam

surat Bawuk datang juga akhirnya mungkin kandungan rindu mesti pecah pertemuan akan jadi anyelir yang mekar di taman di halaman huruf yang menyusun suruat Bawuk tak menggambarkan siapa dirinya ocehan omong kosong bak bumbu penyedap dan tak membuat dosa lenyap terkikis habis Hurufhuruf itu mencerminkan orangorang yang tersisa dalam perjalanan orangorang gila Bawuk....Bawuk... istri gila yang sadar akan kodratnya senja hari yang tak pasti Bawuk turun juga dua dara yang kehilangan sifat kanak yang diwariskannya turut serta Marxis telah mendekap Bawuk terperangkap Hasan-lakinyapergi mengendap-endap menjalin kekuatan menyusun perlawanan Bawuk... Bawuk... istri gila yang sadar akan kodratnya.

l Akar-akar Dasar Ketegakan Bumi (2)

SATYA sebagai hukum kesemestaan, karena itu, sama sekali tidak terkait, apalagi tergantung, pada keyakinan, kepercayaan, ataupun agama seseorang perihal yang Ilahi. Dengan kata lain, tak peduli dan tanpa kecuali, apa pun keyakinan, kepercayaan, agama, bahkan juga suku bangsa, warna kulit, dan identitas-identitas lain Anda, maka Anda patut taat patuh pada satya itu agar hidup dan kehidupan terus mengalir, tetap berlangsung—terkecuali bila memang sengaja ingin segenap tatanan hidup dan kehidupan bersama ini kacau-balau, porak poranda. Tanpa satya menopang tegaknya Bumi, bahkan hidup dan kehidupan pun tak lagi dimungkinkan. Begitulah, manakala manusia yang disebut-sebut makhluk berakal budi justru gemar beralih peran jadi binatang: rakus, ngulurin indria tanpa kendali diri; sepatutnya merawat alam Bumi sebagai ruang dan rumah bersama, justru merusak sesuka hati. Yang terjadi kemudian hanya satu keniscayaan: ruang dan rumah bersama yang mengempu manusia bersama makhluk hidup lain ini pun hancur lebur.

Begitu pula bila masing-masing tak satya pada etika dan hakikat profesi sesuai dengan porsi dan proporsi masing-masing. Orangtua yang sepatutnya melindungi anak-anak malah bersikap kekanak-kanakan, atau sebaliknya, anak-anak malah mengatur-ngatur orangtua; atau pemimpin yang diberi kewenangan mengatur agar hidup bersama menjadi tertib, aman, sejahtera malah berlaku masa bodoh, dan rakyat lantas berbalik memaki-maki; atau guru berlaku layaknya pedagang; dokter yang wajib memberikan pitulungan kepada pasien malah berpolah lazimnya calo; polisi justru membandit; dan seterusnya …. Yang tergelar nyata dalam hidup kemudian niscaya adalah kebobrokan sosial. Layaknya persimpangan jalan raya yang padat kendaraan tanpa pengatur lalu lintas, pastilah macet total, bising dengan deru klakson, penat oleh asap knalpot, manakala para pengendara justru tak ada yang mau mengalah, memberi peluang kendaraan lain bergerak maju. Alhasil, semua rugi, manakala satya diabaikan. ldeprabas

KETIKA bulan Octem-Oktober pas KapatKartika Amreta Masa kini, perspektif keruangan Bumi Kauripan Nusantararaya yang pas tepat dilewati garis imajiner Khatulistiwa, memaknainya dalam hamparan keelokan kemolekan pesona musim semi kedua, setelah musim semi pertama bulan April— masyarakat manusia di belahan selatan Khatulistiwa Bumi juga menyambutnya dengan kedalaman pendalaman permenungan terhadap Energi Mahadaya Mahaibu. Di India, misalnya, ini ditandai dengan hari Nawaratri: pemujaan kepada Energi Mahadaya Mahaibu Semesta Raya Kehidupan. Ini berlangsung selama Sembilan (9) hari berturut-turut, pas tepat mulai Tilem Katiga, 1 Oktober lalu hingga 9 Oktober malam ini.

Pemujaan Nawaratri (Sembilan Malam) pada tiga hari pertama dilakukan dengan pengagungan Energi Mahadaya Mahaibu Semesta Raya Kehidupan sebagai Mahaibu Durga Dewi—sang Dewi Penghancur segenap keraguan, kesombongan, keserakahan. Pada tiga hari kedua diagungkan Energi Mahadaya Mahaibu Semesta Raya Kehidupan sebagai Laksmi Dewi—sang Penganugerah Kemakmuran Hidup. Adapun sisanya, tiga hari terakhir diagungkan Energi Mahadaya Mahaibu Semesta Raya Kehidupan sebagai Saraswati Dewi—sang Dewi Kesadaran Spiritual Pencerah Hidup. Dari praktik demikian dapat dipahami bagaimana tradisi kearifan keruangan dan kewaktuan manusia di belahan selatan Bumi

dan di kawasan garis Khatulistiwa memahami kehadiran Octem-Oktober dalam momentum kebangkitan kesadaran Hidup di guagarba Maharahim Kehidupan yang dibatasi secara imajiner oleh Alam Semesta Raya ini. Proses kebangkitan kesadaran dari Mahadaya Mahaibu Durga Dewi ke Laksmi Dewi hingga berpuncak pada Saraswati Dewi sejatinyalah merupakan pendakian kesadaran rohaniah untuk sampai sang Mahainti Saripati Hakikat Kehidupan yang bersumbu-poros-pusat tunggal Sunya: Kepenuhan Keheningan Tanpa Batas. Ini dapat dicapai hanya bila telah sampai pada tahapan Saraswati Dewi—sang Dewi Kesadaran Spiritual Pencerah Hidup— yang diagungkan pada hari kedelapan. lnirta ks

lIBG Parwita BATU KELOTOK

lIBG Parwita DI ALTAR PEMEDAL AGUNG

lKim AL Ghozali AM SAMADHI PEPOHONAN

Pranita Pranita dkk dkk bersiap bersiap ke ke Klungkung Klungkung

Hari Malam Mahadaya Saraswati

l Menggali-gali Kedalaman Delapan (2)

Sunyi terdampar di bebatuan kali kali kecil selalu terjaga menatap guguran daun daun dan suara ombak jauh diperbatasan upacara digelar di terik matahari riak kecil menyapu bibir pantai kidung purba itu makin bertaut menarik kaki langit dalam deretan perahu perahu Para dewa menyihirnya jadi hening laut yang bergelora tiba-tiba sunyi angin perlahan menerpa perahu perahu yang berlabuh di bibir pantai Lambaian pohon-pohon penghuni sunyi mengantar kidung pemujaan para moyang selalu datang lewat kepak kepak camar ataukah daun daun yang terserak Kesunyian ini adalah sunggai peradaban tempat kita bercakap dan berbagi

Bintang Abadi di Langit Kedelapan l Menggali-gali Kedalaman Delapan (3)

perihal 8 malaikat penyangga singgasana Tuhan itu? Di Bali angka 8 diidentikkan dengan energi hari Wraspati (Kamis) yang terkait dengan planet dan unsur material ether yang berposisi sebagai pusat di tengah. Dari sini muncul kesadaran hidup yang mengarahkan perjalanan untuk kembali ke tengah, ke pusat, ke asal mula. Paham Siwaistik bahkan menyepadankan angka

8 langsung dengan energi kemurnian Siwa itu sendiri. Banyak kearifan peradaban tua, memang, memahami angka 8 sebagai keberuntungan dalam kehidupan. Bahkan dipahami sebagai angka keberuntungan yang sangat menonjol hingga ada pandangan yang meyakini bahwa Bintang-bintang Abadi itu berada di luar lapisan langit ke-7. Itulah Langit ke-8. lnirta ks

Protein Nabati, Rajas, dan Satwika... lSadrasa Serombotan Kung Klungkung...

SEROMBOTAN KLUNGKUNG sebagai salah satu kuliner khas Klungkung dari sekian banyak kuliner yang dimiliki Klungkung. Serombotan seakan menjadi ciri tersendiri bagi Klungkung. Jika ke Klungkung khususnya ke sengol Klungkung, belum menikmati serombotan rasanya ada yang kurang. Dengan cita rasanya yang khas, sesuai dengan nama Klungkung yang memberi keindahan pada rasa. Rasa indah inilah yang perlu dibangkitkan di Semarapura. Semara bermakna keindahan, pura bermakna tempat. Tempat menumbuhkan keindahan. Itulah Klungkung dengan kotanya Semarapura. KEINDAHAN RASA serombotan yang secara tersirat menggambarkan keragaman yang menyatu dalam sebuah tempat. Keragaman ternyata mampu membangkitkan sejuta rasa. Rasa jika dicermati ada rasa manis, rasa pahit, rasa masam, rasa sepet, rasa pedas, dan raa asin. Sadrasa (enam rasa) ini ada dalam serombotan. Mungkin inilah yang diramu oleh para sastrawan besar yang ada di Klungkung. Lantas diwujudnyatakan dalam kuliner. Dan mengajarkan bahwa yang perlu

dinikmati adalah keindahan sadrasa dan itu ada di klungkung. SAYUR-SAYURAN yang ada dalam serombotan mewakili sadrasa itu. Pahit bisa diwakili oleh pare, pedas, masam, asin dan manis diwakili oleh bumbunya, sepet diwakili oleh terungnya, dan beragam sayuran dengan rasa-rasa yang berbeda. Secara tidak langsung, di dalam rasa ada maharasa yang dirasakan oleh tubuh saat menikmati serombotan. Serombotan memberikan alternatif bagi yang mengurangi protein hewani dan menggantinya dengan protein nabati. Orang-orang bijak mengatakan bahwa makanan bisa memengaruhi rasa seseorang. Makanan tamasika memberikan kemalasari. Makanan rajas akan membangkitkan unsur-unsur gerak, makanan satwika akan mebangkitkan energi satwit dalam seseorang. Bisa dikatakan bahwa serombotan membangkitkan energi satwika dalam diri seseorang. MEMBANGUN sifat Satwika dalam diri amat diperlukan dalam menjalani kehidupan seperti sekarang ini. Benturanbenturan sosial yang mendera, diperlukan

Langit terdiam memainkan masa silam menatap sunyi para leluhur diantara bongkahan patung patung dan lumut lumut yang tertahan ataukah malam telah mengabadikannya dalam sisa waktu Langit itu hening dan sepi mengantar sisa kenangan dari bebatuan yang luka berdebu atau taburan bunga bunga mengingatkannya menari dalam kegelisahan sendiri

samadhi pepohonan, di hutan atau pekarangan di pinggir kali atau pinggir jalan dalam diam menjelma kebijaksanaan angin dan burung di dahannya pulang pergi sesuka hati tanpa memiliki atau kehilangan samadhi pepohonan, tanpa sepatah kata, gugur daunnya isyaratkan waktu yang berjalan musim musim berkejaran hari hari terbit dan tenggelam menambah angka dalam usianya

rindu makin hanyut dalam kesunyian semesta bersama kawasan kabut menutup patung patung yang terdiam

samadhi pepohonan tumbuh dalam diam kokoh dalam keyakinan hidupnya tidak untuk langit atau bintang gemintang

menatap bisu purnama

kepada bumi mempersembahkan diri

TIBALAH hari ketika matahari tiada tampak dalam jangka waktu yang teramat panjang. Bola cahaya itu tiadalah bersembnyi di balik kulit mega-mega, maupun di balik selaput cakrawala malam kelam -- tetapi kekelaman itulah yang sesungguhnya sedang abadi, sebagaimana malam y ang hendak mencelakai Bumi. Di manakah sang mentari bersembunyi? Seorang pria--penduduk desa-- yakin bahwa matahari dicuri oleh seseorang. Seorang gadis yang terbungkus dalam sebuah kandang kumuh danan suram, beraroma tengik-- mengundang muntah. Bisakah gadis ‘’miring’’ itu berlaku sedemikian kejam? (Bukankah warga desa juga memperlakukannya sedemikian kejam?) Kembalikan matahari! hardik si pria pada

suatu malam yang sepi, kepada gadis yang ‘’miring’’ itu. Kau akan mencelakai dunia! Yang ‘’miring’’ pun tersenyum miring, lantas tertawa terbahak-bahak dalam rangka merayakan kemenangan serta kewarasannya. Kalimat-kalimat jadilah pedang; jadilah anak-anak panah: jadilah bom. Berperang! Hingga akhirnya yang ‘’miring’’ mengacakacak tumpukan feses -- produknya -- di sudut kandangnya. Lantas tergenggamlah sebuah bola oranye seukuran kepelan tangan. Ini matahari, ucap si gadis ‘’miring’’ kepada si pria ‘’lurus’’. Lemparkanlah bola ini ke angkasa, maka kau akan melihat hasilnya. Kemudian si pria ‘’lurus’’, penuh keraguan, melemparkan bola itu ke angkasa, hanya saja tak terjadi apa-apa.Ia ditipu! Ia murka! Tetapi ia tak pernah tahu bahwa matahari habis dimakan oleh para malaikat.

sebuah kesabaran agar bisa memenangkan. Jika tidak, keriuhan jiwa akan terus bertambah setiap hari. Jiwa akan semakin keruh hingga berkurang rasa dalam hidup. Serombotan yang bercita rasa satwika sebagai salah satu alternatid mengurangi keriuhan jiwa. BELAJAR MENIKMATI makanan ternyata perlu waktu. Makanan-makanan yang memberikan kesegaran jiwa dan tubuh amat diperlukan karena tidak jarang makanan cepat saji yang kelihatan memabukkan rasa bisa mendekatkan dengan beragam penyakit yang semakin beragam datangnya. Menikmati sayuran, bisa membuat pikiran, perasaan, nurani semakin damai karena di dalamnya terdapat energi

murni yang sifat rajas-nya amat rendah. SEROMBOTAN Klungkung memberikan alternatif agar semakin dekat dengan kehidupan. Masyarakat Klungkung diajari agar bisa membudidayakan beragam sayuran. Artinya, bahan-bahan serombotan tetap tersedia di Klungkung. Pencipta makanan ini pastilah sudah melakukan beragam uji coba hingga menghasilkan makanan khas Klungkung yang bisa dinikmati oleh masyarakat Klungkung, dan Bali. Jika memungkinkan, serombotan Klungkung bisa dijadikan salah satu kuliner yang bisa memasuki dunia pariwisata dan nama Klungkung tetap ada di dalamnya hingga nama serombotan Klungkung bisa mendunia. lIBW Widiasa Keniten

lSurya AR Gemilang

Malam Tiada Henti

Ngampoeng SENI, Menuju KLUNGKUNG Selasa PON 25 Oktober 2016

PARA peserta Acara LINTAS IMAGINASI NUSANTARA RAYA, 88 Tahun PUISI Sumpah Pemuda di Klungkung 28 Oktober 2016 sangat diharapkan berlatih sendiri sendiri dengan puisi-puisi KLUNGKUNG-nya dan puncak LATIHAN di Jatijagat Kampung Puisi - JKP-109. Selasa PON 25 Oktober 2016 Pukul 19.00 WITA.

BPM - gps


NASIONAL

16

Minggu Paing, 9 Oktober 2016

Serangan Yudhishthira Buat Pingsan Duryodhana

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta

(Edisi Tiga Ratus Lima Puluh Delapan)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

SUNGGUH, para ksatria P andava m enghadapi Gur u Drona, tidak pernah berhasil mencapai prestasi seperti yang dicapai putra raja paduka, oh baginda, kelompok Pandava diserbu dan digiling seekor gajah-gajah. Ketika sebuah kumpulan bunga-bunga lotus itu menjadi tercukur keindahannya yang tumbuh di atas air. Dikeringkan matahari dan angin, hal itu menjadikan kelompok Pandava itu dikeringkan oleh putra paduka. Oh Bharata, akhirnya keluarga Panchala mulai bangkit. Tampak Bhimasena berada di depan menggunakan 10 batang panah. Sedangkan masingmasing putra Madri, Nakula dan Sahadewa, membentangkan tiga anak panah. Ksatria-ksatria lainnya, Virata, Drupada melepaskan enam panah. Pangeran Sikhandin sendiri dengan 100 anak panah. Panglima perang Dhrishtadyumna dengan 70, Yudhishthira 7, dan keluarga Ka ikey a d a n C hed i d e ng a n panah-panah tajam melepaskan panah yang tak terhitung jum-

lahnya. Satwata dengan lima batang. Putra-putra Draupadi dengan tiga, Ghatotkacha juga dengan beberapa panah tajam andalannya. Mereka mengeluarkan sebuah teriakan singa. Setelah memotong ratusan prajurit lainnya, tubuh-tubuh gajah, kuda-kuda, dalam perang besar itu, memakai panahpanah tajam. Dia bertingkah laku seperti sang Penghancur itu sendiri yang dalam keadaan marah membantai makhlukmakhluk ciptaan. Ketika terjadi penyembelihan musuh besar-besaran itu dengan busur-busur yang batang punggungnya dihiasi emas, Yudhishthira, putra Pandu, ikut bertempur. Dia memotong menjadi tiga bagian lawan-lawan yang coba menekan raja itu. Putra sulung Pandu itu memakai sepasang panah berkepala lebar. Yudhishthira sempat menyerang Duryodhana itu sendiri dengan 10 anak panah tajam. Panah itu ditembakkan dengan kekuatan sangat besar. Setelah menembus melalui anggota tubuh vital dari

Duryodhana hingga menembus keluar. Duryodhana kemudian masuk ke tanah dalam sebuah garis berkesinambungan. Para pasukan lainnya berdiri di sekitarnya mengelilingi Yudhishthira, seperti kaum surgawi mendampingi Purandara membantai Vritra. Prabu Yudhishthira, oh tuan, tidak mudah dikalahkan. Putra sulung Pandu itu menembak putra paduka dengan sebuah panah dahsyat. Akibatnya Duryodhana terluka parah. Duryodhana yang duduk di atas keretanya yang sangat baik itu terus dibombardir serangan. Sebuah suara keras timbul antara pasukan-pasukan Panchala. Bahkan, oh baginda, sebuah hiruk-pikuk dahsyat muncul karena ‘sang Prabu Kuru itu terbantai!’ Desingan dahsyat anak-anak panah juga terdengar di sana, oh Bharata. Kemudian Guru Drona dengan cepat menunjukkan dirinya sendiri disana. Duryodhana kemudian mendapatkan kesadarannya kembali.

Kesadaran Omnijektif

PARADOKS memprihatinkan kembali terjadi di Tanah Air. Memasarkan nama agama berkedok spiritualitas, dua con man alias penipu berhasil membuat ribuan orang menjadi korban, secara jasmaniah, batiniah, dan material. Para korban bukan hanya orang kebanyakan, tidak sedikit yang berstatus elite, cendekiawan, dan orang berada. Seorang con man diduga bergerak di kancah syahwat dengan korban para selebriti, juga anakanak di bawah umur dengan memakai hipnotis dan sabu, untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Penipu yang lain lewat multilevel marketing (MLM) plus hipnotisme membangun kultus individu, dengan modus penggandaan uang. Keduanya punya tempat operasi atau praktik bernama padepokan. ‘’Di tengah kehidupan masyarakat yang sangat modern, di mana perguruan tinggi nyaris berdiri di setiap pelosok menghasilkan sarjana berbagai strata, membuat fenomena penipuan tersebut menjadi paradoks yang memprihatinkan. Unsur agama yang menumbuhkan kepercayaan selanjutnya berkembang menjadi keyakinan yakni mitos atau mistis, justru dimanfaatkan buat alat menipu. Entah apa tujuannya, para cucu Hawa yang di antaranya sudah menjadi selebriti tenar, menyerahkan mahligai sucinya buat memuaskan hasrat libidinal si con man? Bahkan, konon ada yang dicekoki sabu yang disebut aspat atau makanan jin, sebelum kehormatannya dinodai. Lebih mencengangkan lagi, con man yang berhasil menipu ribuan orang bermodus operandi penggandaan uang. Bila korban hanya kaum duafa dan berpendidikan rendah, penipuan dengan modus itu kedengaran masuk akal, mengingat sulitnya lapangan kerja dewasa ini. Bila korbannya kaya raya yang mampu membayar mahar hingga ratusan miliar rupiah agar uangnya digandakan oleh si con man, ini sangat tidak masuk akal. Ingin kutanya pada orang itu, apa yang kau cari Palupi? Memang ada yang menjawab, agar jumlah miliaran menjadi triliunan secara instan tanpa risiko merugi! Dengan uang berlimpah, seseorang bisa menjadi Yang Mulia, seperti

si con man dipanggil oleh para pengikut fanatiknya,’’ papar Rubag. ‘’Anehnya, seorang wanita terhormat yang konon menamatkan doktoralnya di Amerika Serikat, yang sempat berkali-kali jadi wakil rakyat di Era Orde Baru, justru ikut jadi korban si pengganda uang, kendati dia sendiri tidak merasa tertipu. Bahkan, dia menganggap oknum yang kini ditahan di Polda Jawa Timur itu, sebagai orang istimewa dan karomah. Entah benar atau tidak, sebuah media online mewartakan, con man itu disetarakannya dengan Habibie. Bila mantan Presiden ke-3 Republik Indonesia dikatakannya istimewa karena memiliki kemampuan teknologi, si con man istimewa karena bisa menggandakan uang yang diistilahkannya dengan karomah. Bila sinyalemen itu benar, sangat luar biasa! Kemampuan si con man untuk memanipulasi kepercayaan orang, entah karena kepiawaian berbicara atau membujuk, gendam hipnotisme atau pelet, membuat seorang politisi kawakan yang juga cendekiawan sampai mengkultusindividukannya. Makanya, saat aparat keamanan menangkapnya di padepokan di Probolinggo, Jawa Timur, sekitar seribu lebih personel Polri-TNI dikerahkan dengan senjata lengkap dan gas air mata, karena diduga markas besar con man dijaga ribuan pengikut fanatik, yang di antaranya ada mantan oknum aparat,’’ tutur Wahyudita. ‘’Saking fanatiknya, ada pengikut yang mengatakan kalau yang ditangkap polisi itu bukan junjungannya tapi bayangannya, karena Yang Mulia ada di Tanah Suci. Sebutan Yang Mulia bagi con man, karena dia dianggap keturunan Raja Majapahit. Saat digerebek konon ada perlawanan dari pengikut yang mengelilingi padepokan, namun aparat menerobos disertai tembakan gas air mata. Terkait peristiwa itu ada cerita lucu yang terlontar dari pengikut lain saat ditanya, mengapa junjungannya tidak bisa mengeluarkan duit lagi di tahanan seperti di padepokan kayak dipertunjukkan di youtube? Itu lantaran Jin Iprit lari menyingkir karena takut pada gas air mata, sahut Cecep, nama pengikut

con man, membuat para pendengar di sekitarnya terbahak. Mistifikasi yang disebarkan para pengikut lewat MLM, menyebabkan mantan buruh tani tersebut menjadi dukun sakti pengganda uang yang namanya kian sohor ke seluruh Tanah Air. Nyaris di seluruh wilayah di Indonesia, dia punya jaringan yang juga mendirikan padepokan, termasuk di Denpasar dan kabupaten lain di Bali. Yang jelas di kota ini ada pengikutnya yang sempat diwawancarai wartawan, mengatakan salah seorang rekannya meninggal mendadak, karena terkejut mendengar con man ditangkap polisi, sedangkan almarhum telah menyetor mahar sebanyak Rp 300 juta. Ikut berdukacita, semoga tidak ada lagi con man sejenis muncul di negeri yang sudah diobrak-abrik kasus korupsi ini,’’ ujar Pacet Sudiarsa. ‘’Bukan tidak percaya pada hal-hal yang disebut mistisisme, namun mistis yang berlatar penipuan yang sebenarnya bukan bersumber pada kekuatan batin tapi semata sulapan, bagiku, adalah kejahatan. Ini sangat membahayakan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang tersurat dalam konstitusi kita. Sebab, bila benar ada cendekiawan jebolan Amerika sangat terpengaruh dengan praktik sulap atau ilmu gendam, aku khawatir hal serupa bisa memengaruhi mereka yang berpendidikan lebih rendah. Aku terkejut membaca bahwa cendekiawan tersebut berdalih bahwa kemampuan menggandakan uang yang dilakukan con man yang kini jadi tersangka di Polda Jatim, tidak seharusnya ditinjau dari dimensi ilmiahnya. Memang tidak ilmiah, katanya, namun harus dilihat dari dimensi yang dilihat dan diyakini, tidak ada yang lain kecuali kuasa Allah. Pernyataan ini cukup membingungkan karena terlontar dari seorang intelektual, politisi yang juga menduduki pos-pos penting di beberapa institusi. Sebagai ilmiawan, tentunya dia punya metode ilmiah dan tetap menggunakan alat nalar seperti rasio dan logika sebagai pisau bedah buat menganalisis fenomena. Apalagi fenomena menggegerkan di mana seorang manusia bisa mengeluarkan miliaran uang juga benda lain dari tubuh yang selalu dibalut jubah. Kalau

benar ada manusia seperti ini di Indonesia, kukira, kita tidak perlu khawatir memikir utang luar negeri. Minta tolong padanya untuk menjadi pahlawan devisa buat melunasi utang tersebut!’’ komentar Bakti Wiyasa. ‘’Aku setuju pendapat bahwa semua kejadian dan keberadaan atas kuasa Tuhan. Sebab tanpa kehendak-Nya, apa pun keinginan kita sulit terwujud kendati berupaya keras buat merealisasinya. Soal mistisisme, kita harus jujur, sebelum agama dicipta, manusia memulai segala aktivitasnya atas panduan mistis dan mitos. Malah saat agama datang dengan segala ajaran ikhwal ke-Tuhan-an disertai filsafat dan ritual, mistisisme tetap memandu kiprah manusia. Kesadaran manusia yang berisi upaya menyadarkan diri guna mengonsentrasikan pikiran buat mewujudkan kehendak, adalah kemampuan fundamental. Ini bisa disaksikan sampai kini, bagaimana yogi atau para ahli hathayoga di Gunung Himalaya bisa menciptakan panas tubuh sehingga tidak menggunakan sehelai pakaian pun di bawah suhu nol derajat. Juga mereka bisa mencairkan balok es setebal belasan inchi dengan cara duduk di atasnya. Banyak lagi keajaiban yang bisa dilakukan bila diukur dari kacamata ilmiah, namun semua itu berkat kekuatan pikiran atau batin dan ritual yang di masyarakat modern disebut mistis. Semua bisa dilakukan karena praktisi yoga atau Tantrisme melakukan kegiatannya berdasar kesadaran omnijektif. Artinya, hubungan antara pikiran dengan realitas, disadari, tidak hanya objektif juga subjektif. Jadi wajar kalau pakar fisika baru, Michael Talbot, berpendapat bahwa mistisisme telah mengetahui ribuan tahun silam, ketika sains baru mengetahuinya sekarang,’’ ujar Adi Saputra. (aridus)

Dengan erat kemudian memegang busurnya. Dia kemudian menyerbu putra Raja Pandu itu berkata, ‘Tunggu, Tunggu.’ Kemudian keluarga Panchala yang juga menginginkan kemenangan, mulai bergerak maju dengan cepat. Mereka menginginkan menyelamatkan pangeran Kuru itu, Drona menyambut mereka semua. Dan sang Guru mulai menghancurkan mereka seperti sinar terang. Serangan itu membuat awan-awan dihempaskan badai. Kemudian, oh raja, di sana terjadi sebuah pertempuran dahsyat. Pertempuran itu dipenuhi penyembelihan antara milik

paduka dan milik mereka, yang saling bertarung satu lainnya. Dhritarashtra berkata, ‘’Setelah mengucapkan semua katakata itu kepada putraku, Duryodhana, yang selalu tidak patuh terhadap perintah-perintahku, pemanah perkasa yang dilengkapi kekuatan besar, Guru Drona, menerobos dalam kemarahan ke dalam kelompok Pandava. Ketika pahlawan yang berada di atas keretanya itu melanglang di seluruh medan pertempuran. Ksatria-ksatria Pandava berusaha menahan jalannya Guru Drona, yang mulai mengamuk itu. (bersambung)

Sloka 10.11 Tesam avanukampartham aham ajnana-jam tamah nasayamy atma-bhava-stho jnana-dipena bhasvata Didorong oleh rasa kasih saying-Ku yang murni kepada mereka, Aku bersemayam di dalam hati mereka, Kuhapus kegelapan mereka yang timbul karena kekurangan pengetahuan dengan pelita kesadaran yang bercaya terang benderang.

APAA Dibuka di Bali

Pemerintah Serius Tangani HaKI

Mangupura (Bali Post) Tanpa adanya kepastian soal hak atas kekayaan intelektual (HaKI), investor akan sulit menanamkan modal di Indonesia. Hal ini disadari pemerintah Indonesia sehingga berbagai kebijakan telah dibuat untuk memberikan kepastian HaKI sehingga investor memperoleh kepastian dalam berinvestasi. Demikian dikemukakan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, Sabtu (8/10) malam kemarin, saat membuka pertemuan Asian Patent Attorney Association (APAA) ke-66 di BICC, Nusa Dua. Ia mengatakan Indonesia menyadari pada era globalisasi, perlindungan hak kekayaan intelektual sangat penting karena perlindungan HaKI erat kaitannya dengan perdagangan global di tingkat internasional. Indonesia, tegasnya, memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan kepastian dalam hal HaKI sehingga investor tidak ragu dalam berinvestasi. “Pada UU terkait copyright, bisa dilihat komitmen Indonesia untuk memberikan kepastian hukum soal HaKI,” ujarnya. Menurut Presiden dari Asian Patent Attorney Association, Patrick Y. Kim, APAA didirikan pada Desember 1969 dan berpusat di Jepang. Saat ini, APAA memiliki sekitar 2.315 anggota yang mewakili 18 negara di antaranya Australia, Bangladesh, India, Indonesia, Jepang, Hongkong, Korea, Macau, Malaysia, Myanmar, New Zealand,

BUKA - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, Sabtu (8/10) malam membuka pertemuan APAA di Nusa Dua. Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Vietnam dan anggota perorangan dari negara Buthan, Brunei, Kambodia, Laos, Mongolia, dan Nepal. APAA Grup Indonesia terpilih menjadi tuan rumah dalam menyelenggarakan The 66th APAA Council Meeting – Asian patent Attorneys Association (APAA) untuk pertama kalinya di Bali. “Indonesia adalah negara ke-13 yang menyelenggarakan Council Meeting dari

APAA setelah lebih dari 60 kali diselenggarakan secara bergantian di berbagai negara lainnya,” katanya. Dikatakan Presiden APAA Indonesia Migni Myriasandra Noerhadi, merupakan sebuah kehormatan bagi Indonesia menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini. Ia mengutarakan saat ini jumlah seluruh anggota APAA Grup Indonesia adalah 73 orang, terdiri dari praktisi hukum dan Konsultan Kekayaan Intelektual. (kmb18)

Surabaya (Bali Post) Selain soal proses penyidikan kasus penipuan tersangka Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng, anggota Komisi III DPR RI juga menanyakan kejelasan misteri uang triliunan rupiah milik korban tersangka kepada Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur. Ada informasi diterima Komisi III bahwa uang yang ada di dalam rumah dan Padepokan Dimas Kanjeng diduga diangkut beberapa hari sebelum penangkapan Dimas Kanjeng dilakukan oleh ribuan personel Polda Jatim dan Kepolisian Resor Probolinggo. “Kami terima informasi dari warga sekitar padepokan, beberapa hari sebelum penangkapan, ada beberapa mobil, ada juga mobil boks, wara-wiri di padepokan. Katanya ada aparat juga,” kata anggota Komisi III DPR RI, Adies Kadir, di Markas Polda Jatim, Surabaya, Sabtu (8/10) kemarin. Politikus Partai Golkar itu menanyakan langsung informasi itu kepada Kepala Polda Jatim, Inspektur Jenderal Poli-

si Anton Setiadji. “Kami minta penjelasan itu agar warga tidak curiga, jangan-jangan mobil itu yang bawa uang si Dimas Kanjeng,” ujarnya. Adies juga menanyakan soal informasi adanya rekening milik anggota Padepokan Dimas Kanjeng berisi uang Rp 700 miliar yang disita oleh penyidik Polda Jatim untuk penyidikan kasus penipuan Dimas Kanjeng. Dia meminta Polda menerangkan benar tidaknya informasi tersebut. Menjawab itu, Kapolda Anton mengaku akan menyelidikinya. Sementara ini, belum ada informasi soal adanya mobil boks wara-wirir di Padepokan Dimas Kanjeng sebelum penggerebekan dilakukan. “Kami akan selidiki itu,” katanya. Dia menegaskan penyidik tidak menyita atau memblokir satu rekening pun dalam kasus ini. Anton menjelaskan, saat digerebek, penyidik hanya menemukan indikator tempat penyimpanan uang di rumah dan Padepokan Dimas Kanjeng, yakni tiga titik bunker di lantai rumah. “Dipastikan

langsung oleh Pak Dirkrimum, diketok-ketok, ada bunker di situ,” tandasnya. Waktu itu, lanjut dia, penyidik hanya melakukan sterilisasi, tidak melakukan penggeledahan. Sebab, saat itu polisi menggerebek dan menangkap Dimas Kanjeng hanya dalam kasus pembunuhan Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Baru setelah Dimas Kanjeng tersiar ditangkap, sejumlah orang melayangkan laporan secara resmi soal kasus penipuan bermodus penggandaan uang. “Baru ketika rekonstruksi pembunuhan, sekalian kami lakukan penggeledahan di sana untuk kasus penipuannya,” ujar Anton. Sampai saat ini, penyidik baru menemukan uang asli sebesar Rp 3,3 juta dan sejumlah barang berharga, hasil penggeledahan di rumah dan Padepokan Dimas Kanjeng di Kabupaten Probolinggo. Barang bukti lain yang disita dari korban Dimas Kanjeng berupa tumpukan uang dan emas batangan, yang diduga palsu.(kmb)

BPM/diah

Uang Dimas Kanjeng Diduga Diangkut Sebelum Digerebek

Minggu, 9 Oktober 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wecana Upacara Pitra Yadnya, Mepandes, Mapetik Mamukur di Nilapati Bag. 4 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 I Got It 09.05 Taman Sari TK Negeri Pembina Tabanan 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Education On Bali TV

10.30 Lila Cita Sanggar Purnama (1) 11.30 Dunia Otomotif 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Upacara Pitra Yadnya, Mapandes, Mapetik Mamukur & Nilapati Bag. 4 12.30 Traventure 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Yowana Magz 15.05 Parameter 15.30 Education On Bali TV 16.05 Lipsus Kemenkes RI

17.05 Lipsus DPRD Gianyar 17.30 Gita Shanti 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 Orti Bali 20.00 Satu Jam 21.00 Lila Cita Calonarang Pamogan (3) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita PKK Br. Didas Buruan (2) 23.00 Lila Cita Calonarang Padangsambian (3) 24.00 Closing


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Paing, 9 Oktober 2016

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) z Jakarta : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris

!!!Dicari Tukang Kebun Hub:085739683714

B.BP.166.10.16.0000308

Dibutuhkan karyawan Lulusan SMA/SMK Hubungi 08123600152

A.BP.001.10.16.0000411

Cari Karyawan Cewek Jaga Toko Tidur Dalam Hub.081558424242

B.BP.141.10.16.0000305

Operation Manager,IT Manager, GRO,Cashier,DW Driver,DW HK Jl.New Kuta Beach,Pecatu Indah Resort 80364 Tlp.0361-8484581 E:hrd@klapa-newkutabeach.com

A.BP.001.10.16.0000402

Dcr Sopir Umur 25-40Th Hub.082247191953

A.BP.001.10.16.0000609

***Dcr Adm,Gd bs Comptr brpglm Srbt.Cargo Saridana V/8 0878601808161

Bth 1 Orang Krywn Syarat:1.WNI 2.Usia Kurang 30Th,3.S1 Teknik Informatika,4.IPK Min.2,75 Sgr Krm:ke Akademi Farmasi Saraswati Jl.Kamboja IIA Dps Telp:0361-227992

A.BP.001.10.16.0000569

Bth Sgr Tkg.Potong Kain & Tkg. Jahit Hub:087861619004

A.BP.001.10.16.0000564

Bth segera staff IT / pria / A.BP.001.10.16.0000530 pglman sgt diutamakan mgrti ***PT.Fuji Home Japan*** mslh network,internet & komp Jl.Tkd.Batanghari No.3 Panjer systm. Disiplin&jujur.Lmrn ke: Dcr Sbnyk2nya Krywn/ti utk Marinfo@loutchou.com / Bw lgsg ke keting,Peng.Proyek,Arsitek&EsJl.Kerobokan 3 (PT.8Kitchen) timator,diutmkn yg brpglmn,bgi B.BP.004.10.16.0000164 yg blm brpglmn akan dibina. Cr Pembantu Gj 1,5Jt yg Antar disipln,jjr&teamwork(bns+asrnsi) 4723564/info@fujihomejapan.com Dpt 500,081805481810/488315Lgs A.BP.001.10.16.0000608

A.BP.001.10.16.0000516

Bth sgr Mkting Merk Trknl Gaji menarik tdk perlu cari outlet baru 081999298156-4714168

A.BP.001.10.16.0000480

Cook Experience in Western and Asian Dishes Min.2 year Experience,Willing to work as a Team Player no Tatto,Time Punctuality and Discipline, Able to Communicate in English Have own Transport.Email: chamril@haciendabali.com

B.BP.004.10.16.0000079

CV.GNG Bth Admin Wnt,Min Tmt SMA bs Komp H:081805477951

A.BP.001.10.16.0000597

Cr PRT Wanita Srabutan,Ada Motor+SIM C Gaji Ok 089661212177

A.BP.001.10.16.0000584

Dbthkan Mrktg Berpglmn di Rental mobil min 3th&bs Mengemudi lmr lkp foto krm keEmail:adira i_saribumi@yahoo.com(± 1minggu

B.BP.101.10.16.0000297

Dbthkan Sopir utk Pengiriman Pria,SIM A,Umur Max 45Thn Hub”081933012164/08123844836

A.BP.001.10.16.0000121

Dcr Marketing Property 3,5Jt+ U.Mkn15Rb+BBM10Rb/hr+ Komisi 2,5% H:081337008027

A.BP.001.10.16.0000396

Dcr PRT u/Warung Gj 1,2 Sabtu Minggu Libur Hub.081916232859 A.BP.001.10.16.0000590

Dbthn SpvPartTimeUsiaMin.18Th, mempunyai Usaha Min.2Th, Krmkan Lmran dan CV mrgrekrut@gmail.com

Dcr Penjahit&Pengepul Jahitan, bs Harian/Borongan,ada BPJS, Mess,Uang Hadir,THR,area Canggu H:082897030616 - 087727777767

Dcari Staf utk Trattoria Sanur Bagian Waitress, 0361-285733

Dcr Sgr Terapist/FrontOffice-F Hub:PT.QRG Jimbaran 8480379/82

Dcr 1 Coll u/Daerah Nusa Dua & 2 org Adm Min.SMA/SMK H.484458

Dibutuhkan Segera Dokter Umum Syarat Hiperkes & STR Hub:087777782879 Klinik Utama Bali Puri Medika

B.BP.031.10.16.0000260

A.BP.001.10.16.0000473

A.BP.001.10.16.0000468

Dcr Admin Bisa Corell Cerdas Max.30Thn Hub:081236372808

A.BP.001.10.16.0000556

Dcr Admin u/Garment,Bertanggung Jwb.Hub Tlp 081337149138 /Kirim CV ke Jl.Mertanadi No.73 Kerobokan

B.BP.004.10.16.0000252

Dcr Cashier untuk Mini Market di Jln Badak Agung Renon Dps Hub.082341723399 A.BP.001.10.16.0000596

Dcr Cook Chef,Sopir Wisata,Spa Staf,Mekanik Mobil Jujur,Rajin min 3th pglmn lam ke:Ibu Wanda Hotel Peninsula Beach Resort Jl.Pratama No.72 Nusa Dua-Bali Email:wanda_rbl@yahoo.com B.BP.101.10.16.0000298

Dcr Marketing Pglmn bs Excel Word Gaji Tinggi Hub PT Halim Telp.499300/081805471780 B.BP.154.10.16.0000309

A.BP.004.10.16.0000551

A.BP.001.10.16.0000336

A.BP.001.10.16.0000300

Dcr Sopir pglmn,tdr dlm.Bw lam srt kelakuan baik.081936030034

A.BP.001.10.16.0000328

Dcr Sopir u/Vila Pny SIM A, Hafal Jl di Bali Sdkt Bhs Inggris Hub:0361263491 Hari&Jam Kerja

A.BP.001.10.16.0000574

Dcr Staf Serabutan T.Dalam utk Cafe Widuri Jl.P.Moyo I No.3 Pedungan Dps H:081246554645

A.BP.001.10.16.0000554

Dcr Supir,Marketing Cargo.Lmrn BEC Jl.By Pass ngr Rai 196 Sanur.Telp.081246282684

B.BP.004.10.16.0000295

Dcr:S1 Akuntansi bs Baca,Tulis Bhs.Inggris,Lmrn Lgkp,CV dibw/ Krm ke Jl.P.Moyo 15X Dps 80222

A.BP.001.10.16.0000514

Dcr:Salesman,2 org,u/Oli Shell Peng.Dipelumas,Lk Srt Bw ke PT Banoli Jl.Buluh Indah 75 Dps

A.BP.001.10.16.0000599

Dibthkn Sales Lapangan Hubungi Sgr Telp.085100225302 Warti

A.BP.001.10.16.0000571

Dibutuhkan Chef,Accounting.CV Krm ke novi_fanco@yahoo.com Hub.410383/384

A.BP.001.10.16.0000212

Dicari Accounting&Reservasi utk Fastboat E:booking.nacha@ gmail.com Tlp:0361-4749669

A.BP.001.10.16.0000548

Dicari Cepat Sopir u/kantor Korea Travel.081337987781

B.BP.154.10.16.0000310

Dibutuhkan Sgr telemarketing sales consultant & call center agent, Part time/full time, Jimbaran area,walk-in interview call 0816570164 whatsapp 081237884750

Dicari SPV Marketing,Peng.2Thn Area Bali Hub:087761020050/ 081236859629

Dibutuhkan Staff Bag.Admin dan Acounting Hub:Tya 081916553700

Dicari Sopir Pribadi Domisili Dps Hub:08179797137

Dibutuhkan Store Keeper,bisa komputer,minimal pengalaman 1 th dibidang tsb u/diperusahaan otomotif (Buggy) kirim CV ke:info@greengolfbuggy.com /Jl.MahendradataSelatan No.101 Dps T.4717030/4717031

Looking for Office Assistant part time (4 hours/day/5day) Speak/write English, familiar with Excel, Word HP.081317804133

B.BP.004.10.16.0000162

A.BP.001.10.16.0000573

B.BP.004.10.16.0000293

Dibutuhkan daerah Ubud:Cook, Cook Helper,Kitchen Hand Steward,Bartender,Waiter/tress Housekeeping Hub:0361971299/ 0361975013 oops_ubud@yahoo.com (Restaurant dpn Psr Seni Ubud)

A.BP.001.10.16.0000020

Dicari Tkg Patrun,Tkg Cek/QC Penjahit Hub.081805650086 A.BP.001.10.16.0000522

Dicari Karyawan/ti Restoran Hub:081237872961/081237872962

A.BP.001.09.16.0001477

B.BP.004.10.16.0000292

A.BP.001.10.16.0000399

B.BP.004.10.16.0000157

Dicari Therapist (Laki-Laki) yang bisa Bahasa Inggris, Tinggi Min 160,Min Tamatan SMA Max 35 Tahun,punya Kendaraan Sendiri,Sehat dan Pekerja Keras,Pengalaman tidak Diutamakan.Kirim CV ke Jl.Raya Basangkasa #47 Seminyak / jarimenari@jarimenari.com Phone 0361-736591

Dicari Sopir Pariwisata Gaji 3Jt-6Jt Hub:082236294495

Dcr sgr Tnga Kasir , Kolektor, penddkn SMU/SMK,Koordinator A.BP.001.10.16.0000560 Simpan Pinjam, pnddkn S1 semua jurusan, Pria/Wanita, umur Dicari-Admin-Asisten-Wanita maks. 27th.Lam ke KKB Bali Mart, Min-SMA-Computer-Exel-Cerdas Jl .Kepundung No. 61 A dps atau Tgl diluar-Trspt sndr-Gaji bgs Kerobokan-Br.Anyar 08174716179 Email:kkb_jobvacancy@yahoo.com B.BP.004.10.16.0000160

G.01

Engineering Staff Knowledge in Dicari-PRT-Wanita-harus Pnglm Electrical,AC,Pumps,Min.1 year Jujur-Bersih-suka dg Anjing Experience in the same Field Tgl diluar-Trspt sndr-Gaji bgs Discipline,Able to Communicate Kerobokan-Br.Anyar,08174716179 in English,Willing to Work as B.BP.004.10.16.0000159 Team Player no Tatto,Have own Persh Trading Terkemuka diBali Transport.Email: Membutuhkan Kary,Pengalaman chamril@haciendabali.com Accounting S1/D3 Akuntansi Wnt B.BP.004.10.16.0000080 Mengerti Pajak,Staf Gudang D3 Hotel di Payangan Cari bisa Komp,Pria,Lamaran/CV ke: Engineering,FO & Waitress hrd.royalindobali@gmail.com Kirim CV,Lamaran Segera ke rijasaagung_hrd@yahoo.co.id B.BP.004.10.16.0000208

Looking for Senior Housekeeping for private villa in Seminyak.Female,Experience,Good English.Call 087860618890 A.BP.001.10.16.0000601

Need Marketing for Ubud Direct with 1 year Experience in same Position,Good Writing and Communication in English, Send CV to yulitadevi.ariesta@gmail.com

A.BP.001.10.16.0000604

Phd PizzaHut Delivery bth Cook Kasir Delivery Hub.08113462637 B.BP.101.10.16.0000296

Sales Executive Good Communication and Grooming, Discipline Experience in Hotel Industry min.1 year,Excellent Command in Both Spoken and Written English,Attractive,Single, Age Between 23-29 years old and Have own Transport.Email: chamril@haciendabali.com

B.BP.004.10.16.0000258

B.BP.004.10.16.0000081

Dijual Tanah 3,25Are Lokasi (Dpn STP Jimbaran)Hrg.300Jt/Are Nego Hub:087861619004

Villa Elit 1Are&Furniture View Sawah Batubulan,081999925143BU

BPKB No.I 03948771-O DK 8407CF an.Herlin Caterina

Tbn 90Jt/A Tnh Kav Bajra (40A) 081936563888/081338883018

DISEWAKAN VILLA Sewa Private Villa di Legian Private Pool Ijin Lkp,Owner: 081338232023/081999079779

B.BP.004.10.16.0000255

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post HONDA

SUZUKI

Jual CRV Th’2006 Hitam Hub.081558424242

Jual Suzuki Pick Up’14 Hitam 84 Juta Nego 081 999 217 222

Jazz MMC’12 Putih AT AsBali Brg Prbd bs Tukar,087860856999

TOYOTA

B.BP.141.10.16.0000304

B.BP.141.10.16.0000302

Jazz S’09Pmk Htm Manual AsBali VR18,Service Rcrd,085101855556

B.BP.141.10.16.0000303

JEEP

Jeep Wrangler Diesel 2013 KM 31000 Istw Orange Orig Langka Rp1M HP.087861177067

B.BP.004.09.16.0000786

MINI COOPER

Dijual Mini Cooper Merah/2011 AT Barang Istimewa.08123677999

A.BP.001.10.16.0000595

A.BP.001.10.16.0000568

All New Avanza G’2012 Putih Orisnl 147Jt, 08123964757 Prbdi A.BP.001.10.16.0000611

Agya TRD S Manual Th 2014 Tgn1 Hitam,Hub:087862270180 BUC A.BP.001.10.16.0000546

DICARI MOTOR 081338294465 Beli Tinggi MotorBekas SglMerk A.BP.001.10.16.0000610

B.BP.141.10.16.0000301

A.BP.001.10.16.0000529

DISEWAKAN RUMAH Dikont Rmh Kost 5KM ada Penghuni,Sekar Jepun H.085100609882 A.BP.001.10.16.0000458

Rmh Nyaman LT2A,kolam,furnitur, Satpam,90Jt/th, 081238504111

Harley Road Glide Biru Th’2012 Hrg.550Jt Ng Hub:087860796271

DISEWAKAN RUKO 2unit Baru Elit Strtgis, Jl.Trijata 175Jt/5Th, 081999925143

A.BP.001.10.16.0000461

A.BP.001.10.16.0000614

DIJUAL MOBIL

SALON

Mhdrdta 2A 500Jt/A bs TT Mobil 087860296888/081338883018

DIJUAL TANAH Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 95 Jt/A Bs Kredit 087862450004

A.BP.001.10.16.0000575

GWK 10A sblh UngasanResort cck Minimart @350jt/A 081237717999

A.BP.001.10.16.0000215

Jual Rugi 1-2A Sempidi Tegeha Rmh New Minimalis 3KT,2KM Lok. Jl5m Pav 350JtNgo,081337332121 Jl.Raya Pemogan H:087761724888 A.BP.001.09.16.0001601 Tanah 2A Kws Villa Canggu dan Harga Hanya 900Jt’an A.BP.001.10.16.0000562 Babakan 3A SHM H:081339564499

A.BP.001.10.16.0000613

DIJUAL MOTOR HARLEY DAVIDSON

KIA

Picanto All New’14 Putih Mnual AsBali 107Jt,085100856999 Prbd

DIJUAL RUMAH Jl Rmh Kost Bt.Bln LT 2A, 5 Kamar Hub.081337753754

B.BP.004.10.16.0000279

Jl Tnh Kav di Sanur dari 2Are Hub:08123651065/081236855640 A.BP.001.10.16.0000541

Jual Cepat BU Tnh Yeh Embang Negara 15,6Are Hub:08123624799

B.BP.135.10.16.0000306

Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809

A.BP.001.10.16.0000545

A.BP.001.09.16.0001742

0,8Are Jl.Pasekan-Batubulan Ats Nama Sendiri, Jl.Mobil Posisi Hook 300Jt Hb.0895354766569

A.BP.001.10.16.0000462

1,36A,Kampung Global By Pass Tanah Lot 450jt H.08123829054

A.BP.001.10.16.0000588

A.BP.001.10.16.0000567 BU Jual Tanah Kebun Cengkeh di T.Kav 1,25Are Hadap Timur Jl6m Singaraja 5400m2 Hrg.200Rb/m2 Gg.VI Pesanggaran 085237200065 Hub:081936644125 A.BP.001.10.16.0000586

BIRO JASA

A.BP.001.10.16.0000471

BIRO JASA

A.BP.001.10.16.0000576

Tnh 1,86A lok Gg.8C Psanggaran 500Jt/A Jl.Pav 4m.081999101789

A.BP.001.10.16.0000585

Tnh 2Are Jl.Utama Padonan Tibu Beneng08123930344,085105745770

B.BP.166.10.16.0000307

Kav 1,5-3A Mudutaki Dalung Badung 081246515908

Tnh ,Gdg, 5,10Are Jl.P.Saelus Gg.4 truck masuk.H.085237201305,TP

New!! Kav *Premium* 1-10A Sekar Tunjung 085101866136

JEMBRANA

A.BP.001.10.16.0000589

Kav 1-5A Jl Ry Rajawali Tab 5mtr Aspal 085101866136

A.BP.001.10.16.0000565

A.BP.001.10.16.0000587

Tanah 1,5+Rmh Jl.Gn.Agung Gg. Bumi Ayu E/27 Dps,08123604636

A.BP.001.10.16.0000470

Tanah 1,5Are Di Jl.Tk.Buaji Gg Ratna No.2 Dps Hub:08123613507

A.BP.001.10.16.0000566

SERVICE

A.BP.001.10.16.0000619

Tnh 3A,1,5A Smando Mendoyo, Jl.5meter Hub.087761293888 BUC

A.BP.809.10.16.0000284

DIJUAL VILLA Vila Baru di Sanur Luas 1,5Are 2Lantai+Pool Hub:08123906241

A.BP.001.10.16.0000542

SERVICE

A.BP.001.10.16.0000612

A.BP.001.10.16.0000467

RUPA-RUPA Atasi Rmh Bcr Dak Dinding Talang, dll,Grns(Daris) 085102796346 A.BP.001.10.16.0000602

SIUP PAJAK Tax Amnesti SPT Th NPWP PasportHP.081.338.344.155 A.BP.001.09.16.0001043

Terapi Kembali Perawan & Buka Aura 19-20 Okt’16 Dps Hub: Janawati 085101216204. FB @SehatSejatiKita A.BP.001.10.16.0000262

SERVICE

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

BIRO JASA

A.BP.001.10.16.0000518

Tlh Hlg Izin Kendaraan Sewa Nopol DK77IS,DK135BS,DK105CS, DK77ES, DK1985BS,DK1095CS

A.BP.001.10.16.0000557

COMPUTER Djl Komputer dn printer Sms/WA: 0895351006496

A.BP.001.10.16.0000577

PANGGILAN Panggilan untuk Pak Saiful Tukang mebel dengan No HP 081353166445,Tolong Hubungi Pak Made Wirya dengan No HP 081393666675. Harap Segera!!!

A.BP.001.10.16.0000598 KEHILANGAN BPKB Mbl Avanza DK1530QI,Noka PELUANG BISNIS MHFM1BA3J7K051884, Dptkn Bg Hsl2,5%/Bl+Emas 5gr Dr Hub.085737079155 Prsh Singapore,Ari 082144031789 A.BP.163.10.16.0000413

KONTRAKTOR

A.BP.001.10.16.0000387

Hilang Burung Paruh bengkok Wrn Hijau,Ring Biru di Kaki Kiri,Terbang di Sekitar Renon Hub:082144890725 (Imbalan 3Jt)

A.BP.001.10.16.0000419

SERVICE


18

Minggu Paing, 9 Oktober 2016

Pertanyaan Mendatar

2

3

4

5

7

8

10

6

9

11 12

13 14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24 25

26

27 29

28

30

31

32

SPT2016

1. Liburan 4. Selamatan 7. Kekal hidupnya ; nggak mati mati 8. Makhluk kecil hidup bergerombol 10. Salah satu alat kontrasepsi 11. Masyarakat ekonomi Eropa 12. Penjatahan 14. Salah satu jeram terbesar di dunia 15. Tidak mewah 20. Akhli pemecah kode rahasia 24. Dibalik : Keadaan tetap adanya penyakit pada daerah tertentu 25. Tumpang tindih (Inggris) 27. Angka dengan lambing lingkaran 28. Sawah (Bali) 29. Rongga yang terlingkung oleh bidang 31. Serangan 32. Jenis tanaman bunga air 33. Cerita turun temurun atau sejarah

1

TTS Bali Post

33

Menurun 1. Pelebaran pembuluh darah balik 2. Perbuatan ; tindakan ; olah raga 3. Tamak 4. Titik tertinggi dari peredaran benda langit 5. Milik (Bali) 6. Sebutan 8. Kulit tipis pada bagian tubuh 9. Salah satu bahan bakar yang berasal dari gas bumi 13. Dusta (Inggris) 16. Tempat bongkar muat kapal laut 17. Jenis kuliner dari daging 18. Ilmu tentang kebudayaan dan kehidupan kuno 19. Tanda 21. Alat atau perkakas 22. Ayah dari bapak 23. Tanda-tanda akan terjadinya suatu peristiwa 26. Bengkak ; kembung (Inggris) 30. National Security Agency

Tekan Lakalantas dan Polusi Udara

angka kecelakaan lalu lintas di jalur jalur rawan, juga membawa manfaat luar biasa khususnya dari segi lingkungan. Dengan keberadaan jalur pintas ini, secara otomatis bisa mengurangi polusi asap kendaraan. Seperti yang dikatakan Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Tabanan, Ir. A.A. Ngurah Raka Iswara, M.Si., karena shortcut tersebut jalannya landai sehingga tidak perlu gas besar buat kendaraan besar khususnya truk dan bus yang menggunakan solar. Dengan keberadaan shortcut ini, kendaraan bisa lebih stabil melaju dan secara otomatis emisi lebih bagus. “Bensin juga lebih irit dan mengurangi polusi,” ucapnya. Di tengah nilai positif dari keberadaan shortcut ini, ternyata ada kekhawatiran bahwa proyek nasional ini tak mampu mengurangi kemacetan, dan justru hanya memindah kemacetan di tempat lain. Misalnya, di simpang empat Kediri. Ini dilihat dari volume kendaraan yang selalu bertambah tiap tahunnya. Menanggapi kekhawatiran tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Drs. I Made Agus Hartawiguna mengatakan, sejauh ini

belum ada indikasi kemacetan khususnya di seputaran Kediri pascaberoperasionalnya tiga shortcut di Kabupaten Tabanan. Pihaknya menegaskan, k eber adaan s hor tc ut i ni sebenarnya diperuntukkan untuk meminimalisir angka kecelakaan, khususnya di jalur rawan laka yang sering disebut jalur tengkorak. Kondisi jalan dengan tikungan tajam merupakan salah satu faktor kasus laka kerap

Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 267 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/ Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 15 Oktober 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 23 Oktober 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 265 Mendatar 1. Sekadar 5. Metal 8. Etana 9. Sigap 10. Uban 11. Karapan 12. Paica 13. Biola 14. Astral 16. Ambu 18. Andus 20. Artim (Mitra) 22. Kian

Akan Dibangun Dua ”Shortcut” Lagi di Tabanan KEBERADAAN tiga shortcut di sejumlah titik di jalur utama DenpasarGilimanuk tepatnya di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan serta di Desa Bantas dan Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan, telah memberikan banyak manfaat khususnya bagi para pengguna jalan. Jika sebelum adanya shortcut ini arus lalu lintas kerap mengalami kemacetan panjang apalagi saat terjadi kecelakaan lalu lintas, namun kini arus lalu lintas di sepanjang jalan tersebut sudah relatif lancar. Meski ada kejadian, paling tidak kemacetan tidak akan berselang lama karena jalur lama masih tetap difungsikan saat kondisi darurat seperti di shortcut Samsam dan shortcut di Desa Megati, Selemadeg Timur. Rencananya selain tiga shortcut tersebut, akan dibangun dua shortcut lagi dari dana pusat sehinga total nantinya Tabanan memiliki 5 shortcut. Bahkan tahun 2017, pembangunan shortcut yang menghubungkan Desa Bajera-Desa Antasari akan segera dilakukan, dan kini sudah masuk dalam tahap UKL-UPL. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tabanan, I Gusti Ngurah Anom Anthara, meski proyek pembangunan shortcut merupakan proyek provinsi dari dana APBN, tetapi pihaknya tetap menjalani koordinasi. “Tujuan pembangunan shortcut ini adalah untuk mengurai kemacetan sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas terutama di jalurjalur tengkorak,” ujarnya. Mengenai fisik shortcut, lanjut Anom, rata-rata jembatan memiliki tinggi sekitar 15 meter. Sementara mengenai dua shortcut tambahan, Anom mengaku masih dalam tahap rencana dan belum ada informasi kapan akan dibangun. Rencananya, dua shortcut tambahan ini nantinya dibangun di wilayah Bajra dan di Jembatan Yeh Nu Pesiapan. Keberadaan proyek shortcut, sejenis jembatan layang di jalur tengkorak DenpasarGilimanuk yang melintasi Tabanan ini selain mengurangi

KUPON TTS No.267

terjadi di jalur DenpasarGilimanuk Tabanan. “Sebenarnya masalah kemacetan boleh dikatakan, tanpa adanya shortcut saja juga bisa macet. Salah satunya akibat pertumbuhan penggunaan kendaraan tanpa dibarengi dengan kapasitas jalan yang ada,” ujarnya. Salah satu pengguna jalan yang kerap melewati jalan tersebut, Nyoman Windhu (40), warga Desa Kelating, Kerambitan men-

23. Pronas 25. Tonil 26. Desau 27. Pribumi 28. Tahu 30. Wesel 31. Aneka 32. Freon 33. Nirmala Menurun 1. Seru 2. Abin 3. Replikasi 4. Palka

5. Matras 6. Temperamental 7. Loan 9.Sadomasokisme 12. PAUD 13. Balap 14. Aur 15. Labil 17. Bangsawan 19. UKS 21. Tatu 24. Agunan 26. Diner 27. Prof 28. Team 29. Usia

Pemenang TTS No. 265 1. Ni Putu Narayati Jl. Antap No.15/ Ktr. Camat Selemadeg Tabanan 82261 2. I Dewa Gede Bagus Jl. Tanjung sari Gg. Merak No.7 Denpasar Barat 3. I Dewa Made Agung K.E P Jl. Gunung Rinjani Timur Rt 24 Blok II, No. 16 Kelurahan Banjar Tegal Singaraja, 085333632669 4. Ratih Ida Ayu Banjar Pasar Desa Gumrih Pekutatan Jembrana Negara 5. I wayan Adi Parta Br. Tengah Kauh, Peliatan Ubud 08124628312 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : Made Ningsih Alamat :Jl. Sanitasi No.7 Denpasar

gakui perjalanan menjadi lebih singkat jika ia hendak pergi ke wilayah Pupuan. Ia juga merasa dengan adanya shortcut tersebut jalan yang ia lalui lebih aman karena mengurangi jalur berbelok yang terjal. Berdasarkan pantauan Bali Post, kondisi jalur lama tempat shortcut didirikan tampak lenggang oleh kendaraan. Dulu, jalur ini selalu ramai dilalui truk-truk besar dan kendaraan lainnya. (bit/san)

SHORTCUT MEGATI– Kendaraan melewati shortcut di Megati, Selemadeg Timur. Keberadaan shortcut ini dinilai cukup membuat perjalanan menjadi nyaman dibandingkan menggunakan jembatan sebelumnya yang penuh turunan, tikungan dan tanjakan.


19

Minggu Paing, 9 Oktober 2016

Penyusutan Lahan

Pohon Tumbang Dari Hal. 1

“Pohon tumbang ke rumah dan menghancurkannya, seluruh rumah menimpa kami. Saya tidak dapat keluar,” kata seorang penduduk setempat, Jean-Pierre Jean-Donald, Sabtu (8/10) kemarin. Badai Matthew langsung melewati Semenanjung Tiburon yang mencakup seluruh pantai selatan Haiti, masuk ke laut pedalaman lalu menghancurkan rumah-rumah dengan kekuatan mencapai kategori IV yaitu 230 kilometer per jam disertai hujan deras. Pemerintah dan Perserikatan Bangsabangsa (PBB) memperkirakan 350.000 orang membutuhkan bantuan. “Situasi ini berubah setiap waktu. Saya pikir untuk empat atau lima hari ke depan, mungkin hanya dalam kurun lima hari, kita bisa mendapatkan gambar lebih jelas atas dampak dan jumlah korban,” kata Direktur Badan Pangan PBB Carlos Veloso. Kini, badai Matthew mengarah ke pantai negara bagian Florida, Amerika Serikat (AS), tapi intensitasnya turun menjadi kategori II dengan kecepatan angin menjadi 177 kilometer per jam. AS menyatakan akan mengirimkan kapal angkatan laut (AL) untuk membantu Haiti dengan 300 marinir, untuk menambah 250 personel dan

sembilan helikopter yang telah diperintahkan sebelumnya. Sekitar 12 juta warga di empat negara bagian di tenggara AS telah mendapatkan peringatan dari pemerintah. Akibat banyak yang mengungsi itu, jalanan di Florida, Georgia, Carolina Utara dan Selatan macet total. Selain itu, banyak SPBU kehabisan persediaan bensin karena diborong warga. Begitu juga dengan sejumlah supermarket kehabisan stok makanan karena habis dibeli warga yang memborong berbagai kebutuhan pokok. Sementara empat gubernur di kawasan yang akan terkena dampak Matthew sudah mendeklarasikan status darurat untuk memudahkan para pemimpin setempat memobilisasi pasukan pelindung nasional. Ada 3.000 pasukan yang akan dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan juga mendistribusikan bantuan kemanusiaan. Saat ini sejumlah kamp pengungsi sudah didirikan di Florida, Georgia, Carolina Utara dan Selatan. Presiden Barack Obama telah meminta warga untuk segera mengungsi ke kampkamp yang sudah disediakan. Presien Obama juga mengatakan, bantuan logistik dari pusat telah didistribusikan ke empat negara bagian untuk mengantisipasi serangan Matthew.(kmb33/rtr/ap)

Perlu Dibatasi Dari Hal. 1

Pria asal Muncan itu menambahkan, meski petani tertarik terus mengembangkan jenis salak itu, tetapi juga ada kekhawatiran mereka. Pengembangan bibit salak perlu dibatasi, guna tetap menjaga harga agar tetap menarik. ‘’Petani khawatir jika pembibitan tak dibatasi dan pengembangan seluas-luasnya, saat produksi melimpah harga salak gula pasir juga ikut turun seperti halnya harga salak biasa,’’ paparnya. Merta Tanaya yang mantan penyuluh pertanian lapangan itu menambahkan, tahun ini pihaknya melakukan pembibitan sekitar 3.000 batang salak gula pasir. Pembibitan dilakukan di UPTD PTPH Rendang. Hanya, jika dihibahkan kepada petani masih terkendala UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, di mana disebutkan hibah hanya bisa diberikan kepada organisasi yang berbadan hukum Indonesia. ‘’Subak atau kelompok tani kita belum berbadan hukum. Nanti kita bantu petani dengan bibit dengan sistem membeli, namun dengan harga murah sehingga terjangkau dengan sistem subsidi. Kami di PTPH tengah merancang ranperda subsidi bagi petani,’’ paparnya. Di lain pihak, anggota Komisi IV DPRD Karangasem I Gede Dana menyampaikan dari as-

pirasi rakyat kalangan petani, mereka berharap ada bantuan bibit dan pembinaan serta dibantu dihubungkan dengan pemasaran hasil produksi pertanian. Keluhan petani selama ini, saat panen harga hasil pertanian justru jeblok. Seperti salak Karangasem, saat musim panen raya harga salak jatuh bahkan sampai Rp 500 per Kg. Lagi pula harga salak ditentukan saudagar atau pengepul. Kadangkala, karena harga salak saat panen raya, petani membiarkan salaknya tak dipanen di pohon karena upah angkut dan panen tak tertutupi dari hasil menjual salak mereka. ‘’Saya sepakat petani diberi bantuan atau disubsidi, misalnya subsidi pupuk bagi petani subak sawah dan petani di subak abian atau di lahan kering,’’ ujarnya. Saat ini, petani masih menggunakan pupuk organik dari kotoran sapi dan itu sangat menguntungkan petani. Petani diharapkan tetap mengembangkan ternak sapi, tenaganya bisa dipakai membantu menarik bajak, sehingga pertanian kita tetap unik, menjadi daya tarik wisatawan dan lingkungan lestari karena pertanian ramah lingkungan. Ternak sapi juga sebagai tabungan petani. ‘’Banyak keuntungan mempertahankan dan mengembangkan pertanian organik itu,’’ tandas Gede Dana asal desa tandus, Datah. (bud)

Kualitas Tinggi Dari Hal. 1

Nama mangga yang unik mangga ini memiliki kualitas tinggi dibandingkan mangga jenis lainnya. Hanya, petani kesulitan membudidayakan hingga mangga ini kini terancam punah. Dari data Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Buleleng diperoleh bahwa tanaman ini masih dapat dijumpai dan tetap berproduksi di Desa Menyali. Hanya, dari pendataan hingga tahun ini tanaman yang masih tumbuh hanya belasan pohon. Jumlah yang semakin sedikit ini dikhawatirkan akan mengancam punahnya jenis mangga yang satu ini. Apalagi, tanaman yang masih ada, usianya kini lebih dari 50 tahun. Sementara upaya pembenihan bibit sangat sulit dilakukan. Bahkan, petani atau pemerintah setempat mencoba membudidayakan dengan teknik pertanian sekalipun, namun hasilnya gagal. Namun uniknya, warga masih bisa mendapatkan bibit dari proses pembenihan secara alami. Artinya, dari buah matang yang jatuh bijinya mengeluarkan tunas. Makanya di Desa Menyali, kini hanya sekitar 14 mangga jenis ini tersebar di sejumlah penduduk setempat. Mangga ini dinamakan Mangga Tikus karena buahnya mirip dengan bentuk tubuh dari tikus. Distanak berulang kali mencoba kembangkan tanaman mangga tersebut, namun belum membuahkan hasil. Distanak mencoba kembangkan dengan mengambil biji buah Mangga Tikus, namun usaha itu gagal karena biji buah Mangga Tikus tidak tumbuh tunas. Usaha berikutnya dengan cara penyambungan dengan mengambil tunas dari induk. Namun usaha ini belum juga memperlihatkan hasil. “Kita sekarang masih mencoba lagi. Mudah-mudahan ini berhasil, karena memang peluang hidupnya kalau di

tempat lain itu kecil sekali,” terang Kadistanak Buleleng, Nyoman Suwatantra, Rabu (5/10) lalu, saat mendampingi Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana kunjungan kerja ke Desa Menyali Kecamatan Sawan. Suwatantra M.M.A mengatakan, ada kemungkinan tanaman Mangga Tikus sulit dikembangkan karena dipengaruhi oleh faktor tanah dan cuaca. Sehingga mangga itu hanya cocok tumbuh di Desa Menyali. Di samping kondisi tanah dan cuaca, biji Mangga Tikus juga sulit tumbuh tunas karena biji Mangga Tikus itu terlalu pipih. Sementara Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) mengatakan, Mangga Tikus itu sangat digemari oleh kalangan pejabat di Jakarta. Dia mencontohkan, salah satunya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Bupati minta kepada masyarakat Desa Menyali melestarikan tanaman tersebut. Ia berharap, tanaman Mangga Tikus itu bisa dikembangkan oleh masyarakat Menyali, karena diyakini punya nilai ekonomi yang sangat tinggi. Sementara salah satu pemilik Mangga Tikus, Cening Bukti, menuturkan, sampai saat ini dirinya memiliki Mangga Tikus hanya satu pohon di pekarangan rumahnya. Ia mengaku sudah mendapat pohon Mangga Tikus itu hidup di pekarangan rumahnya. Saat ini, jumlahnya masih tetap, karena Mangga Tikus itu sulit dikembangkan. Cening Bukti mengaku, Mangga Tikus itu memiliki musim buah hampir sama dengan buah mangga lainnya, hanya sekali setahun. Setiap panen, buahnya langsung dikirim ke Denpasar, karena dijual di kampungnya tidak laku karena dianggap terlalu mahal. “Tidak tahu apa sebabnya sangat sulit dibudidayakan. Kalau berbuah banyak yang beli,” tuturnya. (mud)

Dari Hal. 1

Orientasi ekonomis ini diperlukan untuk menghadapi era kesejagatan sehingga para petani anggota subak dapat meningkatkan pendapatannya sekaligus mampu mengantisipasi terjadinya penyusutan lahan sawah yang tidak terkendali Ke depan, terdapat beberapa peraturan perundang-undangan yang perlu dipertimbangkan dan dibuat oleh pemerintah bersamasama dengan legislatif adalah menyangkut keberlanjutan penyelenggaraan pembangunan pertanian khususnya di lahan sawah. Di antaranya adalah sebagai berikut: (i) pembentukan atau pengembangan perusahaan daerah untuk membeli produkproduk dari usaha tani sawah; (ii) penyediaan jasa asuransi pertanian; (iii) penyediaan kredit pertanian; (iv) penguatan kelembagaan subak sebagai badan hukum; dan (v) penetapan lahan sawah abadi. Kebijakan-kebijakan tersebut agar dapat dilaksanakan secara bersinergi sebagai satu kesatuan sehingga subak sebagai lembaga atau organisasi pengelola pertanian di lahan sawah akan dapat bertahan dan berkembang sesuai dengan tuntutan perkembangan ekonomi. Pengembangan Perusahaan Daerah Dalam kaitannya dengan pengembangan agrobisnis, keberadaan perusahaan daerah yang berfungsi membeli produkproduk pertanian sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, pemerintah baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota perlu menyusun perda dan keputusan mengenai perusahaan daerah dimaksud. Sebagai konsekuensinya, pemerintah harus menyediakan anggaran untuk pembelian gabahgabah petani dengan kualitas yang telah ditentukan. Penyediaan Kredit Pertanian Salah satu masalah pokok yang dihadapi oleh para petani di Indonesia termasuk di Bali adalah lemahnya penguasaan struktur modal usaha tani yang berdampak pada rendahnya penggunaan sarana produksi. Guna kelancaran pelaksanaan kredit pertanian diperlukan adanya penyusunan peraturan daerah dan keputusan kepala daerah baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota mengenai penyediaan kredit dengan skema yang murah dan mudah. Peraturan daerah dan keputusan kepala daerah paling tidak mencakup syarat-syarat kredit, besaran kredit, suku bunga, lama pinjaman, mekanisme pengembalian, dan lain sebagainya. Jasa Asuransi Pertanian Usaha tani di lahan sawah yang diselenggarakan oleh petani merupakan salah satu usaha yang sangat rawan terhadap dampak negatif perubahan iklim, seperti banjir dan kekeringan serta serangan hama dan penyakit sehingga menimbulkan gagal panen. Apabila kondisi ini berlangsung

secara berlanjut dan tidak dapat diantisipasi secara tepat akan memiliki potensi melemahkan motivasi petani untuk mengembangkan usaha tani dan bahkan dapat menjadi ancaman terhadap ketahanan pangan. Guna mengatasi ketidakpastian dalam berproduksi dalam suatu usaha tani, maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui penerapan asuransi pertanian, suatu lembaga ekonomi yang berfungsi untuk mengelola risiko yang dihadapi petani. Tujuannya adalah: (1) menstabilkan pendapatan petani dengan mengurangi kerugian karena kehilangan hasil; (2) merangsang petani mengadopsi teknologi yang dapat meningkatkan produksi dan efisiensi penggunaan sumber daya; dan (3) mengurangi risiko yang dihadapi lembaga perkreditan pertanian dan meningkatkan akses petani ke lembaga tersebut. Lebih lanjut disebutkan juga bahwa pengembangan asuransi pertanian di masa mendatang perlu memerhatikan tujuan dan prinsip pengembangan pertanian, perilaku petani dalam menghadapi risiko, dan prasyarat yang harus dipenuhi untuk bekerjanya sistem asuransi pertanian. Dalam praktik, pengembangan asuransi pertanian di Indonesia termasuk di Bali perlu memerhatikan beberapa hal yang berkenaan dengan biaya operasional asuransi pertanian. Beberapa hal tersebut adalah: (1) pengambilan keputusan oleh sebagian besar petani tidak hanya mempertimbangkan faktor ekonomi tetapi juga sosial budaya; (2) sebagian besar usaha tani berskala kecil dan sering kali sebagai usaha sambilan; dan (3) usaha tani umumnya terpencar dengan pola tanam yang beragam. Penguatan Subak Sebagai upaya untuk memberdayakan Perkumpulan Petani Pemakai Air atau P3A, atau subak, pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 50 tahun 2001 tentang Pedoman Pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Salah satu upaya pemberdayaan P3A itu ialah dengan menguatkan kelembagaan sampai berstatus sebagai badan hukum. Berdasarkan pasal 7 Kepmendagri No. 50 tahun 2001, dalam tata cara pembentukan P3A disebutkan bahwa pengurus P3A mendaftarkan anggaran dasarnya kepada pengadilan negeri atau notaris setempat untuk mendapatkan status badan hukum. Sehubungan dengan pengembangan dan penguatan kelembagaan subak, maka diperlukan adanya kebijakan berupa peraturan daerah (di tingkat provinsi, kabupaten dan kota) tentang Pedoman Pemberdayaan Subak yang menyangkut penguatan kapasitas subak (aspek teknis pertanian dan irigasi, manajemen dan administrasi, dan keuangan), status badan hukum subak, partisipasi subak dan pembangunan pertanian, khususnya di lahan

Dijual ke Petani

Dari Hal. 1

Ada juga beberapa KUD seperti KUD Den Batas yang juga bekerja sama dengan Subak Priyukti dan UD Wahyu Saniarta. Menurut Budana, bibit yang dihasilkan baik dari tempat pembibitan maupun dari UPTD dijual ke petani. Bedanya bibit yang dijual UPTD uangnya masuk ke dalam kas negara. Dari pasaran, harga bibit per kilogram saat ini adalah Rp 9.000 untuk harga BR (benih sebar) dan BP (benih pokok) jika dibeli secara eceran langsung ke tempat pebibitan benih dijual Rp 10.000 per Kg. Untuk harga bibit yang lebih bagus kualitasnya dalam hal ini kelas BD (benih dasar) dijual seharga Rp 12 ribu per kilogram. ‘’Subak yang menjadi penangkar benih ini biasanya mendapatkan benih logo ungu dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Dari benih ungu ini ditangkar dan menjadi bibit

berlogo biru yang boleh disebar dan ditanam oleh petani,’’ jelas Budana. Selain bibit yang dihasilkan UPTD maupun pembibitan benih, Tabanan tahun ini mendapatkan bantuan bibit dari pemerintah pusat lewat program Jarwo (Jajar Legowo). Bantuan bibit yang diberikan sebanyak 125 ton untuk 5.000 hektar. Dikarenakan program Jarwo untuk lahan pertanian yang bukan terasering, maka program ini diserap di Kecamatan Tabanan, Kediri, Baturiti, Selemadeg, dan Marga. Di Jembrana Sementara itu, Jembrana belum bisa melakukan pembibitan khususnya untuk komoditas kelapa. Pasalnya, saat ini belum memiliki kelompok pembibitan yang sudah bersertifikasi. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan, I Ketut Wiratma, mengatakan ta-

sawah. Peraturan daerah ini perlu ditindaklanjuti dengan Surat keputusan atau Peraturan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Penetapan Lahan Sawah Abadi Kebijakan ini sangat penting untuk diambil oleh pemerintah daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota sebagai upaya perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Pertimbangan utama dalam kebijakan ini adalah mengingat Indonesia sebagai negara agraris perlu menjamin penyediaan lahan pertanian pangan secara berkelanjutan sebagai sumber pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan dengan mengedepankan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan, kemajuan, dan kesatuan ekonomi nasional. Pertimbangan lainnya adalah makin meningkatnya pertambahan penduduk serta perkembangan ekonomi dan industri mengakibatkan terjadinya degradasi, alih fungsi, dan fragmentasi lahan pertanian pangan telah mengancam daya dukung wilayah secara nasional dalam menjaga kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan; (UU RI nomor 41 tahun 2009). Bentuk kebijakan ini adalah Peraturan Daerah (provinsi, kabupaten dan kota) yang ditindaklanjuti melalui Peraturan Gubernur, Peraturan Bupati dan Walikota. Tujuan dari kebijakan ini adalah sejalan dengan tujuan yang ditetapkan dalam UU RI No 41 tahun 2009, yaitu sebagai berikut. a. melindungi kawasan dan lahan pertanian pangan secara berkelanjutan; b. menjamin tersedianya lahan pertanian pangan secara berkelanjutan; c. mewujudkan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan; d. melindungi kepemilikan lahan pertanian pangan milik petani; e. meningkatkan kemakmuran serta kesejahteraan petani dan masyarakat; f. meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan petani; g. meningkatkan penyediaan lapangan kerja bagi kehidupan yang layak; h. mempertahankan keseimbangan ekologis; dan i. mewujudkan revitalisasi pertanian. Dalam kaitannya dengan lembaga subak, penetapan kebijakan di atas akan sangat menjamin keberlanjutan eksistensi subak di tengah-tengah meningkatkan permintaaan akan lahan (termasuk sawah) untuk pembangunan prasarana fisik. Adanya alih fungsi lahan pertanian di Provinsi Bali dalam lima tahun terakhir ini sungguh sangat mengkhawatirkan karena dapat mengancam ketahanan pangan. Penulis Dekan Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

hun ini untuk pembibitan kelapa belum ada, namun diharapkan tahun depan bisa dilakukan. Dinas fokus pada pembinaan dan peningkatan sumber daya kelompok sehingga bisa menghasilkan bibit yang sesuai harapan. Dia mengatakan sejatinya sudah ada sejumlah kelompok seperti di Melaya untuk pembibitan kelapa, tetapi belum bersertifikat. Karena itu, kendatipun ada anggaran dari pusat untuk pembibitan itu, dinas tidak mengambilnya. Kelompok itu menurutnya, mengikuti pelatihan pada kelompok yang sudah terlebih dulu bersertifikasi di Gianyar. Dari data yang dihimpun, populasi tanaman kelapa berjalan stagnan di Jembrana. Jumlah pohon berkurang drastis pada tahun 2006 lalu. Saat itu kebun kelapa di perkebunan Pulukan yang dikelola Perusda berganti dengan perkebunan karet. (san/olo)

Investor Asing Dari Hal. 1

“Investor asing boleh diundang ke Indonesia, namun hanya untuk membeli dan mengolah ikan. Soal tangkap-menangkap (ikan) itu bagian nelayan Indonesia,” kata dia. Seperti diketahui, Perpres yang diterbitkan pada Mei 2016 itu mengatur tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal menyatakan bahwa hanya sektor perikanan budi daya dan bidang jasa ruang pendingin (cold storage) yang terbuka bagi asing. Sementara bidang perikanan tangkap ditutup sepenuhnya bagi asing. Selama 20 tahun terakhir, izin investasi diberikan, kapal asing berbondong-bodong masuk ke wilayah perairan Indonesia secara legal maupun ilegal.

Selama itu pula, menurut dia, produktivitas tangkapan dan jumlah rumah tangga nelayan Indonesia terus mengalami penurunan. “Ekspor perikanan bangkrut karena dengan diberikan izin saat itu mereka (kapal asing) justru merajalela hingga ke pinggir-pinggir perairan Indonesia,” kata dia. Menurut Susi, sebagai negara maritim dengan luas laut mencapai 70 persen dari wilayah Indonesia, sudah sewajarnya memprioritaskan kedaulatan pengelolaan sumber daya laut karena dibanding sumber daya alam lainnya, pemanfaatan sumber daya laut lebih dapat diandalkan dan berkelanjutan. “Laut merupakan masa depan anak cucu kita hingga beratus tahun kemudian. Sementara minyak dan batubara akan terus mengalami penurunan,” kata dia. (ant)

Penuhi Permintaan Dari Hal. 1

Pemenuhan permintaan itu dilakukan dengan mengandalkan produksi dari sejumlah tempat pembibitan. Misalnya bambu, lebih banyak didatangkan dari Desa Landih, Bangli dan Bayunggede, Kintamani. Demikian juga dengan jeruk. Sementara untuk kelapa, dikembangkan petani di Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut serta padi di Subak Denan, Desa Apuan, Susut dan Subak Teba, Desa Bunutin, Bangli. “Karena tidak ada lahan, pengembangan bibit dilakukan oleh petani. Ini yang terus digenjot dan dibina. Harus bisa mandiri,” tegasnya Sabtu (8/10) kemarin. Lanjut mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangli ini, tanaman bawang juga menjadi andalan sektor per-

tanian Bangli. Guna menggenjot produksinya, bantuan benih juga sudah digelontorkan. Demikian juga dengan pembinaan pengadaan benih secara mandiri terus digulirkan. “Bawang juga terus dikembangkan. Ini potensinya sangat bagus. Petani juga sudah bisa membuat bibit sendiri,” katanya. Kualitas bibit yang dihasilkan petani cukup unggul. Berkat hal itu, permintaannya tak hanya datang dari kawasan Bangli, tetapi sudah merambah ke sejumlah daerah di Bali dan luar bali. Belakangan ini, pengembangan benih sudah bisa menjadi penopang penghasilan petani bersangkutan. “Tak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan di Bangli. Bibit sudah merambah ke berbagai daerah di Bali. Bambu ada sampai ke Kalimantan,” ujarnya. (sos)


balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu PAING, 9 oktober 2016

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Jelang Konser

Iwan Fals Lepas Tukik di Pantai Penimbangan Singaraja (Bali Post) – Untuk pertama kalinya Buleleng kedatangan sosok penyanyi legendaris Iwan Fals. Kedatangannya pertama ke Bali Utara, disambut penggemarnya yang bernaung dalam Orang Indonesia (Oi-red) dan melakukan aksi sosial di Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga Kecamatan Buleleng, Sabtu (8/10) kemarin. Aksi sosial itu mulai dari melepas anak penyu (tukik -red), menanam seribu pohon ketapang, dan aksi bersih pantai. Tidak hanya melibakan Oi, kelompok nelayan Sari Segara, masyarakat umum, anggota TNI dari Kodim 1609 Buleleng, Sekolah Calon Tantama (Secata), dan Pramuka Buleleng ba-

hu-membahu memungut sampah plastik dan menanam pohon bersama. Selain aksi sosial, kunjungan Iwan Fals hingga Minggu (9/10) ini, serangkaian Tur BPP Oi dengan mengusung tema ‘’Bumi Hijau’’, juga diisi dengan silaturahmi Iwan Fals dengan BPK Oi Buleleng dan angota TNI. Di akhir lawatannya, Iwan Fals menggelar konser di lapangan Secata Kubu Jati, Singaraja. Ditemui di sela-sela aksi sosial, Iwan Fals mengaku kagum dan bangga melihat kesadaran nelayan dan w a r g a masyarakat yang dengan sukarela menjaga alam pantai hingga menjaga populasi penyu. Langkah yang dilakukan itu menunjukkan kepedulian

warga kepada alam sudah berjalan sangat baik dan perlu ditingkatkan ke depannya. Ini tidak bisa dilakukan sendiri, namun harus dilakukan bersamasama, sehingga harmoni alam akan tercapai dengan baik. “Saya kagum karena di tempat ini penyu dijaga dengan baik oleh masyarakat. Harmoni yang sudah baik ini harus kita jaga dan terus dibangkitkan bersama-sama, sehingga apa yang menjadi konsep orang Bali Tri Hita Karana, akan semakin kuat dan alam akan terjaga dengan baik pula,” katanya. Terkait tema konser, pria yang menjadi pendiri Oi ini mengatakan, konser mengambil tema ‘’Harmoni alam’’. Tema ini dipilih ba-

gaimana mengajak semua komponen masyarakat untuk menjaga kelestarian alam baik dari sampah, perusakan lingkungan atau aksi-aksi lain yang bisa merusak kelestarian alam. Dia mengajak, penggemar Oi atau masyarakat umum yang menonton, paling tidak bisa merangsang kesadaran menjaga alam dengan baik. “Saat kita nonton konser dengan bersih pulang harus lebih bersih. Kalau ada sampah kita kumpulkan dan jangan ada saling tunggu. Saya dan teman-teman yang tidur di barak TNI mendapat pembelajaran banyak dari konser di Secata ini karena tempat cocok untuk kita belajar menjaga alam,” tegasnya. Ketua Umum (Ketum)

BPP Oi Rosana Listanto didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ainur Rofik mengatakan, tur kali ini ke Buleleng merupakan yang kali pertama setelah beberapa kegiatan serupa di luar Bali. Dari sekian kali tur BPP Oi, pihaknya tetap mengusung tema untuk menjaga kelestarian alam dengan aksi sosial pembersihan, menanam pohon, dan menjaga kelestarian hewan yang dilindungi seperti tukik yang dijaga dengan baik oleh nelayan di Penimbangan. “Setiap kita tur selalu menyarankan dan mengajak semua pihak untuk terus menanam, jaga kebersihan lingkungan dan menjaga kelestarian hewan seperti tukik di sini,” tegas Rosana. (kmb38)

BPM/kmb38

TUKIK - Iwan Fals menerima tukik dari Perbekel Desa Baktiseraga, Gusti Putu Armada, untuk dilepas ke tengah laut, Sabtu (8/10) kemarin.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 09 Oktober 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu