Skip to main content

Edisi 08 Oktober 2017 | Balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948

u g g n Mi

perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

minggu umanis, 8 oktober 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum.

’’Nguber Nganten Pada Gelahang’’ S osok wanita yang satu ini memang dikenal pekerja keras dan memiliki motivasi berprestasi yang tinggi. Di Universitas Dwijendra Denpasar Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. dikenal sebagai wanita rektor PTS satu-satunya di Bali, sementara di rumah dia seorang istri yang menjadi pedamping suami dan pengasuh anakanak yang baik. Wanita yang dilahirkan 27 Juli 1958 dari pasangan I Made Anom (veteran pejuang dan pendiri Yayasan Dwijendra) dengan Luh Putu Karti (alm) sejak duduk di SLUA Saraswati bakat menelitinya sudah menonjol. I Made Anom (alm) juga dikenal penulis di Suluh Marhaen (Bali Post, red). Sementara gelar doktor diraih di Universitas 17 Agustus 1945 dengan predikat cumlaude. Disertasinya juga dikenal sangat unik dan berani. Dikatakan unik karena dia meneliti soal perkawinan pada gelahang, di Bali disebut nganten pada gelahang, termasuk model perkawinan baru di Bali. Yang disebut perkawinan pada gelahang di mana suami dan istri menjadi purusa di rumahnya masing-masing. Dikatakan berani karena kajian hukum adatnya mampu memperjuangkan harkat para kaum wanita. Makanya istri tercinta dari Dr. Drs. M.S.

Chandra Jaya, M.Hum., ini sekarang tampak sibuk nguber alias keliling desa menemui pasangan nganten pada gelahang. Dari Denpasar, Tabanan, ke Penarungan, Badung hingga ke Karangasem. Maklum, nenek lima cucu ini kembali menyusun data manfaat perkawinan pada gelahang serangkaian cetak buku edisi keduanya soal perkawinan pada gelahang. Ibu tercinta dari Agung Satrya Wibawa Taira, S.H.MKn., Krishna Satrya Nugraha Taira, S.H., dan Aditya Satrya Iswara Wisna, S.H., getol memperjuangkan perkawinan pada gelahang agar diterima oleh masyarakat. Bahkan, dia sampai menongkrongi persidangan sebuah kasus perkawinan pada gelahang di pengadilan. Semua pengalaman itu dia jadikan bukti dan fakta bahwa perkawinan pada gelahang selain diakui oleh adat juga secara hukum nasional. Dia menegaskan UU No. 1 tahun 1974 soal Perkawinan, bentuk perkawinan pada gelahang dalam masyarakt adat Bali (suami dan istri sama-sama berkedudukan sebagai purusa di rumahnya masing-masing) memiliki kedudukan hukum yang sama dengan bentuk perkawinan jenis lainnya. Bahkan, perkawinan ini diperkuat oleh Putusan Mahkamah Agung RI No. 1331, 30 September

2010. Apalagi dilandasi filosofi yang jelas dan kuat dalam Weda dan Manawa darmasastra. Bagi dia, nganten pada gelahang adalah bentuk perjuangan bagi kaum wanita Bali. Sejak dulu, kedududkan wanita Bali selalu dipinggirkan baik dalam hal waris dan kesempatan menempuh pendidikan. Wanita Bali selalu ‘’dikalahkan’’ dalam perkawinan, sehingga keluarga yang tak memiliki anak laki-laki dan anak tunggal wanita, tak memiliki kesempatan melanjutkan keturunan di rumahnya sendiri. Apalagi dewasa ini, kawin nyentana dinilai memberatkan. Makanya nganten pada gelahang sebagai solusi mempertahankan keutuhan keluarga dan bakti kepada leluhur. Sebab, teteganan dan waris bagi keduanya melekat juga bagi keturuannya. Termasuk urusan swadharma sekala dan niskala. Hanya, kata dia, segala detail kesepakatan nganten pada gelahang sebaiknya dituangkan dalam akta notaris guna menghindari perselisihan di masa depan. Sejumlah pelaku perkawinan pada gelahang di Bali mengaku jenis perkawinan ini sangat menguntungkan karena kita tetap menghormati leluhur dan mampu menjaga keutuhan keluarga alias tak sampai putung. (***)

’’Natab Pulu’’ dan HUT Perkawinan DI Bali mengenal budaya dan upacara natab pulu. Upakara ini diperuntukkan bagi pasangan perkawinan yang sudah menginjak 25 tahun yang dikenal dengan HUT perak pernikahan. Namun kini, krama Bali juga marak menggelar acara HUT perkawinan. Hal ini sah-sah saja digelar untuk menambah keutuhan keluarga. Kedua ritual ini juga dilakoni pasangan Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., dengan Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. Minggu ini (8/10), kedua pasangan ini merayakan HUT ke-33 perkawinannya. Patut dicontoh dalam usai 33 tahun perkawinan, keduanya tampak masih mesra dan akur. Putu Dyatmikawati muda jatuh cinta sejak awal punya tekad kuliah dulu baru menikah. Keteguhan hati wanita cantik dari Kayumas Kaja ini hanya bisa diluluhkan seorang pemuda ‘’Jepang‘’ yang kini menjadi suaminya, M.S. Chandra

BPM/ist

MENIKAH- M.S. Chandra Jaya saat menikahi Putu Dyatmikawati 33 tahun lalu.

Jaya. Dikatakan pemuda Jepang karena M.S. Chandra Jaya adalah putra kedua pejuang Jepang yang menjadi WNI yakni Nyoman Buleleng Taira (alm) asal Miyako, Okinawa dan Gusti Putu Mertha (alm). Yang perlu ditiru dari ibu cerdas ini yakni menikah di saat matang yakni umur 27 tahun dan setelah meraih sarjana hukum. Makanya, dia berpesan wanita Bali sekarang selain diberi bekal ilmu setinggi-tingginya juga diberi bekal warisan hak guna kaya. Sebab anak wanita, kata dia, lebih setia dan sayang kepada orangtuanya. Kini, sudah menjadi tren orangtua di Bali yang mampu dan berpendidikan kini bersikap makin demokratis. Selain menyekolahkan anak wanitanya dengan ilmu setinggi-tingginya juga membagikan hak waris gunakaya (hasil usaha bersama) kepada anak wanitanya. Dalam adat Bali dikenal dengan sebutan ategen asuun. Bagi keluarga yang memiliki anak tunggal putri atau tak memiliki anak laki-laki secara tulus menerapkan jalan nganten pada gelahang. (ad488)

20 HALAMAN

NOMOR 50 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418


2

Sisi Lain

Minggu Umanis, 8 Oktober 2017

Solfatara Gunung Agung Mulai Keabu-abuan

Masalah Lain Pengungsi

Tak Hanya Logistik tetapi Juga Reproduksi

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 0215357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

minggu umanis,

8 oktober 2017

u g g n Mi Pengemban Pengamal Pancasila

20 HALAMAN

NOMOR 50 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

’’Ngrastiti Bhakti Kerahayuan’’ Gunung Agung

GUNUNG Agung merupakan titik tertinggi di Pulau Bali dan diyakini sebagai stana Hyang Tohlangkir. Sebagai masyarakat yang dekat dengan alam, setiap situs baik lautan, dataran, hingga gunung, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perilaku spiritual sehari-hari. Pura Besakih di kaki Gunung Agung sebagai pusat spiritualitas Hindu di Bali. Ketika Gunung Agung kini dalam status awas, umat Hindu tak boleh menyerah. Umat memiliki kekuatan luar biasa berupa doa atau ngrastiti yang harus dilakukan tanpa henti. ‘’Ngrastiti untuk kerahayuan Gunung Agung,’’ tegas guru besar IHDN Denpasar Prof. Dr. Made Surada, Sabtu (7/10) kemarin. Dia menjelaskan upacara Peneduh Jagat di Pura Besakih juga bertujuan memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk menormalkan aktivitas vulkanik Gunung Agung dan memohon ampun atas apa yang dilakukan manusia kepada alam selama ini. Tinggal selanjutnya umat mewujudkan dengan tindakan nyata dengan mamelihara gunung, daratan dan laut. Sebab ketiganya memberikan kehidupan dan kesejahteraan pada makhluk hidup termasuk manusia. Dia mengajak umat bersama-

sama berdoa atau ngrastiti bhakti untuk kerahyuan Gunung Agung. Umat yang ingin bersembahyang tidak harus datang ke Pura Besakih, bisa ngrastiti dari tempat suci masing-masing dengan rasa tulus dan dapat disertai persembahan sesuai kemampuan dan desa kala patra. Hal yang sama disampaikan Asdir I Program Pascasarjana Unhi Dr. Wayan Budi Utama. Dikatakannya, kita memang tidak bisa menentukan dengan pasti apa yang akan terjadi terhadap Gunung Agung, namun dengan bantuan teknologi kita berupaya meminimalisasi dampak buruknya. Yang bisa kita lakukan adalah berusaha berdamai dengan alam. Dalam Hindu ada konsep ‘’Bapa Akasa Ibu Bumi Pertiwi’’. Keduanya harus dihormati karena keduanya memberikan hidup dan

kehidupan kepada kita. Kepada umat yang berada di wilayah rawan bencana yang kini sedang mengungsi wajib hukumnya bagi umat lainnya untuk berusaha mengurangi beban mereka melalui gerakan dana punia. Sebab sekecil apa pun rezeki yang kita terima di situ melekat jasa orang lain. Sekarang saatnya untuk berbagi. Semangat manyamabraya yang kita warisi harus tetap dikembangkan dan dipertahankan, lebih-lebih ketika sebagian masyarakat kita terkena musibah. Kakanwil Agama Provinsi Bali, I Nyoman Lastra juga mengajak umat untuk terus ngrastiti bhakti berupa doa memohon keselamatan kalau toh Gunung Agung itu meletus semoga tidak membawa malapetaka bagi masyarakat. Hal. 19 Tak Bawa Bencana

Tumpek Bubuh, Mengagungkan Gunung Doa Itu Terbukti ketika 1963

SEMENJAK Gunung Agung berstatus awas, umat Hindu tak henti-hentinya ngrastiti bhakti kepada Ida Hyang Widhi Wasa untuk memohon kepada Beliu yang beristana di Gunung terbesar di Bali itu agar tidak erupsi. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk wujud doa yang disampaikan secara niskala. Jro Mangku Sueca mengatakan, umat Hindu memang memiliki keyakinan dan kepercayaan yang sangat tinggi ngrastiti bakti kepada Ida Hyang widhi Wasa untuk memohon keselamatan. Dia meyakini kalau doa yang disampaikan lewat niskala itu dapat diterima. Jro Mangku yang sehari-hari ngayah di Pura Penataran Agung itu yakin Ida Hyang Widhi Wasa melihat dan mendengar apa yang dilakukan umatnya. Hal itu pernah dibuktikan warga Besakih saat letusan yang terjadi pada tahun 1963. Hal. 19 Hujan Abu

Sumbangan

TUMPEK Bubuh, nama lainnya Tumpek Pengatag/Pengarah, Tumpek Wariga, bahI Gusti kan acap kali disebut otonan punyan (tumbuh-tumbuhan), adalah salah satu dari sekian banyak jenis ritual Hindu. Secara teologis, Tumpek Bubuh adalah upacara persembahan ke hadapan Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Dewa Sangkara, yang secara ekologis tidak lain dari unsur tumbuh-tumbuhan dengan segala hasilnya. Gunung dalam konteks teo-ekologi Hindu adalah linggacala, sthana Dewa Siwa, tempat berbagai macam tumbuhan membentuk hutan (wana-giri) beserta sumber mata airnya, yang selanjutnya mengalir dan ditampung danau lalu melewati sungai hingga akhirnya mengairi area pertanian, mendatangkan kesuburan, menciptakan kemakmuran, menjadikan umat

manusia hidup sejahtera dan bahagia. Gunung Agung adalah salah satu realitas Siwa, penampakkan nyata (sekala) yang secara historis telah dicatat sebagai area Pulina Bali yang disucikan pertama kali melalui ritual Panca Datu oleh Rsi Markandeya, hingga menjadikan masyarakat Bali basukih (selamat, sejahtera). Penanaman elemen Panca Datu (lima jenis logam) di kawasan hutan Gunung Agung itu sesungguhnya ritual Tumpek Bubuh pertama dan tentunya tertua sebagai bentuk pengorbanan, penghormatan sekaligus penghargaan terhadap keberadaan hutan dengan segala isinya (tumbuhan dan hewan) sehingga tidak boleh sembarangan dirambah apalagi dirabas. Hal. 19 Rsi Markandeya

Oleh: Ketut Widana

Mengungsi, Ekonomi Kreatif Tetap Hidup Krama Bali memang tak mau disuruh ‘’diam’’ saja. Buktinya, ribuan warga Karangasem masih mengungsi di Kabupaten Klungkung sejak dua pekan berjalan, ekonomi kreatif yang digeluti di kampung halaman masih hidup. Mereka membuat berbagai jenis kerajinan. Produknya pun mampu terserap di pasaran. Hasilnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Keluarga besar SD Saraswati 6 Denpasar menyerahkan sumbangan berupa uang tunai sebesar Rp 11.000.000 ke Bali Post serta makanan ringan, susu, detergen, mi instan dan pempers. Sumbangan bakti Gunung Agung kepada pengungsi ini dikumpulkan mulai 18 September 2017 secara sukarela dari dewan guru, staf, pegawai, dan siswa. Sumbangan diserahkan oleh Kepala SD Saraswati 6 Denpasar, Dra. Ni Wayan Sudiasih, M.M., didampingi Kaur Humas Made Mardika, S.Ag., M.PdH., Kaur Kesiswaan dan guru kelas V. IGA Ari Nurati, S.Pd., M.Pd., guru Agama Hindu dan perwakilan siswa SD Saraswati 6 Denpasar.

Di Tabanan Terserap di Sektor Informal

SETELAH dua minggu lebih mengungsi, warga Karangasem di posko pengungsian Samsam Kerambitan mulai bekerja. Mereka terserap di sektor informal. Beberapa dari mereka ada yang bekerja di pabrik kayu sampai menjadi tukang bangunan. Camat Kerambitan, Gede Sukanada, Sabtu (7/10) kemarin, memaparkan jika beberapa warga Karangasem yang mengungsi khususnya laki-laki sudah mulai bekerja. Satu di antaranya kerja di pabrik kayu, 9 menjadi tukang bangunan yang diperjakan warga setempat dan 2 menyabit rumput untuk sapinya. Hal. 19 Mencari Kerja

SALAH satunya dilakukan pengungsi di Banjar Griya Cucukan, Desa Selat, Klungkung. Warga asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem ini membuat anyaman bambu berupa lumpian yang biasanya dipakai untuk tempat sesajen. Dalam sehari, mereka mampu memproduksi paling sedikit sepuluh buah. Penjualannya langsung melalui pengepul. “Permintaan datang tiap dua hari. Bisa minta empat puluh buah,” tutur seorang pengungsi, Desak Ayu Sugiantini, Sabtu (7/10) kemarin. Harga kerajinan yang telah ditekuni sejak bertahun-tahun ini tergolong murah, hanya Rp 5.000 per buah. Penjualannya yang cukup banyak, secara otomatis mendatangkan hasil yang menggiurkan dan mampu

dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup di pengungsian. “Ya lumayan ada pemasukan. Ada untuk beli lauk-pauk,” ucapnya. Pekerjaan ini dilakoni bersama suaminya, Dewa Komang Suda Pertama. Untuk bahan, dibawa langsung dari desanya. “Untung masih ada tempat untuk bekerja,” katanya. Perempuan dua anak ini menambahkan juga membuat porosan. Ini juga cukup laku terjual. Selain itu, pengungsi juga ada yang ngukir kayu. Salah satunya Nyoman Nadiarta. Ia merampungkan pesanan dari warga Desa Manikaji, Bangli. Ini pun dikerjakan bersama beberapa warga lainnya. “Untuk kayu semua dibawa dari desa. Sekarang dikerjakan. Biar tidak suntuk,” tandasnya. (sos)

BPM/sos

ANYAMAN BAMBU - Pengungsi di Banjar Griya Cucukan, Desa Selat, Klungkung sedang menganyam bambu, Sabtu (7/10) kemarin.

Cara Pengungsi Lepas Kejenuhan

Buat ’’Canang’’ dan Sarana ’’Upakara’’ Dua pekan sudah, warga Karangasem yang berada di zona merah mengungsi. Guna mengisi waktu luang selama berada di pengungsian dimanfaatkan warga untuk melakukan berbagai kegiatan produktif seperti membuat canang dan sarana upakara lainnya.

SEPERTI yang dilakukan pengungsi asal Banjar Batumadeg di Banjar Segah, Nongan, Rendang, Karangasem. Untuk mengisi waktu di pengungsin, mereka membuat canang untuk digunakan sebagai persembahyangan di sekitar tempat pengungsian dan Pura Puseh. Salah seorang pengungsi Mangku Nengah Genek mengungkapkan, selama berada di pengungsian, dia bersama rekannya setiap hari membuat canang untuk dipakai sembahyang. Sejumlah pengungsi Gunung Agung di Bangli juga mulai merasakan jenuh tinggal di pos pengungsian. Bagaimana tidak, selama beberapa hari di pen-

gungsian, tidak banyak aktivitas yang bisa mereka lakukan, sebagaimana halnya yang bisa mereka lakukan di rumah asal mereka di Karangasem. Di antara warga yang mengungsi asal Desa Pempatan Rendang di gedung SKB Kayuambua Susut, Kadek Ratih Dwiyana, terbilang kreatif. Dia yang menyadari tinggal di pengungsian menjenuhkan, sengaja membawa stok daun lontar di rumahnya untuk diolah di pengungsian menjadi sarana upacara seperti cenigan, tamiang, lamak, dan perlengkapan upacara lainnya yang dibutuhkan saat upacara Galungan. Hal. 19 Untuk Dijual

BPM/ina

SARANA UPAKARA - Kadek Ratih Dwiyana bersama anak-anak di pengungsian membuat sarana upakara.


4

Minggu Umanis, 8 Oktober 2017

Ganjilnya Kesucian Pura

Keberadaan Pulau Bali sekarang ini nampaknya tak hanya sebagai pulau seribu pura melainkan juga sejuta hotel, vila, dan sejenisnya. Bertingkat-tingkatnya Meru sebagai tempat mengagungkan manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa bersaing dengan bertingkatnya hotel yang merupakan tempat penyangga “sang jinah”. Tempat yang sakral dan disucikan seperti Pura seolah-olah propan yakni menjadi kunjungan wisatawan yang tujuannya tentu tidak seperti umat sedharma untuk memohon kerahayuan. Sepintas hal itu memang tidak merugikan. Begitu pula nampaknya tidak masalah. Justru sebaliknya dari segi ekonomi menguntungkan, bahkan sangat menguntungkan. Namun, perlu disadari bahwa tujuan utama mendirikan Pura tersebut bukan untuk mendatangkan materi tetapi untuk menggapai kerahayuan. Dasar pembangunannya pun tidak menjadi objek kunjungan wisatawan tetapi merupakan tempat memuja, memuliakan, serta mengagungkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasinya. Atas dasar itu belakangan adanya semacam tambahan mengenai fungsi Pura menjadi kunjungan wisatawan, tentu menimbulkan suatu “keganjilan” terutama dari segi kesuciannya. Sebab bersih itu belum tentu suci. Suci pun tidak selalu merujuk pada sesuatu yang bersih, apalagi bersihnya hanya sebatas jasmani (sekala). Artinya menjaga kesucian Pura itu tak hanya berpakaian bersih atau menggunakan kain (kamben) dan selendang sudah berarti suci dan boleh memasuki areal tersuci suatu Pura. Melainkan adanya etika semacam aturan yang bersifat sekala dan niskala. Kesucian Pura Keberadaan Pura sebagai tempat mengagungkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasiNya, jelas bahwa ka-

wasan Pura merupakan areal suci, sakral, bahkan pingit. Ini didasari atas yang berstana atau dipuja di tempat itu adalah beliau-beliau yang suci atau telah disucikan dengan berbagai upacara. Kesucian ini menyebabkan umat sedharma maupun pangempon mempunyai etika memasuki areal Pura. Artinya sebagai krama atau pangempon yang bertanggung jawab atas Pura itu saja mempunyai larangan atau pantangan memasuki areal Pura. Ini dilihat di lingkungan masyarakat Hindu khususnya Hindu Bali adanya suatu “pararem” yang mengatur tatakrama umat sedharma maupun pangempon memasuki Pura. Seperti, bagi yang sebel karena kematian (keluarga / banjar) dilarang ke Pura. Yang datang bulan (haid) tidak diperkenankan memasuki areal Pura. Begitu pula bagi yang melahirkan belum kepus peser, belum upacara tutugambuan, dan sebagainya tidak diperbolehkan ke Pura. Bahkan bagi yang menyusui ketika menyusui anaknya disarankan di jaba sisi atau setidaknya di jaba tengah Pura. Semuanya ini menjadi suatu kepatutan atas dasar keyakinan Pura itu sebagai kawasan suci yang mesti dijaga kesuciannya sebagai stana Sang Maha Suci. Sehingga ketika umat sedharma maupun pangempon ngaturang bhakti dengan tulus dilandasi pikiran ning menghaturkan bebantenan untuk mohon kerahayuan sejalan dengan bunyi Genta Jro Mangku yang masuara ning...ning...ning....ning…. mencari keheningan. “Ganjilnya” Kesucian Pura Secara umum pararem-pararem tersebut masih bersifat lisan. Namun, umat sedharma maupun pangempon mempunyai kesadaran sendiri terhadap keadaan dirinya. Artinya bila ia merasa cuntaka, sebel, leteh dan sebagainya dengan sendirinya menyadari bahwa ia tidak boleh memasuki areal Pura. Krama, klian, pecalang pun tidak mesti ngecek setiap krama yang akan masuk areal Pura. Semuanya berjalan den-

upacara besar dan megah namun konflik sosial dan kasus-kasus asusila masih banyak yang terjadi. Seakan-akan segenap upacara itu tidak bermakna. Bahkan terjadinya kasus-kasus yang menggelikan, seperti pelecehan simbol Hindu bahkan pratima dicuri, seolah-olah Pura itu pura dua (pura-pura) alias tidak mataksu.

PURA - Keberadaan Pura sebagai tempat mengagungkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasi-Nya merupakan areal suci, sakral, bahkan pingit. Kesucian ini menyebabkan umat sedharma maupun pangempon mempunyai etika ada larangan atau pantangan memasuki areal Pura, seperti leteh karena kematian dan sebel karena haid. Sedangkan umat non-Hindu yang tidak mengenal dan tidak pernah melaksanakan upacara itu begitu saja masuk areal Pura jepret sana-sini, hanya memakai kain dan anteng leluasa masuk areal Pura hingga utamaning mandala. Fenomena ini nampak sederhana, atau kekeliruan yang sepele, namun mempunyai dampak yang memilukan. gan kesadaran sendiri untuk sama-sama menjaga kesucian Pura. Semuanya saling percaya untuk menjaga keharmonisan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, lingkungan, maupun sesama umat sedharma. Begitu sadarnya baik krama maupun pangempon akan kesucian Pura. Tentu adanya suatu “keganjilan” apabila pararem lisan itu ditaati oleh krama atau pangempon seperti yang melahirkan belum upacara kepus puser, belum tutugambuan, dan sebagainya disarankan atau menyadari dirinya tidak boleh ke Pura. Sedangkan umat non-Hindu yang tidak mengenal dan tidak pernah melaksanakan upacara

itu begitu saja masuk areal Pura hingga jepret sana-sini. Begitu pula larangan bagi umat sedharma atau pangempon yang leteh karena kematian, sebel karena haid, dan sebagainya, sedangkan umat non Hindu yang tidak diketahui keadaan sebenarnya hanya memakai kain dan anteng (selendang) leluasa masuk areal Pura hingga utamaning mandala. Fenomena ini nampak sederhana. Atau boleh dikatakan kekeliruan yang sepele. Namun, jika disadari dan dicermati mempunyai dampak yang memilukan. Sebab begitu semangat dan antusiasnya umat sedharma maupun pangempon menggelar

Tumpang Tindih yang Membingungkan Walaupun tidak semua, beberapa pangempon, adat, maupun pemerintah setempat sudah jeli hingga membuat pararem tentang wisatawan (non Hindu) masuk areal Pura, terutama utamaning mandala. Keadaan ini tentu menimbulkan semacam tumpang tindih yang membingungkan. Sebab statusnya sama sebagai Pura Sad Kahyangan, Dang Kahyangan, Kahyangan Desa, Paibon, dan sebagainya tetapi tidak sama aturan mengenai wisatawan. Ketika ditanya, “kemarin saya diperbolehkan masuk di Pura A, kenapa di Pura ini (B) tidak? Kemarin saya tidak dipebolehkan masuk di Pura B, kenapa di Pura ini (A) boleh? Apanya yang membedakan Pura A dan B, bukankah sama-sama sebagai tempat pemujaan bagi umat Hindu? Bingungnya wisatawan yang bertanya, tentu juga dilengkapi kebingungan oleh yang memberikan tanggapan (jawaban). Dan sudah tentu tidak semuanya mampu memberi tanggapan sama dan tepat. Mestinya ada kepastian dan kesamaan pararem mengenai aturan wisatawan memasuki areal Pura khususnya utamaning mandala sebagai areal tersuci Pura tersebut. Hal ini bukan sebuah kemunafikan atau sebagainya, melainkan hanya sebagai batasan orang memasuki areal Pura, mengingat Pura itu sangat suci dan sakral. Hingga sudah menjadi kepatutan apabila sakral, suci, dan pingit itu dijaga eksistensinya. l I Gede Pariadnya Penyuluh Agama Hindu Non PNS Desa Sakti, Nusa Penida, Klungkug

Trombosis Vena Dalam Trombosis Vena Dalam, atau deep vein thrombosis (DVT) merupakan kondisi medis terbentuknya bekuan darah di dalam pembuluh darah vena. DVT biasanya terbentuk pada pembuluh darah vena di kaki, tetapi dapat juga pada lengan, otak, mata dan perut.

KOMPLIKASI - Penyakit ini memiliki komplikasi yang sangat berbahaya bila tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Komplikasi bisa berawal dari bengkaknya umbai cacing (Abces) kemudian menjadi pecah (Perforasi). Pecahnya organ ini akan menyebabkan peradangan menyebar pada rongga perut yang ditandai dengan nyeri perut hebat yang meliputi seluruh bagian perut, perut menjadi tegang dan kembung disertai dengan tidak dapat BAB dan kentut. Jika pada keadaan tersebut tidak segera ditangani, maka akan menyebabkan sepsis (infeksi di seluruh tubuh) hingga kematian.

Apendisitis Akut Dapat Mengancam Jiwa

Apendisitis adalah peradangan akut pada organ umbai cacing atau yang secara kedokteran disebut apendiksvermiforms. Umbai cacing merupakan organ tambahan pada sekum atau yang secara awam disebut usus buntu, organ ini berfungsi untuk pertahanan tubuh pada usia anak-anak. Di dunia angka insiden penyakit ini mencapai 321 juta kasus/tahun. Badan statistik Amerika Serikat mencatat setiap tahunnya terdapat 20-35 juta kasus apendisitis. Sedangkan di Indonesia apendisitis menyerang 10 juta penduduk tiap tahunnya. Penyakit ini dapat ditemukan di semua umur, terbanyak pada umur 20-30 tahun. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Salah satu faktor pencetusnya adalah sumbatan pada saluran apendiks. Sebuah penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kebiasaan kurangnya mengkonsumsi serat dan pengaruh konstipasi (sembelit) terhadap timbulnya apendisitis. Keluhan apendisitis berawal dari nyeri pada uluhati. Kemudian dalam waktu 2-12 jam nyeri perut akan berpindah pada perut kanan bawah dan menetap, keluhan ini akan bertambah berat saat batuk atau berjalan. Nyeri akan semakin memberat dan dengan pemeriksaan menunjukkan satu titik dengan nyeri maksimal. Gejala penyerta yang dapat berupa berkurangnya nafsu makan, lemas, demam yang tidak terlalu tinggi, konstipasi atau diare, mual dan muntah. Pada penderita apendisitis dengan keluhan konstipasi tidak diperbolehkan minum obat pencahar, karena dapat menyebabkan pecahnya umbai cacing dan menyebabkan peradangan di dalam rongga perut (peritonitis). Apakah tindakan selanjutnya? Penderita disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Kemudian akan dilakukan pemeriksaan fisik lengkap, serta pemeriksaan penunjang berupa laboratorium dan USG. Penderita penyakit appendicitis dilarang keras untuk melakukan pemijatan pada perut, karena tindakan tersebut akan sangat berisiko menyebabkan umbai cacing pecah dan menyebabkan infeksi menyebarpada rongga perut, keadaan ini dapat mengancam nyawa (life-thereatning). Penanganan Apendisitis Penanganan penyakit ini harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Secara umum penanganan apendisitis akut dapat dilakukan dengan operasi atau nonoperasi (medikamentosa). Operasi pengangkatan umbai cacing atau yang dalam kedokteran

disebut appendectomy merupakan tindakan yang paling tepat, karena memiliki angka kesembuhan yang tinggi dan kekambuhan yang rendah. Terapi non operasi dilakukan dengan pemberian antibiotik, namun hal ini sangat berisiko tinggi untuk kambuh menjadi kronis, sehingga kurang dianjurkan oleh dokter. Namun, apabila sudah terjadi tanda peradangan pada rongga perut, maka harus segera dilakukan operasi untuk menyelamatkan nyawa penderita. Apa sajakah komplikasinya? Penyakit ini memiliki komplikasi yang sangat berbahaya bila tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Komplikasi bisa berawal dari bengkaknya umbai cacing (Abces) kemudian menjadi pecah (Perforasi). Pecahnya organ ini akan menyebabkan peradangan menyebar pada rongga perut. Hal ini ditandai dengan nyeri perut yang semakin hebat yang meliputi seluruh bagian perut, perut menjadi tegang dan kembung disertai dengan tidak dapat BAB dan kentut. Jika pada keadaan tersebut tidak segera ditangani, maka akan menyebabkan sepsis (infeksi diseluruh tubuh) hingga kematian. Bagaimanakah cara mencegahnya? Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit apendisitis, diataranya adalah: 1. Menjaga daya tahan tubuh, yaitu dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat yang cukup (7-9 jam untuk dewasa), berolah raga yang teratur (minimal 3jam/minggu). 2. Membiasakan diri BAB secara teratur setiap hari. BAB yang teratur dapat menurunkan faktor risiko penyakit apendisitis karena mencegah terjadinya penumpukan kuman yang terdapat di usus besar. 3. Mengkonsumsi makanan yang kaya serat. Makanan yang kaya serat dapat membantu dalam proses melunakkan feses, sehingga dapat memperlancar BAB. Kebutuhan tubuh terhadap serat berkisar antara 25 gram-30 gram/hari. Serat banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayuran. Contoh makanan yang kaya akan serat adalah pepaya, melon, sayur hijau, brokoli, tomat, apel, agar-agar dan yogurt. 4. Banyak mengkonsumsi air putih. Air putih memiliki fungsi yang cukup besar untuk melancarakan pencernaan, yaitu dengan mendorong serta melunakkan feses. Mengkonsumsi air putih sebaiknya minimal 2 liter/hari atau setara dengan 8 gelas. l dr. Made Agus Praktyasa, S.Ked.

DVT ini sebenarnya tidak berbahaya karena tubuh dapat melarutkan sebagian besar bekuan-bekuan kecil, sehingga kita tetap sehat. Tetapi pada kondisi tertentu bekuan ini dapat terlepas dan mengikuti aliran darah kemudian menyumbat pembuluh darah di paru-paru atau arteri yang menghubungkan ke otak, sehingga terjadi gangguan kesehatan yang serius sampai pada kematian. DVT terjadi pada organ tubuh yang mengalami imobilitas lama, sehingga menyebabkan stasis aliran darah. Faktor risiko DVT antara lain: usia lanjut (di atas 40 tahun), imobilisasi (duduk lama selama perjalanan /penerbangan jauh), kehamilan, merokok, kegemukan, pernah atau tengah mengidap penyakit kanker ganas, mengidap penyakit kelainan darah dengan kecenderungan penggumpalan darah, mengidap penyakit jantung atau pembuluh darah, riwayat pribadi atau keluarga mengidap DVT atau emboli paru, baru saja menjalani operasi pembedahan atau mengalami cedera berat, khususnya di bawah pinggang, menjalani terapi hormon estrogen, kecuali kontrasepsi oral, pernah/baru saja mengalami kondisi lumpuh, kekurangan cairan tubuh yang menyebabkan peningkatan kekentalan darah, dan mengidap varises vena. Keluhan dan Gejala Klinik DVT Keluhan dan gejala klinis DVT dapat berbeda pada setiap orang. Keluhan utama yang dirasakan pada kaki adalah sebagai berikut: r Nyeri Intensitas nyeri tidak tergantung pada besar dan luas bekuan darah (trombosis). Trombosis vena daerah betis dapat menimbulkan nyeri di daerah tersebut dan bisa menjalar ke bagian tengah dan depan paha. Nyeri dapat disertai kaku dengan intensitas ringan sampai hebat. Nyeri lebih terasa pada penekanan dan nyeri berkurang bila penderita berbaring dan kaki ditinggikan. r Pembengkakan Pembengkakan dapat terjadi oleh sumbatan bekuan darah dan peradangan. Sumbatan menyebabkan bengkak tanpa nyeri sedangkan peradangan menyebabkan bengkak disertai nyeri. Bengkak bertambah jika berjalan dan berkurang jika istirahat dan kaki ditinggikan.

r Perubahan warna kulit Keadaan ini jarang terjadi. Kulit pada daerah trombosis dapat berubah pucat, kemerahan dan kadang warna ungu. r Peningkatan suhu Kulit daerah tungkai trombosis dapat terasa lebih hangat pada perabaan oleh karena terjadinya peradangan. Pencegahan Usaha pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengeliminasi faktor risiko, yaitu: 1) Menurunkan berat badan, terutama pada obesitas Kondisi berat badan lebih membuat sirkulasi tubuh kesulitan mengembalikandarah dari kaki dan paha ke jantung, sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan darah, kerusakan pembuluh darah, pembentukan plak dan bekuan/gumpalan darah. Hal-hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan olahraga seperti berjalan /lari, mengurangi asupan kalori, dimulai dengan 500 kalori setiap hari akan mengurangi 1,8 kg jaringan lemak setiap bulan. 2) Berhenti merokok Rokok mengandung banyak senyawa kimia yang dapat mengganggu sirkulasi darah, sehingga darah lebih mengental dan mudah menggumpal (hiperkoagulasi). Saat gumpalan/ bekuan darah lepas dan mengikuti sirkulasi, akan mengakibatkan sumbatan pada pembuluh darah jantung dan paru sehingga berakibat kematian. Kondisi ini akan meninggkatkan resiko mengalami DVT dan penyakit lainnya. Cobalah untuk berhenti merokok secara bertahap, berhenti sama sekali. 3) Aktif secara fisik Risiko DVT makin meningkat pada sikap tubuh yang tidak berubah dalam waktu lama, seperti duduk lama, anggota gerak yang di gips. Tips yang bisa dilakukan pada perjalanan dengan pesawat: ü Berjalan-jalan di sekitar kabin setiap 2-3 jam sekali apabila keadaan aman untuk mengurangi keadaan tidak bergerak dalam waktu yang lama, kendati hal ini tidak selalu memungkinkan. ü Gerakkan tungkai dan kaki Anda selama 3 atau 4 menit setiap jamnya ketika duduk di kursi untuk menghindari stasis aliran darah. ü Lakukan gerakan peregangan ketika menunggu giliran menggunakan kamar kecil. ü Hindari memakai pakaian yang ketat di sekitar badan dan paha bagian atas.

ü Jangan meletakkan tas tangan di tempat yang dapat menghambat gerakan tungkai dan kaki. ü Hindari menyilangkan tungkai bawah pada pergelangan kaki dan lutut ü Individu yang berisiko sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai langkah-langkah pencegahan. ü Hindari melakukan perjalanan udara dalam keadaan dehidrasi (misalnya setelah banyak meminum alkohol, pusing setelah mabuk atau terpapar cuaca yang sangat panas dalam waktu yang lama). 4) Kenakan stoking bertekanan Stoking bertekanan akan menopang otot dan pembuluh darah di kaki bagian bawah, sehingga mengurangi pembengkakan dan risiko DVT. Stoking ketat sangat penting bagi orang-orang dengan kebocoran katupdanvarises vena. Stoking harus mencapai lutut atau lebih tinggi lagi, dengan bagian jari kaki yang tertutup maupun terbuka. 5) Minum cairan tanpa kafein Mencukupi kebutuhan cairan tubuh akanmenjaga volume dan konsistensi darah, sehingga dapat mengurangi risiko terhadap DVT. Minumlah banyak air putih dan sari buah segar, terutama jika tinggal di daerah beriklim panas/kering. Pada musim kemarau minum 3,8 liter air setiap hari. Hindari alkohol dan minuman berkafein seperti kopi, teh hitam, minuman bersoda, dan minuman berenergi, karena kafein bersifat diuretik, yang memicu pengeluaran urine dan membuat tubuh dehidrasi. 6) Mencari pengobatan alternatif ü Pijat kaki, dapat meredakan ketegangan otot dan melancarkan sirkulasi darah. Mulailah memijat di betis bawah hingga ke paha, sehingga membantu aliran darah vena ke jantung. Memijat selama minimal 30 menit. Jika sudah menderita DVT akut sebaiknya hindari pemijatan. ü Coba perawatan akupunktur, Teknikakupunktur merupakan perawatan untuk relaksasi otot, meredakan nyeri dan peradangan, serta melancarkan sirkulasi darah Pertimbangkan terapi ü vibrasi,dengan meletakkan kaki di perangkat bergetar, otot bagian dalam betis dan paha bisa berkontraksi, sehingga membantu memompa darah ke dalam pembuluh vena kecil. Jangan lakukan terapi vibrasi, jika menderita DVT akut

Pengobatan Walaupun sudah berusaha untuk menghindari DVT, jika kaki tampak membengkak, memerah, dan nyeri saat disentuh, serta tidak membaik dalam beberapa hari, maka segera mencari pertolongan medis. Setelah melakukan pemeriksaan fisik, radiologi dan laboratorium tertentu, maka dokter akan memberikan terapi. Pemeriksaan laboratorium adalah D-Dimer, sedangkan pemeriksaan radiologi adalah: venografi dengan menyuntikkan zat kontras pada vena, Flestimografi impedans yaitu dengan memantau perubahan volume darah tungkai, USG doppler, MRI yaitu dengan membandingkan resonansi magnetik aliran darah pada vena yang tersumbat dan tidak tersumbat. Terapi medis Pharmacologyyang akan diberikan dokter adalah berdasarkan pertimbangan hasil pemeriksaan yang di dapat yaitu: heparin, warfarin, trombolitik (streptokinase, urokinase, rt-PA). Bedah Trombektomi dilakukan pada DVT dengan kontraindikasi obat trombilitik dan antikoagulan. l dr. I Made Sudarsana, S.Ked.


5

Minggu Umanis, 8 Oktober 2017

CERPEN

Roh-roh di Tangan Mariana Oleh Ken Hanggara

Di tangan Mariana bersemayam roh-roh dari zaman purba. Roh-roh itu keluar pada malam hari dan mencari makan. Apa yang kau pikirkan soal makanan dan roh jahat? Ya, roh-roh di tangan gadis manis itu, yang entah berjumlah berapa puluh, amat sangat jahat. Tidak ada seorang pun—betapapun mereka berusaha—bisa selamat seandainya satu roh di suatu malam berjanji menelan jiwa seseorang. Mariana mula-mula tidak sadar kemampuannya— atau lebih tepat disebut kutukan? Ia gadis biasa yang bekerja menjaga toko bunga di tepi suatu kota. Ia juga tidak punya kepentingan apa-apa, sementara banyak orang di sekitar membicarakan soal raja baru mereka yang rakus dan tamak. “Itu tidak penting buat saya,” katanya santai. “Selama saya masih bisa makan, raja boleh bersikap semaunya.” Tentu Mariana tidak sekejam yang orang bayangkan, jika mereka tahu di tangan dia ada roh-roh jahat yang keluar untuk makan, serta jika mereka juga tidak tahu betapa gadis itu belum sadar akan keberadaan roh-roh itu, sedangkan mereka dengar kalimat itu. Orang pasti akan menudingnya dan membawanya ke lapangan kota untuk diikat dan dibakar ramai-ramai. Tapi, tidak banyak yang orang ketahui di sini, kecuali kematian demi kematian yang terjadi setiap malam. Dan di setiap kematian, tak ada satu pun jejak dapat kau baca. Roh-roh jahat bekerja dengan sangat rapi dan tersembunyi. Bahkan, si gadis yang tangannya disemayami mereka sejak belasan tahun silam, tidak tahu padatnya aktivitas para roh jahat pemakan jiwa manusia. Mariana mendengar selentingan—karena ia tinggal di tepi kota, dekat desa tempat kaum marginal bermukim—bahwa para saudagar yang dekat dengan raja, mati tiba-tiba. Tubuh mereka digantung di puncak gedung paling tinggi dan bergoyang-goyang tertiup angin karena kering. Tubuh-tubuh itu tak ubahnya bunga yang terisap saripatinya hingga kerontang. Para petinggi kerajaan, termasuk raja, marah dan curiga. Ada konspirasi di luar sana, begitu yang mereka pikir, sehingga banyak orang tidak bersalah ditangkap dan dihukum mati tanpa bukti. Roh-roh jahat memang tidak mau tahu urusan semacam ini, tapi mereka senang karena para korbannya belum sadar, sampai selentingan berubah jadi kabar yang lebih mengerikan. Surat kabar membawa berita hilangnya anak-anak sepulang dari sekolah; anak-anak itu keesokan harinya ditemukan membusuk dan kering di pinggir hutan. Tak ada yang tahu apa motifnya dan bagaimana si pelaku memulai kejahatannya. Para saudagar yang mati tidak meninggalkan satu pun petunjuk. Anakanak kecil yang juga mati tiba-tiba tidak semua berasal dari kalangan atas. Belakangan, para buruh dan kaum marginal, yang makin bertanya-tanya apa atau siapa pembunuh ini sehingga mereka dituduh ingin melancarkan kudeta, ikut terbunuh juga dengan cara serupa. Seisi kerajaan tidak aman dan tidak seorang pun benar-benar tahu duduk perkara. Semula orang-orang menengah ke bawah dianggap biang kerok, sekarang semua kelas sosial saling tuduh. Kerusuhan terjadi di mana-mana. Tidak ada yang mengaku, tentu saja, termasuk Mariana. Dia penjaga toko bunga dan tidak berkepentingan apa-apa, ‘kan? Sejauh itu Mariana belum tahu pelaku pembunuhan berantai adalah para roh jahat, yang belasan tahun berkembang di tangannya, sebelum sebulan lalu mulai bangkit dan keluar mencari makan. Ia tidak tahu itu, sampai suatu malam bangun dari tidur karena haus, dan ia melihat di tangannya tumbuh sebatang tanduk. Malam itu, benar-benar malam yang panjang baginya.

memanjang hingga tiga puluh senti dan ia tidak bisa mengendalikan diri. Tanduk itu seperti setir, entah milik siapa, sehingga Mariana merasa ia tak ubahnya boneka tali. Di tangan Mariana bersemayam roh-roh dari zaman purba. Roh-roh itu keluar pada malam hari dan mencari makan. Apa yang kau pikirkan soal makanan dan roh jahat? Ya, roh-roh di tangan gadis manis itu, yang entah berjumlah berapa puluh, amat sangat jahat. Merekalah yang mengendalikan gerak tubuh sang gadis, yang entah kenapa mendadak saja menuju dapur tanpa mengambil air minum, kecuali sebilah pisau. Demikian yang terjadi. Mata Mariana tak terpejam dan ia seratus persen sadar. Ia ketakutan dan heran. Ia menyadari sesuatu yang ingin ia tolak; bukankah selama ini ia tidak pernah bangun lewat tengah malam? Jam menunjuk pukul 00.31 ketika Mariana sampai ke teras suatu rumah. Sebilah pisau di tangan semakin rekat, seakan seseorang menjejalkan ke sana dan mengancam akan menembak kepalanya jika Mariana nekat membuang pisau itu. Sayang sekali, sang gadis tidak berdaya. Ia digerakkan sesuatu yang lain, seluruh dirinya, dari ujung kepala hingga kaki. Ketika pembunuhan terjadi, posisi Mariana amat berat. Secara fisik, ia membunuh, tapi roh-roh jahatlah pelakunya. Bagaimana malam itu jadi malam yang panjang adalah ketika ia tahu siapa yang ia bunuh. Raja ditemukan mati keesokan harinya; tubuhnya kering kerontang di tempat tidur bersama para dayang dalam keadaan telanjang. Seratus lebih orang terbunuh di istana, karena sejak kematian para saudagar, raja memperbanyak jumlah penghuni istana. Tentu saja, orang tidak percaya ada roh jahat di tangan seorang gadis sehingga perang saudara pasti berkobar. Tapi Mariana sudah tahu di tangannya ada roh-roh jahat dan hanya ia sendiri yang percaya. Cuma dengan satu cara ia bisa melawan. Ia yang tidak punya kepentingan apa-apa, harus berkorban. Kau pun tahu, sejak kematian raja dan para penghuni istana, tak ada lagi kematian serupa, maksudku kematian yang menyisakan mayat kering kerontang. Yang kau tahu cuma satu: Mariana tidak

*** Mariana ke dokter dan mengaku mengalami sakit aneh. Si dokter memperhatikan. Kamu tidak sakit, kata lelaki itu. Gadis manis di depannya aneh. Mungkin dia gila. Sepatunya menepuk-nepuk lantai dan gugup. Dokter melihat betapa telapak tangannya berkeringat. Dokter bilang, mungkin ia tidak bisa menyembuhkan sakit Mariana, tetapi dengan gadis itu mau bercerita, siapa tahu beban mentalnya sedikit berkurang. “Saya tidak gila, Dok,” kata Mariana panik. “Saya masih waras.” Sayang sekali, dokter tetap menganggapnya gila, kalau dia tidak bercerita bahwa semalam, ketika bangun dari tidur, ia lihat sebatang tanduk tumbuh pada masing-masing tangannya. Ini juga tidak menjamin dokter mengubah cara pandangnya. Tidak ada yang percaya omongan tidak masuk akal. Lagi pula, pagi ini, tangan gadis itu bersih dan halus. Tanduk macam apa maksudmu? Jangan-jangan dokter malah memasungnya! Mariana pulang dan membayangkan kejadian semalam seperti mimpi buruk. Ia tahu ada tanduk di kedua tangannya. Tanduk itu tumbuh di punggung tangan, tepat di atas tulang jari tengah. Tanduk itu

pernah menjaga toko bunga lagi. Kau boleh mengira dia ke kerajaan lain, karena tidak suka melihat perang di sini, tetapi kenyataannya, dia terjun ke sebuah jurang, tanpa ada seorang pun yang tahu. Gempol, 4 Oktober 2017

KEN HANGGARA lahir di Sidoarjo, 21 Juni 1991. Menulis puisi, cerpen, novel, esai, dan skenario FTV. Karyanya tersebar di berbagai media. Buku terbarunya Babi-Babi Tak Bisa Memanjat (Basabasi, 2017). c sasmita

Resensi Buku

Pengobatan Ala Bali

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Judul Buku : Pengobatan Alternatif Sapta Kanda Empat Penulis : Pan Putu Budihartini Penerbit: Pustaka Bali Post Tahun Terbit : 2001 Jumlah hal. : 113 hal

Buku ini menawarkan beragam pengobatan yang menarik, yang diolah dari sumber perpustakaan Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma dipadukan dengan rerajahan I Gede Jaman, S.Ag. serta Sapta Kanda Empat.Dengan terbitnya buku pengobatan alternatif Sapta Kanda Empat, diharapkan mampu memberi sumbangan bagi masyarakat membantu mengelola kesehatan. Buku ini juga memaparkan beberapa cara untuk menyembuhkan penyakit, dengan menggunakan tumbuhtumbuhan berkhasiat obat, yang ada dan tumbuh di sekitar kita. Misalnya, cara menyembuhkan sakit kepala, ramuan ambeien, dan beragam penyakit yang sering kita alami. Selamat membaca dan memanfaatkan beragam tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di sekitar lingkungan Anda. (osi)

Windhu Segara

Dewa Komang Mahadewa


Refleksi

6

Ketika Kehebatan dan Kejahatan Bergabung dalam Seorang Ravana Redaktur Khusus

Vimsat bhujam dasa-grivam Darsaniyam paricchadam Visala-vaksasam viram Raja-laksmana laksitam (Va. Ra. 3.32.8) “Lankadhipati Ravana mempunyai 20 lengan, 10 muka, dada yang lebar, yang mempunyai segala kemegahan seperti Dewa Indra di Surga, seorang ksatria gagah perkasa yang dipenuhi oleh segala ciri-ciri seorang raja besar.” Raja Lanka (Lengka, Alengka) Ravana dalam sloka di atas disebutkan sebagai seorang raja yang sangat gagah perkasa. Ia terlahir dari Resi VIsrava dengan istrinya Dewi Kaikesi. Ravana mempunyai vimsat bhuja atau 20 lengan (lawan bahu rwang puluh), memiliki kekuatan dan kesaktian yang bahkan para dewa pun mengalami kesulitan untuk menghadapinya, apalagi mengalahkannya. Untuk itu, Tuhan Sendiri harus ber-avatara ke dunia untuk membasmi kejahatan Ravana. Selain kegagahan, dada yang lebar dan kekar serta kesaktiannya yang sangat luar biasa, Ravana juga dinamakan Dasanana atau Dasamukha karena ia disebutkan mempunyai 10 muka. Apakah sebenarnya rahasia di balik sebutan Dasanana, Dasagriva atau Dasamukha tersebut? Setiap perayaan bernama Vijayadasami yang merupakan perayaan untuk memperingati hari Sri Rama membunuh raja raksasa Ravana, upacara ditutup dengan membakar “ogohogoh Ravana, Kumbhakarna dan Meghanada”. Vijayadasami dirayakan sebagai kemenangan dharma (kebenaran) melawan adharma (kejahatan). Pada upacara tersebut Ravana dibuatkan ogoh-ogoh berkepala sepuluh. Pembakaran 10 kepala ternyata membawa pesan sangat mendalam. Banyak yang mengatakan bahwa Ravana sangat menyayangi adiknya, Minaksi yang lebih terkenal dengan sebutan Surpanakha. Ravana membunuh suami adiknya. Karena itulah Surpanakha membalas dendam dengan cara membuat Ravana menculik Dewi Sita sehingga menyebabkan kehancurannya. Ravana berperang dengan Raja bernama Kalakeya yang mempunyai seorang Senapati sakti bernama Vidyutjihva. Senapati ini adalah suami dari Surpanakha, adik Ravana. Dari perkawinannya dengan Vidyutjihva, Surpanakha melahirkan anak diberima Sambhri. Dalam

weda

WAKYA Darmayasa peperangan tersebut Ravana membunuh Vidyutjihva. Surpanakha merasa sakit hati atas kematian suaminya. Ia bertekad untuk membalas dendam kepada kakaknya, Ravana. Melihat kecantikan Dewi Sita yang luar biasa, Surpanakha memanfaatkannya untuk membalaskan kematian suaminya. Ia pun menceritakan kecantikan Dewi Sita kepada Ravana dengan harapan ia akan mengganggu Dewi Sita dan pada akhirnya ia akan berhadapan dengan Sri Rama. Surpanakha mengetahui bahwa hanya Rama yang bisa mengalahkan Ravana. Cerita lain menyebutkan bahwa suami Surpanakha bernama Dustabuddhi merupakan seorang pejabat penting di kerajaan Lankapura, kerajaan Ravana. Namun karena tidak memuaskan keinginan Ravana maka Ravana membunuhnya. Dewi Surpanakha yang sangat mencintai suaminya lalu mengutuk Ravana bahwa ia akan mengalami kehancuran melalui kesedihan seorang wanita. Ravana tidak pernah menyentuh wanita tanpa kemauannya, termasuk pula terhadap Dewi Sita, karena mendapat kutukan dari Nalakuvera bahwa jika Ravana memaksa wanita diluar kemauannya, atau jika Ravana menyimpan/menyembunyikan di istananya maka kepala Ravana akan hancur berkeping-keping menjadi seratus. Itulah alasan mengapa Ravana tidak pernah berani menyentuh Dewi Sita tanpa kemauannya, dan juga ia tidak menempatkan Sita di istana Lanka melainkan di taman Asoka. Ravana memang sangat sakti sehingga banyak yang berpendapat bahwa Ravana tidak pernah terkalahkan oleh siapa pun sampai pada akhirnya Rama mengalahkannya. Namun, dalam kenyataannya, beberapa kali Ravana pernah mengalami kekalahan memalukan; Raja Mahismati Kartavirya Arjuna, Dewa Siva, Maharaja Bali, dan Raja kera saudara dari Sugriva, Bali. Kehebatan Ravana diiringi oleh kehebatannya memiliki 10 muka/kepala. 10 kepala merupakan symbol Ravana menguasai 4 Veda dan 6 Sastra (4+6=10). 4 Veda adalah Catur Veda, yaitu Rg, Sama, Yajur, dan Atharva Veda. Sedangkan Sad-anga Veda adalah Siksa, Kalpa, Vyakarana, Jyotisa,

Nirukta, dan Chanda Sastra. Ravana sebagai Dasanana, Dasamukha, Dasagriva juga merupakan simbol dari kemampuan luar biasa Ravana dalam menguasai 64 jenis pengetahuan dan seni (6+4=10). Bahkan Ravana dikenal sebagai Maestro alat music Vina. Ilmu-ilmu sangat khusus yang sangat sulit dikuasai orang, Ravana justru menjadi ahlinya. Ia juga dikenal menguasai berbagai jenis ilmu Tantra seperti Kumara Tantra, Indrajala dan lain-lain. Ia juga menguasai serta mengulas Veda, kemampuan yang bahkan tidak dilakukan oleh para pendeta dan sarjana Veda. Ravana dikenal ahli Yajur Veda, menulis ulasan tentang Rg Veda (Rg Veda Bhasya) dan atas namanya sendiri juga ada dikenal karya hebat bernama Ravana Samhita. Dan akhirnya karya Ravana yang sangat terkenal adalah Siva Tandava Stotra. Karya ini merupakan pujian terhadap Dewa Siva yang dinyanyikan langsung oleh Ravana ketika ia tidak mampu menyelamatkan dirinya dari Siva. Siva Tandava Stotra ini juga sekarang dinyanyikan setiap hari sebelum Ganga Arati (pemujaan Dewi Ganga dengan api suci) di Varanasi, India. Ravana mempunyai kehebatan, kekuatan, kesaktian, keterpelajaran super, dan lainlain kehebatan, namun di saat yang sama dalam hampir keseluruhan 18 Purana dan Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) ia dikedepankan sebagai tokoh “anti-hero”. Kehebatan versus kejahatan ini ditunjukkan oleh keberadaan orang tua Ravana, yaitu Resi Visrava dengan putri raksasa, Dewi Kaikesi. Dari ayah Ravana mendapatkan segala kehebatan pengetahuan tetapi dari ibunya ia membawa “darah raksasa” sehingga ia dikenal sebagai Dasamukha, raja hebat berkepala sepuluh. Kesepuluh kepala Ravana merupakan simbol dari berbagai sifat jahat yang merupakan musuh berbahaya bagi manusia yang dikenal dengan istilah Sadripu, dan beberapa hal yang jika dikendalikan dengan baik, bisa menjadi kawan yang sangat baik, sedangkan jika tidak dikontrol maka ia dapat menjadi musuh yang sangat berbahaya. Dasamukha (10 kepala) menunjukkan: 1. Kama (hawa nafsu dan ribuan jenis keinginan), 2. Kroddha (kemarahan), 3. Lobha (rakus, loba), 4. Moha (kebingungan, khayalan), 5. Mada (kemabukan), 6. Matsarya (iri hati), 7. Manah (pikiran), 8. Buddhi (kecerdasan), 9. Citta (cipta-rasa), dan 10. Ahamkara (keakuan palsu). Pada kutipan sloka di atas Ravana disebutkan mempunyai berbagai kehebatan, kegagahan (visala-vaksasam) dan keperwiraan (vira), me-

miliki 20 kaki, 20 kepala, dan bahkan dalam kitab Naradiya Jaimini Ramayana, raja sakti Ravana disebutkan memiliki 4 kaki (dasasyam vimsati bhujam bhinnanjanayamopamam padaih catur ati-ugram). Dasamukha menunjukkan Ravana mempunyai 10 muka. Kata dasa berarti sepuluh, dan mukha yang berarti muka, menunjuk pada arah mata angin. Ilmu Dasa-disa merupakan ilmu rahasia spiritual yang tidak sembarang orang bisa menguasainya. Barangkali beberapa praktisi spiritual mengetahuinya namun tidak semua berhasil menguasainya. Dan Ravana berhasil menguasai ilmu rahasia tersebut. Dasamukha atau kepala sepuluh juga menunjukkan Ravana menguasai ilmu spiritual sangat rahasia lainnya yang bernama Dasa-mahavidya. Ravana sungguh-sungguh sangat hebat dalam segala hal. Namun, ia juga hebat dalam 10 muka yang lain, yaitu Sad-ripu, yaitu hawa nafsu dan ribuan jenis keinginan, loba, kemarahan dan lain-lain, ditambah kealpaannya mengendalikan pikiran, kecerdasan, ciptarasa dan keakuan palsu. Manusia, sehebat apa pun, baik dalam harta, kekuatan, kekuasaan, jabatan, sakti, dan lain-lain, jika ia tidak mengadakan kontrol yang baik serta mempergunakan segala jenis kehebatan yang dimiliki dalam arah yang benar, tepat dan “menjanjikan” tujuan hidup moksa-artham (tujuan pembebasan abadi) dan jagat-hita-artham (tujuan kesejahteraan hidup material), maka segala kehebatan tersebut secara pasti akan menghancurkan pemiliknya. Ravana bukan siapa melainkan sebuah pesan peringatan keras bagi setiap insan manusia. Orang hendaknya tidak membiarkan dirinya diporakporandakan hanya oleh pencapaian-pencapaian kecil. Tidak ada yang patut dibanggakan hanya dengan memiliki gelar, jabatan, pengetahuan, harta dan lain-lain jika “sepuluh kepala Ravana” yang menguasai kepala kita. Karena, hanya kehancuran diri yang menunggu sebagaimana Ravana dengan mudah menerima seluruh kehancuran (svasya sambalam nasam svikaroti). Pada diri Sri Rama yang bahkan dalam segala hal memiliki kehebatan berlipat-lipat kali lebih dari Ravana, namun Rama tetap menjadi contoh di jalan dharma, walau harus mengorbankan tahta, keluarga, istri, saudara, dan bahkan dirinya sendiri, namun Rama tetap ajeg dalam jalan dharma. Dalam diri Rama segala pengetahuan dan kehebatan memberikan ketundukan hati (vidya dadati vinayam), hal yang sebaliknya pada diri Ravana.

MIMBAR AGAMA Redaktur Khusus MIMBAR

BUDDHA Dhana Putra SAAT ini, umat Buddha sedang memasuki bulan Kathina, yang dimulai sehari setelah uposatha bulan terang yang lalu hingga yang akan datang (6 Oktober - 3 November 2017). Selama kurun waktu sebulan ini, umat Buddha lebih banyak melakukan kebajikan dengan cara berdana kepada sangha —pasamuan para bhikkhu. Berdana merupakan latihan yang disarankan oleh Buddha kepada hampir semua lapisan umat awam. Ketika bertemu dengan Yasa, putra saudara kaya, Buddha tidak mengajarkan hal yang rumit dan pelik. Buddha mengajarkan tentang dana, sila, kehidupan di alam surga, dan samadhi. Tahapan yang perlu dikembangkan sebagai latihan dan praktik Dhamma. Di masa Kathina, niat umat untuk berdana semakin meningkat karena dikatakan sebagai bulan yang baik utuk berdana. Juga saat ini, kita berdana kepada sangha, bukan kepada pribadi bhikkhu. Dan Sangha dikatakan sebagai ladang yang subur untuk berdana. Karena di ladang yang subur, diharapkan dana yang dipersembahkan akan menghasilkan buah yang baik dan banyak. Berdana bukan hanya dilakukan setahun sekali, hanya di masa kathina saja. Berdana bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja; yang penting dilandasi dengan niat yang baik, diperlu-

Berdana, Latihan Melepas kan usaha untuk mempersiapkan dana yang akan diserahkan, dan adanya kesempatan —pihak yang akan menerima dana. Jika salah satu faktor tidak tersedia, aktivitas berdana tidak akan pernah terjadi. Kapan pun Anda melakukan perbuatan baik berdana, hendaknya disertai dengan pengertian bahwa tindakan tersebut adalah latihan untuk melepas, mengurangi keserakahan, mengurangi kemelekatan yang ada di dalam diri kita. Kita harus bersyukur, senang, bergembira karena bisa melakukan perbuatan berdana, yang berarti kita bisa melatih diri untuk melepas. Dalam kehidupan ini, secara sadar dan tidak sadar, kita melekat terhadap banyak hal. Sejak kecil kita mengumpulkan mainan, buku, musik, dan benda lainnya. Kita tidak rela jika barang-barang tersebut hilang atau rusak. Kita melatih diri dengan mencintai benda-benda yang ada, mengkoleksi, dan akhirnya kemelekatan semakin kuat. Kita mengenal makanan, menyukai, dan mempunyai kesan yang sangat kuat terhadap makanan tertentu. Muncul kemelekatan terhadap makanan, yang disimpan sedikit demi sedikit di pikiran bawah sadar. Kita menginginkan makanan tertentu. Kita merasa sayang dengan pasangan hidup, orangtua, anak, saudara, dan (mungkin) teman-teman yang dekat. Cinta yang berlebihan akan menimbulkan kemelekatan. Kita tidak rela dan tidak bisa menerima ketika orang-orang yang kita cintai harus pergi, meninggal lebih dahulu. Banyak orang yang bersedih secara berlebihan

ketika orang dekatnya meninggal dunia. Masih banyak kemelekatan yang kita miliki, terbungkus dengan rapi menggunakan labellebel tertentu yang kelihatannya benar adanya. Kemelekatan akan menimbulkan kesedihan. Karena semua yang kita lekati akan mengalami perubahan, tidak abadi. Buddha telah mengingatkan dalam Dhammapada 212; dari cinta timbul kesedihan, timbul ketakutan. Berdana adalah salah satu praktik yang paling mudah, yang bisa dilakukan semua orang untuk melatih diri mengurangi

kemelekatan. Dalam tingkat yang sedikit lebih sulit, kita bisa melatih sila dengan sebaik mungkin. Kita berusaha untuk tidak melakukan perbuatan buruk, walaupun yang kecil. Kita mengurangi kesenangan-kesenangan yang kurang baik. Berdanalah. Sisihkan apa yang kita miliki. Berikan kepada yang membutuhkan. Terlebih di masa Kathina, kita berdana di ladang yang subur, pasamuan para bhikkhu. Semoga dana yang kita berikan bisa memberikan berkah yang berlimpah untuk kehidupan sekarang dan akan datang.

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

Minggu Umanis, 8 Oktober 2017

Capricorn Peruntungan: Tak perlu banyak bicara jika tidak diimbangi dengan kerja yang cukup, ingatlah bahwa semua itu perlu bukti bukan hanya ucapan di bibir saja. Karier: Urusan yang masih bisa diselesaikan sebaiknya segera saja diselesaikan jangan tunda waktu lagi. Kesehatan: Jangan terlambat makan agar perut tidak terasa melilit, jangan sampai maag Anda kambuh kembali. Keuangan: Jangan lupakan kebutuhan penting Anda, lebih baik segera saja diselesaikan, jangan tunda nanti. Asmara: Usahakan untuk tidak berdebat dengannya, mengalah sajalah. Aquarius Peruntungan: Saat ini Anda benar-benar merasakan indahnya hidup, apalagi ditunjang dengan suasana yang benarbenar semarak dan segala urusan pekerjaan yang sudah lumayan lancar, sehingga tidak ada beban yang terlalu dipikirkan. Karier: Nikmatilah kebahagiaan ini dengan selalu menjaga kesabaran dan ketenangan. Kesehatan: Biar pekerjaan setumpuk jika sudah waktunya istirahat lebih baik istirahat saja, tak perlu memaksakan diri karena hasilnya akan jauh dari memuaskan jika badan sudah capek. Keuangan: Terima saja apa adanya, tak perlu punya pikiran yang macam-macam apalagi sampai ingin jual barang. Asmara: Cukup mesra dan bahagia, jagalah suasana ini dengan mencari topik pembicaraan yang menyenangkan. Pisces Peruntungan: Cobalah untuk bisa lebih teliti, agar segala urusan yang sudah hampir jadi tidak sampai mentah lagi hanya karena diri Anda yang kurang bisa mengikuti rencana yang dibuat sendiri. Karier: Masih banyak kesempatan untuk mendapatkan posisi yang lebih baik lagi maka dari itu jangan enak-enakan saja. Kesehatan: Cuaca malam tak bersahabat dengan diri Anda, untuk itu usahakan hindari angin malam dikala tidur. Keuangan: Tampak lebih stabil dan lancar, sehingga bisa bernapas lega. Asmara: Apa sulitnya berbicara yang halus, tak perlu dengan kata-kata kasar, karena itu akan menyulitkan Anda saja. Aries Peruntungan: Walaupun Anda sudah merasa berada di atas angin, sebaiknya kewaspadaan tetap dipertahankan. Jangan sampai berlaku sembrono karena akan berdampak cukup luas jika sampai terjadi hal-hal yang tidak diduga sebelumnya. Karier: Tetaplah concern dengan berbagai rencana yang sudah berjalan, jangan sampai berhenti hanya karena ada rintangan. Kesehatan: Jangan hanya menuruti selera makan saja tanpa memikirkan dampak pada tubuh Anda untuk itu kebugaran tampaknya perlu Anda cermati. Keuangan: Tetap saja sulit lepas dari bayang-bayang pemborosan walau Anda telah berlaku hemat sekalipun. Asmara: Jangan terlalu dimasukkan hati tingkahnya yang kadang menjengkelkan hati, karena itu hanya sementara saja. Taurus Peruntungan: Jangan mudah percaya dengan tutur kata orang lain, apalagi terhadap orang baru yagn belum lama dikenal. Jangan ambil risiko yagn terlalu berbahaya hanya karena tergoda oleh segala prediksinya yang membikin hati melayang tak karuan. Karier: Cobalah untuk lebih independen dalam membuat keputusan sehingga tak diombang-ambingkan oleh berbagai kepentingan. Kesehatan: Tak perlu dimasukkan hati segala rongrongan dari saudara Anda sendiri sekalipun cukup membuat sakit hati Anda, karena hanya akan bikin penyakit saja. Keuangan: Tetap saja sulit untuk lepas dari pemborosan karena selalu ada saja pengeluaran yagn harus dilakukan. Asmara: Bersikaplah bijaksana terutama dalam menyikapi segala keinginannya, jangan sampai menyinggung hatinya. Gemini Peruntungan: Tak perlu pesimis dalam melihat berbagai tantangan yang terpampang di hadapan Anda. Justru Anda harus lebih giat bekerja lagi karena itu pertanda bahwa kesuksesan sudah berada di depan mata. Karier: Masih ada kesempatan bagi Anda untuk lebih dekat dengan atasan. Kesehatan: Hindari tidur larut malam, walau pekerjaan setumpuk jika sudah menginjak waktu istirahat sebaiknya pergunakan untuk tidur saja. Keuangan: Masih saja sulit untuk meredam pemborosan, untuk itu tak ada salahnya jika Anda tetap melakukan penghematan. Asmara: Walau hanya sebatas berbicara saja sebaiknya dihindari dulu bergaul dengan orang yang tidak disukai si dia. Cancer Peruntungan: Situasi yang Anda hadapi saat ini masih belum memungkinkan bagi Anda untuk bisa berani melangkah maju. Terimalah situasi yang ada ini dengan pikiran panjang dan jangan hanya memikirkan keberhasilan sesaat saja. Karier: Patuhilah peraturan yagn ada dan jangan sekali-kali Anda melanggarnya. Kesehatan: Masih cukup sulit bagi Anda untuk bisa beristirahat tepat waktu, walau begitu tak ada salahnya jika Anda terus berusaha berpedoman pada schedule Anda. Keuangan: Rezeki besar masih ada di angan-angan untuk itu jangan berhenti untuk terus berupaya menggapainya. Asmara: Mengakui kesalahan sendiri bukanlah suatu perbuatan yagn sangat rendah, justru itu akan membikin si dia semakin percaya saja pada diri Anda. Leo Peruntungan: Perasaan bimbang masih mewarnai suasana hati Anda diminggu ini. Memang untuk menghilangkannya tak semudah membalik tangan, akan tetapi dengan menanamkan kebanggaan dan keyakinan akan kemampuan diri sendiri itu akan bisa mengikis kebimbangan secara perlahan-lahan. Karier: Omongan dari orang lain yang tampak meremehkan itu sebaiknya diterima saja dengan senyum dan jadikan itu cambuk untuk bisa berbuat yagn lebih baik lagi. Kesehatan: Selama Anda bisa menghindari makanan pedas maka perut Anda akan bsia terjaga dan tak sampai terganggu. Keuangan: Pemasukan yang tak diduga sebelumnya mampu mengangkat kembali keuangan Anda. Asmara: Ucapan tetap harus diperhatikan agar tidak sampai merusak suasana yang sudah tenang ini. Virgo Peruntungan: Perilaku diri Anda akan sangat mempengaruhi keberhasilan dan kesuksesan diminggu ini yang tidak teraih dengan mudah seperti yang dibayangkan semula. Karier: Banyak jebakan yang harus dihindari, terutama dari kompetitor Anda yang tampaknya mulai mengggunakan berbagai cara untuk menjatuhkan Anda. Kesehatan: Jangan terlambat makan jika tidak ingin maag Anda terganggu dan kambuh kembali. Keuangan: Jangan lupa untuk selalu mengontrol dana yang ada, jangan sampai pengeluaran melebih pemasukan. Asmara: Cekcok mulut dan pertengkaran masih mewarnai hubungan kisah kasih Anda. Libra Peruntungan: Jangan meremehkan persoalan yang datang, walau sepintas tampak sepele jika tidak segera dituntaskan maka bisa semakin membesar saja. Bukankah persoalan besar bermula dari persoalan kecil, untuk itu jangan tanggung-tanggung untuk bertindak. Karier: Hindari konfrontasi dengan siapa saja sekalipun Anda merasa berada dipihak yang benar. Kesehatan: Kondisi badan masih diperhatikan secara seksama terutama terhadap aktifitas yagn tampak berat diminggu ini. Keuangan: Pemasukan masih bisa diAndalkan, hanya saja pengeluaran tampak sulit untuk dikendalikan. Asmara: Suasana percintaan Anda tetap terjaga sekalipun cekcok mulut masih sulit untuk dihilangkan. Scorpio Peruntungan: Jangan bertingkah macam-macam jika tidak ingin mengalami kegagalan yang sangat terasa. Sekalipun peluang masih belum tertutup, sebaiknya Anda bisa mengimbanginya dengan konsentrasi tinggi. Karier: Jangan terlalu berambisi diminggu ini, ada baiknya Anda bersikap seperti biasanya. Kesehatan: Kebiasaan bangun dipagi minggu sebaiknya dipertahankan agar kondisi badan tetap terjaga. Keuangan: Hindari kesalahan walau sekecil apapun, agar pengeluaran yang sudah tinggi ini tidak semakin bertambah lagi. Asmara: Jalinlah hubungan kisah kasih ini dengan sesuatu yag indah dan menyenangkan. Sagitarius Peruntungan: Tak perlu cemas, sesulit apapun masalah tersebut pasti ada jalan keluar untuk memecahkannnya. Teruslah berusaha jangan pantang menyerah dan yang paling penting keyakinan harus tetap tinggi. Karier: Jangan ragu untuk bertanya jika memang diri Anda kurang jelas, jangan biasakan berjalan dengan suatu keraguan. Kesehatan: Jagalah pola makan yang benar jangan sampai Anda sembrono apalagi sampai jelas-jelas melanggar anjuran dokter. Keuangan: Pemasukan tidak ada masalah, hanya saja pengeluaran harus Diasuh Oleh tetap selalu dikontrol. AsPutri Wong Kam Fu mara: Ada sedikit perbai: 8 - 14 Oktober 2017 kan walau belum seperti Berlaku yang diharapkan.


Redité Umanis, 8 Oktober 2017

Bali L e m b a r

Bencingah I Gede Anom Ranuara

Ngadungang sareng Kahanan Anyar

YADIASTUN kawéntenan banjar adat ring Bali kadasarin antuk parikrama masuka-duka, nanging wénten parindikan sané macihna pisan. Manut I Gede Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., M.Si., budayawan miwah angga Tim Pembina Desa Pakraman, cihna punika wantah indik pamidanda sané katibakang ring krama ri kala ipun maparilaksana nénten patut sakadi awig-awig. Boya marupa prabéa sané patut kataur, nanging marupa sanksi sosial moral. Yéning sampun becik kamargiang, sinah kramané anut tur nénten kayun lémpas saking awig inucap. “Minakadi, pradé wénten krama sané ngawag ngutang luu pacang kadanda limang yuta sakadi pamatut saking pamrentah. Yéning ngamargiang awig-awig, krama inucap keni danda minakadi kasepékang taler nénten kaakuin ring adat. Antuk punika krama saking banjar inucap takut ngutang luu ngawag,” baos dané. Werdhatattama ring Banjar Batanbuah, Kesiman puniki malih maosang, ring kahanané mangkin tatkala wénten kapanggihin awig sané kirang becik ring pakraman majanten patut kakaryanang pararem antuk nganutin saking awig-awig punika. Punika mabuat pisan duaning kasuén-suén kahanan banjar adat taler pikayunan krama sayan nglimbak tur modérn. Mawinan awig-awig sané kamargiang mangda prasida fléksibel tur adung sareng sapunapi kahanan kramané mangkin, sakéwanten nénten lémpas saking awig-awig sané kamargiang. “Minakadi sané dumun wénten awigawig krama sané padem salah pati miwah ulah pati nénten kapreténin utawi kapuputang olih banjar. Nanging risampuné kamedalang pamutus ring parikrama Kesatuan Tafsir Agama Hindu warsa 1978, awig-awig sané dumun punika kagentosin. Sang kalayusekarang inucap pateh patut kapreténin banjar duaning awig dumun sampun nénten adung sareng kahanan anyar ring pakraman,” Anom Ranuara maosang. (was)

Ida Bagus Gede Candrawan

Nyarengin Pamargi

PANGLIMBAK parikrama kahuripan krama kasinahang sayan modérn sangkaning pangrauh globalisasi. asapunika taler ring banjar adat. Dr. Drs. I.B. Gede Candrawan, M.Ag., angga Tim Pembina Desa Adat maosang, punika satmaka ngawinang panglimbak ipték sayan nincap. Mawinan mangkin kawéntenan sekaa truna mabuat pisan ring banjar adat napi malih tingkat pendidikan miwah kalewihan SDM para sekaa truna sampun becik sinah ipun prasida nyarengin pamargin banjar adat. Minakadi indik ngaturang gatra taler sapunapi kahanan ring aab globalisasi sakadi mangkin. Mawinan punika sekaa truna patut kauratiang taler becik kadabdabang olih banjar adat. “Sekaa truna sujatiné kabuatang miwah kautamayang ring banjar adat, utamanipun nguningayang taler nandakin sapunapi parindikan jagat sané kasuén-suén sayan rimit,” baos dané. Indik pikobet sané sayan kapanggih olih sekaa truna mangkin, dosén ring IHDN Denpasar puniki maosang, sekaa truna patut becik ngélingang iptek taler nabdabang raga nincapang SDM mangda sayan becik. Sios punika, patut prasida mapidabdab mangda sekaa truna sayan solid ring sajeroning angga. Dadosné prajuru patut éling indik ngrereh selah mupulang angga sekaa mangda sami prasida rauh nyarengin. Minakadi Saniscara wengi tatkala jagi ngamargiang pasangkepan nyabran bulan utawi Redité semeng anggén mareresik. “Mangkin soang-soang angga sekaa truna sampun akéh madué parikrama, ring sekolah miwah parikrama siosan. Mabinayan sareng dumun sané dangan mupulang anggannyané duaning nénten akéh pakaryan sakadi mangkin. Yéning sampun asapunika sinah nénten wénten parikrama sios utawi ring sekolah sané kagulgul tur sekaa truna drué kasinahang setata aktif,” asapunika baos Gede Candrawan nyumekenang. (was)

(97)

B a s a

7

B a l i

Banjar Adat

Kamargiang Antuk Ulu Apad Pinaka “mahkluk sosial” utawi zoon politicon majanten krama setata ngaptiang kawéntenan jadma siosan ri kala ngamargiang kahuripannyané saraina. Punika mawinan, nénten wénten krama sané nénten madué pasawitran utawi pasametonan, tur majanten jagi ngranjing miwah maparikrama ring wewidanganipun meneng. Minakadi nyarengin Rukun Tetangga (RT) utawi Rukun Warga (RW) utawi nyarengin sapunapi parikrama sané kamargiang olih pamerintah désa kadasarin antuk ngwangun “hubungan sosial”. Ngeninin indiké punika, pamekas ring Bali, krama utamanipun sané magama Hindu ketah k at am i m ak udang-k udang budaya saking para panglingsir sané patut setata kamargiang. Sangkaning punika, krama ring Bali ngamargiang kahuripan ring wewidanganipun boya kadasarin antuk “hubungan sosial” kémanten, nanging taler kadasarin antuk kapatutan nyagra sekancan tata-titi parikrama budaya sané sampun katami mangda nénten ical. Ring Bali akéhan krama ngamargiang parikrama banjar adat duaning parikramanipun saraina nénten prasida kalémpasin saking sapunapi pula-pali pidabdab adat miwah budaya agama Hindu Bali. Manut I Gede Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., M.Si., budayawan sané taler angga Tim Pembina Desa Pakraman ring Kota Denpasar, parikrama désa utawi banjar adat sampun kamargiang mawit saking jaman Bali Kuna. Napi malih tatkala punika pamarginnyané kabaosang antuk “Ulu Apad” inggih punika sapunapi pulapali parikrama ngamecikang

utawi nabdabang jadma akéh utawi sané kawastanin “karaman” sané tegesnyané wantah pupulan jadma akéh. Tatkala punika prajurunnyané kawastanin antuk Jero Duuran pinaka manggalaning sané patut kasinggihang taler dados pamutus tatkala paum wiadin matetimbang. Wénten taler Jero Alitan pinaka wakilnyané. Wénten taler Ida Kubayan, inggih punika sané ngamargiang parikrama kapamangkuan. “Parikrama “Ulu Apad” punika kantos mangkin kantun kamargiang ring wewidangan Batur miwah Tenganan. Sakéwanten ring genahé tiosan akéhan sampun magentos minakadi sané kabaos “karaman” sané salanturnyané dados “krama” tur prajuru minakadi Jero Duuran miwah Jero Alit punika sampun kawastanin antuk kelian sané mawit saking kruna “kelihanga” sané mateges kaanggén panglingsir,” baos dané. Dané malih maosang, parikrama banjar adat punika majanten jagi kadabdabang olih prajuru, luiré; kelian, panyarikan, patengen, pasayahan miwah kasinoman. Wus punika wénten taler sané kawastanin Werdhatama inggih punika sinalih tunggil krama walaka ring banjar inucap sané kasinahang waged ring sahananing tattwa agama taler budaya Hindu Bali. Werdhattama punika jagi kamargiang ri kala ring banjar adat inucap madué pikobet sané nénten tatas nemu panepas. Werdhattama inucap wantah dados ngicén tetimbang kémanten, nénten dados ngamedalang pamutus. Ngeninin indik krama, banjar wénten makudang-kudang soroh, luiré; krama nguwed utawi pangarep pinaka krama sané jagi ngamargiang ayah-ayah-

BPM/was

AWIG – Ring banjar adat, awig-awig sané kamargiang majanten kapah dados widang Parahyangan, Pawongan miwah Palemahan. Sinalih tunggil pamarginnyané, inggih punika ngamargiang makudang-kudang parikrama upacara yadnya. nyané ring banjar adat, krama pangempi utawi krama tetekan saking banjar wiadin désa sios, krama balu lanang utawi istri ketah taler kabaosang krama pangelé inggih punika krama sané nénten ngamargia ng ayah-ayah sakéwanten kantun maadat. Wénten taler krama pamopog inggih punika krama sané meneng utawi makarya ring genah doh sané ngawinang nénten prasida ulah-ulih saraina. Ipun jagi kakeniang prabéa pesuan-pesuan akéhan saking krama wed nanging nganutin saking sapunapi pamutus ring banjar adat. Malih dané maosang, yadiastun kadasarin antuk lascarya,

nanging parikrama mabanjar adat kantun kadabdabang antuk awig-awig sané akéhan ka pah dados tiga, inggih punika indik Parahyangan utawi pidabdab indik ngamargiang sima taler magama Hindu Bali, Pawongan utawi sekancan parikrama ngenin indik krama, miwah Palemahan utawi sekancan wangunan miwah karang ring wewidangan banjar adat inucap. Kawewehin, manawita ring banjar adat nyungsung patapakan Ida Bhatara Sesuhunan minakadi barong, rangda miwah sané siosan, sinah parikrama banjaran sayan becik tur ramia kasinahang utamanipun tatkala piodalan.

Santukan krama nyungsung patapakan Ida, majanten jagi kamargiang sesolahan miwah pakemitan tatkala piodalan ring wewidangan banjar irika. Krama inucap majanten nénten rauh ka pura wantah ngaturang sembah pangubakti kémanten. “Yadiastun asapunika, yéning rereh antuk sorohipun, kapatutan krama banjar adat kabaosang antuk nyarengin masuka-duka. Parikrama suka minakadi nabdabang parikrama pawiwahan utawi piodalan miwah duka utawi kalayusekaran, panca baya miwah sané siosan,” asapunika baos Anom Ranuara. (was)

Sekaa Truna

Nglanturang Parikrama Banjar Adat

SEKAA – Kawéntenan sekaa truna ring banjar adat wantah mautama pisan, duaning sios saking jalaran pianak utawi oka krama mapupulan, taler jalaran nami sekancan parikrama budaya wiadin sima mangda sida lestari.

soang-soang banjar majanten kapanggih sekaa truna. Sekaa truna wantah pupulan wiadin “organisasi” tradisional ring banjar adat sané angganyané wantah pianak utawi oka saking angga krama banjar adat inucap. Dr. Drs. I.B. Gede Candrawan, M.Ag., akademisi taler angga Tim Pembina Pemahaman Awig-awig Kabupaten Badung maosang, sekaa truna wantah organisasi sané ngamargiang parikrama sosial-budaya taler agama Hindu. Kawéntenan sekaa truna sampun saking nguni, minab sinarengan sareng banjar adatnyané kawangun. Indik pidabdab taler uratian prajuru adatnyané, wénten sané becik saha sumeken, wénten taler sané kantun mikayunin yéning sekaa truna wantah panyangkep kémanten mawinan nénten kauratiang. Sujatiné, malarapan antuk sekaa truna, alit-alit utawi para yowana druén banjar adat prasida mupulang raga saha ngamedalang kréativitas miwah parikrama sané mabuat. “Kawéntenan sekaa truna setata mapaiketan ring banjar adat. Yéning jakti nénten wénten sekaa truna, minab

banjar inucap wantah banjar anyar sangkaning pemekaran sané durung ngwangun sekaa truna,” baos dané. Kawéntenan sekaa truna wantah mabuat pisan duaning setata kaaptiang mangda angganyané prasida nglanturang parikrama ring banjar adat taler nglestariang sekancan tetamian sané kadruénang. Mawinan punika, para panglingsir banjar adat setata mikayunin yéning angga sekaa truna punika wantah alit-alit drué sané patut setata kadabdabang antuk parikrama miwah sima adat sané becik. Sira uning yéning para panglingsir sampun padém, parikrama banjar majanten becik kalanturang olih para yowanané. Dané malih maosang, ring Bali parikrama nami tetuek taler tattwa miwah parikrama budaya sampun becik mamargi, antuk kahanan taler parikrama sané mabina-binayan. Minakadi ring makudang-kudang banjar adat, sekaa truna nyarengin ngayah nyanggra piodalan ring pura utawi nyarengin parikrama nyiramang layon ring genah krama sané kalayusekaran. Tetujonipun mangda yowanané

tatas uning tur éling ring sapunapi swadharmané kapungkur. Ngeninin indik karang taruna, kabaosang yadiastun pada-pada pupulan yowana, nanging wénten pabinannyané. Karang taruna wantah organisasi nasional sané wénten ring wewidangan désa utawi kelurahan antuk angga dados kasarengin olih makudang-kudang agama antuk tuuh saking telulas kantos setiman warsa yadiastun sampun marabian. Yéning sekaa truna wantah organisasi tradisional sané madasar antuk parikrama Hindu Bali ring soang-soang banjar adat, angganyané wantah sané magama Hindu kémanten antuk tuuh saking telulas warsa kantos matuuh tigang dasa warsa utawi sané durung marabian. “Manawita wénten yowana sané nénten magama Hindu ring wewidangan banjar adat, sinah ipun prasida nyarengin parikrama sekaa truna sané nénten ngeninin indik magama Hindu. Minakadi ngamargiang parikrama mareresik, sosialisasi pendidikan miwah sané siosan,” Gede Candrawan nartayang. (was)

“RESÉP masakan? Lakar gena? Yén sampun dueg masak buin pidan masih anak lén ané lakar ngrasayang nyicipin jaenné? Boya ja Tungurah,” aturné Luh Mégantari sedih. “Ooh, maksud I Luhé kénkén? Tiang sing ngerti? Cobak tuturang tekén Beli.” “Yén kénten ngiring ja di kamar nutur. Tiang jaga curhat habis ring Tungurah.” “Ayo, melahan kéto.” Sang kalih madandan ka kamar raris malinggih di sofané. “Tiang bingung Tungurah. Napi ké Tungurah sayang… tresna tekén déwék tiangé? Tiang takut ngawinang Tungurah kuciwa ring tiang dadi jatma lekad padidi tan panyama kadi batun buluané,” baosné Luh Méga raris meluk Ngurah Jelada. Toya panonné membah saha nuturang pitutur lan pangidih reramanné ring déwékné kadi tuturané ring ajeng dibi. “Nah, yén manut papineh Luh Mégané kénkén?” pitakénné Ngurah Jelada alon. “Kok Tungurah mabading nakénin tiang. Tiang bingung, mangkin serahang tiang ring Tun-

muani driki, wau tiang ngiring Tungurah mantuk ka Pringalot mawidi-widana. Dadosné jumah driki wénten nyledi ten camput. Sametoné ring Selat kadén akéh sané kénten?” aturné Luh Méga sayan purun ngecup Ngurah Jelada. “Oh Sayang Luh Méga, nguda I Luh ngelah papineh kéto. Niru ané tan patut tiru. Kadén iraga majanji lakar nglanturang sekolahan. I Luh nagih dadi Guru, tiang dumadak nyidaang magaé di bank utawi di pajak. Dija ada unduk pejabat PNS lakar idup mamitra? Beli mabuaka makelid uli SMA Negeri I Amlapura yadiastun tanggunga tekén Aji Karang, nanging bibi lan paman ngaptiang apang tiang nyak kajangkepang ajak Gék Citra Andini. Aji ajak Ibun tiangé tan lascarya yadiastun paman tiangé sugih, nanging dasar papinehé mula mabinayan. Kanggoang idup saderana asal kuping lan sirepé tis. Angayubagia pesan driki reraman Luhé nulungin tiang aji papineh ané patut. Tiang sing bani lakar ngawénang reraman I Luhé sedih,” pituturné Ngurah

Jelada alon ngecup bibihné Luh Mégantari. “Nggih asal Tungurah tetep tresna, sayang ring tiang. Déwék tiangé niki serahang tiang ring Tungurah. Makayun Tungurah nyerahang ring sapa sira malih pidan terserah, tiang manut. Yén kayun Tungurah nganggén déwék tiangé rarisang, saking mangkin tiang ten madué pilihan malih,” baosné Luh Méga raris ambruk limuh tan éling ring raga. Lima batisné nyem, denyut nadinné alon pisan. Gusti Ngurah ngelisang makta ka kamar, mecik bongkol paanné, ngusapin irungné antuk eau de cologne. Luh Méga ngalilir maduuhan. “Tungurah, tiang kenapi? Nguda niki di tempat tidur? Ooh, tiang jaga ngumbah.” “Nah, tegtegang malu kenehé Luh. Beli sajan sayang kén I Luh. Nyanan ajaka payu nyobak resép masakané. Baktiné tekén rerama merluang pangorbanan sekala lan niskala.” “Nggih tiang taler sayang, asal Tungurah sampun sauninga lan nénten kuciwa ring déwék tiangé. Yén bénjangan masakané sampun

rateng, pinunas tiangé mangda Tungurah sané pamucuk patut nyicipin,” baosné Luh Méga saha ngelut Ngurah Jelada. Sué sang kalih mapelukan, toya panonné campuh, nanging manah lan kayunné nerawang joh sawat. “Tungurah, manawi tiang niki ten sepadan, nguda ten ngambil Gék Citra mangda ngantén negen dadua. Napi kirangné? Raganné mula jegég, sugih?” aturné Luh Méga alon. “Ssst... cukup Sayang. Nu luihan iraga bakti kén guru rupaka,” pasaurné Ngurah Jelada saha meluk lan ngecup Luh Méga saking asih ngantos tan nyidaang mambekan. Amasa sampun Gusti Ngurah Jelada sareng Luh Mégantari randa-rindi ngranjing lan malelungaan kadi anaké mapacaran. Nanging wau mangkin sang kalih nyihnayang kayuné galang apadang nemuang sih, rikalaning pitresnané tan sida kasambungang dados matemu alaki rabi. Saking sadu sang kalih majanji saling tresnain yadiastun tan saling nruwénin. (Masambung)

RING Bali akéhan krama meneng taler ngamargiang parikrama banjar adat, duaning akéhan kaicén tetamian saking para panglingsir. Kamargiang taler awig-awig sané jagi nabdabin parikrama banjaran

mangda prasida becik. Sané patut kauratiang, kawéntenan para yowana ring banjar duaning ipun sané jagi nglanturang sekancan parikrama ring banjar adat saha nyagra tetamian panglingsir. Punika mawinan ring

BPM/was

gurah. Napi ja kaputusan Tungurahé, tiang ngiring. Matipun tiang ngiring… ooh.” Gusti Ngurah Jelada meluk Luh Mega saha ngusuh-usuhin sirahné ngrumrum ngasih-asih. “Luh, yén Luh Méga nakonang isin keneh Beliné mirib patuh buka isin keneh Luhé. Nanging tresnan Beliné tusing ja buta, bongol ngulahang nafsu angkarané padidi. Apa ané pinehanga tekén I Bapak ajak Ibu patuh isinné cara papineh tiangé. Yén tiang nyuang I Luh, satmaka tiang mrebutin nasi ané sampun ada di bibih reraman Luhé. I Bapa mirib lascarya maang tiang amerta cara i rerama makpakang pianakné nasi. Nanging apa ké iraga nyidaang bagia nepukin i rerama duka lara tan pasentana jumah?” toyan panonné Ngurah Jelada ngetél nibanin pipinné Luh Méga, ngawinang Luh Méga sayan sedih, magelut saling aras saling kecup toyan panonné sang kekasih. Anginé nyirsir tan sida murnayang idepé sedih. “Yén kénten, mangkin iraga kénkén? Ten dados cara ilu, kanggéang iraga mamitra dumun. Yén sampun madué pianak astra


8 Parahyangan

Dura Désa

Redité Umanis, 8 Oktober 2017

Pura Mandhara Giri Semeru Agung

PURA wantah genah suci umat Hindu. Mayoritas umat Hindu ring Indonesia yukti wénten ring Pulo Bali. Mawinan ring Bali akéh wénten pura, kantos Bali kasengguh Pulo Seribu Pura. Satios ring Bali, pura taler wénten ring wewidangan dura Bali, sakadi ring Lumajang, Jawa Timur. Pura sané wénten irika mawasta Pura Mandhara Giri Semeru Agung. Daweg raina Redité Umanis, Wuku Menail, tanggal 8 Maret 1992, kapuput antuk akutus sulinggih, ring pura inucap kamargiang upacara pinih kapertama luiré; upacara Pamlaspas Alit miwah Mapulang Dasar Sarwa Sekar. Antuk punika, genah miwah kawigunan Pura Mandhara Giri Semeru Agung kasengguh genah suci Agama Hindu. Salanturnyané ring bulan Juni - Juli 1992 kamargiang upacara ageng Pamungkah Agung, Ngenteg Linggih, miwah pujawali. Majalaran Surat Keputusan Nomor: 07/Kep/V/PHDI/1992, antuk nguratiang asil paum pantara pihak-pihak instansi, badan dan majelis sané wenang, ring Wantilan Mandapa Kesari Warmadewa, Besakih, tanggal 11 Mei 1992, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat netepang aran, status miwah pangempon pura. Aran pura wantah Pura Mandhara Giri Semeru Agung pinaka Pura Kahyangan Jagat. Panyungsungnyané wantah samian umat Hindu ring sajebag Indonésia. Pura Mandhara Giri Semeru Agung sané magenah ring bongkol Gunung Semeru, ring Jalan Serma Dohir, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang – Jawa Timur. Sajeroning Tantu Panggelaran, kabaosang, genah bongkol Gunung Semeru puniki kaumpamiang ring mite indik pagingsiran Puncak Gunung Mahameru saking India ka Pulo Jawi, parindikan punika mapaiketan ring sejarah aran Gunung Semeru, Gunung pinih tegeh ring Pulo Jawi. Wangunan miwah tata ruang pura masaih sakadi pura-pura sané wénten ring Bali. Sakéwanten kasinahang pisan antuk gaya arsitektur khas Majapahit. Ring genah inucap, wénten wangunan Aula utawi Pandapa, miwah iasan patung gajah utawi balé gajah. Pabinayan budaya miwah kapercayan agama pantara krama ring wewidangan Pura Mandhara Giri Semeru Agung ring Kecamatan Senduro puniki yukti-yukti nyinahang pisan karumaketan miwah saling ajiang pantara umat. Sinalih tunggilnyané, sané prasiada kapanggihin irika wénten tetiga wangunan ibadah minakadi masjid, gereja, miwah pura sané genahnyané madampingan. Irika prasida kapanggihin krama saking Suku Jawa, Madura, miwah Tengger sané ngamargiang kahuripan antuk rasa tentram. Pura Mandara Giri Semeru Agung setata ramia nyabran raina Redité wiadin liburan, utaminipun ri kala rainan-ainan ageng Agama Hindu, minakadi Galungan, Kuningan, Nyepi, miwah rainan-rainan jagat tiosan. (*)

BP/udi)

SESAJI- Para bendéga ring Pasisi Muncar, Banyuwangi ngamargiang upacara “Larung Sesaji” ring Selat Bali, Wraspati (5/10) lintang.

Bendéga Muncar ”Larung Sesaji” ring Selat Bali

Banyuwangi (Bali Post) – Para bendéga ring pasisi Muncar, Banyuwangi madué upacara kuna antuk tetujon ngejohin paceklik ikan. Bendéga inucap ngamargiang upacara sané kasengguh “Larung Sesaji” ring Selat Bali. Dresta kuna sané kamargiang tumurun puniki lewih kasub kasengguh “Petik Laut”. Upacara sané kamargiang daweg raina Wraspati (5/10) lintang, kabekin para bendéga sané nyarengin pamargin upacara. GALAH kantun semeng, nanging pelabuhan pelelangan ikan sampun kabekin krama. Para krama saling dengsek nganampekin jukung sané mabaris becik. Nyansan siang, upacara sané kasub kasengguh “petik laut” kakawitin. Upacara kakawitin antuk ngiringang utawi makta aturan sané kakaryanin saking paumahan krama nuju genah pelelangan ikan. Aturan sané kakaryanin madaging ajeng-ajengan khas Jawi miwah Madura. Wénten taler soroh jangan, wohwohan, miwah tenggek kambing maias pancing mas. Salami ngiringang aturan inucap, makudang-kudang tokoh adat ngawigunayang busana “ala sakera”, khas Adat Madura. Rauh ring genah ngamargiang upacara, aturan sané kagenahang ring duur jukung alit kaupacarain, kapuput olih sesepuh bendéga. Wus punika, aturan sané kasengguh “gitik” puniki malih kairingang nuju jukung. Krama malih ramia mangda polih manggihin pamargin upacara saking genah

sané lewih nampek. Aturan inucap salanturnyané kagenahang ring jukung sané sampun kapilih sadurungnyané majalaran paum bendéga. Ring duur jukungé, makudangkudang bendéga nyarengin ka tengahing segara. Nénten wantah jukung sané makta aturan, jukung-jukung krama taler akéh sané ngiringang. Kirang-langkung sawatara tigang dasa menit majukungan, aturan sané kabakta kapulang ka tengahing segara pantara Bali miwah Jawi, nepet ring sisi Kangin Semenanjung Sembulungan Sadurungé aturan inucap kapulang ka tengahing segara, sesepuh bendéga mawali nunas ica. Sinarengan punika, sesolahan Gandrung, khas budaya Banyuwangi kasolahang ring duur jukungé. Wus aturan kapulang ring tengahing segara, wénten krama sané sareng macebur nunas toya segara sané salanturnyané kasiratang ring soang-soang jukung para bendéga irika. “Parikrama punika nyihnayang jukung sané kaduénang

molihang merta, mawinan nénten keni paceklik,” baos M. Untung (50), sinalih tunggil bendéga sané nyarengin upacara inucap. M. Untung malih nuturang, wus upacara petik laut kamargiang, para bendéga mapangapti molihang asil/bé sané maliah. Santukan, krama sané meneng irika akéhan ngruruh pangupajiwa ring segara. “Ketah, wus upacara petik laut, piolihan bé para bendéga pastika lewih akéh. Yéning mangkin yukti kantun sepi,” baosnyané. Sangkaning parindikan punika, bendéga ring Pasisi Muncar setata ngamargiang upacara petik laut nyabran Muharam utawi Suro sajeroning pananggalan Jawa. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banyuwangi, H. Hasan Basri maosang, petik laut boya sawates upacara nunas waranugraha sané kamargiang para bendéga irika. Upacara irika taler kadadosang pinaka agenda pariwisata tahunan ring Banyuwangi. Santukan pamargin upacara petik laut

ring Muncar rumasuk upacara ageng. “Parikrama upacara puniki setata kamargiang nyabran warsa. Pangaptiné, asil saking ngrereh bé ring segara maliah,” tuturnyané. Warsané puniki, baos dané, upacara petik laut puniki karaménin antuk pacentokan ngias jukung miwah manggang bé

masal. Pangaptiné, Muncar sané kasub pinaka désa sané ngasilang bé puniki dados genah destinasi wisata anyar ring Banyuwangi. “Para bendéga iriki kantun pageh ngamargiang tata cara ngrereh bé antuk cara tradisional. Puniki sané dados cihna ring Muncar,” dané nguntatin. (kmb30/uma)

Satua

Atur Piuning

Pujawali ring Pura Agung Pulaki MAPAIKETAN ring parikrama pamargin Upacara Pujawali Pura Agung Pulaki lan Pasanakan Ida ring Kecamatan Gerokgak rauh ring raina Purnamaning Sasih Kapat, Wraspati Wariga, 5 Oktober 2017. Pujawali pacang masineb ring raina Wraspati Warigadian, 12 Oktober 2017. Ngeninin indik pula-pali upacara sampun kamargiang ngawit raina Saniscara Gumbreg, 30 September 2017 lintang antuk déwasa nanceb nglantur musanain palinggih miwah étéh-étéh pénjor. Lanturan éédan upacara sané pacang kamargiang kapaparang sakadi ring sor puniki. Daweg raina Wraspsti Wariga, 5 Oktober 2017 pinaka puncak

karya, Ida Bhatara sané malinggih ring Pura Agung Pulaki katuran piodalan. Daweg raina Sukra, 6 Oktober 2017, sampun kamargiang pujawali ring Pura Melanting. Kalanturang daweg raina Saniscara, 7 Oktober 2017 sampun kamargiang pujawali ring Pura Kertakawat. Ring rainané mangkin, Redité, 8 Oktober 2017 pacang kamargiang pujawali ring Pura Pemuteran. Rainané bénjang pacang kamargiang pujawali ring Pura Pabéan. Mawit raina Anggara Warigadian, 10 Oktober 2017 rauh ring raina Wraspati Warigadian, 12 Oktober 2017, Ida Bhatara katuran nyejer ring Pura Agung Pulaki lan pasanakan Ida. Sapisanan ring raina Wraspati

Warigadian, Ida Bhatara katuran ngluhur/masineb. Ring raina Sukra Julungwangi, 20 Oktober 2017 pacang kamargiang bhakti pakelem ring Ulun Danu Tamblingan. Wantah sakadi asapunika dudonan upacara pujawali sané pacang kamargiang saha atur piuning sané prasida kaunggahang. Majeng ring ida dané sinamian kaaptiang mangda prasida rauh pedek tangkil ngaturang bhakti manut dudonan karya sané sampun kapaparang iwawu. Dumogi iraga sareng sami ngamolihang karahayuan saha karya sané kamargiang prasida labda karya sidaning don. ***

Désa Jimbaran Olih : Madé Taro NÉNTEN sué, Dukuh Sakti ngemasin padem. Sadurung padem, Dukuh Sakti mabesen ring sisyané sané sampun sakadi putranidané. “Cening! Galah Bapa sampun nandes telah. Cening patut mamargi Kelod Kauh. Cening patut meneng ring wewidangan Pura Uluwatu! Margiang kaweruhan sané polihang Cening puniki anggén ngwantu krama sané muatang wantuan Ceningé!” Sebet kayun Dalem Putih matilar saking pondok Dukuh Sakti sané sampun padem punika. Manut dané, genahé punika wantah pinaka pasraman sané ngicén anggané kaweruhan sané paripurna. Sakéwanten, dané patut ngamargiang titah saking guruné sané kangken pinaka rerama. Risampuné nglintangin alas sané bet, tangkid, tlabah miwah bukit, Dalem Putih rauh ring wewidangan Uluwatu, sisi Kelod Pulo Bali. Irika dané ngamargiang kahuripané sané anyar, ngabas alas tur ngwangun pondok alit. Sapangrauh Dalem Putih ring wewidangan punika gelis kaélingin krama irika. Napimalih risampuné krama uning Dalem Putih pinaka balian sané sidhi. Sampun akéh krama sané seger sangkaning nunas tamba ring Dalem Putih. Lanang sané alep pangus punika boya wantah kasub sidhi, taler jemet saha becik matatakrama miwah nyinggihang krama irika. Mawinan punika, akéh anak istri sané kadaut ring Dalem Putih. Pamuput Dalem Putih marabian sareng anak istri pinih listuayu ring désa inucap. Sedek dina anu, wénten anak lanang sané singgah ring pondok Dalem Putih. Daweg punika dané kantun magarapan ring carik, tamiu sané rauh wantah kasapa sang istri. “Ampurayang, kurenan tiang kantun magarapan ring carik, yéning jeroné kayun jantos dumun,” sapa sang istri saha matilar ka cariké. Sang istri mikayunin anaké punika tuara tur sedekan sungkan. Anggané berag aking, mabusana kumel, paliatné taler sayu. Ri kala sang kalih rauh ring pondok, tamiu punika sampun ical. Dalem Putih sangsaya, sané rauh wantah duratmaka. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu Umanis, 8 Oktober 2017

9

SPORT

Hamilton Start Terdepan di Jepang

HAL 12

Pengaruh Catalonia Merdeka bagi Barca

Klub-klub di Catalan: 1. FC Barcelona 2. RCD Espanyol 3. Girona FC 4. CE Europa 5. Gimnastic de Tarragona 6. UE Lleida 7. CD Condal 8. Terrassa FC 9. CF Badalona 10. CE Sabadell FC 11. UE Llagostera 12. UE Figueres 13. UE Sant Andreu 14. Palamos CF 15. CE Jupiter 16. EC Granollers 17. CFJ Mollerussa

Barcelona –

Hasil referendum menyebutkan bahwa Catalonia akan memisahkan diri dari Spanyol. Hal ini diikuti dengan kerusuhan yang menjalar ke berbagai aspek, termasuk sepak bola. Barcelona terpaksa menjamu Alaves tanpa penonton karena hasil referendum tersebut. Mengapa referendum dilakukan? Catalonia adalah wilayah kaya dengan penduduk 7,5 juta orang di timur laut Spanyol, yang memiliki bahasa dan budaya sendiri. Wilayah itu menikmati otonomi tingkat tinggi, namun tidak diakui sebagai negara sendiri dalam konstitusi Spanyol. Tekanan untuk melakukan penentuan nasib sendiri meningkat selama lima tahun terakhir. Namun pada pemilihan regional 2015 yang dimenangi oleh sebuah aliansi partai pro-kemerdekaan, sekitar 40 persen pemilih mendukung partai-partai yang loyal kepada Spanyol. Madrid berpendapat Catalonia sudah menikmati otonomi luas, seperti yang diberlakukan untuk daerah lain, seperti Basque dan Galicia. Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy, mengatakan pemungutan suara bertentangan dengan konstitusi yang mengacu pada kesatuan tak terpisahkan dari Bangsa Spanyol. Juru bicara pemerintah pusat Iñigo Mendez de Vigo, malah menuduh pemerintah Catalan bersikap tidak fleksibel dan sepihak. Bagaimana pun unjuk rasa oleh pegiat kemerdekaan sejauh ini terus berlangsung damai. “Saya tidak percaya akan ada yang akan menggunakan kekerasan atau memprovokasi melakukan kekerasan, sehingga akan merusak citra gerakan pembebasan Catalan,” kata pemimpin Catalan Carles Puigdemont, Sabtu (7/10) kemarin. Dilihat dari sisi sepak bola, tentunya referendum akan berimbas pada klub yang berasal dari Catalonia, salah satunya Barcelona. Dengan adanya kemerdekaan Barcelona mungkin saja tidak akan lagi diizinkan berkompetisi di La Liga, kompetisi yang telah berlangsung sejak 1929. Akan tetapi, Presiden La Liga Javier Tebas menyatakan

Barca bisa saja tetap bertahan di La Liga walau Catalan telah merdeka. Barcelona bukan satu-satunya klub yang akan terpengaruh oleh kemerdekaan itu, klub seperti Girona dan Espanyol juga merupakan klub Catalan yang berlaga secara nasional di Spanyol. “Dalam dunia olahraga, hal seperti itu harus jelas. Tidak mudah untuk menjalin kesepakatan dan mempelajari undang-undang Spanyol tapi jika klub-klub Catalan bisa melakukan itu, maka mereka tidak akan bisa bermain di La Liga Spanyol, tapi saya harap itu tak terjadi,” kata Tebas. Sebagai alternatif dari La Liga kemungkinan besar liga Catalan yang akan diikuti klub seperti Barcelona, Espanyol, Girona dan yang lainnya akan berkembang. Telah terdapat beberapa liga Catalan di bawah payung asosiasi sepak bola Spanyol yang dikelola oleh FCF (asosiasi sepak bola Catalan). Akan tetapi, kompetisi tersebut akan dilihat sebagai liga baru di mata UEFA. Itu artinya, nilai koefisien mereka harus dimulai dari awal sebagai negara baru. Hal tersebut akan mempengaruhi jatah untuk tampil di kompetisi, seperti Liga Champions dan Liga Europa. Mereka tidak bisa lolos secara otomatis ke fase grup dan terpaksa memulai dari babak kualifikasi. Melihat beberapa klub Eropa sudah banyak yang tidak bermain di negara asalnya, contohnya seperti klub Wales Swansea City di Liga Primer Inggris-Barca bisa mengi-

kuti jejak tersebut, tapi akan dibutuhkan proses birokrasi yang panjang sebelum bisa mewujudkannya. Asosiasi yang punya otoritas seperti FIFA, UEFA, LFP menyetujui kepindahan seperti itu, tapi bukan berarti akan terjadi transisi diplomatis yang mudah. Para klub suporter dan komunitas lainnya berhak mengajukan penolakan. Selain klub, pemain juga menerima efek dari kemerdekaan ini. Setelah pertentangan terkait kemerdekaan Catalan terus meningkat, harian setempat melaporkan bahwa Lionel Messi kemungkinan akan meninggalkan klub jika kemerdekaan itu benar-benar terjadi. Namun, sejauh ini belum ada alasan kuat untuk mempercayai kabar bintang asal Argentina tersebut akan hengkang hanya karena adanya perubahan wajah politik. Meski demikian, jika salah satu aspek yang dipertimbangkan adalah seperti yang Tebas sebut dalam argumennya, bahwa Barca tidak akan lagi menjadi salah satu klub top Eropa, kemungkinan Messi untuk hengkang akan semakin besar. Klub akan kesulitan membuat para pemain terbaik dunia tertarik bergabung jika mereka gagal mempertahankan level di jajaran elite sepak bola Eropa, tanpa membahas terkait kekuatan finansial. Barca sendiri menyatakan akan mendukung sepenuhnya kemerdekaan Catalonia. (kmb33/rtr)

Pique, Dimusuhi dan Dipuji Alicante – Seperti sebelumnya, Gerard Pique disoraki suporter timnas Spanyol saat tampil di laga melawan Albania. Tapi Pique juga sempat mendapat sambutan positif. Pique menjadi sorotan sejak sebelum pertandingan melawan Albania digelar. Bek Barcelona itu menimbulkan kontroversi menyusul dukungan yang ia tunjukkan untuk referendum kemerdekaan Catalunya. Akibatnya, Pique jadi musuh pendukung timnas Spanyol. Ia disoraki saat mengikuti sesi latihan pada Senin (2/10) lalu. Bahkan sampai ada suporter yang membentangkan poster bertuliskan ‘Pique Fora’

(Pique Pergi). Siulan untuk Pique berlanjut ke pertandingan melawan Albania di Estadio Jose Rico Perez, Alicante, Sabtu (7/10) dini hari kemarin. Saat namanama pemain yang jadi starter dibacakan lewat pengeras suara di stadion, Pique jadi satu-satunya pemain yang dapat siulan paling kencang. Situasi itu berlanjut sampai laga dimulai. Pique masih disoraki suporter saat memegang bola. Tapi Pique rupanya juga mendapat sambutan positif. Saat Pique ditarik keluar di menit ke-60, sejumlah suporter tampak memberi tepuk tangan untuk bek berusia 30 tahun itu.

