Skip to main content

Edisi 05 Maret 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 194 TAHUN KE 69

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

minggu Wage, 5 Maret 2017

Tukang Bubur Jadi Ponzi KESERAKAHAN berbanding terbalik dengan logika. Ketika keserakahan muncul, logika menurun. Sejarah berulang kembali! Dulu sebelum kasus dengan Koperasi Karangasem Membangun (KKM) saya pernah menulis kisah ini. Ini Ponzi! Kemudian ada Balicon, yang modelnya kayak asur-

ansi. Saya juga bilang “Ini skema Ponzi!.” Sebelum FMS meledak, saya sudah tulis kembali, ‘’Ini Ponzi!’’ Dan sekarang saya menulisnya kembali. Ponzi Once More Time! OMG! Dahulu kala, konon ada seorang yang namanya Ponzi. Dia menciptakan skema investasi dengan return yang super. Mula-mula orang tidak

digalinya, karena lubangnya sudah cukup besar sehingga tanah galian dari lubang yang baru tidak akan cukup untuk menutupinya lagi. Atau pada satu titik Ponzi sudah sampai di tepi jurang yang mana tidak ada lubang baru yang bisa digali. Akhir cerita, Ponzi gagal mengembalikan uang investasi kliennya. Kliennya dirugikan. Hmm… Saya tidak tahu cerita akhirnya, apakah Ponzi dipenjarakan, apakah ia melarikan diri, atau dia dibunuh pada akhirnya. Tapi bukan itu ala-

san saya menuliskan kembali cerita si Ponzi ini. Alasannya adalah sejak saat itu, banyak yang terinspirasi oleh si Ponzi untuk menciptakan investasi-investasi bodong tadi. Jadi, praktik KKM sudah ada sejak dahulu. Dulu juga ada arisan berantai yang menghebohkan Indonesia. Si pengelola investasi akan menghentikan operasinya ketika jumlah dana yang dikelolanya sudah cukup besar. Hal. 19 Melarikan Diri

Raja Salman Disambut Nuansa Bali

Sumbangan untuk Korban Longsor Bali Post sejak Sabtu (11/2) menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi bencana longsor di Bali. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang sedang tertimpa bencana sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000 Nama

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418 Sebenarnya tidak ke manamana. Ponzi membayar return yang dijanjikan dengan newinvestment dari kliennya yang baru. Demikian seterusnya. Semakin banyak orang yang mendapatkan hasil, semakin banyak uang mengalir ke kantong si Ponzi tadi. Prinsipnya sebenarnya sama dengan prinsip gali lubang, tutup lubang. Atau menutup lubang dengan galian lubang yang baru. Nah, problemnya adalah pada suatu ketika, Ponzi akan gagal menutup lubang yang

percaya kepadanya. Namun akhirnya, ada juga satu atau dua juga nasabahnya. Ponzi mulai kebanjiran klien atau nasabah setelah klien pertama dan keduanya mendapatkan hasil sesuai dengan yang dijanjikan. Sudah ada buktinya! Demikian kampanyenya Ponzi. Ke mana uang orang itu diinvestasikan oleh Ponzi?

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

Mangupura (Bali Post) Krama Bali mendapat kehormatan karena Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulazis Al-Saud, memilih Bali untuk berlibur bersama 1.500 rombongannya. Raja Salman menghabiskan waktu liburnya di Bali paling lama yakni enam hari dibandingkan kunjungan kenegaraannya di Jakarta.

Jenis Sumbangan

Manajemen dan Karyawan Kuta Paradiso Hotel Rp 8.507.000 Puskesmas se-Kabupaten Karangasem Rp 6.495.000 SDN 4 Panjer Rp 1.726.000 Bapak I Made Sujaya sekeluarga Rp 500.000 Nyoman Karyana Rp 500.000 SDN 18 Sesetan Rp 441.000 Gung Kak Mila Rp 200.000 Keluarga Bapak Yosep Totok Rp 150.000 Dewa Ketut Darma Yudha 1 dus pakaian, 2 dus mi Hal. 19 Seluruhnya Rp 499.101.979

Usai lawatan singkatnya ke Brunei Darussalam, Raja Salman tiba di Bandara Ngurah Rai, Bali, Sabtu (4/3) kemarin pukul 17.53 Wita, dengan menggunakan pesawat khusus kerajaan Saudi Arabia SV-01 bertipe Boeing 744. Kedatangan

Raja Salman diikuti tiga pesawat lainnya yang membawa rombongan Raja Salman. Rombongan terakhir tiba pukul 18.20 Wita. Hal. 19 Tari Pendet

Sumbangan Segera Ditutup

Titipan sumbangan untuk korban longsor di Bali segera akan kami serahkan kepada korban bencana di Kintamani. Oleh karena itu, kolom titipan sumbangan ini akan kami tutup pada Minggu (5/3) ini. Untuk itu kepada krama Bali yang mempercayakan sumbangannya dititipkan melalui Bali Post, kami mengaturkan banyak terima kasih.

Bali Dipilih karena Keindahan Alamnya

LAMBAIKAN TANGAN - Raja Saudi Arabia, Salman melambaikan tangan begitu turun dari pesawat di Bandara Ngurah Rai. Raja langsung disambut tari pendet. Sementara di sepanjang jalan menuju Nusa Dua, Raja Salman sengaja membuka pintu mobil untuk membalas antusiasme warga Bali. BPM/ist

Oknum Ormas pun Ditangkap AWAL tahun ini, tim Saber Pungli Polda Bali bersinergi dengan instansi terkait actionnya makin gencar. Bahkan, pungli oknum anggota ormas dan selama ini tidak ada yang berani mengusiknya, sejak Kapolda Bali dijabat Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, langsung diburu dan ditangkap. Hal. 19 Perintah Kapolda

Mangupura (Bali Post) Raja Saudi Arabia Salman bin Abdulaziz alSaud bersama rombongan tiba di Bali, Sabtu (4/3) pukul 17.53 wita. Selanjutnya dengan pengawalan super ketat, Raja Salman dari Bandara Ngurah Rai, Tuban, langsung menuju tempatnta menginap di Hotel St. Regis, Kuta Selatan, Badung. Salah satu alasan Raja Salman memilih Bali karena keindahan alamnya terkenal hingga seluruh dunia. Hal itu disampaikan Dubes Arab Saudi Osama Bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, didampingi Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin dan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, saat jumpa pers di Nusa Dua,

Sabtu (4/3) kemarin. Selain keamanan Bali sudah memadai dan berstandar atau sesuai pengamanan Raja Arab Saudi, alasan mendasar Raja Salman memilih Bali karena faktor keindahan alam Pulau Dewata ini. “Selain itu, dipilihnya Bali karena hawanya stabil, tidak seperti di Arab yang panas. Raja yakin dan percaya jaminan keamanan oleh Polri dan TNI. Kegembiraan rakyat Indonesia juga membuat Raja senang,” ujarnya dalam bahasa Arab Saudi dan diterjemahkan seorang penerjemah di Posko Brimob, Nusa Dua. Hal. 19 Berhadapan dengan Laut

SPBU dan Servis Hp Rawan Penipuan Pelayanan publik di Bali masih rawan penipuan. Sebut saja dalam pengisian BBM di SPBU. Kedua, tempat servis Hp yang menjamur banyak dikeluhkan warga karena sering menjebak mereka dengan biaya servis yang melambung tinggi. BUKAN itu saja, sparepart Hp sering ditukar oleh oknum dengan alasan agar mendapat untung banyak. ‘’Saya barusan membeli Iphone, setelah jatuh, mati. Dibawa ke servis A dikatakan kerusakan pada tombol on dan off, dibawa ke tukang servis B dikatakan LCD-nya rusak harus bayar Rp 650 ribu,’’ kata Made Pahlawan, belum lama ini.

Konsumen perlu berhati-hati menentukan tempat servis Hp, jika tidak baterai yang dulunya baik akan ditukar dengan baterai yang kembung. Selain itu, banyak juga laporan warga soal masih adanya pungutan liar di sekolah. Hal. 19 150 Pengaduan

BPM/dok

TERA ULANG - Petugas melakukan tera ulang di sebuah SPBU di Bali.

Kecurangan Pelayan Publik Bisa Dipidanakan

Pengaduan Didominasi ’’Ngekoh’’ Melapor ibarat ’’Ngelawar Capung” Pungli di Sekolah TIM Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Provinsi Bali telah menuntaskan koordinasi sekaligus sosialisasi ke sembilan kabupaten/kota terkait pemberantasan pungli. Selain di tingkat provinsi, Tim Saber Pungli diharapkan pula terbentuk di masing-masing kabupaten/kota. Bila memang sudah ada laporan mengenai pungli, agar dapat segera ditindaklanjuti lewat Pos Pengaduan Masyarakat. Hal. 19 Layanan Perizinan

Saber Pungli saat ini sedang gencar melakukan penindakan. Mereka ada skala besar, namun tak sedikit kasus ecek-ecek juga ditangkap polisi dan tim saber terkait. Mereka yang ditangkap dari golongan PNS, kades, kaling, pekaseh, bahkan hingga juru parkir, pemugutan retribusi dan oknum ormas yang melakukan pungli pada pedagang.

TIM Saber Pungli ini justru nihil alias zero tangkapan di sektor pelayanan publik yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat. Misalnya di dinas perizinan, pos-pos perhubungan, samsat, pengurusan SIM dan sektor lainnya yang berhubungan dengan duit. Begitu juga di sektor lain seperti di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang takarannya dikurangi. Atau juga misalnya di sektor PLN dan PDAM yang pembayarannya kadang melonjak. Jika masyarakat atau konsumen mendapatkan perlakuan

tidak adil, mereka selama ini ngekoh ngomong, dan ngekoh untuk melaporkan ke aparat terkait. Apalagi soal servis garansi HP yang baru dibeli tiba-tiba rusak. Selama ini, masyarakat justru mengadu di media sosial (medsos) seperti twitter atau FB. Bahkan mereka membuat status yang justru tidak ada efek yuridisnya. Padahal selain kepolisian, ada lembaga yang berwenang melakukan penindakan, bahkan persoalan kecurangan publik itu bisa dilakukan pemidanaan. Hal. 19 Keluhan Konsumen

Gusti Putra Yudhi

Ketut Rinata


DAERAH

2

Minggu Wage, 5 Maret 2017

FIGUR

Daya Beli Kendaraan Pengaruhi PBBKB RENDAHNYA daya beli kendaraan bermotor tidak hanya berpengaruh pada pendapatan pajak kendaraan bermotor, khususnya biaya balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Tapi juga berpengaruh terhadap perolehan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Proyeksi di tahun 2017 bahkan tidak dibuat jauh berbeda dari tahun 2016 yang tercapai Rp 330 miliar. “Kita memang masih memproyeksikan tidak jauh beda dengan tahun 2016, karena masih kita melihat persoalan ekonomi kita yang seperti ini. Kemudian juga pertumbuhan kendaraan tidak terlalu signifikan dari Gaikindo dan AISI, sehingga kita juga masih masang kurang lebih sama,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali, I Made Santha, di Denpasar, Sabtu (4/3) kemarin. Santha berharap ada geliat ekonomi yang semakin baik di semester pertama tahun 2017. Begitu juga dengan daya beli masyarakat dan penjualan kendaraan juga semakin bagus. “Berarti kita bisa lebih awal memproyeksikan perubahan (target),” imbuhnya. Menurut Santha, harga BBM yang kini dibuat sama atau flat di semua daerah tidak banyak berpengaruh pada perolehan PBBKB. Sebab, urusan pajak bahan bakar tergantung dengan banyaknya kendaraan yang beroperasi. (rin)

PECALANG WANITA – Pengukuhan pecalang wanita di Desa Pakraman Kertha Jaya, Kelurahan Pendem dilakukan Sabtu (4/3) kemarin.

BPM/olo

Pertama di Bali

Desa Pakraman Miliki Empat Pecalang Wanita Negara (Bali Post) –

Desa Pakraman Kertha Jaya, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana mulai Sabtu (4/3) kemarin, memiliki empat pecalang wanita. Keempat pecalang wanita itu dikukuhkan bersama 21 pecalang lainnya di Pura Puseh setempat. Pihak desa pakraman setempat tidak sembarangan mencari sosok perempuan pecalang yang nantinya bersama-sama menjadi ujung tombak di desa pakraman. Desa melakukan seleksi dan mengerucut pada empat wanita tersebut. Bendesa Kertha Jaya Pendem, I Wayan Diandra, mengatakan seleksi dilakukan oleh perangkat desa pakraman dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi antara lain, pertama harus sebagai krama desa, kedua harus siap ngayah (bekerja sukarela). “Dan harus memiliki dedikasi yang nantinya dapat memenuhi harapan masyarakat tatkala ada permasalahan di desanya” sambung Diandra.

Keempat pecalang wanita yang dikukuhkan kemarin, yakni Ni Ketut Suartini, Ni Luh Mariani, Ni Komang Mertawati, dan Ni Wayan Suami. Pecalang wanita ini menjadi pertama di Bali. Pengukuhan dilakukan oleh Wabup Jembrana Made Kembang Hartawan dengan pengenaan kaus dan sesenteng, sedangkan pengenaan rompi dilakukan Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo.

Selain pecalang wanita, pada kesempatan tersebut dilantik juga Bhabinkamtibmas wanita untuk Kelurahan Pendem. Pengukuhan juga disaksikan Anggota DPRD Jembrana I.B. Susrama, perwakilan Kodim 1617, Camat Jembrana, Lurah Pendem, dan masyarakat desa Pekraman Pendem. Diandra mengatakan warga masyarakat khususnya wanita merasa terayomi dengan had-

irnya pecalang wanita. “Selama ini jika ada warga wanita yang memiliki permasalahan keluarga sering kali merasa ewuh – pakewuh kalau bercerita dengan pecalang pria. Dengan adanya pecalang wanita, masalah–masalah kecil di keluarga yang bisa diselesaikan di tingkat desa sebaiknya diselesaikan di tingkat desa dan tidak harus melapor ke kepolisian,” ujar Diandra. Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo, mengatakan pengukuhan pecalang wanita ini merupakan wujud emansipasi wanita atau kesetaraan gender. Menurut Djoni banyak contoh peranan wanita di dalam mempertahankan NKRI seperti di TNI/Polri ada Kowad, Kowal, Pol-

wan, Satuan Pengamanan Wanita, pecalang wanita yang pertama di Bali dan Bhabinkamtibmas wanita yang merupakan pertama di Provinsi Bali. “Diharapkan dengan dikukuhkannya pecalang dan Bhabinkamtibmas wanita ini diharapkan segera ambil bagian dan ikut serta dalam mewujudkan kamtibmas yang mantap dan kondusif” kata Djoni Widodo. Djoni menambahkan diharapkan pecalang wanita ini berperan seperti pecalang pria pada umumnya, jika terjadi pelanggaran harus berani menegur. “Memang seorang wanita memiliki kodrat yang berbeda dengan pria, namun di zaman sekarang sudah banyak profesi pria dilakukan oleh wanita. (olo)

Pasar Korsel Tak Tergarap Maksimal Potensi Besar, Minus Promosi

BPM/ina

TAMPIL - Ida Bagus Nyoman Badra Satwika saat tampil sebagai Gek Serly di panggung arja.

Sempat Kesulitan Perankan Liku

KESENIAN Arja belakangan ini mulai mendapat tempat di hati kalangan generasi muda. Hal itu terbukti dari banyaknya kemunculan seniman arja muda yang berbakat. Salah satunya Ida Bagus Nyoman Badra Satwika. Seniman muda asal Desa Kemenuh, Sukawati, Gianyar ini mulai wara-wiri di panggung kesenian arja di Bali sejak dua tahun terakhir. Seniman muda yang akrab dipanggil Gus Badra ini terjun ke dalam dunia seni arja berawal dari ketertarikannya mempelajari seni tradisional yang selama ini dianggap sulit bagi sebagian besar masyarakat. Sebagai seorang penari arja, seniman tidak hanya dituntut pandai menari namun juga harus piawai bermain drama dan matembang. “Saya juga menekuni seni arja untuk melestarikan kesenian tradisional Bali ini,” terangnya. Gus Badra menuturkan di awal memerankan tokoh Liku dirinya sempat menemui kesulitan. Sebagai Liku, dirinya harus bisa tampil sebagai wanita yang memiliki karakter centil, banyak bicara, dan sedikit gila. Dirinya juga harus menaklukkan tantangan yakni harus bisa membuat penonton terhibur dalam setiap lawakan yang ditampilkannya. “Tapi seiring waktu, tidak ada lagi kesulitan saya memerankan tokoh Liku,” kata seniman kelahiran 23 Maret 2000 ini. Selain menghibur penonton dengan banyolannya, Gus Badra yang kesehariannya juga sebagai penyiar radio di salah satu Radio komunitas YPG Blahbatuh Gianyar ini juga kerap menghibur penonton dengan lagu berjudul “Pilih-pilih Bekul” dalam setiap pementasannya. (ina)

Denpasar (Bali Post) Kehadiran wisatawan asal Korea Selatan (Korsel) ke Bali, cukup menjanjikan. Pasar Asia Timur ini masuk dalam top ten atau sepuluh pasar potensial pariwisata di Pulau Dewata. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat, kehadiran warga Korsel ke Bali menempati urutan keenam setelah Amerika Serikat dengan jumlah wisatawan mencapai 14.652 wisatawan dari total kunjungan mencapai 460.824 di Januari 2017 atau mencapai 3,18 persen. Angka tersebut menunjukkan pasar Asia Timur belum tergarap maksimal, bahkan cenderung mengalami penurunan. Sejumlah pelaku pariwisata menilai penurunan pasar Korsel ke Bali dipicu oleh minimnya upaya promosi oleh kalangan pelaku pariwisata dan pemerintah. Sehingga pasar yang menjanjikan ini tidak tergarap maksimal. Kondisi tersebut juga diakui Wayan Supatrayasa, General Manager PT Garuda Indonesia Kantor Cabang Seoul, di Denpasar, Sabtu (4/3) kemarin. Kepada Bali Post, Wayan Supatrayasa menceritakan peluang pasar Korsel sangat menjanjikan. Sebab, dilihat dari jumlah warga yang melakukan perjalanan ke luar negeri diperkirakan mencapai 20 juta lebih. “Masalahnya berapa persenkah yang datang ke Indonesia, khususnya Bali. Dari data yang saya tahu dari target sekitar 400 ribu, tidak tercapai dan

justru mengalami penurunan,” ungkapnya. Karena itu, pihaknya mengharapkan partisipasi dari para pelaku pariwisata Bali untuk melakukan perbaikan-perbaikan serta meningkatkan promosi ke negara tersebut. Sebab, tanpa adanya kolaborasi antara pelaku pariwisata, airlines, dan dukungan pemerintah upaya mendorong pertumbuhan tingkat kunjungan wisatawan Korsel akan sulit terwujud. “Kami di maskapai siap mendukung setiap kegiatan promosi yang dilakukan bersama-sama. Kami yakin pasar Korsel bisa kita tingkatkan,” terangnya. Wayan Supatrayasa menilai Bali masih tertinggal dalam hal promosi untuk menggaet wisatawan Korsel. Terbukti, selama ini Pulau Dewata hanya dikenal sebagai tempat preweding dan honeymoon. Padahal, pulau yang mengandalkan sektor pariwisata ini memiliki destinasi yang komplet. “Kita masih kalah dengan Thailand, Singapura, dan Malaysia. Padahal, menurut saya Bali itu komplet, yakni ada gunungnya, lautnya, dan budaya. Orang Korsel suka dengan hal baru, namun di Korea, Bali dikenal dengan wisata untuk bulan madu. Ini yang harus kita ubah,” jelasnya. “Kami ingin bersama pelaku pariwisata mengangkat nama Bali lewat promosi, sehingga jumlah wisatawan Korea yang berkunjung lebih meningkat,” ujarnya. (par)

Konsultasi Nama di Shankara

Menata Dimulai dari Nama

Ananta Wajendra DBA

BPM/win

HAMPIR dipastikan 100% setiap orangtua memberi nama pada anaknya dengan harapan-harapan yang baik. Namun sayangnya, tidak semua nama yang indah memberi pengaruh positif pada perjalanan hidup seseorang. Tidak banyak pula orangtua yang menyadari bahwa setiap nama akan memiliki power dengan parameter-parameter yang melekat dan menjadi gambaran dari sebuah nasib. Bila Anda serius ingin menata hidup ikuti cek dan konsultasi nama bersama Ananta Wajendra DBA di Shankara Resto, Jl. Danau Toba No.7 Sanur (belakang McD), Minggu, 5 Maret 2017 pukul 10.00-14.00 wita. (win)

BPM/par

Wayan Supatrayasa, General Manager PT Garuda Indonesia Kantor Cabang Seoul.

Hardys Retail Semakin Dekat dengan Masyarakat Denpasar (Bali Post) Setelah sempat meredup, Hardys Retail kembali bangkit untuk melayani masyarakat. Perusahaan retail yang menawarkan segala kebutuhan masyarakat, khususnya di Bali akan hadir di sembilan kabupaten/kota di Pulau Dewata. President Director PT Arta Sedana Retailindo, Agoes P. Adhie bersama jajarannya, Sabtu (4/3) kemarin, mengatakan ke depan akan semakin dekat dengan masyarakat. “Hardys akan selalu melayani masyarakat Bali serta meningkatkan layanan kami kepada masyarakat,” katanya. Menurutnya, Hardys telah hadir di sejumlah kabupaten, seperti Tabanan dan Singaraja. Ke depan, usaha yang didirikan oleh putra daerah ini bertekad

BPM/par

President Director PT Arta Sedana Retailindo, Agoes P. Adhie

untuk melayani seluruh masyarakat Bali. “Kami sekarang baru ada memiliki 13 swalayan, tapi kami akan mengembangkan lagi dengan membuka 10 cabang di sejumlah ka-

bupaten pada tahun ini,” ungkapnya. Agoes P. Adhie mengakui, akan terus mengepakkan sayap ke sejumlah kabupaten/kota, sehingga semua kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. “Ke depan, target kami adalah mencapai 200 Hardys yang baru lagi di Bali,” ucapnya. Tak hanya menggarap pasar lokal, Hardys juga akan menggarap pasar asing, seperti Korea Selatan dengan mengemas kopi lokal untuk didistribusikan ke pasar potensial. “Bisnis kami juga akan mengarah pada pasar internasional dengan mengemas produk lokal, seperti kopi hasil petani lokal Bali dan diekspor ke sejumlah negara yang potensial,” ujarnya. (par)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


seremonial

Minggu Wage, 5 Maret 2017

3

Dr. A.A. Istri Agung Luncurkan Alumni Disiapkan Jadi ’’Entrepreneur” yang Kuat Buku ’’Makna Purusa dan Pradana” LPCW FEB Unud

FAKULTAS Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana (Unud) Lepas Pesan Calon Wisudawan (LPCW) periode III tahun akademik 2016/2017 pada Sabtu (4/3) di Auditorium Widya Sabha, Bukit, Jimbaran. Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan Prof. Dr. Ni Nyoman Kerti Yasa, S.E., M.S. mengatakan, LPCW kali ini tidak sama dengan periode sebelumnya. Sebelumnya LPCW hanya melepas alumni dari program strata sampai profesi. Namun, sejak dikeluarkannya SK Rektor, LPCW kali ini juga melepas program magister dan doktor. Sehingga total calon wisudawan yang dilepas adalah sebanyak 403 orang. Terdiri dari 203 orang dari program S-1 reguler, S-1 nonreguler 127 orang, Diploma Akuntansi satu orang, PPAK sembilan orang, Magister 59 orang, dan Doktor empat orang. Dekan FEB Unud Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, S.E., M.Si. berharap dapat merealisasikan standar pendidikan nasional sesuai dengan amanat Kemenrinstek Dikti. Visinya adalah dapat memberikan kompetensi yang memadai bagi alumni. Sehingga ke depan alumni tidak mencari pekerjaan, tapi juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan. “Tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga masyarakat luas,” imbuhnya. Selain memberikan kompetensi utama, FEB juga memberikan muatanmuatan untuk menjadi entrepreneur yang kuat. Muatan tersebut dituangkan dalam kurikulum. Diharapkan hal tersebut diterapkan para lulusan menghadapi persaingan menjadi pengusaha cerdas ke depan. Meski persaingan bisnis semakin kompetitif. Namun, ia berpendapat yang terpenting adalah memerankan

FOTO BERSAMA - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, S.E., M.M. dan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Perencanaan Prof. Dr. Ni Nyoman Kertiyasa, S.E., M.S. berfoto bersama dengan lulusan terbaik calon wisudawan. diri sesuai dengan kompetensi dan bidang yang dimiliki yang didapatkan di FEB Unud. “Kita bisa menang persaingan tidak hanya dengan kompetensi utama. Tapi serangkaian kompetensi yang tidak hanya keilmuan, tapi juga kecerdasan keterampilan, cara berkomunikasi yang baik, mampu berinteraksi dengan lingkungan,” bebernya. Dengan demikian, kombinasi hard skill dan soft skill menjadi barometer untuk memenangkan persaingan. FEB telah memberikan semua kompetensi yaitu kompetensi utama, pendukung dan kompetensi lainnya. “Ini akan memberikan kompetensi yang holistik yang dapat menjawab tantangan ke depan,” imbuhnya. Pariwisata yang merupakan leading sector Bali merupakan peluang bagi para lulusan khususnya. Sehingga merupakan peluang bagi para lulusan untuk me-manage kompetensi

menjadi wirausaha dalam bidang tourism. “Karena tourism berkaitan erat dengan semua sektor yang ada,” imbuhnya. Di samping menjadi entrepreneur, ia menilai saat ini pasar modal menjadi acuan yang penting. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan para lulusan untuk pendidikan di pasar modal. “Sehingga tidak hanya tahu informasi terkait teori, tapi juga bisa menerapkan dan bermain di pasar modal,” tandasnya. Pada LPCW juga diumumkan lulusan terbaik. Yaitu dari program S-3 atas nama Luh Kadek Budi Martini, S.E., M.M. dari program S-2 atas nama IB Oka Ariartha, dari program S-1 atas nama Putu Sri Mae Yanti Dewi, dari program PPAK atas nama Ni Putu Yuni Widiastuti, Dwi Haryadi Nugraha, dan Gede Wahyu Saputra. (ad445)

BYMS Bali, Yamaha Luncurkan Matic Sport Terbaru BLUECore Yamaha Motor Show (BYMS) digelar di Lapangan Barat Puputan Margerana, Denpasar, Sabtu (4/3) kemarin. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu. Hari pertama mulai pukul 9.00 Wita hingga 22.00 Wita, digelar edukasi safety riding ke anak-anak, SMK skill contes diikuti 15 SMK se-Bali yang telah diseleksi sebelumnya. SIM keliling yang berkerja sama dengan kepolisian, food truck, distro dari 30 brand se-Bali, dan hiburan Nano Biru. Puncaknya 20.00 Wita lounching Yamaha Aerox. Untuk hari kedua sekitar pukul 07.00-21.00 Wita diselenggarakan jalan santai gratis, Zumba, lomba ngelawang diikkuti delapan group dari beberapa daerah di Bali, band dan dance competition, jambore daerah YRFI, dan cost play. Termasuk digelar pula service gratis untuk semua merk motor maksimal berumur lima tahun. Pengambilan semua merk motor, dimaksudkan agar pelayanan Yamaha dapat dinikmati semua masyarakat Bali. Service gratis dilakukan untuk 200 unit sepeda motor yang dibagi dalam dua hari, dijelaskan Andri Fistularianto bagian promosi Yamaha DDS Bali. Tujuan utama event ini, untuk memperkenalkan ke masyarakat Bali akan produk-produk Yamaha yang menggunakan teknologi blue core. Dimana dengan blue core komsumsi bahan bakar akan lebih irit dan motor lebih bertenaga. Sejumlah produk Yamaha telah menerapkan teknologi ini seperti Fino, Mio, Soul GT, N-Max, Aerox. Blue core sendiri merupakan satu kesatuan teknologi mulai dari injeksi, pengapian, posisi piston dan pistonnya, bering, sampai ke Accu. Jadi, pengapian lebih besar dan bahan bakar lebih gampang terbakar. Yamaha Aerox memiliki fitur-fitur unggulan, dan belum dimiliki motor lain di Indonesia. Misalnya fitur Smart Key System (SKS). Dimana dapat menyalakan motor tanpa kunci. Si pengendara tinggal ngantongin remoutnya dan langsung dapat menyalakan motornya. Mesin ditinggalkan dalam keadaan menyala, maka sekitar beberapa menit alarm motor berbunyi sebagai tanda bagi pengendara untuk mematikan motor. “Di Indonesia yang memakai SKS ini hanya Yamaha Aerox saja”, tegas Andri. Aerox 155 memiliki tiga varian, seri S, versi R (sport) dan biasa. Semua varian memiliki teknologi VVA, blue core, carger, lampu LED, dan ban lebar. Yang membedakan dari varian Aerox yakni pada versi R memiliki reserfoir shock, cakram depan bergelombang, warna biru Yamaha racing. Sedangkan seri S yang merupakan varian tertinggi dilengkapi SKS. Harganya dipasarkan kisaran 23 sampai 28 jutaan rupiah. Hal itu adalah upaya Yamaha untuk memudahkan konsumen memilih sesuai

minimal 200 unit dalam dua hari event ini, dan kunjungan minimal 5.000 orang. Di tahun sebelumnya market share Yamaha di Indonesia diangka 27 prosen. Segmen konsumen Aerox sama dengan N-Max, cenderung menengah ke atas. Tapi karakter konsumennya berbeda. Biasanya komsumen N-Max mencari santai, touring. Sedangkan Aerox adalah karater yang lebih mengedepankan speed dan show off. (bns2)

YAMAHA - Para pengunjung mengamati sejumlah produk Yamaha dalam BYMS Bali di Lapangan Barat Puputan Margerana, Denpasar, Sabtu (4/3) kemarin. dengan minat dan kemampuan. Marketing Promotion Yamaha Indonesia Motors Manufacturing (YIMM) Nicolas Caesar menjelaskan, bahwa launching Aerox pertama dilakukan di Bali. Ini dimaksudkan agar produk terbaru matic Yamaha mampu mengulangi suksesnya N-Max. “Untuk new model

biasanya di Bali paling laris. Seperti N-Max sukses story-nya di Bali” ungkap Nicolas. Dia berharap agar penjualan Aerox minimal seperti kakaknya, bila perlu lebih meningkat lagi. Rencananya setelah Bali, akan dilanjutkan ke sejumlah kota besar di Indonesia. Mengenai penjualan, Marketing Promotion YIMM menargetkan

DR. Anak Agung Istri Agung, S.H., M.Kn. meluncurkan buku ‘‘Makna Purusa dan Pradana Dalam Putusan Hakim Mengenai Sengketa Waris Adat Bali’’ pada Sabtu (4/3) kemartin di Ksirarnawa, Art Center. Peluncuran buku dihadiri promotornya Prof. I Nyoman Nurjaya, Pengujinya, Prof. P. Windia, Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, perwakilan Universitas Warmadewa, Ikatan Notaris Indonesia Wilayah Bali, Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Wilayah Bali, pemuka masyarakat dan keluarga. Buku tersebut merupakan hasil penelitiannya dalam meraih gelar doktor. Penulis A.A. Istri Agung mengatakan, dalam buku tersebut menjelaskan tentang makna purusa dan pradana. Mengingat pandangan terhadap purusa dan pradana berbeda-beda, tidak hanya di kalangan masyarakat tapi juga akademisi, praktisi, instansi pemerintahan birokrasi dan para pemutus. “Jadi saya ingin sekali memahami dan berbagi pemahaman pada banyak orang bahwa apa sebenarnya yang disebut dengan purusa dan pradana dalam waris,” ujarnya. Pemahaman tentang purusa dan pradana tujuannya untuk meminimalisir, bahkan menghindari sengketa. “Karena perbedaan pandangan dan pemahaman berpotensi sengketa dan konflik. Bahkan sampai pada tingkat pengadilan,” ungkapnya. Lalu di tingkat pengadilan, dimana orang membutuhkan kepastian hukum dan keadilan, terkadang justru mereka tidak mendapatkan keadilan. Hal itu karena ada perbedaan makna purusa dan pradana dalam ajaran agama Hindu, hukum adat dan putusan

BUKU - Penyerahan buku kepada 18 orang perwakikan oleh Dr. A.A. Istri Agung. hakim. Letak perbedaan secara filosofi agama Hindu dalam pewarisan, bahwa purusa tidak selalu laki-laki dan pradana tidak selalu perempuan. “Saya menekankan dalam ajaran agama bahwa anak yang suputra (baik),” pungkasnya. Suputra tidak hanya mengacu pada anak laki-laki, tapi juga bisa mengacu pada anak perempuan. Sedangkan pemahaman dari sisi hukum adat menekankan bahwa anak lakilaki atau anak perempuan dalam sistem perkawinan nyeburin. “Tidak ditekankan pada suputranya,” imbuhnya. Sementara dari sisi putusan hakim, hakim cenderung menggali dalam tataran saksi termasuk saksi ahli. “Hakim tidak menggali, hanya menggali dalam tataran keterangan saksi, baik saksi ahli atau saksi yang dihadapkan pada mereka. Tapi tidak menggali lebih jauh apa makna terdalam dari purusa dan pradana. Karena kaitannya dengan kewajiban. Kewajibannya sebatas mana,” bebernya.

Purusa dan pradana tidak hanya sebatas pembagian warisan. Tapi juga kewajiban meneruskan apa yang diberikan. Kewajiban tersebut tidak hanya dilakukan ketika orangtua meninggal, kemudian melakukan upacara pengabenan tapi juga kewajiban merawat orangtua ketika masih hidup. Prof. I Nyoman Nurjaya mengakui kegigihan dan kesantunan dalam menyelesaikan disertasinya. Menurutnya, dalam penyelesaian disertasi tersebut tidak hanya persoalan ilmu, tapi juga kekuatan mental seseorang dalam meraih gelar doktor. Prof. P. Windia juga mengakui kesantunan A.A. Istri Agung. Selain itu, ia juga mengapresiasi keberanian penulis dalam menerbitkan hasil penelitiannya. Dalam buku itu, dijelaskan makna purusa dan pradana tidak hanya sebatas laki-laki dan perempuan, tapi ada makna lain yang dijelaskan dari sisi tattwa, hukum adat Bali, dan fakta sosial. Hal itu sejalan dengan pemikirannya. (ad446)


4

Minggu Wage, 5 Maret 2017

Kudeta Teks

Respons Cerpen ’’Kudeta Anjing’’ Teater Kalangan

Tidak ada cara lain untuk mencintaimu, selain meniadakanmu. Tidak ada cara lain untuk mencintaimu, selain meniadakanmu. BEGITULAH kiranya penggalan kalimat pembuka pentas ‘’Kudeta Anjing’’ oleh Teater Kalangan yang digelar serangkaian acara bedah buku Kumpulan Cerpen ‘’Khotbah’’ Dwi S Wibowo, Jumat (24/02) lalu. Penggalan kalimat hasil respons cerpen ini terus saja berulang diucapkan oleh tokoh Marto Kimin sebagai pengantar pertunjukan. Sembari menggumam, ia melangkah mengelilingi panggung dengan gerak lambat. Pandangnya menerawang jauh melewati tempat, masa dan nuansa yang tak seorang pun akan tahu menuju ke mana. Dengan intonasi, pengucapan yang begitu datar, diiringi lagu quelqu’un m’a dit karya Carla Bruni, tokoh Marto Kimin tampak tengah mengenang kembali masa lalunya. Panggung yang terhimpit. Yang memang diperuntukkan hanya seba-

gai tempat diskusi, berhasil disulap sedemikian rupa. Puluhan pasang mata tengah menguliti gerak-gerik Marto Kimin yang diperankan oleh Santiasa Putu Putra, yang juga merangkap sebagai sutradara pentas. Marto Kimin diceritakan merupakan seorang pria dengan beribu sepi, senantiasa meranggasi hatinya. Sampai pada adegan ini, pentas Teater Kalangan yang digelar di Taman Baca Kesiman, Denpasar dapatlah dikata cukup menjanjikan. Tak ada jarak antara penonton dan pemain. Pun tak ditemukan semacam batas, dalam bentuk penataan cahaya misalnya, ataupun tanda-tanda yang menunjukkan aksen ke-aku-an panggung dan penonton. Para penonton ini, datang dan pergi, melangkah, berpindah maju, mundur, bergeser sesukanya. Bahkan, beberapa dari mereka ada yang terlihat duduk di samping hingga membelakangi pertunjukan. Semua dibiarkan mengalir dengan satu pandangan yang menjurus pada tingkah polah Marto Kimin,

selaku tokoh utama cerita. Marto Kimin, kini duduk di atas bangku. Masih tetap dengan perasaan hambar. Semangkuk daging tengah siap untuk dimakan. Sedikit demi sedikit, pada tiap irisan daging yang dikunyah Marto Kimin, menguaplah aroma cinta yang terpendam. Gairah masa lalu yang indah bersama istri tercinta. Bagaimana mereka bertemu pertama kali, cara mereka berkencan, hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Musik berhenti. Kamilo Yulisukma sebagai penata musik, memetikan gitar tanda adegan berganti. Dua buah boneka kelapa yang menyerupai manusia dimainkan oleh Candra Tantri, I Gusti Bagus Agung Ananda Prayoga, Ni Kadek Ayudiahnatalia, dan I Nyoman Tilem Triaswara muncul, menatap, bergerak meliak liuk di sekitaran penonton. Tak dimungkiri, hal ini menjadi daya tarik pementasan sendiri. Penggunaan boneka yang dieksplorasi dalam pertunjukan bukan hanya sebagai hiasan panggung melainkan medium untuk mengantarkan kisah Marto Kimin dalam usaha menceritakan masa lalunya. Sayangnya, boneka yang dimainkan tak mampu menyihir penonton dalam waktu lama. Teknik dasar pemakaian boneka tampak belum cukup mapan dikuasai oleh para pemainnya, seperti pemberian napas, titik berat tubuh, dan gravitasi pada boneka yang sama sekali tak terlihat. Alhasil, selama adegan berkasih-kasihan antara boneka Marto Kimin dengan istrinya, penonton tampak sibuk untuk mendokumentasikan pentas. Permainan boneka dapat dikata belum mampu

Para Imigran Digital JIKA dulu manusia akan melakukan sebuah migrasi massal karena faktor bencana, baik oleh alam atau peperangan, maka jika pada hakikatnya kita senantiasa melakukan migrasi, kini bukan tubuh kita yang berpindah. Berpindahnya kesadaran manusia dari realita menuju hyperealita sesungguhnya jauh lebih mengerikan dari sekadar migrasi teritorial. Kita akan kesulitan untuk membedakan antara mana yang nyata dan yang ilusi. Gejala awalnya bisa diamati ketika seseorang berjarak dengan alam dan kehilangan kemampuan produksi. Dalam arus industri, bukan hanya produknya yang dipabrikasi, tetapi juga para pekerjanya. Mereka bisa bekerja dalam sistem dan menjadi konsumen dari produk sistem tersebut. Sistem tersebut menyebar dengan cepat dan ganas seperti virus, karena didukung juga dengan industri lain terutama bisnis televisi, yang konon hadir menjadi media hiburan untuk mengurangi stres para buruh pabrik. Namun tanpa disadari begitulah cara kapitalisme menyusup dan melakukan cuci otak

melalui iklan-iklan komersial. Ketika memasuki dunia digital, manusia kembali digiring untuk bermigrasi secara besar-besaran. Namun migrasi itu tidak bersifat dinamis akan tetapi statis. Dan oleh Mac Prensky, para imigran tersebut dibagi menjadi dua kategori yaitu generasi digital immigrant dan digital native. Digital native merupakan kelompok orang yang telah mengenal internet sejak mereka mulai belajar menulis. Bisa dibayangkan generasi ini notabene berusia 20 tahunan ini dan telah memahami bagaimana berurusan dengan teknologi dan internet. Sedangkan golongan kedua adalah generasi digital immigrant, generasi ini, biasanya baru mengenal internet setelah mereka dewasa. Generasi digital native biasanya bisa belajar lebih cepat dan fasih menggunakan teknologi dibandingkan dengan golongan digital immigrant, bisa mengetahui banyak hal karena selalu bersinggungan dengan search engine untuk segala informasi yang ingin mereka dapatnya, namun biasanya informasi tersebut hanya parsial. Mereka bisa tahu filsatat tanpa membaca utuh buku filsafat, seolah tidak ada waktu untuk memahami

isi buku dan hanya mengambil intisarinya saja. Yang menjadi efek buruk adalah adanya gangguan konsentrasi dan pola pikir, karena telah terbiasa mengonsumsi informasi yang parsial dan tidak terpusat. Begitu pula dengan kelompok kedua ini. Facebook, twitter, youtube, merupakan ruang sosial yang membuat mereka sangat kecanduan. Bahkan tanpa mereka sadari, mereka telah memasukkan identitas mereka di sana. Kolom “Apa yang anda pikirkan?” ketika pertama kali membuka halaman facebook misalnya, barangkali mempunyai daya persuasi yang tinggi sehingga seorang pemilik akun mempunyai gejala narsis berlebihan dan kebebasan untuk mengungkapkan pikiran, masalah, atau aib orang lain. Biasanya mereka tidak mengontrol dan tidak tanggung-tanggung untuk menyerang orang lain dalam ruang maya karena berkonfrontasi secara teks tidak akan menimbulkan kerugian apa pun atau mengumpulkan sebanyak-banyaknya modal simbolik dengan mengunggah foto-foto pencapaian mereka, seolah ruang digital lebih membuat mereka eksis daripada berinteraksi sosial secara langsung.

Kenali Penyakit Pembesaran Prostat Jinak Lebih Dini ANGKA kejadian pembesaran prostat, baik jinak maupun ganas semakin meningkat. Istilah pembesaran prostat masih sedikit asing di masyarakat kita, dibandingkan penyakit lain seperti jantung koroner, stroke, atau kencing manis. Penyakit pembesaran prostat ini hanya dialami oleh pria, terutama pria di atas 50 tahun. Menurut data dari Asosiasi Urologi Eropa, sebanyak 40% pria di atas 50 tahun di Benua Eropa mengalami pembesaran prostat, angka ini meningkat menjadi 90% untuk pria di atas 90 tahun. Dengan kata lain 4 dari 10 pria di atas 50 tahun menderita pembesaran prostat.

kualitas hidup seseorang. Prostat yang membesar menyebabkan pancaran air kencing dari kandung kencing terhambat, sehingga gejala yang dirasakan oleh pasien biasanya adalah sulit buang air kecil (BAK). Gangguan buang air kecil ini meliputi: sering BAK, sering terbangun untuk BAK pada saat tidur (2 kali atau lebih), harus mengedan saat BAK, sulit memulai untuk BAK (seringkali pasien harus menunggu lama untuk air kencing bisa keluar), pancaran kencing yang lemah, BAK menetes atau terpencar sehingga sering menimbulkan gejala BAK yang tidak lampias.

Prostat adalah kelenjar seksual aksesoris yang dimiliki setiap pria. Seiring dengan bertambahnya usia kelenjar prostat bisa membesar. Penting diketahui bahwa pembesaran prostat tersebut bisa jinak atau ganas (kanker prostat). Keduanya merupakan dua penyakit yang berbeda, dengan penanganan yang jauh berbeda. Penyebab pasti pembesaran prostat belum jelas. Berbagai teori telah berusaha menjelaskan penyebab pembesaran prostat ini, salah satunya adalah perubahan kadar hormon seksual akibat proses penuaan. Pembesaran prostat dapat menimbulkan gejala yang sangat mengganggu

Pembesaran Pembesaran prostat jinak dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti: tidak bisa BAK sama sekali, batu kandung kemih, kencing berdarah, gangguan/kerusakan ginjal, dan infeksi saluran kemih. Kerusakan ginjal yang terjadi dapat bersifat menetap atau tidak bisa dikembalikan. Pembesaran prostat juga dapat disertai dengan hernia dan wasir, yang diakibatkan oleh seringnya mengedan saat BAK. Selain itu, dapat juga disertai impotensi. Jika mengalami gejala-gejala tersebut di atas, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan untuk pengobatan lebih lanjut. Saat pasien datang dengan keluhan

JINAK - Pembesaran prostat jinak dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti: tidak bisa BAK sama sekali, batu kandung kemih, kencing berdarah, gangguan/kerusakan ginjal, dan infeksi saluran kemih. Kerusakan ginjal yang terjadi dapat bersifat menetap atau tidak bisa dikembalikan. Pembesaran prostat juga dapat disertai dengan hernia dan wasir, yang diakibatkan oleh seringnya mengedan saat BAK. Selain itu, dapat juga disertai impotensi. Jika mengalami gejala-gejala tersebut di atas, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan untuk pengobatan lebih lanjut.

di atas, tenaga kesehatan akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mendiagnosis dan mengobatinya, dengan terlebih dahulu menyingkirkan kemungkinan adanya tanda-tanda keganasan prostat. Perlu diketahui juga bahwa tidak semua pembesaran prostat menimbulkan gejala, sebaliknya belum tentu gejala sulit BAK disebabkan oleh prostat yang membesar. Oleh sebab itu, pemeriksaan oleh dokter sangat penting untuk menentukan penyebab dan terapi terbaik. Pengobatan pembesaran prostat jinak disesuaikan dengan derajat keparahan, ada/tidaknya komplikasi yang menyertai, kelainan penyerta yang ada, sarana/alat yang tersedia, dan keinginan pasien. Pembedahan tidak selalu menjadi pilihan terapi. Pembesaran prostat jinak tanpa disertai komplikasi bisa diobati hanya dengan minum obat-obatan dan modifikasi gaya hidup saja. Adapun beberapa modifikasi gaya hidup yang dapat dilakukan antara lain berolahraga secara teratur, konsumsi makanan yang kaya akan serat dan protein, hindari kafein dan minuman beralkohol, tidak mengonsumsi minuman 2 jam sebelum tidur, serta latihan terapi menahan berkemih dengan bimbingan para ahli. Pembedahan Seiring dengan kemajuan bidang kedokteran, teknik pembedahan untuk prostat pun semakin maju. Pilihan pertama biasanya dilakukan dengan melakukan sayatan pada kulit untuk mengambil prostat yang membesar (open prostatectomy). Operasi semacam ini menyebabkan trauma psikologis tersendiri bagi pasien, dikarenakan nyeri yang timbul, lama perawatan yang lama, adanya bekas sayatan, atau komplikasi pembedahan yang mungkin terjadi. Saat ini sebagian besar pembedahan prostat dilakukan dengan teknik endoskopik, yaitu Transurethral Resection of the Prostate (TURP). Dengan teknik ini dokter ahli tidak menyayat kulit, setelah pasien dibius alat endoskopi dimasukkan melalui saluran kencing pasien dan prostat pun dikeluarkan. Keuntungan teknik ini meliputi: tidak adanya bekas sayatan, masa rawat yang lebih singkat, tingkat komplikasi yang lebih rendah, dan nyeri yang lebih sedikit. Lama pembedahan kurang lebih 1 jam, dan biasanya pada hari ketiga atau keempat pasien sudah boleh pulang. ldr. I Made Maha Satya Dwi Palguna, S.Ked.

memberikan lapisan lebih mendalam bagi penonton, baik dari segi artistik pertunjukan ataupun upaya melemparkan tawaran baru dalam mengungkapkan gagasan. Ini pula yang secara tak langsung membuat pertunjukan berjalan dengan tempo yang begitu lambat. Penyusunan adegan demi adegan terasa belum dipertimbangkan secara matang. Pentas ‘’Kudeta Anjing’’ Teater Kalangan, pada akhirnya lebih banyak menuju bentuk serupa monolog. Santiasa Putu Putra yang sebenarnya merupakan kunci pertunjukan pun tampak kehabisan napas untuk mengangkat dinamika pentas. Entah karena terjebak pada arus permainan boneka itu sendiri atau memang dengan sengaja menjerumuskan penonton ke nada terendah sebuah pertunjukan. Yang pasti, yang tak bisa dimungkiri adalah pentas begitu banyak menyisakan ruang pertanyaan tentang kedalaman teks, pilihan artistik serta bentuk pemanggungan yang penuh ronggga. Alih Wahana Adapun hal yang menarik untuk dicermati adalah usaha Teater Kalangan mengubah bentuk teks yang semula cerpen menjadi sebuah pertunjukan. Barangkali inilah yang paling menarik untuk dibicarakan. Sebagaimana yang diketahui bersama, tak sedikit pertunjukan atau kelompok teater yang mengubah teks sastra menjadi pertunjukan. Istilahistilah seperti dramatisasi, musikalisasi, teaterisasi, deklamasi, adaptasi dan sebagainya, tentu sudah tak asing dikenali. Ini rupanya berlainan den-

Jika dalam dunia nyata mereka bisa membatasi dan mengontrol diri dalam relasi sosial, maka berbeda halnya dengan identitas yang mereka ciptakan dalam ruang nirbatas tersebut. Mereka bisa sangat jujur mengunggah teks, idiologi, emosi tanpa mempertimbangkan konteks sosial media itu ada dan larut dengan identitas semu mereka. Buruk Hanya segelintir yang telah bisa mengurangi kecenderungan buruk media sosial. Menjadi manusia temperamental dan megalomaniak merupakan dampak yang dapat dengan jelas kita amati. Penyalahgunaan pemanfaatan media sosial ini terlihat dari data penyimpangan perilaku melalui media sosial seperti facebook dan twitter mencakup kelompok usia 13 - 15 tahun memiliki porsi 12,3% dari total pengguna media sosial di Indonesia, atau 5.078.440 pengguna dari jumlah 41.777.240 orang. Untuk kelompok usia 16-17 tahun berjumlah 6.177.060 orang atau 15% dan untuk kelompok usia 18-24 tahun berjumlah 17.417.600 orang atau 42,3%. Bila digabungkan maka jumlah kelompok usia 13-24 tahun memiliki porsi terbesar yaitu 79,6% atau 28.673.100 orang (Waspadamedan, 2016). Dalam Kajian Ringan Seputar Isu Psikologis (Katarsis) dengan tajuk ‘’Sosial Media

gan konsep yang ditawarkan dalam pertunjukan ‘’Kudeta Anjing’’ yang oleh Teater Kalangan lebih memilih istilah ‘’merespons cerpen’’. Apakah yang sejatinya membedakan usaha merespons cerpen dari Teater Kalangan ini dengan bentuk-bentuk alih wahana lainnya? Jika membaca ‘’Kudeta Anjing’’ versi asli dari cerpen Dwi S Wibowo, akan sangat kentara betapa tafsir dan penyikapan cerpen oleh Teater Kalangan amat berbeda. Pada versi aslinya, Dwi S Wibowo begitu gamblang menceritakan konflik yang terjadi pada tokoh Marto Kimin. Struktur dramatik teks, tahapan emosi Marto Kimin begitu tegas dinarasikan. Cerpen ini pun sejatinya berada pada tangga nada yang agak tinggi dengan detail-detail yang ditulis secara apik oleh pengarangnya. Mulai dari adegan Marto Kimin mencari air untuk melumatkan daging yang tersangkut di kerongkongannya, sampai pada akhirnya, diceritakan bahwa itu adalah daging istri yang dibunuhnya sendiri, lantaran tak kuasa menahan marah karena sang istri menyetubuhi anjingnya sendiri. Dalam pertunjukan, seperti yang diungkapkan sebelumnya, pentas justru cenderung berada pada nada rendah. Alur cerita lebih menitikberatkan pada pertemuan Marto Kimin dengan istrinya hingga sampai pada jenjang pernikahan. Anjing yang sebenarnya menjadi faktor kecemburuan Marto Kimin justru tak tergarap dengan dramatis. Dalam situasi ini, dibanding mengatakan telah mengacaukan struktur dramatik teks, tafsir cerpen sejatinya lebih menekankan

Stalking: Can We Find Out People’s Personalities Just by Looking at Their Media Posting?’’ Dr. Yunita Nisa, S.Psi., M.Psi. (psikolog dan peneliti media sosial) memaparkan hasil penelitiannya bahwa dengan menggunakan sarana media daring terhadap diri seseorang tidak berbeda jauh ketika orang tersebut mengisi self report. ‘’Misalnya orang yang suka mengekspresikan emosi dan ekspresi yang berlebihan atau dianggap sebagai neuroticism, cenderung sering curhat di sosmed,’’ ungkapnya. Tentunya akan lebih parah lagi jika mereka tidak bisa hidup lagi dalam realitas sosial/antisosial memindahkan spiritualitas mereka dalam sistem tak kasat mata.

kondisi psikologis Marto Kimin yang ‘’jangan-jangan’’ sejak awal adalah seorang psikopat. Dari hal inilah, membawa kita kembali pada bahasan lama tentang interpretasi teks. Sejauh manakah ia mampu diinterpretasi. Mestikah teks ditempatkan pada posisi tertinggi, yang dalam pertunjukan misalnya, menjadi indikator keberhasilan pentas. Sebagaimana konsep teater realis Stanislavsky yang lebih mengutamakan konsep teks, keaktoran dan dramatika pertunjukan. Ataukah teks itu sendiri hanyalah sebuah alat yang ‘’sah-sah saja’’ untuk dipelintir dan dipreteli, dalam rangka mencapai tujuan atau ideologi suatu kelompok. Entahlah. Apapun ia, pertunjukan ‘’Kudeta Anjing’’ Teater Kalangan setidaknya mampu memberi warna lain terhadap kemungkinan-kemungkinan yang selama ini terkubur oleh pakem-pakem yang telah dirumuskan. Tentunya, bolehlah kita berharap, teks-teks sastra yang lahir dikemudian hari tidak hanya berhenti menjadi ‘’teks’’ saja. Melainkan beralih wahana menjadi teks-teks baru yang lahir kemudian. Sebagaimana ‘’Kudeta Anjing’’ Teater Kalangan, yang meski masih terbata-bata, telah berupaya untuk melakukan kudeta. Bukan hanya teks, melainkan pada ruang, waktu, suasana dan pikiranpikiran kita sendiri.

lI Wayan Sumahardika. Sutradara di Teater kalangan. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Pasca Sarjana, Undiksha, Singaraja Bagaimanapun, teknologi terutama internet merupakan alat yang semestinya mempermudah dinamika kehidupan manusia, bukan malah menjadikan gerak mereka statis. Namun ketika pergerakan zaman dan kebudayaan telah menuntut setiap orang untuk mengonsumsi teknologi, berusaha mengurangi ketergantungan dengan sesekali mematikan handphone dan menutup media sosial serta kembali intens berinteraksi serta menyadari realita sosial merupakan langkah kecil untuk menghindari efekefek psikologis tersebut. lCitra Sasmita, perupa.

Sekilas tentang Vitiligo

Vitiligo adalah sebuah penyakit yang menyebabkan penderitanya kehilangan warna kulit. Penyakit ini biasanya menyerang kedua sisi tubuh. Luas area yang terkena bisa berbeda-beda antara pasien yang satu dan lainnya. Biasanya penyakit vitiligo menyerang kulit, akan tetapi tidak menutup kemungkinan dapat mengenai daerah lain yang memiliki pigmen warna, seperti rambut, bibir, mulut, maupun mata. Vitiligo bukanlah penyakit yang menular maupun penyakit yang membahayakan, akan tetapi penyakit ini dapat mengubah hidup seseorang secara signifikan. Vitiligo dapat menurunkan kepercayaan diri penderitanya. Hal ini akan berdampak pada kehidupan sosial dari penderitanya, seperti misalnya tidak mau berkumpul lagi dengan temantemannya ataupun mengurung diri di rumah. Sehingga penderita vitiligo rentan untuk menderita depresi.

Penyebab Penyakit Vitiligo Sampai sekarang penyebab dari penyakit vitiligo masih belum diketahui secara pasti. Ada sebuah anggapan bahwa penyebab dari vitiligo adalah proses autoimun. Autoimun adalah sebuah proses di mana sistem kekebalan pada tubuh menyerang bagian tubuh sendiri. Pada penyakit vitiligo, sistem kekebalan tubuh menyerang sel melanosit yang memberi warna pada kulit. Ada pendapat bahwa gen-gen tertentu yang dimiliki seseorang berpeluang untuk menderita penyakit vitiligo. Beberapa peneliti berpendapat bahwa sel-sel melanosit menghancurkan dirinya sendiri. Peneliti lain juga ada yang berpendapat bahwa ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya vitiligo, seperti paparan sinar matahari yang berlebihan dan adanya faktor emosi psikologis. Akan tetapi pendapat-pendapat ini masih perlu dibuktikan kebenarannya. Gejala Penyakit Vitiligo Seperti yang sudah dijelaskan diatas, vitiligo dapat menyebabkan hilangnya pigmen warna kulit penderitanya. Ada beberapa bagian tubuh yang dapat kehilangan warna selain dari kulit, yaitu rambut, bibir, mulut, mata maupun alat kelamin. Kulit pada penderita vitiligo berubah menjadi lebih cerah ataupun menjadi putih total. Kebanyakan penderita vitiligo tidak mengeluh adanya gejala lain selain perubahan warna. Ada sebagian kecil penderita mengeluh perasaan gatal pada bagian yang terkena. Walaupun penyakit ini tidak membahayakan, akan tetapi penyakit ini dapat menurunkan kepercayaan diri penderitanya dan dapat menimbulkan depresi, terutama bagi penderita wanita. Vitiligo dapat dibagi menjadi dua yaitu vitiligo yang bersifat lokal dan vitiligo yang bersifat generalisata. Vitiligo lokal hanya menyerang salah satu bagian tubuh saja, sedangkan vitiligo generalisata menyerang hampir seluruh tubuh. Pembagian ini penting untuk dilakukan karena menentukan jenis terapi yang akan diberikan. Pilihan Terapi pada Vitiligo Pasien dengan vitiligo harus mendiskusikan pilihan terapi dengan dokter kulit. Ada beberapa pilihan terapi pada vitiligo yang kesemuanya bertujuan untuk mengembalikan warna kulit. Pilihan terapi pada pasien vitiligo berbeda-beda antara pasien yang satu dengan yang lainnya. Pilihan terapi bergantung pada pribadi masing-masing pasien, status kesehatan secara umum, umur, dan lokasi serta luas dari vitiligo. Pilihan terapi pertama yaitu menggunakan kosmetik untuk menutupi vitiligo. Cara ini dianggap paling aman

untuk vitiligo agar tidak terlalu terlihat mencolok. Sering disarankan pada anak-anak karena memiliki efek samping yang hampir tidak ada. Akan tetapi cara ini memiliki kelemahan yaitu harus dipergunakan berulang-ulang. Terapi berikutnya yaitu dengan menggunakan obatobatan yang dioleskan ke kulit. Obat jenis ini biasanya diresepkan pada vitiligo yang mengenai sebagian tubuh saja. Obat yang digunakan biasanya yang mengandung kortikosteroid. Kekurangan dari terapi ini yaitu dapat menimbulkan efek samping bila dipergunakan dalam jangka waktu yang lama, seperti penipisan kulit dan kulit kering. Selain cara di atas juga dapat dilakukan penyinaran dan laser. Penyinaran dilakukan dalam sebuah bilik kecil. Untuk vitiligo yang luas, biasanya dilakukan penyinaran. Untuk vitiligo yang sebagian saja, dilakukan dengan cara laser. Jenis terapi ini dapat menyebabkan pigmen kulit menjadi lebih gelap setelah dilakukan penyinaran atau laser. Penyinaran atau laser dapat dikombinasikan dengan pengobatan lain seperti krim kortikosteroid. Apabila terapi di atas gagal, maka dapat dilakukan terapi dengan pembedahan. Terapi pembedahan dihindari pada pasien anak-anak dengan vitiligo, serta bagi pasien yang mudah mengalami keloid. Teknik pembedahan memiliki beberapa efek samping seperti infeksi. Selain itu dapat dilakukan depigmentasi pada pasien vitiligo. Depigmentasi berarti menghilangkan pigmen warna yang tersisa pada kulit. Hal ini akan mengakibatkan kulit pasien menjadi putih secara keseluruhan. Biasanya hal ini dapat menjadi pilihan pada pasien yang hanya memiliki sedikit pigmen yang tersisa, sehingga menghilangkan pigmen yang tersisa dapat menjadi pilihan untuk mencapai satu warna kulit. Depigmentasi dilakukan dengan cara mengoleskan krim satu atau dua kali sehari, dan berefek setelah 1 – 4 tahun. ldr. Hermawan, S.Ked.

Gambaran pasien vitiligo


4

Minggu Wage, 5 Maret 2017


5

Minggu Wage, 5 Maret 2017

Resensi Buku

Memahami Yajna Judul Buku Penulis Penerbit Jumlah Hal. Tahun Terbit

: Lima Cara Beryajna : I Gst. Ketut Widana : Pustaka Bali Post : 154 : Agustus 2009 BUKU ini berusaha untuk memberi jawaban terhadap sejumlah pertanyaan yang berkisar pada tattwa, susila, upakara/ upacara. Tanya jawab antarumat seperti ini perlu terus dilakukan untuk mempermudah pemahaman umat Hindu di Bali dengan beragam upacara yajna yang

dilakukannya. Tanya jawab ini diharapkan mampu melahirkan diskusi agama yang lebih hangat, terbuka dan mudah dipahami. Semua jawaban beragam pertanyaan tentang yajna di buku ini memberi harapan bahwa seluruh persoalan dan pertanyaan yang menyangkut yajna, walaupun dijawab dalam buku ini, belum berarti bahwa jawaban itu harga mati. Karena masih bisa didiskusikan kembali. (osi)

Film

Film yang Bercerita dengan Sederhana Judul Film Sutradara Pemain Tayang

: Moonlight : Barry Jenkins : Mahershala Ali, Shariff Earp, Duan Sandy Sanderson, Alex R. Hibbert, dan Janelle Monae : 2016

F I L M ini memiliki kekuatan gambar yang luar biasa. Juga cerita yang sederhana dan dikemas matang. Tidak heran kalau pada akhirnya film ini dihajar 3 piala oscar, best picture, best supporting actor dan best adapted screenplay. F i l m ‘’Moonlight’’ ini menceritakan tentang seorang pria bernama Juan (Mahershala Ali) keturunan Afrika-Amerika yang berjuang untuk menjadi dirinya sendiri lebih dari tiga periode hidupnya, mencoba untuk keluar TEtapi juga tetap setia juga. Masa-masa memerangi peredaran narkoba yang semakin meluas di Miami, terjadi pertikaian yang dibagi tiga yang mencakup anak-anak, remaja dan orang dewasa dari keturunan negara Afrika-Amerika. Ia harus bertarung dalam hidupnya atas pengalaman hidup di kota penuh dengan narkotika dan obatobatan terlarang. Dan untuk menyelamatkan masa depannya dia berusaha mencari cinta di tempat-tempat yang tidak pernah diduganya serta dorongan perubahan dalam dirinya. Sejak bertemu seorang anak kecil, Dia hidup bersama sang ibu yang seorang pecandu narkoba akut; mesti terbiasa dengan bully; menemukan ‘’rumah kedua’’; berdamai dengan preferensi seksual; hingga menyesap sari pati kehidupan secukupnya. Film yang cantik dan puitis.(osi)

CERPEN

Seekor Burung yang Ingin Menjadi Tuhan Oleh Surya Gemilang

TENTU kau tak pernah tahu bahwa burung peliharaanmu yang bernama Petto itu ingin menjadi Tuhan. Keinginan tersebut muncul setelah sebelumnya ia ingin menjadi manusia. “Menjadi manusia itu sangat menjijikkan!” kata seekor burung liar yang adalah teman baik burung peliharaanmu. “Lebih baik kau menjadi burung liar saja seperti aku! Toh, aku bisa membukakan pintu sangkarmu dari luar sini, seperti sebelum-sebelumnya ketika kauminta, kemudian kau akan bebas dan berhak menjadi liar!” “Ini bukan perihal ‘bebas dan liar’,” sahut Petto. “Ini perihal ‘menjadi manusia seutuhnya’.” “Berarti kau ingin menjadi makhluk yang menjijikkan seutuhnya!” “Tidak masalah. Walaupun manusia menjijikkan, tapi manusialah penguasa dunia ini. Dan, aku juga ingin berkuasa, sehingga aku harus menjadi manusia.” “Memangnya kau tahu bagaimana cara menjadi manusia?” “Tentu saja dengan memakan manusia. Tapi, manusia yang akan kumakan bukanlah majikanku. Dia terlalu baik. Aku akan memakan manusia yang lain saja. Sayangnya, di sekitaran sini aku tak pernah melihat ada manusia yang lain.” Hening sejenak. Bahkan angin malam pun turut bungkam. “Tunggu… tunggu…” ujar si Burung Liar, mengoyak keheningan. “Kalau aku tak salah dengar, tadi kaubilang bahwa kau ingin menjadi manusia karena ingin berkuasa, bukan?” Petto mengangguk mantap. “Kenapa kau tidak sekalian saja menjadi Tuhan?” *** Keesokan malamnya, sebagaimana malam-malam selanjutnya, si Burung Liar membukakan pintu sangkar Petto dari luar, dengan maksud membantu sang teman dekat — dan berharap Petto gagal menjadi Tuhan, lalu sudilah ia menjadi burung liar saja. Setelah keluar dari sangkarnya yang tergantung di langit-langit beranda, bertenggerlah Petto pada bibir lubang udara kamarmu. Di dalam kamar, dengan pencahayaan remang-remang dari lampu tidur, ia dapat melihat kau bersila di kasur sembari mencakupkan tangan di dada. Muncullah, Tuhan! Muncullah! Petto berkata dalam hati sembari memandangi kau yang sibuk berdoa. Ia yakin Tuhan akan muncul sebab begitulah yang tak sengaja dilihatnya beberapa bulan lalu—sebelum ia ingin menjadi manusia — dari bibir lubang udara itu juga, dalam rangka sekadar iseng. Pada malam beberapa bulan yang lalu itu, dilihatnya Tuhan masuk melalui pintu kamarmu tanpa perlu membuka apalagi mengetuknya, sebab Tuhan bisa menembus apa saja. Dan, sebelum kau lepas dari doa, Tuhan meletakkan segepok uang — yang kauminta dalam doa — di sampingmu. Berdoalah yang ikhlas, oh majikanku, supaya Tuhan sudi datang! Tak lama kemudian ada yang menembus pintu kamarmu sebagaimana malam beberapa bulan yang lalu itu. Tentu saja itu Tuhan, dan kau tak akan melihatnya sebab kau masih terlarut dalam doa. Saat itulah Petto beraksi; ia menukik tajam ke arah Tuhan, membuka paruhnya lebar-lebar, tetapi sebelum Tuhan berhasil disentuh apalagi ditelannya, sekonyong-konyong tubuh Tuhan memancarkan kalor yang membuat Petto kepanasan hebat. Petto pun cepat-cepat menjauhi Tuhan dan keluar

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

dah memiliki ribuan ekor anak dari betina-betina yang dikawininya. Setiap ada kesempatan, Petto selalu mendidik anak-anaknya untuk menyukseskan “rencana baru” itu. “Atas tujuan apa kau mendidik anak-anak kita seperti itu?” suatu ketika salah seekor betinanya bertanya. Petto menjawab, “Supaya anakanak kita pintar seperti burung peliharaan manusia. Tepatnya, pintar seperti aku.” Berminggu-minggu berikutnya, ketika Petto merasa bahwa semua anaknya sudah cukup pintar, ia pun melaksanakan “rencana baru”nya. ***

dari kamarmu melalui lubang udara. Anehnya, tubuhmu yang didekap doa itu taklah merasakan panasnya Tuhan sedikit pun. *** “Sudah kubilang, mending kau menjadi burung liar saja seperti aku!” si Burung Liar berkata, kemudian tertawa terbahak-bahak. “Awas saja kalau aku sampai berhasil memakan Tuhan,” balas Petto dengan penuh kekesalan. *** Hingga enam malam berikutnya, usaha Petto untuk memakan Tuhan masihlah gagal. Gagal dengan cara yang sama. Si Burung Liar pun semakin sering mengejek Petto dan terus-menerus membujuknya agar mau menjadi burung liar saja. “Tetapi burung liar tidak akan seberkuasa manusia apalagi Tuhan, Kawan!” kata Petto. “Tak masalah apakah kau penguasa atau kau yang dikuasai,” sahut si Burung Liar, “yang penting kau berbahagia dan tak perlu menelan kekecewaan karena selalu gagal memakan Tuhan!” Pada malam selanjutnya, Petto tak lagi mengamati kau—yang berdoa— dan Tuhan — yang dating — dari bibir lubang udara kamarmu, sebab di sangkarnya ia sedang sibuk memikirkan “rencana baru”. *** “Apa? Burung betina? Sebanyakbanyaknya?” si Burung Liar terbelalak. “Buat kaukawini?”

Dari dalam sangkarnya, burung peliharaanmu menjawab, “Ya.” “Setelah berusaha untuk memakan Tuhan berkali-kali dan gagal, apa yang membuatmu berpikir untuk kawin berkali-kali, Petto?” “Kau akan tahu nanti. Tak perlulah bertanya sekarang. Yang perlu kaulakukan hanyalah membantuku mencari burung betina sebanyak-banyaknya.” Tanpa perlu berpikir panjang, si Burung Liar menjawab, “Tidak perlu kucarikan pun kau pasti dapat. Hutan di mana rumah majikanmu ini berdiri menyimpan banyak burung betina liar yang liar!” *** Tentu kau tak pernah tahu bahwa burung peliharaanmu itu dapat mengawini setidaknya sepuluh ekor burung betina liar tiap malam, saban kau terlelap. Petto memang sudah tidak pernah lagi memerhatikan kau yang berdoa sebelum tidur dan Tuhan yang mendatangimu, tapi bukan berarti keinginannya untuk memakan-menjadi Tuhan telah lenyap. Justru ia sengaja mengawini burung betina liar sebanyak-banyaknya karena itu adalah langkah awal dari “rencana baru”-nya. Selain burung betina liar yang masih sendiri, burung betina liar yang sudah punya pejantan pun dikawininya. Jika ada pejantan yang marah, maka Petto akan membunuh pejantan itu dengan caranya sendiri. *** Berbulan-bulan kemudian, Petto su-

Dari bibir lubang udara itu, Petto berkicau nyaring sehingga kau terenggut dari tidurmu. Kau pun terkejut mendapati Petto yang telah lepas dari sangkarnya. Burung peliharaanmu itu lantas terbang menuju bagian hutan yang paling mencekam dan pepohonannya begitu rapat. Kau segera berlari mengejarnya — tidak mungkin mengendarai mobil pun motor karena kerapatan pepohonan itu — sebab tak ingin kehilangan Petto. Sekitar sepuluh menit kemudian, kau benar-benar kehilangan Petto. Kau pun menyadari bahwa dirimu sudah tersesat. Petto tahu betul kalau kau adalah tipe orang yang “selalu mencari aman”; berarti ia sudah tahu kalau kau akan lebih memilih untuk diam di tempat hingga pagi tiba ketimbang mencoba mencari jalan pulang di tengah rimba ketidaktahuan. Kau lalu mendudukkan diri di tanah dan mencakupkan tangan di dada. Berdoa. Memohon keselamatan pada Tuhan. Momen inilah yang Petto tunggu-tunggu: Tuhan hadir ke hadapan kau yang terlarut dalam doa, hendak memberikanmu keselamatan. Tiba-tiba, dari balik lebatnya dedaunan, ribuan anak Petto menukik ke arah Tuhan, sementara Petto masih mengumpet di tempat yang aman. Rupanya, anak-anak Petto itu (awalnya) hanya bertengger-ramah di tubuh Tuhan, sehingga Tuhan tak mempermasalahkan kehadiran mereka. Petto tersenyum licik di tempat persembunyiannya—dan kau tak perlu tahu di mana ia bersembunyi. Sesudah Tuhan meletakkan keselamatan di sampingmu, serempak ribuan anak Petto mematuk-matuki tubuh Tuhan. Tuhan pun kesakitan luar biasa, menjerit teramat nyaring — tetapi kau tak mendengar jeritan itu sebab kupingmu tertutupi doa — dan tubuhnya langsung memancarkan kalor. Sesuai didikan Petto, ribuan burung kecil itu tetap mematuk-matuki tubuh Tuhan meskipun puluhan demi puluhan dari mereka terus berjatuhan-tewas akibat kepanasan. Bagaimanapun, kesakitan itu akhirnya membuat Tuhan melemah. Otomatis, suhu kalor yang memancar dari tubuhnya menurun drastis. Saat itulah Petto menukik tajam dari tempat persembunyiannya ke arah Tuhan dengan paruh terbuka lebar. *** Begitu selesai berdoa, kau terkejut sebab mendapati diri sudah berada di dalam kamar tidurmu. Lantas kau cepat-cepat melangkah ke beranda rumahmu untuk memastikan apakah Petto telah kembali ke sangkarnya atau belum. Dan, betapa terkejutnya kau sebab “Aku”-lah yang kautemukan terkurung di dalam sangkar itu!

Afrizal

K. Ngurah

Achmad Cholid Satya Dewi Windhu Segara M. Iskandar


DIMENSI

6 ramalan

bintang

Capricorn: Peruntungan: Sedikit banyak pikiran harus selalu sadar, bahwa di minggu ini segalanya lagi menyebalkan, dan ini merupakan ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran, agar segala masalah dapat segera menyingkir dan berganti dengan kegembiraan. Karier: Biarkan orang lain bicara apa pun, terima saja dengan tersenyum, pasti akan berhenti dengan sendirinya. Kesehatan: Jika dirasa badan capek segera saja dilakukan pemijatan agar bisa kembali segar. Jangan malas mengeluarkan dana bila itu demi kesehatan badan Anda sendiri. Keuangan: Bila ada keinginan untuk membeli sesuatu, kondisikan dulu dengan dana Anda. Asmara: Jagalah kepercayaan yang telah diberikan kepadanya agar kebahagiaan tetap selalu tercipta. Aquarius: Peruntungan: Di minggu ini Anda masih belum bisa merasakan ketenangan dengan maksimal, karena walaupun badai telah berlalu dan menyingkir akan tetapi dampaknya dan getarannya masih terasakan, maka dari itu perlu berhati-hati, tidak perlu bingung atau khawatir. Karier: Pikirkan tujuan-tujuan yang akan datang dan direncanakan dengan lebih matang agar kejadian dulu tidak terulang lagi. Kesehatan: Saran dari dokter sebaiknya benar-benar dipatuhi jika tidak ingin ada masalah di kemudian minggu. Apalagi kondisi badan Anda belum benar-benar pulih sehingga harus sabar dalam menjaganya. Keuangan: Pemasukan masih mengalir walau tak sebesar seperti yang Anda idam-idamkan. Asmara: Ada teman dekat yang sudah lama menaruh hati pada Anda, akan tetapi sangat pemalu sekali untuk mengungkapkan isi hatinya. Pisces: Peruntungan: Manfaatkan kesempatan yang ada di minggu Selasa ini walaupun kecil, karena jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh maka akan besar hasilnya. Karier: Yakinlah bahwa kesuksesan akan semakin mudah diraih hanya dengan kerja keras. Kesehatan: Godaan yang paling berat adalah sulitnya menghindari makanan yang menjadi selera Anda, walaupun itu sebenarnya merupakan pantangan yang dianjurkan oleh dokter untuk sebisa mungkin dihindari. Keuangan: Walaupun suasana sudah lebih bagus akan tetapi alangkah baiknya jika Anda tidak melakukan spekulasi ataupun ekspansi yang terlalu beresiko dulu. Asmara: Jangan negative thinking kepadanya, itu tidak ada untungnya, hanya akan menambah kacau suasana saja. Aries: Peruntungan: Di minggu ini perlu dipikirkan kecerobohan Anda akhirakhir ini dalam menyikapi setiap ide yang muncul, cobalah disimpan rapatrapat, tunggu sampai saat yang tepat untuk mengungkapkannya. Karier: Ada rekan sekerja yang mulai menggunakan tindakan pengecut untuk menjatuhkan Anda, berhati-hatilah. Kesehatan: Jagalah kondisi badan dengan seksama, jangan sampai sekali-kali Anda mengabaikannya karena bisa fatal akibatnya. Keuangan: Bersikap menunggu dengan penuh kesabaran adalah langkah yang tepat untuk dapat melewati minggu yang cukup berat ini. Asmara: Hati-hati jangan salah langkah, apalagi sampai menjatuhkan nama keluarga. Taurus: Peruntungan: Berhati-hatilah terhadap adanya usaha yang ingin menggagalkan rencana Anda. Keruwetan mulai teratasi namun mungkin akan muncul yang baru. Untuk itu jangan mudah percaya dengan omongan orang. Karier: Berjalanlah dengan prinsip Anda sendiri dan hiduplah yang sederhana. Kesehatan: Badan pegal-pegal sebaiknya segera pijat, jangan tunda nanti. Karena jika dibiarkan itu akan sangat mengganggu bagi kondisi badan dan konsentrasi Anda. Keuangan: Di dalam minggu ini Anda akan menemui kejadian yang datangnya tiba-tiba dan akan mengganggu keuangan Anda. Asmara: Hadapilah tantangan kecil dengan hati yang besar dan lapang, jangan cepat menyerah. Ingatlah masih banyak tantangan yang terbentang di peruntungan Anda nanti. Gemini: Peruntungan: Di minggu ini ada harapan baru yang mungkin lebih mudah diraih. Meski demikian tugas dan pekerjaan yang sudah ada jangan ditinggalkan. Keragu-raguan yang disertai sikap emosional tampaknya mendominasi langkah Anda. Kalau hal ini dibiarkan terus sama sekali tak menguntungkan. Karier: Jalani semua yang ada ini dengan hati gembira, tak perlu terus berpikir negatif. Kesehatan: Migren cukup mengganggu konsentrasi dan ketenangan Anda. Untuk mengatasinya cobalah Anda perbanyak minum air putih sambil dilanjutkan lari-lari kecil ditempat, itu akan sangat membantu. Keuangan: Hambatan yang terasa disegi financial mulai terselesaikan karena bisnis Anda terus menunjukkan grafik meningkat. Asmara: Suasana tenang dan harmonis dan akan banyak kejadian yang membuat semuanya bahagia. Pertahankan suasana yang baik ini. Cancer: Peruntungan: Pengaruh serta kewibawaan Anda sangat menentukan bagi keadaan sekeliling. Hindari rasa kurang percaya diri, sebab pada hakikatnya hal ini hanya akan merugikan saja. Jangan terpancing dengan omonganomongan, semua itu hanya akan menghalangi langkah Anda ke depan. Karier: Jauhi segala macam tindakan yang dapat memperburuk posisi karier Anda di mata atasan. Kesehatan: Stamina cukup prima dan pikiran tampak lebih tenang, sehingga sesulit apa pun masalah yang Anda hadapi akan teratasi dengan baik. Keuangan: Untuk mencoba main spekulasi, harus bersedia rugi, kalau setengah-setengah lebih baik jangan. Asmara: Bersikaplah terbuka dengan pasangan Anda, sehingga bisa terhindarkan dari segala fitnah dan omongan yang tidak benar. L e o: Peruntungan: Di minggu ini Anda dihadapkan pada persimpangan jalan yang membingungkan. Hindari sikap mudah terpengaruh, harus tekun dan waspada, keragu-raguan hanya akan menimbulkan hambatan, untuk itu mesti dihindari. Karir: Usul maupun saran coba pertimbangkan dulu, jangan asal oke tanpa memikirkan efeknya. Kesehatan: Perlu kesabaran untuk terus menjaga kondisi badan agar penyakit lama tersebut tidak kambuh lagi. Biarkan orang lain bicara apa pun yang terpenting Anda tetap konsisten menjaganya dengan lebih tekun dan sabar . Keuangan: Cukup baik, apalagi Anda bisa mengendalikan diri dari keinginan yang kurang bermanfaat. Setiap pengeluaran harus dibatasi, jangan sampai meimbulkan pemborosan. Asmara: Jangan terjebak di dalam sikap kecewa yang berkepanjangan, masalah Anda dengan si dia hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin. Virgo: Peruntungan: Di minggu ini perjalanan perbintangan Anda cukup bagus, walau banyak persoalan timbul-tenggelam, namun semuanya bisa teratasi dengan baik. Yang terpenting tidak pesimis, apalagi simpati orang lain terhadap Anda cukup besar sehingga anda harus bisa lebih percaya diri. Karier: Berusahalah untuk selalu yakin dengan apa yang telah menjadi keputusan Anda. Kesehatan: cuaca kurang begitu bersahabat, sehingga mau tidak mau Anda harus lebih bisa menjaga diri terutama dalam mengonsumsi makanan sebaiknya tidak terlalu pedas dan masam. Keuangan: Agak sedikit terganggu tetapi bukan berarti tidak lancar. Boleh meningkatkan hubungan kerja dengan partner lama, asal ada rasa saling pengertian. Asmara: Setelah dirundung kemarahan akhirnya mendapat kegembiraan juga. Anda harus puas dengan apa yang selama ini dia berikan pada Anda. Libra: Peruntungan: Minggu ini banyak isu menghadang Anda, waspadalah. Apalagi isu minggu ini sangat merugikan padahal kebenarannya sudah jelas disangsikan. Semua itu hadapilah dengan hati yang lapang dan kepala dingin, anggaplah semua ini merupakan ujian untuk meraih jenjang yang lebih tinggi. Karier: Lagi mendapat banyak guncangan, tetaplah berpegang teguh pada prinsip yang ada. Kesehatan: Jangan terlalu asyik omongin orang kalau akhirnya diri Anda sendiri yang menjadi stres dan cepat marah karena pikiran negatif yang bisa timbul dari semua itu. Hadapilah realita ini dengan penuh syukur dan hati yang lapang, sehingga pikiran bisa selalu tenang. Keuangan: Tawaran yang menggiurkan harus Anda pertimbangkan masak-masak, sebab semua itu menyangkut masa depan Anda. Asmara: Hindarilah pertikaian yang hanya akan memperburuk suasana dan ketenangan saja. Scorpio: Peruntungan: Minggu ini rupanya muncul banyak problem, sehingga membuat waktu Anda banyak tersita. Egois dan rendah diri itu tidak ada untungnya, untuk itu alangkah baiknya disisihkan saja. Kalau dibiarkan berjalan terus yang rugi bukan orang lain tetapi diri sendiri. Karier: Jangan terus memojokkan diri sendiri, coba Anda angkat kepala Anda. Kesehatan: Hindari makan terlalu pedas, walau sekilas mengasyikkan akan tetapi jika berlebihan maka akan bisa membikin tidur tidak nyenyak dan penyakit perut Anda akan kembuh kembali. Keuangan: Minggu ini kalau bisa tunda saja dulu segala transaksi atau janji-janji yang belum pasti hasilnya. Asmara: Dalam mengarungi perasmaraan memang tidak lantas tutup mata dan telinga, saran masuk mesti diterima dengan baik. Sagitarius: Peruntungan: Di minggu ini perjalanan perbintangan Anda menggembirakan, segala usaha dan rencana menunjukkan taraf yang cukup maju dan lancar. Hanya hindari pertikaian dengan orang lain walau sekecil apa pun. Karier: Lebih baik Anda mengalah saja apalagi kalau hanya karena masalah yang tak prinsip. Kesehatan: Kurang begitu bersahabat, walau terkadang terasa tidak ada masalah akan tetapi sebenarnya jika tidak hati-hati maka akan mudah sekali jatuh sakit. Keuangan: Minggu ini tingkatkan semangat kerja Anda, sebab dengan cara demikian itulah Anda akan berhasil. Jangan sia-siakan kesempatan baik di minggu ini. Diasuh Oleh Asmara: Bersikaplah lembut dan asmara Putri Wong Kam Fu sayang padanya, tidak ada gunanya anda Berlaku bersikap keras, karena bagaimanapun juga jika si dia jatuh sakit maka diri Anda juga 5 - 11 Maret 2017 akan merasakan sakit.

Minggu Wage, 5 Maret 2017

Weda Wakya

Menembus Rahasia Sava Samskara vāyur anilam amṛtam athedaṁ bhasmāntaṁ śarῑram oṁ krato smara kṛtaṁ smara krato smara kṛtaṁ smara

Redaktur Khusus

(Yajur Veda 40.15, Ῑśa Upaniṣad 17)

WAKYA

”Sekarang, tenaga hidup Prāṇa dan indria-indria menyatu lebur dengan sumbernya yang kekal abadi, sedangkan badan jasmani ini terbakar habis menjadi abu menyatu dengan sumbernya, Pañca Mahā Bhūta. Wahai Tuhan Sang Penerima persembahan Yajña... mohon berkenan mengingat hamba, ingatlah segala kegiatan pelayanan bhakti yang sudah hamba lakukan, wahai Tuhan... ingatlah segala perbuatan-perbuatan mulia yang sudah hamba lakukan, ingatlah pelayanan-pelayanan suci yang hamba sudah lakukan.” Yajur Veda menjelaskan perihal rahasia detikdetik akhir perjalanan sang diri di alam mayapada ini. Kematian di dalam tradisi Veda bukanlah sebuah bencana atau kedukaan melainkan adalah sebuah seni spiritual. Ia adalah persembahan yajña terakhir dalam hidup orang yang meninggal tersebut. Sekaligus ia juga merupakan suatu proses normal kehidupan di alam material ini, tempat ātmā datang dan mampir beberapa saat untuk akhirnya pergi lagi. Sārasamuccaya sendiri mengatakan usia hidup kita hanya sesaat, tidak kurang dan tidak lebih sekerlepan kilat menyambar (tan pahi lawan kӗdapning kilat). Kematian dalam tradisi Veda adalah detik-detik meninggalkan badan, persis sebagai orang menanggalkan pakaian sudah usang lalu memakai pakaian yang baru, atau dalam contoh lain merupakan detik-detik orang memasuki departure gate di bandara internasional. Begitu berangkat, orang sudah tidak akan bisa memakai uang rupiah karena berada di luar negeri. Paling tidak, mata uang yang berlaku secara internasional seperti US dolar dan euro akan dapat menemani yang bersangkutan berkeliling dunia. Demikian pula, begitu melewati departure gate, dan “pesawat lepas landas”, maka orang melepaskan badan kasarnya. Segala harta benda sudah tidak berlaku lagi. Orang tidak bisa mempergunakannya di alam setelah kematian, kecuali, se-

MIMBAR AGAMA

Redaktur Khusus MIMBAR

BUDDHA Dhana Putra APA yang selalu Anda lakukan setiap bangun pagi? Ketika duduk menunggu sesuatu, apa yang Anda lakukan? Ketika berbicara dengan pasangan hidup, staf yang ada di kantor, atau tetangga; kata apa yang Anda pergunakan? Demikian banyak kebiasaan yang kita lakukan dalam kehidupan ini, disadari atau pun tidak. Kebiasaan berucap, kebiasaan berbuat, kebiasaan berjalan, kebiasaan saat menyantap makanan, kebiasaan saat istirahat, dan seterusnya. Anda merasa senang dengan tindakan tersebut sehingga terus diulang, dilakukan terus-menerus. Banyak orang yang meyakini bahwa semuanya dimulai dari pikiran kita sendiri. Pikiran sebagai pelopor, cikal bakal untuk semuanya. Dari pikiran akan muncul ucapan dan perbuatan jasmani. Karena terus diulang-ulang maka ucapan dan tindakan akan menjadi kebiasaan, yang pada akhirnya akan menjadi karakter seseorang. Selain dari pikiran, kekuatan dari kebiasaan juga bisa dianggap sebagai buah dari perbuatan di masa silam. Demikian kuat perbuatan tersebut ada di arus kesadaran karena dilakukan berulang kali dalam beberapa kehidupan sehingga dia tetap ada dan muncul dalam kehidupan sekarang. Pilindavaccha Thera, misalnya, mempunyai kebiasaan memangil orang lain dengan

weda

Darmayasa lama masih hidup di dunia ia sudah sempat “menukarkan” uang duniawi ke “mata uang spiritual”. Hanya “mata uang spiritual” yang berlaku di alam setelah kematian. “Bhasmāntam śarῑram...”, badan kasar dibakar habis menjadi abu. Kitab suci Veda tidak ada sejarah kehadirannya di atas muka bumi ini. Veda ada bersamaan dengan awal terciptanya alam semesta material ini. Tradisi membakar mayat orang meninggal sudah ada sejak ciptaan alam semesta, dan sudah diikuti oleh tak terhitung jumlah orang-orang bijaksana sejak zaman dahulu. Pembakaran mayat merupakan timeless tradition, tradisi yang menyeberangi jauh batas waktu. Mantra di atas merupakan mantra perenungan bagi mereka yang sudah mendapat “aba-aba” untuk melakukan perjalanan mulih ke gumi wayah. Sekaligus menjadi sebuah doa permohonan kepada Tuhan YME. Tentu saja orang cerdas tidak akan menunggu datangnya “aba-aba” yang belum tentu d iriny a m erup a ka n ora ng yang “layak” mendapatkan “aba-aba departure” tersebut. Orang cerdas memilih bersiap siaga setiap saat menyambut “panggilan depature” untuk segera menuju “pintu keberangkatan” sambil tetap dengan jujur melaksanakan perenungan serta doa permohonan karunia Tuhan sesuai mantra Yajur Veda di atas. Tuhan senantiasa mengingatkan abdi-Nya dengan penuh kasih, mām anusmara... - wahai abdi-Ku..., ingatlah pada-Ku. Para abdi yang mengingat-Nya pada detik-detik kematian tiba akan mendapatkan karunia khusus dari karena Tuhan sudah berjanji menerima dan membawanya ke alam kekekalan, terbebas dari segala jenis kesengsaraan (yaṁ yaṁ vāpi smaran bhavaṁ tyajatyante kalevaram). Ketika abdi Tuhan berhasil mengingat-Nya pada detikdetik ajal tiba, maka Tuhan pun akan mengingat serta menerima mereka memasuki alam kebebasan abadi, mokṣa. Aham smarāmi mad-bhaktam, aku mengingat para bhakta-

Ku, nayāmi paramāṁ gatim, dan mengantarkan mereka menuju alam kekekalan yang merupakan asal muasalnya, alam yang penuh dengan kedamaian abadi, yaitu alam moksa. Pada proses upacara antyesti (upacara kematian), yang seharusnya jauh lebih dipentingkan adalah “dia” yang melepaskan badan kasar, dan bukan badan kasar itu sendiri. Perhatian pada badan kasar cukup sebatas pada proses pengembalian badan kasar dan badan halus (sthula śarῑra dan sukṣma śarῑra). Perhatian utama diberikan pada proses kembalinya “sang diri sejati” kepada asal muasal sang diri sejati, Sang Sangkan Paraning Dumadhi sesuai dengan tujuan agama Hindu sendiri yaitu mokṣ ārthaṁ jagaddhitāya ca iti dharmaḥ, demi pencapaian mokṣa. Mendekati usia kematian, orang segera harus melupakan dunia dengan ikhlas, entah ia memiliki 10 Bank, 20 Hotel, atau rekening segendut apa pun -- semua pasti tidak ada yang bisa dibawa bersama dalam keberangkatan melewati departure gate. Pilihan cerdas adalah proses Ῑśvara smaraṇam, proses mengingat dan menghubungkan diri pada Tuhan. Bagi orang bijaksana, proses sava-daha samskara atau proses pengabenan sthula sarira tetap diberikan perhatian sepantasnya. Ia tidak diabaikan tetapi juga tidak diberikan perhatian jauh lebih penting daripada kepentingan memperhatikan proses “kembalinya atma pada Paramātmā”. Proses kembalinya ātmā kepada Paramātmā merupakan proses yang sama-sama perlu mendapatkan perhatian sesuai proporsinya. Banyak terjadi keluhan umat perihal penanganan upacara kematian. Majalah Raditya edisi 03/11/2009 memuat tentang mayat yang tidak boleh dikubur karena kasepekang (dikenakan sanksi hukum adat) oleh desa pakraman. Tuntutan umat juga banyak disampaikan untuk pengadaan “pakem pengabenan sederhana”. Sesungguhnya, jika kita kembali melihat pada praktik-praktik zaman dahulu serta tuntunan-tuntunan Veda maupun lontar-lontar, maka orang tidak perlu cemas berlebihan. Kemasan pengabenan sederhana sebenarnya sudah banyak dipraktikkan oleh umat, terutama di daerah-daerah luar Bali. Sedangkan pengabenan sederhana yang sudah pasti dapat dipergunakan sebagai acuan tanpa harus

Kekuatan Kebiasaan ungkapan ‘’orang hina’’. Dia akan berkata; ‘’pergilah, orang hina’’ atau ‘’datanglah kemari, orang hina’’. Ungkapan ini tentu saja menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sejumlah bhikkhu yang lain sehingga mereka melaporkan kepada Sang Buddha. Ketika ditanya, Vaccha Thera mengakui bahwa dia memang memanggil dengan ungkapan yang digunakan untuk memanggil para gelandangan. Kepada para bhikkhu, Buddha meminta agar mereka tidak merasa tersinggung. Selama lima ratus kehidupan sebelumnya, Pilindavaccha Thera terlahir sebagai brahmana. Sapaan tersebut telah digunakan demikian lama sehingga saat ini dia menggunakan untuk memanggil semua orang. Kisah lainnya terjadi di Jetavana sehubungan dengan lima orang pemuda yang datang ke vihara untuk men-

dengarkan Dhamma. Setelah memberi hormat, mereka mengambil sikap duduk masing-masing. Namun ketika Buddha menguraikan Dhamma, kelima pemuda tersebut mendengarkan dengan gayanya masing-masing. Salah satu dari mereka, jatuh tertidur selama khotbah. Ada pula yang sambil mengali tanah dengan jemarinya, ada yang menggoyang-goyangkan pohon, ada yang menatap ke langit. Hanya seorang pemuda yang duduk dengan tenang, mendengarkan dengan penuh perhatian. Ternyata sikap mereka saat mendengarkan Dhamma berasal dari masa lalu. Dia yang tertidur, sebanyak lima ratus kehidupan terlahir sebagai naga; yang menggali tanah dengan jarinya, terlahir sebagai cacing tanah selama lima ratus kehidupan; yang menggoyang-goyangkan pohon, terlahir sebagai keraa,

ketakutan atma leluhurnya tidak akan mendapat tempat yang layak di alam sana, adalah pengabenan Ida Pedanda Made Sidemen (1984), atau yang baru saja kita semua saksikan adalah pengabenan Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa. Veda memberikan tuntunan-tuntunan sederhana perihal pengabenan. Paling tidak, umat dapat langsung bercermin dan “mengikuti” proses pengabenan sederhana seperti yang sudah dicontohkan oleh para suci wikan, khususnya Ida Pedanda Made Sidemen. Beliau bahkan mempersiapkan wadah untuk jasadnya dan berpesan kepada putrinya agar jasadnya dibakar sederhana saja. Demikian pula Ida Pedanda Sebali Tianyar berpesan yang sama, agar upacara Antyeṣṭi Saṁ skāra untuk beliau dilakukan secara sederhana. Beliau berdua hidupnya sangat sederhana dan upacara meninggalnya pun sangatlah sederhana. Di India sendiri, penulis sempat melihat dan mengikuti upacaranya langsung ke tempat pembakaran mayat. Tidak ada jasad yang didiamkan di rumah lebih dari sehari. Perdana Menteri India dulu, Indira Gandhi, sempat jasadnya didiamkan sampai tiga hari, itu pun karena alasan penghormatan kenegaraan. Mayat dimandikan dengan cara menyelamkan tiga kali di Sungai Ganggā atau Yamunā, lalu langsung dibakar. Selanjutnya, abu mayat dihanyut ke Sungai Ganggā atau Yamunā. Selesai. Sangat sederhana. Upacara lanjutan selama 11 hari di rumah yang meninggal dilakukan bertujuan mengembalikan 11 indria ke asal muasalnya. Di hari kedua belas ada jeda istirahat, dan di hari ketiga belas diadakan upacara khusus. Sedangkan di Bali, tidak menunggu hari jeda, melainkan langsung diadakan upacaranya di hari keduabelas yang dinamakan ngrorasan. Pada bulan-bulan pitra yajña ada bulan-bulan suci untuk mendoakan leluhur secara sangat sederhana. Yang dipentingkan adalah bhasmāntam śarῑram yaitu lebur-luluhnya jasad ke dalam tattva asalnya yaitu Pañca Mahā Bhūta. Pengembalian unsur-unsur Pañca Mahā Bhūta, napas hidup prāṇa, dan indria-indria ke asal muasalnya memberikan jaminan ātmā dapat melakukan perjalanan tulus, mulus, dan lancar menuju Sang Pencipta, Sang Hyang Paramātmā.

yang menatap langit, terlahir sebagai peramal bintang. Dia yang mendengarkan khotbah dengan penuh perhatian, telah lahir sebagai pengulang kita suci selama lima ratus kelahiran. Semua penelitian tentang kebiasaan yang melibatkan ke kalangan dan responden menyimpulkan bahwa kebiasaan muncul karena kita melakukan sesuatu dan mengidam kan hasilnya. Kita senang, melekat dengan hasilnya. Kita bisa melakukan kebiasaan lain karena merasa hasilnya lebih menyenangkan. Apa yang Anda lakukan ketika ke vihara dan mendengarkan uraian Dhamma? Sambil menulis status di media sosial, mendengar dan menyimak dengan baik, memikirkan acara nanti sore, atau yang lainnya? Bisa jadi sebagian besar karena kebiasaan dari kehidupan masa lalu Anda sendiri.

PERMATA HATI

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) Arya Ngurah Mahaiswara Wijaatmaja, S.Kom., Sabtu 26 Februari 2017 mengakhiri masa lajangnya dengan menyunting Dewa Ayu Utami Mandala Putri, A.Md.Par., S.E. Upacara pernikahan berlangsung sangat meriah. Acara resepsi pernikahan dilaksanakan di Sekar Jambu, Loka Serba Guna Jl. Sedap Malam, Kesiman, Denpasar Timur.


Redité Wagé, 5 Maret 2017

Bali L e m b a r

Bencingah Pinandita I Ketut Pasek Swastika

Pamargi Panca Nida

SAKANCAN upacara yadnya silih sinunggil inggih punika masangih sujatiné wantah parindikan ring sajeroning Panca Nida utawi lelima kapatutan sané patut kalaksanayang olih soang-soang rerama ring pianaknyané Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, Jero Mangku Sangging Tatah saking Tibubeneng, Kuta Utara puniki maosang inggihannyané minakadi Sang Ametuaken utawi becik nabdabang pianak sané kaembasang utawi sangkaning polih “meras” pianak. Wus punika Sang Anyangaskara utawi ngamargiang makudang-kudang upacara ring pianaknyané. Katiga Maweh Bhojana utawi ngicén kamertan ring pianak mangda becik kahuripannyané, kaping pat Ngupa Padyaya utawi ngicén parikrama pangajah-ajah sané patut tur pinih untat wantah Matulung Urip utawi nreptiang taler nyagra i pianak mangda nénten kasengkalain. “Sangkaning Panca Nida punika, tetamian budaya minakadi masangih sumangdané tetep kamargiang olih krama sami,” baos Jero Mangku. Wakil Ketua PHDI Bali puniki malih ngwewehin, ring Lontar Eka Pertama miwah Dharma Kahuripan, parikrama upacara ring jadma kakawitin antuk magedong-gedongan ring raré sané kantun pitung bulan ring tengahin garba, risampuné embas kamargiang upacara banten dapetan, molongin kuping miwah upacara kepus pungsed. Risampuné matuuh abulan pitung dina kamargiang upacara majang colongin tur matelu bulanan ring raré sané matuuh 105 dina. Risampuné matuuh nem bulan kakaryanin otonan taler upacara tumbuh gigi taler upacara bayuh otonan. Yéning sampun dados yowana wawu kalaksanayang upacara raja séwala utawi raja singa sané kalanturang antuk masangih tur pawintenan Saraswati. Wus punika wawu becik mapawiwahan. “Sané mangkin sios ring Bali krama Hindu Nusantara taler sampun ketah ngamargiang masangih. Minakadi ring Jawi, Sumatera miwah ring Sulawesi” asapunika pengurus MGPSSR Widang Kesulinggihan punika nartayang. (was)

Ida Bagus Agung Indrawangsa

Prasida Madampingan

MASANGIH wantah upacara yadnya sané kamargiang ring angga manusa. Ngupapira taler ngamecikang kahanan untu soang-soang krama sampun kamargiang olih para panglingsir saking nguni, pateh sakadi parikrama masangih yadiastun tatatiti indik “médis” utawi “keséhatan gigi modérn” nénten sué sakadi punika. Drg. Ida Bagus Agung Indrawangsa SKG, dokter spésialis gigi sané taler sangging tatah puniki maosang, ring parikrama masangih ketah kapanggih piranti utawi lakar sané ring médis wantah becik pisan kanggén ngupapira untu. Minakadi ri kala wusan masangih, untu jagi kaolesin pamor, basé, kunyit, miwah wénten taler sané nganggén madu. Punika makacihna yéning tradisi Bali saking nguni sampun prasida madampingan kawéntenanipun sareng kahanan médis modérn. “Ring kahanan médis, pamor madaging antuk kalsium miwah fosfor sané prasida nyitengang kahanan untu. Sios punika, basé madaging antuk antiséptik sané becik ring untu inucap,” asapunika baos sangging tatah saking Gria Gede Manuabha, Cau Belayu, Marga, Tabanan. Dokter sané embas ring Tabanan, 8 Desember 1988 puniki malih maosang, sios ring masangih, parikrama ngupapira untu taler kamargiang ring kahuripan saraina olih para panglingsir saking nguni. Minakadi parikrama nginang sujatiné wantah parikrama sané mawiguna anggén ngamecikang kahanan untu. Sios kapur miwah basé, ri kala nginang taler ngawigunayang mako sané ring médis dados zat analgésik sané prasida ngicalang rasa sungkan taler ngawinang untu marasa anget. Sakéwanten malih kabaosang dané, masisig mako jagi ngawinang untu mawarna barak sané nénten prasida ical santukan sampun ngresep ring untuné. “Sangkaning punika, yéning kacingak untu krama lingsiré dumun akéhan siteng-siteng yadiastun ipun sampun lingsir, sakéwanten warnanipun barak tur nénten prasida kaicalang,” baos dokter gigi ring Radiance Clinic Bali miwah Klinik Sadha Jiwa puniki makenyem. (was)

(67)

B a s a

7

B a l i

Masangih, Ngwerdiang Sad Ripu Manados Sad Guna SAKADI sané sampun kauningin ring sajeroning kahuripan krama Bali sané magama Hindu, wénten makudang-kudang upacara antuk tattwanyané soangsoang pinaka tetamian panglingsir saking nguni. Makudang-kudang upacara luiré sané katur ring palemahan puniki taler ring manusa sujatiné pinaka jalaran nincapang sradha miwah bhakti majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ngeninin indik upacara sané kamargiang ring manusa utawi sané kawastanin Manusa Yadnya, majanten kamargiang ngawit ipun durung kaembasang nyantos ipun kelih tur ngranjing ring Grehastra Asrama. Silih sinunggil yadnya sané patut kalaksanayang olih krama Hindu ring Bali utawi Hindu Nusantara punika wantah masangih utawi sané ring krama Hindu Jawi kawastanin antuk Panggur. Ngeninin indik tetujon upacara masangih manut Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, Jero Mangku Sangging Tatah saking Tibubeneng, Kuta Utara wantah nyuciang raga saking sekancan mala taler ngwerdiang Sad Ripu utawi nemnem parilaksana corah ring padéwékan mangda prasida manados Sad Guna utawi nemnem parisolah sané becik tur manut ring dharma. Punika kasinahang antuk akéh gigi sané kasangih wantah nemnem tur sané duuran kémanten, luiré; caling kalih tur untu ring arep utawi gigi seri patpat. Malih kabaosang, indik aran upacara inucap wénten tetiga sané sujatiné wantah sangkaning soroh piranti sané kanggén ring paletan parikramanipun. Paletan kapertama kawastanin antuk matatah duaning ngawigunayang paet cenik miwah semeti alit, sané kaping kalih kawastanin antuk

mapandes sané ngawigunayang kikir, kaping tiga wawu kawastanin antuk masangih duaning ngawigunayang piranti marupa sangihan alit. Parikramannyané, wusan ipun munggah ka balé tur ngamargiang pamuspan, kapertama matatah sané kakawitin antuk ngawigunayang paet selem niyasa Ida Bhatara Wisnu. Paet inucap kagamel olih jero mangku sanging tatah sakémawon kaketok nganggén semeti alit olih méménipun ping tiga taler olih bapanipun ping tiga. “Parikrama inucap kawastanin antuk Ngendagin utawi Mungkah sané kamargiang ring caling kenawannyané kémanten tur ring kiwa jagi kaketok olih sangging tatah inucap. Wusan punika wawu kalanturang antuk paet warna putih utawi kuning ring makanenem untu inucap olih jero mangku sangging tatah,” baos dané. Wusan punika wawu kalanturang antuk parikrama mapandes, ngawigunayang kikir mamucu telu miwah kikir mrepat sané makekalih punika dadosné mabucu pepitu sané tattwanipun mangda ring sajeroning kahuripan manusané nénten ngamargiang Sapta Timira. Punika kakawitin antuk ngawigunayang kikir mamucu telu saking caling rauh ka untu seri niyasa ngwerdiang Tri Mala mangda prasida manados Tri Kaya Parisudha. Wusan punika wawu kalanturang antuk ngawigunayang kikir mrepat sané niyasa ngwerdiang Catur Mala mangda manados Catur Paramitha. Wusan mapandes kalanturang antuk masangih sané kakawitin antuk ngawigunayang sangihan kasar wus punika wawu nganggén sangihan alus. Tetueknyané ngentosin sekancan

BPM/dok

MASANGIH – Pinaka silih sinunggil parikrama upacara yadnya, masangih patut pisan kamargiang ring sajeroning pakraman. Duaning punika matetujon ngwerdiang sekancan mala taler Sad Ripu ring soang-soang angga sarira. parilaksana sané kasar mangda prasida dados alus tur alep. Sios saking makasami piranti i wawu, wénten taler kanggén rurub putih miwah rurub kuning sané soang-soang lantang ipun 2,25 méter tur madaging aksara pralambang suaran Bhuta miwah suaran Déwata. Yéning sané masangih wantah lanang sinah ipun karurub antuk rurub putih sané duuran tur rurub kuning sané beténan. Yéning sané masangih krama istri, majanten jagi matungkalikan. Sakéwanten ring betén makekalih rurub punika patut kadagingin antuk kain Wali utawi kain minakadi kain endek utawi kain songket sané kabak-

tayang olih reramannyané. Sios punika wénten taler parikrama sané ngawigunayang piranti minakadi tiuk matrus niyasa pakaryan krama istri taler tiuk mutik pinaka pakaryan krama lanang. Wénten taler kawigunayang piranti marupa tengala, lampit taler cikar niyasa parikrama lanang sané jagi mapaurukan magarapan ring carik. Nanging punika jagi nganutin saking désa mawacara duaning wénten sané ngawigunayang prabot ring carik, wénten sané wantah tetuladipun sané alit tur kanggén pajangkep upakara. Wénten taler ngawigunayang tirtannyané kémanten. “Wénten malih kawigunayang

kain ulon sané kagenahang ring balé gading ungkuran jero mangku sangging tatah inucap. Manawita sané matatah kantun bajang-truna sinah gambaripun wantah Semara Jaya miwah Semara Ratih sané masadu arep tur ring tengahnyané kadagingin antuk gambar sakadi matan ai taler madaging aksara Ang-Ah niyasa “kama”. Sakéwanten yéning sané masangih wantah sampun marabian sinah gambarnyané wantah Kama Jaya miwah Kama Ratih sané sampun maraketan tur nyingak matan ai sané niyasa kama paican Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” asapunika Jero Mangku nartayang. (was)

Pikobet Sajeroning Masangih

Akéh Ngikir ”Email” Ngawi Untu Ngilu PINAKA sinalih tunggil dudonan kahuripan krama Hindu Bali, ngamargiang tetamian budaya marupa upacara Manusa Yadnya minakadi masangih wantah kapatutan sané nénten dados kalempasang. Duaning punika wantah parikrama kanggén ngwerdiang Sad Ripu manados Sad Guna taler nyuciang raga saking sekancan mala. Parikramanyané taler sampun kalaksanayang saking nguni rauh mangkin. Yadiastun parikramannyané tradisional, nanging patut pisan yéning masangih punika kamargiang nénten lémpas saking kahanan keséhatan mangda nénten wénten krama Hindu Bali sané keni panyungkan risampuné wusan ngamargiang upacara masangih. Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika maosang, ri kala jagi nyangih, samian mangku sangging tatah patut nguratiang kahanan sang sané jagi kasangih mangda nénten akéh ngikir email ring untunipunné. Kahanan sané pateh taler kabaosang Drg. Ida Bagus Agung Indrawangsa SKG, dokter gigi sané taler manados sangging tatah. Dané maosang, tatkala makapatpat untu seri miwah kalih caling kasangih, sané su-

jatiné kakikir utawi kasangih punika wantah email utawi enamel, “sibeh” utawi “lapisan” sané pinih sisian saking soangsoang untu. Sekancan untu miwah akahipun madaging antuk pembuluh darah miwah saraf sané kasengker antuk lapisan dentin sané taler kasangker malih antuk lapisan email utawi enamel. Sakéwanten enamél ring untu inucap jagi telas nénten sangkaning masangih kémanten nanging taler sangkaning parikraman saraina utamanipun tatkala ngajeng sané telasnyané jagi sakakidik. Duaning untu seri taler caling jagi mentik sareng enamel ring jadma saking tuuh kirang langkung pitung warsa. Yéning untu nénten becik kapiara ngawit saking punika, sinah sekancan parikrama utamanipun maajengan saraina jagi gelis nelasang enamél ring untunyané nyantos krama inucap jagi masangih kirang langkung ring tuuhipun wantah pitulas warsa. “Ring sajeroning parikrama masangih, ketah kapanggih enamél untu krama akéh pisan kakikir. Punika prasida ngawinang sang sané wusan masangih jagi ngamolihang panyungkan minakadi untunyané karasayang ngilu utawi

sakadi océl,” asapunika drg. Indrawangsa nartayang. Pikobet sakadi punika taler kapanggih sangkaning reramannyané nénten éling ring indik i wawu. Sakadi sané akéh kapanggihin, soang-soang reramannyané jagi nganikain mangda untu pianaknyané kakikir malih ri kala ipun masuluh utawi jagi nyingakin untu sané sampun kasangih. Napi malih wénten taler i rerama sané meled mangda caling pianaknyané kakikir mangda dados asah sareng untu seri. Pangapti punika baya pisan tur prasida ngawinang déntin ipun nénten malih becik masengker duaning enamél ipun jagi bolong utawi telas. Yéning sampun sakadi punika sinah krama inucap jagi keni panyungkanan “gigi sénsitif” utawi ngrasayang ngilu. Nénten tatkala ngajeng wiadin nginem kémanten, tatkala keni angin utawi kaendik kémanten taler ngawinang untu inucap marasa ngilu. Yadiastun panyungkan gigi sénsitif inucap prasida katepasin antuk ngaw igunayang slot gigi ring untu, nambel muncuk-muncuk untu sané enamél ipun sampun bolong utawi ngawigunayang odol sané kaucap antuk panyung-

kanan punika, nanging punika nént en p ra sid a m up ut a ng panyungkan inucap. Dadosné mangda nénten ngamanggihin indik utawi pikobet sakadi punika, sios saking patut becik-becik ngupapira kahanan untu soang-soang, taler becik pisan yéning makasami sangging tatah uning sakakidik parindikan ngeninin keséhatan untu. Yéning sampun becik sinah parikrama tetamian bu-

BÉNJANGNÉ semeng Lanang Geria sampun rauh. Ngurah Jelada sampun mapakéan rapi sregep makta map madaging surat-surat, rapor, sertifikat ranking I lan béasiswa BRI. “Ayo ngajeng malu barengbareng. Nyén nawang nyanan makelo urusané di sekolahan,” baosné Gusti Biang Siwi nandan Lanang Geria ka pawaregan. “Inggih Bi, tiang mriki mabuaka nunas wédang lan sarapan ulam bé julit. Kangen.” sapunika sang kalih raris gelis ngajengang sambil ngwédang sarengina ring Ayu Jeladi. Usan sarapan Ngurah Jelada sareng Lanang Geria mapamit samisami nganggén jakét. “Eda kasusu di jalan. Biasaang dogén, jam sia pasti teked ditu,” ajinné matuéling. “Inggih Tuaji, Ibu, Gék ... tiang pamit,” baosné raris nambreng beneng kauh. Suryané wau alangkat ring langité kangin. Damuhé kari pagulanting ring daun taru miwah pa-

dangé pakenyahnyah kadi manik magantung. Dinginé nulang sumsum. Ngurah Jelada ngelut bangkiangné Lanang Geria sané cliak-cliuk ring marginé sané mabélak-bélok nagel siku, munggah tedun nglintangin tegal carik miwah désa-désa sané para kramanné répot makta dagangan ka pasar, wénten makta tambah, tenggala, miwah banténgné ka bangketé. Rauh ring Kota Bangli, kawéntenané kadi samun santukan para siswa sekolahné sami libur. Ring kantor-kantor Pemerintahé para pagawéné sedek nglaksanayang upacara bendéra sadurungé makarya. Kadi sampun rutin sang pemimpin saking Pak Bupati ngantos Kepala Dinas setata ngicén warah-warah, metuéling mangda para pagawéné sregep makarya sakadi abdi negara ngajegang sumpah satya ring sang saka merah putih, UUD 1945, Pancasila miwah NKRI Proklamasi, saha sumpah jabatan. Napiké samian sampun kalaksanayang?

Lanang Geria sareng Ngurah Jelada raris ngojog ka SMA Negeri 1. Nénten sué ngantosang, Bapak Gedé Dauh sagét rauh makta sepéda motor, nyapatin Ngurah Jelada. “Bééh Tungurah jam kuda mamargi saking Jero, kali mangkin sampun rauh driki?” “Tiang mamargi jam pitu Pak, mangda polih malon-alonan.” “Ooh nggih, sané encén suratsuraté sampun tegep?” Ngurah Jelada nyerahang map. “Nggih sampun cukup. Ngiring mangkin menghadap Pak Kepala Sekolah,” baosné ngraris ngranjing. Lanang Geria ngantos ring jabaan nyambil nyingakin kasrian tamané. “OM Swastyastu, Pak Agung. Manawi titiang dados tamiu kapertama ngulgul.” “Arah Gedé, ngulgul nganggo gigi makejang ngega apang ada gogo di tegal gagané, anggon ngalih geginan mani puan nuju gagu sing maguna katunjel geni nyegara gunung ginawangawang mulihing ginal-ginul,”

baosné Anak Agung Rai ngembatang tatwa tui. “Ha ha ha, mimih Déwa Ratu Agung dados lamadmalémad lemud lématé lungid? Wiyakti tristisan sang kawi swara setata ngawé liang guna wanglén,” aturé Gedé Dauh aris. “Nah nah…, men kénkén? Ené ané orahang Gedé lakar pindah mai?” pandikanné alon. “Inggih niki sampun Gustin titiangé sané saking Selat nanging saking pekakné sampun malinggih ring Pringalot kadi atur titiangé idasa raina,” Gedé Dauh ngaturang map sané madaging surat-suraté. Pak Kepala Sekolah nyingakin surat-surat, rapor, miwah sertifikat lan béasiswa saking telatén pisan. Raris ngandika ring Gusti Ngurah Jelada. “Yén amuné melah rapor Ngurahé, ngujang buin pindah mai? Ajin béasiswané dogén cukup anggon mayah SPP kayang séwan umah. Apa

daya panglingsir punika setata prasida becik kamargiang. “Tetujonnyané mangda nénten naenin kapanggih pikobet sakadi i wawu ri kala kramané wusan ngamargiang upacara masangih. Sios punika krama Hindu Bali taler mangda nénten wénten sané marma jagi nyarengin masangih sangkaning marasa jejeh keni panyungkan ring untunyané,” dané nugesang. (was)

BPM/was

LAMPIT – Ring parikrama upacara masangih, majanten jagi kawigunayang piranti marupa tengala, lampit miwah cikar. Nanging manut ring désa mawacara, wénten sané ngawigunayang piranti sumeken, wénten kanggén sané alit kémanten tur wénten taler sané nganggén tirtannyané kémanten . mirib ada masalah lén ané dadi bantang pamineh Cening utawi Ajin Ceningé?” pitakénné Pak Kepala Sekolah. “Inggih, Ajin titiangé wantah petani tulén. Nénten pisan madué asil sasihan marupa jinah. Sampun cobak titiang amasa puniki wénten nalangin ngasasih, nanging sesampuné amasa ngulehang jinah saking pamupon tegal lan carik, nénten nyidaang nglunasin utangé. Manah titiangé pindah mriki mangda dados ngajag ngranjing saking jumah,” aturné Ngurah Jelada masawang sendu, sakadi sané sampun naen aturanga ring Gedé Dauh idasa raina. “Inggih sakadi atur titiangé sané sampun, mangda nénten banget tuyuh kangin kauh, raganné jaga iring titiang malinggih jumah titiangé ring Taman Bali. Napi malih wénten pianak titiangé Luh Mégantari sané sakelas sareng raganné iriki,” aturné Gedé Dauh teges. (Masambung)


Upacara

8

Redité Wagé, 5 Maret 2017

Bebantenan

GULING -

Tetuek Banten Ajuman

san Guling

Panyatu-

katurang

Ngajum Hyang Widhi SAJERONING kahuripan krama Hindu Bali, krama nénten pisan prasida lémpas saking pamargin makudangkudang upacara yadnya. Mawit upacara Dewa Yadnya, Manusa Yadnya, Bhuta Yadnya, Rsi Yadnya rauh ring Pitra Yadnya kamargiang olih krama pamekas sané magama Hindu. Tingkat pamargin yadnya sané kambil taler nganutin kahanan miwah kasidan soang-soang krama, wénten sané ngambil tingkat utama, madya, miwah nista. Sané mautama wantah kalascaryan krama ngaturang, santukan napi sané katurang, nika sané pacang katunas. Satios pamargin upacara inucap, majanten makéh sarana miwah banten sané kabuatang. Sinalih tunggil banten sané sederana sané ketah kawigunayang krama marupa banten ajuman. Banten ajuman taler kawastanin soda (sodaan) sané katurang malianan pinaka aturan taler pinaka panyangkep daksina suci, miwah sané tiosan. Yéning katurang majeng para leluhur, sinalih tunggil peneknyané kadagingin kunyit utawi kakaryanin antuk nasi kuning, kawastanin “perangkat utawi perayun” inggih punika, sanganan taler woh-wohannyané aledannyané matiosan, sapunika taler sareng rerasmenannyané mawadah cepér utawi ituk-ituk, kacacarang ngiterin penek sané lewih agengan. Ring duurnyané kadagingin canang pasucian, canang burat wangi. Sané dados dasar makarya banten ajuman, luiré; tamas/aledan, nasi penek, sampian, sanganan, raka-raka miwah rerasmen. Alasnyané marupa tamas/aledan, madaging raka, pisang, sanganan sajangkepnyané, nasi penek kekalih, rerasmén mawadah tangkih, sampian plaus/petangas, canang sari. Sarana puniki kanggén ngajum Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Nasi penek utawi “telompokan” wantah nasi sané mawentuk bunter matetuek pinaka cihna kateleban utawi kasumekenan pikayunan sajeroning mengangungkan utawi nyuciang Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sajeroning angga sariran manusa wantah niyasa Sumsuma miwah Pinggala sané nyangga i manusa mangda prasida kuat. Sajeroning banten ajuman taler madaging makudang soroh sanganan, rakaraka, miwah rerasmén marupa kacang, saur, gerang, taluh, tuung, timun, togé, kecarum, tasik, rauh ka sambel. Ring duurnyané madaing sampian. Sampian plaus/petangas, kakaryanin antuk janur sané kajait mawentuk sakadi kipas, madué tetuek sajeroning ngacep Ida Sang Hyang Widhi Wasa, i manusa patut lascarya nyerahang angga majeng Hyang Widhi, nénten akéh mapinunas utawi ngeluh. Santukan paswécan Hyang Widhi pacang tedun ri sampuné damuhnyané lascaraya tur sampun prasida nerima. Satios kawastanin petangas, sampian plaus taler kawastanin “sampian kepet-kepetan”, prasida taler kajangkepin antuk canang genten/ canang sari/canang burat wangi. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)

krama sajeroning Ngusaba Dalem Désa Pakraman Timbrah, Pertima, Karangasem daweg Redité

Ngusaba Guling Désa Pakraman Timbrah

BPM/dok

(26/2) lintang.

Cihna Rasa Angayubagia NYABRAN warsa, krama ring Désa Pakraman Timbrah, Désa Pertima, Karangasem pamekas ri kala Usaba Dalem setata ngaturang prani marupa bawi guling. Soang-soang kulawarga ngaturang banten bawi guling ring Pura Dalem Désa Pakraman Timbrah. Usaba Dalem utawi sané ketah kasengguh Ngusaba Guling ring warsané puniki sampun kamargiang daweg raina Redité Paing (26/2) sané sampun lintang. Sinalih tunggil krama, Nengah Supartha maosang, bawi guling rumasuk sarana utama nyabran kulawarga ring rainan Usaba Dalem inucap. Kabaosang, ring désa inucap wénten

840 KK, mawinan wénten kirang langkung 840 bawi guling sané katurang ring Pura Dalem. Durung malih krama désa sané sampun mawiwaha ka dura désa utawi krama désa tiosan sané ngaturang guling. “Sarana banten sané jangkep antuk bawi guling sané katurang wantah niyasa nyihnayang rasa angayubagia antuk waranugraha sané sampun kapicayang olih Ida Sang Hyang Widhi wasa,” baos pecak Klian Désa Pakraman Timbrah puniki. Satios ngaturang bawi guling ri kala Usaba Dalem, krama Désa Pakraman Timbrah taler ngaturang Bawi Guling ri kala Usaba Sumbu ring Pura Panti

Kaler sané kamargiang nyabran Tilem sasih Kasa. Sajeroning Usaba Dalem miwah Usaba Sumbu sané kamargiang, bawi guling wantah sialih tunggil unsur wewalungan (prani). Bawi guling wantah sinalih tunggil niyasa kasukertan jagat. Mawinan bawi guling puniki katurang antuk tetujon nyihnayang rasa angayubagia antuk waranugraha sané sampun katunas krama. Sinalih tunggil krama, I Wayan Pasek maosang, dumun pamargin Usaba Dalem ring Désa Pakraman Timbrah kamargiang sederana pisan. Daweg punika, krama sané kahanan ekonomi-nyané becik durung

Banten Bebangkit

Sikut Ageng-Alit Pamargin Upacara BAWI guling ketah kawigunayang pinaka sarana upakara ring Bali. Mawit saking upacara sané tingkatannyané utama, madya, rauh ring nista. Sajeroning ngamargiang upacara, banten sané ketah madaging bawi guling marupa banten bebangkit. Banten bebangkit pinaka sikut, ageng utawi alitné sinunggil upacara. Bebangkit katurang pinaka pucak sesembahan, yéning upacarannyané ring tingkat désa pastika ring Kahyangan Tiga, kaanutang sareng panyawangan. Sajeroning ngawigunayang bawi guling, manut Ida Rsi

Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali patut kaanutang sareng bacakan upacara, punika awinan ngamargiang upacara becikné mangda nganutin kasidan soang-soang kulawarga. Yéning bacakannyané agengan, malih maweweh banten, sapunika taler wewalungannyané. “Manut sastra suci maosang, “tambah utama ikang yadnya, ngakéhang bantennyané, ngakéhang taler wewalungannyané” nika yukti pisan, nénten prasida katulak malih,” Ida nganikayang. Upacara “panca yadnya”, sujatiné saling mapaiketan,

BPm/dok

GULING- Sampun dados tradisi nganggén guling pinaka sarana sajeroning sakatah upacara agama, ngawit banten bacakan bebangkit.

umpaminnyané ri kala nglaksanayang Déwa Yadnya, irika taler wénten Bhuta Yadnya. Rikalaning umat ngaturang guling, Ida Hyang Widhi Wasa sané kaastawa nénten pinaka tingkat déwa. Ida sané pinih inggil wantah tingkat nirguna, sakadi ring sanggah surya, sanggah tutuan, sanggah tawang, saking irika Ida wawu tedun ka caru, raris ring caru punika wénten sané wastané ‘banten sor’ genah guling. Kawewehin malih, duuran saking sesembahan guling punika, woh-wohan, jaja, sanganan, pala bungkah-pala gantung, pala rambat, pinaka asil alam. Nganggén bé siap, bé guling inucap wantah pinaka kasenengan manusané, minabang mangda surudannyané akéhan. Cutetnyané, yéning upacara nganggén bébéan punika bacakannyané pastika ring sor déwa, minakadi kala, caru, tawur. Umat Hindu pamekasnyané sané nganut paham Siwa Sidhanta, manut Ida, lewih ngutamayang agama aktif, artiné sané mapaiketan indik nyikiang manusa sareng alam, gumanti bhuta yadnyané sané banget kasinahang. Pinaka conto, nglestariang palemahan. Sawilang pacang ngawitin upacara ageng setata kariinin antuk nglestariang palemahan minakadi Tumpek Bubuh. Nganggén guling ring sakatah daérah taler kadasarin tradisi. Ida ngambil conto, minakadi tradisi Ngusaba Guling olih krama ring Désa Timbrah, Karangasem. “Polih titiang mirengang, krama irika ngaturang guling pinaka cihna rasa angayubagia duaning sentanannyané sampun prasida embas rahayu,” Ida nguntatin. (uma)

akéh sakadi mangkin. Mawinan nyabran usaba, sané makarya aturan bawi guling wantah krama sané prasida taler sané madué kémanten. Ri sampuné wus ngaturang bakti, krama sané makarya aturan bawi guling pacang ngejot surudan bawi guling ring krama sané durung prasida ngaturang bawi guling. Kasuén-suén, sangkaning kahanan ekonomi krama sayan becik, sayan akéh krama sané ngaturang aturan bawi guling. Kantos mangkin, soang-soang KK ngaturang bawi guling ring kala Usaba Dalem kamargiang. “Rasa makulawarga kantun kukuh kamargiang kantos

mangkin. Kantun wénten krama sané ngejot bawi guling majeng krama sané nénten ngaturang aturan bawi guling sangkaning keni kacuntakan,” baos dane. Tradisi sané kamargiang turun-temurun puniki kamargiang olih petang banjar pauman miwah nem banjar adat ring Désa Pakraman Timbrah. Désa inucap luiré; Banjar Pauman Gede (Désa), Banjar Pauman Lambuan, Banjar Pauman Beji, miwah Banjar Pauman Manak Yeh, taler Banjar Adat Kaja Kauh, Banjar Adat Kelod Kangin, Banjar Adat Tengah, Banjar Adat Kaja Kangin, Banjar Adat Sasabu Taman Sari, miwah Banjar Adat Sasabu Désa. (uma)

Satua

Sang Watugunung Olih : Madé Taro SAYAN sué, anak alit inucap tumbuh sayan siteng taler sayan landung. Ri kala ngajeng taler rakus pisan, sakadi Cupak. Sué kémanten ngambilang ajengan, Sang Watugunung sampun duka. Sedek dina anu, wus maplalianan ring pakarangan puriné, Sang Watugunung nunas ajengan ring biang dané. Ri kala punika kantun semengan pisan, ajengan taler durung wénten sané rateng. Sang Watugunung nadak sara duka, dané ngamuk, samian piranti pawaregan biang dané kaentungang. Manggihin paripolah Sang Watugunung sakadi punika, Sang Biang, Dewi Sanji Wartya nénten prasida mendung duka sané karasayang. Kaambilnyané sinduk kayu, sinduk inucap kanggén mukul Sang Watugunung kantos nyerit kasakitan. Indiké punika ngawinang prabun Sang Watugunung kanin, ngamedalang rah, dané matilar tur nénten malih mawali. Kapiragi orti, parilaksana Sang Watugunung sayan kaon. Kija dané lunga, setata ngadug-adug, setata mamaksa ngambil gelah anak tiosan. Pangadegné sayan ageng kémanten, tegeh, tur sayan siteng ngawinang sang sané manggihin marasa ajerih. Krama sané rumasa jejeh ngaturang parindikan inucap majeng sang raja. Sang raja gelis ngutus wadwanidané mangda ngejuk Sang Watugunung, idup wiadin padem. Nanging, Sang Watugunung sané sakadi raksasa punika sayan galak. Raja-raja ring wewidangan irika akéh sané kapademang miwah kerajannyané kaambil. Ri sampuné prasida ngambil 27 kerajaan, dané mupulang samian karma irika. “Ehhh... panjak Nira ajak makejang!” baos dané. “Jani orahang, kerajaan ané ken ané tondén bakat baan Nira ngelahang?” “Katun wénten Ratu,” baos sinunggil wadwandané nyawis. “Wastannyané Kerajaan Dwipa Mandala. Kerajaan inucap kapimpin olih kalih anak istri. Kabaosang, raja inucap listuayu tur sakti.” “Ha, ha, ha…! Kerajaan ané buka kéto suba ané dotang Nira. Kerajaan ento bakal bakatang Nira, lan makadua ratuné bakal anggon Nira istri.” (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


MINGGU WAGE, 5 MARET 2017

9

Ditinggal Pesta Ulang Tahun

Rumah Mayweather Dibobol Maling HAL 12

Klasemen Seri A Tim M 1 Juventus 26 2 Roma 26 3 SSC Napoli 26 4 Atalanta 26 5 Lazio 26 6 Inter 26 7 AC Milan 26 8 Fiorentina 26 9 Torino 26 10 Sampdoria 26 11 Chievo 26 12 Cagliari 26 13 Sassuolo 26 14 Udinese 26 15 Bologna 26 16 Genoa 26 17 Empoli 26 18 Palermo 26 19 Crotone 26 20 Pescara 26

W 22 19 16 16 15 15 14 11 9 9 10 9 9 8 7 6 5 3 3 2

D L 0 4 2 5 6 4 3 7 5 6 3 8 5 7 8 7 9 8 8 9 5 11 4 13 3 14 5 13 7 12 8 12 7 14 6 17 4 19 6 18

GD PTS 38 66 34 59 31 54 16 51 16 50 14 48 8 47 7 41 6 36 -1 35 -6 35 -17 31 -7 30 -7 29 -15 28 -13 26 -22 22 -28 15 -24 13 -30 12

BPM/rtr

Caldara, Bek Masa Depan Italia

Bergamo – Tak hanya kokoh di belakang, tetapi juga tajam di depan, Mattia Caldara terus membuktikan kapasitasnya sebagai bek masa depan Juventus dan Italia. Dalam lima musim terakhir begitu sedikit kejutan yang dihadirkan oleh Serie A Italia. Juventus selalu keluar sebagai peraih Scudetto, sementara AS Roma, Napoli, Lazio, AC Milan, hingga Udinese bergantian mendampingi I Bianconeri di tiga besar. Kejutan dengan skala lumayan biasanya muncul di zona Liga Europa, sebagaimana Parma, Torino, Sampdoria, sampai Sassuolo secara tak terduga sanggup mendobrak papan atas. Untuk musim ini, walau belum berakhir, kejutan itu hadir lewat kiprah Atalanta. Meski dalam dua dekade terakhir konsisten beredar di Serie A, tak pernah sekalipun Atalanta melenggang ke kompetisi Eropa. Terakhir kali tim asal Bergamo lolos ke ajang prestise Benua Biru terjadi seperempat abad silam, yakni di ajang Piala UEFA musim 1990/91. Terdapat satu nama yang paling mencuri perhatian menilik posisi dan peran eksplosifnya untuk Atalanta. Tak lain tak bukan sosok itu adalah sang bek sentral Mattia Caldara. Baru berusia 22 tahun, dirinya jadi alasan terbesar Atalanta meroket musim ini. Mengandalkan formasi 3-5-2, Gasperini menempatkan Caldara di pos bek sentral yang perannya lebih seperti sweeper. Posisi yang di Italia tampak hanya mampu diperankan dengan baik oleh Leonardo Bonucci itu, ternyata mampu mengeluarkan potensi terbaik Caldara. Begitu kokoh di lini pertahanan yang diterjemahkan secara tegas lewat statistik Atalanta sebelumnya, Caldara dengan gaya bermain luwesnya, berperan vital dalam membangun serangan. Hal itu tampak dari akurasi tinggi hingga 82,6 persen, dari rerata 32,9 umpannya per laga. Tak hanya itu, Caldara ternyata miliki insting yang tajam di kotak penalti lawan. Fakta mengungkap bahwa pemain yang sempat dipinjamkan ke Trapani dan Cesena tersebut adalah salah satu bek tertajam di Eropa musim ini. Torehan lima golnya di Serie A, hanya kalah dari Gareth McAuley, tapi Caldara setara dengan Kamil Glik dan kapten Real Madrid, Sergio Ramos. Aksi terbaru Caldara hadir akhir pekan lalu, tatkala sepasang gol spektakulernya membuat Napoli takluk 2-0 di San Paolo. Melihat performa seperti itu, Juve yang sudah memilikinya, tampaknya akan memanggil Caldara lebih cepat dari perjanjian awal pada musim panas 2018. Selain itu regenerasi lini belakang Italia yang terlampau lama, juga mulai hadirkan titik cerah. Setelah sensasi Alessio Romagnoli, kemudian Daniele Rugani, kini Negeri Pizza punya Mattia Caldara. (kmb33/rtr)

Target Baru Atalanta

Bergamo –

Performa impresif Atalanta sangat mengejutkan musim ini. Hal ini membuat Andrea Patagna angkat bicara kepada media mengenai target bagi Atalanta di akhir musim 20162017, setelah pada akhir pekan lalu berhasil naik ke peringkat empat besar setelah berhasil menundukkan Napoli di San Paolo. Penyerang kebangsaan Italia tersebut merasa sangat optimis jika di musim ini mereka akan mampu memenuhi target untuk finis di posisi empat besar, dan kesempatan berlaga di Europa League pada musim depan telah menjadi impian bagi dirinya bersama dengan Atalanta di sepanjang musim ini. Berbicara kepada media mengenai perkembangan klub berjuluk La Dea, yang berhasil tampil impresif di sepanjang musim 2016-2017, sosok pemain berusia 21 tahun tersebut menyatakan, ‘’ujuan kami adalah meraih satu tiket berlaga di Europa League untuk musim depan.’’ ‘’Namun kami tidak membatasi diri kami. Jika kesempatan berlaga di Champions League bisa kami raih, mengapa tidak? Tentu kami akan merasa sangat senang untuk tampil di level tertinggi. Saya rasa Atalanta telah berkembang jauh, kami adalah klub besar di Italia, kami pantas diperhitungkan, dan saat ini tidak ada tim lawan yang meremehkan kami,’’ kata Pentagna, Sabtu (4/3) kemarin. Banyak pihak juga terkejut dengan penampilan Atalanta. Pelatih Marcelo Lippi percaya bahwa Atalanta dapat meniru semangat Leicester City saat memenangi gelar Premier League musim lalu. Ditanya mengenai kemungkinan Atalanta memenangi gelar Seri A musim 2016/17, Lippi menjawab Atalanta punya kesempatan untuk memenangi gelar Seri A. ‘’Performa Atalanta musim ini sangat baik. Memberikan antusias yang besar ketika melihat mereka bermain. Saya bisa bilang seperti ini karena saya dekat dengan bos Atalanta, Antonio Percassi dan pelatih Gian Piero Gasperini,’’ ujar Lippi. ‘’Di Bergamo saya melihat atmosfer positif sebagai keluarga. Menjadi The Next Leicester? kenapa tidak. Memang itu sangat susah, namun

semua bisa terjadi. Kita bisa lihat apa yang terjadi sekarang di Bundesliga? Klasemen mereka sekarang sedang dikuasai RB Leipzig,’’ sambungnya. Musim lalu di Premier League terjadi kejutan. Seperti cerita dongeng tim kecil seperti Leicester City dengan hebat dapat melewati tim besar lainnya untuk bisa merebut gelar Premier League. Dan itu yang menjadi cerita dan semangat bagi tim-tim kecil lainnya untuk dapat menjadi juara meski itu dianggap tidak mungkin. ‘’Selain Atalanta, Milan juga mulai berbenah. Saya senang melihat mereka musim ini. Mereka memiliki semangat untuk membentuk skuad juara. Banyak pemain asal Italia dan juga pemain muda di sana. Mereka terlihat lebih kreatif di bawah asuhan Vincenzo Montella,’’ katanya. Kebangkitan Atalanta ini terjadi di saat mereka dihuni banyak pemain muda. Hal ini karena adanya aturan ketat tentang pemain asing dan pemain lokal. Dengan aturan yang mengharuskan punya pemain akademi di skuad tim utama, mau tak mau klub harus selektif membeli pemain asing yang benar-benar punya kualitas. Berkahnya yaitu Atalanta memproduksi banyak pemain muda berbakat. Sebenarnya hal itu sudah sering mereka lakukan, tetapi musim ini semakin menjadi-jadi. Dibumbui sisi finansial yang tidak segagah klub besar, Atalanta banyak mengembangkan bakat muda untuk musim ini, baik itu dari akademi sendiri atau youngsters dari klub lain. Mattia Caldara (22), Roberto Gagliardini (22), Andrea Conti (22), Franck Kessié (20), Leonardo Spinazzola (23) dan Andrea Petagna (21) menjadi contoh kesuksesan mereka mempoles pemain belia.

Beberapa pemain muda di atas bahkan sudah ada yang pindah ke klub besar. Atalanta bisa menjadi contoh bagi tim lain bagaimana ilmu sambil menyelam minum air bisa diaplikasikan. Musim ini mereka merangsek di papan atas klasemen Serie A dengan bermodalkan kekuatan muda pula, hal yang langka di Italia. Atalanta juga memberi contoh, bagaimana menghemat kas klub di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Uang transfer yang dikeluarkan lebih hemat, karena sumber daya manusia bisa diambil dari akademi sendiri. Kalaupun harus membeli, biasanya pemain muda belum terlampau mahal dari segi harga. Yang penting, punya akademi ba-

gus dan pengembangan pemain muda yang baik adalah modal utama. Selain Atalanta, beberapa klub juga mencoba mengepakkan sayap untuk terbang bersama pemudapemuda Italia seperti Torino, Sassuolo, atau Pescara,. Namun dari tim di atas, hanya Atalanta yang stabil hingga kini. Melihat Atalanta bergeliat merupakan kesegaran dalam warna lain sepak bola Italia, yang sudah sekian lama dikuasai oleh tim itu-itu saja. Untuk sementara waktu, kubu La Dea masih tetap bertahan di peringkat ke empat klasemen, dengan memiliki selisih tiga poin dengan Napoli, yang masih bertahan di peringkat ke tiga klasemen Serie A. Patu t ditunggu sepak terjang tim ini selanjutnya. (kmb33/ap/ rtr)

Hasil pertandingan Atalanta: Cagliari Crotone Atalanta Fiorentina Atalanta Pescara Atalanta Sassuolo Atalanta Bologna Atalanta Juventus Atalanta Milan Atalanta Chievo Juventus Lazio Atalanta Torino Atalanta Palermo Atalanta Napoli

3 - 0 Atalanta 1 - 3 Atalanta 1 - 0 Napoli 0 - 0 Atalanta 2 - 1 Internazionale 0 - 1 Atalanta 3 - 0 Genoa 0 - 3 Atalanta 2 - 1 Roma 0 - 2 Atalanta 3-0 Pescara 3 - 1 Atalanta 1 - 3 Udinese 0 - 0 Atalanta 2 - 1 Empoli 1 - 4 Atalanta 3 - 2 Atalanta 2 - 1 Atalanta 1 - 0 Sampdoria 1 - 1 Atalanta 2 - 0 Cagliari 1 - 3 Atalanta 1 - 0 Crotone 0 - 2 Atalanta BPM/rtr


OLAHRAGA

10

Minggu Wage, 5 Maret 2017

Giroud Ingin ke Marseille

ANDALAN - Striker andalan Manchester City Sergio Aguero.

BPM/rtr

Sunderland Vs Manchester City

Berharap Performa Aguero Manchester – Manchester City akan kembali bertarung dalam ajang Premier League, dengan berkunjung ke markas Sunderland malam nanti. The Citizens tentu akan kembali mengandalkan Sergio Aguero untuk membawa pulang tiga poin dari Stadium of Light. Aguero sempat kehilangan tempat di skuat utama City, setelah kedatangan penyerang muda Gabriel Jesus. Namun, cedera metatarsal yang dialami pemain Brasil itu seakan menjadi berkah tersendiri bagi Aguero. Bomber asal Argentina itu kembali dipercaya Josep Guardiola untuk memimpin lini depan City. Aguero pun tidak menyia-nyiakan peluang tersebut, dengan tampil tajam setelah mencetak empat gol dalam dua pertandingan terakhir. Aguero memborong dua gol ketika City berhadapan dengan AS Monaco di Liga Champions dan juga ke gawang Huddersfield Town dalam ajang FA CUP. Guardiola tentu mengharapkan hal yang sama kepada Aguero, ketika City menantang tuan rumah Sunderland. Selain itu, City juga pantas optimis lantaran tidak punya masalah serius dalam hal pemilihan pemain, mengingat hanya kehilangan Gabriel Jesus dan Ilkay Gundogan. Kedua pemain tersebut berdua mengalami cedera yang cukup parah, sehingga bakal absen sampai akhir musim. Aguero sama sekali tak

b e rp i ki r untuk berganti klub pada musim panas mendatang. Namun, dia butuh jaminan dari City bahwa dirinya masih menjadi bagian dari rencana Guardiola. Dia pun berencana untuk melakukan pembicaraan dengan pihak klub setelah musim ini selesai. “Kita lihat saja di bulan Juni. Niat saya adalah untuk bertahan, tapi itu masih jauh,” ujar Aguero, Sabtu (4/3) kemarin. “Saya punya tiga bulan untuk memberikan yang terbaik dan seperti yang selalu saya katakan, kita lihat saja di bulan Juni. Klub secara resmi telah mengatakan saya harus bertahan,” imbuhnya. “Ada tiga bulan tersisa. Satu-satunya hal yang saya pikirkan adalah memberikan yang terbaik selama tiga bulan ini dan setelahnya kalian lihat saja. Niat saya adalah bertahan. Klub bisa mengatakan apa yang mereka inginkan, tapi pada bulan

Juni mereka harus bertemu saya,” kata Aguero. Didatangkan dari Atletico Madrid pada 2011 lalu, Aguero kini menempati posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa City dengan 159 gol, di bawah Eric Brook (177) dan Tommy Johnson (166). Sebaliknya, tuan rumah tengah berada dalam periode negatif setelah hanya mampu meraih satu kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir di pentas Premier League. Di pertandingan terakhir mereka dipaksa menyerah ketika bertamu ke markas Everton, sehingga semakin terbenam di posisi juru kunci. David Moyes juga tengah dipusingkan dengan badai cedera yang menimpa timnya. Jack Rodwell, Jan Kirchhoff, Lee Cattermole, Paddy McNair, Duncan Watmore hingga Victor Anichebe

Roma – Mantan pelatih Inter Milan Roberto Mancini mengakui dirinya sangat berminat menangani Timnas Italia. Saat ini, eks striker Gli Azzurri selama satu dekade (19841994) berstatus pengangguran

setelah dirinya menanggalkan jabatannya sebagai pelatih Nerazzurri pada 8 Agustus 2016. “Karena berbagai alasan, saya sangat berminat menjadi pelatih Nazionale (Timnas Italia),” aku Mancini dalam

wawancaraya dengan Corriere dello Sport, Sabtu (4/3) kemarin. “Saat ini begitu banyak para pemain muda Italia yang mulai menunjukkan kematangannya. Saya yakin dalam beberapa tahun ke depan kita bisa meli-

akan absen, karena kondisinya belum pulih saat menghadapi City. Penyerang Sunderland Fabio Borini, melihat ada kelemahan di lini belakang sang lawan. Dia menilai hal itu sebagai peluang bagi timnya untuk membuat kejutan pada pertandingan di Stadium of Light. “Mereka terlihat agak lemah di lini belakang, karena cara main yang diinginkan Guardiola. Jangan anggap itu sebagai sebuah kritik, karena begitulah cara dia memenangi banyak titel di masa lalu,” ujar Borini di situs resmi Sunderland. “Dia punya filosofi dan itu tidak akan berubah akhir pekan ini. Jadi, sebisa mungkin kami harus memanfaatkannya,” lanjut Borini. Kami harus membuat mereka frustrasi dan jika itu berarti kami harus bermain defensif, maka biarlah begitu, karena kami harus menyetop pengaruh mereka dalam pertandingan,” katanya. Sunderland kini terbenam di dasar klasemen dengan perolehan 19 poin. Sementara City ada di peringkat ketiga dengan 52 poin. (kmb33/rtr/ap)

Roberto Mancini Minat Latih Timnas Italia

Roberto Mancini

BPM/ap

hat Timnas Italia yang sangat bagus,” tambahnya. Lebih terperinci, Mancini menunjuk sejumlah pemain muda Serie A Italia di musim ini yang bisa menjadi tulang punggung kekuatan Gli Azzurri. “Domenico Berardi (striker Sassuolo) masih sangat muda. Lalu ada Federico Bernardeschi (winger Fiorentina), Federico Chiesa (bomber muda La Viola), Gianluigi Donnarumma (kiper Milan), Manuel Locatelli (gelandang Milan), dan Roberto Gagliardini dari Inter,” puji Mancini yang sempat terpilih sebagai Pelatih Terbaik Italia di musim 20072008. Disinggung soal Mario Balotelli, salah satu talenta Italia yang dinilai gagal menunjukkan kemampuannya bersama timnas saat dirinya relatif masih berusia muda, Mancini mengaku dirinya telah memberikan nasihat. “Saya tahu betul siapa Mario. Saya yang memberinya debut di Serie A bersama Inter. Saya juga yang membawanya ke Manchester City. Sejatinya, ia pemain yang bagus dan bertalenta,” kata Mancini. “Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Balotelli saat sekarang ini. Benar-benar mengecewakan. Ia menyianyiakan kariernya. Saya beberapa kali berbicara dengannya. Saya berharap ia dapat memahaminya. Mungkin saja ia mengerti. Namun, ia masih muda dan karenanya kembali membuat kesalahan,” tutupnya. (kmb33/rtr)

London – Bintang Arsenal Olivier Giroud, belum lama ini mengakui bahwa ia bisa pindah ke Marseille di masa yang akan datang. Mesin gol The Gunners itu direkrut dari tim Ligue 1, Montpellier pada 2002 silam. Ia kemudian menunjukkan performa apik di Inggris, meski seringkali tidak mendapat apresiasi dari fans dan juga pengamat di Inggris. Musim ini, posisi Giroud sempat digusur oleh Alexis Sanchez usai ia mengalami cedera pasca membela Prancis di Euro 2016, dan pemain Chili itu menunjukkan penampilan produktif ketika dimainkan di tengah. Giroud belum lama ini memperpanjang kontrak di Emirates, namun pemain berusia 30 tahun itu enggan menutup kemungkinan untuk bermain di Marseille di masa mendatang. “Marseille? Satu hari nanti, mengapa tidak?” tutur Giroud, Sabtu (4/3) kemarin. “Anda tidak pernah bisa mengatakan tidak, namun untuk jangka pendek dan menengah, saya bisa membayangkan saya bermain di Inggris. Itulah mengapa saya memperpanjang kontrak di Arsenal hingga 2019,” imbuhnya. Giroud sudah mencetak total 65 gol dari 152 pertandingan untuk Arsenal dan dia menjadi salah satu pemain favorit para suporter tim London Utara. (kmb33/ap)

Olivier Giroud

BPM/rtr

Barca Sulit Kalahkan PSG

Madrid – Kubu Barcelona tetap yakin akan mampu membalikkan ketinggalan empat gol saat menjamu Paris Saint Germain. Tapi sepanjang sejarah kompetisi Eropa, belum ada yang berhasil melakukan itu. Barcelona kalah 0-4 saat bertamu ke Paris Saint Germain di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Hasil laga tersebut membuat peluang lolos Blaugrana dianggap sangat tipis, meski mereka gantian akan main di kandang pada leg kedua. Untuk bisa membalikkan keadaan, Lionel Messi dkk., harus meraih kemenangan 5-0. Tapi jika PSG bisa mencetak satu gol saja, maka Barca harus melesakkan enam gol. Luis Suarez, Andre Iniesta, beberapa penggawa Barcelona sudah menyatakan keyakinan kalau membalikkan keadaan adalah hal yang mungkin dilakukan. Materi pemain yang dipunya Luis Erique memang membuat apapun bisa terjadi di Camp Nou. Namun, pengumuman mengejutkan dari sang pelatih juga akan memiliki dampak. Enrique menyatakan tidak akan melatih Blaugrana lagi musim depan. Namun, sang pelatih tetap akan mencurahkan kemampuanya untuk kemenangan timnya. “K ami tahu bagaimana cara untuk menjadi lebih baik lagi. Laga leg kedua ini akan berjalan sulit, tapi kami masih memiliki kesempatan,” kata Enrique, Sabtu (4/3) kemarin. Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk Guti Hernadez. Meski ber-

status legenda Real Madrid, Guti tetap menginginkan Barcelona untuk membalikkan keadaan dan mengeliminasi Paris Saint-Germain dari Liga Champions musim ini. “Saya ingin Barcelona comeback melawan PSG di Liga Champions, karena dengan begitu mereka tidak bisa mencurahkan fokus sepenuhnya di La Liga. Saya ingin mereka bisa membalikkan keadaan. Itu benar,” kata Guti. “Saya juga ingin Pique mencetak gol kelima, karena dia pantas mendapatkannya. Dia adalah satu-satunya pemain Barcelona yang tak segan menampakkan diri. Saya rasa dia lelah, namun sekarang dia kembali menikmati permainannya,” imbuhnya. Namun, jika berpedoman pada sejarah, tidak pernah sebelumnya ada klub yang kalah 0-4 pada leg pertama di laga awal bisa membalikkan keadaan. Itu berlaku di semua kompetisi antarklub yang dipunya UEFA (Piala Champions/Liga Champions, Piala UEFA/Liga Europa, Piala Winners). Dikutip dari situs resmi UEFA, sepanjang sejarah kompetisi antarklub yang mereka punya, ada 58 pertandingan tuntas 4-0 untuk keunggulan tuan rumah di leg pertama. Hanya saja PSG bukanlah satu-satunya tim yang mampu menang empat gol tanpa balas melawan Barcelona. Ada pula Bayern Muenchen, Dynamo Kyiv, dan AC Milan. Terakhir Bayern mencatatkan kemenangan dengan skor serupa saat menjamu Barcelona pada partai semifinal pertama musim

Luis Enrique

2012-2013. Empat tahun lalu, kekalahan dari Bayern benarbenar menjatuhkan mental Barcelona. Tak ayal tim yang diasuh Tito Vilanova kembali takluk dengan skor 0-4 pada duel kedua di Stadion Camp Nou. Dynamo Kyiv menorehkan hasil serupa pada fase grup musim 1997-1998. Mundur empat tiga tahun ke final edisi 1993-1994, Barcelona kembali kalah 0-4 dari Milan. Menariknya, setelah menang 4-0 atas Barcelona, dua dari tiga tim tersebut mampu merengkuh gelar juara. Hanya Dynamo Kyiv gagal. Bagaimana dengan tiga klub Spanyol lainnya? Real Madrid meraih kemenangan kandang dengan skor 3-1 atas Napoli. Sepanjang sejarah kompetisi antarklub UEFA, skor tersebut sudah terjadi di 329 pertandingan dan 77,2 persen di antaranya menghasilkan si pemilik keunggulan yang lolos. Prosentase yang lebih besar dipunya Atletico Madrid, yang pada leg pertama menang 4-2 saat melawat ke Bayer Leverkusen. Tercatat ada 29 pertandingan yang pernah berakhir dengan skenario serupa, dan 96,6 persen menghasilkan si pemilik keunggulan lolos. Yang terakhir adalah Sevilla, yang menang 2-1 atas Leicester City di kandang. Tercatat sudah ada 587 pertandingan yang berakhir dengan skor serupa untuk keunggulan tuan rumah di leg pertama. Untuk kelolosan, sebanyak 51,1 persen menghasilkan tuan rumah leg pertama lolos. (kmb33/rtr)

BPM/rtr


Minggu Wage, 5 Maret 2017

GELANGGANG

11

Indonesia Pertahankan 480 Nomor Pertandingan AG Jakarta (Bali Post) Indonesia berusaha mempertahankan sekitar 480 nomor pertandingan dari 42 cabang olahraga dan 59 disiplin olahraga yang akan berlangsung pada Asian Games (AG) 2018. ‘’Saat ini jumlah nomor pertandingan yang sudah dibahas sebanyak 493 nomor. Tapi, ada sejumlah cabang olahraga yang masih membahas kelanjutan berapa nomor yang akan ditampilkan,’’ kata Direktur Komisi Teknis dan Cabang Olahraga Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) 2018 Lukman Niode selepas rapat komisi teknis, di Jakarta, Sabtu (4/3) kemarin. Sebanyak 74 delegasi teknis Benua Asia menghadiri rapat teknis yang membahas aturan pertandingan, akomodasi, transportasi, dan kesiapan gelanggang Pesta Olahraga Tingkat Asia di Jakarta dan Palembang itu. ‘’Kami merujuk Olimpiade untuk menentukan kesesuaian jumlah nomor pertandingan yang akan digelar, selain peluang medali bagi Indonesia dalam rapat tersebut,’’ kata Lukman. Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas itu mencontohkan Asian Games 2018 akan menggelar 18 nomor perlombaan cabang olahraga tembak. ‘’Olimpiade hanya menggelar 15 nomor menembak,’’ katanya. Perwakilan organisasi tenis meja Cina, lanjut Lukman, meminta nomor pertandingan cabang itu dalam Asian Games (AG) 2018 sebanyak tujuh nomor sebagaimana pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. ‘’Kami tetap menggelar lima nomor cabang. Demikian pula untuk cabang layar, kami mengikuti jumlah nomor dalam Olimpiade yaitu 10 nomor dari 14 nomor pada Asian Games 2014,’’ kata mantan atlet renang itu. Alasan lain INASGOC membatasi jumlah nomor cabang olahraga dalam Asian Games 2018 adalah efisiensi anggaran penyelenggaraan. ‘’Jika jumlah nomor pertandingan mencapai 500 nomor, kami membutuhkan lebih banyak dana,’’ katanya. Namun, INASGOC tidak selalu membatasi jumlah nomor pertandingan dalam 42 cabang olahraga itu. Pada sejumlah cabang, Indonesia justru menambah nomor pertandingan seperti perahu naga pada cabang dayung, dan penambahan nomor pada cabang pencak silat. ‘’Kami menambahkan empat nomor perahu naga meskipun itu tidak ada dalam Olimpiade. Untuk pencak silat, nomor pertandingan akan ada 16 dari 14 nomor yang diminta oleh perwakilan Asia,’’ kata Lukman. Dalam rapat komisi teknis itu, Dewan Olimpiade Asia (OCA) juga memberikan arahan terkait kebijakan teknis, buku panduan pertandingan, serta aturan pertandingan cabang olahraga yang berlaku. INASGOC dan OCA juga akan menggelar rapat koordinasi ke-6 yang akan berlangsung di Palembang pada Minggu (5/3) ini, dan Jakarta, Senin (6/3) besok. (ant)

Mitra Devata Pesta Gol ke Gawang LAU Mangupura (Bali Post) Kesebelasan Legend Mitra Devata berpesta gol ke gawang lawannya Liang Ane Utama (LAU) Blahkiuh dengan skor 9-0 dalam uji coba di Lapangan Panataran Agung Kedonganan, Badung, Sabtu (4/3) kemarin. Dalam laga yang dipimpin Nyoman Nesa tersebut, kesembilan gol kemenangan Mitra Devata hasil bidikan Nyoman Rafik Armawan 3 (gol), Wayan Kartadnya (2 gol) dan Ida Bagus Mahayasa (2 gol), serta Komang Mariawan dan Made Mutram masing-masing sebiji gol. Koordinator Purwanto Iman Santoso menyatakan sistem pertandingan menggukana 3x30 menit. Pada 30 menit pertama, LAU yang bermaterikan pemain muda di bawah 22 tahun, tampil ngotot. Sayangnya, pola permainan mereka kurang padu, sehingga mudah diterobos pemain Mitra Devata. Apalagi, pemain LAU sering melakukan kesalahan, misalnya oper bola akurasi kurang, sehingga jatuh di kaki pemain Mitra Devata. Akibatnya, sederet peluang emas yang dihasilkan pemain Mitra Devata mampu dikonversi menjadi tiga butir gol. Pada 30 menit kedua, permainan LAU masih tampil all-out dan memberikan perlawanan. Akan tetapi, lagilagi beberapa peluang emas yang mereka hasilkan, belum mampu diciptakan menjadi gol. Penyebabnya, karena lemahnya penyelesaian akhir (finishing), akibatnya tumpulnya barisan penyerang LAU. Justru, Mitra Devata mampu mencuri dua biji gol pada 30 menit kedua ini, hasil kerja sama apik antara Komang Mariawan dan Wayan Kartadnya, serta Made Pasek Alit dengan Ida Bagus Nyoman Mahayasa. Unggul 5-0, Mitra Devata makin tampil kesetanan pada 30 menit ketiga. Alhasil, Mitra Devata mampu memperbesar kemenangan, dengan menceploskan tiga butir gol ke gawang LAU, dan hasil akhir Mitra Devata menang besar 9-0. (022)

Tim Voli Putri Pertamina Energi Tekuk Bank BJB Gresik (Bali Post) Tim bola voli putri Pertamina Energi mengalahkan Bandung Bank BJB Pakuan 3-1 (25-23, 23-25, 25-17, 25-18) dalam seri kedua putaran pertama Kompetisi Proliga 2017 di GOR Tri Dharma, Gresik, Sabtu (4/3) kemarin. Tim asuhan Risco Herlambang itu dipaksa menang dengan permainan empat set, sebelum akhirnya mampu menghentikan perlawanan Bandung Bank BJB dengan angka 25-18 di set keempat. ‘’Permainan Bank BJB mengalami kemajuan dibanding putaran pertama. Sebab waktu itu kami mampu menang dengan mudah tiga set, dan saat ini harus bermain dengan empat set,’’ kata Risco, usai pertandingan. Ia mengatakan, adanya waktu jeda selama dua minggu, membuat permainan sejumlah tim mengalami peningkatan, termasuk Bandung Bank BJB Pakuan. ‘’Oleh karena itu tim kami juga sudah melakukan pembenahan setelah melakukan evaluasi. Tapi BJB juga melakukan perbaikan yang sangat cepat,’’ katanya. Sementara menanggapi kekalahan timnya, Asisten pelatih Bank BJB Uus Susansyah mengaku tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya, meski timnya kalah. ‘’Kami sudah melihat perkembangan yang cukup siginifikan, pada performa Novriali Yami dan rekanrekannya, dan mereka bermain bagus di awal putaran kedua ini,’’ katanya. Pada pertandingan itu, Bank BJB sempat mencuri poin di set kedua, dan unggul dengan angka 23-25, walau di set pertama harus menyerah dengan angka tipis 25-23. Namun kembali tumbang di set ketiga dengan angka 25-17. Bagi Pertamina Energi, hasil ini merupakan kemenangan kedua, atas Bank BJB, sebab pada putaran pertama, mereka juga meraih kemenangan atas tim yang sama. (ant)

BPM/022

KUASAI BOLA — Pemain futsal Alas Kusuma (kanan) menguasai bola dibayangi lawannya dari Freedom dalam laga semifinal Mangupura Cup 2017, di Meazza Futsal, Sabtu (4/3) kemarin.

Tim Futsal Freedom Tantang Gink di Final

Denpasar (Bali Post) -

Tim futsal Freedom Jimbaran menantang lawannya Gink Mengwi dalam laga final turnamen Mangupura Cup 2017 di Meazza Futsal, Minggu (5/3) ini. Pada laga semifinal Freedom menaklukkan lawannya Alas Kusuma dengan skor 5-2. Semifinalis lainnya, terjadi kejutan Gink Mengwi mampu menumbangkan tim favorit D’Lounge Dalung dengan skor 3-1. Freedom melakoni partai derby melawan tim tetangganya sesama dari Jimbaran Alas Kusuma. Kelima gol yang bersarang ke gawang Alas Kusuma yang dikawal kiper Dody, diciptakan Rian Cahya (2 gol), kemudian Dwika (2 gol), dan Rifky (1 gol). Sedangkan dua gol balasan Alas Kusuma yang mengoyak gawang Angga Ambara dicetak Bagaskara

dan Rafi. Pelatih Freedom Agus Bali Yanto menyatakan, asuhannya tetap tampil maksimal pada laga pamungkas. Pasalnya, Agus Bali Yanto sama sekali tidak mematok target juara, sebab target yang lebih penting asuhannya bisa sukses dalam rangka mengikuti seleksi pembentukan tim skuad Porprov untuk Badung. ‘’Saya tak mengha-

ruskan mereka juara, yang penting tampil all-out saja,’’ pesan Agus Bali Yanto. Hasil lainnya, di luar dugaan Gink Mengwi mampu menaklukkan D’Lounge Dalung dengan skor 3-1. Tiga gol kemenangan Gink yang memperdaya kiper D’Lounge Gunawan dilesakkan Wikanjana (2 gol), serta Arik (1 gol). D’Lounge mampu mempertipis kekalahan lewat

gocekan Gus Tu yang menjebol gawang Febri. Kedua laga semifinal dipimpin wasit Putu Landep dan Made Karindra. Pelatih Gink Paramartika, walaupun timnya tidak diunggulkan, tetapi mampu mengatasi D’Lounge. ‘’Kunci kemenangan kami berkat kekompakan tim dan memang solid sejak dulu,’’ ucap Paramartika didampingi Manajer Tim Leo Agustina. Pasalnya, asuhannya sejak kecil sudah padu dan mereka biasa berlatih di Agung Futsal, Mengwi. Paramartika dan Leo Agustina juga tak mematok target juara pada final yang akan meladeni Freedom Jim-

baran. ‘’Kami tak membebani target mereka harus juara,’’ ucap Paramartika. Di sisi lain, duet Manajer Tim Futsal Porprov Badung Wayan Sutaryasa dan Ketut Sukadana menerangkan, pihaknya mengagendakan road-show ke wilayah Badung, sambil merekrut pemain bertalenta. ‘’Kami tetap membuka seleksi terbuka untuk skuad Porprov,’’ kata Sutaryasa. Sedangkan Ketut Sukadana menilai laga final mempertemukan Freedom melawan Gink cukup ideal, sebab keduanya mewakili wilayah Badung Selatan dan Badung Utara. (022)

Coki Bawa Misi Karate Menuju Olimpiade

BPMist

PEMBALAP MUDA - Tiga pembalap muda Indonesia yakni Lucky Hendriansya (kiri), M. Erfin Firmansyah, dan Irfan Ardiansyah bersiap ke laga Asia Talent Cup (ATC) .

AHM Dukung Pembalap Muda Indonesia Berlaga di ATC

PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan dukungan bagi tiga pebalap muda Indonesia untuk mengikuti seleksi pembalap Asia pada ajang Asia Talent Cup (ATC) di Chang International Circuit, Buriram, Thailand. Langkah ini merupakan upaya AHM mewujudkan komitmennya dalam menemani anak bangsa menggapai mimpinya di ajang balap internasional. Tiga pebalap muda Tanah Air lulusan Astra Honda Racing School (AHRS) adalah Irfan Ardiansyah, M. Erfin Firmansyah dan Lucky Hendriansya. Mereka bersiap menghadapi ketatnya seleksi pebalap berbakat se-Asia, untuk dapat bertarung di ajang balap bergengsi ATC. Gelaran sesi pre-test untuk seleksi pembalap ATC ini digelar di Chang International Cirkuit, Buriram, Thailand, 5-6 Maret menunggang Honda NSF250R. Bagi Irfan Ardiansyah yang memasuki tahun keduanya di ATC, musim balap tahun ini, menjadi ajang pembuktian. ‘’Saya akan berusaha maksimal untuk bisa meneruskan tradisi

mengibarkan Merah Putih di ATC,’’ tekad Irfan. Senada dengan Irfan, Lucky dan Erfin yang baru pertama kali ikut serta di ajang ini juga turut memiliki tekad yang sama. ‘’Sebagai jookie, fokus utama pada sesi pre-test tentu saja memberikan performa terbaik, agar lolos menjadi peserta tetap ATC 2017,’’ ujar Erfin. Menghadapi musim balap 2017, AHM turut mendukung serangkaian persiapan ketiga pebalap muda tersebut, demi mendapatkan hasil yang terbaik. Berbagai latihan intensif dilakukan, mulai dari persiapan dan pengetahuan teknis, sehingga pebalap terbiasa dengan suasana dan aturan kompetisi, hingga latihan fisik untuk menjaga stamina pebalap. Selain itu, latihan para pembalap juga difokuskan pada peningkatan skill balap di lintasan menggunakan All New Honda CBR250RR dan GP Mono. GM Marketing Planning & Analysis AHM Agustinus Indraputra mengatakan, meningkatkan kompetensi anak bangsa mulai dari

pembentukan, persiapan sampai dengan ajang balap adalah salah satu upaya AHM, dalam menjalankan komitmen menjadikan mereka kebanggaan bagi bangsa. ‘’Sesuai dengan semangat Satu Hati, AHM akan terus berusaha mendukung para generasi muda bangsa, mulai dari awal pembinaan sampai berhasil meraih mimpi mencetak prestasi di kancah balap International hingga MotoGP,’’ ujar Indraputra. Asia Talent Cup merupakan ajang pencarian pebalap berbakat yang diselenggarakan oleh Dorna, yang juga selaku penyelenggara event balap bergengsi MotoGP dan WorldSBK. ATC diikuti oleh 22 pebalap muda berbakat dari berbagai Negara Asia, seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, Jepang, Australia dan Turki . ATC akan menggelar dua kali balapan dalam setiap serinya yang diadakan di Thailand 10-12 Maret, Qatar 23-26 Maret, Jepang 2-4 Juni, Malaysia 28-30 Juli, Jepang 13-15 Oktober, dan Malaysia 27-29 Oktober. (bns1)

Denpasar (Bali Post) Karateka timnas SEA Games asal perguruan Inkai Bali Cokorda Istri Sanistya Rani alias Coki, sering melakukan try-out ke berbagai Negara. Kunjungan karateka timnas MerahPutih sebagai persiapan SEA Games di Malaysia, merupakan misi karate menuju Olimpiade di Jepang 2020 mendatang. Sekum Pengprov Inkai Bali Gede Kusuma Wijaya di Denpasar, Sabtu (4/3) kemarin menjelaskan, agenda Coki melakukan uji coba ke Jerman. ‘’Cabor bela diri karate gemanya harus makin menggaung, mengingat karate adalah cabor ekshibisi pada hajatan multievent se-dunia tersebut di Negeri Matahari Terbit,’’ tutur Gede Kusuma Wijaya. Selanjutnya, Coki balik ke Tanah Air dan Kejurnas Inkai digelar di Jakarta, pekan depan. ‘’Kemungkinan besar Coki yang meraih emas pada PON XIX di Jabar pada kumite -55 kg, bisa turun pada Kejurnas Inkai di GOR Cikaras, 7-10 Maret nanti,’’ jelas Gede Kusuma Wijaya. Kusuma Wijaya ingin menggelorakan karate, uta-

manya pada Kejurnas Inkai jumlah peserta makin membeludak. ‘’Biasanya peserta Kejurnas Inkai 800 sampai 1.000 karateka pesertanya. Meskipun penutupan peserta pada 5 Maret, namun saat ini pesertanya mencapai 1.000 lebih,’’ ungkap Gede Kusuma Wijaya. Bali sendiri turun fullteam pada 74 kelas, dengan menerjunkan 97 karateka andalannya, hasil Kejurda Inkai di Singaraja Februari lalu. ‘’Pada Kejurnas Inkai sebelumnya, Bali hanya mengirimkan 45-40 atlet dan yang berpeluang meraih medali. Namun, pada kejurnas Inkai 2017 ini, kami menurunkan para karateka yang berjaya di kejurda, baik kumite maupun kata, mulai usia dini, pra pemula, pemula, kadet, junior, U-21, sampai dengan senior.’’ Ia berobsesi karate sebagai sport bela diri ini diharapkan bisa diterima dan diminati generasi muda, mulai di sekolah-sekolah, ranting, sampai ke sekup lebih atas, dan peminatnya makin bertambah. ‘’Hal ini menandakan karate makin digandrungi para generasi muda,’’ ucapnya. (022)

BPM/dok

Gede Kusuma Wijaya


LAGA

12

Minggu Wage, 5 Maret 2017

Sharapova Kesulitan Dapatkan ’’Wildcard’’

BPM/rtr

Rumah mewah Floyd Mayweather Jr.

Ditinggal Pesta Ulang Tahun

Rumah Mayweather Dibobol Maling Las Vegas – Mantan petinju dunia Floyd Mayweather, kabarnya baru-baru ini mengalami kasus pencurian. Kabarnya, rumah seharga miliaran rupiah tersebut dibobol sekelompok pencuri pada akhir pekan lalu. Meski tidak ada korban jiwa dalam kasus pencurian tersebut, Mayweather tampaknya harus kehilangan uang 120 ribu pounds atau setara Rp 1,9 miliar, termasuk sebuah jam tangan mewah miliknya. Sebagaimana diberitakan sebuah harian setempat, Jumat(3/3) kemarin, polisi yang telah memeriksa tempat kejadian perkara menyatakan penjahat sengaja merusak pintu utama untuk masuk ke rumah. Padahal, rumah Mayweather yang terletak di samping lapangan golf sangat terjaga keamanannya. Kabarnya, kasus pencurian tersebut sudah direncanakan sebelumnya. Sang pencuri sengaja memantau media sosial Mayweather dan langsung melancarkan aksinya, ketika mantan petinju ini sedang

merayakan ulang tahun ke-40 nya di Los Angeles. Flyod Joy Mayweather Jr merayakan ultah ke-40 pada Jumat (24/1) lalu. Petinju termahal ini lahir di Grand Rapids, Michigan, Amerika Serikat, 24 Februari 1977. Ia aktif bertinju selama 19 tahun, tepatnya dari tahun 1996 hingga 2015. Setelah pensiun, Mayweather merintis karier sebagai promotor. Saat ini, Mayweather tengah berseteru dengan atlet Mixed Martial Arts (MMA) dari Irlandia, Conor McGregor. Keduanya saling tantang sekaligus

saling ejek, guna menaikkan pamor harga saat keduanya akan bertarung. Sebelum memberikan jawaban atas tantangan ini, Mayweather menggelar pesta besar untuk ultah ke-40. Bersama keluarga dan rekan-rekannya, ia menggelar pesta besar di Roku Sunset, salah satu restoran termewah yang berada di Sunset Boulevard, Hollywood, Los Angeles. Atlet dengan julukan Manusia Uang ini, menampilkan acara berkelas. Yang istimewa adalah kue ultah berlapislapis dengan bentuk sarung

tinju. Tamu paling mencolok adalah kekasihnya, Doralie “Bad” Medina. Di luar itu, masih ada dua perempuan pendamping. “Senang sekali ketika sudah pensiun, saya masih dikelilingi sanak saudara dan handai taulan yang setia. Ini membahagiakan saya,” kata Mayweather. Bad Medina merupakan simbol kemewahan Mayweather. Pada Desember 2015, Mayweather memberikan hadiah istimewa berupa perhiasan berlian senilai 2 juta dolar atau sekitar Rp 27 miliar. Ini melengkapi hadiah jam tangah mewah Hublot berlapis berlian seharga 1 juta dolar (Rp 13,5 miliar). Medina merupakan pendamping yang setia. Ia memulai hubungan dengan Mayweather sebagai pemijat sekaligus pelatih kebugaran. (kmb33/rtr)

Kalahkan Hawks, Cavs Cetak Rekor

Guard Cleveland Kyle Korver.

BPM/ap

Atlanta – Cleveland Cavaliers menorehkan rekor tembakan tiga angka terbanyak dalam satu pertandingan ketika mengalahkan Atlanta Hawks. Bermain di Philips Arena, Sabtu (4/3) kemarin Cavs meraih kemenangan 135-130. Dalam pertandingan itu, Cavs sukses memasukkan 25 tembakan tiga angka dari total 46 upaya yang dilakukan. Itu merupakan rekor baru di NBA. Tembakan tiga angka terbanyak yang pernah dibuat dalam satu pertandingan sebelumnya adalah 24 buah, yang dicatatkan Houston Rockets pada awal musim ini. LeBron James jadi motor kemenangan Cavs dalam laga itu dengan 38 poin yang dia buat, termasuk enam tembakan tiga angka, delapan assist, dan 13 rebound. Kyrie Irving jadi pencetak poin terbanyak Cavs dengan 43 poin berhasil disumbangkan. Cavs nyaris unggul 25 poin dalam laga tersebut, namun Hawks mampu bangkit di kuarter terakhir dengan total melesakkan 42 angka, untuk membuat laga berjalan sengit. Namun Cavs pada akhirnya berhasil mempertahankan keunggulannya dan menutup duel dengan 135-130. Dari pertandingan lainnya, San Antonio Suprs harus me-

lewati periode over time untuk mengalahkan New Orleans dengan 101-98. Sementara Phoenix Suns menang 118-111 atas Oklahoma City. Terbaik Sementara itu, LeBron James dan guard andalan Oklahoma City Thunder (OKC), Russell Westbrook terpilih menjadi pemain terbaik NBA untuk periode Februari 2017. King James menjadi pemain terbaik Februari dari Wilayah Timur, sedangkan Westbrook mewakili Wilayah Barat. Keduanya mendapat penilaian hasil dari beberapa laga yang dilakoni dengan masing-masing tim pada bulan lalu. Cavs mencatat rekor 9-1 saat James bermain pada Februari. Forward berusia 32 tahun itu rata-rata mencetak 25,9 poin, 19,6 assist, dan 7,2 rebound per pertandingan. Bulan Februari juga menjadi bulan bagus bagi James. Ia mencetak milestone termuda dalam sejarah NBA dengan mencetak 28.000 poin saat Cavs mengalahkan New York Knicks pada 4 Februari 2017. Sementara itu, Westbrook mencatat rata-rata 33,4 poin, 10 assist, dan 11 rebound per pertandingan. Ia membawa OKC mencetak rekor menang kalah 7-4 sepanjang Februari. (kmb33/ap/rtr)

Paris – Pihak penyelenggara French Open enggan memberikan wildcard kepada Maria Sharapova untuk mengikuti turnamen musim ini. Meski petenis Rusia yang sudah dua kali menjuarai French Open tersebut, akan kembali berkompetisi setelah larangan bertandingnya berakhir. Bintang tenis jelita tersebut akan kembali ke turnamen pada 26 April di Stuttgart, hari ketika 15 bulan larangan bertandingnya karena terbukti menggunakan meldonium, zat yang dilarang, berakhir. Presiden French Tennis Federation (FFT) Bernard Giudicelli, mengatakan bahwa pihak penyelenggara French Open akan menghadapi dilema secara moral, jika mereka memberikan sebuah wildcard kepada Sharapova. Dia memang mebutahkan wildcard, karena tidak lagi memiliki peringkat selama absen dari dunia tenis. “Hal itu cukup rumit. Kami lebih senang jika dia kembali setelah melakukan rehabilitasi sepenuhnya,” tutur Giudicelli, Sabtu (4/3) kemarin. “Integritas adalah salah satu titik berat kami. Kami tidak bisa memutuskan, di sisi lain kami meningkatkan sejumlah dana yang kami dedikasikan untuk menggalakkan anti doping, di sisi lain adalah mengundang Sharapova,” tambah Giudicelli yang menekankan bahwa keputusan untuk memberikan sebuah tempat di undian utama atau tidak kepada Sharapova belum diambil. Sharapova yang telah mengantongi lima gelar Grand Slam, termasuk dua kali di French Open telah mendapatkan wildcard untuk mengikuti turnamen di Stuttgart, Madrid dan Roma. Jika petenis berusia 29 tahun tersebut gagal mendapatkan wildcard menuju French Open, ia harus mengikuti babak kualifikasi yang diadakan di Paris sepekan sebelum turnamen. Akan tetapi, bahkan untuk memasuki babak kualifikasi, Sharapova harus mulai mengumpulkan poin untuk peringkatnya dan satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan memenangkan gelar di Stuttgart. Babak kualifikasi French Open dimulai setelah Stuttgart, sebelum Madrid (7 – 13 Mei) dan Roma (15 – 21 Mei). French Open tahun ini akan digelar pada tanggal 28 Mei – 11 Juni. (kmb33/rtr)

Maria Sharapova

BPM/rtr

Kecepatan Ferrari Menjanjikan

Catalunya – Ferrari memperlihatkan sinyal positif pada tes di Catalunya. Mobil anyar Tim Kuda Jingkrak SF70H tampak kompetitif. Kimi Raikkonen menjadi pebalap tercepat pada hari kedua dan keempat. Sementara itu, Sebastian Vettel bisa lebih cepat dari pada Bottas saat sama-sama memakai ban soft pada hari ketiga. Ini bisa menjadi sinyal bahaya buat Mercedes. Bukan tak mungkin Tim Kuda Jingkrak bakal berlari kencang pada balapan F1 2017. Raikkonen mengaku puas dengan hasil yang diperoleh tim Ferrari selama tes pramusim pertama F1 di sirkuit Catalunya Spanyol, awal pekan ini.

Secara keseluruhan Mercedes memang menjadi tim tercepat, dengan pembalap barunya Valtteri Bottas yang berhasil mencatatkan waktu terbaik satu menit 19.705 detik. Namun, catatan waktu Ferrari tidak terlalu terpaut jauh berkat catatan waktu Sebastian Vettel yang hanya terpaut dua persepuluh dari catatan waktu Bottas. Menurut Raikkonen, itu adalah awal yang baik untuk tim. Meskipun menurutnya itu belum sesuai dengan hasil yang diharapkan oleh Ferrari. “Rasanya itu jauh lebih baik, tapi itulah yang kita harapkan dengan perubahan aturan,” kata Raikkonen, Sabtu (4/3) kemarin.

Kimi Raikkonen

“Kami akan terus bersikap optimis setiap tahun, tapi dimana kami akan berada di akhir tahun sulit untuk mengatakannya. Kami telah belajar dari tahuntahun sebelumnya dan tim telah membuat lompatan yang baik selama musim dingin, tetapi apakah kita sudah cukup baik? Kita akan melihatnya sepanjang tahun ini,” imbuhnya. “Tapi sejauh ini, yang ada adalah perasaan baik. Kita tidak bisa mengeluh terlalu banyak. Saya pikir itu berjalan cukup baik, mengingat apa yang kita rencanakan,” tutupnya. Apakah ini menunjukkan bahwa Ferrari akan mampu menyalip Mercedes musim ini? Patut ditunggu. (kmb33/rtr)

BPM/rtr


Sastra

Redité Wagé, 5 Maret 2017

13

I Kaki Dengkil

Cantakabrata

“MAAN... dong kéto? Ada koné tutur-tuturan satua. I Bregajul jani ngadeg ratu. Satondén ngadeg ratu kasub mamotoh ngadug-adug. Telah tetamiané adepa anggona matoh di tajéné. Dugasé ento, nyén ko tusing ngadén I Bregajul lakar nyidaang ngadeg ratu. Dadi kliang sekaa truna dogén tusing ada ané enyak mamalih. Apa buin dadi kliang banjar sesubané nyaluk gama,” I Kaki Dengkil griang-grieng nutur sakadi punika, nuutang Dadong Tengah nyatuain déwékné dawegé alit. “Uling cerik I Bregajul kamula puput. Masuk tusing seleg, nulungin bapané ka uma masé tusing pati enyak. Uling cerik dugasé ésdé suba Ia puput, kanti ping dua lama. Ban demené nutug reramané matajén, kanti busan-busan mobos tusing masuk ka sekolah. Kéto masé dugasé truna, kalingan lakar masuk masekolah tegehtegeh, kuala tamat dogén suba aget. Suudan kéto, suba di tajéné dogén urip I Bregajulé!” Asapunika I Kaki Dengkil nglanturang satuan Ipuné sakadi nyatuain déwékné padéwékan. “Suba jani kéto, dong lanturang satuané... I Bregajul tusing dogén buduh matajén. Ia masé demen nyabu! Kéto koné adané jani. Ipidané madan nyandu. To apa cara Gungkaké di Jero Dauh Kreteg. Nyandu sabilang wai kanti ragané berag angkig satondén sungkan ngemasin séda! I Bregajul kéto suba geginané, pragat mamunyah sabilang wai!” Sayan lantang satuan I Kaki Dengkilé wénginé puniki sakadi punika. Wantah sakadi punika panjang satuan Dadong Tengahé, sinah I Kaki Dengkil sampun uyuk-uyuk ngundap. Nanging, duk Ipun nyatua, nyatuain déwékné padéwékan sayan nglantangang satuané, sayan ngedat Ipun. Sayan wengi, sayan ngramesang satuané. Mangkin sampun tengahing dalu. I Kaki Dengkil ngamelahang sila. Masila ring ambén kubonné malakar tiing bubukan. Marep kelod Ipun sakadi sané sampun-sampun sambilanga ngiwasin pasihé sangking kadohan. Wawu mangkin Ipun prasida asapuniki santukan rainané puniki sabéhé némbé nénten tedun. “Men... maan dong kéto... Kacarita buin I Bregajul masé demen pesan maluh-luhan. Dugasé nadak nyidaang baana déwékné dadi dé pé ér duk gumina byuta, ada buin indria tuukina sabilang peteng. Koné luas ka kapé adana. To apa, di péngkolan Kuthanegarané, ada ja wewangunan ané mabuka sabilang peteng dogén. Sesai tongosé ento miyas lampu pakenyit-nyit. Di kapéné ento koné liu misi luh dadi ajak mamitra. Dingeh-dingeh, I Bregajul koné paling kerenga nyéwa anak luh ditu. Kanti telah gajihné anggona masukan-sukan sabilang lemeng di kapéné ento!” Asapunika lanturan satuané I Kaki Dengkil ring tengahing daluné puniki. Ping kuda ja anaké nuturang indik dé pé éré punika, sinah sampun ortiné indik maluhluhan. Kocap wantah tugas ka luar daérah— asapunika kabaos—makasami nuukin indria maplayan luh-luhan. Kocap wénten sané kantos keni sengkaon ageng mawasta ha i pé. Sané keni punika mangkin sampun padem. Asapunika naler I Bregajul, pamekas té Ipun naler sarengsareng sakadi punika. Aget Ipun nénten keni sengkaoné makadi punika. “Nah.... suba koné kéto... Gelising satua, I Bregajul jani suba ngadeg ratu, dadi Sang Angawarat di jagaté landuh. Béh... suba ké demené kabinawa. Kija-kija jani mairingan siréna. Kija-kija karatuang. Yén ada upakara ngenteg linggih, paling simaluna kararisang mupuk padagingan. Sawai-wai tamiuné marérod nangkilin. I Bregajul, kamula sayangang Widi. Makejang anaké nuturang kasub solah I Bregajula jani mabinaan pesan ajak dugasé imaluan. Bes mara ipuan asané ajak matajén, jani suba dadi pangageng jagat. Kéto timpalné ané kereng ajaka matajén. Mara ibi ajak punyah di kapé, jani suba sagét dadi guru wisésa ané patut gugu. Ané sanget mapangenan, mbaké ento. Bes mara ibi asané ajaka pules, sagét jani suba sandang idihin tutur. Kéto nyen pajalan urip I Bregajulé. Mirib suba pituduh Widi, ia kamula tulis gidatné dadi Sang Angawarat.” Asapunika I Kaki Dengkil nyinéb satuané. Satuané puputanga santukan mangkin I Kaki Dengkil sumangsaya. Kocap Ipun matakén ring déwék. Sapunapi I Bregajul jagi prasida ngelarang gagelaran Sang Nataratu sané kabaos cantakabrata? Mangda sumeken prasida ngayomin sekancan warginé? Mangda satya wirang miak sekancan malané sané jagi rauh nibén warginé? Mangda sakadi I Cantaka sané ngangkebin langité? Mangda warginé yukti ngrasaang sujahtra? Makéh pisan pitakén I Kaki Dengkilé. Santukan sumangsaya I Bregajul jagi nénten prasida ngamargiang sané kabaos cantakabrata punika. Sambilanga uyuk-uyuk I Kaki Dengkil ngrimik padéwékan. “Antiang dogén buin akejep, apa I Bregajul lakar ulung uling kursiné ané tegeh ento? Sayan negehang negak, yén ulung sinah sayan nyakitang!” I Kaki Dengkil raris lemet sesampuné mabaos asapunika. Nénten rasayanga déwékné geris-geris masaré. (Jelantik)

Nunas baos Nyoman Manda

SAKING dasa raina sampun remrem buut purin dané Gusti Aji Lédang ring Lodtungkang krana okan dané, Gusti Bagus Ambara saking dasa raina ten budal-budal. Ten wénten anak uning kija palungan dané. Gusti Bagus Ambara masekolah ring Jakarta, dané libur asasih. Kaping untat dané maosang pacang malali ajak timpalné, pacang magandéng sepéda montor ajak timpalné lan ten maosang sira timpal danéné punika. Gusti Aji lan Gusti Biang ten banget matakén krana anak truna biasa sampun malancaran, taler arin dané Gusti Ayu Nila Sari ten masi banget matakén kija palungan rakan danéné. Nanging sesubané kalih raina ten rauh kantos dasa raina, mabyayuran kulawargan Gusti Aji, matakén ring kulawargané saparantaraning désa pakraman kantos nélpun ka Jakarta, taler nglapur ka Polisi lan ngunggahang ring surat kabar antuk

anak hilang ten wénten kapanggih cihna terang kawéntenan okanné. Mawinan sungsut kayun danéné. Krana telah suba paitungan Gusti Ajiné uling nunasang ica di mrajan, kahyangan tiga sampun kanti sungsungan danéné ané joh, lantas mangkin ada anak ngorahin ada sumbu ané sedeng singida jani di Désa Tulang Ngandang. Kasatuayang tongosné di betén Gunung Batu Ngandangé. Égar dané bakal nunasang, lantas dané nyéwa montor kemu ajak para sametoné. Matakon kemu mai lantas sada makiré tengai teked dané di désané ento. Kabenengan dinané ento suba pada suud anak mapinunasan, kebenting mara teked ditu jag maan galah. Sesubané sumbuné maatur-atur tur matakén tekén sang wawu rauh indik sameton, indik genah, kondén Gusti Aji ngaturang paweweh rauhné tangkil mriki

jag sumbuné nangis sengi-sengi maplisahan di palinggihané. “Nawegang Jero Sumbu napi manawi wénten iwang titiang, manawi kirang atur titiang, manawi salah tingkah titiang rauh tangkil mriki, sinampurayang ugi,” nglemet Gusti Aji matur kéto masi sametoné pada engsek dados jag mara negak jag nangis Jero Sumbuné. “Jero Sumbu titiang rauh mriki pacang nunas pitulung antuk kabrebehan tur kasengkalan sané nibén sikian titiang, manawita yén wénten paswécan Hyang Widi tur lédang Jero Sumbu ngicén nandan titiang pawarah-warah,” ngreres sebet Gusti Biang matur énggalan dané masi nangis. “Manawi Jero Sumbu nénten lega titiang tangkil mriki, sinampurayang pesan déwék titiang,” Gusti Aji nguntul nganika nyambungin. Makejang anaké nengil sing bani makrisikan krana sumbuné ngancan nyangetang nangis lantas masesambatan. “Aji... Biang... Adi Ayu tur para sameton titiang ané lédang rauh mriki,” makejang ngeres mirengang pangandikan sumbuné. “Titiang sampun Gusti Bagus Ambara, okan Aji, okan Biang, rakan Adi Ayu,” makejang anaké ngeling nyerit krana suara sané nganika patuh pesan tekén suaran Gusti Bagus Ambara okan dané ané ilang dasa raina lintang tan kauningan unduk lan genahné. Gusti Ayu Nila Sari nyerit maguyang ngelut ngejerang sumbuné. “Adi Ayu arin Beli, sampunang nangis! Niki rakan Adi, Gusti Bagus Ambara... éling Adi tekén suaran Beli?” sumbuné ngelut bahun Gusti Ayu Nila Sariné. “Beli... Beli nguda dadi Beli ninggalin Adi, ngiring Beli budal rereh Aji lan I Biang,” nyerit masesambatan Gusti Ayu arin dané. “Aji, Biang, tur para sameton titiang sané rauh mangkin, titiang ten ja doh tuah kantun ring abian dauh pangkungé. Titiang sareng Iwa tur arin titiang, Gusti Ayu Kerandan mangkin ngajak titiang ring purin Iwan titiang drika,” banban dané nganika sada sendat-sendat kabebehan baan sebet danéné. Mara ada panikan dané nuturang sareng iwan danéné di abian dauh pangkung, macepol Gusti Aji sareng rabinné bah mapangsegan. Éling tekén rakané ané séda menék punyan nyuh di abiané ditu. Dané tuah sareng kalih sesubané rabiné ten enu. Sapaninggal ajinné, raris okanidané Gusti Ayu Kerandan katibén baya maduluran. Tunangané ngalahin ngantén krana kajangkepang ajak sametonné. Tunangané kapaksa ngantén apang sing nyén ilang tur putung warisan tur cariké linggah kudang kecoran kadén liuné. Dadiné Gusti Ayu Kerandan nyakit ati lantas séda nugtug ajinné. Sang paratra sareng kalih sampun bersih menék don bingin. Sasukat nika, abian di dangin pangkung tuah Gusti Aji Lédang ané menahin. Kénkén kadén undukné, cara buka kadaut, telaga betén nyuhé tongos rakanné séda tur mangkin wénten tumbuh bungan sandat jag makita mersihang kadi taman tur kubonné kawangun cara puri alit. Kéto masi telajakan genah asagan matunggu turus idup setata bersih kadagingin kapulain sekar warna-warni. Apa buin yén rauh okanné uling Jawa, peteng lemah dané setata mondok ditu

-0-

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Teleb ring Angga Sarira Olih : I K. Satria, S.Ag LIANAN punika, Sang sané ngelarang tapa brata patut ngirangin mabebaosan napi malih sané nénten becik. Nunas ajengan wantah risampun puput makasami atitiné miwah wusan maturan majeng ring Ida Sang Hyang Suksma. Punika pinaka swagina saraina sang ngelarang tapa miwah brata. Sang sané ngelarang tata punika sampun lempas ring sekancan pikayunan sané metu saking indria, sampun lempas saking sekancan pangapti sané nénten ngawinang kaon daging jagaté. Saraina wantah setata bhakti majeng ring Ida Sesuhunan miwah ngelarang yadnya sané mautama, yadnya sané mawit saking pikayunan sané nekeng tuwas. Mulat sarira, ngeret saluiring indria taler setata ngutsahayang saha nglimbakang pikayunan sané sutresna majeng ring sekancan mauripé, setata ngampurayang sekancan kaiwangan mauripé, miwah setata teleb mikayunin daging jagat saha tetueknyané. Nénten malih magotra sekancan rambut miwah cerawis, sakémaon kabecikang mangda becik kapikantenang, asapunika kasujatian anak sané sampun teleb ngelarang tapa brata. Sang maraga brahmana taler setata ngamargiang upacara sané sampun kaunggahang ring sajeroning tattwa, setata ngamargiang kahuripan manut sakadi sané kacumawis sajeroning sastra. Angga sarirannyané wantah kaupapira mangda setata resik, becik kapikantenang saha nénten malih ngamargiang himsa karma, ngelarang tapa ring tengahing wana saha majanten sampun maurip sareng sekancan daging wanané, sané ngawinang sakadi asah kahuripané. Majanten pisan sang sané ngelarang tapa pacang molihang kerti sané mautama, majanten molihang panunggalan. Sané mangkin pamargi sakadi asapunapi ja kamargiang, wantah sampun kapatutang. Yéning pradé ngelarang grehasta asrama, brahmacari, napi malih sané ngelarang tapa ring tengahing wana, yéning pradé sampun nunggal pikayuné nyujur sané kabaosang patut punika wantah pacang kapolihang, sakémaon mangda pageh ring pamargi sané sampun kacumawis sajeroning sastra. Sami awig kahuripan sané patut punika wantah pamargi sané sampun cumpu molihang kautaman, lianan ring punika mangda setata pageh sajeroning nitahang angga sarira mangda nanten malih kaliput sekancaning indria. Yéning ngruruh kautaman, risampuné puput ngamargiang paletan kapertama kahuripan inggih punika nénten amati-mati tanpa dosa, salanturnyané mangda sampun sayaga muputang saluiring karya utawi sekancaning karma sané nénten mapaiketan sareng panyegjeg dharma. Antuk pikayunan miwah jnana sané mautama, sang tapa wantah ngayunin indik asapunapi antuk mangda prasida ngamargiang kautaman sarira sané nénten malih kaliput olih sekancan indria, welas asih majeng ring sarwaning maurip, taler setata neduhin pikayunan parajanané.

tur kubonné sakadi puri anyar.... “Duh Adi, lédang sinampurayang rakan Adiné,” makesiab sareng sami mireng suara ané nganika. Ten ja tios tuah suaran dané Gusti Bawa rakan Gusti Lédang sané séda labuh ring abian dauh pangkung. “Mangkin mara makita Beli nyatua, krana sing dadi baan Beli malasang Gusti Bagus okan Adi ajak Gusti Ayu Kerandan okan Beli. Miribang Beli, pepes dané sareng kalih katemu kanti jag makilit sing dadi palasang sabilang wengi yadiastun suba Beli ngorahin, ‘Cening anak enu masekolah di Jawi tur I Aji sanget pesan ngantungang urip ring Cening tur Cening matiosan gumi genah sareng misan Cening’, nanging munyin Beli tan karunguang, nagih ngeseng raga sareng kalih di batan kepuhé ba dauh. Beli sing bisa nyatua, padalem pianak Beli apang sing nyén ping pendo nemu sakit ati. Sinampurayang Beli krana Beli nuutang keneh pianak, dadiné nyakitin Adi sareng kalih di désa. Dini di gumi embangé Beli marasa bagia nanging Adi sareng sinamian nyakit ati di désa sekala. Sinampurayang Beli...” pegat-pegat suaran sumbuné pinaka suaran rakan dané. “Inggih asapunika kasujaktian déwék titiang Aji, sinampurayang titiang sareng kalih sareng adin titiang Gusti Ayu Kerandan, kéto masi Adi Ayu Nila Sari eda nyén Adi sengkel kayun ring ipén Adi. Suba kéné suratan pajatu karman titiang ring misan titiang, sinampurayang déwék titiang. Malih tigang raina mangkin titiang sareng kalih tur iwan titiang ajak kramané driki pacang mabakti mapamit nunas ica ngaturang pajati,” nimbal mangkin Gusti Bagus Ambara sané mabaos. “Saja kéto nyen Adi, japin ja Beli malinggih di embang, gumin gamang, tuah patuh sesanan pakraman Beli cara di désa sekala. Nah Adi, legaang apa ané suba katitah tur kaping untat Beli sareng sami driki nunas geng rena sinampura, dumadak Adi sareng sami ngamangguhang bagia kawekas,” lantas Jero Sumbu macepol makakeb... makelo buka kéto. Tan asué lantas matangi ngambil asep ngaturang bakti. Suba kéto lantas nyapa sang rauh sinamian, tuah amonto baos ané katiba. Raris Gusti Aji matur suksema baana sampun kaicén baos. Sué dané mapalah baos nganutin pasawitran pakraman raris budal sareng sami nguntul sebet nénten prasida mabaos, napi malih panjangang tuah titah Hyang Kuasa asapunika. Ring marginé majugjag kayun dané Gusti Aji punapi antuk mangkin ngayunin oka tur sameton dané pacang lunga mapamit ngaturang pajati. Ring embang wiakti asapunika pateh pamarginé, mangkin ring sekala pakraman désa punapiang antuk ngayunin okan dané anak ilang nénten janten sariran danéné yadiastun manawi sampun séda wiadin punapi ilangé tan kapangguh tur tan pabudal, mangkin wéntén baos sumbu sané ngéténg lemah tur kacihna galang baos oka tur rakan danéné taler kasaksiang sareng sametoné sami. Punapiang mangkin, sami masawang tan karuan ring dija kayun dané pacang malaksana napi patutné krana asapunika sarin nunas baosé.

Nénten malih ngawinang méweh ring angga sarira napi malih anak tiosan. Wantah ngrayunang sekancan sané wénten ring ajeng idané sané sampun kacumawisang, nénten malih ngayunin sané boya-boya. Setata nguripang agni jnana ring angga sarira. Ngamargiang pamargin kahuripan wantah yéning wénten sané nyaratang sakadi wénten anak sané nunasang, sakémaon yéning nénten sakadi asapunika wantah teleb ring pamargin satra. Nénten malih merihang sané nénten kapatutang, urip sangkaning wénten sané ngaturang, punika mawinan sang maraga wicaksana nénten pisan kadadosang nyaratang daksina miwah sané tiosan. Sami wantah sakadi sané sampun kacumawisang, nénten malih wénten nyaratang sané tiosan. Ri kala katurang daksina ageng, nénten rumasa liang, taler nénten malih sungsut yéning akidik katurang daksina, punika wantah pikayunan sané suci sang maraga brahmana utama. Sang maraga utama pacang bagia sesampuné molihang sami sané ngawinang panglimbak pikayunan sané suci. Kawéntenanidané wantah mangda sida lédang ring sekancan punia sané katurang olih para kramané. Nénten malih nyaratang panyambutan saking para krama miwah para raja utama, duaning sang maraga brahmana sampun kabaosang utama ri kala sampun lascarya ring kahuripané. Nénten malih ngruruh pangarga saking parajanané, duaning sampun puputing kerthi, nénten malih kapiambeng. Nénten malih ngrayunang sané sampun kabaos carikan anak siosan. Taler indik ajengan, nénten malih ngajeng sané manis, pahit, katos, miwah madué ambu sané nénten becik, duaning sang sané ngayunin kautaman wantah ngajeng sané nénten ngawinang sarwa mauripé sungsut. Pamargin kahuripané wantah setata ngeret indria, becik ring pasametonan miwah katresnain olih parajanané. Pamargin kahuripané setata madué tyaga, nénten pisan mamati-mati sekancaning maurip. Nénten malih ngruruh arta brana taler nénten pisan dados madolan sané ngawinang karumaketan ring sekancaning brana. Cutetnyané nénten malih ngawinang sakit kahuripan sané tiosan, Brahmacharya, ngaruruh taler mélanin kapatutan sané kajunjung ring jagaté, nénten malih ngawinang parajanané méweh sangkaning kawéntenanidané saha nénten ngawinang anak tiosan keni pinyungkan baya. Sakadi asapunika kabaosang mangda sampun pageh ring makasami daging susita, teleb ring kawéntenan tattwa miwah setata nglaksanayang yadnya sané mautama. Ida sang tapa wantah pacang setata nglimbakang tresna ring sarwaning mauripé. Ida setata nyayagayang sekancaning woh-wohan sané wénten kanggen yadnya miwah katurang majeng para atitiné. (Masambung)

Wong Aya lan Wangaya I panjak sané kalintang bakti lan satya majeng Kyayi Jambé Polé duk punika ngaturang upacara pangruwatan carik lan toya laksana becik i panjak ngamolihang pala Panjaké sami polih tanah polih genah genah sané becik genah sané melah genah punika kawastanin Wong Aya sané mangkin mawasta Wangaya Wong ngaran krama manusa Aya pinaka bakti lan yadnya kabinawa yadnyan i panjak sané katur satyan i panjak majeng para leluhur Wong Aya sané riin Wangaya sané mangkin Wong Aya tetep dados carita Wangaya wewidangan désa ring kota (Made Suar-Timuhun)

Gending Ujan Katak dongkang enggung emplegan kedék ngongkék magénjékan magonjakan bagia lega saling ceburin nembang guntang saling kecogin telaga telabah égar masuryak padang alang bingar maseriak natak bales belusé tis ngetisin nundung terak sayahé nguyak nyakitin I Ketut Aryawan Kenceng


Kruna

14

I Dewa Madé Merthakota

Cerakén

Meled Kénak, Ngiring Masepédan

Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

puupu;du(m,

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Durma

NGIRING masepédan setata kabaosang I Dewa Made Merthakota. Lanang sané embas ring Dénpasar, 8 Februari 1957 puniki kantun aktif masepéda yadiastun sampun nénten yowana malih. Ketah kasambat Déwa Satak, dané sané naenin dados Kelian Banjar Adat Kayumas Kaja puniki ngrasayang pikenoh masepéda. Dané sané wawu puniki masepédan pinih untat tur kaabih sakatah siswa SMAN 3 Dénpasar ring sajeroning parikrama Jelajah Bali puniki maosang yéning parikrama punika jagi mapikenoh pisan jagi nguningayang yowanané indik poténsi Bali. “Tiang nyantenang pisan yéning alit-alit pamilet Jelajah Bali inucap nénten pacang nglaliang parikrama masepéda sinarengan punika riwekasan,’’ baosnyané. Sangkaning daweg alit setata menék sepéda, ngawinang dané mrasa kenak ring raga taler ring manah. Ring kahanan raga santukan setata ngayuh sepéda tur ring manah sangkaning sepéda ipun pacang kakinkinnang becik-becik sadurung kanggén. Pangawit Satak CC puniki nyatuayang kumpulan bersepéda puniki sampun karincikang daweg warsa 1998 lintang. Samas utawi Sekretaris Bersama Sepéda puniki pangawitnyané kirang kasenengin krama. Nanging nénten katarka sayan makelo sayan ngakéhang sané meled nyarengin. Merthakota meled mangda masepéda punika nénten kaucap wantah sawates tren kémanten. Masepéda sapatutnyané dados pabuat ring pakraman, napi malih anggén malancaran joh becikan nganggén sepéda. Sepéda punika patut dados sinunggil alat transportasi, minakadi sané kalaksanayang olih krama sané dumun. Sané ngawinang sebet kahanan mangkin nénten wénten

17.mulhid, Mula Ida, pinkmdên&pur,

pinaka madianing pura, stßkckÉn&nbi,

satmaka Cakraning Nabi, p\unÑh\Ðihn/,

pangunda angkihan, mu\á;mli;hp2tn/,

munggah malih apaletan, rwu;mr&puckuæri,

rauh maring Pucaksari, kdipbhn/,

kadi pabahan, siwdÙrenhutmi.

Siwadwarané utami. 18.gl*pisn/,

Galang pisan, khê±nuæ*mt^~

ytÉ,

kahyun sang matirta yatra, eldpÐÐip)kenpl&, lédap kipekané paling, smihurtê*, sami uratiang, jur&bukitßhi2hn/,

juring bukit mailehan, kel(k)elodÐhu;k\in/, kaler kelod kauh kangin, hi2hinuæogr, ilehin sagara,

blienmrshlit/. Baliné marasa alit.

Redité Wagé, 5 Maret 2017

malih siswa sané masepéda ka sekolah duaning sampun rumasa bangga nganggén sepeda motor. Kauningin utawi nénten, sampun akéh siswa sané nglaksanayang pelanggaran utamannyané nénten madué SIM C. Nanging tan pamrasa iwang, siswa inucap tetep nganggén sepéda motor ka sekolah utawi ka genah lianan. Tambis-tambis wénten taler sané nénten nganggén helm. Nadosang masepéda pinaka "gerakan moral", IDM Merthakota wantah prasida metuéling ring para rerama, mangda prasida nincapang rasa éling indik mabuatnyané "keselamatan berlalu-lintas". Punika majanten kakawitin olih para rerama miwah aparat kepolisian, sané patut nilang utawi nibakang pamidanda ring sakancan pelanggaran. “Titiang mrasa angen duaning sayan akéh korban sia-sia ring marginé ageng. Masepéda ka sekolah pamekasnyané pacang ngurukang alit-alit madué tanggungjawab miwah nginkinang ipun dados pribadi mandiri,’’ baos Dewa Satak. Laksana alit-alit inucap taler wénten ring wewidangan désa, utamanipun ring krama Bali sané kahanan ekonomi ipun kasinahang mampu. Punika kacihnayang antuk siswa sané kantun SMP sampun katumbasang sepéda motor. Yadiastun asapunika kantun wénten galah metuéling mangda siswa kayun menék sepeda ka sekolah. Angganing sekolah ngicén sokongan pilihan inucap. Rerama, sekolah miwah aparat kepolisan patut maprekanti, nepasin paindikan sané nénten kaptiang. Patut kaélingin nyelsel setata rauhnyané ungkuran. Malarapan gerakan moral ayo bersepéda, IDM Merthakota miwah komunitas bersepéda ring sajebag Bali, meled mangda alit-alit tumbuh dados yowana sané sederhana. Boya tungkalikan ipun sané ngawit alit sampun ketah melanggar aturan. (ast/yan)

Isin Gumi

”Rhodamin B” Kapanggihin ring Sanganan Upakara BALI taler madué sakatah pikobet. Wawu puniki, kapanggihin zat kimia soroh “Rhodamin B” ring sanganan upakara. Sanganan inucap, minakadi; jaja uli, begina, sirat, abug, réta, rengginang, gipang, miwah sanganan tiosan. Zat kimia sané kapanggihin sajeroning sanganan upakara ring pasar tradisional puniki baya pisan yéning kantos kaajeng krama. Santukan sakadi punika, ring warsa puniki, BBPOM pacang maprakanti sareng PHDI nyelehin indiké puniki. PHDI kapikayunin lewih kauratiang miwah kapiragi olih krama. Mawinan napi ja sané kawedar PHDI, para krama pacang satinut. Parindikan inucap kabaosang Kepala BBPOM Dra. Endang Widowati, Apt wawu puniki. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Soma, 27 Februari 2017 lintang. Nengah Sudiasa, Seririt Indik sanganan upakara sané madaging zat kima berbahaya utawi sané mawasta “Rhodamin B” puniki patut kapikayunin sareng samian utamané umat Hindu. Sanganan punika janten kanggén aturan majeng Ida Hyang Widi. Yéning kantos madaging zat inucap, sinah sampun cemer. Tunas titiang majeng BBPOM mangda ketah ngamargiang

penyuluhan ring pakraman indik baya zat inucap majeng kesehatan. Gede Kartika, Abasan, Panji Anom Ngiring pinehin sareng-sareng, yéning iraga ngaturang sarana sané sampun kaon utawi cemer, sinah lungsurané naler cemer. Punapi yéning iraga icéna pica sané cemer napi malih mayanin keséhatan. Mawinan ngiring kayunin becik-becik, mangda iraga prasida ngaturang sarana upakara sané sukla. Tanaya, Kampung Tinggi Titiang cumpu pisan yéning BBPOM maprakanti sareng PHDI nyobyahang indik sanganan sané madaging zat mayanain inucap. Indiké puniki mangda nglantur kaicénin majeng krama. Satios ngicén penyuluhan, BBPOM taler mangda ngrauhin pasar-pasar tradisional, sanganan upakara ketah kadol irika. Gede Ardana, Sambangan BBPOM taler mangda ngicén penyuluhan majeng para pedagang taler metuéling mangda nénten ngadol sanganan sané madaging zat mayanin, utamané ring pasar tradisional. Yéning perlu mangda kakeniang sangsi sané anut ring

sang sané mamuuk. Dek Berata, Kayu Putih Minab samian puniki

kawinang sangkaning panglimbak masa. Kramané mangkin akéh mapikayun praktis taler mangda akéh polih bati, mawinan san-

ganan upakara kacampuh antuk zat sané mayanin. Ngiring sareng samian minehin indiké punika. (ama)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

Bahasa Indonésia

1.

macampuh

1. mcmæu;,

1. bercampur

2.

masajengan

2.

msj)\n/,

2. minum tuak

3.

mawali

3.

mwli,

3. kembali

4.

majagra

4.

mjgÉ,

4. tidak tidur semalam suntuk

5.

mayus

5.

myus/,

5. malas

6.

mantuk

6.

mnÓ¡k/,

6. pulang

7.

parum

7.

prum/,

7. rapat

8.

pawiwahan

8.

pwiwhn/,

8. pernikahan

9.

patra

9.

ptÉ,

9. surat

10. sujati

10. sujti,

10. sebenarnya


15

Minggu Wage, 5 Maret 2017

Pintu Tanpa Gerbang Pangembak

Sarining Kauripan Amertasari

l Bali dari Pasir Pesisir Denpasar (4)

SEBAGAIMANA Matahari Terbit di pasir pesisir timur Denpasar bertutur perihal detak-detik sekaligus relung ruang peralihan, begitu pula Pangembak di sisi pesisir selatan Denpasar berkisah tentang garis batas bernama peralihan, antara, tapi juga penghubung. Embak berarti buka atau terbuka. Pangembak itu bermakna pembuka. Pangembak mengingatkan perihal gerbang tanpa pintu, layaknya perbatasan yang mengundang para pejalan untuk melintas, menyeberangi, melewati. Di garis perbatasan berupa gerbang tanpa pintu itu sang pejalan bisa memilih melintas, menyeberang: entah dari luar ke dalam, atau sebaliknya dari dalam ke luar. Entah dari kaki ke kepala, atau malah berputar arah dari kepala ke kaki. Di garis perbatasan peralihan Pangembak dengan alas Prapat Agung-nya itu, kaki Bali tampak begitu jelas tinglas di arah se-

latan mewujud samudra raya. Begitu pula dengan kepala Bali di utara berupa deretan gunung dan bukit tampak menggelombang, naik turun, tampak bernas indah. Kaki itu teben, hilir, sedangkan kepala itu ulu, dulu, hulu. Kaki tak pernah terpisah dengan kepala karena ada jembatan penghubung sebagai lintasan peralihan bernama tubuh, badan, raga. Lintasan peralihan badan raga inilah yang memungkinkan darah ulang-alik mengalirkan oksigen dari jantung ke kepala dan kaki. Dari mana hendak menuju ke mana pun sang pejalan menuju, tak terelakkan: ia mesti melewati, melintasi, menyeberangi garis perbatasan berupa gerbang tanpa pintu itu. Tak ada pilihan untuk tidak berani melintasi menyeberangi pangembak garis perbatasan peralihan itu jika sang pejalan ingin sampai di titik tujuan.

AKAR

mengharuskannya menggerogoti daun dari pucuk teranum. Tanpa itu masa depan kupu-kupu mungkret di kuncup-kuncup. Hingga pagi ketiga sejak kita mulai berdebat, tak secercah pun cahaya mengarahkan kita pada titik temu. Sepasukan serangga dari antah berantah pun berdatangan dan dengan cepat menelusupi pori-pori kita. Masuk ke darah dan mengudak-udak emosi. Seluruh isi lambung dan usus yang bergerak cepat ke kepala membuat kita jadi mahluk asing. Kita lalu bersiap untuk saling memangsa. Dengan rendah hati, karena sudah sempoyongan, kuajak kau bersama melusup ke akar. Ya, masuk ke pusat masalahnya. Dengan hati jernih, tentu saja. Setelah itu, kau boleh tetap berjalin dengan serabut-serabut di bawah sana atau putus hubungan sama sekali dengannya. Silakan. Tapi jika itu terjadi, setidaknya sampaikan salam perpisahan pada mereka… lSuksma Ning Laksmi

Logika-logikamu benar adanya. Pembelaanmu juga. Tapi pertarungan besar di pohon ini bersumber pada akar yang panjang dan terbenam sangat dalam. Sementara kita hanya memelototi sepucuk daun muda di sejengkal ranting. Daun muda itu digerogoti ulat hingga helainya yang mulus menjadi bopeng. Hijaunya yang ranum berubah bubrah. Demi mentari yang menjadi titian liuk semua daun, kau menyalahkan si ulat atas kelakuannya itu. Dan, demi para penyemai yang selalu tulus menyapa pagi, kau katakana bahwa binatang bertubuh lunak itu harus diberantas tuntas. Katamu, hama sebaik apa pun mereka diperlakukan, selalu bercita-cita menggerogoti semua yang terawat rapi hingga lunas hingga ke hati. Sebaliknya, demi udara yang selalu membawa aroma ke seluruh hidung, aku membela mahluk kecil itu. Bagiku rasa lapar dan takdir yang diembannyalah yang

ldeprabas

l Bali dari Pasir Pesisir Denpasar (6)

BPM/ist

Seratus (100) MONOLOG Putu Wijaya keliling Bali... Maret-Desember 2017

Sekali tempo Goenawan Mohamad Pameran ETSA di Ubud

Simpul Pusaran Panyirang Serangan l Bali dari Pasir Pesisir Denpasar (5) DULU Denpasar punya pulau alit bernama Serangan. Lalu lintas penyeberangan dari Denpasar daratan ke Pulau Serangan, dan sebaliknya, dilakukan menggunakan jukung dengan titik sentral keberangkatan dan kedatangan di kawasan pesisir bernama Suwung. Atas nama kemajuan, kepraktisan, dan kecepatan, maka penyeberangan dengan jukung pun digusur. Suwung tak lagi suwung, beralih menjadi riuh. Perlintasan lewat air diganti dengan jembatan penghubung beraspal. Serangan yang semula tenang, berubah meriuh, seiring dengan luasnya yang dilipatgandakan dengan pengurugan oleh pemilik uang. Masyarakat yang semula hidup saling harmonis dalama panyamabrayaan, persaudaraan, belakangan malah berseteru. Kondisi terkini, malah ada yang dipaksa menempati tenda pengungsian karena digusur atas nama penegakan hukum. Menyusuri Serangan tapak demi tapak kini sungguh berbeda tinimbang sebelum dipaksa

DALAM banyak kamus bahasa Sanskerta maupun Jawa Kuna, kata amerta diartikan ‘’tak mati’’. Tak mati berarti Hidup. Lidah awam di Bali kerap mengucapkan amerta itu dengan sebutan merta, tapi yang dimaksud bukan mati, melainkan Hidup. Boleh jadi kawasan pasisi yang kerap dilafalkan orang Bali dengan ucapan Mertasari di pasir pesisir kelod kangin Denpasar ini maksudnya adalah Amertasari dalam arti inti-sari-isi Hidup. Atau memang benar Mertasari yang berarti intisari-pati isi Mati, sebab bagi mereka yang sudah mencapai Kesadaran Jiwa, intisari-pati-isi Hidup itu tiada beda dengan inti-sari-pati-isi Mati. Tiada beda dengan pasisi: tiada beda yang di luar dengan yang di dalam. Dia satu jua adanya, dinamakan Urip, ya Hidup, atau Embang. Apa itu Embang? Tiada perlulah repot-repot dijelaskan, karena begitu Embang dijelaskan, pada ujung akhirnya seluruh penjelasan itu pun menjadi Embang kembali. Lalu, kebetulankah Amertasari atau Mertasari berada di kawasan pasisi? Kebetulan pulakah lokasi ini dinamakan Amertasari atau Mertasari? Satu hal yang nyata senyata-nyatanya di titik simpul koordinat ini adalah bahwa: di pasir-pasir pesisir Amertasari ini Matahari terbit dan Matahari tenggelam tampak begitu sama-

sama jelas, sempurna. Begitu pula Bulan terbit dan Bulan tenggelam terlihat jelas nan elok oleh mata inderawi. Di Amertasari ini Awal dan Akhir sungguh begitu sama-sama luar biasa indah memesona, memang, layaknya Hidup (Amerta) dan Mati (Merta) yang samasama indah sempurna bagi dia yang sudah menemukan inti-sari-pati-isi samudraraya Kehidupan ini. Semua disambut, dipeluk, diterima dengan senyum ranum, seranum senyum Matahari yang tampak jelas dari pasisi Amertasari, yang seakan baru menyembul dari balik air samudra di ufuk timur maupun saat kembali tenggelam ke pelukan kedalaman air samudraraya di horison barat. Sampai di butir-butir pasir pesisir Amertasari, ingatan ini pun berkelebat-kelebat pada jawaban fisosofis sang Pendeta sepuh, saat saya bertanya, ”Apa kasujatian pasisi itu?” ”Pasisi ento sarining kauripan,” tutur sang Pendeta. Amat ringkas: Pesisir itu inti-sari-pati Kehidupan. Dia Hidup yang menghubungkan kehidupan di daratan dengan kehidupan di samudraraya, layaknya Urip (Hidup) yang menjembatani tubuh-ragawi ini sebagai daratan dengan jagat semestaraya sebagai samudraraya kehidupan ini. ldeprabas

oleh orang-orang dari luar Serangan untuk mengalami ‘’kemajuan’’. Lingkungan fisik dan sosial Serangan sudah sedemikian bergeser dari kondisinya sebelum diurug investor, memang. Entah pergeseran ini dinamakan kemajuan atau kemunduran. Di balik pergeseran itu, ada gurat-gurat garis gowet tetamian kosmik alami yang masih tampak di Serangan — entah ke depan nanti akan bergeser pula atau tidak. Tetamian kosmik alami itu berupa simpul pusaran pertemuan hulu dan hilir. Bali Tradisi menamakannya sebagai penyatuan Siwa-Buddha. Garis imajiner membacanya sebagai panyirang, widik, atau diagonal yang mempertemukan arah kaja kangin (timur laut) dengan kelod kauh (barat daya).

Bali Tradisi berbasis Siwa Tantrayoga membabarkan benderang: pusat orientasi kaja kangin itu ulu utamaning utama, hulu mahautama. Adapun kaja kauh itu hilir yang menjadi pusaran pusat energi mahadahsyat. Kaja kangin itu Siwa Sambhu, sedangkan di titik kelod kauh adalah pusaran energi super dahsyat Siwa Rudra. Bentang kosmik alam Bali Pulina menempatkan di sudut kaja kangin itu Giri Tolangkir, Mahameru Gunung Agung, dengan Hulundang Besakih-nya. Adapun di ujung panyirang arah kelod kauh adalah Pucak Luhur Uluwatu. Keduanya bersua di titik simpul pusaran sirang panyirang bernama Serangan. ldeprabas

Permainan Catur dalam Puisi … lParodi Epos dan Karakter

Monyeh: Penyatuan Kebinekaan Bahasa… lRuang Kreativitas Penciptaan Pupuh

KARANGASEM patut bersyukur sebagai tempat akulturasi budaya Bali dan Sasak. Salah satu wujudnya dalam lontar Monyeh. Monyeh, dilantunkan saat Cakepung. Seni Cakepung memiliki keunikan karena menampilkan tiga bahasa, Bali, Sasak, dan Jawa. Huruf Bali, berbahasa Bali, Sasak, dan Jawa. Ini juga mengindikasikan bahwa Pencipta Monyeh memahami bahasa Bali, Sasak, dan Jawa (dwibahasawan bisa aktif maupun pasif). Siapa pencipta Monyeh? Belum diketahui secara pasti. Seperti biasa, karya seni ini bersifat anonim (tanpa nama penciptanya), Si Pencipta meleburkan keakuannya menjadi kebersamaan dalam kepemilikannya. Sebuah keputusan yang amat indah bagi pengabdi keindahan. ADA KUTIPAN yang berbunyi seperti ini: Jari nano Nde’ kruwan/pupuh pasang dahit gendhing/Manawa sang nara’ kurang/siddha matutang si gendhing/ sampo’ para’ tuna lewih/luwir mara’ cakar manuk/ basana raramputan/basa Sasak Jawa Bali/kocap hara/ banyak yang kurang, agar ada yang menyalahbenarkan gendingnya, tentu saja tidak bisa memberi keindahan, bagaikan ayam yang sedang mengais makanan, memakai bahasa yang beragam, bahasa Sasak, Jawa, dan Bali, yang menceritakan, tentang tiga raja yang bersaudara kandung) . SEBUAH NASKAH yang mampu mengintegrasikan tiga bahasa. Tersirat pengarang memiliki hubungan khusus dengan Sasak, Bali, dan Jawa. Keluwesan dan kehalusan penggunaan pilihan kata tertata dengan apik. Seorang sastrawan dengan kekuatan bahasanya akan berupaya menghadirkan keindahannya sehingga penikmatnya di kemudian hari selalu merasa tertantang untuk menggalinya. Inilah salah satu keunggulan dari sastra yang memberikan kesempatan kepada pembacanya untuk memaknai ulang. CAKEPUNG awalnya hanya menggunakan suling sebagai alat musiknya. Kata suling jika dipenggal menjadi/su/ bermakna ‘baik, indah, benar’/ling/ bermakna ‘kata-kata’. Kata kata indah hadir dalam suling. Suling jiwa dan budhi luhur ini memberikan secercah keindahan dalam menjalani hidup. Siapa yang mampu membabarkan kata-kata yang menghidupkan

keindahan akan bisa merasakan keindahan sejati. Pengembangan alat-alat music pun terjadi. Cakepung dilengkapi dengan rebab, dan penting. Rebab (alat music yang digesek dengan dua senar ini menghadirkan nuansa lebih mendalam. Iramanya kadang melengking, kadang menghadirkan suara magisnya. Penting (alat music akustik) yang dipetik dengan suara yang agak melengking Ketiga alat music ini memperkuat kebermaknaan Monyek saat dilantunkan. SENIMAN Cakepung tentulah paham dengan pupuh-pupuh yang ada dalam Monyeh. Ada beragam pupuh seperti sinom, emas, hulangun, dhandhang, pangkur, jajaka, durma, pupuh semarandhana, dadara, pangundang satha, dan masku. Nama-nama pupuh tidak umum seperti pupuh hulangun yang dari segi penamaan bermakna keindahan, pupuh jajaka yang bisa berarti’ seorang perjaka, pupuh dadara yang bisa bermakna seorang gadis, pupuh pangundang satha yang bermakna ‘memanggil binatang hutan. Mungkin pupuh ini dulu biasa dilantunkan saat berburu agar memeroleh binatang buruan, pupuh masku yang bermakna cintaku atau kasihku. Itulah uniknya naskah Monyeh yang memperkaya pupuh-pupuh yang sudah biasa dikenal. Kreativitas tentulah tampak dalam setiap penciptaan pupuh. Bisa jadi saat diciptakan dirasakan bagus dan diberikan nama tertentu yang menarik dan enak untuk dinikmati keindahannya. Sastrawan memberikan ruang berkreativitas pada pembacanya. KARYA SASTRA mampu menyatukan diri. Kebhinekaan bahasa menyatu dalam Monyeh. Perwujudan Monyeh secara nyata dalam cakepung. Kreativitas memberikan ruang untuk melupakan perbedaan dan mengedepankan kebersamaan. Monyeh memberikan pelajaran bertapa perbedaan bahasa bisa disatukan menjadi sebuah karya sastra yang membangun keindahan bagi penikmatnya. Sastra memberikan ruang untuk memperhalus hati dan jiwa untuk menikmati keindahan. lIBW Widiasa Keniten

lI Putu Wahya Santosa Kau adalah Gugur Senja dalam Samadhiku Bertahun-tahun aku menunggumu Bersama sejumput guliran rasa yang gamang Telah biasa bertahan dalam kehilangan-kehilangan Aku sendiri membaca-baca sunyi Yang dititipkan gerimis sore dengan penuh kecemasan Di atap langit dalam tatapan purnama yang gairah Berkelebatan bayangmu tersenyum padaku Dengan sepenggalah rasa bahagia Yang sederhana Menyiram kemarau hati ku di senja merana hingga jiwaku bertumbuh Hari demi hari Kekasihku, darah daging ini Hanyalah pembungkus kado yang usang Tetapi jiwa adalah titipan cahaya ilahi Ingatlah sayang, kita punya janji dumadi Kuingin kita selalu sama-sama menari Sama-sama mendengar jerit di hati masing-masing Saling merangkul ning

lI Putu Wahya Santosa Puisi kepada Teman Seperjalanan Akhirnya, kita telah memetik Anugerah Siwa bersama-sama Ketika senyum diwajah tak pernah surut Untuk selalu berbagi keluh kesah Menulis nama, seperti puisi Mencari sunyi dengan jujur di dalam hati masing-masing Aku terharu, Masihkah kau menyimpan airmata kita? Segala yang kita jalani Lebih keramat dari janji seorang guru Yang selalu diingkari Ketika mereka tak pernah merasa kalah Tak pernah membaca kesalahan dirinya dihadapan wajah anak-anak yang polos tetapi, kita adalah lascar bianglala yang merdeka dari mimpi yang tak pernah berpikir teka-teki masa depan aku selalu rindu dengan nama kita ‘’pasupati sastra’’ Setiap saat kau panah gelisahku Bercahaya puisi-puisimu jingga di tubuhku Semoga kau selalu merindukanku

SEKITAR tahun 1564 dan 1565 terbit sebuah puisi karya Jan Kochanowski berjudul “Szachy”. Dalam Bahasa Polandia, kata itu berarti Catur. Puisi ini adalah sebuah puisi yang menggambarkan permainan catur antara dua laki-laki, Fiedor dan Borzuj, yang memperjuangkan hak untuk menikahi Putri Anna, dari Denmark. Puisi ini menyajikan permainan catur sebagai pertempuran antara dua pasukan tentara. Sebelum mehairkan puisi antropomorfis, yakni memberi sifat-sifat kemanusiaan pada sesuatu yang bukan manusia itu, antara 1558-1559 Jan Kochanowski sempat melawat ke Italia. Di situ ia menemukan “Scacchia Ludus”, puisi karya Marco Girolamo Vida yang menggambarkan permainan catur yang dimainkan di Gunung Olympus antara Apollo dan Mercury. Tak jelas apakah Kochanowski sempat bersua dengan Vida. Yang pasti terinspirasi oleh “Scacchia Ludus”, Kochanowski tergerak membuat puisi sendiri bertopik permainan catur. Hingga paruh kedua abad ke19, “Szachy” sering dianggap hanya parafrase puisi Vida, daripada sebagai karya murni Kochanowski. Sampai pada 1856 sejarawan Maurycy Dzieduszycki membuktikan bahwa “Szachy” benar-benar puisi karya Kochanowski yang terinspirasi oleh Scacchia Ludus. Alur Kisah Begini alur kisah dalam “Szachy”: Tarses, Raja Denmark, memiliki anak perempuan bernama Anna. Dari sekian banyak pemuda yang ingin menikahinya, dua di antaranya, Fiedor dan Borzuj, adalah yang paling menonjol. Setelah keduanya menyatakan hendak berduel untuk itu, Tarses mengusulkan permainan catur sebagai

lAhmad Obe Marzuki

Atas Nama Sistem TAMPAK terlihat keceriaan di wajah keluargaku saat bersama berkumpul dalam satu keluarga, satu rumah, satu atap kesederhanaan adalah kebahagiaan yang tak bisa didapat di luar sana di dunia yang penuh kerumitan. Sungguh kehangatan harmonis mampu menjadikan cinta mempertahankan keutuhan keluarga slaing mengisi memecahkan persoalan dalam satu lingkungan kebersamaan tetap terjunjung. TETAPI atas nama sistem pembangunan pemerintahan bernama perubahan perapian tatanan kota dengan pelaksanaan pelbagai macam alasan, cinta ya tinggal cinta. Sang penguasa mengerahkan seluruh kekuatan pasukanya dengan alat alat berat seperti eskavator harus meruntuhkan habis rumah rumah kami yang di anggap sebagai penghalang keindahan pemandangan kota yang sesungguhnya sama sekali tidak mengganggu.

lPutu Gede Pradipta Menembus Hujan

SEORANG guru menembus hujan. Mengejar waktu mengajar. Sepanjang perjalanan munuju sekolah, hujan telah lebih dulu mengajarkannya arti tabah dan bagaimana mencintai diri sendiri yang rupanya tidak selalu mudah. Dan ia tiba di sekolah, bersama dengan sepi padanya menepi. Jam di tangan menunjukkan saatnya menuju kelas. Pelajaran bahasa yang ia cintai dan murid-muridnya suka akan berulang kembali hari ini. Alangkah terkesiapnya guru itu. Pikirannya justru dibuat bubar mirip terserpihnya cermin besar. Tiba di kelas, menyaksikan bahasa dijatuhkan angin setelah memantulkan diri dari papan tulis. Mendadak murid-murid di kelas berubah menjadi biru dan ia lekas cemburu.

gantinya. Atas usul tersebut, Fiedor dan Borzuj pun mempelajari aturan permainan tersebut. Setelah menghabiskan beberapa waktu untuk berlatih, keduanya bertemu di istana Tarses mengadu kepintaran. Borzuj memegang bidak putih dan Fiedor yang hitam. Permainan catur itulah digambarkan dengan puisi sebagai pertempuran dua pasukan infanteri (pion), ksatria berkuda, uskup bersenjata busur, gajah perang, ratu dan raja. Setiap gerakan dipaparkan secara metaforis. Menangkap bidak lawan, misalnya, digambarkan sebagai pembunuhan atas lawan. Langkah promosi digambarkan sebagai upaya “membangkitkan” ksatria yang sudah mati. Dan, ketika kedua ratu tewas, raja-raja dikatakan mencari istri baru di antara hamba-hamba mereka. Yang terakhir itru adalah metafora dari langkah promosi pion untuk menjadi ratu. Ratu dalam permainan catru di Indonesia dikenal dengan sebutan Perdana Menteri. Pada permainan akhir Borzuj memang berhasil mempromosikan pion dan mendapat ratu baru. Pada situasi tersebut Fiedor melihat tak ada cara untuk menghindari kerugian selain tidak menggerakkan buah caturnya. Ia pun tetap bergeming meskipun terus-menerus mendapat sindiran dari Borzuj, bahkan tekanan untuk mengundurkan diri dari permainan. HINGGA MATAHARI TERBENAM, Fiedor tetap tak melangkahkan buah caturnya. Melihat itu Baginda Tarses menghentikan permainan untuk dilanjutkan keesokan harinya. Malam harinya, Anna yang lebih suka menikah Fiedor, mengunjungi ruangan di mana papan catur itu berada yang dikawal sangat ketat. Setelah menganalisa posisi buah-buah catur yang tersisa, Anna menggumamkan pesan rahasia. Katanya, ksatria pihak Fiedor

tahu bagaimana cara melawan. Namun imam yang baik harus tepat memberi saran dan infanteri tidak ragu-ragu melangkah maju. Satu lagi, tidak ada kerugian dalam berkorban untuk merebut hati seseorang yang dicintai. Sebelum pergi, sang putri menggeser benteng hitam ke samping. HARI BERIKUTNYA, Fiedor dan Borzuj kembali bertemu untuk menyelesaikan permainan. Sebelum permainan lanjutan dimulai, penjaga menyampaikan kepada keduanya ucapan Putri Anna. Fiedor menyimak perkataan tersebut dan mencermati benteng yang digeser oleh Putri Anna. Sedangkan Borzuj tidak begitu memperhatikannya. Ia sangat yakin akan memenangkan pertandingan mengingat posisi buah caturnya yang sangat baik. Fiedor mulai berpikir secara seksama. Ia menganalisa kata-kata Sang Putri bahwa untuk menyerang ia tidak harus menggunakan ksatria dan uskup, tetapi mengorbankan benteng yang berharga sebelum kemudian mengakhiri pertandingan dengan menggunakan pion. MERASA LANGKAH ITU sebagai langkah yang tepat, saat mengorbankan bentengnya Fiedor sesumbar bahwa ia adalah seorang yang sangat merugi jika tidak mampu mengatasi lawannya dalam tiga langkah ke depan. Benar saja, dengan mengorbankan benteng dan kemudian maju merangsek dengan sepasang bidak, Fiedor menghentikan perlawanan Borzuj dan menikahi Anna. Menurut Profesor Edmund Kotarski dari Universitas Gda?sk, “Szachy” menyerupai sebuah cerita pendek terutama pada bagian yang berkait dengan karakter manusia. Sementara pertempuran dari buah catur adalah parodi dari epos heroik Homer dan Virgil. lAgung Bawantara

lPutu Gede Pradipta Pikiran yang 24 Jam Bekerja KAU PASTI meragukan cermin yang memberitahumu perihal kerja yang kujalani. Tubuhku yang diam tiada menceritakan apapun padamu. Kecuali tafsir yang berujung terbelah bagai lidah ular. Akulah ular jika demikian. Lelap di batang pohon yang tumbuh di kamarmu. Pengetahuan yang kaususun tidak mampu menghalauku. Mimpi dan kenyataan telah sama-sama berbisa. NAMUN CINTA ya cinta keutuhan keluarga kami harus terpecah, tersingkir, betapa keasingan terjadi ketika penggusuran rumah kami hanya kepulan debu puing yang menghentakkan hati kami merasakan tersisih dari peradaban, dengan keerpaksaan lingkungan kami yang dulu selalu bersama berbagi kini harus menyingkir ke sebuah kontrakan kecil dan rumah lama kami hanya tinggal sebatas kenang yang menjadi runtuhan puisi puing.

lAchmad Obe Marzuki Kemah Cinta Danau Buyan Menulis gigilmu kidung senja di tepi danau buyan sampai cinta pesona bukit hijau. Situs alam rindu jejak puisi arungi hening bibir perempuan di bayang garis malam Sekepal tangan beku genggam kata. Kabut menyelimuti tubuh kubasuh paras hati dengan air suci di altar pura bersemayam mantra para dewa menyaksikan kemah berdiri pohon pohon jati mengayunkan angin dirambutmu yang tergerai lepas. Usai nestapa menambatkan mimpi rumput basah bulir embun menghias kilau pagi. Di danau buyan yang sepi catatan kemah pejalan kasih cebatas rindu meretas dinding kenang

lI kadek surya kencana seseorang dan kenangan kecil di jalan itu deseorang di sebelahku mengharapkan purnama bersinar dalam kesendiriannya warnai malam yang rindu dongengan juga lirih serangga yang tak pernah paham kenapa matahari selalu membuatnya diam ia merebahkan tubuhnya di basah dedaunan berharap dingin merasuk dalam serat-serat doanya: kepada tuhan yang mahapencipta bunda yang setia menyuapi cinta sahabat yang sembuhkan derita kekasih yang menanyakan cita-cita dan diri yang senantiasa berdusta pada kata. ia ingin jejak-jejak basah menghapus kenangan kecil di jalan itu dan tanah, tempat rumah terakhir akan dibangun kembali menggali kuburannya sendiri pada urat-urat daun ia ingin angin menerbangkan puisi dalam genggamannya dan cinta kembali bicara pada diri: tentang musim yang ingkar pada penanggalan sungai yang tak sampai pada lautan hutan yang dijajah atas nama kemerdekaan langit yang tak lagi jadi akhir setiap pandangan dan kesadaran yang senantiasa dikucilkan. lalu ia biarkan gerimis menyamarkan air matanya menghapus kenangan kecil di jalan itu.


NASIONAL

16

Minggu Wage, 5 Maret 2017

Waspadai Pemutarbalikan Paham Pancasila

Jakarta (Bali Post) Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengingatakan semua pihak untuk mewaspadai kelompok-kelompok yang memanfaatkan Pancasila untuk melegitimasi gerakannya. Pada era reformasi yang mengusung keterbukaan, banyak kelompok yang demi kepentingannya memutarbalikkan paham Pancasila dengan menuntut pemegang kekuasaan seperti Presiden, DPR, dan lembaga peradilan untuk memberi pengakuan terhadap gerakannya. “Kalau yang mengajak atau menjual ide yang bertentangan dengan asas Pancasila mereka berani dengan sangat terbuka menyampaikan ide-idenya. LGBT misalnya. Jelas adalah suatu gerakan yang tidak sesuai dengan Pancasila,” kata Hidayat Nur Wahid saat menutup Konsolidasi Nasional Pengurus Pusat KAMMI di Jakarta, Jumat (3/3). Menurutnya, apa yang dilakukan kelompok LGBT hingga saat ini sangat gigih dan berani, meski banyak pihak sudah mengingatkan bahwa gerakan LGBT

bertentangan dengan sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Bahwa mereka yang berketuhanan telah menyepakati LGBT merupakan bentuk penyimpangan dari ajaran agama. Namun, tidak sedikit pula yang membelanya dengan memutarbalikkan paham dari Pancasila itu sendiri. “Kelompok yang membela menyatakan bahwa apa yang dilakukan LGBT telah sesuai dengan Pancasila. Sila keberapa saya tanya demikian? Sila kelima katanya, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Jadi karena berdalih dijamin sila kelima mereka berhak untuk mendapatkan pengesahan dan berhak mendapatkan pengakuan,” kata Hidayat. Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku bukan hanya kelompok-kelompok semacam gerakan LGBT yang secara terang-terangan berani memanfaatkan era keterbukaan ini untuk menjadikan kelompok mereka bisa mendapat pengakuan dari negara dengan berbagai alasan. Seperti keadilan yang diminta oleh kelompok LGBT tersebut.

“Memang keadilan itu penting, tetapi bukan keadilan tentang kejahatan. Misa lnya p a ra p encop et yang kemudian membuat organisasi. Tentu tidak bisa dibenarkan karena keadilan sosial yang diminta bukanlah keadilan sosial yang sebenarnya sesuai dengan ajaran Pancasila,” katanya. Untuk itu, Hidayat mengingatkan agar semua pihak mewaspadai gerakan-gerakan yang sesungguhnya bertentangan dengan sistem nilai dan budaya namun berusaha memaksakan kehendaknya dengan berbagai macam dalih dengan memutarbalikkan ajaran Pancasila sebagai fondasi dasar bernegara. “Saya katakan sekali lagi kalau kelompok semacam ini begitu dahsyatnya. Mereka menuntut Presiden, menteri untuk mengesahkan gerakannya,” tegasnya. (kmb4)

Perkuat Bursa Efek ASEAN

’’Stock Exchange’’ dari Enam Negara ASEAN Jalin Kerja Sama

Tito Sulistio

BPM/kmb42

Mangupura (Bali Post) Tujuh Stock Exchange (Bursa Efek) dari enam negara di ASEAN akan menjalin kerja sama untuk memperkuat bursa efek ASEAN. Jika semua perusahaan bursa efek di ASEAN yang jumlahnya 3.814 perusahaan bergabung, maka akan menjadi perusahan bursa efek terbesar di dunia. Bahkan mengalahkan Newyork Stock Exchange dan Nasdaq. Demikian diungkapkan Chairman of the 26th ASEAN CEO Meeting Tito Sulistio, Jumat (3/3). Namun kenyataannya, trading value perusahaan bursa efek di ASEAN di bawah satu persen dari total dunia, market kapitalisasi 3,1 persen, likuiditas 40 persen. “Kalau sendiri-sendiri jualan agak sulit bersaing. Nah hari ini kita menyepakati bahwa akan menjalin kerja sama lebih dalam dan lebih konkret,” ujar Tito yang juga Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Selanjutnya yang menjadi perhatian adalah mengharmonisasi kerangka peraturan yang ada. Mengingat setiap negara mempunyai peratutan masing-masing. “Bagaimana memfasilitasi isu yang mungkin tumbuh di produk ASEAN. Bagaimana melakukan cross listing produk-produk di ASEAN. Bagaimana standardisasi serta pengakuan antarbursa

terhadap profesional,” urainya. Terkait cross listing (mencatatkan suatu saham di beberapa bursa saham yang ada di luar negeri) yang pertama harus dilakukan adalah melakukan perjanjian bilateral. Ada tiga negara yang mengevaluasi trading-nya bersama yaitu Malaysia, Singapura dan Thailand. “Kita coba cross listing di 10 perusahaan di 2 negara dulu,” ungkapnya. Listing tersebut secara bertahap akan dilakukan. Kendala peraturan membuat pihaknya tidak bisa cepat merealisasikannya. Namun, hal ini diakali dengam IDR (Indonesia Deposit Receipt). Ia yakin dengan kolaborasi bursa efek ASEAN akan berdampak positif bagi bursa yang berpartisipasi. Menurutnya, sejak enam negara tersebut berkumpul dan menjalin komunikasi kapitalisasi pasar dan minat masyarakat berinvestasi naik signifikan. Pertemuan di Bali tersebut merupakan kesempatan bagus. “Kita sepakat untuk ikatan kerja sama lebih bagus,” imbuhnya. Ke depannya, enam negara dengan 7 perusahaan bursa efek tersebut sepakat tidak akan saling menjatuhkan, tapi saling support. “Kita akan bikin peraturan yang tidak membunuh negara lain,” tandasnya. (kmb42)

Ketua DPR Keluhkan Jalur Tikus TKI

Jakarta (Bali Post) - Meski pemerintah telah menetapkan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) namun pengiriman TKI masih terjadi. Akibatnya, kebijakan moratorium TKI selama ini dinilai tidak efektif mencegah berbagai masalah TKI di luar negeri. “Kalau dia ilegal informasi yang diperoleh biasanya ada masalah. Nah setelah terjadinya moratorium yang diputuskan pemerintah, kami mendengar adanya jalanjalan tikus. Dalam kaitannya dengan pekerjaan baik dengan Malaysia dan Timur Tengah, ada jalan tikusnya. Ini yang menciptaan masalah,” ungkap Ketua DPR-RI Setya Novanto di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (3/3) lalu. Persoalan ini yang diungkapkan Setya Novanto kepada Raja Salman saat bertatap muka di gedung DPR sehari sebelumnya, Kamis (2/3). Menurut Novanto, berbagai macam masalah TKI terutama menyangkut persoalan hukum di Arab Saudi itu yang memaksa dirinya meminta kepada Raja Salman saat pidato penyambutan yang memohon diberikan pegertian

dan pengampunan oleh Raja Salman kepada TKI yang bermalsah dengan hukum di Arab Saudi. “Sambil kita terus memperbaiki sistem pengiriman tenaga kerja supaya semua melalui ke depan harus melalui jalur formil, jalur resmi supaya nanti di ujung sana enggak ada masalah,” ujarnya. Lebih jauh, Novanto meyakini sejumlah permintaan dari DPR pasti akan ditindaklanjuti oleh Raja Salman dalam hal ini pemerintah Kerajaan Arab Saudi. “Itu ditanggapi, dalam pengertian begini, kan raja hanya menyampaikan pidato singkat yang hanya menjadi payung saja, eksekusi di tingkat pemerintahn” katanya. Dia mengatakan semua permintaan DPR baik menyangkut soal TKI, soal kerja sama parlemen kedua negara di berbagai bidang telah dilampirkan dewan menjadi bahan yang dikirim ke Majelis Syuro Saudi Arabia serta protokol Kerajaan Saudi Arabia kepada Raja Salman. “Biar dia (Raja Salman) tahu keinginan kita ini, dan kita memang serius melindungi buruh migran Indonesia

dan pekerja migran yang kadang-kadang menghadapi banyak masalah karena perbedaan budaya dan kultur serta jarak,” ujarnya. Dengan memberi pemahaman yang jernih, DPR berharap pemerintah Arab Saudi dapat mengetahui duduk persoalan TKI secara benar. Karena diakui Novanto, terkadang para TKI melaku-

kan kesalahan bukan karena niat jahatnya melainkan karena para TKI itu tidak diberikan pengetahuan yang cukup sebelum berangkat. “Termasuk yang sering kita temukan ada korelasi positif antarformal dan tidak formalnya jalur kunjungan atau jalur pengiriman tenaga kerja dengan permasalahn yang muncul,” tandasnya. (kmb4)

BPM/dwa

SIDAK - Tim Operasi Bina Kusuma Agung saat sidak di kafe di Klungkung.

Sidak Kafe, Nihil Temuan

Semarapura (Bali Post) Serangkaian Operasi Bina Kusuma Agung 2017, personel Polres Klungkung melaksanakan razia ke tempat hiburan malam seperti Café The Group di Gunaksa, Kamis (2/3) malam. Dalam razia tersebut, personel Polres Klungkung menyisir seluruh ruangan kafe dan memeriksa pengunjung dan waitress yang ada di kafe. Personel Polres Klungkung yang tergabung dalam Operasi Bina Kusuma Agung 2017 tersebut memeriksa satu per satu pengunjung, serta menggeledah seluruh barang bawaan para pengunjung. Kasat Binmas AKP I Nengah Merta yang memimpin

jalannya operasi mengatakan belum menemukan barangbarang berbahaya seperti bahan peledak, senjata api, senjata tajam dan narkoba yang dibawa oleh pengunjung dan para pekerja kafe. Namun sebelumnya, personel yang tergabung dalam Operasi Bina Kusuma telah melakukan pembinaan terhadap para remaja yang ditemukan sedang mengendarai kendaraan bermotor roda dua tidak mempergunakan helm, yaitu di Jalan Mawar, tepatnya di depan Rutan Klungkung. Dalam pembinaan tersebut, personel Polres Klungkung menekankan arti pentingnya memakai helm pada saat mengendarai

kendaraan bermotor, demi keselamatan pengendara bila mengalami benturan di kepala pada saat terjadinya kecelakaan. Berdasarkan data yang ada, yang sering mengalami kecelakaan adalah pengguna kendaraan roda dua dan lebih parahnya lagi banyak yang menjadi korban karena benturan di kepala. Di samping itu, Operasi Bina Kusuma Agung 2017 juga melakukan sambang dialogis kepada masyarakat yang ada di sekitar Jalan Mawar Klungkung, agar ikut bersama-sama menjaga keamanan wilayah tempat tinggalnya masing-masing. (dwa)

BPM/kmb41

BAMBU - Menjelang hari raya Nyepi pesanan bambu mulai berdatangan. Kondisi itu membuat para perajin bambu mulai kelimpungan menyediakan bambu untuk memenuhi pesanan tersebut.

Jelang Nyepi, Pesanan Bambu Penjor Membeludak

MENJELANG hari raya Nyepi Tahun Bali Caka 1939 akhir Maret mendatang, pesanan bambu mulai membeludak. Selain pesanan untuk hari raya Nyepi, pesanan bambu untuk bahan penjor Galungan juga mulai berdatangan. Banyaknya pesanan yang datang, membuat perajin bambu mulai kelimpungan untuk memenuhi pesanan tersebut. Hal itu diaungkapkan perajin bambu di Desa Kayubihi, Bangli Mangku Gandri. Gandri menjelaskan, menjelang perayaan hari raya Nyepi pesanan bambu mulai membeludak. Bambu yang dipesan tersebut berdatangan dari Karangasem, Denpasar, Gianyar, Badung, dan Buleleng. Menurutnya, bambu yang dipesan tersebut bakal dipergunakan untuk pembuatan ogoh-ogoh serta sarana upacara lainnya.

“Bambu yang dipesan seperti bambu tali, bambu petung dll. Bambu yang dipesan dipakai untuk pembuatan ogoh-ogoh. Tapi ada juga bambu yang dipesen dipakai untuk pembangunan rumah. Namun ada juga bambu untuk penjor juga sudah mulai ada yang memesan meski Galungan masih lama,” katanya. Dikatakannya, sekali berangkat untuk membawakan pesanan tersebut, pihaknya bisa membawa 700 batang bambu. Bambu yang dijual tersebut harganya bervariasi sesuai dengan panjang bambu. Dijelaskan, untuk bambu bahan penjor sekarang ini pihaknya sudah ada stok 2.000 bambu untuk dijual. Begitu juga dengan bambu lainnya juga memeliki stok yang hampir sama. “Kalau untuk harga bambu yang ukurannya besar

dan panjangnya 6 meter saya harga Rp 9 ribu per satu batang bambu. Kalau harga bambu penjor saya patok harga Rp 11-12 ribu per batangnya,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya banyak hari raya, serta banyaknya proyek pembangunan di Bali, dirinya berharap pesanan bambu terus mengalami peningkatan. Hanya, menurutnya tidak selamanya pesanan bambu yang datang selalu banyak. Terkadang, pesanan yang datang juga pernah sepi. “Ada waktunya kapan pesanan banyak dan kapan pesanan sedikit. Jadi, tidak setiap hari ada pesanan banyak-banyak. Terkadang pesanan juga sepi. Semoga dengan banyaknya hari raya yang akan datang pesanan bambu bisa terus meningkat,” harap Mangku Gandri. (nan)

Minggu, 5 Maret 2017

Setya Novanto

BPM/dok

05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Ketatatwaning Upacara Ngaben (1) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir pekan 07.35 Sehat Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 I Got It 09.05 Taman Sari TK Kumara Bhuwana III (2) 09.30 Belajar Menggambar Menggambar Anak Penunggang Kuda 10.05 Education On Bali TV

10.30 Agrobisnis Okra, Tak Dikenal Tapi Berkhasiat bagi Kesehatan 11.00 Round Up The World 11.30 Lila Cita 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Ketatatwaning Upacara Ngaben (2) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa Dua Bersaudara Lemah Tak Berdaya di Kusamba 13.30 Lejel Homeshopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Harmoni Bali

17.30 Gita Shanti SS. Widya Guna – Gianyar (2) 18:00 Puja Trisandya 18:05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 KRIS 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lila Cita Drama Gong Manik Kaput Upih – Taro (3) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Arja Muani Kolaborasi Sunari Sidhi Bajra Sandhi (3) 23.00 Solusi Alternatif Teh Mayang 23.30 Folksong


Minggu Wage, 5 Maret 2017

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!

Informasi pasang iklan Telepon

� Tarif iklan Mini/Baris

Dcr Sopir Bersih &Jujur Hub.082247191953

Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �

B.BP.001.03.17.0000372

Bth Segera Guru pengasuh TPA Hub.082340336433

B.BP.001.02.17.0001452

B.BP.001.03.17.0000312

B.BP.001.03.17.0000389

Jakarta Mataram Denpasar Surabaya

: : : :

(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456

VISA

� Email: pembacabalipost@gmail.com

Dbthkn Sgr Admin,Sopir prbd(Dir), Dcr Krywti utk Toko Discovery Dcr Sales Herbal,D3.Kdrn sdr+ CS Krm Lmrn ke PT.Tiara Mall Umur max 30th, 0817359922 SIMC/A.Gaji2,5jt+Bonus.Max38th B.BP.001.03.17.0000451 B.BP.001.03.17.0000414 B.BP.135.03.17.0000444 B.BP.154.03.17.0000339 Cipta Nirwana Jl.LC.Gatsu No.3 Krm:CV.Ernest.Intan LC II Gg.4 Looking Housekeeper Nanny *Dcr Staf Gudang,Pria,Single Cr Sopir,Mrkting Manager Pglmn kerobokan Bdg Tlp(0361)438047 Dcr Mrktg Property Lk/Wnt Pglm Kav5.Gatsu Hp:081586405343 Sanur,With English082146581588 Max.28Thn Min.SMA Lam:Jl.Badak Hotel Supply.Imbo.0817334537 Gaji+Instf Bsr Jl.Gatsu Barat B.BP.001.03.17.0000227 B.BP.001.03.17.0000262 B.BP.001.03.17.0000398 Agung No.22 Renon Tlp.221606 B.BP.001.03.17.0000092 Dc Stylis Therapist Lily Salon & Spa 9004888/property.hrd@yahoo.com Dcr Sopir 1 org u/Pngolahan Dbthkn Reservasi bs Inggris B.BP.001.02.17.0001869 B.BP.141.03.17.0000442 Cri Spv&Tng Londry Lok Dps Gj+ Tuban Kuta 081337950664 Ikan 726433/081353212133 Dcr Pria u/Urus Rumah & SerabuLisan&Tulis,Adm Gudang Brpglmn *Looking for Sales&Admin Staff Bns+Uang Mkn Hub:0818343214 B.BP.001.03.17.0000386 B.BP.001.03.17.0000127 Hb:08113992666 Dcr Tng Srbutan u/Homestay di Min D3,Speak English &Aktive, Supervisor,Driver & Cook Helper B.BP.001.03.17.0000415 Dcr Kariawan u/Tour Counter bs tan Lok.tabanan B.BP.001.03.17.0000097 CV to: bbm.rental@gmail.com CV ke:hrd@seasafaricruises.com Dcr Admin Gdng Wanita Min.D3 Bhs Inggris Hub.085100447381 Dcr SPG wnt min 18th, Pddk min Sanur Hub.081805310876 B.BP.166.03.17.0000433 B.BP.001.03.17.0000350 B.BP.101.03.17.0000438 Bs Komp&Excell;SPG Max.30th, Bs B.BP.001.03.17.0000371 SMU Bhs Inggris, 085100421164 Dcr Kry/i Akntsi Com/Adm Com Cr Staff Adm Wnt,sales Min.SMA Komp.Bw Lamrn ke Toko Gayathri Dcr SMK Akuntansi & Tenaga lak Dicari Teknikal Bakery kirim B.BP.154.03.17.0000338 Krm bali_berkahberlimpah@yahoo Dupa Wangi-Gatsu Timur 85XX/IV personalia_pt.cintya@yahoo.com Jujur Disiplin P.Menarik CV ke hrd.tsm@rcoid.com Jl.KeDicari PRT Tdr Dlm,Momong .com (0361-239980) 081339078105 / 0361721956 08113880884/08113990777 Pnatih diri 36A Tuban Kuta 0361-757551 Hub:081916212960 B.BP.001.03.17.0000377

Tenaga Wanita PRT/Asuh Anak Hub.08214410024

: : : :

B.BP.154.03.17.0000354

Dicari Tukang (Bangunan/Kayu) Segera Hub.085737681159

Dimas Fashion Mencari Penjahit Halus,Gaji Bagus.082147942963

Dicari general Acct Bs Bhs Inggris,Kirim CV ke info@latav ernasuites.com/082144029393

PT.Olympindo Multi Finance Bth Sgr Kary Admin,CMO&Colektor Min D3 Lam Krm Jl.Gatsu Tengah Blok A1 Dps T.03618956920-21

B.BP.004.03.17.0000307

B.BP.001.03.17.0000370

Dicari:Resepsionis utk motion fitness bali di Jl.Petitenget No.12.Kirim CV 081353345410 / purnama@motionfitnessbali.com

B.BP.001.03.17.0000406

Dicari Tk Jahit & pengepul utk kaos.Hub:082236324358

B.BP.001.03.17.0000341

B.BP.001.03.17.0000411

Quarzia Boutique in Seminyak Looking for Senior SPG Fluent English,Good Experience in Fashion Boutique.CV to malas@quarzia.it / (0361) 736644.Good Salary B.BP.004.03.17.0000305

B.BP.001.03.17.0000089

Dcr Kasir, Cleaning Services penddkn SMU/SMK, blm menikah, pria/wanita, umur maks.27 thn. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps

G.01

Looking for SPG/Cashier: min. SMU, Good looking,English, exp.min.2 yr,send to Havaianas Sunset Road No.6 Seminyak B.BP.004.03.17.0000147

Ubud Villa cari Butler,FO,Mgr sdia tdr dlm,min 2thn penglmn Hub.082277333367 good English B.BP.001.03.17.0000348

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU

Sirion New VVTi 1.3 Th’2012 Putih Tgn1 Hub.087 862 270 180

HONDA

AllNew JazzRS’14MT Pth Mls Jklt VlgRcg LowKM Prbd 081238904664

Avanza G’2008 Asli DK 99,9jt Hub.087862977999

B.BP.001.03.17.0000434

Avanza G10 Silver,Kjg Krista01 B.BP.164.03.17.0000427 B.BP.001.03.17.0000439 Terios Adventure’2012 Putih,TV Honda Accord Cielo’94, Daihatsu Slvr08123847893 087861222338TP B.BP.001.03.17.0000407 162Jt Nego,085100856999 Prbadi Zebra Box’95, Hub.081236018461 Fortuner G Lux 2.7 2006 Hitam B.BP.164.03.17.0000426 B.BP.001.03.17.0000452 matic bensin Tgn 1, asli Bali, SUZUKI New CRV’2005 AT AsliBali Mulus Hub:pmlik dr baru 087761473133 APV X’2005 Cok Met super mulus B.BP.001.03.17.0000283 Rp.73jt Ng, Hub.081999400809 115Jt Barang Prbd,087860856999 B.BP.164.03.17.0000424 Kijang Krista Matic’2002 B.BP.001.03.17.0000331 Ertiga GX MT silver AsDK’2012 Hub:08123840202 MAZDA B.BP.001.03.17.0000409 akhir samsat baru 081214821888 CX5 Touring’12 Slvr Tgn Prtama B.BP.001.03.17.0000413 KM98000,087863055521 320JtNego DIJUAL MOTOR Splash Th’2013 Putih Jl.CokroB.BP.001.03.17.0000219 Honda Supra X 125 Th’08 Tgn1 Aminoto 377 Ubung, 085100462764 TOYOTA KM30Rb Hrg.8Jt H.081338680369 B.BP.164.03.17.0000422 B.BP.001.03.17.0000388 Agya TRD’16 Manual Pth,AsBali Splash th’12 Rp100jt asli Bali KM6Rb Jok Klt 085101783994 Krd biru met orisinil 085100452060 B.BP.001.03.17.0000428 DIJUAL RUMAH B.BP.001.03.17.0000429 Avanza E’09 120Jt; Atoz AT’00 !!!Jual Rumah 300/250m2 Splash’14 hitam Jl.Tukad Pancoran IVA 12 H.081237870367 55Jt, 085337887779,08123631676 Padma Pnth,085100801168 BU Cpt B.BP.001.03.17.0000404

PELUANG BISNIS

SALON

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

SERVICE

B.BP.001.03.17.0000315

B.BP.001.03.17.0000453

Rumah 2,5Are Penamparan bs TT Tanah/Mobil,085100856999 Pmlik

B.BP.141.03.17.0000417

!Djl RmhBr Lt2 Mewah dktPantai Melasti Jimbr LT125m2 LB200m2 4KT 3KM 1,6M Nego,081246300200

B.BP.166.03.17.0000432

Dijual Kos Murah Utr Terminal Ubung 700JtNego H.081999342120

B.BP.001.02.17.0002354

Djl Rmh Tggl Jl.Goagong Gg.Citra 1 Jimbaran, LT.4Are Bangunan 3Lt 400 HP:085880707032

B.BP.001.03.17.0000402

Djl Rmh one gate diPemogan Dps LT1A LB70m2 Jl.8M,082328821961 B.BP.001.03.17.0000416

Rmh Subsdi UM7Jt Krd15Th 800rb Marga Tabanan 087861821881 B.BP.155.03.17.0000440

Rmh36/70NF KboIwaUtr420Jt,1A Juwetsari Pemogan,081239851138 B.BP.001.03.17.0000067

KARANGASEM

Rmh 1Are 2Lt Modern,Mnmlis,Jl. Ayani,Karangasem.081221350925

B.BP.001.03.17.0000290

DISEWAKAN RUMAH Dikont Rumah Prm Soka Permai Penamparan Hub.082144095166

Kav Perum Jl.7mtr Tbn 2-8A @ 110Jt Hub.081916477199

B.BP.001.02.17.0002165

Djl Tnh Kav 2,5&2,6A Lok Sngt Bgs.Jl.Utama Ry Balangan,View Laut.H.550Jt/A.Hb.082341667709

B.BP.004.02.17.0002290

B.BP.166.03.17.0000435

Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809

B.BP.001.03.17.0000368

Tnh sawah Penebel 16,75A @33jt 40,5A @23jt Hub.085739235526

B.BP.001.03.17.0000014

Dijl Tnh Kav 1Are Lok.Sembung Gede Tabanan,Hub.081999033372

B.BP.001.03.17.0000425

Dijual Tnh Kav,Lokasi Bajera Tabanan,Hub 08123830008

Dikontrakan Rumah Jl.Gatsu IV No.31 3KT,RT,RK,087812665566 Dikontrakkan Rmh Cantik Furnishing AC Panjer T:082236652873 RmhdiDps 5KT 4Km furniture swmpool @75jt/th H.081238504111 DIJUAL TANAH Djl Tnh Kav 3A Lok Sngt Bgs u/ UsahaJl.TamanParadise,Ungasan H.450Jt/A Hb.082144056555

B.BP.004.03.17.0000302

B.BP.001.03.17.0000314

B.BP.001.03.17.0000186

B.BP.001.03.17.0000391

B.BP.004.03.17.0000300

Land For Sale Location Bali: Lod Tunduh Ubud Gianyar 4,5ha price negotiable Call: 0852 1378 2207 or 085691902225

B.BP.031.03.17.0000267

Djl cpt Tnh 4Are di Ds Batuaji Tbn 085739292339/081354357999

Tk Balian Gg.Nuri 4Are 2Are 085333423456 081246864747

RUPA-RUPA Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Land For Sale Location Lombok: Tnh Kav Tmr Hardys 450Jt/A 9Kav KmrMndi,Dll(Daris)085102796346 B.BP.001.03.17.0000420 Gili Meno 1,6ha&1,1ha.Gili Air 160Jt Ng Tabanan 087861821881 Murah!! Baja &Plat eser sdh cat B.BP.155.03.17.0000441 6ha&2,7ha.Batu Nampar Pantai A sincromate H.081238504111 Ubud Premium Land on Sale2,5Ha Wang 5Ha,Gili Gede 2,7ha,Price B.BP.001.03.17.0000423 Freehold 600Jt/A 087860296888 Negotiable Call Cuci Gudang Jual Cepat beragam B.BP.001.02.17.0002273 085213782207 or 085691902225 Dijual Tanah Luas 180are Hrg Alat Fitness HP:082131234798 B.BP.031.03.17.0000270 B.BP.001.03.17.0000281 130jt/are,Jl Utama Kubutambahan Tanah 3Are Bingin Sari Ingin Pesan Mebel Asli Jepara? Buleleng Bali.H: 08123812758 Goagong Jimbaran HP: B.BP.004.03.17.0000456 Hub:082226769639-(Bp.Antok) B.BP.001.03.17.0000382 085880707032,085338461439 Djl Tnh Kebun Pohon B.BP.001.03.17.0000403 Pjak SPT Th/Bln Tax Amnesti NP Kajimas,Sengon,Jabon ± 15000 Tnh Ls 5 Are Jl.Nangka Utara pohon LS 17 Hektar.Hrg Rp 15jt/ WP SIUP paspor Hp.081338344155 B.BP.001.02.17.0001741 u/18x29m & Pantai Jimbaran Ls are Bedugul Bali.Hub : 08123812758 B.BP.004.03.17.0000455 82Are pasir Putih.08123884701 KEHILANGAN B.BP.001.03.17.0000383 Hlg buku kir DK 9701 BO a.n wyn Tnh SHM+Ijin Hotel Lngkap Siap BIRO JASA Suandi Hub.085936111019 Bangun,View Water Fall TegenuB.BP.167.03.17.0000454 Jasa Make Up Artist (Certified) ngan Gianyar,LT.1Ha,Hg.380JT/A Hilang Buku KIR Futura Th 2008 Area Bali.Terima Home Service Nego,0811821111/081339500253 No Pol:DK9657AE An.Sun Jie Hub:Inka(081294633116) B.BP.001.03.17.0000116

B.BP.001.03.17.0000221

B.BP.001.03.17.0000418

B.BP.031.03.17.0000384

B.BP.001.03.17.0000374


18

REKREASI

Minggu Wage, 5 Maret 2017

TTS Bali Post

Pertanyaan

Tebing JR Pancaseming

Ramai Dikunjungi Warga BANJAR Pancaseming Desa Batuagung Kecamatan Jembrana sejak sebulan terakhir menjadi salah satu kawasan populer di Jembrana. Dusun di pinggir hutan dengan masyarakat yang ramah ini ternyata memiliki alam yang cukup indah. Tebing puncak dengan julukan ‘’JR’’ menjadi salah satu spot dengan pemandangan landskap dari atas perbukitan. Uniknya, tempat ini mulai dikenal setelah para muda-mudi di dusun tersebut mengunggah di media sosial (medsos). Kemudian dari mulut ke mulut, bukit JR ini menarik perhatian warga untuk mengunjungi lokasi

tersebut. Kondisi tersebut menjadikan peluang muda-mudi masyarakat sekitar yang sebagian besar petani kebun. Sekadar untuk parkir dan berjualan minuman di sekitar lokasi. Kendati dikelola secara swadaya, selama Februari lalu, kunjungan mencapai 4.000 orang. Bukan dari warga Jembrana saja, tetapi juga dari luar kota khususnya pada saat weekend. Tebing JR menawarkan berbagai panorama landskap Kota Negara hingga lautan luas dari ketinggian. Waktu terbaik mengunjungi tebing JR adalah sore menjelang malam karena cuaca tidak

terlalu panas. Medan yang terjal untuk menuju lokasi akan terbayarkan dengan pemandangan di puncak tebing. Oleh warga sekitar, disediakan tower dengan bahan alami yang bisa dinaiki sehingga terasa lebih tinggi. Begitu pula dengan rumah pohon, pengunjung yang ingin melihat pemandangan kota ke Negara dari ketinggian bisa naik ke sini. Klian Banjar Pancaseming Ida Bagus Artawan (34) mengatakan, nama puncak JR petama kali diperkenalkan Sekaa Teruna Teruni (STT) Budi Sastra setempat dengan arti jumpa remaja. Hal ini dikarenakan tempat ini

BPM/olo

Menurun: 1. Perjanjian antara dua pihak dalam perdagangan / sewa menyewa 2. Permainan kartu khas Cina 3. Sangat beresiko 4. Partai fasis Jerman pimpinan Adolf Hitler 5. Nama depan kapolri kita saat ini 6. Kelompok bintang yang nampak seperti kabut 7. Buah baju 8. Salah satu cabang olahraga 12. Bersih / bebas dari cela 14. Bersifat tidak mencari keuntungan 15. Saya tidak suka (Jepang) 18. Elektrokardiogram 19. Sesuatu yang tak disebutkan namanya 22. Selesai 23. Kondisi terbaik / paling menguntungkan 24. Daging sapi (Inggris) 26. Cepat dapat mengetahui keadaan dan memperhatikan sungguh-sungguh 27. Sedih (Bali) 28. Panggilan/sapaan hormat kepada kakak wanita 29. Seumpama 32. Giling / buat jadi lembut (Bali) 33. Kikir

sering dijadikan pertemuan muda-mudi. Sejak dibuka pertama kali pada awal Januari lalu, tempat ini cukup banyak didatangi pengunjung, mengingat lokasi juga cukup dekat, hanya sekitar 7 km dari pusat kota. Bagi pengunjung yang datang hanya dikenakan iuran sukarela yang dananya digunakan untuk membenahi berbagai fasilitas, seperti rumah pohon yang baru saja dibangun serta mempercantik tanaman di sepanjang jalan menuju puncak. ‘’Demi pengelolaan yang lebih baik, kita berharap bisa dibantu perbaikan fasilitas mengingat yang sudah ada selama ini sifatnya belum permanen hanya mengandalkan swadaya. Selain itu masih ada akses jalan yang belum bagus untuk memudahkan pengunjung melintas,’’ ujar Artawan. Pihaknya juga berharap, selain dukungan pemban-

1

2

3

4

5

9

6

7

8

26

27

10 11

13

12

14

15

16 17

18

19

20 22

21

23

24

25

28

29

30

31 32

33

34

35

36

SPT2017

Mendatar: 1. Hari sebelum hari ini 5. Jendela di atap / di dinding 9. Sial 10. Kabupaten lumbung beras Bali 11. International standardization organization 13. Penginapan/losmen (Jepang) 15. Memenuhi kaidah ilmu pengetahuan 16. Tidak boleh tidak 17. Bayang-bayang (Jepang) 19. Mata-mata negara asing 20. Tidak dapat berkata-kata secara mendadak karena terkejut/takut 21. Tidak waras 22. Salah satu tarian tradisional Indonesia yang berisi unsur-unsur magis 25. Kata penggolong untuk bendabenda yang panjang seperti tali, benang dan lain-lain 28. Katidakhadiran 30. Awatara berwujud ikan (Bali) 31. Kata kiasan untuk : “sudah tua” 32. Objek terbang tak dikenal (Inggris) 34. Tidak jantan/pengecut (Inggris) 35. Rambat/Cabut 36. Alat musik pukul tradisional dari bilah-bilah kayu 37. Makanan tradisional dari beras terbungkus anyaman daun kelapa

37

KUPON TTS No.286 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 286 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 11 Maret 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 19 Maret 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 284 Mendatar: 1. Pause 5. Nebula 8. Dami 9. Nus 10. Tire 11. Yamato 13. Planning 15. Dendam 17. Gili 18. Ila 19. Pendekar 23. Rosela 26. OTR 27. Ban 28. Sang

29. Arya 31. Mumi 32. Seluler 33. Nyi 34. Banteng 36. Rahag (Gahar) 38. Bencingah 39. Gotri Menurun: 1. Penyedap 2. Uleman 3. Edit 4. Sinyalir 5. Nusantara

gunan fisik juga tidak dilupakan dalam sokongan pemberdayaan masyarakat. Sehingga masyarakat juga memiliki pengetahuan dalam pengelolaan tempat ini nantinya. Seperti pengelolaan sampah, kemampuan berbahasa asing dan lainlainnya. Selain pengunjung dari Jembrana, juga dari luar kabupaten seperti Badung hingga Gianyar juga datang. ‘’Mereka mengaku tahu dari medsos,’’ tandasnya. Dari catatan buku yang diisi, kunjungan mencapai 4.000 orang dalam sebulan lalu. Pancaseming merupakan salah satu banjar di Desa Batuagung paling ujung utara. Selain Bukit JR, Batuagung juga memiliki sejumlah tempat bersejarah seperti monumen perjuangan Lembah Merdeka Gelar. Keduanya memiliki pemandangan yang masih alami. (olo)

6. Beting 7. Afeksi 12. OPM 14. Ginekolog 16. Abet 20. Esa 21. Dogmatic 22. Kram 24. Onslah 25. Afirmasi 27. Basirah 28. Sembab 30. Ring 35. Nun 37. ABO

Pemenang TTS No. 284 I Nengah Narya Br. Bantas, Baturinggit, Kubu, Karangasem Nyoman Mayra Riska Damayanti SD Negeri 3 Beng, Gianyar 80513 Ni Nyoman Rusmini Jl. Gadung Gang III No.7, Denpasar I Wayan Eka Ambara Banjar Bunutin, Desa Bunutin, Kec. Kintamani, Kab. Bangli 80652 Ni Nyoman Ayu Risnawati Banjar Dinas Munggor, Desa Kukuh, Kec. Marga, Tabanan 82181 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Putu Krisna Saputra Alamat : Br. Puseh, Desa Angantaka, Kec. Abiansemal, Kab. Badung


19

Minggu Wage, 5 Maret 2017

Layanan Perizinan Dari Hal. 1

BPM/ade

AKSI - Sejumlah aktivis menggelar aksi Women’s March di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3) kemarin. Mereka menyuarakan toleransi, keadilan gender dan penghapusan diskriminasi bagi minoritas gender.

39 Penerbangan Ditunda

Mangupura (Bali Post) Sebanyak 6.552 penumpang pesawat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai terdampak penundaan penerbangan akibat kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz al Saud untuk berlibur di Pulau Bali. “Jumlah ini dari sebanyak 39 penerbangan baik internasional dan domestik, kedatangan maupun keberangkatan, yang tertunda di Bandara Ngurah Rai,” kata Kepala Humas PT Angkasa Pura I Cabang Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, Sabtu (4/3) kemarin. Dengan rincian, 22 domestik di antaranya kedatangan domestik 14 penerbangan, keberangkatan 8 penerbangan. Untuk internasional 17 penerbangan di antaranya kedatangan 9, dan keberangkatan 8. Lebih lanjut dikatakannya, dalam pesawat Raja, terdapat 81 orang dan 30 kru. Dari 7 pesawat yang tiba di bandara, cuma 3 yang menginap, sedangkan 4 pesawat akan parkir di bandara lain.

Cinta Indonesia Sementara itu, ketika bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla, Raja Salman sempat mengatakan kecintaannya kepada Indonesia. “Semalam dan tadi sebelumnya (bertolak ke Brunei), menyatakan lagi terima kasih dan luar biasa, (Raja Salman) menganggap ini rumahnya yang kedua. Ini negeri saya yang kedua,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam konferensi pers di VVIP Bandara Halim Perdanakusuma. Menurut JK, kesan Raja Salman kepada Indonesia seperti itu. Alasannya, lanjut JK, semenjak resmi diangkat menjadi Raja Arab Saudi dan melakukan kunjungan ke luar negeri, saat ke Indonesialah ia disambut dengan sangat meriah. “Semenjak beliau jadi raja ke luar negeri, saya kira ini penyambutan yang luar biasa menurut dia. Saya bilang ini kecintaan rakyat Indonesia,” kata JK. (kmb23/ant)

Perintah Kapolda

Dari Hal. 1

Sudah banyak pelaku pungli ditangkap Polda beserta jajarannya, termasuk enam oknum anggota dari dua ormas besar di Bali kini mendekam di penjara. “Perintah Bapak Kapolda sejak di sini (jadi Kapolda -red) sangat jelas, berantas narkoba, premanisme, dan terorisme. Pungli yang dilakukan oknum anggota ormas itu termasuk pemerasan,” tegas Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja Sabtu (4/3) kemarin. Kabid Humas menegaskan, jajaran Polda diperintahkan menindak tegas pungli dan usut sampai tuntas. Termasuk tempat-tempat pelayanan publik. “Jadi, kalau ada menemukan masih ada pungli, silakan sampaikan kepada kami. Polda Bali dan jajaran ingin memberikan pelayanan terbaik, prima, bebas pungli dan tidak adanya KKN,” ucapnya. Prof. Dr. I Ketut Rai Setiabudhi, S.H., M.S. selaku akademisi menyampaikan, sejak Kapolri dijabat Jenderal Tito Karnavian dibentuk tim Saber Pungli seluruh Polda. Tim ini langsung action dan dalam waktu relatif singkat telah berhasil cukup banyak melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Ia sangat mengapresiasi keberhasilan Polri, khususnya Polda Bali karena selama bulan Februari ini telah banyak melakukan OTT. “Saya yakin masyarakat sangat mendukung gerakan Polri ini. Kita harapkan bila sudah bebas pungli, tentu pelayanan publik akan semakin baik. Karena itu, gerakan ini harus terus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya secara profesional,” ujarnya. Banyak lembaga atau perorangan, lanjut Prof. Rai, rawan pungli. Baik dengan cara halus maupun kasar atau pemerasan, tapi amat sangat terselubung (the hidden crime).

Oleh karena itu, perlu teknik atau strategi agar bisa langsung tertangkap tangan. “Yang rawan pungli misalnya di kantor BPN, Imigrasi, Sahbandar, galian C, perizinan, LP, kir dan lainnya. Kalau dulu di Samsat dan SIM, tapi kini semakin bersih,” ucap dosen mata kuliah Klinik Antikorupsi Unud ini. Terkait hal tersebut, polisi agar terus memperkuat komitmennya memberantas pungli dengan tidak pandang bulu dan harus berani karena masyarakat sangat banyak berharap pada kepolisian. Kalau polisi sudah kuat, negara pasti kuat dan rakyat terlindungi. Ia menjelaskan, tertangkap tangan dari segi hukum adalah ditangkapnya seseorang saat melakukan tindak pidana atau segera setelah beberapa saat tindak pidana itu dilakukan. Atau, jika sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga kuat dipergunakan terkait tindak pidana itu, sebagai petunjuk orang tersebut pelakunya atau pun membantu. Kehadiran negara dalam hal ini kepolisian untuk memberantas pungli yang seolaholah itu dianggap sebagai hal yang biasa karena sudah berlangsung lama. Padahal itu merupakan tindak pidana pemerasan yang memang menjadi kewajiban polisi untuk memberantasnya. Oleh karena itu, polisi harus tetap konsisten dan komit terutama keberanian untuk menindak tegas, termasuk oknum yang mengaku sebagai anggota ormas. “Siapa pun yang menjadi pemimpin kepolisian, komitmen ini harus tetap dilakukan. Dengan demikian, pungli-pungli tidak akan terjadi lagi. Ormasnya atau organisasinya tidak bersalah, yang bersalah adalah oknumnya yang melakukan pungli atau pemerasan. Kecuali pungli untuk memperkaya ormas atau organisasinya dan

itu termasuk kejahatan korporasi,” ungkap Pro. Rai. Sementara praktisi hukum Edy Hartaka, Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan penindakan kasus korupsi lainnya, tidak boleh tebang pilih, baik itu oknum anggota Polri, TNI, PNS, maupun ormas. Satgas Saber harus berani menindak tegas kepada siapa pun dan tidak pandang bulu sesuai dengan pasal 2 Perpres No. 87/2016 tentang Satgas Saber Pungli mempunyai tugas melaksanakan pemberantasan pungli. secara efektif dan efisien. “Bicara soal pungli pada umumnya, dijerat dengan pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan bulan penjara. Jika pelaku merupakan PNS atau sederajat akan dijerat dengan pasal 423 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun. Ada ketentuan pidana yang ancaman hukumannya lebih besar dari itu, yakni pasal 12 huruf e UU Tipikor,” ungkapnya. Pungli itu, kata Edy, sama dengan korupsi. Bila pungli tersebut diungkap mengandung unsur pemerasan, maka perkara itu akan ditangani kepolisian. Kejaksaan hanya berperan dalam penuntutan. Tim Saber Pungli harus mengoptimalkan penyelidikan dan penyidikan kasus yang diungkap hingga tuntas. Tujuannya supaya memberikan efek jera kepada pelaku, khususnya di sektor pelayanan publik sehingga tidak terjadi lagi. “Saya berharap tim ini tetap tegas dan tidak tebang pilih dalam menjalankan tugasnya. Masyarakat juga dapat berperan serta dalam pemberantasan pungli secara langsung maun tak langsung, baik melalui media elektronik maupun non-elektronik hal ini sesuai dengan pasal 12 ayat 1 dan 2 Perpres nomor 87 tahun 2016,” pinta Edy. (rah)

Berhadapan dengan Laut

Dari Hal. 1

Di samping itu, menurutnya, posisi Bali dinilai bagus karena langsung berhadapan dengan laut lepas. Kondisi itu membuat Bali sangat indah.

“Raja memang senang dengan alam dan laut. Sementara dia akan berwisata ke tempat dekat laut,” tegasnya. Sementara Wakapolri mengatakan tetap menjamin keamanan Raja Salman bersama rombongannya selama

liburan di Bali. Terkait rombongan raja akan mengunjungi tempat wisata, menurut Komjen Syafruddin, tidak ada penutupan akses jalan. Dengan demikian, tidak mengganggu aktivitas masyarakat. (kmb36)

BPM/ist

JUMPA PERS - Dubes Arab Saudi Osama Bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin dan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, saat jumpa pers di Posko Brimob, Nusa Dua.

“Buleleng merupakan daerah terakhir yang kita kunjungi untuk memastikan tim sudah terbentuk dan telah berjalan baik,” ujar Ketua Pelaksana UPP Saber Pungli Provinsi Bali Kombes Pol. Drs. Suradiyana saat melakukan sosialisasi di Buleleng. Sementara itu, Wakil Ketua 1 Pelaksana UPP Saber Pungli Provinsi Bali I Ketut Teneng mengatakan, beberapa titik rawan yang menjadi perhatian dalam memerangi pungli antara lain layanan kependudukan, perizinan dan pendidikan. Sejauh ini, pengaduan masyarakat didominasi keluhan terkait pungutan di sekolah. Seluruh pengelola sekolah diharapkan tidak melakukan pungutan di luar ketentuan yang berlaku. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait. Sebab memang ada ketentuan yang memungkinkan pihak sekolah memperoleh sumbangan dari masyarakat. Mana yang boleh dan mana yang termasuk pungli, itu yang harus jelas batasannya,” ujarnya. Teneng meminta semua pihak ikut berperan serta dalam penanggulangan pungli. Jajaran birokrasi diingatkan pula agar jangan sampai terseret kasus pungli. Selain merugikan negara dan masyarakat, tindakan tersebut juga akan merugikan diri sendiri karena pelakunya akan berurusan dengan pihak berwajib. “Jangan sampai kena Operasi Tangkap Tangan (OTT),” imbuh Inspektur Provinsi Bali ini. Teneng menambahkan, Tim Saber Pungli di kabupaten/kota agar sigap menerima pengad-

uan masyarakat. Bukan malah sebaliknya, justru membuat masyarakat kebingungan saat ingin melapor. Kalau perlu agar dibuatkan hotline untuk memudahkan masyarakat dalam membuat pengaduan. “Saya minta Posko Saber Pungli pelayanannya harus bagus, dan pastikan masyarakat dengan mudah melaporkan baik secara langsung maupun melalui IT agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam melakukan pelaporan. Jangan sampai masyarakat tidak tahu di mana poskonya,” jelasnya. Teneng menegaskan, upaya pencegahan pungli agar lebih dimaksimalkan dan dikedepankan, ketimbang upaya penindakan atau OTT. Namun apabila tidak bisa dicegah maka harus dilakukan penindakan. “Upayakan pencegahan, jangan hanya OTT. Usahakan upaya maksimal untuk pencegahan,” ujarnya. Di sisi lain, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab mengatakan pungutan liar terkait dengan dua hal, yakni peraturan dan kewenangan. Kalau tidak ada peraturannya dan atau tidak memiliki kewenangan melakukan pungutan, maka hal itu dikategorikan sebagai pungutan liar. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah terutama yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat diingatkan agar mencantumkan atau memajang prosedur pelayanan di setiap instansi, sehingga masyarakat memahami betul prosedur pelayanan tersebut. “Apabila sudah ada transparansi serta kejelasan prosedur dari instansi maka pungutan liar tidak akan terjadi,” ujarnya. (rin)

Tari Pendet Dari Hal. 1

Yang menarik di Bali, kedatangan Raja Salman disambut dengan nuansa Bali. Raja Salman disambut Tari Pendet yang dibawakan 50 penari cilik Bali. Tampak Raja Salman menebar senyum ketika menyaksikan anak-anak Bali menyambutnya dengan tari Pendet. Bahkan usai menari, anak-anak tersebut berkesempatan berfoto bersama Raja Salman. Selain tari Pendet, sejumlah tokoh Bali juga turut menyambut Raja Salman dan rombongan, antara lain Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Ketua Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Jero Gede Suwena Putus Upadesa, Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana, Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Semuanya mengenakan pakaian adat Bali. Raja Salman dan rombongan akan berada di Bali hingga Kamis (9/3) mendatang. Karena bukan kunjungan resmi, agenda rombongan besar ini bersifat rahasia. Sejumlah objek wisata yang dilirik adalah Garuda Wisnu Kencana, kawasan Pura Uluwatu, dan Ubud. Mereka berada di kawasan

elite Nusa Dua bersama dengan sekitar 1.500 orang termasuk putra mahkota, 25 pangeran, dan 14 menteri dan pejabat setingkat menteri serta anggota kerajaan lainnya. Mereka menginap di beberapa hotel di kawasan elite Nusa Dua seperti St Regis, Mulia, Laguna, dan Hotel Bulgari. Dari pantauan wartawan Bali Post, sepanjang jalan yang dilalui oleh rombongan kerajaan, dipadati krama Bali yang antusias menyambut kedatangan Raja Salman. Krama Bali dari anak-anak hingga dewasa, berjajar sambil memegang handphone untuk mengabadikan rombongan kerajaan. Raja Salman menumpangi mobil Mercedes sempat membuka kaca mobil sesaat setelah keluar dari bandara sembari melambaikan tangan kepada krama Bali yang menyambutnya. Ketua Association of Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Ketut Ardana mengatakan tidak ada penutupan pantai untuk umum di wilayah Bali demi Raja Salman dan rombongan. Sebab, menurutnya, Raja Salman dan rombongan sudah memiliki private beach di hotel. Selamat berlibur di Bali untuk Raja Salman. (kmb023)

Melarikan Diri

Dari Hal. 1

Biasanya mereka akan melarikan diri atau pasang badan. Asetnya sedikit ada yang berhasil dikembalikan. Namun sebagian besar sudah dilarikan ke tempat lain yang kemungkinan besar tidak akan terlacak. Skema investasi ini hampir selalu berhasil karena selalu ada bukti permulaan dan menggoda naluri primitif manusia yaitu keserakahan. Keserahakan itu berbanding terbalik dengan logika. Ketika manusia digoda keserakahannya, biasanya logikanya menurun. Hal ini berlaku untuk setiap jenis investasi yang ingin kita lakukan. Lain kali, sebelum kita berinvestasi, tanyalah dulu, ini keserakahan saya yang bicara ataukah logika? Percayalah kepada saya, pertanyaan sederhana itu akan menyelamatkan banyak uang Anda. Seperti yang saya katakan, banyak investasi Ponzi look a like yang beredar. Dalam beragam variannya. Apakah model condotel dengan imbal return yang tidak masuk akal, ataukah jenis villa-tel dengan skema yang too good to be true. Ataukah investasi kebun anggur, investasi burung unta ataukah investasi emas dan sejenisnya. Agak sulit membedakan mana investasi yang benar ataukah investasi sejenis Ponzi ini, karena dia menyamar dalam banyak rupa. Mungkin ini beberapa tips yang bisa membantu kita. Ini merupakan pertanyaan yang selalu saya tanyakan kepada diri saya sendiri sebelum saya berinvestasi: Siapa yang memberi janji? Bagaimana reputasinya? Janji itu sekuat yang memberi janji.

Investasi bisa gagal, sama seperti bisnis lainnya. Namun jika ada garansi, apakah si pemberi garansi cukup bonafide untuk menepati janjinya. Jika ada garansi, risiko sudah berpindah dari investor kepada si pengelola investasi. Tidak bisa si pengelola investasi mengelak dengan mengatakan, ‘’Ini adalah risiko bisnis.’’ Apakah skemanya cukup sederhana dan dapat dimengerti? Jika terlalu rumit dan tidak dapat dimengerti dengan logika sederhana, sebaiknya tinggalkan saja. Bagaimana return-nya? Normal apakah di atas normal atau luar biasa diatas normal? Buat sebuah bisnis agak sulit bisa memberikan return di atas 50% setahunnya. Memang bisa jika si pebisnis jago sekali. Namun dana kelolanya juga tidak mungkin tidak terbatas. Lakukan analisis sendiri. Bisnis dan industrinya. Apakah imbal hasil atau return-nya masuk akal? Dan tanyalah kepada diri sendiri, yang berbicara itu apa? Keserakahan kita atau logika kita. Terakhir saya teringat kalimat dari Donald Trump, dia mengatakan “Sometimes the best investment I’ve ever made is the one I didn’t make.” Kali ini tukang bubur tidak naik haji. Tukang bubur jadi Ponzi. (tulisan ini pernah dipublikasikan 11 April 2014, dan kini terulang kembali) Sayangnya saya bisa pastikan bahwa kejadian tukang bubur jadi Ponzi akan terulang kembali dalam bentuk dan pemain yang sedikit berbeda. Dan saya akan menulisnya kembali. Salam, www.alexpchandra.com

Seluruhnya Rp 499.101.979 Dari Hal. 1 SDN 4 Panjer SDN 18 Sesetan Keluarga Bapak Yosep Totok I Nyoman Arya Gunawan Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

7 dus pakaian,12 kg beras 1 karung pakaian, 3 dus pakaian, 3 dus air mineral, 7 dus mi, 7 dus teh gelas, 1 dus sembako 2 dus pakaian 1 dus pakaian, 5 plastik pakaian Rp Rp Rp

18.519.000 480.582.979 499.101.979

Keluhan Konsumen Dari Hal. 1

Praktisi hukum, I Gusti Putra Yudhi, Sabtu (4/3) kemarin, berpendapat, dalam kasus pelayanan publik, khususnya soal keluhan konsumen ada tiga kategori tindak pidana di bidang perlindungan konsumen. Pertama, tindak pidana perlindungan konsumen berdasarkan ketentuan pidana yang ada dalam KUH, tindak pidana perlindungan konsumen berdasarkan ketentuan yang ada dalam UU Perlindungan Konsumen, dan tindak pidana perlindungan konsumen berdasarkan ketentuan yang ada dalam berbagai UU sektoral, seperti UU Pangan, UU Kesehatan, dan undangundang terkait lainnya. “Kesemuanya itu bisa dilakukan konsumen yang merasa telah dirugikan oleh pelaku usaha. Masyarakat jika mendapat kecurangan juga bisa mengadukan melalui badan-badan yang telah disediakan pemerintah. Misalnya YLKI, LPKSM, kepolisian, hingga masuk ke pengadilan. “Namun, kesemuanya itu harus diperhitungkan kembali oleh konsumen, baik soal waktu, tenaga dan biaya yang akan dikeluarkan,” tandas Putra Yudhi. Lanjut dia, apabila dirasa kerugian dan hasil yang akan dicapai sesuai, tentu upaya hukum itu baik untuk ditempuh, namun apabila konsumen merasa hal itu tidak sesuai atau malah dirugikan secara finansial, lebih baik mereka memilih jalan yang instan. “Biasanya ada beberapa jalan instan yang dipilih seperti komplain langsung pada pelaku usaha,” tegasnya. Hanya, karena di Bali budaya ngekoh ngomong dan budaya ketimuran masih kental, konsumen jarang memilih jalan ini. Ada beberapa yang memilih jalan seperti ini dan biasanya efektif. Sebab langsung ditanggapi dan ada tindakan. Kedua, memilih langsung menelepon penanggung jawab usaha tersebut, namun karena nomor telepon yang tertera biasanya adalah atasannya. “Ini

kurang efektif sebab atasannya kadang lebih membela bawahannya,‘’ ujarnya. Jalan yang ketiga dan merupakan jalan yang paling sering ditempuh konsumen mem-posting atau memasang pengalaman buruknya di medsos dengan harapan supaya orang lain tidak mengalami apa yang dia alami. Metode ini, kata Yudhi, juga cukup efektif, di samping tidak menghabiskan banyak waktu, tenaga dan biaya, apabila postingan tersebut viral cara ini dapat menjadi sanksi sosial buat pelaku usaha atau pelayanan publik. Di samping itu, jika urusan kecil, misalnya hanya dicurangi dalam pembelian bensin, atau misalnya pembayaran lebih di samsat atau pencarian SIM, masyarakat akan enggan untuk melapor. Apalagi membawa ke kasus pidana. Ibarat pepatah, buka ngelawar capung, karena lebih banyak biaya yang akan dikeluarkan ketimbang keadilan hukum yang akan didapat masyarakat. Padahal, semua kecurangan dalam pelayanan publik, baik swasta maupun lembaga pemerintah, bisa dilakukan penidanaan,” tandas Putra Yudhi. Praktisi hukum lainnya, I Ketut Rinata, S.H., berpendapat, di samping memang budaya masyarakat Bali yang koh ngomong, terhadap laporan-laporan seperti ini tidak akan pernah ditanggapi. “Pengalaman saya sebagai praktisi hukum, sering kali dipersulit dalam melakukan pelaporan di kepolisian. Alasannya kekurangan bukti, padahal seharusnya ketika ada laporan polisi atau penyidik sudah paham apa dan ke mana arah laporan tersebut,” tandas Rinata. Kondisi itu, menurutnya, dapat membuat masyarakat enggan melaporkan kasus kecurangan yang dialami masyarakat. Sehingga mereka lebih memilih untuk membuat status di medsos seperti FB dan twitter, jika menemukan masalah semacam itu. (asa)

150 Pengaduan Dari Hal. 1

Terkait pelayan SPBU, Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) ratarata per tahun menerima 150 pengaduan terkait pelayanan SPBU. Konsumen mengeluhkan pelayanan SPBU terkait layar meteran yang buram. “Meteran di SPBU banyak yang sudah buram. Konsumen tidak bisa melihat angka pembelian BBM itu. Itu merupakan pelanggaran karena tidak bisa memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur sesuai dengan UU Konsumen. Konsumen bisa melakukan perlawanan di sana,” kata Direktur YLPK, I Putu Armaya, S.H., Sabtu (4/3) kemarin. Meteran yang buram harus segera diganti dengan yang baru. Menurutnya, Pertamina harus melakukan pengawasan, termasuk Hiswana Migas melakukan pengawasan pada anggotanya. “Saya mengimbau kepada pengelola SPBU agar mengganti meteran yang buram itu, mengganti yang baru sehingga bisa dilihat,” tegasnya. Menurutnya, meteran yang buram menjebak dan menipu, sama dengan melanggar aturan hukum. Ia juga mengkritisi soal pelayanan SPBU yang tidak ramah. “Tidak ada tegur, sapa, salam padahal ada slogannya 3S. Sebagian besar SPBU tidak melakukan itu,” cetusnya. Masalah klasik yang kerap diadukan konsumen adalah ketidaksesuaian BBM yang diberikan dengan yang dibeli

konsumen. “Banyak petugas/ operator SPBU yang merugikan konsumen, ketika membeli Rp 10.000, itu hanya diberikan Rp 9.000 sekian. Itu masih ada sisa uang konsumen. Kalau itu dikalikan sekian ribu konsumen, berapa kerugian konsumen,” bebernya. Dia mkengatakan hal itu bisa dikenai pasal 4 dan 8 UU tentang Perlindungan Konsumen. “ Pidananya 2 tahun denda Rp 2 miliar. Walaupun kita dirugikan misalnya hanya Rp 200,” ujarnya. Terhadap pelanggaran tersebut, yang bertanggung jawab bukan saja operatornya, tapi juga pemilik dan pengelola SPBU. Ia meminta agar Hiswana agar membina anggotanya untuk memberikan pelayanan lebih maksimal. Meski meteran SPBU ditera ulang. Namun, ia mengimbau kepada Badan Metrologi agar diawasi dengan benar. Jika memang ditemukan pelanggaran, ia minta diberikan sanksi tegas. Hal ini juga berlaku untuk pelayan lain seperti servis Hp. Ketua Hiswana Migas Bali, Ida Bagus Rai, mengatakan, jika ada SPBU yang dicurigai, konsumen dapat meminta untuk ditera ulang dengan bejana serta memerhatikan hasilnya. Dia minta SPBU dalam melayani konsumen juga memberikan pelayanan yang baik. Misalnya saat konsumen membeli BBM, operator harus menyebutkan mulai dari nol. “Kalau ragu, minta kitir pembeliannya. Tapi kalau masih ragu, minta tera pakai bejana,” cetusnya. (may/sue)


balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu WAGE, 5 MARET 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Navicula Gebrak Panggung PICA Fest 2017

Justin Timberlake bersama istri Jessica Biel.

BPM/rtr

Manisnya Justin Timberlake Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Istri

Hari kedua, Jumat (3/3) malam, pengunjung PICA Fest 2017 digebrak dengan penampilan Navicula. Band yang mengusung grunge sebagai warna dasar musik mereka, berpadu dengan beragam warna etnik, psychedelic, alternatif, progresif, dan dibalut rock murni ini mampu menghentak para penggemar yang hadir hingga larut malam. Sebanyak enam lagu andalan mereka dengan lirik yang sarat dengan pesan aktivisme dan isu lingkungan, serta semangat tentang damai, cinta dan kebebasan, dipersembahkan pada malam itu. Berdiri sejak 1996 silam di Denpasar oleh dua aktivis musik, Robi dan Dankie, Navicula pernah beberapa kali ganti personel di awal tahun terbentuk. Hingga akhirnya, formasi terkini Navicula diperkuat oleh Robi (vokal, gitar), Dankie (gitar), Made (bass), Gembull (drum). Nama Navicula diambil dari nama sejenis ganggang emas bersel satu, berbentuk seperti kapal kecil (dalam bahasa Latin, Navicula berarti kapal kecil). Navicula dikenal aktif di dunia indie musik, walau sempat kontrak dengan

major label Sony-BMG di tahun 2004. Bersama Sony-BMG, Navicula merilis album ke-4 mereka yang berjudul, “Alkemis”. Namun, tahun 2007 album ke-5 mereka, “Beautiful Rebel”, dirilis secara independen dan band ini kembali mengobarkan semangat idealisme mereka melalui jalur indie. Pada 2013 lalu, mereka juga merilis album “Love Bomd”. Navicula bermarkas di Bali dan tetap eksis di dunia musik nasional meski berjuang di jalur indie. Sejak launching album ke-5, Navicula sudah mulai mengadakan promo tur ke daerah Jawa. Musik Navicula dipengaruhi kuat oleh alternatif rock 90-an, terutama grunge/ seattle-sound dari bandband macam Soundgarden, Pearl Jam, Alice in Chains, dan Nirvana. Namun, yang membuat musik mereka menjadi sedemikian unik adalah pekatnya pengaruh budaya Bali saat ini sebagai melting-pot dunia (tempat bercampurnya beragam budaya), dan kesempatan untuk berkreasi di suatu kondisi yang sangat kontras ini. Dari budaya spiritual

BALE BANJAR ARIDUS YANG Mulia, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, yang saya hormati! Om Swastyastu, Assalamulaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam sejahtera untuk kita semua! Terutama untuk Baginda dengan seluruh anggota rombongan Kerajaan Saudi Arabia yang berjumlah 1.500 orang, saya mengucapkan selamat datang di Bali dan selamat berlibur, semoga Pulau Dewata dan masyarakatnya mampu mempersembahkan yang Paduka harapkan selama di sini. Baginda, terlebih dahulu saya minta maaf sebesarbesarnya, sebagai warga Bali biasa dan bukan tokoh, saya terlalu lancang melayangkan surat terbuka pada Paduka, yang selain pemimpin Kerajaan Arab Saudi, juga penguasa dua kota suci Mekkah dan Madinah. Kelancangan ini didorong oleh sikap Paduka yang saya tonton di layar kaca saat mendarat di Bandara Halim, Rabu (1/3), disambut presiden kami Joko Widodo, beberapa menteri, juga Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama yang populer dipanggil Ahok. Di mata dan hati saya, Paduka terkesan sangat rendah hati, moderat dan demokratis, kendati Baginda seorang pemimpin negara bersistem monarkhi absolut. Padahal, mungkin Baginda atau 14 menteri yang mengiringi Paduka ke Indonesia, sempat membaca di media internasional, ikhwal Ahok selama beberapa

dikenal dengan sebutan “the Green Grunge Gentlemen”, karena aktifnya mereka di dunia aktivisme sosial dan lingkungan. (win)

BPM/win

Personel Navicula

PENYANYI solo legendaris Iwan Fals akan tampil dalam gelaran Java Jazz Festival 2017 yang diadakan pada 3-5 Maret di JIExpo Kemayoran Jakarta. Ini merupakan kali pertamanya Iwan Fals meramaikan panggung Java Jazz sejak 13 tahun lalu. “Ini akan menjadi salah satu penampilan yang menarik dan dinanti-nanti para pengunjung,” kata Elfa Zulham selaku Program Coordinator Java Jazz Festival saat konferensi pers Java Jazz Festival 2017 baru baru ini.

Pada penampilan pertamanya di Java Jazz ini, Iwan Fals akan berkolaborasi dengan musisi internasional yaitu Maurice Brown & Kirk Whallum. Menurut Elva, Iwan Fals beserta Maurice Brown & Kirk Whallum telah mempersiapkan penampilan mereka dengan melakukan latihan-latihan bersama. Berdasarkan jadwal yang dirilis melalui website resmi Java Jazz Festival, penampilan Iwan Fals akan menutup perhelatan tahunan ini tepat pada tanggal 5 Maret pukul

23.00 malam hingga 00.30 dini hari. Untuk mengantisipasi massa yang membeludak, Elfa mengatakan pihaknya telah mendapatkan dukungan keamanan dari personel kepolisian dan TNI. Namun, Elfa belum dapat memastikan berapa jumlah personel keamanan yang akan mengawal acara ini. “Iwan Fals yang terkenal memiliki fans yang banyak sudah kita persiapkan beberapa planning, tapi biasanya setiap tahun lancar,” kata Elfa. (pik) BPM/pik

Iwan Fals

Surat Terbuka untuk Raja Salman brolan

ini memperoleh rasa asli mereka melalui semua hal tersebut, rasa ‘golden green grunge’, rasa Navicula. Selain itu, Navicula juga

Iwan Fals Tutup Java Jazz 2017

Jakarta (Bali Post) Justin Timberlake mengunggah foto di akun Instagram untuk menguncapkan selamat ulang tahun yang ke-35 kepada istrinya Jessica Biel. Penyanyi “Can’t Stop the Feeling!” tersebut berbagi foto hitam putih dirinya sedang mencium pipi istrinya dengan teks: “Kamu membuat aku tertawa. Kamu membuat aku tersenyum. Kamu membuat aku jatuh cinta. Kamu membuat aku ingin menjadi lebih baik. Tidak ada yang lebih baik dari kamu...,” tulis Timberlake. “Sekarang aku tahu pasti bahwa lebih baik menjadi beruntung. Tanya aku siapa laki-laki paling beruntung di dunia dan aku akan member tahu kamu bahwa kamu sedang melihat laki-laki itu. Selamat ulang tahun, jantung hatiku. --J,” tambah dia. Pasangan tersebut diharap dapat merayakan hari besar Biel dengan anak mereka Silas, yang akan berusia dua tahun pada bulan depan (8 April), demikian Billborad. (ant)

bulan terakhir ini. Selain sering disebut kafir, Ahok juga dianggap kotor karena berstatus tersangka dalam kasus penistaan agama oleh segelintir elite di Jakarta, namun Baginda dengan wajah lembut dan bersahabat menyalaminya, sama seperti deretan petinggi negeri yang menyambut Anda. Paduka Raja Salman yang saya muliakan! Beberapa bulan lalu saya sempat ragu membaca di media, bahwa Baginda akan berkunjung ke Indonesia, termasuk Bali dengan rombongan berukuran Jumbo (1.500 orang, 10 yang bertambah menjadi 14 menteri dan 25 pangeran). Dalam pikiran saya, palingpaling Baginda akan mengunjungi Jakarta seperti pendahulu Anda, Raja Faisal, yang berada selama tiga hari di Jakarta pada tahun 1970. Atau kalau mau berlibur, saya pikir, Baginda akan memilih daerah tujuan wisata berbasis syariah, bukan Bali yang sering distigma wilayah kafir, haram, musriek dan dajjal. Ternyata dugaan saya meleset dan paranoid saya sirna, sebab dua hari sebelum kedatangan Anda di Jakarta, beberapa media utama mewartakan kepastian agenda kunjungan Baginda di Indonesia. Di samping Bogor dan Jakarta (1-3 Maret), selebihnya hingga 9 Maret jadwal liburan dihabiskan di Bali. Bahkan ada gosip bahwa masa tinggal di Pulau Dewata, diperpanjang tiga hari lagi. Ada agenda menarik menurut saya, yakni jadwal kunjungan ke gedung DPR-RI, di mana Baginda konon akan berpidato masalah kemoderatan Islam. Jadwal lain tak kalah menarik adalah pertemuan Baginda dengan tiga organisasi kemasyarakatan, yakni Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah, juga pertemuan dengan tokoh-tokoh agama lain di Indonesia. Baginda yang saya hor-

klasik Bali, hingga para seniman internasional yang menetap di Bali untuk menimba inspirasi, dan kultur punk rock di pelosok Kuta, band

mati! Sebagai orang Bali beragama Hindu, saya tidak paham tentang kemoderatan Islam yang akan Paduka pidatokan di gedung parlemen Jakarta. Meski demikian, saya pernah membaca sekilas tentang Prinsip Islam Moderat. Konon sikap moderat yang menjadi pegangan Islam Moderat ialah keseimbangan positif dalam segala aspek; seperti dalam keyakinan dan amal perbuatan, materi dan maknawi serta individu dan masyarakat. Islam menegakkan timbangan yang adil, antara individu dan masyarakat. Karena itu, tidak diberikan hak-hak kebebasan kepada masyarakat yang dapat membahayakan kemaslahatan umum seperti liberalisme di Barat. Juga tidak memberi kekuasaan pada masyarakat untuk menindas dan menekan individu sehingga mengerdilkan dan mematikan bakat dan potensinya sebagai manusia, seperti dilakukan komunisme. Prinsip komoderatan seperti ini, bagi saya, sangat pas dengan ideologi negara kami dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang disebut Pancasila. Oleh sebab itu, Pancasila tidak membenarkan adanya radikalisme ekstrem, juga anarkisme dan vandalisme baik karena perbedaan agama, ras, suku, dan golongan. Untuk itu kami punya sesanti ‘‘Bhinneka Tunggal Ika’’ yang berarti ‘‘Berbeda-beda namun tetap satu’’ yang dalam bahasa Inggris disebut ’Unity in diversity. Karena mengamalkan ajaran Pancasila, bangsa kami tetap utuh kendati sejak dulu ada anasir-anasir asing yang ingin memecah-belah bangsa Indonesia, yang mendiami ribuan pulau, ratusan suku, beberapa ras dan agama. Agaknya Baginda punya pandangan kemoderatan yang serupa dengan yang saya paparkan di atas. Ada rasa ketidaksenangan atau anti terhadap terorisme dan

radikalisme. Buktinya, saat kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius ke Arab Saudi, konon, Baginda berjanji memberi santunan pada personel Densus 88 yang gugur saat melakukan tugas, yang konon Paduka anggap Syuhada. Bahkan keluarga atau orangtua mereka akan dihajikan atau dibiayai untuk umroh. Jika niat itu benar dilaksanakan, tidak meleset penilaian saya terhadap Baginda, bahwa Paduka adalah raja yang rendah hati, moderat dan demokratis. Pilihan Anda untuk berlibur di Bali selama enam hari adalah bukti penunjang utama untuk penilaian itu. Baginda tahu membedakan, urusan agama dengan berwisata. Mudahmudahan mereka yang sering menjelek-jelekkan Bali sadar dan mengubah pandangan mereka terhadap Pulau Dewata yang terus mereka nista. Padahal, sejak zaman Orde Baru hingga sekarang, devisa yang dihasilkan Bali lewat

pariwisata, sebagian besar disetor ke pemerintah pusat untuk menyokong APBN, sedangkan yang kembali ke Bali untuk APBD sangat kecil. Ironis Baginda, pulau dan masyarakatnya yang distigma haram, menghasilkan devisa halal buat pembangunan! Mungkin kaum radikal fundamentalis sangat benci pada Bali, sehingga Legian, Kuta dibom teroris pada 12 Oktober 2002. Belum puas atas penderitaan masyarakat Bali, berikutnya meledak lagi bom bunuh diri pada 1 Oktober 2005 di Jimbaran dan Kuta. Rekor Bali sebagai daerah wisata ternyaman di Asia bahkan dunia, terkoyak dan banyak insan pariwisata merasa diri mereka dibunuh secara tidak langsung. Syukurlah masyarakat dunia maklum, bahwa Bali hanya menjadi korban kebinatangan akhlak teroris, sehingga kedatangan wisatawan ke Bali pulih secara berangsurangsur. Satu hal yang perlu Paduka pahami, masyarakat Bali yang beragama Hindu menyikapi teror dan tragedi tersebut dengan kepala dingin sesuai ajaran agama mereka. Meskipun mereka tahu para pelaku dan otak

perancang bom, bukan orang Bali, namun mereka tidak ngamuk dan bertindak brutal terhadap orang-orang yang mereka curigai. Kekerasan bagi mereka tidak akan selesai bila dibalas dengan kekerasan, malah akan menjadi kerusuhan horizontal. Itu bertentangan dengan moral Pancasila, juga ajaran agama kami yang bernama ‘’Karma Phala’’. Kami sembahyang dan melakukan ritual yang di antaranya disebut Karipubhaya dan Mapekelem, ternyata semua pelaku teror berhasil diringkus. Bahkan ada yang terbunuh saat terjadi kontak senjata dengan aparat keamanan, khususnya Densus 88. Kalau boleh sombong, saya ingin katakan, semua jaring-jaring terorisme dunia, mulai terungkap dari Bali. Yang Mulia Raja Salman! Atas pilihan Anda menjadi-

kan Bali sebagai tempat berlibur, saya mengucapkan terima kasih. Semoga anggapan orang bahwa Bali bukan tempat aman untuk berwisata, tertepis oleh kunjungan Baginda bersama 1.500 orang tinggal selama enam hari di sini. Bali adalah pulau terbuka dan masyarakatnya juga sangat menghargai siapa pun yang hendak berkunjung. Ini bukan semata untuk tujuan pariwisata, bahkan sebelum turisme populer, kami hormat pada setiap orang yang berkearifan, di mana tanah dipijak di situ langit dijunjung. Karena itu di beberapa wilayah di Bali, kami punya kawasan yang disebut Kampung Arab, Kampung Cina, Kampung Jawa, dan Kampung Bugis. Maaf Baginda, mudahan-mudahan Paduka tidak tersinggung atas surat terbuka dari saya, yang bernama Rubag ini. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 05 Maret 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu