Skip to main content

Edisi 06 Mei 2018 | Bali Post.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu umanis, 6 mei 2018

u g g n Mi Pengemban Pengamal Pancasila

Mencintai Tanaman

Makin Disayang, Makin Bermakna

T

umbuhan adalah sumber kehidupan dan sangat vital bagi kehidupan manusia. Tumbuhan dapat menghasilkan oksigen untuk manusia bernapas. Selain itu, tumbuhan juga bisa dikonsumsi untuk keberlangsungan hidup manusia. Tanpa padi, manusia tidak bisa makan nasi yang merupakan sumber karbohidrat. Tak hanya manusia, makhluk lainnya seperti hewan juga membutuhkan tumbuhan untuk dimakan dan memberi oksigen.

BPM/wan

CINTA TANAMAN- Cinta tanaman dimulai sejak dini.

Tak heran, tanaman/tumbuhan sangat dihormati oleh umat Hindu dengan merayakan hari khusus tumbuhan yang disebut Tumpek Wariga. Seperti yang dilakukan umat Hindu, Sabtu (5/5) kemarin. Tumpek Wariga atau dikenal sebagai Tumpek Bubuh dan Pengatag tak akan pernah sirna selama manusia memerlukan tanaman untuk hidup. Perayaan Tumpek Wariga merupakan wujud syukur umat Hindu atas berkah yang dilimpahkan oleh Tuhan dalam manifestasinya sebagai penguasa tumbuhan. Dosen Prodi Agroteknologi Universitas Warmadewa A.A. Ngurah Mayun Wirajaya mengatakan, tumbuhan sama seperti manusia. Semakin disayang akan semakin memberikan makna bagi manusia. “Kalau dia dirawat, disayang, dia akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Sehingga tumbuhan kita sayangi maka akan memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya bagi manusia juga,” ujarnya Sabtu (5/5) kemarin. Manusia diharapkan selalu menghormati tumbuhan dengan cara menjaga alam dan lingkungan. “Saat Tumpek Bubuh, kita menghaturkan upakara sekecil apa pun, kita menjadi eling kepada Tuhan sebagai penguasa tumbuhan. Kita harus memberikan kontribusi yang bagus untuk pertumbuhan tanaman,” ujarnya. Yang terjadi saat ini, manusia cenderung mengeksploitasi alam untuk memenuhi kebutuhan hidup jangka pendek. Tanpa memikirkan kebutuhan jangka panjang, untuk anak cucunya. Teknologi untuk tanaman tetap bisa tumbuh memenuhi kebutuhan manusia pun bermunculan. Salah satunya teknik vertikultur. “Kita berupaya untuk memanfaatkan lahan sekecil apa pun untuk menanam tanaman yang memberikan kontribusi pada kehidupan,” ujarnya. Meski teknologi tersebut mampu memberikan solusi agar tumbuhan tetap memiliki ruang untuk tumbuh, namun ia berpesan untuk tidak merusak alam. “Kalau mengurangi jumlah tanaman harus reboisasi kembali,” ujarnya. Alih fungsi lahan untuk perumahan juga menyebabkan berkurangnya areal atau space untuk menanam tanaman. Bahkan, alih fungsi lahan yang terjadi menyebabkan kawasan hutan berkurang, tidak lagi 30 persen. Padahal, syarat untuk keseimbangan alam adalah adanya kawasan hutan minimal 30 persen dari total lahan yang ada. Hal ini untuk menjaga keseimbangan alam, untuk menyerap dan menyimpan air. “Saya kira ini perlu penanganan yang khusus,” tandasnya. (may)

Lestarikan Alam Tak Cukup dengan Ritual DUA puluh lima hari sebelum hari suci Galungan, diawali ritual Tumpek Wariga. Ada beberapa nama untuk menyebutkan tumpek yang satu ini. Tumpek Wariga, sebab jatuh pada Wuku Wariga. Seberapa pun banyaknya nama tumpek ini, hakikatnya tetap sama sebagai simbolisasi tatanan tattwa yang dimaterialisasi ke dalam tataran upacara (ritual), dengan satu tuntutan agar tuntunan susila (etika) yang dikandung dalam konsep tumpek bubuh dapat diimplementasikan melalui perbuatan atau tindakan yang merefleksikan usaha pelestarian alam beserta sumber daya hayatinya. Jika masih berkutat pada tataran ritual, dengan segala bentuk dan jenis material upakara (bebanten), seberapa besar pun tingkatan upacara yadnya, konsep luhur pelestarian alam tidak akan pernah berhasil dicapai dalam konteks kekinian. Mengingat kondisi alam lingkungan saat ini, termasuk Bali sudah dirasakan semakin krisis, yang apabila tidak disikapi dengan bijak bisa saja menjadi kritis, hingga akhirnya berujung habis. Secara paradogma, ajaran Hindu memberikan jalan pelestarian alam antara lain melalui ritual yadnya, seperti halnya Tumpek Bubuh. Persoalannya, secara paradigma, bentuk ritual tidak cu-

Oleh I Gusti Ketut Widana kup untuk bisa mempertahankan keharmonisan atau kelestarian alam, jika tidak disertai upaya nyata dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu yang dipadukan dengan kemajuan teknologi. Diperlukan sinergi antara iman (agama) dan ilmu (pengetahuanteknologi) untuk mengamalkan ajaran pelestarian alam. Bagaimanapun juga, bentuk ritual tetaplah bermain di tataran doa permohonan, yang tidak selalu atau serta merta berujung pada terpenuhinya harapan. Kata orang bijak, doa tanpa usaha itu bohong, usaha tanpa doa sama dengan sombong, lebih fatal lagi sudah tidak pernah berdoa, tanpa ada usaha lagi, tentu hasilnya kosong belaka. Intinya, pernyataan bernada pertanyaan seperti di atas, sejatinya lebih dimaksudkan untuk menginspirasi dan memotivasi segenap umat Hindu untuk terus menguatkan dan meningkakan kesadaran

bhakti yang hakiki. Caranya dengan merevitalisasi sekaligus mengaktualisasi konsep yadnya, agar tidak berkutat dalam bentuk ritual yang masih berada di level aparabhakti (mudah, rendah, alamiah, jasmaniah, dan sarat pamrih), belum meningkat dan mencapai tingkatan parabhakti (murni, suci, spirituality, dan tanpa pamrih). Dalam kitab suci Bhagawadgita, III. 14, dengan jelas ditegaskan : “adanya makhluk hidup karena makanan, adanya makanan karena hujan, adanya hujan karena yadnya, dan adanya yadnya karena karma”. Jadi, apa yang disebut karma, sepatutnya menjadi bentuk yadnya yang utama, karena merupakan perbuatan atau tindakan nyata yang secara langsung menjadi penentu apakah permohonan lewat doadoa ritual akan terwujud atau tetap hanya tinggal harapan. Inilah bentuk konkret ritual tumpek zaman now, tidak cukup hanya dengan ritual tetapi wajib menumbuhkan sekaligus mengukuhkan kesadaran enviromental, melestarikan alam lingkungan sebagai bentuk bhakti ke hadapan Hyang Widhi demi tetap harmoninya kehidupan segenap makhluk di muka bumi, hingga akhir nanti. (*)

BPM/dok

12 HALAMAN

NOMOR 246 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 ,233801Faksimile: 227418


2

Daerah

Minggu Umanis, 6 Mei 2018

BPM/ist

KEBAKARAN - Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang menghanguskan vila di Jimbaran, Sabtu (5/5) kemarin.

Vila dan Rumah Warga Hangus Terbakar di Jimbaran

Mangupura (Bali Post) Kebakaran besar kembali terjadi. Sebuah vila yang berada di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Sabtu (5/5) kemarin hangus terbakar. Selain menghanguskan tiga bangunan milik Vila Keraton Jimbaran, api juga membakar rumah warga di dekatnya. Menurut Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan I Wayan Wirya, S.E., M.Si., akibat kebakaran di villa itu juga menghanguskan 1 palinggih merajan, 1 kamar suci, dan 1 sanggah pangijeng di dekatnya. Dari data yang dihimpun, rumah warga yang ikut menjadi korban

kebakaran yaitu rumah warga atas nama I Made Mariana dan I Ketut Alit Senata. Dijelaskannya, untuk memadamkan api, pihaknya mengerahkan lima unit kendaraan pemadam kebakaran. Diakuinya, proses menuju lokasi saat itu memang sedang macet, sehingga memperlambat akses

untuk menuju ke lokasi. Akibatnya, proses pemadaman menjadi lambat. Akibat api cukup besar, proses pemadaman dikatakannya memakan waktu hingga dua jam. “Jalur menuju ke lokasi macet, sangat menyulitkan petugas menuju ke loksi. Pemadaman memakan waktu dua jam,” ujarnya. (kmb23)

Aparat Gagalkan Penyelundupan Ayam Buras

BPM/kmb

AYAM - Penyelundupan puluhan ayam buras berhasil digagalkan petugas Karantina di Gilimanuk. Negara (Bali Post) Penyelundupan lewat Pelabuhan Gilimanuk tampaknya makin marak. Hampir setiap saat penyelundupan berhasil digagalkan petugas kepolisian. Tidak hanya berupa komoditas ilegal namun juga unggas. Di balik keberhasilan itu, diduga penyelundupan juga banyak yang lolos terutama unggas yang menjadi pengawasan karantina. Unggas banyak diturunkan di terminal lama Gilimanuk. Karena itulah, jajaran Karantina Gilimanuk makin melek. Contohnya pada Sabtu (5/5) dini hari kemarin, 30 ekor ayam buras ilegal berhasil diamankan di terminal lama Pelabuhan Gilimanuk. Dari informasi saat itu petugas Balai Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk dipimpin drh. I Putu Suwarjaya dan

I Ketut Sumarna telah menggagalkan upaya penyelundupan hewan berupa ayam buras (ayam kampung) sebanyak 30 ekor tanpa disertai surat keterangan kesehatan karantina pelabuhan/ daerah asal dari Banyuwangi tujuan Pasar Negara, Kabupaten Jembrana yang dikemas dalam tiga karung plastik warna hitam dan diangkut menggunakan sepeda motor ojek. Penyelundupan ayam tersebut disinyalir lolos pintu masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Kepala Balai Karantina PJ. Wilker Gilimanuk I.B. Eka Ludra mengatakan pelaku pernah melanggar serta dibina dengan membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya karena pernah melakukan kegiatan yang sama sehingga ketika kembali berhasil diamankan, pelaku beru-

paya kabur saat diarahkan dari TKP penangkapan menuju Kantor Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk guna menghindari proses hukum. Saat ini, barang bukti diamankan di Kantor Balai Karantina Pertanian, Wilker Gilimanuk sementara pemilik dan sopir ojek berhasil kabur ketika hendak diamankan oleh petugas. Dikatakan perbuatan tersebut dinyatakan melanggar ketentuan UU RI No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Setiap pengiriman hewan, ikan, dan tumbuhan, bahan hewan, hasil bahan hewan, ikan dan tumbuhan dari satu pulau ke pulau lainnya harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan dari daerah asal atau sertifikat kesehatan hewan. (kmb)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


terbit sejak 16 agustus 1948

u g g n Mi

perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu umanis, 6 mei 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

12 HALAMAN

NOMOR 246 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 ,233801Faksimile: 227418

Pertegas Tolak Reklamasi, Koster Ingin Bali Jadi Etalase Kerukunan Mantra-Kerta Bersurat ke Presiden Umat Beragama di Indonesia CALON Gubernur Bali, Wayan Koster, menggelar pertemuan dengan kelompok lintas agama dan suku di Denpasar. Pertemuan dihadiri Ikawangi, IKMS Bali, Bamus Sunda, PWNU Bali dan sejumlah tokoh masyarakat lintas etnis seperti Ardi Ganggas, H. Edy Rizal, dan H. Syahwan. Di hadapan 700-an warga yang rata-rata tinggal di Kota Denpasar itu, Koster menyebut Bali merupakan cerminan dari kebinekaan di Indonesia. “Bali ini terdiri dari berbagai komponen masyarakat baik dari sisi agama maupun asal golongannya. Karena itu, kehidupan masyarakat Bali harus dibangun dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945,” ujar Koster di Desa Budaya Kertalangu Denpasar, Sabtu (5/5) kemarin. Hal. 11 Ajaran Bung Karno

BPM/ist

LINTAS AGAMA - Paslon Wayan Koster saat bertemu dengan tokoh lintas agama dan etnis di Denpasar.

PASANGAN calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra – Ketut Sudikerta (Mantra Kerta), mempertegas komitmennya menolak rencana reklamasi Teluk Benoa dengan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Surat ini ditandatangani Mantra-Kerta pada Sabtu (5/5) kemarin, di Griya Sebasari, Renon, Denpasar, bertepatan dengan hari Tumpek Wariga atau hari lingkungan dalam konsepsi Hindu. “Sebagai bentuk konsistensi kami menolak rencana reklamasi Teluk Benoa, kami, pasangan Mantra-Kerta hari ini, melayangkan surat kepada Presiden Jokowi,” ujar Rai Mantra. Hal. 11 Bukan Pragmatis

BPM/ist

SURAT - Paslon Mantra-Kertha menunjukkan surat tolak reklamasi ke Presiden.

Jadi Tersangka, Amin Santono Dipecat Jakarta (Bali Post) KPK resmi menetapkan anggota DPR Fraksi Partai Demokrat, Amin Santono, sebagai tersangka suap APBN-P 2018. Sabtu (5/5) malam kemarin, Partai Demokrat langsung memecat Amin dengan tidak hormat. “Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat memutuskan memberhentikan dengan tidak hormat Saudara AS (Amin Santono) dari Partai Demokrat,” ujar Sekjen PD Hinca Pandjaitan kepada wartawan, Sabtu (5/5) kemarin. Hinca menegaskan Amin sesegera mungkin dipecat dari seluruh keanggotaan partai. Demokrat tak menolerir korupsi oleh kader. “Semua administrasi yang terkait pemberhentian tersebut akan diproses segera dan pada kesempatan pertama,” ucap Hinca. Hinca meminta maaf atas perilaku Amin. Hinca menegaskan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu akan selalu mendukung KPK dalam memberantas korupsi. “Kami juga meminta maaf kepada masyarakat atas peristiwa tersebut. Demokrat akan konsisten mendukung pemberantasan korupsi dan tidak akan menoleransi

perilaku koruptif,” tegas dia. Sementara itu, KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan 4 orang tersangka, yaitu diduga sebagai penerima AS (Amin Santono) anggota Komisi XI DPR RI, EK (Eka Kamaluddin) swasta atau perantara, YP (Yaya Purnomo) Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5) kemarin. Selain itu, Ahmad Ghiast juga ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga memberi suap kepada Amin. Sebelumnya KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap seorang anggota DPR-RI beserta delapan orang lainnya, Sabtu dini hari

(5/5) di Jakarta. Juru Bicara KPK Febri Diansyah masih merahasiakan identitas anggota DPR yang tertangkap tangan. Awalnya dia hanya menyebutkan orang yang diamankan terdiri dari anggota DPR-RI yang membidangi keuangan, swasta dan unsur lain. Uang yang diamankan sekitar ratusan juta rupiah diduga terkait dengan proses usulan penganggaran, tambah Febri. KPK menduga telah terjadi transaksi pemberian uang kepada penyelenggara negara. “Kami punya waktu paling lama 24 jam untuk melakukan proses pemeriksaan tersebut,” ungkap Febri. Ia menyatakan kesembilan orang itu sudah berada di kantor KPK. “Setelah 1 x 24 jam kami akan sampaikan hasilkan kepada publik,” tambahnya. Penangkapan terhadap AS dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Dalam proses penangkapan, tim KPK dibantu Polisi Militer TNI AU. Sementara itu, delapan orang lainnya diciduk di sejumlah lokasi di Jakarta. (ant/kmb)

ANGGOTA DPR YANG DITANGKAP KPK � 9 April 2015

Adriansyah dari PDI-P karena suap.

� 16 Oktober 2015

Patrice Rio Capella dari NasDem kasus korupsi.

Pertemukan Spanyol dan Portugal Moskow – Undian untuk menentukan pembagian grup Piala Dunia 2018 menghasilkan salah satu duel yang akan ditunggu-tunggu para penggemar sepak bola, yaitu Portugal melawan Spanyol. Undian yang dilaksanakan di Istana Kremlin, di Kota Moskow, menempatkan kedua negara ini di Grup B yang disebut grup neraka. Spanyol dan Portugal satu grup dengan Maroko dan Iran. Terakhir kali Spanyol bertemu Portugal di penyisihan grup adalah pada ajang Piala Eropa 2004. Laga terakhir kedua negara di suatu turnamen resmi juga terjadi di Piala Eropa 2012. Di Piala Dunia, Spanyol juga pernah menyisihkan tetangganya itu di Piala Dunia 2010, ketika La Furia Roja melangkah ke final dan akhirnya menjadi juara. Fokus di grup ini tentu saja tertuju kepada Cristiano Ronaldo. Sebagai pemain Real Madrid, ia akan berhadapan dengan beberapa rekan setimnya yang membela tim nasional Spanyol pada

� 20 Oktober 2015

Dewie Yasin Limpo dari Partai Hanura karena suap.

15 Juni 2018, salah satunya kapten Spanyol, Sergio Ramos. Media massa di Spanyol malaporkan adanya keretakan hubungan di antara keduanya, sehingga menjadi bumbu tersendiri pertemuan kedua negara. Sejarah pertemuan kedua tim lebih berpihak kepada Spanyol, dengan rekor memenangi 18 pertandingan dan 12 hasil imbang. Portugal hanya sanggup menang 6 kali sejak pertemuan pertama keduanya pada tahun 1921. Kemenangan terakhir Portugal terjadi pada tahun 2010 lalu, ketika menghajar Spanyol 4-0. Meski demikian, laga itu hanya berstatus laga uji coba. Portugal yang merupakan juara bertahan Piala Eropa dan Spanyol sebagai juara Piala Dunia 2010, tentu saja menjadi dua unggulan untuk lolos dari Grup B. Namun, jangan lupakan dua peserta lain yang masing-masing sedang dalam performa terbaik mereka: Maroko dan Iran. Hal. 11 Tak Kebobolan

� 13 Januari 2016

Damayanti Wisnu Putranti dari PDI-P karena suap.

� 2 Maret 2016

Budi Supriyanto dari Partai Golkar karena suap.

� 27 April 2016

Andi Taufan Tiro dari Partai Amanat Nasional (PAN) karena suap.

� 28 Juni 2016

I Putu Sudiartana, Politikus Partai Demokrat karena suap proyek.

� 4 Mei 2018

Anggota Komisi XI DPR RI, AS dari Demokrat karena suap APBD. grafis/tomik

Baturiti, Pemasok Hortikultura Bali

Petaninya Tak Pernah Disentuh Bantuan SELAIN padi, Tabanan juga terkenal akan produk pertanian hortikulturanya. Salah satunya adalah sayur-mayur. Sentra sayur di Tabanan adalah di Baturiti.

Setiap hari, Pasar Baturiti penuh sesak. Di sini tempat berkumpulnya pengepul dan pembeli aneka jenis kebutuhan pokok manusia. Mulai dari kentang, wortel, buah kacang panjang, kol dan sebagainya. Dari sini disebar ke semua wilayah di Bali. Di Tabanan, masing-masing kecamatan memiliki tanaman sayur yang khas. Produk hortikultura ini semua terserap di pasar lokal. Ada pula yang sudah masuk ke hotelhotel yang ada di Bali. Kepala Dinas Pertanian

Tabanan, Nyoman Budana, Sabtu (5/5) kemarin, mengatakan di Tabanan hampir setiap kecamatan ada petani yang menyelingi lahannya untuk ditanami sayur. “Hampir merata dan beberapa kawasan memiliki ciri khas tersendiri,” ujarnya. Seperti daerah Kerambitan, Kediri dan Tabanan ciri khas sayurnya adalah gondo dan kangkung. Untuk Selemadeg Raya lebih banyak sayur terong. Hal. 11 Sayur-sayuran

Oleh Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA.

Bawang Merah Milik Kintamani BALI bersyukur memiliki Kintamani terutama kawasan kalderanya. Kintamani, Bangli adalah sentra pertanian bawang merah bagi Bali. Bahkan kini menjadi salah satu komoditas holtikultura unggulan di Kabupaten Bangli, selain kopi dan jeruk Kintamaninya. Per tahunnya, produksi bawang merah di kabupaten berhawa sejuk ini cukup besar, rata-rata mencapai 22.500 ton. Pengembangan bawang merah dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Kini, pengembangan bawang merah

tak hanya dilakukan petani di seputaran wilayah kaldera Batur namun juga di lahan-lahan sawah lainnya terutama yang mengalami krisis air. Sesuai data yang dihimpun dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, potensi pengembangan bawang merah di Kabupaten Bangli sangat besar. Luas lahan yang potensial untuk pengembangan bawang merah mencapai 2.000 hektar. Hal. 11 Kaldera Batur

Pentingnya Penetapan ’’Zoning’’ Hortikultura

BPM/san

PETANI- Petani sayur di Kintamani yang tak pernah mendapat bantuan.

SAYUR dan buahbuahan merupakan salah satu produk tanaman hortikultura yang sangat penting dalam konsumsi masyarakat di Indonesia termasuk di Bali. Semakin meningkatnya jumlah penduduk di Bali, memiliki kecenderungan yang signifikan terhadap permintaan buah baik yang digunakan untuk konsumsi secara langsung maupun untuk kebutuhan upacara ritual. Kebutuhan buahbuahan juga dirasakan peningkatannya di sektor pariwisata seperti di hotel dan restoran termasuk supermarket. Terlebih lagi saat memasuki hari raya baik untuk umat Hindu maupun umat lainnya yang membutuhkan buah-buahan sebagai salah satu jenis konsumsinya. Sementara itu, persediaan dari dalam yaitu di wilayah Bali belum mampu mencukupi kebutuhan atau permintaan yang semakin meningkat tersebut. Akibatnya, tidak sedikit buah-buahan didatangkan dari beberapa daerah di Pulau Jawa, Lombok, Flores dan pulau-pulau lainnya. Hal. 11 Buah Impor


S eremonial

4

Minggu Umanis, 6 Mei 2018

Bunkasai di STIBA Saraswati Denpasar

Diisi Lomba Pidato hingga Festival Budaya Jepang

SETIAP tahun HMPS Sastra Jepang Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati Denpasar menggelar Festival Budaya Jepang yang diberi nama Bunkasai ke-6. Festival Budaya Jepang 2018 dibuka, Sabtu (5/5) kemarin oleh Konsul Jepang di Denpasar, Mr. Hirohisa Chiba didampingi Ketua STIBA Saraswati I Komang Sulatra, SS., M.Hum. dan Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. Hadir di acara itu Rektor Unmas Dr. I Made Sukamerta, Ketua Japan Club, Hirotsugu Yoshioka dari Yayasan Jipa Bali dan pimpinan Monogatari Corporation Mr. Kazunaga Takayama. Bunkasai berlangsung selama dua hari. Sabtu diisi dengan lomba pidato bahasa Jepang, speech contest. Juara I lomba pidato akan mewakili Bali di tingkat nasional dan internasional di Jepang. Minggu diisi dengan lomba karaoke, kanji, shodoo, mangga, yukata dance, cosplay , fashion hingga pergelaran budaya dan festival kuliner. Ketua STIBA Saraswati Dr. I Komang Sulatra, SS., M.Hum. mengungkapkan, Bunkasai ini merupakan ajang kreativitas mahasiswa Prodi Sastra Jepang STIBA Saraswati. Selain itu, untuk menjembatani hubungan kedua negara RI dan Jepang melalui pertukaran budaya dan bahasa Jepang. Ajang ini menurut Komang Sulatra untuk memberikan kesempatan kepada para

anak SMA-SMK dan juga umum untuk mengekspresikan bakat dan kemampuan berbahasa mereka, seperti melalui lomba pidato, kanji, karaoke, shoudou, dan lainlain. Tahun ini ada tiga lomba yang digelar STIBA Saraswati untuk meraih tiket ke Jepang. Ini artinya STIBA Saraswati dipercaya partner dari LN mengadakan event lomba. Komang Sulatra mengungkapkan, Bunkasai ini adalah wujud riil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh STIBA Saraswati Denpasar. Saat itu juga ditanda tangani MoU STIBA Saraswati dengan Monogatari Coorparation. Kerja sama menyangkut Tri Darma PT dan pemberian beasiswa. Bahkan saat ini delapan alumni STIBA bekerja di

Monogatari Coorperation. Ia menilai lewat ajang ini anak muda Bali makin banyak menguasai bahasa Jepang dan Bahasa Inggris secara berkualitas. Sebab, menguasai bahasa asing adalah langkah menuju kesuksesan. STIBA Saraswati Denpasar menjadi pilihan yang tepat untuk mengasah kemampuan berbahasa asing. Untuk itu dia mengajak lulusan SMA/ SMK bergabung ke Prodi Sastra Inggris dan Sastra Jepang yang keduanya telah terakreditasi B. Pendaftaran Gelombang I dibuka 6 April25 Juni 2018. Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. menegaskan, kerja sama Saraswati dengan Jepang sudah terjalin sejak

1980, saat Yayasan memiliki SMA Pertanian. Kerja sama ini berlanjut hingga ini karena dirasakan sangat besar manfaatnya yang membuat semua sekolah di Saraswati dan STIBA makin berkembang. Ini terbukti anak-anak SD Saraswati rutin menjadi duta budaya ke Jepang. Ke depan, siswa SMP, SMA dan SMK bisa diajak ke Jepang. Konjen Jepang Hirohisa Chiba mengungkapkan Perguruan Saraswati diakuinya memiliki sejarah yang panjang meningkatkan hubungan RI dan Jepang. Dia setuju sebelum belajar bahasa asing kita perlu memahami sejarah dan budaya tiap negara. Dia juga men,gapresiasi STIBA Saraswati mampu menggelar event besar bernuansa Jepang. (ad327)

Dosen dan Mahasiswa SLC Thailand ‘‘Student Exchanges’’ di Stikes Bali

BUNKASAI - Konjen Jepang Hirohisa Chiba didampingi Bagus Ketut Lodji, Made Sukamerta dan Ketua STIBA Saraswati Komang Sulatra, saat membuka Bunkasai.

”Talkshow and Exhibition” IHKA Bali 2018

INDONESIAN Housekeepers Association (IHKA) Badan Pengurus Daerah (BPD) Bali menggelar talkshow and exhibition di Prime Plaza Hotel, Denpasar, Sabtu (4/5) kemarin. Ini merupakan agenda rutin yang diikuti ratusan anggota dan pengurus IHKA dari beberapa daerah di Bali dan Indonesia. Dalam acara tersebut juga dilakukan pengukuhan Executive Committee IHKA Bali 2018-2021. Di mana ketua IHKA Bali kembali dijabat I Nyoman Sugiarta. Prosesi pengukuhan dilakukan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Cokorda Artha Ardana Sukawati, dan disaksikan Ketua Dewan

Pengurus Pusat (DPP) IHKA Rahmat Subianto. Ketua DPP IHKA menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai ajang tukar pikiran, saling asah, asih dan asuh untuk meningkatkan profesionalisme anatar houskeeper di Indonesia. Tiap individual housekeeper harus memiliki suatu pengakuan, seperti memiliki sertifikat kompetensi. “Dengan adanya kegiatan ini, ini suatu kegiatan yang positif sekali untuk meningkatkan keprofesionalisme dari para houskeeper di seluruh Indonesia. Tidak hanya di Bali, maka dengan adanya suatu badan-badan bimbingan didaerah. Inilah yang mensuport mereka seba-

gai kepanjangan tangan dari pusat untuk mengembangkan keprofesionalisme mereka untuk didaerah mereka masing-masing”, terang Rahmat Subianto. Ia menambahkan, housekeeping ini merupakan salah satu aset dari perusahaan, di mana mereka yang akan mengelola aset besar yang ada di dalam perusahaan tersebut. Housekeeping tidak hanya sekadar bersih-bersih, namun bertanggung jawab juga untuk menjaga dan memelihara isi dari seluruh gedung. Dalam sambutannya, Nyoman Sugiarta mengucapkan rasa terima kasih atas dipercaya kembali dirinya sebagai ketua IHKA Bali. Ia berharap

IHKA - Prosesi pengukuhan Executive Committee IHKA Bali 2018-2021 di Denpasar, Sabtu (5/5) kemarin.

IHKA Bali terus meningkatkan profesionalisme dibidang housekeeping maupun yang lainnya. Itu bertujuan agar mampu mempertahankan pariwisata Bali ini sebagai the best destinationt di dunia. Dan juga mengajak semua untuk meningkatkan rasa persaudaraan, bersama-sama saling berbagi dan mengisi satu sama lainnya. Mensuport semua program PHRI Bali dan pemerintah Provensi Bali, terutama pada sektor pariwisata. Ketua PHRI Bali Cokorda Artha Ardana Sukawati mengapresiasi dan berterima kasih langsung pada para housekeeper. Karena housekeeper merupakan aset Sumber Daya Manusia (SDM) terbesar bagi hotel-hotel. Seandainya ada gejolak ataupun pertentangan di antara housekeeper, maka hotelhotel akan dapat terdampak. “Mudah-mudahan ke depan IHKA Bali makin maju”, tutup ketua PHRI Bali yang kerap disapa Cok Ace. Selain pengukuhan pengurus, pada acara tersebut juga digelar pemotongan tumpeng anniversary IHKA Bali ke-21, pemberian penghargaan pada mantan ketua IHKA Bali, peninjauan exhibition, dan talkshow. Talkshow kali ini mengambil tema creativity for opportunity, yang disajikan Founderand CEO Elizabeth International, Nyoman Sukadana. (ad328)

Serangkaian HUT Ke-814 Bangli

Bupati Gianyar Buka Lomba Drumband Se-Bali

PULUHAN peserta terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan lomba drumband serangkaian HUT ke-814 Kota Bangli yang dilaksanakan di lapangan Kapten Mudita, Sabtu (5/5) kemarin. Dalam Lomba drumband siswa dan umum se-Bali yang bekerja sama dengan Ikatan Musik Indonesia (IMI) Bali ini dibuka oleh Bupati Bangli I Made Gianyar. Acara tersebut turut dihadiri Forkompimda dan sejumlah Kepala OPD di Lingkungan Pemda Bangli. Ketua panitia lomba I Komang Sumajaya menyampaikan, lomba drumband ini bertujuan untuk meningkatkan intelejensi dan konsentrasi serta bermanfaat untuk perkembangan fisik, perkembangan aspek motorik kasar dan motorik halus. Tak hanya itu, perkembangan aspek sosial, emosi atau keperibadian, kognisi, dan turut mengembangkan keterampilan olahraga dan menari, mengasah ketajaman pengindraan, dan sebagai media terapi. “Dalam bermain drumband juga memiliki gerakan ketangkasan atau kekuatan. Hal ini dapat dilihat dalam ket-

SLC - Ketua Stikes Bali Putu Darma Suyasa bersama mahasiswa dan dosen LSC Thailand di Stikes Bali.

angkasan drum mayor dalam gerakan membawa, melempar menangkap stik, mengambil, memainkan alat tersebut, membuat koreografi sesuatu instruksi,” ucapnya. Dia menambahkan, lomba drumband diikuti sebanyak 37 peserta, yakni divisi TK 25 peserta drumband, divisi SMP enam peserta drumbend, dan divisi utama enam peserta drumband. Untuk divisi SMP meliputi, SMPN 5 Amlapura, SMPN I Bangli, SMPN I Dawan Klungkung, SMPN I Payangan, SMP Widya Suara Sukawati

Gianyar dan SMPN I Susut. Sedangkan peserta drumband divisi utama meliputi, Pemkab Bangli, Pemkab. Gianyar, SMAN I Payangan, SMKN I Klungkung, dan SMAN I Mengwi Badung. “Nantinya bakal ada tiga juara, yakni juara untuk divisi TK, SMP dan divisi utama. Sementara kreteria penilaian meliputi musikalitas, gerak langkah, costum, ketepatan waktu dan formasi barisan,” katanya. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar dalam sambutannya mengatakan,

dalam rangka peringatan HUT lahirnya Kota Bangli ke-814, lomba drumband telah mengisi secara rutin dan yang sekarang helatan yang ke-2 kalinya. Kata Gianyar, durmband adalah sebuah hasil cipta karsa karya anak bangsa. “Lewat lomba ini bisa membentuk karakter anak sejak duduk di bangku sekolah. Semoga lomba ini memberikan motivasi, nilai positif untuk tumbuh berkembangnya kehidupan manusia mulai dari TK sampai Perguruan tinggi,” ucap Gianyar. (ad332)

BUKA - Bupati Bangli I Made Gianyar saat membuka lomba drumband se-Bali serangkaian HUT Bangli ke-814, bertempat di Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Sabtu (5/5) kemarin.

UNTUK ketujuh kalinya Saint Louis College (SLC) Thailand mengirim dutanya untuk melakukan pertukaran mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali. Sabtu (5/5) kemarin, seorang dosen dan enam mahasiswa SLC memulai program pertukaran mahasiswa di kampus terbaik ini. Mereka masing-masing Panta Aprruknapamond,.P.hD., bersama enam mahasiswa Harmmanoon Huadhai, Chatsuda Udomkantong, Wanathchaporn Parathai, Sutima Bootsakul, Puntaree Chunramad dan Wanussanunt Suchokchaikul. Para mahasiswa dan dosen SLC ini akan berada selama tiga minggu di Bali. Para mahasiswa diterima dan disambut langsung Ketua Stikes Bali Putu Darma Suyasa, Ph.D., Puket III, Ketut Alit Adianta dan Kepala Urusan Internasional Ni Kadek Ari Susandi, SS., MAPP.Link. Dikatakannya, mahasiswa dan dosen SLC ini akan lebih banyak diajak belajar soal bahasa Indonesia dan Thai, pertukaran budaya serta saling tukar informasi soal pelayanan keperawatan antar kedua negara. Khusus untuk SLC, Stikes Bali sudah menjalin kerja sama sejak

2012 dan sudah mengirimkan dutanya sebanyak tujuh kali. Minggu ini mahasiswa SLC akan diajak melakukan pengabdian di posko pengungsian erupsi Gunung Agung di Desa Amerta Buwana, Selat, Karangasem. Sementara Senin mereka diajak mengikuti seminar internasional, dan Selasa mereka diajak mengikuti agenda diesnatalis ke-13 Stikes Bali. Mereka akan membawakan tari Thaliand dan dibalas dengan tari Kecak massal dari Stikes Bali. Saat itu Stikes Bali juga melakukan launching product inovasi Stikes Bali. Sementara itu, dosen dari SLC selain wajib mengajar di kelas juga diajak sharing soal pelayanan keperawatan yang fokus paliatif care khusus memberi motivasi hidup bagi pasien kronis stadium lanjut. Kebetulan Panta ini adalah pakarnya yang juga seorang pemerhati dalam perawatan tersebut. Putu Darma Suyasa juga mengakui Stikes Bali perlu banyak belajar dari SLC, terutama soal perawatan model tradisional yang digabungkan dengan cara modern. Sebenarnya di Bali, kata dia sudah banyak khasanah model perawatan tradisional ala

Bali, tinggal digali dan diterapkan saja. Makanya dengan Thailand, perawat asal Bali harus banyak mengintip keunggulan mereka di bidang tradisional. Seperti diketahui, selain dengan SLC Stikes Bali juga bekerja sama dalam program yang sama dengan Mahidol University, Thailand, Paraboromarajanok yang dirintis sejak 2008 dan Nangkon Sitamarat dan BCNT. Stikes Bali juga bekerja sama dengan enam Nursing Colegge of Terang, Provinsi Terang, Thailand. Dikatakan, bahwa kerja sama ini dirasakan manfaatnya terutama untuk iklim akademik. Bagi mahasiswa semakin percaya diri, terutama dalam kemampuan berbahasa asing. Sebab, agenda program ini juga menyangkut penelitian bersama, seminar internasional dan belajar budaya juga untuk memperkenalkan kepada mereka bahwa Bali sebagai destinasi utama di Asia. Sementara itu, tim Stikes Bali sudah ke SLC pada awal Januari 2018. Selain diajak menimba ilmu dengan bahasa asing, peserta pertukaran mahasiswa dan dosen ini juga diajak mengunjungi objek wisata di Bali. (ad326)

GERNAS - Anak-anak mengikuti Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku kepada Anak (Gernas Baku), Sabtu (5/5) kemarin.

Ribuan Anak Ikuti Gernas Baku, Siapkan Generasi Penerus Cerdas

RIBUAN anak di Kabupaten Klungkung mengikuti kegiatan membaca buku secara serentak di TK Negeri Pembina Klungkung, Sabtu (5/5) pagi kemarin. Ini bagian dari program Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku kepada Anak (Gernas Baku). Dibuka Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Kabupaten Klungkung Ida Bagus Sudarsana, para orangtua terlihat mendampingi membacakan buku cerita/ dongeng. Anak-anak sangat antusias mendengarkan. Beberapa dari mereka bahkan ada yang bertanya setiap penggal cerita. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gde Darmawan, menyebutkan kegiatan ini untuk mendukung inisiatif dan peran ke-

luarga dalam meningkatkan minat baca anak. Melalui ini pula, diharapkan mempererat hubungan sosial dan emosi anak dengan orangtua. “Kegiatan ini tahapan selanjutnya akan ditindaklanjuti secara berkesinambungan, sebagai bagian dari kegiatan rutin proses belajar baik disekolah maupun dirumah,” ujarnya. Kegiatan ini digelar secara serentak. Ada 240 lembaga yang terdiri dari 123 TK, 78 Kelompok Bermain dan 33 Satuan PAUD Sejenis serta satu (1) lembaga Taman Penitipan Anak. “Jadi saat ini ada sekitar 5.187 anak bersama orangtuanya mengikuti kegiatan diseluruh Klungkung,” sebut pejabat asal Desa Manduang, Klungkung ini. Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klungkung I Wayan Sugiada, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ida

Bagus Sudarsana, menyampaikan maju dan berkembangnya pembangunan suatu negara sangat ditentukan oleh keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan generasi penerus yang cerdas sejak dini. Berkembangnya program PAUD berkualitas tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga melibatkan semua unsur keluarga, lembaga pendidikan dan masyarakat yang saling bersinergi. “Partisipasi semua komponen sangat berdampak positif dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini,” ujarnya. Ditambahkan, melalui kegiatan baca buku ini akan menambah wawasan bagi anak dan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang mempunyai kemampuan dan ilmu yang cukup. “Pendidikan itu bukan hanya disekolah saja, peran orangtua sangat penting untuk kemajuan anak,” imbuhnya. (ad333)


5

Minggu Umanis, 6 Mei 2018

CERPEN

Presiden Kita Oleh Kim Al Ghozali AM

Lelaki itu mengacung-acungkan celuritnya ke setiap orang yang lewat di Jalan Bung Gosong, sambil berteriak-teriak yang tak seorang pun mengerti arti dari teriakannya. “Aluarawezexecizawwwww… Aluarawezexe… cizawwwww…. Greeeeci awwwuwouwwoo…” Dan kami pun tidak lepas dari teriakannya yang kebetulan melintas di jalan tersebut pada sore yang cerah, jam lima, tanggal lima, tahun dua ribu delapan ratus lima puluh lima. “Siapa orang itu?” “Cuma orang gila,” jawab temanku. “Sepertinya aku pernah melihatnya.” “Ya barusan itu melihat.” “Bukan. Maksudku sebelumnya.” “Di mana?” “Sebentar… Sebentar…” Akhirnya aku memutar kembali mobilku, berbalik ke tempat orang yang kata temanku gila itu. Mobil aku berhentikan tepat berada di seberang jalan. Sedangkan orang itu masih seperti semula, mengacung-acungkan celuritnya sambil berteriak-teriak. Aku pandangi dari dalam mobil, mukanya sedikit tertutupi rambut gondrongnya yang berkibar dan acak-acakan. Setelah rambutnya menyingkir dari wajahnya, barulah wajah itu terlihat dengan jelas, wajah yang sedikit dekil, bermata sayu, berkumis potongan Sakera dan jenggot macam Karl Max. “Bukankah presiden kita?” tanyaku pada temanku sambil sedikit bengong. Kawanku yang ada di tempat duduk di belakangku membuka kaca mobil, ingin melihat orang itu dengan seksama. “Presiden yang mana?” katanya seperti sedang mengheraniku. “Ya presiden kita. Memang presiden yang mana lagi, presiden cuma satu.” “Ngawur kamu. Kamu pasti belum pernah melihat gambar presiden kita ya?” “Pernah. Aku melihat sekali gambarnya, yaitu di bilik suara saat pemilihan presiden sedang berlangsung dua tahun lalu. Aku masih ingat betul gambar itu, sama dengan orang ini.” Kawanku tak menjawab. Kini ia mengeluarkan kepalanya lewat jendela mobil, mengamati orang itu lagi dengan lebih teliti. “Iya kayaknya,” ucapnya setengah berbisik setelah memandanginya sekitar satu menit. “Eh bukan,” bantahnya kemudian. “Eh iya,” katanya lagi. “Iya atau bukan?” tanyaku meminta kepastian. “Gak tahu, bingung!” Kami masih terus memandanginya dari dalam mobil. Sementara di luar anak-anak mendekati orang itu, mereka bergerombol dan melemparinya dengan kerikil sambil berteriak-teriak mengejek. Orang itu mengacungkan celuritnya kepada anak-anak, dan anak-anak berlari menjauh. Tapi kemudian mereka kembali lagi, melempari kerikil lagi ke orang itu dan meneriakinya gila. Aku dan kawanku menyaksikan adegan ini dari dalam mobil. Aku mencoba mencegah anak-anak itu, meneriaki mereka tapi mereka tak peduli. “Hei jangan permainkan orang itu. Dia presiden kita.” Mereka tak hirau, dan berlari lagi setelah orang itu mengacungkan celuritnya sambil mencoba mengejar anak-anak. Anak-anak kalang kabut, ada yang masuk ke gang, ada yang berlari lurus di pinggir jalan, ada yang masuk ke gudang barang bekas, dan ada yang menyeberangi jalan sampai hampir tertabrak truk yang melaju

kencang. “Bengal sekali anak-anak itu,” kata temanku dari belakangku. Aku tidak menanggapinya. Tapi aku pikir mereka memang bengal dan tak memikirkan bahayanya. Jika orang itu memang presiden seperti yang kuduga, bisa saja anak-anak itu dijerat pasal penghinaan, bisa dipenjara mereka. Bukankah pasal penghinaan sedang marak dijalankan? Dan orang yang kata temanku gila itu kemudian kembali ke tempatnya semula setelah tak berhasil mengejar satu pun anak-anak yang melempari dengan kerikil sambil mengejeknya. Kali ini ia duduk di tanah, melepaskan celurit dari tangannya dan menaruh di dekatnya. Barangkali sudah lelah berteriak-teriak dan mengacungkan celurit ke setiap orang lewat. “Bagaimana menurutmu?” aku menoleh ke temanku di belakang. “Apanya?” “Orang itu, apakah presiden kita atau bukan?” “Sudah kubilang, aku bingung.” “Kamu menyimpan foto presiden kita tidak?” “Tidak. Aku hanya pernah melihatnya sekali di layar televisi saat ia berpidato memutuskan menaikkan harga BBM, tapi aku sudah lupa tampangnya.” Kami terdiam. Radio mobil yang kuputar sejak tadi dengan volume terendah masih mengalunkan lagu-lagu sendu. Kemudian aku mencoba mengingat-ingat kembali wajah presiden kita, tapi nihil, tak ada wajah presiden yang nyantol di ingatanku. Selama usaha mengingatnya berlangsung, yang tampak malah wajahwajah perempuan dalam ingatanku, berpuluhpuluh bahkan beratus-ratus perempuan, baik yang pernah kuajak tidur atau belum, baik yang sudah mantan, yang akan, atau yang masih calon. Sial, batinku. Ternyata perempuan memang lebih menguasaiku ketimbang seorang presiden yang mempunyai tentara, dan tentaranya mempunyai senjata, mempunyai pistol, mempunyai bayonet, granat, tank, bom dan peralatan perang. Setelah kulayangkan kembali pandanganku ke seberang jalan, ke tempat orang itu, ternyata ia sudah tak ada. Kulihat kawanku, ia menggeleng menandakan juga tidak tahu. Ke mana ia? Kami tolah-toleh ke sana-ke mari, namun tiba-tiba ia sudah berdiri di samping pintu mobilku, memandangiku dari luar. Lalu ia menggedor-gedor mobil meminta kaca jendela dibuka. “Bolehkah saya menum pang mobil Anda?” tanyanya setelah kaca jendela mobil kubuka. Ia sekarang sudah tidak memegang ce-

Resensi Film

Ketika Perempuan Memiliki Kuasa

Judul Film : Red Sparrow Sutradara : Francis Lawrence Produser : Peter Chernin Penulis Naskah : Justin Haythe Pemain : Jennifer Lawrence, Joel Edgerton, Matthias Schoenaert, Charlotte Rampling, Mary-Louise Parker. Rilis : 2018 FILM ini jadi menarik untuk ditonton, karena peran perempuan sebagai penentu kebijakan dan beragam hal yang identik dengan dunia lelaki justru jatuh ke tangan perempuan. Disutradarai oleh Francis Lawrence (The Hunger Games: Catching Fire, Mocking Jay Part 1 & Part 2), film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Jason Matthews. Sebelum terjun menjadi penulis, Jason merupakan mantan CIA. Sehingga rangkaian cerita terasa detail dan penuh konflik. Dominika Egorova (Jennifer Lawrence) merupakan seorang ballerina profesional Rusia yang sangat mencintai ibunya dan bertekad melindungi sang ibu dengan segala cara. Sebuah kecelakaan tak terduga membuat kariernya hancur. Tak ingin terpuruk dan dikasihani, sang paman, Ivan Dimitrevich Egorov (Matthias Schoenaerts), datang membantu Dominika dengan mengirimnya ke sekolah Sparrow untuk menjalani tugas khusus dari pemerintahan Rusia. Sekolah Sparrow merupakan dinas intelejen rahasia yang melatih para anak muda dengan paras cantik dan tampan dengan menggunakan tubuh dan pikiran mereka sebagai senjata. Mau tak mau, Dominika harus mengikuti beragam pelatihan yang menyimpang dan sadis di sekolah tersebut. Dominika pun muncul menjadi Sparrow yang paling berbahaya dan siap menjalankan misinya. Dalam misinya, Dominika bertemu dengan agen CIA Nate Nash (Joel Edgerton) yang menjadi incaran pemerintah Rusia. Nate meyakinkan Dominika bahwa dia adalah satu-satunya orang yang dapat dipercaya. Menarik untuk ditonton, sayangnya film ini tidak untuk semua umur, karena banyak adegan kekerasaan dan hal-hal yang tabu. (osi)

lurit, entah dibuang ke mana senjata itu. Aku gugup. Kawanku di belakang berdiam saja. “Suruh masuk saja,” perintahnya kemudian, setengah berbisik. Aku menoleh ke arah kawanku, “Kalau ia macam-macam dan mencelakai kita bagaimana?” “Tidak mungkin,” jawabnya, masih juga setengah berbisik. Pintu kiri depan kubuka dan kupersilakan ia masuk. “Ke mana?” tanyaku. “ I s t a n a presiden.” Ternyata dugaanku t a k salah,

pikirku, orang ini memang presiden. Kulirik ia sebentar, dan ia menatapku, seperti mengerti apa yang kupikirkan. “Ada rapat penting,” katanya. Aku tak bertanya-tanya lagi. Temanku di belakang juga tidak berkata-kata. Kunyalakan mobil, kuinjak gasnya dan melaju dengan kecepatan sedang. Dari radio Franky Sahilatua bernyanyi

Kami memasuki sebuah jalan yang mulai agak sepi, di pinggiran kota. Tak ada macet dan hujan mereda. Tak ada orang berteriak-teriak seperti tadi. Di mulut gang kulihat seorang lelaki tua tanpa baju dan tubuhnya menggigil, mulutnya menganga, matanya tertutup. Di kanan jalan, anak kecil tertidur di atas batu, bajunya compang-camping dan badannya bau maut. Di dep an gubuk-gubuk kumuh orang-orang berjejer dengan raut muka kusut sambil memegangi perutnya. Di lampu merah tangan-tangan tanpa badan bergentayangan, tangantangan itu penuh kudis, penuh luka dan berlumur nanah. “Pak Presiden,” kataku pada orang yang di sampingku, “lihat orang-orang itu, mereka rakyatmu.” “Hhmmmmm…” “Kok hhmmmm Pak Presiden?” “Jangan banyak omong, dipercepat saja mobilnya. Rapat sebentar lagi dimulai.” “Tapi mereka rakyatmu, Pak Presiden.” “Hhmmmmm…” ***

Balada Wagiman Tua. *** Hari sudah malam ketika mobilku memasuki keramaian kota. Jalanan macet dan hujan membasahi jaket malam. Malam menggigil di ujung gang. Banjir di mana-mana. Orang-orang bergegas menyelamatkan barang-barangnya; kasur, televisi, kulkas, penanak nasi, kipas, dll. Air dari selokan tumpah di jalan-jalan. Jalan jadi sungai dan mobilku terus menerobosnya sehingga air itu berbunyi biiiyuuuuur dan menyiram pengendara motor. Pengendara motor yang terkena siram mengumpat-ngumpat tidak karuan. Dan mobilku terus melaju. Lampu merah kuterobos, palang perlintasan kereta api kulabrak, dan mobil-mobil yang merambat kuteriaki untuk menyingkir. “Pak Presiden lewat…” “Awas Pak Presiden lewat. Minggir, minggir.” “Hei menyingkir, Pak Presiden mau rapat.” Mobil-mobil, motor-motor, becak-becak, semuanya menyinggir. Orang-orang bertanya-tanya, mana presiden kita? Yang mana? Yang menyetir atau yang duduk di sisi kiri? Yang mana? Mungkin yang duduk di kursi belakang. Ah kalian keterlaluan semua, tak ada yang tahu tampang presidennya sendiri. Dan mobil terus melesat, tak mempedulikan orang-orang yang bersorak dan mengejar di belakang. “Pak Presiden… Pak Presiden… Pak Presiden…” Orang yang duduk di sampingku yang kuduga presiden dan mungkin memang presiden dan memintaku mengantarnya ke istana presiden itu masih terdiam. Tak mengeluarkan sepatah kata, hanya matanya merem melek, dan sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri.

Malam semakin larut. Larut malam diganti fajar. Fajar diganti pagi. Pagi diganti siang. Siang diganti sore. Malam lagi. Hujan lagi. Terang lagi. Hujan lagi. Kami terus berjalan. Kami belum juga sampai di istana presiden. Dan aku masih terus menyetir mobil. Pak Presiden masih di sampingku. Kawanku yang duduk di kursi belakang sudah minta turun di kuburan umum karena ia sudah mau mati. Ia sudah tak betah berlamalama hidup di dalam mobil. Ia memilih hidup di akhirat yang bebas polusi dan tak ada sistem pemerintahan, tak ada presiden, tak ada kesemrawutan. Entah sudah berapa puluh tahun kami hidup di jalanan, di bawah panas siang dan dingin malam. Kami tidak pernah tidur dan tak perlu makan. Sudah puluhan ribu kilometer yang kami tempuh. Pak Presiden masih saja menjawab dengan Hhmmmmmm setiap kuajak bicara tentang rakyatnya. Dan radio masih mengalunkan lagu-lagu dengan lirik tentang cinta, selingkuh, onani dan putus asa. Juga menyiarkan berita-berita politik yang memualkan. Dan dari stasiun radio frekuensi 8.9 FM, setelah satu nomor lagu berakhir penyiar menurunkan pengumuman: Panggilan ditujukan kepada Pak Presiden. Kepada Pak Presiden… Pak Presiden, di manapun Anda berada, dimohon untuk segera mendatangi stand siaran. Pak Presiden, dimohon untuk mendatangi stand siaran, karena di sini rakyatmu yang sedang kelaparan, yang tak punya tempat tinggal sebab rumahnya digusur, yang ditindas pasukanmu saat mempertahankan tanahnya, yang kekurangan gizi sebab barangbarang harganya semakin melambung tinggi, yang hak-haknya dirampas, yang kebebasannya diberangus, yang memperjuangkan keadilan, yang menagih janji-janjimu, sedang menunggu Anda, di sini, di stand siaran. Sekali lagi kepada Pak Presiden di manapun berada, kami tunggu di stand siaran. Pak Presiden menyimak dengan seksama. Lalu ia menyandarkan tubuhnya ke kursi mobil dan memintaku untuk mengganti saluran radio. “Saya ingin tidur,” katanya, “carilah saluran yang memutar lagu-lagu dangdut saja, biar saya nyenyak dan bermimpi indah.” ***

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Afrizal

W.G. Sumarta


Refleksi

6

Minggu Umanis, 6 Mei 2018

Japam adalah Maha Yajna

Maharsinam bhrgur aham giram asmy ekam aksaram yajnanam japa-yajno’smi sthavaranam himalayah

Redaktur Khusus

(Bhagavad-gita 10.25)

WAKYA

weda

Darmayasa

“Aku adalah Resi Bhrgu di antara para maharesi, di antara getaran-getaran suara Aku adalah Aksara Suci OM. Di antara persembahan korban suci Yajna, Aku adalah Japa-yajna, yaitu mengucapkan mantra berulang-ulang. Dan di antara yang tegak tidak bergerak Aku adalah Himalaya.” Japa, sesungguhnya sangat penting untuk dipraktikkan dalam agama spiritual. Sebagian besar atau hampir semua orang suci dibentuk oleh japa. Menurut pustaka suci, Japa adalah sebuah yajna. Bukan sekadar yajna melainkan yajna agung, mahayajna. Japa artinya mengucapkan mantram berulang-ulang di dalam batin. Mantram merupakan satu “formula” berupa satu suku, kata atau kalimat yang mengandung kekuatan spiritul secara khusus. Biasanya, mantram harus diberikan oleh Guru melalui suatu teknik khusus setelah Guru men-siddhi-kan sendiri mantram tersebut. Cara mensiddhi-kan mantram tidaklah mudah. Pelaksanaannya sangat berat karena harus mengikuti berbagai aturan dan peraturan yang ditetapkan oleh kitab suci. Praktik pen-siddhian mantra tidaklah sembarang, kalau tidak, ia tidak bisa dinamakan mantram. Ketika orang melihat kesejatian mantram maka “mantram-mantram” yang didapatkan di dalam buku, “google”, atau diterima dari Guru yang tidak bonafid bukanlah mantram. Paling tidak itu adalah pendapat Acharya Kamal Kishore Goswami, “mantram” seperti itu hanya merupakan susunan kalimat dan tidak bisa dikatagorikan sebagai mantram. Mantram berasal dari kata man (manah) dan tra (trayate). Manah adalah pikiran atau sang diri, se-

Redaktur Khusus

dangkan trayate berarti menyelamatkan, menyeberangkan. Jadi mantram berarti suatu formula yang sangat khusus yang kalau dilaksanakan atau diucapkan dengan cara tertentu sesuai dengan aturan peraturan, diberikan oleh Guru bonafid dan juga dilaksanakan oleh siswa bonafid, maka ia akan dapat membersihkan dan menyucikan pikiran serta menyelamatkan hidup orang yang mengucapkannya. Berhati-hati dalam mengucapkan atau menjapakan mantram adalah pilihan yang bijaksana. Ada juga bahaya bisa terjadi jika seseorang mengucapkan mantram secara salah atau jika orang mempraktikkan japa-mantram tanpa mengikuti aturan dan peraturan. Seorang kawan mengirimkan postingan di media elektronik menyebutkan kawannya meninggal. Orangnya terkenal sangat tekun dalam mempraktikkan japa-mantram dan melaksanakan bhakti. Namun, setelah diteropong oleh orang pinter ternyata ia mengalami kejatuhan setelah meninggal. Seharusnya, orang yang rajin dalam mempraktikkan japamantram setelah meninggal pasti mencapai alam-alam mulia. Namun, menurut orang pinter tersebut ternyata ia menjadi penghuni neraka. Tentu saja orang hendaknya menghindari menilai praktik agama spiritual seseorang melalui orang lain, termasuk melalui “orang pinter”. Akan tetapi, dalam mempraktikkan japa-mantram orang memang seharusnya berhati-hati agar tidak mempraktikkannya dengan mengabaikan aturanperaturan japa-mantram, atau mempraktikkannya karena hal tersebut akan memberikan hasil terbalik kepada orang yang salah mempraktikkan japa-mantram.

Dhana Putra BAGI umat Buddha, bulan Mei seakan-akan identik dengan bulan Waisak. Setidaknya sejak sebulan sebelum hari Waisak tiba, sejumlah acara sudah digelar. Umat pun menyambut dengan antusias dan penuh suka cita. Semua bergembira menyambut datangnya Waisak. Hari yang penuh berkah. Sejumlah vihara mengadakan Sebulan Pendalaman Dhamma, menghadirkan ceramah Dhamma setiap hari. Ada pula yang mengadakan acara meditasi bersama. Secara nasional berlangsung Pindapata massal di kawasan Kota Tua, Jakarta; pada pagi ini. Tentunya juga akan berlangsung di kota yang lain walaupun tidak terlalu besar. Waisak merupakan puncak perjuangan petapa Gotama untuk meraih kebahagiaan sejati,

abadi dalam moksa. Namun, kadang ada yang “keseleo” mempraktikkan japa-mantra, tanpa disadari ternyata praktiknya tersebut justru membantu memperkuat berkembangnya ego. Sebagai akibat ia malah berbalik melihat orang lain lebih rendah dari dirinya. Ternyata japa-mantramnya “berhasil” mengembangkan egonya seperti meniup balon, menjadi semakin membesar dan membesar tetapi akhirnya meledak hancur. Jika orang kurang berhatihati, dan jika orang menjauh dari tuntunan kitab suci maka orang dapat menjadi keseleo mempraktikkan japa-mantram demi dilihat orang, supaya dimengerti oleh orang bahwa ia sedang melakukan suatu kegiatan suci ber-“japa-mantram”, agar “dilihat” oleh orang-orang bahwa dirinya sedang mempraktikkan ajarnan agama spiritual, atau supaya disebut sebagai orang suci, demi menjadi berbeda lain di hadapan orang lain. Sebab, kalau masih tetap sama dengan orang-orang biasa, maka orang tidak akan mendapatkan perhatian dari orang lain. Menariknya, sekarang ada pula mesin yang dapat mengucapkan japa-mantram. Mengucapkan japa-mantram dapat dilakukan dengan alat atau tanpa alat. Praktik japa-mantram tanpa alat bisa dilakukan di dalam hati dalam teknik yang dinamakan ajapa-japa atau akhanda-japa. Sedangkan praktik dengan alat dapat dilakukan dengan Kara-mala (mempergunakan ruas-ruas jemari tangan), atau dapat dilakukan dengan menggunakan japa-mala. Japa artinya mengucapkan mantram berulang-ulang, dan mala artinya untaian/kalung. Japamala adalah untaian kalung (tasbih) dipergunakan untuk melakukan atau mengucapkan mantram. Kitab suci menganjurkan pemakaian japa-mala berbeda untuk tujuan berbeda. Untuk tujuan spiritual yang mengarah pada bhakti dan penyempurnaan spiritual yang murni orang dianjurkan memakai japa-mala terbuat dari tumbuhan Tulasi, Rudraksa, dan lain-lain. Ada pula yang dianjurkan memakai sphatika

kristal, permata, perak, emas, tanah kering dari tempat suci. Praktik japa-mantram yang baik perlu memperhatikan apa yang dinamakan mantra suddhi dan mantra siddhi. Mantra suddhi artinya bagaimana mempraktikkan mantram agar mantram tersebut menjadi semakin murni dan segera dapat memberikan hasil yang diinginkan. Sedangkan mantra siddhi adalah teknik “memasak mantram” untuk menjadi mantram yang dipraktikkan dapat memberikan hasil sempurna. Praktik japa-mantram yang baik perlu pula memperhatikan cara melafalkan mantram, antara lain Vacika-japa (mantram diucapkan dengan bersuara agak keras), Upamsu-japa (diucapkan lembut berbisik cukup didengar oleh yang mengucapkan mantram), dan Manasikajapa (mantram diucapkan di dalam hati). Disebutkan bahwa kekuatan Vacika-japa kekuatan hasil mantram 10 kali lebih besar dari praktik sembahyang atau upacara formal, Upamsujapa 10 kali kuat daripada Vacika-japa, dan Manasikajapa 10 kali lebih kuat dari Upamsu-japa. Ada pula mantram yang dapat dipraktikkan dengan cara Likhita-japa, yaitu menjapakan mantram melalui menuliskan mantram pada alat tulis, sering dengan jumlah pasti yang ditekadkan. Baladeva Vidyabhusana dalam Stava Malabibhusana Bhasya, Jiva Gosvami dalam karyanya Krama Sandarbha, dan juga Srila Bhaktisiddhanta dalam Caitanya Bhagavata Adi Khanda menyebutkan bahwa dalam pengucapan Nama Suci Tuhan, teknik Vacika-japa, yaitu mengucapkannya dengan cukup keras dan jelas merupakan cara yang lebih baik. Manasika-japa, yaitu mengucapkan japa-mantra di dalam hati memang merupakan cara yang paling baik. Akan tetapi, dalam zaman Kali (-yuga) kebanyakan orang mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi. Oleh karena itu, cara pertama dan kedua, yaitu Vacika dan Upamsu-japa dianjurkan, kecuali mantram sangat rahasia yang memang harus diucapkan di dalam hati, ia tetap harus diucapkan dalam cara Manasika-japa.

MIMBAR AGAMA

MIMBAR

BUDDHA

Pustaka Taittiriya Samhita menyebutkan bahwa mereka yang salah mempraktikkan japa-mantra akan mendapatkan hasil terbalik. “Mantro vihinah”, jika terjadi kesalahan dalam mempraktikkan mantram, apakah dalam pengucapan mantram atau pun dalam penulisan spelling mantram (svarato varnato va), maka mantram yang diucapkan tersebut tidak akan memberikan arti serta makna yang benar sesuai dengan yang dimaksud oleh mantram tersebut. Salah mantram dapat memberikan hasil terbalik yang akan memberikan kesakitan atau masalah-masalah lain dalam hidupnya (mithya prayukto na tamarthamaha) atau bahkan kehancuran hidup orang bersangkutan (sa vag-vajro yajamanam hinasti). Sosok guide pemandu bonafid memang sangat diperlukan. Mereka yang memahami kemuliaan mantram akan sangat berhati-hati dalam mengucapkan mantram. Ada pula yang sudah mempelajari perihal mantram dari berbagai kitab dan media khususnya Google, pada akhirnya mengabaikan semua apa yang telah dipelajarinya tersebut dan hanya mengikuti mantram apa yang diberikan oleh guide spiritualnya. Sebab, apa pun dan bagaimana pun perbuatan serta aktivitas Guru suci, para maharesi, semua penuh arti disertai kekuatan “shakti” serta tujuan sangat mulia. Para praktisi mantram hendaknya memahami perihal japa-mantram lebih jauh sesuai dengan petunjuk pustaka suci sehubungan dengan mantram. Orang perlu memikirkan tentang dirinya agar dapat mempraktikkan mantram lebih baik. Orang perlu mengerti dengan baik mengapa orang harus mempraktikkan japa-mantra? Mempraktikkan japa-mantram bertujuan agar orang dapat meningkatkan hidup material dan spiritualnya lebih baik. Mantram diucapkan demi peningkatan kesehatan dan kedamaian batin yang lebih baik, agar hidup di dunia ini dalam kesejahteraan yang lebih baik, dan setelah meninggal agar mendapatkan kedamaian

bebas dari lingkaran kelahiran kembali yang berulang-ulang. Demikian panjang rentang waktu yang harus Beliau lewati, sejak bertekad di depan Buddha Dipankara hingga cita-cita luhur tersebut menjadi kenyataan. Kurun waktu yang tidak bisa dibayangkan jumlahnya. Dalam kehidupan terakhir, Beliau juga harus melalui perjuangan yang panjang. Tidak seperti Buddha yang lainnya, Buddha terdahulu, petapa Gotama melewati waktu enam tahun di hutan Uruvela, berjuang dengan keras hingga badannya hanya tinggal tulang dan kulit yang membungkusnya, sebelum akhirnya tersadarkan dan berhasil menjadi Buddha. Beliau melihat dengan jelas proses hidup dan kehidupan seperti apa adanya. Melihat dengan jelas jalannya hukum sebab akibat yang saling bergantungan, melihat bagaimana makhluk-makhluk di alam semesta meninggal dan terla-

Berkah Waisak

hir kembali di alam yang lain. Buddha mengetahui dengan jelas hukum alam, hukum kesunyataan, hukum yang tidak lapuk oleh waktu. Kebenaran sejati yang mengatur alam semesta ini. Kita tidak bisa membayangkan semuanya. Kekuatan seorang Buddha tidak pernah terpikirkan oleh seorang manusia biasa. Karena itu, tidaklah mengherankan ketika muncul keragu-raguan dalam diri Beliau tentang siapa yang bisa mendengarkan dan menerima ajaran yang mulia tersebut. Atas permintaan Brahma Sahampati, akhirnya Beliau mengajarkan Dhamma yang indah pada awalnya, indah pada pertengahannya, dan indah pada akhirnya. Buddha memang telah wafat lebih dari duapuluh lima abad yang silam. Namun kita tetap masih bisa mendengarkan ajaran yang Beliau wariskan kepada para siswa ariya dan diteruskan secara turun temu-

run sampai sekarang. Terlebih di zaman sekarang, kita bisa belajar Dhamma lebih mudah dengan berbagai cara, termasuk melalui sejumlah media sosial. Kelahiran kita sebagai manusia di zaman ini merupakan sebuah keberuntungan. Kita lahir di masa Buddha sasana masih tersedia, masih diajarkan, masih dipraktikan. Kita mempunyai kesempatan untuk mendengarkan ajaran benar dan mempraktikkan secara langsung dalam kehidupan ini. Keuntungan lain yang mendukung adalah kesehatan kita secara fisik dan mental, memiliki pandangan benar, tinggal di tempat yang ada “guru” yang mengajarkan dan mempraktikkan Dhamma, dan tentu saja berkat kamma baik yang telah mengantarkan kita untuk lahir di alam manusia. Semua kondisi ini merupakan pendukung, faktor-faktor yang menyebabkan kita bisa belajar dan mempraktikkan Dhamma. Buddha Gotama telah lama

parinibbana, meninggalkan kita semua. Namun, setiap Waisak kita kembali mengenang keagungan dan puncak keberhasilan seorang manusia luar biasa. Dhamma yang terkubur dan tidak dikenal selama ini, bisa dihadirkan kembali. Beliau mengajarkan dan mewariskan semuanya, menunjukkan segala sesuatu seperti apa adanya. Buddha telah mengingatkan, Beliau hanyalah penunjuk jalan. Beliau memberikan map, jalan yang harus ditempuh. Kita sendiri yang harus melewati jalan tersebut. Beliau bagaikan dokter yang telah memberikan diagnosa sakit dan obat yang harus diminum. Kita sendiri yang harus minum obat tersebut agar bisa sembuh. Menyambut berkah Waisak, mari kita teladani apa yang ada dalam diri Sang Buddha. Kita pelajari Dhamma dan praktikan dengan tekun agar bisa mencapai kebahagiaan tertinggi, nibbana. (Dhana Putra).

KWT Blimbing Sari Meracik Peluang Bisnis Olahan Hasil Kebun Mangupura (Bali Post)Kawasan Desa Pecatu yang memang terkenal tandus, ternyata banyak menghasilkan hasil kebun. Seperti singkong, ubi maupun labu. Namun, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mengolah hasil kebun tersebut. Yang paling potensial olahan yang bisa dikembangkan di kawasan Pecatu memang dari bahan singkong. Karena di kawasan pecatu sejak dulu memang tanaman singkong yang paling gampang tumbuh. Sehingga biasanya hasil dari singkong sangat melimpah, namun untuk pengolahannya belum maksimal. Saat dimintai keterangan, Linda Wati selaku ketua kelompok wanita tani (KWT) Blimbing Sari Tambyak, Pecatu mengaku, sebenarnya banyak yang bisa dikembangkan untuk

olahan makanan. Selama ini memang warga sekitar tidak banyak mengembangkan untuk mengolah hasil kebun tersebut menjadi olahan makanan. Untuk itu, melalui KWT, pihaknya terus melakukan pembinaan serta melakukan pelatihan-pelatihan sebagai peluang bisnis. Langkah ini kata Linda, memang terus digenjot untuk menumbuhkan minat berwirausaha dari anggota KWT. Meski semua anggota memiliki kesibukan masingmasing namun setiap bulan, rutin dilakukan pertemuan. “Selain untuk silaturahmi, juga dalam rangka saling bertukar ide terkait untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan anggota,” katanya. Diakuinya, memang selama ini pembinaan sering dilakukan baik dari pihak Kecamatan maupun dari pemerintah Kabupaten.

Bahkan KWT juga pernah meraih juara 1 di Mengwi, saat mengikuti lomba untuk membuat olahan makanan di tingkat kabupaten. Ke depan pihaknya berharap anggota KWT bisa terus mengembangkan kreasi dari olahan makanan ini. Bahkan hasil olahan ini juga diharapkan bisa menjadi peluang bisnis sehingga bisa dipasarkan keluar wilayah Pecatu. “Tujuan utama dari dibentuknya KWT ini memang untuk membangkitkan jiwa wirausaha ibu-ibu petani. Kami juga akan melakukan pemasaran terhadap hasil kreasi dari olahan ini,” pungkasnya, Sabtu (5/5) kemarin. Untuk saat ini, hasil kebun berupa labu sementara baru sebatas diolah menjadi jenis makanan modern, yaitu olahan puding. Sedangkan, untuk hasil kebun lain berupa singkong dan ubi, baru sebatas diolah menjadi

kue. Untuk membuat kreasi olahan jenis lain, memang diakuinya masih terkendala pada peralatan dan

juga permodalan. “Untuk pemasaran, kami masih terkendala pada masalah izin,” terangnya.(kmb23)

BPM/kmb23

PELATIHAN - Anggota kelompok wanita tani (KWT) Blimbing Sari Tambyak, Pecatu mendapat pelatihan untuk mengolah hasil kebun menjadi olahan makanan.

Capricorn Jangan kaget jika apa yang Anda alami diminggu ini jauh dari perkiraan Anda sebelumnya, karena situasi memang sulit untuk diprediksikan. Jalani semua ini apa adanya tak perlu punya pikiran untuk melawan arus karena akan sulit untuk dapat meraih kesuksesan jika tanpa ada persiapan yang benar-benar matang. Asmara: Jangan keburu emosi, dengarkan dulu penjelasannya barulah mengambil sikap, jangan sampai sikap terburu-buru menghancurkan impian yang telah susah payah Anda bangun selama ini dengannya. Aquarius Usahakan untuk lebih teliti dan tidak sembrono dalam mengerjakan suatu rencana agar hasilnya bisa tepat pada sasaran. Tak perlu menghiraukan omongan orang yang akhirnya hanya akan membikin diri Anda menjadi lengah saja. Di saat seperti ini ketenangan dan kesabaran akan bisa menentukan kesuksesan yang akan Anda raih. Asmara: Suasana percintaan Anda kurang begitu menggairahkan, maka dari itu cobalah untuk sedikit agresif Pisces Kewaspadaan tetap harus dijaga sekalipun Anda sudah merasa berada di puncak. Karena permasalahan bisa timbul dari kelengahan dan kesembronoan yang seharusnya bisa dihindari. Di minggu ini kemujuran masih cukup bisa diandalkan, tetapi masalah yang datang juga tidak bisa diremehkan. Asmara: Sikapnya yang menjengkelkan itu tak perlu dihadapi dengan emosi karena hanya akan membikin suasana menjadi tidak terkendali. Aries Pada minggu ini percayailah feeling dan tak perlu terpengaruh dengan prediksi-prediksi dari orang lain yang hanya akan mengacaukan konsentrasi Anda saja. Walaupun suasana tampak lebih tenang, sebaiknya Anda tetap berlaku waspada dan giat untuk mempersiapkan segala rencana yang akan Anda terapkan di kemudian hari. Asmara: Usahakan untuk tidak menyinggung hatinya walaupun Anda beranggapan apa yang Anda lakukan itu adalah benar. Taurus Tak perlu mengikuti jalan dan tingkah laku orang lain, biarkan orang lain mau bilang apa, asalkan Anda tetap sesuai dengan aturan yang ada. Jika mengalami kesulitan, lebih baik segera minta pendapat kepada orang yang lebih tua, agar masalahnya dapat segera teratasi dan tidak menjadi bumerang bagi diri Anda sendiri. Asmara: Suasana perkasihan Anda agak menegang, dan itu timbul karena kesalahan Anda sendiri yang kurang bisa konsisten dengan apa yang Anda ucapkan. Gemini Meski di minggu ini cukup banyak urusan yang membosankan sebaiknya tetaplah dijalani dengan biasa-biasa saja, jangan sampai Anda biarkan begitu saja. Suasananya memang kurang begitu menggairahkan, akan tetapi kewaspadaan dan kerja keras tetap harus dijaga agar prestasi kerja tetap bisa meningkat. Kebutuhan dapat teratasi semua sehingga Anda bisa tenang dan santai diminggu ini. Asmara: Buat apa punya kekasih kalau tidak bisa diajak berbagi baik suka ataupun duka, untuk itu tak perlu takut untuk curhat kepadanya. Cancer Jangan biarkan kesalahan berlarut-larut tanpa ada perubahan, karena itu akan memperburuk kondisi bisnis dan karier Anda saja. Bila dirasa hanya merugikan, lebih baik segera ditinggalkan jangan hanya memburu kesenangan sebentar etapi penderitaan yang akan dirasakan tak ada habis-habisnya. Asmara: Jalan yang Anda hadapi berdua masih panjang dan penuh dengan liku-liku kehidupan, sehingga haruslah mempersiapkannya mulai dari sekarang. Leo Usahakan untuk tidak statis karena tanpa ada gebrakan dan terobosan yang bervariasi sangatlah sulit untuk bisa meraih hasil maksimal seperti yang diharap-harapkan. Begitu juga terhadap berbagai rintangan yang muncul, cobalah dihadapi dengan kepala dingin dan hati tenang. Asmara: Nikmati kebahagiaan ini dengan banyak mengisi waktu bersamanya, dan jangan sampai mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Virgo Situasi di minggu ini cukup mujur dan jauh dari rintangan yang berat, sehingga bisa lebih bebas bergerak tanpa takut terganjal oleh berbagai rintangan. Hanya saja cobalah untuk tidak banyak berbicara agar segala peluang itu tidak hanya di angan-angan saja. Bicaralah seperlunya saja itu akan lebih baik daripada Anda bicara banyak tetapi arahnya tidak jelas dan menyimpang dari visi dan misi Anda selama ini. Asmara: Coba Anda tidak cerewet satu hari saja pasti suasana akan lebih semarak dan lebih tenang. Libra Di saat ini Anda harus lebih berkonsentrasi pada apa yang menjadi rencana Anda, tak perlu terpecahkan oleh provokasi yang sengaja dilancarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Apa yang menurut Anda baik dan telah menjadi keyakinan Anda lebih baik segera saja dijalankan dengan penuh percaya diri pasti hasilnya akan bisa optimal. Kemujuran di minggu ini masih memihak Anda, sehingga jika ada kesempatan sebaiknya benar-benar bisa dimanfaatkan. Asmara: Masih ada selisih pendapat dan itu adalah hal yang lumrah dan tak perlu diperpanjang, coba Anda yang lebih mengalah kepadanya. Scorpio Cukup banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, maka mau tidak mau Anda harus mengimbanginya dengan motivasi tinggi dan prestasi kerjanya harus lebih dipergiat lagi agar bisa lebih mudah dalam meraih segala peluang yang ada. Jangan cepat berpuas diri dulu dengan hasil yang telah diraih selama ini, teruslah kejar setiap peluang yang ada. Asmara: Tak perlu berpikiran yang bukan-bukan karena si dia amat sayang pada diri Anda hanya saja pikiran Anda yang selalu negatif kepadanya. Sagitarius Bila pikiran kurang bisa konsentrasi sebaiknya tak perlu dipaksakan, cobalah hadapi segala tantangan dengan penuh ketenangan dan kesabaran. Di minggu ini peluang belum tertutup, sehingga tak perlu takut untuk mengambil tindakan berani untuk meraihnya. Asmara: Perlu konsentrasi pada masalah personal dan usahakan untuk tidak terganggu dengan masalah profesional atau urusan seminggu-minggu.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku

: 6 - 12 Mei 2018


7

Minggu Umanis, 6 Mei 2018

BPM/ist

Pemanasan Ulang Tahun 25 Mei 2018

BPM/ist

Sesantun dan Semanusiawi Mungkin

Seperti dilempar sendal muka saya. Sebagaimana janji-Nya ‘allamal insana ma lam ya’lam – Ia mengajari yang manusia belum tahu. “Pancer” kami menyuruh saya berhenti menulis Pancasila. Jangan GR seolah-olah itu tema penting bagi Indonesia. Jangan salah sangka terhadap pekikan-pekikan Pancasila. Maka Seri Pancasila sampai 17, stop di 14. Alhamdulillah seri-14 tulisan saya berjudul “Pancasila Setengah Hati”. Para sahabat ikut nimbrung: “Saya memang menemukan semacam kecenderungan serius bahwa orang ditimpa kemalasan terhadap Pancasila. Begitu di judul ada kata Pancasila, langsung “pindah channel”. Kecuali bagi yang mau jualan Pancasila untuk goal politiknya.” Bersahutan-sahutanlah ketiga sahabat itu: “Kita hanya melihat kulit, terus menyimpulkan isi. Kita terpesona penampilan, terus menyembah. Atau fobi simbol-simbol, terus muntah. Kita bertengkar sedunia karena tampilan, institusi, nama, ikon, display, judul, papan nama dan topeng-topeng. Disangka kalau Seri Pancasila berarti fokusnya Pancasila. Disangka sakit kepala sumbernya di kepala. Disangka kalau mata menangis, mata yang kesakitan. Alangkah tidak berkembangnya akal manusia.” “Disangka kalau judul di Qur`an ‘Sapi Betina’, Tuhan sedang menjelaskan hal-hal tentang lembu. Disangka untuk mempelajari sejarah Nabi Adam, bisa dilihat di Surat Adam. Tuhan mengisahkan Nabi Musa paling banyak di Qur`an tapi tak ada Bab atau Surat Musa. Alangkah kurang berpengalamannya manusia. Tak ngerti pukul bumi untuk paham langit, dan lempar langit untuk memahami bumi.” “Masa Penggelapan sejak Abad 14 sukses membuat manusia sedunia otaknya berisi kotak-kotak padat kaku dan lajur-lajur linier. Orang berpikir parsial, semua sarjana hanya fakultatif, dulu sumbu pendek, sekarang banyak manusia tanpa sumbu. Dipikir saya omong tentang Pancasila, mentang-mentang ada saya sebut Pancasila. Dipikir saya butuh Pancasila dalam sedekah keIndonesiaan saya. Dipikir saya bisa terikat dan tertawan oleh selain Tuhan, kekasih-Nya dan almarhumah saya dan satu dua rahasia Allah lainnya.” Saya terpojok oleh lemparan sendal-sendal itu. Maka kupakai jari-jariku untuk mengetik Pancasila, yang ini untuk terakhir kalinya. Sampai terjadi nanti rombongan lembu tidur di hotel berbintang, kerbau berlomba masuk lobang jarum, serta turnamen SEA Games kura-kura terbang. Saya akan tulis tentang ‘Tuhan’, semoga disangka Tuhan. Dan saya tulis Tuhan, supaya disangka ‘Tuhan’. Saya senang karena sekarang makin luas kemerdekaan saya. Lemparan sendal jadi berkah. Saya jadi teringat ada seorang Kepala Daerah dilempar sendal oleh salah seorang hadirin. Sendal jatuh tepat di depan beliau yang sedang duduk bersila sebelah kanan saya di panggung. Ada kemungkinan sebenarnya yang dilempar adalah saya, cuma arahnya meleset ke Pak Kepda. Mungkin saya atau Pak Kepda dinilai kurang adil dan beradab, kurang bermusyawarah dan kurang mewakili aspirasi rakyat. Kurang Pancasilais-lah. Ketika aparat Keamanan, para Polisi dan tim Panitia, mencari-cari siapa persisnya yang melempar sendal, tiba-tiba melayang sendal satu lagi. Jatuh lebih dekat ke Pak Kepda. Dari pinggiran area ribuan hadirin, para petugas keamanan bergerak meringsek ke arah pelempar sendal. Tapi keduluan oleh pasukan dari panggung. Kiai Kanjeng yang duduk di belakang saya berloncatan ke depan turun panggung, langsung menuju pelempar sendal, mengepungnya, kemudian dua orang menangkapnya dan membawanya minggir, masuk ke satu ruangan Sekretariat Panitia. Yang dilakukan Kiai Kanjeng

adalah melindungi pelempar sendal dari aparat keamanan. Kawatir kalau langsung dihajar, meskipun saya yakin tak akan sampai dibakar hidup-hidup. Salah seorang dari Kiai Kanjeng mengawal proses identifikasi, penyidikan awal, agar diketahui segala sesuatu yang membuat sendal melayang. Prosedur penanganan hukum dilaksanakan sebaik-baiknya, sesantun dan semanusiawi mungkin. Acara di lapangan terus berlangsung. Tidak boleh ada vacuum. Saya ambil mikrofon lagi: “Belum pernah saya duduk bersama seorang Kepala Daerah yang sedemikian tinggi derajatnya karena disayang oleh Allah. Yang dibutuhkan oleh setiap pemimpin adalah pengetahuan tentang isi hati rakyatnya. Dan beliau barusan dikasyafi oleh Allah, di-jahr-kan, dimanifestasikan secara nyata ‘sirr’ rahasia hati rakyat yang biasanya selalu disimpan. Saya mohon semua hadirin dan Pak Kepda bersyukur dan bertepuk tangan gembira…” Ada Kepala Daerah, Gubernur, Bupati, Presiden dan berbagai maqam dan jenis pemimpin yang dibimbing oleh Tuhan. Ada yang diizinkan memimpin tapi tidak dibimbing, karena minta izin tapi tidak minta bimbingan. Ada yang tidak tidak minta izin dan tidak minta bimbingan, tapi Tuhan membiarkannya memimpin. Ada yang tidak dihalangi oleh Tuhan untuk memimpin, tapi juga tidak dilindungi. Ada yang malah didorong Tuhan untuk memimpin, dalam rangka dibombong dan disesatkan. Yang dibombong dan disesatkan bukan hanya si pemimpin, tapi juga rakyatnya. Semua ada latar belakangnya, ada sebab dan pertimbangan-Nya. Saya tidak wajib menerangkan soal itu di sini, karena demokrasi dan proses pemilihan pemimpin yang kita jalani juga belum pernah benarbenar memperlakukan Tuhan sebagai subyek primer dari mekanisme bernegara. Tuhan hanya dikasih jabatan “Kepala Biro Pengabulan Doa” pas dibutuhkan. Tuhan itu Maha Outsourcing dengan masa kerja sesuai dengan kepentingan politik “atasanatasan”Nya. Ada orang yang dijaga ketat oleh Tuhan agar kelak selamat di hadapan-Nya. Mau berbuat buruk sedikit saja langsung diingatkan: lidahnya tergigit oleh giginya, motornya ngadat, mobilnya menabrak kucing, lingkar matanya kedutan, kendaraan mogok supaya telat naik pesawat yang akan mengalami kecelakaan, nagih hutang dibayar hanya 10% karena pulang dari nagih ia akan dirampok di jalan, dihalangi naik jabatan karena jangka panjangnya nanti akan sangat celaka. Dan macam-macam lagi cara Tuhan melindungi. Bisa kecil bisa besar, bisa remeh bisa serem. Semau-mau Tuhan. Ada pemimpin yang berbuat salah separah apapun tidak membuatnya melorot dari kursinya, atau dilempar sandal mukanya oleh rakyat. Ratusan janjinya ketika kampanye diingkari sesudah menjabat, tidak membuat kepemimpinannya dibatalkan oleh rakyatnya. Segala yang buruk darinya tampak baik di mata rakyatnya, segala yang busuk tercium wangi oleh hidung rakyatnya. Langkah apapun yang blunder, Tuhan membantunya memberi alasan-alasan yang merubah kekecewaan rakyat menjadi kebanggaan dan pembelaan. Begitulah. Tulisan ini ada sambungannya. Pasti. Karena tidak ada apapun di alam dan kehidupan manusia yang tak bersambung satu sama lain. Itu janji dan logika managerial Tauhid. Tetapi tulisan ini tidak saya bikin bersambung. Karena ummat manusia di dunia dan Bangsa Indonesia sudah sangat lelah oleh kegagalan untuk bersambung satu sama lain. Persatuan dan kesatuan kita adalah “tahsabuhum jami’an wa qulubuhum syatta”. Kelihatannya menyatu, padahal hatinya terpecah-pecah terkeping-keping. l Emha Ainun Nadjib

Sastra dan Perjalanan (2)

Perjalanan sebagai Rujukan Sejarah CATATAN perjalanan (travelogue), menurut Gusti Asnan (2014), merupakan tradisi yang sudah lama berkembang di kalangan masyarakat Eropa, Cina dan Arab, meskipun publikasinya baru marak dilakukan pertengahan abad ke -19 hingga pertengahan abad ke-20. Travelogue ada yang dibuat oleh individu namun ada juga bersifat kolektif, misalnya laporan bersama armada niaga. Kisah pelayaran Cheng Ho, Colombus,, Marcopolo atau Vasca Da Gama termasuk dalam catatan kolektif. Sedangkan perjalanan Tome Pires dan Parada Harahap---yang menjadi fokus bahasan Asnan---merupakan catatan individu. Baik catatan kolektif maupun individu, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sama-sama memberi informasi yang penting sebagai bahan referensi historigrafi suatu bangsa atau kawasan. Karena itu tidak heran, kesejarahan Indonesia ban-

l Anggur

yak digali dari catatan perjalanan musafir Cina, Arab dan Eropa. Dalam pembahasannya, Gusti Asnan melihat buku The Suma Oriental of Tome Pires (1994) karya Tome Pires dan Dari Pantai ke Pantai: Perjalanan keSumatera (1926) karya Parada Harahap menyumbang histirografi Sumatera. Dari sana terlihat kehidupan bahari Sumatera, sistem pemerintahan dengan kerajaan dan kelautan, hidup-matinya kota-kota pelabuhan, dinamika sosial kemasyarakatan, dan seterusnya. Tak heran, sejarahwan seperti Anthony Reid banyak mengolah catatan perjalanan tersebut dalam menuliskan sejarah Sumatera. Tak dapat dipungkiri, status dan latar belakang seorang pejalan dapat memberi garansi kelengkapan sebuah catatan. Perjalanan yang didanai raja, sultan atau komisi dagang bisa mengumpulkan lebih banyak data dan keluasan daya jelajah.

Jatijagat Kampung Puisi Bersama Sanggar PURBACARAKA Sanggar CAKRAWALA Jalan Nias 13 Denpasar Menjelang Enampuluh (60) Tahun FAKSAS-FIB UNUD Jumat Kliwon, 25 Mei 2018 pukul 19:30 wita di JKP-109 Sebelum bisa kutemukan Iblis untuk kutantang berkelahi, malah salah satu dari diriku yang mempertengkariku. “Apa maksudmu menyimpulkan Bapak Hak Asasi Manusia adalah Iblis?” Aku tidak mau ditekan oleh diriku yang ini. Aku tetap mencoba santai dan tersenyum, sehingga ia sedikit merasa kuremehkan. “Lho kan kamu sendiri yang menyodorkan kesimpulan itu kepadaku”, kataku, “bahwa Hak Asasi Manusia awal mulanya adalah Hak Asasi Iblis” Diriku itu pernah menguraikan kepadaku bahwa Iblislah yang pertama-tama mengklaim hak Tuhan sebagai hak-nya. Tidak logis bahwa Iblis punya hak. Atas dasar apa Iblis merasa punya hak. Iblis tidak punya saham apapun atas eksistensinya. Iblis tidak mampu menciptakan dirinya sendiri. Iblis tidak punya kesanggupan untuk menciptakan sehelai rumput pun, apalagi jagat raya yang dahsyat dan mengagumkan. Iblis hanya diadakan oleh Tuhan. Iblis hanya makhluk yang diselenggarakan oleh Tuhan. Seluruh komponen yang menjadikan ia adalah Iblis bukanlah ciptaan dirinya sendiri, melainkan diinisiatifi oleh Tuhan. Apapun saja yang ada yang menyangkut diri Iblis adalah seratus persen saham Tuhan. Maka hanya Tuhan yang juga absolut memegang hak. Andaikan secara teknis ada

Membaca Amsal Sejak kecil saya ini orang yang tidak jelas. Sering bertengkar dengan temanteman. Gara-gara telinga saya ini agak kopoken, sehingga kurang terang mendengarkan. Jadinya sampai tua saya terlalu sering menyusahkan orang. Menjadi sangat parah kalau saya ketemu teman sesama kopoken. Dia menegur: “He, kamu pribumi ya?”. Tentu saja saya marah. “Jangan ngawur kamu. Saya ini asli pribumi!”. Dia naik juga nadanya, “Lho, semua orang bilang kamu pribumi kok”. Untuk menghindari konflik saya tinggalkan dia sambil menggerundal: “Dasar tukang fitnah… Jelas-jelas saya pribumi gini kok” Tidak hanya telinga, daya tangkap otak saya juga kopoken. Ada sahabat biasanya rajin jamaah di Masjid, Subuh itu absen. Nabi Muhammad bertanya, ternyata orang itu meninggal. Nabi segera ke kuburannya dan melakukan shalat. Saya berkesimpulan, “O, shalat di kuburan itu halal”. Orang bilang sinar, saya memahaminya tergantung maunya status saya pagi itu. Terkadang saya artikan lampu, bolam, genset, PLN, matahari, Nur Muhammad, bahkan Orkes Melayu Sinar Kumala A Kadir Perak Surabaya. “Allah tidak malu mengambil perumpamaan dengan menyebut nyamuk atau yang lebih kecil”. O, ternyata Allah peternak serangga. Sampai hari ini saya riset belum selesai untuk memastikan fakta materiil sejarah apakah Nabi Adam punya pusar, berapa tinggi badan Nabi Khidlir, serta berapa jumlah tahi lalat di seluruh tubuh Bung Karno. Sebelum menuturkan tentang amsal (amtsal), Tuhan kasih idiom “menyala meskipun tidak disulut” (yakadu zaituha yudli’u walau lam tamsashu nar). Saya selalu GR maknanya adalah akan ada kejadian besar sejarah meskipun manusia tidak merancangnya, atau di luar hitungan mereka. Ternyata yang saya alami adalah saya menyalakan korek, tiba-tiba kursi yang diduduki tetangga mendadak panas. Sejak itu saya daftar korek api sebagai bagian dari kaum intoleran. l Joko Umbaran Pires sendiri adalah juru tulis utama Portugis untuk kawasan Malaka dan Tanah Jawa sekaligus duta Portugis untuk Cina. Ia juga pernah menjadi penyuplai candu dan obat-obatan untuk Portugis di India. Karena itu data dan pengamatannya sangat luas, meskipun posisinya sebagai ‘orang luar” memiliki bias, penilaian yang subyektif, penuh prasangka, kesalahan nama dan hal-hal sejenis yang disebut Asnan sebagai kelemahan travelogue. Ada pun Parada Harahap merupakan seorang wartawan yang naluri jurnalistiknya terlatih mendalami hal-hal kecil yang terluputkan. Itulah sebabnya catatan perjalanan Parada dianggap sangat detail dan kritis, misalnya tentang dunia perkapalan, perlakuan terhadap penumpang, rute, dan nasib kota pelabuhan setelah pelayaran berpindah jalur. Jika Parada Harahap menceritakan perjalanannya di dalam negeri, maka Adinegoro (Djamaludin Datuk Maradjo Sutan) menceritakan lawatannya ke Eropa tahun 1926-1929 dalam buku Melawat ke Barat (1930)---yang dianggap sebagai tonggak perjalanan jusnalistik tanah air.

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

Tuhan adalah Maha Pelukis disebut bahwa Iblis punya hak asasi, pada hakikatnya itu bukan hak otentik. Bukan hak asasi. Melainkan kemurahan Tuhan untuk meminjamkan apa yang seolah-olah hak itu menjadi seakan-akan miliknya. Kalau Iblis punya mata dan bisa melihat, sesungguhnya tidaklah ada rasio kenyataan bahwa Iblis punya mata dan bisa melihat. Iblis hanya dipinjami penglihatan oleh Tuhan dan diperkenankan untuk bisa melihat dengan matanya itu. Tetapi sejatinya pemilik mata Iblis adalah Tuhan. Dan ketika Iblis melihat, sejatinya Tuhan sendirilah yang melihat. Iblis asal-usulnya adalah Malaikat. Ketetapan absolut atas Malaikat adalah “ya’maluna ma yu`marun”: mengerjakan yang diperintahkan, Malaikat hanya melakukan yang Tuhan memerintahkannya untuk melakukan. Iblis tidak melakukan apapun yang Tuhan tidak memerintahkannya untuk melakukan. Kemudian Malaikat senior itu digelari Iblis karena dia meng-klaim hak Tuhan sebagai hak-nya. Hak asasi hanya milik Tuhan, tetapi Iblis merebut dan mendeklarasikan Hak Asasi Iblis. Ibarat lukisan, Tuhan adalah Maha Pelukis, yang berhak absolut untuk melakukan apa saja atas lukisan-Nya. Berhak mengubah warnanya, merevisi susunan garisnya, memperbaiki estetika cuatan-cuatannya, bahkan Tuhan berhak menghapus lukisan itu kemudian menggantinya dengan lukisan yang baru. “Bertasbih kepada-Nya segala apa yang di langit maupun di bumi”. Seluruh yang berlangsung di alam semesta, yang bergerak, yang bergetar, yang mengalir, yang diam dan yang membisu – melakukan kepatuhan mutlak kepada Tuhan. Sampai kemudian Iblis mengambil jarak dari mekanisme ketaatan itu. Menawar kepada Tuhan untuk memilih sesuatu yang dikehendakinya. Dan di antara yang dikehendaki oleh Iblis, terdapat hal-hal yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan kehendak Tuhan. Tuhan memperkenankan usulan itu, sehingga ditandatanganilah kontrak dengan Iblis yang berlaku hingga Hari Kiamat. Usulan tentang dialektika antara baik dengan buruk, antara gelap dengan cahaya, kemungkinan antara sorga dengan neraka. Usulan untuk menempuh kehidupan di rentang jarak intelektual. Maka berubahlah kehidupan para makhluk di alam semesta. Kemudian anak-anak Adam mewarisi dialektika dan halusinasi hak-hak itu. Qabil menerapkan haknya untuk memilih istri, yang oleh Bapaknya sudah dinikahkan dengan Habil kakaknya. Terjadi perbenturan itu dan Qabil membunuhnya.

Andaikan ada ketentuan atau perkenan Tuhan bahwa Malaikat memiliki kemungkinan untuk tertawa, maka aku membayangkan Sembilan belas Malaikat tertawa-tawa, melihat perubahan kehidupan di alam semesta itu. Mereka menunggu waktu sebelum mereka bertugas di neraka: berkeliling mengamati betapa ummat manusia amat mantap dan sibuk dengan Hak Asasinya. Manusia memproklamasikan berbagai hal yang mereka sangka itu adalah hak-haknya: “Aku berhak untuk memilih kawin dengan lawan jenis atau sesama jenis”. Para Saqar tertawa. “Besok area hak itu berkembang: aku berhak memilih berumah tangga dengan sesama manusia atau dengan kambing, Jin, hantu atau siapapun saja”. “Bumi dan isinya adalah milikku, tanah ini milikku, kupegang surat pengesahannya dari Negara”. Salah satu Saqar tertawa terpingkal-pingkal. “Aku berhak menggali tambang dan kekayaan apapun saja dari perut bumi”. “Ini kakiku, aku berhak melangkah kemanapun aku mau. Ini tanganku, aku berhak melakukan apapun saja dengan tanganku. Ini mataku, telingaku, pikiranku, hatiku, darahku, sarafku, ototku, bulu-buluku, alis-idepku. Aku merdeka menggunakan semua milikku itu untuk apa saja semauku. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa…” Saqar yang kesembilan belas nyeletuk: “Aku berharap manusia mengembangkan terus kreativitas hak-hak asasinya” “Maksudmu?”, tanya Saqar ketiga belas. “Manusia meresmikan pasal konstitusi Negaranya, bahwa manusia berhak untuk tidak mati. Setiap calon bayi berhak memilih siapa Ibu dan Bapaknya. Setiap janin berhak menentukan ia dikandung oleh Ibu di Afrika atau Kuba. Agar tatkala lahir, bayi tidak lagi menangis karena menyesali kenapa yang itu Bapaknya. Setiap manusia memegang hak asasi untuk menunda waktu terbitnya matahari, mengatur menit buang air besarnya, serta mengubah skedul kencingnya.” Saqar ketiga belas tertawa lebih keras. “Manusia akan mendeklarasikan hak asasinya untuk menolak mati. Hak untuk bunuh diri, sebagai individu maupun sebagai bangsa, sebagaimana yang sedang berlangsung di Negeri Kepulauan itu. Memperbanyak jumlah detak jantungnya. Membatalkan gunung meletus. Menolak keausan tulang dan seluruh perangkat tubuhnya. Bahkan akan ada a new declaration of independence di mana lelaki menolak batasan memanjang dan membesarnya alat kelaminnya…” l Emha Ainun Nadjib

Wajah... (Ya Allah, Hamba Takut) Di tengah perjalanan sangat panjang bersilaturahmi dengan rakyat Indonesia di ribuan titik, sepulang dari lima forum dengan lima komunitas di Perth Australia dan seputarnya, tiga hari terakhir kemarin berturut-turut aku berhadapan dengan kerumunan manusia yang berasal dari wilayah kesibukan dan permasalahan yang berbeda-beda. Pertama di Alun-alun Keraton Mangkunegaran Solo. Berikutnya di forum Sekolah Perwira Polisi bersama seorang Menko dan Injilis senior. Kemudian di dekat perbatasan Korea Selatan-Utara bertemu ratusan cucu-cucuku yang minta aku datang mengunjungi mereka sebagai “Mbah” mereka. Mbah, Kakek, orang tua, bukan Kiai, Ustadz, tokoh atau brand apapun yang sangat berbeda persambungan nilainya. Tanpa kusadari perjumpaan demi perjumpaan itu menanamkan di dalam dadaku eskalasi rasa takut. Semakin memuai, semakin menekan, semakin mendalam. Ini pengalaman yang agak tidak wajar. Tidak biasanya aku merasakan ketakutan. Aku hidup tidak dalam dialektika takut dan berani. Tidak optimis tidak pesimis. Kalau aku berbuat sesuatu, tidak karena aku berani dan optimis. Kalau aku tak melakukan sesuatu, tidak karena takut dan pesimis. Ayam berkokok tidak untuk pementasan seni berkokok. Angin berhembus tidak sedang sibuk mempergelarkan koreografi tari gemulai. Di semua pertemuan itu, terutama di tiga silaturahmi terakhir, pada setiap kata dan kalimat dialog kami, selalu muncul gambar-gambar Indonesia, wajah-wajah para pemimpinnya. Dan itu semua menyempurnakan rasa takut yang menghimpitku. Puncak rasa takutku adalah tatkala menatap satu wajah yang sejak lama selalu kuhindari untuk menatapnya. Bahkan sebisa mungkin kusembunyikan dari setiap sapuan ingatanku. Sebab wajah itu menerbitkan rasa sedih ke dalam hatiku. Wajah itu menimpakan kecemasan, keprihatinan, penyesalan, terkadang amarah, tapi juga rasa iba. Itu semua tidak ada hubungannya dengan diriku pribadi. Takutku, takut Indonesia. Cemasku, cemas Indonesia. Prihatinku, prihatin Indonesia. Ibaku, iba Indonesia. Aku sendiri tidak punya perasaanperasaan itu kepada apapun dan siapapun yang ada dalam kehidupan. Aku bukan subjek rasa takut itu. Aku yang ditimpa olehnya. Tentu ada saat-saat spontan di

mana perasaan lain seperti kejengkelan, kemarahan dan kebencian muncul menyapu perasaan. Tetapi selalu harus kuhapus dengan permakluman, dan kusirnakan dengan kebijaksanaan. Tak sengaja kali itu aku seperti terseret entah oleh apa untuk menatap foto wajah itu. Tidak pernah sebelumnya, kali ini aku menatapnya cukup lama. Padahal selama ini jika memasuki sebuah ruangan di kantor, melintas di jalan, terlihat lembaran-lembaran koran, atau di media apapun, selalu wajah itu segera kulewatkan. Sesudah dadaku didera perasaan campur aduk, ternyata terseret lagi aku meneruskannya dengan mengamati gambargambar lainnya tentang negeri Indonesia Raya yang amat kucintai. Bahkan satu dua kali sempat kubaca berbagai tulisan tentang kekasihku itu, masalah-masalahnya, tantangan dan dilema-dilemanya. Wajah itu serta wajah-wajah yang lain, hamparan gambar-gambar keadaan Negeriku, gurat-guratan airmuka rakyatnya, serta semua tulisan yang kubaca, membuatku semakin tidak sanggup memahami Indonesia. Tidak ada penderitaan melebihi ketidakmengertian terhadap apa yang kita hadapi. Tidak ada kesengsaraan batin melampaui ketidakpahaman tentang segala sesuatu di sekitar kita. Tidak ada peperangan yang lebih mengerikan dibanding pertempuran di mana kita tidak punya kepastian pengetahuan tentang musuh. Itulah salah satu hasil dari satu wajah dan wajah-wajah yang kutatap, serta hamparan keadaan-keadaan yang kulihat. Ialah kepastian bahwa aku sebenarnya gagal paham terhadap Indonesia. Akibat berikutnya juga menambah rasa takutku: ya Allah entah kenapa muncul Nabi Musa di benakku. Tentu saja bukan wajah anak angkat Fir’aun itu. Hanya bayangan subjektifnya di benakku. Takutku bertambah lagi: apa-apaan ini. Memang siapa aku sehingga Juru Bicara Allah itu terlibat di dalam keruwetan perasaanku. Tetapi kemudian malah muncul perasaan bahwa rasa takut yang menghimpitku itu bersambungan dengan rasa takut Nabi Musa. Tuhan memerintahkan agar ia mendatangi Fir’aun dan melakukan konfirmasi kenapa ia tidak waspada terhadap Tuhan. Musa menjawab: “Wahai Tuhan, sesungguhnya aku takut mereka akan mendustakanku”. l Emha Ainun Nadjib

Catatan perjalanan Adinegoro yang bertolak dari Tanjungpriok dengan kapal “Tambora” itu tidak hanya menceritakan pengalamannya di Jerman, Belgia, Prancis atau Italia, tetapi juga menceritakan perjalanannya sejak awal. Mulai bertolak dari Tanjungpriok, Selat Bangka, Singapura, Belawan sampai Sabang.

Catatan perjalanan yang bersifat jurnalistik juga bisa dilihat dari laporan Gerson Poyk di Harian Sinar Harapan. Begitu pula liputan MOchtar Lubis tentang Perang Korea di Harian Indonesia Raya dan P.K. Ojong tentan Perak Pasifik di Kompas---keduanya sudah terbit sebagai buku. l Raudal Tanjung Banua

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

April-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

HUBUNGI dan Aktif Mengikuti Wayan Jengki Sunarta via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA di JKP-109


8

Minggu Umanis, 6 Mei 2018

BALI FASHION TREN

Menguak Bali sebagai Destinasi Fashion FASHION di Bali mulai bergairah. Ini menunjukkan bahwa industri mode memang membutuhkan sebuah ruang khusus yang memungkinkan industri yang identik dengan mitos “wah” itu bisa berkembang pesat. Bagi masyarakat digital saat ini, industri mode bukan hal “wah” lagi, karena beragam paparan fashion setiap menit bisa diakses di media digital. Ajang Bali Fashion Tren ini diharapkan mampu memberi warna bagi kehidupan fashion di Bali. Jika berbicara tentang Bali selalu identik dengan pariwisata yang bersentuhan dengan kondisi alam di Bali. Juga beragam hiruk-pikuk kegiatan sosial yang mendedah masyarakat Bali. Dari beragam kesenian tradisional yang religius dan mistis sampai kegiatan beragama yang

mengundang decak kagum. Beragam ide-ide itu salah satunya adalah dunia fashion yang berkembang makin pesat seiring kemajuan teknologi dan keriangan dan kegirangan masyarakat untuk tampil modis. Media sosial membuat pola pikir dan liku-liku masyarakat berubah. Fashion menjadi destinasi yang menarik untuk menjadi pilihan. Perkuat dengan beragam kondisi itulah beberapa desainer Bali yang bergabung dalam Fashion Chamber Chapter Denpasar untuk keempat kalinya mengadakan acara Bali Fashion Tren (BFT) 2018. “Bali adalah sebuah tempat yang memiliki legitimasi yang besar dan luas untuk mengembangkan industri fashion di Indonesia. Program BFT ini juga diharapkan mampu membangkitkan gerak desainer lokal, khususnya Bali mampu bersaing dengan beragam industri fashion besar. Makanya saat ini kami

juga bisa memajang beragam rancangan desainer Bali dalam sebuah butik di TS Suites. Jadi desainer juga harus realistis, tidak sekadar menghasilkan rancangan untuk acara-acara fashion saja, tetapi mereka juga tetap hidup dari rancangan mereka yang bisa dijual dengan harga terjangkau,” papar Ali Charisma serius. Desainer yang rancangannya memiliki banyak penikmat di dalam dan luar negeri ini sangat berharap ajang BFT 2018 ini bisa mengangkat beragam karya-karya desainer local, khususnya di Bali dalam satu wadah yang tentunya bukan sekadar untuk ajang berkumpul saja, tetapi jadi ajang bertukar pikiran, juga bertukar gagasan untuk membangun industri fashion di Bali. Potensi Melihat potensi yang luar biasa itulah BFT 2018 ini di-

gerakkan. Dalam kegiatan ini akan mengundang sekitar 40 perancang yang akan menggelar karya-karya mereka dengan desain-desain terbaru untuk membaca arah mode menuju 2018. Acara akan digelar selama tiga hari — 11-13 Mei 2018. Perancang-perancang akan datang dari seluruh penjuru Indonesia. Dalam satu hari akan dibuat dua slot. Ajang BFT 2018 ini diharapkan mampu menggali segala potensi-potensi yang tersembunyi dari para perancang untuk menunjukkan identitas rancangan mereka, sampai akhirnya pada titik untuk menemukan jati diri dalam setiap rancangan mereka dengan identitas personal. BFT 2018 ini juga diharapkan mampu menarik beragam pelaku industri mode saling bertemu dan berkomunikasi. Minggu ini beberapa ran-

Orientasi Dua Nilai KEPENTINGAN adalah benda termahal di dunia. Sering kepentingan memiliki penawaran sangat sedikit sedangkan permintaan terhadapnya luar biasa banyak dan itu penyebab harganya kian membubung. Bila kepemilikan harta dan benda kurang cukup untuk meraihnya, berbagai cara digunakan mendapatkannya. Tak jarang persaudaraan, persahabatan dan keharmonisan jadi berantakan akibat rebutan kepentingan yang sama. Celakanya, kepentingan terus diperebutkan sepanjang zaman. “Kepentingan yang terus ada melahirkan adagium, tidak ada kawan dan musuh langgeng, yang ada hanya kepentingan abadi. Kepentingan yang harus ditukar dengan darah dan nyawa adalah kepentingan akan kekuasaan. Meletusnya tiga perang besar di dunia yakni Perang Dunia I dan II, lalu Perang Dingin berlanjut dengan terorisme bernuansa perang yakni McWorld versus Jihad, juga dilatari berbagai kepentingan. Ironisnya, setelah perang berkecamuk cukup panjang, mereka yang terlibat perang baru sadar dan takut, kemudian minta pihak ketiga untuk mendamaikan. Contoh terakhir kita bisa lihat di TV tentang upaya perdamaian di Korea. Mungkin mereka baru sadar kalau bangsa mereka jadi remuk, akibat perang ideologi yang sebenarnya sudah usai namun mereka lanjutkan di negeri sendiri. Mereka baru paham kalau bangsa mereka pecah karena dijadikan hadiah pihak Sekutu yang menang atas Poros Facis pada Perang Dunia II. Jerman lebih dahulu sadar sehingga Tembok Berlin yang membelah negeri mereka diratakan dengan tanah tahun 1989. Namun yang paling hebat adalah Vietnam, yang melakukannya sendiri tahun 1975 meski lewat darah dan nyawa, sehingga tidak ada lagi nomenklatur, Vietnam Utara dan Vietnam Selatan,“ papar Rubag. “Benar, Uni Soviet yang awalnya bersekutu dengan Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan lain-lain, pasca-Perang Dunia II pecah kongsi dan bermusuhan karena ideologi. Perang Ideologi yang diberi istilah Perang Dingin (1945-1991) justru lebih makan korban di wilayah yang dijadikan hadiah Perang Dunia II, seperti Jerman, Korea, Vietnam yang meluas ke Kamboja, Laos, dan Birma. Bahkan, kita di Indonesia pun menerima getahnya. Itu terjadi, kukira, karena masing-masing pihak yang berseteru membuat aliansi pertahanan. Pihak kapitalis di bawah pimpinan AS

Berlatih Senam Kebugaran Jasmani 2018 (SKJ 2018) Indonesia Bersatu sangatlah mudah karena gerakannya yang sederhana dan mudah dilakukan oleh siapapun pada usia berapapun. Latihan diawali dengan 10 gerakan pemanasan, pengasuh akan menyajikan gerakan 1 dan 2 pada edisi kali ini, yang akan diperagakan oleh Sinchan.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

membentuk NATO dan pihak komunis di bawah Soviet membentuk Pacta Warsawa. Di kawasan Asia dan Pasifik, NATO bikin SEATO dan Pacta Warsawa membentuk poros-poros. Yang mengejutkan adalah Poros Jakarta-Peking-Moskwo-Pyongyang-Hanoi. Padahal Indonesia dengan tegas bernaung dan menjadi pelopor Negara-negara Nonblok, yang dicetuskan pertama saat Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung. Dampaknya, negeri ini nyaris berantakan akibat tragedi berdarah tahun 1965. Syukur kita punya Pancasila yang mengikat erat bangsa kita sehingga NKRI tetap berdiri kokoh,“ ulas Wayan Wijaya. “Mungkin Indonesia dianggap masuk Blok Timur karena pidato Bung Karno di depan Kongres AS saat kunjungannya ke Amrik tahun 1956. Kami jangan diperlakukan sebagai burung kenari yang dikurung dalam sangkar emas dan diberikan makanan mewah, namun dibelenggu paham yang bukan ideologi bangsa kami. Perlakukanlah kami sebagai burung garuda yang hinggap di atas karang cadas dan bebas mencari makanan sendiri berdasar paham kami Pancasila. BK menolak sokongan dolar yang berlimpah tapi disertai kekangan politik, namun akan menerima bantuan sepanjang tidak mengikat dan tetap bebas melaksanakan ideologi bangsa dan negaranya. Dalam politik kekuasaan, pikiran berorientasi dua nilai selalu menjadi acuan dalam bersikap dan bertindak. Motonya, kalau kamu bukan kawan kami, kamu adalah musuh kami. Kalau kamu adalah sahabat lawan kami, kamu adalah musuh kami. Jadi, dalam berpolitik, netralitas diharamkan!“ ujar Made Surjanegara. “Paradigma orientasi dua nilai merupakan sumber segala percekcokan. Itu menyebabkan pikiran orang selalu tegang dan tindakannya pun sewenang-wenang. Mengapa tidak mau berdamai dengan membiarkan orang lain menggunakan pikiran mereka sendiri untuk menentukan sikap hidupnya? Apakah tidak payah memelihara permusuhan ya? Padahal damai itu indah dan membuat pikiran sejuk. Rupanya Kim Jong Un dan Moon Jae In capek mewarisi percekcokan setengah abad lebih bangsanya, akibat kepentingan bangsa lain. Mereka mungkin sudah payah menjadi bangsa wayang yang disuruh berperang dengan wayang lain, yang sebenarnya tidur dalam satu keropak alias setanah air. Bahkan, kulit dan bahasa mereka juga sama. Aku ikut bangga, mereka mulai membongkar loud speaker atau pengeras suara berukuran raksasa, yang selama puluhan tahun dijadikan alat propaganda buat mengejek satu sama lain. Lucunya, bangsa kita justru mulai gencar melakukan perang provokasi terkait Pemilukada serentah 2018 dan Pilpres 2019,” komentar Anom Wijaya. (aridus)

cangan para perancang bisa disimak. Yenli, dengan konsep yang m eng hid up ka n ke m b a li b a tik Banyuwangi sehingga menampilkan rancangan yang berbeda. Angeliqa Wu, koleksinya kali ini terinspirasi dari perjalanan hidup dan terinspirasi dari alam natural, koleksi busana siap pakai. Warna yang dipilih natural, pastel, dan dusty sesuai dengan inpirasinya, yaitu “natural beige and nude color”. Dewa Gita, dengan konsep “urbanomad”, yang mengangkat sarung sebagai sumber inspirasi. Desainer lain yang ikut menyemarakkan ajang ini, Dewi Suarjani, Oka Diputra, Ali Charisma, LPTB Susan Budiarjo dan masih banyak lagi yang tentu akan memberi inspirasi dan juga gagasan seger untuk iklim dunia fashion di Bali. (osi)

Mengenal Lebih Dekat Herpes Zoster HERPES Zoster merupakan penyakit yang bermanifestasi pada kulit berupa munculnya vesikel berkelompok pada satu sisi tubuh (unilateral) yang lokasinya terbatas pada kulit (dermatom) yang mendapat aliran saraf dari ganglion sensoris saraf yang teinfeksi virus varisela zoster. Herpes zoster juga dikenal dengan nama shingles. Infeksi primer virus varisela zoster menyebabkan terjadinya penyakit varisela atau yang dikenal dengan cacar air. Herpes zoster disebabkan oleh reaktivasi dari infeksi laten virus varisela zoster pada neuron sensoris radik dorsalis atau pada ganglion saraf kranialis. Di masyarakat herpes zoster dikenal dengan nama tilas naga. Faktor risiko herpes zoster adalah menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh penyakit penekan kekebalan tubuh, usia lanjut, infeksi lain atau obat-obatan tertentu. Mengenal Gejala Klinis Gejala pertama yang muncul

(gejala prodormal) adalah rasa nyeri seperti rasa terbakar atau tertusuk sebelum munculnya lesi pada kulit. Selain itu juga muncul rasa gatal. Dapat juga muncul gejala sakit kepala dan demam. Gejala prodormal ini dapat berlangsung beberapa hari atau lebih dari 1 minggu. Pada fase infeksi aktif muncul ruam pada kulit yang hanya satu sisi pada kulit (unilateral) sesuai dengan saraf yang terinfeksi. Awalnya berupa makula yang dalam 24 jam menjadi papula, kemudian berkembang menjadi vesikel–bula jernih berkelompok dalam waktu 48 jam. Vesikel ini berupa bintil yang berisi cairan. Isi vesikel kemudian menjadi keruh dan pecah menjadi krusta selama 7-10 hari. Lesi pada kulit biasanya sembuh dalam waktu 2 sampai 4 minggu. Neuralgia pascaherpes merupakan komplikasi nyeri yang paling sering terjadi. Nyeri yang dialami bervariasi dari nyeri sedang sampai berat yang terasa seperti menusuknusuk atau seperti terbakar. Nyeri ini masih menetap walaupun ke-

HERPES - Gambaran lesi kulit herpes zoster berupa vesikel berkelompok unilateral (pada satu sisi tubuh).

lainan kulit itu sudah tidak tampak. Neuralgia pasca herpes sering terjadi pada penderita yang lebih banyak muncul lesi pada kulit dan usia penderita diatas 50 tahun. Nyeri yang dialami ini tentu saja dapat mempengaruhi kualitas hidup dari penderita. Herpes zooster juga dapat mengenai mata dikenal dengan herpes zoster optalmikus. Herpes zoster optalmikus terjadi 10-25% kasus. Bila muncul vesikel pada hidung disebut dengan tanda Hutchinson yang disebabkan oleh virus yang menyerang saraf anak cabang nasosiliaris. Manifestasi dari virus zoster yang jarang terjadi disebut dengan Ramsay Hunt Syndrome dimana gejalanya adalah vesikel pada telinga luar dan langit mulut, gangguan pengecap pada lidah bagian depan, paresis pada wajah. Penegakan Diagnosis Penegakan diagnosis berdasarkan gambaran klinis, karena memiliki gambaran klinis pada kulit yang khas yaitu berupa vesikel berkelompok unilateral. Pada kasus yang gambarannya tidak khas dapat dilakukan deteksi DNA virus varisela zoster dari cairan vesikel dengan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction). Pemeriksaan tes cepat direct imunofluorecent antigenstaining juga dapat dilakukan dan memerlukan waktu yang lebih singkat. Pengobatan Obat yang diberikan adalah antivirus, yang dapat berupa famasiklovir, valasiklovir hidroklorida, dan asiklovir selama 7 hari. Antivirus dapat mengurangi derajat keparahan dan durasi lamanya herpes zoster. Antivirus sebaiknya diberikan dalam waktu sebelum 72 jam dari awal munculnya lesi kulit. Terapi penunjang lain berupa analgesik untuk mengurangi nyeri. Pengobatan luar (topikal) pada lesi kulit dapat dengan solusio burowi dan solusio calamin. Dr. A.A. Indah Jayanthi

Senam Kebugaran Jasmani 2018 (1) Gambar 1 Sikap awal berdiri tegak, pandangan lurus ke depan, kedua lengan di samping badan. Hitungan 1, buka kaki kanan kedua telapak tangan bertemu depan dada, lalu hitungan 2-4 luruskan kedua lengan ke atas menarik napas. Hitungan 5-8, turunkan kedua lengan melalui samping badan, merentangkan sambil buang napas. Hitungan 8, kaki kanan tutup kembali rapat. Ulangi ke sisi k i r i dengan c a r a y a n g sama.

Gambar 2 Jalan di tempat 1x8 hitungan, ayunkan kepalan tangan dari pinggang ke arah dagu. Lanjutkan dengan jalan di tempat kedua tangan di pinggang, kepala menoleh ke kanan (hit. 1) lalu kepala hadap depan (hit. 2, 4) dan menoleh ke kiri (hit. 3). Sedangkan hit 5 jalan di tempat kepala menoleh ke kanan sambil ayunkan kedua lengan ke arah kanan, lengan kanan lurus samping kanan setinggi dan sejajar bahu, lengan kiri ditekuk depan dada. Hit. 6, 8 kedua lengan lurus samping badan, kepala hadap depan. Hitungan 7 ulangi, hit. 5 ke sisi kiri.

Gambar 3 Jalan di tempat, kedua tangan di pinggang, miringkan kepala ke kanan (hit. 1), kepala hadap depan (hit. 2,4) ulangi gerakan hit 1 ke sisi kiri (hit. 3), lanjutkan jalan di tempat sambil merentangkan kedua lengan dan kepala m i r ing ke kanan (hit. 5). Kedua lengan lurus samping badan kepala hadap depan (hit. 6,8) ulangi gerakan hit. 5 ke sisi kiri.

Selamat berlatih dan salam bugar dari Lala Studio.

Gambar 4 Jalan di tempat, kedua tangan di pinggang, tundukkan kepala (hit. 1,3) lalu kepala hadap depan (hit. 2, 4) lanjutkan jalan di tempat sambil menekukkan kedua siku lengan depan dada sejajar bahu, kedua telapak tangan berhadapan, tundukkan kepala (hit. 5, 7) dan kedua lengan lurus samping badan kepala hadap depan (hit. 6,8). Dengan gerakan yang sederhana namun dilakukan dengan rutin, maka kebugaran tubuh akan tetap terjaga sepanjang hari serta salam bugar dari Lala Studio.

Kupon


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Umanis, 6 Mei 2018

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dicr Pngws Pryk Lokasi Ubud, Min SMK Teknik Bangunan, Krm CV suryakembarbali@yahoo.com

B.BP.004.04.18.0001509

Admin Web, Min.SMA, UMR WA 08123807171 Mail:ikadekswanjaya@gmail.com

B.BP.004.05.18.0000263

Dcr Driver(Lk) pglmn u/Travel Hub.08123677300 B.BP.004.05.18.0000266

Dcr S1 Akuntansi Berpengalaman Fresh graduated are welcome diutamakan lulusan Poltek/Unud memiliki skill komputer (excel, word,PPoint,internet), mampu bekerja dalam tim.Kirim CV ke: lielie86emerentia@gmail.com

B.BP.001.05.18.0000151

Dcr SPG Min.SMA P.Menarik Hub. Gerai Cosmetic Cantik Jl.Padma No.20A Penatih,Tlp.08174704225

B.BP.001.05.18.0000241

Dcr SPG utk Toko di Seminyak, pglmn & Bhs Inggris Ph.4735917 B.BP.001.05.18.0000319

Dcr Accounting u/resto di Sanur perempuan,max 35 th,computer skill Hub:Bu Wini 087761524497 B.BP.001.05.18.0000320

Cr Telemarketing,Pr/wnt(max 40 thn)Min.SMU,peng min 1th dibdg tsb.Bs.excel,luwes pintar menawarkan produk,biasa dgn target Penj.Lam:Toko Gayathri Dupa Wangi Jl.Gatsu Timur 85XX Kav IV (dpn KFC Nangka)Dps.0361239980 085716151818.Tk kami ada bbrp Cbg&sdg perluas pasar di Bali

B.BP.001.04.18.0000635

Cr Sales Kanvas Pr/wnt max40th Min.SMU,pny mtr sendiri.SIM C peng min 1th sbg sales, kenal baik slh satu wly di Bali, Gaji menarik. Lam:Toko Gayathri Dupa Wangi Jl.Gatsu Timur 85XX Kav IV(dpn KFC Nangka) Dps.0361 239980/085716151818. B.BP.001.04.18.0000636

Cr Adm HRD(max 40th)wnt Min D3 S1,Bs MS Words,excel.Peng min 1thn sbg Adm,teliti,cekatan Gaji menarik. Lam:Tk.Gayathri Dupa Wangi Jl.Gatsu Timur 85XX Kav IV(dpn KFC Nangka) Dps.0361 239980/085716151818.

Dicari Marketing,wanita/pria, maks 25th,penampilan menarik,mudah bergaul,semangat kerja tinggi,kerja Tim, kirim lamaran ke: Jl. Kepundung No.67 A Denpasar/ Email: konvergensiiklan@gmail.com iklanbp@yahoo.co.id

G.01

Dibthkan Staff Karyawan/ti Utk Bag.Gudang&AdminUmum.Hub:Jln Gn.Soputan No.57 DPS-Bali.Telp 4717651/483540/HP.081916565015 B.BP.001.05.18.0000069

Dicari Tenaga Front Office Bs Bahasa Inggris&Komputer Kirim CV ke: kudapbali@y7mail.com B.BP.001.05.18.0000236

Dicr Therapist Pengalaman/tdk dtg lgs ke By Pass Ngr Rai 491 Dps Hub.(0361)723593, 723637 081337985252, 081246400852 B.BP.001.05.18.0000186

Driver,P,30-45th Sim(B1 U)DpsBali,CV & SKCK ke:altanacareer @gmail.com 085200888899 B.BP.031.05.18.0000286

Dicari Sgr Tukang Jarit Borongan & Tukang Potong, 081999221334

Villa di Seminyak Mencari Admin Gen.Cashier Max28Th & House Keeping Telp.081916032938

B.BP.001.05.18.0000336

B.BP.001.05.18.0000329

B.BP.001.04.18.0000637

BIRO JASA

BIRO JASA

Staf Produksi (Pabrik TabananBali), Llsn SMK Listrik/Mesin/ Farmasi/Kimia.Hub:Dewi 081236 222509 /E: info@tsbali.com

B.BP.031.05.18.0000310

Krywan/ti Toko Komputer Max.22 Thn GP.2Jt+Bonus, 081805338181

B.BP.001.05.18.0000254

Look FO Female Personal Assistant,Single Speak English.Seminyak.SendCVViaWA.081236214000

B.BP.004.05.18.0000337

Need Driver Pariwisata Good English Call. 087878989800

B.BP.001.05.18.0000314

Resto di Ubud Bth Staf Berpglm Cook/Sushi/Bar/Manager Resto Email CV:nexky1975@gmail.com

B.BP.001.05.18.0000056

SPG Tk Bj Kid World Kuta.Aktif Inggris KmnksTuris 081999540922

B.BP.004.05.18.0000330

Sekuriti (Pabrik Tabanan), Sertifikat, pengalaman. Hub: Dewi, Hp:081236222509 B.BP.031.05.18.0000309

Spr,Ksir,Pram.Toko Dapurku Supratman275/081939084292THR, Bns B.BP.001.04.18.0001622

Tkg Batu/Tkg Las Konstruksi Pnglmn Hub: Dewi 081236222509 B.BP.031.05.18.0000311

Walk Intrvw: Cook,Wtrs,Bar Kalistuayu, Jl.Gng Catur No.129 Dps B.BP.001.05.18.0000247

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL RUMAH BUC-Super Murah,Griyaloka Tbn Uk.45/91,2KT+1KM,081932236003

B.BP.004.05.18.0000262

DIJUAL MOBIL HONDA

CRV Thn’2007 Warna Abu-Abu Metalik Hub:081338631985 B.BP.001.05.18.0000268 KIA

Buruan Jual Rmh LT2 Tipe115 Lt Granit,Grs,3KT,3Km,R.Tamu,Dpr Hub.081225190267/081338227030

B.BP.001.05.18.0000243

Rumah 2Lt 2unit 3KT 2KM Perum NuansaSandatDentim089652974339 B.BP.001.05.18.0000237

Tanah Kavlng Istimewa di Mekar Blok A11 Dps.Hub:0811399161

B.BP.001.05.18.0000066

DISEWAKAN TANAH Dikontrkan Tnh 1 Hektar Jl.Goa GongJimbaran.Hub:082227776866

B.BP.001.05.18.0000307

DISEWAKAN TOKO Dikontrakan Toko Jln P.Moyo 35 Hubungi:082144736771

B.BP.001.04.18.0001617

Rumah T’54/110,Taman Giri Nusa DuaH:08123800352/087862232050

DISEWAKAN RUMAH

SUZUKI

DIJUAL TANAH

Rmh 2Lt,4KT,Grs, Danau Tamblingan XII/2 Jimbaran.08123816183

Jl WagonR’2014 hr79,9Jt bersih terawat Hb:0811394733 BU!

Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih PondokCitraPmogan08123871809

Kia/Sportage SE 2.0 AT Th’2011 Putih Asli Bali Hp.08123666158 B.BP.001.05.18.0000312

B.BP.101.05.18.0000334

Jual Karimun Silver 2001 Full Variasi.Hubungi:081246197532 B.BP.001.05.18.0000308

Splash GL Th’2012 Tgn 1 Silver DK Denpasar Hub.087862270180 B.BP.001.05.18.0000305

B.BP.001.05.18.0000057

B.BP.001.05.18.0000082

Dijual Tanah untuk Villa 5.15 Are Lantanggidung,087862813158

B.BP.001.05.18.0000313

Djl Tnh Lbr 17x90 ada Bgn, Jl. Ry Celuk.Cck Bengkel/Swalayan Hub.081282490413 B.BP.001.05.18.0000009

B.BP.001.05.18.0000239

RUPA-RUPA Cuci Gudang Alat Fitnes Second Hub.08123634805/082131234798

B.BP.001.05.18.0000160

BIRO JASA Urus Lap Pajak SPT Tahunan,PPN Pasport,SIUP,NPWP:082146461910

YAMAHA

J.SHM 670m2 di Jl.Tirta Tawar Ubud,dkt Ubud Center,Nice View Kawasan Villa/Htl.087745432250

Vixion 2010 11,5Jt Nego & Beat 2014 11Jt Nego Hp.087862145110

Tanah Kav Murah Daerah Pemogan Dps Hny 375Jtan.Hub:0811399161

Pengumuman Akta Pembubaran PT.Ika Dwi Tunggal No.39 Notaris I Ketut Mustika Udaya,SH 26/4/18

B.BP.001.05.18.0000306

B.BP.001.05.18.0000065

B.BP.001.05.18.0000150

DIJUAL MOTOR

SERVICE

PELUANG BISNIS

SPA

DIJUAL RUMAH

B.BP.033.05.18.0000194

B.BP.001.05.18.0000059

PENGUMUMAN

DIJUAL MOBIL

atau


Asah

10

Minggu Umanis, 6 Mei 2018

Mendatar: 1. Kawah gunung berapi yang sangat luas 4. Perkebunan, tanah atau perusahaan dan sebagainya yang jauh dari pemiliknya 7. Kekuatan negatif di alam semesta 8. Rasa sakit dan perih pada kulit (Bali) 9. Sebuah negara di Asia Barat Daya dengan Ibu Kota Yerevan 11. Jimat 13. Panggil untuk datang ; Undang (Bali) 15. Punya/milik sendiri (Inggris) 16. Sekolah guru olahraga 17. Pemimpin salat 19. Kelelawar besar 22. Tari lepas ciptaan Nyoman Ridet yang bercerita tentang kegagahan seorang raja (Bali) 23. Obat penetral asam lambung 25. Kandang mobil 28. Evaluasi belajar tahap akhir 29. Urun ; Sumbang 30. Tidak enak badan (Inggris) 31. Kotoran (Inggris) 33. Saluran kemih dari kandung kencing sampai keluar tubuh 35. Tidak dikaitkan dengan jenis kelamin tertentu 36. Entok ; Itik Manila (Bali) 37. Aku (Bali) 38. Mempunyai sifat cenderung menyerang 39. Binatang mamalia bertelinga panjang

Enam Orangutan Dilepasliarkan di Kehje Sewen

YAYASAN BOS bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur akan kembali melepasliarkan sebanyak enam orangutan (pongo pygmaeus) di Kawasan Hutan Kehje Sewen, Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Menurut Kepala BKSDA Kaltim Sunandar Trigunajasa kepada awak media di Samarinda, enam orangutan tersebut sudah lulus sekolah hutan (SH) di Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Samboja Lestari. Namun demikian, empat orangutan yang diberi nama Arnod, derek, toty sakura sudah lebih dulu ditransitkan ke Pulau Nas, yang lokasinya berdekatan dengan kawasan hutan Kehje Sewen, sementara dua orangutan yakni Seto dan Tinatun masih berada di yayasan BOSF, Samboja Lestari, Kukar. “Keenamnya akan kita lepasliarkan, mereka akan kita kumpulkan dulu di Pulau Nas, sebelum kita lepaskan di Kehje Sewen,” katanya belum lama ini. Menurut Sunandar, saat ini sudah ada 85 spesies orangutan yang telah dikembalikan ke habitatnya, se-

jak dilakukannya program pelepasan orangutan tahun 2012 kemarin. “Kalau ditambah enam spesies ini berarti sudah ada 91 spesies orangutan yang kita selamatkan populasinya,” jelasnya. Sunandar menjelaskan, bahwa penanganan orangutan yang sudah keluar dari habitat aslinya tidak semudah yang dibayangkan, apalagi yang pernah dipelihara oleh manusia. “Menghilangkan stres, trauma dan semacamnya tentu bukan pekerjaan yang mudah, belum lagi banyaknya biaya yang harus dikeluarkan,” imbuhnya. Manajer program BOSF, Agus Irwanto, menambahkan bahwa enam orangutan tersebut rata-rata berumur sepuluh tahun, dan sebelum dilepasliarkan telah dilakukan observasi kelayakan orang utan tersebut tinggal di alam bebas. “Pastinya mereka akan bisa bertahan hidup di habitatnya, karena setahun sebelumnya kami telah melakukan observasi,” katanya. Ia mengatakan bahwa pelepasliaran orangutan tersebut, teknisnya akan dilakukan bergiliran dengan estimasi jarak kurang lebih

TTS Bali Post

Pertanyaan

Menurun: 1. Ilmu tentang susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat 2. Perbedaan kurs mata uang yang mengakibatkan kerugian 3. Bimbang ; Ragu-ragu 4. Ilmu urai tubuh 5. Bersifat tidak kekal ; tidak untuk selama-lamanya 6. Penguapan 10. Susah hati ; Sedih sekali 12. Melumatkan dengan batu giling ; Pipis (Bali) 14. Uzur 18. Dibalik : Sebuah kata penghubung 19. Nama lain tulang selangka 20. Tata cara kebaktian ; Ibadat umum di gereja 21. Kemesuman ; Keburukan (Inggris) 24. Bersifat khayal ; Tidak nyata 25. Kait 26. Badan persuratkabaran yang memilih dan menyusun tulisan-tulisan yang akan dimuat 27. Surat tanda registrasi 32. Tenaga untuk menggerakkan, menarik atau menjalankan sesuatu 34. Hindar

400 meter, untuk setiap spesies orangutan. “Kami akan melepaskan dulu orangutan yang jenisnya paling bandel, kemudian bergiliran yang lainnya,” jelasnya. (ant)

PERIKSA - Satu bayi orangutan memeluk induknya yang masih dalam pengaruh obat bius saat diperiksa tim medis International Animal Rescue (IAR) Indonesia di Desa Tempurukan, Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalbar. (BKSDA) Kalimantan Timur akan kembali melepasliarkan sebanyak enam orangutan.

BPM/ant

345 Ketentuan Menjawab

Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 345 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 12 Mei 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 20 Mei 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 343 Mendatar: 1. Traktir 5. Tabloid 9. EBI 10. Analogi 13. Serai 15. Temu 16. Funshitsu 18. ASN 19. Aeng 21. TER 22. Ronggeng 25. Uda 26. Sir 27. Tingting 30. NPA 31. Isme

33. NSA 35. Oportunis 37. Ento 38. Asana 40. Stoking 42. NPK 43. Siamang 44. GESTAPU Menurun: 2. Rindu 3. Too 4. REI 5. Tissue 6. Bor 7. Orientasi 8. Dadu

11. Lesag 12. Guide 14. ATS 16. Firman 17. Sagutep (Petugas) 18. Agung 21. Rengas 23. Nusantara 24. Geria 28. Norit 29. Trunk 32. Mojang 34. SOS 36. Itnap (Panti) 37. Elus 39. Ada 40. SKG 41. ONS

Pemenang TTS No. 343 I Wayan Sadia Br. Sembung, Desa Tembok, Kec. Tejakula, Kab. Buleleng (HP: 085737 403939) Gusti Ayu Putu Yuni Arianti Br. Pagan Kelod, Sumerta Kauh, Denpasar (HP: 081338 956942) I Wayan Suwena Ketewel, Sukawati, Gianyar 80582 (HP: 085738 283810) Putu Ngurah Adi Yugi Putra Jl. Tukad Pancoran 1Z No.4 Denpasar (HP: 081338 714136) Nengah Vico Br. Beluhu Kauh, Tulamben, Kubu, Kab. Karangasem (HP: 081999 353565) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Made Astika Alamat : SDN 5 Plaga, Petang, Badung 80361 (HP: 083114 084386)


11

Minggu Umanis, 6 Mei 2018

I Made Panji Ananda Pahlawan

Aktivitas Desa

Tertinggi di UNBK Trisma, Krama Bukit Buwung Miliki Balai Banjar Megah Tetap Rendah Hati

HAMPIR semua SMA dan SMK negeri dan swasta di Bali memberi apresiasi dengan cara memberikan penghargaan kepada siswanya yang sukses meraih nilai tertinggi di UNBK dan USBN. Pasalnya, UNBK ini dilakukan secara berintegritras sekalipun bukan penentu nilai kelulusan. Di SMAN 3 Denpasar ( Trisma) pada UNBK 2018, tercatat I Made Panji Ananda Pahlawan meraih nilai UNBK tertinggi di kelompok MIPA. Dia mengantongi nilai total 365 dengan nilai rata-rata 91,25. Nilai UNBK yang diraih Made Panji Ananda Pahlawan masing-masing Bahasa Indonesia ( 88,0 ), Bahasa Inggris (82,0), Matematika (97,5 ) dan Biologi (97,5). Namun Panji — demikian dia dipanggil — tak pernah mau menyombongkan diri atas nilai tersebut. Dia justru menjadikan momentum untuk terus mengisi diri dengan

belajar lebih tekun. Dengan rendah hati dia mengatakan apa yang diraihnya adalah belum apa-apa dibandingkan siswa berprestasi lainnya. ‘’ Saya belum apa-apa, perjalanan masih panjang. Taget saya diterima di fakultas favoritnya yakni FK atau di IPDN,’’tegas anak muda kelahiran 29 September 2000 asal Kesiman ini. Di Trisma Panji selain aktif di ekstra jurnalistik Madyapadma juga suka futsal dan meneiliti ilmiah. Pengalaman ini yang membuatnya makin matang baik di akademis maupun di pergaulan Panji Ananda Pahlawan sosial. (sue)

Ajaran Bung Karno Dari Hal. 3 Ia ingin nilai-nilai Pancasila yang merupakan ajaran Bung Karno diterapkan dengan baik di Bali, khususnya di Kota Denpasar. “Bali harus dijadikan percontohan membumikan nilai-nilai Pancasila agar semua masyarakat di Bali merasakan pengayoman penuh oleh pemimpin Bali, kemudian difasilitasi melalui kebijakan yang harus peduli dan berpihak kepada kelompok masyarakat di Bali, apalagi di Denpasar yang sangat heterogen,” tegas Koster. Menurut dia, hal itu bisa dilakukan dengan pola kepemimpinan yamg arif dan bijaksana. “Ini membutuhkan kepemimpinan yang arif, bijaksana, bisa mengayomi, menjaga, mengajak semua komponen membangun, menjaga dan memajukam Bali,” ujarnya. Dia menambahkan, “Kita bertanggung jawab memajukan Bali meningkatkan kesejahteraan rakyat Bali didasarkan pada toleransi dan kerukunan yang dibangun berdasarkan nilai-nilai agama yang kita tahu bersama semua mengajarkan hidup rukun, toleran, dan bekerja sama untuk membangun Bali ke depan.” Ketua PWNU Bali, Abdul Aziz, sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Wayan

Sayur-sayuran Dari Hal. 3

Sementara kawasan Penebel dan Baturiti kebanyakan menaman sayur-sayuran jenis daun seperti selada, kol, sawi dan jenis lainnya. “Tapi dari semua kawasan tersebut yang benar-benar berkosentrasi untuk produksi sayur adalah Baturiti,” ujarnya. Mengenai pemasaran produk

Kaldera Batur Dari Hal. 3 Hanya, hingga saat ini luas lahan yang baru termanfaatkan untuk pengembangan bawang merah mencapai 1.500 hektar. Dari empat kecamatan yang ada, pengembangan bawang merah selama ini paling banyak dilakukan petani di Kecamatan

Koster. Menurutnya, kerukunan di Bali mesti dijaga agar pembangunan Bali tak terganggu apa pun. “Kerukunan sangat baik untuk memelihara keberagaman di Bali. Itu sudah dibuktikan oleh Pak Koster jauh hari sebelum pertemuan ini dilaksanakan,” papar dia. Menurutnya, seluruh komponen masyarakat Bali lintas agama dan etnis harus bersatu mrmbangun Bali ke depan, sehingga Bali ini bisa menjadi tolok ukur bagi pembangunan Bali yang seiring sejalan dengan keragaman dan toleransi yang terajut dengan baik. “Kita harus menyatukan visi membangun Bali ke depan. Memelihara dan membangun Bali secara utuh, ini harapan besar kami. Kami harap ini bisa diwujudkan sehingga Bali ini menjadi tolok ukur di tingkat nasional bahkan global bagaimana toleransi itu berjalan dengan baik. Saya yakin Pak Koster mampu mewujudkan hal itu,” ujar dia. Sementara Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Bali, Muslim AR, mengaku antara pandangan organisasi dan kebijakan Koster yang akan diterapkan ketika terpilih sebagai Gubernur Bali memang memiliki keselarasan. “Kami bertekad memenangkan beliau. Kami punya Muhammadiyah Forum yang selalu

menghadirkan beliau. Di sana, beliau memaparkan program kerjanya yang memang senapas dengan arah organisasi kami,” katanya. Di bagian lain, Ketua Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Dewata, Agustinus Wimjaya, menegaskan orang pintar, pasti memilih Koster. Pria berambut gondrong ini mengatakan Koster adalah orang pintar, terbukti tiga periode menjadi wakil Bali di DPR RI. “Selain pintar, yang terpenting beliau juga peduli dengan kita semua,” imbuhnya. Dia menambahkan, mungkin banyak orang pintar, tapi sedikit yang peduli. Itulah yang membedakan Koster dengan calon yang lain. “Koster dilahirkan dari warga biasa, tapi sekarang menjadi luar biasa. Pemimpin yang lahir dari rakyat, pasti peduli dan mengerti yang dibutuhkan oleh rakyat,” katanya. Sebagai warga pendatang lanjut dia, membutuhkan perlindungan dan pengayoman, dari sosok gubernur yang arif dan bijaksana. Untuk itulah, dia mengajak seluruh warga, untuk memilih Koster-Ace. Pada pertemuan itu juga hadir Ketua PB NU H. Azis, Sekjen Pemuda Muhamadiyah Bali Rachmatulah Baja, Ketua Bamus (Badan Musyawarah Masyarakat Sunda) H. AAP Syafrudin, Ketua IKMS (Ikatan Keluarga Minang Saiyo) Bali John Rano. (kmb)

sayur Tabanan ini, lanjut Budana, sudah memenuhi pasar lokal. Bahkan, ada yang produk sayurnya sudah masuk ke hotelhotel. Menurut Budana jika sudah menguasai teknologi, usaha pertanian sayur sebenarnya sangat berpotensi digeluti. Terlebih jika masuk hotel harga jualnya menjadi lebih terjaga dan tidak berpengaruh harga pasaran. Seperti diketahui harga sayur mengikuti hukum pasar, jika produksinya berlebih akan terjual dengan harga murah.

Mengenai bantuan dana dari pusat untuk pengembangan sayuran, kata Budana, masih belum ada. Sebab hanya produk pertanian utama seperti padi, kedelai, bawang, dan cabai yang masuk dalam opsus pertanian karena masuk sebagai produk pertanian utama. Karenanya dalam mengembangkan produk pertanian sayur, saat ini yang bisa dilakukan Dinas Pertanian hanyalah pembinaan sekaligus pengetahuan mengenai teknologi kepada petani. (san)

Kintamani terutama di wilayah kaldera Batur seperti Desa Songan, Desa Batur, Desa Buahan dan lainnya. Adapun jenis bawang merah yang selama ini banyak dikembangkan petani di Bangli yakni jenis lokal seperti Bali Karet, Biru Lancor, dan Bima Brebes. Kabid Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP)

Kabupaten Bangli I Wayan Tagel Sujana mengatakan kendala utama belum maksimalnya pengembangan bawang merah adalah karena air.Sementara itu, ditanya soal pemasaran bawang merah hasil produksi petani di Bangli, Tagel mengatakan sejauh ini tidak ada masalah yang berarti. Bawang merah yang dihasilkan petani banyak diserap di pasar-pasar lokal. (ina)

Krama Banjar Bukit Buwung, Desa Kesiman Petilan, kini memiliki balai banjar megah. Balai banjar tersebut belum lama ini dipelaspas dengan melibatkan Panyatusan Panca Naya. Pembangunan balai banjar beserta upacara menurut Klian Adat Bajar Bukit Buwung, I Wayan Mudita, menghabiskan dana Rp 2,3 miliar. Termasuk pembangunan parahyangan dan bale kulkul baru. Namun, krama banjar hanya dikenakan iuran Rp 1 juta per KK, sisanya dari sumbangan donatur. Dijelaskannya, sejak membongkar balai banjar lama hingga membangun dan melaspas melibatkan krama Panyatusan Panca Naya. Panyatusan ini terdiri dari Banjar Ujung, Kedaton, Kusumajati, Ceramcam, dan Bukit Buwung. Uniknya, kelima banjar ini memiliki hubungan harmonis dalam setiap kegiatan banjar. Klian Adat Banjar Bukit Buwung Wayan Mudita mengatakan, paiketan banjar

BPM/may

MEGAH - Balai Banjar Bukit Buwung tampak megah saat di-’’pelaspas’’. ini merupakan hubungan kekerabatan yang saling membantu. Jika salah satu banjar memiliki karya, maka banjar lainnya akan turut membantu. “Jika satu banjar memiliki kegiatan atau karya, maka banjar lainnya turut membantu,’’ ujarnya. Seperti upacara melaspas dan ngenteg linggih yang baru saja dilaksanakan Ban-

Bukan Pragmatis Dari Hal. 3

Dia menambahkan sikap menolak reklamasi ini merupakan bentuk penegasan sikap pembangunan selaras alam dan lingkungan Bali sebagaimana ajaran Tri Hita Karana. Bukan semata merupakan pragmatis untuk menggalang dukungan jelang Pilkada Bali 2018. “Seperti yang selalu saya sampaikan di berbagai kesempatan, (sikap saya) menolak reklamasi Teluk Benoa bukan soal urusan pengaruh-memengaruhi, tapi soal prinsip yang tidak bisa ditawar-tawar. Baik sebagai Wali Kota Denpasar maupun sebagai calon Gubernur Bali,” kata Rai Mantra. Adapun isi Surat MantraKerta kepada Presiden Jokowi adalah sebagai berikut: “…Melalui surat ini, kami Calon Gubernur Bali dan Calon Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan I

Buah Impor Dari Hal. 3 Bahkan masih sangat banyak ditemukan buah-buahan impor yang membanjiri pasarpasar tradisional sampai pasar modern. Situasi seperti ini terjadi setiap tahun sehingga diperlukan adanya upayaupaya yang semakin serius untuk memberikan jaminan ketersediaan produk hortikulutura bagi Bali. Terlebih lagi buah-buahan yang ada di Bali memiliki kekhususan, seperti buah manggis, mangga, salak, durian, jeruk, duku, sawo dan lain sebagainya. Namun, pengelolaan usaha tani tanaman hortikultura yang dilakukan oleh petani belum dalam skala ekonomis yang menguntungkan secara signifikan. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya penetapan zona atau pemetaan wilayah yang khusus untuk penanaman atau pengelolaan usaha tani terhadap jenis-

Ketut Sudikerta menyampaikan permohonan kepada Bapak Presiden Joko Widodo terkait permintaan Masyarakat Bali untuk mencabut Perpres No. 51 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Sarbagita yang mana Perpres tersebut berisi tentang perubahan status Konservasi Teluk Benoa menjadi Zona Penyangga. Masyarakat Bali telah melakukan Aksi Tolak Reklamasi sejak tahun 2013. Teluk Benoa adalah kawasan untuk 70 (tujuh puluh) tempat peribadatan bagi masyarakat Bali, penghidupan bagi nelayan, serta wilayah konservasi bagi kelestarian alam Bali. Namun hingga kini, status Teluk Benoa masih belum jelas. Oleh karena itu, kami memohon agar presiden dapat memerhatikan hal ini dengan cermat dan bijaksana bagi kepentingan alam, masyarakat, adat, serta budaya Bali yang menjadi bagian dari keanekaragaman jenis tanaman buah yang sesuai dengan agroklimatnya. Tujuan pemetaan wilayah tersebut adalah untuk menentukan rupa wilayah di setiap kabupaten di Bali yang akan digunakan untuk menyusun perencanaan pengelolaan usaha tani tanaman buahbuahan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemetaan wilayah ini adalah topologi lahan, vegetasi, dan kondisi sosial ekonomi petani. Manfaat yang diharapkan pemetaan wilayah ini adalah terpetakannya potensi/komoditas tanaman hortikultura (buah) yang dapat dikembangkan di seluruh wilayah kabupaten yang ada di Bali; dan tersusunnya konsep, arah kebijakan, dan strategi pengembangan potensi sumber daya yang ada. Dalam jangka menengah dan panjang pemetaan wilayah ini memberikan manfaat untuk mendukung terwujudnya tujuan pembangunan wilayah yang didasarkan pada kondisi sumber daya sosial,

Tak Kebobolan Dari Hal. 3 Maroko mencatat rekor tak kebobolan satu gol pun dalam

kualifikasi Piala Dunia zona Afrika. Pelatih Maroko, Herve Renard, mengakui bahwa peluang timnya cukup berat,

jar Bukit Buwung. Keempat banjar lainnya ikut membantu baik menabuh gamelan, mempersiapkan upakara hingga proses upacara. Begitulah bentuk keharmonisan dan manyama braya yang dilakoni warga Kesiman. Tradisi ini telah berlansung lama, warisan dari para leluhurnya. “Banjar Bukit Buwung tidak Indonesia. Semoga Bapak Presiden dapat segera mengabulkan permohonan masyarakat Bali untuk segera mencabut Perpres 51 tahun 2014....”

terlepas dari banjar lainnya seperti Banjar Ujung, Banjar Kedaton, Banjar Kusumajati, Banjar Ceramcam,” ujarnya. Selain kegiatan adat, kegiatan yang juga melibatkan kelima banjar itu yaitu gotong royong. Dalam kegiatankegiatan seperti itu, rasa persaudaraan akan semakin terjalin erat. Namun, banyaknya anggota banjar, membuat prajuru harus mengatur jumlah yang membantu. Tokoh masyarakat Kesiman I Gusti Ngurah Gede, S.H. menuturkan bahwa apa yang diwariskan leluhur harus dilestarikan. Panyatusan Panca Naya ini tujuannya untuk mempererat persaudaraan yang telah dibangun leluhur. Seperti saat maprani Banjar Kedaton dan Bukit Buwung mebat bersama. Banyak kegiatan yang melibatkan kelima banjar seperti melaspas, karya di puri, dll. Bahkan saat acara Sekaa Teruna (ST) pun, kelima banjar pasti dilibatkan. (may/sue)

Apresiasi Gerakan Rakyat Selain mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi, Mantra-Kerta juga mengapresiasi gerakan berbagai komponen Rakyat Bali yang secara tegas dan konsisten menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Menurut Rai Mantra, tanpa gerakan rakyat yang konsisten tersebut kemungkinan besar reklamasi Teluk Benoa ini tak terbendung. Rai Mantra menegaskan bahwa reklamasi Teluk Benoa tidak layak dilakukan karena ada penolakan dari berbagai elemen masyarakat Bali berdasar pertimbangan ekologis, sosial budaya, spiritual, dan zonasi. “Saya mencatat banyak akademisi, tokoh agama, dan berbagai kelompok masyarakat menyatakan penolakannya. Kami menyatakan salut dan memberi apresiasi setinggi-tingginya

pada gerakan rakyat yang sudah bahu-membahu menolak reklamasi Teluk Benoa,” imbuh Rai Mantra sembari menjelaskan bahwa Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang mengusungnya sebagai calon Gubernur Bali terdiri dari berbagai kelompok masyarakat dan aliran politik. Sebagian di antara mereka adalah orang-orang yang dengan caranya masing-masing telah dan terus-menerus melakukan penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa. Sebagai penutup, Rai Mantra mengatakan bahwa gerakan tolak reklamasi tidak akan berhasil paripurna tanpa kesatuan langkah antara satu elemen dengan elemen lainnya. “Ini masalah bersama. Gerakan Tolak Reklamasi tidak boleh terpecah-pecah. Harus saling sokong antara satu dengan lainnya. Setiap komponen pun harus saling menghargai karena banyak orang berjuang dengan cara dan kapasitas masing-masing,” tandas Rai Mantra. (kmb)

ekonomi masyarakat dan fisik dan lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perencanaan konsumsi juga dapat dipersiapkan dengan adanya perencanaan produksi buah-buahan yang ada. Guna mendukung perencanaan produksi yang didasarkan pada kebutuhan masyarakat terutama pada musimmusim tertentu, maka sangat dibutuhkan adanya penerapan atau aplikasi teknologi dalam penentuan pembungaan tanaman. Teknologi ini dikenal dengan sebutan pembungaan dan pembuahan di luar musim atau off season. Pembungaan di luar musim ini memberikan manfaat untuk menghasilan buah di luar musimnya sehingga buah dapat tersedia dalam periode waktu yang lebih panjang. Dengan demikian, penerapan teknologi pembuahan di luar musim ini dapat memberikan keuntungan kepada petani karena mereka dapat menghindari musim panen raya

yang selalu berdampak pada harga yang lebih rendah. Pemetaaan wilayah ini juga diharapkan agar pihak industri seperti pariwisata dan restoran tidak sering berdalih produk pertanian sering dianggap tidak kontinu. Selain itu, penetapan zonazona tanaman hortikultura di seluruh Bali harus dilaksanakan sejalan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo, yaitu melalui peningkatan kebijakan pendukung seperti kuantitas dan kualitas prasarana dan infrastruktur yang memudahkan akses bagi para petani dan pelaku pasar lainnya untuk mengembangkan agrobisnis buah lokal. Digitalisasi zoning, sedikitnya memuat, lokasi, jenis tanaman, panen dan lain sebagainya yang menjadi sumber informasi penting untuk pengaturan pengembangan pembangunan pertanian hortikultura. Penulis, Dekan Fakultas PertanianUniversitas Dwijendra

tapi tetap optimis akan bisa mengimbangi Spanyol dan Portugal. Di atas kertas, Spanyol dan Portugal paling berpeluang lolos dari Grup B. Namun, siapa yang akan keluar menjadi

juara grup sepertinya akan sukar diprediksi. Sementara itu, Maroko bisa menjadi kuda hitam jika mampu tampil mengejutkan dengan mengalahkan salah satu dari keduanya. (kmb33/afp)


t r o Sp

Minggu Umanis, 6 Mei 2018

balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Sriwijaya FC Permalukan BU Gianyar (Bali Post)-

Tim tuan rumah Bali United (BU) dipermalukan tamunya, Sriwijaya FC Palembang, Sumsel, dengan skor 3-4 (2-2) dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar, Sabtu (5/5) kemarin. Sejak kick-off, Sriwijaya FC mengambil inisiatif menyerang. Setidaknya ancaman dari Albertus Goncalves da Costa dan Manuchehr Jalilov mampu dipatahkan defender BU Agus Nova Sablun Wiantara dan Demerson Costa. Lepas dari tekanan Laskar

Wong Kito, Laskar Serdadu Tridatu melakukan serangan balik (counter attack) cepat. Alhasil di menit ke-13 bomber Ilija Spasojevic menceploskan bola ke gawang Sriwijaya yang dikawal kiper Teja Paku Alam. Gol itu berawal dari umpan Nick van der Velden dari sektor kiri, yang

diselesaikan dengan sontekan manis Spaso hingga memperdaya kiper Teja Paku Alam. Unggul 1-0, BU terus menggempur pertahanan Sriwijaya. Laskar Wong Kito juga meladeni dengan permainan ofensif. Menit ke-27, Sriwijaya FC mampu menyamakan

kedudukan 1-1 melalui tandukan kapten Hamka Hamzah. Bola lambung umpan Yu Hyunkoo ke mulut gawang disongsong sundulan Hamka, hingga mengoyak gawang BU yang dikawal Wawan Hendrawan. BU kembali memimpin 2-1 di menit ke 40. Diawali tendangan bebas kapten Fadil Sausu, bola lambung berniat diselamatkan midfielder Sriwijaya Alvin Tuasalamony dengan melaju heading, namun laju bola justru meluncur ke gawang

yang tak mampu dijangkau kiper Teja Paku Alam. Akan tetapi, keunggulan BU tak berlangsung lama. Selang dua menit tendangan datar bomber Alberto Goncalves menjebol gawang Wawan Hendrawan. Sampai turun minum, skor imbang 2-2. Pada paruh kedua, Sriwijaya meningkatkan daya gedornya. Striker Sriwijaya Manuchehr Jalilov membawa timnya unggul 3-2 di menit ke52. Namun menit ke-57 BU kembali

mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3, melalui tendangan penalti Stefano Lilipaly. Penalti diberikan wasit Prasetyo Hadi (Jatim) karena pemain belakang Sriwijaya Muhammadou Ndiaye handball di petak keramat. Gol penentu kemenangan Laskar Wong Kito dilesakkan kapten Hamka Hamzah di menit ke-90. Sampai akhir pertandingan Sriwijaya unggul 4-3 atas tuan rumah Bali United. (022)

SERANGAN - Pemain depan Bali United, Ilijas Spasojevic dikawal ketat pemain belakang Sriwijaya FC dalam pertandingan Liga I Indonesia di lapangan kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (5/5) kemarin.

El Clasico Paling “Adem” Bercelona – Duel El Clasico antara Barcelona vs Real Madrid berlangsung di kandang Barcelona, Stadion Nou Camp, Senin (7/5) dinihari nanti. Laga tersebut hanya berjarak 20 hari sebelum mereka melakoni final Liga Champions Real Madrid vs Liverpool FC di Kyiev. Guyonan pun beredar di ruang ganti El Real. Para pemain berseloroh dengan meminta Pelatih Zinedine Zidane untuk menurunkan pemain pelapis saja di rumah Blaugrana. Hal tersebut bisa dipahami karena Madrid membutuhkan pemain-pemain inti mereka dalam kondisi fit buat laga penentuan melawan The Reds Liverpool. Ditambah lagi, mereka sudah tak mengejar apa pun di pentas domestik karena gelar liga dan Copa del Rey sudah menjadi milik Barcelona. Alhasil, kompetisi Eropa menjadi satu-satunya ladang bagi Cristiano Ronaldo cs buat menghasilkan gelar juara. Pelatih Zinedine Zidane terancam kehilangan dua pemainnya, Raphael Varane dan Isco dikabarkan mengalami cidera dan tidak bisa berlatih penuh dengan skuat Real Madrid pada hari Jumat (4/5) kemarin.

Varane hanya bisa berlatih di gym, sedangkan Isco hanya berlatih sendirian dan terpisah dari rekan-rekannya. Sementara itu, pemain lain seperti Dani Carvajal juga dikabarkan bakal absen setelah mengalami cedera hamstring saat melawan Bayern Muenchen pada leg pertama semifinal Liga Champions. Meskipun Los Blancos sedang diterpa badai cedera, penyerang Barcelona Luis Suarez menganggap Madrid tetap berbahaya. “Mereka tetap memiliki pemain yang berpengalaman dan sering bermain di el clasico,” ujar Suarez, Sabtu (5/5) kemarin. Mereka tahu bagaimana cara bermain, dan mereka akan menjadi lawan yang kuat,” kata Suarez lagi. Real Madrid sendiri akan berusaha mematahkan rekor prestisius yang diperoleh Barcelona musim ini, setelah menorehkan 26 kali kemenangan dengan tanpa kekalahan. Belum sekalipun Gerard Pique dan rekan-rekan tersentuh kekalahan dalam 34 pertandingan di La Liga, atau total 41 laga jika dihitung sejak musim lalu. Dan menjadi lebih sempurna andai menutup musim ini tanpa takluk.

El Clasico kali ini mungkin tidak sepenting biasanya. Patokannya, mahkota La Liga musim telah dipastikan jatuh ke tangan Barcelona. Dengan begitu, sekuat apapun perlawanan Real Madrid tak akan bisa mengubah apapun, kecuali posisi klasemen mereka. Di satu sisi, Barcelona juga sudah mengakhiri agenda mereka di musim ini. La Liga telah mereka gondol, begitu juga dengan Copa del Rey. Jadi seakan tak ada alasan lagi bagi Azulgrana untuk menang, toh titel juara sudah berhasil mereka genggam. Bukan berarti El Clasico kali ini bakal tak penting bagi Barcelona. Selain sebuah prestise, menaklukkan rival abadi adalah sebuah kebahagiaan abadi. Terlebih lagi, ini adalah laga kontra Madrid terakhir bagi Andreas Iniesta. Iniesta sendiri masih berpacu untuk sembuh dari cedera agar bisa tampil di El Clasico terakhirnya, yang jika terealisasi bakal jadi laga ke-38 nya. Kondisi yang belum 100 seratus fit, mungkin membuatnya hanya turun sebagai pemain pengganti. Jadi meskipun Barca sudah juara tapi el clasico tetaplah El Clasico. (kmb33/afp)

Andreas Iniesta


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook