Skip to main content

Edisi Jumat, 09 Maret 2018 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 192 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

Jumat pon, 9 maret 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Koster Kunjungi Perajin Gamelan

Paparkan Jurus Jitu Naikkan Pendapatan, Fasilitasi Permodalan dan Pemasaran Banjar Tihingan, Klungkung, merupakan sentra produksi gambelan. Bahkan Tihingan telah menjadi trade mark sebagai pusat pembuatan gamelan Bali sejak lama. Namun siapa sangka perajin di daerah itu sejak lama pula menghadapi kendala. Selain bahan baku dan permodalan juga pemasaran. MENGUNJUNGI - Calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster, saat mengunjungi sentra industri kerajinan gamelan di Jalan Raya Gong Gede, Banjar Tihingan, Desa Tihingan, Klungkung.

CALON Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster, mengunjungi sentra industri kerajinan gamelan di Jalan Raya Gong Gede, Banjar Tihingan, Desa Tihingan, Kabupaten Klungkung. Koster melihat langsung proses pembuatan gamelan yang menjadi kebutuhan sarana upacara umat Hindu Bali itu. Pada kesempatan itu, Koster mendapat keluhan dari para perajin. Salah satunya datang dari I Gede Suandiasa, pemilik Tari Gong. Ia memaparkan, modal yang dirogohnya untuk mendirikan usaha kerajinan gamelan. Dana sebesar Rp 1 miliar ia dapat dari pinjaman di LPD dan Bank BRI. ‘’Belum ada bantuan modal dari pemerintah. Kalaupun ada, baru sebatas peralatan untuk pekerja seperti masker. Untuk menghasilkan seperangkat gamelan membutuhkan waktu minimal tiga bulan. Keuntungannya Rp 15 juta kotor. Bersih-

nya Rp 5 juta. Untuk modal Rp 300 juta,’’ kata Suandiasa, Kamis (8/3) kemarin. Di sisi lain, ia memaparkan jika kerajinan gamelan di desa ini dulunya seringkali dikunjungi oleh wisatawan, karena menjadi desa wisata. Namun sejak beberapa waktu belakangan tak ada satu pun turis yang singgah. Mendengar keluhan itu, Koster mengaku sengaja berkunjung ke sentra kerajinan gamelan untuk melihat secara langsung proses pembuatannya. Sebab, salah satu program unggulan Koster bersama Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati adalah penguatan desa adat. Perhatian lebih kepada perajin gamelan di mata Koster merupakan bagian dari melestarikan seni, adat istiadat dan budaya Bali. Hal. 19 Bidang Adat

Soal Pembatalan Bandara di Buleleng

Unud Tak Tahu-menahu, DPRD Bali akan Panggil World Bank Pembatalan rencana pembangunan bandara di Kubutambahan, Buleleng akan mendapat ‘’perlawanan’’. Pertama, kajian World Bank (WB) yang dijadikan rujukan pembatalan tersebut, belum pernah dikomunikasikan dengan pemerintah daerah dan wakil rakyat di Bali. Bahkan, Gubernur Bali Mangku Pastika menyatakan tidak pernah dihubungi WB terkait kajian itu. Kedua, Unud yang diklaim ikut bersamasama melakukan kajian menyatakan tidak tahu-menahu. Karena itu, DPRD Bali berencana melakukan dengar pendapat dengan World Bank untuk meminta penjelasan dan penegasan terkait kajian tersebut. Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba, Kamis (8/3) kemarin mengatakan, Jumat (9/3) hari ini pihaknya akan menanyakan kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengenai alasan mendasar membatalkan bandara internasional yang dirancang dengan matang selama empat tahun itu. Ia mengatakan, sebelum membatalkan pembangunan bandara itu,

pemerintah pusat mestinya melakukan uji tuntas (due diligence) dulu. Bukan seperti yang dilakukan pemerintah selama ini dengan hanya melibatkan Bank Dunia dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) beserta Universitas Udayana (Unud). ‘’Harus dilakukan due diligence, apakah layak atau tidak? Jangan tiba-tiba menyatakan bandara batal. PT BIBU harus disuruh presentasi dulu kepada pihak yang berwenang,’’

tegasnya. Tamba mengungkapkan, pembangunan Bandara Bali Utara merupakan isu sensitif bagi masyarakat Bali. Hal itu karena menyangkut upaya pemerintah demi pemerataan ekonomi Bali. Terlebih, Pemerintah Daerah Bali telah menyetujui pembangunan bandara tersebut di Kubutambahan, Buleleng. Begitu pula 32 investor yang tergabung dalam Airport Kinesis Con-

sultant (AKC) Kanada telah menyiapkan dana untuk mewujudkan proyek prestisius ini. ‘’Kalau proyek senilai Rp 27 triliun ini batal, maka iklim investasi di Indonesia bisa tercoreng. Investor bakal kapok menanamkan modal di daerah kita, jika pemerintah tidak mempermudah iklim berinvestasi,’’ tambah pria asal Jembrana ini. Hal. 19 Tanpa Koordinasi

Keputusan Politik Jangan Hanya Hitung Untung-Rugi

Polisi Kejar Pelaku Perusakan Gereja Palembang (Bali Post) – Tim Polsek Rantau Alai didukung personel Polres Ogan Ilir berupaya mengejar enam pelaku perusakan Gereja Katholik di Dusun 3, Desa Mekar Sari, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (8/3) dini hari. Kepala SPK Polsek Rantau Alai Aiptu Sahil Arsyad mengatakan, saat ini berupaya melakukan penyelidikan mengungkap identitas pelaku perusakan yang dilaporkan berjumlah enam orang laki-laki itu. ‘’Saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan saksi serta barang bukti terkait kasus perusakan itu, berdasarkan petunjuk lapangan tersebut diharapkan bisa segera diungkap pelakunya dan dilakukan pengejaran untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum,’’ ujarnya. Dia menjelaskan, berdasarkan laporan pihak Gereja Katholik Stasi Santo Zakaria Rantau Alai Paroki Ratu Rosario Seberang Ulu, Keuskupan Agung Palembang di Dusun 3, Kecamatan Rantau Alai, Kabupten Ogan Ilir, enam orang laki-laki yang tidak dikenal mendatangi tempat kejadian perkara mengendarai tiga unit sepeda motor. Perusakan gereja itu terjadi pada Kamis (8/3) sekitar pukul 00.30 WIB, namun baru dilaporkan ke Polsek Rantau Alai sekitar pukul 01.30 WIB dan Polsek melaporkan ke Polres Ogan Ilir pukul 05.40 WIB. Kronologi kejadian, pelaku masuk ke gereja dengan cara memecahkan dinding pintu depan dengan palu dan melepaskan daun jendela. Hal. 19 Pecahkan Kaca

I Nengah Tamba

Sumedang (Bali Post) Pengambilan keputusan politik hendaklah jangan hanya mempertimbangkan teknis administratif semata yang malah membuat jarak dengan rakyat. Misalnya, dengan hanya menghitung untung-rugi dari sisi anggaran sesaat. ‘’Jangan hanya menghitung untung-rugi dari sisi budget sesaat. Keputusan politik tidak boleh diambil hanya mempertimbangkan aspek finansial kas negara belaka,’’ tegas Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Penegasan tersebut disampaikan Megawati dalam orasi ilmiah usai menerima gelar Doktor Kehormatan/Honoris Causa (HC) bidang Politik Pemerintahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang,

Bali Post/ant

GELAR DOKTOR - Megawati Soekarnoputri menghadiri penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa di kampus IPDN, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (8/3) kemarin. IPDN memberikan penghargaan pertama Doktor Honoris Causa (DR.HC) Politik Pemerintahan kepada Megawati Soekarnoputri.

Jawa Barat, Kamis (8/3) kemarin. Pemberian gelar kehormatan bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional. Hadir dalam acara itu, putra-putri Megawati yaitu Muhammad Rizky Pratama, Muhammad Prananda Prabowo dan Puan Maharani, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan antara lain Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara. Sejumlah menteri Kabinet Kerja antara lain Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Doni Mornado, mantan Ketua MK Mahfud MD dan sejumlah tamu undangan lainnya. Megawati mengungkapkan, saat ini ia sedang memperjuangkan nasib para peneliti madya Indonesia terkait penerbitan aturan menteri yang mempercepat usia masa pensiun bagi peneliti, dari usia 65 tahun menjadi 60 tahun. Hal. 19 Beri Saran

Soal Novanto Masuk RS

Disiapkan Kamar VIP Sebelum Kecelakaan

Jakarta (Bali Post) – Kronologi masuknya Setya Novanto ke RS Medika Permata Hijau diungkap secara gamblang oleh jaksa KPK. Salah satunya soal pemesanan kamar VIP sebelum Setya Novanto mengalami kecelakaan. Atas kejadian itu, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo bersama-sama advokat Fredrich Yunadi dengan sengaja merintangi penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek KTP-elektronik (e-KTP) atas tersangka Setya Novanto. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Kamis (8/3) kemarin menggelar sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU KPK dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo. ‘’Pada 16 November 2017, terdakwa yang berprofesi sebagai dokter spesialis penyakit dalam di RS Medika Permata Hijau

dihubungi Fredrich Yunadi yang sudah lama dikenalnya. Yunadi meminta bantuan agar Setya Novanto dapat dirawat inap di RS Medika Permata Hijau dengan diagnosis menderita beberapa penyakit salah satunya hipertensi,’’ kata jaksa Kresno Anto Wibowo saat membacakan dakwaan tersebut. Bimanesh kemudian menyanggupi untuk memenuhi permintaan Fredrich meskipun yang bersangkutan mengetahui bahwa Novanto memiliki masalah hukum dalam kasus korupsi proyek e-KTP. ‘’Selanjutnya, terdakwa menghubungi dokter Alia yang saat itu menjabat sebagap Plt. Manajer Pelayanan Medik RS Medika Permata Hijau melalui telepon agar disiapkan ruang VIP untuk rawat inap pasiennya yakni Setya Novanto yang direncanakan akan masuk rumah sakit dengan diagnosis hipertensi berat,’’ kata Kresno. Bimanesh juga menyampaikan bahwa

dirinya sudah menghubungi dokter spesialis jantung Mohammad Thoyibi dan dokter spesialis bedah Joko Sanyoto untuk melakukan perawatan bersama, padahal diketahui terdakwa belum pernah memberitahukan kepada kedua dokter itu untuk merawat Novanto. Selain itu, terdakwa berpesan agar dokter Alia jangan memberitahukan hal ini kepada dokter Hafil Budianto Abdulgani, Direktur RS Medika Permata Hijau, tentang rencana memasukkan Setya Novanto untuk dirawat inap. ‘’Terdakwa kemudian memberikan telepon selulernya kepada Fredrich Yunadi untuk berbicara langsung kepada dokter Alia yang pada intinya Ferdrich Yunadi meminta agar disiapkan ruang VIP dan memesan tambahan ruangan serta perawat yang berpengalaman untuk merawat Novanto,’’ ucap Kresno. Hal. 19 Sesuai Prosedur

Bali Post/ant

SIDANG - Bimanesh Sutarjo menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Gedung Tipikor, Jakarta, Kamis (8/3) kemarin.


denpasar

2

Jumat Pon, 9 Maret 2018

figur Dilarang Gunakan ’’Sound System’’ GUNA menciptakan ketertiban dan kenyamanan saat malam Pangerupukan, Pemkot Denpasar melarang seluruh sekaa teruna dan komunitas masyarakat menggunakan sound system. Hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan budaya Bali, termasuk tetap menggunakan alat musik tradisional Bali yang dimainkan oleh sekaa teruna. Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menegaskan hal itu, belum lama ini. Dikatakan, penggunaan sound system saat pawai ogoh-ogoh di malam pangerupukan dinilai mengurangi makna, karena bagaimanapun akan lebih baik menggunakan alat musik tradisional Bali. Hal tersebut sekaligus diharapkan mampu menjaga kondusivitas. ‘’Memaknai hari suci ini tentu harus dengan bijaksana. Saya rasa masyarakat sudah sangat sadar akan hal itu. Kreativitas anak muda juga sangat luar biasa. Namun pemerintah memiliki kewajiban untuk mengingatkan,’’ ujarnya. Sebagai kota yang berwawasan budaya, ia mengajak segenap komponen masyarakat Kota Denpasar terutama sekaa teruna dan komunitas yang akan mengikuti dan melakukan prosesi pengarakan ogoh-ogoh agar ikut menjaga ketertiban dan keamanan. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga spirit Hari Suci Nyepi yang digunakan sebagai momentum mulat sarira dan mampu mengendalikan diri, sehingga tidak terjerumus melakukan hal-hal yang bersifat negatif yang dapat memancing timbulnya suasana yang kurang harmonis. ‘’Mari kita jaga bersama dan lakukan prosesi ogoh-ogoh ini dengan tertib sehingga tidak menimbulkan gesekan antarpengusung ogoh-ogoh. Dengan begitu, tidak menodai kesucian hari raya Nyepi ini,’’ katanya mengingatkan. Tahun 2018, katanya, merupakan tahun politik ini. Ia berharap sekaa teruna maupun komunitas-komunitas yang ada tetap menjaga kondusivitas dan menghindari konflik antarbanjar maupun komunitas. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mengkonsumsi minuman keras maupun obat-obatan terlarang. ‘’Saya berharap iringiringan ogoh-ogoh ini menggunakan gamelan Bali, sehingga prosesi dapat berjalan dengan khidmat dan tertib. Saya sangat mengharapkan peran para klian banjar, bendesa pakraman, pecalang, kades dan lurah agar ikut mengawasi warganya, sehingga pelaksanaan prosesi pengarakan ogoh-ogoh dan malam pangerupukan dapat berjalan dengan tertib dan lancar,’’ ujarnya. (ara)

Korupsi Bibit Sapi

Direktris DKR Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Denpasar (Bali Post) Setelah pemeriksaan saksi dinyatakan selesai, kasus dugaan korupsi pengadaan bibit sapi pada Program Pertanian Terpadu dengan terdakwa Ir. K. Rawi Adnyani, Selasa (6/3), dilakukan pembacaan tuntutan. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, JPU I Made Pasek Budiawan bersama JPU Triarta menyatakan terdakwa Ir. K. Rawi Adnyani yang tak lain Direktris CV Duta Karya Raya (DKR) terbukti bersalah. Yakni melakukan korupsi sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor. Oleh karenanya, JPU di hadapan majelis hakim pimpinan Angeliky Andajani Day, menuntut supaya majelis hakim yang menyidangkan perkara ini menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan atau 1,5 tahun. Di samping itu, terdakwa yang tidak menjalani penahanan badan (fisik) itu juga dituntut membayar denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. Jaksa juga memberikan tuntutan tambahan yakni membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara Rp 82 juta lebih. Namun, kata jaksa terdakwa sudah sepenuhnya menitipkan uang sebagai akibat kerugian keuangan negara di kantor kejaksaan. Atas tuntutan itu, terdakwa bakalan mengajukan pembelaan dalam sidang berikutnya. Sebelumnya dalam surat dakwaan disampaikan, peranan terdakwa dalam perkara ini dibidik Unit Tipikor Sat. Reskrim Polres Jembrana. Dalam pengadaan bibit sapi pada Program Pertanian Terpadu, Ir. Rawi Adnyani selaku direktris perusahaan rekanan pengadaan bibit sapi. Namun terdakwa malah memberikan uang pada kelompok tani dan uang yang diberikan tersebut selanjutnya digunakan kelompok untuk membeli sendiri bibit sapi bantuan pemerintah. Sehingga sapi yang diterima tidak sesuai spesifikasi yang sudah ditentukan dalam kontrak. Tak pelak, dalam kasus ini negara dirugikan Rp 82 juta. (kmb37)

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Dampak Mematikan Internet Saat Nyepi Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

Bali Post/eka

BERAS - Beberapa petugas mengarahkan pemindahan beras dari kapal laut ke truk di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Kamis (8/3) kemarin. Beras tersebut didatangkan Bulog untuk disalurkan ke wilayah yang kekurangan.

Masa Kampanye

Anggota Dewan Ramai-ramai Ajukan Cuti

Denpasar (Bali Post) – Masa kampanye serangkaian Pilkada Bali, berdampak signifikan terhadap kegiatan anggota dewan. Sejumlah agenda yang dirancang para wakil rakyat sering tertunda. Terlebih, kini sejumlah dewan mulai mengajukan permohonan cuti. Pengajuan cuti ini serangkaian dengan keikutsertaan para wakil rakyat tersebut pada kegiatan kampanye masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bali. Dikonfirmasi Kamis (8/3) kemarin, sejumlah anggota DPRD Denpasar, di antaranya Ketut Suteja Kumara, Wayan Sutama dan Wayan Warka mengaku sudah mengajukan izin cuti kepada pimpinan dewan. Pihaknya mengajukan cuti karena hal itu telah diatur dalam Peraturan KPU. ‘’Kami mengikuti aturan yang ada, sehingga harus cuti juga ketika ikut kampanye,’’ ujar

Suteja Kumara. Menurut Suteja Kumara, permohonan cuti tersebut diajukan kepada pimpinan dewan, kemudian pihak Sekretariat Dewan juga menyampaikan kepada KPU setempat. ‘’Sesuai ketentuan, tiga hari sebelum kampanye sudah harus mengajukan surat cuti,’’ kata politisi PDI-P ini. Di sisi lain, anggota dewan dari Fraksi Golkar A.A. Gede

Mahendra menilai ketentuan cuti bagi anggota dewan tersebut mubazir. Pasalnya, saat ini pihaknya tidak lagi mendapat fasilitas negara seperti mobil dinas. Pada prinsipnya, cuti itu dilakukan agar anggota dewan tidak menggunakan fasilitas negara untuk kampanye. ‘’Urgensinya apa? Kami kan sudah tidak menggunakan fasilitas negara. Jadi mubazir itu,’’

ujarnya. Dihubungi terpisah, Ketua KPU Kota Denpasar I Gede John Darmawan mengatakan, sudah ada sejumlah anggota dewan yang mengajukan cuti. Terutama dari anggota Fraksi PDI-P. ‘’Sudah banyak yang mengajukan cuti untuk kegiatan kampanye paslon,’’ katanya. Surat permohonan cuti yang sudah masuk, kata John Darmawan, di antaranya dari Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede bersama 17 anggota dewan lainnya. Surat cuti dengan nomor 841.5/337/DPRD sampai dengan nomor 841.5/394/DPRD diberikan kepada masing-ma-

sing anggota dewan yang mengajukan cuti. Mereka cuti untuk mengikuti kampanye pada 6 Maret lalu dan 12 Maret mendatang. Dikatakan, permohonan cuti ini mengacu pada Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/ atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Pembangunan Pasar Badung Tahap II

Puluhan Rekanan Ikuti Lelang

Denpasar (Bali Post) – Pemkot Denpasar berkomitmen pembangunan Pasar Badung tahap II segera bisa terealisasi. Paling tidak, akhir Maret atau April mendatang pembangunan lanjutan tersebut sudah bisa digarap lagi. Terlebih kini proses lelang sudah sedang jalan. Pulu han rekanan sudah mengajukan penawaran untuk bisa mendapatkan pekerjaan tersebut. Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengatakan, semua proses sedang berjalan. Pihaknya berharap pemban-

gunan Pasar Badung tahap II sudah bisa dikerjakan akhir Maret mendatang. “Ya, kita berharap agar Maret ini sudah bisa dikerjakan,” kata Jimmy Sidarta, Kamis (8/3) kemarin. Jimmy Sidarta yang juga menjabat Asisten II Setda Kota Denpasar ini menambahkan, pada pengumuman lelang di website Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemkot Denpasar terdapat 63 rekanan ikut mendaftar lelang proyek tersebut. Dari 63 rekanan yang mendaftar, lima rekanan sudah mencantumkan nilai penawaran, di antaranya PT Sinar Cerah Sempurna dengan total penawaran

Rp 59.325.392.000,00 yang terkoreksi menjadi Rp 58.994.090.000,00, posisi kedua PT Nindya Karya (Persero) dengan total penawaran Rp 61.803.873.000,00 yang terkoreksi menjadi Rp 61.803.873.000,00. Di posisi ketiga ada PT Tunas Jaya Sanur dengan penawaran Rp 62.207.152.000,00 yang terkoreksi menjadi Rp 62.207.152.000,00. Sedangkan posisi keempat PT Candra Adyalaksana dengan penawaran Rp 65.057.831.000,00 setelah terkoreksi menjadi Rp 65.057.831.000,00 dan di posisi terakhir yakni PT Citra Prasasti Kon -

sorindo dengan penawaran Rp 67.091.878.000,00 yang terkoreksi menjadi Rp 67.091.878.000,00. Kepala Bagian Pengadan Barang dan Jasa A.A. Gede Risnawan saat dikonfirmasi mengatakan, untuk saat ini proses tahapan evaluasi kelengkapan calon rekanan yakni peserta harus memiliki Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK) dan SBU Klasifikasi Bangunan Gedung, subklasifikasi Bangunan Gedung Komersial (B1 atau B2), klasifikasi izin usaha dan telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir NPWP dan SPT Tahun 2016. Risnawan menambahkan,

seleksi tersebut dilakukan untuk mengetahui kelayakan calon rekanan bekerja sama dengan Pemkot Denpasr. “Prosesnya masih panjang. Saat ini, pihak kami masih melakukan pengecekan izin dan kelengkapan administrasi mereka, apakah mereka lolos kriteria atau tidak,” ungkapnya. Risnawan menegaskan, pihaknya mencari calon rekanan yang terbaik agar nantinya tidak ada kesalahan dalam melakukan pembangunan hingga finishing tahap II ini. “Nanti kita umumkan terakhir, karena batas waktu lelang kita hingga tanggal 28 Maret 2018,” ujarnya. (kmb12)

Simulasi Teroris Kuasai Pelabuhan Benoa

Saling Tembak, Puluhan Penumpang Disandera Denpasar (Bali Post) Ketegangan terjadi di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar, Kamis (8/3) kemarin. Rentetan tembakan dan beberapa ledakan terdengar. Kejadian tersebut merupakan simulasi penanganan teroris yang diselenggarakan Polda Bali bekerja sama dengan Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC). JCLEC dibangun dari kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Australia dan dikelola Kepolisian RI dan Kepolisian Federal Australia (AFP). Simulasi tersebut disaksikan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. Dari pantauan di lokasi, simulasi diawali dengan bersandarnya kapal pariwisata di Dermaga Timur. Saat wisatawan berangkat menuju kapal tersebut dari Terminal Domestik, beberapa teroris keluar dari kapal dan melakukan penyerangan. Teroris menyerang petugas yang jaga di pelabuhan, termasuk menguasai Terminal Domestik dan menyandera calon penumpang. Selain itu, teroris juga menyandera bus yang mengangkut wisatawan. Beberapa petugas menjadi korban penembakan. Bahkan terjadi bom bunuh diri. Beberapa saat kemudian, Pasukan Khusus Antiteror Brimob Polda Bali melakukan penindakan. Polisi mengepung Gedung Terminal Domestik dan melumpuhkan teroris. Selain itu, peny-

ergapan teroris juga dilakukan di dalam bus. Dalam waktu singkat semua teroris berhasil ditangkap dan situasi kembali kondusif. Terkait simulasi ini, menurut Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, pelaksanaannya berbeda dengan simulasi sejenis yang dilakukan di Bandara Ngurah Rai, belum lama ini. Yang berbeda adalah semua prosedur dilakukan secara langsung atau alami. Dikatakan, ada sejumlah koreksi untuk anggota kepolisian, namun ia menilai sudah berjalan baik. Terlebih ini pertama kalinya dilakukan di pelabuhan. “Secara keseluruhan, ini sudah bagus karena pertama kali dilakukan pelatihan di pelabuhan,” katanya. Petrus Reinhard Golose menegaskan, berbicara tentang layanan kegawatdaruratan, semua stakeholder terlibat. Ada beberapa Standard Operating Procedure (SOP) yang harus diikuti. Sejumlah koreksi diutarakan Golose, salah satunya terkait penanganan korban yang dilakukan petugas ambulan. “Seharusnya mereka menolong korban dulu. Kalau korban ditinggal akan menyebabkan kematian,” paparnya. Selain itu, terkait pasukan khusus Antiteror Brimob Polda Bali tidak melakukan negosiasi dulu tapi langsung eksekusi. “Mereka paling tidak harus melakukan negosiasi. Jika tidak, harus diingatkan sesuai UU harus menyerah. Ini hal-hal yang

Bali Post/eka

SIMULASI - Pasukan Khusus Antiteror Brimob Polda Bali menyelamatkan para sandera dalam simulasi penanganan teroris di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Kamis (8/3) kemarin. Simulasi ini digelar Polda Bali bekerja sama dengan Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC). harus diikuti,” tegasnya. Persiapan ini, lanjut Petrus Reinhard Golose, merupakan bagian dari persiapan untuk acara IMF-WB Annual Meeting yang akan diselenggarakan di Bali pada Oktober mendatang. Ia menekankan, penanganan terorisme harus berdasarkan hukum dan kemanusiaan.

Tahun ini Provinsi Bali menyelenggarakan pesta demokrasi yakni pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta pemilihan bupati dan wakil bupati di sejumlah kabupaten. Kesuksesan pelaksanaan pilkada tersebut menjadi momentum penting dalam meyakinkan dunia bahwa Bali siap menyambut IMF-Word Bank An-

nual Meeting 2018, yang dihadiri delegasi dari 189 negara dengan jumlah peserta 17 ribu orang. “Masyarakat Bali tentunya sangat tidak mengharapkan kejadian yang memilukan pada tahun 2002 yaitu Bom Bali I dan tahun 2005 Bom Bali II terulang kembali sehingga membuat perekonomian menjadi terpuruk,” ungkapnya. (kmb36)


BADUNG

Jumat Pon, 9 Maret 2018

3

Mudahkan Masyarakat Mengurus Administrasi Kependudukan

Badung Luncurkan Program ”Badung Aku Sapa, Paket 3 in 1” PEMKAB Badung di bawah kepemimpinan Bupati I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati (Wabup) I Ketut Suiasa kembali membuat inovasi baru dalam pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat Badung. Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Badung meluncurkan inovasi Program “Badung Aku Sapa” dan mobil keliling pelayanan administrasi kependudukan serta mencanangkan Program GISA (Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan). Program Aku Sapa berarti Administrasi Kependudukan Satu Paket dengan program 3 in 1. Program Badung Aku Sapa diluncurkan secara resmi oleh Wabup Badung I Ketut Suiasa, didampingi Kadisdukcapil Provinsi Bali I Wayan Sudana dan Kadisdukcapil Badung I Nyoman Soka di lobi Kantor Disdukcapil, Puspem Badung, Kamis (8/3) kemarin,

yang ditandai pengguntingan pita. Pada kesempatan tersebut, Wabup Suiasa juga menyerahkan satu paket akte kelahiran, akta kematian dan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada masyarakat. Usai launching, masyarakat langsung mendapat layanan pengurusan pencetakan KIA dan perekaman e-KTP dalam mobil layanan dokumen kependudukan dan KTP elektronik. Menurut Kadisdukcapil Badung I Nyoman Soka, inovasi ini sebetulnya merupakan arahan dan ide langsung dari Wakil Bupati Ketut Suiasa saat meninjau pelayanan Disdukcapil. Program Badung Aku Sapa mempunyai paket layanan 3 in 1. Pertama, layanan satu paket akte kelahiran di mana masyarakat langsung mendapatkan kutipan akte kelahiran, KK dan KIA. Kedua, paket akta perkawinan, yang didapat yakni akta perkawinan, KK dan perubahan KTP.

Ketiga, peket akta kematian yang didapat akta kematian, perubahan KK dan santunan sebesar Rp 10 juta. Keempat, paket perceraian, yang didapat akta cerai, perubahan KK dan perubahan KTP. “Mulai tahun 2018, paket ini kami telah uji coba terus guna memastikan tidak ada hambatan yang berarti, sehingga saat ini program Badung Aku Sapa siap diluncurkan,” jelasnya. Sementara bagi masyarakat Badung yang mempunyai keterbatasan fisik, pihaknya telah menyiapkan mobil layanan yang dilengkapi dengan sarana prasarana, sehingga siap memberikan pelayanan jemput bola hingga ke tempat tinggal masyarakat yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan. Selain launching Badung Aku Sapa dan pengoperasian mobil layanan keliling, juga secara resmi mencanangkan Program GISA. Program ini men-

cakup empat program pokok, yaitu program sadar kepemilikan dokumen kependudukan, program sadar pemutakhiran data kependudukan, program sadar pemanfaatan data kependudukan sebagai satu-satunya data yang dipergunakan untuk semua kepentingan dan program sadar melayani administrasi kependudukan menuju masyarakat yang bahagia. ”Program ini guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap administrasi kependudukan menuju masyarakat yang tertib, pemerintahan yang efektif dan negara memiliki daya saing,” tambahnya. Wabup Suiasa menyampaikan, munculnya inovasi ini dalam upaya memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan murah bagi masyarakat. Suksesnya program ini harus adanya dukungan, sinergitas dan gotong-royong dari aparat, mulai dari banjar, desa, ke-

Sempat Jadi Temuan BPK

Diskop Siapkan Regulasi Dana Bergulir

Mangupura (Bali Post) –

Dana bergulir yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, memasuki babak baru. Pemkab setempat telah merancang peraturan daerah (perda) terkait penyaluran dana tersebut lantaran sempat menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebelumnya, dana bergulir ditangani Pusat Koperasi (Puskop) Jagatdhita Badung. Namun dalam perjalanannya dana bergulir yang diberikan pemerintah tahun 2012 bermasalah, di mana dari total Rp 9 miliar belum dapat dipertanggungjawabkan pengurus hingga menjadi temuan BPK. Akibatnya, pemerintah menghentikan penyaluran dana bergulir tersebut. Dikonfirmasi Kamis (8/3) kemarin, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung Ketut Karpiana mengakui program tersebut sempat dihentikan. Namun pihaknya akan kembali menggulirkan dana bergulir tersebut. Bahkan cakupan penerima diperluas dari koperasi hingga Usaha

Kecil dan Menengah (UKM) di wilayah Badung. “Saat ini kami tengah membuat perda tentang dana bergulir untuk mengatur teknis penyalurannya. Kami sudah membentuk semacam Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB). Nantinya UPDB ini yang secara khusus akan menaungi dalam bentuk Badan Layanan Umum (BLU) sebagai penyalur dana bergulir,” katanya. Menurut Karpiana, pembentukan UPTD saat ini masih ditangani instansi terkait di Provinsi Bali, sehingga perda tentang dana bergulir tersebut tinggal menunggu ketok palu dari DPRD Badung. “Dananya sudah ada. Soal berapa besarannya, itu kembali kepada Bapak Bupati. Yang jelas seka-

rang sudah ada (dana bergulir red) yang merupakan sisa yang dulu distop karena temuan BPK sebesar Rp 9 miliar. Nanti dana itu akan digulirkan lagi,” terangnya. Penjabat asal Cemagi ini mengakui, penyaluran dana bergulir sekarang berbeda dengan sebelumnya. Jika sebelumnya selaku penyalur adalah Koperasi Jagadhita, maka ke depan dana bergulir akan disalurkan lewat pola BLU. “Kami berharap Pemprov segera memberikan persetujuan pembentukan UPDB dan BLU ini, sehingga Pemkab Badung bisa segera memberi pendampingan modal kepada koperasi dan UKM yang ada,” ujarnya. Terkait kriteria penerima bantuan dana bergulir, Kar-

Bali Post/kmb23

RAPAT - Suasana rapat Tim Pengawasan Orang Asing yang dihadiri unsur dari BIN, Kepolisian, Pemprov Bali, Disnaker, bendesa, camat dan pihak terkait lainnya, Kamis (8/3) kemarin.

Permudah Pengawasan Orang Asing

Imigrasi Hadirkan APOA ”Next Generation”

Mangupura (Bali Post) Pengawasan warga negara asing (WNA) di Bali, terutama di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, tentu harus terus ditingkatkan. Pasalnya, wilayah kerja yang berada di tiga kecamatan, yakni Kuta Utara, Kuta Tengah dan Kuta Selatan ini merupakan populasi dari 70 persen WNA di Bali. Untuk kepentingan itu, Kamis (8/3) kemarin Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai menggelar rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) yang membahas pengawasan orang asing. Hadir pada kesempatan tersebut unsur dari BIN, kepolisian, Pemprov Bali, Disnaker, bendesa, camat dan pihak terkait lainnya. Bahkan, untuk mempermudah pendataan WNA, pada kesempatan tersebut juga dilakukan sosialisasi terkait Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) Next Generation. Ditemui usai pertemuan, Kepala Seksi Informasi Keimigrasian Putu Astina Purwanti mengatakan, aplikasi pelaporan orang asing sebelumnya memang sudah ada dari Dirjen

Imigrasi dalam bentuk website. Namun, Kantor Imigrasi Ngurah Rai mulai melakukan pengembangan. Dikatakan, selama ini ada masukanmasukan dari pihak pemilik penginapan untuk membuat aplikasi yang lebih memudahkan pendataan WNA. “Untuk itulah, maka dikembangkan APOA Next Generation yang berbasis smartphone menggunakan auto capture MRZ. Cara kerjanya cukup meng-capture paspor saat melakukan cek-in dan cek-out oleh pihak pemilik penginapan,” terangnya. Menurut Astina Purwanti, aplikasi ini juga bisa digunakan untuk wisatawan yang berada di pemukiman penduduk. Terutama mereka yang tidak terjangkau petugas, juga akan bisa mengakses aplikasi ini. “Selama ini aplikasi ini sudah disosialisasikan secara bertahap melalui rapat-rapat koordinasi tingkat kecamatan dengan mengundang bendesa dan kaling untuk penggunaan aplikasi ini,” ujarnya. Sementara itu, Kabid Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Patar Simanjuntak mengatakan, rapat Timpora ini sebagai bentuk

sosialisasi kepada pihak yang berkegiatan untuk pengawasan orang asing. Selain pengawasan untuk WNA, terkait pelaksanaan hari raya Nyepi, Kakanwil Imigrasi meminta agar Kantor Imigrasi Ngurah Rai membantu memberi informasi kepada wisatawan. Hal itu penting dilakukan terhadap orang asing yang tinggal di rumah-rumah penduduk yang tidak ada tuan rumahnya, agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan di luar. “Sosialisasinya berbentuk face to face langsung kepada wisatawan saat mereka melakukan permohonan maupun pengurusan izin keimigrasian,” katanya. Terkait tindak kriminalitas cyber crime yang sempat terjadi di Bali beberapa waktu lalu, kata Patar Simanjuntak, pihaknya akan terus melakukan pengawasan. Ditegaskan, pihaknya juga sudah sering mengajak instansi lainnya bersama-sama meningkatkan pengawasan terhadap orang asing yang tinggal di permukiman penduduk. Hal itu penting, supaya tidak terjadi lagi tindak kriminalitas serupa. (kmb23)

piana menyebutkan semua koperasi dan UKM di Badung yang memenuhi syarat berhak menerima bantuan tersebut. Seperti untuk koperasi dalam kondisi sehat, minimal sudah RAT tiga kali dan laporan keuangan baik. Kemudian untuk UKM, produksi harus berkualitas dan punya pangsa pasar sendiri. “Saat ini sudah ada dana Rp 9 miliar yang siap digulirkan untuk program ini. Dana ini sekarang sudah parkir di kas daerah yang bersumber dari pengembalian dana bergulir sebelumnya,” tegasnya. (kmb27)

camatan hingga petugas di Disdukcapil. Menurutnya, ada lima hal pokok yang patut dilakukan yang disebut dengan “KoKi SDM”. Pertama, komitmen dari pimpinan. Kedua, kebijakan dari pimpinan untuk mendekatkan pelayanan dan layanan yang cepat, tepat, murah yang dilandasi dengan aturan. Ketiga, sarana prasarana pendukung harus lengkap. Keempat, dana untuk mendukung kegiatan. Sedangkan yang kelima, manusia yang bekerja dan melayani. “Rasanya lima hal pokok KoKi SDM tersebut sudah dapat dilaksanakan di Badung. Nah sekarang KoKi SDM perlu dibungkus dengan bekerja dan sinergitas serta gotong royong,” pinta Suiasa. Ke depan, Suiasa juga mempunyai keinginan untuk mengoptimalkan layanan administrasi kependudukan di desa melalui sistem SiakDes (Sistem Administrasi Kepen-

MELUNCURKAN - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kadisdukcapil Provinsi Bali I Wayan Sudana dan Kadisdukcapil Badung I Nyoman Soka, secara resmi meluncurkan “Badung Aku Sapa” dan mobil keliling pelayanan administrasi kependudukan di Puspem Badung, Kamis (8/3) kemarin. dudukan Desa). Melalui sistem ini, masyarakat hanya cukup menyerahkan kelengkapan pengurusan administrasi kependudukan di desa saja dan tidak lagi ke Disdukcapil. Data SiakDes ini yang akan dikirim ke Disdukcapil. Bila administrasi yang dimohonkan sudah selesai, Disdukcapil yang kembali men-

girim ke desa untuk diberikan kepada masyarakat. “Kami ingin masyarakat kami tidak banyak menghabiskan waktu untuk mengurus administrasi kependudukan. Namun, masyarakat kami minta harus sadar untuk melengkapkan diri dengan administrasi kependudukan,” tambah Suiasa. (ad0416)

DAS akan Ditanami Tanaman Penyerap Air Mangupura (Bali Post) – Ketersedian sumber mata air yang semakin menipis menjadi kekhawatiran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Pasalnya, di tengah upaya pemerintah menggalakkan sektor pertanian, justru petani mengeluhkan kekeringan. Menyikapi permasalah tersebut, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta berencana menanam ribuan pohon penyerap air di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), sehingga ketersedian air dapat dijaga. Rencana ini akan diprogramkan pada APBD Perubahan Tahun 2018 ini. “Kami akan menanan tanaman penyerap air di daerah aliran sungai yang ada di kawasan Badung ini. Nanti setiap pinggiran sungai bisa ditanami tanaman itu,” kata Giri Prasta, Rabu (7/3). Menurut Giri Prasta, program penanaman pohon di setiap DAS merupakan program jangka panjang. Bahkan dampak dari program ini baru dapat dinikmati puluhan tahun ke depan. “Dengan penanaman pohon ini, sepuluh tahun kemudian dan seterusnya debit air akan meningkat,” katanya. Pejabat asal Desa Pelaga, Petang ini juga meminta masyarakat tidak hanya melakukan penebangan pohon, namun juga wajib melakukan gerakan menanam, sehingga ketersediaan air dapat terjaga. “Jangan hanya ada penebangan saja, sehingga debit air akan menurun.

Ini salah satu yang kami yakini, kalau sudah bersama-sama berniat baik menjaga alam, astungkara akan baik ke depanya,” tegasnya. Selain mencanangkan penanaman pohon penyerap air, kata Giri Prasta, Pemkab Badung juga telah melakukan penataan atau normalisasi sejumlah bendungan, terowongan dan saluran irigasi dengan menggunakan sistem precast. “Kami sudah melakukan normalisasi bendungan dan terowongan serta saluran irigasi dengan menggunakan precast, termasuk jalan usaha tani. Dengan begitu kami berharap masyarakat bangga menjadi petani,” ujarnya. Ketua DPRD Badung I Putu Parwata menyatakan dukunganya terhadap program tersebut. Bahkan pihaknya telah merancang perda inisiatif Dewan tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, agar terjadi keseimbangan antara Badung Utara dan Badung Selatan. “Setelah nantinya perda ditetapkan, petani akan dapat berinovasi sesuai dengan potensi yang ada di daerahnya masing-masing,” terangnya. Parwata berharap hal itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan untuk masyarakat Kabupaten Badung. “Segera akan dituntaskan. Termasuk catatan-catatan kepada pemerintah mengenai anggaran 2017 sebagai acuan di tahun 2018 ini,” tegasnya. (kmb27)


INFO SEREMONIAL

4

A Mahasiswa Juara I Miss Italian Masterchef Competition K Akpar Denpasar Beri Beasiswa Satu Semester persen praktik dan 30 persen teori T ini disusun melibatkan pakarnya, di antaranya industri, praktisi hotel, dosen negeri serta alumni I yang masih aktif bekerja di industri pariwisata. Di sisi lain, mahasiswa V diajarkan pula mata kuliah umum yang diwajibkan seperti Pancasila dan Kewarganegaraan. ‘’Fasilitas I di kampus kami upayakan sama persis seperti di hotel. Kitchen puT nya dua, housekeeping, semua lab praktik di-setting persis seperti hotel berbintang lima. Mahasiswa harus A praktik di kampus dulu, sehingga saat training tidak jauh perbedaannya,’’ katanya. S Dari segi SDM pengajar, ada seS E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

TERIMA PIALA - Mahasiswa Akpar Denpasar Ni Komang Erima Risdayani (kiri) menerima piala dan hadiah sebagai juara I Miss Italian Masterchef Competition. MAHASISWA Akademi Pariwisata (Akpar) Denpasar menorehkan prestasi membanggakan di ajang Miss Italian Masterchef Competition. Dalam kompetisi yang digelar Massimo Italian Restaurant itu, Ni Komang Erima Risdayani, mahasiswa semester II Diploma III Perhotelan berhasil meraih juara I. Rekannya satu kampus dan jurusan, Ni Luh Putu Apriyanti, menjadi 15 besar finalis. ‘’Pertama-tama, mereka mengirim resep lalu diseleksi panitia dan ikut lolos bersama kurang lebih 59 peserta. Dari 59, diseleksi lagi menjadi 15 besar sampai akhirnya salah satu mahasiswa kami meraih juara I,’’ ujar Direktur Akpar Denpasar I Wayan Sukita, S.Sos., M.Pd. di ruang kerjanya, Kamis (8/3) kemarin.

Menurut Sukita, Akpar mengapresiasi kemenangan mahasiswa dengan memberi beasiswa selama satu semester. Selama ini, mahasiswa memang selalu didukung untuk mengikuti berbagai kegiatan positif, baik di Unit Kegiatan Mahasiswa maupun lomba-lomba yang bisa menambah kompetensi dan keterampilan mereka. Selain lomba memasak, ada pula mahasiswa yang mengikuti ajang Duta Bahasa, Putra-Putri Kampus, Teruna-Teruni Bali hingga lomba-lomba berskala nasional di luar Bali. Sekalipun tidak melulu menang, kampus yang berdiri sejak 1970 ini tetap memberikan penghargaan bagi mahasiswa. ‘Sukita menambahkan, prestasi mahasiswa Akpar juga tidak lepas dari pembelajaran di kampus yang menerapkan kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum dengan 70

ratusan dosen tetap dan honor dengan pendidikan minimal S-2 bidang pariwisata. Selain itu, materi praktik diajarkan langsung oleh praktisi di bidang tata boga, front office serta pekerja aktif di hotel dan vila. Dengan jumlah mahasiswa hampir 600 orang, kuliah dibagi dalam dua shift yakni pagi dan sore. Mahasiswa juga diizinkan bekerja sambil kuliah. ‘’Bila perlu sebelum lulus, mereka sudah bekerja. Ini sesuai dengan instruksi yayasan dan pemerintah agar masa tenggang setelah lulus untuk bekerja tidak terlalu lama,’’ terang Sukita. Akpar juga menjalin kerja sama dengan Puri Manajemen, perusahaan yang mengelola beberapa hotel dan vila di Bali. Akpar menawarkan program Diploma III Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata serta Diploma II Perhotelan dengan berbagai konsentrasi,Untuk tahun ajaran baru 2018/2019, Akpar Denpasar telah membuka pendaftaran mahasiswa baru mulai Januari lalu hingga Mei mendatang di kampus Jalan Tukad Balian No.15, Renon, telepon 0361 249 396. (ad0415)

BPD Bali Gelar Edukasi dan Literasi Keuangan

Jumat Pon, 9 Maret 2018

Lulusan Stikes Bali Cepat Beradaptasi di Revolusi Teknologi 4.0 Jalur PMDK Dibuka hingga 25 April 2018

KETUA Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kep., M.Ng., Ph.D., Kamis (8/3) kemarin mewisuda 57 sarjana keperawatan. Dari jumlah itu 71,93% lulusan lulus dengan predikat pujian dan 26,32% lulus dengan predikat sangat memuaskan. Ketua Stikes bersama Pembantu Ketua Ni Luh Dina Susanti, S.Kep., M.Kep., Ida Ayu Lysandari, S.E., Ns. I Ketut Alit Adianta, S.Pd., S.Kep., M.Ns. juga menyerahkan penghargaan bagi tiga orang lulusan terbaik yaitu Putu Dedy Eka Putra (3,93), Ni Luh Putu Evi Pratiwi (3,91) dan Ni Putu Rupiyani (3,87). Stikes Bali selain dikenal sebagai PTS bidang kesehatan terbaik di Bali juga teratas dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ini yang menyebabkan masyarakat mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Stikes Bali. Terbukti dalam proses penerimaan mahasiswa baru tahun 2018 yang sedang berjalan, tercatat 242 pendaftar jalur PMDK. Pendaftaran jalur PMDK ditutup 25 April 2018. Selanjutnya akan dibuka pendaftaran jalur reguler dan jalur Program B mulai 30 April hingga 27 Juli 2018. Putu Darma Suyasa mengatkan, dalam bidang akademik, Stikes Bali didukung fasilitas yang memadai dan kurikulum terbaru. Akreditasi institusi dan akreditasi program studi di lingkungan Stikes Bali meraih nilai B. Prodi baru Diploma IV Keperawatan Anestesiologi mulai dibuka tahun lalu. Di bidang penelitian, Stikes Bali mengelola 84 judul penelitian dengan dana Rp 714 juta dan pen-

TERBAIK - Ketua Stikes Bali I Gede Putu Darma Suyasa (dua dari kiri) bersama lulusan terbaik sarjana keperawatan dalam acara wisuda, Kamis (8/3) kemarin. gabdian masyarakat. Sebanyak 20 kegiatan telah dilaksanakan dengan menghabiskan dana Rp 194 juta dari berbagai sumber. Kegiatan Student and Faculty Exch dengan tujuh Faculty of Nursing di Thailand yaitu St. Louis College, Mahidol University Bangkok dan National Taipei Unversity of Nursing and Health Science. Kerja sama dengan institusi pengiriman tenaga kerja ke Jepang termasuk Hapinesu Fukushikai berkaitan dengan kegiatan magang dan belajar bahasa Jepang. Yang membanggakan, hasil ujian kompetensi nasional lulusan Stikes Bali naik tajam. Program Ners dari 67% menjadi 85% dan D-3 Keperawatan menjadi 92%. Secara institusi Stikes Bali meraih penghargaan The Best Academy of Nursing and Midwifery in Bali dan Gold Medal THK Award. Koordinator Kopertis VIII Prof.

Dr. Nengah Dasi Astawa menegaskan, lulusan Stikes Bali mampu beradaptasi dengan era revolusi teknologi 4.0. Era ini merupakan tantangan besar, namun sangat mudah menjadi orang kaya. Contohnya lulusan Stikes di Semarang dalam waktu singkat menjadi milioner dengan menjual alat kesehatan lewat online. Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka juga memotivasi lulusan Stikes Bali untuk menciptakan lapangan kerja, mau bekerja ke luar negeri seperti ke Jepang serta melakukan pelayanan sepenuh hati dibarengi kemajuan TI. Acara wisuda juga dihadiri Pembina YPPLPK Bali Drs. I Ketut Widia, BN.Stud., M.M., Sekretaris Drs. I Nyoman Murdana, M.BA., M.M., Bendahara Drs. I Wayan Sandiyasa, Pengawas I Made Sudika, S.KM., M.M. dan Ketua Formasi Stikes Bali I Wayan Gunadi, S.Sos. (ad0419)

Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat

Kiat Hadapi Masa Pensiun Produktif dan Bahagia Indonesia Power Matangkan Implementasi TOSS

BERSAMA - Direksi BPD Bali berfoto bersama Sekda Denpasar saat acara edukasi dan literasi kepada calon pensiunan ASN Kota Denpasar. BPD Bali menggelar acara edukasi dan literasi keuangan kepada calon pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Denpasar, Rabu (7/3). Tema kegiatan tersebut ‘’Kiat Menghadapi Masa Pensiun Produktif dan Bahagia Bersama Bank BPD Bali’’. Acara literasi diikuti oleh 313 PNS Denpasar yang akan pensiun tahun 2018 dan 2019. Menuju masa pensiun, Bank BPD Bali menawarkan produkproduk kredit unggulan kepada para calon pensiunan ASN, di antaranya Kredit KUR, Kredit KMG Peralihan dan Kredit Pensiunan.

Produk-produk tersebut diharapkan dapat memfasilitasi calon pensiunan agar lebih produktif nantinya. Plt. Direksi Bank BPD Bali Drs. I Ketut Nurcahya mengawali kegiatan dengan memberikan sambutan. Ia mengapresiasi seluruh calon pensiunan ASN Pemerintah Kota Denpasar yang hadir. Acara edukasi literasi keuangan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar A.A. Rai Iswara. Sebelum membuka acara, ia memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh peserta untuk tetap bersemangat melaksanakan tugas meskipun menjelang

pensiun. Ia juga mengapresiasi BPD Bali yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kepala Bank BPD Bali Kantor Cabang Utama Denpasar I Gusti Ayu Citrawati, S.E. mengatakan, acara ini bertujuan memotivasi calon pensiunan agar tetap produktif saat memasuki masa pensiun, sehingga terhindar dari Post Power Syndrome. Kegiatan ini juga merupakan evaluasi dan gathering untuk semakin memantapkan sinergi antara Bank BPD Bali dan Pemerintah Kota Denpasar. Melalui kegiatan ini, ia juga ingin meningkatkan pemahaman nasabah terhadap produk-produk Bank BPD Bali yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas saat memasuki usia pensiun. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi penambahan jumlah penyaluran kredit Bank BPD Bali. Melihat gencarnya bank-bank pesaing terhadap nasabah-nasabah calon pensiunan BPD Bali, kegiatan ini juga dalam rangka mempertahankan nasabah Bank BPD Bali khususnya nasabah pensiunan. Bank BPD Bali turut mengundang nasabahnya yang bergerak di bidang pertanian sebagai narasumber. Mereka membahas tentang kiat-kiat membangun usaha produktif dengan modal yang minimal, mudah diaplikasikan namun dapat memberikan penghasilan tambahan bagi para calon pensiunan. (ad0417)

Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas ’’Output’’ Hasil Penelitian

PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali telah meluncurkan sejumlah kegiatan dalam program CSR perusahaannya. Salah satunya memberikan bantuan kepada sejumlah desa di Kabupaten Klungkung untuk mengolah sampah. Pengolahan sampah yang digulirkan berupa Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Program ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi warga desa dan memberikan manfaat bagi Indonesia Power. Demikian ditegaskan General Manager PT Indonesia Power (IP) Unit Pembangkitan Bali I GAN Subawa Putra di sela-sela silaturahmi dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat Klungkung dalam implementasi TOSS di Kantor IP, Kamis (8/3) kemarin. Hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan Klungkung AAN Kirana, perwakilan Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN Jakarta Arief dan perwakilan masing-masing desa penerima CSR IP. Subawa Putra mengatakan, sesuai dengan visi perusahaan yakni bersahabat dengan lingkungan, pihaknya menyalurkan CSR kepada masyarakat sekitarnya. Selain melakukan penanaman pohon, pihaknya mulai memberikan bantuan untuk mengolah sampah lewat program TOSS. ‘’Kami melihat persoalan sampah masih menjadi

TOSS - Peserta sosialisasi implementasi TOSS yang dilakukan PT Indonesia Power foto bersama usai pembukaan kegiatan. momok yang menakutkan dan perlu mendapat penanganan semua pihak. Kami berharap program ini bisa berlanjut dan untuk tahun ini kami fokuskan di dua desa sebagai pilot project,’’ jelasnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan Klungkung AAN Kirana menyambut baik program CSR yang disalurkan IP Unit Pembangkitan Bali. Program ini dinilai sangat tepat digulirkan di Klungkung, karena saat ini TPA Sente sudah ditutup. Melalui program ini, pihaknya berharap tidak ada lagi sampah yang dibuang ke TPA. Menurutnya, penerapan program ini akan menyebabkan tidak adanya

proses pemilahan. Sampah akan diolah secara langsung melalui proses peuyeumisasi, briketisasi/peletisasi dan gasifikasi menggunakan bio aktivator. Dalam tiga hari, bau hilang dan dalam 10 hari volume sampah sudah berkurang. Proses ini juga menghasilkan briket dan pellet yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk proses memasak dan listrik. Pihaknya sudah mencoba beberapa metode pengolahan sampah, bahkan sampai mencoba program yang dilakukan di Jepang, namun masih ada beberapa kendala, sehingga tidak berjalan efektif. (ad0418)

UNHI Denpasar Gelar ’’Workshop’’ Jurnal Internasional 450 Peserta Ikuti Festival Teknologi Stikom Bali

WORKSHOP - Suasana Workshop Jurnal Internasional yang digelar UNHI Denpasar. Workshop diikuti 29 dosen peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Denpasar. DALAM upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas output hasil penelitian perguruan tinggi, Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar menggelar Workshop Jurnal Internasional, Kamis (8/3) kemarin. Workshop yang berlangsung selama dua hari hingga Jumat ini, mengundang dua narasumber yang ahli di bidang publikasi jurnal internasional, bidang sosial dan budaya yaitu Dr. Hezri Adnan dari Universitas Malaysia dan Dr. Diki Sofyan dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebanyak 29 dosen peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Denpasar antusias mengikuti workshop ini. Rektor UNHI Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan, sejak tahun 2010 belum banyak karya ilmiah yang dihasilkan oleh para dosen peneliti di Indonesia dipublikasikan dalam jurnal internasional. Padahal jumlah profesor di Indonesia

lebih banyak dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia. Hasil penelitian yang dilakukan oleh para dosen peneliti sangat penting dipublikasikan ke dalam bentuk jurnal internasional. Sebab, publikasi tidak hanya untuk kepentingan pemenuhan persyaratan kenaikan jabatan akademik, tetapi bagaimana hasil temuan-temuan yang dihasilkan bisa disebarkan dan dikonsumsi oleh publik di tingkat internasional. ‘’Penelitian sebenarnya belum berakhir kalau hasilnya belum di-publis. Jadi, kalau hasilnya hanya berupa laporan penelitian, kemudian disimpan di universitas, ini tidak akan ada artinya. Oleh karena itu, publikasi sangat penting dilakukan,’’ tandas Prof. Damriyasa di sela-sela pembukaan workshop. Dikatakannya, dalam meningkatkan ranking institusi pendidikan baik di tingkat nasional

maupun internasional, indikator penilaian yang digunakan untuk hampir 60%-80% penilaian pada riset yang dihasilkan oleh universitas. Oleh karenanya, riset merupakan tugas utama yang harus dilakukan oleh universitas. Sementara indikator kinerja dari riset yang dihasilkan tergantung dari seberapa banyak yang dipublikasikan oleh universitas tersebut. ‘’Kami di UNHI Denpasar yang berlandaskan agama, seni dan budaya ke depannya akan lebih banyak berorientasi pada publikasi internasional, supaya dunia internasional tahu nilai-nilai apa yang diteliti dan nilai-nilai apa yang terkandung di dalam budayabudaya Hindu di Bali. Ini bisa menjadi acuan dan konsumsi bagi peneliti berikutnya,’’ ujar Rektor UNHI Denpasar. Ketua Panitia Dr. I Wayan Winaja, M.Si. menambahkan, tujuan lain dari kegiatan Workshop Jurnal Internasional ini adalah untuk medorong dosen peneliti, khususnya dosen di UNHI Denpasar agar lebih meningkatkan semangat dan kualitas diri dalam melakukan penelitian. Dengan demikian, hasil penelitian dapat dipublikasikan ke jurnal internasional yang bereputasi. Ia mengharapkan melalui workshop ini para peserta mendapatkan pemahaman tentang cara menulis jurnal internasional yang bereputasi. Apalagi bagi dosen yang bergelar doktor dan letkor kepala untuk menjadi guru besar wajib hukumnya menulis di jurnal internasional bereputasi. (ad0421)

SALAH satu festival teknologi terbesar di Jawa, Bali, dan Indonesia Timur kembali digelar oleh Stikom Bali. Setiap tahun, event bergengsi kompetisi bidang IT ini diikuti ratusan pelajar SMP-SMA/SMK. Kamis (8/3) kemarin hingga Sabtu (10/3) besok, sebanyak 450 pelajar SMPSMA/SMK se-Jawa, Bali dan Indonesia Timur berkumpul di Stikom Bali mengikuti Festival Teknologi atau Fastekno. Fastekno 2018 yang dipusatkan di Kampus Stikom Bali, Renon, Denpasar ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti -- induk Stikom Bali. Dalam sambutannya Prof. Made Bandem mengingatkan generasi muda Bali tentang RI.4. atau Revolusi Industri Keempat dewasa ini. Perkembangan Revolusi Industri Keempat sudah banyak menggeser tenaga manusia dengan teknologi robot sehingga lapangan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan manusia menjadi hilang. ‘’Namun, untuk generasi muda yang belajar IT, itu tidak akan tergerus karena belajar tentang IT. Mereka paham IT dan merekalah yang akan mengendalikan teknologi nantinya. Kalau sekolah di Stikom Bali, Anda sudah tahu dan paham IT dan ilmunya pasti akan dipakai terus sehingga tidak akan tergerus oleh perkembangan Revolusi Industri Keempat,’’ kata Prof. Made Bandem. Di depan para peserta lomba, Prof. Made Bandem yang didampingi Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak. tak lupa memperkenalkan SMK TI Bali Global yang merupakan ‘’anak kandung” Stikom

FASTEKNO - Para pelajar tingkat SMP tampak serius mengikuti salah satu lomba Fastekno 2018 yang digelar Stikom Bali. Bali. Saat ini SMK TI Bali Global sudah tersebar di Denpasar, Dalung, Jimbaran, Singaraja, Karangasem dan Klungkung, serta sebuah SMK TI Indonesia Global di Ponorogo, Jawa Timur. ‘’Kalau anak-anak SMP yang ikut lomba sekarang tetapi masih jauh kuliahnya, perdalam dulu ilmunya di SMK TI Bali Global, setelah itu baru masuk Stikom Bali,’’ ujar mantan Rektor ISI Denpasar dan Rektor ISI Yogyakarta ini. Sementara itu, Ketua Panitia Fastekno 2018 Achmad Taufik Hidayatullah mengatakan, Fastekno adalah event tahunan yang diadakan oleh Senat Mahasiswa Stikom Bali guna mengasah kemampuan para pelajar SMP-SMA/SMK di bidang IT. Fastekno ke-10 tahun 2018 ini mengusung tema ‘’Show Your Quality With IT Competition’’. ‘’Melalui tema ini, Stikom Bali ingin mengajak anak muda di Jawa, Bali dan Indonesia Timur, khususnya para pelajar SMP-SMA/SMK untuk be-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

rani menunjukkan kualitas dirinya dalam penguasaan IT,’’ ungkapnya. Bidang IT yang dilombakan tingkat SMP adalah cerdas cermat microftwords, powerpoint dan exel serta majalah dinding (mading). Sementara lomba tingkat SMA/SMK meliputi short movies competition, cerdas cermat microsoft, powerpoint, exel, desain grafis, web desain, pemrograman, desain animasi, desain blog dan lomba mading. Fastekno juga dirangkaikan dengan Gelaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gelatik) ke-7. Gelatik adalah kompetisi IT khusus mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Bali sebagai ajang pemanasan untuk mengikuti kompetisi serupa di tingkat nasional. ‘’Kami juga mengadakan turnamen mobile legend. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa IT tidak hanya belajar IT melulu melainkan dapat bermain game dan mencetak prestasi,’’ pungkas Taufik. (ad0425)


daerah

Jumat Pon, 9 Maret 2018

DPD HILLSI Bali Gelar Musda Terpilih Pengurus Masa Bakti 2018-2023 DPD Himpunan Lembaga Latihan Swasta Indonesia (HILLSI) Provinsi Bali menggelar musyawarah daerah (musda) di Kampus Undhira, Kamis (8/3) kemarin. Acara dibuka Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi ditandai pemukulan gong lima kali. Musda dengan agenda pemilihan Ketua Umum DPD HILLSI Bali periode 2018-2023 ini dihadiri pimpinan Lembaga Latihan Kerja (LPK) se-Bali dan sejumlah Kadisnaker kabupaten/kota. Kadisnaker dan ESDM Bali Ni Luh Made Wiratmi menyambut baik pelaksanaan Musda DPD HILLSI Bali tahun 2018. Melalui musda ini diharapkan lahir pengurus yang mampu membawa HILLSI lebih baik ke depannya. ‘’Musda ini kami harap mampu melahirkan pemimpin yang dapat membawa aspirasi 255 LPK di kabupaten/kota di Bali dan memilih pengurus yang dapat mengantarkan LPK berkoordinasi dan berkonsolidasi dengan baik. Semoga apa yang menjadi tujuan atau harapan bisa teraspirasi atau terakomodasi,’’ ujarnya. Dikatakannya, HILLSI Bali merupakan partner pemerintah daerah dalam upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas serta mampu bersaing dengan tenaga kerja (naker) dari daerah lain dan asing. Berkualitas dan memiliki kompetensi akan membuat SDM Bali mampu merebut peluang kerja atau jabatanjabatan strategis. Ketua Tim Caretaker sekaligus Ketua Panitia Musda HILLSI Bali 2018 Made Ernita Kurniawati, BBA., MBA. dalam sambutannya menyampaikan, kepengurusan DPD HILLSI Bali yang lama telah habis masa jabatannya, namun tidak pernah melaksanakan musda.

MUSDA – DPD HILLSI Bali menggelar musda, Kamis (9/3) kemarin. Tampak panitia dan pengurus baru foto bersama seusai musda. Karena itu, DPP HILLSI menerbitkan SK caretaker yang menunjuk dirinya dan teman-temannya sebagai tim yang harus mempersiapkan dan menggelar musda. ‘’Kami bersedia memikul tanggung jawab ini karena hati kami terketuk untuk membenahi dan memajukan HILLSI. Kami mencoba mengomunikasikan keinginan tulus ini kepada teman-teman LPK. Akhirnya musda bisa terselenggara dengan lancar,’’ ungkapnya. Ernita mengucapkan terima kasih kepada LPK Monarch Bali, BPLE Tiara Course, Sekolah Perhotelan Bali (SPB), Sekolah Perhotelan Internasional, LPK Bali Citra Internasional, PPLP Dhyana Pura, LPK Mediterranean, LPK Mapindo, LPK Balindo Paradiso, LPK Elizabeth, LPK Focus Carribean, LPK Sekar Ring Jagat dan LP2B atas dukungannya. Selaku caretaker dalam musda ini, ia mengharapkan terpilih ketua yang memiliki misi dan visi yang mau mengembangkan organisasi ini. ‘’Siapa pun terpilih, tolong jangan manfaatkan organisasi ini untuk kepentingan pribadi. Rangkullah seluruh LPK yang ada, jangan hanya

LPK yang sebidang. Suport dan bantulah rekan-rekan LKP agar kita maju bersamasama. Jangan bersemboyan SMS (senang melihat orang susah, susah melihat orang senang),’’ papar Ernita. Dalam musda diusulkan tujuh kandidat ketua umum HILLSI Bali periode 20182023. Akhirnya melalui pemilihan secara demokratis, jabatan Ketua Umum dipercayakan kepada I Made Sumitra, S.E., M.M., CHT. dari LPK Monarch Bali. Wakil Ketua 1 dijabat Made Ernita Kurniawati, BBA., MBA. (BPLE Tiara Course), Wakil Ketua 2 Gilbert Nainggolan, S.S., M.M. (PPLP Dhyana Pura) dan Wakil Ketua 3 Anak Agung Widnyana, S.S. (LKP Mediterranean). Kepengurusan ini akan dilengkapi sekretaris dan bendahara. Ketua Umum DPD HILLSI Bali terpilih I Made Sumitra menyatakan ini semua adalah amanah untuk bersama-sama mengembangkan LPK seBali dengan konsep ‘’SWAHA’’ yaitu solidaritas, wawasan, aktivitas, harmonisasi dan akuntabilitas. Konsep ini akan menjadi value organisasi HILLSI dan dituangkan dalam misi serta program kerja. (ad0422)

Ungkap Senpi

Tiga Polisi Bersaksi Kasus Jro Jangol Denpasar (Bali Post) Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali yang didakwa atas kasus narkoba, Jro Gede Komang Swastika alias Jro Jangol, Kamis (8/3) kemarin kembali dihadirkan di PN Denpasar. Majelis hakim pimpinan Ida Ayu Adnya Dewi mengagendakan pemeriksaan saksi polisi. JPU Dewa Narapati yang didampingi JPU Dewa Lanang mengajukan tiga saksi polisi yang notabene tim gabungan Polresta Denpasar dan Polda Bali. Mereka adalah Made Sudiasa, I Kadek Widiana dan Made Pudyar Hindrayana. Saksi ikut dalam penggerebekan dan penggeledahan rumah terdakwa Jro Jangol di Jalan Pulau Batanta, Banjar Sebelanga, Denpasar Barat, 4 November 2017 lalu. Sudiasa menerangkan, penggeledahan rumah mantan wakil rakyat itu merupakan bagian dari pengembangan kasus sebelumnya yakni tertangkapnya Gede Juni Antara dan I Kadek Dandi Suardika (penuntutan terpisah). Juni Antara dibekuk polisi sesaat setelah menerima sabu-sabu yang didapat dari terdakwa Dandi. “Dandi mengaku dapat BB (barang bukti) dari Jro,” katanya.

Pada 4 November 2017, tim yang anggotanya enam orang dibarengi aparat desa menggerebek rumah terdakwa. Saat itu terdakwa dan dua istrinya (pertama dan kedua) tidak ada. Menurut saksi, yang ada hanya istri ketiganya Komang Asti Suryaningsih dan ibu kandungnya Ni Made Nasih. Majelis hakim juga menanyakan jumlah kamar di rumah terdakwa. Ada saksi mengatakan lupa dan saksi lainnya menyebut 13 kamar. Kamar Jro Jangol ada di lantai dua. Di kamar terdakwa inilah ditemukan tas hitam berisi delapan paket SS beserta tiga bong atau alat isap, kartu anggota Partai Gerindra, buku tabungan, HP dan senjata api. Terdakwa ditangkap tim gabungan Polda Bali di gubuk dekat sawah di wilayah Malinggih, Payangan, Gianyar. Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya I Nyoman Sudiantara tidak membantah soal kepemilikan tas hitam beserta isinya. Namun, menolak pengakuan Dandi yang menyebut barang bukti SS itu didapat dari dirinya. Alibinya, nama atau panggilan Jro di rumahnya tidak hanya dirinya. Istri dan ibunya juga dipanggil Jro. (kmb37)

Polisi Gadungan Beraksi di Lapangan Puputan Badung Denpasar (Bali Post) Warga di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, dibuat resah oleh pria berpakaian polisi karena sering malak. Kamis (8/3) kemarin, aksi polisi gadungan bernama Nyoman Surnadi (33) itu dipergoki Kasi Turjawali Gassum Ditsabhara Polda Bali Kompol I Dewa Nyoman Sudiarsa. Selanjutnya Surnadi dibawa ke Mapolda Bali. Waktu itu Kompol Dewa Sudiarsa sedang olahraga di Lapangan Puputan Badung. Pukul 17.30 Wita, ia melihat seorang pria menggunakan uniform polisi. Sudiarsa curiga karena pelaku menggu-

nakan seragam Sabhara PDL (pakaian dinas lapangan) tapi memakai bet Pam Obvit dan tidak berisi pangkat. Selain itu, rambut pelaku pirang dan tangan kanannya bertato. ‘’Saya curiga dia bukan polisi. Saya telepon Kasubbid Provos Polda (AKBP Dili Pratikno),” katanya. Beberapa menit kemudian, datang anggota Polda dan pelaku mau melarikan diri. Dewa Sudiarsa langsung mengamankan pelaku. “Saya tidak mau citra polisi rusak gara-gara dia. Apalagi sekarang kita lagi membangun citra baik polisi,” tegasnya. Dari pantauannya, pelaku

khusus mengincar orang yang membawa tas dan diperkirakan ada uangnya. Selain itu, pelaku minum miras di lapangan tersebut bersama temannya. Selain menangkap Surnadi, petugas mengamankan borgol dan kartu identifikasi. Saat diinterogasi di Mapolda, pelaku yang beralamat di Jalan Nangka, Denpasar ini mengaku membeli pakaian tersebut di toko atribut polisi. Ia berdalih menggunakan pakaian itu karena cita-citanya menjadi polisi. Akibat perbuatannya ini, pelaku kini diperiksa anggota Propam Polda Bali. (kmb36)

5

Senator Dukung Kebijakan Presiden Jokowi Terkait Agraria

Arya Wedakarna Setujui Pembebasan Lahan untuk Warga Sumber Kelampok dan Bonian SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang mengurusi hal-hal terkait dengan bagian kesejahteraan rakyat (kesra), kembali menindaklanjuti aspirasi warga Sumber Kelampok, Gerokgak, Buleleng, dengan warga Bonian, Tabanan, terkait status tanah negara yang dimohonkan untuk kepentingan kesra. Dalam pertemuan di Kantor Gubernur Bali, RDP DPD-RI Bali dihadiri Ida Bagus Subhiksu (Asisten Provinsi Bali), Jaya, S.H., M.H. (Ketua Badan Pertahanan Nasional/BPN Bali), Drs. Ida Bagus Ngurah Arda, M.Si. (Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah), serta kedua belah pihak yakni Desa Sumber Kelampok dan Desa Bonian. Terkait permintaan Desa Bonian mengelola lahan provinsi untuk kepentingan pembangunan pura, Senator RI pada prinsipnya menyetujui, namun perlu ada proses yang harus dihormati. ‘’Saya sudah mendapat penjelasan dari pihak Pemprov Bali bahwa lahan di Desa Bonian seluas 60.000 meter persegi sudah dikerjasamakan dengan Pemkab Tabanan terkait pendirian instalasi kesehatan. Sisanya bisa saja diserahkan pada desa, namun dari tujuh item permintaan yang kita bisa

BERSAMA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Asisten Pemprov Bali, Ketua Biro Aset Provinsi, pejabat lintas sektorat dan perwakilan warga di Kantor Gubernur Bali. rekomendasikan hanya ada dua yakni untuk kepentingan pura. Kendalanya lahan ini masih di bawah Kementerian Kesehatan RI karena bekas RS Kusta Lepra. Sekarang kita proses agar segera menjadi wewenang Provinsi Bali. Solusinya, pihak desa saya minta mengirimkan surat permohonan per 2018. Ubah surat yang dibuat 2015, nanti kita kawal. Jika urusan Kemenkes beres, seharusnya tidak ada kendala. Sekarang tergantung good will Gubernur Bali,’’ ungkap Senator Wedakarna. Soal masalah tanah di Sumber Kelampok, sebelumnya prajuru desa dan

tokoh sudah menghadap Shri Arya Wedakarna di Istana Mancawarna Tampaksiring. Senator AWK pun sudah turun ke Desa Sumber Kelampok untuk bersembahyang. ‘’Saya sudah banyak dengar masalah tanah negara yang diminta oleh kurang lebih 801 kepala keluarga untuk disertifikatkan. Sebenarnya masalahnya mudah saja, karena tanah di Sumber Kelampok ini dihuni puluhan tahun, apalagi ada saudara kita yang eks Timtim. Namun, sudah ganti gubernur beberapa kali sejak zaman Orde Baru hingga kini, masalah belum selesai. Saya minta Pemprov dan BPN Bali ikut menyele-

saikan masalah ini. Momentumnya tepat karena program Presiden Joko Widodo terkait Prona dan Kebijakan Agraria sangat pro-rakyat,’’ tegasnya. Menurutnya, Pemprov Bali dan BPN bisa maksimal kalau desa mampu bersinergi terkait penyediaan data dan membantu kerja tim. ‘’Saya sudah dengar di masa lalu banyak miskomunikasi terjadi antara tokoh Desa Sumber Kelampok dan tim yang datang. Sekarang tutup buku masalah konflik dan mismanajemen dan miskomunikasi di masa lalu. Fokuslah agar perjuangan ini berhasil. DPD sebagai pengawas UU akan mengawasi kinerja aparat di Bali,’’ tandas Gusti Wedakarna. Sebagai wujud keseriusan, ia minta Pemprov Bali dan BPN segera membentuk tim baru untuk menggantikan SK yang dibuat sebelumnya. ‘’Saya minta Gubernur Bali segera menerbitkan SK Tim Pendataan yang baru. Nanti pejabat BPN bisa ikut di dalamnya. Tahun ini mesti tuntas dan berharap awal 2019, Presiden Jokowi bisa membagikan sertifikat tanah Sumber Kelampok kepada rakyat dan kaum Marhaen di sana. Rapat final DPD-RI Bali ini sudah mengikat dan sekarang tergantung eksekutif,’’ terang mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. (ad0424)

Kembangkan Pengolahan Limbah

Warga Pesanggaran Harapkan CSR Pertamina SETELAH mendapatkan bantuan CSR yang pertama, warga Banjar Pesanggaran berharap memperoleh CSR lanjutan dari Pertamina TBBM Sanggaran. Karena permintaan pupuk organik yang meningkat diperlukan tempat pengolahan pupuk yang lebih luas serta tambahan mesin pencacah. Ketua Yayasan Bali Kasih Gede Suarta menuturkan, Yayasan Bali Kasih memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik bagi warga Banjar Pesanggaran. Pelatihan dan produksi pupuk organik ini didanai dari CSR Pertamina TBBM Sanggaran. Pelatihan ini telah menghasilkan pupuk organik berkualitas. Selain berhasil memproduksi pupuk, pemasaran produknya pun telah ada. Seiring meningkatnya permintaan pupuk organik, diperlukan kapasitas tempat pengolahan yang lebih luas dan tambahan mesin pencacah. Apalagi warga dan Klian Adat Banjar Pesanggaran sangat bersemangat mengolah limbah. ‘’Awalnya ide ini dari kepala lingkungan. Kliannya semangat mengolah pupuk organik yang ada di sini karena potensi limbahnya luar biasa,’’ tuturnya saat kunjungan Pertamina ke tempat pengolahan pupuk organik di TPA Su-

MESIN PENCACAH - Klian Banjar Pesanggaran, Lurah Pedungan, Yayasan Bali Kasih dan Pertamina berfoto bersama di antara mesin pencacah limbah. wung, Kamis (8/3) kemarin. Pihaknya yang juga seorang akademisi dari Universitas Udayana pun siap membina dan melatih warga untuk mengolah limbah. ‘’Dari sisi pemasaran tidak ada masalah. Karena seperti sekarang, belum apa-apa sudah ada orderan,’’ tandasnya. Klian Adat Banjar Pesanggaran, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, I Wayan Widiada, S.H., M.H. mengatakan, sebelumnya warga sudah bekerja membuat pupuk organik. Pupuk dalam skala kecil itu sudah bisa memenuhi kebutuhan pasar.

Per bulannya 5-10 ton pupuk organik bisa habis dipasarkan. Namun, masalah baru muncul. Diperlukan kapasitas bangunan yang lebih luas dan mesin pencacah untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik tersebut. Lurah Pedungan A.A. Gede Oka, S.E. mengapresiasi kegiatan warganya tersebut dalam mengatasi masalah limbah. Ia juga mengapresiasi pioner gerakan mengolah limbah ini. Limbah sangat berdampak pada warga Banjar Pesanggaran yang wilayahnya menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Dengan upaya ini, sampah dan limbah dapat ditekan sekaligus membawa berkah bagi pengelolanya. Operation Head (OH) Pertamina TBBM Sanggaran Eri Wibowo mengatakan, limit waktu untuk mendapat CSR Pertamina maksimal lima tahun. Sementara warga Banjar Pesanggaran baru satu tahun mendapatkan bantuan CSR. Tahun pertama bantuan CSR sudah berjalan, sedangkan proposal dari warga Pesanggaran untuk tahun kedua telah masuk ke Pertamina. Proposal itu nantinya akan diperkuat dengan hasil dan progress tahun pertama. Hasil ini akan menjadi pertimbangan yang kuat untuk pengambilan keputusan. Namun, ia melihat SDM untuk mengolah pupuk organik ini sudah ada berikut ilmuwan dengan teknologinya sebagai pendamping. Apalagi daerah tersebut memang memiliki potensi untuk dilakukan pengolahan limbah. Pertamina tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga mengawal prosesnya sampai ada titik keberhasilan dan bisa berjalan secara mandiri. Diharapkan ke depan, dengan pasar yang semakin berkembang, pupuk organik buatan warga Pesanggaran memiliki merek. (ad0426)

Korban Perampokan Disemprot Zat Kimia Denpasar (Bali Post) Hasil penyelidikan kepolisian terkait kasus perampokan ATM CIMB Niaga di pertokoan Nirmala, Jalan Pantai Balangan, Cengiling, Kuta Selatan, Kamis (1/3) lalu, pelaku menggunakan zebo dan helm serta mengendarai mobil Innova dan Avanza. Pelaku juga menyemprotkan zat kimia ke wajah satpam I Made Suwitra (50). Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, Kamis (8/3) kemarin menjelaskan, pihaknya terus menyelidiki kasus tersebut. Saat diperiksa,

Suwitra mengaku tidak sadar ketika perampokan terjadi. Pasalnya, para pelaku menyemprot wajahnya dengan zat kimia yang membuatnya tidak sadar dan dipukuli. ‘’Saat pelaku datang, korban menegurnya. Pelaku balik tanya kenapa korban di sana. Korban langsung jawab sedang jaga. Pelaku langsung menyemprot cairan ke wajah korban. Tak cuma itu, korban juga dikeroyok sampai pingsan. Zat kimia tersebut sudah dicek ke labfor,’’ ujar mantan Kapolres Gianyar itu.

Menurutnya, kawanan perampok itu beraksi menggunakan dua unit mobil jenis Innova dan Avanza. Hanya, pelat mobil tersebut belum terlacak. Saat ini polisi masih mengecek rekaman CCTV. Modus kasus perampokan ATM CIMB Niaga yang berisi uang tunai Rp 390 juta sama dengan yang terjadi di ATM Maybank di area Toko Surfer Paradise di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kedonganan, Kuta, 17 November 2017 lalu. Kawanan rampok menganiaya satpam I Ketut Widi Artawan (37) hingga pingsan. (kmb36)


OPINI

6

Jumat Pon, 9 Maret 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Pemberdayaan Industri Kreatif BALI memerlukan daya dukung penguatan ekonomi. Pendapat ini dilontarkan banyak pihak ketika sektor pariwisata Bali tersandera oleh ancaman erupsi Gunung Agung. Bahkan jauh dari itu, ketika bom Bali mengguncang Kuta, pendapat senada juga telah dilontarkan. Artinya, Bali sangat-sangat perlu mendesain sektor lain sebagai pengimbang pariwisata sebagai kekuatan ekonomi. Alternatif yang ditawarkan saat itu tentu sangat banyak. Bali harus memberdayakan pertanian. Ini harapan paling dominan terlontar. Lainnya adalah Bali diharapkan membangun sektor jasa termasuk melakukan revitalisasi penguatan potensi pariwisata budaya. Bersamaan dengan itu, wacana melirik industri kreatif juga terwacanakan. Faktanya, hingga kini Bali belum kita lihat memiliki sektor yang kuat sebagai pengimbang pendapatan dan serapatan tenaga kerja seperti sektor pariwisata. Pertanian yang digadanggadang sebagai pilihan terbaik juga tak kunjung dibenahi. Kalaupun ada pembenahan itu hanya wacana dan kajian-kajian di atas kertas. Praktik bertani secara nyata yang menghasilkan produk pangan tetap jalan di tempat. Bali bahkan menjadi pasarnya produk pertanian dari Jawa dan Lombok. Kita patut memahami juga bahwa menjadikan pertanian sebagai kekuatan ekonomi pembanding pariwisata amatlah sulit bagi Bali. Pertama karena minat bertani turun dan lahan terus menyusut. Tak hanya itu, air juga mulai sulit. Bahkan, harga produk pertanian tak sebanding dengan kebutuhan publik. Harganya sangat fluktuatif. Ini untuk mengistilahkan bahwa harga produk pertanian sering anjlok. Kini, kita tentu tak bisa berlama-lama berdebat dalam wacana membangun pertanian Bali. Kini, pilihan untuk mengembangkan industri kreatif sangat terbuka. Bagi Bali, hal ini tentu memiliki harapan yang lebih dinamis tentunya juga logis. Pertama, selain posisinya sebagai lalu lintas pariwisata internasional, Bali juga memiliki potensi untuk berkembang. Selama ini, daya kreasi para seniman Bali sangat dikagumi. Tinggal melakukan pembinaan dan membuatkan mereka jaringan pasar, maka potensi ekonomi kreatif Bali akan berkembang pesat. Jika ini dikembangkan secara lebih terencana tentu industri ekonomi kreatif akan menjadi salah satu pilar dari ekonomi Bali selain sektor pertanian dan sektor pariwisata. Keyakinan ini kembali pada sektor industri ekonomi kreatif mempunyai potensi yang sangat besar dan memiliki keunggulan. Industri kreatif juga memiliki peluang dalam menciptakan devisa yang tinggi. Ini berarti sektor industri ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang diharapkan ke depan memberikan kontribusi cukup besar kepada ekonomi Bali. Dengan demikian, kebangkitan industri kreatif dapat dijadikan sebagai panglima ekonomi Bali yang berlandaskan kearifan lokal dan berkeunggulan potensi lokal. Di Indonesia, industri kreatif sedang berkembang cepat, para ahli dan pakar ekonomi menyatakan bahwa pedapatan negara sebagian disumbang oleh industri kreatif yang terus bertumbuh dan berkembang setiap saat. Industri kreatif menurut Kementerian Perdagangan Indonesia adalah industri yang berasal dari pemanfaatan aktivitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Industri kreatif saat ini memang memiliki peranan yang sangat penting pada perekonomian suatu negara, bukan hanya di negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini tidak bisa dipisahkan karena industri kreatif memiliki peran meningkatkan perekonomian sebuah negara secara global. Industri kreatif erat hubungannya dengan tingkat kreativitas manusia sebagai sumber daya utama penggerak roda perekonomian. Banyaknya sektor industri kreatif yang tercipta adalah sebagai buah dari kreativitas dan inovasi yang dikembangkan oleh seseorang.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Memaknai Keheningan Saat Nyepi

Di dalam Kitab Sundarigama disebutkan Nyepi amati geni tan wenang sajadma anyambut karya sakalwirnya agnigni saparanya tan wenang kalinganya wenang sang weruh ring tatwa angelaraken Samadhi, tapa, yoga amatitis kasunyatan. Artinya, hari Nyepi tidak benar semua orang melakukan pekerjaan berapi-api karena mereka yang tahu hakikat agama melaksanakan samadhi, tapa, yoga memusatkan pikiran menuju kesunyataan atau keheningan sejati. Menurut Kitab Sundarigama, Nyepi hari raya untuk mencapai keheningan sejati. Kita semua punya smartphone, karena faktor waktu, smartphone kita menjadi lemot, lambat, dan terkadang hank. Ini terjadi karena kepenuhan file dan kebanyakan aplikasi yang tidak berguna. Untuk mengembalikan smartphone kita supaya kinerjanya seperti baru, maka dikenal dengan istilah reset. Keheningan di dalam Nyepi berfungsi sebagai reset untuk me-reset pikiran manusia yang penuh file sampah yang tidak berguna sehingga manusia lahir secara baru dengan penampilan baru secara batiniah dan mental. Made Budilana Banjar Dinas Tengah, Desa/Kec. Tejakula, Kab. Buleleng

Industri Kreatif sebagai Panglima Ekonomi Bali Produk Industri kreatif di Bali tumbuh dan berkembang begitu dahsyatnya sehingga menyimpan ratusan bahkan ribuan potensi produk kreatif layak dikembangkan. Justru pengembangan produk industri kreatif merupakan gagasan pemikiran, inovasi teknologi dan bangkitnya jiwa wirausaha krama Bali. Awalnya, ekonomi Bali selalu membanggakan sektor pertanian dan sektor pariwisata sebagai lokomotipnya ekonomi Bali, ternyata sangat rapuh dan titak mampu menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Untuk itu diperlukan industri kreatif yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta krama Bali. Dengan demikian, industri kreatif dalam era now sangat cocok dan tepat sebagai panglima ekonomi Bali.

Oleh Bambang Gede Kiswardi ali saat ini mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan oleh menurunnya sektor pariwisata sehingga berdampak terhadap menurunnya daya beli krama Bali. Di samping itu, produk-produk ekspor Bali juga mengalami penurunnan. Menurun dan lesunya ekonomi Bali tidak serta merta memengaruhi pengembangan industri kreatif krama Bali. Terbukti industri kreatif usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah (UMKM) tumbuh dan berkembang di setiap jengkal wilayah perkotaan maupun pedesaan di Bali. Maka dari itu, Bali wajar dijadikan provinsi ekonomi UMKM, di samping itu juga sudah dikenal sebagai destinasi pariwisata yang memiliki keunikan adat dan budaya yang tidak dimiliki oleh negara-negara manapun di dunia. Robert Lucas mengatakan bahwa ekonomi kreatif adalah kekuatan yang menggerakkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi kota atau daerah, dapat dilihat dari tingkat produktivitas cluster orangorang bertalenta dan orang-orang

B

kreatif atau manusia-manusia yang mengandalkan kemampuan ilmu pengetahuannya. Dengan demikian, industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu. Dalam rangka mendorong terciptanya pertumbuhan dan pengembangan industri kreatif di Bali diperlukan peran pemerintah daerah, peran perguruan tinggi dan para stakeholder untuk menyusun kebijakan yang dapat memberikan kemudahan dalam mengakses sumber pembiayaan dan akses pemasaran (marketing) juga akses teknologi bagi UMKM yang berproduksi di sektor industri kreatif. Di samping itu, juga diperlukan strategi untuk penguatan hubungan antara pelaku bisnis, pemerintah daerah, dan cendekiawan dengan lembaga keuangan, lembaga penjaminan dan lembaga pemasaran eksporimpor yang meliputi: (1) mendorong dan memfasilitasi terciptanya skema pembiayaan yang sesuai bagi UMKM industri kreatif. (2)

Mengembangkan lembaga pembiayaan pada sentra-sentra UMKM industri kreatif. (3) Memberikan prioritas bantuan dan fasilitas pembiayaan UMKM industri kreatif yang sudah layak atau mandiri tetapi belum bankable dengan skema pembiayaan yang sesuai. Hal lainnya adalah, (4) memfasilitasi interaksi pelaku industri kreatif dengan lembaga pembiayaan untuk mengembangkan skema pembiayaan yang efektif. (5) Memfasilitasi pertemuan antarpelaku industri kreatif yang membutuhkan biaya dengan lembaga pembiayaan. (6) Memfasilitasi pelaku industri kreatif untuk mendapat pendidikan dan pelatihan E-Commers (akses teknologi) agar mampu menguasai teknologi dan siap menghadapi persaingan global. (7) Mendorong dan memfasilitasi terciptanya brand bagi produk-produk industri kreatif yang dikoordinir melalui wadah UMKM yang siap dipasarkan baik ke pasar lokal maupun pasar internasional (pasar ekspor). Pemerintah juga perlu mendorong dan memfasilitasi terwujudnya kebijakan ekonomi dan kebijakan bea cukai yang mudah, cepat, dan murah oleh pemerintah daerah

pada khususnya dan pemerintah pusat pada umumnya, agar produkproduk industri kreatif krama Bali mampu bersaing di tingkat global. Selain itu, juga memfasilitasi terwujudnya gudang bersama untuk penampungan produk-produk dan bahan baku bagi pelaku industri kreatif yang telah mampu berorientasi ekspor dan impor. Untuk itu, sangat diperlukan tempat gudang yang strategis baik di dalam negeri maupun di luar negeri, sehingga para pelaku industri kreatif bisa lebih efisien dan efektif dalam pembiayaan. Dengan demikian, UMKM yang bergerak di sektor industri kreatif memiliki kemampuan daya saing yang sangat tinggi dan sangat tangguh dalam menghadapi persaingan pasar global. Dengan memerhatikan dan mengkaji perkembangan dan kinerja industri kreatif saat ini, maka sudah saatnya pemerintah daerah, perguruan tinggi dan para pelaku industri kreatif secara bersamasama untuk menyusun masterplan ekonomi kreatif yang berlandaskan kearifan lokal dengan memanfaatkan sebesar-besarnya potensi keunggulan lokal. Ini berarti pemerintah daerah diharapkan dapat menyadari bahwa sektor industri kreatif pada khususnya dan sektor ekonomi kreatif pada umumnya memiliki prospektif yang sangat menjanjikan bahkan dapat menjadi salah satu lokomotif (panglima) perekonomian Bali. Kondisi ekonomi Bali seperti ini terlihat jelas dari pergeseran sektor pertanian menjadi sektor pariwisata dan bergeser menuju sektor industri kreatif yang sudah tumbuh dan berkembang begitu cepatnya di setiap jengkal baik di perkotaan maupun dipedesaan di Bali. Sejalan dengan kondisi ekonomi Bali saat ini, di tengah ancaman dan tantangan ketidakpastian

Darurat Keselamatan Konstruksi

Berita duka kembali datang dari dunia konstruksi. Tiang pancang proyek Tol Becakayu roboh pada Selasa (20/2). Tujuh pekerja dilaporkan terluka. Kecelakaan ini menambah rentetan kasus keselamatan kerja di sektor konstruksi. Kondisi ini layak ditetapkan dalam level darurat. Apresiasi patut diberikan kepada pemerintah yang segera melakukan penghentian sementara terhadap proyek-proyek jalan layang. Upaya penyelidikan juga langsung dilakukan oleh Kepolisian maupun Komite Keselamatan Konstruksi (KKK). KKK dibentuk oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berdasarkan Keputusan Menteri PUPR No.66/KPTS/M/2018 tanggal 24 Januari 2018. Pemerintah saat ini sedang menggenjot pelaksanaan pembangunan infrastruktur terutama jalan tol. Kasus kecelakaan dapat menjadi peringatan keras yang mesti segera diselidiki dan dievaluasi total. Hal ini karena menyangkut keselamatan pekerja, pengguna, optimalisasi keuangan negara, pencegahan korupsi, dan lainnya. Kecelakaan kerja di berbagai proyek infrastruktur di Indone-

Oleh Ribut Lupiyanto sia sejak 2017 hingga sekarang telah terjadi sekitar dua belas kali. Terbaru, ambruknya tiang pancang proyek Tol Becakayu. Sebelumnya, underpass jalur Kereta Bandara Soekarno-Hatta mengalami longsor. Ketiga adalah ambruknya crane pengangkut beton proyek DDT di Matraman, Jakarta Timur. Tanggap Darurat Kasus keselamatan konstruksi mesti direspons cepat dengan upaya tanggap darurat serta peta jalan jangka panjang. Undang-undang No.02 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi menyatakan bahwa pemerintah bertanggung jawab pada penyelenggaraan jasa konstruksi yang sesuai dengan standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan. Investigasi mesti mendalam menggunakan standar forensik agar menyelesaikan secara komprehensif. Kompleksitas dan potensi negatif di dunia konstruksi mesti dibedah dan diurai

satu per satu. Banyak aspek dan banyak pihak yang bersinggungan, untuk itu mesti dilakukan sinergi. Permasalahan penting dirunut sejak hulu. Mulai dari proses pengadaan hingga pelaksaan konstruksi. Proses pengadaan rawan terjadi kasus suap atau korupsi. Hal ini tentu akan memengaruhi pelaksanaan, karena berpotensi menurunkan standar konstruksi tidak sesuai spesifikasi yang dipersyaratkan. Sinergi dapat melibatkan pihak inspektorat, kejaksaan, kepolisian, KPK, organisasi kontraktor, dan lainnya. Pemerintah mesti memberikan jaminan transparansi dan independensi. Selanjutnya, dalam tahap pelaksanaan, aspek pengawasan mesti dioptimalkan. Instansi pemberi kerja mesti melakukan monitoring berbasis KAK secara ketat. Pihak pengawas juga mesti dipacu agar melaksanakan tugasnya dengan baik. Dilema di lapangan adalah terjadi main mata antara kontraktor dan pengawas. Pengawas seolah hanya

ekonomi nasional dan ekonomi global, juga dibarengi dengan adanya kegiatan tahun politik yang dipastikan akan berdampak terhadap stabilitas ekonomi baik secara mikro maupun makro. Untuk itu, masyarakat krama Bali dan para pelaku industri kreatif dituntut bertindak, berpikir, dan bersikap kreatif untuk membangun ekonomi Bali. Adapun kunci sukses membangun ekonomi Bali yang berpilarkan industri kreatif yaitu dengan mengajak dan memotivasi krama Bali yang bergerak di sektor industri kreatif untuk memahami nilai-nilai seni yang bernapaskan adat dan budaya Bali dan harus mampu menguasai inovasi teknologi di samping itu harus memiliki jiwa kewirausahaan. Semua itu bila diarahkan menjadi industri ekonomi kreatif tentu akan membuahkan hasil yang luar biasa, terlebih ditunjang oleh era now yang mengarah pada ekonomi kreatif. Untuk pengembangan industri ekonomi kreatif harus didukung oleh UMKM yang menguasai nilai-nilai seni, inovasi teknologi dan nilai-nilai kewirausahaan menjadi kata kunci. Karenanya tak heran jika di tengah kekhawatiran lesunya dunia bisnis padat modal, maka satu-satunya harapan kini tertuju pada industri ekonomi kreatif. Ini berarti perlu dukungan dari berbagai stakeholder dalam upaya memperkuat pasar domestik dengan industri kreatif juga merupakan salah satu cara untuk mencegah banjirnya barang-barang impor dari luar negeri, di samping itu perlu menjaga kualitas dan pangsa pasar dalam negeri yang merupakan cara untuk melawan pasar bebas. Selain itu, industri ekonomi kreatif juga harus didorong ekspansinya ke pasar global, karena porsinya saat ini masih kecil.

POJOK

formalitas. Padahal, pengawas mestinya bertaring dan dapat mengatur kontraktor agar sesuai standar. Biaya konsultasi pengawasan dapat dipertimbangkan dilakukan kenaikan agar tidak ompong pelaksanaannya. Aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) telah menjadi kewajiban kontraktor. Sertifikasi K3 bagi ahli konstruksi bahkan dipersyaratkan. Hal terpenting adalah pelaksanaannya agar tidak terkesan hanya formalitas. K3 menjadi salah satu aspek prioritas dalam pengawasan. Pengawas independen hingga publik dapat berpartisipasi melakukan pengawasan dalam setiap kegiatan konstruksi. Peta jalan jangka menengah dan panjang penting dirancang guna mewujudkan target zero accident pada waktu tertentu. Regulasi jika perlu dirombak guna mengakomodasi dan menutup celah-celah penyelewenangan konstruksi.

Setya Novanto telah disiapkan ruang VIP di RS sebelum kecelakaan.

Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration); Sekretaris Umum ASTAKI (Asosiai Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia) DIY

- Tahunya sudah jadi.

- Sakit, jurus paling jitu. *** Persoalan pangan saat ini telah menjadi perhatian utama dunia. - Di Bali alih fungsi lahan. *** Universitas Udayana tak tahu-menahu soal kajian bandara di Buleleng.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Jumat Pon, 9 Maret 2018

Cerita di Balik Temuan Bayi di Cau Belayu

Melahirkan Sendiri dan Antar Bayi Pakai Sepeda Motor Dugaan pihak kepolisian tentang pelaku yang meletakkan bayi perempuan di depan pintu kamar Putu Alit Martawan, warga Banjar Dinas Cau Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, Selasa (6/3) lalu nampaknya benar. Kadek S (21), mantan pacar Putu Alit Martawan, adalah pelakunya. Wanita asal Seririt, Buleleng yang menetap di Denpasar ini mengakui meletakkan bayi perempuan tersebut karena bingung tidak tahu harus berbuat apa. Ada cerita Kadek S. yang cukup membuat miris.

SAAT ini Kadek S terbaring lemas di BRSUD Tabanan karena mengalami pendarahan usai melahirkan. Pendarahan terjadi karena proses melahirkan bayi perempuan tersebut tanpa dibantu siapa pun. Menurut keterangan Kepala Bidang Pelayanan Medik dr. I Gede Sudiarta, saat dikonfirmasi membenarkan jika Rabu (7/3) malam sekitar pukul 20.10 Wita, ibu yang

diduga pemilik bayi diantar polisi ke UGD untuk dilakukan visum, dengan riwayat usai melahirkan ada pendarahan akibat melahirkan sendiri. Dijelaskan bahwa pada tanggal 6 Maret 2018 sekitar pukul 17.00 Wita Kadek S mengeluh nyeri perut, dan memutuskan pulang kerja untuk istirahat, dan tibatiba sekitar pukul 20.30 Wita dari

Bali Post/kmb28

TINJAU - Wabup Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat turun langsung meninjau perbaikan jalan di Desa Belalang, Kediri, Tabanan.

Jalan Rusak di Desa Belalang Mulai Diperbaiki Tabanan (Bali Post) Keluhan warga terkait kondisi jalan rusak di wilayah Kecamatan Kediri mendapat atensi langsung Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Bahkan, Kamis (8/3) kemarin Wabup didampingi Kepala Dinas PUPRKP menyempatkan turun langsung ke lokasi melakukan pengecekan perbaikan ruas jalan Desa Kediri menuju Desa Belalang dan ruas jalan Desa Belalang menuju Pantai Kedungu. Kedatangan Wabup Sanjaya ingin mengetahui sudah sejauh mana perbaikan berlangsung. Mengingat jalan tersebut merupakan penghubung menuju Pantai Kedungu, yang merupakan aset pariwisata Tabanan. Apalagi sekarang ini cukup banyak wisatawan domestik ataupun wisatawan mancanegara mengunjungi tempat tersebut. Wabup Sanjaya dalam kunjungannya tersebut benar-benar serius memeriksa pengerjaan perbaikan tersebut. Bahkan, ia menginstruksikan Kadis PUPR Pemkab Tabanan untuk membersihkan selokan di sepanjang jalan, dan bila memungkinkan jalannya pun juga diperlebar, sehingga perjalanan menunju pantai bisa lebih nyaman serta terlihat bersih dan asri. Menurut data Dinas PUPRKP Tabanan, ruas jalan Kediri menuju Belalang total 5,7 kilometer, dari jumlah itu dalam kondisi rusak sekitar 2,1 kilometer namun sudah mulai dikerjakan dan di-patching (ditambal), begitupun ruas jalan Belalang menuju Pantai Kedungu yang totalnya 2,2 kilometer dan sepanjang jalan itu bisa dibilang rusak ringan dan juga sudah di-patching. Dan direncanakan pada Tahun 2018 ini keseluruhan sudah di-hotmix. Selain meninjau perbaikan ruas jalan, Wabup Sanjaya juga meninjau proyek yang ditujukan mempercantik Pantai Kedungu sebagai destinasi pariwasata Tabanan. Dirinya mengharapkan dengan dipercantiknya pantai dan diperbaikinya jalan menuju Pantai Kedungu tersebut, bisa berimbas pada perekonomian masyarakat di sekitar serta bisa lebih memperkenalkan keindahan Pantai Kedungu di tingkat nasional, bahkan internasional. (kmb28)

Bali Post/bit

STABIL - Kondisi Kadek S yang mengalami pendarahan usai melahirkan sendiri bayinya, mulai stabil di ruang perawatan BRSUD Tabanan .

Dampak Mematikan Internet Saat Nyepi

Layanan Pasien di Rumah Sakit Terhambat

Tabanan (Bali Post) Imbauan mematikan saluran internet pada hari raya Nyepi, nampaknya akan memiliki dampak cukup luas. Banyak layanan publik yang bersifat darurat akan terganggu jika internet dimatikan secara total. Salah satunya adalah masalah yang akan dihadapi oleh layanan di rumah sakit. Sebab, jaringan internet sangat dibutuhkan saat ada pasien yang masuk pada hari raya Nyepi, terutama pada entry data peserta BPJS ke website BPJS. Direktur BRSU Tabanan I Nyoman Susila, Kamis (8/3) kemarin, mengatakan saat Nyepi pelayanan di BRSU tetap jalan terutama jika ada pasien gawat darurat yang terjadi pada hari tersebut. Permasalahannya, ketika tidak ada akses internet pasien yang memakai BPJS tidak akan bisa memakai kartunya. Sebab, untuk bisa memakai layanan ini memerlukan entry data ke web BPJS.

Bali Post/kmb24

TANAH LOT - Kunjungan ke DTW Tanah Lot menjelang Nyepi masih normal.

Persiapan ”Melasti”, DTW Tanah Lot Tingkatkan Keamanan

Tabanan (Bali Post) Selain sebagai tujuan wisata, Tanah Lot juga menjadi tempat upacara Melasti bagi umat Hindu menjelang hari raya Nyepi. Terkait hal ini, pihak manajemen bekerja sama dengan Polres Tabanan mengadakan peningkatan keamanan sehingga proses melasti maupun kunjungan wisatawan berlangsung aman dan nyaman. Manajer DTW Tanah Lot Ketut Toya Adnyana, Kamis (8/3) kemarin, mengatakan prosesi melasti di Tanah Lot untuk tahun ini dimulai Minggu (11/3). ‘’Upacara melasti untuk tahun ini dimulai hari Minggu (11/3). Untuk keamanan selama prosesi ini hingga hari Nyepi nanti, akan ada peningkatan,’’ ujar Toya. Tidak hanya dari pihak kepolisian, dalam pengamanan jelang Nyepi ini juga dilibatkan pecalang desa, security Tanah Lot dan Polisi Pariwisata. Mengenai tingkat kunjungan sendiri, meski sudah mendekati Nyepi masih normal. Bahkan dari persentase kunjungan, wisatawan mancanegara mulai mendominasi. Seperti diketahui, saat erupsi Gunung Agung

kemaluannya mengeluarkan cairan dan melahirkan sendiri. Bayi yang sudah lahir pun kemudian ari-arinya dipotong dan dijepit dengan jepitan rambut. Kadek S mengatakan, usai melahirkan dia menggendong bayinya dan mengendarai sepeda motornya sendiri pergi ke rumah mantan pacarnya di Cau Belayu, Marga. Dan yang bersangkutan pun sempat mengetuk pintu kamar pacarnya. Bayi pun diletakkan di depan pintu kamar dan si ibu kembali ke Denpasar. Tak banyak yang diinginkan Kadek S sekarang. Ia hanya ingin kembali bertemu bayi perempuannya dan meminta agar mantan pacarnya bertanggung jawab. Ia mengakui, sebenarnya sang pacar pernah meminta untuk menikahinya, hanya ia tolak karena usianya yang relatif cukup muda. Hingga akhirnya jalinan kasih keduanya putus. “Pacaran sudah lama, tetapi putus sekitar empat bulan lalu, saat putus itulah saya baru tahu kalau saya hamil,” ucapnya, Kamis (8/3) kemarin. Dirinya juga mengaku jika pihak kepolisian telah mencarinya dan membawanya ke rumah sakit Tabanan akibat pendarahan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan robekan cukup luas di jalan lahir bayi. “Hemoglobin atau kadar darah pasien rendah, bahkan masuk grade tiga, dan cukup bahaya, tetapi si ibu cukup kuat,” terangnya. Rencananya pasien akan mendapatkan transfusi darah sebanyak empat kantong untuk menormalkan kadar darah. “Kondisinya mulai stabil, rencananya akan kita lakukan transfusi darah,” pungkas Gede Sudiarta. (bit)

beberapa waktu lalu kunjungan wisman ke DTW Tanah Lot menurun drastis dan didominasi oleh wisatawan domestik (wisdom). Saat ini berdasarkan data, selama bulan Maret kunjungan wisman sebanyak 4.703 orang sementara wisdom sebanyak 2.958 orang. Toya melanjutkan, untuk kunjungan Maret 2018 jika dibandingkan dengan Maret 2017 tidak terlalu jauh berbeda. Untuk hari pangerupukan, menurut Toya, DTW Tanah Lot tetap menerima kunjungan. Hanya waktu operasionalnya diperpendek dibandingkan hari biasa. ‘’Operasional DTW pada hari pangerupukan hanya sampai jam 18.00 Wita. Biasanya operasional sampai pukul 19.30 Wita,’’ ujarnya. Mengenai waktu operasional yang lebih pendek ini, tidak ada informasi khusus ke guide ataupun travel karena kebanyakan sudah mengetahui hal tersebut biasa diterapkan menjelang Nyepi. Tetapi pihak manajemen tetap memberikan peringatan mengenai operasional yang tutup lebih awal setiap 10 menit sekali kepada pengunjung di hari pangerupukan tersebut. (kmb24)

Tidak hanya itu, jaringan internet juga dibutuhkan bagi pasien yang saat itu dirawat di BRSU dan memerlukan konsultasi dokter spesialis. ‘’Untuk konsultasi dokter spesialis pun memerlukan internet, terutama saat mengirimkan gambar rontgen maupun hasil lab. Dengan data penunjang ini, dokter bisa lebih gampang menentukan diagnosa dan langkah yang perlu dilakukan,’’ ujar Susila. Kare-

nanya, ia berharap pemutusan jaringan internet saat Nyepi bisa ditinjau kembali. Mengingat layanan rumah sakit masih memerlukan jaringan internet saat Nyepi. Hal yang sama juga dipaparkan Kepala Bagian Humas RS Wisma Prashanti Agung W. Tenaya. Menurutnya, pasien BPJS untuk bisa valid, identitas pasien harus dimasukkan ke dalam website BPJS. Nantinya setelah di-entry dan dival-

idasi, maka akan keluar SEP (surat elegibilitas pasien) yang menjadi dasar pihak RS untuk mengklaim pembayaran perawatan pasien ke BPJS nantinya. Sementara untuk peserta, adanya SEP ini penting untuk mendapatkan tanggungan biaya pemeriksaan maupun pengobatan dari BPJS sesuai dengan syarat dan penanggungan yang berlaku. ‘’Tidak hanya BPJS, layanan asuransi lain pun memerlukan jaringan internet,’’ ujarnya. Sementara untuk pasien-pasien yang dirawat selama hari raya Nyepi, menurut Tenaya, memang tidak terlalu membutuhkan layanan internet. Kecuali saat kondisi pasien berubah dan memerlukan

konsultasi dokter spesialis. Menurut Tenaya, konsultasi sebenarnya bisa dilakukan melalui telepon. Namun saat ini jaringan internet sangat membantu dokter spesialis menegakkan diagnosis dengan mendapatkan langsung data penunjang, seperti laporan hasil laboratorium dan rontgen. ‘’Jika hanya dengan lewat telepon, tentu gambaran kondisi pasien kurang jelas. Saat ini dengan adanya internet dokter spesialis bisa melihat kondisi real pasien dengan data penunjang seperti rontgen dan hasil lab ataupun data pendukung lainnya yang dikirim melalui internet,’’ papar Tenaya. (kmb24)


KARANGASEM

8

Jumat Pon, 9 Maret 2018

Desa Bugbug Desak Pemkab Setujui ”Regrouping” SDN 5 Bugbug Amlapura (Bali Post) Desa Bugbug Kecamatan Karangasem mengajukan permohonan untuk me-regrouping SDN 5 Bugbug. Permohonan tersebut sudah disampaikan melalui surat resmi Perbekel Desa Bugbug sejak Juli tahun 2017 lalu kepada Bupati Karangasem. Tetapi sampai sekarang, belum mendapat respons dari OPD terkait, seperti Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem. Pihak Desa Bugbug mendesak jajaran Pemerintah Kabupaten Karangasem menyetujui usulan regrouping karena lahan SDN 5 Bugbug akan dijadikan kantor Perbekel agar pelayanan dapat optimal.

Bali Post/kmb

MARERESIK - Menjelang Karya Ida Batara Turun Kabeh, rumput dan pakis yang tumbuh di gelung kori pamedal agung Pura Besakih dibersihkan sejumlah pangayah yang melakukan kegiatan mareresik.

Persiapan ”Ida Batara Turun Kabeh”

Tak Terpengaruh Aktivitas Gunung Agung Amlapura (Bali Post) Aktivitas Gunung Agung yang relatif masih fluktuatif, tidak memengaruhi persiapan puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Besakih yang tahun ini akan dilaksanakan 31 Maret mendatang. Hal ini dibuktikan dengan terus dilakukannya persiapan seperti Kamis (8/3) kemarin, sejumlah pangayah di antaranya melaksanakan kegiatan mareresik, membersihkan rumput dan pakis yang tumbuh di gelung kori pamedal agung Pura Penataran. ‘’Persiapan sudah, kita awali kemarin (dua hari lalu - red),’’ ungkap Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha. Mengawali piodalan rutin tahunan tersebut, masyarakat Besakih melaksanakan ritual ngaturang pamiyut, negdegang dan ngunggahang sunari. Rangkaian yadnya awal itu dilaksanakan sore hari dan berjalan seperti biasanya. ‘’Jarak dengan puncak gunung kan 7 km. Besakih di radius aman,’’ terang Mangku Widiartha. Pihaknya mengatakan dalam beberapa hari ke depan panitia karya masih fokus pada kegiatan mareresik, baik di lingkungan Pura Penataran maupun di jaba pura. Untuk di jaba pura, di antaranya memotong rumput dan kegiatan mareresik lainnya. Selain itu, bekerja sama dengan Manajemen Operasional (MO), dilakukan penataan di pintu masuk pura seperti pemindahan pedagang dan pemasangan paving menuju areal parkir. Untuk kegiatan mareresik, selain mengoptimalkan petugas kebersihan dari Pemkab Karangasem, juga ada 11 petugas kebersihan tambahan yang direkrut MO Besakih. Setelah kegiatan mareresik tuntas barulah akan dilanjutkan dengan memasang busana. Rangkaian karya akan dilanjutkan 13 Maret mendatang dengan kegiatan matur piuning di seluruh pura di kompleks Pura Besakih. Selanjutnya 15 Maret, dilaksanakan mapepada, bhumi sudha dan memben sebagai rangkaian awal dari tawur labuh gentuh keesokan harinya. Rangkaian upacara dilanjutkan 28 Maret berupa kegiatan nuwur tirta dan nedunang Ida Batara. Melasti keesokan harinya di Tegal Suci. ‘’Rangkaian ritual sama seperti yang sudah-sudah. Sebelum puncak karya ada mapepada dan memben. Setelah puncak karya ngaturang panganyar sampai 21 April,’’ jelas Mangku Widiartha. Di sela-sela kesibukan mareresik, kemarin Pura Besakih cukup ramai oleh wisatawan baik asing maupun domestik. Sayangnya cuaca yang sempat cerah seketika berubah memasuki siang hari. Mendung tebal bergelayut hingga membuat Gunung Agung tak bisa menampakkan dirinya. ‘’Tingkat kunjungan sudah lumayan bagus. Tamu asing mendekati 200 orang per hari, lokalnya di kisaran 50 orang per hari,’’ kata Plt. MO Besakih Jro Mangku Ngawit. (kmb)

Sebagaimana isi surat permohonan dengan nomor 640/268/ Pem/2017 tertanggal 18 Juli 2017 itu, permintaan untuk me-regrouping sekolah ini, melihat animo siswa yang ingin bersekolah di sana, setiap tahun terus menurun. Selain itu, merespons aspirasi masyarakat setempat yang berkembang, tempat itu rencananya dimanfaatkan untuk pembangunan gedung baru Perbekel Bugbug lengkap dengan kantor perangkat desanya. Saat ini, pelayanan di kantor perbekel selalu krodit sebab keberadaan Kantor Perbekel Bugbug persis berada di tengah- tengah pusat desa. “Usulan ini datang dari bawah. Kemudian dibahas di dalam pengurus desa dinas dan desa adat. Semua tokoh sudah sepakat, sehingga diajukanlah permohonan ke Bupati Karangasem lengkap dengan kajiannya. Sayangnya, sampai sekarang belum ada respons. Padahal, ini sangat urgen,” kata Penyarikan Desa Adat Bugbug, Nyoman Rauh, saat ditemui di lokasi Gedung SDN

5 Bugbug, Kamis (8/3) kemarin. Kondisi yang demikian krodit, lanjut Nyoman Rauh, belakangan semakin parah akibat membeludaknya masyarakat yang mengikuti proses upacara keagamaan di desa adat. Padahal, sesuai dengan tuntutan Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, bahwa semua perangkat desa harus memberikan pelayanan yang teritegrasi satu kantor dengan staf perbekel agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal. Permohonan untuk me-regrouping SDN 5 Bugbug, juga didukung penuh seluruh elemen tokoh di Desa Bugbug, baik dari desa dinas maupun desa adat. Selain Perbekel Desa Bugbug, ada Klian Desa Adat Bugbug Jero Wayan Mas Suyasa, Bendesa Desa Adat Bugbug Jero Nyoman Jelantik, Ketua Nayaka I Gede Putra Arnawa, Sekretaris Desa Adat Bugbug Nyoman Rauh, Ketua BPK Desa Adat Bugbug I Nyoman Mudra dan seluruh tokoh desa dinas dan desa adat lainnya. Baik dari pimpinan baga-baga di

Gedung SDN 5 Bugbug yang diusulkan untuk diregrouping desa adat, perangkat desa, Ketua BPD dan Ketua LPM Desa Bugbug dan tokoh masyarakat lainnya. Total ada, 51 tokoh yang mendukung kebulatan keputusan meregrouping SDN 5 Bugbug ini dengan membubuhkan tanda tangan yang disertakan langsung di dalam usulan permohonan tersebut. Ratusan warga masing-masing banjar dinas juga memberikan dukungan melalui tanda tangan yang juga dilampirkan di dalam usulan ini. Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika yang dihubungi Kamis (8/3) kemarin, mengatakan usulan ini dulu sudah sempat dibahas bersama di Disdikpora Karangasem. Pihaknya belum berkenan memberikan

lampu hijau, karena masih ada siswa yang memanfaatkan SDN 5 Bugbug itu untuk menempuh pendidikan, sekalipun jumlahnya tiap tahun terus menurun. “Meregrouping sekolah ini tidak gampang. Banyak aspek yang harus dipikirkan. Kami berharap Desa Bugbug bisa bersabar, karena kami masih mengkajinya lagi,” tegas Gusti Kartika. Soal rencana ingin menjadikan lahannya sebagai tempat Kantor Perbekel Bugbug yang baru, pihaknya juga tidak mempersoalkan. Kalau nanti permohonan regrouping itu bisa dipenuhi, tinggal mengajukan permohonan kembali kepada pemerintah daerah untuk menjadikan lahannya

Revisi Perda, Dewan Temui Tokoh Masyarakat Besakih

PIHAK DPRD Karangasem dipimpin Ketua I Nengah Sumardi mengadakan pemantauan ke Besakih, Kamis (8/4) kemarin. Kegiatan tersebut menindaklanjuti aspirasi Manajemen Operasional (MO) dan Desa Adat Besakih terkait revisi Perda Karangasem No. 16 Tahun 2016 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Revisi perda dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata melalui penyesuaian retribusi dan penambahan jumlah objek wisata. Khusus untuk Besakih yang sudah menjadi objek daya tarik wisata (ODTW), revisi menyangkut besaran retribusi maksimal Rp 50 ribu dinilai belum mencakup fasilitas tambahan yang hanya ada di Besakih seperti jasa ojek, penyewaan sarung, dan pemandu wisata. Rombongan dewan tiba di Besakih sekitar pukul 10.00 Wita. Sebelum bertemu dengan tokoh masyarakat Besakih di pewaregan suci, rombongan yang dipimpin Ketua Dewan I Nengah Sumardi melaksanakan persembahyangan bersama. Selain unsur dari Desa Adat Besakih, pertemuan juga dihadiri jajaran Manajemen Operasional (MO) yang merupakan kepanjangan tangan dari Badan Pengelola Kawasan Besakih. Juga hadir Asisten I Setda Karangasem, I.B. Sulendra, Kepala Dinas Pariwisata Karangasem, I Wayan Astika dan pejabat teknis dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Sumardi dalam kesempatan itu mengatakan, dewan sepakat bahwa perda yang baru nantinya harus bisa mengakomodir semua jasa tambahan yang ada di Besakih. Sebab jika tidak, pungutan yang selama ini dilakukan untuk jasa ojek, sewa sarung, dan pemandu bisa dikategorikan sebagai pungli. ‘’Hasil konsultasi kami ke pusat, tidak ada batasan nominal untuk retribusi. Ekse-

REVISI PERDA - Pihak DPRD Karangasem dipimpin Ketuanya I Nengah Sumardi bertemu dengan tokoh masyarakat dan MO Besakih, Kamis (8/3) kemarin, terkait revisi Perda No.16 Tahun 2016. kutif sudah melakukan kajian, mohon itu disampaikan,’’ ujarnya. Kadis Pariwisata Wayan Astika mengakui awalnya besaran retribusi untuk tiket masuk Besakih direncanakan pada interval Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu. Nilai retribusi itu sudah dikaji ulang bersama Universitas Udayana. Berdasarkan fasilitas yang tersedia di Besakih, Unud merekomendasikan retribusi maksimal Rp 75 ribu. ‘’Itu sudah mencakup jasa-jasa tambahan. Dengan nilai retribusi seperti itu di Besakih harus sudah bisa diterapkan one stop service,’’jelasnya. Setali tiga uang, pihak Desa Adat Besakih maupun MO menyatakan besaran retribusi maksimal Rp 75 ribu cukup fisible. Itu sudah mendekati kondisi riil yang ada bahwa selama ini di Besakih ada pungutan-pungutan tambahan di antaranya untuk jasa ojek Rp 2.000, sewa sarung Rp 5.000, dan pemandu Rp 13 ribu. Persoalannya kemudian adalah manajemen sistem pengelolaan keuangannya. Selama ini, pungutan tambahan yang dilakukan MO langsung

dibagikan pada hari itu juga kepada si penyedia jasa dalam hal ini si tukang ojek, pemandu dan penyewaan sarung. BPKAD menyatakan semua retribusi harus disetor dulu ke kas daerah, nantinya pemerintah daerah yang mendistribusikannya dalam periode waktu tertentu. Di lain pihak, MO maupun Desa Adat Besakih berharap sistem yang ada sekarang bisa dipertahankan karena menyangkut urusan perut. ‘’Kami minta untuk hal ini ada kebijaksanaan karena menyangkut pengupa jiwa (mata pencaharian) masyarakat,’’ ungkap Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha. Dewan mengaku memahami kondisi tersebut dan berharap nantinya pemerintah daerah bisa mencarikan solusi terbaik sehingga semuanya bisa berjalan tanpa melanggar aturan. ‘’Karena menyangkut teknis, silakan nanti eksekutif dan MO berkoordinasi. Kita fokus pada revisi perda yang bersifat umum, untuk yang bersifat teknis nanti akan diatur dalam peraturan bupati,’’ ujar Ketua Dewan Nengah Sumardi. (ad0414)

Bali Post/kmb31

sebagai Kantor Perbekel. Tetapi, dia meminta waktu untuk menyelesaikannya secara bertahap, khususnya terkait permohonan regrouping ini. Untuk diketahui, selain SDN 5 Bugbug, di Desa Bugbug masih ada empat SD lainnya. Nyoman Rauh, menambahkan jika regrouping disetujui, empat SD lainnya sudah sangat siap untuk menampung siswa di SDN 5 Bugbug yang ada sekarang. “Semua rencana ini sudah kami persiapkan dengan matang di Desa Bugbug, baik dari desa dinas maupun desa adat. Kami berharap permohonan kami ini segera disetujui, agar rencana ini segera dapat kami realisasikan,” tegasnya. (kmb31)

Sering Dengar Gemuruh, 10 KK Warga Temukus Kembali Mengungsi Amlapura (Bali Post) Suara gemuruh dari Gunung Agung yang terdengar hampir setiap hari membuat 10 KK Warga Banjar Temukus Desa Besakih Kecamatan Rendang ketakutan. Meski berada dalam radius 5 km, kondisi desa yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur jalan membuat warga memilih mengungsi. Selain suara gemuruh, gempa berkekuatan 3,4 SR yang terjadi Rabu (7/3) siang lalu, makin membulatkan tekad mereka kembali meninggalkan kampung halaman. Anggota sepuluh KK warga Temukus itu total berjumlah 28 orang, terdiri dari 10 laki-laki dan 18 perempuan. Dari jumlah itu terdapat 1 bayi berusia 11 bulan, 4 lansia, dan 1 ibu hamil. Mereka kembali ke tempat pengungsian yang ditempati sebelumnya yakni di bangunan bekas restoran Puri Boga di Bukit Jambul, Desa Nongan, Rendang. ‘’Mereka mengungsi Rabu sore sekitar pukul 18.00, setelah gempa 3,4 SR itu,’’ ungkap Kepala Wilayah Banjar Temukus, I Wayan Sudiana. Pihaknya mengatakan warganya mengungsi karena merasa tidak nyaman di rumahnya. Pasalnya setiap malam, mereka mendengar suara gemuruh dari dalam gunung. Selain dihantui oleh fenomena alam seperti itu, warga memilih mengungsi karena faktor kondisi geografis Banjar Temukus sendiri. Meski berada di radius 5 km atau di luar radius bahaya yang direkomendasikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Temukus termasuk rawan terisolir karena kondisi infrastruktur jalannya. Ruas jalan menuju Banjar Temukus sejatinya sudah sempat dibersihkan oleh personel Koramil Rendang. Menggunakan alat berat, material longsor yang menutupi sejumlah titik ruas jalan disingkirkan. ‘’Jalan menuju Temukus melingkar, mungkin itu yang ditakutkan warga kami,’’ kata Sudiana. Salah seorang warga Temukus yang mengungsi, Ni Komang Wisnu (33), mengaku sebenarnya masih ingin bertahan di kampung meskipun hampir setiap hari mendengar suara gemuruh dari dalam gunung. Namun, gempa Rabu lalu akhirnya membuat Wisnu dan warga lainnya harus mengambil keputusan lain. ‘’Kampung kami sulit dijangkau, kami khawatir kalau tiba-tiba situasinya gawat,’’ ungkapnya. Warga Banjar Bukit Galah, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, juga masih bertahan di pos pengungsian Banjar Tegeh, Desa Amerta Bhuana, Selat. Mereka belum bisa pulang karena akses jalan menuju kampung putus. Hal serupa juga dialami warga Banjar Kesimpar, Desa Besakih, Rendang. Sampai saat ini 538 jiwa warga setempat masih bertahan di Posko Pengungsian UPTD Pertanian Rendang. (kmb)

Wujudkan Puskesmas Layak Anak

Puskesmas Karangasem I Dilengkapi Tempat Bermain Puskesmas Karangasem I kini sudah berdiri dengan gedung baru. Untuk mendekatkan dengan pelayanan terhadap anak, pihak puskesmas setempat melengkapi gedung dua lantai tersebut dengan fasilitas bermain anakanak. Kepala Puskesmas Karangasem I drg. Ni Luh Panca Parwitasari, belum lama ini, mengatakan pihaknya ingin menjadikan Puskesmas Karangasem I menjadi pusat kesehatan masyarakat yang layak anak.

PUSKESMAS Karangasem I memanfaatkan salah satu sudut ruangan yang cukup luas untuk arena bermain anak-anak. Di sana dilengkapi dengan berbagai fasilitas bermain layaknya yang akrab ditemukan di lokasi taman kanak-kanak. Seperti keranjang yang penuh dengan bola-bola plastik, tempat seluncur, gambar-gambar yang akrab dengan anak-anak dan beragam fasilitas lainnya. “Jadi, selain ke puskesmas untuk berobat, sambil menunggu anak-anak bisa bermain di tempat yang sudah kami sediakan,” kata Panca Parwitasari. Dia menambahkan, lokasi tempat bermain di Puskesmas Karangasem I ini masih belum rampung. Masih akan ditambah beberapa fasilitas bermain lainnya, agar anakanak yang menunggu giliran berobat bisa betah berada

di Puskesmas Karangasem I. Dalam kesehariannya, puskesmas didatangi begitu banyak masyarakat dari berbagai kalangan. Tidak hanya orang-orang yang sedang sakit, namun juga didatangi oleh anakanak sehat yang terpaksa ikut bersama dengan orang dewasa yang datang berobat. Hal ini menyebabkan anakanak juga berisiko besar tertular berbagai penyakit. Untuk itulah sangat diperlukan pengembangan pelayanan ramah anak di puskesmas dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak. Terdapat beberapa indikator dari pengembangan pelayanan ramah anak di puskesmas. Pertama adalah puskesmas merupakan kawasan tanpa rokok. Tersedia tenaga kesehatan yang memahami hak anak-anak, karena seper-

tiga dari pasien puskesmas adalah usia anak. Setiap puskesmas harus memiliki sarana sanitasi yang memenuhi standar kesehatan. Tersedia materi komunikasi, informasi dan edukasi tentang pemenuhan hak anak atas kesehatan. Selain itu, puskesmas juga harus dilengkapi dengan ketersediaan data kesehatan anak yang terpilah menurut usia dan jenis kelamin. Tersedia ruang pelayanan dan konseling bagi anak. Melaksanakan manajemen terpadu balita sakit (MTBS), menyediakan pelayanan gizi balita seperti pemberian ASI eksklusif dan tata laksana balita gizi buruk serta melaksanakan pelayanan imunisasi dasar lengkap. Di setiap puskesmas harus tersedia ruang ASI. Yang juga sangat penting yaitu menyediakan ruang tunggu

Bali Post/kmb gik

Kepala Puskesmas Karangasem I drg. Ni Luh Panca Parwitasari saat meninjau lokasi tempat bermain anak-anak. dan bermain bagi anak yang berjarak aman dari ruang tunggu pasien. Ruang tersebut harus bersih aman dan menyenangkan serta diawasi oleh pendamping. Puskesmas Karangasem I sedang mempersiapkan berbagai hal, untuk memenuhi

indikator kelayakannya. Bila keluarga mempunyai masalah kesehatan, ke depan agar segera mengunjungi puskesmas dengan pelayanan ramah anak. Maka, pemenuhan hak anak atas kesehatan akan cepat teratasi terutama dalam upaya

mengurangi angka kesakitan anak. Bila pemenuhan hak anak atas kesehatan terlaksana optimal, akan berdampak positif bagi peningkatan kualitas keluarga serta mempercepat terwujudnya kabupaten dan kota layak anak. (gik)


GIANYAR

Jumat Pon, 9 Maret 2018

Masih Dikaji, Internet ”Off” Saat Nyepi

Wujudkan Pilkada Damai

Wakapolda Ajak Semua Komponen Jalin Sinergi

Gianyar (Bali Post) PHDI Bali tetap mengajukan usulan agar provider seluler mematikan data seluler atau internet saat Nyepi. Namun, usulan ini masih akan dikaji bersama Komisi I DPRD Bali. Hal ini mengingat banyaknya pro-kontra terkait rencana tersebut. ‘’Itu memerlukan proses. Tetap jadi diusulkan, karena ini seruan. Nanti DPRD provinsi akan mengundang semuanya. Itu akan dibicarakan, apanya saja yang bisa dan yang tidak,’’ kata Ketua PHDI Bali Prof. I G.N. Sudiana saat ditemui di Balai Budaya Gianyar, Kamis (8/3) kemarin. Sudiana menyebutkan, usulan mematikan internet datang dari seluruh tokoh agama di Bali. ‘’Jadi bukan saja PHDI. Seruan ini dibahas bersama dengan berbagai pertimbangan,’’ jelasnya. Dijelaskannya, latar belakang usulan terkait internet off saat Nyepi adalah berdasarkan pengalaman dari tahun ke tahun. Namun, Sudiana enggan mengungkit masalah apa yang mendasari seruan bersama ini mencantumkan tambahan poin terkait internet. ‘’Cukup banyak berita hoax beredar di medsos saat Nyepi. Yang jadi masalah adalah berat sekali melakukan klarifikasi. Maka, supaya tidak terjadi penyalahgunaan medsos saat Nyepi, kita imbau agar dimatikan,’’ ujarnya. Disinggung apakah pihaknya sudah berkoordinasi terkait kebutuhan internet sejumlah instansi publik, seperti rumah sakit, keamanan, ekonomi digital, dan cyber crime, Sudiana mengaku belum meminta pertimbangan kepada pihak dimaksud. ‘’Makanya itu yang akan dibicarakan di DPRD untuk dilanjutkan ke kementerian,’’ katanya. (kmb35)

Telepon Penting gianyar

Kantor Bupati DPRD BPBD PMK Kantor Satpol PP RSUD Sanjiwani PDAM KPA Gianyar

- 943056 - 943144 - 7844717/7844718 - 943113 - 944436 - 943020 - 944225/943233 - 942184

Gianyar (Bali Post) Berbagai upaya dilakukan Polda Bali untuk menjaga kondusivitas pelaksanaan pilkada yang akan berlangsung pada Juni mendatang. Salah satu upaya dimaksud berupa pertemuan cipta kondisi dengan melibatkan unsur pemuda dan tokoh adat, di Balai Budaya Kabupaten Gianyar, Kamis (8/3) kemarin. Wakapolda Bali Brigjen Pol. Gede Alit Widana yang hadir pada kesempatan itu mengajak semua komponen, khususnya tokoh adat dan pemuda untuk bersinergi menciptakan pilkada yang damai.

Brigjen Pol Gede Alit Widana

Alit Widana mengungkapkan, jajaran kepolisian saat ini sedang gencar melakukan patroli di dunia maya. Hal ini untuk memantau situasi dunia maya menjelang pilkada. Khusus untuk memantau medsos, pihaknya sudah memiliki Satgas Nusantara yang timnya dari Bidang Humas Polda Bali.

Gianyar (Bali Post) Awalnya dikenal sebagai penghasil bunga sandat, Desa Serongga kini betransformasi menjadi desa produsen pupuk bio organik hingga mampu mendongkrak pendapatan desa. Tahun lalu, Desa Serongga mampu mensuplai pupuk bio organik sebanyak 80 ton ke perkumpulan petani di Provinsi Bali. ‘’Awalnya kami ingin men-

gangkat bunga sandat sebagai produk unggulan. Namun, perkembangan penduduk yang pesat membuat lahan lebih diperuntukkan sebagai permukinan, membuat produksi bunga sandat menurun drastis,’’ terang Kepala Desa Serongga Anak Agung Gede Bagus Udayana pada acara Evaluasi Perkembangan Desa Tahun 2018, Kamis (8/3) kemarin.

Dikatakannya, berdasarkan kondisi tersebut, Desa Serongga kemudian menjadikan pupuk bio organik Catur Laba sebagai produk unggulan yang dibangun sejak 2015 lalu dengan dana yang dianggarkan dalam APBDes 2015. Awal pelaksanaannya, berbagai kendala dihadapi mulai dari lahan, bahan baku, tenaga kerja hingga masalah pemasaran.

wakil gubernur maupun paslon bupati dan wakil bupati. ‘’Berbeda jika beliau melakukan dengan gerak tubuh itu manakala ada calon. Itu baru pelanggaran,’’ ungkapnya. Berdasarkan kesimpulan itu, Hartawan pun memastikan tidak akan lagi melanjutkan kasus ini, terutama dalam pemeriksaan saksi maupun pemanggilan Rochineng untuk yang kedua kalinya. ‘’Kami tidak perlu lagi mengundang siapa pun terkait kasus ini. Sudah selesai,’’ tegasnya. Berkaca dari polemik ini, Hartawan kembali mengingatkan ASN khususnya di lingkungan Pemkab Gianyar untuk tidak terlibat dalam politik praktis, khususnya kampanye. ‘’Kami warning pada semua ASN di Gianyar, jangan coba-coba lakukan tindakan yang berkaitan dengan kegiatan kampanye. Manakala ditemukan, kami tidak segan-segan akan panggil,’’ ujar Hartawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rochineng diperiksa Panwaslu terkait kasus foto tersebut. Kala itu dia menyebutkan, peristiwa angkat telunjuk yang terdokumentasi dalam foto itu hanya spontanitas. ‘’Waktu itu kebetulan duduk bersama politisi di sana. Saya difoto. Saya tidak sengaja karena sebelah saya gini jarinya (acungkan telunjuk). Jadi saya spontan ikut. Tidak sengaja itu,’’ kata Rochineng. Akibat foto itu, Rochineng mengaku cukup dirugikan. Sebab, waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan harus terbagi untuk melakukan klarifikasi ke Panwaslu. ‘’Ya... jelas dirugikan. Kalau sampai begini saya kan jelas jadi repot begini,’’ jelasnya. Meski demikian, Rochineng tidak mau memperpanjang masalah ini. Ia lebih memilih fokus menuntaskan pekerjaannya sebagai Penjabat Bupati Gianyar. Sebagai Ke-

Bali Post/nik

I Wayan Hartawan

pala BKD Provinsi Bali, Rochineng menyampaikan pesan supaya peristiwa ini tak sampai terulang oleh ASN yang lain. (kmb35)

perspektif Topik : BANGKITKAN STAGE SIDAN

PENGEMBANGAN Stage Sidan tak luput dari perhatian paslon Tjokorda Raka K e r -

STAGE Sidan merupakan salah satu destinasi wisata di Gianyar yang sempat booming di era 90-an. Di lokasi itu dulu setiap harinya dipentaskan Barong Dance. Namun sayang objek wisata di Gianyar Timur itu sudah lama mati suri, meski masih dikelola Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar. Terkait persoalan ini, calon Bupati Gianyar Made Mahayastra menilai perlu adanya peremajaan Stage Sidan. Ada beberapa hal yang perlu ditata agar objek wisata ini bisa berkembang.

‘’Jadi mereka yang bertugas melaksanakan patroli cyber,’’ jelasnya. Polisi kini juga sedang mendalami isu-isu terkait intimidasi terhadap warga banjar yang berbeda dukungan paslon. Jangan sampai isu tersebut membuat keresahan di masyarakat. Sejauh ini dia menyebutkan belum menerima laporan

adanya warga yang diintimidasi. Lebih lanjut disampaikannya, sebagai langkah antisipasi terhadap intimidasi, polisi mulai bergerak mulai dari tingkat Bhabinkamtibmas. ‘’Kami sudah bergerak. Bhabinkamtibmas dibantu intelijen, reserse dan petugas patroli,’’ tegasnya. (kmb35)

Desa Serongga Produsen Pupuk Bio Organik

Panwaslu Nyatakan Rochineng Tak Langgar Aturan Gianyar (Bali Post) Panwaslu Gianyar telah mempelajari dan mengkaji kasus foto Penjabat Bupati Gianyar I Ketut Rochineng yang mengacungkan jari telunjuk bersama sejumlah politisi saat palebon di Puri Ubud. Hasilnya, Panwaslu tidak menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan Rochineng. Ketua Panwaslu Gianyar Wayan Hartawan, Kamis (8/3) kemarin menegaskan, berdasarkan kajian terhadap hasil klarifikasi Rochineng, pihaknya menyimpulkan bahwa kasus ini ditutup. ‘’Memang Beliau mengakui kebenaran foto itu. Tapi kami tidak menemukan pelanggaran dari foto itu,’’ jelasnya. Hartawan menjelaskan, ada dua poin yang membuat Rochineng tidak melanggar. Pertama, karena waktu kejadian bukan dalam konteks kampanye. Kedua, karena orang-orang yang diajak berfoto tersebut bukan paslon gubernur dan

9

Tingkatkan Promosi thyasa-Pande Istri Maharani Primadewi (KerthaMaha). Menurut Ketua Tim Pemenangan Kertha-Maha, Ida Bagus Nyoman Rai, objek wisata tersebut perlu dihidupkan kembali agar menjadi destinasi wisata unggulan di Gianyar timur. ‘’Dalam program KerthaMaha, dinas terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata akan dioptimalkan. Pertama dalam promosi dan kerja sama

dengan travel agent,’’ kata pria yang akrab disapa Gus Rai itu. Menurutnya, saat ini kawasan Gianyar timur memiliki dua destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan yakni Taman Nusa dan Bali Safari and Marine Park. Idealnya, ada tambahan destinasi untuk mendukung kawasan tersebut. ‘’Nah ini harusnya diupayakan agar ada linier, artinya setelah mengunjungi dua objek ini, mereka bisa ke Stage Sidan,’’ katanya. Gus Rai melanjutkan, di tengah perjalanan antara Taman Nusa dan Bali

Perlu Peremajaan

Pengembangan ini penting guna menambah pilihan wisatawan dalam berwisata di Kabupaten Gianyar. ‘’Ini juga dalam rangka menghidupkan wisata Gianyar Timur, sehingga nanti Stage Sidan perlu kita kembangkan atau kita remajakan agar nanti lebih menarik,’’ katanya. Pihaknya pun siap mengalokasikan anggaran untuk peremajaan Stage Sidan. Cara lain menurut Mahayastra ialah dengan bersinergi dengan pihak swasta. ‘’Mungkin akan kita cari-

kan sponsor atau biaya dari pemda. Nanti tinggal tampil mereka (seniman), sudah dapat imbalan,’’ katanya. Mahayastra mengatakan, Stage Sidan penting untuk tetap dijaga guna menghidupkan dan melestarikan aktivitas seni di kawasan tersebut. ‘’Ini kan memfasilitasi masyarakat yang ingin menikmati sambil menum-

Safari and Marine Park, travel agent yang membawa wisatawan bisa diarahkan ke Stade Sidan. ‘’Ini yang harusnya bisa dilakukan, tentunya dengan kerja sama yang baik dengan para agen, agar kondisi Stade Sidan tidak seperti sekarang,’’ ujarnya sembari menambahkan, wisatawan juga bisa diarahkan mengunjungi pasar tradisional. Ditambahkannya, selain dengan gencar melakukan promosi pariwisata, KerthaMaha juga menilai penting diselenggarakannya events pariwisata oleh pemerintah. (kmb35)

buhkan seni dan budaya. Jadi mudah-mudahan bisa,’’ tegasnya. (kmb35)

Semua kendala tersebut mampu diatasi dengan mengoptimalkan potensi desa, terutama dari segi ketersediaan lahan hingga ketersediaan bakan baku berupa kotoran sapi dengan memanfaatkan kelompok Simantri di desa setempat. Udayana lebih lanjut menjelaskan, Desa Serongga secara kedinasan tergolong masih muda yakni 27 tahun.

Desa ini luasnya 1,75 km persegi, terdiri dari satu desa pakraman yaitu Desa Pakraman Serongga, serta empat banjar dinas yakni Serongga Kaja, Serongga Tengah, Serongga Kelod dan Cebaang. Jumlah peduduknya 4.914 jiwa (per Desember 2017) dengan 1.047 KK. Mata pencaharian penduduk sebagian besar sebagai buruh harian lepas. (kmb35)


JEMBRANA

10

Jumat Pon, 9 Maret 2018

Panwaslu akan Turunkan APK Tak Resmi

Negara (Bali Post) – Meski telah melakukan penertiban di lima kecamatan di Jembrana, sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) pencitraan paslon gubernur dan wakil gubernur Bali masih banyak terpasang di desa-desa. Padahal, APK yang tidak resmi dari KPU itu sudah diturunkan sejak Februari lalu. Mengetahui hal itu, Panwaslu Jembrana pun akan menjadwalkan untuk melakukan penertiban kembali. Ketua Panwaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan, Kamis (8/3) kemarin, mengatakan dari pengawasan di sejumlah titik, terutama di desa-desa masih banyak terpasang APK yang tidak resmi. “Kita masih atur jadwal (penertiban). Masih banyak yang terpasang,” ujarnya. Pola penertiban sama dengan sebelumnya yakni dimulai dari wilayah timur (Kecamatan Pekutatan). Sesuai aturan, sebelum pemasangan APK resmi dari KPU, mestinya sudah diturunkan. Namun, dari pengamatan masih banyak terpasang, baik baliho maupun spanduk. Padahal sejak pekan lalu, KPU telah memasang APK resmi di sejumlah titik yang telah ditentukan. Sebelumnya, Panwaslu Jembrana telah melakukan penertiban terhadap APK tak resmi itu di lima kecamatan. Dari penertiban itu petugas menurunkan 32 baliho dan 12 spanduk. Penertiban itu dimulai 26 Februari hingga 5 Maret. Di Kecamatan Mendoyo, Melaya dan Pekutatan, masing-masing 9 baliho. Kendati telah diamankan di Kantor Panwaslu Jembrana, hingga Kamis (8/3) belum ada pihak yang mengambil APK yang ditertibkan tersebut. Sementara itu, Ketua KPU Jembrana I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya membenarkan pihaknya telah memasang APK resmi untuk dua paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. APK yang dikeluarkan KPU Bali itu terdiri dari tiga jenis yakni baliho, spanduk dan umbulumbul. Dan tersebar di lima kecamatan. “Untuk yang disediakan dari KPU, ada 5 baliho. Umbul-umbul per kecamatan 20 dan 2 spanduk tiap desa,” terangnya. Hingga saat ini, KPU belum menerima tembusan adanya pemasangan APK yang diperbolehkan dicetak oleh paslon yakni 150 persen dari total yang disediakan KPU. “Kalau yang dari (APK) KPU Bali, sudah semuanya terpasang. Yang dari paslon kami belum menerima pemberitahuan,” terangnya. Seluruh APK yang resmi dari KPU ini akan dipasang hingga hari tenang sebelum pencoblosan. (kmb26)

Bali Post/olo

APK – Salah satu APK resmi dari KPU yang terpasang di salah satu titik di Jembrana.

’’Rest Area’’ di Pengeragoan

Berdayakan Potensi Lokal Negara (Bali Post) Pembangunan rest area di Pengeragoan diharapkan bisa berdampak signifikan. Areal peristirahatan di bekas lapangan pinggir pantai Pengeragoan itu sudah hampir rampung dengan dua tahap pengerjaan. Diharapkan nantinya rest area yang berada di pinggir jalan DenpasarGilimanuk ini bisa seramai tempat serupa di perbatasan. Salah satunya dengan memberdayakan warga sekitar. Anggota DPRD Jembrana,I Wayan Suardika, Kamis (8/3) kemarin, mengatakan di sekitar lokasi yang saat ini dibangun dengan parkir cukup luas sebelumnya sudah ada rumah makan dari kelompok masyarakat sekitar. Namun, setelah lahan diuruk lebih tinggi, warung makan itu berada di bawah dan tidak terlihat. Hal itu berdampak pada kunjungan yang sepi. Justru yang ramai rest area yang dibuat sendiri oleh masyarakat. Menurut Ketua DPD II Golkar Jembrana ini, selain untuk tempat peristirahatan, bangunan yang ada di sana bisa digunakan memasarkan produk lokal untuk oleholeh. Suardika mencontohkan produk olahan cokelat dari Desa Gumbrih yang lokasinya masih satu kecamatan. Menurut politisi asal Yehembang ini, ia sering menyampaikan saran tersebut. Hal itu maksudnya lantaran lokasi itu bisa sekaligus mempromosikan potensi lokal, misalnya cokelat. Apalagi, Jembrana merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki hasil cokelat yang mumpuni. Pembangunan rest area ini sudah dilakukan sejak tahun 2016 hingga 2017 secara bertahap. Lahan di pinggir jalan ini menelan dana Rp 5 miliar lebih yang bersumber dari APBD Jembrana. (kmb26)

Bali Post/dok

Produksi Beras – Sejumlah petugas dari Dinas Koperindag melakukan pemantauan di salah satu pabrik penyosohan beras di Jembrana beberapa waktu lalu. Harga beras di pasaran masih tinggi melebihi HET, padahal gabah petani maupun output produksi dari pabrik sudah turun.

Jelang Hari Raya Nyepi

Harga Beras Masih Lampaui HET Negara (Bali Post) Mendekati hari raya Nyepi, sejumlah harga kebutuhan pokok di Jembrana mengalami kenaikan. Terutama untuk beras yang sejak awal tahun lalu tidak bergeming. Harga ini masih melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Padahal saat ini sudah memasuki Maret, di mana panen raya sudah mulai berlangsung. Harga Gabah Kering Panen (GKP) juga sudah mulai turun, mendekati Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Dari pengamatan di sejumlah pasar tradisional, Kamis (8/3) kemarin, harga beras medium masih sama dengan

sepekan lalu, di kisaran Rp 10.500 hingga Rp 11.000 per kilogram. Sejumlah pedagang yang ditemui mengatakan tidak mengetahui pasti apa penyebab harga kebutuhan pokok ini belum turun. Sementara itu, berkaitan dengan kondisi ini, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana berencana akan menggelar operasi pasar (OP). Dari pemantauan dinas, memang harga sembako, khususnya beras medium masih tinggi di pasaran. Berbeda dengan kebutuhan pokok lainnya yang tergolong normal. Kepala Dinas Perindagkop

Made Gede Budhiarta mengatakan, dari pemantauan rutin, didapati harga beras medium di kisaran Rp 11 ribu. Kondisi ini menurutnya terjadi secara nasional. Diakuinya, kendati telah dilakukan OP dari Bulog pada Februari lalu, tidak berdampak signifikan. Menurutnya dalam OP itu beras yang disediakan terbatas. Sementara kebutuhan beras sangat tinggi. Namun, OP ini tetap membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga standar HET. Jelang hari raya Nyepi ini, dinas akan menggelar pasar murah, dengan salah satu item yang dijual adalah

beras. Diharapkan dengan diadakannya pasar murah ini akan memberikan pengaruh yang lebih signifikan. Apalagi bertepatan dengan panen raya. Selain pasar murah, upaya yang lain akan dilakukan adalah dengan menyambangi sejumlah pabrik penyosoh beras. Dinas akan memantau perkembangan, di mana saat ini gabah sudah mudah didapat dan harganya pun turun. Sebelumnya, sejumlah pengusaha penyosohan mengeluarkan harga tinggi lantaran biaya produksi juga tinggi. Terutama harga bahan baku berupa gabah. Di sisi lain, Ketua Per-

padi Jembrana Putu Sentana mengatakan per saat ini sejatinya harga dari pabrik sudah terus turun. Bahkan, kemarin harga per kilogram dari pabrik penyosohan yang dikelolanya Rp 9.500. “Kalau kemarin juga sudah Rp 4.600 per kilogram. Kita juga tidak tahu (harga di pasaran tinggi),” katanya. Dari koordinasi dengan pengusaha penyosohan lainnya, harga jual beras dari pabrik sudah terus turun. Pasalnya harga pembelian gabah di pabrik kini juga sudah turun yakni Rp 4.800 per kilogram, dari sebelumnya pernah hingga Rp 5.500 per kilogram. (kmb26)

Mesin Bantuan Diduga Dijual Oknum Nelayan

Negara (Bali Post) Bantuan mesin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada para nelayan Kabupaten Jembrana, memunculkan masalah baru. Sebab, ada dugaan, oknum nelayan telah menjual mesin yang diterimanya kepada orang lain dengan harga miring. Dijualnya mesin itu karena berbagai alasan, salah satunya karena kebutuhan ekonomi. Menindaklanjuti adanya dugaan itu, Dinas Kelautan, Perikanan dan Perhubungan Jembrana akan melakukan pemeriksaan dengan tim gabungannya. Tak hanya dinas, pemeriksaan juga akan melibatkan BPKP. Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Perhubungan Jembrana Made Dwi Maharimbawa, Kamis (8/3) kemarin. Ia mengatakan pihaknya akan menelusuri kabar (mesin dijual - red) yang belakangan ini santer berhembus di masyarakat. Maharimbawa mengaku pihaknya ingin bantuan mesin yang diterima nelayan itu benar-

benar dimanfaatkan, bukan dijual. Jika hal itu benar, pihaknya mengaku prihatin, meskipun dengan berbagai alasan termasuk kebutuhan ekonomi. Menurutnya, pemerintah memberikan bantuan mesin kepada nelayan, salah satunya untuk mengangkat derajat ekonomi mereka. Namun, di sisi lain nelayan juga harus bersabar jika saat ini sedang paceklik ikan. Sebab, paceklik ikan seperti sekarang ini tidak akan berlangsung selamanya. Keterhimpitan ekonomi bukan berarti harus menjual barang hasil bantuan pemerintah.

Pihaknya juga mengaku tidak paham, hukuman apa yang akan diberikan jika oknum nelayan tersebut terbukti menjual mesin bantuan. Pemerintah sebenarnya sangat memperhatikan kehidupan nelayan. Hal itu dibuktikan dengan memberikan bantuan berupa mesin, sampan fiber hingga keramba apung. Untuk tahun 2018, Kabupaten Jembrana mendapatkan jatah 50 unit sampan fiber lengkap dengan mesin dan alat tangkapnya yang akan diberikan kepada kelompok nelayan. Semuanya itu dilakukan untuk kesejahteraan nelayan. (kmb)

Bali Post/dok

NELAYAN - Sejumlah nelayan di Jembrana hendak melaut untuk menangkap ikan.

Berjualan di Tempat Terlarang

Membandel, Sejumlah PKL Diamankan Satpol PP

Bali Post/olo

REST AREA - Salah satu bangunan rest area di Pengeragoan yang sudah dibangun. Dewan berharap agar nantinya rest area ini bisa dimanfaatkan secara optimal.

Negara (Bali Post) Para pedagang kaki lima (PKL) rupanya tak jera dengan tindakan tegas, meski petugas Satpol PP Jembrana berulang kali melakukan penertiban. Hal itu dibuktikan dengan masih adanya PKL yang berjualan di tempat terlarang, salah satunya di seputaran Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Dauhwaru, Jembrana. Karena membandel, petugas Satpol PP kembali melakukan penertiban dan mengamankan sejumlah PKL, berikut rombong dagangannya, Kamis (8/3) kemarin. Penertiban itu dipimpin Kabid Penegakan Perundangundangan Daerah Satpol PP Jembrana I Made Tarma. Selama beberapa lama melakukan penertiban, sedikitnya 7 PKL diketahui berjualan di sepanjang bahu jalan tersebut. Mereka kemudian digiring ke Kantor Satpol PP untuk diperiksa lebih lanjut. Para PKL yang terjaring itu kemudian didata, berikut diberikan pembinaan. Sebagian besar PKL yang terjaring merupakan wajah lama. Bahkan, salah satu peda-

Bali Post/kmb

PENERTIBAN - Petugas Satpol PP Jembrana ketika melakukan penertiban PKL di seputaran Jalan Ngurah Rai, Jembrana, Kamis (8/3) kemarin. gang terancam disidang ke pengadilan lantaran sudah ketiga kalinya menerima surat peringatan (SP-3). Sisanya baru menerima surat pertama dan kedua, berikut menandatangani surat pernyataan

untuk tidak lagi berjualan di lokasi yang dilarang. Sementara dari penertiban tersebut ketika melihat petugas datang, para PKL ada yang berusaha menghindari petugas bahkan ada yang menjauhi rombong-

nya. Made Tarma menambahkan, sesuai perda bahwa ruas Jalan Ngurah Rai dan seputaran kota harus steril dari PKL. “Sekian kalinya kami turun melakukan penertiban,

tadi (kemarin - red) terjaring 7 PKL. Mereka yang terjaring merupakan wajah lama. Artinya yang sudah pernah kita jaring dalam penertiban sebelumnya. Mereka ada yang diberikan surat peringatan pertama dan kedua. Bahkan satu PKL atas nama Mat Soleh dari Kelurahan Loloan Timur sudah ketiga kalinya diberikan surat peringatan,” jelasnya. Menghindari agar tidak terkesan main-main, PKL yang melanggar ketertiban umum ini dilanjutkan ke proses pengadilan. Prosesnya diteruskan ke penyidik PPN, kemudian ke Korwas, sehingga PKL yang membandel dikenakan sanksi. PKL di seputaran Dauhwaru, selain sudah kerap mendapat pembinaan, mereka juga telah dicarikan lokasi. Sebagai solusi, mereka diberikan berjualan di lahan kosong, di sebelah timur SMPN 1 Negara. Namun, rupanya mereka tetap membandel berjualan di lokasi yang dilarang. Alasannya, lokasi yang diberikan itu barang dagangannya tidak laku. (kmb)


Jumat Pon, 9 Maret 2018

BALI DWIPA

11

FIGUR USBN Mapel Agama SELAIN Ujian Nasional (UN), SMA/SMK juga melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Tahun ini, sekolah diberi rentang waktu melaksanakan USBN mulai 19 Maret hingga 28 April 2018. Khusus untuk mata pelajaran (mapel) agama, ujian dilaksanakan serentak pada 19 Maret. Begitu juga untuk ujian susulan mapel agama, digelar serentak pada 26 Maret. ‘’Khusus untuk mata pelajaran agama, itu jamnya sama semua, tanggalnya sama karena soalnya sama sehingga tidak boleh berbeda. Kanwil Agama hanya menyiapkan satu soal untuk ujian utama, dan satu soal untuk ujian susulan,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani di Denpasar, belum lama ini. Menurut TIA, USBN mapel agama dilaksanakan serentak di hari dan jam yang sama se-Bali untuk menghindari siswa mencontek. Untuk jadwal USBN mapel lain, sepenuhnya diserahkan kepada sekolah mengikuti rentang waktu yang ditetapkan. Secara umum, komposisi soal USBN terdiri atas 20-25 persen soal dari pusat dan 75-80 persen soal dari MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Provinsi. (rin)

Bali Post/rin

TOKOH MASYARAKAT - Tokoh masyarakat Desa Pakraman Banyuning saat diterima Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta bersama anggota DPRD Bali Dapil Buleleng di Ruang Baleg DPRD Bali.

Dualisme Kepemimpinan di Banyuning

Tokoh Masyarakat Minta Dewan Stop Pemilihan Klian Desa Pakraman

Denpasar (Bali Post) -

Sejumlah tokoh masyarakat di Desa Pakraman Banyuning, Buleleng mendatangi DPRD Bali, Kamis (8/3) kemarin. Mereka membawa surat pernyataan dari 28 dadia di desa pakraman tersebut, yang menginginkan pemilihan klian desa pakraman ditunda. Para panglingsir dan tetua di sana ingin kembali ke awig-awig, agar Banyuning dipimpin oleh bendesa saja.

Bali Post/dok

Kasus Pramugari

WNA Pemasok Kokain Diburu Mangupura (Bali Post) Penyelidikan kasus narkoba yang melibatkan oknum pramugari sebuah maskapai penerbangan, Michelle Merilouisa S. (27), masih dikembangkan. Saat ini, polisi masih memburu warga negara asing (WNA) karena diduga sebagai pemasok kokain tersebut. Sedangkan pemberkasan kasus tersebut sedang dikebut penyidik Polsek Kuta. Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Ario Seno, Kamis (8/3) kemarin, mengatakan hasil penyelidikan dan penyidikan tersangka Michelle, belum ada bukti sebagai pengedar. Kata Iptu Ario Seno, hasil pemeriksaan labfor, wanita asal Sumatera Utara ini sebatas pengguna barang haram tersebut. “Hasil pemeriksaan para pelaku yang kami tangkap (Michelle, Fuad Hasym, Dwi Susilo B. alias Boy dan Benny), semua positif mengonsumsi narkoba. Tapi peran mereka beda-beda,” ungkapnya. Jadi, lanjut Ario Seno, WNA yang masih diburu tersebut memasok kokain kepada Benny. Oleh Benny, barang langka dan mahal tersebut dijual kepada Fuad dan Michelle. Sedangkan Dwi biasa membeli kokain kepada Fuad. “Kalau WNA itu ke Bali, baru Benny dapat pasokan kokain. Dia itu (WNA) selalu pindah-pindah, mungkin untuk menghilangkan jejak. Kami berusaha menemukan WNA tersebut,” tegasnya. Seperti diberitakan, anggota Polsek Kuta menangkap oknum pramugari, Michelle Merilouisa S. (27) di tempat tinggalnya di Jalan Gunung Lumut, Denpasar, Sabtu (24/2) lalu. Pasalnya, pelaku sering menggunakan narkoba jenis sabu-sabu (SS) dan kokain. Selain itu, di kamarnya diamankan 1 paket SS seberat 0,12 gram dan 2 paket kokain masing-masing seberat 0,34 gram serta 0,03 gram dan 4 butir dumolod. Terkait kasus ini, polisi juga menangkap tersangka Fuad Hasym (37), Dwi Susilo B. alias Boy (37), dan Benny (41). Mereka ini merupakan sindikat pengedar SS dan kokain. (kmb36)

Bali Post/rah

DITAHAN - Tersangka Michelle Merilouisa masih ditahan di Polsek Kuta.

“Di Banyuning itu ada dualisme kepemimpinan. Ada kepemimpinan bendesa dan klian desa pakraman. Dari sinilah munculnya konflik di Banyuning, mestinya kan satu saja pemimpin,” ujar tokoh adat Banyuning, Ketut Wenten. Hadir pula Jero Mangku Bhujangga Waisnawa (Ulun Desa/Banjar), Ketut Winaca (Klian Banjar Adat Banyuning Timur), dan Putu Naya (Sekretaris Banjar Pakraman Banyuning Timur). Menurut Wenten, dualisme

kepemimpinan sudah berlangsung sekitar 12 tahun. Sesuai tradisi, bendesa dipilih berdasarkan keturunan. Sementara klian desa pakraman dipilih dengan mekanisme demokrasi modern. Setelah diobservasi lima tahun terakhir, dualisme itu dirasa sudah tidak sehat lagi dan malah membuat suasana menjadi tidak kondusif. Masyarakat utamanya dibuat tidak nyaman saat melaksanakan upacara. “Mumpung kepemimpinan

klian desa pakraman sudah berakhir, kami para panglingsir, tetua di Banyuning, ingin kembali saja ke awig-awig, tradisi adat. Sudah terbukti dulu pada saat masih memakai sistem tradisi, ada bendesa dan penyarikan yang memimpin desa kami, bagus sekali, aman-aman sekali, upacara jalan dengan teratur,” paparnya. Wenten menambahkan, munculnya klian desa pakraman sekitar 12 tahun lalu berawal saat penyarikan setempat me-

ninggal. Kebetulan ada pergub yang menyarankan jabatan tersebut. Namun, pergub juga mencantumkan supaya sistem pemerintahan yang sudah ada dipertahankan. Bukannya mempertahankan atau mengganti istilah bendesa menjadi klian, justru muncul dualisme. “Proses pemilihan kali ini juga aneh, dilakukan tanggal 10 dan 11 Maret ini. Jadi, ada dua kali,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta menilai pijakan berpikir tokohtokoh masyarakat Banyuning itu sudah benar. Yakni, menegakkan awig-awig terkait bendesa yang dipilih berdasarkan keturunan. Keberadaan klian desa pakraman di samping

bendesa justru membuat rancu dan menimbulkan tumpang tindih. “Satu, ingin mempertahankan tradisi (bendesa - red). Satunya lagi ingin membawa mekanisme demokrasi modern (klian desa pakraman - red). Kan tidak ketemu. Kalau dari kami, kami berharap karena memang Bali ini unik, agar mempertahankan tradisi,” ujar politisi PDI-P yang menerima tokoh masyarakat bersama anggota DPRD Bali Dapil Buleleng, Dewa Mahayadnya dan I Kadek Setiawan ini. Parta berharap agar masalah ini diselesaikan dengan sejuk dan damai, serta berpijak pada awig-awig desa pakraman setempat. (kmb32)

Teknologi Berkembang, Tentara Harus Mampu Berkompetisi

Bali Post/kmb32

HARI PEREMPUAN - Peringatan Hari Perempuan Internasional di Wantilan DPRD Bali diprakarsai Aliansi Peduli Perempuan dan Anak Bali.

Hari Perempuan Internasional

Masih Berjuang Cegah Diskriminasi Denpasar (Bali Post) Diskriminasi dan kesetaraan gender masih menjadi persoalan berat yang dihadapi perempuan. Seorang perempuan harus menjadi tangguh dan berkualitas untuk berjuang mencapai kesetaraan. Mengingat, diskriminasi juga menjadi salah satu pemicu terjadinya kekerasan terhadap perempuan. Bahkan di Bali, perempuan pun ikut menjadi pelaku kekerasan itu sendiri. “Perempuan harus berpikir lebih maju dan harus mampu mengembangkan seluruh kemampuan, serta tidak harus bergantung pada orang lain,” ujar anggota Komisi IV DPRD Bali Utami Dwi Suryadi dalam acara Peringatan Hari Perempuan Internasional di Wantilan DPRD Bali, Kamis (8/3) kemarin. Menurut Utami, perempuan harus diberi ruang untuk menjadi pemimpin, mengembangkan diri dan ikut serta dalam pembangunan bangsa. Pemerintah dalam hal ini menyediakan sarana dan prasarana, bagaimana agar setiap perempuan mendapatkan pengajaran dan pendidikan yang layak. “Dengan demikian, perempuan dapat berpikir lebih cerdas dan tidak gampang didiskriminasi,”

jelas politisi Partai Demokrat ini. Ketua LSM Bali Sruti, Luh Riniti Rahayu, mengatakan diskriminasi yang dialami perempuan khususnya di Bali tidak bisa dilihat hanya sepihak. Diskriminasi yang dihadapi perempuan Bali dalam kehidupan bermasyarakat bisa dikatakan sangat berat. “Diskriminasi yang diterima perempuan saat ini memicu terjadinya kekerasan. Banyak kasus di Bali, terjadi kekerasan oleh perempuan sendiri. Perempuan itu bukan menjadi sebab, tapi menjadi akibat sehingga bisa melakukan kekerasan,” ujarnya. Riniti menambahkan, pemerintah saja, tidak bisa diandalkan untuk mengatasi persoalan diskriminasi yang dialami perempuan. Namun, seluruh elemen masyarakat dimulai dari keluarga harus berjuang untuk mencapai kesetaraan itu. Dimulai dari perjuangan hak pendidikan yang sama bagi perempuan. “Di Bali hampir sama dengan daerah lain, banyak anak perempuan di desa-desa putus sekolah. Perjuangan hak pendidikan ini yang utama, karena perempuan mandiri dan tangguh harus terdidik dulu. Kemudian kesempatan yang sama, sehingga hal ini me-

micu kesetaraan,” jelas akademisi Universitas Ngurah Rai ini. Komisioner Komnas Perempuan Masruha mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan ibaratnya fenomena gunung es. Tahun 2017, terdata sebanyak 347.466 kasus yang diadukan di Indonesia. Pihaknya menengarai, kasus yang tidak diadukan jumlahnya bisa lebih besar lagi. Sebab, ketika korban mengadukan, mereka harus siap secara mental dan sosial terhadap stigma dipersalahkan, tidak mendapat keadilan, hingga siap mendapat tekanan dari pelaku. “Kalau angka kekerasan seksual, data kami di 2011, setiap hari itu ada 35 perempuan yang mengalami kekerasan seksual. Itu yang melapor. Artinya, setiap 2 jam ada 3 perempuan yang mengalami kekerasan seksual,” ujarnya. Peringatan Hari Perempuan Internasional sejatinya mengundang dua pasangan calon dalam Pilgub Bali 2018. Namun, yang hadir hanya calon gubernur nomor urut 2, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Lantaran paslon nomor urut 1 tidak ada yang hadir, Rai Mantra tidak diizinkan berbicara dalam acara tersebut untuk menghindari kemungkinan pelanggaran. (kmb32)

Denpasar (Bali Post) Perkembangan teknologi kian pesat dan prajurit TNI khususnya personel Informasi dan Pengolahan Data (Infolahta) harus siap berkompetisi. Oleh karena itu, prajurit Infolahta harus bisa diandalkan dalam tugasnya dan selalu meningkatkan kemampuan disesuaikan dengan perkembangan zaman. “Infolahta Kodam IX/Udayana merupakan bagian dari Infolahta Angkatan Darat selalu berusaha untuk tampil dengan kemampuan dan kinerjanya untuk dapat menunjang tugas pokok Kodam,” tegas Kepala Infolahta Kodam IX/Udayana, Kolonel Inf. Tojo H. Simanjuntak saat syukuran memperingati HUT ke-42 Infolahta TNI Angkatan Darat (AD) di Aula Makodam, Denpasar, Kamis (8/3) kemarin. Menurut Kolonel Tojo, Infolahta TNI-AD yang didirikan 43 tahun silam, terus bekerja dan berkarya untuk selalu memberikan berbagai informasi serta pengolahan data demi kepentingan pimpinan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI-AD. Para prajurit Infolahta adalah prajurit-

prajurit yang dapat diandalkan dalam tugasnya yang setiap saat selalu meningkatkan kemampuan disesuaikan dengan perkembangan zaman. “Tema perayaan ulang tahun kali ini adalah dengan dilandasi Widyuta Awasara Anindya Guna, kita tingkatkan kinerja dan kerja bersama dalam mendukung tugas pokok TNI-AD,” ungkapnya. Saat acara syukuran tersebut, Kepala Infolahta Kodam membacakan amanat tertulis Kepala Dinas Infolahta AD Brigadir Jenderal TNI Dr. Nugraha Gumilar, M.Sc. pada intinya menyampaikan bahwa tugas Infolahta AD ke depan tidak semakin ringan dan akan berhadapkan dengan kendala, hambatan, serta tantangan dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, Infolahta AD harus terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya prajuritnya agar mampu bersaing dan berkompetisi dengan institusi lain. Oleh karena itu, agar Infolahta TNI Angkatan Darat ke depannya semakin baik, maka budaya belajar dan berlatih merupakan jalan utama menuju tercapainya prajurit Infolahta yang profesional. (kmb36)

Bali Post/ist

SYUKURAN - Kepala Infolahta Kodam IX/Udayana Kolonel Inf. Tojo H. Simanjuntak menggelar syukuran HUT ke-42 Infolahta TNI Angkatan Darat.


KLUNGKUNG

12

Tak Jelas, Pemanfaatan Bantuan Pengungsi Gunung Agung Stok Beras Sampai Kutuan

Semarapura (Bali Post) Warga Karangasem yang mengungsi di Kabupaten Klungkung sudah hampir sebulan kembali ke kampung halaman. Menyusul penurunan status Gunung Agung dari Awas ke Siaga. Namun, logistik untuk memenuhi kebutuhan pokok, salah satunya beras masih menumpuk. Bahkan, sudah ada yang rusak akibat terserang kutu. Di tengah kondisi itu, pemanfaatan beras tersebut belum jelas. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung Ida Bagus Anom Adnyana menjelaskan, beras yang tersisa sekitar 20 ton. Itu sudah dipindahkan dari GOR Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung ke Lapangan Tembak di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan dengan alasan tempat lebih memadai. Kondisinya diakui tak seluruhnya bagus. Beberapa sudah ada yang rusak terserang kutu. “Memang ada yang rusak, tetapi tidak banyak. Yang bagus-bagus sudah dipindahkan,” sebutnya, Kamis (8/3) kemarin. Selain itu, juga masih tersisa sekitar 600 air mineral dan 4.000 liter minyak goreng. Ada pula sekitar 1.700 dus mi instan. Pemanfaatan logistik itu belum ada kejelasan. Hal tersebut masih menunggu keputusan rapat tim dan petunjuk Penjabat Sementara Bupati. “Kalau mie expired, kemungkinan ada juga. Tapi kami kan belum

berani mengambil. Masih menunggu hasil rapat tim dulu,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung I Putu Widiada menyampaikan pembahasan pemanfaatan sisa logistik itu sudah dilakukan melalui rapat. Hanya belum menghasilkan keputusan final. “Kita masih perlu inventarisasi. Apa saja yang tersisa. Setelah itu, akan dirapatkan lagi. Akan dicarikan solusi bagaimana,” katanya. Selain barang, bantuan uang sekitar Rp 300 juta juga masih tersisa. Seluruhnya masih tersimpan di bank. Terkait pemanfaatan atau pengalihannya, masih dibahas bersama bagian hukum. “Kami perlu regulasi untuk pemanfaatan uang itu. Sedang dibicarakan terkait hukumnya,” ungkapnya. Selama hampir lima bulan pengungsian berlangsung , t otal pengeluaran untuk keperluan logistik

Semarapura (Bali Post) Kinerja Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Klungkung dalam hajatan pemilihan kepala daerah (pilkada) kembali disoroti tim pasangan calon I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta (Suwasta). Pasalnya, dalam pengawasan sejumlah tahapan dinilai tidak adil. Bahkan independensinya dipertanyakan. Hal tersebut terlihat dari tidak adanya tindakan terhadap paket lawan yang ditengarai melakukan beberapa pelanggaran. Sorotan itu disampaikan langsung ke kantor Pan-

waslu di Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (8/3) kemarin. Tim Advokasi Paslon Suwasta I Wayan Sumardika didampingi rekannya, Ketut Widia, dan Ketua Tim Pemenangan I Komang Suantara menegaskan sangat keberatan terhadap beberapa tindakan Panwaslu yang dapat merugikan pasangan calon, baik materi maupun inmateri. Itu tak hanya tertuju terhadap adanya dugaan keterlibatan Wakil Ketua DPRD Klungkung I Nengah Ariyanta pada kampanye paket Bagia di Pasar Klung-

Bali Post/sos

BERAS - Beras sisa untuk memenuhi kebutuhan pengungsi saat Gunung Agung sempat erupsi. Beberapa item barang kondisinya sudah ada yang rusak, seperti stok beras yang sampai kutuan. dapur umum tercatat Rp 913.945.072. Angka tersebut berasal dari donatur. Dalam kurun waktu itu, pemkab belum mengeluarkan bantuan tak terduga yang disiapkan sebesar Rp 1,5 miliar. Biaya perawatan pasien mencapai

Rp 1.533.093.000 dari rawat inap maupun jalan. Itu masih ditalangi RSUD Klungkung menggunakan dana operasional. Menutupi ini, pemkab mengusulkan ke pusat. Prosesnya sudah masuk penyiapan administrasi. (kmb45)

kung beberapa waktu lalu yang tidak ditindaklanjuti dengan klarifikasi. Namun juga pada pemasangan baliho di sejumlah lokasi yang tak sesuai zona. Berbeda halnya dengan perlakuan yang diberikan kepada pihak paslon Suwasta. Ada beberapa hal yang dianggap salah, langsung dilakukan klarifikasi. “Kami menuding Panwas melakukan tindakan patut, yang tidak profesional dan tidak independen. Artinya ada fakta-fakta yang kami sampaikan bahwa perbuatan yang demikian benar adan-

ya. Seperti yang sudah kami sampaikan, ketika ada dari paket lawan, saat kampanye ada keterlibatan DPRD. Tidak ada tindakan apa dari Panwaslu. Berbeda dengan yang diberlakukan pada Suwasta. Ini perlakukan yang tidak adil,” geramnya. Khusus untuk pemasangan alat peraga kampanye, di hadapan anggota Panwaslu Ida Ayu Ari Widhiyanthy, pengacara asal Desa Bakas, Banjarangkan ini membeberkan telah terjadi pelanggaran zona oleh paket lawan. “Kami semua ingin terang. Dalam arti saya su-

Jumat Pon, 9 Maret 2018

Tindak Lanjut Program TOSS

Edukasi dan Pengenalan ke Desa Terus Digenjot

MENINDAKLANJUTI program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) di Kabupaten Klungkung, PT Indonesia Power, UP Bali selaku pembeli briket sampah yang diproduksi desa, menyelenggarakan silaturahmi dengan para tokoh masyarakat desa adat dan dinas yang telah merealisasikan, Kamis (8/3). Bertempat di Ruang Rapat Jempiring Gedung Indonesia Power, Denpasar, kegiatan ini digelar untuk semakin mengenalkan peran dalam pengolahan sampah menjadi energi melalui proses peuyeumisasi, briketisasi/ peletisasi, dan gasifikasi. Pertemuan tahap awal yang digelar sampai Jumat (9/3) ini dihadiri perwakilan dari Desa Tangkas, Gelgel, Gunaksa, Dawan Klod, Dawan Kaler, Akah Paksebali, Aan dan Tohpati. Para perwakilan ini akan diberikan pembekalan sehingga mampu menjadi corong informasi yang benar terkait program TOSS di desanya masing-masing. General Manager (GM) Indonesia Power IAGN Subawa Putra mengatakan Kabupaten Klungkung menjadi pilot project Program TOSS yang baru pertama kali dan satu-satunya di Indonesia. Nantinya akan dipilih 1 atau 2 desa yang dianggap benar-benar mampu dan sukses merealiasikan, untuk selanjutnya dibantu dan dibina sehingga menjadi percontohan bagi desa lain. “Saya berharap program ini terus bergulir dan akan mempu memberdayakan warga melalui pengolahan sampah menjadi bahan en-

Bali Post/ist

PERTEMUAN - PT Indonesia Power UP Bali menggelar pertemuan dengan tokoh desa dan adat di Kabupaten Klungkung yang menerapkan program TOSS, Kamis (8/3) kemarin. ergi yang bernilai ekonomis,” ujarnya. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Klungkung mengalami persoalan sampah ketika TPA Sente harus ditutup karena over kapasitas. Untuk mengatasinya, Pemkab bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN Jakarta dan Indonesia Power menggulirkan program TOSS. Program ini dilaunching Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di Balai Subak Desa Pekraman Lepang Desa Takmung Banjarangkan pada 12 Desember 2017. Melalui program ini, sampah akan diolah secara langsung melalui proses peuyeumisasi, briketisasi/peletisasi, dan gasifikasi, dengan menggunakan bio aktivator. Dalam tiga hari, bau hilang, dan dalam sepuluh hari volume sampah su-

dah berkurang. Ini juga akan menghasilkan briket dan pellet yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk proses memasak dan listrik. Pelet yang diproduksi desa nantinya akan dibeli Indonesia Power sebagai bahan bakar pembangkit listrik dengan harga yang yang masih akan dikaji terlebih dahulu. Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Kirana berharap program yang digagas ini bisa menjadi solusi untuk penanganan masalah sampah. Seluruh desa diharapkan segera menyusul 9 desa yang telah memulai. “Jika seluruh desa sudah menerapkan program yang bernilai ekonomis ini maka Klungkung akan bersih dari sampah,” tegasnya. (ad0420)

Terkait hal itu, pihaknya akan menyampaikan legal formal dan ditembusan ke Bawaslu. Bila perlu juga ke Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP) sebagai bahan pertimbangan. “Ada dong (curiga keberpihakan-red). Dengan adanya fakta-fakta seperti itu. Kenapa kok dengan kami profesional sekali. Saat tim memasang baliho di Dusun Mungguna, Desa Tihingan, diperintahkan untuk diturunkan. Kemudian dari pihak lawan, sudah berulang kali justru dibiarkan,” sebutnya. Ketidakpuasan juga ditujukan terhadap kinerja Panitia Pengawas Lapangan (PPL) yang diduga menghasut warga untuk tidak datang saat Cawabup I Made Kasta simakrama di salah satu banjar di Desa Man-

duang. “Saat itu, panitia juga menyiapkan snack. Itu diperiksa sampai disebut money politics. Begitukah tugas seorang PPL? Aturan mana yang mengatur?” pungkasnya. Menanggapi hal tersebut, anggota Panwaslu Ida Ayu Ari Widhiyanthy menegaskan, pada hajatan politik lima tahunan ini tidak ada aksi memihak salah satu paslon. Seluruhnya berjalan adil dan netral. Pihaknya juga mengaku sudah menindaklanjuti setiap pelanggaran yang terjadi. “Tentang baliho yang melanggar zona. Kami sudah tindak lanjuti,” sebutnya. Terkait sikap PPL di Desa Manduang sudah diklarifikasi dan membantah menyampaikan hal seperti pernyataan kuasa hukum Suwasta. (kmb45)

Dinilai Tak Adil, Independensi Panwas Kembali Dipertanyakan

Topik : Antisipasi keluhan layanan publik

SOLUSI

Terapkan Sistem Terintegrasi

PELAYANAN publik di Kabupaten Klungkung cukup banyak. Ada bidang perizinan, kependudukan dan pencatatan sipil, maupun rumah sakit. Urusan administrasi, tempat ini sangat rentan menuai keluhan dari masyarakat. Terlebih dalam yang sifatnya mendesak. Ini sangat perlu diantisipasi. Langkah apa yang ditawarkan pasangan calon (paslon) yang bertar-

ung dalam Pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang? Cabup nomor urut nomor 1, Tjokorda Bagus Oka, menilai hal ini memang harus mendapat perhatian untuk menciptakan pelayanan yang cepat dan nyaman. Bersama Cawabup I Ketut Mandia telah mempersiapkan strategi. Yakni dengan menerapkan sistem terintegrasi antarinstansi. “Dengan ini, pelayanan bisa lebih mudah. Misalnya dalam mengirim surat. Prosesnya sudah sampai mana, bisa diketahui. Tidak harus kesana-kemari mencari tahu. Ini akan meringankan beban masyarakat,” ungkapnya, belum lama ini.

Bangun Mall Layanan Publik CABUP nomor urut 2, I Nyoman Suwirta, juga menilai lokasi layanan publik yang berjauhan memicu munculnya keluhan dari masyarakat. Penuntasan urusan juga tak bisa dilakukan secara cepat. Menyikapi ini, jika terpilih menjadi orang nomor satu di bumi serombotan, akan dibangun mall layanan publik. “Cita-cita besar ini harus diwujudkan untuk memberikan layanan maksimal kepada masyarakat,” sebutnya. Terobosan ini diyakini bisa terealisasi. Hal tersebut tak lepas dari adanya upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang ditargetkan men-

capai 100 persen dari capaian 2017, sehingga anggaran pembangunan bisa terpenuhi. Sementara untuk lahan, bisa memanfaatkan aset pemkab. “Untuk lahan sudah ada saya lirik. Tempatnya bagus,” katanya. Menerapkan ini dinilai tidak begitu sulit. Sebab pemkab sudah menerapkan smart city yang menjadi cikal-bakal. “Ini tinggal perluasan. Semua yang saya katakan, tinggal optimalkan saja. Tinggal membuat kantor,” ungkap pria asal Nusa Ceningan, Nusa Penida ini. Selain itu, ia yang berpasangan dengan I Made Kasta juga merancang sistem zero kertas untuk sejumlah bentuk layanan di RSUD Klungkung. Pasien yang melakukan pengobatan bisa mendaftar dengan menggunakan kartu dan bisa terintegrasi dengan bentuk pelayanan lain. “Ini juga untuk mengurangi antrean,” tandasnya. (sos)

Langkah tersebut dinilai sangat tepat dilakukan di tengah lokasi layanan publik yang memiliki keterkaitan urusan administrasi tidak dalam satu kawasan. Dalam pengurusan secara otomatis lebih banyak menghabiskan waktu. “Sekarang sudah zaman IT. Kita harus memanfaatkan itu. Dengan tersistem, kita juga bisa tahu dan lebih mudah mengevaluasi kinerja pegawai

dah berulang kali ingatkan kepada Panwaslu. Tolong baliho yang ada di Banjar Lebah, depan puri dicabut. Bagaimana tugas Panwaslu. Sampai sekarang masih bercokol,” ungkapnya. “Itu tidak sesuai zona yang telah ditentukan. Kemudian tadi Panwaslu mengatakan di Lebah itu adalah zonanya. Saya mau terang. Tidak hanya sebatas omongan saja. Tetapi tunjukkan apakah zona baliho atau spanduk dan umbul-umbul. Faktanya di sana adalah zona umbul-umbul. Yang dipasang adalah baliho. Kan terang jadinya,” sambung Sumardika. Sikap Panwaslu yang demikan memantik kecurigaan akan adanya keberpihakan terhadap paket lawan. Kembali ditegaskan, ini sangat merugikan paslon Suwasta.

yang menangani. Kontrolnya lebih mudah,” sebutnya. Ia pun kurang sependapat jika ada pembangunan mall layanan publik layaknya di Denpasar. Sebab, dari sisi anggaran, akan sulit terpenuhi. Demikian pula dari segi lahan. “Kondisi Klungkung dan Denpasar kan tidak sama. Kita cukup maksimalkan sistem saja,” tandasnya. (sos)

Sub. Badung 089629266361 | Sub. Tabanan 087860701455 | Sub. Gianyar 081237773563 Sub. Bangli 085238056500 | Sub. Klungkung 081916268341 | Sub. Jembrana 081936083440 Sub. Buleleng 081933117962 | Sub. Karangasem 085338534631 C.0000171-RPA-05


EKONOMI

Jumat Pon, 9 Maret 2018

13

Indonesia Siap Balas Perang Dagang AS

Jakarta (Bali Post) – Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (8/3) kemarin, mengatakan pemerintah Indonesia siap membalas apabila Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerapkan kebijakan perang dagang. ‘’Kalau dia menghalangi (crude palm oil) kita masuk ke Amerika, maka tentu kita juga mengurangi impor kedelai dan impor terigu dari Amerika Serikat. Harus begitu. Kita mengimpor kedelai, jagung, Boeing, gandum. Pesawat saja ada berapa yang kita beli dari sana,’’ kata Wapres Kalla di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta, Kamis kemarin. Wapres menegaskan bahwa kebijakan perang dagang yang mulai diterapkan Presiden Trump akan mendapat tentangan dari negara-negara asing. Presiden Trump memantik perang dagang dengan negara-negara asing dengan mulai menerapkan tarif 25 persen untuk produk impor baja dan 10 persen untuk produk alumunium. Hal itu dilakukan Trump dengan alasan untuk melindungi produk-produk dalam negeri Amerika Serikat. ‘’Ini akan menjadi masalah nanti apabila perang dagang yang dibuat oleh Trump menjadijadi. Bisa banyak negara lain untuk membalasnya di bidang pertanian, misalnya,’’ ujar Wapres. Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan potensi terjadinya perang dagang apabila pemerintah AS jadi menerapkan tarif pada impor baja dan alumunium. ‘’Sejarah

Jusuf Kalla

dunia menunjukkan kalau terjadi perang dagang pasti dampaknya buruk terhadap ekonomi dunia,’’ kata Sri Mulyani. Dia mengatakan seluruh dunia sedang menantikan kepastian dari rencana yang juga berpotensi membuat negara-negara yang selama ini mempunyai hubungan dagang saling membalas dari sisi tarif. ‘’Kami lihat saja dulu, dinamika mengenai kebijakan itu sedang diperdebatkan antara Presiden Trump dengan kongres dan senat,’’ ucapnya. Siapkan Langkah Pemerintah menyiapkan langkah proteksi jika produk Cina membanjiri pasar baja Indonesia menyusul pengenaan bea masuk baja dan aluminium oleh pemerintah Amerika Serikat. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika ditemui di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Rabu (7/3), mengatakan pengenaan bea masuk tersebut dikhawatirkan akan membuat Cina membidik Indonesia

sebagai pasar pengganti AS. ‘’Salah satu produk yang dikhawatirkan dari Cina. Tentu dia akan melihat Indonesia sebagai suatu pasar yang baru dan bagi Indonesia sendiri, tentu kami mempersiapkan,’’ katanya. Airlangga menjelaskan, pemerintah telah melakukan persiapan dengan memantau aliran barang impor yang masuk ke Tanah Air melalui kerja sama dengan Kementerian Perdagangan. ‘’Jangan sampai nanti industri dalam negeri terganggu dengan ini,’’ katanya. Guna mengantisipasi volume impor berlebih, Airlangga mengaku pemerintah tidak ragu untuk menerapkan bea masuk proteksi atau safeguard seperti halnya yang dilakukan AS. Namun, menurut Ketua Umum Partai Golkar itu, proteksi tersebut akan diberlakukan dalam kondisi darurat ketika industri telah mulai merasakan dampaknya. ‘’Apabila terjadi injury (cedera) seperti yang dikatakan AS tentu kami bisa melakukan safeguard,’’ katanya. (ant)

Sri Mulyani

Persoalan Pangan Jadi Perhatian Dunia Jakarta (Bali Post) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengingatkan bahwa persoalan pangan saat ini telah menjadi perhatian utama dunia, sehingga pemerintah juga perlu berfokus dalam mengatasi beragam permasalahan pangan nusantara. ‘’Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, maka untuk dapat memberikan jaminan pangan kepada pertambahan penduduk tersebut, diperlukan jaminan ketersediaan pangan yang memadai,’’ kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani dalam acara pembukaan Jakarta Food Security Summit (JFFS) ke-4 di Jakarta, Kamis (8/3) kemarin. Rosan mengingatkan bahwa pada Februari 2018 ini, jumlah penduduk dunia adalah sekitar 7,6 miliar orang dan pada tahun 2050 penduduk dunia diproyeksikan melonjak menjadi 9,8 miliar orang. Sementara penduduk Indonesia kini sudah berjumlah 265 juta orang, atau terletak pada urutan ke-4 negara berpenduduk terbanyak di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. ‘’Pertambahan penduduk tersebut, mengakibatkan

persoalan pangan menjadi perhatian utama dunia,’’ kata Rosan. Untuk itu, ujarnya, segala daya dan upaya dilakukan oleh pemerintah di dunia untuk menciptakan ketahanan pangan, baik melalui program swasembada atau bahkan mengimpor, demi menjaga adanya stabilitas ekonomi dan politik nasional. Di tempat terpisah, Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menyebut perbaikan kualitas gizi masyarakat dapat mendukung peningkat Indonesia dari negara berpendapatan sedang menjadi negara berpendapatan tinggi. Asisten Direktur Jenderal dan Kepala Perwakilan Regional FAO untuk Asia dan Pasifik Kundhavi Kadiresan mendorong konvergensi pemangku kepentingan di sektor publik dan swasta untuk mencari peluang dalam meningkatkan gizi sebagai tujuan utama sebagai upaya berkelanjutan dengan tercapainya peningkatan pendapatan. ‘’Menciptakan keadilan bisa melibatkan banyak hal, tetapi membangun sumber daya manusia merupakan jalan menuju masa depan yang berkelanjutan.

Rupiah Kembali Melemah

Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (8/3) sore, bergerak melemah sebesar 42 poin menjadi 13.787 dibanding posisi sebelumnya 13.745 per dolar AS. Sehari sebelumnya rupiah sempat menguat setelah seminggu mengalami penurunan. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis kemarin, mengatakan bahwa mata uang dolar AS memperpanjang penguatannya seiring dengan laporan tenaga kerja versi ADP (automatic data processing). Ia mengemukakan bahwa laporan ketenagakerjaan ADP terbaru menunjukkan pengusaha sektor swasta AS menambahkan 235 ribu tenaga kerja baru selama Februari 2018, lebih baik dari perkiraan. ‘’Dengan demikian telah terjadi penambahan pekerjaan lebih dari 200 ribu untuk bulan kelima berturut-turut,’’ paparnya. Di sisi lain, lanjutnya, sedikit meredanya kekhawatiran terhadap perang dagang juga membuat dolar AS mengalami apresiasi. Presiden Donald Trump akan meresmikan rincian usulan tarif impornya, dan ada potensi pengecualian untuk beberapa negara berdasarkan keamanan nasional. Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan bahwa semakin redanya ketegangan di semenanjung Korea dapat memberikan sentimen positif terhadap mata uang negara-negara di kawasan Asia, termasuk rupiah ke depannya. Ia menambahkan, data cadangan devisa Indonesia yang menurun juga dapat memberikan sinyal positif bahwa Bank Indonesia akan tetap menjaga nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya. Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Februari 2018 sebesar 128,06 miliar dolar AS, masih cukup tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Januari 2018 yang sebesar 131,98 miliar dolar AS. Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi 13.774 dibandingkan posisi sebelumnya 13.763 per dolar AS. IHSG Menguat Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/3) ditutup menguat 74,54 poin seiring dengan pergerakan bursa saham eksternal menyusul meredanya kekhawatiran perang dagang dunia. IHSG BEI ditutup menguat 74,54 poin atau 1,17 persen menjadi 6.443,02, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 14,34 poin (1,36 persen) menjadi 1.067,95. ‘’Investor melihat pergerakan regional yang cenderung optimis di tengah redupnya spekulasi perang dagang global,’’ kata Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis kemarin. Ia menambahkan bahwa investor yang berspekulasi terhadap data tingkat penjualan eceran Indonesia yang diperkirakan naik turut menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG, meski investor asing masih melakukan aksi lepas saham. Secara teknikal, lanjutnya, penguatan IHSG masih terkonsolidasi dengan indikasi negatif masih terlihat. Indikasi tekanan masih terus membayangi selama IHSG tidak mampu bergerak di atas level 6.500 poin. Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan bahwa pengaruh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang stabil seiring dengan penjagaan Bank Indonesia juga memberikan sentimen positif terhadap beberapa emiten. ‘’Stabilnya nilai tukar rupiah akan membuat emiten yang memiliki eksposure utang dalam dolar AS tetap positif,’’ katanya. (ant)

Peningkatan kualitas nutrisi melalui akses pangan bergizi, adalah langkah pertama,’’ ungkapnya saat menjadi pembicara dalam Jakarta Food Security Summit di Jakarta, Kamis kemarin. Kadiresan menuturkan, pemerintah dan sektor swasta bisa bekerja sama dengan para petani dan kelompoknya untuk melakukan diversifikasi bidang pertanian, yakni degan beralih ke tanaman pangan bernilai lebih tinggi seperti buah dan sayur. Diversifikasi pertanian juga bisa dilakukan dengan melakukan kombinasi akuakultur atau peternakan karena menjanjikan nilai ekonomi yang lebih tinggi. ‘’Dibutuhkan investasi lebih besar dalam rantai nilai yang lebih inklusif dan efisien, baik di sektor swasta maupun publik, karena produk daging, buahbuahan dan sayuran lebih cepat rusak dibandingkan beras. Dibutuhkan pula strategi manajemen risiko yang lebih kreatif seperti kontrak pertanian, karena komoditas tersebut kerap berisiko lebih besar untuk tumbuh dan dijual dibandingkan beras,’’ katanya. (ant)

Bali Post/dok

PERHATIAN DUNIA - Petani saat memanen padi. Kini persoalan pangan menjadi perhatian utama dunia, sehingga pemerintah juga perlu berfokus dalam mengatasi beragam permasalahan pangan nusantara.

Pemerintah Moratorium Taksi Daring

Luhut Binsar Panjaitan

Surabaya (Bali Post) – Pemerintah memberlakukan moratorium kuota angkutan umum atau taksi berbasis aplikasi dalam jaringan (daring) di tiap provinsi seluruh Indonesia, sehingga jika ditemukan angkutan yang beroperasi di luar kuota akan ditindak tegas. ‘’Tindakan tegas terhadap yang melanggar adalah tindak pidana ringan atau tilang,’’ ujar Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Surabaya, Kamis (8/3) kemarin. Luhut di sela kunjungan kerjanya di Surabaya, Jatim, didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menyempatkan meninjau pelaksanaan uji kendaraan bermotor (kir) gratis bagi angkutan daring di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Wiyung Surabaya. Dia mengatakan, uji kir dan SIM A Umum adalah persyaratan mutlak yang harus dipenuhi oleh pengemudi taksi daring berdasarkan Peraturan Menteri

Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Sepekan yang lalu pemerintah telah memberi subsidi pengurusan SIM A Umum dengan biaya cuma Rp 100 ribu bagi pengemudi taksi daring. ‘’Hari ini kami beri kemudahan lagi dengan menggratiskan pengurusan uji kir,’’ ucapnya. Pemerintah memberi waktu hingga sebulan ke depan untuk pengurusan SIM A Umum dan uji kir bagi para pengemudi taksi daring. Setelah itu, Luhut menegaskan, akan menerapkan tindakan tegas bagi yang melanggar. ‘’Sudah ada aturannya. Kuota taksi daring juga telah diberlakukan pembatasan per wilayah. Di New York Amerika Serikat pun taksi daring juga diatur seperti ini,’’ ucapnya menegaskan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, kuota taksi dar-

ing per wilayah di seluruh Indonesia telah ditetapkan sejak tiga hari yang lalu, yang artinya tidak mungkin bertambah. ‘’Kami sudah berkirim surat kepada seluruh aplikator taksi daring agar tidak menerima atau membuka pendaftaran untuk penambahan armada. Penambahan armada selanjutnya akan diatur melalui moratorium,’’ ujarnya. Dengan begitu, dia menegaskan, selanjutnya akan diterapkan law enforcement, atau tindakan hukum tegas bagi yang melanggar. ‘’Segala upaya telah kami lakukan, mulai dari yang katanya mengurus uji kir dan SIM A Umum biaya mahal, sekarang sudah difasilitasi pemerintah dengan pemberian subidi,’’ ucapnya. Maka Budi berharap seluruh pengemudi taksi daring taat asas dan aturan. ‘’Karena aturan yang telah kami buat tujuannya adalah demi memberi perlindungan bagi keselamatan para penumpang,’’ katanya. (ant)

Indonesia-Belanda Kembangkan ’’Digital Currency’’ akan Model SMK Pertanian Dibahas dalam IMF-WB 2018

Jakarta (Bali Post) – Pemerintah Indonesia dan Belanda melakukan kerja sama dalam mengembangkan model Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian yakni di SMK Negeri 2 Subang, Jawa Barat dan SMK Negeri 5 Jember, Jawa Timur selama tiga tahun. Kerja sama kedua negara tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama pengaturan teknis antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, di Jakarta, Kamis (8/3) kemarin. ‘’Dua SMK yang kita siapkan satu di Subang dan satu di Jember, yang akan menjadi sekolah rujukan dan harus jadi. Tidak ada lagi yang namanya persiapan kurang, program ini harus optimal,’’ ujar Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad. Hamid menjelaskan, Belanda merupakan negara pengekspor pertanian nomor dua terbesar di dunia setelah Amerika Serikat. Menariknya, luas wilayah Belanda jauh lebih kecil dari Indonesia. Oleh karenanya, kata Hamid, kerja sama ini sangat penting. ‘’Hasil percontohan akan direplikasi kepada SMK bidang pertanian lainnya di Indonesia,’’ tambahnya. Kegiatan kerja sama kedua negara tersebut meliputi penguatan kerja sama antara lembaga pemerintah, sekolah dan industri melalui program kerja bersama dan pengembangan teaching factory. Kedua, pengem-

bangan kurikulum, modul pembelajaran, dan standar kompetensi yang selaras dengan industri. Selanjutnya, pelatihan untuk guru dan tenaga kependidikan di industri, pelatihan keahlian lunak seperti kemampuan komunikasi dan sosial, program pelatihan guru dan tenaga kependidikan di Belanda, dan kegiatan pembelajaran di SMK oleh instruktur dari industri. Pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur SMK yang meliputi laboratorium dan teaching factory, dan pembentukan tim manajemen sebagai pelaksana program. Sebelumnya, pada bulan November 2016 telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemendikbud, Kementerian Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Kerajaan Belanda tentang Pengembangan Model Revitalisasi SMK Pertanian di Indonesia. Setelah penandatanganan nota kesepahaman pada bulan November 2016, para ahli dari kedua negara telah melakukan pengkajian untuk mengidentifikasi program yang paling tepat untuk merevitalisasi SMK di bidang pertanian. ‘’Kedua negara meyakini bahwa pembangunan pada bidang pendidikan pelatihan kejuruan akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan penduduk di kedua negara,’’ ujar Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud Bahrun. (ant)

Denpasar (Bali Post) Salah satu topik yang akan dibahas pada pertemuan IMF-World Bank 2018 adalah peranan dan penggunaan teknologi digital dalam perekonomian. Termasuk di dalamnya digital currency. ‘’Banyak hal yang akan dibahas dalam IMF-WB 2018 di antaranya terkait peranan dan penggunaan teknologi digital dalam perekonomian, termasuk di dalamnya antara lain digital currency. Selain itu terkait ketimpangan ekonomi yang saat ini menjadi fenomena global dan masih banyak lainnya,’’ kata Teguh Setiadi, Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah (SPPUR) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Kamis (8/3) kemarin. Isu mata uang digital menjadi salah satu topik sesuai dengan mandat lembaga internasional itu dalam menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan dan stabilitas nilai tukar. BI memastikan tidak ada lagi penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran. Untuk itu BI terus melakukan pemantauan dan sosialisasi terkait keberadaan uang digital sebagai alat pembayaran di lapangan. Sebelumnya, BI Bali telah melarang penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran. Hasil investigasi di lapangan, BI Bali menemukan 44 merchant yang menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran. Namun setelah dilakukan penelusuran kembali, hanya ditemukan dua merchant yang masih menerima bitcoin. Pemantauan dilakukan pada daftar

perusahaan sesuai list yang didapat dari situs Bitcoin Indonesia. ‘’Atas dasar list itulah kami melakukan pengecekan di lapangan secara sampling. Dari sampel yang kita cek di lapangan, memang ditemukan ada dua merchant yang menerima bitcoin sebagai alat pembayaran. Namun tiga minggu setelahnya, kami cek ulang, mereka tidak lagi menerima Bitcoin sebaga alat pembayaran,’’ ungkapnya. Ia berharap ke depannya tidak ditemukan lagi perusahaan menggunakan uang digital jenis Bitcoin atau lainnya sebagai alat pembayaran. ‘’Berdasarkan hasil pengawasan dan pengamatan terakhir tidak lagi ada merchant atau pun pelaku usaha di Bali yang masih menggunakan uang digital sebagai alat pembayaran dan sepertinya mereka memahami jika bitcoin bukan mata uang yang diakui di Indonesia,’’ tandasnya. Mata uang virtual memiliki beberapa karakteristik, yakni tidak ada perlindungan konsumen dan berisiko fraud atau terjadi kejahatan. Di samping itu, mata uang digital juga tidak ada pengawas yang mengatur. Dengan hasil pemantauan itu, BI Bali meyakini tidak ada ada lagi merchant di Bali yang menerima alat pembayaran berupa uang digital jenis Bitcoin. Ini sesuai harapan BI karena apabila masih ada pemilik uang digital menggunakannya sebagai alat pembayaran di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tentu sudah melanggar ketentuan UU Mata Uang. (kmb42)


BULELENG

14

Jumat Pon, 9 Maret 2018

Jelang Nyepi

Pemkab Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

Bali Post/ist

TANAH LONGSOR – Akibat hujan deras rumah di Lingkungan Bebengan, Dusun Tabang, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan tertimbun tanah longsor, Kamis (8/3) kemarin.

Rumah Tertimbun Tanah Longsor, Satu Keluarga Mengungsi

Singaraja (Bali Post) – Hujan dengan intensitas tinggi kembali melanda Buleleng, Kamis (8/3) kemarin. Akibatnya, satu rumah warga Lingkungan Bebengan, Dusun Tabang, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan tertimbun tanah longsor. Rumah semipermanen itu rusak parah, hingga satu keluarga terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya. Sebelum kejadian, hujan deras melanda Buleleng sekitar pukul 13.15 Wita. Saat kejadian, pemilik rumah Made Mudarsa bersama istrinya, Nengah Suarmini, sedang bekerja. Sementara anaknya, Kadek Ranggara Putra Dinata serta Putu Ari Ardianti bermain di rumah temannya. Saat itu tiba-tiba tanah terjal tepat di atas bangunan rumahnya longsor. Tanah dengan ketinggian sekitar tujuh meter itu lonsor menimpa bagian belakang rumah Mudarsa, merusak tembok dan menimbun perlengkapan rumah tangga. Beruntung rumah dalam kondisi kosong, sehingga tidak ada korban jiwa

dalam peristiwa ini. Babinsa Desa Bebetin Bripka Cening Darmayasa seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, longsor terjadi karena hujan deras. Sebagian rumah korban rusak berat dengan kerugian diperkirakan sebesar Rp 50 juta. ‘’Benar tanah longsor merusak rumah warga di Bebetin. Rumahnya rusak berat dan satu keluarga telah diungsikan ke rumah keluarganya,’’ jelasnya. Perbekel Desa Bebetin Ketut Laksana mengatakan, untuk sementara korban dan keluarganya mengungsi di rumah kerabatnya. Hal

ini selain karena rumahnya tidak nyaman untuk ditempati, juga pertimbangan cuaca yang masih mendung dan bisa saja kembali hujan hingga bisa saja terjadi tanah longsor susulan. Selain itu, pihaknya sudah menghubungi pemilik tanah yang longsor itu agar mengupayakan pembuatan senderan untuk memperkuat tanah perkebunannya. Hal ini karena di bawah perkebunan itu ada sejumlah rumah warga, sehingga kalau hujan dikhawatirkan akan terjadi tanah longsor. Sementara petugas kepolisian/TNI dan personel Badan Penanggulangan Bencana

Daerah mulai diterjunkan ke lokasi untuk membantu korban menyelamatkan perlengkapan rumah tangga yang masih utuh. Rencananya, BPBD bersama relawan dan warga Jumat (9/3) hari ini melaksanakan gotong royong untuk membersihkan lumpur yang menutup bagian rumah korban. Hujan deras juga mengakibatkan pohon tumbang di Dusun Gunung Sekar, Desa Selat, Sukasada. Pohon santen tumbang kemudian menghalangi jalan. Batang pohon berdiameter cukup besar itu menindih kabel jaringan listrik PLN. Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng kemudian diterjunkan ke lokasi. Sejumlah personel kemudian memotong pohon tersebut menggunakan mesin sinso. (kmb38)

Tak Terpengaruh Keputusan Pemprov

Pemkab Berlakukan Kenaikan Sewa Kontrak Airstrip Letkol Wisnu Singaraja (Bali Post) – Masih ingat dengan rencana kenaikan sewa kerja sama fasilitas Airstrip Letkol Wisnu di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak? Pemkab Buleleng memastikan kenaikan sewa kontrak Rp 76.600.000 per tahun akan berlaku setelah batas waktu kontrak dengan nilai sewa lama Rp 35 juta per tahun berakhir tahun ini. Semula, penyesuaian sewa kontrak ini terancam tidak dapat diterapkan karena menunggu keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang juga memiliki aset di Airstrip Letkol Wisnu. Setelah dikoordinasikan, kerja sama yang terbaru oleh pemkab dan BIFA dipastikan mulai diterapkan. Keputusan menerapkan sewa kontrak baru itu tidak harus menunggu keputusan pemprov. Ini karena, kenaikan sewa kontrak yang sudah disepakati dengan pihak Bali International Flight Academy (BIFA) itu hanya untuk aset yang tercatat sebagai milik Pemkab Buleleng. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng Bimantara, S.E. di ruang kerjanya, Kamis (8/3) kemarin, mengatakan setelah pembahasan penyesuaian sewa kontrak itu dilakukan, pemkab sudah berkoordinasi ke Pemprov Bali.

Bali Post/kmb38

KONTRAK – Pemkab Buleleng memastikan akan memberlakukan sewa kontrak baru terhadap fasilitas di Airstrip. Lewat koordinasi itu, pemkab menyampaikan kenaikan sewa kontrak aset di Airstrip yang tercatat sebagai aset pemkab. Pihak pemprov juga sedang menyelesaikan penyertifikatan aset di areal Airstrip. Dari penghitungan dan dokumen pendukung bahwa aset pemkab di sana beberapa di antaranya berupa tanah dan bangunan. Sejak disewa oleh BIFA nilai sewanya belum pernah ditinjau ulang. Padahal, dalam perjanjian ada poin yang mengatur bahwa sewa dapat ditinjau ulang setiap lima tahun. “Hanya untuk aset kita. Kalau aset pemprov itu kita tidak berwenang. Kalau juga dilakukan penyesuaian sewa kerja sama, itu ranah pemprov sebagai

pemilik aset,” katanya. Menurut Bimantara, penyesuaian sewa kontrak ini dipastikan akan diterapkan setelah penerapan sewa kontrak yang lama dinyatakan berakhir di tahun ini. Penerapan sewa kontrak terbaru itu tidak akan menunggu kebijakan yang dijalankan Pemprov Bali. Kalau nanti pemprov juga akan menaikkan sewa kontrak asetnya itu, maka keputusannya tergantung pemprov dan BIFA. Hal ini termasuk untuk memutuskan besaran nilai kontrak yang sekarang dan yang baru itu sepenuhnya ditentukan provinsi bersama BIFA. “Begitu sewa kontraknya yang lama berakhir, maka seterusnya akan mengikuti kesepakatan sewa

kontrak yang baru. Ini tidak lagi menunggu walau pemprov belum menentukan sikapnya dan kalau juga melakukan penyesuaian sewa kontrak itu kewenangan pemprov dan BIFA,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Buleleng bersama BIFA sepakat menaikkan sewa kontrak fasilitas Airstrip Letkol Wisnu yang selama ini dijadikan sekolah pilot. Sejak sekolah pilot itu dibuka, sewa kontrak Rp 35 juta per tahun. Sementara dari dokumen perjanjian menyebut bahwa sewa kontrak bisa ditinjau ulang. Namun faktanya, hal itu tidak dilakukan. Tahun ini baru pemkab dan BIFA sepakat untuk menyesuaikan sewa kontrak aset tersebut menjadi Rp 76.600.000 per tahun selama lima tahun. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Menjelang hari raya Nyepi, Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Buleleng mulai minggu depan melaksanakan pemantauan harga dan stok bahan pokok, baik di tingkat penyalur hingga pedagang pengecer. Kepala Disperindag Ketut Suparto di sela-sela penilaian lomba desa tingkat kabupaten di Desa Menyali, Kecamatan Sawan, Kamis (8/3) kemarin mengatakan, mendekati hari besar keagamaan, kebutuhan pokok rentan mengalami gejolak harga. Baik itu lonjakan harga karena permintaan yang meningkat dibandingkan hari biasanya, juga stok bahan pokok itu yang tiba-tiba langka. Mengatasi agar situasi itu tidak menimbulkan masalah pelik, pihaknya telah mengagendakan pemantauan harga dan ketersedian stok bahan pokok menjelang hari raya Nyepi. Pemantauan ini selain melibatkan anggota tim di Disperindag, juga petugas dan instanasi terkait lain hingga aparat kepolisian. Saat ini, beberapa jenis bahan pokok yang sebelumnya mengalami lonjakan harga, sekarang kembali stabil di pasaran. Suparto mencontohkan, harga beras yang semula melonjak kini kembali normal dengan kisaran rata-rata Rp 11.000 sampai Rp 12.000 per

Bali Post/kmb38

Ketut Suparto

kilogram. “Kita tidak ingin setiap menjelang hari raya besar keagamaan justru dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mempermainkan harga atau upaya lain untuk meraup keuntungan lebih. Mulai Senin (12/3) dan Selasa (13/3) pekan depan, kami akan turun memantau harga dan ketersedian stok baik di penyalur atau pedagang,” katanya. Menurut Suparto, hasil pemantauan harga oleh timnya itu akan dijadikan dasar pertimbangan untuk melakukan upaya menstabilkan harga. Kalau misalnya ditemukan harga bahan pokok mengalami kenaikan signifikan dan ditambah persediaan terbatas, maka Disperindag bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)

menggulirkan operasi pasar (OP - red). Upaya menstabilkan harga lewat OP ini diakuinya efektif untuk segera mengembalikan harga dan peredaran bahan pokok kembali normal. Ini terbukti dari pelaksanaan OP bahan pokok menjelang hari besar keagamaan yang sudah digelar sebelumnya mampu menjaga harga stabil dan menghindari kelangkaan bahan pokok itu sendiri. Selain fokus memantau harga dan persedian stok, Disperindag akan mengawasi peredaran bahan pangan yang kedaluwarsa. Pengawasan ini dilakukan dengan menyasar supermarket dan toko modern di Bali Utara. Peredaran pangan yang terindikasi kedaluwarsa ini menjadi perhatian karena tidak dimungkiri pada saat menjelang perayaan hari besar agama ini memicu upaya penipuan dengan sengaja mengedarkan bahan pangan yang kedaluwarsa. Tidak ketinggalan, pengawasan stok tabung elpiji juga menjadi perhatian pengawasan oleh tim bentukan Disperindag Buleleng. Pengawasan eliji ini, tim lebih pada memantau stok elpiji dan kalau ditemukan kekurangan untuk memenuhi kebutuhan di hari raya, Disperindag memfasilitasi agar dilakukan penambahan jatah, sehingga tidak sampai terjadi kelangkaan. (kmb38)

Desa Menyali Andalkan Kerajinan Bokor

Singaraja (Bali Post) – Desa Menyali, Kecamatan Sawan, Buleleng sejak lama dikenal sebagai daerah penghasil produk kerajinan aluminium. Salah satunya adalah aneka perlengkapan sarana upacara Hindu seperti bokor. Tidak diketahui asal mula warga di desa ini menekuni profesi sebagai pembuat bokor dan produk lainnya. Bokor aluminium ini dibuat bertahap. Mulai dari desain, pemotongan mengikuti mal yang ada, perakitan, dan penambahan desain mengikuti desain yang ada. Pada saat pembentukan dan menambah ornamen ukirannya dilakukan dengan cara memahat menggunakn alat khusus. Dalam tahapan ini nilai seni ditunjukkan oleh setiap perajin bokor. Perbekel Desa Menyali Made Jaya Artha ditemui di sela-sela penilaian lomba desa tingkat kabupaten, Kamis (8/3) kemarin, mengatakan sekitar 1980 masyarakat di desanya mulai menggeluti profesi sebagai perajin aluminium. Saat kemunculannya, produk yang dihasilkan baru sebatas perlengkapan upakara menurut tradisi Hindu di Bali. Produknya selain dipasarkan di Buleleng juga mulai dikenal konsumen luar daerah. Sejalan dengan perkembangannya dan permintaan konsumen, produknya sekarang mulai bertambah seperti tempat tisu, tempat buku, hiasan bingkai foto dan beberapa produk lain. ‘’Kalau kemunculannya tidak tahu siapa memulai dan yang jelas sekitar 1980 kerajinan

Bali Post/kmb38

KERAJINAN – Aneka produk kerajinan berbahan aluminium di Desa Menyali tetap lestari sebagai penghasilan tambahan warga di desa ini. ini berkembang dan sampai sekarang tetap digeluti warga kami untuk menambah penghasilan keluarga,’’ katanya. Di tengah perkembangannya itu, perajin aluminium Menyali menghadapi permasalahan serius. Masalah itu adalah persediaan dan harga bahan baku yang cenderung melonjak. Perajin sendiri masih kesulitan memasarkan produk, agar dikenal oleh konsumen terutama di luar daerah. Selain itu, persaingan harga yang tidak sehat juga menjadi tantangan tersendiri bagi perajin itu sendiri. Peliknya persoalan yang terjadi itu, Pemerintah Desa Menyali bersama dinas terkait mulai serius membantu mencari jalan keluar, sehingga persoalan yang menganjal usaha

ini bisa diatasi kendati dengan perlahan. ‘’Perajin sudah kami wadahi lewat kelompok usaha bersama (kube) untuk mendorong perajin untuk menghasilkan produk lainnya untuk menghadapi persaingan,’’ katanya. Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. saat menghadiri penilaian Desa Menyali kemarin mengatakan, pemerintah akan memediasi permasalahan harga bahan baku aluminium untuk perajin di Desa Menyali. Hal ini karena 40 persen masyarakat menjadi perajin aluminium. ‘’Kita akan fasilitasi perajin agar bahan baku dan upaya pemasarannya ditingkatkan, sehingga kerajinan ini bertahan dan memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ katanya. (kmb38)


15

Jumat Pon, 9 Maret 2018 Jadwal Pertandingan Liga Spanyol Sabtu (10/3) dini hari Girona vs Deportivo La Coruna ------------------------------------------------------------------------Liga Italia Sabtu (10/3) dini hari Roma vs Torino ------------------------------------------------------------------------Liga Jerman Sabtu (10/3) dini hari Mainz vs Schalke ------------------------------------------------------------------------Liga Prancis Sabtu (10/3) dini hari Strasbourg vs Monaco ------------------------------------------------------------------------Hasil Liga Champions Babak 16 besar, Pertandingan II Tottenham Hotspur vs Juventus 1-2 (Juventus unggul keseluruhan 4-3) Manchester City vs Basel (Manchester City unggul 5-2)

1-2

David Maulana Dkk. Menang Besar atas Filipina Jakarta (Bali Post) Pelatih tim nasional U-16 Fakhri Husaini menyebut kemenangan dengan skor 7-1 atas Filipina pada laga perdana timnya di Grup B Turnamen Jenesys 2018 yang digelar di Jepang, Kamis (8/3) kemarin, tidak diraih dengan mudah. ‘’Meski menang besar, laga ini tidak mudah bagi kami. Selain Filipina tampil kompak, cuaca di sini dingin disertai hujan. Anak-anak pun perlu waktu untuk beradaptasi dengan lapangan dan bola yang digunakan,’’ kata Fakhri dikutip dari laman resmi PSSI di Jakarta, Kamis kemarin. Para pemain timnas U-16 memang bergelut dengan dinginnya suhu cuaca di Lapangan Yamazakura Kirishima Prefektur Miyazaki General Athletic Park saat menghadapi Filipina. Namun, David Maulana dan rekan-rekan tetap tampil penuh semangat, mengendalikan laga dan menguasai bola. Hasilnya, timnas U-16 berhasil menjebol gawang Filipina melalui Sutan Zico (di menit ke-15 dan 83), Yadi Mulyadi (7), David Maulana (31, 64), Komang Teguh (68) dan Amiruddin Bagas (79). ‘’Saya melihat permainan anak-anak sesuai apa yang diharapkan, tampil agresif menyerang dari sejak awal pertandingan. Tim bermain dengan cara kami yaitu operan pendek dan cepat saat melakukan transisi, baik dari menyerang ke bertahan maupun sebaliknya,’’ kata Fakhri. Pelatih asal Aceh itu pun menganggap kemenangan pertama yang diraih timnya bisa mengangkat mental dan kepercayaan diri para pemainnya. Akan tetapi, dia ingin tim tetap fokus dan tidak merayakan kemenangan secara berlebihan. Berikutnya di Turnamen Jenesys (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths) 2018, timnas U-16 akan melawan Kamboja pada Jumat (9/3), pukul 14.00 waktu setempat. (ant)

Liga 1 Dimulai 23 Maret

Jakarta (Bali Post) PT Liga Indonesia Baru memutuskan kompetisi sepak bola nasional Liga 1 2018 akan berlangsung pada 23 Maret yang mempertemukan Persija Jakarta sebagai pemenang Piala Presiden 2018 dengan Bhayangkara FC, juara Liga 1 2017. ‘’Pertandingan pembukaan sesuai dengan kesepakatan bersama akan berada di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Nama kompetisi tetap Gojek-Traveloka Liga 1,’’ kata Direktur Utama PT LIB Berlington Siahaan dalam jumpa pers Rapat Umum Pemegang Saham di Jakarta, Kamis (8/3) kemarin. Dia mengatakan Liga 1 2018 akan diikuti oleh 18 klub sepak bola nasional dari sebelumnya 15 klub sepak bola pada Liga 1 2017. ‘’Kami kedatangan klub baru dari liga 2, yaitu Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan PSIS Semarang,’’ kata Berlington. Kompetisi Liga 1 2018, katanya, akan sempat terjeda menyusul penyelenggaraan Asian Games 2018, Pemilihan Kepala Daerah 2018, dan libur Idul Fitri. ‘’Kami akan melihat jadwal pertandingan lagi pada besok. Jika kompetisi selesai pada 2 Desember, kami akan punya sembilan pekan yang padat dari jadwal ideal kompetisi sebanyak 34 pekan,’’ kata Berlington. Selain jeda karena Asian Games, kompetisi Liga 1 2018 juga akan berlangsung secara bersamaan dengan Piala AFF 2018. ‘’Kami sudah ada pembahasan terkait Piala AFF karena sudah ada permintaan dari klub-klub. Kami akan menggelar pertemuan dengan manajer-manajer klub pada 15 Maret,’’ katanya. Berlington menjanjikan siaran langsung kompetisi Liga 1 2018 menjadi 300 pertandingan dari Liga 1 2017 sebanyak 260 pertandingan selain siaran melalui jaringan internet untuk 124 pertandingan. Kompetisi Liga 1 2018, katanya, masih akan memberlakukan subsidi kepada masing-masing klub Rp 7,5 miliar. PT LIB juga menetapkan kompetisi Liga 2 2018 yang akan diikuti 24 klub sepak bola yang terbagi dua wilayah, yaitu Timur dan Barat. Liga 2 2018 akan berlangsung 7 April hingga 25 November dengan jumlah siaran langsung untuk 62 pertandingan. (ant)

Bali Post/rtr

TERSINGKIR - Gelandang Juventus Sami Khedira (kanan) menenangkan penyerang Tottenham Hotspur Son Heung-min usai pertandingan kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (8/3) kemarin. Tottenham kalah 1-2 dan tersingkir dengan skor keseluruhan 3-4.

Lengah di Fase Akhir London -

Kegagalan Tottenham Hotspur lolos ke perempatfinal Liga Champions dikarenakan melupakan sesuatu di pengujung akhir laga. Pernyataan tegas bek Juventus Giorgio Chiellini itu menggarisbawahi kelengahan klub London Utara itu menghadapi laga penting dan lawan yang mengandalkan keberuntungan dan pengalaman serta dalam kondisi tertinggal. Juventus yang tertinggal setelah Son Heung-min mencetak gol di babak pertama, membalas dengan dua gol beruntun dalam rentang waktu tiga menit di babak kedua untuk meraih kemenangan 2-1 di Stadion Wembley, Kamis (8/3) kemarin. Tuan rumah Tottenham tersingkir dengan skor keseluruhan 3-4 di babak 16 besar di kompetisi tertinggi benua Eropa itu menyusul gol dari duet penyerang Argentina Gonzalo Higuaín pada menit ke-64 dan Paulo Dybala (67). Tottenham disebut-sebut mengalami kebangkitan setelah kedatangan manajer Mauricio Po-

chettino pada 2014, namun klub dengan julukan the Lilywhite itu selalu gagal melewati laga-laga penting dan menentukan. Chiellini yang menjadi bagian dari empat pilar pertahanan Juve menambahkan, timnya meyakini pengalaman menjadi kunci di setiap pertandingan. Dan itu tidak dimiliki Tottenham saat berusaha menjadi tim hebat di Eropa. ‘’Kami menjaga diri tetap tenang dan peluang itu akan datang dengan sendirinya,’’ ujar bek yang telah bermain 175 kali di Liga Champions. ‘’Pengalaman itu penting bagi kami dan kami

menggunakan pengalamanpengalaman tersebut pada laga semalam.’’ Kalimat Chiellini memang tidak sepenuhnya akurat. Namun bila hal itu diucapkan oleh bek berpengalaman dari salah satu klub terhebat di Benua Eropa, maka hal itu tidak boleh diabaikan begitu saja. Pochettino yang belum sekalipun mencicipi gelar bersama Tottenham, mengakui timnya melakukan dua kesalahan yang langsung menguapkan mimpi tampil di babak perempatfinal bersama Liverpool dan Manchester City.

Pada menit ke-64 lini belakang lengah saat gelandang Juve Sami Khedira memberikan umpan sundulan kepala dan Higuain menuntaskan dengan sebuah sepakan yang akurat ke gawang. Tiga menit kemudian giliran Higuain melepaskan umpan terobosan, membelas pertahanan statis Tottenham. Dybala melesat dan meluncurkan bola ke gawang kiper Hugo Lloris. ‘’Dua kesalahan yang membuat kebobolan dua gol,’’ katanya yang mengakui lawannya lebih hebat. ‘’Kami tampil fantastis tapi kalah. Kini kami berusaha berpikir positif untuk masa depan.’’ Ia menolak menyalahkan pemain-pemainnya kurang pengalaman menghadapi pertandingan level tinggi. ‘’Ini bukan kurang pengalaman atau bukan tidak konsentrasi,’’ katanya. Dengan Tottenham mengua-

sai 70 menit pertandingan, itu menunjukkan timnya lebih baik, lebih banyak menciptakan peluang dan mendominasi. ‘’Dalam dua pertandingan kami lebih baik penampilannya. Tapi pada level seperti ini, dalam tiga menit pertandingan menjadi milik Juventus.’’ Kiper Tottenham Lloris mengingatkan rekan-rekannya untuk belajar dari kekalahan ini agar tidak menjadi kemunduran bagi tim. ‘’Sepak bola terkadang memang kejam, itulah pertandingan,’’ katanya yang timnya harus mengakhiri rekor 17 kali pertandingan tak terkalahkan. Tottenham yang menempati peringkat keempat klasemen Liga Inggris, kini masih memiliki peluang meraih gelar di Piala FA. Di babak perempatfinal, Tottenham akan menghadapi Swansea City. (kmb39/rtr)

City Tampil Benar, Benar Buruk

Bali Post/rtr

GIRING BOLA - Pemain Manchesteri City Leroy Sane (kiri) mengejar rivalnya dari Basel Serey Die yang sedang menggiring bola pada pertandingan Liga Champions, Kamis (8/3) kemarin.

Manchester Manajer Manchester City Pep Guardiola tak segan untuk melabeli timnya sendiri tampil benar, benar buruk setelah kalah 1-2 atas Basel pada pertandingan babak 16 Liga Champions, Kamis (8/3) kemarin. Meski kalah, City masih bisa lolos karena unggul keseluruhan 5-2. City yang menang 4-0 di pertemuan pertama di Swiss, bahkan disebut tampil tanpa tujuan pada babak kedua meski melakukan banyak operan. Kekecewaan itu bertambah lengkap karena kekalahan di Stadion Etihad itu menjadi yang pertama kalinya sepanjang setahun terakhir.

Tuan rumah total melakukan 978 operan. Catatan ini menjadi yang tertinggi dalam statistik pertandingan Liga Champions sejak 2003. Tetapi itu belum memuaskan Guardiola. ‘’Di babak pertama masoh cukup bagus. Di babak kedua, kami lupa menyerang, kami juga lupa bermain. Saat melakukan operan, kami bergerak menyerang lawan. Jika hanya melakukan operan saja itu tidak berguna dan babak kedua berjalan benar-benar buruk,’’ jelas Guardiola. Bermain usai memenangkan pertandingan 4-0, memang tidak mudah. Di babak pertama City masih menampakan keinginan untuk menang dengan

menciptakan banyak peluang. ‘’Tapi setelah skor 1-1 di babak kedua, pola itu tidak terjadi. Saat kondisi tersebut berlangsung, itu bukan sepak bola namanya,’’ kritiknya. City memimpin lebih dahulu melalui gol Gabriel Jesus menit ke-7. Namun sepuluh menit berselang, Mohamed Elyounoussi menyamakan skor. Basel memastikan kemenangan lewat gol Michael Lang menit ke-71 setelah memanfaatkan umpan Elyounoussi dan kemudian menaklukkan kiper Claudio Bravo. Hasil itu mengakhiri rekor 36 kali kemenangan kandang City di semua kompetisi. (kmb39/rtr)

Ribuan Penggemar Hadiri Pemakaman Astori Florence Ribuan penggemar dan puluhan pesepakbola mengikuti misa perkabungan di Florence, Kamis (8/3) kemarin, sekaligus menyampaikan selamat jalan kepada kapten Fiorentina dan pemain internasional Italia Davide Astori, yang meninggal dunia secara mendadak pada usia 31 tahun, Minggu lalu.

Meninggalnya Astori mengejutkan dunia sepak bola Italia. Semua pertandingan Liga Italia yang rencananya dimainkan pada Minggu dibatalkan. Baik Fiorentina maupun klub Astori sebelumnya Cagliari mengumumkan bahwa mereka akan memensiunkan nomor punggung 13 milik sang pemain. Prosesi pemakaman dilang-

sungkan di Basilica of the Holy Cross di Florence. Namun karena massa terlalu banyak untuk dapat ditampung di dalam gereja tersebut, maka suara pembawa acara diteruskan via pengeras suara ke halaman yang dipadati para penggemar. Jenazah Astori tiba dengan menggunakan mobil Maserati putih dan para penggemar mengibarkan-ngibarkan bendera klub berwarna ungu dan putih. Mereka juga mengacungkan syal tim berjuluk La Viola itu. Bunga anyelir berwarna putih dan ungu membungkus peti matinya.

‘’Hanya ada satu kapten,’’ demikian nyanyian para penggemar ketika ia dibawa keluar gereja setelah upacaranya. Astori pada musim kesepuluhnya di Liga Italia ditemukan meninggal dunia di kamar hotelnya di Udine, di mana Fiorentina dijadwalkan bertanding melawan Udinese pada Minggu. Diyakini bahwa dia meninggal karena serangan jantung, menurut kantor jaksa Udine. Lahir di Lombardy di utara Italia, Astori menjadi kapten klub Fiorentina itu tahun lalu. ‘’Dia telah dan akan selalu menjadi (warga) Florentine,’’ kata Kardinal Giuseppe Betori Uskup Agung Florence pada khotbahnya.

Pemerintah kota Florence mendeklarasikan Kamis sebagai hari berkabung. Sekolah-sekolah dan kantor-kantor telah diminta untuk melakukan mengheningkan cipta pada pukul 13.00 waktu setempat. Tim Juventus yang baru saja menyelesaikan pertandingan 16 besar Liga Champions melawan Tottenham Hotspur di London, juga menghadiri upacara pemakaman itu. Mantan kapten AS Roma Francesco Totti dan penyerang klub Roma Stephan El Shaarawy juga hadir bersama pelatih terakhir Astori untuk tim nasional Gian Piero Ventura. Astori mencatatkan 289 penampilan di Liga Italia dan telah 14 kali memperkuat timnas. (kmb39/rtr/ant)

MISA - Peti jenazah Davide Astori dibawa keluar dari gereja di Florence, usai misa perkabungan, Kamis (8/3) kemarin.


OLAHRAGA

16

Jumat Pon, 9 Maret 2018

Coki Ikuti Seleksi Ulang Masuk Timnas AG

Denpasar (Bali Post) Karateka andalan Bali Cokorda Istri Agung Sanistya Rani alias Coki harus mengikuti seleksi ulang guna masuk skuad timnas Asian Games (AG). Pasalnya, saat terjadi pergantian tim pelatih timnas, Coki bersama tiga karateka lain pergi dari pelatnas sampai hilang kontak. Ketua Umum Pengprov FORKI Bali Ketut Rochineng, di Denpasar, Kamis (8/3) kemarin menjelaskan, pihaknya menyesalkan Coki bersama tiga karateka pelatnas lainnya dari Jatim dan NTB. ‘’Memang ada empat karateka yang ‘cabut’ dari pelatnas, setelah pergantian tim pelatih di pelatnas,’’ kata Penjabat Bupati Gianyar ini. Padahal, katanya, Coki diproyeksikan berlaga pada ajang Olimpiade Tokyo 2020 mendatang dan pertama kalinya cabor karate dipertandingkan pada hajatan multi-event empat tahunan se-Jagat ini. ‘’Coki harus turun pada Kejuaraan Seri Premier League, guna mendapatkan poin untuk memuluskan mendapatkan tiket tampil pada Olimpiade. Apalagi, Coki masuk peringkat 10 besar di World Karate-do Federation (WKF),’’ kata Rochineng. Dia menyesalkan sikap Coki yang cabut dari pelatnas, hanya gara-gara pergantian pelatih. ‘’Kemungkinan Coki hanya ikutikutan atlet lainnya,’’ terangnya. Setelah cabut dari pelatnas, Coki sempat menghubungi Rochineng, dan pihaknya mencoba menanyakan kepada Sekjen PB FORKI Lomban, seraya mendapatkan jawaban bahwa nama atlet timnas AG sudah dikeluarkan dalam surat keputusan (SK). ‘’Saya mendapat jawaban, jika Coki berniat masuk pelatnas AG, harus melalui seleksi ulang,’’ tuturnya. Rochineng berpesan, semestinya atlet tidak perlu memilih pelatih, karena dari tangan pelatih inilah, lahir karateka andal. ‘’Siapa pun pelatihnya, atlet wajib mengikuti program latihan yang diberikan,’’ jelasnya. Selain Coki, seorang karateka Bali Made Budi Kertyasa juga mengikuti seleksi berjalan, dan hingga kini masih lolos. ‘’Pembentukan tim definitif AG, sekitar Mei atau tiga bulan sebelum pelaksanaan AG. Kami harapkan Coki dan Budi Kertyasa bisa masuk skuad timnas Merah-Putih AG,’’ ucapnya. (022)

Bali Post/022

Coki (kanan) bersama Ketut Rochineng.

Bali Post/ant

PRESTASI - Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) didampingi Menpora Imam Nahrawi (kiri) dan Ketua Umum KONI Tono Suratman memimpin rapat prestasi Asian Games XVIII tahun 2018 di Jakarta, Kamis (8/3) kemarin. Wapres menekankan persiapan Asian Games XVIII tidak hanya pada venue tetapi juga atlet untuk meraih prestasi dan pencapaian target 10 besar.

Indonesia Ditargetkan Raih Minimal 16 Emas Jakarta (Bali Post) -

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Indonesia harus mendapatkan minimal 16 medali emas dalam kontestasi olahraga Asian Games 2018 supaya mencapai target peringkat 10 besar. ‘’Seperti diketahui semua, target yang dikemukakan oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) juga CdM (Chief de Mission) kepada Presiden (Joko Widodo) itu 10 besar. Itu artinya minimum 16 emas, kalau di bawah itu maka kita akan melorot lagi,’’ kata Wapres saat memberikan pengarahan dalam rapat peningkatan prestasi Asian Games di kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta, Kamis (8/3) kemarin. Wapres mengatakan perolehan medali dan peringkat menjadi hal paling penting di antara segala persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018. ‘’Pada ujungnya nanti, orang tidak lagi mengingat acara pembukaan, tetapi yang selalu diingat adalah kita nomor berapa dalam Asian Games ini. Dan itu akan melekat di kepala orang sampai puluhan tahun,’’ ujarnya. Pada pelaksanaan Asian Games ke-17 tahun 2014 di Incheon, Korea Selatan, Indonesia menempati peringkat ke-17 dengan total

perolehan 20 medali, yakni empat medali emas, lima medali perak dan 11 medali perunggu. Sebelumnya, rapat serupa juga digelar di Kantor Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc) pada pertengahan Februari lalu. Dalam rapat tersebut dibahas mengenai evaluasi penyelenggaraan test event serta renovasi lokasi Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, termasuk perbaikan Stadion Gelora Bung Karno pascapertandingan final Piala Presiden 2018. Setelah menyaksikan gelaran

test event atau percobaan sebelum Asian Games beberapa saat lalu, Wapres Kalla selaku Ketua Pengarah Asian Games 2018 mengatakan saat ini persiapan lokasi di Jakarta sudah hampir 90 persen selesai. Optimistis Sementara itu, CdM Asian Games 2018 yang sekaligus Wakapolri Kombes Pol. Syafruddin mengatakan Indonesia optimistis untuk dapat meraih minimal 16 medali emas, mengingat pada saat test event Indonesia berha-

sil meraih juara umum dengan meraih 30 medali emas. ‘’Test event kita juara umum, 30 medali emas. Tapi itu kan hanya diikuti 13 negara. Jadi lebih dari 16 lah,’’ kata Syafruddin. Syafruddin berjanji tim Indonesia siap mencetak kejutan pada 40 cabang olahraga yang digelar dalam Asian Games ke18 itu. ‘’Tidak ada perbedaan di antara cabang olahraga, termasuk sepak bola. Sepak bola tidak boleh pesimistis dan harus percaya diri meraih medali,’’ kata Syafruddin. CdM Asian Games mengatakan optimisme Indonesia untuk merebut 16 medali emas demi mencapai target peringkat 10 di Asia antara lain dapat diraih pada cabang bulu tangkis, angkat besi, dan panahan. ‘’Kami berharap mencetak lebih dari 16 medali emas,’’ ujar Syafruddin. Kontingen Indonesia, lanjut Syafruddin, akan tetap memperjuangkan pembatalan rencana

penghapusan nomor kelas 62 kilogram putra cabang angkat besi dalam Asian Games menyusul nomor itu memberikan peluang medali. ‘’Kami masih menunggu Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang masih berjuang sehingga dia tidak dapat hadir dalam rapat ini,’’ kata Syafruddin yang meyakini upaya Indonesia itu 90 persen akan membuahkan hasil positif. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan kementeriannya akan terus mengawal program pemusatan pelatihan nasional jelang Asian Games guna mencapai puncak penampilan pada Agustus. ‘’Kami tidak puas hanya dengan kejuaraan uji coba Asian Games karena masih ada kejuaraankejuaraan uji coba yang lain. Para atlet saat ini terus digenjot untuk berlatih dan mengikuti uji coba dan pelatihan di luar negeri,’’ tutur Menpora. (ant)

Petenis Anandini Gloria Belum Terbiasa dengan Servis Baru BSB Berambisi Sapu Bersih Putaran Kedua Jumpa Elena di Semifinal Denpasar (Bali Post) Petenis Kadek Anandini Oktavia yang mendapat bye bertemu Kadek Elena di babak semifinal pada turnamen terbuka Piala Wali Kota IX/2018 untuk kategori tunggal putri U-10, di lapangan tenis KONI Bali. Semifinalis lainnya, Putu Widia Santi, melawan Reva Citra Destiarta. Citra Destiarta melaju ke semifinal usai mengalahkan Ni Made Ari Premayanti dengan skor 8-4, Kamis (8/3) kemarin. Sedangkan Widia Santi melaju ke babak empat besar, pascamenang atas Sasmita Ayu 8-4. Kadek Elene melenggang ke semifinal dengan mengalahkan Komang Dian Wahyulia, 8-3. Sementara untuk kategori tunggal putri U-18 yang melaju ke semifinal adalah Desak Cantika dan Gilda Ramadani H. Tercatat beberapa petenis asing juga ambil bagian seperti Sydney Eckstin (AS), Tim Baker (Inggris), Ricardo (Timor Leste), Oliver Johnson (Swedia), Nicolas Ramos (Spanyol), dan Evgheny Tariuc (Moldova). Ketua Panpel Made Sumarsana menyatakan, pihaknya menggelar turnamen terbuka mulai kategori U-10, U-12, U-14, U-16, U-18, sampai plus 18 hingga dewasa, tunggal dan ganda putra dan putri. Tujuannya, untuk menjaring bibit petenis Kota Denpasar, termasuk Bali. ‘’Turnamen yang digelar sampai dengan Minggu (11/3) nanti, melibatkan 133 peserta,’’ ungkapnya. Untuk tunggal putra 18 tahun, petenis yang lolos ke babak delapan besar seperti Agus Satria, IGN Aditya Sambu, Tim Baker, IB Ngurah Adismara P, Suma Indrawan, IB Gede Wisnu Antara, Putu Darmwan, dan Ari Sanjaya DP. (022)

Jakarta (Bali Post) Pelatih ganda campuran Vita Marisa menyebut persoalan servis menjadi salah satu kendala yang menjadi penyebab kekalahan duet Hafiz Faisal/ Gloria Emanuelle Widjaja di putaran pertama Jerman Terbuka 2018. ‘’Kalahnya bukan karena permainan, tapi mereka tidak bisa buka permainan. Soal servis ini memang memengaruhi permainan Gloria. Selama bertahun-tahun Gloria latihan servis dengan patokan rusuk terbawah, dan selama itu tidak pernah ada masalah dengan servisnya,’’ kata Vita dalam pernyataan resmi PP PBSI, Kamis (8/2) kemarin. ‘’Tapi karena takut di-fault jadi dia berusaha servis serendah mungkin dan servisnya jadi tidak sebagus biasanya. Padahal salah satu kekuatan pasangan kita itu di servis. Jadi bisa dibilang ini awal pemicunya mereka tidak bisa tampil maksimal,’’ katanya. Hafiz/Gloria kalah oleh duet Taiwan Wang Chi-Lin/Lee Chia Hsin dengan skor 17-21, 19-21 di putaran pertama turnamen berlabel BWF World Tour Super 300, memang cukup mengejutkan pasalnya pasangan ini merupakan semifinalis di Malaysia Masters 2018. Jika melihat pengalaman dan kekuatan di atas kertas, seharusnya Hafiz/Gloria bisa mengatasi pasangan Taiwan ini.

Bali Post/ist

PUTARAN PERTAMA - Ganda campuran Indonesia Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja yang tersingkir di putaran pertama turnamen Jerman Terbuka 2018. Akan tetapi, aturan baru mengenai batasan tinggi servis 115 cm dari atas permukaan lapangan, ternyata menjadi batu sandungan bagi Hafiz/Gloria dalam pertandingan ini. Sebanyak lima servis Gloria dinyatakan fault oleh hakim servis yang tentunya mengganggu konsentrasi pemain dengan tinggi badan 184 cm tersebut. Dituturkan Vita, di game kedua, servis Gloria tak terlalu banyak dinyatakan salah oleh hakim servis. Ia menginstruksikan Gloria untuk mengukur

tinggi servisnya dengan alat pengukur yang terletak di depan hakim servis. ‘’Habis itu memang tidak difault, tapi posisi tangan Gloria saat servis itu sudah beda, jadinya malah tanggung terus,’’ ucap Vita Vita sendiri memahami sebetulnya ini tidak bisa dijadikan alasan kekalahan, tetapi pada kenyataannya, meskipun mereka sudah latihan dan mempersiapkan diri dengan aturan servis ini, namun tiap hakim servis menurutnya punya sudut pandang yang beda-beda.(ant)

Palembang (Bali Post) Tim voli putra Palembang Bank Sumsel Babel (BSB) berambisi menyapu bersih kemenangan pada lanjutan seri kedua putaran kedua Proliga 2018, 9-11 Maret, di GOR Palembang Sport And Convention Center (PSCC). Direktur Utama Bank Sumsel Babel M Adil saat konferensi pers di Palembang, Kamis (8/3) kemarin, mengatakan sebagai tuan rumah, Palembang BSB akan menghadapi tim Surabaya Bhayangkara Samator, Jumat (9/3), dan Bekasi BVN, Minggu (11/3). Tidak mau mengecewakan di hadapan publik sendiri, anak asuh Samsul Jais ini akan menurunkan skuad terbaik termasuk memainkan dua pemain asingnya yaitu Nemec dan Kolaska. ‘’Target kita menang, hal ini untuk mengamankan final four nanti,’’ katanya. Manajer Palembang BSB Welsar mengatakan, dengan satu kemenangan akan memastikan timnya memegang tiket ke babak selanjutnya. Target sebagai tuan rumah ini pun yaitu menjadi juara pada putaran kedua ini. Materi pemain BSB yang diisi oleh 4 pemain timnas yakni Sigit Ardin (open spike), Bastian (libero), Aji Maulana (setter) dan Ramsil (opposite), diharapkan mampu membawa Palembang BSB juara di musim 2018 ini setelah terakhir kali juara pada 2013 lalu.

‘’Kami mengharapkan dukungan langsung masyarakat untuk menyaksikan tim BSB bertanding,’’ katanya pula. Selain itu, tim juga sudah mengevaluasi permainan terutama pada posisi open spike. Pada putaran pertama lalu BSB hanya mencatat tiga kali kemenangan dan dua kali kalah, kekalahan Palembang BSB saat melawan juara bertahan Jakarta Pertamina Energi dan Surabaya Bhayangkara Samator. ‘’Menghadapi Surabaya Samator kami akan balas kekalahan pada putaran pertama, karena memang target kami paling tidak lolos final four,’’ katanya lagi. Menurut Welsar, kedua pemain asing yang menggantikan Evandro dan Araujo yaitu Nemec dan Kolasca di Proliga 2018 ini cukup baik. Bahkan kedua pemain ini pernah bermain timnas di negaranya, yaitu Brazil dan Slovakia. Direktur Proliga 2018 Hanny mengatakan pada putaran pertama kompetisi Proliga ini, telah menemukan kerangka pemain timnas baik putra dan putri untuk Asian Games 2018. Selain itu, untuk pemain pelatnas yang akan dilakukan training center (TC) pada April nanti, pemain akan dipilih melalui polling pelatih serta penampilan selama kompetisi berlangsung. ‘’Target kami putra 3 besar, putri masuk 8 besar,’’ katanya. (ant)

Daihatsu Astec Terbuka 2018

Ni Putu Wahyu ke Semifinal Tunggal dan Ganda

Bali Post/022

SERVIS - Seorang petenis putri sedang melakukan servis kepada lawannya pada hari pertama turnamen Terbuka Piala Wali Kota IX/2018, di Lapangan Tenis KONI Bali, Kamis (8/3) kemarin.

Denpasar (Bali Post) Pebulu tangkis Ni Putu Wahyu Arisanti (Porwaja Denpasar) melaju ke babak semifinal nomor tunggal dan ganda pemula pada Sirkuit Nasional Dahatsu Astec erbuka 2018, di GOR Lila Bhuana. Pada tunggal putri, Wahyu Arisanti meladeni Mega Sedna (Rimba Raya Banyuwangi), sedangkan di nomor ganda Wahyu Arisanti berpasangan dengan Made Puspa Riastini (Bima Sakti Denpasar) bakal melawan Evengelin Cindy/Hannatasya Fatima (Jaya Raya Jakarta). Ganda putri pemula Wahyu Arisanti/Made Puspa Riastini melenggang ke babak empat besar pascamenaklukkan Sella Amalia (Jaya Raya Winner Surabaya)/

Thalita Ramadhani Wiryawan (Jaya Raya Jakarta) dengan skor 21-5, dan 21-7. Selain itu, pebulu tangkis Komang Anggun (PB Anugerah Denpasar) melaju ke semifinal menantang Annisa fitriani (Nikko Steel Malang). Sedangkan Ni Luh Kadek Diah Arishanti Dewi (PB Anugerah Denpasar) yang turun di tunggal remaja, langkahnya terhenti setelah ditundukkan Mutia Dita A Baroroh (PB Djarum Kudus) dengan skor 21-17, 10-21, dan 10-21. Ketua Panpel Wayan Winurjaya mengemukakan, secara teknik pembinaan klub di Bali tidak kalah dibandingkan luar Bali, terbukti Diah hanya kalah rubber-set. ‘’Kekalahan Diah hanya karena porsi latihan yang

kurang, sehingga Diah hanya kalah fisik,’’ ucap Winurjaya. Ia berharap pebulu tangkis Bali yang melaju ke semifinal bisa lolos sampai ke final. Sementara Zakiah Putri Ardini Salsabila (PB Anugerah Denpasar) yang turun pada tunggal remaja dikalahkan Meilani Wigyantari (PB Djarum Kudus) 13-21, 14-21. Careen (Menang Kalah Sehat Singaraja) juga dikalahkan Livia Yelazaveta Salim Soegiarto (PB Djarum Kudus) 9-21, 19-21. Made Deco Setya Atmaja (Jaya Raya Jakarta) menundukkan IGN Aditya Baskara Yuda (Porwaja Denpasar) 21-8, 22-20, 21-8. Wayan Widhi Adnyana (Menang Kalah Sehat Singraja) menaklukkan Muh. Rafli Putra Pratama (Rajawali Isvill Tangerang) 21-9, 21-14. (022)

Bali Post/ant

PUTARAN KEDUA - Direktur Utama Bank SumselBabel Muhammad Adddil (kedua kiri) didampingi Direktur Proliga Hanny S. Surkatty (kedua kanan), Manager Tim Bank SumselBabel Welsar Lubis (kiri) dan Ketua Panitia Proliga 2018 Seri Kedua Putaran Kedua Bambang Wahyunugroho (kanan) berfoto bersama seusai jumpa pers jelang perhelatan Proliga Bola Voli 2018 Seri Kedua Putaran Kedua di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (8/3) kemarin. Seri kedua putaran kedua Proliga Bola Voli 2018 akan digelar di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) Palembang pada 9-11 Maret 2018.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Pon, 9 Maret 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dbt Admin bs Comp,Teknisi, Pramuniaga Hub.08195140888

B.BP.001.03.18.0000402

Bth Cpt Sales Counter, Ditmptkan di Surabaya & Bali P/W min tmtan SMA/SMK/Sdrjt Tdk sdang Kuliah.Max 25th. Pglmn tdk diutmkan.Gaji+Komisi +Bns penjualan+Insentif. Data Pribadi WA:0852 0728 7777

B.BP.031.03.18.0000373

Dcr 3PRT,3TkKebun,2SatpamHub Villa Ayu Br.Kuwum Kauh 2/21x Kerobokan 4731979/736353

B.BP.154.03.18.0000389

Dcr Accounting untuk Art Shop Lokasi Sanur Hp.081238311096

Dcr: Guru Computer/IT. Min.S.Kom, Pengalaman, Bisa Bhs Inggris. Send CV to jobapplybali@gmail.com

B.BP.004.03.18.0000326

Dcr:Koki Wanita utk rumah di Imam Bonjol Dps. Pengalaman, Pintar masak.Gaji 4jt, SMS/WA:0816571027

B.BP.004.03.18.0000325

Dcri 3 Tenaga Cook Helper,Pria /Wanita utk Resto,081915604004

B.BP.001.03.18.0000361

Dicari Pembantu untuk Villa Jl.Kesambi Gang.Kesambi Indah No.22 Kerobokan,081381302935

B.BP.001.03.18.0000410

Dibthkn Tenaga House Keeping u. Villa Area Seminyak Pribd Baik Pekrj keras.Gj Menarik,CV Krm ke:asavillasproperty@gmail.com Telp.(0361) 4490319

B.BP.001.03.18.0000301

Dibthkn Tenaga IT,Bpglamn Web Design,Good Salary,Kirim CV ke asavillasproperty@gmail.com Telp.(0361)4490319 B.BP.001.03.18.0000302

Dibutuhkan Staf Adm & Customer Service untuk Bali & Surabaya Min D2 B.Inggris,Komp. Etos Kerja Tinggi & Disiplin.Kirim CV ke:hrdsil2011@gmail.com

B.BP.004.03.18.0000384

Dcr Kasir dan Karyawati Spa di Kuta 081907775248

Dcr Kryawn/ti,Sales,Sopir L300 Admin,MinSD-SMA/K081999251555

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.03.18.0000358

ISUZU

Dcr Lls SMK/STM Listrk u/Panel Jl.Buluh Indah 40, 081353223377

Isuzu Elf Mini Bus, Adiputro, 12 Seat, Tahun 2013 Hubungi:0821 4567 6905

B.BP.001.02.18.0001003

Dcr Pegawai Salon Wanita utk di Denpasar Hub.081337025510

B.BP.001.03.18.0000360

Dcr StaffVilla Laki-Laki.Kirim CV ke reservation.kampungcangg u@gmail.com Telp.081805578456 B.BP.166.03.18.0000412

Dcr Stylist & Capster Berpglmn Gj 2,5Jt-3,5Jt Hub.081288668411 Galuh Salon B.BP.154.03.18.0000388

B.BP.031.03.18.0000399

NISSAN

Dicari Pegawai Salon Hub.087760357594

B.BP.001.03.18.0000312

Dicari: Adm,P/W Min SMA Max 30 Th,Marketing P/W Usia Max 35Th punya Kendaraan Sendiri.Gaji UMR.Mampu Bekerja dalam Target Lamaran Kirim Jl.Angsoka Cargo Permai 1 No.11 Tlp.03619073643/087823137218 B.BP.004.03.18.0000407

Dibthkn GRO(Villa Coord) Good Performent, Good English, Good Salary.Telp:0361-4490319.CV to asavillasproperty@gmail.com B.BP.001.03.18.0000303

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

SPA

FOTO COPY

B.BP.001.03.18.0000392

B.BP.001.03.18.0000332

B.BP.154.03.18.0000408

Dcr Sgr Karyawati utk Laundry, Pnglmn/tdk,Wanita,Rajin,Jujur Hub.085739765717/085792458755

B.BP.001.03.18.0000254

Kasir/Admin utk SMK Baru Tamat Gaji Bagus+Bonus2081339575278

Sendok Hotel Bar&Rest Senggigi Lombok,need Rest Mgr/Floor Mgr have exp working in the same field,age 50 years,application can be sent by Email to: sendok.office@gmail.com

B.BP.001.03.18.0000349

B.BP.001.03.18.0000359

B.BP.001.03.18.0000382

Dicari Sopir Pribadi,Rajin, Jujur&Bertanggung jawab. Hub.08123810359/081999587639

B.BP.004.03.18.0000090

Dcr Karyawan Arsitek/Sipil utk Pengawas Lapangan,bhs.Inggris di Gili Air-Lombok.08123997278 Kirim CV:qtutz@rocketmail.com

Dcr Sales,Punya Kendaraan Sndr Gj Menarik.Krm CV ke Jl.Gatsu Barat No.8x Telp:423355/423500

B.BP.001.02.18.0001458

Dicari Segera Admin Wanita Fresh Graduate Telp:085100535516

Kerja diluar negeri, semua usia pasutri 081375409869

B.BP.001.03.18.0000327

B.BP.001.03.18.0000362

Dicari Sales,Wanita max. 40thn Min tmtn SMA,lebih baik bisa Bhs Mandarin, Penmpln mnrik, rjn,jjr,Gj 4/jt brtggjwb, pnmptn Discovery Shopping Mall,Kuta Hub.Lusi 0361-769780

Gardener Villa area Seminyak, Good Perform,Good English,Good Salary.Telp:0361-4490319.CV to asavillasproperty@gmail.com B.BP.001.03.18.0000351

Dibutuhkan Hairdresser,Therapist Berpglman Gaji Bagus, di Kerobokan Hub:081 293 799 814 B.BP.031.03.18.0000128

Dicari Admin Perempuan, Hub: 081239657967/087861340445 B.BP.001.03.18.0000387

Dicari Pengrajin Emas, Syarat: Jujur, Brpglmn,Inisiatif utk Daerah Celuk Hub:081339202872 B.BP.031.03.18.0000398

Innova Thn’2008 Wrna Hitam AsBali KM 136.268 Hub.Ngurah 08123806279 Hrg 110Jt

B.BP.154.03.18.0000391

Toyota Harrier Th’2010 Wrna Hitam Asli Bali KM 45000 (Eks Dokter) Hub Ngurah 08123806279

B.BP.154.03.18.0000390

DIJUAL RUMAH 45/92,Blhbth,SHM,IMB,2KT1KM,Jl 5M,mnmls,525Jt,081339662277BU

B.BP.001.03.18.0000355

Bukit Hijau Jimb LT 125,LB 140 Hub.081338791301/081337283254

B.BP.001.03.18.0000367

Dijual Rumah Kost Jln .Mecutan, Jimbaran,Blkg Kampus Poltek LT 2Are,7Kmr No SMS No Perantara Hubungi:087861418878 (BU)

B.BP.001.03.18.0000348

TOYOTA

Avanza G18 DP 24,2Jt Kredit 5Th Langsung A/N T.087762984309

B.BP.004.03.18.0000370

Djl Avanza G Lux’14 Kond Istmw Hrg 138Jt Hub.08124118228

B.BP.001.03.18.0000363

Djl Tnh Canggu 12A.3,25A.1,25A Tbn 16A Hubungi:087861693357

B.BP.001.03.18.0000295

Jl.Ry.Celuk Sukawati Gyr 17,30 Are BsAmbl Perare 081338791301 081337283254/081237449024

B.BP.001.03.18.0000366

Dijual 336m2 Dpn Pecatu Resort Hrg Nego Hubungi:081805177770 B.BP.001.03.18.0000179

Dijual Tanah Hrg Miring 1,5Are Jl.Sekar Bhuana Siulan H 750 Jt Nego. HP:081999088511 B.BP.001.03.18.0000350

RUPA - RUPA

B.BP.001.03.18.0000353

KONTRAKTOR AdityaDesign Mngrjkn R.Tinggal Vila Ruko Pool IMB081337099764

B.BP.166.03.18.0000411

DISEWAKAN GUDANG Disewakan Gudang di Gn. Andakasa 2unit,Hub:08123876111

ARSITEKTUR B.BP.001.03.18.0000181

RUPA-RUPA Dana 1Hr Cair,BPKB,Srtfkt,KPR 0,5%Hb.430373/74-082236597695

B.BP.001.03.18.0000404

B.BP.001.03.18.0000393

Disewakan Toko 7x9 M. Jln Nusa IndahDenpasar.Hub:08123943787

Gbr.IMB,R.Tinggal,Vila,3D,Ruko Gbr.Rencana,dll. 081337230907

DISEWAKAN RUMAH

*20A Balangan Kav Spesial 40 x 50m 350Jt/A Jln.8m Lingk Villa 800m dr Pantai WA.08123943177

B.BP.001.03.18.0000403

DISEWAKAN TOKO

B.BP.001.03.18.0000375

Over Kon Rmh,Bengkel&Alat,LT 300,LB400,T.Musi,081246095103

B.BP.001.03.18.0000354

Kav 32A murah aspek Perum pgr Jl 5 mtr lok.ramai, 08123979107

DIJUAL VILLA

B.BP.001.03.18.0000368

B.BP.153.03.18.0000409

B.BP.001.03.18.0000371

TABANAN

Djl Villa 6Kmr,Pool/8.75 A, Jl. DewiSri II Rp.25M/088219124095

B.BP.164.03.18.0000405

DIJUAL TANAH

Tnh Swh 18Are 31,5Jt/A Sekar Taji Tabanan Hub.088219124095

B.BP.004.03.18.0000247

Taman Giri Nusa Dua LT 125 LB 160.081337283254/081237449024

BIRO JASA

TOUR

B.BP.166.03.18.0000413

B.BP.001.03.18.0000385

Tnh Kvl di Mengwi 60Jt/A & 125Jt/A,Bs Kredit,087862450004

B.BP.001.03.18.0000245

B.BP.004.03.18.0000300

Djl Tanah 1Are Perumahan Bumi Sasih Astri Gg.Akasia Blok 2C Batu Bulan Hub.081385407186

Hanya Dg595 sdh dpt rmh S.huni Jl.Siulan Penatih, 081558041018

SUZUKI

Splash GL Th 2012 Tgn 1 Silver DK Dps Hub.087862270180

Dijual tanah 14are (1.400 m2) 36mx38m,daerah Ungasan kurang dari 5 menit dari Nirmala Ungasan.Cocok untuk Kost/ Homestay Hub.Eva 081246962379/ 082145355599

Djual Rmh T’54/110,T.Giri Nusa DuaH:08123800352/087862232050

Tanah 1Are Perum Mekar Pemogan Hub.082146606918

APV Arena GX Hitam Th’13 Mulus Low Kilometer.Hub:083119988565

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

B.BP.001.03.18.0000369

Djl Nissan Juke Warna Silver Th 2011 Matic.Hub:08123666158

B.BP.001.03.18.0000264

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.164.02.18.0001461

Jual Kav Gatsu Tmr Jpn.Kuning SB-Strtgs-Jl.8mtr-085935203897 B.BP.001.03.18.0000386

Subak Blaki Batubulan Kangin L.23are,170Jt/are,081338791301 081337283254/081237449024 B.BP.001.03.18.0000365

Tanah 230m2 di Jl Sutoyo Blkg Br.Gemeh Dps Hub.0811399570 B.BP.001.03.18.0000394

Tanah di Jl .Tegal Wangi Sesetan L.430m2 Hub.0811399570 B.BP.001.03.18.0000395

Tnh 7,7A pgr jl Raya ± 2KM dr RS Kasih Ibu Saba 081337561687 B.BP.001.03.18.0000401

Bth Dana Jminkan BPKB B.Ringan Proses Cpat H.081237951356 Sgr B.BP.001.03.18.0000347

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.085337370228 / 412815 B.BP.001.02.18.0001320

Saya Siap Bantu Nyusun Laporan Pajak Tahunan HP:081338344155 B.BP.001.03.18.0000004

KEHILANGAN HlgBPKBNosin:G15AID109153DK 1289KH An.PT.Sutra Trans Traco B.BP.001.03.18.0000328

Hlg Sertifikat SHM No. 7789, SHM No .7790, SHM No .7791 & SHM No. 7792 / 0811389918 B.BP.154.03.18.0000333


18

BANGLI

Jumat Pon, 9 Maret 2018

Sejumlah Usaha Permandian Air Panas Tak Miliki IPAL Diduga Turut Sumbang Pencemaran Danau Batur

Bangli (Bali Post) -

Pencemaran Danau Batur, Kintamani tidak hanya disebabkan aktivitas pertanian dan perikanan masyarakat. Keberadaan beberapa usaha tempat permandian air panas di sekitar danau juga disinyalir turut menyumbang pencemaran danau tersebut.

Bali Post/nan

BANJIR - Kawasan kota Bangli, Kamis (8/3) kemarin dilanda banjir.

Kawasan Kota Kebanjiran Bangli (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur Bangli, Kamis (8/3) kemarin, kembali memicu banjir di wilayah kota Bangli. Banjir yang terjadi ini merupkan kali kedua yang terjadi pascarampungnya perbaikan drainase setempat. Berdasarkan pantauan, sore kemarin, air dari saluran drainase di sebelah timur Bank BNI, kembali meluap. Sampah di saluran drainase juga ikut hanyut ke badan jalan. Kondisi itu membuat para pengendara menjadi terganggu. Kepala Dinas Lingkungan

Hidup Bangli Ida Ayu Yudi Sutha mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan petugas ke lapangan. Selain membersihkan sampah di badan jalan, petugas kebersihan juga membersihkan sampah yang menyumbat saluran drainase. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Bangli I Made Soma menegaskan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar Kota Bangli tidak kebanjiran lagi, salah satunya melakukan normalisasi saluran drainase. Namun, hal itu ternyata belum

mampu menjadi solusi efektif lantaran masih banyaknya warga yang buang sampah ke drainase. ‘’Luapan air akibat sampah yang menumpuk di jaring penangkap sampah yang kita pasang di timur Bank BNI. Karena banyaknya sampah yang numpak di sana, makanya air menjadi tidak lancar mengalir sehingga air meluber ke jalan raya. Tapi kalau tidak diisi penyaring seperti itu, maka sampah bisa saja masuk ke dalam drainase. Dan itu akan tambah parah lagi karena kita akan kesulitan membersihkannya,’’ katanya. (kmb41)

Berdasarkan pantauan, Kamis (8/3) kemarin, dari sebuah permandian air panas di wilayah Seked, terlihat sebuah pipa pembuangan limbah mengarah ke danau. Dari pipa tersebut mengalir limbah cair. Diduga, sebelum dialirkan ke danau, limbah yang dibuang tersebut belum melalui proses pengolahan. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli Ida Ayu Yudi Sutha mengaku akan segera menindaklanjuti informasi itu. ‘’Segera saya perintahkan Kabid yang menangani menuju lokasi,’’ terangnya. Menurut Yudi Sutha, lim-

bah dari kolam permandian boleh dialirkan ke danau apabila sudah diproses melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang disesuaikan dengan standar baku mutu air danau. Limbah dari kolam permandian juga boleh dialirkan ke danau apabila limbah tersebut tidak tercampur sabun, sampo dan zat kimia lainnya. ‘’Apabila kolam permandian tidak menggunakan antiseptik seperti sabun, sampo dan lainnya, boleh. Karena air itu air murni,’’ ujarnya. Dia menjelaskan, jika ditemukan adanya tempat usaha yang membuang limbah mengandung zat berbahaya ke

danau, maka sesuai UU No. 32 Tahun 2009, ada sanksi yang akan dikenakan. Sanksi awal berupa teguran tertulis, dilanjutkan dengan sanksi administrasi atau pencabutan izin. Namun apabila dalam kurun waktu tiga bulan sanksi tersebut tidak dihiraukan, maka dilanjutkan dengan sanksi pidana. Disebutkan Yudi Sutha, dari semua tempat usaha kolam permandian di sekitar Danau Batur, hanya beberapa yang mempunyai IPAL. Tempat usaha tersebut di antaranya Toya Devasya, Natural Hot Spring, Hotel Segara, Resto Apung dan Puri Bening Hayato.

Mengenai kondisi air Danau Batur saat ini, mantan Kabag Ortal tersebut mengatakan, sesuai hasil uji laboratorium terakhir di tahun 2017, air danau Batur berada di kelas III. Sesuai hasil uji lab tersebut, air Danau Batur hanya boleh digunakan untuk pertanian, perkebunan dan peternakan. Untuk memulihkan kondisi Danau Batur dari pencemaran, pihaknya bersama Bupati telah melakukan audensi dan mengajukan proposal penyelamatan Danau Batur. Pihaknya memohon kepada Pemerintah Pusat agar dibantu alat berupa nano bubble generator untuk mengolah air danau agar layak dikonsumsi. ‘’Jumlah alat yang kita mohonkan 10 unit. Kami masih menunggu dari kementerian,’’ ujarnya. (kmb40)

Bali Post/nan

PERTEMUAN - Suasana pertemuan antara aparat keamanan dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Mapolres Bangli, Kamis (8/3) kemarin.

Bahas Pengamanan Nyepi

Polres Gelar Pertemuan dengan Tokoh Masyarakat Bangli (Bali Post) Polres Bangli, Kamis (8/3) kemarin menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Bangli. Pertemuan yang dilangsungkan di Mapolres Bangli tersebut terkait pengamanan hari raya Nyepi. Kapolres Bangli AKBP I G.N. Agung Ade Panji Anom didampingi Dandim 1626/Bangli Letkol CPN. Andy Pranoto mengatakan, Nyepi tahun

OLAH TKP - Polisi saat melakukan olah TKP.

Bali Post/ina

Napi Tewas Gantung Diri Bangli (Bali Post) Warga Banjar Tegal Kelurahan Bebalang, Kamis (8/3) kemarin, digegerkan dengan penemuan jasad pria yang tewas tergantung di tegalan milik warga setempat. Jasad yang diketahui bernama I Wayan Sudarma (23) tersebut merupakan narapidana (napi) Rutan Bangli asal Desa Batur Utara, Kintamani. Jasad korban pertama kali ditemukan warga setempat, I Ketut Sarna (55), sekitar pukul 07.00 Wita. Saat itu Sarna hendak meminjam alat pengasah sabit ke I Gusti Nyoman Wilantara. Di tengah perjalanan, dia melihat celana jeans tergantung di sebuah pohon durian. Setelah

dicek, ternyata orang gantung diri. Dia pun langsung memanggil warga sekitar. Petugas Polsek Bangli yang mendapat informasi tersebut dari warga langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP diketahui bahwa korban merupakan napi Rutan Bangli. ‘’Korban merupakan pendamping dapur,’’ kata Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi. Dijelaskan Sulhadi, sebelum ditemukan tewas, korban sekitar pukul 06.30 Wita sempat ke luar dari rutan untuk mencari daun pisang yang akan digunakan membuat sesajen. Namun korban tak kunjung kembali. Hingga kemudian pihak

Saat Nyepi, RSU Bangli Perlu Jaringan Internet Bangli (Bali Post) – Rencana pemutusan jaringan internet saat hari raya Nyepi tidak sampai mengganggu pelayanan kesehatan di RSU Bangli. Hanya, jika jaringan internet diputus, pihak rumah sakit akan mengalami kesulitan untuk melakukan verifikasi BPJS pasien. Hal itu diungkapkan Direktur RSU Bangli dr. Wayan Sudiana, Kamis (8/3) kemarin. Dikatakan Sudiana, verifikasi BPJS tidak bisa dilakukan secara manual. Pihaknya membutuhkan jaringan internet. Verifikasi ini untuk memastikan pasien masih aktif sebagai peserta BPJS. Jika ada peserta BPJS yang masih menunggak pembayaran, pasien ber-

sangkutan otomatis diblok. ‘’Keteteran kita kalau ada pasien bilang peserta BPJS data ke UGD bawa kartu BPJS, setelah diverifikasi ternyata dia tidak masuk peserta. Ya lolos jadinya,’’ ujarnya. Terkait kendala tersebut, pihaknya sudah menyampaikannya ke BPJS. Menurutnya, persoalan ini tidak hanya dialami RSU Bangli namun juga RS lainnya. ‘’Sekarang tergantung kebijakan BPJS. Karena semua rumah sakit di kabupaten kan juga akan menghadapi hal yang sama. Kami sekarang tinggal menunggu informasi selanjutnya. Mu dah-mudahan ada kebijakan bisa verifikasi manual dulu,’’ terangnya. (kmb40)

rutan mendapat informasi adanya orang gantung diri. Korban merupakan napi yang menjalani masa hukuman selama 1 tahun, 10 bulan, 7 hari atas kasus pencurian. Masa hukuman korban akan berakhir April tahun ini. Mengenai motif korban bunuh diri, Sulhadi mengatakan belum bisa disimpulkan. ‘’Masih didalami, diduga karena banyak utang,’’ kata Sulhadi. Sementara itu, Kepala Rutan Bangli Diding Alpian menyampaikan, sejak 10 bulan terakhir, korban dikaryakan untuk membantu petugas rutan di dapur. Sebelum ditemukan tewas, korban minta izin mencari daun pisang ke kebun warga. (kmb40)

ini bersamaan dengan hari raya Saraswati sehingga perlu mendapatkan atensi khusus. Apalagi, dalam waktu dekat juga bakal dilaksanakan pilgub. Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat Bangli untuk ikut menjaga keamanan saat rangkaian hari raya Nyepi. ‘’Dalam pengamanan Nyepi, kami akan menurunkan personel secara maksimal yang dibantu oleh TNI dalam hal ini dari Kodim 1626/Bangli dan pe-

calang di masing-masing desa. Kami harap brata panyepian dapat berjalan dengan aman dan lancar,’’ ujarnya. Terkait ogoh-ogoh, Panji Anom menegaskan, jangan sampai menyerupai simbol parpol atau paslon dalam pilkada, termasuk menyinggung perasaan orang lain. Dia berharap, pawai ogoh-ogoh di seluruh wilayah Bangli dapat berjalan lancar dan kondusif. ‘’Sekarang ini jumlah ogoh-ogoh yang akan

diarak mengalami penurunan. Jika tahun 2017 sebanyak 344 buah, tahun ini 312 buah,’’ katanya. Sementara itu, Ketua PHDI Bangli I Nyoman Sukra menjelaskan, momen yang patut mendapat perhatian khusus yakni saat pangrupukan terutama ketika pawai ogoh-ogoh. Sekaa teruna yang mengarak ogoh-ogoh diharapkannya menjaga ketertiban dan menaati ketentuan berlaku. (kmb41)


19

Jumat Pon, 9 Maret 2018

Perbankan Kalah Agresif dengan Fintech Jakarta (Bali Post) Laju pertumbuhan industri perbankan terkesan lambat dalam menghadapi perubahan, terutama merespons cepatnya perkembangan fintech. Lembaga jasa keuangan yang mengandalkan teknologi modern dan internet itu dinilai mampu menekan biaya operasional perbankan dan biaya-biaya pendukung lainnya. ‘’Saya lihat bank kalah agresif dengan fintech. Sementara orang perbankan terbiasa nyaman dan tak mau ke luar dari zona nyaman,’’ kata Peneliti dari The Ary Suta Center (ASC) Dr. Ing. Dipl. Inform. Harianto Wijaya dalam diskusi bertajuk ‘’Entering The Digital Era’’ di Kantor ASC, Jalan Prapanca, Jakarta, Kamis (8/3) kemarin. Diskusi juga dihadiri Foaunder The ASC Dr. Putu Gede Ary Suta, mantan Dirut PT Freeport Indonesia Cheppy Hakim dan lain-lainnya. Harianto yang juga seorang Market Education menegaskan mau tak mau, industri harus banyak melakukan perubahan. Hal ini demi terwujudnya efisiensi perusahaan. ‘’Lihat saja, untuk menjaga sebuah ATM dibutuhkan banyak CCTV, sehingga investasinya mahal dan cost-nya cukup tinggi. Begitu juga dengan biaya pengiriman uang untuk mengisi sebuah ATM, karena butuh tenaga keamanan. Jadi ini yang membuat mahal,’’ urainya. Harianto mengakui keberadaan fintech yaitu bisnis

jasa jasa keuangan yang berbasis memanfaatkan perangkat lunak dan teknologi modern, maka biaya-biaya seperti yang disebutnya itu tidak dibutuhkan lagi. ‘’Jelas ini sangat menguntungkan rakyat. Karena kalau biaya operasional bank (BOPO) turun, suku bunga kredit diprediksi juga akan turun,’’ terangnya. Dalam jangka panjang, Harianto meyakini inflasi juga bisa turun. Namun sekarang ini, masalahnya cost of fund-nya masih tinggi. Jadi sulit untuk mencapai tujuan ekonomi tertentu. ‘’Biaya kreditnya tinggi dan akses ke perbankan terbatas, alias tidak merakyat serta hanya dinikmati oleh orangorang tertentu,’’ paparnya. Makanya dengan fintech, Harianto memastikan perkembangan teknologi mampu mempush (menekan) inefisiensi. Dia meminta pemerintah berani men-support fintech ini agar program pemerintah memajukan ekonomi bisa tercapai. Hal yang menghambat perbankan mengadopsi fintech, dikatakan Harianto, karena memang adanya SOP dan sejumlah aturan kehati-hatian perbankan. ‘’Kalau kita sebagai orang IT yang menekankan fintech, bukan soal profitnya, tapi bagaimana efisiensi bisa lebih tinggi,’’ imbuhnya. Sementara mengenai keberadaan nilai tukar Bitcoin yang sudah dilarang pemerintah, Harianto mengatakan me-

DISKUSI - Suasana diskusi bertajuk ‘’Entering The Digital Era’’ di Kantor ASC, Jalan Prapanca, Jakarta, Kamis (8/3) kemarin. ksi kontroversial dan dilarang oleh Bank Indonesia sebagai alat pembayaran yang sah. Namun keberadaan mata uang virtual Bitcoin tetap memenuhi syarat. ‘’Alasannya mata uang ini sulit diperoleh dan jumlahnya sangat terbatas. Selain itu, mata uang virtual ini gampang diverifikasi,’’ ujarnya. Dalam hal ini, ia menilai keberlangsungan nilai tukar Bitcoin lebih tergantung pada faktor emosional. Total Bitcoin yang akan tersedia itu mencapai sekitar 21 juta coin. ‘’Bitcoin terakhir akan dihasilkan di sekitar 2140, jumlah yang

dihasilkan itu berkurang 50% setiap 4 tahun,’’ katanya. Yang jelas, katanya, transaksi Bitcoin dicatat di block (catatan keuangan) secara transparan dan dipegang oleh banyak miner secara desentralisasi. ‘’Hanya identitas pemiliknya saja yang rahasia (dienkripsi),’’ tegasnya. Soal kontroversi Bitcoin, ia menyarankan agar pemerintah tidak melarang teknologi blockchain, karena ini sangat penting sekali. Alasannya, teknologi blockchain sangat besar manfaatnya bagi industri perbankan maupun teknologi

Sesuai Prosedur

WARUNG GLOBAL

Anggota Dewan Mesti Ikut Absen Sidik Jari

SESUAI dengan kesepakatan semua OPD di lingkup Pemkab Gianyar, mulai Maret ini telah dioperasikan absen sidik jari dan wajah, jika ASN (Aparatur Sipil Negara) terlambat kerja akan dikenakan sanksi berupa pemotongan tunjangan kesejahteraan. Topik ini cukup menarik dikomentari dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Kamis (8/3) kemarin. Sebagian besar Kawan Global sangat setuju dengan aturan ini, bukan di Gianyar saja, bukan untuk eksekutif saja, di kalangan anggota dewan juga perlu untuk meningkatkan kedisiplinan. Lalu apa saja usulan lain yang disampaikan oleh Kawan Global, berikut rangkuman selengkapnya. Pemotongan tunjangan kesejahteraan ASN ini bisa jadi dorongan untuk lebih rajin lagi dan meningkatkan kedisiplinan, demikian Ketut Teken di Sesetan. Katanya, zaman sekarang harusnya cukup bersyukur apalagi sebagai ASN, gaji besar, dapat tunjangan, pensiunan juga. Febri di Denpasar menyarankan selain absen, kontrol langsung lebih penting. Pemerintah selalu menyerukan revolusi mental, ya… harus dibarengi dengan tindakan nyata juga. Menurut Wayan Gama di Singaraja dan Lilis di Tabanan, potongan tunjangan kesejahteraan mestinya lebih besar lagi persentasenya. Kalau hanya 2-3 persen, tergolong rendah, tidak memberikan efek jera bagi ASN yang suka lembat kerja. Bukan hanya di Gianyar, mereka menyarankan aturan

dan sanksi ini diberlakukan bagi seluruh ASN di Indonesia. Karena seharusnya kedisiplinan seperti itu. Bukan hanya ASN, sebaiknya berlaku untuk wakil rakyat juga, demikian usulan Arya di Denpasar. Selain tetap melakukan kontrol terhadap kinerja para ASN karena meskipun datang tepat waktu, tetapi tidak bekerja, percuma saja. Sebagai pedagang di salah satu pasar di Tabanan, Fera sering melihat oknum ASN berbelanja di pasar menggunakan pakaian dinas, biasanya pagi hari. Untuk itu, ia mengusulkan penting dilakukan sidak ASN yang berkeluyuran ke pasar-pasar. Beratayasa di Sangeh setuju jika ASN harus meningkatkan kedisiplinannya. Seperti di swasta, jika sudah absen, masuk kantor, bekerja, tidak bisa keluar lagi. Sistem ini perlu ditiru oleh pegawai

di kalangan pemerintahan. Kontrol kinerja dengan CCTV juga tak kalah penting, begitu pula dengan penerapan sanksinya. Diberikan SP 1, SP 2 dan dipecat sehingga memberikan efek jera, jangan ada mutasi lagi. Ia berharap agar seluruh ASN ini menunjukkan profesionalisme. Budiada di Tabanan juga demikian. SDM yang pofesional, selain berkinerja baik, juga punya rasa malu, dalam artian kalau tidak bekerja, mestinya malu menerima gaji. Bukan hanya di Gianyar, tapi di seluruh pemerintahan di Bali. Melalui facebook, Made Jujur menanyakan apakah pemotongan tunjangan ini hanya berlaku untuk ASN yang lambat kerja saja? Lalu bagaimana dengan yang rajin kerja, apakah juga akan diberikan penghargaan misalnya berupa kenaikan tunjangan. (sikha)

Tanpa Koordinasi Dari Hal. 1

Tamba juga mempertanyakan kenapa pemerintah memilih Bank Dunia untuk melakukan kajian, tanpa berkoordinasi dengan Pemprov Bali. Hal itu juga diakui Gubernur Bali Made Mangku Pastika, bahwa pihak Bank Dunia selama ini tidak pernah meminta pendapatnya selama melaksanakan studi atau penelitian. ‘’Saya belum pernah diajak bicara tentang penelitian yang dilakukan Wolrd Bank. Makanya, saya mau tanya itu,’’ kata Mangku Pastika saat memberikan keterangan pers, Rabu (7/3) lalu. Karena itu, DPRD Bali berencana memanggil Bank Dunia untuk diajak dengar pendapat mengenai penunjukan dan hasil kajiannya mengenai Bandara Buleleng.

‘’Bank Dunia tidak tahu mengenai alam Bali, sehingga hasilnya menyimpang dari harapan masyarakat,’’ bebernya. Jika memang kajian yang dilakukan PT BIBU dan pemerintah di Bali tak sesuai dengan keinginan pusat, Tamba mendesak agar dilakukan kajian ulang dengan melibatkan kalangan yang berkompeten, termasuk unsur-unsur di Pulau Dewata. ‘’Kalau bandara ini gagal, kita jangan bicara lagi bercita-cita menciptakan keseimbangan Bali Utara dengan Bali Selatan,’’ tegasnya. Sementara itu, Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) mengaku belum tahu masalah kajian yang dilakukan Bank Dunia yang bekerja dengan pihak Unud. Bila memang

Beri Saran

Dari Hal. 1

‘’Padahal bangsa ini sangat kekurangan peneliti. Dari awal saya telah memberi saran kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, agar membuat kajian pemetaan aparatur negara. Artinya, reformasi birokrasi harus secara tepat memperhitungkan mana aparatur yang harus dipangkas, mana yang harus dipertahankan dan diprioritaskan untuk kepentingan pembangunan,’’ ucap Ketua Umum PDI Perjuangan ini. Menurut Megawati, tidak ada salahnya jika aturan tersebut ditinjau kembali. ‘’Apalagi saat ini kita sedang

berupaya membangun Science Based Policy,’’ imbuhnya. Ke depan dengan sudah diputuskannya MEA, Megawati mengaku khawatir suatu saat, justru profesor-profesor terbaik di negeri ini dibawa pergi ke negara lain untuk menjadi peneliti-peneliti yang baik. ‘’Bagaimana kalau seperti demikian? Saya sengaja menyentuh persoalan ini untuk bisa didengar seluruh peneliti, profesor dan pejabat yang ada. Jangan diputuskan sesuai umur,’’ tegasnya. Rektor IPDN Prof. Ermaya Suradinata menjelaskan, pemberian gelar Doktor Honoris Causa dilakukan setelah tim promotor mempelajari dan menilai dengan seksama gagasan, prestasi, jasa yang

kerja sama dilakukan dengan Unud, seharusnya sudah mendapat laporan terkait hal tersebut. Namun, sampai saat ini belum mendapat laporan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unud. ‘’Saya belum mendapat laporan dari LPPM. Coba saya cek dulu biar tidak salah. Semua penelitian harusnya melalui satu pintu, yaitu LPPM,’’ ujarnya. Dihubungi terpisah, Ketua LPPM Unud Prof. Dr. dr. I Gede Rai Maya Temaja, M.P. juga mengaku tidak tahu. Selama ini LPPM tidak pernah melakukan kerja sama bersama World Bank terkait bandara di Buleleng. ‘’Saya kurang tahu itu. LPPM tidak ada melakukan kerja sama untuk itu,’’ katanya. (kmb23/ kmb)

luar biasa dari Megawati selama menjadi Presiden ke-5 RI. Setidaknya ada 9 gagasan, prestasi dan jasa Megawati yang menjadi dasar pemberian gelar kehormatan ini. Antara lain mendorong penataan pemerintahan yang baik melalui dukungan terhadap amandemen konstitusi UUD 1945 dan menggagas perlunya koridor desentralisasi dalam bentuk grand design otonomi daerah. ‘’Dalam forum berwibawa ini, tim promotor mempunyai alasan yang kuat untuk meganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Politik dan Pemerintahan kepada Ibu Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri,’’ kata Prof. Ermaya. (kmb4)

finansial (financial technology/ fintech). ‘’Dengan teknologi ini, maka kedua industri keuangan tersebut dapat dengan mudah melakukan verifikasi dan transaksi pembayaran,’’ ungkapnya. Kendati demikian, Harianto tidak membantah banyak pihak masih meragukan kehandalan teknologi blockchain. Pasalnya, teknologi ini berkaitan erat dengan mata uang virtual alias cryptocurrency. ‘’Di samping itu, teknologi blockchain juga kerap diragukan validitasnya. Padahal, teknologi blockchain sebenarnya cukup valid dan aman,’’ tandasnya. (kmb4)

Dari Hal. 1

Terhadap adanya permintaan terdakwa dan Fredrich itu, dokter Alia tetap menghubungi dokter Hafil meminta persetujuan rawat inap terhadap Novanto, namun dokter Hafil menyatakan agar tetap sesuai prosedur yang ada, yakni melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) terlebih dahulu untuk dievaluasi dan nantinya bisa dirujuk ke dokter spesialis oleh dokter yang bertugas di IGD. ‘’Selain itu, dokter Alia menyampaikan kepada dokter Michael Chia Cahaya yang saat itu bertugas sebagai dokter jaga di IGD bahwa akan masuk pasien terdakwa yang bernama Setya Novanto dengan diagnosis penyakit hipertensi berat,’’ ungkap Kresno. Rawat Inap Pada sekitar pukul 17.00 WIB, Fredrich memerintahkan stafnya dari kantor advokat bernama Achmad Rudiansyah manghubungi dokter Alia untuk melakukan pengecekan kamar VIP di RS Medika Permata Hijau yang sudah dipesan sebelumnya untuk Novanto dan selanjutnya sekitar pukul 17.45 WIB Rudiansyah dan dr. Alia melakukan pengecekan kamar VIP 323 yang sudah dipesan tersebut. ‘’Sekitar pukul 17.30 WIB terdakwa juga datang ke RS Medika Permata Hijau menemui dr. Michael di ruang IGD meminta dibuatkan surat pangantar rawat inap atas nama Setya Novanro dengan diagnosis kecelakaan mobil, padahal saat itu Novanto sedang berada di Gedung DPRRI barsama Reza Pahlevi dan Muhammad Hikman Mattauch (wartawan). Atas permintaan tarsebut dr. Michael menolak,’’ jelas jaksa. Dokter Michael menolak karena untuk mangeluarkan surat pengantar rawat inap dari IGD harus dilakukan pameriksaan dahulu terhadap pasien. Selain itu, Fredrich

juga menemui dokter Alia untuk melakukan pengecekan kamar VIP 323 sekaligus meminta kepada dokter Alia agar alasan masuk rawat inap Novanto yang semula adalah penyakit hipertensi diubah dangan diagnosis kecelakaan. ‘’Sekitar pukuI 18.30 WIB, terdakwa datang ke RS Medika Permata Hijau menemui dokter Michael, menanyakan keberadaan Setya Novanto di ruang IGD yang dijawab bahwa Setya Novanto belum datang dan hanya Fredrich selaku pangacara Setya Novanto yang datang meminta surat pangantar rawat Inap dari IGD dengan keterangan kecelakaan mobil namun ditolak dokter Michael karena dia belum memeriksa Setya Novanto,’’ ucap jaksa. Terdakwa kemudian membuat surat pengantar rawat inap manggunakan form surat pasien baru IGD, padahal dia bukan dokter jaga IGD. ‘’Pada surat pengantar rawat inap itu, terdakwa menuliskan diagnosis hipertensi, vertigo dan diabetes melitus sekaligus membuat catatan harian dokter yang merupakan catatan hasil pemeriksaan awal terhadap pasien padahal terdakwa belum memeriksa Novanto dan tidak pernah mendapatkan konfirmasi dari dokter yang menangani Setya Novanto sebelumnya di RS Premier Jatinegara,’’ kata jaksa. Sekitar pukul 18.45 WIB, Novanto tiba di RS Medika Permata Hijau dan langsung dibawa ke kamar VIP 323 sesuai dengan Surat Pengantar Rawat Inap yang dibuat terdakwa. Terdakwa lalu memerintahkan Indri Astuti (perawat) agar surat pengantar rawat inap dari IGD yang telah dibuatnya dibuang dan diganti baru dengan surat pengantar dari Polri yang diisi oleh dr. Bimanesh untuk pendaftaran pasien atas nama Setya Novanto di bagian administrasi rawat inap, padahal sore itu bukan jadwal praktik terdakwa. ‘’Terdakwa juga menyam-

paikan kepada Indri Astuti agar luka di kepala Setya Novanto untuk diperban sebagaimana permintaan dari Setya Novanto. Terdakwa juga memerintahkan Indri Astuti agar Setya Novanto pura-pura dipasang infus, yakni sekadar hanya ditempel saja, namun Indri tetap melakukan pemasangan infus menggunakan jarum kecil ukurun 24 yang biasa dipakai untuk anak-anak,’’ kata jaksa Moch Takdir Suhan. Setelah Setya Novan to dirawat inap, Fredrich memberikan keterangan di RS Medika Permata Hijau kepada wartawan seolaholah tidak mengetahui kecelakaan mobil yang dialami Setya Novanto dan baru mendapat informasi Setya Novanto dirawat inap di RS Medika Permata Hijau dari Reza Pahlevi. Padahal sebelumnya Fredrich lebih dahulu datang ke RS Medika Permata Hijau untuk mengupayakan Setya Novanto dirawat inap karena kecelakaan. ‘’Fredrich juga memberikan keterangan kepada pers bahwa Setya Novanto mengalami luka parah dengan beberapa bagian tubuh, berdarah-darah serta terdapat benjolan pada dahi sebesar bakpao, padahal Setya Novanto hanya mengalami beberapa luka ringan pada bagian dahi, pelipis kiri dan leher sebelah kiri serta lengan kiri,’’ ungkap Takdir. Sekitar pukul 21.00 WIB, penyidik KPK datang ke RS Medika Permata Hijau mengecek kondisi Novanto, yang ternyata tidak mengalami luka serius, namun Fredrich menyampaikan bahwa Setya Novanto sedang dalam perawatan intensif dari terdakwa, sehingga tidak dapat dimintai keterangan, sedangkan terdakwa malam itu juga mematikan telepon selulernya sehingga tidak dapat dikonfirmasi oleh penyidik KPK. ‘’Fredrich juga meminta Mansur (satpam RS Medika Permata Hijau) agar menyampaikan ke penyidik

Bidang Adat

Dari Hal. 1

‘’Ke depan memang program yang diprioritaskan yakni di bidang adat, agama, seni dan budaya. Artinya, desa adat yang ada di Bali ini semuanya harus punya gamelan. Itu kan kita harus lihat produksinya,’’ jelas Koster. Ke depan, ia ingin agar home industry seperti ini bisa lebih berkembang. Untuk itu, pemda harus hadir memberikan dukungan baik dari sisi permodalan, akses untuk mendapatkan bahan baku dan juga pemasaran. ‘’Yang lebih penting adalah keuntungan yang didapat bisa lebih besar. Gamelan ini dikerjakan selama minimal tiga bulan, untung kotor cuma Rp 15 juta. Misalnya dikerjakan sepuluh orang

sebulan per orang hanya Rp 500 ribu. Ini harus ditingkatkan,’’ tegasnya. Minimal, kata Koster, perajin bisa mengantongi keuntungan sebesar 25 persen. Ia pun punya jurus jitu untuk meningkatkan pendapatan itu. Ada beberapa hal yang menurut Koster bisa mengatrol keuntungan harga jual kerajinan gamelan yang diproduksi di sini. Pertama, gamelan yang diproduksi bahan materialnya cukup bagus. Kedua, nilai kerajinannya cukup tinggi. Ketiga, waktu pengerjaannya memakan waktu yang cukup lama. Keempat, industri ini harus memiliki kemampuan spesifik. ‘’Maka mesti dihargai. Pemerintah daerah harus memikirkan regulasinya untuk melindungi ini. Ke depan, akan dijadikan sebagai

salah satu model perlindungan industri rakyat berbasis budaya, di sentra-sentra, dibuatkan perdanya, supaya hasil penjualannya lebih bernilai untuk meningkatkan kesejahteraan perajin. Yang juga perlu ditangani adalah hak paten. Merek juga perlu. Kalau sudah dipatenkan, nilai jualnya lebih tinggi lagi. Ini hal-hal yang perlu dilakukan pemerintah untuk melindungi kearifan lokal seperti ini, termasuk para pekerjanya,’’ kata Koster memaparkan. Koster juga menyempatkan diri mengunjungi tempat pemindangan ikan Kusamba. Koster ingin melihat dari dekat bagaimana proses pemindangan ikan dilakukan. Koster mendengarkan dengan baik penjelasan Ni Ketut Sutarmi men-

Pecahkan Kaca

Dari Hal. 1

Kemudian pelaku memecahkan kaca dengan batu kali, menumpukkan kursi plastik dan patung Bunda

Maria di tengah ruangan dan membakarnya. ‘’Setelah melakukan aksi perusakan dan pembakaran itu, pelaku melarikan diri dan masyarakat sekitar ge-

reja setelah mengetahui aksi tersebut langsung ke TKP membantu menyiram api sehingga kebakaran besar bisa dihindari,’’ katanya. Gereja yang dirusak oleh

KPK untuk meninggalkan ruang VIP di lantai tiga yang sebagian kamarnya sudah disewa keluarga Setya Novanto dengan alasan mengganggu pasien yang sedang beristirahat,’’ ungkap Takdir. Pada 17 November 2017 sekitar pukul 09.00 WIB, terdakwa ditemui Fredrich di ruangan dokter di lantai dua gedung RS Medika Permata Hijau membicarakan persiapan konferensi pers yang selanjutnya terdakwa sampaikan kepada media di salah satu ruangan RS Medika Permata Hijau mengenai tindakan rawat inap yang terdakwa lakukan terhadap Novanto, padahal saat itu terdakwa belum mendapat persetujuan dari pihak manajemen RS Medika Permata Hijau. Kemudian pada 17 November 2017, penyidik KPK hendak melakukan penahanan Setya Novanto setelah sebelumnya berkoordinasi dengan tim dokter di RS Medika Permata Hijau yang secara bergantian memeriksa kondisi Setya Novanto. ‘’Namun, Fredrich menolak penahanan tersebut dengan alasan tidak sah karena kliennya sedang dalam kondisi dirawat inap, padahal setelah Setya Novanto dirujuk dari RS Medika Permata Hijau ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan diperiksa oleh tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), disimpulkan bahwa dia dalam kondisi layak untuk menjalani pemeriksaan penyidikan oleh penyidik KPK dan tidak perlu rawat inap,’’ ujar Takdir. Selanjutnya Novanto pun dapat dibawa dari rumah sakit ke kantor KPK untuk dimintai keterangan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan KPK. Terhadap perbuatan tersebut, Bimanesh didakwa dengan Pasal 21 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP. (ant)

genai proses pemindangan. ‘’Ikannya tidak semua dari nelayan sini, Pak. Ada juga yang didatangkan dari Karangasem,’’ jelasnya. Koster kemudian berkeliling melihat lebih jauh tempat tersebut. Dari penjelasan Ni Wayan Seki, bahwa ibu-ibu yang tengah sibuk bekerja merupakan karyawan belaka. ‘’Tempatnya yang punya ada bosnya, nyewa ke desa adat. Saya hanya pekerja di sini,’’ ujarnya. Koster menilai lokasi pemindangan tersebut perlu diperhatikan sanitasi dan kebersihannya, termasuk tempat pembuangan limbah. ‘’Pemindangan ini perlu dikembangkan agar lebih higienis dan modern, sehingga kualitas ikan pindang yang dihasilkan lebih baik,’’ pungkasnya. (kmb)

sekolompok orang tidak dikenal itu baru selesai direnovasi dan diresmikan pemakaiannya kembali pada Minggu (4/3) oleh Uskup Palembang. (ant)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Jumat Pon, 9 Maret 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

Inspirator I Putu Agus Adi Tanaya

Pilih Wirausaha

DESAIN - Salah satu desain arsitektur I Putu Agus Adi Tanaya.

Bali Post/ist

MEMILIH bekerja sendiri ketimbang bekerja di perusahaan milik orang lain tentu lebih berat karena harus siap memikirkan segala konsekuensi bisnisnya. Namun, jika ditekuni dengan serius, wirausaha bisa menjadi pilihan yang mendatangkan keuntungan dan kepuasan diri. Seperti yang dilakoni I Putu Agus Adi Tanaya (39). Ia adalah seorang konsultan arsitek dan konstruksi. Pria kelahiran 30 November ini merupakan lulusan Arsitek Universitas Udayana pada 2002. Usai mengikuti pendidikan, ia bekerja pada seorang arsitek Prancis. Banyak ilmu yang ia dapatkan selama bekerja. Seperti improvisasi, cara membuat desain, cara menyelesaikan masalah. Pikirannya juga terbuka bahwa pendekatan budaya menjadi penting dalam membuat desain dan melayani klien. “Karena secara taste, teknikal dan detail kita tidak kalah dengan orang luar,” tandasnya. Selama tiga tahun ia menjadi karyawan. Namun di 2005, Adi memutuskan keluar dan mandiri membuka usaha arsiteknya sendiri. Nyatanya, perjalanan menjadi wirausaha tidaklah mudah. Banyak tantangan yang dihadapi di samping persaingan dengan banyaknya arsitek asing yang ada di Bali. Tren desain bangunan juga selalu berubah-ubah.

Tahun 2005-an tren minimalis menjadi pilihan masyarakat. “Kalau sekarang lebih ke tren industrialis,” ucapnya. Perubahan tren masyarakat itu, mau tidak mau menjadi referensi dalam desain. “Tapi tetap mengedepankan idealisme tanpa mengabaikan keinginan klien,” pungkasnya. Selain itu, ia menilai tidak mudah berbisnis di properti. Karena properti sangat rawan dengan isu-isu keamanan, ekonomi, dan bencana alam. Pada tahun 2011, pria asal Buleleng ini berhasil mendirikan konsultan arsitek ATAR (PT Adi Tanaya Architects). Adi banyak menerima proyek hotel, vila, resort dan restoran di Bali. Ia mengatakan pada 2015 hingga 2017 merupakan situasi yang sulit bagi kalangan arsitek, kontraktor dan pengembang. Karena saat itu properti sedang lesu dengan terjadinya pelemahan ekonomi global. Tahun 2017, bisnis properti di Bali lebih diperparah lagi dengan kondisi Gunung Agung yang aktif. “Tahun 2017 itu benar-benar puncak kelesuannya,” ungkapnya. Namun ia tetap bertahan di tengah guncangan itu. Bahkan belum lama ini, ia mendapat proyek “Wulla Beach Resort” di Sumba Timur. “Tapi tidak menutup

Bali Post/asa

kemungkinan kita juga menerima proyek pemerintah,” kata Ketua Bidang VI Infrastruktur Perhubungan dan Properti BPD HIPMI Bali dan Sekjen Bali Golf Club itu. Sejak awal berwirausaha, ia berkomitmen bahwa kepuasan klien yang utama. Yang menjadi keinginan klien selalu menjadi acuannya dalam membuat desain. Namun, ide-idenya tetap ia sumbangkan ke klien demi hasil karya yang indah. “Siapa yang akan tinggal di situ. Bagaimana membuat bangunan nyaman ditempati penghuninya. Jadi mendengar keinginan klien dan memasukkan ide-ide kita,” ungkapnya. Itulah sebabnya, karyanya lebih banyak diminati ekspatriat. Bahkan 90 persen kliennya adalah orang asing dan ekspatriat. (may)

Remix Lagu ”Pacar Selingan”

”Nyungsang” Segera ”Hantui” Masyarakat Bali

NYUNGSANG - Sutradara film ‘‘Nyungsang’’ bersama Rektor IKIP Bali, penulis naskah, dan pemain film melakukan foto bersama usai menggelar jumpa pers di Kantor IKIP Bali.

Bali Post/ist

Duo Embul

Penuh Mistik

Kehidupan sosial masyarakat Bali yang kental dengan konsep rwa bhineda, serta ajaran pangiwa tengen atau ilmu hitam dan putih saat ini terkikis oleh kemajuan teknologi serta pemikiran orang yang semakin moderat. Namun di sisi lain, konsep ilmu pangiwa (hitam atau aliran kiri) itu diakui dan diyakini masih berkembang saat ini di sejumlah daerah di Bali, termasuk di Kota Denpasar yang merupakan kota metropolitan. Untuk melestarikan budaya tersebut, Komang Indra Wirawan yang akrab disapa Komang Gases bersama sejumlah rekannya, mengangkat “ilmu pangiwa” itu ke dalam konsep film horor. Dengan menggandeng IKIP PGRI Bali, Komang Gases, dkk. menelorkan film “Nyungsang”. Kisah film ini diambil dari kisah nyata dari pewaris ilmu pangiwa yang ada dalam lingkungan sosial masyarakat. Kebudayaan pangiwa atau pangeleakan itu divisualisasi sekaligus dijadikan ajang edukasi dalam hal pelestarian budaya. “Spirit film ‘Nyungsang’ ini adalah memunculkan kembali kebudayaan pangiwa,” jelas Komang Gases selaku sutradara dan produser didampingi Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, bersama ketua yayasan dan penulis naskah film “Nyungsang”, Kamis (8/3) kemarin. Lanjut dia, tradisi budaya dalam khasanah Bali dalam masa lalu masih tetap dibudayakan. Dia berpandangan, di balik dunia sekala ada dunia niskala yang selalu berdampingan. Sehingga untuk memperdalam film “Nyungsang” ini, crew film juga menggali beberapa lontar yang kemudian dipelajari dan dikombinasikan dengan karya sastra sehingga tidak jauh menyimpang dari ilmu pangiwa yang memang ada di Bali. Dijelaskannya, fenomena yang terjadi saat ini, walau rada-rada takut dan bahkan dibilang seram, kebanyakan orang suka dengan sesuatu hal yang seram, mistis, yang berkaitan dengan dunia niskala. Hal ini juga memicu Komang Gases dkk. untuk menciptakan sebuah karya yang diramu sedemikian rupa yang diambil dari kisah nyata. “Nyungsang Ini bukan soal bayi baru lahir. Namun cenderung sebuah ilmu yang dilakoni dalam kehidupan sosial masyarakat. Seperti nenek ‘memakan’ cucunya, pangeleakan, serta adanya ilmu turunan yang tanpa disadari diwarisi oleh anak cucunya,” jelas sutradara yang juga Ketua Yayasan Gases Bali itu. Didampingi sejumlah artis dan aktor serta Rektor IKIP PGR Bali, Komang Gases menceritakan bahwa saat syuting atau pengambilan gambar film ini banyak peristiwa mistik terjadi. Tidak hanya dirasakan oleh pemain, perangkat yang dipakai syuting juga ikut diganggu. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta yang ikut menjadi aktor dalam film “Nyungsang” itu juga merasakan hal mistis saat syuting di Pejeng, Gianyar. Hal yang sama juga dialami pemain lainnya. Dan rasa takut tersebut terobati dengan clearnya pembuatan film bertajuk film horor itu. Ribuan masyarakat Bali yang mendengar kisah “Nyungsang” sudah penasaran melihat keseruan Gek Arie, Hai Puja Banana dkk. dalam memerankan lakon mereka. Film yang akan “menghantui” masyarakat Bali ini akan diputar perdana pada 29 Maret di Denpasar Cineplex. (asa)

I Putu Agus Adi Tanaya

Bali Post/rtr

PERINGATAN - Keluarga para penumpang pesawat MH370 memegang lilin dalam peringatan empat tahun hilangnya pesawat Malaysia Airlines itu di Kuala Lumpur, Malaysia, 3 Maret lalu.

Malaysia akan Rilis Laporan MH370

Kuala Lumpur (Bali Post) -

Laporan terkait investigasi hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 akan dirilis setelah pencarian pesawat itu berakhir. Demikian dikemukakan pejabat berwenang pada Kamis (8/3) kemarin, empat tahun setelah pesawat nahas itu hilang. Pesawat MH370 yang membawa 239 orang hilang pada 8 Maret 2014 silam saat melakukan perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing. Hilangnya pesawat itu menjadi salah satu misteri dunia penerbangan yang belum terpecahkan. Pada Januari, Malaysia menyepakati pembayaran sebesar 70 juta dolar AS pada sebuah perusahaan AS, Ocean Infinity, jika perusahaan itu berhasil menemukan pesawat yang hilang. Pencarian berakhir pada akhir Juni. Keputusan melibatkan Ocean Infinity dalam pencarian setelah Australia, Cina, dan Malaysia mengakhiri pencarian yang tidak membuahkan hasil dan menghabiskan 159,38 juta dolar AS.

Pencarian dilakukan sepanjang 120 ribu kilometer persegi di kawasan Samudera India pada tahun lalu. Meskipun saat itu penyelidik menyatakan target area berada sekitar 25 ribu kilometer persegi sebelah utara. “Jika pesawat ditemukan, tim akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata pernyataan yang dirilis kemarin. Namun, lanjut pernyataan itu, jika pesawat tidak ditemukan dan sebuah keputusan untuk tidak melanjutkan pencarian diambil, tim akan merilis laporan lengkap terkait pencarian dalam beberapa bulan ke depan.” Sejumlah puing pesawat ditemukan di Samudera India dan perairan sebelah timur Afrika.

Upaya-upaya untuk mengumpulkan puing itu sedang berlangsung. Tiga patahan sayap pesawat dikonfirmasi merupakan bagian dari pesawat yang hilang. Sementara sisanya, termasuk perlengkapan interior kabin, hampir dipastikan merupakan bagian dari MH370, demikian pernyataan penyelidik. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menekankan bahwa Malaysia berkomitmen untuk menemukan pesawat itu. “Kami mendorong komunitas penerbangan global untuk mengambil langkah-langkah agar lalu lintas penerbangan lebih aman,” katanya dalam akun Twitter resminya kemarin. (iah/rtr)

LPD Kekeran

Kelola PAM Desa LPD Desa Ada Kekeran, Desa Selanbawak Marga berdiri sejak tahun 1988. Keberadaan LPD ini selain ikut menopang perekonomian dan pembangunan di Desa Adat Kekeran juga membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga dengan mengelola layanan PAM Desa. Hingga saat ini sudah ada sebanyak 640 nasabah yang dilayani LPD Desa Adat Kekeran. Bendesa Adat Kekeran Nyoman Teleng mengatakan pada awalnya LPD Desa Adat Kekeran hanya memberikan layanan simpan pinjam. Namun sejak tahun 2013, LPD mulai mengambil alih pengelolaan Pam Desa dari Desa Dinas. “Karena Desa Dinas merasa tidak mampu menjalani layanan ini, dialihkan ke Desa Adat yang mana pengelolaannya

dijalankan oleh LPD,” ujarnya. Layanan PAM Desa ini sendiri sudah ada sejak 1985 yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Hingga saat ini sudah ada 640 meteran yang terpasang. PAM Desa sendiri memenuhi kebutuhan air bagi warga di lima banjar adat yaitu banjar Selanbawak Kaja, Selanbawak Kelod, Banjar Makik Gunung, Banjar Kekeran dan Banjar Pekilen. “Ada dua titik penampungan air dengan rata-rata volume penampungan 60 meter kubik dan 70 meter kubik,” jelas Teleng. Adanya layanan PAM Desa ini menyebabkan warga di Desa Adat Kekeran mampu memenuhi kebutuhan airnya sendiri dan secara mandiri. “Semenjak ada Pam Desa belum pernah ada permasalahan kurang air,” imbuh Teleng. (san)

Bali Post/san

Nyoman Teleng

Sering tampil bareng pada acara off air, Langlang Buana dan Andy Robokan yang juga merupakan penyanyi pop Bali, kini tampil bersama dalam sebuah karya musik. Keduanya pun bertransformasi dalam sebuah musik yang mereka cover dengan versi remix bernuansa dangdut. Lagu “Pacar Selingan” yang dipopulerkan Andrigo ini menjadi karya pertama Duo Embul sembari mempersiapkan 3 lagu lainnya. Bahkan, lagu “Pacar Selingan” versi mereka yang diaransemen Gus Rama ini sudah disebar di YouTube dan media sosial (medsos) lainnya, lengkap dengan video klipnya. Menurut Langlang Buana, lagu “Pacar Selingan” yang di-remix ke nuansa dangdut ini dilakukan karena ia ingin keluar dari zona nyaman. Selama ini dirinya lebih banyak menyanyikan lagu-lagu slow. Sehingga, ia ingin memotivasi dirinya agar bisa menyanyikan lagu dengan tempo yang lebih cepat. Selain itu, ia juga ingin memberikan nuansa baru pada lagu tersebut. Dengan harapan bisa semakin eksis dan lebih hits dari penyanyi aslinya. “Awal kita sering kerja sama pada acara off air, kalau di Bali TV lewat acara IBG (Indie Bali Generation red). Dimana saya sebagai big boss dan Andy sebagai asisten saya,” kata Langlang. Ia mengatakan acara IBG merupakan yang pertama digarapnya di Bali TV. “Setelah beberapa tahun sudah wara-wiri di Bali TV sebagai host, kini kesempatan bisa garap acara sendiri yang diproduseri sendiri juga,” ujar Langlang, Rabu (7/3). Selain karena sering kerja sama dalam sebuah acara off air, dipilihnya Andy Robokan sebagai teman duet dalam Duo Embul, karena sama-sama mempunyai mimpi dan sama-sama merasakan perjuangan yang panjang untuk menghasilkan sebuah karya musik. Nama Duo Embul sendiri dipilih karena bodi kedua penyanyi ini sama-sama gembul. “Kenapa kita memilih nama Duo Gembul, karena kita sama-sama embul,” pungkasnya sembari tertawa. (win)

Bali Post/ist


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook