Skip to main content

Edisi Selasa 7 Agustus 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 333 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

ALAT BERAT TERBATAS, MASIH ADA KORBAN TERTIMBUN RERUNTUHAN

Jakarta (Bali Post) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat gempa Lombok, NTB, hingga hari kedua mencapai 99 orang. Sedangkan korban luka-luka tercatat sebanyak 209 orang. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Pusat Sutopo Purwo Nugroho memprediksi jumlah korban tewas akan bertambah. Hal itu didasarkan pada adanya beberapa korban yang masih belum ditemukan dan dievakuasi karena keterbatasan alat berat.

‘’Data korban akan bertambah karena ada beberapa korban yang sampai saat ini belum dievakuasi,’’ sebut Sutopo Purwo Nugroho, Senin (6/8) kemarin. Dia mengungkapkan, proses evakuasi yang saat ini masih dilakukan di reruntuhan masjid di Desa Lading-Lading, Lombok Utara. Berdasarkan laporan beberapa warga, ketika gempa terjadi sejumlah jamaah sedang shalat Isya. Karena keterbatasan alat berat, maka tim evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB hanya melakukan secara manual tanpa alat berat. ‘’Artinya jumlah korban akan tetap bertambah,’’ kata Sutopo. Hal. 15 Bangunan Roboh

PEDULI PENGUNGSI GEMPA LOMBOK Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000. Arsana Gianyar Wirata Tabanan Winata Denpasar

5 dus air mineral 3 dus mi instan 2 dus mi instan

Bali Post/afp

RETAK - Jalan beton dan rumah di Pemenang, Lombok Utara rusak. Ada ratusan rumah di kawasan ini mengalami rusak parah akibat gempa.

99 Meninggal, 209 Luka-luka Mataram (Bali Post) – Gempa di Pulau Lombok menimbulkan kerusakan parah. Hampir seluruh bangunan di Lombok Utara terdampak gempa yang berkekuatan 7,0 SR itu. Sementara korban meninggal hingga Senin (6/8) kemarin sudah mencapai 99 orang. Demikian pula korban lukaluka sebanyak 209 orang. Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah. Dari 99 orang meninggal dunia, terbanyak di Kabupaten

Lombok Utara 72 orang. Daerah Lombok Utara paling parah terdampak gempa karena berdekatan dengan pusat gempa. Kerusakan rumah dan bangunan terjadi secara masif. Rumah-rumah di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur yang sebelumnya hanya rusak ringan diguncang gempa 6,4 SR pekan lalu, menjadi rusak berat dan roboh akibat guncangan gempa 7,0 SR. Berdasarkan laporan

petugas di Kabupaten Lombok Utara, perkiraan kerusakan rumah di berbagai kecamatan seperti Kecamatan Bayan, Kecamatan Kayangan, Kecamatan Gangga, Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Pemenang mencapai lebih dari 50 persen. Sementara kondisi pengungsi, tersebar di banyak tempat. Mereka masih berada di lapangan dan di halaman rumah sebagai pengungsi mandiri. Sementara penanganan,

terkendala beberapa hal yaitu terbatasnya alat berat, luasnya daerah yang terdampak, dan matinya seluruh saluran komunikasi dan padamnya listrik. Selain rumah, ada tiga jembatan yang rusak. Ketiganya yaitu jembatan Tampes, jembatan Lokok Tampes dan jembatan Luk. Rusaknya tiga jembatan tersebut menyebabkan akses transportasi terganggu dalam penyaluran bantuan. (kmb)

Bali Post/ant

MASJID - Warga melintas di samping masjid yang rusak akibat gempa bumi, di Pemenang, Lombok Utara

Ribuan Wisatawan Tinggalkan NTB

170 Kali Gempa Susulan RIBUAN wisatawan nusantara dan mancanegara meninggalkan NTB, Senin (6/8) kemarin. Mereka diberangkatkan dari Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno, Lombok Utara. Mereka menyatakan merasa tidak aman, apalagi gempa susulan masih terus terjadi di pulau padat wisatawan

asing itu. Tim SAR gabungan berusaha mengevakuasi mereka, membawa keluar melalui Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Proses evakuasi berlangsung dalam suasana tegang ketika tim SAR bersama Polisi, TNI, TRC menggiring para wisatawan melalui

Bali Post

SEJAK 1948

Potensi yang Terabaikan

MENU pecel lele jadi tren di Bali. Belum ada yang menghitung secara pasti berapa jumlah pedagang pecel lele di Bali. Namun diyakini mencapai ribuan. Tak hanya di kota, dagang pecel lele juga merambah pedesaan, bahkan sampai pelosok desa. Hampir semuanya diusahakan oleh pedagang luar daerah. Tak hanya pedagang, pasokan lelenya juga sebagian besar dari luar daerah. Lalu apa kontribusi krama Bali dalam hal ini. Hal. 15 Belum Bergerak

dermaga di tiga gili. Mereka diangkut menggunakan kapal milik SAR, kapal Polair, termasuk kapal angkutan lainnya. ‘’Sudah 2.793 orang dievakuasi sampai pukul 16.00 Wita, termasuk WNA,’’ kata Agus Hendra Sanjaya, Senin kemarin. Hal. 15 Guncang Lombok

Bali Post/ant

PURA LINGSAR - Warga mengamati kerusakan di Pura Lingsar Bebengan, Tanjung, Lombok Utara, Senin (6/8) kemarin.

Koalisi Jokowi Kembali Bertemu, Gerindra Sebut Pura-pura Serius Jakarta (Bali Post) – Para sekretaris jenderal partai politik pendukung Joko Widodo, Senin (6/8) malam kembali bertemu. Pertemuan kedua kali ini untuk penguatan visi dan misi program Nawacita jilid II. Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Ahmad Rofiq mengatakan hal itu usai pertemuan. ‘’Malam ini sifatnya pendalaman. Jadi prinsipnya Nawacita harus menjadi bagian langkah lanjut dari Nawacita I. Dan harus mengalami percepatan pembangunan di segala arah,’’ katanya. Ahmad Rofiq juga menyampaikan dalam perte-

muan tersebut, akan mengajukan nama-nama calon perwakilan partai-partai untuk membahas struktur tim pemenangan yang akan diusulkan pada calon presiden dan wakil presiden nantinya. Dalam pertemuan tersebut, juga akan disediakan sembilan makanan dan minuman yang mewakili 9 partai politik pendukung. Sembilan partai pendukung Jokowi adalah PDI-P, Partai Golkar, PKB, PPP, Partai NasDem, Partai Hanura, PSI dan Perindo. Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menilai langkah para sekretaris jenderal partai politik pen-

gusung Joko Widodo sebagai capres hanya pura-pura serius dengan mengadakan pertemuan membahas Nawacita jilid II. ‘’Kalau kami sekjen parpol koalisi pengusung Prabowo membicarakan format koalisi dan strategi pemenangan. Kalau sekjen kubu sebelah sih pura-pura serius, padahal sebenarnya ada masalah yang belum selesai,’’ kata Ferry di Jakarta. Dia mengatakan ada beberapa persoalan yang belum selesai di kubu Jokowi, misalnya Jokowi dalam posisi tidak percaya diri karena elektabilitasnya masih di bawah 50 persen. Hal itu, menurutnya, ber-

beda ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maju di periode kedua yang elektabilitasnya mencapai 70 persen, sehingga menjadi faktor independen menentukan siapa cawapres yang mendampinginya. ‘’Saat ini elektabilitas Jokowi kurang dari 50 persen, sehingga menjadi variabel yang sangat tergantung dengan keadaan dan lingkungan,’’ ujarnya. Kedua, menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia tidak menguntungkan pemerintahan Jokowi karena harga kebutuhan pokok, tarif dasar listrik (TDL), dan bahan bakar minyak (BBM) yang terus naik. Selain itu,

ada kemungkinan koalisi di kubu Jokowi relatif terbuka untuk memisahkan diri, sehingga bisa saja bergabung dengan koalisi Prabowo ataupun membentuk poros ketiga. Ferry mengatakan pertemuan PKB dengan para kiai pada Minggu (5/8) menguatkan pendapatnya bahwa memang ada perpecahan di koalisi Jokowi, karena ada keraguan di antara masingmasing parpol. Dia meminta parpol koalisi Jokowi segera mengumumkan cawapres, sehingga tidak perlu menunggu langkah politik koalisi Prabowo yang dalam 1-2 hari ini akan mengumumkan cawapres. (ant)


DENPASAR

2

Selasa Wage, 7 Agustus 2018

Gempa Guncang Denpasar, Siswa Dipulangkan Denpasar (Bali Post) -

Bali Post/wan

KUNJUNGAN - Kakanwil Depkum HAM Bali Maryoto Sumadi didampingi Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Hukum dan HAM Bali Agato Simamora saat berkunjung ke Gedung Pers Bali K. Nadha, Senin (6/8) kemarin.

Imigrasi Konsisten Tingkatkan Pelayanan Publik

Layani Difabel Berbasis HAM, Rancang Layanan Paspor di Hari Libur Denpasar (Bali Post) Sebagai lembaga publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, berbagai upaya dilakukan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Bali. Salah satunya adalah pelayanan yang berkaitan dengan keimigrasian. Layanan ini langsung bersentuhan dengan masyarakat berbagai kalangan, baik lokal maupun internasional. Guna meningkatkan pelayanan publik khususnya di bidang keimigrasian, berbagai terobosan dan planing sudah dilakukan Kakanwil Depkum HAM Bali Maryoto Sumadi, M.S. Salah satunya merancang pelayanan pembuatan paspor difabel berbasis HAM, sistem jemput bola untuk orang sakit, khususnya bagi mereka yang mendesak berobat di luar negeri. Yang tak kalah menarik dan betul-betul ditunggu masyarakat adalah pelayanan paspor di hari libur dan di hari fakultatif. Di samping pelayanan yang sudah berjalan baik, Depkum HAM Bali akan meningkatkan layanan paspornya sehingga diharapkan bisa menjadi yang terbaik. Kakanwil Depkum HAM Bali Maryoto Sumadi didampingi Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Hukum dan HAM Bali Agato Simamora mengaku sudah mempersiapkan dan merancang pelayanan plus tersebut. Apalagi Kantor Imigrasi Kelas 1 Denpasar diusulkan menjadi nominasi pelayanan terbaik ke Kemenpan RI. Yakni kantor yang berpredikat Kantor Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bersih Mandiri (WBM). “Pemerintah sekarang membuat program yang berkaitan dengan anti korupsi. Salah satunya yakni melalui peningkatan pelayan publik. Sehingga dengan adanya pelayanan masyarakat dengan baik, maka perekonomian masyarakat juga menjadi baik,” ujar Maryoto Sumadi saat berkunjung Gedung Pers Bali K. Nadha, Senin (6/8) kemarin. Maryoto Sumadi menegaskan, pelayanan maksimal diberikan pada masyarakat bukan semata-mata mengejar prestasi untuk ikut lomba, melainkan sudah merupakan panggilan hati untuk melayani masyarakat dengan lebih baik. Ia menambahkan, permohonan paspor di imigrasi setiap tahun meningkat. Angkanya di kisaran 10 persen hingga 12 persen. Memperhatikan aspek sosial yang berbasis HAM, kata Maryoto Sumadi, banyak pemohon paspor yang berkebutuhan khusus atau difabel. Berkaitan dengan nomenklatur Kemenkum dan HAM, sangat lucu jika pelayanan imigrasi tidak berpihak pada para difabel. Sehingga Kanwil Hukum dan HAM Bali akan memberi pelayanan khusus dengan nama pelayanan dengan ranah HAM. Mereka dilayani khusus dan tidak berbaur dengan masyarakat umum. Sedangkan untuk pelayanan kepada orang sakit, pihaknya akan bekerja sama dengan rumah sakit. Khususnya dalam pengobatan ke luar negeri. “Kami akan jemput bola jika memang ada pasiennya yang harus berobat ke luar negeri,” katanya. Maryoto Sumadi menambahkan, pihaknya sedang merancang pelayanan paspor di hari libur dan hari fakultatif. “Kami akan implementasikan pelayanan paspor di hari libur. Ini sedang dipersiapkan. Tidak lagi menunggu di hari bhakti imigrasi,” tegasnya. (kmb37)

Topik : Dewan dan Pemkab Bingung Cari Dana

Gempa 5,4 skala Richter (SR) yang menguncang Denpasar pada pukul 07.26 Wita, Senin (6/8) kemarin, membuat siswa histeris dan keluar berhamburan dari ruang kelas. Sejumlah sekolah yang memiliki gedung bertingkat, akhirnya memulangkan siswanya guna memberi kenyamanan dalam belajar. Sementara itu, pascagempa 7 SR di Lombok, sejumlah gedung sekolah retak dan gentengnya berjatuhan. Hasil pengamatan Bali Post, Senin kemarin, akibat terjadinya gempa susulan, siswa SMF Saraswati, SLUA Saraswati, SLUB Saraswati berhamburan keluar dari ruangan kelas di lantai tiga dan empat. Menurut siswa, getaran gempa kali ini sangat terasa. Para siswa trauma jika terjadi gempa 7 SR seperti malam sebelumnya, sehingga berlomba-lomba menyelamatkan diri menuju halaman sekolah. Para guru yang sedang mengajar juga mengambil langkah penyelamatan keluar ruangan. Namun, mereka tetap mengawal anak-anaknya untuk turun menyelamatkan diri. Apalagi gedung Saraswati semuanya berlantai empat. Akibat dari peristiswa tersebut, sejumlah sekolah di bawah naungan Yayasan Saraswati memulangkan anaknya alias meniadakan pembelajaran. Seperti yang dilakukan SD Saraswati 3 dan SD Saraswati 5 Denpasar.

‘’Kami takut anak-anak trauma. Kami memutuskan untuk memulangkan mereka,” kata Kepala SD Saraswati 3, Cok. Murniati. Kebijakan serupa juga dilakukan Kepala SD Saraswati 5 Denpasar Dra. Desak Made Asni, M.Psi. Pemulangan siswa dilakukan dengan terlebih dahulu minta izin ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar. Hal serupa juga dialami siswa SMAN 1, SMAN 2, SMAN 7, dan SMPN 9 Denpasar dan sekolah lainnya. Anak-anak TK, SD, SMP dan SMA di Dwijendra juga berhamburan keluar ruangan kelas. Lucunya lagi, kata Kepala SMP Dwijendra Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd., gempa terjadi saat guru menerangkan SOP antisipasi jika terjadi gempa. Keresahan ini kemudian dilaporkan ke Disdikpora Denpasar untuk mengizinkan siswanya dipulangkan. Akhirnya Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Denpasar A.A. Ngurah Gede Wiratama, M.Ag. mengeluarkan seruan lewat

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Bali Post/eka

PULANG – Sejumlah siswa SMPN 9 Denpasar meninggalkan sekolahnya, Senin (6/8) kemarin. Dampak gempa yang mengguncang Bali, sejumlah sekolah di Denpasar memulangkan siswanya lebih awal. WhatsApp (WA) bahwa pembelajaran hari itu ditiadakan dan siswa masuk seperti biasa, Selasa (7/8) hari ini. Kepala Disdikpora Denpasar I Wayan Gunawan mengakui beberapa sekolah sudah melaporkan adanya penundaan kegiatan belajarnya akibat terjadi gempa. Kejadian ini dilakukan karena adanya gempa susulan lagi. “Beberapa sekolah sudah ada

yang melaporkan kepada Kabid SD terkait pemulangan siswa lebih awal. Kami sudah izinkan,” katanya. Gunawan mengatakan, apabila terjadi kekurangan jam belajar siswa, diharapkan akan diberikan di waktu yang lain. Misalnya, Sabtu atau Minggu. “Syaratnya, kekurangan waktu belajar siswa ini harus ditambah pada hari lainnya,” jelasnya. Selain itu, Gunawan juga

meminta kepada para kepala sekolah untuk memberikan kesiapsiagaan terhadap semua siswa dalam menghadapi bencana gempa. Terutama bila gedung bertingkat. Tangga untuk turun harus diberikan petunjuk dan tempat berkumpulnya. “Apa yang telah diberikan BPBD untuk kesiapsiagaan bencana harus diterapkan sesuai SOP yang ada,” katanya. (025/kmb12)

wisata Kota Denpasar. Mereka sangat antusias untuk ikut memasarkan pariwisata Kota Denpasar dengan Pantai Sanur sebagai ikonnya pariwisata Denpasar. Business Luncheon Meeting ini ditutup dengan pemberian door prize oleh anggota BPPD Denpasar lainnya, Luh Suciari dan Eddy Putra. Kegiatan ini dihadiri pula oleh Sekretaris Bappeda Kota Denpasar Wisnu Wijaya Kusuma. Lancarnya acara Luncheon Meeting ini karena kerja sama yang baik BPD Denpasar dengan VITO Rusia, Anna Kiseleva dan Anna Prikhodko. Duta Besar RI di Moscow sangat mengapresiasi inisiatif BPPD Denpasar yang menyelenggarakan Business Luncheon Meeting di sela-sela acara Rusia-Indonesia Business Forum. Hal ini akan lebih memperkuat kerja sama bisnis antara Indonesia dan Rusia. Dubes RI mengharapkan agar BPPD Denpasar hadir kembali pada acara Business Forum tahun depan. Promosi Pariwisata Denpas a r k e p a d a k h a l a y a k masyarakat Kota Moscow dilanjutkan keesokan harinya, Jumat (3/8) pada Pembukaan Festival Indonesia di Taman Krasnaya Presnya di tengah-tengah Kota Mos-

cow. Delegasi Kota Denpasar menampilkan pawai budaya Bali dengan diiringi gamelan baleganjur mengelilingi areal Taman Krasnaya Presnya yang dipadati oleh ribuan pengunjung. Kemeriahan suara gamelan baleganjur ini menarik perhatian semua pengunjung yang ingin mendekat dan berfoto selfie dengan para peserta pawai. Baleganjur yang dimainkan oleh para pimpinan dan anggota DPRD Denpasar ini dikomandani oleh Wakil Wali Kota yang memainkan kendang. Tujuan untuk memperkenalkan pariwisata Kota Denpasar terasa semakin mantap dengan antusiasme masyarakat Kota Moscow untuk minta foto bersama setelah pawai budaya selesai. Tentunya foto-foto budaya Bali tersebut akan tersebar luas di masyarakat Moscow, sehingga dapat membuat mereka tertarik untuk datang ke Bali dan Denpasar khususnya. Promosi Pariwisata Kota Denpasar tidak berhenti sampai di situ. Delegasi Denpasar juga menyumbangkan satu tarian di panggung utama yaitu tari Legong Lasem yang ditarikan oleh Ida Ayu Ganda Yukti, Kasubag Kerja Sama Kota Denpasar. (ad317)

BPPD Denpasar Laksanakan ’’Sales Mission’’ ke Moscow, Rusia

BADAN Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar perlu lebih gencar melakukan promosi pariwisata pasca-erupsi Gunung Agung. Pasalnya, erupsi gunung tertinggi di Bali tersebut menyebabkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Denpasar sempat stagnan. Gayung bersambut, kesempatan itu datang seiring dengan adanya undangan dari Kedubes Republik Indonesia di Moscow untuk menghadiri kegiatan Rusia-Indonesia Business Forum yang dirangkaikan dengan Festival Indonesia di Kota Moscow. ‘’Kesempatan emas ini dimanfaatkan secara optimal oleh delegasi Kota Denpasar yang tidak hanya dihadiri wakil BPPD Denpasar, namun juga perwakilan eksekutif dan legislatif Pemkot Denpasar,’’ ujar anggota BPPD Denpasar Anak Agung Suryawan Wiranatha, Minggu (5/8). Dikatakan, Business Forum dilaksanakan Kamis (2/8) dengan menghadirkan beberapa pejabat Indonesia sebagai pembicara, antara lain Dubes RI untuk Rusia M. Wahid Supriyadi, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Bambang Brodjonegoro. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara juga hadir dalam acara

MEETING - Luncheon Business Meeting dengan Perwakilan Tour Operator di Moscow. Business Forum ini. Menurut Bappenas, sekitar 75 persen investasi Rusia di Indonesia ada di Provinsi Bali dan NTB. Kondisi investasi tersebut sangat mendukung usaha-usaha untuk bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Rusia ke Bali umumnya dan ke Denpasar khususnya. Pada saat Business Forum ini berlangsung, BPPD Denpasar tidak hanya sebagai peserta, namun ikut berpartisipasi aktif dengan menyelenggarakan Business Luncheon Meeting dengan mengundang para perwakilan tour opera-

tor yang ada di Kota Moscow. Sebanyak 25 orang perwakilan tour operator yang hadir pada saat Business Luncheon Meeting ini, di antaranya TUI, Intourist Thomas Cook, Maxima Travel, RiM Tour, Favorit Tour, Soleans Tour, Anna-Tyr Travel, dan Kazkad Turism. Diawali dengan makan siang bersama dan dilanjutkan presentasi destinasi pariwisata Denpasar oleh Anak Agung Suryawan Wiranatha, selaku anggota BPPD Denpasar dan dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan dari para tour operator seputar fasilitas pariwisata dan daya tarik

Pemkot Denpasar Tunggu Kejelasan Rai Mantra Sambangi Objek Vital di Denpasar Pemprov Bali Terkait IMB Bali Hyatt Imbau Masyarakat Tak Panik dan Petakan Titik Aman Berkumpul PERMASALAHAN yang muncul akibat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan Pemkot Denpasar yang dinilai Komisi I DPRD Provinsi Bali, menyalahi aturan dibantah keras oleh Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dalam undangan rapat yang dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung DPRD Bali, Senin (6/8) kemarin. Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Bali I Ketut Tama Tenaya. Turut hadir dalam kesempatan itu Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar Kadek Kusuma Diputra, Kabag Pengelola Keuangan Aset Daerah Kota Denpasar I Made Pasek Mandira dan OPD terkait lainnya. Sekda Rai Iswara dalam kesempatan itu menegaskan, Wali Kota Rai Mantra tidak pernah mengabaikan surat undangan dari dewan, melainkan selama delapan kali rapat yang diadakan DPRD Bali terkait dengan IMB Bali Hyatt, Pemkot hanya diundang dan diikutsertakan sebanyak empat kali saja. “Kami hanya diundang empat kali saja dan saya sendiri yang menghadiri rapat ini, akan tetapi dari keempat kali kehadiran saya dalam rapat tersebut, saya sama sekali tidak diizinkan untuk berbicara dan baru kali ini bisa menjelaskannya,” ujarnya. Sesungguhnya, semua ini berawal dari surat rekomendasi

RAPAT - Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat rapat terkait IMB Hotel Bali Hyatt di Ruang Rapat Gedung DPRD Bali, Senin (6/8) kemarin. yang ditandatangani Sekda Provinsi Bali terdahulu, yakni Cokorda Ngurah Pemayun yang saat itu menyatakan bahwa aset tanah yang berada di Hotel Bali Hyatt telah dihapuskan dan bukan milik Pemerintah Provinsi Bali lagi. Itulah dasar yang digunakan dalam menguatkan penerbitan IMB untuk Bali Hyatt. Yang mana sebelum saat itu Bali Hyatt mengajukan IMB sudah lengkap prosedur sesuai hukum dan kelengkapan, akan tetapi Pemkot belum berani mengeluarkan IMB karena belum pastinya kepemilikan tanah. “Dari surat mantan Sekda Pemprov Bali itulah, maka Pemkot mengeluarkan IMB. Itu awal mulanya,” tegas Rai Iswara. Lebih lanjut disampaikan, Wali Kota Rai Mantra sudah mendelegasikan penugasan

perizinan termasuk IMB kepada OPD terkait yang dalam hal ini adalah Dinas PTSP, dan Wali Kota hanya menerima laporan karena OPD terkait sudah melakukan tugasnya sesuai aturan. Yang menjadi dasar adalah Perwali Nomor 21 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan. Rai Iswara menegaskan, Pemkot Denpasar tentu mengambil kebijakan sesuai aturan dan prosedural yang berlaku. Pemkot siap mencabut IMB Bali Hyatt, asalkan semua bukti kepemilikan surat-surat tanah dan hak pakai atau fungsi adalah milik Provinsi Bali. “Kami siap bersinergi dan mencabut IMB milik Bali Hyatt jika telah ada kejelasan terkait permasalahan ini,” tegasnya. (kmb)

GEMPA bumi dengan magnitudo 7 skala Richher kembali mengguncang kawasan Lombok, Nusa Tenggara Timur, Minggu (6/8) malam. Guncangan gempa juga dirasakan masyarakat hingga di ibu kota Provinsi Bali yakni Kota Denpasar. Kepanikan terlihat di beberapa titik vital Kota Denpasar, bahkan di beberapa lokasi runtuhan genteng tampak berhamburan. Hal ini mendapat perhatian Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang melaksanakan peninjauan di beberapa titik vital Kota Denpasar pascaterjadinya gempa tersebut. Wali Kota Rai Matra yang didampingi Plt. Kadis PUPR Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta, Kepala BPBD Kota Denpasar I.B. Joni Ariwibawa, Kadisdikpora Kota Denpasar I Wayan Gunawan, Plt. Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar I.B. Mayun Suryawangsa serta instansi terkait lainnya mengawali pemantauan di sepanjang jalanan kota, SDN 13 Sesetan, RSUP Sanglah, RSU Surya Husada, Kantor Wali Kota Denpasar serta RSUD Wangaya. Berdasarkan pantuan di SDN 13 Sesetan, terdapat kerusakan akibat gempa. Karang Boma yang ada di salah satu kelas runtuh. Sedangkan di RSUP Sanglah dan RSUD Wangaya, tampak pasien yang masih trauma sehingga pera-

watan dilaksanakan di selasar guna mengantisipasi adanya gempa susulan. Pada kesempatan tersebut, Rai Mantra juga turut menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga almarhumah Ni Made Yuliani yang meninggal dunia akibat tertimpa tembok saat terjadi gempa. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, peninjauan ini merupakan salah satu upaya Pemkot Denpasar memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat di Kota Denpasar pascaterjadinya gempa bumi. Bahkan Rai Mantra turut menginstruksikan kepada seluruh jajaran serta perbekel/ lurah sebagai perpanjangan tangan pemerintah paling bawah untuk memastikan keamanan serta keselamatan masyarakat di wilayahnya masing-masing. “Kami sudah instruksikan seluruh OPD dan perbekel/luran untuk berkoordinasi terkait kemungkinan adanya dampak gempa bumi ini, sehingga penanganan dapat segera dimaksimalkan dan tidak menganggu aktivitas masyarakat khususnya pendidikan, kesehatan serta pelayanan lainnya,” ujarnya. Rai Mantra menambahkan, Pemkot Denpasar siap berkoordinasi antarlini dalam menangani bencana gempa bumi ini. Rai Mantra juga mengimbau masyarakat selalu waspada, karena bencana bisa datang kapan saja serta tidak

PEMANTAUAN - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat melaksanakan pemantauan pascagempa bumi di sejumlah titik di Kota Denpasar. mudah percaya dengan kabar yang kebenarannya belum dapat dipertanggungjawabkan. “Kami imbau masyarakat untuk tenang dan tidak terlalu panik serta mempelajari titik aman berkumpul, sehingga masyarakat dapat mengevakuasi diri saat terjadi gempa susulan, serta memanfaatkan media informasi dari instansi resmi,” paparnya. Kepala BPBD Kota Denpasar I.B. Joni Ariwibawa mengatakan, daerah di Denpasar yang terdampak gempa yakni tembok roboh di kawasan Jalan Morotai, Jalan Narakusuma, Jalan Juwet Sari, Pemogan, gapura roboh di Jalan Waribang, bale bengong roboh di Jro Kaliungu, genteng lepas di Matahari

Duta Plaza dengan korban sementara sebanyak dua orang luka ringan, dua orang patah tulang dan satu orang meninggal dunia lantaran tertimpa tembok di kawasan Jalan Juwet Sari Pemogan. Sedangkan untuk bangunan sekolah, pihaknya mengakui ada beberapa sekolah yang mengalami kerusakan ringan pada plafon, ornamen khas Bali serta keretakan, seperti di SDN 11 Padangsambian, SDN 11 Pemecutan, SDN 13 Sesetan, SDN 5 Kesiman, dan SDN 4 Tonja. Untuk informasi terbaru tentang bencana gempa, Pemkot Denpasar turut menyediakan layanan berbasis teknologi yang dapat diakses di safecity. denpasarkota.go.id. (ad308)


BADUNG

Selasa Wage, 7 Agustus 2018

Dampak Gempa Lombok

Puluhan Bangunan Rusak Mangupura (Bali Post) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung, Senin (6/8) kemarin, mulai menginvetarisir kerusakan akibat gempa Lombok. Data sementara, puluhan bangunan yang dilaporkan rusak akibat guncangan gempa 7,0 SR yang terjadi pada Minggu (5/8) lalu. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung dr. Ni Nyoman Ermy Setiari mengatakan, selain menerima laporan dampak gempa, pihaknya menerjunkan tim ke lapangan untuk mengecek langsung kerusakan sejak Minggu malam. ‘’Setelah mendata, kita lapor ke pimpinan, yang mana yang akan dibantu, lanjut membuatkan regulasi,’’ ungkap Ermy Setiari,

Senin kemarin. Dia mengimbau warga agar tetap waspada dan memantau informasi dari sumber-sumber yang akurat. Pihaknya juga meminta warga yang terdampak bencana agar segera melapor ke BPBD Badung. Lebih lanjut dijelaskannya, pihaknya masih bergerak melakukan pendataan sekaligus membantu warga membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa. Berdasarkan data sementara, kerusakan akibat gempa terjadi di enam kecamatan di Badung. ‘’Hampir semua kecamatan kena dampak, tapi jumlah pastinya kami masih rekap. Termasuk berapa total kerugiannya juga masih kami hitung,’’ tegasnya. (kmb27)

Data Sementara Dampak Gempa Lombok Kecamatan Petang - - - - - - - - - - - - - -

Tiga palinggih di Banjar Getasan rusak Palinggih Bale Pelik di Pura Puncak Manggu rusak Wantilan Pura Desa di Auman roboh Sakapat di Carangsari rusak Palinggih di Pura Dadia Agung Arya Gajah, Carangsari, rusak Plafon SMKN 1 Petang Kecamatan Abiansemal rusak Piyasan di Banjaran, Abiansemal Dauh Yeh Cani rusak Rumah di Banjar Juwet Desa Abiansemal rusak Candi persada Pura Entegana Desa Darmasaba, Abiansemal roboh Pura Dalem Gede di Banjar Ulapan, Blahkiuh, rusak Bale bengong di Banjar Dukuh Sengguan, Munggu, ambruk Rumah di Banjar Tangeb Mengwi rusak Bale bengong di Desa Munggu Mengwi roboh Ujung menur gapura dan tempelan dinding ruang rapat rumah jabatan Wakil Bupati Badung rusak - Kaca retak di Sekretariat kantor Bupati Badung Kecamatan Kuta - - - -

Beberapa mall dan pertokoan mengalami kerusakan Plafon di Bandara Ngurah Rai jebol Bangunan di Express Jewelry, Jalan Dewi Sri, rusak Satu wisatawan lokal meninggal diduga serangan jantung di Resto Golden Palace Kuta Kecamatan Kuta Selatan

- Kerusakan masjid di Tanjung Benoa

3

Perbup Belum Jalan, WP Bandel Melenggang Mangupura (Bali Post) –

Pengemplang pajak di wilayah Kabupaten Badung masih bisa bernapas lega. Pasalnya, pemerintah setempat belum memberlakukan Peraturan Bupati (Perbup) Badung Nomor 15 Tahun 2018 yang salah satunya mencantumkan sanksi pemasangan spanduk Wajib Pajak (WP) tidak taat membayar pajak kepada WP yang tidak memenuhi kewajiban alias membandel. Kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Pasedahan Agung, Kabupaten Badung Made Sutama mengatakan pihaknya tengah melakukan sosialisasi terkait Perbup tentang Tata Cara Penagihan Pajak Daerah tersebut. Bapenda juga akan mempublikasikan aturan ini ke masyarakat luas, baik

melalui media cetak maupun elektronik. ‘’Kami masih melakukan sosialisasi terkait aturan itu lewat website dan melakukan pemanggilan (penunggak pajak),’’ ungkap Made Sutama saat dikonfirmasi, Senin (6/8) kemarin. Menurutnya, Perbup Tata Cara Penagihan Pajak Daerah akan diberlakukan setelah pi-

haknya melakukan sosialisasi dan pemanggilan terhadap WP membandel. ‘’Sebenarnya aturan tersebut sudah bisa diterapkan, tapi kita lakukan pemanggilan dan sosialisasi dulu,’’ ucapnya. Dengan diberlakukannya aturan tersebut, birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan itu berharap ada itikad baik

dari pengusaha untuk menyetorkan pajak yang dititipkan oleh masyarakat ke pemerintah. Aturan ini juga untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terlebih Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2019 dirancang sebesar Rp 10.091.988.256.029,90 dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dirancang Rp 9.384.461.983.067,47. ‘’Dengan adanya Perbup itu, kami tidak segan-segan lagi dalam melakukan upaya penagihan pajak bagi para pengusaha yang sering nung-

gak pajak,’’ terangnya. Dikatakannya, jika WP tidak melaksanakan kewajibannya membayar utang pajak, pihaknya dapat memerintahkan kepada juru sita untuk memasang spanduk di lokasi atau tempat usahanya bahwa wajib pajak yang bersangkutan tidak taat membayar pajak. ‘’Saat ini tunggakan pajak yang belum disetorkan mencapai Rp 266.642.164.336,52. Angka ini berasal dari semua sektor pajak, termasuk PBB P2 dengan total jumlah WP 115.641,’’ katanya. (kmb27)

Dari PIP di Kabupaten Klaten

Pemkab Badung Mantapkan Rencana Pembangunan Agro Techno Park PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Badung berencana membangun pusat penelitian tanaman palawija dan padi terpadu yaitu Agro Techno Park (ATP). Pusat penelitian ini dilengkapi teknologi nuklir. Nantinya ATP ini diharapkan dapat menunjang peningkatan pertanian terpadu di Kabupaten Badung menuju swasembada pangan dan pertanian kontemporer. Bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang telah berhasil mengembangkan ATP di sejumlah daerah di Indonesia, Badung ATP akan mulai dilaksanakan tahun 2019. Sebagai langkah awal mewujudkan ATP di Badung, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama pimpinan dewan dan Komisi III DPRD Badung, Sekda Badung, sejumlah Pekaseh dan media, melakukan kunjungan kerja lapangan ke gedung Fasilitas Agro Techno Park di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (6/8) kemarin. ATP ini sudah berhasil dikembangkan di Klaten. Kegiatan ini merupakan rangkaian Pekan Informasi Pembangunan (PIP) Kabupaten Badung tahun 2018. Bupati Giri Prasta pada kesempatan tersebut mengatakan, Pemkab Badung sangat komit mengembangkan sektor pertanian. Kegiatan ini sebagai salah

PIP - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta didampingi Sekda Adi Arnawa dan Ketua DPRD Putu Parwata mengunjungi Gedung Fasilitas ATP saat PIP Kabupaten Badung di Kabupaten Klaten Jawa Tengah, Senin (6/8) kemarin. satu wujud visi-misi dan prioritas pembangunan, yakni pemenuhan kebutuhan akan pangan, sandang dan papan bagi masyarakat Badung. ‘’Untuk itu kami belajar pengembangkan padi varietas unggul dengan sentuhan teknologi nuklir yang telah berhasil dikembangkan di Kabupaten Klaten,’’ terangnya. Seperti Klaten, Kabuputen Badung

juga akan bekerja sama dengan BATAN untuk pengembangan ATP. Selain itu, Pemkab akan bekerja sama dengan para petani, khususnya petani di Badung Utara. ‘’Kami akan buatkan DED pengembangan ATP bekerja sama dengan Pemkab Klaten dan selanjutnya akan menyiapkan tempat, lahan untuk pembangunan ATP,’’ jelasnya.

Penanggung Jawab ATP Klaten Wahyu Hariadi, S.P., M.M. mengatakan program ATP Klaten mulai dilaksanakan tahun 2015, bekerja sama dengan BATAN. Sedangkan ATP dibangun di Desa Sentono Kecamatan Karangdowo tahun 2016. Di ATP ini dikembangkan tiga jenis padi varietas unggul, yaitu Impari Sidemuk, Woela dan Cilosari di lahan seluas 10 ha dan sekarang pengembangan sudah mencapai 187 ha dengan penangkaran seluas 12 ha. Varietas baru ini mampu menghasilkan 10,5 ton hingga 11 ton per hektar. Dengan keberhasilan pengembangan padi varietas unggul ini, Klaten setiap tahunnya surplus beras mencapai 125 ribu ton. ATP ini melalui pendekatan padi, kedelai dan peternakan dengan sistem terpadu berbasis teknologi dan agrowisata. ‘’Di ATP diadakan pelatihan dan pembibitan varietas padi dan palawija. Setelah mendapatkan benih, baru akan dikembangkan oleh petani. Selain itu, ada fasilitas pembuatan pupuk kompos dan pakan ternak,’’ jelasnya. Melalui pengembangan ini, diharapkan Kabupaten Klaten menjadi suplayer benih nasional. Selain ATP, juga akan dikembangkan pasar agro beras dengan beras unggulan rojolele semi organik. (ad305)

Belajar Mutasi Perbaikan Varietas Benih Padi

Rombongan PIP Badung Diterima Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani KUNJUNGAN hari pertama rombongan Pekan Informasi Pembangunan (PIP) Kabupaten Badung menyambangi Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (6/8) kemarin. Rombongan PIP Badung dipimpin langsung Bupati Badung Nyoman Giri Prasta S.Sos. didampingi Ketua DPRD Badung Putu Parwata dan dua wakilnya, Nyoman Karyana serta Made Sunartha. Turut hadir Sekda Badung Wayan Adi Arnawa serta kepala perangkat daerah, seperti Kepala Bappeda Wayan Wira Dharmajaya, Plt. Kepala Dinas Pertanian Oka Swadiana, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Ketut Karpiana dan Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniartha. Selain itu, rombongan PIP juga diikuti sejumlah anggota dewan seperti Nyoman Satria, Nyoman Dirgayusa, Nyoman Suka, G.N. Saskara, I G.N. Sudiarsa, Gede Suardika dan Wayan Sandra. Rombongan diterima Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani, Plt. Kepala Dinas Pertanian Ir. Joko Siswanto dan

Staf Ahli, Ir. Wahyu Prasetyo. Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya menyampaikan, Klaten terdiri atas 21 kecamatan dan 401 desa/kelurahan dengan penduduk 1,4 juta orang. Berada di tengah dua bandara yakni Bandara Adi Sucipto dan Bandara Adi Sumarmo Solo, pertanian menjadi salah satu sektor unggulan. ‘’Klaten memiliki beras unggulan yakni rojo lele yang tengah dikembangkan bekerja sama dengan BATAN,’’ ujar Sri Mulyani. Kerja sama dalam hal ini berupa mutasi perbaikan varietas rojo lele yang perkembangannya saat ini sudah ada uji multilokasi. Dengan kerja sama ini, dulu umur panen beras rojo lele yang cukup lama, kini bisa mencapai 120 hari. Sedangkan tinggi tanaman padi jenis ini juga bisa diperpendek dari semula 1,5 meter menjadi 1,2 meter. Walaupun ada perbaikan varietas, dari segi kualitas beras rojo lele tetap sama seperti induknya. ‘’Rasa tetap gurih,

pulen dan tetap wangi,’’ tegasnya. Penanggung Jawab Agro Teknopark (ATP) Klaten Ir. Wahyu Hariadi menambahkan, saat ini lembaganya tengah menghilirisasi varietas yang dihasilkan. Selain itu, pihaknya tengah melakukan penelitian di bidang pembenihan padi dan kedelai serta diperkenalkan kepada masyarakat. ‘’Ada 10 varietas yang dikembangkan,’’ katanya. Untuk tetap mempertahankan produksi pertanian dalam hal ini padi, Klaten memiliki 32.452 hektar pertanian abadi. Lahan-lahan ini diperdakan sehingga tak bisa berubah fungsi. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengucapkan terima kasih karena rombongan telah diterima dengan baik. Menurutnya, secara rutin dua kali Pemkab Badung memiliki program Pekan Informasi Pembangunan (PIP) untuk melakukan studi perbandingan mengenai program-program unggulan yang bisa diterapkan di wilayah Kabupaten Badung.

Saat ini Badung memiliki lima prioritas pembangunan. Pertama bidang sandang, pangan dan papan. Kedua, pendidikan dan kesehatan. Ketiga, jaminan sosial dan tenaga kerja. Keempat, adat agama dan budaya, dan kelima pariwisata. Menurutnya, saat ini Badung tengah mengembangkan sektor pertanian sehingga melakukan studi banding ke Kabupaten Klaten untuk menimba ilmu mengenai varietas bibit padi unggul yang layak dikembangkan di Badung. Pihaknya pun melibatkan pekaseh dan PPL untuk mendalami varietas unggul ini. Dengan varietas unggul lewat teknologi nuklir, Bupati berharap tanaman padi bisa tahan terhadap hama sehingga produksi pertanian bisa ditingkatkan. Bupati pun tak menutup kemungkinan, Badung bekerja sama langsung dengan BATAN untuk mengembangkan bibit padi yang ada di Badung lewat teknologi nuklir. (ad302)

CENDERAMATA - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyerahkan cenderamata kepada Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani saat kunjungan PIP Kabupaten Badung ke Kabupaten Klaten Jawa Tengah, Senin (6/8) kemarin.

Gempa Lombok

Wabup Suiasa Tinjau Evakuasi Pasien RSUD Mangusada

KOLAM - Kolam di jaba Pura Lingga Bhuwana mulai dikeringkan untuk ditata ulang.

Bali Post/dok

Keruh dan Kotor

Kolam Pura Lingga Bhuwana Ditata Ulang Mangupura (Bali Post) – Pemkab Badung akan melakukan penataan ulang kolam yang mengelilingi Pura Lingga Bhuwana. Penataan ini dilakukan lantaran kondisi kolam keruh dan kotor. Bahkan sampah platik kerap memenuhi kolam tersebut, sehingga membuat pemandangan tak sedap. Kepala Bagian Perlengkapan dan Perawatan (Perwat) Setda

Badung I Wayan Puja, Senin (6/8) kemarin mengungkapkan agar kondisi kolam tidak cepat keruh akibat lumpur, pihaknya akan membeton bagian dasar dan samping kolam. Selain itu, akan dibangun air mancur lengkap dengan lighting atau pencahayaan untuk mempercantik kolam yang berada persis di depan Kantor Bupati Badung itu. ‘’Proyek ini sekarang masih

dalam tahap tender di LPSE,’’ ucapnya seraya menyebutkan, anggaran untuk pembetonan kolam tersebut senilai Rp 1.405.895.000. Anggaran bersumber dari APBD Kabupaten Badung. Soal air mancur, mantan Camat Kuta Selatan itu belum merinci anggaran pembangunannya. Dia beralasan hal tersebut masih dalam tahap kajian teknis. (kmb27)

GEMPA yang terjadi pada Minggu (5/8) sekitar pukul 19.00 Wita, mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Salah satunya gerak cepat dari Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa yang langsung meninjau proses evakuasi pasien di RSUD Mangusada, malam itu juga. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur RSUD Mangusada I Nyoman Gunarta, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan I Wayan Wirya, serta Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung Ni Nyoman Ermy Setiari. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Suiasa memberikan apresiasi atas sinergi antara RSUD Mangusada, Dinas Damkar dan BPBD Badung yang bergerak cepat mendirikan tenda darurat di halaman RSUD Mangusada Kabupaten Badung. ‘’Malam hari ini (Minggu - red) saya mengunjungi langsung dan melihat kondisi pasien, pascatelah terjadinya suatu kejadian alam berupa gempa tadi, dan dalam kondisi gempa ini tentu kita harus mengambil langkahlangkah yang sigap dalam melakukan antisipasi yang sebaik-baiknya, sesuai dengan keadaan dan kemampuan yang kita miliki,’’ ujarnya. Lebih lanjut Suiasa mengatakan, menyikapi kejadian ini diharapkan instansi terkait secara sigap dan terkoordinir melaksanakan langkah pengamanan kepada masyarakat, melakukan langkah antisipasi khususnya agar masyarakat tidak khawatir akan gempa susulan yang ten-

tunya diharapkan tidak terjadi. Demi amannya kondisi dan tenangnya para pasien, proses layanan kesehatan, perawatan, pemeriksaan dan lainnya bisa berjalan sebagaimana mestinya, dilakukanlah langkah darurat dengan membuat tenda di halaman pakir RSUD Mangusada. ‘’Ketersediaan tenda ini sudah kita hitung cukup karena sudah semua tim bergerak. Melalui tim terpadu, baik itu dari pemadam kebakaran yang juga memiliki sarana dan prasarana, BPBD yang juga memiliki sarana dan prasarana yang sudah dikerahkan di sini, termasuk tenagatenaga lapangan kita seperti tenaga teknis, petugas kesehatan untuk melakukan siaga penuh dalam perawatan kepada masyarakat. Artinya,

masyarakat dilayani dalam tempat sementara dan darurat ini, tetapi dari segi layanan tidak sedikit pun yang kita kurangi,’’ ungkapnya. Direktur RSUD Mangusada I Nyoman Gunarta mengatakan, total 160 pasien yang dievakuasi ke luar gedung RS. Hanya beberapa pasien yang masih dirawat di dalam gedung lantaran kondisi tidak memungkinkan. Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya akan menunggu informasi dari BMKG terkait potensi gempa. Akan ditawarkan kepada pasien untuk kembali ke ruangan, tetapi kalau memang pasien merasa lebih nyaman dan nyaman dirawat di luar ruangan, akan disediakan perawat cadangan untuk bersiaga. (ad311)

EVAKUASI - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa meninjau proses evakuasi pasien di RSUD Mangusada, Minggu (5/8) malam.


info seremoniAL

4

DPRD Badung Dukung Kunker Pemkab ke Klaten Terkait Bidang Pertanian

DPRD Badung mendukung dan mengapresiasi kunjungan kerja (kunker) Pemerintah Kabupaten Badung yang dipimpin langsung oleh Bupati I Nyoman Giri Prasta ke Kabupaten Klaten terkait bidang pertanian. Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung I Nyoman Karyana dan Wakil Ketua II I Made Sunarta di sela-sela kunjungan lapangan ke Agro Techno Park, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (6/8) kemarin, mengatakan pihaknya di legislatif memberikan dukungan penuh terhadap kepedulian Pemerintah Kabupaten Badung terhadap petani. Ia juga mengapresiasi inovasi-inovasi yang telah dilakukan pemerintah di bidang pertanian. ‘’Artinya pemerintah selalu siap untuk melakukan pembenahan di semua sektor yang dilakukan secara objektif. Apa yang belum ada di Badung, pemerintah belajar dari daerah lain. Inilah yang artinya membangun secara konkret,’’ ujarnya. Politisi PDI Perjuangan asal Dalung ini mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Badung harus terus membangun Badung dengan berbagai inovasi. Termasuk inovasi-inovasi di bidang pertanian. ‘’Tidak hanya di bidang pariwisata, tapi pertanian juga harus menjadi skala prioritas. Karena masyarakat kita kan se-

KUNKER - Jajaran wakil rakyat di DPRD Badung foto bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten dan Bupati Badung saat kunjungan kerja (kunker) ke Klaten. bagian besar juga sebagai petani,’’ jelasnya. Lebih lanjut. kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini, rencana pembangunan lima tahun dijabarkan oleh pemerintah dalam satu tahun. Kemudian, dikonkretkan dengan kunjungan kerja ke daerah-daerah lain. Pengetahuan yang didapatkan pada kunjungan akan dikomparasi di Kabupaten Badung untuk membuat terobosan-terobosan baru di bidang pertanian. ‘’Kami harapkan dari kunjungan ini petani akan mendapatkan

dampak positif. Sehingga petani tumbuh dan berkembang sesuai dengan program Bapak Bupati untuk menjadikan mereka bangga menjadi petani. Kami yakin Bapak Bupati mampu dibantu OPD terkait,’’ pungkasnya. Hadir pula dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Daerah Badung I Wayan Adi Arnawa, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat IBA Yoga Segara, sejumlah pimpinan OPD di Badung, Komisi III DPRD Badung serta sejumlah pekaseh. (ad306)

Nyoman Satria Lepas Jalan Santai ST Dharma Kumara Memperebutkan ’’Doorprize’’ Sepeda Motor

JALAN SANTAI - Anggota DPRD Badung Nyoman Satria saat melepas jalan santai serangkaian HUT ST Dharma Kumara, Banjar Delod Bale Agung, Desa Mengwi, Minggu (5/8). RATUSAN krama dan anggota Sekaa Teruna (ST) Dharma Kumara, Banjar Delod Bale Agung, Desa Mengwi, Badung, Minggu (5/8) tumpah ruah mengikuti jalan santai serangkaian HUT ke-41. Jalan santai yang menyediakan doorprize utama satu unit sepeda motor ini dilepas anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung Nyoman Satria didampingi Camat Mengwi IGN Jaya Saputra serta Perbekel Mengwi Ketut Umbara di banjar setempat. Meskipun di bawah rintik-rintik hujan tidak mengurangi semangat ratusan krama Banjar Delod Bale Agung Mengwi untuk melaksanakan jalan santai. Anggota DPRD Badung Nyoman Satria mengapresiasi kegiatan generasi muda di Banjar Delod Bale Agung Mengwi, khususnya ST Dharma Kumara. ‘’Kegiatan yang

dilakukan oleh ST Dharma Kumara sangat positif guna mencegah para pemuda melakukan kegiatan negatif dampak globalisasi. Kami selaku wakil rakyat berkomitmen untuk mendukung dalam penyediaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan sekaa teruna dalam melakukan kegiatan positif,’’ ujarnya. Nyoman Satria juga berharap melalui jalan santai ini mampu memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, sehingga terwujud masyarakat yang sehat jasmani dan rohani dan peningkatan kualitas hidup dapat tercapai sebagai salah satu modal pembangunan. Terhadap aspirasi masyarakat yang mengharapkan dirinya kembali dapat memfasilitasi berbagai hal dalam pembangunan, Nyoman Satria menegaskan kesia-

pannya. Terlebih hal ini telah menjadi tugas pokoknya sebagai wakil rakyat yang dipilih juga dari Banjar Delod Bale Agung tentu menjadi kewajibannya untuk membantu semaksimal mungkin. Ketua Panitia HUT Ke-41 ST Dharma Kumara I Made Gede Sancita Wiguna mengatakan, jalan santai merupakan rangkaian HUT ke-41 ST Dharma Kumara yang puncaknya akan dilaksankan pada 18 Agustus mendatang. ‘’HUT kali ini mengambil tema ‘Mulat Sarira’ diharapkan para anggota sekaa teruna dapat introspeksi diri untuk menyambut kepengurusan baru. Kami juga berharap melalui perayaan HUT ini dapat lebih aktif dalam membantu masyarakat, sehingga pemuda dan pemudi di banjar dapat lebih diberdayagunakan di masyarakat,’’ ungkapnya. Lebih lanjut dikatakan, mewakili ST Dharma Kumara pihaknya sangat berterima kasih dan mengapresiasi dukungan yang telah diberikan secara terus-menerus oleh anggota DPRD Kabupaten Badung Nyoman Satria, sehingga sekaa teruna lebih aktif di berbagai kegiatan kepemudaan dan sosial kemasyarakatan. Adapun rangkaian kegiatan jalan santai tersebut dilanjutkan dengan acara senam lansia, pemeriksaan kesehatan secara gratis. ‘’Jalan santai ini diikuti anak-anak, pemuda banjar, PKK hingga lansia dengan memperebutkan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor dan puluhan hadiah hiburan dan menarik lainnya,’’ terangnya. (ad310)

Akademi Akuntansi Denpasar Diakreditasi

Miliki Konsentrasi Pajak, Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

VISITASI - Asesor Nedsal Sixpria dan Margani Pinasti dari BANPT didampingi Wayan Wetra dan Wayan Warsa saat memvisitasi Akademi Akuntansi Denpasar. AKADEMI Akuntansi Denpasar yang menjadi perguruan tinggi bidang akuntansi kebanggaan masyarakat Bali, Senin (6/8) kemarin diakreditasi BAN-PT. Dua asesor masing-masing Margani Pinasti, S.E., M.Si., Ak.CA. dan Nedsal Sixpria, S.E., M.M., Ak. Kedua asesor ini selama dua hari akan menilai kelengkapan borang akreditasi yang sudah dikirim secara online meliputi tujuh standar pendidikan tinggi. Para asesor diterima secara sederhana namun penuh kekeluargaan oleh Direktur Akademi Akuntansi Denpasar I Wayan Wetra, S.E., M.M. dan Ketua Yayasan Werdhi Sastra Drs. I Wayan Warsa bersama para dosen. Direktur Akademi Akuntansi Denpasar I Wayan Wetra mengungkapkan, akreditasi ini salah satu bentuk kepedulian manajemen untuk menerapkan pendidikan yang taat asas. Apalagi sejak 2013 Akademi Akuntansi Denpasar meraih predikat B, tahun ini diharapkan meningkat

dengan B nilai gemuk atau A. Ia mengungkapkan Akademi Akuntansi yang dipimpinnya selama ini mendapat kepercayaan masyarakat maupun stokeholder yang memanfaatkan lulusannya. Makanya di akreditasi kali ini dia menekankan keunggulan kualitas lulusan. Kualitas lulusan ini mencerminkan mereka diproses secara berkualitas oleh SDM dosen berkualitas dan fasilitas lengkap yang berkualitas. Yang membanggakan Akademi Akuntansi Denpasar sejak didirikan 1987 lalu sampai kehabisan stok lulusan karena dikejar oleh pengusaha. ‘’Tak ada kata menganggur bagi lulusan Akademi Akuntansi Denpasar,’’ tegas I Wayan Wetra. Mahasiswanya disiapkan menjadi SDM dan calon tenaga kerja (naker) siap pakai sebagai ciri kampus berbasiskan pendidikan vokasi. Rasio dosen di kampus ini sangat ideal yakni 1:19. Fasilitasnya meliputi Lab Bahasa Inggris, Akuntansi dan Perpajakan.

Makanya tahun ini Akademi Akuntansi Denpasar memiliki konsentrasi dalam perpajakan. Juga akan membuka kursus Brevet A dan Brevet B bekerja sama dengan Kanwil Ditjen Pajak Bali. Yang langka lagi, Akademi Akuntansi Denpasar akan membuka Diploma Akuntansi UMKM khusus untuk mempersiapkan SDM akuntansi untuk LPD, koperasi dan unit jasa perbankan lainnya. Strategi lainnya membuka D-4 Akuntansi. Ini sesuai visi Akademi Akuntansi Denpasar menjadi PT yang menghasilkan SDM berkompeten dalam akuntansi, beraklhak mulia, beriman dan berketuhanan. Mereka ini disebut SDM yang cerdas dan berkarakter. Pada tahun ajaran ini Akademi Akuntansi Denpasar membuka pendaftaran calon mahasiswa baru hingga 30 Agustus, bahkan hanya diperuntukkan bagi 75 mahasiswa baru. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan mutu dan rasio dosenmahasiswa yang terbaik. Untuk itu dia mengajak lulusan SMA/SMK yang ingin cepat kerja atau yang sudah bekerja bergabung ke Akademi Akuntansi Denpasar di Jalan Sari Gading Denpasar. Perkualiahan dilakukan Senin-Jumat mulai 17.3021.30 Wita dengan beban 119 SKS. Ketua Yayasan Werdhi Sastra Drs. I Wayan Warsa memberi apresiasi positif langkah-langkah yang dilakukan pimpinan Akademi Akuntansi Denpasar guna menyiapkan pendidikan berkualitas dan taat asas. Yayasan, katanya, mendukung semua program termasuk dalam lab perpajakan, membuka Diploma UMKM untuk LPD dan koperasi desa dan banjar serta kursus Brevet A dan B bagi pengusaha di Bali. (ad313)

Selasa Wage, 7 Agustus 2018

Kunjungi SMP Dwijendra Denpasar

Pemkot Bitung Belajar Sekolah Ramah Anak

SMP DWIJENDRA Denpasar kembali mengangkat citra Bali di tingkat nasional. Sejak dinobatkan sebagai sekolah ramah anak terbaik tingat Nasional awal Agustus lalu, sudah dua kali menerima kunjungan luar Bali. Setelah dikunjungi Komisi VIII DPR-RI, Senin (6/8) kemarin giliran Pemkot Bitung, Sulut berkunjung. Rombongan dipimpin langsung Ketua Tim Penggerak PKK Pemkot Bitung yang juga Ketua P2TP2A Bitung Dra. Khouni Lomban Rawung, M.Si. Tim disambut gembira serta penuh senyum oleh Kepala SMP Dwijendra Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd. bersama Ketua Yayasan Dwijendra Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., Bendahara Luh Beji, siswa dan guru. Begitu tiba di Dwijendra, tim disuguhi aneka ekstra kurikuler di antaranya magender wayang, ngerindik, menabuh, tari, yoga hingga yel-yel SMP Dwijendra Denpasar. Tim juga disuguhi atraksi nyurat aksara Bali dalam bentuk tradisi dan komputer, koleksi lontar, bahkan Khouni sempat membubuhkan nama di daun lontar. Kepala SMP Dwijendra Denpasar Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd. mengungkapkan, dari ratusan sekolah yang diusulkan mendapat sekolah ramah anak, hanya SMP Dwijendra di Bali yang ditetapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai sekolah ramah anak tingkat Nasional. Nadi Supartini didampingi Wakasek I Made Yoga Mahendra Andika, S.Pd., M.Pd., I Wayan Suwita, S.Pd. dan Ida Bagus Putra Arsana, S.Pd. mengatakan, SMP Dwijendra sukses memenuhi syarat sekolah

BERSAMA - Tim Pemkot Bitung, Khouni Lomban Rawung bersama Kasek Nadi Supartini dan M.S. Chandra Jaya dan Luh Beji foto bersama usai mengunjungi SMP Dwijendra Denpasar. ramah anak dengan konsep BARIISAN yakni sekolah yang bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri dan nyaman. Selain itu sekolah tanpa kekerasan pada perempuan dan anak. Berbagai kebijakan kasek ikut mendukung program ini yakni memberi pelayanan penuh kasih sayang kepada siswa dan menyiapkan 32 jenis ekstra di sekolah guna mengisi waktu luang siswa. Tidak hanya intelektualnya diasah di sekolah ini, juga kesehatan fisik, mental, emosi dan spiritualnya. Hal ini, kata Nadi Supartini, juga didukung fasilitas yang disiapkan oleh Yayasan Dwijendra. Namun di acara itu, Nadi Suartini tetap tampil rendah hati dengan menyatakan bahwa apa yang dimiliki SMP Dwijendra belumlah apa-apa. Khouni Lomban mengaku kagum dengan SMP Dwijendra, sekolah ra-

mah anak yang luar biasa. Sekolah swasta yang sarat dengan muatan kearifan lokal dan mampu mengalahkan sekolah negeri. Untuk itu, ia berterima kasih diterima dengan baik di Kota Denpasar, karena Bitung patut banyak belajar dari Kota Denpasar. Khouni yang juga Ketua PMI Bitung ini sengaja mengajak tim lengkap untuk banyak belajar di SMP Dwijendra. Dia juga didampingi camat untuk menjadikan semua kecamatan di Bitung layak anak. Makanya dia tak salah pilih belajar dari SMP Dwijendra. Ketua Yayasan Dwijendra Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. mengaku bangga bahwa kerja keras guru dan siswa SMP Dwijendra melahirkan prestasi membanggakan rakyat Bali. Kini SMP Dwijendra menjadi objek studi banding soal sekolah anak, pendidikan karakter dan kearifan lokal. (ad307)

ISI Denpasar Gemakan ’’Harmoni Indonesia 2018’’

Prof. Sugiartha: Keberagaman Menjadi Kekuatan Bangsa

HARMONI INDONESIA - Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. beserta civitas akademika ISI Denpasar menggemakan ‘’Harmoni Indonesia 2018’’ dalam rangka menyukseskan Hari Kemerdekaan Indonesia dan Asian Games, Minggu (5/8) lalu. SELURUH civitas akademika Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar turut menggemakan semangat ‘’Harmoni Indonesia 2018’’ di Denpasar, Minggu (5/8) lalu. Semangat ini digemakan dengan kegiatan senam bersama, serta menyanyikan lagu kebangsaan ‘’Indonesia Raya’’. ‘’Ini merupakan acara serentak yang dilaksanakan di seluruh Indonesia, Presiden kita sangat mengapresiasi bagaimana kita membangkitkan kembali nasionalisme. Apalagi kita sudah memasuki bulan Agustus yaitu bulan Kemerdekaan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI yang ke-73. Jadi, seluruh Indonesia kita gemakan Harmoni Indonesia,’’ ujar Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum., Minggu (5/8). Prof. Sugiartha mengatakan bah-

wa kegiatan ‘’Harmoni Indonesia 2018’’ ini merupakan imbauan langsung dari Menristekdikti dengan harapan kalangan kampus dapat bersama-sama membangkitkan semangat harmoni. ‘’Dengan kita bersama-sama menyanyikan lagu perjuangan, hal ini untuk kembali merekatkan dan mengingatkan kita semua untuk menjadi satu-kesatuan, ber-Bhinneka Tunggal Ika yang selalu harus kita junjung tinggi. Keragaman seharusnya menjadi kekuatan bagi kita semua,’’ tandasnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk membangun semangat persatuan dan kebangsaan. Semangat ini tidak hanya ditunjukkan di internal warga kampus saja, melainkan harus dibangun dengan lingkungan eksternal atau masyarakat. Dikatakan, dalam membangun dan membang-

kitkan semangat persatuan dan kebersamaan, ISI Denpasar telah mengaplikasikannya dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari saling bertegur sapa antarwarga kampus, hingga melaksanakan kegiatan pergelaran dan pameran bersama. Selain itu, membangun semangat persatuan dan kebangsaan juga tertuang dalam sejumlah mata kuliah yang menyangkut Pancasila dan Kewarganegaraan. Bahkan, dari awal mahasiswa menginjakkan kaki di kampus ISI Denpasar telah diberi pemahaman mengenai pengamalan nilai-nilai Pancasila secara holistik. ‘’Untuk kegiatan serentak hari ini (minggu lalu), kami sangat mengapresiasi. Tidak saja hari ini, tetapi kebersamaan ini memang sudah kami laksanakan dan telah menjadi kewajiban bersama,’’ tukasnya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan ISI Denpasar Dr. Drs. I Gusti Ngurah Seramasara, M.Hum. mengatakan, dengan berbagai kegiatan ‘’Harmoni Indonesia 2018’’ yang dilakukan, pihaknya ingin menunjukkan bahwa seluruh civitas akademika ISI Denpasar kompak dalam segala hal. Namun, yang tak kalah penting adalah bagaimana ISI Denpasar menunjukkan kekompakan untuk menyambut event bergengsi Asian Games yang akan dihelat mulai 18 Agustus mendatang. ‘’Selain itu, kami ingin memunculkan dan membangun satu-kesatuan yang utuh, penguatan rasa sebangsa dan setanah air,’’ pungkas Seramasara didampingi Humas ISI Denpasar I Gede Eko Jaya Utama, S.E., M.M. (ad303)

25 Pelanggar Perda Ketertiban Umum Ditipiring Pembuang Limbah Tahu Didenda Rp 1,5 Juta

SEDIKITNYA 25 pelanggar Perda No.1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum di Kota Denpasar kena tindak pidana ringan (tipiring). Namun dari 25 orang pelanggar, yang hadir hanya empat orang pada sidang tipiring yang dilaksanakan di Kantor Camat Denpasar Barat, Senin (6/8) kemarin. Sidang tipiring yang dipimpin hakim tunggal I Gusti Ngurah Partha Bhargawa, S.H. dengan panitra I Made Wisnawa dan jaksa Yudhi Parwata, S.H. mengenakan denda sebesar Rp 1,5 juta untuk empat orang pembuang limbah tahu dan tempe ke selokan dan sungai. Hakim I Gusti Ngurah Partha Bhargawa, S.H. menyampaikan agar semua pelanggar memenuhi keputusan yang telah ditetapkan. Ia berharap agar ke depannya yang telah ditipiring ini tetap dipantau, sehingga tidak membuang limbah usahanya lagi ke sungai dan selokan. Terlebih lagi denda yang dikenakan jauh dari denda maksimal yang ditetapkan dalam perda sebesar Rp 50 juta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar I Ketut Wisada ditemui di sela-sela sidang tipiring mengatakan, sidang yang dilaksanakan ini salah satunya untuk penegakan pelaksanaan regulasi. Regulasi yang mengatur tentang kebersihan di Kota Denpasar, baik limbah padat maupun limbah cair. Untuk menjaga kebersihan di Kota Denpasar pihaknya terus menggencarkan pengawasan bagi masyarakat yang melanggar dengan berpedoman pada Perda No.1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Melalui sidang-sidang tipiring

yang telah rutin dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Denpasar bagi pelanggar perda agar memberikan rasa jera, sehingga mau turut menjaga kebersihan Kota Denpasar. Saat ini jumlah masyarakat yang melakukan pelanggaran sebanyank 25 orang terdiri dari 10 pembuang limbah ayam, 13 pembuang limbah tahu dan tempe dan 2 pembuang sampah. Terkait dengan jumlah pelanggar yang tidak semua hadir, Wisada mengaku itu tidak menjadi masalah. Karena pelanggar yang tidak hadir langsung akan ditipiring di Pengadilan Negeri Denpasar. ‘’Kalau pelanggar yang tidak hadir akan dilakukan sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, sehingga pelanggar akan semua diadili tanpa kecu-

ali,’’ ujarnya. Untuk jumlah denda yang dikenakan tergantung dari keputusan hakim. Sedangkan denda yang dikenakan sesuai Perda No. 1 Tahun 2015 bagi pembuang sampah sembarangan dikenakan denda maksimal Rp 25 juta dan untuk pembuang limbah sembarangan kena denda Rp 50 juta. Salah seorang pembuang limbah tahu, Suharto, mengaku tidak mempunyai penampungan limbah tahu. Meski limbah padatnya telah dimanfaatkan, menurutnya, limbah cair telah dibuang ke sungai. Dengan kena tipiring sekarang ini ia akan segera membuat penampungan limbah, sehingga tidak mencemari lingkungan. (ad312)

PELANGGAR - Suasana sidang tipiring yang sedang menyidangkan pelanggar perda.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Selasa Wage, 7 Agustus 2018

Info seremonial

Senator RI Rapatkan Situs UNESCO dengan Dirjen Kebudayaan

Arya Wedakarna Usulkan Payung Hukum Penataan BEBAN Provinsi Bali dalam menyandang gelar dan status Warisan Budaya Dunia (WBD) untuk tiga objek yakni Kawasan Subak Jatiluwih, DAS Tukad Pakerisan dan Kaldera Geopark Batur cukup berat. Bagaimana tidak, sejak pertama kali ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2012 hingga kini belum ada perhatian cukup signifikan khususnya terkait dengan payung hukum, anggaran pusat, penyelenggaraan event termasuk bantuan pembangunan infrastruktur. Kini, situs WBD tersebut justru terancam dicabut gara-gara amburadulnya pengaturan manajemen di daerah termasuk kurangnya perhatian pusat. Demikian terekam saat pertemuan antara Senator DPD-RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dengan Hilmar Farid, Ph.D., Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, di Senayan, Jakarta. ‘’Saya menemui Dirjen, karena di tengah besarnya anggaran pendidikan sesuai dengan amanat APBN, tapi Bali belum memperoleh banyak manfaat khususnya dalam hal perlindungan WBD. Saya tidak menyalahkan Bupati Tabanan, Gianyar dan Bangli belum bisa banyak bergerak, karena memang regulasi dan payung hukum belum jelas. Saya sudah turun langsung ke Jatiluwih, ke Tampaksiring dan ke Kintamani, tapi para stakeholder di Bali tampak kebingungan dan bimbang terkait dengan situs WBD. Selain kebijakan, juga harus ada politik anggaran, baik untuk penyelenggaraan program dan infrastruktur bisa dari APBN atau APBD, yang penting ada payung hukum,’’ ungkap Senator Wedakarna. Ia pun mengakui bahwa sejumlah

PERTEMUAN - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Senayan, Jakarta. permasalahan terjadi di lapangan akibat adanya miskomunikasi yang diakibatkan dengan tidak adanya payung hukum dalam operasional WBD. ‘’Selama ini pemerintah kabupaten hanya melakukan pendekatan pariwisata, yang seolah-olah situs WBD hanya untuk pariwisata, padahal WBD sangat terkait dengan nilai budaya, nilai arkeologi dan nilai sosial. Jadi memang orientasi beda. Ini perlu disinergikan agar tidak nyaplir,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Hasil pertemuan dengan Dirjen Kebudayaan merangkum usulan senator yakni, pertama, minta Direktorat mengeluarkan surat keputusan tentang payung hukum untuk tiga situs WBD di Bali, termasuk amanat untuk membentuk Badan Pengelola Kawasan WBD. Kedua, merekomendasikan Festival Jatiluwih, Tampak-

siring dan Geopark Batur skala internasional dengan dukungan APBN. Ketiga, meminta Menteri segera meresmikan Museum Subak di Masceti, Gianyar selambatnya 2018 dan mendukung ide Forum Revolusi Mental terkait dengan Kampus Alam Satyagraha di Masceti. Keempat, DPD meminta Dirjen Kebudayaan menganggarkan pelatihan Tim Ahli Cagar Budaya sesuai amanat UU secara kolektif. Kelima, meminta Dirjen Kebudayaan memperhatikan situs-situs Candi Siwa Buddha di seluruh Nusantara. Keenam, meminta Mensesneg menyetujui teknis PP perlindungan pelestarian kebudayaan yang mandek. Ketujuh, mendukung rekomendasi terkait pembentukan organisasi pelestari situs budaya yakni BPJ (Bakti Pertiwi Jati). (ad314)

LPPM Unud Kembangkan Desa Buahan sebagai Sentra Agrowisata ”Organic Farming’’ LEMBAGA Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana (LPPM Unud) menggelar Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM). Adapun desa yang dipilih untuk pelaksanaan program tersebut yakni Desa Buahan di Kecamatan Kintamani, Bangli. Melalui program tersebut, LPPM Unud ingin mengembangkan Desa Buahan sebagai sentra agrowisata organic farming. Ketua Pelaksana Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S. usai melaksanakan pemantapan rencana pengintegrasian pertanian organik dengan ternak menjadi paket agrowisata dengan sistem organik terpadu SaBiCaITaA di Desa Buahan, Senin (6/8) kemarin, mengatakan alasan dipilihnya Desa Buahan dalam pelaksanaan PPDM ini karena desa yang berlokasi di kawasan pariwisata Kintamani telah dikenal luas oleh wisatawan. Namun di sisi lain, aktivitas pariwisata belum memberi manfaat bagi masyarakat sekitar yang sebagian besar sebagai petani sayuran. Desa Buahan juga dipilih karena memiliki banyak persoalan kaitannya dengan pertanian. Pertanian sayuran di desa setempat masih bertumpu pada penggunaan pupuk dan pestisida kimia dosis tinggi. Di samping itu di desa tersebut juga sering terjadi masalah kekurangan pakan ternak sapi, sementara banyak limbah pertanian yang dapat diolah menjadi pakan bermutu. Keberadaan kelompok wanita tani (KWT) belum mampu mengolah hasil panen sayuran yang berlimpah menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Melalui PPDM ini, pihaknya akan mencoba menyelesaikan beberapa masalah tersebut mulai tahun ini. Pihaknya akan

Unhi Denpasar Sebar Mahasiswa KKN di Klungkung Fokus Pembangunan Karakter dan Tawarkan Beasiswa

SEBANYAK 650 lebih mahasiswa-mahasiswi Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar dilepas mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lapangan Umum Brasika, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Senin (6/8) kemarin. Mereka yang berasal dari Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan, Ekonomi, Teknik, MIPA, Kesehatan Ayurweda, serta Fakultas Pendidikan dan Seni ini disebar di 31 desa se-Kecamatan Banjarangkan selama 60 hari. Pelepasan KKN yang mengangkat tema ‘’Pertiwi Mandalaning Bhuwana’’ ini dihadiri langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan KKN tahun ini lebih menekankan pada pola pembangunan karakter atau mental masyarakat. Bukan berfokus pada pembangunan fisik berupa tugu atau tapal batas desa seperti yang lazim dilakukan saat KKN sebelumnya. Menariknya, sebagai ucapan terima kasih untuk warga setempat, Rektor jebolan Jerman ini menawarkan program khusus berupa potongan biaya kuliah selama dua semester bagi masyarakat se-Kemacatan Banjarangkan yang ingin melanjutkan pendidikan di Unhi. ‘’Silakan mendaftar maksimal pertengahan Agustus ini. Kami tawarkan program khusus ini sebagai ungkapan terima kasih kami karena warga Banjarangkan telah menerima kami dengan baik. Syaratnya dengan membawa surat keterangan tidak mampu dari kepala desa setempat,’’ tandas Prof. Damriyasa disambut riuh tepuk tangan masyarakat yang hadir, Senin (6/8) kemarin. Dikatakan, saat ini Unhi memiliki

LEPAS KKN UNHI - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melepas mahasiswa KKN Unhi Denpasar di Lapangan Umum Brasika, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Senin (6/8) kemarin. berbagai kelebihan dibandingkan perguruan tinggi lainnya di Bali. Salah satunya Program Studi (Prodi) Kesehatan Ayurweda yang hanya dimiliki Unhi, belaum ada di seluruh perguruan tinggi (PT) lainnya di kawasan Asia Tenggara. Di samping itu, Unhi juga mengelola progam sarjana, pascasarjana (magister) dan program doktor dengan total 16 prodi. Tidak hanya itu, pada tahun ajaran baru ini, ada mahasiswa baru yang telah bergelar profesor menempuh pendidikan doktor di Unhi karena tertarik dengan budaya Bali. Ketua Panitia KKN I.B. Purwa Sidemen, S.Ag., M.Si. menambahkan, untuk memaksimalkan target yang ingin dicapai, pihaknya melarang mahasiswa peserta KKN meninggalkan lokasi selama proses KKN berlangsung, kecuali mendapatkan izin dosen pembimbing. Dijelaskan pula, alasan dipilihnya tema ‘’Pertiwi

Julie Bishop Kunjungi Annika Linden Centre

Perkuat Hubungan Kerja Sama dan Bantuan Sosial

Denpasar (Bali Post) Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop berkunjung ke Annika Linden Centre (ALC) yang terletak di Jalan Bakung No.19 Kesiman, Denpasar, Senin (6/8) kemarin. Kunjungannya bertujuan untuk bertemu dengan tiga organisasi nirlaba lokal yaitu YPK (Yayasan Peduli Kemanusiaan), Puspadi dan D-Network yang berkantor di ALC dan beberapa relawan Australia untuk Pengembangan Internasional (AVID). Direktur ALC Meda Arifin mengatakan, kehadiran Menteri Luar Negeri Australia di ALC untuk memperkuat komitmen kerja sama dengan organisasi-organisasi yang ada di ALC dalam hal memberikan bantuan kepada masyarakat Bali dan NTB pada khususnya. ALC yang menginkubasi tiga LSM tersebut terus memberikan dukungan strategis kepada tiga organisasi lainnya yang semuanya penerima bantuan dana Program Bantuan Langsung (DAP). ‘’Kami di ALC sejak berdiri pada 2013 telah diberikan bantuan oleh Konsulat Jenderal Australia. Sedangkan pada tiga organisasi yang ada di ALC (YPK, Puspadi, dan D-Network - red) juga sebelumnya telah menerima bantuan itu (DAP - red). Ada yang telah menerima mulai tahun 2009, tahun 2010, karena ALC sendiri berdiri setelah adanya organisasi-organisasi tersebut,’’ tandas Arifin. Direktur dan Pendiri Puspadi Nengah Latra mengatakan, Puspadi yang berfokus pada pe-

nyediaan prothetics yang berkualitas, orthotics, kursi roda, bantuan mobilitas, dan rehabilitasi bagi penyandang cacat terus berkomitmen menjalin kerja sama dan saling menguatkan dengan organisasi lainnya. Sebab, program sosial tidak bisa dikerjakan sendiri tanpa kolaborasi dengan organisasi sosial lainnya. ‘’Kami sejak tahun 2011 telah menerima bantuan dari Konsulat Jenderal Australia di Bali dan diberikan setiap tahun. Kami bukan memperhitungkan jumlah bantuan yang diberikan, tetapi pemerintah mulai aware terhadap kerja-kerja Puspadi Bali. Apalagi, Puspadi Bali 75 persen stafnya (dari 100 staf - red) adalah penyandang disabilitas. Di sini mereka tidak hanya bekerja tetapi bagaimana mereka mengaktualisasi ideide mereka,’’ ujar Nengah Latra. DAP merupakan program hibah kecil yang dikelola oleh Dapertemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia. Di Bali, DAP dikelola oleh Konsulat Jenderal Australia dan sejak tahun 2005 telah mendanai 132 proyek di Bali dan NTB. Selama 2017-2018, dana DAP Konsulat Jenderal Australia telah didistribusikan ke 14 proyek di Bali dan 3 di NTB. Proyek mencakup penyediaan sistem rekam medis untuk klinik kesehatan wanita di pasar tradisional, proyek air dan sanitasi, meteri pendidikan bagi penyandang cacat, restorasi terumbu karang, dan proyek pengelolaan limbah untuk masyarakat yang terkena dampak erupsi Gunung Agung. (win)

Mandalaning Bhuwana’’, karena Unhi ingin menggaungkan dan mengutamakan fungsi tanah sebagai sumber kehidupan di dunia. Terlebih dengan melihat kondisi alam di Kecamatan Banjarangkan yang sebagian besar wilayahnya berupa hamparan sawah. Sementara itu, Bupati Suwirta memberikan apresiasi kepada kampus Unhi. Pria asal Desa Ceningan, Nusa Penida ini mencontohkan pembangunan nonfisik atau pembangunan mental yang bisa dilakukan mahasiswa adalah menyukseskan program-program kesehatan dengan cara khas kaum intelektual. Pihaknya meminta para peserta KKN agar bisa mengubah pola pikir masyarakat tentang bagaimana menghargai alam. Ia mengucapkan terima kasih dan berharap KKN turut membantu program unggulannya yaitu Gema Santi. (ad316)

BPJS Bantah Perdir Baru Jampelkes Cabut Tiga Layanan

Denpasar (Bali Post) Tiga aturan baru BPJS Kesehatan yaitu Perdir Jampelkes 2, 3, dan 5 sudah diterapkan per tanggal 25 Juli 2018. Ditegaskan, perdir tersebut bukan mencabut layanan katarak, persalinan, dan rehabilitasi medic, namun mengatur agar terjadi efisiensi pembiayaan.

ORGANIK - Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S. saat melaksanakan pemantapan rencana pengintegrasian pertanian organik dengan ternak menjadi paket agrowisata dengan sistem organik terpadu SaBiCaITaA di Desa Buahan, Senin (6/8) kemarin. mengintegrasikan pertanian kuliah kerja nyata pembelajaorganik dengan ternak menjadi ran pemberdayaan masyarakat paket agrowisata dengan sistem (KKN PPM) di Desa Buahan. organik terpadu SaBiCaITaA Kegiatan yang melibatkan (Sapi-biogas-cacing-tanah-ikan, mahasiswa sebagai motivator tanaman organik dan agrowi- dan problem solving ini mensata) yang memiliki peluang gambil tema “Edukasi Pelecukup baik untuk dikembang- starian Lingkungan Danau kan di lokasi pertanian di Desa Batur”. Dalam kegiatan yang Buahan. dilaksanakan di SDN 1 Buahan Dikatakan Dr. Kartini, ke- itu, mahasiswa mengedukasi giatan yang telah berjalan anak sekolah termasuk para sejak Februari lalu akan di- guru untuk memahami tenlaksanakan secara bertahap tang arti pentingnya menjaga selama tiga tahun. Dimulai kelestarian Danau Batur bagi dari sosialisasi, pengembangan kehidupan. “Melalui kegiatan pertanian organik terpadu dan ini anak-anak sekolah diedupembuatan SOP pertanian kasi tentang arti pentingnya organik, pengolahan limbah menjaga kelestarian Danau ternak menjadi pupuk organik, Batur dan diharapkan bisa biopestisida dan biogas, pem- mengedukasi orang tuanya di buatan pakan ternak komplit rumah baik dengan cara penberbasis lokal, pendampingan, golahan sampah yang benar, dan terakhir pengintegrasian meminimalisir penggunaan pupertanian organik dengan ter- puk kimia dan lainnya,” kata Ni nak menjadi paket agrowisata. Luh Made Pradnyawati selaku S e l a i n m e l a k s a n a k a n Dewan Pembimbing Lapangan PPDM, LPPM UNUD Senin (DPL) KKN PPM Desa Buahan kemarin juga melaksanaakan Kintamani. (ad318)

5

Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT dan NTB BPJS Kesehatan Army A.Lubis mengatakan, jika Perdir 2, 3, 5 selama ini hanya dibaca tetapi tidak mengikutkan dengan regulasi lain. Akibatnya orang akan berpikir aturan BPJS Kesehatan semena–mena. Untuk menerbitkan aturan itu, BPJS Kesehatan telah melakukan pembicaraan di tingkat menteri jauh hari sebelumnya. ‘’Sah–sah saja BPJS Kesehatan menerapkan aturan itu, tidak melanggar UU maupun hukum,’’ tandasnya. Oleh karena itu, aturan baru BPJS Kesehatan akan tetap dilanjutkan, tidak

ditunda sampai ada aturan di tingkat atas. Ia menegaskan, Perdir Jampelkes 2, 3, 5 bukan mencabut layanan katarak, persalinan dan rehabilitasi medik. Ketiga pelayanan tersebut tetap dilaksanakan, dilayani dan peserta tetap mendapatkan hak–haknya. Tidak ada penghapusan atau pencabutan layanan terhadap pelaksanaan katarak. Begitu juga dengan Perdir 3, bayi lahir sehat dari peserta BPJS Kesehatan. ‘’Itu tetap dilayani, kalau dia lahir normal sehat, dia satu paket dengan ibunya. Kalau dia ada indikasi medis yang lainnya, dia dipisahkan,’’

jelasnya. Perdir No.5 tentang layanan rehabilitasi medik juga tetap dilayani. Layanan ini diatur hanya bisa dilakukan dua kali seminggu, sehingga delapan kali dalam sebulan. Jika dalam sebulan, pasien lebih dari dua kali memerlukan rehabiltasi medik, maka jatah rehabilitasi medik untuk bulan depan bisa dipakai untuk bulan yang bersangkutan. ‘’Namun dibicarakan dulu dengan providernya. Jadi istilahnya diatur,’’ tandasnya. Tiga layanan itu, diakui bukan yang terbanyak menguras anggaran BPJS Kesehatan. Ia hanya melihat ada pembiayaan yang berlebihan untuk tiga kasus ini. Sementara banyak kasus lain yang lebih memerlukan pembiayaan BPJS Kesehatan. ‘’Tindakannya itu rasanya tidak rasional. Kalau sudah tidak rasional, biayanya dengan kasusnya itu diband-

ingkan dengan kasus jantung dan lainnya, akhirnya menguras. Jadi tujuan efisiensi, efektivitas itu adalah disesuaikan dengan kemampuan finansial BPJS Kesehatan,’’ bebernya. Seperti diketahui, finansial BPJS Kesehatan sedang terganggu karena dilihat dari iuran premi saja tidak cocok dengan biaya yang dikeluarkan. Ia menampik jika tujuan perdir ini adalah untuk mengurangi tindakan tidak rasional dalam artian provider ataupun masyarakat melakukan fraud. Namun aturan ini hanya pengaturan, agar biaya yang dikeluarkan BPJS Kesehatan lebih efektif dan efisien. Misalnya ada pasien yang ingin dioperasi katarak. Padahal menurut ketentuan, visusnya belum mencapai ketentuan. Sehingga belum perlu dilakukan operasi. (kmb42)

Jelang IMF-WB Annual Meeting

Polda Gencar Antisipasi Berita ”Hoax’’ Denpasar (Bali Post) Tidak hanya menyiapkan pasukan, Polda Bali juga gencar mengantisipasi kejahatan di dunia maya, terutama berita hoax yang bisa mengganggu jalannya event internasional tersebut, keamanan dan kondusivitas Bali. Untuk itu, Bidang Humas Polda Bali mengundang pimpinan fungsi kehumasan Polda dan jajaran serta instansi terkait, termasuk TNI, Senin (6/8) kemarin. Rapat koordinasi kehumasan Polda Bali dan instansi terkait ini mengusung tema ‘’Diseminasi Informasi dalam Rangka Menjaga Bali Menjelang Diselenggarakannya Annual Meeting IMF-Word Bank 2018’’ dan dibuka Irwasda Kombes Pol. Drs. Wahyono mewakili Kapolda Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. Kanit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali Kompol Wayan Wisnawa Adiputra selaku salah satu narasumber mengungkapkan, ciri-ciri hoax itu di antaranya pesan atau berita menipu, informasi menciptakan kecemasan, kebencian atau pemujaan

Bali Post/kmb36

RAKOR – Suasana rakor kehumasan Polda Bali dan instansi terkait. berlebihan, sumber tidak jelas ternet masyarakat Indonesia sehingga tidak bisa dimintai sesuai hasil penelitian, kata pertanggungjawaban, pesan mantan Kapolsek Sukawati, sepihak, menyerang atau Gianyar ini, internet di Inmembela saja. ‘’Ciri lainnya, donesia paling banyak digusering mencatut nama tokoh nakan untuk media sosial berkredibilitas, menggunak- (medsos) yakni 129,2 juta an nama media mirip dengan jiwa (97,4 persen), hiburan media terkenal. Memanfaat- 128,4 juta jiwa (98,8 persen), kan fanatisme atas nama berita 127,9 juta jiwa (96,4 ideologi atau agama, tampilan persen). Dampak kebebasan atau judul provokatif, minta yang kebablasan di media supaya di-share atau diviral- internet yaitu hate speech, kan,’’ tegas Kompol Wisnawa. hoax, provokatif, propaganda, Sementara perilaku berin- sumber tak jelas, adu domba,

agitasi, pro-terorisme, pro-radikalisme dan anti-Pancasila serta antipemerintah yang sah. ‘’Polri khususnya Polda Bali sudah melakukan upaya penanggulangannya yaitu preemtif misalnya edukatif, kontranarasi, counter opini. Upaya preventif yaitu memberi peringatan dan mengendalikan isu. Ada juga upaya represif maksudnya penetrasi aktif sebagai bentuk upaya untuk melakukan penangkalan penyebaran perspektif negatif dan penegakan hukum, serta membuat cyber troops,’’ paparnya. Kepala Seksi Pengembangan Sarana Komunikasi Publik Diskominfo dan Statistik Provinsi Bali Drs. Ida Bagus Ketut Agung Ludra mengungkapkan, pihaknya memblokir ribuan situs konten negatif tiap hari, tetapi setelah itu muncul lebih banyak lagi. Apalagi, dunia maya tersebut tidak mengenal batas wilayah dan negara. ‘’Ke depan, tidak mudah menghadapi kemajuan teknologi informasi,’’ katanya mengingatkan. (kmb36)


OPINI

6

Selasa Wage, 7 Agustus 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Nasionalisme di Alam Keterbukaan

UMAT manusia disebut sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia membentuk kelompok suku, bangsa, dan sejenisnya. Biasanya ini berawal dari rasa persamaan nasib, situasi tertentu atau hal lain. Hal ini pula yang melahirkan bangsa Indonesia yang beraneka suku, agama, bahasa, kebudayaan, adat istiadat. Persamaan senasib dan seperjuangan melawan penjajah, telah membulatkan tekad bangsa Indonesia untuk menyatakan kemerdekaannya. Kemerdekaan yang telah mendapat pengakuan berbagai bangsa di dunia ini, melahirkan yang namanya Negara Kesatuan Repunlik Indonesia (NKRI). Sejarah raja-raja kecil di bawah hasutan dan adu domba penjajah, telah ditinggalkan dan diganti dengan semangat dan jiwa nasionalisme. Jiwa-jiwa nasionalisme ini diharapkan terus tumbuh dan berkembang serta dipelihara dengan baik untuk mempertahankan NKRI. Perjalanan sejarah pula, telah membawa bangsa Indonesia yang ada dalam balutan NKRI ke era reformasi. Era yang ditandai dengan keterbukaan dan kebebasan dalam berbagai hal sebagai ciri demokrasi. Tetapi tetap dalam koridor demokrasi Pancasila, bukan demokrasi liberal ala negara Barat. Dalam alam keterbukaan dan kebebasan yang dipacu perkembangan teknologi informasi, tetap ada koridor yang harus dipatuhi dan ditaati. Dalam menjalankan hak (demokrasi), harus tetap memerhatikan kewajiban menghormati hak orang lain pula. Era keterbukaan yang berkembang sekarang, dinilai cenderung kebablasan. Apalagi jika melihat apa yang diumbar di media sosial (medsos). Selain itu, keterbukaan yang disediakan telah pula dimanfaatkan kelompok-kelompok tertentu (radikal). Perpecahan ala yang pernah terjadi dalam sejarah bangsa ini pun dikhawatirkan terulang. Karena, rasa senasib sepenanggungan dan seperjuangan mulai luntur. Masing-masing kelompok mengklaim paling berjasa dalam sejarah pembentukan negara ini. Rasa nasionalisme pun terkikis rasa individualis dan kelompok karena desakan persaingan. Individualisme ini sangat terasa terutama dalam pergaulan masyarakat di perkotaan. Jangankan dengan tetangga satu kampung/banjar, dengan tetangga dekat hanya terpisah tembok bisa tidak saling kenal. Hal ini akibat kurangnya komunikasi dan interaksi sosial. Sabdo Palon Noyo Genggong atau Jayabaya dalam sebuah cuplikan ramalannya menyebutkan, “Pasar ilang kumandhang...”. Jika diterjemahkan secara bebas kurang lebih artinya, tidak ada lagi tawar-menawar di pasar. Ini ternyata terbukti, dengan berkembangnya pasar swalayan. Tidak ada lagi tegur sapa antara pembeli dengan penjual. Tanpa disadari, hal ini menjadi awal mengikisnya rasa nasionalisme. Ketiadaan komunikasi dan interaksi sosial, menjadikan manusia sebagai individu yang jauh sebagai makhluk sosial. Padahal, pada era keterbukaan terutama informasi ini seharusnya makin mempererat interaksi sosial. Sebab, kemajuan teknologi informasi telah meghapus hambatan batas ruang dan waktu. Di Bali dan beberapa daerah di Indonesia, berbagai aktivitas sosial berupa kegiatan adat dan upacara keagamaan masih banyak dan rutin digelar. Berbagai aktivitas ini, terbukti mampu membangkitkan dan menjalin kembali interaksi sosial masyarakat. Diharapkan, dari sini kembali muncul rasa nasionalisme. Hanya, interaksi sosial dalam berbagai aktivitas masyarakat tersebut kini mulai berkurang. Budaya gotong royong dalam membuat berbagai sarana upakara misalnya, telah digantikan dengan budaya jual-beli. Demi alasan lebih praktis dan ekonomis, masyarakat cenderung lebih memilih membeli berbagai sarana upakara-nya dibandingkan membuat sendiri secara bergotong royong. Padahal, jika dikembalikan pada asas gotong royong, justru segala hal bisa menjadi lebih ringan bila dikerjakan bersama-sama. Apalagi, bila menyangkut biayanya juga bisa dipikul bersama-sama. Asalkan, asas keterbukaan (transparansi) harus dikedepankan.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Waspada dan Siaga Hadapi Bencana Gempa bumi dan cuaca buruk belakangan ini membuat kita di Bali waswas. Bahkan, saudara kita di Lombok, Nusa Tenggara Barat mungkin sudah resah dan khawatir. Mudah-mudahan kita selamat dari fenomena alam ini. Mari kita berdoa memohon perlindunga-Nya serta kedamaian. Hal lain dari hal ini adalah pentingnya kita segera membangun kewaspadaan dan kesigapan menghadapi bencana. Tampaknya edukasi tanggap bencana sudah saatnya digencarkan. Tips menghadapi bencana tentu bisa mulai disosialisasikan dan disampaikan di sekolah. Selain padat orang, sekolah yang dirancang vertikal jelas memiliki risiko lebih parah jika gempa. Untuk itu, guru dan anak mestinya tanggap bencana untuk menghindari jatuhnya korban. Pemerintah harus ambil bagian secara lebih terencana dalam hal ini. Mudah-mudahan kewaspadaan dini dan makin terbiasanya publik menyimak ramalan cuaca membuat kita lebih sigap menghadapi bencana. I Nyoman Murda Gianyar, Bali

Menjiwakan Proklamasi dan Patriotisme Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan tonggak kemerdekaan bangsa sebagai peristiwa sejarah yang tidak pernah dan tidak boleh dilupakan oleh anak bangsa. Akan tetapi, realitas gagasan, konsep, kesadaran, dan atau rasa nasionalisme sejatinya sudah tumbuh jauh sebelum negara Indonesia dideklarasikan menjadi negara yang merdeka dan berdaulat tanggal 17 Agustus 1945. Torehan sejarah yang menjadi embrio tumbuhnya rasa persatuan (baca: nasionalisme) sudah mencuat/menggema tahun 1928 yang diikrarkan dengan sebutan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Oleh I Komang Warsa, S.Pd., M.Si., M.Pd.

”B

angsa yang besar adalah bangsa yang mau dan mampu menghargai sejarah perjuangan para pendahulunya” adalah adagium yang sering terngiang di telinga anak-anak negeri. Kontemplasi pikiran seakan penuh keraguan dan kerapuhan, apakah kita sudah termasuk bangsa yang menghargai atau malahan melupakan sejarah perjuangan para pahlawan sendiri, mengingat di antara anak bangsa masih ada yang apatis dan tidak acuh terhadap sejarah perjuangan bangsanya. Sebuah renungan dalam kerja kelascaryaan bahwa perjuangan para pahlawan yang mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan republik yang tercinta merupakan bagian dari yadnya yang termuliakan. Yadnya bentuk ini tidak bisa diukur dengan finansial semata. Sebagai generasi bangsa, penerus cita-cita para pahlawan tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan pembangunan fisik dan mental spiritual dalam bingkai nasionalisme. Untuk itu, menjiwakan proklamasi sebagai bentuk nasionalisme jangan sampai tergerus karena era kesejagatan atau era keteknologian. Apalagi kebanggaan dan rasa euforia dengan sesuatu yang berlabel asing “terkadang” membuat jiwa nasionalisme seakan terkikis dan semakin memudar alias luntur. Salah satu gejala yang tampak menipisnya jiwa nasionalisme terlihat saat-saat perhelatan piala dunia dalam olahraga sepak

bola. Para pecandu bola tanpa komando atau diinstruksikan untuk mengibarkan bendera besar dan lebar di pinggir-pinggir jalan sebagai bentuk kebanggaan terhadap tim favoritnya. Mari tengok perhelatan saat HUT RI bahkan dengan anjuran dan instruksi agar bendera Merah Putih dipasang terkadang (ada) yang tidak memasang dan kalau dipasang itu pun tidak sebesar dan selebar bendera kesebelasan yang menjadi favoritnya. Yang sangat miris ada perpaduan bendera, yaitu merah putihnya dipasang di atas dengan ukuran kecil/mini sedangkan bendera tim favorit kesebelasannya berukuran tiga kali ukuran bendera Merah Putih, sungguh ironis. Bendera adalah simbol negara yang jelas diundangkan dalam kitab negara. Di samping itu, menipisnya jiwa nasionalisme dilihat dari rasa kesetiaan dan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia sudah mulai mengalami penggerusan tetapi relatif masih ada kebertahanan jika dibandingkan yang lain. Indikasi ini disebabkan oleh kerakusan menggunakan kata dan istilah asing yang tidak terkontrol dalam pengembangan bahasa Indonesia. Padahal, ihwal tentang kebahasaan juga diundangkan dalam kitab negara. Hal ini harus betul-betul disikapi secara arif dan bijaksana oleh anak bangsa terutama pemangku kepentingan. Jika ini dibiarkan menjadi preseden buruk terhadap mentalitas anak bangsa yang akan berekses terhadap keberadaan bahasa Indonesia di republik ini. Bangsa yang

besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah. Adagium itu harus diimplementasikan dalam wujud nyata. Sumpah Pemuda bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan ruatan teks proklamasi sebagai sejarah bangsa. Sumpah Pemuda yang diikrarkan tanggal 28 Oktober 1928 yang berisi tiga butir pernyataan , yaitu :1. Bertanah air satu tanah air Indonesia, 2. Berbangsa satu bangsa Indonesia, 3). Berbahasa satu bahasa Indonesia. Ketiga pernyataan di atas menjiwakan proklamasi yang memiliki energi politik kemerdekaan bangsa dan bagian sejarah yang luar biasa untuk kita maknai. Sedangkan butir ketiga yaitu berbahasa satu bahasa Indonesia menjiwakan nasionalisme yang relatif masih utuh biarpun dibombardir oleh kosa kata asing. Bahasa Indonesia yang ada pada butir ketiga merupakan salah satu roh/jiwa bangsa Indonesia untuk menghidupkan serta membangkitkan jiwa nasionalisme anak bangsa. Sedangkan butir satu dan dua dalam Sumpah Pemuda, setiap hari dikumandangkan oleh anak-anak bangsa di setiap rumah pendidikan (baca: sekolah) lewat lagu kebesaran bangsa yaitu ‘’Indonesia Raya’’ dengan tiga stanza. Namun, butir pertama dan kedua yang menyangkut bertanah air dan berbangsa masih menyisakan cerita pilu karena abrasi nasionalisme (terkikis/luntur). Cerita pilu dimaksud adanya beberapa daerah yang mau lepas dari NKRI dan di Bali masih ada perebutan tapal batas desa antara desa satu dengan desa

yang lain. Terkikisnya jiwa nasionalisme bisa dilihat dari adanya beberapa daerah di Indonesia mau merongrong keutuhan negara kesatuan republik ini dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Rongrongan terhadap NKRI merupakan satu bentuk pengingkaran Sumpah Pemuda dan pengingkaran terhadap jiwa proklamsi. Pengingkaran terhadap Sumpah Pemuda dan proklamasi adalah pengingkaraan sejarah. Fenomena ini harus segera dicegah dengan mengedukasi sejarah kepada anak bangsa demi keutuhan NKRI yang bermartabat. NKRI adalah harga mati. Semua itu harus segera disikapi dengan menjiwakan proklamasi, menjiwakan patriotisme dalam bentuk toleransi beragama, menteloransi perbedaan, dan mentoleransi pilihan dalam bermasyarakat. Kalau terus bertikai maka makna Sumpah Pemuda akan menjadi sirna, sia-sia dan NKRI menjadi terancam. Indonesia dengan kebinekaan ras, suku, agama, dan budaya harus dijadikan kekuatan bangsa. Jadikan perbedaan menjadi sebuah kekuatan NKRI dan jangan perbedaan dijadikan kelemahan dan perpecahan. Tanggal 28-10-1928 dan 17-8-1945 adalah momentum sakral dan bagian dari ruatan sejarah untuk NKRI. Yang paling miris penulis amati tergerusnya nilai-nilai nasionalisme di kalangan generasi muda adalah terjadi pergeseran nilai sejarah kepahlawanan (degradasi) di kalangan anak muda. Jika diamati cukup banyak anak-anak muda yang tidak mengenal nama pahlawan apalagi bagaimana perjuangannya. Akan tetapi, anak sekarang lebih senang dan tertarik untuk membaca komik-komik horor dan lebih tertarik dengan tokoh-tokoh yang terkenal pada era ini. Bahkan generasi kita lebih suka bermain “pokemon” dibandingkan belajar sejarah perjuangan bangsanya sendiri, ini kebanyakan yang merambah di kalangan anak muda sekarang. Seandainya generasi muda memiliki hasrat keingintahuan yang

Formula Pengangkatan Guru Honorer

Permasalahan guru honorer tampaknya tidak pernah habis-habisnya. Permasalahannya mulai dari perekrutan, sistem pengupahan, sistem kerja, serta berbagai masalah lainnya. Ekspektasi yang sangat besar dari guru honorer, ketika pemerintah mewacanakan perekrutan calon Aparatur Sipil Negara (ASN). Kekhawatiran terhadap sistem perekrutan yang tidak berkeadilan tersirat dari guru-guru honorer. Harapan mereka untuk diangkat menjadi ASN perlu mendapat perhatian. Guru honorer adalah guru tidak tetap yang belum berstatus minimal sebagai calon ASN, dan digaji per jam pelajaran. Sering kali mereka digaji secara sukarela, dan bahkan di bawah gaji minimum yang telah ditetapkan secara resmi. Secara kasatmata, mereka sering tampak tidak jauh berbeda dengan guru tetap, bahkan mengenakan seragam ASN layaknya seorang guru tetap. Secara fakta, mereka berstatus pengangguran terselubung. Pada umumnya, mereka menjadi tenaga sukarela demi diangkat menjadi calon ASN melalui jalur honorer, ataupun sebagai penunggu peluang untuk lulus tes calon ASN formasi umum. Berdasarkan data Kementerian PANRB per Januari 2017 komposisi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia masih didominasi oleh Jabatan Fungsional Guru yaitu sebanyak 37,43% dan Jabatan Fungsional Umum Administrasi sebesar 37,69%. Pemenuhan kekurangan jabatan fungsional guru melalui UU No.5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

Oleh I Gede Ariyasa tampaknya masih banyak hambatan. Perekrutan PPPK tampaknya terkesan ribet dan belum dapat mengakomadasi permasalahan guru honorer. Tidaklah salah ketika para guru honorer melalui Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyuarakan kepada pemerintah agar mereka diberikan prioritas dalam perekrutan ASN. Guru honorer yang telah mengabdikan dirinya sampai lima tahun atau lebih patut dipertimbangkan. Harapan begitu besar juga disampaikan oleh guru honorer kategori ke-1 (K1) dan K2. Meskipun tidak memungkinkan perekrutan tanpa tes, setidaknya pengabdian mereka patut dihargai. Hal ini mengemuka ketika aspirasi honorer ini disampaikan di gedung guru di Jakarta kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Saat ini, jumlah guru di Indonesia menurut Rangkuman Statistik Pendidikan Dasar dan Menengah 2017/2018 Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, adalah 3.3332.639 orang. Jumlah ini belum termasuk guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan guru di Kementerian Agama dan kementerian lainnya. Dari jumlah ini, 1.130.464 orang (33,93%) adalah guru non-Aparatur Sipil Negara (Non-ASN). Guru NonASN ini yang dimaksud adalah Guru Bantu (GB) di sekolah negeri, Guru Honorer Daerah di sekolah negeri, Guru Tidak Tetap (GTT) di sekolah negeri, dan Guru Bantu (GB) di sekolah swasta. Semua guru Non-ASN inilah sering dise-

but guru honorer. Besarnya jumlah guru honorer ini mesti mendapat perhatian serius pemerintah pusat dan daerah. Wacana perekrutan calon ASN harus diformulasikan dengan baik, sehingga tidak menimbulkan gejolak dan dampak buruk bola salju. Harapan dan kekhawatiran para guru honorer bukan tanpa alasan. Belajar dari perekrutan guru honorer (kontrak) yang banyak tidak mencerminkan rasa keadilan. Zaman digital saat ini ternyata tidak membuat pengambil kebijakan bertindak digital. Sistem perekrutan yang penuh dengan dagelan politik dan kolusi, nepotisme membuat mereka apatis. Pengabdian guru honorer tidak bisa ditampikkan selama ini, karena banyak membantu proses pembelajaran di sekolah. Karenanya, bukan suatu keniscayaan ketika perekrutan calon ASN, masa pengabdian mereka dihargai. Ketika masa pengabdian mereka tidak menjadi pertimbangan, rasa ketidakadilan itu sangat nyata. Bahkan mungkin terjadi chaos ketika guru-guru honorer ini tidak ada. Formulasi persyaratan kelulusan untuk guru honorer pada perekrutan calon ASN patut dipikirkan dan diakomodasi. Artinya, perekrutan tidak hanya dinilai berdasarkan hasil tes, tetapi ada komponen masa pengabdian guru honorer tersebut. Formula perekrutan harus didasari oleh niat baik atau political will dari pemerintah pusat dan daerah menyelesaikan masalah

guru honorer. Ketika ini tidak ada maka semuanya akan menjadi alat pembenar saja. Masyarakat harus mengambil peran memberi saran dan mengawal formula dari pemerintah. Formula utamanya adalah memasukkan unsur masa kerja dalam penilaian dengan proporsi yang signifikan. Ini penting sebagai wujud keberpihakan pemerintah mengatasi masalah guru honorer. Guna menjamin keterlaksanaan yang baik, maka validasi dan sanksi harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan sesuai aturan. Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah dalam perekrutan nanti. Sistem perekrutan yang transparan, bebas dari kolusi, nepotisme, dan politisasi, serta formula utama tadi. Validasi guru honorer harus dengan sangat ketat. Sebab selama ini, sering terjadi honorer siluman. Hal ini karena adanya rekayasa masa kerja selaku honorer, dan bidang pekerjaan mereka selaku honorer yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang mereka miliki. Bahkan, ada yang mengandalkan surat keputusan dari orang yang tidak memiliki kewenangan yang benar dan tepat berdasarkan undang-undang yang berlaku. Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah, merekrut guru yang sesuai dengan keperluan. Ada Pemerintah Daerah dalam perekrutan honorer sekadar merekrut, dengan mengabaikan formasi guru yang diperlukan di lapangan. Bahkan, penetapan formasi calon ASN pun dilakukan tidak beradasarkan kebutuhan di lapangan. Mungkin ini hanya untuk memenuhi janji-janji politik saat kampanye. Dampaknya sangat

tinggi tentang sejarah perjuangan bangsa, mencintai dan menghargai jasa pahlawan seperti mencintai game pokemon pasti akan terpatri nilai karakter yang bermartabat di jiwa generasi muda. Karakter yang bagus sebagai pilar penyangga martabat bangsa. Tidak semua orang berani, dapat atau mampu mengambil jalan yang penuh risiko. Jiwa kepeloporan juga bermakna keberanian menyatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Seperti I Gusti Ngurah Rai, Diponegoro, Imam Bonjol, Pattimura, Teuku Umar, dan sederet pahlawan bangsa lainnya yang berani menyatakan bahwa imperialisme dan kolonialisme adalah bentuk ketidakadilan dan kebatilan karenanya harus dilawan. Kita juga perlu membangun keberanian membela kebenaran. Semangat inilah yang seharusnya dimiliki oleh kaum muda bangsa ini untuk memberikan pencerahan kepada rakyat serta mempersiapkan diri menerima estafet kepemimpinan. Jika menjiwakan proklamasi tumbuh maka NKRI tidak tergoyahkan karena ketangguhan pilar penyangganya. Ketangguhan zaman ini sangat penting karena di zaman modern memang mengurangi risiko pada bidang tertentu dan cara hidup tertentu tetapi juga memperkenalkan bentuk risiko baru yang tidak dikenal pada era-era sebelumnya. Untuk itu, diperlukan ketangguhan baik mental maupun fisik. Kemandirian selalu dibutuhkan sebagai ujung tombak kita dalam mengisi pembangunan negeri dengan segudang tantangan dan risiko. Jiwa kepahlawanan, jiwa keberanian, dan semangat pantang mudur (menyerah) yang dimiliki para pejuang kita patut dijadikan teladan atau panutan untuk mempertahankan dan mengisi pembangunan negeri yang diberi nama Indonesia. Penulis, anggota Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) Kabupaten Karangasem, guru SMA Negeri 1 Rendang

besar, yang berimplikasi bertahuntahun yang mungkin tidak disadari oleh pimpinan daerah. Kejadian guru tetap diganti mengajar oleh guru honorer, mungkin satu dari dampak dari perekrutan seperti ini. Penulis, guru SMPN 1 Abang, Guru Ajeg Bali, Ketua PGRI Kabupaten Karangasem

POJOK

Semester I 2018, pertumbuhan ekonomi Bali alami perlambatan. - Segala bidang melambat, ada sampai macet. *** Korban tewas gempa Lombok 91 orang, turis asing dievakuasi. - Doa dan tabahlah saudaraku di Lombok. *** Kabupaten Badung mantapkan rencana membangun agro techno park. - Bermanfaat untuk petani dan turis.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


TABANAN

Selasa Wage, 7 Agustus 2018

7

RSU Kasih Ibu Tabanan Tangani 89 Pasien HD Tabanan (Bali Post) Pasien gagal ginjal mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya penyakit non-infeksi seperti hipertensi dan diabetes. Selain BRSU, rumah sakit di Tabanan yang melayani layanan cuci darah adalah RSU Kasih Ibu. Saat ini jumlah pasien gagal ginjal yang dilayani RSU Kasih Ibu untuk menjalani cuci darah atau HD mencapai 89 pasien dengan usia termuda 24 tahun. Direktur RSU Kasih Ibu Tabanan dr. Ketut Sumiarta, M.Kes., Senin (6/8) kemarin mengatakan, saat ini mesin HD yang dimiliki RSU Kasih Ibu Tabanan sebanyak 12 unit. Mesin ini dioperasikan dalam tiga shift setiap hari, yaitu pagi, siang dan malam. ‘’Untuk shift malam ke pagi masih belum bisa dilakukan. Sebenarnya mesin bisa untuk empat shift,’’ ujarnya. Usia termuda pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah di RSU Kasih Ibu Tabanan adalah 24 tahun. Penyebabnya karena pasien menderita Lupus atau gangguan auto imun. Menurut Sumiarta, selain gangguan imun, sebagian besar pasien mengalami gagal ginjal akibat komplikasi dari penyakit hipertensi dan diabetes. Ginjal akan menimbulkan gejala kerusakan ketika hanya 30 persen jaringannya berfungsi dan saat jaringan hanya 15 persen yang berfungsi. Ini memerlukan tindakan cuci darah. Saat ini Tabanan masih memerlukan tambahan mesin cuci darah untuk bisa melayani pasien gagal ginjal yang jumlahnya terus bertambah. ‘’Pihak RSU Kasih Ibu Tabanan berencana menambah mesin cuci darah. Kalau untuk jumlah yang saat ini tersedia, sudah penuh terjadwal meski tidak sampai ada antrean,’’ ujarnya. Sebagian besar pasien tinda- kan HD di RSU Kasih Ibu Tabanan menggunakan BPJS. Menurut Sumiarta, jarang pasien HD saat ini yang memakai status pasien umum karena biaya tindakan cuci darah tidak termasuk murah dan dibutuhkan seumur hidup. Sekali tindakan cuci darah membutuhkan biaya Rp 900 ribu dan satu pasien memerlukan dua kali tindakan cuci seminggu. Mahalnya darah dalam biaya tindakan cuci darah ini tentu bisa dihindari dengan menerapkan hidup sehat agar tidak sakit, terutama mencegah timbulnya penyakit pemicu dalam hal ini hipertensi dan diabetes. (kmb24)

Ngaben Massal Wajib Didukung Pemerintah Tabanan (Bali Post) Pelaksanaan ngaben massal di sejumlah daerah di Kabupaten Tabanan yang digelar Minggu (5/8) kemarin, terasa istimewa. Hal ini lantaran Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti hadir dalam kegiatan tersebut. Di Banjar Adat Belanban, Petiga, Bupati Eka menegaskan, ngaben massal merupakan program yang harus berkelanjutan. Pasalnya kegiatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong di masyarakat. Terkait hal ini, pemerintah wajib mendukungnya. ‘’Semuanya harus bergotong royong. Karena dengan gotong royong kita yakin yadnya akan dapat berjalan dengan baik,’’ ujarnya. Ketua Panitia Ngaben Massal di Banjar Adat Belanban, Petiga, I Wayan Sugita, mengatakan ngaben massal memang rutin dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Untuk ngaben massal tahun ini ada 32 sawa ageng, 10 ngelungah dan nyekah untuk 4 orang. Mengenai biaya, sawa ageng dikenakan biaya Rp 3,5 juta, ngelungah Rp 350.000 dan nyekah sebesar Rp 1.750.000. Sumber dana berasal dari patis krama. ‘’Selain ngaben massal, di sini juga dilaksanakan matatah massal yang diikuti sekitar 33 orang dan dilaksanakan pada puncak acara,’’ ungkapnya. (kmb28)

Bali Post/ist

SERAHKAN PUNIA - Bupati Eka Wiryastuti menyerahkan punia kepada warga Belanban.

Bali Post/ist

CEK KERUSAKAN - Camat Penebel mengecek kerusakan akibat gempa.

Dampak Gempa Lombok

66 Titik Kerusakan, Kerugian Ditaksir Rp 2,3 Miliar Tabanan (Bali Post)Gempa 7 SR yang berpusat di Lombok, NTB, Minggu (5/8) malam menyebabkan kerusakan bangunan di berbagai lokasi di Kabupaten Tabanan. Dari data BPBD Tabanan hingga Senin (6/8) sore, tercatat 66 titik kerusakan di semua kecamatan. Kerugian ditaksir Rp 2,3 miliar. Kepala BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Sucita mengatakan, pihaknya terus melakukan pendataan dampak gempa. Data akan di-update

untuk selanjutnya dilaporkan ke Bupati agar mendapatkan tindak lanjut. Sejauh ini bangunan yang rusak dominan berupa tempat persembahyangan seperti sanggah maupun pura. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Dari pengamatan di lapangan, kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Baturiti. Bale Banjar Baturiri Kelod rusak berat, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 400 juta. Pihaknya terus mengim-

bau masyarakat agar senantiasa tenang, waspada dan mencari informasi akurat dari pihak yang berkompeten. ‘’Jangan mudah terprovokasi informasi yang tidak benar,’’ terangnya. Dari data kepolisian, kerusakan banyak terjadi di Kecamatan Penebel. Tercatat puluhan bangunan baik itu rumah, padmasana dan tembok panyengker rusak. Dari informasi yang dihimpun, kerusakan menyebar di delapan desa di kecamatan

tersebut. Camat Penebel dan Kapolsek Penebel turun langsung ke sejumlah lokasi guna melakukan pengecekan. Di Desa Babahan misalnya, di Banjar Dinas Bolangan terdapat satu unit rumah permanen berlantai dua milik I Wayan Suana rusak pada atap, kanopi dan padmasana. Total kerugian diperkirakan Rp 15 juta. Sedangkan di Banjar Dinas Utu, tembok garasi mobil milik I Ketut Mudiana roboh. Di Desa Wongaya Gede

tembok balai banjar roboh. Di Banjar Dinas Bengkel banyak genteng rumah warga berjatuhan. Di Desa Jatiluwih, tepatnya di Dusun Gunung Sari Kelod, panyengker setra jebol dan apit surang merajan di Banjar Bucu rusak. Selain rumah dan sejumlah panyengker, gempa mengakibatkan kerusakan candi bentar Pura Dalem Desa Pakraman Gunung Sari Desa Jatiluwih, dengan kerugian mencapai Rp 600 juta. (kmb28)

Tutupi Defisit Rp 31 Miliar

Dewan dan Pemkab Bingung Cari Dana Tabanan (Bali Post) -

APBD Tabanan tahun 2018 telah berjalan sampai Juli. Hingga pertengahan tahun anggaran, APBD Tabanan sudah mengalami defisit sebesar Rp 41 miliar akibat turunnya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari jumlah tersebut, baru bisa ditutupi dana dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 10 miliar, sehingga masih ada defisit Rp 31 miliar. Masalah ini membuat dewan dan eksekutif yang tergabung dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bingung mencari dana untuk menutupi defisit tersebut. Munculnya defisit terungkap dalam rapat kerja antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tabanan dengan TAPD Tabanan, Senin (6/8) kemarin, di ruang rapat pleno DPRD Tabanan. Rapat dipimpin Ketua DPRD yang juga Ketua Banggar I Ketut Suryadi. Sementara TAPD Pemkab Tabanan dipimpin Sekda I Nyoman Wirna Ariwangsa. Pada kesempatan tersebut, Suryadi mempertanyakan tidak tercapainya target pendapatan daerah termasuk terjadinya defisit yang mencapai Rp 41 miliar. Terkait hal itu, Sekda Wirna Ariwangsa menjelaskan, defisit terjadi akibat potensi pendapatan daerah turun. Pendapatan dimaksud seperti BPHTB dan pajak daerah lainnya. ‘’Memang terjadi penurunan target pendapatan seperti dari PHR karena berhentinya operasioanl NBR serta sektor lainnya,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Bapelitbang I.B. Wirtamaja mengatakan, untuk menutupi defisit yang sebesar Rp 41 miliar, awalnya pihaknya mengandalkan dana bantuan provinsi sebesar Rp 10 miliar dan dana dari BRSU Tabanan

sebesar Rp 13 miliar sehingga masih kurang sekitar Rp 18 miliar. Namun ternyata dana dari BRSU Tabanan tidak bisa dipakai untuk menutup defisit tersebut, karena harus digunakan untuk membeli obat. ‘’Jadi masih ada defisit sekitar Rp 31 miliar. Sementara dari pusat sudah tidak ada lagi kucuran dana,’’ katanya. Mendengar hal tersebut, Suryadi meminta eksekutif segera mencari jalan keluar. Dia melihat banyak potensi pendapatan yang masih bisa dioptimalkan seperti dari DTW. Dia juga mempertanyakan kenapa target dari DTW juga diturunkan. Padahal tarif sudah ditingkatkan, kemudian kedatangan wisatawan relatif sama. Apalagi ada rencana penerapan e-billing untuk tiket masuk. Bahkan dia mendesak agar target tersebut dinaikkan sesuai target awal. Hal senada disampaikan Ketua Komisi III I Wayan Lara. Menurut dia, dengan terjadinya defisit, TAPD maupun OPD penghasil harus kerja keras untuk merealisasikan target tersebut untuk membiayai pembangunan. ‘’Semestinya dengan

Bali Post/bit

RAKER - Suasana raker Banggar DPRD Tabanan dengan TAPD, Senin (6/8) kemarin. kondisi tersebut, OPD penghasil kreatif dan inovatif mencari terobosan untuk peningkatan PAD,’’ tegasnya. Wayan Sudiana alias Gading juga melihat banyak potensi pendapatan yang belum tergarap maksimal seperti dari sektor hotel dan restoran. Padahal banyak usaha perhotelan termasuk vila dan penginapan serta restoran yang bisa menjadi objek pajak. Apalagi ada aturan baru yang memperbolehkan pemerintah memungut pajak, meski suatu belum berizin.

Terkait desakan tersebut, Kepala Bakeuda I Dewa Ayu Sri Budiarti mengatakan, pihaknya meningkatkan target pendapatan seperti semula termasuk dari DTW yang semua sekitar Rp 6,5 miliar per bulan menjadi sekitar Rp 10 miliar. Dengan demikian, terjawab upaya untuk menutupi defisit. Namun muncul persoalan baru ketika Ketua DPRD Suryadi mempertanyakan soal anggaran untuk perubahan 2018. Dia menilai, paling tidak dibutuhkan dana sekitar Rp

20 miliar. Atas permintaan tersebut eksekutif nampaknya belum bisa menjawab secara pasti. Muncul usulan untuk rasionalisasi anggaran yang ada, termasuk menunda program yang sudah dibuat dan dilaksanakan di tahun anggaran 2019. ‘’Soal dana untuk perubahan akan kita bicara di tingkat pimpinan. Mininal bisa melakukan rasionalisasi. Terpenting, dalam waktu dekat KUA dan PPAS harus segera disepakati agar eksekutif bisa menyusun anggaran,’’ tegasnya. (kmb28)

Anggaran Terbatas, Pembangunan TPP Sanda Tersendat Tabanan (Bali Post) Pembangunan Taman Teknologi Pertanian (TPP) Sanda yang berlokasi di Desa Sanda, Pupuan, berjalan lambat karena keterbatasan anggaran. Hal ini menimbulkan kekhawatiran, pembangunan tidak tuntas sesuai perencanaan. Saat ini di TPP Sanda baru lima gedung yang terbangun dan masih menyisakan empat gedung lagi. Diperkirakan anggaran untuk membangun empat gedung ini sekitar Rp 20 miliar. Pemkab Tabanan harus terus melakukan koordinasi dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali agar pembangunan di TPP Sanda ini bisa tuntas dan tidak mandeg.

Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja memaparkan, pembangunan di TPP Sanda sebenarnya masih berjalan tetapi secara pelahan. Ini dikarenakan anggaran yang turun dari pusat tidak sesuai kebutuhan. ‘’Misalnya dibutuhkan dana pembangunan sebesar Rp 15 miliar, tetapi yang keluar hanya Rp 2 miliar. Jadi sedikit-sedikit dananya ke luar, sehingga pembangunan berjalan lambat,’’ ujarnya, Senin (6/8) kemarin. Dengan keterbatasan anggaran, diyakini Wiratmaja, pembangunan TPP Sanda tidak akan selesai tahun 2019 atau seperti yang telah direncanakan. Sebab, selain pembangunan empat gedung, masih membutuhkan pena-

taan site TPP Sanda. Lanjut Wiratmaja, intervensi bisa dilakukan pemerintah daerah, jika BPTP yang bertanggungjawab dalam pembangunan gedung di dalam site TPP Sanda ini tidak bisa memenuhi target pembangunan di tahun 2019. ‘’Tetapi intervensi dari Pemkab sendiri tentu memerlukan kesepakatan dulu dengan BPTP sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Pertanian,’’ ujarnya. Dalam hal pembangunan TPP Sanda, Pemkab Tabanan selama ini juga ikut berjuang dengan mengusulkan proposal untuk mendapatkan anggaran. ‘’Kita berbagi tugas. Mana yang menjadi tanggung jawab BPTP dan kita

membantu memenuhi lainnya. Misalnya untuk pembangunan membran air dan jalan. Kita sudah mengajukan proposal dan anggaran sudah didapat. Pembangunan membran air dan pembetonan jalan sudah dilakukan,’’ jelas Wiratmaja. Meski lambat, Wiratmaja tetap optimis TPP Sanda akan tuntas dibangun dan segera beroperasi. Sebab, keberadaan TPP Sanda penting dalam kemajuan bidang pertanian Tabanan dan sebagai destinasi wisata Tabanan yang baru. Seperti diketahui, TPP Sanda dibangun untuk menjadi tempat pemberdayaan petani serta penelitian pertanian. Di tempat tersebut juga akan dikembangkan

unit perkebunan, peternakan dan inovasi pertanian. TTP Sanda diproyeksikan sebagai destinasi pariwisata, karena selain pertanian, juga dikembangkan kegiatan pariwisata, perindustrian, UMKM dan pengolahan hasil produksi petani dan pemasarannya. Jadi, dalam satu tempat pengunjung tidak hanya mengetahui pertanian Tabanan tetapi juga hasil pengolahannya serta bisa langsung membeli produknya. Untuk pariwisata pengunjung akan tahu destinasi desa wisata yang dikembangkan di Tabanan. TTP Sanda juga akan menjadi corong kunjungan pariwisata ke desa-desa yang memiliki potensi pertanian. (kmb24)

TPP Sanda

Bali Post/san


BULELENG

8

Selasa Wage, 7 Agustus 2018

Rata dengan Tanah, Lima Rumah Permanen di Desa Kelandis

Singaraja (Bali Post) –

Bali Post/kmb38

PLAFON JEBOL – Atap gedung Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Desa Tunjung terlepas dan plafon jebol karena getaran gempa. Pelayanan kesehatan dialihkan ke praktik bidan desa dan Puskesmas Kubutambahan II di Desa Tamblang.

PBM Lumpuh

Gedung SDN 3 Depeha Rusak Parah Singaraja (Bali Post) – Gedung SDN 3 Depeha, Kecamatan Kubutambahan ikut terdampak akibat gempa yang berpusat di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8) malam lalu. Ruang kelas untuk anak kelas I, II, dan III mengalami kerusakan parah. Tembok dan lantai di ruang kelas IV, V, dan kelas VI retak-retak. Malah sebagian plafon jebol. Bahkan, ruang perpustakaan yang juga digunakan sebagai ruang kelas, ruang guru serta kepala sekolah, juga ikut rusak di bagian plafon dan atapnya. Ruang kelas yang mengalami kerusakan itu sebetulnya sedang direhab, sehingga saat gempa keras itu diduga tidak tahan guncangan gempa, akibatnya plafon ruang tersebut ambruk. Seorang guru, Ketut Sulatra, mengatakan akibat kerusakan ruang kelas itu, 128 anak-anak murid itu sementara tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar (PBM). Anak didiknya, terpaksa dipulangkan. Mereka ditugaskan belajar di rumah saja. Selain karena ruang kelas itu tidak bisa difungsikan, dia juga khawatir kalau terjadi gempa susulan. Bisa saja mengancam keselamatan anak-anak itu sendiri. Pihaknya belum memastikan kapan siswa itu bisa belajar secara normal. Apalagi, puing atap dan plafon itu berserakan memenuhi ruangan kelas. “Proses belajar mengajar belum bisa dilaksanakan. Kami masih berupaya mencari jalan keluar. Tetap masih menunggu penanganan dari kabupaten,” katanya. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Buleleng Gede Suyasa mengatakan, selain di SDN 3 Depaha, pihaknya menerima laporan gedung sekolah di Desa Menyali, Jagaraga (Kecamatan Sawan), dan Desa Tamblang (Kecamatan Kubutambahan), dan beberapa sekolah lainnya juga rusak. Sekarang ini, tim Disdikpora masih mendata kerusakan yang terjadi di beberapa sekolah pascadiguncang gempa itu. Setelah terdata, baru memprogramkan perbaikan infrastruktur sekolah tersebut. Nantinya, sekolah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang akan diupayakan perbaikannya menggunakan dana APBD Perubahan 2018. Sementara kerusakan berat dan hasil perhitungan biaya mencapai lebih dari Rp 100 juta, nantinya dilakukan dengan APBD Induk 2018 mendatang. “Kami bersama Bappeda Litbang membahas hal ini. Skemanya kerusakan sekolah ringan dan sedang diprioritaskan pada anggaran perubahan. Namun, di atas Rp 100 juta, kami akan tangani dari APBD tahun depan,” katanya. Poskesdes Rusak Berat Gedung Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Tunjung, Kecamatan Kubutambahan turut juga menjadi korban guncangan gempa yang berpusat di Lombok, NTB itu. Gedung fasilitas kesehatan (faskes) di desa ini rusak berat. Atap dan plafon ruang pelayanan dan ruang administrasi di poskesdes itu juga ambruk. Kanopi parkir dan penyimpanan administrasi pun sebagian roboh karena tiangnya tidak kuat menyangga beban saat gempa terjadi. Akibat kejadian itu, pelayanan kesehatan untuk masyarakat desa setempat dan sekitarnya terpaksa dialihkan ke bidan desa atau ke Puskesmas Kubutambahan II yang berlokasi di Desa Tamblang. Bidan Desa Tunjung Ni Nyoman Parwani mengatakan, layanan Poskesdes ini diperlukan oleh warga. Apalagi memasuki musim dingin seperti sekarang ini, biasanya banyak warga sakit tulang dan juga beberapa penyakit lainnya, sehingga warga memerlukan layanan kesehatan yang mudah dijangkau. Tidak ingin pelayanan terganggu, Nyoman Parwani memindahkan alat kesehatan (alkes) itu ke tempat praktik bidan di desanya. Kalau kewalahan, pasien akan diarahkan mendapat pelayanan ke Puskesmas Kubutambahan di Desa Tamblang. “Pelayanannya sudah tidak bisa karena gedung retak dan atap serta plafon rusak berat. Pelayanan sementara di lokasi bidan mandiri, karena di kantor perbekel desa juga tidak ada tempat karena sedang rehab,” katanya. Perbekel Desa Tunjung I Made Sadia mengatakan, perbaikan Poskesdes yang sudah menjadi aset desa itu akan segera diprogramkan. Rencananya, anggaran perbaikan faskes ini memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD). Menghindari kerusakan serupa, nantinya konstruksi rangka dan atap gedung itu akan diubah dari semula memakai genting, diganti atap seng. “Perbaikan harus secepatnya dilakukan dan kami akan koordinasi dengan perangkat desa termasuk dengan kabupaten. Kemungkinan menggunakan ADD karena faskes di desa kami ini sudah menjadi aset desa,” tegasnya. (kmb38)

’’Palinggih’’ dan Rumah Juga Rusak Singaraja (Bali Post) – Gempa yang terjadi Minggu (5/8) malam juga merusak palinggih milik warga Desa Tejakula. Dilaporkan, palingguh itu roboh karena getaran gempa. Selain itu, tembok panyengker di SMAN 1 Tejakula juga mengalami kerusakan akibat guncangan gempa dahsyat itu. Salah satu bagian palinggih di Desa Kelandis dan Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan dilaporkan mengalami kerusakan. Bagian palinggih itu dilaporkan patah. Malah terjatuh ke bawah hingga hancur. Demikian juga di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng, Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja beberapa bagian patung Tugu Yudha Mandala di kawasan ini diinformasikan patah setelah mengalami getaran gempa. Bagian patung dengan bambu runcingnya patah dan terjatuh. Beruntung, saat kejadian tidak ada pengunjung di bawah tugu, sehingga tidak ada korban jiwa. Selain itu, rumah Ketut Mawi (56), warga di Desa Mengening, Kubutambahan temboknya jebol. Rumah warga di Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng juga mengalami kerusakan akibat gempa. Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana, S.H. mengatakan, berapa jumlah pasti dan tingkat kerusakannya secara detail masih belum ada laporan secara akurat. Saat ini, pihaknya masih melakukan pemantauan guna mengumpulkan data kerusakan secara terperinci. BPBD pun memantau kawasan permukiman di pesisir pantai karena sebelumnya diperkirakan berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. “Secara pasti, kerusakan belum diketahui karena sedang kami hitung. Personel kami masih memantau dan besok (Selasa, 7/8 ini - red) kami akan mendata ulang terkait kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa itu,” katanya. (kmb38)

Kerusakan sejumlah rumah, palinggih, gedung sekolah, dan fasilitas kesehatan (faskes) di Buleleng terjadi akibat gempa di Lombok. Tercatat, ada lima rumah warga di Tempekan Medum, Dusun Kelandis, Desa Kelandis, Kubutambahan rata dengan tanah. Tak hanya itu, dua warga luka-luka akibat terkena puing-puing rumah yang ambruk. Sampai saat ini, satu korban dikabarkan kristis. Dia dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Sanglah Denpasar.

Dari data yang dikumpulkan di lapangan, Senin (6/8) kemarin, empat rumah yang rata tanah itu ditempati masing-masing oleh Wayan Madri (70), Gede Sidimantra (29), Jro Ketut Mangku Rentena (48), Jro Mangku Wayan Wardi (40), dan Putu Riski Permana (4). Selain rumah milik keluarga ini rata dengan tanah dan tidak bisa ditempati, perlengkapan rumah, tiga unit sepeda motor, dan tujuh kuintal cengkeh ikut tertimbun puing reruntuhan bangunan itu. Palinggih milik dua keluarga itu juga rusak. Sebuah dapur dan kamar mandi milik Wayan Redana juga roboh rata dengan tanah. Dua rumah lainnya masing-masing milik Nengah Anggriana (42) dan Gede Masia (42) rusak berat sampai nyaris roboh. Tembok rumah permanen kedua warga ini sebagian ambruk dan tinggal fondasinya nyaris longsor karena lokasi rumah itu berada di tanah terjal. Korban Gede Sidimantra (29) menceritakan, sebelum kejadian, dia bersama keluarganya dan beberapa warga lainnya sedang ngepik (memisahkan - red) bunga cengkeh dari tangkainya. Saat gempa mengguncang, rumah mereka ambruk. Kontan saja Sidimantara dan warga lainnya berusaha dengan cepat

keluar rumah. Memang, tidak ada kesempatan menyelamatkan barang-barang berharga di dalam rumah. Dalam waktu singkat, tembok dan atap rumahnya ambruk rata tanah. Bahkan, dia sendiri mengalami luka pada kaki terkena reruntuhan bongkahan beton. Tragisnya lagi, Sidimantra menemukan neneknya Wayan Madri terjebak di dalam rumah yang ambruk. Beruntung, neneknya itu bisa bertahan kemudian dievakuasi keluar dari reruntuhan. Luka nenek itu langsung diperiksakan di Puskesmas Pembantu (Postu) di Desa Kelandis. Setelah dinyatakan tidak ada luka serius, neneknya kembali ke rumahnya bersama keluarga lain yang bertahan di pinggir jalan dengan perlindungan seadanya. Karena neneknya muntah-muntah dan trauma, kemudian langsung diperiksakan ke RSUD Buleleng. ‘’Saya dibantu Pak Camat Kubutambahan mengantar nenek berobat ke RSUD dan informasinya sudah dirujuk ke Sanglah karena kondisinya kritis,” katanya. Pascakejadian kemarin itu, keluarga Sidimantara dan warga lain bergotong royong membersihkan puing reruntuhan rumahnya. Sementara, dia memilih tetap tinggal di bekas rumahnya. Dia pun

Singaraja (Bali Post) – Kreativitas para seniman dalang belakangan ini nampaknya menunjukkan tren positif. Para penekun seni dalang sekarang mulai berkreasi agar kesenian tradisional ini semakin menaik ditonton di tengah hiburan modern yang semakin pesat. Salah satu kreasi yang dilakukan adalah pementasan wayang kreatif dan juga inovatif yang digelar oleh Komunitas Dalang Sembroli, berkolaborasi dengan dalang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat, Sam Jay Gold. Kolaborasi pementasan itu dilakukan pada gelaran Buleleng Festival “The Spirit of Pluralism” Tahun 2018. Ternyata, pentas itu mampu memukau penonton yang memadati Puri Seni Sasana Budaya, Minggu (5/8) malam lalu. Pementasan kolaborasi dalang dua bangsa berbeda itu dikemas dalam bentuk carangan. Artinya dalang dapat membuat cerita, namun tidak jauh dari batang tubuh alur

cerita Bharatayuda dari itihasa Mahabrata dan Ramayana. Pementasan ini diberi judul “Tole Wayang Aneh”. Tawaran baru yang dihadirkan ini membuat pementasan menjadi lebih hidup. Karena itu, mampu menarik penonton. Kalau biasanya penonton menyaksikan dalang beraksi di depan kelirnya. Pada pementasan ini penonton juga ikut menyaksikan permainan ki dalang di balik kelir. Cara ini dilakukan dengan memasang kelir yang diletakkan di atas panggung khusus agar bisa diputar. Pada saat-saat tertentu, panggungnya memang diputar, sehingga dalang bisa dilihat jelas oleh penonton. Dalangnya juga ikut bermain drama di atas panggung. Pementasan ini menjadi apik. Apalagi diisi permainan gitar yang dibawakan Ian Coss bersinergi dengan penabuh karawitan dari Komunitas Dalang Sembroli. Sam Jay Gold mengatakan, proses kolaborasi di dunia pedalangan ini berawal dari

Bali Post/kmb38

RUMAH RATA TANAH – Tercatat lima dari tujuh rumah warga di Tempekan Medum, Dusun Kelandis, Desa Kelandis, Kecamatan Kubutambahan roboh dan rata dengan tanah akibat gempa yang berpusat di Lombok, NTB, Minggu (5/8) malam lalu. harus membentangkan terpal untuk berteduh. Kebutuhan pokok, selimut, dan pakaian sangat diharapkan keluarga ini. Pasalnya, perlengkapan rumah tangga mereka masih tertimbun. Bahkan, nyaris tidak bisa digunakan kembali. “Saya disarankan mengungsi. Tetapi saya dan keluarga tinggal di rumah ini saja. Tidak apa-apa saya memasang terpal dulu agar tidak kedingin pada malam hari. Saya sangat mengharapkan ada bantuan sembako, selimut, dan pakaian. Sebab setelah kejadian, pakaian yang saya pakai ini saja utuh kalau lainnya sudah tertimbun semua,” jelasnya. Sedangkan, warga lainnya

yang rumahnya rusak berat memutuskan mengungsi ke rumah kerabat. Ini karena selain rumahnya tidak bisa ditinggali, warga itu pun mengaku tidak memiliki perlengkapan rumah tangga atau sembako untuk persedian beberapa hari ke depan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ida Bagus Suadnyana, S.H. bersama Camat Kubutambahan Made Suyasa turun langsung melakukan pendataan kerusakan akibat gempa. Ida Bagus Suadnyana mengatakan, kerusakan rumah, palinggih, dan fasilitas lain paling parah terjadi di Desa Kelandis (Kecamatan

Kubutambahan), Desa Alasangker, Kelurahan Kampung Anyar, (Kecamatan Buleleng), dan Desa Tejakula. Sampai kemarin, pihaknya masih terus mendata kerusakan yang terjadi. Sementara bantuan tenda dan paket sembako mulai didistribusikan untuk membantu meringankan penderitaan korban gempa. Terkait penanganan lanjutan, langkah awal BPBD Buleleng berkoordinasi ke BPBD Provinsi Bali untuk memprogramkan bantuan perbaikan rumah para korban. Bahkan kalau untuk bantuan perbaikan juga diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (kmb38)

keberadaan komunitas Brother is Campur. Komunitas ini terbentuk dari pertemanan antara dua WNA asal Amerika Serikat dengan warga Indonesia. Warga Amerika itu ada-

lah ia sendiri dan rekannya Ian Coss yang menekuni seni musik. Sedangkan warga Indonesia, Dalang I Putu Rekayasa dan Putu Panji Wilymantara. Mereka sudah sempat berkolaborasi di Amerika. Kemudian memutuskan berlanjut juga berkolaborasi di Bali. Mereka kemudian menggandeng I Gusti Made Aryana alias Dalang Sembroli untuk berproses. Sam Jay Gold mengaku sengaja ingin membuat sebuah pementasan wayang di Bali. Itu dilakukan dalam upaya mengeksplorasi inovasi baru di dunia wayang sebagai kesenian tradisional. ‘’Dituntut berkolaborasi juga dengan gamelan. Ini tantangan berbeda dengan banyak orang. Tapi tiap-tiap orang paham dengan porsi mereka. Bagi saya hasilnya seperti ini sangat luar biasa,” katanya. Sam Jay Gold yang fasih berbahasa Indonesia itu mempersiapkan selama enam minggu. Ini tidak lepas karena seni pedalangan di Bali tidak mudah

dipelajari karena memerlukan keahlian di bidangnya. Apalagi, dalam pementasan ini dirinya harus berbicara dengan Bahasa Bali dan Bahasa Kawi. “Kalau lupa ya terpaksa ambil contekan. Belajar mendalang ini sangat sulit. Sebab, saya harus belajar Bahasa Bali dan Bahasa Kawi. Dua bahasa itu tidak mudah dipelajari dan memerlukan waktu panjang,” jelasnya. Dalang Sembroli mengatakan pementasan malam itu menggabungkan ide-ide yang muncul dalam proses penggarapan. Dia pun mengaku bukan perkara mudah menjalin kolaborasi dengan dalang yang berbeda bangsa. Salah satu kendalanya adalah menyangkut bahasa. Hambatan ini membuat proses kreatif yang muncul, cukup sulit dikomunikasikan saat pentas. “Ini sebuah tawaran baru dan tantangan luar biasa dalam pentas wayang kulit di Bali. Dari pementasan ini, ide kreatif bisa kami capai di atas panggung,” jelasnya. (kmb38)

10 Agustus 2018 mendatang. Dari dua kotak itu, peneliti menemukan ratusan pecahan gerabah dan juga keramik. Selain itu, peneliti banyak menemukan cangkang kerang yang ikut terkubur sejak ratusan tahun silam. Peneliti Balai Arkeologi Provinsi Bali Drs. I Wayan Suantika, Minggu (5/8), mengatakan Situs Tanjung Ser ini ditemukan tahun 2000 lalu. Penemuan itu diawali survei setelah ada warga menemukan dua buah Arca Dewi dan Arca Nadhi. Sekarang kedua arca kuno itu disimpan di areal Pura Bukit Celedu, Desa Pakraman Pemuteran. Tahun 2001 yang lalu, pihaknya melakukan pengujian di mana saat itu di atas lahan penelitian itu sedang ditanami jagung. Dari gemburan tanah itu, ditemukan beberapa pecahan gerabah dan juga keramik. Temuan ini semakin menguatkan bahwa di lokasi itu pernah terkubur banyak benda pada zaman purbakala. Hal ini dikuatkan dengan uji lanjutan saat membuka tiga lokasi kotak penelitian yang menunjukkan hasil yang sama. ‘’Ini penelitian lanjutan setelah kami lakukan pengujian sebelumnya. Dan benda yang kita temukan itu adalah pecahan gerabah, keramik, dan tembikar. Tahun ini kita buka dua kotak lagi dan lebih banyak lagi pecahan gerabah dan keramik termasuk kami juga temukan cangkang kerang,’’ katanya. Dari penelitian lanjutan ini,

kata Wayan Suantika, pihaknya menemukan hasil di mana Situs Tanjung Ser itu sudah ada pada zaman prasejarah terutama masa Hindu Buddha. Diduga dahulu situs itu dihuni banyak warga. Bukan saja warga dari Pemuteran dan sekitarnya, tetapi juga ditinggali oleh penghuni dari luar Bali. Analisis pernah dihuni banyak orang, karena dari temuan pecahan gerabah dan keramik itu termasuk peralatan memasak dari tanah liat itu jumlahnya sangat banyak. Pergerakan penghuni yang sangat banyak itu diduga juga ada Situs Gilimanuk yang juga ditemukan banyak berpenduduk. Dugaan dari hasil penelian ini, kata Wayan Suantika, adalah adanya kemungkinan kalau di Situs Tanjung Ser itu sendiri adalah kawasan pelabuhan kuno pada masa prasejarah. Lagi-lagi dugaan ini karena pecahan gerabah dan benda lainnya itu dibeli oleh penghuni pada masa-masa itu gerabahnya didatangkan dari laur Bali melalui jalur laut. Tidak itu saja, bukti temuan awal berupa dua arca itu diyakini ada kaitan aktivitas megalitik dari penghuninya. Itu dibuktikan dengan pemujaan batu-batu di sejumlah kawasan pura di Kecamatan Gerokgak. ‘’Yang pasti di situs ini dihuni banyak penduduk. Dugaan lainnya di kawasan itu juga ada pelabuhan kuno yang ada kaitannya dengan pelabuhan kuno lain di pesisir Buleleng

Timur. Seperti di Desa Sembiran, Julah, Ponjok Batu, dan Pacung. Kalau hasil situs itu benar, ketika itu kawasan pelabuhan kuno itu memang berperan penting di kawasan Buleleng Barat,’’ jelasnya. Kepala Balai Arkeologi Provinsi Bali Drs. I Gusti Made Suarbhawa mengatakan, Situs Tanjung Ser itu berkaitan dengan kehidupan zaman prasejarah di pesisir Bali. Situs ini juga berkaitan dengan Situs Gilimanuk, Kalibukbuk, Kalanganyar, dan juga Pulaki. Untuk menuntaskan 100 persen penelitian ini, pihaknya merencanakan melakukan penelitian lanjutan. Dalam penelitian lanjutannya itu akan dilakukan uji laboratorium terhadap pecahan gerabah, kramik, cangkang kerang, dan batu. Itu penting untuk memastikan bentuk, fungsi, dan asal benda tersebut. Selain itu, juga akan dilakukan penelitian yang dikenal dengan istilah dating. Metode seperti itu untuk memastikan umur semua benda purbakala tersebut. ‘’Setelah menemukan benda ini akan ada penelitian lanjutan. Memang perlu waktu panjang untuk menemukan benda lain, termasuk rangka manusianya. Setelah penggalian ini kami akan sampaikan kepada pemerintah mulai di desa, kecamatan, kabupaten dan Bali, sehingga terhadap situs yang kami teliti ini ada suatu komitmen pemerintah melakukan pelestarian,’’ jelasnya. (mud)

Kolaborasi Dalang Buleleng dan Amerika Kalau lupa ya terpaksa ambil contekan. Belajar mendalang ini sangat sulit. Sebab, saya harus belajar Bahasa Bali dan Bahasa Kawi. Dua bahasa itu tidak mudah dipelajari dan memerlukan waktu panjang. Dalang Sam Jay Gold

Arkeologi Yakini Situs Tanjung Ser Pemuteran sebagai Pelabuhan Kuno dan Permukiman Zaman Prasejarah

Balai Arkeologi Provinsi Bali meneliti temuan Situs Tanjung Ser di Dusun Yeh Panes, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak. Sejumlah pecahan gerabah dan keramik berhasil ditemukan dari penelitian lanjutan ini. Peneliti menduga Situs Tanjung Ser itu merupakan kawasan permukiman zaman pra-sejarah persisnya pada masa Hindu Buddha. Dugaan lainnya, situs itu adalah kawasan pelabuhan kuno pada zamannya. Rencananya akan dilakukan penelitian lanjutan lagi untuk lebih memastikan keberadaan situs Tanjung Ser Pemuteran itu, lalu bagaimanakah harapan Balai Arkeologi terhadap pemerintah setelah nantinya ada kepastian 100 persen terhadap situs itu? PENELITIAN Situs Tanjung Ser Pemuteran melibatkan enam peneliti. Selain dari Balai Arkeologi Provinsi Bali, juga dibantu sejumlah warga lokal untuk membantu penggalian. Lokasi penggalian ini di atas tanah milik warga negara asing

(WNA) asal Italia Mr. Mello. Tempat penggalian itu di dekat pantai dan berada di kawasan Bukit Ser, yang dikenal memiliki aura magis yang tinggi. Ada dua kotak penggalian yang berhasil dibuka sejak 27 Juli dan dijadwalkan berakhir

Bali Post/mud

PENELITIAN SITUS - Balai Arkeologi Provinsi Bali melakukan penelitian di Situs Tanjung Ser, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Minggu (5/8).


GIANYAR

Selasa Wage, 7 Agustus 2018

9

Usai Latihan Gerak Jalan, Siswi SMK Meninggal

Gianyar (Bali Post) Seorang siswa SMK Kesehatan Maharshi Gianyar, Ni Kadek Irawati, meninggal dunia seusai mengikuti latihan gerak jalan, Senin (6/8) kemarin. Korban diketahui memang memiliki riwayat sakit jantung. Akhirnya usai menjalani perawatan di IGD RSUD Sanjiwani, siswi 16 tahun asal Kecamatan Payangan ini mengembuskan napas terakhirnya.

Bali Post/kmb35

TERJATUH - I Wayan Sudiana (mengenakan jaket kulit) terjatuh dan menangis di halaman RSUD Sanjiwani Gianyar saat mengetahui putrinya meninggal dunia.

Pantauan di IGD RSUD Sanjiwani Gianyar, ayah korban, I Wayan Sudiana, tampak menangisi kepergian putrinya. Ia menuturkan, sehari-hari putrinya ini memang pulang-pergi Payangan-Bedulu untuk sekolah. Ia mengaku sangat kaget, lantaran pada Senin pagi anak keduanya ini terlihat sehat saat berangkat sekolah. Namun, ia mengakui beberapa hari sebelumnya korban sempat mengeluhkan pusing. “Sabtu lalu memang mengeluh pusing. Tapi sudah baikan, makanya bisa sekolah tadi,” jelasnya. Meski sempat tidak terima anaknya meninggal secara mendadak, Wayan Sudiana mengaku ikhlas. Bahkan pihaknya berencana melakukan prosesi pemakaman secepatnya. “Tujuh tahun lalu ibunya juga meninggal mendadak. Enggak ada sakit, tiba-tiba saja meninggal. Mungkin sudah jalannya anak tiang seperti ini,” katanya. Sementara itu, Kepala SMK Kesehatan Maharshi Ir. Anak Agung Sugianthara yang juga datang ke IGD RSUD Sanjiwani Gianyar mengatakan, sebelumnya Irawati yang duduk di kelas X ini memang mengikuti latihan gerak jalan. Latihan ini digelar menjelang Lomba Keterampilan Baris-berbaris yang diselenggarakan

kesehatan itu pun memberikan pertolongan pertama. Namun korban justru kejang-kejang, kemudian dilarikan ke RSUD Sanjiwani. Dugaan sementara berdasarkan diagnosis tim medis, korban Irawati kena serangan jantung. “Diagnosanya jantung,” ujar Sugianthara. Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPT Disdik Provinsi Bali di Gianyar Wayan Adi Sucita mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Namun, katanya, peristiwa ini merupakan musibah yang tidak bisa diprediksi. “Bagaimana supaya ke depan tidak terulang lagi. Guru dan pihak sekolah harus memperhatikan kondisi kesehatan siswa,” katanya mengingatkan. Keprihatinan serupa juga diungkapkan Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD), Kadek Ariyasa. Pihaknya mengaku sudah sedini mungkin memberikan peringatan terkait acara tahunan itu. “Sebelumnya kan sudah sempat saya komentar terkait kesehatan siswa yang ikut gerak jalan. Tapi toh terjadi lagi,” katanya menyayangkan. Ariyasa mengaku hanya bisa menekankan kembali pada penyelenggara pendidikan agar agenda tahunan ini dievaluasi. Kondisi kesehatan siswa harus diperhitungkan dengan matangmatang. (kmb35)

Dampak Gempa

SOSOK Dorong Penjualan ”Online” PENJUALAN secara manual dewasa ini dinilai tidak efektif lagi dalam dunia bisnis. Para pelaku industri pun diharapkan bisa memanfaatkan media online untuk melakukan pemasaran. Pola ini pula yang kini sedang gencar didorong oleh Pemkab Gianyar. “Para pelaku usaha perlu memperluas akses pemasaran UMKM dari offline ke online,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar I Wayan Suamba, Senin (6/8) kemarin. Saat ini pihaknya memang terus mendorong perajin Gianyar untuk memasarkan produknya secara online. Dikatakan, program ini telah diluncurkan oleh Presiden Jokowi pada 4 April 2018 di JCC, bertepatan dengan acara Industri Summit Indonesia 4.0 dalam rangka peningkatan ekspor untuk produk kerajinan. Upaya ini, kata dia juga mendukung program Nawa Cita pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Selain itu, juga meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Para pelaku usaha juga diharapkan dapat terus meningkatkan wawasan sebagai UMKM. Menurutnya hal ini dapat dilakukan dengan membuka pintu untuk berdiskusi. “Sesama pelaku UMKM harus sering bertukar informasi, sehingga kita dapat maju secara bersama-sama,” tegasnya. (nik)

Satu Warga Patah Tulang, Satu Siswa Terluka Gianyar (Bali Post) Gempa yang mengguncang wilayah Lombok, NTB dan getarannya juga dirasakan di Bali, Minggu (5/8) malam, memicu kerusakan puluhan bangunan di Kabupaten Gianyar. Tidak ada korban meninggal dunia dari bencana ini. Namun seorang warga asal Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Cok Istri Rai (45), mengalami patah tulang pada tangan kiri, sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sanjiwani Gianyar. Cokorda Istri Rai mengalami patah tulang pada tangan kiri akibat terjatuh saat berupaya menyelamatkan d iri d a ri gunca nga n g emp a. Akibatnya, korban harus menjalani operasi, sekitar pukul 11.30 Wita, Senin (6/8) kemarin. Usai operasi, ia nampak istirahat di Ruang Bima 412 RSUD Sanjiwani. Korban ditunggui kakaknya Cokorda Istri Anom. “Adik saya terpeleset saat gempa yang mengguncang pada Minggu malam,” ujar Cok Istri Anom. Cok Istri Anom menerangkan, saat itu adiknya baru selesai mandi. Saat terjadi gempa, Cok Istri Rai bergegas keluar menyelamatkan diri. Saat keluar dalam kondisi tubuh masih basah itulah ia terpleset dan jatuh. “Setelah jatuh itu, tangannya bengkak dan langsung diajak ke rumah sakit,” terang Cok Anom. Setelah diperiksa dokter, tangan kiri Cok Rai dikatakan mengalami patah tulang. Hingga kini Cok Rai

masih menjalani rawat inap di rumah sakit. “Semoga saja gempa tidak terjadi lagi. Saya juga masih trauma,” ujar Cok Rai. Sementara itu, gempa susulan kembali terjadi Senin kemarin sekitar pukul 07.30 Wita. Gempa susulan ini menyebabkan pelajar di SMAN 1 Blahbtuh mengalami luka-luka. Saat itu para pelajar yang sedang belajar sontak menjadi histeris. Kepala SMAN 1 Blahbatuh Ketut Sulatra menjelaskan, siswanya tersebut kaget saat terjadi gempa. Saat berupaya menyelamatkan diri, ia terpleset dan jatuh. “Mungkin pas jatuh kepalanya benturan dengan anak tangga sehingga terluka,” jelasnya. Menurut Sulatra, siswanya tersebut sudah ditangani petugas medis Puskesmas II Blahbatuh. Siswa tersebut terluka dan akhirnya dijarit. “Usai dirawat, ia sudah bisa kembali beraktivitas. Tapi, barusan dia minta izin untuk pulang duluan,” terangnya. Dihubungi terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya mengaku mendapat banyak laporan terkait kerusakan bangunan akibat gempa. Pihaknya bekerja ektra untuk menangani. “Hampir di seluruh kecamatan ada kerusakan bangunan. Sampai saat ini kami masih menginventarisasi dampak kerusakan akibat gempa ini,” tegasnya. Sementara itu, PLH Bupati Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan selu-

Plh. Bupati Lepas Dua Atlet Kabaddi Gianyar ke Asian Games DUA atlet cabang olahraga kabaddi asal Gianyar mendapat kepercayaan untuk tampil mewakili tim kabaddi Indonesia di ajang Asian Games 2018 yang dihelat di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus mendatang. Kedua atlet berprestasi itu adalah Kadek Sudita (20) asal Batuan, Sukawati dan Ni Made Praarthini Samitha Santih (16) dari Abianbase, Gianyar. Sebelum bertolak ke Jakarta pada 10 Agustus, kedua atlet dan official tersebut menghadap pimpinan Pemkab Gianyar. Mereka diterima langsung Plh. Bupati Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya di ruang kerjanya, Senin (6/8) kemarin. Pelatih Kabaddi Gianyar Gede Pranayana menyampaikan, sebelum terpilih kedua atlet didikannya itu sudah melalui tahap seleksi selama delapan bulan di Federasi Kabaddi Indonesia yang bermarkas di Denpasar. Awalnya diikuti tiga atlet asal Gianyar, namun satu lainnya gagal lolos seleksi. ”Total 24 atlet kabaddi bertanding mewakili negara,” ujarnya. Untuk mematangkan persiapan, lanjut Pranayana, pihaknya menjajal try out ke Taiwan, selanjutnya India selama tiga minggu. Kedua negara tersebut merupakan ”sarang’’-nya kabaddi. Khu-

oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gianyar untuk memeriahkan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI. “Siswi ini termasuk salah satu di antara puluhan peserta gerak jalan,” katanya. Menurut Sugianthara, latihan gerak jalan ini sudah berlangsung sejak sepekan. Rute yang ditempuh dari lokasi sekolah di Jalan Wanayu, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh menuju utara ke wilayah Pejeng, Tampaksiring. Setiap latihan pihak sekolah sudah menyiapkan guru pendamping dan kendaraan di belakang pasukan. Dikatakan, pagi sebelum kejadian kondisi seluruh anak didiknya yang akan latihan tampak sehat. “Paginya nggak ada keluhan. Bahkan dia semangat latihan gerak jalan,” ujarnya. Kondisi Irawati yang pucat pertama kali diketahui oleh temannya sesama peserta gerak jalan saat melintasi Jalan Raya Bedulu, seputaran Pura Samuan Tiga. Meski sudah terlihat kurang sehat, korban Irawati dikatakan masih mengikuti latihan gerak jalan. “Pas hampir selesai, temennya yang justru lihat wajahnya pucat. Lalu diajak keluar barisan. Saat ditanya, katanya tak enak badan, dadanya sesak,” jelasnya. Setelah itu Irawati diboyong ke sekolah. Pihak sekolah yang memiliki lab

susnya India, di sana hampir setiap desa memiliki fasilitas latihan yang memadai. Secara sarana dan prasarana lebih siap. ”Saat ini di Gianyar kita masih kekura-ngan prasa rana,” katanya. Terkait kesiapan berlaga, katanya, kedua atlet didikannya sudah siap penuh, baik secara fisik maupun mental. Namun beban menjadi tuan rumah merupakan tantangan tersendiri yang berpotensi sedikit menghambat mental bertanding. Target meraih sekadar medalipun begitu sangat realistis. “Kami tidak terpaku kepada medali emas. Yang penting dapat medali dulu. Sebab, banyak lawan yang lebih pro, seperti India, Iran, Korea Selatan, dan Thailand. Belum ada pembagian grup secara resmi. Namun siapa pun lawannya, harus dihadapi dengan habishabisan,” tegasnya. Plh. Bupati Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan, Pemkab Gianyar selalu mendoakan yang terbaik dan merasa sangat bangga terhadap prestasi cemerlang dua atlet tersebut. Lolos hingga mewakili negara di ajang internasional adalah pencapaian yang sangat luar biasa. “Nikmati pertandingan. Jangan terbebani terlampau tinggi. Motivasi diri, asah mental. Berikan kemampuan

MELEPAS - Plh. Bupati Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya saat melepas dua atlet kabaddi asal Gianyar ke Asian Games. yang terbaik. Siapa tahu nanti bisa berprestasi tinggi seperti Mohammad Zohri yang berhasil mengharumkan bangsa. Ingat, jaga selalu etika dan disiplin, karena sedang membawa nama baik Kabupaten Gianyar. Saya doakan selalu sukses untuk kalian,” katanya. Seperti diketahui, kabaddi merupakan cabang olahraga baru yang mulai merambah

Kabupaten Gianyar sejak tahun 2015. Kemudian, secara resmi dipertandingkan dalam Porprov 2017 di Kabupaten Gianyar. Adapun kedua atlet tersebut, masing-masing Ketut Sudita memiliki prestasi medali perunggu di level U-75 kg Porprov Gianyar dan Ni Made Praarthini adalah juara I lomba freestyle kabaddi putri pada Porprov 2017. (ad309)

ruh stakeholder di lingkungan Pemkab Gianyar untuk mendata seluruh kerusakan akibat bencana gempa ini. “Jika sudah didata, tugas BPBD nanti membuat kajian. Apabila memang ada dasarnya atau regulasi untuk bisa membantu, ya kita akan bantu karena kami ada dana tak terduga. Meski tidak besar, tapi minimal dapat meringankan beban masyarakat,” ujarnya. Wisnu Wijaya menambahkan, BPBD Gianyar selama ini sudah beberapa kali melakukan latihan bencana. Namun

karena panik, banyak warga pesisir yang berhamburan ke tempat yang dinilai lebih tinggi saat gempa Minggu (5/8) malam lalu. “Warga memang panik akibat kerasnya gempa 7.0 SR. Sehingga rasional berpikirnya kurang. Misalnya soal air surut, saya berkomunikasi dengan para bendega, ternyata itu memang jam siklus surut. Cuma karena ketakutan, dikira akan ada tsunami. Tetapi tak apa, ini normal. Yang namanya bencana kita memang harus menyelamatkn diri,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

PATAH - Korban patah tulang akibat gempa, Cok Istri Rai, menjalani rawat inap di RSUD Sanjiwani Gianyar.

Sebelum Meninggal, Ketua DPC Hanura Sempat Urus Administrasi Partai Gianyar (Bali Post) Ketua DPC Hanura Kabupaten Gianyar Dewa Ketut Alit Budiana meninggal secara mendadak, Senin (6/8) kemarin. Sebelum meninggal, politisi yang sudah masuk sebagai calon legislatif (caleg) untuk Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 ini sempat mengurus administrasi Partai Hanura di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gianyar. Pantauan Bali Post di lokasi, Alit Budiana datang seorang diri ke Kantor Kesbangpol Gianyar, Senin siang sekitar pukul 13.00 Wita. Setiba di lobi kantor, ia sempat menyapa wartawan Bali Post dan Kepala Badan Kesbangpol Gianyar Dewa Alit Mudiarta yang kala itu sedang duduk di lobi kantor tersebut. Tidak berselang lama, ia lalu naik ke lantai dua kantor yang beralamat di Jalan Jata itu. Berselang 15 menit, Alit Budiana turun dari lantai dua Kantor Badan Kesbangpol Gianyar. Saat menuruni anak tangga di kantor itu, bapak tiga anak ini memang terlihat ngos-ngosan. Namun ia tetap turun dan langsung menuju lobi Kantor Kesbangpol Gianyar. “Aduh capek, tadi main pingpong sebentar di atas (lantai dua - red),” ujar Alit Budiana. Kala itu almarhum sempat mengobrol dengan wartawan Bali Post terkait target Partai Hanura merebut kursi DPRD Gianyar dalam Pileg 2019. Politisi asal Kelurahan Abianbase ini juga sempat meminta duduk di sebelah wartawan Bali Post, namun belum sampai duduk, secara tiba-tiba Dewa Alit Budiana jatuh lemas. Insiden ini tak pelak mengejutkan warga yang saat itu berada di lokasi. Kepala Badan Kesbangpol Gianyar Dewa Alit Mudiarta yang juga ada di

lokasi itu langsung memanggil stafnya untuk membantu mengangkat tubuh Ketua DPC Hanura ini. Bersama sejumlah staf di kantor itu, wartawan Bali Post ikut menggotong Dewa Alit Budiana menuju mobil. Korban lantas dibawa ke RSUD Sanjiwani Gianyar. Korban sempat mendapat perawatan di IGD di rumah sakit tersebut, namun sekitar pukul 14.35 Wita, Dewa Alit Budiana diinformasikan meninggal. Ketika dicek di RSUD Sanjiwani, Kepala Kesbangpol Gianyar Dewa Alit Mudiarta yang masih berada di rumah sakit tersebut membenarkan bahwa Ketua DPC Hanura Gianyar itu sudah menghembuskan napas terakhirnya. “Ya, beliau sudah meninggal, setelah mendapat pertolongan dokter tadi,” ujarnya. Bendahara DPC Hanura Gianyar Made Suryanto mengaku tidak menduga hal itu akan terjadi terhadap Dewa Alit Budiana. Selama ini Ketua DPC Hanura ini memang aktif mengurus berbagai administrasi partai. “Memang kerap terlihat kelelahan, tapi beliau ini orangnya semangat sekali dan aktif mengurus berbagai kelengkapan di partai,” kata Suryanto didampingi Sekretaris DPC Hanura Gianyar A.A. Suana. Suryanto mengaku merasa sangat kehilangan. Terkait kelanjutan posisi Dewa Putu Alit Budiana sebagai Ketua DPC Hanura Gianyar dan caleg dapil Gianyar, Suryanto mengaku belum bisa berkomentar. “Tentunya kami akan selesaikan upacara di sini dulu. Nanti ini akan dibahas di internal partai dan menunggu petunjuk induk partai,” tegasnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Selasa Wage, 7 Agustus 2018

Bahas Polemik Kafe di Delodberawah

Sepakat Ditata, Jauhkan Kesan Negatif Negara (Bali Post) –

Permasalahan kafe yang berada di sekitar objek wisata Pantai Delodberawah, Kecamatan Mendoyo kembali dibahas. Setelah lama menjadi polemik, akhirnya dalam pertemuan yang melibatkan sejumlah pejabat terkait, baik di kabupaten maupun desa, Minggu (5/8) malam, disepakati dilakukan untuk penataan tempat hiburan tersebut.

Bali Post/olo

RAKOR – Rapat koordinasi (rakor) terkait keberadaan kafe di Pantai Delodberawah yang sempat menjadi polemik.

Rapat dihadiri Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefry Marsono Hanok, Kabag Ops Polres Jembrana Kompol M. Didik Wiratmoko, Perbekel Delodberawah Made Rentana, Kepala Kantor Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi, Camat Mendoyo, Desa Adat, Banser dan dinas terkait serta perwakilan pemilik kafe. Perbekel Delodberawah Made Rentana saat dikonfirmasi, Senin (6/8) kemarin mengatakan, diputuskan untuk dilakukan penataan guna mengubah image negatif kawasan wisata Delodberawah. Jumlah kafe yang aktif beroperasi saat ini tidak akan ada penambahan lagi. Saat ini jumlah yang terdata ada sekitar 22, namun yang aktif 18 kafe. Para pengelola diminta untuk wajib melakukan penataan agar kawasan terlihat rapi dan tidak terkesan negatif. “Misalnya, dengan

membuat tempat duduk di depan, tidak langsung masuk hall karaoke seperti sekarang ini. Intinya ditata dan wajib diikuti,” kata Rentana. Sedangkan untuk operasional tidak ada penambahan, cukup yang ada saat ini. Untuk kafe yang berdiri di atas lahan pribadi diarahkan untuk mengurus perizinan yang harus dipenuhi. Sementara untuk kafe-kafe yang berdiri di lahan kontrakan, menurutnya, juga bergantung pada kebijakan dari pangempon Pura Dangkhayangan Perancak. Sebab, belasan bangunan untuk kafe itu berada di atas tanah pelaba pura. Berdasarkan data sebelumnya, tanah pelaba seluas 93 are disewa 11 orang dengan jangka waktu antara 1 hingga 5 tahun. Rencananya di tahun 2020, di mana akhir sewa terlama selesai, seluruhnya akan ditertibkan oleh pangempon. “Ada tiga kafe yang berada di atas lahan

pribadi, disepakati untuk melengkapi izin,” tambahnya. Dari pemaparan dinas terkait perizinan yang harus dilengkapi itu berkaitan dengan SIUP-MB, IMB dan lainnya. Kabag Ops Polres Jembrana M. Didik Wiratmoko mengatakan, Desa Delodbrawah yang merupakan kawasan wisata saat ini rawan dengan gangguan kamtibmas seperti perkelahian, sehingga masing-masing pengelola mesti punya cara untuk mengantisipasi. Nantinya apabila sudah ditata dipastikan akan ada patroli dari pihak kepolisian. Sementara itu, Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Djefry Marsono Hanok mengatakan, pihaknya sebagai fasilitator berupaya bersamasama mencari solusi masalah keberadaan kafe tersebut. Harapannya untuk menata Desa Delodbrawah ke depannya tanpa terjadinya permasalahan kembali. (kmb26)

Terkait Kasus Korupsi Perjalanan Dinas

SOSOK

Jaksa Eksekusi Winasa di Rutan Negara

Peduli Lingkungan PROSES pembelajaran di lingkup kampus, selain materi belajar dan praktik, para mahasiswa khususnya mahasiswa baru, hendaknya peduli dengan lingkungannya. Hal ini perlu ditanamkan guna mempertebal karakter mereka saat bergaul di masyarakat maupun lingkungan sekitar. Tak jarang di sejumlah perguruan tinggi menerapkan kebijakan aksi sosial. Seperti aksi bersih-bersih yang dilakukan ratusan mahasiswa baru rintisan Akademi Komunitas (AK) Negeri Jembrana belum lama ini di Pantai Baluk Rening, Desa Baluk, Kecamatan Negara akhir pekan lalu. “Aksi bersih pantai ini untuk mengisi waktu usai ospek. Sebelum nanti mereka mulai masuk pembelajaran, paling tidak mengetahui lingkungan sekitar. Termasuk di Pantai Baluk Rening yang berada di dekat areal kampus ini,” ujar Wakil Koordinator Bidang Kehumasan AKN Jembrana Ketut Arimbawa. Dengan terbiasa melakukan aksi sosial ini, diharapkan para mahasiswa di bawah AKN Jembrana ini tertanam karakter peduli dengan lingkungan sekitar. Sejak dibuka tahun 2014, rintisan perguruan tinggi negeri pertama di Jembrana ini sudah meluluskan ratusan mahasiswa dengan titel AP (ahli pratama). Dari tahun ke tahun, jumlah peminat akademi yang berada di Desa Baluk ini juga terus meningkat. Teranyar di tahun 2018, jumlah pendaftar 282, namun yang diterima hanya 181. “Setiap tahun meningkat. Lulusan sudah terserap kerja hotel-hotel di Bali. Terlebih sampai saat ini sudah ada MoU dengan hotel bintang 4 dan 5, tidak kurang 21 hotel di Jembrana dan Denpasar,” tandas Arimbawa, mantan Kepala Inspektorat Jembrana ini. Saat ini menurutnya AKN memiliki tiga konsentrasi belajar, yakni Kantor Depan (FO), Tata Hidangan (FB) dan Tata Graha (HK). Dipastikan tahun depan peminat akan meningkat, apalagi saat ini AKN juga melebarkan sayap dan kerja sama untuk tenaga kerja di kapal pesiar. (olo)

Negara (Bali Post) Putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) terkait kasus korupsi perjalanan dinas (perdin) dengan terpidana I Gede Winasa telah diterima. Menindaklanjuti putusan tersebut, Senin (6/8) kemarin Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana melakukan eksekusi terhadap mantan Bupati Jembrana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Negara. Winasa divonis 6 tahun pidana penjara serta denda Rp 200 juta subsider enam bulan. Selain itu juga pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar Rp 797.554.800. Pelaksanaan eksekusi yang dilakukan Jaksa dari Kejari Jembrana Ni Wayan Mearthi dan Ni Ketut Lili Suryanti itu sempat ditanggapi Winasa dengan berdebat. Saat disampaikan Jaksa untuk melakukan eksekusi terkait putusan kasus korupsi perdin, Winasa langsung menjawab akan melakukan peninjauan kembali (PK). Winasa mengungkapkan sejak kasus beasiswa Stikes dan Stitna, di mana dirinya diganjar

tujuh tahun penjara, ia belum menerima putusan lengkap. Namun, sekarang sudah muncul lagi putusan kasasi perdin yang juga tidak ada putusan lengkap. Petugas rutan akhirnya menengahi perdebatan itu dan Winasa akhirnya mau menandatangani. Mearthi menegaskan tujuan Jaksa datang ini untuk eksekusi putusan MA terkait kasus perjalanan dinas. Kasus korupsi perdin ini saat awal disidangkan di Pengadilan Tipikor Denpasar diputus 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Lantas di tingkat banding, pengadilan tinggi putusan menguatkan putusan sebelumnya. Putusan ini lebih ringan 3 tahun dari tuntutan JPU, yakni 7 tahun penjara. Lalu ditempuh upaya hukum kasasi. Namun di tingkat MA, hukuman Winasa justru bertambah menjadi selama 6 tahun penjara. Sebelum kasus perdin ini, Winasa juga menjalani hukuman kasus korupsi Stikes dan Stitna dengan vonis 7 tahun. (kmb26)

Bali Post/olo

EKSEKUSI – Jaksa Pengadilan Negeri Jembrana saat melakukan eksekusi terhadap mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa di Rutan Negara, Senin (6/8) kemarin. Winasa dieksekusi terkait kasus korupsi perjalanan dinas dengan hukuman enam tahun penjara.

Akibat Gempa Berkekuatan 7,0 SR

Tiga Bangunan Rusak, Warga Enggan Tidur di Rumah

Bali Post/olo

ROBOH – Kondisi tembok rumah milik Wayan Suka di Tegalberkis, Desa Kaliakah yang roboh akibat gempa yang terjadi, Minggu (5/8) petang.

Negara (Bali Post) Gempa berkekuatan 7,0 skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok Utara, Minggu (5/8) malam ternyata juga dirasakan hingga di Kabupaten Jembrana. Bahkan sejumlah warga panik dan berlarian keluar rumah. Akibat gempa itu, warga mengaku takut tidur. Hal tersebut lantaran mereka merasa trauma atas kejadian serupa pada tahun 1976. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana mencatat ada tiga bangunan milik warga yang ambruk akibat getaran tersebut. Kendati tidak ada korban jiwa, satu warga asal Kelurahan Lelateng dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Negara lantaran terbentur pintu saat keluar rumah. Di Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana warga

Ditolak, Usulan Pembentukan UPT Pengelola DTW Negara (Bali Post) Sejumlah usulan penyesuain terkait nomenklatur Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Jembrana, ditolak. Selain ditolak, beberapa UPT yang sudah ada dan dipimpin pejabat struktural nantinya akan digantikan pejabat fungsional. Hal tersebut ditegaskan Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jembrana, I Putu Antara, Senin (6/8) kemarin. Usulan yang ditolak itu salah satuya adalah UPT Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW). Sebab fungsi tersebut dilaksanakan dinas. Selain itu juga usulan UPT Pendidikan di tiap kecamatan. Sedangkan yang sudah direkomendasikan, di antaranya UPT Satuan Pendidikan Formal (sekolah), UPT Satuan Pendidikan non formal, UPT RSU, UPT Puskemas, UPT BLK dan UPT Pengelola Pasar. Satu usulan lain-

nya, yakni UPT Pengelola Terminal dan Parkir direvisi menjadi UPT Pengelola Terminal saja dan tidak mengelola parkir. Selain itu, UPTD Kebun Raya yang awalnya tidak direkomendasikan dibentuk sesuai Perpres Nomor 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya, akhirnya atas petunjuk dari pemerintah pusat dikembalikan ke provinsi. Penyesuaian nomenklatur UPT ini diatur dalam Permendagri Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Di-

nas dan UPT Daerah. Pengusulan ini sudah beberapa kali dibahas tim Penataan Organisasi Pemkab Jembrana yang melibatkan OPD terkait. OPD diberikan usulan membentuk UPT sesuai kebutuhan, tetapi harus melalui prosedur yang salah satunya dengan dikonsultasikan dan mendapatkan rekomendasi dari Gubenur Bali. Mulanya banyak yang diajukan, namun dalam rekomendasi banyak yang tidak disetujui” ungkapnya. Selain itu, UPT yang sudah berjalan seperti di Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, di mana sebelumnya dijabat pejabat struktural akan digantikan dengan pejabat fungsional. Seperti, untuk Direktur RSU dan Kepala Puskesmas yang saat ini dijabat pejabat struktural. Nantinya akan diganti dengan pejabat fungsional dan struktur di bawahnya masih tetap diisi pejabat struktural. Begitu halnya dengan UPT Dikpora yang saat ini sudah ada di masing-masing kecamatan, nantinya akan dihapus dan diganti menjadi UPT Pendidikan Formal (sekolah) yang dipimpin jabatan fungsional (kepala sekolah). (kmb26)

seketika memukul kentongan (kulkul) untuk memberikan peringatan kepada warga lainnya. Getaran terasa hingga beberapa detik, bahkan warga berhamburan keluar dari rumah. “Keras, tumben getaran terasa agak lama, apalagi warga spontan bunyikan kulkul,” kata salah seorang warga Andini, Senin (6/8) kemarin. Dampak dari gempa tersebut, terdapat kerusakan bangunan di tiga lokasi. Di Dusun Tegalberkis, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, dinding rumah warga ambruk. Rumah milik I Wayan Suka (60) yang terbuat dari bata ambruk di sisi luar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kondisi rumah sudah miring. Ni Ketut Rai (60), istri Wayan Suka mengatakan tembok rumahnya tiba-tiba roboh saat gempa. Ia dan

suami serta anaknya keluar dari rumah begitu merasakan gentaran yang begitu keras. Saat di luar rumah tiba-tiba terdengar reruntuhan di sisi utara yang tidak lain tembok rumah yang berukuran panjang empat meter. Dampak dari kejadian itu, Wayan Suka bersama istri dan anakanaknya mengaku tak berani tidur di dalam rumah. Mereka memilih tidur di jineng depan rumah mereka. Kepala BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila AP mengatakan, selain tembok rumah roboh di Tegalberkis, peristiwa serupa juga terjadi di dua lokasi lainnya. Tembok pagar rumah milik I Ketut Kila di Lingkungan Mertasari, Kelurahan Loloan Timur sepanjang 10 meter juga roboh. Selain itu tembok garase kendaraan sepanjang enam meter milik I Made Subagia, warga Lingkungan Samblong,

Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana juga mengalami hal yang sama. Tembok garase mobil setinggi tiga meter dan panjang 10 meter itu roboh di sisi luar. “Di tiga titik kita data terjadi kerusakan ringan. Kita sudah cek lokasi dan langsung diberikan bantuan,” jelas Eko Susila. Di tempat terpisah, di RSU Negara, seorang warga mengalami luka di kepala akibat terbentur pintu saat berlari keluar rumah. Pasien bernama Ni Made Ayu Dwipayanti (24) itu mendapatkan perawatan medis di IGD RSU Negara dan langsung boleh pulang. “Ada 1 korban gempa yang masuk IGD, pasien luka karena kejeduk pintu saat lari. Setelah ditangani pasien bisa pulang, tidak dirawat inap,” terang Humas RSU Negara Asrika Wedayanti. (kmb26)


Selasa Wage, 7 Agustus 2018

Karangasem

11

Diguncang Gempa

Masjid Nurul Mubin Tibulaka Sasak Roboh

Amlapura (Bali Post) Guncangan gempa 7,0 SR, Minggu (5/8) malam, mengakibatkan banyak bangunan rusak parah. Salah satunya, Masjid Nurul Mubin Tibulaka Sasak, di Desa Bukit, Kecamatan Karangasem. Saat gempa itu terjadi, seketika masjid itu roboh. Beruntung semua warga yang sedang beribadah di dalam masjid itu bisa keluar gedung masjid, sehingga mereka bisa menyelamatkan diri. Ketua Takmir Masjid Nurul Mubin, Erno, mengatakan sebelum terjadi gempa, saat itu banyak warga setempat hendak salat seperti biasa. Ketika tiba-tiba terjadi gempa, warga dari anak-anak hingga dewasa bergegas lari ke luar gedung masjid. Begitu semua sudah keluar, bagian atap masjid itu langsung ambruk. “Sempat ada satu orang yang tercecer. Untung segera bisa bergegas keluar. Kalau tidak, bisa ikut tertimbun reruntuhan bangunan,” katanya. Bangunan masjid ini sudah sedikit rusak sejak terjadi gempa sebelumnya. Sejak itu, warga setempat sudah meningkatkan kewaspadaan kalau sedang melaksanakan salat.

Menindaklanjuti kerusakan tersebut, Erno mengatakan sudah menyampaikan kepada pihak terkait. Seperti kepada Perbekel Desa Bukit, termasuk Ketua MUI Karangasem Hj. Mursyid. Mereka sudah sempat meninjau ke lokasi, sekaligus merencanakan apa yang harus dilakukan berikutnya. Setelah atapnya roboh, bagian temboknya juga sudah miring. Pihak masjid saat ini kesulitan membersihkan material bangunan. Menurutnya, bangunannya harus dirobohkan semua. Solusinya, dibangun gedung yang baru. Sebab, tidak mungkin mempertahankan sisa bangunan lama, yang sudah berusia 14 tahun karena sudah dibangun

sejak tahun 2004 ini apalagi kondisinya sudah miring. Melihat parahnya kerusakan, total kerugian diperkirakan Rp 500 juta. Saat ini, warga masih waswas pascagempa tersebut. Warga setempat seharian tidak bisa tidur, setelah terus terjadi gempa susulan. Situasi serupa juga dirasakan anakanak di Yayasan At-Taqwim, Kampung Anyar, Desa Bukit. Sekitar 150 anak di asrama setempat saat ini tidak kalah panik. Belasan di antaranya bahkan pingsan dan segera dilarikan ke RSUD Karangasem untuk penanganan lebih lanjut. “Ada juga kondisi parah, karena menderita sesak napas,” tegasnya. (kmb31)

MASJID ROBOH - Bangunan Masjid Nurul Mubin Tibulaka Sasak roboh pascagempa, Minggu malam.

Gunung Agung Masih Siaga Amlapura (Bali Post) Gempa Lombok menimbulkan kekhawatiran warga di lingkar Gunung Agung. Namun, pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa gempa tektonik berskala besar itu belum terlihat pengaruhnya terhadap aktivitas gunung setinggi 3.142 meter tersebut. ‘’Sejauh ini, belum terlihat maupun terekam adanya dampak gempa Lombok terhadap aktivitas Gunung Agung,’’ tegas Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Dr. Devy Kamil Syahbana, Senin (6/8) kemarin.

Dari data PVMBG, kata Devy Kamil Syahbana, belum teramati adanya erupsi yang dipicu oleh gempa tersebut. Selain itu, juga belum terekam peningkatan gempa vulkanik di Gunung Agung. Bahkan, dari sisi deformasi (kembangkempis gunung) belum terekam adanya daya yang signifikan baik dari pengukuran GPS maupun satelit. ‘’Gempa Lombok memang besar energinya. Hanya, sejauh ini dampaknya terhadap aktivitas Gunung Agung belum terlihat,’’ jelasnya. Devi melontarkan pernyataan tersebut untuk

menjawab kekhawatiran masyarakat terkait aktivitas vulkanik Gunung Agung saat ini. Pihaknya menyatakan saat aktivitas Gunung Agung tetap berada di Level III Siaga dengan radius bahaya di zona 4 kilometer. Meski begitu, pihaknya juga mengakui aktivitas magmatik Gunung Agung tetap berlangsung meskipun tidak signifikan memicu terjadinya letusan besar. PVMBG terus memantau segala bentuk perkembangan aktivitas Gunung Agung, apabila terjadi perubahan aktivitas maka segera akan diinformasikan kepada masyarakat.

PVMBG tetap mengimbau masyarakat selalu menyiapkan masker untuk antisipasi, yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung, agar mereka mewaspadai ancaman aliran lahar hujan itu. Salah seorang warga kaki Gunung Agung, I Gede Suarta (30), mengakui gempa memang sedikit meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi erupsi Gunung Agung. Namun, warga Banjar Geriana Kangin, Desa Duda, Selat itu menyatakan pasca-gempa aktivitas warga di kampungnya berjalan seperti biasa. (kmb/kmb41)

Gelombang Tinggi

Nelayan di Ujung Tak Melaut Amlapura (Bali Post) Gelombang tinggi yang melanda kawasan pesisir khususnya di wilayah Karangsem sangat berdampak pada aktivitas warga yang berkecimpung sebagai nelayan. Kondisi yang tidak bersahabat itu membuat nelayan di Ujung Pesisir, Desa Tumbu, Karangasem itu terpaksa tidak melaut akibat

masih tingginya ombak. Seorang nelayan di Ujung Pesisir, Desa Tumbu, Karangasem, Jamil, Senin (6/8) kemarin, mengatakan, kalau dirinya tidak berani melaut akibat ombak di kawasan pesisir itu masih cukup besar. Di samping itu, kata Jamil, cuaca pada pagi harinya juga kurang bersahabat. Menurutnya, sejak

Bali Post/kmb41

PERAHU - Perahu milik nelayan di pinggir pantai.

pagi, kondisi di laut sudah diguyur hujan. “Sekarang, saya tidak berani melaut. Karena ombak masih tergolong tinggi. Tapi memang ada satu dua nelayan nekat melaut. Sedangkan, sebagian besar nelayan lainnya memilih tidak melaut. Aktivitas sampingan adalah memperbaiki sarana seperti jaring, pancing, kantih yang dipakai ke laut,” ucapnya. Jamil menambahkan, jika dirinya belum bisa memastikan sampai kapan tidak bisa melaut. Sebab, tampaknya cuaca dan ombak di laut belum menunjukkan kondisi normal. “Kalau besok (hari ini, red) ombak sudah kecil, kemungkinan saya akan kembali melaut. Tetapi kalau masih besar apalagi cuaca buruk, terpaksa saya menunda lagi niat turun ke laut,” paparnya. Hal senada disampaikan nelayan lainnya, Yakhub. Dia menjelaskan, kalau dirinya sudah sepekan terakhir ini harus

lego jangkar. Apalagi, setelah terjadinya gempa dahsyat di Lombok dan dikabarkan ada potensi tsunami. Pastinya, hal itu membuat dirinya tambah ada rasa ketakutan turun ke laut. “Saat ini, mesin perahunya saya bawa pulang dulu untuk diamankan. Demikian juga perahunya juga saya taruh di tempat aman, agar saat ada ombak tinggi, perahu itu tidak hanyut terbawa ke laut. Kalau ombak sudah surut, baru mesinnya saya pasang dan kembali melaut,” ucapnya. Dirinya harus sabar untuk turun mencari ikan. Tidak boleh berspekulasi lebih-lebih kondisi ombak dan cuaca belum bisa diprediksi. Setelah laut mulai tenang, saat itulah baru turun lagi mencari ikan ke tengah samudera. “Tunggu cuaca baik dulu dan ombak juga agar normal lagi. Kalau sudah baik baru berani melaut. Mau tidak mau saat ini nganggur dulu,” ujarnya. (kmb41)

Ruang Sidang Paripurna dan UKM Center Ambruk

Amlapura (Bali Post) Guncangan gempa di Lombok tidak hanya membuat bangunan milik warga, gedung RS Karangsem, dan fasilitas umum yang rusak berat. Gedung sidang utama milik DPRD Karangasem juga tidak luput dari guncangan gempa berkekuatan 7,0 SR itu. Akibatnya, ruang sidang paripurna yang berada di lantai tiga itu juga mengalamai kerusakan parah. Berdasarkan pantauan kemarin, atap ruang sidang paripurna yang berada di lantai tiga itu ambruk. Puing-puing atap masih tetap berserakan di dalam ruangan, karena belum dibersihkan. Meja-meja dan kursi hampir semuanya ditimbun puing-puing atap. Termasuk sejumlah tembok gedung di beberapa titik juga retak-retak. Tak hanya ruang sidang yang ambrol, gedung UKM Center di jalan Gajah Mada Amlapura

yang juga berada di lantai tiga juga ambrol. Sebagian atap dan plafonnya berserakan di bawah. Kursi juga rusak akibat tertimpa reruntuhan. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, Senin (6/8) kemarin, mengatakan berdasarkan hasil pengecekan bangunan, kerusakan gedung paling parah terjadi di ruangan sidang paripurna di lantai tiga gedung itu. Ruangan sama sekali tidak bisa dipergunakan untuk menggelar sidang karena rusak cukup parah. “Sekarang, puing-puing masih berserakan di ruangan itu belum juga dibersihkan,” ujarnya. Sumardi menambahkan, atas kerusakan itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Wakil Bupati Karangasem Artha Dipa beserta Dinas PU. Bagian Sekretariat DPRD, sudah diminta segera membuat laporan kerusakan yang terjadi.

Dasar laporan itulah nantinya segera bisa diproses. “Ruangan itu dipergunakan sebagai kegiatan sentral dewan. Harapan kami, ruang sidang paripurna itu segera bisa diperbaiki. Sehingga tidak perlu waktu lama untuk bisa dipergunakan kembali,’’ katanya. Mengingat ruangan sidang paripurna itu rusak berat, kata Sumardi, sebagai alternatifnya jika nanti ada sidang DPRD digelar, pihaknya bakal menggunakan ruangan rapat gabungan di lantai dua. Jika ada kegiatan urgen lembaganya, maka ruang rapat itulah solusi penggantinya sementara. “Kita masih bisa gunakan rungan di lantai dua itu. Karena ruang gabungan itu tidak mengalami kerusakan parah, hanya sedikit. Dan itu lebih cepat diperbaiki dan bisa segera dipergunakan,” tegasnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

RUANG SIDANG HANCUR - Ruang sidang paripurna DPRD Karangasem hancur akibat diguncang gempa.

Ruangan Rusak Diguncang Gempa

Puluhan Pasien Dirawat di Selasar

20 Korban Luka, 84 Rumah Rusak

Guncangan gempa berkekuatan 7,0 SR di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8/) malam membuat sejumlah infrastruktur bangunan RS Karangasem banyak yang rusak. Utamanya ruangan di lantai tiga Jaya Kusuma mengalami kerusakan relatif parah. Atas kondisi tersebut, puluhan pasien untuk sementara terpaksa dirawat di selasar. Bagaimanakah penanganan pasien-pasien itu di selasar, apakah sama model pelayanan paramedis dan dokter seperti halnya di kamar? DARI pantauan di RS Karangasem kemarin, puluhan pasien yang menempati ruangan di lantai tiga RSUD itu, terpaksa harus menjalani perawatan di salasar. Pihak rumah sakit menempuh aksi darurat merawat pesien di selasar itu karena ruangan yang ditempati pasien sebelumnya ambrol. Kendati pasien itu dirawat di selasar, petugas medis dan juga dokter tetap memberikan pelayanan secara maksimal kepada mereka. Memang sejumlah tembok terlihat retak-retak. Begitu juga keramik yang menempel di tembok juga jebol. Di lokasi itu tampak sejumlah petugas kebersihan membersihkan puing-puing bangunan yang ambrol. Direktur RSUD Karangasem I Wayan Suardana, Senin (6/8) kemarin, mengatakan pada malam saat

gempa, pihak rumah sakit kedatangan sekitar 20 pasien korban gempa di IGD. Lima pasien di antarannya mengalami luka berat akibat patah tulang. Selain itu, trauma pada tulang belakang. Sedangkan 15 pasien lainnya hanya luka ringan. Dari pasien itu, empat menjalani perawatan di RSUD. Hanya satu pasien dirujuk ke RS Sanglah Denpasar. Suardana mengatakan, khusus di RSUD Karangsem sejumlah gedung bangunan mengalami kerusakan di lantai tiga Jaya Kusuma. Atas kondisi itu, puluhan pasien sementara ini terpaksa menjalani perawatan di selasar lantaran ruangan yang mereka tempati ambruk. “Jadi, ada sekitar 33 pasien sementara menjalani perawatan di selasar. Ruangan lantai dua dan tiga sengaja

Bali Post/kmb41

DIRAWAT DI SELASAR - Puluhan pasien di RSUD Karangasem saat menjalani perawatan di selasar, Senin (6/8) kemarin. tidak kita fungsikan sampai kondisi benar-benar kondusif. Nanti, semua pasien ini akan kita tempatkan di lantai satu saja,” ujar Suardana. Mengantisipasi jika kembali terjadi gempa-gempa susulan, pihak RSUD telah memiliki tim siaga bencana saat erupsi Gunung Agung lalu. Tim itulah yang akan memandu pasien. Kepada petugas RS, jika kembali digoyang gempa agar segera mengamankan diri mencari tempat yang lebih baik. “Kemarin (Minggu red) saat gempa, tim ini sangat

sigap mengevakuasi pasien. Sehingga tidak sampai ada hal yang fatal terhadap semua pasien maupun petugas,” katanya. Pihaknya sejauh ini masih melakukan pemantauan terhadap kondisi semua bangunan yang ada di RSUD. “Kita akan lakukan evaluasi terkait bangunan yang bisa ditempati dan yang mana bangunan yang tidak bisa dipergunakan. Khusus kamar pasien emergency tidak ada masalah. Kita berharap pelayanan di RS ini tidak sampai terganggu,” harapnya. (eka)

DARI 20 korban luka tersebut, 3 di antaranya mengalami luka patah tulang, 1 korban cedera kepala, dan 1 orang trauma tulang belakang. Korban trauma tulang belakang dirujuk ke RSUP Sanglah untuk penanganan lebih lanjut. Sedangkan yang patah tulang dan cedera kepala masih dirawat di RSUD Karangasem. Sebanyak lima belas korban luka ringan lainnya sudah dipulangkan. Penanganan korban di RSUD Karangasem sempat dipantau Bupati IGA Mas Sumatri. Bupati sudah sempat meninjau ke beberapa lokasi yang terdampak gempa. Cukup banyak juga yang rumahnya rusak berat hingga praktis tak bisa ditempati. Salah satunya bangunan sakenem milik I Gede Warta (40) di Banjar Bunga, Desa Ban, Kecamatan Kubu. Beruntung gempa hanya menghancurkan bangunan tersebut, korban dan keluarganya masih bisa menempati bangunan rumah di sebelahnya. ‘’Rusak parah, rata dengan tanah. Beruntung saat gempa bale sakenem sedang kosong,’’ terang Perbekel Ban, I Wayan Potag. Kata Potag, sudah ada 84 laporan kerusakan bangunan dampak gempa. Saat ini, pihak desa bersama para kepala wilayah masih melakukan pendataan kerusakan yang terjadi. Kondisi Karangasem relatif kondusif meskipun masih sempat terasa beberapa kali gempa susulan. Abdulah (50), salah seorang nelayan di Pantai Ujung, mengatakan, nelayan di Pantai Ujung sudah hampir sebulan ini tidak bisa melaut. ‘’Kalau gempanya tidak berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan. Kami tidak berani melaut semata-mata karena faktor cuaca,’’ terangnya. (kmb)

Bali Post/kmb

RUMAH WARGA ROBOH - Perbekel Desa Ban, I Wayan Potag, mengecek kondisi rumah salah seorang warga Banjar Bunga yang rohoh karena gempa.


KLUNGKUNG

12

Selasa Wage, 7 Agustus 2018

SOSOK Lahirkan Atlet Andal

PERSATUAN Penembak Indonesia (Perbakin) Klungkung melakukan pergantian pengurus melalui rapat pleno, baru-baru ini. Kapolres Klungkung AKBP Bambang Tertianto dipercaya menjabat sebagai ketua umum. Sementara untuk penasihat, dijabat Cahaya Candra Wiguna, Ketua Harian Wayan Puja dan Sekretaris I Putu Prawira Wijaya. Sejauh ini, anggota persatuan ini sekitar 30 orang, yang terdiri dari masyarakat umum dan anggota kepolisian. Bambang Tertianto menyebutkan kepengurusan baru ini diharapkan bisa memunculkan kesan semakin baik di masyarakat. Selain itu juga bisa lebih solid, terutama dalam membina bibit atlet untuk bisa berlaga pada kejuaraan, mewakili Kabupaten Klungkung. “Dengan pengurusan baru, tentu semangat harus juga baru. Bisa melahirkan atlet andal,” ungkapnya. Ditegaskan juga, pembinaan tak hanya dilakukan jelang kejuaraan, tetapi juga sejak dini dan secara komprehensif. Tujuannya supaya bisa bersaing dengan atlet kabupaten maupun provinsi lain. Hal ini diharapkan mendapatkan dukungan dari pihak lain. Seperti lembaga pendidikan untuk bisa mengakomodir minat peserta didik dalam olahraga menembak. “Kami sangat mengharapkan dukungan semua pihak. Kita perlu bersinergi untuk menciptakan atlet berkualitas,” imbuhnya. (sos)

RUSAK - Salah satu bangunan di Kabupaten Klungkung yang rusak akibat gempa, Minggu (5/8) malam.

Bali Post/ist

Dampak Gempa

Kerusakan Bangunan Tersebar di Puluhan Desa

Soal Penindakan Tower Bodong

Tim Yustisi Berdalih Tunggu Instruksi Semarapura (Bali Post) Desakan anggota DPRD Klungkung untuk menindak tegas pembangunan tower seluler bodong di Dusun Cempaka, Desa Pikat, Kecamatan Dawan dan Dusun Minggir, Desa Gelgel, Klungkung masih ditanggapi dingin oleh Pemkab. Muncul dalih, penindakan itu masih menunggu instruksi pimpinan, di samping proses perizinan. “SOP-nya seperti itu. Tetap menunggu proses izin. Kalau ada pernyataan dari pihak yang menangani (perizinan – red), boleh atau tidak ada tower beroperasi di sana. Itu dilaporkan ke bupati. Selanjutnya menunggu perintah,” ungkap Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung I Putu Suarta, Senin (6/8) kemarin. Pejabat asal Lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh ini mengatakan, pascatower tersebut disegel, belum ada iktikad baik dari investor untuk berkomunikasi. Pihaknya berencana untuk melayangkan surat peringatan. Hanya, identitas investor belum diketahui. “Rencananya memberikan surat peringatan untuk segera mengurus izin. Tetapi sampai sekarang investornya belum diketahui,” ucapnya. Permohonan rekomendasi pendirian dua tower yang tingginya mencapai puluhan meter itu dari investor telah masuk ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klungkung. Hal tersebut segera dijawab secara resmi. “Selain bersurat, rencananya pemilik juga akan dipanggil untuk diberikan pemahaman. Tetapi kami bingung mencari alamatnya. Di permohonan rekomendasi itu tidak ada kontaknya,” ucap Kadis I Wayan Parna. Sesuai penjelasan awal, proyek tersebut telah melanggar Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2017 tentang Penetapan Zona Penempatan Lokasi Pembangunan dan Pengoperasian Menara. Selain itu, juga Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembangunan dan Penataan Menara Telekomunikasi Bersama. Artinya, tidak akan ada rekomendasi untuk itu. “Yang di Dusun Cempaka, Pikat sudah ada tower. Jadinya pembangunan yang baru tidak dapat rekomendasi. Begitu juga yang di Dusun Minggir. Di sana bukan zonasi. Jadi kami tidak memberikan rekommendasi juga,” jelas mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Klungkung ini. Seperti berita sebelumnya, anggota Komisi III DPRD Klungkung Sang Nyoman Putrayasa mendesak pemkab untuk bertindak tegas menyikapi itu dan tidak lembek. Menurutnya, jika terus “menyerah”, dikhawatirkan menjadi angin segar bagi para investor untuk semakin masif melakukan pembangunan yang melanggar aturan. Langkah tegas sangat perlu diambil, bahkan sampai pembongkaran. “Jangan isi ewuh-pakewuh. Apalagi kalau isi main mata,” tegasnya. Disampaikan lebih lanjut, pembangunan harus mengacu pada peraturam daerah. Jika itu dilanggar, terlebih berada di luar zonasi, berpotensi menimbulkan kesemrawutan tata ruang. “Jangan ada lagi investor seperti ini. Tidak boleh bangun dulu baru urus izin. Untuk antisipasi, pengawasan ke depan juga harus lebih intensif,” imbuh wakil rakyat asal Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan ini. (kmb45)

Bali Post/sos

TINJAU - Satpol PP Klungkung meninjau tower bodong di Dusun Minggir, Desa Gelgel, beberapa waktu lalu.

Semarapura (Bali Post) Gempa berkekuatan 7,0 SR yang berpusat di Lombok Utara dan juga mengguncang wilayah Bali, Minggu (5/8) malam telah memicu kerusakan bangunan di Kabupaten Klungkung. Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung, Senin (6/8) kemarin, kerusakan bangunan berada di puluhan desa dan tersebar di empat kecamatan. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widiada menjelaskan, pendataan tersebut berlangsung pascagempa, melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama TNI, Polri dan pemerintah desa. Hasilnya, untuk di Kecamatan Banjarangkan kerusakan terjadi di 11 desa, Klungkung 8 desa/ kelurahan, Nusa Penida 4 desa dan Dawan 11 desa. “Lokasinya tersebar di empat kecamatan,” jelasnya. Pejabat asal Penebel, Tabanan ini membeberkan kerusakan lebih banyak terjadi

pada panyengker pekarangan dan palinggih. Sementara untuk bangunan tempat tinggal hanya beberapa. Namun demikian, pihaknya mengaku beruntung lantaran tidak menimbulkan korban jiwa. “Sepertinya masih ada kerusakan yang belum masuk. Kami masih update terus. Selain palinggih roboh, laporan yang masuk juga ada sebatas tembok bangunan retak,” ucapnya. Terkait nilai kerugian, belum bisa dipastikan. Khusus untuk sejumlah desa di Nusa

Penida, beberapa sudah tercatat. Namun itu baru sebatas perkiraan. Guna mendapatkan data lebih akurat, akan dilakukan verifikasi secara khusus. “Sekarang kami fokus pendataan jumlah kerusakan. Setelah itu baru masuk ke nilai kerugian,” sebutnya. Sebagai tindak lanjut dampak gempa yang berpusat di Lombok Utara ini, pemkab mengupayakan ada pemberian bantuan. Namun untuk alokasi anggarannya masih dipastikan. Jika pemkab tidak bisa memenuhi itu, akan di-

fasilitasi pengusulan permohonan ke Pemerintah Provinsi Bali. Pemilik bangunan pun diminta untuk mempersiapkan proposal. “Kami lihat anggaran dulu. Apakah bisa dengan bantuan tak terduga atau seperti apa. Yang jelas kami berupaya bisa memfasilitas untuk meringankan beban masyarakat. Untuk usulan nantinya juga ada verifikasi lagi,” kata Widiada. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta juga turun ke sejumlah lokasi kerusakan. Ini sekaligus untuk mengetahui situasi di masyarakat. Ia menegaskan untuk perbaikan kerusakan bangunan milik Rumah Tangga Miskin (RTM) akan diberikan bantuan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Per-

lindungan Anak Klungkung. Sementara untuk perbaikan palinggih, pemilik disarankan mengajukan proposal supaya penanganannya bisa menggunakan hibah atau Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Sesuai pantauan, sejumlah warga telah membersihkan puing-puing bangunan. Diharapkan, tidak ada lagi kejadian serupa. Selain kerusakan bangunan, gempa tersebut juga mengakibatkan warga panik dan mengamankan diri. Beberapa orang ada yang terjatuh hingga menderita patah kaki dan tangan. Ada pula yang luka akibat tertimpa panyengker. Mereka pun dilarikan ke RSUD Klungkung untuk mendapat penanganan medis. (kmb45)

Pengambilan Sumpah Puluhan PNS

Bupati Suwirta Ingatkan Tingkatkan Kerja Sama PULUHAN Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Klungkung mengambil sumpah, Senin (6/8) kemarin. Pengambilan sumpah ini dipimpin langsung Bupati I Nyoman Suwirta. Pengambilan sumpah di halaman belakang Kantor Bupati ini diikuti 1 orang Petugas Lapangan Dinas P ert ani an dan 27 orang bidan. Mereka telah mengabdi dari 7 hingga 14 tahun. Kebijakan ini mengacu pada petikan Keputusan Bupati Klungkung Nomor 821.13/0538/001BKPSDM tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil Menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Bupati Suwirta mengungkapkan sumpah ini tidak hanya diucapkan, namun juga harus dapat dilaksanakan, ditanamkan dalam hati dan diamalkan dalam perbuatan. Sumpah ini juga merupakan kewajiban bagi setiap Calon Pegawai Negeri Sipil setelah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. “Sumpah ini sebagai bentuk komitmen untuk serius bekerja sesuai dengan peraturan,” tegasnya. Menggenjot pembangunan daerah, kata mantan Manajer Koperasi Pasar Srinadi ini, tak bisa berjalan sendiri-sendiri. Seluruh SDM yang ada dalam

pemerintahan harus selalu bergandengan tangan dan meningkatkan kerja sama. “Jangan malas untuk berinovasi dan menggali potensi masing-masing. Dengan komitmen yang kuat kita bersama maka pembangunan dan penggalian potensi daerah akan lebih mudah,” ujarnya. Sebelumnya sering diungkapkan PNS juga harus menerapkan sikap disiplin dan menjadi contoh dan pelayan masyarakat luas. “Kedisiplinan itu sangat penting. Saya harapkan ke depan semakin baik. Ini penting untuk mendukung pembangunan,” imbuhnya. (ad304)

Dikaji, Usulan Pengunduran Diri Direktur PDNKK

Semarapura (Bali Post) Usulan pengunduran diri I Wayan Sukadana dari jabatannya selaku Direktur Perusahaan Daerah Nusa Kertha Kosala (PDNKK) Klungkung, sudah diketahui Bupati. Kini, hal tersebut masih dikaji Dewan Pengawas. Guna memuluskan pengunduran diri tersebut, sejumlah hal harus dipenuhi oleh yang bersangkutan. Kepala Bagian Ekonomi Setda Klungkung I Ketut Sena, Senin (6/8) kemarin menjelaskan, sesuai PP No. 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), direktur diperkenankan mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir. Hal tersebut masuk pada kategori diberhentikan sewaktu-waktu. Namun, pengunduran itu harus didukung alasan jelas dan tegas. ‘’Harus ada argumen apa sebenarnya yang membuat mengundurkan diri,’’ ungkapnya. Hal tersebut, sambungnya harus disampaikan ke Bupati dan dikaji pula oleh Dewan Pengawas, termasuk dari sisi relevansinya. ‘’Dewan pengawas mengkaji itu. Cocok

atau tidak yang bersangkutan mengundurkan diri. Sekarang ini sedang proses. Kami sudah sempat rapat,’’ jelas pejabat asal Desa Tihingan Kecamatan Banjarangkan ini. Prosesnya tak sampai di sana. Pengunduran diri itu juga harus disertai laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan selama yang bersangkutan menjabat. ‘’Kalau dari sisi keuangannya belum memenuhi akuntabilitas, bisa saja tidak diberikan mengundurkan diri. Tetapi harus melakukan perbaikan,’’ tegasnya. Sementara itu, Sukadana mengaku pekan lalu sudah

menyampaikan alasan untuk mundur. Masih sama seperti pernyataan awal, alasannya ingin fokus menggarap usaha pariwisata di Nusa Penida yang telah digeluti sejak beberapa tahun lalu. ‘’Itu sudah disampaikan saat rapat,’’ katanya. Pria asal Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida ini juga menyatakan laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan perusahaan sudah disampaikan. ‘’Untuk laporan keuangan sudah kirim per 1 Agustus. Tinggal dicek Badan Pengawas saja,’’ jelasnya. (kmb45)

Bali Post/ist

BERJABAT TANGAN - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta berjabat tangan dengan PNS yang mengambil sumpah, Senin (6/8) kemarin.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Wage, 7 Agustus 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto PastiBrangkat Line WA081375409869&087754689692

Sales SPV Pria Min SMA,Punya Kendaraan,Bs Komp,Kirim CV ke: multiabadigrosirindo@gmail.com

B.BP.001.08.18.0000282

Cr Staff taxi counter syarat bs bhs inggris wnt 081338767133

B.BP.154.08.18.0000289

Dcr SPG utk Btq di Ubud bisa Bhs.Inggris Hub.081238133666

Waiter/ss Penglmn u/New Dewata CafeKedonganan.H:087863579813

Dicr Sopir,Tk.Jahit,Tk.Potong Tk.Patrun,Tk.Bersih(Cowok)utk Garmen di Canggu,082237777767

Sebuah Perusahaan yang sedang berkembang bth Supervisor(Wnt) di bag.HRD.syarat:Lulusan min D2,max 35th,pengalaman di bidang HRD min 1th,bisa bahasa Inggris,computer skill,word+ excel.Kirim CV ke:Jari Menari, Jl .Raya Basangkasa 47,Seminyak tlp.0361 736740,email ke: jarimenari@jarimenari.com

B.BP.001.08.18.0000283

B.BP.004.08.18.0000207

B.BP.004.08.18.0000243

Bth Sgr HRD berpengalaman u/ GarmenHub.08179728394/237757

B.BP.001.08.18.0000194

Bth Sopir pribadi umur 50th ke atas bs matic lok Jl.PucukBang Kesiman Dps Timur,0811913832

B.BP.154.08.18.0000291

B.BP.004.08.18.0000297

Bth!Tukang Kebun Vila diSanur! Mess&Makan!!Hub.085102077800!

Urgent.Dbtuhkan Satff Tukang/ Kepala Tukang(mandor)brpnglamn Gaji Tinggi Tep.0361-289742 CV: asahrd2018@gmail.com

B.BP.001.08.18.0000290

Cook & Driver Villa Echo Beach Canggu.WA:081933054932(Urgent)

B.BP.001.08.18.0000103

B.BP.001.08.18.0000268

Wanted / Job Offer Administrative Assistant / Assistant to Manager at an International Company.Basic Computer Skills Required (Excel,Word Email,Etc) Good Organizational Ability.Please Contact Tom at:tom@wla.us.com/ Whats app +49 176 8305 9432

Cr Cook Helper,FO,Waitress Bhs Inggris Pglmn 081933020298

B.BP.154.08.18.0000293

Cr Pembantu tggl dlm/luar Gj. 2jt S.Siur Kuta,081239232035 B.BP.154.08.18.0000292

Dbtuhkan Satff housekeeping berpengalaman & bisa berbahasa Inggris. Tlp. 0361-289742 CV: asahrd2018@gmail.com

B.BP.004.08.18.0000180

B.BP.001.08.18.0000105

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

Dcr Waiter/ss Bali Beach Shack Bw Lamaran lgsng Interview Legian Kaja No.470 B.BP.154.08.18.0000294

Dicari Karyawan Serabutan Sgra Hub:08124678427/081337665417 B.BP.001.08.18.0000277

Dbtuhkan Satff yang bisa berbahasa Jepang,Bhs Inggris& bisa mengoperasikan computer dengan baik. Gaji 10jt/bln.0361-289742 CV: asahrd2018@gmail.com

B.BP.004.08.18.0000213

G.01

Dbthkn Tkg.Masak&Waitress utk Warung Makan Chinese Food,Area Penatih HP/WA:081337767764 B.BP.001.08.18.0000269

Cr Adm Stok bs IT,krm CV ke yosi.gingersnap@gmail.com

B.BP.001.08.18.0000104

B.BP.004.08.18.0000284

SPA

BENGKEL LAS

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

FOTOCOPY

Dicr Staff SPA/Hair Dresser di Kuta,Gaji 2Jtan H:081907775248 B.BP.001.08.18.0000279

Kafe Kerobokan,Waitress,Casir, Cook Helper,Tnpa Pglmn Dilatih dg Cr Profesional,087861378730 B.BP.001.08.18.0000278

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar G.02

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com G.07

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL TANAH

DIJUAL TANAH

Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809

Djl tanah 1,5A 10Are Buduk 2A Dama bs Krd Dp40%,082147454248

Tanah SHM 9 Are Dalung Harga NJOP(Nego) HP:081998392361(TP)

Dijual Tnh Kav Lovina Bllng DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:082236881191/081805374433

B.BP.001.07.18.0000043

B.BP.001.08.18.0000270

B.BP.004.07.18.0000152

DIJUAL RUMAH Djl Rmh 6are Lt.2 Jl.Gelogor Carik Pemogan Hub.081338882895

G.03

B.BP.004.08.18.0000285

Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com

Rumah Lt2=2A,ada Kolam Renang di Jl .Trijata II.H:08123941575

B.BP.001.08.18.0000275

G.04

Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com

DISEWAKAN TOKO Over Kontrk Toko Jl Tk.Yeh Aya BrtDpnSMKNas.HP:08123941575

G.05

B.BP.001.08.18.0000276

Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com

KEHILANGAN

G.06

BPKB No.M-01540441-O DK 155 TP An.IWayanDegdeg,082141059368

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.08.18.0000280

Hlg 35 BPKB Al:I101832027-O, 109846948-O,L07108773-O,L09862 419-O,N02922663-O,M11367692-O, N02832104-O,N02911149-O,M01565 542-O,I08693645-O,H01576141-O M08106109-O,M03664600-O,M01598 271-O,N02832104-O,J01310698-O I1019007-O,M03624780-O,N028510 62-O,N02912666-O,R290923XII14G R,N02911149-O,M08178405-O

BMW

BMW 2008 Silver,CRV 2013 Hitam samsat baru Hub:08124626034

B.BP.001.08.18.0000281

SUZUKI

Katana Thn 2004 hrg. 54jt nego Renon Hub.081999916258

B.BP.001.08.18.0000295

DIJUAL MOTOR HONDA

Beat,Scopy,Vario,Dp 2jt bunga kecil Hub.0822 6629 2878 Bayu

B.BP.001.08.18.0000287

DIJUAL VILLA Djl Villa 3Kmr,Pool/2.45 A, Jl. SriRamaLGRp.6,5M/088219124095

B.BP.001.08.18.0000101

B.BP.164.08.18.0000296

B.BP.001.08.18.0000298

Dijl Tnh Kav/Rmh Lks.Sempidi, PemoganJimbaran,TnhSawah20A di Ds.Angantaka/081337630666

HlgBPKB:M08166568-O,M08213189 -O,M0810989-O,I10191007-O,H087 94347-O,J00200873R,K10793325-O K01203815-O,L09827012-O,I00791 695-O,D4135560-O,N10734873-O, L01017458-O Hub.081237112130

B.BP.001.08.18.0000273

B.BP.001.08.18.0000299

DIJUAL TANAH


BANGLI

14

Selasa Wage, 7 Agustus 2018

Kerugian Akibat Gempa Capai Miliaran Rupiah Bali Post/ina

RUANG KELAS - Ruang kelas di SMAN 1 Susut yang rusak parah akibat gempa.

Empat Ruangan Rusak Parah Diguncang Gempa

SMAN 1 Susut Terpaksa Merger Sejumlah Kelas Bangli (Bali Post) Empat ruang kelas di SMAN 1 Susut rusak parah akibat gempa yang terjadi pada Minggu (5/8) malam. Lantaran tak lagi bisa digunakan, pihak sekolah terpaksa memerger atau menggabung beberapa kelas untuk menampung siswa yang ruangan kelasnya ambruk. Berdasarkan pantauan, Senin (6/8) kemarin, empat ruangan kelas yang rusak akibat gempa berada di lantai dua. Kerusakan parah terjadi pada bagian atap. Kerangka atap yang berbahan baja ringan, ambrol dan patah hingga membuat seluruh genteng berjatuhan. Semua sarana belajar berupa bangku dan meja siswa yang ada di dalam ruangan rusak tertimbun material atap bangunan yang jebol. Kepala SMAN 1 Susut Dewa Gede Anom mengatakan, empat ruang kelas yang kini mengalami kerusakan akibat gempa tersebut merupakan ruangan kelas XII IPB dan IPS. Saat ini empat ruangan kelas itu sudah tidak bisa lagi digunakan. ‘’Semua sarana belajarnya tertimpa atap bangunan yang jebol,’’ jelasnya. Agar proses belajar siswa bisa tetap berjalan, pihaknya berencana menggabung beberapa kelas X dan kelas XI. Dengan upaya merger tersebut, akan ada empat ruang kelas yang tersedia untuk menampung siswa yang kelas XII IPB dan IPS yang ruangan kelasnya rusak. ‘’Upaya ini kami lakukan agar pelayanan untuk siswa di kelas XII bisa maksimal,’’ ujarnya. Upaya memerger beberapa kelas itu rencananya akan dilakukan hingga kerusakan empat ruangan itu mendapatkan perbaikan. Pihaknya pun berharap instansi terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk secepatnya mengambil kebijakan menangani ruangan kelas yang rusak. ‘’Akibat kejadian ini kerugian kami perkirakan mencapai Rp 500 juta,’’ imbuhnya. Selain di SMAN 1 Susut, kerusakan sarana belajar akibat gempa juga terjadi di SMKN 1 Susut. Kepala SMKN 1 Susut Ni Made Ciri Rimbawati mengungkapkan, kerasnya guncangan gempa yang terjadi Minggu malam, telah menyebabkan atap ruangan lab multimedia ambrol dan menimpa 10 unit komputer yang ada di dalamnya. Akibat kejadian itu, satu unit komputer rusak parah. Selain lab multimedia, dua gedung yang lainnya juga mengalami kerusakan pada bagian atap. Karena khawatir membahayakan siswa, pihaknya terpaksa mengosongkan empat kelas di dua gedung tersebut. ‘’Kita belum berani memanfaatkannya untuk kegiatan belajar sampai nanti dilakukan perbaikan,’’ ujarnya. Terkait kerusakan tersebut, pihaknya mengaku sudah melaporkannya ke UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Kabupaten Bangli. Berdasarkan hasil perhitungan sementara, total kerugian diperkirakan Rp 160 juta. ‘’Hari ini (kemarin-red), belum bisa belajar efektif. Psikologis anak masih takut. Tadi saja baru belajar sebentar ada gempa, anak-anak berhamburan ke luar. Jadi masih ada rasa khawatir,’’ imbuhnya. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Gempa bumi berkekuatan 7,0 SR yang berpusat di Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8) malam, berdampak hingga ke wilayah Kabupaten Bangli. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli yang dihimpun Senin (6/8) kemarin, kerasnya guncangan gempa yang terjadi sekitar pukul 18.46 Wita tersebut telah mengakibatkan kerusakan bangunan rumah dan palinggih di sejumlah lokasi. Beberapa warga juga dilaporkan terluka akibat terkena reruntuhan bangunan dan genteng. Mengenai estimasi kerugian, sampai pukul 15.30 Wita kemarin, sudah terhitung mendekati Rp 5 miliar. Di Kecamatan Bangli, gempa mengakibatkan candi bentar di Pura Kehen patah. Sejumlah palinggih di pura dan sanggah milik warga yang ada di Kelurahan Cempaga, Kawan, Kubu, Desa Landih dan Kayubihi rusak parah. Kerusakan akibat gempa juga terjadi di Masjid Agung Bangli. Plafon di tempat ibadah yang berlokasi di selatan Mapolres Bangli tersebut banyak yang berjatuhan. Kerusakan sejumlah rumah warga dilaporkan terjadi di Desa Pengotan. Di Kecamatan Susut, kerusakan palinggih banyak terjadi di Banjar Manuk Desa Susut, Desa Sulahan, Apuan, Tiga, Demulih dan Selat. Di Desa Apuan dan Desa Tiga juga terdata banyak bangunan tembok rumah milik warga roboh. Plafon Mako

Polsek Susut yang ada di lantai dua juga turut jebol akibat gempa. Sejumlah ruangan kelas di dua sekolah, yakni SMAN 1 Susut dan SMKN 1 Susut hancur pada bagian atap. Di Kecamatan Tembuku, gempa mengakibatkan rusaknya Bale Banjar Tegalasah Kelod, Desa Tembuku. Sejumlah palinggih di pura dan sanggah milik warga di Desa Tembuku, Bangbang, Peninjoan, Yangapi, Jehem, dan Desa Undisan juga banyak yang roboh akibat gempa. Kerusakan palinggih juga banyak terjadi di Kecamatan Kintamani. Sesuai data yang dihimpun BPBD Bangli, palinggih pura dan sanggah milik warga yang mengalami kerusakan akibat gempa terdata di Desa Subaya, Kedisan, Abang Batudinding, dan Desa

Bali Post/ina

RUSAK - Palinggih milik warga di Desa Tembuku yang rusak akibat gempa. Buahan. Kerusakan rumah juga terjadi di beberapa desa. Tak hanya merusak bangunan, kerasnya guncangan gempa juga menyebabkan tebing di jalur Cemara Landung Desa Terunyan longsor. Dampaknya, jaringan listrik di Desa Terunyan mati total. Untuk mengatasi hal itu, BPBD sudah melakukan koordinasi dengan PLN serta memohon bantuan peminjaman loader ke Dinas PUTRPerkim Bangli. Listrik padam akibat gempa juga terjadi di wilayah Desa Pinggan, Selulung, Me-

ngani, Belanga dan Siakin. Selain kerusakan bangunan, BPBD Bangli juga menerima laporan adanya beberapa warga yang terluka saat gempa terjadi. Di Banjar Undisan Kaja, Desa Undisan, Tembuku, seorang warga bernama Wayan Pasua (45) mengalami luka pada bagian kepala akibat terkena jatuhan genteng. Di Desa Demulih, warga bernama Nyoman Budiasa (50) dan Ni Nengah Jantuk (73) terpaksa dilarikan ke RSU Bangli akibat mengalami luka pada kaki. Warga lainnya yang

juga menjadi korban luka akibat gempa, yakni Ni Kadek Miryanti (21) warga Dusun Tinggas Desa Yangapi, Dewa Putu Diana (18) warga Banjar Tambahan, Desa Jehem dan Ni Wayan Oktaviani (15) warga Desa Bangbang. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli Wayan Karmawan didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik Ketut Agus Sutapa mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait sampai saat ini masih terus mengupdate data dampak gempa di Bangli. (kmb40)

Bupati Made Gianyar Tinjau Kerusakan Akibat Gempa PASCAGEMPA yang terjadi pada Minggu (5/8) malam, Bupati Bangli I Made Gianyar bersama rombongan, Senin (6/8) kemarin, turun ke lapangan untuk meninjau langsung kerusakan yang ditimbulkan gempa tersebut. Dalam kunjungan itu, Bupati mengupayakan agar penanggulangan dampak bencana gempa segera dilakukan. Didampingi Kalak BPBD Bangli Wayan Karmawan, Sekretaris Dinas PolPP dan Damkar Kabupaten Bangli Dewa Agung Suryadarma serta staf Bagian Protokol, kunjungan Bupati Made Gianyar dimulai di Desa Pakraman Abang Batu Dinding, yakni di Pura Penataran Pande Dalem Majapahit Tatasan. Di sana, Bupati meninjau kerusakan Padmasana dan palinggih Ibu. Kemudian rombongan meluncur ke Pura Tuluk Biu, Suter. Di sana Bupati meninjau keruskan yang cukup

banyak, yaitu berupa Meru Tumpang Telu, Padmasana, beberapa palinggih kawitan Batu Dinding, palinggih Batara Rambut Sedana, candi bentar dan palinggih Batara Manik Angkeran. Kunjungan dilanjutkan ke Banjar Cekeng Desa Tiga. Bupati mengecek dampak gempa yang mengakibatkan kerusakan palinggih Ratu Sakti Penataran. Usai meninjau kerusakan sejumlah palinggih, Bupati Made Gianyar melanjutkan ke sekolah SMAN 1 Susut. Bupati menyaksikan kerusakan yang sangat parah. Atap bangunan lantai dua ruang belajar siswa, hancur. Dari SMAN 1 Susut, Bupati bergerak meninjau kerusakan bangunan di Pura Kehen. Kerasnya guncangan gempa mengakibatkan jatuhnya canti bentar yang ada di sebelah kiri pura. Bupati Made Gianyar mengatakan, gempa mengakibatkan rusaknya sejumlah bangunan milik warga dan fasilitas

MENINJAU - Bupati Bangli I Made Gianyar bersama rombongan turun ke lapangan untuk meninjau langsung kerusakan yang terjadi akibat gempa. umum. ‘’Hal itu menandakan bahwa gempa yang terjadi kemarin (Minggu) malam memang cukup keras. Bahkan catatan saya pribadi sejak ingat, ini merupakan gempa terhebat,’’ kata Gianyar. Berdasarkan laporan yang

diterimanya, kerusakan akibat gempa terjadi di 27 desa. Mengenai total kerugian akibat gempa, pihaknya belum bisa memastikan. Namun dari perhitungan sementara, kerugian di atas Rp 2 miliar. Terkait penanganan ter-

hadap kerusakan bangunan, hal yang harus dilakukan adalah sesuai norma dasar, yaitu restitutio integrum (pemulihan secara utuh). Upaya perbaikan dan pemulihan dilakukan sesuai dengan kewenangan. Untuk kaitannya dengan tempat ibadah yang rusak yang kewenanganannya ada di desa pakraman, memungkinkan dibantu dengan kegiatan baik itu bansos, GGS dan lainnya. Pemkab juga akan mengupayakan memberikan bantuan logistik. Soal ketersediaan dana tak terduga yang ada di Kabupaten Bangli, sementara telah dialokasikan untuk menangani jembatan putus di Desa Sulahan dan mengangkat air Danau Batur yang meluap. ‘’Meski demikian, kaitannya dengan musibah ini, masih dicarikan jalan keluar. Tapi yakinlah, kita akan tangani dengan baik untuk memulihkan trauma dan kerugian yang terjadi,’’ tegasnya. (ad315)

Ditetapkan sebagai Sekolah Rujukan

SMPN 3 Bangli Kini Terapkan ”Full Day School”

Bali Post/ina

JALAN - Jalan rusak di Dusun Penglumbaran Desa Susut.

Tujuh Tahun Rusak

Jalan di Penglumbaran Tak Kunjung Diperbaiki Bangli (Bali Post) – Kondisi jalan di Kabupaten Bangli masih banyak yang rusak. Salah satunya di Dusun Penglumbaran, Desa/Kecamatan Susut. Sepanjang 650 meter jalan di desa setempat sulit dilalui karena rusak parah. Meski kondisi itu sudah terjadi sejak hampir tujuh tahun yang lalu, sampai saat kerusakan jalan tersebut tak kunjung mendapat perbaikan dari pemerintah. Kadus Penglumbaran Ketut Aebit Saputra, Senin (6/8) kemarin mengungkapkan, kerusakan jalan yang terjadi di wilayah dusunnya sudah terjadi cukup lama. Di tahun 2014, jalan itu sudah sempat mendapat pemeliharaan, namun hanya servis ringan berupa penambalan. Karena tak bertahan lama, semakin lama kerusakan kian parah dan membahayakan. Tak sedikit warga jatuh saat melintas di jalan tersebut karena menghindari lubang jalan. Saputra mengatakan, kerusakan jalan itu sudah sering dikeluhkan warga. Bahkan, karena tak kunjung diperbaiki, warga setempat sempat mengancam akan menanami pohon pisang di tengah jalan. Namun, akhirnya ancaman warga itu batal setelah ditenangkan pihaknya. Untuk bisa mendapatkan perbaikan, pihaknya sudah berupaya menyampaikannya ke Dinas PUTRPerkim Bangli. Namun, pihaknya sedikit kecewa karena pejabat terkait selalu sulit untuk ditemui. Selain menyampaikan ke dinas terkait, dia sudah sempat menyampaikan langsung ke Wabup Bangli, dengan harapan agar segera mendapat perbaikan. Dikatakannya, jalan itu cukup penting bagi warga. Selama ini jalan tersebut sering dipakai sebagai jalan alternatif terutama saat jalan utama mengalami gangguan seperti tertutup longsor maupun pohon tumbang. Menurut informasi yang diterimanya, perbaikan terhadap jalan baru akan dilakukan tahun 2019 mendatang. (kmb40)

SMPN 3 Bangli yang telah ditetapkan sebagai sekolah rujukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, mulai Senin (6/8) kemarin menerapkan program full day school. Dengan penerapan program tersebut, kegiatan belajar dilaksanakan hingga sore selama lima hari, yakni pada Senin-Jumat. Diharapkan dengan penerapan full day school ini kegiatan belajar siswa bisa lebih optimal, di samping memperkuat karakter siswa. Kepala SMPN 3 Bangli Drs. I Nengah Suardana mengatakan, full day school adalah amanat Perpres 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Karakter. Dengan full day school, siswa diharapkan bisa belajar lebih efektif. Guru-guru juga bisa memiliki waktu lebih banyak untuk membina dan mengawasi siswa dari dampak negatif pergaulan dan lingkungan. Sebelum menerapkan full day school, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan, di antaranya rapat

dengan komite, guru, tokoh masyarakat, dan orangtua siswa. Dalam pertemuan tersebut, sebagian besar menyatakan setuju dengan rencana tersebut. Tak hanya rapat, pihaknya juga mengaku telah melakukan audiensi untuk menyampaikan rencana penerapan full day school dengan Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli pada akhir pekan lalu. ‘’Di samping itu, kami juga sudah melakukan studi banding ke sekolah di luar Bangli yang lebih dahulu menerapkan full day school,’’ terangnya. Untuk membuat siswa betah berada di sekolah, persiapan lainnya yang dilakukan, yakni dengan melakukan penataan sekolah dan penambahan sarana dan fasilitas penunjang seperti meja hingga toilet. Suardana menjelaskan, proses belajar mengajar di kelas tetap berjalan seperti biasa, yakni mulai pukul 07.30 hingga 13.30 Wita. Hanya bedanya, setelah kegiatan belajar di kelas selesai, siswa diberikan kegiatan

AUDIENSI - Kepala SMPN 3 Bangli Drs. I Nengah Suardana berfoto bersama Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja saat audiensi di kantor Disdikpora Kabupaten Bangli, belum lama ini.

tambahan, yakni kokurikuler atau kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kearifan local, seperti pasraman, remidial ataupun kegiatan membuat PR bersama didampingi guru dan ekstrakurikuler seperti olahraga, PMR, melukis dan

kegiatan lainnya. Kegiatan tambahan tersebut diberikan hingga pukul 16.00 Wita. Meski penerapan full day school di SMPN 3 Bangli saat ini masih dalam tahap uji coba, namun Suardana menegaskan, itu bukanlah coba-coba. Full

day school akan terus dievaluasi setiap semester. Jika program ini efektif, akan dilanjutkan. ‘’Untuk di Kabupaten Bangli, bisa dikatakan baru SMPN 3 Bangli yang pertamakali menerapkan full day school,’’ imbuhnya. (ad301)


15

Selasa Wage, 7 Agustus 2018

Listrik Padam, PLN Kirim Tim ke Lombok

Tim PLN yang berangkat ke Lombok. Denpasar (Bali Post) Sistem kelistrikan Lombok yang menyuplai listrik Kota Mataram dan sekitarnya sebagian besar masih padam. Untuk itu, PLN mengirim timnya untuk memperbaiki jaringan di daerah itu. Khusus kondisi kelistrikan di Bali, terdapat beberapa titik yang mengalami padam saat gempa akibat tanah longsor di Kintamani, sehingga akses masuk ke lokasi cut out pengambilan tidak bisa lewat. Demikian diungkapkan DM Komunikasi dan Bina Lingkungan I Gusti Ketut Putra, Senin (6/8) kemarin. Saat gempa terjadi, beberapa daerah yang disuplai sistem Lombok masih menyala dengan beban 50 MW dari beban sistem normal sebesar 220 MW. Adapun dua

sistem kelistrikan lainnya di NTB yakni sistem kelistrikan Sumbawa dan Bima, sebagian besar menyala dan aman. Walaupun ada sebagian kecil daerah yang masih padam. Untuk memulihkan pasokan listrik di daerah terdampak gempa, khsususnya di Lombok Timur dan Lombok Utara, PLN dengan cepat melakukan inventarisasi kondisi aset di semua lokasi pembangkit, pemulihan listrik di daerah padam secara bertahap sesuai Standard Operating Procedure, mengantisipasi gempa susulan, berkoordinasi dengan unit-unit PLN lain seperti Bali dan Jawa Timur untuk bantuan personel, peralatan, dan material. Untuk mempercepat pemulihan kelistrikan di Lombok

pascagempa, PLN Distribusi Bali memberangkatkan 56 orang relawan yang terdiri dari 2 regu PDKB, 4 regu pelayanan teknik, 5 regu anggota AKLI dan Paklina, serta 3 orang koordinator. Seluruh relawan berangkat menuju Lombok pada Senin (6/8) dari Klungkung, Bali. Tim relawan yang berangkat akan dibagi dua tim untuk membantu pemulihan jaringan tegangan menengah dan tegangan rendah di Lombok. Untuk membantu pemulihan, PLN Distribusi Bali juga membawa beberapa material. ‘’Sebagai unit yang paling dekat dari NTB, kami berusaha untuk membantu mempercepat pemulihan listrik di NTB. Listrik menjadi kebutuhan penting masyarakat di sana, kami ingin penanganan cepat,’’ kata Eko Mumyo HW, Manajer Distribusi PLN Distribusi Bali. Seluruh personel akan berada di Lombok selama lima hari. ‘’Jika butuh tambahan tenaga ataupun perpanjang waktu akan kami tambah bantuan,’’ imbuh Eko. Selain pemulihan yang cepat, Eko juga berpesan untuk tetap mengutamakan keselamatan selama melakukan pekerjaan. Tidak hanya bantuan tenaga dan material, PLN Distribusi Bali juga mengirimkan sejumlah bantuan logistik berupa makanan kepada korban gempa bumi. (kmb42)

Pekan Depan, Dewan Cek Lokasi Aset Pemprov di Bali Hyatt Denpasar (Bali Post) Komisi I DPRD Bali berencana turun ke lapangan untuk mengecek lokasi tanah DN 71 dan DN 72 di Hotel Bali Hyatt, Sanur, Denpasar. Seperti diberitakan sebelumnya, dua bidang tanah seluas 2,5 hektar itu merupakan aset milik Pemprov Bali. Selanjutnya, dewan juga akan mendatangi Kementerian Agraria untuk mendesak dilakukannya gelar perkara atas aset tersebut. ‘’Apa pun alasannya ini harus sampai tuntas. Kita lihat tanahnya dulu, nanti kalau tanahnya ada dibilang itu tidak ada kan tidak sinkron,’’ ujar Ketua Komisi I DPRD Bali I Ketut Tama Tenaya usai memimpin rapat membahas aset Pemprov di Bali Hyatt bersama Pemkot Denpasar,

BPKAD Provinsi Bali, dan Satpol PP Provinsi Bali di gedung dewan, Senin (6/8) kemarin. Sebelumnya, Pansus Aset DPRD Bali telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait aset Pemprov di Bali Hyatt. Di antaranya agar Gubernur melayangkan gugatan secara perdata dan pidana, serta menugaskan dan memerintahkan Wali Kota Denpasar untuk mencabut dan membatalkan IMB untuk pembangunan sarana dan prasarana di Hotel Bali Hyatt. Mantan Ketua Pansus Aset DPRD Bali I Nyoman Adnyana menegaskan, siapa pun tidak bisa membantah asal-muasal tanah DN 71 dan DN 72 yang merupakan tanah Pemprov

Bali. Dalam akta pendirian PT Sanur Bali Resort, tidak ada tertulis tanah DN 71 dan DN 72 menjadi penyertaan modal. Demikian juga saat dilakukan jualbeli. ‘’Ini yang aneh, tanah tidak pernah beralih status hukumnya. Hanya dengan surat gubernur, surat menteri, lalu mengaburkan fakta, data, dan realita. Itu menjadi problem, yang kami anggap harus diperjuangkan oleh DPRD Bali,’’ ujar politisi PDI-P asal Bangli ini. Adnyana menambahkan, proses perpanjangan HGB oleh BPN juga cacat hukum karena dilakukan dalam waktu yang singkat. Selain itu, tanpa ada pemberitahuan kepada Pemprov Bali. Pihaknya bahkan siap membuktikan di pengadilan. (kmb32)

Denpasar (Bali Post) Senin (6/8) kemarin sekitar pukul 14.00, RSUP Sanglah sebagai rumah sakit pusat rujukan nasional milik K e m e n t er i a n K e s e h a t a n memberangkatkan tim medis ke Lombok. Kasubbag Humas RSUP Sanglah Dewa Ketut Kresna mengatakan, tim medis RSUP Sanglah yang diberangkatkan ini untuk memberikan bantuan pelayanan pada korban gempa di Lombok. Tim medis yang diberangkatkan sebanyak 20 orang yang terdiri atas 2 orang dokter bedah trauma, 3

orang orthopedi, 2 orang anastesi, 10 orang perawat dan perwakilan manajemen untuk mengurus logistik rombongan. Tim yang dikirim juga dilengkapi dengan tim ambulans dan bantuan obatobatan. Sesuai rencana tim kesehatan ini diberangkatkan melalui darat. Sementara itu, dalam hitungan kurang dari 24 jam tepatnya 15 jam pascagempa, RSUP Sanglah telah berhasil melakukan penanganan pasien sehingga pelayanan bisa kembali berjalan normal. Pasien

tidak ada lagi dirawat di tenda-tenda maupun selasar rumah sakit. ‘’Seluruh pasien sudah kami pindahkan dan dirawat di ruang Cempaka lama, Anggrek dan Nusa Indah. Syukur berkat kesigapan seluruh staf rumah sakit dan bantuan dari semua pihak semua dapat tertangani dengan baik,’’ kata Dr. dr. I Ketut Sudartana, Sp.B., KBD., Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah Denpasar. Saat ini pelayanan di poliklinik, IGD dan kamar operasi sudah berjalan seperti biasa. (kmb42)

Tim Medis RSUP Sanglah Berangkat ke Lombok

Bangunan Roboh BNPB juga memastikan semua korban meninggal dunia adalah warga negara Indonesia. Menurutnya, sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Wilayah yang terdampak paling parah akibat gempa adalah Kabupat-

en Lombok Utara, karena wilayahnya berdekatan dengan pusat gempa. Di wilayah ini, sebanyak 72 orang korban meninggal dunia dan 64 orang luka-luka. Mengenai pengungsi, jumlahnya 20 ribu jiwa. Jumlah tersebut sebagian merupakan sisa pengungsi korban gempa di Kabupaten Lombok Timur pada 29 Juli 2018 lalu. Untuk

penanganan pengungsi, para pengungsi sangat membutuhkan logistik berupa makanan dan obat-obatan. ‘’Kebutuhan mendesak saat ini, tenaga medis, obat-obatan, makanan siap saji banyak sekali, makanan balita, tenda pengungsian baik bersamasama dan tenda pengungsian tingkat keluarga,’’ ujarnya. (kmb4)

Guncang Lombok

Sementara itu, BMKG menyatakan gempa berkekuatan 7,0 skala Richter yang mengguncang Lombok, Minggu (5/8), akibat dari pergerakan Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). ‘’Gempa diakibatkan oleh adanya aktivitas Sesar Naik FLores yang memanjang dari Nusa Tenggara Timur sampai ke Bali di bagian utaranya dan itu menyusup di bagian sepanjang pulau di Nusa Tenggara. Menyusup ke bawahnya dan termasuk menyusup di Pulau Lombok. Itulah yang menyebabkan terjadinya gempa 7 SR,’’ kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat

Triyono, Senin kemarin. Hingga Senin (6/8) pukul 15.00, di Lombok terjadi 170 kali gempa susulan. Bidang patahan atau Sesar Naik Belakang Busur Flores menunjam bagian daratan Lombok, sehingga pergerakan tersebut menimbulkan tumbukan yang menghasilkan gempa. Rahmat menjelaskan, karena gempa Lombok itu bersifat dangkal dan terdapat robekan akibat pergerakan sesar terhadap daratan Lombok sampai ke arah laut maka hasil pemodelan menunjukkan adanya potensi tsunami. Oleh karena itu, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini waspada tsunami. Setelah peringatan itu, tsunami kecil terjadi di empat titik, yakni di Desa Carik setinggi 13,5 cm, Desa Badas 10 cm, dan Desa Lembar 9 cm,

dan Benoa 2 cm. Namun, peringatan dini tersebut diakhiri pukul 20.25 WIB pada Minggu (5/8). Rahmat menjelaskan, gempa susulan diperkirakan masih terjadi di area Lombok dan daerah sekitar gempa utama yang berkekuatan 7,0 SR itu. Dia menjelaskan tren kekuatan gempa susulan tersebut adalah menurun, dan tidak akan melampaui kekuatan 7,0 SR ke atas. Gempa berkekuatan 7,0 SR di Lombok pada Minggu (5/8) merupakan tipe II karena telah didahului gempa pendahuluan pada Minggu (29/7) dengan kekuatan mencapai 6,4 SR, sehingga yang terjadi saat ini adalah gempa-gempa susulan setelah gempa utama yang berkekuatan 7,0 SR itu. (kmb/ant)

Bali Post/ist

WISATAWAN ASING - Proses evakuasi wisatawan asing dan domestik dari Gili Trawangan ke Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara. (Beritanya di halaman 1)

Semester I 2018, Ekonomi Bali Tumbuh 5,86 Persen

Denpasar (Bali Post) Ekonomi Bali pada semester I (2018) tumbuh 5,86 persen ctc (triwulan I ditambah triwulan II 2018 dibandingkan triwulan I ditambah triwulan II 2017). Pertumbuhan ini sejalan dengan kunjungan wisatawan yang naik 22 persen dan adanya panen raya padi di triwiulan ini, sehingga kelompok pertanian, kehutanan, perikanan tumbuh 2,84 persen. Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan, S.E., M.Si. saat release BPS Senin (6/8) kemarin menyampaikan, pertumbuhan 5,68 persen ctc ini mengalami perlambatan dibandingkan periode sama tahun 2017 yang tumbuh 6,10 persen. Namun pertumbuhan ini cukup baik. ‘’Pertumbuhan 5,86 persen ini bukan rendah, tapi relatif tinggi. Karena tidak lebih dari 10 provinsi yang bisa tumbuh di atas 6 persen. Indikasi pertumbuhan ini pun dapat dirasakan hingga lapisan masyarakat bawah,’’ ungkapnya. Pertumbuhan ini tidak terlepas dari pertumbuhan wisatawan yang naik 22 persen qtq, di bidang pertanian tumbuh 2,84 persen dengan

adanya peningkatan produksi padi 48,68 persen qtq, industri pengolahan besar sedang meningkat 8,38 persen, industri menengah kecil meningkat 8,95 persen. Meski bidang pertanian mengalami pertumbuhan, namun ia mencermati sejak tahun 2010, kontribusi pertanian terhadap PDRB terus mengalami penurunan. Sebelumnya kontribusi pertanian mencapai 17 persen, sedangkan triwulan II 2018 ini kontribusi pertanian 13,95 persen. Sedangkan kontribusi akmamin pada pertumbuhan PDRB adalah 23,19 persen. Sementara dari sisi permintaan yaitu komponen konsumsi masyarakat tumbuh 3,47 persen yoy pada semester I 2018. Selain konsumsi rumah tangga, impor barang modal juga mengalami peningkatan kurang lebih 7 persen, belanja

modal pemerintah meningkat dua kali lipat. Ekspor juga meningkat 22 persen, terutama ekspor jasa karena ekonomi Bali dominan disangga pariwisata. Sementara ekspor komoditi mengalami penurunan yaitu komoditi, kayu, kulit dan karet. Jasa keuangan tumbuh negatif -0,31 persen. ‘’Lima lapangan usaha dengan kontribusi relatif besar yaitu kelompok pertanian, kehutanan, perikanan, kelompok konstruksi, kelompok perdagangan besar dan eceran, reparasi kendaraan, kelompok transportasi pergudangan, kelompok akmamin. Jika ditotal, 70 persen pertumbuhan PDRB disumbang lima kelompok ini,’’ ungkapnya. Analis Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Provinsi Bali Umran Usman mengatakan, Bali masih me-

miliki sumber–sumber pertumbuhan ekonomi di triwulan berikutnya, sehingga BI KPw memproyeksi pertumbuhan ekonomi Bali 5,9 - 6,3 persen. Dari data BPS Bali itu terlihat kinerja jasa keungan -0,31 persen. Menurutnya, karena NPL cenderung meningkat, sehingga bank–bank lebih selektif dalam penyaluran kredit. ‘’Yang berdampak pada ekonomi itu kalau bank menyalurkan kredit ke pelaku usaha atau masyarakat. NPL kan cenderung meningkat, sehingga bank akan menyelesaikan terlebih dahulu kredit masalah itu, kedua selektif untuk membiayai terutama bidang usaha yang NPL-nya naik,’’ jelasnya. Kinerja bank ini tidak hanya dampak dari erupsi Gunung Agung tetapi juga situasi ekonomi global yang melemah. (kmb42)

WARUNG GLOBAL

Keterbatasan Anggaran Jangan Jadi Penghambat Berantas Narkoba UPAYA pemberantasan narkoba di Indonesia belum satu. Buktinya ada sejumlah napi mengendalikan peredaran narkoba dari lapas. Di samping itu BNN juga mengungkapkan bahwa kendala dalam pemberantasan narkoba yaitu keterbatasan anggaran dan personel. Begitu juga dengan BNNP Bali. Penggalangan komunitas, LSM, desa adat dan instansi terkait terus dilakukan BNNP Bali dalam memerangi narkoba. Sejumlah kebijakan juga diambil untuk mengatasi penyalahgunaan narkoba. Di antaranya penyusunan pararem. Yang intinya ikut melakukan pencegahan dengan melakukan penyuluhan, rehabilitasi, mengajak orang-orang yang terkena narkoba untuk direhabilitasi. Lalu bagaimana pendapat Kawan Global terkait dengan hal ini? Berikut rangkuman acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Senin (6/8) kemarin. Sejauh ini pemberantasan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan BNNP Bali sudah bagus, menurut Ari di Karangasem. Keterbatasan anggaran dan personel agar segera diatasi oleh pemerintah pusat, sehingga pemberantasan narkoba bisa lebih maksimal. Meskipun terkendala anggaran dan personel sebaiknya jangan dijadikan hambatan, demikian Febri di Denpasar

sembari menyemangati. Selama ini peredaran narkoba makin masif di tengah gencarnya penangkapan pelaku. Ia mencurigai ada ‘’orang besar’’ sehingga pemberantasan narkoba sulit dilakukan. Ia pun menyarankan agar hal ini ditelusuri. Selain memang membutuhkan komitmen bersama. Sama dengan Febri, Werdha, warga Gianyar, juga setuju bahwa pemberantasan

narkoba dibutuhkan komitmen dan penyatuan persepsi. Anggaran dan personel itu penting dalam pemberantasan narkoba. Meskipun demikian, jangan menyerah terhadap narkoba. Narkoba merusak ketahanan negara dan generasi muda. Untuk itu, Gusti Sumardayasa di Tabanan menyatakan bahwa hal ini mendesak diberantas. Seperti halnya korupsi, narkoba

harus mendapat perhatian serius dari pemerintah, baik penambahan anggaran maupun personelnya. Penegakan hukum juga diperlukan yakni hukuman mati. Fera di Tabanan juga memberikan semangat untuk BNNP Bali. Meskipun anggaran kecil serta personel yang terbatas, jangan dijadikan penghambat dalam pemberantasan narkoba ini. (sikha)

Belum Bergerak

Tidak ada, kecuali penyewaan tempat dan mempermudah cari tempat makan. Mengapa itu sampai terjadi? Inilah pertanyaan yang gampang-gampang susah. Artinya gampang dijawab tetapi susah dikerjakan. Potensi perikanan di Bali cukup besar. Tak hanya di laut juga di darat. Namun potensi itu belum bergerak. Bahkan cenderung diabaikan. Fakta di lapangan, minat krama Bali terjun ke sektor perikanan terus menurun. Jika dicermati, kelompokkelompok nelayan kini didominasi orang luar Bali. Ketidakhirauan krama Bali terhadap potensi perikanan dan kelautan perlu menjadi catatan khusus. Sebab, potensi perikanan dan kelautan Bali cukup besar, sehingga perlu sumber daya manusia (SDM) mumpuni untuk mengelolanya dengan baik. Seperti diketahui, selama tahun 2017, Bali mengekspor hasil perikanan dan kelautan sebesar USD 326,57

juta. Meningkat 46,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD 222,52 juta. Angka itu bukan main-main. Sebab, nilai perolehan devisa tersebut memberikan andil sebesar 48,05 persen dari total nilai ekspor Bali. Sebagian besar nilai ekspor perikanan dan kelautan disumbangkan perdagangan ikan, khususnya tuna. Sedangkan rumput laut terus merosot. Data tersebut semestinya mengetuk hati orang Bali bahwa betapa besarnya potensi perikanan dan kelautan. Tetapi memang tidak bisa dimungkiri, pariwisata adalah sektor andalan Bali. Sekitar 80 persen roda perekonomian Bali digerakkan sektor ini. Bak semut mengincar gula, krama Bali pun berlombalomba berebut berkah pariwisata. Alhasil, banyak nelayan penangkap ikan beralih ‘’menangkap’’ dolar. Sejatinya potensi perikanan tidak boleh diabaikan, dan harus diperhitungkan sebagai sektor unggulan. Apalagi dalam budi daya ikan. Sebab, Bali juga dikenal sektor pertaniannya. Air juga mengalir sepanjang tahun. Salah

satunya adalah budi daya ikan lele. Kita harus melihat kondisi di Bali sekarang ini. Bali yang dikunjungi jutaan wisatawan lokal maupun mancanegara tiap tahunnya, tentu hal ini merupakan peluang. Di Bali banyak ada pedagang, terutama dagang nasi lalapan. Tingginya kebutuhan ikan ini membuat para pembudi daya kewalahan meladeni konsumen. Bahkan, selalu kekurangan. Tak pelak, ikan lele pun dipasok dari luar Bali. Melihat kondisi seperti itu, pemerintah daerah harus bergerak cepat dan mengambil langkah untuk meningkatkan produksi ikan lele. Walaupun di beberapa kabupaten di Bali sudah ada yang mengembangkan lele, namun hasilnya masih sedikit. Di Kabupaten Gianyar, misalnya. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Kabupaten Gianyar terus berupaya dalam meningkatkan produksi ikan lele. Salah satunya dilakukan dengan pengembangan sistem bioflok. Sistem ini diharapkan bisa memperbesar ukuran ikan

lele. Sebab, ikan ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan tidak memerlukan perawatan rumit. Namun saat ini yang menjadi kendala di kalangan peternak ikan yakni kebutuhan pakan. Ini merupakan biaya terbesar yaitu berkisar antara 80-85 persen dari total biaya produksi. Sementara di kabupaten lain seperti di Tabanan, kebutuhan akan ikan lele mencapai 15 ton per hari. Sementara produksinya hanya 3 ton. Dinas Perikanan Tabanan pun telah melakukan pendampingan dengan membina 324 kelompok budi daya lele yang tersebar di 10 kecamatan. Namun ternyata hanya bisa memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan. Di sini ada ketidakstabilan penghasilan lele di tingkat peternak ikan. Sebenarnya sektor perikanan merupakan potensi yang mesti dimanfaatkan oleh krama Bali. Tentu peran pemerintah sangat diharapkan. Pertama menjamin adanya pasokan bibit lele yang baik, harga pakan yang memadai serta saluran pasar setelah ada produksi. * Pramana Wijaya


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Selasa Wage, 7 Agustus 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Guardiola Puji Foden London – Talenta muda Manchester City, Phil Foden, didapuk pujian oleh sang pelatih Pep Guardiola setelah tampil baik saat melawan Chelsea dalam laga pembuka musim Community Shield yang berakhir 2-0 di Stadion Wembley, London, Inggris, Senin (6/8) dini hari kemarin. Ini gelar Community Shield kelima bagi City. Foden membukukan sebuah assist setelah umpan pendeknya berujung gol pembuka keunggulan City yang dicetak oleh Sergio Aguero pada menit ke-13. Pemain berusia 18 tahun itu tampil selama 76 menit sebelum digantikan sesama pemain muda lain Brahim Diaz. Gol kedua City juga dibuat Aguero untuk menjadi pemain pertama klub ini yang mampu mencapai torehan 200 gol. ‘’Phil Foden siap untuk Liga Primer Inggris. Kini dia memiliki satu tahun pengalaman lagi. Itu hal baik bagi kami,’’ kata Guardiola di akun twitter resmi City selepas pertandingan. Foden memang tampil cukup optimal di laga tersebut, bahkan amat efektif dalam menjaga ruang gerak jenderal lapangan tengah anyar Chelsea, Jorginho, yang diboyong pelatih Maurizio Sarri dari Napoli. Sementara itu, Sarri merombak formasi tiga bek yang dipakai pada musim lalu menjadi empat bek. Ia masih harus melakukan banyak hal untuk memadukan mereka menjadi satu unit kompetitif. Pemain Brazil David Luiz berkali-kali terlihat tidak berdaya, dan hanya gelandang Ross Barkley yang mampu tampil cukup meyakinkan. Sarri mengatakan hanya menginginkan pemain yang memiliki motivasi sangat tinggi, di tengah ketidakpastian masa depan beberapa pemain dalam klub Liga Inggris itu. Ia ingin berbicara dengan kiper Thibaut Courtois setelah agen pemain asal Belgia ini, Christophe Henrotay, mengatakan kliennya ingin meninggalkan Stamford Bridge dan menatap Real Madrid. ‘’Saya tidak perlu bereaksi terhadap pihak agen, saya tidak tertarik. Saya baru datang ke sini tiga pekan lalu, dan hanya bertemu enam pemain. Cukup sulit. Kami punya ide-ide untuk menekan, namun terkadang tidak bisa segera,’’ tambah Sarri. (ant/rtr)

PCI Hanya Lepas Swandewi ke DKI

Gianyar (Bali Post) Pengprov PCI Bali hanya melepas seorang pemain cricket Kadek Swandewi yang memilih hengkang membela DKI Jakarta. Sementara 14 pemain cricket Bali lainnya belum resmi dilepas untuk mengusung bendera Papua. Ketua Harian Pengprov PCI Bali Made Erawan di Gianyar, Senin (6/8) kemarin mengungkapkan, surat pengunduran diri Kadek Swandewi untuk hijrah ke Ibu Kota telah disetujui Ketua Umum Pengprov PCI Bali Cokorda Raka Ibah Kerthyasa. Erawan mengakui pada Kejurnas Cricket 2018 di Lapangan Cricket Kampus Unud pada 29 Juni sampai 7 Juli lalu memang terdapat 14 atlet putra dan putri Bali yang memperkuat tim Bumi Cendrawasih. ‘’Pertimbangannya, Papua yang menjadi tuan rumah PON XX/2020 mendatang belum memiliki atlet cricket, padahal cabor cricket dipertandingkan pada hajatan multi-event empat tahunan antarprovinsi se-Indonesia tersebut. Atlet Bali sifatnya hanya membantu,’’ paparnya. Menurutnya, meskipun pemain cricket Bali mengibarkan bendera Papua di ajang kejurnas, kenyataannya PCI Bali belum melepas mereka. ‘’Ketua Umum PCI Bali Cok Ibah sampai terheran-heran dan tak mengetahui atlet Bali membela provinsi lain. Saya selaku Ketua Harian PCI Bali tak tahu mereka menyeberang ke daerah lain. Saat kejurnas, saya hadir ketika pembukaan saja,’’ kilahnya. Oleh sebab itu, Erawan menyimpulkan, ke-14 atlet cricket Bali yang membela Papua tetap masih milik Bali. Ke depannya mereka tetap dan berhak membela Pulau Dewata pada event kejurnas. Apalagi, PCI dan KONI juga belum melepas mereka. (022)

Piala AFF U-16

Bali Post/ant

SELEBRASI – Pemain Indonesia Amirudin Bagus Kahfi Alfikri (tengah), Rendy Juliansyah (kanan) dan Muhammad Talaohu melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Kamboja di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Senin (6/8) malam kemarin.

Indonesia Lolos Sempurna Sidoarjo (Bali Post) – Tekad tim nasional Indonesia untuk merebut kemenangan dari Kamboja meski telah lolos ke babak semifinal, akhirnya menjadi kenyataan. Para pemain Indonesia tetap bermain bersemangat, sehingga berhasil mencukur Kamboja dengan skor 4-0 pada laga terakhir Grup A turnamen Piala AFF U-16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/8) malam kemarin. Kemenangan atas Kamboja membawa timnas Indonesia yang berjuluk Garuda Asia lolos ke semifinal sebagai juara grup dengan nilai sempurna 15 hasil lima kali bertanding. Myanmar di posisi kedua mengoleksi poin 10. Juara bertahan Vietnam harus puas bercokol di tempat ketiga dengan poin sama, namun kalah selisih gol. Timor Leste dan Filipina masih menyisakan satu laga, namun hasilnya tidak berpengaruh lagi. Di babak semifinal, Indonesia akan ditantang Laos atau Malaysia yang

masih berebut tempat kedua di Grup B. Sementara Myanmar menjajal juara Grup B yang kemungkinan besar ditempati Thailand. Seperti pertandingan sebelumnya dan juga dilakukan oleh timnas U-19, kemenangan timnas Indonesia U-16 disambut sangat gembira oleh penonton yang memenuhi stadion. Mereka tidak beranjak dari tempat duduknya setelah wasit meniup peluit panjang. Para pencinta timnas baru meninggalkan stadion setelah saling dukung dengan

punggawa timnas yang dipimpin langsung oleh pelatih Fakhri Husaini berdiri melingkar di tengah lapangan lewat gerakan tepuk tangan beberapa kali di atas kepala. Myanmar-Vietnam Pada pertandingan sebelumnya, Myanmar menahan Vietnam dengan skor 2-2. Myanmar unggul lebih dulu melalui tendangan La Minh Htwe pada menit ke-11 memanfaatkan bola muntah dari kiper Vietnam Nguyen Duy Dung. Vietnam membalas ketertinggalan setelah bola muntah Myanmar ditendang oleh Dinh Thanh Trung pada menit ke-27. Memasuki babak kedua, kedua tim sama-sama tampil ngotot untuk memenangkan pertandingan. Vietnam lebih banyak menggunakan skema

Vidal ke Barca untuk Menangi Semua Trofi Barcelona – Gelandang anyar Barcelona, Arturo Vidal, yang baru saja resmi didatangkan dari Bayern Muenchen, menyatakan ingin memenangi segalanya bersama tim barunya tersebut. Punggawa tim nasional Chile ini menyebut kepindahannya ke Barcelona sebagai sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. ‘’Sungguh sebuah mimpi. Saya harap bisa meraih targettarget saya. Saya di sini untuk memenangi semua trofi yang mungkin diraih dan saya akan memberikan segalanya di atas lapangan untuk mencapainya,’’ kata Vidal dalam wawancara perdananya sebagai pemain Barcelona, dilansir laman resmi klub, Senin (6/8) kemarin. Vidal juga menjanjikan tak akan surut berjibaku memberikan 100 persen tenaganya untuk membantu timnya meraih hasil terbaik di setiap pertandingan. ‘’Seluruh tenaga, semangat, membantu tim setiap saat demi memastikan kemenangan. Dalam tiga tahun kontrak ini, saya harap kami bisa memenangi setiap turnamen yang kami mainkan,’’ ujarnya seraya mengaku tak sabar bermain bersama Lionel

Messi, Luis Suarez dan Sergio Busquets. Vidal melakoni sesi foto sebagai pemain Barcelona, Senin kemarin, sebelum diperkenalkan secara resmi di atas lapangan Stadion Nou Camp, Barcelona, Spanyol. Pemain yang memiliki banyak tato ini menjadi rekrutan keempat Barcelona setelah bek Clement Lenglet dari Sevilla, gelandang muda Brazil Arthur asal Gremio dan sayap Malcom dari Girondins Bordeaux. Sementara itu, gelandang Chelsea Willian mengakhiri spekulasi media yang mengaitkan dirinya dengan kepergian dari Stamford Bridge. Ia mengatakan gembira di The Blues dan tidak berniat meninggalkan mereka di bursa transfer saat ini. Laporan-laporan media mengatakan pemain internasional Brazil itu menjadi incaran Barcelona dan Manchester United, menyusul memburuknya hubungan dia dengan mantan manajer Chelsea Antonio Conte menjelang akhir musim lalu. Pemain 29 tahun itu menjelaskan situasi terkini setelah Chelsea kalah 0-2 dari Manchester City di Community Shield di bawah asuhan manajer baru Maurizio Sarri. “Saya selalu menjelaskan sangat gembira bermain untuk Chelsea. Saya tidak pernah mengatakan ingin meninggalkan klub. Ini adalah era baru, dengan manajer baru. Saya telah melakukan pembicaraanpembicaraan yang bagus dengan dia. Saya berharap kami dapat menikmati banyak k e menang a n , ” s e b ut Willian. (ant/rtr)

Bali Post/ist

JUARA - Tim sepak bola Undiksha Singaraja keluar sebagai juara Liga Mahasiswa U-21 Piala Menpora Rayon Bali.

Undiksha U-21 Wakil Bali ke Region X

Mangupura (Bali Post) Kesebelasan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja keluar sebagai juara Liga Mahasiswa U-21 Piala Menpora setelah mencukur Unhi Denpasar dengan skor 9-1 di Lapangan Ngurah Rai, Sibang Kaja, Abiansemal, Badung, Minggu (5/8) lalu. Selanjutnya Undiksha mewakili Bali ke Region X guna meladeni tim juara Liga Mahasiswa U-21 NTB dan NTT. Kesembilan gol kemenangan Undiksha ke gawang Unhi yang dikawal Yogi dihasilkan Widodo Cahyono P. (3), Jony Arta Santosa (3), Dicky Karianta,

Zainul Arifin dan Gede Diefa Ade. Unhi hanya mampu mempertipis kekalahan dengan sebutir gol ke gawang Undiksha yang dijaga Johan Arianta. Pertandingan dipimpin wasit Joniarta. Koordinator Panpel Liga Mahasiswa Rayon Bali Ida Bagus Purnaya, di Badung, Senin (6/8) kemarin menjelaskan, Liga Mahasiswa kembali digulirkan mulai 2018, namun pesertanya hanya dua kontestan sehingga langsung bertarung di babak final. ‘’Alasan perguruan tinggi tidak mengirimkan tim macammacam. Ada yang mengaku jarang berlatih, tidak memiliki tim sepak bola

dan berbenturan dengan jadwal wisuda. Saya berharap tahun 2019 nanti lebih banyak lagi tim yang ikut berpartisipasi,’’ ujarnya. Tim Undiksha kini menunggu partisipasi tim juara Liga Mahasiswa NTB dan NTT yang akan bertanding di Bali. Jika NTB dan NTT tak mengirim timnya, otomatis Undiksha berlaga ke putaran nasional di Bandung, 12 September mendatang. Putaran nasional di Bandung melibatkan 16 tim dari 16 region yang dibagi dalam empat grup. Juara dan runner-up pul melaju ke babak delapan besar. (022)

umpan jauh untuk menusuk ke jantung pertahanan Myanmar. Sebaliknya Myanmar lebih banyak menggunakan serangan-serangan pendek untuk mengelabuhi pemain belakang Myanmar. Pada menit ke-58 tendangan bebas mendatar pemain Myanmar Zaw Win Thein ditips oleh Yan Kyaw Soe hingga tidak bisa dijangkau kiper Nguyen Duy Dung. Vietnam mengejar ketertinggalan melalui tendangan Dinh Thanh Trung pada menit ke-69. (052/ant) Klasemen Sementara Grup A Indonesia 5 5 Myanmar 5 3 Vietnam 5 3 Kamboja 5 1 Timor Leste 4 1 Filipina 4 0

0 1 1 0 0 0

0 1 1 4 3 4

21-3 17-7 15-7 7 -12 4 -11 2 -26

15 10 10 3 3 0

BAORI Mediasi Perpindahan Meidiani

Denpasar (Bali Post) Badan Arbitrase Olahraga Republik Indoensia (BAORI) memediasi perpindahan pejudo Bali Luh Eka Meidiani Pujahasita ke Jawa Timur. Sidang perdana mediasi dilakukan di Kantor BAORI Jakarta, Jumat (3/8) lalu. Pihak Jatim dihadiri Bidang Hukum dan Etika, sedangkan kubu Bali melibatkan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi didampingi Sekum IGN Oka Darmawan dan Binpres Nyoman Yamadhiputra. Suwandi kepada Bali Post, Senin (6/8) kemarin mengemukakan, Meidiani masuk progam atlet Pratama dan berhak mendapatkan uang pembinaan tiap bulan. Oleh karena itu, ia menyarankan pejudo yang turun di kelas 45 kg itu berpikir lebih jernih lagi dengan mempertimbankan keinginan meninggalkan Bali untuk memperkuat Jatim. ‘’Kami minta surat keterangan dari KONI Jatim yang menerangkan bahwa Meidiani benar-benar kuliah di Jatim,’’ ungkapnya. Ia mengingatkan Meidiani agar jangan tergesa-gesa pindah tanpa memikirkan apakah betul tenaganya dipakai oleh provinsi lain. ‘’Selain itu, jika benar mau hijrah, harus ada dana kompensasi sebab selama ini dia menerima uang pembinaan,’’ ucapnya. Suwandi mengaku heran sebab prosedur mutasi Meidianai belum ada surat keterangan pindah dari klub asalnya, Neo Judo Club Bangli, Pengkab PJSI Bangli dan Pengprov PJSI Bali. Menurutnya, dalam sidang di BAORI langsung berhadapan antara KONI Bali dan KONI Jatim. Agenda sidang berikutnya pada Kamis (9/8) nanti. (022)

Presiden Targetkan Dua Emas dari Silat

Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo memberikan target perolehan minimal dua medali emas dari cabang olahraga pencak silat dalam perhelatan Asian Games 2018. Target itu diungkapkan Presiden Jokowi setelah melakukan peninjauan kesiapan infrastruktur Asian Games XVIII 2018 di arena Padepokan Pencak Silat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Senin (6/8) kemarin. Presiden juga menyampaikan harapan agar cabang olahraga pencak silat dapat mendulang medali emas sebanyak-banyaknya. Ia bahkan meyakini perolehan medali emas dari cabang olahraga bela diri tersebut akan melampaui target. ‘’Saya berharap dari cabang olahraga pencak silat kita akan mendulang mendapatkan emas sebanyakbanyaknya,’’ katanya.

Terlebih, katanya, latihan sudah dilakukan secara optimal dalam jangka panjang yakni selama tiga tahun. Melalui latihan yang sudah diperlihatkan, semuanya akan lebih dari dua emas. ‘’Saya meyakini itu. Latihan jangka panjang tiga tahun pasti menghasilkan sebuah hasil di Asian Games 2018,’’ ujarnya. Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat di antaranya Menpora Imam Nahrawi dan Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono meninjau kesiapan beberapa arena dan infrastruktur pesta olahraga terbesar kedua di dunia setelah Olimpiade itu. Titik pertama yang ditinjau adalah arena pencak silat yang terletak di Kompleks Padepokan Pencak Silat di TMII, Jakarta Timur. Presiden tiba di arena pencak silat pukul 08.30 WIB. Disambut oleh Ketua Bidang Penelitian dan

Pengembangan PB IPSI Edhy Prabowo, Jokowi langsung diajak melihat para atlet yang sedang berlatih. Presiden selanjutnya meninjau arena pertandingan cabang jetski dan layar di Ancol, Jakarta Utara. Ia memastikan venue untuk jetski dan layar telah siap untuk perhelatan Asian Games 2018. ‘’Kita telah melihat venue untuk berlayar dan jetski. Semuanya sangat bagus, sangat siap dipakai Asian Games,’’ jelasnya. Bersamaan dengan peninjauan venue layar, Presiden Jokowi meresmikan Jetski Indonesa Academy dan Indonesia National Sailing Center. Saat meninjau masing-masing venue, Presiden menyempatkan berdialog dengan para atlet dan berfoto bersama mereka. Presiden juga menyemangati para atlet agar bisa mempersembahkan prestasi terbaik untuk bangsa. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 7 Agustus 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu