20 HALAMAN
NOMOR 171 TAHUN KE 68
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (103 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
selasa Wage, 9 Februari 2016
@balipostcom (3,9rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Tolak Reklamasi Teluk Benoa
18 Desa Adat Minta Jokowi Cabut Perpres Tolak Reklamasi
ARUS penolakan reklamasi Teluk Benoa makin gencar. Sudah tercatat 18 desa adat mendeklarasikan tolak proyek yang diyakininya akan merusak Bali. Pendeklarasian tolak reklamasi, Minggu (7/2), dilaksanakan Desa Adat Buduk. Sebelumnya juga dilakukan Desa Adat Tanjung Benoa, Bualu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, Kuta, Legian, Seminyak, Kerobokan, Canggu, Berawa dan Desa Adat Buduk.
‘’Jika semua umat Hindu mendukung KSPN, termasuk reklamasi, saya akan tetap berjuang sendiri menentang program ini. Umat Hindu mestinya berpikir jangka panjang. Jangan mengelola Bali dengan kepentingan jangka pendek.’’
Semua desa adat tersebut berada di wilayah Badung. Sementara di Denpasar penolak reklamasi adalah Desa Adat Pemogan, Kepaon, Pedungan, Sesetan, Serangan dan Desa Adat Sanur. Selain desa adat, penolakan juga dilakukan komponen pariwisata Bali,
salah satunya PHRI Badung. Dalam deklarasi tersebut, warga adat meminta agar Presiden Jokowi mencabut Perpres 51/2014 dan pemerintah menolak Amdal PT TWBI. Alasannya, selain merusak kawasan suci dan lingkungan, pembangunan proyek terse-
but akan menyebabkan Bali Selatan krodit. Mereka mempersilakan investor membangun di Bali Timur, Utara dan Barat. Sebab, di tiga wilayah itu masyarakatnya masih tertinggal. Hal. 19 Para Ahli
Bersih-bersih di Pulau Pudut Ida Pedanda Made Gunung
Bali Post/eka
TOLAK REKLAMASI - Krama Desa Adat Buduk, Mengwi, Minggu (7/2) menggelar aksi tolak reklamasi Teluk Benoa. Pernyataan sikap penolakan reklamasi merupakan keputusan paruman Desa Adat Buduk.
Keliling Bali Suarakan Tolak Reklamasi
SEKRETARIAT Bersama Sepeda Bali (Samas Bali) menuntaskan kegiatan bersepeda keliling Bali di Pura Dalem Segara, Pantai Padanggalak, Denpasar, Senin (8/2) kemarin. Lima anggota Samas yakni I Dewa Made
Merthakota, I Made Gede Sugiartha, Mahayanti, Wayan Artha, dan Syahrul Anwar menempuh perjalanan sejauh hampir 410 km sejak Jumat (5/2) lalu. Hal. 19 Agar Dibatalkan
MASYARAKAT Tanjung Benoa kembali bergerak melakukan aksi penolakan terhadap rencana reklamasi. Aksi penolakan kali ini dilakukan melalui aksi bersih-bersih di Pulau Pudut. Bendesa Adat Tanjung Benoa Made Wijaya di sela-sela aksi mengatakan, Pulau Pudut merupakan salah satu ‘’korban’’ reklamasi. Akibat reklamasi yang dilakukan di sejumlah wilayah, Pulau Pudut terus terkikis dan mengecil dari yang awalnya sekitar 10 hektar menjadi kurang dari satu hektar. Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Yonda ini berharap agar pemerintah memperhatikan hal ini dengan normalisasi untuk mengembalikan keadaan Pulau Pudut seperti semula. “Pulau Pudut adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya. Hal. 19 Banyak Menolak
Rehabilitasi, Tekan Peredaran Narkoba di Rumah Tahanan
Bali Post/kmb23
PULAU PUDUT - Masyarakat Tanjung Benoa, Kedonganan, dan Kuta, Minggu (7/2) menggelar aksi bersih-bersih sampah di kawasan Pulau Pudut, Tanjung Benoa.
Gempa Taiwan
Puluhan Korban Masih Terjebak di Reruntuhan
Medan (Bali Post) – Peredaran narkoba banyak diatur dari dalam penjara, termasuk di Bali. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebut beberapa alasan. Salah satunya karena kurang maksimalnya pengawasan, di mana jumlah petugas keamanan di penjara komposisinya sangat sedikit dibanding jumlah narapidana. ‘’Over capacity (kelebihan kapasitas) yang terjadi di hampir seluruh rumah tahanan negara (rutan) dan lapas di Indonesia semakin membuat petugas keamanan sangat tidak sebanding dengan jumlah narapidana yang harus diawasi. Kondisi itulah yang telah dimanfaatkan oleh anggota jaringan peredaran narkoba. Overkapasitas kita sudah cukup mengkhawatirkan,” katanya, Senin (8/2) kemarin. Ia mencontohkan di Rutan Tanjung Gusta Medan yang memiliki narapidana dan tahanan lebih dari 3.000 orang, kenyataannya hanya dijaga oleh 17 petugas (sipir). Akibat banyaknya penghuni, sementara jumlah petugas keamanan minim, tamu-tamu atau pengunjung yang masuk pun menjadi sangat sulit diawasi maksimal, termasuk barang mereka bawa. Kalau tamu yang datang hanya 700 orang dengan satu anggota keluarganya, berarti yang berkunjung saja sudah mencapai 1.400 orang. Kondisi itu memungkinkan terjadinya kelengahan petugas rutan, yang kemudian dimanfaatkan pengedar narkoba untuk memasukkan barang terlarang itu ke dalam lapas dan rutan. Solusinya, kata Menkum HAM, penanganan narkoba harus mengutamakan program rehabilitasi untuk pengguna agar permintaan dari dalam penjara tidak banyak. “Kalau tidak ada rehabilitasi, akan menjadi masalah buat kita,” katanya. (ant)
Taiwan – Petugas penyelamat di Taiwan berhasil menarik seorang pria dalam keadaan selamat dari gedung apartemen yang runtuh pada Minggu (7/2) lalu, lebih dari 24 jam setelah gempa kuat mengguncang pulau itu dan masih mencari 130 orang lebih yang diyakini terjebak di reruntuhan bangunan. Petugas pemadam kebakaran, polisi, tentara dan sukarelawan menyisir reruntuhan tersebut, beberapa menggunakan tangan mereka, disaksikan oleh puluhan anggota keluarga korban cemas yang mengenakan jaket tebal, topi wol dan syal pada pagi hari yang sangat dingin. “Dia tidak menjawab telepon saya, saya berusaha menahan emosi dan tegar. Saya akan melakukannya hingga saya menemukan-
Bali Post/rtr
KORBAN - Tim penyelamat sedang melakukan pencarian korban di reruntuhan gedung apartemen berlantai 17, setelah gempa bumi di Tainan, Taiwan Selatan, 7 Februari 2016.
nya,” ujar seorang wanita 42 tahun dengan nama belakang Chang, yang menunggu kabar mengenai anak perempuannya yang berusia 24 tahun dan tinggal di lantai lima apartemen itu. “Tidak ada yang lebih penting selain menyelamatkannya. Wanita yang tinggal di seberang lorong telah diselamatkan kemarin. Saya yakin mereka akan menemukannya, namun saya juga telah bersiap untuk kemungkinan terburuk. Sudah lebih dari 20 jam sekarang,” tambahnya. Setidaknya 18 orang diketahui meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang pada awal hari libur Tahun Baru Imlek, Sabtu (6/2), sekitar pukul 04.00 pagi. Di antara korban tewas ada 16 yang ditemukan di Wei Guan Golden Dragon Building yang runtuh di Tainan, bagian selatan Taiwan. Regu penyelamat yang mengenakan seragam merah dan kuning itu secara keseluruhan sudah menyelamatkan 240 orang dari reruntuhan itu dan meletakkan tiang penahan besar di bawah lempengan beton saat mereka melanjutkan pencarian. (ant)
Kasus Miras Oplosan di Yogya Bali Post/ant
TIGA DEWA - Tiga warga keturunan Tionghoa berkostum tiga dewa keberuntungan yang biasa disebut Fu Lu Shou Sanxing membagikan permen kepada pengunjung di sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/2) kemarin. Tiga dewa yang merupakan salah satu intisari filsafat kehidupan masyarakat Tionghoa tersebut yakni dewa kebahagiaan, kemakmuran, dan umur panjang.
Tidak Terbit Terkait dengan hari raya Galungan, maka Bali Post pada Rabu (10/2) dan Kamis (11/2) lusa tidak terbit. Bali Post terbit kembali seperti biasa pada Jumat (12/2). Untuk itu kepada pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit
25 Orang Tewas, Belasan Dirawat Yogyakarta (Bali Post) – Sebanyak 25 orang di Yogyakarta tewas pascaminum miras oplosan. Sebagian besar mahasiswa. Selain tewas, puluhan orang masih dirawat di rumah sakit, sebagian di antaranya kondisinya kritis. Atas kejadian itu, polisi pun telah menetapkan dua tersangka yakni Sasongo dan Badriah, istrinya. Pasutri itu adalah peracik minuman keras (miras) oplosan. Laporan wartawan Jogja TV, Senin (8/2) kemarin menyebutkan, selain menetapkan keduanya sebagai tersangka, polisi juga telah melakukan olah TKP. Dalam olah TKP tersebut, petugas menemukan
obat nyamuk cair dan galon berisi sari buah salak. Di rumah yang berlokasi di daerah Ambarukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta itu, petugas menggeledah dan memeriksa ruang tamu, dapur hingga kamar milik tersangka. Olah TKP dilakukan untuk mencari bahan maupun zat berbahaya lainnya yang dicampur dalam miras oplosan yang diracik tersangka. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa bahan-bahan pembuatan miras oplosan di antaranya alkohol, etanol, air galon hingga sari rasa buah.
AKP Sepuh Siregar, Kasatreskrim Polres Sleman, mengatakan polisi masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk mengetahui hasil yang lebih akurat. Selain Sasongko, polisi juga meminta keterangan Priyanto, penjual miras aplosan. Tercatat tiga korban meninggal yang seluruhnya warga Seyegan setelah meminum miras oplosan yang dibeli dari Priyanto. Kepada polisi, Priyanto mengaku miras oplosan yang dijualnya diperoleh dari penjual bernama Warjono, warga Klangkapan, Margoluwih, Seyegan. sementara Warjono membeli miras tersebut dari seorang penjual yang ada di kawasan Pasar Demangan
Sleman. Untuk mengungkap lebih lanjut kasus ini, sejumlah polisi dari Polsek Seyegan, Senin siang kemarin melakukan penggeldahan di rumah dan pekarangan Warjono. Hingga kini Priyanto dan Warjono masih berstatus sebagai terlapor dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Namun penyelidikan dan penyidikan terhadap kedua terlapor tersebut masih akan terus dilanjutkan. Miras oplosan mematikan tersebut dijual dengan harga Rp 20 ribu per botol. Priyanto mengaku menyesal telah menjual miras hingga menyebabkan sejumlah warga meninggal. (kmb)
DENPASAR
2 Hari Raya, Sampah Melonjak 20 Persen Mangupura (Bali Post) Perayaan Tahun Baru Imlek dan Hari Raya Galungan dipastikan akan menambah volume sampah di Kabupaten Badung. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Badung Putu Eka Marthawan memprediksi akan terjadi lonjakan volume sampah hingga 20 persen dari rata-rata per hari mencapai 208 ton. “Apalagi sekarang musim hujan disertai angin, dipastikan sampah akan melonjak. Untuk itu, kami akan menyiagakan 45 truk dan seribu personel. Tidak ada istilah libur dalam menghadapi Imlek dan Galungan ini,” ungkap Eka Marthawan, Senin (8/2) kemarin. Menurut mantan Kabag Humas Pemkab Badung ini, sampah yang paling banyak terkumpul pada musim penghujan ini berupa daun dan ranting-ranting, ditambah sampah upakara usai perayaan Imlek dan Galungan. “Titik yang paling rawan penumpukan sampah adalah jalurjalur padat, seperti Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan. Ini kami antisipasi dengan pengambilan sampah malam hari, sehingga paginya sampah sudah habis terangkut,” katanya. Pihak DKP telah membentuk Tim Malong yang terdiri dari 16 personel yang bertugas khusus mengangkut sampah pada malam hari. Tim ini menjadi solusi utama mengatasi tumpukan sampah di ketiga titik rawan tersebut. “Tim ini mengoperasikan enam motor roda tiga, satu kijang dum untuk mengangkut sampah pada malam hari. Mereka berkeliling pada malam hari, sedangkan sisanya diangkut oleh tim berikutnya pada pagi hari,” jelasnya. Pihaknya juga melakukan pemetaan personel DKP, sehingga sampah yang mengotori ruas jalan bisa teratasi. “Personel terbanyak ditempatkan di Kecamatan Kuta 400 orang, Kuta Selatan 200 orang, Kuta Utara 100 orang, dan sisanya 300 orang disiagakan di Mengwi,” pungkasnya. (kmb27)
DENPASAR
& SEKITARNYA
Selasa Wage, 9 Februari 2016
Wabah DBD Landa Badung Tertinggi di Kuta Selatan Mangupura (Bali Post) -
Demam berdarah dengue (DBD) tengah mewabah di Kabupaten Badung terhitung awal tahun 2016 ini. Wabah ini terus meningkat tajam sejak Januari, hingga tercatat 92 kasus. Sedangkan tiga bulan sebelumnya, kasus DBD di bawah 40 kasus. Yakni bulan Oktober (38 kasus), November (36 kasus) dan Desember (36 kasus). Dari enam kecamatan yang ada di Gumi Keris, serangan DBD tertinggi terjadi di Kecamatan Kuta Selatan. Basis pariwisata Badung itu tercatat ada 44 kasus DBD, disusul Kecamatan Mengwi 28 kasus, Kecamatan Abiansemal 10 kasus, Kuta Utara lima kasus, Petang empat kasus dan Kuta satu kasus. Camat Kuta Selatan Wayan Wirya mengatakan, tingginya DBD di Kuta Selatan disebabkan banyaknya kompleks perumahan baru. “Di Kuta Selatan sangat banyak perumahan. Tetapi, tidak semua perumahan berlangganan kebersihan sampah,” ucap Wayan Wirya, Senin (8/2) kemarin. Menurutnya, minimnya kesadaran menjaga kebersihan
lingkungan menjadi salah satu penyebab serangan DBD. “Kami sudah kerap memberikan sosialisasi dari tingkat kepala lingkungan (kaling) hingga kepala desa,” katanya. Kasus DBD, katanya, masih berpotensi meningkat tajam. Mengingat, musim hujan masih akan berlangsung sampai akhir Februari. “Intinya, yang menjaga diri kita ya… kita ini, jadi harus lebih waspada,” ucapnya. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung dr. Gede Putra Suteja mengakui kebersihan lingkungan menjadi penyebab utama wabah DBD ini. Menurut Suteja, 92 kasus DBD di Badung ini masih berpeluang bertambah.
Mengingat, musim hujan baru saja dimulai. “Jika masuk puncak musim hujan, maka kasus DBD biasanya mencapai angka ratusan. Puncak kasus DBD ini biasanya bulan April dan Mei,” ucapnya. Kendati demikian, ia belum bisa menetapkan KLB (Kejadian Luar Biasa), karena berpotensi meningkat. Sebab, penetapan KLB hanya jika kasusnya lebih banyak dari periode yang sama tahun sebelumnya. (kmb27) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Bagi Daging Babi Jelang Galungan RIBUAN warga Desa Adat Kedonganan, Senin (8/2) kemarin antre untuk mengambil pembagian daging babi di kantor LPD Kedonganan. Pembagian daging babi ini dilakukan serangkaian menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 1.200 KK mendapat masing-masing 3 kg daging babi. Pembagian daging babi oleh pihak LPD Kedonganan ini bertujuan untuk memupuk rasa gotong royong antara sesama krama adat. (edi)
Ditusuk Teman, Karyawan Kafe Kritis Denpasar (Bali Post) Kericuhan terjadi di Kafe Sartika, Jalan Gelogor Carik, Denpasar Selatan, Senin (8/2) kemarin. Karyawan kafe Hageng Ilham Andaru Akbar (23) ditusuk teman kerjanya hingga kritis. Kasus tersebut ditangani Polsek Denpasar Selatan. Menurut petugas Polresta Denpasar, dari pemeriksaan saksi-saksi, setelah kafe tutup pukul 02.30 Wita, korban bersama teman kerjanya berinisial Hk, Se, Ha dan Do pesta minuman keras (miras) di meja 2. Diduga, terjadi persilihan antara korban dengan tiga temannya itu. Setelah minum, Hk menantang korban dan terjadi perang mulut serta adu jotos. Teman-teman Hk, yakni Ha dan Se tidak tinggal diam. Mereka ikut mengeroyok bahkan menusuk korban. “Karyawan lainnya berusaha melerai,” tegas petugas yang enggan disebutkan identitasnya ini. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka tusuk pada lengan kiri, pipi kanan, pungggung kiri, pinggang dan luka gores di punggung. Korban yang beralamat di Jalan Taman Pancing, Denpasar Selatan ini kritis dan langsung dilarikan ke RSUP Sanglah oleh teman-temannya. Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard saat dimintai konfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini kasus itu ditangani Polsek Denpasar Selatan. “Kami mengimbau kepada semua pihak untuk menjaga keamanan. Termasuk, karyawan kafe mestinya menjaga tempat kerjanya, bukan sebaliknya,” ujarnya. (kmb36)
(0361) 7400391, 812987 FM 96,5
Topik : wabah dbd landa badung Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
Bulan
Jumlah Kasus
Oktober 2015
38
November 2015
36
Desember 2015
36
Januari 2016
92
Jumlah Kasus DBD Per Kecamatan Kecamatan
Kuta Selatan
Mengwi
Jumlah Kasus 44 28
Abiansemal
10
Kuta Utara
5
Petang Kuta
4 1
Jelang Hari Raya Galungan
Penumpang ’’Speed Boat’’ ke Nusa Penida Melonjak Denpasar (Bali Post) Dua hari menjelang hari raya Galungan, pelabuhan penyeberangan di Pantai Sanur dipadati penumpang yang didominasi warga Nusa Penida. Mereka rela berdesakan untuk mendapatkan tiket penyeberangan agar bisa pulang ke tanah kelahirannya untuk merayakan Galungan bersama keluarga. Pantauan Senin (8/2) kemarin, warga Nusa Penida rela antre dari pagi hingga siang hari agar bisa mendapatkan tiket penyeberangan. Padatnya antrean tidak menyurutkan semangat penumpang menunggu trip speed
boat berikutnya. “Ya harus sabar, meski menunggu dari pagi hingga siang dan harus menunggu boat balik dari Nusa Penida. Yang penting, sampai tujuan dengan selamat dan bisa berkumpul dengan keluarga,” ujar salah satu penumpang asal Nusa Penida, Putu Hendra, yang ditemui di Pantai Sanur, kemarin. Salah seorang petugas penjualan tiket speed boat “Molamola Express”, Ni Kadek Murti, mengatakan lonjakan penumpang sudah terjadi sejak Minggu (7/2) dan diperkirakan akan mengalami puncaknya pada penampahan Galungan, Selasa
(9/2) hari ini. Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang, beberapa pelaku transportasi laut (speed boat) menuju Nusa Penida menambah tripnya. Begitu juga dengan ‘’Mola-mola Express’’. Pada hari biasa, pihaknya hanya melayani trip sekali saja pada pagi hari dan sekali pada sorenya. Tetapi untuk mengantisipasi penumpukan penumpang, pihaknya melakukan double trip pada paginya dan melajutkan sorenya. “Penambahan trip sudah biasa dilakukan kalau pas hari raya, karena penumpangnya banyak, apalagi hari raya Galungan,” ujarnya. (win)
Ditangkap, Pengeroyok Sopir ”Travel” Kebanyakan Remaja
Bali Post/edi
Wabah DBD di Badung
Denpasar (Bali Post) Tim Ospnal Polsek Denpasar mengungkap kasus pengeroyokan sopir travel, Tommy dan Wahyu. Polisi berhasil menangkap enam pelaku berinisial Ro (18), Ka (19), No (22), Od (22), Dy (17) dan Dz (18), Rabu (4/2) dan Kamis (5/2) lalu. Sementara dua pelaku berinisial Wh dan Ru masih diburu. Dilihat dari umurnya, kebanyakan dari mereka masih remaja. “Barang bukti juga kami amankan, di antaranya helm, potongan bambu dan double stik. Tersangka Dy berstatus pelajar SMA swasta kelas II di Denpasar,” kata Kapolsek Denpasar Barat Kompol Wisnu Wardana didampingi Kanit Reskrim Iptu Lufthi Olot Gigantara, Senin (8/2) kemarin. Terungkapnya kasus itu, lanjut Wisnu, berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi. Termasuk, rekaman CCTV di sekitar TKP. Selanjutnya, polisi melakukan perburuan dan menangkap para tersangka. Tersangka Ro ditangkap di rumahnya, Jalan Imam Bonjol Gang Yupiter, Denpasar, Kamis lalu. Setelah dikembangkan, giliran tersangka Ka dibekuk di rumahnya di Banjar Kemulan, Jagapati, Abiansemal. Sementara tersangka No ditangkap di Jalan Cekomaria, Denpasar Utara. “Kalau Dy ditangkap di rumahnya, Jalan Gajah Waktra IX, Denpasar Utara. Sedangkan Dz diciduk di rumahnya di Jalan BTN Bina Permai Jalan Made Bina, Denpasar,” ujar Wisnu.
Bali Post/rah
PENGEROYOKAN - Kapolsek Denpasar Barat Kompol Wisnu Wardana saat merilis kasus pengeroyokan sopir travel. Hasil penyidikan, pada Minggu (31/1) pukul 03.30 Wita, korban Wahyu Wibisono dan R. Utomo alias Tomy membeli rokok di Circle K di Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar. “Sempat terjadi ketersinggungan di sana. Para pelaku dan teman-temannya biasa kumpul di sana,” tegas mantan Kasat Reskrim Polres Badung ini. Ketika hendak ke kos Wahyu, Tommy berteriak dan tiba-tiba Wahyu dipukul hingga jatuh dari motornya. Selanjutnya, mereka dikeroyok menggunakan bambu, helm dan double stik. “Tersangka mengaku sempat minum minuman keras, tetapi belum mabuk,”
tandasnya. Terkait seringnya kasus itu terjadi di Jalan Mahendratta, Kapolsek mengimbau supaya warga tidak kumpul-kumpul di sana terutama saat malam Minggu. Pasalnya, rawan perselisihan dan bentrokan. Kalau terjadi tindak pidana, polisi akan menindak tegas dan prosesnya sesusai prosedur. Seperti diberitakan, pada Minggu (31/1) lalu, dua sopir travel, Tommy dan Utomo, dikeroyok geng motor di Jalan Mahendratta, Denpasar Barat. Akibat kejadian itu, kedua korban kritis dan dirawat di RSUP Sanglah. (kmb36)
Bali Post/win
MENUNGGU – Puluhan penumpang di Pantai Sanur, Senin (8/2) kemarin rela antre dan harus menunggu speed boat yang akan membawa mereka pulang ke kampung halamannya di Nusa Penida.
Pedagang Aksesoris Penjor Menjamur MENJELANG perayaan hari suci Galungan dan Kuningan, aksesoris penjor mulai dari bambu, sampian penjor, sanggah, kober, padi, janur dan kelengkapan lainnya, mulai diburu umat Hindu. Penjual aneka aksesoris penjor ini pun menjamur di berbagai sudut Kota Denpasar, sejak beberapa hari terakhir. Mereka di samping menjual sarana penjor secara eceran, juga ada yang menerima pesanan penjor yang sudah jadi. Bahkan, penjor sudah jadi ini telah dipesan jauh-jauh hari. Salah satu pedagang penjor di Jalan Kenyeri, Denpasar, Made Reda (45), mengatakan pesanan aksesoris kelengkapan penjor sudah dimulai sejak seminggu yang lalu. Rata-rata omzetnya setiap hari mencapai Rp 5 juta. Diakuinya, aksesoris penjor didatangkan dari Canggu dan Kapal, sedangkan bambu didatangkan dari Tabanan dan Bangli. Meski kebanjiran pembeli, semua jenis aksesoris penjor harganya ratarata stabil, tidak mengalami peningkatan dibandingkan Galungan enam bulan lalu. “Untuk payasan penjor harg-
anya saya tetapkan seperti pada tahun yang lalu. Seperti sampaian ada yang harganya mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 35.000, tergantung variasinya. Pada intinya, semua aksesoris penjor di sini harganya tidak jauh beda dengan harga enam bulan yang lalu,” ujarnya di sela-sela melayani pembeli, Senin (8/2) kemarin. Dikatakannya, selama 20 tahun berjualan aksesoris penjor secara musiman, kebutuhan akan sarana penjor tiap menjelang hari raya Galungan dan Kuningan selalu mengalami peningkatan. Diperkirakan, pembeli aksesoris perlengkapan penjor mengalami puncaknya pada Selasa hari ini. Salah seorang pembeli, I Wayan Ariana (32), mengatakan memilih membeli kelengkapan penjor yang sudah jadi karena tinggal memasang dan dalam pemasangannya juga tidak terlalu rumit dan tidak membutuhkan waktu lama. “Kalau membuat sendiri membutuhkan waktu yang lama dan butuh tenaga ekstra juga. Kalau beli yang setengah jadi kan tinggal merangkai saja” ungkapnya. (win)
Bali Post/win
SIBUK – Pedagang penjor di Jalan Kenyeri, Denpasar tampak sibuk melayani pembeli.
Terbentur Hari Raya
Sidang Puluhan Terdakwa Kasus Korupsi Ditunda PULUHAN terdakwa kasus korupsi di seluruh Bali yang biasanya disidangkan di Pengadilan Tipikor Denpasar setiap Selasa, Rabu dan Kamis, untuk pekan ini ditiadakan. Majelis hakim menunda jadwal sidang hingga dua pekan, karena mulai Senin (8/2) ini banyak hari raya dan sidang dijadwalkan aktif mulai Senin (15/2) mendatang. Puluhan terdakwa kasus korupsi yang masih dalam proses persidangan itu, terdiri dari sejumlah kasus. Ada 14 orang terdakwa perjalanan dinas fiktif yang diajukan Kejaksaan Negeri Gianyar. Terakhir, perkara ini sedang mendengarkan keterangan ahli yang diajukan jaksa. Selain itu, ada kasus korupsi BP3TKI dengan terdakwa Paramartha. Kasus ini juga masih memeriksa saksi. Dua terdakwa kasus dana punia IHDN Denpasar, Dr. Praptini dan Prof.
Made Titib. Perkara ini sudah memasuki pemeriksaan saksisaksi. Yang baru sidang dakwaan, ada I Made Darma, terpidana kasus narkoba yang saat ini mendekam di Lapas Kerobokan. Rabu (3/2) lalu ia digiring ke Pengadilan Tipikor Denpasar. Mantan Bandesa Adat Samuan Desa Carangsari, Petang, Badung ini didakwa atas kasus dugaan korupsi Bantuan Bagi Hasil Dana Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kabupaten Badung, hingga terdakwa merugikan keuangan negara Rp 175 juta. Selain itu, terdakwa juga diduga melakukan korupsi bantuan keuangan khusus (BKK) yang sumber dananya dari APBD Provonsi Bali hingga mencapai Rp 100 juta. Dananya, sebagaimana dakwaan jaksa, digunakan untuk kepentingan sendiri seperti membeli narko-
tika dan foya-foya di kafe. Dari Tabanan, ada kasus Sarjana Membangun Desa (SMD). Terdakwanya Gusti Ayu Pakrawati. Perkara ini sudah masuk tahap tuntutan, dan sidang pekan depan diagendakan pembelaan dari terdakwa. Jaksa penuntut umum Fatur Rohman sebelumnya menuntut Gusti Ayu Pakrawati dengan pidana penjara selama empat tahun dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan. Dia juga dituntut pidana denda Rp 200 juta subsider satu bulan kurungan. Dari Karangasem, ada dugaan korupsi pupuk. Terdakwanya adalah Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Hortikultura Karangasem Ir. Komang Subrata Yasa dan rekanan proyek Hamdani. Yang menarik, dalam sidang selalu terungkap keterlibatan Gusti Lanang selaku rekanan,
yang CV-nya memenangkan proyek ini. Bahkan, hakim minta jaksa supaya mempertimbangkan peranan Gusti Lanang. Namun jaksa berkelit, masih belum menemukan barang bukti yang cukup. Walau, dalam persidangan keterangan saksi mengatakan peranan Gusti Lanang sangat dominan. Dari Buleleng, ada kasus Undiksha. Lima orang sudah mulai disidangkan dalam perkara ini. Dua perkara sudah memeriksa saksi-saksi, dan untuk tiga terdakwa baru dibacakan dakwaan. Mereka adalah Mustiara dan Wayan Suarsa (proses pemeriksaan saksi) dan Dewa Komang Indra, Kepala Desa Jineng Dalem Nengah Nawa dan Bagian Perencanaan Gusti Putu Sugiwinata (sudah pembacaan dakwaan). Yang sering dikunjungi penonton adalah kasus dugaan ko-
rupsi Dermaga Gunaksa. Dalam perkara ini, ada terdakwanya yang tidak ditahan. Kasus ini juga masih dalam proses sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar. Terdakwanya adalah Gusti Ayu Ardani, Ni Nyoman Hendrawati dan I.B. Susila. Yang menarik dalam perkara ini, dalam sidang pekan lalu sejatinya yang dijadikan saksi oleh JPU Made Pasek adalah mantan Bupati Klungkung Wayan Candra yang vonisnya naik di tingkat banding. Namun, akhirnya sidang untuk terdakwa Hendrawati dan I.B. Susila tidak jadi dilanjutkan karena Wayan Candra tidak mau bersaksi. Saat dimintai konfirmasi, Made Pasek mengatakan Wayan Candra yang mantan Bupati Klungkung dua periode ini memang bersurat ke jaksa. “Alasannya dia (Candra red) belum siap menjadi saksi,” ujar Made Pasek. (asa)
Selasa Wage, 9 Februari 2016
Otomotif
3
U. 0001249-mbl
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
info seremoniAL
Selasa Wage, 9 Februari 2016
Peduli Banjir Bandang di Desa Musi dan Penyabangan Serahkan Bantuan Fasilitas Pelayanan SIM Polresta Denpasar
LPPM Unud Tawarkan Program Rehabilitasi Pascabencana BRI Utamakan Kenyamanan Masyarakat
BANTUAN - Ketua LPPM Unud Denpasar Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng. menyerahkan bantuan paket sembako dan peralatan rumah tangga untuk korban banjir bandang di Desa Musi dan Desa Penyabangan, Sabtu (6/2) lalu. KERUSAKAN infrastruktur Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng. fisik dan rumah penduduk di Desa bersama para guru besar seperti Prof. Musi dan Penyabangan, Kecamatan Dr. Drh. I Nyoman Sadra Darmawan, Gerokgak akibat dilanda banjir ban- M.S., Prof. Dr. Ir. Gede Mahardika, dang, Sabtu (23/1) lalu, mengundang M.S., Prof. Dr. Ir. Komang Budaarsa, keprihatinan Lembaga Penelitian M.S., Prof. Dr. Drh. I Nyoman Sudan Pengabdian Masyarakat (LPPM) harsana dan para dosen peneliti di Universitas Udayana (Unud) Den- lingkungan LPPM Unud. Rombonpasar. Untuk jangka menengah gan diterima langsung Perbekel dan jangka panjang, lembaga ini Desa Musi I Nyoman Sulindra dan membantu pemerintahan di dua desa Perbekel Desa Penyabangan I Made tersebut untuk melakukan rehabilita- Santika bersama aparat di dua desa si pascabencana. Untuk menjalankan setempat. misi sosialnya itu, LPPM Unud akan Ketua LPPM Unud Prof. Dr. Ir. I melakukan penelitian menyangkut Nyoman Gde Antara, M.Eng. mensemua aspek di dua desa di Buleleng gatakan, ide untuk menyumbangkan Barat itu. Demikian terungkap saat kemampuan para dosen peneliti unLPPM Unud menawarkan partisipas- tuk berpartisipasi dalam melakukan inya kepada aparat Desa Musi dan rehabilitasi pascabencana banjir banPenyabangan, Sabtu (6/2). dang muncul secara spontan. Setelah Selain melakukan survei awal, pihaknya mendapatkan informasi LPPM Unud menyerahkan bantuan kalau kerusakan infrastruktur fisik, berupa 25 paket sembako dan 25 kerusakan rumah penduduk, usaha paket peralatan memasak. Kegiatan peternakan, perkebunan dan meini dihadiri Ketua LPPM Unud Prof. nyangkut kesehatan warga tergolong
parah. Atas kondisi ini LPPM Unud yang memiliki keahlian dalam berbagai aspek itu kemudian melakukan pengabdiannnya. Untuk langkah awal LPPM Unud melakukan survei terhadap kerusakan di dua desa tersebut. Setelah survei awal ini, para dosen peneliti ini akan melakukan kajian secara komprehensif. Hasil penelitian lengkap dengan program yang cocok dijalankan oleh LPPM Unud. Bukan hanya itu, dalam pertengahan tahun ini, Unud akan menerjunkan sejumlah mahasiswanya untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Musi dan Penyabangan. Program ini nantinya fokus untuk membantu percepatan rehabilitasi pascabencana di dua desa tersebut. “Kami akan melakukan penelitian berkelanjutan di dua desa ini. Tidak hanya teori penelitiannya namun pelaksanaannya akan kami lakukan dengan dukungan penuh dari LPPM Unud,” katanya. Perbekel Desa Musi I Nyoman Sulindra mengucapkan terima kasihnya atas bantuan dari pihak LPPM Unud. Terhadap partisipasi rehabilitasi pascabencana yang akan dilakukan, Sulindra menyambut positif. Bantuan pemikiran dan program ini sangat diharapkan, sehingga kerusakan yang terjadi bisa ditangani dengan optimal dan warganya bisa segera bangkit serta kembali memulai kehidupan seperti biasanya. “Kami sangat berterima kasih, terlebih lagi ada bantuan untuk melakukan rehabilitasi, sehingga kerusakan yang terjadi di wilayah kami dapat tertangani dengan optimal,” tegas Sulindra sembari diiyakan Perbekel Penyabangan Made Santika. (ad393)
GELAR MBA - Direktur PPS Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA. menyerahkan gelar akademik MBA kepada Andi Tenriangka. ACARA Yudisium Program Pas- yasa (3,94). Yang luar biasa, dari 48 casarjana (PPS) Undiknas, Sabtu lulusan MM yang dilepas, 32 orang (6/2) lalu, berjalan semarak dan meraih predikat cumlaude. sumringah. Pasalnya, untuk kali Sementara di Prodi MAP, dari 18 pertama Undiknas memberikan gelar magister yang dilepas, enam orang akademik MBA kepada dua lulusan- meraih predikat cumlaude. Tampil nya. Gelar dan penghargaan itu lang- sebagai lulusan dengan IPK tertinggi, sung diserahkan Direktur PPS yang terfavorit dan teraktif Drs. Didik juga Rektor Undiknas University Krisdiyanto, Ak., MAP. Lulusan IP Prof. Gede Sri Darma, DBA. Gelar tertinggi II dan III diraih Ida Bagus akademik MBA diraih oleh Andi Komang Yudi Sutawa (3,93) dan Tenriangka S.S., MBA. dan Ni Luh Wayan Arya Budiartawan (3,83). Rai Ayu Riscahyani, S.E., MBA. Hingga kini student body PPS UnSaat itu Direkrut PPS Undiknas diknas untuk Prodi MM mencapai Prof. Gede Sri Drama, DBA. meyu- 239, MAP sebanyak 772 orang dan disium 48 lulusan Magister Manaje- Magister Ilmu Hukum sebanyak men (MM) dan 18 lulusan Magister 10 orang. Sementara alumni MM Administrasi Publik (MAP). Di Prodi kini mencapai 631 orang dan MAP MM, predikat lulusan terfavorit dan sebanyak 252 orang. teramah diraih Andi Tenriangka, Prof. Gede Sri Darma menekaS.E., MBA. Lulusan terbaik dan nkan, kedua lulusannya yang meraih tercepat dan IP tertinggi dan terdisi- gelar MBA sudah melalui seleksi plin diraih I Made Handiyasa, S.Si., yang ketat dan berstandar internaM.M. Lulusan IP tertinggi diraih Ni sional. Keduanya memenuhi standar Luh Mayadi (3,98), Ni Luh Rai Ayu lulus dengan tes TOEFL minimal Riscahyani (3,96) dan I Made Hardi- 550, tesisnya menggunakan bahasa
Inggris dan IPK minimal 3,70. ”Kami jelas bertanggung jawab secara akademik dan moral atas pemberian gelar MBA tersebut. Ini menunjukkan bahwa lulusan PPS Undiknas sudah berkualifikasi internasional,” tegasnya. Upaya mencetak lulusan dengan gelar akademik MBA sejak lama dirintis, namun selalu gagal karena tak memenuhi tiga standar tersebut. Makanya, dia bersyukur mulai 2016 Undiknas mampu mencetak lulusan berkualifikasi internasional, apalagi menghadapi MEA. Tahun ini, Undiknas banyak mengalami kemajuan yang luar biasa. Di antaranya empat prodinya meraih akreditasi A yakni Prodi MM, MAP, S-1 Manajemen dan S-1 Akuntansi. Yang teranyar Undiknas University menempati posisi ke-68 dari 3.320 perguruan tinggi PTN dan PTS di Indonesia sesuai dengan peringkat PT yang diluarkan Kemenristek Dikti. Prof. Gede Sri Darma mengaku bersyukur karena mampu berada di posisi terbaik ke-68. Ini berkat kerja keras civitas akademika Undiknas, karyawan dan stakeholder lainnya. Ke depan ia bertekad mengantarkan Undiknas ke posisi 50 besar kemudian bahkan 25 besar nasional. Dia menilai prestasi ini sangat luar biasa karena mampu mengalahkan PT lainnya di Bali, NTB dan NTT. Untuk itu, ia berpesan meraih gelar saja sudah sulit di Undiknas, apalagi mempertahankan jauh lebih sulit. Perwakilan lulusan Didik Krisdiyanto salut dengan disiplin dan fasilits di Undiknas. Kualitas PBM-nya berkualitas sesuai dengan visi dan misi PPS Undiknas. (ad591)
Pertama Kali, Undiknas Berikan Gelar MBA kepada Dua Lulusan
Kemenristek Dikti Rilis Peringkat Perguruan Tinggi
Stikom Bali, Sekolah Tinggi IT Peringkat III Nasional dan Peringkat I Bali Nusra
STIKOM - Para pendiri Stikom Bali dan pengurus Yayasan Widya Dharma Santhi. Dari kiri: Drs. Satrya Dharma, Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., I Made Marlowe Makaradhwaja Bandem, B.Bus., Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak. dan Dr. Dadang Hermawan. K E M E N T E R I A N R i s e t , kan STMIK Jakarta STI&K di uruTeknologi dan Pendidikan Tinggi tan ke-77 dan STMIK Amikom Yog(Kemenristek dan Dikti) RI men- yakarta di urutan ke-79. PT sejenis di empatkan Stikom Bali pada urutan Bali dan Nusa Tenggara, rankingnya pertama kategori perguruan tinggi jauh di bawah Stikom Bali. (PT) teknologi informasi dan koDiolah dari sumber website Kemunikasi (TIK) di wilayah Bali dan menristek dan Dikti RI: http://www. Nusa Tenggara. Secara nasional, kemenristekdikti.go.id/, maka rankStikom Bali berada di urutan ketiga ing PT bidang TIK di Bali dan Nusra setelah STMIK Jakarta STI&K dan adalah sebagai berikut. Stikom Bali STMIK Amikom Yogyakarta. Hal (ranking ke-190 PT nasional/ranking itu tertuang dalam SK Menristek ke-3 PT TIK nasional) menempati dan Dikti RI Nomor: 492.a/M/Kp/ urutan pertama, diikuti STMIK Bumi VIII/2015 Tentang Klasifikan dan Gora Mataram (ranking ke-746 PT Pemeringkatan Perguruan Tinggi di nasional/ranking ke-30 PT TIK naIndonesia Tahun 2015 tertanggal 14 sional) di urutan kedua, selanjutnya Agustus 2015, setelah mengevaluasi STMIK Uyelendo Kupang (996/45) 3.320 PT di seluruh Indonesia. urutan ketiga. Posisi keempat ditemAda empat kriteria yang men- pati Stikom Indonesia Denpasar jadi dasar penilaian tersebut. Yakni, (1191/67), posisi kelima STMIK kualitas sumber daya manusia, Bandung Bali (1234/69), keenam kualitas manajemen, kualitas keg- STMIK Lombok, NTB (1505/94), iatan kemahasiswaan, dan kualitas ketujuh STMIK Primakara Denpasar penelitian dan publikasi ilmiah. Dari (1920/130), kedelapan AMIK New total 3.320 PT tersebut, Stikom Bali Media Denpasar (2026/140), kesemmenempati urutan ke-190. Sedang- bilan STMIK Denpasar (2512/181),
dan terakhir STMIK Kupang, NTT (2710/195). Ketua Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan menyambut gembira penilaian Menristek Dikti terhadap kinerja kampusnya. “Ini membuktikan bahwa apa yang sudah dikerjakan Stikom Bali selama ini mendapat pengakuan resmi dari pemerintah. Sesuai tagline-nya Always The First sejak berdiri pada 10 Agustus 2002, Stikom Bali terus menggeliat sebagai yang pertama dan terdepan,” katanya. Ketua Yayasan Widya Dharma Santhi (WDS) -- yayasan yang menaungi Stikom Bali -- Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak. mengatakan, sejak awal yayasan berkomitmen mengembangkan Stikom Bali sebagai perguruan tinggi TIK terbaik di Bali dan Nusa Tenggara, bahkan nasional. “Atas nama yayasan dan manajemen Stikom Bali, saya menyampaikan terima kasih kepada semua karyawan yang telah bekerja penuh semangat membesarkan Stikom Bali hingga kita masuk ranking ke-3 nasional dan ranking ke-1 di Bali dan Nusra,” katanya. Pembina Yayasan WDS Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. juga merasa bangga dengan prestasi yang dicapai Stikom Bali. “Prestasi ini sebagai modal kami untuk mengembangkan Stikom Bali menjadi institut pada tahun 2017,” kata mantan Rektor ISI Denpasar dan ISI Yogyakarta ini seraya berjanji ke depan yayasan akan terus mensuport Ketua Stikom Bali untuk meningkatkan kualitas SDM dengan mengirim para dosen melanjutkan pendidikan ke jenjang S-3 agar pada tahun 2020 nanti bisa memenuhi amanat undang-undang perguruan tinggi terbaru. (ad586)
SEBAGAI bentuk dukungan Bank BRI kepada Kepolisian RI dalam memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi masyarakat, BRI menyerahkan bantuan Bina Lingkungan di bidang sarana umum berupa 20 unit kursi ruang tunggu pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) senilai Rp 50.000.000 kepada Polresta Denpasar di Mapolresta Denpasar, Jumat (5/2) lalu. Bantuan dana Bina Lingkungan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Dewa Putu Oka Mahajana. Oka mengatakan, penyaluran dana Bina Lingkungan BRI seKanwil BRI Denpasar (Provinsi Bali, NTB, NTT) dilakukan di berbagai bidang, seperti pendidikan dana pelatihan, pembangunan sarana dan prasarana umum bencana alam dan lain-lain dengan jumlah bantuan mencapai Rp 4,5 miliar pada akhir tahun 2015. Khusus untuk Provinsi Bali, BRI telah menyalurkan dana Bina Lingkungan sebesar Rp 1,1 miliar. Sedangkan sampai dengan akhir Januari 2016, BRI telah menyalurkan dana Bina Lingkungan di Provinsi Bali sebesar Rp 425 juta. Ia berharap penyaluran dana Bina Lingkungan BRI di wilayah Bali dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan memberikan
manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Bali. Selain penyaluran dana CSR, untuk mendukung perekonomian dan pemenuhan jasa perbankan di wilayah Bali, BRI telah menyediakan layanan perbankan dengan membuka 13 Kantor Cabang, 16 Kantor Cabang Pembantu, 13 Kantor Kas, 130 BRI Unit, 77 Teras BRI, dan 11 Teras Keliling. Sebanyak 671 mesin ATM, 3183 EDC Merchant dan 1047 Agen Brilink juga dihadirkan untuk memberikan kemudahan dan keleluasaan bagi masarakat Bali dalam menikmati layanan perbankan dengan lebih cepat dan aman. Berbagai macam produk
perbankan juga dihadirkan seperti Tabungan BRI BritAma, Tabungan BRI Junio, Tabungan BRI Simpedes yang didukung fasilitas E-Banking yang canggih antara lain Internet Banking, BRI Mobile, BRIZZI (emoney BRI) dan Mocash (Mobile Cash), dilengkapi dengan fitur-fitur SMS notifikasi, email notifikasi, Auto Debet, Payroll, tagihan PLN, PDAM, pembelian pulsa, Account Sweep, dll. Sedangkan untuk layanan yang dapat BRI berikan adalah Cash Management System (CMS) BRI, BRI Vitual Account (BRIVA), Trade Finance, Remittance, Money Changer serta berbagai layanan lainnya. (ad317)
BANTUAN - Bank BRI menyerahkan bantuan fasilitas pelayanan SIM senilai Rp 50.000.000 kepada Polresta Denpasar.
RDP Komisi I DPRD NTT dengan Telkomsel
Sepakati Percepatan Pembangunan Broadband dan Antisipasi Roaming Perbatasan PADA 2 Februari 2016 lalu berlangsung Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Telkomsel Regional Bali Nusra di Kantor DPRD Tingkat I Kota Kupang. Rapat tersebut di antaranya memaparkan visi, misi dan kiprah serta kontribusi Telkomsel dalam mendukung peran pemerintah khususnya di Provinsi NTT, untuk mewujudkan Indonesia agar sejajar dengan negara-negara lainnya di dunia dalam bidang telekomunikasi. Hal tersebut merupakan implementasi dari Perpres No.75 Tahun 2014 tentang Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas dan Perpres No.96 Tahun 2014 tentang Rencana Pita Lebar Indonesia 2014–2019. Manager Legal & Regulatory Bali Nusra LG Astitiningsih didampingi Manager Network Service Kupang Kaleb K Nugroho dan Manager RAN Engineering Regional Bali Nusra Andi Fadli mengungkapkan, Telkomsel hadir bukan hanya untuk tujuan bisnis semata. Tetapi secara seimbang dan berkesinambungan dalam perkembangannya di bidang telekomunikasi, lebih bertujuan pada penyediaan layanan broadband dan penyediaan serta peningkatan kualitas jaringan telekomunikasi yang dapat menghubungkan seluruh kecamatan hingga pedesaan yang tersebar di seluruh wilayah Tanah Air, khususnya di Provinsi NTT, termasuk memberikan solusi mengenai antisipasi roaming di wilayah perbatasan NTT. “Mengingat makna Perpres No.96 Tahun 2014 dan Perpres No.75 Tahun 2014 yang menyebutkan bahwa infrastruktur telekomunikasi sama pentingnya dengan infrastruktur-infrastruktur mendasar lainnya seperti transportasi, air minum, ketenagalistrikan dan lain sebagainya. Adapun intisari dari peraturan tersebut adalah pada dasarnya penyediaan telekomunikasi dan pembangunan infrastrukturnya merupakan tanggung jawab dan dibebankan kepada pemerintah. Namun dalam pelaksanaannya hal itu
telah dapat dipenuhi oleh Telkomsel sebagai satu-satunya operator milik bangsa Indonesia, sehingga sudah seharusnya infrastruktur yang telah dibangun tersebut didukung dan dijaga bersama demi kepentingan telekomunikasi masyarakat di wilayah tersebut,” ujar Asti. Saat ini Telkomsel telah membangun infrastrukturnya hampir 100 persen merata di seluruh wilayah NTT, bahkan beberapa BTS telah dibangun dan on air di daerah perbatasan. Hal ini merupakan bukti nyata Telkomsel mendukung kemajuan masyarakat di wilayah tersebut melalui penyediaan layanan telekomunikasi. Secara nasional, kini Telkomsel merupakan kontributor pembayar pajak terbesar kedua, di mana peruntukan dari hasil pajak tersebut salah satunya adalah digunakan pemerintah sebagai sumber dana bagi pembangunan daerah-daerah di Indonesia. Selain hal tersebut, beberapa kiprah dan kontribusi Telkomsel lainnya yang telah berlangsung di wilayah NTT terkait dengan tanggung jawab sosial perusahaan yaitu memberikan bantuan pengadaan berupa “Tandon Air” di Desa Kewar, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, NTT. Dengan tujuan untuk membantu kondisi masyarakat sekitar area perbatasan dan membantu peran serta TNI dalam menjaga wilayah perbatasan. Lalu dilanjutkan dengan kegiatan berbagi bersama 250 anak yatim/
piatu atau kurang mampu yang bernaung di empat yayasan sosial di NTT yakni Panti Asuhan Alma A dan B, Panti Asuhan Louis De Monfort, Panti Asuhan Kasih Agape, dan Gereja Ebenhaezer, berupa penyerahan santunan perlengkapan sekolah dan penyerahan bantuan dalam bentuk renovasi sarana/penunjang ibadah. Kontribusi lainnya yang tak kalah pentingnya, yaitu peran Telkomsel dalam hal edukasi internet kepada masyarakat di sekitar Desa Silawan, Kabupaten Belu berupa pembuatan akun surat elektronik (e-mail) dan pesan instan pribadi serta cara mengunduh aplikasi yang bermanfaat untuk mendukung produktivitas wirausaha warga di desa tersebut. Hal ini merupakan kelanjutan dari bantuan untuk pembinaan usaha kecil menengah (UKM) jambu mete bagi masyarakat di sekitar wilayah pos perbatasan Motaain hasil kolaborasi Telkomsel dengan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 725/Woroagi. Sebelumnya juga dilakukan penyerahan mesin pengolah biji mete serta pendampingan mengenai cara mengolah biji mete dan mengemas produk olahan biji mete secara tepat. Dengan memanfaatkan internet, diharapkan warga menjadi lebih mudah dan lebih cepat dalam menjual dan memasarkan produk UKM-nya kepada calon konsumen yang lebih banyak dan beragam, sehingga penghasilan yang diperoleh pun bisa lebih besar dibandingkan dengan cara-cara tradisional. (ad316)
RDP - Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I DPRD Provinsi NTT dengan Telkomsel Regional Bali Nusra di Kantor DPRD Tingkat I Kota Kupang.
HUT Ke-7 FKIK Unwar
Lulusannya Disiapkan Berdaya Saing Internasional PUNCAK HUT ke-7 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unwar digelar Sabtu (6/2) malam, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan FKIK Unwar dr. I Gusti Ngurah Anom Mhurdana, Sp.FK. didampingi Rektor Prof. Dewa Putu Widjana dan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Oka Wisnumurti menegaskan, sekalipun usia FKIK masih muda namun mampu menunjukkan kinerja terbaik. FKIK mampu menjalankan sistem tata kelola berbasiskan TI dan manajemen mutu yang membanggakan. Salah satu nilai sukses FKIK Unwar yakni untuk pertama kali mengikuti uji kompetensi dokter Indonesia (UKDI) mampu meluluskan 86 persen lulusannya. Termasuk sejumlah prestasi diraih seperti penghargaan atas pengelolaan bantuan dari Dikti, hibah kompetensi oleh mahasiswa dan dosen serta mahasiswa berprestasi di Kopertis VIII. Dia menegaskan, FKIK Unwar terus meningkatkan kualitas diri, mampu mencetak dokter profesional dan berdaya saing internasional. Makanya, dia akan bangga di MEA ini ada dokter Malaysia atau di Vietnam adalah tamatan FKIK Unwar. Selain itu, lulusan FKIK Unwar hendaknya terus melanjutkan studi hingga meraih doktor dan profesor. Dekan FKIK Unwar Gusti Ngurah Anom Mhurdana mengungkapkan, perayaan HUT ke-7 berjalan sukses. HUT ini merupakan momentum untuk mengembangkan diri ke dalam dan keluar. Di antaranya menjalin kerja sama dengan RSUD Tabanan dan RS Kapal, Badung sebagai rumah sakit pendidikan. FKIK Unwar juga mendapat tawaran oleh Maharishi University of Management (MUM), memberikan kursus singkat soal ilmu Weda dan pengobatan dan meditasi. Sedangkan kerja sama dengan Diskes Bali mendeteksi virus KLB dengan Biologi Molekuler Eijkman berupa deteksi lepto spirosis. Untuk memperkuat agar lulusannya berdaya saing internasional, FKIK Unwar akan memberikan pendidikan tambahan berupa kursus bahasa Inggris menggandeng Best English. Semua dosen, karyawan dan mahasiswa wajib mengikuti program ini, sehingga begitu tamat minimal memiliki TOEFL 500.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Rektor Prof. Dewa Putu Widjana menekankan, momentum HUT dipakai untuk mengevaluasi diri bahwa pengalaman akan terus bertambah. Juga sebagai refleksi diri guna terus meningkatkan pelayanan terbaik. Untuk itu di usia ke-7 FKIK Unwar harus tampil lebih dewasa dan makin matang dalam kepribadiannya. Salah satu target FKIK Unwar ke depan yakni memiliki rumah sakit (RS) pendidikan bertaraf nasional bahkan internasional. Ketua Puncak HUT I Gusti Putu Wahyu Eka Nugraha didampingi Ketua Umum Gung De Narayana menjelaskan, agenda HUT ke-7 FKIK Unwar dibagi tujuh kegiatan. Agendanya diisi dengan sport and art tournament yang diraih angkatan ke-7, bazar, art festival hingga open hause dan baksos. Saat puncak HUT juga dipentaskan berbagai atraksi mahasiswa berupa tari, musik kolaborasi dan fashion show. Juga ditetapkan dosen terinspirasi yang diraih dr. Sana, dosen tervavorit dr. Asih dan dosen terlucu dr. Ary. (ad592)
HUT FKIK - Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. A.A. Gede Wisnumurti memberi ucapan selamat kepada Dekan FKIK Gusti Ngurah Anom pada puncak HUT ke-7 FKIK Unwar.
daerah
Selasa Wage, 9 Februari 2016
5
FIGUR Cek ’’Crew’’ Pesawat
BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali gencar melakukan tes urine terhadap pilot dan crew beberapa maskapai penerbangan nasional. Salah satunya Garuda Indonesia Airlines, beberapa hari lalu. Tujuannya adalah memastikan crew pesawat tidak dalam pengaruh atau sebagai pengguna narkoba karena akibatnya bisa fatal. “Tes urine terhadap 54 orang crew pesawat Garuda hasilnya negatif. Kondisi ini harus dipertahankan dan keselamatan penumpang paling utama. Selain itu mesti dicontoh oleh crew pesawat lainnya,” ujar kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa, Senin (8/2) kemarin. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk melacak penyalahgunaan narkoba di kalangan awak pesawat. Petugas BNNP Bali memeriksa pilot dan co-pilot, pramugari dan pramugara serta awak pesawat lainnya. “Operasi ini akan dilanjutkan pada maskapai yang lain secara silent operation. Mudah-mudahan crew pesawat manapun bersih dari narkoba,” ujarnya. (rah)
Bali Post/wan
IMLEK - Umat Buddha tampak khusyuk melakukan upacara persembahyangan pada hari raya Imlek di Vihara Tri Dharma Satya Dharma, Benoa, Pesanggaran, Denpasar Selatan, Senin (8/2) kemarin.
Cuci Gudang Felice Jewellery
Peringati Hari Pers Nasional Tahun 2016
Dapatkan Berlian Fashion Model Terbaru Astra Motor Bali dengan AHM Oil Gelar Service Berkunjung FELICE JEWELLERY kembali menawarkan perhiasan emas bertabur berlian dalam pameran cuci gudang di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Cuci gudang berlangsung mulai hari Selasa (9/2) ini sampai Kamis (11/2) mendatang. Perhiasan yang ditawarkan merupakan model keluaran terbaru, utamanya untuk berlian fashion. “Banyak koleksi terbaru Felice Jewellery yang terdiri atas berlian fashion seperti pendant, earring, solitare dan ladies ring,” ujar Sales Felice Jewellery Ni Kadek Widnyani dikonfirmasi, Senin (8/2) kemarin. Lebih lanjut dikatakan, berlian fashion selama ini banyak diincar kaum hawa. Berlian fashion didesain langsung di Hongkong dan mengikuti tren perhiasan terkini. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. Sementara berlian yang dibuat perhiasan didatangkan langsung dari Eropa dengan cutting Belgia. “Setiap pameran, kami memang selalu mengeluarkan desain baru agar customer tidak bosan. Jadi satu desain untuk satu model,” jelas Kadek. Ditambahkannya, cuci gudang akhir tahun ini tidak hanya menghadirkan berlian keluaran terbaru. Tetapi juga beragam promo menarik seperti pemberian diskon untuk produk berlian one price. “Kami berikan diskon 20 persen untuk berlian yang harganya di bawah Rp 10 juta. Tapi
jangan khawatir, produk lain juga kami beri harga spesial sehingga masih bisa terjangkau bagi customer,” jelas Kadek. Bagi para pria, lanjutnya, Felice Jewellery menyediakan cincin bertahtakan batu mulia yang elegan dan berkelas. Terdiri dari blue sapphire, jamrud, cat eye, dan rubi, yang didatangkan dari Sri Lanka dan Kolombia. Batu mulia ini dijamin keasliannya, beberapa bahkan sudah bersertifikat Internasional Laboratorium. “Man’s ring kami jual mulai harga Rp 9,999 juta,” jelas Kadek.
Dikatakan, setiap pembelian perhiasan akan mendapatkan sertifikat yang dapat dibawa untuk mereparasi perhiasan. Reparasi bisa dalam bentuk memperbesar atau memperkecil ukuran cincin, memasang permata yang lepas, dan renew seperti baru lagi. “Customer hanya tinggal menunjukkan sertifikat itu,” jelas Kadek. Tunggu apa lagi, segera kunjungi pameran cuci gudang Felice Jewellery. Harga relatif terjangkau ditambah desain yang unik, menjadikan berlian-berlian Felice layak menjadi bagian dari koleksi anda. (ad589)
SERANGKAIAN dengan peringatan Hari Pers Nasional tahun 2016 yang jatuh pada tanggal 9 Februari, Astra Motor Bali menggelar kegiatan Service Berkunjung, Sabtu (6/2). Kegiatan sehari ini digelar di kantor Bali Post yang ditujukan khusus bagi karyawan Bali Post. Menurut Manager Technical Service, Dharma Widjaja, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada pengguna sepeda motor Honda khususnya insan media dan juga untuk mempererat hubungan dengan media khususnya Bali Post. “Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Astra Motor Bali kepada insan media yang dikemas bertepatan dengan Hari Pers Nasional,” katanya. Menurutnya, untuk service kali ini, sebanyak 25 unit motor mendapat pelayanan service gratis untuk berbagai tipe dari tahun produksi 2010 ke atas serta penggantian oli. Dalam hal ini, oli yang digunakan adalah AHM Oil sebagai oli asli motor Honda dengan Engine Protection Technology yang berfungsi untuk melindungi dan menjaga peforma mesin agar tetap optimal. Jenis oli yang direkomendasikan untuk sepeda motor Honda adalah MPX1 dan SPX1 untuk Honda Sport dan Bebek, MPX2 dan SPX2 untuk Honda Matik, MPX 3 untuk Honda Sport dan Bebek. Oli ini bisa didapatkan di bengkel resmi Honda atau jaringan suku cadang seluruh Bali. Untuk menunjang kegiatan service tersebut, pihak Astra mendatangkan mobil keliling service yang merupakan salah satu bentuk layanan Customer Assistance dari Astra Motor Bali dengan dibantu teknisi-teknisi andal. Mobil keliling service Honda ini juga melayani service sepeda motor untuk grup customer, instansi, sekolah dan perusahaan yang memang membutuhkan jasa service berkunjung. Untuk bisa medatangkannya, cukup dengan menghubungi nomor telepon 0361438008, mobil keliling service ini sudah siap membantu. (bns1)
GANTI OLI - Dua orang mekanik melakukan service dan penggantian oli dengan menggunakan AHM Oil saat digelar service berkunjung di Bali Post, Sabtu (6/2).
BERLIAN - Berlian fashion seperti liontin, anting, serta cincin sangat banyak diminati wanita karena desainnya unik dan terbatas (limited edition).
Sikapi Isu Teror
Komponen Masyarakat Harus Solid
I Nyoman Cantiasa Denpasar (Bali Post) Bali terus dibayang-bayangi aksi teror oleh sindikat paham radikal, termasuk teroris. Aparat keamanan termasuk Korem 163/Wira Satya tidak mau kecolongan dan mengajak seluruh komponen masyarakat solid manyikapi isu aksi teror tersebut. “Seluruh komponen
masyarakat Bali harus kompak, solid dan punya rasa tanggung jawab menjaga serta mengamankan Bali ini,” tegas Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa, beberapa waktu lalu. Ia menegaskan orang Bali yang lahir, besar, cari pekerjaan dan makan di Pulau Dewata ini, mestinya lebih paham wilayahnya ketimbang pelaku teror. Danrem mengibaratkan seperti main petak umpet, ke mana pun pelaku lari harus ditangkap. “Karena kita lebih paham semestinya tidak ada celah untuk mereka sembunyi. Maka dari itu mesti gencarkan razia duktang dan aparat banjar atau desa pakraman supaya menjaga wilayahnya dengan baik,” ujarnya. Terkait gencarnya razia duktang, Cantiasa minta maaf karena situasi yang kurang kondusif sehingga dilaksanakan kegiatan tersebut. Apalagi banyak ditemukan duktang tanpa mengantongi kartu identitas. Ke depan, jika ditemukan duktang tidak bawa kartu identitas, harus pulang ke kampungnya.
Masuk Bali harus membawa KTP atau kartu identitas lainnya demi kepentingan dan keamanan bersama. Danrem kembali mengimbau kepada para orangtua dan guru supaya mengawasi anak-anaknya semaksimal mungkin. Pasalnya jaringan paham radikal mulai menyasar generasi penerus bangsa ini. “Ada oknum yang masuk dan mengajarkan paham-paham radikal ini. Jangan sampai terjadi di Bali. Kita berharap beri pemahaman agama yang benar, logis dan realistis. Jangan sampai terlena,” ujarnya. Oleh karena itu, sangat penting pendidikan bela negara dilakukan. Ia berharap pendidikan bela negara ini dimasukkan ke kurikulum sekolah supaya betul-betul terlaksana. “Bela negara itu bukan wajib militer. Yang penting ada kegiatan-kegiatan untuk anak muda supaya punya rasa bela negara. Materi diajarkan misalnya tentang kepemimpinan, kegiatan-kegiatan penjabaran Pancasila dan sebagainya,” tegas Cantiasa. (kmb36)
Denpasar (Bali Post) Sebagian besar anggota DPRD Bali sebelumnya telah sepakat dengan usulan Gubernur untuk merevisi Perda No.16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali. Revisi ini antara lain untuk mengakomodir proyek pembangunan seperti jalan tol, bandara di Bali Utara dan kereta api untuk aksesibilitas dari Bali Selatan ke wilayah Bali lainnya. Namun, revisi Perda RTRWP Bali sampai saat ini rupanya belum menjadi prioritas dewan dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2016. Pasalnya, dewan masih menanti hasil kajian dari Bappeda Bali terkait
revisi perda tersebut. “Kalau nanti memang sudah masuk kajian itu dan memang sudah layak direvisi sesuai kajian, kita bisa saja agendakan. Tapi sekarang, kajiannya belum masuk dari Bappeda,” ujar Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry di gedung dewan, belum lama ini. Itu artinya, lanjut Sugawa, revisi Perda RTRWP Bali belum menjadi prioritas karena belum masuk dalam Prolegda. Namun, bisa saja Prolegda nantinya direvisi bila memang kajian revisi Perda RTRWP Bali sudah selesai dikerjakan. “RTRW itu sangat strategis, mendasar, dan komprehensif.
Jadi tidak bisa langsung kita programkan menjadi prioritas. Tetapi kalau sifatnya mendesak, Prolegda bisa direvisi,” jelasnya. Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama menambahkan, Perda RTRWP Bali memang sudah layak untuk direvisi. Alasannya, umur Perda RTRWP Bali saat ini sudah lebih dari lima tahun. Di samping memang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pembangunan di masyarakat. “Tetapi bukan karena ada proyek besar lalu kita revisi. Biar tidak ada salah paham nanti menyampaikan,” jelasnya. (kmb32)
Revisi Perda RTRWP Bali Masih Tunggu Kajian
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
OPINI
6
Selasa Wage, 9 Februari 2016
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Beryadnya Saat Galungan SEMARAK perayaan Galungan mulai dirasakan beberapa hari menjelang hari raya besar umat Hindu ini. Pasar-pasar, baik yang tradisional maupun modern, dibanjiri umat yang ingin membeli berbagai sarana persiapan upacara Galungan. Mulai dari bahan aneka kue, makanan, bumbu-bumbuan, daging, sarana banten seperti janur, aneka kembang, perlengkapan penjor dan berbagai sarana lainnya. Semuanya tentunya tujuannya untuk yadnya, sebuah korban suci yang dilakukan secara tulus dan ikhlas. Sejalan dengan meningkatnya perekonomian masyarakat, terlihat kecenderungan semua itu dilakukan secara besarbesaran. Salah satu yang paling kentara, dalam membuat penjor. Di beberapa daerah di Bali, penjor sekarang dibuat secara megah dengan berbagai aksesoris mewah. Hal mirip dijumpai untuk sarana upakara lainnya seperti sampian, canang dan lainnya. Semua ini kini dapat dibeli di berbagai pasar bahkan sudut jalanan. Semua itu katanya dilakukan untuk yadnya. Namun dalam kenyataannya, banyak yang melakukan dengan keterpaksaan. Mereka melakukan hal itu lebih karena malu, tetangga di sebelahnya menyambut Galungan dengan begitu megah dan mewah. Padahal, jika mengacu pada makna dan tujuan yadnya sebenarnya, hal–hal seperti ini bisa dialihkan untuk yadnya yang lebih besar, yakni membantu sesama umat. Dana cukup besar yang dikeluarkan dalam menyambut Galungan ini, sebenarnya masih bisa ditekan untuk kemudian dialihkan ke hal-hal kemanusiaan. Dimulai dari membuat aneka kue saat Penyajaan Galungan (hari Senin, dua hari menjelang Galungan), sebagian bisa disisihkan untuk kemanusiaan. Tidak usah jauh-jauh, tengoklah tetangga terdekat, sudahkah mereka mempunyai kue untuk bahan upakara saat Galungan? Selanjutnya saat Penampahan Galungan, tepatnya hari Selasa, sehari menjelang Galungan. Di beberapa desa di Bali saat Penampahan Galungan masih dikenal yang namanya mapatung. Dalam tradisi mapatung ini, warga biasanya membentuk kelompok-kelompok kecil dengan jumlah sekitar 10 orang untuk bisa memotong babi secara gotong royong. Kegiatan ini, selain dapat menekan biaya pembelian daging babi untuk menyambut Galungan, juga lebih mengedepankan aspek kebersamaan dan keadilan. Kebersamaan mulai dari menangkap babi, menyembelih, memotong, membersihkan sampai membaginya secara adil. Bahkan di beberapa daerah, masih ada budaya ngejot yakni memberikan sebagian daging ini ke tetangga yang kurang mampu. Sementara di desa lain, hal ini dilakukan setelah olahan daging jadi. Malah, tak jarang terjadi semacam barter/saling tukar dan saling mencicipi hasil olahan masingmasing. Demikian halnya saat mamenjor (membuat penjor) Galungan, janganlah saling jor-joran memamerkan kemewahan masing-masing. Buatlah penjor sederhana tanpa mengurangi makna dan filosofinya, sementara kelebihan dana yang dimiliki bisa dipakai membantu mereka yang sedang sakit saat Galungan. Atau, mereka yang tidak mampu mapatung dan membeli daging dan sarana upakara Galungan. Hal ini jarang sekali ditemukan, karena masing-masing justru saling berlomba biar bisa tampil lebih dari yang lainnya. Pas saat Galungan, pagi-pagi biasanya umat terutama yang perempuan beramai-ramai sembahyang menuju berbagai pura terdekat. Selanjutnya pada siangnya, di beberapa desa masih dilakukan tradisi mamunjung ke setra (kuburan). Ini terutama dilakukan mereka yang masih punya sawa (anggota keluarga yang masih dikubur) di setra. Biasanya usai mamunjung di atas kuburan anggota keluarga, umat bersama sanak saudara makan bersama di sana. Ini sebagai simbolis menghormati mereka yang telah meninggal, sekaligus menunjukkan kebersamaan keluarga. Besoknya saat Umanis Galungan, dulu umat saling mengunjungi sanak keluarga, terutama yang berada di desa/daerah lain. Kesempatan ini biasanya dimanfaatkan oleh anak-anak untuk mendapatkan semacam “angpao” dari mereka yang dikunjungi. Jumlahnya mungkin tidak seberapa, tetapi menunjukkan rasa kasih sayang mereka sebagai sebuah keluarga. Itu dilakukan secara tulus ikhlas, dan memang itulah makna dari yadnya termasuk saat Galungan ini. Hanya sayang, hal-hal seperti ini saat ini sepertinya sudah sangat susah didapatkan. Malah yang terjadi, umat mengunjungi berbagai tempat hiburan. Parahnya lagi, kesempatan ini dipakai anak-anak muda untuk konvoi dan trek-trekan yang tak jarang berujung bentrok dan kecelakaan. Saat Penampahan Galungan, sekarang umat pesta makanan dibarengi pesta minuman keras. Selanjutnya, memasang penjor besar-besar, megah dan mewah. Tak jarang, dibarengi musik ingar-bingar di poskamling dan sejenisnya. Malamnya, dilanjutkan dengan pesta minuman keras dan tak jarang pula berujung pertikaian karena mabuk. Bahkan kerap terjadi bentrok antarpemuda, antarwarga yang memakan korban. Paling ringan, akibat pesta berlebihan, menimbulkan korban diare dan teler hingga masuk rumah sakit. Hal-hal seperti ini semestinya bisa dihindari dan tak perlu terjadi, jika saja umat kembali pada makna yadnya Galungan yang sesungguhnya. Barangkali, peran perangkat dan pemuka umat perlu lebih dioptimalkan lagi untuk mengarahkan ke hal-hal yang lebih positif, yadnya saat Galungan ini. Tentunya, sebelumnya harus memberi contoh dari diri sendiri. Selamat Hari Raya Galungan, mari beryadnya yang sesungguhnya.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Mohon Pengertian Pejabat Sebagai warga Denpasar kini saya menjadi was-was jika banjir yang terjadi bukan hanya musibah. Ke depan banjir bisa menjadi bencana jika Denpasar tak segera membatasi pembangunan di daerah resapan air. Kekhawatiran ini mungkin dirasakan masyarakat lainnya, karena saat hujan seharian Denpasar sudah dikepung banjir. Jalanan macet. Saya mohon kepada pemerintah daerah agar membatasi pembangunan fisik, terlebih yang mengarah pada jalur-jalur lintasan air. Saya mohon pengertian para pejabat untuk mengerti kepentingan rakyat kecil. Ini pentingnya pejabat mendengar rakyatnya bukan bekerja untuk kenyamanan diri sendiri. Kekhawatiran terhadap musibah banjir ini saya sampaikan agar ke depan perencanaan pembangunan juga memperhatikan lingkungan. Jangan hanya berorientasi uang lalau mengabaikan kepentingan sosial dan kepentingan umat. Jangan ruang umat dijadikan objek dagangan. Made Sumariani Denpasar, Bali
Memaknai Galungan dengan Perilaku Indah Sejatinya persoalan ibadah agama tidak semata-mata berurusan dengan keindahan ritual. Lebih penting lagi adalah mengejawantahkan keindahan (susastra) ajaran Tuhan dalam bentuk cara beragama yang indah. Agama memang semestinya diambil sisi-sisi keindahannya, sebab Tuhan yang menurunkan agama sangatlah indah. Kitab suci Weda itu sendiri adalah karya sastra yang maha indah. Dari sisi keindahannya, Weda sebagai ajaran Tuhan memberi inspirasi dan motivasi bagi umat untuk menjalankan petualangan keagamannya secara indah.
Oleh I Gusti Ketut Widana agaimanakah caranya? Sederhana saja, berperilaku yang indah, itulah busana terindah bagi umat beragama. Kitab Niti Sataka 80 menyuratkan: ‘’Busana kekayaan adalah kebaikan hati, busana keberanian adalah lidah yang terkendali, busana pengetahuan adalah kedamaian, busana kepandaian adalah kerendahan hati, busana kekayaan adalah menghabiskan harta untuk mendidik putra yang baik, busana tapa adalah meninggalkan kemarahan, busana kebesaran adalah memaafkan, busana dharma adalah tidak menipu. Dan akhirnya sifat-sifat atau perilaku yang baik itulah inti dari keindahan semua busana.’’ Hari suci Galungan adalah sebuah keindahan juga, keindahan busana (lewat tampilan ritual) yang sayangnya kian berkembang menjadi kemegahan, bahkan kemewahan beryadnya. Hal itu pula yang menjadi salah satu sebab terjerumusnya umat Hindu kekinian pada perilaku beragama kontemporer. Cirinya, aktivitas ritual berkembang menjadi ibadah primer (ditonjolkan), sementara pemaknaannya menjadi sekunder dan pengejawantahan ke dalam perilaku indah semakin bergeser ke tingkatan tersier, dan bersifat temporer. Dengan kata lain pemahaman dan pemaknaan ritual Galungan boleh dikatakan nyaris tanpa kognisi (lewat adagium anak mulo keto), begitupun
B
afeksi (sikap dan perilaku indah) juga kian menepi yang terjadi adalah aktivitas religi lebih menstimulus intuisi (rasa, keyakinan) hingga melahirkan emosi keagamaan tanpa refleksi. Apalagi kontemplasi. Semua aktivitas religi lewat ritual hari suci Galungan berjalan sebagaimana mesti tanpa bermuara pada kesadaran diri lewat pembuktian kemenangan dharma. Jadilah ritual Galungan berlangsung sebagai aktivitas rutin, umat pun menjalankannya dengan rajin dan disiplin. Hanya realita baktinya lebih dominan pada aktivitas ritual dalam kemasan material, belum memuncak pada pencapaian kesadaran spiritual. Sesungguhnya betapapun besar, megah dan mewahnya persembahan sesaji lewat upakara bebanten, tetaplah sebagai sebuah keindahan material bernuansa ekspresif simbolik. Lihat saja aktivitas umat saat menyambut dan melaksanakan Galungan. Mulai dari pembuatan penjor yang sebenarnya bisa diirit dengan biaya murah, kenyataannya melahirkan perilaku mewah, jor-joran membuat penjor lebay, melambai-lambai memamerkan nilai material hingga jutaan rupiah. Lalu potong babi, sedikit dibutuhkan untuk tujuan persembahan (yadnya) tetapi lebih banyak sebagai pesta konsumsi merayakan sebuah kemenangan yang umat sendiri belum banyak paham, siapa sebenarnya yang telah keluar sebagai pemenang, dharma atau malah adharma.
Mengacu Koentjaraningrat (1974) agama memang tidak lepas dari emosi keagamaan yang realisasinya bermuara pada aneka rupa ritus dengan sistem dan peralatan ritualnya. Emosi keagamaan mendorong aktivitas ritual, lalu menstimulus balik lahirnya keyakinan yang tak jarang tanpa pengetahuan, sehingga mengabaikan, tepatnya mengubur kandungan maknanya yang sebenarnya menuntut laksana perilaku indah. Apa sajakah bentuk perilaku indah sebagai pembuktian kemenangan dharma saat Galungan? Sederhana saja, pertama; harus mengacu pada inti (tattwa), ”bahwa Galungan itu adalah yang mengarahkan bersatunya pikiran agar menjadi tenang dan berkesadaran tinggi untuk melenyapkan penyebab kekacauan pikiran” (Lontar Sundarigama). Kedua; tetap berpegang pada etika (susila) dengan selalu mengusahakan berperilaku indah, dan ketiga; mengejawantahkan perilaku indah dengan menumbuh-suburkan praktik satyam, siwam, sundaram (kebenaran, kesetiaan, kesucian, dan keindahan dalam keseimbangan). Contohnya; (1) tidak berlebihan dalam berupacara. Upakara nista bukan berarti hina dan upakara utama belum tentu juga berarti sempurna atau mulia; (2) lalu menjadikan aktivitas ritual sebagai tangga pendakian menuju pencapaian kesadaran spiritual; (3) menikmati persembahan yadnya sebagai anugerah satwika tanpa mencampuri dengan
Suara Mahasiswa Jangan Sampai Bali Jadi Surga Paedofilia BALI terkenal dengan sebutan Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura dan Bali Dwipa. Nama Bali sudah tidak asing lagi di seluruh Indonesia dan bahkan di seluruh dunia. Agar nama Bali tetap ajeg, maka jangan Bali dijadikan sebagai surga paedofilia. Paedofilia adalah kecenderungan seseorang yang telah dewasa, baik pria maupun wanita untuk melakukan aktivitas seksual berupa hasrat ataupun fantasi impuls seksual dengan anak-anak kecil. Belakangan ini di Bali banyak terjadi kasus paedofilia. Indonesia termasuk di Bali sudah masuk kategori Extra Ordinary Crime? paedofilia dan kekerasan terhadap anak. Jangan sampai lemahnya hukum di Indonesia membawa angin segar pelaku paedofilia. Berharap Polda Bali bertindak tegas terhadap pelaku paedofilia dan kekerasan seksual tersebut. Jika tidak, Bali yang seharusnya menjadi destinasi pariwisata dunia malah dianggap sebagai surga paedofilia.
Oleh I Kadek Restu Wiradnya Mohon bertindak secara tegas, jangan sampai Bali menjadi surga buat kaum paedofil. Yang terpenting adalah bagaimana pengawasan orangtua terhadap anaknya. Apalagi saat ini sudah ada awig-awig desa. Warga desa bisa membuat semacam upaya-upaya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui peraturan desa. Upaya-upaya pencegahan kek-
erasan terhadap anak bisa dilakukan secara sistemastis dan terprogram. Partisipasi warga bisa menjadi lebih besar dengan adanya peraturan desa tersebut. Di kota-kota besar usahausaha pencegahan juga bisa dilakukan dengan sama-sama memaksimalkan peran organisasi, komunitas, dan instansi-instansi yang ada. Kalau kita lihat berbagai kasus pelakunya adalah orang-orang terdekat. Perlu upaya pencegahan yang bersifat masif melalui kampanye dan sosialisasi perlindungan terhadap anak dari berbagai bentuk tindakan kekerasan dan diskriminatif. Di samping dihukum dengan hukuman yang berat oleh aparat penegak hukum, kita juga membutuhkan partisipasi yang lebih dari orangtua untuk mengawasi pergaulan anak. Karena orangtualah yang seharihari terlibat komunikasi langsung dengan mereka. Semoga kasus paedofilia ini tidak terulang kembali.
hidangan tamasika seperti pesta lawar plus daging babi berlumuran miras; (4) meniadakan aksi hura-hura seperti menggelar bazar di banjar dengan aroma kafe; (5) membangun suasana kekeluargaan antar-krama, nyama braya atau semeton untuk meredam perpecahan sosial yang belakangan kian marak terjadi; dan akhirnya (6) menjadikan hari suci Galungan sebagai media refleksi dan kontemplasi agar lebih mudah dan jernih melakukan introspeksi, sehingga usai Galungan akan lahir insan umat Hindu yang berhasil memenangkan dharma, bukan sebaliknya terus-menerus di bawah kuasa adharma dengan segala manifestasinya yang menurunkan bahkan menjatuhkan harkat, derajat dan martabat manusia sebagai hamba Tuhan. Inilah hakikat Galungan, tetap teguh, kukuh, tidak rapuh, apalagi sampai runtuh dalam menegakkan dharma sebagaimana ditegaskan kitab Slokantara-5 (36): ‘’Bagi seekor kijang yang berbahagia dengan rumput dan buluh muda, perhiasan emas itu tidak berarti; bagi kera yang berbahagia dengan buah-buahan pada pohon-pohon kayu, mutiara itu tidak ada artinya; bagi babi yang gembira dengan makanan yang sudah busuk, bau bunga harum itu tidak berarti apa-apa; tetapi bagi manusia, dharma-lah (perilaku indahlah) yang harus diutamakan dan dilakukan walaupun kadang-kadang tidak menggembirakan.’’ Ritual Galungan boleh saja tampil dengan segala keindahannya, tetapi lebih penting lagi adalah memaknai kemenangan dharma. Tidak saja melalui sikap sembah, tetapi juga lewat perilaku indah sehingga membawa berkah bagi semua orang dan kita pun dijauhkan dari segala masalah, apalagi musibah. Itulah anugerah terindah Galungan saat ini. Penulis, dosen Fakultas Pendidikan Agama & Seni Unhi Denpasar.
POJOK t a m a l e S aya R i r a H n a g n u l a G dan an g n i n u K
STIE Setya Dharma Singaraja
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Mahadita, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Selasa Wage, 9 Februari 2016
OTOMOTIF
7
BANGLI
8
Selasa Wage, 9 Februari 2016
Hilangnya ”Tapel” Barong Celeng Pura Dalem Pingit Yangapi
Warga Resah, Minta Polisi Bergerak Cepat Bangli (Bali Post) Pura Dalem Pingit di Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, disatroni maling. Sebuah tapel (topeng) barong celeng yang selama ini tersimpan di dalam gedong penyimpenan pura raib digondol maling. Hilangnya tapel barong tersebut pertama kali diketahui oleh pemangku pura setempat saat hendak melakukan persembahyangan pada rahina tilem, Minggu (7/2) sore. Pemangku Pura Dalem Pingit Jero Mangku Sulastra alias I Wayan Murah (62) menuturkan, saat dirinya tiba di jaba tengah, dia melihat pintu gedong penyimpenan yang biasanya terkunci rapat justru dalam keadaan terbuka. Setelah dicek kondisi salah satu besi pegangan gembok ternyata sudah rusak. Melihat kejanggalan tersebut, Mangku Sulastra langsung memeriksa benda sakral yang tersimpan di dalam gedong penyimpenan. Saat diperiksa diketahui bahwa tapel barong celeng hilang dari pereraga-nya. “Yang hilang hanya tapel barongnya. Benda lainnya seperti gong serta tongkat naga yang dihiasi permata semuanya masih utuh,” ungkapnya. Atas kejadian itu Mangku Sulastra pun langsung me-
laporkan kejadian tersebut ke prajuru adat serta pihak kepolisian Polsek Tembuku hari itu juga. Petugas kepolisian langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Untuk memperdalam penyelidikan, Senin (8/2) kemarin, petugas kepolisian bersama warga kembali melakukan olah TKP sekaligus melakukan penyisiran jejak pelaku di areal pura setempat. Dari hasil penyisiran di sekitar TKP, ditemukan aksesoris barong celeng Pura Dalem Pingit berupa badong yang juga hilang bersama tapel. Badong tersebut ditemukan tergeletak di bawah pohon beringin yang tumbuh disamping timur pura setempat. Klian Dinas banjar Yangapi Made Putra Winata menambahkan, hilangnya
tapel barong celeng tersebut diakuinya telah membuat masyarakat resah. Terkait hal itu pihaknya pun meminta kepada polisi agar segera mengungkap pelaku pencurian benda yang disakralkan tersebut. Kapolsek Tembuku AKP Made Adi Suryawan saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya saat ini tengah berupaya mengungkap pelaku pencurian dengan melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus. Peran serta masyarakat dalam memberikan informasi sangat diharapkan guna mempercepat pengungkapan kasus. (kmb40) PENCURIAN - Gedong penyimpenan di Pura Dalem Pingit yang digasak maling.
Kosong, Jabatan Struktural di Empat SKPD Pengisian Tunggu Kepala Daerah Definitif
Bangli (Bali Post) Sejumlah jabatan struktural di beberapa SKPD masih belum terisi. Kekosongan bahkan ada yang sejak tahun 2012 lalu. Untuk pengisiannya direncanakan dilakukan setelah adanya kepala daerah definitif. Hal ini disampaikan Sekda Bangli I.B. Giri Putra, belum lama ini. Dijelaskannya, kekosongan beberapa jabatan ini terjadi di empat SKPD. “Kekosongan jabatan ini terdapat di empat SKPD. Rata-rata eselon IV/b,”
jelas Giri Putra. Pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, jabatan yang kosong meliputi Kasubag Tata Usaha UPT Disdikpora Kecamatan Tembuku. Hal ini terjadi karena pejabat sebelumnya mengundurkan diri pada 2014 lalu. Kekosongan juga terjadi untuk posisi Kepala Tata Usaha SMKN 2 Kintamani dan Kepala Tata Usaha SMPN Satap 4 Kintamani. Bahkan kedua posisi ini kosong sejak awal. Di Dinas Pertanian, Perke-
Tak Terawat, Pasar Yangapi Kumuh
Bali Post/ina
RUSAK - Saluran drainase di Banjar Kebon yang mengalami kerusakan
Jebol, Saluran Drainase di Banjar Kebon Bangli (Bali Post) Saluran drainase sepanjang kurang lebih 15 meter di Banjar Kebon, Desa Peninjoan, Tembuku, jebol. Hal ini terjadi akibat saluran drainase tak kuat menahan derasnya air sejak meningkatnya intensitas hujan belakangan ini. Masalah juga dipicu tersumbatnya saluran drainase di bagian hilir. Perbekel Desa Peninjoan Dewa Nyoman Tagel, Senin (8/2) kemarin, mengatakan saluran drainase tersebut jebol sejak pertengahan Januari lalu. Jika dilihat dari umurnya, saluran drainase itu sejatinya masih seumur jagung karena baru kelar dikerjakan beberapa bulan lalu. Pengerjaan saluran drainase itu dilakukan langsung oleh Dinas PU dengan menggunakan anggaran APBD Perubahan Tahun 2015. Menurut Dewa Tagel, jebolnya saluran drainase tersebut akibat tak kuat menahan luapan air hujan yang mengalir dengan besar di saluran tersebut. Tak hanya itu, tersumbatnya saluran drainase di bagian hilir membuat luapan air semakin merongrong drainase yang baru tuntas dikerjakan pemerintah tersebut. Berdasarkan hasil pantauannya selama ini, Tagel mengungkapkan kerusakan saluran tidak saja terjadi di satu titik namun beberapa titik. Sementara itu, untuk mengatasi masalah tersebut, Dewa Tagel mengaku sedang berupaya membongkar bagian hilir drainase yang tersumbat. Hal itu dilakukannya agar aliran air dari bagian hulu dapat mengalir dengan lancar. “Kalau dibiarkan kami khawatir kondisinya akan semakin parah,” ujarnya. Kendati demikian, pihaknya juga berharap pemerintah bisa segera melakukan perbaikan terhadap saluran drainase yang ambrol ini. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Wajah Pasar Amerta Gunung Sari atau yang selama ini lebih dikenal dengan nama Pasar Yangapi, Tembuku sangat kumuh. Pasar yang dikelola pemerintah ini terkesan tidak terawat. Selain dipenuhi sampah, pasar yang pernah beralih fungsi menjadi kos-kosan itu juga dipenuhi rerumputan dan tanaman liar yang merambat dengan subur layaknya sarang ular Berdasarkan pantauan Bali Post, kumuhnya kondisi Pasar Yangapi sangat terlihat jelas pada bagian depan. Rerumputan serta tanaman liar merambat tumbuh dengan subur. Saking tingginya, tanaman liar hampir menutupi papan nama pasar yang berdiri kokoh di depan areal pasar. Selain karena rumput liar wajah bagian depan pasar juga terlihat semrawut akibat banyaknya spanduk dan baliho yang dipasang dengan sembarangan. Tak berbeda jauh, di bagian dalam pasar kekumuhan Pasar Yangapi juga sangat nampak. Sampah-sampah plastik dan dedaunan tampak dibiarkan menumpuk. Terkait kondisi tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Bangli Dewa Gede Mahendra Putra saat ditemui belum lama ini mengatakan, masalah Pasar Yangapi sebenarnya sudah sempat dibahas dalam rapat forum komunikasi
bunan dan Perhutanan (P3), posisi Kasubag Tata Usaha pada UPT Dinas P3 Kecamatan Kintamani belum juga pernah terisi sejak awal. Demikian pula pada posisi Kepala Dinas P3 yang beberapa waktu lalu ditinggal pensiun pejabat sebelumnya. Pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, kekosongan terjadi pada posisi Kasubag Tata Usaha pada UPT Penyeberangan Danau Batur. Penyebab kekosongan ini lantaran pejabat sebelumnya
pimpinan daerah. Akan tetapi Pj. Bupati mengakui tidak ada perubahan terhadap kondisi pasar Yangapi saat ini. Menurut Mahendra Putra, karena pasar tersebut selama ini dimanfaatkan oleh banyak desa, maka sudah selayaknya pembersihan dapat dilakukan lintas desa. Pihaknya pun meminta instansi terkait mengoordinasikan kegiatan pembersihan tersebut. “Kalau butuh sarana ya disampaikan. Masalah jangan didiamkan seperti itu,” ujarnya. Sekadar mengingatkan, Pj Bupati sempat dibuat tercengang saat melakukan sidak di Pasar Yangapi. Selain karena kumuh dipenuhi banyak sampah, dia juga kaget karena menemukan beberapa kios pasar ada yang beralih fungsi menjadi tempat kos. Atas kondisi tersebut, Pj Bupati pun langsung memerintahkan instansi terkait, dalam hal ini Disperindag untuk mengembalikan fungsi pasar dan menata pasar untuk menghidupkan kembali pasar tersebut. Oleh Disperindag, perintah itu ditindaklanjuti yakni dengan mengembalikan fungsi kios dan mengembalikan hari pasaran yang sebelumnya Pasah ke Kajeng. Hanya masalah kebersihan nampaknya belum ditindaklanjuti maksimal oleh Disperindag. (kmb40)
Bali Post/ina
TAK TERAWAT - Kondisi Pasar Yangapi yang dipenuhi rerumputan dan tanaman liar.
angin kencang. Diduga hal tersebut karena usia pohon yang tua dan telah lapuk. “Saat kejadian tak ada hujan maupun angin. Mungkin karena usia kayu sudah tua dan lapuk ditambah daunnya yang lebat. Jadinya berat dan tumbang,” katanya. Kejadian yang berlangsung singkat itu selain merusak delapan unit bangunan milik empat KK juga merusak pagar pura. “Selain pagar pura, kejadian ini juga merusak delapan bangunan. Kerusakan paling banyak pada atap. Ada juga rusak pada tembok panyengker dan bangunan. Enam bangunan kerusakannya tergolong berat,” jelas Agus Sutapa. Kata pria asal Kelurahan Kubu,
Bangli ini, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 300 juta. Terkait proses evakuasi, BPBD, Dinas PU, Koramil dan Polsek Susut, PLN, dibantu warga sekitar langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan. “Pohon yang tumbang kan ada di pura. Sebelum evakuasi harus ada upacara dulu,” terangnya sembari menambahkan, pohon tumbang ini merupakan yang kedelapan sepanjang musim penghujan tiba. Pihaknya pun mengimbau untuk senantiasa waspada. “Masyarakat waspada saja. Pohon tumbang bisa terjadi sewaktu-waktu. Tak menghitung ada hujan atau angin,” imbuhnya.
“Kinerja SKPD tetap lancar. Kalau pun ada masalah pasti langsung dikoordinasikan dengan atasannya,” tegasnya. Pengisian jabatan kosong itu, kata mantan Sekwan Bangli ini rencananya baru diusulkan Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) Kabupaten Bangli setelah adanya bupati definitif. “Sesuai aturan, mutasi itu baru bisa dilakukan enam bulan setelah kepala daerah definitif dilantik,” jelasnya. (kmb45)
Lestarikan Lingkungan
Batur Natural Hot Spring Tanam Ribuan Pohon
KERUSAKAN lingkungan menjadi persoalan serius di negeri ini. Persoalan itu tak hanya terjadi di daerah pesisir, namun juga di daerah pegunungan, tak terkecuali di kawasan Kaldera Batur, Kintamani yang notabene sebagai daerah pariwisata. Melihat kondisi tersebut, Batur Natural Hot Spring, Banjar Toya, Bungkah Desa Adat Batur, bersama Pemuda Toya Bungkah melakukan aksi penanaman ribuan pohon, Minggu (7/2) lalu. Penanggung Jawab Batur Natural Hot Spring Jro Gede Batur Kawanan/Alitan menjelaskan, kawasan Kaldera Batur, khususnya di lingkungan Toya Bungkah, memiliki fungsi sangat penting untuk pariwisata Bangli. Namun belakangan kerusakan lingkungan kerap terjadi, salah satunya pada pohon perindang. Untuk mengembalikan hal itu, maka dilakukan aksi penanaman ribuan pohon. “Ini sebagai bentuk kepedulian kami dalam melestarikan lingkungan, khususnya di daerah Toya Bungkah,” tegasnya. Tokoh adat Batur ini menyampaikan, kawasan kaldera tak hanya sebagai objek wisata saja. Di sisi lain ada hal yang tak kalah penting, yakni sebagai taman Ida Batari. Melalui hal itu, motivasi masyarakat untuk menjaga lingkungan harus jauh lebih besar. “Ini kawasan geopark taman bumi. Tak hanya sekadar taman untuk wisata, tetapi ini taman Ida Btari,” katanya. Lanjut ia mengatakan, pohon yang ditanam ini juga untuk menjaga ketersediaan air Danau Batur yang selama
Ditimpa Beringin Tumbang, Delapan Bangunan Rusak
Bangli (Bali Post) Pohon beringin berukuran besar di Pura Dalem Pingin Banjar/ Desa Sulahan, Susut tumbang, Minggu (7/2) lalu. Kejadian yang berlangsung pukul 21.00 Wita ini menimpa delapan bangunan milik warga. Enam diantaranya tergolong rusak parah. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian ditaksis mencapai ratusan juta rupiah. Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli I Ketut Agus Sutapa menjelaskan, pohon dengan batang berdiameter sekitar satu meter dan tinggi 30 meter itu tumbang saat tak ada hujan maupun
dipromosikan ke eselon IV/a. Sementara di Kantor Camat Kintamani, yakni Kasubag Keuangan. Jabatan ini belum terisi sejak dikeluarkannya Perda Kabupaten Bangli Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan. Lebih lanjut Giri Putra mengungkapkan, kosongnya jabatan ini tidak berpengaruh terhadap pelayanan maupun perkembangan SKPD tersebut. Sebab, telah diisi pelaksana harian (Plh) maupun Plt.
Sementara itu, seorang warga Dewa Nyoman Gading menceritakan saat kejadian berlangsung ia sudah tidur. Sepintas didengar suara gemuruh. Tak berselang lama bangunannya sudah ringsek tertimpa pohon tersebut. “Saya cukup terkejut dengan kejadian ini. Awalnya dikira ada apa. Ternyata pohon tumbang,” pungkasnya. (kmb45)
TUMBANG - Pohon beringin di Pura Dalem Pingin Banjar/ Desa Sulahan, Susut, tumbang, Minggu (7/2) malam. Kejadian ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan.
PEDULI LINGKUNGAN - Jro Gede Batur Kawanan/Alitan beserta karyawan Batur Natural Hot Spring dan pemuda Toya Bungkah, Kintamani melakukan aksi penanaman ribuan pohon di kawasan Kaldera Batur, Minggu (7/2) lalu. ini menjadi penopang hidup masyarakat Bali. Oleh sebab itu, upaya menjaga lingkungan ini diharapkan tak hanya datang dari masyarakat Bangli, khusunya Kintamani saja. Daerah lain juga perlu terlibat didalamnya. “Kalau air Danau Batur surut, daerah lain di Bali juga akan kena dampaknya. Pelestariannya harus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi,” imbuhnya. Sementara itu, Manajer Operasional Batur Natural Hot Spring I Nengah Suryadi didampingi Ketua Pemuda Toya Bungkah I Putu Karya Winarto mengungkapkan, aksi penanaman pohon telah menjadi kegiatan rutin setiap enam bulan. Selain karyawan, kegiatan ini juga didukung organisasi pemuda. “Penana-
man pohon ini sudah rutin dilakukan tiap jelang Galungan. Kami dengan pemuda turun bersama-sama,” katanya. Disampaikan juga jenis pohon yang ditanam yakni ampupu, cempaga, kelapa dan sejumlah jenis tanaman buah. Di samping untuk menciptakan lingkungan yang hijau, tanaman ini nantinya bisa dimanfaatkan saat ada upacara agama. “Pohon yang ditanam mencapai ribuan. Ini juga didukung Dinas Pertanian kabupaten,” ujarnya. Selain penanaman pohon, kegiatan bersih-bersih sampah plastik di sekitar kaldera juga rutin dilakukan. “Pada intinya kami ingin membuat lingkungan lestari. Berbagai kegiatan kami lakukan untuk menjaga taman bumi ini,” pungkas Suryadi. (ad590)
GIANYAR
Selasa Wage, 9 Februari 2016
9
Dihakimi Massa, Seorang Pencuri Tewas Mengenaskan Empat Rekannya Masih Buron
Gianyar (Bali Post) -
Tepergok mencuri di Banjar Laplapan, Petulu, Ubud, Senin (8/2) dini hari kemarin, seorang pria tewas mengenaskan setelah dihakimi puluhan massa. Kini, polisi masih memburu empat rekan pencuri tersebut yang berhasil kabur dari kejaran warga.
Bali Post/nik
SEMBAHYANG - Sejumlah anak saat bersembahyang di Vihara Amurva Bumi, Senin (8/2) kemarin.
Imlek, Vihara Amurva Bumi Dipadati Umat
Gianyar (Bali Post) Semangat perayaan Tahun Baru Imlek, Senin (8/2) kemarin, sangat dirasakan di kawasan seni Gianyar. Sejak pagi, umat Buddha Tri Dharma mengalir memadati Vihara Amurva Bumi yang berlokasi di Jalan Raya Wisma Gajah Mada, Blahbatuh. Di vihara, umat mempersembahkan buah-buahan disertai canang. Sarana upacara ini ditata rapi lalu diletakkan di beberapa tempat. Selanjutnya doa di awal di depan pintu masuk altar, dengan menghadap ke arah matahari hingga diakhiri dengan doa pada altar utama. ‘’Kami hanya ingin mendapat berkah untuk melewati Tahun Baru Imlek kali ini,’’ kata Chin, salah seorang pengunjung yang datang bersama keluarganya. Dijelaskan, ketika Imlek,
awalnya upacara dilaksanakan di rumah masing-masing. Upacara diakhiri dengan membagikan angpao kepada setiap anggota keluarga. Setelah di rumah, acara pun dilanjutkan dengan mengunjungi vihara atau konco bersama-sama keluarga mengenakan baju berwarna merah sebagai simbol Tahun Baru Cina. ‘’Rata-rata pengunjung pasti mengenakan pakaian merah termasuk keluarga saya. Ini sebagai tanda tahun baru,’’ katanya. Tidak hanya warga lokal, beberapa umat dari luar Gianyar juga banyak yang bersembahyang di vihara ini. Biasanya mereka akan terus berdatangan dari siang hingga sore hari. Perayaan Imlek akan diakhiri dengan Cap Go Meh seminggu lagi. ‘’Persembahyangan di vi-
hara ini dibuka dari pagi sampai malam sekitar pukul 22.00 wita. Biasanya umat bersembahyang di sini juga banyak yang dari luar Gianyar, bahkan luar Bali,’’ ucap Lochu Vihara Amurha Bhumi Lieman Jaya Hartana didampingi pengurus wihara Dcoa Sin Liang. Lochu menjelaskan, Imlek berasal dari bunyi dialek hokian, dari Yin Li penanggalan bulan Cina. Imlek juga dikenal dengan Nong Li penanggalan petani. ‘’Arti penanggalan ini adalah sebagai dasar petani bercocok tanam, karena pada zaman itu, petani mengandalkan kemampuan membaca alam, bintang, bulan untuk bercocok tanam. Bertepatan pelaksanaan Imlek biasanya menyambut musim semi dengan suka cita,’’ tuturnya. (kmb35)
Rangkaian HUT Ke-55
RSUD Sanjiwani ’’Launching’’ Alat Pengolahan Trombosit
SERANGKAIAN peringatan hari jadi ke-55, RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar menggelar seminar bertemakan “Transfusi Darah, Persiapan Komponen Darah dan Pelaksanaan Transfusi yang Berkualitas”. Kegiatan yang mengambil tempat di Aula RSUD Sanjiwani, Sabtu (6/2) lalu itu, dirangkaikan dengan launching alat pengolahan trombosit (refrigerated centrifuge), yang dilakukan oleh Asisten II Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Suweta. Ketua Panitia Penyelenggara dr. I Made Suwita menjelaskan, tujuan dilaksanakannya seminar ini lantaran melihat tingginya kebutuhan darah di Kabupaten Gianyar. Kondisi ini dikarenakan banyaknya kasus yang membutuhkan darah secara cepat. ‘’Hal ini sudah jelas ya, dikarenakan semua bagian tubuh manusia itu membutuhkan darah. Sekarang dengan seminar Transfusi darah merupakan salah satu cara memberikan pemahaman mengobati pasien,’’ jelasnya. Direktur RSUD Sanjiwani Gianyar dr. Ida Komang Upeksa dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dari Pemkab Gianyar dan PMI yang telah membantu RSUD Sanjiwani dalam hal pemenuhan kebutuhan akan darah yang ditunjang dengan alat pengolahan trombosit.
‘’Semoga dengan bantuan ini kebutuhan akan darah dapat terpenuhi secara maksimal, sehingga nantinya dapat meningkatkan response time pelayanan dan kepuasan dari pelanggan,’’ ucapnya. Sementara itu, Asisten II Setda Kabupaten Gianyar I Ketut Suweta berharap, dengan bantuan yang digelontorkan Pemkab Gianyar itu dapat meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Sanjiwani. Hal tersebut guna menunjang kesehatan masyarakat menjadi lebih baik. ‘’Di sini, Pemkab Gianyar sangat berharap agar masalah yang dihadapi dalam bidang kesehatan segera dicarikan solusi pemecahannya. Khusus terkait dengan pelay-
anan kesehatan di Kabupaten Gianyar, apalagi masalah kesehatan semakin berkembang dikarenakan semakin merebaknya berbagai macam penyakit,’’ katanya. Terkait dengan transfusi darah, Ketut Suweta berharap pihak PMI lebih meningkatkan kualitas keamanan darah yang didistribusikan ke pasien serta meningkatkan pemeriksaan sebelum dilakukannya donor darah. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih sadar arti penting donor darah. ‘’Mari kita tumbuhkan kesadaran mayadnya dengan menjadi pendonor darah dengan membudayakan gaya hidup sehat yang berhati mulia,’’ ujar Ketut Suweta. (ad318)
SEMINAR - Asisten II Setda Gianyar I Ketut Suweta saat membuka seminar di Aula RSUD Sanjiwani, Sabtu (6/2) lalu.
Di lingkungan setempat beredar rekaman video amatir milik seorang pria tak dikenal. Video itu menggambarkan pelaku pencurian yang sudah tidak berdaya, terus-menerus dihakimi massa. Luapan kekesalan warga ini disinyalir karena banyaknya aksi pencurian di kawasan tersebut, namun belum berhasil diungkap polisi. Alhasil, ketika ada pelaku yang tepergok mencuri sepeda inilah, warga kemudian melampiaskan kekesalannya. Informasi lain yang diterima menyebutkan, pada Senin dini hari sekitar pukul 02.00 wita, lima orang pencuri mendatangi lokasi dengan mengendarai sepeda motor. Kawanan garong ini selanjutnya berhenti di depan rumah salah seorang korban yakni I Nyoman Sukadana (45). Para pelaku kemudian membobol garasi milik korban. Di sana, mereka mengambil satu sepeda. Aksi kawanan pencuri ini rupanya sudah dicurigai oleh kumpulan pemuda setempat yang saat itu sedang lembur membuat penjor. Saat mengembat sepeda, mereka pun diteriaki maling. Empat orang berhasil kabur dengan sepeda motornya. Sementara seorang pelaku yang membawa sepeda curian berhasil dihadang warga di depan Pura Dalem setempat. Warga pun kemudian meluapkan kekesalannya, lanjut menghakimi pelaku beramai-ramai hingga tak berdaya. Ketika polisi mendatangi lokasi, warga sudah membubar-
kan diri dan pelaku dibiarkan terkapar di got depan Pura Dalem setempat. Pelaku yang dalam kondisi kritis dengan wajah penuh darah itu lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Ari Santi, Mas, Ubud. Tiba di rumah sakit, pelaku dinyatakan sudah tewas dengan luka berat di bagian kepala. Ditemui di Polsek Ubud saat mendampingi warganya, Perbekel Petulu Cokorda Agung Setia Darma menepis jika pelaku pencurian itu tewas lantaran dihakimi warga. Dikatakannya, berdasarkan keterangan warga, pelaku pencurian itu tewas karena jatuh dan membentur kepala di got. ‘’Belum tentu pencuri itu tewas lantaran dikeroyok. Dari keterangan warga, pelaku jatuh ke selokan. Jadi di sanalah dia terbentur,’’ katanya. Sementara itu, Kapolsek Ubud Kompol I Ketut Widiada membenarkan jika pelaku pencurian itu tewas setelah dihakimi massa. Namun, pihaknya kesulitan mengorek keterangan karena warga mengaku tidak tahu perihal pengeroyokan itu. Namun, Widiada menegaskan, jajarannya kini sedang memburu empat pelaku lainya yang berhasil kabur. ‘’Jajaran kami sedang memburu empat pelaku lainnya yang identitas sepeda motornya sudah terekam CCTV. Pengejaran ini sangat penting untuk mengetahui kronologis kejadian dan untuk mengetahui identitas pelaku yang tewas,’’ jelasnya. (kmb35)
Bali Post/nik
BARANG BUKTI - Seorang petugas kepolisian menunjukkan sepeda yang dicuri para pelaku. Salah satu pelaku tewas akibat dihakimi massa.
Bupati Akui Pembangunan Belum Maksimal
Gianyar (Bali Post) Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata mengakui program pembangunan yang dijalankan pihaknya belum maksimal. Sejumlah persoalan dihadapi dan menghambat realisasi program khususnya yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. ‘’Program Bagus saja belum maksimal. Bahkan ada yang mandek,’’ kata Agung Bharata belum lama ini. Menurutnya, visi misi Pemkab Gianyar yakni mewujudkan Gianyar yang Bagus (Bersih, Aman, Giat, Berbudaya dan Sejahtera). Visi misi itu dituangkan dalam berbagai program. Dari program yang di-
jalankan itu, tidak semua terealisasi sesuai harapan. Bahkan ada program yang mandek. Realisasi yang tak sesuai harapan atau bahkan mandek jelas sangat merugikan masyarakat dan pemerintah sendiri. Namun, tidak semua pejabat mau berterus terang mengenai progress sebuah program termasuk hambatan dan kendala yang dihadapi. Makanya, Agung Bharata mengaku akan mengecek langsung pelaksanaan program pembangunan hingga di tingkat desa. ‘’Setahu saya, program Bagus itu jalan-jalan saja. Dari dulu, saya terima laporan baik-baik saja. Mungkin
itu ada laporan ABS (asal bapak senang -red). Jadi sekarang, kita akan kontrol langsung, supaya tidak katanya-katanya. Mungkin kalau ada yang begitu, saya akan cari tahu apa sebabnya, di mana salahnya supaya bisa langsung diperbaiki,’’ tegasnya. Pengawasan langsung sebuah program pembangunan sangat diperlukan. Apalagi mengingat Pemkab Gianyar sekarang tengah fokus menggarap program pengentasan kemiskinan. Pihaknya pun mengakui, ada kendala di internal dalam menjalankan sebuah program. Namun, dia tidak merinci kendala-kendala dimaksud. Dia hanya
berharap persoalan di internal Pemkab Gianyar tidak sampai menghambat laju pembangunan. Lebih lanjut Agung Bharata mengungkapkan, ke depan, mulai dari sumber pendanaan hingga pelaksanaan kegiatan pemerintah harus terencana dan dieksekusi dengan lebih serius. ‘’Sekarang kita tidak perlu lagi fokus untuk aparatur. Begitu juga infrastruktur. Ratusan miliar sudah untuk infrastruktur. Sekarang bagaimana agar serapan APBD bisa dimaksimalkan untuk pengentasan kemiskinan. Ini yang jadi fokus,’’ tambahnya. (kmb25)
KLUNGKUNG
10
Selasa Wage, 9 Februari 2016
Operasi Antik Agung
Satuan Narkoba Sasar Nusa Penida Semarapura (Bali Post) – Peredaran narkoba di Nusa Penida telah diendus jajaran Polres Klungkung sejak lama. Namun, hingga saat ini pihak kepolisian belum bisa mengungkap sindikat peredaran narkoba di kecamatan kepulauan itu. Untuk dapat membuka jaringan peredaran narkoba, Satuan Narkoba Polres Klungkung menaruh personelnya di Nusa Penida. Kasat Narkoba Polres Klungkung AKP Wiyastu Andre Prajitno mengungkapkan Nusa Penida yang terpisah lautan tidak menjadi kendala dalam memberantas peredaran narkoba. Namun hingga saat ini peredaran narkoba di kawasan wisata bahari tersebut belum bisa terungkap. Untuk itu, pada operasi Anti Narkoba (Antik) Agung, pihaknya menyasar pengedar narkoba dengan melakukan pendekatan kepada pemakai barang haram tersebut. Petugas akan berupaya mendekati pengguna narkoba agar bersangkutan mendapatkan rehabilitasi untuk menghilangkan ketergantungan pada barang haram tersebut. Cara ini lebih mudah untuk memutus rantai peredaran narkoba dibandingkan harus memburu bandar dan pengedar yang beroperasi dengan berbagai macam cara. “Dengan merehabilitasi pengguna narkoba, pengedar tidak lagi bisa menjual barangnya. Ini upaya kami sama seperti di pusat,” tuturnya saat diminta konfirmasinya, Senin (8/2) kemarin. Terkait dengan rencana pesta narkoba yang dilaksanakan di Nusa Penida, jajaran Sat Narkoba juga mendengar hal itu. Akan tetapi pihaknya perlu mengumpulkan informasi lebih banyak untuk dapat menangkap basah pengguna atau pengedarnya. “Kami melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi penyalahgunaan. Saat ini kami sedang menghimpun informasi adanya acara-acara yang menggunakan narkoba,” imbuhnya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memohon kepada Polres Klungkung untuk dapat mengungkap peredaran narkoba di daerah asalnya tersebut. Bupati asal Ceningan ini meminta agar jangan sampai masyarakat ikut mengamankan atau terjun ke dalam peredaran narkoba. “Jangan sampai Nusa Penida menjadi pulau narkoba. Kita harus belajar dari objek wisata yang jatuh pamornya akibat kesan negatif,” ungkapnya. (dwa)
Jelang Galungan
Pelabuhan di Kusamba Dibanjiri Penumpang Semarapura (Bali Post) – Pelabuhan tradisional di wilayah Kusamba, Dawan, Klungkung, Senin (8/2) kemarin, dibanjiri penumpang. Hal ini menyusul banyaknya warga Nusa Penida yang pulang kampung menjelang hari raya Galungan. Jumlah warga yang menyeberang menggunakan boat dan sampan tidak sedikit, mencapai ratusan orang. Kondisi ini mulai terjadi sejak pagi. Satu boat bisa bolak balik menyeberang ke Nusa Penida hingga delapan kali. Kondisi itu terlihat di Pelabuhan Tribuana, Kusamba. Warga rela berdesakan untuk mendapat tiket penyeberangan ke pulau Nusa Penida dengan menggunakan boat. Tidak sedikit penumpang yang datang sekitar pukul 06.00 Wita, harus gigit jari karena tidak mendapatkan tiket. Mereka terpaksa harus antre sampai pukul 11.00 wita untuk bisa menyeberang. Pengawas pelabuhan sampai kerepotan memantau banyaknya penumpang yang datang. Untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang, beberapa pemilik boat dan sampan terpaksa menambah trip penyeberangan ke Nusa Penida. “Bila hari biasa dan cuaca normal, penyeberangan hanya dilakukan empat kali. Tetapi sekarang bisa sampai delapan kali,” kata salah seorang petugas Dinas Perhubungan Klungkung, Made Suardika. Lonjakan penumpang di Pelabuhan Tribuana mulai terjadi sejak, Minggu (7/2) lalu. Puncak lonjakan penumpang diperkirakan terjadi Selasa (9/2) ini. Tidak hanya lonjakan penumpang, pengiriman barang berupa sembako juga meningkat sebelum hari raya. Peningkatan pengiriman barang ke Nusa Penida terjadi sejak, Jumat (5/2) lalu. Untuk mengantisipasi, pihak pelabuhan menjadwalkan keberangkatan lebih awal, yaitu pukul 00.06 dari jadwal biasanya pukul 07.30. “Penyeberangan juga tergantung cuaca. Kalau cuaca tidak baik, kami hentikan agar tidak terjadi sesuatu,” ujar Suardika. Lonjalan arus balik dari Nusa Penida diperkirakan mulai, Jumat (12/1) sampai Minggu (14/12) nanti. Dari pantauan di lapangan, tidak sedikit penumpang yang membawa banyak barang menyeberang ke Nusa Penida. Salah satunya Made Wina, warga asal Karangasri. Barang yang dibawanya tidak hanya buah-buahan dan busung, tetapi juga alat untuk penjor. “Saya sengaja membawa banyak barang, karena harga di Nusa Penida lebih mahal ketimbang di Klungkung daratan. Lagi pula tidak kena tambahan biaya,” jelasnya. (kmb)
Bali Post/dwa
BERJAGA – Personel Polres Klungkung berjaga-jaga di sebuah vihara saat perayaan Imlek, Senin (8/2) kemarin.
Amankan Imlek dan Galungan
Polres Kerahkan 222 Personel Semarapura (Bali Post) – Polres Klungkung di bawah kendali AKBP F.X. Arendra Wahyudi, S.IK. mengerahkan 222 personel untuk mengamankan perayaan hari raya besar Imlek bagi umat Budha, serta Galungan dan Kuningan untuk umat Hindu. Para personel melakukan pengamanan menjelang, selama, dan sesudah perayaan di seluruh wilayah
Kabupaten Klungkung. Kapolres Arendra mengatakan, pada hari raya Imlek banyak masyarakat yang melaksanakan perayaan di Vihara Dharma Ratna, Zhong Yi Miao. Vihara yang terletak di Jalan Ngurah Rai, Simpang Kauh ini menjadi titik konsentrasi pengamanan hari raya Imlek 2016, Senin (8/2) kemarin. Sementara itu untuk
mengamankan jalannya perayaan hari raya Galungan dan Kuningan, jauh-jauh hari Polres Klungkung sudah menyiagakan personelnya di beberapa titik ruas jalan. Tempat-tempat diantaranya Pura Goa Lawah, Watu Klotok, Kentel Gumi, dan Pura Gelgel. Satu hari menjelang Galungan aktivitas masyarakat
semakin banyak terjadi di pasar. Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, karena akan banyak orang yang mempergunakan kesempatan saat ramai. “Waspadai barang bawaan dari tindak kriminal seperti copet, jambret, dan peredaran uang palsu,” tuturnya. Tepat saat Galungan, selain tempat-tempat ibadah yang
menjadi prioritas pengamanan adalah Pantai Kusamba, Pantai Karangdadi, dan Pantai Watu Klotok. Pada hari raya tempat-tempat ini menjadi favorit untuk dikunjungi masyarakat Klungkung sebagai tujuan wisata. “Saya imbau masyarakat Klungkung untuk dapat bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan,” ujarnya. (dwa)
Calo Recoki Pendataan Eks Galian C
Tanah Dihargai Rp 20 Juta Per Are Semarapura (Bali Post) –
Upaya Pemkab Klungkung melakukan inventarisasi eks galian C mulai direcoki para calo tanah. Masyarakat pemilik tanah di lahan seluas 300 hektar tersebut diiming-imingi uang Rp 20 juta per are. Kondisi ini membuat tidak sedikit warga yang memilih untuk menjual tanahnya dibandingkan harus mendaftarkan untuk diinventarisasi. Apalagi para calo berani membayar Rp 3 juta di muka hanya dengan menyetorkan bukti kepemilikan tanah. Anggota DPRD Wayan Mastra mengungkapkan, para calo yang memburu tanah eks galian C sudah beroperasi sejak tiga bulan lalu. Pemilik lahan yang memegang surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) atau bukti kepemilikan tanah lainnya diiming-imingi uang Rp 20 juta per are. Tentu saja banyak masyarakat yang tergiur dengan penawaran tersebut, mengingat lahan eks galian C sudah rusak parah akibat penambangan pasir. “Harga yang ditawarkan memang murah, tapi dengan kondisi lahan yang sudah tidak
bisa dimanfaatkan lagi tentu banyak yang berkeinginan menjual,” tutur anggota Dewan asal Desa Tangkas tersebut saat ditemui, Senin (8/2) kemarin. Menurutnya, para calo hanya meminta bukti SPPT atau bukti kepemilikan tanah lainnya. Setelah masyarakat menyerahkan bukti kepemilikan lahan, calo tanah akan membayar Rp 3 juta sebagai panjer. Sisanya sebesar Rp 17 juta akan dibayarkan setelah sertifikat selesai. Mastra mengaku resah karena keberadaan para calo itu dapat mengganggu upaya pemerintah untuk menginventarisasi lahan eks galian C. Ia
telah mengimbau masyarakat di wilayahnya untuk tidak terbujuk rayuan menjual tanah sebelum inventarisasi lahan dilakukan. “Saya juga meminta kepada eksekutif untuk melakukan hal yang sama kepada masyarakat,” imbuhnya. Di sisi lain masih banyak pemilik lahan yang belum mendaftarkan diri pada posko untuk menginventarisasi lahan. Tidak sedikit masyarakat yang kehabisan waktu karena persyaratan yang harus dibawa harus lengkap. Meski begitu, Mastra mengharapkan semua pemilik lahan bisa diinventarisasi tahun 2016 ini. (dwa)
Wayan Mastra
Bali Post/dwa
Sumur Uji Beroperasi
Krisis Air Warga Paksebali Teratasi Bali Post/kmb
ANTRE - Ratusan warga antre di loket Pelabuhan Tribuana, Kusamba, Dawan.
Telepon Penting kLUNGKUNG Polres Klungkung
(0366) 21115
Polsek Klungkung
(0366) 21090
Polsek Dawan
(0366) 23181
Polsek Banjarangkan
(0366) 23180
Polsek Nusa Penida
(0366) 5382838
RSUD Klungkung
(0366) 21172
RSU Bintang
(0366) 25241
PMI Klungkung
(0366) 21442
Damkar Klungkung
(0366) 22655
PDAM Klungkung
(0366) 21336
PLN Klungkung
(0366) 25599
Bali Post/dwa
COBA – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mencoba air sumur uji di Desa Paksebali.
Semarapura (Bali Post) – Sumur uji beserta perlengkapannya senilai Rp 900 juta yang dianggarkan pada APBD Klungkung tahun 2015 kini sudah dapat dioperasikan. Proyek yang dimulai sejak September lalu ini mampu mengaliri 600 pelanggan yang ada di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan. Masyarakat yang sebelumnya mengalami krisis air sekarang mendapatkan air setiap hari. Perbekel Desa Paksebali Putu Ariadi mengungkapkan sebelum adanya PAM Desa, warga hanya mendapat aliaran air dari sumur desa empat hari sekali. Kondisi ini akibat debit air yang tidak dapat memenuhi keperluan masyarakat yang mencapai 600 pelanggan. Setelah adanya sumur uji, PAM Desa kini mampu mendistribusikan air 10 liter per detik. “Proyek telah selesai dan sudah diupacarai. PAM Desa telah siap beroperasi dan akan mengalirkan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tiap hari,” tuturnya, Senin (8/2) kemarin. Harga yang dipatok untuk air PAM Desa Rp 1.200 per kubik. Bertepatan dengan rahina Tilem Kawulu, pihaknya melaksanakan upacara macaru, melaspas, mendem padagingan, lan mendak toya. Upacara ini sebagai wujud rasa syukur atas karunia air yang kini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Acara dihadiri Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi anggota DPRD Dapil Dawan Anak Agung Sayang dan disaksikan warga setempat. Bupati mendapatkan kesempatan mencoba aliran air dari sumur bor bantuan dari Pemkab Klungkung itu. Suwirta berpesan kepada perbekel dan segenap warga yang hadir supaya memanfaatkan air PAM desa dengan sebaikbaiknya dan dikelola bersama BUMDes. Bupati juga menyampaikan apresiasinya atas usaha Perbekel Putu Ariadi dalam menata dan membangun Desa Paksebali yang mulai terlihat hasilnya. “Perbekel yang satu ini telah berhasil membangun dan menata wajah desanya. Dia juga rajin berkomunikasi dengan saya tentang program dan ide-idenya. Semoga perbekel lain bisa mengikuti jejaknya,” ujarnya. (dwa)
Selasa Wage, 9 Februari 2016
BULELENG
11
Nikmatnya Dodol Penglatan
Singaraja (Bali Post) Buleleng banyak memiliki produk olahan jajanan yang khas. Salah satunya dodol asal Desa Penglatan, Buleleng. Dodol ini tidak saja legit, tetapi memiliki cita rasa spesial dan sangat enak. Tak heran, dodol ini diburu penikmat jajanan lengket dari seluruh Bali bahkan luar Bali. Produksi dodol di Penglatan itu bukan merupakan produk baru. Masyarakat di sini mewarisi pembuatan dodol secara turun-temurun. Seperti mendekati hari raya Galungan dan Kuningan, pedagang dodol dari desa ini mengaku kewalahan menerima pesanan. Soalnya, customer penikmat dodol ini bukan semata dari Kota Singaraja, melainkan Denpasar, Tabanan, Gianyar, Bangli bahkan dari Lombok. ‘’Bisa jadi karena memang rasa dodol ini enak,’’ ujar Komang Adi, pembuat dodol asal desa ini, Senin (8/2) kemarin Diakui menjelang hari raja besar Hindu seperti Galungan ini, masyarakat sudah banyak memesan dodol produksinya. ‘’Di satu sisi pesanan meningkat, namun karena hari raya tenaga kerja kami otomatis berkurang karena libur. Sudah dikerjakan lembur malah masih kurang. Kami memang dibuat kewalahan terutama cari tenaga pembungkus dari warga sekitar. Jadi, kami harus kerja ekstra memenuhi pesanan itu. Sudah tentu, kami prioritasnya mereka yang memesan saja dulu. Karena itu, kami tidak bisa memproduksi stok yang banyak,’’ ujar Komang Adi. Penjualan dodol manakala musim ramai kata Adi, otomatis meningkat. Kisarannya Rp 27 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram. ‘’Tetapi ketika musim sepi turun Rp 26 ribu. Di sini juga
berlaku hukum ekonomi,” ujar Komang Adi sembari ketawa. Usaha dodol ini diakui Adi sudah digeluti dirinya sejak sepuluh tahun lalu. Namun, diakuinya pembuatan dodol di Desa Penglatan, memang turuntemurun. Dodol ini dibuat secara berantai melibatkan paling sedikit sepuluh orang bekerja sama secara solid. Diuraikan proses pembuatannya, ditangani tukang kaput (pembungkus -red) yang melibatkan tetangga, setelah dodol selesai dibuat, pihaknya juga sudah mengelola secara modern, karena itu ada pemasarannya –marketing-nya. “Dodol yang kami buat berbagai rasa, ada ketan hitam, merah, hijau pandan, rasa kacang. Kebanyakan dodol dibeli ini untuk sembahyang, sebagai pelengkap kue lainnya. Pencinta dodol tentu tidak afdol sajian yang dipersembahkan tanpa dodol,” imbuhnya. Rasa dodol akan menjadi nikmat apabila dijemur di bawah terik matahari. D o d o l b u a t a n n y a , ka t a Adi, dibuat khusus menggunakan bahan campuran gula aren Sambirenteng. Rasanya memang berbeda. Cita rasa dodol lebih nikmat dan bisa bertahan 30 hari setelah dibungkus menggunakan kulit jagung. “Material yang digunakan seperti ketan hitam, pembungkus dari kulit jagung, tepung, gula, dan kelapa. Semuanya dibeli dari suplier. Sesungguhnya rahasia nikmat dodol ini, karena gula aren Sambirenteng. Gula aren Sambirenteng ini memiliki kualitas terbaik. Kalau gula pasir tidak baik hasilnya. Dengan gula aren itu membuat rasa dodol produksi kami menjadi lebih enak dan legit,” tandasnya. (kmb34)
Bali Post/kmb34
DODOL - Desa Penglatan, Buleleng memproduksi dodol dengan cita rasa khas. Setiap menjelang perayaan Galungan dan Kuningan, dodol ini sering diburu pembeli dari berbagai kota di Bali.
Lintas
Disita, 13 Motor Trek-trekan Liar
Bali Post/mud
ANYAMAN BAMBU - Desa Tigawasa, Banjar tetap eksis memproduksi anyaman bambu khas desa tersebut, di tengah kesulitan bahan baku dan ancaman desain ditiru perajin luar daerah.
Perajin Tigawasa Sulit Bahan Baku
Bambu Didatangkan dari Jawa
Singaraja (Bali Post) Desa Tigawasa Kecamatan Banjar sejak bertahun-tahun dikenal sebagai desa penghasil kerajinan anyaman bambu. Produknya memiliki kualitas dan desain sangat khas. Keahlian warga di sini mengayam bambu menjadi kebanggaan. Karena itu keterampilan khusus ini tetap dijaga kelestariannya. Hanya, usaha yang sudah turun-temurun ini sekarang mengalami hambatan cukup serius. Bukan saja desain anyaman mulai ditiru desa lain, perajinnya sendiri kesulitan mendapatkan bahan baku. Mencegah produksi kerajinan warisan leluhur ini punah, perajin setempat mendatangkan bambu dari luar Bali. Anyaman bambu ciri khas Desa Tigawasa ini kata salah satu perajin Wayan Suarjaya, Senin (8/2) kemarin, sejak ditemukan menggunakan bambu jenis buluh Bali. Bambu jenis ini sejak dahulu banyak ditanam warga di ladang yang umumnya curam. Penanaman bambu ini juga sebagai upaya mencegah tanah longsor. Bambu yang dihasilkan di desa ini memiliki kualitas bahan baku anyaman yang baik. Selain tekstur kulit bambu ini tidak sama dengam bambu di daerah lain. Kualitas bahan ini membuat produk anyaman seperti sokasi atau produk lain memiliki keunggulan dibandingkan produk desa lain. Peminatnya kata Suarjaya, tidak hanya konsumen di Bali, namun wisatawan mancanegara (wisman) tertarik mengoleksi produk anyaman khas Desa Tigawasa. Belakangan, kata Suarjaya, usaha yang sebagian besar digeluti warga Desa Tigawasa ini mulai menemukan hambatan serius. Persediaan bambu buluh belakangan kian langka. Alasannya, petani mengganti dengan menanam tanaman yang lebih prduktif seperti cengkeh. Perajin kini
harus membeli bambu dari luar daerah, meski kualitasnya tidak sama dengan bambu buluh yang sebelumnya banyak ditanam warga lokal. Kesulitan Bambu Buluh Dikatakan, bambu buluh belakangan ini semakin sulit saja didapat. Situasi ini tidak bisa dihindari, soalnya kian sedikit saja warga yang menanam bambu buluh ini. Untuk membuat pesanan, dirinya berusaha mencari bambu buluh ini di desanya. Namun, upayanya itu tidak membuahkan hasil maksimal. Persedian bahan baku minim, sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan bahan baku. “Konsumen sudah tahu sokasi dari Tigawasa itu unggul dari segi bambu yang dipakai. Sementara, bambu asli sudah langka. Karena itu keperluan bahan baku tidak bisa dipenuhi maksimal,” katanya. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Suarjaya dan perajin lain mendatangkan bambu buluh dari luar daerah. Hanya, kualitasnya tidak sama dengan bambu buluh yang ditanam di desanya. Saat diolah, bambu dari luar daerah ini mudah patah. Karena itu boros bahan baku. Selain itu,
dalam satu ikat tidak semua batangnya bisa diolah menjadi bakalan. Mengurangi kerugian, bambu yang tidak bisa diolah untuk bahan membuat sokasi itu kemudian diolah sebagai bahan baku anyaman gedeg. Anyaman ini banyak digunakan untuk plafon rumah hunian atau vila. “Saat dibelah atau bakalannya dianyam itu banyak patah. Berbeda dengan bambu asli di sini, tidak mudah patah. Semua batanggnya cocok untuk anyaman sokasi. Sekarang, bambu Jawa itu banyak dijadikan gedeg untuk plafon rumah atau vila,” imbuhnya. Selain masalah bahan baku, desain produk anyaman dari desa ini belakangan mulai ditiru perajin dari luar daerah. Menyusul situasi ini, perajin berharap pemerintah daerah mencarikan solusi dalam kaitan melindungi kelestarian kerajinan anyaman bambu dari sini. Pemerintah bisa saja memfasilitasi agar anyaman bambu di Tigawasa diusulkan memiliki hak paten. Dengan demikian, perajin di luar daerah, tidak gampang meniru desain anyaman dari Den Bukit ini. (kmb38)
Imlek Wujudkan Akulturasi Budaya
Bali Post/kmb34
REDAWAN - Pelaksanaan launching polisi peduli remaja, pemuda, wanita, dan anak (redawan), dipimpin Kabag Ops. Polres Kompol Ketut Gelgel, beberapa waktu lalu.
Berdayakan Polisi ’’Redawan’’ Kabag Ops. Polres Buleleng, Kompol Ketut Gelgel, S.Sos. melakukan launching polisi peduli remaja, pemuda, wanita, dan anak (redawan). Kegiatan ini melibatkan 300 anggota all bikers Bali, Sat. Bimas, Binmas Polsek, dan seluruh jajaran Polres.Sejumlah kegiatan dilakukan seperti penyerahan pin, stiker Polres Buleleng dan juga gantungan kunci berisi imbauan kamtibmas ke seluruh biker Bali. “Kami harapkan polisi redawan ini diperdayakan. Mereka adalah agen keamanan. Potensinya harus difasilitasi agar aktif pada bidangnya terutama dalam action keamanan, pengamanan di jalanan umum. Kami yakin peran mereka membuat warga dan lingkungan menjadi lebih baik,” ujar Gelgel, beberapa waktu lalu. Sedangkan, Kasat Binmas Polres AKP I Wayan Sartika, S.H. mengatakan, polisi terus melakukan usaha meningkatkan kepedulian kepada remaja, pemuda, wanita dan anak-anak. “Melalui program ini diharapkan dapat mewujudkan Harkamtibmas lebih kondusif,” kata Sartika. (kmb34)
Singaraja (Bali Post) Akulturasi budaya tercermin pada perayaan Tahun Baru Imlek 2567 di tempat ibadat Tridarma Ling Gwan Kiong Singaraja. Warga Tionghoa melakukan persembahyangan bersama. Persembahyangan diiringi musik gamelan Bali sangat merdu. Ritual doa-doa yang dilakukan secara khusyuk itu diafirmasi memohon keselamatan, kesejahteraan, selain kerukunan, berkat, kesehatan, dan kedamaian masyarakat. Ketua Majelis Tri Dharma Buleleng, The Pik Hong, mengatakan, sesungguhnya perayaan Imlek ini mengakomodasi ruang kreativitas. Dua budaya Tionghoa dan Bali berpadukan secara sinergis. Akulturasi tersaji sangat indah dan elegan. Warga Tionghoa senantiasa setiap momen apalagi Imlek, selalu memohon rasa persatuan dan kesatuan solidaritas umat. “Perayaan Imlek rutin kami lakukan. Sengaja memang didesain memakai gamelan Bali. Acara seperti ini memang sudah turun-termurun digelar di salah satu klenteng tertua di Buleleng ini. Sejak subuh, umat Tionghoa silih berganti bersembahyang ke sini,” ujarnya Senin (8/2) kemarin. Sejumlah penabuh gamelan mayoritas umat Hindu Bali. Mereka tidak canggung menampilkan atraksi gamelan terbaiknya, dengan aneka macam gending atau lagu
Singaraja (Bali Post) Balapan atau trek-trekan liar di Buleleng belum mampu dituntaskan polisi seutuhnya. Aktivitas kaum muda itu terus saja belum bisa dibendung. Bahkan, ibarat jamur di musim hujan. Aksi yang menjadi pilihan anak-anak muda itu, makin ramai saja, terutama saat malam minggu. Di tengah sulitnya menertibkan aksi balap liar itu, Polres kemudian menerjunkan 37 orang personel. Hasilnya, 13 motor disita. Upaya tegas aparat yang dilaksanakan Sabtu (6/2) lalu itu, dipimpin langsung Kabag Ops. Kompol Ketut Gelgel, S.Sos. Dikatakan, penertiban trek-trekan tersebut dilakukan dari pukul 20.00 wita hingga 03.00 wita. Beberapa ruas jalan seperti Jalan Kartini, WR Supratman Singaraja, A. Yani Barat terus disisir aparat, termasuk di jalan raya Pemaron, dan Lovina. “Trek-trekan atau balapan liar anak-anak muda itu sudah menyalahi aturan. Mereka memang harus diamankan, supaya tidak mengganggu kenyamanan berlalu lintas warga masyarakat pengguna jalan lainnya,” ujar Gelgel Senin (8/2) kemarin. Polisi akhirnya mengamankan tiga belas sepeda
motor, anak-anak muda yang nekat melakukan trektrekan itu. Semua sepeda motor yang disita itu kemudian diamankan di Mapolres. Pihaknya melakukan itu untuk memberi kenyamanan warga pengguna jalan umum yang selama ini resah dengan aksi trektrekan itu. “Pelaku balapan liar itu sudah membuat resah masyarakat. Motornya kami tahan. Ini supaya mereka sadar dan menghormati pengguna jalan umum. Orang tua si anak kami imbau supaya bisa memerhatikan putra-putrinya. Keluyuran sampai dini hari itu sesungguhnya tidak baik. Aktivitas itu bukan tidak mungkin memicu hal-hal negatif,” kata Gegel. Kendaraan yang telah diamankan polisi itu kata Gelgel, dikenakan tilang dan pengendaranya diberi pembinaan supaya tidak mengulangi perbuatannya. Tiga belas sepeda motor yang disita itu dari wilayah Penarukan 1 unit motor, di Jalan Kartini 9 unit, dan lokasi Anturan 3 unit. “Kami akan panggil orang tuanya mereka, sekalian kami beri pembinaan berikut anak-anaknya. Pengambilan motor yang disita ini wajib didampingi orang tua,” pintanya. (kmb34)
Museum, Wahana Pembelajaran Berbagai Hal Singaraja (Bali Post) Sejarah adalah tempat melakukan refleksi sekaligus introspeksi. Karena itu, keberadaan museum sangat vital dan strategis sebagai wahana atau proses pembelajaran berbagai hal. Generasi muda sesungguhnya perlu ditumbuhkan cintanya terhadap museum. Di sana salah satunya sejarah masa lalu terdokumentasi dan hal itu bisa disimak, dianalisis dan direnungkan secara lebih mendalam. ‘’Banyak hal yang bisa dipelajari dari Museum ini. Karena itu, perlu perhatian ekstra terhadap eksistensi museum Buleleng khususnya,’’ pinta sejarawan Drs. Made Pageh, M.Hum. Senin (8/2) kemarin. Akademisi Undiksha, Singaraja itu mengharapkan pengelolaan bendabenda di masa lampau p e rl u l e b i h m a ksi m a l diupayakan. Terlebih nilai-nilai sejarah banyak tersimpan di sana. Sejarah secara bermakna memberikan edukasi kepada generasi muda. “Kalau penampilan begini jadi tidak banyak orang tertarik terhadap keberadaan museum ini. Perlu ada perubahan-perubahan mendasar, baik tata letak, desain museum, sehingga bisa menjadi menarik sebagai media transformasi pengetahuan,’’ ujar Pageh Senin kemarin. Apalagi sekarang ada dualisme, keberadaan museum Buleleng itu kini terganjal pengelolaan antara Yayasan Pelestarian Bu-
daya Bali Utara (YPBBU) bersama Disbudpar Buleleng. Ia menilai diperlukan usaha lebih keras lagi memastikan pengeloaan museum dan isi yang disuguhkan agar menarik. Mengajak generasi muda cinta museum, termasuk pengembangan penulisan sejarah adalah program tidak mudah. Karena itu perlu trik khusus agar eksistensi museum lebih menarik. Jangan sampai museum Buleleng ini tertidur. Selama ini, ada kecenderungan seperti itu. “Saya tidak bisa berbicara apa-apa, kalau museum dibiarin seperti itu, ya tinggal menunggu waktu saja tak terjamah keberadaannya. Padahal dilihat potensi museum itu, lahannya luas dan kalau memang kreatif tentu bisa dikelola lebih baik dan produktif. Masalahnya, selama ini tidak ada gerakan alias program pengembangan termasuk penulisan-penulisan bersejarah,’’ katanya. Hematnya, lingkungan kawasan museum Buleleng bisa dikreasi lebih menarik lagi. Dibuat event dengan menggeliatkan acara dengan mengangkat tema-tema pendidikan dan lomba-lomba menarik. Sudah tentu di sana harus dibuat akses free wifi untuk internetan . ‘’Sangat bagus lagi seandainya di Museum Buleleng itu juga dibuka pusat belanja, beragam buku pelajaran lainnya tersaji di sana,” ujar Pageh. (kmb34)
Dibangun Sirkuit, Tekan Kebut-kebutan
Bali Post/kmb34
AKULTURASI - Persembahyangan Tahun Baru Imlek 2567 di tempat ibadat Tridarma Ling Gwan Kiong, Singaraja Senin (8/2) kemarin. Kegiatan itu merefleksikan sebuah akulturasi budaya. gamelan. Perpaduan akulturasi budaya tersebut mampu meningkatkan kebersamaan dan soliditas antarumat. “Ini merupakan akulturasi budaya yang baik dan produktif. Budaya Bali yang adi luhung menjadi memiliki makna luar biasa, ketika mengiringi prosesi Imlek ini,’’ ucapnya. Akulturasi budaya ini merupakan wujud nyata, sebagaimana diamanatkan leluhur Tionghoa. Tradisi lokal atau local wisdom dijaga bersama kebudayaan di suatu tempat berdirinya kelenteng. Akulturasi budaya Bali dan Tionghoa, juga tampak dari umat Hindu Bali melakukan persembahyangan di kelenteng dan vihara. “Kebudayaan Tionghoa sudah ada sekitar abad ke11 masehi atau sekitar seribu tahun silam sejak zaman Raja
Jaya Pangus pernah berkuasa di daratan Bali,” tambahnya. Sebelumanya, Minggu (7/2), warga keturunan Tionghoa turut mendatangi Kelenteng melakukan persembahyangan bersama. Seluruhnya memohon keselamatan dan kesejahteraan tahun baru shio monyet api ini. Klenteng yang berdiri megah itu berada di dalam areal objek wisata eks Pelabuhan Buleleng, Kota Singaraja. Klenteng itu konon telah berdiri sejak tahun 1873 silam. Keberadaan Klenteng ini selalu ramai dikunjungi masyarakat lintas agama. “Malam hari, warga juga ramai sembahyang bersama di Klenteng atau vihara ini. memakai sarana dupa, canang sari, dan perlengkapan sembahyang lainnya,” tandasnya. (kmb34)
Singaraja (Bali Post) Dalam upaya meminimalisasi aksi kebut-kebutan liar yang dilakukan generasi muda di Buleleng umumnya, pemerintah kabupaten berencana membangun sirkuit balap motor. Bupati Putu Agus Suradnyana melontarkan hal itu sebagai solusi mengakomodasi secara elegan, kenakalan remaja itu, Senin (8/2) kemarin. Pihaknya, sangat prihatin dengan minimnya ruang kreativitas generasi muda dalam hal menyalurkan hobinya. “Tadinya kan kita mau membangun, tapi karena ada lahan diblok menjadi kawasan airport, jadi kami tunda dahulu. Saya pribadi setuju dibangun sirkuit itu di Buleleng. Itu sebagai alternatif sekaligus solusi agar anak-anak tidak kebutkebutan liar di jalanan,” ujar Bupati asal Desa Banyuatis ini, belum lama ini. Pihaknya berharap rencana pembangunan sirkuit itu mampu menekan kenakalan remaja menggunakan motornya sebagai alat kebut-kebutan liar. Belakangan ia memerhati-
kan banyak motor dibongkar pasang, untuk aksi trek-trekan di jalanan umum. Dan banyak juga dilakukan pada malam mingguan. “Mempertimbangkan anggaran, mudah-mudahan tahun depan sirkuit itu sudah bisa dibangun. Di mana lokasinya masih belum ditinjau lebih jauh,’’ ucap Agus Suradnyana. Pasca Porprov Bali di Buleleng ini, pemerintah berencana mengalokasikan anggaran pemeliharaan alat-alat sekaligus juga membangun fasilitas olahraga. Fasilitas yang mendesak ya pembangunan sirkuit tersebut. Dananya, bisa jadi melalui anggaran yang diambil di Dinas Pendidikan Buleleng. ‘’Menyangkut penggunaan anggaran, kami koordinasikan dengan DPRD dulu,’’ ujarnya. Untuk dana pengelolaan fasilitas olahraga tahun ini melalui pos anggaran dari Disdik. ‘’Bisa jadi melalui dana Disdik. Sedangkan, status tanah yang dipergunakan adalah pinjam pakai. Bisa jadi, nanti penggunaannya dengan karcis masuk,’’ ujarnya. (kmb34)
JEMBRANA
12
Selasa Wage, 9 Februari 2016
Kasus SPPD Ditargetkan Segera Rampung
Ditolak Berhubungan Intim, WNA Gantung Diri Negara (Bali Post) Kasus gantung diri kembali terjadi di Jembrana. Bahkan pada Minggu (7/2) dalam sehari dua orang gantung diri. Seorang warga negara asing (WNA) asal Taiwan Mr. Li Hsuang Su (35) yang tinggal di BTN Taman Pule Lingkungan Pendem, Jembrana, ditemukan gantung diri oleh istrinya, Nurul Azizah (28). Kejadian itu dilaporkan paman istri korban, Muhamad Isyak (58), yang tinggal di Jalan Jalak Putih, Gang V, Lingkungan Pendem Jembrana. Dari informasi kejadian ini berawal ketika istri korban bangun setelah menyusui anaknya dan melihat suaminya (korban) tergantung di bawah tangga rumah setinggi 2,5 meter dari lantai dengan seutas kabel. Selanjutnya istri korban memberitahukan kepada bibinya Sofiah (45) dan pamannya, selanjutnya melaporkan ke pihak berwenang. Dari keterangan istri korban, sekitar dua bulan lalu korban mau bunuh diri dengan meminum racun tapi digagalkan oleh paman istri korban. Pada Sabtu (6/2) korban dan istrinya sempat ribut dikarenakan korban meminta dilayani istrinya untuk berhubungan intim. Tetapi istrinya menolak karena mengidap kista. Bahkan dikabarkan keduanya sudah pisah ranjang semenjak beberapa bulan lalu. Setelah pertengkaran itu korban dengan istrinya tidak ada komunikasi lagi dan sampai terjadi kejadian gantung diri. Dari informasi juga korban yang WNA dan istrinya menjalin hubungan pada saat korban Nurul Azizah bekerja menjadi TKW di Taiwan. Setelah itu menikah di Desa Songgon, Banyuwangi, pada 8 Mei
2014 dan Rabu (18/2/2015) tiba di Jembrana, membeli rumah di BTN Taman Pule dan memulai usaha membuat kue. Dari keterangan Sofiah, korban juga sempat datang ke rumahnya siang sebelum kejadian dan berencana ingin konsultasi dengan orang pintar lantaran sering terdengar suara tangisan anak-anak kecil di rumahnya. Bahkan dia juga mendapat cerita, Sabtu (6/2) malam korban mengaku sempat disuruh gantung diri namun tidak jelas oleh siapa. “Mungkin rumah itu angker karena berdampingan dengan dam atau bendungan Pendem. Katanya sempat di dengar ada anak kecil menangis, awalnya dikira anaknya. Tapi ternyata anaknya tidur,” kata seorang sumber. Depresi Sementara itu gantung diri juga dilakukan oleh Ni Nengah Sari (55) tinggal di Dusun Puana Desa Tegal Badeng Barat, Negara, Minggu (7/2) lalu. Saat itu kejadian dilihat pertama kali oleh Nengah Sekariani (36). Saksi melihat korban keluar rumah menuju kebun. Karena lama tidak kembali saksi berusaha mencari korban ke kebun dan saksi mendapati korban sudah tergantung pada sebuah pohon mangga. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengakhiri hidupnya karena menderita sakit asam lambung yang sudah lama dan tidak kunjung sembuh. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra, seizin Kapolres Jembrana dikonfirmasi, Senin (8/2) membenarkan kejadian dua gantung diri tersebut. (kmb)
Bali Post/kmb
RUMAH - Suasana rumah duka korban gantung diri.
Jelang ”Penampahan” Galungan
Permintaan Ayam Naik Negara (Bali Post) Satu hari menjelang penampahan Galungan, sejumlah kebutuhan hari raya di Pasar Umum Negara diserbu pembeli. Selain daging babi, permintaan ayam pun ikut meroket. Sejak Senin (8/2) kemarin, sejumlah pedagang ayam di Pasar Umum Negara nampak sibuk melayani para pembeli. Menurut mereka permintaan ayam melonjak tajam sejak tiga hari belakangan ini. Pada hari biasa ratarata para penjual ayam hanya menjual 10-15 ekor. Namun menjelang hari raya permintaan ayam naik hingga lebih 40 ekor. “Kita malah kewalahan, sampai mencari lagi (ayam). Tapi harganya tidak naik,” terang salah satu pedagang ayam.
Rahmat Cahyadi pedagang ayam di Pasar Umum Negara mengungkapkan harga rata-rata satu ekor ayam berkisar Rp 50 ribu. Harga tersebut hampir sama seperti hari-hari biasa. “Kalau (hari) normal, paling hanya 10 ekor. Sekarang peningkatan banyak sampai 40 ekor lebih sehari,” tandasnya. Selain untuk dipotong untuk dimasak, ayam ini juga untuk pelengkap sarana upacara. Sehingga permintaan ayam ini pun naik. Para pedagang mengaku kendati permintaan melonjak, namun stok ayam masih cukup. Mereka juga sudah mempersiapkan penambahan stok ayam untuk mengantisipasi ada lonjakan permintaan seperti kemarin. (kmb26)
Bali Post/olo
AYAM - Suasana di Pasar Umum Negara. Para penjual ayam melayani pembeli. Menjelang penampahan Galungan, permintaan ayam meningkat tajam.
Bali Post/olo
TKP – Sejumlah petugas Polres Jembrana melakukan olah TKP di sungai lokasi korban tersetrum listrik.
Negara (Bali Post) – Kasus dugaan penyelewengan perjalanan dinas Kepala Daerah (SPPD) dengan tersangka mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa, ditargetkan rampung bulan ini. Kejaksaan Negeri (Kejari) Negara mengaku masih mengumpulkan saksi-saksi terkait perjalanan dinas Bupati tersebut. Kasus ini merupakan salah satu tunggakan yang masih ditangani Kejaksaan selama beberapa tahun ini. Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Negara Suhadi, kepada wartawan belum lama ini mengatakan salah satu saksi yang dimintai keterangan adalah saksi yang berada di Universitas Airlangga, Surabaya. Universitas itu menjadi salah satu tujuan tersangka untuk perjalanan dinas. Suhadi seizin Kajari Negara Anton Delianto, mengungkapkan tim kejaksaan juga akan mendatangi saksi di Jakarta, tempat lain yang menjadi tujuan bupati kala itu. Lamanya penanganan menurutnya banyak factor, salah satunya kendala mencari keterangan saksi sesuai perjalanan dinas yang lokasinya jauh. “Namanya mendatangi orang, bisa saja yang dicari tidak ada atau ada kesibukan, harus sinkron,” tandasnya. Apalagi menurutnya banyak lokasi perjalanan dinas. Keterangan para saksi itu akan disinkronkan dengan keterangan saksi yang lainnya. Hingga saat ini Kejaksaan masih menetapkan satu tersangka, yakni mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa. Sebelumnya kejaksaan juga telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi pascapenetapan tersangka, termasuk pemeriksaan terhadap tersangka di Rutan Negara. Kejaksaan juga mengaku telah mengumpulkan bukti terkait perjalanan dinas itu hingga ke maskapai penerbangan yang digunakan. (kmb26)
Mancing di Tambak, Tewas Tersetrum Jalak Bali akan Dijadikan
Negara (Bali Post) Nahas dialami Putu Widiantika alias Peot (33), warga Lingkungan Ketapang, Lelateng, Negara. Korban yang berniat memancing di sebuah tambak di Lingkungan Awen, Lelateng, tewas tersetrum listrik dan jatuh ke dasar sungai, Minggu (7/2) sore. Dari informasi korban datang memancing ke tambak milik Haji Bukori bersama dua rekannya A.A. Made Darma (35) dan I Gede Dian (36), Minggu siang. Mereka memancing di atas jembatan sungai kecil yang memisahkan dua petak tambak. Sekitar pukul 15.00 wita, tak disangka saat korban memanjangkan stik joran (pales) pancing tiba-tiba menyangkut kabel listrik tegangan tinggi. Kabel listrik itu melintang dari bangunan hingga di atas jembatan. Pales setinggi tiga meter itu
menyentuh kabel tersebut hingga korban tersengat listrik. Saat itu kedua rekan korban ada di dekat korban tapi dengan posisi berbeda. Korban sempat berteriak dan meminta rekannya jangan mendorongnya agar tidak ikut tersengat. Namun sesaat setelah keluar percik api, korban pun terpental hingga jatuh ke sungai setinggi dua meter dari jembatan kayu itu. Korban tersetrum hingga akhirnya terjatuh ke dasar sungai. Teman korban sempat turun ke dasar sungai
dan menariknya serta mencari bantuan. Namun korban sudah meninggal. Sedangkan pales pancing milik korban nampak hancur tersengat tegangan listrik. Polisi menerima laporan tersebut langsung terjun ke lokasi dan memasang garis polisi di sekitar lokasi. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra seizin Kapolres Jembrana membenarkan kejadian tersebut. Korban meninggal diduga tersengat listrik hingga akhirnya jatuh ke sungai. (kmb26)
Artha–Kembang:
Kemenangan Dharma atas Adharma Hendaknya Dilaksanakan Sehari-hari RABU (10/2) besok atau Budha Kliwon wuku Dungulan seluruh umat Hindu di Nusantara merayakan Galungan yang dilanjutkan dengan perayaan Kuningan, Sabtu (20/2) nanti. Menurut Lontar Purana Bali Dwipa, disebutkan “Punang aci galungan ika ngawit bu, ka, dungulan sasih kacatur tanggal 25, isaka 804, bangun indra bhuwana ikang bali rajya”. Yang artinya perayaan hari suci Galungan pertama adalah pada hari Rabu Kliwon wuku Dungulan sasih kapat tanggal 25 (purnama) Tahun 804 Saka, keadaan Pulau Bali bagaikan Indra Loka. Dalam rangkaian peringatan Galungan, umat didatangi dan digoda oleh Sang Kala Tiga Wisesa yakni Sang Bhuta Galungan, Sang Bhuta Dungulan dan Sang Bhuta Amangkurat. Ketiganya adalah simbol keangkaraan. Esensinya, umat berperang bukanlah melawan musuh secara fisik, tetapi berperang melawan adharma yang menggoda umat. Dalam hal inilah Lontar Sundarigama mengajarkan pada hari menjelang Galungan umat hendaknya meneguhkan hati agar tidak terpengaruh bhuta-bhuta hati tersebut. Bupati Jembrana I Putu Artha, Senin (8/2) kemarin, menyebutkan kekuatan dharma yang ada di dalam hati dan jiwa umat hendaknya tidak hanya pada hari Galungan dan Kuningan saja, melainkan diresapi dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Pada hakikatnya Hari Suci Galungan dan Kuningan telah mengumandang di masyarakat sebagai kemenangan dharma melawan adharma. Umat hendaknya mampu introspeksi diri, siapa sesungguhnya jati diri kita. Untuk mengetahui hakikat dirinya, proses pendakian spiritual penting dilakukan seperti halnya dalam Hari Suci Galungan dan Kuningan. Dari sebelum, saat dan setelah Galungan dan Kuningan, umat tetap teguh dengan kesucian hati dari godaan musuh dalam dirinya, menegakkan dharma dalam diri maupun di luar dirinya. Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyebutkan, dharma dan adharma itu adalah dua kenyataan yang berbeda (rwa bhineda) yang selalu ada di dunia. Sifat-sifat adharma (bhuta) di dalam dirinya dan di luar dirinya di-somya (lebur) agar menjadi dharma (dewa). Sehingga terjadi ke-
Komoditas Ekspor
Negara (Bali Post) – Burung curik (jalak) Bali (Leucopsar Rothschildi) hasil penangkaran dari para penangkar akan diupayakan supaya bisa dijual hingga ke pasar luar negeri (ekspor). Wacana itu dicanangkan Ditjen KSDAE (Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem) Kementerian Kehutanan dan LH untuk pemberdayaan para penangkar yang selama ini terdaftar jumlahnya hingga ratusan. Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati (KKH) Kementerian LH dan Kehutanan Bambang Dahono Aji ditemui belum lama ini mengatakan, sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan tahun 2013 tentang penangkaran satwa liar, para penangkar sekarang dipermudah untuk melakukan penangkaran dengan ketentuan yang berlaku. Dan menurutya dari catatan Ditjen KSDAE diluar Bali sudah ada 300-an penangkaran burung curik Bali ini. Hal ini merupakan upaya untuk menekan peredaran jalak Bali ilegal atau pencurian. Namun penjualan jalak Bali ini tentu melalui prosedur dan memiliki sertifikat hasil penangkaran yang resmi. Di Bali termasuk di Jembrana pun saat ini sudah ada beberapa penangkaran burung endemik Bali Barat itu. Untuk lebih meningkatkan taraf perekonomian para penangkar, Ditjen memperjuangkan agar burung hasil penangkaran ini bisa masuk ke pasar internasional (ekspor). Tetapi untuk mewujudkan itu, pemerintah dihadang kondisi burung tersebut di alam liarnya, Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Jumlah burung maskot Provinsi Bali di habitat aslinya itu masih tergolong kurang dan kurang pesat berkembang. Tahun ini tercatat hanya 57 ekor yang tercatat oleh TNBB. Salah satu penyebabnya adalah predator yang juga hidup di alam liarnya. Ditjen mengaku akan merancang kandang penangkaran yang lebih besar di dua lokasi, yakni Tegal Bunder dan Teluk Brumbun. “Orang yang datang kesini (TNBB) bisa langsung melihat burung itu. Kalau sekarang kan sulit, jumlahnya juga sedikit,” tambahnya. Dari catatan Bali Post, sejak tahun 2009 lalu sudah ratusan burung yang dilepasliarkan. Tetapi, menurut Kepala TNBB Tedi Sutedi, taman nasional mulai fokus sejak tahun 2013 untuk menjaga populasi burung yang dilepas tersebut di alam liar. Dari 57 ekor di alam liar, menurutnya sudah ada perkembangan beberapa ekor anakan. Di sebagian kawasan hutan di TNBB iklimnya ekstrem, khususnya hutan musiman. Ketika musim kemarau panjang burung secara alami akan mencari makan hingga keluar dari wilayahnya. (kmb26)
Bupati Putu Artha dan Wakil Bupati Kembang Hartawan. seimbangan agar evolusi di dunia bisa berjalan. Bupati dan Wabup mengajak seluruh umat Hindu untuk memaknai dan mensyukuri anugerah kekuatan sradha (iman) dan kesucian batin yang diturunkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk memenangkan dharma melawan adharma. “Patutlah kita berterima kasih dengan ketulusan atas anugerah Hyang Widhi yang diberikan kepada kita sehingga mampu merayakan Galungan dan Kuningan dengan
baik,“ kata Bupati Artha. Bupati Artha dan Wabup Kembang menyampaikan selamat merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat Hindu di Bali, khususnya di Jembrana. Bupati Artha dan Wakilnya Kembang Hartawan mengajak untuk melaksanakan dharma setiap harinya dan senantiasa memohon anugerah kepada Hyang Widhi agar diberikan keselamatan, kedirgayusan, perlindungan dan tuntunan lahir batin. (ad588)
Bali Post/kmb26
CURIK – Burung curik Bali yang habitat aslinya ada di TNBB kini banyak ditangkar diluar Bali. Ditargetkan burung hasil penangkaran bisa menjadi komoditas ekspor.
Selasa Wage, 9 Februari 2016
KARANGASEM
13
Hujan Lebat, Senderan Tukad Krekuk Longsor Amlapura (Bali Post) Hujan lebat beberapa hari terakhir membuat senderan Tukad Krekuk di Desa Jasri, Karangasem, longsor, Senin (8/2) kemarin. Kerusakannya cukup parah, hingga menimbulkan lubang menganga. Padahal, proyek dari Balai Wilayah Sungai Bali Penida ini baru saja selesai tahun lalu. Bendesa Jasri, Nyoman Sutirtayasa, mengakui sudah mengetahui kerusakan tersebut. Longsor pada senderan di sepanjang alur Tukad Krekuk yang dekat dengan kawasan BTN Wisma Nirmala Sari, Jasri itu terjadi di beberapa titik. Longsor di sejumlah bagian sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Namun, longsor yang terakhir menjadi yang paling parah, hingga
lebih dari 20 meter dengan tinggi sekitar lima meter dari sisi barat tukad mati ini. Sutirtayasa mengaku sudah sempat mengecek bersama warga lainnya. “Saya meminta warga yang biasa melintas di sekitar senderan itu berhati-hati karena kondisi senderan pada bagian lain juga rawan longsor,” katanya ketika dihubungi Senin (8/2) kemarin. Sutirtayasa yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Karangasem ini menegaskan, kerusakan ini sudah disikapi pihak rekanan yang mengerjakan senderan ini sebelumnya. “Karena senderan ini masih dalam masa pemeliharaan, kerusakan masih menjadi tanggung jawab pihak rekanan,” ujarnya.
Menurut Sutirtayasa, perbaikan sudah dilakukan pada beberapa bagian agar kerusakan tidak makin melebar. Senderan dari dua sisi Tukad Krekuk ini dibangun tahun lalu oleh Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Senderan dibangun sepanjang sekitar dua kilometer. Namun, berapa persis anggarannya, Sutirtayasa mengaku kurang tahu karena proyek itu di bawah pihak Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Dihubungi terpisah, Kepala BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengaku belum mengetahui dampak bencana ini. Namun, pihaknya menegaskan akan segera menerjunkan tim untuk melakukan pendataan. Di tempat lain, dampak hujan lebat lainnya menurut
laporan BPBD masih terjadi pohon tumbang di sejumlah tempat hingga menutup badan jalan. Seperti yang terjadi di sekitar Gumung, Desa Tenganan, Minggu (7/2) malam. Akses jalan kembali normal setelah dilakukan penanganan. Pohon tumbang juga terjadi di sekitar Sesana, Bungaya Kangin. Pohon tumbang juga menutup akses jalan dan baru kembali normal setelah dilakukan penanganan oleh petugas BPBD Karangasem. Beruntung tidak ada kerugian material maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Arimbawa meminta masyarakat tetap waspada menghadapi musim hujan ini. Sebab, hujan lebat diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Februari. (kmb31)
Bali Post/kmb31
LONGSOR - Senderan Tukad Krekuk yang longsor setelah terjadi hujan lebat di Karangasem.
Sikapi Reklamasi Teluk Benoa
Bugbug Tegas Menolak Amlapura (Bali Post) -
Desa-desa di pesisir timur Pulau Bali mulai bereaksi terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Selain Desa Adat Ujung Hyang, Karangasem, suara penolakan juga datang dari Desa Adat Bugbug. Salah satu desa tua di Karangasem ini tegas menolak reklamasi Teluk Benoa.
Bali Post/kmb31
GULING - Ratusan babi guling saai dipersembahkan warga di halaman Pura Dalem Desa Adat Timbrah, Senin (8/2) kemarin.
Usaba Dalem
Warga Persembahkan Ratusan Babi Guling Amlapura (Bali Post) Ratusan babi guling memenuhi halaman Pura Dalem Desa Adat Timbrah, Pertima, Karangasem, Senin (8/2) kemarin. Suasana tak biasa itu terjadi setelah seluruh warga menghaturkan banten dengan sarana babi guling, saat Usaba Dalem. Persembahan babi guling setiap usaba menjadi tradisi masyarakat setempat yang masih dilestarikan sejak dulu hingga kini. Tokoh masyarakat setempat I Nengah Sudarsa mengatakan, Usaba Dalem dilaksanakan setiap tahun sekali, tepatnya pada Tilem Sasih Kaulu. “Usaba Dalem pada intinya adalah ngaturang pacaruan dengan sarana godel untuk nyomia buta kala menjadi buta hita agar santih (damai -red),” kata Sudarsa. Caru godel ini menjadi salah satu bentuk caru desa untuk menyeimbangkan bhuana agung dan bhuana alit, sehingga terwujud kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Desa Adat Timbrah. Caru godel ini sebagai filosofi dan pengembangan dari Shiva Purana, yaitu Sub Dhurga Mahisasura Mardhini yang menjelaskan lambang dari kemenangan Devi Dhurga melawan raksasa berwujud sapi atau kerbau. Pada masa kini peristiwa bersejarah itu mengingatkan umat manusia agar mengurangi ataupun terhindar dari sifat-sifat hewani. Usaba Dalem di desa tua ini memang berbeda dengan pelaksanaan di desa lainnya di Bali. Sebab, ada tradisi sejak dulu setiap kepala keluarga menghaturkan banten babi guling (ada juga banten guling bebek), pemuja, meruntutan canang bayuan. Sehingga, dengan jumlah kepala keluarga di Desa Adat Timbrah sekitar 800 kepala keluarga, maka jumlah babi guling yang dihaturkan warga ke Pura Dalem setempat mencapai ratusan hingga memenuhi halaman Pura Dalem setempat. Sudarsa yang juga anggota DPRD Karangasem ini menegaskan, banten babi guling dipercaya warga sebagai lambang kesuburan dan kemakmuran. Sehingga, dengan menjaga tradisi ini, desa adat dapat menjaga kerukunan, kesuburan dan kesejahteraan masyarakatnya. Selain rasa ikhlas menghaturkan banten babi guling, tradisi setiap Usaba Dalem ini selalu mengingatkan warga agar saling mengasihi. Bila ada warga yang tidak bisa menghaturkan banten babi guling, apakah karena cuntaka atau karena halangan lain, maka warga lainnya akan saling berbagi daging babi guling itu (ngejot) kepada warga yang berhalangan itu. “Sifat-sifat ini terus tumbuh di antara kalangan warga kami secara turun-temurun,” tegas mantan Sekda Karangasem ini. Tidak hanya berbagi bersama tetangga, daging babi guling itu juga dibagikan kepada kerabat yang berada di desa tetangga, hingga kerabat di luar kota. Sudarsa yang pernah menjadi klian desa adat selama tiga periode ini berharap suasana harmonis dalam setiap aci di Desa Adat Timbrah tetap dapat dijaga dan dikembangkan ke arah hal-hal yang positif. Sebab, di balik setiap aci seperti Usaba Dalem, selain pemaknaan sesuai ajaran agama, juga terkandung nilai-nilai tulus ikhlas, welas asih, tolong-menolong untuk membangun budi pekerti dalam hidup bermasyarakat. (kmb31)
Telepon Penting
ruk hingga 800 hektar lebih. “Tuhan menciptakan Pulau Bali ini sudah utuh. Jangan lagi buat alam Bali jadi tak seimbang dengan reklamasi,” kata Mas Suyasa. Ia menilai suara penolakan mayoritas masyarakat Bali adalah salah satu bentuk reaksi alam bahwa alam Bali menolak rencana ini. Reklamasi amat mengerikan bagi Bali. Tidak hanya untuk alam lokasi reklamasi, tapi juga bagian lain khususnya
wilayah pesisir pantai, akibat terganggunya keseimbangan alam Bali. Abrasi jelas akan mengancam pesisir timur Bali, khususnya Karangasem yang sudah rusak akibat dampak abrasi sebelumnya. Mas Suyasa mengaku amat khawatir dengan rencana reklamasi Teluk Benoa. Dengan memikirkan dampaknya yang lebih banyak berdampak negatif bagi keseimbangan alam Bali, sebaiknya rencana tersebut diurungkan. “Jelas, kami warga
terhadap rencana reklamasi juga diutarakan Bendesa Ujung Hyang I Gusti Bagus Suteja. Ia mengatakan, kerusakan garis pantai di desanya sudah amat parah. Garis pantai di tempat ini nyaris habis, andai saja tidak segera dilakukan reveatment. Abrasi sudah menggerus daratan Ujung Hyang lebih dari 2 kilometer, menenggelamkan Pura Segara desa setempat, menghilangkan tempat parkir jukung tradisional warga, sekaligus menghilangkan tempat melasti dan ngaben masyarakat Hindu. Dampak abrasi itu, kata dia, terjadi setelah adanya reklamasi di Pulau Serangan. (kmb31)
Jelang Galungan
Harga Bunga Melonjak Amlapura (Bali Post) – Musim hujan menjelang hari raya Galungan menyebabkan produksi bunga-bungaan menurun. Akibatnya, sejak Senin (8/2) kemarin, harga bunga untuk canangari mulai melonjak. Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Amlapura, harga bunga gemitir (kenikir) mencapai Rp 35 ribu per kilogram. Pada hari biasa atau sebelum musim hujan, produksi gemitir cukup tinggi. Harganya saat itu berkisar Rp 12 ribu per kilogram. Sementara di tingkat petani seperti dipantau di Banjar Sesana, Bebandem, bunga yang umumnya berwarna kuning ini Rp 14 ribu
per kilogram. Saat musim hujan ini, bunga gemitir tampak lebih kecil dan seringkali rusak dan membusuk. Harga jenis bunga lainnya juga mengalami kenaikan cukup tinggi, seperti bunga pacah (pacar). Di Pasar Karangsokong Subagan, harga bunga pacar tembus Rp 55 ribu per 4 kilogram atau satu tas plastik besar. Para pembeli memperkirakan Selasa (9/2) ini, harga kebutuhan Galungan menanjak lebih tinggi lagi karena merupakan puncak ibu rumah tangga ke pasar. Selain bunga-bungaan keperluan canangsari, janur juga melonjak harganya. Harga janur kemarin tembus Rp 80 ribu per 200 lembar, semen-
tara yang 50 lembar dijual Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu. Pada hari biasa dan tidak sedang musim hujan, harga janur 200 lembar satu ikat berkisar Rp 25 ribu. Selain keperluan yang meningkat untuk sampian, petani juga kesulitan memanjat pohon kelapa memanen janur sebagai akibat pohon kelapa licin diguyur hujan. Harga kelapa daksina juga terus meningkat. Harganya sudah tembus Rp 5 ribu per butir, sebelumnya Rp 3 ribu sampai Rp 4 ribu per butir. Harga buah-buahan juga sejak beberapa hari lalu naik perlahan. Harga buah apel hijau kecil ditawarkan Rp 18 ribu per kilogram di Pasar
Amlapura (Bali Post) – Ngesanga Desa atau Ngesanga Ketipat (ketupat) digelar di Desa Pakraman Subagan, Karangasem, Senin
(8/2) kemarin. Sementara puncak acara tawur Sasih Kawulu (macaru desa) dilaksanakan sehari sebelumnya, Minggu (7/2).
Tawur ini ditandai dengan ngaturang pacaruan bertujuan untuk nyomya bhuta kala, menjelang Ngesanga Desa Sasih Kawulu. Di mana, sebelum sembahyang ke hadapan roh leluhur dan Ida Batara, bhuta kala di-somya dengan tujuan menjaga keseimbangan sehingga tidak mengganggu wilayah desa (buana agung) dan krama (buana alit) selamat tanpa gangguan. ”Puncak Ngesanga Desa kemarin dilakukan dengan persembahyangan bersama krama desa di Pura Bale Agung,” ujar Klian Desa Putu Toya. Putu Toya mengatakan, Ngesanga Ketipat di desa ini cukup unik. Di mana, sarana banten umumnya dari ketipat (ketupat). Persembahyangan dengan sarana banten di-
Bali Post/013
RAMAI - Menjelang Galungan, pasar tradisional Karangsokong Subagan, Senin (8/2) kemarin, ramai pembeli. Karangsokong. Selain itu, harga telur ayam ras juga sudah naik sejak bulan lalu akibat harga pakan meningkat, harga telur bebek juga naik menjadi Rp 3 ribu per butir. Sebelumnya, sekitar Rp 2 ribu per butir. Sementara telur
ayam ras ukuran besar atau telur besar Rp 1.500 per butir. Serupa dengan telur ayam ras, harga daging ayam juga melonjak menjadi berkisar Rp 40 ribu per kilogram, yang sebelumnya sekitar Rp 38 ribu per kilogram. (013)
”Nyabung” dan ”Ngesanga Ketipat” di Subagan
Bali Post/013
”NYABUNG” - Para pemuda dengan ikat kepala kain poleng berlari hendak “nyabung” begitu sapi untuk hewan caru roboh.
lakukan di tiap palinggih di pura desa maupun di sanggah atau merajan dengan sarana upakara ketupat serta saur, kacang komak, sudang gerang, telur serta kelengkapan lainnya. Usai di tiap palinggih, tiap KK warga yang memiliki anggota keluarga sudah meninggal tapi belum diabenkan juga masoda di balai dangin. Berikutnya, tiap krama natab banten dengan sarana ketupat dengan jumlah ketupat sesuai urip (hari kelahiran) masing-masing. Misalnya, bagi krama yang lahir pada panca wara umanis, urip-nya lima dan banten yang di-tatab berisi ketupat lima, sementara lahir paing urip-nya sembilan dan ketipat banten tataban sembilan. Klian Desa Pakraman Subagan, Putu Toya, menyam-
paikan, pacaruan peneduhan digelar di catus pata dipimpin jero mangku desa. Sebelumnya, Minggu (7/2) pagi, krama desa hadir ngayah dimulai dari memotong hewan daging caru. Sarana terbesar menggunakan seekor sapi jantan besar yang sudah dikastrasi. Selain itu, juga anjing cingklang (bulu mulus), seekor pejuwit (babi kecil hitam), ayam manca warna dan itik. Dengan robohnya sapi besar seharga sekitar Rp 15 juta itu sebagai penanda berakhirnya ngempet merah-rah di wilayah desa itu. Ngempet merah-rah, yakni tak boleh mengecerkan darah apa pun di wilayah desa itu. Krama tak boleh menyabung ayam (tajen) juga tak boleh memotong hewan selama 14 hari dimulai sejak Senin (25/1) lalu. (013)
HUT Ke-55 Korem Wirasatya
Ribuan Orang Hijaukan Bukit Gumang
kARANGASEM Polres Karangasem Penjagaan Polres Polsektif Karangasem Polsek Kota Polsek Manggis Polsek Rendang Polsek Selat Polsek Abang Polsek Kubu Polsek Sidemen Polsek Bebandem Polsek Candidasa Polsek KP3 Padangbai Radio Suara Widya Besakih (SWIB) Koperasi Krama Bali Cab. Karangsem PMI PDAM0 PLN BPBD/ESR Badan SAR Pemadam Kebakaran URD RSUD 11 RSUD
Klian Desa Adat Bugbug, Jero Wayan Mas Suyasa, Senin (8/2) kemarin, mengatakan Tuhan sudah menciptakan Pulau Bali secara utuh, lengkap dengan potensi alamnya. Ia meminta sebaiknya jangan mencoba mengubah daratan Bali dengan reklamasi. Bali tak bisa disamakan dengan daerah yang maju dengan reklamasi. Masyarakat Bali sangat menghormati laut sehingga seharusnya kelestariannya dijaga, bukan diu-
di pesisir khawatir. Tapi, ini hanya masalah proses. Melihat penolakan masyarakat Bali, saya yakin reklamasi itu tidak akan jadi,” tegasnya. Mas Suyasa meminta semua pihak bersama-sama menjaga kesucian Bali. Pembangunan tanpa arah seperti itu memang menjadi tantangan Bali yang sulit dicegah, bila kalangan pemimpin tak bisa lagi dipercaya untuk menjaga keutuhan Bali. Ia berharap masih ada pemimpin Bali yang bisa benar-benar mendengar aspirasi masyarakat Bali, khususnya masyarakat adat yang sudah mulai menyatakan sikap penolakan. Sebelumnya, penolakan
0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363
21220 23222 21167 41768 23082 24187 23330 22988 21709 22110 41677 41388
0363
21791
0363 0363 363 0363 0363 0363 0363 0363 0363
2710050 21789 21363 21711 22173 21135 21113 21011 21470
Amlapura (Bali Post) – Ribuan orang naik ke Bukit Gumang mendekati Pura Bukit Gumang, Desa Bugbug, Karangasem. Mereka melakukan penghijauan dengan menanam pohon di perbukitan dengan populasi ribuan ekor kera itu, Jumat (5/2) lalu. Kegiatan penanaman bibit pohon hutan itu serangkaian peringatan HUT ke-55 Korem 163/Wirasatya. Kegiatan dimotori personel Kodim 1623 Karangasem. Ribuan peserta itu meliputi ratusan siswa SMPN 4 Bugbug, SMA Jagadhita, Sekaa Teruna Desa Bugbug, personel Kodim dan Koramil Karangasem, petugas Penyuluh Lapangan Kehutanan, staf Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dipimpin Penjabat Bupati Karangasem Ida Bagus Ngurah Arda serta masyarakat Desa Bugbug. Bukit Gumang dan sekitarnya merupakan perbukitan tandus pada musim kemarau. Di puncak Bukit
Gumang terdapat sebuah pura besar di-empon ngarep krama Desa Bugbug disertai penyatur desa lainnya sembahyang ke pura itu yakni Bebandem, Ngis Manggis, Jasri, dan Datah. Di lahan seluas sekitar empat hektar, peserta penghijauan menanam bibit gamelina 750 batang, albesia 750, 750 mahoni, dan 750 batang bibit nangka. Diharapkan, bibit iu diteruskan pemeliharaannya oleh krama Desa Bugbug, terutama pada musim kemarau. Selain mempertahankan lereng bukit sebagai serapan air hujan pada musim hujan dan menghindari longsor, penanaman ribuan bibit pohon itu bertujuan menyiapkan buah-buahan untuk pakan populasi ribuan ekor kera yang hidup di sana. Dengan begitu, pada musim paceklik makanan di perbukitan, kera tak turun merusak lahan petani. Selama ini, populasi kera di Gumang turun ke pinggir jalan dan menjadi daya tarik wisata. (013)
Bali Post/ist
PENGHIJAUAN - Dalam rangka HUT Korem 163/Wirasatya, sekitar 3.000 orang naik ke Bukit Gumang, Karangasem melakukan penghijauan, Jumat (5/2) lalu.
TABANAN
14
Selasa Wage, 9 Februari 2016
”Ngeratep” Ida Batara Natar Sari
Mulai Besok ”Ngunya” 42 Hari
Tabanan (Bali Post) – Serangkaian Pujawali di Kahyangan Jagat Luhur Natar Sari, Apuan, Baturiti, Tabanan, pada Tumpek Krulut, 26 Maret mendatang, Selasa (9/2) ini dilangsungkan ngeratep. Upacara ini dilangsungkan karena pralingga Ida Batara kaodak sejak sebulan lalu, tepatnya 25 Desember 2015. Selanjutnya mulai hari raya Galungan, Rabu (10/2) besok, Ida Batara kairing malancaran atau ngunya ke jaba kuta selama 42 hari. Demikian disampaikan Pemangku Kahyangan Jagat Natar Sari Jro Mangku Ketut Mastrum, didampingi Penyarikan Natar Sari Wayan Subandi, Bendesa Apuan Ketut Cakra, Manggala Karya Ketut Wardana, dan Sekretaris Panitia Made Cendoarsa belum lama ini. Sesuai dengan tradisi di pura ini, setiap tiga tahun sekali Ida Batara Nawa Sanga kairing melancaran atau ngunya ke jaba kuta selama 42 hari, nyinarin umat Hindu di sejumlah desa pakraman di Kabupaten Tabanan, Badung, dan Gianyar. Prosesi dilangsungkan menjelang pujawali ageng di pura tersebut. Terkait dengan prosesi pangunyan kali ini, selain prerai Ida Batara kaodak, juga busana atau kampuh Ida Batara diperbaiki. Selama prosesi pengunyan, umat ngiring Ida Batara dengan berjalan kaki. Prosesi ini berakhir tiga hari menjelang pujawali. Sebelum budal ke joga, Ida Batara kairing masucian atau melasti di Pura Batubolong, Canggu, Badung. Pujawali di Kahyangan Jagat Natar Sari umumnya ngerawuhin sekitar 60 tapakan ratu gede atau barong yang menjadi sungsungan umat di lima kabupaten di Bali. (08)
I Wayan Sinda Meninggal
DUKA dan kehilangan dirasakan pendengar dan keluarga besar Radio Global FM Bali. Salah satu pendengar setia, I Wayan Sinda yang akrab dipanggil Pak Sinda, meninggal dunia karena sakit, Minggu (7/2) pada pukul 01.30 dini hari. Menurut salah satu putrinya di rumah duka Jalan Siulan No.60 Banjar Buaji, Denpasar, jenazah saat ini masih disemayamkan di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD), Jalan Sudirman, Denpasar, dan rencananya dikremasi di Krematorium Cekomaria pada 14 Februari nanti. Pak Sinda aktif berbicara di Radio Global FM Bali sejak awal berdirinya radio ini pada 1999. Kalimatnya jenaka dan ceplas-ceplos, namun pedas. Realistis menjadi ciri khasnya dalam bicara. Atas peran aktif, dedikasi, dan kepeduliannya terhadap masalah sosial, budaya, dan lingkungan, pada 2001 beliau meraih penghargaan Global Award sebagai tokoh pemberdayaan masyarakat. Kecintaannya terhadap Radio Global dan kepeduliannya terhadap berbagai persoalan yang sedang terjadi menjadikannya seolah tiada hari tanpa bicara di Radio Global. Bahkan sampai beberapa hari menjelang meninggal pun beliau masih bicara lantang. “Selamat jalan kawan, amor ring acintya. Kami semua kehilangan.” (kmb)
Bali Post/kmb
Almarhum I Wayan Sinda (no.2 dari kiri)
Potong Kerbau di Desa Pandak Gede
Warga Tak Berani Melanggar
Tabanan (Bali Post) – Warga Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan, selalu melakukan tradisi potong kerbau setiap menjelang hari Raya Galungan. Daging kerbau menjadi salah satu sarana upacara di daerah setempat. Warga melaksanakan hal tersebut sudah sejak lama, tanpa tahu alasan pastinya. “Kenapa harus kerbau, kami juga kurang tahu alasannya. Ini tradisi turun-temurun,” ujar Ketut Kartiyasa, Sekretaris Sekaa Cangkir, Banjar Pankung, Desa Pandak Gede, di selasela kegiatan memotong kerbau, Senin (8/2) kemarin. Warga tidak pernah melanggar karena takut akan terjadi hal buruk di desanya. Untuk bisa membeli kerbau, mereka melakukan arisan sejak enam bulan sebelum Galungan. Satu ekor kerbau biasanya dibagi menjadi 70 bagian. Satu bagian dihargai Rp 300 ribu atau sesuai harga pasaran. Anggota sekaa yang memotong mendapatkan upah bagian kepala kerbau. Sebelum memotong kerbau, dilakukan upacara sesajen terlebih dahulu. Setelah dipotong, upacara serupa kembali dijalankan. Daging, lidah, dan kuping kerbau bersama hati dan paru dipersembahkan ke pura di lingkungan setempat dan untuk sesajen buta kala. Ini dilakukan agar kegiatan memotong dan membagikan daging kerbau bisa berjalan lancar tanpa halangan. Tradisi memotong kerbau kini berangsur-angsur menjadi kegiatan ekonomi. Warga juga menjual daging kerbau ke warga di luar Desa Pandak Gede. “Jadi, selain memotong kerbau untuk warga setempat, ada juga warga dari luar Tabanan yang memesan daging ini jelang upacara Galungan,” ujar Kertiyasa. Warga Pandak Gede biasanya mengolah daging kerbau menjadi dendeng dan sate. “Ada juga yang menjadikan rawon atau rendang. Kalau singgah di setiap rumah di desa ini saat Galungan pasti ada dendeng kerbau,” tuturnya. (kmb24)
DIHAPUS - Salah satu program unggulan Pemkab Tabanan adalah bedah warung yang dihapus tahun 2016 ini karena terbentur UU Desa.
Bali Post/kmb24
Terbentur UU Desa
Program Bedah Warung dan Pasar Murah Dicoret
Tabanan (Bali Post) –
UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sangat berpengaruh terhadap banyak program sosial yang digelar pemerintah daerah yang menyasar warga desa terutama masyarakat kurang mampu yang bertujuan mendorong ekonomi produktif. Oleh karena terbentur UU Desa, beberapa program tidak bisa dijalankan lagi. Di Kabupateb Tabanan, dua program unggulan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) yakni bedah warung dan pasar murah untuk warga kurang mampu dicoret dari APBD 2016. Padahal kedua program ini telah berjalan sejak beberapa tahun. Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tabanan Ida Bagus Wiryawan, program bedah warung bertujuan meningkatkan usaha mikro ekonomi kerakyatan, namun tidak boleh dilanjutkan karena pemerintah tidak diperkenankan lagi membuat
kegiatan yang sifatnya bantuan sosial kepada masyarakat. Hal ini dikarenakan desa sudah mendapatkan anggaran langsung, baik dari pusat , provinsi maupun kabupaten. “Untuk itu, pada tahun anggaran ini tidak ada lagi program bedah warung,” katanya, Senin (8/2) kemarin. Program bedah warung selama pelaksanaannya telah banyak membantu usaha kecil. Pemerintah memberikan stimulus berupa dana untuk memperbaiki warung sehingga layak, bersih, dan lebih refresentatif. Dengan bantuan tersebut usa-
ha kecil dapat meningkatkan volume usahanya bahkan bisa melakukan diversifikasi produk yang dijual. Kini hal tersebut tidak bisa dilakukan lagi karena dinilai sebagai bantuan sosial yang dilarang sejak adanya UU Desa. Padahal tahun ini Disperidag Tabanan berencana membedah lebih dari 100 warung dengan anggaran Rp 3,1 miliar. ‘’Tetapi tidak bisa dilaksanakan karena sudah tidak diperbolehkan,’’ tutur Wiryawan. Program yang juga dilarang adalah pelaksanaan pasar murah. Hal ini tentu disayang-
kan, sebab program ini sangat membantu masyarakat kurang mampu terutama saat hari raya seperti saat ini. Biasanya yang menjadi sasaran pasar murah adalah tukang suun di pasar, tenaga kebersihan, dan masyarakat kurang mampu lainnya. “Sebelumnya menjelang Galungan seperti ini, kami selalu menggelar pasar murah buat warga kurang mampu sehingga meringankan beban mereka menghadapai hari raya,” ungkapnya. Tahun ini Disperindang sebenarnya telah merencanakan pasar murah dengan anggaran Rp 400 juta. Namun, program itu tidak ada lagi karena telah dicoret dari usulan APBN 2016 saat verifikasi. Dengan dicoretnya dua pro-
gram unggulan tersebut dalam APBD, pihaknya berharap ada bantuan CSR perusahaan baik untuk bedah warung maupun pasar murah. Anggota DPRD Tabanan I Nyoman Suadiana dihubungi terpisah mengaku terkejut dengan pencoretan dua program pro rakyat tersebut. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena hal ini terkait dengan keberadaan UU Desa. Semua program yang intinya membantu masyarakat pedesaan tidak boleh dijalankan lagi terutama yang bersifat bansos. “Mungkin ke depan program seperti ini harus dibuat dalam bentuk proyek yang digelar pemerintah, bukan yang bersifat swakelola,” ungkapnya. (kmb24)
Festival Barong Bangkung
Ajang Generasi Muda Salurkan Bakat
Tabanan (Bali Post) – Kurangnya media bagi anak muda Tabanan untuk mementaskan kreasi di bidang seni dan budaya membuat mereka tidak bisa menyalurkan bakatnya. Akibatnya, bakat-bakat seni yang harusnya bisa berkembang justru terpendam begitu saja karena tidak bisa diekspresikan. Berlatar belakang itulah kemudian diselenggarakan Festival Barong Bangkung Tabanan. Ajang yang digelar di Puri Anom, Senin (8/2) kemarin, diprakarsai oleh Forum Pelestari Budaya Tabanan (FPBT). Ketua Umum FPBT Anak Agung Ngurah Panji Astika memaparkan, ajang ini memberikan tempat bagi anak muda Tabanan dalam mempertunjukkan bakatnya. “Saat ini media untuk tampil sangat terbatas, sehingga anak muda Tabanan hanya bisa latihan tanpa dapat mementaskan kemampuannya. Ini tentu sangat disayangkan,” ujarnya. Padahal Bali adalah pu-
lau yang terkenal dengan pariwisata berbasis budaya. Citra ini tentu akan hilang jika tidak ada penerus untuk melanjutkannya. Di sisi lain, Tabanan adalah tempat lahirnya seniman andal. “Inilah yang perlu kami dorong sehingga pariwisata berbudaya tetap eksis yang nantinya juga mendorong industri berbasis budaya,” katanya. Festival Barong Bangkung tidak hanya ditampilkan dalam bentuk ngelawang, tetapi juga dikreasikan dengan bentuk adegan dan cerita. Hal baru ini diharapkan bisa mendorong barong bangkung sebagai p ert unjukka n wisa t a ke depan. Peminatnya pun sangat tinggi, terlihat dari pendaftar yang datang dari sekaa di seluruh Kabupaten Tabanan. Sayangnya akibat keterbatasan waktu, hanya 15 sekaa yang bisa tampil. Ke depan pihaknya berencana menggelar festival lebih lama setiap enam bulan sekali. Pagelaran dipilih mendekati hari raya Galungan saat para siswa libur. “Selain kegiatan
festival enam bulanan, kami akan melaksanakan ruang ekspresi sekali dalam sebulan dan diskusi budaya setiap tiga bulan,” tuturnya. Pendanaan masih secara swadaya dan sponsor swasta.
Pada kegiatan selanjutnya diharapkan anggaran dari pemerintah karena ini untuk generasi muda. Di sisi lain, festival bisa memberikan manfaat kepada FPBT sebagai penyelenggara dan
masyarakat sekitar. Untuk itu, FPBT bakal membuka stan-stan makanan. “Jadi, selain festival budaya, ekonomi kerakyaktan juga berkembang,” ungkap Astika. (kmb24)
Bali Post/kmb24
FESTIVAL - Festival Barong Bangkung sebagai media kreasi anak muda Tabanan.
Warung Global
Dewan Mesti Cari Solusi Terkait Transmigrasi
Bali Post/kmb24
POTONG KERBAU – Sejumlah warga Desa Pandak Gede memotong-motong daging kerbau.
JKN PBI
Sejumlah Peserta Terhapus dari Daftar
Tabanan (Bali Post) – Terhapusnya sejumlah peserta dari daftar Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Penerima Bantuan Iuran (PBI) belum diketahui alasannya hingga saat ini. Untuk itu, selama proses penelusuran berlangsung, Pemkab Tabanan dalam hal ini Dinas Sosial mengarahkan peserta JKN PBI yang tidak lagi tercantum dalam sistem memakai jaminan kesehatan lain, seperti JKBM atau menjadi peserta JKN mandiri. Hal itu dipaparkan Kepala Dinas Sosial Tabanan Nyoman Gede Gunawan, Senin (8/2) kemarin. Peserta JKN PBI yang terhapus sistem, menurutnya saat ini sedang menunggu validasi BPJS Pusat. Di sisi lain, peserta JKN PBI di Tabanan justru mengalami peningkatan jumlah dari 103.000 menjadi 110.000 orang. Hal inilah yang menyebabkan kebingungan ketika ada peserta yang hilang dari sistem. “Padahal jumlahnya bertambah, tapi ada yang hilang di sini,” tuturnya. Untuk memastikan itu, pihaknya akan melakukan validasi data saat rapat koordinasi di Jakarta pada Februari ini. “Akan ada rakor yang dihadiri setiap dinas sosial per kabupaten yang ada di Indonesia. Dalam rakor akan dilakukan pengecekan data kembali,” ujar Gunawan. (kmb24)
INI betul-betul kegagalan pemerintah. Terutama yang membidangi kependudukan gagal total. Seharusnya pemerintah memberikan pelatihan gratis ke masyarakat sehingga bisa berkembang. Demikian pendapat Gama di Singaraja dalam acara Warung Global Interaktif dengan topik “Transmigrasi Bali Kegagalan Atasi Kemiskinan” yang disiarkan Radio Global FM 96,5 serta dipancarluaskan Singaraja FM, Swara Negara FM, dan SWiB Amlapura FM, Sabtu (6/2) lalu. Menurut Gama, program transmigrasi yang dulu jauh berbeda dengan sekarang. Dulu pariwisata Bali belum berkembang. Sekarang pemerintah mengajak masyarakat Bali bertransmigrasi, sedangkan pendatang tanpa modal bisa hidup di Bali dan sukses. Werda di Tegalalang sependapat bahwa transmigrasi adalah bukti kegagalan mengatasi kemiskinan. Seandainya berhasil tidak perlu transmigrasi.
Cukup di Bali saja sudah bisa hidup layak. Kalau bicara tentang pemerataan penduduk mestinya tidak ada orang luar masuk Bali. Penduduk Bali padat, kemudian dipindahkan atau transmigrasi ke pulau yang penduduknya masih jarang, tetapi kenyataannya banyak orang luar justru masuk Bali. Dukungan diberikan Ayu di Denpasar terkait kegagalan pemerintah mengatasi kemiskinan. Transmi-
grasi saat ini kurang tepat karena lapangan pekerjaan di Bali sangat banyak tidak seperti dulu. Masyarakat yang kurang mampu sebaiknya diberikan modal dan pelatihan kerja agar maju. Dengan dalih pemerataan, lanjut Bima Sena di Gianyar, masyarakat Bali dianjurkan transmigrasi. Krama Bali mestinya menjaga alam dan budaya Bali. Pemerintah harus mencabut Perpres 51 terkait reklamasi karena merusak alam lingkungan dan kesucian Bali. Menurut Agung Jaya Negara di Denpasar, cara hidup kita harus dibenahi. Transmigrasi bagus karena diatur dan didanai oleh pemerintah kepada warga yang umumnya golongan menengah ke bawah. Sesampainya di tempat tujuan, para transmigran diberikan sebidang tanah, rumah
sederhana, dan perangkat lain untuk penunjang hidup. Masyarakat juga perlu diberikan pendidikan dan pelatihan sehingga bisa mandiri di Bali. Sebaliknya Suardana di Tabanan menilai pemerintah tidak gagal. Buktinya yang sukses semakin sukses dan kaya. Pemerintah Bali harus memberikan lapangan kerja pada masyarakat agar bisa hidup layak. Dibandingkan di daerah transmigrasi jauh lebih mudah mendapatkan pekerjaan di Bali. Yang penting mau berusaha dan bekerja dengan tekun pasti bisa mencukupi kebutuhan hidup. Orang Bali yang t ra nsm i g ra si d a n s ud a h sukses tolong beli tanah di Bali agar tidak semuanya dikuasai oleh orang luar. Made Bukit di Jimbaran minta masyarakat Bali yang tidak transmigrasi agar diber-
ikan kesempatan mengolah lahan pemerintah yang ada, sehingga bisa berkembang dan tidak menganggur. Para transmigran kata Arya di Denpasar, harus disiapkan lahan selanjutnya dikontrol perkembangan dan kelanjutannya. Para wakil rakyat (Dewan) selain mengkritik juga harus memberikan solusi dan memperjuangkan nasib rakyat. Mahayadi di Kuta Selatan menyatakan tidak semua masyarakat bertransmigrasi karena faktor kemiskinan. Pada 1955 transmigrasi dilakukan spontan. Transmigran yang baru ada yang gagal mungkin karena kondisi wilayah dan mereka belum bisa mengatasinya. Orang Bali yang transmigrasi mayoritas rajin dan sangat lues, sehingga mencapai kesuksesan dan kesejahteraan di sana. (dika)
15
Selasa Wage, 9 Februari 2016
PSG Belum Terkalahkan
Hasil Pertandingan Liga Spanyol Levante vs Barcelona 0-2 Real Betis vs Valencia 1-0 Celta Vigo vs Sevilla 1-1 Granada vs Real Madrid 1-2 Atletico Madrid vs Eibar 3-1 Rayo Vallecano vs Las Palmas 2-0 Athletic Bilbao vs Villarreal 0-0 Sporting Gijon vs Deportivo 1-1 -------------------------------------------------------------1. Barcelona 22 17 3 2 56 -17 54 2. Atletico Madrid 23 16 3 4 34 -11 51 3. Real Madrid 23 15 5 3 66 -21 50 4. Villarreal 23 13 6 4 29 -18 45 5. Sevilla 23 10 7 6 32 -24 37 6. Athletic Bilbao 23 10 5 8 33 -30 35 Pencetak gol : 20 - Luis Suarez (Barcelona) Liga Inggris Bournemouth vs Arsenal 0-2 Chelsea vs Man. United 1-1 Man. City vs Leicester City 1-3 Aston Villa vs Norwich 2-0 Liverpool vs Sunderland 2-2 Newcastle vs West Brom 1-0 Stoke vs Everton 0-3 Swansea vs Crystal Palace 1-1 Tottenham vs Watford 1-0 Southampton vs West Ham 1-0 -------------------------------------------------------------1. Leicester City 25 15 8 2 47-27 53 2. Tottenham 25 13 9 3 45-19 48 3. Arsenal 25 14 6 5 39-22 48 4. Man. City 25 14 5 6 47-26 47 5. Man. United 25 11 8 6 32-22 41 6. West Ham 25 10 9 6 38-29 39 Pencetak gol : 18 - Jamie Vardy (Leicester City) Liga Italia Bologna vs Fiorentina 1-1 Genoa vs Lazio 0-0 Verona vs Inter Milan 3-3 AC Milan vs Udinese 1-1 Frosinone vs Juventus 0-2 Napoli vs Carpi 1-0 Sassuolo vs Palermo 2-2 Torino vs Chievo 1-2 Atalanta vs Empoli 0-0 AS Roma vs Sampdoria 2-1 -------------------------------------------------------------1. Napoli 24 17 5 2 53-19 56 2. Juventus 24 17 3 4 45-15 54 3. Fiorentina 24 14 4 6 42-23 46 4. Inter Milan 24 13 6 5 30-20 45 5. AS Roma 24 12 8 4 44-26 44 6. AC Milan 24 11 7 6 35-26 40 Pencetak gol : 24 - Gonzalo Higuain (Napoli) Liga Jerman Borussia Mgladbach vs Werder Bremen 5-1 Eintracht Frankfurt vs Stuttgart 2-4 FC Ingolstadt vs Augsburg 2-1 Schalke vs Wolfsburg 3-0 Hannover vs Mainz 0-1 Hertha Berlin vs B orussia Dortmund 0-0 Bayer Leverkusen vs Bayern Munich 0-0 Hamburger SV vs FC Koln 1-1 Hoffenheim vs Darmstadt 0-2 Liga Prancis Monaco Angers Caen Gazelec Ajaccio Lorient Bastia Toulouse Lille Bordeaux Marseille
vs Nice 1-0 vs Lyon 0-3 vs Reims 0-2 vs Guingamp 0-0 vs Montpellier 1-1 vs Troyes 2-0 vs Nantes 2-0 vs Rennes 1-1 vs Saint-Etienne 1-4 vs PSG 1-2
MU Bisa Bermain Atraktif Manchester Manchester United (MU) bisa menunjukkan diri bermain atraktif dan menyerang seperti pada musim-musim sebelumnya. Itu ditunjukkan saat the Red Devils menahan imbang juara bertahan Chelsea 1-1 pada pertandingan Liga Utama Inggris, Senin (8/2) kemarin. Gelandang MU Juan Mata menegaskan performa timnya kini telah semakin baik lewat permainan kolektif. Kemenangan dan permainan yang baik meningkatkan kepercayaan diri pemain. “Saya kira kami sekarang mampu bermain dalam level tinggi dan memainkan sepak bola atraktif yakni menyerang,” ungkap pemain timnas Spanyol itu mengomentari laga MU melawan Chelsea yang berakhir imbang 1-1. Jesse Lingaard bahkan mampu membawa MU memimpin lebih dahulu pada menit ke-60. Namun Diego Costa mencetak gol di detik-detik akhir pertandingan yang menyamakan kedudukan. Dengan hasil ini, MU masih bertengger di posisi ke-5 dengan 41 poin. Pasukan Louis van Gaal masih terpaut 12 poin dari pimpinan sementara Leicester City yang menggebuk Manchester City 3-1 sehari sebelumnya. Sementara Chelsea di peringkat ke-13 dengan 30 poin. Desakan mundur pada van Gaal semakin menguat di tengah rumor yang menyebutkan bahwa mantan pelatih Chelsea Jose Mourinho mengincar jabatan di Old Trafford. Mantan pemain MU Paul Scholes dan bek Rio Ferdinand juga berulang kali menyebutkan gaya permainan van Gaal membosankan dan tumpul. Dengan hasil kemarin, MU tercatat hanya sekali kalah dalam sembilan pertandingan terakhir. MU terpaut 6 poin dari peringkat ke-4 Manchester City dengan sisa 13 pertandingan. Padahal van Gaal menjanjikan MU masuk zona Liga Champions musim depan. Van Gaal akan mendapat tantangan serius akhir pekan ini karena akan menghadapi Sunderlan di Stadium of Light. the Black Cats tampil cemerlang dengan menahan tuan rumah Liverpool 2-2, Sabtu lalu. (kmb39/rtr)
BERI ARAHAN - Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane (kiri) memberi arahan pada gelandang Luka Modric saat menghadapi tuan rumah Granada pada pertandingan Liga Spanyol, Senin (8/2) kemarin di Stadion Los Carmenes.
Modric Inspirasi Kemenangan Real Madrid
Granada Luca Modrid menginspirasi kemenangan Real Madrid lewat tendangan akuratnya yang menghasilkan gol kemenangan 2-1 atas Granada pada pertandingan Liga Spanyol, Senin (8/2) kemarin. Karim Benzema membawa Real Madrid memimpin saat pertandingan di Stadion Los Carmenes baru berjalan setengah jam. Tuan rumah mencetak gol balasan lewat Youssef El Arabi sebelum tendangan cerdik Modric menghasilkan gol kemenangan Real beberapa saat sebelum pertandingan usai. Dengan kemenangan tandang ini, pasukan Zinedine Zidane mengumpulkan 50 poin dan menempati peringkat ketiga atau tertinggal empat poin dari Barcelona yang memimpin klasemen. Barca juga meraup kemenangan 2-0 saat melawat ke Levante. Sementara Granada berjuang di kelompok degradasi dengan 20 poin. Benzema membuktikan dirinya tak kalah produktif dengan andalan Real Cristiano Ronaldo. Penyerang asal Prancis itu menerima umpan terobosan dari Dani Carvajal dan dari dalam kotak penalti ia mengarahkan bola ke gawang tuan rumah. Ini menjadi golnya yang ke-19 dan menyamai rekor Ronaldo. Granada menyamakan kedudukan pada menit ke-60 melalui tembakan pemain pengganti Youssef El Arabi yang melewati sela-sela kaki kiper Keylor Navas dari sisi kanan. Real memerlukan gol inspiratif untuk mengatasi ketangguhan pertahanan Granada. Modric memberikannya dengan melepas-
kan sepakan dari tepi kotak penalti menuju sudut atas gawang, untuk menjadi gol perdananya di liga musim ini lima menit sebelum pertandingan usai. “Gol Modric itu memberi napas kehidupan, lebih daripada itu tiga poin kemenangan,” puji Zidane yang menorehkan empat kemenangan dalam lima pertandingan sejak ditunjuk menjadi pelatih bulan lalu. Rival Real Barcelona meraih kemenangan 2-0 di markas Levante dan kembali unggul tiga angka atas peringkat kedua Atletico Madrid. Luis Suarez membukukan gol ke-36-nya musim ini dan membuat klubnya membukukan 28 pertandingan tanpa kekalahan sama seperti musim 2010/2011 di bawah asuhan Pep Guardiola. Mereka kini telah meraih 23 kemenangan dan lima kali bermain imbang. Gol Suarez tercipta di pengujung akhir babak kedua. Sedangkan gol pembuka lahir dari bunuh diri David Navarro yang membelokan umpan Andres Iniesta yang ditujukan ke Lionel Messi dan bola masuk ke gawangnya sendiri. Valencia yang dilatih Gary Neville kembali menelan kekalahan dengan takluk 0-1 dari tuan rumah Real Betis. Gol tunggal pada pertandingan ini lahir dari Ruben Castro saat babak kedua baru berjalan beberapa menit. Valencia memperpanjang laju
Paris Gelandang Argentina Angel Di Maria menyumbang gol kemenangan Paris Saint Germain (PSG) 2-1 atas tuan rumah Olympique Marseille pada pertandingan kompetisi Liga Prancis, Senin (8/2) kemarin. PSG memperpanjang laju tidak terkalahkannya menjadi 34 pertandingan. Di Maria itu mengemas gol kemenangan pada menit ke-71 setelah Remy Cabella menyamakan gol pembuka PSG Zlatan Ibrahimovic. Kini klub ibu kota itu mengumpulkan 69 poin dari 25 pertandingan. Pasukan Laurent Blanc memimpin dengan selisih 24 angka atas tim peringkat kedua AS Monaco, yang menang 1-0 atas Nice pada derby Riviera. Marseille berada di peringkat kesepuluh dengan 34 poin. “Bagus untuk memainkan pertandingan seperti ini sebelum menghadapi Chelsea (di 16 besar Liga Champions),” kata kapten Thiago Silva kepada Canal Plus. “Jika kami tetap fokus seperti ini, mungkin kami dapat mengakhiri musim tanpa terkalahkan.” PSG membuka pertandingan dengan sangat baik, di mana Ibrahimovic memasukkan bola dari jarak dekat ke tiang jauh dari umpan silang Maxwell pada menit kedua. Marseille berusaha keras dan mendapat hasil pada menit ke-25 ketika Cabelle berlari setengah lapangan sebelum mencetak gol dari luar kotak penalti. Pemain Marseille Michy Batshuayi melepaskan tembakan yang disapu sebelum melewati garis gawang oleh Maxwell lima menit sebelum turun minum, ketika PSG terlihat kurang kokoh di lini belakang dan di lini tengah sembilan hari sebelum mereka memainkan pertandingan leg pertama melawan Chelsea. Dengan 19 menit tersisa, Ibrahimovic
memberi umpan kepada Di Maria di kotak penalti, dan pemain Argentina itu menggiring bola melewati Brice Dja Djedje sebelum dengan tenang menaklukkan kiper Steve Mandanda. Ini menjadi gol kesembilan Di Maria musim ini dari 19 penamilannya, ketika ia juga mencatatkan sepuluh assist. Enam Pertandingan Hamburg SV bermain imbang 1-1 dengan tamunya Cologne pada pertandingan Liga Jerman. Dengan tanpa meraih kemenangan dalam enam pertandingan, Hamburg semakin dekat ke zoba degradasi. Hamburg, yang memerlukan playoff degradasi untuk bertahan di kompetisi tertinggi pada dua musim terakhir, hanya mendulang dua angka dari enam pertandingan terakhir. Sepanjang laju itu mereka telah kalah empat kali dan berada di peringkat ke-13 dengan 23 poin, hanya unggul empat angka dari spot playoff. Kemenangan kandang terakhir mereka terjadi pada November. Cologne berada di peringkat kesembilan dengan 26 poin, memecah kebuntuan empat menit sebelum turun minum Simon Zoller yang memenangi perebutan bola dan menjebol gawang tuan rumah. Hamburg menyamakan kedudukan dua menit setelah turun minum. Nicolai Mueller merangsek ke depan dan menaklukkan kiper Timo Horn dengan tembakan kaki kiri dari tepi kotak penalti. Tim promosi Darmstadt 98 naik ke peringkat ke-11 berkat kemenangan 2-0 di markas Hoffenheim, yang menghuni peringkat ke-17. Pemuncak klasemen Bayern Munich unggul delapan angka setelah bermain imbang 0-0 dengan Bayer Leverkusen. Tim peringkat kedua Borussia Dortmund, yang mengoleksi 45 angka, bermain imbang tanpa gol di markas Hertha Berlin. (afp/ant)
tanpa kemenangan mereka menjadi 12 pertandingan dan sembilan pertandingan di bawah mantan pemain Manchester United Neville. “Bagi saya sudah jelas bahwa kami lebih baik dari beberapa tim yang kami hadapi, hanya hasil-hasilnya tidak menguntungkan kami,” ucapnya kepada para wartawan. Valencia mengakhiri pertandingan dengan sepuluh pemain setelah bek kiri Jose Luis Gaya diusir keluar lapangan akibat pelanggarannya terhadap pemain pinjaman asal Belgia Charly Musonda pada menit ke-85.Pasukan Neville turun ke peringkat ke-13 di klasemen dengan mengoleksi 25 angka. (kmb39/afp/ant)
Penyelamatan Szczesny Amankan Kemenangan AS Roma
Roma Kiper Wojciech Szczesny membuat sejumlah penyelamatan saat AS Roma memetik kemenangan 2-1 atas tamunya Sampdoria pada pertandingan Serie A Liga Italia, Senin (8/2) kemarin. Kiper yang dipinjam dari Arsenal itu, mengamankan langkah Roma dalam memburu tiket ke kompetisi Eropa musim depan. “Saya gembira bisa membantu tim. Namun saya sebenarnya lebih suka jika tidak banyak membuat penyelamatan,” ujar kiper asal Polndia itu pada Mediaset Premium. Pada laga kemarin, Edin Dzeko duduk di bangku cadangan dan gelandang Radja Nainggolan menjalani hukuman. Sementara pelatih Sampdoria Vincenzo Montella cukup dikenal publik di Stadion Olympico karena pernah menjadi penyerang klub ini. Namun racikan Montella sulit mendapatkan hasil positif dan jarang mengancam gawang Roma. Sebaliknya sundulan Alessandro Florenzi mengoyak gawang tim tamu pada akhir
menit terakhir. Tetapi Szczesny menunjukkan kepiawaian lewat sejumlah penyelamatan. Sementara tembakan Mattia Cassani mengenai mistar, sehingga Roma meraih kemenangan untuk ketiga kalinya beruntun. Roma kini mengoleksi 44 poin di peringkat ke-5 terpaut 12 poin dari pimpinan klasemen Napoli. Sampdoria di posisi ke17 dengan 24 poin setelah hanya memetik dua kemenangan dalam 12 laga terakhir.
Bali Post/ap
TEPIS BOLA - Kiper AS Roma Wojciech Szczesny menepis bola pada pertandingan melawan Sampdoria di Serie A Liga Italia, Senin (8/2) kemarin. babak pertama. Diego Perotti menggandakan keunggulan Roma menjadi 2-0 lima menit setelah babak kedua dimulai lewat sepakan voli. Namun kepercayaan diri pemain tuan rumah seketika goyah
setelah tembakan Joaquin Correa mengenai Miralem Pjanic dan memperdaya Szczesny pada menit ke-7. Sampdoria berusaha mencari gol penyama kedudukan lewat serangan beruntun di 15
Dukungan Napoli Pada laga sebelumnya ribuan penggemar Napoli memberikan dukungannya kepada korban pelecehan rasial Kalidou Koulibaly. Mereka memenuhi Stadion San Paolo dengan membawa gambar wajah pemain bertahan asal Senegal itu sebelum dimulainya pertandingan melawan Carpi. Napoli memenangkan pertandingan itu dengan keunggulan tipis 1-0 melalui penalti Gonzalo Higuain. Ini menjadi gol ke-24 penyerang asal Argentina itu yang menduduki puncak daftar pencetak gol terbanyak. Koulibaly diejek pendukung
Lazio pada pertandingan sebelumnya yang dimenangkan Napoli 2-0. Wasit Massimiliano Irrati, mengacu kepada regulasiregulasi liga, menghentikan pertandingan itu selama hampir empat menit untuk meminta pelecehan itu dihentikan. Lazio belakangan dijatuhi denda 50.000 euro dan Curva Nord (Kurva Utara) di Stadio Olimpico akan ditutup untuk para penggemar untuk dua pertandingan kandang mereka selanjutnya. Meski keputusan Irrati untuk menghentikan pertandingan mendapat banyak pujian sebagai salah satu inisiatif baru di liga untuk menangkal rasisme, Koulibaly memperlihatkan berbesar hati dengan menawarkan kaus Napolinya kepada seorang “anak gawang” Lazio. Kasus ini memperpanjang persoalan serupa yang selama ini membelit Serie A. Sejumlah pemain papan atas menjadi korban pelecehan termasuk Ruud Gullit, Aaron Winter, Patrick Vieira, Paul Ince, Mario Balotelli dan Kevin-Prince Boateng. (kmb39/rtr/ant)
OLAHRAGA
16
Selasa Wage, 9 Februari 2016
Lintas Olahraga Buleleng Kirim 28 Atlet dan Pelatih ke PON KETUA Koni Buleleng Nyoman Artha Widnyana mengatakan, menjelang pelaksanaan PON XIX 2016 di Jawa Barat, September mendatang, terdapat 28 atlet dan pelatih 10 cabang olahraga dari Buleleng bersiap memperkuat kontingen Provinsi Bali. KONI Buleleng mendukung persiapan mereka dalam mencapai prestasi pada pertandingan nanti. Dukungan KONI Buleleng dilakukan dalam bentuk moral dan material. KONI ikut membantu mem-back-up dana untuk atlet dan pelatih menghadapi event empat tahunan ini. Komunikasi dengan Pengkab masing-masing cabor terus dilakukan termasuk dengan mengintensifkan pembinaan pada atlet hingga masuk pemusatan latihan di provisi. (dgk)
Pelatda Dilakukan Usai Kuningan KONI Bali telah usai melakukan tes fisik tahap pertama bagi atlet yang lolos ke PON XIX Jawa Barat. Usai tes fisik itu, KONI Bali bakal segera melakukan meresmikan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) bagi seluruh atlet PON. Peresmian itu akan dilakukan pada 20 Februari mendatang dan paling lambat akhir bulan ini. Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi di Denpasar, Minggu (7/2) lalu menambahkan, seluruh penghuni Pelatda akan dibuatkan SK karena itu berakitan dengan dana pelatihan. Berdasarkan rekapitulasi yang telah dilakukan Binpres KONI Bali, tercatat 352 atlet lolos PON XIX/2016 Jawa Barat. Jumlah tersebut belum termasuk cabor sepak bola yang baru akan menjalani kualifikasi PON, 20-30 Maret nanti di Jawa Barat. Semua atlet yang mengantongi tiket ke PON bakal menghuni Pelatda termasuk pelatihnya. (kmb41)
Bali Post/ant
MOTOGP - Foto suasana Sirkuit Sentul di Bogor, Jawa Barat. Pengelola Sirkuit Sentul terus berusaha meyakinakan pemerintah bahwa pihaknya siap menggelar MotoGP pada 2017.
Pengelola Sentul Terus Yakinkan Pemerintah Jakarta (Bali Post) -
Pihak pengelola Sirkuit Sentul terus melakukan lobi dan meyakinkan pemerintah bahwa mereka sebagai pihak paling siap menggelar MotoGP 2017. Alasan ini didasari atas ketersediaannya sirkuit dan kesiapan dana untuk melakukan renovasi. Hal ini berbanding jauh dengan Palembang yang masih harus membangun dari nol. “Jangan bicara Palembang, pelabuhan di sana bagaimana, lalu hotel bisa gak menampung 5.000 sampai 10 ribu tamu. Jadi jangan digiring ke Palembang, apalagi sekarang pemerintah lagi prihatin,” ujar Dirut Sirkuit Sentul Tinton Soeprapto kepada wartawan di Jakarta, Senin (8/2) kemarin.
Bali Post/022
Judan Ali ketika melatih siswa SSB di Lapangan Renon, Minggu (7/2) lalu.
Mantan Pemain Arsenal Judan Ali Berbagi Ilmu
Denpasar (Bali Post) Mantan pemain Arsenal asal Inggris Judan Ali membagikan ilmu sepak bola kepada siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) Guntur dan Mandala United di Lapangan Niti Mandala Renon, Minggu (7/2) lalu. Judan Ali memberikan contoh menggiring bola dan passing yang benar. ‘’Intinya, pesepak bola itu harus fokus dan disiplin,’’ tutur Judan Ali yang kini melatih klub Ketchee di Hongkong ini. Menurutnya, Indonesia berpenduduk 250 juta, semestinya bisa mempunyai kesebelasan yang mendunia. Hanya itu semua dimulai dari pembinaan dari usia dini (grassroot). ‘’Yang terpenting, partisipasi dan dukungan dari pemerintah,’’ pesannya. Judan Ali juga salut atas kesadaran masyarakat Bali berolahraga sejak pukul 07.00 sudah melakukan jogging memadati Lapangan Renon. ‘’Kalau di Inggris pukul 07.00 orang-orang masih tidur, masyarakat berolahraga mulai pukul 09.00,’’ jelas pelatih yang pernah memoles Lionel Messi ketika berusia 14 tahun saat masih berada di akademi La Masia, Barcelona. (022)
Inkanas Denpasar dan Gianyar Latihan Bersama
Denpasar (Bali Pos) Sekitar 350 karateka Inkanas dari Denpasar dan Gianyar melakukan latihan bersama di Lapangan Niti Mandala Renon, Minggu (7/2) lalu. Binpres Pengprov Inkanas Bali Sensei Kadek Suparma di sela-sela latihan mengutarakan, tujuan latihan bareng ini memantapkan gerakan shotokan kihon, kata, dan kumite. ‘’Kami agendakan latihan bareng seperti ini tiap bulan sekali,’’ kata Suparma. Selain itu, untuk menyeragamkan gerakan baku, sehingga seluruh karateka mengenal gerakan shotokan. Suparma menambahkan, ajang ini juga dipakai berkumpul para karateka agar saling mengenal dan lebih akrab lagi. Inkanas menyediakan fasilitas latihan berupa dojo yang tersebar di tiga tempat yakni di Brimobda Polda Bali, Universitas Warmadewa, serta PDAM Blusung. Bahkan, 600 anggota Brimobda Polda Bali termasuk di Gilimanuk, juga wajib menjadi karateka Inkanas, sesuai dengan arahan Komandan Brimobda Polda Bali Kombes Pol. Suhendri, S.IK. (022)
“Kami juga ikut amanat pemerintah dan kami punya barang sudah jadi 70 persen. Sentul itu seksi, mulai industri pariwisatanya dan prestasi Moto3 yang nomor 1 di Qatar,” lanjutnya. Tinton menjelaskan, untuk renovasi sendiri dana sudah siap dari swasta, apalagi Sentul su-
dah pengalaman menyelenggarakan balapan Formula A1 dua kali, begitu juga dengan GP2, semua berjalan lancar. “Sentul berpengalaman dalam event internasional,” tegas Tinton. Seperti diketahui, dari hasil rapat terbatas di Kantor Menko PMK, 11 Januari lalu, nama Sentul sudah dicoret. Namun,
Tinton bersama direktur lainnya seperti Ananda Mikola, kembali melobi Menpora Imam Nahrawi, agar pemerintah mau mengeluarkan keppres sebagai payung hukum penyelenggaraan MotoGP. Sebagai rangkaian promosi, pihaknya akan memakai momentum lawatan Marquez ke Sentul, Februari ini. Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi masih optimistis MotoGP bisa dilaksanakan di Indonesia 2017 nanti, walau Menko PMK Puan Maharani dan Menko Kemaritiman dan
Sumber Daya Rizal Ramli mempertanyakan benefit dari penyelenggaraan ini. “Kita berdiskusi dengan semua pihak, BPKP, pemerintah, semuanya. Jadi maksimalkan yang ada saja. Keppres akan keluar kalau posisi pemerintah memang memungkinkan untuk membantu. Saya harus menjelaskan hal-hal terkait MotoGP ketika rapat terbatas (ratas), akan saya sampaikan juga ke Presiden terkait pembicaraan saya dengan Pak Tinton,” papar Imam. (pts)
Luciano Leandro Benahi Atlet Senior Dilibatkan dalam Latihan Tim Bisbol DKI Teknik Pemain PSM
Makassar (Bali Post) Pelatih Kepala PSM Luciano Leandro memilih lebih fokus membenahi teknik para pemainnya agar semakin tangguh dalam perebutan gelar di kompetisi Indonesia Super Competition (ISC), April 2016. Luciano Leandro di Makassar, Senin (8/2) kemarin, mengatakan selain teknik dasar bermain bola, beberapa teknik seperti finishing touch (penyelesaian akhir) serta cara melewati lawan atau berhadapan satu lawan satu juga lebih dikembangkan. “Hal yang paling penting yakni bagaimana menghalau lawan dengan kaki yang benar dan melewatinya. Makanya kita akan siapkan beberapa latihan khusus un-
tuk masalah ini,” jelasnya usai memimpin latihan perdana di Lapangan Karebosi Makassar, Sulsel. Pada sesi latihan perdana yang dilakoni di lapangan Karebosi tersebut, materi latihan yang diberikan tidak terlalu banyak. Pelatih yang pernah memperkuat PSM sebagai pemain pada era 90-an ini cuma fokus melihat kualitas pemain yang ada. Pelatih asal Brazil ini menjelaskan, dirinya juga masih akan melihat pemain dan memantau sejauh mana kualitas pemain lokal yang dimiliki PSM. Dirinya mengaku sangat suka pemain daerah. “Yang paling penting dia bagus dan suka bekerja, karena
dulu (kompetisi sebelumnya), banyak pemain daerah dan PSM juga bisa berprestasi,” katanya. Sikap optimistisme itu juga tidak lepas dari keberadaan t ig a p e m a i n y a ng s e ng a ja diboyong dari Brazil untuk ditawarkan ke manajemen PSM. Ketiga pemain yang sengaja dibawa serta ke Makassar itu masing-masing Jean Philipe da Silva yang berposisi sebagai defender, Carlos Eduardo (striker) dan Alex Sauza berposisi sebagai gelandang. “Kita mau lihat dulu pemain yang ada di PSM seperti apa, karena persiapan kita masih ada dua bulan. Namun kami tentunya optimistis bisa berbuat yang terbaik,” katanya. Asisten Pelatih PSM Budiarjo Talib mengatakan, pelatih memang masih melihat kualitas pemain lokal yang ada dulu. “Termasuk teknik dasar bermain bola, ini menjadi perhatian utama supaya tim pelatih mengetahui apa yang akan dibenahi nanti,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Klub PSM Sumirlan menyatakan kesiapannya memeriahkan pelaksanaan turnamen sepak bola Piala Bhayangkara yang direncanakan bergulir pada Maret 2016. “Saya kira Piala Bhayangkara cocok sebagai ajang pramusim sebelum kita tampil di ISC. Apalagi pelaksanaan Piala Gubernur Kaltim juga belum jelas,” jelasnya. Ia menjelaskan, meski sudah ada keinginan berpartisipasi namun pihaknya mengaku belum bisa memastikan karena memang belum mendapatkan undangan resmi terkait pelaksanaan turnamen Piala Bhayangkara. (ant) BERI ARAHAN - Pelatih baru PSM yang juga pemain PSM era 90-an asal Brazil Luciano Leandro (kanan) memberikan arahan kepada pemain saat mengikuti latihan perdana di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (8/2) kemarin.
Jakarta (Bali Post) Pengurus Provinsi Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) DKI Jakarta akan melibatkan atlet senior dalam latihan tim sofbol untuk PON XIX Jawa Barat. “Salah satunya kami panggil Tony Pratono. Dia sudah pernah ikut lima kali SEA games dan empat kali PON kalau tidak salah,” kata Ketua Pengprov Perbasasi DKI Jakarta Syaiful Bahri di Jakarta, Senin (8/2) kemarin. Tujuan utama dari pemanggilan atlet senior, ujar Syaiful, untuk memantau seberapa jauh efektivitas latihan yang dijalani atlet junior dalam menghadapi perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX pada September 2016. Sehubungan dengan hal tersebut, Syaiful juga telah menunjuk pelatih kepala Andri Paranoan yang sebelumnya telah menangani tim saat menghadapi PON 2012. “Pelatih kepala untuk PON 2016 adalah yang berhasil juara pada PON 2012,” ujar Syaiful menambahkan.
Demikian pula untuk tim sofbol putra dan putri, Syaiful juga mengatakan tidak ada pergantian pelatih. Dalam rangka melakukan persiapan menghadapi PON yang berlangsung pada September mendatang, Syaiful mengaku sudah berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta untuk hal teknis. Sedangkan untuk urusan nonteknis dilakukan dengan penekanan pada upaya meningkatkan semangat dan motivasi bagi para pemain. Sebelumnya, pada tahun 2015, baik tim bisbol maupun sofbol DKI Jakarta juga telah melakukan uji coba ke luar negeri, seperti Singapura dan Hong Kong sebagai salah satu persiapan menghadapi PON 2016. Namun hal tersebut dirasa masih kurang mengingat beban DKI Jakarta untuk mempertahankan gelar juara sangat berat, sehingga dibutuhkan program latihan lanjutan. Untuk program pelatihan selanjutnya, tim bisbol DKI berencana berlatih di luar negeri untuk memperdalam kemampuan menjelang PON 2016. (ant)
Bandung (Bali Post) Tim dayung Jawa Barat mengincar medali emas pada nomor baru slalom pada PON XIX/2016 Jabar sekaligus juga ingin menjadi tim peraih emas pertama nomor yang digelar di SEA Games 2015 di Singapura itu. “Atlet Jabar saat ini berada di peringkat teratas di Pelatnas Dayung untuk nomor slalom. Diharapkan bisa mempertahankan performance-nya pada PON XIX/2016,” kata pelatih dayung Jabar Suryadi di Bandung, Senin (8/2) kemarin. Atlet Chandra D Nugraha saat ini menjadi atlet slalom andalan Indonesia yang juga turun pada SEA Games 2015. Meski nomor baru, namun nomor slalom diprediksi akan berlangsung sangat ketat. Nomor slalom berbeda dengan nomor lain dayung, dan penguasaan alat serta medan pertandingan sangat penting. Sebagai tuan rumah Jabar me-
miliki peluang besar untuk bisa mengenal lokasi pertandingan dengan lebih baik. “Slalom merupakan harapan pada PON ini, di samping nomor lain seperti kano, kayak dan perahu naga. Rencananya kita akan memberikan kesempatan bagi atlet slalom untuk melakukan uji tanding di beberapa kejuaraan,” katanya.Sebagai tuan rumah, Jabar memiliki target untuk mengembalikan supremasi terbaik cabang dayung yang sempat terempas pada PON XVIII/2012. Salah satu upaya antara lain melakukan belanja perahu untuk semua nomor pertandingan yang akan digunakan untuk pertandingan pada PON XIX/2016. Nomor slalom menggunakan kano dengan dayung tunggal. Bahkan dibandingkan nomor lainnya kano slalom kerap menjadi nomor paling menguras adrenalin bila dilakukan di aliran sungai. (ant)
Jabar Incar Emas di Nomor Slalom Dayung
Selasa Wage, 9 Februari 2016
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
17
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris
Tour Guide Mandarin Can Swim for Water Sport Activities Phone:728088
A.BP.001.02.16.0000497
Sales Executive PT.Sukanda Djaya CV:dpspersonalia@diamond.co.id
B.BP.145.02.16.0000121
Dicari House Keeping Min 1Th Pglman u/di Suriwathi Hotel Jl.Sahadewa No.12 Legian
Dcr Krywati u/Wr.Babi Guling Spa Dubai,India,Srilanka&Rusia Marlboro Barat,Hb.081338665134 Resmi081337327057/081999913777 B.BP.164.02.16.0000300
Dcr Krywn Receptionis Bisa Bhs.Inggris Hub.081236834444 B.BP.101.02.16.0000303
Dcr Waitress Pglmn Bs B.Inggris & Staff Elektro utk Nirvana Rest Jl.Laksmana No.50B B.BP.164.02.16.0000302
A.BP.001.02.16.0000272
CSO PT.Sukanda Djaya CV:dpspersonalia@diamond.co.id
B.BP.145.02.16.0000119
Dcr Karyawan Salon Hairdresser Stylist/Capster,081936074041
Dibutuhkan Segera Housekeeping Dicari Secepatnya orang Semangat untuk Villa di Seseh. Kirim CV untuk Posisi Engineering ke kartika@chilloutbali.com Harus bisa kerja didalam team, atau Telp.085755335709 Semangat & Ceria kirim Foto+CV B.BP.004.02.16.0000227 golfrid@revolverespresso.com Dicari FO,Driver,CV ke Lili atau Tlp.0815100181005 House Ubud Hotel,085103022308 B.BP.145.02.16.0000307 A.BP.001.02.16.0000565 Dicr Hostess bisa Bhs.Inggris, Dicari Housekeeping bisa Masak Bw CV Lgsg Interview.Bali Beach Pengalaman di Dapur Restaurant Shach Rest Jl.Padma Legian B.BP.154.02.16.0000311 untuk kerja di Villa-Hotel di Garmen Dcr Tng Jahit Kaos&Bag. Seminyak SMS 081999830058 Produksi Hub.0818520746 B.BP.004.02.16.0000222 A.BP.001.02.16.0000536 Dicari PRT Wanita Tidur Dalam JR Secretary PT.Sukanda Djaya Agak Rajin Hub.0811380786 CV:dpspersonalia@diamond.co.id A.BP.001.02.16.0000568
B.BP.154.02.16.0000315
Dcr Krywati Akunting+Marketing utk Pemasaran Perumahan di Kota Banyuwangi,082145368344/728959
Cari Waitress,pengalaman,penamB.BP.164.02.16.0000299 pilan menarik.Krm Lamaran ke Dcr Krywti u/di Sanur,Hub:Ibu Morish, Jl.Mertanadi 32 Dewi,082288100868 Pondok Kerobokan-081337800221 Intaran Jl.Batursari Gg.Muntir No88 B.BP.154.02.16.0000308
A.BP.001.02.16.0000183 !Paket Belajar Spa+Bekerja ke Dbthkan:Tukang Jahit Brpnglman Dcr Sopir yg Berpengalaman Luar Negeri(Resmi)081337327057 Dibutuhkan HK+Cook Villa Dibidang JokSofa,Matras,Bantal, di Pariwisata Hub.085100883990 A.BP.001.02.16.0000271 di Kerobokan Lam Kirim ke HRD Bean Bag,dll di Daerah Sanur A.BP.001.02.16.0000575 Cr Sopir Prbd Srbutan BsMatic Cokroaminoto 347 UbungKaja Dps Hub:Ibu Isyana 0361-4720476 Dcr Staf & Manager Marketing, B.BP.164.02.16.0000297 Hafal Dps SIM A+C,085238127777 B.BP.820.02.16.0000274 FI unt Spa di Bali Ratu Spa B.BP.164.02.16.0000306 Dcr Sopir Truck Dump Roda 6 Dcr Waiter/iss&Cook/Cook Hlp Cabang Ubud & Kuta, Interview Dcr Engineering utk Restoran utk Angkut Pasir di Proyek Ratatouille Resto Sanur Langsung ke Jl.Kartika Plaza di Uluwatu, T.735593 Email: Perum di Banyuwangi Kota SIM B1 Jl.Danau Tamblingan No.64 Kuta Email:hrd@baliratuspa.com mutiatrattoria@hotmail.com Umum H.0361728959/082145368344 Tlp:0361285796 A.BP.153.02.16.0000553
B.BP.164.02.16.0000301
A.BP.001.02.16.0000149
A.BP.001.02.16.0000566
Looking for 1 waitress woman good salary manager@klumpu.com /0811203081-Klumpu Bali Resort
B.BP.154.02.16.0000313
B.BP.145.02.16.0000120
Looking for IT Staff,Able to make Website,Good English, High Salary T.0361-8497275
A.BP.001.02.16.0000569
A.BP.001.02.16.0000571
PT.Xps Link Bth:Administrasi, Acct&Courier Mtr. Krm Lam ke Jl.Gn.Soputan I/107Dps,8466317
A.BP.001.02.16.0000513
PenjagaMalamuntukGudang,Mkt House Keeping,Hub:085103167222
A.BP.001.02.16.0000330
Prada Group Mmbtuhkan Manager Supermarket utk Area NusaDua Krm CV Anda ke Jln.Sunset Road No.101 Blok C,Kuta/03618947187 Email:prada_group@yahoo.co.id
A.BP.001.02.16.0000529
SPG For Jewelry Shop in Kuta Sanur-Jimbaran-Ubud. 08123816791 B.BP.812.01.16.0001519
Salesman PT.Sukanda Djaya CV:dpspersonalia@diamond.co.id B.BP.145.02.16.0000122
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post FORD
Ford Everest,2004 HjuMet,Matic Solar DK,087861822760,110JtNgo
A.BP.001.02.16.0000532
HONDA
Jazz’05 Merah AsDK Velg JokKlt Cash/Kredit Dp25,085101889746
A.BP.001.02.16.0000534
SUZUKI
APV PickUp Mega Xtra Pwr,Steering KiloRndh 89Jt,08563762239
A.BP.001.02.16.0000432
DAIHATSU
Xenia Li DlxPlus’11 AsDK Hitam Cash/Kredit Dp25,085101889746
COLT
Truck Cold Diesel 120 PS Ragasa’07Pmk 114Jt, 081916209093
A.BP.153.02.16.0000578
A.BP.001.02.16.0000535
Xenia R Sporty’13 Putih AsBali 142Jt, 087860856999 Bs Tukar
B.BP.141.02.16.0000304
TOYOTA
Agya G Matic Putih AsDK’13 105Jt Ng Knds Bgs 08123969166
A.BP.001.02.16.0000551
Alphard AT Htm Th’07 Asli Bali H295Jt Ng Tlp/SMS:08164723559
DIJUAL RUMAH Djl Rmh 1are Lok Elit Sdap Mlm Dkt Renon 975Jt H.081236799088
A.BP.001.02.16.0000329
Rmh,Toko&Gdg Diatas Tnh 1118m2 K.Inova J’10 AsBali Tg1 KM50Rb Bgnn ± 950m2 Btbln Jl.Br.Sasih Htm 137Jt,085100856999 Pribadi Perlimaan Hub.08123953129 A.BP.001.02.16.0000401
B.BP.141.02.16.0000305
Jl Rmh Kos,2A,7KT+KmDlm-Poltek Jimbran 087862902532
B.BP.154.02.16.0000309
A.BP.000.01.16.0003230
Rmh Anda Bocor Dak Dinding Tlg Hub.Pak Jimi 081353068751 Grs
DISEWAKAN RUMAH Dikont Rmh 3KT,3KM Lengkap+ K.Renang Free Wifi-087860186668
KONTAK JODOH Cari Cowo Kris/Katolik,Hindu, Buda untuk Menikah Min.40Th shine2469@yahoo.com.au
B.BP.154.02.16.0000310
B.BP.154.02.16.0000312
KOST Kos putri Lkp Jl.Banteng No.11 Hp.081337703111/081236780068
DIJUAL MOTOR
KONSTRUKSI BAJA
DIJUAL MOBIL
SPA
AC
Tnh 1,5Are Csh-Krd Jl.Villa KEHILANGAN DIJUAL TANAH Ayung Sibang Gede 082340011333 Tlh Hlg BPKB No.H07039404-0 Tnh 4A Badak Agung XVII, Hub: A.BP.001.02.16.0000458 DK3684AE An.Diah Dewi Lestari 081237921517 TP(Pemilik)H.1,1M Tnh Kav Siap Bgn+IMB Dlm Kota A.BP.001.02.16.0000309 A.BP.001.02.16.0000561 Tbn,081338906494,087861367138 A.BP.001.02.16.0000576 Tnh Kavling Jl.Besakih Suwung KURSUS Kauh H08123871809/081337569788 *Fun Private English*Percakapn A.BP.001.12.15.0001632 RUPA-RUPA Conversation Hub:081999231246 BUC Jl Tnh 2A Sekar Tunjung 15 081338294465 A.BP.001.02.16.0000579 Gatsu Timur Hub.08123650478 Beli Tinggi Motor Bks Sgl Merk ACCOUNTING A.BP.001.02.16.0000540 B.BP.164.02.16.0000298 Jual Accounting Program,Train, Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Djl Kav Baru 1 Are Bitra Gianyar Talang,Dll(Daris) 085102796346 Konsultasi,Maint.081337465456 Jln 5 Mtr Hub:081999025757 A.BP.001.02.16.0000574
BUKU BARU
A.BP.001.02.16.0000580
SALON KECANTIKAN
BIRO JASA
PUSTAKA BALI POST
KAMUS BALI - INDONESIA - ENGLISH, INDONESIA - BALI - ENGLISH Penyusun Tebal Harga
FOTO COPY
A.BP.001.02.16.0000126
A.BP.001.02.16.0000577
A.BP.001.02.16.0000177
KOMPUTER
B.BP.004.02.16.0000230
A.BP.001.02.16.0000564
Taneko CBU Genset Perkins/MTU Cummins/Mitsubishi/MAN/Lovol Yanmar/Deutz/Doosan..Bremen Standby Generator 15KVA55Jt 20KVA59Jt,30KVA75Jt,40KVA88Jt 60KVA123Jt T:419114/9005897 E: branchbali@taneco.co.id
Dikont Rumah Permata Arsandi Nangka Utara Hub.0361-752534
A.BP.001.02.16.0000567
Telah Terbit
Pelunasan/Gestun Kartu Kredit Promo 2,3% Hub:082340004545
: Drs. I Made Wiguna, M.Ag : vi + 54 Hal : Rp 19.000,-
Kamus ini menerjemahkan kata-kata dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Bali, bahasa Indonesia, dan bahasa inggris. Begitu pula menguraikan bahasa Bali alus serta bahasa Bali kasar, yang dilengkapi dengan cara membaca dalam bahasa inggris. Keberadaan kamus dapat membantu para siswa dalam menerjemahkan bahasa, serta dapat membantu para guide ketika membimbing para tamunya.
Hub : Pustaka Bali Post, Jl. Kepundung No. 67 A, Telp. (0361) 225764 atau Toko - Toko Buku Terdekat di Kota Anda Cdr.3kol.rpa.buku baru bp1809
SERVICE
BIRO JASA PAK GEDE AHLI MAMPET KURAS
WC
* CLOSET * WASTAPEL * SALURAN AIR * DLL
TANPA BONGKAR
GARANSI
BAHAN BANGUNAN
XL : 081 747 62079 SIMP : 081 339 181 528 C.0000397-mbl
RUPA-RUPA
EKONOMI
18
Selasa Wage, 9 Februari 2016
Februari Ditarget 200.000 Orang
Kunjungan Wisatawan Tiongkok ke Indonesia Mangupura (Bali Post) Bali menjadi destinasi wisatawan Tiongkok saat hari raya Imlek pada bulan Februari 2016 ini. Sedikitnya, Garuda Indonesia mendapat 65 charter flight mengangkut 23.000 wisatawan dari 11 kota di Tiongkok ke Bali. Selain Garuda Indonesia, masih banyak maskapai lain yang membawa para wisatawan Tiongkok tersebut. Bali benar-benar menjadi destinasi favorit dari
warga negeri tirai bambu itu. Datanya setiap tahun terdapat 1,14 juta wisatawan Tiongkok ke Bali. Para hari raya Imlek ini cuaca di Beijing dan Provinsi Heilongjiang masih dingin mencapai minus 15 derajat Celcius, sehingga mereka lebih suka merayakan Imlek di daerah hangat. “Indonesia, khususnya Bali, merupakan tempat paling ideal warga Tiongkok merayakan Imlek. Apalgi warga keturunan
banyak di Bali,” kata Hari Untoro, staf ahli Menteri Bidang Multikultural, Minggu (7/2), saat acara Festival Imlek di Harris Hotel Sunset Road. Terbukti dari jumlah kunjungan terbesar yaitu dari Provinsi Heilongjiang, sebanyak 1.000 orang, kemudian Beijing 500 orang. “Kita harapkan hari ini ada 400 wisman. Tanggal 9 Februari ada lagi 1.400-an di Hongkong Garden,” paparnya.
Tahun 2016 saja Kemenpar menargetkan 1,7 juta wisman datang ke Indonesia, sedangkan target hingga akhir tahun 2019 adalah 2 juta wisatawan Tiongkok. “Dan bulan Februari ini (tahun 2016) harus tembus 200.000 kunjungan,” tegasnya. Tentu saja Bali menjadi target wisatawan Tiongkok mengingat turis Tiongkok menyukai pantai, terutama yang berpasir putih dan juga langit cerah berwarna biru.
Meskipun wisatawan Australia berada di urutan pertama angka tertinggi kunjungan ke Bali, dan Tiongkok berada di urutan kedua, Kemenpar menargetkan wisatawan Tiongkok ke Indonesia dapat mengalahkan kunjungan wisatawan Tiongkok ke negara tetangga. “Kita harapkan di urutan pertama nanti,” ujarnya. Ia juga menampik durasi tinggal wisatawan Tiongkok di bawah tiga hari. “Me-
mang ada beberapa, saya kira mereka liburan cukup lama,” katanya. Menurutnya, wisatawan Tiongkok bisa tinggal lebih dari tiga hari bahkan bisa seminggu. Sedangkan spending of money dari masing-masing orang bisa mencapai 1.200 dolar AS. “Ini yang perlu kita tingkatkan,” ujarnya. Selain menyiapkan events saat liburan, Kemenpar juga memberikan bebas visa agar dapat membuatkan jalur
wisatawan Tiongkok ke Indonesia, dan juga menyiapkan 6.000 cenderamata bagi wisman tersebut. “Mereka itu bisa menjadi duta-duta pariwisata Indonesia bagi komunitasnya di Negeri Kungfu Panda itu. Mereka akan bercerita tentang keramahan Bali, kecantikan Pulau Dewata, kehangatan kultur adat Bali. Hal itu menjadi virus positif yang menggema ke seluruh pelosok Cina,” ujarnya. (kmb42)
19
Selasa Wage, 9 Februari 2016
Sambut Galungan
PAS-Sutjidra Ajak Umat Maknai Kemenangan Membangun Bali Utara
PERAYAAN Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan hendaknya mampu mempererat tali kasih antarkeluarga dan masyarakat di Bali Utara. Secara khusus Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) bersama Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengucapkan selamat merayakan hari raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat sedharma. Bupati PAS mengatakan, makna kemenangan dharma melawan adharma memiliki filosofi tinggi, bagaimana manusia mampu menghilangkan sifat-sifat memecah belah, menghilangkan sifat-sifat rakus, dan wajib mengedepankan kebersamaan serta kemuliaan diri di zaman globalisasi. “Lewat momentum perayaan hari raya Galungan dan Kuningan ini, kami mengajak masyarakat Buleleng memaknai hari raya suci dengan hati yang suci. Melalui hati yang tulus kita tingkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta menumbuhkan rasa persaudaraan antarumat beragama. Ke depan mampu menciptakan suasana shanti atau kedamaian di masyarakat, sehingga Buleleng tetap aman, nyaman dan kondusif,” ujar Bupati PAS, Senin (8/2) kemarin. Bupati PAS yang asal Desa Banyuatis ini sekaligus memberikan apresiasi tinggi dan
PAS-SUTJIDRA - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. dan Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengucapkan selamat Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat Hindu sedharma di Buleleng, Senin (8/2) kemarin. terima kasih atas dukungan masyarakat Buleleng. Di mana telah menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus ikut memerangi sampah plastik. “Buleleng bebas sampah plastik harus digaungkan. Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat seluruhnya yang telah ikut bersama-sama menanggulangi sampah plastik dan menjaga kebersihan,” imbuhnya. Hal senada dikatakan Wabup Sutjidra. Ia mengajak masyarakat Buleleng bersamasama merayakan Galungan dan Kuningan dan tetap mengusung rasa aman, khidmat dan tenggang rasa. “Hari Galungan
Agar Dibatalkan Dari Hal. 1
Selama perjalanan, mereka bersembahyang di berbagai pura yang ada di pesisir untuk memohon agar proyek reklamasi Teluk Benoa dibatalkan. “Rata-rata pemangku di pura tersebut mendukung tolak reklamasi. Seperti di Pura Segara Rupek, pemangku memohon supaya proyek ini dibatalkan dan tidak terlaksana,” tutur anggota Samas Bali I Made Gede Sugiartha. Menurut Sugiartha, misi Samas dalam gerakan Bali tolak reklamasi juga disambut antusias masyarakat khususnya anak-anak muda. Ia merasa terharu ketika mengetahui bahwa anak-anak muda itu berdoa agar bisa bertemu dengan Tim Samas Bali. Beberapa bahkan meminta izin untuk memasang baliho tolak reklamasi di depan rumahnya. Ketua Umum Samas Bali I Dewa Made Merthakota menambahkan, aksi Samas
yang disebutnya kegiatan Murwa Daksina ini murni untuk mendukung gerakan Bali tolak reklamasi. Termasuk mensupport penolakan yang sudah diserukan sejumlah desa adat di daerah pesisir. Selain keliling Bali, sejumlah komponen Bali juga melakukan perjalanan ke Jakarta. Mereka membawa misi yang sama; tolak reklamasi Teluk Benoa. Sejumlah tokoh dan perwakilan menyampaikan aspirasi masyarakat Bali yang mendesak pemerintah pusat membatalkan Perpres No. 51/2014 yang dijadikan dasar rencana reklamasi Teluk Benoa. Mereka bertemu dengan Menteri Susi Pudjiastuti dan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Mayjen TNI
yang kita rayakan setiap Rabu Kliwon Wuku Dungulan itu, sesungguhnya adalah sebagai rasa cetusan kebebasan dan belenggu dan merupakan hari untuk memperingati kebenaran (dharma) terhadap ketidakbenaran (adharma), sehingga Galungan dapat merupakan suatu perjuangan hidup, yakni pejuangan manusia di dalam mempertahankan hidupnya dan untuk mewujudkan citacitanya dengan menegakkan kebenaran, baik di dalam dirinya maupun keluar terhadap alam lingkungannya,” kata Sutjidra yang asal Desa Bontihing ini. (ad319)
Soedarmo. Dalam pertemuan tersebut, Ida Pedanda Arimbawa menekankan bahwa Bali adalah pulau spiritual, pulau yang dapat menambah semangat inspirasi bagi daerah lain dan bangsa Indonesia. “Jadi, kami ingin memelihara alam kami di Bali,” imbuhnya. Anak Agung Suryawan Wiranta dari Aliansi Tolak Reklamasi Masyarakat Bali mengungkapkan, kehadiran mereka menemui pejabat di pemerintah pusat karena aspirasi penolakan Teluk Benoa selama ini mengalami hambatan. “Aspirasi penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa terasa macet salurannya di Bali,” ujarnya. (kmb32/kmb4)
Banyak Menolak Dari Hal. 1
Sementara itu, Ketua Tanjung Benoa Tolak Reklamasi Wayan Kartika menegas-
kan agar rencana reklamasi Teluk Benoa dibatalkan. Apalagi banyak desa adat sudah menyatakan penolakan. (kmb)
Para Ahli Dari Hal. 1
Penolakan ini sesuai dengan hasil kajian yang dilakukan Universitas Udayana pada 2013. Para ahli di universitas negeri terbesar di Bali itu menyatakan bahwa reklamasi Teluk Benoa tidak layak. Demikian pula Sabha Walaka PHDI menyatakan bahwa Teluk Benoa adalah kawasan suci, sehingga pembangunan di kawasan tersebut tidak sesuai dengan Tri Hita Karana. Selain itu sejumlah tokoh agama di Bali juga menolak reklamasi Teluk Benoa. Ida Pedanda Made Gunung menyatakan tidak setuju dengan rencana reklamasi Teluk Benoa. Sebab, kawasan tersebut merupakan kawasan suci, yang sangat disakralkan umat Hindu. Ida Pedanda pun menegaskan akan tetap berjuang membela kawasan suci umat Hindu. ‘’Jika semua umat Hindu mendukung KSPN termasuk reklamasi, saya akan tetap akan berjuang sendiri menentang program ini,’’ ujarnya. Umat Hindu mestinya ber-
pikir jangka panjang. ‘’Jangan mengelola Bali dengan kepentingan jangka pendek,’’ tegasnya. Dalam konteks makin beratnya tantangan rakyat Bali menjaga alam dan budayanya, Ida Pedanda mengingatkan pemimpin Bali mendengarkan aspirasi umat. Lembaga umat harus berperan mengayomi kepentingan umatnya. Pada aksi krama Desa Adat Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Minggu (7/2) sore, ratusan warga tumpah ruah berkumpul di perempatan Banjar Tengah. Hadir di tengah massa adalah anggota DPD-RI: Pasek Suardika dan Gusti Ngurah Arya Wedakarna. Keduanya menyatakan menolak reklamasi Teluk Benoa dan mengajak masyarakat untuk bersatupadu melawan kesewenangwenangan. Massa yang membawa baleganjur dan spanduk bertuliskan ‘’Cabut Perpres No. 51/2014’’ terlebih dulu melakukan persembahyangan bersama di Pura Dalem Desa Buduk. Kendati diguyur hujan, warga
tetap semangat menyuarakan penolakan. Bendesa Adat Buduk I.B. Ketut Purbanegara menegaskan, jika sikap tolak reklamasi Desa Adat Buduk ini bukan sikap milu-milu tuwung (ikutikutan). “Kami menolak karena Teluk Benoa sebagai kawasan suci umat Hindu akan dikotori oleh investor,” serunya. Menurutnya, Teluk Benoa bukan hanya milik warga Tanjung Benoa, namun milik orang Bali. Banyak titik suci yang akan menjadi tumbal reklamasi. Pria yang akrab disapa Gus Purba ini juga menegaskan, warga Buduk tidak alergi dengan kemajuan zaman dan antimodernisasi. Tetapi modernisasi harus tetap menyeimbangkan napas masyarakat di Bali, yakni agama Hindu. Untuk itu, dia meminta pihak terkait, pemerintah Bali, Gubernur Bali, Menteri, Presiden, Parisada membuka hati. “Kami dari masyarakat sudah berteriak. Hati-hati kalau desa adat sudah mengatakan tidak. Jangan anggap remeh suara kulkul (kentongan) kami, kalau kentongan kami berbunyi sampai bertalu-talu (kulkul bulus) itu artinya kami sudah menyatakan tidak. Puputan
Agenda Bali
Selasa, 9 Februari 2016
Bali Post memberi kesempatan kepada perusahaan, kampus, lembaga adat, instansi pemerintah, dll. yang akan melakukan kegiatan untuk dimuat di rubrik “Agenda Bali”. Silakan kirim jadwal kegiatan Anda dan kontak personalnya. SMS : 08113976363 Email : agendabalipost@gmail.com Jumat, 12 Februari 2016 - Pukul 09.00 Wita Mapepada Tawur Padagingan di Pura Penataran Sasih, Pejeng. - Pukul 11.00 Wita Ngaturan Penuwur Ida Batara Sami di Suang-suang Pura. Sabtu, 13 Februari 2016 - Pukul 16.00 Wita Ngerawuh Dilanjutkan dengan Melaspas Pedagingan di Pura Penataran Sasih, Pejeng. Minggu, 14 Februari 2016 - Pukul 09.00 Wita Macaru Resi Gana dan Melaspasin di
sekalipun tidak jadi masalah bagi kami,” ungkapnya. Dia meminta PHDI dan MUDP tidak ambigu. PHDI harus mengeluarkan fatwa jelas. Setuju atau tidaknya reklamasi harus ada fatwa jelas. Khusus MUDP, lanjutnya, juga harus mengeluarkan sikap. Sebagai lembaga yang menaungi desa adat, MUDP mesti merespons sikap belasan desa adat yang terang-terangan menolak reklamasi. “Kami di desa adat bertanya sikap MUDP seperti apa, jelas-jelas MUDP adalah lembaga yang menaungi desa adat. Kami sudah ada 19 desa adat yang menolak, jadi MUDP jangan ambigu. Katakan setuju kalau setuju, katakan tidak kalau tidak setuju. Biarkan masyarakat yang menilai sikap itu,” ujarnya. Wayan “Gendo” Suardana, Senator RI yakni Pasek Suardika dan Arya Weda Karna yang hadir dalam deklarasi tersebut juga membakar semangat masyarakat Buduk untuk menyuarakan penolakan proyek prestisius tersebut. Mereka mengajak segenap masyarakat Bali bersatu melawan kesewenang-wenangan. (kmb27)
Pura Penataran Sasih, Pura Taman Sari, dan Pura Taman. Om Swastyastu: matur uning ring umat sane pacang medek tangkil ring Ida Batara Pura Dasar Buana (Gelgel Klungkung) Pujawali pacang kakawitin rahina Redite Wage, 14 Februari 2016 nedunang Ida Batara pukul 10.00; puncak Pujawali rahina Soma Kliwon ngawit pukul 13.00; Ida Batara nyejer 3 rahina, tur katuran panyineb ring rahina Wraspati Pon, 18 Februari 2016, sekadi punika atur titiang, mogi rahayu, Om Santi Santi Santi Om (Prajuru Desa Pakraman Gelgel - penyarikan)
05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana 06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Lintas Mancanegara 08.00 Glimpse Of The Island 08.05 Suluh Indonesia 08.35 BCTTV 09.05 Dialog Interaktif 10.05 Lejel Home Shopping 10.30 Ajeg Bali 11.05 BCTTV 11.30 Dunia Kita 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana 12.30 Berita Siang 13.00 Klip Bali
13.30 Lejel Home Shopping 14.05 Klip Bali 14.30 Lila Cita 15.30 Taksu 16.05 Dialog Interaktif Upakara 17.05 Nangun Yadnya 17.30 Lila Cita 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Giliran Anda 19.30 Orti Bali 20.00 Mari Berdendang 21.00 Lintas Mancanegara 21.30 Sekilas Berita 21.35 Suluh Indonesia 22.00 Sekilas Berita 22.05 Lila Cita 23.30 Bali Channel Tourist TV 00.00 Closing
Hindari Drona, Arjuna Serang Kritavarman
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Seratus Sembilan Puluh)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
SETELAH memanggil hadir senjata Brahma saat itu, Arjuna yang jiwanya tak terukur kemudian menggagalkan serangan-serangan gencar Guru Drona. Padahal putra Baradwaja itu melepaskan panah-panah lurus sangat cepat. Keterampilan Drona kami saksikan menakjubkan. Karena itu, Arjuna yang telah berjuang penuh semangat, akan tetapi tidak dapat melukai gurunya, Drona, dengan satu batang panah pun. Drona ibarat seperti sekumpulan awanawan yang menurunkan hujan lebat. Drona dapat menurunkan hujan di gunung-Partha yang tak bisa berbuat banyak. Arjuna yang mendapat counter perlawanan sengit, dengan energinya yang besar, menyambut hujan anakanak panah Drona dengan menggunakan senjata Brahma. Arjuna mematahkan semua anak panah putra Baradwaja dengan anakanak panah miliknya sendiri. Selanjutnya Drona mengubah strategi, kemudian membuat menderita Partha yang mengendarai kuda-kuda putih. Guru Drona itu menggunakan lima dan 20
batang anak panah. Drona juga menyerang Vasudeva memakai 70 batang anak panah yang diarahkan pada bagian dada dan lengan-lengannya. Partha yang sangat cerdas, sambil tersenyum beberapa saat, menahan sang Guru pada pertempuran itu. Siasatnya, Arjuna terus-menerus menembakkan anak-anak panah yang tajam dan bersayap. Kemudian kedua tokoh utama dari prajurit-prajurit kereta itu, ketika diserang Drona dengan senjata-senjata surgawi yang menyerupai api yuga melakukan upaya upaya cepat untuk menghindari bombardier serangan Drona. Serangan cepat dan terukur itu dihindari dengan sangat baik. Setelah menghindari panah-panah tajam itu yang ditembakkan Drona dari busurnya gagal mengalahkan putra ketiga Kunti yang memakai mahkota dihiasi kalung bunga itu, lalu Arjuna mulai melanjutkan usahanya membantai kelompok keluarga Bhoja. Sungguh dengan menghindari Drona yang tak terkalahkan,
yang berdiri tak bergerak seperti Gunung Mainaka, Arjuna dengan cepat mengambil posisi di antara Kritavarman dan Sudakshina, penguasa Kamvoja itu. Kemudian Arjuna, macan di antara manusia, menekan penguasa Bhoja itu, Dhananjaya dengan tenang menyerang keturunan ksatria-ksatria Kuru yang tak terkalahkan menggunakan sepuluh batang anak panah bersayap bulu burung kanka. Lalu Arjuna, oh Baginda, men-counter cepat dengan meningkatkan serangannya dengan 100 batang anak panah sekaligus. Kemudian menyusulkan tiga batang anak panah lain. Hal itu membuat pahlawan keluarga Satwata kalang kabut, mereka terpana menyaksikan serangan-serangan cepat itu. Sambil tertawa-tawa, penguasa Bhoja itu beberapa saat menyerang Partha dan Vasudeva, masing-masing dengan lima dan 20 batang anak panah. Kemudian, Arjuna memotong busurnya Kritavarman dan menyerang menggunakan satu dan 20 batang anak panah. Serangan Kiritin menyerupai kobaran nyala api
atau ular-ular berbisa mematikan yang sedang marah. Kritavarman, prajurit kereta perkasa itu, setelah mengambil busur lainnya, memberi serangan balasan ke Arjuna, diarahkan di dada. Oh Bharata, menyerang menggunakan lima batang anak panah. Sekali lagi menyerang Partha memakai lima batang anak panah. Lalu Partha sebagai balasan menyerang pusat dada dengan sembilan batang
anak panah. Setelah menyaksikan putra Kunti itu menghadang di depan keretanya Kritavarman. Krihsna dari keluarga Vrishni itu berpikir tak ada waktu harus dibuangbuang. Kemudian Krishna menyapa Partha. ‘’Jangan menunjukkan belas kasihan cepat serang Kritavarman! Abaikan hubungannmu dengan dia karena itu cepat gusur dan bantai dia!’’ (bersambung)
Sloka 5.10
Brahmany adhaya karmani sangam tyaktva karoti yah lipyate na sa papena padma-patram ivambhasa Seorang yang bertindak — bekerja — sambil melepaskan keterikatannya, menyerahkan semua tindakan-tindakannya kepada Yang Maha Esa, tidak akan tersentuh oleh dosa, ibarat bunga teratai yang tidak tersentuhkan oleh air.
16 Pages
31 Number 8th year
Price: Rp
L O N A A T I E R N I N T
3.000,-
post.co.id e-mail: info_ibp@balilipost.com. nternationalba
st.com.
rnationalbalipo
online: http://www.inte
L O N A A T I E R N I N T
T
e ard for “Thpes ho s DGA aw Inarritu win stoking its Oscar t,” Revenan Tuesday,
February
WEATHER DPs
9, 2016
and directing in key acting straight year.
In- nominated for a second led to a revival categories on named Alejandro The controversy hite hashtag at a gala ’s directors for an Oscar of the #OscarsSoW - Hollywood2015 for “The Revenant” the Oscars. well as callsdirector Spike of race for Twitter, as LOS ANGELES director likes of focus the best film and produc- boycott by the Jada Pinkett Smith. “Spotlight” arritu the on Saturday, helping actress January nominators choosing “The Big Short.” Oscar Lee and its changes ceremony Following of America DGAs, honoring unveiled
to ers Guild into the group are meant Heading narrowed this year’s tions, the Academy The Directors rules that the cloud which leading industry direchad but watchers dark drama, Di- to membership diversity, (DGA), the film and television has conHeineman race to Inarritu’s Leonardo bring greater in Hollywood representing favorite for chose Matthew racial bias awards talk. stars Oscar McCarthy’s journalism tors, also documentary maker farce of dominate Barclay Tom tinued to president Paris opening and financial as the best win- Caprio, in his DGA long “Cartel Land.”feature film award the tale “Spotlight” out Short.” the controversy DGA had for Past DGA gone on to claimfilms “The Big McCarten will be handed star- noted fight saying the often REUTERS/Phil The Oscars on Feb. 28 in a remarks, from ners have Oscar and see their of “the important Film award (R) show viewed in Hollywood the best director from the Academy of the championed television the Feature Tom Hooper studded world which is one in the equal opportunity.” to film directors, win best picture Arts and Sciences. director (C) accepts February the In addition out television G. Inarritu Barclay (L) and in Los Angeles second consecuMotion Picture handed d TV programs for best the around Paris DGA also Addison won “Veep,” Alejandro It was Inarritu’s taking home for most-watche DGA Awards Chris President typically for win after United States.buzz, which is awards honors. direction the award DGA the 68th annual tive DGA year for “Birdman,” director comedy But Oscar Hollywood’s of during Nutter won prize last also won the best ed TV the of overshadow of while David series for “Game 6, 2016. the focus which he film also took home has been of a lack for TV drama Oscar. That Academy Award. awards season, by claims Award Thrones.” (rtr) event, since January in Academy best picturethis year industry biggest sporting frontman Guild, the racial diversity actors of color were So far of America’s no DGA Screen Actors moments and Mars joined Coldplay “Uptown voting after from the Guild and now the re-visit to balwith acBeyonce uplifting for a quick Producers to different films, halftime fans speculated Chris Martin on Coldplay’s of police. gone have the hands the game, some would deliver a Funk!,” ending Images honored past Black You.” Prior to Beyonce . with a lively, Stevie Wonder, whose lad “Fix media that the sizzle previJackson, including on social charged performance delivered paid homage to on the football performersand the late Michael Beyonce’s that Mars who inspired with Mars was lighter Eyed Peas production alt- politically headlined e wardrobe for music’s biggest the But, partneredthe performance performers. the hits, British - Coldplay show, but upbeat Even military-styl show is CLARA ous halftimemainly for mellow energy, staging field, the tone of They subtly conveyed Sunday. halftime dancers halftime more the SANTA Super Bowl Bowl and Bruno Known with femaleberets, in costume amped up illuminated floor than the video. the Super and careers, drawing and at Sunday’s super stars Beyonce rockers Coldplayon a colorfully crop tops to the black stars, stage of their the live event After Cold- themes of “Formation” Vida” largest it was R&B viewers to black shorts, “Viva La by dancing violinists. as an homagemovement of than 100 million media. and “Adventure dressed in a total surrounded rs “Paradise”-clad Mars, who what was perceived up social show garnered Panther Party dominated halftime play crowd-please who lighting a black-leatherin 2014, bounced nationalist Black This year’s tweets. Beyonce during the California, and 70s. show Mark of a Lifetime,” producer the 1960s Betts of Millbrae, game, said Be- of 3.9 million on social media the halftime million tweets headlined Funk!,” with Cedric live at the black people the conversation , with 1.3 figures from “As on stage. through “Uptown to who gyrated saw the performance was clear. moments because halftime performance DJ decks with 774,000 Ronson oneyes were on Beyonce, “Formation” yonce’s message singer according these followed tweets. single about the he said. But all her latest and feminism that we have to embrace ” the show Twitter. Coldplay garnered 341,000 we get them,” race music Mars “Formation. often to following her way through The not world was ” anthem Saturday. a flooded it’s tweets, while d song - a power debut on An ad immediately “Formation of major tour The most-tweete her first made a surprisepowerful images of Hurricane announced Beyonce’s in April, (rtr) video features in the aftermaththat reads “stop tour beginning the signature graffiti Black Lives New Orleans up one of Sports in three years. the also depicts TODAY Katrina. Itus,” suggestive of in the wake Before wrapping Emmons-USA Matthew at emerged Coldplay shooting which several artblack men, artist Beyonce, Matter movement, recording of unarmed Recording Martin and during halftime of killings singer Chris Stadium. Mars perform ist Bruno Bowl 50 at Levi’s in Super
heat Bruno Mars Beyonce,
s Super Bowl up Coldplay’
show halftime
FORECAs 23 - 32
9, 2016
, February Tuesday rocket North Korea spur may launch defense U.S. missile in Asia buildup Page 6
na ties Barcelo club all-time 28 games of record loss without Page 8
http://epaper.i
ed
Not Publish
will not al Bali Post Thursday, Internation and We, The Day. on Wednesday due to Galungan be published 10 and 11 February
Thank You
of Benoa Reclamation
Bay
Ignore ble sustaina tourism
rism tly tou C u r r e n world is rearound the to sustainable ferring development. tourism that tourism This means cultural still preserves and the environpeople tourism makes local in ment and region. However, their own Bay reclamathe host of will the Benoa to the Bali there that is clearly contrary tion project sustainable tourism. in Baconcept of in Bali, especially with 94,000 “Tourism only been oversupply occupancyhalf is dung, has Regional hotel rooms.percent, and another plans to 50 reclamationreaching reaches while the ion still empty,tourist accommodat it does not construct In my opinion,of the Bali 150,000 rooms.said Chairman (AMPB), Alliance make sense,” Community in the press conferTourism Sutawa, and Society Gusti Kade Balinese Figures Temple, at Jagatnatha ence of the AP Photo/Trisnadi (AMTB) 4). eve Alliance Thursday (Feb. will become New Year’s Denpasar, added that tariff warmention the the Lunar year marks the rain during Sutawa severe, not to people Feb. 8 this on a heavy 200,000 of increasingly following Year which falls employment such as congestion temple at promised Lunar New a flooded social impacts reclamation pray at 2016. The will have Moreover, the the mandate Feb. 8, descent Chinese Monday, and crimes. does not respect the ancestors men of Indonesia, and the bay area (stipulation) of Indonesian East Java, Chinese calendar. and bhisamariver, bay, sea, mountains in Surabaya,Monkey in the area. Investors the saying that to sacred may not build Year of that they forests belong The should understand haphazardly. in those places n is not necessary. sulinggih “Reclamatio parliament, Bali, same vision foreign leaders of should have theso that do not lure 12 million Singaof Bali, (high priests) of the hopes to y in terms from Malaysia, Indonesia this year. for the continuation pragmaticall tour- tourists, particularly and Japan, visited only think who he added. Mangku Australia million Chinese million pore, China, of Chinese tourists It increased current need,” figure of Bali, actually receive two attracting 1.7 Bali to 959,231. tourism staff number that A by of hopes The said expert in 2015. in 2014 was ministry we set a target not ownedsusIndonesiapercent to 1,139,281 4.001 million Wayan Suteja, n that is the Untoro Dradjat, R - The tourism“For 2016, total of 2015, up 6.24 18.77 has differentiatio human 2019,” Hari On that account, DENPASAan official said. Chi- by Bali recorded a during in the culture, and to million in evening. other regions. g one thousand of nature, important and two here, Sunday ists in 2019, tourist arrivals more than million recorded Heilonggijan tainability of Bali are very tourists, said are even This year, from Beijing and year, that falls foreign from 3.76 Chinese ministry, elements because and percent character These new Asia tourism not year. their of the travel to hopes nese, mostly to come, be maintained. celebrate hopes previous “Bali Imtravelers as hotels or villas. million Chinese heard in and Indonesia when Province, 8, in Bali. attracting Indonesia from Some 12 such also be FM 96.5 Chinese on FebruaryFebruary alone, he stated region a year, News can 2 of landmarks, to Global thousand Global Radio on page the Pacific million of them,visitors during an During age” at 10.00 am. Listen least 200 spends an average n Continues ali.listen2to to lure two 400 Chinese Festival in Bali. to receive at Reclamatio 9.30 until at http://globalfmb tourist at manages some Year) video streaming warm re- visitors. A Chinesevisit. Thailand greeting Radio FM New a year. live a http:// in or and (Lunar per Imlek tourists myradio.com alfmbali.com “Imlek” like Chinese to celebrate in their country. of US$1,200 they must to http://radioglob -bali. “They want its now winter are among their attract eight million nnel/global-fm like Thailand, Bali. We have in general gion because “If they ustream.tv/cha country,” Indonesia too, particularly Bali and he added. our neighboring official presented Indonesia, choices,” ministrys as souvenirs to the be able to defeat in gifts The tourism New Year special he said. the Lunar six thousand celebrating Chinese Bali.
Indonesia hopes to attract two million Chinese tourists in 2019
act two 9 hopes to attr Indonesia nese tourists in 201 million Chi
SELASA WAGE, 9 FEBRUARI 2016
balipost (103rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (3,9rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
KESEHATAN
Karang Gigi Timbulkan Berbagai Masalah Kesehatan
MEMBERSIHKAN karang gigi (scalling) sangat penting. Karang gigi harus dibersihkan minimal setahun sekali. Karang gigi adalah kumpulan kuman yang dapat menyebar melalui peredaran darah, pembuluh limfe, limfe, dan organ vital lainnya di seluruh tubuh, jika tidak dibersihkan. Kuman pada karang gigi tersebut beserta toksinnya dapat memengaruhi kerja jantung, otak, ginjal, dan hati. “Jika kuman itu masuk ke jantung, akan menyebabkan kelainan klep jantung, jika masuk pada otak, dapat menyebabkan meningitis, pada ginjal dapat menyebabkan nefrotitis,” kata drg. I Agus Sundia Atmaja, M.Erg., Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Badung, Senin (8/2) kemarin. Memang membutuhkan waktu beberapa lama untuk terjadinya gangguan tersebut akibat kuman pada karang gigi, namun tidak menutup kemungkinan gangguan akibat penumpukan karang gigi bisa lebih awal terjadi. Kuman beserta toksin yang ada pada karang gigi, lama-kelamaan dapat tersangkut di salah satu organ yang dapat menyebabkan infeksi, sehingga menyebabkan infark miokard (serangan jantung) mendadak. “Banyak yang tidak mengetahui, stroke, serangan jantung adalah akibat dari penyakit gigi dan mulut yang tidak pernah tertangani, sehingga usia 40 tahun ke atas kena, tapi tidak menutup kemungkinan 30 tahun ke bawah juga bisa kena,” jelasnya. Rongga gigi dan mulut adalah penyebab penyakit-penyakit tersebut karena awal memasukkan makanan adalah melewati gigi dan mulut, yang mana kuman terbanyak pada tubuh yaitu rongga mulut. “Lebih banyak kuman di rongga mulut dibandingkan anus atau vagina,” ungkapnya. Selain itu, penumpukan karang gigi juga menyebabkan kegoyangan pada gigi karena karang gigi mendesak jaringan periodontal yang memegang antara gigi ke rahang, dengan begitu gigi dapat tanggal dengan sendirinya. Secara estetika, karang gigi dapat menyebabkan bau mulut, terlihat jelek. Mengingat pentingnya scalling gigi, maka Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan juga mengcover biaya untuk pelayanan scalling gigi (pembersihan karang gigi) tanpa harus ada indikasi medis. Hanya, scalling hanya dapat ditanggung setahun sekali, sehingga di tahun kedua scalling dapat di-cover lagi. Hal itu diungkapkan dr. Putu Gede Wawan Swandayani dari Departemen Manajemen Pelayanan Kesehatan (MPK) BPJS Kesehatan Divisi Regional XI, belum lama ini. Selain scalling, BPJS juga menanggung protesa gigi (pemasangan gigi palsu) akibat kehilangan gigi sesuai dengan indikasi medis atau rekomendasi dari dokter gigi. Pemasangan gigi palsu pun dapat ditanggung hingga Rp 1.000.000. Pelayanan kesehatan gigi dengan indikasi klinis/ medis seperti gigi berlubang juga dapat ditanggung. “Agar tidak meluas ke gigi yang lain,” ujarnya. (kmb42)
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Anggis Dewaki Usung Tema Budaya
SETELAH cukup lama menimpa ilmu di bidang olah vokal dan beberapa kali uji coba melalui lomba, Anggis Dewaki yang mempunyai nama lengkap Pande Putu Damae Anggis Dewaki akhirnya memutuskan untuk rekaman solo. Meski belum dikenal secara luas di masyarakat, tetapi kiprahnya di dalam industri musik Bali boleh dibilang cukup gemilang. Di usianya yang masih belia (13 tahun), Anggis sudah sempat rekaman solo. Pada album pertamanya ini, ia mengangkat lagu dengan tema sosial budaya, tepatnya tentang adat dan istiadat dan budaya Bali. Salah satu lagunya yang luncurkan yakni ‘’Purnaming Kedasa’’ yang menceritakan tentang piodalan di Pura Besakih. Selain itu juga terdapat lagu yang terinspirasi dari Shang Hyang Saraswati, cerita rakyat seperti I Durma lan Rajapala. Pesan moral juga disampaikan pada salah satu lagunya yang berjudul ‘’Sesana’’. Lagu ini mengajak semeton Bali untuk berperilaku baik agar bisa bersatu, saling mendukung, saling asah, saling asih, dan saling asuh. Selain bertemakan sosial budaya, untuk memberikan warna sesuai usia dan
karakter Anggis yang beranjak remaja, ada pula satu lagu yang bercerita tentang kisah cinta remaja, yang berjudul ‘’Ngugul Rindu’’. “Melihat Anggis yang hobi menyanyi sejak kecil, lalu saya ikutkan les dan ikutkan perlombaan nyanyi pop Bali. Karena dia berprestasi, saya pikir sangat perlu dibuatkan album sebagai dukungan saya untuk merealisasikan hobinya,” terang ayah sekaligus produser Anggis, I Wayan Gede Utama Manik Meranggi, baru-baru ini. Lebih lanjut dikatakannya, dari sanalah kemudian muncul ide untuk membuatkan Anggis rekaman lagu-
lagu pop Bali yang isinya menceritakan tentang kehidupan sehari-hari, adat budaya, filosofi, dan cerita remaja yang disesuaikan dengan realita saat ini. Manik Meranggi berharap album Anggis Devaki yang dikemas dalam format CD audio dan DVD dapat diterima di masyarakat sebagai karya seni pop Bali. Selain itu, album yang dilepas berdekatan den gan hari raya Galungan dan Kuningan ini dapat dijadikan kebanggaan masyarakat karena lagu-lagu di dalamnya mengangkat adat istiadat serta budaya Bali. (win)
Pande Putu Damae Anggis Dewaki
Bali Post/ist
Tuak Manis, Teman Makan Babi Guling TUAK manis bahan baku arak merupakan minuman hasil sadapan bunga kelapa, tanpa alkohol lantaran tanpa melalui proses fermentasi. Selain bahan baku membuat arak, tuak manis juga merupakan bahan baku gula merah. Ida Bagus Kade Dwi Darmada, S.P., pedagang tuak manis Legenda, mengatakan ada tiga pohon yang dapat menghasilkan tuak yaitu kelapa, enau, dan lontar. Tuak manis berasal dari pohon kelapa. “Yang banyak disadap untuk buat tuak, enau dan kelapa,” ujarnya saat ditemui pada acara Sunday Market di Bale Banjar Bali Global Shankara, Jalan Danau Toba No. 7, Sanur, beberapa waktu lalu. Untuk mendapatkan tuak manis dari pohon kelapa itu, mula-mula bunga kelapa disadap, dibuat torehan agar air yang merupakan nutrisi pohon kelapa membuat buah kelapa, dapat keluar. “Tetesan air dari bunga kelapa itulah yang ditampung untuk membuat tuak, biasanya sehari dapat 1 liter,” ujar mahasiswa Magister Agribisnis Udayana itu. Setelah dilakukan proses penyadapan, bunga kelapa akan setiap hari mengeluarkan tetesan air, sehingga petani harus secara rutin menampung air tetesan tersebut yaitu pagi dan sore hari. Air tetesan tersebut lalu disaring, dikemas dan dimasukkan ke freezer agar lebih awet. Mengingat tuak manis hanya dapat bertahan satu hari di udara terbuka, Gusde (nama panggilan) menyimpannya di freezer agar dapat bertahan lebih lama, yaitu hingga seminggu. Meskipun Gusde bukan petani tuak, berasal dari keluarga yang notabene dapat menikmati tuak manis setiap hari, sehingga ia pun tahu proses pembuatan tuak tersebut. “Tuak manis biasanya hanya ada di kampung-kampung, sehingga
Bali Post/may
TUAK MANIS - I.B. Kade Dwi Darmada, pedagang tuak manis Legenda. orang tua-tua saja yang dapat menikmatinya,” kata teruna asal Jembrana itu. Alasan tuak manis tidak dapat dinikmati di kota karena tuak manis hanya dapat bertahan satu hari. “Ketika sampai di kota, tuak manis sudah menjadi asam, jadi cuka,” katanya. Maka dari itu, ia berpikir agar tuak manis dapat dinikmati di kota, yaitu dengan menyimpannya di freezer. Ia pun menjual makanan “kampung” itu di kota dengan kemasan modern sehingga dapat dinikmati semua kalangan. “Ternyata lumayan responsnya,” imbuhnya. Gusde pun mulai berjualan tuak manis sejak Desember 2015 lalu pada events, delivery order, dan terkadang membuka lapak di pinggir jalan dengan membawa pick-up. Sementara itu untuk memenuhi kebutuhan akan tuak manis, ia membuat perjanjian dengan petani kelapa untuk dibuatkan tuak. (kmb42)