Skip to main content

Edisi 07 Januari 2018 | Balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

minggu Paing, 7 Januari 2018

u g g n Mi Pengemban Pengamal Pancasila

20 HALAMAN

NOMOR 136 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418


terbit sejak 16 agustus 1948

u g g n Mi

perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

minggu Paing, 7 Januari 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

20 HALAMAN

NOMOR 136 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Digoyang Foto ’’Panas’’, Anas Mundur Jakarta (Bali Post) -

Kubu PDI-P untuk Pilkada Jawa Timur digoyang isu kampanye hitam. Akibatnya, menjelang pendafatran, calon Wakil Gubernur Jawa Timur Abdullah Azwar Anas mundur dengan mengembalikan mandat kepada DPP PDI Perjuangan, Sabtu (6/1) kemarin. Kontan saja membuat jajaran DPP PDI Perjuangan kecewa. Sekjen Hasto dan Mega sampai menangis atas kasus ini.

BPM/ant

MENANGIS - Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto menangis ketika memberikan keterangan kepada wartawan mengenai pengunduran diri Abdullah Azwar Anas dari pencalonan sebagai wagub di Pilgub Jatim.

KBS-Ace Daftar Tanggal 8, Mantra-Kerta 9 Januari Denpasar (Bali Post) Pertarungan pasangan calon (paslon) dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dipastikan berlangsung head to head, yakni paslon I Wayan KosterTjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (KBS-Ace) dan I.B.

Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (MantraKerta). Awalnya, kedua paket sama-sama ingin mendaftar pada 8 Januari, tetapi kemudian paket Mantra-Kerta memutuskan untuk melakukan pendaftaran pada 9 Januari. Tahapan pendaftaran bakal

paslon sendiri dijadwalkan selama tiga hari mulai 8 hingga 10 Januari 2018. ‘’PDI-P akan mendaftarkan KBS-Ace tanggal 8, pukul 11.00. Sedangkan bakal pasangan calon Mantra-Kerta didaftarkan tanggal 9,’’ ujar Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka

Sandi dikonfirmasi, Sabtu (6/1) kemarin. Kemarin, KPU Bali juga telah menggelar Technical Meeting Pendaftaran Bakal Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018 di Kantor KPU Bali. Hal. 19 Berjalan Tertib

Difteri pada Anak Kasus difteri yang merebak di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan 25 provinsi lainnya membuat ngeri para orangtua di Bali. Orangtua mengkhawatirkan anaknya tertular, namun hingga kini Bali masih dinyatakan aman dari difteri. PENYAKIT difteri tak sembarang menular. Perlu agen yang membawa bakteri difteri dan kemudahan kuman tersebut masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu imunisasi dan kebersihan lingkungan sangat penting dijaga. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Bali Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha,

Sp.A.(K) membenarkan kebersihan lingkungan memengaruhi cepatnya penularan penyakit ini. Mengingat difteri merupakan penyakit infeksi, sehingga memerlukan agen yaitu kuman untuk membawanya ke manusia. Sementara tubuh manusia sebagai host memiliki daya tahan tubuh. ‘’Jika daya tahan tubuh anak bagus, berarti agen ini tidak bisa masuk,’’ ujarnya. Daya tahan tubuh itu dilihat dari status imunisasi dan status gizinya. Status gizi yang baik secara otomatis akan membuat daya tahan tubuhnya baik, sehingga kuman tersebut tidak mudah masuk. Selain itu, tindakan pencegahan yaitu imunisasi. Imunisasi yang bagus adalah mendapatkan imunisasi selengkaplengkapnya. Hal. 19 Tiga Kali IMUNISASI - Imunisasi DPT menentukan kekebalan terhadap difteri.

Cakupan Imunisasi di Bali

Semua Daerah Capai Angka di Atas 95 Persen Sejak tahun 2012 hingga tahun 2016 cakupan imunisasi di Bali diatas 95 persen. Bahkan imunisasi setelah anak usia diatas dua tahun yaitu kelas I dan kelas V dan VI cakupannya juga di atas 95 persen. Cakupan imunisasi yang tinggi mempengaruhi kekebalan kelompoknya atau komunitasnya. BERDASARKAN data tahun 2016, pemberian imunisasi DPT usia 0 bulan hampir semua kabupaten/kota cakupannya di atas 100 persen. Hanya Gianyar dan Karangasem yang cakupannya 99,5 persen dan 93,4 persen Cakupan imunisasi DPT usia 1 bulan juga hampir semua kabupaten/kota yang 100 pers-

en, hanya Karangasem dan Denpasar yang cakupannya 92,5 persen dan 94,2 persen. Cakupan imunisasi DPT usia 6 bulan hanya Klungkung, Karangasem, dan Denpasar yang di bawah 100 persen yaitu 99,3 persen, 93,1 persen, dan 93,9 persen. Hal. 19 Usia 1,5 Tahun

Mundurnya Anas sebagai Cawagub Jatim yang dipasangkan dengan Syaefullah Yusuf diduga kuat akibat foto-foto ‘’panasnya’’ yang tersebar cepat di kalangan netizen. Tersebar foto syur yang diduga mirip dengan dirinya bersama dengan seorang wanita yang hingga saat ini masih misterius. Foto-foto ini kemudian dibumbui politik, sehingga Bupati Banyuwangi itu urung bertarung di Pilkada Jawa Timur melawan pasangan calon Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak. Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto paling pertama tak kuasa menahan airmata yang berlinang ketika menegaskan mundurnya Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dari bursa calon gubernur dan karena politik hitam yang diduga dilakukan lawan politiknya. Setelah hal ini dilaporkan ke Megawati, Megawati pun ikut

menangis karena kasus ini. ‘’Semua kami menangis, para kiai menangis, Ibu Megawati menangis. Kami tidak menyangka seorang Abdullah Azwar Anas mengalami caracara yang seperti ini,’’ kata Hasto Kristiyanto sambil menyapu air mata dengan sapu tangannya di depan kediaman Ibu Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Sabtu kemarin. Menurut Hasto, ada bumbu politik di foto-foto Anas. Misalnya sengaja menonjolkan wine di mobil yang bukan mencerminkan karakter seorang NU. Meski demikian, DPP belum mengambil sikap siapa pengganti Anas. Sementara itu, Cagub Jatim Syaefullah Yusuf yang diusung PKB mengaku jika memang Anas segera diganti sebaiknya ditentukan orang yang memiliki kemampuan setara Anas. Dia pun menyerahkan pergantian tersebut kepada PDI-P.

Dikenal Jujur Di bagian lain, Hasto mengungkapkan dirinya sudah lama mengenal serta menilai kepribadian Azwar Anas dalam memimpin Banyuwangi dengan baik, sehingga partainya mencalonkan Abdullah Azwar Anas untuk maju dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur mendampingi Ipul. ‘’Kami melihat dalam keseharian, pengenalan kami dengan Pak Azwar Anas dia orang baik, dia orang jujur yang menolak berbagai bentuk suap demi kekuasaan untuk rakyatnya itu. Jadi kami masih mempertimbangkan, meskipun ini tidak mudah bagi PDI Perjuangan, tetapi kami akan tetap mendampingi Azwar Anas,’’ ujarnya. Lebih jauh ia mengatakan, Azwar Anas adalah sosok pemimpin yang memiliki prestasi sepanjang memimpin Banyuwangi. Hal. 19 Kepentingan Rakyat

Risma Tolak Gantikan Anas Surabaya (Bali Post) Kubu PDI-P kini harus bekerja keras mencari pengganti posisi Abdullah Azwar Anas yang mengundurkan diri sebagai bakal calon Wakil Gubernur Jawa Timur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 karena diterpa isu kampanye hitam. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menolak menggantikannya. ‘’Mohon maaf, saya terus terang masih ingin di Surabaya, saya tidak ingin berubah, sudah beberapa tahun lalu, saya masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan di Kota Surabaya,’’ kata Rismaharini kepada wartawan, Sabtu (6/1) kemarin. Hal. 19 Lanjutkan Pekerjaan

Tri Rismaharini

BPM/dok

Penduduk Pendatang Di-’’sweeping’’ BALI yang merupakan daerah pariwisata tentu akan didatangi oleh penduduk luar yang ingin mencoba peruntungan di Bali. Hal ini juga membawa risiko penularan difteri. Terutama dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan provinsi terdekat dengan Bali. Untuk itu Dinas Kesehatan juga mengantisipasi dengan melakukan sweeping

bagi penduduk pendatang. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. menjelaskan, setiap penduduk pendatang pasti terdata di lingkungan tersebut, sehingga imunisasi juga diberikan. ‘’Jika dia tidak datang saat imunisasi di posyandu atau puskesmas, tapi datanya tercatat, petugasnya akan datang. Ada istilah kita sweeping. Ka-

lau imunisasi itu tidak memenuhi target dalam kurun waktu tertentu, dilakukan sweeping oleh petugas imunisasi. Sweeping itu dicari ke rumah-rumahnya sampai dapat,’’ bebernya. Pada saat sweeping juga akan ditemukan orang baru atau pindahan yang belum imunisasi. Hal. 19 Tunjukkan KMS


4

Minggu Paing, 7 Januari 2018

Urgensivitas Cerita

Rasa salut dan bangga kepada Made Taro yang telah mampu menghadirkan dongeng dan cerita di harian ini sebagai dimensi lain dari proses pendidikan. Betapa tidak usaha penggalian dari Made Taro untuk menggali kembali beberapa cerita rakyat yang sangat mendukung proses pendidikan tentu memerlukan dedikasi, komitmen, rasa empati terhadap kelestarian cerita-cerita rakyat yang mengandung nilai-nilai edukasi yang tinggi. Beberapa permainan rakyat dan ceritacerita yang telah dimunculkan mengadung dan mengajarkan nilai-nilai kejujuran, ketelitian, rasa ingin tahu yang tinggi, sportivitas tinggi, serta semangat kooperatif. Nilai-nilai seperti ini nampaknya sangat langka ditemukan pada era sekarang ini. Para pembelajar sangat banyak disuguhkan film-film kartun, tema cerita sinetron yang cukup jauh dari nilai-nilai edukatif. Sebagai mantan seorang pendidik, Made Taro sadar akan betapa pentingnya menghadirkan cerita-cerita rakyat dan permainan tradisional dalam segala proses pendidikan. Keseriusan dan ketekunan Made Taro dalam menggali cerita-cerita dan permainan rakyat diharapkan menjadi titik awal pencerahan penggalian nilai-nilai luhur yang terkandung secara implisit yang mulai ditinggalkan. Awal pencerahan inilah yang ingin kita tuju dengan mengerahkan segenap talenta dan piranti yang dimiliki sebagai kekuatan moral intelektual yang mempesona. Dan, tentu mesti terakomodasikan melalui potensi kesadaran estetika-eksploratik-religius. Kesadaran estetika yang menjelajah sukma dan surga. Dengan demikian kita akan mampu memalingkan arah vektor kehidupan untuk segera meninggalkan lingkaran hidup laknat kemasyatan, kepentingan sesaat dan semu, dan saling bertikai sesama. Tetapi bangkit dengan gagah berani melakukan terobosan-terobosan yang unggul dan bersatu dalam bentuk emansipasi dan partisipasi aktif. Cerita Memunculkan serta mengkemas cerita dan beberapa permainan tradisional dalam proses pendidikan akan menjadi mubazir apabila semua kemasan itu tidak terakomodasikan dengan baik dalam proses pendidikan. Aktualisasi dari semua ini memerlukan tantangan yang luar biasa, mengingat begitu mengakarnya tokoh-tokoh cerita yang telah dimunculkan oleh media masa elektronik. Untuk memperkenalkan kembali ketokohan seorang Aji Saka tentu akan sangat sulit karena sudah dikalahkan oleh kepopuleran dari ketokohan film-film

kartun yang ditawarkan yang boleh dikatakan merupakan salah satu musuh bagi orang tua dalam proses pendidikan. Dalam zaman ini, dimana anak-anak menjadi sasaran utama produk profan, akar budaya bangsa menghadapi gerusan dari berbagai arah, sehingga apa yang telah dilakukan oleh Made Taro menjadi layak untuk dikedepankan. Made Taro pun menawarkan dalam harian ini dongeng dan pendidikan sebagai alternatif membentuk karakter anak-anak.

Menumbuhkan Imajinasi dan Kreativitas

tingkat identifikasi terhadap tokoh-tokoh dalam cerita. Lewat proses ini diharapkan pemahaman, penghayatan, dan internalisasi nilai-nilai luhur terjadi dalam setiap diri pembelajar. Terbuka Paul Suparno, mengilhami bahwa ada sikap terbuka yang alami terutama dalam diri pembelajar dan pada kebanyakan orang yang gemar menikmati cerita. Dalam proses pendidikan, baik dalam pendidikan

CERITA - Imajinasi adalah “daya pikir untuk membayangkan diangan-angan atau menciptakan cerita, gambar, lukisan, karangan, dan menggambarkan kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang”. Jika daya imajinasi pembelajar miskin dan kurang, maka akibat pertama yang tampak adalah mampatnya daya kreatif dan jiwa inovatif dari pembelajar. Dengan mengasah imajinasi yang dimiliki oleh pembelajar, lebih lanjut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran prinsip pluralitas dalam kehidupan. Cerita bukan hanya mempunyai fungsi menghibur bagi pembelajar, terkadang akan tumbuh rasa senang dan bahagia serta puas dengan dongeng atau ceritanya. Dan yang terpenting nampaknya jalan cerita akan dapat menumbuhkan rasa simpati atau antipati bahkan sampai pada

di keluarga (misalnya, sebagai pengantar tidur) maupun di sekolah, sikap terbuka alami ini sungguh sayang jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Lewat cerita yang dinikmati, fantasi anak akan terasah. Daya kreativitasnya dapat terangsang. Wawasan pengetahuan

akan semakin bertambah dan luas. Kesadaran hidup kooperatif akan semakin tumbuh. Benih-benih kerendahan hati untuk sujud kepada Sang Pencipta dapat dibangkitkan dan ditingkatkan. Dalam implementasinya di kelas, pendidik diharapkan mampu mengadakan seleksi terhadap cerita-cerita yang akan diperkenalkan kepada pembelajar sesuai dengan usia perkembangan pembelajar dan dapat menyajikannya dengan menarik. Diakui memang, tugas pendidik tidak mudah karena pendidikan formal harus menghadapi persaingan keras dari media cetak, auditif, dan audio visual. Media elektronik tersebut, terutama radio dan televisi, memiliki fasilitas dan sumber daya manusia yang mampu mengemas cerita-cerita, baik yang menunjang nilai-nilai luhur maupun yang melecehkannya ke dalam acara yang jauh lebih menarik. Dimensi lain yang dapat dilihat lewat proses pemberian cerita dalam pembelajaran adalah memberikan kesempatan kepada pembelajar untuk mengasah imajinasinya. Berbagai cerita lewat ketokohan dan ide cerita yang dimunculkan tidak sekadar sebagai lakon cerita yang menyenangkan hati, namun diyakini sangat kuat akan memberikan rangsangan visual kepada pembelajar. Imajinasi inilah memungkinkan pembelajar akan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif. Maka, menjadi amat mendesak kalau dalam setiap proses pembelajaran dan dengan seluruh proses kependidikan memberikan perhatian khusus mengenai pengasahan imajinasi lewat cerita.

Imajinasi Imajinasi adalah “daya pikir untuk membayangkan diangan-angan atau menciptakan cerita, gambar, lukisan, karangan, dan menggambarkan kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang”. Jika daya imajinasi pembelajar miskin dan kurang, maka akibat pertama yang tampak adalah mampatnya daya kreatif dan jiwa inovatif dari pembelajar. Dengan mengasah imajinasi yang dimiliki oleh pembelajar, lebih lanjut diharapkan dapat menumbuh-

kan kesadaran prinsip pluralitas dalam kehidupan. Kesadaran pemahaman, dan penghargaan bahwa berbagai perbedaan dalam masyarakat adalah sesuatu yang alami semakin diperlukan, mengingat kemajuan komonikasi dan informasi menjadikan berbagai perbedaan yang ada semakin transparan dan terbuka. Fokus utama yang ingin dimunculkan dalam pluralitas adalah saling ketergantungan, kerjasama, dan memupuk rasa persatuan. Akar dan Sayap Menghadirkan cerita dalam proses pendidikan diharapkan dapat memberikan dua hal dalam proses pendidikan yang oleh C. Gleeson, dianalogikan dapat memberikan akar dan sayap. Akar merupakan seperangkat nilai (value) yang akan menolong para pembelajar menghadapi badai kehidupan yang tidak terhindarkan. Dalam seperangkat nilai ada upaya untuk memisahkan mana yang harus ditelusuri sebagai jalan kehidupan dan mana yang mesti dihindarkan karena menyesatkan. Sayap adalah gambaran sebuah kebebasan untuk berkreasi dan berimajinasi. Memberikan akar sebagai dasar-dasar nilai merupakan fondasi untuk memberikan imajinasi yang kreatif. Imajinasi yang kreatif ini dapat dimaknai sebagai usaha tiada kunjung henti dalam diri yang secara bertanggung jawab memilih nilai-nilai yang dihargai. Nilai dan imajinasi yang kreatif ibarat sejoli yang sulit dipisahkan. Urgensivitas cerita dalam proses pendidikan dapat menyajikan format dan desain baru yang bernuansa dan estetika tinggi gilang gemilang. Semoga nilai pendidikan karakter yang melekat dalam tokoh-tokoh cerita termanivestasikan dalam proses pendidikan ini. l I Putu Sudibawa Guru Kimia SMAN 1 Sidemen, Karangasem

Minikino Film Week

Peran Festival Film dalam Masyarakat Bali BALI ternyata memiliki beragam aktivitas yang dilakukan para pegiat seni. Salah satunya adalah perhelatan festival film. Sebuah ajang kreatif yang menarik bagi generasi milenial Bali yang memerlukan ruang seluasluasnya untuk mengembangkan budaya visiual mereka menjadi karya kreatif yang bermanfaat untuk semua orang. Festival film pendek Internasional Minikino Film Week diadakan di Bali setiap tahun dan selalu berlangsung selama 8 hari, dimulai pada hari Sabtu dan berlanjut sampai Sabtu di minggu berikutnya. Minikino Film Week pertama diadakan pada 12 - 17 Oktober 2015, melibatkan 6 lokasi yang menyebar di Pulau Bali, menampilkan film-film pendek produksi Indonesia dan Asia Tenggara (Regional). Pada tahun kedua, Filmfreeway sebuah wadah daring untuk festival film internasional, memasukkan Minikino Film Week (MFW)ke dalam daftar 100 Festival Film Internasional dengan review terbaik. Rangking ini berhasil bertahan selama 2 bulan sampai akhirnya tergeser. Perhelatan ke-3 pada tahun 2017, MFW mulai menjalankan acara pra-event berbentuk kompetisi film pendek nasional bertajuk “Begadang Filmmaking Competition”, serta acara pasca-event dalam bentuk roadshow screening, membawa film-film pendek yang mendapat penghargaan Internasional tahun tersebut untuk berkeliling, dipertontonkan di tiga lokasi di wilayah Jakarta dan Tangerang. Benefit Ekonomi kepada Komunitas Lokal Dalam setiap perhelatannya, Minikino Film Week mempertemukan banyak pihak dari latar kepentingan dan budaya yang

berbeda-beda. Secara kuantitas, benefit ekonomi yang ditimbulkan oleh Minikino Film Week tentu masih jauh di bawah industri pariwisata Bali secara umum, namun memantau perkembangan jumlah pengunjung serta dukungan dari badanbadan usaha lokal yang terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini bisa menjadi petunjuk bahwa perkembangannya menuju arah yang baik. Secara kongkret, Minikino mengundang badan usaha lokal untuk aktif terlibat berpromosi di layar-layar film yang dibentang di hadapan penonton. Selanjutnya mengundang pengunjung festival untuk memanfaatkan penawaran-penawaran khusus yang diberikan oleh usaha lokal di masyarakat. Menghias Keseharian Budaya Lokal Festival film menciptakan ruang bertemu antara pembuat film, penyelenggara, distributordan tentu saja penonton film sebagai elemen yang terpenting. Festival film dengan skala internasional membuka kemungkinan pertemuan dari latar budaya yang lebih beragam. Pengunjung festival yang beragam ini melibatkan diri dalam satu tujuan mendasar yang sama, yaitu menyaksikan pertunjukan dan membicarakannya. Fenomena ini menciptakan sebuah komunikasi lintas batas dan memberikan pengalaman budaya yang unik untuk komunitas lokal. Menjadi Atraksi dan Daya Tarik Unik untuk Wisata Sejak tahun pertama perhelatannya, Minikino Film Week melibatkan beberapa kabupaten di Bali. Pada tahun ke-3, Minikino Film Week melibatkan 17 lokasi acara yang tersebar di 6 kabupaten di Bali. Acara yang tersebar ini

MEMASUKI tahun yang baru merupakan suatu hal yang dapat memacu semangat baru, khususnya bagi wanita. Penampilan yang baru juga menjadi acuan untuk semakin eksis menapaki hidup ini. Dengan gerakan yang sederhana apabila dilakukan dengan teknik yang tepat dan benar, maka hasilnyapun dapat diperoleh. Ikuti gerakan berikut bersama Kadek Surya dari LALA STUDIO.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

Gb. I : Posisi kaki kiri tekuk, kaki kanan lurus, sedangkan tangan kanan lurus depan dada memegang dumble, tangan kiri di pinggang. Tekuk lengan kanan lalu luruskan dan ulangi hingga 2 x hitungan setelah itu lakukan arah kebalikan.

merangsang penonton untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, bahkan membawa mereka mengunjungi tempat yang mungkin belum pernah dikunjungi sebelumnya. Ketika kondisi Gunung Agung berubah dan menurunkan jumlah kunjungan wisata ke Bali, perubahan situasi ini sama sekali tidak diperhitungkan. Beberapa perencanaan yang telah disiapkan bahkan sejak

Pelayanan kepada Pertumbuhan Industri Film Secara Umum. Sanchai Chotirosseranee dalam kunjungannya tahun ini berkomentar bahwa, Minikino Film Week yang secara aktif masuk ke desa-desa, mendekat kepada masyarakat lokal di Bali, dan tidak hanya terpusat di kota saja, tentu akan berdampak pada industri film secara umum.

awal tahun terpaksa disesuaikan dengan sangat berhati-hati. Namun, akhirnya keputusan untuk memindahkan lokakarya dan pagelaran layar film di posko pengungsian, ternyata memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para tamu internasional yang hadir. Trevor Zhou, seorang aktor dan sutradara asal Amerika pada kunjungannya yang ke-2 tahun ini, menyatakan bahwa melalui Minikino Film Week, ia berkesempatan menyaksikan beragam suasana dan energi yang berbeda di Bali, yang belum pernah dialaminya sebelumnya.

Dampaknya lebih daripada pembangunan di skala Nasional, tapi jugakepada industri film secara umum di manapun. Minikino Film Week mengundang masyarakat Bali untuk mengalami kembali budaya sinema yang utuh, yaitu budaya menonton bersama di layar lebar dan suasana kolektif yang ditimbulkannya. Komentar Sanchai Chotirosseraneeini layak diperhatikan karena ia adalah direktur program untuk Thai Short Film & Video Festival dengan pengalaman lebih dari 21 tahun terlibat dalam pembangunan industri film di Thailand yang telah

berhasil mendunia. Kekuatan Khas Film Pendek untuk Masyarakat Minikino sebagai penyelenggara, telah dibentuk di Bali sejak tahun 2002. Sebagai organisasi yang merancang dan menjalankan berbagai bentuk festival film pendek, Minikino mulai dari acara bulanan yang bertajuk Minikino Monthly Screening & Discussion, kemudian menerbitkan acara tahunannya yang pertama Open December sejak 2003. Secara sadar Minikino memilih film pendek sebagai fokus festivalnya. Walaupun secara umum dianggap tidak memiliki nilai ekonomi, namun film pendek memiliki kekuatan lain yang justru tidak dimiliki oleh film feature yang mendominasi jalur distribusi komersil. Minikino percaya bahwa film pendek, seperti puisi atau cerita pendek adalah karya mandiri dengan kekuatan literatur tersendiri. Cara penyampaian sebuah kisah besar yang disusun dengan cerdas, tepat dan singkat akan menjadi informasi yang kuat dan mampu menyentuh lebih banyak orang. Selanjutnya film-film pendek pilihan yang diprogram dengan baik dengan tema tertentu, menjadi stimulan yang kuat untuk berdiskusi, yang pada gilirannya akan merangsang kesadaran masyarakat terhadap tontonannya serta merangsang pola pikir yang kritis. Apabila semua kegiatan ini terus diperkenalkan dan dilakukan secara konsisten kepada masyarakat, diharapkan film pendek dengan sendirinya akan membangun sebuah ekosistem, untuk pondasi bagi pengembangan model-model ekonomi kreatifnya. l Edo Wulia

Penampilan Baru

Gb. II : Berdiri tegak dengan berat badan di kaki kiri, kedua tangan di pinggang. Letakkan dumble pada kaki kanan lalu gerakan kaki kanan naik – turun tidak menyentuh lantai, pada hitungan 2 x 8, setelah itu lakukan juga pada kaki satunya. Latihan ini untuk mengencangkan paha.

Gb. IV : Mengkombinasikan latihan lengan dan paha, dengan posisi yang nampak pada gambar. Tangan kanan lurus ke atas, sedangkan tangan kiri di pinggang. Kaki kanan lurus, kaki kiri di tekuk. Tekukkan tangan kanan ke samping lalu luruskan dan ulangi hingga 2 x 8 hitungan.

Gb. III : Untuk merampingkan pinggang, berdiri tegak kedua kaki dibuka lebar. Tangan kanan memegang dumble, tangan kiri di pinggang. Gerakkan tangan kanan ke arah atas kepala hingga terasa otot triceps, ulangi dan lakukan 2 x 8 hitungan setelah itu lakukan tangan satunya.

Dengan rutin berlatih, bentuk tubuh ideal jadi milik kita, dan Keluarga Besar Lala Studio mengucapkan salam bugar.

Kupon


5

Minggu Paing, 7 Januari 2018

CERPEN

Keluarga Abdi Oleh Bambang Purnomo

Pagi ini ada yang berbeda di rumah Pak Untoro, seorang pensiunan PNS baru itu. Rumah berwarna putih bertiang kayu jati, berlantai semen dan cenderung menjorok ke belakang, menyisakan halaman beberapa langkah dari aspal itu tidak lagi seperti rumah kosong seperti biasanya. Jendela dan 4 pintunya dibiarkan terbuka, seakan baru saja selesai renovasi. Sedangkan diberanda, Pak Untoro duduk-duduk senderan membiarkan kopinya mengepul di atas meja mahoni. Sesekali ia menghembuskan asap kretek dari mulut bebarengan dengan napas resahnya. Ini adalah hari pertama Pak Untoro menganggur, setelah 30 tahun lebih ia menguras pikiran dan tenaganya untuk diabdikannya di sekolah-sekolah. Antara bingung dan aneh, apa yang harus dilakukannya setiap hari ke depan untuk menghabiskan kesehariannya. Hari ini ia membunuh waktu dengan menyibukan diri membersihkan setiap jengkal sudut rumah yang biasanya tak tersentuh oleh istrinya setiap minggu saat bersih-bersih. Mungkin besok ia akan menyapu daun-daun kelengkeng di halaman depan atau mencuci motor GL 100 tua yang telah menemaninya belasan tahun, yang kini diparkirkannya di samping pagar. Ia terus memandanginya semenjak ia duduk di teras, seakan ingin menaikinya namun tak tahu untuk apa. Dulu motor tua itu selalu menimbulkan suara berisik setiap pagi. Pak Untoro musti memanaskannya agar mesinnya segera dibanjiri oli. Suara khas yang membuat setengah kampung hafal dengan bunyi knalpot cempreng itu. Mungkin beberapa orang ada yang heran mengapa pagi ini mereka tidak dibangunkan oleh suara tersebut. Biasanya setiap pukul setengah 6, orang-orang baru rada lega karena suara itu dibawa pergi oleh Pak Untoro yang begitu rapi, dengan setelah coklat PNS-nya, rambutnya yang begitu klimis beraroma nyong-nyong, sepatu pantofel hitam juga tak lupa tas samping berbahan kulit, dibawanya menyusuri buritan gang menuju SMP negri tempatnya menghabiskan hari. Namun pagi ini sepi, ia belum menyentuh motor itu sama sekali. Ia menawari istrinya untuk diantar pagi tadi, seperti biasa slalu ditolaknya. Istrinya tak pernah ingin dibonceng dengan motor karena takut, ia lebih suka jalan kaki atau naik bejak menuju SD negri yang tak jauh dari rumah. Pak Untoro nampak mulai dirundung kebosanan, ia meletakan korannya di kolong meja lalu mengeluarkan sesuatu dari sakunya, memencet-mencetnya seakan mencari sesuatu. Wajahnya tampak mendadak pasi seakan ia menemukan kenangan-kenangan yang masih tersimpan di ponsel itu. Kehidupan anak-anaknya di luar sana. Wirya, Windu, Wisnu. Ia berhenti disalah satu nama anaknya. Ia memilih nama Wisnu. Dulu, Wisnu adalah anak yang paling gamang dengan masa depannya sendiri. Ia selalu bimbang untuk memilih jalan hidupnya, pekerjaan seperti apa yang ingin didapatkannya kelak untuk menghidupi keluarganya. Baginya memilih fakultas selepas SMA adalah hal yang sakral dan menentukan. Ia takut memijakan kakinya di tempat yang salah dan jauh dari passion-nya. Sebenarnya tak ada wejangan tertulis maupun pernah terucap di keluarga Pak Untoro yang menganjurkan agar anakanaknya menjadi seorang pahlawan. Hanya saja semua anak lelaki Pak Untoro sewaktu kecil terbiasa mendengar kisah kepahlawanan dari kakek mereka. Meski namanya tak terdaftar di buku pahlawan yang disebar ke sekolah-sekolah, mereka percaya jika kakeknya juga seorang pahlawan, dengan cerita-cerita nyata pra-kemerdekaan. Kakek bukan hanya seorang pencerita, ia juga ikut di dalam kisah yang ia ceritakan. Tentang bagaimana ia pernah dikurung selama 55 bulan, tentang bagaimana ia kehilangan istri dan kedua anaknya karena kolera, tentang bagaimana istri keduanya yang berakhir menjadi seorang Nyai, juga tentang surat kenegaraan yang masih disimpannya di kamar yang tak ditukarnya sebagai syarat pengajuan uang pensiunan. Wisnu sering diiming-imingi kakaknya, Wirya, yang telah resmi menjadi anggota di Detasemen Jala Mangkara, setelah menyelesaikan pendidikan PTAL-nya. Pasukan tersebut dikhususkan untuk satuan antiteror aspek laut. Kini kakaknya cukup sukses dan berkecukupan meskipun ia jarang di rumah

“hidup itu harus dijalani dengan sebuah tantangan. Menolong orang, menjaga perbatasan negara, ini adalah pekerjaan pahlawan”. Sedangkan kakaknya, Windu, sering pula memberi masukan padanya agar tidak mengecewakan orang tuanya dan tetap menjaga profesi yang telah orang tuanya abdi “Bang Wirya dulu yang mengajari baca tulis sebelum ia bisa seperti sekarang siapa Dik? Mendidik anak bangsa untuk bisa menjaga bangsa, siapa pahlawan yang sesungguhnya?” Ia tak mau kalah ketika Wisnu berkunjung ke kosannya. Seakan ia tak malu dan tetap bangga meski ia lebih banyak menganggur dan pontang sana sini mencari jam kerja di sekolahan. Menjadi guru honorer adalah perjuangan, dan menjadi seperti kedua orang tuanya adalah kehormatan paling tinggi dari segala profesi, pikirnya. Wisnu bukanlah orang yang mudah dibujuk, ia sering gamang karena ia terlalu banyak berpikir. Terakhir ia menyaksikan di TV yang mempertontonkan para guru honorer berunjuk rasa di Ibu Kota. Mereka menuntut kesejahteraan, cukup masuk akal dan umum, sama seperti buruh yang sering mengajukannya. Hari buruh Internasional selalu dimanfaatkan untuk berkumpul menjadi satu di masing-masing gedung pemerintahan daerah. “Apa sekarang juga ada hari khusus guru demo, aku tidak mau berjubel seperti mereka di tengah jalan,” pikirnya. Saat itu Wisnu masih tinggal di rumah dengan bapak dan ibunya sebelum tinggal di mess di kampus pilihannya. Ia juga sesekali meminta pendapat bapaknya. Mungkin ikut Bang Wirya lebih sejahtera, tidak pernah sekalipun mereka berdemo menuntut hakhaknya. Mereka bekerja tanpa perlu lagi mencemaskan uang untuk hidup. Karena hidup mereka dijaga oleh negara, timbal balik setelah mereka menjaga negara. “Lalu para guru, mereka mendidik anak bangsa, yang kini setelah duduk di kursi yang tinggi, berganti mendidik mereka untuk bertahan hidup?”, sambung bapaknya. “Gimana kalo dokter Pak?” Bukan tanpa alasan ia menyampaikan ide-nya itu. Ia sendiri melihat bagaimana sejahteranya mereka. Mereka menolong orang yang sakit, bahkan menyelamatkan nyawa mereka. Bukankah itu lebih dari jasa seorang pahlawan? Ia mengantar pertanyaan tersebut pula ke kakaknya, “yang mengajari mereka baca tulis sebelum mereka bisa menjadi dokter siapa dik?” kakaknya mengulang nasihatnya kemarin. “Tapi satu suntikan saja sama dengan gaji seharimu Bang” “Lalu kau sebut itu pahlawan?” ia menimpali “Kalau semua orang sakit, siapa yang akan mendidik anak bangsa dan siapa yang akan dididik Bang?” “Kalau kamu mendidik mereka bagaimana menjaga kesehatan, dan menjauhi apapun yang berbahaya bagi kesehatan, mereka tidak akan sakit.” Wisnu semakin ditohok kegamangan saat itu, seharusnya ia tak mengunjungi abangnya setelah ia mendapat wejangan dari Bapaknya tadi siang. Kebulatannya kini ompong sebelah. Meninggalkan celah yang bisa dimasukan ide apa saja sebelum menjadi bulat benar. Wirya kembali memberi masukan pada Wisnu seminggu sebelum ia mendaftar di salah satu universitas pilihannya, namun kini bukan iming-iming, tapi lebih untuk menakuti. “Kamu mau berakhir seperti Bang Wijoyo?”. Bang Wijoyo, lebih tepatnya Almarhum Bang Wijoyo. Anak pertama Bapak, anak tertua, abang mereka semua. Ia hilang saat masih semester 3 saat tragedi Trisakti. Ia mengambil Fakultas Hukum, ingin belajar politik dan menjadi politikus suatu hari nanti, menggantikan politikus ngawur yang berkuasa pada saat itu. Hingga kini, keberadaannya masih menjadi misteri. Tak ada kuburan atas namanya di

pemakaman kampung. “Jangan buat Bapak sedih, buatlah Bapak bangga.” Wejangan Bang Wirya melekat erat di sela telinga Wisnu sebelum ia mengisi kolom fakultas yang ingin ia ambil pada saat itu. ¤ “Hallo, Assalamualaikum..” “Walaikumsalam Pak” “Di sana sehat?” Pak Untoro menguatkan suaranya, memastikan anaknya yang beberapa bulan belum memberikan kabar itu mendengar suara berat Bapaknya yang telah menginjak kepala enam itu. “Alhamdulillah sehat pak, Bapak bagaimana?” Kini beranda rumah Pak Untoro tak lagi nampak sepi, ada obrolan di sana, meskipun sebenarnya hanya ada satu orang yang duduk di kursi. Pak Untoro bermaksud menelpon satu per satu anaknya, untuk membunuh sepi juga untuk mengetahui kabar mereka semua. Dua tahun lalu Bang Wirya dihadiahi lencana kehormatan langsung oleh kolonel marinir dalam acara pemakaman 2 rekannya yang juga dihadiri oleh mentri kelautan dan mentri dalam negri. Rekannya meninggal saat bertugas membebaskan tawanan awak kapal yang dibajak di laut

Philipina. Sementara ia harus merelakan tangan kirinya tertembak oleh penyandera. Meskipun kini ia tidak dapat lagi aktif, ia masih diberi jaminan pekerjaan yang ringan. Menurut janji, keluarganya ditanggung oleh negara, termasuk jaminan pendidikan ketiga anaknya dan masa tua dirinya dan istrinya. Namun, Bang Wirya memutuskan untuk berhenti, ia merasa tak berguna lagi karena tak dapat ikut membela langsung negara dengan tubuhnya. Menurutnya hanya duduk di meja, mengurus calon pendaftar baru sesekali mengadakan seminar untuk memberi motivasi anggota juniornya di detasemen bukanlah pekerjaan pahlawan. Ia malu setiap melakukannya, juga dengan tunjangan yang diterimanya. Seperti senjata yang sudah bekarat namun masih tetap dijaga meskipun tidak diasah ataupun digunakan. Sedangkan Bang Windu kini lebih aktif ikut turun ke jalan, ikut kawannya yang setiap tahun mengkoordinasi seluruh guru honorer dari penjuru kota, menuntut berbagai hak yang sudah seperti lagu lama. Tentu beda dengan kakaknya. Ia tak pernah mendapatkan lencana kehormatan, bahkan 5 kawannya yang meninggal dijalanan pun

tak dijenguk satupun pegawai pemerintahan. Saat itu selama 3 hari ribuan guru honorer dari seluruh penjuru daerah berdemonstrasi di depan Istana negara. Wisnu memilih pergi dari kekalutan, ia memutuskan bekerja di luar negri berbekal ijazah sarjananya, ia bekerja menjadi sopir bus di sebuah travel di Madinnah, mengantar para jamaah umrah dan haji. “Jika Bang Wirya menjadi pahlawan negara, almarhum Bang Wijoyo menjadi pahlawan yang terlupa, bapak ibu dan Bang Windu menjadi pahlawan tanpa tanda jasa, aku ingin menjadi pahlawan devisa.” Ia meninggalkan surat itu di meja bapaknya, meja yang kini menjadi cengkraman bapaknya di teras rumah, menikmati masa tua dan titelnya sebagai pensiunan PNS. Ibu masih memiliki waktu 7 tahun sebelum masa pensiunnya. Ia bersikeras ingin menuntaskan pengabdiannya hingga di usia 60. Menemani bapak di masa tuanya dengan gelar pahlawan tanpa tanda apa-apa. Bapaknya mengikhlaskan Wisnu untuk pergi merantau ke negri orang, sebab di negri ini sudah terlalu banyak pahlawan. Ia tidak akan kebagian dan tahan untuk menjadikanya sebagai sebuah kehormatan.

Resensi Buku

Tamasya Imajiner

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Judul Buku : Perempuan Berkepang Kenangan Penulis : Sinta Ridwan Penerbit: Ultimus Tahun Terbit : 2017 Jumlah hal. : 198 hal.

Membaca sepuluh cerpen di dalam buku ini, kita seperti memasuki kisi-kisi perasaan dan potret hidup pengarangnya. Sinta, adalah filolog yang rela meluangkan waktunya untuk mengajarkan bahasa Sunda kepada generasi muda. Sebagai filolog, Sinta memang tidak mendedahkannya di dalam cerpen-cerpen di buku ini, sebetulnya itu sangat disayangkan. Alangkah menariknya jika proses pembacaan Sinta pada teksteks kuno sastra Sunda mampu dipotretnya.Tetapi sepuluh cerpen dalam buku ini cukup menggugah selera untuk dibaca. Sinta selalu mampu meramu, menata beragam pengalaman hidupnya dengan cantik. Ibarat merangkai bunga, kumcer ini memiliki banyak tawaran yang bisa digali lebih dalam lagi untuk menjadi sebuah novel yang detail dan menusuk. Tamasya imajiner sekaligus pilu dan penuh renungan. Begitulah perempuan memberi noktah pada narasi hidupnya. (osi)

Dewa Komang Mahadewa

Wied. N


Refleksi

6

Lenyapnya Upacara "Agnihotra'' pada Zaman Kali

Sidanti agnihotrani guru-puja pranasyati Kumaryas ca prasuyante’smin kaliyuge sada (Parasara Dharma Sastra 1.31)

Redaktur Khusus weda

WAKYA “Ciri-ciri umum pada zaman edan Kaliyuga ini adalah upacara Agnihotra terhenti, rasa hormat bhakti kepada yang patut dihormati menjadi musnah lenyap, dan anakanak perempuan yang masih belum cukup usia pada melahirkan anak.” Kutipan sloka di atas menyebutkan ciri-ciri umum yang terjadi pada zaman Kaliyuga. Kata kali (kaliyuga) dalam bahasa Sanskerta berarti semrawut, campur baur, tumpang tindih, kacau balau, penuh pertengkaran. Hal umum terjadi pada zaman Kali ini (asmin kaliyuge sada) disebutkan anak gadis belum cukup umur akan melahirkan anak (kumaryas ca prasuyante), penghormatan pada orang-orang yang patut dihormati seperti para Guru, orang tua, leluhur, para tokoh masyarakat, dan lain-lain semua akan terhenti alias musnah (guru-puja pranasyati). Akhirnya yang paling penting sehubungan dengan topik yang sedang dibahas adalah pelaksanaan upacara agnihotra yang dijalankan sejak zaman dahulu, sejak jutaan-jutaan tahun yang lalu, kini pada akhirnya menjadi terhenti. Agnihotra menjadi lenyap dengan sendirinya. Pada zaman Kali orang-orang tidak akan melakukan agnihotra lagi. Menurut (alm) Ida Pedanda Oka Puniaatmaja selesai kami mengikuti upacara agnihotra di India, terhentinya pelaksanaan agnihotra di Bali akibat terjadi kebakaran bangunan Yajnasala tempat agnihotra diselenggarakan. Sejak itu, Raja Gelgel Dalem Dimade memerintahkan untuk menghentikan agnihotra. Agnihotra merupakan upacara yang sedang digandrungi oleh banyak umat Hindu di tanah air belakangan ini. Terdapat pro-kontra terhadap upacara agnihotra. Ada yang setuju dan ada pula yang tidak setuju. Ada yang suka dan ada pula yang tidak suka. Ada pula yang dari tidak suka, tidak setuju, akhirnya berubah menjadi anti dan “menyerang” agnihotra. Ada pula yang beranggapan upacara agnihotra saja sudah cukup, tidak perlu upacara lain yang serba rumit dan biaya mahal. Namun tanpa disadari, mereka juga melaksanakan upacara agnihotra justru kurang dan lebih juga sama rumit dan mahal. Sedangkan kelompok ketiga tetap melaksanakan upacara-upacara

Redaktur Khusus MIMBAR

KATOLIK

Ignatius Suharto Bangkitlah, menjadi teranglah sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa, tetapi terang Tuhan terbit atasmu dan kemuliaannya menjadi nyata atasmu. (Yesaya , 60:1-2) Sejak menjelang Hari Natal, di gereja-gereja dihiasi dengan dekorasi replika guwa Natal atau Kandang Natal, untuk menggambarkan tempat dan situasi ketika Yesus Sang Penebus dan Sang Juru Selamat dilahirkan. Bahkan, Sang Bayi yang baru lahir itu dibaringkan di palungan, tempat makanan hewan. Itulah salah satu cara merayakan peristiwa Inkarnasi, dengan cara mengaktualisasikan peristiwa sejarah yang terjadi menurut Kitab Suci, Injil Santo Lukas. Peristiwa Inkarnasi disebut peristiwa Penyelamatan karena peristiwa itu mempersatukan Tuhan dengan manusia. Putera Allah berkenan menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Ia berkenan menjadi manusia agar kita, manusia yang percaya kepada-Nya, menjadi anakanak Allah, artinya kita menjadi ilahi. Sabda menjadi manusia, supaya kita “mengambil bagian dalam kodrat ilahi” (2 Ptr 1:4): Sabda Allah “menjadi manusia, supaya kita di ilahikan” (Atanasius, inc. 54,3). “Karena Putera Allah yang tunggal hendak memberi kepada kita bagian dalam ke Allah an-Nya, Ia menerima kodrat kita, menjadi manusia, supaya mengilahikan manusia” (Tomas Aqu., opusc. 57 in festo Corp. Chr. 1). (KGK 460) Dengan menggunakan ungkapan santo Yohanes (“Verbum caro factum est Sabda telah menjadi daging” (Yoh 1:14) Gereja menggunakan istilah “inkarnasi” [menjadi daging] untuk peristiwa Putera Allah mengambil kodrat manusiawi, supaya dengan demikian dapat melaksanakan keselamatan kita. Kepercayaan akan penjelmaan Putera Allah menjadi manusia

Darmayasa seperti biasa tetapi juga disertakan dengan pelaksanaan agnihotra. Pandita dan Pinandita sekarang mulai melakukan upacara agnihotra bersama-sama dengan upacara tradisional yang mereka lakukan di masyarakat. Namun masih jarang para Pandita-Pinandita melakukannya dua kali dalam sehari di Griya sesuai dengan kewajiban bagi seorang Pandita. Apakah itu agnihotra? Agnihotra juga disebut Homa, Havan, Yajna, Yaga, Huta, dan lain-lain. Berasal dari kata Sanskerta agni (api) dan hotra (persembahan suci). Agnihotra adalah upacara api suci dengan mempersembahkan minyak Ghi (ghrta) yang berarti minyak dari susu sapi, bersama-sama dengan mengucapkan mantra-mantra Veda dalam bahasa Sanskerta. Dipersembahkan pula berbagai jenis ramuan dedaunan dan akar-akaran tumbuhan obat, ditumbuk halus dan dicampur bersama beberapa jenis biji-bijian. Ia merupakan persembahan suci yajna yang hampir setiap lontar, kakawin, dan sejenis menyebutkannya berulangkali. Hal ini memastikan bahwa bukan hanya ajaran dan tradisi Veda yang menyebutkan penting dan keutamaan upacara agnihotra melainkan juga ajaran dan tradisi leluhur bangsa Indonesia tercinta. Tempat melaksanakan agnihotra dinamakan Yajna Kunda atau Yajna Vedi. Sering hanya disebut Kunda dan Vedi. Yajna Kunda yang menjadi bukti zaman dulu agnihotra dilaksanakan oleh para leluhur juga dapat dilihat di berbagai Pura dan Candi. Di Pura Gunung Kawi, Tampaksiring, kita bisa melihat yajna kunda. Masyarakat biasa yang tidak memahami apa itu agnihotra berpendapat bahwa lubang api itu adalah tempat “ngidu” (menghangatkan badan dengan menyalakan api). Akan tetapi, bagi mereka yang hanya pernah melihat upacara Agnihotra maka akan memastikan bahwa itu adalah kunda tempat dilaksanakannya agnihotra/ homayajna. Ada pula Pura Hyang Api dekat Payangan, Gianyar, yang diyakini sebagai pemujaan Hyang Agni melalui Homa Yajna di masa lalu. Pura Kehen di Bangli

juga dihubung-hubungkan dengan tempat pemujaan Agni. Banyak Candi dan keraton di Jawa masih mewarisi yajna kunda. Candi Pawon juga disebutkan sebagai tempat pemujaan Agnihotra. Agnihotra merupakan upacara persembahan suci yajna yang sudah dipraktikkan oleh leluhur Hindu Dharma sejak zaman dulu. Pada zaman Catur Veda upacara agnihotra sudah dipraktikkan dengan patuh. Kitab-kitab yang memuat perihal agnihotra dapat dilacak dari Dharma Sastra berbahasa Jawa Kuno/Kawi yang masih terpelihara dalam masyarakat Bali hingga ke Catur Veda. Terlalu banyak daftar sumber kitab suci jika disebutkan satu per satu yang menjadi sumber dan/atau yang menyebutkan kemuliaan upacara agnihotra. Beberapa sumber di bawah dapat ditunjukkan demi mempermantap sraddha dan bhakti bagi mereka yang melaksanakan upacara agnihotra, bahwa mereka tidak keluar dari jalan dharma leluhur. Kitab suci yang merupakan sumber paling bonafid adalah Catur Veda, yaitu Rg Veda, Yajur Veda, Sama Veda, dan Atharva Veda. Keempat Veda ini memuat perihal upacara agnihotra dalam jumlah mantra yang sangat banyak. Selain penyebutan secara langsung agnihotra dalam jumlah sangat banyak, juga sebutan agnihotra sebagai yajna dijelaskan sebanyak 1.184 kali; dalam Rg Veda sebanyak 580 kali, Yajur Veda 243 kali, Sama Veda 63 kali, dan dalam Atharva Veda sebanyak 298 kali. Mantra paling awal dari Rg Veda menyatakan Sang Hyang Agni sebagai pendeta utama Purohita (agnimile purohitam yajnasya devam rtvijam). Agni dipuja sebagai pendeta utama, Dewa yang memimpin yajna. Mantra berikutnya berbunyi mempertegas peran Agni sebagai yang mengundang para Dewa datang untuk menerima persembahan Yajna (agnih purvebhir rsibhir idyo nutanair uta sa devam eha vaksati). Rg Veda menyebutkan secara khusus tiga nama Dewa utama pada zaman Rg Veda, yaitu Dewa Agni, Surya, dan Vayu. Agni sendiri disebutkan hampir pada 200-an mantram dari Rg Veda. Yajur Veda sendiri dalam Sukla Yajur Veda dan Krsna Yajur Veda menjelaskan sangat detail perihal Agnihotra. Yajur Veda banyak memuat perihal mantra-mantra Agnihotra seperti “Om agnir jyotir jyotir agni svaha, om suryaya svaha, om prajapataye svaha”, dan lainlain mantram yang sangat banyak jumlahnya. Demikian pula halnya dengan kitab Sama Veda, memuat

banyak mantram tentang agnihotra (om agne ayahi vitaye). Atharva Veda menyebutkan agnihotra jika dilaksanakan akan membantu memperbaiki suasana lingkungan pemerintahan, masyarakat, dan alam (yatra suhardam sukrtam agnihotrahutam yatra lokah, tam lokam yaminyabhisambabhuva sa no ma himsir purusan pasums ca). Manava Dharma Sastra juga banyak memuat kemuliaan agnihotra (agnihotra parayanah, agnihotram yathavidhi). Kakawin Ramayana dengan rapi menjelaskan daftar sesaji untuk upacara agnihotra yang disebutkan dengan kata “mahoma” (lumekas ta sira mahoma). Persiapan Samagri untuk persembahan agnihotra antara lain disebutkan kayu ancak, kayu bakar, bunga-bunga harum, buah-buahan, susu, ghee (minyak dari susu sapi), wijen hitam, madu, serta periuk (yajna kunda), rumput ilalang, tepung, dan beras bertih (beras yang disangrai). Kakawin Bharatayudha memberikan perumpamaan Yajna Kunda sebagai Negara atau kerajaan musuh yang berhasil dikalahkan sampai terbakar dengan api besar menyala-nyala (kundanira nagaraning musuh geseng). Pada zaman Veda, berperang bagi seorang ksatria adalah sembahyang atau persembahan yajna. Bagi seorang ksatria, Yajna Kunda adalah negara musuh yang terbakar. Kalimat ini membuktikan bahwa upacara agnihotra merupakan pelaksanaan upacara api suci yang sangat lumrah dilakukan dalam kegiatan keagamaan spiritual pada masa itu. Lontar Silakrama menyebutkan yang dinamakan suddha atau bersih suci adalah apabila orang mandi setiap pagi, membersihkan badan, memuja Hyang Surya, bersembahyang, berjapa, dan termasuk melakukan Homa yajna (suddha ngaranya majapa mahoma). Pada upacara-upacara keagamaan spiritual dalam tradisi Veda terdapat istilah Ista-pusta. Sarasamuccaya sendiri secara berulangkali menyebut agnihotra atau Homa-yajna yang juga diyakini merupakan pelengkap dari pada agnihotra (puja ri sang hyang ekagni, puja ri sang hyang tryagni, dana ring kunda kunang, yatika ista ngaranya, nyang purta ngaranya). Akhirnya, walaupun bukti-bukti peninggalan leluhur banyak mendukung keberadaan upacara agnihotra pada zaman dahulu, namun mengingat di tanah air upacara ini dalam praktik sudah tidak ada lagi, maka memulai kembali pun memerlukan keberhati-hatian yang jeli.

MIMBAR AGAMA

Hari Raya Epiphania Domini adalah tanda pengenal iman Kristen yang paling khas: “Demikianlah kita mengenal Roh Allah: Setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah” (1 Yoh 4:2). (KGK 461 dan 463) Sabda sudah menjadi manusia, supaya dengan demikian kita mengenal cinta Allah: “Kasih Allah dinyatakan di tengah tengah kita yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia, supaya kita hidup oleh-Nya” (1 Yoh 4:9). “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Putera-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab, Allah mengutus Putera-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” (Yoh 3:16-17) Kutipan tulisan Nabi Yesaya yang mengawali tulisan ini guna mengajak kita untuk mendekati terang dan menjadi terang. Dalam Injilnya, Rasul Yohanes menulis, “Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab, barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak tampak.; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.(Yoh 3:19-21) Hari ini umat Kristiani seluruh dunia merayakan Hari Raya Epiphania Domini atau Hari Raya Penampakan Tuhan. Tuhan (Lord) menampakkan Diri sebagai Bayi yang dilahirkan di tempat yang paling sederhana, kandang hewan. Melalui Bintang Stella Duce (Bintang Penunjuk) tiga sarjana dari Majus dituntun untuk menemukan Dia. Menurut tradisi, mereka itu bernama Caspar, Melchior, dan Belthasar. Karena bayi yang akan mereka kunjungi itu calon raja agung, maka mereka mencari-Nya di istana Herodes. Mendengar pertanyaan mereka, Herodes terkejut, lalu bertanya kepada para penasihatnya, yaitu para imam-imam kepala dan ahli Taurat, di mana Mesias akan dilahir-

kan. Mereka menjawab berdasarkan nubuat Nabi Mikha: ‘Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel. Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan Tuhan dalam kemegahan nama Tuhan, Allahnya . (Mikha 5:1-3a) Kemudian Herodes menyuruh mereka ke Bethlehem, katanya, “Segera sesudah kamu mnemukan Dia, kabarkanlah kepada-Ku supaya aku pun datang menyembah Dia.” Di luar istana, bintang penunjuk itu tampak lagi dan berhenti di atas tempat di mana Bayi itu

berada. Mereka masuk dan sujud menyembah Dia, lalu mempersembahkan emas, kemenyan dan mur. Karena diperingatkan dalam mimpi supaya jangan kembali ke Herodes, mereka pun pulang ke negerinya lewat jalan lain. Karena menggunakan logika, -calon raja pasti anak raja, dan anak raja pasti lahir di istana, -- ketiga sarjana / ulama Majus itu “tersesat” di tempat yang bukan tempatnya. Seperti halnya ketiga sarjana Majurs itu, dalam mencari kebenaran kita juga bisa tersesat. Dalam mimpinya mereka diminta supaya jangan kembali ke istana Herodes, tetapi lewat jalan lain. Demikian pula kita, dalam mencari kebenaran, kalau sudah menemukannya, jangan kembali ke tempat yang menyesatkan, sekalipun tempat itu seindah istana. Selamat Tahun Baru 2018. Tuhan Yesus memberkati para pembaca semuanya.

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

Minggu Paing, 7 Januari 2018

Capricorn Peruntungan: Kegundahan hati terkadang masih menyelimuti hati Anda, sehingga pikiran menjadi tidak tenang. Beginilah posisi perbintangan Anda di minggu ini. Anda harus lebih bisa menentramkan hati dengan selalu positive thinking terhadap berbagai persoalan yang muncul. Kesehatan: Selama pikiran terus diliputi perasaan gundah gulana dan emosi yang meletup-letup maka kesehatan bisa terganggu. Keuangan: Apa yang Anda harapkan ternyata masih sulit terealisasi di minggu ini. Asmara: Sudah wataknya begitu yang sulit untuk ditentang jika itu sudah kemauannya. Aquarius Peruntungan: Lika-liku kehidupan yang cukup berat walaupun harus dijalani dengan susah payah, tetapi selama Anda bisa selalu bersyukur dan tidak henti-hentinya berusaha maka Anda akan bisa menemukan kebahagiaan itu. Kesehatan: Walaupun badan sudah terasa sehat walafiat sebaiknya kewaspadaan tetap dijaga terutama pantangan yang dianjurkan dokter ada baiknya jangan dilanggar. Keuangan: Pemasukan sudah lebih lancar meskipun pengeluaran juga tinggi di minggu ini. Asmara: Jangan sekali-kali meremehkan sarannya, karena itu akan bisa menyakitkan hatinya. Pisces Peruntungan: Terpaan dan guncangan serasa lebih keras lagi menghantam Anda, yang tadinya usaha tidak mengalami hambatan ternyata persoalan baru mulai bermunculan dan cukup membikin hati deg-degan. Kesehatan: Pikiran akan mudah stres jika Anda tidak bisa mensiasatinya, untuk itu walaupun persoalan setumpuk jika waktunya tidur sebaiknya pejamkan mata Anda dengan tenang dan serileks mungkin. Keuangan: Pemborosan masih lagu lama dan sulit untuk Anda tangkal di minggu ini. Asmara: Ternyata Anda masih tidak bisa lepas dengan bayangbayangnya sehingga rasa rindu selalu ingin bertemu tetaplah tinggi. Aries Peruntungan: Minggu ini cukup tenang dan jauh dari persoalan berat. Hanya saja perasaan emosi yang terkadang muncul sebaiknya bisa disikapi dengan lebih bijaksana lagi, sehingga emosi itu tidak sampai merusak suasana yang sudah berjalan baik ini. Kesehatan: Berusahalah untuk tidak panik bila badan terasa ada yang tidak beres. Cobalah Anda beristirahatyang secukupnya. Keuangan: Pemasukan masih cukup lancar dan tidak ada hambatan yagn cukup berarti. Asmara: Semua itu kembali kepada diri Anda sendiri kalau selalu bisa menjaga sikap maka tidak sampai terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Taurus Peruntungan: Waspadalah terhadap orang yang di depan Anda bermulut manis dan suka memuji. Jangan cepat lupa diri bila dipuji dan jangan cepat naik darah bila dikritik, justru dengan dikritik maka Anda akan lebih bisa mengetahui kesalahan selama ini. Kesehatan: Jaga kebugaran tubuh Anda, dengan banyak berolahraga dan disiplin dalam mengaturpola makan yang benar. Hindari makanan cepat saji, karena itu akan sangat mengganggu program diet Anda. Keuangan: Cukup stabil meskipun kebutuhan tamapk cukup tinggi diminggu ini. Asmara: Bersikaplah keras kepadanya, apalagi kalau si dia sudah berani menerobos rambu-rambu kesopanan. Gemini Peruntungan: Teruslah berimprovisasi dan berkreasi di minggu ini, cobalah Anda lebih berani untuk menerima tantangan. Apalagi semua faktor tampak mendukung sehingga sangatlah disayangkan jika Anda berkecil hati. Kesehatan: Biarpun kondisi badan terasa lebih prima ada baiknya Anda tetap menjaga pola makan dan mengatur waktu dengan sebaik mungkin. Keuangan: Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, pemasukan cukup lancer dan pengeluaran tak terlalu menekan. Asmara: Cekcok mulut tampak menjauh dari hubungan percintaan ini, sehingga Anda bisa lebih mesra lagi kepadanya. Cancer Peruntungan: Sekalipun di permukaan tampak tenang tetapi di dasar laut belum tentu tenang, karena kenyataannya dasar lautan terasa keras pusarannya, dan itu melambangkan bahwa Anda tidak boleh bersikap remeh dan santai. Kesehatan: Perut Anda masih belum sehat benar untuk itu hindari jajan makanan di luaran, lebih baik makan saja di rumah karena faktor kebersihan lebih bisa dijamin. Keuangan: Pengeluaran harus lebih diwaspadai dan dimanage dengan benar jangan sampai melebihi dari pemasukan yang ada. Asmara: Jangan coba untuk mengatur kehidupannya karena itu bisa memicu pertengkaran yang panjang. Leo Peruntungan: Meskipun masalah setumpuk sebaiknya tetap ditempatkan pada porsi yang sebenarnya, tak perlu terlalu didramatisir karena bisa pusing sendiri. Kesehatan: Kondisi badan masih rentan dengan penyakit, untuk itu terus jaga kesehatan dengan tetap berpola hidup sehat. Cobalah jogging lari pagi, karena badan akan terasa lebih fresh sepanjang minggu. Keuangan: Pemasukan kembali lancar setelah sebelumnya cukup tersendat-sendat. Asmara: Si dia lagi membutuhkan perhatian lebih banyak dari Anda, untuk itu pandai-pandailah membagi waktu. Virgo Peruntugan: Kegalauan hati segera saja dibuang jauhjauh, tak perlu terbebani oleh persoalan yang telah berlalu, jadikan itu sebagai pengalaman yang sangat berharga yang bisa Anda manfaatkan untuk langkah Anda ke depan nantinya. Kesehatan: Harus tetap rajin check up ke dokter sekalipun badan Anda sudah tampak sehat agar penyakit itu tidak sampai kambuh kembali. Keuangan: Dana yang ada itu disimpan saja, tak perlu mengharap hasil yang belum pasti. Asmara: Jangan terlalu banyak mengharap yang bukan-bukan, karena masih belum waktunya. Libra Peruntungan: Buang jauh-jauh sikap Anda yang terlalu mengedepankan perasaan dibandingkan dengan rasio yang ada, jangan sampai kesempatan yang muncul menjadi terbuang percuma karenanya. Kesehatan: Masih cukup baik dan terjaga, aktivitas olahraga sebaiknya bisa dikerjakan secara kontinu dan sewajarnya saja. Keuangan: Cukup baik dan stabil, bila ingin berspekulasi yang terlalu berisiko sebaiknya ditunda dulu. Asmara: Bersabarlah dan yakinlah bahwa semua ini pasti akan berlalu, untuk itu yang tenang saja. Scorpio Peruntungan: Di saat situasi seperti ini memang cukup riskan untuk memulai usaha yang terlalu berisiko, cobalah Anda cari yang ringan-ringan saja bila perlu Anda konsentrasi saja pada urusan yang sudah ada. Kesehatan: Walau semakin baik dan sehat. Sebaiknya tetaplah disiplin dalam menjalankan schedule yang telah Anda susun sendiri, sehingga pikiran dan badan tetap terjaga. Keuangan: Ada pemasukan yang tidak Anda sangka sebelumnya yang cukup membikin hati lega dan tenang. Asmara: Tersenyumlah di kala si dia lagi marah-marah, cobalah Anda diam saja karena dengan begitu persoalan tidak sampai berkepanjangan. Sagitarius Peruntungan: Situasi berat memang lagi melanda Anda, usaha yang tadinya berjalan lancar kini mulai terhambat, walau begitu optimislah bahwa semua ini akan dapat diselesaikan. Kesehatan: Bersyukurlah dengan apa yang telah Anda raih selama ini sehingga pikiran tetap terasa ringan dan tidak selalu terbebani. Keuangan: sangatlah rugi besar jika Anda terus membiarkan pengeluaran membengkak tanpa ada itikad untuk meredamnya. Asmara: Perjuangan Anda selama ini untuk meraih dan mendapatkan hatinya akan terbuang percuma jika Anda sampai berbohong kepadanya, karena kepercayaan adalah di atas segala-galanya.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku : 7 - 13 Januari 2018


Redité Paing, 7 Januari 2018

Bali L e m b a r

Bencingah I Nyoman Suka Ardiyasa

Nénten ”Féodal”

SANÉ ketah ngawinang krama Baliné kimud mabasa Bali saraina, wantah sangkaning kahanan sor-singgih basa sané kaucap rimit. Sor-singgih ketah kabaosang jalaran nyinahang malih féodalisme sakadi daweg nguni. I Nyoman Suka Ardiyasa, S.Pd.B., M.Pd.H., Ketua Aliansi Peduli Bahasa Bali maosang, daweg dumun jakti sor-singgih Basa Bali kasinahang féodal pisan duaning wénten “ketidaksetaraan” ri kala mabebaosan. Sakéwanten ring masané mangkin, sor-singgih basa wantah cihna “sopan-santun”, “etika” taler nyinggihang krama sané kairing mabebaosan. Minakadi krama sané kairing mabebaosan wantah krama sané kelihan utawi lingsiran, sinah patut ngawigunayang basa alus utawi alus singgih. Punika wantah cihna sor-singgih basa Bali, nénten malih féodal sakadi dumun. “Yéning mangkin sor-singgih basa Bali punika kawigunayang nganutin rasa utawi dasar kekunan utawi “wangsa krama”, punika sané kawastanin nyinahang féodalisme,” baos dané. Budayawan sané embas ring Banyuatis, 24 April 1988 puniki malih maosang, pikayunan indik mabasa Bali wantah jalaran nyinahang féodalisme wantah parindikan sané patut katepasin olih samian krama. Duaning basa Bali wantah druén krama sané mabuat sajeroning budaya Bali. Santukan pariwisata ring Bali wantah pariwisata budaya, yéning basa Bali sampun becik kalestariang sinah budaya Baliné prasida becik mamargi saha majanten kahanan ekonomi ring Bali prasida sayan ngamecikang. “Tiang ngaptiang basa Bali ajeg riwekasan mangda prasida adat, budaya, dresta taler agama Hindu ring Bali taler ajeg. Sangkaning punika, patut iraga sareng sami éling tur nincapang pikayunan mabasa Bali ngawit mangkin,” Suka Ardiyasa negesang. (was)

Ida Bagus Oka Manobhawa Mangda Seneng Malajah MAWIT makudangkudang pamariseleh ring pakraman, sané patut becik kaajahin ring alit-alit taler yowanané wantah aksara Bali. Ida Bagus Oka Manobhawa, S.Pd.B., Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar maosang, sané kapanggihin tatkala dané sareng angga Penyuluh Bahasa Bali tedun ka pasraman utawi ring kelompok belajar, alit-alité kantun oneng ring kawéntenan basa miwah aksara Bali. Nanging parikrama ngicén paplajahannyané punika patut kamargiang antuk parikrama sané kasenengin mangda alit-alit inucap kayun taler seneng malajahin basa Bali. Minakadi ngawigunayang alat peraga langsung taler antuk pembelajaran visual, boya wantah ngapalang. Wénten taler ngapalang aksara antuk magending utawi maplalianan sané ngawinang pikayunannyané sayan sarat malajah. “Santukan tatkala parikrama sané kawigunayang wantah sakadi dumun minakadi ngapalang, sinah alit-alité gelis waneh, nénten resep ring paplajahan,” baos dané. Lanang sané embas ring Denpasar, 7 September 1982 puniki malih maosang, kahanan alit-alit miwah yowana ring masanné mangkin yéning kaicén indik teori tan padagingin antuk wangun riil saking napi sané kaplajahin, sinah alit-alit inucap nénten madué “gambaran langsung” parindikan sané katelebang napi malih marupa aksara Bali sané kahanannyané sampun sayan-sayan katilarin. Dané malih maosang, pinaka panguruk patut taler setata waged ngamedalang taler setata nincapang parikrama pembelajaran sané becik saha adung mangda alit-alité sayan seneng ring papalajahan basa Bali. “Untengnyané, parikrama sané kamargiang mangda ngulangunin manah, nénten rimit, saha prasida ngawinang alit-alité gelis éling ring paplajahan. Yéning parikramanipun sampun rimit, majanten alit-alité nénten sarat mlajahin aksara Bali,” Oka Manobhawa maosang. (was)

(110)

B a s a

7

B a l i

Mabasa Bali ring Pakraman

Boya Budaya Kuna SOANG-soang wewidangan, genah wiadin wangsa majanten madué budaya soang-soang. Wénten marupa soroh kasenian, upacara taler basa daerah pinaka “kekayaan tak-benda” sané majanten dados druén luwih saking soang-soang wewidangan inucap. Bali taler madué basa daerah sané sampun kawigunayang olih kramané saking nguni pinaka sinalih tunggil “kekayaan” budaya. Sakéwanten sané kapanggihin mangkin ring pakraman, alit-alit sané matuuh duang dasa warsa taler alitan sayan arang mabasa Bali. Napi malih ring wewidangan kota taler makudang-kudang désa, akéhan alit-alitnyané saraina ngawigunayang basa Indonesia utawi ngawigunayang basa dura negara siosan. Yéning para yowana pinaka panerus pangrajeg basa Bali sayan lali mabasa Bali, sinah kahanan basa inucap sayan-sayan kaon kawéntenanipun riwekasan. Sangkaning sayan nedunang sané kayun, waged tur becik mabasa Bali saraina, sinah prasida ngawinang cihna raga utawi “jati diri” saking krama Bali kasuén-suén ical. Napi malih basa Bali wantah parindikan sané nénten prasida kapasahang saking adat, budaya, dresta taler agama Hindu ring Bali. I Nyoman Suka Ardiyasa, S.Pd.B., M.Pd.H., Ketua Aliansi Peduli Bahasa Bali maosang, wénten makudang-kudang parindikan sané ngawinang kahanannyané sakadi punika, minakadi pikayunan takut iwang tatkala mabasa Bali antuk sorsinggih basa sané ngawinang krama nénten ngawigunayang taler ngurukang oka-okannyané mabasa Bali. Wénten taler rerama sané mapikayunan yéning okannyané jagi méweh masawitra ring sekolah yéning kaajahin mabasa Bali, miwah “géngsi” sané nincapang rasa kimud tatkala mabasa

BPM/dok

MABEBAOSAN – Mabebaosan ngawigunayang basa Bali wantah sinalih tunggil cihna krama Bali, punika majanten kapanggih sajeroning parikrama adat minakadi ri kala paruman utawi parikrama upacara yadnya. Bali. Wénten taler pikayunan pragmatis, yéning kramané nelebin basa Bali sinah masa depan-nyané nénten prasida becik sakadi krama sané nelebin basa dura negara. Wénten taler sangkaning rasa éling ring basa Bali pinaka basa Ibu sané patut setata kabecikang durung medal tur durung katincapang. “Wénten sané maosang yéning mabasa Bali wantah parikrama kuna, punika ring manah tiang wantah kahanan sané patut sareng-sareng katepasin antuk ngamedalang pikayunan yéning krama Bali sampun prasida mabasa Bali wantah kahanan sané becik pisan. Yéning sampun sakadi punika sinah pikayunan kaon indik basa Bali kasuénsuén sayan ical,” baos dané. Suka Ardiyasa malih maosang,

pikobet sané pinih ageng sajeroning utsaha nglestariang budaya mabasa Bali saraina wantah sahananing parikrama mabasa sané sampun sayan-sayan magentos sakadi sané ketah kapanggihin ring média cetak, éléktronik utawi ring média sosial. Sangkaning punika kaaptiang pisan mangda makasami sareng nyagra taler nglimbakang basa Bali sakadi sapunapi sapatutné mangda basa Ibu krama Bali nénten sayan katilarin. Sané pinih utama pinaka “sasaran” saking parikrama punika wantah para yowana utawi sané ketah kabaosang antuk “Generasi Zaman Now” utawi “Generasi Z” sané kapanggihin sampun sayan nilarin mabasa Bali pinaka sarana mabebaosan saraina. Punika mawinan kaaptiang pisan makudang-kudang

parikrama taler utsaha sané prasida becik katrima olih para Generasi Z mangda pisaratipun nyarengin nglestariang basa Bali prasida nincap. Suka Ardiyasa ngwewehin, mabasa Bali taler aksara miwah sastra Bali kantun masikian sareng adat, budaya, dresta taler agama Hindu ring Bali. Mawinan parikrama nglestariang basa Bali kantun prasida becik kamargiang. Sakadi sané sampun kamargiang olih para angga Penyuluh Bahasa Bali, minakadi ngajahin alit-alit malarapan kelompok belajar sané kamargiang ring soang-soang désa ring Bali utawi malajah basa Bali antuk parikrama minakadi outbond basa Bali sané prasida nincapang pikayunan mabasa Bali alitalité. Sakéwanten pikolih saking utsaha sané kamargiang durung

prasida kapanggihin prajanian sajabaning patut setata kamargiang mangda krama utamanipun para Generasi Z prasida becik mabasa Bali. Ngeninin indik paneliti saking dura negara sané nyelehin indik basa Bali, dané maosang prasida nincapang kahanan basa Baliné asapunika taler indik akademik malarapan antuk asil panuréksan sané kamargiang. “Mangkin akéh wargi dura negara sané meled saha sampun waged mabasa Bali. Pinaka krama Bali tiang marasa bangga taler nyiksik bulu indik sapunapi iraga mabasa Bali saraina. Yéning i krama dura negara sampun waged mabasa Bali sinah iraga pinaka krama sané nami basa inucap patut nincapang pisarat taler kawagedan mabasa Bali,” Suka Ardiyasa metuéling. (was)

Aksara Bali

Patut Kaplajahin Duaning Prasida Kawigunayang ring Makéh Genah

AKSARA – Sesuratan aksara Bali ketah kawigunayang pinaka sesuratan sajeroning nyurat aran genah wiadin plang, minakadi nyurat aran jalan utawi nyurat aran Pura Kahyangan Désa sané kajangkepin antuk sesuratan latin.

sara Bali inucap wénten tigang soroh antuk kawigunan sané mabinayan, luiré; aksara Wréastra, Swalalita miwah Modré. “Yéning sawates aksara Wréastra kawigunayang nyuratang basa Bali kepara utawi sané ketah kanggén olih parajana ring Bali. Yéning Swalalita, aksara sané kanggén masesuratan akéhan marupa karya sastra utamannyané marupa kekawin miwah palawakya. Sané pacang malajahin aksara Modré, patut ngrereh panuntun utawi guru duaning nénten dangan ngwacén taler nyurat aksara sané ketah maosang utawi nyinahang indik tattwa agama Hindu,” Oka Manobhawa nlatarang. Sakéwanten kasujatiannyané mangkin, akéhan krama Bali maosang aksara Bali punika sukil. Parindikan punika metu sangkaning kramané nénten urati ring aksara Bali. Sios punika kabaosang méweh tatkala nyurat duaning akéh tata-titi minakadi pasang aksara nénten kaélingang. Punika sané ngawinang aksara Bali kaucap méweh, bilih-bilih krama sanné cacepan tatkala ngawigunayang aksara latin majanten ngawinang kawéntenan aksara Bali sayan katilarin. Oka Manobhawa ngwewe-

hin, aksara Bali sujatiné pada sareng basa Jepang, Thailand taler Korea duaning pada-pada madué basa miwah aksara taler panuturipun. Yéning selehin ring kahanané mangkin, sujatiné aksara Bali prasida kawigunayang ring makasami widang, minakadi pengumuman ring bandara, sesuratan aran sekolah utawi instansi taler indik peséngan margi. Sakéwanten ritepengan sakadi mangkin, wénten sané kabaos antuk ranah tradisional miwah ranah modérn. Yéning ranah tradisional, aksara Bali ring pinih duur tur ring sornyané wawu madaging aksara latin. Sakéwanten yéning ring ranah modérn sané ketah kawigunayang sajeroning instansi, ring duurnyané madaging utawi kasurat antuk aksara latin tur ring sornyané wawu kasurat antuk Aksara Bali. “Kahanan sakadi punika mawali malih ring kramané sami, yéning kantun mapikayun mangda dasar budaya Baliné puniki ajeg, patut kramané éling malih ring basa miwah aksara Bali. Sakéwanten yéning kramané nénten ngélingin indiké punika, sinah kasuén-suén kawéntenan aksara Bali pacang capuh ring Bali,” dané negesang. (was)

“NAH, lamun kéto kanggoang Aji mekelin satu juta dogén pipis ané ada jumah. Yén koangan pipis, Beliné malu idihin. Nyanan Tuaji buin nransfer uli dini,” pandikan tuajinné. Sapunika geguneman Ibu, Aji sareng okanné rukun sami adung ngulangunin kantos wengi. Bénjangné semeng Ngurah Jelada sareng rainné mapamit jaga mawali ka Denpasar. Nanging tan lali sang kalih simpang dumun ka Taman Bali nelokin rerama asuhné Bapak Gedé Dauh lan Ibu Nyoman Padmini. Saking leganné sang kalih kapelukpeluk, kaciumin. “Nah, Tuayu niki adiah lulus Tugéké anggén makan-makan ring kos-kosan sareng sameton sané lulus rawing Ngurah Widiana. Dumadak Luh Mega nyak rauh ka Denpasar. Malih pidan sampun wisuda ngiring mapéstaan deriki sapisanan sareng pacar yén madué,” baosné Nyoman Padmini patutanga ring Pak Gedé Dauh. Sang kalih mapamit ka Denpasar. Duk malam Mingguné Ngurah

rabinné. Kadi nekepin andusé kasuén-suén taler uus mamedah, dados mamedih mawit saking golongan darahné Gusti Ayu Citra sané nénten cocok sareng golongan darah aji sareng ibunné. Yéning mangkin sang kalih awor salulut, napi malih kantos ngawinang mobot puniki sampun mawasta gamia gamana. Sapunika kayunné benyut benyah latig. “Béh, Cening Gus Catra, kéto masih Gék Citra, Tuaji sajansajan kaplegan. Cening sing nyidaang ngeretin indria mamitra ngajak sameton padidi. Apa buin Cening tondén lulus. Jani lakar kujang. Satmaka ngaé jengah Aji di duur guminé,” pandikan ajinné menggah. “Tuaji, titiang sayang ring Gék Citra. Titiang nénten tahan manggihin raganné jaga jangkepanga sareng Beli Dé Penida dados istri kedua. Becikan rasanné titiang sané nyentana mrika. Santukan Beli Wah Jelada sané cageranga nénten nyak,” aturné Gus Catra sedih. “Apa ja alasan Ceningé kanti

bani malaksana buka kéné, Aji tusing setuju. Melahan jani Aji ajak Ibu lan beliné lakar ka Selat malu ngaturang masalahé ténénan tekén aji ajak ibun Ceningé. Aji tusing bisa makeneh padidi,” pandikan ajinné saha magebras lunga. Ring Selat, Gusti Bagus Saputra sareng rabi lan okanné matur papojolan indik okané sampun mamargi tan patut sané ngawinang Ayu Citra mangkin sampun mobot asasih. “Boya ja titiang ajerih ngamargiang pawiwahané manut ééd pepadikan. Nanging titiang mamanah uning ring papineh Beliné sané kocap mapikayun jaga nyangkepang Gék Citra sareng anak, Beli Dé Penida. Sejaba punika taler pikayunin indik kawéntenan ipun Gus Catra sareng anak Beli Gék Citra dumun. Nénten nyen ngawinang cemer ring jagaté?” aturné Gus Saputra teges. Gusti Gedé Karang sareng rabinné naneng bengbeng kabelbelan.

SAKADI sané sampun kauningayang, kawéntenan basa Bali ring pakraman wantah mabuat pisan. Sios pinaka basa Ibu, basa Bali taler pinaka sinalih tunggil wangun tetamian budaya sané mabuat sajeroning dresta, seni taler parikrama agama Hindu ring Bali. Sané patut kauningayang taler kajantenang wantah piranti sané mapaiketan ring basa Bali inucap. Yéning selehin, kawéntenan budaya Bali pamekas sané mawit saking kawéntenan basa, aksara miwah sastra sayuwaktinnyané wantah masikian. Duaning

aksara wantah pralambang suara. Tatkala maosang indik aksara Bali, majanten dados sinalih tunggil parindikan sané sampun sayan ketah kapanggihin ring pakraman, sakéwanten durung majanten samian krama uning ring aksara Bali. Maosang indik aksara Bali, sinah patut kabaosang taler kawigunanipun. Manut Ida Bagus Oka Manobhawa, S.Pd.B., Koordinator Bidang Konservasi Lontar Paiketan Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali, saduké riin aksara Bali punika kawigunayang olih para panglingsir

nyurat daging pikayunnyané. Punika pinaka sarana kanggén ngamedalang sekancan daging pikayunan malarapan antuk sesuratan sadurung aksara latin rauh ka Bali. Parindikan inucap prasida kabuktiang antuk kawéntenan makudangkudang sesuratan lontar sané tatkala kawacén madaging kautaman pikayunan para panglingsiré nguni. Dané malih maosang, aksara Bali boya parindikan sané nyejehin duaning aksara Bali wantah kawigunayang saraina sadurung aksara latin ngranjing ka Bali. Kawéntenan ak-

BPM/was

Jelada, Ayu Jeladi lan Ngurah Widiana mapéstaan ring kos-kosan sareng timpal-timpalné sané leket. Luh Suwarni sareng Luh Méga taler rauh ngempahang kangenné. Ayu Jeladi sareng Ngurah Widiana kapupurin kadi topéng. Usan ngajeng sami maang hadiah ciuman antuk lipstik tebel kantos morés. Sané lucu giliranné Ngurah Jelada sané kapeluk lan kaciumin kantos morés olih gegélanné Luh Méga sareng Luh Suwarni. Samian makoplok masuryak saling tolih saking bingungné. “Sapa sira ké sané mula dados pacarné Gusti Ngurah Jelada sané seken-seken...? Luh Méga napi Luh Adé Suwarni utawi Gusti Ayu Citra Andini sané caluh mrika, utawi sapa sira ....?” Sios malih caritané ring Ujung, sesampuné Gusti Bagus Cakra Yudana ngembatang wicara indik kawéntenan rainné Gusti Bagus Catra Andana miwah Gusti Ayu Citra Andini. “Tuaji, ampurayang titiang kadi kirang pariyatna ngajak adin titiangé ring Denpasar maw-

inan kantos manggihin pikobet asapuniki. Ayu Citra mangkin sampun mobot asasih saking pakaryan Gus Catra. Mangkin durusang Aji sané maritetes matakén ring ipun.” Wau mireng atur okanné sapunika Gusti Bagus Saputra maklieb swabawanné kadi pucuké bejek, naneng mapangsegan kadi mireng krébék manyanderin ring siang bolong. Kayunné nglayang doh sawat nyliksik daweg okanné Gus Catra Andana wau embas selikur warsa sané sampun lintang. Duk punika rabinné nglahirang bayi kembar buncing ring Rumah Sakit. Rabinné Gusti Gedé Karang taler ngembasang oka lanang ring raina sané pateh, nanging séda ring pamangkalan katelasan toya nyom, saha tan katulungan operasi. Saking leketé masawitra sami sametonan sang kalih Gusti Bagus Saputra miwah Gusti Gedé Karang lascarya nukarang okanné antuk okané sané istri buncing, satmaka sané séda kembaranné Gusti Bagus Catra. Tan wénten anak siosan sané uning sajaba raganné sareng

(Masambung)


8 Parahyangan

Pura Jagatnatha Banguntapan

Kasengguh Genah Patapan Hamengku Buwono II

PURA Jagatnatha sané kasub kasengguh Pura Jagatnatha Banguntapan magenah ring Jalan Pura no.370, Desa Plumbon Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Sejarah kawangunnyané purané puniki mawit saking warsa 1967, kala punika ring Desa Banguntapan akéh kasimpangin krama sané magama Hindu Dharma. Sangkaning sayan akéhnyané krama Hindu irika, salanturnyané kawentuk Majelis Umat Hindu Dharma ring wewidangan Banguntapan, Bantul. Ring Warsa 1975 krama Banguntapan sané magama Hindu ngawit makarya wangunan Pura Jagatnatha. Kala punika, krama prasida ngwangun palinggih padmasana. Mawit warsa 1976 rauh ring warsa 1982 taler kamargiang pawangunan ring wewidangan pura kumantos ngwangun gedung kori, témbok panyengker, makarya candi bentar, miwah palinggih panyangkep tiosan. Kantos awarsa langkungan, pamuput Pura Banguntapan manados pura pusat (jagat) natha. Parindikan punika manados sejarah pawangunan Pura Jagatnatha Banguntapan. Pura puniki dados kebanggaan majeng krama Hindu ring Yogyakarta, setata pura puniki sané dados tetujon utama ri kala ngamargiang pamuspaan. Boya wantah krama Yogyakarta kémanten, akéh krama Hindu saking makudang-kudang wewidangan sané ngamargiang pamuspaan ring pura inucap, utamanipun mahasiswa sané nunas ajah ring Yogyakarta. Kocap, genah Pura Jagatnatha Banguntapan puniki daweg dumun kawigunayang pinaka genah patapan Hamengku Buwono II kantos molihang jejuluk Ki Banguntapa. Rauh mangkin, Pura Jagatnatha dados sinalih tunggil wisata unggulan utamanipun wisata religi ring Yogyakarta. Pura Jagatnatha kaempon olih krama asli Banguntapan sané akéhnyané 80 kepala keluarga (KK). Sajaba punika, wénten taler pangempon saking Bali wilangannyané kantos panyatusan KK, sané meneng ring Bantul, Sleman, Kodya Yogyakarta, miwah Wanasari (Gunung Kidul). Ngeninin indik pujawali/piodalan ring pura puniki jatuh nyabran rainan Galungan, ring raina Buda Kliwon Dungulan. Parikrama sané kamargiang olih komunitas Hindu Banguntapan akéh diadopsi saking ritual Hindu krama Bali. Mawit saking rainaraina ageng sakadi Galungan, Kuningan, Pagerwesi, Siwaratri, Saraswati, miwah ring raina Nyepi sané kangken negara pinaka hari libur nasional. Tradisi Melasti ring Bali antuk ritual Labuhan ring Jawi taler sada mirib mawinan nénten wénten sané kadadosang pikobet. Sapunika taler ri kala nyanggra warsa saka anyar sané kasengguh Nyepi, kawéntenan ogoh-ogoh ring Yogyakarta, sesajen gunungan, sampun dados tradisi sané setata kajantosjantosang. (kmb)

Dura Désa ”Situs” Watu Tumpang

Kasub Kantos ka Aceh

Ring wewidangan Banyuwangi, akéh wénten genah utawi situs-situs sané katengetang. Akéhan kangken prasida ngicén kasukertan saha kalanduhan. Sakadi sinalih tunggil situs Watu Tumpang sané wénten ring wewidangan Dusun Sidodadi, Désa Karetan, Kecamatan Purwoharjo. Daweg dumun, peninggalan sejarah puniki yukti kasub kantos ka Aceh. Satios ngicén kasukertan, kocap, ring situs akéh karauhin olih krama sané meled madué jabatan. SITUS Watu Tumpang taler kasub kasengguh Selo Tumpang. Artosnyané, watu sané matumpang utawi matumpuk-tumpuk sakadi tumpeng. Obyek wisata religi puniki magenah ring tengahing alas, nepet ring Petak 69, RPH Karetan, BKBH Karetan, KPH Banyuwangi Selatan. Yadiastun magenah ring tengahing alas, genahnyané dangan karuruh. Genah situs inucap nampek ring Jalan Raya Karetan. Nanging, saking margi utama, kahanan

margi kantun usak. Kahanan mangmung sahasa karasayang ri kala ngranjing ring situs Watu Tumpang. Inggian siang wiadin wengi, pastika setata mangmung. Kocap, pinaka genah sané katengetang, arang wénten krama sané rauh ka genah inucap. Situs puniki jimbarnyané kirang langkung 144 m2. Kahanannyané yukti kaupapira, bresih kakantenang. Wangunan utama marupa balé ageng, kasengker antuk tém-

BPM/ist

bok. Ring tengah balé inucap situs Watu Tumpang kagenahang. Wentuknyané, watu ageng matumpuk-tumpuk. Watu sané ring sor wentuknyané lewih ageng saking watu sané ring duuran. Sané mangkin, ring wewidangan watu inucap kawangun sakadi balé. Krama sané rauh mrika prasida masandekan irika. Manut satua, sejarah Watu Tumpang punika mawit wénten saking warsa 1922 Masehi.

Kocap, wénten sang alaki rabi, Tropawirorejo miwah Raden Ayu Ruminah utawi kasengguh Mbah Kusumorejo ngrabas alas. Ri kala ngrabas asal, sang kalih ngicén wates alas sané karabas antuk kalih watu alit katumpukang. Parindikan sané tawah metu. Watu sané kawigunayang pinaka wates nadaksara sayan ngagengang. Mawit punika, para krama ring wewidangan inucap ngwastanin Watu Tumpang utawi Selo Tumpang. Situs puniki ketah kasengguh Mbah Widjojokusumo. Ngeninin utsaha nglestariang situs puniki, kawangun balé ageng. Ring balé inucap taler kasayagayang tikeh miwah karpét. Ketah kawigunayang genah malinggih olih krama sané rauh irika. Krama sané rauh akéhan masamedi utawi matapa. Nampek saking balé kawangun sakadi pondok alit kajangkepin antuk meja panjang miwah kursi kayu. Genah inucap taler prasida kawigunayang olih krama sané rauh ka genah inucap. Nanang (38), juru kunci Watu Tumpang maosang, juru kunci kapertama saking situs inucap wantah alm. Mbah Bugiman, krama Désa Karetan. Kabaosang, genah inucap katengetang olih krama. Akéhan krama

sané rauh ka genah inucap ring raina Sukra Kliwon utawi Sukra Umanis. “Puncaknyané, ring bulan Suro. Ring raina inucap akéh krama sané rauh,” baos Nanang, daweg kacunduk wawu puniki. Krama sané rauh boya wantah krama saking Banyuwangi kémanten. Akéh taler krama tiosan saking makudang-kudang wewidangan, minakadi; Jakarta, Demak, Kudus, Yogyakarta, kantos saking Aceh, rumasuk krama Bali. “Sané rauh akéhan krama saking doh. Kocap, ngalab berkah,” tutur Nanang. Manut krama sané nampek saking wewidangan situs, genah inucap tenget pisan. Akéh sané ngamargiang upacara ring genah inucap. Kocap, Watu Tumpang naen karusak ngawigunayang peledak daweg warsa 1988. Kala punika, watu sané matumpuk-tumpuk inucap benyah. Tawahnyané, nénten sué watu sané benyah punika mawali sakadi jati mula. Mawit punika, katengetan Watu Tumpang sayan kasub. Ring warsa 2002, Marjono, sinalih tunggil panglingsir irika ngamecikang wangunan situs inucap. Kakaryanang balé miwah kasengker témbok. Rumasuk wénten juru kunci sané ngupapira. (udi/uma)

Satua

Bali post/udi

WATU TUMPANG – Kahanan ring situs Watu Tumpang sané magenah ring Dusun Sidodadi, Désa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi.

Lingga Yoni miwah Arca Ganesha ring Candi Gebang CANDI Gebang sané magenah ring wewidangan Condongcatur, Dusun Gebang, Désa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta wantah sinalih tunggil Candi Hindu sané wénten ring Yogyakarta. Candi Inucap kapanggihin mawit wéntennyané patung Ganesha sané kapanggihin olih krama daweg bulan November 1936. Kapikayunin, patung Ganesha inucap mapaiketan ring sinalih tunggil

wangunan. Ri sampuné kaselehin, kajantenang wénten wangunan candi ring genah inucap. Mawit punika kalaksanayang penggalian miwah pemugaran¸ sané kamargiang mawit warsa 1937 rauh ring warsa 1939 olih Van Romondt. Sinalih tunggil bukti saking pemugaran wangunan candi, prasida kapanggihin ring puncaknyané madaging lingga. Arca Ganesha, Nandhiswara, miwah yoni magenah ring re-

BPM/ist

Pura Jagatnatha Banguntapan.

Redité Paing, 7 Januari 2018

CANDI – Wangun Candi Gebang ring wewidangan Gebang, Désa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Candi puniki wantah sinalih tunggil candi Hindu ring Yogyakarta.

lung sisi Kauh, Kangin, miwah ring sisi genah ngranjing miwah ruang candi. Katawahan tiosan, nénten wénten undagan ring wangunan candi puniki. Punika ngawinang, krama sané meled uning daging candi puniki méweh. Kaselehin saking kawéntenan lingga, yoni, miwah arca Ganesha, prasida kajantenang yénin Candi Gebang wantah yukti pinaka Candi Hindu. Satios punika, proporsi sané tegeh ring dasar nyinahang candi inucap kawangun pantara warsa 730-800 M. Candi Gebang rumasuk wangunan sané madenah dasar persegi antuk ukuran 5.25 m x 5.25 m antuk tegeh 7.75 m. Bahan dasar sané kawigunayang pinaka pawangunan candi marupa batu andesit. Pangawak candi kawangun ring duur dasar sané tegehnyané 2 m. Candi Gebang madué jimbar kirang langkung 27, 3 m2. Ngeninin indik genah ngranjing ka ruang candi magenah ring sisi Kangin. Ring sisi Kiwa lan tengen genah ngranjing madaging relung genah arca. Ring relung sisi Kaja madaging arca Nandhiswara, ring sisi Kelod nénten madangin arca. Kocap ring sisi Kelod dumun madaging arca Mahakala. Ring sisi Kauh kadagingin arca Ganesha sané malinggih ring duur yoni antuk belalai marep ka sisi Kaja. Ring pangawak candi madaging ruang. Ring tengah ruang inucap wénten lingga miwah yoni, nanging lingga sané sapatutnyané masikian sareng yoni punika sampun ical. Raab candi masusun antuk puncak mawentuk lingga. (kmb)

Pan Balang Tamak (1) Kaketus saking Satua-satua Bali (X) ADA reko anak madan Pan Balang Tamak, maumah di désa anu. Kacarita ia sugih pesan tur ririh makruna tekén pada timpalé di désane totonan, baan ta saking kruna daya upayané anggona ngamusuhin désané. Yéning umpamaang dayan Pan Balang Tamaké, patuh buka bun slingkad lutungé baan saking beneh. Ento krananné Pan Balang Tamak sengitanga baan désané, yén tuah dadi baanga ngaenang baan désane, apang ia makisid wiadin mati apanga sing ada enu nongos di désané totonan. Baan ta tra ada mintulin pagaén désané, bakal ngaénang dosan Pan Balang Tamaké ento. Di sedek dina anu, paum désané bakal nayanang Pan Balang Tamak mangdane ia kena danda. Lantas panyarikan désane nundén ngarahin Pan Balang Tamak, kéné arah-arahané; “Ih Pan Balang Tamak, mani semengan mara tuun siap, désané luas ka gunung ngalih kayu bakal anggon menahin balé agung. Nyén ja kasépan, bakal kena danda.” Kéto arah-arahé tekén Pan Balang Tamak. Lantas sayané majalan ngarahin Pan Balang Tamak, buka ané suba kapaumang i busan. I Balang Tamak nampi arah-arahé kéto. Kacarita maniné semengan mara tuun siap, luas désané makejang, nanging Pan Balang Tamak masi enu jumah padidiana. Ento krana ia ngantiang tuun siapné uli di bembengané. Makelo ia ngantiang, tondén masi siapné tuun. Ada jenenga makakali tepet, mara siapné tuun uli bembengané. Ditu mara ia majalan nututin désané luas ngalih kayu ka gunung. Tondén makelo ia majalan tepukina krama désané suba pada mulih negen kayu, dadi Pan Balang Tamak milu malipetan. Kacarita suba neked jumah lantas désané paum, maumang Pan Balang Tamak bakal kena danda krana ia tuara nuutang arah-arahé. Ditu laut désané nundén ngarahin Pan Balang Tamak. Kacarita Pan Balang Tamak suba teka, lantas Kelihan Désané makruna kéné, “Ih Pan Balang Tamak, jani Cai kena danda.” Masaut Pan Balang Tamak, “Éngkén awanan tiangé kena danda?” Masaut Kelihan Désané, “Ento baan Cainé tuara ngidepang arah-arahé ngalih kayu ka gunung.” Buin masaut Pan Balang Tamak, “Mangkin, mangkin Jero Panyarikan, sampunang jeroné ngandikayang titiang tuara ngidepang arah-arahé. Déning kénten arah-arahé ané teka tekén tiang, désané mani semengan mara tuun siap bakal luas ka gunung. Déning tiang ngelah ayam asiki buin sedek makeem, dadi makelo antiang tiang uli di bembengané. Wénten manawi sampun kalitepet, mara ipun tuun, irika raris tiang mamargi nuutang sakadi arah-arahé ané teka tekén tiang. Éngkén awanan tiangé kena danda?” kéto munyin Pan Balang Tamaké, dadi désané sing ada ngelah daya bakal nglawan Pan Balang Tamak. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu PAING, 7 JANUARI 2018

Lakers Telan Sembilan Kekalahan Beruntun

9

SPORT

HAL 12

Transfer Coutinho Memasuki Babak Akhir Barcelona –

Barcelona tengah berupaya mendatangkan Philippe Coutinho dari Liverpool di bursa transfer musim dingin ini. Blaugrana diklaim punya peluang merealisasikannya. Sejak musim panas lalu Barca sudah mengincar Coutinho. Namun beberapa penawaran mereka ditolak Liverpool, kendati nominalnya sudah melebihi 100 juta euro. Di bursa transfer Januari Barca disebut-sebut kembali mendekati pemain asal Brasil itu. Rumor-rumornya sudah kencang bertebaran, bahkan sampai muncul bocoran jersey Coutinho di Barca. Pundit yang juga mantan pemain timnas Venezuela, Alejandro Moreno mengklaim ada peluang untuk Barca mendatangkan Coutinho. Itu karena Liverpool baru saja menghabiskan banyak dana untuk mendatangkan Virgil van Dijk seharga 75 juta pound sterling. “Saya hanya berpikir bahwa Philippe Coutinho ingin hengkang,” kata Moreno Sabtu (6/1) kemarin. “Dan sekarang dia kembali ke performa yang hebat, kita sekali lagi mendengar dia akan menuju Barcelona. Ketika seorang pemain ingin hengkang dan ada tim seperti Barca yang bisa membayarnya sekarang atau musim panas, kenapa tidak berpikir, ”mengapa tidak berbisnis kalau Anda Liverpool?” tanyanya. “Lagi pula Anda baru saja membayar uang banyak untuk Virgil van Dijk, mungkin Anda ingin membayarnya dengan menjual Coutinho. Saya tidak tahu apa seperti itu keadaannya, saya cuma berspekulasi,” Moreno menambahkan. Barcelona pun segera meningkatkan penawarannya. Barcelona menaikkan “mahar” untuk Coutinho menjadi 160 juta euro. Nominal tersebut bakal menjadikan ia sebagai pemain termahal kedua di dunia setelah Neymar (222 juta euro). Coutinho berharga 13 juta euro saat pindah dari Inter Milan ke Liverpool pada bursa Januari 2013. Sulit bagi seorang pesepak bola untuk menolak tawaran dari Bar-

celona. Coutinho dikabarkan sudah tidak bisa menolak tawaran bermain bersama Lionel Messi dan kawan-kawan di Camp Nou. Dengan demikian, kepindahan Coutinho hanya tinggal masalah harga. Barcelona sangat berambisi mendapatkan Coutinho untuk menggantikan sosok Neymar. Kehadiran Ousmane Dembele hingga kini belum sesuai harapan setelah pemain asal Prancis itu mengalami cedera. Menariknya, tanpa kehadiran Dembele Barcelona tetap menunjukkan dominasi. Barcelona saat ini unggul sembilan poin atas Atletico Madrid di La Liga, tampil di 16 besar Piala Raja dan lolos ke 16 besar Liga Champions sebagai juara grup. Strategi pelatih Ernesto Valverde yang lebih menggunakan formasi 4-4-2 musim ini membuat Barcelona tidak merasa kehilangan Neymar. Kehadiran Dembele seakan-akan tidak ada gunanya. Lalu apa gunanya Coutinho di Barcelona? Kuncinya mungkin berusaha memiliki skuat yang dalam. Musim lalu salah satu penyebab kegagalan Barcelona adalah banyaknya pemain yang cedera. Setidaknya ada 29 kasus cedera yang dialami Barcelona musim lalu, dan Azulgrana pun hanya mampu merebut gelar Piala Raja. Barcelona memang masih punya pemain seperti Denis Suarez, Rafinha, dan Gerard Deulofeu sebagai pelapis Dembele jika cedera. Tapi kehadiran Coutinho akan semakin memperkuat skuat Blaugrana yang musim ini kembali membidik treble. Terlebih Coutinho bisa didaftarkan Barcelona untuk bermain di babak knock-out

Liga Champions musim ini. Dibanding Barcelona, Liverpool jelas lebih membutuhkan Coutinho. Banyak alasan Liverpool membutuhkan Coutinho. Mulai dari Liverpool masih berjuang bertahan di posisi empat besar Liga Primer Inggris, tampil di babak knockout Liga Champions dan yang paling penting adalah Coutinho salah satu pemain kunci The Reds. Situs WhoScored mencatat Coutinho merupakan pemain paling penting bagi Liverpool saat ini dengan nilai 8,03. Musim ini mantan pemain Inter Milan itu sudah mencetak 12 gol dari 18 pertandingan di semua kompetisi. Di Liga Primer Coutinho mencetak tujuh gol dan enam assist dari 12 pertandingan. Coutinho merupakan pengoleksi assist terbanyak di Liverpool hingga saat ini. Liverpool seharusnya melakukan segala cara untuk setidaknya menunda transfer Coutinho hingga akhir musim ini, karena The Reds sangat membutuhkan Si Pesulap Kecil. Terlebih Liverpool tidak bisa mempercepat transfer Naby Keita dari RB Leipzig. (kmb33/rtr)

Calon Pegganti Coutinho

Gerard Deulofeu.

BPM/rtr

Duo Milan Pantau Transfer Countinho

Milan – AC Milan dan Inter Milan dikabarkan ikut berharap bintang Liverpool FC, Philippe Coutinho, segera hengkang ke FC Barcelona. Memang Coutinho dikabarkan semakin dekat dengan pintu keluar dari Liverpool dan menuju Barcelona pada bursa transfer musim dingin ini. Melissa Reddy, koresponden Liverpool di Goal International mewartakan Philippe Coutinho semakin dekat dengan Barcelona. Liverpool dikabarkan gagal meyakinkan Philippe Coutinho untuk bertahan hingga akhir musim. AC Milan dan Inter Milan ikut mengamati perkembangan transfer Philippe Coutinho. Hal ini tak terlepas dari ketertarikan dua klub asal kota Milan tersebut terhadap winger Barcelona, Gerard Deulofeu. Jika Philippe Coutinho hengkang ke Spanyol, Barcelona akan mudah melepas Gerard Deulofeu. AC Milan tertarik merekrut Gerard Deulofeu karena penampilan apik yang ditunjukkan pemain asal Spanyol itu kala menjalani masa peminjaman bersama mereka dari Everton. Berkat penampilan itu pula Barcelona mendatangkan kembali pemain berusia 23 tahun itu. Keputusan itu sekaligus menggugurkan rencana I Rossoneri untuk mempermanenkan sang pemain. Pesaing sekota AC Milan, Inter Milan memerlukan kedalaman skuat di sektor sayap. Selama ini mereka hanya bertumpu pada Antonio Candreva dan Ivan Perisic. Sejauh ini, Gerard Deulofeu jarang dimainkan setelah pelatih Barcelona mengubah skema 4-3-3 menjadi 4-4-2. Gerard Deulofeu baru bermain 16 laga di semua kompetisi musim ini. (kmb33/rtr)

Liverpool – Liverpool mulai bersiap mencari Philippe Coutinho. Langkah tersebut dilakukan karena kabar mengenai kepindahan Philippe Coutinho dari Liverpool terus berembus kencang sejak akhir 2017. Barcelona diberitakan menjadi tujuan Coutinho jika angkat kaki dari Anfield. Klub asal Catalunya itu telah mengincar jasa sang pemain sejak bursa transfer musim panas 2017. Petinggi Blaugrana menganggap Coutinho sebagai pengganti ideal Neymar yang pindah ke Paris Saint-Germain. Eks pemain Inter Milan itu membuktikan dapat menjadi sumber kreativitas serangan Liverpool. Sepanjang musim 2017-2018, Coutinho terlibat dalam 21 gol The Reds dari 20 penampilan di berbagai ajang. Jumlah itu terbagi menjadi 12 gol dan sembilan assist. Coutinho menciptakan assist setiap 348 menit. Jumlah itu mengungguli catatan legenda Liverpool, Steven Gerrard yang mengkreasi assist setiap 447 menit. Hebatnya, Liverpool tidak pernah menelan kekalahan apabila pemain asal Brasil itu terlibat dalam proses terjadinya gol. Bahkan The Reds selalu menang jika Coutinho memberikan assist di berbagai ajang. Berdasarkan catatan tersebut, tentu Liverpool akan kesulitan jika Coutinho hengkang. Klub peraih lima kali trofi Liga Champions itu bergerak cepat mencari pengganti Coutinho. Sejauh ini The Reds dikaitkan dengan nama-nama seperti Thomas Lemar, Manuel Lanzini dan Julian Draxler. Namun selain Lanzini tidak ada yang memiliki pengalaman bermain di Premier League dan semuanya memiliki banderol cukup mahal. Ada dua nama yang lebih potensial untuk menggantikan peran Philippe Coutinho di Liverpool. Lantas, siapa saja kedua pemain itu? Nama pertama adalah gelandang Southampton, Dusan Tadic. Pemain asal Serbia itu menjadi andalan di lini tengah Southampton sejak tiba pada awal musim 2014-2015. Tadic mencatatkan 29 assist selama tiga musim membela Southampton. BBC mencatat eks pemain FC Twente itu memberikan assist setiap 322 menit. Selain itu, Tadic memiliki banderol yang cukup murah. Menurut catatan Transfermarkt,

CALON - Gelandang andalan West Bromwich Albion Matt Phillips menjadi salah satu pengganti potensial jika nantinya Philipe Coutinho pindah dari Liverpool.

dia berharga sekitar 13,5 juta poundsterling (Rp 246 miliar). Meski begitu, Tadic memiliki kelemahan karena usianya telah memasuki 29 tahun. Pilihan berikutnya adalah gelandang kreatif West Bromwich Albion, Matt Phillips. Phillips harganya lebih murah dibandingkan dengan nama-nama lain. Menurut catatan Transfermarkt, West Brom membanderolnya 8,1 juta poundsterling (Rp 147 miliar). Selain itu, Phillips berusia lebih muda dibandingkan Tadic, 26 tahun dan memiliki keuntungan sebagai pemain asal Inggris hingga berpengalaman di Premier League. Phillips juga lebih andal dalam mengkreasi peluang. Sang pemain menciptakan assist setiap 270 menit. Sepanjang musim 2017-2018, dia mencetak dua gol dan tiga assist. (kmb33/ rtr)


Bola Debut Spesial van Dijk

10

Minggu Paing, 7 Januari 2018

Profil

Liverpool – Virgil van Dijk menandai laga debutnya bersama Liverpool dengan sangat istimewa. Van Dijk menjadi pahlawan Liverpool saat menyingkirkan Everton di Piala FA. Bek Belanda itu mencetak gol di akhir babak kedua untuk memenangkan the Reds 2-1 di laga babak ketiga yang digelar di Anfield, Sabtu (6/1) dinihari kemarin. James Milner lebih dulu membuka keunggulan Liverpool lewat gol penalti di babak pertama, yang kemudian disamakan Everton melalui Gylfi Sigurdsson.

Pindah ke Qatar

WESLEY Sneijder tak sampai semusim berkostum Nice. Gelandang asal Belanda itu memutuskan untuk pindah ke Qatar dan membela Al Gharafa. Sneijder yang kini berusia 33 tahun telah menyepakati kontrak berdurasi 18 bulan dengan Al Gharafa. “Ini adalah petualangan yang bagus dan tantangan yang menyenangkan. Saya sangat gembira akan menjalaninya bersama keluarga saya,” kata Sneijder. Sneijder sebenarnya baru bergabung dengan Nice pada musim panas lalu, setelah meninggalkan Galatasaray. Akan tetapi, dia kesulitan untuk menembus tim inti Nice. Selama membela Nice Sneijder hanya empat kali jadi starter di Liga Prancis dan mengoleksi total delapan penampilan. Sneijder yang pernah membela Real Madrid dan Inter Milan mengikuti jejak pemain-pemain top lain yang merumput di Qatar di masa tuanya. Xavi Hernandez sampai saat ini masih membela Al Sadd, sementara Raul Gonzalez dan Pep Guardiola juga pernah bermain di negara Timur Tengah itu. Al Gharafa kini menghuni papan tengah di klasemen Liga Qatar dengan perolehan 11 poin dari 11 laga. Mereka tertinggal jauh dari pemuncak klasemen Al Duhail yang punya 29 poin. (kmb33/rtr)

Dihukum Klub

RADJA Nainggolan menerima konsekuensi atas perilakunya di malam tahun baru. Nainggolan pun dicoret dari skuad AS Roma untuk melawan Atalanta akhir pekan ini. Seperti diberitakan sebelumnya, gelandang berdarah Indonesia itu mabuk dan merokok saat merayakan malam pergantian tahun yang diunggahnya ke media sosial. Aksi itu menjadi sorotan sampai akhirnya Nainggolan meminta maaf. Kendati demikian, Nainggolan tak dapat lolos dari sanksi Roma. Pemain Belgia itu tidak hanya harus menyaksikan rekanrekannya bermain dari bangku stadion, tapi juga dikabarkan dijatuhi denda sebesar 100 ribu euro (sekitar Rp 1,6 miliar). “Saya akan membahas Nainggolan sebelum media bertanya kepada saya,” ucap pelatih Roma Eusebio di Francesco. “Dengan batasan yang diatur klub dan disetujui saya, yang sepenuhnya didukung Nainggolan, si pemain tidak akan dipanggil untuk pertandingan melawan Atalanta,” imbuhnya. “Ini berhubungan dengan sebuah cara berperilaku yang harus konsisten untuk setiap orang yang mewakili Roma. Mereka yang membuat kesalahan harus membayarnya, karena hal-hal semacam ini tidak dapat diterima dan siapapun yang melanggar batas setidaknya harus membayarnya dengan cara yang sama”. “Perilaku itu tidak dapat diterima dan perilaku itu tidak diterima dari siapapun. Radja tidak akan bermain,” terang Di Francesco. Terlepas dari perilaku buruknya itu, Nainggolan tampil impresif di musim ini. Pesepakbola berusia 29 tahun itu telah mengemas dua gol dan empat assist dalam 21 penampilan untuk Roma di seluruh kompetisi. (kmb33/rtr)

Emre Can

BPM/ist

Juve Incar Can

Turin – Rumor kepindahan Emre Can dari Liverpool ke Juventus terus menguat. Yang terbaru melaporkan kalau Bianconeri sudah menawari kontrak berdurasi lima tahun. Kontrak Can di Liverpool bakal habis pada akhir Juni 2018, dan belum ada tanda-tanda bakal memperpanjangnya. Dengan menyisakan enam bulan lagi, gelandang asal Jerman itu bisa melakukan negosiasi kesepakatan pra-kontrak dengan klub lain. Laporan Sky Itali, Sabtu (6/1) menyebutkan Can bahkan sudah sepakat setuju pindah ke Juventus di akhir musim. Kabarnya kedua pihak sudah berbicara soal transfer. Laporan terbaru mengatakan kalau Juve menawari kontrak jangka panjang untuk Can. Disebutkan kalau pemain berusia 23 tahun itu ditawari kontrak berdurasi lima tahun. “Juventus sudah menawari gelandang Liverpool Emre Can dengan kontrak lima tahun,” tulis Sky Sports. Liverpool sendiri yakin bisa mempertahankan Can. Manajer Juergen Klopp siap menunggu sampai sang pemain berubah pikiran. Musim ini Can sudah bermain 26 kali di semua kompetisi dan mencetak empat gol serta tiga assist. Namun kabarnya The Reds akan sekuat tenaga mempertahankan gelandang andalan mereka itu. Can sudah memasuki masa terakhir dalam kontrak empat tahunnya di Anfield. Dia bergabung ke Melwood dari Bayer Leverkusen pada Juli 2014 silam. Pembicaraan akan disertakannya nilai kalusul pelepasan terhadap kontrak Can disebut-sebut mengalami kebuntuan, sehingga besar kemungkinan sang pemain bakal angkat kaki dari Merseyside. Manajemen The Reds diyakini belum sepenuhnya merelakan sang gelandang dan berharap yang bersangkutan bisa tetap mengabdi bagi klub asuhan Jurgen Klopp tersebut. Klopp sendiri telah menjadikan Can sebagai bagian integral dari strategi bermainnya sepanjang musim ini. Meski sejumlah isu menyebut Can akan tersingkir dengan datangnya gelandang RB Leipzig Naby Keita kelak, Klopp rupanya masih sangat membutuhkan tenaga pemain Jerman itu. (kmb33/rtr)

Berkat kemenangan ini Liverpool lolos ke babak keempat. Akan tetapi, kemenangan ini berarti lebih penting bagi van Dijk. Pesepak bola berusia 26 tahun i t u s eol ah s ed a ng m em bungkam pengkritiknya. Van Dijk yang dibeli dari Southampton seharga 75 juta pound (sekitar Rp 1,3 t r i l i un) di r aguk an ak an mampu mengatasi tekanan besar akan banderolnya yang supermahal. “Malam yang luar biasa. Ini adalah kemenangan yang sepenuhnya pantas. Rasanya menakjubkan bisa tampil di sana,” ujar van Dijk. “Gol itu terasa begitu istimewa buatku dan keluargaku. Bermain di Anfield untuk Liverpool adalah sebuah impian bagi setiap pemain. Bisa mencetak sebuah gol membuatnya makin spesial,” imbuhnya. Terlepas dari golnya, van Dijk tampil impresif. Dia pun diharapkan bisa memperbaiki performa lini belakang Liverpool yang rapuh. “Tadi memang bukan laga yang mudah untuk dilakoni, tapi itu adalah pertandingan yang membutuhkan kehadiran van Dijk,” ujar Milner. Everton punya banyak pendukung, yang mana ini hal bagus dan membuat sebuah atmosfer yang hebat. Tapi ini yang kami harapkan dari van Dijk,” imbuhnya. Pelatih Juergen Klopp juga memuji van Dijk set-

inggi langit setelah laga tersebut. “Debut van Dijk bak dongeng di tempat yang sudah lama tak mengalami hal tersebut,” ujar Klopp. “Rasanya cukup spesial baginya menjalani momen seperti ini,” kata pelatih berkebangsaan Jerman tersebut. Menurut Klopp, ia sebetulnya mengalami kesulitan sebelum laga Derbi Merseyside di Piala FA ini. Klopp awalnya berencana untuk tak menurunkan Virgil van Dijk dalam laga ini. Ia justru berniat untuk tetap mempertahankan duet Dejan Lovren dan Ragnar Klavan. Namun dua bek andalan Liverpool tersebut sudah terlalu sering bermain dalam beberapa pekan terakhir. Klopp pun akhirnya menurunkan van Dijk, yang membuahkan hasil manis untuk Liverpool. “Van Dijk memperlihatkan hal-hal yang ingin kami semua lihat dari dirinya di masa depan,” kata Klopp. “Ia jago di duel udara, sentuhan pertamanya bagus, mampu mengatasi tekanan dan mampu membawa ancaman di situasi bola mati,” ujar mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut. Di Twitter para penggemar Liverpool menyambut gembira prestasi van Dijk. Pada umumnya mengatakan tak ada debut yang lebih baik dengan mencetak gol ke gawang rival sekota. (kmb33/rtr)

Virgil van Dijk

BPM/rtr

Musim Terbaik Jesse Lingard

Manchester – Manchester United tengah menikmati performa gemilang dari Jesse Lingard belakangan ini. Lingard kembali menjebol gawang lawan untuk membantu MU menang. Lingard menjadi pemecah kebuntuan ketika MU menghadapi Derby County pada laga babak ketiga Piala FA di Old Trafford, Sabtu (6/1) kemarin. Gelandang serang berusia 25 tahun itu mencetak gol di menit ke-84 untuk membawa The Red Devils memimpin. MU akhirnya memenangi laga dengan skor 2-0, setelah Romelu Lukaku mencetak gol kedua di menit ke-90. Gol ke gawang Derby menjadi gol ke-11 Lingard dalam 27 pertandingan bersama MU pada musim ini. Di antara semua pemain MU, dia cuma kalah subur dari Lukaku (16 gol). Lingard mencetak empat gol dalam empat laga terakhirnya, termasuk ketika memborong dua gol untuk menyelamatkan MU dari kekalahan dari Burnley

di Old Trafford. “Jesse Lingard sedang on fire sekarang. Dia harus terus berusaha menembak. Dia berada dalam momen di mana segalanya berjalan baik. Tapi dia pantas mendapatkannya, dia terus bergerak,” puji rekan setim Lingard, Ander Herrera. Herrera mengakui bahwa laga melawan Derby tak ber-

Florence – Inter Milan cuma mendapatkan hasil imbang 1-1 di markas Fiorentina. Nerazzurri sebenarnya sudah berada di ambang kemenangan, tapi gol Giovanni Simeone di injury time menggagalkannya. Pada pertandingan di Artemio Franchi, Sabtu (6/1) kemarin Inter unggul lebih dulu lewat gol Mauro Icardi pada menit ke-55. Hingga waktu normal habis, tim tamu masih memimpin. Namun Inter gagal mempertahankan keunggulannya itu. Di menit pertama injury time gawang mereka dibobol oleh Simeone. Hasil ini membuat puasa kemenangan Inter di Serie A berlanjut menjadi lima pertandingan. Terakhir kali Inter menang adalah saat melibas Chievo 5-0 pada awal Desember. Inter masih menempati posisi ketiga di klasemen sementara dengan perolehan 42 poin dari 20 laga. Mereka tertinggal enam poin dari Napoli yang berada di puncak. Adapun Fiorentina menghuni posisi ketujuh dengan 28 poin. Fiorentina memperoleh peluang dalam sebuah serangan balik di menit keenam. Tapi tembakan

Federico Chiesa dari luar kotak penalti masih sedikit melambung. Chiesa membuang sebuah peluang emas pada menit ke-14. Dia sebenarnya punya ruang tembak terbuka di kotak penalti Inter, tapi terlalu terburuburu menembak sehingga bola melambung. Inter balik mengancam melalui tembakan Roberto Gagliardini dari luar kotak penalti. Kiper Fiorentina, Marco Sportiello bisa mengantisipasinya dengan mudah. Sportiello juga tak mengalami kesulitan berarti ketika menghadapi tembakan Matias Vecino di menit ke-35. Dia bisa mengamankan bola dengan relatif mudah. Hingga turun minum, belum ada gol yang tercipta. Icardi memecahkan kebuntuan lewat golnya pada menit ke-55. Berawal dari tendangan bebas Joao Cancelo, Icardi menyambutnya dengan sundulan kepala. Sundulan Icardi bisa dimentahkan oleh Sportiello, tapi Icardi langsung menyambar bola muntah untuk membawa Inter memimpin 1-0. Berselang tiga menit, Fiorentina berpeluang menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Cristiano

jalan mudah. Kendati MU memainkan nyaris semua pemain intinya, mereka kesulitan untuk mencetak gol. “Sampai Anda mencetak gol, itu sulit. Saya pikir ini adalah satu permainan terbaik kami musim ini. Setiap orang merasakan bagian dari permainan, mengalirkan bola. Saya pikir kami bermain sangat

baik,” ujarnya. “Tapi, jika Anda tak mencetak gol, pertandingan selalu terbuka dan itulah yang terjadi. Kami pantas menang dengan lebih banyak gol,” kata gelandang asal Spanyol itu. Piala FA bisa dibilang menjadi kompetisi yang memberi peluang juara paling realistis bagi MU pada musim ini. Herrera pun berharap timnya mengakhiri musim dengan trofi. “Kami bisa optimistis dengan paruh kedua musim. Kami adalah Manchester United. Klub ini adalah tentang titel-titel,” katanya. Lingard membungkam semua kritik yang mengarah ke dirinya dengan menjadi salah satu andalan Jose Mourinho musim ini. Padahal di awalawal kariernya ia sempat menjalani masa pinjaman ke beberapa klub lain, seperti Leicester, Birmingham, Brighton dan Derby County. Namun ada satu orang yang tak pernah meremehkan bakat Lingard dan percaya bahwa ia akan menjadi pe-

main besar bagi United. Ia adalah sang pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson. Tepat lima tahun lalu sebelum Ferguson memutuskan pensiun dari jabatan pelatih, ia mengomentari Jesse Lingard. Seperti sebuah ramalan, kini perlahan ucapan pelatih asal Skotlandia itu mulai terbukti. “Jesse Lingard akan menjadi pemain besar. Ia masih 19 tahun, tiba di tim muda dan berkembang seperti Jean Tigana untuk Prancis,” ujar Fergie. “Dia tak pernah menjadi pusat perhatian hingga usia 24 tahun, dan saya pikir hal yang sama bakal terjadi dengan Lingard,” tambahnya. Lingard menjalani debut Premier League sebelum berganti usia 22 tahun, ia berulang tahun ke-25 pada 15 Desember 2017 lalu. Jika ia dibandingkan dengan gelandang serang Prancis Jean Tigana, perkataan Ferguson bisa dibilang akurat melihat performa Jesse Lingard saat ini. (kmb33/rtr)

Biraghi. Tapi upaya Biraghi dimentahkan oleh kiper Samir Handanovic. Handanovic membuat penyelamatan gemilang di menit ke-78. Dia menunjukkan re-

fleks prima untuk menepis bola hasil tendangan salto Khouma Babacar. Ketika Inter sudah bersiap merayakan kemenangannya, Fiorentina mampu menya-

makan kedudukan. Simeone yang mendapatkan umpan pendek dari Valentin Eysseric mencetak gol dari jarak dekat. Skor pun berubah jadi 1-1. (kmb33/rtr)

Jesse Lingard

BPM/rtr

Simeone Gagalkan Kemenangan Inter

Giovanni Simeone

BPM/rtr


Juara

11

Minggu Paing, 7 Januari 2018

Hamka Hamzah Hengkang dari PSM

Makassar (Bali Post)-

Mantan kapten PSM Makassar Hamka Hamzah memutuskan meninggalkan tim “Juku Eja” untuk kompetisi Liga 1 musim 2018. Mantan pemain Arema Cronus itu melalui akun Intagram pribadinya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin, seluruh manajemen, tim dan para suporter setia PSM Makassar.

Nadia Kalyana Anindita

Bonus Porprov untuk Kuliah ATLET wushu belia Nadia Kalyana Anindita tergolong beruntung. Meskipun baru duduk di bangku kelas 1 SMPN 4 Denpasar, dirinya telah mempersembahkan sekeping medali emas di nomor taiji quan (tangan kosong) pada Porprov Bali XIII/2017, di Gianyar September tahun lalu. Yang membanggakan, walaupun hanya meraih satu emas untuk kontingen Kabupaten Badung, bonusnya dihargai Rp 55 juta. ‘’Bonus Porprov saya tabung untuk biaya kuliah,’’ kata atlet wushu kelahiran Denpasar, 23 Februari 2005 ini. Atlet yang akrab disapa Alya ini berniat melanjutkan ke Jurusan Farmasi, sebab dirinya bercita-cita menjadi apoteker. ‘’Saya menyukai mata pelajaran IPA, dan menjadi apoteker ini menggeluti dunia obat-obatan,’’ sebut Alya. Alya sendiri menekuni wushu sejak duduk di bangku kelas IV SDN Dauh Puri. ‘’Saya diajak kakak saya Hadyan Wahyu untuk menekuni wushu. Saya senang wushu, sebab nomor tiji jian, pakai memperagakan pedang, sehingga terkesan keren,’’ terang putri kedua pasangan Teguh Purwatmo dengan Elia Damaris ini. Padahal sebelumnya Alya berguru taekwondo sejak kelas 2 SD. Bahkan Alya yang turun di kyorugi (tarung) U-23 kg, sempat menyabet medali emas pada turnamen Blackbelt Community,di GOR Ngurah Rai, serta medali perunggu pada Maestro Cup di GOR Lila Bhuana. (nel)

“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pak Appi (sapaan akrab Munafri Arifuddin) yang tanpa dirinya maka mungkin saya tidak bisa merasakan kebahagiaan membela tim kampung halaman saya sendiri,” tulis pemain yang identik dengan nomor punggung 23 itu dalam Istagram-nya, Sabtu (6/1) kemarin. “Pak Appi adalah salah

satu manajer terbaik yang pernah saya kenal di dunia sepak bola. Bapak juga sudah seperti kawan ataupun kakak bagi saya,” lanjut dia. Dengan keputusannya menolak tawaran PSM Makassar, dirinya sekaligus meminta maaf terhadap manajemen, tim dan suporter, serta masyarakat yang selama ini mendukung tim kebanggaan masyarakat Makassar dan

Sulawesi Selatan itu. “Terima kasih atas tawaran dan penghargaan yang Pak Appi berikan kepada saya, agar tetap bertahan di PSM. Tetapi saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, saya harus pamit dengan alasan yang tidak bisa saya ungkapkan dan saya sudah memikirkan dengan matangmatang,” lanjut Hamka. Dalam kesempatan itu pula

mantan kapten Pusamania Borneo FC (PBFC) itu juga memberikan pujian dan rasa hormat kepada kebaikan yang diberikan Munafri Arifuddin terhadap dirinya selama berkostum PSM. “Pak Appi adalah orang yang sangat baik. Sehat dan sukses selalu untuk bapak. Salam sayang dari saya untuk bapak,” ujarnya. Sementara di postingan kedua Hamka mengunggah sejumlah potongan gambar yang disatukan. Lengkap dengan backsound, “Kenanglah Aku” yang dipopulerkan oleh Naff. “Saya Hamka Hamzah pamit dan memohon maaf yang sebesar-besarnya, apa-

bila banyak kesalahan atau mengecewakan selama satu musim. Saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Terima kasih banyak saya bagi tim kebanggaan dan tanah kelahiran saya PSM Makassar, dengan berat hati saya pamit. Terima kasih satu musim yang saya tidak akan pernah lupakan, yakni bernyanyi/berjoget bersama di tengah lapangan bareng para suporter-suporter fanatik,” sambungnya lagi. “Salam sayang dari saya Hamka Hamzah untuk semua pecinta PSM di mana pun berada,” tutup mantan pemain timnas tersebut. (ant)

Kungfu Identik dengan Wushu Tradisional Denpasar (Bali Post) Kungfu sebernarnya identik dengan wushu tradisional. Karena itu, jurus kungfu sering diajarkan kepada anak-anak mulai usia tujuh tahun, utamanya menyangkut kuda-kuda. Hasilnya, kelak mereka jika menekuni wushu bisa jago baik yang berlaga di nomor sanda (tarung) maupun taolu (kerapian jurus). Hal itu dilontarkan Ketua DPP Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) Master Deddy Garno Ismadi di sela-sela workshop wushu tradisional di Denpasar, Sabtu (6/10) kemarin sampai dengan Minggu (7/1) ini. ‘’Sebenarnya tidak ada perbedaan antara kungfu dengan wushu tradisional,’’ jelas Master Deddy yang juga selaku

Dewan Juri Wushu Tradisional di PB Wushu Indonesia (WI) ini. Sementara Master Rachmad Dharmaji alias Lauw Tjing Houw menilai, perbedaan mencolok antara wushu modern dengan wushu tradisional, yakni gerakan wushu modern sudah standar dan baku, sedangkan gerakan wushu tradisional lebih variatif. Di sisi lain, Bapak Wushu Indonesia IGK Manila menyatakan, dalam perkembangannya wushu juga mengenal tradisional, dan perlu disosialisasikan ke daerah-daerah. Apalagi wushu tradisonal juga dipertandingkan secara nasional. ‘’Kami bangga wushu dipertandingkan pada hajatan multievent seperti PON, SEA Games, hingga Asian Games

dan PB WI bernaung di bawah International Wushu Federation (Iwuf),’’ jelas Penasihat PB WI ini. IGK Manila selaku pendiri wushu di Indonesia menyatakan, wushu masuk ke Tanah Air terhitung sejak 10 November 1992 silam. Ketua Pengprov WI Bali Ricky Teguhutama Argawa mengemukakan, pihaknya bangga dengan adanya workshop wushu tradisional ini. Bertujuan supaya insan wushu di Pulau Dewata mengenal gerakan wushu tradisional. ‘’Workshop ini diikuti 40 peserta, termasuk dari Papua dan Jatim,’’ jelas Ketua Panpel Agus Wijaya. Agus adalah ketua Garuda Dewata (Garda) yang menggandeng AKTI dalam menggelar acara ini. (022)

BPM/ist

Master Deddy Garno Ismadi (kiri), IGK Manila, Master Rachmad Dharmaji alias Lauw Tjing Houw serta Agus Wijaya (kanan).

Samsul Pellu Seleksi di PSM

Makassar (Bali Post)Muchlis Hadi Ning Syaifulloh bersama empat pemain yang lain hadir dalam pemusatan latihan PSM Makassar di Bali, Sabtu (6/1) kemarin. “Ada lima pemain baru yang hadir pada pemusatan latihan PSM di Bali, masing-masing Muhlis Hadi Ning, Samsul Pellu, Elthon Maran, Riyandi, Ahmad Hari. Untuk status mereka memang masih seleksi,” kata Media Officer PSM Makassar

Andi Widya Syadzwina saat dikonfirmasi dari Makassar, kemarin. Selain kelima pemain itu, satu nama pemain berstatus seleksi juga lebih dulu bergabung dengan PSM di Bali sejak Jumat (5/1) lalu, yakni M. Rais yang sebelumnya memperkuat Kalteng Putera di Liga 2 musim 2017. “Jadi, dengan hadirnya lima pemain ini, maka total sudah ada enam pemain yang telah bergabung dalam training centre PSM,” jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk program latihan kemarin, yakni melakukan latihan fisik untuk kebugaran pemain yang dimulai pukul 08.00. Selanjutnya, latihan di Lapangan Banteng, Seminyak pada pukul 15-00 hingga 17.00. CEO PT PSM Munafri Arifuddin, mengatakan saat ini sudah memiliki skuad sebanyak 26 pemain dan diharapkan bisa mendapatkan empat pemain tambahan untuk menggenapkan hingga 30 pemain menghadapi kom-

petisi Liga 1. “Kami saat ini sudah ada kurang lebih 26 pemain, dan rencananya PSM diperkuat 30 pemain untuk berkompetisi di Liga 1. Jadi untuk sisa pemain akan bergabung dalam pemusatan latihan di Bali,” katanya. Adapun pemain itu masing-masing Rivky Mokodompit, Syaiful, Shahar Ginanjar, Hilmansyah (penjaga gawang), Wasyiat, Reva Adi Utama, Hasyim Kipuw, Abdul Rahman, Ardan Aras, Zulki-

fli Syukur, Steven Paulle, Hendra Wijaya (pemain belakang). Selanjutnya, untuk posisi gelandang yakni Rasyid Bakri, M. Arfan, Rizky Pellu, Marc Antony Klok, Asnawi, Saldi, Willem Jun Pluim, M. Rahmat, Heri Susanto, Arsyad Yusgiantoro, Zulham Zamrun. Serta untuk penyerang diperkuat Titus Bonai dan Bruce Djite yang baru saja didatangkan dari Australia. (ant)

Pertamina Energi Bertekad Kawinkan Gelar Proliga Ketut Muska Adi

Tunggu Kongres PSSI EXECUTIVE Committee (EXCO) Askab PSSI Badung Ketut Muska Adi, belum mengetahui rencana kompetisi musim 2018 ini apakah Liga 2, 2B, atau Liga 3 dan Liga 4. ‘’Kami masih menunggu keputusan Kongres PSSI di Jakarta pertengahan Januari ini,’’ tutur Muska Adi yang ikut menghadiri Kongres PSSI mewakili Askab PSSI Badung. Muska Adi bangga menyaksikan geliat pembinaan sepak bola di seluruh kabupaten dan kota di Bali, utamanya pembinaan usia dini. Bahkan kabarnya Lapangan Samudra Kuta mau dipakai hajatan turnamen bergengsi pesepak bola kelahiran 2003-2004. ‘’Saya kira keberadaan SSB hampir merata di semua kabapaten dan kota di Bali,’’ tutur suami Ni Made Sami ini. Sedangkan bagi pesepak bola senior yang memiliki skill-ball mumpuni bisa memperkuat Bali United di Liga 1. Karier sepak bola Muska Adi menjadi kiper Pesanku Kuta, kemudian terpilih menjadi penjaga gawang Perseden Denpasar junior pada tahun 1980 silam, dan sempat tampil di Surabaya. ‘’Saya jadi kiper sejak 1975 sampai dengan 1986,’’ kenang pria kelahiran Kuta, Badung, 31 Desember 1960 ini. (nel)

Jakarta (Bali Post)Klub bola voli Jakarta Pertamina Energi (JPE), bertekad untuk mengawinkan gelar juara putra dan putri di kompetisi bola voli kasta tertinggi di Indonesia, Proliga edisi ke-17 yang dimulai pada 19 Januari-15 April 2018 mendatang. “Tahun lalu capaian tim cukup luar biasa. Sehingga tahun ini kami ingin mengawinkan gelar juara,” ucap Kepala Kontingen Jakarta Pertamina Energi untuk Proliga 2018 Ageng Kiryono di Jakarta, Jumat (5/1) lalu. Untuk prestasi klub di musim 2017 lalu, memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Tim putra misalnya, Agung Seganti dan kawan-kawan berhasil memegang label sebagai juara bertahan setelah mengalahkan Palembang Bank Sumsel-Babel di final dengan menang telak 3-0 (26-24, 25-15, 25-12).

Sedangkan tim putri menjadi runner-up setelah perjuangan Novia Andriyanti dan kawan-kawan. harus terhenti oleh Jakarta Elektrik PLN dengan skor tipis 2-3 (20-25, 26-24, 22-25, 25-18, 11-15) yang sekaligus menjadi kegagalan tim putri JPE, dalam tiga musim beruntun yang sama-sama dijegal oleh tim Jakarta Elektrik PLN. Kendati demikian, pihak klub meyakini tim putra dan putri dapat mengawinkan gelar di Proliga 2018. Bukan tanpa alasan, sebab untuk menyongsong Proliga musim 2018 beberapa perubahan telah dilakukan baik di tim putra maupun tim putri. Salah satunya adalah mendatangkan dua pemain asing baru, masing-masing satu untuk tim putra dan lainnya untuk tim putri, menambah pemain asing yang telah ada serta beberapa talenta lokal baru di kedua tim yang akan dipimpin oleh Agung Seganti dan

Novia Andriyanti, sebagai kapten tim putra dan putri. “Saya rasa target ini merupakan target yang realistis. Apalagi kami sudah mulai pemusatan latihan sejak awal November 2017 lalu, dengan persiapan dan fasilitas yang mumpuni saya yakin target itu akan tercapai musim ini, dan bukan suatu mimpi yang jauh tim putra dan putri bisa membawa piala ke Jl. Merdeka Timur,” tutur Ageng. Menanggapi, target besar yang disematkan ini, baik pelatih tim putra dan putri mengaku siap mewujudkannya dengan menyatakan tim sudah siap bertarung. “Tim putri sudah 95 persen dan sudah berlatih. Persiapan tim sudah masuk tahap gim dan sudah siap bermain di kompetisi,” ucap Pelatih tim putri JPE M. Anshori. “Kalau dari tim putra kekuatan tidak banyak berubah, hanya tiga

orang yang keluar dan masuk. Sehingga tim ini optimis mempertahankan gelar juara,” tutur pelatih tim putra JPE Andri Widiyatmoko. Dalam persiapannya untuk mengarungi kompetisi Proliga musim 2018, tim putra Jakarta Pertamina Energi diperkuat 14 pemain lokal dan dua pemain asing. Sementara untuk tim putri berkekuatan 13 orang pemain lokal dan dua pemain asing yang akan ditangani Andri Widiyatmoko (putra) dan Muhammad Anshori (putri). Selain itu, dukungan lain juga diberikan oleh Pertamina selaku sponsor klub dengan mencantumkan logo Pertamina Asian Games 2018 pada jersey para pemain JPE dan official-nya, dengan tujuan untuk menambah kesadaran bagi masyarakat terhadap salah satu momen besar yang akan dilaksanakan di Indonesia, yakni Asian Games 2018. (ant)

Rublev Jumpa Monfils di Final Qatar Terbuka

Gael Monfils

BPM/ist

DohaPetenis Rusia Andrey Rublev mengalahkan Guido Pella untuk mencapai final Qatar Terbuka, di mana ia akan berhadapan dengan petenis wildcard pada Minggu (7/1) ini, setelah unggulan teratas Dominic Thiem mengundurkan diri dari pertandingan semifinalnya melawan petenis Prancis itu karena sakit. Rublev yang menaklukkan Fernando Verdasco dan Borna Coric pada putaran-putaran sebelumnya, bangkit dari ambang kekalahan untuk

menang 6-2, 4-6, 7-6(2), pada pertandingan yang berlangsung sengit melawan sang petenis Argentina. Petenis peringkat kelima dunia, Thiem merupakan satu-satunya petenis unggulan yang tersisa di kompetisi pembukaan musim ini, namun terpaksa mengundurkan diri dari pertandingan kemarin. “Saya berada di tempat tidur, dengan demam dan hampir tidak ada peluang untuk pulih sampai tengah malam,” tulis petenis Austria itu pada akun Facebook res-

minya. “Tentu saja saya kecewa, namun demikian saya memiliki start solid menuju musim baru. Sekarang saya fokus pada Melbourne dan bugar dan bersiap untuk Grand Slam pertama tahun ini.” Thiem (24) dijadwalkan untuk bermain di ajang persahabatan Tie Break Tens di Melbourne Park pada 10 Januari, sebagai persiapan untuk Australia Terbuka yang dimulai pada 15 Januari. Petenis Prancis Monfils merupakan runner up di turnamen Doha pada tiga edisi sebelumnya. (ant/rtr)

Andrey Rublev

BPM/rtr


12

Arena Lakers Telan Sembilan

Minggu Paing, 7 Januari 2018

Profil Batal Ikut Australia Open

PETENIS Jepang Kei Nishikori membatalkan keikutsertaannya pada turnamen grand slam Australian Open karena masih dalam tahap pemulihan cedera pergelangan tangan. Nishikori mengalami otot sobek pada pergelangan tangan kanan saat berlatih di Cincinnati pada Agustus lalu. Ia mengaku belum siap untuk tampil dalam turnamen sekelas grand slam seperti Australian Open. “Saya meminta maaf karena harus menyatakan absen di Australia Open tahun ini,” kata Nishikori melalui situsnya. Turnamen grand slam Australian Open akan berlangsung di Melbourne mulai 15 Januari ini. “Padahal ini turnamen yang paling saya sukai. Semacam slam di rumah sendiri,” katanya. “Turnamen ini sangat memerhatikan pemain dan tim-nya, sayang sekali saya harus absen tahun ini. Pemulihan saya berjalan baik, hanya saya memang belum siap untuk tampil pada turnamen yang berlangsung dengan sistem best of five,” lanjutnya. Absennya Nishikori menambah kekhawatiran panitia penyelenggara, karena diperkirakan akan ada nama tenar lainnya yang mundur karena cedera. Mantan petenis peringkat satu dunia Novak Djokovic, juga tengah berkutat dengan cedera siku yang memaksanya tersingkir pada perempat final Wimbledon, Juli lalu. Djokovic telah membatalkan keikutsertaan di pertandingan eksebisi di Abu Dhabi dan Qatar Terbuka. Ia akan melihat kondisi cederanya dengan mengikuti turnamen Kooyong Classic di Melbourne dan turnamen Tie Break Tens di kota yang sama. (kmb33/rtr)

Tak Ingin Hidup Mewah

Berstatus sebagai pembalap MotoGP, Andrea Dovizioso pastinya punya penghasilan berlimpah. Pembalap asal Italia ini juga bisa membeli mobil-mobil mewah. Namun ternyata pembalap tim Ducati tersebut tak tertarik bermewah-mewahan. Dovizioso mengaku lebih suka hidup normal. “Di dunia setiap orang ingin jadi yang terbaik, punya uang dan punya mobil lebih baik Maksud saya, gaya hidup seperti inilah yang coba diikuti banyak orang,” kata Dovizioso. “Saya hidup normal meskipun saya punya banyak uang dan membalap di MotoGP. Saya punya tujuan berbeda di hidup saya,” ujar Dovizioso menambahkan. Gaya hidup normal itu bukan isapan jempol belaka. Adalah mantan bos Dovizioso di Tech 3, Herve Poncharal yang menyaksikan betapa normalnya kehidupan Dovizioso. Poncharal mengaku menyaksikan gaya hidup itu saat diundang ke kediaman sederhana Dovizioso di dekat Misano. Ia mengaku Dovi kerap menyetir mobil sendiri dan mobilnya pun bukan mobil mewah. “Tak banyak pembalap yang melakukannya,” ujar Poncharal. Poncharal dan Dovizioso pernah satu tim di Tech 3 Yamaha pada 2001. Meski singkat, hubungan mereka tergolong akrab. Poncharal pun tak sungkan mengakui Dovizioso sebagai pembalap terbaik yang pernah bekerja sama dengannya. “Dia telah diturunkan dari pembalap tim pabrikan ke tim satelit, namun dia tak pernah merasa demikian,” ujar Poncharal. “Dia terbiasa dengan perangkat yang kami tak punya, namun dia tak pernah mengeluh,” kata Poncharal menambahkan. (kmb33/rtr)

Gaya Balap Marquez Harus Diperbaiki

London Pebalap tim pabrikan Honda, Marc Marquez perlu mengadopsi gaya berkendara yang tak begitu agresif ke depan, terutama musim 2018. Karena yang dilakukannya saat ini berisiko besar mengalami cedera, seperti saran legenda grand prix sepeda motor Kevin Schwantz. Dari data pebalap yang jatuh atau crash di trek pada 2017, Marquez menempati urutan kedua terbanyak mencapai 27 kali, di mana posisi pertama Sam Lowes pebalap Aprilia. Memang Marquez terkenal dengan gayanya yang selalu mengendarai motor pada batas paling tinggi. Schwantz juara dunia 500cc pada 1993, memang memuji kemampuan Marquez, tapi pada saat yang sama juga memperingatkan kalau Marquez akan mengalami cedera serius kecuali jika dia menggunakan pendekatan baru ketika berkendara. “Marquez harus menemukan cara untuk mengendarai motor dengan cepat, tapi pada saat yang sama turunkan juga risikonya, karena suatu hari Anda bisa cedera dan menyakiti diri sendiri,” ujar Schwantz Sabtu (6/1) kemarin. “Mungkin hanya patah tulang selangka atau sesuatu yang sederhana, tapi tetap saja itu bisa memperlambat dan menurunkan performa. Marquez sebenarnya beruntung, di mana mengalami beberapa kecelakaan besar tanpa sampai membuatnya cedera parah,” ujar Schwantz. Marquez sendiri mengakui, di mana salah satu tujuan utamanya untuk 2018, selain mendapat gelar juara dunia kelima dirinya juga bertekad untuk bisa menurunkan angka kecelakaannya di trek. “Salah satu target untuk tahun depan adalah mempertahankan kecepatan saya, tapi dengan sedikit penurunan angka kecelakaan atau jatuh,” kata Marquez. “Intinya, jangan membuat kesalahan yang sama pada saat balapan, seperti kejadian terjatuh saya di Argentina dan Austin. Membuat saya harus beristirahan di musim dingin ini untuk berpikir. Tentu ini adalah sesuatu yang bisa kami ubah di masa depan, dan mencoba bersikap realistis dalam perjalanan,” imbuhnya. Kontrak Marc Marquez masih mengulur waktu perihal pembaharuan kontraknya. Kontrak Marc Marquez bersama tim Repsol Honda akan habis pada akhir 2018. Pebalap kelahiran Cervera tersebut mengatakan, jika dirinya belum mengetahui kapan akan mencoba mencari tantangan dengan menunggangi motor lain. Namun, jika itu terjadi Marc Marquez bisa membuat efek domino pada pasar pebalap. “Sulit untuk mengetahui kapan semuanya akan terjadi,” kata Marc Marquez. Meski berhasil menjadi juara dunia MotoGP 2017, Marc Marquez masih akan menunggu bagaimana dia memulai MotoGP 2018. “Pertama, kami perlu berbicara dengan semua orang dan memulai evaluasi, tentu kami mulai sebelum musim dimulai. Setelah meraih gelar juara dunia saya tidak perlu mengeluh, saya merasa nyaman. Tapi kami harus melihat bagaimana semuanya dimulai,” ujar Marc Marquez. Bersama Honda Marc Marquez telah memenangkan empat gelar juara dunia MotoGP dalam lima tahun terakhir. Salin Marc Marquez, para pebalap top lain juga memiliki kontrak yang kedaluwarsa pada akhir tahun 2018, yakni Valentino Rossi, Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo. (kmb33/rtr)

Marc Marquez

BPM/rtr

Kekalahan Beruntun

Los Angeles – Kembalinya Lonzo Ball tidak berarti banyak bagi LA Lakers pada lanjutan NBA 2017-2018. Mereka menyerah 94-108 dari Charlotte Hornets di Staples Center, Sabtu (6/1) kemarin. Ball yang melewatkan enam laga NBA karena cedera bahu saat melawan Portland Trail Blazers pada 23 Desember lalu, tidak kuasa mencegah nestapa Lakers menjadi sembilan kekalahan beruntun. Terakhir kali mencicipi kemenangan atas Houston Rockets pada 20 Desember, Lakers kini memiliki rapor 11-27. Mereka pun tetap menjadi tim terburuk di Wilayah Barat. Dwight Howard turut berperan pada keterpurukan juara NBA 16 kali itu. Membela Lakers pada 2012-2013, Howard tampil dominan di bawah ring dengan menciptakan 15 poin dan 10 rebound bagi Hornets. Sosok berusia 32 tahun itu pun membantu Hornets memperbaiki catatan Hornets pada klasemen Wilayah Timur. Howard bukanlah kontributor poin tertinggi Hornets pada laga ini. Adalah Kemba Walker yang bertengger di puncak lewat 19 angka. Menyusul kemudian Marvin Williams dengan 16 nilai. Di kubu Lakers, Brandon Ingram menghasilkan 20 angka dan 13 rebounds. Sementara Julius Randle mencetak 15 nilai dan Ball menciptakan 11 angka. Di pertandingan lain, Boston Celtics sukses menum-

bangkan perlawanan Minnesota Timberwolve. Celtics menang 91-84. Laga berjalan tak mudah bagi tuan rumah. Setelah berimbang 19-19 di kuarter pembuka, Celtics menang tipis 22-19 di kuarter kedua. Kyrie Irving dkk unggul 41-38 saat istirahat. Di kuarter tiga, Wolves kembali menyulitkan dengan cuma kalah 24-25. Pun di kuarter akhir, Celtics cuma unggul satu setengah bola dengan skor 25-22. Celtics pun menutup laga dengan kemenangan 91-84. Irving menjadi top performer untuk Celtics dengan torehan 16 poin, sembilan rebounds serta delapan assist. Sementara double-double Karl-Anthony Towns yakni 25 poin, 23 rebounds dan satu assist tak mampu menghindarkan Wolves dari kekalahan. Kemenangan itu membuat Celtics kokoh memimpin klasemen wilayah timur dengan 32-10. Mereka masih dibuntuti Raptors, yang juga sukses menuai kemenangan. Bertandang ke BMO Harris Bradley Center, Raptors dipaksa kerja keras oleh

Juan Howard Bucks. Kedua tim saling berbalas kemenangan di tiap kuarter. Diawali Raptors yang membuka kuarter dengan kemenangan 33-24, Kyle Lowry dkk gantian ditekuk 28-35 di kuarter dua. Babak

istirahat masih jadi milik Raptors dengan skor 6159. Di kuarter tiga Raptors mengamuk dengan menang 43-19. Tapi di kuarter penutup mereka kalah 25-32. Raptors pun menutup laga dengan skor akhir 129-110.

BPM/rtr

Dari wilayah barat, San Antonio Spurs bisa mengatasi perlawanan Phoenix Suns dengan skor 103-89. Sementara Portland Trail Blazers menundukkan Atlanta Hawks dengan skor 110-89. (kmb33/rtr)

Life Sport

Olahraga Mampu Menambah Tinggi Badan

TINGGI badan seseorang bisa dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti genetik (keturunan dari kedua orangtua), gizi dan lingkungan. Dari faktor gizi yang diperlukan, yakni asupan protein untuk pertumbuhan dan perbaikan sel yang diikuti oleh gizi seimbang yang berasal dari sumber lainnya. Sedangkan faktor lingkungan dalam hal ini berarti adalah olahraga yang dilakukan untuk melancarkan peredaran darah dan membantu metabolisme tubuh agar berjalan dengan

baik.Berbicara soal olahraga, Trisna Narta Dewi sebagai Dosen fisioterapi FK Unud mengatakan bahwa, “jika rutin melakukan olahraga dipercaya bermanfaat bukan hanya membuat tubuh sehat dan bugar, namun bisa membantu dalam menambah tinggi badan”. Trisna begitu sapaannya juga menyarankan untuk melakukan olahraga yang memberikan beban pada tulang pada tungkai, seperti jogging, lari, lompat tali, basket, bersepeda dan renang.

Ada beberapa jenis olahraga yang dapat membantu menambah tinggi badan.

Olahraga tersebut dapat merangsang tulang untuk terus tumbuh karena hentakan berat badan. Berikut penjelasan tentang gerakan dan olahraga untuk meninggikan badan yang telah disebutkan di atas. Pertama adalah olahraga jogging dan berlari yang memiliki manfaat sangat baik bagi kesehatan tubuh. Kedua olahraga ini dipercaya mampu membantu membakar kalori dan membakar lemak. Jogging dan lari juga dapat membantu untuk menambah tinggi badan, karena jogging dan lari bisa membantu memperkuat bagian kaki dan mampu menstimulus pertumbuhan tulang. Lakukanlah jogging atau berlari pagi hari secara rutin paling tidak 1-2 kilometer per hari, dan lakukanlah tiga kali per minggu. Olahraga yang kedua adalah lompat tali yang memiliki manfaat untuk menguatkan tulang kaki dan mengencangkan otot kaki, dan bisa menstimulasi pertambahan tinggi badan. Caranya, bisa melakukan lompat tali kira-kira sebanyak 40 sampai 100 kali putaran dalam sehari. Sebaiknya melakukan gerakan ini secara rutin setiap hari untuk memperoleh hasil yang mak-

simal. Selanjutnya olahraga basket juga dikategorikan sebagai olahraga peninggi badan sejak dulu yang banyak diminati. Hal ini karena basket mempunyai kombinasi gerakan melompat dan melempar yang bisa menstimulus pertumbuhan tulang. Caranya kamu bisa melakukan olahraga basket sebanyak 3-5 kali dalam seminggu. Saat bermain bola basket lakukanlah latihan shooting dan jumping secara rutin dalam satu minggu. Bersepeda juga menjadi salah satu olahraga peninggi badan yang menyenangkan untuk dilakukan bagi yang masih berusia muda. Gerakan kaki ketika kamu mengayuh sepeda bisa membuatnya meregang dan membuat kaki cepat tumbuh lebih panjang. Bersepeda sambil berkeliling atau menggunakan sepedas tatis di dalam ruangan. Bersepeda secara teratur, maka tinggi badan akan bertambah secara optimal. Olahraga peninggi badan lainnya yakni renang. Renang bisa menstimulus pertumbuhan dan perkembangan tulang, sehingga bisa memperkuat tulang dan meninggikan tubuh. Berbagai macam gaya renang bisa dilakukan seperti gaya

bebas, gaya punggung dan berbagai macam gaya lainnya secara rutin, paling tidak tiga hari dalam seminggu. Seperti yang dijelaskan oleh Trisna di atas, asupan gizi juga berpengaruh pada proses meninggikan badan. Sangat diperlukan untuk menjaga asupan nutrisi yang cukup protein dan kalsium, serta berolahraga teratur untuk menunjang pertumbuhan yang optimal diperlukan vitamin untuk kekuatan tulang yaitu vitamin D, kalsium dan fosfor. Semua vitamin tersebut ada dalam makanan yang memiliki kandungan protein. Protein bisa didapat dari hewan (daging, ayam, ikan, kerang, cumi dan putih telur) atau nabati (sayuran hijau, tahu tempe dan kacang-kacangan kering lainnya, seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang polong dan sebagainya). Jadi dapat disimpulkan bahwa, bila ingin tumbuh tinggi tidak diperlukan mengkonsumsi banyak suplemen, kita hanya perlu untuk berolahraga dengan rutin dan teratur, serta usahakan dapat memilih olahraga yang tepat agar tidak megalami cedera serius saat melakukan olahraga. (kmb33)

Jerman secara bergantian digelar di Sirkuit Hockenheimring dan Sirkuit Nurburgring. Sirkuit yang semula memiliki panjang trek 20 kilometer tersebut memang memiliki sejarah cukup panjang di ajang F1 karena telah

menggelar balapan sejak tahun 1951. Masalah finansial memaksa promotor untuk tidak menggelar balapan di Nurburgring pada musim 2015 dan 2017. Sejak 1951, sirkuit Nurburgring telah menggelar 40

grand prix. Layout legendaris Nordschleife, terkenal dengan sebutan “Neraka Hijau”. Meski kental dengan sejarah, Nurburgring diyakini akan menghadapi persaingan yang sengit. Bos komersial F1, Sean Bratches mengungkap ada 40

lokasi yang berminat untuk menggelar balapan F1. Liberty Media diyakini memprioritaskan lokasi-lokasi di Amerika Serikat dengan Las Vegas, New York, atau Miami, sebagai kota yang paling potensial. (kmb33/rtr)

BPM/ist

Nurburgring Ingin Gelar F1 Lagi

Nurburgring – Setelah absen sebanyak dua musim di ajang balap Formula 1 (F1), pengelola Sirkuit Nurburgring, Jerman, ingin kembali ikut dalam jadwal seri balapan jet darat bergengsi tersebut. CEO Nurburgring Mirco Markfort, Sabtu (6/1) kemarin menyatakan bahwa pihak pengelola dan penggemar F1 menginginkan lagi salah satu seri ajang balap F1 kembali diadakan di Nurburgring pada musim 2019. Menurut Markfort, Nurburgring memiliki daya tampung penonton yang cukup besar dan wilayah sekitar sirkuit adalah kantong penggemar berat F1. Dia yakin bisnis F1 di sirkuit itu bakal meningkat lagi. “Kami memang pernah mengalami masalah finansial, di mana akhirnya harus memutuskan untuk tidak ikut serta dalam seri balap F1 musim lalu. Tapi itu semua sudah kami perbaiki dan kami siap lagi untuk menjadi salah satu tuan rumah balapan ini. Balapan berkelas hanya terwujud dengan kondisi ekonomi yang baik, jadi kami berharap F1 kembali ke Nurburgring di musimi 2019,” ungkap Markfort. Sejak musim 2008 GP

Sirkuit Nurburgring

BPM/rtr


Redité Paing, 7 Januari 2018

I Kaki Dengkil

Giri Ér Bhaya

ANTUK kalangené mabalih matan ainé engseb ring muncuk Giri Tohlangkiré, kantos lali I Kaki Dengkil sareng I Lada glayah-glayah ring duur batuné lémpéh. Napi malih katingkahin antuk kricikan suaran toyané anyud ngusap-usap batuné ring Tukad Jangga. Sampun kudang pada minab gendinganga Kekawin Arjuna Wiwahané sambilanga artosanga antuk I Lada. Puput pisan sang kalihé sakadi punyah manggihin Sang Baskara mantuk ka pakolemané ring sor Kauh. Ngraina asapunika. Endag ring sor Kangin, engseb ring sor Kauh. Makekalih nglangenin pisan. “Dong lang ké mulih, suba engseb ainé.” Alon alus I Lada ngajakin I Kaki Dengkil mangda mantuk ka kubonné. Punapi mapi-mapi nénten miragi utawi kamula nénten miragi antuk ngawang-awang kalangen mabalih cayan suryané barak nyunarin sor langité ba dauh, ngawinang I Kaki Dengkil asapunika. I Lada nénten purun banget ngajakin I Kaki Dengkil mangda mantuk mangkin. Malih jebosné, gilihan I Kaki Dengkil ngajakin I Lada mangda gelis mantuk. Asapunika naler I Lada sané kaloktah mayasa bongol nénten makuisan wawu ajakina mantuk. I Kaki Dengkil naler nénten purun maksa I Lada mangda gelis mantuk pramangkinan. I Kaki Dengkil sareng I Lada kamula adung. Mamekalih sering pisan kapanggihin ruket sareng kalih mamargi nuut margi. Nénten uning napi sané baosanga sareng kalih. Naler kija tetujon sang kalihé mamargi. Saget ké ring pinggir aungané panggihina ngorti kantos wengi. Sagét ring tengah lapangan désané kantos wengi ngorti irgamayang pemain sepak bolané luget maosang pertandingan sepak bola. Mangkin sampun nyansan ngwengiang. Suaran jangkriké pakerik tur gumatat-gumitité ngerik sampun ngurakrik. Saharsa piragina suara makuug saking ulu. Makekalih ngadébras bangun. Magésonan I Kaki Dengkil sareng I Lada malaib ngadubug ngunggahang mangda nénten lancah toya. Rauh duuran Tukad Janggané, I Kaki Dengkil mabaos: “Uling Giri Tohlangkiré tekan er bhayané ené, to ané kinucap Giri Er Bhaya?” Asapunika I Kaki Dengkil sakadi matakén ring I Lada. “Kéto miribné! Uling Giri Tohlangkiré teka Giri Agni Bhaya, kéto masé teka Giri Ér Bhayané! Ulesné!” I Lada matalenan mabaos asapunika mangda nénten sakadi nguronin I Kaki Dengkil. Santukan Ipun uning pisan wantah I Kaki Dengkil nénten dados guronin, nénten dados tegehin. Napi malih kantos kanten nuegin. I Kaki Dengkil sareng I Lada sané saking sué sampun ngwedarang pikenoh Giri Tohlangkiré jagi nénten mletus nampek-nampek puniki mangkin ngwicarayang indik Giri Ér Bhaya sané rauh. Kantos sampun jagi tengahing wengi sané mangkin, sang kalihé punika mligbagang indik sané kabaos Giri Er Bhaya. “Kénkén ja Sang Arjuna mupug Giri Ér Bhaya ring ragané mangda prasida nyomya dadi senjata pasupati? Apang dadi anggon ningkeb Giri Agni Bhaya ané nglancah ragané?” I Kaki Dengkil sakadi matakén ring I Lada. Sambilanga gridaggridug mauwadan ngleserang bangkyang. I Lada nyunyur manis mabaos: “Da ja cara nuréksa Kaki, tusing ké Kaki suba ngorain tiang unduké ento? Koné Giri Ér Bhayané ané ada di awaké katikelang antuk yoga padmasana? Masila padma, laut pranayamané laksanayang adéngadéng apang kati alus pesan angkihané! Sapta Gangga ring sarirané sahsahang adéng-adéng. Rasaang getihé majalan di awaké, cara yéh tukadé alon-alon majalan sliak-sliuk lamun ada batu! Kéto apang kanti siwadwarané kembang! Awaké apang kanti marasa enyem! Tusing kéto Kaki?” I Lada mabaos asapunika ngélingang ajah-ajahan I Kaki Dengkilé rihinan. “Lamun kéto, Giri Ér Bhayané ané teka ené sujatiné ulihan Ida Bhatara Giri Tohlangkir kenjekan mayoga? Kenjekan ngimbang-imbangang jagaté apang tegteg? Lamun kéto, tusing saja madan bhaya ento?” I Kaki Dengkil malih matakén asapunika ring I Lada sakadi nguji. “Lamun saja ajah-ajahan Kakiné, ulesné saja kéto! Ané takonang tiang apa kasuksman Giri Ér Bhayané ento? Ngudiang orahanga bhaya?” Nénten enyak nugesin néwék, asapunika I Lada matakén ring I Kaki Dengkil. “Manut panuréksan Kakiné, kamula bhaya Giri Ér Bhayané ento! Apan kang sinanggah bhaya ento sujatin Giri Ér Bhayané lakar dadi wara nugraha lamun anggon kaluihan! Kéto masé lamun teka Giri Ér Bhayané ento sujatiné cacirén guminé lakar landuh ri kawekasan. Kéto suba jatmané, icéna gni kadena bhaya, picayanga toya kadéna lakar anyudanga! Buin abesik ené, da orahanga tekén anak lénan! Tatenger panekan Giri Ér Bhayané, maciri lakar teka nyen Nata Ratu anyar buin ajebos. Ané teka uling lelintihan Maha Wiku Utama!” Usan mabaos asapunika, briag-briag ngakak sang kalihé punika kedék sambilanga nyirup wédang. Kali napi minab jagi masaré sang kalihé sané puput punika rainané mangkin. (Jelantik)

Nyastra “MAKEJANG patut ngéka daya ngwéntenang naya upaya ngrajegang seni lan budaya Baliné, apang tusing karurubin baan jaman modern. Pangarepé di jaman modern buka janiné apang nyidaang ngajegang seni budaya sinunggilé seni tari antuk tarian Rejang Rénténg saha kanggén mancingin para wisatawané apang taka lan demen jenek di Bali. Kéto masih para PKK-né dini, tiang nunas mangda tan surut semangaté malajah taler ngajegang tariané ento apang bisa masih berperan ngajegang budaya Baliné apang tusing sirna karurubin jaman. Patut sayagaang anggané, sikiang kayuné, sayaga taler lakar muruk malajahang raga yadiapin umuré sampun langkung. Sabatak anggén ngayah wewalian ring pura-pura ri kala katuran pujawali.” Kéto kadagingin pasangkepan PKK olih kelihan banjaré saha tan lali ngicén piteket ring ibu-ibu PKK-né. Ngéncolang tindakan, lemuh matayungan, makamen endek mabedbed sléndang, padampiak napak ring balé banjar, panabuh lan para panariné pada égar lakar muruk ngrejang, nglanturang pamargin pasangkepan ngasasih PKK-né sané suba liwat, sampun pada sumanggem lakar muruk Rejang Rénténg. Panabuh suba sayaga di tongos soang-soang, kéto masih PKK sané kajudi ngigel suba mabarisan cihna galah muruk sayaga kakawitin. Mimih déwa ratu dong dayanin suba, aéng lemuh égol-égolané, tekek-tekek pada maageman. Yéh.. jag manis-manis disubané makenyem, luwes kainutin riung gambelan. Makejang pada semangat matagenan lakar masolah buin limang dina di Pura Dalem. Suba makudang ilehan tusing rasayang ka sanja galahé majalan, makejang suba leleh lan kenjel. Kelihan sekaa gongé muputang parikramané muruk dinané ento, kéto masih ketua PKK-né mupulang para panariné. Ada masih sinunggil panari nyempréng nyelag matakon. “Mangkin-mangkin dumun! Sadurung puput saha budal tiang jagi matakén, malih pidan niki jagi numbas kain setélan duaning sami durung madué baju setélan,” kéto Dék Candri nyroscos mabasa campur-campur matakon. Kasautin olih jero kelihan sekaa gongé. “Inggih, indiké niki raris baosang sareng ketua PKK druéné, titiang saking panabuh pacang mapamit dumunan.” “Inggih Jero, rarisang! Titiang pacang nglanturang bebaosan sareng sameton PKK-né dumun,” kéto ketua PKK-né Luh Ebi nyaurin. Inggih, ngiring lanturang mangkin indik patakén Dék Candriné, punapi ring sameton sané lianan...?” “Nggih…, indiké punika tiang sami sukserah ring Dék Candri, mapan ipun ‘I Celin’ (Cenik Lincah) sané uning genahgenah ngrereh kain, kikikikiki…,” kéto makejang girang pada kompak masaut mapan Dék Candri lincah mailehan, suba biasa meli kain. Buin Dek Candri matakon, “Yéh ados tiang? Héhéhéhé….” kedék sambilanga matakén. Lantur ketua PKK-né, Luh Eby negesang, “Nah jag Dék sampun majalan ngalih kain, ané tiosan mangda wénten siki nyarengin Dék Candri.” Makejang kimang-kimeng saling sledétin. Ada ané kalad-keled menékang lima negak paling durina, “Titiang dados Bu Ketua?” kéto Tu Déwik masaut.

13

Jengah Wahyu Waruna

“Yééhhh saja! Nah, nah…, saja ada Déwik jag ngesil, nguda mara masaut?” “Ngih lah, Déwik kan mula kénten Bu Luh. Jag lambat nika, buka adané Dewi Walet (wanita lelet),” kéto Luh Eby lan Dék Candri saling sautin katimpalin riung kedék ané lénan. Tu Déwik kenyem-kenyem dogén. “Inggih duaning sampun polih napi sané kaarsayang, ngiring puputang rauh iriki. Mangkin dados budal,” kéto ketua PKK-né nyiarin, lantas makejang pada budal ka pondok soang-soang. *** Kalih raina suba majalan, sagét suba jam pat sanja, panariné suba pada rama mapupul di balé banjaré. Kéto masih panabuhé ada ané nyobak-nyobak gambelan sambil ngantosang kelihan sekaa gongé rauh. Kondén ada limang menit saget rauh I Putu Mediantara. “Oohh…, né suba rauh kelihan sekaa gongé.” Makejang nuju tongos gambelané. “Ngiring kawitin muruk raina mangkin.” “Bu Luh durung rauh nika Jero,” kéto masaut Dék Candri mapan Luh Eby milu masih ngigel. “Nggih, sambilang ngantos muruk malu apaletan,” kéto Tu Mediantara masaut. Gong suba ngawit nabuh, panariné suba

mabarisan, muruk kalanturang. Suba apaletan lantas rauh I Gede Suwar Utama pinaka kelihan adaté ngaksinin anaké muruk dinané ento. Suba makudang-kudang ilehan uling ngawit kanti panguntat muruk, dinané ento kapuputang olih jero kelihané, sangkaning ada ané lakar baosanga. “Ngiring puputang dumun rauh iriki. Mapupul jebos sambil masandekan, kénten taler majeng ring panabuh, ngiring unggahang toyané dumun. Inggih sameton tiang sareng sami, suksma sampun lédang rauh rainané mangkin taler muruk sampun mamargi antar. Indik wali ring Pura Dalem malih kalih raina pacang kamargiang jam 6 soré, mangda lédang para panabuh lan panari sampun napak jam 5 soré ring Pura Dalem. Inggih amunika saking titiang, malih jebos jagi kalanturang olih kelihan sekaa gong lan ketua PKK druéné nganinin indik busana miwah parindikan mabuat tiosan. Suksma.…” “Ngiih….” kéto makejang nyaurin saha kalanturang olih Putu Mediantara, “Inggih suksma Jero Kelihan. Majeng ring sekaa gong makasami, malih kalih raina mangda kanggén setélan druéné sané sampun mamargi, taler mangda napak ring pura jam 5 soré. Suksma sampun rauh rainané mangkin. Ida dané kangkat

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Pamargin Upacara Aswamédha Yadnya Olih : I K. Satria, S.Ag SESAMPUNÉ polih mabebaosan sakadi asapunika majeng Ida Sang Prabhu Krishna, raris Ida Sang Prabhu Yudisthira mawali nuju genah Ida Brahmana Wyasa saha ngandikayang kawéntenané punika. Nglantur raris Ida matur majeng ring Ida Sang Maharsi sakadi asapuniki, “Nawegang titiang sang maraga utama, Maharsi sané dahat kautamayang ring jagaté. Sesampuné galah pacang rauh yadnyané punika mamargi, titiang wantah nunas majeng ring angga sariran I Ratu mangda prasida mucukin pamargin yadnya sané kamargiang. Duaning angga sariran I Ratu Brahmana mautama sané uning ring parindikan yadnyané punika. Makasami pamargin yadnyané wantah banget nunas majeng ring Ida Sang Brahmana luih sané pacang mucukin!” Sakadi asapunika atur Ida Sang Prabhu Yudisthira. Ngarenga sakadi asapunika raris Ida Maharsi Wyasa ngandika. “Uduh Cening putran Ida Déwi Kunti sané pinaka prabhu mautama, Brahmana Paila, Brahmana Yajnawalkya, angga sariran bapa sané pacang muputang yadnyané punika risampuné rauh dauhnyané. Kapertama, upacara panyucian I Déwané pacang kamargiang ring Purnama sasih Chaitra, durusang titahang mangda kasayagayang sami sané pacang kanggén sajeroning pamargin yadnyané punika. Titahang sami sané uning ring parindikan inucap saha brahmana sané taler uning parindikan kuda mangda prasida sayaga, taler mangdané prasida ngruruh kuda sané mautama kanggén yadnyané puniki! Sakadi sané sampun mungguh ring wéda, sami sané marupa kuda sané kanggén yadnya punika pacang kalepasang saha kaicénin mamargi manut swadharman para kudané punika. Kalepasang sakadi anak sané pacang mangumbara. Sakadi punika sané manut ring sastra!” Mirengang atur bebaosan sakadi asapunika, raris Ida Sang Prabhu Yudisthira nyawisin, “Dumogi sakadi asapunika sapatutnyané!” Salanturnyané Ida Sang Prabhu Yudisthira ngamargiang napi luir sané sampun kacumawisang utawi sané katitiah olih Ida Bhagawan Wyasa. Sami sané pacang kawigunayang ngamargiang yadnya ageng punika sampun kasayagayang. Sajeroning ngamargiang parindikan yadnyané punika, kawéntenan Ida Sang Prabhu Yudisthira dahat ngutamayang pisan kapatutan yadnyané manut sakadi sané wénten ring sastra. Indiké punika nyihnayang kautaman Ida Sang Prabhu Yudisthira wyakti patut pinaka prabhu sané mautama. Sesampuné sami sayaga, raris kauningayang, indik yadnyané pacang kamargiang. Sami raris sané sampun polih amongan nyayagayang yadnyané punika nampekin para brahmana saha sayaga pacang ngamargiang yadnya sané utama punika. Ida Brahmana mautama punika

sampun budal.” Samian sekaa gongé budal kasarengin jero kelihan sekaa gongé saha mapamit ring jero kelihan adaté. Jani gantiné Luh Eby nglanturang bebaosané saha nyiarang indik galah malih kalih raina lakar ngayah ring Pura Dalem miwah indik mapayas ring jero soang-soang. Peteng maganti lemah, lemah maganti peteng sagét suba teka galahé. Dék Candri lan Tu Déwik suba paling di tongosné magaé ngantosang jam lakar mulih malunan, saling sledétin makadua mapan tongos magaéné mabesikan, nongosin buku di perpustakaan. “Dék jani permisi?” “Ndén malu, buin kejepan Wik! Mara jam solas, buin kejep jam satu mara permisi,” kéto ia ajaka dadua saling sautin. Pada iteh magaé. Tusing rasaanga galahé suba jam 1. Dék Candri lan Tu Déwik lantas permisi tekén atasané, mulih ka umah soang-soang saha majanji katemu di salon. Sépanan matengkasan sagét suba jam 5 sanja, panari lan panabuh suba napak di Pura Dalem saha katurin wédang lan sanganan sadurungé margiang ayah-ayahan. Sedek nunas wédang, iseng Luh Eby meték panariné. “Yéhh... adi kuangan buin dadu, nyén kondén teka né?” “Dék Candri lan Tu Déwik nika Bu Luh.” “Mimih…, apa kal teka né? Jag jam moné kondén teka!” Kondén kudang menit sagét teka ia ajaka dadua. “Mimih déwa ratu jag adung sajaan ajaka dadua. Sakéwala ada kuangné, Kadék Candri, kuangan tegeh.” “Hahahahahahah....” Kéto timpal-timpalné nyandénin. Galah suba jam 6 sanja, Rejang Rénténgé kamargiang kairingin candet gambelan. Suba majalan ailehan, sagét rauh ida anaké agung sané mapeséngan Ida Dewa Gede Agung Fajar Srianta Putra pinaka panglingsir puriné kasarengin antuk rabinidané, anggob nyaksiang PKK-né ngigel Rejang Rénténg. Kanti apanyuud Ida nonton, mapan Rejang Rénténgé ené ayahan kapertama. Disubané suud ngigel, jero kelihan ngrarisang panariné masandekan di pawaregan sinambi nyantos pacang ngaturang pamuspan. Ida Anaké Agung ngranjing ka perantenan saha maekin para panariné, lantas mabaos Ida Dwagung Istri, “Mih déwa ratu, jag anggob tiang ngantenang. Sing madaya dueg-dueg PKK-né ngigel. Tiang adi sing ada ané ngajak ngigel?” “Ampura Atu, tiang nénten purun matur. Yéning lédang Ratu, ngiring ring ayahan salanturnyané,” kéto Luh Eby matur tekén Ida Dwagung Istri, kasambung olih Dék Candri. “CGT (Cenik Gaene To), tiang ja ngiringang Atu masolah.” “Adah jag kéto matur tekén Ida. Sing dadi kéto, CGT orahanga.” “Nah…, sing kénkén péh!” kéto Dék Candri lan Tu Déwik saling sautin. Kaaksi olih Ida Anaké Agung sinambi ica. Lantas mapajar Ida Anak Agung Fajar Srianta Putra, “Nah yéning suba kéto makejang lakar ajak ngayah, mapan wali Padarman Gelah di Pura Besakih suba paek, apang taén ngayah kemu, suud pula-pali wali dini lan muruk di Puri iring rabin gelahé.” “Inggih titiang sareng sami sayaga ngiringang.” ***

sané mangkin ngandika, “Sané mangkin, lepas sampun kudané punika, icén mangda prasida mangumbara!” sakadi asapunika pangandikan Ida Sang Brahmana. Ida Sang Prabhu Yudisthira raris nyawis, “Wantah Sang Brahmana mautama sakadi palungguh I Ratu sané pacang ngicén kudané punika kalepasang antuk mantra-mantra mangda prasida becik pamarginé sajeroning pangumbaran! Sané mangkin titiang nunas majeng ring I Ratu, sira sané pacang ngupapira kudané punika yéning sampun kaicén mangumbara?” sakadi punika pitakén Ida Sang Prabhu Yudisthira majeng ring Brahmana Wyasa. Sesampuné mapikayunan, Ida Brahmana Wyasa raris nyawis, “Titiang nyaratang majeng ring Ida Sang Arjuna sané pacang ngupapira antuk kawisésanidané. Wantah dané Sang Arjuna sané pacang ngupapira sami kudané punika. Wantah Sang Arjuna sané madué kawisésan saha angga sariran dané sané sampun polih waranugrahan para déwatané sané prasida ngamargiang karyané puniki! Sami senjata panah sané kamedalang wantah metu saking paican para déwatané. Lianan ring punika, Sang Arjuna pascat sajeroning nandingin para raksasa sané pacang ngawinang yadnyané puniki nénten mapikolih. Sang Arjuna taler sané madué kawisésan sané mautama parindikan pepanahan miwah makasami kaweruhan. Sujatiné kawéntenan Sang Arjuna sané sampun mautama sajeroning ngupapira daging yadnyané puniki manut ring sajeroning sastra. Duaning asapunika, sané mangkin mangda katitahang Sang Arjuna ngamargiang yadnyané puniki. Sujatiné Sang Bhima taler madué kawisésan sakadi asapunika. Asapunika taler sami ksatria Pandawané sujatiné sampun prasida ngamargiang parindikané puniki! Sakémaon wantah Sang Arjuna sané mangkin patut titahang.” Sakadi asapunika pangandiakn Ida Sang Brahmana Wyasa. Ida Sang Prabhu raris nuju Sang Arjuna saha katitahang mangda ngamargiang karyané punika, kabaosang majeng Ida Sang Arjuna wantah dané sané kaptiang mangda ngupapira sami kudané sané kanggén yadnya. Sang sapa sira ugi sané pacang mademang saha ngambil kudané punika wantah pacang mayuda nandingin Sang Arjuna. Sakémaon kaptiang mangda Ida Sang Arjuna nénten ngawinang payudan ageng, mangda setata nemu karahayuan. Salanturnyané Ida Sang Prabhu nitahang Ida Sang Bhima miwah Ida Sang Nakula mangda nyaga kawéntenan Hastinapurané, mangdané setata rahayu ring sapamargin yadnyané punika. Asapunika taler Ida Sang Sahadéwa pacang nyanggra para atiti sané rauh ring yadnyané punika. (Masambung)

Gunung Agung Nyimbuh Galah sanja ngeséng kauh Gunung Agung nyimbuh Di muncuk malepuh Guminé masepuh Kebéran suluh Masunar galang Buka tuduh Gegésonan mabuang Malaib labuh Bincuh nylametang tuuh Nguda-nguda pesu peluh Genah aman karuruh Ujan abu ngrébés Alas puun maréngés Urirang tan kelés Prajana inguh téngés-téngés

Mategul

I Made Swadarma

Kerat-keretang mapliket engket Ngetél paketéltél nyangket Tali-talining negul adri Kaki nini makumpi siki Gelah ngelah tan élah Ngamah motah basang layah Gulak gulik matah Ngepah ngélél ngedeng tali Tali negul mamurti talu Talu taluhang encak payu Talu jaya tan patali Pandé Jati


Jayanti

14 Cerakén

A.A.A. Oka Saraswati

Lengkara

Anak Istri Dados Undagi

Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Redité Paing, 7 Januari 2018

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

KETAH manggihin anak tiosan makarya wangunan Balé Bali, Prof. Dr. Ir. Anak Agung Ayu Oka Saraswati, MT. pamuput meled dados arsitektur. Manut dané, dados arsitek utawi ring Bali kasengguh undagi, boya wantah pakaryan anak lanang kémanten, anak istri taler prasida dados arsitek. Bekelnyané wantah kasumekenan, jemet malajah taler madué jiwa seni. Antuk pikayunan dané sakadi punika, anggané prasida kakukuhang pinaka Guru Besar ring widang Perancangan Arsitektur daweg tanggal 18 November 2017 lintang. Mamilih dados arsitek wantah angen-angen dané mawit kantun alit. Pangawit, sangkaning seneng manggihin rerama makarya wangunan Balé Bali. Para lelingsir sané makarya wangunan Balé Bali madué pakem sané prasida ngametuang rasa trepti, rasa santhi mawinan kahanan inucap dados inspirasi. “Baos ibun tiangé, daweg tiang kantun ring garba, Ibu makarya balé. Mawinan parindikan inucap dados pendidikan prenatal,” baos anak istri sané embas ring Dénpasar, 15 April 1961. Satios meled dados arsitek, mawit alit Gung Saraswati –

Pupuh Pangkur 53.s*kli;kdimk)sêb/,

Sang kalih kadi makesiab, somæunuæ^n,

sampun sirna, gle\skdih\in/,

galangé sakadi angin, sm)etonuæmihturu,

sameton sami aturu, hmu*hsuenhienohn/,

amung asuné I Nohan, lnÀigd&,

lan I Gading, zuluæulÀj)ri;kbucu,

nyulsul ajerih ka bucu, \ur;sib)tnåÌdn,

sapunika dané ketah kasambat taler seneng nglukis. Ajin dané sané pinaka dokter setata ngicén tuntunan dané malajah nglukis. Parindikan inucap nglantur kantos anggané ngranjing ring SMP. Kala SMP dané katuntun olih pelukis Darsana, miwah ri kala SMA katuntun olih kepala sekolah sané taler pelukis, Pak Dharma Susila. “Tiang kadaut ring widang arsitektur, nanging tiang taler meled sakadi ajin tiangé, pinaka dokter.” Gung Saraswati maosang, yukti, akéhan sané dados arsitek punika anak lanang. Nanging, pendidikan ring kulawarga nénten minayang lanang wiadin istri. Dados undagi wantah warisan budaya Bali. “Lelingsir tiang wantah undagi kasub saking Puri Gerenceng Denpasar.” Kawewehin, arsitektur punika mapaiketan ring ilmu teknik membangun miwah seni. Nanging, ring kahanané mangkin sampun jimbar pisan artosnyané. Inggian mapaiketan ring kahanan ekonomi miwah teknologi. Rumasuk ring teknologi penghawaan, penyinaran, transportasi, miwah danging wangunan inucap, mawinan prasida ngwetuang rasa seneng.

Satios punika, syarat utama manados arsitek wantah madué talenta seni, sumeken, teleb, miwah kayun malajahang raga. Sajeroning makarya tugas miwah karya, muatang utsaha sané ageng taler nénten dangan putus asa. “Baosang kémanten, sakadi sané polihang tiang mangkin. Tiang kakukuhang pinaka Guru Besar ring widang Perancangan Arsitektur,” atur dané bangga. Satios punika, Gung Saraswati taler naen dados pasukan pengibar bendera pusaka ring Istana Merdeka Jakarta pinaka pemegang bendera pusaka, lifetime achievement award saking Paskibraka Kota Denpasar. Sampun molihang HAKI Internasional indik desain kotak parfum, Juara I Lomba Penulisan Lingkungan Hidup seBali’85, Best Instructor 2007, Mayoret Drumband Unud 1980 - 1985, Pemenang Lima Terbaik Lomba Desain Taman Bung Karno: Saraswati dan Tekom 2004 (sinarengan mahasiswa arsitektur FT UNUD). (bud/uma)

Ngurah Sibetan ngredana, s*hyuhmusÕikrni. Sang Ayu amustikarani. 54.etoynСmСmenmuzÇËt/,

Toyan kumkumané muncrat,

A.A. Gede Bagus Mas Weda Ananta

kdiewnÓ)n/,

kadi wénten,

Waged ring 40 Tembang Gendér Wayang

btusenmnibnin/,

batu sané manibanin,

A.A. Gede Bagus Mas Weda Ananta asapunika aran jangkep siswa kelas VI B SD Saraswati 3 Denpasar sané seneng ring makudang-kudang soroh gegambelan tradisional Bali puniki. Minakadi gendér wayang, angklung, gong kebyar, suling, rindik miwah soroh gegambelan sané siosan. Nénten wantah seneng kémanten, nanging ring yusa sané kantun wimuda puniki dané ketah kapanggih ngaturang ayah magambel antuk makudangkudang soroh gegambelan. Sajeroning soroh punika, sané pinih ketah kagambelang wantah gendér wayang. “Tiang ketah taler magambel ring pacentokan utawi

sunrenÓoyenbiru,

sunaran toyané biru, \elezÇokÐdiklihl;, ngaléncok kadi kalialah, winhê±ecokÞi,

Wihanyu Cokli, nts*npienhulu*,

natasang napi né ulung, his%me\oegohienÓoy, iseng mangogoin toya,

Isin Gumi

mir;jgstɱkp\ái;.

mirah jaga satru kapanggih.

Musisi Buléléng ”Tersingkir” Musisi Luar NYANGGRA malam pergantian warsa nuju warsa 2018, Pemerintah Kabupatén Buléléng ngamargiang pésta hiburan rakyat ring pecak Pelabuhan Buléléng, Redité (31/12) wengi. Acara punika sapisanan kadagingin antuk pésta kembang api, taler karaménin makudang musisi miwah seniman. Sakémahon sayang, musisi lokal Buléléng “tersingkir” olih musisi luar Buléléng, sakadi Nanoe Biroe miwah Lééyonk Sinatra. Kocap, musisi-musisi lokal Buléléng polih galah tampil araina sa-

durungnyané. Punika mawinan tampilan musisi lokal Buléléng minakadi Harmony Band, #AKEBULELENG, miwah Jem Tattoo nénten akéh sané uning santukan minim publikasi. Penampilan ipun sakadi kasisihang kawinang tanpa karauhin pejabat miwah undangan sané wantah numplek rauh ri kala perayaan pergantian tahun. “Sapunapi pacang ngajiang musisi miwah seniman Buléléng, kémahon pamuput ri kala tampil tersingkirkan,” krimik sinalih tunggil musisi wusan tampil. Parindikan punika

kabligbagang ring acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 02 Januari 2018 lintang. Komang Suparta, Kerobokan Musisi sané kabaosang saking luar Buléléng sampun dumunan kawentuk miwah ngraméang blantika musik pop Bali. Tiosan punika, lirik-lirik lagunnyané nyusup ring soang-soang manah sané nyaksiang lan mirengang. Majeng musisi Buléléng, sampunang nika bangetanga, ambil pinaka paplajahan antuk tetep

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

kocap

1.

ekocp/,

1. konon

2.

kuub

2.

kuwub/,

2. wilayah

3.

labak

3.

lbk/,

3. rendah

4.

lahru

4.

lhɱ,

4. kemarau

5.

landuh

5.

lnѡ;,

5. makmur

6.

langah

6.

l\;,

6. jarang

7.

langgah

7.

l\á;,

7. lancang

8.

langgia

8.

l\áí,

8. khianat

9.

langu

9.

l\u,

9. pusing

10.

lnÓ¡d/,

10. terhalang

10. lantud

Bahasa Indonésia

makarya. Cindy, Sangsit Sampunang punika baosanga, ngawit mangkin lewih akéh malajah saking musisi luar napi malih sampun kasub arannyané. Musisi luar punika pastika taler ngrasayang makudang prosés sadurung kasub sakadi mangkin. Musisi Buléléng sampunang patah semangat. Ketut Mini, Pemaron Antuk parindikan punika, musisi Buléléng mangda gencar nglaksanayang promosi. Indiké puniki prasida kalaksanayang minakadi maprakanti sareng stasiun radio-radio ring Bali. Tiosan punika taler penayangan video klip ring TV. Patut purun ngamedalang prabéa. Arta, Gesing Musisi Buléléng sujatiné sampun akéh sané kasub, sakadi Yan Srikandi, Bimbo, Elly S, Ari Ariama, Gus Babah, Bayu Kresna, Ngurah Panji, Motifora, miwah sané tiosan. Tunas tiang majeng musisi-musisi Buléléng sané sampunang banget kuciwa, tetep semangat. Surya, Lovina Musisi ring Buléléng kirang ngamolihang sokongan saking pamerintah. Tunas titiang, musisi miwah seniman Buléléng kauratiang. Yéning sampun wénten uratian sinah musisi miwah seniman sida ngelimbak. (ama)

lomba,” baos dané kalem. Sakadi napi sané kasinahang Gung De – asapunika dané ketah kasambat sampun polih nyarengin makudang-kudang pacentokan gendér wayang. Sané ngangobin manah wantah ring sekancan pacentokan sané kasarengin, anak alit sané seneng magambel, ngambar miwah mancing puniki setata jayanti. “Tiang nyuksmayang pisan sangkaning prasida dados jayanti ring pacentokan punika. Sakéwanten punika wantah parikrama sané patut setata kamargiang duaning sané utama wantah pengalaman pinaka guru sané pinih becik,” baosnyané sumeken. Minakadi ring warsa 2017 sané wawu lintang puniki, Gung De prasida jayanti ring makudang-kudang pacentokan. Minakadi dados Juara II Lomba Gendér Wayang se-Bali ring IHDN Denpasar Mei 2017, juara II Lomba Gendér Wayang se-Bali STIKI Denpasar, Agustus 2017, juara III ring Lomba Gendér Wayang se-Bali (Piala Bupati Badung) – Gita Adikara Art Festival ring Nusa Dua, September 2017, juara I ring Lomba Gendér Wayang (Piala Walikota) tk. SD – AKBP Festival ring Br. Pekandelan

Sanur, November 2017 miwah dados Penampilan Terbaik I ring Parade Gendér Wayang ring Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, 2017. Yowana lanang sané meled dados dokter puniki nyantenang, sajeroning pacentokan sané sampun kasarengin, dané pinih seneng ri kala nyarengin pacentokan sané kamargiang ring Br. Pekandelan, Sanur Kaja. Duaning tatkala punika dané kajudi nyelehin panganggé miwah pepayasan sané kawigunayang preragan. “Yéning dados baosang tiang, tiang marasa andel ring raga nyarengin pacentokan ri kala punika. Sios saking becik nabdabang raga taler kaicén nyelehin panganggé sané jagi kanggén, tatkala punika tiang taler prasida ngamolihang juara I,” baosnyané bangga. Oka A.A. Ketut Gede Aryateja, ST miwah Gst. Agung Eka Pramasari, ST puniki taler nyantenang anggané sampun ketah ngendér wayang saking kantun mayusa limang warsa. Sakéwanten ngawit saking kantun mayusa kalih warsa sampun seneng maplalian ceng-ceng ring sajeroning gegambelan baleganjur. Sakéwanten makasami punika sangkaning kasokong tur katabeh olih makekalih

rerama sané pada-pada dados arsitek. “Ajik sané panabuh gegambelan angklung miwah kendang ketah ngicén tiang inspirasi,” baos yowana sané sampun waged nabuhang 40 tembang gendér puniki ica. Gung De taler malajah ngambelang rindik saking kelas IV, yadiastun nénten naenin nyarengin pacentokan rindik, nanging dané ketah ngambelang rindik ring makudang-kudang acara. Rai saking A.A. Istri Agung Mas Anindya Pramadevi punika taler mlajah nyuling suling Bali antuk nada pentatonis. Sakéwanten tatkala ngayah dané ketah ngendér tatkala wénten upacara masangih, piodalan miwah ngiring sesolahan wayang kulit. Sakéwanten tatkala katakenin indik peplajahan sekolah, Gung De sané meneng ring Br. Pekandelan, Desa Sanur Kaja, Denpasar puniki maosang, malajah wantah sané pinih utama. “Yéning makarya tugas utawi PR punika margiang tiang risampuné rauh saking sekolah. Petengnyané wawu tiang malajah indik peplajahan bénjang,” baos yowana sané kantun ngranjing 10 besar ring kelas puniki nartayang. (uma)

Kénkén Baliné Jani? KÉNKÉN Baliné jani? Kéto liu patakoné. Kénkén Baliné jani sesukat ada anyudan dolar. Ngedot nawang kénkén Baliné jani, lan jani mabalih Bali. Mabalih Bali liu ada ané tawah lan solah soléh mlegéndah. Mabalih Bali satmaka ningalin anak bajang ané jegég nyelolét, makejang dot ngrasayang, nyicipin, lan marikosa kajegégané. Ada ané melah-melah nagih ngrasayang, ada ané mamaksa marikosa nyicipin. Man kija anaké ané ngelahang bajang jegég ento? Anaké ané ngelah bajang jegég ento ada ané seken nyaga, ada ané mapi-mapi rungu yadistun mupu ané katuju. Ada bakat padalem, ada ané seken nagih nyaga bajang jegégé kéwala tusing maan tongos. Ané seken nyaga anaké bajang ento bedik ruangné. Mabalih Bali yadiastun dolaré membah ka Bali sakéwala rasané ada kélangan. Di Bali kadirasa makejang dadi adep. Bali kélangan tanah carik, tuara nyandang satuayang kudang carik kadén telah, kudang subak ané nu papan dogén. Tingalin di sisin pasihé, enyén jani ngelah hotél majéjér? Di sisin da-

nuné, bongkol gunungé, duur pangkungé, duur abingé. Sujatiné Baliné suba kélangan. Minab kuangan tanah Baliné tongos nyujukang hotél ngantos pasih Baliné nagih kaurug héktar-héktaran. Ngatiban anaké Bali ngalih karang magedi uling Bali, transmigrasi. Anaké Bali magedi transmigrasi sakéwala anaké dauh tukad, dauh pasisi teka ngebekin Bali ngalih pangupa jiwa. Indayang napi niki wastané? Anaké Bali kaliwat polos, masan KB anaké Bali suud ngelah pianak patpat jani liunan anaké Bali ngelah pianak dadua luh ajak muani patuh kéto koné. Baliné kélangan Nyoman lan Ketut. Yadiastun dolaré membah, tusing dadi jaminan wong Baliné mupu. Ulian belog polos anaké Bali cara patapan séndok komoh, cara siapé mati di glebegé. Jani wong Bali ngancan langah demen mabasa Bali. Tusing di kota, nganti ka désa-désa langah nganggon basa Bali. Murid-muridé takutan maan basa Bali tekén basa Iggris. Reramané liunan ngajain pianakné nmabasa Indonesia. Basa Inggris nekaang pipis

kéto koné anaké ngorahang. Mabalih wong Bali, mabalih anak barés tekén Widhi nanging demit tekén nyama braya. Nuju ada pawanguan upacara magedé-gedéan madana punia. Yén nuju ada braya lacur katos pesu pipis uling kantongné. Mabalih anaké Bali mabalih anak liu kena penyakit SMS, seneng mangatonang sengsara. Wong Baliné liunan sebet nepukin nyama bagia. Cara blakas mangan ka tengah. Bisa–bisa makelo-kelo wong Baliné lakar kélangan Bali di Bali. Bali lan jatma Baliné kélangan karang awak. Disubané mabalih Bali lan nawang kénkén Baliné mara seken rumasa ada ané ilang. Jani tiang dot laguné Guruh Sukarno Putra ané misi ..Kembalikan Baliku Padaku pepes maputar di radioné, nyén nawang anaké Bali enten matangi. Sadurung kasépan, becikan sané mangkin matangi katimbang disampuné makejang ilang mara keten-keten matangi lantas nyambat puputan. Puputan sané kasép sami nglantas puput (telas) (IK Sandiyasa)


Minggu Paing, 7 Januari 2018

Pemanasan SANGGAR PURBACARAKA Jalan Nias 13 Denpasar Merayakan Ulangtahun GUS PAL Rabu Kliwon 10 Januari 2018 Jam 20:00 Wita Di JKP-109

CHANDRA BHERAWA : SEBUAH KARYA SASTRA PEMIKIRAN, (1) KECERDASAN SUKMA MULIA HINDU BALI, AWALAN KABHINEKAAN SIWA BUDHA

l Tulisan ini terinspirasi oleh sikap Gus Palguna, yang memilih “sunyi” dalam keriuhan zaman Walau kisah Candra Bherawa bukan kategori Tutur, merupakan penggalan dari Kuntiyajna Nilacandra, seringkali dikategorikan sebagai Tutur, Kadiatmikan, Kawisesan, sering dijadikan pegangan perbandingan untuk memahami hakikat spiritual dalam keagaman Hindu di Bali, terutama mashab Siwa Budha, artinya tidak dibacakan secara umum, sebab memerlukan tafsir yang lebih luas dan mendalam mengenai isinya. Sebab jika salah mengartikan, terburu-buru menafsirkan maka akan terjadi kesalahpahaman dan tindakan yang dapat mengundang rasa tak nyaman bagi yang secara gegabah dan dangkal memaknainya. Tradisi ‘aje wera’ dalam konteks ini ternyata menemukan argumentasinya, prinsip kehati-hatian harus diutamakan. Kisah dalam penggalan Kuntiyajna Nilacandra ini, dikenal oleh masyarakat Bali dengan nama Chandra Bherawa, seringkali hanya diketahui dari penggalan kisah dari mulut ke mulut, kadang berlebihan, kadang jauh tersesat dari isi kisah sebenarnya. Ada juga yang kemudian menempatkannya sebagai salah satu ‘ajaran’ dalam bentuk teks, yang dapat memberi jalan pencapaian spiritual tinggi bahkan kesaktian tak tertandingi. Di sisi lain, menurut hemat saya, proses penulisan teks ini adalah kecerdasan suksma mulia dalam rangka menyatukan dua ajaran besar yakni Siwa dan Budha; ini sebuah teks yang membuka seluruh cara perbandingan ajaran dua agama tua dari inti tattwa; Bukan dalam konteks ritus dan ritualnya. Mengisahkan kejadian setelah perang mahabrata. Ketika Panca Pandawa memimpin Hastina dan berupaya meluaskan pengaruhnya serta menguji kekuasaannya dengan cara hasrat menyeragamkan tata krama beragama tak hanya di wilayah Hastina namun kepada negara-negara yang otonom. Kresna sebagai penasihat Yudhistira, mendorong ide itu dan empat saudara Panca Pandawa, kecuali Yudistira, pada suatu ketika dikerahkan sebagaia utusan menuju ke berbagai penjuru wilayah. Tugas mereka memastikan keadaan rakyat dan kesetiaan rakyat, salah satunya adalah soal keagamaan, dalam kisah ini disebut mengecek pelaksanaan : Karma Sanyasa. Dalam kisah ini, Bima atau ‘Wrekodhara” (dalam keseharian dibaca werkodara) tiba di sebuah negeri bernama Dewantara, letaknya di sebelah Timur Laut (perhatikan bahwa dalam kisah besar Mahabrata tak ada nama kerajaan Dewantara, jika membaca pemetaan kerajaan kuno di India sekalipun yang menjalankan non-veda adalah jazirah di sebuah teluk wilayah Manggada dll). Dan setibanya diperbatasan Negeri Dewantara dimulailah keterkejutanketerkejutan yang dialami oleh Bhimasena. Secara umum, Bhima dikenal sebagai tokoh yang lugu dan jujur serta blak-blakan (interpretasi karakter ini khas nusantara). Dikejutkan oleh dua orang yang tengah bercakap-cakap di bawah pohon Bungur. Bima yang merasa sedikit terlunta-lunta, mendekati kedua orang itu dan tersentak kaget, sebab dua orang itu menyebutkan satu sama lain dengan panggilan nama Wisnu dan Brahma. Tak cuma terkejut akan nama keduanya juga isi percakapan kedua orang itu adalah mengkritisi sikap Hastina yang tengah mendatangi semua wilayah sampai ke desa-desa untuk memeriksa pelaksanaan Karma Sanyasa. “Singgih kaka Brahma, wruh arinta I tatwa mangkana, tingkah ing wwang magawe sanggar dengen, tan wurung magawe dwapara ning idhep, mangkana swagatai nika, yan ring sanggar dengen para ning idhep, sakingke mulanya nguni, apan akweh swabhawa ning wwang ginawe de bhatara, akweh swakara ning dewa-dewa ning wwang, denyan akweh sunyaning sunya ling ing tutur, syapa weruh, ring warna ning dwa, manahnya dawak magawe dewa, agawe paran, magawe sanggah dengen, yeka gawenan banten, sangapa kumawruhannya tumarimeng banten, ndang kurang lewuh ing wedhana, awakanya juga amangun sukha dukha, tan han dewa mananggah kurang lewih, adyapi sang sinanggah wiku amuja banten, yan salah puja sira, tan hana dewa angajuraken salah tikang puja,

siddhawala juga wruha ri salah kenanya, mangkanan kaka Brahma” Bhimasena alias Bima tentu saja terganggu dengan percakapan itu. Isinya jelas-jelas mengkritik kebijakan Hastina. Bahwa agama itu jika diatur seperti struktur kekuasaan maka hasilnya adalah kepura-puraan beragama. Kepura-puraan melakukan sembahyang dan pemujaan. Hasilnya, mereka itu (tanpa dapat disalahkan) menciptakan ‘tuhan’ sebagaimana selera masing-masing. Bahkan sekalipun ada orang suci yang memimpin pemujaan dan sembahyang, apabila terjadi kesalahan dalam pengucapan doa sembahyang, yang menyalahkan adalah orang-orang (manusia juga), bukan tuhan, bukan dewa-dewa. Bukan dalam pengertian agama yang sesungguhnya. Tindakan ritus agama seringkali adalah memenuhi selera dari manusia dari hasil pemahamannya dan keinginannya. Dalam kisah ini, sungguh tepat memilih Bhima yang tak pandai debat. Dia yang lugu dan jujur, setia pada tugas, melaksanakan kewajibannya sebagai utusan penguasa dengan mudah terpancing. Dari menguping pembicaraan itu, Bhima akhirnya mendekati keduanya. Keduanya mengenalkan diri dan Bima dengan lugu bertanya, mengapa kalian memakai nama-nama dewa-dewa utama? Yang menarik dari kalimat-kalimat pertama dari kisah Candra Bherawa ini, menjelaskan bahwa kalimat-kalimat itu; jawaban tokoh wisnu (bukan dewa) terhadap Brahma (bukan dewa); bahwa awalan itu, semua kalimat-kalimat itu adalah pembentuk wacana. Wacana besar untuk memahami bahwa konteks penulisan carangan Candra Bherawa ini tengah kritis pada Catur Wangsa dan sikap beragama: dari kesatuan sintaksisnya nampak benar ini adalah “kondisi sosial Bali” ataukah gejala umum yang menyertai pesona agama dijadikan senjata penguasa. Harus diingat, kritik soal Catur Wangsa dalam karya ini bukanlah seperti menyoal “kasta” dengan marah-marah dan kasuistik! Namun justru menjadi argumen mengapa nama dua kenalan baru Bima, yang ternyata mahapatih negeri Dewantara memilih nama Wisnu ataukah Brahma; keduanya menyatakan, sanggup menyandang nama-nama tersebut karena sanggup melakukan kedua tugas dan kewajiban Dewa Wisnu dan Dewa Brahma. Keduanya menyebut wangsanya dari Wangsa Parya! Wacana pertama, awalan yang dibentuk mengisyaratkan Sistem Sosial, Sistem nilai dan ide dan juga peralatan budaya. Cermat disampaikan dan dalam bahasa agung disebut oleh mereka sebagai “maya suksma”- ajaran ini adalah menjernihkan lahir dan batin, sehingga menyadari mengenai hakekat manusia dalam hal menjalankan agama, mencari tuhan ke dalam diri, semua yang dicari sebagai yang disebut ‘spiritual’ tidaklah jauh, semua ada dalam diri. Bhima ditemani Brahma dan Wisnu, setelah perkenalan yang mencengangkan bagi Bhima mengenai kebijakan Negeri Dewantara yang menerapkan ajaran Maya Suksma, tak cuma teoritik tetapi sebagai perilaku nyata; menjadi kenyataan yang mengguncang hatinya. Tak ada rumah suci di semua rumah, tak ada tempat pemujaan dan upacara apapun di negara Dewantara; bukan berarti mereka atheis. Mereka mengatakan agama mereka bernama Aji Pegat, ” Mojar Bhima, Lah Kita Brahma Wisnu, sambya lumaku, aparan kojar ing agaman ta hanengke, sahob ing bhumi Dewantara samuha warahakena ri kami. Sumahur Si Wisnu,” Singgih Maharaja Bhima angaji pegat ngaraning yasa nge ring Dewantara, ring pegat ing warah, pegat ing banten paryangan, donya tan hana Sanggah dengen, ring pomah ing wwang kabeh, sangke pawangun ira Sri Candrabherawa, kewala dharma juga ginegwan haneng sarira dawak, marayaguru, marya sisya, marya dewa, marya bhutakala, kewalya manusia sakti ginelarnya ring sarira, de nikang parajana kabeh,” Sintaksis dalam dialog-dialog Chandra Bherawa ini tak hanya sifatnya harus

Tatahan Tan Hana Paran-paran l Mencari Ning, Menemui Wi ~ 4

DALAM VISI spiritualitas Bali yang mendapat pengaruh kuat tradisi Siwa Tantra Yoga — ajaran spiritual tertua yang berpengaruh luas di dunia serta masih bertahan hingga kini — batu karang berdiri tegak lurus Bapa Akasha sekaligus menyatu menembus Ibu Bumi Prtiwi di Wi itu tiada lain adalah Lingga Acala, sedangkan batu karang berbentuk penyu agung itu merupakan perwujudan Kurma Agni — kurma berarti ‘’penyu’’, sedangkan agni bermakna ‘api’. Adapun batu karang berlekuk-liku dengan tatahan alamiahnya yang membelit Kurma Agni itu merupakan perwujudan Naga AnantaBhoga dan Naga Basuki. Dalam konsepsi Siwa Tantra Yoga, Lingga Acala itu merupakan stana Siwa sebagai Jiwa Maha Agung, Maha Abadi, Maha Awal Mula, Maha Penghidup Semesta Raya beserta seisinya — yang dalam bahasa-bahasa Nusantara dinamakan Bapa Akasha. Kurma Agni melambangkan Ibu Bumi Prtiwi yang di inti kedalamannya berupa api magma (Kurma Agni), dikitari oleh tanah sebagai sumber pangan-sandang-papan tanpa akhir (Naga Ananta Bhoga) serta air sebagai sumber utama keselamatan keberlangsungan kehidupan (Naga Basuki). Dengan begitu

l Anggur

Lingga Acala Kurma Agni dengan lilitan batu karang berbentuk Naga ini sejatinyalah mengonsepsikan makna mendalam dan luas perihal kesatuan sang Jiwa Agung Siwa dengan Alam Semesta Raya beserta segenap ciptaan-Nya. Siapakah yang menciptakan Lingga Acala Kurma Agni Anantabhoga ini? Karena sedemikian utuh menyatu satu sama lain, Lingga Acala Kurma Agni Anantabhoga di Wi ini dapat dipastikan bukan buatan manusia. Ini niscaya Lingga Acala alami, karya otentik langsung sang Maha Pencipta — yang tertatah lewat proses panjang secara alamiah di dasar laut. Kapan? Belum dapat dipastikan kapan tepatnya Lingga Acala Kurma Agni ini tercipta. Sangat boleh jadi Lingga Acala Kurma Agni alami di Wi ini telah tercipta sedemikian adanya di dasar laut, saat seluruh permukaan masih dipenuhi oleh hamparan air laut. Kehidupan manusia pun belum ada saat itu. Tetua Bali kerap kali menyebutkan masa-masa awal sebelum ada kehidupan manusia ini dengan istilah sederhana, ‘’Duk tan hana paran-paran’’. Arti sederhananya sama dengan, ‘’Ketika belum ada kehidupan apa pun di dunia ini’’. l deprabas

dibaca sebagai ‘rangkaian’, jadi bila terpisah akan dipahami secara berbeda dan menjauh dari maksud. Pada wacana kedua ini menjelaskan; tradisi penulisan spiritual yang diwariskan berasal dari pencapaian tinggi tatwa keagamaan di Bali dengan mendekatkan pada kehidupan sosial dan proses sosial yang dikaitkan dengan agama dan penguasa. Tidak membahas kecirian harfiah keagamaan seperti soal tindak tanduk, busana, tata cara, tetapi yang diangkat dihadapan pembaca adalah dua pemikiran yang ditandingkan sebagai tulisan kritik terhadap laku spiritual, yang disalahgunakan oleh penguasa/ atau oknum yang mengatasnamakan agama dengan alasan menertibkan dunia untuk mencapai keluhuran (surga, nirwana, dll). Wacana diajukan dalam kalimat-kalimat lugas menjelaskan akan adanya perbedaan cara menjalani agama. Juga betapa mudahnya penganut agama ‘tersesat’ di jalan benar dalam soal melaksanakan ajaran agamanya. Dalam tuturan yang ditulis memang bukan sebagai narasi biasa. Menjelaskan apa beda kalimat yang tidak utuh sebagai makna, harus berderet dengan kalimat lain, tidak juga ketika kalimat-kalimat itu berkumpul menjadi sintaksis. Namun hampir dipastikan dari satu alinea ke aline lain adalah jelas bermaksud mengajukan wacana: jadi jelas mengajak pembaca untuk mendiskusikannya. Penjelasan tersebut didapat saat Bhima berkeliling di Negeri Dewantara sebelum bertemu dengan Raja Candra Bherawa. Bhima sungguh tertegun sebab tidak ada satu pun tempat suci, tak ada tanda-tanda ada yang melakukan kegiatan kecirian salah satu agama. Bhima mewakili umumnya orang kebanyakan dalam hal beragama: yakni agama akan memberikan jalan kebenaran, menjaga dari tingkah laku yang salah, membuat manusia jerih melakukan kesalahan dan dosa. Agama ditampilkan dari ciri-ciri ritus dan busana. Ketaatan tindakan dari sembahyang sampai kerajinan memasuki rumah suci dan berbagai ibadat lainnya. Agama tampil dengan mudah menandai siapa yang ‘rajin’ dan siapa yang “malas” dalam hubungan dengan yang dipuja. Jadi agama meminta tolong manusia lain, yang merasa lebih tahu, lebih paham dan memiliki kuasa untuk mengawasi perilaku keagamaan manusia lainnya. Bhima menjadi tokoh yang mewakili untuk melihat apa yang benar, apa yang kurang dalam

Jejak Peradaban Batu Karang Bali l Mencari Ning, Menemui Wi ~ 5

KISAH kemunculan Lingga Acala Kurma Agni alami di Wi boleh jadi sejalan dengan sejarah kemunculan Pulau Bali beserta pulau-pulau lainnya di kawasan luas yang kemudian dinamakan Dwipantara (pada zaman Kerajaan Sriwijaya) maupun Nusantara (pada zaman Kerajaan Majapahit). Data ilmu kebumian menegaskan, bahwa daratan Pulau Bali terbentuk sekitar 23 juta tahun lampau. Para ahli geologi memperkirakan, saat itu gunung api bawah laut di timur Jawa menunjukkan aktivitas dahsyat. Dari aktivitas gunung api bawah laut itu kemudian keluarlah magma panas dari perut Bumi. Proses alami lantas menjadikan magma panas tersebut mengendap, hingga akhirnya mengeras. Endapan magma api yang mengeras itu lewat proses alami yang panjang—termasuk belakangan ada proses panjang pembekuan air laut di Kutub Bumi secara alamiah pada Zaman Es — secara lambat laun akhirnya mewujud daratan, yang kini dikenal bernama Pulau Bali. Secara geologis juga diketahui bahwa pulau mungil Bali ini semula tersambung menyatu dengan daratan Pulau Jawa hingga Sumatera. Teks-teks susastra Bali menyuratkan kesatuan daratan SumateraJawa-Bali ini dengan nama ‘’Pulo Panjang’’ —berarti ‘’pulau yang panjang’’. Peristiwa-peristiwa alamiah selanjutnya, seperti mencairnya Es di Kutub, menjadikan daratan Pulo Panjang pun saling terpisah, menjadi Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali. Meskipun paling kecil, namun daratan Bali yang bentuknya menyerupai induk ayam ini justru memiliki bentang alam yang lengkap. Bali juga mengalami dan memiliki peradaban lengkap mulai dari peradaban laut dengan peraaban batu karang, peradaban gunung, hingga peradaban olah tanah. Di kawasan bukit karang tertinggi Pucak Mundi di Nusa Penida ada batu lingga berlubang di dasarnya, dinamakan Dalem Kaang Keng (secara umum diucapkan Karangkeng). Di Bali Utara ada pesisir Kubutambahan mewarisi Linggabatu karang alami yang dinamakan Kaang Harum, di pucak Pura Panegil Dharma atau Panyusuhan. Ada pebukitan batu karang di barat yang membentuk kawasan hutan bukit Pulaki dengan Dalem Bulan yang bagaikan onggokan lingga di tengah laut. Di timur ada bentangan kawasan batu karang bukit Seraya hingga Lampuhyang (Lempuyang). l deprabas

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

pelaksanaan keagamaan. Itulah cara pengertian yang dilakukan oleh Kresna dan Yudhistira untuk mewujudkan membangun peradaban yang berdasarkan “jalan suci”. Namun di Dewantara, semua itu tidak dilakukan, akan tetapi semua perilaku manusia yang diimpikan oleh penganut agama menjadi nyata, walau tanpa melakukan ritual dan ritus agama manapun. Tak ada manusia yang dapat menyalahkan manusia lain dalam hal hubungannya dengan yang dipujanya. Seluruh ekspresi masyarakat Dewantara adalah bentuk pencapaian tujuan beragama. Pemilihan tokoh Bhima sebagai utusan dalam kisah ini, menjadi wakil wajah penganut agama manapun, yang berusaha memahami dan menerima perbedaan berkeyakinan, walau secara ajaran yang dipelajarinya tentu membuat batin Bhima terguncang hebat. Apalagi saat bertemu dengan Raja Negeri Dewantara yang bernama Sri Chandra Bherawa, yang para menterinya semua mengenalkan diri dengan nama Asta Dewata. Candhra Bherawa sendiri memposisikan dirinya sebagai Bhatara guru. Dan keyakinan yang diyakini; tidak ada hubungan guru-sisia, pemujaan, tata cara sembahyang, semua hal yang berkecirian dalam pendidikan agama dan kepenganutan keagamaan tidak dilaksanakan. “....i pawekas mami ri kita mene, apan candhya ning dwaparayusa ning rat mangke. Kunang yan hana ratu dharma nuraga ring rat, utsaheng aji, wruh ri saka dharma mami, haywa kita sangsaya makabehan, saksat tunggal pasasira mami ri sira, haywa kita sangsaya makabehan, saksat tunggal pasasira mami ri sira, haywa kita langghyana, manembah kita ri pada pangkaja nira, sakojar nira tinut, ndah yan hana ratu yukti mangkana, pinaka sopana mami muliheang sunya bhawana, kamenya rakwa pinaka tuhan ta...” Wacana ketiga, bagaimana tulisan spiritual ini melalui Chandra Bhewara menjelaskan bahwa umur dunia sekarang akan berhadapan dengan kenyataan akan kearogan penganut agama satu terhadap yang lain, antar penganut agama yang sama pun membangun kelas dan tingkattingkat kesuciannya dari prespsinya sendiri. Bahwa kesadaran dan kesiapan akan penolakan terhadap keyakinan yang dianut oleh Negara Dewantara dijadikan penjelasan, bagaimana menyikapi perbedaan keyakinan; bila ada raja melaksanakan dharma, dikasihi dunia, mengusahakan jalan suci, paham akan asal usul dharmaku, janganlah engkau khawatir, benar-benar satulah diriku dengan dia, jangan engkau menentang, sembahlah kaki teratainya...” Sikap menghormati perbedaan terhadap agama lain diyakini oleh Chandra Bherawa adalah juga tangga pulang bila kembali ke alam sunya. Bila melihat bagaimana proses sosial berkaitan kebudayaan (bukan budaya); didalamnya ada yang disebut sistem sosial, jika dipilah dimulai dari sistem kekeluargaan, sistem politik kemudian sistem perundang-undangan. Semua itu dikenal sebagai institusi sosial, melalui institusi sosial itulah manusia mengatur hidupnya yang riuh dan ramai, dari institusi sosial itulah melahirkan kelompok-kelompok yang satu sama lain akan memperkuat pengaruhnya dalam hubungan jalinan masyarakat. Dari itulah proses sosial tumbuh membangun sistem nilai dan ide. Kelahiran sistem-sistem yang bermakna; mulia, agung, suci, sesuatu yang jauh lebih berharga dari apa yang dicari dalam hubungan fisik. Relasi sosial itu mempertemukan dengan sistem

15

ide ini mencakup ilmu pengetahuan dan kepercayaan, agama, bergerak dengan proses. Tanpa henti. Bhima dikenal dari kalangan Panca Pandawa, anak kedua Kunti, yang berjaya dalam perang Mahabrata, kisah ini adalah Itihasa. Kisah suci. Dijadikan pengasuhan pembentukan karakter spiritual dalam tradisi-tradisi pola asuh lama di Bali. Ditularkan melalui kegiatan mendongeng dan dimaknai dengan berbagai penafsiran. Melahirkan tradisi penulisan carangan; cabang kisah sesuai konteksnya. Namun pokok-pokok karakter yang fundamen dari isi kisah Mahabrata dipertahankan. Ruang bebas ini menjadi “pertarungan’ para cendikiawan memasuki perdebatan agung akan agama dan ajarannya. Gejala yang selalu nampak dari zaman ke zaman adalah mudahnya oknum penguasa melalui kekuasaan selingkuh dengan menggunakan agama untuk menjadikan dirinya sumber kebenaran mutlak! Dan prosesnya mirip dengan membangun sistem sosial; agama ketika menjadi lembaga akan berproses ke institusi-institusi kecil, ke individu-individu dengan penguasa-penguasanya yang merasa pula menjadi sumber kebenaran; bahkan dapat penuh bernyali memastikan mana yang salah, mana yang benar: seakan ‘tuhan’ itu sendiri. Bhima dikejutkan dengan apa yang disebut agama oleh Wisnu dan Brahma. Betapa paradoksnya ini; bila memahami ajaran Tri Murti semua paham, Brahma, Wisnu dan Iswara, ketiganya adalah yang dipuja dalam keagamaan Hindu di Bali. Dalam kisah ini, keduanya yang mengaku Brahma dan Wisnu menyampaikan : Inti ajaran Aji Pegat: itu mereka sebut agama di Negeri Dewantara, dijabarkan dalam deretan kalimat, yang menjadi peringatan juga bagi yang membaca agar tidak tergopohgopoh menafsirkan. Sebab setiap kalimat, sebutan, istilah, menuntut pemahaman luas dan bijak, serta mahir dengan referensi yang luas mengenai tattwa dan tutur; dimulai dari mengenalkan Aji Bhuwana Sarira, pengetahuan tentang mikrokosmos. Bagaimana kedudukan Sapta Patala dalam diri, Sapta Bhuwana, Sapta parwata, Sapta gangga, Sapta Sagara, Saptagni dan sapta sunya. Kemudian mengenai aliran urat Nadi, dimana dijelaskan akan isi yang tak terbayangkan dari tubuh; Pramana itu memiliki tiga puluh tiga bagian, yaitu prana, apana, samana, Udana, Nyana, Naga, Kurmana, Krekara, Dewadatta, Dananjaya, Pramancaka, Dandhari, Kowera, Baruna. Itulah yang disebut raja bayu dalam diri manusia. Kemudian Xaranya, Indraprana, Kumara, Bhima, Kasmaran, Nilanjar, Pitakara, Bherika, Murtika, Prakasa, Angkara, Keswayara, Utsaha, Nirmala, Hanuman, Sugriwa, Anggada, Nila dan jambawan. Itu bayu, diartikan sebagai purusha yang akan bertemu dengan Sang Astami, Pradana. Semua itu ada dalam tubuh manusia, dalam diri. Semua itu, masing-masing akan menghasilkan sepuluh penderitaan, dan ada tiga ratus penderitaan dalam hidup tubuh manusia itu. Apa yang tersirat dari wacana bagian ini adalah betapa tegas perbedaannya perilaku antara batin dan lahiriah dan dasar pengetahuan spiritual itu mempengaruhi kebijakan peradaban ditangan penguasa. Kisah Chandra Bherawa sejak awal menjawab bahwa karya sastra dalam fungsi sosialnya dan tentu dalam fungsi estetika. Betapa terlibat jauh ke kehidupan sosial keagamaan, mengungkapkan pantulan pencerminan gaya beragama dari masa lampau dan hingga kini. Bahkan apa yang nampak samar-samar dalam kehidupan keseharian dalam hal beragama, diungkapkan menjadi terang benderang dalam kisah Candra Bherawa ini. Memberi pula ‘pendugaan’ apa yang terjadi kini dalam trend spiritual masa kini telah terjadi dari masa lampau, menimpa hubungan agama dengan sistem kekuasaan. Bhima dengan seperti umumnya sikap penganut agama awam menjelaskan kepada Chandra Bherawa maksud kedatangannya, juga menggambarkan apa yang menjadi mtoiv dari dirinya sebagai utusan kekuasaan, betapa penguasa selalu ingin menertibkan dunia dengan alasanalasan suci. Tersirat bahwa agama dapat dijadikan alat kerakusan kekuasaan untuk menguasai wilayah, Bhima memulai penjelasannya dengan,”..Kami pinaka duta de Sri Narayana Krsna, mwwang kakan inghulun Sri Yudhistira, sang pinaka natha ning Bharatwarsa mandala, inudesa kami anglawadi, ikang wwang salah ulah, sang sinanggah agamyagama, sang agawe sanghara ning rat, lawan maneh yan hana kadi kita prabhu, yan kirang rajya kunang tan harep, masapriti sira, ri nathang ku kalih, sang anama Krsna Yudhistira, hanahyun ira angluruga nagara nira, harep anglapahakena swadharma ning ksatriya, mahyun malah-alahan pejaheng ranaangga bhumi. l Cok Sawitri

Prasada di Bukit Kidul ing Bali l Mencari Ning, Menemui Wi ~ 6

DARATAN Pulau Bali juga memiliki bentangan bukit kapur tepat di kawasan kaki Pulau Bali. Sumber-sumber susastra Bali kuno mengenal kawasan perbukitan di sisi selatan Bali ini dengan sebutan Bukit Kidul ing Bali —yang berarti perbukitan di sisi selatan Bali. Kalangan umum menyebut dengan nama ringkas: Bukit. Sejumlah penelitian ilmiah di bidang arkeologi terhadap gua-gua batu karang kapur yang ditemukan di kawasan ini membuktikan dengan jelas betapa peradaban telah dikembangkan oleh manusia-manusia zaman purba yang menghuni kawasan Bukit ini nun jauh di masa silam. Mulai dari zaman Batu Tua (Paleolitikum), zaman Batu Madya (Mesolitikum), zaman batu Besar (Megalitikum), hingga zaman Batu Muda (Neolitikum), dan seterusnya lalu berkembang ke peradaban komunal agraris (pertanian). Persentuhan dengan peradaban zaman Batu Madya (Mesolitikum) menjadikan kawasan Bukit Kidul ing Bali ini memiliki keterkaitan secara kosmologis dengan bangsa Melanesoid

yang menjadi nenek moyang orang Aborigin (Australia), Aeta (Afrika) maupun Papua (ujung timur Nusantara). Begitu pula saat era kerajaan, kawasan Bukit Kidul ing Bali ini tetap dihuni manusia, bahkan dimaknai dan diperlakukan istimewa sebagai kawasan suci. Semasa pemerintahan Raja Sri Kesari Warmadewa di Bali, misalnya, tersurat dalam manuskrip Lontar Usana Pararaton bahwa sang Raja mendirikan tempat suci berupa candi yang dinamakan Prasada Hulu Atu di Bukit Kidul ing Bali. Guna mendukung pemeliharaan dan keberlanjutan penyelenggaraan ritual (aci) di Hulu Atu, sang Raja di masa Bali Kuno itu pun membagi-bagikan tanah yang ada di Bukit Kidul ing Bali itu sebagai tanah bukti kepada warga ‘’Wet bet Bali Mula’’ yang dititahkan khusus bertempat tinggal di kawasan kaki Pulau Bali ini. Karena merupakan pemberian dari Raja, maka kawasan itu pun dinamakan Pecatu — hingga kini. Dalam bahasa Bali, kata catu memang merujuk makna ‘’tanah pemberian raja’’. l deprabas

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

January-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!


Daerah

16

Minggu Paing, 7 Januari 2018

TAHUN FENOMENAL

Kasih dan Cahaya Suci Tuhan

FIGUR

Jiwa Wirausaha Lewat Seni

SENI budaya Bali menjadi media ampuh bagi sekolah untuk memperkuat pendidikan karakter. Melalui seni banyak hal yang bisa diperoleh. Menurut Kepala SMP Dwijendra Denpasar Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd., melalui seni kita belajar melatih siswa disiplin, memperhalus budi serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Mengapa tidak, melalui pagelaran seni siswa mulai terpikirkan perlunya usaha untuk menata rias wajah bagi penari. Sebab, hampir semua penari serta pendukungnya memerlukan ilmu tata rias wajah dan busana. Atau bisa muncul ide membuka usaha penyewaan pakaian tari. ‘’Itulah yang membuat sekolah kami mempercayakan OSIS menggelar lomba tari Condong dan Baris siswa SD se-Bali, agar mereka mendapat inspirasi membuka usaha di kemudian hari,’’ tegas Nadi Supartini, Sabu (6/1) kemarin. Bukan tak mungkin, pagelaran seni juga memotivasi siswa lainnya untuk merencanakan planing kewirausahaan yang lebih besar. Misalnya menjadi event organizer artis nasional dan dunia, serta usaha penyewaan sound system dan perangkat musik lainnya. Ini yang disebut menyelam sambil minum air dan mengambil batu. (sue)

DALAM rangka menyambut Tahun Baru 2018, Ratuaji Ida Bagus D. Argawana bersama para praktisi penyembuh Yayasan Mahattama Giri Kusuma mengadakan bakti sosial penyembuhan dengan Cinta Kasih dan Cahaya Suci Tuhan. Kegiatan penyembuhan tanpa obat diadakan pada Minggu (7/1) hari ini bertempat di Asrham Giri Kusuma, Jalan By-pass Ngurah Rai, Tohpati No.18 Denpasar, utara barat Desa Budaya Kertalangu. Bagi masyarakat yang mempunyai keluhan penyakit, masalah keluarga, finansial dan keturunan silakan datang langsung ke alamat tersebut. Di samping kegiatan penyembuhan, Yayasan Giri Kusuma juga mengadakan lokakarya “Meditasi Love and Light”, meditasi kesehatan dan keselarasan jiwa untuk mendapatkan ketenangan, kedamaian dan keharmonisan dan pemograman energi pintu rezeki dengan biaya Rp 400.000 peserta sudah mendapatkan baju kaos, materi dan tuntunan meditasi, konsumsi, sertifikat dan pelatihan gratis selama 8 x pertemuan. Untuk informasi silakan hubungi 081353128887, demikian informasi ini disampaikan oleh Ketua Yayasan Mahattama Giri Kusuma, Kt. Suprapta, S.Sos., M.M. (ad336)

Ratuaji Ida Bagus D.Argawana

RSUD Wangaya Peringati HUT Ke-97

Optimalkan Peran Dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya memperingati HUT yang ke-97 tahun 2018. Perayaan yang dikemas dengan sederhana ini mengangkat tema “Optimalisasi Peran Serta RSUD Wangaya Dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Kota Denpasar Sejak Usia Dini Sampai Lansia”, dilaksanakan Sabtu (6/1) di RS setempat. Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerthi Rai Iswara, para mantan Direktur RSUD Wangaya serta seluruh pimpinan dan staf RSUD Wangaya. Perayaan dibuat secara sederhana mengingat saat ini Bali tengah perihatin dengan kondisi saudara-saudara yang mengalami musibah erupsi Gunung Agung. Kendati demikian, suasana perayaan tidak mengurangi makna dan kemeriahan. Kegiatan diawali dengan senam bersama, yang diikuti semua undangan dan pegawai RSUD Wangaya, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Dirut RSUD Wangaya dr. Setiawati Hartawan, serta penyerahan penghargaan kepada para pegawai yang pensiun di tahun 2017 dan pemberian penghargaan kepada para pegawai yang berprestasi di lingkungan RSUD Wangaya. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan RSUD

HUT - Serangkaian peringatan HUT ke-97, RSUD Wangaya menggelar berbagai kegiatan dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Dirut RS Wangaya. Wangaya sebagai rumah sakit (RS) tertua di Bali dan satusatunya RS milik Pemerintah Kota Denpasar, diharapkan terus mengembangkan diri dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat serta berperan aktif mendukung segala program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Denpasar untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. “Kami berharap RSUD Wangaya sebagai rumah sakit tertua di Bali mampu memberikan pelayanan yang optimal dan terus meningkatkan pelayanan kepada warga masyarakat,” ujarnya. Dikatakan Rai Iswara, komitmen Pemerintah Kota Denpasar pada kepemimpinan

Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara dalam mewujudkan masyarakat yang sehat terbukti dengan Kota Denpasar telah empat kali berturut-turut mendapatkan penghargaan Kota Sehat dengan tingkatan tertinggi, yakni Swasti Saba Wisatara dari pemerintah pusat. Karenanya, pihaknya berharap melalui HUT ke-97 RSUD Wangaya ini menjadi suatu tolok ukur untuk lebih memantapkan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “RSUD Wangaya boleh tua, tetapi semangatnya harus muda terus dan harus bisa melayani masyarakat dengan baik. Untuk itu, kita tidak boleh tutup mata, tetapi terus

melakukan analisa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan itu akan menjadi nomor satu, apabila bisa menjalankan dengan rasa tulus iklas dalam melayani sehingga Sewaka Dharma (melayani adalah kewajiban) menjadi budaya bagi kita semua” katanya. Sementara itu, Direktur Utama RSUD Wangaya dr. Setiawati Hartawan mengatakan, 97 tahun adalah perjalanan waktu yang tidak pendek dan pihaknya merasa sangat bangga dan bahagia karena hampir seabad RS tercinta telah mengabdi kepada masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkot dan DPRD Kota Denpasar yang terus melakukan pengembangan di RSUD Wangaya dari tahun ke tahun di antaranya meningkatkan SDM dengan menyekolahkan para dokter untuk mendapatkan gelar spesialis serta meningkatkan infrastruktur untuk memberi fasilitas yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya. Selain itu, pihaknya mengungkapkan bahwa saat ini RSUD Wangaya sudah terakreditasi standar yang terbaru, yakni akreditasi versi 2012 dengan lulus kategori paripurna bintang lima. Untuk mendukung terwujudnya Denpasar Smart City, RSUD Wangaya juga sudah didukung dengan elektronic medical record, anjungan pendaftaran mandiri, hospital bed management, dan pendaftaran melalui SMS gateway. (ad348)

ANGKA 2018 bila dijumlah menjadi 11 dan akhirnya 2. Penganut mitos yang kadang-kadang diejek para intelektual sebagai kaum cocokologis, menganggap angka 11 dan 2 adalah bilangan suci penuh makna. Meru atau pagoda yakni stana dewata tertinggi di tempat suci atapnya berjumlah sebelas, di bawahnya 9, 7, 5, 3, 2 dan 1. Angka 2 melambangkan sifat atau karakter penghuni alam yang senantiasa oposisi biner dan di Bali diistilahkan dengan rwa bhineda. Meskipun berbeda, hakikat dan asalnya adalah satu! ‘’Bila ingin hidup damai dan harmonis, seyogianya tidak perlu saling ejek antara kaum yang mengaku intelektual dengan mereka yang kurang terpelajar. Bila dipikir-pikir, perkembangan ilmu pengetahuan pun berawal dari mitos, yang melahirkan mitologi, legenda, dongeng dan cerita rakyat. Ini hasil imajinasi manusia sejak mereka ikut meramaikan bumi dengan segala perilakunya. Bila Mahabharata dan Bharatayudha dianggap mitologi, justru dari epos itu menginspirasi masyarakat modern yang cinta perang alias warmania. Senjata Dewa Brahma bernama Brahmastra atau panah nuklir menginspirasi instalasi nuklir dua blok ideologi yang berseteru pada Perang Dingin. Panah-panah sakti Arjuna, Karna, Kresna bernama Pasopati, Konta Wijaya dan Cakra, juga yang lain Nenggala, Brahmastranada, Nagapasa adalah imaji peluru kendali dan torpedo yang mampu mengejar target ke mana pun lari. Cermin Lompian milik Kresna, bisa jadi embrio lahirnya radar dan sibernetika. Terkesan jumawa dan tekebur seseorang yang lantaran senantiasa berpikir dan bertindak ilmiah, menafikan bahkan mengejek mitos, legenda dan dongeng. Mereka seakan lahir, tumbuh dewasa dan berpendidikan, tanpa pernah merangkak lalu belajar melangkah, namun langsung berlari setelah keluar dari rahim ibunya. Atau otomatis pintar tanpa melalui PAUD, TK dan SD. Padahal mereka pasti pernah diasuh dan dibesarkan dengan ceritra rakyat saat masih anak-anak,’’ ulas Rubag. ‘’Biarkan saja mereka berpikir dan bertindak seturut masa sekarangnya yang gemilang, kendati melupakan masa lalu yang tidak mungkin bisa mengunyah sebelum tumbuh gigi. Aku terkesan dengan angka 11 sebagai bilangan suci penuh makna itu. Itu lebih lengkap dari konsep ruang tiga dimensi, yakni kirikanan (X), muka-belakang (Y) dan atas bawah (Z). Swastika, lambang pusat energi atau

Jalin Kerja Sama dengan Bodo Writers’ Academy India

Unud Gelar ”International Seminar cum Literary Festival and Cultural Exchange”

MENJALIN kerja sama dibidang kebudayaan, pertanian dan kuliner dengan Bodo Writers’ Academy India, Universitas Udayana (Unud) menggelar seminar internasional yang bertajuk “International Seminar cum Literary Festival and Cultural Exchange” di Auditorium Widya Sabha Mandala Prof. Dr. Ida Bagus Mantra Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unud, Denpasar, Sabtu (6/1) kemarin. Seminar perpaduan dua kebudayaan ini menghadirkan beberapa narasumber yang memaparkan masing-masing kebudayaannya. Di antaranya Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A. (The Beginning of Indian Contact with Bali), Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc. (The Linkape of Agriculture and the Culture of Bali), Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. (The Role of Women Entrepreneurs in Promoting Balinese Culinary and Supporting Sustainable Tourism), Dr. Luke Daimary (Bodo History, Language, Literature and Culture), Mr. Santa Lal Meche (Life Cycle Rituals: An Anthropological Case Study of the Moobe (Bodo) People), dan Mr. Nabin Malla Boro (Social, Domestic life of Bodos). Seminar ini dibuka Wakil Rektor IV Unud Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum. didampingi Dekan FIB Unud Prof.

Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A., President of Bodo Writers’ Academy India Mr. Rajen Basumatary, dan dihadiri seluruh civitas akademika FIB Unud. Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. mengatakan Bodo Writers’ Academy merupakan sebuah komunitas bahasa yang paling tua di India Utara. Masyarakatnya mempunyai kebudayaan yang hampir mirip dengan kebudayaan yang ada di Bali, terutama pada bidang budaya, pertanian dan kuliner. Diharapkan, dengan adanya seminar dua kebudayaan ini muncul kesamaan kebudayaan antara Bodo Writers’ Academy dengan kebudayaan di Bali yang mempunyai keberagaman hayati, sehingga muncul risetriset baru bagi para dosen Unud untuk meneliti persamaan kebudayaan tersebut. “Pada kesempatan ini mereka (Komunitas Bodo Writers’ Academy - red) menginginkan apakah kebudayaan masyarakat Bodo itu mempunyai kemiripan dengan budaya yang ada di Bali, khususnya yang menjadi perhatian itu adalah bidang pertanian, kebudayaan dan terkait dengan kuliner. Sebab, dibidang pertanian misalnya masyarakatnya juga mengenal yang namanya orang-orangan sawah (lelakut) pada saat padi berbuah kuning yang didatangi banyak burung-burung dan

pada saat petani beristirahat juga memakan makanan sama seperti petani Bali makan pada umumnya,” ujar Prof. Sutjiati Beratha. Wakil Rektor IV Unud Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum. menjelaskan ada empat alasan seminar internasional dua kebudayaan ini dilaksanakan. Pertama, akar kebudayaan Bali berasal dari India dan Cina, sebab India memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan dan pembangunan kebudayaan Bali dari zaman dulu hingga saat ini. Kedua, memahami akar budaya sangat penting dilakukan untuk membuat masyarakat lebih mengerti dan memahami tentang budaya itu sendiri, sehingga bisa membangun kebudayaan lebih baik ke depannya. Ketiga, untuk membuat kebijakan tentang kebudayaan. Sebab, memahami dan memposisikan kebudayaan yang baik juga harus dibarengi dengan kebijakan yang baik pula. Apalagi fungsi-fungsi kebudayaan pada saat ini mengalami perkembangan yang signifikan dibandingkan fungsi-fungsi historikalnya. “Pada saat ini orangorang berbicara kebudayaan sebagai sumber ekonomi, orang juga mulai berbicara kebudayaan sebagai instrumen pertahanan Negara. Jadi kebudayaan itu tidak lagi dipandang sebagai

SEMINAR - Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. bersama para delegasi Bodo Writers’ Academy India melakukan foto bersama di sela-sela “International Seminar cum Literary Festival and Cultural Exchange”. bukti-bukti sejarah, tetapi harus juga dipandang fungsi-fungsinya yang baru. Dan kami di Universitas Udayana mengambil posisi secara tegas dalam hal ini, karena paradigma keilmuan kita di Unud adalah kebudayaan,” tandas Prof. Wyasa Putra. Sementara itu, alasan keempat dilaksanakannya seminar internasional dua kebudayaan ini adalah karena pengaruh globalisasi terhadap kebudayaan. Dikatakan, di era globalisasi saat ini telah banyak menawarkan nilai-nilai mekanistik dan nilai-nilai meterialistik kepada masyarakat. Oleh karena itu,

agar masyarakat Bali mempunyai pegangan yang kuat terhadap pengaruh nilai tersebut, maka memahami kebudayaan sendiri adalah bagian dari cara membangun karakter bangsa dan diri agar tidak menjadi korban perubahan dan bisa menjadi subjek yang bisa mengendalikan perubahan itu. “Kami berharap seminar ini akan menelorkan satu formulasi gagasan mengenai korelasi antara budaya dan posisi budaya India sebagai akar budaya Bali yang berperan penting di dalam pengembangan dan pembangunan kebudayaan Bali,” pungkasnya. (ad335)

kekuasaan menunjuk ke delapan arah, yakni utara, selatan, timur, barat, juga timur laut, barat laut, barat daya dan tenggara. Ini ditambah bhur, bwah, swah atau atas, tengah dan bawah, jadi semua arah tersebut berjumlah sebelas. Tapi manusia dan makhluk hidup lainnya tidak hanya hidup dalam ruang saja, sesungguhnya sangat terikat dengan waktu. Ruang saja tanpa waktu atau waktu saja tanpa ruang tak ubahnya hanya bayang-bayang. Ketika ruang bersinergi dengan waktu baru lah terjadi kenyataan. Jadi, waktu terdiri dari masa lampau, sekarang dan masa depan, yang diberi kode T. Untuk kita di Bali dewa waktu diberi nama Batara Khala dengan wujud menyeramkan yang terkadang diwakili wajah Bhoma yang terpahat nyaris di semua Candi Agung. Ini bukan lagi mitos namun kenyataan! Siapa pun takut untuk terlambat, khawatir untuk menjadi tua, sehingga manusia sangat terikat pada waktu. Bahkan di Barat yang berpaham kapitalistik lahir ungkapan Time is money!’’ komentar Made Surjanegara. ‘’Ya, diakui atau tidak, sebenarnya kita hidup dalam mitos. Sebab, ilmu pengetahuan yang diharapkan menyajikan fakta dan kenyataan, kini banyak menjelma menjadi bualan atau pembodohan. Sejarah pun banyak diplintir menjadi his story bukan history! Makanya muncul sindiran buat definisi sejarah, sebagai kisah para pemenang. Segala hal yang dipelajari di bangku sekolah atau kampus, saat dipakai acuan dalam hidup bermasyarakat, banyak yang meleset atau jauh panggang dari api. Coba simak gorogoro di ranah hukum, politik, ekonomi bahkan ekologi! Kita di Bali yang cemas atas erupsi Gunung Agung, kian bingung menyimak berita terkait bencana yang akan ditimbulkan, mengingat Pulau Dewata sebagai destinasi pariwisata dunia. Bencana alam berada di bawah kajian ekologi, yang menafikan soul, spirit atau atman karena acuannya fisik atau segala benda yang bisa dilihat, diamati, diraba dan dirasakan alias fenomena. Ekologi sendiri berada dalam himpunan Biologi yang mempelajari living organism atau organisme hidup, yang tidak bisa melepaskan roh dan jiwa atau soul dan spirit. Makanya saat lembaga berkompeten ikhwal bencana mengumumkan Gunung Agung dalam status ‘’Awas’’ buat jarak tertentu, ironisnya berkali-kali dikunjungi beberapa spiritualis bahkan turis asing hingga ke puncak gunung, yang dianggap sangat berbahaya. Malah pernah ada ratusan orang yang menghaturkan sesajen terkait upacara pakelem di dekat kawah. Hebatnya, kini puluhan pesawat kembali bertolak dan datang ke atau dari Bandara Ngurah Rai, Bali. Peyang pale gue, choy!’’ ujar Anom Wijaya. ‘’Tidak perlu diperdebatkan karena Bali memang unik! Ada unsur astral yang ikut bekerja dalam fenomena Gunung Agung! Kita harus menyambut dengan optimis

Tahun Baru 2018 sembari tetap berdoa, semoga Sang Hyang Tohlangkir melindungi alam dan masyarakat Bali yang kini heterogen. Bila perlu tidak terpengaruh dengan isu seram yang mengatakan tahun 2018 sebagai tahun politik, yang bisa memanas akibat bentrok kepentingan para elite parpol buat Pilpres 2019. Kita bisa belajar dari pilkada serentak di ratusan wilayah Tanah Air tahun 2017, ternyata semua berjalan mulus kecuali di DKI Jakarta. Ternyata terjadi anomali seperti yang kau tuturkan terkait ilmu pengetahuan yang membodohkan. Jakarta yang dijuluki kota metropolitan menuju megapolitan, justru demi pemilihan gubernur gejolak politiknya melebihi pemilihan presiden. Diwarnai jutaan orang berdemo berjilidjilid, dibumbui isu provokatif dan saling hujat di TV dan media sosial. Terbukti, kepintaran dan kecerdasan bukan faktor utama buat mencapai masyarakat adil, makmur berdasar Pancasila, bila tanpa kebijaksanaan dan akhlak mulia. Di Bali mudahmudahan tidak terjadi bencana politik yang berdampak pada terganggunya ketertiban dan keamanan masyarakat. Tahun Baru 2018 agaknya sudah menampakkan sinyalsinyal kedamaian dan kebaikan itu. Purnama pada 1 Januari adalah tanda-tanda yang dimaksud dan pada akhir bulan yakni 31 Januari kembali rembulan akan menampakkan wajahnya yang menyejukkan,’’ sahut Nyoman Muka. ‘’Semoga tanda-tanda alam yang fenomenal ini dimaknai dengan spiritualitas mendalam oleh masyarakat Bali yang masih mayoritas Hindunya. Purnama, Tilem dan Kajengkliwon adalah hari-hari suci yang siklusnya paling sering dirayakan di pulau ini. Di samping berterimakasih pada isi seluruh alam, purnama juga dimaknai buat mawas diri di bawah sinar rembulan yang menyejukkan. Tumben kualami tahun baru diawali dengan purnama, disela sekali tilem dan ditutup dengan purnama pula. Meski dalam kalender Cina tahun ini disebut Tahun Shio Anjing, aku tidak memaknai dengan negatif, seperti orang yang menstigma anjing sebagai najis, suka ribut dan menjilat. Dharmawangsa berhasil mencapai puncak Mahameru atau surga berkat dipandu anjing dan tanpa canis domesticata itu, bisa jadi dia tersesat. Bahkan ketika di pintu surga anjing tidak diizinkan ikut masuk, Puntadewa memilih untuk menemani anjing di luar alias nolak masuk surga. Maka seketika anjing berubah wujud menjadi Batara Dharma atau Batara Guru dan memuji sikap bijak Yudistira. Jadi, ini sebuah pelajaran, jangan terlalu cepat menilai sesuatu tanpa memahami hakikat. Jadi, aku tidak menganggap tahun politik sebagai tahun seram, apalagi didahului dua purnama dalam awal tahun, sehingga keseraman dihalau kesejukan dan kejernihan,’’ pungkas Wayan Wijaya. (aridus)

’’Pakelem Alit’’ untuk Bhuto Ijo di Segara Petitenget

Denpasar (Bali Post) Forum Diskusi dan Doa Bersama menggelar ritual Pakelem Alit di Segara Petitinget, Sabtu (6/1) kemarin. Saat itu umat menghaturkan hidangan untuk Bhuto Ijo. Ritual ini untuk memohon restu sebelum pelaksanaan seminar Bhuto Ijo Pengemit Petitenget yang akan dilaksanakanan pada Minggu (7/1) ini. Ketua Panitia IB Suamba Bhayangkara mengatakan, sebelum pelaksanaan seminar, pihaknya memohon keselamatan kepada dewa laut yang berstana di Segara Petitenget. Hal ini merupakan petunjuk niskala Bhuto Ijo agar acara dapat berjalan baik. Acara seminar ini merupakan kegiatan langka, penting dan religius. Seminar tersebut dilaksanakan karena adanya sastra yang menyebut Bhuto Ijo sebagai penjaga Petitenget. Pada waktu itu Ida Pedanda Sakti memberi tugas pada Bhuto Ijo untuk menjaga peti pecanangan Ida Pedanda Sakti, sehingga Tegal Kerobokan diberi nama Peti Tenget dan menjadi tempat bersejarah secara spiritual. “Saya senang melakukan perjalanan spiritual. Sejak lima tahun lalu kami ingin mencari tahu tentang Bhuto Ijo, kenapa sampai diberikan tugas menjaga pecanangan. Ada apa? Ini yang ingin kita sampaikan kepada umat supaya umat tahu secara gamblang dan jelas bagaimana keberadaan Petitenget, yang mana Bhuto Ijo sebagai penjaga pura ini,” bebernya. Seminar tersebut akan diikuti masyarakat Kerobokan dan masyarakat umum. Pembahasan tentang Bhuto Ijo akan dikupas habis oleh Catur Brahmana, yaitu para pedanda dari Kemenuh, Manuaba, Keniten dan Mas. Walakanya ada IB Agastia, IB Rai Putra. (kmb42)

BPM/may

PAKELEM - Suasana ritual pakelem di Pantai Petitenget, kemarin.


Minggu Paing, 7 Januari 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Bth Security kriteria Sbb: laki2, SMA/Sdrjt,diutamakan yg bersertifikat Security, max 35th Hub: 081236035887 email: isrecruitment20@gmail.com

Dcr Tkg Checking utk Garment Kerobokan Hub.087862115992

Cari Marketing Dupa Gaji 5Jt Hub:081353078889

Cr sgr House Kp Gjh lmyn lks Mnky Forst Ubd Hb.081337829594

Dcr PRT Wanita,Tidur dalam,Gj 1,5-2Jt,Serius Hub.0811380786

Contractor of Building&Architecture.Membutuhkan:Supervisor lapangan(D3/S1 Teknik Sipil,Peng Min 2Th)Logistic(SMK/Diploma Peng Min 2Th) QS/Estimator(D3/ S1 Teknik Sipil) Kirim CV ke accounting@pansa-karya.com Up.Dwi Hub:0361-8947645/47

Dcr Cook Helper min SMK/Staff Catering laki2 HP.08113865793

B.BP.001.01.18.0000217

B.BP.001.01.18.0000233

B.BP.135.01.18.0000347

Dcr Pelaksana Proyek villa.Krm ke: gekmang.utari@yahoo.co.id

B.BP.001.01.18.0000338

Dicari Internet Marketer Hubungi : 08123805089

B.BP.004.01.18.0000034

Dcr Pembantu,Perempuan,Tinggal Dicari Tenaga Wanita u/Warung dalam, Hub:081246861251 Senin-Jumat Hub.081916232859

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

HONDA

CRV’11 CC2.4 AT VR22 H.210Jt Avanza’12 G 135Jt,087860856999

B.BP.141.01.18.0000329

ISUZU

DIJUAL RUMAH Djl Rmh Jl.Teuku Umar, LT 434 LB 660Mt LD 12m2 Panjang± 36m2,2Lt,Hp.08123923506

DIJUAL TANAH BUC Tanah 2 Are Hanya 550 Juta Peguyangan Kangin 085333760181 B.BP.001.01.18.0000302

Djl Tnh Ls.1Ha Ds.Sanda Tbn&Ov Dijual Dump Truck Elf Asli DK Rmh Lok. Renon LT2,5Are,2Lt,5KT Kont Ruko Sesetan,081238355032 Dcr Sgr !!! SPG Gj 2.250+BnsDcr Karyawan Pria SMU/Sederajat Dcr Segera Teknisi Mobil Distributor Ban & Oli membuAkhir Thn’15.Hub:081236409915 5KM,AC,Garase,085101783994 B.BP.001.01.18.0000096 B.BP.153.01.18.0000345 Bali Collection Block A Nusa KTP, SIMC utk Bag.Teknis LapaHub:08123941575 tuhkan Segera Tenaga : B.BP.001.01.18.0000244 B.BP.001.01.18.0000277 B.BP.001.01.18.0000242 Butuh Marketing dan SA unt Dua Telp.082145548444(Pak Leo) Tanah Kavling P.Bungin Br.Pitik ngan Pasilitas Gaji UMK,Bonus 1.Sales Promotion Boy (SPB) MAZDA Dibthkan PRT P/W,KTP Bali,Umur B.BP.004.01.18.0000321 Otomotif, Wanita, Menarik Hub:081236795696-081936246405 DISEWAKAN RUMAH Tunjangan Kesehatan Termasuk 2.Sales Lapangan Mazda CX7 Putih’2010 H.225Jt Max 35,Tgl dlm, Bersih2 Kantor/ Dcr: FO,BellBoy,HK,Driver,ScuB.BP.153.01.18.0000343 Hub.08113867250 Anak Istri.Lam ke CV Gong 3.Staff Toko Retail Disewakan Rmh Lt 2,4Kmr,LT3are Bs Tukar, 085100856999 Pribadi B.BP.001.01.18.0000209 Rmh, Dapur/Kmr Sendiri,Gaji rity,Enginering,Laundry, u/Htl. Tnh 1A Jl.Raya Kepaon, Gg.Nusa Dewata Tlp.0361-722709/ Pria,umur max.30th, pendidikan B.BP.145.01.18.0000286 halaman luas Residence Mantra B.BP.141.01.18.0000330 Butuh Akunting,Admin,SA unt E:newarenahotelkutabali@gmail. Indah Blok B Dps, 081337436407 0361-728443/081246383864 Lumayan. Telp/SMS:085934243382 min.SMA. Bawa lam ke PT.Banoli Cr Sales Assistant, Pria/Wanita Ketewel-Gianyar 35Jt Nego. B.BP.001.01.18.0000340 NISSAN Bengkel dan Oleh2,Wanita,Mahir com /Hub.PO Box 2005 Kuta Bali B.BP.001.01.18.0000256 B.BP.001.01.18.0000323 Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps Max 20Th,Min SMU,SIM C.Lamaran Hub:087760491512, 0361-295703 Dibthkan Tng Accouting u/KonJual Nissan X.Trail Putih B.BP.164.01.18.0000140 Komp.Hub.08113867250 Dcr Mekanik Pglm u/Bengkel ResB.BP.001.01.18.0000327 (Toko Ban Goodyear) ke PT.Dipo Star Finance,Jln.Ry B.BP.001.01.18.0000208 Persh Brkmbg,Gaji Lumayan,Bth Mulus th 2014 Hub.081236707575 traktor Hub:081339193193/P.Putu RUPA-RUPA B.BP.001.01.18.0000267 Puputan No.20 Renon Dps/265007 mi Honda Gianyar,085105177488 B.BP.001.01.18.0000312 B.BP.004.01.18.0000325 Bekerja Perkebunan Australia Krywn Pria u/Krm Brg Wil.Bali B.BP.101.01.18.0000200 DISEWAKAN CAFÉ B.BP.001.01.18.0000255 Atasi Rumah Bocor Dak Dinding PT.Panca Jaya Setia Bali Cari Dibutuhkan Helper untuk DistriDaerah Queennsland Cpt Trbatas KTP Bali.Tlp/SMS:085934243382 TOYOTA Dcr PRT Vila Pribadi Speak Over Contract For 2years, BeauCr Security DW,HK,FO B.Inggris Talang,Dll(Daris) 085102796346 Kolektor.WA:087761444993/Send butor Ban & Oli,umur max.35th. B.BP.001.01.18.0000339 Hub.082 221 627 678 Over Credit Inova New Reborn English Siap Bekerja & Jaga tiful Homie Cafe at Umalas w/ B.BP.001.01.18.0000342 Pglmn Htl Kuta.081933020298 Lmrn,CV ke:pjsbali01@gmail.com Bawa lam ke PT.Banoli Motor B.BP.817.01.18.0000055 !Dcr Akunting utk villa di Canggu Type G.Putih 2017 Jalan 7 Bln Rumah Sendiri jika Tamu Keluar B.BP.154.01.18.0000289 Padi View. Fully Equipped & B.BP.001.01.18.0000316 KEHILANGAN Jln.Buluh Indah 75 Dps max.30th, Kirim CV ke:reserva Cr Pembntu Rmh Tangga u/Kuta Asap Hubungi:081337236232 Cr Tng Produksi Kue,PRT&Karya- Negeri Hub.Kadek 085238199920 Furnished. Info:081931354345 B.BP.004.01.18.0000318 (Toko Ban Goodyear) B.BP.004.01.18.0000337 Jujur,Tidur dalam.081238474711 tion.kampungcanggu@gmail.com wati H08123836575/081246361068 Hlg BPKB No:5530476-O DK875UA B.BP.001.01.18.0000311 DIJUAL MOBIL B.BP.166.01.18.0000346 B.BP.001.01.18.0000268 B.BP.004.01.18.0000328 Dibthkan sales,D3 pglm min 1th B.BP.001.01.18.0000326 An.I Nyoman Artha,08123919308 Bth sgr Akunting brpglmn. Dicari Asst.Apoteker Syarat DISEWAKAN TOKO B.BP.001.01.18.0000313 Bth Ass Admin Wnt Max 28Th Bdg DAIHATSU & area cord,SMA/D1.Krm lmrn ke Dibthkn Hairdresser,Therapist DIJUAL RUMAH Memiliki STRTTK & Karyawati Hlg Srtifkat Tnh Hak Milik No. Toko Uk15x5mtr,Parkir Sgt Luas Property,Gaji UMR,Tlp:8443820/ CV email: nexky1975@gmail.com Xenia Xi’04 Mrh FulVar Vlk17 Bali Cepat Jl.Buluh Indah 99X/ Berpengalaman utk Salon & Spa Djl Rmh Jl.Mudutaki VI No.7 Hub:082147844242 Utk Apotek Hubungi:08123871689 TV,Gress 79Nego,087765757907 Tegal Jaya Dlng,H:087765274899 Lok.Tk.YehAya Rnn,085100584428 3969 A.n Kt Widiana,PdgSambian Send CV:chrizchriz87@gmail.com hrdbtt@gmail.com di Kerobokan.Hub:081293799814 B.BP.001.01.18.0000221

B.BP.001.01.18.0000167

B.BP.001.01.18.0000154

RAJA SUMBAT

WC

SALON

Atasi WC Mampet, Saluran Air, Wastavel Dll. Tanpa Bongkar Melayani Nguras

GARANSI

081 338 633 936

C.0000074-BRJ

ATASI :

RAJA BUNTU

WC Garansi 1 bulan

- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - MAMPET - TANPA BONGKAR - TERIMA KURAS

081 338 013 066 C.0000198-BRJ

BALI WANGI BALI WANGI LIMBAH

WCWC

JASA KURAS

JASAMAMPET KURAS MELAYANI LIMBAH BERGARANSI

MELAYANI MAMPET

KLOSET, WASTAFEL BERGARANSI BATHUB SALURAN AIR KLOSET, WASTAFEL, SALURAN BATHUBDAPUR SALURAN AIR, SALURAN DAPUR 6129 5235

0877 081 238 4505235 210 0877 6129

C.0000139-BRJ 081 238 450 210 C.0000620-brj

SERVICE

CENTRAL JAYA MANDIRI KULKAS M. CUCI AIR PANAS

AC

D L L

081237914340 C.0000193-SRV

SPA

RUPA-RUPA

B.BP.031.01.18.0000304

B.BP.004.01.18.0000291

B.BP.004.01.18.0000285

B.BP.001.01.18.0000181

B.BP.001.01.18.0000334

B.BP.001.01.18.0000151

B.BP.001.01.18.0000341

B.BP.001.01.18.0000239

B.BP.001.01.18.0000331

B.BP.001.01.18.0000276

B.BP.001.01.18.0000306


18

Asah

Minggu Paing, 7 Januari 2018

TTS No. 329 Mendatar: 1. Bibi (Inggris) 4. Tiang tengah 8. Resusitasi jantung paru 9. Putih seluruh tubuh karena kekurangan pigmen 11. Tempat sembahyang umat hindu di Buleleng Barat 13. Tempat yang sangat mengerikan 15. Dibalik : Piagam dari batu/logam 18. Mempunyai sifat mendidik 20. Search and rescue 21. Ogan komering ilir 23. Dibalik : Rambut ikal kecil-kecil 25. Pengusulan sebagai calon pemenang 27. Sapaan sayang kepada anak 28. Tukang batu (Inggris) 29. Filsafat (Bali) 31. Dibalik : Daun enau muda (Bali) 32. Selamat siang (Jerman) 33. Perasaan senasib sepenanggungan terhadap seseorang Menurun: 1. Aktor senior Prancis 2. Tenaga kerja Indonesia 3. Nama sebuah benua 4. Bersifat kesatria 5. Susunan 6. Dibalik : Tanda yang berupa satu garis dipotong oleh garis yang lain 7. Lepas terbuka ; Tidak terikat 10. Bertempat tinggal 12. Diulang : Nama binatang amfibi 14. Kantor urusan agama 16. Angkasawan 17. Pemberitahuan resmi, misal tentang kemerdekaan suatu negara 19. Penanganan (Inggris) 22. Modar 23. Umbi penyegar 24. Seribu kilogram 26. Pembawaan lahir (Inggris) 27. Menanti giliran 28. Unsur logam dengan nomor atom 30 30. Perahu dari siam atau indocina

Tewaskan Warga

Tim Gabungan Lacak Harimau Sumatera TIM gabungan yang dipimpin Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau masih berupaya melacak harimau sumatera (Phantera tigris sumatrae) yang menyerang warga hingga tewas pada Rabu (3/1) lalu. “Tim identifikasi dan translokasi telah berada di lapangan. Hingga kini mereka terus bergerak melacak harimau tersebut,” kata Pelaksana Tugas Kepala BBKSDA Riau, Haryono kepada Antara di Pekanbaru, Jumat (5/1). Selain BBKSDA Riau, tim gabungan tersebut juga terdiri dari aparat kepolisian serta sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta pihak perusahaan dengan jumlah sekira 30 personel. Haryono mengungkapkan tim sudah bergerak melakukan pelacakan harimau tersebut sejak hari kejadian, namun belum menemukan titik terang. Mereka telah dua hari berada di tempat kejadian perkara di areal perkebunan PT Tabung

Haji Indo Plantantion (THIP), Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Di lokasi itu raja rimba yang diperkirakan berusia remaja tersebut menerkam Jumiati, salah seorang karyawan lepas PT THIP. Perempuan berusia 33 tahun itu tewas dengan kondisi mengenaskan saat bekerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State. Dia menuturkan, salah satu kesulitan dalam melacak jejak harimau tersebut adalah luasnya daya jangkau harimau yang mencapai 300 kilometer serta terbatasnya akses komunikasi mengingat lokasi kejadian cukup terpencil. Akan tetapi, dia menuturkan pihaknya telah memasang sejumlah perangkap dengan cara menarik keluar raja rimba itu menggunakan kambing jantan. “Kita pancing dia menggunakan kambing jantan. Kenapa? Karena informasinya itu merupakan salah satu upaya

yang tepat,” tuturnya. Selain menurunkan tim untuk identifikasi dan translokasi, dia mengatakan tim yang sama juga berupaya melakukan upaya pencegahan konflik lanjutan antara satwa dilindungi itu dengan masyarakat setempat. “Jadi salah satu fokus kita bagaimana agar masyarakat disana tidak melakukan tindakan represif pasca kejadian. Kita telah berupaya melakukan upaya untuk meredam itu, dan mereka bisa menahan diri,” tuturnya. Melengkapi Haryono, Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau, Mulyo Hutomo menjelaskan upaya pelacakan dilakukan dengan mengidentifikasi jejak, kotoran, hingga bulu harimau. “Sayangnya sampai sekarang itu belum ditemukan. Nanti gunanya adalah untuk bahan uji DNA. Sehingga ketika sudah tertangkap, bisa dipastikan apakah satwa yang sama yang menyerang korban atau berbeda,” tuturnya. (ant)

pengendara maupun pembonceng. Sehingga melalui kegiatan edukasi safety riding, para pelajar dapat menyerap dengan baik mengenai kesadaran berkendara sehingga dapat meraih mimpi mencapai cita-citanya dan menjadi bekal di masa yang akan datang. Praktik skill yang dilakukan para siswa dengan menggunakan motor matic dan motor

sport Honda. Menurut Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Ngurah Iswahyudi, dengan adanya pelatihan safety riding secara berkala terutama ke sekolah-sekolah, harapannya makin banyak para siswa akan melakukan safety riding di jalan secara sadar. Sehingga tanpa mengesampingkan cari aman, remaja yang melaku-

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 329 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 13 Januari 2018 Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 21 Januari 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 327 Mendatar: 1. Sepak 6. Rasis 9. Elevasi 10. Luput 11. BPD 12. Grasi 13. Karib 15. Atletik 17. Nisan 20. Guntur 23. Angka 25. Sumber 28. Embok 31. Seniman 33. Eltor

34. Shafu 35. Lot 36. Utama 38. Rombeng 39. Gurdi 40. Idola Menurun: 1. Selokan 2. PHP 3. Ketuban 4. Rembulan 5. Mandat 6. Ringoku 7. Sahabat 8. Selikur

BPM/ant

Tim Safety Riding Honda Sambangi Tiga SMA di Klungkung

EDUKASI - Kegiatan edukasi keselamatan berkendara ini digelar bersama dengan Dealer Karisma Motor Klungkung.

Ketentuan Menjawab

TERKAM - Seekor harimau menerkam umpan daging di Batu Secret Zoo, Kota Batu, Jatim, Kamis (21/12). Tim gabungan BBKSDA Riau tengah melacak keberadaan seekor harimau yang menewaskan seorang warga.

Awal 2018

HONDA merupakan produsen sepeda motor yang tidak hanya menjual dan memproduksi sepeda motor, tetapi Honda juga peduli akan keselamatan dengan slogan ”No Sale Without Safety”, karena itulah mengawali tahun 2018, Tim Safety Riding Honda melakukan edukasi dan sosialisasi Cari_Aman ke wilayah kota serombotan Klungkung, yang difokuskan dengan mengunjungi tiga SMA, yakni SMA Saraswati Klungkung, SMAN 2 Klungkung dan SMAN 1 Dawan Klungkung. Kegiatan edukasi keselamatan berkendara ini digelar bersama dengan Dealer Karisma Motor Klungkung, yang merupakan jaringan resmi sepeda motor Honda wilayah Klungkung dan bekerja sama dengan Polres Klungkung selama 3 hari, mulai tanggal 2-5 Januari 2018. Dengan mengambil tema “Cari_Aman Dulu Baru Kejar Cita-cita” para siswa diberikan materi dasar mengenai demo melakukan pengecekan kendaraan, riding postur, pengenalan rambu-rambu, serta pentingnya menggunakan perlengkapan berkendara terutama helm bagi

TTS Bali Post

Pertanyaan

kan safety riding, akan terbentuk tren yang secara tidak langsung dapat menjadi life style di kalangan remaja. Kegiatan edukasi ini dikemas secara menarik sehingga terlihat antusias para siswa saat sesi tanya jawab dan demo pengecekan kendaraan. Di akhir sesi, Tim Safety Riding juga memberikan souvenir dan flyer edukasi yang berisikan cara berkendara yang baik dan aman, dan tips-tips berkendara yang aman di jalan raya serta memberikan hadiah Helm SNI untuk siswa yang aktif selama pelaksanaan edukasi ini. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi: Sri Mayuni, Media Relation Astra Motor - Bali di nomor 0361-438008 atau HP 087861698744 dan Email: sri.mayuni@hso.astra. co.id. (bns)

DIJUAL TANAH

14. Ros 16. Iga 18. Isu 19. Aib 21. NEM 22. UFO 23. Are 24. Komitmen 25. Samseng 26. Mubazir 27. Estuari 28. Enerugi 29. Bit 30. Kartala 32. Nalemo (Omelan) 37. Ayo

Pemenang TTS No. 327 I Nengah Pegig Dusun Pau, Desa Tihingan, Kec. Banjarangkan, Kab. Klungkung (Telp:0366-5596271) Ni Wayan Sutini Br. Manyar, Ketewel, Sukawati, Gianyar 80582 (HP: 081264 696311) Agus Made Dwi Antara Br. Anyar Kaja, Penyaringan, Mendoyo, Jembrana 82261 (HP: 087861 628924) Ni Nengah Pastini Jl.Tegal Wangi, Perum Tegal Wangi Asri Blok G.52, Sesetan, Denpasar (HP: 081238 34732) Komang Sri Ajeng Wahyuni Perum Puri Bagus Blok B/3, Padang Kerta, Karangasem 80813 (HP: 081338 956942)

1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Putu Agus Suastika Alamat : Jl. Werkudara No.526 Legian, Kuta 80361 (HP: 0859 5858 2629)


19

Minggu Paing, 7 Januari 2018

Pilkada Klungkung

Hanura Usung ’’Bagia’’, Gerindra Tanggapi Santai Semarapura (Bali Post) Jelang pendaftaran bakal pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilkada Klungkung ke KPU, rekomendasi dari sejumlah partai untuk mengusung terus bermunculan. DPC Partai Hanura Klungkung yang mengusulkan incumbent I Nyoman Suwirta-I Made Kasta (Suwasta) justru mendapatkan rekomendasi berbeda dari DPP yang menjatuhkan pilihan paket Tjokorda Bagus Oka-I Ketut Mandia (Bagia) yang diusung PDI-P. Korwil Bali NTB dan NTT Partai Hanura Kadek Arimbawa saat dikonfirmasi, Sabtu (6/1) kemarin, mengungkapkan pertimbangannya untuk merapat ke partai banteng moncong putih itu supaya sejalan dengan hajatan politik lain, yakni pilpres dan pilgub. ‘’Kalau usulan dari DPC dan DPD untuk mengusung incumbent kan boleh-boleh saja. Itu usul,’’ ucapnya. Sementara itu, Ketua DPC PDI-P Klungkung Anak Agung AGede Anom mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Dirinya pun menyambut positif lantaran mampu menambah amunisi untuk menggalang dukungan merebut kemenangan. ‘’Tentu dengan adanya dukungan ini, kami lebih semangat lagi,’’

tuturnya. Mantan Ketua DPRD Klungkung ini menyatakan komunikasi politik dengan Hanura sudah berjalan sejak lama. Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Klungkung I Wayan Baru menjawab santai soal keputusan Hanura itu adalah hal biasa dalam dunia perpolitikan dan tidak memengaruhi persiapan yang telah dilakukan Gerindra. ‘’Politik itu dinamis. Itu kan hak politik,’’ tegasnya. Politisi asal Desa Sakti, Nusa Penida ini tak menampik komunikasi dengan Hanura sudah berjalan sejak lama. Bahkan sudah ada beberapa kali pertemuan membahas koalisi. Namun, soal usung-mengusung merupakan bumbu demokrasi. Meski peluang tambah amunisi telah sirna, pada pertarungan itu tetap ditargetkan menang. ‘’Kami tetap targetkan menang,’’ ungkapnya. Sementara terkait komunikasi dengan Partai Demokrat yang menyatakan untuk mengusung incumbent, tetap berjalan. Bahkan rekomendasinya tinggal penyerahan saja. ‘’Saya menilai masyarakat sudah cerdas memilih. Sudah tahu hasil kerjanya SuwirtaKasta. Kami ingin pemilihan ini berjalan damai dan tenteram,’’ tandasnya. (kmb45)

Imigrasi Optimalkan Antrean ’’Online’’

Mangupura (Bali Post) Sebagai salah satu cara untuk mengurangi praktik calo, saat ini pembuatan paspor sudah disiapkan pendaftaran antrean melalui sistem online. Pendaftaran online ini nantinya akan dioptimalkan untuk mempermudah dibandingkan dengan antrean Walk-in atau mendaftar langsung ke lokasi. Menurut Kepala Seksi Perizinan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Ruly Sandy Kusuma, A.Md.IM., S.H., M.Si., Sabtu (6/1) kemarin, pendaftaran Walk-in ini nantinya tidak akan ada lagi. Karena saat ini sudah mulai diterapkan antrean online yang sudah dimulai sejak 29 Desember 2017. Pihaknya juga menyampaikan, untuk pembuatan paspor saat ini memang sudah sangat mudah. ‘’Harapan saya tahun 2018, masyarakat lebih paham tentang keimigrasian. Supaya masyarakat itu tidak mudah tertipu oleh sindikat, calo dan lain sebagainya. Saat ini praktik calo sudah tidak ada, karena saat ini sudah dipersempit,’’ ujarnya. Selain mempersempit praktik calo, sejak tiga tahun terakhir pihaknya juga mengantisipasi tenaga kerja Indonesia (TKI) nonprosedural. Untuk itu, pihak imigrasi juga mendapat payung hukum untuk mencegah adanya TKI nonprosedural tersebut. Sebagai petugas di lapangan, terutama petugas wawancara, berhak meminta persyaratan tambahan, selain persyaratan yang umum. Seperti misalnya ditanya terkait orangtuanya, pekerjaannya apa dan sebagainya. ‘’Kalau si pemohon tidak mempunyai pekerjaan, mau ke luar negeri, bisa dicurigai dia akan bekerja di luar negeri,’’ pungkasnya.

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, pihak imigrasi saat ini memberikan layanan paspor simpatik saat hari libur terutama hari Sabtu. Layanan ini juga serangkaian dengan peringatan hari ulang tahun imigrasi. ‘’Layanan ini dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 10.00 Wita sampai pukul 14.00 Wita. Kuota 50 pemohon dengan rincian, buat baru sebanyak 25 pemohon, penggantian 20 pemohon, lansia dan anakanak 5 pemohon,’’ jelasnya. Dikatakan Ruly, layanan ini sudah dilaksanakan mulai tanggal 16 Desember 2017 dan berakhir tanggal 20 Januari 2018. Untuk itu, masyarakat yang akan membuat paspor, bisa juga memanfaatkan layanan paspor simpatik ini. Adapun persyaratan untuk permohonan paspor baru yaitu KTP terutama e-KTP, KK, akta lahir/buku nikah/ surat baptis. Kemudian untuk pemohon yang akan bekerja di luar, harus melampirkan surat rekomendasi dari dinas tenaga kerja. Sedangkan untuk yang akan umroh, harus melampirkan rekomendasi dari travel umroh atau dari Kementerian Agama. Untuk penggantian paspor hilang, harus ada surat dari kepolisian. ‘’Kalau hanya penggantian yang biasa, cukup e-KTP dan paspor lama. Biaya paspor untuk 48 halaman sebesar Rp 355.000,’’ ucapnya. Selama tahun 2017 permohonan paspor terus mengalami peningkatan. Bahkan peningkatan sampai sebanyak 700 pemohon. Dibandingkan dengan tahun 2016.l yang hanya 13 ribu lebih dan tahun 2017 sudah mencaapai 14 ribuan. (kmb23)

Disrempet Truk, Arlini Tewas di Rumah Sakit Singaraja (Bali Post) – Nasib naas dialami Putu Arlini (33), warga Banjar Dinas Pererenan Bunut Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Saat dibonceng oleh Luh Putu Ayu Apriliani (27), alamat Jalan Gempol, Gang Rajawali, Banyuning, dia mengalami kecelakaan lalulintas (lakalantas) di Jalan Singaraja - Amlapura Km 22 wilayah Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Sabtu (6/1) kemarin. Korban mengalami luka parah, hingga nyawanya tidak tertolong setelah sempat dirawat di rumah sakit. Kasubag Humas AKP Nyoman Surtika seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan telah menerima laporan lakalan-

tas tersebut. AKP Suartika mengatakan, lakalantas ini berawal ketika Apriliani bersama Arlini datang dari timur menuju berat. Keduanya mengendarai sepeda motor DK 5573 VW. Tiba di lokasi kejadian, kendaraannya tiba-tiba berserempetan dengan truk yang melintas dengan kecepatan tinggi dari arah barat menuju timur. Akibat srempetan yang diperkirakan terjadi pukul 16.30 Wita itu, kedua pengendara sepeda motor terjatuh ke kiri hingga membentur aspal jalan. Akibat kejadian ini, Apriliani haya mengalami luka ringan. Namun naas, rekan yang diboncengnya Arlini meninggal dunia setelah di-

Berjalan Tertib

Dari Hal. 3

Menurut Raka Sandi, tim pemenangan dari masingmasing pasangan calon telah menyepakati agar proses pendaftaran berjalan tertib. Termasuk telah berkomitmen agar tidak sampai ada gesekan di antara pendukung. Masing-masing paslon juga diminta untuk menyampaikan secara tertulis namanama penghubung untuk keperluan pendaftaran secara administratif serta koordinator lapangan. ‘’Inilah yang menurut saya perlu menjadi komitmen kita bersama, tidak hanya KPU tapi juga Bawaslu selaku pengawas, aparat keamanan, dan yang paling penting adalah koordinator lapangan,’’ imbuhnya. Selain masalah waktu pendaftaran, lanjut Raka Sandi, technical meeting juga mengoordinasikan terkait persyaratan pencalonan dan syarat calon serta tata tertib dan mekanisme pendaftaran di KPU. Pihaknya mengaku sudah siap menerima kedatangan bakal paslon yang akan mendaftar. Di samping

akan ada sekitar 800 personrl dari Polda Bali yang menjaga keamanan saat proses pendaftaran. ‘’Pada prinsipnya kami siap. KPU sudah mempersiapkan regulasi. Kami juga menyiapkan tim yang akan menerima pendaftaran pasangan calon. Sebelumnya kami sudah mengadakan rapat koordinasi, dan ini (technical meeting - red) adalah rapat koordinasi terakhir secara formal. Selain itu, kami tetap memberikan supervisi jika diperlukan oleh kedua pasangan calon,’’ tandasnya. Sementara itu, Tim Pemenangan dari KBS-Ace, Dewa Mahayadnya, mengatakan kurang lebih ada 10 ribu pendukung yang akan mengantar KBS-Ace melakukan pendaftaran. Baik DPD maupun Tim Pemenangan sudah bersurat ke masingmasing DPC agar para pendukung datang menaiki sepeda motor. Pendaftaran sendiri dikemas dalam bentuk parade budaya sekitar 200 meter dari Kantor DPD PDI-P Bali menuju Kantor KPU Bali. Sedikitnya ada 19

rawat di rumah sakit karena mengalami luka remuk pada dada kiri, dan patah pada tungkai kaki kiri. Sementara pengemudi truk nekat melarikan diri hingga tidak diketahui identitas kendaraannya. Terkait penyebab lakalantas, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi yang diduga mengetahui kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, polisi hingga sekarang berusaha untuk melacak yang diduga sebagai pemicu lakalantas maut tersebut. “Benar kita menerima laporan kejadian lakalantas itu. Kasusnya masih ditangani Unit Lantas Polsek Kubutambahan,” jelasnya. (kmb38)

barisan dalam parade, antara lain barisan gamelan Okokan dari Tabanan, paskibra, pembawa bendera PDI-P, partai koalisi, barisan tokoh agama, hingga barisan petugas partai dan simpatisan. Sementara itu, Tim Pemenangan dari MantraKerta, I Komang Suarsana, mengatakan sebelum pendaftaran akan dilakukan deklarasi pasangan calon di Lapangan Bajra Sandhi. Deklarasi akan dimulai sekitar pukul 12.00 Wita. Begitu acara selesai, paslon bersama pendukung akan berjalan kaki ke KPU Bali. Ketua Bawaslu Bali I Ketut Rudia mengingatkan Tim Pemenangan dari masing-masing paslon agar tidak melibatkan aparatur sipil negara, kepala desa maupun perangkat desa dalam setiap tahapan pilgub, termasuk pendaftaran. Sebagai pengawas, pihaknya ingin menghadirkan politik yang bergembira. Masyarakat utamanya harus menikmati pesta demokrasi ini tanpa mendapat tekanan ataupun iming-iming money politics. (kmb32)

BPM/mud

SIMULASI - Sejumlah anggota polisi mengikuti simulasi pengamanan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali, Sabtu (6/1) kemarin.

Amankan Pilgub Bali, Polres Buleleng Gelar Simulasi Singaraja (Bali Post) – Polres Buleleng mulai melakukan persiapan pengamanan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali 2018. Tidak hanya menyiapkan personel, namun jajaran kepolisian di Bali Utara melakukan simulasi pengamanan pilgub di lapangan Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Sabtu (6/1) kemarin. Simulasi ini bagian dari materi akhir latihan praOperasi Mantap Praja Agung 2018. Simulai kemarin dipimpin Wakapolres Kompol Ronny Riantoko, S.IK. didampingi Kepala Bagian Oprasional (Kabagops) Kompol Made Joni A.P., S.H. Dalam simulasi tersebut tampak polisi sedang mengamankan jalannya aksi demonstrasi sekelompok massa yang akan menyampai-

kan aspirasinya. Pergerakan massa yang tadinya aman, tiba-tiba berubah anarkis. Sekelompok massa ini terlibat aksi saling dorong dengan polisi yang sudah dilengkapi dengan tameng khusus. Situasi semakin tidak terkendali dan masa bertambah beringas. Atas kondisi itu, polisi memutuskan untuk membubarkan gerombolan massa tersebut dengan paksa. Gerombolan massa itu dihalau dengan mobil watercannon yang siaga di loaksi kejadian. Polisi juga menghalau massa dengan bentangan kawat berduri yang sudah dipasang. Dengan teknik pengamanan itu, kelompok massa yang tadinya anarkis, akhirnya berhasil dipukul mundur hingga mereka membubarkan diri dari lokasi aksi demo.

Kepentingan Rakyat Dari Hal. 3

Menurut Hasto, selama Azwar Anas memimpin, dia berhasil membuktikan dengan kerja-kerja yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat Banyuwangi. Misalnya kebijakan melarang ritel modern, kebijakan menegosiasikan kontrak-kontrak pertambangan agar mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi

rakyat. Belum lagi di sektor pariwisata. Menurut Hasto, Azwar berhasil mendongkrak sektor pariwisata Banyuwangi hingga 133 persen. ‘’Nah, kinerja ini tentu saja ketika Pak Azwar Anas didorong untuk menjadi calon wakil gubernur, ada pihak-pihak yang tidak siap berkompetisi secara sehat. Ada pihak-pihak yang menerapkan politik segala cara,’’ kata Hasto. (kmb)

Tiga Kali Dari Hal. 3

Contohnya, bayi mendapat imunisasi dasar 3 kali pada usia 0 bulan, 1 bulan, dan 6 bulan. Kemudian pada usia 1,5 tahun di-booster. Pada usia 5 tahun juga di-booster. Setelah usia 5 tahun atau kelas I dan kelas II di-booster kembali. Setelah remaja dan dewasa supaya pertahanannya bagus, seharusnya setiap 10 tahun di-booster. Di puskesmas, pemberian vaksin difteri pada anak sampai usia 1,5 tahun. Setelah 5 tahun ke atas, vaksin didapatkan di sekolah yaitu kelas I atau kelas II serta kelas VI. ‘’Kalau dulu kelas VI dikasi TT, sekarang dikasih Td. Kalau usia di bawah 1,5 tahun dikasih DPT, umur 5-6 tahun dikasih DT, di

atas 7 tahun dikasih Td,’’ beber dokter spesialis anak RSUP Sanglah ini. Dengan imunisasi yang lengkap baru kemudian bisa melindungi tubuh dari difteri. Kedua, status gizi juga memengaruhi. Sementara anak di Bali status gizinya baik. Suatu daerah yang menunjukkan status gizinya kronis jika ditemukan tubuh pendek (stunting). Dilihat dari persentase stunting (anak pendek) di Bali yaitu di bawah 10 persen. Sementara di tingkat nasional, persentase stunting 37 persen. Bahkan dalam Riskesdas 2013, anak tertinggi ada di Bali dan anak paling pendek ada di Papua. ‘’Daerah lain masih banyak yang status gizinya kurang,’’ inbuhnya. (may)

Tunjukkan KMS Dari Hal. 3

Jika orang tersebut memiliki Kartu Menuju Sehat (KMS) yang menunjukkan orang tersebut telah diimunisasi, maka imunisasi tidak diberikan. Namun jika tidak bisa menunjukkan atau jika memang belum diimunisasi, maka imunisasi segera dilakukan. Pada intinya, untuk mengantisipasi kedatangan penduduk pendatang yang membawa bakteri difteri, pihaknya menguatkan upaya dasar yaitu imunisasi. Kedua, penemuan kasus dengan surveilans yang ketat jika ditemukan suspect. Bahkan sebelum adanya kasus, pihaknya telah mendeteksi secara dini dengan early warning system (EWS). ‘’Kita lakukan pengamatan epidemiologi. Kasus suspect yang ditemukan, kita lacak, kita lakukan screening siapa saja orang yang kontak dengan dia dan orang-orang di sekitarnya,’’ bebernya. Selain

itu juga dilakukan promosi kesehatan (promkes) untuk menjaga kebersihan lingkungan dan promosi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dari dulu kasus difteri tidak pernah ada di Bali. Hanya suspect karena menunjukkan ciri-ciri yang mirip dengan difteri. Diakui memang pernah ada kasus positif tahun 2015, namun yang membawa adalah dari luar Bali. Namun ciri-ciri difteri hampir sama dengan penyakit lainnya seperti tonsilitis, membranosa, faringitis. Menurutnya, kasus difteri positif akan menunjukkan kondisi yang terus memburuk pada penderitanya. Sementara suspect difteri yang ditemukan selama ini, kondisi penderitanya membaik. Meski demikian, untuk memastikan perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium. ‘’Suspect pernah ada, tapi setelah dilakukan konfirmasi laboratorium, ternyata negatif,’’ ungkapnya. (may)

Wakapolres Kompol Ronny di sela-sela simulasi mengatakan, simulasi ini untuk memberikan gambaran awal dan sekaligus mengasah kemampuan anggota dalam melaksanakan prosedur tetap pengamanan hajatan Pilgub Bali. Dari simulasi ini, anggota akan memiliki pengalaman yang akan diterapkan kalau dalam tahapan pilgub mendatang terjadi situasi chaos, sehingga pengamanan wilayah pun menjadi optimal dan mencegah terjadinya aksi yang bisa mengganggu situasi kamtibmas di daerah. Selain teknik menghalau massa yang anarkis, pihaknya juga mengajarkan anggotanya dalam hal protap pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). ‘’Ini untuk memberikan pemahaman kepada anggota sebelum nantinya bertugas mengamankan tahapan pilgub. Yang jelas latihan ini untuk membiasakan anggota memahami protap pengaman-

an hajatan politik di daerah,’’ katanya. Sementara itu, menjelang jadwal pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ke KPU Bali, jajaran kepolisian di Buleleng menyiapkan personel yang ditugaskan mengawal rombongan pendukung atau simpatisan kontestan pilgub dari Buleleng ke Denpasar. Pengawalan ini untuk memberikan rasa aman dalam perjalanan dan menghindari terjadinya gangguan lalu lintas di jalan raya. Di sisi lain, Polres Buleleng menerjunkan total personel pengamanan pilgub sebanyak 821 orang. Selain itu, Polres juga mendapat personel tambahan dari Polda Bali sebanyak 146 orang. Sementara terkait skema pengamanan dalam pencoblosan, polisi akan menjaga setiap TPS oleh satu orang polisi. Sedangkan untuk TPS rawan akan dijaga oleh dua orang polisi. (kmb38)

Usia 1,5 Tahun Dari Hal. 3

Cakupan imunisasi DPT pada anak usia 1,5 tahun semua kabupaten/kota di bawah 100 persen, bahkan ada yang 50 persen. Kabupaten/kota yang cakupan imunisasi DPT anak usia 1,5 tahun di bawah 95 persen adalah Badung 88,4 persen, Klungkung 93,4 persen, Bangli 92 persen, Karangasem 50,2 persen, Denpasar 76,3 persen. Sedangkan imunisasi DT dan Td yang diberikan pada anak usia sekolah kelas I dan kelas II cakupannya di atas 95 persen. ‘’Bali sudah aman. Bahkan ada 100 persen. Semua kabupaten/ kota pun sudah di atas 95 persen,’’ tegas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM., belum lama ini. Dia menegaskan, jika cakupan imunisasi di atas 90 persen, maka dapat melindungi kelompoknya. Ada yang disebut Herd Immunization. Artinya, dalam satu komunitas, cakupan imunisasinya

sudah lebih dari 90 persen. ‘’Orang yang tidak terimunisasi juga akan terlindungi, sehingga dia tidak akan kena infeksi,’’ ungkapnya. Maka dari itu, cakupan imunisasi Bali yang di atas 90 persen harus dipertahankan. Cakupan imunisasi yang di atas 100 persen dikatakan karena ada penduduk pendatang baru. Itu juga diimunisasi sehingga melebihi sasaran. Dijelaskannya, sesungguhnya imunisasi difteri yang baik dilakukan booster setiap 10 tahun. Artinya memperkuat lagi imunitasnya karena imunisasi bisa menurun kekebalannya. Secara teori, dalam 10 tahun kekebalan imunisasi berjalan sehingga perlu diberikan booster. Namun untuk program imunisasi di Indonesia, tidak mengenal imunisasi booster setiap 10 tahun, kecuali secara mandiri melakukan imunisasi booster. ‘’Yang ada di Indonesia adalah imunisasi dasar pada balita, imunisasi pada anak-anak sekolah dan ibu hamil,’’ tandasnya. (may)

Lanjutkan Pekerjaan Dari Hal. 3

Risma menegaskan masih ingin melanjutkan pekerjaannya di Kota Surabaya, sehingga ia selalu berkomitmen menolak walaupun sejak awal digadanggadang menjadi cagub pada Pilkada DKI Jakarta. Demikian pula di Pilkada Jatim, Risma tetap menolak ketika sejak awal ditanya oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri apakah mau maju di Pilkada Jatim atau tidak. Alasan lainnya, katanya, tidak ingin cuti dan tidak ingin kehilangan waktunya untuk membereskan beberapa pekerjaan di Surabaya itu. Makanya, seringkali ketika waktu libur, dia selalu masuk kerja untuk membereskan beberapa pekerjaannya. Selain itu, Risma juga memastikan kunjungan Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ke rumah dinasnya, Sabtu kemarin, bukanlah untuk mera-

yunya agar maju di Pilkada Jatim menggantikan Anas. Namun, ia mengakui sempat berbicara tentang Pilkada Jatim, termasuk persoalan Anas yang diterpa isu kampanye hitam. ‘’Tadi ditanya soal Pak Anas, soal bagaimana ke depan, ya saya sampaikan Pak Anas ini korban dan itu bisa terjadi pada setiap orang, bukan hanya Pak Anas saja,’’ katanya. Politik itu, lanjutnya, memang susah karena apa pun bisa dilakukan, kadang teman menyerang teman, kadang lawan menyerang teman, dan banyak macamnya bentuk kampanye hitam itu. Dia berharap agar Anas selalu kuat menghadapi masalah itu karena memang tidak mudah dan bisa saja terjadi pada setiap orang. Bagi Risma, Anas adalah kader partai yang baik karena berhasil memajukan daerahnya. Ia juga menyampaikan setiap orang mempunyai kekurangan yang tidak luput dari salah. (kmb/ant)


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu Paing, 7 Januari 2018

Konseling Remaja

u g g n Mi

Jawaban: Halo Bunga, terima kasih ya atas pertanyaannya. Kamu masih bingung ya, apakah kamu bisa tertular HIV atau tidak? Pertama-tama kita bahas dulu ya, apa sih HIV dan AIDS? Apakah sama atau berbeda? HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyebabkan penurunan kekebalan tubuh. Sedangkan AIDS atau Acquired Immunodiciency Syndrome adalah sekumpulan atau beberapa gejala dan infeksi yang terjadi akibat penurunan sistem kekebalan tubuh. Secara sederhana, HIV adalah virusnya dan AIDS adalah penyakit akibat terkena HIV. Nah setiap orang berisiko tertular HIV, Bunga.

Jadi HIV itu bisa tertular melalui empat cairan, yaitu cairan sperma, cairan vagina, cairan darah dan Air Susu Ibu (ASI). Sedangkan untuk cara penularannya ada berbagai macam, contohnya sering berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom dan berganti-ganti pasangan, orang yang pernah donor dan menerima transfusi darah yang terinfeksi HIV, orang yang menggunakan jarum suntik sembarangan dan tidak steril, dan dari ibu yang mengidap HIV ke anaknya. Nah apakah Bunga bisa saja tertular? Mungkin saja, karena kita tidak tahu apakah pacar Bunga mengidap HIV atau tidak dan apakah dia pernah bergonta-ganti pasangan atau tidak. Mudahnya, kemungkinan itu selalu ada karena kita tidak tahu kegiatan apa saja yang dilakukan oleh pacar Bunga. Sebagian besar orang yang telah terinfeksi HIV tidak menyadari karena tidak ada gejala yang langsung tampak setelah terinfeksi. Walaupun tidak ada gejala pada infeksi awal, tapi orang yang terin-

feksi HIV bisa menularkan kepada orang lain. Salah satu cara untuk mengetahui apakah terinfeksi HIV atau tidak adalah dengan melakukan tes HIV yang disebut Voluntary Counseling and Testing (VCT). Tes HIV (VCT) bisa dilakukan di puskesmas, klinik VCT ataupun rumah sakit terdekat. Semakin dini melakukan pemeriksaan, maka semakin baik pula untuk melakukan pencegahan penyebaran HIV dan mencegah terjadinya AIDS. Mengetahui status HIV sejak awal akan sangat baik untuk mencegah HIV berkembang menjadi AIDS, karena tanpa terapi Antiretroviral (ARV) perkembangan HIV menjadi AIDS dapat menunjukkan gejala dalam waktu 8-10 tahun tergantung gaya hidup individu. Bagaimanapun juga, terapi ARV harus diminum seumur hidup dan tepat waktu. Terapi ARV bukanlah obat untuk menyembuhkan HIV, tetapi menekan perkembangan AIDS dengan menurunkan jumlah virus dalam tubuh yang telah terinfeksi

HIV. Secara sederhana, terapi ARV dapat memperlambat bahkan menunda terjadinya AIDS. Semua orang pasti tidak mau kan terinfeksi HIV? KISARA punya tips nih untuk mencegah tertular HIV. Satu, tahan nafsu untuk berhubungan seksual. Caranya bisa dengan melakukan kegiatankegiatan yang positif. Misalnya ikut komunitas sosial, ekstrakulikuler, les, olahraga dan kegiatan-kegiatan yang dapat mengembangkan potensi diri lainnya. Kedua, jika sudah pernah berhubungan seksual, jangan bergontaganti pasangan ya! Jangan lupa juga gunakan kondom! Ketiga, jauhi narkoba dan penggunaan jarum suntik tidak steril. Dan yang terakhir, jangan lupa untuk terus update ilmu dan perbanyak informasi tentang HIV/AIDS ya! Jadi, kurang lebih begitu ya Bunga. Bunga sudah tahu kan apa yang harus dilakukan sekarang? Semoga Bunga selalu sehat ya!

Fotografi ’’Menangkap’’ Ekspresi Keceriaan Anak-anak DUNIA anak-anak beserta ragam aktivitas yang dilakoninya senantiasa menarik untuk diabadikan lewat bidikan lensa kamera. Tingkah polah anak-anak yang lucu dan menggemaskan serta karakteristiknya yang aktif, atraktif dan ceria memang seringkali menghadirkan momen-momen ‘’tak terduga’’ yang sangat fotogenik. Namun, untuk bisa menghadirkan segala daya tarik anak-anak tersebut ke dalam foto adalah tantangan tersendiri alias bukan perkara mudah. Berikut kiat-kiat sederhana yang bisa dicoba untuk ‘’menangkap’’ ekspresi keceriaan anak-anak, namun tetap terlihat wajar dan natural.

Posisikan Kamera Sejajar dengan Mata Mereka Selanjutnya, aturlah posisi kamera sejajar dengan mata anak-anak yang menjadi objek foto. Secara alami, tubuh anakanak jauh lebih pendek dari kita sehingga kita harus rela memotret dalam posisi jongkok bahkan berbaring. Pemilihan posisi ini sangat penting jika kita mengingingkan tubuh mereka tampak proporsional. Misalnya, bagian kepala tidak lebih besar atau lebih kecil dari pada bagian tubuh lainnya. Namun alternatif posisi lainnya juga bisa dicoba jika anda menginginkan efek dan angle tertentu.

Manfaatkan Alat Bantu Satu hal lagi yang perlu diingat, tidak semua anakanak bisa bergaya dan berpose dengan luwes. Apalagi jika sadar sedang menjadi sasaran bidikan kamera, mereka cenderung merasa canggung, malumalu dan tampak kaku. Tapi jangan buru-buru menyerah dulu. Untuk membangkitkan mood mereka, anda bisa memanfaatkan alat bantu. Dalam konteks ini, mainan merupakan alat yang paling ampuh. Jika mereka suka bermain mobilmobilan, pancinglah dengan mobil-mobilan. Jangan buruburu memotret, biarkan mereka larut atau merasa asyik dengan permainan tersebut beberapa saat. Dengan begitu, mereka tidak sadar lagi sedang menjadi objek foto dan mulai berekspresi secara spontan. Selanjutnya, anda tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menekan shutter kamera. Menyertakan Orang Lain Selain memanfaatkan permainan, anda juga bisa membangkitkan mood anak-anak

‘’Playing on the Dust’’ karya I Wayan Sumatika.

‘’Berpacu Dalam Debu’’ karya I Wayan Sumatika. dengan menyertakan orang lain yang memiliki ikatan emosi yang kuat dengan anak-anak itu sebagai ‘’figuran’’. Orang lain itu bisa orangtua (ayah dan ibu - red) atau bisa juga teman bermain dari anak itu sendiri. Kehadiran mereka bisa membuat anak-anak itu merasa lebih rileks sehingga tidak canggung lagi untuk berekspresi. Keuntungan lainnya, kehadiran ‘’figuran’’ ini bisa menambah daya tarik pada foto, baik dari segi komposisi maupun membangun unsur cerita dalam foto tersebut. Misalnya, cerita tentang kedekatan dan kasih sayang antara anak dengan orangtuanya atau jalinan persahabatan antara anak-anak yang menjadi point of interest dengan tema-teman sepermainannya. Dengan mencoba langkahlangkah sederhana itu, anda memiliki peluang yang sangat

besar untuk mendapatkan foto anak-anak yang ekspresif. Sekali lagi, anda harus bersabar untuk mendapatkan momen yang pas dan selalu dalam kondisi yang siap untuk melakukan hal-hal secara spontanitas. Sebab, momen berharga yang biasanya hanya terjadi sesaat bisa terlewatkan begitu saja tanpa sempat anda abadikan. Selamat mencoba! (ian)

Denpasar (Bali Post) Sebanyak 213 penari cilik dari SD se-Bali, Sabtu (6/1) kemarin bersaing dalam lomba tari Bali tingkat SD se-Bali. Lomba diadakan SMP Dwijendra Denpasar serangkaian HUT ke-65 Yayasan Dwijendra Denpasar. Lomba dibuka Kepala SMP Dwijendra Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd., bersama wakasek dihadiri Ketua Yayasan Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., Sekretaris Ir. Wayan Abdinegara, M.Si. dan Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Menurut Ketua Panitia Ni Nyoman Indrayatni Pinatih, S.Pd., M.Pd., lomba kali ini diikuti 213 penari cilik tersebar di semua kabupaten dan kota se-Bali. Lomba meliputi tari Condong kelompok A (umur 6-9-tahun), tari Condong B (umur 10-12 tahun). Untuk tari baris kelompok A (6-9 tahun) dan tari Baris kelompok B (1012 tahun). Kasek Nadi Supartini mengatakan lomba tari ini juga atas kerja sama Tabloid Wiyata Mandala ini guna memberi penguatan generasi zaman now untuk pelestarian seni tari Bali. Makanya dia menegaskan bagaimanapun hebatnya perubahan di zaman digital, generasi zaman now Bali tak boleh meninggalkan tari Bali. SDM zaman now ini harus menguasai tari Bali, minimal tari penyambutan. Dia mengakui pelestarian tari Bali kini mendapat tantangan berat di zaman now. Anakanak dan remaja Bali makin dijauhkan dari seni tradisi ini. Untuk itu, harus ada komitmen kuat semua komponen untuk memberi penguatan pelestarian tari Bali mulai dari siswa SD. Makanya lomba yang diadakan tiap tahun menyasar siswa SD. Lomba ini dikatakannya juga sesuai dengan misi dan visi yang diemban Yayasan Dwijendra dalam pelestarian nilai seni dan budaya Bali. Sangat disadari bahwa kebudayaan berfungsi pemberi identitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kesenian sebagai bagian dari kebudayaan merupakan hasil ekspresi seniman baik berupa karya sastra, seni rupa, seni swara dan seni tari. Senin tari ini merupakan salah satu identitas Bali sangat penting ditanamkan sejak anakanak. Makanya Nadi Supartini mengatakan lomba tari Bali ini sekaligus sebagai wadah melakukan evaluasi pembinaan seni budaya di sekolah. Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. juga setuju generasi di zaman now tak boleh meninggalkan tari Bali. Dalam seni, katanya, bisa membentuk karakter yang tangguh, berbudi luhur dan memiliki kehalusan budi dan lebih rendah hati. Dia setuju setiap insan siswa di Bali sebaiknya mengusai tari Bali. Sebab, branding di luar sudah mengidentikkan orang Bali pasti bisa menari. Kedua, model pembinaan tari di sekolah dasar

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

Gunakan Mode Continue/Burst Dalam memotret anak-anak. Penggunaan mode continue/ burst sangat disarankan. Pasalnya, anak-anak memiliki kecenderungan banyak bergerak atau aktif. Tentunya anda sangat kewalahan jika memak-

dan banjar harus mendapat perhatian dan anggaran dari pemerintah. Untuk itu Bali memerlukan gubernur yang peduli dengan kegiatan seni di banjar dan sekolah. Pemerintah, katanya, harus berani memberikan gong gratis bagi banjar yang belum

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

memiliki sarana gong. Kemudian didatangkan pelatih untuk membina warga. Sebab, masih banyak banjar di Bali yang belum memiliki gong, jika sarana ini sudah ada, dia yakin anak– anak, anak muda hingga PKK bergairah menguasai kesenian Bali. (025)

BPM/sue

LOMBA TARI - Penari cilik bersaing di lomba tari Bali tingkat SD se-Bali.

DISKON KHUSUS MEMBER

HOTLINE Bali Mart Kepundung Jl. Kepundung Denpasar 085 739 228 783 Bali Mart Musi Jl. Tukad Musi Renon 081 338 624 150 Bali Mart Kuta Pasar Seni Kuta 081 237 305 042 gunting disini

Pilih Background Polos Pemilihan background atau latar belakang merupakan salah satu hal penting dalam pemotretan anak-anak. Biasanya anak-anak cenderung mengenakan pakaian yang berwarna-warni dengan pola atau karakter yang meriah. Oleh karena itu, hindarilah pemotretan dengan latar belakang yang berantakan atau terkesan ramai. Dengan kata lain, pilihlah latar belakang yang polos atau warna-warna netral dengan pola yang sederhana, sehingga anak-anak sebagai objek utama tampil outstanding atau menonjol. Selain itu, pemilihan latar belakang yang polos juga akan sangat membantu dalam menetapkan posisi yang ideal.

sakan kamera mencari fokus di mode single untuk mengikuti setiap gerakan anak-anak tersebut. Apabila anda menggunakan settingan otomatis, aturlah kamera di posisi scene sports/children. Biarkan Beraksi Spontan Mengarahkan anak-anak supaya mau berpose pada gaya tertentu, sesuai keinginan kita merupakan hal yang sulit. Bahkan ‘’pemaksaan’’ justru bisa membuat mereka kehilangan spontanitas dan kepercayaan diri. Bukannya mendapatkan foto yang menarik, mereka justru akan menjadi bad mood dan akhirnya mogok untuk difoto. Jadi, biarkan mereka beraksi, bergaya dan berekspresi secara spontan. Di sini memang diperlukan kesabaran ekstra dan keterampilan untuk berkomunikasi dengan ‘’bahasa anak-anak’’, sehingga mereka merasa nyaman, mau beraksi dan berekspresi secara spontan.

balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Generasi Zaman ’’Now’’ Tak Boleh Tinggalkan Tari Bali

Takut Tertular HIV/AIDS Tanya: Hi kakak... Mau tanya dong, kan aku pernah berhubungan seks sama pacar, aku takut kena HIV/ AIDS kak. Kira-kira saya bisa tertular HIV/AIDS ya kak? Tapi saya tidak tahu rekan saya mengidap HIV/ AIDS atau tidak. Bunga

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Bali Mart Nusa Dua Kawasan Parkir Hotel Inaya Putri Bali ITDC Nusadua 087 761 330 415 Bali Mart Petanu Jl. Tukad Petanu Panjer 081 238 005 157

NGOPI GRATIS setiap hari tunjukkan kupon ini

ROTI CANAI MARTABAK WARUNG 63 Jl. Veteran No. 66 Dps Tlp. 0361 227439

diskon

AROWANA 5% Food Street

IKAN BAKAR . Kakap . Kerapu . Gurami . Kerang . Jangki . Udang

mulai 27K - 40K Jl. Veteran (sebelah utara Pasar Burung) Buka 18.00 - 22.00

30% diskon Mencari Penginapan Nyaman tapi harga murah? Kamilah tempatnya Bali Kepundung menyediakan discount 30% dari harga publish untuk pemegang merchant Bali Post

10%

diskon

untuk rawat inap & medical checkup

diskon

20%

tiket masuk waterboom Bukit Jati

‘’Musim Hujan Telah Tiba’’ karya I Wayan Sumatika.  Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER

1. diskon 10% kamar dan perawatan untuk rawat inap 2. diskon 10% pemeriksaan laboratorium dan radiologi untuk rawat jalan 3. diskon 10% General medical check up

DISKON berlaku khusus untuk pemegang kartu Bali Post Diskon Card, Bali Post Prioritas & Kartu Ajeg Bali Semeton Bali TV G.0000029-RPA11


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 07 Januari 2018 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu