Skip to main content

Edisi 09 Mei 2018 | Balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 249 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

rabu wage, 9 mei 2018

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

HUT Ke-814 Kota Bangli

Perkuat Jati Diri Menuju Pembangunan yang Berkeadilan KOTA Bangli telah menapaki usia ke814 tahun. Tanggal 10 Mei besok adalah puncaknya. Sudah banyak terobosan dilakukan untuk memeratakan pembangunan di daerah yang memiliki keunggulan di sektor budaya, pertanian dan keindahan alamnya. Pembangunan Bangli ke depan tentu tidak boleh lepas dari jati diri tersebut. Terobosan untuk mewujudukan pembangunan yang berkeadilan juga diperlukan. Karenanya, Pemkab Bangli menjadikan HUT ke-814 ini sebagai momentum kebangkitan memeratakan kesejahteraan hingga ke pelosok desa. Berbagai kegiatan telah dilakukan pemerintah untuk memperingati HUT ke-814 Kota Bangli. Ulang tahun kali ini dijadikan momentum pembangunan selama satu tahun ke depan. Mengingat, sekarang ini pemkab masih terus menggenjot pembangunan infrastruktur, sehingga pembangunan di Bangli dari desa sampai ke kota terjasi pemerataan. Bupati Bangli Made Gianyar mengungkapkan, terobosan yang dibuat seorang pemimpin harus mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Pasalnya, dalam membuat terobosan tidak cukup hanya sekali langsung dapat menyelesaikan semuanya. Maka dari itu, terobosan yang sudah dibuat dan dijalankan selama ini akan terus dilanjutkan untuk mencapai tujuan. ‘’Untuk terobosan pembangunan ke depannya kita masih berpijak pada terobosan yang sudah dijalankan sebelumnya. Dan untuk menjalankan terobosan itu harus didukung dengan dana. Meskipun banyak terobosan, namun tidak ada dana maka akan sulit menjalankan dan menyukseskan program tersebut,’’ ujarnya. Dia menjelaskan, program yang dimaksud adalah program pembangunan melalui perbaikan infrastruktur. Salah satunya perbaikan akses jalan. Karena jalan menuju ke desa kondisinya harus bagus. Kalau jalan bagus, perekonomian masyarakat dapat berjalan dengan baik. Ia pun menargetkan pembangunan infrastruktur sudah tuntas dikerjakan 2020.

‘’Karena program yang dijalankan merupakan pembangunan yang dilakukan dari desa. Kalau jalan di desa bagus, rapi, maka akan ada keadilan dalam pembangunan. Jadi kita harapkan HUT kali ini bisa dijadikan momentum untuk lebih memajukan Bangli ke depannya. Kalau Bangli ingin maju maka kita harus majukan secara bersama-sama. Mulai dari semangat bekerja keras. Jika semua bekerja keras, maka yang dilakukan akan berhasil,’’ tegasnya. Bupati Made Gianyar menambahkan, dalam pembangunan tidak boleh lepas dari jati diri dan budaya. Karena keunggulan Bangli adalah keindahan alamnya, airnya yang bersih, dan udaranya yang bersih dan semua itu harus tetap dijaga. Maka dari itu, pembangunan yang dilakukan jangan sampai menyimpang dari ketentuan yang berlaku. ‘’Pembangunan memang ada yang harus diubah dan mana yang tidak diubah, sehingga segala pembangunannya yang dilakukan nantinya tak lepas dari budaya,’’ tegasnya. (*)

Pawai Budaya, Semarakkan HUT Ke-814 Kota Bangli IKON budaya tidak bisa dilepaskan dari Bangli. Pun demikian, ketika digelar perayaan HUT ke-814 Kota Bangli. Berbagai atraksi yang digelar, kental dengan budaya lokal. Seperti Calonarang, Barong Gunging, tari-tarian, Gong Kebyar. Bahkan pada puncak HUT, 10 Mei besok, akan dilaksanakan pawai budaya yang pesertanya dari luar Bangli.

Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, semarak dan semangat HUT Bangli tahun ini harus meningkat dari tahun sebelumnya. Termasuk semangat tetap tinggi untuk mengimplementasikan programprogram yang telah dicanangkan. ‘’Kita mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah semangat karena sudah ikut memeriahkan dan meramaikan HUT Bangli yang ke-814 ini,’’ ucap Made Gianyar. Orang nomor satu di Bangli itu menyatakan, segala bentuk kegiatan hiburan yang dilakukan selama HUT semuanya menyuguhkan hiburan lokal berbasis budaya. ‘’Kegiatan yang dilakukan sangat luar biasa. Karena semua hiburan yang dilaksanakan sesuai dengan keinginan masyarakat. Sehingga setiap kegiatan hiburan yang dilaksanakan, masyarakat Bangli tumpah ruah untuk menyaksikannya,’’ paparnya. (*)

(ad496)

SIMAKRAMA - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan KosterTjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), Senin (7/5) menggelar simakrama dengan ratusan warga Desa Pakraman Lepang Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung.

PAD Kecil, Pola Satu Jalur Bakal Percepat Pembangunan di Klungkung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), Senin (7/5) menggelar simakrama dengan ratusan warga Desa Pakraman Lepang Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung. Hadir pada pertemuan yang digelar di Balai Subak Desa Pakraman Lepang di antaranya pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung nomor urut 1, Cokorda Bagus Oka-I Ketut Mandia (BAGIA), Sekretaris Tim Pemenangan Koster-Ace Provinsi Bali IGN Alit Kesuma Kelakan, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Klungkung, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Pada kesempatan itu, Koster memaparkan pentingnya pola satu jalur kepemimpinan untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Klungkung. Untuk itu, ia menekankan pentingnya memilih Gubernur Bali pada Pilkada 27 Juni 2018 yang mampu menyatukan seluruh kekuatan dan potensi yang ada di Bali. ‘’Baik tatanan masyarakatnya maupun struktur politik dan pemerintahannya di seluruh Bali,’’ kata Koster. Saat ini, Koster melanjutkan, masing-masing kabupaten/kota di Bali jalan sendiri-sendiri membangun daerahnya. Sementara kemampuan finansial dan masalah yang dihadapi juga berbeda-beda. Oleh karena itu, ada kabupaten yang dengan cepat mengatasi persoalan yang dihadapinya. Namun, ada pula kabupaten/

kota yang lambat menyelesaikan persoalannya. Salah satunya adalah Kabupaten Klungkung. ‘’Klungkung ini PAD-nya (Pendapatan Asli Daerah) kecil, hanya Rp 150 miliar. Maka dibutuhkan dukungan finansial dari pemerintah di atasnya seperti provinsi dan pusat agar pembangunan di Klungkung bisa dipercepat,’’ ujarnya. Jika perbedaan potensi mengurus wilayahnya tak dipersatukan, Koster menyebut bukan tak mungkin timbul persoalan baru seperti ketimpangan dan perbedaan pembangunan, baik dalam hal infrastruktur, kebudayaan, pertanian, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Selama ini kondisi itu yang terjadi. Lantaran tak ada yang menyeimbangkan dan menjadi jembatan persoalan tersebut. ‘’Ke depan, gubernur terpilih dengan wakilnya harus mampu menyeimbangkan semua kabupaten di Bali dalam membangun perekonomian, pendidikan, pertanian, kebudayaan, infrastruktur, kesehatannya pendidikannya dan lainnya,’’ tuturnya. Menurut Koster, wilayah Klungkung yang tak terlalu luas membuatnya tak begitu rumit menuntaskan persoalan infrastruktur jalan. ‘’Di Klungkung ini kan wilayahnya kecil, Klungkung daratan dan Nusa Penida. Dengan melihat luasan wilayah ini, 2019 jalan desa se-Bali itu hotmix semua. Itu target saya dan Klungkung jadi prioritas, baik di daratan maupun Nusa,’’ kata Koster di hadapan ratusan warga, Senin 7 Mei 2018. Ditambahkannya, persoalan infrastruktur jalan merupakan hal

krusial untuk mengukur kinerja pemimpin di suatu wilayah. ‘’Kalau jalan tidak bagus maka gagal dia menjadi pemimpin. Bukan tidak bisa membangun, tapi dia tidak bisa mencari uang,’’ katanya. Pentingnya mempercepat pembangunan di Klungkung bisa dilakukan dengan pola satu jalur pembangunan. Koster-Ace dan BAGIA juga melakukan simakrama dengan masyarakat Banjar Adat Tulangnyuh, Desa Tegak, Kecamatan Klungkung. Warga menyatakan kebulatan tekad mendukung, memilih dan memenangkan BAGIA serta Koster-Ace pada pilkada serentak 2018 nanti. ‘’Pak Koster sudah dua kali ke mari selama jadi anggota DPR-RI, dan telah banyak membantu memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat kami. Apalagi Pak Tut Mandia selama lima tahun telah banyak membantu warga dan desa kami. Jadi kami pilih yang sudah terbukti, bukan janji-janji lagi,’’ jelas seorang warga. Sementara dalam kesempatan itu, Calon Gubernur Wayan Koster mengucapkan terima kasih terhadap kehadiran serta dukungan yang diberikan warga. Oleh karena itu, Koster berkomitmen akan melaksanakan program-program unggulannya secepat mungkin setelah terpilih. Sementara itu, warga Desa Sampalan Kelod, Dawan juga menyambut antusias dua pasangan ini. Tak hanya siap memenangkan Koster-Ace, warga Desa Sampalan Kelod juga satu jalur memenangkan pasangan BAGIA. (kmb)

Alasan Rai Mantra Sejak 2014 Tolak Reklamasi Teluk Benoa (2)

Secara Teknis Reklamasi Teluk Benoa Bahayakan Denpasar dan Sekitarnya JIKA reklamasi Teluk Benoa direalisasikan, secara teknis wilayah yang diperkirakan akan signifikan terkena dampak adalah sebagian wilayah Denpasar dan beberapa kawasan sekitarnya. Itu sebabnya sedari awal calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut. Dan, penolakan itu secara resmi telah ia lakukan sejak 2014 dengan bersurat kepada Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dengan nomor surat 500/2478/Ek tertanggal 4 Juli 2014. Hal tersebut disampaikan Cagub Rai Mantra saat memulai perjalanannya berkampanye di Nusa Penida dan berbagai wilayah di Kabupaten Klungkung, Selasa (8/5) kemarin. Menurut Rai Mantra, kesimpulan itu ia dapati setelah membaca sejumlah penelitian oleh akademisi kredibel. ‘’Sejumlah laporan (penelitian) para pakar yang saya baca merekomendasikan istilahnya agar berpikir beribu kali untuk merealisasikan rencana (reklamasi) itu. Sebab, sebagian wilayah Denpasar akan terdampak karenanya. Jadi bukan baru sekarang karena ada pilgub,’’ ujar Rai Mantra. Menyitir hasil penelitian tersebut, Rai Mantra mengatakan dari sisi drainase dan oceanografi kawasan Teluk Benoa merupakan muara dari tiga sungai sekaligus yang berhubungan langsung dengan Kota Denpasar yakni Tukad Badung, Tukad Mati, dan Tukad Punggawa. Hulu dari ketiga sungai ini melintasi dan membelah Kota Denpasar. Bila reklamasi Teluk Benoa itu terjadi maka dipastikan ada penumpukan materi atau sedimentasi dengan luas areal tertentu. ‘’Dengan adanya sedimentasi di Teluk Benoa maka akan memperlambat arus sungai yang menuju ke laut dan akan mengakibatkan genangan ke daerah aliran sungai (DAS) sampai ke wilayah Kota Denpasar. Volume air ini akan bertambah bila terjadi air laut pasang dan bisa menyebabkan air rob atau banjir rob di Kota Denpasar. Jangan sampai hal ini terjadi,’’ paparnya. Sampai saat ini Pemkot Denpasar terus berupaya untuk mengurangi

genangan air di DAS dan memperlancar arus sungai. Beberapa yang sudah dilaksanakan adalah normalisasi arus sungai, pembuatan long storage dan pembuatan embung (retarding basin) di Tukad Mati dan Tukad Badung. ‘’Kami sudah berupaya memperlancar arus sungai, membersihkan sampah di DAS, agar air sungai lancar ke laut. Mana mungkin ada sedimentasi di hulu. Kami tetap menolak reklamasi Teluk Benoa,’’ ujarnya. Dampak lain dari reklamasi Teluk Benoa adalah ancaman abrasi. Abrasi di wilayah Kota Denpasar terjadi di Pantai Sanur dan Pantai Padanggalak. Hal ini sudah dibuktikan dengan adanya reklamasi yang pernah dibuat di Pulau Serangan seluas 200 hektar pada tahun 1990an. Reklamasi di Pulau Serangan terbukti mengakibatkan adanya perubahan pola arus laut. Air laut di beberapa titik di wilayah Pantai Sanur dan Pantai Padanggalak mengalami kenaikan. ‘’Lagi-lagi Pemkot Denpasar yang akhirnya bekerja untuk menanggulangi perubahan arus laut tersebut untuk mencegah abrasi yakni program pengamanan pantai berupa pembangunan break water (pemecah ombak) dan penambahan pasir di pantai,’’ ujarnya. Lebih lanjut, Rai Mantra berujar, apabila dilakukan reklamasi Teluk Benoa yang luasannya 400 hektar lebih, perubahan arus laut sudah pasti terjadi secara signifikan. Ancaman abrasi akan terjadi di wilayah

terdekat yakni Kota Denpasar karena di sana-sini, pantai-pantai yang ada di wilayah Kota Denpasar akan kehilangan kestabilannya, struktur pasir di pesisir akan tergerus. Reklamasi Teluk Benoa juga akan mengganggu aksesibilitas. Bila reklamasi itu terjadi maka area yang selama ini menjadi lalu lintas umum akan tertutup dan akan menyebabkan kemacetan lalu lintas. Kontrak Politik Penolakan atas rencana reklamasi Teluk Benoa dipertegas lagi oleh Rai Mantra bersama Cawagub I Ketut Sudikerta saat mendeklarasikan diri sebagai pasangan cagub-cawagub Februari 2018. Lebih tegas lagi, Paslon Mantra-Kerta pada Sabtu (5/5) menandatangani dua kontrak politik sebagai janji yang pasti mereka wujudkan jika dipercaya memimpin Bali ke depan. Kontrak politik pertama menyatakan akan bersurat secara resmi kepada Presiden RI begitu dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018-2023. Sebagai bentuk kesungguhan, pada hari itu juga Mantra-Kerta dalam kapasitas sebagai pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur bersurat kepada Presiden RI agar mencabut Perpres 51/2014. Kontrak politik kedua, mencanangkan bantuan Rp 500 juta per tahun kepada setiap desa pakraman sebagai bentuk kesungguhan menjadikan desa pakraman sebagai poros utama pelestarian dan pengembangan budaya Bali. (kmb)


denpasar

2

Rabu Wage, 9 Mei 2018

figur Jalin Kolaborasi Antar-PTS KETUA Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. kembali terpilih menjadi Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BP PTSI) Wilayah Bali masa bakti 20182022 pada Musyarawah Wilayah (Muswil) I, Senin (7/5). Wisnumurti terpilih secara aklamasi pada forum yang beranggotakan 67 yayasan yang menaungi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Bali. ‘’Ini merupakan amanah dan tanggung jawab bagi saya. Ke depan saya akan melakukan penyusunan program kerja (proker) Asosiasi BP PTSI Bali yang tentu akan saya sesuaikan dengan isu-isu krusial terkait dengan penyelenggaraan PTS,’’ ujar Wisnumurti, Selasa (8/5) kemarin. Menurutnya, Asosiasi BP PTSI dinilai memiliki tanggung jawab atas penyelenggaraan tata kelola PTS yang baik. Hal tersebut menyangkut aspek manajerial, tata kelola, sarana prasarana, sumber daya manusia dan tata kelola PTS. Sementara permasalahan luar yang menjadi sorotannya yaitu terkait dengan peningkatan daya saing menyongsong kehadiran perguruan tinggi asing di dalam negeri serta peningkatan kualitas lulusan (output dan outcome) PTS untuk menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Dikatakan, era Revolusi Industri 4.0 akan berimplikasi pada pengembangan teknologi di berbagai lini industri. Hal ini akan berdampak pada penyusutan tenaga manusia yang akan tergantikan oleh teknologi. ‘’Belum lagi pada 2019 ini ada isu pemerintah akan menyusutkan PTS di Indonesia yang sekarang berjumlah 4.500 menjadi 1.000 PTS. Ini merupakan tantangan, sehingga kita perlu meningkatkan kualitas dan kolaborasi antar-PTS,’’ tandasnya. Wisnumurti menegaskan, untuk menjawab semua tantangan tersebut, kolaborasi setiap elemen PTS di Bali adalah cara terbaik mengatasi hal tersebut. Bukan saatnya lagi ada persaingan antar-PTS di Bali yang dinilai masih bergerak secara parsial. ‘’Ke depan kita harus punya strategi dan kerja keras. Selama ini pergerakan masih secara parsial, dipengaruhi ego masing-masing. Padahal yang terpenting adalah peningkatan kualitas perguruan tinggi. Apalagi di Bali kita hanya punya sumber daya manusia, tidak punya industri. Jasa pun hanya dari pariwisata,’’ pungkasnya. (win)

Pelaksanaan Vaksinasi JE Diperpanjang Denpasar (Bali Post) Pelaksanaan vaksinasi Japanese Enchepalitis (JE) di Kota Denpasar ternyata belum tuntas. Oleh karena itu, pelaksanaan vaksinasi terhadap virus yang dikhawatirkan mampu menyebabkan radang pada otak manusia ini diperpanjang hingga pekan kedua Mei 2018 ini. Perpanjangan pelaksanaan vaksinisasi ini dimaksudkan untuk memaksimalkan pelayanan karena adanya kemungkinan masyarakat yang belum tervaksin. Kepala

Kepepet Biaya Berobat, Residivis Bobol Restoran

Bali Post/rah

TERSANGKA - Wakasatreskrim Polresta Denpasar AKP Gusti Made Sudarma Putra menginterogasi tersangka Udin. SAMBIL memegang betis kirinya karena ditembak polisi, Samarudin alias Udin (24), residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), duduk termenung di sebelah pintu lobi Polresta Denpasar. Dia ditangkap setelah membobol tujuh restoran dan toko di wilayah Kuta, Kamis (3/5) lalu. Alasannya untuk biaya pengobatan karena mengidap banyak penyakit. Saat ditanya perjalanannya sampai beraksi di Bali, Senin (7/5), tersangka Udin menjelaskan bahwa dirinya saat bujang terlibat kasus curanmor di kampungnya, Salatiga Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar). “Kejadiannya tahun 2008 dan saya masih bujang. Melihat ada motor kuncinya nyantol, langsung saya bawa kabur. Tapi saya hanya divonis lima bulan saja,” ungkapnya. Setelah bebas, pelaku merantau ke Batam dan bekerja di pabrik boksit. Tak berselang lama, pabrik itu tutup dan pelaku terpaksa kerja di tambang batubara di Ba-

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Pertanian Hidroponik Prospektif Atasi Penyempitan Lahan

Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

likpapan, Kaltim. Delapan bulan kemudian harga batubara anjlok dan pabrik langsung mem-PHK karyawannya, termasuk pelaku. “Saya sakit asam urat, kolesterol, paru-paru ada cairan dan radang ginjal. Penyebabnya karena kena debu bahan boksit,” ungkapnya. Bulan lalu, ayah dua anak ini bersama empat temannya ke Bali dalam rangka liburan. Seminggu kemudian temantemannya pulang dan pelaku memilih tetap tinggal di Bali sambil mencari pekerjaan. Karena kepepet biaya berobat, membayar utang dan membiayai hidup keluarganya, pelaku mengaku terpaksa melakukan pencurian. Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana didampingi Wakasatreskrim AKP Gusti Made Sudarma Putra mengatakan Tim Resmob Polresta Denpasar meringkus Udin di Jalan Patimura, Kuta. Karena melawan, polisi terpaksa menembak kaki pelaku. Awalnya Polresta menerima laporan kasus pencurian di Kantor Uang-uang Restoran di Jalan Setiabudi, Kuta, dengan kerugian Rp 94,4 juta, Toko Keramik Art On The Table di Jalan Sunset Road, Seminyak, Kuta dengan kerugian Rp 3,4 juta dan Apotek Kimia Farma di Jalan Raya Sunset Road, Seminyak Kuta dengan kerugian Rp 4,9 juta. Selain itu, kasus pencurian juga terjadi di Restaurant Sushi Hana di Jalana Sunset Road, Kuta dengan kerugian Rp 50 juta, Starbucks di Jalan Bay-pass Ngurah Rai, Kuta, dengan kerugian Rp 10 juta, di Jalan Mandala IV, Tuban, Kuta, kerugian Rp 19 juta dan Hai Long Restaurant di Jalan Raya Kuta dengan kerugian Rp 50 juta. Setelah menerima laporan kasus itu dan melakukan olah TKP, polisi mengantongi ciri-ciri pelaku. Akhirnya pelaku terlacak dan berhasil dibekuk di Jalan Patimura, Kuta. “Barang yang disasar uang, HP dan laptop. Pelaku khusus menyasar laci kasir restoran. Uang hasil kejahatan tersebut dipakai membeli sepeda motor, membayar utang, ditransfer kepada istrinya dan biaya hidup di Bali,” ungkapnya. Menurut Wakapolresta asal Tabanan ini, pelaku tiba di Bali 1 April lalu dan kos di Jalan Mataram Gang Sentul, Kuta. Selanjutnya, pelaku menyewa sepeda motor Honda Vario digunakan untuk melakukan pencurian dan berbekal dua obeng. “Kasus ini masih dikembangkan. Siapa tahu pelaku beraksi di tempat lain. Kami mengimbau agar pengelola restoran memasang CCTV dan menyimpan uang di tempat paling aman, misalnya brankas,” pinta Artana. (rah)

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Denpasar dr. Ni Putu Sri Armini mengatakan hal itu, Selasa (8/5) kemarin. Menurut Sri Armini, hingga 6 Mei 2018 lalu, total warga Denpasar yang telah tervaksin JE mencapai 201.821 orang. Kendati demikian, Diskes Kota Denpasar terus berupaya memaksimalkan dengan menyiapkan layanan di Puskesmas terdekat dan rumah sakit pemerintah. “Vaksinasi di Kota Denpasar telah berjalan lancar dan maksimal. Hal ini terbukti

dengan minimnya hambatan dan tingginya antusiasme masyarakat, khususnya orangtua untuk mengajak anak-anaknya mengikuti vaksinasi JE,” jelasnya. Sri Armini menambahkan, Diskes Kota Denpasar dalam pelaksanaan vaksinasi JE ini menyasar anak-anak yang berusia 9 bulan hingga 15 tahun di wilayah Kota Denpasar. Jumlah ini juga mencakup 521 sekolah yang terdiri dari PAUD, TK, SD, dan SMP di seluruh wilayah Kota Denpasar, 471 posyandu,

banjar-banjar, puskesmas dan rumah sakit yang telah selesai secara serentak 30 April lalu. “Khusus untuk Kota Denpasar, vaksinasi JE sedianya akan dilanjutkan hingga pekan kedua Mei yakni sampai 12 Mei, di mana akan dilaksanakan sweeping atau jemput bola guna meminimalisasi adanya masyarakat yang tercecer,” paparnya. Dalam kesempatan tersebut, Sri Armini juga turut menginformasikan kepada para stakeholder hingga tingkat desa maupun dusun untuk

memberikan sosialisasi terkait pelaksanaan vaksinasi JE yang diperpanjang hingga pekan kedua Mei tersebut. Selain itu, pihaknya juga turut mengimbau masyarakat untuk berperan aktif untuk ikut serta dalam vaksinasi JE agar tidak terkena virus JE. “Masyarakat diharapkan memanfaatkan waktu tambahan hingga tanggal 12 Mei ini dan proaktif dalam mengikuti vaksinasi guna meminimalisasi adanya kasus JE di Bali, khususnya Kota Denpasar,” tegasnya. (kmb12)

Kasus 19 Ribu Ekstasi

Willy Dkk. Diganjar Hukuman Penjara Seumur Hidup

Denpasar (Bali Post)-

Harapan Abdulrahman Willy yang merupakan Manager Marketing Akasaka untuk mendapatkan hukuman rendah sepertinya belum berhasil. Pascamengajukan banding atas putusan 20 tahun penjara dalam perkara 19 ribu butir pil ekstasi, Willy oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar, Selasa (8/5) kemarin malah dihukum seumur hidup. Selain Willy, tiga terdakwa lainnya (dalam berkas terpisah - red) yakni Budi Liman alias Budi Bin Sujono Liman Santoso, Iskandar Halim alias Ko’i Bin Muslim Halim dan Dedi Setiawan alias Cipeng Bin Alex juga divonis hukuman seumur hidup. Vonis seumur hidup untuk Abdurahman Willy alias Willy Bin Ng Leng Kong disampaikan langsung hakim Sutoyo didampingi hakim anggota Nyoman Sumaneja dan Hidayatul Manan. Melihat putusan tersebut, majelis

hakim kompak menaikkan putusannya dibandingkan putusan PN Denpasar, yang sebelumnya kompak menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 20 tahun. Selain itu, majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 2 miliar, dengan pertimbangan jika tidak bisa membayar, maka diganjar empat bulan kurungan. Dengan demikian, putusan hakim PT Selasa kemarin sama persis dengan tuntutan jaksa. JPU dari

Kejaksaan Negeri Dewa Arya Lanang Raharja, Kadek Wahyudi Ardika, Ni Luh Oka Ariani Adikarini dan I Nyoman Bela Putra Atmaja, sebelumnya kompak menuntut keempat terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup. Dalam sidang terpisah, mereka dinyatakan telah secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tidak pidana narkotika. Perbuatan para terdakwa dinilai telah melakukan percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tin-

dak pidana narkotika, yaitu tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima. Mereka juga menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi lima gram. Salah satu pertimbangan hakim PT yang memberatkan hukuman Willy dan kawan-kawan, mereka memasok narkotika ke Bali, yang mana atas perbuatannya dapat merusak Bali sebagai destinasi wisata dunia. (kmb37) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Pengembangan Pariwisata Dikolaborasikan dengan Pelestarian Subak Denpasar (Bali Post) – Keberadaan subak di Denpasar semakin terancam. Alih fungsi lahan menambah semakin cepatnya subak terkikis. Kini Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen mengembangkan sektor pariwisata yang berwawasan budaya. Pengembang pariwisata akan dikolaborasi dengan upaya pelestarian subak. Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Denpasar I.B. Alit Surya Antara menegaskan hal itu, Selasa (8/5) kemarin. Pada tahap awal, kata Alit Surya Antara, pihaknya akan melakukan penyulu-

han kepariwisataan di desa tujuan. Dispar Denpasar akan melaksanakannya di Wantilan Desa Pakraman Pohgading, Desa Ubung Kaja pada tanggal 12 Juni mendatang. Pada kegiatan itu Diparda akan memberikan penyuluhan mengenai keberadaan Subak Pakel di Ubung Kaja sebagai destinasi pariwisata budaya dengan mempertahankan kearifan lokal yang dimiliki desa. Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, pihaknya menggandeng seni tradisional untuk melakukan sosialisasi. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya

pengembangan sektor pariwisata dengan mengoptimalkan keberadaan subak dan menumbuhkan sadar wisata masyarakat. “Pelaksanaan penyuluhan kepariwisataan dengan harapan masyarakat dapat memahami arti penting pengembangan pariwisata dan menumbuhkan sadar wisata dalam rangka menciptakan kondisi yang kondusif di Kota Denpasar, melalui Sapta Pesona yaitu menciptakan kondisi destinasi yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan menciptakan kenangan yang positif bagi wisatawan yang berkunjung,” katanya memaparkan. Sementara itu, Perbekel Desa Ubung Kaja I Wayan

Mirta mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang akan digelar di wilayahnya. Ia berharap, dengan adanya kolaborasi pariwisata dengan subak di wilayahnya, subak semakin produktif. “Ke depan kami menginginkan Subak Pakel ini bisa menjadi sebuah destinasi wisata persawahan di tengah hiruk pikuk kota, seperti beberapa subak yang telah menjadi objek wisata di Kota Denpasar, seperti Subak Sembung, Subak Anggabaya maupun Desa Kesiman Kertalangu. Itu merupakan impian kami untuk membangkitkan potensi lokal yang di miliki oleh Desa Ubung Kaja dalam bidang pariwisata,” tegasnya. (kmb12)

BRINS Denpasar Resmikan Gedung Baru BRINS General Insurance Denpasar, anak perusahaan BRI, meresmikan gedung baru di Jalan Gatot Subroto, Selasa (8/5) kemarin. Sebelumnya, Kantor BRINS berada di Jalan Diponegoro. Pada peresmian tersebut, hadir Pimpinan Wilayah BRI Kanwil Denpasar dan Direktur Utama BRINS. Sebagai simbolis peresmian, dilakukan pemotongan tumpeng dan pemotongan pita. Direktur Utama BRINS Eko Wahyu Andriastono dalam sambutannya mengatakan, dengan dukungan semua pihak khususnya BRI Kanwil Denpasar, BRINS bisa menunjukkan pertumbuhan. Ia menuturkan, 4-5 tahun lalu premi yang didapatkan BRINS Rp 300-400

miliar. Dari premi tersebut, net margin yang diperoleh yaitu 10 persen. Dengan net margin tersebut, BRINS bisa memberikan konstribusi berupa dana pensiun kepada pensiunan BRI sekitar Rp 30 miliar. Begitulah gambaran kondisi BRINS sebelumnya. Kini BRINS tumbuh pesat. Premi yang diperoleh BRINS kini Rp 1,2 triliun. Dengan persentase net margin 10 persen, BRINS memperoleh laba Rp 124 miliar. ‘’Kami juga mendapat apresiasi karena bisa memberikan deviden yang cukup signifikan,’’ ujarnya. Dengan kondisi itu, BRINS ditargetkan tidak hanya bergantung pada nasabah BRI tetapi bisa mengembangkan

bisnis ke market umum. Jika 3-4 tahun lalu nasabah BRINS 90 persen merupakan nasabah BRI, maka saat ini nasabah BRINS 70 persen nasabah BRI, 30 persen nasabah di luar BRI. Pimpinan Wilayah BRI Kantor Wilayah (Kanwil) Denpasar Dedi Sunardi mengucapkan selamat atas peresmian Kantor Cabang yang ke-9 milik BRINS sendiri. Bisnis BRINS di wilayah lain sangat berkembang, namun memilih Bali sebagai tempat dibukanya kantor cabang. Ini merupakan kehormatan baginya. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat dipertahankan. Ia berharap BRINS dan BRI bisa sama-sama tumbuh dan

berkembang. Pemilik salah satu properti di Buleleng, Fieza, mengatakan sangat terbantu dengan adanya BRINS. Karena sempat terjadi musibah Maret lalu. Beruntung ia telah menjadi nasabah BRINS sejak empat tahun, sehingga musibah yang dialami ter-cover BRINS. Prosesnya pun cepat, hanya sekitar satu bulan. Pemilik BMR (Benoa Marine Recreation) Jiwana Rezza mengatakan, sejak 2015 telah menjadi nasabah BRINS. Ia membeli produk asuransi untuk tempat wisatanya. ‘’Semua aset perusahaan yang saya miliki ada beberapa kapal dan bangunannya,’’ ungkapnya. Ia sendiri memilih BRINS

setelah membandingkan dengan produk asuransi sejenis, sikap ramah tamah petugas BRINS menjadi faktor utama ia memilih BRINS. ‘’Mereka menjelaskan, term and condition-nya secara keseluruhan, tidak setengah-setengah,’’ tuturnya. BRINS merupakan asuransi umum di luar asuransi jiwa. Berdiri sejak tahun 1989 dan berdiri di Bali pada tahun 2004. Terdiri dari asuransi uang, mikro, kredit, oil dan gas, rekayasa, kesehatan, kebakaran, hole in one, perjalanan, surety bond, custom bond, rangka kapal, pengangkutan, kecelakaan diri, tanggung gugat, kontra bank garansi, dan kendaraan bermotor. (ad495)

MERESMIKAN - BRINS General Insurance Denpasar yang merupakan anak perusahaan BRI meresmikan gedung baru di Jalan Gatot Subroto, Selasa (8/5) kemarin.


16 HALAMAN

NOMOR 249 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

rabu wage, 9 mei 2018

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Menjadi Daerah Pertama di Bali

Pemkot Denpasar Teken MoU Gerakan Menuju 100 Smart City 2018 PEMKOT Denpasar terus melakukan upaya pengembangan inovasi dalam peningkatan akses pelayanan kepada masyarakat lewat teknologi informasi dengan konsep smart city. Langkah ini telah mendapatkan apresiasi dari semua pihak hingga tingkat Nasional. Kota Denpasar ditetapkan lulus dalam Gerakan Menuju 100 Smart City yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika RI pada April lalu. Kota Denpasar lulus bersama 49 kabupaten/kota lainnya di Indonesia yang sebelumnya telah mengikuti assesment di Ciputat pada bulan Maret lalu. Bahkan, Denpasar merupakan satu-satunya kabupaten/kota yang berada di Bali. Dalam mendukung sinergitas dan implementasi Smart City secara maksimal, Pemkot Denpasar bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika melaksanakan penanda-

tanganan MoU yang dilakukan Plt. Wali Kota Denpasar I GN Jaya Negara disaksikan Menteri Kominfo RI Rudiantara bersama Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI Semuel A. Pangerapan, Selasa (8/5) kemarin di Redtop Hotel Jakarta. Penandatanganan MoU ini dihadiri 49 bupati/wali kota seluruh Indonesia yang juga diisi dengan diskusi panel dari Kementerian Kominfo dan tujuh industri pendukung Smart City. Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan pelaksanaan Smart City adalah langkah mengubah tata cara melayani untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Seperti halnya dalam pengurusan pelayanan administrasi masyarakat dari baru lahir hingga meninggal dunia dapat dilakukan dengan pemanfaatan teknologi informasi. Hal ini dapat menjadi kesepakatan antara

bupati/wali kota dengan Ketua DPRD, karena program Smart City tidak dapat dilaksanakan dalam waktu lima tahun saja. Namun dapat dilaksanakan secara berkesinambungan yang mampu mengubah dan berbenah untuk kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Plt. Wali Kota Denpasar I GN Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan bahwa sebagian besar program OPD Pemkot Denpasar sudah berbasis teknologi informasi sebagai salah satu parameter dalam penerapan Smart City. Keterlibatan kali ini dalam Gerakan Menuju 100 Smart City tak terlepas dari penilaian yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informasi RI di Smart City Kota Denpasar belum lama ini. Di samping itu, lanjut Jaya Negara, hal tersebut tak terlepas dari berbagai inovasi dan sinergitas program

yang dilaksanakan oleh seluruh OPD Pemkot Denpasar. ‘’Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai elemen masyarakat hingga OPD di lingkungan Pemkot Denpasar yang bersama-sama dalam mempercepat proses pelayanan dan pembangunan melalui Denpasar Smart City, kini sinergitas tersebut berhasil menorehkan prestasi dengan lulus di Gerakan Menuju 100 Smart City Kementerian Komunikasi dan Informasi RI,’’ pungkasnya. Sementara itu, Kadis Komunikasi, Informasi dan Statistika Kota Denpasar I Dewa Made Agung menjelaskan, sebagian besar inovasi yang dilaksanakan memiliki keterkaitan dengan penggunaan teknologi informasi. ‘’Damamaya Denpasar Cyber Monitor’’ dengan berbagai aplikasi Smart City disinergikan dalam satu ruangan.

Meliputi kebencanaan dengan nomor telepon kegawatdaruratan 112 atau 223333, pemantauan banjir, ATCS, Pengaduan Rakyat Online (Pro) Denpasar, Geografik Informasi System, dan ESewaka Dharma. Bahkan ada inovasi terbaru yakni sinergitas antara Damakesmas milik Diskes Kota Denpasar dengan Damapancana milik BPBD Kota Denpasar. Di samping itu terdapat sistem pelacakan armada, sistem pelacakan nelayan, info harga pasar, safe city, E-Sidap, sistem informasi terintegrasi pengelolaan administrasi (Dirgens), dan media sosial. ‘’Berbagai layanan ini merupakan upaya Pemkot Denpasar dalam memudahkan aktivitas masyarakatnya, hal ini tentu merupakan salah satu indeks penentu kepuasan masyarakat Kota Denpasar,’’ ucapnya. (ad503)

Generasi Muda Bicara Pemimpin Bali (1)

Harus ’’Nindihin’’ Bali, Bukan Mengabdi pada Pemilik Investasi Perhelatan Pilgub 27 Juni mendatang menjadi perhatian generasi muda Bali. Mereka mengamati figur yang nanti memimpin Bali lima tahun ke depan. Mereka berharap calon pemimpin tak hanya menggebu-gebu saat kampanye, tetapi harus tetap semangat ketika menjadi pemimpin. Mereka harus ngayah nindihan gumi Bali, bukan mengabdi pada pemilik investasi. Demikian terungkap pada diskusi ‘’Kepemimpinan Bali’’ yang dihadiri BEM Universitas di Bali, Selasa (8/5) kemarin.

Bali Post/eka

DISKUSI - BEM di Bali saat menggelar diskusi ‘’Menjaring Pemimpin Bali’’ di Sanur, Selasa (8/5) kemarin.

BEM Universitas Mahendradatta (Unmar), Ni Kadek Mona Anastasia Dwiyani dan Ni Putu Mona Anastasia Budiyani, mengatakan pemimpin harus mampu mengayomi masyarakat. Selain itu pemimpin harus siap berkorban untuk rakyatnya. Pemimpin Bali ke depan harus menjadi sosok figur yang jadi teladan dan memberikan janji nyata kepada msyarakatnya. ‘’Pemimpin biasanya semangat saat kampanye, tetapi setelah terpilih sangat sulit menepati janjinya. Padahal, pemimpin yang baik adalah pemimin yang mau menderita, menderita untuk kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya,’’ tandas Dwiyani dan Budiyani. BEM Universitas Dwijendra (Undwi), I Putu Rony Febrianto, I Putu Suaryoga, Ngurah Bayu Fajar Erawan, dan Laurentius Wawan Ari Supriyanto, mengharapkan pemimpin Bali ke depan harus terbuka dan mau menerima setiap kritikan yang membangun dari masyarakat. Dalam menjalankan tugasya, pemimpin tidak boleh mengutamakan ego dan hawa nafsu, sehingga mengabaikan apa yang dibu-

tuhkan oleh masyarakatnya. Sementara itu, anggota BEM Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, Komang Arik Partayanti dan I Gusti Ngurah Drishta Dyumna, berpendapat pemimpin Bali tidak hanya menggebu-gebu saat kampanye, tetapi setelah terpilih juga harus menggebu-gebu di dalam memperjuangkan hak rakyatnya. Dalam memperjuangkan hak rakyatnya, tentu pemimpin tidak hanya duduk diam dan hanya mengandalkan bawahannya untuk bekerja. Tetapi, pemimpin harus terjun langsung utuk mengetahui keadaan yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Mengetahui pokok permasalahannya, serta mampu mencarikan solusi dari permasalahan tersebut dengan spirit yang menggebu-gebu. Sehingga stigma apa sing ada, kal patuh gen (Gak ada apa, sama saja - red) terhadap calon pemimpin Bali bisa dihapuskan dari masyarakat Bali. ‘’Pemimpin juga harus bisa mengajegkan seni, budaya dan adat Bali. Bukan sebaliknya mengabdi pada pemilik investasi,’’ ujar Partayanti. HAL.15 Pariwisata Budaya

Wabup Suiasa Dampingi Menteri Perdagangan Pastikan Harga Kebutuhan Pokok di Badung Masih Stabil GUNA memastikan harga sembako di pasar tetap stabil menjelang hari raya Galungan dan Kuningan serta puasa dan Lebaran, Wakil Bupati (Wabup) Badung Ketut Suiasa mendampingi Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita melakukan peninjauan ke Pasar Kuta II dan Pasar Desa Jimbaran, Selasa (8/5) kemarin. Dari kunjungan tersebut, Menteri Perdagangan mengaku gembira akan kondisi harga bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Badung yang berada di bawah harga eceran tertinggi. Bahkan program Pemkab Badung menanam cabai seluas 60 hektar mendapatkan apresiasi. Jika hal tersebut bisa dilakukan terus-menerus dengan menanam berbagai kebutuhan pokok lainnya, maka harga kebutuhan pokok akan stabil dan terjaga. Wabup Suiasa dalam kesempatan tersebut tidak memungkiri bahwa dari pamantauan di lapangan memang kondisi harga barang di Pasar Kuta dan Jimbaran relatif stabil. Bahkan, ada barang yang harganya berada di bawah nilai rata-rata standar yang berlaku saat ini. Hal tersebut tidak lepas berkat upaya program

Tidak Terbit Terkait dengan hari raya Kenaikan Isa Almasih yang merupakan hari libur nasional, maka Bali Post pada Kamis, 10 Mei 2018 tidak terbit. Bali Post kembali hadir seperti biasa pada Jumat (11/5). Untuk itu kepada para pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit

MENINJAU - Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita didampingi Wabup Badung Ketut Suiasa meninjau kebutuhan pokok di beberapa pasar di kawasan Kuta Selatan. kebijakan dan intervensi dari Pemerintah Kabupaten Badung untuk menciptakan iklim pasar yang kondusif. “Kondisi harga di pasar sangat kondusif, semuanya sudah sangat baik dan ketersediaan barang-barang sudah sangat terjangkau dan mudah diperoleh. Tinggal kita menjaga kontinuitas hal tersebut, baik dari suplai terhadap barang-barang agar ada secara periodik,” terang Suiasa. Wabup Suiasa menambahkan, pihaknya akan selalu melakukan monitoring dengan tim TPID Kabupaten Badung, sehingga lonjakan harga bisa termonitor dan tidak berpengaruh terhadap inflasi ke depannya. Apalagi pihak Bulog menjamin bahwa ketersedian beras masih mencukupi persediaannya. Sementara itu, Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita berharap agar tidak ada framing berita terkait kenaikan harga menjelang Lebaran. Sebab, dari pemantauan yang dilakukan pihaknya, ternyata tidak ada

kenaikan harga di pasaran. Yang ada justru penurunan harga, baik itu bawang putih, cabai, beras, daging ayam dan sebagainya. Bahkan khusus untuk harga daging ayam dan telur, pihaknya mengaku membuat acuan harga batas atas dan bawah. Hal tersebut untuk mengukur sejauh mana dampak kenaikan dan penurunan harga daging ayam dan telur terhadap peternak dan pengusaha terkait. “Saat ini kondisi harga ayam dan telur berada di tengah-tengah. Harga gula turun dari Rp 12.500 menjadi Rp 11.500. Minyak goreng per liter itu Rp 11.000 dan setengah liter Rp 6.000. Minyak goreng curah seharga Rp 10.000. Beras yang semula Rp 9.450 menjadi Rp 8.950. Sedangkan untuk beras premium dari Rp 12.800 menjadi Rp 12.000,” paparnya. Dipaparkannya, kondisi harga di pasaran yang masih stabil disebabkan oleh supply dan demand yang seimbang. Jika ada kenaikan harga ke depan, maka pihaknya men-

gaku akan mendorong suplai, khususnya beras. Di mana seluruh penjual beras di pasar tradisional diwajibkannya untuk menjual beras medium. Atas kondisi harga yang masih baik tersebut, pihaknya berharap agar pemberitaan di media juga menyejukkan. Sebab, kecenderungan kenaikan harga di pasaran dipicu oleh pemberitaan tentang harga kebutuhan barang yang naik. Hal itu tentunya akan memancing kepanikan masyarakat, sehingga masyarakat membeli banyak untuk persediaan. “Untuk suplai beras, kita jamin dan semua akan dikontrol bersamasama oleh Kadis Perdagangan di seluruh kabupaten/kota di Bali. Mereka akan kita dampingi dengan satgas. Kalau memang terjadi kelangkaan akibat penimbunan, maka kami akan bersikap tegas dan lakukan proses hukum,” pungkasnya. Saat kunjungan di Pasar Jimbaran, ia menerangkan kondisi harga barang di pasar tersebut hampir sama dengan Pasar Kuta. Semua harga kebutuhan pokok relatif stabil atau rentang harga yang terkendali. Secara umum harga kebutuhan berupa beras dan gula relatif turun dibandingkan harga semula. Sementara untuk bawang merah dan bawang putih, hanya selisih seribu atau dua ribu rupiah dengan kondisi sebelumnya. Daging ayam dan telur juga masih pada batas tengah. “Yang beda adalah harga minyak goreng yang dijual toko. Biasanya dijual Rp 11.000 per liter, tapi ada yang menjual setengah liter Rp 6.000. Karena warung membeli lebih sedikit, maka perolehannya toko akan lebih tinggi,” ujarnya. (ad497)

MOU - Plt. Wali Kota Denpasar I GN Jaya Negara (tiga kanan) didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara (tiga kiri) foto bersama usai penandatanganan MoU Gerakan Menuju 100 Smart City.

Rupiah Lampaui 14.000 Jakarta (Bali Post) –

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (8/5) sore, bergerak melemah sebesar 50 poin menjadi 14.043 dibandingkan posisi sebelumnya 13.993 per dolar AS. Chief Market Strategist FXTM Hussein Sayed di Jakarta, Selasa kemarin, mengatakan bahwa dolar AS mengalami apresiasi seiring pasar tenaga kerja di Amerika Serikat secara umum masih solid, sehingga diperkirakan The Fed melanjutkan normalisasi kebijakan moneter. Penguatan dolar sebulan belakangan ini membuat cadangan devisa menurun 1,1 miliar dolar AS menjadi 124,9 miliar dolar pada akhir April 2018. Cadangan itu di antaranya digunakan untuk mengendalikan nilai tukar rupiah dari keperkasaan dolar beberapa waktu terakhir. ‘’Penurunan cadangan devisa pada April 2018 terutama dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi,’’ kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agus-

man, Selasa kemarin. BI menegaskan jumlah cadangan devisa masih tinggi dan memadai untuk menjaga ketahanan dari tekanan eksternal, serta jumlahnya mampu memelihara stabilitas perekonomian domestik. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Jumlah cadangan devisa juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. ‘’Ke depan, bank sentral memandang cadangan devisa tetap memadai didukung terjaganya

keyakinan terhadap prospek perekonomian domestik yang membaik dan kinerja ekspor yang tetap positif,’’ ujarnya. Menilik data BI, posisi cadangan devisa sejak awal 2018 terus menunjukkan penurunan. Pada Januari 2018, cadangan devisa sebesar 131,9 miliar dolar AS yang kemudian melorot di Februari 2018 menjadi 128,06 miliar dolar AS. Selanjutnya cadangan devisa juga tergerus pada Maret 2018 menjadi 126 miliar dolar AS. Kemudian pada April 2018 cadangan devisa turun menjadi 124,9 miliar dolar AS. (ant)

Rapat Penanganan Sampah dan ’’Smart Village’’

Bupati Tegaskan Desa Wajib Miliki TPST GUNA mewujudkan Badung Clear and Green (bersih dan hijau), penanganan sampah menjadi hal yang utama. Untuk itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mewajibkan semua desa di Badung memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). ‘’Kami wajibkan seluruh desa di Badung mempunyai TPST,’’ tegas Bupati Giri Prasta saat memimpin rapat mengenai pengolahan sampah berbasis masyarakat dan smart village di ruang rapat Rumah Jabatan Bupati Badung, Puspem Badung, Selasa (8/5) kemarin. Rapat tersebut dihadiri Kadis PMD Putu Gede Sridana, perwakilan dari DLHK dan Kominfo, para camat, Ketua Forum Perbekel Badung I Gusti Lanang Umbara serta perbekel dan sekdes seBadung. Rapat juga menghadirkan pihak ketiga dari Koloni BSF Indonesia yang memaparkan sebuah konsep pengolahan sampah yang mampu menghasilkan rupiah, yakni pengolahan sampah organik basah untuk budi daya BSF (Black Soldier Fly) yang menghasilkan maggot (belatung). Menurut Adi Akhmad dari Koloni BSF, maggot yang dihasilkan memiliki protein yang bermanfaat untuk pakan ternak, seperti unggas maupun lele. Selain itu, budi daya ini output-nya dapat berupa BSF Meal, BSF Oil dan pupuk organik. Hal ini dapat menjadi nilai tambah untuk program pemberdayaan masyarakat melalui BUMDes. Dalam rapat itu disampaikan pula sosialisasi Smart Village oleh Kades Punggul I Kadek Sukarma yang sukses mewujudkan Smart Village melalui aplikasi Gisdes (Geografis Sistem

MEMIMPIN - Bupati Giri Prasta saat memimpin rapat mengenai pengolahan sampah berbasis masyarakat dan smart village di ruang rapat Rumah Jabatan Bupati Badung, Puspem Badung, Selasa (8/5) kemarin. Desa) Punggul. Menurutnya, sistem ini bermanfaat untuk berbagai hal, seperti absensi pegawai desa, daftar tugas maupun pelayanan warga terkait administrasi kependudukan maupun pelayanan lainnya. Bupati Giri Prasta mengapresiasi terkait pengolahan sampah dengan menghasilkan maggot tersebut. Diharapkan konsep ini perlu dicontohkan di salah satu desa di Badung. ‘’Mohon buat dulu satu contoh. Desa mana yang dipilih, silakan,’’ jelasnya. Menurut Bupati Giri Prasta, saat ini di setiap desa akan digenjot untuk terbangunnya TPST sebagai tempat pengolahan sampah dengan 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) bekerja sama dengan bank sampah. Dengan penanganan sampah

melalui TPST termasuk konsep bio village tersebut, nantinya diharapkan wilayah Badung bersih dan hijau serta sampah menjadi berkah bahkan rupiah. Sementara terkait Smart Village, Bupati Giri Prasta memberi apresiasi kepada Desa Punggul yang telah mampu mengimplementasikan komitmen Pemkab Badung dalam mewujudkan Smart City. Sistem ini perlu dicontoh oleh desa-desa yang lain, terlebih saat ini Pemkab sudah memasang fiber optik dari Pecatu hingga Pelaga. ‘’Terkait aplikasi desa ini, silakan desa yang lain bisa mencontah Desa Punggul, baik itu mengenai soffware, aplikasinya termasuk tenaga IT-nya,’’ tambah Bupati. (ad498)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Senator Bali Dukung STPBI Buka Program S-2 Pariwisata

Rabu Wage, 9 Mei 2018

Serangkaian Dies Natalis Ke-13

Wedakarna Prihatin Ada Kampus Pariwisata Stikes Bali Adakan Seminar Internasional Soal Perawatan Paliatif di Bali yang Tak Miliki Padmasana MASYARAKAT Bali yang berminat menyekolahkan putraputrinya di dunia pariwisata harus jeli terkait adanya sejumlah kampus pariwisata di Bali yang tidak memiliki indetitas terkait budaya Bali bernuansa Hindu. Salah satunya ada kampus pariwisata di Bali yang tidak mempunyai fasilitas Parahyangan atau Padmasana khusus kepada mahasiswa yang beragama Hindu. Selain itu, ada metode pelajaran khusus bidang budaya yang dianggap tidak sesuai dengan pakem adat istiadat yang dijiwai oleh agama Hindu, padahal Bali telah memiliki Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pariwisaa Budaya Bali yang secara tegas menyatakan bahwa pariwisata Bali adalah pariwisata budaya yang dijiwai oleh agama Hindu. Demikian diungkapkan Senator DPD-RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III usai menghadiri acara Passion of Endek di Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) Denpasar. Ia mengapresiasi peran STPBI Bali yang telah banyak menamatkan para lulusan yang berkualitas di dunia kerja. ‘’Saya selalu bangga dengan STPBI karena sekolah ini konsisten melaksanakan visi Perda Bali No.2/2012 tentang Pariwisata Budaya Bali yang isinya terkait roh pariwisata Bali adalah nilai-nilai budaya Hindu. Itu pun diimplementasikan dalam program Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kurikulum, penelitian dan pengabdian dengan melibatkan stakeholder pembangunan Bali dari unsur krama Bali.

STPBI – Senator RI Arya Wedakarna (tengah) bersama Rektor STPBI I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. dan Ketua Yayasan Drs. Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. di Kampus STPBI Denpasar. Apalagi tadi Ketua Yayasan menyampaikan kepada saya bahwa yayasan telah membiayai banyak petani asal Bali ke Selandia Baru untuk belajar pertanian. Ini ciri bahwa STPBI akan menjadi sekolah pariwisata terbesar di Bali dan tentu mendapatkan support saya. Termasuk rencana pendirian Program Magister (S-2) Pariwisata dengan segera. Saya akan keluarkan rekomendasi resmi untuk bisa diajukan ke Kemenristek Dikti RI. Semua demi Bali Berdaulat,’’ ujarnya. Oleh karena itu, Shri Arya Wedakarna menyarankan kepada masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya ke sekolah yang memiliki visi tentang Bali yang jelas. ‘’Akhir 2017, di Nusa Dua ada pertemuan 3.000 rektor se-Indonesia yang isinya Deklarasi Per-

guruan Tinggi Anti-Radikalisme di hadapan Presiden RI. Saya sudah mendapat laporan dari Polri bahwa di Bali ada perguruan tinggi yang terindikasi memiliki bibit– bibit radikalisme, dan itu harus dilawan. Maka dari itu, saya minta orangtua menyekolahkan anaknya ke PT yang jelas jejak rekam rektornya, ke kampus yang punya Padmasana dan palinggih dan tentu kegiatan Tri Dharma yang mendukung keajegan Bali. Jangan sampai anak-anak kita terpapar pola pikir anti-Pancasila, pola pikir radikal dan pola pikir misionari yang belum tentu sesuai dengan nilai Pancasila. PT harus menjaga benar nilai-nilai kebinekaan dengan prinsip di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung. This is Satyagraha,’’ papar mantan Sekretaris APTISI Bali ini. (ad494)

FH UNR Gelar Seminar Nasional ”Peran LPS Dalam Sistem Perbankan Indonesia’’

FAKULTAS Hukum Universitas Ngurah Rai (FH UNR) menggelar seminar nasional dengan tema ‘’Peran Lembaga Penjamin Simpanan Dalam Sistem Perbankan Indonesia’’ di Auditorium Universitas Ngurah Rai, Denpasar, Selasa (8/5) kemarin. Seminar nasional ini menghadirkan tiga narasumber yaitu anggota Komisi XI DPR-RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, S.E., M.M., Kepala Devisi Investasi Lembaga Penjamin Simpanan K.M. Nuruddin dan akademisi FH UNR Dr. Luh Nila Winarni, S.H., M.H. Acara dimoderatori oleh Dr. Cokorda Istri Dian Laksmi Dewi, S.H., M.H. Seminar dibuka oleh Rektor UNR Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si. Hadir Ketua Yayasan Jagadhita, Direktur Pascasarjana UNR, para dekan di lingkungan UNR, para dosen dan mahasiswa FH di lingkungan UNR. Seminar nasional ini membahas mengenai regulasi keuangan, sistem perbankan, aspekapsek pelindungan nasabah, dan peranan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Dekan FH UNR I Wayan Putu Sucana Aryana, S.H., S.E., M.H. menjelaskan, bisnis perbankan adalah bisnis yang berdasarkan atas kepercayaan antara bank dan nasabah, nasabah dan bank, baik sebagai nasabah penyimpan dana maupun nasabah peminjam. Oleh sebab itu, kesehatan bank sangat penting diperhatikan. Berbagai regulasi yang dirumuskan dalam tataran legislasi diharapkan dapat memberikan perlindungan baik terhadap bank, nasabah maupun stabilitas perekonomian nasional. Dikatakannya, dilihat dari kemunculannya LPS dibentuk untuk menunjang terwujudnya perekonomian nasional yang stabil dan tangguh, sehingga diperlukan sistem perbankan yang sehat dan

SEMINAR - Rektor UNR Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si. membuka seminar didampingi Dekan FH UNR I Wayan Putu Sucana Aryana, S.H., S.E., M.H. (dua dari kiri) dan Pimpinan LPS R. Budi Santoso (tiga dari kiri). stabil. Untuk mendukung sistem perbankan yang sehat dan stabil diperlukan penyempurnaan program penjaminan simpanan nasabah bank. Dalam rangka melaksanakan program penjaminan terhadap simpanan nasabah bank tersebut perlu dibentuk suatu lembaga yang independen yang diberi tugas dan wewenang melaksanakan program dimaksud. ‘’Kehadiran LPS merupakan jawaban atas keraguan nasabah terhadap dananya yang telah disimpan di bank apabila terjadi bank gagal. Kehadiran lembaga independen ini juga mengantisipasi krisis keuangan secara global yang memengaruhi stabilitas sistem keuangan nasional dan ancaman krisis yang berakibat merosotnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dan membahayakan stabilitas keuangan,’’ tandas Sucana. Dalam seminar nasional ini, para peserta juga mendapatkan

pemahaman mengenai bagaimana menabung dan berinvestasi yang aman. Mereka sekaligus berkenalan dengan LPS yang secara khusus dibuat oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan eksplisit kepada para nasabah. Apabila di kemudian hari menjadi nasabah penyimpan dana di bank gagal, dapat melapor ke LPS. Rektor UNR Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si. berharap mahasiswa peserta seminar mampu mengetahui dan memahami cara menabung dan berinvestasi yang aman, kemudian bisa menyosialisasikan kepada masyarakat di sekitarnya, baik di lingkungan keluarga maupun komunitasnya. ‘’Mahasiswa mesti menjelaskan pengetahuan yang didapat kepada masyarakat tentang peran lembaga pemerintah seperti LPS agar masyarakat tidak lagi takut menabung dan berinvestasi di bank mana pun,’’ pungkasnya. (ad501)

Earthquake Resistant Design Competition di Surabaya

Mahasiswa Teknik Sipil Warmadewa Juara II

PRESTASI tingkat nasional berhasil diraih oleh tim mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Warmadewa (Dewata Quake #1) yaitu menjadi juara II pada Earthquake Resistant Design Competition 2018 yang diselenggarakan oleh Universitas Kristen Petra di Surabaya, Jawa Timur. Kompetisi ini dilaksanakan 9 Maret 2018 hingga 6 Mei 2018. Tim mahasiswa yang sukses membawa trofi juara II tersebut terdiri atas I Gusti Ngurah Agung Widya Putra, I Gusti Agung Bagus Dwipayana dan Kiao Ting Lay setelah bersaing dengan 63 tim dari berbagai universitas. Tim ini dibimbing oleh Putu Aryastana, S.T., M.Eng., M.Si., Ni Komang Ayu Agustini, S.T., M.Eng., I Putu Elsa Sarassantika, S.T., M.Eng. dan Ni Made Widya Pratiwi, S.T., M.T. Pada kompetisi itu Jurusan Teknik Sipil Universitas Warmadewa (Unwar) mengirim dua tim yaitu Dewata Quake #1 dan Dewata Earthquake #2. Kedua tim ini lolos ke babak final yang berlangsung 4-6 Mei di Grand City Mall Surabaya. Pada babak final, tim Sipil Warmadewa membuat model bangunan 12 lantai dari kayu balsa

JUARA II – Tim mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Warmadewa (Dewata Quake #1) yang tampil sebagai juara II dalam Earthquake Resistant Design Competition 2018 di Surabaya. menggunakan konsep penggunaan bracing konsentrik. Model dibuat dalam waktu 9 jam pada 4 Mei 2018, kemudian keesokan harinya harus mempresentasikan alasan dan bagaimana model tersebut dibuat. Pada hari ketiga dilakukan pengujian getar terhadap model tersebut. Pada proses penggetaran model, bangunan buatan tim Teknik Sipil Warmadewa mampu

menahan getaran sampai frekuensi ke-2 (2.3 Hz) dan baru hancur ketika menerima frekuensi ke-3 (3 Hz) pada detik 1,1. Adapun urutan yang menjadi pemenang dalam kompetisi ini masing-masing Archiles 59 (Institut Teknologi Sepuluh November), Dewata Quake #1 (Universitas Warmadewa) dan KFC (Universitas Kristen Petra). (ad426)

SERANGKAIAN Dies Natalis ke-13, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali yang berada di bawah naungan YP3LPK Bali, menggelar seminar internasional, Selasa (8/5) kemarin. Pada Dies Natalis kali ini Stikes Bali mengadakan seminar internasional soal pelayanan perawatan paliatif serta penerapannya dalam praktik dan kurikulum. Ketua Stikes Bali Putu Darma Suyasa, Ph.D. mengungkapkan, seminar diikuti 300 peserta dari unsur mahasiswa, dosen dan praktisi kesehatan di Bali. Selain itu, seminar melibatkan mahasiswa Saint Louist College Thaliand yang sedang mengadakan program pertukaran mahasiswa di Stikes Bali. Usai seminar diadakan workshop dengan 50 peserta untuk memfokuskan pada implementasi perawatan paliatif pada kurikulum pendidikan lengkap dengan materi praktiknya. Tampil sebagai narasumber di seminar masing-masing Dr. Lalad Jamjam, RN., Asist., Prof. Jintana Artsanthia, Panta Apiruknapanond, Ph.D., dr. Tjok. Gde Darmayuda, Sp.PD., KHOM., AAA Yuliati Darmini, S.Kep.Ns., M.Ns. dan Nakamura Satoki dari Jepang. Mereka memaparkan model pelayanan paliatif di negaranya dengan mengedepankan pendekatan komprehensif. Putu Darma Suyasa mengungkapkan, pelayanan paliatif adalah perawatan yang bisa didapatkan para pasien yang menderita penyakit kronis dengan stadium lanjut. Tu-

PALIATIF - Ketua Stikes Bali Putu Darma Suyasa didampingi I Ketut Widia foto bersama usai menyerahkan penghargaan kepada pembicara dalam seminar internasional paliatif. juannya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Pendekatan pelayanan untuk peningkatan kualitas hidup dilakukan dari sisi psikologis, sosial, mental dan spiritual pasien. Hal ini akan membuat pasien lebih tenang, bahagia dan nyaman ketika menjalani pengobatan. Di Indonesia, katanya, sudah ada ketentuan dari Kemenkes yang mewajibkan adanya pelayanan palitaif untuk beberapa pasien penyakit serius, namun sampai sekarang pelaksanaannya terhambat akibat berbagai hal sehingga belum maksimal diterima oleh pasien di rumah sakit. Putu Darma Suyasa menegaskan, pada prinsipnya pelayanan paliatif mempersiapkan diri perawat untuk empati kepada pasien. Selanjutnya meyakinkan pasien

akan risiko penyakitnya kemudian menerima apa adanya. Pembicara dari Stikes Bali AAA Yuliati Darmini membenarkan pelayanan paliatif kini menjadi ilmu tersendiri. Di Stikes Bali perawatan paliatif sudah dimasukkan dalam kurikulum sejak 2016, baik teori maupun praktik. Mahasiswa S-1 Keperawatan dan Program Ners diberikan materi ini dua SLS setiap semester. Sementara itu, Pembina YP3LPK Bali Drs. I Ketut Widia, M.M., BN.Stud. mengungkapkan, pelayanan keperawatan harus terus berbenah dan berinovasi untuk memberi palayanan terbaik kepada pasien. Terjadinya inovasi dalam pelayanan paliatif menuntut SDM perawat Bali bekerja berdasarkan standar internasional. (ad449)

Fakultas Pendidikan Agama dan Seni Unhi Gelar ”Workshop’’ Kurikulum Berbasis KKNI Diharapkan Lulusan Semakin Berkualitas

FAKULTAS Pendidikan Agama dan Seni Universitas Hindu Indonesia (FPAS Unhi) Denpasar menggelar workshop bertemakan ‘’Kurikulum Berbasis KKNI’’ di Ruang Aula Pascasarjana Unhi Denpasar, Selasa (8/5) kemarin. Workshop berlangsung dua hari, 8-9 Mei 2018, menghadirkan narasumber dari Universitas Negeri Jakarta Dr. Tuti Tarwiyah Adi, M.Si. Acara yang dibuka oleh Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. ini ditujukan khusus untuk dosen FPAS Unhi Denpasar. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan, dalam kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan yang harus dilakukan oleh para dosen adalah membangun ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Di samping itu, harus memahami kebutuhan yang diperlukan pasar, sehingga para dosen mampu meningkatkan pasar kerja di bidang pendidikan ke depanya. ‘’Pengembangan Kurikulum Berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) ini saya harapkan mampu menyesuaikan kebutuhan perguruan tinggi untuk nantinya bisa menembus pasar kerja,’’ ujarnya, Selasa (8/5) kemarin. Damriyasa mengatakan, FPAS Unhi Denpasar dalam menjalankan kurikulum berbasis KKNI sudah sepenuhnya sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, namun ke depannnya diharapkan bisa mengemasnya dengan baik lagi. Output dan input dari penerapan

WORKSHOP - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. didampingi Dekan FPAS Unhi Denpasar Prof. Dr. Ida Ayu Gde Yadnyawati, M.Pd. dan para dosen FPAS Unhi Denpasar berfoto bersama pada acara Workshop Kurikulum Berbasis KKNI. Kurikulum Berbasis KKNI di FPAS ini juga harus dapat disesuikan dengan visi-misi Unhi Denpasar. ‘’Paling tidak bisa disesuikan dengan kearifan lokal Bali yang adiluung,’’ tandasnya. Sementara itu, Dekan FPAS Unhi Denpasar Prof. Dr. Ida Ayu Gde Yadnyawati, M.Pd. menjelaskan, Workshop Kurikukum Berbasis KKNI yang ditujukan untuk para dosen ini untuk meningkatkan daya saing dan iptek dalam menerapkan kurikulum pembelajaran khususnya di FPAS Unhi Denpasar. Kurikulum ini akan dijadikan pedoman untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, mempunyai moral yang baik, serta berperilaku sesuai norma, sehingga mampu bersaing dalam dunia kerja dan bisa melihat

masa depan seperti apa yang akan dihadapinya nanti. ‘’Kami ajak para dosen mengikuti kegiatan Workshop Kurikulum Berbasis KKNI ini supaya nantinya benar-benar bisa menerapkan dengan baik kurikulum ini di setiap mata pelajaran. Karena yang diinginkan di FPAS adalah mampu menciptakan lulusan yang berkualitas,’’ tegas Prof. Yadnyawati. Pihaknya berharap dengan diberlakukannya kurikulum berbasis KKNI ini, ke depannya FPAS Unhi Denpasar bisa lebih meningkat kualitasnya, baik dari segi pengelolaan, manajemen maupun lulusannya. Dengan demikian, FPAS Unhi Denpasar semakin dipercaya oleh para mehasiswa dan masyarakat pada umumnya. (ad500)

Dampingi Lansia

Perusahaan Jepang Tampung Tenaga Perawat SUDAH menjadi tradisi, para lanjut usia (lansia) masyarakat Jepang perlu pendampingan. Biasanya yang dibutuhkan langsung mengerti perawatan kesehatan. Makanya pemerintah Jepang mengeluarkan aturan tentang pendampingan perawatan secara resmi per 1 November 2017. Untuk itu, perusahaan jasa penyaluran tenaga kerja Jepang bekerja sama dengan perusahaan penyaluran tenaga kerja lokal mencari perawat Indonesia sebanyak-banyaknya. Salah satunya Perusahaan LPK LPJ Bali (Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Bali) bekerja sama dengan 13 Koperasi Jepang memfasilitasi pekerja perawat Indonesia yang akan dipekerjakan di negara Sakura. Hal itu ditegaskan Direktur LPK LPJ Bali Ketut Herry Respatia didampingi President Social Welfare Corporation Hapinesu Fukushikai Mr. Fumihiko Nagano di Hotel Bintang Bali, Kuta, Badung, Selasa (8/5) kemarin. Menurut Ketut Herry, saat ini sudah 13 perusahaan jasa penyaluran tenaga kerja berbadan hukum koperasi di Jepang yang bekerja sama dengan LPK LPJ Bali. Namun, baru dua perusahaan yakni Koperasi Iryo Kaisha Fukushi Jigyo Kyodo Kumiai dan Koperasi Fukushi Jinzai yang datang dan melakukan interview tenaga perawat dan bidan di Bali. ‘’Sekarang kami hanya mampu menyiapkan 66 tenaga medis (perawat dan bidan) dari seluruh Indonesia (Bali, Makassar, Jawa, Kupang, Sulawesi, Kalimantan dan

INTERVIEW - Tenaga perawat dan bidan sedang diinterview oleh perusahaan jasa penyalur tenaga kerja Jepang. daerah lainnya). Tetapi yang akan emani saja pada jam tertentu. Kalau diseleksi tahap pertama baru 40 perlu perawatan kesehatan, tenaga orang. Mereka akan diberikan pela- perawat secara otomatis melakukan tihan. Setelah kriterianya terpenuhi tugasnya. ‘’Kami memilih tenaga perakan dikirim ke Jepang dan langsung awat dari Indonesia karena negara bekerja selama tiga tahun. Setelah yang luas dengan jumlah penduduk kontrak selesai selanjutnya dapat banyak. Di samping itu, tenaga kerja diperpanjang lagi dua tahun. Itu Indonesia khususnya Bali sangat ulet sudah ada dalam dokumen kontrak dan pekerja keras. Kami di Jepang nanti. Jika perawat dan bidan berke- sangat suka dengan tenaga kerja Bali inginan bekerja tetap, perusahaan dan umumnya Indonesia. Kami akan penyalur akan mencarikan sertifikat mencari tenaga perawat sebanyakkompetensi (sertifikat keahlian yang banyaknya,’’ ungkapnya. memiliki standar) sehingga diakui Ketut Herry menambahkan, sebagai tenaga kerja tetap di Jepang,’’ sampai akhir 2018 ini ditargetkan papar Ketut Herry. dikirim 200 orang tenaga perawat Sementara itu, Fumihiko Na- dan bidan. Pasalnya, perawat dan bigano menegaskan, di Jepang sudah dan bukan untuk kerja sembarangan menjadi tradisi masyarakat lansia seperti kuli bangunan, tetapi tenaga mencari pendamping untuk menjaga yang sangat eksklusif, mengurus dan merawat. Jika lansianya masih orang. Maka itu, bahasa Jepang yang sehat, perawat akan diajak men- paling penting. (k250)

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


DAERAH

Rabu Wage, 9 Mei 2018

Dugaan Korupsi Tahura

Tingkat Kebakaran Tinggi

Eksepsi Ditolak, Penahanan Wayan Rubah Dikabulkan

Denpasar (Bali Post) I Wayan Rubah (83), kakek yang didakwa korupsi sertifikasi lahan Tanah Hutan

Rakyat (Tahura) di lingkungan Perarudan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, kembali dihadirkan di Pengadilan

5

Tipikor Denpasar, Selasa (8/5) kemarin. Agendanya adalah putusan sela. Saat putusan sela dibaca-

kan majelis hakim pimpinan Angeliky Handayani Day, pria yang sudah tidak kuat berjalan itu batuk-batuk. Dalam amar putusan selanya, majelis hakim tipikor pada pokoknya menolak eksepsi terdakwa yang sudah mengalami gangguan pendengaran. Alasanya, eksepsi terdakwa sudah masuk pokok materi perkara yang substansinya harus dibuktikan di depan persidangan. Majelis hakim tipikor masih berwenang mengadili perkara tersebut. Walau eksepsinya ditolak, terdakwa yang mesti dipapah anggota keluarganya tidak lagi dikurung di Lapas Kerobokan. Majelis hakim yang melihat fisik terdakwa serta berbagai penyakit yang dideritanya, mengabulkan pengalihan penahan I Wayan Rubah. Pria berusia 83 tahun ini dikembalikkan kepada keluarganya. Sebelumnya dalam dakwaan dijelaskan, terdakwa ingin memiliki sebagian tanah Tahura menggunakan jasa pengurusan tanah kepada almarhum I Gede Putu Wibawajaya. Pengurusan tanah melalui jasa Wibawajaya ini dilakukan dengan menggunakan surat kuasa tertanggal 16 Juni 2014. Selanjutnya, mengurus jual beli berbekal Surat Ketetapan Iuran Pembangunan Daerah Buku Penetapan Huruf C No.216 alamat Banjar Pararudan, Desa Jimbaran, tanggal 1 Maret 1976 dan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Nomor 51.03.050.004.004013.0 dengan luas 847 meter persegi atas nama terdakwa dan menunjukkan tanah Tahura tersebut seolah miliknya. Akibat perbuatan terdakwa, negara dirugikan Rp 4.860.000.000. (kmb37)

Diskarmat Badung Layangkan Surat ke Camat Mangupura (Bali Post) – Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Badung melayangkan surat imbauan kepada seluruh camat di wilayahnya. Imbauan ini menyusul tingginya angka kebakaran yang terjadi mencapai 48 kasus di seluruh kecamatan hingga Mei 2018. Kepala Diskarmat Badung I Wayan Wirya mengatakan, melalui Surat Nomor 800/853/ Diskarmat, perihal imbauan kewaspadaan bahaya kebakaran dikeluarkan pada 7 Mei 2018, pihaknya mengimbau khusus kepada seluruh camat agar membantu menyosialisasikan mengenai bahaya kebakaran. ‘’Kami pandang perlu melakukan berbagai upaya pencegahan yang melibatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. Imbauan ini sengaja kami sampaikan karena melihat akhi-akhir ini di Badung kasus kebakaran terjadi peningkatan, yang menimbulkan kerugian dan berdampak luas pada beberapa aspek,’’ ujarnya, Selasa (8/5) kemarin. Menurutnya, terdapat delapan poin yang ditekankan dalam surat imbauan tersebut. Di antaranya tidak membakar sampah di dekat bangunan yang berpotensi terjadi kebakaran. Instalasi listrik yang dipasang di rumah tangga, tempat usaha dan di tempat lainnya agar memperhatikan standar

yang telah ditentukan oleh PLN dan melakukan pergantian instalasi kalau sudah lama/habis masa laiknya. Memperhatikan kondisi gas elpiji yang dipergunakan dan memastikan aman unuk dipergunakan. Apabila sedang memasak dan api sedang menyala agar tidak ditinggal jauh dan lama dari tempat memasak tersebut. Tidak membuang puntung rokok sembarangan. Apabila sembahyang memakai dupa agar selalu waspada karena dupa yang sedang menyala berpotensi menjadi penyebab kebakaran. Bila terjadi dan menemukan kebakaran agar segera menghubungi Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung. ‘’Kami berharap camat turut membantu menyosialisasikan bahaya kebakaran kepada masyarakat yang ada di wilayah masing-masing,’’ ucapnya. Sebetulnya berbagai upaya telah dilakukan oleh Diskarmat dalam mencegah kebakaran. Selain sosialisasi pengenalan dan pencegahan

Kapolda Ajak Polantas Sukseskan Pilkada, Pemilu, dan IMF-WB

Juni, Samsung Hadirkan Dua Produk Baru

PELUNCURAN – Suasana peluncuran Samsung tipe Galaxy A6 dan A6+ di kawasan Uluwatu, Kuta Selatan, Badung, Senin (7/5) malam. SAMSUNG akan menghadirkan dua produk baru pada Juni 2018 mendatang.

Peluncuran produknya dilakukan di kawasan Uluwatu, Kecamatan Kuta Selatan, Ba-

dung, Senin (7/5) malam. Menurut Senior Product Marketing Manager Samsung

Electronic Indonesia, Selvia Gofar, produk baru Samsung ini dari tipe Galaxy yakni A6 dan A6+. Smartphone dengan Real Metal Body ini mempunyai fitur premium seperti Dual Camera dengan Live Focus berkemampuan Low Light yang bisa menghasilkan foto bokeh dalam satu langkah. Selain itu, ada teknologi Dolby Atmos yang bisa menghasilkan suara yang jernih dan stereo yang baik. Kejernihan suara ini akan membuat pengguna nyaman mendengarkan lagu atau menonton film menggunakan earphone. ‘’Orang bisa berkreasi dalam foto dan dapat menikmati film serasa nonton film di cinema dengan dolby stereo-nya,’’ jelas Selvia Gofar. Diutarakannya, Samsung Galaxy A6/A6+ ini ditargetkan terjual dalam jumlah besar dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya. Masing-masing akan dibanderol dengan harga yang berbeda, yakni Samsung A6 Rp 3,7 juta lebih sedangkan Samsung A6+ seharga Rp 4,8 juta lebih. (bns1)

25 Persen Energi Mix Bersumber dari Batu Bara Mangupura (Bali Post) Bisnis batu bara di Indonesia masih sangat menjanjikan. Tidak hanya untuk kebutuhan energi listrik, namun juga untuk energi yang lain. Menurut Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, bisnis batu bara saat ini masih terus berkembang. Hal itu diakibatkan oleh kebutuhan untuk energi masih tinggi. Bahkan sampai tahun 2050, energi mix atau bauran energi di Indonesia sebesar 25 persen bersumber dari batu bara. Sementara tahun 2025 saja, energi mix sekitar 30 persen. ‘’Energi mix hingga 2050 sekitar 25 persen bukan dari listrik saja, namun keseluruhan. Kebutuhan energi itu

bukan hanya untuk listrik, namun yang lain-lain juga menggunakan batubara,’’ katanya di sela APBI Coaltrans Conference 2018 di Nusa Dua, Badung, Selasa (8/5) kemarin. Dikatakannya, batu bara merupakan sumber energi yang tergolong terjangkau dari sisi harga, namun ketersediaannya belum tentu semua daerah di Indonesia memiliki. Jadi, perlu ada transfer ke daerah-daerah. Dalam hal ini, belum tentu juga harganya bisa lebih murah. ‘’Harus ada perimbangan antara tersedianya energi dan harganya. Batu bara termasuk energi dengan harga terjangkau. Dibandingkan renewable energy rata-rata bisa lebih mahal daripada batu

bara,’’ pungkasnya. Oleh karena renewable energy lebih mahal, maka untuk daerah-daerah tertentu seandainya ada sumber energi lain yang mungkin sama dengan batubara, itu bisa diterapkan. Dalam hal ini pemerintah juga komit untuk mengembangkna renewable energy.

Namun dalam energi mix, renewable energy ditargetkan 23 persen, sedangkan batubara lebih tinggi dari itu. ‘’Batu bara dengan renewable energy harus disinergikan. Batu bara tetap dijalankan dan renewable energy tetap kita dorong,’’ ujar Arcandra. (kmb23)

kebakaran, pemeriksaan atau pengujian alat pemadam kebakaran yang ada di hotelhotel juga rutin dilakukan. ‘’Mudah-mudahan dengan cara ini (mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh camat - red) dapat menekan kasus kebakaran di Badung,’’ terang Wirya. Jumlah kasus kebakaran per kecamatan di Badung pada 2018 terdiri atas Kuta Utara dengan 8 kejadian atau setara 27 persen, Mengwi 8 kejadian atau 27 persen, Kuta Selatan 6 kejadian atau 20 persen, Kuta 4 kejadian atau 13 persen dan Abiansemal 4 kejadian atau setara 13 persen. Penyebab sulitnya penanggulangan dan pengendalian kebakaran sedikitnya ada lima faktor. Pertama, terlambat menghubungi petugas kebakaran dengan persentase 19,8 persen. Kedua, bangunan tanpa alat proteksi kebakaran mencapai 17,8 persen. Ketiga, gangguan asap 15,6 persen. Dua penyebab lainnya yakni faktor angin 14,7 persen dan bangunan ditutup rolling door 9,9 persen. (kmb27)

Denpasar (Bali Post) Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengumpulkan 703 Polantas Direktorat Lalu Lintas Polda Bali dan jajarannya di Hotel Aston, Denpasar, Selasa (8/5) kemarin. Kegiatan ini terkait persiapan Pilkada Serentak 2018 serta Annual Meeting IMF dan Word Bank (WB). Selain itu dalam upaya menekan budaya koruptif. Kapolda menyampaikan terkait dinamika perkembangan bangsa, kebijakan Promoter Kapolri, tren citra Polri dan commanders wish Kapolda Bali tahun 2018. Ia mengajak seluruh personel

lalu lintas agar melakukan peningkatan kinerja dengan memberikan pelayanan publik berbasis IT, penegakan hukum yang profesional dan Harkamtibmas yang optimal. Selain itu, perbaikan kultur atau budaya dengan cara menekan budaya koruptif, menghilangkan arogansi kewenangan, mencegah kekerasan eksesif dan membiasakan budaya melayani. Irjen Golose meminta Polantas agar mendidik dan membina masyarakat dalam rangka mewujudkan keamanan lalu lintas sehingga angka lakalantas bisa ditekan. ‘’Selama Operasi Patuh Agung

agar personel lalu lintas lebih banyak ditempatkan di sekolah-sekolah. Terima kasih untuk jajaran Ditlantas Polda Bali yang sudah mau berubah, yaitu mengubah kultur dan penampilan lalu lintas. Jadilah polisi lalu lintas yang baik dan benar,’’ ujarnya. Terkait pengamanan Pilkada 2018, jenderal lulusan Akpol tahun 1988 itu menyampaikan apabila ada anggota Polri yang terbukti terlibat dalam politik praktis akan di tindak tegas. Sementara dalam pengamanan Annual Meeting IMF-WB pada Oktober 2018, Kapolda menjelaskan, sidang tahunan ini akan dihadiri lebih dari 15.000 delegasi dari 189 negara. ‘’Jajaran lalu lintas akan menjadi tulang punggung untuk menyukseskan sidang tahunan ini,’’ tegasnya. Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan penghargaan kepada empat personel Ditlantas Polda Bali yang berprestasi yaitu AKP Ruli Agus Susanto, Aiptu Pande Made Jaya Gunanta, Bripka I Wayan Sudarta dan Pengdatu I Nengah Kamar. (kmb36)


OPINI

6

Rabu Wage, 9 Mei 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Indonesia Bubar? INDONESIA bubar pada 2030. Awalnya adalah sebuah judul novel yang kemudian berubah menjadi sebuah pernyataan politik karena diungkapkan oleh pentolan parpol yang juga capres 2019. Sangat tak elegan fiksi dalam novel kemudian diterjemahkan menjadi sebuah fakta berupa sebuah pernyataan. Tentu pernyataan itu masih banyak kelemahannya. Di Bali pernyataan Indonesia bubar 2030 ditanggapi dengan senyum-senyum. Banyak yang menduga –mungkin terlalu jauh menyimpang– adanya agenda seting besar di negara kita pada 2030. Namun, kita perlu ingatkan bahwa Indonesia ini plural, banyak potensi pecah namun juga kita yakin dan optimis bertahan. Kita tinggalkan fiksi dalam novel itu. Jika pernyataan ini menjadi fakta berdasarkan atas analisis tertentu patut kita renungi bahwa Irak dan Iran saja bisa bubar gara-gara friksi internal warganya. Indonesia bukan tak mungkin akan pecah dengan chaos perang saudara. Namun, hal itu patut dibantah karena kita memiliki Polri dan TNI yang menjadi garda terdepan pelaksanaan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Pernyataan Indonesia bubar pada 2030 memang menarik untuk dibahas. Pasalnya, Indonesia pada tahun 2030 oleh beberapa pakar diprediksi akan memiliki kekuatan ekonomi dunia. Bahkan salah satu lembaga riset internasional bernama McKinsey Global Institute mengutarakan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia adalah terbesar ketujuh pada tahun 2030. Selain itu, pada tahun 2030 ini juga Indonesia akan mulai didukung oleh adanya bonus demografi. Di mana jumlah usia produktif atau pemuda akan mendominasi yang pada puncaknya adalah pada tahun 2045. Hal ini didukung oleh pernyataan Presiden Jokowi justru pada tahun itu Indonesia menjadi macannya ekonomi dunia. Kita memiliki generasi emas dengan jumlah paling banyak di dunia. Apalagi mereka adalah generasi milenia yang kreatif. Nah, akan menjadi bencana kalau generasi milenia ini mulai sekarang diserang dengan narkoba. Mereka akan menjadi SDM ketergantungan, tak produktif dan kalah saing. Inilah bagian dari agenda seting kejahatan internasional untuk melemahkan posisi Indonesia. Apalagi potensi ini menimbulkan kepanikan bagi negara tetangga kita. Pernyataan mengenai Indonesia bubar pada tahun 2030 dengan beberapa kajian survei adalah suatu yang sangat bertolak belakang. Membicarakan Indonesia yang akan bubar pada 2030 mungkin dianggap oleh sebagian orang sebagai ajakan kepada rakyat untuk pesimisme pada negara pada masa depan. Yang kemudian dikhawatirkan akan membuat masyarakat Indonesia menjadi pesimisme. Meskipun sebetulnya hal tersebut bukanlah sesuatu yang harus dijadikan sebagai kekhawatiran. Karena pada faktanya Indonesia ternyata bukanlah negara dengan tingkat masyarakat pesimisme terbesar di dunia. Melainkan sebaliknya bahwa Indonesia adalah negara dengan tingkat masyarakat optimisme terbesar di dunia. Jadi, mari kita memprediksi nasib negara kita secara objektif, bukan menebarkan rasa pesimistisme. Buktinya, kemiskinan kian berkurang, pembangunan kesehatan dan dan akses kesehatan yang meningkat dan hilangkan power asing di Indonesia. Yang penting lagi, peran parpol terutama yang berbasis nasionalisme untuk kuat dan terus mengedukasi masyarakat bahwa NKRI mutlak.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Perang Tagar Perang tagar terkait Pilpres 2019 sangat mengganggu bagi kami rakyat biasa. Mestinya kegiatan politik jangan sampai mengganggu kenyamanan warga. Sebaiknya biarkan dulu presiden kita bekerja dan nanti saat masa kampanye pilpres silakan lakukan propaganda politik. Saya merasa semua waktu di negeri ini hanya diwarnai urusan politik. Padahal secara riil ada banyak masalah lain yanag mestinya kita kerjakan untuk kepentingan memperkuat ekonomi masyarakat. Saya juga berharap pemimpin di daerah fokus bekerja, jangan ikut-ikutan terjebak kepentingan politik praktis perang tagar. Saatnya nanti pilpres mari kita pilih pemimpin yang kita anggap layak dan mampu menjaga NKRI. I Wayan Arsana Tegalallang, Gianyar

Pendekatan Ilmiah: Fiksi atau Fakta Isu terkini dalam berbagai media sosial belakangan ini memperkenalkan fenomena fiksi bahwa Indonesia akan hancur pada tahun 2030 yang dikutip dari novel berjudul ”Ghost Fleet”. Penulis novel ini tentu tidak sembarangan dalam menuliskan ide-ide briliannya tersebut. Penulis novel yang pasti adalah seorang yang pintar, yang dalam proses menulis sudah barang tentu menggunakan daya nalar dan imajinasi yang tinggi. Namun, karena novel ditulis lebih banyak menggunakan daya imajinatif pengarang, maka yang dituliskan sering lebih bersifat asumtif, bukan data emperis atau data hasil penelitian.

Oleh Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.

B

ila fenomena yang disampaikan berdasarkan data emperis, yaitu data yang didapatkan secara ilmiah, yang telah teruji kebenarannya melalui penelitian, maka penulis akan menuliskannya berupa buku pelajaran atau buku teks bukan novel. Novel tentu dapat digunakan dalam membelajarkan pembaca, namun karena esensi buku pelajaran berbeda dengan novel, maka pembaca harus pintar memaknai isi sebuah buku, apakah dia berbentuk buku pelajaran atau novel. Ramalan Indonesia akan hancur pada tahun 2030 tersebut bisa menjadi kenyataan atau bahkan sebaliknya tidak akan pernah terjadi tergantung bagaimana kenyataan-kenyataan atau fakta yang telah terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi mendukung hal tersebut. Jangankan kita berpikir ke depan dalam 12 tahun, saat ini saja kenyataan yang bisa kita lihat adalah telah banyak terjadi disharmoni masyarakat. Masyarakat Indonesia yang beragam akan mudah terpecah belah bila kita sengaja memecahnya melalui isuisu yang tidak benar. Begitu pula bila kita mengutik-utik hal-hal yang berbau keyakinan dengan cara-cara memprovokasi, maka masyarakat akan mudah tersulut, sehingga menimbulkan amarah, kebencian, dan bahkan bisa jadi perang. Jadi, jangankan 12 tahun menunggu, dalam hitungan hari

pun hal ini bisa terjadi. Kenapa bisa terjadi? Karena banyak dari kita lebih senang membenci perbedaan, dibandingkan dengan menciptakan perdamaian dalam perbedaan. Pelajaran long-life learning tentang perbedaan membuat manusia terus harus belajar untuk saling memelihara, mengasihi dan menyayangi ciptaan-Nya melalui fondasi agama yang kuat. Fondasi agama yang kuat dalam kurikulum terkini, yaitu Kurikulum 2013 berkedudukan pada posisi teratas, karena landasan filosofis pendidikan di Indonesia adalah Pancasila. Dalam Kurikulum 2013 perubahan yang sangat signifikan diusahakan oleh pemerintah adalah pengenalan Pendekatan Saintifik (Scientific Approach) dalam pembelajaran dengan insersi pendidikan karakter, yang tercermin dalam 4 kompetensi inti, yaitu kompetensi keberagamaan (religiousity), kompetensi sosial (social competence), kompetensi intelektual (cognitive competence), dan kompetensi keterampilan (psychomotor competence). Dengan demikian, sudah sangat jelas, sasaran pendidikan adalah kompetensi peserta didik yang berketuhanan, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, cerdas, dan terampil agar bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional untuk membawa bangsa ini pada kemajuan. Untuk menjadikan peserta didik cerdas dan terampil, mereka hendaknya disuguhkan dengan berbagai pengetahuan berupa

materi pembelajaran. Terdapat 4 jenis materi pembelajaran, yaitu fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Fakta adalah materi pembelajaran yang paling sederhana, yang dibangun berdasarkan ingatan dari suatu gejala, peristiwa, dan benda yang wujudnya dapat ditangkap oleh panca indra. Konsep adalah atribut yang memiliki keterkaitan atau keterhubungan antarbagian-bagian, misalnya konsep tentang gender, di mana wanita memiliki beberapa atribut yang berbeda dengan pria. Sementara prinsip berkaitan dengan postulasi atau generalisasi yang didapatkan dari bukti emperis. Misalnya, prinsip terjadinya hujan. Pengetahuan prosedural adalah pengetahuan tentang langkah-langkah sistematis terjadinya sesuatu. Misalnya pengetahuan bagaimana membuat karangan ilmiah yang berbeda dengan pengetahuan prosedural membuat sebuah cerita fiksi. Materi pembelajaran berbasis Kurikulum 2013 dalam berbagai bidang studi harus diajarkan melalui Pendekatan Saintifik. Pendekatan Saintifik adalah pendekatan ilmiah yang mengarahkan peserta didik untuk memahami dan membangun konsep melalui cara-cara yang ilmiah. Cara ilmiah adalah cara berpikir yang rasional dalam mencari dan menemukan pengetahuan. Pendekatan Saintifik mengedepankan penalaran induktif, yang artinya lebih menekankan kepada bukti-bukti nyata sebelum men-

sintesanya atau mengeneralisasikan menjadi pengetahuan umum. Pendekatan ini memiliki lima langkah utama, yaitu mengobservasi, menanya, mengeksperimentasi, menalar, dan mengomunikasikan. Pada kegiatan mengobservasi, peserta didik hendaknya disuguhkan dengan contoh-contoh materi yang nyata terjadi di masyarakat (misalnya melalui tayangan video tentang cara mendeskripsikan sebuah tempat wisata), dengan cara seperti ini mereka disuguhkan dengan pembelajaran bermakna, yaitu pembelajaran yang berhubungan dengan konteks keseharian. Menanya adalah kegiatan yang dapat mengarahkan peserta didik untuk aktif mempertanyakan apa yang mereka cermati sebelumnya. Bila ada sesuatu yang tidak mereka pahami, mereka harus saling bertanya jawab dengan arahan guru sebagai fasilitator terkait dengan isu yang sedang dipelajari. Pada langkah berikutnya mengeksperimentasi, mereka harus mencari data-data terkait dengan konsep yang dipelajari untuk memperkuat pemahaman. Di sinilah konsep belajar aneka sumber dimunculkan, yakni peserta didik belajar melalui penelitian agar mendapatkan kesimpulan ilmiah terhadap pengetahuan. Misalnya, mereka disuruh mencari teks deskriptif lainnya. Pengetahuan baru dapat dikatakan pengetahuan bukan asumsi, bila dapat dibuktikan secara ilmiah melalui dukungan data-data terpercaya. Selanjutnya, pada tahapan menalar, mereka belajar mengasosiasikan atau menghubungkan pengetahuan yang telah dibangun pada kegiatan pembelajaran baru. Dengan cara tersebut, mereka dapat belajar mengaplikasikan pengetahuannya, misalnya melalui kegiatan membuat teks deskriptif lainnya dari objek wisata lain. Pada tahap akhir adalah mengomunikasikan, kegiatan ini sangat penting, karena kemampuan nalar mereka akan terasah melalui kegiatan yang mengajarkan mereka

Menunggu Implementasi PT Asing

Pemerintah Indonesia tampaknya telah memberi lampu hijau kepada perguruan tinggi (PT) asing untuk membuka cabang di Indonesia menyusul dibukanya keran izin dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Kabarnya, pertengahan tahun 2018 ini ada sekitar 5-10 kampus asing yang bakal beroperasi di Indonesia dengan menjalin kemitraan dengan sejumlah kampus lokal. Seperti biasa, pro dan kontra pun muncul. Ada yang setuju dan ada pula yang tidak setuju dengan pembukaan kampus perguruan tinggi asing di negeri ini. Yang tidak setuju beralasan antara lain bahwa pendirian perguruan tinggi asing bakal mengancam eksistensi perguruan tinggi lokal, khususnya perguruan tinggi swasta. Ikhwal rencana pendirian perguruan tinggi asing di Indonesia sebelumnya pernah dikemukakan secara khusus oleh Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas mengenai pendidikan vokasi dan implementasinya, yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, pertengahan November 2017. Saat itu, Presiden Joko Widodo sempat menyinggung keinginannya agar universitas, akademi dan politeknik asing dapat segera berdiri di Indonesia. “Biar kita memiliki pembanding, baik dari sisi manajemen, kurikulum dan lain-lain. Tanpa itu, kita enggak akan punya pembanding yang baik. Apakah kita ini sudah benar atau belum benar,” kata Presiden Joko Widodo sebagaimana dikutip oleh salah

Oleh Djoko Subinarto satu portal berita nasional, seraya mengingatkan bahwa pada tahun 2030 mendatang, Indonesia membutuhkan tambahan sekurangnya 58 juta tenaga kerja dengan keterampilan baik. Sebagai orangtua yang masih memiliki anak yang bersiap-siap memasuki masa sekolah, saya lebih suka berpikir positif dan menyambut gembira kebijakan pembukaan kampus perguruan tinggi asing ini. Kenapa? Karena anak-anak kita, generasi masa depan dan penerus bangsa ini, bakal memiliki lebih banyak kesempatan serta pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi mereka, termasuk ke perguruanperguruan tinggi ternama kelas dunia yang selama ini kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Saya membayangkan universitas-universitas keren dengan reputasi internasional semacam Universitas Oxford, Standford, Cambridge, Harvard, Yale maupun Monash akhirnya hadir di tanah air, melengkapi universitasuniversitas domestik yang kita punya. Keberadaan perguruanperguruan tinggi asing itu, tentu saja, dapat menjadi tolok ukur bagi kampus-kampus perguruan tinggi lokal di negeri ini sehingga kualitas perguruan tinggi kita terpacu untuk semakin meningkat. Terus terang saja, peringkat institusi pendidikan tinggi kita

hingga saat ini belum ada yang mampu menembus level 50 besar dunia. Merujuk Quackquarelli Symonds World Universities Ranking, Universitas Indonesia (UI), yang sejauh ini menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia, baru mampu menempati posisi 277 dunia. Adanya kampus-kampus perguruan tinggi asing berkualitas di negeri ini diharapkan mampu turut mendongkrak kualitas para lulusan perguruan tinggi kita. Dengan begitu, diharapkan pula berimbas pada meningkatnya sumber daya manusia (SDM) yang kita miliki sehingga SDM kita bakal lebih mampu bersaing dengan SDM dari negara-negara lain. Sementara itu, bagi para akademisi kita yang sebenarnya sangat potensial, namun selama ini -- karena satu maupun seribu sebab -- tidak dapat berkembang maksimal di kampus-kampus perguruan tinggi domestik, hadirnya perguruan-perguruan tinggi asing boleh jadi bakal membuka peluang pula untuk pengembangan karier mereka sekaligus membuktikan kapasitas dan potensi akademik yang mereka miliki. Menyangkut soal keuangan keluarga, keberadaan kampus asing ini juga akan lebih meringankan beban finansial keluarga yang anak-anaknya berhasrat menuntut ilmu di perguruan tinggi man-

canegara, lantaran mereka nanti dapat kuliah di perguruan tinggi asing yang ada di negeri ini tanpa harus bermukim di luar-negeri -- yang tentu saja membutuhkan sokongan dana yang tidak kecil. Hanya, jangan sampai keberadaan kampus perguruan tinggi asing itu kemudian cuma bisa dinikmati oleh kalangan tajir. Dengan kata lain, hanya anak-anak dari keluarga berpunya alias the haves saja yang akhirnya mampu menikmati layanan pendidikan di perguruan tinggi asing ini. Pendidikan, termasuk pendidikan tinggi, adalah hak semua warga negara. Siapa pun, tanpa dibatasi status sosial-ekonominya, mestinya memunyai akses yang sama untuk dapat menikmati layanan pendidikan, dari layanan pendidikan dasar hingga layanan pendidikan tinggi. Keberadaan kampus perguruan tinggi asing nanti jangan malah membuat layanan pendidikan tinggi kita kian elitis. Realitas memperlihatkan tidak sedikit generasi muda kita yang menunjukkan kinerja akademik yang luar biasa cemerlang dan layak melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi, namun, sayang, terkendala oleh faktor finansial. Alangkah eloknya apabila perguruan tinggi asing yang nanti berdiri di negeri ini mampu pula mengakomodir mereka.

mengomunikasikan pengetahuan yang dibangun baik secara lisan maupun secara tertulis. Tentu caracara berkomunikasi yang dilatihkan adalah berkomunikasi yang elegan, beretika, serta beretiket. Pembelajaran berpendekatan Saintifik ini tentu bukan menjadi tanggung jawab lembaga formal (sekolah) semata, karena pendidikan juga terjadi di dalam masyarakat, maka sudah sepantasnyalah masyarakat (organisasi sosial, organisasi keagamaan, dan organisasi politik) ikut bertanggung jawab menyelenggarakan pembelajaran melalui cara-cara ilmiah dalam mendidik masyarakat, baik masyarakat pembelajar maupun masyarakat umum lainnya. Hendaknya mereka diajarkan untuk berpikir kritis untuk mencerna berbagai kasus yang terjadi di masyarakat, ikut memecahkan masalah-masalah yang ada, bukan lantas mengajak mereka membuat masalah baru. Dalam Kurikulum 2013, salah satu model pembelajaran yang dipromosikan adalah pembelajaran berbasis masalah. Masalah yang ada di masyarakat dibawa ke ranah pembelajaran untuk didiskusikan dengan cara-cara yang ilmiah untuk dapat dicarikan solusinya. Kemampuan untuk mengasah keterampilan berpikir solutif didasari oleh fakta-fakta, konsep, prinsip, dan pengetahuan prosedural dalam memecahkan permasalahan. Melalui pemanfaatan berbagai pengetahuan tersebut, warga masyarakat hendaknya dibelajarkan untuk kreatif dan inovatif, yaitu kemampuan menciptakan sesuatu pembaruan yang dapat membawa masyarakat dan bangsa menuju pada kemajuan dan peradaban, sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Penulis, dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Ganesha

POJOK Pemimpin Bali ke depan jangan mengabdi pada pemilik investasi. - Jangan pula kacung investor. *** Nilai tukar rupiah akhirnya melampaui angka 14.000 per dolar. - Kata pengamat, lampu merah. *** Pengembangan pariwisata dikolaborasikan dengan pelestarian subak. - Petani hanya dapat nama.

Penulis, kolumnis, alumnus Universitas Padjadjaran

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Rabu Wage, 9 Mei 2018

Belasan Duktang dan PKL Jalani Sidang Tipiring Tabanan (Bali Post) Belasan penduduk pendatang (duktang) dan pedagang kaki lima (PKL) menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri Tabanan, Selasa (8/5) kemarin. Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba mengatakan, mereka yang ikut dalam sidang tipiring merupakan hasil dari operasi yustisi yang digelar Satpol PP di sejumlah wilayah di Kecamatan Kediri, belum lama ini. Serta sejumlah pelanggar yang sebelumnya tidak hadir dalam sidang dan hasil penertiban PKL di wilayah Kecamatan Baturiti. “Mereka kedapatan tidak melengkapi diri dengan kartu identitas atau ada juga yang kartu identitasnya kedaluwarsa, sementara yang PKL terjaring berjualan di tempat yang memang dilarang,” terangnya. Sarba berharap adanya sidang ini dapat memberikan efek jera agar para pelanggar tidak kembali berjualan di lokasi yang mengganggu ketertiban umum, serta melengkapi diri dengan kartu identitas kependudukan. Dikatakannya, penertiban duktang

7

TABANAN

maupun PKL akan terus dilakukan, apalagi dalam waktu dekat merupakan hari raya Lebaran, yang tentunya akan ada masa arus mudik dan arus balik. Seperti diketahui, meski hanya sebagai daerah pelintasan, Kabupaten Tabanan telah menjadi daya tarik bagi banyak pendatang. Bahkan dari sepuluh kecamatan di daerah lumbung beras Bali ini, dua kecamatan yakni Tabanan dan Kediri merupakan daerah yang memiliki kantong penduduk pendatang terbanyak. Meski memang diakui keberadaan penduduk pendatang menyebar hampir di seluruh kecamatan. Para pendatang ini kebanyakan bergelut di sektor informal dan ada pula yang bekerja sebagai tenaga harian lepas, seperti buruh bangunan, sopir dan sebagainya. “Penertiban administrasi kependudukan bagi duktang terus kita lakukan sampai pascalebaran, untuk mengantisipasi hal negatif masuk ke wilayah Tabanan, di samping juga kartu identitas sangat penting bagi masyarakat jika terjadi sesuatu di jalan, agar mudah mengidentifikasi,” pungkasnya. (kmb28)

TIPIRING - Suasana sidang tipiring di Pengadilan Negeri Tabanan.

Toko Modern Didata Ulang

Jaraknya Dievaluasi

Tabanan (Bali Post) -

Menjamurnya toko modern yang menghantui keberadaan pasar tradisional sebenarnya sudah mendapat perhatian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu. Bahkan dinas ini sedang melakukan pendataan keberadaan toko modern.

”Terkait jarak masih akan kita kaji ulang. Intinya jika ke depan toko modern tersebut melanggar aturan yang kita buat, tentu saja izinnya tidak akan kita keluarkan.”

Bali Post/kmb28

I Made Sumerta Yasa Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, I Made Sumerta Yasa, Selasa (8/5) kemarin. Pejabat ini juga tidak menampik jika keberadaan toko modern jika tidak segera diatur dengan baik, dikhawatirkan membawa dampak negatif bagi keberadaan pasar tradisional. “Banyak keluhan yang sudah kami terima dan ini akan kami sikapi, namun saat ini kami masih mendatanya,” ucapnya. Tidak hanya itu, Perbup yang mengatur tentang keberadaan toko modern juga sedang dalam tahap revisi. Jika memungkinkan terkait jarak antara pasar modern dan pasar tradisional

juga akan dikaji ulang di dalamnya. “Terkait jarak masih akan kita kaji ulang. Intinya, jika ke depan toko modern tersebut melanggar aturan yang kita buat tentu saja izinnya tidak akan kita keluarkan,” tegasnya. Seperti diketahui selama ini, keberadaan toko-toko modern di Kabupaten Tabanan kian marak, bahkan dengan lokasi saling berdekatan. Selain itu juga banyak toko modern yang disinyalir belum dilengkapi perizinan juga beroperasi pada tempat yang tidak sesuai peruntukannya. Bahkan saat ini lokasi toko modern hingga masuk pelosok-pelosok desa, sehingga pedagang tradisional kalah bersaing. (kmb28)

Bali Post/kmb28

SOSOK Menuju ”E-Learning” PEMBELAJARAN melalui akses internet atau e-learning saat ini sedang dirintis SMAN 2 Tabanan. ’’Anak sekarang kebanyakan punya HP maupun laptop. Mudah dalam mengakses internet. Sehingga lewat e-learning ini mereka tidak hanya aktif di medsos tetapi bisa mempergunakannya untuk belajar,’’ ujar Kepala SMAN 2 Tabanan I Gede Wayan Samba, Selasa (8/5) kemarin. Sistem e-learning ini diakui Samba belum sempurna. Hanya beberapa materi pelajaran Bali Post/san yang baru di-upload. Sistemnya masih perlu disempurnakan, sekaligus mengumpulkan materi dari seluruh mata pelajaran. Nantinya siswa jika ingin belajar bisa langsung masuk ke dalam sistem. Di sana sudah ada materi pembelajaran dari guru. Seperti matematika akan ada contoh soal dan cara pemecahannya. Sehingga siswa bisa mendapatkan tambahan ilmu, baik sebelum mendapatkan pelajaran di kelas ataupun sesudahnya. ‘’Bahkan pada sistem e-learning nanti siswa bisa langsung berdiskusi dengan gurunya. Bahkan dengan sistem ini sudah bisa dilaksanakan ulangan secara online,’’ ujar Samba. Lewat pembelajaran mandiri yang ada dalam e-Learning, lanjut Samba, memberikan tantangan dan kesempatan kepada para siswa untuk belajar lebih cepat ataupun lambat. Hal ini karena dalam ruang kelas virtual telah tersedia berbagai sumber belajar dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir, dan siswa memiliki kesempatan belajar hal-hal baru di luar sesi yang tengah dijalaninnya. (san)

Komisi IV Desak Eksekutif Gencar Sosialisasikan Program Bapak Asuh Tabanan (Bali Post) Program bapak asuh bagi bayi yang baru lahir sakit dari keluarga miskin, sejak digulirkan saat rapat kerja Komisi IV DPRD dengan pihak BPJS sampai saat ini belum jelas kelanjutannya. Hal ini diduga karena minimnya sosialisasi program tersebut kepada masyarakat. Dewan berharap agar eksekutif lebih gencar mensosialisasikan program tersebut. Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Made Dirga, mempertanyakan kelanjutan program tersebut. Pasalnya, sampai kini dia belum tahu program itu berjalan atau tidak. “Sebenarnya program bapak asuh ini berjalan atau tidak?” tanyanya, Selasa (8/5) kemarin. Dia menilai program ini sepertinya tidak terdengar gaungnya di masyarakat. Padahal sebelumnya banyak kasus yang muncul di kalangan warga miskin yang melahirkan dengan kondisi bayi sakit. Terkait hal ini, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan rumah sakit dan Dinas Sosial. Dari Dinas Sosial mengatakan sampai sejauh ini belum ada kasus bayi sakit yang belum tertanggung BPJS, se-

I Made Dirga

hingga program bapak asuh belum berjalan. Namun dia khawatir belum adanya kasus yang ditemukan Dinas Sosial akibat ketidaktahuan masyarakat tentang program bapak asuh. “Jangan-jangan ada, tetapi masyarakat tidak tahu dan tidak dilaporkan,” ucapnya. Seperti diketahui Kabupaten Tabanan belum Universal Healt Coverage (UHC) atau belum semua ter-cover, sehingga untuk kasus bayi lahir sakit dari keluarga miskin belum bisa dibiayai secara otomatis oleh pemerintah selama satu bulan sesuai dengan aturan yang ber-

laku di BPJS. Akibat terbentur aturan tersebut, jajaran Dewan membantu masyarakat dengan cara membiayai secara pribadi atau menjadi bapak asuh. Sesuai aturan yang berlaku dari BPJS, bayi baru lahir sakit dan dari keluarga tidak mampu bisa ter-cover otomatis jika Tabanan telah UHC. Jika belum UHC, maka warga bersangkutan harus membayar premi selama sebulan sebesar Rp 25.000, dan pada bulan berikutnya baru ditanggung pemerintah daerah. Hal ini juga dilakukan setelah sebelumnya BPJS belum memberikan keputusan agar masyarakat kurang mampu bisa terbantu. Oleh karena itu, pihaknya pun telah melakukan regulasi dan meminta izin kepada pihak esekutif jika dewan akan menjadi bapak asuh bagi bayi yang baru lahir sakit dan kurang mampu. (kmb28)

BELATUNG - Peternak memanen ulat belatung BSF dari tempat pemeliharaan.

Bali Post/kmb24

Budi Daya Belatung BSF di Banjar Periyukti Dijadikan Pakan Ikan dan Unggas BELATUNG atau maggot dalam pikiran masyarakat awam adalah hewan yang biasanya ditemukan di sampah maupun bangkai. Selain berfungsi sebagai pengurai, ternyata belatung bisa menjadi pakan alternatif untuk ikan maupun unggas. Kandungan gizi yang ada di belatung dianggap baik bagi pertumbuhan ikan maupun unggas. Karena kandungan gizinya yang demikian, di Banjar Periyukti Desa Wanasari, Tabanan, dikembangkan belatung jenis Black Soldier Fly (BSF). Belatung salah satu bentuk dari proses metamorfosis lalat. Sebelum menjadi lalat, setelah telur maka menjadi larva dulu, Kemudian menjadi belatung. Terdapat lebih dari 400 jenis lalat di dunia ini. Tetapi yang dikembangkan menjadi pakan ternak adalah belatung dari jenis lalat hitam atau BSF, bukan dari lalat hijau yang membawa wabah

penyakit. Peternak belatung BSF, Hadi, mengatakan dirinya bersama beberapa timnya telah delapan bulan mengembangkan belatung di Tabanan. Dalam mengembangkan belatung ini pihaknya memanfaatkan sampah organik yang didapatkan dari pasar serta mengajak 50 rumah tangga untuk menyediakan sampah organik di Banjar Dauh Pala, Tabanan. Setiap harinya belatung ditempatkan dalam wadah berukuran 1x2 meter. ‘’Untuk makanan mereka diperlukan setidaknya 40 kilogram sampah organik setiap harinya,’’ ujar Hadi, Selasa (8/5) kemarin. Karenanya, untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak belatung, setiap harinya diperlukan 600 kilogram sampah organik. Hadi menjelaskan, dalam proses metamorfosis lalat hitam membutuhkan waktu sekitar 30-45 hari. Adapun tahapan metamorfosisnya

adalah telur, larva, belatung (larva dewasa), prepuva (kepompong), puva dan menjadi lalat. “Jika sudah dewasa lalat ini hanya bertahan hidup tujuh hari, setelah kawin mereka akan mati,” terangnya. Karena kandungan protein tinggi, jenis belatung B S F b i s a m e n g g a n t i ka n pakan alternative, seperti tepung ikan untuk peternakan. Dengan harga yang ekonomis banyak peternak ikan maupun unggas memilih menggunakan belatung sebagai pakan pengganti. Hadi menilai, selain menjadi pengganti pakan ternak ikan dan unggas, belatung BSF ini bisa menjadi solusi bagi sampah organik yang belum teratasi. ‘’Dalam pengembangbiakan ulat BSF ini, tidak menimbulkan bau karena hanya mengkonsumsi limbah organik,’’ ujarnya. Pihak peternak belatung BSF ini setiap harinya menjual hasil ternaknya kepada peternak burung, ayam maupun ikan.

Setiap 100 gramnya dijual seharga Rp 10.000. Mengenai ternak belatung BSF, Kepala Dinas Perikanan Tabanan I Made Subagia, kemarin, mengatakan usaha ternak ini masih bersifat swadaya masyarakat. Namun pihak dinas terus melakukan pemantauan mengenai perkembangan ternak belatung ini. ‘’Dari teori belatung BSF, baik sebagai pakan ikan maupun unggas. Karenanya kami masih memantau perkembangan usaha ternak ini,’’ ujarnya. Jika menghasilkan hasil yang baik, tentu Dinas akan melakukan adopsi maupun usulan pendanaan bagi ternak belatung BSF ini agar bisa dikembangkan lebih luas lagi.’’Saat ini kami sedang memantau perkembangannya. Jika baik tentu memerlukan analisis lebih lanjut, baik mengenai metode maupun modal. Kemudian baru bisa dikembangkan lebih luas lagi,’’ ujarnya. (san)


KARANGASEM

8

Sengketa Pura Segara

Ratusan Warga Culik Datangi Kantor Bupati

Amlapura (Bali Post) Kantor Bupati Karangasem mendadak dijaga ketat polisi, Selasa (8/5) kemarin. Polisi melakukan pengamanan, menyusul kedatangan ratusan warga Desa Pakraman Culik, Abang. Pemicunya adalah adanya papan nama yang dipasang di Pura Segara itu yang dilakukan pihak Desa Pakraman Tukad Besi. Papan nama itu memberi kesan pura itu diklaim berada di wilayah desanya. Atas aksi itu, warga Culik pun mulai gerah. Upaya persuasif yang dilakukan tetua mereka di desa kepada pihak Desa Pakraman Tukad Besi tidak digubris sama sekali. Ratusan warga ini datang ke kantor Bupati Karangasem dipimpin Klian Desa Pakraman Culik Gede Degeng bersama seluruh prajuru yang diikuti Tim Pengkaji dan para pecalang. Massa tiba pukul 15.30 Wita. Ada yang mengendarai mobil dan juga puluhan sepeda motor yang langsung diarahkan ke Lapangan Tanah Aron. Untuk menenangkan situasi, polisi hanya mengizinkan 15 orang masuk ke dalam kantor Bupati. Situasi saat itu cukup tegang. Bahkan, Kapolres Karangasem AKBP Agung Panji Anom ikut turun gunung, memimpin pengamanan. Massa diterima Wakil Bupati Wayan Artha Dipa di ruang rapat Wabup bersama OPD terkait dan MMDP. Pada kesempatan itu, Degeng memaparkan apa yang menjadi inti persoalan di desanya. Dia bersama ratusan warga terpaksa mengadu ke Kantor Bupati, lantaran semakin banyak informasi miring beredar perihal persoalan ini terhadap nama baik Desa Culik. Persoalan

sengketa Pura Segara bermula 11 Januari lalu dua warga Culik di Banjar Adat Babakan menyampaikan kepadanya bahwa Pura Segara itu sudah dipasangi papan bertuliskan “Pura Segara Desa Tukad Besi, Desa Purwakerthi, Abang”. “Bersamaan dengan itu, saya juga terima informasi kalau tanah pelaba Pura Segara itu yang menurutnya ada di wewidangan Desa Culik itu telah disertifikatkan seluas 3.808 meter persegi atas nama Desa Pakraman Tukad Besi. Tindakan itu yang membuat masyarakat kami marah,” kata Degeng. Degeng mengaku tetap berupaya meredam amarah warga Culik, agar tak terjadi tindakan anarkis dan memicu konflik baru. Dia pun berupaya meminta penjelasan pihak Desa Pakraman Tukad Besi melalui surat resmi 11 Februari lalu. Setelah dua minggu ditunggu, rupanya pihak Desa Pakraman Tukad Besi tak memberikan respons apa pun. “Kami kirimkan surat

”Bersamaan dengan itu, saya juga terima informasi kalau tanah pelaba Pura Segara itu yang menurutnya ada di wewidangan Desa Culik itu telah disertifikatkan seluas 3.808 meter persegi, atas nama Desa Pakraman Tukad Besi. Tindakan itu yang membuat masyarakat kami marah. Siapa yang tidak panas, kalau situasinya begini. Diajak merembuk tidak mau. Masyarakat kami sangat banyak. Mereka semua sudah mulai marah. Untung masih bisa kami tahan.” Klian Desa Pakraman Culik Gede Degeng

kedua 25 Februari, ternyata surat kami langsung ditolak. Sehingga berdasarkan putusan paruman desa, diputuskan memasang papan nama tandingan di lokasi yang sama,” terangnya. Situasi Makin Runyam Saat ini situasinya makin runyam, hingga dimediasi oleh Fokompinca Abang. Namun, pihaknya tak mau menurunkan papan nama yang dipasang, bila pihak Desa Tukad Besi juga tak menurunkannya. Degeng mengaku heran. Kenapa maksud baiknya menyelesaikan permasalahan ini ditanggapi dingin. Saat dimediasi Forkompinca, kenapa tidak mau. Pihaknya sendiri sangat yakin Pura Segara ini dan tanah pelaba puranya itu ada di wewidangan Desa Pakraman Culik. Sebab, itu sudah tertuang di dalam pemunder maupun awig-awig. “Siapa yang tidak panas, kalau situasinya begini. Diajak merembuk tidak mau. Masyarakat kami sangat banyak. Mereka semua sudah mulai marah. Untung masih bisa kami tahan,” tegasnya. Tim pengkaji dari Desa Culik mengatakan dampak lain dari masalah ini adalah rencana pembangunan pasar desa oleh Desa Purwakerti di atas tanah yang sudah disertifikatkan itu. Pasar itu rencananya dibangun tahun ini melalui dana desa sebesar Rp 700 juta. Dia menyarankan sebaiknya pem-

bangunan pasar ini dikaji ulang. Itu penting agar tak menimbulkan masalah baru. Atau bila tak ada opsi lain, sebaiknya pembangunannya ditunda, agar tidak menimbulkan bentrokan dua kelompok warga. Hal serupa juga disampaikan salah satu prajuru Nengah Rundung. Dia menegaskan, penjelasan perihal pemunder maupun awig-awig tak mengada-ada, sebagaimana informasi yang telah beredar di masyarakat. Semuanya sudah tertuang jelas di dalam dokumen asli maupun salinannya. Camat Abang Gusti Made Darsana memberikan beberapa opsi. Satu, sertifikat tanah pelaba pura itu harus ditinjau ulang. Bahkan, kalau bisa disepakati, dibuat atas nama Pura Segara saja. Kedua, terkait pembangunan pasar desa, sebaiknya dicarikan lokasi yang lain, jangan dibangun di lokasi yang sedang menjadi sengketa itu. Apalagi, Desa Culik mengaku siap memberikan opsi lahan yang lain. Jika dipaksakan tetap di lokasi serupa, maka proses peletakan batu pertama nanti akan gagal lagi, setelah sebelumnya gagal dilakukan pada 4 Mei lalu. Hingga berita ini ditulis, pertemuan di ruang rapat Wabup Artha Dipa masih berlangsung sampai sore. Warga Culik pada intinya berharap agar persoalan ini dapat ditengahi pemerintah daerah. Tujuannya, tidak terjadi bentrok fisik dan hubungan yang tambah runyam oleh kedua belah pihak yang bersengketa. Perbekel Desa Purwakerthi, Nengah Karyawan ditana perihal masalah ini, mengaku belum diputuskan, kapan akan dilakukan peletakan batu pertamanya. (kmb31)

Artha Dipa Minta Kader Penyuluh Pekat Serius Ikuti Pelatihan

WAKIL Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa membuka Pelatihan Kader Penyuluh Penyakit Masyarakat (Pekat) dan Narkoba, Selasa (8/5) kemarin. Hadir pada pembukaan di Aula Losmen Kembang Remaja, Amlapura itu Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem AKBP Nyoman Sebudi. Kepala Kesbangpol I Gusti Nyoman Arya Sulang mengatakan kegiatan ini untuk mencetak Kader Penyuluh Pekat yang tersebar di delapan kecamatan seKarangasem. Terutama ditujukan pada anak-anak SMP. Program ini sesungguhnya untuk membentuk generasi muda berkarakter guna terhindar dari penyakit masyarakat. Acara ini sasarannya untuk mempercepat langkah-langkah deteksi dini dan juga mencegah semua bentuk penyakit masyarakat yang disinyalir akan merusak mental generasi penerus bangsa. Pelatihan Kader Penyuluh

itu diikuti 30 orang. Mereka berasal dari guru Bidang Kesiswaan dan guru BP SMP negeri maupun swasta di Karangasem. Tugas penyuluh itu sudah tentu harus menjadi contoh dalam hal mencegah, menghindari bentuk penyakit masyarakat, memberi pemahaman tentang bahaya narkoba dari sisi hukum, kesehatan dan sosial. Semua kader itu harus mampu mensterilkan lingkungan tempat tugas/domisili masing-masing. Pelatihan Kader Penyuluh Pekat, ke depannya diharapkan sampai tingkat desa/kelurahan di seluruh Karangasem. Pelatihan Kader Penyuluh Program Penyakit Masyarakat (Pekat) dan Narkoba itu berlangsung dua hari, 8 Mei sampai 9 Mei. Sebelum memberikan sambutan, Wakil Bupati Wayan Artha Dipa menyematkan tanda peserta kepada dua orang perwakilan peserta, Ida Wayan Gotama dari SMPN 3 Bebandem dan

SEMATKAN TANDA PESERTA - Wakil Bupati Wayan Artha Dipa saat menyematkan tanda peserta kepada dua orang perwakilan peserta.

Ni Putu Wismayani dari SMPN 5 Amlapura. Artha Dipa mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu cara penyelamatan masyarakat utamanya generasi muda dari penyakit masyarakat (pekat). Seperti jeratan penyalahgunaan narkoba yang akan berdampak negatif bagi perkembangan masyarakat dan generasi muda itu sendiri. “Jangan sekalipun pernah mencoba narkoba,” pintanya. Orang akan terjerat narkoba biasanya dari awalnya coba-coba dulu. Dari mencoba-coba lalu hidup di dunia gemerlang (dugem) dengan pola hidup mewah dan hurahura sangat rentan terkena narkoba. Karena itu, dia berpesan kepada generasi muda dan para remaja jangan terlena dengan kehidupan modern seperti itu. Dia mengajak masyarakat hidup sederhana tetapi penuh makna bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Kasus-kasus penyakit masyarakat seperti narkoba itu menyebabkan tidak saja penggunanya juga pengedarnya hancur. Hal itu disebabkan banyak faktor. Biasanya, sebagai pengguna itu timbul akibat adanya kehidupan yang gemerlap, hidup mewah dan juga ingin disebut sebagai manusia modern. Padahal, sebenarnya manusia modern itu datangnya bukan dari pergaulan bebas bergaya hidup mewah, menggunakan narkotika, psikotropika dan zat-zat adiktif lainnya. Artha Dipa menyambut baik kegiatan ini. Dia berharap kepada para peserta agar betul-betul mengikuti

kegiatan ini dengan optimal, sehingga dapat disebarluaskan bukan saja kepada keluarga, juga masyarakat, bangsa dan negara. “Mari kita bersama-sama menjaga Karangasem terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Hal itu sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 tanggal 27 Juni 2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Gerakan itu dalam rangka Indonesia bebas narkoba, menuju puncak, mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya. (ad491)

Rabu Wage, 9 Mei 2018

PUPR Karangasem Dorong Sertifikasi Pekerja Konstruksi

DINAS Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem menggelar sosialisasi dan diseminasi penyelenggaraan jasa konstruksi mengacu peraturan terbaru yakni UU terbaru No. 2 Tahun 2017. Pada kegiatan yang dibuka Wabup I Wayan Artha Dipa, Selasa (7/5) kemarin itu, Dinas PUPR di antaranya mendorong terlaksananya program sertifikasi pekerja konstruksi. Langkah itu sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas proyek serta perlindungan terhadap pekerja jasa konstruksi itu sendiri. Sosialisasi dan diseminasi itu dilaksanakan di Wantilan Kantor Bupati Karangasem selama dua hari sampai Rabu (9/5) ini. Pesertanya berasal dari utusan organisasi perangkat daerah, kelompok kerja pengadaan barang dan jasa, asosiasi jasa konstruksi serta para pengusaha jasa konstruksi. Kegiatan menghadirkan narasumbuer Achmad Darmawijaya dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, I.B. Nyoman Sudewa dari LPJKD Bali, Gede Eka Priyoga dan Jusuf Partono dari BPKP Perwakilan Bali dan Bekti Wicaksono dari Kejaksaan Negeri Amlapura. Kadis PUPR Ketut Sedana Merta didampingi Kabid Teknik IGA Nyoman Sugianti, mengatakan sosialisasi dan diseminasi itu bertujuan menumbuhkan pemahaman dan kesadaran tugas, fungsi, hak dan kewajiban seluruh stakeholder jasa konstruksi. Muaranya tertib penyelenggaraan hingga tertib pemanfaatan hasil, sehingga memperkecil risiko

SOSIALISASI UU - Wabup Wayan Artha Dipa membuka sosialisasi dan diseminasi UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi di Wantilan Kantor Bupati Karangasem. pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi tersebut. ‘’Salah satu cara mewujudkan tertib jasa konstruksi melalui uji kompetensi pekerja konstruksi itu sendiri. Kita mendorong setiap pengusaha meningkatkan kompetensi usaha melalui program sertifikasi pekerjanya,’’ ungkapnya. Sedana Merta menyatakan sertifikasi pekerja bukan barang baru yang hanya untuk kepentingan menjaga mutu pekerjaan. Sertifikasi juga untuk menjawab dinamika global, selain juga bertujuan menjaga tenaga kerja lokal mampu memenangkan persaingan. ‘’Sepatutnya tukang pasang batu pun punya sertifikat. Itu perlu sebagai lisensi untuk mereka aman bekerja,’’ katanya. Para pengusaha termasuk pemerintahan desa diharapkan ambil bagian pada program tersebut. Dan Dinas PUPR siap melakukan fasilitasi. Ke depan,

Dinas PUPR Karangasem juga merancang program pelatihan sertifikasi bagi siswa SMK. Rancangan programnya, kata Sedana Merta, sedang dimatangkan. Diharapkan program itu bisa terakomodasi dalam APBD Perubahan 2018. Wabup Artha Dipa mengapresiasi program dan terobosan PUPR itu dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Karangasem. Pengembangan jasa konstruksi itu kata Artha Dipa, menjadi agenda publik yang penting bila melihat perkembangan yang terjadi secara cepat dalam konteks globalisasi. ‘’Pengembangan jasa konstruksi dihadapkan pada tuntutan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, bermutu dan di tengah berkembangnya beragam model transaksi dan hubungan antara pihak penyedia dan juga pihak pengguna jasa konstruksi,’’ tegasnya. (ad493)

Dipanggil Dewan

PDAM Keluhkan Pencurian ABT KOMISI III dan IV DPRD Karangasem menggelar rapat kerja dengan PDAM Karangasem, membahas persoalan seputar penyediaan air bersih bagi masyarakat, Selasa (8/5) kemarin. Pada rapat tersebut, dewan mengapresiasi kinerja perusahaan milik pemerintah daerah itu meskipun pelayanan air bersih yang dikelola PDAM itu belum sempurna. ‘’Kita apresiasi langkah PDAM dalam pemenuhan hak masyarakat atas air bersih. Untuk kendala-kendala seperti sumur bor Rubaya (di Kecamatan Kubu -red), silakan buat perencanaannya, kami di dewan akan memperjuangkan pendanaannya,’’ ungkap Ketua Komisi IV Nyoman Musna Antara yang memimpin rapat kerja bersama Ketua Komisi III Gusti Agung Dwi Putra. Anggota Komisi III Komang Sudanta juga mengakui kinerja PDAM patut

diapresiasi. Menyangkut kuantitas dan kualitas air baku yang didistribusikan itu dinilai sudah bagus. Namun, anggota fraksi PDI-P ini mengkritisi masalah kontinuitas pelayanan. Belum semua pelanggan kata Komang Sudanta, terlayani 24 jam penuh. ‘’Soal kontinuitas inilah yang jadi masalah. Kerap kita temukan keluhan di media sosial,’’ ucapnya. Direktur PDAM I Gusti Made Singarsi yang hadir bersama sejumlah staf dan didampingi Kabag Ekonomi Setda Karangasem I Made Hadi Susila mengakui distribusi air PDAM itu memang masih mengalami sejumlah kendala. Yang terberat adalah masalah jaringan pipa. Banyak pipa distribusi, kata IGM Singarsi, yang berusia lama dan tertanam cukup dalam, sehingga ketika terjadi ke bocoran sulit ditangani. ‘’Seperti di Padangbai, satu ruas jalan belum bisa

RAPAT KERJA - Komisi III dan IV DPRD Karangasem menggelar rapat kerja dengan jajaran direksi PDAM Karangasem.

terlayani karena pipa yang bocor itu berada di bawah bangunan penduduk,’’ terangnya. Di wilayah Kubu, penyediaan air baku justru terkendala oleh sikap masyarakat sendiri. Singarsi mengatakan di Kubu ada beberapa sumur bor yang terbengkalai. Namun tidak bisa dimanfaatkan PDAM. Padahal jika sumur-sumur bor itu bisa dimanfaatkan, selain menghemat investasi juga sudah ada kepastian air karena umumnya sumur-sumur bor tersebut aktif alias ada airnya. Rapat kerja kemarin sekaligus menjadi ajang PDAM berkeluh kesah soal pemanfaatan air bawah tanah. Singarsi mengklaim perusahaannya telah dijadikan alat oleh sejumlah oknum pengusaha hotel di kawasan Candidasa. Secara kasatmata oknum pengusaha itu adalah pelanggan PDAM memanfaatkan pipa distribusi Embukan, tetapi kenyataannya para pengusaha itu memanfaatkan air bawah tanah (ABT). ‘’PDAM hanya dijadikan kedok, mereka hanya bayar uang beban saja. Kebutuhan air malah menggunakan sumur bor,’’ ungkapnya. Singarsi tak mau tunjuk hidung. Yang jelas, pihaknya mengatakan kondisi tersebut berdampak terhadap target pendapatan PDAM. Penjelasan tersebut kontan mengejutkan pihak dewan. Musna Antara mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti pengaduan menyangkut kemungkinan terjadinya pencurian ABT tersebut. (ad492)


GIANYAR

Rabu Wage, 9 Mei 2018

9 Rangkaian ’’Piodalan’’ di Pura Samuan Tiga

Besok, Ribuan Krama Ikuti ’’Melasti’’ di Pantai Masceti

PANTAI - Pantai Masceti selain menjadi objek wisata juga kerap menjadi lokasi penyelenggaraan upacara keagamaan.

Kepala BPKAD Liburan ke Luar Negeri

Asisten I Rangkap Jabatan Gianyar (Bali Post) Asisten I Setda Kabupaten Gianyar I Wayan Suardana merangkap jabatan sebagai Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar. Hal ini lantaran Kepala BPKAD Wayan Ardana sedang berlibur di luar negeri. Suardana menjabat Plh. Kepala BPKAD dari 2 Mei hingga 18 Mei. Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gianyar I Ketut Artawa, Selasa (8/5) kemarin, Wayan Ardana mengambil cuti besar. Cuti besar hanya bisa diambil satu kali oleh Aparatur Sipil Negara sebelum memasuki masa pensiun. Wayan Ardana akan men-

jalani masa pensiun per 31 Desember 2018 mendatang. ‘’Cuti besar itu bisa diambil dua bulan lamanya. Tetapi yang bersangkutan bisa mengambil kurang dari itu,’’ tegas Artawa. Disinggung mengenai informasi adanya pihak yang mensponsori perjalanan Wayan Ardana ke luar negeri, Artawa tidak tahu-menahu mengenai hal tersebut. Pihaknya hanya sebatas memproses administrasi untuk cuti dan administrasi Asisten I sebagai Plh. Kepala BPKAD. ‘’Kalau itu kurang tahu. Coba nanti saya cek cuti yang diambil,’’ katanya. Sementara itu, Wayan Ardana yang dihubungi via telepon mengaku dirinya sedang cuti untuk liburan. ‘’Libur, saya lagi libur. Cuti beberapa minggu,’’ ucapnya singkat. (kmb35)

Keracunan di SDN 1 Temesi

Polisi Tunggu Hasil Uji Sampel

Gianyar (Bali Post) Sebanyak 15 siswa SDN 1 Temesi yang mengalami keracunan dan menjalani perawatan di RSUD Sanjiwani, kondisinya sudah membaik. Pada Selasa (8/5) kemarin, mereka sudah diperbolehkan pulang. Sementara polisi yang melakukan penyelidikan atas kasus ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari sejumlah sampel yang diambil dari kantin sekolah itu. Hal itu diungkapkan Kapolsek Gianyar Kompol Ketut S. Yoga. Menurutnya, barang bukti dari kantin SDN 1 Temesi yang diamankan dan tengah diteliti di laboratorium forensik antara lain sampel air, es batu, susu kental manis, bubuk cokelat dan kemasan

bekas minuman. Jika hasil uji laboratorium sudah keluar, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan menyangkut langkah selanjutnya. Selain itu, pihaknya juga sedang mendalami pemeriksaan terhadap pedagang kantin, Ni Nyoman Karmi. Kesimpulan sementara, tidak ditemukan faktor kesengajaan yang dilakukan oleh perempuan 60 tahun itu. ‘’Pemeriksaan kemarin, ibunya mengaku tidak mengerti. Karena sudah biasa berjualan, begini tiba-tiba, menjadi bencana bagi dia,’’ ungkapnya. Dari pantauan siang kemarin, kantin di SDN 1 Temesi masih tutup. Sedangkan proses belajar mengajar di sekolah itu berjalan lancar. (kmb35)

Forum Umat Hindu Pertanyakan Sikap Pemkab

Gianyar (Bali Post) -

Pemkab Gianyar didatangi rombongan Forum Generasi Muda Lintas Agama (Forgimala) bersama KMHDI PC Denpasar, PHDI Gianyar dan Puskorhindunesia, Selasa (8/5) kemarin. Kedatangan mereka adalah untuk mempertanyakan sikap Pemkab Gianyar terkait viralnya postingan umat Hindu yang kecewa lantaran tempat melukat di Pura Tirta Empul di-booking tamu negara. Rombongan Forgimala diterima Kepala Badan Kesbangpol Gianyar I Dewa Gede Alit Mudiarta didampingi Kabag Kesra Ngakan Ketut Jati Ambarsika dan dihadiri Kasat Intelkam Polres Gianyar AKP Arya Agung Putra. Dalam pertemuan itu, Humas Forgimala I Ketut Bagus Arjana Wira Putra mempertanyakan kebenaran postingan itu. ‘’Kami ke sini karena tanggapan netizen dari postingan itu cukup beragam. Sedangkan klarifikasi dari pengelola objek wisata itu belum jelas. Mengapa sampai mengutarakan kata booking, siapa tamu itu?,’’ katanya. Pihaknya pun berharap Pemkab Gianyar bergerak cepat dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk mencari titik temu permasalahan serta mencari solusi terbaik. ‘’Jangan sampai kejadian ini terjadi karena komodifikasi pura sebagai objek wisata,’’ tegasnya. Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Gianyar yang diwakili Kabid Destinasi Pariwisata Ni Ketut Mariatni Sukadewi mengungkapkan, fakta dan data kasus ini be-

Bali Post/nik

ODGJ di Sukawati Diamankan Satpol PP ninggal. Sejak itu dia sering mengamuk. Namun kerabatnya belum pernah membawanya ke RSJ. Ulah Ginarti memuncak sejak Senin lalu. ‘’Rumahnya terus dilempari pakai pecahan bata. Tembok rumah dilempari. Banyak yang ketakutan dengan kejadian itu,’’ terangnya. Akibat kejadian tersebut, paman Ginarti Ida Bagus Nyoman Oka, melaporkan kejadian itu ke Satpol PP Gianyar. Regu dari Satpol PP

dengan nedunang pralingga Ida Batara Samuan Tiga dari palinggih Pangaruman diikuti nedunang puluhan pratima, pralingga dan tapak lingih Ida Batara sejumlah pura lain yang akan mengikuti upacara pamelastian. Setiba di Pantai Masceti akan dilaksanakan prosesi tawur yang di-puput dua sulinggih yakni Ida Pedanda Geria Babakan Gianyar dan Ida Pedanda Geria Taman Sukawati. Setelah itu, digelar mulang pakelem ke tengah samudera dan dilaksanakan persembahyangan bersama. Usai persembahyangan bersama, iring-iringan pamelastian beranjak menuju Lapangan Astina, Gianyar. Sebelum berakhirnya seluruh rangkaian upacara Ida Batara Turun Kabeh di Pura Samuan Tiga, pada 11 Mei dilaksanakan prosesi Ida Batara ngantukan dan dilakukan panyineban. Dilanjutkan dengan upacara majaga-jaga pada 13 Mei. Pada 14 Mei dilaksanakan panyepian pura atau tidak ada aktivitas sama sekali terutama di dalam areal pura. (kmb35)

Viral Postingan Tirta Empul Di-”booking”

ODGJ - Petugas Satpol PP Gianyar saat mengamankan ODGJ di Sukawati.

Gianyar (Bali Post) Petugas Satpol PP Gianyar mengamankan Ida Ayu Sri Ginarti, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Banjar Mudita, Sukawati, Selasa (8/5) kemarin. Perempuan 45 tahun itu diamankan lantaran mengamuk dan melempari rumahnya sendiri dengan bata sejak Senin (7/5). Menurut petugas Satpol PP Gianyar, Wayan Nasta, ODGJ ini mengalami depresi sejak kedua orangtuanya me-

Bali Post/wan

Gianyar (Bali Post) Serangkaian piodalan Batara Turun Kabeh di Pura Kahyangan Jagat Samuan Tiga akan dilaksanakan upacara melasti di Pantai Masceti, Desa Medahan, Blahbatuh, Gianyar pada Kamis (10/5) besok. Perjalanan prosesi dua tahunan ini akan ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 22 km. Ribuan warga dari sebelas banjar pangemong Pura Samuan Tiga beserta warga dari Banjar Adat Tegallinggah, Marga Sengkala dan Desa Buruan akan ikut berjalan kaki menuju Pantai Masceti. Demi kelancaran arus lalu lintas, iring-iringan umat akan dikawal Polres Gianyar dan pecalang. ‘’Terkait prosesi pamelastian ini, kami prajuru Pura Kahyangan Jagat Samuan Tiga menyampaikan permakluman, terutama kepada masyarakat pengguna jalan yang akan dilalui,’’ kata Ketua Paruman Pura Samuan Tiga I Wayan Patera saat ditemui, Selasa (8/5) kemarin. Prosesi melasti akan dimulai pukul 05.00 Wita. Diawali

langsung turun ke lapangan. Tanpa perlawanan, Ginarti berkenan diajak ke RSJ Bangli. Menurut Nasta, Ginarti baru pertama kali dirawat di RSJ. Kasus depresi dan ODGJ yang diamankan akibat ulah meresahkan di Kabupaten Gianyar cukup tinggi. Data yang dihimpun, sejak Januari hingga Mei 2018 ini, yang sudah diamankan dan dibawa ke RSJ Bangli mencapai 17 orang. (kmb35)

lum jelas. ‘’Apakah Bendesa atau Pecalang yang mengutarakan kata booking itu, jujur kami belum jelas. Kami pun sudah berusaha mencari tahu, tapi Bendesanya sulit dihubungi,’’ jelasnya. Kadisparda pun sudah diberitahu, lalu dilacak data kunjungan saat itu. ‘’Kami dapat informasi, saat itu ada tamu negara dari Unesco kunjungan di Istana Presiden Tampaksiring. Agendanya juga ke Subak Pulagan, lalu malukat ke Tirta Empul. Tapi kami belum bisa memastikan apa tamu tersebut yang dimaksud,’’ terangnya. Dikatakannya, Disparda selaku pengelola pariwisata selalu mendapat laporan jika ada tamu penting dengan jumlah cukup banyak hendak berkunjung ke suatu objek wisata. Maka, laporan itupun ditindaklanjuti dengan menyiapkan pengaturan tiket hingga tempat parkir agar tidak krodit. ‘’Cuma yang kemarin memang tidak ada pemberitahuan ke kami,’’ ujarnya. Kasat Intelkam Polres Gianyar AKP Arya Agung Putra mengaku sudah melakukan monitoring lewat cyber

Bali Post/nik

PERTEMUAN - Suasana pertemuan Forgimala bersama KMHDI PC Denpasar, PHDI Gianyar dan Puskorhindunesia dengan Pemkab Gianyar, Selasa (8/5) kemarin. troop terkait postingan yang viral di medsos tersebut. ‘’Kami juga pantau di lapangan, ada tamu Asia Bridge Campus yang kunjungan ke Istana Negara dan Tirta Empul. Tapi apakah itu yang dimaksud, belum bisa kami pastikan,’’ ujarnya. Lalu terkait kata booking tersebut, menurut dia perlu diklarifikasi kepada pihak pengelola. ‘’Jika yang mengucapkan adalah pecalang, maka perlu dikonfirmasi mengapa sampai keluar kata

booking? Juga perlu dikonfirmasi ke pengunggah di medsos. Setelah ketemu, baru bisa carikan solusi. Jangan sampai masalah kecil jadi besar, bila dibiarkan bisa jadi bola liar. Nanti pihak luar yang benci, Bali bisa diserang. Mari sinergi carikan solusi. Mudahkan yang sulit, jangan sampai ini jadi besar,’’ pintanya. Menanggapi hal itu, Kepala Badan Kesbangpol Gianyar Alit Mudiarta mengaku akan segera berkoordinasi dengan

Bendesa Manukaya, Perbekel Tampaksiring, pecalang dan pemilik akun yang mengunggah postingan tersebut ke medsos. ‘’Kami sudah kontak Pak Sekda, astungkara Kamis 11 Mei ini akan ada pertemuan kedua. Kita dialog bersama sehingga Pemda tahu duduk permasalahannya dan dapat ambil kebijakan yang menguntungkan dua belah pihak. Pariwisata jalan, religi jalan. Saat ini kami tidak bisa menyalahkan siapa-siapa,’’ ujarnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Rabu Wage, 9 Mei 2018

Tanpa SKTS, Puluhan Duktang Terjaring Razia Negara (Bali Post) -

Puluhan penduduk pendatang (duktang) yang menetap di sejumlah tempat di Kecamatan Negara, Selasa (8/5) kemarin terjaring razia kependudukan. Dalam operasi ini sejumlah petugas Satpol PP Jembrana dikerahkan. Puluhan duktang ini sebagian besar tidak mengantongi Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS), bahkan ada yang tidak ber-KTP. Operasi yang dipimpin Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan I Made Tarma ini sengaja menyasar ke sejumlah tempat kos dan kontrakan. Sebagian besar penghuni kos belum berangkat bekerja dan ada yang masih tidur. Dari penyisiran di sejumlah tempat kos tersebut, total ada 34 orang yang terjaring. Delapan di antaranya lakilaki dan sisanya perempuan. “Beberapa ada yang bekerja di kafe dan semuanya belum mengurus SKTS,” tandas Tarma. Dari puluhan duktang yang terjaring itu, di salah satu kamar kos petugas juga menjaring pasangan yang bukan suami istri. Pasangan itu ikut diamankan ke kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Selain diberikan pembinaan untuk melengkapi identitas dan SKTS, mereka juga diminta menandatangani

surat pernyataan. “Kita berikan kesempatan 15 hari untuk melengkapi SKTS, kalau tidak kami akan pulangkan. Sedangkan yang tanpa KTP, kami persilakan untuk mengurus dulu di tempat asal,” tambahnya. Operasi kependudukan ini, selain kegiatan rutin juga untuk mengendalikan serbuan duktang di Jembrana. Pemerintah, menurutnya, tidak melarang mereka tinggal dan bekerja, asalkan melapor dan melengkapi SKTS sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 18 Tahun 2012 tentang Tatacara Pendaftaran Penduduk Warga Negara Indonesia (WNI) Tinggal Sementara di Kabupaten Jembrana. Operasi kependudukan ini akan terus dilakukan guna pengawasan kependudukan dan tertib administrasi kependudukan yang berlaku. (kmb26)

Ruang Fiskal Pelimpahan SMA/SMK agar Dimanfaatkan

SOSOK Penjiwaan Puisi USIA muda bukan menjadi halangan untuk mengekspresikan kemampuan dan bakat seni. Justru bila mampu mengelola, bakat itu dapat mendulang prestasi. Seperti yang dilakoni Ni Kadek Ita Widya Astini (17). Dengan bakat baca puisi dan makidung, siswi kelas XI Akuntansi di SMK Negeri 1 Negara ini beberapa kali menyabet juara lomba sastra Bali. Teranyar, siswi asal Banjar Jati, Desa Baluk ini menyabet juara I Lomba Baca Puisi Bali Modern dan menjadi perwakilan Jembrana di tingkat provinsi. Selain membaca puisi Bali, Ita juga mengaku gemar dengan sastra Bali. “Dari kecil sudah mulai suka terutama sloka. Terinspirasi dari melihat dan mendengar paman-paman saya membaca sloka,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara ini. Atas kegemarannya itu, Ita mulai ikut makidung, menari dan bercerita keagamaan. “Puisi yang paling saya sukai. Karena kita harus mengetahui isi, bagaimana menjiwai dan menyampaikan. Selain membaca juga sering membuat puisi,” terangnya. Siswi yang bercita-cita menjadi guru kesenian ini tidak hanya berprestasi di bidang seni. Di akademik, Ita juga beprestasi dan merupakan salah satu siswi SMK yang menerima beasiswa penuh belajar. Selama tinggal di asrama dalam program beasiswa itu, ia sering membawa puisi dan sloka untuk mengisi waktu luang. Justru dari hobi di luar akademik itu kini lebih menonjol dan mampu mendulang prestasi bagi dirinya maupun sekolah. (olo)

Negara (Bali Post) Ruang fiskal di kabupaten yang masih tersedia akibat penyerahan kewenangan pengelolaan SMA/SMK kepada Pemerintah Provinsi agar dapat digunakan untuk memperbesar anggaran pendidikan SD dan SMP sederajat. Selain itu juga menambah beasiswa bagi mahasiswa serta pembangunan infrastruktur. Program beasiswa bagi anak Jembrana yang sudah berjalan lebih dari 10 tahun dinilai menunjukkan indikator positif. Dengan demikian, selain peningkatan anggaran pendidikan SD dan SMP, beasiswa bagi mahasiswa juga menjadi perhatian. Rekomendasi DPRD Jembrana itu disampaikan saat rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jembrana belum lama ini. Secara umum, DPRD menilai pencapaian program pendidikan tahun 2017 cukup bagus. Hal itu terlihat dari Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk tingkat SD/SDLB/MI mencapai angka 98,16% dengan angka melanjutkan 100%. Begitu halnya di tingkat SMP/MTs sederajat APK ada pada angka 89,5% mengalami penurunan dibandingkan capaian tahun 2016 dengan angka 134,86 % dengan angka melanjutkan sebesar 100%.

Sementara itu terkait program beasiswa bagi anak Jembrana juga mulai menunjukkan indikator positif. Hal tersebut terlihat dari jumlah mahasiswa yang memenuhi syarat mengajukan beasiswa, yakni indeks prestasi kumulatif atau IPK, meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan di tahun 2018 ini jumlahnya membludak jauh melebihi alokasi anggaran yang disediakan dalam APBD. Indikator tersebut menunjukkan bahwa anak-anak Jembrana yang kuliah pada perguruan tinggi (PT) negeri atau swasta yang terakreditasi A kualitasnya semakin baik. “Tahun ini untuk beasiswa tidak ada penambahan, tetapi melalui seleksi yang transparan. Tahun anggaran berikutnya agar ditambah dengan memperhitungkan jumlah peminat beasiswa di tahun sekarang,” ujar anggota Komisi A DPRD Jembrana, I Ketut Sadwi Darmawan, Selasa (8/5) kemarin. Selain itu, menyikapi faktor positif dari hasil tersebut, mulai saat ini pemerintah juga diminta memikirkan lapangan kerja yang tepat bagi lulusan PT. Hal itu bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan, namun juga mulai diambil dinas yang

Sejumlah PJU dan Jalan Mulai Diperbaiki

IRT Tewas Gantung Diri Negara (Bali Post) Seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Ni Ketut Suwidiawati (33), Selasa (8/5) kemarin ditemukan tewas gantung diri. Korban ditemukan tak bernyawa tergantung di pohon durian di kebun belakang rumahnya. Jasad korban yang tergantung dengan kain di leher itu diketahui pertama kali oleh tetangga korban, Ni Putu Eka Indrawati (32) dan I Wayan Noryen (74), yang saat itu sedang mencari kayu bakar. Warga yang mendapati korban tergantung di pohon setinggi sekitar 2,2 meter itu lantas memberitahukan kepada keluarganya yang tinggal tidak jauh dari lokasi. Tak lama kemudian, jenazah korban diturunkan. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak Agustinus Sooai mengatakan polisi turun ke TKP setelah menerima laporan kejadian gantung diri tersebut. Petugas bersama tim medis dari puskesmas setempat kemudian melakukan olah TKP dan pemeriksaan korban. Dari hasil pemeriksaan, diketahui korban mengalami luka jerat pada lehernya dengan menggunakan selendang kain warna hijau. Tim medis juga tidak menemukan adanya luka fisik berupa tanda-tanda kekerasan. Diduga, kematian korban ini murni akibat gantung diri. Pihak keluarga korban juga menyatakan kasus ini sebagai musibah dan telah menerima dengan ikhlas. (kmb26)

Bali Post/kmb

TEWAS - Korban Ni Ketut Suwidiawati yang ditemukan tewas gantung diri di pohon durian, Selasa (8/5) kemarin.

menangani urusan Ketenagakerjaan, Perindustrian dan Perdagangan, Pertanian Perikanan dan dinas terkait guna menarik minat lulusan PT ini kembali ke daerah. Ruang fiskal yang lebih besar juga dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur di bidang pendidikan. Apalagi tingkat partisipasi sekolah di Kabupaten Jembrana, khususnya kelompok umur 19 sampai 24 tahun masih tergolong rendah, mengingat masih kurang sarana pendidikan tinggi di Jembrana. Seperti diketahui, kewenangan SMA/SMK yang sebelumnya di Kabupaten kini telah dilimpahan ke Provinsi. Sehingga anggaran daerah kabupaten yang sebelumnya untuk sekolah menengah itu, bisa dimanfaatkan untuk kewenangan di bidang pendidikan seperti SD dan SMP, infrastruktur pendidikan serta beasiswa mahasiswa. (kmb26)

Bali Post/olo

PJU - Sejumlah PJU di Jalan Denpasar-Gilimanuk yang mati mulai diperbaiki.

Negara (Bali Post) Selain rusak, di sepanjang jalan nasional masih minim dengan lampu penerangan jalan. Kondisi tersebut sebagai salah satu pemicu kecelakaan pada malam hari, terutama di titik-titik jalan yang gelap. Namun, tidak semua kawasan bisa dipasangi Penerangan Jalan Umum (PJU). Seperti di kawasan hutan di Klatakan hingga Cekik yang masuk kawasan konservasi Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana Made Dwi Maharimbawa, Selasa (8/5) kemarin, mengakui ada beberapa PJU yang sudah mati karena sudah lama. Namun, sebagian besar sudah mulai diperbaiki dengan mengganti lampu. Tetapi dari jalur jalan nasional itu, ada beberapa titik yang memang tidak bisa dipasangi PJU. Seperti di jalur hutan Cekik, sekitar 3 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. Kawasan itu me-

mang masih gelap lantaran masih masuk kawasan konservasi TNBB. Di kawasan jalur lalu-lalang satwa itu memang tidak dipasangi lampu untuk kepentingan konservasi. Sementara di beberapa lokasi lainnya, PJU juga sudah mulai diperbaiki terutama yang masuk wilayah dan kewenangan dinas. Sejatinya di jalan nasional tersebut PJU merupakan kewenangan Balai Jalan. “Paling kita hanya mengganti lampu saja. Di beberapa titik sudah kita perbaiki,” terang Maharimbawa. Selain PJU, perbaikan jalan juga nampak mulai dilakukan. Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan serta Idul Fitri, sejumlah ruas jalan nasional yang rusak mulai diaspal. Seperti di Melaya dan Pekutatan. Saat menjelang hari raya tersebut, dipastikan arus lalu lintas Denpasar-Gilimanuk akan padat. Terutama saat arus mudik Lebaran, ribuan kendaraan akan melintas. (kmb26)


BULELENG

Rabu Wage, 9 Mei 2018

11

Pertanian Hidroponik Prospektif Atasi Penyempitan Lahan MASALAH penyempitan lahan pertanian di Bali akibat desakan berbagai kepentingan seperti akomodasi pariwisata, pertokoan, perkantoran, permukiman dan lainnya, telah lama mencuat. Berbagai solusi baik berupa kebijakan telah dikeluarkan untuk mencegah masifnya alih fungsi lahan pertanian ini. Dari sekian banyak solusi yang ditawarkan, pertanian dengan teknik hidroponik sangat prospektif mengatasi permasalahan ini. “Selain kualitas hasilnya yang lebih bagus dan sehat, pertanian hidroponik ini tidak perlu lahan luas. Karena kualitasnya jauh lebih bagus dan sehat, nilai jualya juga lebih tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” papar Dr. Ni Putu Dewi Sri Wahyuni, S.Ked., M.Kes., salah satu penggiat hidroponik di Singaraja, baru-baru ini. Dosen di Fakultas Olahraga dan Kesehatan Undiksha Singaraja kelahiran Tabanan tahun 1979 itu menjelaskan, dirinya mulai tertarik bertani hidroponik sejak akhir tahun 2017. Awalnya karena suami dan anak-anaknya sangat suka mengonsumsi sayur dan buah. Dokter Dewi pun berpikir, bagaimana caranya bisa menyediakan sayur dan buah segar dan sehat setiap hari. “Lalu saya mulai banyak membaca dari internet dan media sosial, lalu tertarik membeli buku dan mulai lebih sering browsing di internet dan jurnal-jurnal,” tutur istri I Gd Tomy Maryanto, S.E. itu. Di sela-sela kesibukannya sebagai dosen sekaligus dokter umum praktik swasta, Dewi memanfaatkan halaman pekarangan rumahnya sekitar setengah are untuk membuat sistem/tandonnya. Modal yang dikeluarkan untuk menyiapkan semua keperluan hidroponik termasuk membeli bibit, sekitar Rp 8 juta. Hasilnya, kini dia memperoleh pendapatan tambahan sekitar Rp 3 juta per bulan. “Dari hobi, ternyata hasilnya cukup memuaskan dan membahagiakan, karena selain bisa dikonsumsi sendiri, dibagikan kepada tetangga dan keluarga, juga bisa dijual kepada masyarakat yang sangat menggemari sayuran sehat bebas pestisida,” ungkap dokter cantik itu berapi-api sembari mengaku akan mengembangkan hidroponik di lahan yang lebih luas lagi. Menurut Dokter Dewi, bertani hidroponik sangat diperlukan ketekunan, kesabaran, disiplin, dan keyakinan diri. Peralatan yang dibutuhkan sebenarnya tidak terlalu rumit, hanya perlu media tanam, tempat tampung media tanam, dan nutrisi khusus tanaman hidroponik. Dewi sendiri menggunakan media air sebagai media tanam yang ditampung dalam sistem yang sudah didesain sedemikian rupa agar air dapat terus mengalir. Sedangkan nutrisinya, menggunakan nutrisi khusus tanaman hidroponik dan sama sekali tidak menggunakan pestisida. Ke depan, Dokter Dewi berencana membuat sebuah greenhouse hidroponik yang di dalamnya bisa menanam berbagai jenis sayur dan buah sehat, segar dan bebas pestisida. “Saya sangat optimis dan sangat berharap ke depan bertani secara hidroponik semakin populer dan makin digemari karena produk yang dihasilkan memang berkualitas dan sehat segar tentunya. Kami juga sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak demi pengembangan pertanian hidroponik ini, misalnya saja pengadaan pelatihan hidroponik bagi petani sehingga para petani memiliki wawasan bahwa banyak cara bertani yang bisa dikembangkan yang pada akhirnya dapat menambah pendapatan dan kesejahteraan para petani,” ujarnya. (sug)

Bali Post/kmb38

SBMPTN - Menristekdikti Mohamad Nasir memantau SBMPTN di gedung Fakultas Ekonomi Undiksha, Singaraja, Selasa (8/5) kemarin.

Pantau SBMPTN

Menristekdikti Jamin Tak Ada Kebocoran Soal

Singaraja (Bali Post) –

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2018 serentak digelar Selasa (8/5) kemarin di 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Peserta seleksi tercatat 861.000 orang. Selain itu, ada peserta seleksi lewat program Bidik Misi sebanyak 187.185 orang.

banyak 340.677 orang. Kuota sebanyak itu diisi dari tiga jalur seleksi yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), SBMPTN, dan Ujian Mandiri. Melalui jalur SNMPTN, telah diterima mahasiswa baru sebanyak 117.000 orang. Sedangkan, SBMPTN kuota maksimal 135. 000 atau target maksimal 30 persen dan sisanya baru akan ditutup dari Ujian Mandiri 88.000 orang. Selain itu, kuota akan diisi oleh calon mahasiswa yang diterima lewat jalur Bidik Misi di mana ditetapkan sebanyak 60.000 mahasiswa baru. Dalam SBMPTN tahun ini, Kemenristekdikti juga memberikan peluang besar bagi lulusan dari Program

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menjamin tidak ada praktik perjokian dan kebocoran soal. Hal itu diungkapkan Menteri Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat memantau pelaksanaan SBMPTN di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja kemarin. Menristekdikti didampingi Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Rektor Undiksha Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. dan

para wakil rektor Undiksha. Moha m a d Na sir m en gatakan, SBMPTN ini digelar dengan ketat dan pengawasan tidak saja panitia lokal, tapi melibatkan aparat keamanan. Pencetakan soal diawasi dengan kamera CCTV. Ini dilakukan karena pemerintah pusat ingin mendapatkan calon mahasiswa yang memiliki daya saing tinggi dan berintegritas di tengah era globalisasi sekarang ini. Pihaknya juga memastikan kemungkinan praktik perjokian tidak terjadi

dalam SBMPTN tahun ini. Jika ditemukan dan terbukti ada menggunakan joki, mahasiswa yang bersangkutan akan dikeluarkan dari kampus yang dilamar sebelumnya. Selain itu, rektor dan panitia lokal yang juga terbukti melakukan pembocoran soal, Menristekdikti akan menindak pelanggaran itu melalui jalur hukum pidana. Ini karena pembocoran soal SBMPTN yang menjadi rahasia negara, maka risikonya harus pidana. Kemenristekdikti akan menerima mahasiswa baru se-

Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 5.794 peserta mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2018 di Undiksha Singaraja. SBMPTN di perguruan tinggi berjuluk Kampus Seribu Jendela ini dipantau langsung Menristekdikti Mohamad Nasir, Selasa (8/5) kemarin. Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. mengatakan kampus yang dipimpinnya itu sekarang sudah mengantongi 1.308 mahasiswa yang lulus lewat jalur SNMPTN. Sementara lewat jalur SBMPTN akan dijaring 926 mahasiswa. Dengan demikian, masih ada sisa kuota yang akan

diisi dari Ujian Mandiri. Sesuai mekanisme, pemerintah pusat menetapkan kuota jalur mandiri sebanyak 10 persen. Itu artinya, ada sekitar 300 orang calon mahasiswa yang dapat diterima kuliah di perguruan tinggi terbesar di Bali Utara tersebut. “Karena porsi yang diberikan untuk jalur mandiri ini sangat kecil, jadi persaingan lewat jalur ini akan sangat ketat,” katanya. Menurut Jampel, pelaksanaan SBMPTN di Undiksha berlangsung lancar dan tertib. Untuk peserta yang memilih program studi bidang seni dan keolahragaan selain mengikuti ujian tulis juga mengikuti ujian ket-

erampilan yang diselenggarakan 9 Mei atau 11 Mei. Terkait antispasi kecurangan, kata Jampel, pihaknya sudah melakukan persiapan pengawasan sesuai SOP panitia induk. Pengecekan identitas peserta dilakukan lewat foto untuk memastikan benar atau tidak peserta yang ikut seleksi. Ditanya terkait kesiapan melayani mahasiswa penyandang disabilitas, Jampel menyebut dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini ada mahasiwa penyandang disabilitas yang diterima maka pihaknya menjamin akan menyiapkan kebutuhan sarana dan prasarana penunjang perkulia-

han untuk mereka. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah akses khusus ke ruang kuliah dan beberapa sarana penunjang perkuliahan dan kegiatan di luar kampus. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Jajaran Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng berakhir Juni 2018 ini. Namun, Badan Pengawas PD Pasar Buleleng belum mempersiapkan tahapan seleksi calon direksi. Karena itu, jabatan tiga direksi masing-masing Direktur Utama (Dirut), Direktur Operasional (Dirops), dan Direktur Keuangan (Dirkeu) dipastikan akan lowong. Kemungkinan besar jabatan ketiganya untuk sementara dijabat pelaksana tugas (plt). Kepala Bagian Ekonomi Pembangunanb(Ekbang) Sekkab Buleleng Desak Putu Rupadi, Selasa (8/5) kemarin, mengatakan sejauh ini Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) belum memberi petunjuk untuk menyiapkan seleksi calon Dirut PD Pasar. Apalagi, sejak terjadi peruba-

han susunan kelembagaan yang diikuti mutasi pejabat belum lama ini, struktur badan pengawas belum disesuaikan. Saat ini, penyesuaian susunan badan pengawas masih dibahas dan menunggu persetujuan Bupati. Dari draf susunan badan pengawas, posisi ketua dijabat Asisten II, Sekretaris Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin), dan Ekbang ditugaskan sebagai pelaksana administrasi. Di samping itu, badan pengawas juga disi oleh tokoh masyarakat independen. “Sejak perubahan susunan kelembagaan dan mutasi beberapa waktu lalu, susunan badan pengawas belum diubah. Sekarang ini baru dibahas dan sudah ada draf susunan baru. Susunannya akan ditetapkan dalam SK Bupati,” katanya. Menurut Rupadi, karena masih fokus menyempurnakan

susunan Badan Pengawas PD Pasar, seleksi calon direksi PD Pasar yang baru belum dipastikan. Karena masa jabatan direksi saat ini berakhir bulan depan, sehingga ada kemungkinan jabatan itu akan dibiarkan lowong untuk sementara waktu. Untuk membantu tugastugas dinas di perusahaan, bisa saja akan digantikan sementara oleh pelaksana tugas.

Sementara itu, Bupati Putu Agus Suradnyana sebelumnya memastikan seleksi calon direksi PD Pasar Buleleng akan mengedepankan prinsip transparan dan mengutamakan calon yang berpengalaman. Pengalaman ini meliputi dalam manajemen perusahaan, kepemimpinan dan masalah pengelolaan keuangan. Selain itu, dirinya

Kesetaraan Paket C sebanyak 1.078 orang. Selain itu, lulusan yang berkebutuhan khusus (penyandang disabilitas -red) juga dilayani untuk mengikuti SBMPTN. Tercatat 365 lulusan dengan rincian menyandang tunanetra 107 orang, tunarungu 122 orang, tunawicara 43, dan tunadaksa sebanyak 93. Terhadap lulusan Program Paket C dan penyandang disabilitas ini, Menristekdikti memerintahkan agar perguruan tinggi yang dilamarnya memperlakukan sama dengan mahasiswa normal pada umumnya. Ini sesuai Permenristekdikti No. 46 tahun 2017 tentang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus di Perguruan Tinggi. (kmb38)

SBMPTN di Undiksha Diikuti 5.794 Orang Bali Post/ist

HIDROPONIK – Dokter Dewi Sri Wahyuni dengan tanaman hidroponik di pekarangan rumahnya.

Pansus Batalkan Pembahasan Ranperda Perlindungan Mata Air Singaraja (Bali Post) – Pembahasan Rancangan Perda (Ranperda) tentang Perlindungan Mata Air dibatalkan. Ini karena dalam pembahasan oleh panitia khusus (pansus), ternyata ranperda ini bertentangan dengan regulasi yang lebih tinggi. Ketua Pansus H. Mulyadi Putra, Selasa (8/5) kemarin, mengatakan sejak ditugaskan membahas draf ranperda ini, pihaknya sudah melakukan konsultasi ke Dirjen Penataan Air Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR). Dari konsultasi itu diketahui Undang-undang (UU) No. 7 tTahun 2004 dibatalkan oleh keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan dikembalikan ke UU No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan. Dengan pembatalan itu otomatis kewenangan pengelolaan mata air dikembalikan kepada pemerintah provinsi (pemprov). Selain itu, hasil studi banding ke Pemerintah Kota Malang lebih dulu menyusun perda Perlindungan Mata Air, namun daerah tersebut juga belum bisa melaksanakan amanat perda yang disusun, karena imbas keputusan MK tersebut. “Saran setelah kami

konsultasi ke pemerintah pusat kita disuruh menunggu sampai terbit UU baru yang sedang disusun. Pansus menyepakati tidak melanjutkan pembahasan ranperda ini, dan nanti akan ditarik secara resmi lewat sidang paripurna dewan,” katanya. Menurut Mulyadi Putra, ranperda ini merupakan hak inisiatif dewan yang sudah melalui pembahasan internal oleh Bapemperda. Draf ranperda ini sudah dilengkapi kajian akademik oleh Lembaga Hukum Kajian Pembangunan (LHKP) Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja. Namun, Bapemperda terkesan kurang jeli dalam mencermati adanya kemungkinan pertentangan regulasi di atasnya dari ranperda yang akan dibahas. Justru, setelah ranperda diumumkan lewat sidang paripurna dan bahkan sudah dialokasikan anggaran, dalam perjalanan mandek. Untuk itu, ini dijadikan bahan evaluasi untuk penyusunan ranperda yang lain, sehingga tidak kembali terulang dan utamanya alokasi anggarannya tidak terkesan mubazir, namun bisa memberikan hasil sesuai harapan masyarakat. (kmb38)

Bali Post/kmb38

SUMBER MATA AIR – Keinginan DPRD Buleleng menata dan melindungi sumber mata air di Buleleng kandas. Pasalnya, pembahasan draf Ranperda tentang Perlindungan Mata Air dibatalkan karena tidak sesuai dengan regulasi yang lebih tinggi.

Jabatan Direksi PD Pasar Terancam Lowong ingin mencari calon direksi yang memiliki semangat kerja keras dan kreatif dalam mengembangkan perusahaan. “Pada intinya, kita cari yang berpengalaman, biar tidak ramai. Intinya, kita ingin direksi yang baru nanti bisa mengembangkan perusahaan lebih baik dari yang sudah dicapai oleh direksi saat ini,” jelasnya. (kmb38)


KLUNGKUNG

12

Rabu Wage, 9 Mei 2018

Pendataan Lahan Eks Galian C Ditunda

Semarapura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung tahun ini belum bisa melanjutkan kegiatan pendataan kepemilikan tanah di eks galian C. Terakhir kali proses pendataan dilakukan Pemkab Klungkung melalui Tim Inventarisasi Penguasaan/Kepemilikan Lahan di eks galian C pada 2016 lalu. Rencananya, proses pendataan akan kembali dilanjutkan menunggu situasi Gunung Agung normal. Kabid Pertanahan dan Konservasi Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Wayan Sukada didampingi Kasi Penetapan Subjek dan Objek Tanah Ulayat dan Sengketa Tanah AA Raka Sarjana, Selasa (8/5) kemarin, mengatakan proses pendataan lahan di eks galian C sudah dilakukan sejak 2015. Tujuannya untuk memastikan kepemilikan lahan di kawasan tersebut. Sampai Maret 2016, Tim Inventarisasi Penguasaan/ Kepemilikan Lahan di eks Galian C sudah melakukan verifikasi dokumen kepemilikan atau dokumen pendukung lainnya sebanyak 578 berkas dengan jumlah luas lahan mencapai 1.003.895 meter persegi. Sementara total luas kawasan yang ada 2.987.850 meter persegi dengan jumlah kepemilikan 1.618 orang. Diterangkan sampai pertengahan Desember 2015, ada 480 berkas yang diverifikasi. Selanjutnya, setelah masa permohonan diperpanjang sampai 31

Maret 2016, blangko yang diambil masyarakat sebanyak 882 eksemplar. Namun, yang menyetorkan blangko 170 berkas. Dari 170 berkas itu yang sudah diverifikasi sebanyak 578 berkas. “Sementara yang tidak terverifikasi sebanyak 132 berkas,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan berkas yang tidak terverifikasi sebagian besar dikarenakan objek lahan yang dimohonkan sama sementara pemohonnya lebih dari satu orang. Selanjutnya pada tahun 2017, proses pendataan tidak bisa dilaksanakan. Alasannya karena tidak ada anggaran. Kemudian pada tahun 2018 ini, proses pendataan kembali ditunda meski Pemkab Klungkung telah mengalokasikan anggaran Rp 443 juta. Adapun yang menjadi pertimbangan ditundanya kegiatan pendataan tersebut karena ada kekhawatiran akan dampak erupsi G u n u n g A g u ng . D i m a n a jika pendataan kepemilikan lahan dipaksakan di tengah kondisi status Gunung Agung yang mengkhawatirkan, maka upaya itu akan jadi sia-sia. Sebab bukan tidak mungkin akan terjadi kerusakan di kawasan eks galian C karena lahar. Karena ada kekhawatiran itu maka untuk melanjutkan pendataan Pemkab Klungkung kini masih menunggu situasi Gunung Agung normal. “Pendataan sangat penting untuk memastikan kepemilikan lahan di kawasan tersebut,” imbuhnya. (kmb40)

Nusa Penida

Perlu Dilengkapi Marka dan Nama Jalan

Semarapura (Bali Post) – Hampir seluruh ruas jalan di Kecamatan Nusa Penida saat ini belum dilengkapi sarana dan prasarana memadai, salah satunya marka dan nama jalan. Padahal keberadaan marka serta nama jalan sangat penting untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan lalu lintas. Terlebih, Nusa Penida kini telah berkembang menjadi salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Bali yang cukup ramai dikunjungi wisatawan. Ketua Komisi II DPRD Klungkung Komang Suantara mengungkapkan ruas jalan di Nusa Penida perlu dilengkapi marka dan nama jalan untuk mendukung kelancaran lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan. Apalagi kawasan Nusa Penida kini sudah mulai berkembang, terutama di sektor pariwisata. Ada banyak pelaku pariwisata yang sudah berinvestasi di sana dengan membangun akomodasi wisata seperti hotel,

restoran dan lainnya. Tingkat kunjungan wisata pun sudah cukup padat. “Namun, sampai sekarang ini hampir tidak ada marka dan nama jalan di Nusa Penida,” ungkapnya, Selasa (8/5) kemarin. Meski belum pernah mendengar jatuhnya korban akibat tidak adanya marka jalan dan nama jalan, namun pihaknya merasa ruas jalan di Nusa Penida tetap perlu dilengkapi marka, termasuk nama jalan. Dengan

adanya marka jalan, pengendara akan lebih tertib dalam berlalu lintas. Demikian juga nama jalan, baik nama tokoh maupuh pahlawan, wisatawan tidak akan lagi kesulitan dan kebingungan saat mencari alamat. “Jangan sampai ada wisatawan tersesat karena tidak ada nama jalan,” ujarnya. Untuk itu pihaknya berharap dinas terkait bisa menindaklanjuti usulan tersebut. Jangan sampai jalan yang ada di Nusa Peni-

da keduluan dibuatkan nama oleh investor di sana. “Kita minta agar dibuat seperti di kecamatan-kecamatan lainnya,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung I Nyoman Sucitra yang dihubungi terpisah mengakui pentingnya ruas jalan di Nusa Penida dilengkapi marka dan nama jalan. Untuk itu pihaknya pada tahun ini sudah merencanakan pembuatan marka jalan di Nusa Lembongan dengan anggaran Rp 134 juta. Sementara untuk ruas jalan di Pulau Nusa Penida (nusa besar)

akan diusulkan menggunakan dana PHR di tahun 2019, sekaligus pengadaan lampu penerangan jalan, rambu dan cermin cembung. Mengenai pemberian nama jalan, Sucitra menambahkan itu bukan semata-mata kewenangannya. “Nama jalan memang sangat penting terutama untuk turis-turis agar jangan sampai bingung,” pungkasnya. (kmb40)

Ketika Pertanian Rumput Laut Kembali ”Bernapas”

Petani Kesulitan Bibit, Perlu Sentuhan Ekonomi Kreatif PERTANIAN rumput laut di Dusun Semaya, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung yang sempat “mati”, mulai bangkit. Sejak beberapa bulan lalu petani melakukan budi daya. Hanya saja jumlahnya masih sedikit.

Bali Post/ina

PERAJIN TEDUNG - Salah seorang perajin tedung di Desa Paksebali yang sedang mengerjakan orderan.

Jelang Galungan, Perajin ”Tedung” Kebanjiran Order Semarapura (Bali Post) – Perajin tedung di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan kini mulai kebanjiran order, jelang hari raya Galungan. Permintaan kerajinan tedung termasuk perlengkapan upacara sejenis lainnya melonjak hingga seratus persen. Pesanan tak hanya datang dari pasar lokal, namun juga dari luar Bali. Salah seorang perajin tedung di desa setempat, A.A. Gede Oka, mengungkapkan jelang hari raya Galungan akhir Mei mendatang, dirinya sudah mulai kebanjiran orderan tedung sejak awal bulan ini. Tak hanya tedung, perlengkapan upacara sejenis lainnya seperti banrangan, katik nawasanga, ider-ider dan kain prada buatannya juga cukup banyak permintaan. “Biasanya sebulan jelang hari raya pesanan sudah masuk,” ungkapnya saat ditemui Selasa (8/10) kemarin. Dijelaskan, orderan yang datang kepadanya selama ini cukup banyak dari luar Bali seperti Lombok, Sulawesi dan Lampung, yang merupakan kantong transmigran asal Bali. Produk kerajinan tedung buatannya termasuk perlengkapan upacara lain dijualnya secara grosiran. Meski banyak orderan, Agung Oka mengaku sejauh ini tidak melakukan penambahan tenaga kerja. Dirinya hanya memaksimalkan 25 orang tenaga kerja yang dimilikinya dengan menggenjot produksi. “Kalau hari biasa mengerjakan tedung 1 kodi (20 buah) per hari, kita genjot jadi 2 kodi. Upahnya dihitung per biji,” ujarnya. Untuk memenuhi permintaan pasar, pria dari Puri Satria Kawan ini mengaku tidak menemui adanya kendala berarti. Hanya bahan baku berupa rangka bambu dan kayu untuk pembuatan tedung agak sulit didapat. Selama ini bahan tersebut didatangkan dari wilayah Karangasem. Sementara itu disinggung mengenai harga jual produk kerajinan buatannya, Agung Oka menyebutkan beragam. Satu buah tedung dijual dengan harga termurah Rp 30 ribu dan paling mahal Rp 1 juta. Sedangkan banrangan dijual Rp 150 - Rp 350 ribu per buah. Untuk katik nawasanga dijual paling murah Rp 25 ribu dan paling mahal Rp 150 ribu per buah. Sementara kain prada dijual paling murah Rp 12 ribu dan paling mahal Rp 150 ribu. Meski orderan meningkat, dia mengaku tidak mengangkat harga, kecuali jika harga bahan baku meningkat. (kmb40)

Menyambangi dusun yang memiliki panorama indah ini, mata tak hanya menyaksikan wisatawan menikmati wisata bahari. Tidak pula perbukitan yang dipenuhi batu kapur dengan balutan rerumputan yang mulai mengering akibat musim kemarau. Di sejumlah titik, beberapa warga juga tengah sibuk mengangkat rumput laut. Ada pula yang mengangkat dan membawa ke daratan. Tak peduli dengan sinar matahari yang sangat menyengat. Padahal jarum jam baru menunjukkan pukul 08.30 Wita. Rumput laut itu warnanya hijau, banyak cabang. Terikat tali sepanjang sekitar sepuluh meter. Itu tidak langsung dipanen. Tetapi kembali disemai dengan ukuran lebih kecil. Aktivitas itu salah satunya dilakoni Ni Nengah Sukarti. Perempuan yang sudah berumur. Mengenakan lengan panjang, lengkap dengan topi kerucut berbahan bambu. Sembari duduk di bawah bangunan semipermanen, sekelumit cerita rela dibagi. Pertanian rumput laut yang pernah menjadi primadona sebagian besar masyarakat ini sempat nihil. Bukan sengaja ditinggalkan. Namun akibat cuaca buruk. Kualitas panen tak maksimal. Banyak yang membusuk. Namun, sejak tiga bulan lalu, cuaca mulai bersahabat. Itu tak disia-siakan. Langsung dimanfaatkan kembali untuk budi daya. “Karena cuaca sudah mendukung, jadi mencoba lagi,” tuturnya. Hanya saja, kata dia jumlahnya tak sebanyak dulu. Baru

beberapa petak. Pemicunya tak sebatas khawatir terjadinya gagal panen, tetapi juga karena keterbatasan bibit. “Kalau dulu yang menanam sangat banyak. Sekarang sedikit. Ini untuk menambah hasil di kebun,” ucapnya. Disampaikan lebih lanjut, petani sudah sempat panen. Kualitasnya cukup baik. Demikian juga untuk harga jualnya, kisaran Rp 8.000 per kilogram untuk yang kering. “Harga cukup bagus. Dicari pengepul,” imbuhnya. Perbekel Suana I Putu Rai

Sudarta mengatakan, bibit yang dibudidayakan petani masih sisa rumput laut sebelumnya. Tentu dari sisi kualitas kurang baik. “Sekarang petani masih terkendala bibit. Waktu ini dinas terkait ada turun. Mudah-mudahan bisa mendapat perhatian,” ucapnya. Sektor pariwisata di desa ini semakin berkembang. Pertanian rumput laut dinilai bisa menjadi bagian untuk mempermanis. Supaya tak kembali “mati”, perlu ada sentuhan ekonomi kreatif. “Rumput laut bisa diolah menjadi produk

lain yang harga jualnya lebih menjanjikan. Misalnya dodol. Ini sangat baik jika diterapkan,” pungkasnya. Selain itu kata Suana, rumput laut sejatinya sempat banyak dibudidayakan di Desa Ped, Batununggul dan Lembongan. Setahun belakangan sudah habis. Pemicunya bukan hanya faktor cuaca. Tetapi juga pariwisata. Petani banyak yang beralih ke sektor tersebut. (sos)

PETANI Pertanian rumput laut di Dusun Semaya, Desa Suana, Nusa Penida mulai bangkit.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Wage, 9 Mei 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dicari Tenaga Berpengalaman untuk Posisi: IT.Lamaran dapat dikirim ke: info.hrd@putribintanggroup.com atau Datang Langsung ke: Jl.Danau Poso No.35 Sanur Telp:087861840710/085256321668

B.BP.153.05.18.0000469

Dicari Tenaga Berpengalaman untuk Posisi: Accounting dan Finance Lamaran dapat Dikirim ke: info.hrd@putribintanggroup.com atau Datang Langsung ke: Jl.Danau Poso No.35 Sanur Telp:087861840710/085256321668

Kuta: Spv Baresto,Bartender,DJ Cook,Waiter/s(3Jt)H08123807241

B.BP.001.05.18.0000464

Bth Guru/Mhs Matematika/Mipa/B. Ingg,Partime,KUMON,08179791223 B.BP.001.05.18.0000424

Dcr Housekeeping Villa Pnglmn Vila Legian,Smnyak,Canggu.Krm Lmrn ke winda@lovelbali.com

B.BP.004.05.18.0000449

Dcr Waiter untuk Restoran Hub.082235008424

Cr sales,Adm,Helper,staf Gudang,Kolektor,Gaji tinggi Hub.081558096445/4745296

Dibthkn Karyawan Suplyer Jl. Yudistira G1/2 Hub.0361-224783

Dcr 2 Staff Cewek&1 Sopir Hub. Jayanata Laundry 081239036432

Dibutuhkan Segera Accounting D3/S1 Hubungi:08175226868

B.BP.001.05.18.0000461

B.BP.001.05.18.0000383

B.BP.154.05.18.0000457

B.BP.001.05.18.0000439

B.BP.001.05.18.0000406

B.BP.004.05.18.0000448

Dibutuhkan:Tkg Patrun Garment berpengalaman.Terima freelance /harian.Phone:8476466/Kirim CV ke:office@nagajayabali.com Jl. Merta Ayu No.20 Kerobokan Klod

B.BP.001.05.18.0000382

Dibutukan Cleaning Service dan Tukang Masak Hub:(0361) 289379 Jln.Betngandang I No.12 Sanur

B.BP.004.05.18.0000396

B.BP.001.05.18.0000162

Garmen cari Tk.Jahit Borongan HrgBgs+THR+U.Mkn,081999677757

Kampus Elizabeth International “Hotel Management School” Mncri Tim Pengajar Culinary F&B Service,Front Office, Housekeeping.Tlp.230110/CV ke: elizabethdenpasar@yahoo.com

Dcr: FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta 40, Kuta

B.BP.001.05.18.0000350

Dcr Driver Toko Bunga Wil Jimbaran Hub:(0361)8480391 087761811773, 08500279339

B.BP.004.05.18.0000264

Krywan/ti Toko Komputer Max.22 Thn GP.2Jt+Bonus, 081805338181

B.BP.004.05.18.0000450

BVC Kerja LuarNegri ResmiBiaya Koperasi LPD Unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto PastiBrangkat.Line WA:081375409869&087754689692 B.BP.004.05.18.0000399

BIRO JASA

BIRO JASA

B.BP.031.05.18.0000455

Sales & Marketing/E-Commerce u.villa di Jimbaran.CV ke villamanager@villahening.com B.BP.004.05.18.0000398

Staf Produksi (Pabrik Tabanan -Bali), Llsan SMK Listrik/Mesin /Farmasi/Kimia.Hub:Dewi 081236 222509/E:info@tsbali.com

DIJUAL TANAH Djl Tnh 3A Pererenan 350Jt/Are Bs TT Mobil Hub.082147454248

Rmh LT2&S.Pool,Seaview,Furnish Kori Nuansa Jmbrn,085935208386

T.Kav Jl.IB Mantra Dps 3A, 350/ /Are,082144233009,081353828485

KOST

DICARI TANAH

Djl Kos-Kosan 5Kmr Ls.Tnh200m2 Jl.Gn.Guntur,Sepa Guntur 2 Dps Tlp.420800/422700/081558409999

Dicari!!! Tanah Strategis di Ubud utk Di-develop/Dijual Kembali.Budget Rp.10-20 Milyar Hub.Purnama:085881515449

B.BP.001.05.18.0000443

B.BP.001.05.18.0000340

B.BP.001.05.18.0000258

Dcr Bbrp PRT bs Masak Srbt Tgl Dlm,087861361079/082236366999 B.BP.164.05.18.0000436

Dcr Driver Bujangan Pariwisata Diutmkn KTP Bali Siap Tnggl dlm Bhs tdk Dutmkn 081338650660

B.BP.154.05.18.0000459

Indigo Japanese Restaurant Canggu is looking for Waitress Good English,Good Salary. Call:08123840242 B.BP.001.05.18.0000231

Dcr Sopir Pariwisata Area Nusa DuaHb:08123811600/0361-775437

B.BP.101.05.18.0000463

Dcr Pelaksana Proyek Min.SMK Fresh Graduate Hb.085225972222 B.BP.001.05.18.0000444

Dcr SPG utk Toko di Seminyak, pglmn & Bhs Inggris Ph.4735917 B.BP.001.05.18.0000319

Dcr Sgr PRT,Pengalaman,Tdr Dlm Hub.082147068989/(0361) 221617 B.BP.001.05.18.0000432

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

SERVICE

SERVICE

B.BP.004.05.18.0000331

Paul Ropp Looking for SPG English Fluently, Seilling skills, computer skills, motivated Send your CV to Paul Ropp Jl.Pengubengan 1X Opposite LP Kerobokan Tlp. 0361 730023

B.BP.001.05.18.0000452

DISEWAKAN TOKO Dikontrakan Toko Jln P.Moyo 35 Hubungi:082144736771

BMW

B.BP.001.04.18.0001617

DIJUAL RUKO

B.BP.154.05.18.0000458

Djl Cpt & Murah Ruko 2 Unit Jl Tegal Wangi II/34 Sesetan Densel Hrg 2M Hub.087864154888 TP

MERCEDEZ

M-Benz,E’280AT,Th’2008 Hitam Metalik, Asli Bali,Tangan 1 76.000 KM, Kondisi Bagus Hub:08123830201

B.BP.030.05.18.0000454

Ruko di Sesetan Harga Mulai 1M Rmh Indent Lt2.Hub:08123983100

B.BP.001.05.18.0000435

B.BP.001.05.18.0000437

Mercedes SLK 250 AMG Th’2012 Merah Istw,Harrier 2.4 Th’11 Hitam KM27Rb Istw,081238116467

KONTRAKTOR Kresna Adi Utama Mngerjakn Rmh TgglVila Ruko Pool081337099764

B.BP.141.05.18.0000460

B.BP.166.05.18.0000476

SUZUKI

Karimun GX’2003 Tgn 1 silver DK Denpasar,Hub.087862270180

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.085337370228 / 412815

B.BP.001.05.18.0000467

DICARI MOBIL

B.BP.001.04.18.0001588

Cari Mobil Bekas Suzuki,Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349

Jual Pralatn Eks Spa Lngkp,Cek Langsung ke Lokasi 08127770447

B.BP.164.05.18.0000465

B.BP.004.05.18.0000397

B.BP.001.05.18.0000254

One of Leading Cargo Company in Bali Looking for Marketing & Customer Service. Please Send CV to: document@bayusbalicargo.com

B.BP.164.05.18.0000466

B.BP.820.05.18.0000468

BMW 320i Hitam Thn’2006 Istimewa Jl.LegianKuta/08123907997

PENGUMUMAN

DIJUAL RUMAH Jl Rmh 2A Kota H.375Jt/ Tnh 76A Alasanker/ Tnh 26A Tkd.Mungga Hub.0362 22001 B.BP.158.05.18.0000446

Rmh Lt2, Ls2.10Are,LB230m2 Jln. Ken Arok DpsUtara,087860606147 B.BP.001.05.18.0000441

DIJUAL TANAH Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih PondokCitraPmogan08123871809 B.BP.001.05.18.0000082

8A&12A di Tegal Mengkeb Megati Tabanan Siap Bngn, 081238909235 B.BP.001.05.18.0000462

Pengumuman CV.Beras Bunga Wangis,dengan Usaha Bernama,Restaurant Serenity di Jl.By Pass Ngurah Rai No.27A,Sanur,Denpasar, Bali.Sejak Tgl 01 September 2016,Telah Ditutup,Pailit B.BP.004.05.18.0000453

BIRO JASA

Rmh baru Lt2 T.100/120m2 Residence 99 Biaung Dps AC+Furnish IMB+SHM 150M 087761855545 TP

Tnh Kav Kota Singaraja Fas: kolam Rnang 90jt/A 1 hektar, Promo,087761855545/082144233009

Bntu Lap Pajak SPT Tahunan PKP NPWPSIUPPasport081338344155

B.BP.001.05.18.0000445

B.BP.001.05.18.0000447

B.BP.001.05.18.0000058

B.BP.001.05.18.0000438

DIJUAL MOBIL

BENGKEL LAS BIRO JASA

Free

BIRO JASA

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

RUPA - RUPA

DISEWAKAN RUMAH Dikont Rmh Jln.Tkd Citarum Gg. IV/A2,3KT,1RTHub.082147549974

DIJUAL MOBIL

FOTO COPY

RUPA-RUPA

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

B.BP.031.05.18.0000456

B.BP.001.04.18.0001424

B.BP.001.05.18.0000481

B.BP.004.05.18.0000451

B.BP.001.05.18.0000344

Dcr Teknik Mesin/Teknik Industri Hub.425082/3

Dicari Tamatan SMK Otomotif utk Kerja Bengkel Mobil Hobby. GM Power Bali Jl.Dewi Madri No. 40/081999982779-085935297350

B.BP.166.05.18.0000478

Dcr PRT/Cleaning Service laki2 u/di Private Villa, pglmn min 2th Krm CV:rismasata@gmail.com

Finance/Accountant (Tabanan) Capable English & Computer E:versaindustries4@gmail.com

B.BP.821.05.18.0000019

*Pizza Hut Bali* Membutuhkan Karyawan/ti Berpenampilan Menarik,Tinggi Badan Pria Minimal 165cm, Wanita 155 cm,Umur 18-22Th.Gaji Minimal 2Juta,Catering, Jamsostek, Asuransi Kesehatan dan Bonus. Lamaran dibawa Langsung ke Pizza Hut Terdekat.

!Segera Bth Waiter/ss Pglm/Tdk Ramah&Sopan.HappyCinema,Jl.Tkd Batanghari 36,Dps.081999670006

G.01

Dcr Spv,Sales,Teknisi STM Gj+Bns+Kms+BPJS, Lam PT.PMA Bedahulu XVII/7, Dps

B.BP.153.05.18.0000470

!Bth Admin Wnt Pglm MinSMK Acc Krj Team,EnglishPasif,CV:reser vation.kampungcanggu@gmail.com

Dicari Marketing,wanita/pria, maks 25th, penampilan menarik,mudah bergaul,semangat kerja tinggi,kerja Tim, kirim lamaran ke: Jl. Kepundung No.67 A Denpasar/ Email: konvergensiiklan@gmail.com iklanbp@yahoo.co.id

Informasi pasang iklan Telepon

PELUANG BISNIS

DIJUAL RUMAH


BANGLI

14

Rabu Wage, 9 Mei 2018

Tangani Dampak Meluapnya Danau Batur

Dewan Usulkan Penggunaan Anggaran Mendahului Bangli (Bali Post) -

Luapan air Danau Batur yang merendam puluhan rumah warga Desa Terunyan serta lahan pertanian, sudah terjadi empat bulan lalu. Hanya saja, hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah. Terkait hal tersebut, kalangan DPRD Bangli pun mendesak Pemkab Bangli melakukan percepatan penanganan, salah satunya dengan menggunakan anggaran mendahului APBD-P 2018.

TERENDAM - Jalan menuju Terunyan yang terendam air Danau Batur.

Bali Post/nan

Ketua DPRD Bangli Ngakan Made Kutha Parwata, Selasa (8/5) kemarin, mengungkapkan upaya penanggulangan dampak meluapnya air Danau Batur bersifat segera. Salah satu upaya tercepat yang bisa dilakukan Pemkab, yakni meninggikan dua akses jalan, tepatnya di Cemara Landung dan Desa Buahan yang menjadi penghubung ke Desa Terunyan. Akses jalan tersebut terendam air danau dengan ketinggian 30 cm hingga 60 cm. Sesuai kajian instansi terkait, anggaran yang diperlukan mencapai Rp 300 juta hingga Rp 400 juta. Anggaran itu jelas belum tersedia saat ini sebab tidak diplot di APBD 2018. Namun, dia menyebutkan, ada celah untuk menggunakan anggaran lebih awal dengan mekanisme anggaran belanja mendahului. ‘’Mekanismenya sekarang relatif lebih mudah, di mana Bupati melaporkan kepada DPRD dan anggaran ini sudah bisa direalisasikan dengan konsekuensi pada saat anggaran perubahan, dibicarakan lebih lanjut. Karena untuk penanganan akses jalan tersebut terbilang sangat super prioritas,’’ jelas Kutha Parwata.

Kontes Anjing Kintamani Pukau Ratusan Penonton Bangli (Bali Post) Tingkah lucu anjing Kintamani memukau ratusan penonton Kontes Anjing Kintamani di Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Selasa (8/5) kemarin. Anjing yang memiliki ciri khas ekor berbentuk bulan sabit dan telinga berdiri tegak itu mampu menunjukkan gerak sesuai arahan sang pemilik. Bahkan anjing-anjing tersebut piawai dalam menari mengikuti irama musik. Panitia Kontes Anjing Kintamani I Nengah Darsana mengungkapkan, kontes ini lebih diarahkan pada lomba anatomi, yakni melihat keaslian anjing Kintamani dari postur tubuh, bulu, hingga pigmentasi yang sesuai dengan standardisasi anjing Kintamani. Kontes sebagai rangkaian HUT Bangli tersebut selain bertujuan untuk memeriahkan acara, juga memberikan edu-

kasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga serta mengembangbiakkan populasi anjing Kintamani yang sudah mendapat pengakuan di tingkat Asia oleh Asian Kennel Union (AKU) sebagai anjing ras asli Indonesia. ‘’Harapan kami, masyarakat Bangli, Bali, dan Indonesia mampu meningkatkan dan mengembangkan ras anjing Kintamani sehingga satusatunya ras anjing asli Indonesia ini, bisa mendapat pengakuan secara internasional,’’ ucap anggota DPRD Bangli ini. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli I Wayan Sukartana mengharapkan para pembudidaya anjing Kintamani dapat lebih mencintai serta menjaga keaslian ras anjing Kintamani. Sukartana juga tidak

menampik kalau Desa Sukawana, Kintamani, yang juga sebagai desa pembudidaya anjing Kintamani, justru masuk dalam salah satu zona merah rabies. Mengantisipasi rabies, pihaknya telah melakukan berbagai upaya antisipasi. Seperti, program jangka pendek vaksinasi terencana yang menukik langsung pada tiga Desa wilayah Kintamani, yakni Desa Sukawana, Siakin, dan Pinggan. ‘’Vaksinasi ini dilakukan minimal setiap 6 bulan sekali. Vaksinasi serupa juga menyasar wilayah Kintamani Barat. Seperti Desa Dausa, Desa Satra, dan Desa Catur,’’ katanya sembari menyatakan, saat ini populasi anjing Kintamani relatif banyak, yakni 1.500 ekor yang tersebar di tiga desa, yakni Sukawana sebagai homebase, Pinggan dan Siakin. (kmb41)

Dinas PKP Programkan Demplot di Susut Bangli (Bali Post) Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli akan melaksanakan demonstration plot (demplot) atau proyek percontohan pertanian di lahan sawah di Susut. Sekretaris Dinas PKP Bangli I Wayan Sarma mengatakan, luas lahan yang akan digunakan sebanyak tiga unit dengan luas mencapai

tiga hektar. ‘’Satu unit, luas lahannya satu hektar,’’ ucapnya belum lama ini. Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan demplot, pihaknya difasilitasi Pemerintah Pusat untuk pengadaan sarana produksi seperti kapur untuk meningkatkan keasaman tanah. Demplot berarti penting bagi petani. Pasalnya, demplot merupakan metode penyuluhan

pertanian yang efektif dengan cara membuat lahan percontohan agar petani bisa melihat dan membuktikan objek yang didemontrasikan. ‘’Dengan adanya demplot ini nantinya akan bisa memberikan percontohan cara tanam dengan baik kepada petani yang disesuaikan dengan demografi wilayah tersebut,’’ terangnya. (kmb41)

Bali Post/nan

Dikatakannya, kalau hanya mengandalkan proposal yang sudah diajukan ke pusat yang notabene selama ini terkesan diabaikan karena tanpa pendekatan, tidak diikuti dan tidak dikawal, penanganan akan sulit dilakukan dalam waktu dekat. ‘’Untuk yang jangka panjang ini tetap harus dilakukan. Namun, dalam penanganan awal, daerah berkewajiban juga berbuat walaupun hanya sedikit. Jangan sampai karena menunggu dana dari pemerintah atas, kita di daerah tidak berbuat sehingga menimbulkan kesan kita yang punya wilayah sendiri tidak bergerak, apalagi orang lain,’’ tegasnya. Lebih lanjut diungkapkannya, sejak tahun 2014, air Danau Batur kerap meluap hingga merendam permukiman warga, fasilitas publik dan ratusan hektar lahan pertanian. Luapan kali ini terbilang paling tinggi dari sebelumnya. ‘’Pemerintah harus ada action untuk menangani para korban. Namun, agar persoalan ini tidak sampai berlarut-larut, kami menginginkan pemerintah daerah ada action terlebih dahulu,’’ terangnya. (kmb41)


15

Rabu Wage, 9 Mei 2018

SOSOK Ruang Menyusui UNTUK meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Polresta Denpasar terus melakukan pembenahan, baik dari segi SDM, fasilitas hingga layanan yang prima. Apalagi Polresta ditunjuk mewaliki Polda Bali dalam lomba pelayanan publik yang dinilai Mabes Polri dan Kemen-PAN RB, dari Mei sampai Juli mendatang. “Pelayanan publik yang dinilai ada tiga yaitu SIM, SKCK dan Sidik Jari serta pengaduan masyarakat di SPKT,” kata Wakapolresta Denpasar AKBP I Nyoman Artana, Selasa (8/5) kemarin. Oleh karena itu, Polresta sudah melakukan berbagai persiapan dalam rangka lomba tersebut. “Kami sudah melakukan upaya ini sejak lama, terkait lomba ini lebih ditingkatkan lagi,” tegasnya. Pembenahan secara fisik sudah dilakukan yaitu menyiapkan ruangan representatif termasuk kelengkapannya. Contohnya, masuk ke ruangan layanan pakai nomor dan antre, ada petugas yang menyambut dan menanyakan keperluannya, lalu diarahkan ke loket-loket sesuai tahapannya. Untuk SKCK dan Sidik Jari serta SIM sudah diterapkan sistem online, terutama terkait kelengkapan persyaratan dan pendaftaran. “Kalau sudah daftar lewat online, tinggal datang ke Polresta untuk proses selanjutnya sehingga cepat selesai dan tidak lama menunggu,” ujarnya. Setiap ruangan layanan disediakan ruang menyusui, merokok dan arena bermain anak. Untuk di Gedung Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas), Satlantas sedang mengupayakan lahan parkir yang luas, khususnya untuk mobil. Mengingat lahan Polresta tidak memadai, rencananya bekerja sama dengan pemilik lahan setempat. Selain itu, ruang tunggu akan dibenahi dan diperluas sehingga memberikan rasa nyaman. Tempat parkir salah satu poin penilaian dalam lomba ini. “Masyarakat kami harapkan memberi penilaian di mesin IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat - red). Sudah puas atau belum. Kami juga mengumpulkan perwakilan tiap kecamatan masing-masing empat orang untuk membuat konsep layanan publik Polresta Denpasar dan banyak dapat masukan untuk pembenahan. Kami mohon dukungan masyarakat,” ujarnya. (rah)

Pariwisata Budaya Dari Hal. 3

Perwakilan BEM PM Universitas Udayana (Unud), Putu Ayu Partini dan Ni Putu Apriliyani Ekayanti, mengatakan Bali yang terkenal dengan pariwisata budayanya telah memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian daerah maupun nasional. Namun, pemerataan terhadap hasil dari pariwisata di Bali belum dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di luar daerah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Sehingga pemimin Bali ke depan hendaknya melakukan pemerataan pembangunan pariwisata di seluruh kabupaten/kota di Bali. Sehingga dampak kunjungan wisatawan ke Bali dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Bali. (win)

Pelebaran Simpang Jimbaran Terancam Ditunda

Mangupura (Bali Post) -

Rencana pemerintah untuk mengurangi kemacetan di sekitar Simpang Jimbaran, nampaknya akan sulit terwujud. Pasalnya, proses pembebasan lahan di sekitar lokasi belum tuntas. Akibatnya, pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional bisa saja menunda pengerjaan proyek pelebaran jalan di Simpang Jimbaran tersebut. Dikonfirmasi Selasa (8/5) kemarin, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Nyoman Yasmara mengatakan, terkait perkembangan proyek Simpang Jimbaran tersebut, sudah ada surat dari Pemerintah Kabupaten Badung. Pada intinya, secara schedule proyek tersebut harus bisa segera dikerjakan, karena proyek itu merupakan satu paket dengan proyek Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai dan diharapkan bisa diselesaikan berbarengan pada Agustus atau September mendatang. Namun, kata Yasmara, saat ini prosesnya masih belum selesai untuk pembebasan lahan di sekitar lokasi. Karena lahan belum siap sampai seka-

Badung Berencana Tambah Sekolah

Mangupura (Bali Post) – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2018/2019 di Badung masih dibayangi kekisruhan penerimaan siswa baru di tahun ajaran 2017-2018 lalu. Kepala Disdikpora Badung Ketut Widia Astika mengatakan, belum ada regulasi baru mengenai PPDB dan tampaknya masih mengacu pada Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017. Untuk mengatasi banyaknya peserta didik baru, menurut Widia Astika, penambahan gedung baru akan dilakukan di sejumlah kecamatan, seperti Abiansemal, Mengwi, Kuta Utara, dan Kuta. “Ada lima sekolah baru yang rencananya akan dibangun untuk menampung putra-putri kita,” terangnya. Terkait siswa di luar Kabupaten Badung yang berkeinginan melanjutkan pendidikan di Badung, Widia Astika mengatakan, masih berpeluang asalkan memiliki prestasi di bidang akademik atau nonakademik. “Memungkinkan kalau dia pintar, minimal mendaftar kalau memang bagus pasti akan lolos. Sebab, persentasenya sedikit. Kurang lebih lima persen,” ujarnya. (kmb27)

rang, pihaknya belum bisa melakukan pekerjaan. “Seandainya lahan itu tetap tidak bisa dibebaskan, maka kami akan mengurangi lingkup pekerjaan. Dalam artian akan dilakukan pemotongan kontrak atau tidak jadi dikerjakan karena lahan belum siap,” ujarnya. Terkait dengan proses pembebasan lahan, sejumlah pihak pemilik lahan masih enggan untuk membebaskan lahan miliknya. Karena nilai tanah yang akan dibebaskan tidak sesuai dengan nilai yang diharapkan. Pemilik lahan sampai saat ini masih belum sepakat dengan nilai ganti rugi sebesar Rp 10 juta per meter persegi. Terhadap kondisi tersebut, tim pembebasan lahan Kabupaten Badung terpaksa menitipkan uang ganti

rugi lahan kepada Pengadilan Negeri Denpasar. Lurah Jimbaran Ketut Rimbawan sebelumnya sempat melakukan komunikasi dengan warga pemilik lahan. Dikatakan, warga tetap tidak setuju dengan penawaran harga maksimal yang ditawarkan tim appraisal, yaitu senilai Rp 10 juta per meter persegi atau Rp 1 miliar per are. Warga meminta agar pemerintah bersedia membayar seperti harga yang ditawarkan untuk lahan di Tuban, yaitu seharga Rp 20 juta per meter persegi atau Rp 2 miliar per are. “Sampai saat ini, warga masih tetap tidak mau dengan penawaran harga yang diberikan,” kata Rimbawan, belum lama ini. Sementara itu, PPTK Pembebasan Lahan PUPR Badung Rai Twistyanti Raharja, S.T. mengatakan, saat ini pihaknya masih mengonsinyasikan ke pengadilan. Untuk dananya sudah dititipkan ke pengadilan. Sedangkan juru sita juga sudah mengecek ke

lapangan. Langkah berikutnya akan ada mediasi kepada masyarakat. Apabila masyarakat masih belum setuju, dikatakan kalau dari aturan, setelah dikonsinyasikan dan keluar ketetapan dari pengadilan, pemerintah sudah bisa bergerak untuk melanjutkan proyeknya. “Dari Pemkab Badung karena tugasnya hanya pembebasan lahan, untuk itu kami tetap jalan. Proses tetap dilanjukan karena memang ada agenda untuk pelebaran jalan tetap jalan,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pelebaran Simpang Jimbaran ini nantinya dari arah Denpasar ke Nusa Dua yang dulunya dua lajur akan ditambah lagi satu. Sehingga akses kendaraan dari arah Denpasar menuju Nusa Dua tidak terhalang oleh kendaraan yang berhenti di traffic light menuju ke Kampus Unud. Untuk pengerjaan, rencananya akan dilakukan pelebaran di sisi kanan kurang lebih dua meter. Sehingga ketika dibuat lajur baru, maka median jalan juga akan digeser. (kmb23)

Uang di Brankas Turis Yunani Dicuri Mangupura (Bali Post) Warga negara Yunani Aristidis Giorgini (45) melaporkan uang di dalam brankasnya terus menyusut. Selanjutnya, turis kelahiran Jerman yang selama di Bali tinggal di vila di Jalan Kahuripan, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung itu melaporkan kasus ini ke Polsek Kuta Selatan (Kutsel), Minggu (6/5) lalu. Hasil penyelidikan kasus itu, anggota Reskrim Polsek Kutsel mengungkap kasus tersebut. Pelakunya ternyata karyawan korban, Everson Saribu (28). “Pelaku ini beker-

ja di TKP sebagai penjaga dan perawat anjing. Oleh karena itu, dia paham situasi vila,” kata Kanitreskrim Polsek Kutsel Iptu H. Andi Muh. Nurul Yaqin seizin Kapolsek Kompol Nengah Patrem, Selasa (8/5) kemarin. Menurut Andi Yaqin, pelaku ditangkap saat masuk kerja pukul 16.00 Wita. Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya dan dilakukan penggeledahan serta penyitaan barang bukti hasil kejahatan. “Korban melaporkan kerugiannya sekitar Rp 100 juta,”

ungkapnya. Pelaku mengaku mencuri uang 1.000 euro pada April 2016, Juni 2016 mencuri uang Rp 5 juta dan Rp 1,5 juta, September 2016 melakukan pencurian uang Rp 1 juta dan Rp 2 juta, November 2016 mencuri uang Rp 1 juta. Sedangkan Januari 2017 pelaku mencuri uang Rp 3 juta dan Rp 1 juta, Maret mengambil uang Rp 1,5 juta, Mei Rp 1 juta, Juli Rp 2 juta dan Rp 2 juta, Oktober mengambil uang 500 euro dan Oktober Rp 5 juta. Pada Januari 2018 Rp 3 juta dan akhir Februari

Rp 2,5 juta. “Modusnya, pelaku mengambil kunci pintu lalu masuk ke kamar korban dan mengambil kunci asli berangkas yang ada dalam laci meja. Selanjutnya, kunci brankas diduplikatkan di tukang kunci dan digunakan mencuri uang korban,” ungkapnya. Barang bukti yang diamankan sisa uang hasil kejahatan Rp 17,6 juta, sepeda motor, koper berisi baju dan celana, satu buah kalung emas seberat delapan gram seharga Rp 3,6 juta dan kartu ATM. (kmb36)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Rabu Wage, 9 mei 2018

Koscielny Absen Bela Prancis di PD London Bek Prancis Laurent Koscielny akan melewatkan Piala Dunia (PD) dan menghadapi absen enam bulan setelah menjalani operasi pada cedera tendon achillesnya, yang dideritanya saat Arsenal kalah dari Atletico Madrid di Liga Europa. Demikian kata manajer klubnya, Arsene Wenger, Selasa (8/5) kemarin.

Laurent Koscielny

Bali Post/google

Bek tengah itu ditarik keluar lapangan pada menit ke-12 leg kedua semifinal setelah kakinya cedera di Wanda Metropolitano, ketika Arsenal tersingkir dari turnamen itu menyusul kekalahan 0-1 di ibu kota Spanyol. ‘’Koscielny, tentu saja, merasa hancur, karena dia harus menjalani operasi,’’ kata Wenger pada konferensi pers menjelang pertandingan Liga Inggris, di

markas tim peringkat kesembilan Leicester City. Ia akan melewatkan Piala Dunia. Anda tidak akan melihat dia sampai Desember. Koscielny (32), yang telah mencatatkan 51 penampilan untuk timnas Prancis, tampil sebanyak 25 kali pada pertandingan di liga untuk Arsenal musim ini, dan diharapkan masuk skuad asuhan Didier Deschamps untuk Piala Dunia, Juni sampai Juli mendatang di

Rusia. Arsenal juga tidak akan diperkuat Santi Cazorla untuk dua pertandingan tersisa di Liga Inggris, ketika sang gelandang memulihkan diri dari cedera kambuhan pada Achillesnya. Masa depan sang pemain di klub itu juga masih belum pasti, sebab kontraknya saat ini akan habis pada akhir musim. Cazorla tidak bermain sejak Oktober 2016, dan telah beberapa kali menjalani operasi, yang berujung pada hilangnya delapan sentimeter tendon pada pergelangan kaki kanannya. ‘’Dia terlihat baik-baik saja, mempersiapkan diri dengan baik, berlari dengan baik, namun secara medis terlalu berisiko untuk mendorongnya

cepat-cepat kembali (bermain),’’ tambah Wenger. ‘’Ini menyedihkan. Saya membawa dia ke sini, dan saya menyukai dirinya sebagai pemain dan sebagai pribadi,’’ sambungnya. Wenger yang akan meninggalkan Arsenal pada akhir musim ini, setelah bekerja di sana selama hampir 22 tahun, mengatakan dirinya berharap Jack Wilshere akan meneken kontrak baru, di mana kontrak sang gelandang saat ini akan habis bulan depan. ‘’Pada pembicaraan terakhir saya dengan Jack, kelihatannya ini positif untuk klub. Saya tidak terlibat dalam negosiasi apapun namun tentu saja saya masih berkomunikasi dengan Jack.’’ (ant/rtr)

Djokovic Tundukkan Nishikori

David Sitanggang

Batal Berkostum PS Badung PESEPAK bola David Sitanggang sejatinya lolos seleksi masuk PS Badung, yang ditangani trio pelatih AAK Bramastra, Kadek Loco Ediana, dan Nyoman Sujata. Sayangnya, pelatih kepala PS Badung AAK Bramastra mendepaknya, karena stok pemain posisi gelandang menumpuk. ‘’Kami mencari gelandang yang sesuai dengan kebutuhan tim,’’ kilah Agung Bram. Tahun lalu, David membela klub Pro Duta Cengkareng, namun tahun ini absen. David Sitanggang merupakan adik kandung Paulo Octavianus Sitanggang, pemain timnas U-19 yang dilatih Indra Sjafri. Bahkan, dalam keluarganya Paulo adalah putra kedua, sedangkan David anak ketiga dari empat bersaudara. Sejak kecil, baik Paulo maupun David, sama-sama ditempa di SSB Kurnia Medan. ‘’Kami sama-sama bermain bola sejak masa kecil,’’ kenang David, pemain kelahiran Medan, Sumut, 2 Mei 1999 ini. Selanjutnya, Paulo masuk camp AC Milan, sedangkan David bergabung ke Diklat Sumut. ‘’Sejak itu, kami berpisah dan meniti karier bola. Termasuk Paulo yang kini membela Barito Putera dalam lawatannya ke Bali, ketika meladeni Bali United, kami tak sempat bertemu, hanya saling kontak,’’ tutur putra ketiga pasangan Mariyan Sitanggang dengan Eviana Silalahi ini. David sesungguhnya ingin secepatnya meneken kontrak, ketika bergabung membela Tim Keris. (022)

Madrid Mantan petenis peringkat satu dunia Novak Djokovic memperlihatkan kembali penampilan terbaiknya dengan kemenangan impresif 7-5, 6-4 atas petenis Jepang Kei Nishikori pada putaran pembukaan Madrid Terbuka yang dimainkan pada Selasa (8/5) kemarin. Petenis Prancis Gael Monfils menaklukkan petenis Georgia Nikoloz Basilashvili dengan skor 6-2, 3-6, 6-3, untuk mempersiapkan pertemuan di putaran kedua melawan juara bertahan sekaligus favorit di turnamen ini, Rafael Nadal. Menyusul tersingkirnya dia di putaran-putaran awal di Barcelona, Monte Carlo, Miami, dan Indian Wells, Djokovic (30) melepaskan pukulan-pukulan dengan akurat, dan mencatatkan 26 pukulan winner, untuk menajamkan rekor head to head-nya menjadi 12-2 melawan petenis peringkat 20 dunia Nishikori. Djokovic menderita love pada kedudukan 2-2, namun ia memulihkan diri dengan baik dengan menyambar serve kedua lawannya untuk memenangi set pembukaan dalam waktu satu jam. Juara dua kali di Madrid ini kemudian mengklaim break menentukan pada game kesepuluh set kedua untuk memastikan kemenangannya. Ini merupakan kemenangan pertama Djokovic atas petenis 20 besar dunia, sejak petenis Serbia itu, menaklukkan Monfils di Eastbourne, Juni tahun lalu. Pada pertandingan yang dimainkan lebih awal, petenis Kanada Milos Raonic mengamankan pertemuan di putaran kedua melawan unggulan ketiga Grigor Dimitrov, dengan menaklukkan petenis Argentina Nicolas Kicker dengan skor 6-3, 6-2. Raonic mencatatkan 17 ace untuk menyingkirkan debutan Madrid itu. Petenis Prancis Lucas Pouille, unggulan ke-15, tersingkir dari turnamen ini setelah kalah 2-6, 3-6 dari kompatriotnya Benoit Paire. Paire mencatatkan kemenangan pertamanya dari empat pertandingan melawan Pouille dan selanjutnya akan bertemu petenis remaja asal Kanada Denis Shapovalov. (ant/rtr)

Kejuaraan Dunia

Timnas Panjat Tebing Rebut Tiga medali

BP/nel

Porjar Denpasar

Tim Taekwondo Smansa dan Spentri Berjaya Denpasar (Bali Post) Tim taekwondo SMAN 1 Denpasar (Smansa) dan SMAN 3 Denpasar (Spentri) berjaya di ajang Porjar Kota Denpasar 2018, yang digelar di GOR Lila Bhuana. Tim Smansa mendulang 6 emas, 6 perak, dan 6 perunggu, disusul SMAN 5 (Smanela) yang meraup 4 emas, 8 perak, dan 5 perunggu. Keenam emas atlet Smansa dipersembahkan Komang Perkasa Abisaputra (-48 kg), Made Deva Sathya Mahottama Suarbawa (-55 kg), Made Ari Sayoga Mayasa Puta (-68 kg), Calvin Ersan Latumakina (-73 kg), Melinda Evelyna (poomsae perorangan), serta Raden Ngurah Rahandaru Adjarsusilo dan Melinda Evelyna (poomsae pasangan). Taekwondoin Smanela yang menyumbangkan emas adalah Dimas Puta Ardana (-51 kg) M. Faza Algifari Handoyo (-63 kg), Kadek Erika Wahyuni (-42 kg), A. A. Oktaviari Tiara D (-46 kg), Putu Padma Sidhi Bagaskara (poomsae perorangan). Tim SMKN 1 juga meraih 2 emas, 1 perak, 2 perunggu. Dua emas diperoleh melalui atletnya Ngurah Doddy Pratama (-59 kg) dan Ni Made Agustini Virginia Dewi (-63 kg). Tim SMK Harapan juga merebut 2 emas, 1 perak, 2 perunggu. Kedua emas diperoleh melalui taekwondoin Natasya Audrey Esterlita (-55 kg) dan Jascal Manuel Ririhena (-78 kg). Sementara untuk tingkat SMP, Spentri menyabet 5 emas, 1 perak, dan 3 perunggu, disusul SMPN 10 meraih 5 emas, dan 3 perunggu, serta SMPN 6 merebut 2 emas, 2 perak, dan 5 perunggu. Kelima emas Spentri diperoleh melalui takwondoin Raden Ngurah Renanta Adjarsusilo (-53 kg), I Komang Gede Sidhi Pastika (-65 kg), Putu Berlian Justicia Wijaya (-47 kg), AA Marshel Neo Monarchy NA (poomsae perorangan), Made Agus Yoga Sastra Wiguna/Cokorda Istri Divananda Saraswati (poomsae pasangan). Tim taekwondo SMPN 10 juga mendulang lima emas, yang dipersembahkan Wahyu Damar Iswara (-37 kg), Kadek Rsi Suta Wijaya (-45 kg), I Gede Landip Anggareksa (-61 kg), Ni Nyoman Saniscahya Dyahari (-33 kg), Ni Putu Ayu Giska Lestari Koriantara (-59 kg). Sementara atlet SMPN 6 meraih 2 emas, 2 perak, dan 5 perunggu. Kedua emas SMPN 6 dipersembahkan Made Padma Sastra Linggaputrra (-65 kg) dan Ronny Kurniawan (poomsae perorangan). (022)

Chongqing Prestasi luar biasa ditunjukkan atlet-atlet tim nasional panjat tebing Indonesia di Cina. Indonesia mampu menyabet tiga medali sekaligus: medali emas, perak, dan perunggu dalam kejuaraan dunia, di nomor speed IFSC World Cup Chongqing, Cina, yang berakhir Minggu (6/5) malam lalu. Medali emas ditorehkan Aries Susanti Rahayu untuk nomor speed world record. Dalam babak final, ia menggulung Elena Timofeeva dari Rusia dengan catatan waktu 7,51 detik berbanding 9,01 detik. Medali perak dipersembahkan Aspar Jaelolo. Aspar Jaelolo gagal menyabet emas di detik-detik terakhir. Ketika akan menyentuh puncak, ia agak terpeleset. Alhasil, lawannya, Dmitrii Timofeev dari Rusia, mengambil kesempatan. Dmitrii menang dengan catatan waktu 5,76 detik, sedangkan Aspar 6,80 detik. Adapun medali perunggu dipersembahkan Puji Lestari, yang dalam partai perebutan juara ketiga, nomor speed world record perorangan putri, menorehkan waktu 8,11 detik. Ia mengalahkan Anna Tsysannova dari Rusia, yang gagal meraih puncak, karena terpeleset. Sementara itu, untuk penentuan juara ketiga nomor speed perorangan putra, Darryil Boldyrev dari Ukraina menang tipis atas Jin Xin Li dari Cina. Darryil menorehkan waktu 5,73 detik, sedangkan Jin Xin Li 5,88 detik. Indonesia tampil dominan dalam final nomor speed world record, baik perorangan putra maupun putri. Dari 14 atlet yang turut bertanding, sembilan di antaranya masuk final. Dominasi ini juga dicuitkan akun twitter resmi International Federation of Sport Climbing (IFSC). Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meyakini raihan medali ini akan menjadi modal bagus untuk berlaga di Asian Games mendatang. (022/r)

Bali Post/afp

Novak Djokovic

Piala Indonesia

Madura United Melaju ke 64 Besar Bojonegoro (Bali Post) Tim Liga 1 Madura United berhasil lolos ke babak 64 besar Piala Indonesia 2018 usai menaklukkan Persibo Bojonegoro, Selasa (8/5) kemarin, melalui adu tendangan penalti dengan skor total 4-2 pada laga pembukaan turnamen yang terakhir kali digelar pada tahun 2012 tersebut. Adu tendangan penalti dilakukan setelah laga yang berlangsung di Stadion Letjen H. Soedirman, Bojonegoro, Jawa Timur itu berakhir imbang 1-1 di waktu normal. Hasil tersebut membuat Madura United menjadi tim pertama dari zona 10 Piala Indonesia 2018 yang melaju ke fase selanjutnya. Pada pertandingan itu, pelatih Madura United Milomar Seslija menurunkan semua pemain asingnya kecuali Zah Rahan Kranger. Meski demikian, Madura sempat tertekan di awal-awal laga. Namun tim berjuluk Laskar Sappe Kerap itu sukses membobol gawang tuan

Bali Post/ant

THOMAS-UBER - Tim Thomas dan Uber Indonesia usai pelepasan di Jakarta, Selasa (8/5) kemarin. Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melepas 20 atlet yang terdiri atas Tim Thomas 10 atlet dan Tim Uber 10 atlet yang akan bertanding pada perhelatan Piala Thomas & Uber2018, 20-27 Mei mendatang di Bangkok, Thailand.

rumah di menit ke-14 melalui sundulan Engleberd Sani yang berhasil memanfaatkan umpan silang Imam Bagus Kurnia. Setelah itu, Madura United beberapa kali mengancam pertahanan Persibo, tetapi tak ada gol tambahan tercipta dan skor tetap 1-0 di babak pertama. Usai jeda, Persibo yang merupakan juara Piala Indonesia 2012 langsung tampil menyerang. Hal itu membuat lini pertahanan Madura United, yang dikawal Onorionde Kughebe panik dan membuat kesalahan di belakang. Kemelut pada menit ke-49 itu pun dimanfaatkan dengan baik oleh penyerang Persibo Hasan Basri, yang berhasil

menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Setelah itu, kedua tim saling mendapatkan peluang, tetapi tak ada yang bisa mencetak gol lainnya. Sial bagi Madura, salah satu beknya Alfath Faathier dikartu merah pada menit ke-89. Hasil imbang 1-1 membuat laga dilanjutkan ke adu tendangan penalti yang berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Madura Untied. Di sini, para pemain Madura United yakni Zah Rahan, Alberto Antonio de Paula dan Slamet Nurcahyono berhasil mencetak gol. Hanya Engelberd Sani yang tak bisa membuat gol. Sementara dari kubu Persibo, dari empat penendang, hanya Lendy Dwi Setiawan yang sukses menyarangkan bola. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 09 Mei 2018 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu