Skip to main content

Edisi Minggu 5 Agustus 2018 | balipost.com

Page 1

12 HALAMAN

NOMOR 331 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

BPM/ant

TERBAKAR - KM Satya Kencana IX terbakar di Perairan Tanjung Selatan, Banjarmasin, Kalsel, Sabtu (4/8) kemarin. Seorang meninggal.

Terduga Teroris yang Ditangkap di Banyuwangi

Ternyata Oknum PNS Jaringan IT di Poliwangi Banyuwangi (Bali Post) -

Terduga teroris, EPW (31), yang ditangkap di depan kampus Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) ternyata berstatus PNS. Oknum PNS ini bertugas sebagai tenaga administrasi dan tim jaringan IT di Prodi Manajemen Bisnis Pariwisata kampus setempat. Dia baru empat tahun menjadi PNS. Status PNS ini dibenarkan Humas Poliwangi Wahyu Nariswari, Sabtu (4/8) kemarin.

KAMPUS-Kampus Poliwangi, tempat terduga teroris ditangkap.

BPM/udi

Menurut Nariswari, pihak kampus sudah lama mencurigai EPW terkait organisasi terlarang. Sebab, beberapa kali dari lembaga intelijen sempat mendatangi kampus terkait hal itu. Puncaknya, pihak kampus memanggil EPW. Lalu, membuat pernyataan tertulis yang menyatakan tidak terlibat dalam organisasi terlarang, taat pada UUD

1945, serta Pancasila. Surat pernyataan itu tertanggal 22 Juni 2018. “Jadi, memang benar EPW itu sebagai Aparatur Sipil Negara (PNS) di Poliwangi. Statusnya tenaga administrasi dan tim jaringan IT pusat data perguruan tinggi (PDPT). Bukan, dosen,” kata Nariswari. Hal. 11 Pusat Data

Pendaftaran Capres-Cawapres

Prabowo dan Jokowi Tunggu Hari Terakhir Jakarta (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai Sabtu (4/9) kemarin, membuka pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden hingga 10 Agustus mendatang. Pada hari pertama pendaftaran, belum ada tim sukses yang mendaftarkan calonnya, mengingat sampai kini belum ada nama cawapres tetap dari kubu Jokowi dan Prabowo. Parpol kedua kubu diperkirakan menunggu pada hari terakhir pendaftaran. Ketua KPU, Arief Budiman, mengungkapkan pada hari pertama ini belum ada partai yang memberikan informasi akan melakukan pendaftaran. Menurut Arief, mereka yang merupakan partai pengusung akan memberikan informasi kepada KPU satu hari sebelum melakukan pendaftaran. Dia memprediksi, partai baru akan mendaftarkan calon mereka pada 8-10

Agustus 2018. Informasi ini diperoleh dari berbagai perwakilan partai yang melakukan konsultasi dengan KPU. Meski begitu, Arief tetap meminta partai sejak hari pertama pendaftaran dibuka, telah mempersiapkan berkas terkait capres dan cawapres yang mereka usung sehingga saat didaftarkan sudah siap seluruhnya. Dari kubu Jokowi diperoleh informasi berencana mengumumkan calon wakil presiden (cawapres) pada 9 Agustus mendatang. Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menyebutkan satu nama telah disepakati saat pertemuan para ketua umum enam partai koalisi dengan Jokowi. ‘’Jadi, cawapres diumumkan 9 Agustus, didaftarkan ke KPU pada 10 Agustus,” ucap Romi Sabtu (4/8) kemarin. Hal. 11 Mundurnya PKS

Wayang wong merupakan salah satu tari tradisional Bali yang masuk dalam genre tari bebali atau semi-sakral. Pada tahun 2015 lalu, wayang wong bersama delapan tari tradisi lainnya telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Kini yang dihadapi desa pakraman dan banjar yang memiliki seni wayang wong adalah regenerasi para penarinya. LANGKAH Desa Telepud, Gianyar patut dijadikan contoh telah terjadinya regenerasi penari wayang wong. Mereka yakin benar seni Bali tanpa didukung oleh krama Bali tak akan lama bertahan. Banyak kejadian bahwa desa atau kelompok penyungsungan yang memiliki seni tradisi wayang wong tinggal kenangan. Sesolahan wayang wong tak pernah lagi dilakukan. Semua ini diakibatkan oleh keterlambatan mereka melakukan regenerasi penari. Regenerasi penari dengan melibatkan anak-anak dan remaja akan mampu mempertahankan ciri khas wayang wong baik dari segi ide cerita,

SENI tradisi wayang wong di Bali hampir sama nasibnya dengan seni gambuh. Kering ide, terpaku pada pakem tradisi dan kurang guyonan alias kering inovasi. Padahal, seni dalam era kekinian menuntut ketiga komponen tersebut jika ingin tetap eksis. Jika seni wayang wong masih ‘’diam’’ seperti sekarang, menurut pelaku seni yang juga Rektor IKIP PGRI Bali, Dr.

pakem gerak tari, dan seni tabuhnya. Pemerintah kini memiliki tugas untuk memelihara dan melestarikan wayang wong. Salah satunya dengan menjaga proses regenerasi penari agar tidak putus dari waktu ke waktu. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha, yang dikonfirmasi Sabtu (4/8) kemarin, mengungkapkan pemerintah sudah melakukan langkah tersebut. “Proses regenerasi itu, kita sudah wajibkan agar 9 tari Bali yang masuk dalam 3 genre (termasuk wayang wong, red) harus selalu ada di setiap pawai Pesta Kesenian Bali (PKB). Kemudian, wayang wong juga kita pentaskan di kegiatan PKB dan Bali Mandara Mahalango,” ujarnya. Menurut Beratha, wayang wong merupakan salah satu kesenian yang hampir punah di beberapa tempat. Hal. 11 Masih Terjaga

I Made Suarta, S.H., M.Hum., seni tradisi ini akan mati pelan-pelan. Sekalipun seni tradisi ini banyak dihubungkan dengan seni sakral, namun jika pendukungnya tidak diperbadayakan atau diregenerasi, bisa jadi budaya modern yang serba-instan akan menghanguskan seni tradisi ini. Hal. 11 Tinggal Kenangan

Mengenal Wayang Wong Tejakula

Kelahirannya Sakral, Jadi Warisan UNESCO

BPM/eka

IBARAT tak lekang digerus zaman, kesenian wayang wong di Tabanan sampai saat ini masih tetap eksis di tengah derasnya arus globalisasi. Bahkan, regenerasinya juga tetap berjalan secara turun-temurun. Dari data Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, kesenian wayang wong ini masih eksis di dua desa yakni di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan dan Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan.

Bahkan selain di dua desa tersebut, di sejumlah wilayah juga memiliki kesenian wayang wong, hanya peruntukannya masih sangat sakral dan hanya dipentaskan atau pelengkap rangkaian upacara di pura, bukan untuk hiburan. Seperti disampaikan Kepala Bidang Kesenian Kabupaten Tabanan, I Wayan Muder, pementasan wayang ini tak bisa dilakukan di sembarang tempat dan

waktu. Karena bersifat sakral, maka hanya diperbolehkan saat ada piodalan ageng di Pura seperti di Pura Pucak Padang Dawa dan Pura Natar sari Apuan. “Jadi hanya ditujukan untuk nunas taksu, tidak boleh sembarangan. Kalau misalnya Ida Batara malancaran atau ngunya desa dan itu pun sesuai dengan pakemnya,” terangnya. Hal. 11 Bisa Dipentaskan

Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula menjadi daerah lahirnya seni wayang wong di Bali. Dalam perjalanannya, kesenian yang lahir dengan penggabungan seni parwa dan seni gambuh ini mengalami pasang surut. Beruntung, sampai saat ini, kesenian ini tetap lestari dan bahkan dikenal di Asia Tenggara dan Eropa. Lestarinya wayang wong Tejakula tidak lepas dari sejarah lahirnya sekaa ini dipercaya sebagai warisan leluhur yang kental dengan aroma magis. Kesenian ini diperkirakan ada pada pertengahan abad ke-17 melalui proses kelahiran yang sakral. Ini dibuktikan dengan saat pemangku dan krama di Pura Maksan Tejakula kerauhan. Ida Batara meminta harus ada kesenian wayang wong yang dipentaskan di Pura Pemaksan dan sejumlah pura-pura lain di Desa Adat Tejakula.Pascamuncul petuah itu, para tokoh seni di Desa Adat Tejakula berkumpul dan sepakat membentuk kesenian wayang wong. Hal. 11 Membuat Topeng

TEJAKULA - Wayang wong Desa Tejakula masuk dalam daftar warisan budaya BPM/mud UNESCO.


2 Minggu Paing, 5 Agustus 2018

Pelayanan Subspesialistik SEJAK tahun 2015, Rumah Sakit (RS) Indera Bali Mandara berubah nama menjadi RS Mata Bali Mandara. Saat itulah, Bali memiliki RS khusus menangani kasus mata subspesialistik. Direktur RS Mata Bali Mandara, dr. Ni Made Yuniti, M.M., mengatakan, RS ini merupakan rumah sakit khusus mata kelas A. “Kita menjadi pusat rujukan,” ujarnya. Pelayanan mata di RS ini berbeda dengan yang ada di rumah sakit umum yaitu melayani kasus-kasus mata subspesialistik. RS Mata Bali Mandara memiliki sebelas subspesialis. Selain itu, dokter spesialis mata di sana juga sudah bergelar konsultan. “Kalau di rumah sakit umum kan dia pelayanan mata, begitu saja. Hanya oftalmologi yang biasa. Di sini sudah dengan sub-subnya. Kita sudah ada subretina, glaukoma, katarak, pediatric, dan neurologi,” ujar dokter asli Bajra, Tabanan ini. Ia juga menjelaskan 70 persen pasien RS Mata Bali Mandara merupakan peserta BPJS Kesehatan. Sisanya merupakan pasien umum. Setiap tahunnya, RS yang terletak di Jalan Angsoka, Denpasar ini melayani 64.905 pasien pada tahun 2015. Pada 2016 sebanyak 66.893 pasien dan 62.833 orang pada tahun 2017. Selain di dalam rumah sakit, RS Mata Bali Mandara juga melakukan pelayanan di luar gedung. Yaitu berupa screening sebanyak 2.782 pasien, operasi sebanyak 322 pasien, dan pelayanan kesehatan mata dalam rangka bakti sosial (baksos) sebanyak 10.442 pasien pada tahun 2015. Tahun 2016, pelayanan di luar gedung juga dilakukan yaitu screening sebanyak 7.464 pasien, operasi sebanyak 7.971 pasien, dan baksos 5 orang. Pada tahun 2017 screening dilakukan pada 10.892 pasien, operasi 299 pasien, dan baksos 13.331 pasien. Dari data itu, sepuluh besar penyakit mata yang dirawat jalan di RS Mata Bali Mandara adalah other senile cataract 26 persen, myopia 18 persen, presbiopia 11 persen, konjungtivitis 9 persen, astigmatisma 8 persen dan lainnya. Sedangkan kasus rawat inap yang terbanyak dilayani adalah other senile cataract 28 persen, retinal detachtment with retinal break 26 persen, glaucoma 7 persen, vitreous haemorrhage 7 persen. (may)

BPM/ina

Sosialisasikan TSM

Satlantas Ajak Siswa Bersekolah Gunakan Sepeda Dayung Bangli (Bali Post) –

Berbagai upaya terus dilakukan jajaran Satlantas Polres Bangli untuk menekan angka kecelakaan, terutama bagi anak di bawah umur. Salah satunya dengan mensosialisasikan program Transportasi Sehat Merakyat (TSM) ke sejumlah SMP di Bangli. Dalam sosialisasi tersebut, Satlantas mengajak para siswa yang masih di bawah umur untuk tidak mengendarai sepeda motor ke sekolah. Sebagai gantinya, siswa diajak menggunakan alat transportasi alternatif, salah satunya sepeda dayung. Kasat Lantas Polres Bangli AKP Dewa Gede Ariana, Sabtu (4/8) kemarin, mengatakan sosialisasi program TSM telah dilakukan ke sejumlah sekolah. Misalnya SMPN 1 Bangli, SMPN 2 Bangli, SMPN 3 Bangli, dan SMPN 1 Susut. Sosialisasi

itu sudah dilaksanakan sejak Senin lalu. Dalam sosialisasi itu, pihaknya mengajak para siswa yang masih di bawah umur dan belum mengantongi SIM untuk tidak mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah. Siswa diimbau menggu-

nakan alat transportasi sehat seperti bersepeda maupun berjalan kaki ke sekolah. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan keselamatan perjalanan menuju dan pulang sekolah. “Dengan mengendarai sepeda atau berjalan kaki, siswa juga mendapat

manfaat yakni akan lebih sehat,” terangnya. Ariana mengatakan, program TSM yang disosialisasikannya tersebut mendapat respons cukup positif dari sekolah, termasuk siswa. Di SMPN 1 Bangli misalnya, sejak TSM disosialisasikan, jumlah siswa yang menggunakan sepeda dayung ke sekolah semakin bertambah. Sejauh ini, sosialisasi program TSM ini baru menyasar sekolah tingkat SMP. Sementara untuk tingkat SD dan SMA/SMK akan dilakukan menyusul.

Diharapkan, dengan gencarnya sosialisasi TSM ini ke depannya semakin banyak siswa yang menggunakan alat transportasi sepeda dayung ke sekolah. Selain mensosialisasikan TSM, pihaknya juga memberikan pengetahuan kepada siswa tentang pentingnya memakai alat keamanan saat berkendara. “Kita juga ingatkan orangtua siswa yang mengantar anaknya untuk menggunakan helm yang berstandar ke anaknya. Jangan sekadar memakaikan helm saja,” kata Ariana. (kmb40)

Festival Seni Pemuda Internasional di Bali

Libatkan Seniman Tiongkok, India, Dwijendra, dan Pancer Langit

BPM/mud

EVAKUASI – Warga bersama polisi mengevakuasi sepeda motor korban lakalantas di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Sabtu (4/8) kemarin.

Jatuh ke Selokan, Pemotor Tewas

Singaraja (Bali Post) – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) akibat out of control (OC) kembali terjadi di wilayah hukum Polres Buleleng, Sabtu (4/8) kemarin. Kali ini terjadi di jalan menuju Pura Subak Abian Tri Karya, KM 15-16 Dusun Wirabuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Seorang pengendara sepeda motor tewas dan rekannya yang dibonceng mengalami luka berat. Korban meninggal dunia karena luka berat setelah sepeda motor yang dikendarainya jatuh ke selokan dengan kedalaman sekitar 2,5 meter. Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Sabtu (4/8) kemarin, mengatakan, korban meninggal bernama Gusti Putu Gara (48) asal Desa Gitgit. Sedangkan, rekannya yang dibonceng Jro Made Arini (48). Sebelum kejadian, korban yang mengendarai sepeda motor DK 5828 UD melaju dari arah barat. Memasuki jalan menikung,

korban kehilangan keseimbangan, sehingga terpeleset dan terjatuh ke selokan di pinggir jalan. Nahas bagi korban dan rekannya yang dibonceng. Karena jalan tersebut berbatasan dengan selokan, kedua korban bersama sepeda motornya terperosok ke selokan sedalam 2,5 meter. Akibat benturan, korban Gara dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan, rekannya selamat, namun mengalami luka serius dan masih dirawat di RSUD Buleleng. “Benar kami menerima laporan kasus lakalantas dengan seorang korban meninggal dunia,” katanya. Dari hasil olah TKP, petugas menduga jika kecelakaan ini terjadi karena OC. Saat berkendara, korban kurang hati-hati. Selain itu, medan di lokasi kejadian tergolong ekstrem karena jalan yang dibeton penuh tikungan dan berbatasan dengan jurang. Untuk itu, pihaknya mengingatkan kepada warga yang melintas untuk berhati-hati, jangan sampai terjadi kecelakaan serupa. (kmb38)

Denpasar (Bali Post) Puluhan seniman cilik dan guru dari Tiongkok dan India, Sabtu (4/8) kemarin, mengikuti festival seni pemuda internasional di Dwijendra. Mereka melakukan pertukaran budaya dengan seniman SMP, SMA, dan SMK Dwijendra Denpasar serta Sanggar Pancer Langit Denpasar. Kedatangan tim disambut gembira dan penuh senyum oleh warga Dwijendra. Mereka disambut dengan tabuh rindik dan magender wayang, tari pendet, yoga asanas, praktik membuat gebogan dan banten, menulis di daun lontar dan melukis. Yang menarik selain melakukan pentas budaya, anak-anak asal Tiongkok dan Dwijendra juga melakukan aksi melukis massal di atas kanvas sepanjang 100 meter. Tim disambut Wakil Konjen Tiongkok di Denpasar, Mis. Zhang, Konjen India di Denpasar, R.O. Sunil Babu, Ketua Yayasan Dwijendra, Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., Rektor Undwi, Dr. Putu Dyatmikawati, S.H. M.Hum., Disbud Bali, Disdik Bali, pengurus persahabatan Indonesia-Tionglok di Bali dan para guru.

Festival seni dan pertukaran budaya di Bali didukung seniman cilik Indonesia dari Dwijendra, Sanggar Seni Pancer Langit dan siswa dari Riau. Seniman Dwijendra menampilkan tari nusantara, Sanggar Seni Pancer Langit menampilkan tari “Dedari Sampian Emas, INLA Bali dengan tari Era Harmonis telah Tiba’’, siswa Tiongkok dengan musik kecapi. Ketua Yayasan Dwijendra, Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., mengaku bangga menjadi pusat festival seni internasional tahun ini. Agenda ini sangat positif. Anak-anak berbaur dan pentas seni demi persahabatan. Festival budaya internasional di Dwijendra bisa dijadikan sarana mempererat hubungan tiga negara yakni RI, Tiongkok, dan India. Ajang seni ini juga penting guna mengapresiasi berbagai jenis seni budaya bangsa, serta menambah khazanah bagi kebudayaan ketiga negara. Wakil Konjen Tiongkok, Miss. Zhang, mengungkapkan hubungan RI-Tiongkok yang terjalin sejak 600 tahun lalu berjalan harmonis hingga sekarang. Di Bali, budaya

Tiongkok dan Bali sudah menyatu. Festival ini memberi ruang untuk mengerti soal kebudayaan. Konjen India, Sunil Babu, juga mengakui Indonesia dan India memiliki hubungan panjang dalam urusan seni. Bali memiliki keunikan dalam budaya juga banyak berinteraksi dengan budaya India. Sementara itu, Ketua Fes-

tival yang juga Ketua Yayasan Pradjna Harmonis, Kasino, Bed., mengungkapkan Indonesia, India, dan Tiongkok adalah tiga negara besar di dunia karena jumlah penduduknya lebih dari separuh jumlah penduduk dunia. Dia mengajak mengampanyekan nilai-nilai Tri Hita Karana (THK) milik krama Bali ke seluruh dunia yang dikenal mengedepankan keharmo-

nisan dan perdamaian. Apalagi SMP Dwijendra merupakan satu-satunya sekolah di Bali yang meraih predikat sekolah ramah anak tingkat nasional. Hal itu dibenarkan Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok di Bali, Dianto Santoso, bahwa lewat seni kita bisa mempererat hubungan antarnegara. (025)

BPM/025

SENIMAN - Seniman cilik asal Tiongkok saat diterima dengan tari dan kostum Bali di Dwijendra Denpasar.

ForBALI Keluhkan Perusakan Baliho Tolak Reklamasi

BPM/kmb

BALIHO RUSAK - Salah satu baliho tolak reklamasi Teluk Benoa yang rusak.

Denpasar (Bali Post) Perusakan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa kembali dikeluhkan. Pada Sabtu (4/8) kemarin, sejumlah baliho tolak reklamasi diketahui sudah dalam keadaan rusak. Perusakan baliho tersebut dilakukan dengan cara dirobek. Hal ini diduga erat kaitannya dengan akan berakhirnya izin lokasi reklamasi Teluk Benoa pada 25 Agustus 2018. Baliho yang rusak itu berada di Desa Adat Kepaon, Desa Adat Kelan, Desa Adat Jimbaran, Desa Adat Bualu, dan Desa Adat Sumerta. Belum diketahui siapa pelakunya. Perusakan baliho di

wilayah Desa Adat Kepaon terjadi di tiga tempat di sepanjang Jalan By-pass Suwung. Kemudian di wilayah Desa Adat Jimbaran, perusakan baliho ada di simpang kampus Universitas Udayana (Unud) Jimbaran. Kuat dugaan, perobekan baliho ini dilakukan orang-orang yang terlatih. Sebab, lokasi pemasangan tersebut telah terpasang kamera CCTV. Tak hanya itu, perusakan juga terjadi wilayah Desa Adat Kelan. Baliho yang sebelumnya terpasang rapi di dekat Pura Desa lan Puseh Desa Adat Kelan, tiba-tiba sudah dalam keadaan robek. Untuk di

Desa Adat Bualu, baliho yang dirusak berada di catus pata Desa Adat Bualu. Terakhir, baliho tolak reklamasi Tanjung Benoa yang rusak berada di Desa Adat Sumerta. Saat dikonfirmasi Wayan “Gendo” Suardana membenarkan adanya sejumlah baliho yang rusak. Aksi perusakan baliho ini diduga merupakan orang tidak bertanggung jawab. Ia pun menilai kondisi itu seperti komedi. Artinya, baru beberapa waktu para politisi di Bali menyatakan menolak reklamasi Teluk Benoa. Akan tetapi, rupanya tidak menjamin aspirasi warga aman dari intimidasi. (kmb)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 0215357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/ SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Minggu Paing, 5 Agustus 2018

Wakili Indonesia di Asian Games

Daerah

3

Coki, Karateka Klungkung Siap Berjuang Sabet Prestasi JELANG keberangkatannya menuju Jakarta guna bertanding di ajang Asian Games, atlet karateka andalan Indonesia Cokorda Istri Agung Sanistyarani asal Desa Bakas Kecamatan Banjarangkan menemui Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di rumah dinasnya, Sabtu (4/8) kemarin. Kehadiran atlet yang akrab disapa Coki ini untuk pamitan dan memohon doa restu serta memohon kehadiran Bupati Suwirta pada pertandingannya nanti. Coki mengaku berangkat ke ibu kota Indonesia itu, Minggu (5/8) hari ini dan mulai bertanding pada 25 hingga 27 Agustus di Jakarta Convension Center. Untuk menghadapi event Asia ini, dirinya telah mengikuti Training Camp (TC) beberapa hari di Ukraina, dan 10 hari di Mesir, serta mengikuti kejuaraan di Jordania yang merupakan mininya Asian Games. Diakui, dalam ajang bergengsi ini, kompetitor terberat berasal dari Tiongkok, Taipei yang mengalahkannya pada final kejuaraan di Jordania. “Tetapi saya tetap berjuang menjadi yang terbaik,” tegasnya. Bupati Nyoman Suwirta pun memberikan motovasi untuk tidak berkecil hati.

Dalam pertandingan nanti, dara berambut pendek ini diminta untuk tetap fokus. “Saya yakin Coki akan mampu mengalahkan lawan-lawan itu, asalkan fokus serta memiliki tekad dan keyakinan menang, Tingkatkan semangat bertanding, lepaskan semua beban dan fokuslah pada lawan yang dihadapi,” ujarnya. Sementara itu, terkait harapan untuk bisa menyaksikan pertandingan, Bupati asal Nusa Ceningan, Nusa Penida ini berusaha me-

luangkan waktu. “Jika jadwal tidak padat, akan berusaha hadir langsung menyaksikan dan memberi semangat Coki bertanding di Jakarta,” sebutnya. Sementara itu, Kepada Ketua KONI Klungkung Wayan Subamia yang turut hadir, Bupati Suwirta mengingatkan untuk selalu melakukan evaluasi terhadap semua cabang olahraga (Cabor), agar nantinya lahir atlet-atlet berbakat yang akan membawa Klungkung keajang

yang lebih tinggi. Selain itu, KONI juga didorong untuk terus melakukan pencarian bakat siswa dibidang olahraga. Demikian juga halnya di sekolah. Peserta didik tidak bisa dipaksakan untuk berprestasi di bidang akademik dan olahraga. Untuk itu para guru diharapkan untuk jeli menilai. “Yang mana berbakat dibidang olahraga dan mana yang berbakat di bidang akademik. Itu harus dilihat dan diwadahi,” tegasnya. (ad232) BERFOTO - Bupati Tabanan saat foto bersama sejumlah calon jemaah haji usai acara pelepasan di halaman depan Kantor Bupati Tabanan.

Bupati Eka Lepas 42 Jamaah Calon Haji Tabanan

Atlet karate andalan Indonesia Cokorda Istri Agung Sanistyarani (tiga dari kiri) asal Desa Bakas Kecamatan Banjarangkan, menemui Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di rumah dinasnya, Sabtu (4/8) kemarin.

Wisuda Ke-127

Unud Lepas 1.095 Wisudawan UNIVERSITAS Udayana (Unud) melepas 1.095 lulusannya pada wisuda ke-127 di Gedung Auditorium Widya Sabha, Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Sabtu (4/8) kemarin. Wisudawan tersebut berasal dari program Doktor (12 orang), Magister (104 orang), PPD S-1/ Spesialis (29 orang), Profesi (184 orang), Sarjana (601 orang) dan Diploma (165 orang). Untuk itu, jumlah alumni yang dimiliki Unud sejak didirikan hingga wisuda ke-127 ini sebanyak 86.639 orang. Pada wisuda kali ini ditampilkan juga barisan Bhinneka Tunggal Ika. Barisan dibawakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unud. Mereka mengenakan pakaian adat dari seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia. Wakil Rektor Bidang Akademik Unud Prof Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng. melaporkan jumlah wisuda kali ini masih didominasi kaum perempuan, begitu juga dari segi prestasi akademiknya. Dari 1.095 orang lulusan, wisudawan yang memperoleh predikat dengan pujian atau cumlaude sebanyak 391 orang. Dengan perolehan IPK tertinggi pada masing-masing jenjang pendidikan, yakni Doktor 4,00, Magister 4,00, Spesialis 3,94, Profesi 4,00, Sarjana 3,93, dan Diploma 3,97.

WISUDA - Rektor Unud Prof Dr. dr. A. A. Raka Sudewi mengukuhkan wisudawan di Gedung Auditorium Widya Sabha kampus Bukit Jimbaran, Badung, Sabtu (4/8) kemarin. Rektor Unud Prof Dr. dr. A. A. Raka Sudewi Sp.S (K)., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat pada para wisudawan dan keluarga wisudawan. Unud sebagai institusi pendidikan terus giat berbenah untuk menghasilkan profesional yang unggul, mandiri dan berbudaya. Terus berkeinginan mencetak lulusan dengan intelektual tinggi, mampu bersaing, memiliki etika dan moral yang tinggi. Untuk itu, Unud telah melakukan program internasionalisasi melalui pembinaan be-

berapa program studi mengikuti sertifikasi internasional seperti AUN-QA. Hal ini bertujuan agar para lulusan mendapatkan pengakuan tidak hanya di tingkat nasional, namun juga ditingkat internasional. Diterangkannya, Unud secara berkesinambungan berupaya memberikan bekal dalam pengembangan soft skill pada mahasiswa melalui pusat pengembangan kewirausahaan dan karir, serta inkubator bisnis. Hal ini merupakan langkah nyata agar para lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja

(job seekers), tetapi juga dapat menajdi pencipta lapangan pekerjaan (job creator). Unud sendiri juga telah melaksanakan tracer study. Ini merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan umpan balik dari para alumni guna perbaikan, pengembangan kualitas dan sistem pendidikan. Selain itu, bermanfaat bagi perguruan tinggi dalam memetakan dunia usaha dan industri agar jeda kompetensi yang diperoleh saat kuliah dengan tuntutan dunia kerja dapat diperkecil. Terhadap para lulusan, rektor berharap agar alumni dapat memanfaatkan, mentransformasikan ilmu pengetahuan dan kopetensi yang telah diperolehnya selama menempuh studi di Unud. Kemampuan yang didapat tersebut nantinya digunakan untuk membangun masyarakat dan negara Indonesia. Diakhir sambutan, Prof Raka Sudewi mengajak seluruh civitas akademika dan alumni Unud untuk sama-sama saling bahu-membahu, dengan niat yang tulus dan jiwa pengabdian yang tinggi untuk meningkatkan kualitas Unud dalam mencetak lulusannya. Di mana nantinya lulusan tersebut diharapkan dapat berperan besar terhadap perjalanan bangsa Indonesia. (ad231)

Pastika Ingatkan Bahaya Politik Identitas Mengatasnamakan Agama

GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika mengingatkan bahaya politik identitas dengan mengatasnamakan agama. Menurutnya, agama harus steril dari kepentingan pilitik. Penegasan itu diutarakannya saat membuka Musyawarah Antar Umat Beragama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali di Goodway Hotel, Badung, Sabtu (4/8). Pastika mengungkap masuknya politik dalam agama menjadi ancaman serius bagi kerukunan antarumat. Kata Pastika, gejala pemanfaatan agama dalam kancah perpolitikan tanah air membuat tantangan yang dihadapi dalam upaya memelihara keharmonisan antarumat beragama menjadi semakin kompleks. Selain politik identitas, kemajuan IT juga dapat menjadi ancaman

kerukunan umat. Pastika mengibaratkan era digital seperti pisau bermata dua. “Satu sisi mempermudah kehidupan, namun jika tidak dimanfaatkan secara bijak, bisa menjadi ancaman,” tegasnya. Salah satu dampak era digital yang perlu diantisipasi adalah kemunculan media sosial yang dapat mengalahkan peran media mainstream dalam mempengaruhi opini masyarakat. Menyikapi persoalan tersebut, Pastika berharap FKUB Provinsi Bali terus meningkatkan peran aktif bersama komponen lainnya, mulai dari pemerintah, TNI/POLRI, dunia usaha, perguruan tinggi, serta seluruh unsur masyarakat guna mengupayakan langkahlangkah nyata mewujudkan tata kehidupan masyarakat Bali yang penuh toleransi dan rasa persaudaraan dalam sua-

BUKA - Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat membuka Musyawarah Antar Umat Beragama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali di Goodway Hotel, Badung, Sabtu (4/8).

sana menyama braya yang hakiki. “Toleransi dan menyama braya itulah identitas utama kerukunan hidup beragama sekaligus sebagai salah satu prasyarat Bali, terwujudnya masyarakat Bali yang maju, aman, damai, dan sejahtera,” imbuhnya. Pada bagian lain, Pastika juga mengingatkan agar FKUB jangan hanya turun ketika muncul persoalan antar umat beragama. Dalam menyelesaikan masalah umat, FKUB diminta mengedepankan budaya dialog dan musyawarah. “Budaya bermusyawarah pada hakikatnya adalah saling mendengarkan dan saling memberi masukan. Tidak menonjolkan ego masing-masing. Setiap masalah yang muncul harus segera diselesaikan, bahkan potensi permasalahan pun harus segera diantisipasi,” urainya. Terkait dengan pentingnya peran FKUB, Pastika menyambut baik penyelenggaraan Musyawarah Antar Umat Beragama yang konsisten digelar setiap tahun. Hal ini menunjukkan komitmen FKUB dalam memantapkan kerukunan dan keharmonisan hidup antarumat beragama di Daerah Bali. “Keberadaan FKUB telah menjadi salah satu pilar penting dalam menumbuhkan dan mengembangkan kedamaian dan kerukunan yang selama ini telah terbangun di Bali dan telah diakui secara nasional bahkan internasional,” tam-

bahnya. Kegiatan ini memiliki makna strategis sebagai forum diskusi dalam menyikapi dinamika sosial keagamaan antarumat khususnya dan masyarakat Bali umumnya. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi wahana memantapkan komitmen seluruh umat beragama untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah. Selain membahas agenda Forum Kerukunan, Pastika berharap musyawarah ini juga membahas dinamika dan isuisu penting yang berpotensi mempengaruhi, mengganggu, bahkan mengancam kerukunan dan kondusivitas masyarakat dan daerah Bali. “Bali ini kecil secara geografis dan tidak memiliki sumber daya alam sebagaimana daerah lainnya di tanah air. Mari kita buat Bali menjadi agung atau besar,” ajaknya. Sementara itu, Ketua FKUB Bali I Dewa Gede Ngurah Suasta dalam sambutannya mengajak seluruh umat dari berbagai agama untuk membumi. Karena menurutnya sejauh ini tingkat religius umat semata-mata masih di tataran formal. Musyawarah Antar Umat Beragama yang diikuti oleh perwakilan FKUB kabupaten/kota se-Bali ini bertujuan mensinkronkan program kerja. Selain itu, FKUB akan merumuskan buah pikiran yang akan dibawa dalam Konferensi Nasional FKUB bulan September mendatang. (ad239)

BUPATI Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melepas 42 jamaah calon haji Kabupaten Tabanan Tahun 2018, di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Sabtu (4/8). Dalam sambutannya, Bupati Eka berpesan agar para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan sempurna, dengan niat yang tulus ikhlas, menjaga hati, kesehatan, persatuan dan kesatuan serta bersikap sabar dalam menghadapi permasalahan. “Saya selaku pemerintah Kabupaten Tabanan berpesan dalam menjalankan ibadah ini disertai dengan motivasi, niat dan tulus ikhlas kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk mencari ridhoNya. Jagalah hati dan kesehatan jasmani agar dapat menjalankan ibadah dengan sempurna, serta jagalah persatuan kesatuan dan bersabar dalam menghadapi setiap permasalahan,” ungkapnya. Bupati Eka juga berpesan agar para jamaah berdoa di tanah suci untuk keselamatan bangsa dan negara agar aman, damai, makmur. Kelak jika telah menyandang gelar haji harus mampu menjadi contoh dan teladan dalam amal dan kebaikan di

masyarakat dan lingkungannya. “Semoga kelak kembali ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur. Artinya, Haji yang baik dan bermanfaat bagi keluarga, bangsa dan negara,” ungkapnya. Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan I Wayan Wirta, melaporkan pelepasan calon jemaah haji Kabupaten Tabanan tahun ini sebanyak 42 orang dari 754 orang yang terdaftar. Saat ini di Kabupaten Tabanan jemaah calon haji yang berangkat sudah menunggu selama enam tahun. Sedangkan yang mendaftar sekarang diperkirakan akan menunggu selama 20 tahun. “Tahun ini sebanyak 42 orang jemaah calon haji diberangkatkan. Calon jemaah haji tersebut terdiri dari 21 orang laki-laki. Semoga tahun depan ada penambahan kuota haji untuk Bali, sehingga tidak banyak waiting list-nya,” ungkapnya. Dijelaskan, tahap pelepasan jemaah calon haji Kabupaten Tabanan tahun 1939H/2018 akan dilaksanakan dua kali. Yang pertama dilepas hari ini oleh Bu-

pati Tabanan dan yang kedua akan dilepas malam ini pukul 20.00 Wita oleh masyarakat Tabanan di Masjid Al Muhajirin Sanggulan menuju Embarkasi Surabaya. “Adapun jadwal pemulangan kloter 60/SUB berangkat dari Madinah tanggal 16 September 2018 pukul 14.10 waktu Arab Saudi, tiba di Indonesia tanggal 17 September 2018 pukul 04.55 WIB,” ungkapnya. Dikatakan, penyelenggaraan ibadah haji diletakkan atas prinsip-prinsip mengedepankan kepentingan jamaah, memberikan rasa keadilan dan kepastian, efisiensi dan efektivitas, transparansi dan akuntabilitas, profesionalitas dan nirlaba. Prinsip-prinsip tersebut direflesikan dalam bentuk semua kegiatan terkait dengan penyelenggaraan haji, baik dalam bentuk pembinaan, pelayanan dan perlindungan. “Demikian laporan ini kami sampaikan semoga jamaah haji Tabanan selamat. Selamat menunaikan ibadah, selamat kembali ke tanah air dan semoga menjadi haji yang mabrur, dan jangan lupa doakan kami semua,” imbuhnya. (ad234)

MANGGALA KARYA - Manggala Karya Angastuti Puja Atma Wedana IB Rai (tengah) bersama adiknya IB Bayu (kanan) dan anaknya (kiri).

Gria Karang Klui Tampak Gangsul Gelar Upacara ”Atma Wedana”

Sejumlah Ruas Jalan akan Ditutup Mulai 11 Agustus

GRIA Karang Klui Tampak Gangsul menggelar upacara Angastuti Puja Atma Wedana. Rangkaian Upacara ini dimulai pada 20 Juli hingga 14 Agustus 2018. Karena banyaknya warga dan kerabat yang akan terlibat dalam upacara ini, maka beberapa ruas jalan akan ditutup. Manggala Karya Ida Bagus Rai didampingi adiknya Ida Bagus Bayu menyampaikan, pada 8 Agustus akan dilakukan upacara ngingsah (ngadegang Betara Sri) dan ngangget don bingin. Iringiringan upacara ngangget don bingin akan melewati Jalan Werkudara ke selatan menuju Jalan Gajah Mada lalu menuju ke Puri Jero Kuta. Puncak upacaranya akan dilaksanakan pada Sabtu (11/8). Pada puncaknya itu terdiri dari beberapa upacara, yaitu mapurwa daksina yang dilaksanakan sejak pagi. Mapurwa daksina akan melalui Jalan Abimanyu, Jalan Veteran, Jalan Gatot Kaca kemudian kembali ke Gria Karang Klui di Jalan

Werkudara. Ada 257 sawa yang akan ikut dalam upacara tersebut. Jika masing-masing sawa diiring 10 orang, maka akan ada 2.570 orang dalam iringiringan upacara tersebut. Dengan demikian, jalan yang akan dilewati untuk upacara purwa daksina akan ditutup. Maka dari itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang akan melewati jalan tersebut pada Sabtu (11/8), diharapkan mencari alternatif jalan lain. “Jalan akan ditutup mulai pukul 08.00 Wita sampai siang. Pada siang hari diperkirakan akan dibuka sebentar. Kemudian dari pukul 13.00 Wita sampai malam akan kembali ditutup,” jelasnya, Sabtu (4/8). Serangkaian acara itu, juga akan dilaksanakan upacara mapetik yang diikuti 300 anak dan mapandes yang diikuti 430 orang. Kemudian di malam harinya sekitar pukul 22.00 Wita akan diadakan pementasan calonarang di perempatan Jalan Abimanyu,

Yudistira, Werkudara dan Nakula. Oleh karena itu, jalan akan kembali ditutup. Keesokan harinya, pada 12 Agustus akan diadakan upacara pralina dan nganyut ke segara. Prosesi upacara ini juga akan melewati beberapa ruas jalan hingga sampai ke Sanur. Jalan yang dilalui yaitu Jalan Abimanyu, Jalan Veteran ke selatan, Catur Muka, Jalan Surapati dan Jalan Hayam Wuruk. Gria ini, kata Ida Bagus Rai memiliki banyak kerabat braya dan warga. Jadi tak heran yang ikut dalam upacara nanti jumlahnya ribuan. Kerabat Gria Karang Klui Tampak Gangsul ada yang dari Bualu, Kebon Kori, Tonja, Peninjoan, Peraupan, Peguyangan, Lumintang, Ubung, Balun, Kerobokan, Padangsumbu, Abiantimbul, Pecatu, Ungasan, Kutuh, Kampial dan Serangan. Banyaknya kerabat dan braya membuat Gria Karang Klui Tampak Gangsul hampir setiap lima tahun mengadakan upacara besar. (ad233)


4

Minggu Paing, 5 Agustus 2018

29 Tahun Berkarya

ANNIE Avantie, sebuah nama yang memiliki beragam kisah hidup yang penuh liku. Sebagai perempuan, pengalaman hidup yang tentu saja tidak mudah dan penuh onak justru membuatnya bangkit dan menyita perhatian publik mode di Indonesia. Karya-karyanya diminati pelbagai kalangan, bahkan para artis yang selama ini selalu jadi ikon dan beragam lagak dan laku mereka jadi acuan gaya hidup masyarakat. Annie Avantie —perempuan yang penuh keterbatasan, putus sekolah hanya dengan mendekap ijazah SMP, tidak pernah belajar dunia mode secara khusus sampai saat ini. Anne juga gaptek teknologi, bahkan tidak bisa menggunakan komputer serta tidak memahami internet dan masih banyak keterbatasan yang dimilikinya.

Tetapi dari beragam keterbatasan itu muncul beragam ide-ide cemerlang mengangkat busana asli Indonesia “kebaya” menjadi naik kelas dan prestisius. Di depan laut, panggung besar ditata. Rumah Luwih, menyediakan panggung yang besar dan spektakuler, Anne pun dengan riang dan cucuran air mata merasa panggung di Bali ini adalah “penghormatan” besar untuk mengusung 29 tahun Anne berkarya. Seratus busana, dan model-model profesional digiring

untuk menghidangkan show yang megah dan mewah. Suara sound yang mengganggu dan tidak bersih cukup menganggu kekhikmatan menonton beragam jenis baju yang ditawarkan Anne, sekuel demi sekuel, panggung juga terlalu luas dan besar sehingga sulit juga dinikmati para penonton yang duduk di bagian belakang. Medan panggung dengan tumpukan tangga juga membuat gigil para peragawati terlihat pucat menaiki tangga demi tangga yang cukup tinggi. Pagelaran Beragam baju-baju yang muncul di TV besar yang kadang mati-hidup. Kelihatannya cukup

menghibur para penonton untuk menikmati beragam sekuel-sekuel baju Anne. Inspirasi Bali jelas tertanam dalam-dalam pada bajubaju Anne, beragam jenis kain Bali didedahkan jadi busanabusana yang cantik dan memikat. Sungguh sebuah pementasan mode terbaik yang dikemas dengan kematangan aksesoris dan gaya para model yang meliuk, dan bergerak anggun sesuai dengan pakem-pakem busana yang mereka bawakan. Menonton Anne kita seperti menonton pagelaran indah. Mata dimanjakan, hati jadi riang. Melihat beragam bentuk-bentuk kebaya terhidang megah dan mewah. (osi)

Mengenal Penyakit Scabies MEMBACA istilah scabies mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Namun istilah kudis, gudig, atau budukan lebih lumrah di masyarakat. Kudis, budukan, atau gudig adalah nama lain dari scabies yang dikenal di masyarakat. Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dari parasite tungau Sarcoptes scabiei var. hominis. Tungau ini akan bersarang pada lapisan kulit epidermis dan menggali liang berupa terowongan (kunikulus) dan kemudian menempatkan telurnya dan berubah menjadi larva, nimfa dan tungau dewasa. Penyakit scabies ini terutama banyak terjadi pada lingkungan yang padat penduduk dan pada kalangan mayarakat dengan sosial ekonomi rendah. Faktor yang mempercepat penularan adalah kebersihan lingkungan yang tidak baik.

BPM/ist

SCABIES - Pengobatan scabies dilakukan pada seluruh anggota keluarga dan dilakukan secara serentak. Jenis obat yang digunakan adalah obat yang dioleskan pada kulit seperti salep presipitat sulfur 4-20%, emulsi benzil-benzoas 20-25%, krim permethrin 5%, krotamiton 10%, krim gameksan 1%. Obat minum yang dapat diberikan adalah ivermectin. Konsultasikan dengan dokter untuk pemilihan obat yang tepat.

Diagnosis Scabies Dokter menegakkan diagnosis scabies berdasarkan wawancara dengan pasien, pemeriksaan fisik pada kulit pasien, dan pemeriksaan penunjang. Diagnosis dapat ditegakkan apabila ditemukan 2 dari 4 tanda kardinal. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah menemukan tungau Sarcoptes scabiei, yang dapat dilakukan dengan cara menemukan terowongan pada kulit dengan jarum kemudian dilihat pada mikroskop, menyikat dengan sikat pada kulit kemudian dilihat dengan kaca pembesar, membuat biopsi irisan pada kulit. Pengobatan Pengobatan scabies dilakukan pada seluruh anggota keluarga dan dilakukan secara serentak. Jenis obat yang digunakan adalah obat yang dioleskan pada kulit seperti salep presipitat sulfur 4-20%, emulsi benzil-benzoas 20-25%, krim permethrin 5%, krotamiton 10%, krim gameksan 1%. Obat minum yang dapat diberikan adalah ivermectin. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk pemilihan obat yang tepat. Di samping pemberian obat, sangat penting diberikan edukasi pada pasien untuk menjaga kebersihan, mengganti pakaian, handuk, sprei yang digunakan, mencuci dengan teratur, rendam dengan air panas dan disetrika. l dr. Anak Agung Indah Jayanthi

Kanker

Kisara Halo Kisara, nama panggilan aku Gili, saat ini aku baru menjadi maba (mahasiswa baru). Aku merasakan setiap menstruasi payudaraku mengencang, mungkin saja itu normal saat masa-masa menstruasi. Masalahnya adalah akhir-akhir ini aku terus merasa khawatir benarkah hal ini normal? Saat aku SD ibuku meninggal karena kanker payudara. Bagaimana cara mengecek keadaan payudaraku ya? Aku tunggu balasannya ya. Terima kasih. Halo Gili. Tentu wajar bila kita merasakan khawatir bila memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara tapi kita ga boleh terus-menerus merasa khawatir yah! Bagaimana sih cara kita mengecek keadaan payudara? Nah, yuk kita bahas bersama! Langkah-langkah ‘Sadari’ (Periksa Payudara Sendiri) yang bisa kamu lakukan sendiri: Pertama, siapkan alat berupa kaca

Tanda dan Gejala Scabies Ada empat tanda kardinal penderita scabies, yaitu; Rasa gatal yang terutama dirasakan lebih berat pada malam hari (pruritus nocturna). Penyakit ini mengenai sekelompok orang, misalnya dalam satu keluarga atau penghuni asrama seluruhnya terkena infeksi scabies. Namun, dapat terjadi anggota keluarga yang mengalami infestasi tungau tidak menunjukkan gejala yang dikenal dengan hiposensitisasi. Pada lesi kulit ditemukan adanya terowongan (kunikulus), namun kunikulus ini sulit terlihat akibat rusaknya kunikulus karena garukan. Terakhir adalah ditemukannya tungau Sarcoptes scabiei, dapat juga ditemukan kotoran dan telur dari tungau. Bentuk scabies ada dua yaitu, scabies klasik dan scabies berkrusta. Scabies klasik muncul pada pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang normal. Gambaran penyakit kulit pada scabies klasik dapat berupa kunikulus, papula eritema yang

kecil, vesikel, ekskoriasi. Kelainan kulit ini sering ditemukan pada sela-sela jari, daerah sekitar pusar, pergelangan tangan, lipat ketiak, di sekitar payudara wanita, sekitar kelamin pria, dan pada bokong. Pada bayi scabies dapat muncul pada kepala, wajah, telapak tangan, telapak kaki. Scabies berkrusta yang disebut juga dengan scabies norwegia ditandai dengan lesi kulit yang berkrusta, pada tangan dan kaki serta skuama yang terjadi hampir di seluruh tubuh. Scabies ini terjadi pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, misalnya pada penderita HIV/AIDS.

cermin tinggi. Kedua, berdirilah di depan kaca sambil bertelanjang dada (lakukan ini di rumah dan sendirian). Periksalah dengan melihat keadaan payudaramu, bila ada pengkerutan, luka, pembengkakan, perubahan bentuk, ukuran, posisi atau warna pada payudaramu. Kedua, periksalah dengan melihat keadaan putingmu, bila ada luka, pengelupasan, atau perubahan arah puting. Ketiga, perhatikan payudaramu dengan cara meletakan

tanganmu di pinggang, kencangkan otot dada, dan menggerakannya. Kemudian ubahlah posisimu menyamping sambil melihat kaca. Membungkuklah dan dorong bahu dan sikumu ke depan. Perhatikan bila terdapat perubahan bentuk dan kontur pada payudaramu ya! Keempat, perhatikan pinggiran payudaramu dengan cara meletakan kedua tanganmu di belakang kepala. Kelima, lihatlah bila ada cairan selain air susu seperti cairan atau darah yang keluar dari payudaramu. Hal ini dilakukan dengan cara meletakan jari telunjuk dan ibu jari di sekitar area puting salah satu payudaramu. Kemudian lakukan gerakan menarik secara perlahan sampai ke ujung puting. Keenam, letakan salah satu tanganmu di belakang

kepala. Gunakan ketiga jari tangan lainnya untuk meraba dan menekan dari daerah ketiak, lalu daerah luar payudara, hingga ke puting. Gerakan dari atas ke bawah, melingkar searah jarum jam, dan gerakan lurus. Ketujuh, ulangi pada payudara lainnya. Kamu dapat melakukan hal ini satu bulan sekali dan saat terbaik melakukannya adalah hari ke tujuh setelah selesai menstruasi ya. ‘Sadari’ juga dapat kamu lakukan sambil tiduran. Berbaring dan letakan salah satu tangan di belakang kepala dan gunakan tangan lainnya untuk memeriksa payudara. Kemudian lakukan langkah-langkah di atas dan rasakan bila ada benjolan di payudara atau ketiak dan daerah yg terasa menebal di payudara.

Sudah tahukan hal-hal yang bisa kamu lakukan sendiri. Lalu, bagaimanakah tanda-tanda kanker payudara? Bila kamu menemukan tanda-tanda ini, segera periksakan diri ke dokter ya. Nah, yuk kita bahas tanda-tanda kanker payudara! Pertama, terdapat benjolan pada payudaramu. Benjolan ini akan terasa keras dan tidak rata. Biasanya tidak bergerak atau berpindah dan seringkali tidak terasa sakit meskipun ditekan. Terakhir, perubahan pada kulit dan puting payudara. Bila kulit di sekitar payudara berwarna kemerahan dan terdapat cekungan seperti lesung pipi. Kemudian luka yang tidak sembuh selama 6 bulan terakhir dan keluar cairan merah atau kecoklatan dari puting payudara.


Refleksi

Minggu Paing, 5 Agustus 2018

Capricorn Cerah dan segalanya lancar serta suasananya juga sangat menyenangkan sebab memang posisi tampak cukup baik, adanya sedikit muncul problem tidak bisa menggeser capricorn dari kedudukannya serta segala rintangan akhirnya bisa lolos. Apalagi jika mau mendekatkan diri pada Tuhan YME lebih tekun lagi maka persoalan sesulit apapun bakalan beres dan sukses. Cinta: Tak perlu jengkel-jengkel lagi jika masih ada cinta di hati, lebih baik saling memaafkan akan mendapat rahmat. Aquarius Gejala iri hati dan gara-gara, selalu muncul memancing emosi, namun jika bisa tenang dan sabar serta tidak terpengaruh maka dinyatakan berhasil di minggu ini. Usahakan tidak terpengaruh agar keuangan tidak bocor dan cita-citanya terkabul. Cinta: Jangan biarkan keributan atau suasana dingin terus berlangsung. Pisces: Minggu ini boleh dibilang banyak untung dan mujurnya. Oleh karena itu konsentrasi jangan terpecah hanya sebab berita gosip yang belum tentu kebenarannya, usahakan jangan sampai terpengaruh agar tidak rugi besar. Posisi lagi oke, jangan dilewatkan dengan santai saat yang menguntungkan ini. Perasaan ragu dan gelisah harus segera dibuang jauh-jauh. Cinta: Mumpung lagi mujur dan bersinar terang, segeralah temukan solusi yang tepat agar suasana kembali harmonis dan bergairah lagi. Aries Yang terpenting dalam minggu ini jangan sembrono atau enak-enakkan jika tidak ingin adanya kemerosotan tak berarti. Munculnya hal tak disenangi dalam minggu ini tak perlu dipikirkan secara mendalam orang yang sengaja ingin cari-cari kesalahan, anggaplah orang itu iri hati atas keberhasilan Anda selama ini, tetaplah waspada agar tidak sampai kena jerat mereka dan sebisa mungkin hindari sejauh-jauhnya. Cinta: Berusahalah merubah sikap egois agar si dia semakin sayang kepada Anda. Taurus Bintang penyakit yang muncul di minggu ini jika tidak mengantisipasi sendiri maka sia-sialah perjuangan Anda selama ini tidak mendapatkan buah manis malah yang muncul adalah buah kekecewaan yang sangat dalam dan bisa membahayakan munculnya semangat juang hidup Anda. Cobalah perbanyak mendekatkan diri pada Tuhan YME agar kehidupannya lebih cerah dan mapan. Cinta: Jangan suka mengkritiknya dengan kata-kata yang bisa menyakiti hatinya, karena itu akan menjadi bumerang buat Anda sendiri. Gemini Bila dirasa oke yang yakin saja dalam memperjuangkannya tak perlu ragu-ragu agar kesempatan baik yang sudah di pelupuk mata tak terlewatkan dan pengalaman pahit di masa lalu hendaknya dijadikan cermin bukan sebagai trauma. Bekerjalah dengan semangat karena minggu ini peruntungan Anda cukup bagus. Cinta: Buat apa mempermasalahkan persoalan yang sulit untuk diselesaikan dalam waktu yang singkat, bukankah lebih baik bermesra-mesraan saja. Cancer Percayalah akan saran dari orang terdekat, karena di saat seperti ini Anda butuh masukan penting dari orang yang benar-benar bermaksud tulus dengan Anda. Hilangkan dulu segala rasa curiga, karena itu tidak akan menolong justru akan membikin segalanya menjadi bertambah runyam saja. Cinta: Bersabarlah jangan cepat ambil keputusan penting dulu, karena sesal akhir tiada gunanya. Leo Sebenarnya semuanya sudah dapat diatasi, asalkan tidak sembrono dalam mengambil tindakan dan mengurus pekerjaan di dalam minggu ini memang tidak boleh diremehkan, paling tidak prestasi kerjanya harus ditingkatkan dan servisnya diperbarui agar kesan baik selalu milik Anda. Cinta: Tetaplah mengalah agar masalah tidak semakin rumit, dan sadarlah bila si dia marah-marah, itu berarti sangat cinta dan sayang pada Anda. Virgo Di minggu ini saatnya bagi Anda untuk melaksanakan segala rencana yang telah dipersiapkan, namun jangan keasyikan sampai melupakan waktu istirahat dan jam makannya, maklumlah dalam minggu ini bersinar bintang penyakit yang tidak boleh disepelekan. Cinta: Kini ada harapan untuk mencari simpatinya, mumpung harus tetap sabar dan bisa ambil hati dan jangan mudah tersinggung/sakit hati. Libra Jangan disia-siakan waktu baik dalam minggu ini ada Bintang penolong yang bisa merubah jalan hidup Anda menjadi meningkat sesuai harapan Anda dan inilah saat yang pas sekali bila benar-benar diperjuangkan, banyak jalan ke surga dan mengapa masih tetap ragu atau kecil hati. Perbanyak mendekatkan diri pada Tuhan YME karena tanpa restunya iktiar Anda tiada hasilnya. Cinta: Jangan segan-segan untuk saling mengkritik jika memang benar, semua ini demi cinta yang tulus. Sebaliknya jika selalu memuji perlu dicurigai cintanya. Scorpio Sekalipun dalam minggu ini bintang Anda suram, namun apa salahnya jika tidak menyia-nyiakan peluang yang terbuka, asalkan dijalankan dengan santai tanpa ambisi serta selalu eling lan nerimo apa adanya saja yang penting tetap selamat. Cinta: Kalau tetap tidak ada yang mau mengalah, maka sulit sekali hubungan ini akan terasa menyenangkan dan membahagiakan. Sagitarius Untuk apa menurutkan kata hati yang lagi panas, lebih baik usahakan semuanya bisa senyum walaupun beban dan persoalan Anda yang rumit masih terus menghantuinya. Namun, angin sejuk dan sinar terang akan membantu melepaskan Anda dari bebannya. Oleh sebab itu jangan dilewatkan begitu saja kesempatan baik di minggu ini. Cinta: Jika masih mencintai saat inilah yang tepat Diasuh Oleh untuk menjalin Putri Wong Kam Fu l a g i h u b u n g a n Berlaku : 5 - 11 Agustus 2018 cintanya.

5

Melawan Takdir Melalui Karma Yoga

Ekodara-samudbhuta eka naksatra jatakah na bhavanti sama silair yatha badari-kantakah (Canakya Niti Sastra 5.4) “Walaupun orang lahir dari kandungan ibu yang sama, bintang yang sama pula, tetapi watak dan kelakuannya pasti berbeda, bagaikan pohon Badari dengan durinya.” “Ekodara-samudbhuta eka naksatra jatakah” - udara berarti perut, dalam hal ini artinya kandungan. Ada yang lahirnya eka udara (dalam satu kandungan yang sama), eka naksatra jatakah (dalam pengaruh perbintangan yang sama), namun watak dan karakternya tidak akan pernah sama (na bhavanti sama silaih). Di Bali ada pepatah “cara nyuh aijeng, sing ada patuh” (bagai kelapa setandan, tidak ada yang sama). Dalam satu tandannya ada banyak buah kelapa. Akan tetapi, besarnya, bentuknya, bahkan manisnya, tidak akan sama. Ada yang lahir dari kandungan ibu yang sama, pada hari yang sama, dengan perbintangan yang sama namun watak dan karakternya tidak mungkin sama, bagaikan nyuh aijeng. Apa yang bisa pelajari dari sloka ini? Para bijak tidak akan melihat seseorang dari kelahiran melainkan dari apa yang dilakukannya, karena yang akan menentukan kehidupan bukanlah kelahiran melainkan usaha untuk membentuk diri demi mencapai tujuan hidup. Semua tergantung pada usaha yang dilakukan. Dalam suatu keluarga, kadangkadang kakak dapat apa, adik dapat apa, diri sendiri dapat apa, semuanya tentu tidak sama. Kadang ada kecemburuan dalam bersaudara, mungkin kelihatannya kakak atau adik lebih dimanjakan oleh bapak-ibu, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Yang terjadi adalah karena usaha tidak dimantapkan. Kakak rajin belajar,

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

dia dapat nilai bagus di kelasnya, sedangkan yang bersangkutan “rajin” main game, tentu saja tidak mendapatkan nilai bagus seperti kakaknya. Adik ekstra melakukan sesuatu, dia bisa jadi bintang kelas. Demikian, tidak mungkin pencapaian semua sama. Usaha akan sangat menentukan. Dalam peradaban Veda, usaha itu sangat penting. Ada lima hal yang sudah ditentukan semasih orang berada dalam kandungan ibunya, yaitu ayuh (usia hidup), karma (pekerjaan), vitta (kekayaan), vidya (pengetahuan), nidhana (kematian). Pada kenyataannya kelima hal itu hanya akan menentukan jenis pekerjaan yang akan dicapai. Jika karena karma (pekerjaan) seseorang harus menjadi petani, walaupun kuliahnya di kedokteran, akhirnya ia akan mencangkul di sawah. Banyak orang melihat atau mengalami hal seperti itu. Belajar ilmu yang susah-susah, jatuh-jatuhnya cabut-cabut rumput, pegang arit, pakai capil (topi dari anyaman bambu/daun kelapa). Begitulah kejadian pada akhirnya, karena itulah yang sudah ditentukan sewaktu berada di dalam kandungan. Hal yang bisa dilakukan untuk mengubah “nasib” adalah menentukan aktivitas. Apa yang bisa diusahakan dan dimaksimalkan melalui usaha dan kinerja, itulah yang hendaknya diusahakan secara lebih karena itulah yang nanti akan membedakan hasil. Misalnya, seharusnya seseorang “ditakdirkan” bertani di pekarangan orang, maka hendaknya ia mengusahakan bagaimana supaya bisa bertani di sawah sendiri. Jika seharusnya “ditakdirkan” bertani memakai sapi untuk mengerjakan sawah,

karena usaha, maka dia bisa memakai traktor. Dalam pandangan saat ini penggunaan traktor dianggap sebagai kemajuan, lebih modern, walaupun justru sebenarnya lebih bagus memakai sapi karena kencing dan kotorannya sekaligus bisa menjadi pupuk yang menyuburkan tanah dan juga bisa membasmi hama. Saat ini telah banyak petani melakukan fermentasi kencing sapi dengan teknik tertentu untuk menjadikan kencing sapi sebagai pupuk sekaligus pestisida organik. Demikian, jika orang lebih berusaha lagi, yang jika seharusnya dia mengerjakan sawah 2 are maka atas usaha lebihnya dia bisa menjadikannya 2 hektar. Jika usaha ditingkatkan lagi, tanah sawah 2 hektar tersebut bisa berubah menjadi 20 hektar. Namun, dia tetap menjadi seorang petani karena karma atau pekerjaan itulah yang sudah ditentukan saat ia berada dalam kandungan. Begitu juga yang dalam kandungan sudah “ditakdirkan” menjadi pedagang, walaupun belajar ini dan itu, jatuhnya ia akan menjadi seorang pedagang. Misalnya, jikalau ia memaksakan diri mencoba menjadi pendeta maka kependetaan tersebut akan dipergunakan untuk “berdagang”, karena memang sudah “ditakdirkan” sebagai pedagang. Sebaliknya, kalau dalam kandungan sudah ditentukan menjadi pendeta, walaupun mencoba untuk berbisnis, maka seluruh modal akan habis dipersembahkan untuk melayani orang, karena medannya bukanlah bisnis melainkan pelayanan di jalan Dharma kependetaan. Kitab Suci Veda mengajarkan pekerjaan sebagai sembahyang dan persembahan. Bhagavad-gita 3.30 mengajarkan untuk mempersembahkan setiap pekerjaan yang dilakukan (mayi sarvani karmani). Karena pekerjaan adalah persembahan kepada Tuhan maka orang harus melakukan pekerjaan dengan baik, benar dan mulia sehingga yang dipersembahkan pun akan menjadi sesuatu yang baik, indah, mulia serta layak sebagai persembahan.

Yat-karosi, apa pun yang engkau lakukan, tad-kurusva, lakukanlah semua itu, mad-arpanam, sebagai persembahan kepada-Ku. Lebih lanjut Krishna mengajarkan kepada Arjuna, yoga-sthah kuru karmani, jalankanlah segala tugas pekerjaan dengan tetap mantap dalam ajaran yoga, ajaran untuk mendekatkan diri pada Sang Sangkan Paraning Dumadhi. Bhagavad-gita mengajarkan agar apa pun pekerjaan, apa pun yang dikerjakan, semua hendaknya tetap berada di jalan Tuhan, di jalan spiritual atau di jalan Dharma. Semua yang dipersembahkan haruslah di dalam kesadaran bhakti. Karena persembahan tanpa disertai oleh rasa bhakti hanyalah formalitas belaka, tidak ada apa-apanya. Kalau tidak, maka orang akan berpendapat Tuhan menginginkan benda-benda dunia. Tuhan sangat menginginkan jejahitan, menginginkan pajeng/ tedung, apem, dan lain-lain, padahal sesungguhnya tidaklah demikian adanya. Tuhan menciptakan dan memiliki segalanya. Hal-hal bersifat dunia tidak dapat menyentuhNya. Persembahan disertai rasa bhakti menentukan keutamaan persembahan, termasuk persembahan dalam bentuk perbuatan atau pekerjaan. Usaha tulus dan sungguhsungguh bisa mengalahkan takdir. Satyawan, suami dari Dewi Savitri ditakdirkan usianya pendek. Akan tetapi, karena istrinya sangat setia dan penuh rasa bhakti pada suami, maka usia Satyawan bisa diperpanjang. Demikian, atas usaha dan ketulusan yang baik maka takdir pun bisa berubah. Perbuatan dalam yoga hendaknya diutamakan. Seorang Karma Yogi menghindari menerima segala sesuatu dengan santai. Jenis pekerjaan ditentukan semasih orang berada dalam kandungan, tetapi yang menentukan orang berhasil atau tidak adalah usahanya sendiri. Pernyataan Canakya ini barangkali sepintas kelihatannya bertentangan, namun sebenarnya sama sekali tidak ada pertentangan dalam bentuk apa pun. Canakya menyampai-

kan hanya 10-20% saja pengaruh kelahiran dalam kehidupan orang, selainnya 80-90% merupakan pengaruh atau hasil dari usaha sendiri. Pernyataan tersebut sangat sesuai dan didukung oleh tradisi Veda yang sampai sekarang pun masih tetap dipraktikkan oleh umat Hindu Dharma atau para penganut ajaran Veda setiap hari. Pagi-pagi habis mandi dan berpakaian bersih, setelah mengucapkan mantra mengagungkan Nama Tuhan, para dewa, leluhur, para resi dan lain-lain, berdirilah menghadap ke Timur, bentangkan kedua telapak tangan menghadap ke atas dan memandang kedua telapak tangan tersebut sambil berdoa: karagre wasate laksmi kara-madhye saraswati, karamule tu gowinda prabhate karadarsanam. “Ya Tuhan atas usaha hamba hari ini, hamba mohon berkah ilmu pengetahuan suci dari Dewi Saraswati, rejeki uang dari Dewi Laksmi, dan karunia spiritual dari Tuhan Yang Maha Esa.” Kara berarti tangan; ketika menyebut kara-agre, pandangan orang hendaknya pada bagian ujung dari telapak tangannya sambil mengingat Dewi Keberuntungan (Laksmi), ketika menyebut kara-madhye, pandangan diarahkan pada bagian tengah telapak tangan sambil mengingat Dewi Ilmu Pengetahuan (Sarasvati), dan ketika menyebut kara-mule, pandangan diarahkan pada bagian dasar dari telapak tangan sambil mengingat Tuhan (Govinda, Brahman). Jadi, tradisi Veda pun memastikan bahwa usaha sangat menentukan, orang akan bagaimana, menjadi apa, dan bukan impianimpian kelahiran, nasib dan lainlain. Kara yang berarti tangan dalam hal ini mewakili aktif melakukan perbuatan, berusaha bersungguh-sungguh, melakukan tugas kewajiban di dalam jalan dharma. Jika orang menginginkan perubahan hidup yang baik, orang memang tidak harus duduk meratapi nasib melainkan berusaha bersungguh-sungguh di jalan tuntunan ajaran-ajaran suci Veda.

MIMBAR AGAMA

Redaktur Khusus MIMBAR

ISLAM H. Kusnadi Musthofa Persiapan pertemuan tahunan terbesar umat manusia itu kini sedang berlangsung. Peserta pertemuan dari hampir semua negara di dunia telah mulai berdatangan ke Saudi Arabia, juga yang dari Indonesia. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Indonesia adalah negara yang paling banyak mengirim utusannya. Tidak kurang dari 221.000 orang dari berbagai pelosok negeri ini yang akan hadir dalam pertemuan umat manusia terbesar di dunia itu. Tentu saja memindahkan 221.000 orang sejauh ribuan kilometer ke negara lain bukanlah perkara mudah. Dari proses administrasi hingga transportasi jelas memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Perjalanan sejumlah orang yang akan menuju bandara, misalnya, tak jarang sedemikian berliku, mesti menyusuri sungai ratusan kilo meter atau menyeberang suatu selat dengan menggunakan alat transportasi laut. Perjalanan calon jamaah haji di pedalaman Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya,

Plesetan

Konferensi Akbar di Muka Bumi

jelas tidaklah semulus calon jamaah haji yang relatif dekat lokasi tinggalnya ke suatu bandara tempat pemberangkatan mereka ke Tanah Suci. Namun beratnya medan perjalanan itu tidaklah sampai mematahkan semangat mereka untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Telah disadari oleh umat Islam bahwa pelaksanaan ibadah haji adalah merupakan jihad atau bersungguh-sungguh dalam menegakkan agama. Kesungguhan itulah yang kemudian melahirkan sikap gigih dan pantang menyerah dalam beribadah. Karenanya bisa dipahami walaupun dulu penjajah Belanda melakukan berbagai usaha untuk menghalangi calon jamaah ke Tanah Suci, namun tetap saja diterobos dengan gagah oleh para mujahid (orang yang jihad) untuk pergi haji, kendati nyawa taruhannya. Akan halnya kemampuan Indonesia dalam mengangkut penduduknya yang berjumlah ratusan ribu orang ke Tanah Suci, sering mengundang decak kagum masyarakat internasional. Maklum tidak ada satu negara pun di dunia ini yang sedemikian terlatih mengangkut penduduknya ke suatu negara dengan jumlah ratusan ribu orang dalam kurun waktu yang sedemikian singkat, hanya sekitar satu bulan.

brolan

Ing ngarso sung tulodo Ing madyo mangun karso Tut wuri handayani. “Itu konsep terkenal pendidikan Indonesia yang digagas tokoh pergerakan kemerdekaan yang juga Pahlawan Nasional bernama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, yang kemudian dikenal dengan sebutan Ki Hajar Dewantara. Sekolah dengan para pendidiknya atau guru, menurut beliau, adalah tempat mencetak para manusia terdidik guna mengisi kemerdekaan yang telah dibebaskan dari penjajahan. Untuk itu, para pendidik harus berperilaku baik, jujur dan berakhlak mulia. Di depan, mereka harus menjadi contoh terhadap para siswa. Di tengah proses belajar-mengajar, mereka harus memotivasi, memfasilitasi dan mengembangkan kecerdasan dan kreativitas anakanak. Dari belakang mereka terus mendorong semangat para siswa agar tetap maju mengejar dan

BALE BANJAR ARIDUS menemukan ilmu pengetahuan baru bagi kemajuan bangsa dan negara. Satu hal yang perlu dicatat dari bangsawan Jawa yang hidup sederhana dan berwatak kerakyatan adalah wanti-wanti agar namanya tidak dipakai sebagai nama jalan. Ternyata wangsit itu tidak keliru. Sebab banyak jalan yang disematkan nama-nama tokoh bangsa, seiring perkembangan zaman yang kerap dikotori degradasi moral, sering menjadi wilayah perbuatan maksiat, kriminal dan perilaku negatif lainnya,“ ulas Rubag. “Wah, selain sebagai Bapak

Sedangkan pertemuan anak manusia terbesar sejagad untuk tahun ini pun terjadi pada tanggal 10 Dzulhijah 1429 Hijriyah bertepatan dengan 22 Agustus 2018. “Konferensi” manusia paling akbar di dunia itu berlokasi di padang pasir Arafah, Saudi Arabia, dengan jumlah peserta lima sampai enam juta orang. Padang Arafah seluas 5,5 km x 3,5 km kini banyak ditumbuhi pohon mindi (Melia Azedarach) yang oleh penduduk Arab Saudi disebut pohon Soekarno! Uniknya, orang Indonesia sendiri tidak banyak yang tahu bahwa di dunia ini ada pohon yang bernama Soekarno. Mereka menamakan pohon di Arafah itu dengan nama presiden pertama RI, karena Bung Karno lah yang membawa pohon itu kesana di tahun 1960-an, saat Sang Proklamator menunaikan ibadah haji. lagi-lagi ini adalah sebuah rekor yang fantastis, pertemuan manusia dari strata sosial terendah sampai yang tertinggi. Dari rakyat jelata sampai kepala negara. Dari yang hidup relatif pas-pasan sampai yang kekayaannya melimpah ruwah. Dari yang berkulit sawo matang, yang kuning, yang putih, hingga yang hitam legam. Di tengah perbedaan yang tak jarang begitu kontras itu, pakaian mereka sama. Sama-

sama memakai pakaian ihram yang berwarna putih. Mereka datang dari segala penjuru bumi dengan satu tujuan: Menaati Tuhannya! Yang menarik, ucapan mereka pun sama: “labbaik Allahumma labbaik, labbaika laasyariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk, laa syarika laka labbaik.” (Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya semua pujian itu milikMu, Milik-Mu segala kekuasaan, tidak ada sekutu bagi-Mu). Jutaan jamaah haji itu di padang Arafah kembali ke “titik nol” sebagaimana saat mereka baru lahir di dunia ini. Maka, pangkat, jabatan, kekayaan, bahkan raut wajah dan warna kulit tak lagi mereka pikirkan. Mereka berada dalam nuansa hati yang sama, yakni sama-sama menghadap Khaliqnya, memohon ampunan dan rahmat-Nya. Para ulama menegaskan, pelaksanaan wukuf di padang Arafah saat beribadah haji, hakikatnya adalah suatu pelatihan menghadapi pengadilan di hari kiamat, yaitu di padang Mahsyar, saat seluruh manusia menghadapi pengadilan Tuhannya, sebuah pengadilan yang dilakukan dengan sedetil-detilnya dan seadiladilnya. Karenanya bisa dimaklumi, banyak jamaah haji yang

tersedu-sedan saat menjalani wukuf di Arafah. Rasulullah SAW menginformasikan sikap Allah SWT saat mencermati para hamba-Nya yang sedang wukuf di Arah, bawa mereka semua akan mendapatkan ampunan dari Allah Ta’ala Yang Maha Pengampun. Karenanya rasa takut di hati para jamaah haji yang menyadari betapa banyak dosa-dosanya selama hidup di dunia ini, bercampur dengan rasa bahagia betapa Khaliqnya begitu murah dalam memberikan ampunan kepada mereka yang mau mohon ampun dan bertaubat kepada-Nya. “Kontingen” Indonesia yang tahun ini 1439 H/ 2018 M, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, juga terdiri dari berbagai ragam usia, dari yang masih anakanak hingga manula (manusia lanjut usia). Dari yang tidak sekolah sampai yang berpendidikan akademis tertinggi. Begitupun ihwal status sosial mereka juga sedemikian beragam. Harapan itu tentu wajar, mengingat “buah” dari ibadah haji yang mabrur/ mabrurah, menurut Rasulullah SAW adalah menebar salam (kedamaian), bertutur dengan kata-kata yang baik (thayyibah) dan memberi makan fakir miskin (dermawan untuk yang memerlukan bantuan). Kemabruran haji inilah yang kita harapkan dibawa pulang oleh para jamaah haji kita itu ke Tanah Air tercinta ini. Mudah-mudahan.

Pendidikan dimana tanggal kelahirannya dipakai sebagai Hardiknas, beliau menurutku adalah seorang futuris. Punya firasat ikhwal serbuan virus imoralitas yang akan melanda bangsa pascakolonialisme, sehingga melarang namanya digunakan sebagai nama jalan. Konsep pendidikan yang asli Indonesianis tentang peran sekolah dan guru, sempat juga diadopsi pada pemerintahan Orde Baru. Kalau nggak salah, konsep tersebut juga diharapkan untuk dihayati dan diamalkan para pemimpin bangsa saat dilakukan penataran P-4 selama puluhan tahun. Ya, Eka Prasetya Pancakarsa dilaksanakan sejak 1978 – 1998! Sebagian besar elite dan birokrat sekarang, kukira, mengikuti program penataran puluhan bahkan ratusan jam saat itu. Malah siswa sekolah dan perguruan tinggi juga diharuskan mengikuti P-4 sebelum proses belajar-mengajar sesungguhnya dimulai. Ironisnya, penataran yang menghabiskan dana, waktu dan tenaga yang luar biasa banyak itu, seperti menguap tanpa makna. Kehidupan berbangsa dan bernegara justru goyah dig-

erogoti korupsi, kolusi dan nepotisme disingkat KKN, ditandai lahirnya para konglomerat yang menjadi kroni-kroni para pejabat. Menjelang rezim Orde Baru tutup buku, di masyarakat beredar plesetan yang menyindir konsep kepemimpinan yang dijadikan kredo dalam penataran. Ing ngarso mangun angkoro, Ing nadyo numpuki harto, Tut wuri menadahi !“ komentar Nyoman Sudiantara. “Kalau kuterjemahkan secara bebas berarti, di depan berulah bengis, tamak dan loba, di tengah gila harta dan korup, di belakang suka malak atau pemburu rente. Kalau tidak salah plesetan itu diujarkan pertama oleh Prof. Dr. (HC) Roeslan Abdulgani, seorang negarawan, politisi dan sempat menjabat menteri luar negeri di era Orde Lama. Almarhum yang meninggal di usia 90 tahun (2005) juga menjadi Rektor pertama IKIP Bandung, meski kelahiran Surabaya yang akrab dipanggil ‘Cak Roes‘. Mungkin beliau kesal menyaksikan kondisi Tanah Air saat itu. Celakanya di Era Reformasi sekarang, plesetan berkembang menjadi , Ing ngarso num-

puk bondo, Ing madyo mangan konco, Tut wuri golek rai! Artinya di depan menumpuk harta, di tengah mencelakai teman dan di belakang cari muka. Mungkin saja si pembuat plesetan kesal menyaksikan perilaku elit-elit politik sekarang, yang tidak saja terus mengumpulkan harta secara tidak halal, juga gemar melontarkan umpatan dan fitnah pada lawan-lawan politiknya, sementara pencitraan terus dilakukan seakan-akan sangat peduli rakyat. Ungkapan Marcus Tullius Cicero bahwa ikan membusuk mulai dari kepalanya, tidak meleset. Untuk memperbaiki kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara serta membina kerukunan harus dimulai dari pemimpin atau orang yang dituakan. Apalagi jejak feodalisme, terutama paternalisme alias bapakisme sangat sulit dihapus dari benak dan hati. Kalau para pemimpin tidak mau berubah, mereka harus siap menerima plesetan-plesetan lebih sadis dari anak-anak bangsa, yang kendati tidak berdaya namun kecerdasannya terus berkembang, “ komentar Anom Wijaya.


Bali

6

Redité Paing, 5 Agustus 2018

Suaran Kulkul

Nyinahang Sakatah Cecirén ring Pakraman

BPM/was

KULKUL – Sajeroning tata-titi adat pakraman Bali, kawéntenan kulkul ketah kapanggihin utamanipun ring pura miwah balé banjar.

Bencingah Sakadi Jadma Lanang Bagus Nglangenin

PINAKA piranti tradisional ring kauripan krama Hindu, majanten kawéntenan kulkul nénten prasida lémpas saking pamargin upacara yadnya. Boya pinaka piranti kémanten, kulkul taler kaupacarain. Manut I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., M.Si., kaselehin ring Tutur Gong Besi, sané kasinggihang ring kulkul wantah Ida Ratu Panji Landung. Yéning ring satua Malat Panji wantah yowana lanang sané nedeng bagus miwah mataksu tan bina sakadi raja muda. Lanang sané bagus tur nglangenin punika sané raris kasungsung sajeroning kulkul inucap. “Kulkul satmaka yowana lanang bagus sane nglangenin manah sang sané ngaksiang. Asapunika taksu kulkul tradisional utawi kulkul banjar sané tatkala masuara jagi ngawinang kramané mrarian makarya tur ngungsi ka balé banjar mapupulan utawi nganutin sapunapi daging pituduh saking tepakan kulkul inucap,” baos Anom Ranuara. Angga Tim Pembina Désa Pakraman puniki malih ngwewehin, ring wewidangan Badung miwah Denpasar, parikrama ngaturang upakara ring kulkul banjar kantun ketah kamargiang kantos mangkin. Pamekas ring raina Tumpek Uduh utawi Tumpek Wariga sinarengan ring piodalan Pura Melanting soang-soang banjar ring linggih Ida Ratu Gede Panyarikan pinaka juru surat utawi “sekretaris” ring soang-soang banjar. “Napi malih yéning kaselehin saking sejarahipun, kulkul sampun kanggén ngawit saking pidabdab désa adat ring Bali, ring masan Bali Kuna kamargiang pinaka sarana kanggén nyikiang pikayunan,” dané nartayang. (was)

YADIASTUN kahanan utawi kawéntenan ring pakraman sampun sayan modérn, kramané taler sampun aub ring makudang-kudang wangun “teknologi” anyar, nanging kantun becik taler ngamargiang kauripan kasarengin antuk makudangkudang pidabdab “kearifan lokal” sané katami saking para panglingsir, utamanipun olih krama sané meneng ring désa. Sakadi kantun ngawigunayang parindikan sané sujatiné sampun kaucap kuna ring aab anyar puniki, sinalih tunggilnyané minakadi ngawigunayang kulkul sajeroning pakraman adat. Kulkul utamanipun kulkul banjar miwah ring pura kantun kawigunayang kantos mangkin olih krama Hindu ring Bali, satmaka nyihnayang sarana sané pepolosan punika durung prasida kagentosin. I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., M.Si., budayawan taler seniman saking Kesiman, Denpasar maosang, kulkul wantah sarana panyangkep suara sané ketah kakaryanin mapasangan minakadi lanang-wadon, purusa-prakerti, ngedingngedung miwah sané siosan. Indik kawigunan kulkul tradisional inucap, nyinahang utawi kanggén cihna saking makudang-kudang parindikan utawi parikrama sané kamargiang ring pakraman. Kasinahang antuk gegebugan utawi sapunapi kulkul inucap katepak, minakadi sané kawastanin antuk limang tulud nebeng inggih

Makarya taler Ngamecikang Kulkul

Uratiang Genah Kayu Lakarnyané Kapolihang SAKADI sané sampun kawedar, kulkul wantah tetamian budaya saking para panglingsir Bali. Parikrama taler pidabdab ngawigunayang sarana tradisional punika nyihnayang yéning budaya inucap sampun kawigunayang tur nglimbak saking nguni doh sadurung Bali ngamanggihin tur nguningayang panglimbak masa modérn antuk téknologinyané sakadi mangkin. Parindikan utama sané patut taler kauningayang saking kulkul wantah sapunapi tatacara nepak mangda prasida ngamedalang suara, duaning teges tepakanipun mabina-binayan. Tatkala krama inucap iwang nepak kulkul, sinah karma taler iwang panampén. Panglingsir Bali majanten nénten namiang budaya kulkul marupa wangun miwah tepakannyané kémanten, nanging taler indik sapunapi kakaryanin taler tata cara ngamecikang. Sakadi sané kabaosang I Wayan Subagia, wénten makudangkudang parindikan sané patut kauratiang tatkala makarya kulkul. Minakadi nguratiang genah saking kayu utawi taru sané jagi kanggén lakar kulkul inucap mentik. Minakadi yéning kayu ketéwél inucap jagi kawigunayang kulkul banjar, kayu inucap patut kapolihang saking taru nangka sané mentik ring tegalan sané magenah ring wates kaja miwah wates kangin saking désa utawi banjar adat inucap magenah.

Munggelnyané patut ngawigunayang déwasa sané melah miwah upakara sané patut raris kalanturang antuk parikrama ngendag tur ngetok paet sané kawigunayang makarya pinaka pangawit masa makarya kulkul inucap. Sios punika, becik-kaon suara sané kamedalang saking kulkul punika mabina-binayan manut soroh miwah kahanan kayu sané kawigunayang. “Yéning meled ngawigunayang kayu apuun mangda dados kulkul apasang utawi lanang-wadon, sinah apuun kayu ageng inucap kapunggel dados kalih. Kayu sané beténan kawigunayang makarya kulkul sané suaranyané alitan utawi wadon, sané duuran kawigunayang makarya kulkul sané suaranyané agengan utawi lanang,” baos Subagia. Sakéwanten pinaka piranti pakaryan jadma, sinah kulkul inucap prasida rusak tur sayan kaon kawéntenanipun sangkaning tuuhnyané sané sayan tua. Parindikan punika kabaosang I Nyoman Ngendi, panglingsir sané taler uning makarya kulkul saking Br. Nyelati, Kuwum. Ipun maosang, parindikan punika kasinahang antuk suaran kulkul sané nénten malih becik tatkala katepak, duaning saking soang-soang kulkul taler prasida ngamedalang suara “tung” miwah “ting” yéning katepak ring sisi kiwa miwah tengen bolongnyané. Yéning asapunika kahanan usaknyané, sinah

ngamecikangnyané kamargiang antuk ngerik malih kayu sané wénten ring tengahing bolong kulkul sané ngawinang suaran kulkul inucap mabinayan. Yéning sané ngamedalang suara “tung” utawi ageng sinah kerikannyané daleman. Sané suarannyané “ting” utawi alitan sinah jagi dakénan makeruk utawi pang kuala kémanten. Yéning pateh dalem kedukan ring makekalih genah sinah suara sané kamedalang nénten mabinayan utawi pateh kapiragiang. Indik linggah bolongannyané, Ngendi maosang wantah 3,5 cm tur arang kabecikang malih sajabaning kaucap kirang ageng. Sakéwanten lantangnyané kadungang sareng lingkehan saking ageng kulkul punika. Minakadi, yéning ageng lingkehan kulkul inucap wantah 130 cm sinah lantang bolongnyané taler 130 cm. “Indik lakar kayu sané becik kanggén makarya kulkul wantah kayu camplung duaning suaran kulkulnyané becik tur jangih. Sakéwanten manut pabaos panglingsir tiangé, arang krama sané kayun nganggén lakar inucap dados kulkul banjar. Duaning kajantenang jagi ngawinang “suara” utawi pawicara krama banjaré dados “cemplangcemplung” tur ngawag sané ngawinang kramané irika dados mauyutan,” asapunika ipun nguningayang. (was)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

celub

1.

c)lub/,

2.

celut

2.

c)lut/,

3.

cemer

3.

c)m$,

4.

cemeng

4.

c)m%,

5.

cendek

5.

c)nÑ)k/,

6.

cendet

6.

c)nÑ)t/,

7.

cengag

7.

c)\g/,

8.

cenged

8.

c)\)d/,

9.

cengkang

9.

c)\Ð*,

10.

c)\u*,

10.

cengung

BPM/was

SUARA – Pinaka pakaryan jadma, sinah kulkul prasida usak. Tatkala usaknyané kasinahang antuk suara sané nénten becik, sinah para sangging jagi ngerik tengahing bolongnyané antuk pangapti mangda suarannyané prasida mawali becik.

punika tung-tung-tung-tungtung alon-alon tur kapangked abosbos minakadi antuk wilangan 5, 7 utawi 9 wus punika malih kagebug sakadi gegebugan i wawu, malih mapangked abosbos tur kapuputang antuk gegebugan tung-tung-tung-tung-tung. Punika wantah cihna saking arah-arah sangkep banjar, ngamargiang ngayah magotong-royong miwah sané siosan. Sios punika wénten sané kawastanin antuk telung tulud nebeng pateh sakadi i wawu sakémawon wantah tigang gegebugan utawi tungtung-tung kémanten. Punika pinaka cihna wénten krama sané madué kalayusekaran. Yéning kulkul kadepak nerus saha bulus, punika wantah cihna kawéntenan panca baya utawi kapiambengan ring sawewidangan pakraman inucap, minakadi blabar, krama utawi jadma sané ngamuk tur ngawi biuta, wewangunan puun utawi kebakaran miwah sané siosan. “Yadiastun manut saking désa mawacara, gegebugan utawi tepakan kulkul nénten dados iwang. Minakadi tatkala acarannyané wantah ngayah magotong royong sané patut limang tepakan nanging katepak dados tigang tepakan sinah jagi ngawinang kramané iwang tur ngayunang yéning irika wénten kalayusekaran. Sané patut nepak kulkul banjar wantah prajuru adat,” baos dané. Satios nyihnayang parikrama utawi kahanan ring pakraman, kulkul taler kapanggihin tur kawigu-

nayang ring upacara yadnya, minakadi tatkala ilén-ilén piodalan kamargiang majanten kulkul jagi katepak sinarengan antuk gegambelan sané katabuh miwah sané siosan. Asapunika taler tatkala parikrama macaru majanten jagi ngawigunayang kulkul alit sané malakar antuk tiing. I Wayan Subagia, sangging kulkul saking Batubulan, Gianyar puniki maosang, kulkul wantah sinalih tunggil sarana sané mabuat ring kauripan krama Bali. Duaning ring sajeroning pidabdab upacara yadnya kaucap jangkep yéning sampun kadagingin antuk Panca Suara utawi limang soroh suara. Suara inucap luiré; suaran genta Ida Peranda utawi Pamangku, suaran mantra sané kauncarang, suaran kekidungan wiadin kekawin, suaran gegambelan, miwah suaran kulkul. Sangkaning punika sampun katami saking para panglingsir, sinah punika sané kadadosang dasar tatkala ngamargiang karya yadnya. Suara tiosan prasida kajangkepin malih antuk suaran sunari miwah suaran ketungan utawi lesung kayu. “Kawéntenan kulkul sajeroning pakraman Hindu ring Bali wantah nganutin saking sapunapi adat sané kamargiang ring wewidangan désa utawi banjar adat inucap. Yéning kantun becik kawigunayang, kulkul nénten jagi punah kawéntenannyané ring pakraman,” ipun maosang. (was)

Dura désa

BPM/ist

PASISI - Kaasrian pasisi Loko Piko sane ngulangunin ring Kabupaten Lombok Utara.

Loko Piko, Pasisi sané Ngulangunin

PASISI Loko Piko wantah sinalih tunggil destinasi wisata sané ngulangunin ring Kabupaten Lombok Utara. Mabinayan ring Pasih Sire, Pasih Loko Piko puniki biasnyané mawarna selem. Yadiastun asapunika, kaasrian palemahan irika ngulangunin ati. Jéjéran taru kelapa ring pasisi pasih sayan ngwewehin kaasrian ring genahé puniki. Toyan pasihé mawarna pelung antuk ombak sané nénten ageng, ngawinang becik kawigunanag genah masiram wiadin maplalianan ring pasisi. Kapaduang antuk warnan langité pelung, sayan ngawinang asri kahanan genahé puniki. Satios punika, durung akéh wisatawan sané uning ring genahé puniki, mawanan pasisi inucap sakadi druén preragan. “Nénten akéh sané malancaran ka genah puniki, sakadi druén preragan rasayang tiang,” baos Ririn Sintani, wisatawan mimitan Kota Mataram. Kabupaten Lombok Utara nénten wantah madué gili sané asri, KLU taler madué makudang-kudang “air terjun” miwah pasih sané ngulangunin. Loko Piko wantah sinalih tunggil saking makudang-kudang pasih sané ngulangunin ring Lombok Utara. Santukan durung kadadosang pinaka destinasi wisata prioritas ring KLU, wisatawan sané rauh kantun prasida ngrasayang kaasrian kapaduang antuk kahanan sané sepi sangkaning durung akéh wisatawan sané rauh ka genah inucap. “Genahnyané becik. Yéning rauh sareng timapl-timpal becik pisan. Pemandangané taler asri,” weweh Ririn. Ipun nguningayang, majeng wisatawan sané seneng ring genah wisata sané sepi, patut rauh ka genah puniki. Satios kantun arang wisatawan sané rauh, ring wewidangan pasisi taler bresih, nénten wénten leluu sané makacakan. Mawinan para wisatawan prasida ngrasayang kaasrian wewidangan pasisi Pasih Loko Piko sané ngulangunin, bresih tan paleluu. Margi nuju pasisi taler dangan santukan genahnyané napek saking margi ageng. Wisatawan prasida dangan ngruruh pasih puniki. Satios punika, wisatawan taler prasida ngrauhin genah-genah wisata sané nampek saking Pasih Loko Piko puniki. Mawinan akéh genah-genah wisata sané prasida karauhin. “Nampek sareng genah wisata tiosan. Mawinan araina prasida uning makudang-kudang genah wisata sané ngulangunin,” Ririn maosang. (lin/uma)


Redité Paing, 5 Agustus 2018

Jayanti

Ni Komang Ayu Sri Apriani - Ni Kadek Dewi Wahyuningsih

Sampunang Kémad Nelebin Seni lan Budaya Bali PUNGKURAN puniki, sayan akéh yowanané nyinahang kawagedannyané ring widang seni lan budaya Bali. Inggian ring widang masesolahan, magamel, wiadin matembang. Sakadi kekalih yowana istri sané prasida ngamolihang jayanti kapertama sajeroning ngamiletin pacentokan makekawin kategori Dewasa Putri ring Utsawa Dharmagita tingkat Provinsi Bali 2018 sané wawu lintang. Ni Komang Ayu Sri Apriani - Ni Kadek Dewi Wahyuningsih, aran kekalih anak istri duta Kabupatén Badung sané prasida ngasorang saingannyané saking sajebag Bali. Sang kalih maosang, samian pamilet becik-becik pisan, nanging duta Badung prasida muktiang dados sané pinih becik ring pacentokan inucap. Komang Ayu Sri Apriani sané embas ring Jimbaran, 26 April 1997 puniki kajudi dados panembang ring pacentokan inucap. Sri — sapunika ipun ketah kasambat maosang, makekawin sujatiné aluh-aluh kéweh. Pacang dangan yéning kayun malajah. Méwehnyané, suara sané medal patut ring tengah taler guru lagu saking kekawain mangda janten ri kala katembangang. “Makekawin punika aluh-aluh kéweh,” baos mahasiswa semester 6 ring Politeknik Negeri Bali Jurusan Administrasi Niaga Program Studi Manajemen Bisnis Internasional puniki makenyem. Satios pinaka jayanti kapertama ring pacentokan Utsawa Dharmagita tingkat Provisi Bali 2018, pianak I Nyoman Kontreg - Ida Ayu Made Suryani puniki sampun ketah nyarengin pacentokan miwah ketah pinaka jayanti. Prestasi sané kapolihang minakadi; Juara II sekar alit/macepat ring Pekan Seni Pelajar Kabupatén Badung 2008, Juara II Masatua Bali mapaiketan ring pakéling Hari Anak Nasional Kabupaten Badung 2011, Juara I Makekawin/ Sekar Agung ring Pekan Seni Pelajar Kabupaten Badung 2014, Juara III Makekawin/ Sekar Agung Putri tingkat SMA/K Porseni Provinsi Bali warsa 2014, Juara I Kekawin Remaja Putri ring Utsawa Dharmagita Kabuapten Badung 2013, Juara I Kekawin Dewasa Putri ring Utsawa Dharmagita Kabupaten Badung 2016 miwah 2017, miwah kantun akéh préstasi sané nénten prasida kacarca sakasiki. Pasangannyané, Ni Kadek Dewi Wahyuningsih ring pacentokan inucap kajudi pinaka pangartos. Yowana sané embas ring Ungasan, 2 Mei 1997 puniki taler madué sakatah prestasi. Minakadi; Juara II

lomba Ngwacén Sloka ring Utsawa Dharmagita Kecamatan Kuta Selatan warsa 2014, Juara I lomba Palawakya ring Utsawa Dharmagita Kecamatan Kuta Selatan warsa 2015, Juara II Palawakya Remaja Putri ring Utsawa Dharmagita Kabupaten Badung warsa 2015, Juara I Palawakya Dewasa Putri Tingkat Kabupaten Badung 2016, Juara I Kekawin Dewasa Putri ring Utsawa Dharmagita Kabupaten Badung warsa 2017, Juara I Tari Wiranata tingkat Kabupaten Badung warsa 2016 ring acara Festival Kesenian Badung, Juara I Ngwacén Puisi Bali sajeroning acara Nyastra Bali Kabupaten Badung, miwah prestasi tiosan sané nénten prasida samian kacarca. Dewi— sapunika ipun ketah kasambat maosang, saking alit sampun seneng matembang. “Tiang seneng malajahin parindikan anyar, santukan prasida molihang pengalaman anyar saha sareng mautsaha nglestariang seni lan budaya Bali,” mahasiswa Jurusan Pariwisata ring Politeknik Negeri Bali puniki maosang. Mapaiketan ring parikrama pacentokan Utsawa Dharmagita sané kamiletin, prasida medal pinaka jayanti kapertama wantah pikolih sané pinih becik. Pradé nénten prasida molihang juara, parikrama puniki prasida kadadosang pengalaman sajeroning ngamiletin pacentokan tiosan. “Seneng polih juara, salanturnyané mawali pacang macentok ring tingkat nasional,” Sri lan Dewi masaur sinarengan. Sri lan Dewi ngwewehin, pinaka yowana Bali, sampunang pisan kémad nelebin saha nglestariang seni lan budaya Bali. Ingian punika masesolahan, matembang, makekawin, macepat, magamel, wiadin seni tiosan. Yéning sampun kayun malajah, majanten pacang waged ring widang sané kaplajahin. “Iraga pinaka yowana Bali, wantah kapatutan nglestariang seni lan budaya Bali. Yéning nénten iraga, sira malih? Dumogi sayan akéh yowana Bali sané kayun nelebin widang seni lan budaya Bali,” ipun ngaptiang. (uma)

Malajah, Swadharma Siswa sané Mautama

Ni Kadek Putri Ayu Dwiadiningsih

PINAKA siswa, malajah wantah swadharma saraina sané patut, nanging dados kaselingin antuk maplalian tur ngambar sekancan “inspirasi” sané kapolihang tatkala madué galah embang. Asapunika sané kamargiang A. A. Gde Krisna Kesumawijaya sané taler seneng maplalian sépak bola miwah magamel. Yadiastun akéh parikrama sané kamargiang saraina, dané nénten naenin lémpas malajah. “Malajah wantah kapatutan napi malih tatkala masaing sareng makudangkudang siswa SD sané pinih becik ring sajebag Bali tatkala nyarengin pacentokan kombinasi Matematika miwah IPA,” baosnyané. Lanang bagus sané embas ring Gianyar, 3 Juli 2006 sané waged ring widang Matematika miwah Sains puniki setata nincapang kawagedannyané malarapan antuk ngamiletin pacentokan inggian ring tingkat kota, provinsi, nasional miwah internasional. “Tiang kapertama ngamiletin pacentokan Matematika. Tiang marasa seneng prasida sareng lomba,” baos dané. Siswa kelas VIB SD Saraswati 5 Denpasar puniki jakti akéh pisan madué pengalaman ngamiletin pacentokan. Sangkaning punika, dané setata enjoy sajeroning pacentokan. Ipun setata santai, nénten memedih napi malih maparilaksana kaon tatkala prasida dados jayanti wiadin kaon sangkaning nyantenang pamilet tiosan sané jayanti duaning becikan kawagedannyané. “Menang wiadin kalah sampun biasa, duaning sané utama wantah nincapang kawagedan,” baos lanang sané seneng melali ring genah sané tis puniki makenyem. Dané sané ketah kasambat Gungdé Krisna punika maosang, ketah nincapang kawagedannyané antuk nyawis soal-soal Matematika wiadin Sains.

Ring jero, ring sekolah, antuk pembinaan Matematika utawi nyarengin les tambahan tios saking ring sekolah. Duaning lanang sané meled dados Sarjana Teknik Penerbangan puniki ngrasayang, nincapang kawagedan ring pacentokan nénten pateh karasayang sareng genah tiosan. Oka kaping kalih dr. A.A. Gde Kesumawijaya - I Gusti Agung Ayu Anggreni Dewi, SE puniki madué tata-titi malajah sané tios. dané nyoba soal-soal sané anyar, nénten kimud matakén tatkala wénten kapiambeng ring makekalih rerama, ring guru, wiadin ring timpal-timpalnyané. Dané prasida ngametuang kahanan malajah sané becik mangda daging paplajahané prasida kaélingang. Dané taler nénten matok targét sajeroning pacentokanné. Gungdé Krisna maosang, ring pacentokan sané kamiletin, sané kasenengin wantah tatkala nyarengin pacentokan MIPA Undiksha 2017. Tatkala punika dané prasida ngamolihang Emas 1 miwah The Best Theory miwah makta budal Piala Rektor Undiksha. “Samian pacentokan punika becik, duaning soang-soang pacentokan madué pikolih sané becik,” baosnyané. Dané sané meneng ring wewidangan Batubulan, Sukawati Gianyar puniki madué makudang-kudang préstasi ri kala ngamiletin pacentokan ring warsa 2017, minakadi ngamolihang Medali Emas kapertama (1) & The Best Theory ring pacentokan MIPA Undiksha SD, Medali Emas JMSC tingkat Jawa Madura & Bali, Juara I Lomba Matematika UMC Plawa, Juara I Lomba Matematikan Primagama Gatsu. Juara II Lomba Matematika Primagama Tingkat Provinsi Bali, Juara II Bali Biology Olympiad (BBO) And Science Olympiad (SO), Juara II Lomba IPA & Matematika antar sekolah Tingkat Nasional Surya Edukasi miwah Medali Perunggu, Olimpiade Matematika & Science (OMSI ) Tingkat Nasional. Ring warsa 2018, minakadi Juara II Gema Lomba Matematika Undiksha, Juara III MIPA Undiksha, Medali Emas Asia International Mathematical Olympiad (AIMO) Trial sanédados duta Indonesia ring babak final ring Thailand, Medali Perunggu International Singapore Math Competition (ISMC), Medali Perunggu Asian Science & Mathematics Olympiad (ASMO), Medali Perunggu The Math Kangaroo Contest, miwah Juara II Lomba Matematika SMPN 4 Denpasar miwah SMPN 3 Denpasar. (kmb/was)

BPM/ist

JAYANTI - Komang Ayu Sri Apriani (kiwa) - Ni Kadek Dewi Wahyuningsih (tengen) pinaka jayanti kapertama pacentokan Kekawin kategori Dewasa Putri ring Utsawa Dharmagita tingkat Provinsi Bali 2018.

Polih Juara wantah ”Bonus”

MOLIHANG juara wiadin dados jayanti wantah “bonus” lewih manut Ni Kadek Putri Ayu Dwiadiningsih. Nénten prasida molihang juara taler déwékné tetep angayubagia, santukan satios sawitra anyar, akéh pengalaman anyar sané kapolihang nyabran ngamiletin pacentokan. Ipun ngangken, pengalaman wantah guru sané mautama. Ring warsané puniki, yowana istri sané em bas ri ng Baluk, 27 Nopember 2002 puniki manados duta Kabupaten Jembrana sajeroning ngamiletin pacentokan mageguritan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali ring Kategori Remaja Putri. “Akéh pengalaman anyar sané polihang tiang. Tios sawitra anyar, tiang akéh makenalan sareng para pembina saking kabupatén tiosan. Akéh taler paplajahan sané polihang tiang,” baosnyané kalem. Siswa kelas X SMA Negeri 1 Negara puniki maosang, mawit alit déwékné sampun seneng matembang, pamekas seneng ring pupuh (sekar alit). Pangawit seneng miragiang, kasuén-suén kadaut mlajahin, pamuput katelebin kantos mangkin taler ketah ngamiletin pacentokan macepat wiadin mageguritan. “Daweg SD tiang ketah kaajahin pupuh, kasuén-suén tiang kadaut nelebin,” baos yowana sané meneng ring Banjar Jati, Desa Baluk, Kecamatan Negara puniki makenyem. Dek Ayu – sapunika ipun ketah kasambat nyaritayang, sajeroning ngamiletin pacentokan Utsawa Dharmagita tingkat provinsi warsané mang-

kin, akéh parindikan sané kamargiang. Inggian malajah sareng pembina kantos malajah preragan sareng sawitra sané dados pangartos. Ring pacentokan mageguritan punika, pupuh sané kabaktayang sampun kasayagayang, luiré Pupuh Dangdang Gula miwah Pupuh Pangkur. “Ring galahé puniki, tiang polih selah pinaka panembang,” baos Dek Ayu. Saking makudang-kudang pacentokan sané kamiletin, akéh piala wiadin piagam penghargaan sané kapolihang, minakadi sinalih tunggilnyané pinaka jayanti kapertama sajeroning pacentokan Geguritan ring Porsenijar tingkat Kabupatén Jembrana warsa 2014 miwah pinaka jayanti kapertama sajeroning pacentokan Geguritan Utsawa Dharmagita kategori remaja Putri Tingkat Kabupaten Jembrana warsa 2018. Pianak I Gede Budiana - Ni Made Kariani puniki ngwewehin, satios pupuh déwékné taler jagi malajah makekawin. Tios prasida ngamiletin pacentokan, sapisanan nglestariang budaya Bali. Pinaka yowana, baos Dek Ayu, nénten dados kimud-kimudan mlajahin saha nglestariang seni lan budaya Bali. “Yéning nénten iraga, sira malih sané patut nglestariang? Yadiastun nénten wikan mageguritan wiadin makekawin, seneng miragiang kémanten sampun becik. Saking seneng miragiang pastika kasuén-suén kadaut mlajahin” Ipun nguntatin. (uma)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 17.pzÇerobengumnÓi, Pancarobané gumanti, ppin)ehshiehob;, papinehé sai obah, g)egodnÀwnpuæuen, gegodan hawa napsuné, enmdnÐmhinÑËiy, né madan kama indria, mwinnÑsrienêog, mawinan dasarin yoga, hp*ddikmnÑlu, apang dadi kamandalu, he\ánß\)tisinÉg. anggén mangetisin raga.

Satua

I Brakah (2) Kaketus saking Satua-satua Bali (XIV) SEDEK dina anu, I Brakah ngomong tekén méménné, “Mémé, bin mani ajak ja tiang ka peken, apang tiang nawang peken.” Méménné masaut, “Da ja Cening bareng ka peken, dokar pada liu nyanan liliga Cening di margané.” I Brakah buin masaut, “Tusing liliga apa tiang!” Méménné buin masaut, “Nah yén Cening nyak ja di sisi ngambahin, nyak mémé ngajak Cening kema.” I Brakah kendel pesan kenehné mara méménné nyak ngajak ia ka negara. Buin maniné, semengan pesan ia suba bangun, lantas ia ka peken bareng-bareng ajaka méménné. Di tengah jalané, liu anaké nyapatin ia kéné, “Ih Dukuh, nyai kija ngajak alu.” I Dukuh lantas masaut, “Panak tiangé ené, ia nutug ka peken.” Makejang anaké ngedékin I Dukuh, baane I Dukuh ngelah pianak alu. Nanging ké I Dukuh tusing sebet kenehné kakedékin. Sesubané daganganné telah, lantas ia mulih. Sukat I Dukuh ngelah pianak alu, lais-lais pesan ia madagang tur batiné liu-liu pesan. Gelising carita, caritaang jani I Brakah suba truna. Lantas ia ngomong tekén méménné, “Mémé kema jani padikang tiang okan Ida Sang Prabu!” Méménné lantas masaut, “Yéh to nguda pangkah pesan, dong bani mémé matur tekén Ida Sang Prabu. Méh rejeka tekan mémé.” I Brakah buin ngomong tekén méménné, “Yéh Mémé, tusing bani Mémé nindihin tiang baan urip Méméné. To koné Mémé tresna tekén tiang. Diencéné Mémé bani ngetohin tiang. Nah yén Mémé tusing bani lakar madikang tiang okan Ida Sang Prabu, tiang lakar magedi uli dini.” Mara I Brakah ngomong kéto, lantas méménné ngeling sambilanga ngomong kéné, “Nah yén Cening sarat pesan nundén mémé memadik ka puri, mémé tusing ja bani miwalin keneh Ceningé. Nanging ké gelahang bareng. Cening suba nawang, mémé anak tani. Jani mémé tusing sebet, yén suba nindihin Cening. Krana jani mémé lakar majalan. Nah, ané engkén kenehang Cening?” I Brakah lantas masaut, “Titiang sing ja milihin buin, ané encén ja kalugra.” I Dukuh lantas ngénggalang ka puri, tangkil ring Ida Sang Prabu. Sang Prabu lantas ngandika, “Yéh nyai Dukuh luh tumbén. Saja nyai ngelah pianak alu?” I Dukuh lantas matur sarwi nyembah, “Inggih Ratu Sang Prabu, sawiakti titiang maderbé pianak marupa alu.” (Masambung)


sembilan puluh (90) tahun 8yang membelai napas kita

Minggu Paing, 5 Agustus 2018

Tetes (DK) Tetes

Yayasan Dharmasastra

MANIKGENI JKampung A T IPuisi J A- JKP G A- 109T

Hidup adalah Pengendalian

Desa Pujungan Tabanan

Minggu Umanis 28 Oktober 2018

l Cok Sawitri PERNAH AKU MENJADI APA SAJA UNTUKMU pernah aku diayun senyap memburu pencuri hujan bersekutu dengan raja dewa dalam gemuruh melupakanmu angin yang mati kusimpan di hati tak lagi mendesir bila namamu diucapkan hari pernah aku menjadi elang mengincar buruan bersekutu dengan rasa lapar dalam cabikan aku kubur bayangmu debu yang melesak ke mata kusimpan di dada jadi sumpal agar tak terbayang wajahmu pernah aku menjadi penjaga taman mencabut semua putik rumput bersekutu dengan arit menebas rindu untukmu pernah aku menjadi apa saja buat lupakan kamu sebab matahari ajari aku tentang terbit dan tenggelam setia pada hari… gelap yang menghuni dada menjadi mimpi buruk kupakai kutuk mencuri semua keyakinanku pernah aku menjadi pelupa menjadi penanya untuk semua kesetiaan bersekutu dengan khianat mematahkan semua hati yang percaya cinta pernah aku demikian telengasnya menjadi apa saja bahkan demi cinta khianati kamu!

Tak Terbeli Kejayaan

l Cok Sawitri AKU TAK KAN MENGIRIMI KAU BUNGA

kau tersanjung puisi ini bulan di pucuk cemara bukit-bukit menggigil aku tak cemas pikiran-pikiran mengusik perasaan dengan kata manis melambungkan perkiraanmu mengundang tawa kecil jadikanlah berita seakan dikejar petaka kau mendaki langit berundakan lehermu dagumu membelah kening candi yang rubuh oleh puja-puji aku tak akan tertawa tetap menjaga mata duka merana menatap rembulan saat sepi semut memindahkan remah meminangmu memasuki gegar

Aku pasti, hanya kata rayuan tak seikat bunga tak akan kukirim walau kau menjinjit cerita seakan aku jatuh cinta sebab karena kata-kata aku lupa mabuk yang keberapa memujamu bak berhala

Makhluk manusia ini bagaimana Menentukan niat kehidupan saja Tidak tepat pada ruang waktunya Tidak berpijak pada pijakannya Tidak ilmiah menentukan goal primernya Mati-matian membela kesempitan Bersimbah keringat darah mempertahankan kekerdilan Sampai megap-megap tenggelam di lautan permusuhan Bersaing, berebut, saling tendang dan buang Memperbarui perang dan permusuhan Dari siang ke malam, dari zaman ke zaman Membayar dengan kehancuran Tak terbeli kejayaan l Emha Ainun Nadjib

l Cok Sawitri PUCUK TEMURUI MERAH, CINTAKU cintaku, nasi gurih yang dijual mamak jelita itu pagi dandan bak pigi ke pesta kawinan cemara disanggul dikerudung kain warna melompat rindu pada dendeng kari bebek senyumanmu, lebih gurih asal harum temurui merah pasar riuh bawa hati luruh tak ketemu ada keluh “kapan tiarap bila rentetan bedil tiba? melompat ke bak mandi hingga lengang merayap “ candamu, ingatan pedih melukis tawa, kini cerita harga-harga bak musafir pergi ke gunung makin tinggi makin gagah, gelak itu jadi sarapan, segelas kopi, martabak telur dituang ke ciepe, seruput pelan pelan senyumanmu, temurui merah berbagi pucuk-pucuk angin aromanya, penuh penuhi rindu. cintaku, mamak jelita itu sembunyikan hati dalam cecap lidah menemui angin dipucuk-pucuk musim barat bila berani bedil menyalak, lagi taklah kulompat ke bak mandi kusambut senyumanmu aroma temurui merah mengayun-ayun hati kerudung cemara disanggulmu bila waktu subuhlah ribaan hatiku

l Sarah Monica

Bulan Ketigapuluh Selamat datang bulan ketigapuluha hujan membelai keasingan tengah malam kita sayat-sayat merekah dalam hatimu, dalam hatiku Mennelanjangi rupa buruk sebuah ego.

l Sarah Monica Dua Puluh Empat Tahun Sebuah malam tergelar bulan kuning di tengah pesajian tawaku pecah menatap lembar musim demi musim dua puluh empat tahun berjalan. Tunas jiwaku tumbuh dalam jarak dalam aroma dalam senyap memahat dinding kristal masa lampau. Bersembunyi dari taring waktu aku mengetuk pintu langit yang bungkam menyimpan seluruh misteri alam.

Cinta adalah kebun usang tanpa tuan warna pudar musim gugur. Berhembuslah angin ke jiwa-jiwa kering membelah batu segala keangkuhan. l Sarah Monica

Sayap-sayap patah Aku memasuki pintu-pintu jiwa Membaca makna dari tiap mata Tenggelam di gelombang semesta Semakin terasing dari segala. Apakah dunia yang kejejaki ini? Pengembaraan dalam ketiadaan Hatiku tersesat di belukar keraguan Cinta yang kupuja Tak menyelamatkanmu dari kegelisahan Langit tetap menatapku hampa.

l Tigabaris Puisi Sumpah Pemuda mengantar TITIK(Gecek) LEDAK 17 tahun kemudian...

Puasa, sikap menahan diri, prilaku mengendalikan, ilmu memahami batasanbatasan, adalah thariqat utama dan paling prinsipil bagi manusia dalam menjalani hidupnya menuju keselamatan di hadapan Allah Swt. Sampai hari ini Negara, Pemerintah, pada Pejabat dan seluruh partner sejarahnya, tidak melandasi tindakannya dengan ideologi puasa. Belum memprogram pembangunannya, dengan ideologi puasa. Belum menyusun langkah-langkah olah zamannya dengan kerendahhatian puasa. Kita bernegara dengan menuhankan pelampiasan. Kita bermasyarakat semakin tidak dididik untuk mengerti pengendalian. l Emha Ainun Nadjib

Sepanjang Agustus 2018

Minggu Paing 5 Agustus Minggu Wage 12 Agustus Minggu Umanis 19 Minggu Pon 26 Agustus Jatijagat Kampung Puisi Bersama Sanggar PURBACARAKA Sanggar CAKRAWALA Jalan Nias 13 Denpasar Menjelang Enampuluh (60) Tahun FAKSAS-FIB UNUD pukul 19:30 wita di JKP-109

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an

Juli-Rememberance 27 in 73…, 73 in 27

l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Khoiril Mawahib

I Wayan Nuriarta

Wied N

Fotografi

Fotografi Potret

Menampilkan Ekspresi, Kepribadian dan ”Mood” dari Subjek FOTOGRAFI potret atau portrait merupakan salah satu genre foto yang paling awal berkembang sejak fotografi ditemukan. Dengan kemampuan fotografi yang bisa memberi gambaran realistik dari subjek berpadu sifat alami manusia yang senang mengabadikan dirinya, maka fotografi potret terus berkembang hingga saat ini. Menurut fotografer senior Bali I.B. Andi Sucitra, fotografi potret merupakan seni memotret orang atau sekelompok orang yang menampilkan ekspresi, kepribadian dan mood dari subjek. Walau biasanya fokus pada wajah, potret bisa juga menampilkan sebagian atau seluruh tubuh beserta latar belakangnya. Beberapa ciri penting dalam fotografi potret, yaitu penonjolan kepribadian, penggunaan pencahayaan yang efektif, latar belakang dan pose subjek. “Foto potret oleh masyarakat awam sering dikenal pada pemakaian untuk kebutuhan formal, seperti di kartu identitas, rapor, ijazah, hingga akte pernikahan. Sepintas pemotretannya terlihat sederhana, subjek diminta duduk lalu difoto. Namun, untuk menghasilkan potret yang paling sederhana seperti pas foto diperlukan persiapan, dari memilih latar belakang, posisi pencahayaan, pose, ekspresi hingga pakaian diatur sedemikian rupa. Jadi, ada standar pengerjaan agar fungsi foto sebagai alat identifikasi bisa tercapai dengan baik,” ujarnya. Contoh lain potret formal untuk kepentingan politik, seperti foto kepala negara, pejabat, hingga tokoh-tokoh politik juga dibuat dengan cermat. Foto direncanakan secara detail yang umumnya dibuat untuk menegaskan kewibawaan, nasionalisme dan intelektualitas. “Selain teknik memotret dan pencahayaan

yang baik, pose serta ekspresi wajah juga dipilih dengan cermat. Termasuk pakaian, posisi lambang kenegaraan, serta properti penunjang seperti bendera, kursi, meja, buku, hingga ruangan diatur detail,” kata mantan Ketua Perhimpunan Fotografer Bali ini memaparkan. Selain kegunaan formal, kata Andi Sucirta, potret juga dipakai untuk kepentingan informal. Misalnya, untuk pajangan di rumah dengan subjek foto keluarga, orangtua, hingga wisuda anak sebagai kebanggaan. Terkini dengan perkembangan teknologi selular dan kamera digital, potret sudah menjadi

Buruh Angkut Semen karya I.B. Andi Sucirta

keseharian banyak orang. “Pernahkan Anda berpikir bahwa foto selfie yang Anda buat dengan smartphone termasuk potret? Di media sosial ada ribuan potret yang diunggah setiap harinya,” ujarnya. Andi Sucirta menambahkan, fotografi potret juga menjadi bagian yang banyak dipraktikkan pada kegiatan jurnalistik dan dokumenter. Banyak hal yang bisa diceritakan melalui sebuah potret jika dibuat dengan baik. “Di ranah fine art, kebebasan bereksplorasi juga membuahkan foto-foto potret konseptual yang menarik,” jelasnya. (ian)

Ida Pedanda Istri Ratna Sukania karya I.B. Andi Sucirta.

Truna Nyoman Tenganan Pegringsingan karya I.B. Andi Sucirta


Minggu Paing, 5 Agustus 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Sardine Restaurant Looking for Hostess,Waitress,Female Bartender Must Speak English Mail : sardine@sardinebali.com Telp.733617 Jl.Petitenget 21

B.BP.141.08.18.0000178

Dcr Sgr S1 Teknik Sipil.Email Lam ke:balienergyc@gmail.com

B.BP.164.08.18.0000129

Dcr:FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta 40, Kuta

B.BP.001.08.18.0000224

Admin SMU/S1,Marketing,CS Wnt S1,Tng Srbtan.Hub:081239222166 (PT.PSP Jl Gatsu Timur No.131)

B.BP.001.08.18.0000158

Bank Devisa,Cr Mrketing Wnt S1 Brpglmn;CV ke Jl.Thamrin 43Dps

B.BP.001.08.18.0000156

Cr Krywn/ti Tk Chaniago Grosir Jl .Thamrin 12 Dps/085238189997 B.BP.001.08.18.0000148

Dcr SPG,Max.28th Min.SMA,Jujur Rajin,Mau Belajar,Penempatan Discovery Shopping Mall Kuta Hub.Lusi 082144355655 B.BP.001.07.18.0001272

Dbtuhkan Staff housekeeping berpengalaman & bisa berbahasa Inggris. Tlp. 0361-289742 CV: asahrd2018@gmail.com B.BP.001.08.18.0000105

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

Dbthkn Lk2,D3 Thnk Spl u/Lpngn Projct, Krm CV ke ancalaone@yahoo.com

B.BP.004.08.18.0000189

Dbtuhkan Staff yang bisa berbahasa Jepang,Bhs Inggris& bisa mengoperasikan computer dengan baik.Gaji 10jt/bln.0361-289742 CV: asahrd2018@gmail.com

B.BP.001.08.18.0000104

Dcr Cleaning Service Pria Single Usia 20-30Th untuk HammerheadGym.Call:0811388661

B.BP.001.08.18.0000160

Dcr PRT berpengalaman,Tdr Luar Hub:089618915995/081246640599

B.BP.001.08.18.0000229

Dcr Pembantu Rmh Tgga Jl.Ry Tuban 168 Telp.0361751953

B.BP.004.08.18.0000182

Farmasy Cari Kary.Gudang Pria SMA max 25th tidak merokok.Lam PT.BKS Jl.Bung Tomo V/14 Dps

B.BP.001.08.18.0000220

Dcr Tng.Serabutan&Tkg.Bersih2 Pria&Wanita,Kuta, 082144877778

B.BP.001.08.18.0000155

Dcr Tukang Perak, usia max 35th. Hub.08113990076 B.BP.004.07.18.0001548

Dcr Waiter,Hostess,Cashier For Restauran,Good English,Contact 081999462978 for Interview B.BP.001.08.18.0000211

Dcr Sopir berpglman mobil Aplhard & Mercy Gj.2,3jt/08123850501

Pembantu Rumah Tangga Bujang bisa masak tdr dlm,08123861941

Dcr Waiter/Waitress,Cook,Pglmn Ari Putri Hotel Jl.Cemara, Semawang Sanur 087866834578

Tng Srbutn(Gln Pipa)Tggl Dalam Gj .2-3Jt/Bln.Hub:08123944820

B.BP.101.08.18.0000228

B.BP.001.08.18.0000114

Dicari Arsitek/Teknik Sipil Dan Bisa Autocad,S1, Email: danuartha569@gmail.com

B.BP.001.08.18.0000161

Dicari FO Bali Botanica Spa Ubud,Hub.0361-976739 info@balibotanica.com

B.BP.001.08.18.0000221

Dicari Karyawati Villa Untuk Batubulan.Pengalaman/Tidak Hubungi: 082359377096

B.BP.001.08.18.0000107

Dicari Sopir yg berpengalaman lamaran dibw ke Jl.Diponegoro 7/6 Dps hub/WA 08123677999

B.BP.001.08.18.0000223

Looking For Local Teachers to Teach Primary,Good English Skills Required. Contact:085904285180 or Email: childrenoftheworldschool@ gmail.com B.BP.001.08.18.0000208

Dcr Waiter/ss Bali Beach Shack Bw lamaran lgsng inerview Legian Kaja No.470 B.BP.154.08.18.0000236

B.BP.001.08.18.0000230

B.BP.001.08.18.0000164

Urgent.Dbtuhkan Satff Tukang/ Kepala Tukang(mandor) brpnglamn Gaji Tinggi Tep.0361-289742 CV: asahrd2018@gmail.com

B.BP.001.08.18.0000103

Urgently Require Admin / Marketing, Min 1 year Experienced, Good in English, Excel and Word.To Apply : balisurflife33@gmail.com

B.BP.004.08.18.0000118

Waiter/ss Penglmn u/New Dewata CafeKedonganan.H:087863579813

B.BP.004.08.18.0000213

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

G.01

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar G.02

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lamaran ke Hp.081238553358 G.07

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

G.03

Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke Hp.081238553358

G.04

Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lamaran ke Warung 63, Jl.Veteran, Hp.081238553358

G.05

Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lamaran ke Hp.081238553358

G.06

DIJUAL MOBIL SUZUKI

Suzuki Swiff 2011 Putih Taman Sari F/1 Jagapati,085935105399

B.BP.001.08.18.0000152

TOYOTA

Dijual Avanza 2011 Hub.081238938359

B.BP.001.08.18.0000165

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

JEEP

*** Wrangler JK Unlimited 3.6 Penta Star Km 22rb, 081353696360

B.BP.141.08.18.0000235

DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH Tnh 10A LD30m,Bonus Kost-an 19 Kmr.Hitung hrgTnh saja.450Jt/A Lok.G.Agung Dps. 087761724888 B.BP.004.08.18.0000222

Dijual Rmh & Kav Girihil Benoa DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:082236881191/081805374433

Tnh 5,5A SHM Cck u/Usaha/Rumah di sblh Utr Kantor Imigrasi Jl. Perum Taman Jimbaran Kuta Sltn Hub:087860952000/081246205744

Djl Rmh 1 Lt, 1 Are, Minimalis, Hrg 350jt Siap Huni Saba Gianyar Tlp:082141296158

Tnh Kav Murah JuwetSari Densel Harga.400Jt Cek Lok.0811399161

B.BP.004.07.18.0000150

B.BP.004.08.18.0000184

Rmh Minimlis 45/80.C/Krd,250Jt Lok.IB Mantra/081703280603Pmlk B.BP.001.08.18.0000077

DISEWAKAN RUMAH Dikontrakan Rmh Jl .Batuyang Gg Gagak 5 Bt.Bulan LT750M2,LB350 M2,2Lt,Fas Lngkap.081239619725 B.BP.001.08.18.0000217

DIJUAL TANAH 1Ha, 25Jt/A, di Kristal Bay View NusaPenida,SHM,H.081236296636 B.BP.001.08.18.0000162

Tanah Kvl Di Mengwi 140Jt/A & 75Jt/A,Bs Kredit,087862450004 B.BP.001.08.18.0000112

Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809 B.BP.001.07.18.0000043

B.BP.001.08.18.0000081

B.BP.153.08.18.0000132 SINGARAJA

Tnh 2,5 dan 3A Jl .6 meter Jl.Lingga Sgr Hp.0811398154 B.BP.001.08.18.0000192

DISEWAKAN TANAH Dikont.Tanah 18are Jl.Waribang Hub.081338581883/081338502755 B.BP.001.08.18.0000215

DISEWAKAN GUDANG Dikont.Gudang LB324m,LT4,15m2 Lok.Tkd.Badung Hp.081337788007 B.BP.001.08.18.0000227

KEHILANGAN Hlg BPKB No.E3081378-O DK 1054 QB An.HJ Masada B.BP.001.08.18.0000154


10

Minggu Paing, 5 Agustus 2018

Mendatar: 1. Pendukung sepak bola (Sunda) 4. Jumawa 8. Awal mula sesuatu ; Asal usul 10. Penanggulangan segera 11. Kandungan 12. Nama pohon seperti Keluih dengan buah tak berbiji 14. Merek minuman ringan 16. Sebuah istilah bidang hukum, merujuk pada yang menjadi target oleh pihak aparat hukum. 17. Taksi (Inggris) 18. Lahir kembali 22. Uang-uang logam yang berjatuhan 27. Indra pengelihatan (Inggris) 28. Gagasan 29. Wujud ; Sudut pandang ; Aspek 31. Halogen yang reaktivitasnya paling rendah dan paling bersifat elektropositif. 33. Merangkaikan serat hingga membentuk kerajinan/benda yang kaku. 34. Pasu bunga ; Belanga besar 35. Genta ; Jam besar 36. Nasihat 37. Pemakan pakaian, kertas, dan sebagainya.

Kebakaran Lahan TNK Belum Ganggu Habitat Komodo OTORITAS Balai Taman Nasional Komodo (TNK) menyatakan kebakaran di kawasan wisata TNK belum mengganggu habitat hidup “The Komodo Dragon” (varanus komodoensis). Kepala Taman Nasional Komodo Budi Kurniawan, ketika dihubungi dari Kupang, pekan ini mengatakan kebakaran tersebut terjadi di lahan hutan di Gililawa Darat

yang merupakan kawasan TNK Kabupaten Manggarai Barat. “Kebakaran lahan seluas 10 Hektar itu tidak mengganggu habitat hidup dari Komodo, karena memang berada di Gililawa yang merupakan kawasan wisata,” jelasnya. Namun, kebakaran lahan di kawasan wisata tersebut sangat mengganggu wisatawan yang sering berkun-

BPM/ist

KOMODO - Kebakaran di kawasan wisata TNK belum mengganggu habitat hidup “The Komodo Dragon” (varanus komodoensis).

jung ke kawasan itu. Apalagi kawasan Gililawa terkenal dengan kawasan wisata Savananya, serta kawasan wisata lautnya yang sangat indah serta menjadi spot untuk menikmati sunset dan sunrise. Ia mengatakan penyebab dari kebakaran kawasan Hutan Gililawa itu diduga akibat puntung rokok yang dibuang oleh pengunjung yang berwisata di daerah itu. kawasan itu adalah spot treking dan untuk foto-foto. Sehingga dipastikan dalam tahun ini sampai musim penghujan tahun depan keindahan di kawasan itu tidak dapat dinikmati oleh pengunjung. “Diduga kebakaran kawasan TNK itu karena putung rokok yang dibuang secara tidak sengaja oleh pengunjung yang tak bertanggung jawab,” ujarnya. Dia mengimbau agar pengunjung tidak lagi sembarangan membuang puting rokok dikawasan savana wisata TNK lainnya, sehingga tidak menimbulkan kebakaran. (ant)

Masyarakat Dilarang Pelihara Ikan Berbahaya

YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia, Sumatera Utara meminta kepada masyarakat agar tidak memelihara ikan berbahaya atau predator yang memiliki sifat invasif, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan jatuhnya korban jiwa. “Jika ada yang memelihara Ikan tersebut, segera serahkan ke posko Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan (BKIPM) Kantor Perwakilan Sumatera Utara,” kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut,

Abubakar Siddik di Medan, Sabtu (4/8) kemarin. Penyerahan secara sukarela ikan yang tergolong predator itu bertujuan untuk kebaikan bersama, agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan warga, terutama anak-anak. “Ikan predator seperti jenis piranha tidak diperbolehkan dipelihara atau dijadikan sebagai ikan hias di dalam aquarium dan dikolam ikan pribadi,” ujar Abubakar. Ia mengatakan, bagi masyarakat yang belum mengetahui keganasan ikan predator,

BPM/ist

PREDATOR - Ikan predator seperti jenis piranha tidak diperbolehkan dipelihara atau dijadikan sebagai ikan hias di dalam aquarium dan dikolam ikan pribadi.

bisa saja berakibat fatal dan kehilangan sebelah tangan mereka akibat disantap ikan yang berbahaya. Oleh karena itu, bagi warga yang memelihara ikan ganas tersebut, dengan kesadaran yang cukup tinggi agar menyerahkan kepada Tim BKIPM Perwakilan Sumut. “Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak ada yang menjadi korban ikan predator yang cukup ganas itu,” ucap dia. Selain itu, pengusaha toko ikan hias diharapkan juga agar tidak menjual ikan berbahaya yang dilarang oleh pemerintah. Sedikitnya terdapat 152 jenis ikan yang dilarang sesuai dengan Peraturan Menteri (PerMen) Kelautan dan Perikanan, Nomor 14 Tahun 2014. “Penjual ikan hias dan masyarakat harus mematuhi peraturan pemerintah tersebut, dan jangan dilanggar karena ada sanksi hukumnya,” kata Ketua YLKI Sumut itu. Sebelumnya, Tim Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kantor Perwakilan Sumatera Utara mengamankan 21 ekor ikan berbahaya atau predator/invasif di berbagai lokasi di Medan.(ant)

Menurun: 1. Sapaan kepada raja 2. Besar ; Gemuk 3. Turun (Jepang) 5. Mantan Presiden AS 6. “Putri Kecil” 7. “Kelemumur” 9. Legenda yang berasal dari Jawa Barat 10. Bersangkutan dengan perbedaan ; Menunjukkan perbedaan 13. Ikan hias 15. National rifle association 19. Ini (Bali) 20. “Cium” 21. Sebentar sekali 22. Jimat 23. Irama 24. Salah satu unit terdepan dari bagian pelayanan rumah sakit. 25. Salah satu penambah stamina tubuh 26. Batas waktu 30. Kacau ; Tidak teratur 32. Bicara ; Cakap

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 358 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 11 Agustus 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 19 Agustus 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 356 Mendatar: 1. PETISI 2. Bordes 8. Bambu 9. Nyaris 11. Mainan 12. REMAKE 14. MENU 15. RASYID 18. TAUR 19. Gerhana 20. Rekanan 24. ADAS 26. Barter 30. INTI

Koloni penguin raja

31. Akurat 32. NONIUS 33. Amulet 34. Aking 35. Toilet 36. Bentul Menurun: 1. PONGOR 2. Tragis 3. IBS 4. IMPLANT 5. Bumpet 6. DANGER 7. Santunan

BPM/ist

Koloni Terbesar Penguin Raja Susut 90 Persen KOLONI terbesar penguin raja di dunia telah menyusut hampir 90 persen dalam tiga dekade, menurut para peneliti. Terakhir kali para ilmuwan menginjakkan kaki di Ile aux Cochons di Prancis (sekitar setengah perjalanan antara ujung Afrika dan Antarktika) pulau tersebut dikerubungi dua juta penguin jenis itu, yang tingginya sekitar satu meter. Namun, beberapa citra dan foto satelit yang baru-baru ini diambil dari helikopter menunjukkan populasinya anjlok, dengan sisa hanya sekitar 200.000 penguin menurut studi yang hasilnya diterbitkan di Antarctic Science. Penguin raja lebih suka untuk tinggal di rumah. Walaupun penguin dewasa akan pergi ke laut selama beberapa hari pada masa berburu makanan, spesies tersebut tidak bermigrasi. Bagaimana koloni penguin di Ile aux Cochon bisa berkurang drastic, masih menjadi misteri. “Sangat tidak diduga dan sangat signifikan karena koloni ini merepresentasikan hampir sepertiga penguin raja di dunia,” kata penulis utama studi Henri Weimerskirch, ahli ekologi Pusat Studi Biologi di Chize, Prancis yang pertama kali meneliti koloni itu pada 1982. Perubahan iklim mungkin berperan dalam penyusutan populasi penguin raja. Tahun 1997, El Nino kuat membuat Samudra India bagian selatan menghangat, mengurangi ikan-ikan dan cumicumi yang menjadi makanan andalan penguin raja sebelum mereka berburu. “Ini mengakibatkan populasi menurun dan keberhasilan pembiakan yang rendah “untuk semua koloni penguin raja” di kawasan, kata Weimerskirch. Weimerskirch dan koleganya

menunjukkan dalam studi awal mereka bahwa perubahan iklim, dalam lintasan terkini kemungkinan akan membuat Iles Crozet (kepulauan yang mencakup Ile aux Cochon) tidak layak untuk penguin raja pada pertengahan abad.(ant)

10. INRI 13. Edan 14. Mujair 16. EVA 17. Yahudi 19. Gelignit 21. ELBA 22. ANE 23. Kaustik 24. Atensi 25. SAMSAT 27. ATOM 28. Tablet 29. Rental 33. AGB

Pemenang TTS No. 356 1. I Wayan Sutaya Jl.Saraswati Gg.Cempaka No.03 Bajera, Selemadeg, Tabanan (HP:081238 449084) 2. I Gede Okky Sukrasena Br.Praja Raksaka No.31, Pemogan, Denpasar Selatan (HP:08124665695) 3. I Wayan Gede Sentana Putra Jl.Gunung Agung No.123, Sukawati, Kab.Gianyar (HP:085337 185584) 4. I Nengah Narya Br.Bantas, Baturinggit, Kubu, Kab.Karangasem (HP:085737 403939) 5. I Wayan Murjana Br.Gunung, Abiansemal, Kab.Badung (HP:081338 412509) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Made Sarjana Alamat : Jl.Tjokorda Agung Tresna, Renon, Denpasar (HP:081338 541812)


INspirasi

Minggu Paing, 5 Agustus 2018

11

I Wayan Lovayana Bisnis Putu Rukianto Berawal dari Ngumpul-ngumpul Bareng Teman Buat ’’Casing’’ HP Kayu dengan Ukiran Bali PERSAINGAN di dunia usaha belakangan ini kiat ketat. Diperlukan semangat tinggi dan kerja keras supaya setiap usaha yang dijalani agar dapat berkembang dengan baik. Semangat itu ada pada Putu Rukianto. Dia ikut berbisnis dengan membuka usaha Stone Garden Animal Park yang berlokasi di Desa Bunutin tepatnya di pintu masuk perbatasan Kabupaten Bangli dengan Gianyar. Putu Rukianto, Sabtu (4/8) kemarin, mengungkapkan, ide awal dirinya membuka usaha objek wisata Stone Garden Animal Park berawal dari ngumpul-ngumpul dengan pemuda di Banjar Guliang, Kawan. Setelah itu, dia memberanikan diri untuk berkecimpung di dunia usaha. “Dari sanalah saya akhirnya memyukai usaha ini,” ujarnya. Kata dia, di objek wisata ini, pihaknya menyediakan banyak sport selfie. Di samp-

Rukianto

BPM/nan

ing itu, para pengunjung juga akan dimanjakan dengan indahnya sawah rice terace, tebing yang alami, garden yang luas, mini zoo, taman bunga, air terjun ketinggian delapan meter dan view laut yang sangat indah. Sedangkan pada malam harinya wisatawan akan dimanjakan indahnya lampu berwarnawarni serta lampion pohon. Stone Garden Animal Park

Pusat Data

Meski menangani IT, kata dia, EPW tak bertugas memegang jaringan informasi internet, melainkan hanya di pusat data. Selama bertugas, kata Nariswari, EPW tak menunjukkan sikap mencurigakan. Bahkan, hasil pekerjaannya selalu baik. Sehingga, menjadi rebutan prodi lain untuk menangani IT. “EPW itu sederhana dan humoris. Dia sangat taat beribadah,” jelasnya. Pihak kampus, kata

Nariswari, tidak melihat langsung penangkapan EPW di depan kampus. Justru, baru tahu dari media. Saat ditangkap, EPW baru saja pulang kerja. Bahkan, usai salat magrib di masjid kampus bersama direktur Poliwangi. Terkait kejadian ini, pihak kampus langsung merapatkan barisan untuk memastikan tidak ada mahasiswa atau pengelola kampus yang ikut jaringan terlarang. Ditanya soal sanksi bagi EPW, pihak kampus masih menunggu proses hukum. Sebab, sampai detik ini, pihak

juga menerima tempat reuni, ulang tahun, rapat konsep di alam, camping, cycling, trekking, wedding, prewedding, lunch dan dinner untuk tamu lokal dan mancanegara. Sedangkan untuk harga menyesuaikan budget dari tamu itu sendiri, katanya. Pria kelahiran 1981 itu memilih membuka usaha objek wisata ini karena belakangan ini wisata selfie sangat ngetren oleh masyarakat. Tidak hanya anak muda, namun orang dewasa juga tertarik untuk ber-selfie. Di samping itu juga masyarakat Bali sekarang ini mulai suka berlibur, terutama pada saat weekend. Berbekal dari sanalah, dia akhirnya memilih membuka usaha wisata ini. “Saya membuka objek wisata ini agar jalur wisata selatan tetap hidup. Wisatawan bisa mengetahui bahwa di Bali masih banyak ada objek wisata yang bagus salah satunya di sini,” paparnya.(nan)

kampus belum bisa berkomunikasi dengan EPW. “Kami tetap menunggu proses yang ada. Jadi, kami belum bisa mengambil sikap,” ujar Nariswari. Sebelumnya, terduga teroris EPW asal Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Probolinggo ditangkap Densus 88 di Banyuwangi, Rabu (1/8) malam. Selama ini, terduga teroris itu tinggal bersama istri dan anaknya di Dusun Krajan Wetan, RT 1/I, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Penangkapan ini berkaitan dengan kasus bom di Probolinggo. (udi)

Tinggal Kenangan Jadilah, wayang wong sebagai seni tradisi tinggal kenangan. Bagi dia, arja dan gambuh dulu adalah masuk seni saktal yang kemudian dikembangkan menjadi seni profan dan balihbalihan. Saat itu, seni arja dan gambuh masih menjadi alternatif hiburan bagi krama Bali yang menggelar karya atau upacara agama. Namun dalam era selanjutnya, seni arja jauh lebih berkembang menjadi seni tontonan alias hiburan karena mampu menangkap keinginan penggemarnya. Made Suarta yang juga pemain mantri di arja ini mengatakan arja bisa diterima sebagai bentuk hiburan karena mampu menampilkan inovasi,

mengkolaborasikan unsur seni tradisi dan bebanyolan. Jika hal ini juga dilakukan oleh wayang wong, dia yakin seni ini akan terus ajeg. Saat ini, penari wayang wong memerlukan tokoh yang menguasai cerita, tatwa, dan lelucon sehingga tampil lebih segar di mata penontonnya. ’’Tanpa inovasi, saya yakin wayang wong dan gambuh akan mulai menyusut,’’ tegasnya. Dia mencontohkan Desa Sesetan dulu memiliki sesuhunan berupa wayang wong, namun budaya itu sudah mulai menghilang. Ini sesungguhnya warning bagi umat dan krama Bali yang memiliki seni wayang wong untuk segera melakukan regenerasi pemain agara tetap ajeg. Hal itu dibenarkan tokoh masyarakat Nyelati, Mengwi, Drs. IGB Arthanegara, S.H.,

M.H., M.Pd. Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali ini mengungkapkan seni wayang wong tak boleh punah di Bali. Berbagai langkah harus dilakukan. Selain regenerasi, juga penyederhanakan cerita jika dimainkan oleh anak-anak serta durasinya dipersingkat. Selain itu, dalam pementasan diperlukan dukungan sound system agar suara pemain terdengar jelas dan pesan diterima secara utuh oleh penonton. Yang tak kalah pentingnya adalah dukungan masyarakat untuk tetap menonton dan mencintai seni wayang wong sebagai bentuk apresiasi pelestarian seni budaya Bali. Jangan sampai pentas seni wayang wong sampai sepi penonton. Makanya diperlukan anak muda yang mencintai seni ini. (sue)

Masih Terjaga Kendati, ada pula yang masih terjaga dengan baik dan disakralkan seperti wayang wong Tejakula (Buleleng) dan wayang wong di Pura Luhur Pucak Kembar, Tabanan. Untuk mengembalikan lagi wayang wong yang hampir punah, proses rekonstruksi adalah jawabannya. “Setelah direkonstruksi, kita berikan ruang untuk pentas di event-event seperti PKB dan Mahalango. Seperti kemarin, rekonstruksi di Kerobokan, Badung. Sekarang ada lagi di Kuta, di Bualu. Yang di Bualu ini malah sudah dua kali kita pentaskan. Jadi,

itu kewajiban pemerintah sekarang untuk melestarikan dan memelihara karena sudah masuk warisan budaya dunia,” jelasnya. Beratha menambahkan, salah satu persyaratan sebelum sembilan tari Bali disidangkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda memang harus ada pernyataan yang dibuat. Yakni, Bali khususnya akan membuat beberapa kebijakan untuk tetap memelihara dan melestarikan kesenian itu. Mengingat sekarang ada tantangan berupa perkembangan kehidupan masyarakat yang sedikit banyak memengaruhi upaya pelestariannya. “Dulu kan masyarakat

agraris, masih homogen, sehingga ruang untuk berkesenian masih banyak. Kalau sekarang masyarakat sudah mengarah ke jasa industri. Anak-anak juga sibuk bersekolah hingga ke tingkat yang lebih tinggi,” imbuhnya. Dulu, lanjut Beratha, wayang wong disebut dengan barong ketingkling dan setiap bulannya ngelawang. Pada saat Hari Raya Galungan, wayang wong ngelawang bahkan bisa dilakukan selama satu bulan penuh. Kepercayaan masyarakat agraris kala itu, penari wayang wong sampai masuk ke rumah-rumah penduduk dan menyentuh pepohonan di sana diyakini akan membuat pohon itu berbuah lebat. (rin)

Bisa Dipentaskan Sementara itu, wayang wong di Desa Kelating dan Tunjuk, dikatakan Muder masuk dalam kesenian yang sifatnya wali dan balih- balihan. Artinya, bisa dipentaskan untuk sifatnya sakral dan bisa untuk pertunjukan asalkan sesuai dengan pakem upacaranya. Wayang wong Desa Kelating misalnya, pernah dipentaskan saat pawai PKB dua tahun lalu. Kebanyakan untuk pentas mengambil lakon cerita Ramayana. Dia mengakui di balik pesatnya arus globalisasi ditambah dengan gaya hidup masyarakat yang semakin modern, kesenian wayang wong memang dihadapi dengan tantangan berat. Saat pementasan, khususnya berbau hiburan generasi muda Bali kurang melirik wayang wong. Namun dikatakan Muder, pihaknya selalu memotivasi masyarakat sesuai dengan dresta, karena ini kaitannya dengan niskala pasti desa yang masih kental dengan kesenian tersebut akan terus berupaya melestarikannya sehingga tidak mungkin musnah. “Karena kalau tidak dilestarikan akan ada hal hal yang dikhawatirkan terjadi, kami dari pemerintah hanya

memotivasi dan mengingatkan. Kalau di Kelating sudah mulai ada bibit baru dan regenerasi, demikian juga di Tunjuk,” ucapnya. Regenerasi ini dikatakannya

sudah mulai terlihat karena secara otomatis itu sudah menjadi kewajiban mereka untuk memiliki ide sendiri mengganti tokoh atau peran yang sudah tidak layak lagi. “(bit)

MESKI baru berusia 25 tahun, namun I Wayan Lovayana warga Desa Kuwum, Marga, Tabanan ini sudah memiliki usaha kreatif yang menonjolkan budayaBali, dalam hal ini kerajinan ukir. Seni ukir ini ia tuangkan lewat casing HP dan dijual dengan pangsa pasar menengah ke atas. Ternyata karyanya diminati tidak hanya masyarakat Indonesia tetapi jugawarga luar negeri. Terakhir, hasil karyanya ini menjadi salah satu produkunggulan yang mewakili Indonesia di pameran UKM/ IKM Nusantara diRusia. Lovayana mengatakan latar belakang ia mulai mengembangkan usaha kreatif ini setelah melihat potensi Desa Marga sebagai daerah seni ukir.Banyak usaha seni ukir di desanya meski sebagian besar berkecimpung di usaha pintu ukir maupun usaha mebel, namun dikhawatirkan tidak ada penerusnya. Hal ini juga disebabkan kemajuan zaman dan teknologi membuat minat generasi muda untuk menekuni seni dan budaya tradisional semakin berkurang. Untuk di Bali, generasi mudanya lebih melirik usaha di bidang pariwisata. ‘’Kalau terus dibiarkan maka akan berdampak pada semakin hilangnya identitas diri budaya Bali dan berdampak juga pada kesejahteraan para seniman karena mulai hilangnya lapangan pekerjaan mereka,’’ ujar Lovayana. Dia mulai memikirkan terobosan usaha kreatif dengan merangkul seniman ukir

di Bali. Usaha ini sekaligus melestarikan seni ukir Bali dan memberikannya nilai lebih bagi seniman ukir Bali. Lovayana kemudian membuat casing HP kayu yang diukir. Ia menggandeng seniman ukir dari desanya serta seniman ukir dari Tampaksiring, dan Ubud. Target pasarnya adalah masyarakat kalangan menengah ke atas. Harga jual untuk casing kayu berukirnya awalnya Rp 350 ribu hingga Rp 750 ribu, sekarang meningkat menjadi Rp 800 ribu. Kenaikan harga ini bukan karena bahan baku yang langka, tapi merupakan salah satu penghargaan Lovayana untuk perajin ukir yang diajak bekerja sama di usaha ini. Dalam mengembangkan usahanya, Lovayana tidak sendiri. Ia merangkul anakanak muda di desanya untuk bekerja sama

mengembangkan bisnis ini. Ada di bidang penjualan hingga mendesain. Ukiran yang terpahat di casing HP biasanya tokoh para dewa seperti Ganesha ada juga barong dan lainnya. ‘’Bisa juga sesuai pesanan dengan pengerjaan satu minggu,’’ paparnya.Untuk meningkatkan ekonomi seniman ukir, Lovayana menerapkan sistem bagi hasil, di mana seniman ukir mendapatkan porsi bisa sampai 50 persen dari harga jual. Dengan pemasukan yang besar lewat penjualan casing kayu berukir ini diharapkan para generasi muda melirik untuk mulai menekuni seni ukir sehingga budaya seni ukir di Bali bisa dilestarikan. Dalam pemenuhan bahan baku kayu, Lovayana menyerahkan pada seniman ukir. Namun biasanya, kayu didapatkan dari limbah kayu kerajinan mebel maupun kerajinan ukir bahan bangunan yang banyak ada di Marga.

‘’Jadi, selain melestarikan budaya kita juga melestarikan lingkungan dengan memaksimalkan pemakaian kayu yang sudah tidak terpakai lagi,’’jelasnya. Setelah ukiran selesai, barulah Lovayana memberikan sentuhan terakhir dengan memasang bahan rubber sebagai pelindung HP sehingga tidak lecet saat dipasang pada casing HP kayu berukir ini. Meski tergolong mahal, namun penjualan casing HP kayu dengan ukiran ini justru meningkat. Jika dulu rata-rata penjualan sekitar 30 buah per bulan sekarang menjadi 70 buah per bulan. (san)

BPM/san

KREASI - Wayan Lovayana dan kreasi casing HP kayu dengan ukiran Bali.

Membuat Topeng Dalam kumpulan tokoh seni itu ada I Gusti Ngurah Jelantik – seniman yang datang ke Tejakula pada abad ke-16, serta I Dewa Batan – seniman yang datang ke Tejakula pada abad ke-15. Kedua seniman ini dipercaya memiliki peran besar lahirnya seni wayang wong di Tejakula. Kedua seniman itu pula yang membuat topeng-topeng dari kayu yang berwujud tokoh-tokoh dalam Epos Ramayana. Total ada 175 buah topeng yang dibuat pada masa tersebut. Sampai sekarang, di Pura Maksan rutin digelar piodalan dan setiap karya akan dipentaskan Wayang Wong yang penarinya sendiri dipilih secara garis keturunan. Kesakralan ini membuat wayang wong Tejakula telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Salah seorang tokoh seniman sekaligus saksi penciptaan wayan wong Tejakula adalah Gede Putu Tirta Ngis (72), warga Banjar Dinas Tegal Semaga, Desa Tejakula. Saat ditemui belum lama ini, pria yang akrab dipanggil Putu Ngis ini menggeluti kesenian sakral mulai 1975 silam dan sekarang masih

aktif ngayah mementaskan wayang wong. Dia pun dikenal ahli memainkan semua tokoh dalam kesenian ini. Sebelumnya, Putu Ngis tak tahu siapa kerabatnya yang pernah menarikan wayang wong. Namun, secara turun- temurun dirinya memiliki hubungan kekerabatan dengan I Gusti Ngurah Jelantik yang dikenal salah seorang seniman yang turut menciptakan kesenian wayang wong. “Sekitar tahun 1975, saya belajar menari wayang wong sampai tahun 1985. Proses belajarnya ya menari, pentas, melihat. Dari sana saya akhirnya bisa memainkan semua tokoh wayang wong,” katanya. Menurut Putu Tirta Ngis, wayang wong Tejakula memang budaya yang sangat tua. Ratusan topeng itu terdiri dari beberapa kelompok. Seperti kelompok Sugriwa, Rama, Laksamana, Wibisana, Punakawan, Rahwana, Kumbakarna, hingga kelompok raksasa. Ratusan topeng itu kini distanakan di Pura Maksan Tejakula. Topeng yang kini diperkirakan berusia 3,5 abad itu masih tersimpan apik di Pura Maksan. Topeng-topeng itu hanya digunakan pada waktu-waktu tertentu oleh anggota Sekaa Wayang Wong Tejakula yang be-

ranggotakan 300 orang, terutama ketika diselenggarakan piodalan di purapura yang ada di Desa Adat Tejakula. Kesenian sakral itu juga tak bisa dipentaskan di sembarang tempat dan sembarang waktu. Dia mencontohkan, saat piodalan ageng di Pura Kahyangan Tiga, ngenteg linggih, serta piodalan di Pura Danka. Sebelum dimainkan, topeng-topeng itu harus diupacarai melalui rit ua l b a k t i p a m ung k a h yang dilangsungkan di Pura Maksan. Kesenian wayang wong yang sakral ini juga wajib dimainkan bersambung, tidak bisa dimainkan terpenggal atau hanya dimainkan pada bagian-bagian cerita tertentu. “Kalau saat piodalan di Pura Desa Tejakula harus memainkan bagian pertama Epos Ramayana, pada pementasan selanjutnya, harus memainkan bagian kedua. Begitu seterusnya. Jika sudah tamat, cerita dimulai lagi dari bagian pertama,” jelasnya. Sejak diciptakan wayang wong tidak bisa dipisahkan dari kesan sakral. Hal ini membuat mengapa kesenian ini bertahan secara turun- temurun. Sebagai bukti, sekalipun orang itu tak bisa menarikan wayang wong sebelumnya, namun kalau sudah dipilih

secara niskala maka seseorang otomatis bisa menari. Uniknya, tanpa proses belajar sekalipun, calon penari itu akan bisa menari seperti penari lainnya. Seniman wayang wong sekaligus penglingsir sekaa wayang wong Drs. Gede Komang, M.Si. mengatakan, warisan menarikan wayang wong itu tak selalu datang melalui garis keturunan ayah-anak atau kakek -cucu. Namun bisa datang dari garis keturunan dari keluarga di luar seorang penari wayang wong. Dia mengaku, sebelumnya tak pernah menarikan kesenian wayang wong. Ia mendadak bermimpi harus menarikan wayang wong di pengujung 1990 silam. Gede Komang tak pernah menarikan kesenian itu, menonton pun jarang, karena dulu ia bertugas di Timor Timur (sekarang Timor Leste -red). Namun karena sudah waktunya menari, ia pun menarikannya. Kepercayaan lain adalah, kalau seseorang menolak menari wayang wong, maka diyakini akan mengalami hal-hal buruk. Pengalaman seperti itu, menjadi keyakinan kuat, kalau siapapun warga pantang untuk menolak kalau waktunya dijumput ngiringang Ida Batara sebagai penari wayang wong. (mud)

Mundurnya PKS Di kubu Prabowo santer terdengar isu mundurnya PKS memberikan dukungan kepada Prabowo jika cawapresnya adalah AHY. Menurut Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research Cen-

ter (SMRC), Djayadi Hanan, dengan kondisi ini bisa saja salah satu parpol keluar dari koalisi. “PKS mungkin mengambil sikap tak bergabung dengan Prabowo bila cawapres tidak dari PKS,” katanya. PKS hingga saat ini masih bersikukuh untuk memper-

tahankan rekomendasi ijtima ulama. Forum itu merekomendasikan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf AlJufri dan Ustaz Abdul Somad Batubara sebagai cawapres untuk dipilih Prabowo. Sementara itu, Jokowi terus menggalang dukungan. Jokowi kemarin bertemu

dengan relawan di SICC, Sentul. Saat itu, Jokowi meminta relawannya memberi pemahaman yang benar kepada para kiai. Deklarasi dan gerakan di daerah untuk mendesak dan mendukung kembali Presiden Jokowi semakin masif dari segala penjuru di tanah air. (kmb)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Minggu Paing, 5 Agustus 2018

Marquez Jadi Faktor Penentu

t r o Sp

Yamaha Gagal Hentikan Honda Brno – Usai juara dunia di 2015, Yamaha gagal menghentikan Marc Marquez. Bos Yamaha Lin Jarvis menilai faktor motor Honda bukan faktor penentu, melainkan Marquez sendiri. Rider Repsol Honda itu tampil merebut empat gelar juara dunia dalam lima tahun terakhir. Satu-satunya kegagalan itu terjadi di 2015 saat dijuarai Jorge Lorenzo, yang menandai satu-satunya titel Yamaha sampai kini. Di musim berikutnya, Yamaha kembali gigit jari. Marquez mendulang gelar MotoGP ketiganya dengan unggul jauh, 49 poin dari Rossi dan 65 poin dari Lorenzo. Persaingan lebih ketat di 2017, namun bukan Yamaha yang berhasil mempersulit Marquez melainkan Ducati lewat Andrea Dovizioso. Namun demikian, rider Spanyol itu kembali berjaya usai unggul 37 dari Dovizioso dan meninggalkan jauh Valentino Rossi dengan selisih 90 poin (5) dan 68 poin dari Maverick Vinales (3). Rossi dan Vinales tampil lebih menjanjikan di musim ini, tapi Marquez membuktikan dirinya masih terlalu tangguh. Memasuki paruh kedua musim, Marquez memimpin klasemen dengan jarak 46 poin dari Rossi dan 56 dari Vinales di posisi kedua dan ketiga. “Apakah saya terkejut dengan Honda? Saya tidak terlalu terkejut tentang Marquez, karena saya pikir kalau Anda berbicara tentang Honda, Anda pada pokoknya membicarakan Marquez, dan Marquez adalah seorang atlet yang sedang pas di momentnya. Terutama tahun ini dia sepertinya menikahi dirinya sendiri, sangat pas sekali dengan Honda secara keseluruhan,” uangkap Jarvis, Sabtu (4/8) kemarin. “Dia sedang dalam performa terbaik, dia adalah pebalap sensasional, dan ketika dia mampu menguasai diri sendiri, dia sangat-sangat tangguh. Jadi dia adalah seorang pesaing yang sangat sulit sekali dikalahkan. Namun, pebalap kami punya potensi untuk mengalahkan dia, kami sudah pernah melakukannya di masa lalu, dan akan melakukannya di masa depan,” imbuhnya. “Kami masih butuh memperbaiki beberapa hal lagi, saya tidak ingin membicarakannya secara detil karena saya merasa bukan waktu dan tempat yang tepat untuk melakukannya. Tapi kami sedang bekerja keras. Kami perlu menang lagi. Tidak hanya sekali, tapi menang lagi secara konsisten. Jadi itulah yang kami dorong sekarang ini,” tutupnya. (kmb33/afp)

Bali United Menyodok ke Papan Atas Gianyar(Bali Post)-

Tim tuan rumah Bali United sukses menumbangkan tamunya PSIS Semarang, dengan skor 2-0 (1-0) dalam lanjutan Kompetisi Liga 1, di Stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar, Sabtu (4/8) kemarin. Gol tercipta melalui sundulan Kapten Fadil Sausu di menit ke-27, dan heading Melvin Platje dimenit ke-68. Atas hasil ini Bali United kini mengemas 29 poin dan menyodok ke posisi ketiga klasemen sementara. Sejak kick-off Bali United spontan menggebrak. Laga yang dipimpin wasit Yeni Krisdianto (Jatim) baru bergulir tiga menit, umpan Melvin Platje dari sektor kiri ke mulut gawang gagal dituntaskan bomber Ilija Spasojevic. Tembakan Spaso masih melenceng ke kiri gawang PSIS yang dikawal kiper Jandia Eka Putra. Serdadu Tridatu berhasil memecah kebuntuan di menit ke-27. Berawal dari serangan balik cepat, lagi-lagi pemain asal Belanda Antonius Johannes Melvin Platje memberikan umpan terukur dari sektor kiri. Bola lambung disongsong tandukan kapten Fadil Sausu, hingga mengoyak gawang PSIS.

Unggul 1-0, Bali United terus meningkatkan tempo permainan. Akan tetapi, sampai turun minum tim polesan Widodo Cahyono Putro tetap unggul 1-0. Memasuki babak kedua, Laskar Serdadu Tridatu tak menyurutkan serangannya. Namun sederet peluang emas belum mampu dikonversi menjadi gol. Menit ke-68 Bali United mampu menggandakan kemenangan melalui sundulan Melvin Platje. Serangan sporadis Laskar Serdadu Tridatu mengobrak-abrik benteng pertahanan Tim Mahesa Jenar yang bermaterikan Akbar Riansyah, Haudi Abdillah, Petar, dan Safrudin Tahar.

Pada menit akhir babak kedua permainan terbuka PSIS justru mengancam gawang Bali United yang dikawal Wawan Hendrawan. Sayangnya penyelesaian akhir barisan penyerang PSIS yang menurunkan Abou Bakr Al-Mel, Hari Nur Yulianto, dan Komarudin masih lemah. Sampai wasit Yeni Krisdianto meniup peluit panjang, skor akhir Bali United tetap unggul 2-0. Wasit Yeni memberikan kantu kuning kepada Taufik Hidayat dan Nick van Der Velden (Bali United), serta Akbar, Safrudin Tahar, Ibrahim Posle Conteh, dan Komarudin. Usai laga, pelatih Widodo Cahyono Putro men-

gakui kunci kemenangan asuhannya karena mampu membongkar pertahanan PSIS yang solid. ‘’Pola permainan anak-anak sudah sesuai dengan instruksi dan skema serangan,’’ ungkapnya. Di sisi lain, pelatih PSIS

Vicenzo Alberto Annese menyatakan babak pertama asuhannya mampu menghadapi permainan tuan rumah. ‘’Akan tetapi, Haudi Abdillah dan kawankawan keder menghadapi permainan kompak Bali United,’’ jelas Vicenzo. (022)

Klasemen Sementara 1. Persib 19 2 Madura United 19 3 Bali United 19 4 PSM 18 5 Barito Putera 19 6 Bhayangkara 19 7 Persija 18 8 Persipura 19 9 Persela 18 10 Sriwijaya 19 11 Borneo 18 12 Arema 18 13 Mitra Kukar 18 14 Persebaya Surabaya 18 15 Perseru Serui 18 16 PSIS Semarang 19 17 PSMS 19 18 PS TIRA 19

10 5 8 6 8 5 8 5 8 5 8 5 8 4 7 6 7 6 7 5 7 4 6 5 7 2 5 7 6 4 5 5 6 0 5 3

4 5 6 5 6 6 6 6 5 7 7 7 9 6 8 9 13 11

31 27 25 25 31 26 28 31 29 29 25 27 27 26 12 17 22 26

18 +13 25 +2 20 +5 23 +2 30 +1 25 +1 21 +7 24 +7 24 +5 28 +1 24 +1 24 +3 30 -3 26 +0 17 -5 25 -8 36 -14 44 -18

35 30 29 29 29 29 28 27 27 26 25 23 23 22 22 20 18 18

Pelatih Timnas AG Beri Pelatihan Tenis Denpasar (Bali Post)Pelatih timnas Asian Games (AG) putrid, Frank van Fraaijenhoven asal Belanda memberikan pelatihan teknik bermain tenis kepada pelatih tenis Bali dan atlet, di Werdhapura, Sanur, Sabtu (4/8) kemarin. Humas Pengprov Pelti Bali Agung Surya, kemarin menyatakan pugajnat bersama PP Pelti menggelar pelatihan bagi pelatih dan atlet Bali. ‘’Tujuannya untuk menambah wawasan teknik bermain tenis serta meningkatkan kualitas SDM. Selain itu, bag atlet supaya main kaya teknik dan strategi bermaina,’’ ujar Agung Surya. Ia berharap ke depan para pelatih bisa menularkan ilmu kepada atlet binaan dari Pengkab Pelti dan Pengkot Pelti se-Bali. ’’Pelatih timnas

Asian Games putri Mr. Frank dan Teddy Tedjamukti,’’ sebut dia. Sekitar 40 pelatih dan atlet Bali yang mengikuti pelatihan. Mereka menerima pembekalan dan materi teori serta praktik di lapangan. ‘’Ketua Pengprov Pelti Bali Ketut Rochineng, berharap melalui pelatihan ini kualitas SDM meningkat, dan prestasi potensi Bali makin gemilang,’’ tuturnya. Menurut dia, timans Asian Games Putri berkekuatan enam atlet. Mereka melakukan pemusatan latihan di Bali sejak awal sampai dengan pertengahan Agustus nanti. Sedangkan timnas Asian Games putra saat ini berlaga pada turnamen di Thailand. ‘’Selanjutnya timnas putra akan mengikuti kejuaran di Jakarta,’’ terangnya. (022)

BPM/ist

PEMUSATAN - Pelatih timnas tenis putri Asian Games Frank van Fraaijenhoven dan Teddy Tedjamukti bersama petenis skuad timnas putri Asian Games, saat melakukan pemusatan latihan di Bali.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 5 Agustus 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu