20 HALAMAN
NOMOR 307 TAHUN KE 69
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
minggu kliwon,
balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
9 juli 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Cok Rat dan Puri Satria
Restui Rai Mantra Ikut Penjaringan Cagub Bali PEPATAH yang mengatakan kacang lupa pada kulitnya, tidak berlaku bagi seorang Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (Rai Mantra). Selama ini, ada yang mengatakan bahwa Rai Mantra
seperti kacang lupa pada kulitnya dimentahkan dengan kedatangan Rai Mantra ke Puri Satria untuk masimakrama. Hal. 19 Disambut Cok Rat
REGENERASI kepemimpinan Bali mulai bergulir. Partai politik (parpol) mulai melakukan proses penjaringan kandidat dan memunculkan nama. Bersamaan dengan itu hak krama Bali dan elemen masyarakat Bali sebagai pihak yang akan berkontribusi langsung terhadap nasib Bali ke depan tentu juga harus diakomodasi. Hal. 19 Kandidat Terbaik
KOLOM POLLING HALAMAN 20
BPM/kmb
CAGUB - Cagub Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra saat diterima Penglingsir Puri Satria, Cok. Ratmadi.
G-20 Sepakat Perangi Pendanaan Terorisme Global
Hamburg – Negara-negara yang tergabung dalam G-20 menyepakati satu poin utama dalam pertemuan terbaru yang digelar di Hamburg, Jerman. G-20 sepakat untuk meningkatkan upaya menangkal pendanaan kelompok ekstremis.
BPM/wan
JANGGAN - Sekaa layangan kompak menarik layang-layang janggan dalam Festival Lomba Layang-layang Bali di Padanggalak, Kesiman, Sabtu (8/7) kemarin.
Bom Panci Meledak di Buahbatu, Bandung Bandung (Bali Post) Sebuah ledakan terjadi di sebuah rumah kontrakan di Kampung Kubang Bereum RT 7 RW 11 Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Sabtu (8/7) kemarin, pukul 15.30 WIB. “Ledakan bom panci, pelaku telah ditangkap,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Yusri Yunus, melalui ponselnya, Sabtu kemarin. Yusri menjelaskan, pelaku yang ditangkap bernama Agus Wiguna (22), warga kampung Ciebeleuntuk RT 01 RW 05 Kelurahan Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Saat aparat menggeledah rumah Agus Wiguna, ditemukan barang bukti panci berisi paku dan rangkaian bom yang sudah meledak. Tersangka saat ini masih dilakukan pemeriksaan untuk pengembangan di Polrestabes Bandung. (kmb)
Pergub Dinilai Lambat, Tabanan Masih ’’Double Shift’’
TURUNNYA Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 40 tahun 2017 terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dinilai sedikit terlambat. Sebab, Pergub baru muncul setelah adanya permasalahan yang sudah menyeruak ke permukaan lantaran banyak siswa yang tidak dapat sekolah setelah diberlakukannya Permendikbud 2017 dari pusat. Meski begitu, dengan terbitnya Pergub ini diharapkan mampu menampung siswa-siswa yang belum mendapat sekolah supaya bisa bersekolah. Hal. 19 Setelah Polemik
Negara-negara G-20 merilis pernyataan gabungan yang isinya mengecam pendanaan terorisme. Mereka juga memuji setiap upaya yang telah diambil untuk memutus sumber-sumber pendanaan kelompokkelompok teror berbahaya secara global. “Kami menggarisbawahi tekad kami untuk menjadikan sistem finansial internasional berbahaya bagi pendanaan teroris dan sepakat untuk memperdalam kerja sama
internasional serta pertukaran informasi,” demikian pernyataan negara-negara G-20 pada sidang terakhir Sabtu (8/7) kemarin. Dalam pernyataannya, negara-negara G-20 juga mendorong negara-negara dunia untuk mendukung upaya Pasukan Satuan Tugas Finansial (FATF). FATF merupakan organisasi internasional beranggotakan 37 negara yang bertugas menangkal pendanaan terorisme.
“Kami menyerukan seluruh negara anggota (G-20) untuk memastikan FATF memiliki sumber daya yang dibutuhkan dan mendapat dukungan secara efektif untuk memenuhi mandatnya,” tegas G-20 dalam pernyataan gabungannya. Bahkan seharusnya tidak ada tempat aman bagi pendanaan teroris di mana pun di dunia ini. Hal. 19 Pidato Jokowi
Pergub PPDB
Pahlawan Kesiangan
Dipolitisasi oleh Mereka yang Kena Masalah PENERAPAN jalur lingkungan lokal (zonasi) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK tahun ajaran 2017/2018 menuai kisruh di masyarakat. Pasalnya, banyak siswa didik baru tercecer tidak mendapatkan sekolah sesuai dengan keinginan mereka. Permasalahan ini menyebabkan Gubernur Bali mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 40 tahun 2017 yang
BPM/dok
isinya semua siswa miskin meskipun nilainya rendah dan siswa berprestasi harus diterima di sekolah tanpa melihat domisilinya dengan syarat KK bisa diabaikan. Ini berarti, siswa yang sebelumnya gagal diterima di jalur lingkungan lokal atau terkendala zonasi juga harus ditampung. Hal. 19 Siswa Tercecer
TURUNNYA Pergub No. 40 tahun 2017 tentang PPDB yang memberlakukan penambahan kuota dan double shift bagi SMA dan SMK negeri mendapat protes keras dari pekaku pendidikan. Pergub dinilai menjadi teror baru dan menjadi pahlawan kesiangan. Ketua Forum Pendidikan Bisnis dan Manajemen yang juga Ketua Yayasan Werdhi Sastra, Drs. I Wayan Warsa, mengungkapkan Pergub No. 40 ibarat teror bagi sekolah swasta. Pergub ini meminta sekolah swasta MPP alias mati pelan-pelan dan mengancam pendidikan lanjutan bagi masyarakat. Buktinya, dengan Pergub tatanan PPDB yang sudah baik di Denpasar menjadi makin kacau. Semuanya melabrak isi UU Sisdiknas. Tak itu saja, Wayan Warsa yang yayasannya mengelola SMA dan
Nengah Madiadnyana
SMK Pembangunan serta Akademi Akuntansi di Denpasar ini menuding Pergub adalah sebuah pahlawan, namun pahlawan kesiangan. Dikatakan demikian karena kehadirannya merusak tatanan yang sudah ada khususnya upaya pendidikan berkualitas. Model double shift di sekolah negeri secara nyata tak dibenarkan oleh UU Sisdiknas dan Permendikbud. Dikatakan kesiangan karena sebelum menurunkan pergub, pihak Gubernur dan Disdikpora Bali tak pernah melibatkan BMPS provinsi dan kabupaten, Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) Bali dan kabupaten, dewan pendidikan di daerah dan provinsi serta para pengawas yang tahu benar soal kondisi sekolah negeri dan swasta. Hal. 19 Bukan Menyejukkan
Nyoman Winata
Wayan Warsa
Pergub Prioritaskan Siswa Miskin dan Berprestasi
Sekolah Swasta Bisa Lapor, Siswa Miskin Palsu Digugurkan
BPM/dok
MELIHAT- Calon siswa baru melihat pengumuman hasil PPDB.
Terbitnya Pergub No.40 tahun 2017 adalah untuk mengakomodasi calon siswa SMA/SMK yang masih tercecer. Dalam arti, mereka yang belum diterima di sekolah mana pun baik negeri maupun swasta. Kendati, pemerintah sebetulnya lebih memprioritaskan siswa miskin dan berprestasi agar bisa menikmati pendidikan di sekolah negeri.
INTINYA ingin menyelamatkan anak bangsa supaya hak atas pendidikan semua dapat, tapi kerangka atas prosesnya tetap kita harapkan dalam satu koridor yang benar, kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman RI Perwakilan Bali, Ni Nyoman Sri Widhiyanti, di Denpasar, Jumat (7/7) lalu. Menurut Sri, Ombudsman pasti akan mengawasi proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) gelombang kedua sesuai isi Pergub. Berdasarkan SE No.422.1/40269/Disdik tentang Pendaftaran PPDB SMA/SMK Negeri tahap II, pendaftaran dilakukan pada 7 dan 8 Juli. Pengumuman pada 10 Juli, dilanjutkan pendaftaran ulang pada 10 dan 11 Juli. Sebelum akhirnya
Masa Orientasi Siswa dibuka secara serentak pada 12 Juli 2017. “Memang yang paling diutamakan adalah siswa miskin dan diminta untuk jemput bola. Terutama untuk kantong-kantong kemiskinan seperti Karangasem dan sebagainya. Jadi, niatan provinsi bagaimana anak-anak itu bisa sekolah,” imbuhnya. Sri menambahkan, siswa berprestasi juga mendapat prioritas di sekolah negeri namun tetap harus diverifikasi. Dengan catatan, siswa tersebut belum terdaftar di sekolah lain seperti SMA/SMK swasta. Sebab, siswa yang mendaftar di PPDB gelombang kedua harus membuat surat pernyataan belum diterima atau tidak
terdaftar di sekolah negeri dan swasta. Selain jalur miskin dan prestasi, Pemprov juga kembali membuka pendaftaran di jalur reguler. Pihaknya sempat mempertanyakan kenapa jalur ini kembali dimunculkan. “Memang di situ ada persoalan yang tercecer akibat dengan adanya zonasi dan KK, dia bersaing di kuota 5%. Jadi, mereka tetap bisa mendaftar itu (PPDB tahap II) kalau tidak bersekolah di mana pun atau tercecer. Ketika daftar harus online lagi dan dia juga harus membawa berkas yang dulu dia memang pernah mendaftar di sekolah itu,” jelasnya. Hal. 19 Siswa Miskin
DAERAH
2
Minggu Kliwon, 9 Juli 2017
Fluktuasi Harga Daging Ayam Tinggi Sentuh Rp 32.000/Kg
Denpasar (Bali Post) Harga daging ayam mengalami fluktuasi yang relatif cukup tinggi karena berkaitan dengan supply and demand ayam hidup di Bali. Penentuan harga daging ayam sangat dipengarhui oleh ketersediaan ayam yang siap potong di tingkat peternak yang dibeli oleh para suplier untuk diproses di RPA (Rumah Potong Ayam). Harga ayam pedaging di tingkat peternak hari ini dengan berat hidup sekitar 2,8- 3 kg adalah sekitar Rp 15.000 - Rp 16.000 dan hanya sekitar 70 persennya menjadi karkas (ayam yang telah dihilangkan, bulu, jeroan, dan kakinya). Sedangkan harga ayam hidup dengan berat 1,2 kg-1,4 kg adalah Rp 18.000 – Rp 19.000 dan menjadi karkas 60 persennya. Demikian disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner Pengolahan dan Pemasaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Bali, drh. IKG Nata Kesuma, MMA., Sabtu (8/7) kemarin. Besarnya biaya produksi dibutuhkan dalam usaha peternak antara lain input biaya DOC (day old chicken/ayam kecil), pakan serta biaya operasional lainnya sehingga diperkirakan total biaya per ekor ayam sekitar Rp 16.000 - Rp 17.000. Sementara jumlah peredaran DOC di Bali sekitar 4,5 - 5 juta per bulan. Persediaan daging ayam di Bali diestimasi berdasarkan peredaran DOC. Peredaran DOC di Bali sekitar 4,5- 5 juta per bulan. Dari situlah dapat dihitung perkiraan persediaan daging ayam di Bali setiap bulannya sekitar 3.000 ton per bulan. Selama proses pemotongan (pembersihan bulu, potong, pemisahan jeroan, hati, empela, dan bagian-bagian lainnya) hingga menghasilkan daging memerlukan biaya jasa pemotongan dan biaya operasional lainya sehingga harga daging di tingkat konsumen sekitar Rp 32.000/kg. Jika ayam tersebut di-fillet, dipisahkan daging dari tulangnya, harganya menjadi Rp 45.000 - Rp 47.000. (kmb42)
BPM/doc
FLUKTUASI - Harga daging ayam mengalami fluktuasi yang relatif cukup tinggi karena berkaitan dengan supply and demand ayam hidup.
Pupuk Organik Diminati, Permintaan Hingga 50 Ton/Hari
Denpasar (Bali Post) Pupuk organik sangat diminati semua kalangan sehingga permintaan pasar sangat tinggi yaitu 50 ton/hari di Tabanan saja, belum lagi wilayah lainnya. Penggunaan pupuk organik tidak hanya untuk pertanian tapi juga mengalami diversifikasi yaitu pembibitan, industri, hotel, vila, kolam ikan bahkan turis lebih tertarik menggunakan pupuk organik. Pengusaha pupuk organik, A.A. Nyoman Wijana mengatakan, per tahun, permintaan pupuk organik bisa mencapai 350 ton. Sementara ia bersama sembilan kelompok pengusaha pupuk organik baru bisa memenuhi permintaan 50 ton. “Saya saja produksinya baru 10 ton,” tandasnya ditemui saat press conference HKTI belum lama ini. Harga pupuk organik juga enam kali lipat lebih murah dari pupuk urea yaitu hanya 950/kg. Dengan harga tersebut, dinilai sangat menguntungkan. “Makanya berkecimpung di bidang limbah bisa menjadi kaya raya, maka mainlah di organik,” katanya. Dikatakan, pupuk organik merupakan pupuk berteknogi bahkan mengalahkan urea. Untuk membuat pupuk organik, ia bisa menghabiskan limbah hingga 15 ton. Limbah tersebut berasal dari berbagai limbah organik yang bebas racun seperti kotoran, limbah serbuk gergaji, dll. Bahan baku itu setelah diolah mengalami penyusutan sehingga pupuk organik yang dihasilkan jumlahnya lebih sedikit dari bahan baku. Tak heran, ia bersama teman-temannya saling berebut limbah. “Karena kita peduli lingkungan. Makanya kita sering berebut limbah. Persaingannya sangat ketat. Tapi saya senang karena kita bersaing secara ketat,” kelakarnya. Ia menampik penggunaan pupuk organik merangsang tumbuhnya gulma yang dapat mengganggu tanaman pertanian. Ia menjelaskan penggunaan pupuk organik pada yang benar adalah ditebar sebelum masa pengolahan tanah. Gulma yang tumbuh akan digilas oleh traktor sehingga tanaman pertanian tidak terganggu. (kmb42)
BPM/doc
PUPUK ORGANIK - Penggunaan pupuk organik tidak hanya untuk pertanian tapi juga mengalami diversifikasi yaitu pembibitan, industri, hotel, vila, hingga kolam ikan.
BPM/eka
BEBEAN Sejumlah pemuda membawa layanglayang bebeannya saat Bali Kite Festival 2017 di Padanggalak, Denpasar, Sabtu (8/7) kemarin. Ribuan sekaa layang-layang dari sejumlah daerah di Bali berpartisipasi dalam lomba tradisional Bali ini.
’’Rafting’’ Saat Arus Deras
Wisatawan Asal Tiongkok Tewas Gianyar (Bali Post) -
Rafting di Sungai Ayung kembali memakan korban, Sabtu (8/7) kemarin. Kali ini, seorang perempuan berkebangsaan Tiongkok bernama Wang Yumai (25) tewas saat rafting, tepat di Sungai Ayung, Banjar Begawan, Desa Melinggih Kelod, Payangan. Saat kejadian, air Sungai Ayung memang dalam volume tinggi dengan arus yang cukup deras. Informasi dihimpum, dari keterangan I Wayan Purnayasa dan Kadek Karyasa yang samasama bekerja sebagai guide di jasa rafting Tukad Rafting. Pada Sabtu siang pukul 13.30 wita, mereka mendapat giliran mengantar tamu berjumlah 13 orang. Setelah sampai di Sungai Ayung rombongan tamu menaiki dua perahu karet. Perahu pertama berjumlah 6 orang yang dipandu oleh saksi I Wayan Purnayasa, sedangkan perahu yang dipandu Kadek Karyasa dinaiki oleh 7 orang. Selanjutnya, perahu mulai bergerak mengikuti arus sungai ke arah selatan. Nah setelah bergerak kurang lebih selama 10 menit, tepatnya di jeram yang pertama dengan jarak dari start kurang lebih 300 meter, tiba-tiba perahu yang dikomando Wayan Purnayasa terbalik. Tak pelak enam orang penumpang perahu
itu pun tercebur ke sungai. Kala itu, Wayan Purnayasa berupaya membantu para penumpang. Guide asal Sukawati ini pun berhasil menyelamatkan lima orang ke tepian. Namun nahas korban Wang Yumei tidak berhasil diselamatkan di tengah derasnya arus Sungai Ayung. Setelah dicari beberapa saat, wanita 25 tahun asal Tiongkok itu terlihat menyangkut di celah-celah batu. Wayan Purnayasa bersama Kadek Karyasa pun berupaya melakukan penyelamatan. Namun karena derasnya arus sungai membuat dua guide ini kesulitan melakukan evakuasi. Beberapa lama kemudian, korban akhirnya berhasil diangkat ke tepian, tetapi setelah dicek denyut nadinya tidak bergerak. Wang Yumei pun dipastikan sudah meninggal di tempat. Kejadian ini lantas dilaporkan ke Polsek Payangan. Jasad
korban baru bisa dievakuasi ke UPT Puskesmas Payangan Sabtu sore sekitar pukul 17.00 wita. Hingga Sabtu malam, jasad korban rencananya dibawa ke RSUP Sanglah. Kapolsek Payangan AKP Gde Endrawan membenarkan adanya kejadian tersebut. Berdasarkan pemeriksaan diketahui saat kejadian arus Sungai Ayung memang cukup deras, akibat hujan yang berlangsung sejak Jumat malam. “Keterangan saksi saat kejadian arus memang cukup deras, namun tetap diterobos oleh rombongan korban, hingga terjadi insiden seperti ini,” katanya. Dikatakan di UPT Kesmas Payangan jasad korban hanya diperiksa luar, selanjutnya dikirim ke RSUP Sanglah. “Sudah dikirim ke Sanglah, biar besok bisa ditangani oleh konsulatnya,” tandas Kapolsek. (kmb35)
BPM/kmb35
EVAKUASI - Korban usai dievakuasi dari arus deras Sungai Ayung.
Puluhan Anggota Polres Bangli Dites Urine Bangli (Bali Post) Puluhan anggota Polres Bangli dites urine Sabtu (8/7)
kemarin. Tes urine yang dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional
BPM/kmb40
TES - Kegiatan tes urine di Mapolres Bangli, Sabtu (8/7) kemarin.
(BNN) Gianyar ini merupakan salah satu upaya Polres Bangli untuk mencegah adanya penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota. Sementara itu, dari hasil tes urine kemarin, semua anggota Polres Bangli dinyatakan negatif dari narkoba. Kegiatan tes urine yang berlangsung pukul 09.00 wita dilaksankan di ruang Rupatama Polres Bangli. Kegiatan tes urine sedikitnya diikuti oleh 75 orang anggota. Tak hanya anggota, Kapolres Bangli AKBP IGN Agung Ade Panji Anom pun tampak ikut menjalani kegiatan tersebut. Ditemui usai pelaksanaan kegiatan kemarin, AKBP Panji Anom didampingi AKP I Putu Gede Ardana mengatakan
bahwa tes urine yang dilaksanakannya bersama BNNK Gianyar ini merupakan kegiatan rutin Polres Bangli. Anggota yang diikutkan dalam tes ini ditentukan secara acak (random sampling). Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk mengantisipasi adanya anggota polisi yang terlibat penyalahgunaan narkoba. “Ini merupakan salah satu program prioritas Kapolri, yang harus kita laksanakan untuk tetap menjaga anggota terbebas dari penyalahgunaan narkoba,” terangnya. Jika dalam tes urine ditemukan adanya anggota yang positif narkoba, pihaknya menyatakan tidak akan segan-segan memproses dan memberikan sanksi tegas terhadap anggota tersebut. “Kegiatan ini akan
terus kita laksanakan secara berkelanjutan dengan BNN,” jelasnya. Sementara itu, Kepala BNNK Gianyar AKBP I Made Pastika menyatakan bahwa sebagaimana hasil tes yang dilaksanakannya kemarin, tidak ditemukan adanya anggota Polres Bangli yang positif narkoba. “Hasilnya tes urine tadi, semua negatif,” terangnya. Pihaknya mengatakan bahwa kegiatan tes urine ini merupakan salah satu bentuk pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan Polri. Dikatakan AKBP Pastika, selain pencegahan, ada dua tugas dan fungsi lainnya yang selama ini juga dijalankan BNN yakni pemberantasan dan rehabilitasi. (kmb40)
Rai Mantra Buka Festival ’’Nyastra’’ Aksara Bali ST Dharmaning Yowana Diikuti 150 Peserta Anak Sekolah Dasar UNTUK menanamkan kecintaan terhadap warisan para leluhur dan meningkatkan semangat mencintai aksara Bali, Pemuda Sekaa Teruna (ST) Dharmaning Yowana, Banjar Wangaya Kaja, Denpasar Utara, bersinergi dengan Pemerintah Kota Denpasar menggelar Festival Nyastra (Nyurat) Aksara Bali tingkat anak-anak Sekolah Dasar (SD), Sabtu (8/7) kemarin, bertempat di Wantilan Pura Agung Lokanatha Lumintang. Kegiatan nyastra ini dihadiri dan dibuka langsung Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang ditandai dengan penandatanganan sertifikat dan pemukulan kemplung (gong kecil). Tampak hadir dalam kesempatan ini, Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, Suteja Kumara, dan Camat Denpasar Utara, Nyoman Lodra. Terlihat sebanyak 150 peserta anak-anak dengan berpakaian adat Bali antusias dengan festival aksara Bali ini. Walau suasana gerimis menyertai, anak-anak SD ini sudah duduk rapi berjejer mengambil posisi nyastra Bali. Ketua ST Dharmaning Yowa-
na, I Putu Gede Arya Arnawan, mengatakan, kegiatan festival nyastra aksara Bali ini di adakan untuk pertama kalinya oleh para muda-mudi ST Dharmaning Yowana, Banjar Wangaya Kaja, yang awalnya terispirasi dari kegiatan mengisi libur sekolah yang diadakan oleh Pemerintah Kota Denpasar. ”Saya lihat kegiatan mengisi libur sekolah itu banyak sekali kegiatan positif dan bermanfaat yang dilakukan oleh anak-anak terutama mengenai kecintaan terhadap seni dan budaya Bali serta edukasi terhadap lingkungan sekitar, dari sanalah ide mengadakan festival nyastra Bali ini muncul, selain kegiatan ini juga dirangkaikan dengan rentetan dari HUT ST Dharmaning Yowana yang yang ke-18,” ujarnya. Lebih lanjut dijelaskan, adapun peserta yang mengikuti festival nyastra Bali ini dari seluruh SD se-Kota Denpasar dari anak-anak kelas IV sampai kelas VI SD. Kurang lebih 150 peserta yang mengikuti kegiatan ini. Diharapkan dengan kegiatan nyastra Bali ini, anak-anak lebih mencintai aksara Bali, serta agar aksara Bali ini tidak hilang dan
tergerus oleh zaman ke depannya. Sementara Wali Kota Rai Mantra mengatakan, kegiatan festival nyastra Bali merupakan dasar kencintaan anak-anak dengan warisan budaya. Sehingga Pemkot Denpasar sangat mendukung kegiatan-kegiatan seni budaya seperti ini, sebab melalui festival bahasa Bali ini dapat memberikan wahana yang tepat sebagai ajang menguji kemampuan menulis dan berbahasa Bali masyarakat dan generasi muda khususnya anak-anak, agar dapat mengekspresikan diri dalam mengasah kemampuannya, serta dapat menambah wawasan di bidang bahasa, aksara dan sastra Bali. Salah satu orang tua peserta Ketut Made Arjana asal Wangaya, yang anaknya mengikuti festival nyastra Bali mengatakan, sangat senang dengan diadakannya festival nyurat aksara Bali ini. Dikarenakan ini merupakan salah satu ajang pelestarian warisan budaya yang harus dipertahankan, di mana anak-anak memang harus dikenalkan sejak dini mengenai aksara Bali. “Saya di rumah
sudah mengenalkan anak-anak saya dari kecil tentang bahasa dan aksara Bali, agar anak saya mengetahui bahasa Ibu (asli) leluhur, dan sekarang dengan
mengikuti festival ini agar menjadi ajang mengasah kemampuannya dalam menulis aksara Bali lewat nyurat aksara,” ungkap Arjana. (ad664).
TINJAU – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Camat Denpasar Utara Nyoman Lodra saat meninjau kegiatan Festival Nyastra (Nyurat) Aksara Bali tingkat anak-anak Sekolah Dasar (SD), yang diselenggarakan oleh muda-mudi Sekaa Teruna Dharmaning Yowana, Banjar Wangaya Kaja, Denpasar Utara, Sabtu (8/7) kemarin, bertempat di Wantilan Pura Agung Lokanatha Lumintang.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Kliwon, 9 Juli 2017
Daerah
TLF Hari Ketiga
3 Klinik Jnana Marga
Lomba Membuat Gebogan, Distan Seks, Cikal Bakal Kehidupan Genjot Pemakaian Buah Lokal Bali KEBERADAAN buah tidak bisa dipisahkan untuk kegiatan upacara agama dan yadnya di Bali. Tingginya pemanfaatan buah ini dengan sendirinya menciptakan peluang untuk pemasaran buah. Sayang belakangan buah lokal Bali mulai tersaingi dengan masuknya beragam jenis buah impor. Di tengah persaingan itu, Dinas Pertanian (Distan) memanfaatkan momen pagelaran “Twin Lake Festival (TLF) 2017” memasyarakatkan dan meningkatkan pemakaian buah lokal Bali dalam kegiatan upacara agama dan yadnya menurut kebiasaan Hindu. Upaya ini dikemas melalui lomba membuat gebogan di panggung utama TLF kawasan Danau Buyan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Sabtu (8/7) kemarin. Lomba ini diikuti oleh 16 tim yang berasal dari sekaa truna, Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan, dan Organsasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Buleleng. Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Nyoman Swatantra di selasela lomba mengatakan, buah lokal Bali belakangan mulai tersisih dengan masuknya buah impor. Jika dibiarkan, tidak menutup kemungkinan buah impor menjadi kebutuhan utama yang dicari dalam perlengkapan sarana upacara agama dan yadnya di Bali. Tidak ingin hal itu terjadi, Distan mengunggah dan merangsang warga untuk menggunakan buah lokal Bali sebagai bahan membuat gebogan atau sarana upakara lainnya. Ajakan itu diwujudkan melalui lomba, yang mana karya gebogan masing-masing peserta sepenuhnya menggunakan buah lokal Bali. Dari karya yang dipertontonkan itu, dapat menggugah masyarakat bahwa buah lokal Bali tidak kalah indah ketika dirangkai dijadikan gebogan. Setelah menarik minat dalam penggunaannya, maka ke depan permintaan buah lokal Bali akan meningkat dan petani menjadi lebih bergairah memproduksi buah lokal Bali itu sendiri. “Lewat lomba ini kami ingin menggugah dan merangsang penggunaan buah lokal Bali untuk membuat gebogan. Dari karya peserta ini, buah lokal Bali begitu indah kalau sudah dirangkai dengan baik. Kalau ibu-ibu atau remaja putri
GEBOGAN – Momentum TLF dimanfaatkan oleh Distanak Buleleng menggugah dan merangsang pemakaian buah lokal Bali dalam membuat gebogan. Selain itu, TLF ini juga dijadikan arena membangkitkan pengembangan budidaya melalui kontes bunga Kerisan. banyak menggunakan, maka permintaannya akan semakin banyak dan mengurangi masuknya buah impor itu sendiri,” katanya. Kontes Bunga Kerisan Momentum TLF tahun ini juga digunakan untuk membangkitkan budidaya tanaman bunga kerisan. Pada hari ketiga, Distan menggelar kontes Bunga Kerisan yang diikuti oleh petani pembudidaya bunga kerisan di Desa Pancasari dan sekitarnya. Selain itu, peserta dari petani yang berasal dari Desa Candi Kuning, Tabanan juga turut meramaikan kontes yang satu ini. Peserta kontes dituntut menghasilkan karya merangkai bunga dengan kreteria penilaian keberagaman kombinasi warna dari bunga kerisan yang digunakan. Selain itu, ukuran panjang tangkai dan tingkat kesehatan bunga juga dijadikan kriteria penilaian oleh dewan juri. Menurut Swatantra, budidaya bunga kerisan di Desa Pancasari dan sekitarnya telah berkembang pesat. Petani berhasil membudidayakan aneka varietas bunga kerisan yang diminati pasar di dalam daerah. Budidaya yang begitu potensial digeluti, membuat Distan mengembangkan budidaya tanaman yang sama ke luar dari Desa Pancasari. Saat ini, lokasi budidaya
bunga kerisan digeluti oleh petani di Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan. “Kontes bunga kerisan ini juga kita jadikan momentum untuk mempromosikan sekaligus menggugah petani untuk menggeluti budidaya bunga kerisan yang begitu potensial dan memberikan keuntungan jika digeluti dengan serius,” jelasnya. Dari kegunaan kompetisi tersebut, dewan juri menetapkan lomba membuat gebogan juara pertama direbut TP PKK Desa Madenan, Kecamatan Tejakula. Disusul Dinas Statistik sebagai juara dua dan TP PKK Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu meraih juara tiga. Pemenang lomba membuat gebogan, juara dari wakil TP PKK kecamatan diikutkan dalam lomba yang sama di tingkat Provinsi Bali. Sementara kontes bunga kerisan, dewan juri menetapkan Ni Luh Elyani wakil Kelompok Tani Mekar Sari Desa Pancasari sebagai juara pertama. Peserta ini menampilkan karya rangkaian bunga kerisan Zena. Gede Sudiatmika utusan Kelompok Tani Mekar Sari Desa Pancasari rangkaian bunga kerisan Salsa Pink. Sementara Ni Luh Elyani wakil Kelompok Tani Mekar Sari Desa Pancasari dengan rangkaian bunga kerisan Riri sebagai juara tiga. (ad668)
Daftar Bacawagub di DPC PDI-P Denpasar
Rai Wirajaya Serahkan Formulir Denpasar (Bali Post) – Setelah mengambil formulir pendaftaran bakal calon wakil gubernur (Bacawagub) di DPC PDI-P Denpasar, I Gusti Agung Rai Wirajaya Jumat (7/7) lalu menyerahkan dokumen dan berkas pendaftaran kepada Tim 5 DPC PDI-P Denpasar, untuk selanjutnya didaftarkan ke Tim Nawa Sanga DPD PDI-P Bali. Politisi PDI-P yang kini duduk di Komisi 11 DPR-RI, diantar tim dan pendukungnya ke Sekretariat DPC PDI-P Denpasar sekitar pukul 15.00 Wita dan diterima Tim 5 (penjaringan) bacagub/bawacagub PDI-P Denapsar, Eko Supriadi dkk. Rai Wirajaya datang langsung sesuai dengan ketentuan yang tersurat dalam peraturan penjaringan yang dilakukan PDI-P. Rai Wirajaya merupakan satu dari tiga orang yang ikut mengambil formulir pendaftaran bacagub dan bacawagub Bali di DPC PDI-P Denpasar. Dua nama lainnya, yakni I.B.Rai Dharmawijaya Mantra dan Tjok Ace. Setelah diserahkan, berkas pendaftaran diteliti Wakil Ketua Tim 5 I Nyoman Darsa dan Sekretaris A.A.Putu Wibawa. Berkas yang berisikan sekitar sepuluh item persyaratan, seperti formulir pendaftaran, bio data, visi misi, surat pernyataan, serta yang lain-
BPM/ara
BERKAS - Rai Wirajaya menyerahkan dokumen dan berkas pendaftaran bakal calon wakil gubernur Bali kepada Tim Lima DPC PDI-P Denpasar. nya, dinyatakan telah memenuhi persyaratan. “Berkas ini akan kami serahkan kepada tim Nawa Sanga di DPD,” ujar Darsa. Sementara itu, Rai Wirajaya yang dikenal dengan sebutan ARW menyatakan kehadirannya di DPC PDI-P ini sebagai upaya untuk menjaga kehormatan partai dalam ajang pilkada mendatang. Karena selama ini kader PDI-P di Denpasar
tidak ada yang mendaftarkan diri, sehingga dirinya memberanikan diri untuk tampil sebagai bakal calon wakil gubernur. Siapapun pasangannya nanti, pihaknya tidak mempermasalahkan. Semua terserah kepada DPP. “Kami juga komit untuk mendaftar di PDI-P, kalau partai lain tidak berniat,” ujar politisi asal Peguyangan ini. (kmb12)
AWALNYA seks diciptakan bukan sekadar for fun, ataupun sebagai pemuas nafsu. Namun untuk sebuah tujuan mulia, berketurunan. Karena hubungan seks adalah bertemu dan bersatunya raga, jiwa dan pikiran seorang laki–laki dan perempuan. Anak–anak yang sehat dan suputra akan dilahirkan dari sebuah hubungan yang sehat dan bertanggung jawab, dari pasangan suami istri yang saling mencintai. Sedemikian pentingnya peran seksual untuk kelangsungan hidup manusia, sehingga seks dapat dikatakan sebagai cikal bakal kehidupan yang baru. Tak mungkin ada kehidupan baru tanpa adanya unsur seks di dalamnya. Walau seorang pria dengan gangguan disfungsi ereksi, ejakulasi dini atau libido rendah masih memungkinkan untuk memilki keturunan, asal kualitas spermanya masih bagus. Namun, saat tubuh dalam kondisi stres, lemah, lesu karena kurang istirahat atau menderita penyakit serius karena gaya hidup yang tidak sehat, masih mampukah suami istri bercinta dengan nyaman dan merasakan kenikmatannya? Atau mampukah tubuh pria memproduksi sperma yang berkualitas untuk menghasilkan keturunan? Grand Master Metafisika Indonesia Bali, ahli seksual sekaligus terapist Klinik Jnana Marga I Nengah Edy Warsita mengatakan, stres adalah salah satu penyebab utama terjadinya disfungsi seksual, seperti impotensi, ejakulasi dini maupun libido rendah. Rutinitas dan permasalahan hidup sering memicu seseorang mengalami stres bahkan depresi. Hal ini tidak hanya berpotensi mengacaukan kehidupan sosial, merusak suasana hati tetapi juga memadamkan hasrat dan ketidakmampuan untuk melakukan hubungan intim. Sebagai salah satu hal yang amat penting dalam kehidupan, seharusnya kesehatan seksual juga mendapatkan perhatian yang sama dengan kesehatan tubuh yang lain. Apalagi kesehatan seksual sangat erat hubungannya dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Banyak cara sederhana yang dapat dilakukan agar kesehatan jasmani dan rohani, termasuk kesehatan dan organ seksual bisa berfungsi dengan baik dan tetap dapat melakukan hubungan seksual dengan sempurna, untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Salah satunya mendapat keturunan. Walau di zaman teknologi dan perkembangan ilmu kedokteran yang kian maju, banyak metode yang dikembangkan untuk bisa memperoleh keturunan. Namun menurut Owner Klinik Jnana Marga dan Training Centre Metafisika Indonesia Bali ini, setiap manusia atau
I Nengah Edy Warsita pasangan normal tentu menginginkan keturunan dari hubungan normal dan alami, hubungan seksual suami istri. Itulah sebabnya dia menyarankan agar setiap orang selalu menjaga kesehatan baik rohani maupun jasmani. Bagi pasangan yang belum mendapatkan keturunan karena gangguan fungsi seksual ataupun karena hal lain, Klinik Jnana Marga, (ijin no: 448.3/3.PT.29.VI.12/ DIKES. Dan sudah tergabung dengan IPATRI) dengan metode terapi Janur Sakti dan Piramida, yaitu penggabungan metode terapi tradisional dan modern dengan energi janur dan kekuatan energi piramida, membantu menyembuhkan para pria yang memiliki masalah kesehatan seksual, seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini, libido rendah/ kehilangan libido, hyperseksual (menyeimbangkan energi seksual), infertilitas (susah memiliki anak), menambah ukuran mr. P. dan lain–lain. Juga menangani, memperbaiki dan menenangkan pikiran yang kacau dan menyembuhkan pikiran–pikiran yang sakit. Beralamat di Jalan Gatot Subroto I gang Jnana (1 km arah utara Apotek Anugrah) Denpasar. Telp. 085102111600. Buka setiap hari Senin-Sabtu pukul 10.00–17.00 Wita. (ad666)
SeNaTS 2
Angkat Tema Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan PROGRAM Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Udayana menggelar Seminar Nasional Teknik Sipil ke-2 (SeNaTS 2) di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Sabtu (8/7). Seminar mengangkat tema “Menuju Pembangunan Infrastruktur yang Berkelanjutan”. Mengingat dampak kemajuan teknologi di bidang konstruksi mengharuskan pengguna maupun pelaku industri konstruksi agar tetap menjaga keseimbangan lingkungan. “Bidang Teknik Sipil merupakan salah satu pelaku utama dalam pembangunan infrastruktur yang berperan penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Tak dapat dipungkiri, faktor pelestarian lingkungan memegang peranan penting untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan itu,” ujar Ketua Panitia I.B. Rai Widiarsa, S.T., MASc., Ph.D. Menurut Widiarsa, SeNaTS 2 digelar untuk mendukung perspektif tersebut. Ada 70-an makalah dipresentasikan dari beberapa bidang keahlian teknik sipil. Para penulis makalah berasal dari berbagai institusi di seluruh Indonesia. Selain itu, SeNaTS 2 juga menghadirkan tiga keynote speaker, yakni Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Bidang Kajian dan Pengelolaan Program Prioritas Yanuar Nugroho, Ph.D., Departemen Teknik Sipil UGM Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Engineering Manager PT WIKA Rekon Ir. Djoko Witjaksono. Ketua Prodi Magister Teknik Sipil Prof. Putu Alit Suthanaya, S.T., MEngSc., Ph.D., mengatakan SeNaTS 2 dapat dimanfaatkan bagi para peneliti dan praktisi untuk mempublikasikan pengalaman maupun hasilhasil penelitian yang berhubungan dengan pengembangan infrastruktur dalam menunjang sasaran pembangunan yang berkelanjutan. Topik
MEMUKUL GONG - Dekan Fakultas Teknik Unud Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT., Ph.D., memukul gong sebagai tanda dibukanya Seminar Nasional Teknik Sipil ke-2 (SeNaTS 2). publikasi mencakup bidang keahlian struktur dan material, geoteknik, manajemen proyek dan rekayasa konstruksi, transportasi, sumber daya air, lingkungan serta bidang keahlian sipil terkait lainnya. “Seminar ini merupakan salah satu wadah komunikasi dan tukar informasi serta pengalaman bagi ilmuwan, rekayasawan, mahasiswa maupun praktisi yang memiliki perhatian atau pengalaman di bidang teknik sipil,” ujarnya. Alit berharap SeNaTS 2 dapat memperkaya perkembangan dunia ketekniksipilan dan memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dalam hal ini, menjadi media efektif untuk komunikasi dan tempat bertukar pikiran serta pengalaman antara sesama ilmuwan, rekayasawan, mahasiswa, maupun praktisi Teknik Sipil dari seluruh Indonesia. Dekan Fakultas Teknik Unud,
Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT., Ph.D., mengatakan pembangunan infrastruktur baru harus menerapkan tiga aspek. Pertama, aspek ekonomi berkelanjutan yang terkait dengan pemerataan ekonomi di seluruh daerah Indonesia. Kedua, aspek lingkungan berkelanjutan yakni pembangunan infrastruktur tidak berdampak lingkungan atau jangan sampai menyebabkan polusi air, udara dan tanah. Ketiga, aspek sumber daya yang berkelanjutan. “Dalam pembangunan infrastruktur tentu ketersediaan airnya harus diperhatikan, energinya bagaimana? Energi harus berubah dari fosil menjadi renewable energy,” jelasnya. Suardana menambahkan, infrastruktur berkelanjutan dibuat dengan teknologi. Namun, teknologi yang dipakai juga harus difikirkan, apakah sudah pro terhadap kemiskinan (pro poor), pro job, pro culture, dan pro environment. (ad667)
Mulai Tumbuh, Kesadaran Masyarakat Menjaga Penyu
Denpasar (Bali Post)Jauh sebelum tahun 1990-an, perdagangan penyu marak di Bali. Tidak hanya itu, penyu juga dikonsumsi untuk sate dan lawar penyu. Penyu juga digunakan untuk upacara di Bali. Keprihatinan terhadap penyu mulai tumbuh, mengingat penyu adalah binatang purba yang masih ada hingga zaman ini, sehingga patut dilindungi. Berbagai gerakan perlindungan terhadap penyu dilakukan. Termasuk membangun tempat konservasi penyu sekaligus edukasi tentang penyu. Salah satu konservasi penyu ada di selatan Kota Denpasar yaitu Desa Serangan. Tempat konservasi penyu yang diberi nama Turtle Conservation and Education Center (TCEC) diketuai oleh I Made Sukanta. Perlahan tapi pasti kesadaran masyarakat akan menjaga penyu mulai tumbuh. Bahkan terkadang masyarakat yang mendapatkan telur penyu akan dibawa ke tempatnya untuk dirawat hingga menetas. Terutama masyarakat Serangan, sudah tidak lagi membantai penyu untuk kebutuhan konsumtif. “Perdagangan waktu itu masih, tapi sekarang masyarakat mengerti dan paham,” ujarnya. Sehariharinya ia bersama pengelola TCEC yang sama-sama berasal dari Desa Serangan merawat telur penyu yang akan menetas. Sukanta menuturkan, di TCEC kini memiliki 95 sarang telur dengan jumlah telur
diperkirakan 9.300-an. Telur penyu yang diperoleh di sekitar pantai dibawa ke tempat konservasi agar tidak dimangsa hewan lain atau terinjak. Telur itu akan menetas 45–75 hari, tergantung jenis penyu. Satu penyu bisa menelurkan ratusan telur. Setelah menjadi tukik, hewan itu akan kembali dilepas ke laut. “Satu penyu rata-rata bisa menghasilkan 100-110 telur, bisa juga sampai 130 telur. Karena penyu tidak sekali bertelur, bisa tiga kali bertelur dalam semusim (1 tahun),” bebernya. Maka dari itu, pihaknya mampu menyediakan penyu untuk upacara. Lebih baik ia mengorbankan seekor penyu yang menghasilkan 300 telur untuk upacara, dari pada masyarakat mengambil penyu di alam dengan tidak meninggalkan generasi penyu berikutnya. Hanya beberapa penyu yang dirawat di TCEC. Karena untuk kebutuhan upacara, TCEC harus memberikan penyu kepada masyarakat yang membutuhkan. Itu pun berdasarkan rekomendasi dari beberapa lembaga seperti PHDI. Tahun 2016 saja pihaknya menerima permintaan penyu sebanyak 47 ekor untuk keperluan upacara. Kini di TCEC selain tempat konservasi dan edukasi, juga ramai dikunjungi wisatawan mancanegara untuk melihat proses konservasi penyu. Wisatawan asing yang datang berbagai usia dari anak-anak hingga remaja. (kmb42)
TCEC - Turis Prancis mengunjungi TCEC.
BPM/may
4
Minggu Kliwon, 9 Juli 2017
AIR - Untuk menjaga Ulun Danu secara kekinian dilakukan dengan dasar produk hukum yang berupa Undang-Undang dan peraturan daerah. Produk hukum tersebut sudah mengatur tentang pemanfaatan air sampai daerah penyangga Ulun Danu. Untuk menjaga Ulun Danu tinggal menerapkan produk tersebut. Ulun Danu wajib untuk kita jaga bersama. Menjaga Ulun Danu maka kepala (Ulun) manusia Bali wajib bersih dari kerakusan.
Menjaga Ulun Danu
Menjaga Peradaban Air di Bali Pergelaran PKB kesenian Bali 2017 sudah digelar. Seperti biasa setiap penyelenggaraan PKB mengusung tema tersendiri. Tema PKB kali ini adalah “Ulun Danu: Melestarikan Air Sumber Kehidupan”. Ulu dapat berarti kepala, pusat, sumber, hulu, sedangkan Danu dapat berarti danau atau sumber air, sehingga Ulun Danu dapat diartikan pusat, sumber/mata air. Dalam kehidupan masyarakat Bali, air merupakan simbol kehidupan itu sendiri (amerta, merta, yeh, toya, tirta). Ulun Danu merupakan kearifan lokal berupa pengetahuan tentang bagaimana kita semestinya memelihara, memuliakan, dan mengelola air sebagai sumber kehidupan dan penghidupan serta sumber peradaban. Tema, satu tema payung dan lima tema pokok setiap tahunnya. Tema payung “Pasuk Wetuning Bhuwana” yang bermakna Menjaga Sinergisitas dan Keseimbanhan Semesta. Sedangkan tema pokok yang diusulkan setiap tahunnya selama 5 tahun ke depan adalah Ulun Danu (Melestarikan Air Sumber Kehidupan), Karang Awak (Mencintai Tanah Kelahiran), Api Dharmaning Koripan (Memberdayakan Energi Semesta), Bayu Pramana (Memuliakan Sumber Daya Angin), dan Akasacara (Menjelajah Angkasa Membangun Dunia Maya). Ulun Danu sebuah tema yang relevan dengan masalah air di Bali. Fenomena krisis air di Bali kian mengemuka. Sejumlah hasil penelitian pun terungkap. Salah satunya hasil penelitian yang dilakukan Institute for Development Economic and Planning (IDEP) Bali. Seperti dilansir
dalam laman viva.co.id (28/4/2015), dari hasil penelitian yang dilakukan sejak 2012, Bali telah mengalami krisis dan penurunan kualitas air bersih. Cadangan air bawah tanah di Bali tinggal 20 persen saja. Bahkan bila tidak ada mitigasi, diperkirakan Bali akan mengalami bencana ekologis pada 2020 mendatang. Hal itu terjadi karena salah satu penyebabnya adalah intrusi air laut yang terjadi di sentra-sentra pariwisata. Beberapa yang sudah terdeteksi antara lain di kawasan Sanur, Kuta, Jimbaran, Kedonganan dan Nusa Dua. Selain itu, pengambilan air bawah tanah secara masif juga menjadi penyebab lainnya. Melihat hasil riset tersebut pesan Ulun Danu yang diusung dalam PKB 2017 penting untuk kita terjemahkan bersama. Belajar Sebetulnya menjaga Ulun Danu sudah dilakukan dari dulu oleh para tetua di Bali. Dalam menjaga Ulun Danu (sumber air) di Bali nampaknya kita perlu belajar dari para tetua di Bali. Air begitu dimuliakan di Bali jauh sebelum zaman gemerincing dolar mengalir di Bali. Terlebih lagi Bali dengan agama tirtanya. Para tetua dalam melestarikan Ulun Danu (sumber air) menggunakan cara arif. Air selalu difungsikan dalam kehidupan sosioreligius masyarakat. Air memikili makna religius. Air menjadi pembersih bukan hanya raga bahkan juga rohani. Istilah wangsuh pada merupakan bukti mengalirnya anugerah para dewa. Beberapa upacara di Bali menggunakan air suci sebagai sarana pokok. Melasti /atau mekiis ke laut merupakan bukti
penerapan fungsional dari air. Taru pramana, hutan larangan merupakan contoh kearifan dalam menjaga Ulun Danu. Dalam kegiatan pertanian yang dilakukan masyarakat Bali juga terdapat konsep kearifan lokal dalam menjaga dan melestarikan air. Konsep kearifan lokal tersebut dapat ditemui dalam upacara magpag toya. Magpag dalam bahasa Bali memiliki arti menyambut, sedangkan toya diartikan sebagai air. Jadi magpag toya dapat diartikan sebagai upacara menyambut kedatangan air yang dilakukan pada petani Bali. Upacara magpag toya biasanya dilakukan di Pura Ulun Suwi. Ulun Suwi dalam konsepsi masyarakat Bali sangat identik dengan tempat yang menjadi sumber mata air dan pengaturan distribusi air. Dalam upacara magpag toya terlihat dengan jelas bahwa masyarakat Bali menempatkan air sebagai urat nadi kehidupan. Tentu sangat beralasan karena jika panen berhasil maka petani akan mampu mempertahankan kehidupannya. Namun, jika panen gagal akibat kekurangan air sehingga ketersediaan pangan akan terganggu. Dari air di Bali lahirlah budaya agraris. Subak, tarian bumi seperti sanghyang, rare angon beberapa contoh budaya agraris yang lahir dari air. Bahkan subak bukan hanya menggunakan air. Namun, jika ditelaah lebih mendalam subak pada dasarnya lebih pada tata kelola penggunaan air oleh petani di Bali. Sebagai sebuah tata kelola air, subak tidak sebatas cara membagi air tetapi lebih pada tata cara penggunaan air secara efektif dan efisien. Petani diajak untuk menggunakan air seperlunya dan sesuai kebutuhan. Penggunaan air seper-
lunya dilakukan karena masih banyak petani yang lain juga memerlukan air untuk mengairi lahannya. Dalam konsep subak, masyarakat petani juga memiliki kewajiban untuk melakukan pemeliharaan saluran air. Termasuk menjaga kebersihan saluran air dari sampah atau kotoran lainnya. Mitologi Para tetua kita juga menjaga Ulun Danu dengan mitologi. Di Bali terdapat beberapa contoh mitologi untuk menjaga Ulun Danu. Salah satunya terdapat di hulu Bali dengan sebutan kawasan Tri Danu. Kawasan Tri Danu tersebut terdiri dari Danau Beratan, Tamblingan dan Buyan. Tri Danu memiliki fungsi yang sentral dalam peradaban air di Bali karena merupakan penghasil mata air yang tersebar di Bali utara dan selatan. Mitologi tersebut adalah adanya naga gombang, naga rakrik dan kayu larangan. Mitologi tersebut mengandung amanat agar tidak mengganggu bumi karena di dalam bumi terdapat kehidupan seperti manusia di bumi. Sementara kayu larangan tersebut memuat tentang beberapa jenis pohon yang memang tidak boleh ditebang sembarangan, masyarakat tri danu sangat percaya bahwa jika menebang pohon secara sembarangan tanpa memohon kepada pihak desa adat atau melanggar tradisi yang disebut kayu larangan (kayu yang dilindungi kerajaan) maka terkena kutukan dari para leluhur, bahkan akan kena denda jika menebang pohon yang dilindungi. Larangan–larangan yang menguatkan sakralisasi danau dan sebagai wujud pengaguman terhadap alam semesta. Lewat mitologi dan kayu
larangan tersebut tersirat sebuah amanat untuk menyelamatkan hutan sebagai penghasil air. Dalam desa pakraman di Bali Konsensus untuk menjaga Ulun Danu sudah di buat berupa awig Desa. Upaya menjaga air oleh masyarakat Bali juga dilakukan melalui pesanpesan moral. Pesan moral tersebut berupa larangan untuk buang air besar atau air kecil di badan air. Jika hal tersebut dilakukan maka orang yang bersangkutan akan terkena pamali. Jika pesan moral tersebut diterjemahkan secara ilmiah maka dapat diartikan bahwa membuang kotoran ke badan air dapat mencemari air. Apabila pencemaran tersebut dilakukan di daerah hulu sungai atau aliran air tentunya masyarakat di daerah hilir tidak akan mendapatkan air bersih. Apalagi jika kemudian kotoran yang dibuang di daerah hulu mengandung e-coli tentunya akan menyebabkan wabah bagi masyarakat daerah hilir. Menjaga Air Menjaga Ulun Danu Bukan hanya menjaga air di daratan. Masyarakat Bali juga memiliki konsep pelestarian air laut. Bagi masyarakat Hindu Bali laut merupakan tempat peleburan dan penyucian kembali. Laut menjadi tempat pemurnian bagi masyarakat Bali terhadap berbagai noda. Buktinya sebelum hari raya Nyepi masyarakat Bali melakukan upacara melasti yang bermakna penyucian kembali. Jika dicermati masyarakat Bali pada dasarnya memiliki konsep universal dalam menjaga kelestarian air termasuk menjaga siklus air. Demikian cara para tetua kita
dalam menjaga Ulun Danu dengan kearifan ekologis berbasis sosioreligi, lalu bagaimanakah menjaga Ulun Danu dengan konteks kekinian? Untuk menjaga Ulun Danu secara kekinian dilakukan dengan dasar produk hukum. Baik produk hukum yang berupa Undang-Undang dan peraturan daerah. Produk hukum tersebut sebenarnya sudah mengatur tentang pemanfaatan air sampai daerah penyangga Ulun Danu. Untuk menjaga Ulun Danu sebenarnya tinggal menerapkan produk tersebut. Namun, pertanyaannya mampukah produk hukum itu dijalankan secara murni dan konskuen. Terlebih lagi banyak tempat di Bali sebagai Ulun Danu yang menjadi incaran pemilik modal dari luar. Melihat begitu pentingnya Ulun Danu bagi peradaban air dan kehidupan sosioreligius masyarakat Bali. Maka Ulun Danu wajib untuk kita jaga bersama. Kita wajib belajar dari tetua tentang pola-pola menjaga Ulun Danu. Pola yang arif tersebut mesti dipertahankan dan diperkuat. Demikian juga dengan konteks kekinian dengan hukum formal seperti peraturan hukum wajib diterapkan sehingga Ulun Danu tetap terjaga sebagai penyokong peradaban air, sosio religius dan budaya agraris masyarakat Bali. Agar itu bisa terwujud bukan perkara yang mudah. Menjaga Ulun Danu maka kepala (Ulun) manusia Bali wajib bersih dari kerakusan terhadap gemerincing dolar yang mengalir ke Bali. l I Ketut Sandiyasa Mahasiswa Pascasarjana IHDN Denpasar
Fibroadenoma Mammae, Tumor Payudara Bersifat Jinak Fibroadenoma mammae (FAM) adalah tumor payudara yang bersifat jinak. Fibroadenoma memiliki bentuk teratur padat, kenyal/ keras, permukaannya licin dan tidak menyebabkan nyeri. Pengidap tumor jinak jenis ini biasanya wanita berusia antara 20 - 30 tahun. Sekitar 10% wanita pernah mengalami satu benjolan pada payudara, namun karena berukuran kecil dan tidak nyeri, maka sering tidak disadari. Penyebab fibroadenoma sampai saat ini tidak diketahui secara pasti. Namun dicurigai karena ketidakseimbangan dari hormonal. Karena ketidakseimbangan dari faktor hormonal, maka perubahan kondisi pada tumor mungkin juga terjadi pada saat wanita sedang dalam masa menjelang menstruasi atau saat menstruasi. Karena pada masa haid, hormon dalam tubuh wanita akan berubah. Risiko fibroadenoma akan mengalami penurunan setelah usia menopause. Beberapa peneliti menemukan bahwa wanita dengan riwayat keluarga mengalami kanker payudara lebih sering mengalami fibroadenoma mammae. Gejala Karena fibroadenoma mammae tidak terasa nyeri, maka tumor ini pun kadang jarang disadari hingga Anda meraba benjolan saat sedang mandi atau saat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari). Adapun gejala fibroadenoma pada payudara jika merasakan benjolan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: - Tidak terasa sakit. - Berbentuk bundar dengan tepi tumor yang jelas. - Mudah digerakkan ketika disentuh. - Benjolan yang bisa terasa kenyal atau agak keras. Pasien bisa memiliki lebih dari satu fibro-
adenoma sekaligus dengan beragam variasi ukurannya. FAM berukuran cukup kecil, biasanya hanya 1 atau 2 cm dan jarang berukuran lebih besar dari 5 cm. Tumor ini terasa seperti kelereng yang mudah digerakkan di bawah kulit. Jika diraba teksturnya bersifat kenyal dan halus. Jika Anda menemukan benjolan di payudara, segera periksakan ke dokter. Meskipun dokter yakin bahwa benjolan tersebut fibroadenoma mammae, namun dokter akan tetap menyarankan dilakukan pemeriksaan tambahan seperti USG payudara atau pemeriksaan mamogram, tergantung usia dan kondisi hamil atau tidak guna memastikan tumor tersebut. Pengobatan Terkadang, kasus tumor ini tidak butuh pengobatan. Jika berukuran kecil, dokter akan merekomendasikan pengawasan benjolan tersebut guna melihat apakah membesar atau tidak daripada langsung mengoperasinya. Begitu pula, jika Anda mengalaminya selama kehamilan/ menyusui, disarankan untuk menunggu hingga kadar hormon Anda kembali normal untuk melihat apakah benjolan menghilang dengan sendirinya. Jika dokter menganggap benjolan tersebut bersifat abnormal berdasar pemeriksaan yang sudah dilakukan, maka dilakukan prosedur pengangkatan tumor berupa: - Lumpektomi. Prosedur pembedahan untuk memotong/mengangkat benjolan dari payudara. Jaringan yang diangkat tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa apakah terdapat sel-sel kanker. - Cryoablation. Dalam prosedur ini, dokter akan melihat tumor menggunakan mesin ultrasound. l dr. Dewa Putu Engga Candranata S.Ked. TUMOR - Pasien bisa memiliki lebih dari satu fibroadenoma sekaligus dengan beragam variasi ukurannya. FAM berukuran cukup kecil, biasanya hanya 1 atau 2 cm dan jarang berukuran lebih besar dari 5 cm. Tumor ini terasa seperti kelereng yang mudah digerakkan di bawah kulit. Jika diraba teksturnya bersifat kenyal dan halus. Jika Anda menemukan benjolan di payudara, segera periksakan ke dokter. Meskipun dokter yakin bahwa benjolan tersebut fibroadenoma mammae, namun dokter akan tetap menyarankan dilakukan pemeriksaan tambahan seperti USG payudara atau pemeriksaan mamogram, tergantung usia dan kondisi hamil atau tidak guna memastikan tumor tersebut.
GLAUKOMA - Penanganan atau pengobatan pada glaukoma dimaksudkan untuk mempertahankan tajamnya penglihatan yang ada agar jangan sampai memburuk. Biasanya dokter akan memberikan obat tetes mata dan tablet untuk menurunkan produksi cairan bola mata dan meningkatkan pengeluaran cairan dari dalam bola mata. Hal ini bertujuan untuk membuat tekanan bola mata kembali normal.
Waspada Glaukoma Sejak Dini
M ata m e r upa k a n or ga n t ubuh yang sangat penting dan seyogyanya kita jaga dengan baik. Ada beberapa gangguan pada mata yang dapat membuat fungsi mata berkurang. Salah satu di antaranya yaitu glaukoma. Bahkan menurut Badan Kesehatan Dunia (WH O), glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbanyak di dunia setelah katarak. Oleh karena itu, sangatlah penting kita mengenal glaukoma sejak dini. Tekanan cairan bola mata berperan dalam pembentukan bola mata. Bila tekanan normal, bola mata akan terbentuk dengan baik. Jika terlalu rendah, bola mata akan menjadi kempis. Bila terlalu tinggi bola mata menjadi keras seperti kelereng. Hal ini akan mengakibatkan sel retina dan serabut saraf tertekan serta rusak sehingga lapangan pandang mata menjadi sempit. Bila seseorang mengalami kondisi seperti ini, orang tersebut dapat dikategorikan menderita glaukoma. Glaukoma sendiri dapat pula disebut sebagai penyakit tekanan bola mata dalam keadaan tinggi. Meningkatnya tekanan bola mata itu sendiri dapat diakibatkan oleh dua kondisi, yaitu meningkatnya produksi cairan bola mata dan atau tersumbatnya aliran dari cairan bola mata. Risiko Beberapa kondisi atau faktor risiko terjadinya glaukoma adalah; usia yang lebih dari 40 tahun, penderita miopia (mata minus) yang parah, riwayat keluarga dengan penyakit glaukoma dan masih banyak lagi. Kepastian seseorang dikatakan menderita glaukoma dapat diketahui melalui pemeriksaan tekanan bola mata dengan menggunakan alat yang disebut tonometer. Normalnya tekanan bola mata adalah berkisar antara 1020 mmHg. Selain pengukuran tekanan bola mata di atas 21 mmHg, beberapa gejala yang mungkin dapat dirasakan oleh penderita glaukoma adalah sakit kepala terus menerus, penglihatan se-
makin kabur, nyeri pada mata secara mendadak, mual, muntah, dan bahkan tanpa gejala sekali pun. Bila tekanan bola mata seseorang di atas 21 mmHg tetapi tidak mengalami gejala tersebut di atas, sebaiknya tetap rutin konsultasi dengan dokter spesialis mata untuk mencegah timbulnya glaukoma. Akan lebih baik bila kita tetap rutin memeriksakan diri ke dokter spesialis mata ketika kita memiliki salah satu atau bahkan lebih dari beberapa faktor risiko yang telah disebutkan di atas. Hal ini dikarenakan bila penyakit glaukoma sudah sampai mengenai saraf mata, baik kerusakan yang ditimbulkan itu sedikit maupun banyak, kerusakan tersebut sudah tidak dapat dipulihkan kembali (irreversible). Jenis Glaukoma dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, di antaranya; glaukoma primer, glaukoma sekunder, dan glaukoma kongenital. Untuk glaukoma primer dapat dibedakan lagi menjadi glaukoma primer sudut terbuka dan sudut tertutup. Glaukoma primer sudut tertutup umumnya dialami oleh orang usia lanjut dan merusak ketajaman penglihatan seseorang secara perlahan-lahan. Kondisi ini yang menyebabkan penderita tidak menyadari keadaan matanya dan akhirnya mengalami kebutaan yang tidak dapat ditolong lagi. Gejala yang dirasakan bila berjalan sering menabrak sesuatu karena mata mereka telah kehilangan lapangan pandang untuk melihat bagian tepi. Sementara untuk glaukoma primer sudut tertutup umumnya terjadi tibatiba akibat menutupnya sudut bilik mata depan secara mendadak. Akibatnya, tekanan bola mata mendadak tinggi. Gejala yang dialami biasanya berupa mata mendadak kabur, bila melihat lampu seperti ada pelangi, mata merah, di sekitar mata terasa sakit, sakit kepala, rasa mual dan bahkan disertai muntah. Glaukoma jenis ini termasuk gawat darurat mata yang
bila tidak ditangani secepatnya (2 x 24 jam) dapat menimbulkan kebutaan. Sekunder Glaukoma sekunder timbul akibat adanya penyakit lainnya, seperti peradangan pada jaringan mata, pembuluh darah pada mata tidak normal, dan tumor. Glaukoma sekunder juga dapat terjadi akibat adanya trauma pada bola mata dan akibat pemakaian obat-obatan yang mengandung steroid (dalam hal ini terutama tetes mata) dalam jangka waktu yang lama. Glaukoma kongenital terjadi karena sudut bilik mata depan terbentuk secara tidak normal sejak lahir. Meskipun jarang terjadi, namun orang tua sebaiknya waspada bila melihat tanda-tanda sebagai berikut: bayi takut dan keluar air mata bila melihat cahaya, bola mata dan kornea lebih besar dari ukuran normal dan kornea terlihat tidak jernih. Penanganan atau pengobatan pada glaukoma dimaksudkan untuk mempertahankan tajamnya penglihatan yang ada agar jangan sampai memburuk. Biasanya dokter akan memberikan obat tetes mata dan tablet. Obat-obatan ini bertujuan untuk menurunkan produksi cairan bola mata dan meningkatkan pengeluaran cairan dari dalam bola mata. Hal ini bertujuan untuk membuat tekanan bola mata kembali normal. Tekanan bola mata normal yang diperoleh setelah terapi, bukan berarti sembuh tetapi hanya menunjukkan bahwa penyakit telah terkontrol. Oleh karena itu, sebaiknya penderita tidak menghentikan atau mengganti pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter. Namun, apabila dengan obat-obatan tidak dapat menurunkan tekanan bola mata, maka dapat dipertimbangkan untuk melakukan terapi laser. Pada kondisi sangat gawat, diperlukan tindakan operasi trabekulektomi, yaitu dengan membuat saluran kecil dari bola mata bagian depan ke konjungtiva. l dr. I Made Dwi Surya Wibawa
5
Minggu Kliwon, 9 Juli 2017
Resensi Buku
Memahami Hukum Adat di Bali Judul Buku : Hukum Adat Bali Penulis: I Ketut Artadi Cetakan : 7, 2017 Tebal Buku : 236 hal. Penerbit : Pustaka Bali Post
Berbicara soal hukum adat Bali, maka ada tiga hal pokok yang harus dipakai tumpuan memahami eksistensi hukum adat Bali secara lebih mendasar. Ketiga pokok tersebut adalah; upaya umum masyarakat untuk berusaha menegakkan keseimbangan hubungan antara warga masyarakat itu sendiri. Upaya menegakkan keseimbangan hubungan warga masyarakat dengan kelompok masyarakat, dan keseimbangan hubungan masyarakat secara keseluruhan dengan alam ketuhanan. Pokok pangkal titik tolak kehidupan kelompok masyarakat adat di Bali yang berdasar kepada tiga hal di atas, merupakan penuangan dari falsafah agama Hindu yang disebut Tri Hita Karana. Falsafah inilah yang begitu mendalam memasuki pori-pori dan detak jantung manusia Hindu di Bali. Buku ini menawarkan pengetahuan sederhana untuk memahami hukum adat secara jelas dan terbuka. (osi)
Resensi Film
Tulusnya Cinta Seorang Paman Judul Film : Gifted Sutradara : Marc Webb Pemain : Chris Evans, Jenny Slate dan Octavia Spencer Tayang : 2017
GIFTED bercerita tentang Frank Adler, seorang pria single yang tinggal di pedesaan Florida. Setelah kakaknya meninggal, Frank membesarkan Mary, keponakannya yang jenius dan baru berusia 7 tahun. Film ini diperankan dengan baik oleh aktris cilik Mckenna Grace, gerak dan aktingnya sangat natural. Sorot matanya yang sendu dan berbinar sungguh menjadi hidup tokoh Mary Adler yang dimainkannya. Kisah semakin rumit ketika Frank berencana untuk memasukan Mary ke sekolah seperti layaknya anak-anak di usianya. Tapi rencana itu menarik perhatian ibundanya yang jahat, Frank Evelyn (Lindsay Duncan). Sang ibunda mencoba mengeksploitasi cucu perempuan satu-satunya itu untuk alasan yang egois. Karena alasan itu, Frank berjuang keras untuk mendapatkan hak asuh Mary. Pertempuran untuk mendapatkan hak asuh Mary pun terjadi. Baik Frank maupun ibu kandungnya berusaha untuk memutuskan siapa yang terbaik dan memberikan apa yang terbaik untuk Mary. Film yang layak untuk ditonton bersama keluarga. Cerita yang ringan dan penuh renungan untuk para orang tua. (osi)
Be’a
CERPEN
Oleh Fanny J. Poyk Pagi itu, kabar tentang Bapa Tua yang ditangkap tentara Belanda dan dimasukkan ke sel tahanan dengan tuduhan memakai uang kas di kantor tempatnya bekerja, menyebar di seluruh kampung. Penangkapan ini membuat Mama Tua merenung di depan pintu rumah bebak (1) berdinding bambu, juga berpintu dari bambu. Wajah Mama Tua murung. Ini artinya kelaparan akan menimpa seisi rumah. Tak ada gaji bulanan yang bisa digunakan untuk membeli beras, gula, garam, sabun, minyak tanah dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Peristiwa ini juga berpengaruh pada biaya sekolah Be’a dan adiknya Nona. Mereka pasti akan putus sekolah, karena Meneer Yansen pimpinan di Sekolah Rakyat milik Belanda itu, tidak akan pernah mentolelir anak-anak yang orang tuanya tak sanggup membayar uang sekolah, untuk bertahan di sekolah itu. Tidak juga untuk Be’a dan Nona. Andai pun boleh duduk di dalam kelas beberapa hari, itu hanya pengecualian, mereka berotak cerdas, tiap ulangan selalu memperoleh nilai yang tinggi sehingga Meneer Yansen agak sungkan untuk mengeluarkan mereka dengan tiba-tiba. Tapi hari ini mereka tetap harus ke luar dari sekolah. Uang iuran sekolah lebih penting dari otak yang pintar. “Kalau orang tua kalian tidak mampu bayar uang iuran sekolah, lalu dengan apa para guru akan digaji?” tanya Meneer Yansen usai ditemui Mama Tua yang datang untuk meminta keringanan biaya. Kala itu kata ‘toleransi’ benarbenar sudah mati. Mama Tua benarbenar tak berdaya. Kemudian, waktu terus berjalan, seperti dugaan Mama Tua, sejak Bapa Tua dipenjara, mereka benar-benar hidup susah. Be’a, kadang seharian hanya makan buah-buahan yang dipetiknya dari hutan kecil yang bersebelahan dengan sungai dekat rumah bebak mereka. Mama Tua kemudian meminta izin pada Bapa Tua Julius, tetangga sebelahnya untuk menggarap tanah milik lelaki asal Larantuka itu. Tanah itu sangat luas, kosong tak ditanami apapun. Anak-anak Bapa Tua Julius pemalas, mereka hanya suka jadi preman pasar sambil minum sofi sampai mabuk. Bapa Tua Julius mengijinkan namun dengan syarat, jika tanaman sudah dipanen, harus dibagi hasilnya, Bapa Tua Julius memberoleh 60 persen dari hasil tanaman itu, dan Mama Tua memperoleh bagian 40 persen. Pembagian ini di mata Be’a tidak adil. Ia kesal sekali ketika tahu Mama Tua sudah membuat perjanjian tertulis dengan sang pemilik tanah. Be’a protes. Anak lelaki berusia dua belas tahun yang sudah duduk di kelas enam Sekolah Rakyat (SR) itu, sangat kritis dan cerdas. Ia marah. Malammalam, tanpa sepengetahuan Mama Tua, ia pergi ke mamar (2), milik Bapa Tua Julius, ia menginjak-injak tanaman ubi jalar yang baru bertunas, lalu mencabuti tunas-tunas itu dengan penuh emosi. Usai berbuat demikian, ia pulang ke rumah, tidur di kandang Milo, satu-satunya kerbau peninggalan Bapa Tua, bergabung dengan rumput kering yang sudah diinjak-injak Milo. Keesokkan harinya, di depan rumah, suara orang berdebat mulut terdengar. “Itu pasti perbuatan kau pung anak, Be’a. Kau pung anak, sifatnya tidak beda dengan Bapaknya. Suka berbuat curang dan berhati jahat!” tuduh Bapa Tua Julius. Mama Tua naik pitam. Hatinya kian memanas ketika Bapa Tua Julius menyinggung perempuan di Pasar Liliba, yang telah menjanda dan ada hubungan gelap dengan suaminya. “Cuki mai, kau sambarang sa ngomong. Kau pikir beta pung suami serendah itu. Sini maju, beta parang kau pung leher sekalian, beta sonde jadi garap lu pung tanah. Kita putus hubungan mulai
sekarang!” (3) Mama Tua mengambil parang peninggalan suaminya yang selalu dipakai memotong kayu bakar, di dapur. Melihat parang berkilat-kilat, Bapa Tua Julius, mundur beberapa langkah. Lelaki asal Larantuka, Nusa Tenggara Timur yang berkulit gelap dengan rambut keriting ikal ini, ciut juga nyalinya melihat perempuan Rote yang matanya berkilat penuh nafsu amarah. Be’a yang mendengar itu dari kandang Milo, terkekeh dalam diam. Ia bersorak dalam hati, hubungan kerja itu akhirnya putus, Mama Tua, ibunya, tak jadi menggarap mamar milik Bapa Tua Julius. Meski tunas-tunas ubi jalar sudah tumbuh, tak mengapa, ketidakadilan harus dipangkas, begitu pikirnya. Keputusan terakhir memang menyedihkan. Meneer Jansen tetap pada pendiriannya. Be’a dan Nona dikeluarkan dari sekolah. Keduanya kini putus sekolah, padahal Be’a sebentar lagi lulus Sekolah Rakyat. Mama Tua resah dan gelisah. Ia memutuskan untuk mengirim Be’a ke Kupang, tinggal bersama pamannya Benyamin Messakh, jika kapal uap bersandar di teluk Gonzalu. Tapi Be’a tak menginginkan itu. Ia ingin tetap tinggal bersama Mama Tua, yang akrab ia sapa Ma Bo’i (4). Pikirnya, jika ia ke Kupang, kota terbesar di NTT, dan bersekolah di sana, bagaimana nasib Mama Tua dan adiknya Nona? Sebentar lagi Nona remaja, ia harus melindunginya. Adiknya yang cantik akan menjadi mangsa Bapa Raja yang bertugas di Kantor Pemerintah Belanda, sebagai juru tulis. Laki-laki jelek berkulit hitam legam itu, di mata Be’a sangat tidak sesuai untuk adiknya. Mungkin karena deraan susahnya perekonomian, Mama Tua hampir setuju. Beberapa kali Bapa Raja yang giginya diselimuti emas itu bertandang ke rumah. Be’a geram. Adikku belum juga akil balik, tapi lelaki ini su bagatal (4) ketika memandangnya, pikir Be’a. Ia tak mau adiknya menjadi korban seperti Jublina, sepupunya yang bunuh diri di selat Gonzalu ketika tahu akan dinikahkan dengan Bapa Tua klerek di kantor pemerintahan yang sudah peot, hitam dan berwajah sangat tidak menarik. “Harus diambil jalan tengah,” begitu kata hati Be’a. Anak laki-laki yang suka membaca koran bekas di Pasar Kaget yang ada di pusat kota Larantuka ini, sangat menyukai kalimat yang bertuliskan ‘Jalan Tengah’. Buat Be’a, jalan tengah bersumber dari sebab, tanpa sebab tidak akan terjadi apa-apa. Be’a mulai mencari strategi untuk menemukan hasil akhir dari jalan tengah dan menutupi semua hal yang menjadi penyebabnya. Ketika dini hari tiba, di saat cericit tikus terdengar berlarian di dapur rumah bebak mereka lalu disambut dengan debur ombak selat Gonsalu yang terdengar lamat-lamat, Be’a menuntun Milo ke luar dari kandangnya. Ia akan membawa milo ke desa sebelah, menjualnya di sebuah hajatan pernikahan yang butuh puluhan kilo daging kerbau. Hasil penjualan kerbau milik ayahnya itu akan ia belikan anak sapi, lalu sisa uangnya dibelikan induk babi, ayam, bebek dan beras. Mama Tua pasti senang, pikirnya. Masih ada sisa uang, itu buat bayar uang sekolah Nona. Adiknya harus sekolah, itulah jalan satu-satunya agar ia tidak dipinang Bapa Raja, lelaki tua keparat yang sudah beristri tiga. Jika adiknya lulus Sekolah Rakyat, maka ia bisa bersekolah di Sekolah Guru Bawah (SGB), lalu masuk Sekolah Guru Atas (SGA) di Surabaya. Adiknya akan menjadi wanita terhormat, memiliki pendidikan yang tinggi, ia bisa jadi guru, profesi yang sangat dihormati. Namun, mimpi Be’a hanya tinggal mimpi. Selepas adiknya lulus Sekolah Rakyat, gadis cilik bau kencur itu sudah ditunangkan dengan lelaki asal Rote yang jatuh cinta pada pandangan pertama tatkala melihat adiknya tengah mencuci pakaian di sungai kecil dekat
rumahnya. Nona yang berkulit putih dan cantik, telah membuat laki-laki asal Pulau Rote itu terpana. Mama Tua, tanpa berbelit-belit menyetujuinya, ia tidak meminta belis (6) yang besar, cukup dua ekor kerbau saja. Dan laki-laki Rote ini setuju. Selain itu ia punya pekerjaan tetap sebagai pencatat barang masuk di toko milik Baba Ong di pusat kota Larantuka, dengan demikian Mama Tua bisa ikut makan sehari tiga kali jika laki-laki itu menjadi menantunya. Be’a terkesima. Ia tidak terima. Malam sebelum acara pertunangan tiba, adiknya yang baru lulus Sekolah Rakyat itu dibawanya kabur ke desa seberang. Di sana ia menitipkan adiknya pada adik Bapa Tua, ayahnya, yang akrab ia panggil Tanta (7) Naomi. Be’a berlasan ada seorang laki-laki beristri hendak mempersunting adiknya dan Tanta Naomi setuju untuk menampung Nona sementara waktu di rumahnya. Mama Tua tahu semua ulah Be’a. Lelaki asal Rote yang patah hati karena tak jadi menikah dengan adiknya, akhirnya kembali ke Rote. Selepas lelaki itu pergi, Nona kembali ke rumah, ia ikut kursus ketrampilan keputerian di rumah Nonya Getruida selama beberapa bulan. Nyonya Getruida seorang perempuan Belanda yang rapi, necis dan sangat ‘lady like’. Nona belajar menjahit, menyulam, membersihkan rumah, dan mengurus rumah tangga, ia juga mahir menata meja makan dengan segala aturan ‘table manner’ a la Eropa. Beberapa tahun kemudian, Nona dilamar laki-laki baik-baik, seorang jaksa yang memiliki karir cemerlang di bidang hukum. Be’a senang. Meski tak menjadi guru seperti harapannya, paling tidak adik perempuan satu-satunya itu sudah menjadi isteri orang terhormat dan dihormati masyarakat di tempat tinggalnya yang baru, Kupang. *** Be’a bersama Mama Tua memutuskan kembali ke Rote. Bapa Tua masih mendekam di penjara di kota Larantuka. Ketika Jepang masuk, Bapa Tua dibebaskan. Ia pergi ke Kupang, mencari pekerjaan yang lebih baik di sana. Bapa Tua menjadi pedagang ikan di pelabuhan Tode Kisar, di pusat Kota Kupang. Ia lalu pindah kerja di perusahaan pegadaian sebagai tenaga ahli yang menguji barang-barang yang akan digadaikan. Bapa Tua menyewa rumah bertingkat di Kampung Solor dekat Pantai Tode Kisar. Ia lalu memanggil Mama Tua dan Be’a. Keduanya segera meninggalkan Pulau Rote, menumpang kapal tongkang yang berlayar di malam hari, menunggu laut tenang. Perjalanan dari Pelabuhan Pantai Baru, Rote, ke Kupang yang harusnya ditempuh selama empat jam, tidak
sesuai dengan kenyataan. Laut Sawu yang tenang, ternyata tidak seperti yang tampak di depan mata. Tiba-tiba angin kencang datang, ombak setinggi dua meter mengguncang kapal tongkang. Mama Tua memeluk Be’a dengan kuat. Ia terus berdoa memohon agar seisi tongkang selamat dari terjangan ombak. Be’a yang mau masuk Sekolah Guru Bawah (SGB), terhuyung-huyung bak pemabuk berat yang habis minum sofi (8). Ketika ombak bertambah meninggi, Be’a semakin ketakutan. Selain dirinya, ia takut Mama Tua jatuh dari kapal lalu ditelan ombak. Bagi Be’a, selain Nona adiknya, Mama Tualah orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Jika terjadi apa-apa dengan Mama Tua, ia juga harus ikut, dia tak mau hidup tanpa Mama Tua di dunia ini. “Andai umur Mama sampai di sini, Mama rela. Tapi kau Be’a, kau harus selamat. Kau tidak boleh mati ditelan ombak, masa depanmu masih panjang. Kau harus kembali masuk sekolah, di Kupang Bapa Tuamu akan menyekolahkanmu lagi. Itu janjinya!” Kata Mama Tua sambil memeluk Be’a dengan kuat. Dan kenyataannya kapal tongkang itu hancur berantakan diterjang ombak. Mama Tua dan Be’a terlempar ke laut dalam keadaan berpelukan Andai mereka tertelan ombak dan mati, maka mereka akan mati bersama-sama. Be’a yang pandai berenang, terus memegang Mama Tua erat-erat. Ombak laut Sawu yang menjulang tinggi menghempaskan tubuh mereka dengan kuat. Lalu dalam sekejap, ketika langit gelap dan suasana sekitar gulita, Be’a seolah melihat ikan paus yang besar menghampiri dirinya dan Mama Tua. Kemudian lamat-lamat ia mendengar lagu Ova Langga dinyanyikan dengan iringan musik sesandu. Be’a yakin itu bukan halusinasi. Lelaki bertubuh gempal dengan usia hampir empat belas tahun ini, mulai merasakan sensasi aneh dari lagu-lagu itu dan alunan ombak. Tangannya terus menggegam pergelangan tangan Mama Tua. “Jangan tidur Ma Bo’i, kita harus selamat. Bukankah Bapa akan menemui kita di pelabuhan Tode Kisar nanti. Ingat, Bapa sudah berjanji akan membelikan Ma Bo’i baju baru, dan kita akan makan enak dengan daging se’i sambil minum tuak. Mama, ayo buka mata!” Suara Be’a terdengar parau. Ketika angin kencang menerpa mereka, Be’a sadar kalau ia dan Mama Tua akan menamatkan kehidupannya di laut yang terlihat hitam kelam itu. “Jika kita harus mati, mari kita mati bersama Ma Bo’i…” lirih suara Be’a terdengar. Malam itu, di tengah angin kencang dan gulungan ombak yang meninggi, dua anak beranak ini mengatupkan mata. Be’a lalu menyanyikan lagu Ova Langga pelan-pelan. Kerongkongannya kering, ia sangat haus. Tangan Mama Tua yang dipegangnya menjadi sangat dingin. Be’a berdoa dalam hati. Ketika gulungan ombak mengangkat tubuh keduanya dengan tiba-tiba, Be’a memejamkan mata. Lalu semuanya sunyi. Pipi Be’a menghangat. Matanya terbuka, mencari-cari wajah keriput Mama Tua. Di samping kanan tempat tidur rumah sakit yang ditidurinya, ia melihat Bapa Tua berdiri dengan air mata berkaca-kaca. “Beta yakin Ikan Paus itu telah menyelamatkanmu, Nak…” kata Bapa Tua sambil menggenggam tangannya. Be’a memejamkan mata. Ia tahu, keselamatan yang didapatkannya berkat doa Mama Tua, Ma Bo’inya. Be’a tak kuasa menahan tangannya untuk menggenggam lengan Mama Tua lebih lama, tangannya sudah teramat lemah. Tapi dalam hempasan ombak yang ganas itu, Be’a masih mendengar Mama Tua, Ma Bo’i terkasih menyerukan namanya, “Be’aaaaaa…” l Cerpen ini kupersembahkan untuk almarhum Bapakku, (Be’a) Gerson Poyk
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar. Umi Lestari
Bajra Bagaskara
W.G. Sumarta Bagong Soebardjo Adi Wiryadarma
6 Capricorn Peruntungan: Musuh ada di sana-sini sehingga harus lebih waspada dan hati-hati, terutama dalam berbicara sebaiknya dijaga betul. Tidak perlu cemas melihat situasi yang ada, pikiran harus selalu tenang, sehingga bisa berpikir dengan jernih dan tidak sampai membikin kesalahan sekecil apapun. Karier: Terhadap orang yang usil sebaiknya tidak perlu ditanggapi biarkan saja. Kesehatan: Batuk pilek mulai mengancam diri Anda, untuk itu waspadalah dengan menghindari minum air es yang terlampau banyak. Keuangan: Cukup baik meski pengeluaran masih sulit untuk dikendalikan. Cinta: Beginilah risiko dalam bercinta, yang harus siap dengan segala perasaan kecewa, jangan hanya mau menerima kesenangan saja. Aquarius Peruntungan: Sangatlah disayangkan jika Anda tidak bisa meraih hasil yang lebih baik daripada minggu-minggu kemarin, karena peluang cukup terbuka lebar dan cukup banyak faktor yang mensupport. Karier: Harus berpikiran cepat dan tanggap serta berani dalam mengambil keputusan penting, barulah bisa meraih kesuksesan besar. Kesehatan: Kondisi badan cukup baik dan tenaga cukup prima sehingga bisa beraktivitas dengan seenjoy mungkin. Keuangan: Meskipun banyak pengeluaran, akan tetapi keuangan Anda tetap stabil karena pemasukan masih lebih lancar dibanding minggu-minggu kemarin. Cinta: Hindari kesan pemaksaan karena itu akan menjadi pemicu awal bagi permasalahan yang ada. Pisces Peruntungan: Semua itu perlu bukti, jangan hanya sekedar dibibir saja, jika tidak maka sulit untuk meraih hasil yang maksimal di minggu ini. Cobalah bersikap lebih tenang dan motivasi tinggi, sehingga harapan untuk sukses tetap terbuka lebar untuk Anda. Karier: Bila ada tantangan sebaiknya jangan maju mundur, cobalah lebih berani dan tanggap dengan tantangan tersebut. Kesehatan: Jaga posisi tidur Anda jangan sampai salah posisi karena bisa-bisa kepala Anda akan pusing. Keuangan: Jangan beri pinjaman kepada siapa saja dulu, ingatlah bahwa keuangan Anda belum begitu kuat untuk melakukan hal tersebut. Cinta: Ada kesan yang kurang baik dari orangtuanya terhadap Anda, maka dari itu cobalah instrospeksi diri dan bila ada kesalahan jangan segan untuk segera merubahnya. Aries Peruntungan: Terhadap hambatan yang merintangi langkah Anda selama ini, cobalah disikapi dengan setenang mungkin dan tidak perlu berpikiran yang bukan-bukan dulu. Tetaplah melakukan antisipasi dan yang terpenting rencana dan langkah-langkah terus berjalan tanpa perlu berhenti karenanya. Karier: Jangan takut untuk bersikap lebih berani dan tegas, agar mereka tidak begitu saja berani mempermainkan diri Anda. Kesehatan: Meski pantangan yang dianjurkan dokter relatif banyak, sebaiknya Anda taati saja daripada penyakit Anda kambuh kembali. Keuangan: Dana yang diharapkan masih belum bisa turun, walau begitu bersabarlah dan teruslah berusaha. Cinta: Apa mau dikata kalau sudah seperti itu wataknya, bersabarlah saja. Taurus Peruntungan: Tidak ada yang tidak mungkin jika diimbangi dengan usaha tanpa kenal lelah, teruslah dipikirkan untuk melakukan gebrakan-gebrakan baru karena di minggu ini Peruntungan bagus dan cukup menjanjikan. Karier: Program lama kalau sekiranya kurang ada hasil jangan takut untuk segera menyudahinya, jangan buang-buang waktu lagi. Kesehatan: Manfaatkan waktu libur ini untuk beristirahat dengan tenang, tak perlu ikut-ikutan teman untuk refreshing yang terlalu menguras stamina. Keuangan: Tidak ada masalah yang mengkhawatirkan hanya saja pengeluaran minggu ini relatif lebih tinggi dibanding minggu kemarin. Cinta: Si dia lagi tinggi ego-nya, maka dari itu maklumilah dan tak perlu dimasukkan hati. Gemini Peruntungan: Acuh tak acuh saja dengan suara-suara miring yang hanya bikin konsentrasi terpecah. Cobalah Anda pandang ke depan tanpa perlu berpaling kepadanya, ingatlah bahwa kesuksesan di minggu ini tergantung Anda punya prinsip dan ketegasan. Karier: Persoalan pelik yang muncul cobalah segera diselesaikan, jangan tundatunda lagi. Kesehatan: Jangan tunda-tunda untuk pergi berolahraga di minggu pagi, walau ringan dan sebentar tetapi dampaknya bagi kondisi badan cukup besar sekali. Keuangan: Jangan berani main spekulasi dulu, karena hambatan relatif banyak dan sulit untuk diselesaikan. Cinta: Tidak ada yang tidak mungkin, dan itu semua tergantung Anda punya kesabaran dan pengertian terhadap dirinya. Cancer Peruntungan: Masalah tersulit di minggu ini masih bisa teratasi. Sebab Peruntungan sudah bertambah mujur, hanya saja harus lebih waspada dengan masalah yang muncul secara tiba-tiba, jika tidak ditanggapi dengan serius maka akan menjadi problem yang memusingkan. Karier: Anda perlu pikirkan untuk bisa berkerjalebih baik dan lebih berprestasi untuk besok minggu, mumpung pikiran Anda minggu ini lagi jernih. Kesehatan: Beraktivitaslah yang santai dan ringan-ringan saja, bukankah minggu ini minggu libur, jadi nikmati saja. Keuangan: Masih sulit untuk mengharapkan dana akan turun karena terlampau banyak kepentingan. Cinta: Sebenarnya si dia juga merasakan hal yang sama, cuma takut untuk mengungkapkannya. Leo Peruntungan: Cobalah lebih serius dan tidak bersikap santai di minggu ini jika tidak maka sulit untuk mempertahankan kestabilan Karier dan bisnis Anda yang lagi menghadapi ujian ini. Sekalipun minggu ini cukup rileks sebaiknya Anda tetap selalu memperhatikan bisnis Anda agar tidak sampai mengalami penurunan. Karier: Jangan terpancing omongan yang menyusahkan Anda dikemudian minggu. Untuk itu hindari membuat janji jika hati sudah tidak yakin. Kesehatan: Banyak makan serat dan protein, karena cukup bagus bagi metabolisme tubuh Anda. Keuangan: Hindari pengeluaran dana untuk hal yang tak terlalu penting, karena keuangan Anda masih belum begitu kuat. Cinta: Sadarlah! bahwa didunia ini tidak ada orang yang sempurna, maka dari itu cobalah Anda lebih bijaksana dalam menerima segala kekurangannya itu. Virgo Peruntungan: Anda tak perlu cemas akan kehabisan order ataupun nganggur, karena banyak peluang yang terbentang di depan mata. Sehingga motivasi harus tetap dipertahankan dan cara kerja perlu ditingkatkan lagi dengan bekerja lebih rajin dan ulet. Karier: Di minggu minggu inilah kesempatan bagi Anda untuk mau berpikir meraih sesuatu yang selama ini tidak mungkin diraih. Kesehatan: Walau tidak terlalu berbahaya, akan tetapi mual-mual yang dirasakan di minggu pagi cukup mengganggu juga. Segera minum obat karena maag Anda mungkin lagi kambuh. Keuangan: Walau dana relatif besar, sebaiknya Anda tetap menahan diri untuk tidak membelanjakan dana untuk hal-hal yang kurang berfaedah. Cinta: Tergantung dari bagaimana sikap Anda dalam menanggapi respon yang telah diberikannya. Libra Peruntungan: Cobalah bisa bersikap sewajarnya saja, tempatkan segala sesuatunya pada proporsi yang benar, agar tidak ada ganjalan sehingga segalanya dapat berjalan dengan lancar. Karier: Semangat yang mulai kendor karena omongan orang yang belum tentu kebenarannya sebaiknya tak perlu terlalu dimasukkan hati. Kesehatan: Ucapkan selamat tinggal untuk kemalasan, songsonglah hari esok lebih baik daripada hari-hari kemarin. Untuk itu belajarlah untuk bisa on time dalam melaksanakan schedule yagn telah Anda buat sendiri. Keuangan: Rezeki masih tersendat-sendat, walau begitu tetaplah optimis dan selalu berusaha. Cinta: Jadilah yang terbaik dari yang baik, sebab Anda sedang mendapatkan saingan yang bisa dibilang cukup berat. Scorpio Peruntungan: Kesempatan untuk meraih hasil yang lebih memuaskan daripada minggu-minggu kemarin cukup terbuka lebar, untuk itu segera lakukan perubahan yang positif untuk bisa berkerja lebih giat dan bersemangat. Karier: Hentikan omong kosong yang tak ada faedahnya, karena hanya akan merusak image Anda saja. Kesehatan: Hindari pulang larut malam, ingatlah bahwa esok minggu Anda sudah harus berkerja lagi. Keuangan: Ada saja pengeluaran di minggu ini yagn tak tersangka sebelumnya. Cinta: Bersabarlah, memang tak mudah menghadapi wataknya yang keras itu, walau begitu hatinya cukup baik dan lembut. Sagitarius Peruntungan: Kegelisahan yang dirasakan akhir-akhir ini ternyata cukup membawa dampak yang buruk bagi kelangsungan bisnis Anda. Maka dari itu cobalah untuk bisa bersikap lebih tenang terutama dalam menyikapi suatu permasalahan baru yang muncul. Karier: Ketenangan merupakan kunci kesuksesan langkah anda dikemudian minggu. Cobalah untuk tidak cepat panik bila ada masalah datang. Kesehatan: Jaga stamina dengan banyak berolahraga di pagi minggu walau sekadar jogging. Hindari makanan berlemak apalagi kolesterol Anda ada peningkatan sehingga harus dijaga. Keuangan: Rajinlah menabung meski disaat ini Diasuh Oleh kebutuhan relatif masih sedikit. Cinta: Putri Wong Kam Fu Terus terang saja karena percuma walau Berlaku: 9 - 15 Juli 2017 ditutup-tutupi.
DIMENSI
Minggu Kliwon, 9 Juli 2017
Karma-phala, Reinkarnasi, dan Sains Ye rupani pratimuñcamana asurah santah svadhaya caranti Parapuro nipuro ye bharantyagnistamllokat pranudatyasmat
Redaktur Khusus weda
WAKYA
(Yajur Veda 2.30) “Orang-orang yang jahat yang dengan tingkah laku jahatnya menyakiti yang lain dengan pikiran, kata-kata, dan perbuatan, dan demi kesenangan hidupnya mengambil hak milik orang lain, Tuhan Isvara memberikan kedukaan kepadanya dan mengirimnya pada kelahiran-kelahiran rendahan untuk menikmati hasil dari perbuatanperbuatan jahatnya sehingga layak kembali mendapatkan kelahiran dalam badan manusia. Sepatutnya setiap manusia patut menyelamatkan dirinya dari orang-orang jahat seperti itu dan selalu menempatkan dirinya pada jalan dharma”. Karma-phala dan punarbhava atau reinkarnasi dalam sejarah dari zaman ke zaman selalu menjadi bahan pro-kontra di masyarakat manusia. Mereka yang tidak mempercayai reinkarnasi itu ada, banyak menempuh jalan kekerasan hingga pembantaian terhadap mereka yang meyakini reinkarnasi. Sedangkan yang mempercayai reinkarnasi pada umumnya tidak ada niat mempengaruhi orang untuk mempercayai reinkarnasi. Bagi mereka yang mempercayai reinkarnasi, orang percaya atau tidak, sama sekali tidak berpengaruh apa-apa pada diri mereka, baik dalam keseharian ataupun pemahaman spiritualnya. Keyakinan akan adanya reinkarnasi sangat berhubungan dengan keberadaan karma atau perbuatan. Tidak ada karma yang tidak ‘berbunyi’ alias tidak ada perbuatan yang tidak diikuti oleh akibat atau reaksi dari perbuatan. Hukum alam yang pasti adalah ada aksi, (pasti) ada reaksi. Sebuah kerikil kecil terjatuh ke atas air diikuti oleh reaksi gemericiknya bunyi air akibat sentuhan dari jatuhnya kerikil tersebut pada air. Dari hukum aksi-reaksi ini bermunculan hukum-hukum besar dalam ilmu pengetahuan dan sains. Ketika hukum karma berupa aksi-reaksi berada dalam ranah ilmu pengetahuan dan sains, orang-orang tidak mempersalahkannya. Namun ketika hukum karma berada dalam ranah agama spiritual, maka orang-orang mulai memper-
Darmayasa salahkannya. Sedangkan ajaran Veda lebih banyak mengarahkan hukum aksi-reaksi pada tujuan akhir dari keberadaan makhluk hidup di dunia maya ini (dunia khayal). Apa itu aksi, apa itu reaksi, dan bagaimana cara menata aksi, bagaimana pula menata reaksi, semua itu dijabarkan dalam kitab suci Vedadengan sempurna, dalam arahan demi pencapaian tujuan akhir hidup, yaitu mok?artham, yaitu tujuan pembebasan yang kekal abadi, terpupusnya segala jenis kesengsaraan duniawi. Bagi para penganut ajaran Sanatana Dharma, Sruti Pramana menjadi alasan awal dan akhir untuk menerima kebenaran. Sebab Veda Sruti merupakan wahyu langsung Tuhan yang diterima oleh orang-orang suci yang hidupnya sama sekali tidak tersentuh oleh kebohongan. Orang-orang suci seperti para Resi, Maharesi, Muni, Yati, Yogi, mereka semua sudah tidak ada kepentingan apapun dengan dunia sehingga mereka sudah terbebas penuh dari kebohongan dan iri hati. Jika beliau menyampaikan sesuatu, pastilah tidak ada tujuan pribadi atau kelompok tersembunyi dibaliknya, melainkan hanya demi kemuliaan seluruh mahluk hidup di atas muka bumi ini. Kitab suci Weda menjadi pilihan terakhir penerimaan kebenaran segala sesuatu tanpa pertimbangan dalam segala bentuk karena Weda Shruti yang merupakan sabda Brahman (sabda langsung Tuhan) sudah mengujinya. Jalan pintas menguji dan menerima sebuah kebenaran dilakukan oleh para penganut ajaran Weda dengan cara yang sangat sederhana tetapi sekaligus sempurna dalam kebenaran. Sampai sekarang pun, sangat banyak para penganut Weda menempuh jalan sederhana tetapi “powerful” ini. Jika ada sesuatu yang menjadi keraguannya, mereka akan segera bertanya “apakah ini ada dalam Weda?”. Jika jawabannya iya, maka mereka akan langsung menerimanya dengan penuh hormat bakti karena penguji terakhir (Weda Shruti) sudah menerima dan mengesahkannya. Maka para pemuji kecil-kecil lainnya yang seringkali mempergunakan
alasan kepentingan pribadi dan kelompok, -sama sekali tidak diperlukan lagi. Rg Veda (1.20.1) yang merupakan Veda yang paling awal dari yang tanpa awal dengan jelas menyebutkan bahwa para makhluk hidup mendapatkan kelahiran-kelahiran mereka dan juga mengalami segala suka duka hidupnya di atas muka bumi ini, semua ditentukan oleh perbuatan-perbuatan mereka. Perbuatan atau aksi secara pasti menggaungkan susulan reaksi. Apa pun di dunia ini tidak pernah bisa terjadi tanpa alasan, tanpa sebab-akibat. Tidak ada perbuatan tanpa akibat, dan tidak ada akibat tanpa sebab: “Ayam devaya janmane stomo viprebhirasaya, akari ratna-dhatamah” - sesuai dengan perbuatan yang dilakukan manusia memperoleh kelahiran dan kenikmatan hidupnya. Sedangkan Pendeta Canakya dalam karyanya berjudul Canakya Niti Sastra mengatakan hal yang sama dengan kalimat berbeda: “svayam atma karotyatma svayam tat-phalam asnute” - sendiri orang melakukan perbuatan, sendiri pula ia akan menerima pahalanya. Setiap makhluk hidup di dunia ini melakukan perbuatan dan tidak ada yang bebas dari tangkapan karma. Tidak ada makhluk hidup yang bisa diam, beku, pada yang saat yang sama berada di atas muka bumi ini. Veda menyebutkan bumi ini sebagai Karma-bhumi atau tempat beraktivitas untuk susulan pahala; perbuatan baik menghasilkan pahala baik, perbuatan tidak baik menghasilkan pahala tidak baik pula. Pahala-pahala baik dari perbuatan yang dilakukan orang pasti mengantarkan pada pencapaian surga-surga, yaitu alam-alam indah dan mulia yang menjadi tempat bagi para makhluk hidup untuk menikmati hasil perbuatan-perbuatan baiknya. Sedangkan mereka yang melakukan perbuatan-perbuatan tidak baik, setelah meninggal maka alam-alam neraka akan menjadi tempat bagi mereka untuk menikmati pahala tidak baik. Sri Rama menyampaikan ratapan kesedihan melihat Laksmana pingsan disebabkan serangan dahsyat musuh (Ramayana Valmiki Yuddhakanda 63.4): “purvam maya nunamabhipsitani, karmanyasakrt krtani, tatradyayamapatito vipako, duhkhena duhkham yadaham visami” - pastilah pada penjelmaanku yang lampau aku sudah melakukan banyak perbuatan semauku, yang hasilnya aku dapatkan sekarang, yang menyebabkan aku mengalami kedukaan demi kedukaan dalam hidupku ini. Ratapan Sri Rama tersebut
merupakan bukti pula bahwa keberadaan reinkarnasi sudah menjadi kebenaran yang mendarah daging tidak hanya bagi masyarakat biasa melainkan bagi orang-orang super hebat dan terpelajar seperti contohnya pernyataan Sri Rama tersebut di atas. Sri Rama sangat meyakini bahwa apapun yang orang-orang alami dalam hidupnya sekarang ini, semua merupakan gaung susulan dari perbuatan-perbuatan yang sudah dilakukan sebelumnya, baik dalam hidup ini maupun dalam penjelmaan-penjelmaan sebelumnya. Pada pertemuannya dengan Hanuman di taman Asoka di kerajaan Lankapura (Valmiki Ramayana Yudhakanda 113.36), Dewi Sita berkata kepada Hanuman: “bhagyavaisamyayogena pura duscaritena ca, mayaitat prapyate sarvam, svakrtam hyupabhujyate” - apa pun perbuatan jahat yang aku lakukan pada penjelmaanku yang lampau, itulah yang menghasilkan kedukaan pada kelahiranku sekarang ini. Aku juga menikmati pahala dari perbuatan tidak baik yang aku lakukan pada kelahiran terdahulu, karena kita pasti harus menikmati pahala dari setiap perbuatan yang kita lakukan. Demikian pula pada zaman Mahabharata, begitu Duryodhana gugur dalam peperangan Kuruksetra, ayahnya, Maharaja Dhrtarastra meratap: “nunam vyapakrtam kiñcinmaya purvesu janmasu, yena mam duhkhabhagesu dhata karmasu yuktavan, parinamasca vayasah sarvabandhu-ksayasca me” - wahai Sri Krsna..., pastilah aku sudah melakukan banyak perbuatan jahat pada penjelmaanku yang lampau, yang menyebabkan Hyang Maha Pencipta memberikan kedukaan teramat menyakitkan. Aku sudah tua dan seluruh anggota keluargaku mengalami kematian. Seperti itu pula Gandhari (Mahabharata Anusasana Parva 7) meratap: “nunamacaritam papam maya purvesu janmasu, ya pasyami hatan putran bhratrmsca madhava” - wahai Krsna Madhava..., aku sangat pasti bahwa pada penjelmaanku yang lampau aku sudah melakukan banyak perbuatan-perbuatan tidak baik, karena itulah aku melihat kematian putra-putraku, cucu-cucuku dan saudara-saudaraku. Veda tidak melawan sains. Sebab, Veda itu sendiri adalah sains. Para saintis tidak tinggal diam terhadap keyakinan reinkarnasi. Mereka banyak mengadakan penelitian “scientific” mengenai keberadaan reinkarnasi. Sains tidak berseberangan dengan reinkarnasi.
rannya lebih mengutamakan pemenuhan kepentingan diri pribadi dan atau keluarganya. Inilah yang disebut dengan gaya berpikir “mi-instan”: mikir serba cepat untuk mendapat apa yang menjadi kebutuhan, keperluan, kepentingan dan keinginanya. Tali kendali pikiran yang disebut juga dengan istilah ‘manah’ tampaknya telah menjelma menjadi anak panah, yang begitu lepas dari kendali amat susah dicegah, cepat melesat menghujam sasaran, bisa mendatangkan kebaikan berupa berkah anugerah, tetapi tak jarang juga mengundang keburukan dalam bentuk masalah ataupun musibah. Sudah sepatutnya pikiran senantiasa dirawat dan diruwat dengan rajin, rutin dan disiplin. Gunanya, agar alur pikir mengalir tidak nyaplir bin sanglir, sehingga dalam memahami dan
menghadapi kehidupan ini tidak salah tafsir, sebab semua yang terjadi dalam kehidupan ini adalah atas kehendak Tuhan -- Sang Takdir. Mencapai Tuhan pun adalah tujuan akhir, oleh karena itu puncak dari usaha merawat dan meruwat pikiran adalah mencapai Tuhan, seperti disuratkan kitab Bhagawadgita, V.17, dan VI.20: “Mereka yang memikirkan-Nya, menyerahkan seluruh jiwa kepada-Nya, menjadikan-Nya sebagai tujuan utama, memuja hanya pada-Nya, mereka akan pergi tidak kembali, dan dosa mereka akan dihapus oleh pengetahuan itu”; “Dimana pikiran telah tenteram terkendalikan oleh konsentrasi yoga, jiwa menyaksikan jiwa maka jiwa merasa dalam bahagia, bahagia”. Mari merawat dan meruwat pikiran, agar tidak ruwet, apalagi sampai mumet dan mampet, takutnya bisa ngapetpet.
MIMBAR AGAMA
Merawat Pikiran Redaktur Khusus MIMBAR
HINDU I Gusti Ketut Widana Sebagai makhluk sempurna, eksistensi manusia dilengkapi Tri Pramana, meliputi unsur bayu (tenaga), sabda (suara) dan pikiran (idep). Realisasi posisitfnya, dimulai dari pikiran mencetuskan ide/gagasan, lalu disuarakan, hingga akhirnya dilaksanakan. Namun banyak di antara kita, lebih banyak digerakkan oleh tenaga (fisik) dan suara lewat perkataan/wacana, daripada dipikirkan akibatnya (gangsaran tindak kuangan daya). Sejatinya pikiran yang disebut idep itu, jika dimanfaatkan fungsinya akan mampu menghidupkan kehidupan, sehingga idepe ngidupang, menghidupkan ide atau gagasan yang nantinya bisa berkembang, antara lain dengan cara ngadep idepe anggen ngidupang idup. Misalnya, melalui buah karya pikiran, baik dalam bentuk gagasan, konsep atau rancangan tentang sesuatu yang bisa “dijual” lalu diminati pihak lain dalam rangka memajukan peradaban lewat pembangunan manusia. Hanya saja jangan berpikir nungkalik apalagi sampai nyungsang dengan menganggap idupe ento idep-idepan idup, menganggap kehidupan ini hanya sekadar hidup alias numpang lewat, tanpa melakukan sesuatu yang bermakna dan mengena. Disadari, pikiran itu menjadi elemen penting bagi manusia sebagai penggerak sekaligus pengendali gerak perkataan dan perbuatan, sebagaimana disuratkan di dalam kitab Sarasamuscaya, 79-80: “Adapun kesimpulannya, pikiranlah yang merupakan unsur yang menentukan; jika penentuan perasaan hati telah terjadi, maka mulailah orang
berkata atau melakukan perbuatan. Oleh karena itu pikiranlah yang menjadi pokok sumbernya. Sebab pikiran itu namanya adalah sumber indriya, ialah yang menggerakkan perbuatan baik buruk itu, karena itu, pikiranlah yang patut segera diusahakan pengendaliannya”. Ibarat sebuah kereta, “kereta” itu sendiri sebagai badan manusia, lalu “penumpangnya” adalah partikel kehidupan atau kesadaran, sementara “sang kusir” tiada lain elemen buddhi (kecerdasan, pengendali alat indra), kemudian “tali kendali” laksana pikiran (manah), dan akhirnya “Kuda-kuda” penarik kereta itu sebagai pancaindera. Sebagaimana layaknya perjalanan kereta, kuda-kuda yang adalah unsur pancaindra itu acapkali berkelakuan liar dan teramat sulit dikendalikan. Itulah sebabnya peran pikiran sebagai tali kendali sangat penting dan berarti sekali. Mau dibawa ke mana dan dengan cara bagaimana kereta kuda itu bergerak mencapai tujuan, peran pikiranlah yang sangat menentukan. Mengingat pikiran itu teramat vital, maka agar perjalanan kereta tidak terjungkal akibat larinya kuda semakin nakal dan binal, diperlukan usaha untuk senantiasa merawat bahkan meruwat pikiran, sehingga tetap cerdas dan sehat, selalu berpegang pada amanat, tidak sampai berkhianat, nanti bisa tersesat, yang dapat membuat hidup sekarat. Lalu, bagaimana caranya merawat dan meruwat pikiran? Kitab Silakrama, 20 menyatakan: Tubuh dibersihkan dengan air, pikiran dibersihkan dengan kejujuran, roh dengan ilmu dan tapa, akal dibersihkan dengan kebijaksanaan. Ternyata merawat dan meruwat pikiran tidak mudah sebab memerlukan “kejujuran”, yang kenyataannya sulit ditunjukkan. Apalagi di tengah situasi dan kondisi kekinian, dimana banyak orang lebih memikirkan kepentingan diri sendiri. Semua yang dipikirkan fokus pada apa yang diinginkannya, dan ketika berhasil diperoleh, keakuan piki-
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Hari ini, Minggu (9/7), putra pertama dari Wayan Mega, Gede Davin Bramasta, genap berumur tiga bulan Bali yang ditandai dengan menggelar upacara nelubulanin.
Redité Kliwon, 9 Juli 2017
Bali L e m b a r
B a s a
7
B a l i
Bencingah Jero Plasa
Nyinahang Rasa Bhakti
JAKTI yéning sekar kasengguh pinaka tetanduran sané prasida nincapang kalewihan tetamanan duaning sios sorohipun makéh, warnannyané taler ngawinang sayan becik kakantenang. Punika mawinan sampun saking nguni para panglingsir ring Bali ngawigunayang makudang-kudang soroh sekar ring bebantenan utawi ngaturang pamuspan sané katami olih krama Hindu ring Bali kantos mangkin. Jero Plasa, sarati banten saking Br. Nyelati, Kuwum, Mengwi, Badung maosang, krama Hindu Bali majanten ngawigunayang sekar ring bebantenan. Sekar sané ketah kawigunayang sajeroning banten minakadi tunjung, cempaka miwah sandat. “Tetujon ngawigunayang sekar miik inucap wantah ngaturang miwah nyinahang rasa bhakti majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk sekar sané pinih becik. Napi malih mawit saking ngaryanin bantennyané kaucap krama sampun ngawitin pangulengan manah jagi matur bhakti ring Ida,” baos Jero Plasa. Ngeninin indik soroh sekar sané sampun méweh pisan kapolihang, dané maosang wénten soroh sekar sané kawastanin antuk Trijata. Sekar sané rupanipun sakadi bungan soka inucap kabaosang dané wantah soroh sekar sané sampun méweh pisan kapolihang. Sekar inucap ketah kawigunayang ring tetandingan banten tebasan. Sios punika taler kawigunayang soroh sekar sané mawasta Kasna. “Sakéwanten soroh sekar kasna inucap nénten wénten ring wewidangan tiangé iriki sajabaning wantah kapanggih ring wewidangan Besakih, Karangasem,” dané maosang. (was)
I Made Adi Surya Pradnya
Nabdabang Pamuspan MAOSANG indik sarana pamuspan miwah bebantenan majanten pacang ngeninin indik parikrama ngrastiti bhakti majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané kamargiang soang-soang krama. Manut Dr. I Made Adi Surya Pradnya S.Ag., M.Fil.H., sinalih tunggil dosén ring IHDN Denpasar sané taler dados wakil Ketua PHDI Provinsi Bali ring Bidang Lingkungan puniki maosang, wénten kalih jalaran krama nyinggihang Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Antuk parikrama spiritual individual miwah spiritual komunal. Yéning sané individual wantah makudang-kudang jalaran sané kamargiang preragan kémanten minakadi malarapan antuk méditasi, tan pawigunayang sarana pamuspan utawi lelaku sios sané kamargiang soang-soang krama. Sakéwanten yéning komunal wantah sekancan parikrama sané ketah kamargiang krama utamanipun sané nyungsung pura ring wewidangan irika minakadi makta sekar utawi canang miwah dupa tatkala ngaturang pamuspan. “Sampunang nangkil ka pura sané kasungsung olih krama banjar utawi désa adat ring wewidangan irika nénten makta sarana sakadi sané ketah kamargiang olih kramané irika. Duaning punika prasida ngulgulin pikayunan minakadi mrasa kimud ring krama banjar siosan,” baos dané. Doktor termuda linear ilmu Agama Hindu sané taler dados ketua Alumni IHDN Denpasar puniki malih maosang, pura sané kasungsung olih krama bebanjaran utawi désa adat wantah genah komunal utawi sosial sané majanten pacang nabdabang tata-titi adat sané sampun kacumpuin krama tur patut kairingang tatkala nangkil mrika. Minakadi ngamargiang pamuspan antuk piranti sané ketah kawigunayang krama siosan utawi nyarengin sekancan parikrama utawi ilén-ilén ring pura inucap. Dané malih maosang sané ketah kapanggih ngawinang pikobet ring sajeroning krama inggih punika tatkala wénten parikrama sané sapatutné kamargiang ring genah preragan utawi kelompok kémanten laut kamargiang ring genah druén adat minakadi ring pura banjar utawi désa adat sané madué awig-awig tur sampun kacumpuin krama miwah panyungsung pura. “Ring manah tiangé becikan yéning iraga prasida éling sapunapi sapatutné maparikrama tatkala ngaturang pamuspan. Yéning ring genah komunal ngiring muspa antuk parikrama sané sampun kacumpuin irika tur ngamargiang parikrama individual soang-soang ring genah druén preragan utawi kelompok soang-soang kémanten,” asapunika Surya Pradnya nugesang. (was)
VIII Buah Nasak di Punya
(84)
BPM/dok
Ngawigunayang Sekar Manut Sastra Agama taler ”Local Genius”
SEKAR – Sajeroning kahuripan krama Hindu pamekas ring Bali, sekar ketah kawigunayang pinaka sinalih tunggil sarana tatkala ngamargiang pamuspan.
SINALIH tunggil cihna sané ketah kapanggihin ring kahuripan krama Bali wantah parikrama makudang-kudang upacara yadnya nista, madya wiadin utama. Yéning kauratiang wangun upakara utawi banten miwah parikrama upacara inucap wantah mabinayan duaning jagi nganutin sapunapi sima sané kamargiang ring wewidangan irika. Nanging sané majanten pateh saking pabinayan i wawu wantah kawéntenan makudang-kudang soroh miwah warnan sekar sané majanten kawigunayang tur kapanggih ring sarana upakara inucap. Ngawigunayang sekar sajeroning upacara yadnya Hindu Bali wantah kadasarin antuk makudang-kudang sastra agama. Dr. I Made Adi Surya Pradnya
S.Ag., M.Fil.H., sinalih tunggil dosén IHDN Denpasar sané taler pinaka Wakil Ketua PHDI Provinsi Bali Bidang Lingkungan puniki maosang, tetuek inucap munggah sajeroning Bhagawad Gita sané nugesang yéning sekar inucap wantah sinalih tunggil sarana ngrastiti bhakti majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Mawit punika, ring gumi Nusantara utamanipun ring Bali rauh makudang-kudang sastra sané taler kawigunayang pinaka dasar ngeninin indiké punika, minakadi sastra Lontar Siwagama, Agastya Parwa miwah Aji Janantaka sané taler nartayang soroh sekar sané prasida utawi becik kawigunayang ring yadnya miwah sané nénten dados kawigunayang. “Sajeroning krama Hindu Bali
sios saking ngamecikang kahanan tetamanan utawi palemahan, sekar taler becik kawigunayang dados pajangkep tetandingan banten miwah sarana ngaturang pamuspan,” baos Surya Pradnya. Malih dané maosang, ring Bali sampun saking nguni kapanggihin panglimbak saking parikrama ngawigunayang sekar inucap inggih punika kakaryanin dados makudangkudang sarana yadnya minakadi dados canang utawi kwangén. Punika kabaosang dané wantah cihna saking local genius utawi kawagedan krama tatkala madonang tetuek saking sastra agama miwah parikrama seni budaya tatkala ngaturang sembah pangubakti taler rasa suksmaning manah majeng Ida
Sang Hyang Widhi Wasa. Yéning punika kasaihang sareng sima krama Hindu sané wénten ring jagat India majanten mabinayan duaning irika nénten kakaryanin dados makudang-kudang banten utawi tetandingan sakadi ring Bali. Sakéwanten yéning krama Hindu ring Jawi akéhan jagi ngepik sekar inucap saking pepunyanan saha kagenahang ring tatakan utawi aled sané marupa don malembaran wawu kaaturang utawi kawigunayang sajeroning upacara. Ngeninin indik ngawigunayang sekar sajeroning bebanten ring Bali, Jero Plasa, sarati utawi tukang banten saking Br. Nyelati, Kuwum, Mengwi, Badung maosang, sekar majanten pacang kapanggih ring sekancan beban-
tenan duaning nénten wénten étéh-étéh utawi sorohan banten tetandingan sané nénten ngawigunayang sekar. Sakéwanten malih kabaosang dané manawita wénten banten sané patut ngawigunayang soroh sekar A nanging sekar inucap nénten kapolihang sinah dados katimbalin utawi kagentosin antuk sekar soroh B sané warnanipun pateh taler miik mangalub. “Kantos mangkin nénten naenin kapanggih banten sané nénten kakaryanin miwah kawigunayang sangkaning nénten kapolihang sekar utama sané manados panyangkep. Duaning banten inucap kantun dados kawigunayang sakéwanten sekarnyané punika kagentosin antuk soroh siosan,” baos dané. (was)
Sekar sané Becik Kawigunayang ring Parikrama Yadnya
Durung Layu miwah Nénten Kasenengin Buyung SATIOS pinaka pepayasan utawi pangias tetamanan, ring Bali taler kauningayang yéning sekar wantah tetanduran sané taler kawigunayang olih krama Hindu Bali pinaka sarana upacara yadnya. Wénten sané kawigunayang pinaka sarana pamuspan, wénten taler kawigunayang pinaka jejangkepan utawi sarana tetandingan ring banten sané pacang katurang. Wénten makudang-kudang warna wiadin soroh sekar sané ketah kapanggih ring Bali, sakéwanten durung majanten makasamian sekar punika prasida kawigunayang dados sarana upacara. Manut Jero Plasa, wénten makudang-kudang soroh sekar sané nénten dados kawigunayang pinaka sarana matetandingan banten. Sorohnyané, sekar sané akéh mentik ring teba-teba utawi tegalan, anggrék, menuh, tuludnyuh, sekar tampakbéla. Wénten soroh sekar utawi bunga lading sané nénten dados kawigunayang duaning jagi ngamedalang ambu sané berek sakadi bangké. Soroh sekar utawi bunga nusa indah sujatiné baos dané nénten dados
kawigunayang pinaka sarana pamuspan utawi makarya banten, duaning sekar inucap wantah sekar sané nénten madaging sari. Sapunika taler soroh sekar varigata sané becik pinaka pangias tetamanan kémanten. Malih dané maosang, ri kala makarya tetandingan banten majanten kawigunayang pepadonan saking makudang-kudang soroh sekar minakadi kapadonang antuk tunjung, cempaka utawi sandat. Arang pisan sané kawigunayang makatih-katihan utawi kawigunayang asorohsoroh kémanten. “Minakadi ring tetandingan canang sari sané ngawigunayang petang soroh sekar manut saking warna sané kaadungang antuk pangiderider minakadi barak, selem utawi pelung wayah, kuning miwah putih tur ring tengahtengah maadukan saking makapatpat warna sekar iwawu utawi ngawigunayang kembang rampé,” baos dané. Malih Jero Plasa maosang, kahanan sekar inucap taler patut kacingak duaning minakadi sané layu, sampun mayang, madaging utawi amah uled, berek miwah sampun aas
nénten dados kawigunayang malih. Satios punika, manut Dr. I Made Adi Surya Pradnya S.Ag., M.Fil.H., kahanan sekar sané nénten becik tur nénten dados kawigunayang malih sajeroning parikrama yadnya sakadi i wawu taler munggah ring Agastya Parwa. Kabaosang taler yéning sekar nénten dados kawigunayang yéning kahananipun nénten paripurna, minakadi jepun sané sapatutné madaging limang lepit nanging kantun madaging wantah tetiga, patpat utawi wénten sané sampun layu utawi tuh lepitanipun. Ring Agastya Parwa taler kabaosang, sekar sané mentik ring setra taler nénten dados kawigunayang sarana upakara utawi déwa yadnya yadiastun punika wantah sekar cempaka utawi sandat. Surya Pradnya malih maosang, wénten taler soroh sekar mitir sané nénten dados kawigunayang upakara utawi yadnya inggih punika mitir sané wangunnyané alit-alitan saking mitir sané gempuk sané ketah kawigunayang yadnya. Punika kabaosang dané wantah mawit saking tutur ring Lontar Siwa
Gama inggih punika tatkala Ida Bhatari Durga ngembasang oka sinah tapih Ida kakutang tur majanten kakrubungin buyung. Tapih inucap raris magentos dados sekar mitir sané malepit cenik-cenik, tipis tur mawarna barak getih tur masari. “Cu-
tetnyané mawit saking sastra i wawu kapanggih tetuek yéning sekancan soroh sekar sané kasenengin olih buyung majanten nénten dados kawigunayang sarana pamuspan utawi tetandingan banten,” Surya Pradnya negesang. (was)
AMASA sampun Gusti Ngurah Jelada ngranjing ring Bangli, amasa sampun raganné malinggih ring Taman Bali, saha amasa sampun Méga-Jelada ngembatang tindakané nglanglang kulangun, taler amasa sampun sekar-sekaré ngembang payas ngesiurang ambu wangi manis madu ngundang tamulilingan, kekupu miwah pawana nyepukang sarwa sari. Sesampuné makébék malajah, matuglig ngarepin ulangan umum, mangkin para sisia SMA Negeri 1 Bangliné masuryak namtamin kalulusan, naik kelas saha liburan sekolahnyané. Luh Mégantari ngebérang raporné ring arepan reramanné, girang mabunga-bunga. “Pak, Bu, cingakin ja tiang mangkin maan ranking Dua, Tungurah ranking Satuné. Timpal kelas teluné malahan 97,65% lulus. Amung ajak dadua ten lulus, buina krana sakit.” “Ooh, syukur. Ibu ajak Bapak angayu bagia pesan Cening nyak seleg malajah nuutin Tungurah
Jelada. Terus jani I Luh nagih hadiah apa?” baos reramanné sinarengan. “Ooh, tiang ten nunas napi Pak, Bu. Tiang teleb malajah, nyidaang menék kelas, maan ranking, boya ja saking ngenyudang hadiah. Tiang malajah saking meled apang dueg, apang ada anggon tiang ngalih pangupa jiwa. Apang nyidaang miara déwék ngolasin rerama sampun sayan tua,” pasaurné Luh Mégantari membah kadi toya ening ngetisin manah. Reramanné bengong mireng pianakné masaur sapunika. Saking dumun biasa nagih hadiah. “Ooh, dadi tumbén Cening ngomong kéto? Kadén biasanné .....?” Nyoman Padmini tan taan ngampet yéh paningalanné, terharu raris ngelut pianakné kasihasih. “Tiang mangkin mara ngerti ané madan idup Pak, Bu. Manut Tungurah idupé ada ulian karya laksana. Laksana ada ulian pitutur. Tutur ada ulian papineh. Papineh metu ulian manah iragané padidi madasar
éling, kesadaran. Ten perlu ada anak ngajum, maang hadiah. Yén mabudi nawang idup patut makarya. Yén déréng ngerti patut malajah. Yén sampun bisa patut malaksana. Yén ngaku bisa tan palaksana kadanin mati satondén idup. Tiang nyud apang nawang idup. Ibu nawang, Tungurah nangis mara icéna sepéda motor tekén Ajinné?” raosné Luh Méga saling gelut ajak reramanné, yéh panonné patrébés. “Bapak ngerti sayang, irerama maang hadiah saking bagia pianakné ma préstasi.” “Nanging ipianak luwih bagia yéning nyidang ngawujudang asil paplajahanné.” “Kéwala Cening enu wimuda, tondén merluang sarin pagaé anggon ngisinin idupé.” “Bééh yén kénten, manut Bapak sarin pagaéné tuah ané dadi daar dogén, apang nyak idup. Sujatiné artinné patuh cara karma-pala. Asal makarma pasti maan pahala. Sang Hyang Widi ngadakang iraga saking karma utawi karya. Mawanan
uli mara lekad sujatinné iraga ané madan idup sampun mapinéh, mabaos lan makarya. Uli ngeling, negak, majujuk, majalan, malaib, maburuh, kayang dadi bos makejang maan asil cenik wiadin gedé manut kemampuan miwah wigunanné soang-soang,” baosné Luh Méga kadi tuturné Ngurah Jelada. “Nah, ené pasti suba saking wacanan Bagawan Jalenidhi,” baos bapakné bungah. “Bah sampunang Bapak ningalin sumberné, napi uli Bagawan Jalenidhi, napi Jelada marupa awan utawi Méga di langit, Jeladi pinaka segara tan patepi? Nanging rasain asilné.” “Koné manut Bhagawad Githa, iraga mayadnya sing perlu ngarepang asilné.” “Wiyakti Pak, iraga patut lascarya mayadnya. Nanging Hyang Maha Kuasa sané patut ngicén panugrahan utawi asilné. Yén di lemah si bos ané nentuang upah buruhé.” “Dadinné sabilang pula, laksana, karya maan asil/pahala
kéto?” Ibunné nyelag. “Kéto koné manut ajaran Kharma Phala. Melah laksanané rahayu katemu, jelé pula jelé puponin, ané kadanin suba asuba karma. I Rerama ngupapira i pianak pahalanné kaungkur i pianak lakar ngupapira i rerama sayan tua kayang mati. Sangkan ada wacana kadi cakraning gilingan. Yén kanti ipianak langgané tekén kawitan madan tulah idupan.” “Miimih, kali kénkén I Luh maan waktu malajah ring dang guru, dadi dueg kéto? Ibu sing taén nepukin Cening matagenan negak nutur. Sejaba sedek malajah ngupas soal-soal,” pitakén ibunné meluk pianakné kadiman ka iyang-iyungang kadi raré. Bapakné kenyem. “Yén unduk malajah, Tungurah ten ngitungang tongos lan waktu. Sangkala ngenah raganné abedik malajah, nanging dueg. Raganné ngelah buku pinter maba kija-kija.”
BPM/was
BANTEN – Tios kawigunayang pinaka sarana pamuspan, makudang-kudang soroh sekar taler kawigunayang pinaka panyangkep bebantenan manut saking parikrama upacara yadnya sané kamargiang.
(Masambung)
Upacara
8
Redité Kliwon, 9 Juli 2017
Bebantenan Tetuek Sanggah Turus Lumbung sajeroning Dresta Hindu TURUS lumbung ketah kasengguh pinaka Sanggah Kemulan “darurat” santukan makudang-kudang parindikan krama inucap durung prasida ngwangun palinggih permanen sané becik. Turus lumbung kakaryanin saking turus kayu dapdap sané kangken krama pamekas krama Hindu pinaka taru sakti. Satios turus dapdap, wénten taler kakaryanin saking tiing maraab ambengan. Ring sor turus lumbung nampek ka tanah, turus dapdap inucap patut kadagingin kwangén antuk jinah bolong solas kéténg. Sanggah turus lumbung ketah kabaosang prasida “melindungi miwah menghidupi pemujanya”. Turus dapdap wantah taméng (perisai), sarana kanggén taméng, miwah lumbung wantah marupa genah nyepel utawi nyimpen jijih. Wangunan sanggah turus lumbung nénten prasida sué kawigunayang, patut kagentosin antuk wangunan sané permanen manut kasidan krama sané nuénang. Sanggah turus lumbung puniki wantah prasida kawigunayang salami nem bulan, nanging yéning salami nem bulan krama sané nuénang durung prasida ngentosin antuk wangunan permanen, kwangén sané wénten ring sor turus lumbung inucap kémanten sané patut kagentosin antuk kwangén anyar. Risampuné krama sané nuénang kasidan, irika wawu makarya wangunan pinaka pangentos turus lumbung inucap. Wangun sanggah turus lumbung puniki ketah kakaryanin saking turus dapdap miwah tiing sané madaging rong asiki sané kawigunayang pinaka genah aturan. Wangunan rong tunggal puniki sané kasengguh kemulan utawi Sanggah Kemulan. Peninggalan-peninggalan wangunan turus lumbung puniki ketah kapanggihin ring désa-désa Bali Kuna, minakadi ring Julah, Sembiran, Lateng, Dausa, miwah genah-genah tiosan. Sayan nglimbak kahuripan krama, wangunan turus lumbung antuk rong asiki taler nglimbak dados marong kalih. Nglimbak malih dados marong tiga, tetujonnyané nyinggihang utawi nyuciang sang leluhur sané sampun suci. Panglimbak mawit rong tunggal kantos pamuput dados marong tiga kaanutang sareng konsep Tri Murti, luiré; Bhatara Bhrama pinaka utpatti, (Pencipta), Bhatara Wisnu pinaka sthiti (Pemelihara,) miwah Bhatara Siwa pinaka pralina (Pelebur). Mawinan, satios pinaka genah nyuciang sang leluhur, rong tiga taler genah pamujaan majeng Sang Hyang Tri Murti. Makarya wangunan Sanggah Kemulan yukti muatang prabéa sané nénten akidik, nanging yéning durung madué prabéa ngwangun Sanggah Kemulan sané permanen tur makanten becik, dados dumun makarya palinggih kemulan antuk turus lumbung. Mawinan prasida kacutetang, sajeroning dresta magama Hindu pamekas ring Bali boya dresta sané ngawi umat sengsara santukan agama Hindu kalintang “fleksibel” sané setata metuéling krama ngamargiang yadnya nganutin kasidan santukan sajeroning mayadnya boya ngutamayang kabecikan, kemewahan, sakéwanten lewih ngutamayang kalascaryan. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)
MAGANDONG - Sinalih tunggil plalianan magandong di nyanyad kacentokang sajeroning Festival ka Uma sané kamargiang ring Subak Uma Ole, Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri, Marga – Tabanan. BPM/ist
Festival ka Uma
Uning ring Uma miwah Plalianan Tradisional SANGKANING alih fungsi lahan sané ageng, akéh uma sané magentos dados wewangunan hotel, paumahan, kantos pertokoan. Parindikan punika ngawinang sayan ngidikang kémanten lahan pertanian ring Bali. Parindikan inucap taler ngawinang akéh alit-alité nénten uning ring uma, nénten uning pakaryan ring uma taler pula-pali ngolah uma. Daweg dumun, alit-alité lewih ketah maplalianan ring uma/ carik, maplalianan tradisional, miwah masiram ring tukadé. Matiosan sareng mangkin, alit-alité mangkin senengan maplalianan “game online” saha malancaran ka genah-genah sané mewah. Antuk ngélingang malih parikrama alitalité maplalian ka uma, wawu puniki kamargiang Festival ka Uma ring Subak Uma Ole, Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri, Marga – Tabanan. Festival sané kamargiang
salami kalih raina (24-25 Juni 2017) puniki matetujon ngajak alit-alit maplalianan tradisional sapisanan nguningin uma (sawah). Para krama pamekas alit-alité sané rauh irika boya wantah dados panonton, nanging kauduhang sareng maplalianan mawiann metu rasa seneng, rasa bagia. Samian parikrama sané kamargiang ring festival inucap boya wantah tontonan, nanging lewih ring punika. Para panonton taler prasida sareng ngraménin acara inucap. Alit-alit sané maplalianan ring uma yukti akéhan saking Banjar Ole sané mapupul ring Sanggar Buratwangi miwah Sanggar Wintang Rare. Nanging, akéh taler alit-alit saking dura désa sané ngraménin festival sané wawu kamargiang kapertama puniki. Minakadi alit-alit saking Desa Geluntung, alit-alit saking Bumi Bajra Sandi, saking Mengwi,
Kukuh Marga, Kota Denpasar, Karangasem, Buleleng, miwah Tabanan. “Festival puniki kamargiang antuk tetujon mangda alit-alité uning malih ring uma, uning ring plalianan tradisional. Festival puniki partisipatif. Para krama sané rauh ka acara puniki boya sawates dados panonton, nanging nyarengin acara sané kamargiang,” baos Koordinator Festival ka Uma, I Putu Edi Novalia Artha. Ring pamargin Fetival ka Uma puniki akéh kamargiang plalianan tradisional sané kaepah dados kalih soroh, inggih punika eksebisi miwah pacentokan. Eksebisi nyinahang plalianan magandu, madempul, mapoh-pohan, lait kancing, obek-obek uang, colék-colék tain belék, tangklak-tingklik, miwah magala-gala. Soroh plalianan sané kacentokang minakadi; matimbang, nyuun sigih, matulupan,
Nglestariang Palemahan
paid upih, miwah magandong di nyanyad (lumpur). Satios maplalianan tradisional, Festival ka Uma taler kadagingin antuk workshop yoga olih IGS. Raka Panji Tisna, workshop tanaman obat olih Bagus Arya (Padma Herbal), miwah workshop makarya layangan saking Sanggar Buratwangi. Pamargin workshop puniki kasarengin olih krama mawit alit-alit kantos sané sampun lingsir. “Festival puniki taler madué tetujon nguduhang alit-alit taler krama mangda nglimbakang hidup bersih dan sehat antuk ngirangin ngawigunayang piranti saking plastik,” Putu Edi ngwewehin. Galah wengi, Festival ka Uma puniki karaménin antuk pentas seni marupa Monolog olih
Putu Satria, Musikalisasi saking Komunitas Mahima, Satua Tantri saking Bumi Bajra Sandhi, Monolog Cupak Gerantang olih sinalih tunggil Mahasiswa ISI Denpasar, seni pakeliaran Kambing Takutin Macan miwah musik saking Komunitas Jalan Air. Ring raina kaping kalih, sabehé tedun ageng pisan, nanging alit-alité nénten wénten sané pakrimik. Nénten wénten sané ngibukang tukang terang utawi lampu laser. Alit-alité sakadi para petani sané lascarya nrima toya sané maliah taler panes ngentak-entak. Samian ngantosang sabehé endang, risampuné endang alit-alité mawali girang maplalianan yadiastun petakpetakan uma sampun maliah madaging toya. (uma)
Satua
Jalaran Nelebin Ajahan Tri Hita Karana RING agama Hindu wénten ajah-ajahan sané kasengguh Tri Hita Karana. Wénten tetiga parindikan sané prasida ngwetuang “harmonis” luiré; paiketan becik ring Ida Sang Hyang Widhi (Parayangan), majeng Palemahan, miwah majeng sesamén krama (Pawongan). Ajahajahan Tri Hita Karana inucap prasida kasalantarayang majalaran nglestariang palemahan saha ngwantu sesamén krama. Tetiga parindikan inucap kamargiang Sekaa Truna-truni Wana Yasa mapaiketan ring wanti warsannyané kaping XXXII. Acara kapertama kawawanin antuk matirta yatra sané kasarengin angganing sekaa ka Pura Gelagah, Pura Pendawa, miwah Pura Dukuh Payung sané magenah ring Désa Pempatan, Rendang, Karangasem daweg Sukra, (23/6) lintang. Satios punika taler kamargiang acara penyerahan bantuan sosial marupa sembako majeng
BPM/ist
NANDUR - Sinalih tunggil utsaha nglestariang palemahan majalaran nandur sarwa tumuwuh.
krama. Daweg Redité (2/7) lintang, angganing sekaa taler ngamargiang pelestarian lingkungan antuk acara bakti sosial “penanaman pohon” miwah mabresih ring wewidangan Désa Pakraman Alasngandang, Pempatan, Rendang, Karangasem. Wakil Bendésa Adat Desa Pakraman Alasngandang, I Nengah Warsa, S.Pd., nguningayang parikrama sané kamargiang alit-alitipuné becik pisan tur kaaptiang prasida nglantur kamargiang nyabran warsa. “Dumogi saking pamargin acara puniki, krama pamekas alit-alité sayan éling ring Ida Sang Hyang Widhi, urati ring palemahan, miwah saling ngwantu sesamén krama, manyama braya. Santukan tetiga parindikan inucap mapaiketan pisan pinaka utsaha nyujuh kahuripan sané sukerta, harmonis,” baos dané. Kawewehin, yéning makatetiga punika sampun becik mamargi sinah samian pacang mapikolih. Satios punika, yéning becik antuk ngupapira palemahan, pastika janten iraga pacang seneng ngatonang kaasrian palemahan. Palemahan sané nénten kaupapira becik, pastika ngwetuang pikobet marupa bencana sané ageng. Santukan punika, sajeroning ngupapira kaasrian palemahan utawi bhuwana agung puniki para krama patut mautsaha mangda kawéntenan palemahané prasida tetep lestari tur mawiguna majeng kahuripan ring kapungkur wekas. I Putu Wisnawa Jaya Antika sané pinaka ketua panitia acara puniki taler metuéling majeng krama pamekas para yowana sayan éling ngamargiang ajah-ajahan Tri Hita Karana inucap. Utamanipun sajeroning ngupapira palemahan, santukan akéh bencana sané prasida metu sangkaning palemahan sané nénten becik kaupapira. “Dumogi nénten mangkin kémanten éling. Nyabran raina taler para krama pamekas para yowana iriki éling ngamargiang Tri Hita Karana, inggian sané mapaiketan ring Parayangan, Palemahan, miwah Pawongan,” baos dané nguntatin. (uma)
Ida Bhatara Gana
Olih : Madé Taro
PRABWAHANIDANÉ nadaksara seming, pamarginidané nénten tegteg. Salami puniki Ida durung naen manggihin gajah ageng sakadi punika. Nyabran raina gajah punika setata marawat ring pikayunan Ida Bhatari Uma. Kantos pacang ngembasang putra, gajah inucap kantun marawat ring pikayunanidané. Nénten sué, Ida Bhatari Uma ngembasang putra sané ngangobin pisan. Raré inucap lanang, pangawakidané manusa, prabuhidané gajah. Ring prerainidané medal panyingakan malih siki, mawinan Ida madué tetiga panyingakan sané masunar. Olih Bhatara Siwa, putranidané kawastanin Sang Hyang Gana. Embasnyané putran Ida Bhatara Siwa kaélingin olih Raksasa Nilarudraka. Ipun rumasa jejeh santukan sadurungnyané sampun kauningin, Putran Bhatara Siwa sané maprabhu gajah punika sané pacang dados musuh sané pinih sakti. Nanging, Ipun tetep ngékadaya. Ipun pacang ngrejek Swargaloka sadurung pautran Bhatara Siwa sayan anom. Ipun ngwawanin antuk nglatih para prajuritipuné antuk senjata-senjata sané madurgama. Para Déwata ring Swargaloka uning ring rerincikan Raksasa Nilarudraka, raja ring Senapura punika. Para Déwata nénten kayun malih wénten parindikan sakadi dumun. Ida Bhatara Indra sané kasub pinaka “Déwa Perang” sampun mataki-taki ngékadaya saha nyayagayang para prajurit sané umandel. Siang-wengi para prajuritidané malatih saha malajah ngawigunayang senjata. Ida Bhatara Wrespati kauduhang malih mangda matur ring Ida Bhatara Siwa. Tetujonnyané wantah nunas waranugraha mangda Ida Bhatara Gana gelis anom tur prasida sareng mayuda. Ida Bhatara Siwa lintang rena nagingin pinunas punika. Putranidané boya wantah gelis anom, nanging taler kawewehin mangda sumeken malajah tur nénten gelis kasor. Mangda prasida ngasorang Raksasa Nilarudraka, Sang Gana kaicén bekel marupa kapak. Kapak punika wantah prasida kawigunayang nglawan meseh sané kaon tur duratmaka. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU KLIWON, 9 JULI 2017
9
SPORT
Terlecut Kritik
Murray Tampil Trengginas HAL 12
Setan Merah Dapatkan Lukaku
Manchester –
Pihak Manchester United mengkonfirmasi tercapainya kesepakatan transfer Romelu Lukaku dengan Everton. Kesepakatan itu disebut-sebut tercapai dengan nilai transfer sebesar 75 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,3 triliun untuk perpindahan striker asal Belgia itu. Terkait hal itu, Manchester United melalui akun resmi media sosial Twitter mengumumkan bahwa pihaknya senang dan antusias dengan tercapainya kesepakatan transfer Lukaku. Setan Merah juga mengumumkan bahwa hal berikutnya terkait tes medis dan hal-hal pribadi akan dibicarakan dengan pemain berusia 24 tahun itu. “MUFC dengan senang hati mengumumkan biaya (transfer) telah disepakati dengan Everton untuk Romelu Lukaku, dengan syarat medis dan (kesepakatan) pribadi,” demikian tulis akun @ManUtd, Sabtu (8/7) kemarin. Sebelumnya Chelsea dilaporkan sebagai kandidat terbaik untuk Lukaku yang mencetak 25 gol di liga pada musim lalu, tetapi Manchester United berhasil mendahului untuk merekrut mantan striker Anderlecht itu. Pindah ke Old Trafford akan membuat Lukaku kembali bergabung dengan Manajer J o s e
Mourinho, yang pernah menjualnya pada 2014 saat masih sama-sama di Chelsea. Lukaku baru berusia 18 tahun ketika dia bergabung bersama Chelsea dari
klub Belgia, Anderlecht pada Agustus 2011 dengan nilai transfer 20 juta pound. Akan tetapi, bersama the Blues L u kaku h a n y a berlaga satu kali di Liga Primer d a n m e n g -
habiskan waktu sebagai pemain pinjaman di West Bromwich Albion dan Everton. Pengumuman itu juga membuat Alvaro Morata yang juga diincar MU batal merapat ke Old Traffod. melihat sejarah Mourinho di klub-klub sebelumnya. Entah itu di Chelsea ataupun Inter, Mourinho pasti menggunakan seorang penyerang yang bisa dijadikan target MU. Di Chelsea ia punya Didier Drogba, sementara di Inter pria asal Portugal itu punya Diego Milito. Maka tidak berlebihan ketika akhirnya Mourinho memilih untuk mendatangkan Zlatan Ibrahimovic dengan gratis dari Paris Saint-Germain pada musim p a -
nas tahun lalu. Baik Drogba, Milito, maupun Ibrahimovic sama-sama memiliki fisik yang kokoh. Namun bukan cuma karena alasan itu saja mereka dijadikan target MU. Baik Drogba, Milito, maupun Ibrahimovic bukanlah tipe striker yang statis. Mereka juga punya teknik mumpuni, jago mengolah bola dan biasanya ikut terlibat dalam membangun serangan. Sial bagi Ibrahi-
Lukaku Dilaporkan ke Polisi di AS CALIFORNIA – Romelu Lukaku terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian California, Amerika Serikat karena mengganggu ketertiban umum. Pesepak bola asal Belgia dilaporkan ke polisi usai menggelar pesta di sebuah mansion di Beverly Hills. Kabar tersebut diberi-
takan sebuah kantor berita di AS, Sabtu (8/7) kemarin. Celakanya, kabar tak sedap tersebut datang di tengah proses transfer Lukaku dari Everton yang baru dikonfirmasi Manchester United. Kantor berita itu mewawancarai seorang sumber di internal kepolisian Califor-
nia yang tidak disebutkan namanya. Menurut sumber tersebut, Lukaku dilaporkan seorang warga yang merasa terganggu akibat pesta yang digelar calon pemain Manchester United tersebut. “Warga mengaku telah memperingatkan Lukaku sebanyak enam kali agar
mengurangi kebisingan atas pestanya. Tetapi Lukaku tidak menanggapi peringatan tersebut, sebelum akhirnya dibawa polisi,” beber sumber. Lukaku tidak ditahan di kantor polisi. Menurut laporan yang sama, Pemain 24 tahun tersebut hanya mendapat teguran lisan dan didata. (kmb33/rtr)
Gagal Datangkan Lukaku, Chelsea Bidik Mantan Bomber MU
London – Salah satu fokus utama Chelsea di bursa transfer musim panas ini adalah mendatangk a n
seorang penyerang. Sialnya, beberapa negosiasi yang telah mereka lakukan justru terhambat. Kini The Blues pun mencari target baru. Nama baru
yang disebut sebagai calon bidikan Chelsea adalah Javier Hernandez, mantan penyerang Manchester United (MU). Saat ini penyerang berusia 29 tahun itu memperkuat Bayer Leverkusen. Ia sudah di sana sejak meninggalkan MU pada musim panas 2015 dengan biaya 12,4 juta euro (Rp 186,9 miliar). Sejak
berkostum Leverkusen, pemain yang akrab disapa Chicharito itu kembali menemukan ketajamannya. Sudah 39 gol dan sembilan assist yang disumbang Chicharito dari 76 laga. Pelatih Chelsea Antonio Conte, menilai Chicharito layak menggantikan Diego Costa yang tengah diisukan bakal angkat kaki. Tawaran 15,2 juta euro (Rp 229,9 miliar) telah disiapkan juara Liga Inggris 2016/2017 itu. Munculnya nama Chicharito setelah Chelsea gagal mendatangkan Romelu Lukaku dari Everton. Pemain asal Belgia itu telah resmi dibeli MU senilai 75 juta euro (Rp 1,1 triliun). Selain Lukaku, nama penyerang Real Madrid, Alvaro Morata juga sempat muncul dari daftar pemain yang diminati Chelsea. Lagi-lagi harga yang dipasang Madrid juga terlampau tinggi, yakni 90 juta euro (Rp 1,3 triliun). (kmb33/rtr)
Chicharito
movic, kendati ia masuk ke dalam klasifikasi tersebut, gerakannya sudah tidak secepat dulu. Pada musim lalu ia cukup bagus ke tika bertanding melawan tim yang bertahan dengan defensive line rendah, tapi betul-betul kerepotan kala menghadapi tim yang menekan amat tinggi. Ini membuat lini depan United jadi kaku dan tak cair justru ketika Ibrahimovic bermain. Kend ati Ibrahimovic tak bisa dibilang gagal karena ia mencetak total 28 gol di seluruh ajang sepanjang musim lalu. Namun bisa dibilang kalau Setan Merah layak untuk mencari opsi yang lebih baik. Lalu datanglah bencana itu, Ibrahimovic cedera lutut dan harus menepi lama. Kontraknya kemudian tidak diperpanjang oleh MU. Lalu muncul nama Lukaku dan Morata. Keduanya sama-sama memenuhi klasifikasi target MU yang biasa ada di dalam kesebelasan milik Mourinho. Dan sisi positifnya, keduanya masih muda. Lukaku baru berusia 24 tahun, sementara Morata pada Oktober mendatang baru akan menginjak usia 25 tahun. Melihat tipikal permainan keduanya tidak jauh berbeda, wajar kalau United disebut memasukkan keduanya dalam daftar incaran. Nah, karena tipikal keduanya sama, yang bisa dinilai selanjutnya adalah bagaimana statistik mereka sepanjang musim lalu. Perlu diingat juga kalau Morata musim lalu cukup sering menghabiskan waktu di bangku cadangan.
Berbeda dengan Lukaku yang selalu jadi pilihan utama. Namun Morata selalu memberikan dampak bagus ketika dimainkan. Opta melansir, sepanjang musim lalu Morata lebih banyak melepaskan tembakan. Jika dirata-rata Morata melepaskan 3,62 di setiap pertandingan. Sementara itu, Lukaku melepaskan 3,03 tembakan per laga. Meski begitu, akurasi Lukaku lebih baik. Striker asal Belgia itu punya akurasi sebesar 64 persen, sedangkan Morata hanya kalah tipis dengan 63 persen. Bagaimana dengan atribut lainnya? Dari akurasi operan Morata lebih unggul. Persentase keberhasilan operannya mencapai angka 78 persen, sedangkan Lukaku hanya 66 persen. Kendati begitu, Lukaku unggul di atribut berikutnya. Pemain yang juga pernah menjadi bagian dari skuat Chelsea itu rata-rata mengkreasikan 1,27 peluang per pertandingan. Sementara Morata 1,14 peluang per laga. Dari perkara duel, Lukaku pun unggul. Ia rata-rata memenangi duel perebutan di udara seban-
yak 3,53 per laga dan memenangi duel-duel lainnya sebanyak 1,76 kali. Morata Memenangi duel di udara 1,54 kali per laga dan 1,48 kali pada duel-duel lainnya. Lukaku akan memberi kontribusi besar terhadap perubahan ini. Dia adalah finisher yang sangat baik dalam mencetak gol dengan kedua kakinya. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan dalam mengonversikan gol dengan sundulan dan ia punya fisik yang bagus saat menggiring bola. Kuat dan cepat, Lukaku menawarkan hal berbeda pada serangan MU. “Saya pikir Lukaku tipe striker berbeda dari apa yang dimiliki MU. Dia mampu adu lari melawan bek lawan. Jadi, mereka dapat menerapkan serangan balik,” kata mantan bek MU, Phil Neville. Meski begitu, tanda tanya terhadap kemampuan Lukaku tetap muncul. Mentalnya masih dipertanyakan karena menjadi alasan mengapa Mourinho ‘membuangnya’ pada 2013, ketika mereka sama-sa ma bernaung di Chelsea. Patut ditunggu kiprahnya musim depan di Old Trafford. (kmb33/ap/rtr)
Berikut Statistik Romelu Lukaku: 1. Romelu Lukaku menjadi pemain Everton pertama yang mengoleksi 25 gol di kompetisi domestik dalam satu musim. Dia menyalip torehan gol Gary Lineker (20) pada 1985-1986. 2. Romelu Lukaku menjadi pemain keempat yang mencetak lebih dari 80 gol di Liga Inggris. 3. Sejak mengenakan jersey Everton, Romelu Lukaku menjadi pemain bersejarah klub yang mampu menyumbangkan gol paling banyak. 4. Romelu Lukaku adalah satu dari tiga pemain yang mencetak lebih dari sepuluh gol di setiap lima musim Liga Inggris terakhir. Dia pun disejajarkan dengan Oliver Giroud dan Sergio Aguero.
OLAHRAGA
10
Minggu Kliwon, 9 Juli 2017
Donnarumma Tak Hormati Pendidikan di Italia
Milan – Setelah membuat kehebohan di Italia usai penolakan untuk memperpanjang kontrak baru di AC Milan, Gianluigi Donnarumma kembali membuat heboh. Kali ini yang dibikin heboh adalah institusi pendidikan di Italia. Pada bulan lalu Donnarumma memang membuat Italia heboh, khususnya publik Milan lewat penolakan untuk memperpanjang kontrak baru bersama Rossoneri. Namun barubaru ini dikabarkan bahwa kedua pihak mulai berbicara kembali dan diklaim akan segera terjalin kesepakatan.
BPM/rtr
Gianluigi Donnarumma
Pengadilan Pastikan Hukuman Messi Diganti Denda Rp 3,8 Miliar
Barcelona – Pengadilan resmi mengganti sanksi pidana Lionel Messi atas kasus pajaknya dengan denda. Hukuman 21 bulan penjara Messi diganti denda Rp 3,8 miliar. Messi terlilit kasus penggelapan pajak di Spanyol bersama ayahnya, Jorge Messi. Keduanya dinyatakan bersalah menggelapkan pajak senilai 4,1 juta euro (Rp 61 miliar) dari pendapatan image rights antara tahun 2007-2009, ke negara-negara tax havens di Belize dan Uruguay. Jaksa penuntut umum lantas mendakwa Messi hukuman pidana selama 21 bulan. Namun bintang Barce-
lona itu tak mesti mendekam di balik penjara, lantaran hukumannya di bawah dua tahun. Di Spanyol hukuman penjara di bawah dua tahun bisa diganti dengan hukuman percobaan, dengan catatan tak pernah punya catatan kriminal sebelumnya. Pemain berjuluk La Pulga tersebut menjalani sidang kesaksian tahun lalu dan sempat mengajukan banding. Namun bulan lalu Mahkamah Agung Spanyol menolaknya. Beberapa pekan lalu jaksa penuntut umum dilaporkan sepakat mengubah hukuman Messi menjadi denda 252 ribu euro. Alasannya karena Messi tak punya catatan
kriminal sebelumnya dan juga sudah melunasi tunggakan pajaknya. Hukuman itu resmi ditetapkan, Sabtu (8/7) kemarin. Hakim memastikan Messi cuma harus membayar denda sebesar 252 ribu euro atau sekitar Rp 3,8 miliar. Jumlah itu merupakan total dari hitungan denda 400 euro per hari dalam durasi hukuman Messi. Sementara kasus Messi mulai tuntas, bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo yang didakwa kejahatan serupa jelas belum bisa tenang. Kasus penggelapan pajaknya senilai 14,7 juta euro masih bergulir di pengadilan. (kmb33/ap)
BPM/rtr
MURAL - Seorang pelukis Lisandro Urteaga tengah menyelesaikan mural bergambar Lionel Messi di Rosario, Argentina.
Federasinya Dibekukan FIFA
Klub-klub Sudan Terusir dari Berbagai Turnamen Afrika
Khartoum – Federasi Sepak bola Sudan (SFA) resmi dibekukan FIFA per tanggal 1 Juli 2017. Kini imbasnya dirasakan klub-klubnya yang terusir dari berbagai turnamen. SFA dibekukan usai pemerintahnya melakukan intervensi terkait posisi ketua umum. Pada 2 Juni lalu, menteri hukum Sudah meminta Presiden SFA Mutasim Gafar Sir Elkhatim diganti dengan Abdel Rahman Sir Elkatim. FIFA lantas memberikan peringatan terkait hal ini, hingga kemudian menjatuhkan hukuman pada 27 Juni lalu. Sanksi serupa dialami Indonesia dua tahun lalu. Imbas pembekuan itu membuat tiga klub Sudan yakni Al Hilal, Al Merreikh
dan Al Hilal Obeid didiskualifikasi dari berbagai turnamen di Afrika. Al Hilal dan Al Merreikh didiskualifikasi dari Liga Champions Afrika, sementara Al Hilal Obeid digugurkan dari Piala Konfederasi. “Klub Sudan yang berpartisipasi dalam kompetisi Antar Klub CAF telah didiskualifikasi menyusul keputusan FIFA membekukan Asosiasi Sepak Bola Sudan (SFA),” bunyi pernyataan SFA, Sabtu (8/7) kemarin. “Keputusan tersebut tertuang dalam sebuah surat tertanggal 6 Juli 2017 dan ditanda tangani oleh Sekretaris Jenderal FIFA, Fatma Samoura.” “Sesuai dengan Pasal 13 Statuta FIFA, SFA kehilangan semua hak keanggotaannya, dan tim per-
wakilan dan klubnya tidak lagi berhak untuk mengikuti kompetisi internasional sampai penangguhan tersebut dicabut.” “Sejalan dengan keputusan tersebut, ketiga klub Sudan, Al Hilal, Al Merreikh (Total CAF Champions League) dan Al Hilal Obeid (Total CAF Confederation Cup), didiskualifikasi dari dua kompetisi tersebut, “Padahal ketiganya sedang tampil bagus. Meski Al Hilal sudah tersingkir, tidak demikian dengan Al Merreikh yang berkesempatan lolos dari fase grup andai mengalahkan Etoile du Sahel (Tunisia). Ada pun Al Hilal Obeid justru sudah lolos ke putaran perempatfinal, namun posisinya kini digantikan Zesco United (Zambia). (kmb33/ap)
Usai reda masalah kontrak baru di Milan, kiper Italia berusia 18 tahun itu membuat heboh kalangan pendidikan Italia. Kali ini yang dibuat kecewa oleh Donnarumma adalah Presiden Komite Ujian, Profesor Elda Frojo. Donnarumma dianggap tak menghormati pendidikan di Italia, setelah dia kabur dari ujian di Institut Akuntansi Leonardo da Vinci di Vigevano. Donnarumma sendiri sebelumnya meminta jadwal ujian untuknya diatur ulang karena akan tampil di Euro U-21 bersama Azzurrini. Donnarumma masih berusia 18 tahun, yang membuatnya masih harus mengenyam pendidikan sekolah. “Ini adalah sikap yang mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap sekolah, komite dan murid-murid di kelas. Donnarumma meminta diberi waktu tambahan untuk studinya. Kementerian Pendidikan sudah tepat memberikan dorongan bagi mereka yang berpartisipasi dalam dunia olahraga, namun tetap ingin belajar,” kecewa Elda Frojo, Sabtu (8/7) kemarin. “Dalam kasus Donnarumma, keterlibatannya dalam Euro U-21 membenarkan permintaannya. Tentu saja kejuaraan ini menyebabkan perlambatan dalam studinya. Ujian dihentikan sementara untuk memberikannya, yang kini jadi mantan kandidat, dukungan untuk tes tertulisnya,” sambungnya.
Namun setelah permintaannya itu dituruti, Donnarumma justru tak hadir dalam ujian itu. Usut punya usut, sang kiper memilih untuk pergi liburan bersama sang pacar ke Ibiza hanya satu hari sebelum ujian. “Namun Donnarumma lebih suka memilih untuk pergi ke Ibiza bersama pacarnya. Saya tekankan bahwa selain dia, ada 57 kandidat lainnya yang mengikuti ujian, beberapa di antaranya punya masalah keluarga yang serius,” tambahnya. “Tapi mereka masih tetap datang mengikuti ujian. Mungkin mereka akan lulus, mungkin tidak. Kendati begitu, mereka sudah memenuhinya. Tak seorang pun memaksa Donnarumma untuk meminta ujian dalam periode ujian ulang. Rupanya dia merasa bisa menangani semua komitmennya. Apakah dia ingat sebelum terbang ke Ibiza, bahwa dia punya tes tertulis pertamanya keesokan harinya?” katanya lagi. Pemberitaan mengenai absennya Donnarumma dalam ujian sekolah membuat sang pemain semakin terpojok. Saat ini Donnarumma masih menjadi pemberitaan utama di Italia, karena urusan kontraknya dengan AC Milan yang belum menemui titik temu. Marco Fassone, CEO Milan menjelaskan situasi rumit yang dihadirkan Mino Raiola terkait kontrak baru kiper
AC Milan Gianluigi Donnarumma. Kiper remaja Italia tersebut sebelumnya bersikap tidak akan memperpanjang kontrak di San Siro yang akan berakhir musim panas tahun depan, namun perkembangan terkini memperlihatkan dia siap mengubah pikiran. Sayangnya menurut Fassone, kesepakatan antara Donnarumma dan Milan masih terganjal Raiola. “Saya pernah mengatakan pintu Milan selalu terbuka andai Gigio mengubah sikap,” ungkapnya di Corriere della Sera.
“Dia benar-benar melakukan itu hingga saya merasa kesepakatan pemain beserta keluarganya semakin dekat, bahkan ketika kami enggan meladeni kompromi-kompromi lainnya,” imbuhnya. Dalam tawaran kontrak teranyar Milan, ia kabarnya bakal digaji 6 juta euro (Rp 90 miliar) per tahun. Jika benar begitu, maka dengan kata lain dalam satu bulannya saja Donnarumma akan mengantongi tidak kurang dari 500 ribu euro (Rp 7,5 miliar) dari Milan. Luar biasa, terlebih mengingat usianya yang masih remaja. Hal semacam itu memang sangat memungkinkan, mengingat sepak bola sekarang kian bergelimang uang. Di masa lalu sudah barang tentu pemain-pemain potensial semacam Messi pun tidak dapat kontrak Donnarumma. (kmb33/ap)
Berikut Gaji Pemain Mahal dari Masa ke Masa 1. Pada usia 17 tahun Lionel Messi (30 tahun) menembus starting XI Barcelona dan menandantangai kontrak profesional pertama pada Februari 2004. Ia digaji 3 juta euro (Rp 45 miliar) per tahun (separuh dari gaji yang kemungkinan akan didapat Donnarumma musim depan). 2. Cristiano Ronaldo (32 tahun), pesepakbola hebat masa kini lainnya mendapatkan 1,8 juta poundsterling (Rp 31 miliar) per tahun ketika direkrut Manchester United pada usia 18 tahun. 3. Pada usia 18 tahun, Wayne Rooney (31 tahun) tercatat mendapatkan gaji sebesar 1,7 juta poundsterling (Rp 29,4 miliar) per tahun. 4. Neymar (25 tahun) menjadi salah satu pemain lain yang sudah mencuri perhatian sedari usia remaja. Saat masih di Santos, ia mendapatkan gaji 1,5 juta dolar AS (Rp 20 miliar). 5. Dari generasi sebelum itu, ada nama Zlatan Ibrahimovic. Semasa masih 18 tahun di Malmo, pesepakbola 35 tahun itu mendapatkan gaji 1.500 euro per bulan (18 ribu euro (Rp 273 juta) per tahun. 6. Franck Ribery, yang kini berusia 34 tahun juga masuk ke jajaran generasi sebelumnya. Pada usia 17 tahun ia bergabung ke US Boulogne dengan gaji 500 marks, sekitar 80 euro (Rp 1,2 juta) per bulan (960 euro (Rp 14,5 juta) per tahun.
Inter Milan Rekrut Penyerang Muda Boca Juniors
Milan – Inter Milan lebih fokus membenahi skuatnya dengan merekrut pemain-pemain muda di bursa transfer musim panas ini. Kabar teranyar menyebutkan I Nerazzuri telah mencapai kesepakatan dengan penyerang remaja Boca Juniors, Facundo Colidio. Menurut laporan Radio Closs Continental di Argentina, Wakil Presiden Inter Milan Javier Zanetti telah bernegosiasi dengan Presiden Boca Juniors Daniel Angelici dan telah mencapai kesepakatan pada Sabtu (8/7) kemarin. Disebut-sebut nilai transfer pemain berusia 17 tahun sebesar 7 juta euro. Colidio merupakan pemain binaan akademi sepak bola Boca Juniors. Selain Inter, ia juga diincar Juventus. Namun Inter bergerak lebih cepat dengan mengutus langsung Zanetti ke Argentina. Selain urusan Colidio, lawatan Zanetti ke markas Boca Juniors juga untuk membicarakan penjualan Gary Medel ke klub Argentina itu. Boca masih punya peluang mendapatkan Medel, karena Trabzonspor belum mencapai kesepakatan final dengan Inter. Sebelumnya Inter telah memboyong tiga pemain muda. Mereka adalah Jens Odgaard (18 tahun) dari Lyngby BK, Nicolo Zaniolo (18 tahun) dari Entella U-19 dan Milan Skriniar (22 tahun) dari Sampdoria. Sejauh ini, Skriniar menjadi rekrutan paling mahal, yakni mencapai 23 juta euro atau setara Rp
BPM/ap
Facundo Colidio 345 miliar. Satu-satunya pemain tua yang tengah merapat ke Inter Milan saat ini adalah Borja Valero. Gelandang Fiorentina berusia 32 tahun itu selangkah lagi akan tiba di San Siro. Presiden Fiorentina, Mario Cognigni pun telah mengonfirmasi, bahwa Valero segera bergabung ke Inter. Tidak disebutkan berapa nilai pelepasan gelandang asal Spanyol itu. Menurut mediamedia setempat, tim beralias I Nerazzurri itu harus mengucurkan dana sebesar tujuh juta euro (sekitar Rp 106
miliar). Hingga kini kedua klub belum mengumumkan secara resmi transfer Valero. Namun kepindahan hampir pasti, karena selain ada pernyataan dari Cognigni, sang pemain sudah merilis pesan perpisahan. “Saya ingin berterima kasih kepada keluarga Della Valle dan semua pihak di Fiorentina atas fase terakhir dari karier profesional,” tulis dia di akun Twitter miliknya. Valero sendiri diprediksi baru merampungkan kepindahannya ke Inter Milan paling cepat pada Senin (10/7) besok,
setelah melakukan tes medis di sana. Dengan kehadiran Valero, Inter Milan sekaligus memperkaya variasi di lini tengah. Pemain berusia 32 tahun itu dikenal memiliki kreativitas, tidak seperti komposisi lini tengah I Nerazzurri yang kebanyakan sosok petarung. Valero memang bak “mata air” buat barisan depan Fiorentina. Dia tercatat sebagai kreator umpan paling banyak (61) dan assist (10) di klub asal Firenze tersebut pada Serie A, kasta pertama Liga Italia, musim 2016-2017. (kmb33/ap)
Pelatih Timnas Meksiko Diskors Enam Laga oleh FIFA
Zurich – Pelatih tim nasional Meksiko Juan Carlos Osorio dihukum skors oleh FIFA selama enam Laga. Osorio dinilai telah melecehkan ofisial di Piala Konfederasi lalu. Osorio meluapkan emosinya ke ofisial pertandingan saat Meksiko kalah 1-2 dari Portugal di laga perebutan tempat ketiga Piala Konfederasi 2017 di Rusia lalu. Laga itu dituntaskan lewat babak tambahan dengan Meksiko sempat unggul lebih dulu di waktu normal. Setelah dilakukan penyelidikan oleh Komite Disiplin FIFA, Osorio dinyatakan bersalah. “Mr. Osorio menggunakan kata-kata melecehkan ofisial pertandingan selagi menunjukkan sikap agresifnya ke mereka,” ungkap pernyataan resmi FIFA, Sabtu (8/7) kemarin.
“Setelah mempertimbangkan semua hal terkait kasus ini, Komite Disiplin FIFA telah memutuskan bahwa Mr. Osorio dianggap telah melanggar article 49.1A di Kode Disiplin FIFA.” “Sebagai hasilnya dan mempertimbangkan beratnya insiden itu, Mr. Osorio akan diskors selama enam pertandingan resmi dan juga sudah diberikan peringatan serta denda sebesar 5.000 franc swiss,” demikian lanjutan pernyataan tersebut. Dengan hukuman itu, Osorio pun akan absen mendampingi Meksiko saat tampil di Gold Cup mendatang. Meksiko akan menghadapi El Salvador, Jamaika dan Meksiko di fase grup, dan akan melakoni tiga laga lainnya jika bisa lolos sampai ke final. (kmb33/ap)
Juan Carlos Osorio
BPM/rtr
Minggu Kliwon, 9 Juli 2017
11
GELANGGANG
PP Perpani Godok Rencana Pertandingkan Panahan Tradisional
Denpasar (Bali Post)PP Perpani, khususnya Bidang Binpres dan Bidang Organisasi sedang menggodok kemungkinan mempertandingkan kembali panahan tradisional, mengingat cukup banyak peminat olahraga panahan tradisional ini. Kabid Organisasi PP Perpani Soni Gatot Hariyanto di Denpasar, Sabtu (8/7) kemarin menjelaskan, berdasarkan hasil Rakornas PP Perpani di Bandung 2016 lalu, induk organisasi panahan di Tanah Air bukan hanya berorientasi pada panahan modern yang alatnya berbahan besi. Akan tetapi, PP Perpani mulai melirik perkembangan panahan tradisional yang pesat, namun kurang terwadahi dalam event kejurnas maupun Pra PON dan PON. Oleh sebab itu, ke depan PP Perpani berniat berembuk dengan pihak Kemenpora. ‘’Jika Kemenpora memandang panahan tradisional perlu ditampung dan digelar event kejurnas, maka ke depan pasti resmi dipertandingkan,’’ katanya. Di Bali sendiri perkembangan panahan tradisional cukup prospektif dengan bermunculan klub seperti Jepun Bali, Buluh Kanana, serta Pencar Lamgit. ‘’Daerah-daerah di Bali juga sering mengadakan kejuaraan, sebab banyak diminati kalangan keraton di Jawa maupun puri di Bali,’’ kata Soni. Karena itu, lanjut dia, panahan tradisional yang atletnya sambil duduk berkostum adat serta memakai alat berbahan kayu, termasuk anak panahnya perlu dilestarikan. ‘’Jika Kemenpora setuju, pasti panahan tradisional akan digelar kejurnas secara resmi,’’ ucapnya. (022)
BPM/ist
TENDANG — Pesepak bola PS Badung (kiri) sedang menendang bola dibayangi lawannya dari Persigo Semeru Lumajang, dalam lanjutan Kompetisi Liga 2 Grup VII, di Lapangan Samudra Kuta, Badung, Sabtu (8/7) kemarin. Tim tuan rumah PS Badung ditahan imbang tamunya Persigo Semeru dengan skor 1-1.
BPM/ist
GODOK KEJURNAS - PP Perpani bakal menggodok bersama Kemenpora guna membahas panahan tradisional agar dipertandingkan pada event kejurnas maupun PON.
Pegolf Putri Bali Bawa Timnas Juara Denpasar (Bali Post)Trip pegolf putri Bali yakni Victoria Vicky Candra Tjiong, Ida Ayu Indira Melati Putri, dan Marcella Pranovia, sukses membawa timnas Merah-Putih juara beregu pada event bergengsi bertajuk “33rd Indonesia Ladies Amateur Open Golf Championship 2017” di Lapangan Golf Gading Raya Golf Club, Serpong Jakarta, 4-6 Juli lalu. Bahkan Ida Ayu Indira Melati Putri juga merebut juara II untuk timnas Indonesia di nomor perorangan. Sekum Pengprov PGI Bali Eddy Pantja di Denpasar, Sabtu (8/7) kemarin menjelaskan, untuk juara perorangan Gurbani Singh (India) dan juara III Patricia Sinolungan dan juara IV Rivani Adelia Sihotang, keduanya dari Indonesia. Menurut Eddy Pantja persaingan cukup ketat, sebab turnamen golf ini melibatkan atlet dari Malaysia, Singapura, Taiwan, Jepang dan India. Dikemukakan, trio pegolf asal Pulau Dewata ini kuliah di AS, namun Marcella sudah lulus. ‘’Rencananya para pegolf putri Bali ini akan memberikan coaching clinics kepada pegolf Bali di Sanur pada Minggu (16/7) nanti,’’ terang Eddy. Yang membanggakan, Ida Ayu Indira Melati Putri resmi masuk skuad SEA Games. ‘’Sementara atlet putri lainnya, untuk masuk timnas SEA Games masih harus melalui seleksi dan hasil prestasinya pada berbagai turnamen,’’ sebut Eddy yang juga technical delegate cabor golf pada SEA Games di Malaysia, Agustus nanti. Rencananya, mereka akan kembali berlaga pada turnamen Jabar Open, 25-27 Juli mendatang. ‘’Dua turnamen penting yakni Indonesia Ladies Amateur Open dan Jabar Open, dipakai ajang pemanasan dan saling intip kekuatan sebelum bertanding di ajang SEA Games,’’ terang Eddy selaku Kabid Peraturan PP PGI ini. (022)
PS Badung Ditahan Persigo Semeru
Mangupura (Bali Post)-
Tim tuan rumah PS Badung gagal memetik kemenangan atas tamunya, Persigo Semeru Lumajang, setelah ditahan imbang dengan skor 1-1 (0-1), dalam lanjutan kompetisi Liga 2 Grup VII di Lapangan Samudra Kuta, Sabtu (8/7) kemarin. Bahkan Persigo Semeru nyaris mempermalukan tuan rumah dan Tim Keris baru bisa menyamakan kedudukan pada injury time menit ke-90. Pendukung PS Badung dikejutkan dengan gol pemain Persigo Yogi Saiful Rizal, semenit menjelang turun minum. Bola gocekan Yogi sukses menjebol gawang PS Badung yang dikawal kiper Putu Febri Andika. Hingga turun minum, Persigo Semeru unggul 1-0. Memasuki paruh kedua, Tim Keris yang
tertinggal berupaya keras menyamakan kedudukan. Akan tetapi, serangan rancak yang diperagakan anakanak Lumajang seperti Dhanu Syahputra dan Reza Mustofa Ardiansyah mampu merepotkan benteng pertahanan. Selain itu, operan bola pemain PS Badung sering dipotong pemain Persigo. Kendati tertinggal
0-1, skuad PS Badung tak kenal putus asa, Ryan egy, Rio Andreawan dan Gede Warih Sentanu terus menggempur benteng pertahanan Persigo yang dikawal Agil Pramono, Fadel Mohammad dan Ahmad Indra Patikuppa. Kemenangan Persigo yang sudah di depan mata sirna seketika di menit ke-90. Gede
Warih Sentanu yang dipercaya menyepak bola mata akibat pelanggaran, tendangannya mampu menjebol gawang Persigo yang dijaga Mohammad. Pujiantoro. Sampai wasit Akbar (Palu) meniup peluit panjang, skor akhir tetap 1-1. Kapten PS Badung Putu Adi Purwanta mengakui, hasil seri 1-1 memang kurang memuaskan. ‘’Namun kami sudah berjuang maksimal,’’ kata Putu Adi. Sementara pelatih Nyoman Sujata agak kecewa, sebab asuhannya dua kali seri di kandang dan otomatis kehilangan empat
Perseden U-15 Wakil Bali ke Putaran Nasional Gianyar (Bali Post)Tim Perseden Denpasar U-15 keluar sebagai juara dalam turnamen U-15 Rayon Bali, pasca di final menang tipis atas lawannya PS Badung dengan skor 2-1 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (8/7) kemarin. Atas hasil ini, Tim Laskar Catur Muka berhak mewakili Bali ke pentas nasional. Perseden unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri kapten PS Badung Ananta, yang berniat menyelematkan bola namun justru bola meluncur ke gawang dan gagal diselamatkan kiper PS Badung Diva. Tertinggal
0-1 PS Badung tetap tampil bersemangat. Alhasil pemain PS Badung Catur mampu menyamakan kedudukan 1-1, setelah sepakannya yang mengarah ke gawang gagal ditangkap kiper Perseden Dafa. Dalam laga 2 X 35 menit, di babak kedua Perseden dan PS Badung tetap tampil ngotot, namun kedua tim belum mampu menambah pundi-pundi golnya. Akhirnya wasit Pasek memperpanjang laga dengan tambahan waktu 2 x 7,5 menit. Gol penentu kemenangan Tim Laskar Catur Muka dilesakkan Tito saat perpanjang waktu baru bergulir empat menit.
Ketua Panpel Gede Made Anom Prenatha menyatakan, kemungkinan besar turnamen putaran nasional U-15 dan Piala Soeratin U-17 digelar bersamaan di Jateng, September sampai dengan Oktober mendatang. ‘’Namun menunggu hasil seluruh Asprov PSSI seIndonesia yang paling lambat 30 Agustus nanti,’’ kata dia. Sementara posisi juara III direbut Bali All Stars (BAS) usai menundukkan Bali FC Mumbul dengan skor 4-0. Keempat gol kemenangan BAS hasil bidikan Gede Budi Artawan, T. Ali Imron, Bagus, serta gol bunuh diri pemain Bali FC M. Tri O. (022)
BPM/ist
WAKIL BALI — Tim Perseden Denpasar U-15 keluar sebagai juara dalam turnamen U-15 Rayon Bali, pasca di final menundukkan PS Badung dengan skor 2-1 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (8/7) kemarin. Atas hasil ini, Tim Perseden U-15 yang dilatih Komang Mariawan berhak mewakili Bali ke pentas nasional.
Sepak Bola SEA Games
Indonesia Satu Grup Bersama Thailand dan Vietnam Jakarta (Bali Post) Tim nasional U-22 Indonesia bergabung di Grup B, bersama juara SEA Games 2013 dan 2015 Thailand dan peraih perunggu SEA Games 2015, Vietnam di
BPM/ist
TIMNAS JUARA — Trio pegolf putri Bali Victoria Vicky Candra Tjiong (kiri), Ida Ayu Indira Melati Putri (tengah) dan Marcella Pranovia sukses membawa timnas Merah Putih juara nomor beregu pada event ‘’33rd Indonesia Ladies Amateur Open Golf Championship 2017”, di Gading Raya Padang Golf, Serpong, Jakarta, 4-6 Juli lalu. Sementara Ida Ayu Indira Melati juara II nomor perorangan dan masuk skuad Timnas SEA Games.
poin. Oleh sebab itu, pada putaran kedua Tim Keris bakal menambah amunisi, seperti Nengah Repot Sulendra di lini belakang, serta memerlukan dua striker, termasuk gelandang pekerja keras. ‘’Ca;on pemain ini sudah gabung berlatih, Senin (10/7) besok,’’ tuturnya. Di sisi lain, pelatih Persigo Semeru Putu Wijanarko menyesalkan asuhannya melakukan pelanggaran di menit-menit akhir. ‘’Akhirnya kami gagal memetik kemenangan, namun poin satu tetap kami syukuri,’’ tutur Putut. (022)
SEA Games 2017, Malaysia, berdasarkan pengundian yang dilakukan di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (8/7) kemarin. Selain Thailand dan Vietnam, Grup B juga diisi oleh
Kamboja, Timor Leste dan Filipina. Grup B bisa dikatakan grup sulit, karena Indonesia harus meraih setidaknya peringkat kedua agar lolos ke babak semifinal. Selain itu grup ini me-
miliki enam anggota, lebih banyak dari Grup A yang hanya dihuni lima peserta yaitu tuan rumah Malaysia, Myanmar, Singapura, Laos dan Brunei Darussalam. Menanggapi hal itu,
pelatih timnas U-22 Indonesia Luis Milla enggan berkomentar jauh, karena masih harus berkonsentrasi ke kualifikasi Piala Asia U-23 yang digelar 19-23 Juli. “Kami masih pemusatan latihan di Bali dan fokus ke kualifikasi Piala Asia. Namun saya rasa Thailand dan Vietnam termasuk tim terbaik di grup kita,” ujar Milla. (ant)
12
LAGA
Minggu Kliwon, 9 Juli 2017
Hamilton Tidak Bisa Start Terdepan
BPM/rtr
PIT - Pembalap Mercedes Lewis Hamilton berada di pit jelang sesi latihan bebas GP Austria. Spielberg – Harapan Lewis Hamilton memulai balapan GP Austria besok dari posisi start terdepan pupus. Pembalap Mercedes itu harus terkena hukuman mundur lima baris start menyusul pergantian girboks mobilnya pada Jumat (7/7) lalu. Pada dua edisi GP Austria sebelumnya, Hamilton selalu start dari posisi pole. Hamilton sebenarnya menjadi favorit mendapatkan posisi pole setelah mendominasi dua kali sesi latihan bebas di Sirkuit Red Bull Ring. Juru bicara Mercedes menyatakan masalah girboks di mobil Hamilton muncul dari balapan sebelumnya di GP Azerbaijan, di mana saat itu pembalap asal Inggris hanya bisa finis kelima.
Aturan F1 mengharuskan sebuah girboks bisa digunakan untuk enam kali balapan. Delegasi teknis F1 menginformasikan bahwa Mercedes telah mengabarkan kerusakan girboks mobil Hamilton sejak Kamis (7/7) lalu. Penurunan ini juga berarti ia tidak dapat menyamai rekor pole position Formula 1 sepanjang masa milik Michael Schumacher, yakni 68 kali di Grand Prix Britania pekan depan. Hamilton saat ini mengoleksi 66 pole position dan difavoritkan untuk mengamankan posisi start terdepan di Austria. Hamilton saat ini 14 angka di belakang pembalap Ferrari, Sebastian Vettel di klasemen balap F1 tahun ini. Baik Hamilton dan Vettel samasama telah memenangi tiga
dari delapan seri balapan yang telah berlangsung. Pada GP Azerbaijan dua pekan lalu, Vettel dianggap sengaja menabrakkan mobilnya ke mobil Hamilton pada insiden di belakang safety car yang membuat Vettel dihukum penalti stop-go 10 detik. Vettel sudah meminta maaf kepada Lewis Hamilton atas insiden tersebut. Vettel mengajak pembalap Mercedes itu berdamai melalui pesan singkat. “Kami berbicara setelah balapan. Sehari kemudian dia mengirim pesan permintaan maaf. Saya sudah menerima permintaan maaf Vettel,” ucap Hamilton, Sabtu (8/7) kemarin. Pembalap asal Inggris tersebut mengatakan, Vettel sudah salah persepsi dari data-data mengenai insiden di Baku. Hamilton juga mengaku terkejut dengan respons berlebihan yang dikeluarkan oleh Vettel. “Saya merasa Vettel berpikiran kalau saya mengerem mendadak di depannya. Saya harap Anda mengoreksi itu di depan umum, karena semua orang melihatnya. Fakta sebenarnya itu, Vettel yang berakselerasi dengan mobil,” ujar pria berusia 32 tahun tersebut. “Di sini ada kesalahan persepsi dari Vettel. Pesan saya dia harus membuat masalah ini jelas. Saya tidak perlu melakukan hal itu (mengerem mendadak) karena sedang memimpin balapan,” kata Hamilton. (kmb33/rtr)
Horn Ubah Wajah Tinju Australia
Brisbane – Jeff Horn membuat kejutan saat menumbangkan Manny Pacquiao pada perebutan sabuk juara kelas Welter versi WBO di Stadion Suncorp, Brisbane, Australia, Minggu (2/7) lalu. Tak sekadar memicu perbincangan hangat fans tinju dunia, Horn juga telah menjadi cerita besar di negerinya, Australia. Bisa dibilang Horn telah mengubah wajah tinju Australia. Petinju berusia 21 tahun membuat jutaan mata fans tinju dunia mulai melirik Australia. Mungkin tak banyak yang menduga Horn mampu menundukkan Pacquiao dengan kemenangan angka mutlak. Sebagian besar fans dan pengamat bahkan menjagokan Pac-Man bakal menang mudah. Namun Horn membalikkan prediksi. Juara dunia 11 kali yang juga dinilai sebagai salah satu petinju terhebat dalam 20 tahun terakhir, Manny Pacquiao berhasil ditaklukkan. Sekitar 50.000 penonton menjadi saksi langsung kemenangan paling bersejarah dalam sejarah tinju Australia. Kemenangan itu bahkan disejajarkan dengan keberhasilan James Douglas mengkanvaskan Mike Tyson pada 1990. Siapakah sebenarnya Jeff Horn? Dia adalah pemuda asli Brisbane yang punya masa lalu tak mudah. Pada usia 14 tahun Horn memutuskan belajar bertinju. Horn semula menggeluti tinju hanya untuk belajar mempertahankan diri dari ejekan atau intimidasi orang lain. Horn juga pernah menjadi guru sekolah yang kemanamana mengendarai mobil
BPM/rtr
MENANG - Petinju Australia Jeff Horn diarak menggunakan mobil setelah mengalahkan Manny Pacquiao. Toyota Camry. Namun dia mengaku sejak kecil punya keyakinan bakal mendulang kesuksesan lewat ring tinju. “Saya meyakini sejak masih sangat muda, bahwa saya bisa melakukan ini,” kata Horn, Sabtu (8/7) kemarin. Meskipun dielu-elukan di berbagai penjuru Australia, Horn menegaskan kemenangan atas Pacquiao bukan momen paling berkesan dalam hidupnya. “Ini bukan momen terbaik dalam hidup saya. Momen itu segera datang bersama istri saya Joanna. Dia mengandung anak pertama kami,” sambung Jeff Horn yang mengumumkan berita gembira tersebut di hadapan 51.025 fans di Brisbane’s Suncorp Stadium. Horn menerima lebih dari USD 1 juta, setara Rp 13,38 miliar setelah mengalahkan Pacquiao. Dengan uang itu Horn mengaku membelikan sang istri mobil baru. Horn juga akan menerima USD
250 ribu (Rp 3,3 miliar) dari sponsor dan USD 10 ribu (Rp 133 juta) fee untuk tiap penampilan, selain hadiah kemenangannya atas Pacquiao. Agen selebriti, Max Markson memprediksi kemampuan Horn untuk meraup USD 1020 juta per tahun jika terus menang. Namun, untuk saat ini hasil pertarungan melawan Pacquiao juga telah membuat Horn menjadi miliarder. Horn kemungkinan bakal kembali bertarung dengan Pacquiao yang menyatakan ingin bertanding ulang. Jika rematch itu terealisasi, Horn akan mendapat USD 2 juta (Rp 26,7 miliar) hanya dari fee penampilan. Markson mengatakan Horn harus meminta pertarungan ulang berlangsung di Amerika Serikat, jika ingin mendulang uang lebih banyak.” Pertarungan berikutnya melawan Pacquiao mesti digelar di AS. Di sanalah uang berada,” ujarnya. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
Andy Murray
Terlecut Kritik
Murray Tampil Trengginas London – Andy Murray sempat diragukan setelah dapat hasil buruk jelang Wimbledon. Tapi petenis nomor satu dunia itu menjadikan kritik sebagai pelecut. Murray gagal total di turnamen pemanasan sebelum Wimbledon. Tampil di Aegon Championship, Murray yang berstatus sebagai juara bertahan itu langsung tersungkur di babak pertama. Dia dikalahkan oleh petenis berperingkat 90 dunia, Jordan Thompson. Kekalahan itu pun diakui Murray menjadi pukulan telak dalam persiapannya menuju Wimbledon. Murray juga sempat mengeluarkan pernyataan yang menyebut dirinya bisa saja tinggal punya beberapa tahun tersisa untuk bertahan di level top. Pernyataan itu pun memantik spekulasi soal pensiunnya. Tapi Murray tak masalah dengan suara miring tentang dirinya itu. Dia justru menggunakan kritik untuk membakar motivasinya. “Sepanjang tahun Anda harus punya motivasi untuk jadi yang terbaik atau ingin memenangi turnamen dan ingin berlatih keras, semua hal itu,” ujar Murray. “Tapi ada tahap berbeda di mana seseorang bilang bahwa Anda tidak bisa melakukan
sesuatu, atau orang-orang berpikir bahwa Anda kesulitan atau Anda mungkin menuju penghujung karier, bahwa saya berpikir soal pensiun atau berapa lama lagi saya akan bermain, atau apakah saya mulai sedikit tergelincir.” “Jadi hal-hal itu di level yang berbeda, itu bisa membantu. Seperti sebelum Prancis Terbuka, ketika saya ada di posisi yang ‘buruk’ terkait permainan dan saya tidak bermain baik, punya sedikit motivasi ekstra bisa membantu,” katanya. Di Wimbledon Murray sudah melangkah sampai babak ketiga. Murray berhasil lolos ke putaran ketiga setelah melalui pertarungan yang me-
lelahkan. Murray mengalahkan petenis asal Italia, Fabio Fognini 6-2 4-6 6-1 7-5 setelah dua jam dan 39 menit, Sabtu (8/7) kemarin. Bertanding di Centre Court, All England Lawn Tennis and Croquet Club, Murray memulai dengan mulus. Unggulan pertama ini menang 6-2 di set pertama. Tapi Fognini bangkit di set kedua dengan kemenangan 6-4 dan menyamakan kedudukan. Murray mendapatkan momentum lagi usai memenangi set ketiga 6-1, memanfaatkan kesalahan-kesalahan Fognini. Di set keempat Fognini mencoba memberikan perlawanan dan memperpanjang nafasnya. Tapi Murray pada akhirnya
mengunci kemenangan dengan skor 7-5. Murray diuntungkan banyaknya unforced error yang dilakukan Fognini, 46 berbanding hanya 16 yang dicatatkannya. Padahal lawannya itu membukukan lebih banyak pukulan winner, 44 berbanding hanya 26 milik Murray. Selanjutnya Murray akan menantang petenis asal Prancis, Benoit Paire. “Akhir dari pertandingan adalah masa lalu. Itu naik dan turun. Saya tidak merasa ini penampilan terbaik saya, tapi saya berhasil melaluinya,” kata Murray. Sementara itu, juara dua kali Wimbledon, Rafael Nadal juga berhasil lolos ke babak selanjutnya. Petenis asal Spanyol ini mengalahkan Karen Khachanov asal Rusia, 6-1 6-4 7-6 (7-3). Nadal selanjutnya akan bertemu petenis asal Luksemburgo, Gilles Muller. Muller sebelumnya mengalahkan Aljaz Bedene. (kmb33/ap)
Ingin Santai, Halep Sewa Rumah Bernuansa Masa Lalu London – Simona Halep memilih untuk menyewa sebuah rumah di kawasan Wimbledon Village ketimbang di tengah kota London saat tampil di Wimbledon. Dia ingin lebih santai. Sebagai unggulan kedua, Halep dijagokan untuk melaju jauh hingga babak final. Untuk mencapainya Halep mengambil langkah khusus. Salah satunya dengan memilih peginapan khusus yang berbeda dari pada tahun-tahun sebelumnya. Kali dia dia menyewa rumah di Wimbledon Village yang bernuansa masa lalu. Lokasinya juga bukan di pusat kota London. “Saya ingin santai. Kemarin saya bahkan hanya tinggal di dalam rumah, kira-kira selama enam jam di dalam rumah, diam-diam saja di rumah,” kata Halep. “Saya tidak ingin belanja karena lokasinya jauh dan macet. Cukup berat. So,
saya tak melakukan hal-hal yang istimewa, cuma relaks mencoba menikmati pengalaman baru untuk tinggal di dalam rumah. Saya akan mengulangnya. Cukup menyenangkan. “Saya harus menjaga agar saya tak berpikir macammacam. Saya hanya perlu menikmati waktu. Itu tidak mudah setiap kali bertanding di lapangan rumput karena lebih melelahkan. Lebih menyenangkan kalau memiliki waktu istirahat lebih lama beberapa jam,” tutur dia. Meski telah berusaha santai, Halep susah payah melenggang ke babak 16 besar Wimbledon usai mengalahkan Peng Shuai 6-4, 7-5(7), Sabtu (8/7) kemarin. Di set pertama Halep sempat tertinggal 1-3 dari petenis Tiongkok yang pernah merebut gelar juara di nomor ganda Wimbledon tahun 2013. Namun, ke-
Simona Halep mudian Halep bangkit dan mampu menutup set pertama dengan kemenangan. Hal yang sama terjadi di set kedua, kemudian Halep mampu meraih poin di saat krusial, ditambah seringnya Peng melakukan unforced error. Dengan tersingkirnya Peng, maka tidak ada satu petenis asal Tiongkok yang berhasil melenggang ke
BPM/rtr
babak keempat turnamen bergengsi ini. Kemenangan ini akan mengantarkan Halep menantang mantan petenis peringkat satu dunia Victoria Azarenka dari Belarusia. “Saya sangat senang. Permainan saya terus berkembang di setiap pertandingan,” ujar Halep usai pertandingan. (kmb33/ap)
Sastra
Redité Kliwon, 9 Juli 2017
I Kaki Dengkil
Sang Wijayasastra 13 “GAOK dogén Ci, mara I Komang Ajus meli montor anyar! Tusing tawang ndén, apa montoré ento belina baan pipis ngadep carik? To iwasin I Swastika, imaluan montor apa tusing gelahanga, umahné matingkat telu, pamuputné ulian ngadep carik! Jani carik gelahné sakapa. Pailehan gumi tusing tawang masé! Jani suir-suir magajih liu ulian dadi anggota dépéér, ngawai nyidaang dugem, ngawai ka salon maséh bagus genjing. Tusing tawang sesubané ené…. Apa lakar selamet tusing kena OTT?” I Doglagan nuturin timpalné sané gaok manggihin I Komang Ajus numbas montor anyar. Intipa antuk I Kaki Dengkil. “Béh, sayan dueg cucunné nuturin timpal! Sayan misib ajak gelahé! Ah… da, nyanan karmané dadi patuh ajak I Déwék? Da, malahan da! Mamada-mada nyanan ia?” I Kaki Dengkil sakadi seneng sawiréh cucunné sayan nuegang mapitutur. Nanging Ipun nénten pisan enyak patehina. Kocap kecoran sombahé jagi nénten kijakija. Dados I Kaki Dengkil nénten pisan seneng patehina antuk cucunné? Mangda cucunné nénten dungkal-dangkil sakadi Ipun? Mangda cucunné nénten pating kadingkling sakadi Ipun? Manda cucunné nénten pating usak-asik sakadi Ipun? Panjang pisan jagi pitakéné wantah asapunika. Waluya ja, sakadi mangkin. Sampun nénten wénten wang tani, jagi ngarepang pianakné dados wang tani. Ulih-ulih, wang taniné punika sampun katah ngarepang pianakné makarya ring kantor, otél, dados tenaga kontrak, waluya naur mangda katrima. Napi malih sané arepanga antuk reramané? Puniki sané sliwah. Makéh sané mangkin ngarepang pianak-cucunné mangda dados sulinggih. Dados ida sang maraga suci! Napi sané ngawanang? Santukan dados sulinggih paling tegeha linggihné. Siosan ring punika, dados maraga suci jagi ngakéhang mapikolih. Sayan nyugihang! “Tusing, tusing kéto pangaptiné! Depang I Doglagan apang dadi déwékné padidian. Apa buin ngarepang I Doglagan dadi sulinggih, tusing pesan ada di kenehé! Apang ia nepukin kasujatian uripé dogén suba kanggo! Apang ia pageh ngamargiang kadharman, susatya bhaktiné, magehang kasuwiryan, manut agama tata susilané, kéto dogén kanggo! Da pesan milu-milu gaok tekén apa ané gelahanga tekén timpalé!” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan. Sujatiné Ipun bangga ring cucunné. Napi malih makilitan sareng artha brana. I Kaki Dengkil saking rihin sampun nénten pisan gaok ring parindikané punika. Kocap Ipun precaya pisan artha branané punika pica saking Ida Sang Hyang Widhi. Agayung camplung picaanga, asapunika kamanten tunas. Uripé punika sujatiné ngamargiang karma, punika sampun pastika. Kawanten wantah sumeken manahang, nénten ké sujatiné ngruruh artha brana punika patut kamargiang? Jagi anggén napi? Anggén nuukin momo angkara? Nénten. Waluya agayung camplung, matumpuk agunung, artha branané punika patut jagi kutang. Ngruruh artha brana sujatiné mangda wénten jagi kutang ri sampuné panumayané ri kawekasan. Wayah naler tutur I Kaki Dengkilé? Ulian miraga cucunné sané nuturin timpalné mangda nénten gelis gaok? Sapunapi pikamkamé punika? Sujatiné wawu miragi cucunné maosang mangda timpalné nénten gaok manggihin timpalné magentos montor anyar punika, I Kaki Dengkil éling ring silih sinunggil gagelaran Sang Wijayasastra. Kocap sapusira ugi maraga Sang Angawarat nénten pisan gaok manggihin artha brana. Tan agawok ing mas artha, sapunika mahawakya Ida Bhatara Cokorda Mantuk Ring Rana dawegé maosang indik niti raja sasanané. Sayuwakti minab. Wantah sané kasudi dados Sang Angawarat punika gaok ring artha brana, jagi ngawinang marasa aluh mamaling ngalang, korupsi sakadi baosé sané mangkin. Punika cingakin, sayan sué sayan ngakéhang Sang Angawarat miwah danéswarané majuk santukan momo ring artha brana. “Sujatiné, nawang apa tusing iraga ajak makejang Sang Angawaraté gaok tekén artha brana? Agawok ing mas artha? Iwasin, tlektekang melahang. Lamun tusing tepukin baan mata, iwasin baan rasa!” Polih kamanten I Kaki Dengkil masesimbing. Napi minab ngawinang asapunika. Minab gilané nénten sakadi punika abotné. Sujatiné Ipun wantah mabesen, sapusira ugi dados Sang Angawarat mangda nyurupang ajah-ajah Sang Wijayasastra. Silih sinunggil mangda nénten agaok ring artha brana. Tuaha sakadi mangkiné artha branané maguna pisan. Kalintang wigunané ring piranti urip sané siosan. Artha branané kalintang wigunané ring pasalar urip. Mangkin sampun sayan wengi, I Kaki Dengkil kantun naanang emeh basangné. Santukan durung wénten sané kabaos kepala daerah ring wewengkon Jagat Baliné, yukti-yukti ngamanggehang ajah-ajah Sang Wijayasastra. (Jelantik)
Depang Tiang Ngayah Jumah Kukuh Sugianto MAKEJANG siep disubané i bapa nuturang tetujoné nekaang nyama tugelan lan nyama tunggalan sembah. Bapan tiangé ngidihin nyamané papineh unduk pajalan tiangé lakar ngantén. Yén sing sambatang ajak kulawarga, bisa mesuang biuta. Sambatang bisa masih tusing mragatang gaé. Makejang pelih. Apabuin pajalan tiangé ngantén sungsang. Tangkah tiangé nrugtug ngantosang isin papineh nyaman bapan tiangé. Kanti telung menit tusing ada ngemaang pajalan. Bapan tiangé nyumunin ngraos, nyambatang ngidih pajalan unduk pianakné ngantén. “Apa makrana Luh Putu nyemak pajalan kéné?” patakon kelian nyama tunggalan sanggahé ané kasudi dadi panglingsir. “Luh Putu ngelah nyama muani ané lakar nerusang swadharma dadi sentana, ngajegang umah. Tusing taén ada pajalan kéné dingeh kalaksanayang olih kramané. Yén ba ngelah nyama muani, ané luh ngantén ka sisi,” panglingsiré nutugang mesuang isin atiné. Maklengek tiang ningehang raos panglingsiré. Tiang tusing nungkasin, mula beneh tur ané majalan uling pidan mula kéto. Yén suba ngelah nyama muani, ané luh ngantén ka sisi. Tusing cara anak luh manyama adiri apabuin paturu manyama luh ané ngranayang reramané nyaratang pianakné nengil jumah maimbuh ngalih kurenan nyak nyentana. Yadiastun tiang ngelah nyama muani, dija pelih tiangé ngantén nengil jumah, yén ada anak muani nyak nyentana. Kabenengan tiang maan calon kurenan nyak nyentana. Tiang nongos di jumah padidi, ngayahin rerama padidi, tusing meratin nyama tugelan bapan tiangé
apabuin nglantingin nyama tunggalan sembah, dija pelih tiangé ngajakin muani nyentana? “Singsal dingeh pajalanné Luh Putu lakar ngantén tur nengil jumah dadi sentana rajeg. Tusing ada anak kéto yén suba ngelah nyama muani. Dresta iragané tusing ada kéto. Apabuin Luh Putu ngantén ajak muani uling dauh tukad. Sinah adat lan agamané béda,” panglingsiré negesang. Bapan tiangé nengil, kéto masih nyama ané lénan. Tuah panglingsiré dogén ané ngomong. Pedas dingeh panglingsiré nuekang unduk agama. Manut panglingsiré, upacara pawiwahan sida majalan yéning purusa lan pradana agamané paturu patuh. Saagama apang dadi masanggama nganutin dresta. Panglingsiré nyihnayang pawiwahané ento waluya negakin jukung. Kénkénang jukungé lakar majalan yéning tayungan dayungé singsal tusing patuh itungan. Ento mawinan anak ngantén apang agamané patuh. Makejang nengil, tusing ada nimbalin pitutur panglingsiré. Disubané tiang baanga galah ngomong ditu kal pesuang isin kenehé. Makejang tutur panglingsiré kal benehang krana uling malu suba kéto pajalanné. Tiang tusing nyesedin unduké ento krana precaya tusing lakar maan pas aut ané beneh. S ajaba pasauté dresta, awig-awigé mula kéto. Kéto masih unduk ngantén apang paturu agama ané patuh tiang cumpu tur satinut. Yén alihang conto, liu artisé ngantén béda agama. Yén suba kadasarin tresna, kulawarga bagia tusing taén ada kanda nguyutang agama. Sentanané disubané kelih dadi milih nutug agama bapanné apa méménné. Kabenengan tunangan tiangé nyak nutug
13
agama calon somahné. Unduk béda agama tusing sandang buin uyutang. Ané santulan di keneh tiangé, nguda nguyutang nyama dauh tukad. Kadén suba biasa ada anak dura negara, turis nyentana di Bali. Patutné panglingsiré bangga krana angga kulawargané nyidaang ngajak a na k m ua ni ny ent a na t ur nutug agama iragané. Bandingang nyama Baliné paid bangkung krana nyeburin lan nutug agama somahné. “Ampurayang titiang Pekak, yéning pasaut titiangé tan mungguh ring kayun. Tan wénten keneh tiangé pacang nglawan dresta napimalih nungkasin pikayun anak tua. Yadiastun tiang kaucap lua buduh, kal terima. Santukan gedé keneh tiangé ngayahin rerama ané ngancan tua.” “Keneh Iluhé subhakti tekén rerama mula ento ané saratang. Kéwala ingetang, Iluh ngelah nyama muani, sentana rajeg jumah dini. Rasa sayang, rasa tresna tekén rerama, ngayahin rerama tusing musti Iluh ngoyong jumah ngajakin muani nyentana. Uling jumah pisaga masih dadi, kéwala apang tusing baatan sibak, patuhang ngrunguang tur nyayangang rerama padidi tekén matuané. Pekak tusing némbahang Iluh ngantén, kéwala pajalan Iluhé ngantén singsal!” Panglingsiré nuturang sentana luh dadi ngantén ajak anak muani mulih yén nyama muaniné sakit. Kasaran baan nyambatang buduh, sinah tusing nyidang nglanturang ayah-ayah di désa, ngayahin rerama jumah, ento makrana reramané nyaratang pianakné ané luh ngalih sentana. Kéto masih yén anak luh ngelah nyama tugelan muani adiri rumpuh, sinah tusing lakar nyidaang magaé, anggon déwék padidi suba ngidih ayahan rerama ngidih ayahan nyama apabuin lakar ngayahin somah, sinah suba tusing nyidaang. “Ané tawang Pekak, Luh Putu ngelah nyama muani tur mekén dadi dokter. Sinah tusing ada buin ané sangsiang!” “Beneh sajan ento Pa,” saut i bapa. Bapan tiangé lantas nyambatang tekén panglingsir lan nyama tugelanné. Kadék Surya mula calon dokter, buin akejepan lakar wisuda. Disubané mawisuda nglanjutang koass, cara janiné magang di rumah sakit apang nincap uling sarjana kedokteran dadi dokter. Disubané koass lan kasengguh dokter, ada itungané lakar nyalanin PTT, yéning lulus sinah lakar katugasang di tongosé sripit lan joh uling Bali. “Disagét Kadék seleg tugas di tongosné PTT apabuin maan timpal ditu, ento ané jejehin. Sinah ia kapah mulih, sing kal ada natakin ayah-ayahané jumah,” i bapa nyambatang pikobetné, yadiastun ento boya ané utama. “Jani guminé tusing enu saklek cara pidan. Ayah-ayahan dadi bayah!” saut panglisiré. Bapan tiangé nengil ningeh pasaut buka kéto. Panglisiré ngimbuhin, makejang kulawarga pacang bagia yéning Kadék Surya lakar dadi dokter yadiastun maan tugas joh. Pet pradé mani puan tugas joh tusing ada kal nguyutang ayah-ayahan di kulawarga muang di désa krana pararem lan awig-awig suba mabenain apang adung ajak aab jagaté jani.
suba misi, ento makada i bapa ngénggalang ngidih pajalan tekén nyama-nyamané. “Ampura Pekak kéto masih Bapa jak makejang, tiang ngantén ngalih muani nyentana boya lakar magarangin warisan. Kéto masih calon kurenan tiangé nyak nyentana ulian tresna krana ia nawang kabrebehan jumah dini,” kal wanénang ngomong yadiastun tondén baanga galah tekén i bapa. Mirib panglingsiré lan nyama ané lénan ngelah rasa sangsi krana calon kurenan tiangé boya anak Bali. Lumrah ortané nyama dura Bali biasa ngantén cerai. Sinah jejeh yéning tiang kalaina cerai tekén Mas Anton. Tusing makejang kéto, ba liu mabukti nyama Bali nyak nyentana disubané ngelah sentana magedi mulihné. Cerai tidong, enu masomahan masih boya. Kayang unduké ento dot kal omongang diastun tiang kaucap degag. Dot pesan tiang mesuang makejang isin kenehé. Mara makita ngomong sagétan i bapa suba ngamalunin. Bapan tiangé nyambatang tusing lakar ngemaang pianakné luh warisan druwén panglisiré. Pinaka rerama lakar ngedum gelahné ulian sekaya padidi. Unduk dum-duman tanah lan umah suba karembugang ajak Kadék Surya. Apabuin umah lan tanah ané gelahanga tekén bapan tiangé suba kasertifikatang. Tiang, Kadék Surya, tur mémén tiangé onyang maan duman sertifikat. Kadék Surya maan duman duang umah, tiang ajak i mémé maan duman sertifikat abesik. Bapan tiangé tusing makeneh sombong ri kala nerangang pagelahné. Ento omonganga apang tusing ada narka tidong-tidong tekén pianakné ané ngalih muani nyentana. Parembugan di kulawarga dugas madum-duman madasar manah lascarya paturu cumpu pacang ngrunguang rerama bareng-bareng, pianak muani wiadin luh tusing mabinaan. Garjita keneh panglingsiré ningehang pasaut bapan tiangé. Panglisiré masih negesang ngomongang warisan boya sangkaning ngelah papineh tidong-tidong. Krana takut mani sentanané matungkas, makanda ulian warisan. Yén suba maduman paturu galang kadasarin manah lascarya mula ento saratang apang bagia sakayang-kayang. “Nanging Bapa tondén ngresep nguda Luh Putu nyemak pajalan ngantén nyentana. Yén ulian Kadék Surya lakar dadi dokter tur nongos di tongos joh, sinah tusing bisa katerima. Yén unduk lakar ngayahin rerama, uling di jumah pisaga dadi. Apa sujatiné Luh Putu nyemak jalanné ené, ngalih muani nyentana nanging jumah ada nyama muani?” Kal antosang i bapa nyautin. Nanging kanti limang menit i bapa tusing masaut. Mirib sangkaning kimud, lek nyambatang kasujatianné. Adin tiangé, Kadék Surya mula calon dokter. Onyang nawang ia seger oger, bayuné enteg, tusing ngraksa sakit inguh ané pantes salinin ayahayahané tekén rerama lan désa. Tusing pantes gentinin unduk swadharma sentana ngayahin rerama. Tusing ada ané nawang, adin tiangé sujatiné sakit. Ia calon dokter, ia seger nanging kedisné gelem.
***
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Sang Prabhu Krishna Olih : I K. Satria, S.Ag IDA Sang Prabhu Krishna rumasa liang pisan ring pikayunan duaning sampun prasida ngawé ening pikayunan maha rsi mautama punika. Irika raris Ida ngamedalang kawisésanidané mangda Maha Rsi Utanka nguningin indik kautamanidané. Kahanan sakadi punika sampun naenin kauningin olih Ida Sang Dhananjaya. Ida Maha Rsi Utanka sampun nguningin indik kawisésan saha parubayan Ida Sang Hyang Wisnu sané matangan sanga saha mawibawa sané nénten pisan prasida karaosang. Irika Ida Sang Prabhu Krishna ngadeg nyujuh akasa sakadi ebek nagingin jagaté tatkala punika. Wénten taler sinah prerai sané mautama minakadi pralinggan para dewatané sané ngawi wenang ring jagaté. Ida Brahmana Utanka dahat angayubagia duaning sampun nguningin indiké punika. Ida Sang Rsi raris ngaturang sembah saha matur, “Nawegang titiang majeng ring sané kajunjung olih jagaté, sané sampun pinaka pangutpati, stiti miwah ngalinayang jagaté. Nawegang aksi sembah titiang. Nawegang titiang majeng ring sané nguripin jagat tigané! Antuk cokor palungguh Bhatara sida nyilibang kawéntenan jagaté, sami wantah subhakti ring palungguh Bhatara. Makasami genahé sampun kaliputin olih kawéntenan Ida Bhatara sané negdegang jagat tigané. Nawegang palungguh Bhatara sané ngicénin kahuripan saha ngupapira sadagingnyané. Samian puniki wantah palungguh Ratu sané nuénang! Titiang wiakti sampun uning indik kawéntenan palungguh Bhatara, sané mangkin titiang nunas mangda prasida mawali nuju genah utawi pawakan manusa sané sida pacang bhaktinin titiang. Mawali nuju pawakan manusa sané taler dahat
“Yén Kadék Surya tugas tur nengil joh, Luh Putu dadi nengil jumah ajak kulawargané nanging boya dadi sentana rajeg. Tuah Kadék Surya ané purusa jumah dini. Yadiastun Luh Putu ngantén ka sisi, mula dharma sentana ngayahin lan ngrunguang rerama!” teges panglingsiré. Bapan tiangé nengil tusing masaut, mirib ngantosang nyama lénan ngemaang tetimbang. Tiang tangkejut ningehang piteket panglisiré, raosné makulit. Dharma sentana mula ngrunguang lan bhakti tekén rerama. Dadi nengil di jumah bajang kéwala boya sentana rajeg, kena baan tiang ngartiang, panglingsiré tusing cumpu tiang nengil jumah, dadi purusa krana maan muani nyak nyentana. Dot sajan tiang nyautin, nanging bapan tiangé tondén ngemaang galah, kéto masih panglingsiré tusing nuekin. Kal jantosang. Tingalin tiang nyama lénan kisi-kisi kéwala tusing pati mesuang isin papinehné, mirib patuh ngantiang panglingsiré ngemaang galah. Panglingsiré lantas nerangang unduk warisan. Ané pantes ngwaris di kulawarga tuah purusa manut dresta di Bali. Yéning meras sentana lanang, masih patut ngwaris krana ia lakar nutugang ayahayahan di sanggah, banjar, muang désa. Di Bali, anak luh sing maan warisan krana tusing ngoyong jumah, ngantén ka sisi. Dot pesan tiang nungkasin raos panglingsiré. Mirib tondén nawang Pasamuhan Agung Majelis Utama Désa Pakraman Bali ané ngundukang warisan di Bali. Pianak luh wiadin muani makejang pantes ngwaris, kéwala dumanné tusing patuh. Pianak muani maan duman waris ategen, ané luh maan asuun. Atenga lebian ané muani, ento adil bandingang ané luh tusing maan apa. Nanging keneh tiangé ngalih muani nyentana boya ngrebutin warisan. Tusing ngidih tanah, tusing ngidih duman pipis, yadiastun sing ngidih apa tusing lakar ngelidin warisan ayahayahan di sanggah, di dadia, muang di pura. Boya warisan artha brana tetujon tiangé ngalih muani nyentana, nanging sangkaning meled nglanturang warisan ayah-ayahan jumah tur nerusang sentana di umah bajang. Tiang suba magaé, kéto masih calon kurenan tiangé suba magaé. Gajih tiangé ajak dadua yén punduhang nyidaang anggon ngwangun kulawarga sadarana apang tusing meratin anak tua. Mirib panglisiré lan nyama tugelan bapan tiangé narka ané tidong-tidong. Tiang ngantén ngalih muani nyentana apang warisan i bapa tusing makisid. Bapan tiangé kasujatianné mula matatakan, ngelah tanah lan umah milehan ulian jemet magaé. Dadi kontraktor setata maan gaé, sekayané anggona meli tanah lan umah. Mirib katarka calon kurenan tiangé nyak nyentana ulian ngedotang pagelahné i bapa. Tusing kéto kasujatianné. Mas Anton nyak nyentana ulian tresna boya ulap artha brana. Dugas paruman kulawarga, Mas Anton tusing kal ajak milu krana suba katarka sijumu pasti enu paturu kelet. Kéto masih adin tiangé tusing milu krana ia kuliahné di Jawa. Nanging tiang lan i bapa suba ngorahang tekén Kadék Surya pacang nekaang nyama. Apabuin basang tiangé
mautama, mawisésa.” Sakadi asapunika atur Ida Sang Maharsi. Ida Sang Gowinda dahat ledang saha ngandika: “Durusang aturang pinunas!” Sakadi asapunika sabdan Ida Hyang Agung tatkala punika. Sakémaon Ida Sang Rsi Utanka nyawis, “Nawegang palungguh Bhatara, sujatiné titiang sampun dahat rumasa bagia yadiastun wantah ngaksiang kawéntenan kawisésan palungguh Ratu sané sakadi asapunika. Wiakti palungguh Bhatara sané pinih mautama tur titiang rumasa bagia indik kawéntenané puniki. Cutet titiang sampun dahat bagia, nénten malih merihang napi majeng ring palungguh Bhatara.” Ida Bhatara Krishna dahat nitahang mangda para brahmanané punika mapinunas. “Sampunang malih ajerih, durusang mapinunas!” Sesampuné sakadi asapuniki kawisésané wantah kapatutang ngicénin waranugraha, kawéntenan sané sakadi asapuniki wantah pacang sida ngicénin waranugraha majeng ring sané ngaptiang. Mirengang sabda sakadi asapunika, Ida Brahmana Rsi punika mapikayunan saha matur. “Titiang wantah madué swadharma sané dahat sulit ring genahé puniki. Mangda titiang prasida ngamargiang swadharman titiangé, wantah kapatutang titiang prasida maurip antuk toya, sané mangkin titiang nunas mangda ring dija titiang ngaptiang toya, mangda wénten toya sané medal saking pertiwiné. Wantah sakadi asapunika pinunas titiangé majeng ring palungguh Bhatara, dumogi prasida kadagingin!” sakadi asapunika pinunas Ida Sang Maha Rsi Utanka. (Masambung)
PKB Bali gumi seni nglestariang adat tradisi taksu tekekang ngisi boya ngitungang matéri yadiastun ané mabalih sepi ané ramé dagang nasi dagang pangangggo lan sokasi anggon ningkatang rétribusi seniman Bali maan aji? adah... PKB tuah seremoni I Nyoman Agus Sudipta
Kruna
14
Ida Ayu Made Purnamaningsih
Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
pupu;p\С(.
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
Pupuh Pangkur 1.ssomæuenwusnß¡sæ, Sesampuné usan muspa, somæunÂpk/, sampun napak, rhinmgili;w)\i, raina magilih wengi, s*hê*sU(ysomæunuæurup/, Sang Hyang Surya sampun surup,
hb*etjendumil;,
abang téjané dumilah, s*hê*rti;, Sang Hyang Ratih, \)enÓosienÓjenlumÞ¡m/,
ngentosin téjané lumlum, sk&k\inßsunrn/,
saking kangin masunaran, kdih)messin\Þ&.
kadi emasé sinangling. 2.prtɱnen\)lis*,
Para trunané ngelisang, \)zéituæun(,
ngenjit suar, ehoezÇ(omizkérkæsÓi,
oncor minyak jarak pasti, suw(j)enÓr*mgnÓ¡*,
suar jentérang magantung, \e\ánßizkÐ)lp,
nganggén minyak kelapa, mks)nÓ^, maka sentir, h)nÑihenh)n&lumÞ¡m/,
Nglestariang Seni Budaya Bali IDA Ayu Made Purnamaningsih, S.Sos.H. embas ring Denpasar, 27 Februari 1993. Dané aktif ring makudang-kudang organisasi inggian ring kampus miwah ring organisasi tiosan. Sangkaning aktif ring makudang-kudang organisasi mawit kantun kuliah, anggané mangkin kajudi dados Ketua PERADAH BALI (Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia) Provinsi Bali periode 2015-2018. Daweg tanggal 17 Oktober 2015 lintang, Dayu Purnama— sapunika dané ketah kasambat kajudi d a d o s Ketua “PERADAH” B a l i . Wéntennyané visi miwah misi PERADAH BALI katlatarang Dayu Purnama, mangda prasida nyikiang para yowana pamekas sané magama Hindu ring Bali patut kadasarin antuk mabebaosan sané becik mawinan prasida sagilik saguluk pantara yowana Hindu sané salanturnyané prasida ngwedar daging pikayunannyané antuk tetujon ngwangun organisasi yowana Hindu sayan becik. Ring widang préstasi inggian akademik miwah non akademik, makéh juara sané kapolihang Dayu Purnama, minakadi; Juara 1 Nasional lomba penulisan artikel jurnal ilmiah warsa 2013 tingkat Perguruan Tinggi Agama Hindu SeIndonesia antuk murda “Seksualitas Pelajar Hindu pada Masa Brahmacari di Kota Denpasar”, Juara harapan 1 lomba penulian karya ilmiah Bali Mandara warsa 2015 tingkat Provinsi Bali antuk murda “Implementasi Tri Hita Karana dalam Menciptakan Bali Clean and Green (Studi Kasus Alih Fungsi Lahan di Kota Denpasar)”, Juara harapan 1 lomba dharma wacana tingkat nasioanl; juara 2 lomba Kakawin
Putri Se-Kota Denpasar, Juara 2 Palawakya Putri Se-Kota Denpasar, juara harapan 1 lomba merangkai janur se-Kabupaten Badung, miwah préstasi tiosan. Satios nyarengin pacentokan ring widang akademis, Dayu Purnama taler aktif nyarengin pacentokan ring widang non akademis. Parindikan inucap kasinahang antuk juara-juara sané kapolihang inggian ring dharma wacana, kakawin, palawakya. Kasenengan Dayu Purnama nyarengin lomba ring widang inucap tetujonnyané want a h nglestariang seni miwah budaya Bali. Yowana Hindu patut sarengsareng mautsaha saha nyarengin makudang-kudang parikrama sané matetujon nglestariang seni budaya Bali. “Yéning nénten iraga, sira malih sané patut nglestariang? Mawian napi sané sampun katami saking panglingsiré, iraga pinaka yowana panerus sané patut nglestariang saha nglimbakang,” baos dané. Satios prestasi ring widang akademis miwah non akademis, Dayu Purnama taler naen dados Ketua Tim Peneliti Lapangan sajeroning ngamargiang penelitian ring Pura Penataran Ped, Nusa Penida warsa 2014 lintang. Anggané taler aktif pinaka pangwacén sloka sajeroning pamahbah pelantikan ketua PHDI Kota Denpasar, sajeroning acara dharma santi Provinsi Bali, sajeroning acara wisuda IHDN miwah aktif ngayah pesantian ring kampus wiadin pura-pura ring Bali. (uma)
Isin Gumi
endihané ening lumlum, sk&mc)er*oec*okc,
saking macerongcong kaca, nw)\inuæb);lnÀ\in/.
Panyiuan Siswa Nénten Polih Sekolah
nawengin sabeh lan angin. PANYIUAN siswa tamatan SMP ring Kabupatén Buléléng terancam nénten ngamolihang sekolah, utamané sekolah negeri. Kirang langkung wénten 3.200 diri siswa tamatan SMP sané katarka nénten pacang katerima ring SMA miwah SMK Negeri ring Buléléng. Indiké puniki ngawinang para rerama sané madué pianak jagi ngranjing ring SMA wiadin SMK marasa waswas. Parindikan inucap kabaosang angganing Komisi IV DPRD Buléléng, Nyoman Gede Wandira Adi wawu puniki. Parindikan punika kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Ra-
dio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Buda, 05 Juli 2017 lintang. Gung Dé, Singaraja Indiké punika saking dumun sampun karasayang akéh tamatan SMP. Akéh nénten molihang sekolah negeri. Mawinan punika dané kayun ngranjing ring sekolah swasta. Majanten nénten samian rerama para siswa sané ngranjing ring sekolah swasta kahanan ekonomi-nyané becik. Antuk punika, pemerintah majalaran Disdikpora patut mikayunin sapunapi antuk mangda siswa inucap sa-
mian prasida ngamolihang Kartu Indonésia Pintar (KIP). Nengah Sudi, Seririt Sapatutnyané pemerintah daérah miwah Dinas Pendidikan mangdané ngawigunayang otonomi daérah ngamedalang kebijakan muputang parindikan siswa sané nénten polih sekolah inucap. Yéning kantos 3.200 diri siswa nénten ngamolihang sekolah saha nénten karerehang pamutus, sinah ipun nénten prasida mumutang wajib belajar 12 tiban. Samian angganing mangda sareng-sareng mikayunin.
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
kusia
1.
kusê,
1. pucat
2.
kutek
2.
kut)k/,
2. keruh
3.
kuub
3.
kuwub/,
3. wilayah
4.
labda
4.
lbÑ,
4. berhasil, sukses
5.
latuh
5.
ltu;,
5. lapuk
6.
satru
6.
stɱ,
6. musuh
7.
satua
7.
stÙ,
7. cerita
8.
satwika
8.
stÙik,
8. jujur
9.
sawatara
9.
swtr,
9. kira-kira
10.
s)\Ð$,
10. batas
10. sengker
Redité Kliwon, 9 Juli 2017
Bahasa Indonésia
Adi Putra, Lovina Minab indik punika metu sangkaning penerapan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 17 warsa 2017 indik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) katerapang saklek pisan. Tunas titiang pemerintah ngicénin akidik kelonggaran ri kala nentuang katah peserta didik. Pekak Mologan, Mayong Magentos menteri majanten kasarengin antuk kebijakan anyar. Indik puniki janten ngametuang pikobet ring para rerama siswa. Kelonggaran ri kala nentuang akéh siswa per kelas mangda diperjuangkan pemerintah daérah. Inggian punika bupati, walikota miwah gubernur. Antuk punika parindikan PPDB prasida kadabdabin. Putri, Jl. Kutilang Singaraja Rasayang titiang dados rerama, wawu mangkin wénten kebijakan menteri pendidikan sané banget ngawinang uyeng-uyengan. Sadurung ngamedalang kebijakan patutné selehin dumun ka soangsoang daérah, napiké sarana praserana sané wénten sampun nyokong? Koné samian krama mangda ngamolihang pendidikan sakadi patut, mangkin ngruruh sekolahan méweh. Pemerintah pusat mangda nguratiang kebijakan inucap sadurung sayan kaon. (ama)
Ni Ketut Dini Saraswita Giri
Ngutamayang Kawagedan ”Akademis” taler Nincapang Kawagedan Siosan MALAJAH miwah molihang prestasi akademis wantah tetujon Ni Ketut Dini Saraswita Giri. Napi malih risampuné kelih Ipun meled dados dokter tur ngayahin krama utamaipun krama ring désa mangda setata seger oger. Duaning yéning sampun mrasidayang sakadi punika sinah kasukertan kramané sayan becik. “Saking kantun alit tiang sampun kanikain olih reraman tiangé indik kautaman saling tulungin sajeroning pakraman. Majanten kahanan inucap ngawinang bagia,” baosnyané. Yadiastun setata ngutamayang préstasi akademis, nanging Dini – asapunika Ipun ketah kasambat setata nincapang taler nglimbakang pisarat taler kawagedan sané siosan. Minakadi ring widang fashion sané mangkin sampun becik katincapang duaning setata kasarengang tur kaicén galah olih makekalih reramanipuné. Sangkaning sampun becik malajah majanten siswa kelas V SD Saraswati 5 Denpasar puniki ngamolihang pikolih becik, inggih punika akéh piala taler piagam penghargaan saking makudang-kudang lomba busana sané sampun kapolihang. Napi malih sajeroning patingetan Kota Denpasar 2017 sané wawu lintang, Dini ngamolihang prestasi becik duaning kajudi dados juara kapertama olih para panureksa ring pacentokan Pemilihan Jegeg Bagus Cilik Kota Denpasar 2017. Manut pianak Drs. I Made Sugiri – L.N. Purbasari Giri, nénten wénten manah prasida dados juara. Sakéwanten jakti sadurung nyarengin pacentokan sané bergéngsi punika Ipun becikbecik mapaurukan, nénten wantah indik mamargi ring kalangan kémanten taler tayungan miwah parikrama sada banban taler nyinahang raga becik. Prasida dados j u a r a kapert a m a puniki akéh pisan parindikan sané kapanggihin Dini, mawit para pamilet akéh pisan sané nyarengin lomba taler nénten wantah jegég nanging madué kawagedan soang-
soang. Naenin marasa jagi nénten polih juara, Dini mautsaha mangda prasida negdegang manah sadurung masolah ring kalangan saha ngutsahayang mangda parikrama pamilet siosan nénten ngawinang manahnyané down. Saka siki paletan seleksi kasarengin, pamuputné ari saking I Gede Doni Kurniawan Giri, Ni Made Dita Kurnia Saraswati miwah Ni Komang Devi Kurnia Sarasmita Giri prasida nglintangin kantos dados lima besar. Yadiastun polih kesiab nanging Dini mautsaha mangda prasida negdegang manahnyané saha nénten nyinahang rasa angob ring para pamiarsa sané nyaksiang. “Nénten wénten ring manah tiangé prasida dados lima besar, sakéwanten pamuputné kantos sakadi punika,” baosnyané bangga. Tatkala sampun kapolihang sané ngranjing ring lima besar, soang-soang pamilet nyinahang kawagedannyané. Tatkala punika Dini nembangang tembang Bungan Jempiring pinaka maskot Kota Denpasar sané ngawinang para panuréksa angob mirengang suaran Dini. Sujatiné Dini madué bakat matembang sangkaning setata kaicén galah tur kasarengin olih makekalih rerama miwah raka-rakanyané kantos mangkin Dini kantun ketah nincapang kawagedan matembang. Ri kala kantun nabdabang saha muputang album kompilasi sareng alit-alit Bali Kumara Generasi Kaping pat, Dini nyarengin pacentokan matembang ring TVRI Bali. Pamuputné Ipun p r a s i d a nglintangin punika tur patut nabdabang raga macentokan malih. Dini nyuksmayang pisan duaning bulan Mei satmaka bulan sané akéh pisan madaging antuk prestasi tur ring tuuhnyané kaping 11 puniki Ipun meled mangda setata berprestasi. (ast/was)
Ulun Danu Wit Kahuripan
PÉSTA Kesenian Bali (PKB) warsa 2017 sampun kamargiang. Nyabran pamargin PKB pastika madué tema sané dados bantang pamargi. Ring warsané mangkin, bantang PKB wantah Ulun Danu. Ulun danu boya wantah pura sané magenah ring ulun danuné. Ulun danu wantah ngajiang, nglestariang toya pinaka wit kahuripan. Ulun danu mateges nglestariang klebutan, nglestariang danu, nglestariang tukad miwah nglestariang wana ukir pinaka sang sané ngembasang toya wit kahuripan. Kawéntenan ulun danu pinaka bantang PKB warsané puniki rumasa mabuat pisan. Makéh parindikan ngenenin ulun danu punika. Wénten para pamacul majugjag marebut ngangkenin toya. Ri kalaning Sasih Kapat ngantos kepit pertiwiné méweh pisan ngamolihang toya. Cutetné, nyansan méweh ngrereh toya sané ening. Sané akéh wantah toya sané putek. Risampuné méweh molihang toya ening, sayan akéh parajanané sané misaratang toya. Santukan Gumi Baliné sayan kosek. Durung malih pariwisata boya misaratang toya kémanten, nanging meled nyicipin ulun danuné. Alas, tukad, danu, miwah segara sami mangda polih dolar yadiastun sami babar. Awinan punika kasujatian sareng sami kapriutangan tekéning ulun danu. Saking ulun danu wit kahuripan nitya mamargi. Saking ulun danu agem-ageman agama tirta mamargi. Saking ulun danu budaya agraris embas budaya sané manisnyané sidi. Saking ulun danu dolaré saking dura negara anyud ka Bali. Awinan punika patut sareng sami ngajiang saha nglestariang ulun danu pinaka wit kahuripan. Ri kala ngamargiang ulun danu patut malajah ring para
pangelingsir nguni. Saking nguni sujatiné sampun ngajiang saha nglestariang ulun danu. Makéh pamargin para panglingsir ngajiang ulun danu. Napi malih agem-ageman tirta. Toya wantah sarana sané mautama. Toya kanggén pralina. Saking toya kanggén wangsuhpada. Wangsuhpada pinaka jalaran bakti miwah waranugraha Hyang Parama Wisésa. Wénten upacara sané ngajiang ulun danu. Wénten upacara mapag toya, wana kertih, danu kerti, miwah segara kerti. Samian upacara punika wantah ngajiang saha nglestariang ulun danu pinaka wit kahuripan. Mangda nénten mabar alas, para panglingsir makarya awig sakadi ring Désa Tenganan. Ring Tamblingan ulun danuné wénten satua naga gombang, naga rakrik, miwah kayu larangan. Pabesen satua punika wantah dados jatma tan dados nyakitin pertiwi. Makéh pamargin para panglingisir nglestariang ulun danu. Santukan pamargin agama tirta, toya punika kanggén pamuput upacara. Sinah ulun danu pinaka wit kahuripan patut kalestaring. Ring tepengan sané mangkin, ngajiang saha ngelestariang ulun danu kamariang antuk tata-titi sané sampun kakaryanin olih Guru Wisesa. Wénten marupa undang-undang, wénten marupa perda. Ring tata-titi punika sampun madaging polah-palih sané patut kamargiang ri kala nga-
jiang saha nglestariang ulun danu pinaka wit kahuripan. Nglestariang ulun danu satmaka nglanturang agemageman agama tirta ring Bali. Nglestariang ulun danu satmaka nglestariang budaya agraris raré anggon, subak miwah sané lianan. Nglestariang ulun danu wantah ngamargiang undang-undang, peraturan daerah sané sampun kaputusang olih Guru Wisésa. Nglestariang ulun danu dangan antuk nyambatang, méweh antuk ngamargiang. Punika awinan santukan ulun (manah) para manusa Bali kagoda antuk anyudan dolar. Paliat anak Bali éning pacang dados gadang ngaksi dolar. Ulun danu pacang sida kalestariang yéning ulun (manah) manusa Bali mangda ning sakadi tirta sané medal saking Tirta Empul. Ulun danu pacang sida kalestariang ri kala manusa Bali éling ring rta karma pala sané gumanti mamargi antuk Tri Semaya, dumun, sané mangkin, miwah galah sané pacang rauh. Dumogi sareng sami sida madué pikayunan ning sakadi punika yéning nénten mrasidayang sakadi punika sinah boya toya sané medal saking ulun danu. Sané medal wantah toya panon saking paliat krama Bali sané ening. Wantah toya panon ring ulun danu, toya panon ring alas, tukad, miwah segara jimbar. (I Ketut Sandiyasa)
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Kliwon, 9 Juli 2017
Khilafah NKRI…
PEMIMPIN YANG TAKABUR … Sumber daya primer pada dan dari manusia untuk pelaksanaan manajemen sosial adalah kasih sayang dan pengayoman. Hanya kalau terpaksa kemudian mungkin digunakan kekuasaan. Dan jika ada yang darurat, diterapkan kekuatan. Keikhlasan dan etos kerja lebih maksimal dalam afmosfir yang pertama disbanding yang kedua, apalagi yang ketiga. Itu berlaku dalam mengelola keluarga, masyarakat, perusahaan, pemerintahan Negara, bahkan pun menangani sebuah kesebelasan sepakbola atau memimpin orkestra musik. Jangan lupa berlaku juga untuk memelihara kambing, merawat tetanaman, atau meng-handle kesehatan jasad dan kejiwaan manusia. Kehadiran (main display, main icon) Allah yang utama adalah utama adalah Rahman dan Rahim. Maha Pengasih dan Penyayang. Bukan Maha Perkasa, Maha Berkuasa dan Maha Penghukum. Ketika menampung kebutuhan menusia untuk mengeluh dan minta tolong kepada-Nya, Allah memberi metode: “Katakan: aku berlindung kepada Yang Maha Mengayomi” dulu. Kalau urusannya agak “padat”, baru “Katakan: aku berlindung kepada Yang Maha Berkuasa”. Jika terpaksa baru “Katakan: aku berlindung kepada Maha Sesembahan”. Yang “Maha Sesembahan” itu praksisnya dalam Islam adalah si hamba bersujud. Frasa Jawanya bahkan”ambruk”, “ndelosor” dan “pasrah bongkokan”. Pasrah berlangsung pada hubungan yang rela. Kalau terpaksa, namanya menyerah. Kepada Tuha kita ambrukkan semuanya, ya pasrah ya menyerah. Kalau ada tetangga di kampong berlaku sok hebat, seenaknya sendiri memperlakukan sekelilingnya, kita layani dengan kasih sayang. Kalau tidak mereka kurang ajarnya, kita bilang Pak RT untuk menggunakan kekuasaan. Kalau terpaksa dan darurat, demi kemashlahatan penduduk sekampung: kita biki dia “ndelosor”, bersimpuh pada posisi “menyembah” kita Karena kesakitan kita bikin sengsara. Pada panduan metode lain yang menyangkut struktur penggunaan karakterNya. Tuhan mencontohkan, bahwa sebelum kasih sayang, ada sumber daya yang lebih lubuk lagi, yakni ‘Alimul ghoibi was-syahadah. Allah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan maha menyaksikannya. Terapannya untuk manusia mestinya Muta’allimul ghoib was-syahadah: seorang pemimpin atau pengelola, secara konstan dan dinamis mempelajari segala sesuatu dalam lingkup kepemimpinannya, sehingga secara simultan ia berhijrah dari belum tahu menjadi tahu. Sesuatu yang belum diketahui namanya gaib. Sesudah diketahui tak gaib lagi, tapi selalu tetap tersisa lebih banyak lagi yang gaib. Maka pengetahuan atau pembelajaran terhadap segala sesuatu yang belum diketahui – tidak boleh berhenti. Itupun oleh Tuhan diajurkan agar “was-syahadah”: sampai ke tingkat empiris, diyahati, disimulasi, dimuhasabahi, dihitung, ditimbang-timbang. Kadar percapaian Muta’allimul ghoib was-syahadah manusia atau pemimpin, berbanding lurus dengan volume atau kedalaman tumbuhnya kasih sayang sosial di dalam dirinya. Urutan
dari Tuhan: sesudah ‘Alimul ghoibi was-syahadah, kemudian Rahman dan Rahim, baru seseorang punya modal memadai untuk Al-Malik, menjadi pemimpin, pemegang otoritas. Mungkin sekalian dilengkapi saja. Pengelola, pemimpin, pemegang otoritas, Al-malik, harus Al-Quddus, harus suci niatnya, jujur pikirannya, obyektif pandangannya dan adil keputusannya. Hanya dengan itu ia menapaki tahap kepemimpinannya hingga sampai ke As-Salam: membangun keselamatan bersama. Kemudian Al-Mu’min : berlangsung dialektika saling mengamankan. Lantas Al-Muhaimin: terbangun organisme perawatan keamanan, metabolism putaran kenyamanan dalam kehidupan rakyat dan masyarakat. Kalau Pemimpin lulus mengakarakteri delapan kualitas itu beserta pengejewantahannya, maka secara alamiah ia aka memasuki tahap Al-‘AZIS, kekuasaannya menjadi perkasa, tidak karena kekuatannya yang menindih, melainkan bersumber dari dialektika kasih sayang. Berikutnya lebih kokoh lagi, Al-Jabbar: mengedap-edapi. Puncaknya Al-Mutakabbir. Pemimpin menjadi “takabur”, tidak kepada rakyatnya, tatapi kepada masalah-masalah yang harus ditanganinya. Takabur artinya “membesari” atau “mengatasi”, hadir lebih besar disbanding tantangannya, lebih tinggi disbanding ancaman kepadanya, “mrantasi”, mampu mengatasi masalah-masalah, sehingga rakyat merasa aman dan nyaman dipimpin olehnya. Level Pemimpin Takabbur tidak perlu “parno” selama masa jabatan 5 tahun pertamanya, sibuk menghimpun asset dan akses supaya berkuasa lagi 5 tahun berikutnya. Rakyat sendiri yang akan “nggandholi” dan memintanya tetap memimpin, tanpa rakyat perlu diiklani, dicitra-citrai, ditipu dan diperdaya. Kalau mau dekat pada macan dan macan dekat padamu, jangan punya niat untuk mengalahkannya. Tapi kalau tetap bernafsu mengalahkan, berkelahilah merlawan macan itu, dan menanglah. Macan tunduk, tetapi di lubuk nalurinya menggumpal dendam dan ancaman. Cara yang agak lebih terpelajar adalah menaklukkannya dengan ilmu, strategi dan taktik: dirayu, disediakan makanan, disiapkan lasso, tali atau kurungan untuk mengikatnya. Ini juga tidak menjamin hati macan memuat sekam amaran, yang terpendam. Ca r a ya n g l e b ih “ a d i l d a n beradab” adalah engkau membangun energi positif di dalam dirimu, perbowo, wibawa, pancaran hawa kesejukan, aura yang mengamankan, karakter Pawang. Engkau cukup hadir, asal ada engkau, semua lega dan merasa terlindung. Mungkin engkau menatap mata macan, mengelus kepalanya. Hadirmua meneduhkannya. Ia bukan hanya tidak merasa terganggu, bahkan merasa punya sahabat yang membuat ia merasa aman. Pawang itulah Pemimpin Takabur. Kalau ada dia, pertengkaran reda, suhu menurun, angi menyapu sejuk, semua saling mengalah karena tidak merasa terancam. Semua berlomba memberi dan mengasihi, Karena merasa nyaman dalam kebersamaan. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 6 Juni 2017
Apakah Neraka Itu Ada? l Maharsi Melumpuhkan Kenyinyiran Intelek (1)
“APAKAH neraka itu memang ada?” seorang profesor doktor bertanya penuh selidik kepada seorang maharsi waskita. “Ya, neraka itu memang ada,” sahut sang maharsi tenang, tanpa ragu. “Apakah nyata?” “Ya, nyata. Sangat nyata.” “Bagaimana membuktikan neraka itu ada, dan nyata?” guru besar yang terbiasa berpikiran rasional dan haus pembuktian dengan kerangka kerja akademis ilmiah itu mendesak. “Caranya sangat mudah, dan sederhana,” jawab sang maharsi, begitu tenang, “Mulai kini berbuatlah jahat, penuh dosa, sebanyak-banyaknya, sebesar-besarnya. Sudah itu, matilah! Anda pun akan dapat membuktikan neraka itu ada dan nyata.” Profesor doktor itu pun tergelak, getir. Ia menyadari dirinya berada dalam posisi terjepit di hadapan agamawan, sang maharsi: neraka bukan tak bisa dibuktikan ada, namun ia sendiri tak punya cukup keberanian buat membuktikan lewat prosedur pintu kematian—lagi pula, bagaimana ia hendak menuliskan pembuktiannya sendiri manakala dirinya telah mati?
Neraka—juga surga—tak kunjung putus, memang, menjadi renungan sekaligus perdebatan sepanjang manusia melembagakan keyakinan mereka dengan sebutan agama. Sepanjang itu pula teks-teks agama secara tertulis maupun lisan, tersurat maupun tersirat, tak surut membabarkan perihal neraka bagi pikir, kata, dan laku yang tak anut dengan ajaran agama ataupun prinsip-prinsip moralitas bersangkutan. Sebaliknya, terbuka pintu dan ruang surga bagi mereka yang teguh dan patuh. Di antara mereka yang meyakini neraka-surga itu ada, terselip pula mereka yang ragu-ragu, tak terbilang juga mereka yang tidak percaya sama sekali. Masing-masing mengusung argumentasi sendiri-sendiri. Ada kalanya saling bersanding, tak jarang pula malah saling bertanding, kukuh dengan keyakinan, penalaran argumentasi masing-masing, layaknya maharsi dengan guru besar tadi. l deprabas
Dalam Jeratan Tiga Watak Dasar l Maharsi Melumpuhkan Kenyinyiran Intelek (2)
MAHARAJA Pariksit dalam kitab Bhagawata Purana bertanya kepada Rsi Agung Sukadewa Goswami, “Mengapa para makhluk hidup menempati keadaan material berbeda-beda?” Jawabannya justru eko-psikologis: karena di jagat material ini ada tiga watak mendasar kegiatan: kebaikan, kenafsuan, dan kebodohan. Segenap manusia dipengaruhi oleh ketiga watak alam material itu, sehingga hasil aktivitas manusia pun terpilah tiga. Begitu juga dengan tujuan hidup menjadi saling bervariasi. Mereka yang berkegiatan lewat pikir, kata, dan laku dalam radius kebaikan, papar Rsi Agung Sukadewa Goswami, akan berbahagia, menyukai kerohanian. Adapun mereka yang berbuat dalam lingkup kenafsuan akan memperoleh campuran kesengsaraan dan kebahagiaan. Namun mereka yang bertindak di bawah pengaruh kebodohan senantiasa tidak berbahagia, hidup layaknya binatang. “Dengan melakukan beragam kebijaksanaan, orang akan mencapai kehidupan berbeda dalam kehidupan surga, dengan melakukan berbagai tindakan tidak bijaksana orang mencapai kedudukan berbeda dalam kehidupan neraka,” urai sang Rsi Agung yang mantra drstarah—sanggup memandang tembus, tanpa batas ruang dan waktu—itu. Teks kitab ini lebih lanjut memaparkan neraka itu terletak di angkasa pertengahan, di antara tiga dunia dan Lautan Garbhodaka. “Planet-planet neraka ini terletak di sisi selatan Alam Semesta, di bawah bhur mandala, agak di atas air Luatan Garbhodaka,” surat purana ini. Teks-teks susastra Sanatana Dharma memang memaparkan perihal tujuh lapis alam di bawah planet hunian manusia—paling bawah dinamakan Patala-loka. Di dasar Alam Semesta divisikan ada Garbhodaka. Di antara Patala-loka dan Garbhodaka itulah disebutsebut neraka itu berada. Bhagawata Purana bahkan merinci ada 28 lapis neraka bagi 28 kategori laku manusia yang tidak anut dengan prinsip hukum Alam Semesta. Sebagai raja pengendali penegak hukum di lapisan alam ini adalah Yamaraja, putra perkasa sang sumber Mahacahaya, Dewa Matahari. Demikian, misalkan, si penjahat yang gemar koruspi dan selingkuh, disebutkan menghuni lapisan neraka bernama Tamisra. Pejabat yang tidak adil, salah menegakkan sanksi hukuman, termasuk menghukum orang yang tak bersalah, dicemplungkan ke lapisan neraka bernama Sukaramukha. Di sini mereka disiksa tiada henti, tanpa belas kasihan. l deprabas
l Herry Wijaya SEMBAHYANG Tangga ini terjuntai dari langit, jika engkau ingin melihat jalan pulangmu, engkau harus menaikinya dengan ketulusan anak-anak. Tidak penting seberapa puitis kasar tajam dan tandasnya katakatamu, sebab kata-kata kerap tidak menggambarkan hati; kata-kata bersayap –sukar bagimu menggenggam dan mengendalikannya. Hatimu melebihi kata-kata, karenanya lebih baik engkau kehilangan kata daripada kehilangan hati. Tidak penting seberapa legam tanganmu, karena legam tidak selalu hitam. Lenganmu harus tangguh, tapi kau tak berkuasa atas lenganmu tak dapat menolongmu. Kepada siapa engkau percaya itu penting, bahkan dalam keteguhan hatimu yang paling kuat kadang hati dapat menipu. Jika terjadi, maka itu tak mengubah siapa yang kau percaya, tetaplah percaya sekalipun engaku berada dalam jurang keraguan; pun ketika engkau mengetahui dirimu seperti uap dihadapaNya. Namun ketika engkau mengetahui jati dirimu, maka itu bukan karena kuatnya kata-katamu; tangguhnya lenganmu; pun bukan karena kokohnya hatimu. Kata dan hatimu tak dapat mengendalikan atau menguasaiNya. Tanganmu tak dapat menjangkauNya; Kedalaman ketakjuban kasih karuniaNyalah yang memungkinkan.
MUNGKIN ini bukan yang paling urgen. Tetapi apa yang tidak urgen di Indonesia hari ini? Perkara mana yang kalah urgen disbanding lain-lainnya? IBARAT sedang masak sayur di dapur, perkenankan saya menuntaskannya menuju matang. DI RUANGAN ITU, rapat sudaj selesai, Hal-halyang menyangkut penanganan hokum atas HTI, sudah ketemu dan fix. Ada rasa getir di hati setiap kali menatap Inonesia. Tapi secara pribadi saya bersyukur karena lembaga Negara, aparat pemerintahan maupun Hizbut Tahrir, faktanya “tidak kenal” saya. Jadi saya merdeka. Namun demikian saya tetap wajib “lapor” kepada diri saya sendiri. MOHON IZIN saya bersangka baik bahwa NKRI ini sudah sebuah aplikasi Khilafah, dengan segala keterbatannya, baik buruknya, salah benarnya, mulia hinanya serta indah joroknya. Termasuk niat suci atau kemunafikan pelakunya. Apakah khilafah NKRI sengaja atau tidak, sadar atau tidak, niat atau tidak, urusannya nanti dengan Maha-Owner kehidupan ini. KARENA saya tak mau bikin perkara dengan Tuhan Yang Maha Esa, yang ‘policy’ utamnaya dalam menciptakan manusai adalah “inni Ja’ilun fil-ardli khalifah”: Sesungguhnya Aku menjadikan manusia sebagai Khalifah di bumi. Ada HizbulWathon atau tidak, ada Hizbun-Tahrir atau tidak, pakai Hizib-Nashr atau tidak, takdir khalifah tidak bisa diurai dari wujud adanya manusia. KETENTUAN khalifah sama niscayanya dengan kelapa bukan semangka, kerbau tak bisa terbang, rambbutnya Nabi Isa lurus haluis, rambut Nabi Musa kriting, rambut Nabi Muhamad ikal. Saya tidak bisa tahu berapa tinggi badan Nabi Khidlir, apakah di perut Nabi Adam ada pusar-nya, beliau keremu Ibunda hawa di Kebumen atau Magetan-tetpi saya tidak punya secuil pun peluang untuk mengingkari khilafah. TETAPI KHILAFAH bukan Negeri Surga. Khilafah adalah tuntutan manajemen agar perjalanan sejarah kita memproduksi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Semoga pada suatu hari Allah mengizinkan keinginan saya menulis tentang Memahami Pancasila dengan metode khilafah. Juga memahami Khilafah lewat Pintu Pancasila. “La yukallifullahu nafsan illa wus’aha”, Allah tidak membebani manusia melebihi kadarnya. Khilafah adalah Allah mentransfer benih-benih, manusia menanamnya, memilih kondisi tanahnya, mencoba merawat sebisa-bisanya. Allah tidak menangih hamba-hambaNya berkebun denan menghasilkan buah-buah sorga. Bahkan hanya Allah yang sejatinya menerbitkan buahnya, manusia hanya menananm dan merwatnya. Khilafah itu “kukuryuk” , Anda boleh menamakannya “kuurunuk”, berdasarkan wacana Kitab Suci atau sumbenr filosofi Anda. Kita tinggal cari komponenkomponen yang bisa dikerjasamakan, dirajut, ditunggal-ika-I, disinergikan. Juga kita dafatar ketidakcocokan di antara kita, factor-faktor inkompatabilitasnya, daya tolak air-minyaknya, ketidaksatugelombangannya. Belajar terbuka dan jujur saja. DAFTAR PERBEDAAN itu kita sepakati jangan menjadi alat dan medan untuk kita berperang. Belajar kadar “puasa” dan tahan diri masing-masing, agar dicapai titik tengah dan keseimbangan. “Khoirul umuriausathuhuha”, sebaik-baik perkara itu tengah-tengahnya. “Wassama’a rofa’aha wawadlo’al mizan”, Allah mengarsiteki bumi, langit mengatasinya, meletakkan keseimbangan pada keduanya. INDONESIA tidak didirikan oleh
Nabi Adam dari Nol-PEradaban, sehingga semua benih Khilafah bisa dicocoktanamkan secara murni dari awal persemaian. Di Kebun Nusantara sudah terlanjut banyak jenis pepohonan, rerumputan liar, alangalang dan benalu. Khilafah memerlukan kearifan manajemen, memahami batas pencapaian cocoktanamnya, dan berendah hati untuk menahan diri dari kemungkinan perusakan terhadap segala sesuatu yang sudah terlanjur tumbuh. ALLAH JUGA MEMBERI KERINGANAN kepada kelemahan manusia. Ia tidak menuntut suatu desain besar Isalam atau desain Islam besar, yang berlaku di setiap jengkal tanah di bumi. Apalagi sebagai wacana, evolusi system nilai Isalm mencapai mesempurnaan “baru kemarin sore”, 14 abad silam, tatkala ia menyatakan kepada Muhammada kekasih-Nya: “hari ini telah kulengkapan Agama-Ku untukmu, kusempurnakan nikmat-Ku kepada kalian, dan Kurelakan kelengkapan dan kesempurnaan itu” sebagai modal untuk membangun peradaban di sisa senja hari usia alam semesta. ALLAH membatasi tuntutannya: “Masuklah ke dalam Silmi secara kaffah”. Tuhan tidak memilih kosa kata “Masuklah ke dalam Islam…”, Sudah di 3789 titil di seantero Nusantara selama 30-40 tahun ini saya “nekad” menanam dan mensemaikan “Silmi”, “Islam kecil”, “Islam substansial”, Islam esensial”, “Islam local-konstekstual”di lapangan bawah masayarakat. Kabupaten ke bawah: kecamatan, desa, kampong, pesantren, padepokan, sangar-berbagai “ruangan hati rakyat kecil”. Saya berpuasa dari Negara “besar”, politik “Elite”, mowo-toto politik praktis, yang puncak pencapaiannya adalah jabatan, kekuasaan dan penguasaan. “SINAU BARENG” dengan anak-anak muda, Bapak, Ibu Kakek Nenak dusun, Pak KAdus, Pak lurah, camat, bupati, kapolres, Dandim, Danramil, kapolsek, para sesepuh, lingkatan-lingkaran patriotpatriot bisu dan simpul-simpul nasionalisme yang tidak gegap gempita. “Indonesia Bagian dari Desa Saya” buku 1979 kami jadikan landasan berpikir, bersikap dan mengkhalifahi keadaan-keadaan local. Kita mencintai dan mengabdi kepada Tuahan sehingga rajin merawat Tanah Air, menjunjung Ibu Pertiwi, menengakkan nasionalisme, berlatih menjadi Satriyo. TAPI harus bikin pagar komplet agar Indonesia Besar jangan menjadi factor destruktif bagi lokal Indonesia Kecil. Pagar jasmani rohanin agar jangan terlalu mudah diracuni oleh “Indonesia Kecil. Pagar jasmani rohani agar jangan terlalu mudah diracuni oleh “Indonesia Besar”, pemerintah Jakarta, industrialisme global, kapitalisme maniak sereta berbagai “hawa global”, jenis rabun jiwa dan katarak batin mannusia lainnya. 72 TAHUN MERDEKA belum cukup untuk membangun Indonesia Besar yang tidak besar kepala di Jakarta. Yang bisa membedakan antara “otoritas” dengan “otoriter”. Antara “kewenangan” dengan “sewenang-wenang”. Yang tidak Adigang adigung kepada rakyatnya. Tidak memusihi siapa saja yang seharusnya dirangkulnya. TIdak merasa pantas untuk sewenang-wenang. TIdak mengambil alih otoritas Tuhan. TIdak meminjam tangan iblis. Tidak berkostum Malaikat. Atau perilaku apapun agar tercapai kepentingannya. Bersambung ke“Mencintai Indonesia Besar” l Emha Ainun Nadjib Yogya, 7 Juni 2017
Dalam Jeratan Tiga Watak Dasar l Maharsi Melumpuhkan Kenyinyiran Intelek (3)
TETUA Bali masa silam lewat beragam teks susastra-agama memang mencitrakan kawasan neraka itu sebagai kawah yang berkonotasi rendah, di bawah, panas, tempat para pendosa, dan gelap gulita—dilawankan dengan surga yang dicitrakan di atas, damai, tempat para bijak bestari, dan penuh cahaya terang benderang. Citra demikian dibangun lewat limpahan teks tertulis maupun lisan perihal neraka. Ada pula lukisan siksa neraka, seperti di langitlangit bangunan Kertagosha di tengah Kota Smarapura, Klungkung, tinggalan dari abad ke-17. Beda dengan surga yang berlimpah karunia nikmat menyenangkan, neraka disebutkan penuh siksa badan, dari haus dan lapar hingga rajaman benda-benda asing, maupun hisapan makhluk-makhluk alit nan lemah tinimbang manusia, semisal ruru, ulat, binatang melata, nyamuk, kutu, lalat. Makhluk-makhluk ini menyerang sang atma dari segenap sisi, sehingga sang atma tiada dapat jenak beristirahat. Citra neraka dalam berbagai agama identik, memang, dengan kesengsaraan, penderitaan, ketidaknikmatan, dan jerit tangis tiada berkesudahan akibat
siksa tak terperi. Tapi bagi penekun kerohanian, siksa neraka justru dipahami sebagai upaya penyelamatan layaknya sanksi bagi pelanggar hukum, lazimnya amputasi oleh dokter terhadap organ pasien yang sudah tak mempan lagi diobati. Tinimbang sakit itu akan menjalar ke sekujur tubuh si pasien, lalu merenggut nyawa si pasien, maka amputasi oleh dokter pun menjadi tindakan penyelamatan yang tak hanya dapat dipahami, dimaklumi, tapi juga dinilai tepat. Maka neraka bagi pemaham spiritualitas justru adalah sanksi penyelamatan kehidupan paling logis, patut, demi ketegakan hukum moral kesemestaan. Ia merupakan proses penyucian kembali untuk penyadaran sang atman terhadap muasalnya: Dia Yang Mahasadar, Mahasuci. Neraka, karena itu, dari teropong edukasi, terbuka buat dipahami sebagai bentuk pengajaran moralitas, agar manusia tidak sama dengan binatang, justru karena manusia dikaruniai kesadaran akal budi. Manakala manusia tidak menggunakan akal budinya untuk tujuan pemuliaan hidup dan kehidupan, maka manusia tak ubahnya dengan binatang. Itu sebab manusia yang berpikir, berkata, dan berlaku layaknya binatang mendapatkan siksa derita. l deprabas
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta NUSANTARA – 2017 Ngampoeng Seni JKP-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l Sangkan Paraning Dumadi bagi yang Terpanggil Sepenanggungan l
KAMIS Pon, 27 Juli 2017 Riki Dhamparan Putra, Dayu Oka Rusmini, Putu Fajar Arcana, Dwitra Ariana, Marewo Jatendra, Putu Wirata Dwikora, Wulan Saraswati, Made Gunawan, GM Sukawidana, Heri Anggara, Helmi Haska, Angga Wijaya, DS Putra, Rukmi Wisnu Wardani, Balawan, Achmad Marzuki, Sindu Putra, Goenawan Mohamad, Setya Nugraha, Remy Sylado, Tirtayasa, Raka Santeri, Hamka, Yudha Bantono, Nugroho Notosusanto, Dwitanaya, Zaim Rofiki, Suryadi, Sukoco, Sukarelawanto, Pramono, Hanafi, Meidi Loekito, Ersa Sasmita, Nermi Silaban, Made Susanta, Nanang Suryadi, Joan Valentina, Abdul Muis, Ketut Jaya, Ayu Diah Cempakadewi, Tarmizi, Ersa Sasmita, Pasek Suardika, Jasmin Okubo, Setya Nugraha, Anwar Juliadi, Arsiawan Adi, Lailatul Kiptiyah, Tuti, Dirgha, Melati Suryadarmo, Tirtayasa, Agus Sarjono, Angga Wijaya, Salman Yoga, Saiful Badar, DP Arsa, Ayat Katili, Herdiman, Dwitra J. Ariana, Arika Mihardja SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya Keliling BALI… Jaga dikota masing masing sampai Desember 2017 KEJUTAN Apresiasi 2017 Buleleng – Karangasem Kardanis Mudawi Jaya Sliding Bali Timur JAGA di Jatijagat Kampung Puisi – 109 SETIAP tanggal 27 TIAP bulan, Menjelang 230 Tahun DENPASAR nonstop 24 jam TANPA jeda… MENGUKUR 2017, PELUANG 2018…. Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart ZINDA Ruud Purnama, IA Wayan Sugiantari, Ayu Ratna Budhiarti, IGA Komang Wiliani, Made Edy Arudi, Santiasa Putu Putra, Moch Satrio Welang, Surya AR Gemilang, Rai Sri Aritni DIATAS kertas sementara ini sangat berpeluang memasuki ARENA Partai Solo – Run 2017 – 2018. Siapkan Pasfoto bebas + Adat plus biografi singkat tapi jelas. MAKIN banyak karya prosa dan sajak TERSELEKSI yang anda kirim YANG PALING MAKSIMAL jelas jelas tak perlu antre LANGSUNG menggebrak.
Road to Homecoming 230 years old Denpasart!!!
NASIONAL
16
Minggu Kliwon, 9 Juli 2017
Anak Kecil Gundul Dipukul Indra adalah Hara Sendiri
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta ( Edisi Lima Ratus Empat)
Rishi Vyasa : (Bharata)
setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
D A L AM menyerang kota kembar tiga, Tripura, itu yang sedang dikuasai asura itu, Maheswara merancang siasat jitu. Mahadewa membuat Gunung Mandara sebagai busurnya. Vasuki dipergunakan sebagai tali busurnya. Vishnu menjadi panahnya yang sangat baik. Sedangkan Dewa Agni sebagai kepala anak panahnya. Dewa Vayu jadi kedua sayap panah itu, Dewa Yama menjadi bulubulu di ekornya. Halilintar sebagai batu pengasahnya. Meru tiang benderanya. Selanjutnya Shiva dengan mengendarai kereta sangat baik yang didukung semua kekuatan surgawi itu, lalu meneruskan perjalanannya untuk kehancuran kota kembar tiga itu. Sungguh, Sthanu, yang utama dari para pemukul itu, oh Partha, siap-siap melakukan penyerangan. Sedangkan para rishi yang memiliki kekayaan tapa itu membuat sebuah susunan barisan sangat baik. Formasinya hebat dan tidak tertandingi. Ketika ketiga kota itu datang secara bersamaan dari langit, Mahadeva menghormati lebih dulu pemimpin para Dewa Ganesha, kemudian secepat kilat menyerang ketiga kota itu dengan panah mengerikan. Panah itu terdiri dari tiga kancing. Para Danava itu tidak dapat melihat panah itu. Sebab,
panah itu dibangkitkan apiyuga yang terdiri dari Vishnu dan Soma. Diserang panah dahsyat Shiva, kota kembar tiga itu mulai terbakar. Dewi Parvati pergi ke sana untuk melihat pemandangan saat itu disertai ada anak kecil. Anak kecil itu lucu dengan kepala gundul berisi lima jambul rambut di atasnya itu sedang dipangku. Melihat anak kecil itu kemudian Sakra, yang memiliki perasaan benci kepada anak itu, berusaha memukul anak itu dengan senjata Halilintarnya. Namun, justru anak itu sambil tersenyum dengan cepat melumpuhkan lengan Sakra, yang sedang marah itu. Dengan lengannya yang lumpuh Dewa Sakra yang ditemani seluruh kaum surgawi, bergegas pergi menemui Brahma, yang kemuliaannya tidak pernah redup. Setelah menyembah Brahma dengan menundukkan kepala, Sakra menyapa Brahma dengan tangan tercakup. ‘’Ada makhluk menakjubkan, oh Brahma, berbaring di pangkuannya Parvati. Wujudnya kami lihat sebagai seorang anak kecil. Namun kami tidak memberikan hormat. Dan kami semua telah dikalahkan olehnya. Karena itu, kami berkeinginan menanyakan kepada paduka siapa gerangan anak kecil botak itu? Sungguh, anak kecil itu tanpa
Pemerintah Janji Tak Naikkan TDL Hingga Akhir 2017
berkelahi dengan sangat mudah mengalahkan kami semua dengan Purandara di depan kami.’’ Setelah mendengar katakata itu dari mereka, Brahma yang utama dari semua orang itu membayangkan sejenak. Brahma sangat mengerti bahwa anak kecil itu tidak lain daripada Sambhu yang Ilahi. Kaum surgawi dengan Sakra di depan mereka kemudian menyapa Brahma, ‘’Anak kecil itu adalah Hara yang Ilahi, Beliau itu penguasa alam semesta yang bergerak dan tidak bergerak. Tidak ada yang lebih unggul dari Maheswara. Makhluk kecil yang kalian saksikan itu kemegahannya tak terukur. Dia bersama Uma. Hara, tuan Ilahi itu telah berubah wujud menjadi seorang anak kecil. Semua itu dilakukan demi keinginannya Uma. Dan marilah kita semua pergi menemui beliau. Beliau yang Ilahi dan terkenal itu adalah Penguasa Tertinggi dunia ini. Kalian dewa-dewa, tidak dapat mengenal tuan alam semesta itu.’’ Kemudian semua dewa dipimpin sang Kakek Moyang pergi menemui anak kecil itu. Anak kecil itu dilengkapi kemegahan matahari pagi. Dengan melihat Maheswara dan mengetahui beliau adalah makhluk tertinggi, sang kakek Moyang den-
gan spontan menyembahnya: Engkau adalah upacara itu, oh Tuan, engkau tempat tinggal dan tempat berlindung alam semesta ini. Engkau adalah Bhava, engkau juga Mahadeva. Engkau tempat tinggal semua hal. Engkau tempat berlindung paling tinggi. Seluruh alam semesta ini dengan makhlukmakhluknya, baik yang bergerak maupun tidak bergerak diserap oleh engkau. Oh engkau yang suci, oh penguasa masa lalu, sekarang dan akan datang, oOh penguasa dan pelindung alam semesta, biarlah Sakra menderita kemarahanmu ini mendapatkan kemurahan hatimu.’’ Kemudian Vyasa melanjutkan, ‘’Setelah mendengar kata-kata dari Brahma yang lahir dari bunga lotus itu, Maheswara menjadi disenangkan. Mahadewa berkeinginan ‘ menyampaiakan kemura-
han hatinya. Beliau tertawa dengan kerasnya. Kaum surgawi kemudian menyenangkan dengan pujiannya, baik kepada Uma maupun Rudra. Lengan pemegang Halilintar itu mendapatkan kembali kesehatannya semula. Yang utama dari dewa-dewa, penghancur upacara kurban Daksha, tuan yang memiliki banteng sebagai tandanya, menjadi disenangkan dewa-dewa. Dia adalah Rudra. Dia merupakan Shiva. Dia adalah Agni, dia segala sesuatu. Dia memiliki pengetahuan tentang segala sesuatu. Dia adalah Indra, dia juga Angin, dia Dewa Kembar Aswin, dan dia adalah Halilintar. Dia adalah Bhava, dia Parjanya, dia Mahadeva, dia tanpa dosa. Dia Bulan, dia juga Ihsana. Dia Surya, dia Varuna. Dan dia adalah Kala. Dia Antaka, dia juga Mrityu dan Yama. (bersambung)
Sloka 14.8 Tamas tv ajnana-jam viddhi mohanam sarva-dehinam pramadalasya-nidrabhis tan nibadhnati bharata Wahai putra Bharata, ketahuilah bahwa sifat kegelapan, yang dilahirkan dari kebodohan adalah khayalan bagi semua makhluk hidup yang mempunyai badan. Akibat sifat ini adalah keguncangan jiwa, sifat malas dan kecenderungan untuk tidur, yang mengikat roh yang terikat.
Jakarta (Bali Post) Harga minyak dunia yang kian menurn membuat pemerintah memastikan tak akan ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL) hingga akhir tahun 2017.
Kepala Satuan Unit Komunikasi Korporat Perusahaan Listrik Negara (PLN) I Made Suprateka menyebut ada penurunan TDL pada awal 2017. “Pak Menteri ESDM, Pak Ignasius Jonan, sudah menyampaikan kepada khalayak, kalau sampai akhir tahun 2017 tidak akan ada kenaikan tarif listrik. Jadi yang terjadi tahun 2017 justru penurunan (TDL) sebesar Rp 6 per kWh,” kata Suprateka dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/7) kemarin. Selain itu, pada tahun 2017, pemerintah melaksanakan kebijakan subsidi tepat sasaran untuk konsumen 900 VA. Sekitar 18 juta konsumen 900 VA dicabut subsidinya pada Mei 2017, karena merupakan warga mampu. Dengan demikian, mereka perlu membayar listrik dengan tarif Rp 1.352 per kWh. “Pertengahan tahun 2016 justru (TDL) turun Rp 120,” kata Suprateka. Dia menjelaskan, PLN kini berupaya membuat TDL semakin murah pada tahun 2018. Made menceritakan, pada tahun 2016, PLN melakukan efisiensi karena adanya renegosiasi harga gas. Penghematannya mencapai Rp 4 triliun pada tahun itu. Ke depannya, kata dia, PLN berencana melakukan konversi ke daerah-daerah yang sebelumnya dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD). Sebab, PLTD menghabiskan banyak biaya karena menggunakan solar. “Sekarang, kami sudah punya reserve margin (besaran cadangan pembangkit) 30 persen lebih di tingkat nasional, hampir di seluruh provinsi. Sudah selayaknya kami tawarkan kepada masyarakat, karena kami sekarang sedang mempromosikan diskon 50 persen tambah daya di seluruh Indonesia,” kata Made Suprateka. (ant)
OPM-Anggota PM yang ditangkap TNI di Puncak Jaya.
BPM/ant
TNI Tembak Mati Anggota OPM di Puncak Jaya Jayapura (Bali Post) Prajurit TNI yang bertugas di pos jaga Ilaga, Jumat (7/7), melaporkan telah menembak mati anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang juga anggota TPN/OPM pukul 15.10 WIT di Kampung Kago, Ilaga, Kabupaten Puncak Jaya. Insiden itu terjadi beberapa saat setelah prajurit yang bertugas di Pos Ilaga mendengar suara tembakan yang jaraknya sekitar satu kilometer yang kemudian dipertegas dengan
laporan masyarakat yang melaporkan kelompok TPN OPM dengan membawa senjata telah masuk kampung. Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Ing Teguh Rahardjo ketika dihubungi membenarkan terjadinya insiden penembakan yang menewaskan satu anggota KKB yang juga anggota TPN/OPM yaitu Beti Murib. “Memang benar prajurit TNI sudah menembak mati anggota KKB dan saat dievakuasi, juga
ditemukan satu pucuk revolver beserta lima butir amunisi kaliber 9 mm,” kata Kol Inf Teguh Rahardjo. Teguh mengatakan, penembakan itu berawal saat dua prajurit TNI yakni Praka Wahyu dan Pratu Angga menyusuri sungai namun tiba-tiba korban menodongkan senjatanya ke Pratu Angga sehingga rekannya Praka Wahyu langsung menembaknya. Dari jenazah Beti Murib yang merupakan adik bungsu
dari Kalenak Murib, anggota kelompok Legakak Telenggen juga ditemukan handphone dan dompet yang disimpan di dalam noken (tas ayaman khas pengunungan) yang bermotif bintang kejora, kata Kapendam XVII Cenderawasih Kol Inf Teguh. KKB kelompok Lekagak Telenggen merupakan salah satu dari kelompok bersenjata di pedalaman Papua yang tergabung dalam TPN/OPM dan berjuang memisahkan Papua dari NKRI. (ant)
Bandung (Bali Post) Patung bertema ikan karya seniman asal Bali, Nyoman Nuarta, dirobohkan warga Pangandaran. Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, akhirnya minta maaf karena warga tak mengetahui kalau patung ikan itu adalah karya perupa Nyoman Nuarta. Dia mengatakan perobohan itu bagian dari penataan kawasan Pangandaran. Namun diakuinya, ia sama sekali tidak mengetahui pa-
tung tiga ikan itu merupakan karya Nyoman Nuarta. “Tidak ada yang memberi tahu saya itu karya Pak Nyoman Nuarta. Saya pikir itu patung biasa. Saya benarbenar tidak tahu,” ujarnya Sabtu (8/7) kemarin. Karena itu, ia meminta maaf. “Saya paham perasaan Pak Nyoman, saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini,” ujar Jeje yang mengaku tengah berusaha bisa berkomunikasi langsung
dengan Nyoman Nuarta. Menurutnya, apabila sebelumnya ia mengetahui patung itu karya Nyoman Nuarta, patung tak akan dirobohkan, tapi dipindah atau digeser. Lokasi patung ikan akan direvitalisasi menjadi ruang terbuka hijau dengan patung ikon Pangandaran. “Kita akan bangun Patung Marlin atau bahasa Pangandarannya ikan jangilus. Kenapa ikan itu yang menjadi ikon, karena jangilus menun-
jukkan semangat daerah yang sedang membangun. Ikan itu agresif. Jadi, bukan karena patung Pak Nyoman jelek, ini karena Pangandaran sudah punya ikon,” ujar bupati yang baru menjabat sekitar 1,5 tahun ini. Jeje mengaku soal penggantian patung ini sudah disosialisasikan sejak setahun lalu. Sepengetahunnya, patung karya Nyoman Nuarta merupakan sumbangan dari perusahaan rokok. (kmb)
Medan (Bali Post) Jaringan narkoba Malaysia-Medan kini terus dikejar. Aparat Polres Belawan Medan mengamankan sabu seberat 1,9 kilogram dari tangan tujuh pelaku yang merupakan jaringan internasional dan antarprovinsi di Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara. Kasat Narkoba Polres Belawan, AKP Edy Safari, mengatakan, pengungkapan sabu berawal dari informasi
masyarakat. Kemudian, ditindaklanjuti dan mengamankan para tersangka tersebut. “Kemudian kita menuju ke lokasi seterusnya melakukan penindakan dan penggeledahan. Penangkapan tujuh orang diduga pelaku,” ungkap Edy Safari kepada wartawan di Medan, Sabtu (8/7) kemarin. Dari lokasi, petugas mengamankan lima pelaku, yakni M. Yusuf (32 tahun), A (17) Ambiyah (20), Pandri (29), dan Hermanto (35).
Dari kelima pelaku, petugas menyita 5 bungkus berisi sabu seberat 39 gram, 5 paket bungkus sabu berisi 4 gram, 2 timbangan elektrik. Selanjutnya, dilakukan pengembangan terhadap pelaku lainnya dan menangkap kembali dua tersangka yang merupakan bandar besar di Belawan, yang diduga merupakan jaringan internasional Malaysia-Medan. “Kedua pelaku bernama Saiful Amri (31) dan Basri
(41). Dari keduanya, kita sita sebungkus sabu seberat 1 kilogram dan 5 bungkus plastik besar sabu seberat 900 gram,” jelas Edy Safari. Kini, seluruh tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Polres Belawan, guna proses penyidikan dan proses hukum selanjutnya. “Dengan ini, kita menangkap tujuh orang yang diduga melakukan peredaran narkoba jenis sabu-sabu,” tutur Edy Safari. (kmb)
Patung Karya Nyoman Nuarta Dirobohkan di Pangandaran
1,9 Kg Sabu Disita dari Jaringan Malaysia-Medan
Minggu Kliwon, 9 Juli 2017
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!
Informasi pasang iklan Telepon
� Tarif iklan Mini/Baris
Privat Villa Looking for Female Housekeeping Age Max 30,Must Speak English Call:085237256305 / 081246378545 No SMS
Lamaran di Cozy@Batubelig,Spa Buddha Wearmembutuhkansegera Cr u.Bakry,FreshFood,Adm,Sopir Reception,Lulus SMA dan ada Penjahit sample,pabrik Adm,SPG CS(ank kuliahan),Ksir,Prmniaga Ijazah,Niat Bekerja Gj 2,2-3,8 Jt Data Entry datang langsung ke Tlp.087852459519/085738559532 B.BP.001.07.17.0000655 B.BP.001.07.17.0000335 Tinggal di Area Seminyak/ Jl.Intan Permai No.108 Timur Dibutuhkan Tukang Masak/Chef Cr.Sales Aksesoris Gadget laki Kerobokan.Lgs Datang ke Cozy LP Kerobokan Tlp.085100050706 dan Waiter/Waitres dengan Gaji 2 Berpengalaman Hub PT.Vivan B.BP.141.07.17.0000615 B.BP.001.07.17.0000605 Batubelig Tiap Hari bali HP:.081237763718 Dibutuhkan Sgr Operator +Bonus Memuaskan untuk Modern CV.GNG bth Admin Wnt bs Komptr Tlp:081.238506644/55 B.BP.001.07.17.0000338 Cafe dan Resto.Dijalan Teuku Mesin Cuci Laundry B.BP.001.07.17.0000451 Min Tmtn SMA Hub:081805477951 B.BP.001.07.17.0000321 Dbth Krywn/ti Lgs Lmr ke Roti Umar Barat.Segera Kirim CV ke Nas.Fas:Gaji,Insentif, !!Dcr pembantu RT gaji 2jt tdr Cari Cpt Satpam bs Stir Mobil Boy Tiara Dewata 254265/430264 trilogybali@yahoo.com Gaji ke13, THR, BPJS. dlm wnt max 30th 081339374017 u/Htl 0361287658/0895334549069 B.BP.001.07.17.0000471 B.BP.001.07.17.0000549 Tlp +628113992139 Lam ke : Jl.Patimura 69 B.BP.001.07.17.0000600 B.BP.001.07.17.0000450 Bth Accounting Maksimal 2Tahun Dcr Accounting pengalaman (blk 1) Dps berpengalaman telp.03614743590 Coco Group is Looking for UrgePerush.Distrubusi di Dps,Bth: B.BP.001.07.17.0000566 Wanita Lam:Vince&Clare Jl.Raya ntly candidates-Accounting Gaji-Insentif-BPJS. Senior Sales.Lmrn+CV+Foto ke: Dicr Staff Junior Cook n Kuta 61X/vince.clare@gmail.com B.BP.001.07.17.0000642 Supervisor-Buyer & Adm buyer for sales@gap-indo.com Telp.(0361) Waitres u/Resto n Cafe diSanur B.BP.001.07.17.0000546 fresh Import Product.All min Bth Engineering,Sopir,QC. Lam 8495805,0812-3661-0053 Hub.Ibu Wini 087761524497 Dcr AdminStaff EnglishSpeaking 1 year experience in the same Jl.Mertasari 88-89 Sidakarya B.BP.001.07.17.0000643 B.BP.004.07.17.0000657 legal Service,Please Call/WA: Position in Retail industry,Send Email: yundari2075@gmail.com Sardine Restaurant Looking Dcr: Sales Ban CORSA,1 Org.Lk, 08113800837 and Send CV to: B.BP.001.07.17.0000651 CV at:hrm@cocogroupbali.com or for Hostess,Busboy,Female Max35Th Min.SLTA.Srt Bw Lsg ke balimitra.mpg888@gmail.com Bth Sgr Staff Reservasi Tour Come for Interview on Monday Cook Helper Must Speak English PT.Banoli Jl.Buluh Indah 75Dps B.BP.001.07.17.0000397 B.BP.001.07.17.0000186 Wnt Max 40Th,Info:085102499349 10 July 2017 at Jl.Batur Raya Jl.Petitenget 21 Tlp.733617 Dcr Darfter,Krm.lam.Tangkuban Distributor Building Material No.33 Taman Griya Jimbaran Mail:sardine@sardinebali.com Email CV:Bcwtour@gmail.com Perahu Gang SD 11-13 No.17 B.BP.141.07.17.0000616 B.BP.803.07.17.0000429 B.BP.001.07.17.0000352 Bth:OM,Auditor&Kolektor.Krm Banjar Teges Padang Sambian Dcr Sopir Gas Elpiji utk BerDcr Krywn/ti Llsn S1/SMA Dcr Kasir,Waiter,Waitres,Cook Lmrn ke:bit.hrd.ga@gmail.com email cornelius_17dc@yahoo.com jualan Langsung 081916311676 Tlpn.255037/38 & Bartender Hub.082247191953 Jl.Gatsu Barat No.376 B.BP.001.07.17.0000652
Dcr PRT Tinggal Dlm Gj 1,2 / Nego Serius Kerja,Bersih dan Jujur Hp.085100482022
B.BP.001.07.17.0000650
B.BP.164.07.17.0000672
B.BP.001.07.17.0000567
B.BP.004.07.17.0000675
: : : :
Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �
Jakarta Mataram Denpasar Surabaya
: : : :
(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456
VISA
� Email: pembacabalipost@gmail.com
Dcr Sgr Room Boy Guest House Jl.Tambak Sari 29/30A Sanur
B.BP.001.07.17.0000440
Dcr Stylist Terapist Capster Lilly Salon Spa H:081337950644
B.BP.001.07.17.0000630
Dcr Tk.neci,Finishing,Checking SatpamPengmin1Th,UMR+BPJS+Mes Krm CV ke PAUL Ropp,Jl.Pengubengan No.1-X Kerobokan T.730023
B.BP.001.07.17.0000525
Dcr tenaga serabutan laki,SIM C Gatsu 322 Dps, 081353099090
B.BP.001.07.17.0000648
Dcr:2 Merchandiser Oli Shell Lk,Max 30th Srt bw lsg ke: PT.Banoli Jl.Buluh Indah 75 Dps
Dibutuhkan Segera Security Officer utk PT.Secure for Asia (SIA) Kirim CV Lengkap ke Jl.Pantai Berawa No.150,Canggu 081246971927 B.BP.004.07.17.0000577
Dicari Karyawan Catering dan Sopir Catering H.0818550811
B.BP.001.07.17.0000550
Perusahaan Kontraktor Bth tenaga lapangan SMA/SMK Diutamakan Memiliki SIM A. Email CV ke buana.cdewata@yahoo.com
B.BP.001.07.17.0000563
Dicari S1Akuntansi Peng5ThPrwst Bs menganalisa Lap.Keuangan bs B.BP.001.07.17.0000284 Software Msoffice & Akuntansi, Dcr:Receptionist/FO, HK, Usia max35th bs Bhs.Inggris LiPuri Asih Htl.Jl.Pantai Kuta40 Kuta san danTulisan,Pekerjaan RekonsiB.BP.001.07.17.0000595 liasi kas/Bank Transaksi/RekonDibthkan Chef dan Manager transaksi,Jurnal Daftar Asset, Restaurant Hub:081337833533 lap Managemen bisa Perpajakan B.BP.001.07.17.0000626 proses Audit Lam CV Peng.kerja Dicari Sopir SIM A & SIM C Kirim:hr@lotus-enterprises.com Max 45Thn Hub:081999001689 B.BP.001.07.17.0000534
Job Vacancy Chief Engineering. Pria Max.45Th.Pengalaman sbg CE di Hotel Bintang 4/5 Min.3Th.Kirimkan Lamaran, CV & Foto Terbaru ke hrd@samabe.com CC ke luthe@samabe.com
B.BP.004.07.17.0000658
Job Vacancy. The Griya Villas Bunutan,Abang,Kr.Asem. Dicari CDP,Sous Chef,Chef. Kirim CV Email: info@thegriya.com
B.BP.012.07.17.0000143
Krywan/ti Artshop Celuk,SMP/A Single,Tidur Dalam,0811386978
B.BP.001.07.17.0000532
Need HK for goest house saimaikuta@yahoo.com
B.BP.154.07.17.0000613
Req: Full time chief accountant Detalis:www.dyatmika.org
B.BP.001.07.17.0000400
Dicari Staff Office yg bs Bhs Inggris&Komputer.Kirim lamaran ke infomerahmuda@gmail.com
Segera! English & Balinese Teachers for a National Plus School. Send to Jl.Tkd Batanghari V/18 Panjer.Phone 085101561816
B.BP.001.07.17.0000258
Sekolah di Jimbaran Cari: Kepala Sekolah TK,Guru PGSD, Receptionist,Maintenance AC, Sent:schoolhrdbali@hotmail.com
B.BP.004.07.17.0000575
Urgent@ Dibutuhkan Guru bahasa Inggris S1 Max 40Thn Email: info@siki-bali.com
B.BP.001.07.17.0000150
Urgently Required Manager, Assistant,SPV,Reservation, for Travel Agent, English Speaking H:085737764044 E:wayan@goldenholidaysbali.com acc@goldenholidaysbali.com irtha1511@gmail.com
B.BP.001.07.17.0000640
re’FREZZ Spa Bth Terapis Cewek 18-27Th,Pnghasilan Min 6-10Jt/Bl H:081805360099/085829036897
B.BP.001.07.17.0000499
B.BP.001.07.17.0000568
B.BP.001.07.17.0000239
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post FORD
HONDA
Escape 2004 Hitam AsDK V6.3000 HR-V’2015 Manual Hitam AsDK VR cc-Sunroof Matic.082236643419 20 Tgn1 Jok Kulit,082236643419 B.BP.001.07.17.0000520 MITSUBISHI
Pajero Sport Dakar LTD’2013 Coklat, 4x2, 08123808478 B.BP.004.07.17.0000582 NISSAN
Djl Nissan Grand Livina AT’08 Gold Asli Bali Hub:0811386208 B.BP.001.07.17.0000628 SUZUKI
Swift GT’07 AT 113Jt+Jazz RS 09 Manual Bs TT H.085100856999
B.BP.001.07.17.0000521
Jual CRV Th’2012 Putih Low KM AsliBali Istimewa 085100555505
B.BP.001.07.17.0000653
MINI COOPER
Mini Cooper S Turbo’13 Putih G.Cherokee’12 Htm,085737180911
B.BP.164.07.17.0000673
DIJUAL MOTOR HONDA
Beat Dp 1,5Jt,Scoopy 1,8Jt, Revo 1,7Jt.Bayu:082144036768
B.BP.001.07.17.0000555
B.BP.141.07.17.0000660 TOYOTA
HiLux’13 SC bensin hitam,AC,VR 17,KM13Rb,Asli DK,085737180911 B.BP.164.07.17.0000674
DIJUAL RUMAH Djl Kost 14KT,2,5A,2Lt,Jl.10m Blk Tiara Gts. Hub.08154700777 B.BP.001.07.17.0000581
Djl Rmh Minimalis Lt2 Plus Furniturenya Murah 081239357221 B.BP.001.07.17.0000543
Rumah 2,5Are Penamparan Bs TT Mobil H.085100856999 Pribadi B.BP.141.07.17.0000659
Djl Rmh di Perum Permata Hijau Pdg Sambian LT 175m2,Lt2,6KT, 3KM,Kitchen Bar,Grsi,PDAM,PLN 2200 Watt.Nego,Call:0811398102 B.BP.001.07.17.0000332
Rmh 2KT Kitchen Asri Tenang Nyaman ditempati 0811395051 B.BP.001.07.17.0000545
Rmh Mnlis Lt2,4KT3KM @Bale Residence Gn.Sanghyng,087862808008
B.BP.001.07.17.0000663
DISEWAKAN RUMAH Rmh 2Lt Lux Komp.Elit Renon Tenang Nyaman Asri 0811395051 B.BP.001.07.17.0000544
DIJUAL TANAH Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 130Jt/A Bs Kredit 087862450004 B.BP.001.07.17.0000656
!!!Tnh 10A view laut,Airport Nusa Dua Kampial 085733777777 B.BP.001.07.17.0000469
Djl Tnh 5A Jln.Pidada 13 Ubung Hrg 650Jt/Are Hub:085739192807 B.BP.001.07.17.0000414
T.Umar 1,6Are 1,2M Strategis Alfian:081284120025 NoPrantara B.BP.001.07.17.0000527
Tnh SHM 42A Singapadu 80Jt/A, Tewel SHM 500jt/A,083123044781 B.BP.001.07.17.0000547
DISEWAKAN TANAH Dikont Tnh 4Are Jl.Tkd.Batanghari XI B No.9A H:0818550966 B.BP.001.07.17.0000437
BIRO JASA
RUPA-RUPA Bantu murah Pajak SPT Tahunan bulanan SIUP NPWP 081338344155 B.BP.001.06.17.0001935
Jasa Finshg Cat tembok,Politur Plafon Tektur,Dll,085338223838
B.BP.001.07.17.0000629
KEHILANGAN Hilang BPKB No.L-02366392-O DK403KP An.Ni Putu Nia Riani B.BP.001.07.17.0000558
Hlg BPKB No.A8681886-O.O AN: PT.Cahaya Surya Bali Indah B.BP.012.07.17.0000522
KONTAK JODOH Ingin Berkenalan & Menikah dgn Pria Jerman yg Mapan,Mnrik & Penyayang? SMS: 083114217770 Email: zerlina.bali@gmail.com B.BP.031.07.17.0000644
SERVICE
CENTRAL JAYA Service Bergaransi Kerja ditempat
M.CUCI KULKAS FRESEER W.HEATER CHILLER
AC
082339189900 C.0000662-srv
DIJUAL MOBIL
TOYOTA All New INNOVA
AVANZA DP
11
DP
40
Jtan
Jtan
32 Jtan
DISC s/d All New Fortuner DP
60 Jtan
ALL NEW
SIENTA DP
12 Jtan
BISA TUKAR TAMBAH
BUNGA 0,4%, TENOR S/D 7 TAHUN, PROSES CEPAT & MUDAH
081 999 757 333 // 081 239 907 194 C.0000426-mbl
DIJUAL RUMAH
DEWATA JAYA TEKNIK Menerima Service Panggilan dan Bergaransi Service, Repair, Bongkar pasang pengadaan AC baru/bekas
AC
FREEZER SHOW CASE KULKAS MESIN CUCI WATER HEATER COOL ROOM
Jl. Raya Pemogan No. 172 � 0812 8791 3487 / 0821 4794 7321 C.0001956-SRV
C.0001944-djr
REKREASI
18
Minggu Kliwon, 9 Juli 2017
TTS Bali Post
Pertanyaan Mendatar: 1. Miskin/sengsara 3. Ilmu tentang gempa bumi 7. Kredit tanpa agunan 8. Lebat/berbuah banyak (Bali) 10. Perbuatan kerja sama 13. Tiga 15. Pengumpulan/penimbunan 16. Kolam di pegunungan yang airnya berasal dari mata air 17. Jerawat (Inggris) 19. Yang menjadi tanda akan terjadinya suatu peristiwa 22. Seni melipat kertas 25. Pancing 26. Tiruan bunyi gemuruh dari meriam/bom dll 28. Salah satu binatang yang dilindungi 29. Pola/cetakan 31. Istilah untuk tinggal bersama tanpa ikatan perkawinan 36. Saring/tapis (Bali) 37. Sampah (Bali) 38. Percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling mempengaruhi satu dengan lainnya 39. Dekat (Bali)
ANJUNGAN Tukad Melangit (ATM) di Dusun Antugan, Desa Jehem, Tembuku menjadi salah satu tempat favorit para pelancong yang hobi berfoto selfi. Di ATM pengunjung tak hanya bisa berfoto dengan latar belakang keindahan lembah Tukad Melangit, namun juga bisa berfoto di ayunan dan beberapa
fasilitas selfi lainnya. Sebelum menjadi incaran para pelancong, ATM dulunya hanya dibuat oleh pemuda setempat untuk sekadar ngumpul-ngumpul. Bahan yang dipakai untuk membuat anjungan pun hanya seadanya, yakni kayu dan bambu. Namun, setelah ada yang berfoto selfi dan diunggah ke medsos, anjungan kian ramai dikunjungi warga. Pengelola ATM I Wayan Lendra belum lama ini mengatakan, ATM mulai terkenal sejak lebih dari setahun terakhir. Melihat banyaknya pengunjung yang datang, pihaknya terus melakukan pembenahan dan penataan. Jika dulunya hanya ada satu anjungan, kini sudah ada tiga anjungan yang dibuat dengan permanen. “Kita buat permanen untuk kenyamanan pengunjung,” terangnya. Selain anjungan, di ATM pengelola juga menawarkan beberapa fasilitas lain yang cocok untuk berfoto seperti ayunan tradisional dan jalinan bambu yang berbentuk hati. Di ATM pengunjung juga bisa merasakan sensasi camping dan memetik buah jeruk yang ada secara langsung. Jika sebelumnya pengunjung yang datang ke ATM hanya dikenakan iuran sukarela, namun kini pihaknya memungut tiket masuk sebesar Rp 10.000 untuk orang dewasa, dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Sementara untuk wisatawan mancanegara dipungut sebesar Rp 15.000 per orang. Selama ini, Lendra mengakui tingkat kunjungan ke ATM kini terus mengalami kenaikan. Jika pada hari biasa, tingkat kunjungan rata-rata mencapai puluhan orang per hari. Sedangkan pada hari libur, naik hingga 80 persen lebih. (ina)
3
4
5
6
7 8
9
10
13
12
11
14 15
16 17 20
19
18
21
22
23
24
25 26
27
28 29 31
32
33
34
35
30 36
37 38
39
SPT2017
ATM, Tempat Favorit Penghobi Selfi
Menurun: 1. Panggung 2. Alat kontrasepsi dalam rahim 3. Kantong baju/celana 4. Sembilan (Bali) 5. Bangsawan (Inggris) 6. Upacara/ujian untuk menjadi anggota suatu suku 9. Disebut juga Etil Alkohol 11. Aktor yang memainkan peran perempuan dalam Kabuki 12. Penahan benturan pada bagian depan-belakang mobil 14. Organisme tempat parasit tumbuh dan makan 18. Dibalik: Bengkarung yang hidup di pohon, dapat berubah warna ; “Callotes” 19. Dibalik: Ahli ilmu purbakala 20. Dibalik: Nama sebuah negara di Amerika Tengah 21. Sesungguhnya/betul-betul terjadi 23. Nama sebuah agama 24. Negara beribu kota Luanda 27. Orang yang mengambil dengan paksa milik orang lain 30. Masuk 32. Hendak 33. Unit pelaksana teknis 34. Uji 35. Pelumas mesin
2
1
KUPON TTS No.303 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 303 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 15 Juli 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 23 Juli 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 301 Mendatar: 1. Pemadat 5. Jentera 9. Lajur 10. Mam 11. Kecut 12. GAP 13. Ada 14. Kalpa 17. Dukuh 20. Ongji 22. Kumbang 24. Imbesil 26. Moluska 30. Kanibal 33. Skors 34. Kapok 37. Selip
40. Ebi 41. Sue 42. Lelor 43. OKB 44. Pelit 45. Pramuka 46. Ikhtiar Menurun: 1. Pelik 2. Majal 3. Durga 4. Tampang 5. Jumanji 6. Nekad 7. Encik 8. Antah 15. Adu 16. PUB
BPM/ina
SELFI- Seorang pengunjung sedang berfoto selfi di ATM.
18. Uye 19. Uli 20. Oniks 21. Impas 23. Mil 25. SKB 27. Opa 28. UNO 29. Aksioma 30. Krosboi 31. Ice 32. Aki 34. Kalap 35. Palka 36. Kerau 37. Sepuh 38. Lalai 39. Petir
Pemenang TTS No. 301 Jero Pasek I Made Dibia Desa Pakraman Abang Songan, Kintamani, Bangli 80852 (085 237 454 445) Sudiartha Jl. Kebo Iwa Utara No.65, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat I Ngh Wisnu Wardana Jl. Belambangan No.22, Dajan Peken, Tabanan 82113 Putu Sayoga Kelurahan/Desa Nongan, Kec. Rendang, Kab. Karangasem 80863 Ni Putu Sintia Dewi Jl. Pulau Enggano No.10, Pemogan Kaja, Denpasar Selatan (081 337 598 222) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: I Dw Pt Nusawan Alamat : Br. Tusan, Desa Tusan, Banjarangkan, Klungkung Semarapura 80753
19
Minggu Kliwon, 9 Juli 2017
Bukan Menyejukkan
Siswa Tercecer Dari Hal. 1
Dengan diberlakukannya Pergub tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali membuka PPDB SMA/ SMK Negeri gelombang II untuk menjaring siswa didik baru yang masih tercecer agar mendapatkan sekolah terkait dengan kebijakan nasional wajib 12 tahun. Melihat kisruh PPDB tingkat SMA/SMK tersebut, pengamat pendidikan Kota Denpasar, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si., IAI., berpendapat bahwa diberlakukannya kebijakan jalur zonasi pada PPDB oleh pemerintah seharusnya dilakukan dengan kajian yang matang. Apalagi setiap daerah di Indonesia belum siap menerapkan PPDB jalur zonasi, karena setiap daerah sekolahnya belum merata. “Kalau memang belum siap melakukan itu (PPDB jalur zonasi -red) mestinya jangan diberlakukan, karena daerah kita, seperti Bali belum siap melakukan hal itu. Apalagi persentase jalur zonasi tidak banyak dengan jalur lainnya. Dulu tidak ada jalur zonasi, PPDB aman-aman saja, tetapi dengan adanya jalur zonasi ini malah menjadi ribut di masyarakat karena banyak siswa yang tidak mendapatkan sekolah,” tandas Prof. Rumawan Salain Sabtu (8/7) kemarin. Selain itu, Rumawan mengatakan, penerapan jalur zonasi ini nantinya juga bisa mengakibatkan kesibukan kepala sekolah untuk mengurus anak didiknya. Sebab, dengan penerapan jalur ini tidak menutup kemungkinan siswa yang sudah mendapatkan sekolah di lingkungan wilayahnya akan pindah ke
sekolah lainnya sesuai dengan sekolah yang mereka inginkan sebelumnya (sekolah favorit). “Karena mereka (anak didik) tidak mau bersekolah di tempat yang mereka dapatkan sekarang dengan sistem jalur zonasi. Tentu nantinya mereka akan pindah ke sekolah lainnya sesuai dengan yang mereka inginkan. Kan kepala sekolahnya yang nantinya kena sasaran sibuk mengurus mereka pindah ke sekolah lainnya,” ujarnya. Guru Besar Teknik Arsitektur Unud ini juga menilai dengan diberlakukannya Pergub nomor 40 tahun 2017 dan Disdikpora Bali membuka PPDB SMA/SMK Negeri gelombang kedua akan mengakibatkan kegaduhan juga. Sebab, siswa yang sudah mendaftar di sekolah swasta bahkan yang sudah diterima di sekolah negeri akan melakukan pendaftaran ulang agar mendapatkan sekolah sesuai dengan harapan mereka. “Inilah yang disebut dengan masalah yang menimbulkan masalah baru. Padahal, itu hanya satu atau dua orang saja yang kena permasalahan itu, sehingga ini digoyang seakan dipolitisasi oleh mereka yang kena masalah tersebut. Sehingga, ribut di masyarakat,” ungkapnya. Kendati demikian, pihaknya juga menilai sistem PPDB jalur zonasi juga berdampak positif bagi pendidikan di Indonesia dalam jangka panjang. Sebab, dengan jalur zonasi ini mengharuskan pemerintah provinsi, kabupaten/kota membangun sekolah baru agar bisa menampung siswa di daerahnya masing-masing yang harus dibarengi dengan penyediaan SDM atau tenaga pengajar yang berkualitas. (win)
Kandidat Terbaik Dari Hal. 1
Partai politik dan masyarakat harus bersinergi dalam menentukan kandidat terbaik sebagai gubernur Bali dan wakil gubernur Bali 20182023. Sebagai rujukan, krama Bali dan elemen masyarakat Bali dalam ‘’merekomndasikan’’ kandidat tentu bisa mencermati wacana yang selama ini telah digulirkan Harian Umum Bali Post. Setidaknya aspirasi yang bergkembang, bahwa pemimpin yang layak direkomendasikan ke depan tentu harus paham Bali, paham budaya Bali dan mau mendengar aspirasi krama Bali. Calon pemimpin Bali hendaknya juga memiliki komitmen atau sikap wirang atau bela pati untuk menjaga tradisi dan budaya Bali. Pemimpin Bali harus berani dan punya strategi dalam mengawal krama Bali sebagai pendukung utama budaya dan tradisi Bali. Harapannya pemimpin Bali ke depan harus memiliki karakter Raja Rsi, memahami Asta Brata serta memiliki rekam
jejak yang jelas, bersih dan berkomitmen menjaga dan menyelamatkan lingkungan Bali. Tak hanya itu, pemimpin Bali juga harus memiliki jaringan, dan kemampuan dalam melakukan pemetaan investasi tanpa harus mengorbankan tanah Bali. Hakhak adat krama Bali sebagai penyangga Bali haruslah menjadi prioritas dalam mengelola kekuasaan di tanah Bali. Untuk mewadahi dan memediasi aspirasi krama Bali dan elemen masyarakat Bali dalam penjaringan calon pemimpin Bali ke depan, Bali Post akan menggelar polling Calon Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali 20182023. Aspirasi krama Bali akan diwadahi dalam bentuk polling dengan cara mengirim nama kandidat yang kolomnya dimuat di Harian Bali Post di halaman 20. Hasil polling ini diharapkan bisa menjadi rujukan bagi para pengambil kebijakan dan keputusan di tingkat partai politik dalam merekomendasikan calon pemimpin Bali lima tahun ke depan. (*)
Siswa Miskin Dari Hal. 1
Sri menekankan, verifikasi untuk siswa miskin harus sesuai dan dilakukan dengan benar. Sebab, temuan Ombudsman pada PPDB gelombang pertama, ada siswa yang mengaku miskin tapi sebenarnya menggunakan atau menyewa rumah orang lain untuk difoto supaya dia kelihatan miskin. Siswa seperti ini pasti akan dicoret dari pendaftaran. Pun kalau panitia PPDB menerima aduan dari masyarakat terkait calon siswa yang memanipulasi kemiskinannya, juga pasti akan digugurkan. “Sama seperti kemarin, ada laporan sertifikat bodong, memakai sertifikat orang lain tapi diganti namanya untuk prestasi, itu juga langsung dicoret. Kalau di Ombudsman, apa pun itu, kita tetap akan awasi,” tandasnya. Asisten Bidang Pengawasan Ombudsman RI Perwakilan Bali, Dhuha F. Mubarok, mengatakan, memang ada kekhawatiran sekolah swasta bila calon siswanya akan direbut oleh sekolah negeri lantaran ada PPDB gelombang II. Namun, sudah terjawab dengan adanya keharusan membuat surat pernyataan. Di sisi lain, sekolah swasta juga bisa melaporkan siswanya yang “hilang” itu ke Dinas Pendidikan agar ditelusuri. Kalau memang kedapatan ikut mendaftar ke sekolah negeri, maka otomatis akan digugurkan. “Kalau ternyata surat pernyataan salah atau palsu langsung gugur,” ujarnya. Mubarok menilai Pergub 40 merupakan solusi untuk mengakomodasi siswa miskin yang tercecer dan siswa berpestasi yang tidak tertampung di sekolah negeri. Terlebih, Pergub ini sudah dikomunikasikan ke pemerintah pusat secara resmi.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy bahkan sampai mengeluarkan Surat Edaran nomor 3 tahun 2017 tentang PPDB. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan, S.E., Mendikbud ini memang jawaban atas langkah Pemprov Bali dalam menyikapi keluhan masyarakat terkait proses PPDB di SMA/ SMK negeri. “Aspirasi yang berkembang di daerah diakomodir oleh pusat, sehingga keluarlah surat edaran ini,” ujarnya. Menurut Mahendra, Surat Edaran Mendikbud ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/ Wali Kota se-Indonesia. Salah satu poinnya membijaksanai penerapan ketentuan jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar dan jumlah rombongan belajar pada sekolah yang diatur dalam Permendikbud nomor 17 tahun 2017. Poin 2 surat edaran menyebutkan bahwa ketentuan jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar dan jumlah rombongan belajar pada sekolah (sesuai Permendikbud nomor 17 tahun 2017, red) diberlakukan hanya untuk peserta didik baru pada kelas I, kelas 7 dan kelas 10 untuk setiap sekolah. Selanjutnya pada poin 3 disebutkan bahwa jika berdasarkan analisis kebutuhan, sekolah pada setiap provinsi/kabupaten/kota masih belum mampu menampung peserta didik yang tersedia sesuai dengan ketentuan zonasi, jumlah peserta didik dalam dalam satu rombongan belajar dan jumlah rombongan belajar pada sekolah, maka ketentuan sebagaimana dimaksud dalam angka 2 dapat dilaksanakan secara bertahap, disesuaikan dengan kesiapan masing-masing provinsi/kabupaten/kota. (rin)
Dari Hal. 1
Akhirnya, lahirlah Pergub yang bukan menyejukkan melainkan meresahkan. Bahkan, Komisi IV DPRD Bali pun tak tahu masalah sebenarnya hanya bicara di atas meja. Makanya dia minta Komisi IV lebih banyak turun ke sekolahsekolah melihat dampak Pergub ini bagi sekolah swasta. SMK Pembangunan saja baru menerima 70 siswa dari target tiga kelas, kini sudah disalip oleh Pergub. Bagi dia, sekolah negeri memberlakukan double shift sudah sangat bertentangan dengan UU Sisdiknas dan Permendikbud serta upaya peningkatan kualitas. Kalau ini semua dilabrak, Warsa berpendapat tak usah ada UNBK segala yang mengutamakan hasil evaluasi yang berintegritas. Kedua, Pergub dengan PPDB gelombang II ini akan menjadi preseden buruk tahun mendatang. Masyarakat tak mau memilih sekolah swasta karena akan menunggu PPDB gelombang II setelah gagal di PPDB yang sebenarnya. Saat itu, kita tak boleh menyalahkan masyarakat. Makanya dia menyebut Pergub ini sangat tak mendidik masyarakat cerdas dan objektif. Warsa yang sudah hampir 40 tahun mengelola sekolah swasta ini menegaskan UU Sisdiknas sudah tak memberlakukan dikotomi sekolah negeri dan swasta. Dalam pasal 4 hingga 9 disebutkan bahwa menjadi kewajiban pemerintah daerah dalam membina, memberi pengayoman serta bantuan anggaran kepada semua satuan pendidikan. Nah, jika sekarang siswa dari keluarga kurang mampu banyak ditampung di sekolah swasta, harus disyukuri bahwa sekolah swasta mau menampung mereka. Kedua, harus diikuti adanya iktikad baik pemerintah membantu
siswa di sekolah swasta sehingga beban mereka menjadi lebih ringan. Dia pun mengakui siswa dari KK miskin sudah diapresiasi di jalur miskin bahkan yang tertampung tak sampai memenuhi kuota 20 persen yang disiapkan. Sementara siswa yang dekat sekolah diapresiasi di jalur zonasi. Sementara Pergub kembali mengatur gelombang II PPDB hanya dengan surat keterangan miskin dari kadus dan kades. Warsa berani menjamin akan ada kongkalikong di masyarakat untuk mendapatkan surat keterangan ini. Sedangkan surat keterangan tak diterima di sekolah negeri dan swasta bisa dibuat sendiri. Kedua, jalur ini bisa dimanfaatkan oleh oknum anggota dewan untuk memasukkan konstuennya ke sekolah negeri. Inilah yang dikhawatirkan dunia pendidikan sudah dimasuki dunia politik. ‘’Politisasi pendidikan, apalagi menjelang Pilkada Bali,’’ tegasnya. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., mengatakan, Disdikpora Bali bisa belajar dari Denpasar dalam menggelar PPDB yang diawali dengan memetakan potensi calon siswa. Dia justru heran Pergub muncul secara tiba-tiba dan tanpa melibatkan sekolah swasta dalam hal ini BMPS. Soal surat pernyataan bahwa tak diterima di sekolah negeri dan swasta atau surat keterangan miskin dari kades, kata dia, bisa dibuatbuat dan akal-akalan karena faktanya Disdikpora Bali tak memiliki data base siswa yang benar-benar tercecer yakni tak diterima di sekolah negeri dan swasta. Kepala SMA PGRI 6 Denpasar, Drs. I Nyoman Winata, M.Hum., yang juga Ketua PGRI Kota Denpasar juga menduga akan terjadi kebohongan pengisian surat keterangan miskin
dan belum diterima di sekolah. Faktanya, banyak calon siswa baru yang sudah diterima di sekolah swasta menarik diri dan menagih biaya yang sudah dikeluarkan. Untuk itu, dia berharap pendidikan jangan sampai dipolitisasi, apalagi menjelang Pilkada Bali. Persoalan KK Tak sedikit orangtua siswa yang menyebut PPDB tahun ini ribet, terutama menyangkut persoalan kartu keluarga (KK) yang membuat calon siswa sekalipun berprestasi tidak bisa diterima di sekolah idamannya. Terbitnya Pergub No.40 tahun 2017 menjadi angin segar bagi sebagian orangtua yang anaknya mengalami masalah itu. “Kami sepakat dengan gubernur. Secara yuridis, Permendikbud No.17 tahun 2017 bertentangan dengan UndangUndang No. 23 tahun 2014 yang memberikan kewenangan kepada pemprov. Sistem zonasi bertentangan dengan UU itu. Permendikbud tidak menjadikan UU 23 sebagai satu rujukan hukumnya, itu anehnya,” ujar salah seorang orangtua siswa, Ngurah Wardana. Wardana mengaku anaknya belum diterima di sekolah manapun pada PPDB gelombang pertama. Padahal, NEM anaknya tidak terlalu rendah dan memiliki prestasi. Namun hanya karena tidak memiliki KK Denpasar, dia tidak bisa diterima. Sedangkan teman anaknya yang memiliki NEM lebih rendah bisa diterima di sekolah negeri karena ber-KK Denpasar. Wardana menilai kalau miskin cerdas, diarahkan ke SMA unggulan. Miskin paspasan arahkan ke sekolah negeri yang bukan unggulan agar anak-anak bisa nyaman belajar dan tidak stres karena kesenjangan kemampuan antarsiswa amat jauh,” paparnya. (sue/rin)
Disambut Cok Rat Dari Hal. 1
terbaik dalam menentukan calon pemimpin di Bali, dan itu tidak positif bagi kebesaran partai ke depan. “Apa yang dicanangkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) bukanlah semata-mata kepunyaan orang PDI-P namun itu semua adalah milik rakyat. Tolong kepada pimpinan partai yang diberikan mandat saat ini, jangan sekadar takut akan tidak dicalonkan dari sekarang. Takut ini, takut itu, dan itu sangat berbahaya. Kalau partai salah dalam menentukan calon pasti akan ditinggal oleh rakyat. Rakyat saat ini sudah cerdas dalam menentukan sikap,” kata Cok Rat. Lebih lanjut, ia mengatakan, para kader diharapkan untuk bersama-sama menjaga apa yang menjadi harapan rakyat bersama yang pada intinya adalah pemilihan gubernur ini adalah putra terbaik Bali. “Walau bagaimanapun saat ini, saya masih sangat menghormati apa yang menjadi keputusan rakyat. Selama apa yang kita perbuat itu di jalan yang benar, rakyat pasti akan sangat mendukung,” katanya. Yang terpenting saat ini adalah para
Dari Hal. 1
ASEAN juga akan bekerja sama dengan Australia dalam pemberantasan terorisme di kawasan Asia Pasifik. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan dukungannya untuk segala sikap yang diambil G-20 untuk memerangi terorisme. Di akhir sambutannya, Jokowi menegaskan Indonesia adalah sebuah negara majemuk. Dengan posisi yang unik dan strategis, Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian dari upaya global untuk memberantas terorisme serta menyebarkan perdamaian dan toleransi. “Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di du-
Kedatangan Wali Kota Denpasar, Rai Mantra, ke Puri Satria Denpasar disambut langsung penglingsir Puri Satria A.A. Ngurah Oka Ratmadi Sabtu (8/7) kemarin, di Puri setempat. Rai Mantra tampaknya sudah ditunggu-tunggu oleh penglingsir Puri Satria Cok Rat. Begitu bertemu, keduanya langsung bercakap-cakap dengan akrab, membicarakan baik itu tentang prestasi Denpasar, budaya Bali maupun situasi politik saat ini. Keberadaan Puri Satria yang merupakan ikon dan simbol kebesaran dari PDI Perjuangan di Bali tampaknya tidak bisa dimungkiri bahwa kebesaran PDI-P di Bali tidak bisa dilepaskan dari Puri Satria. Berbicara politik saat ini, menurut Cok Rat sapaan akrab A.A. Ngurah Oka Ratmadi, selaku Dewan Pertimbangan Partai (DPP) melihat tentang pencalonan calon gubernur saat ini kurang demokratis. Ada unsur-unsur kesengajaan untuk menjegal serta tidak memberikan ruang yang terbuka dalam menjaring putra-putra
Hal senada diungkapkan Presiden Indonesia, Joko Widodo. Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan hal tersebut disampaikan Jokowi dalam pertemuan Leaders’ Retreat sesi I mengenai terorisme di Hamburg Messe Und Congress. Jokowi mendorong peran negara-negara anggota G-20 untuk tidak tinggal diam dan bersatu dalam memerangi terorisme. “Apakah kita menyerah kepada teror? Apakah kita akan tetap diam? Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh tinggal diam, kita harus bersatu untuk memerangi ancaman terorisme,” tegas Presiden dalam sambutannya. Jokowi menegaskan pendekatan yang seimbang antara soft power dan hard power masih merupakan solusi ampuh dalam pemberantasan aksi terorisme. Program deradikalisasi yang dilakukan di Indonesia terbukti dapat menurunkan tingkat keinginan para mantan teroris untuk mengulang aksinya kembali. Jokowi juga mengangkat persoalan di Marawi, Filipina, yang kini dikuasai oleh jaringan kelompok ISIS. Hal ini membuat warga setempat terpaksa menjadi pengungsi. “Kasus Marawi merupakan panggilan untuk kita semua bahwa jaringan ISIS kini telah menyebar dan afiliasi dengan teroris lokal terus terjadi,” kata Jokowi. Sebagai upaya pencarian solusi terhadap Marawi, Jokowi juga menyampaikan bahwa dengan inisiatif Indonesia, perundingan trilateral antara Indonesia-Malaysia-Filipina telah dilaksanakan. Ke depan,
Pidato Jokowi
pengurus partai bisa menyikapi hal ini, ingin membuat daerah dan negara baik, mari juga kita buat partai ini juga baik. “Saya berterima kasih kepada Gus Rai Mantra karena sudah datang berkunjung ke sini untuk masimakrama. Apa pun itu saya akan tetap menghormati kehadiran sekaligus pencalonan Gus Rai sebagai calon gubernur, begitu pun partai juga saya hormati dengan baik, mari kita hormati dan dengarkan suara serta kehendak rakyat,” kata Cok Rat. Dia sangat berharap ke depannya partai politik di Indonesia ini baik, mari kita bekerja demi kepentingan rakyat serta mari kita berdemokrasi dengan baik. Sementara Rai Mantra menyampaikan terima kasih atas dukungan dan petuah yang diberikan oleh Cok Rat selaku penglingsir sekaligus tokoh politik di Puri Satria Denpasar. “Saya sebagai masyarakat Bali menjalankan aspirasi dari masyarakat Bali sendiri untuk bersama-sama membangun dan menjaga keragaman budaya dan demokrasi di Bali,” ujarnya. (kmb) nia. Indonesia juga merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia,” ucapnya. Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam sesi I tersebut adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BKPM Thomas Lembong. Selain isu terorisme, gejolak antara Amerika Serikat dengan negara-negara Barat lain terkait perdagangan dan perubahan iklim, telah menjadikan KTT G-20 tahun ini, yang biasanya bebas riak-riak diplomatik, menjadi forum paling panas dalam sejarah G-20. (kmb33/rtr)
Setelah Polemik Dari Hal. 1
Harapan itu dilontarkan Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta. Dia mengatakan, terbitnya Pergub nomor 40 tahun 2017 ini memang dinilai lamban. Sebab, Pergub ini muncul setelah polemik yang terjadi di masyarakat. Meski lambat, dirinya sangat mendukung Pergub ini. Dirinya pun berharap, terbitnya Pergub ini bisa dijadikan sebagai jalan keluar untuk memecahkan permasalahan terkait PPDB tingkat SMA/SMK. “Saya harap keluarnya Pergub terkait PPDB ini bisa sebagai solusi untuk memecahkan permasalahan yang terjadi dalam PPDB tahun ini. Saya harap Pergub ini bisa menampung siswa yang tercecer bisa mendapatkan sekolah. Jangan sampai akibat Permendikbud 2017 ini, banyak siswa yang tidak bersekolah,” tegasnya. Kasta menambahkan, semenjak diterapkannya Permendikbud 2017 terkait PPDB ini, dirinya banyak mendapat keluhan dari masyarakat yang anaknya akan melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK. Bahkan, beberapa hari lalu, pihaknya mendapat keluhan dari masyarakat, lantaran anaknya tidak dapat sekolah. Menurut Kasta ada siswa membawa surat keterangan miskin, namun tetap juga tidak dapat sekolah. Pasalnya, dia hanya melamar di satu sekolah di SMKN 1 Klungkung. “Saya tidak tahu apa penyebabnya mereka tidak dapat sekolah. Mungkin kuota sudah penuh. Jadi, ini yang harus diperjuangkan, supaya mereka dapat sekolah yang mereka tuju sesuai dengan pilihan dan bakat yang dimiliki,” katanya. Dengan kondisi ini, pihaknya sudah meminta kepada UPT dan Disdikpora Klungkung untuk melakukan koordinasi ke pemerintah provinsi. Mengingat, kewenangan SMA/SMK saat ini berada di provinsi. Di Tabanan, proses penerimaan siswa dengan sistem zonasi rupanya masih memunculkan beragam persoalan. Di kabupaten Tabanan, setidaknya ada dua kecamatan yang mendapat atensi yakni Tabanan dan Kediri. Pasalnya, masih banyak siswa yang tidak tertampung karena minimnya sekolah swasta di wilayah tersebut. Jajaran legislatif dan eksekutif dan Klinik Pendidikan
pun langsung melakukan koordinasi usai rapat paripurna. Hasilnya di sejumlah sekolah negeri masih dimungkinkan menambah ruang kelas. Penambahan ruang kelas tersebut dinilai tidak akan melanggar aturan, karena dalam Permendikbud 17/2017 diatur sekolah boleh menambah jumlah penerimaan siswa dengan menambah ruang kelas, namun tidak boleh melebihi 11 kelas. “Ada penambahan kelas rata-rata dua unit, untuk bisa menampung siswa yang belum mendapatkan sekolah, dan ini tidak melanggar aturan PPDB,” tegas Kadisdik Tabanan, I Wayan Adnyana. Untuk SMPN 1 Tabanan ada penambahan 114 siswa, di mana 20 siswa memang sudah terdaftar karena persyaratan nilainya terpenuhi. Sedangkan 90 siswa lainnya sudah mendaftar di hari terakhir pendaftaran Jumat (7/7), untuk SMPN 2 menambah 119 siswa dari rencana penambahan sebanyak 128 siswa. Ini dikarenakan 9 siswa di antaranya telah dinyatakan lulus seleksi, karena saat penerimaan PPDB ada persamaan nilai. Di SMPN 3 Tabanan menambah 81 siswa. Wayan Adnyana mengakui dengan adanya penambahan ruang kelas, penerapan double shift untuk tiga sekolah negeri di Kecamatan Tabanan masih diberlakukan. “Karena ini aturan baru memang perlu proses, sembari menyiapkan fasilitas sekolah, kemungkinan dua tahun ke depan program ini bisa lebih maksimal,” jelasnya. Dewan Pendidikan Tabanan I Wayan Madra Suartana yang ikut bersama rapat Komisi IV DPRD Tabanan menyebutkan, dibukanya kembali penerimaan siswa di SMPN 1 Tabanan hanya dapat diikuti oleh yang telah mendaftar. “Di luar itu tidak bisa,” terangnya. Sementara itu, Kepala SMPN 1 Tabanan, I Made Sucahya, mengatakan, dirinya tidak dapat berbuat banyak karena penambahan kelas sudah merupakan keputusan dari legislatif dan Dinas Pendidikan. “Saya inginnya tidak sampai double shift. Kemungkinan siswa akan saya masukkan ke kelas yang ada meskipun melebihi jumlah 32, dengan adanya penambahan sekitar 90-an siswa paling tidak akan ada 42 siswa satu kelas,” paparnya. (nan/bit)
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu Kliwon, 9 Juli 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Chicco Jerikho dan Rio Dewanto Makin Akrab di ’’Filosofi Kopi 2’’ Jakarta (Bali Post) Sekuel kedua ‘‘Filosofi Kopi: Ben dan Jody’’ kembali mempertemukan Chicco Jerikho (32) dan Rio Dewanto (29) sebagai
BPM/pik
Chicco Jerikho (kiri) dan Rio Dewanto.
pemeran utama. Kali ini, fokus dua aktor tersebut dititikberatkan pada persahabatan mereka dan masalah bisnis yang tentunya lebih kompleks dari film pertamanya. “Kita sudah bangun karakter kita yang nantinya, hubungan kami sebagai sahabat akan lebih dekat lagi. Chicco sampai nginep di rumah saya. Dia minta izin sama Atiqah (istri Rio) untuk menginap agar chemistry kita lebih nge-blend lagi,” kata Rio kepada penulis. Layaknya kopi, Chicco mengaku banyak dialog yang tumbuh secara organik kala bekerja dengan sang sutradara, Angga Dwimas Sasongko (31). Film yang mengambil tempat di Jakarta, Bali, Yogyakarta, Makassar, dan Toraja sebagai lokasi syuting ini tentu tidak lepas dari konflik antarpemain maupun antarkru film. Menurut Chicco, konflik itu wajar karena tiap orang memiliki pemikiran yang berbeda. “Konflik itu pasti ada. Tiap orang kan, punya pemikiran yang berbeda. Rio punya ide apa, Angga punya ide apa, saya punya ide apa. Ya, saling kasih masukan aja,” ujar Chicco yang juga berperan sebagai co-produser bersama Rio. (pik)
Toleransi dan Perbedaan brolan BALE BANJAR ARIDUS KALAU Anda lihat Borobudur, candinya umat Buddha, Prambanan, candinya Hindu, keduanya ada di negara mayoritas Muslim. Semangatnya toleransi. Ini diabadikan dalam konstitusinya. Saling menghargai dalam semangat harmoni. Generasi muda harus melawan intoleransi! (Barack Obama, Kongres Diaspora Indonesia IV). “Itulah cara Presiden ke44, Amerika Serikat dalam mengulas Bhineka Tunggal Ika. Agaknya dia sempat memantau kondisi bernegara dan berbangsa di Indonesia, terkait situasi dunia belakangan ini. Mantan presiden negara adidaya tersebut baru sempat berkunjung ke Nusantara setelah purnatugas. Kerinduan pada domisili masa kecilnya diungkapkan dengan Wonderful to be back in Jakarta. Meski cuma empat tahun di Jakarta, yakni sejak usia 6-10 tahun (19671971), sebagai makhluk sejarah dan insan yang selalu berpikir, dia tidak mungkin melupakan kisah lampaunya. Justru coretan awal tabularasa, bagiku, lebih melekat di ingatan daripada guratan berikut, yang lebih terkontaminasi bermacam emosi, ambisi, dan egoisme. Karena itulah, dia paham kondisi bangsa Indonesia yang sangat beragam dalam segala hal, mirip Amerika yang dihuni segala macam suku, ras, agama dan budaya. Mungkin bedanya, Indonesia lebih banyak dihuni warga bangsa yang leluhurnya ribuan tahun menetap di kepulauan Nusantara, sedangkan bangsa Amerika Serikat mulai terhimpun sejak tahun 1492, saat Kolumbus menemukan benua itu. Karena itulah, Obama mencatat di ingatannya, bahwa Indonesia pernah dijadikan referensi dunia untuk toleransi dan harmoni. Itu bila dilihat dari tempat peribadatan berbagai umat agama berdiri di sebuah wilayah. Ini merupakan simbol khas Indonesia, yang disebut Bhineka Tunggal Ika, pujinya. Dia menyadari, jika orang tidak bisa mengatasi perbedaan, kemanusiaan akan hancur, bila tidak menghargai toleransi, masyarakat dan bangsa akan runtuh,“ papar Rubag. “Wah, kutipan terakhirmu atas pidato Obama, merupakan sindiran bagi kelompok radikal dan intoleran, yang muncul beberapa tahun terakhir membuat kegaduhan di sektor politik yang dikaitkan isu agama dan ras. Paradoks, mereka bukan hanya dari golongan tak terdidik, justru ada yang berpendidikan tinggi namun otaknya diselimuti lemak tebal ortodoksi dan fanatisme fundamentalis. Sebenarnya, jumlah mereka segelintir, kurang dari satu
persen jumlah penduduk Indonesia, namun isu-isu politik identitas mereka, disebarkan di dunia maya lewat laskar cyber yang gencar memfabrikasi hoax, fitnah, dan ujaran kebencian. Para netizen menyebut mereka, kaum sumbu pendek penghuni bumi jajaran genjang. Sumbu pendek maksudnya, mereka cepat emosional dan melontarkan hujatan kasar dan menuduh yang tidak sepaham kafir, dajjal, musriek. Sedangkan bumi jajaran genjang artinya suka bikin gonjang-ganjing masyarakat dengan tindakan kekerasan dan demo berjilid-jilid, sehingga keharmonisan dan ketenangan tercabik. Orasi Obama di Kongres Diaspora Indonesia IV, bagiku, juga sindiran bagi kaum intoleran yang menyombongkan diri mayoritas. Diaspora adalah penyebaran penduduk karena berbagai sebab, seperti perang, konflik, musibah, dan alasan ekonomi. Mereka atau leluhur mereka pergi dari Tanah Air ke luar negeri dan setelah sukses kembali pulang kampung untuk berbagi pengalaman dan kisah. Nah, sebelum sukses dan mapan secara sosial dan ekonomi, mereka juga pernah menyandang status minoritas di negeri orang, namun tidak ada pihak yang mendiskriminasi dan melecehkan mereka atas nama agama, ras, suku dan golongan. Ini sindiran bagi kaum sumbu pendek dari bumi jajaran genjang di Tanah Air,“ argumen Made Surjanegara. “Bukan hanya ke luar negeri, ke Bali pun tidak sedikit orang yang datang hanya berbekal tas kresek berisi busana beberapa lembar, namun setelah beberapa tahun berusaha, kondisi sosial ekonominya meningkat tajam. Sebab di Pulau Surga ini, toleransi sudah berkembang sejak abad ke-10. Coba simak beberapa pura di Bali, yang memiliki pelinggih bersebutan Ratu Gede Dalem Mekah, Ratu Sundawan, Ratu Pemelayu, Ratu Subandar, Dalem Solo, bahkan di Nusa Penida ada pelinggih berbentuk VW Kodok dan Jimny Kotak, apa artinya itu? Bukan hanya di niskala, secara sekala pun di beberapa wilayah di Bali ada desa yang bernama Kampung Jawa, Kampung Arab, Kampung Cina, dan Kampung
Bugis. Tidak pernah ada berita tentang masyarakat Bali menyerang atau memporakporandakan tempat hunian masyarakat non-Bali dan tidak pernah ada tindakan diskriminatif dan rasis, kendati orang Bali berstatus mayoritas. Lagi pula, padanan kata kafir, dajjal dan musriek, tidak pernah diciptakan para leluhur orang Bali. Malah, ajaran kesetaraan antara sesama makhluk ciptaan Tuhan, seperti Trihita Karana, Tat twam asi, Vasudewa Khutum Bhakam, tidak hanya diucapkan sebagai pemanis bibir, namun dilaksanakan secara konsekuen. Mungkin itu alasannya, sebelum meninggalkan Bali, Obama sempat sembahyang di sebuah Pura Dalem di Pengosekan Ubud, memohon untuk perdamaian dunia,“ ujar Wayan Wijaya. “Obama sungguh sangat bersyukur, bisa menjadi Presiden AS selama dua periode (2009-2017), kendati bukan berdarah Anglo-Saxon, bahkan berkulit gelap. Padahal saat dicalonkan jadi presiden tahun 2008, sempat tersebar isu bahwa dia beragama Islam. Karena bapaknya asal Kenya dan kakeknya merupakan penganut Muslim yang taat. Malah ketika orang tuanya bercerai, ibunya yang berkulit putih dinikahi pria Indonesia, sehingga Obama diboyong ibu dan ayah tirinya ke Indonesia dan sejak 1967 -1971 menetap di kawasan Menteng, Jakarta. Ada kabar burung mewarnai Pilpres AS, bahwa Obama kecil sering ikut sembahyang di mesjid. Menanggapi isu tersebut, dia menjawab secara lugu, bahwa tidak ada niatnya menjadi Muslim, karena usianya masih kanak-kanak dan hanya ikut orang tua. Keinginannya hanyalah menjadi Kristen. Syukur kelompok yang dulu dominan di AS bernama White Anglo-Saxon Protestan (WASP) agak memudar pengaruhnya dan orang nyinyir seperti di Jakarta tidak ada, sehingga karier politik Obama tidak diganjal isu agama, ras dan suku,“ komentar Nyoman Muka. “Mungkin itu sebabnya dia menyerukan agar generasi muda melawan setiap gerakan intoleransi. Malah menyatakan bila ada kelompok yang alergi pada perbedaan, membuat kemanusiaan akan hancur. Jika tidak menghargai toleransi, masyarakat dan bangsa akan runtuh. Dia sangat menyayangkan di Jakarta, seorang pemimpin
BPM/eka
JAUK - Sekaa Palegongan Pura Prajurit duta Kota Denpasar menampilkan tari jauk pada Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017 di Taman Budaya Bali, Sabtu (8/7) kemarin.
yang jujur dan punya dedikasi yang tinggi pada kewajibannya serta sigap melakukan kebaikan pada warga masyarakatnya, akhirnya terjegal kariernya. Malah harus masuk penjara, gara-gara politik identitas yang antiperbedaan dan intoleran. Sebagai bangsa Indonesia, kita malu pada Obama yang hidup di sebuah benua yang memulai peradabannya sejak abad ke-15, setelah Kolumbus dinyatakan menemukan Amerika. Borobudur yang disanjung Obama adalah peninggalan abad ke-7, yang dibangun wangsa Syailendra dari Kerajaan Sriwijaya. Untung Obama tidak percaya pada ilmuwan abal-abal yang menggunakan teori ilmiah palsu berbasis cocokologi dan kelirumologi dalam menaf-
sir sejarah Borobudur dan Prambanan. Dia dengan yakin mengatakan Borobudur adalah candi Buddha dan Prambanan adalah candi Hindu, tetap berdiri tegak di negara yang warganya mayoritas beragama Islam. Inilah simbol toleransi khas Indonesia, katanya. Bisa jadi Obama paham kisah peradaban bangsa Maya yang hancur, padahal sebelumnya terkenal memiliki kebudayaan tinggi di Amerika Tengah, namun karena sikap intoleran jadi lenyap. Bekas bangunan megahnya pun berantakan diselaputi akarakar hutan Amazon yang lebat. Film Apocalypto yang berarti ‘Kiamat’, diproduksi dan ditulis ceritanya oleh Mel Gibson tahun 2006, mengisahkan ihwal itu. Guna
menghilangkan intoleransi, kita harus memahami filsafat mulat sarira dan tepa salira, kearifan yang diwariskan
leluhur orang Jawa dan Bali dari masa lampau,“ usul Dewa Wesia. (aridus)