Sikap suporter yang memberi sambutan baik untuk Pique mendapat pujian dari pelatih Spanyol Julen Lopetegui. Kini dia berharap suporter bersatu untuk mendukung Pique. “Suporter malam ini fenomenal. Saatnya mulai kembali fokus ke hal-hal positif soal sepak bola dan negara kami,” Lopetegui mengatakan. “Ini seperti ketika Anda melihat sebuah lukisan dan Anda hanya terpaku pada setitik debu. Kita harus merayakan hal-hal bagus dan kami melakukannya di ruang ganti, di mana kami menyanyi dan menari,” katanya. (kmb33/rtr)


Bola

10

Minggu Umanis, 8 Oktober 2017

Debut Sempurna Dua Pemain Alicante – Striker timnas Spanyol Rodrigo Moreno mengaku senang akan gol cantiknya ke gawang Albania, Sabtu (7/10) dinihari kemarin. Selain Rodrigo, Alvaro Odriozola juga memainkan laga pertamanya untuk La Furia Roja. Bek kanan 21 tahun Real Sociedad itu dipasang sebagai starter menggantikan Dani Carvajal. Dia bermain impresif dan menyumbang satu assist. Rodrigo membuka keunggulan Spanyol dalam kemenangan 3-0 di babak Kualifikasi Piala Dunia 2018. Pemain 26 tahun tersebut mencetak gol pada menit ke-16 lewat assist Isco. Menyambut bola dengan sundulan, dengan sekali kontrol dia melepaskan tendangan setengah voli ke gawang Albania menaklukkan kiper Etrit Berisha. “Kerja bagus di depan gawang! Ini adalah masalah kerja keras dan dedikasi. Tim ini banyak membantu saya untuk mendapatkan semuanya dengan benar,” ucap Rodrigo. Selebihnya, dua gol Spanyol dilesakkan oleh

Isco serta Thiago Alcântara pada menit ke-23 dan 26. Kemenangan ini membuat La Furia Roja mendapat tiket lolos otomatis ke Piala Dunia 2018 Rusia dengan status juara Grup G. “Saya sangat puas dan bahagia, terutama untuk kemenangan ini,” tutur pemain klub Valencia tersebut. “Ini pertandingan yang hebat, terutama di 30 menit pertama. Kemenangan ini pantas untuk kami,” ucapnya. Spanyol tinggal menghadapi Israel di partai terakhir Kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa. Laga digelar pada Selasa (10/10) nanti di Stadion Teddi Malcha, Yarussalem. Itu untuk pertama kalinya Moreno dipanggil ke skuad Timnas Spanyol. Terakhir kali pemain kelahiran Rio de Janeiro, Brasil 26 tahun silam itu tampil untuk pasukan La Furia Roja pada tiga tahun silam. Moreno baru sekali menjalani laga internasional untuk skuad senior Spanyol, yakni pada 13 Oktober 2014 di ajang kualifikasi Euro 2016. Dia tampil sebagai

cadangan pada laga debutnya menggantikan Diego Costa pada menit ke-82, menyediakan asist bagi gol keempat Spanyol yang dicetak Juan Bernat pada laga melawan Luksemburg yang berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan tim Spanyol. Debut Odriozola mengaku sangat senang dengan debutnya. “Debut saya! Luar biasa,” kata Odriozola. “Debut, starter, assist, tiga poin dan kelolosan. Ini semua seperti mimpi,” imbuhnya. Odriozola mengungkapkan, kalau performa bagusnya melawan Albania tak lepas dari peran pelatih Julen Lopetegui. “Julen bilang agar saya bermain seperti yang biasa saya lakukan bersama Real Sociedad. Dia mengatakan, kalau dia tahu semua yang bisa saya berikan untuk tim. Piala Dunia! Jika bisa masuk skuat, maka mimpi saya akan jadi nyata. Namun jalan ke sana masih panjang. Yang akan terjadi, terjadilah,” tutupnya. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

Hary Kane

Kane Sedang di Puncak London – Stiker Tottenham Harry Kane mengaku sedang berada dalam bentuk permainan terbaiknya setelah tampil sangat tajam belakangan ini. Namun ia berharap bisa terus mempertahankan performa gemilangnya tersebut. Penampilan Kane musim ini memang cukup impresif. Bomber berusia 24 tahun itu sudah mencetak sebelas gol untuk Tottenham, baik di ajang Premier League maupun Liga Champions. Selain itu, Kane juga tak kalah hebat ketika membela timnas Inggris. Ia mencetak gol tunggal kemenangan The Three Lions saat melawan Slovenia, sehingga memastikan negaranya lolos ke Piala Dunia tahun depan. Kane tentu saja merasa sangat senang dengan pencapaiannya sejauh ini. Namun ia berharap bisa terus tampil gemilang dalam setiap pertandingan. “Saya merasa bagus. Secara fisik bagus, dalam setiap pertandingan saya berharap bisa mencetak gol dan ingin mencetak gol. Saya hanya ingin mempertahankannya. September sangat fantastis buat saya, semoga Oktober bisa lebih baik lagi. Itu adalah hal yang hebat bisa terus meningkat. Kami akan menjalani bulan yang sibuk ke depan dan mari kita lihat apa yang terjadi,” ujarnya, Sabtu (7/10) kemarin. Menurut Kane, apa yang ia torehkan saat ini membuatnya mengingat masa lalu. Saat masih anak-anak dulu, ia terbiasa mencetak gol bah-

kan bisa enam sampai tujuh dalam satu pertandingan. “Saya belum pernah melalui yang seperti ini dalam karier profesional saya. Ini seperti sewaktu saya anak-anak. Saya harap semuanya semakin baik,” kata Kane dikutip dari ESPN, Sabtu (7/10). Kapten timnas Inggris ini menambahkan, saat ini ia merasa berada dalam kondisi yang sempurna. Baik fisik maupun mental, Kane menilai tubuh dan pikirannya sedang sangat tangguh. Hal inilah yang membuat Kane selalu fit di setiap pertandingan. Pemain jebolan akademi Spurs ini mengatakan, di setiap pertandingan ia selalu berpikir bisa mencetak gol. “Saya hanya ingin seperti ini. Saya ingin terus berkontribusi dan memberikan yang terbaik bagi klub dan negara,” kata Kane. Kane dikenal mampu menjaga penampilannya dalam urusan mencetak gol. Tak heran trofi sepatu emas Liga Primer Inggris selalu jatuh ke pangkuannya dalam dua musim terakhir. Ban kapten

tim Tiga Singa pun kini melekat di lengannya.

musim. Posisi pelatih Bayern kosong setelah Ancelotti dipecat pekan lalu. Pelatih asal Italia itu diberhentikan tak lama setelah Bayern dikalahkan

Paris Saint-Germain di Liga Champions. Bayern kemudian menjatuhkan pilihannya kepada Heynckes untuk mengisi posisi pelatih. Pria berusia 72

Pindah Kane memberi sinyal positif kepada Real Madrid untuk pindah ke Santiago Bernabeu pada suatu saat nanti. Dia mengaku tidak bisa memastikan, apakah akan menjawab ya… atau tidak saat mendapat kesempatan tersebut. Real Madrid sedang mencari penyerang baru dengan kualitasi mumpuni. Menurunnya performa para penyerang Los Blancos membuat manajemen mencari alternatif. Selain itu, klub raksasa Liga Spanyol tersebut harus segera melakukan peremajaan. Ini mengingat lini serang peraih 12 gelar Liga Champions tersebut, yang dihuni Cristiano Ronaldo, Karim Benzema dan Gareth Bale sudah tidak muda lagi. Rumor yang berkembang menyebutkan bahwa Real Madrid menjadikan Kane sebagai pilihan utama setelah gagal memboyong mantan

striker AS Monaco, Kylian Mbappe yang lebih memilih Paris Saint-Germain. Ketika ditanya soal kabar tersebut, Kane mengaku bahagia di Tottenham. Meskipun demikian, penyerang internasional Inggris ini tidak menutup kemungkinan mengikuti jejak bekas dua bintang Tottenham, Gareth Bale dan Luka Modric untuk bergabung ke Bernabeu. “Saya pantang untuk mengatakan ya atau tidak. Anda tidak bisa menolak segala kemungkinan. Saya sangat bahagia di Tottenham, tetapi kita lihat saja apa yang akan terjadi,” ucap Kane “Pindah ke Real Madrid adalah bukan sesuatu yang ingin saya lakukan, tetapi Anda tidak bisa mengabaikan segala kemungkinan yang ada,” katanya. Berdasarkan laporan dari jurnalis El Chiringuito, Eduardo Inda, presiden Real Madrid Florentino Perez telah melakukan kontak dengan Tottenham untuk memboyong Kane. “Real Madrid telah bertanya kepada Tottenham tentang pembelian Harry Kane. Real Madrid sudah tahu harga yang harus mereka tebus: 200 juta euro (sekitar Rp 3,2 triliun),” ucap Inda. Sungguh sebuah angka yang fantastis. (kmb33/rtr/afp)

Heynckes Kembali ke Munich Munich – Bayern Munich sudah menemukan pengganti Carlo Ancelotti. Jupp Heynckes kembali direkrut untuk menangani Bayern sampai akhir

Jupp Heynckes

BPM/rtr

tahun itu akan menangani Bayern mulai 9 Oktober sampai 30 Juni 2018, alias akhir musim ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Jupp karena dia menerima tawaran menjadi pelatih kepala. Dia adalah pelatih ideal untuk FC Bayern saat ini,” CEO Bayern Karl-Heinz Rummenigge mengatakan seperti dilansir situs resmi klub, Sabtu (7/10) kemarin. Heynckes sebelumnya sudah pernah melatih Bayern di tiga periode. Dia kemudian memutuskan untuk pensiun setelah mengantar Bayern memenangi treble pada 2013. “Saya tidak akan kembali ke klub lainnya di dunia, tapi FC Bayern Munich sangat dekat dengan hati saya. Staf pelatih dan saya sekarang akan melakukan segalanya untuk mengembalikan sepak bola sukses untuk fans,” Heynckes menyatakan. “Saya sangat menantikan tantangan ini,” katanya. Heynckes pernah melatih Bayern pada 1987-1991, 2009, dan 2011-2013. Selama tiga periode itu Heynckes mempersembahkan delapan trofi untuk Die Roten. (kmb33/rtr)

Rodrigo Moreno

BPM/rtr

Tanpa Bale, Wales Tundukkan Georgia 1-0 Tbilisi – Wales menjaga peluang untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2018, dengan mengalahkan Georgia. Tampil tanpa Gareth Bale yang cedera, Wales menang 1-0. Dalam pertandingan di Boris Paichadze Dinamo Arena, Sabtu(7/10) kemarin. Bintang Real Madrid itu mengalami cedera pada betisnya. Wales sempat dapat peluang bagus di menit-menit awal paruh pertama. Tapi tendangan Aaron Ramsey yang menerima bola dari Tom Lawrence masih melebar dari gawang. Secara keseluruhan Wales dan Georgia sama-sama kesulitan menciptakan peluang di babak pertama. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum. Wales baru memecah kebuntuan empat menit setelah laga babak kedua dimulai. Ramsey mengirim bola kepada Lawrence yang kemudian melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti untuk memberi Wales keunggulan. Dengan kemenangan ini Wales masih menempati peringkat kedua klasemen Grup D dengan 17 poin dari sembilan laga. Mereka tertinggal satu angka dari Serbia

yang ada di puncak klasemen dan unggul empat angka dari Republik Irlandia. Wales pun masih berpeluang untuk melaju ke putaran final Piala Dunia 2018. Di pertandingan terakhir tim arahan Chris Coleman itu akan menjamu Republik Irlandia pada 9 Oktober mendatang. Dengan satu laga tersisa, the Dragons akan lolos secara otomatis ke Rusia tahun depan, kalau mereka mengalahkan Republik Irlandia di Cardiff dan Serbia gagal mengatasi Georgia pada laga terakhir kualifikasi. Wales setidaknya bisa melaju melalui babak play-off, kalau mereka meraih hasil imbang melawan Republik Irlandia dengan tetap berada di urutan kedua klasemen grup. Tapi, kekalahan dari Republik Irlandia yang tertinggal satu angka dari Wales, akan membuyarkan impian The Dragons. Karena itu Coleman tak ingin terlena dengan kemenangan ini. Pelatih asal Inggris ini menekankan agar para penggawa Wales bekerja keras dan mempertahankan usaha mereka. Laga kontra Republik Irlandia diprediksi bakal ber-

langsung sengit, karena menentukan nasib Wales ke Piala Dunia. “Itu akan semakin menjadi ketat di grup ini dan saya rasa itu akan selalu menyerah kepada pertandingan terakhir,” kata dia. Wales kini tak terkalahkan dalam sembilan laga internasional terakhir mereka, yakni empat menang, lima imbang. Mereka juga telah memenangkan tiga laga berturutturut tanpa kebobolan gol untuk pertama kalinya sejak September 2015. Hasil ini juga merupakan kemenangan pertama Wales melawan Georgia dalam kompetisi internasional. Setelah sebelumnya mencatat satu hasil imbang dan tiga kekalahan dalam empat pertemuan terakhir mereka. Coleman pun memuji performa para pemain asuhannya. Pelatih berusia 65 tahun ini mengatakan para pemain Wales tidak tampil mengecewakan. Padahal menurutnya, itu adalah laga yang sulit dan terkadang memberikan kesulitan bagi mereka. “Kami membuat beberapa situasi yang hebat yang tidak selalu kami capai, tapi komitmen dari para pemain luar biasa,” kata Coleman. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

FANS - Tim Nasional Wales berterima kasih pada fans mereka usai menaklukkan Georgia, Sabtu (17/10) kemarin.


Juara

11

Minggu Umanis, 8 Oktober 2017

Takahide Swimming Centre Klungkung Pimpin KRAPSI

PROFIL

BPM/nel

Made Pica

Minim ”Event”

Putu Pande Lisa Primasari (KU-4) di nomor 100 meter gaya dada, Made Ananda Raditya Ciptadama (KU-2), di nomor 200 meter gaya bebas, Galang Indra Suranto (KU-2), di nomor 100 meter gaya punggung. Kejurnas KRPASI memperebutkan Piala Wali Kota DIY V/1017 masih menyisakan sehari, Minggu (8/10 ini, dan peluang menambah pundi-pundi medali bagi perenang TSC terbuka lebar, Galang di nomor 1.500 meter gaya bebas, Raditya di nomor 100 meter gaya bebas, Ni Putu Pande Lisa Primasari di 200 meter gaya bebas, 50 meter gaya kupu-kupu, serta 200 meter gaya dada, termasuk estafet gaya ganti putra juga berpeluang mendulang medali emas. (022)

Denpasar (Bali Post)Takahide Swimming Centre (TSC) Klungkung memimpin sementara sampai hari kedua, Sabtu (7/10) kemarin dalam Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI), memperebutkan Piala Wali Kota DIY V/2017 di Kolam Renang Universutas Negeri Yogyakarta (UNY). TSC mengoleksi 13 emas, sebelas perak dan sembilan perunggu. Dalam kejuaraan yang diikuri 106 klub renang se-Indonesia, ke-13 medali emas dipersembahkan atletnya Satria Andrew Tan (KU-3) di 50 meter, 200 meter dan 400 meter gaya bebas, 100 meter, 200 meter dan 400 meter gaya ganti, serta 50 meter dan 100 meter gaya punggung. Emas lainnya diperoleh perenang Ni Perolehan Medali Sementara:

KAPTEN sepak takraw Kota Denpasar Made Pica, mengaku tumben prestasi Denpasar juara umum di ajang Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Dari delapan nomor yang dipertandingkan, Denpasar memborong empat emas di nomor tim, beregu, double event team, dan double event. ‘’Prestasi yang kami capai ini merupakan kerja keras,’’ kata pemain sepak takraw kelahiran Denpasar, 28 Januari 1998 ini. Pica sendiri mulai menekuni sepak takar sejak duduk di bangku kelas IV SDN di Padangsambian. ‘’Awalnya sekadar hobi, saya dilatih Pak Agung Arka,’’ kenang mahasiswa semester III FPOK IKIP PGRI Bali ini. Bakat dan talenta Pica terhadap sepak takraw makin mencolok, hingga dia melanjutkan ke SMPN 2 Denpasar dan SMAN 7 Denpasar. Pica mulai tampil di Porprov sejak di Denpasar 2013, kemudian di Buleleng 2015. ‘’Saya baru dipercaya memegang ban kapten pada Porprov 2017 ini,’’ sebut putra kedua pasangan Ketut Arianta dan Ni Luh Sri Nadi. Ia mengaku tim Denpasar berlatih keras, sampai berguru ke Jepara, Jateng. ‘’Selama training camp di Jepara, kami biasa berlatih bersama atlet pelatnas, bahkan mengikuti kejurnas di Kendal, Jateng,’’ jelasnya. Pica merasa mendapatkan ilmu saat berlatih di Jepara, termasuk masukan dari pelatih timnas Suko. ‘’Pak Suko tak segan-segan membagikan ilmu kepada kami tentang teknik passing, tekong, umpan sampai smes,’’ jelas Pica. Hanya dirinya mengakui, event sepak takraw di Bali sangat minim. Hal ini tentu berbeda dibandingkan di Jateng yang rutin menggelar turnamen tiap dua bulan. ‘’Kendati demikian, saya tetap rutin berlatih ditangani Farid Ahmad dan Gede Udiana Putra,’’ tuturnya. Pica dipastikan menerima bonus puluhan juta rupiah. ‘’Uangnya saya pakai usaha sembako kecil-kecilan dulu, sambil membantu orangtua. (nel)

1. TSC Klungkung 2. Petrokimia Gresik 3. Elang Laut Denpasar 4. Telaga Biru Denpasar 5. Millenium Jakarta

13 11 10 9 9

11 13 2 5 1

9 17 0 7 6 BPM/wan

PATOK MENANG - Tim tuan rumah Bali United dalam menjamu lawannya, Arema samasama mematok target menang dalam lanjuan Kompetisi Liga 1 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (8/1) malam ini, pukul 19.30 Wita.

Bali United dan Arema Targetkan Kemenangan

Mangupura (Bali Post)-

Tim tuan rumah Bali United dan tamunya, Arema Malang sama-sama mematok target memenangkan laga dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (8/10) malam ini pukul 19.30 Wita. Tim tuan rumah dipastikan tak diperkuat Marcos Abel Flores Benard sambil menungu perkembangan kondisi kapten Fadil Sausu.

BPM/ist

TSC KLUNGKUNG - Perenang TSC Klungkung Satria Andrew Tan (kanan) bersama Ni Putu Pande Lisa Primasari.

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro di Kuta, Badung, Sabtu (7/10) kemarin menjelaskan, bomber asal Belanda Sylvano Comvalius bersama kompatriot Nick van der Velden, plus naturalisasi asal Negeri Kincir Angin Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly siap diturunkan. Di mata Widodo, Tim Singo Edan sosok tim tangguh di semua lini. Namun dirinya sudah membekali asuhannya untuk membongkar benteng pertahanan Arema. ‘’Anak-anak saya instruksikan menggempur dari segala lini. Apalagi laga kandang ini wajib meraup tiga poin. Saat yakin ada celah di tim Arema yang bisa diterobos anak-anak untuk memborbardir pertahanan Arema,’’ ucap Widodo.

Dia tak mempersoalkan asuhannya dipanggil dan memperkuat timnas Merah Putih. ‘’Justru saya bangga pemain Bali United memperkuat timnas. Hal ini membuktikan pembinaan berhasil,’’ tutur Widodo. Dirinya sudah mempersiapkan taktik jitu untuk membongkar pertahanan Arema. Sementara seorang pemain Bali United M. Taufiq mengakui Arema tim yang solid, namun dirinya yakin bisa memenangkan laga, asal para pemain mau bekerja keras. Pemain Arema Hanif Sjahbandi juga mematok tiga poin bagi timnya. ‘’Materi pemain Bali United di lini tengah cukup mumpuni, tetapi skuad kami juga tak kalah kualitas dan duel di lini tengah inilah

yang seru,’’ kata Hanif. Bagi Hanif, kemenangan atas Bali United merupakan modal penting buat timnya dalam melakoni Kompetisi Liga 1. Di sisi lain, pelatih Arema Joko ‘Gethuk’ Susilo mengemukakan, tradisi Arema yang sering memenangkan laga saat dijamu Bali United di Stadion Dipta, tak bisa dipakai tolok ukur. ‘’Saya kira beda zaman dan kini Bali United menunjukkan kemajuan pesat, hingga menyodok ke papan atas,’’ sebut Joko Gethuk. Kendati demikian, asuhannya siap menjinakkan Tim Serdadu Tridatu di depan pendukung setianya. ‘’Motivasi anak-anak kuat sekali untuk memenangkan laga,’’ sebut Joko Gethuk. (022)

Timnas U-19 Siap Jinakkan Thailand Atlet Balap Sepeda BPM/ist

Ni Kadek Heni Prikasih

Masuk SMA Ragunan

TAEKWONDOIN Badung Ni Kadek Heni Prikasih, baru saja menyabet medali emas pada nomor kyorugi kelas -46 kg, di ajang Porprov Bali XIII/2017. Berkat menekuni cabor bela diri asal Korea ini, Kadek Heni berhasil masuk ke SMA Ragunan. Putri kedua pasangan Ketut Nuada dan Ni Putu Suartini, yang lahir di Banjar Peken Baleran, Kapal, Mengwi, Badung 28 Mei 2001 ini, mulai menggeluti taekwondo sejak duduk di bangku kelas IV SDN 4 Kapal. ‘’Kadek Heni belajar taekwondo mengikuti jejak sang kakak, Ni Putu Widya Puspa Dewi,’’ jelas Nuada. Putu Widya belajar taekwondo di sekolahnya SMA Triatma Jaya, Dalung, sedangkan Kadek Heni berlatih di Djang Kapal, yang dilatih Gus Dek. Namun, bakat dan talenta Kadek Heni makin mencolok, ketika turun di Porjar Badung maupun Porjar Bali, langganan juara. Bahkan prestasinya terus berkibar sampai Kadek Heni duduk di bangku SMPN 2 Mengwi. ‘’Sebenarnya sifat Kadek Heni pendiam, tetapi semangatnya tinggi sekali jika berlatih taekwondo,’’ timpal sang ibu Ni Putu Suartini. Karena itu, ketika ada tawaran mengikuti tes seleksi masuk ke SMA Ragunan, Kadek Heni kontan menyetujuianya. ‘’Kadek Heni sudah duduk di bangku kelas 1 SMAN 1 Mengwi, saya ikhlas walaupun dia harus mengulangi lagi di kelas 1 SMA Ragunan, sebab kurikulumnya berbeda,’’ kata Nuada. Nuada yakin dirinya yang hanya seorang petani, tetapi putrinya sampai bersekolah ke Ibu Kota, berkat pemberian Ida Sang Hyang Widhi Wasa. ‘’Saya sering mengontak Kadek Heni, saya ingatkan agar tetap rajin sembahyang walaupun tinggal di Jakarta,’’ demikian pesan Nuada. Sebagai orangtua, Nuada mendukung karier sang putri. ‘’Asalkan bertanding di Bali, saya pasti mendampinginya,’’ tuturnya. Kadek Heni bercita-cita menjadi polwan, dan bonus emas Porprov Rp 55 juta akan ditabungnya. Berbagai prestasi juara disandangnya, seperti Mangupura Taekwondo International Championship (2017), Bali Open International Taekwondo Tournament (2015), serta Maestro Bali Taekwondo Tournament (2013). (nel)

Jakarta (Bali Post)Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 sudah mempersiapkan beberapa strategi, guna menjinakkan Thailand dalam laga pertandingan persahabatan di Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (8/10) ini pukul 19.30 wita. “Dalam laga ini adalah salah satu bentuk guna mempersiapkan tim kami mengikuti ajang Piala Asia 2018 di Korea Selatan (Korsel),” kata Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri di Kabupaten Bekasi, Sabtu (7/10) kemarin. Menurut dia, dalam pertandingan ini selain mempersiapkan juga sebagai pengukur kemampuan dalam Piala Asia 2018. Dikarenakan Tim Nasional Thailand juga mengikuti ajang tersebut. Dalam laga persahabatan ini, memang tidak mempersiapkan strategi utama, guna mengalahkan Thailand, namun lebih menitikberatkan pengukuran gaya permainan lawan. Hal ini nantinya dapat digunakan dalam melihat sejauh mana kemampuan bermain Thailand, secara penguasaan strategi dasar, utamanya dalam mengolah bola dengan memadukan strategi permainan. Tentunya dalam hal ini dapat memunculkan pola permainan baru, pada pertandingan di Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi. Namun, perlu juga disadari bila anak asuhannya akan jauh lebih memanfaatkan pola permainan klasik. Pasalnya, dengan cara itu dapat lebih mengetahui celah permainan dari Timnas Thailand. Ia menambahkan, dalam laga pertandingan persahabatan anak asuhnya bakal memperagakan permainan atraktif. Itu sebagai sebab target utama Indonesia dalam laga

PON Papua U-21

BPM/ant

LEWAT - Pemain Timnas Indonesia U-19 Egy Maulana Vikri (kiri) menggiring bola melewati pemain Timnas Kamboja U-19 Chhoeung Visinu, dalam pertandingan persahabatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/10) lalu. Timnas Indonesia U-19 menang 2-0. tersebut, adalah menang. Namun kemenangan tersebut harus juga diikuti perjuangan guna menaklukkan Thailand di Piala Asia 2018. Dengan begitu, perjuangan dalam setiap usaha pasti akan dapat dirasakan oleh anak-anak asuhnya. Pasalnya, setiap pertandingan dengan negara-negara lain pasti memiliki kepuasan yang berbeda. Sementara itu, Pelatih Tim Nasional U-19 Thailand, Marc Alavedra Palacios mengaku bakal mewaspadai permainan anak asuh Indra Sjafri yang kerap berlamalama saat menguasai bola. Selain mewaspadai pola penguasaan bola Indonesia juga harus tetap melakukan penjagaan pada lini belakang.

Hal ini dikarenakan salah satu pemain Indonesia yang bernama Eggy sering kali berhasil menjebol daerah pertahanan melalui berbagai lini. “Itu yang menjadi pekerjaan utama, guna mempertahankan strategi bertahan dalam setiap lini, khususnya pertahanan,” katanya. Walaupun demikian, dalam laga persahabatan pada Minggu (8/10) akan menurunkan pemain baru. Ini dilakukan guna mengukur kekuatan daya serang dari Indonesia. “Saya percaya diri dan sudah melihat permainan lawan sebelumnya. Tapi pemain baru kami akan menjadi pemain yang bagus dan kita siap meladeni Indonesia,” katanya. (ant)

Denpasar (Bali Post)Atlet balap sepeda yang berlaga di ajang PON XX di Papua tahun 2020 mendatang, disepakati U-21. Keputusan tersebut muncul saar rakernas ISSI di Jakarta, 11-12 September lalu, betepatan dengan penyelenggaraan Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Sekum Pengprov ISSI Bali Nyoman Kertiyasa di Denpasar, baru-baru ini mengungkapkan, hasil juara Porprov Bali XIII/2017 lalu, usianya hampir pasti tidak dipakai. ‘’Sebab, jika mengacu hasil rakernas baru-baru ini, semestinya atlet balap sepeda yang dijaring pada hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali yakni U-18,’’ jelas Kertiyasa. Oleh sebab itu, pihaknya bakal menggelar event, kalau perlu rutin tiap tiga bulan sekali. Tujuannya untuk menyiapkan pembalap Pra-PON. ‘’Kalau Pra PON digelar setahun sebelum PON, berarti atlet yang disiapkan U-20, sehingga jika lolos PON bisa berlaga pada hajatan multievent empat tahunan antarprovinsi se-Indonesia di Bumi Cendrawasih. Jadi, kami harus merekrut pembalap pemula dan junior,’’ sebut Kertiyasa. Ia bertekad menyiapkan atlet balap sepeda sejak sekarang, sampai dengan pelaksanaan Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. ‘’Kami lihat dulu agenda Pra-PON, kalau Porprov lebih mendahului, berarti Porprov kami pakai ajang seleksi terakhir bagi atlet Pra PON,’’ tuturnya. Yang jelas Pengprov ISSI Bali berniat rutin menggelar seleksi per triwulan, guna menyiapkan pembalap sepeda Pra PON. ‘’Untuk sepeda gunung atau mountain bike (MTB), seleksi bisa di Baturiti, sedangkan road race bisa mengambil di jalan raya mana yang disepakati,’’ kata dia. (022)

BPM/ant

ATLET PON - Atlet balap sepeda yang berlaga pada PON XX di Papua, Tahun 2020 mendatang harus berusia U-21, berdasarkan hasil rakernas ISSI di Jakarta 11-12 Septemebr lalu.


12 Profil

Arena

Minggu Umanis, 8 Oktober 2017

Hamilton Start Terdepan di Jepang

Suzuka – Lewis Hamilton bertekad untuk memaksimalkan pole perdananya di Suzuka, dalam usaha meraih kemenangan sekaligus mengalahkan Sebastian Vettel yang akan start di posisi kedua. Hamilton menjadi pebalap dengan waktu putaran tercepat dalam kualifikasi GP Jepang, Sabtu (7/10) kemarin. Itu menjadi pole ke-71 dalam karier pebalap Mercedes tersebut, tapi baru yang pertama di Sirkuit Suzuka.

Senang Setim dengan Wade

JELANG NBA 2017-2018, shooting guard veteran Dwyane Wade dipastikan berpindah tim. Pebasket berusia 35 tahun itu dipastikan meninggalkan Chicago Bulls untuk gabung dengan Cleveland Cavaliers. Wade pun akan kembali bermain bersama sahabatnya, LeBron James di NBA 2017-2018. Wade sendiri memutus kontraknya dulu bersama Bulls dengan membeli sisa kontrak (buyout), sebelum resmi gabung Cavs. Wade disebut enggan kembali membela panji Bulls lantaran klub berlambang banteng itu sulit untuk bisa menjadi juara NBA. James sendiri pun sangat senang dengan kembali jadi rekan setim Wade. Seperti diketahui, keduanya pernah bermain bersama selama empat musim di Miami Heat, yakni pada 2010-2014 dengan mempersembahkan dua cincin juara NBA. James menilai kehadiran Wade memberi dampak positif buatnya dan juga tim. “Ini seperti ketika Anda masuk ke sekolah baru dan menemukan teman baik Anda. Ini akan jadi kelas yang menyenangkan dan bagus,” terang James seperti dilansir laman resmi NBA, Sabtu (7/10) kemarin.“Saya senang kami bisa mengamankannya dari kejaran tim lain. Kami cocok satu sama lain. Kami selalu seperti itu, terutama saat kami masih bermain bersama dan bahkan saat tidak saling sering bertemu. Saya menonton pertandingan dia dan dia pun sebaliknya,” kata megabintang Cavs berusia 32 tahun itu. (kmb33/rtr)

Sulit Temukan Kelemahan Ducati

RIDER Repsol Honda Dani Pedrosa menyanjung kemajuan yang sudah diperlihatkan Ducati, sampai-sampai tahun ini sulit menemukan kelemahan dari tim tersebut. Persaingan MotoGP 2017 saat ini, ketika musim menyisakan empat seri balapan lagi, sudah mulai mengerucut ke beberapa nama. Namun perjalanannya sudah menghadirkan salah satu musim tersengit. Pedrosa sendiri saat ini menempati posisi keempat dengan 170 poin, terpaut 54 poin dari pemuncak klasemen Marc Marquez yang merupakan rekan satu timnya sendiri. Secara matematis, peluang Pedrosa belum habis. Tapi secara realistis perebutan gelar juara secara umum dinilai hanya jadi milik Marquez, Andrea Dovizioso dari Ducati dan Maverick Vinales (Movistar Yamaha). Terkait dengan hal tersebut, Pedrosa pun mengapresiasi keberhasilan Ducati yang kali ini sudah berhasil menjaga persaingan tetap ketat sampai seri-seri terakhir. “Lazimnya, Anda senantiasa fokus pada kelebihan lawan-lawan. Kelemahan merupakan hal yang lebih rumit. Kelebihan lebih penting karena itu yang jadi pembeda,” kata Pedrosa, Sabtu (7/10) kemarin.“Tahun ini misalnya, sulit untuk menemukan kelemahan Ducati. Semua bisa melihat betapa mereka sudah membuat kemajuan. Sekarang mereka amat kencang dalam latihan dan balapan, terutama di sirkuit-sirkuit berbeda”. “Sulit untuk memprediksi, apakah hal itu akan tetap sama atau berubah sampai akhir musim nanti,” tuturnya. (kmb33/rtr)

Format NBA ”All-Star” Berubah

Los Angeles – Mulai 2018, NBA bersama asosiasi pemain NBPA bakal menghadirkan perubahan besar-besaran untuk NBA AllStar Game. Dimuat laman resmi NBA, Sabtu (7/10) kemarin, NBA All Star Game tahun depan yang merupakan edisi ke-67 takkan lagi mempertemukan pemain Wilayah Barat melawan pemain dari Wilayah Timur. Lebih jelasnya, pemain dengan perolehan suara terbanyak di masing-masing wilayah akan menjadi starter sekaligus kapten pada gelaran NBA All-Star 2018 yang akan dihelat di Los Angeles. Kedua kapten ini bakal menyusun tim untuk laga akbar tersebut berdasarkan daftar starter dan cadangan. Kapten bebas memilih pemain dari kedua wilayah. Pemilihan pemain yang menjadi starter di masing-masing wilayah sendiri bakal tetap berdasarkan perolehan suara terbanyak dari voting fans (50%), plus pilihan para pemain serta jurnalis (masing-masing 25 %). Sementara itu, untuk pemain cadangan dipilih 30 pelatih klub-klub NBA. “Kami sangat terkesan dengan format baru All-Star ini dan memuji kesediaan para pemain mencoba format baru,” kata NBA president of league operations, Byron Spruell. Otoritas NBA diyakini mengubah format NBA All-Star Game karena mulai terasa hambar. Dalam enam tahun terakhir, Wilayah Barat mendominasi dengan lima kali menang. Format baru ini diharapkan bisa menghadirkan tontonan lebih seru lagi bagi fans NBA ke depannya. (kmb33/rtr)

Da la m kua li f ika si it u sendiri, Hamilton mengungguli Valtteri Bottas yang menjadi rekan setimnya. Namun, penalti turun lima peringkat di grid membuat posisi start kedua dalam balapan akan diambil alih oleh Vettel yang merupakan saingan berat Hamilton saat ini. “Di masa lalu saya tak pernah benar-benar mendapat keseimbangan yang tepat di Jepang, jadi saya tak pernah mendapatkan hasil maksimal dalam kualifikasi. Maka setelah ini akhirnya bisa melakukannya, sungguh pekerjaan bagus dari para teknisi tim saya. Mobilnya terasa dahsyat sekali, seandainya saja Anda dapat merasakan sendiri,” ujar Hamilton. “Saya melewatkan banyak kesempatan untuk mendapat pole ini dan saya sudah bertekad hari ini sudah pasti akan mempertahankannya. Valtteri sudah berusaha dengan baik. Ya, ia akan

terkena penalti saat start, tapi dalam balapan nanti ia memiliki kesempatan bagus untuk bisa melaju ke depan dan bersaing,” imbuhnya. “Kami sudah bekerja keras agar mobilnya bisa berfungsi sebaik mungkin. Jadi, semoga saja bakal begitu dalam balapan nanti. Seperti biasa, para pebalap Ferrari akan melaju kencang, tapi kami berencana untuk membuat mereka tetap di belakang,” katanya. Selain meraih pole, catatan waktu Hamilton juga memecahkan rekor di sirkuit Suzuka dengan catatan waktu 1 menit 27,319 detik. Sebelum ini pembalap legendaris, Michael Schumacher tercatat sebagai pem balap tercepat yang melintasi Sirkuit Suzuka dalam satu putaran, yakni dengan torehan 1 menit 28,954 detik. Namun hal itu kini telah dipecahkan oleh Hamilton. Hasil yang didapat Hamilton tersebut

BPM/rtr

PIT - Lewis Hamilton ketika berada di Pit jelang sesi kualifikasi GP Jepang, Sabtu (7/10) kemarin. juga membuatnya kini menjadi pembalap yang pernah merasakan berada di pole position di setiap sirkuit yang ada pada kalender Formula One (F1). Sementara itu, Sebastian Vettel bertekad tampil baik karena gagal di GP Sepang dan GP Singapura yang lalu. Pada GP Singapura dan GP Malaysia, baik Vettel mau-

pun rekan setimnya, Kimi Raikkonen gagal naik ke podium karena kesalahan yang mereka perbuat sendiri. Di Sirkuit Sepang Vettel bahkan harus bersusah payah demi finis di urutan keempat setelah melakukan start dari barisan paling belakang, karena gagal mengikuti sesi kualifikasi. Ironisnya. kegagalan

mengikuti sesi kualifikasi itu justru disebabkan oleh masalah komponen turbo pada mesin mobil Ferrari. “Hasil dari dua balapan terakhir itu tidak bagus, tapi mobilnya kuat,” ucap Vettel. “Apapun cuacanya nanti, saya harap kami bisa menunjukkan potensi kami,” kata Vettel menambahkan. (kmb33/rtr)

”Life Sport”

Efek Olahraga Malam Denpasar – Jika kita membicarakan waktu olahraga yang paling tepat, maka kita tentu akan mendengarkan banyak pendapat umum, di mana waktu pagi hari atau sore hari di mana sinar matahari hangat akan menemani aktivitas olahraga menjadi waktu yang paling ideal. Adanya kandungan vitamin D yang kaya dari sinar matahari pagi juga menjadi alasan mengapa olahraga di pagi hari sangatlah baik untuk tubuh. Namun, seiring dengan tuntutan kehidupan modern, di mana waktu di pagi hari dan sore hari sudah dipakai untuk bekerja atau melakukan perjalanan ke tempat beraktivitas, maka banyak orang yang mengalihkan waktu olahraga di malam hari. Apakah olahraga di malam hari akan baik bagi kesehatan tubuh? Di kala malam hari, pusat kebugaran atau bahkan persewaan lapangan futsal bisa dipenuhi oleh begitu banyak orang, bahkan hingga tengah malam. Pakar kesehatan berpendapat bahwa berolahraga di malam hari ternyata masih bisa memberikan kebaikan bagi tubuh, meskipun memang tidak akan memberian kebaikan layaknya jika kita berolahraga di pagi hari yang memiliki banyak paparan sinar matahari dan udara yang cenderung masih segar. Hanya saja tubuh akan banyak bergerak dan terlatih sehingga akan tetap terjaga kesehatannya. Hanya saja pakar kesehatan juga mengingatkan, bahwa olahraga di malam hari sebaiknya tidak dilakukan di waktu yang sangat larut. Meskipun bisa membuat tubuh banyak bergerak, olahraga di waktu yang sangat larut tentu akan mengganggu waktu tidur yang justru berimbas kurang baik bagi

kesehatan tubuh. Waktu olahraga setelah matahari tenggelam hingga jam 9 malam, dirasa akan paling ideal karena akan memberikan kita kesempatan untuk tidur dengan durasi yang normal. Selain itu, olahraga malam juga harus diawali dengan pemanasan dan juga harus diakhiri dengan peregangan atau pendinginan agar tubuh tidak mudah cedera. Berikan pula jeda setidaknya satu jam bagi tubuh di antara waktu berolahraga dan juga waktu menjelang tidur. Selain mengeringkan keringat, mandi untuk membersikan kotoran juga direkomendasikan sebelum kita beran-

jak tidur. Tidak perlu harus melakukan olahraga berat setiap malam dengan durasi yang lama. Pakar kesehatan menyebutkan, jika waktu ideal untuk berolahraga setiap hari adalah 30 menit untuk setiap hari. Hanya saja, pastikan bahwa kita juga tidak memaksakan diri untuk berolahraga jika kondisi tubuh tidak memungkinkan layaknya sangat lelah, karena banyaknya pekerjaan atau saat sedang merasa sakit. Berilah waktu tubuh untuk memperbaiki kondisi tubuh terlebih dahulu, sehingga kesehatan tubuh pun akan tetap terjaga. (kmb33)

BPM/ist

MALAM - Beberapa komunitas kerap melakukan kegiatan olahraga di malam hari.


Redité Umanis, 8 Oktober 2017

I Kaki Dengkil

Sastra

Giri Tohlangkir

MAKEDUSDASAN I Kaki Dengkil mamanah mantuk ka Tepisiring rainané mangkin. Riantukan kenjekan iteh mamegeng ring Pura Rambut Siwi saget piragina wénten sané maosang Gunung Agungé jaga mletus. Malesat Ipun malaib ka margi agungé. Suaran dagang pisangé matanja nénten rengeanga. Magésonan Ipun ngunggahin bis, tani renga montor napi unggahina. I Kaki Dengkil maselselan pisan, dados akidik nénten polih pawisik saking Ida Bhatara Tohlangkir sané pujana ngraina nénten surud-surud? Sampunang ja pawisik, kletegan bayu nang akikit nénten rasaanga wantah Ida Bhatara Tohlangkir makliudan jagi matangi. Ring bisé, I Kaki Dengkil nénten mrasidayang pules. Kanten Ipun uyang, krasak-krések buntutné kosoh-kosohanga ring dék bisé. Kliad-kliudanga awakné kakébot-kakenawan. Nénten rengeanga Mbaké sané negak ring sampingné saking inunian marasa desek-deseka. Minab manahanga ngérékérékin mangda enyak makasihan. Sira uning I Tua Cakluk puniki wawu usan ngadol bangket. Sinah jinahné akéh jagi anggéna masukan-sukan. Kocap sampun makéh tua-bajang sané telas panumbas bangketné kilita antuk Mbak-mbaké. Ring péngkolané, Mbaké sané negak ring sampingé punika sakadi nyelap ngesyugang déwék ka tangkahné. I Kaki Dengkil makesiab nénten madrué kanda. Waluya marasa aget wénten anak luh sané sadia ngelut sawiréh sampun sué nénten naan gelut anak luh. Kesyor-kesyor tangkahné rasaanga, raris rahné masruét deres pisan rasaanga ngingkup awakné, sakadi sombah jelingjingé wawu embahin toya. Gideg-gideg I Kaki Dengkil wawu geluta antuk Mbaké saking Banyuwangi. Napi minab rasaanga dawegé punika antuk Ipun? Kasemaran? Minab! Sané mangkin bisé sampun nampek ring Ubung. Terminal Mengwi, Pasar Bringkit sané seneng pisan rauhina kapah-kapah ring Raditené sampun lintang, Désa Kapal naler sampun lintangina, asapunika naler Désa Lukluk sampun lintang. Bisé mangkin sampun rauh ring Désa Ubung. Rauh ring panambangan Ubung, I Kaki Dengkil nampés liman Embaké sané sayan nekekang ngambel limané, ngraris ngrudug tedun. Ngawinang Mbaké sané ajaka negak saking Pura Rambut Siwi makesiab, barak muané santukan kaampésang. Sambilanga nyalonté tedun, Embaké punika nguntuk, muané barak, elek ring I Kaki Dengkil sané nelik matané sakadi banténg rengas. I Kaki Dengkil clingak-clinguk nénten uning jagi negakin montor napi nglanturang pamarginé mantuk ka Tepisiring. Wantah rihiné, aluh pisan ngrereh bémo kuning jagi nglanturang pamargi ka Batubulan. Ring Batubulan, malih ngrereh bis nglanturang pamargi nuju Désa Tepisiring. Mangkin sampun sayan nyoréang. I Kaki Dengkil kantun mingmang jagi negakin montor napi ka Batubulan. Makleteg raris Ipun éling ring wacanan cucunné, I Doglagan, dawegé ngorti sareng timpalné. Kocap wénten sané kabaos geréb. Napi mawasta asapunika? Sujatiné Ipun naler nénten uning. Kocap telpun kamanten sané mawasta geréb punika, jagi rauh montor mendakin. Sambilanga mingmang asapunika, masruét pangélingan I Kaki Dengkilé indik Giri Tohlangkiré sané ortianga jagi mletus sakadi warsa dawegé Ipun lekad rihiné. Inggih, I Kaki Dengkil kocap lekad dawegé Ida Bhatara Tohlangkir tedun. Nénten makéh sané uningina indik Ida Bhatara Tohlangkir antuk I Kaki Dengkil. Sané uningina wénten baos sastra sané nyihnaang wantah rihiné Ida Bhatara Tohlangkir mletus kapertama kocap santukan ngembasang Ida Bhatara Tri Purusa. Inggih punika Ida Bhatara Hyang Agnijaya sané jenek ngasrama ring Pura Lempuyang. Raris Ida Bhatara Putra Jaya utawi Ida Bhatara Mahadéwa malingga ring Pura Besakih. Tur Ida Bhatari Hyang Déwi Danuh sané malingga ring Pura Ulun Danu Batur. “Sing nyen Ida Bhatara lakar matangi jani santukan suba kedeh pesan kayuné manggihin Sang Tiga Putrané? Suba kalangen manggihin Ida Bhatara Agnijaya di Lempyang, Ida Bhatara Mahadéwa di Besakih, tur Ida Bhatari Danu di Batur? Utawi lakar ngembasang putra anyar, santukan tetiga putrané suba cemer ulian warginé marebat ngangkangin palinggan makatiga linggih Ida Bhatarané?” I Kaki Dengkil mabaos asapunika sambilanga madekesan santukan kantun mingmang jagi negakin napi mantuk ka Tepisiring. “Menggah apa kasemaran Giri Tohlangkiré?” I Kaki Dengkil matakén ring manah. Santukan miragi rihiné Ida Bhatara Tohlangkir mayoga ring Giri Tohlangkir kantos ngwetuang Ida Bhatara Tri Purusa. Sambilanga mamanah asapunika, I Kaki Dengkil éling ring Embaké sané mlekes Ipun ring Bisé. “Das mletus Ida Bhatara pajenengan kausuhin ban Embaké itunian!” I Kaki Dengkil nglanturang ngrémon sambilanga ingkel-ingkel kedék asapunika. Ngemasin aken anaké nolih Ipun masolah kadi punika. Minab makasami mitanang I Kaki Dengkil lepasan Rumah Sakit Bangli. Malih akidik, santukan rihiné Giri Tohlangkiré mletus ngembasang Ida Bhatara Tri Purusa. Ngudiang sané mangkin Giri Tohlangkiré mletus pitananga wancana? Nénten ké jagi embas Ida Bhatara Tri Purusa anyar? “Ngiring pendak Ida Bhatara sané jagi embas ring Giri Tohlangkir!” Asapunika I Kaki Dengkil goar-goar mabaos sambilanga ngepelang limané nuding-nuding langit sakadi mahasisyané démontrasi Reklamasi Teluk Benoa. (Jelantik)

Buku Ngaé Bagia I Gedé Putra Ariawan TIANG bagia yéning bukuné kabaca. Apa buin baca kanti telah. Asané cara nepukin oncor di rurungé peteng. Ulian buku, tiang liu nawang sastra. Makejang ilmuné bakat plajahin ulian demen maca buku. Ento makada, tiang kaukina kutu buku. Kutu buku artiné anak jemet lan seleg maca buku. Sawai-wai sing pegatpegat maca buku kanti engsap lemah peteng. Lamun maca buku, tiang sing makita ngajeng. Nasi sing ngidaang ngaénang basangé wareg. Prajani ilang seduk basangé ulian nepukin buku. Buku ané ngaénang tiang buduh. Buduh maca buku. Uli nyumunin masekolah, tiang seleg ka perpustakaan. Di perpustakaan liu ada buku matumpuk-tumpuk tur majéjér di rak kayu. Ento makada nuju bél mangaso, tiang sesai kemu. Tiang orahanga murid paling jemet nyilih buku. Petugasé mirib wadih nyingakin muan tiangé. “Béh, semengan suba mai?” kéto waker sekolahé nyapatin tiang. Patakonné jengat ri kala mukak kunci perpustakaané. Jam nem semengan, tiang suba ngojog perpus. Petugasé mirib enu tis sirepné jumah. Tiang ngamalunin teka apang maan maca buku.

Tiang tusing nyautin patakon wakeré ento. Ia madan Pak Kumis. Petugas ané majaga peteng di sekolah. Prajani tiang nyaruang tusing nepukin. Ngénggalang buku ané ada di tasé jemak tiang anggon nekepin mua. Nyaru-nyaru paningalan tiangé nyréré ngiwasin Pak Kumis. Pintu perpustakaané suba mabukakang. Ngénggalang tiang malaib apang tusing tepukina. Prajani bayuné masrieng ri kala macelep ka perpustakaan. Asané cara ada di gunung. Awaké prajani tis kanti kenehé milu dayuh. Mirib né madan swargan di mercapada. Buku-bukuné sarasa makenyir. Aminggu suba tusing mai. Abedik buku-bukuné sing ada makisid uli rak kayuné. Mirib saja, murid-muridé dini sing demen maca buku. Tiang dogén padidian ané demen maca buku. Sledétin tiang jam ané matémpél di tembok perpusé. Jaum bawak ada di angka lima lan jaum dawa di angka nem. Enu makelo maan selah maca buku ulian jam setengah kutus muridé mara ka tengah kelasé. Jani tiang padidian di perpustakaan. Uli ibi sanja tiang suba makeneh. Buku apa ané lakar baca. Tiang suba ngelah catetan cerik ané anggon nyatet buku-buku ané lakar baca. Ané suba bakat baca isinin kode

céntang lan ané kondén isinin kode minus. Ento anggon panginget ri kala tiang engsap. Makelo tiang nlektekang catetan ané misi buku-buku kondén kabaca. Oh saja, ada kuangan bin besik. “Buku Ngaé Bagia!” Kéto matulis di catetané. Tiang lakar ngalih bukuné ento. Makelo nyliksik ngalihin, tusing tepukin dija tongosné. Dini ada duang rak buku liunan suba bakat baca. Rak pertama misi buku-buku plajahan lan bin besik misi majalah, tabloid, novél, lan bacaan umum. Buin tiang nlektekang sakabesik judul-judulné, sing ada “Buku Ngaé Bagia.” Jani tiang lakar ngebur rak bukuné apang kanti bakat. Nyén nawang ada bukuné ento. Tusing ada tepukin! Suba gebur rak bukuné tusing ada buku ngaé bagia. Buku-bukuné suba magaburan. Ngénggalang tiang numpukang bukuné ka rak apanga rapi. Lamun tepukina tekén Bu Sarinah, tiang lakar opaka tur baanga hukuman ngajak petugas perpusé ento. Tiang wadih orahina nyusut WC ané mabo mangsit tur ngekoh malaib di tengah lapangané. Ulian maan hukuman, tiang sesai kedékina tekén timpal-timpalé di sekolah. Sagétan suba jam pitu semengan. Bukuné kondén rapi. Timpal-timpalé suba pada teka. Liunan atehina tekén reramané. Tiang tusing demen matehang ulian biasa padidi. Di sekolah liu ada murid nanging sing ada demen ka perpus. Nuju mangaso liunan muridé mablanja, maplalianan, tur malaib-laiban. Ada masih ané nyaruang ngenceh ka WC tur makancing jelanan. Ditu lantas ngenyit roko sambilanga masuang hp tur mabalih film. Tiang nawang film apa pabaliha. Tiang sesai maca buku lan koran di perpus, liu cerik-ceriké jani dadi korban parikosa ulian film. Filmé ento ngranaang cerikceriké usak. Dugasé ené, maan tiang nyambatang ngajak timpalé apanga bedikin mabalih film jaruh. Mara nyumunin ngomong, dapetang bibih tiangé beseh kena jagur. Timpal tiangé memanas tur ngajakin masiat. “Ih, panak kutu! Siepang ibané!” Makejang timpal-timpalé di kelas ngedékin. Ebok tiangé jambaka tur santunganga ka témboké. Ada ané ngetok sirah tiangé aji penggaris tur nyagur basangé kanti enek. Tiang sing bani nglawan ulian sing bani masiat. Buku tiangé baan nyilih di perpus jemaka tur sétséta kanti benyah. “Suud!” Timpal-timpalé prajani magaburan ka sisi ulian Madona teka nyagjagin. Madona, anak luh ané dueg pencak silat lan dadi atlet sekolah. Makejang muaniné jerih nepukin ia ulian bayuné cara Bima. Lamun maan pedih, sekancan barang ané di arepné jemaka tur pantiganga. Suba biasa ia mantigang anak muani ulian nulungin tiang. Ia tusing demen nepukin tiang sakitina tekén timpalé di sekolah. “Cai lua apa muani?” kéto

Madona matakon. Tiang tusing masaut. Patakonné ento ngaénang tiang elek nanging bagia. Madona lantas ngalahin tiang padidian di tengah kelasé. Makelo tiang mapineh, ngudiang tiang sing bisa cara anak muani lénan ané demen masiat. Madona kanti bani nakonang tiang luh apa muani. Diastun elek nyautin, sujatiné tiang bagia ulian ia setata nulungin tiang ri kala sakitina. “Idupé sing pragat ulian maca buku! Precuma dueg nanging sing bisa mélanin iba padidi!” Kéto Madona ngemaang munyi makulit apanga idup tiangé mandiri. Tusing makejang pragat ulian maca buku. “Buku ané ngaénang tiang bagia!” kéto pasaut tiangé. Madona makenyem. Tumbén jani nepukin ia ngenahang pipiné ané sujénan. Di tengah kelasé, ia setata masemu galak tur masebeng tegeh. Ia negak paling sidori ulian paling tegeha di kelas . Sesai tiang ngiwasin uli joh, ia sujatiné manis nanging kuang makenyem. Miribang tiang padidi ané taén nepukin kenyemné. Kenyem ento ngaénang tiang rumaket matimpal neked jani. Tuah Madona timpal tiangé di sekolah. Nuju mangaso, sesai tiang ajaka ka perpustakaan kanti wadih petugasé nepukin. Lamun kemu, pasti Bu Sarinah masebeng galak ulian Pak Kumis tusing juari macelep. Mara tiang nawang, Pak Kumis lan Bu Sarinah ada rasa. Perpustakaan anggona tongos numpahang rindu. Makadua anaké ento tusing ngelah elek. Sing madaya ajaka dua taén magelut di durin rak bukuné. Tusing tawanga tiang kemu. Tiang lantas opaka tur baanga hukuman. Orahina malaib di tengah lapanganné tur nyusut WC kanti kedas. Tiang nyaritayang unduké ento tekén Madona nanging ia tusing precaya. Tiang kadéna muani bogbog. Dadi tukang pisuh ané demen ngagosip tawahtawah. Madona sing demen matimpal tekén muani bogbog. Tiang lantas ejohina tur tusing ajaka ngomong. Ento ngranang tiang sedih kanti ambahin gelem. Tiang sing makita ngajeng ulian inget munyiné Madona ané nyambatang tiang muani bogbog. Ané paling ngaénang sedih ulian dugasé tiang ulang tahun, Madona majanji ngemaang hadiah buku. “Buku Ngaé Bagia” ngaénang anaké milu bagia. Meled san kenehé maca bukuné ento. Kanti ngipi petengné nerima hadiahé ento. Sagétan makejang tuah di ipian. Madona ngancan ngejoh lan tusing ngemaang hadiah. Ané ada, timpalé di kelas nimpug tiang aji tepung terigu lan taluh semuk. Awak tiangé mabo bengu lantas kasiam yéh umbahan piring aember, kanti buku-buku di tas tiangé milu belus. Madona sing nyak nulungin dugasé ento. Depanga awak tiangé dadianga kakedékan. Neked jumah, tiang opaka tur baanga munyi. Ngancan sakit atin tiangé. Prajani tiang ngekoh

madaar ulian nasiné sing masa apa. Ento ngranang tiang gelem tur tusing ngidang masekolah. Miribang ada aminggu tusing nepukin perpus, jelék san asané. Buku-bukuné sarasa sedih nepukin tiang gelem. Ngancan uwon bayuné jumah sing maan maca buku. Jani tiang suba seger. Tiang lakar masekolah tur maca buku di perpustakaan. Jam lima semengan tiang suba makiken laut ka sekolah. Reraman tiangé tusing nyak masaut ulian enu pedih. Tiang mula buduh tekén buku. Tiang bagia ulian buku. Prajani inget “Buku Ngaé Bagia” ané taén akuanga tekén Madona. Neked jani bukuné ento tusing baanga. Dugasé gelem, tiang masi tusing toliha. Miribang ia enu gedeg nepukin tiang. Lamun kenehang, apa pelih tiangé? Nyén nawang, di perpustakaan ada “Buku Ngaé Bagia”. Uli tuni bakat gebur rak bukuné, sing ada bukuné énto. Makesiab bayuné, sagétan Bu Sarinah lan Pak Kumis macelep ka perpustakaan. Bukuné magaburan. Tiang jejeh kena hukuman. Jani suba gantiné, maan tugas nyusut WC. Aget tiang tusing tepukina. Ngénggalang tiang mengkeb di durin rak bukuné. Sagétan Pak Kumis lan Bu Sarinah milu mengkeb durin rak bukuné tur saling tumpukin ajaka dadua. Prajani tiang pesu sambilang nekepin mua. Tiang suba pasrah lakar kena hukuman. Pak Kumis lan Bu Sarinah nyaruang tusing nepukin tiang. “Cicing!” kéto tiang mamunyi di arepné. Basang tiangé kaliwat gedeg. Sajan jelema buduh sing ngelah papinéh. Munyin tiangé sing runguanga. Ngénggalang tiang magedi tur buku-bukuné tileh magaburan. Sing ada “Buku N g a é Bagia”. Ané ada tuah beburon ané nyalanang indriané sakadi cicing buang. Basang tiangé kaliwat gedeg nepukin unduké ento. Tiang suba las nerima hukuman. Depang tiang padidi ané nawang ulian sing ada precaya. Mara lakar macelep ka tengah kelasé, sagétan Madona malaib tur negak di betén punyan ancaké. Tiang tusing runguanga ulian enu pedih. Ia sedeng maca buku nanging yéh paningalanné ngetél. Makelo tiang nlektekang buku apa bacana ento. “Buku Ngaé Bagia!” “Oh, bukuné ento anggona hadiah ulang tahun tiangé. Buku ané ngranang tiang ngipi tur gelem aminggu.Tiang lakar nagih bukuné ento!” “Ngudiang Madona ngeling maca buku?” “Timpalé di kelas dadi milu ngeling?” “Oh, ngudiang guru-guruné nyambat adan tiangé?” “Mimih déwa ratu, ento ngudiang reraman tiangé ka sekolah ngeling sengi-sengi?” “Nyén mati?” ***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Jagat Dwaraka

Pinanggal 22 September 2017

Olih : I K. Satria, S.Ag DUANING sakadi asapunika panyesed Ida Sang Wasudéwa, ajin Ida Sang Prabhu Krishna, nénten prasida malih Ida Sang Prabhu Krishna nulak pinunas ajinidané punika. Ida raris nyaritayang, “Nawegang titiang Aji, patut kauningin indik kawéntenan Ida Sang Abhimanyu nénten pisan naen mundur ring payudané, dahat singid nandingin mesehé. Kawéntenan dané ring payudan tan bina sakadi angin sané nglinus ngasorang sahananing meseh sané wénten irika. Nénten naen mundur ring payudan yadiastu atampak, napi malih jagi malaib mundur. Sang Abhimanyu sampun prasida ngasorang makudang-kudang prajurit miwah ratu sané naen nandingin anggané ring Kuruksetra. Sakémaon, duaning asapunika kawisésan dané, ngawinang Ida Sang Prabhu Karna miwah kawéntenan Ida Bhagawan Drona sané sampun kasub sangkaning kawisésan dané, sareng kekalih ksatriané punika sané ngawinang Sang Abhimanyu méweh nandingin, ngawinang Ida kasor. Irika raris rauh Sang Dussasana sané nandingin Sang Abhimanyu sané sampun méweh nandingin mesehé, sangkaning sampun kasabehin senjata panah olih Ida Sang Prabhu Karna. Irika raris Ida Sang Abhimanyu pejah ring payudan. Sujatiné Ida Sang Dussasana sané ngasorang Ida Sang Abhimanyu. Duaning akéh ksatria pandawané nandingin anggan Ida Sang Abhimanyu ngawinang méweh Ida nandingin mesehé. Yéning kantun payudané manut ring awig-awig, ksatriané asiki katandingin olih ksatriané asiki, minab kawéntenna Ida Sang Abhimanyu sida jaya ring payudan.” Sakadi asapunika kawéntenan Ida Sang Prabhu Krishna miterangang. Sané ngawinang banget sungsut pikayunan ajinidané tatkala mirengang indiké punika. Nglanturang Ida Sang Prabhu Krishna nyatuayang “Kawisésan Ida Sang Abhimanyu sakadi nuwasin kawéntenan ajinidané, Ida Sang Arjuna sané dahat mawisésa. Indiké punika sané ngawinang méweh mesehé ngasorang yéning nénten antuk winaya sané dahat singid. Kawéntenan Ida Sang Arjuna tatkala punika sampun keni pangupaya saking mesehé. Sang Arjuna mayuda ngedohin para ksatriané tiosan utaminnyané Ida Sang Abhimanyu. Tatkala punika, Sang Abhimanyu sida kekasorang olih para ksatrian Korawané. Prajurit Korawa sané kapucukin Bhagawan Drona prasida ngasorang Sang Abhimanyu. Pejah Ida Sang Abhimanyu sangkaning mabéla pati ring kapatutan sané kagamel olih Panca Pandawa. Sampunang malih sumangsaya, jiwatmannyané wantah patut polih panunggalan ring jagat sunya, sampunang

13

malih Aji rumasa sungsut ring kawéntenané puniki. Sang sané kabaosang wicaksana nénten malih rumasa sungsut ring sekancan duka, duaning sampun prasida ngayunin antuk kawicaksananidané. Prajurit sané mautama bina sakadi kawéntenan Ida Bhatara Indra mélanin kapatutan, sinah pacang molihang kautaman ring jagat niskala, sangkaning sampun molihang waranugrahan Ida Hyang Tunggal. Nénten kapatutang sungsut utawi sebet ring sané kabaosang kapatutan. Sampunang malih rumasa kaliputin sekancan kroda sané ngawinang ala. Makasami ksatriané sané sampun ngamargiang yadnya sané mautama sinah pacang molihang kautaman manut sakadi swadharmannyané ring jagate, duaning sami ksatriané punika sampun muputang kerti iriki ring jagaté antuk pamargi sané sampun kacumawisang, inggih punika kasor utawi pejah ring payudan. Ri kala ksatriané sané mautama punika pejah ring payudan, wyakti akéh pisan kasungsutan sané wénten, sungsut para ksatriané sané wénten ring Pandawa taler para istrine nénten wénten sané sida maosang, sangakaning rahatnyané.” Sakadi asapunika Ida Sang Prabhu Krishna nyaritayang. Sesampuné nyaksiang makasami sané mirengang, raris nglantur Ida miterangang. Sangkaning rahat kawéntenan para ksatria miwah para istriné nangis irika raris kacaritayang sami kasihin mangda ngicalang sungsut ring pikayunan. Wénten sané kalimurin antuk gegendingan miwah tattwa sané mautama, wénten antuk sarwaning bhoga miwah sané siosan. Duaning sekancan upaya sampun kamargiang mangda ngicalang kasungsutané punika, raris Ida Déwi Kunti sayaga sajeroning upacara sané manut majeng ring sawa Ida Sang Abhimanyu. Sami kasayagayang olih ksatia Pandawa sané taler nyarengin, luiré; Sang Prabhu Yudhistira, Ida Sang Bhima, Ida Sang Nakula miwah Ida sang Sahadéwa, miwah Sang Arjuna. Ring acara pitra yadnyané punika, Ida Déwi Kunti wyakti akéh pisan ngaturang dana punia majeng ring para brahmanané sami, punika pinaka cihna yadnyané punika dahat kautamayang sangkaning mantra-mantra veda sané kamargiang olih para brahmana. Lianan punika, dana puniané punika madaging banten sané pacang katurang majeng ring para brahmanané mangda prasida karuruh susunnyané sané taler kawigunayang daging yadnya. Sesampuné ngamargiang yadnya sakadi asapunika, kawéntenan Ida Déwi Kunti prasida bagia tur lédang. (Masambung)

jroning weteng Tohlangkir ngabar-ngabar geni sabwana sayaga membah nujah kawah ngrudug jana amlanagantun tan pasantun pati santul marga ageng kanten cupek honda mobil pakruek pati kipek ngrastiti mangda selamet Éling warsa 1963 guminé manadi lahar blabar gni ngabar-abar kayu alas pungkat balbal idup tegik pati pikpik oteng makrimik ngumik séket patpat kaliwat paliaté sawat marawat-rawat geguat. IBW Widiasa Keniten


Jayanti

14

Komang Indra Wirawan

Cerakén

Kasengguh Doktor Léak

Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Pangkur 27.m\Ðinßg)enÓosæ)es\n/,

Mangkin magentos peséngan, senptæt/, sané patpat,

his)lh^hij)lh^,

I Selahir, I Jelahir, mkh^emokh^\)mæu,

Makahir Mokahir ngempu, \enÓosÓig*ehodln/,

ngantos tigang odalan, wusßp)tik/,

wus mapetik,

DRAMATARI Calonarang, ngawinang Komang Indra Wirawan molihang gelar doktor, sajeroning Program Doktor Program Studi Ilmu Agama Program Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar wawu puniki. Ngranjing pinaka mahasiswa angkatan warsa 2017, Komang Gases— sapunika dané ketah kasambat lulus antuk predikat cumlaude. Dosen Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP PGRI Bali puniki wantah doktor kaping 36 lulusan IHDN Denpasar. Molihang gelar doktor, anak lanang sané embas ring Denpasar, 17 Januari 1984 puniki wantah makenyem bagia. Manut dané, gelar doktor sané sukil kapolihang puniki nénten ngawinang dané marasa ajum duaning kantun akéh parindikan sané mabuat majeng krama sané patut kamargiang pinaka akademisi. “Majanten tiang bangga. Boya wantah majeng padéwékan, taler majeng kulawarga miwah sawitra sané nyokong tiang. Mangkin, makéh parindikan sané patut kamargiang pinaka tindakan nyata,” baos dané. Indra Wirawan muputang pendidikan sarjana ring Jurusan Pedalangan ISI Denpasar. Yadiastun makéh pikobet sané karepin, nanging gelar sarjana seni prasida nyangkepin arannyané.

Sangkaning ketah masolah, dané ketah nénten kuliah. Indra Wirawan ngangken ketah pisan marasa bimbang, pantara masolah napi kuliah. Napimalih ri kala patut ngaturang ngayah. Sangkaning marasa sampun tegep ring gelar sarjana sané kapolihang, nénten wénten pikayunan pacang nglanturang kuliah malih. Antuk pituduh saha sokongan saking rerama, sayan nyantep pikayun dané nglanturang kuliah malih. Dané nglanturang kuliah ring Jurusan Brahma Widya, IHDN Denpasar. Parindikan sané pateh sakadi daweg kuliah sarjana, dané setata marasa bimbang pantara patut muputang tugas, kuliah, utawi ngayah masolah calonarang. Seneng masolah miwah sampun leket ring sesolahan calonarang, ngawinang Indra Wirawan lewih milih masolah. Aget kuliah program pasca sarjana sané kaambil prasida becik kapuputang. “Sujatiné tiang senengan ngigel bandingang ring magutik maosang téori kémanten,” baosnyané. Tuntutan patut nglanturang program doktor ri sampun dados dosen ring IKIP PGRI Bali, ngawinang Indra Wirawan malih ngambil program S-3. Dané nglanturang kuliah ring IHDN Denpasar, Jurusan Brahma

Ngamedalang sané Pinih Becik

raréné sampun malaku, wiknßpÞlênn/,

wikan maplalianan,

GUNG Dé Rahma – asapunika lanang sané sayan kasub ring pakraman antuk parikrama sesolahannyané puniki ketah kasambat. Napi malih antuk gegarapan sané wawu puniki kamargiang ring kalangan Ardha Chandra Taman Budaya Denpasar sané mamurda “Pelangi di Negeri Bhinneka Kertharaharja”. Lanang sané embas ring Badung, 26 April 1988 puniki sampun becik pisan ngamargiang sesolahan sané kasarengin olih makudang-kudang penyanyi pop Bali, pelawak senior Cedil, Sekdut Junior, Gedebong Goyang, sekaa okokan miwah

mbewosßlli-lli. mabaos malali-lali.

28.m\Ðønuænkuæirptæt/,

Mangkin sanak sira patpat, t2(lu\,

taler lunga, hmrekÑ]mlli,

amarak désa malali, \ruru;s*hê*sinuhun/,

ngaruruh Sang Hyang Sinuhun, hislh^yme\tn/,

I Salahir ya mangétan, hijlh^, I Jalahir,

lu\enwnÓ;m\idul/,

lungané wantah mangidul, himkh^m\wuh*,

I Makahir mangauhang,

Isin Gumi

Pemkab Buléléng Nyayagayang ”Posko Induk Penanganan Pengungsi”

emokh^kel(m\u\uæi.

Mokahir kalér mangungsi.

ring wewidangan Buléléng. Parindikan punika kasinahang Asistén Pemerintahan Sekretariat Daérah (Sétda) Kabupatén Buléléng, Made Sukerta, SH.,M.H., pinaka “Koordinator Kabupatén Penanganan Pengunsi Gunung Agung” wawu puniki. Parindikan inucap kabligbagang ring acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 03 Oktober 2017 lintang. Putra, Pengastulan Tiang cumpu pisan antuk kebijakan sané kalaksanayang Pemkab Buléléng, minakadi nyayagayang posko induk.

Sinah sampun indik wantuan saking para donatur, pacang tersalur saking posko puniki miwah para pengungsi pacang samian polih wantuan. Parindikan puniki becik pisan, mawinan wantuan-wantuan sané rauh prasida becik katerima taler kaserahang ka posko pengungsian. Gung De, Jl. Ngurah Rai Singaraja​ Pengungsian puniki pastika pacang sué galahnyané. Punika mawinan kaperluang manajemen indik nguratiang para pengungsi miwah wantuan sané katerima saking para donator utawi saking pemerintah.

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

angob

1.

he\ob/,

1.

heran

2.

kangkang

2.

k*k*,

2.

tamak

3.

kuub

3.

kuwub/,

3.

wilayah

4.

lipia

4.

lipê,

4.

lupa

5.

maal

5.

mhl,

5.

mahal

6.

ngupapira

6.

\uppir,

6.

memelihara

7.

nikel

7.

niik)l/,

7.

berlipat ganda

8.

nibakang

8.

nibk*,

8.

menentukan

9.

tatit

9.

ttit/,

9.

petir

10.

tuzé)l/,

10.

bakar

10. tunjel

Widya. Setata sibuk ngayah nyolahang calonarang miwah pinaka Wakil Dekan III Fakultas Pendidikan dan Seni (FPBS) IKIP PGRI Bali taler ngamargiang ayah-ayahan pinaka krama adat ring Desa Adat Sesetan, nénten pisan ngawinang anggané obah molihang gelar doktor. “Tiang biasa-biasa manten. Wantah patut nelebin teori kémanten. Yéning indik nyolahang sesolahan calonarang, nénten wénten piambeng napimalih sampun ketah margiang tiang,” weweh Indra Wirawan. “Pementasan Dramatari Calonarang di Kota Denpasar Perspektif Teo-Estetikas Hindu” wantah judul disertasi pamucuk Gases Bali puniki. Majanten wénten rasa bangga santukan ujian promosi doktor prasida mamargi antar. Akéh sané nonton, utamanipun krama saking Sesetan. Genah ujian kaias sakadi genah nyolahang calonarang, rumasuk kasinahang sesolahan antuk durasi sané cendet. Kala punika, Indra Wirawan nyolahang rangda. Mangkin, doktor leak dados jejuluk Komang Indra Wirawan. (ast/uma)

A.A. Gdé Agung Rahma Putra

rerensomæunßlku,

MAKUDANG-kudang pamargi sampun kalaksanayang Pemerintah Kabupatén Buléléng nganinin indik ngicén wantuan majeng para pengungsi saking kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Agung. Koordinasi taler nerus kalaksanayang pinaka utsaha ngwantu para pengungsi puniki. Sinalih tunggilnyané antuk ngwangun Posko Induk Penanganan Pengunsi Gunung Agung. Samian wantuan miwah logistik pacang katerima dumun ring posko induk puniki. Saking iriki wawu wantuan inucap pacang kaserahang ring soang-soang pos pengungsian pamekas sané wénten

Redité Umanis, 8 Oktober 2017

Bahasa Indonésia

Kaaptiang samian pengungsi polih wantuan puniki. Komang Suparta, Kerobokan Puniki wantah pidabdab becik pisan. Tunas titiang majeng pemerintah daérah mangda wénten taler petugas sané nyelehin utawi mendata ka soang-soang désa, santukan pastika wénten pengungsi sané meneng ring umah sametonnyané. Dané taler patut ngamolihang wantuan sakadi pengungsi sané meneng ring posko. Tios punika, Bapak Bupati Buléléng mangda masurat sareng Bupati Karangasem indik katah pengungsi sané wénten ring Buléléng mangda kauningin. Gung Surya, Lovina Yéning sampun kasayagayang posko induk sinah para donatur élah nyerahang wantuan inggian wantuan néwék utawi kelompok utawi saking komunitas. Petugas ring posko pacang nyatet wantuan napi sané kaserahang. Mawinan bénjangan élah taler nanggungjawabang. Aji Bima, Banjar Marasa angob pisan titiang antuk uratian para donatur saking makudang-kudang komponén masyarakat. Inggian marupa panganggé layak pakai, sembako, terpal, karpét, kantos jinah miwah sané lianan. Puniki cihna krama Bali sareng ngrasayang napi sané nibénin krama Karangasem. Mangkin kasayagayang posko puniki wantah becik pisan kanggén genah nampung wantuan sadurung kaserahang ring para pengunsi. (ama)

grup kasenian saking luar Bali. Lanang sané aran jangkepnyané A.A. Gde Agung Rahma Putra puniki nartayang yéning gegarapannyané setata kautsahayang mangda sarat antuk kréativitas taler inovasi. Waged makarya sané kapadonang sareng cipta, miwah rasa majanten ngamedalang pakaryan sané inovatif miwah anyar. Napi malih yéning kasarengin olih alit-alit wiadin yowana pinaka jalaranipun polih galah miwah selah maparikrama seni. Punika taler prasida dados jalaran ngicénin paungu ring alit-alit miwah yowana mangda tatas uning ring sapunapi pikobet sané prasida kapanggihin yéning ipun jakti meled dados pragina. Nénten ulah-aluh masolah napi malih meled mangda prasida ngamolihang makéh arta berana saking parikrama inucap. “Tiang meled mangda gegarapan sané katibakang ring déwék tiangé nénten ngawinang pamiarsa seneng lan terhibur kémanten, nanging taler marasa angob tur puas antuk napi sané prasida sinahang tiang. Nénten wantah ngicénin bebalihan kémanten, nanging mangda tetuek ring sesolahan punika prasida karesepang olih pamiarsa,” baos dané. Kacunduk ring parikrama sesolahan inucap kamargiang, pangawit taler sang sané nuénang Sanggar Pancer Langit, Badung puniki nyinahang kawagedan sané pinih beciknyané sangkaning geg-

arapannyané jagi kasinahang live ring TV. Sangkaning punika dosén ring Jurusan Sendratasik IKIP PGRI Bali puniki nyumekenang pisan sapunapi parikrama gegarapanipun utamanyané setata becik nabdabang galah sané kadruénang. Sakéwanten sujatiné nénten dangan ngarap parikrama sesolahan sané kasarengin olih panyatusan pragina punika. Nénten akéh krama sané uning yéning ring gegarapan sané becik kamargiang ring parikrama HUT kaping 69 Bali Post punika, pragina sané taler nyarengin masolah puniki ngamargiang gladi resik nyantos daslemah. Nanging makudang-kudang alit-alit taler yowana sané nyarengin wantah marasa liang tur nénten kapanggih lesu. Gung Dé Rahma sané sampun kasub waged membina sesolahan puniki taler ketah nyinahang siswa Bali ring parikrama Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Sios punika akéh taler gegarapan monuméntal sané sampun kapuputang tur majanten setata madué cecihna miwah “karakteristik”, sakadi conto ring busana sané kawigunayang minakadi ring sesolahan Amertha Sri Bhumi sané dados “Tari Kebesaran” saking Sanggar Pancer Langit. Prasida jayanti tatkala makarya gegarapan nénten ja prasida kapasahang saking uleng pikayunan miwah “totalitas” Gung Rahma tatkala makarya. Sakéwanten

dané ngawiaktinin yéning prasida becik ngamedalang gegarapan boya sangkaning ragannyané kémanten, taler sangkaning para angga sané sareng ngaryanin gegarapan inucap. “Gung Dé Rahma nénten wénten artiné yéning nénten wénten para angga sané nyarengin makarya ring gegarapan puniki. Tiang setata miteketin yéning meled nyinahang pakaryan sané pinih becik, mangda kamargiang antuk kahanan sané pinih becik. Sampunang nyantos lali mapaurukan,” baosnyané makenyem. Sanggar Pancer Langit kawangun ring warsa 2012 lintang, kawéntenannyané satmaka “magnet” sané ngawinang kramané sami meled nyaksiang. Nénten wantah waged masolah ring makudang-kudang kalangan “local” kémanten, dané taler kasenengin olih pamiarsa tatkala masolah ring nasional miwah internasional. Kawagedan seni mahasiswa program doktor Jurusan Penciptaan Tari ISI Yogyakarta puniki sampun kasinahang mawit saking dané kantun masekolah ring SD No. 1 Kapal, Badung, sané kalanturang ring SMPN 2 Mengwi miwah ring SMKN 3 Sukawati Gianyar. Alumnus ISI Denpasar puniki taler mautsaha mangda prasida kukuh ring pikayunan antuk setata “totalitas” ri kala ngamedalang pakaryan. (ast/was)

Tumpek Wariga TUMPEK Wariga pangrauhnyané setata kalaksanayang umat Hindu sawilang raina Saniscara Kliwon Wuku Wariga. Upacara puniki pangrauhnyané pateh sareng rahinan tumpek siosan minakadi Tumpek Kandang, Krulut, Landep, Kuningan miwah Tumpek Wayang, nganem bulan apisan utawi 210 raina manut kalénder Bali, wantah wukunyané sané matiosan. Ring raina tumpek puniki kalaksanayang upacara majeng ring sekancan taru utawi sarwa tumuwuh sané wénten ring tegal, sawah, jero, puri, utawi gria soang-soang. Makéh anaké maosang raina Tumpek Wariga puniki wantah otonan sarwa tumuwuh utawi taru. Upacara sané kalaksanayang majeng ring taru puniki suksmannyané wantah ngaturang suksma majeng ring Déwa Sangkara sané sampun ngardi sarwa taru miwah tumuwuhé ring jagaté, taler ngaturang sembah bhakti mapinunas mangda kawéntenan jagaté ring Bali gemuh landuh. Tumpek Wariga sané sampun kapakélingin rainané dibi, Saniscara (7/9) lintang wantah pinaka cihna rerainan Galungan miwah Kuningan sampun jagi rauh. Nénten prasida

katepasin, samian ajengajengan sané kaajeng olih para jadmané wit saking taru miwah sarwa tumuwuhé. Punika mawinan, ageng pisan kawéntenan sekancan taru miwah tumuwuhé ring jagaté. Yéning para jadma Baliné sampun sayaga nganem sasih ngaturang sembah bhakti utawi ngaturang suksma majeng ring Ida Sang Hyang Widhi nénten kabaos paripurna yéning rasa suksma miwah bhakti punika kacihnayang antuk bebantenan kémanten. Sané pinih utama sané patut laksanayang ring aab jagaté sakadi mangkin, sapunapi antuk mangda kawéntenan sekancan taru sané mabuat puniki nénten rered utawi ical. Ring panglimbak jagaté sakadi mangkin, rasa éling ring kawéntenan taru pinaka urip jagat utawi ketah kabaos paru-paru dunia sampun sayan magingsir ring manah soang-soang. Yéning cingakin mangkin, para jadma Baliné sampun lali ring swadharmanné dados manusa. Napi mawinan kabaos lali ring Swadharma? Ida Sang Hyang Widhi sané ngardi jagat miwah napi sané wénten ring jagaté ngicén manusa idep mangda para jadmané madrebé rasa éling ngemit

miwah miara napi sané wénten ring jagaté, santukan yéning nénten kapiara pastika pacang kalebur utawi kapralina malih makasami sané wénten ring jagaté. Yéning dumun kantun akéh alas madurgama genah sekancan sato minakadi macan, lelipi, miwah sané lianan magenah, mangkin sampun karusak, mauah dados umah, toko, ruko miwah wewangunan sané lianan. Kawéntenan alas utawi wana sampun kagentosin antuk wewangunan. Punika mawinan tetuek Tumpek Wariga wantah ngajiang palemahan, santukan sami kapolihang saking palemahan, ring rainan puniki malih katurang majeng palemahan. Ngajiang palemahan boya wantah kamargiang saking niskala kémanten, nanging lewih antuk utsaha sekala. Samian patut kapikenohin becik, mianakdi nginkinang sarana upacara majalaran matetanduran, napiké nandur tetanduran sané ngasilang minakadi buah taler sekar, mawinan pinaka krama Bali sané ketah ngamargiang upacara nénten méweh ngruruh piranti upacara. Sapunika taler para yowana mangda mautsaha nglestariang palemahan antuk matetanduran (uma)


15 Minggu Umanis, 8 Oktober 2017

Kisah Orang Tua Memukul Perangai…. l Dengan Kasih Sayang

DULU semasa kecil, bila saya dan adikadik dianggap nakal, ayah akan memarahi kami sebagaimana kebiasaan orang tua di mana pun. Bahkan tidak jarang jika kenakalan kami dianggap keterlaluan, ayah melecut kami menggunakan segenggam lidi. Lalu kami menangis sambil meminta maaf. Namun setelah semua reda, ayah mengatakan kepada kami bahwa ia sebenarnya tak tega memukul; badan kami. ‘’Melihat tubuh kalian itu ayah iba, tapi ayah harus memukul perangai yang ada dalam diri kalian!’’ begitulah ayah selalu menjelaskan tindakannya. Ya, apa yang dilakukannya adalah memukul perangai kami yang membuatnya tak berkenan. KINI, bertahun-tahun kemudian, saya sering ingat kisah seorang ayah yang memukul perangai anak-anaknya. Sesuatu yang unik, meski saya rasa sangat mengena. Bayangkanlah, seorang ayah bermaksud memukul tingkah-laku si anak yang dianggap nakal atau tak berkenan, jadi bukan memukul tubuh wadagnya. Akan tetapi, tentu saja memang ia akan memukul fisik si anak, hanya saja jauh di dalam hatinya yang ia pukul adalah sikap dan tidak-tanduk si anak. Jadi pukulan fisik itu mohon dilihat secara simbolik. KARENA ITULAH, tidak heran sehabis si ayah memukul si anak, maka si ayah akan balik membujuk dan menenangkan si anak, jika perlu membelikannya jajan atau mengajaknya jalan-jalan. Yang lebih mengharukan biasanya di malam hari, ketika anak-anaknya sudah tertidur, si ayah akan menyingkap selimut anaknya satu per satu, sambil memandangi wajah si anak yang tidur damai. Dan si ayah akan mencium kening si anak sebagai pemakluman bahwa ia benar-benar mencintai si anak lebih dari sekadar melecutnya siang hari.

DUNIA simbolis ini sangat menarik untuk didalami, baik secara fisik maupun psikologis. Dalam kehiduapan yang lebih luas akan segera tampak bagaimana kita mengkritik tindakan orang yang kita sayangi. Cara menyayangi tidak lagi dilihat dengan kacamata biasa, melainkan dalam perfektif yang lebih luas. JIKA KITA mencintai pemimpin kita, maka sudah sewajarnya kita mengkritik, bila perlu dengan keras. Tentu dengan harapan tidak merusak hubungan silaturahim karena kita tahu bahwa yang kita kritik itu adalah sikap dan tindakannya yang tak berkenan. Bukan sosok fisiknya yang kita kenal. Sebaliknya, seorang pemimpin yang dikritik atau dihujat sekalipun, harap tidak langsung naik pitam dengan memberengus sana-sini. Sebab kritikan bukanlah tanda benci melainkan bentuk lain kasih sayang yang nilainya jauh lebih esensi. MAKA SEBAGAIMANA anak-anak yang akhirnya memaklumi sikap sang ayah yang telah melecut perangainya, seperti itulah hendaknya pemimpin kita yang ada di eksekutif, legislative mapun yudikatif. Jika ada yang bertanya bukankah pemimpin itu yang lebih pantas mewakili sosok ayah yang bisa melecut perangai kita, rakyat banyak ini? TENTU, pemimpin juga bisa melecut perangai rakyatnya, termasuk melecut semangat dan motivasinya yang kendor dalam berbangsa dan berbhineka. Sebaliknya, ‘’rakyatlah sumber ilmu’’ (kata sajak Rendra) atau tahta itu milik rakyat, dawuh Sri Sultan HB IIX. Maka layaklah rakyat melecut perangai pemimpinnya yang menyimpang. Atau tidak ada salahnya kita saling lecut, tetapi bukan lagi melecut fisik wadag dengan kekerasan, melainkan melecut perangai, tingkah-polah, berlandaskan kasih sayang. l Raudal Tanjung Banua

Embun itu air. Barangkali tidak ada lagi yang meragukannya. Tapi benarkah embun itu hanya air? Atau ada sesuatu di dalamnya? Untuk menjawab pertanyaan itu, seseorang mesti bangun pagi. Sepagi-paginya manusia bangun, tetap dikalahkan ayam, dikalahkan burung. Ternyata manusia tidak betulbetul superior, ada saja kurangnya. Hal-hal semacam ini mestilah dimaklumi. Ringkasnya, manusia mesti mengakui kekurangankekurangan yang dimilikinya sebagai manusia yang dijajah suka dan duka. Embun yang saya perhatikan kali ini, adalah embun di ujung ilalang. Sekilas tidak ada yang terlalu istimewa untuk dibanggakan dari sebutir embun. Penilaian yang sekilas, bukanlah kesimpulan mutlak. Manusia memang sering begitu, yang dilihatnya hanya sekilas, tapi ia merasa tahu banyak dari yang sekilas itu. Perhatikan baik-baik ketika matahari terbit, embun itu seolah bersinar memantulkan cahaya matahari. Perhatikan lebih dekat lagi, ada bayangan matahari di dalam embun. Karena hanya bayangan, tentu itu bukan matahari ‘asli’. Matahari di atas, bayangannya di bawah. Serupa bayangan langit, dicari pada laut. Jika langit biru, laut juga biru. Jika langit hitam pekat, laut pun demikian. Tentu ada kemungkinan lain, langit itulah bayangan laut! Jika langit adalah bayangan laut, maka bayangan matahari mungkin saja tidak di dalam embun, tapi yang ada di langit. Begitulah resiko yang ditemui jika bermain-main dengan pikiran, segalanya menjadi begitu relatif. Banyak hal yang diyakini sebagai kebenaran karena dilihat nyata, kemudian jika dipikir-pikirkan kembali, yang ditemui bukanlah penjelasan-penjelasan, tapi kumpulan pertanyaan-pertanyaan. Memikirkan bayangan matahari di dalam embun, membuat pikiran terjebak dalam dunianya sendiri. Terjebak artinya tersesat. Manusia tersesat karena tidak tahu peta. Tidak jarang pula, manusia yang membawa peta, juga dapat tersesat. Ia tersesat karena tidak tahu cara membaca peta. Pengetahuan membaca peta sangatlah penting, dan yang lebih penting lagi adalah mengetahui peta yang benar. Untuk mengetahui peta yang benar, manusia dituntut untuk belajar mengetahui. Mengetahui, artinya mengalami. Mengalami artinya merasakan, karena rasa adalah sesuatu yang dialami. Dengan mengalamilah, manusia dapat bercerita banyak tentang sesuatu yang dialaminya. Manusia tahu asin karena pernah mengalami asin. Sayangnya, bagi orang yang pernah mengalami asin, tidak pernah benar-benar mampu menjelaskan apa itu asin. Kesulitan itu akhirnya dicarikan solusi dengan jalan menunjuk perwakilan. Asin adalah rasa yang dimiliki garam. Orangorang yang ingin mengetahui asin, mestilah menikmati garam, tapi garam bukanlah kata yang tepat untuk menjelaskan asin. Orang boleh saja melihat bentuk garam, tapi tidak pernah tahu bentuk asin. Orang boleh belajar tentang Sunya, tapi keadaan semacam itu sulit dijelaskan dengan kata-kata. Untuk mengetahui Sunya, mestilah merasakan Sunya. Serupa dengan rasa asin itu tadi. Demi merasakannya, tentu harus ada yang ditinggalkan, harus ada yang dilepaskan. Kenangan adalah salah satu yang mesti dilepaskan. Kenangan yang bersifat suka, maupun kenangan yang bersifat duka. Contoh kenangan yang bersifat suka adalah ketika dasendriya menikmati segala hal yang indah. Kenangan yang bersifat duka adalah sebaliknya. Keduanya mesti ditinggalkan. Meninggalkan artinya melewati. Melewati bukan berarti meniadakan. Untuk sampai pada langkah keseribu, mesti melewati langkah satu, dua, tiga dan seterusnya. Embun memiliki hubungan yang khas

dengan rasa. Sebab rasa adalah unsur halus yang ada di dalam air. Untuk menikmati rasa, maka manusia mestilah memiliki lidah. Pada lidah ada kemampuan khusus yang disebut Jihwendriya. Menurut ajarannya, manusia tidak bisa merasakan rasa jika tidak memiliki jihwendriya, meskipun masih memiliki lidah. Ada enam rasa yang bisa dicecap oleh lidah, di antaranya: pahit, manis, asam, asin, sepat, dan pedas. Dari keenam rasa itu, ada lima yang berasal dari darat, dan satu dari laut. Yang disebutkan rasa dari laut adalah rasa asin. Selain enam rasa yang telah disebutkan tadi, ada pula rasa yang lain. Rasa yang lain ini ada sembilan. Pembicaraan mengenai sembilan rasa itu, akan menjadi sangat panjang. Sebaiknya kita hentikan dulu rasa ingin tahu tentang sembilan rasa itu. Biarkan rasa ingin tahu itu merasakan arti menanti. Bukankah penantian mengajarkan kesabaran juga kerinduan? Sama halnya dengan penantian yang dilakukan oleh lidah ketika tidak ada makanan atau minuman yang menyentuhnya. Lidah diam sambil menanti. Pada penantian itu, ia juga mencari. Penantian dilakukannya dengan diam, pencarian dilakukan dengan mengeluarkan air liur. Lidah seperti rindu bertemu. Rindu memang demikian, ia menjadi kekuatan yang membuat seseorang mencari dan juga menanti. Lidah yang didiamkan karena tidak menemui makanan dan minuman, masih dapat digerakkan karena keinginannya untuk berucap. Ucapan inilah yang disebut basa dalam bahasa Bali, atau bahasa dalam bahasa Indonesia. Kata basa juga berarti bumbu. Baik bahasa maupun bumbu, bertumpu pada lidah. Mungkin itulah sebabnya jika seseorang diam [mona] sekaligus tidak makan dan minum [upawasa]. Basa sebagai bumbu berhubungan dengan enam rasa, sedangkan basa sebagai bahasa berhubungan dengan sembilan rasa. Rasa yang sembilan itulah yang ‘dimainkan’ dalam shastra. Shastra diwujudkan dalam kata-kata, dengan dewinya yang bernama Wagiswari. Kata-kata digambarkan seperti air yang terus mengalir, maka disebut Saraswati. Saraswati berstana pada lidah, tempat merasakan bumbu dan berbahasa. Rasa berhubungan dengan shastra. Tradisi bershastra dihubungkan dengan sasih kapat. Kapat disebut pula bulan Kartika yakni bulan ketika hujan gerimis, guruh bersuara pelan terdengar dari kejauhan dan bungabunga pun bermekaran. Situasi yang demikian menggoda para kawi untuk melakukan puja shastra, tentunya dengan mengarang. Mengarang adalah memuja. Jika mengarang adalah memuja, membaca adalah beryoga. Kemampuan membaca hanya dimiliki oleh orangorang yang selalu mengasah kemampuannya. Banyak buku, lontar, prasasti, dan seterusnya yang rindu dibaca-baca. Tidak kalah pentingnya, alam ini juga merupakan sumber bacaan. Tentu membaca alam tidak sama dengan membaca buku. Ada perbedaan di antara keduanya, sekaligus ada pula persamaan. Persamaannya ialah keduanya sama-sama memiliki aturannya tersendiri. Membaca gunung yang diam atau membaca laut yang gelisah. Membaca tubuh pun demikian, ada ketentuan yang mesti dipahami. Tubuh itu sama seperti buku, di dalamnya banyak aksara-aksara. Tubuh disebut pula tanu, dan tanu adalah kata lain dari aksara. Membaca buku, alam dan tubuh adalah kegiatan yang menuntut kesuntukan. Sama seperti menyelami lautan yang dalam, seorang penyelam mesti tahu cara menyelam yang benar. Meskipun seorang penyelam lebih sering tenggelam dari pada muncul ke permukaan. Tidak jelas sesungguhnya, karena lautan sastra yang dalam atau karena penyelam yang rindu tenggelam. l IGA Darma Putra

Embun di Ujung Ilalang

l Anggur

NGAMPOENG SENI Jatijagat Kampung Puisi JKP-109 Jumat Kliwon 27 Oktober 2017 Perjalanan Menuju Negara l Ni Putu Vivi Lestari Dalam riuh bising rindu resah menatap merah bumi kutinggalkan sejenak engkau kutitip dalam pelukan Ibu. Menanggalkan kenangan bersama peladang angin menuju kota semu, untuk merajut cerita yang tak pernah kupahami Meski milikmu bukan milikku izinkan milikku jadi milikmu agar dapat kurangkai gerimis jadi dayung menuju kerajaanmu

Kata Lango dalam Kakawin Ramayana

Pikirkanlah segala sesuatu yang telah dianggap selesai. Demikian diajarkan oleh guru-guru di masa lalu. Saya hanya mencoba meneruskan segala yang diajarkan, secara langsung atau pun tidak langsung oleh para guru. Ilmu pengetahuan itu seperti air, ia mengalir. Mengalir adalah kata yang menarik untuk direnungkan. Ia yang mengalir adalah terjemahan dari Saraswati, begitu pula ungkapan panta rei yang juga berarti mengalir. Air bisa mengalir kemana saja, lebih lagi ke tempat yang lebih rendah. Mungkin saja itu sebabnya, bagi orang-orang yang ingin belajar mesti memiliki sifat rendah di hadapan aliran ilmu pengetahuan. Air mengalir sampai jauh, juga sampai pada kemasan-kemasan. Tidaklah salah jika minum air kemasan, namun semasih sumbernya dapat dicari, sebaiknya jangan berhenti pada minuman siap saji. Minuman siap saji hanyalah penunda dahaga, tapi jika sampai sumbernya, mari kita berenang dan menyelam disana. Hatihati jangan sampai tenggelam! Sumber air itu pun mestilah yang jernih, sayangnya tidak banyak yang dengan baik hati berbagi air jernih, terlebih lagi pada masa sasih katiga. Sasih katiga adalah satu bulan yang dalam perhitungan kalender menempati urutan ke tiga. Pada sasih katiga ini umumnya adalah musim kemarau, sehingga juga disebut katiga kangkang. Orang-orang jadi mudah sakit. Pengetahuan yang mengalir itu, saya dapat dari literatur-literatur, juga pemberian guru. Salah satu pengetahuan yang penting dalam khazanah ilmu sastra adalah perihal kata. Ada satu kata yang begitu menarik, dan layak untuk dikedepankan dalam tulisan ini. Kata itu adalah kata lango. Kata lango yang ternyata menjadi bagian dari kakawin Ramayana. Lango dimasukkan sebagai entri di dalam sebuah glosarium yang berjudul Kawi-Balineesch-Nederlandsch Glosarrium Op Het Oudjavaansche Ramayana oleh Juynboll (1902:454). Kata tersebut merupakan bagian dari Kakawin Ramayana, meskipun ketika menunjukkan sumber rujukannya, Juynboll menyediakan kata kapilango yang diambil dari ekadasa sargah (sargah kesebelas). Terjemahan yang disediakan oleh Juynboll terhadap kata kapilango adalah mijmerend yakni penggabungan. Penggabungan yang dimaksud mungkin penyatuan, sebab lango ada pada subjek dan objek. Penyatuan keduanya, membuahkan hasil berupa kalangwan. Zoetmulder dan Robson (1995: 568-569) juga memasukkan kata lango dalam kamusnya yakni Kamus Jawa Kuna-Indonesia terjemahan Darusuprapta dan Sumarti Suprayitna. Judul asli dari kamus ini adalah Old Javanese-English Dictionary yang diterbitkan pada tahun 1982 oleh Koninklijk Instituut voor Taal-, Land-, en Volkenkunde (KITLV). Di dalam kamus tersebut, Zoetmulder dan Robson juga memasukkan kata kapilango yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘dikuasai oleh perasaan rindu dan pilu’. Zoetmulder dan Robson juga merujuk pada kakawin Ramayana yakni sargah kesebelas, terutama pada bagian wirama sardulawikridita bait ke 30. Jauh sebelum itu, Zoetmulder pada tahun 1974 telah menerbitkan sebuah buku mengenai sastra Jawa Kuna yang disebutnya sebagai selayang pandang. Buku selayang pandang karya Zoetmulder itu kemudian diterjemahkan oleh Dick Hartoko dan diterbitkan pada tahun 1994, buku selayang pandang yang pada kenyataannya bertebal 648 halaman. Buku tersebut berjudul Kalangwan. Zoetmulder dalam Kalangwan (1994: 294) menyatakan bahwa kata-kata seperti lango, lengeng dan banyak lainnya lagi yang merupakan ciri khas bagi kosa kata yang baku dalam sastra kakawin, sama sekali tidak dijumpai dalam Ramayana. Pernyataan ini berlawanan dengan kamus yang telah disusunnya, sebagaimana telah ditunjukkan di atas. Kata lango sebagai kata dasar yang berdiri sendiri tanpa afiks, memang tidak menjadi rujukan oleh Juynboll serta Zoetmulder dan Robson terutama dalam hal kakawin Ramayana. Tetapi, kata kapilango sebagai kata jadian, jelas ditulis dan dimasukkan oleh Juynboll serta Zoetmulder dan Robson. Kapilango berasal dari kata dasar lango, yang telah mengalami afiksasi berupa pembubuhan prefiks kapi-. Prefiks kapiberarti ‘di luar kemauannya mengalami sesuatu hal’, demikian ditulis oleh Mardiwarsito bersama dengan Harimurti Kridalaksana dalam bukunya yang berjudul Struktur Bahasa Jawa Kuna (2012). Kapilango dapat diterjemahkan menjadi ‘di luar kemauannya mengalami lango’. Penjelasan tersebut telah menunjukkan bahwa kata lango memang terdapat di dalam kakawin Ramayana. l IGA Darma Putra

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

Denpasar, Apa yang (Tak) Mungkin… l Pemancing Gairah Seluruh Penghuni Kota….

JUDUL TULISAN INI, apakah dengan tanda Tanya atau tanda seru, akan sama saja. Kita justru berpikir balik: bicara Denpasar bukan bicara apa yang mungkin, melainkan apa yang tak mungkin. Bukankah tak ada yang musthil bagi sebuah kota yang tumbuh sepesat ini? YA, APA YANG TAK MUNGKIN bagi sebuah kota yang tumbuh mencengangkan? Kota yang bertolak dari sebuah kawasan di utara pasar (Den Pasar), kini tumbuh padat ke mana-mana, ke segala arah mata angin. Bukan hanya utara, juga selatan, timur dan barat. Menyatu tumbuh dengan kawasan Sarbagita yang menggurita. Dalam situasi ini, pertanyaannya memang apa yang tak mungkin. Apa saja bisa diwujudkan. Apa saja bisa dijelmakan. Dari pemukiman modern, kawasan perdagangan, super-mall, hingga jalan tol di atas laut. AKAN TETAPI, saya sejak awal memang ingin bicara apa yang mungkin di tengah apa yang tak mungkin. Apa yang mungkin menunjukkan semacam kerendahatian tentang apa yang bisa dilakukan dan tidak bisa dilakukan, namun lebih konkret. Sedangkan apa yang tak mungkin adalah pernyataan mendapuk dada bahwa tak ada yang mustahil diwujudkan oleh perkembangan sebuah kota yang tercatat

sangat pesat. ARTINYA, kita melihat kira-kira apa saya yang mungkin bisa dilakukan di kota ini, dan apa saja yang bisa diperbuat untuk warganya. Boleh jadi saya bicara hal-hal kecil yang dapat dilakukan oleh Denpasar untuk kebaikan warganya. Misalnya, penataan angkutan kota, memfungsikan trotoar sebagaimana mestinya, penataan kampong kumuh, penataan sempapdan sungai, memanusiawikan para penyeberang jalan, menata ruang publik, membuka akses kesehatan mudah dan murah, memperbanyak taman bacaan dan gerakan literasi, memperkuat basis kesenian di banjar, dan seterusnya, dan seterusnya. HAL-HAL SEPERTI ITU sangat mungkin dilakukan karena tidak memerlukan biaya besar. Yang dibutuhkan adalah kemauan yang bertumpu pada taat hukum, toleransi dan apresiasi. Akan tetapi, meski kelihatannya kecil dan sederhana, mewujudkannya bukanlah perkara mudah dibanding membuat proyek-proyek besar megapolitan. Maka tak ada salahnya. Sebagai pemancing gairah kita bertanya: Denpasar, apa yang mungkin; yang kirakira enak bagi semua, nyaman bagi seluruh penghuni kota. Tak lebih tak kurang. l Raudal Tanjung Banua

Aku Rindu

Tanyakan kepada sepasang kekasih yang dipisahkan jarak dan waktu, apakah yang mereka rasakan? Tidakkah mereka merasakan penderitaan yang memerihkan tapi tak terperikan? Perih tapi tidak jelas bagian mana yang luka. Perih semacam itu kita sebut dengan ‘Rindu’. Mungkin saja ada yang mengatakan bahwa mereka gelisah, tapi kegelisahan adalah metamorfosis dari kata ajaib itu: Rindu. Rindu membuat segalanya begitu melankolis, mencekam, dan di saat bersamaan juga inspiratif, indah. Nafas jadi tidak teratur, jantung kadang berdegup sangat kencang ketika membayangkan pertemuan, tapi juga sangat lemah membayangkan perpisahan. Seseorang yang merindu berharap mampu bertemu, juga menunjukkan rasa rindunya kepada kekasihnya. Di masa kini, ungkapan rindu dapat disampaikan di berbagai media. Lewat Facebook, Twetter, BBM, Line, Whats Up, SMS, Telepone, dan masih banyak lagi. Tapi bagaimana cara sepasang kekasih mengutarakan rindunya ketika semua media itu belum ada? Salah satunya ialah surat. Surat cinta kepada kekasih yang mungkin jaraknya berjuta tahun kecepatan cahaya. Surat-surat yang panjang. Surat-surat cinta yang ditulisnya pada daun lontar berupa palambang. Suratsurat cinta dengan gaya lama yang melankolis puitis ditulis pada daun pudak. Surat-surat panjang semacam kalimat-kalimat liris Rumi, ia berkata ‘Mataku akan buta tanpa wajahbulanmu tempatku menatap. Apa yang bisa ku lakukan dengan sebatang tongkat yang diharapkan memandu diriku?’. Wajah-bulan siapakah yang dituju Rumi? Wajah yang telah menipunya dengan hadiah-hadiah. Rumi berkata bahwa hadiah itu perangkap. Sama seperti burung pejantan yang ditipu suara merdu burung betina dalam sangkar. Sama halnya dengan api menipu laron, membuat sayapnya terbakar. Tapi seorang perindu tetaplah rindu. Lalu tongkat jenis apa yang dipakai Rumi untuk memandunya? Tongkat berukir naga, singa, harimau, kucing, ular, cacing atau sejenis tongkat bernama sastra. Sebab susunan kata atĕkĕn lambang begitu memikat, yang artinya bertongkat sastra. Sastra adalah katakata, di dalam kata ada aksara, dalam aksara ada suara. Sastra juga sesuatu yang sangat dihormati dalam tradisi hingga disebut Sang Hyang Sastra. Percayalah, bahwa sastra tidak hanya sebagai kesusastraan, tapi juga ajaran. Seorang perindu telah lama meninggalkan kekasihnya di peraduan. Setelah pernikahan, akibat keinginannya yang menggebu untuk melukiskan keindahan laut dan juga gunung. Demikian kata Mpu Tanakung ketika menuliskan Kakawin Wrĕttasañcaya. Begitu juga Anyang Nirartha, melukiskan kerinduan sepasang kekasih yang ingin bertemu, pada malam hari di suatu taman yang sepi. Mereka hanya berdua saja. Bhramara Sangupati, sebuah kidung lirih menyuratkan bahwa kematian itu adalah sejenis jurang pemisah, dan surga adalah ujung susu kekasih, yang akan ditinggalkannya sendirian dipisahkan kematian. Rindu menjadi sesuatu yang kudus dan sublim. Anak Agung Gde Pameregan menyatakan dengan sendu. Duh ratnayu ndatan pasiring nindijong sarat, anrang sakendriya pangabaning kaayone, rĕngwakĕna pukulun sambatning muda kasihasih, waja haneng wilapa katur ring sang arum, rinipta lambang dadakan, maka cihnan, kandĕhan lara sĕragi balisah angajap tawang. Bertanyalah kepada siapa Anak Agung Gde Pameregan menujukan ‘puisinya’, yang kemudian ditanggapi oleh Nyoman Tusthi Eddy dengan menerjemahkan bait itu sebagai berikut ke dalam bahasa Indonesia. Wahai Juwitaku yang tak tertara di dunia kemolekanmu menambat semesta dengarlah tembang dambaku penyair lara merenda lagu

untaian syair kurangkai bagimu perlambang kerinduan hati gelisah memuja Sunyi. Juwita pelita hatinya ingin digapai bersaranakan syair. Serupa pula yang dikatakan Amir Hamzah ketika rindunya memenuhsesaki dada, ia berujar ‘Aku inginkan rupamu, Kulebihi sekali, sebelum cuaca menali sutra’. Apa yang dirindukan oleh kesemua para perindu itu? Mungkin hanya sekumpulan daging yang akan membusuk ditelan waktu. Manusia hanyalah sekumpulan daging juga tulang belulang. Tapi jangan lupa, manusia juga adalah tempat berkumpulnya rasa. Olah rasa itu sampai sari-sarinya rasa itu dapat dicecap. Sebab bukankah ‘rasa yang berair kubiarkan meninggalkan benih’ seperti kata Oka Rusmini? Rasa selalu saja berhubungan dengan air, entah air sungai, danau, laut, atau juga air liur. Perkumpulan rasa, itulah sari-sarinya keindahan membuat kebahagiaan tanpa batas. Suka tan pawali duhka. Untuk mencapainya, hanya jika pikiran telah sama dengan lautan heningnya. Rindu tidak hanya milik sepasang kekasih. Rindu juga menjadi milik seorang tua yang mengenang masa-masa mudanya. Penuh vitalitas. Kala rambut telah uban dan tipis, ia mengenang helai demi helai rambut hitam tebalnya yang panjang. Juga gigi-giginya yang kuat, tapi kini telah tanggal. Mengenang seribu jejak langkah yang telah jauh-jauh hari disapu waktu. Ketika kenangan mengembalikan segalanya, bersiaplah untuk melangkah maju, tidak hanya melirik mundur. Ada dua hal yang dapat dilakukan seseorang yang sedang terjangkiti rindu. Pertama bagi seorang perindu, ia melakukan pencarian. Kedua, seorang perindu melakukan penantian. Perindu mencari dan menanti. Dicarinya yang ia rindukan sampai menemukan, dinantinya yang dirindukan sampai datang. Sayangnya tidak semua pencarian dapat berjalan dengan lancar, tidak semua penantian menjadi begitu menyenangkan. Mencari dan menanti itu sama, sama-sama rahasia. Rahasia hasil akhirnya. Tidak jelas sesungguhnya apa yang akan ditemukan, apa pula yang akan datang. Rindu juga menjadi milik kita. Rindu milik manusia yang memuja kemanusiaan. Kemanusiaan adalah rasa mulia yang mengunggulkan perhatian kepada manusia lainnya. Hati-hatilah dengan perasaan rindu. Terutama bagi manusia yang merasa dan mengaku rindu kepada Sang Maha Pencipta. Mirip burung Kiling dalam cerita Tantri, burung yang berparuh besar tapi tak bisa terbang. Manusia yang terlalu sibuk merindui-Nya, lebih sering lupa rindunya kepada sesama manusia. Bukankah di kedalaman jiwa manusia, Ia Yang Maha Segalanya itu juga berstana? Ia ada di dalam padma hredaya. Ia merasuk halus. Pinrih ring citta munggwing sarasija ri dalĕm twas lanenastawangku; berharap ia dipikiran bersemayam dalam padma hatiku, yang senantiasa aku puja. Sepertinya Wrĕttasañcaya mengajarkan untuk tidak hanya sibuk dengan rindu kepada Ia yang disebut Maha Besar, tapi juga kepada Ia yang disebut Maha Kecil. Jika rindu hanya sebatas kepada yang besar, tidakkah dunia jadi bising oleh keluh-keluh kerinduan tak terbatas semacam itu. Tidak ada yang salah dengan rindu jenis itu, hanya saja hati-hati tampaknya menjadi benteng pertahanan yang bagus. Rindu tidak hanya menjadi milik manusia, tapi rindu juga milik udara di dalam bambu. Udara di dalam bambu menunggu batang bambu tempat dirinya terkungkung dibelah waktu, hingga bertemu dengan udara di luarnya. Tapi tidakkah udara di luar bambu juga rindu bertemu udara di dalam bambu, hingga ia meniup kencang pohon-pohon bambu. Terakhir harus kita nyatakan selamat merindu, sebab rindulah yang mampu membuat seseorang mencari dan menanti. l I Gde Agus Darma Putra

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

October-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya masih KELILING Bali, tolong Hadang dikota masing-masing sampai Desember 2017 PARA pencinta APRESIASI (terutama dari luar Bali) yang ingin beraktivitas di-JKP-109, MOHON aktif menghubungi dan mengikuti Agenda JKP-109 via Face-Book Wayan Jengki Sunarta. Salam September, Sampai-jumpa di Taman Kriya sore ini


Daerah

16

Modifikator Honda Terbaik

Minggu Umanis, 8 Oktober 2017

Nekrofilia

Siap Unjuk Gigi di ”National Final Battle HMC 2017” SEBANYAK 84 kontestan modifikator dari seluruh Indonesia siap bersaing meramaikan gelaran National Final Battle Honda Modif Contest (HMC) 2017 yang akan dihelat di Lanud Gading Gunung Kildul, Yogyakarta (14/10). Para modifikator ini akan saling beradu kreativitas Memodifikasi berbagai tipe motor Honda yang akan dipamerkan di acara ini. Bersama jaringan main dealer sepeda motor Honda, AHM telah menggelar HMC 2017 di 14 kota besar yang tersebar di seluruh Indonesia, yaitu Manado-Sulawesi Utara, Denpasar-Bali, SoloJawa Tengah, Surabaya-Jawa Timur, Bandung-Jawa Barat, Banjarmasin-Kalimantan Selatan, Pekanbaru-Riau, Makassar-Sulawesi Selatan, Samarinda-Kalimantan Timur, Bandar LampungLampung, Jakarta, CirebonJawa Barat, Mataram-Nusa Tenggara Barat, MalangJawa Timur. Sebanyak 1.715 modifikator dan 232 komunitas di Tanah Air turut berpartisipasi pada gelaran regional series HMC 2017 ini. Pada National Final Battle HMC 2017, sebanyak 84 modifikator terbaik yang menjadi pemenang di setiap kota penyelenggaraan HMC

akan bersaing untuk merebutkan tiga gelaran juara nasional di tiga kategori yang diperlombakan, yakni All Stock Advance > 2006, Free For All dan All Stock Advance < 2006. Penjurian pada tahun ini akan dilakukan oleh media, dengan memperhatikan beberapa aspek penilaian di antaranya, ide dan konsep yang diusung, fungsi, estetika, finishing dan detail dari unit motor modifikasi. GM Marketing Planning

& Analysis PT Astra Honda Motor (AHM) Agustinus Indraputra, mengatakan HMC merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh AHM untuk mendukung kreativitas dan keterampilan anak muda untuk berkarya melalui modifikasi sepeda motor Honda. “Kami selalu berupaya memberikan wadah kepada generasi muda untuk terus berkarya mengembangkan kreativitas dan mewujudkan mimpi mereka selaras dengan

semangat Satu Hati. Dengan diselenggarakannya event HMC ini, kami berharap semakin banyak modifikator berbakat di Tanah Air yang dapat menjadi inspirasi anak muda lainnya melalui ide dan konsep modifikasi terbaik menggunakan sepeda motor Honda,” ujar Indraputra. Gelaran HMC 2017 membuka enam kelas untuk dilombakan. Untuk motor Honda produksi tahun 2006 ke atas dibuka emat kelas, yakni kelas Matic & Cub Stok untuk gaya modifikasi Stock & Stickers/Decals dengan mesin skutik dan cub, Matic & Cub Advance untuk gaya modifikasi Advance & Airbrush/ Paintings dengan mesin skutik dan cub, Sport Stock untuk gaya modifikasi Stock & Stickers/Decals dengan mesin sport, Sport Advance untuk gaya modifikasi Advance & Airbrush/Paintings dengan mesin sport. Selain itu, turut dibuka dua kelas lainnya, yakni kelas Free For All (FFA) untuk modifikasi tipe skutik, cub dan sport dengan gaya modifikasi ekstrim dan All Stock Advance < 2006 untuk motor cub dan sport Honda produksi di bawah tahun 2006 dengan gaya modifikasi Stock/Advance, Stickers/ Decals, Airbrush & Paintings. (bns1)

Kasih Ibu Group Gelar ”Healthy Lifestyle Festival” di MBG DALAM rangka HUT yang ke-30, Kasih Ibu Hospital (KIH) Group menggelar Healthy Lifestyle Festival dari tanggal 7-8 Oktober di Mal Bali Galeria (MBG) dari pukul 10.00 AM sampai pukul 10.00 PM. Pada Sabtu (7/10), KIH melaksanakan sesi edukasi berupa talkshow oleh dokter-dokter KIH. Selain edukasi juga ada entertainment dan fitness. “Masing-masing acara segmennya berbeda. Seperti yang tadi kita laksanakan talkshow tentang menangani kejang demam pada anak. Karena ibu-ibu sering mengalami itu,” beber dr. I Wayan Kesumadana, Sp.OG (K) Fer., Ketua Panitia HUT 30. Setelah itu dilanjutkan dengan talkshow tentang mengatasi penyakit akibat kolesterol yang tinggi. Di kota-kota besar dengan gaya hidup masyarakat baik pola makan, pola gerak dan pola aktivitas yang tidak seimbang dapat meningkatkan terjadinya hiper kolesterol, salah satunya penyakit jan-

tung. Ada juga tentang talkshow pemberian manfaat antioksidan baik vitamin A, C, dll. Karena dikatakan ada antioksidan khusus yang dapat meredam penyakit kronik, salah satunya Diabetes Mellitus. Semua kegiatan tersebut dilaksanakan di panggung utama. Sementara itu, panggung utama dikelilingi stan sponsor baik dari farmasi, produk bayi, produk susu untuk ibu hamil dan anak, alat-alat kesehatan, dll. Juga terdapat stan untuk mempromosikan program KIH, salah satunya adalah KIH card. Dengan kartu KIH, masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di KIH bisa mendapatkan diskon dan penawaran khusus. “Kartu ini banyak manfaatnya, salah satunya adalah mendapat diskon obat, diskon kamar. Bagi yang kerja sama asuransi bisa mendapatkan poin untuk medical check up,” bebernya. KIH juga menyediakan paket

MBG - KIH menggelar talkshow tentang mengatasi kolesterol tinggi di MBG. vaksin kanker serviks, paket persalinan dan medical check up dengan diskon hingga 30 persen. KIH juga memperkenalkan sistem digitalisasi yang dimiliki untuk mempercepat pelayanan dan kemudahan komunikasi. KIH yang telah berdiri selama 30 tahun ingin membangun brand awareness.

Oleh karena itu, pihaknya memilih MBG karena menurutnya pengunjung mal sesuai dengan segmen market KIH. Berdasarkan survei yang dilakukan, segmen mal adalah segmen yang memakai KIH untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. “Maka dari itu kita ingin berbagai,” tandasnya. (bns2)

Wisuda Ke-123 Universitas Udayana

Wisudawan Diminta Berkontribusi Aktif di Masyarakat SEBANYAK 1.165 wisudawan Universitas Udayana dilepas dalam Upacara Wisuda ke-123 di Auditorium Widya Sabha, Kampus Unud Bukit Jimbaran, Sabtu (7/10). Wisudawan didominasi jenjang pendidikan Sarjana sebanyak 797 orang, termasuk diploma IV. Kemudian dari jenjang profesi sebanyak 146 orang, magister 144 orang, doktor 41 orang, PPDS1 32 orang dan diploma lima orang. Masing-masing, 51 orang dari Fakultas Ilmu Budaya, 295 orang dari Fakultas Kedokteran, 19 orang dari Fakultas Peternakan, 113 orang dari Fakultas Hukum, 138 orang dari Fakultas Teknik, 195 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 60 orang dari Fakultas

Pertanian, 177 orang dari Fakultas MIPA, 23 orang dari Fakultas Teknologi Pertanian, 22 orang dari Fakultas Pariwisata, 49 orang dari FISIP, sebelas orang dari Fakultas Kelautan dan Perikanan, serta 12 orang dari Program Pascasarjana. “Harapan saya bagi para wisudawan, mereka akan mampu berkontribusi terhadap lingkungan, di mana instansi dia bekerja dan juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari sesuai kompetensi masing-masing,” ujar Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K)., yang untuk pertama kalinya melepas wisudawan setelah menjadi rektor wanita pertama di Unud. Raka Sudewi men-

WISUDA - Suasana Upacara Wisuda ke-123 Unud di Kampus Bukit Jimbaran.

gaku bangga dengan para wisudawan yang telah berhasil merampungkan pendidikannya di Unud. Terlebih 286 orang di antaranya meraih predikat dengan pujian atau cumlaude. Pihaknya juga memberikan penghargaan bagi 14 wisudawan terbaik dalam wisuda kali ini. Pascaditempa di perguruan tinggi, mereka diharapkan memiliki kemampuan berbeda bila dibandingkan pada saat awal masuk kuliah. Termasuk agar lebih percaya diri, khususnya dalam membedakan mana yang benar dan mana yang salah atau mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. “Di samping percaya diri, dia juga sebagai kontributor aktif di masyarakat dengan melakukan inovasi dan bisa melihat risiko dari aktivitas yang diambil. Dia mampu merefleksikan diri dan terus mengobarkan semangat untuk belajar sepanjang masa,” imbuhnya. Ketika kembali ke masyarakat, lanjut Raka Sudewi, wisudawan agar memiliki solidaritas terhadap lingkungan, masyarakat sekitarnya, serta bangsa dan negara Indonesia. Menurutnya, sosok yang percaya diri, pembelajar yang mandiri, kontributor yang aktif dan warga negara yang peduli merupakan kompetensi yang diperlukan agar para lulusan perguruan tinggi mam-

pu bersaing secara global di abad ke-21 ini. Kompetensi ini bahkan sudah dibangun oleh perguruan tinggi di Singapura, sehingga negara ini berhasil menduduki urutan kedua dalam laporan daya saing negara-negara di dunia tahun 2016-2017. Sementara Indonesia menempati urutan ke 29 dari 138 negara. “Kompetensi tersebut selama ini mungkin belum secara tegas dan eksplisit dikembangkan. Tetapi saya percaya paling tidak sebagian dari kompetensi tersebut baik eksplisit maupun implisit sudah dikembangkan selama mahasiswa menempuh perkuliahan di Universitas Udayana,” tandasnya. Raka Sudewi menambahkan, wisuda agar menjadi momentum penting dan dijadikan langkah awal dalam mengarungi kehidupan nyata di masa mendatang yang tantangannya jauh lebih besar dari pada saat menjalani pendidikan. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan dan pengalaman selama menempuh pendidikan, wisudawan diyakini akan mampu menjadi pejuang dan pengabdi yang tangguh. Baik bagi dirinya, keluarga, lingkungan dan bangsanya. Terutama berkontribusi dalam meningkatkan martabat bangsa melalui keunggulan daya saing dan kemampuan inovasinya. (ad484)

SETIAP perilaku aneh yang diperlihatkan orang, senantiasa dikaitkan dengan kejiwaan. Bila secara fisik dan psikhis orang tersebut diketahui normal, penilaian berikut adalah faktor kebahagiaannya. Kalau sudah menyorot masalah kebahagiaan, persoalannya jadi musykil dan tidak gampang didefinisikan. Sebab , tidak sedikit orang kaya, tampan atau cantik, pintar dan terkenal, namun mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Lalu ada orang yang seakan bijak berucap bahwa bahagia itu sederhana. Hilangkan niat memiliki sesuatu yang tidak mungkin diperoleh, syukuri apa yang sudah dimiliki dan jangan membandingkan diri dengan orang lain, nasihatnya. “Bila berbuat sama gampangnya dengan berucap, nasihat itu memang jempol. Kalau boleh kusingkat, nasihat itu berbunyi, harus terus merasa cukup, betapa pun kecilnya rezeki. Dunia ini penuh gejolak, justru karena kebanyakan orang terus merasa kurang kendati kekayaan dan rezekinya berlimpah. Itu lantaran seperti pendapat Hobbes bahwa semua gerakan manusia didorong nafsu. Celakanya, mereka bergerak namun tidak tahu apa yang mereka cari, sehingga Asrul Sani di tahun 1969 menyindir kondisi batiniah masyarakat dengan film bertajuk ”Apa yang kau cari Palupi?” Ya, bahagia bukanlah barang nyata yang bisa dibeli, meskipun punya harta berlimpah. Orang tidak bisa mendapatkannya di toko serba ada. Konon letaknya di hati setiap orang, namun tiada yang tahu pasti di bagian mana dari hati dia ngumpet? Jangan samakan bahagia dengan senang, sebab orang yang sering tampak bersenang-senang pun menemui ajal secara mengenaskan. Senang hanyalah perjalanan menuju kebahagiaan, tapi sering menjatuhkan orang ke jurang nestapa. Cukup banyak selebriti yang kesehariannya hidup dalam gemerlap panggung hiburan, namun tiba-tiba terdengar gantung diri dan terbujur tanpa nafas karena over dosis. Ya, mereka seperti Palupi, yang ditampilkan Asrul Sani ke layar perak, gagal mendapat benda abstrak yang dicari, “ tutur Rubag. “ Ya, karena gagal mendapat kebahagiaan, ada yang bunuh diri, ada pula yang membunuh orang lain. Seperti katamu, pergerakan manusia didorong nafsu dan nafsu selalu disertai naluri yang bersifat rwa bhineda atau oposisi biner. Eros adalah insting positif yang cinta kehidupan disebut biofilia. Thanos atau Thanatos, insting negatif yang cinta kematian disebut nekrofilia.

Aku tidak tahu pasti apa benar gara-gara pemanasan global. Belakangan ini insting kematian mendominasi perilaku pergaulan di masyarakat. Bahkan duel atau perkelahian massal di kalangan masyarakat mudah tersulut dan aksi kekerasan tersebut diviralkan di medsos. Tragedi berdarah seakan dianggap hiburan yang ditonton berbagai kalangan dan usia, mengingat handphone sudah menjadi kelengkapan hidup masyarakat. Yang menggemparkan video siswi-siswi SMP membuli rekannya disertai tamparan dan sabetan ikat pinggang. Juga ada perkelahian ala gladiator siswa SMA yang menyebabkan korban nyawa. Tidak terkecuali di Denpasar baru-baru ini ada sembilan remaja yang rata-rata berusia 15 tahun diringkus aparat karena diduga sering melakukan pembegalan. Dari hasil investigasi, mereka mengakui perbuatannya dan dari mereka ikut disita beberapa senjata tajam, yang konon pernah digunakan melukai korban yang melawan saat dibegal. Wah, bila berita ini benar, aku khawatir Bali yang bersebutan The Last Paradise akan berubah menjadi The Lost Paradise atau Sorga Yang Hilang, cilakak ! “ komentar Made Surjanegara. “ Ironis, para pemimpin dan elite kita di Jakarta kok lebih sibuk meneriakkan komunis bangkit lagi, padahal generasi muda yang kini dihinggapi nekrofilia seakan tidak digubris. Padahal mereka adalah pemegang estafet negara dan bangsa untuk mewujudkan mimpi Indonesia, gemah ripah loh jinawi, tata-titi tentram kerta raharja. Mereka perlu diselamatkan dari paham radikalisme yang menyebarkan kekerasan. Kita semua tahu, kalau komunisme adalah ideologi bulukan dan usang yang tidak diminati generasi sekarang yang mendambakan demokrasi. Lagi pula Ketetapan MPRS Nmr 25 Tahun 1966 menjaga negeri ini dari infiltrasi ideologi komunis karena Partai Komunis Indonesia dalam produk hukum tersebut dinyatakan terlarang. Bahkan Presiden Joko Widodo meminta masyarakat, bila menemukan PKI bangkit lagi agar segera melapor dan mencatat identitas, dan daftar pengurus mereka akan digebuk ! Tapi kalau isu PKI disebarkan demi tujuan kekuasaan untuk menstigma lawan politik, aku setuju, pendapat Buya Syafii Maarif itu adalah isu mengada-ada. Semacam simulacra, yakni menarik khayalan ke bumi dan dinyatakan ada lalu ditudingkan ke kambing hitam. Mirip duplikat yang difoto kopi, sedangkan aslinya tidak ada. Gaya politik seperti ini sebenarnya mudah dibaca dan basi. Dalam film “Wild Wild West “ saja tidak ada sheriff yang berkali-kali menggali mayat bajingan dari kubur untuk ditembak lagi agar bisa naik pangkat jadi marshall, hahaha,” gelak Wayan Wijaya di akhir uraiannya. “ Benar, aku setuju agar

para pemimpin atau elite politik melihat bahaya nyata yang menghadang pergerakan bangsa dan negara buat mewujudkan cita-cita Proklamasi 1945. Kemerdekaan yang berhasil diraih para pendahulu adalah jembatan emas yang hanya sampai di pintu gerbang, sedangkan penerus punya tugas yang lebih berat lagi. Aku masih ingat pidato Bung Karno di depan para pemuda, bahwa perjuangan generasinya untuk mengusir penjajah lebih mudah dibanding generasi pascakemerdekaan yang berjuang untuk mengisi kemerdekaan. Musuh BK dengan generasinya jelas fisik dan identitasnya, tapi lawan yang harus dihadapi generasi penerus bisa jadi sama kulit dan rambutnya. Inilah yang disebut neokolonialisme-imperialisme atau Nekolim ! Terkait nekrofilia yang dikatakan mendominasi tata-pergaulan saat ini, aku khawatir bila ada warga bangsa yang meniru tindakan Stephen Craig Paddock di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. Pria gaek usia 64 tahun yang kejangkitan nekrofilia tersebut membantai warga bangsanya dengan senapan mesin, Minggu ( 1/10 ) lalu. Ku baca di beberapa media online, Paddock yang mantan akuntan terkenal dan miliarder menempati sebuah kamar lantai 32 Hotel Mandalay Bay , lalu tanpa motif yang jelas memuntahkan ratusan timah panas ke sasarannya yang sedang asyik menikmati konser di seberang hotel. Akibatnya, 58 orang meregang nyawa dan 500 orang lebih mengalami luka. Meski tidak melihat langsung peristiwa itu, bulu tubuh ku merinding membayangkan. Kali ini aku setuju dengan Donald Trump yang menyebut Paddock bukan manusia tapi setan, “ ulas Nyoman Karya. “ Walau pihak kepolisian menyatakan dia bersih dari catatan criminal, tidak pernah ditilang, namun dari jumlah senjata miliknya yang berhasil disita aparat, aku yakin perbuatannya dipersiapkan dengan rencana matang. Di Mandalay Bay Hotel dijumpai 23 senpi berbagai jenis, di rumahnya di Mesquite, Nevada berhasil disita 19 buah dan bahan peledak serta ribuan amunisi. Kemudian dari tempatnya menembak ditemukan beberapa kamera yang mengarah ke tempat konser. Pilihan lokasi dan waktu buat melakukan pembantaian massal, yakni acara konser dalam festival musik country yang berlangsung sejak 29 September dan dipilihnya malam penutupan I Oktober, menunjukkan otak Paddock encer. Anehnya, pemerintah AS menyebut perbuatan biadab ini bukan terror, tapi kejahatan biasa. Padahal ketakutan luar biasa dialami 22.000 penonton, menyebabkan 500 orang lebih mengalami luka akibat saling gencet dan tabrak. Walaupun nekrofilia mendunia, aku berdoa semoga di Tanah Air tidak ada yang meniru perbuatan Paddock, Swaha, “ doa Anom Wijaya di akhir argumennya. (Aridus)

Perang Bintang di Perlombaan ”Bapang Barong” Unhi

UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) menggelar lomba bapang barong pada Jumat (6/10). Lomba dalam rangkaian Utsawa Bali Sani (UBS) ini diikuti 14 pasang peserta, baik dari masyarakat umum, mahasiswa, atau siswa SMA/ SMK. Lomba bapang barong kali ini merupakan perang bintang dari para juara-juara UBS Unhi sebelumnya. Perwakilan Tim Seni Unhi Ngurah Supartama, mengatakan pada lomba bapang barong kali ini menampilkan juara I dan juara II yang menang dalam UBS sebelumnya. Kegiatan lomba bapang barong ini bertujuan untuk mengevaluasi jati diri seniman tersebut. Karena ada tingkat kerumitan tersendiri dari pemain barong. Di samping juga evaluasi terhadap pemain kendang. Unhi sendiri telah berkomitmen dalam pelestarian dan budaya Bali. Sehingga kegiatan ini merupakan wujud komitmen tersebut. “Selain pelestarian budaya, lomba ini juga ajang untuk memotivasi seniman agar tidak mengurangi niatnya dalam belajar menari barong

BARONG - Lomba Bapang Barong yang diselenggarakan Unhi. dan teknik pemukulan kendang itu juga,” bebernya. Unhi juga memiliki prodi kesenian yang mengembangkan seni karawitan dan seni rupa. Hal ini merupakan komitmen dasar kampus Unhi dalam mengevaluasi pendidikan seni dan memobilisasi masalah kesenian tersebut. Lomba bapang barong dinilai oleh empat juri dari kalangan praktisi dan akademisi, baik dari Unhi maupun ISI Denpasar. Salah satu juri I Gede Okq Surya Negara menjelaskan, dalam lomba bapang barong pihaknya akan melihat teknik agem,

tandang, power para penari. “Kita lihat bagaimana agem, posisi pokok dari barong. Tandang, bagaimana perpaduan dari gerakan A ke B. Bagaimana gerakan itu dapat berkolaborasi dan mengatur gerakan itu,” bebernya. Sementara penilaian tapel dilihat dari kemampuan penari menghidupkan tapel yang merupakan benda mati. “Bagaimana benda mati itu supaya betul-betul hidup,” imbuhnya. Power penari juga menjadi penilaian. Juri melihat konsistensi kekuatan penari dari awal menari hingga selesai. (ad485)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Umanis, 8 Oktober 2017

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Dicari SPG Min.SMU Max.27Th Penampilan Menarik,Jujur&Rajin Penempatan Kuta&Nusa Dua,Gj1,8 Hub.Lusi 082144355655

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dcr Tng Dlm Londry&Dry Clean Dstrbtr.Nas bth adm penempatan DIJUAL MOBIL DIJUAL RUMAH Gji+Bns Lok.Dps Hub.0818343214 Singaraja Hub.Pt.Dwiniaga Jl.P Rmh 2Lt 2unt 3KT, 2KM Perum B.BP.001.10.17.0000477 Moyo 2 Pedungan T.0361-720882 ISUZU Nuansa Sandat T.08123914799 Dcr supir SIMA+KTP Kuta krm B.BP.001.10.17.0000278 Panther Pick Up Th97 Bak Cargo B.BP.001.10.17.0000280 Gln Air 081239321898 18-30’th Looking for Staff English B.BP.001.10.17.0000249 Hrg 50Jt Hub.082339478279 BUC Jual Rmh Lt 1,5are Sesetan B.BP.001.10.17.0000274 B.BP.001.10.17.0000471 Speaking Legal Consultan.Please Dicari Tukang Potong Rambut No.Telp : 081236788598 Dcr:Pembantu Masak,Waiter/ss, NISSAN Call/WA 08113800837 and Send Pria Segera Hub.087761600352 B.BP.001.10.17.0000461 B.BP.001.10.17.0000201 Lancar Ingg,ada Gj+Tip, u/R.M. B.BP.001.10.17.0000418 Dbtuhkan Acc u/Kontraktor,Hub: CV:balimitra.mpg888@gmail.com Evalia’2013 XV Terlengkap Low DISEWAKAN RUMAH di Legian Hub:081236109808 ***Dicari Disainer Grafis B.BP.001.10.17.0000464 KM,Asli Bali 115Jt, 0816577397 223371/utami.acc.wak@gmail.com B.BP.001.10.17.0000405 Maintenance MGR FT Bambu Indah Hub.08170678656 B.BP.001.10.17.0000427 B.BP.001.10.17.0000467 Dswkan Rmh ls bng 250m2,ls/lhn Dicr PembantuRT bisa Masak B.BP.001.10.17.0000483 Ubud,S1 or Elektro.Min 4yrs Dcr Akunting utk Prshaan 400m2 Komplek Burung Tuban New Grand Livina 2014 Asli DK Hub.082236935570/087761850345 LOWONGAN PAUD di Kerobokan Membutuhkan Exp.English Imperative.CV to Farmasi&Alkes Syarat Min D3, Jln.Beo 4 Hub.081916539106 Hitam Mnual 141Jt, 081353220100 B.BP.001.10.17.0000455 Teacher & Asst.Teacher, Dicari Admin B.BP.001.10.17.0000213 Single CV Kirim ke Jl.Gatsu II B.BP.001.10.17.0000466 Dibthkan u/G’house di Keramas Email:( maintanancemanagerjob@ Kont Rmh Lt2 ada Kolam Renang Pengalaman & Bhs Inggris.CV: & Bagian Umum Pria, Min SMU bambuindah.com ) No.11 Dps Hub:081805608197 SRI Gianyar.FO&Therapis L/P min 2 th SUZUKI B.BP.001.10.17.0000380 B.BP.031.10.17.0000453 Jl.Bedugul Sdkary, 081558424242 assistme01@gmail.com Bisa Komputer Berpengalaman pengalaman.Hub.0361 4791211 Revolver Espresso,membutuhkan: Futura Pick Up’94 Hrg 45Jt B.BP.141.10.17.0000456 B.BP.145.10.17.0000420 Dcr FO yg bs Bhs Jepang & Lam Jl.Mahendradata 97B Dps Email:nirmalakeramas@gmail.com Kont Rumah Lt2 Perum Puri !!!Segera Butuh 10 Therapist Ngo 081339505408 B.BP.141.10.17.0000306 Driver u/Spa di Jimbaran Storekeeper & Runner. B.BP.001.10.17.0000231 B.BP.001.10.17.0000472 Dewata Sidekarya,081239364588 pria & wanita Canggu Dan Dps Privat Villa Hub.0361-704664 / 085100638867 Dibutuhkan Arsitek & Lansekap Min.2-3yr experiences. B.BP.141.10.17.0000458 B.BP.101.10.17.0000416 Gj menarik+Bnus Lembur,THR Jual Swift ST 2011 M/T Merah Looking for Female Houseto:fia@revolverespresso.com Arsitek Min.S1 Email Lamaran Dcr HouseKeeping/HK,FO,Puri B.BP.004.10.17.0000392 Hub: 0811239621123 Anggur HP.087860945466 DISEWAKAN RUKO keeping Age Max 30, Must Speak & CV Ke info@shl.asia B.BP.001.09.17.0001420 Segera!2 Org Driver Max 30 Thn B.BP.001.10.17.0000487 Asih Htl.Jl.Pantai Kuta 40 Kuta Kontrak Ruko Jl.Dewata English, Call:085237256305 / B.BP.004.10.17.0000116 Cafe Bali Rest.in Seminyak B.BP.001.10.17.0000167 CV & Lamaran Kerja:PT MSV, Jl. Sidekarya Hub.081239364588 TOYOTA 081246378545 No SMS Dicari Bagian Depan/Admin Urgently needed waiter/s, Dcr Marketing (L) utk Pershaan T:08113884825 Avanza G’11 Hitam.Tk Arbet Jl. B.BP.141.10.17.0000457 B.BP.141.10.17.0000410 Butik Kebaya, Hub.08123619551 MT Haryono 9 DpsB.BP.001.10.17.0000119 steward. exp.Please send CV to: Ruko 3lt LB389 LT287 Jl.Pantai Farmasi&Alkes Syarat SIM A/C Dcr Sopir, Perawat, Dokter B.BP.001.10.17.0000475 Ry.Pemogan240 Dps, 081239530478 cafe.bali@yahoo.co.id.or Brawa Hp:081805611109 CV Kirim ke Jl.Gatsu II No.11 Security Freelance Seminggu 1x Gigi untuk Klinik 24 Jam B.BP.001.10.17.0000481 B.BP.001.10.17.0000393 DIJUAL MOBIL Dps Hub:081805608197 (SRI) Villa Pribadi 081805596048 Hub.(0361)4740141,081236021000 0361-735147/081936066759 B.BP.145.10.17.0000390 B.BP.001.10.17.0000379 DICARI MOBIL B.BP.145.10.17.0000415 B.BP.001.10.17.0000482 DIJUAL TANAH BMW Dcr Pembantu Rmh Tangga Serius Gardener Berpengalaman Villa Cr Mbl:Avanza,Xenia,Rush,Yaris Cr Admin keuangan wnt SMU/SMK Cr Admin,Cust.service,Prmniaga Dijual Tanah 2Are & 3Are Jual BMW X5 th’2004 hitam siap Hub.082144277772 Jaz,dll,Cas/O.Krd,085100880349 di Tiying Tutul H.082147454248 Pribadi 081805596048 usia 18-30th WA 081999575838 Tlp.087852459519/085738559532 pakai Hub: 0817340905 B.BP.001.10.17.0000367

B.BP.001.10.17.0000368

Dbthkn:Senior/staff Fin, Keu P/W max 35th, D3/S1 Keu Pnglm 1th Mrngt Jurnal Dsr Acc mhr MSOff Sofware Acc. Email: made.wirtayasa@frestive.com e.sofyan@frestive.com

B.BP.001.10.17.0000476

B.BP.145.10.17.0000414

SALON

SERVICE

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

TOUR

BIRO JASA

BIRO JASA

B.BP.001.10.17.0000451

B.BP.164.10.17.0000473

AURA TEKNIK Service Panggilan

AC KERJA DITEMPAT

B E R G A R A N S I

KULKAS FREEZER SHOWCASE WATER HEATER

COLDROOM MESIN CUCI

081 999 540 284 082 247 418 281 C.0001323-brj

DIJUAL MOTOR

HONDA PROMO SPECIAL AT BESAR

DISCOUNT SANG BUNGA RINGAN AH TERIMA TUKAR TAMB

Mobilio

READY STOCK All new CRV

HR-V

*Syarat & ketentuan berlaku

081 337 098 405 081 9999 818 63 C.0000421-mbl

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

B.BP.164.10.17.0000474

Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809

B.BP.001.09.17.0000185

BUC Tanah+Rmh 221m2 Rp. 1M Jln Keboiwa Utara H.081999528628

Tnh kav Kaliasem Lovina Sgr DP 10% Bunga Krd 1% perbln Hub.081338183031/081805374433

B.BP.004.10.17.0000073

DISEWAKAN TANAH B.BP.001.10.17.0000273 Batubulan 325JT ng JlMobil Viw BUC Oper Kontrakan Tnh+Rmh 2A Ketwl 200ng+230ng 087761245398 14Th 175Jt Hub:082144002999 B.BP.001.09.17.0000991

Djl Tanah 20A (Kerambitan) & Tnh 31,6A(Canggu)081558097478

B.BP.001.10.17.0000443

Djl Tnh Dewi Madri I Renon Dps Hrg Nego L 5,8a H.081239964448

B.BP.001.10.17.0000138

Jual Rugi Segera Jl.Dewi Sri2 Kuta=6,4A Hp/WA:081-138-99108

B.BP.001.10.17.0000243

Soka Tabanan dekat Jl.Raya 1030 Are 36Jt/Are 087761604899

B.BP.001.10.17.0000450

Tn 5A Jl.Jempiring Dps Pggr Jln Strgs 6,6M Ng 087861722981

B.BP.001.10.17.0000480

B.BP.001.10.17.0000422

DISEWAKAN GUDANG Diswkn Gudang 6,5Are By Pas Ida Bgs Mantra Ktwel Hub.08113994567

B.BP.004.10.17.0000406

RUPA-RUPA Kredit Multiguna 1,6% jangka waktu sampai 15th BPR Adiartha Hub.085738555185/081805325359

B.BP.001.10.17.0000118

Obral Perabot RT Bekas Lemari Kasur Dispenser 081246535555

Tnh 1A Jl.Multi Permai OneGate B.BP.001.10.17.0000417 Jl5mt Aspal 375/A,087861118998 Pendana pribadi SHM Datah Krsm B.BP.001.10.17.0000478 8,5HA BU800jt Hp:081805611109 Tnh 4A Jl.Gn.Patas I Prm Griya B.BP.001.10.17.0000394 Abasan Pds Kelod 087861122117 KEHILANGAN B.BP.001.10.17.0000171 Tnh Kvl di Mengwi 60Jt/A & Hlg BPKB MHRRD48602K001103 130Jt/A Bs Kredit 087862450004 Dk 871 CF a.n Siska Wijaya B.BP.001.10.17.0000462

B.BP.001.10.17.0000239


Asah

18

Minggu Umanis, 8 Oktober 2017

Pertanyaan Pertanyaan TTS No. 316 Mendatar: 1. Bagian terluar dari kumtum bunga 4. Nama pohon/buahyang masak berwarna kuning dan rasanya manis ; “Diospyros Kaki” 7. Jangan (Bali) 8. Tidak kuat lagi melawan ; hampir kalah 11. Presiden terlama di Indonesia 13. Masakan berkuah 15. Pemboros (Inggris) 17. Tusuk konde 18. Sesuatu yang merupakan hasil suatu perbuatan 21. Penyakit dengan gejala kejang-kejang 23. Perlekatan embrio pada dinding rahim 25. Merek HP 26. Kesertamertaan ; perbuatan yang bebas dari pengaruh orang lain dan tanpa pamrih 30. Abu dapur (Bali) 31. Air terjun terbesar di AS 33. Minggat (Bali) 35. Banyak (Bali) 36. Huruf pertama nama orang 37. Memulai atau menghidupkan (Inggris)

Belasan Paus Sikat Kanada Tewas Karena Tabrakan dengan Kapal Tabrakan dengan kapal atau perangkap jaring ikan kemungkinan telah membunuh 15 paus sikat Atlantik Utara yang barubaru ini terdampar di pesisir Kanada dan Atlantik Amerika Serikat (AS), ungkap peneliti pada Kamis (5/10), setelah memeriksa bangkainya. Proses nekropsi dilakukan terhadap enam dari 15 paus tersebut dan dilanjutkan yang ketujuh. Namun, tim peneliti dari Canadian Wildlife Health Cooperative (CWHC) yakin bahwa penelitian lebih lanjut akan menunjukkan penyebab kematian serupa pada yang lainnya. Sejak Juni, belasan paus sikat ditemukan mati di perairan Kanada di area lalu lintas laut dan perkapalan yang cukup ramai dan penangkapan ikan komersial yang cukup besar. Tiga lainnya kemudian ditemukan di

TTS Bali Post

Menurun: 1. Yang ditakuti para koruptor 2. Lautan/samudra (Inggris) 3. Tidak jernih 4. Tempat uang 5. Nama Maha Rsi yang menanam Panca Datu di kaki Gunung Agung/Besakih 6. Urut-urutan waktu dari sejumlah kejadian/peristiwa 9. Tidak keras ; lunak 10. Perkebunan ; tanah (Inggris) 12. Ultra high frequency 14. Sri panggung 16. Sedan tambangan 18. Seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan ekonomi 19. Pembiakan bakteri pada suatu pembenihan 20. Buku yang berisi peta bumi 22. Panggil untuk datang 24. Satu ; hanya satu (untuk menyatakan benda yang kurang tentu) 27. Pegas 28. Tegangan otot 29. Dibalik: Baju luar tak berlengan 32. Semua (Inggris) 34. Kain pembersih

Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 316 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 14 Oktober 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 22 Oktober 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@ Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 314 Mendatar: 1. Purnama 5. Pampang 9. Tanya 10. Eel 11. Adeng 12. Tok 13. OTR 14. House 17. Aktor 20. Pokok 22. Kelobot 24. Relevan 26. Gradasi 30. Kelakar 33. Insan 34. Kusta

37. Mabuk 40. Nau 41. Doa 42. Tarot 43. Lor 44. Menor 45. Sakenan 46. Neofili Menurun: 1. Patuh 2. Rancu 3. Abate 4. Anekdot 5. Pelopor 6. Muara 7. Alert

8. Geger 15. Oke 16. STO 18. Kue 19. Ora 20. Porsi 21. Keren 23. Lua 25. VAK 27. Rau 28. DPT 29. Insulin 30. Kaldron 31. Aba 32. Alu 34. Ketus

Pemenang TTS No. 314 I Wayan Wita Br. Tingas, Desa Mekar buana, Kec. Abiansemal, Kab. Badung (HP: 081 339 589 890) Gusti Ngurah Darmayasa Br. Temesi, Gianyar 80515 (HP: 081 936 251 226) Gede Wira Buana Putra Jl. Ir. I.B. Oka Gang Clurit No.3, Denpasar 80232 I Wayan Sadia Br. Sembung, Desa Tembok, Kec. Tejakula, Kab. Buleleng Ni Ketut Sroki Asmariyati Br. Gunung, Desa Penatih Dangin Puri, Denpasar Timur (HP: 081 237 690 097) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Luh Putri Damayanti Alamat : SMP Negeri III Sukawati, Gianyar 80582

Nelayan Lebak Dilarang Buru Penyu Hijau

BPM/ist

LOMPAT - Seekor paus sikat melompat di kawasan Atlantik Utara. lepas pantai New England di AS. Lima paus yang diperiksa tampaknya mati karena trauma benda tumpul, tetapi dekomposisi terhadap salah satunya menegaskan penyebab tersebut tampaknya tidak mungkin, sementara

paus keenam tenggelam setelah terjerat pada alat tangkap nelayan. “Aktivitas manusia adalah penyebab paling utama kematian ini pada musim panas ini,” kata ahli patologi Pierre-Yves Daoust dalam konferensi pers. (afp)

Nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak, Banten dilarang memburu penyu hijau, penyu sisik dan pari manta karena dilindungi pemerintah. “Jika nelayan tidak sengaja menangkap penyu hijau, penyu sisik dan pari manta maka harus kembali dilepas,” kata Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Nelayan Kecil Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Rizal Ardiansyah di Lebak pekan ini. Pesisir Selatan Kabupaten Lebak juga terdapat populasi satwa penyu dan ikan yang dilindungi pemerintah. Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, merupakan hewan dilindungi. Saat ini, ekosistem habitat laut yang dilindungi pemerintah adalah penyu hijau, penyu sisik dan pari manta. Populasi ekosistem habitat biota laut itu perlu dilestarikan dan jangan sampai terancam punah. “Kami mengimbau nelayan juga melestarikan biota laut yang dilindungi itu,” katanya. Rizal mengajak nelayan tidak melakukan pemburuan maupun penangkapan untuk diperjualbelikan karena bisa berhadapan dengan penegak hukum. Pihaknya beberapa bulan lalu sudah menerima laporan tiga ekor penyu hijau dari pesisir selatan Kabupaten Lebak digagalkan oleh petugas Kepolisian Pandeglang. Ketiga penyu hijau yang terancam punah itu hendak dijual ke Jakarta. “Kami memberikan apresiasi terhadap petugas penegak hukum bisa menangkap pelaku penjualan penyu hijau itu,” ujarnya. Menurut Hasan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Populasi penyu hijau baik dalam keadaan hidup atau mati dilarang diperjualbelikan karena bisa dikenakan pidana. Mereka pelaku perdagangan penyu hijau, penyu sisik dan pari manta bisa dikenakan Undang Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pelaku perdagangan (penjual dan pembeli) satwa dilindungi dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Karena itu, pihaknya meminta nelayan tidak menangkap dan memperjualbelikan penyu hijau tersebut. “Kami sudah menyebarkan surat imbauan larangan penangkapan penyu hijau, penyu sisik dan pari manta,” katanya. (ant)

BPM/ist

DILINDUNGI - Penyu hijau merupakan hewan dilindungi berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Cari Pasangan, Koala Kabur dari Kandangnya di Australia Petugas margasatwa Australia membutuhkan crane untuk menyelamatkan seekor koala betina yang kabur dari kandangnya di awal musim kawin pertamanya karena sudah tidak sabar untuk mencari pasangan. Irene si koala ditemukan hilang dari kandangnya di Australian Reptile Park di luar Sydney pada Kamis pagi, kata petugas taman itu. Koala berusia dua tahun tersebut ditemukan terjebak di pohon terdekat setelah kabur melalui lubang di kandangnya, jelas mereka. Manajer umum Tim Faulkner mengatakan bahwa Irene baru saja mencapai kematangan seksual dan pekan ini menandai dimulainya musim kawin tahunan koala. “Ini bukan pertama kalinya kami melihat koala betina muda yang tidak sabar mencari pasangan, dan bukan kebetulan dia keluar dari kandangnya untuk men-

BPM/ist

KOALA - Koala betina bernama Irene ini sempat hilang dari kandangnya untuk cari pasangan. emukan kandang pasangannya,” katanya. Pejabat taman bersikeras bahwa hasrat Irene akan terpenuhi, namun dengan cara lebih alami. Dia akan diperkenalkan dengan koala jantan yang tepat setelah ‘pasangan selektif dibuat’ yang diatur berdasarkan daftar silsilah, jelas pihak taman tersebut. (afp/ant)


19

Minggu Umanis, 8 Oktober 2017

Rsi Markandeya

Ditangkap KPK

Ketua PN Manado dan Anggota DPR Jadi Tersangka Jakarta (Bali Post) KPK menetapkan Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara (PT Sulut) Sudiwardono dan anggota DPR dari Komisi XI Fraksi Partai Golkar Aditya Anugrah Moha sebagai tersangka dugaan korupsi suap. Korupsi suap itu terkait putusan banding perkara kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Kabupaten Bolaang Mongondow tahun 2010. “Setelah melakukan pemeriksaan 1 x 24 jam dan melakukan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji Ketua Pengadilan Tinggi Sulawsi Utara, maka KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan 2 tersangka yaitu sebagai penerima SDW (Sudiwardono) Ketua PT Sulut sebagai ketua majelis hakim dan sebagai pemberi AAM (Aditya Anugrah Moha) anggota DPR Komisi XI periode 2014-2019,” kata Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (7/10) kemarin. Sudiwarsono dan Aditya diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di hotel di daerah Pecenongan Jakarta Pusat pada Jumat (6/10) malam dengan barang bukti sebesar 64 ribu dolar Singapura. Diduga pemberian uang

terkait dengan penanganan perkara banding dengan terdakwa Marlina Mona Siahaan selaku Bupati kabupaten Bolaang Mongondow periode 2001-2006 dan 2006-2015 untuk mempengaruhi putusan banding dalam perkara tersebut serta agar penahanan terhadap terdakwa tidak dilakukan, tambah Laode. Marlina adalah ibu dari Aditya yang divonis pada Juli 2017 lalu oleh Pengadilan Negeri Manado dengan hukuman 5 tahun pidana penjara dengan denda Rp200 juta dan uang pengganti sebesar Rp 1,2 miliar subsider 2 tahun kurungan. Majelis hakim menilai bahwa Marlina terbukti melakukan korupsi TPAPD Bolaang Mongondow sebesar Rp 1,25 miliar saat masih menjabat sebagai Bupati Bolaang Mongondow 2010. Marlina juga terbukti melakukan pencucian uang. “Commitment fee sebesar Rp 1 miliar dan dijadikan dalam bentuk dolar Singapura sehingga menjadi jadi sekitar 100 ribu dolar Singapura,” tambah Febri. Pada hari Jumat itu juga, tim KPK mengamankan 23 ribu dolar Singapura sebagai sisa pemberian pertama pada Agustus 2017 dan 11 ribu dolar Singapura yang diamankan di mobil Aditya. “Kode yang digunakan mohon maaf menggunakan ‘pengajian’, jadi pertemuannya

kapan nanti kita bertemu di mana, kan kode pengajian ini jarang-jarang terjadi. Nilai fee awal 100 ribu dolar Singapura untuk mempengaruhi putusan bandng dan agar tidak ditahan selama proses persidangan berjalan,” jelas Laode. KPK juga mesih terus mengembankan kasus ini termasuk keterlibatan pihak lain serta asal usul uang yang diberikan kepada Sudiwardono. Sebagai penerima Sudiwardono disangkakan pasal Pasal 12 huruf c atau pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001. Pasal itu menyebut mengenai hakim yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. Sedangkan sebagai pemberi, Aditya Anugrah Moha disangkakan pasal 6 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001. (ant)

Mencari Kerja Dari Hal. 3

“Beberapa sudah mulai produktif dan mencari kerja,” kata Sukanada. Untuk mengisi waktu luang warga di pengungsian, kata Sukanada, beberapa kegiatan rutin yang dilakukan bekerja sama dengan PKK Desa adalah melakukan kegiatan belajar setiap jam 19.00 wita untuk anakanak pengungsi. “Kebetulan Ketua Tim Penggerak PKK Desa juga guru. Jadi setiap malam ada kegiatan belajar,” ujarnya. Selain kegiatan belajar juga ada senam Yoga yang dilakukan setiap dua hari sekali. Ada juga pelatihan membuat kue bolu dan kelepon. Bahkan Sabtu (7/10) kemarin, digelar pelatihan membuat bakso lele. Mengenai logistik lanjut Sukanada masih mencukupi. Animo masyarakat untuk mengulurkan bantuan belum surut. Rata-rata kunjungan memberikan bantuan yang datang baik dari pribadi maupun kelompok ke posko pengungsian sekitar 5-6 per hari. Selain logistik untuk kebutuhan warga pengungsi di posko, logistik juga disebarkan ke pengungsi mandiri secara proposional. Di Buleleng Sementara itu, ribuan jiwa warga Kabupaten Karangasem saat ini menjalani keseharian serba-terbatas di bawah tenda pengungsian di sejumlah tempat di Buleleng. Sejak dievakuasi dari kampung halamannya, sebagian besar pengungsi dari bumi lahar ini kehilangan pekerjaan mereka. Sekarang, keluarganya mengandalkan bekal seadanya. Untuk bisa membiayai keluarga, pengungsi ini pun berharap bisa mendapatkan pekerjaan sambil menunggu situasi Gunung Agung dinyatakan aman. Di Buleleng saat ini menampung sekitar 22 ribu pengungsi dari Desa Ban, Dukuh, Kecamatan Kubu, Karangasem. Dari jumlah

itu terbesar ditampung di posko pengungsian di Kecamatan Tejakula. Sisanya mereka tinggal di Kecamatan Kubutambahan, Sukasada, Buleleng, hingga Kecamatan Gerokgak. Selain menempati tempat fasilitas umum (fasum) milik pemerintah setempat, pengungsi ini tinggal di rumah penduduk yang ada hubungan keluarga. Tinggal di pengungsian sejak tanggal 22 September 2017 yang lalu, pengungsi sebagian besar hanya diam. Hanya beberapa pengungsi laki-laki yang memilih kembali desanya di Karangasem untuk menengok rumah atau ternak yang belum dijual. Pada sore hari, mereka kembali ke posko pengungsian tinggal bersama anak, istri, dan kerabat dekat dalam satu lokasi penampungan. Ketut Susup (60) warga Dusun Bonyoh, Desa Ban yang ditemui di tenda tempatnya mengungsi di Desa Les Sabtu (7/10) kemarin menuturkan, selama tinggal di penungsian dirinya hanya bisa pasrah dengan nasib. Pasalnya, sejak memenuhi anjuran pemerintah untuk mengungsi, pekerjaan yang dia andalkan sebagai buruh proyek telah ditinggalkannya. Setelah berada di pengungsian, pria tiga anak ini hanya diam dan mengandalkan bantuan logistik lain yang disiapkan pemerintah daerah. Meski mendapat jaminan hidup dari pemerintah, Susup dan istrinya Wayan Ketil (40) sekarang bingung harus berbuat apa agar bisa memiliki biaya untuk kehidupan keluarganya. “Sejak ngungsi, saya diam saja dan bawa bekal sedikit sudah menipis. Kalau kebutuhan hidup memang sudah ditanggung pemerintah, tapi kalau bekal sudah habis dan kami tidak bekerja, nanti keluarga saya kasi apa,” tuturnya. Agar biaya keluarganya bisa dipenuhi, Susup berkeinginan untuk bisa bekerja sambil mengungsi. Dengan keahlian sebagai buruh ban-

gunan, dia berharap ada yang bisa mempekerjakannya baik di lokasi dekat pengungsi atau ke daerah lain. Hanya, keinginannya itu belum pernah disampaikan kepada aparat pemerintah atau petugas di pengungsian. “Kalau ada yang mau memberi pekerjaan itu yang saya harapkan, tapi di penungsian belum ada yang memfasilitasi. Kalau saja ada tawaran pekerjaan, saya akan bekerja, sehingga tidak hanya diam dan memiliki pegangan untuk biaya penghidupan keluarga,” jelasnya. Hal senada diungkapkan pengungsi lain Komang Ariyani (26) warga Dusun Bonyoh. Sejak tinggal di pengungsian, Ariyani mengaku hanya bisa duduk dan mengurus keperluan anak dan suaminya. Situasi ini terpaksa dijalani karena dia sendiri bingung ke mana mencari pekerjaan dan tidak tahu harus mengerjakan apa. Meski demikian, dirinya berharap selama mengungsi ada yang bersedia memberikannya pekerjaan sehingga mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. ‘’Mudah-mudahan ada yang memberi pekerjaan, sehingga ada tambahan selain kami mengandalkan bantuan pemerintah,” tegasnya. Sementara itu, Perbekel Desa Ban, Kecamatan Kubu, Wayan Pontag, mengatakan, selain sebagai peternak, warganya juga memiliki keahlian menjadi tukang bangunan dan perajin anyaman bambu. Untuk itu, pihaknya berharap keahlian yang dimiliki itu bisa dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan di sekitar desa tempatnya sekarang mengungsi. Selain itu, pihaknya akan memfasilitasi dengan pemerintah di lokasi penungsian, jika memang memerlukan tenaga kerja sehingga bisa memberdayakan warganya di pengungsian. “Warga kami ini banyak punya keahlian dan kalau ada yang mau kasi pekerjaan itu yang kami harapkan,” katanya. (san/mud)

Dari Hal. 3

Rsi Markandeya, sosok orang suci sekalipun ternyata mengalami kegagalan saat kedatangan pertamanya merambah hutan belantara Gunung Agung, lantaran tanpa didahului ritual penghormatan kepada ‘penguasa’ kawasan suci Gunung Agung. Tradisi ritual memang kadang-kadang dianggap kurang masuk akal, namun demikian bagi penganut keyakinannya, yang telah mengkristal dalam dekapan kearifan budaya lokal, yang dipentingkan adalah sikap dasar spiritual dalam balutan emosi religi, bukan logika. Karena itu, dalam tradisi ritual melalui upacara persembahan, termasuk Tumpek Bubuh sejatinya adalah sebagai bentuk persembahan atau pengorbanan kepada zat halus bahkan ‘Roh Agung’ yang memang sulit diterima nalar. Tetapi bisa dipahami bahwa hal itu semua sebagai perwujudan bakti makhluk kepada kekuatan supranatural (Adikodrati). Menurut Roberston Smith (dalam Koentjaraningrat, 1990), upacara religi (ritual) akan bersifat kosong, dan tak bermakna, apabila tingkah laku manusia di dalamnya didasarkan pada akal rasional dan logika. Apa yang dilakukan umat dalam bentuk aktivitas ritual sejatinya merupakan realisasi emosi kosmis bernuansa mistikal yang mendorongnya untuk berbakti kepada kekuatan tertinggi yang menurutnya tampak konkret di sekitarnya, dalam keteraturan alam, serta kedahsyatannya yang hubungannya dengan masalah hidup dan maut. Jadi, ketika Rsi Markandeya mengalami kegagalan pertama, maka pelajaran sekaligus pengalaman yang didapat adalah ternyata tidak ada sesuatu yang ‘ber-Ada’ berasal dari ruang hampa/ kosong. Dalam kehampaan kawasan Gunung Agung yang tampak kosong pada saat itu, sejatinya secara gaib tampak nyata keberAda-an-Nya. Paling tidak kegagalan merambah hutan saat itu diyakini oleh sebab tiadanya penghormatan atau penghargaan terhadap ‘zat agung’ penguasa Gunung Agung. Belajar dari pengalaman Rsi Markandeya, memberi pemahaman, ketika sekarang Gunung Agung mengisyaratkan tanda-tanda akan meletus, sebagaimana pernah terjadi pada tahun 1963, bahkan kala itu sedang dalam rangkaian ritual besar Eka Dasa Rudra, tentunya menyiratkan sinyal, tidak saja secara geologis, melalui kegempaan atau erupsi, boleh jadi lantaran telah terjadi sesuatu yang salah atas bagaimana sikap dan perilaku masyarakat Bali (Hindu) dalam mengelola Gunung Agung dengan kawasan Besakih yang sejak kuno dipasupati sebagai hulu-ati (kepala dan

jiwa) Pulau Bali. Tatkala bagian kepala (hulu) sudah terinjak-injak, itulah tandanya alpaka/langgana, dan ketika bagian jiwa (ati) terhunjam kelobaan, matilah spirit Bali, tidak lagi sebagai pulau suci, tetapi berkembang sebagai negeri komoditas, semua serbabisa diperjual beli demi kepentingan materi. Sepertinya saat ini, Gunung Agung sedang merintih pedih sehingga harus mendidihkan magma untuk (menurut PVMBG) suatu waktu bisa saja meletus. Dalam pandangan mitologis, tampaknya Dewa Penguasa Gunung Agung yang bersthana di Kahyangan Besakih sedang bersedih, masih menimbang-nimbang, apakah hendak jadi meledakkan diri atau memberikan pegampunan dan keselamatan, sehingga cukup dengan hanya memberikan isyarat geologis lewat gempa vulkanik, tanpa harus meletus dan menghanguskan kawasan dan daerah hunian yang adalah umatNya juga yang sesungguhnya tergolong rajin, rutin, dan disiplin menghatrurkan ritual persembahan. Melalui Tumpek Bubuh yang jatuh pada Saniscara Kliwon wuku Wariga, Sabtu (7/10) kemarin, umat Hindu diingatkan, aktivitas ritual tidak cukup hanya dengan menghaturkan persembahan upakara bebanten, lalu merasa sudah selesai mayadnya. Sebab, ada bentuk yadnya lain yang dalam konteks kekinian dinilai lebih bermanfaat, bisa melalui pemberian material-finansial (dana), peningkatan kualitas intelektual (pengayaan ilmu pengetahuan/kecerdasan), pelayanan sosial (sevapuja), hingga meningkat ke level pencapaian kesadaran spiritual. Terkait ritual yadnya Tumpek Bubuh, akan lebih efektif dan produktif bila dilakukan lewat aksi proaktif berbasis enviromental, berupa pelestarian lingkungan alam beserta segala sumber daya hayatinya. Jika hal itu dapat dibuktikan, maka bentuk aktivitas religi umat Hindu tidak berhenti di tingkatan yadnya ritual saja, tetapi semakin berkembang menjadi suatu kegiatan keagamaan yang kontekstual berbasis teo-ekologis. Hanya dengan cara itu akan terwujud suatu hubungan religis antara manusia dengan Tuhan, jalinan sinergis antar sesama, dan kondisi harmonis antara manusia dengan lingkungan alam. Dan itu dapat dimulai dengan mengagungkan gunung, termasuk Gunung Agung, pusat kehidupan dengan segala aneka rupa jenis tumbuhan beserta hewan yang hidup di dalamnya. Jika Gunung Agung meletus juga, yakinilah itu sebagai mekanisme berkah dan anugerah meski harus dimulai dari musibah. Penulis, dosen Fakultas Pendidikan Agama & Seni Unhi Denpasar.

Untuk Dijual Dari Hal. 3

Sambil mengurus anaknya, dalam seminggu, dia bisa menghasilkan 150 lembar perlengkapan upacara. Ratih mengaku perlengkapan upacara yang dibuatnya biasanya dijual di Pasar Menanga, Rendang Karangasem. Namun karena hasil

kerjanya banyak diminati oleh pegawai-pegawai di SKB, dirinya pun kini menjualnya juga ke pegawai dan warga sekitar pengungsian. Ratih mengatakan hasil dari penjualan perlengkapan upacara cukup lumayan. Per hari, dirinya bisa mendapatkan penghasilan antara Rp 30-40 ribu. (nan/ina)

Tak Bawa Bencana

Dari Hal. 3

“Artinya, kuat keinginan umat memohon pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa semoga Gunung Agung tidak membawa bencana bagi kehidupan kita,” jelasnya. Menurut Lastra, sebagai umat beragama tentu hanya bisa memohon dan berharap. Hanya inilah jalan yang bisa dilakukan secara niskala. Sejalan dengan itu, pemerintah juga melakukan langkah antisipasi dari aspek sekala. Terkait Pura Besakih, lanjut Lastra, saat ini memang menjadi salah satu destinasi pariwisata. Mengingat, indahnya tempat spiritual tertinggi bagi umat Hindu di Bali dan Indonesia pada umumnya

ini. Hanya, dia tekankan wisatawan tidak boleh masuk ke wilayah-wilayah sakral Pura Besakih. “Pura di samping untuk kedamaian spiritual, kan juga untuk kesejahteraan. Sepanjang dilakukan tidak melampaui batas-batas mana tempat yang sakral, mana yang propan tidak ada masalah,” terangnya. Dengan demikian, Pura Besakih tetap terjaga kesuciannya dan masyarakat di sekitarnya bisa hidup sejahtera. Sebab, harmonisasi spiritual di hadapan Tuhan dan kesejahteraan umat merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. “Tidak boleh semua bebas dieksploitasi. Kalau semata-mata hedonis, itu yang tidak boleh,” ujarnya. (lun/rin)

Hujan Abu

Dari Hal. 3

Warga Besakih waktu itu terus ngaturang bhakti untuk memohon agar tidak ada korban jiwa. Itu ternyata benar, kawasan Besakih hanya terdampak hujan abu dan hujan batu kerikil. “Ini menandakan kalau beliau mendengar doadoa umatnya. Tapi sekarang

saya belum tahu dengan begitu banyak bakti dan doa apakah Gunung Agung akan meletus atau tidak. Kalaupun melutus biar kecil dan tidak memakan banyak korban jiwa,” kata Mangku Sueca sembari meyakini Besakih akan tetap aman dari lahar panas jika Gunung Agung benar-benar erupsi. (nan)

Minggu, 8 Oktoberber 2017

05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Upacara Pitra Yadnya Lan Atma Wedana (1) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak

08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 Kartun : Wirata Parwa (1) 09.30 Belajar Menggambar Ceria Berkreasi Di Pengungsian 10.05 Bali Channel Tourist TV 11.30 Dunia Otomotif Baksos Denpasar Peugeot Society 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Upacara Pitra Yadnya Lan Atma Wedana (2)

12.30 Traventure 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Homeshopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Harmoni Bali 17.00 Inovator 17.30 Gita Santhi Sekaa Santhi Gita Saraswati, Cau Blayu 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali

19.00 Kuis Cerebrovit 19.30 Kris 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lila Cita Prembon Cupak Griya Demulih (2) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Calonarang Sukawati (1) 23.00 Berita dan Bincang Terkini 23.05 Lila Cita Calonarang Plasa Kuta (2)


balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Seni

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

20

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

TAK ada yang abadi di dunia ini. Begitulah yang dirasakan artis Luna Maya dalam kiprahnya di langit dunia hiburan Indonesia. Walau cantiknya tak memudar, namun mantan pacar Ariel Noah ini, menyadari soal persaingan. Karena itulah, Luna Maya kini mengaku punya profesi baru. Ya, setelah sebelumnya ikut terlibat sebagai pemain utama dalam film horor Hitmaker Studio, The Dolls 2,

Nyamannya Naik Thai Airways

Luna Maya Urusi Terbangi Rute Denpasar-Chiang Mai dengan “Full Entertainment” ’’Wardrobe’’ Film

kini aktris yang juga seorang model tersebut kembali diajak rumah produksi itu dalam proyek film terbaru mereka, ‘’Mata Batin’’. Hanya, dalam film karya sutradara Rocky Soraya itu, Luna bukan sebagai pemain. Ia banting stir bertugas menghandle kostum alias bagian wardrobe. Walaupun selama ini Luna sudah sangat akrab dengan fashion dan wardrobe, namun menjadi penata busana dalam sebuah film

merupakan pengalaman pertamanya. “Di sini, aku tertantang untuk memikirkan bagaimana “mengawinkan” ideku dan ide PH sendiri. Dari dulu, aku kan passion-nya di film dan di balik layar. Jadi, pekerjaan ini juga masih berhubungan erat dengan hal tersebut, makanya seru-seru aja,” ungkap Luna Maya yang terus mencoba mempertahankan eksistensinya di dunia selebriti. (pik)

Musik Metal dan Regulasi Cagar Budaya THE show must go on. Pergelaran Jogjarockarta yang baru pertama digelar di Yogyakarta akhirnya harus pindah venue, dari Candi Prambanan ke Stadion Kridosono yang terletak di pusat kota. Kenapa bisa terjadi hal demikian? Tiga hari sebelum hari H, Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) melayangkan surat protes kepada promotor Jogjarockarta, yaitu Rajawali Indonesia Communication. Surat protes juga dilayangkan kepada Taman Wisata Candi Borobudur, Ratu Boko, dan Candi Prambanan. Meski surat izin penyelenggaraan dan izin keramaian sudah dikantongi pihak promotor, namun IAAI mendesak pemerintah dan pengelola Taman Wisata agar membatalkan izin penyelenggaraan kegiatan yang telah dikeluarkan. Ketum IAAI, W. Juwita S. Ramelan, beralasan bahwa UNESCO telah menetapkan Candi Prambanan sebagai World Cultural Heritage. “Selain itu, Candi Prambanan adalah situs agama yang sakral bagi umat Hindu. Candi Prambanan merupakan cagar budaya, karena itu pergelaran musik rock dan metal yang diadakan di area Candi tidak diperbolehkan karena termasuk kawasan suci,” ungkap Juwita. Dikatakannya, berdasarkan penelitian kajian tim Balai Konservasi Borobudur pada konser Prambanan Jazz Festival di area Candi Prambanan medio Agustus tahun ini, tingkat kebisingan konser sudah melebihi ambang batas yang ditentukan, yaitu 60 desibel. Tingkat getaran pada konser jazz mencapai rata-rata 0,04 milimeter (mm) per detik. Tingkat getaran ini harus dijaga benar karena getaran berlebih dapat merusak struktur ikatan batu-batu candi. Bahkan, struktur batu candi dalam beberapa tahun ke depan bisa bergeser dan rusak akibat getaran musik rock dan metal yang sangat keras. CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi, yang dihubungi mengaku sangat tidak masuk akal surat protes dari IAAI yang isinya membatalkan konser Jogjarockarta. “Kalau ambang batas 60 desibel, kita ngomong saja, dengan suara keras, sudah melebihi 60 desibel,” sanggahnya. Promotor yang sukses mendatangkan David Foster dan Sarah Brighman ini akhirnya bersikap legowo, setelah berdiskusi dengan rekanrekan bisnis dan para musisi. “Soal kecewa, jelas saya kecewa. Yang membingungkan saya sebagai promotor musik adalah ketidakjelasan regulasi pergelaran. Di satu pihak, saya sudah mendapatkan surat izin penyelenggaraan dan surat keramaian, namun di pihak lain, masih ada orangorang yang mempersoalkan masalah tetek bengek dan hal-hal yang di luar nalar,” papar Anas. Setelah direnungkan bahwa konser Dream Theater di Jogjarockarta bisa menjadi isu internasional dan bisa

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu UMANIS, 8 Oktober 2017

Tak Tahan Persaingan

BPM/ist

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

menjadi polemik ramai di media sosial, Anas dan krunya akhirnya memindahkan venue dari Candi Prambanan ke Stadion Kridosono. “Untungnya, manajemen dan personel Dream Theater dari Amerika Serikat bersedia dan mau main di Stadion Kridosono yang mampu menampung banyak penonton. Juga musisi dari band-band lokal seperti God Bless, PAS Band, Roxx, Kelompok Penerbang Roket, Burgerkill, Power Metal, Something Wrong dan Death Vomit, bisa mengerti dan tidak memasalahkan venue yang berpindah,” tambahnya. Anas dan anak buahnya dalam waktu dua hari itu bekerja keras memindahkan panggung, sound system dan lighting yang sudah terpasang di area Candi Prambanan ke Stadion Kridosono. Puluhan truk terus mengangkut peralatan dan aksesori pang-

gung dan dalam cuaca hujan lebat, para pekerja dan roadies bekerja tanpa pamrih demi suksesnya sebuah konser musik rock dan metal. “Saya dijuluki Bandung Bondowoso yang dalam sejarah Indonesia, terkenal karena dalam tempo sehari berhasil membangun puluhan Candi Prambanan dan Ratu Boko,” imbuhnya tersenyum. Memang, antara kepentingan promotor dan regulasi Cagar Budaya - terutama candi warisan budaya - harus sinkron. Di tengah arus globalisasi dunia yang serba cepat ini, pencabutan izin penyelenggaraan untuk sebuah konser musik atau pertunjukan seni budaya tidak boleh terjadi lagi. “Kami sependapat dengan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, bahwa warisan dunia harus dijaga dan dirawat oleh generasi penerus,” ujar Anas. (pik)

Anas Syahrul Alimi

BPM/pik

THAILAND tak hanya menawarkan Bangkok yang sudah mendunia. Ada banyak destinasi lain yang ditawarkan bagi para pelancong yang ingin bepergian ke Thailand. Sebut saja Phuket, Pattaya, Krabi, dan Chiang Mai. Kota terakhir yang disebut tadi merupakan destinasi Tur Edukasi Agen Perjalanan Thai Airways 2017. Acara empat hari mulai Jumat (6/10) hingga Selasa (10/10) itu mengeksplorasi bagian utara Thailand yang penuh dengan objek wisata budaya dan pegunungan. Peserta tur berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Jumat (6/10). Tujuannya ke Bangkok dulu. Setelah itu baru disambung dengan penerbangan Bangkok ke Chiang Mai. Begitu akan boarding, peserta diberikan fasilitas untuk check-in business class. Pelayanannya pun cepat dan nyaman. Para petugasnya ramah dan cekatan. Tak sampai 10 menit, semua peserta yang terdiri dari 6 perwakilan agen perjalanan, 2 wartawan, dan 1 perwakilan THAI Denpasar selesai check-in dan menuju gate keberangkatan. Tiba di gate yang dituju, semua menunggu dengan sabar untuk masuk ke pesawat yang akan take-off pada pukul 17.40 wita. GM THAI Denpasar, Narongrat Sitthi, juga turut melepas keberangkatan peserta tur. Karena ini merupakan tur edukasi, peserta diberikan kesempatan untuk melihatlihat pesawat Boeing 747-300 yang akan menuju Bangkok. Tur singkat ini diawali dengan sapaan akrab para kru pesawat. “Sawasdee,” demikian sapa mereka dengan tangan dicakup di dada dan senyum

mengembang. Tur pun dimulai dengan memperlihatkan business class pesawat itu. “Kami memiliki business class dan economy class untuk penerbangan Denpasar-Bangkok. Total ada 40 seats untuk business class yang dibagi menjadi dua lokasi, lower dan upper deck. Sedangkan economy class berkapasitas 325 seats,” kata Intan Jayantari, perwakilan Sales Department THAI Denpasar yang menemani peserta tur ke Bangkok dan Chiang Mai. Usai tur singkat, peserta kemudian dipersilakan duduk di kursi yang sudah ditentukan saat check-in. Tak menunggu lama, pesawat menuju ke Bangkok pun berangkat. Tepat waktu tak ada delay. Para kru pesawat juga cekatan mengatur dan membuat penumpang nyaman. Begitu take off yang sesuai dengan tagline Thai Airways “Smooth as Silk,” perjalanan panjang 4 jam 10 menit pun dimulai. Kru kabin langsung menawarkan selimut untuk digunakan penumpang selama perjalanan. Jangan bayangkan bakal bosan menunggu tiba di destinasi tujuan. Sebab, penerbangan premium ini menghadirkan full entertainment bagi penumpang. “Kelebihan Thai Airways itu menawarkan full entertainment, ruang penumpang yang lega, dan sentuhan Thailand yang tidak bisa diperoleh di maskapai penerbangan mana pun,” kata Intan berpromosi. Benar saja, begitu take off, penumpang dibuat nyaman dengan pelayanan dan entertainment yang disediakan. Kru kabin dengan cekatan menawarkan minuman, baik alkohol maupun non-alkohol pada penumpang, tak lupa

diberikan juga kudapan. Selang 30 menitan, kru kembali datang membawakan makan malam, pilihannya ada dua untuk kelas ekonomi. Meski maskapai penerbangan nasional Thailand, makanan yang ditawarkan tak melulu khas Thailand. “Untuk makanan tergantung destinasinya. Misal untuk penerbangan dari DenpasarBangkok, kami menghadirkan juga makanan khas Indonesia yang dipadukan dengan makanan Thailand,” jelas Intan. Selesai makan, kru kabin kembali mendatangi penumpang. Kali ini menawarkan teh ataupun kopi untuk menemani makanan penutup. Kemudian, beberapa kali kru kabin akan mendatangi penumpang untuk tambah minuman. Soal entertainment, penumpang bisa menonton film blockbuster, mendengarkan musik,

dan main game. Jadi dijamin, penumpang tidak bosan dan lelah selama perjalanan. Tanpa terasa sudah 4 jam perjalanan dari Denpasar ke Bangkok terlewati, pengumuman akan mendarat pun berkumandang. Akhirnya tibalah peserta tur di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok. Berikutnya, kami harus bermalam di Bangkok karena pesawat ke Chiang Mai berangkat Sabtu (7/10). Hotelnya masih di areal Bandara, Novotel Suvarnabhumi Airport Bangkok. “Untuk penerbangan business class ke Chiang Mai, penumpang memang diinapkan di Novotel Suvarnabhumi Airport,” terang Intan. Pada Sabtu (7/10), peserta kembali ke bandara. Tujuannya Chiang Mai. Pesawat berangkat pukul 07.55 waktu setempat. Perjalanan lewat udara ke Chiang Mai ditempuh selama 1 jam 20 menit. (iah)

BPM/ist

BANGKOK - Para peserta tur edukasi agen perjalanan Thai Airways berfoto bersama di business class Boeing 747-300 yang menerbangi rute Denpasar-Bangkok, Jumat (6/10).


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 08 Oktober 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu